PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional dilindungi oleh Undang-Undang

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam

Penulis Penyunting Pewajah Isi Pewajah Sampul Pereka Ilustrasi Ukuran Buku

: : : : : :

Yayan Sunarya Agus Setiabudi Intan Permata Shariati Adam Indrayana A. Purnama S. Riyadi 21 x 29,7 cm

540.7 YAY m

YAYAN Sunarya Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam / penulis, Yayan Sunarya, Agus Setiabudi ; penyunting, Intan Permata Shariati, Yana Hidayat ; ilustrasi, S. Riyadi. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. viii, 298 hlm. : ilus. ; 30 cm. Bibliografi : hlm. 297 Indeks ISBN 978-979-068-721-9 (No. Jil Lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 1. Kimia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Agus Setiabudi III. Intan Permata Shariati V. S. Riyadi

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Setia Purna Inves, PT Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh ....

ii

Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Juni 2009 Kepala Pusat Perbukuan

iii

Kata Pengantar
Sampai saat ini, buku-buku kimia untuk SMA/MA yang berkualitas dirasakan masih kurang. Sementara itu, tuntunan terhadap pemahaman prinsip-prinsip ilmu Kimia sangat tinggi. Lebih-lebih perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari oleh ilmu Kimia semakin menantang dan sangat bervariasi dalam aplikasinya. Oleh sebab itu, kami berharap dengan terbitnya buku ini, belajar kimia yang membutuhkan gabungan banyak konsep (baik konsep yang relevan dengan ketermasaan maupun konsep baru) dan pengembangan keterampilan analisis bagi siswa SMA/MA dapat terpenuhi. Ada dua hal yang berkaitan dengan Kimia, yaitu Kimia sebagai produk dan Kimia sebagai proses kerja ilmiah. Kimia sebagai produk adalah pengetahuan Kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum,dan teori. Kimia sebagai proses kerja ilmiah merupakan penalaran (keterampilan) dari hasil penguasaan dalam pembelajaran materi secara praktis dan analisis. Mata pelajaran Kimia di SMA/MA merupakan panduan untuk mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat yang melibatkan konsep dan aplikasi. Oleh karena itu, ilmu Kimia banyak melibatkan konsep-konsep dan pengembangan keterampilan analisis. Melihat pentingnya pelajaran Kimia di sekolah, penerbit mencoba menghadirkan buku yang dapat menjadi media belajar yang baik bagi Anda. Sebuah buku yang akan memandu Anda untuk belajar Kimia dengan baik. Sebuah buku yang disusun dan dikembangkan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi masa depan Anda. Demikianlah persembahan dari penerbit untuk dunia pendidikan. Semoga buku ini dapat bermanfaat.

Bandung, Mei 2007

Penerbit

iv

Panduan untuk Pembaca
Cakupan materi pembelajaran pada buku ini disajikan secara sistematis, komunikatif, dan integratif. Di setiap awal bab dilengkapi gambar pembuka pelajaran, bertujuan memberikan gambaran materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan Anda konsep berpikir kontekstual dan logis sekaligus merangsang cara berpikir lebih dalam. Selain itu, buku ini juga ditata dengan format yang menarik dan didukung dengan foto dan ilustrasi yang representatif. Bahasa digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional Anda sehingga Anda lebih mudah memahami konsep materinya. Buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII ini terdiri atas sembilan bab, yaitu Sifat Koligatif Larutan; Reaksi Redoks dan Elektrokimia; Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama; Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat; Keradioaktifan; Senyawa Organik; Senyawa Aromatik; Makromolekul dan Lemak. Untuk lebih jelasnya, perhatikan petunjuk untuk pembaca berikut. (1) Judul Bab, disesuaikan dengan tema materi dalam bab. (2) Hasil yang harus Anda capai, tujuan umum yang harus Anda capai pada 4 bab yang Anda pelajari. 17 (3) Setelah mempelajari bab ini, kamu harus mampu, kemampuan yang harus Anda kuasai setelah mempelajari bab. 1 2 (4) Gambar Pembuka Bab, disajikan untuk mengetahui contoh manfaat dari materi yang akan dipelajari. 3 18 (5) Advanced Organizer, disajikan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dari 5 materi yang akan dipelajari dan mengarahkan Anda untuk lebih fokus terhadap isi bab. (6) Tes Kompetensi Awal, merupakan syarat yang harus Anda pahami sebelum memasuki materi pembelajaran. 6 (7) Materi Pembelajaran, disajikan secara sistematis, komunikatif, integratif, 19 7 8 dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi sehingga Anda dapat tertantang untuk belajar lebih jauh. (8) Gambar dan Ilustrasi, sesuai dengan materi dalam bab yang disajikan secara menarik dan mudah dipahami. 20 10 (9) Aktivitas Kimia, tugas yang diberikan kepada Anda berupa analisis 9 masalah atau kegiatan di laboratorium sehingga dapat menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, dan berpikir kristis. (10) Mahir Menjawab, merupakan sarana bagi Anda dalam persiapan menghadapi Ujian Akhir dan SPMB sehingga mempunyai nilai tambah. (11) Kegiatan Inkuiri, menguji pemahaman Anda secara terbuka 21 12 berdasarkan konsep yang telah Anda pelajari sehingga Anda tertarik untuk belajar lebih dalam. 11 (12) Catatan, menyajikan informasi dan keterangan singkat secara bilin22 gual berkaitan dengan konsep yang dipelajari. (13) Kata Kunci, panduan Anda dalam mempelajari konsep materi. (14) Sekilas Kimia, berisi informasi menarik dan aplikatif berdasarkan materi bab yang dipelajari sehingga dapat menumbuhkan semangat bekerja keras dan belajar lebih jauh. (15) Contoh, menyajikan contoh-contoh soal dengan jawaban yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi yang disajikan. 14 23 (16) Tes Kompetensi Subbab, menguji pemahaman Anda terhadap materi dalam setiap subbab. 15 (17) Rangkuman, merupakan ringkasan materi pembelajaran bab. 13 (18) Peta Konsep, menggambarkan hubungan antarkonsep sehingga memudahkan Anda mempelajari materi dalam bab. (19) Refleksi, sebagai cermin diri bagi Anda setelah mempelajari materi di 16 akhir pembelajaran setiap bab. (20) Evaluasi Kompetensi Bab, merupakan penekanan terhadap pemahaman konsep materi, berkaitan dengan materi dalam bab. (21) Proyek Semester, disajikan agar Anda dapat menggali dan memanfaatkan informasi, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan dalam kerja ilmiah. (22) Evaluasi Kompetensi Kimia Semester, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari semester yang bersangkutan. (23) Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari seluruh bab.

v

dan Belerang • 90 Rangkuman • 95 Peta Konsep • 96 Refleksi • 96 Evaluasi Kompetensi Bab 3 • 97 Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia • 27 A. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit • 18 Rangkuman • 22 Peta Konsep • 23 Refleksi • 23 Evaluasi Kompetensi Bab 1 • 24 Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama • 61 A. Oksigen. Sel Elektrolisis • 42 D. Korosi dan Pengendaliannya • 50 Rangkuman • 55 Peta Konsep • 56 Refleksi • 56 Evaluasi Kompetensi Bab 2 • 57 Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat • 101 A. Penurunan Tekanan Uap • 3 C.Daftar Isi Kata Sambutan • iii Kata Pengantar • iv Panduan untuk Pembaca • v Bab 1 Sifat Koligatif Larutan • 1 A. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku • 8 D. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi • 102 B. Unsur-Unsur Gas Mulia • 62 B. Pengolahan Logam (Metalurgi) • 116 Rangkuman • 120 Peta Konsep • 121 Refleksi • 121 Evaluasi Kompetensi Bab 4 • 122 vi . Penyetaraan Reaksi Redoks • 28 B. Nitrogen. Unsur-Unsur Halogen • 66 C. Aluminium dan Senyawanya • 84 F. Senyawa Kompleks • 106 C. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif • 2 B. Diagram Fasa • 12 E. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi • 111 D. Karbon dan Silikon • 88 G. Unsur-Unsur Golongan Alkali • 73 D. Sel Elektrokimia • 33 C. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah • 79 E. Tekanan Osmotik Larutan • 15 F.

Bab 5 Keradioaktifan • 125
A. Kestabilan Inti • 126 B. Kegunaan Radioisotop • 133 C. Reaksi Fisi dan Fusi • 138 Rangkuman • 142 Peta Konsep • 143 Refleksi • 143 Evaluasi Kompetensi Bab 5 • 144 Proyek Semester 1 • 147 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 • 148

Bab 8 Makromolekul • 221
A. Polimer • 222 B. Karbohidrat • 227 C. Protein • 233 Rangkuman • 241 Peta Konsep • 242 Refleksi • 242 Evaluasi Kompetensi Bab 8 • 243

Bab 6 Senyawa Organik • 153
A. Gugus Fungsional Senyawa Karbon • 154 B. Haloalkana • 155 C. Alkohol dan Eter • 159 D. Aldehid dan Keton • 170 E. Asam Karboksilat dan Ester • 177 F. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen • 185 Rangkuman • 187 Peta Konsep • 188 Refleksi • 189 Evaluasi Kompetensi Bab 6 • 190

Bab 9 Lemak • 247
A. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak • 248 B. Sumber dan Kegunaan Lemak • 253 C. Sabun dan Detergen • 257 Rangkuman • 262 Peta Konsep • 262 Refleksi • 262 Evaluasi Kompetensi Bab 9 • 263 Proyek Semester 2 • 266 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 • 267 Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun • 271

Bab 7 Senyawa Aromatik • 195
A. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya • 196 B. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya • 204 C. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik • 207 Rangkuman • 214 Peta Konsep • 215 Refleksi • 215 Evaluasi Kompetensi Bab 7 • 216

Apendiks 1 • 275 Apendiks 2 • 283 Senarai • 286 Indeks • 291 Daftar Pustaka • 297

vii

viii

Bab

1
Sumber: Chemistry For You, 2001

Di negara yang memiliki musim dingin, salju yang menumpuk di jalan raya dan trotoar dicairkan dengan cara menaburkan garam (penurunan titik beku), seperti CaCl2 dan NaCl.

Sifat Koligatif Larutan
Hasil yang harus Anda capai: menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: • • menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan; membandingkan sifat koligatif larutan nonelektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.

Apakah Anda mempunyai teman atau kerabat yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi? Jika ya, tentu dokter akan menyarankan teman atau kerabat Anda itu untuk mengurangi konsumsi garam-garaman. Mengapa pula pedagang es menaburkan garam dapur (NaCl) di dalam tempat penyimpanan es? Kemudian, mengapa di wilayah yang memiliki musim dingin, garam-garam, seperti CaCl2 dan NaCl ditaburkan ke jalanjalan atau trotoar yang bersalju? Tentunya semua peristiwa itu berkaitan dengan bab yang akan kita pelajari sekarang, yaitu sifat-sifat koligatif larutan. Apakah sifat koligatif larutan itu? Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasinya. Sifat koligatif berbeda dengan sifat-sifat larutan yang sudah Anda pelajari sebelumnya, seperti daya hantar listrik, asam basa, dan kesetimbangan ion-ion dalam larutan yang bergantung pada jenis zat terlarut. Apakah sifat-sifat koligatif larutan itu dan apakah yang memengaruhi sifat-sifat koligatif larutan? Jawabannya akan Anda ketahui setelah mempelajari bab ini.

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif B. Penurunan Tekanan Uap C. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku D. Diagram Fasa E. Tekanan Osmotik Larutan F. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

1

Tes Kompetensi Awal
1. 2. Apakah yang dimaksud dengan larutan? Apa saja yang memengaruhi sifat fisik dan kimia suatu larutan? Apakah perbedaan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit?

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif
Di Kelas XI, Anda telah belajar satuan konsentrasi larutan berupa kemolaran. Pada topik berikut, Anda akan diperkenalkan dengan satuan konsentrasi larutan yang digunakan dalam menentukan sifat koligatif larutan, yaitu fraksi mol (X) dan kemolalan atau molalitas(m).

1. Fraksi Mol
Komposisi zat-zat dalam larutan dapat dinyatakan dalam satuan fraksi mol (X). Fraksi mol zat A (XA) menyatakan perbandingan jumlah mol zat A terhadap jumlah mol total zat-zat yang terdapat dalam larutan.
XA = mol A mol A = total mol semua komponen mol A + mol B + ... + mol ke-n

Jumlah fraksi mol semua komponen sama dengan satu. XA + XB + XC + ... = 1

Contoh 1.1
Menghitung Fraksi Mol Berapakah fraksi mol benzena (C6H6) dan toluena (C7H8) dalam larutan yang dibuat dari 600 g benzena dan 400 g toluena? Jawab: • Tentukan mol masing-masing zat • Tentukan fraksi mol zat Jumlah mol masing-masing zat:

Catatan Note
Jika hanya dua zat yang membentuk larutan maka: XA = 1 – XB atau XB = 1 – XA If there are only two substances forming solution so that: XA = 1 – XB or XB = 1 – XA

600 g = 7,69 mol 78 g mol −1 400 g mol C7H8 = = 4,35 mol 92 g mol −1 Fraksi mol masing-masing zat:
mol C6H6 = X C6H6 = X C7H8 =

7,69 mol = 0,64 7,69 mol + 4,35 mol 4,35 mol = 0,36 7,69 mol + 4,35 mol

Jumlah fraksi mol semua komponen harus sama dengan satu, Xbenzena + Xtoluena = 1

2. Kemolalan (Molalitas)
Kemolalan (m) didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. Dalam bentuk persamaan dirumuskan sebagai berikut.

molalitas =

jumlah mol zat terlarut jumlah massa pelarut (kg)

2

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Rumusan molalitas dapat dinyatakan dalam bentuk lain, yaitu: molalitas =
massa zat terlarut (g) konversi berat, 1.000 (g kg −1 ) × massa molar zat terlarut (g mol −1 ) massa pelarut (g)

Contoh 1.2
Menghitung Molalitas Larutan Berapakah molalitas larutan yang dibuat dari 6 g glukosa (Mr=180) yang dilarutkan ke dalam 100 g air. Jawab: Massa zat terlarut 6 g; massa molar zat terlarut 180 g mol–1; massa pelarut 100 g. molalitas =
massa glukosa massa molar glukosa
• • • •

Kata Kunci
Sifat koligatif Jumlah zat terlarut Fraksi mol kemolalan

×

(1.000 g kg −1 ) massa air

molalitas =

6g 180 g mol −1

×

(1.000 g kg −1 ) 100 g

=0,3 mol kg–1

Jadi, molalitas larutan glukosa adalah 0,3 m.

Kegiatan Inkuiri
Pada kondisi apa kemolalan sama dengan kemolaran? Bagaimana membuat larutan dengan kemolalan dan kemolaran sama? Diskusikan dengan teman-teman Anda.

Tes Kompetensi Subbab
1.

A
3. Sebanyak 50 g gula pasir (C12H22O11) dilarutkan ke dalam 500 g air. Berapakah molalitas larutan gula tersebut? Suatu larutan antibeku mengandung 40% berat etilen glikol (C2H6O2). Jika massa jenis larutan 1,05 g mL–1, berapa molalitas larutan tersebut?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 46 g etanol (CH3COOH) dan 44 g air. Berapakah fraksi mol masing-masing zat dalam larutan itu? Umumnya, formalin yang dijual di pasaran adalah 40% berat CH2O dalam air. Berapakah fraksi mol formalin dalam larutan tersebut?

2.

4.

B. Penurunan Tekanan Uap (ΔP) Δ
Menguap adalah gejala yang terjadi pada molekul-molekul zat cair meninggalkan permukaan cairan membentuk fasa gas. Gejala ini disebabkan oleh molekul-molekul pada bagian permukaan cairan memiliki energi yang dapat mengatasi gaya antaraksi di antara molekul-molekul cairan. Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan dinamakan tegangan permukaan. Jadi, molekul-molekul yang menguap memiliki energi lebih besar daripada tegangan permukaan.

