Buku Saku Bedah Desa

Program Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu (PROGRAM BEDAH DESA

)

 

0 | bedah desa 

 

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2011

 

2011 1 | bedah desa    . Semoga kerja dan dedikasi semua pihak dapat mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat perdesaan dan bagi kita semua. Program Bedah Desa atau Program Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan ini sebagai satu pendekatan pembangunan daerah tertinggal yang didasarkan pada pengembangan pusat pertumbuhan ditingkat kawasan perdesaan. memang membutuhkan dukungan dan komitmen. Tujuan dari penerbitan Buku Saku ini adalah bagian dari upaya diseminasi konsep.PENGANTAR Puji Syukur disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Perdesaan Terpadu. baik dalam kerangka integrasi dan sinergi dengan pelaksanaan program pembangunan yang lain. gagasan. atas Karunia dan Petunjuk-Nya yang memberi kemudahan dalam penyusunan Buku Saku dari Program Bedah Desa ini. Diharapkan Buku Saku dapat memberi manfaat kepada seluruh stakeholders dalam kegiatan pembangunan perdesaan untuk memahami tentang Program Bedah Desa. Melalui upaya tersebut. kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membaca dan mendiskusikan lebih jauh isi dari isi Buku Saku ini. Jakarta. Akhirnya. diharapkan akan memperkuat dukungan dan komitmen dari berbagai pihak.

Pengendalian 1. Monev 2. Latar Belakang b. Pendahuluan a. Kelompok Sasaran g. Perencanaan c. Output/keluaran Bagian 2. Sanksi Bagian 3. Pelaksanaan d. Pendanaan e.Daftar isi Pengantar Daftar isi Bagian 1. Kriteria Lokasi Sasaran f. Mekanisme Pelaksanaan a. Penutup Lampiran 2 | bedah desa    . Persiapan b. Tujuan Khusus d. Tujuan Umum c. Sasaran Lokasi e. Pelaporan f.

PENDAHULUAN a. dan potensi lokal. Menurut Menteri Pembangunan Daerah Teringgal. Program Bedah Desa digagas untuk mempertajam fungsi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dalam mengkoordinasi lintas kementerian/lembaga dalam 3 | bedah desa    . Program Bedah Desa sebagai instrumen percepatan pembangunan daerah tertinggal ini dapat juga disebut sebagai Program Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu (P2KPT). Dengan demikian. Latar Belakang Bedah Desa merupakan salah satu program utama dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Program Bedah Desa dikedepankan sebagai pendekatan baru untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal. menjadikan kawasan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan baru serta memiliki kemampuan untuk menggeser neraca indikator ketertinggalan daerah kabupaten.1. pengetahuan. Pendekatan baru tersebut menyatakan fokus pada pembangunan kawasan perdesaan secara terpadu yang didasarkan pada nilai.

Dengan penciptaan lapangan kerja tersebut diharapkan terjadi pusat-pusat pertumbuhan di pedesaan. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dalam konteks pembangunan kawasan perdesaan adalah yang mampu mengembangkan kegiatan produksi berdasarkan komoditi unggulan setempat/lokal. Kemampuan Program Bedah Desa dalam menangani masalah kemiskinan dan ketertinggalan disandarkan pada kualitas perencanaan dan pelaksanaan program yang mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi serta mampu menciptakan akumulasi kapital di masyarakat.pembangunan daerah tertinggal dan bersamaan dengan hal tersebut program ini berupaya: • • • • Melakukan kebijakan afirmatif untuk pengembangan desa. 4 | bedah desa    . serta juga mampu menghasilkan produk unggulan tersebut secara cepat dapat diperdagangkan dan bernilai tambah yang tinggi. agar desa tertinggal menjadi desa maju dan mandiri. Mencegah terjadinya deformasi struktural (perubahan struktur masyarakat di wilayah perkotaan karena urbanisasi secara prematur). Mengembangkan kapasitas produksi desa agar terjadi penciptaan lapangan kerja di desa.

identif fikasi p ngembangan inve estasi potensi sumber daya alam dan pen b pengembang PRUKAB. insent regulasi.Maka. sinergitas dikua atkan ment perencanaan kebijakan dan melalui instrum p perencanaan inve estasi (melalui dok kumen Rencana Induk 5 | bedah h desa    . kelemba agaan. ( Program Bedah Desa diposisikan sebagai lokus dan n PRUKAB sebagai fokus. Sebagai ‘lokus’ dapat dipahami ‘ b bahwa Program B Bedah Desa meny yiapkan lokasi/wilayah y yang meliputi per rencanaan. menjadi s sangat penting Program Bedah D P Desa d dikembangkan se ecara kuat terinte egrasi dan bersinergi d dengan program Produk Unggulan Kabup paten (PRUKAB). dukungan lintas pe elaku. pe gan enyediaan sarana dan bagi p prasarana. tata g tif/ guna llahan. Dalam konteks ini. p pengembangan kapasitas loka al/daerah.

