KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji syukur atas rahmat tuhan YME atas segala limpahan rahmat, berkah dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini tanpa halangan suatu apapun. Tanpa pertolongannya mungkin penulis tidak dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Makalah yang sederhana ini dan singkat ini sebagai pengantar bagi pembaca dalam memahami Tri Pusat Pendidikan, yang pada kesempatan ini akan kami tunjukan pendidikan pendidikan di lingkungan sekolah. Penyusun juga mengucapkan kepada teman, saudara dan semua pihak yang telah memberi motovasi kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya. Semoga Tuhan YME memberi balasan yang sebaik-baiknya. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan buat kita semua dan mendapat ridho Tuhan YME. Perlu disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena itu saran dan kritik dari semua pihak sangat penulis harapkan.

Yogyakarta, 9 April 2010

Penyusun

. Rumusan masalah yang akan penulis bahas antara lain. oleh karena itu ketrampilan berfikir perlu dilatih sejak usia dini. Pelaksanaan f. Hal ini membawa konsekuensi moral bagi penyelenggara pendidikan untuk melaksanakan pendidikan bagi anak mulai usia dini. Pengertian Perkembangan Kognitif 2. Juga didalam UU No: 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional: PP No: 4/1979 tentang kesejahteraan anak. II. Rencana penilaian e. Taman kanak-kanak merupakan layanan pendidikan usia dini. untuk memecahkan masalah diperlukan keterampilan berfikir.BAB I PENDAHULUAN I. PP 27 tahun 1999 tentang pendidikan dan Deklarasi Dakkar tentang konvensi Hak Anak Sedunia menekankan betapa pentingnya pendidikan bagi anak. Rumusan Masalah Pada kesempatan inilah penyusun mencoba menguraikan salah satu isi dari TRILOGI Taman Siswa yaitu”. Hal ini selaras dengan salah satu tujuan pendidikan bagi anak TK yaitu memberikan pengalaman pelajar untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan selaras dengan salaah satu unsur TRILOGI Taman Siswa yaitu Tri Pusat Pendidikan. Pengertian Taman Kanak-kanak a. Penerapan Pembelajaran untuk anak TK c. Berbagai hasil penelitian menyimpulkan bahwa perkembangan yang diperoleh pada masa usia dini sangat mempengaruhi perkembangan anak pada tahap berikutnya dan meningkatkan produktivitas kerja dimasa dewasa. Penilaian kegiatan bagi anak TK III. Pembelajaran untuk anak TK b. Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999 maupun 2000 mengamanatkan perlu menyiapkan sumber daya manusia sejak dini. Rencana kegiatan pembelajaran d. dapat pula melalui inovasi dalam metode pembelajaran. 1. Ruang Lingkup Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan secara Nasional disamping menyempurnakaan kurikulum. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui berbagai macam masalah.

Salah satu tahap perkembangan anak Taman Kanak-kanak adalah perkembanagn kognitif. Kognitif seringkali diartikan sebagai kecerdasan atau berfikir. Dalam tulisan ini akan dibahas metode pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berfikir anak di Taman Kanak-kanak. . melainkan perkembangan dinamis sesuai dengan latihan. bernalar. dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakan anak agar menumbuhkan kemampuan berfikir. Perkembangan kognitif menunjukan perkembangan cara anak berfikir. mampu menarik kesimpulan dan membuat generalisasi. Menurut Nathan (2002) keterampilan untuk yang in melakukan kegiatan berfikir bukanlah sesuatu yang instan. Untuk mengembangkan kognisi anak.

