P. 1
torsio testis

torsio testis

|Views: 78|Likes:
Published by Gatut Wicaksono
torsio testis
torsio testis

More info:

Published by: Gatut Wicaksono on Feb 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2015

pdf

text

original

WELLA YURISA (0708112100

)

TORSIO TESTIS

Torsio testis adalah terpeluntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Keadaan ini diderita oleh 1 diantara 4000 pria yang berumur kurang dari 25 tahun, dan paling banyak diderita oleh anak pada masa pubertas (12-20 tahun). Di samping itu tidak jarang janin yang masih berada di dalam uterus atau bayi baru lahir menderita torsio testis yang tidak terdiagnosis sehingga mengakibatkan kehilangan testis baik unilateral ataupun bilateral.

Anatomi Testis normal dibungkus oleh tunika albuginea. Pada permukaan anterior dan lateral, testis dan epididimis dikelilingi oleh tunika vaginalis yang terdiri atas 2 lapis, yaitu lapisan viseralis yang langsung menempul ke testis dan di sebelah luarnya adalah lapisan parietalis yang menempel ke muskulus dartos pada dinding skrotum. Pada masa janin dan neonatus lapisan parietal yang menempel pada muskulus dartos masih belum banyak jaringan penyanggahnya sehingga testis, epididimis, dan tunika vaginalis mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpluntir pada sumbu funikulus spermatikus. Terpluntirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testis ekstravaginal. Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan sistem penyanggah testis. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis pada permukaan anterior dan lateral testis, pada kelainan ini tunika mengelilingi seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum. Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. Kelainan ini dikenal sebagai anomali bellclapper. Keadaan ini akan memudahkan testis mengalami torsio intravaginal.

Keadaan itu dikenal sebagai akut skrotum. . Keadaan ini biasanya tidak disertai dengan demam. latihan yang berlebihan. kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril. batuk. Pada bayi gejalanya tidak khas yakni gelisah. yang sifatnya mendadak dan diikuti pembengkakan pada testis. terjadi peningkatan aliran darah ke testis. testis membengkak. atau trauma yang mengenai skrotum. edema testis. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal daripada testis sisi kontralateral. Pada pemeriksaan fisis. Pemeriksaan sedimen urine tidak menunjukkan adanya leukosit dalam urine dan pemeriksaan darah tidak menunjukkan tanda inflamasi. antara lain adalah perubahan suhu yang mendadak (seperti pada saat berenang).WELLA YURISA (0708112100) Patogenesis Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. rewel atau tidak mau menyusui. ultrasonografi Doppler. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. dan sintigrafi testis yang kesemuanya bertujuan menilai adanya aliran darah ke testis. celana yang terlalu ketat. Gambaran klinis dan diagnosis Pasien mengeluh nyeri hebat di daerah skrotum. Nyeri dapat menjalar ke daerah inguinal atau perut sebelah bawah sehingga jika tidak diwaspadai sering dikacaukan dengan apendisitis akut. dan iskemia. Terpluntirnya funikulus spermatikus menyebabkan obstruksi aliran darah testis sehingga testis mengalami hipoksia. Pada torsio testis tidak didapatkan adanya aliran darah ke testis sedangkan pada keradangan akut testis. Kadang-kadang pada torsio testis yang baru saja terjadi. Adanya kelainan sistem penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan. Pada akhirnya testis akan mengalami nekrosis. Pemeriksaan penunjang yang berguna untuk membedakan torsio testis dengan keadaan akut skrotum yang lain adalah dengan memakai: stetoskop Doppler. ketakutan. defekasi. Beberapa keadaan yang menyebabkan pergerakan yang berlebihan itu.

yaitu dengan jalan memutar testis ke arah berlawanan dengan arah torsio. kemudian jika tidak terjadi perubahan. Jika detorsi berhasil operasi harus tetap dilaksanakan. Jika dilakukan elevasi (pengangkatan) testis. atau kelainan-kelainan yang tidak diketahui sebabnya (idiopatik) Terapi Detorsi Manual Detorsi manual adalah mengembalikan posisi testis ke asalnya. Nyeri skrotum akut biasanya disertai dengan kenaikan suhu tubuh. atau pernah menjalani kateterisasi uretra sebelumnya. 5. Hidrokel terinfeksi Dengan anamnesis sebelumya sudah ada benjolan di dalam skrotum 4. Hilangnya nyeri setelah detorsi menandakan bahwa detorsi telah berhasil. dicoba detorsi ke arah medial. Tumor testis Benjolan tidak dirasakan nyeri kecuali terjadi perdarahan di dalam testis. kelainan jantung. 3. adanya pembuntuan saluran limfe inguinal.WELLA YURISA (0708112100) Diagnosis Banding 1. Epididimitis akut Penyakit ini secara klinis sulit dibedakan dengan torsio testis. 2. Edema skrotum Dapat disebabkan oleh hipoproteinemia. . Hernia skrotalis inkarserata Biasanya pada anamnesis didapatkan benjolan yang dapat keluar dan masuk ke dalam skrotum. filariasis. ada riwayat coitus suspectus (dugaan melakukan senggama dengan bukan isterinya). Pasien epididimitis akut biasanya berumur lebih dari 20 tahun dan pada pemeriksaan sedimen urine didapatkan adanya leukosituria atau bakteriuria. keluarnya nanah dari uretra. pada epididimitis akut terkadang nyeri akan berkurang sedangkan pada torsio testis nyeri tetap ada (tanda dari Prehn). Karena arah torsio biasanya ke medial maka dianjurkan untuk memutar testis ke arah lateral dahulu.

Testis yang telah mengalami nekrosis jika tetap dibiarkan berada di dalam skrotum akan merangsang terbentuknya antibodi antisperma sehingga mengurangi kemampuan fertilitas dikemudian hari. Jika testis masih hidup. sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis dilakukan pengangkatan testis (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontralateral. Orkidopeksi dilakukan dengan mempergunakan benang yang tidak diserap pada 3 tempat untuk mencegah agar testis tidak terpluntir kembali.WELLA YURISA (0708112100) Operasi Tindakan operasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan posisi testis pada arah yang benar (reposisi) dan setelah itu dilakukan penilaian apakah testis yang mengalami torsio masih viable (hidup) atau sudah mengalami nekrosis. . dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunika dartos kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontralateral.

Faktor resiko untuk orkitis yang berhubungan dengan penyakit menular seksual adalah:    Berganti-ganti pasangan Riwayat penyakit menular seksual pada pasangan Riwayat gonore atau penyakit menular seksual lainnya. Faktor resiko untuk orkitis yang tidak berhubungan dengan penyakit menular seksual adalah:     Immunisasi gondongan yang tidak adekuat Usia lanjut (lebih dari 45 tahun) Infeksi saluran kemih berulang Kelainan saluran kemih. Hampir 15-25% pria yang menderita gondongan setelah masa pubertasnya akan menderita orkitis. Orkitis sering dihubungkan dengan infeksi prostat atau epididimis. PENYEBAB Orkitis bisa disebabkan oleh sejumlah bakteri dan virus. serta merupakan manifestasi dari penyakit menular seksual (misalnya gonore atau klamidia). Orkitis juga ditemukan pada 2-20% pria yang menderita bruselosis.WELLA YURISA (0708112100) ORKITIS Orkitis adalah suatu peradangan pada salah satu atau kedua testis (buah zakar). Virus yang paling sering menyebabkan orkitis adalah virus gondongan (mumps). membengkak dan teraba lunak Pembengkakan selangkangan pada sisi testis yang terkena Demam Dari penis keluar nanah Nyeri ketika berkemih (disuria) . GEJALA Gejalanya berupa:       Pembengkakan skrotum Testis yang terkena terasa berat.

Penderita sebaiknya menjalani tirah baring. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan dan pembengkakan testis yang terkena. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah:      Analisa air kemh Pembiakan air kemih Tes penyaringan untuk klamidia dan gonore Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah. PENCEGAHAN Immunisasi gondongan bisa mencegah terjadinya orkitis akibat gondongan. . bisa terjadi ketika buang air besar atau mengedan Semen mengandung darah. hanya diberikan obat pereda nyeri. Selain itu juga diberikan obat pereda nyeri dan anti peradangan. skrotumnya diangkat dan dikompres dengan air es. dan tidak melakukan perilaku seksual di luar nikah. PENGOBATAN Jika penyebabnya adalah bakteri. diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah virus. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.WELLA YURISA (0708112100)     Nyeri ketika melakukan hubungan seksual atau ketika ejakulasi Nyeri selangkangan Nyeri testis.

Beberapa penyebab retensi urin. USG Doppler dan sintigrafi testis untuk menilai aliran darah testis.WELLA YURISA (0708112100) PERBEDAAN TORSIO TESTIS DAN ORKITIS TORSIO TESTIS Terpuntirnya funikulus sprematikus Kelainan sistem penyanggah testis Tidak ada aliran darah ke testis ORKITIS Peradangan pada testis Disebabkan oleh bakteri atau virus Peningkatan aliran darah ke testis Gejala torsio testis dan orkitis umumnya sama. pemeriksaan penunjang yang dianjurkan sebagai pembeda adalah stetoskop Doppler. Kelemahan otot Hambatan/ obstruksi detrusor uretra Kelainan medulla spinalis Gumpalan darah Kelainan saraf perifer Sklerosis leher buli Hyperplasia prostat Karsinoma prostat Striktur uretra Batu uretra Tumor uretra Klep uretra Cedera uretra Fimosis Parafimosis Stenosis meatus uretra Inkoordinasi antara detrusor-uretra Cedera kauda ekuina . PENYEBAB RETENSI URIN Retensi urin adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengeluarkan urin yang terkumpul di dalam buli-buli hingga kapasitas maksimal buli-buli terlampaui.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->