Berdasarkan gambaran di atas. Fasilitasi proses diutamakan melalui upaya integrasi perencanaan pembangunan kawasan perdesaan terpadu dan PRUKAB dengan perencanaan reguler. Integrasi perencanaan program ke dalam siklus perencanaan pembangunan nasional yang dilakukan melalui Musrenbang sejak dari tingkatan bawah akan menegaskan dan memastikan dukungan lokal-pusat serta keberlanjutan program.Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu). secara khas. dukungan dan potensi sumber daya alam lokal. integrasi tersebut juga haruslah merujuk pada dokumen STRANAS dan STRADA bagi pembangunan daerah tertinggal. Dan lebih dari itu. Selain hal tersebut di atas. penyiapan lokus melalui Program Bedah Desa meliputi penyediaan dan pengorganisasian input dan fasilitasi proses pembangunan kawasan perdesaan terpadu. pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan nanti diharapkan terjadi secara lebih berkualitas karena upaya di dalam prosesnya melibatkan keterkaitan kebijakan lokal-pusat dan PRUKAB didasarkan pada potensi lokal. metoda Bedah Desa juga memerlukan dukungan kelembangaan yang kuat berdasar nilai. Melalui upaya integrasi dan sinergi ini maka diharapkan pengembangan Produk Unggulan Kabupaten disandarkan pada kesiapan. dalam fasilitasi prosesnya. Sudah tentu. serta melibatkan berbagai pihak yang 6 | bedah desa    . budaya dan kekuatan lokal.

Dalam pelaksanaan Program Bedah Desa ini.berkepentingan dalam pembangunan daerah tertinggal. Sampai saat ini terdapat 183 kabupaten daerah tertinggal. KPDT memiliki target dan tanggung jawab untuk mengupayakan 50 kabupaten dari 183 kabupaten daerah 7 | bedah desa    . Khusus di tingkat kabupaten keberadaan Tim Koordinasi akan dibantu dengan pembentukan kelembagaan Forum Bedah Desa. kewirausahaan. Di tingkat Kabupaten dan Propinsi dibentuk Tim Koordinasi Program Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu. sebagai forum multistakeholders untuk memperkuat dukungan swasta dalam pelaksanaan Program Bedah Desa. dan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional(RPJMN) 2010 – 2014. dan tata kelola pemerintahan desa. serta secara khusus membentuk Tim Pelaksana Kegiatan bagi pelaksanaan Program Bedah Desa. Dari sisi bidang kerja. pengembangan inovasi. Fasilitasi Kelembagaan ini merupakan bagian input dan fasilitasi proses yang utama dalam pelaksanaan Program Bedah Desa. Balai Bedah Desa melakukan kerja pengelolaan informasi. di tingkat lokal akan dibentuk Balai Bedah Desa yang bertanggungjawab sebagai manajemen kelembagaan pembangunan kawasan perdesaan terpadu. Balai Bedah Desa bertindak menjadi wahana bagi kelompokkelompok masyarakat yang ada dan sudah dibentuk untuk kepentingan pelaksanaan program-program K/L yang lain.

Terfasilitasinya integrasi Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu (Rencana Induk Bedah Desa) dengan perencanaan pembangunan daerah dan nasional. ekonomi dan wilayah. Terfasilitasinya pembentukan Forum Bedah Desa dan Balai Bedah Desa. 3. Tujuan Khusus Tujuan khusus Program Bedah Desa antara lain: 1.tertinggal. b. Dengan begitu. lepas dari ketertinggalan. Tujuan Umum Tujuan umum adalah mempercepat pembangunan daerah tertinggal melalui percepatan pembangunan kawasan perdesaan secara terpadu (Bedah Desa) c. 2. kualitas sumber daya manusia yang didukung oleh kelembagaan dan ketersediaan infrastruktur perekonomian dan pelayanan dasar. dan diharapkan mampu mendukung upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan meningkatkan perkembangan ekonomi daerah. 8 | bedah desa    . pelaksanaan Program Bedah Desa dan PRUKAB ditujukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam RPJM Nasional 2010 – 2014. Terfasilitasinya pembangunan sarana dan prasarana sosial dasar.