dapaat digunakan sebagai acuan dari pertumbuhan kecerdasannya. Dalam masa ini anak berada pada situasi peka untuk menerima rangsangan dari luar. Dalam tulisan ini yang dimaksud anak pra sekolah adalah mereka yang berusia 3-6 tahun : yang di Indonesia pada umumnya mengikuti kelompok bermain (usia 3 tahun) sedangkan pada usia 4-6 tahun biasanya mereka mengikuti program Taman kanak-kanak. kemampuan anak akan berkembang dengan optimal. Sedangkan batasan yang digunakan the Nasional Association for the Education if Young Children (NAECY) bahwa yang dimaksud dengan Early Chilhood (anak usia dini) adalah anak yang sejak lahir sampai usia delapan tahun. Anak Pra Sekolah Yang dimaksud anak pra sekolah atau anak usia dini adalah mereka yang berusia 3-6 tahun (Bucherdkk. anak pra sekolah masuk pada tahapan pra oprasional. usia pra sekolah merupakan masa yang menentukan bagi perkembangan anak pada tahapan perkembangan anak selanjutnya. proses berfikir anak berpusat pada penguasaan symbol-simbol yang mampu mengungkapkan pengetahuan masa lampau.BAB II PEMBAHASAN I. Williams dan Kamil (1986) menyarankan untuk mendorong kemampuan berfikir anak. Perkembangan Kognitif Kognitif adalah pengertian yang luas mengenai berfikir dan mengamati. Ditinjau dari psikologi perkembangan. II. Pada tahapan pra oprasional ini. 1993). Pada masa ini anak-anak mulai dapat belajar dengan menggunakan pemikiran. menentukan/ memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih serta memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih cara menyelesaikan yang lain. Menurut Plasget. anak mampu mengingat kembali symbolsimbol dan membayangkan benda yang tak nampak secara fisik. sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masing-masing anak mendapat kesempatan khusus untuk melakukan penyelesaian masalah. Jika masa ini anak menerima rangsangan yang sesuai tahapan perkembangan anak. Kemampuan anak untuk mengkoordinasikan berbagai cara berfikir untuk menyelesaikan suatu masalah. Dapat dikatakan merupakan tingkah laku yang mengakibatkan orang memperoleh pengetahuan. perkembangan kognitif menunjukkan perkembangan cara anaak berfikir. .

pengetahuan. menulis dan berhitung. daya piker. . perilaku. Juga ditegaskan pendidikan Taman kanak-kanak bukan merupakan prasyarat untuk memasuki Sekolah Dasar. Dalam kegiatan ini Taman kanak-kanak dibatasi pada usaha meletakkan dasar-dasar kesanggupan belajar membaca. Semua fasilitas dan kesempatan pengembangan diri anak. Penelitian Hess dan Tonney dalam ES Sri Mulyani (2003) menyatakan bahwa masa kanak-kanak adalah masa yang sangat penting untuk mengembangkan konsep diri dan tanggung jawab. Taman Kanak-kanak Taman Kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan yang menyediakan program pendidikan dini anak usia 4 tahun sampai memasuki pendidikan dasar (PP RI No. Di Taman Kanak-kanak tidak diberikan pelajaran membaca. Pemerintah telah memutuskan bahwa pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan wadah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik sesuai sifat alami anak. berhitung. Kegiatan tersenut merupakan salah satu bentuk pemecahan masalah sehingga pengembangan kemampuan berfikir dapat dimungkinkan diperoleh melalui Taman kanak-kanak. 1995: 58). Kesempatan untuk mengembangkan diri memerlukan sarana dan fasilitas dalam berbagai bentuk sarana pendidikan yang menunjang. ketrampilan. daya cipta yang diperlukan dalam menyesuaikan diri dan lingkungan dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. menulis (Sumiarti P.Dalam Undang-undang Republik Indonesia nomer 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa pendidikan pra sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi. Dalam pedoman pelaksanaan pendidikan Taman Kanak-kanak dinyatakan bahwa Taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan yang bertujuan untuk membantu meletakkan dasar kea rah perkembangan sikap. 27 tahun 1990). pengetahuan dan ketrampilan yang melandasi pendidikan dasar serta pengembangan diri. III. seharusnya tersedia di Taman Kanak-kanak. Salah satu tujuan pendidikan bagi anak TK adalah member pengalaman belajar untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan penalaran. Dalam menuju kedewasaan setiap anak memerlukan kesempatan untuk mengembangkan diri.

bagaimana membuat istana pasir. Pembelajaran merupakan salah satu jenis pemecahan masalah yang diterapakan secara luas dalam setiap pemecahan masalah yang dialami dalam kehidupan sehari-hari (Bossing. karena pembentukannya menurut proses yang berlangsung lama. 1952 : 65) misalnya masalah bagaimana bertanam bunga. Penerapan Pembelajaran Untuk Anak TK Penerapan pembelajaran Untuk Anak TK merupakan pemberian ketrampilan dalam memecahkan masalah. berfikir dan bernalar. Sering terjadi seorang anak tidak cukup mempunyai latar belakang pengalaman untuk memecahkan masalah secara mandiri disini. Aktivitas pembelajaran dimaksudkan untuk membantu anak mencari jalan keluar pemecahan masalah yang dihadapi sehari-hari. ketrampilan dan minat serta kebutuhannya yang terpadu dengan kemampuan anak yang lain. anak mendapat kesempatan untuk menggunakan kemampuan. kaidah dan selanjutnya dapat menerapkan konsep dan kaidah tersebut dalam memecahkan masalah yang dihadapi. dsb. Pembelajaran Untuk Anak TK Pemberian pembelajaran harus merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak dengan persoalan sehari-hari yang harus dipecahkan secara berkelompok. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan intelektual yang bersifat kompleks yaitu kemampuan memahami konsep. .a. Menurut Moelichatoen (1997: 1260) etos kerja yang merupakan sekumpulan sikap dan kekuasaan untuk melaksanakan pekerjaan secara tekun. Di zaman global nanti etos kerja begitu sangat penting. Karena itu diharapkan dapat menggerakan kemampuan kerjasama meningkatkan ketrampilan dan menumbuhkan minat dalam memecahkan masalah tertentu secara efektif dan kreatif. Dalam pemecahan masalah diperlukan aktivitas daya pikir atau ketrampilan. b. cermat. Metode ini berasal dari gagasan John Dewey tentang konsep Learning by doing. Pemberian pengalaman belajar dengan memberi kesempatan anak untuk mengembangkan etos kerja pada diri anak. yakni proses perolehan hasil belajar dengan mengerjakan sesuatu sesuai tujuannya. Disamping itu juga dapat digunakan untuk melatih anak menerima tanggung jawab dan mengembangkan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. oleh karena itu harus ditanamkan kepada anak sendiri mungkin. tuntas dan tepat waktu. bagaimana membuat susu.

Dalam pengelompokan anak harus . Tema pembelajaran dapat disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari. Rencana Kegiatan Pembelajaran Dalam merancang kegiatan pembelajaran. karena itu metode ini bermanfaat juga dalam mengembangkan sosialisasi dengan anak lain dalam kelompok yang dapat menimbulkan kecenderungan berfikir. Menetapkan rancangan bahan dn alat yang diperlukan Siswa pengelompokan dibagi dalam kelompok-kelompok Agar dan diberi tugas dengan dapat rumusan kegiatan. Misalnya yang sesuai dengan lingkungan keluarga : membuat minuman untuk tamu. dan bersifat fleksibel. bendera kain. (6) anak berlatih menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan secara bebas dan kreatif. dan etos lingkungan.Kualitas kerja anak yang satu dengan yang lain anak saling mempengaruhi. mengasuh adik. Bimbingan guru diperlukan sesuai dengan tujuan melatih kemampuan dan ketrampilan yang dikembangkan. melaksanakan upacara bendera dan sebagainya. rumusan kegiatan meliputi : (1) membuat hiasan-hiasan misalnya membuat bendera kertas. yang sesuai dengan lingkungan sekolah misalnya : menyiapkan perayaan kemerdekaan. Menetapkan tujuan dan tema pembelajaran. Dalam menerapkan metode ini perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : (1) metode harus berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang dapat dihubungkan satu dengan lain. berprakarsa dean tanggung jawab. masing-masing kelompok menyelesaikan bagian pekerjaan secara tertib. serta pita merah putih. merawat tanaman supaya subur. b. (5) anak berlatih untuk berinisiatif. Dalam metode ini peran guru sangat penting. (3) dalam metode ini terdapat pengalaman yang sangat berharga bagi anak. Menetapkan rancangan pengelompokan Kegiatan proyek telah dijabarkan dalam 3 kegiatan yaitu : membuat hiasan. (4) berdampak pada etos kerja. maka alat dan bahan yang disiapkan untuk kelompok tertentu hanya dapat digunakan kelompok tersebut. etos waktu. Ontoh : tema . latihan upacara dan menyiapkan kue dan minuman. c. c. bendera plastic. guru dapat melakukan persiapan sebagai berikut : a. (2) melatih petugas upacara. persiapan perayaan hari kemerdekaan. (2) di dalam kegiatan bersama anak belajar mengatur diri sendiri untuk bekerjasama dengan teman dalam memecahkan suatu masalah. (3) membuat minum dan menata kue-kue untuk resepsi perayaan hari kemerdekaan.