1. Tekanan Uap
Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul (tegangan permukaan). Semakin lemah gaya antarmolekul semakin mudah senyawa itu menguap.

Sifat Koligatif Larutan

3

Puap

Uap

Cairan

Pada suhu rendah, molekul-molekul zat dapat meninggalkan permukaan cairan membentuk kesetimbangan dengan cairan yang berada di permukaannya ( (Gambar 1.1). Molekul-molekul fasa uap menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap. Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan uap salah satunya adalah suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin besar tekanan uapnya. Contohnya adalah tekanan uap air berbeda pada setiap temperatur seperti ditunjukan pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Tekanan Uap Air Tekanan (mmHg) 4,60 6,50 9,20 12,80 17,50 19,80 22,40 23,80 26,70 28,30 30,00 31,80 42,20 55,30 71,90 92,50 118,00 149,40 187,50 233,70 289,10 355,10 525,80 760,00
Sumber: General Chemistry, 1990

Gambar 1.1
Uap dan cairan membentuk kesetimbangan dinamis.

Suhu (°C) 0 5 10 15 20 22 24 25 27 28 29 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 90 100

Kegiatan Inkuiri
Air mendidih pada suhu 100°C, tetapi mengapa pakaian yang dijemur pada suhu kamar (25–30)°C dapat mengering? Jelaskan (hubungkan dengan proses penguapan).

2. Penurunan Tekanan Uap Larutan
Pelarut Larutan Gambar 1.2
Zat terlarut nonvolatil menurunkan penguapan pelarut.

Apa yang terjadi dengan tekanan uap jika ke dalam suatu cairan (misalnya, air) dimasukkan zat yang tidak mudah menguap (misalnya, gula pasir)? Adanya zat terlarut nonvolatile (tidak mudah menguap) di dalam suatu pelarut dapat menurunkan tekanan uap pelarut. Akibatnya, tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Mengapa? Untuk memahami bagaimana pelarutan zat yang tidak mudah menguap berpengaruh terhadap tekanan uap pelarut, lakukan oleh Anda eksperimen berikut.

4

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Aktivitas Kimia 1.1
Pelarutan Zat yang Tidak Menguap Tujuan Menjelaskan pelarutan zat yang tidak menguap. Alat 1. Gelas 2. Wadah tertutup Bahan 1. Aquades 2. Larutan gula 60% b/b Langkah Kerja 1. Sediakan dua buah gelas. Gelas pertama diisi dengan aquades dan gelas kedua diisi dengan larutan gula 60% b/b. Usahakan volume cairan dalam kedua gelas sama. 2. Simpan kedua gelas itu dalam wadah yang tertutup rapat, misalnya desikator selama satu hari. 3. Setelah satu hari, amati yang terjadi dalam kedua cairan itu. Keadaan Awal Keadaan Akhir

Pelarut (air)

Larutan gula

Larutan gula

Pertanyaan 1. Apa yang terjadi dengan cairan dalam kedua wadah itu? 2. Mengapa air murni berpindah ke gelas yang berisi larutan gula? 3. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.

Setelah dibiarkan beberapa waktu, volume larutan gula bertambah, sedangkan volume air murni berkurang. Mengapa? Fakta tersebut dapat dijelaskan jika tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan larutan yang mengandung zat nonvolatil, dan adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dan cairannya. Oleh karena tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan uap larutan gula maka untuk mencapai keadaan kesetimbangan, uap air murni akan diserap oleh larutan gula sampai tekanan uap di atas permukaan kedua cairan itu sama dan setimbang. Proses tersebut menghasilkan perpindahan molekul-molekul air dari pelarut murni melalui fasa uap ke dalam larutan gula sampai tekanan uap pada kedua permukaan cairan mencapai kesetimbangan.

Kata Kunci
• • • • • Gaya antaraksi antarmolekul Tegangan permukaan Zat terlarut nonvolatil Tekanan uap Hukum Raoult

Kegiatan Inkuiri
Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya? Misalnya, larutan etanol dalam air. Hubungkan dengan gaya antarmolekul atau ikatan hidrogen etanol-air dan air-air.

Sifat Koligatif Larutan

5

3. Hukum Raoult
P°larutan
Plarutan

Tekanan uap larutan yang mengandung zat terlarut nonvolatile telah dikaji oleh Francois M. Raoult, sehingga dihasilkan Hukum Raoult. Dalam bentuk persamaan dinyatakan sebagai berikut. Plarutan = Xpelarut Popelarut Keterangan: Plarutan = tekanan uap larutan Xpelarut = fraksi mol pelarut Popelarut = tekanan uap pelarut murni Secara matematis, Hukum Raoult merupakan persamaan linear: Y = mX Keterangan: Y = Plarutan m = Popelarut X = Xpelarut Jika Plarutan diekstrapolasikan terhadap Xpelarut, akan dihasilkan garis lurus dengan kemiringan menunjukkan Popelarut (Gambar 1.3). Penurunan tekanan uap (ΔP) pelarut akibat adanya zat terlarut nonvolatil dapat dihitung dari Hukum Raoult, yaitu: Plarutan = Xpelarut Popelarut

0

Xpelarut

1 Gambar 1.3

Hubungan tekanan uap larutan terhadap fraksi mol pelarut

Sekilas Kimia
Francois Marie Raoult (1830–1901)

Oleh karena (Xpelarut + Xterlarut) = 1, atau (Xpelarut = 1 – Xterlarut) maka Plarutan = (1 – Xterlarut) Popelarut = Popelarut – Xterlarut Popelarut Dengan menata ulang persamaan di atas, diperoleh: Popelarut – Plarutan = Xterlarut Popelarut (Popelarut – Plarutan) adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan (ΔP). Jadi, penurunan tekanan uap pelarut murni dapat dirumuskan sebagai berikut. ΔP = Xterlarut Popelarut

Contoh 1.3
Menghitung Tekanan Uap Larutan Hitunglah penurunan tekanan uap yang dibuat dari pelarutan 9,5 g tiourea (Mr = 76) ke dalam 90 g air (tekanan uap air pada 25°C adalah 23,76 mmHg). Jawab: • Hitung fraksi mol masing-masing zat • Tentukan tekanan uap larutan menggunakan Hukum Raoult • Tentukan ΔP Jumlah mol masing-masing zat adalah mol tiourea =
9,5 g = 0,125 mol 76 g mol -1

Sumber: www.uned.es

Francois Marie Raoult adalah seorang ahli kimia-fisika Prancis. Pada 1886 dia berhasil menemukan hubungan antara tekanan uap larutan dan zat terlarut. Hubungan tersebut diungkapkan dalam bentuk persamaan yang dikenal dengan Hukum Raoult.

mol air = 18 g mol -1 = 5 mol

90 g

6

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

2 mol Jadi.3 mmHg.59 mmHg Tekanan uap larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. Xpelarut = Kata Kunci • • Penurunan tekanan uap Massa molekul relatif mol pelarut mol pelarut + mol terlarut .atau mol terlarut = mol pelarut ⎜ ⎜ ⎛ ⎞ 1 − 1⎟ ⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Dengan demikian. Sifat Koligatif Larutan 7 .76 – 23. Besarnya penurunan tekanan uap adalah ΔP = (23.17 mmHg = =0.Fraksi mol air adalah mol H 2 O Xair = mol H O+mol CS(NH ) = 0. tekanan uap air turun dengan adanya tiourea.975 2 2 2 Plarutan = Xair P°air = (0.76 mmHg) = 23. yaitu: Xpelarut = Plarutan Ppelarut o Berdasarkan fraksi mol pelarut. massa molekul relatif urea adalah 60. tekanan uap larutan adalah 53. 3 mmHg 90 g mol air = 18 g mol −1 = 5 mol Jumlah mol urea: ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ mol urea = mol air ⎜ − 1 ⎟ = 5 mol ⎜ ⎝ 0.17 mmHg. berapakah Mr urea? Jawab: Tahap: (1)Hitung fraksi mol air menggunakan Hukum Raoult (2)Hitung mol urea berdasarkan fraksi mol air (3)Hitung Mr urea Fraksi mol air: Xair = Plarutan 53. 96 ⎠ ⎝ X air ⎠ = 0. mol zat terlarut dapat diketahui sehingga massa molekul relatifnya dapat ditentukan.96 o Ppelarut 55.166 mmHg Jadi.2 mol 12g Mr urea = = 60 g mol–1 0. Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55.166) mmHg = 0. Dengan menata ulang persamaan Hukum Raoult maka diperoleh fraksi mol pelarut. persamaan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut adalah Mr terlarut = massa zat terlarut (gram) mol pelarut ⎜ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Contoh 1.975) (23.4 Menentukan Mr dari Tekanan Uap Larutan Urea sebanyak 12 g dilarutkan dalam 90 g air pada 40 °C.

Tekanan uap larutan tersebut adalah 54.5 g naftalena ke dalam 60 g kloroform (CHCl3). Glukosa sebanyak 18 g dilarutkan dalam 125 g air pada 40°C. Tekanan uap air murni pada suhu tersebut 42. Akibatnya. Bagaimana titik didih air di pegunungan dibandingkan di pantai? Di daerah mana peluang terbesar terkena penyakit akibat bakteri yang terdapat dalam air minum? 1. Hitunglah tekanan uap larutan pada 35°C yang dibuat dengan melarutkan 18 g sukrosa dalam 72 g air. Adapun suatu zat dikatakan membeku jika partikel-partikel zat itu berada dalam kisi-kisi kesetimbangan sehingga tidak terjadi gerakan partikel. Kegiatan Inkuiri Semakin tinggi suatu tempat.52 2. Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55.02 1. Besarnya kenaikan titik didih larutan.2). Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Suatu zat cair dikatakan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer (tekanan udara luar) di atas permukaan cairan. Hitunglah penurunan 3. B tekanan uap kloroform pada 20°C. hitunglah Mr glukosa.34 Sumber: General Chemistry. C.2 46.Tes Kompetensi Subbab 1. Tabel 1.5 mmHg. Kenaikan Titik Didih Larutan Oleh karena tekanan uap larutan zat nonvolatil lebih rendah dari pelarut murninya maka untuk mendidihkan larutan perlu energi lebih dibandingkan mendidihkan pelarut murninya.22 3. Harga Kd bergantung pada jenis pelarut (Tabel 1.2 Tetapan Kenaikan Titik Didih Molal (Kd) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Karbon tetraklorida (CCl4) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Titik Didih(°C) 100 80. 2. Suatu larutan dibuat dari pelarutan 6. semakin rendah tekanan udaranya.1 76.4 61.53 5. atau Δ Td= Kd × m Kd adalah tetapan kesetaraan titik didih molal.3 mmHg. titik didih larutan akan lebih tinggi daripada pelarut murninya. selain getaran di tempatnya.63 2.2 mmHg. ΔTd (relatif terhadap titik didih pelarut murni) berbanding lurus dengan kemolalan larutan. Dalam bentuk persamaan dinyatakan dengan: ΔTd ≈ m. Diketahui tekanan uap kloroform murni pada 20°C = 156 mmHg. 1990 8 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Kerjakanlah di dalam buku latihan.8 78.2 Kd(°C m–1) 0.

Gelas kimia 2. Mr =92) ke dalam 150 g air. jika titik didih air 100°C? (Kd air = 0. Gelas ukur 4. Pembakar bunsen atau spirtus 5.42.2 °C × 74 g ( ) = 105. Oleh karena kenaikan titik didih berbanding lurus dengan molalitas larutan maka massa molekul relatif zat terlarut dapat ditentukan dengan mengubah persamaan molalitasnya. Timbangan Sifat Koligatif Larutan 9 .52°C m–1) Jawab: 5g 1. –1 Catatan Note Zat antididih yang ditambahkan ke dalam radiator berfungsi mengurangi penguapan air dalam radiator. massa molekul relatif zat X adalah 105.4 g dilarutkan dalam 74 g benzena menghasilkan titik didih larutan sebesar 82. suatu larutan dalam air dengan konsentrasi satu molal akan mendidih pada suhu lebih tinggi sebesar 0.52°C dari titik didih air. ΔTd = K d massa zat terlarut 1.52°C.53°C m–1) Jawab: 7.52°C m–1. Data kenaikan titik didih larutan dapat dipakai untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. Dengan kata lain.000 g kg −1 × Mr zat terlarut massa pelarut massa zat terlarut 1.5 Menghitung Titik Didih Larutan Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 5 g gliserol (C3H8O3.42 Jadi.000 g kg −1 −1 Mr X= 2.4 g 1.6 Menghitung Mr Berdasarkan Data Td Larutan Zat X sebanyak 7.2°C dan tetapan titik didih molal benzena 2. Contoh 1.2 tampak bahwa Kd air = 0. titik didih larutan sebesar 100.36 m = 0.000 g kg −1 × = 0. 36 m molalitas larutan = 150 g 92 g mol −1 ΔTd = Kd × m = 0. 36°Cm × 82.6 − 80.2 Kenaikan Titik Didih Larutan Tujuan Membuktikan kenaikan titik didih larutan Alat 1. Aktivitas Kimia 1. Berapakah titik didih larutan.000 g kg × massa pelarut ΔTd −1 Kata Kunci • • Titik didih larutan Kenaikan titik didih Mr zat terlarut = K d × Contoh 1.Pada Tabel 1. Untuk membuktikan kenaikan titik didih larutan. titik didih larutan adalah 100.52°C m × 0. Termometer 3. Antiboil substance is added into radioator to decrease water evaporation in radiator. Tentukan massa molekul relatif zat X. (Titik didih benzena 80. Anda dapat melakukan percobaan berikut.19°C Jadi. Artinya.6°C.19°C.

Selain pada radiator. adakah perbedaan titik didih antara kedua larutan? Jelaskan alasannya.68 3. Ukur suhu aquades pada saat mendidih. Suhu udara pada musim dingin dapat mencapai suhu di bawah titik beku air. atau ΔTb = Kb × m Kb disebut tetapan penurunan titik beku molal.org Nilai Kb untuk benzena 5. Sumber: wikipedia.3.50 –111. kemudian didihkan.5 80.20 Kb(°C m–1) 1. Penurunan Titik Beku Larutan Penambahan zat terlarut nonvolatil juga dapat menyebabkan penurunan titik beku larutan. Selain itu. Pertanyaan 1.99 4. penurunan titik beku (ΔTb) berbanding lurus dengan kemolalan larutan: ΔTb ≈ m. 2. sedangkan es tradisional adalah 30°F (0°C). Aquades 2. Suatu larutan dari zat terlarut nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan membeku pada suhu lebih rendah sebesar 5. Oleh karena itu. Garam dapur (NaCl) Langkah Kerja 1. penerapan dari penurunan titik beku juga digunakan untuk mencairkan es di jalan-jalan dan trotoar pada musim 10 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Gula pasir 3.12)°C atau 0.3°F (–78. Masukkan 35 g gula pasir ke dalam aquades (gelas kimia 1) dan 35 g garam dapur ke dalam aquades (gelas kimia 2). dalam air radiator mobil diperlukan zat antibeku yang dapat menurunkan titik beku air.12°C m–1.83 6. Dry ice lebih padat dan lebih dingin daripada es biasa.12°C dari titik beku benzena. Agar tidak terjadi pemisahan zat terlarut dan pelarutnya ketika larutan membeku. Oleh karena es ini tidak melewati fasa cair maka dinamakan dry (kering) ice. Seperti halnya titik didih. titik beku larutan zat nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan mulai membeku pada suhu (5. Penerapan dari penurunan titik beku digunakan di negara yang memiliki musim dingin. Tabel 1.12 1. diperlukan suhu lebih rendah lagi untuk mengubah seluruh larutan menjadi fasa padatnya. Hitunglah kenaikan titik didih larutan gula pasir dan larutan garam dapur. Sublimasi adalah proses perubahan suatu padatan langsung menjadi gas. jika sirup dimasukkan ke dalam freezer maka gula pasirnya akan terpisah dari es karena gula pasir tidak larut dalam es. Gejala ini terjadi karena zat terlarut tidak larut dalam fasa padat pelarutnya.5 – 5. Dengan kata lain. dry ice tidak mencair melainkan menyublim.86 5. Masukkan 250 mL aquades ke dalam gelas kimia 1 dan 2.5°C).3 Tetapan Penurunan Titik Beku Molal (Kb) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Naftalena (C10H8) Titik Beku(°C) 0.38°C. 2. kocok kedua larutan itu dan ukur kembali suhu didihnya.Bahan 1.00 5. Dengan jumlah massa yang sama. Zat antibeku yang banyak digunakan dalam radiator adalah etilen glikol (C2H6O2). Dry ice memiliki suhu –109. 3. Contohnya. 1990 Sekilas Kimia Dry Ice Pernahkah Anda memperhatikan tempat penyimpanan es ketika Anda membeli es krim di warung? Pembekuan es krim menggunakan apa yang disebut dengan dry ice. Harga Kb untuk beberapa pelarut dapat dilihat pada Tabel 1.60 –63. 2. Dry ice adalah karbon dioksida (CO2) yang dibekukan.50 –144.80 Sumber: General Chemistry.

3 Sifat Koligatif Larutan 11 .dingin.8 Menghitung Mr dari Data ΔTb Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 3 g zat X ke dalam 100 mL air. Alat 1. Mr zat X adalah 124. Gelas kimia 3.000 g kg −1 × molalitas larutan = =1m 100 g 62 g mol −1 Penurunan titik beku larutan: ΔT b = Kb × m = (1.2 g etilen glikol dalam 100 g air.45°C 1. Pembakar bunsen atau spirtus 2 bagiannya. titik beku larutan etilen glikol adalah –1. Termometer Bahan 1.86)°C = –1. Air Langkah Kerja A.45°C. 4.2 g 1.86°C Titik beku larutan = Titik beku normal air –ΔTb = (0. seperti CaCl2 dan NaCl sebagai penurun titik beku air sehingga es dapat mencair.7 Menghitung Penurunan Titik Beku Larutan Hitunglah titik beku larutan yang dibuat dari 6. penurunan titik beku larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut.45)}°C = 0.000 g kg −1 massa pelarut Contoh 1. 45o C Jadi. o −1 Mr X = 1. Tabung reaksi 2. Naftalena 2. ΔTb = {0 – (–0.0 – 1. Jika titik beku larutan – 0. Hal ini dilakukan dengan cara menaburkan garam-garam.86°C m–1) ( 1 m) = 1. Penentuan titik beku pelarut murni (naftalena) 1. Belerang 3. Mr zat terlarut = K b massa zat terlarut ΔTb × 1.86°C Kata Kunci • • Titik beku larutan Penurunan titik beku Sama seperti kenaikan titik didih. Stopwatch 5.3 Penurunan Titik Beku Larutan Tujuan Membuktikan penurunan titik beku larutan. Contoh 1.86°C m–1. Jawab: 6. Panaskan air dalam gelas kimia hingga suhu mencapai ± 90°C.000 g kg −1 = 124 100 g 0. 86 C m × 3g × Aktivitas Kimia 1. Ke dalam tabung reaksi besar dimasukkan 15 g naftalena dan gelas kimia diisi dengan air 2. berapakah massa molekul relatif zat X? Penyelesaian Nilai Kb air = 1.86°C Jadi. Timbangan 6.

dan gas. 12 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Cuplikan safrole 2. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 1. 6.34°C m–1. 4.78°C. 4. Padamkan pembakaran. D. aduk sampai semua belerang larut dalam naftalena. dan padat bergantung pada suhu dan tekanan. Ketiga fasa tersebut dapat diungkapkan dalam bentuk diagram P – T (Gambar 1. Buatlah grafik penurunan suhu naftalena sebagai fungsi waktu dan tentukan titik beku pelarut naftalena dari grafik tersebut. Suatu larutan gula dalam air mendidih pada suhu 100. Padamkan pembakar. Titik beku adalah pada saat tidak berubah untuk 1–2 menit.265°C. tambahkan 2. Mengapa harus ditambah garam dapur? Tes Kompetensi Subbab 1. Titik beku larutan belerang dalam naftalena 1. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda dan presentasikan di depan kelas. Safrole diekstrak dari minyak sassafras dan dipakai untuk pemberi aroma pada ‘root beer’. Hitung titik beku larutan ini.17°C? Diketahui Kd CS2 = 2. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 4. Kegiatan Inkuiri Pedagang es lilin atau es krim menambahkan es batu dan garam dapur di sekeliling bagian luar wadah es. Panaskan kembali air dalam gelas kimia hingga semua naftalena mencair kembali. 2. Bandingkan hasil pengamatan pada langkah kerja A dan langkah kerja B. Jika titik beku difenil eter murni adalah 26.8 g zat X dalam 200 g benzena.84oC dan tetapan penurunan titik beku molal 8°C m–1. Diketahui Kd (C6H6) = 2. Berapakah kenaikan titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa (C6H12O6) ke dalam 500 mL air? (ρ air = 1 g mL–1) Berapakah titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 9. kemudian catat penurunan suhu setiap ½ menit hingga ± 70°C. Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 12. hitunglah Mr safrole. Larutan membeku pada 25. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 81. cair. Diagram Fasa Air Seperti Anda ketahui.7 g propilen glikol (OH–CH2–(OH)CH–CH3) dalam 500 mL air. air dapat berada dalam fasa gas. 8.3. 3.4).4 g dilarutan dalam 103 g difenil eter. B. 7. cair.56 gram belerang ke dalam naftalena cair. 2. 3. Dalam diagram fasa terdapat kurva kesetimbangan antara fasa padat. dinamakan diagram P – T. berapakah titik beku larutan gula tersebut? Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 4. Buatlah grafik dan tentukan titik beku larutan belerang dalam naftalena dari grafik tersebut.1°C.9 g sukrosa dalam 175 mL air. Diagram Fasa Diagram fasa adalah ungkapan perubahan keadaan dasar fasa suatu zat dalam bentuk diagram. Setelah semua naftalena mencair.2 g gliserol (C3H8O3) ke dalam 100 g air? Suatu zat nonvolatil sebanyak 16 g dilarutkan dalam 38 g CS2. 5. 1. Diagram fasa dapat dinyatakan berdasarkan perubahan suhu (°C) dan tekanan (atm). Hitunglah titik beku larutan 7.53°C m–1 dan titik didih C6H6 = 80. C 5. lakukan pengukuran suhu seperti kegiatan A hingga ± 70°C.7 oC.

Pada tekanan 1 atm dan suhu 25°C.4 Diagram fasa air Titik tripel A (0. seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Titik A dinamakan titik tripel.58 mmHg).006 atm A Gas 0 0. menunjukkan keadaan wujud zat yang stabil. cair. Kurva AD yang membagi wilayah padat dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap padatan pada berbagai suhu. titik leleh (atau titik beku) normal B (0°C. Pada setiap daerah. menyatakan keadaan padat dan cair berada dalam keadaan setimbang: Padat Cair Kurva tersebut memberikan informasi tentang titik leleh padatan atau titik beku cairan pada suhu dan tekanan tertentu.4°C. 0. dan gas. dan titik kritis D (374. dan padat secara bersama-sama.01°C dan tekanan 0. cair. Hal ini disebabkan pada keadaan cair kurang rapat dibandingkan pada keadaan padat. Catatan Note Beberapa istilah fasa transisi: Penguapan: H2O( ) → H2O(g) Pengembunan: H2O(g) Peleburan: H2O(s) Pembekuan: H2O( ) 2 → H O( ) → H O(s) Sublimasi: H O(s) → H O(g) Deposisi: H O(g) → H O(s) 2 2 2 2 2 → H O( 2 ) Terminology for transition fase: Evaporation: H2O( ) → H2O(g) → H O( → H O( ) Freeze: H O( ) → H O(s) Sublimation: H O(s) → H O(g) Deposition: H O(g) → H O(s) Condensation: H2O(g) 2 2 ) Melt: H2O(s) 2 2 2 2 2 2 Sifat Koligatif Larutan 13 . air akan berwujud cair. Kurva AC yang membagi wilayah cair dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap air pada berbagai suhu.218 atm Tekanan (atm) D 1 atm Padat B Cair C Gambar 1.006 atm). 1 atm). 217. Dengan diagram fasa.7 atm).006 atm (4. 1 atm). Umumnya peleburan (padat → cair) atau pembekuan (cair → padat) tidak dipengaruhi oleh tekanan sehingga kurva AB cenderung membentuk garis lurus. sedangkan pada suhu 0°C air berwujud padat (es).01°C. 0. Anda dapat memperkirakan wujud suatu zat pada suhu dan tekanan tertentu.5. yaitu titik di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. Setiap titik pada kurva menunjukkan hubungan tekanan dan suhu. Titik tripel untuk air terjadi pada suhu 0. titik didih normal C (100°C. Kurva AB untuk air agak miring ke kiri karena pembentukan es pada tekanan tinggi suhunya turun sebesar 1°C dari keadaan normal (1 atm). Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara cair dan gas. Kurva AB yang membagi wilayah padat dan cair. Titik leleh dan titik didih air pada tekanan 1 atm ditunjukkan dengan garis putus-putus. berada pada suhu 0°C dan 100°C. Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara padat dan gas.0098 100 Suhu (°C) 374 Sumber: Chemistry: The Central Science. 2000 Pada diagram fasa tersebut terdapat tiga kurva yang membagi diagram ke dalam daerah padat. Kurva ini berpotongan dengan kurva yang lain pada titik A. Diagram fasa yang lain misalnya diagram fasa CO2.

1°C.11 atm. agar di panggung tampak seperti berkabut. Pada tekanan normal (1 atm). Adanya zat terlarut nonvolatil mengakibatkan pergeseran posisi kesetimbangan diagram fasa cair-gas. Diagram Fasa dan Sifat Koligatif Diagram fasa dapat digunakan untuk menyatakan sifat koligatif larutan. titik sublimasi Y (–78.11 atm X CO2(g) 1 atm Y –78. Perhatikanlah diagram fasa pada Gambar 1.4 Suhu (°C) 31. seperti kenaikan titik didih. ditunjukkan oleh kurva (A' – B'). titik didih 100°C (titik B). titik didih larutan lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarutnya (titik B'). dan tekanan uap (kurva A – B) yang bergantung pada suhu.6. larutan yang terbentuk akan memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan pelarut murninya. Demikian pula titik tripel larutan lebih rendah dari titik tripel air murni.5 –56.1 Sumber: Chemistry: The Central Science.11 atm. Adapun titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan titik beku pelarut murninya. Pada suhu kamar dan tekanan udara normal dry ice menyublim sehingga sifat ini sering dimanfaatkan untuk pertunjukan panggung terbuka. CO2 padat (dry ice) akan menyublim jika dipanaskan di bawah tekanan 5. dry ice akan mencair jika dipanaskan. 14 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII { .4°C. Di atas 5. dan penurunan tekanan uap. 1 atm). 73. Dengan sedikit pemanasan.11 atm). dry ice langsung menguap seperti asap. Gambar 1.11 atm.4°C dan 5. dan tekanan uap turun.5 Diagram fasa karbon dioksida Titik tripel X (–56.5°C. 5. 2. penurunan titik beku. Jika ke dalam air ditambahkan zat nonvolatil. Z CO2( ) Tekanan 5. dan titik kritis Z (31.6 Diagram fasa larutan dalam pelarut air Padat 1 atm C' C Cair A A' Gas B B' ΔTb 0°C 100°C ΔTd { Titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarutnya (titik C').73 atm CO2(s) Gambar 1. pelarut murni air memiliki titik beku 0°C (titik C).0 atm). 2000 Titik tripel CO2 berada pada –56. Oleh sebab itu.

(b) lebih tinggi dari 1 atm. yaitu: ΔTb = C – C' dan ΔTd = B' – B. Apa yang akan terjadi jika air dimasukkan ke dalam ruang vakum. Tekanan Osmotik Larutan Catatan Note Membran semipermeabel adalah sejenis plastik berpori yang hanya dapat dilalui oleh molekul-molekul kecil seperti air. which only could passed by small molecules such as water. π ≈ M atau π = k M k adalah tetapan kesetaraan yang bergantung pada suhu.7 Proses osmosis Contoh 1. E. Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat. Larutan pekat Membran semipermeabel Larutan Encer π = M RT atau π = ⎜ V ⎟ RT Keterangan: π = Tekanan osmotik M = Molaritas larutan R = Tetapan gas (0. melainkan ke kanan? Kerjakanlah di dalam buku latihan.Nilai ΔTb dan ΔTd ditunjukkan oleh selisih pergeseran kesetimbangan antara pelarut murni dan larutannya. 3.9 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Berapakah tekanan osmotik larutan yang dibuat dari 18 g glukosa yang dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 250 mL? Diketahui suhu larutan 27°C dan R = 0. Sifat Koligatif Larutan 15 . Oleh karena kemolaran memiliki satuan mol per liter larutan maka tekanan osmotik larutan dapat dinyatakan sebagai berikut. Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan.082 L atm mol–1 K–1. 2000 Gambar 1. Dalam bentuk persamaan dapat ditulis sebagai berikut. Untuk larutan encer harga k sama dengan RT. di mana R tetapan gas dan T adalah suhu mutlak. atau (c) lebih rendah dari 1 atm. dilambangkan dengan π. Penurunan tekanan uap larutan ditunjukkan oleh selisih garis AB – A'B'. Mengapa garis kesetimbangan padat-cair pada diagram fasa CO2 tidak miring ke kiri. Pada tekanan berapakah titik didih pelarut murni (air) sama dengan titik didih larutannya? Jelaskan. kemudian suhunya diturunkan sampai di bawah titik tripel? 2. molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan kesetimbangan konsentrasi di antara kedua medium itu (lihat Gambar 1. Tes Kompetensi Subbab D (a) tekanan normal (1 atm). Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi. Pada proses osmosis.7). Semipermeable membrane is a kind of pored plastic. 1.082 L atm mol–1K–1) T = Suhu (K) ⎛n⎞ ⎝ ⎠ Sumber: Chemistry: The Central Science.

kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang lainnya. Misalnya.025L ) = 5.25L = 9.960 g mol–1 Jadi. Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi.25 mmHg pada 25°C. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah akan pecah. Dengan diketahuinya tekanan osmotik suatu larutan maka massa molekul relatif dari zat terlarut dapat ditentukan. 1.Jawab: Jumlah mol C6H12O6 = 18 g 180 g mol -1 = 0. Jika tekanan osmotik larutan sebesar 1.25 mmHg × = 0.00164 atm 760 mmHg 0. Proses ini dinamakan hemolisis. Aplikasi Tekanan Osmotik Kata Kunci • • • • • Hipotonik Hipertonik Isotonik Hemolisis Krenasi Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel memiliki tekanan osmotik sama.00164 atm )(0. Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup.1mol π= × 0. Hal ini dilakukan dengan cara menata ulang persamaan tekanan osmotik menjadi: Mr massa zat terlarut (g) (atm)V(L) R.082 L atm mol–1 K–1 × 300 K 0. Jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain.960. tekanan osmotik larutan sebesar 9. Jawab: Ubah besaran ke dalam satuan SI.84 atm. dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah. baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman.84 atm Jadi.1 mol Tekanan osmotik larutan: π = ⎛ n ⎞ R T ⎜ ⎟ ⎝V⎠ 0.T Contoh 1. 1 atm π =1.01g Mr protein = (0. Seseorang yang membutuhkan pengganti cairan tubuh. larutan tersebut dinamakan hipotonik. massa molekul relatif protein adalah 5.01 g protein dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 25 mL.082 L atm mol–1 K–1)(298K) (0.10 Menentukan Massa Molekul Relatif dari Tekanan Osmotik Sebanyak 0. Hitunglah Mr protein. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan yang lain. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut. Konsentrasi cairan infus atau 16 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . larutan tersebut dinamakan hipertonik.

(b) Alat desalinasi tersusun atas silinder-silinder yang dinamakan permeator. air laut masuk ke dalam permeator dan masuk ke dalam serat berongga sehingga ion-ion garam dapat dipisahkan dari air laut. Proses osmosis juga bahkan dapat dibalikkan arahnya dengan menerapkan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis larutan. molekul-molekul air keluar dari larutan meninggalkan zat terlarut. (a) (b) Gambar 1.8. tetapi tidak dapat dilewati oleh ion-ion garam dari air laut.8 (a) Alat desalinasi air laut melalui osmosis balik. a. Wortel akan tampak segar karena menyerap kembali air yang hilang.minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk mencegah terjadi krenasi atau hemolisis. Proses ini dinamakan osmosis balik. Osmosis Balik Proses osmosis suatu larutan dapat dihentikan. sand filtrasi (air isi ulang). b. 2000 Penerapan tekanan dari luar yang melebihi nilai π menyebabkan terjadinya osmosis balik. (c) Dengan adanya tekanan. Ini dapat dikembalikan dengan merendam wortel dalam air. Kegiatan Inkuiri Apa yang terjadi jika cairan infus hipertonik atau hipotonik? Berapa kadar NaCl dalam infus agar isotonik dengan cairan dalam tubuh? 2. Contoh osmosis yang lain di antaranya sebagai berikut. Pada proses desalinasi. Osmosis balik berguna dalam desalinasi (penghilangan garam) air laut untuk memperoleh air tawar dan garam dapur. Ketimun yang ditempatkan dalam larutan garam akan kehilangan airnya akibat osmosis sehingga terjadi pengerutan. Membran yang dapat digunakan untuk proses osmosis balik adalah selulosa asetat. Serat berongga dari membran semipermeabel Molekul air (c) Partikel zat terlarut Air murni ke tangki penampung Serat Sumber: Chemistry: The Central Science. Membran ini dapat dilewati oleh molekul air. yang mengandung jutaan serat berongga kecil. Kata Kunci • • Osmosis balik Desalinasi Kegiatan Inkuiri Apa keunggulan dan kelemahan dari pemurnian air melalui proses demineralisasi (air dalam botol kemasan). Wortel menjadi lunak akibat kehilangan air karena menguap. seperti dapat dilihat pada Gambar 1. dan reverse osmosis (osmosis balik)? Sifat Koligatif Larutan 17 .

1. tekanan luar yang diperlukan agar terjadi osmosis balik harus lebih besar dari 4. π = (0. 1.75 atm pada 300K? F. Akibatnya.5 M.Contoh 1. bahwa untuk kemolalan yang sama. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit lebih besar dibandingkan larutan nonelektrolit. Berapa mol glukosa dalam 500 mL larutan yang memiliki tekanan osmotik 3. Berapakah tekanan osmotik larutan protein (Mr =90. Sebanyak 5 g hemoglobin dilarutkan dalam air hingga volume larutan 100 mL. gula pasir akan terhidrasi ke dalam bentuk molekul-molekulnya. tidak terjadi osmosis balik. garam tersebut akan terionisasi membentuk ion Na+ dan Cl–.082 L atm mol–1 K–1)(298K) = 4. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Sifat-sifat koligatif larutan yang telah dibahas sebelumnya hanya membahas larutan nonelektrolit yang tidak menguap di dalam larutannya.5 M untuk memisahkan gula dari pelarutnya secara osmosis balik pada 25°C? Jawab: Tekanan minimum adalah tekanan luar yang setara dengan tekanan osmotik larutan.018 atm.000) yang dibuat dari 3 g protein dalam 750 mL larutan pada 30°C? 2. Mengapa? Jika gula pasir (nonelektrolit) dilarutkan ke dalam air. Berapakah tekanan minimum yang harus diterapkan pada air gula 0. tetapi hanya sampai menghentikan tekanan osmotik larutan). akan terbentuk satu mol ion Na+ dan satu mol ion Cl– atau terbentuk dua mol ion. Berapakah massa molekul relatif hemoglobin tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tes Kompetensi Subbab E 3. 18 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tekanan osmotik larutan diukur pada 25°C dan menunjukkan tekanan sebesar 1.11 Menentukan Tekanan Luar pada Proses Osmosis Balik Air gula (C12H22O11) memiliki konsentrasi 0. jika satu mol gula pasir dilarutkan dalam air.35 mmHg.018 atm Jadi. → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) Jika satu mol garam dapur dilarutkan. ΔTb dan ΔTd Larutan Elektrolit Berdasarkan hasil penelitian diketahui. (jika tekanan luar sama dengan π. diketahui bahwa larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang tidak sama dengan larutan nonelektrolit akibat jumlah mol ion-ion dalam larutan meningkat sesuai derajat ionisasinya.5 mol L–1)(0. Bagaimana sifat koligatif larutan elektrolit? Berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah. → C12H22O11(s) ⎯⎯ C12H22O11(aq) Jika garam dapur (elektrolit) dilarutkan dalam air. Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada banyaknya zat terlarut sehingga sifat koligatif larutan elektrolit selalu lebih tinggi dibandingkan dengan larutan nonelektrolit. akan dihasilkan satu mol molekul gula pasir di dalam larutan itu.

yaitu satu mol ion Mg2+ dan dua mol ion Cl–. NaCl adalah elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna.. kecuali . pernyataan yang salah adalah (C) bentuk molekul air tetrahedral. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berkisar di antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit sebab larutan elektrolit lemah terionisasi sebagian.1 m × 1. seperti CH3COOH dan HF. Persamaan ionnya: → MgCl2(aq) ⎯⎯ Mg2+(aq) + 2Cl–(aq) Untuk larutan elektrolit lemah.1 m 0. Larutan NaCl 0. yang dinamakan faktor van’t Hoff. Nilai i untuk larutan garam ditentukan berdasarkan jumlah ion-ion per satuan rumus. dan kafein (nonelektrolit). dan seterusnya.86 oC m–1 = 0. bentuk molekul air tetrahedral D. g 1000 Mr × 10 4 × 1000 5 = 1. Ikatan kimia pada air adalah ikatan hidrogen dengan bentuk molekul “V”. O = 16.1 m × 1. Hubungan antara jumlah mol zat terlarut dan jumlah mol ionnya di dalam larutan telah dipelajari oleh van’t Hoff.1 m Penurunan titik beku larutannya: ΔT b = i × m × Kb = 1 × 0.1 m b. NaCl (elektrolit). dalam air terdapat ikatan hidrogen Pembahasan Pada reaksi di atas. Jumlah mol ion dalam larutan i= Jumlah mol zat yang dilarutkan Mahir Menjawab Agar 10 kg air tidak membeku pada suhu –5°C. diperlukan NaCl lebih dari 786 g B. Misalnya.186°C (b) Oleh karena NaCl adalah zat elektrolit maka dalam larutan NaCl 0. larutan NaCl adalah elektrolit kuat C. massa NaCl = 786 g Jadi. a. K2SO4 memiliki nilai i = 3. Jika diketahui Kb air = 1.86°C m–1.. Adapun satu molal larutan garam dapur dapat meningkatkan titik didih menjadi dua kali lipat atau setara dengan 3.1 m Jawab: a. A. Na = 23.1 m Penurunan titik beku larutannya: Δ T b = 2 × 0.12 Menghitung Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Berapakah penurunan titik beku larutan berikut dalam pelarut air? Diketahui Kb air = 1.1 m akan terdapat 0.86°C m–1 = 0.. dan dilambangkan dengan i.86 × 1 2 11 58. Larutan glukosa 0. Nilai tersebut didasarkan pada asumsi bahwa garam-garam yang larut terionisasi sempurna.86 dan Ar H = 1. NaCl memiliki nilai i = 2. AlCl3 (elektrolit). NaCl dapat terionisasi sempurna E.1 m 0. Cl = 35.1 m 0. Oleh karena glukosa adalah zat nonelektrolit maka jumlah molekul glukosa dalam larutan glukosa 0.Satu molal gula pasir dapat meningkatkan titik didih hingga 1. SPMB 2004 Contoh 1.5 × 10 4 × { + ( − ) } Δ = × Kegiatan Inkuiri Bandingkan titik didih larutan yang mengandung jumlah molal sama antara larutan C12H22O11(nonelektrolit).1 m sama dengan 0. perlu ditambahkan garam NaCl.86°C. → C6H12O6(s) ⎯⎯ C6H12O6(aq) 0.72°C.2 m ion-ionnya: → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) 0. Kenaikan titik didih larutan MgCl2 1 m menjadi tiga kali lebih tinggi dibandingkan larutan gula pasir sebab dalam larutan MgCl2 terbentuk tiga mol ion.372°C Kata Kunci • • • • • Derajat ionisasi Terionisasi sebagian Terionisasi sempurna Faktor van’t Hoff Asosiasi ion Sifat Koligatif Larutan 19 .5 maka pernyataan berikut benar.1 m.

9 1. seperti ditunjukkan pada Gambar 1. 20 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 mol L–1)(0.87 kali dibandingkan dengan larutan glukosa. Penyimpangan tersebut terjadi akibat adanya asosiasi ion-ion di dalam larutan. Hitunglah tekanan osmotik pada 25°C dan berapa persen fase penyimpangan dari faktor van’t Hoff. Jawab: Oleh karena NaCl adalah larutan elektrolit.9.13 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit Air laut mengandung 0. semakin besar peluang ion-ion untuk berasosiasi kembali sehingga penyimpangan dari faktor van’t Hoff di atas semakin tinggi. diketahui bahwa penurunan titik beku larutan NaCl 0.436 atm Perhitungan tekanan osmotik secara eksperimen: π = (i) M R T = (1. 436 − 23. 1989 NaCl MgCl2 MgSO4 FeCl3 HCl Glukosa* *) larutan nonelektrolit sebagai pembanding Contoh 1.5 M NaCl. seolah-olah tidak terionisasi.4. Semakin besar konsentrasi garam yang dilarutkan.9.3 3. Berdasarkan data penelitian. Perhitungan tekanan osmotik secara teoritis: π = (2) M RT =(2) (0.05 m Larutan Hitungan Hasil Pengamatan 2 3 2 4 2 1 1. 436 Sifat koligatif larutan elektrolit dapat dipakai untuk menentukan derajat ionisasi asam atau basa lemah di dalam larutan.214 atm Persentase fase penyimpangan dari perhitungan teoritis adalah 24. Perhatikanlah contoh soal berikut.0 Sumber: Chemistry (Zumdahl and Steven.4 1. Nilai penyimpangan beberapa garam ditunjukkan pada Tabel 1.Pasangan ion + – + + – – + + – – – + + + – + – Gambar 1.5 mol L–1) (0.9 Asosiasi ion-ion dalam larutan garam Anggapan bahwa garam-garam yang terionisasi sempurna akan membentuk ion-ion dengan jumlah yang sama dengan koefisien reaksinya. Tabel 1.9 2. Diketahui faktor van’t Hoff untuk NaCl = 1. secara teoritis akan terdapat ion-ion sebanyak 2 kali konsentrasi garamnya. ternyata tidak selalu benar. S). Menurut perhitungan seharusnya dua kali lebih besar dari larutan gula.4 Nilai Penyimpangan Faktor van’t Hoff Beberapa Garam dengan Konsentrasi 0.082 L atm mol–1 K–1) (298 K) = 24.9)(0.1 m sama dengan 1. Ion-ion dalam larutan dapat berantaraksi satu sama lain.214 × 100% = 5% 24.082 L atm mol–1K–1)(298 K) = 23.7 1.

1.1 molal jika HClO2 di dalam larutan terionisasi sebanyak 0. Berapa persen fase HF yang terionisasi? Jawab: Senyawa HF dalam larutan terionisasi sebagian membentuk kesetimbangan: HF(aq) H+(aq) + F–(aq) Misalkan. Berapakah penurunan titik beku larutan HClO2 0. dan (b) MgCl2 0. tetapi hanya ditentukan oleh jumlah spesi yang ada di dalam larutan. molekul HF yang terionisasi sebanyak x mol kg–1 maka: [H+] = x m.7.91°C = {(1.5 m.0 m adalah – 1. Diketahui nilai i = 2.0 – x) + (x) + (x)} m = (1. Bandingkan kenaikan titik didih larutan berikut dengan konsentrasi molal yang sama pada 25°C: (a) CO(NH2)2 0. Berapa persen fase penyimpangannya dari hasil perhitungan? 4. Tes Kompetensi Subbab F 3.91°C.Contoh 1.03m ×100% = 3% 1. mengapa perlu ditambahkan garam? Kerjakanlah di dalam buku latihan.0 + x) m Jumlah spesi di atas menyatakan kemolalan.0 m Jadi. Oleh karena itu. Jadi. Jumlah spesi yang ada dalam larutan adalah: (i) = (HF) + (H+) + (F–) = {(1.86°C m–1) atau x = 0.0 + x) m Dengan demikian.1%? Pada pembuatan es krim. Perkirakanlah titik didih larutan MgCl2 0. kemolalan larutan adalah (1. [F–] = x m Sifat koligatif larutan tidak bergantung pada jenis zat terlarut(ion atau molekul).0 + x) m} (1.03 m Persentase fase HF yang terionisasi dihitung berdasarkan jumlah molal HF terionisasi dibagi mula-mula: 0. ΔTb = m Kb 1. Sifat Koligatif Larutan 21 .5 m.05 m. senyawa HF yang terionisasi sebanyak 3%. 2.14 Menghitung Persentase Fase Ionisasi Larutan Elektrolit Lemah Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa titik beku larutan HF 1. penurunan titik beku ditentukan oleh jumlah molal spesi yang ada dalam larutan atau faktor van’t Hoff.

Zat-zat terlarut yang memengaruhi sifat koligatif larutan adalah zat yang sukar atau tidak mudah menguap (nonvolatil). Besarnya sifat koligatif larutan elektrolit merupakan kelipatan dari sifat koligatif larutan nonelektrolit sebesar faktor van’t Hoff. Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan yang memiliki konsentrasi lebih rendah ke larutan yang konsentrasinya lebih tinggi melalui membran semipermeabel yang hanya dapat dilalui oleh molekulmolekul pelarut. dan tekanan osmotik. 3. Selisih tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan dinamakan Penurunan Tekanan Uap ( PTU) atau ΔP . 14. 22 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tekanan osmotik suatu larutan dapat dibalikkan dengan cara menerapkan tekanan dari luar yang nilainya lebih besar dari tekanan osmotik larutan. Besarnya penurunan titik beku larutan adalah Δ Tb = Kb x m. 15. Besarnya tekanan osmotik suatu larutan dinyatakan dengan rumus: π = MRT 13. Besarnya kenaikan titik didih (ΔTd) dinyatakan dengan rumus: Δ Td = Kd x m 8. Prinsip osmosis balik digunakan untuk memperoleh air murni dari air laut (desalinasi). Tekanan uap suatu larutan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut. Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut.Rangkuman 1. 10. Terdapat empat sifat fisika larutan yang tergolong sifat koligatif larutan yaitu: penurunan tekanan uap. 11. Sifat koligatif larutan elektrolit memiliki nilai lebih tinggi dari sifat koligatif larutan nonelektrolit untuk jumlah mol yang sama. kenaikan titik didih. Sifat koligatif larutan menggunakan satuan molal dan fraksi mol. Fraksi mol adalah jumlah mol fraksi suatu zat di dalam suatu larutan. Plarutan = Xpelarut Popelarut 6. Tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan oleh fasa uap suatu zat cair yang membentuk keadaan kesetimbangan dengan cairannya. 2. yaitu: Δ P = Xterlarut Popelarut 7. 5. 9. akibat perbedaan konsentrasi antara dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Nilai tekanan uap larutan dinyatakan dengan Hukum Raoult. Tekanan osmotik adalah tekanan yang ditimbulkan oleh proses osmosis. penurunan titik beku. tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut. 12. Titik didih larutan selalu lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut murninya. Diagram fasa adalah suatu cara untuk menyatakan perubahan wujud suatu zat secara diagram berdasarkan suhu (°C) dan tekanan (atm). Titik beku larutan selalu lebih rendah dari titik beku pelarut murninya. 4.

Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari sifat koligatif larutan? Sifat Koligatif Larutan 23 . diskusikan dengan teman atau guru Anda. sekaligus membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan berpikir analisis. Anda juga dapat memahami hubungannya dengan perhitungan massa molekul relatif suatu zat. Pemahaman mengenai sifat koligatif dapat diaplikasikan secara langsung pada beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat memahami sifat koligatif larutan baik larutan nonelektrolit maupun elektrolit. Selain itu. pemanfaatan garam untuk menurunkan titik beku es atau salju dan penggunaan infus di rumah sakit. Misalnya. Dengan mempelajari bab ini. Anda telah mengetahui perbedaan antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dan larutan elektrolit yang dapat memperdalam pemahaman Anda mengenai sifat koligatif itu sendiri. Kemudian.Peta Konsep Sifat Koligatif Larutan terdiri atas Larutan nonelektrolit Larutan elektrolit dipengaruhi oleh Faktor van’t Hoff (i) terdiri atas Penurunan tekanan uap ΔP = Xterlarut P°pelarut Kenaikan titik didih ΔTd = Kd m Penurunan titik beku ΔTb = Kb m Tekanan osmotik π=MRT menjadi dasar Pemurnian air dengan osmosis balik Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 1 ini? Bagian manakah dari materi Bab 1 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan.

tekanan di atas larutan B. penurunan gaya tarik antarmolekul Besarnya penurunan tekanan uap larutan …. 64% Larutan etanol dalam air adalah 12% berat etanol. 18 g C.. 0. A. 5.10 m E. 0..2 m Sebanyak 11 g MgCl2 dilarutkan dalam 2 kg air. A.50 m C. A. 0. 270 g E. A. 179 g 10. Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah …. 3. 745.. Zat nonvolatil berikut akan mempunyai tekanan uap larutan paling rendah jika dilarutkan dalam pelarut benzena(diketahui jumlah gram terlarut sama). 8. (CH3)2(OH)2 E. (NH2)2CO 13. A. C12H22O11 B. 0. 775. A. A. sama pada setiap temperatur C.. NH4NO3 C.. 12. 0. C12H22O11 D.2 UMPTN 1998: Fraksi mol larutan metanol (CH3OH) dalam air adalah 0.40 m B. 2. 50% D. C6H12O6 16. A. A. tekanan pelarut murni di permukaan larutan C. CuSO4 E. C6H5OH 15. 2.. A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 0. 0. berbanding lurus dengan fraksi zat terlarut B. NiCl2 B. 0. 342 g C. adanya zat terlarut yang mudah menguap B. 17. Molalitas larutan adalah …. bergantung pada jenis zat terlarut 9.9 C. 772.1 g B. C8H10 B. Ebtanas 2000: Sebanyak X g C2H6O2 (Mr =62) dilarutkan ke dalam 468 g air (Mr =18) sehingga tekanan uap jenuh larutan pada suhu 30°C = 28. tekanan yang diberikan oleh komponen larutan dalam fasa uap D.50 m C. CH3OH B.96 m B..69 B. 684 g D. 75% B. C6H12O6 D. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100. dengan massa jenis 0.3 D.. Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan sama = 0.1 mmHg D.12 m E. 4. 0. Zat-zat berikut akan memiliki kenaikan titik didih paling tinggi jika dilarutkan dalam air dengan berat yang sama adalah.1 mol NaOH dalam 500 g air adalah…. sama untuk setiap pelarut D. CS(NH3)2 D.8 mmHg. C6H6O2 C.25 m Tekanan uap larutan adalah …. 6. 1. yaitu . zat yang akan memberikan larutan dengan titik didih paling tinggi adalah. Kemolalan etanol dalam larutan adalah …. pada suhu tersebut tekanan uap larutan adalah …. 0. adanya zat terlarut yang sukar menguap C. C2H5OH D.. 90 g B. harga X adalah …. 0.10 m E. 0. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan zat terlarut E. 754. A. A. 757.. 80% C. 2.10 molal) adalah . Ebtanas 1999: Tekanan uap jenuh air pada 100°C adalah 760 mmHg.1 mmHg B. pelarut dan zat terlarut yang tidak bercampur E. C6H12O6 14..98 g mL–1 pada 20°C. C6H12O6 C.2 mmHg 11. 60% E.2 mmHg E. 0. Jika pada suhu itu tekanan uap air murni 31. C2H6O2 E. C3H8O3 E. 86 g 12. A. A.55 m Kemolalan larutan yang dibuat dari 0.Evaluasi Kompetensi Bab 1 A. 0.5. bergantung pada jumlah pelarut E.05 m D. CH3OCH3 C. Jika 30 g dari masing-masing zat berikut dilarutkan dalam 1 kg air.50) maka jumlah gula (Mr = 342) yang harus dilarutkan adalah ….1°C pada tekanan 1 atm (Kd = 0. 171 g E.05 m D.62 mmHg.05 m D. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan larutan Peristiwa berkurangnya tekanan uap larutan terjadi akibat …. 7.00 m C. 0. Konsentrasi metanol dalam larutan (dalam persen berat metanol) adalah ….45 m B. kemolalan larutan yang terbentuk adalah ….5 E. Titik beku suatu larutan nonelektrolit dalam air adalah –0.5 mmHg C. A. 358 g D. 0. 24 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .14°C. Jika18 g glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air (Mr =18). adanya komponen pelarut dalam fasa uap D. 0.

tekanan osmotik larutan pertama …. Tekanan osmotik larutan yang terjadi sebesar …. A. C6H4 C. A. 20 g Konsentrasi larutan suatu polipeptida (pembentuk protein) dalam air adalah 10–3 M pada suhu 25oC. A. 19 E.86 m B. 24.90 atm D. 18 D. C. yang merupakan daerah perubahan titik didih adalah …. 186 Sebanyak 30 g zat nonelektrolit (Mr = 40) dilarutkan dalam 900 g air. 30. A D. 3. Rumus molekul senyawa tersebut adalah ….5 atm K B E Gas GH I J T°C L C F 24. B. 0. 20. A. Agar diperoleh penurunan titik beku setengah dari titik beku tersebut. 0. 0. F C. C 28. G – H B.6 Ebtanas 2000: Pada suhu 27oC.00 m C. 15 g E. B – C E. 0.15°C. A.39 atm B. A. 10 g D. B – C E. proses yang terjadi adalah …. E. 18. A..1 g dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. D – E Sifat Koligatif Larutan 25 . peleburan E. A. C9H6 D. A..0245 D. 0.17. 21 B. 4. peleburan B.5 B.45 g suatu zat dilarutkan dalam 30 g air.. A. R = 0. zat tersebut harus ditambahkan ke dalam 1. 2. 20 Titik beku larutan yang dibuat dengan melarutkan 20. 18. C15H10 E. sublimasi B. sublimasi D. C18H12 Sebanyak 0. Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 6 g urea (Mr = 60) ke dalam satu liter air. 0. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0. penguapan D. A. Jika suhu dinaikkan dari titik D ke titik N pada tekanan tetap 1 atm. 22 C.0 atm 23.. 156 C. 21. 0. 45 g B.. I – J C.200 g air sebanyak . 1 larutan kedua 3 3 kali larutan kedua 2 larutan kedua 3 sama dengan kedua 3 larutan kedua 2 Untuk menjawab soal nomor 24 sampai dengan 28.93oC (Kb air = 1.075 m Ebtanas 1998: Sebanyak 1. pembekuan E. Jika penurunan titik beku larutan 0.2 E. A – B D. 1 atm D A N Cair Padat 0. 22. proses yang terjadi adalah …. kondensasi C.46 atm C.33oC. Jika suhu dinaikkan dari titik K ke titik L pada tekanan tetap 0.14 m E.5 g suatu zat yang rumus empirisnya (C3H2)n dalam 400 g benzena adalah 4. C3H2 B. yaitu antara .5 atm. 1.760 E. Tekanan osmotik larutan ini adalah …. 100 D. Massa molekul zat tersebut adalah …. A. 204 B. 1. sukrosa C12H22O11 (Mr = 342) sebanyak 17. 83. Pada suhu yang sama. 50 C..55°C.8 g zat nonelektrolit dilarutkan ke dalam 200 g air.15 m D.. perhatikanlah diagram fasa berikut. titik bekunya –1. penguapan 26.082 L atm mol–1 K–1. A.05 g C. Larutan lain diperoleh dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr= 180) dalam satu liter air.. Titik beku benzena murninya adalah 5. kondensasi 27. G – H B.. D B. Menurut diagram fasa tersebut. 19.86 oC m–1) maka massa molekul relatif zat tersebut adalah …. D – E 25. pembekuan C. I – J C. A – B D. Dari diagram fasa tersebut yang merupakan titik didih normal air adalah.48°C. D. B E.80 atm E. Perubahan daerah titik beku larutan pada diagram fasa tersebut.

A. 2. Larutan 5. A. dan tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 23. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama.0 g cm–3.00 C.874 g cm–3).2 0.02 D. 0% C.8787 g mL–1.2 molal sukrosa D. larutan 1 molal glukosa E. desinfektan yang dipasarkan adalah 3.1 0. 7. jenis pelarut D. Umumnya.86°C m–1.24 atm pada 20°C. 1. ρ =0. 0.… A.186 –0. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.138 g tiroksin dalam 25 g benzena memberikan tekanan osmotik sebesar 1. jika 1. 0.186 Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku bergantung pada ….50 B.372 –0.2 0. dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama. Derajat ionisasi zat elektrolit ini adalah . Berapakah fraksi mol dan kemolalan toluena? Hitunglah tekanan uap larutan dan tekanan osmotik suatu larutan 10% sukrosa pada suhu 25°C. Tiroksin adalah salah satu jenis hormon yang mengontrol metabolisme tubuh dan dapat diisolasi dari kelenjar tiroid.4 molal membeku pada –1. 0. tekanan osmotik urea paling besar B. 4.… A.74 oC.744 –0. Hitunglah massa molekul suatu senyawa.05 E.8% dalam air B. 50% E. 6. Jika massa jenis benzena = 0. 1.488°C. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 mL toluena (C6H5CH3. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida. konsentrasi molal larutan C.04 g mL–1. Jika tekanan uap air pada suhu tersebut adalah 20 mmHg.1 Titik Beku (°C) –0. 0.15 gram senyawa tersebut dilarutkan dalam 75 gram benzena memberikan kenaikan titik didih sebesar 0.275°C. 31.83. D. Pernyataan yang benar adalah . jumlah partikel zat terlarut 30. larutan 5. jenis partikel zat terlarut E. Ebtanas 1999: Larutan NaCl 0. Sebanyak 20 g zat elektrolit biner (Mr= 100) dilarutkan dalam 500 g air.8% glukosa dalam air C.76 mmHg. hitunglah kemolalan dan fraksimol H2O2. semua tekanan osmotik larutan sama.8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan . Jika harga Kb = 1. larutan 4 molal glukosa 5. Berapakah derajat ionisasi asam tersebut? 26 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Suatu asam HA 0.867 g cm–3) dan 125 mL benzena (C6H6. Dengan asumsi bahwa massa jenis larutan adalah 1. C. hitunglah massa molekul tiroksin. 8.1 0. tekanan osmotik asam propanoat paling besar. derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut adalah …. jenis zat terlarut B. ρ =0. Ebtanas 1997: Data percobaan penurunan titik beku: Larutan NaCl NaCl CO(NH2)2 CO(NH2)2 C6H12O6 Konsentrasi (molal) 0.88 B.… A.0% (berat) larutan H2O2 dalam air. E. asam propanoat.372 –0.25 m dalam air membeku pada suhu –0. misalnya urea.000 g air untuk menurunkan titik beku larutan hingga –10°C. Larutan yang mengandung 1. hitunglah tekanan uap larutan tersebut. 75% 32. 90% D.29. 3. Larutan 19 gram NaCl dalam 250 g air mempunyai derajat ionisasi 0. larutan 0.651. Titik bekunya adalah –0. larutan sukrosa 5. 33. 100% B. Massa jenis larutan tersebut adalah 1. Hitunglah massa etilen glikol (C2H6O2) yang terdapat dalam 1.

Anda harus mampu: • • • menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industri. sel elektrolisis. sel elektrolisis.mpbdp. Sel Elektrokimia C. Setelah mempelajari bab ini. Anda akan mempelajari kembali dan memahami lebih dalam tentang reaksi redoks berdasarkan perubahan biloks. Penyetaraan Reaksi Redoks B. Bagaimanakah prinsip redoks dalam sel elektrokimia.org Kalkulator bekerja karena terjadinya proses reaksi redoks. bukan? Bagaimanakah kalkulator dapat bekerja? Sumber tenaga apakah yang bekerja pada kalkulator? Anda tentu telah mempelajari prinsip-prinsip reaksi redoks di kelas X. A. menerapkan Hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit. Masih ingatkah Anda apa yang dimaksud dengan reaksi spontan? Reaksi spontan terjadi karena adanya perbedaan kemampuan afinitas elektron antarpereaksi dalam baterai. dan korosi. Apakah Anda sering menggunakan kalkulator untuk menghitung? Tidak hanya Anda. Aliran elektron inilah yang bertindak sebagai sumber tenaga listrik sehingga kalkulator dapat digunakan untuk menghitung. Korosi dan Pengendaliannya 27 . penjual sayuran di lingkungan tempat Anda tinggal juga sering menggunakan kalkulator. Sel Elektrolisis D.Bab 2 Sumber: www. Pada bab reaksi redoks dan elektrokimia. Reaksi ini menyebabkan terjadinya aliran elektron. Reaksi Redoks dan Elektrokimia Hasil yang harus Anda capai: menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari. dan korosi? Anda dapat mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Reaksi redoks dapat menjelaskan mengenai proses yang terjadi dalam sel elektrokimia. menjelaskan reaksi oksidasi reduksi dalam sel elektrolisis.

biloks atom N berubah dari +5 menjadi +2 (terjadi penurunan biloks sebesar 3 satuan). Hubungkan dengan perpindahan elektron yang terjadi. 3. kenaikan total biloks Cu adalah 2 satuan. Atom yang tidak mengalami perubahan biloks tidak perlu disetarakan pada tahap penyetaraan biloks. Metode PBO Metode ini didasarkan pada kekekalan muatan. Perubahan biloks atom-atom pada reaksi tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk diagram berikut. Dari hasil ini diketahui bahwa atom N dan Cu mengalami perubahan biloks. tetapi disetarakan pada tahap akhir untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. A. Pada persamaan reaksi tersebut. tetapi memerlukan metode khusus. sedangkan metode setengah reaksi melibatkan pelepasan dan penerimaan elektron. 2. Ada dua metode untuk menyetarakan reaksi redoks. Perhatikanlah persamaan reaksi berikut. Kegiatan Inkuiri Apakah semua reaksi melibatkan perubahan bilangan oksidasi? Berikan contoh reaksinya. –5 –3 –2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 +2 +4 28 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . yaitu metode perubahan biloks (P ) dan metode setengah reaksi.Tes Kompetensi Awal 1.1 Serbuk seng dimasukkan ke dalam larutan HCl akan terjadi reaksi redoks yang spontan. Oleh karena ada dua atom Cu. → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Atom yang mengalami perubahan biloks dapat ditentukan melalui pemeriksaan setiap atom. 1. ⎯→ Zn + 2H+ ⎯ Zn2+ + H2 Berdasarkan prinsip kekekalan muatan. Pada atom Cu. setiap atom yang mengalami perubahan biloks harus disetarakan dengan cara mengubah koefisien reaksinya. Apa yang dimaksud dengan perubahan biloks? Apa yang dimaksud dengan oksidator dan reduktor. +5 +1 +2 +2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Sumber: Chemistry: The Central Science. Apa yang dimaksud dengan reaksi redoks? Jelaskan secara lengkap berdasarkan perkembangan konsepnya. Penyetaraan Reaksi Redoks Persamaan reaksi yang melibatkan redoks biasanya sukar untuk disetarakan dengan cara biasa sebagaimana Anda pelajari di Kelas X. yakni kenaikan biloks atom teroksidasi harus sama dengan penurunan biloks atom tereduksi.2000 Gambar 2. terjadi perubahan biloks dari +1 menjadi +2 (terjadi kenaikan biloks). Metode PBO melibatkan perubahan biloks.

Tahap-tahap untuk menyetarakan persamaan reaksi dengan cara PBO adalah sebagai berikut. tetapi ada atom N lain yang muncul sebagai ion NO3– dalam senyawa Cu(NO3)2.2 Amonium dikromat mengalami reaksi auto-redoks (disproporsionasi). Setarakan atom-atom lain yang tidak mengalami reduksi dan oksidasi untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. 1. Atom N dikalikan dengan faktor 2 sehingga diperoleh: –3 × (–2) → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 × (3) Persamaan reaksi menjadi: → 2HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Walaupun atom N yang mengalami perubahan biloks telah disetarakan. Zn(s) + 2HNO3(aq) ⎯⎯ Zn(NO3)2(aq) + H2 (g) → Setarakan persamaan tersebut dengan metode PBO. 6. samakan atom H atau O pada kedua ruas dengan mengubah koefisien H2O. tetapi molekul H2O belum setara. baik reduktor maupun oksidator. Tambahkan koefisien pada pasangan tersebut jika terjadi perbedaan jumlah atom (seperti pada atom Cu). reaksi-reaksi kimia yang melibatkan reaksi redoks dapat disetarakan. Tentukan biloks semua atom untuk mengetahui atom-atom mana yang mengalami perubahan biloks. Periksalah apakah persamaan sudah setara. 2. 2000 Gambar 2.1 Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode PBO Logam seng bereaksi dengan asam nitrat menurut reaksi berikut. 3. yang dikalikan dengan koefesien reaksinya. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 29 . Contoh 2. 4. Persamaan reaksi menjadi: 14HNO3(aq) + 3Cu2O(s) ⎯⎯ 6Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 7H2O( ) → Dengan demikian. Pasangkan oksidator dan produknya. baik massa maupun muatannya. kekurangan 12 ion NO3– disetarakan dengan menambahkan 12 molekul HNO3 pada ruas kiri sehingga persamaan menjadi: → 14HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Atom N dan Cu sudah setara. Tentukan perubahan biloks. (NH4)2Cr2O7 → N2 + 4H2O + Cr2O3 Kata Kunci • • • • • • Perubahan biloks (PBO) Metode setengah reaksi Hukum Kekekalan Muatan Hukum Kekekalan Massa Oksidator Reduktor 5. Untuk memenuhi kekekalan massa. Nilai perubahan ini merupakan faktor penyetara. Sumber: Chemistry: The Central Science.Oleh karena kenaikan biloks Cu harus sama dengan penurunan biloks N maka atom Cu harus dikalikan dengan faktor 3. reduktor dan produknya menggunakan diagram seperti pada contoh. Untuk menyetarakannya.

a. baik muatan maupun massanya. 4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 + 3H2O → Atom H juga harus disetarakan dengan cara memeriksanya di kedua ruas. Reaksi Redoks dalam Suasana Asam Tinjau reaksi ion MnO 4– dan Fe 2+ dalam suasana asam dengan persamaan kerangka sebagai berikut. dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima 5 elektron. 4Zn(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 (aq) + NH4NO3(aq) + 3H2O( ) → Tahap 6 Periksalah apakah persamaan di atas sudah memenuhi kekekalan massa dan muatan. sebagian hasilnya adalah MnSO4 dan CO2. Memisahkan persamaan kerangka ke dalam dua setengah reaksi. Dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima .. tambahkan 9 HNO3 di ruas kiri agar atom N sama dengan ruas kanan. KMnO4 ⎯ MnSO4 ⎯→ +7 +2 5e – Jadi. yaitu: a. 3 elektron D. Pada reaksi ini atom Zn dan N 0 +5 +2 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 2–3 Menentukan pasangan oksidator dan reduktor serta menyetarakan jumlah atomnya. Setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi. (D) SPMB IPA 2006 30 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Persamaan reaksi yang sudah setara dan lengkap dengan fasanya adalah sebagai berikut. Masing-masing setengah reaksi disetarakan. tambahkan 3 H2O di ruas kanan sehingga jumlah atom O sama. Metode setengah reaksi: 8H + MnO + 5e ⎯ ⎯→ Mn2+ + 4H2O (suasana asam) elektron yang terlibat = 5e– Metode bilangan oksidasi (biloks): + – 4 – 4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Atom O: ada 30 atom O di ruas kiri dan 27 atom O di ruas kanan.Jawab: Tahap 1 Menentukan atom yang mengalami perubahan biloks. b.. 7 elektron Pembahasan Ada dua cara penyelesaian. + 5 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → 0 +2 Tahap 4 Menentukan nilai perubahan biloks dan menyetarakannya. Metode Setengah Reaksi Penyetaraan persamaan redoks dengan metode setengah reaksi didasarkan pada transfer elektron. Untuk mengetahui jumlah elektron yang ditransfer dilakukan pemisahan persamaan ke dalam dua setengah reaksi. 1. Mahir Menjawab Jika KMnO 4 bereaksi dengan H2C2O4dalam suasana asam. 5 elektron E. 1 elektron B. 2. –8 × (–1) Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → +2 × (4) Hasil penyetaraan muatan adalah 4Zn + HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 5 Setarakan atom-atom yang lain dengan cara memeriksa jumlah atom-atomnya. MnO4– + Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + Fe3+ → Tahap-tahap penyetaraan dengan metode ini adalah sebagai berikut. A. Atom N: ada 10 atom N di ruas kanan. kemudian digabungkan kembali untuk memperoleh persamaan reaksi redoks yang setara. 2 elektron C..

tetapi muatannya belum setara. c. Penyetaraan Setengah Reaksi Reduksi Pada setengah reaksi reduksi. tambahkan satu elektron pada ruas kanan persamaan. Penghilangan elektron dapat dilakukan dengan perkalian silang jumlah elektronnya. Penyetaraan Setengah Reaksi Oksidasi Setengah-reaksi oksidasi untuk besi sudah setara ditinjau dari jumlah atom. tambahkan lima elektron pada ruas kiri.2. 4. baik muatan maupun massanya. atom Mn disetarakan dengan cara menyamakan koefisien pereaksi dan produknya. 3. Jadi. Penyetaraan atom O dilakukan dengan menambahkan H2O pada ruas kanan. → Fe2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– (setengah reaksi oksidasi) Tahap akhir adalah menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menghilangkan elektron dalam kedua setengah reaksi sebab elektron tidak muncul dalam persamaan reaksi netral. → MnO4– + 8H+ ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Muatan listrik di ruas kiri ada +7 dan di ruas kanan ada +2. → MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O (setengah reaksi reduksi) Periksalah apakah persamaan sudah setara muatan dan massanya.3 Reaksi oksidasi asam oksalat oleh KMnO4 dalam suasana asam 5C2O42– + 2MnO4– + 16H+ → 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O Contoh 2.2 Penyetaraan Persamaan Redoks dalam Suasana Asam dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi redoks berikut menggunakan metode setengah reaksi yang diasumsikan terjadi dalam suasana asam. Untuk menyetarakannya. → (×1) MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O 2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– → Fe (×5) Persamaan akhir menjadi: → MnO4– + 8H+ + 5Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara. Menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menyetarakan persamaan reaksi. b. → MnO4– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Kelebihan atom H di ruas kanan disetarakan dengan menambahkan asam (ion H+) pada ruas kiri (ingat suasana asam). → MnO4– ⎯⎯ Mn2+ (reaksi reduksi) 2+ ⎯⎯ → Fe3+ (reaksi oksidasi) Fe Menyetarakan jumlah atom-atomnya sesuai Hukum Kekekalan Massa. Menyetarakan muatan listrik (kekekalan muatan) dengan cara menambahkan elektron pada ruas kiri (untuk reaksi reduksi) dan ruas kanan (untuk reaksi oksidasi). → CH3OH + Cr2O72– ⎯⎯ CH2O + Cr3+ Jawab: Tahap 1 → CH4O ⎯⎯ CH2O 2– ⎯⎯ → Cr3+ Cr2O7 (reaksi oksidasi) (reaksi reduksi) Reaksi Redoks dan Elektrokimia 31 . Sumber: Chemistry: The Central Science.2000 Gambar 2.

Tahukah Anda bagaimana tubuh kita dapat melakukan semua aktivitas tersebut? Berasal darimanakah energi yang kita gunakan? Ketika makanan diuraikan di dalam sel tubuh. terjadi pemindahan elektron yang berasal dari glukosa dan molekul makanan lainnya. dan belajar merupakan kegiatan rutin yang Anda lakukan. terjadi pelepasan energi yang digunakan untuk mensintesis molekul bernama ATP (Adenosin Trifosfat). Tahap 2 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ → Cr2O72– + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 3 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– → Cr2O72– + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 4 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– 2– → Cr2O7 + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Pemeriksaan muatan dan massa: Evaluasi Muatan Atom C Atom H Atom O Atom Cr Ruas Kiri 6+ 3 20 10 2 (× 3) (× 1) → 3CH4O + Cr2O72– + 8H+ ⎯⎯ 3CH2O + 2Cr3+ + 7H2O Ruas Kanan 6+ 3 20 10 2 Dengan demikian. Ketika rantai transpor elektron berlangsung. → MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO42– Caranya sama seperti dalam suasana asam. elektron yang berpindah tersebut akan melalui suatu rangkaian reaksi yang dinamakan rantai transpor elektron. kekekalan muatan dan massa terpenuhi.Sekilas Kimia Reaksi Redoks dan Kehidupan Olah raga. oksigen mengoksidasi elemen terakhir rantai transpor elektron sehingga terbentuk air. Persamaan kerangkanya: → MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO4 2– Jawab: Tahap 1 → MnO4– ⎯⎯ MnO2 (reaksi reduksi) → SO3 2– ⎯⎯ SO4 2– (reaksi oksidasi) Tahap 2 → MnO4– + 4H+ ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ → SO3 + H2O 4 Tahap 3 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O → SO3 2– + H2O ⎯⎯ SO42– + 2H+ + 2e– 32 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Reaksi Redoks dalam Suasana Basa atau Netral Penyetaraan reaksi di atas terjadi dalam suasana asam. yaitu molekul pembawa energi di dalam makhluk hidup.3 Penyetaraan Reaksi Redoks dalam Suasana Basa dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi berikut menggunakan metode setengah reaksi dalam suasana basa. bekerja. setelah reaksi digabungkan. Di akhir rangkaian tersebut. Akan tetapi. Proses aliran elektron tersebut dinamakan respirasi. Tinjaulah reaksi berikut yang dilakukan dalam suasana basa. Bagaimana menyetarakan reaksi redoks dalam suasana basa atau netral? Penyetaraan setengah-reaksi dalam suasana basa atau netral dilakukan dengan menambahkan basa (ion OH–). Contoh 2. Cirinya adalah penambahan ion H+ ketika penyetaraan. untuk menyetarakan atom O atau H. Di dalam mitokondria. d. untuk menyetarakan atom O dan H ditambahkan OH– pada kedua ruas persamaan.

H3AsO4(aq) + Zn(s) 3 – ⎯⎯ – → Br ( ) + Mn2+ d. I2 dengan asam nitrat pekat. Untuk menetralkannya tambahkan 2OH– pada kedua ruas persamaan. → a. Perangkat atau instrumen untuk membangun energi listrik dari reaksi kimia dinamakan sel elektrokimia. Persamaan kerangkanya: → I2 + HNO3 ⎯⎯ HIO3 + NO2 Setarakan persamaan reaksi tersebut dengan metode PBO. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 33 . HIO3 dapat dibuat melalui reaksi iodin. Cl2(g) → c. 1. Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. Mn + NaBiO3(s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– ⎯⎯ AsH (g) + Zn2+ → c. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) → f. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) 2+ → b. Br +MnO4 2 → e. Evaluasi Muatan Atom Mn Atom S Atom O Atom H Ruas Kiri 8 2 3 18 2 Ruas Kanan 8 2 3 18 2 Kata Kunci • • Reaksi redoks dalam suasana asam Reaksi redoks dalam suasana basa Kegiatan Inkuiri Bandingkan kelebihan dan kelemahan antara metode PBO dan metode setengah reaksi dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks. Bidang ilmu yang mempelajari energi listrik dalam reaksi kimia disebut elektrokimia. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(g) + AlO2– – – ⎯⎯ → MnS(s) + S(g) d. Pengetahuan adanya transfer elektron memberikan manfaat dalam upaya mengembangkan sumber energi listrik alternatif sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron.Tahap 4 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ + 2e– → SO3 + H2O 4 (× 2) (× 3) → 2MnO4– + 2H+ + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– Pada persamaan di atas terdapat 2H+. Fe(OH)2(s)+ H2O2( ) ⎯⎯ Fe(OH)3(s) + H2O( ) Kerjakanlah di dalam buku latihan. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b. Tes Kompetensi Subbab A → a. Gas klor kali pertama dibuat oleh Scheele pada 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+(aq) + NO(g) Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah-reaksi. 2. Persamaan menjadi: → 2MnO4– + (2H+ + 2OH–) + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– + 2OH– – + Penambahan OH akan menetralkan H menjadi H2O. MnO4 + S2 → e. Persamaan reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakan reaksi tersebut dengan metode PBO. 3. Sel Elektrokimia Dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron dari reduktor ke oksidator. 4. Asam iodat. Oleh karena di ruas kanan ada H2O maka terjadi penghilangan H2O pada salah satu ruas sehingga persamaan menjadi: → 2MnO4– + H2O + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + 3SO42– + 2OH– Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara sesuai kaidah kekekalan. B.

Pasang alat sel volta dalam setiap kelompok kerja Anda. Pada percobaan tersebut. Berapakah potensial sel yang terukur dari percobaan tersebut? 2. reaksi akan terjadi hanya sesaat dan seketika itu juga reaksi berhenti. Simpulkan hasil pengamatan percobaan yang kelompok Anda lakukan. Anda sudah belajar merancang-bangun sel volta sederhana untuk memahami bahwa dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron yang menghasilkan energi listrik. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Hubungkan logam Zn ke kutub negatif dan logam Cu ke kutub positif dari voltmeter (rangkaian luar). Kedua tempat tersebut dihubungkan melalui rangkaian luar (aliran muatan elektron) dan rangkaian dalam atau jembatan garam (aliran massa dari ion-ion). yakni tempat untuk reaksi oksidasi dan tempat untuk reaksi reduksi. Persamaan reaksi ionnya: → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) → Cu(s) Persamaan reaksi setengah selnya: → Pada elektrode Zn: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Pada elektrode Cu: Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 34 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 Proses pembentukan energi listrik dari reaksi redoks dalam sel volta. sel volta pun dapat dirancang menjadi dua tempat. 2.4 Sel volta sederhana Rangkaian dalam Langkah Kerja 1. Voltmeter Bahan 1.1. Sel Volta Di Kelas X.1 Prinsip Kerja Sel Volta Tujuan Untuk mengetahui potensial dan prinsip kerja dari sel volta. 4. Elektrode Zn 4. 3. Mengapa terjadi beda potensial antara elektrode Zn dan Cu? 4. Masukkan 200 mL larutan Cu(NO3)2 1 M dan logam tembaga (elektrode Cu) ke dalam gelas kimia 2. Kemudian. Pertanyaan 1.5). buatlah laporannya. Zn(NO3)2 1 M 2. Tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada setiap setengah-reaksi sel.4. Gelas kimia 2. Alat 1. 3. akan terjadi reaksi redoks di antara kedua setengah sel itu (lihat Gambar 2. Cu(NO3)2 1 M Rangkaian luar Voltmeter Sumber: Sougou Kagashi Gambar 2. Oleh karena reaksi redoks dapat dipisahkan menjadi dua setengah reaksi. reaksi tidak akan terjadi jika tidak ada hubungan baik secara rangkaian luar maupun rangkaian dalam. Jika kedua rangkaian dihubungkan. Gelas ukur 3. Hubungkan kedua larutan dalam gelas kimia dengan jembatan garam (rangkaian dalam). Masukkan 200 mL larutan Zn(NO3)2 1 M dan logam seng (elektrode Zn) ke dalam gelas kimia 1. Elektrode Zn Voltmeter NO3– Na+ Jembatan garam NO3– Zn2+ NO3– Zn(s) NO3– NO3– Cu2+ Cu2–(aq) + 2e– → Zn 2+ (aq) + 2e– Gambar 2. Aktivitas Kimia 2. Reaksi akan berjalan terus jika rangkaian dalam Elektrode Cu (jembatan garam) dihubungkan. Jika hanya rangkaian luar yang dihubungkan. Elektrode Cu 5.

Aturan penulisan selnya sebagai berikut. Salt bridge could be established by: a. Zn(s) + Cd2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cd(s) → Reaksi Redoks dan Elektrokimia 35 . garis tunggal antara elektrode dan larutan menyatakan batas fasa (padat dan cair). Notasi Sel Elektrokimia Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrokimia dituliskan dengan aturan tertentu. b. Fe(s) Fe2+(aq) Sn2+(aq) Sn(s) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. dalam larutan Zn(NO3)2 akan kelebihan ion Zn2+ (hasil oksidasi). Sumbu kompor yang dibasahi terus-menerus dengan larutan NaNO3 selama percobaan (ditetesi NaNO3 secara kontinu). Dengan demikian. Demikian juga dalam larutan CuSO4 akan kelebihan ion NO3– sebab ion pasangannya (Cu2+) berubah menjadi logam Cu yang terendapkan pada elektrode Cu. Kelebihan ion Zn2+ akan dinetralkan oleh ion NO3– dari jembatan garam. demikian juga kelebihan ion NO3– akan dinetralkan oleh ion Na+ dari jembatan garam. tanpa jembatan garam reaksi berlangsung hanya sesaat sebab kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks tidak ada yang menetralkan dan akhirnya reaksi berhenti seketika. Cu2+(a ) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Anode Rangkaian Katode Kata Kunci • • • • Sel elektrokimia Rangkaian luar Rangkaian dalam (Jembatan garam) Elektrode (terminal sel) Terminal sel atau elektrode dituliskan di ujung-ujung notasi sel. Ketika reaksi berlangsung. Misalnya. Penulisan Reaksi dari Notasi Sel Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut.Logam Zn akan teroksidasi membentuk ion Zn2+ dan melepaskan 2 elektron. apakah ada jembatan garam? Apa yang menjadi jembatan garamnya? 2. tempat terjadinya reaksi oksidasi (elektrode Zn) dinamakan anode. Catatan Note Jembatan garam dapat dibuat dari: a. U pipe which contains the solution of NaNO3 or KNO3 gel. Cu2+(aq) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Reaksi pada anode dituliskan terlebih dahulu (sisi kiri) diikuti reaksi pada katode (sisi kanan). Jadi. sedangkan tempat terjadinya reaksi reduksi (elektrode Cu) dinamakan katode. Stove s wick which is soaked with NaNO3 solution constantly as long as experiment (which is droped by NaNO3 continously) Kegiatan Inkuiri Di dalam baterai komersial. Kelebihan elektron pada elektrode Cu akan diterima oleh ion Cu2+ yang disediakan oleh larutan Cu(NO3)2 sehingga terjadi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu(s). Misalnya. untuk anode: Zn(s) Zn2+(aq) Terminal Batas fasa Larutan Contoh 2. jembatan garam berfungsi menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks.4 1. Dalam sel elektrokimia. sel elektrokimia yang tersusun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4 dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. Pipa U yang berisi larutan NaNO3 atau KNO3 berupa gel. b. 2. Kedua sisi dipisahkan oleh dua buah garis yang menyatakan rangkaian dalam dan rangkaian luar. Kedua elektron ini akan mengalir melewati voltmeter menuju elektrode Cu.

aturan penulisan notasi sel volta sebagai berikut. a. Reaksi setengah selnya sebagai berikut.5 Penulisan Reaksi dari Notasi Sel (a) Tuliskan reaksi yang terjadi pada sel volta dengan notasi sel seperti berikut. Fe2+(aq) Reaksi setengah sel: Fe3+(aq) + e– Notasi setengah sel: Fe3+(aq). Sn2+(aq) Pt (b) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Jika pada anode terjadi reaksi oksidasi yang melibatkan gas dengan platina sebagai elektrode: H2(g) 2H+ + 2e– maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut. Zn(s) Zn2+(aq) Cd2+(aq) Cd(s) Jika dalam reaksi sel elektrokimia melibatkan fasa gas dengan logam mulia sebagai elektrodenya. → Anode: Ni(s) ⎯⎯ Ni2+(aq) + 2e– → Katode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. Zn(s) Zn2+(aq) Sn4+(aq). Ni(s) Ni2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt 36 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Fe2+(aq) Pt Contoh 2. → Zn(s) + Sn4+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn2+(aq) (b) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut.Jawab: 1. Jika pada katode terjadi reaksi reduksi yang melibatkan gas dengan → platina sebagai elektrode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Pt H2(g) H+(aq) b. → Fe(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + Sn(s) 2. → Anode: Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Sn (aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(s) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Katode: Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. H+(aq) H2(g) Pt Tanda baca koma dapat juga dipakai sebagai notasi untuk memisahkan ion-ion yang terdapat dalam larutan yang sama atau memiliki fasa yang sama dengan elektrode logam mulia seperti Pt. → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Cd (aq) + 2e– ⎯⎯ Cd(s) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. → Ni(s) + 2H+(aq) ⎯⎯ Ni2+(aq) + H2(g) Jawab: (a) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut.

Dalam bentuk persamaan ditulis sebagai berikut.6 Baterai merupakan contoh sel elektrokimia. Sumber: Sougou Kagashi Catatan Note Satuan untuk gaya gerak listrik (GGL) adalah volt. Potensial Elektrode dan GGL Sel Dalam sel elektrokimia. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Unit for electromotive force is volt. Manakah yang lebih reaktif? Jika logam-logam itu dihubungkan melalui kawat. GGL (Esel) = potensial reduksi + potensial oksidasi Potensial reduksi adalah ukuran kemampuan suatu oksidator (zat pengoksidasi = zat tereduksi) untuk menangkap elektron dalam setengah reaksi reduksi. Beda potensial ini disebabkan adanya perbedaan kereaktifan logam di antara kedua elektrode. nilai GGL sel sama dengan perbedaan potensial kedua elektrode. Oleh karena reaksi reduksi terjadi pada katode dan reaksi oksidasi terjadi pada anode maka nilai GGL sel dapat dinyatakan sebagai perbedaan potensial berikut. nilai potensial selnya tetap. a. Potensial oksidasi kebalikan dari potensial reduksi dalam reaksi sel elektrokimia yang sama. Nilai GGL sel merupakan gabungan dari potensial anode (potensial oksidasi) dan potensial katode (potensial reduksi). Contoh: → Cu2+(a ) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V 2+ – ⎯⎯ → 2Cu(s) 2Cu (a ) + 4e ECu = ECu V Gambar 2. → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– Jika –EZn adalah potensial elektrode untuk setengah reaksi oksidasi. Berapapun jumlah mol zat yang direaksikan. disingkat GGL. Kegiatan Inkuiri Bandingkan kereaktifan logam-logam golongan IA dan IIA. Makna GGL Sel Kerja yang diperlukan untuk menggerakkan muatan listrik (GGL) di dalam sel bergantung pada perbedaan potensial di antara kedua elektrode.3. +EZn adalah potensial untuk setengah sel reduksinya: → Potensial oksidasi: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– EZn = –EZn V 2+ → Potensial reduksi: Zn (aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Sel elektrokimia yang terdiri atas elektrode Zn dan Cu dengan reaksi setengah sel masing-masing: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Nilai GGL sel elektrokimia tersebut adalah Esel = ECu + (–EZn) = ECu – EZn Dengan demikian. Usaha atau kerja yang diperlukan ini dinamakan aya erak istrik. Potensial oksidasi = –Potensial reduksi Tinjaulah setengah reaksi sel pada elektrode Zn dalam larutan ZnSO4. manakah oksidator dan reduktornya? Reaksi Redoks dan Elektrokimia 37 . untuk mendorong elektron mengalir melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion di dalam larutan menuju elektrode diperlukan suatu usaha. Esel = EReduksi – EOksidasi atau Esel = EKatode – EAnode Nilai potensial elektrode tidak bergantung pada jumlah zat yang terlibat dalam reaksi.

i. yaitu 1. 38 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . data potensial reduksi atau data potensial oksidasi.34 volt.34 volt. Elektrode hidrogen pada keadaan standar.6 Menentukan Potensial Elektrode Standar Hitunglah potensial elektrode Cu yang dihubungkan dengan elektrode hidrogen pada keadaan standar jika voltmeter menunjukkan nilai 0. kemudian GGL selnya diukur. untuk menentukan potensial reduksi standar diperlukan potensial elektrode rujukan sebagai acuan.00 V ⎯⎯ E o = 0.34 V = E o – 0. IUPAC telah menetapkan elektrode standar sebagai rujukan adalah elektrode hidrogen.e 1. Nilai potensial elektrode standar ini ditetapkan sama dengan nol volt atau E o + → H = 0. potensial yang terukur oleh voltmeter dinyatakan sebagai potensial sel pasangannya. Potensial elektrode standar yang lain diukur dengan H 2 cara dirangkaikan dengan potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar.7. Jawab: Persamaan setengah reaksi sel yang terjadi: → Katode: Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) → Anode: H2(g) ⎯⎯ 2H+(aq) Nilai GGL sel: E°sel = E°katode – E°anode Eo 2 0.5 volt. potensial reduksi standar untuk elektrode Cu adalah 0.7 Elektrode hidrogen ditetapkan sebagai elektrode standar. Untuk mengukur potensial reduksi standar tidak mungkin hanya setengah sel (sel tunggal) sebab tidak terjadi reaksi redoks. Jika salah satu elektrode dibuat tetap dan elektrode yang lain diubah-ubah.2000 Gambar 2. melainkan salah satu saja. Oleh karena itu. Sumber: Chemistry: The Central Science. Potensial Elektrode Standar (E ) Oleh karena potensial oksidasi merupakan kebalikan dari potensial reduksinya maka data potensial elektrode suatu logam tidak perlu diketahui dua-duanya. Small and big batteries have equal cell potensial for equal cell system. yang dapat ditentukan hanya nilai relatif potensial sel suatu elektrode. Oleh karena potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar ditetapkan sama dengan nol. yaitu konsentrasi larutan M (sistem larutan) atau tekanan atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu o . perlu dihubungkan dengan setengah sel oksidasi. Oleh sebab itu. E°. potensial sel suatu elektrode tidak akan diketahui secara pasti. Jadi. Berapakah nilai pasti dari potensial reduksi? Oleh karena nilai GGL sel bukan nilai mutlak maka nilai potensial salah satu sel tidak diketahui secara pasti. ditetapkan pada konsentrasi H+ 1 M dengan tekanan gas H2 1 atm pada 25°C. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Misalnya. Dengan demikian. potensial elektrode yang dijadikan sebagai standar adalah potensial reduksi. Nilai GGL sel yang terukur dengan voltmeter merupakan selisih kedua potensial sel yang dihubungkan (bukan nilai mutlak).34 V Cu Cu Jadi. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi yang diukur pada keadaan standar. Contoh 2. Tombol e– Voltmeter Anode Zn e– NO 3 – Na+ – H 2(g) NO 3– Zn 2+ NO 3– bagian anode NO 3– H+ + bagian katode (elektrode hidrogen standar) 2H+(aq) + 2e– → H2(g) Zn(s) → Zn 2+(aq) + 2e– b. potensial sel yang dihasilkan akan berbeda.34 V = E o H Cu → 0. Dalam hal ini.Catatan Note Baterai kecil dan baterai besar selama sistem selnya sama.00 V. semua data potensial elektrode standar dinyatakan dalam bentuk potensial reduksi standar.5 volt. Menurut perjanjian IUPAC. potensial selnya sama.

54 0. → Oksidator + ne– ⎯⎯ Reduktor Semakin positif nilai E°sel.16 0.00 0.74 – 0. semakin kuat sifat oksidatornya. semakin lemah sifat oksidatornya. potensial elektrode yang lain untuk berbagai reaksi setengah sel dapat diukur.23 – 0. Sebaliknya.71 –2.41 – 0.6. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 39 .90 1. Kekuatan Oksidator dan Reduktor Data potensial reduksi standar pada Tabel 2.34 0. 1990 Kata Kunci • • • • • • Gaya Gerak Listrik (GGL) Elektrode hidrogen Potensial Oksidasi Potensial reduksi Perbedaan Potensial Potensial reduksi standar Kegiatan Inkuiri Dapatkah Anda mengukur kekuatan atau tenaga teman-teman Anda secara akurat? Bagaimana cara mengukurnya? c.36 1.15 0.04 –2.Berdasarkan Contoh 2.13 – 0.38 –1.1 menunjukkan urutan kekuatan suatu zat sebagai oksidator (zat tereduksi).85 0.07 1.87 Sumber: General Chemistry.83 –0.66 – 0.80 0.78 2.14 –0.77 0.1.01 2. hasilnya ditunjukkan pada Tabel 2.04 0.23 1. Tabel 2.40 –0.52 0.76 – 0.1 Nilai Potensial Reduksi Standar Beberapa Elektrode Reaksi reduksi Li+(aq) + e– Li(s) Na(s) Na+(aq) + e– Mg2+(aq) + 2e– Mg(s) 3+ – Al(s) Al (aq) + 3e H2(g) + 2OH–(aq) 2H2O( ) + 2e– 2+ – Zn (aq) + 2e Zn(s) 3+ – Cr (aq) + 3e Cr(s) Fe(s) Fe2+(aq) + 2e– Cd2+(aq) + 2e– Cd(s) 2+ – Ni(s) Ni (aq) + 2e Sn(s) Sn2+(aq) + 2e– Pb2+(aq) + 2e– Pb(s) Fe(s) Fe3+(aq) + 3e– H2(s) 2H+(aq) + 2e– Sn4+(aq) + 2e– Sn2+(aq) 2+ – Cu (aq) + e Cu+(aq) 2+ – Cu (aq) + 2e Cu(s) + – Cu (aq) + e Cu(s) I2(s) + 2e– 2I– (aq) Fe3+(aq) + e– Fe2+(aq) Ag+(aq) + e– Ag(s) Hg2+(aq) + 2e– Hg( ) 2Hg+(aq) + 2e– Hg2 (aq) – – Br2( ) + 2e 2Br (aq) O2(g) + 4H+(aq) + 4e– 2H2O( ) Cl2(g) + 2e– 2Cl–(aq) H2O2(aq) + 2H+(aq) + 2e– 2H2O( ) S2O82– (aq) + 2e– 2SO42–(aq) F2(g) + 2e– 2F–(aq) E°sel –3. semakin negatif nilai E°sel.