Intervensi  Bedah  Desa mendorong  keterkaitan antar  desa dalam satu  kawasan  atau   antar kawasan  perdesaan. Intervensi  Bedah Desa berupa  Koordinasi dan Fasilitasi dalam pengembangan  sarana prasarana  sosial dasar. Kriteria Lokasi Sasaran Pemilihan lokasi sasaran adalah kawasan perdesaan yang terdiri dari desa-desa dalam kelompok desa potensial berkembang dan mengalami perkembangan ekonomi yang relatif tertinggal atau belum maju.  Desa A Desa D Pesisir Desa B Peternakan Desa C Persawahan Perhutanan Diperkuat  dengan kelembagaan Forum Bedah Desa  di Kabupaten. e.   ekonomi produksi/distribusi  dan  pengembangan wilayah. Lokasi Sasaran Lokasi sasaran Percepatan Pembangunan Perdesaan Terpadu (Bedah Desa) adalah kawasan perdesaan di Kabupaten Tertinggal. dan Balai  Bedah Desa di  Kawasan Perdesaan. 9 | bedah desa    . Untuk lokasi sasaran adalah satu kawasan perdesaan yang terdiri dari 2 (dua) sampai dengan 6 (enam) desa dalam satu kecamatan atau lintas kecamatan.d. ILUSTRASI LOKASI PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA Kawasan  Perdesaan terdiri  dari  beberapa desa  yang memiliki  karakteristik dan  potensi yang sama.

Kelompok Sasaran Sasaran Program Bedah Desa antara lain : 1. Perguruan Tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat g. ekonomi dan wilayah perdesaan. Dunia usaha. 2. 3. Terbentuk dan berfungsinya Forum Bedah Desa dan Balai Bedah Desa 3. 10 | bedah desa    . Tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu (Rencana Induk Bedah Desa) dengan perencanaan pembangunan daerah dan nasional. 2. Terintegrasinya program Bedah Desa dan Prukab. Terbangunnya sarana dan prasarana sosial dasar. Output/Keluaran Keluaran Program Bedah Desa antara lain: 1. 4. Masyarakat perdesaan di kawasan perdesaan.f. Kelembagaan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan perdesaan.

  .2. Setiap mekanisme dilakukan secara berjenjang dari Pusat hingga Daerah (Provinsi. 3. dan pengendalian. perencanaan. Perencanaan 1. Menyiapkan kepengurusan Balai Bedah Desa yang selanjutnya disampaikan ke Bappeda untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati. 11 | bedah desa  b. Menyiapkan/membuka rekening atas nama Balai Belah Desa di bank pemerintah dan buku/cek-nya ditanda tangani oleh Ketua dan Bendahara Balai Bedah Desa. pendanaan. koordinasi dan advokasi bagi masyarakat kawasan perdesaan. Melakukan koordinasi perencanaan dalam melakukan konsolidasi Rencana Induk Bedah Desa. pelaksanaan. Persiapan Pelaksanaan Program Bedah Desa dilakukan melalui beberapa persiapan antara lain: 1. Penyiapan pendamping kawasan perdesaan yang bertugas untuk memfasilitasi pelaksanaan tahapan kegiatan Bedah Desa 2. 4. Kabupaten dan Kawasan Perdesaan). MEKANISME PELAKSANAAN Mekanisme pelaksanaan kegiatan Bedah Desa dilakukan dengan tahapan persiapan. a. Penyiapan Balai Bedah Desa (BBD) di tingkat kawasan perdesaan yang berfungsi sebagai wadah konsultatsi.

dan sumber-sumber lainnya. Pelaku pembangunan diharapkan melibatkan masyarakat di semua kawasan perdesaan tersebut yang diharapkan dapat bermanfaat untuk mengungkit peningkatan ekonomi dan layanan sosial dasar lainnya. Pendanaan tersebut merupakan dana stimulan yang diharapkan dapat mendorong mobilisasi sumber dana dari pemerintah daerah (APBD Provinsi dan APBD Kabupaten) sector swasta. Melakukan integrasi/sinkronisasi dokumen hasil identifikasi Fasilitator Program Bedah desa dengan dokumen Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang-Des). 2. Pada tahun-tahun 12 | bedah desa    . 3.Rencana Investasi dan Rencana Aksi tahunan pada tingkat kabupaten. d. c. Bermusyawarah menyusun daftar skala prioritas pembangunan layanan dasar pada masyarakat kawasan perdesaan Program Bedah Desa. Pelaksanaan Pelaksanaan Kegiatan Program Bedah Desa lebih diarahkan pada pembangunan kawasan perdesaan hasil keputusan bersama dalam musyawarah masyarakat di kawasan tersebut. Pendanaan Sumber dana kegiatan Program Percepatan Pembangunan Perdesaan Terpadu (Program Bedah Desa) berasal dari APBN.

berikutnya Kabupaten diarahkan untuk mengambil peran yang besar dalam pendanaan Program Bedah desa dengan melakukan integrasi program yang ada di dinasdinas terkait maupun melibatkan sector swasta. APBN DIPA KPDT sebagai stimulan awal pengembangan BedahDesa Didukung pendanaan sektoral pusat (APBN K/L lainnya) Didukung pendanaan APBD  Provinsi Didukung dan dilanjutkan pendanaan APBD  KabupatenTertinggal Dikembangkan melalui pendanaan/investasi masyarakat dan swasta Dana Peran Daerah Rp Peran Pusat T1 T2 Waktu 11 13 | bedah desa    . 4. SUMBER PENDANAAN 1. 5. 2. 3.

e. Satker Pengembangan Daerah Khusus. hasil pelaksanaan. Pengendalian 1. kendalakendala dan rencana tindak lanjut. maka daerah diwajibkan menyampaikan hal sebagai berikut : a) Pelaporan dan pertanggungjawaban berupa laporan fisik dan keuangan dana Tugas Pembantuan disampaikan oleh Satker Daerah ke Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal c. • Mekanisme monitoring dan evaluasi dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat. 2.q. Pelaporan Sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Bedah Desa. • Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara berjenjang dari Pusat sampai Kawasan Perdesaan sesuai dengan ruang lingkup dan tanggungjawab masing masing. 14 | bedah desa    . • Hasil-hasil monitoring dan evaluasi menjadi masukan dalam pengembangan kegiatan Bedah Desa selanjutnya. Monitoring dan evaluasi • Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan kegiatan.

c. Terjadi penyelewengan penggunaan dana. f.b) Laporan akhir kinerja pelaksanaan kegiatan dan daftar isian masalah dan rekomendasi tindak lanjut disampikan oleh Tim Koordinasi Daerah ke Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal c. KPDT. dan/atau sanksi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.q. dengan ketentuan sebagai berikut : a. 7 Tahun 2008. Kabupaten penerima bantuan tidak menyampaikan laporan dan pertanggungjawaban kepada KPDT sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kabupaten penerima bantuan tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan mekanisme pelaksanaan yang telah ditetapkan. Sanksi yang diberikan berupa penghentian bantuan pada tahun berikutnya. Sanksi Bentuk sanksi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 | bedah desa    . Deputi V Bidang Pengembangan Daerah Khusus. b. Laporan dan pertanggungjawaban tersebut pada foin (b) disampaikan paling lambat pada tanggal 31 Desember Tahun berjalan.

khususnya Kabupaten Tertinggal. Selain Buku Saku ini. 2011 Sekretariat Bedah Desa 16 | bedah desa    .3. berbagai hal teknis pelaksanaan Program Bedah Desa dimuat dalam buku manual-manual panduan yang lain. P E N U TU P Demikian buku saku Program Bedah Desa ini disusun agar dapat dijadikan sebagai referensi bagi semua pelaku kegiatan Program Bedah Desa baik di Pusat dan Daerah. Terakhir kami ucapkan terima kasih atas peran serta aktif dari berbagai pihak yang mendukung keberhasilan pelaksanaan Program Bedah Desa. Jakarta.

LAMPIRAN BAGAN MEKANISME PROGRAM BEDAH DESA 2011 17 | bedah desa    .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful