SATUAN ACARA PENYULUHAN NAPZA

1. Topik 2. Pokok Bahasan 3. Subpokok Bahasan a. Pengertian NAPZA b. Penjelasan Jenis NAPZA

: NARKOBA : NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif)

c. Dampak Fisik karena NAPZA d. Penyebab Penyalahgunaan NAPZA e. Pencegahan dari NAPZA 4. Sasaran 5. Waktu dan Tempat Waktu Tempat 6. Metode 7. Media 8. Tujuan a. Tujuan Umum Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, sasaran diharapkan dapat mengetahui dan memahami tentang definisi NAPZA, jenis-jenis NAPZA, dampak NAPZA terhadap fisik, penyebab penyalahgunaan NAPZA, dan pencegahan dari NAPZA. b. Tujuan Khusus Sasaran mampu menyebutkan pengertian NAPZA Sasaran mampu menyebutkan jenis NAPZA Sasaran mampu menyebutkan dampak fisik karena NAPZA Sasaran mampu menyebutkan penyebab penyalahgunaan NAPZA Sasaran mampu menyebutkan pencegahan dari NAPZA : ………………………………. : ………………………………. : Ceramah dan Tanya Jawab : leaflet, poster : ……………………………….

9. Manfaat a. Bagi Mahasiswa 1) Mahasiswa dapat memperdalam dan mengetahui bahaya NAPZA.

Tahap Kegiatan Penyuluhan Metode dan Media Ceramah dan Tanya jawab Tahap Pembukaan (5 menit) Kegiatan Penyuluh 1) Memperkenalkan diri 2) Menyamakan persepsi 3) Menyampaikan maksud tujuan dilaksanakan penyuluhan 4) Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Sasaran 1) Menjawab salam 2) Memperhatikan dan menjawab pertanyaan Penyajian (20 menit) 1) Menjelaskan pengertian NAPZA 2) Menjelaskan Jenis-Jenis NAPZA 3) Menjelaskan dampak fisik karena NAPZA 4) Menjelaskan penyebab penyalahgunaan NAPZA 5) Menjelaskan pencegahan dari NAPZA 1) Menyimak penjelasan 2) Mengajukan pertanyaan seputar materi Ceramah dan Tanya jawab Penutup (5 menit) 1) Memberi kesimpulan materi 2) Menanyakan umpan balik 3) Menyampaikan hasil evaluasi 4) Menutup acara penyuluhan 5) Membagi Leaflet 1) Memperhatikan penjelasan 2) Menjawab pertanyaan dari penyuluh Ceramah dan Tanya jawab .2) Mahasiswa mampu membandingkan teori NAPZA dengan fakta yang ada di masyarakat. Materi Terlampir 11. 3) Masyarakat mampu mengajak keluarga/rekan sejawat untuk menjauhi NAPZA dengan memberikan informasi yang telah didapat dari SAP seputar NAPZA. Bagi Masyarakat 1) Masyarakat mampu atau meningkatkan pengetahuan tentang bahaya NAPZA 2) Masyarakat mampu melaksanakan cara pencegahan dari NAPZA. 10. b.Leaflet .

Apa pengertian dari NAPZA? b.http://organisasi. . Siswa-siswa mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut: a.or. Penegakan Diagnosa terhadap Penyalahgunaan NAPZA.kemensos. Apa saja pencegahan supaya terhindar dari NAPZA? 13.blogspot. Apa saja jenis-jenis dari NAPZA berikut penjelasan singkat? c. Dampak dari Penyalahgunaan NAPZA. Hendro. Diakses tanggal 05 Oktober jam 8. 1999. Tedi. Bandung :Yayasan Al-Ghifari 2010. Bahaya NAPZA Bagi Pelajar .00 WIB. 1999.com/ The Indonesian Florence Nightingale Foundation. DAFTAR PUSTAKA http://nurona89. NAPZA .00 WIB.2008. http://www. Kus.org/arti-definisi-pengertian-zat-adiktif-jenis-macamdampak-efek-ketergantungan-pada-organisme-hidup. Jakarta: EGC Johan. Tom. Evaluasi Sumatif Setelah dilakukan penyuluhan terkait NAPZA. Apa saja dampak fisik yang diakibatkan karena NAPZA? d. Kiat Penanggulangan dan Penyalahgunaan Ketergantungan NAPZA. 2009. Riyanto. Diakses tanggal 05 Oktober 2010 jam 8.12.id. Apa penyebab penyalahgunaan NAPZA? e. Jakarta.

Narkotika terdiri dari 3 golongan : 1. DEFINISI: Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran. 2. JENIS: Narkotika : Menurut UU RI No 22 / 1997. serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. B. Petidin. Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Contoh : Morfin. Contoh : Codein. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. Psikotropika : Menurut UU RI No 5 / 1997. 3. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : . baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. hilangnya rasa. Psikotropika adalah : zat atau obat. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.MATERI A. dan dapat menimbulkan ketergantungan. Kokain. Ganja. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan.

Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik. Nitrazepam ( BK. dan sebagai pelumas mesin. Contoh : Diazepam. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. 2. Johny Walker ). serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital. 4. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol.1. yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat. Vodca. yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga. Tiner. . Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Ada 3 golongan minuman beralkohol : a. b. Contoh : Ekstasi. Penghapus Cat Kuku. Contoh : Amphetamine. meliputi : 1. kantor. dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. 2. Zat Adiktif Lainnya : Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ). Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. 3. 3. DUM ). Yang sering disalahgunakan adalah : Lem. Manson House. Bensin. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur ) c. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia.

kejang. c.tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan. apatis (acuh tak acuh). DAMPAK FISIK KARENA NAPZA 1. Pengaruh jangka panjang: Penampilan tidak sehat.takut air sehingga malas andi. bicara pelo (cadel). karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. Saat menggunakan NAPZA: Jalan sempoyongan. psikologi maupun sosial yang pesat. Mudah kecewa. gigi tidak terawat dan kropos. rasa sakit diseluruh tubuh. kulit teraba dingin. Cenderung memberontak b. terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain. sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi. kesadaran menurun.curiga 2. Murung. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada d. Kurang percaya diri e. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA : a. agresif. nafas lambat/berhenti. Sedang ketagihan (putus zat/sakau) : Mata dan hidungberair.Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat. misalnya : depresi. Faktor individual : Kebanyakan dimulai pada saat remaja. pendiam g. Memiliki gangguan jiwa lain. cemas. pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja. mengantuk. 3.denyut jantung dan nadi lambat.diare. meninggal. menguap terusmenerus. PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor : 1. D. agresif dan destruktif f. Kelebihan disis (overdosis): Nafas sesak. C. pemalu. Merasa bosan dan jenuh . harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. 4.

Berteman dengan penyalahguna b. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif d. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan i. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya g. Adanya murid pengguna NAPZA Lingkungan Teman Sebaya : a. Orang tua yang bercerai. Lemahnya penegak hokum b. Situasi politik. Kurangnya kehidupan beragama. Kurang menghayati iman dan kepercayaan. Lingkungan Sekolah : a. Identitas diri kabur k.h. Orang tua terlampau sibuk. Putus sekolah m. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik b. . kawin lagi d. Lingkungan Masyrakat / Sosial : a. sekolah. Orang tua otoriter f. Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah. sosial dan ekonomi yang kurang mendukung. acuh e. maupun masyarakat. Sekolah yang kurang disiplin b. Kemampuan komunikasi yang rendah l. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode j. Tekanan atau ancaman dari teman. 2. teman sebaya. Lingkungan Keluarga : a. Sekolah terletak dekat tempat hiburan c. Hubungan kurang harmonis c.

Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.. 3. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA. ……………. Mengetahui. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. ……………………… Mahasiswa ( __________________ ) ( ________________ ) NIM: . UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA : 1. 2.E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful