BAB I PENDAHULUAN Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang

dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% kematian wanita usia subur disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. World Heath Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 585 000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Di Asia selatan wanita berkemungkinan 1 : 18 meninggal akibat kehamilan / persalinan selama kehidupan, Negara afrika 1 : 14 sedangkan di Amerika Utara 1 : 6,366. Lebih dari 50% kematian di Negara berkembang sebenarnya dapat di cegah dengan tehnologi yang ada serta biaya relatif rendah Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan eklamsi. Sekitar 5% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi kronis. Selain itu keadaan ibu sejak prahamil dapat berpengaruh terhadap kehamilannya. Hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. Penyebab tak langsung kematian ibu antara lain adalah : anemia, Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan keadaan “4 terlalu” (terlalu muda/ tua, sering dan banyak. Kematian ibu di Indonesia diwarnai oleh hal hal non teknis yang masuk katagori penyebab mendasar seperti : rendahnya status wanita, ketidak berdayaannya dan taraf pendidikan yang rendah Menurut Nell (Ibu primigravida adalah seorang wanita yang pertama kali hamil. Selanjutnya menurut Sastrowinoto bahwa kehamilan terjadi kalau ada pertemuan dan pertemuan antara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa). Arti hamil atau kehamilan adalah suatu keadaan dalam seseorang wanita mengandung sel telur dibuahi oleh sperma, sebagian tubuh ibu hamil tersebut mengadakan keseimbangan untuk menyesuaikan diri dengan adanya individu tersebut. Kehamilan pertama merupakan pengalaman baru yang dapat menjadi faktor yang menimbulkan stres bagi suami istri. Beberapa stressor ada yang dapat diduga dam ada yang tidak dapat diduga atau tidak terantisipasi misalnya komplikasi persalinan. Persulitan menurut adaptasi fisika, psikologis dan sosial dari kedua pasangan . BAB II KONSEP MEDIS PERUBAHAN ANATOMI FISIOLOGI DAN PSIKOLOGI PADA KEHAMILAN TRIMESTER II A. PENGERTIAN IBU HAMIL TRIMESTER II * Merupakan kehamilan yang terjadi pada kehamilan usia 14 – 28 minggu * Merupakan kehamilan yang terjadi pada kehamilan antara 16 – 24 minggu (4 – 6 bulan) (Wiknjosastro, 2007) B. TANDA DAN GEJALA IBU HAMIL TRIMESTER II 1. Perubahan fisik Pada kehamilan trimester II ini mengalami perubahan seluruh system tubuh baik secara anatomis maupun fisiologis dari keadaan tidak hamil ke keadaan hamil yang disebut fisiologi maternal 2. Perkembangan Janin

Uterus Pada trimester II uterus Ibu menjadi besar. 5. Pada akhir minggu pertama. Vagina bertambah elastic sebagai persiapan untuk tahap persalinan. 3. 3. Peredaran darah bertambah sesuai dengan bertambah besarnya rahim. Pengalaman tersebut menandakan pertumbuhan serta kehadiran makhluk baru. Vagina Pembuluh darah pada dinding bertambah. perbandingan tangan dan kaki sesuai. mata telinga dan hidung sudah terlihat khas. Ovarium Pada trimester ke II corpus luteum gravidi sudah tidak ditemukan lagi sebagai reaksi dari hormone oksitosin. Hal ini dikarenakan pertumbuhan janin dalam rahim. Kulit Menjelang pertengahan trimester II akan terjadi hiperpigmentasi atau terjadinya percepatan pembentukan pigmen kulit yang terdapat pada areola atau dalam hal ini areola dan putting susu menjadi agak kecoklatan. terlihat laguno. terlihat aktivitas motorik · Pada minggu ke 20 (bulan ke 5) terlihat vernik kaseosa. sehingga warna selaput lendirnya membiru. dan hal ini sering mnyebabkan sang Ibu memiliki dorongan psikologis yang besar 5. morning sickness telah hilang. Perubahan Psikologis Menurut penelitian pada trimester II biasanya cukup menyenangkan. 4. Buah Dada Pada kehamilan trimester I sudah mulai nampak pembesaran buah dada. Perkembangan Plasenta Morula yang sedang tumbuh ini mendekati endometerium yang berada pada fase sekresi. Perubahan Organ Pengindra · Pada minggu ke 16 (bulan ke 4) organ-organ pengindra mengalami perbedaan secara umum · Pada minggu ke 20 (bulan ke 5) hidung dan telinga mengalami osifikasi C. namun terlihat jelas . Morula tadi mulai masuk ke dalam endometerium. 6. terlihat kelenjar subasea · Pada minggu ke 24 (bulan ke 6) tubuh berbaring tapi dengan proporsi yang sempurna. Selama trimester II terjadi quickening yaitu istilah yang berarti perasaan pertama adanya kehidupan. FISIOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER II 1. Dinding Perut Menjelang akhir dari trimester II atau menuju ke trimester III maka akan tampak garis-garis memanjang atau serong pada perut. 2. Garis-garis itu disebut dengan Striae Gravidarum. sejumlah sel dalam pada morula mulai mengalami disintegrasi. kaki memanjang dengan sesuai. Tubuh wanita telah terbiasa dengan tingkat hormon yang tinggi. Sel ini sekarang disebut dengan blastocyst. 4. wajah sudah Nampak seperti manusia. kulit kemerahan dan keriput.· Pada minggu ke 16 (bulan ke 4) kepala masih dominan. janin masih tetap kecil dan belum menyebabkan ketidaknyamanan dengan ukurannya. meninggalkan ruang yang terisi cairan.

pada pertengahan trimester II dan selanjutnya sampai persalinan.Tinjau ulang proses fisiologis dan perubahan normal dan abnormal. Laporkan jika peningkatan sistolik lebih dari 30mmHg dan diastolic lebih dari 15mmHg 2. dan peningkatan suhu basal 2. Risiko terhadap gangguan citra tubuh b. PENGKAJIAN FISIK DAN PSIKOLOGI 1. takikardi. Abdomen Perut terlihat menonjol dan dan membesar 5. Dada Terjadi perubahan payudara dengan sedikit agak membesar. Seperti peningkatan pernapasan.puting susu menonjol dan mengerasdan Areola terlihat menghitam 4..d persepsi perubahan biofisik respon orang lain *Intervensi Keperawatan : . Kulit Terjadinya Stiae gravidarum yang merupakan reaksi dari hiperpigmentasi kulit yang biasanya terlihat di perut dan payudara 3. DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN 1.Kerja jantung semakin berat. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kemajuan alamiah dari kehamilan b.Tinjau ulang perubahan yang diharapkan selama trimester II . Tanda – tanda vital Terjadi perubahan tanda-tanda vital yang berarti.d terus membutuhkan informasi sesuai perubahan trimester II yang dialami *Intervensi Keperawatan : . Genitalia Vagina elastis Pembuluh dinding vagina bertambah sehingga lebih terlihat kemerahandan iran vagina biasanya bertambah dalam kehamilan E. Fisiologis kehamilan pada trimester II tidak jauh berbeda dengan trimester I karena pada trimester II merupakan tahap lanjutan dari trimester sebelunya. PENGKAJIAN KEPERAWATAN 1. hal ini karena pengaruh dari hormon prolaktin dan progesterone sebagai persiapan asupan nutrisi untuk bayi. .Penggunaan O2 yang melebihi dari biasanya karena factor pengaruh .terasa nyeri tekan.Ukur tekanan darah dan nadi. Darah Volume darah bertambah baik plasma darah maupun eritrositnya. .Kegiatan ginjalpun bertambah karena factor kerja ginjal mensekresi zat-zat yang tidak diperlukan lagi dari dalam tubuh ibu dan janin D. tanda – tanda. dan gejala – gejala. 7. karena penambahan plasma darah yang alami .Perhatikan riwayat yang ada sebelumnya/potensial masalah jantung/ginjal /diabetik. ANAMNESA Klien mengatakan umur kehamilannya berada pada minggu ke 16 – 24 minggu Keluhan mual muntah dan pusing kepala sudah tidak ada Gerakan janin untuk pertama kalinya mulai dirasakan 2. .

Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot. maka tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 minggu adalah 25 cm. istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan berkembang menjadi segmen bawah uterus atau segmen bawah rahim (SBR). Pada kehamilan 36 minggu.Kaji status pernapasan . Pada bulan-bulan pertama kehamilan. kontraksi otot-otot bagian atas uterus menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis (tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis). Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui antara lain untuk membentuk diagnosis. maka serviks tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter. SERVIKS UTERI Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. einitis. pada 32 minggu adalah 27 cm dan pada 36 minggu adalah 30 cm. Tekankan pentingnya masukan vitamin atau fero sulfat prenatal setiap hari PERUBAHAN ANATOMI FISIOLOGI & PSIKOLOGI KEHAMILAN TRIMESTER III A. Serviks uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Dinding uterus diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada SBR. Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik. Pada trimester III. fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari dibawah prossesus xipoideus. fundus uteri terletak kirakira 1 jari dibawah prossesus xipoideus.Dapatkan riwayat dan pantau masalah medis yang terjadi atau ada sebelumnya ( misalnya alergi.Diskusikan adanya obat-obatan yang mungkin diberikan untuk mengontrol atau mengatasi masalah medis 3.. PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGI UTERUS Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram (berat uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2. Pada kehamilan 28 minggu. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi. Hal ini disebabkan oleh kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk kedalam rongga panggul. Pada kehamilan 32 minggu. Ketidakefektifan pola nafas b. uterus berbentuk bulat. masalah sinus. fundus uteri terletak kira-kira 3 jari diatas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosssus xipoideus. asma. hamil ganda atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya. Selanjutnya pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula. fundus uteri terletak antara ½ jarak pusat dan prossesus xipoideus. Pada kehamilan 16 minggu. Bila pertumbuhanjanin normal. bentuk uterus seperti buah alpukat agak gepeng. Pada kehamilan tua. lonjong seperti telur.Kaji kadar hemoglobin dan hematokrit. Pada kehamilan 40 minggu. sehingga pada saat partus serviks akan membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin .Berikan pengetahuan terhadap kebutuhan Ferosulfat dan Asam Folat .5 cm. maka konsistensi serviks menjadi lunak.d pergeseran diafragma karena pembesaran uterus *Intervensi Keperawatan : . tuberkolosis ) . apakah wanita tersebut hamil fisiologik.

VAGINA DAN VULVA Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan. Kelekjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vula tampak lebih merah dan agak kebiru-biruan (livide). jumlah sel darah putih meningkat (± 10. Peningkatan aliran darah pada kulit disebabkanoleh vasodilatasi ferifer. Sesudah partus. Selain itu prostaglandin bekerja pada serabut kolagen. Meskipun ada peningkatan dalam volume eritrosit secara keseluruhan. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik. Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan melakukannya dengan kasar. Kebanyakan peningkatan curah jantung tersebut disebabkan oleh meningkatnya isi sekuncup.kebawah. Pada minggu ke-32. sering berkeringat banyak dan mengeluh kongesti hidung. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan. Pada bulan terakhir kehamilan. Keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai (dan kadang-kadang pada vena vulva) pada wanita yang rentan. LED pada umumnya meningkat sampai 4x sehingga dalam kehamilan tidak dapat dipakai sebagai ukuran. akan tetapi frekuensi denyut jantung meningkat ± 15%. wanitahamil mempunyai hemoglobin total lebih besar daripada wanita tersebut ketika tidak hamil. Apabila terjadi kecelakaan pada kehamilan/persalinan maka perdarahan akan banyak sekali. Untuk mengatasi pertambahan volume darah. Bersamaan itu. jumlah protein. terdapat kecenderungan peningkatan tekanan darah. Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia tersebut menigkat. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih rendah.500/ml). curah jantung akan meningkat ± 30% pada minggu ke-30. Warna porsio tampak livide. terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. dan gamma globulin baru meningkat perlahan-lahan pada akhir kehamilan. dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. albumin. Gambaran protein dalam serum berubah. Aliran darah melalui kapiler kulit dan membran mukosa meningkat hingga mencapai maksimum 500 ml/menit pada minggu ke-36. Hal ini menerangkan mengapa wanita “merasa panas” mudah berkeringat. . Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain. sehingga dapat mengganggu kehamilan. vena tungkai juga mengalami distensi. demikian juga hitung trombositnya. Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada kehamilan. Vena tungkai terutama terpengaruhi pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena (venous return) akibat tingginya tekanan darah vena yang kembali dari utrerus dan akibat tekanan mekanik dari uterus pada vena kava. serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti spinkter. SIRKULASI DARAH Volume darah akan bertambah banyak ± 25% pada puncak usia kehamilan 32 minggu. Pembuluh-pembuluh darah alat genetalia interna akan membesar. cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental. sedangkan beta globulin dan bagian-bagian fibrinogen terus meningkat. sampai dapat mengakibatkan kematian. Walaupun kadar hemoglobin ini menurun menjadi ± 120 g/L. Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu. karena peningakatan hormon progesteron. MAMMAE Pada kehamilan 12 minggu keatas.

khususnya sesudah kehamilan 20 minggu ke atas. Dalam keadaan biasa wanita hamil cukup hemat dalam hal pemakaian tenaganya. akan tetapi kadar kalsium tersebut masih cukup tinggi hingga dapat menanggulangi kemungkinan terjadinya kejang tetani. tetapi karena pergerakan diafragma terbatas setelah minggu ke-30. yang memana merupakan salah satu keluhan utamawanita hamil. kepala janin mulai tuun ke PAP. Janin membutuhkan 30-40 gr kalsium untuk pembentukan tulang-tulangnya dan hal ini terjadi terutama dalam trimester terakhir. dengan meningkatkan volume tidal dan kecepatan ventilasi. Diperkirakan 0. Selain itu kadar Ig G. METABOLISME DALAM KEHAMILAN BMR meningkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada trimester III. Reabsorbsi tubulus tidak berubah. Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga laju filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69%. Disamping itu. asam folik lebih banyak yang dikeluarkan. TRAKTUS DIGESTIFUS Di mulut. tetapi dapat menyebabkan konstipasi. wanita hamil bernafas lebih dalam. Keadaan tersebut dapat menyebabkan pernafasan berlebih dan PO2 arteri lebih rendah. Spinkter esopagus bawah relaksasi. sehingga produk-produk eksresi seperti urea. Kadar ini . hingga aterm. Kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran karbohidrat. sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi wanita yang memperhatikan penampilan badannya. sehingga dapat terjadi regorgitasi isilambung yang menyebabkan rasa terbakar di dada (heathburn). Ig A dan Ig M serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke30 dan tetap berada pada kadar ini. Hal ini memungkinkan absorbsi zat nutrisi lebih banyak. gusi menjadi lunak.SISTEM RESPIRASI Pernafasan masih diafragmatik selama kehamilan. kadar enzim diamino-oksidase (histamine) meningkat dari 3-6 satuan dalam masa tidak hamil ke 200 satuan dalam masa hamil 16 minggu. TRAKTUS URINARIUS Pada akhir kehamilan. keluhan sering kencing dan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Segera setelah haid terlambat.5-2. kerangka iga bawah melebar keluar sedikit dan mungkin tidak kembali pada keadaan sebelum hamil. SISTEM IMUN HCG dapat menurunkan respon imun wanita hamil. dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Otot-otot usus relaks dengan disertai penurunan motilitas. sehingga memungkinkan pencampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen meningkat 20%. Kadar kalsium dalam serum memang lebih rendah.5 gr kalsium.7 gr kalsium tertahan dalam badan untuk keperluan semasa hamil. Ini kiranya telah cukup untuk pertumbuhan janin tanpa mengganggu kalsium ibu. Sekresi isilambungberkurang dan makanan lebih lama berada di lambung. Diperkirakan efek ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi progesteron. mungkin terjadi karena retensi cairan intraseluler yang disebabkan oleh progesteron. uric acid. Pada kehamilan lanjut.2-0. glukosa. Makanan tiap harinya diperkirakan telah mengandung 1. mungkin oleh karena adanya hidremia. asam amino. Akan tetapi bila dibutuhkan. terdapat pula poliuri.

