Rumus Dasar Arus Listrik, Kuat Arus dan Rapat Arus

Tentunya kita sering mendengar istilah kelistrikan seperti Arus Listrik, Kuat Arus dan Rapat Arus. Lalu apa sih yang membedakan dari masing-masing kata yang mememiliki kata arus tersebut. Baiklah kita coba uraikan definis tentang arti masing-masing istilah tersebut, mudah-mudahan bermanfaat. Arus Listrik adalah mengalirnya electron secara kontinyu pada konduktor akibat perbedaan jumlah electron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. Satuan arus listrik adalah Ampere. 1 ampere arus adalah mengalirnya electron sebanyak 628x1016 atau sama dengan 1 Coulumb per detik meliwati suatu penampang konduktor

I = q / t , (Ampere)
Kuat Arus Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu. Difinisi : Amper adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik. Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu.

Q = I x t, I = Q/t, t = Q/I
1 (satu) Coulomb = 6,28 x 1018 electron Dimana : Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb I = Kuat Arus dalam satuan Amper. t = waktu dalam satuan detik. Rapat Arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm2 luas penampang kawat Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat.

S = I/Q, I = SQ, Q = I/S
Dimana : S = Rapat arus [ A/mm²] I = Kuat arus [ Amp] q = luas penampang kawat [ mm²]

1. Arus Listrik adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere. Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.

“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik” “muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. sedangkan muatan elektron -1. Rapat Arus Difinisi : “rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”. “1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6.Gambar 1. coulomb t = waktu. Gambar 2. Kerapatan arus listrik. ketika penampang penghantar mengecil 1. maka kerapatan arusnya 3A/mm² (12A/4 mm²).24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor” Formula arus listrik adalah: I = Q/t (ampere) Dimana: I = besarnya arus listrik yang mengalir. t = waktu dalam satuan detik. Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Muatan positip dibawa oleh proton.6 x 10^-19C. dimana kemampuan hantar arus kabel . Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm². Kuat Arus Listrik Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.6x 10^-19C. muatan bertanda berbeda saling tarik menarik” 3. dan muatan negatif dibawa oleh elektro. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C. Satuan muatan ”coulomb (C)”. maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² (12A/1. kuat arus dan waktu: Q=Ixt I = Q/t t = Q/I Dimana : Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb I = Kuat Arus dalam satuan Amper. ampere Q = Besarnya muatan listrik. Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1. Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya.5mm². Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik. detik 2. muatan proton +1.5 mm²). Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak.

Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus.sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA). Resistansi Konduktor Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor sesuai hukum Ohm. Tahanan didefinisikan sebagai berikut : “1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° C" Daya hantar didefinisikan sebagai berikut: “Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik”. Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus: R = 1/G G = 1/R Dimana : R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm] G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho] Gambar 3. kabel berpenampang 4 mm². Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan. 2 inti kabel memiliki KHA 30A. Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar.5A/mm². semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil. Bahan terdiri dari kumpulan atom. . Tahanan dan Daya Hantar Penghantar Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik. Tabel 1. memiliki kerapatan arus 8. kuat arus dan penampang kawat: J = I/A I=JxA A = I/J Dimana: J = Rapat arus [ A/mm²] I = Kuat arus [ Amp] A = luas penampang kawat [ mm²] 4. setiap atom terdiri proton dan elektron. Akibatnya terjadi gesekan elektron denganatom dan ini menyebabkan penghantar panas. tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi. Elektron bebas yang mengalir ini mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Kemampuan Hantar Arus (KHA) Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron.

dalam volt W = usaha. potensial atau Tegangan potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. Hukum Ohm Pada suatu rangkaian tertutup.“Bila suatu penghantar dengan panjang l . Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri. Adanya sumber tegangan 2. karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada : • panjang penghantar. “Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu coulomb” Formulasi beda potensial atau tegangan adalah: V = W/Q [volt] Dimana: V = beda potensial atau tegangan. Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban. atau dinyatakan dengan Rumus : I = V/R . apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho). Rangkaian Listrik. hal inidisebabkan tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil. • temperatur. dalam coulomb RANGKAIAN LISTRIK Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus. Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban tahanan R. maka tahanan penghantar tersebut adalah” : R = ρ x l/q Dimana : R = tahanan kawat [ Ω/ohm] l = panjang kawat [meter/m] l ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter] q = penampang kawat [mm²] faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan. dari hal tersebut. Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . Adanya beban Gambar 4. dalam newton-meter atau Nm atau joule Q = muatan listrik. • luas penampang konduktor. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup. satuan dari potential difference adalah Volt. “alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter” 2. 1. "Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur. Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. ketika temperatur meningkat ikatan atom makin meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Cara Pemasangan Alat Ukur. karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. Dengan demikian kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar" 5. Adanya alat penghubung 3. • jenis konduktor .

loop arus“ KIRChOFF “ Jadi: I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0 I1 + I4 = I2 + I3 + I5 . ampere V = tegangan. ohm • Formula untuk menghtung Daya (P). Gambar 5. jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0). I = arus listrik. volt R = resistansi atau tahanan. HUKUM KIRCHOFF Pada setiap rangkaian listrik. dalam satuan watt adalah: P=IxV P=IxIxR P = I² x R 3.V=RxI R = V/I Dimana.