tahapan ini merupakan tahapan yang penting. Rancangan Penelitian Sesuai dengan tujuan dan tema. Pelaksanaan Secara ringkas dapat dibagi dalam : (1) kegiatan pra pengembangan yang merupakan persiapan sebelum menggunakan metode ini. . Keberhasilan metode ini tergantung pada cara menangani langkah-langkah kegiatan secara tuntas. anak belajar tentang bentuk-bentuk benda. Yang dirancang untuk diobservasi adalah kualitas peningkatan ketrampilan dalam menyiapkan kegiatan. Agar tujuan pembelajaran tercapai. g. Tanpa adanya penilaian. Anak dapat memecahkan masalah yang dihadapi. persegi dan lainnya. pengembangan kreativitas dan tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas. pertanyaan-pertanyaan arahan guru dapat merangsang minatnya. peningkatan ketrampilan dalam bekerjasama. d. penilaian dapat digunakan teknik observasi. (3) kegiatan penutup. secara tidak langsung anak telah belajar tentang macam-macam zat. Penilaian kegiatan bagi anak TK Penilaian kegiatan proyek merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan kegiatan pemberian pengalaman belajar. (3) kegiatan membantu mengembangkan kemampuan berpikir dan bernalar. (2) kegiatan pengembangan merupakan inti dari proses pembelajaran. Misalnya : dalam membuat minuman. seperti segitiga.disesuaikan dengan ketrampilan dan kemampuan yang sudah dikuasai anak. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan sesuai rumusan Dilihat dari segi pemecahan masalah. f. perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (1) kegiatan pembelajaran bersumber dari pengalaman anak sehari-hari. e. larutan dan campuran. dan (4) kegiatan dapat menantang anak dalm perkembangan fisik dan menimbulkan kepuasan masing-masing anak. Dalam menata kue. Harapan yang ingin dicapai dengan penggunaan metode ini adalah : 1. di samping itu perlu memberi kesempatan untuk menumbuhkan minat anak. mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab. lingkaran. (2) kegiatan merupakan kegiatan yang kompleks dan penanganannya memerlukan kerjasama dengan orang lain. guru tidak dapat mengetahui apakah mengetahui apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak.

Berdasarkan pada kesimpulan tersebut selanjutnya guru dapat mengevaluasi pembelajarannya. apakah kegiatan dengan metode itu tujuannya tercapai atau tidak. guru dapat menarik kesimpulan. 4.2. . Anak dapat menyelesaikan tanggung jawab secara tuntas. Anak dapat berkerja sama dengan orang lain. Berdasarkan hasil kerja anak dalam kelompoknya. 3. Anak dapat menyelesaikan bagian pekerjaannya.

dalam pendidikan mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain dalam kelompok. mengembangkan etos kerja. . Kesimpulan Pendidikan usia dini dapat mengembangkan tanggung jawab. maka pengembangan kemampuan berfikir dapat dilatih dengan metode ini yang selaras dengan salah satu tujuan pendidikan bagi anak TK yaitu memberi pengalaman Disamping belajar itu untuk mengembangkan usia dini juga kemampuan bermangfaat berfikir.BAB III PENUTUP I. serta mengembangkan kreatifitas. yang dapat menimbulkan kecenderungan berfikir. Karena pendidikan usia dini merupakan metode pemecahan masalah.

1993. Armas Duta Jaya . Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak. Sri Mulyani. Undang-undang Republik Indonesia No. 1952.DAFTAR PUSTAKA Bossing. Psychology Applied to Teaching (7 ed). J. RF & Snowman. ES. Orasi Ilmiah Pengukuran Guru Besar. Pendidikan Lingkungan di SD dengan Pendekatan Partisipasif dan Permodelan Untuk Menumbuhkan Perilaku Ramah Lingkungan. th Buchler. Toronto : Hougton Mifllin Company. GBPKB. Boston : Hougton Miftflin Company. Ed. Jakarta : Depdikbud. Jakarta : Diperbanyak Oleh PT. Nelson L. 1990. 2003. 1994.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Depdikbud. Teaching and Secondary School 3 th.