Walaupun ketidaknyamanan yang umum dalam kehamilan tidak "mengancam keselamatan jiwa" mereka dapat sangat menyulitkan bagi ibu. B. Beberapa macam ketidaknyamanan pada masa kehamilan antara lain: A. B. ketika bayi membesar dan ketidaknyamanan bertambah.Pinosinase adalah enzim yang dapat membuat oksitosin tidak aktif. Tujuan Pemeriksaan dan Pengawasan Ibu Hamil Tujuan umum adalah : menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. Pinositase ditemukan banyak sekali di dalam darah ibu pada kehamilan 14-38 minggu. Bidan harus mendengarkan ibu. PERUBAHAN PSIKOLOGI Trimester III ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi. fetus placenta dan liquor. faktor penyebabnya oleh karena tekanan dari . dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat Tujuan Khusus adalah : mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas (Saifuddin. Calon ibu mudah lelah dan menunggu dampaknya terlalau lama. suatu periode dengan stress yang tinggi. Seorang bidan.mencapai puncaknya sampai 400-500 satuan pada kehamilan 16 minggu dan seterusnya sampai akhir kehamilan. membicarakan berbagai macam keluhan. hal : 88)¬. Perasaan sangat gembira yang dialami ibu seminggu sebelum persalinan mencapai klimaksnya sekitar 24 jam sebelum persalinan. Sekitar 2 minggu sebelum melahirkan. Ketidaknyamanan yang umum pada kehamilan Selama kunjungan antenal. Sekitar bulan ke-8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan depresi. ibu mungkin mengeluhkan bahwa ia mengalami ketidaknyamanan. Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir.5-16. Cara meringankan/ mencegahnya yaitu hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan. sebagian besar wanita mulai mengalami perasaan senang. Kecuali bila berkembang masalah fisik. Mereka mungkin mengatakan pada perawat “saya merasa lebih baikan saat ini ketimbang sebulan yang lalu”. Kenaikan berat badan dalam kehamilan disebabkan oleh hasil konsepsi.5 kg rata-rata 12.5 kg. persalinan. terjadi oleh karena peningkatan kadar estrogen dan mungkin progesterone. dan membantu mencari cara untuk mengatasinya sehingga ibu dapat menikmati kehamilannya (Buku 2 Asuhan Antenatal. Kebanyakan dari keluhan ini adalah ketidaknyamanan yang normal dan merupakan bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh ibu selama kehamilan. Edema Umumnya terjadi pada trimester kedua dari ketiga. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6. Kerjasama yanh khusus slama peristiwa ini akan dibicarakan dalam hubungannya dengan askep yang diberikan padanya. 2003 : hal 71). Reaksi calon ibu terhadap persalinan ini secara umum tergantung pada persiapan dan persepsinya terhadap kejadian ini. kegembiraan ini terbawa sampai proses persalinan. penting bagi kita membedakan antara ketidaknyamanan normal dengan tanda-tanda bahaya. B. Cloasma perubahan warna aerola Umumnya terjadi pada kehamilan trimester ke dua. PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN PADA KEHAMILAN TRIMESTER II & III A.

cara meringankan/mencegah yaitu gunakan penghangat untuk otot. Sering Buang Air Kecil Umumnya terjadi pada trimester pertama dan ketiga. I. cara meringkankan/mencegah yaitu tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari. Tanda bahaya jika disertai dengan mual dan muntah. penyakit kuning dan kencing berwarna hitam. Ngidam makanan Biasanya terjadi pada trimester pertama tapi bisa juga berlangsung sepanjang masa kehamilan. bisa jadi karena uterus yang meningkatkan pada syaraf keletihan. E. H. dan makan sedikit-sedikit tapi sering. F. Tanda bahaya wanita hamil menghadapi resiko yang lebih besar untuk terjadinya infeksi saluran kemih. penyebab tidak jelas. angkat kaki ketika duduk atau istirahat. jadi makanan yang lebih merangsang dicari-cari hal ini seharusnya tidak menimbulkan kekawatiran asalkan cukup bergizi. makan biskuit kering. tidak jelas dasar penyebabnya. dan hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba dan hindari menggosok gigi setelah makan. Faktor penyebabnya konstipasi. perbanyak minum pada siang hari. hindari kaos kaki yang ketat. teh.pembesaran uterus pada vena pelvik duduk atau pada cava inverior pada waktu berbaring. dan terdapat tanda-tanda kurang gizi. Kram pada kaki Umumnya terjadi sebelum kehamilan usia 24 minggu. Gatal-gatal Terjadi pada semua trimester. Cara meringankan yaitu hindari konstipasi. disebabkan karena hipersensitif terhadap antigen placenta. Hemorrhoid (wasir) Umumnya terjadi pada trimester II dan III. J. Tanda bahaya jika terdapat pertambahan berat badan yang tidak memadai atau kehilangan berat badan.. kedua dan ketiga. kosongkan jika ada dorongan untuk kencing. karena ginjal dan kantung kemih mengalami perubahan. Penyebab yang pasti tidak diketahui. kurangi minum kopi. Cara meringankan/mencegah yaitu hindari pososi berdiri untuk waktu yang lama. cola dan cafein. cara meringankan/mencegah yaitu beri penjelasan kepada ibu tentang faktor penyebabnya. cara meringankan/mencegah yaitu kompres dingin. Keputihan Biasanya terjadi pada trimester pertama. disebabkan oleh karena tekanan uterus pada kantong kemih. dan memakai pakaian dari katun. bangun dari tidur secara perlahan. pengobatan dengan menggunakan bedak tubuh untuk mengeringkan tapi jangan terlalu banyak. berbaring dengan miring kekiri dan kekanan dengan kaki agak ditinggikan. Tanda bahaya jika edema timbul pada muka dan tangan. G. mungkin disebabkan oleh peningkatan kadar HCG/estrogen dan progesteron cara meringkankan/mencegah yaitu hindari bau atau faktor-faktor penyebabnya. D. minum minuman berkarbonat. makan makanan yang berserat. faktor penyebabnya yaitu peningkatan produksi lendir dan kelenjar indo servikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen. hindari makanan yang berminyak dan bumbu merangsang. . C. Mual dan muntah Umumnya terjadi antara minggu ke 5-12 atau bisa terjadi lebih awal 2-3 minggu setelah hari pertama haid terakhir. Garis-garis di perut (Striae gravidarum) Tampak jelas pada bulan keenam dan ketujuh. jika disertai dengan tanda-tanda anemia atau disertai dengan proteinuria. hal ini disebabkan oleh indra pengecap yang menjadi tumpul. bisa timbul akibat perubahan hormon atau gabungan antara perubahan hormon dengan peregangannya.

yang mulai jelas timbul pada kehamilan 16 minggu. Akibat hemodilusi tersebut. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Ibu yang mempunyai penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis.Perubahan Fisiologis pada wanita saat hamil trimester II dan III 1) Perubahan pada alat kandungan a) Uterus b) Servik Uteri c) Vagina dan Vulva d) Ovarium 2) Perubahan pada payudara a) Mammae 3) Perubahan pada Sirkulasi Darah Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta. mamma dan alat lain-lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan seperti telah dikemukan. dan bagian bawah toraknya juga melebur ke sisi. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus. 6) Perubahan pada Traktus Unirarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar. 5) Perubahan pada Traktus Digestivus Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea). Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri membesar karena . Pada akhir kehamilan. seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam. keadaan ini patologis. bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul. sehingga kurang leluasa terbentuk. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%. disebut hiperemesis gravidarum. Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun. sehingga mortilitas seluruh traktur digestivus juga bekurang. Tidak jarang dijumpai pada bulan-bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis) biasanya sering dan terlalu banyak dikeluarkan. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar ke arah diagfragma. uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula. yang sesudah partus kadang-kadang menetap jika tidak dirawat dengan baik. dengan puncak kehamilan 32 minggu diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%. 4) Perubahan pada sistem respirasi Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. yang memang baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pula obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. sehingga timbul sering kencing. volume darah ibu dalam kehamilan betambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremnia.

lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 minggu kehamilan dibagi 3 trimester yaitu : · Trimester I : Usia kehamilan 0 – 12 minggu · Trimester II: Usia kehamilan 12 – 28 minggu · Trimester III : Usia kehamilan 28 – 40 minggu ***Tujuan Pemeriksaan dan Pengawasan Ibu Hamil Tujuan umum adalah : menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. 2005 : 143) · Primigravida adalah seorang wanita hamil yang untuk pertama kali (Gobak. dan hidung dikenal sebagai kloasina gravidarum.pengaruh progesteron. warnya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan. dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat Tujuan Khusus adalah : mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas (Saifuddin. hal : 88)¬. striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albikantes (Sarwono Prawirohardjo. BAB III PENUTUP Kesimpulan Gravida adalah seorang ibu hamil (sarwono. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolaholah retak-retak. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen patia dahi. dikenal sebagai linea grisea. Hal ini disebabkan oleh karena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. ***Perubahan Fisiologis yg terjadi pada wanita saat hamil trimester II dan III yaitu : Perubahan pada alat kandungan. Mungkin karena orang bergerak lebih sering memakai tangan kanannya. persalinan. pipi. MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar dari pada ureter kiri. lebih sering dijumpai hidraureter destra dan pielitis dekstra.pada payudara. :). 2006 : 180) · Primi yang berarti pertama (Maimunah. Akibat tekanan pada ureter kanan tersebut.pada sistem respirasi. karena mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. juga di areola mamma.pada Traktus Digestivus dan perubahan pada Traktus Unirarius dan juga pada Kulit ***Beberapa macam ketidaknyamanan pada masa kehamilan antara lain: . Linea alba pada kehamilan menjadi hitam. atau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang berada di belakang kiri uterus.pada Sirkulasi Darah. disebut striae livide. setelah partus. 2005 : 140) kehamilan terjadi apabila ada dua pertemuan dan persenyawaan antara sel telur (ovum) dan mani (spermatozoa) lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari. 7) Perubahan pada Kulit Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu.

Jakarta : EGC Mansjoer. Perawatan Maternitas Edisi 2. Sarwono. AB. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Saifudin. Morfologis dan Oogenesis Fetus . 2000 .· · · · · · · Cloasma perubahan warna aerola. Jakarta : EGC. DAFTAR PUSTAKA Farrer.Edema. 2002. Kapita Selekta kedokteran Jilid I Edisi Ketiga . Abdul dan Rochimhadi Trijatmo . Hemorrhoid (wasir). Rencana Perawatan Maternal / Bayi Pedoman untuk Perencanaan Perawatan Klien . 2001 . Mary . Jakarta : EGC.Mual dan muntah. 2005. 2002. R. Jakarta : Media Aesculapius · Marlina Sari dkk . IBG. Garis-garis di perut (Striae gravidarum). Arif dkk . Ilmu Kandungan . 1999. Ilmu Kebidanan. 2007 . Ngidam makanan.Kram pada kaki dan Keputihan. Saifuddin. Prawiro. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo Doenges. Marilynn dan Moorhouse. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Bandar Lampung : Prodi . Gatal-gatal. Helen. 2008 . Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Manuaba. Ilmu Kebidanan. Sering Buang Air Kecil.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful