P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 371|Likes:
Published by akaHanAzfa

More info:

Published by: akaHanAzfa on Feb 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as EHTML, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2015

pdf

text

original

Definisi Lahan Menurut Konsep Indonesia Nadya Amanda Utari, Indonesia

Key words: Lahan.

IKHTISAR

Lahan secara terminology hanya sebatas tanah terbuka atau tanah garapan, namun menurut para ahli lahan itu sendiri tidak terbatas pada apa saja yang terdapat di permukaan bumi, namun juga segala sesuatu yang terkandung dibawahnya dan berada di atasnya. Termasuk juga iklim, keadaan vegetasi, dan toprografinya.

Hubungan manusia dan lahan tak sekedar hubungan yang pasif namun aktif. Hal ini dijelaskan dalam Undang-undang pokok agrarian Indonesia. Lahan tersebut memiliki hubungan yang abadi dengan kita, ia merupakan warisan leluhur, wilayah yang dapat dikuasai dan dimiliki, memiliki sumber daya yang dapat menunjang dan memakmurkan manusia, serta properti yang menyebabkan pemiliknya memiliki hak-hak tertentu.

Selain itu, terdapat pergeseran dan kerancuan makna lahan dan tanah dalam kehidupan seharihari, yang akan dibahas dalam makalah ini.

Definisi Lahan Menurut Konsep Indonesia Nadya Amanda Utari, Indonesia

1. PENDAHULUAN

Manusia sangat bergantung terhadap lahan dalam kehidupan sehari-sehari. Tanpa lahan, semua aktivitas tidak akan mungkin terjadi karena manusia tidak memiliki wadah untuk beraktifitas itu sendiri.Setiap hari jumlah manusia di permukaan bumi bertambah sehingga kebutuhan akan lahan akan meningkat secara otomatis, akan tetapi luas lahan tidak bertambah atau pun berkurang. Hal ini menyebabkan pentingnya lahan karena lahan merupakan bagian dari bumi yang berkarakter, memiliki fungsi tersendiri, dan mengandung kekayaan yang melimpah di bawahnya.. Salah satu contoh yang mengindikasikan pentingnya lahan adalah sering terjadi konflik antar warga Indonesia disebabkan oleh perselisihan kepemilikan lahan

Sebelum membahas terlalu jauh tentang lahan dan segala jenis aturan kepemilikan, fungsi, penggunaan, dan pengolahannya, diperlukan definisi yang jelas tentang lahan dalam konsep Indonesia. Di dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian lahan secara terminology, pengertian lahan menurut para ahli, dan bagaimana hubungan antara manusia dan lahan berdasarkan undang-undang yang berlaku serta bagaimana perbedaan pengertian lahan dalam kehidupan sehari-hari.

2. PEMBAHASAN

2. Pengertian Lahan Secara Terminologi

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, terdapat pengertian lahan yaitu: lahan n.tanah terbuka; tanah garapan. l. garapan n. tanah pertanian yang akan digarap. Jadi, secara umum, lahan merupakan tanah terbuka, artinya daerah di permukaan bumi. Lahan juga memiliki arti tanah garapan yang artinya lahan tersebut memiliki potensi untuk digunakan, diolah, dan dimanfaatkan oleh manusia.

2. Pengertian Lahan menurut Para Ahli

Lahan memiliki beberapa pengertian baik itu menurut FAO maupun menurut pendapat para ahli.

Menurut Arsyad (1989), “Lahan merupakan lingkungan fisik yang terdiri atas relief, tanah, air, dan vegetasi serta benda yang ada diatasnya sepanjang ada pengeruhnya terhadap penggunaan lahan. Termasuk didalamnya juga kegiatan manusia dii masa lalu dan sekarang seoerti hasil reklamasi laut, pembersihan vegetasi, dan juga hasil yang merugikan seperti tanah yang tersalinitasi.

Menurut FAO (1976) yang dikutip oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat (1993:3),

“Lahan merupakan bagian dari bentang alam (landscape) yang mencakup pengertian lingkungan fisik termasuk iklim, topografi/relief, hidrologi bahkan keadaan vegetasi alami (natural vegetation) yang semuanya secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan . Lahan dalam pengertian yang lebih luas termasuk yang telah dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia baik dimasa lalu maupun pada masa sekarang”.

Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, lahan merupakan segala sesuatu yang berada di permukaan bumi meliputi tanah, air, vegetasi, dan lahan juga mencakup segala hal yang akan mempengaruhi penggunaan lahan seperti topografi, relief tanah, iklim, dan keadaan vegetasi di atasnya. Pengertian lahan tersebut tidak hanya mencakup keadaan lahan di masa sekarang, namun juga termasuk keadaan dan hasil kegiatan manusia di masa lalu.

Selain dua pengertia di atas, Luthfi Rayes (2007) mengungkapkan pengertian lahan dengan berbagai fungsi, yaitu:

a. Fungsi produksi. Lahan sebagai basis berbagai system penunjang kehidupan melalui produksi biomassa yang menyediakan makanan, pakan ternak, serat, bahan bakar kayu, dan bahan-bahan biotic lainnya bagi manusia, baik secara langsung maupun melalui binatang ternak termasuk budidaya kolam dan tambak ikan.

b. Fungsi lingkungan biotik. Lahan merupakan basis bagi keragaman daratan (terrestrial) yang menyediakan habitat biologi dan plasma nutfah bagi tumbuhan, hewan, jasad-mikro di atas dan di bawah permukaan tanah.

c. Fungsi pengatur iklim Lahan dan penggunaannya merupakan sumber (source) dan rosot (sink) gas rumah kaca dan menentukan neraca energy global berupa pantulan, serapan, dan transformasi dari energy radiasi matahari dan daur hidrologi global.

d. Fungsi hidrologi Lahan mengatur simpanan dan aliran sumber daya air tanah dan air permukaan serta mempengaruhi kualitasnya.

e. Fungsi penyimpanan Lahan merupakan gudang (sumber) berbagai bahan mentah dan mineral untuk dimanfaatkan oleh manusia.

f. Fungsi pengendali sampah dan polusi Lahan berfungsi sebagai penerima, penyaring, penyangga, dan pengubah senyawa-senyawa berbahaya.

g. Fungsi ruang kehidupan Lahan menyediakan sarana fisik untuk tempat tinggal manusia, industry, dan aktivitas siosial seperti olahraga dan rekreasi.

h. Fungsi peninggalan dan penyimpanan Lahan merupakan media untuk menyimpan dan melindungi benda-benda bersejarah dan sebagai suatu sumber informasi tentang kondisi iklim dan penggunaan lahan masa lalu.

i. Fungsi penghubung spasial. Lahan menyediakan ruang untuk transportasi manusia, masukan, dan produksi serta untuk pemindahan tumbuhan dan binatang antar daerah terpencil dari suatu ekosistem alami.

Sesuai dengan penjabaran pengertian lahan menurut Luthfi di atas, lahan merupakan permukaan bumi yang tidak terbatas pada cirri fisiknya saja, namun juga memiliki sifat dan fungsi yang mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberjalanan kehidupan manusia. Fungsi-fungsi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

2. Hubungan Lahan dan Manusia dalam konteks Undang-Undang Pokok Agraria no 5 tahun 1960

Salah satu undang-undang yang mengatur tentang lahan dan penggunaanya adalah Undang Undang Pokok Agraria no 5 tahun 1960. Didalam undang-undang ini dijelaskan pengertian dan batasan cakupan lahan secara hukum, fungsi, dan hak-hak yang didapat dari lahan tersebut.

2.3.1 Lahan secara umum.

Pengertian lahan dinyatakan dalam pasal 1 ayat 1 yang berbunyi: “Seluruh wilayah Indonesia adalah kesatuan tanah air dari seluruh rakyat Indonesia, yang bersatu sebagai bangsa Indonesia” dan pasal 1 ayat 2 yang berbunyi: “Seluruh bumi, air, dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dalam wilayah Republik Indonesia sebagai karunia tuhan Yang Maha Esa, adalah bumi, air, dan ruang angkasa bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan nasional”. Jadi, terdapat perbedaan antara “bumi” dan “tanah” sesuai daengan pasal-pasal di atas. Yang dimaksudkan dengan “tanah” adalah permukaan bumi, sedangkan didalam pasal ini disatukan antara “bumi, air, dan ruang angkasa” yang ketiga komponen tersebut menurut para ahli dikenal dengan istilah lahan.

Kemudian dijelaskan juga dalam pasal selanjutnya tentang pengertian “bumi, air, dan ruang angkasa” tersebut satu persatu. Dalam pasal 1 ayat 4 tertulis: “Dalam pengertian bumi, selain permukaan bumi, termasuk pula tubuh bumi di dalamny serta yang berada di bawah permukaan air”. Dalam pasal 1 ayat 5 diterangkan: “Dalam pengertian air termasuk baik perairan pedalaman maupun laut wilayah Indonesia”. Dalam pasal 1 ayat 6 dijelaskan bahwa: “Yang dimaksud ruang angkasa ialah ruang di atas bumi dan air tersebut pada ayat (4) dan (5) pasal ini”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa “bumi, air, dan ruang angkasa” atau yang selanjutnya akan kita bahas sebagai “lahan” adalah segala sesuatu yang berada di atas permukaan bumi dan segala sesuatu yang terkadung di bawahnya termasuk juga yang berada di dalam wilayah perairan dan laut dalam.

2.3.2 Lahan sebagai warisan leluhur

Indonesia tidak mengabaikan aturan-aturan adat dalam masalah lahan ini. Dalam pasal 2 ayat (4) disebutkan: “ Hukum agrarian yang berlaku atas bumi, air, dan ruang angkasa ialah hukum adat, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan Negara, yang berdasarkan atas persatuan bangsa, dengan sosialisme Indonesia serta dengan peraturan-peraturan yang tercantum dalam Undang-undang ini dan dengan peraturan perundangan lannya, segala sesuatu dengan mengindahkan unsure-unsur yang bersandar pada hukum agraria”. Artinya, lahan merupakan warisan leluhur yang dalam pelaksanaan hak-haknya juga diberikan wewenang oleh Indonesia untuk diatur menurut hukum adat.

2.3.3. Lahan sebagai wilayah teritori

Hubungan antara manusia dan lahan adalah abadi, seperti yang dijelaskan dalam pasal 1 ayat 3 yang berbunyi: “Hubungan antara bangsa Indonesia dan umi, air, serta ruang angkasa termasuk dalam ayat (2) pasal ini adalah hubungan yang bersifat abadi”. Ini berarti bahwa selama rakyat Indonesia yang bersatu sebagai bangsa Indonesia masih ada dan selama bumi, air, serta ruang angkasaIndonesia masih ada pula, tidak ada yang dapat memutuskan atau meniadakan hubungan tersebut.

Dalan penguasaannya, lahan di wilayah Indonesia seluruhnya dikuasai oleh Negara seperti yang terkandung dalam pasal 2 ayat (1): “Atas dasar ketentuan dalam pasal 33 ayat (3) Undangundang dasar dan hal-hal sebagai yang dimaksud dalam pasal 1, bumi, air, dan ruang angkasa, termasuk kekayaan di dalamnya itu pada tingkatan tertinggi dikuasai oleh Negara, sebagai organisasi kekuasaan seluruh rakyat”. Namun, walaupun lahan di Indonesia dikuasai oleh Negara, tidak berarti bahwa hak milik perseorangan atas (sebagian dari) bumi dihapuskan. Di pasal di atas dijelaskan bahwa hubungan lahan dan Negara adalah semacam hubungan hak ulayat, jadi bukan berarti hubungannya merupakan hubungan milik. Hak milik ini merupakan hak turun-temurun, terkuat dan terpenuh.

2.3.4 Lahan sebagai sumber daya

Lahan memiliki potensi kekayaan yang sangat besar. Kandungan bumi yang melimpah meliputi mineral-mineral yang memiliki nilai jual, hasil laut yang berlimpah-ruah, dan juga vegetasi di atasnya yang berpengauh langsung terhadap kehidupan manusia. Penggunaan lahan tersebut hendaknya ditujukan untuk mendukung kehidupan manusia dan mensejahterakan, seperti yang dijelaskan dalam pasal 2 ayat (3): “Wewenang yang bersumber dari Negara tersebut pada ayat (2) pasal ini digunakan untuk mencapai sebesar-besar kemakmuran rakyat, dalam arti kebahagiaan, kesejahteraan dan kemerdekaan dalam masyarakat dan Negara hukum Indonesia yang merdeka berdaulat, adil dan makmur”.

2.3.5 Lahan sebagai property.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, lahan di Indonesia dikuasai oleh Negara, namun kepemilikannya adalah perseorangan. Kepemilikan lahan ini tidak dibebaskan sebebas-bebasnya. Ada aturan-aturan berlaku yang dijelaskan dalam Undang-undang. Aturan-aturan tersebut mencakup: (1) Aturan mengenai luas wilayah lahan maksimum maupun minimum yang boleh dimiliki oleh perseorangan, keluarga, atau badan hukum terdapat dalam pasal 17. (2) Aturan yang menjelaskan tentang hak-hak yang dimiliki oleh pemilik lahan diatur dalam pasal 16 sampai pasal 51 di Undang-Undang Pokok Agraria ini.

3. ANALISIS

Berdasarkan penjelasan diatas, lahan memiliki artian yang sangat luas. Namun, dalam pengertian kehidupan sehari-hari, terdapat kerancuan antara pengertian lahan dan pengertian tanah.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, lahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti tanah terbuka, atau tanah garapan. Jika dilihat arti tanah menurut KBBI, akan terjadi sedikit kerancuan antara pengertian lahan seperti yang telah kita pahami dan pengertian tanah itu sendiri.

Menurut KBBI, tanah n 1. Permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali; 2. Keadaan bumi di suatu tempat: tanahnya gersang; 3. Permukaan bumi yang diberi batas; pemerintah menyediakan tanah seluas 3 hektar untuk permukiman transmigran; 4. Daratan; 5. Permukaan bumi terbatas yang ditempati suatu bangsa yang diperintah suatu Negara atau menjadi bagian dari Negara. t. adat n tanah milik yang diatur menurut hukum adat.

Jika dibandingkan, terdapat pergeseran makna lahan (land) dan tanah (soil) dalam tata bahasa Indonesia sebagaimana terjadi pergeseran dan kerancuan makna dari jantung heart) dan hati (lever). Pengertian tanah dalam kehidupan sehari-hari merupakan cakupan dari pengertian lahan seperti yang telah kita bahas di atas. Tanah hanyalah materi dari permukaan bumi, sedangkan lahan adalah segala sesuatu yang mencakup di atas dan di bawah dan memiliki fungsi-fungsi yang mempengaruhi kehidupan manusia.

4. KESIMPULAN

Lahan secara terminology hanya sebatas tanah terbuka atau tanah garapan, namun menurut para ahli lahan itu sendiri tidak terbatas pada apa saja yang terdapat di permukaan bumi, namun juga segala sesuatu yang terkandung dibawahnya dan berada di atasnya.

Hubungan manusia dan lahan tak sekedar hubungan yang pasif namun aktif. Lahan tersebut memiliki hubungan yang abadi dengan kita, merupakan warisan leluhur, wilayah yang dapat dikuasai dan dimiliki, memiliki sumber daya yang dapat menunjang dan memakmurkan manusia, serta properti yang menyebabkan pemiliknya memiliki hak-hak tertentu.

Terjadi pergeseran dan kerancuan makna lahan dan tanah dalam kehidupan sehari-hari, namun diharapkan setelah membaca makalah ini, pola pikir kita tentang perbedaan antara lahan dan tanah akan berubah dan dalam kehidupan sehari-hari pun kita akan menempatkan kata “lahan” sesuai dengan pengertian seperti yang telah dijelaskan dalam Bab Pembahasan makalah ini.

REFERENSI

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/196006151988031JUPRI/LAHAN.pdf

http://portal.djmbp.esdm.go.id/sijh/UU%205%20Tahun%201960_%20UUPA.pdf

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_geo_0700358_chapter2.pdf

Penyusun, Tim. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

CONTACTS

Nadya Amanda Utari Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung Jl Ganesha no 10 Bandung INDONESIA Tel. +6285278387368 Email: nadya.mandatari@gmail.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->