Berdasarkan nilai E°. Anda dapat menggunakan Tabel 2.Berdasarkan data potensial pada Tabel 2. Jawab: Perhatikanlah data potensial reduksi pada Tabel 2. reaksi akan spontan ke arah sebagaimana yang dituliskan pada persamaan reaksi. Reduktor paling kuat adalah logam Li dan reduktor paling lemah adalah ion F–. H2O2(aq).78 V → Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 0. kekuatan oksidator dari ketiga spesi itu adalah: H2O2(aq) Cl2(g) Fe3+(aq). dapat disimpulkan bahwa suatu reduktor paling kuat merupakan oksidator yang paling lemah.36 V + → H2O2(aq) + 2H (aq)+ 2e– ⎯⎯ 2H2O( ) 1. → Reduktor ⎯⎯ Oksidator + ne– Dengan demikian. Contoh 2. Sn sebagai reduktor (teroksidasi) dan Zn2+ sebagai oksidator (tereduksi). Sebaliknya. 40 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .1. → Cl2(g) + 2e– ⎯⎯ 2Cl– (aq) 1. Fe3+(aq). Sn(s) Sn2+(aq) Zn2+(aq) Zn(s) Apakah reaksi akan terjadi spontan menurut arah yang ditunjukkan oleh persamaan reaksi tersebut? Jawab: Pada reaksi tersebut. → Zn(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn(aq) Reaksi ke arah sebaliknya tidak akan terjadi sebab potensial sel berharga negatif. suatu oksidator terkuat merupakan reduktor terlemah.77 V Jadi.14 V Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika zat yang berperan sebagai oksidator lebih kuat. Oleh karena itu.1.7 Menentukan Kekuatan Relatif at Pengoksidasi dan Pereduksi Urutkan oksidator berikut menurut kekuatannya pada keadaan standar: Cl2(g). Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung secara spontan jika oksidatornya (zat tereduksi) memiliki potensial reduksi standar lebih besar atau GGL sel berharga positif. Berdasarkan pengetahuan kekuatan oksidator dan reduktor. oksidator terkuat adalah gas fluorin (F2) dan oksidator paling lemah adalah ion Li+.76 V → Sn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(aq) E° = –0. Contoh 2. Zn2+ merupakan oksidator lebih kuat dibandingkan dengan Sn2+. Dari atas ke bawah menunjukkan urutan bertambahnya kekuatan oksidator (zat tereduksi). Potensial reduksi standar untuk masing-masing setengah sel adalah → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) E° = –0.1 untuk memperkirakan arah reaksi reduksioksidasi dalam suatu sel elektrokimia.8 Menentukan Arah Reaksi dari Potensial Elektrode Standar Sel elektrokimia dibangun dari reaksi berikut.

34 V – (–0. → Zn2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Zn(s) E°= –0.76 V → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) E° = +0. Esel = (Ekatode – Eanode) 0 Sel elektrokimia yang dibangun dari elektrode Zn dan Cu memiliki setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode berikut. salah satu dari reaksi tersebut dibalikkan.9 Menghitung GGL Sel dari Data Potensial Reduksi Standar Hitunglah nilai GGL sel dari notasi sel berikut.41 V Dengan menyetarakan terlebih dahulu elektron yang ditransfer. Pembalikan reaksi reduksi Zn2+ menjadi reaksi oksidasi akan mengubah tanda potensial selnya. Metode ini merupakan cara alternatif untuk menghitung GGL sel. ⎯⎯ Zn2+(aq)+ 2e– → Zn(s) E° = +0.66 V Al3+(aq) + 3e– ⎯⎯ Al(s) 2+ – ⎯⎯ → Fe(s) Fe (aq) + 2e E° = –0. E°sel = E°katode – E°anode E°sel = E°Cu – E°Zn = 0. Syarat bahwa sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika oksidator yang lebih kuat berperan sebagai pereaksi atau GGL sel berharga positif.34 V → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) E°sel = +1. Pembalikan setengah reaksi yang tepat adalah reaksi reduksi yang potensial setengah selnya lebih kecil.76 V) = 1.66 V → Fe2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Fe(s) E° = –0.10 V Nilai GGL sel sama dengan potensial standar katode (reduksi) dikurangi potensial standar anode (oksidasi).d. Penentuan GGL Sel Nilai GGL sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan tabel potensial elektrode standar. Al(s) Al3+(aq) Fe2+(aq) Fe(s) Jawab: Setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode standar masing-masing adalah: → E° = –1. Pada reaksi tersebut yang dibalik adalah reaksi reduksi Zn2+ sebab akan menghasilkan nilai GGL sel positif. kemudian kedua reaksi setengah sel digabungkan sehingga nilai GGL sel akan diperoleh: Reaksi Redoks dan Elektrokimia 41 . setengah-reaksi Al dan potensial selnya dibalikkan: → Al(s) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3e– E° = +1.34 V Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Penggabungan kedua setengah reaksi tersebut menghasilkan persamaan reaksi redoks dengan nilai GGL sel positif. Oleh karena itu. Al dijadikan anode atau reaksi oksidasi. → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° = +0.10 V Contoh 2.76 V 2+ – ⎯⎯ → Cu(s) E°= +0.76 V 2+ → E° = +0.34 V Cu (aq) + 2e Untuk memperoleh setengah reaksi oksidasi.41 V Agar reaksi berlangsung spontan.

atau larutan. Prinsip Elektrolisis Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik. anode (+) dan katode (–). Tuliskan reaksi sel volta secara lengkap dari notasi sel berikut. Data potensial reduksi standar untuk reaksi setengah sel adalah → Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) E° = 0. H2O. Manakah reaksi redoks berikut yang akan berlangsung spontan jika dilakukan pada keadaan standar? a. 9. tunjukkan arah aliran elektron dan aliran ionion dalam jembatan garam. Kemudian. 1. Rakitlah sel volta yang dibangun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. → Cu2+(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ Cu(s) + I2(s) 8. sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya. Tuliskan notasi untuk sel volta dengan setengah reaksi berikut. Ni(s) Ni2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) Kerjakanlah di dalam buku latihan. 42 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel. Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut. Tunjukkan pula katode dan anodenya. Cd(s) Cd2+(aq) Cl+(aq) Cl2(g) Pt 5. Arus listrik yang digunakan adalah arus searah (direct current = ). yakni menerapkan arus listrik searah untuk mendorong agar terjadi reaksi elektrokimia di dalam sel.66 V E° = –0. 2. Apakah reaksi akan spontan menurut arah yang ditunjukkan dalam persamaan berikut. Adapun sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub elektrode.15 V 3+ – ⎯⎯ → Fe2+(aq) Fe (aq) + e E° = 0. Oleh karena itu pada sel elektrolisis di anode akan terjadi reaksi oksidasi dan dikatode akan terjadi reaksi reduksi. Ag+. Mg2+. C. 1.→ 2Al(s) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 6e– 2+ → 3Fe (aq) + 6e– ⎯⎯ 3Fe(s) E° = +1. Sel Elektrolisis Sel volta menghasilkan arus listrik searah ketika reaksi redoks di dalam sel terjadi secara spontan. → Fe3+(aq) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(a ) + Sn4+(a ) 6. O2.77 V Tuliskan persamaan reaksi sel yang dapat berlangsung spontan. Fe(s) Fe3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) 10. Hitunglah GGL sel yang dibangun dari sel dengan notasi berikut. sedangkan katode dihubungkan dengan kutub negatif. yaitu anode (reaksi oksidasi) dan katode (reaksi reduksi). Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi listrik. Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel elektrolisis sama seperti pada sel volta. Pada sel volta. Urutkan kekuatan zat-zat berikut sebagai oksidator dan sebagai reduktor: Zn2+. → Cd(s) ⎯⎯ Cd2+(aq) + 2e– 2+ → Pb (aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) 3. Al(s) Al3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) b. anode (–) dan katode (+).41 V → 2Al(s) + 3Fe2+(aq) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 3Fe(s) E° = 1. Fe(s) Fe2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) 4. Sn.25 V Tes Kompetensi Subbab B 7. cairan. Zat yang terurai dapat berupa padatan. Cu2+.

Hubungkan kedua elektrode itu dengan sumber arus searah (baterai atau adaptor) yang memiliki GGL sekitar 6 – 12 volt. 5. 3. Alat ini dilengkapi elektrode platina dalam tabung penampung gas berskala sehingga volume gas hasil elektrolisis mudah diukur. Elektrode karbon 3. Air 2. Apakah terbentuk gas dalam tabung reaksi? Berapakah perbedaan volume gas dalam tabung reaksi itu? 4.9 Sel elektrolisis Hoffman Gas-gas apa sajakah yang terbentuk pada setiap lengan dari sel Hoffman? Kegiatan Inkuiri Dapatkah arus listrik bolak-balik (alternating current = A ) dipakai dalam sel elektrolisis? Diskusikan di dalam kelas. Simpulkan hasil pengamatan dari percobaan yang Anda lakukan dan diskusikan dengan guru Anda. Apa yang terjadi pada permukaan kedua elektrode? 3.Aktivitas Kimia 2.8. Tuangkan 250 mL air ke dalam gelas kimia. 4. volume gas O2 adalah 10 mL. 4. Pasang perangkat sel elektrolisis seperti Gambar 2. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 43 . Jika volume gas H2 20 mL. Alat 1. Gelas ukur 6. Alat yang akurat untuk penyelidikan elektrolisis air adalah alat elektrolisis Hoffman (Gambar 2. Pertanyaan 1. Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis adalah → Anode (+) : 2H2O( ) ⎯⎯ O2(g) + 4H+(aq) + 4e– → Katode (–) : 4H2O( ) + 4e– ⎯⎯ 2H2(g) + 4OH–(aq) (oksidasi O2–) (reduksi H+) Reaksi → : 2H2O( ) ⎯⎯ 2H2(g) + O2(g) Berapakah perbandingan volume gas H2 dan O2 yang terbentuk pada kedua tabung reaksi? Berdasarkan persamaan reaksi redoks dapat diramalkan bahwa perbandingan volume gas H2 terhadap O2 adalah 2 : 1.2 Elektrolisis Air Tujuan Mengetahui cara kerja dari sel elektrolisis. Mengapa dalam elektrolisis di atas harus ditambahkan H2SO4? 2. Tabung reaksi Bahan 1. Baterai 6–12 volt 5. Gelas kimia 2.9). Celupkan 2 buah elektrode karbon ke dalam gelas kimia besar dan isi dengan air hingga penuh. yaitu penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis. H2SO4 1M Langkah Kerja 1. dalam sel elektrolisis terjadi reaksi redoks. 2.8 Sel elektrolisis Ketika kedua elektrode karbon dihubungkan dengan sumber energi listrik arus searah. Kabel e– e– Larutan Katode (–) Anode (+) Plat logam Gambar 2. Accumulator Gambar 2. kemudian tambahkan 1 mL larutan H2SO4 1 M.

23 V 2H2O( ) 2 – Berdasarkan nilai potensial. Setengah reaksi reduksi di katode: → E° = –2. Untuk mengetahui pemenangnya dapat dilihat data potensial reduksi standar. Di katode terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion Na + (keduanya berpotensi untuk direduksi). Demikian juga di anode. Misalnya larutan NaI.83 V E° = –2.10 Menentukan Reaksi Redoks dalam Sel Elektrolisis Tuliskan reaksi sel elektrolisis untuk larutan ZnSO4. Reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis: → Katode: 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) – ⎯⎯ I (g) + 2e– → Anode: 2I (aq) 2 → Reaksi: 2H2O( ) + 2I–(aq) ⎯⎯ H2(g) + I2(g) + 2OH–(aq) Kata Kunci • • • Elektrolisis Arus listrik Arus searah Contoh 2.83 V 2H2O( ) + 2e 2 Berdasarkan nilai potensialnya.54 V 2I–(aq) ⎯⎯ I2(g) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → E° = –1. terdapat ion Na+ dan ion I–. Kedua ion ini bersaing dengan molekul air untuk dielektrolisis. Spesi mana yang akan keluar sebagai pemenang? Pertanyaan tersebut dapat dijawab berdasarkan nilai potensial elektrode standar.2. gas H2 dilepaskan di katode. di katode terjadi reduksi ion Zn2+ dan di anode terjadi oksidasi H2O. terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion I– (keduanya berpotensi dioksidasi). ion I memenangkan persaingan sebab nilai E° lebih besar dibandingkan molekul H2O. Jawab: Di anode terjadi persaingan antara ion SO42– dan H2O dan di katode terjadi persaingan antara ion Zn2+ dan H2O.71 V Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH–(aq) E° = –0. Elektrolisis Larutan Elektrolisis larutan berbeda dengan elektrolisis air. Setengah reaksi oksidasi di anode: → E° = –0. Perkiraan ini cocok dengan pengamatan. Di katode (+): reaksi reduksi → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH-(aq) 2H2O( ) + 2e 2 E° = –0. Persamaan reaksinya: → Katode: 2Zn2+(aq) + 4e– ⎯⎯ 2Zn(s) ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → Anode: 2H2O( ) 2 → Reaksi: 2ZnSO4(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2Zn(s) + O2(g) + 2H2SO4(aq) 44 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .76 V E° = –0.01 V E° = –1.23 V Di anode (–): reaksi oksidasi → 2SO42–(aq) ⎯⎯ S2O82–(aq) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → 2H2O( ) 2 Berdasarkan data potensial di atas. H2O lebih berpotensi direduksi dibandingkan ion Na+ sebab memiliki nilai E° lebih besar.

dilambangkan dengan . 5 2 = 31. Besarnya muatan ini dapat ditentukan dari jumlah arus listrik yang mengalir dan lama waktu elektrolisis: = i (A) × t (detik).3. besarnya muatan listrik ( ) tersebut adalah sebagai berikut. Molecule s ekuivalen mass is molecule s relative mass for each charge. Stoikiometri Elektrolisis Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Oleh karena itu. Berdasarkan hasil penyelidikan Millikan (model tetes minyak). Secara umum.485 C mol –1. yaitu 96. Jika lelehan NaCl dielektrolisis. muatan listrik yang terlibat dalam sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan muatan elektron yang terlibat dalam reaksi redoks pada sel elektrokimia. Contoh: → Cu2+ + 2e– ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63. = i×t faraday 96. tahap-tahap perhitungan stoikiometri elektrolisis ditunjukkan pada diagram berikut.60218 × 10–19 C) = 96. Pernyataan ini merupakan prinsip dasar Hukum Faraday.75 2.485 C mol–1 Arus listrik sebesar i ampere yang mengalir selama t detik menghasilkan muatan listrik: = i × t coulomb. muatan listrik yang terjadi jika satu mol elektron ditransfer adalah = (6. → Katode (–) : Na+( ) + e– ⎯⎯ Na(s) → Anode (+) : Cl–( ) ⎯⎯ Untuk mereduksi satu mol ion Na+ diperlukan satu mol elektron atau diperlukan muatan sebesar satu faraday.485 C mol–1 Nilai muatan listrik untuk satu mol elektron ditetapkan sebesar satu faraday. Massa ekuivalen zat yang diendapkan pada elektrode akan setara jika muatan listrik yang dialirkan ke dalam sel sama. yaitu: = 96. Perhitungan dapat dimulai dari arus listrik yang mengalir selama waktu tetentu atau jumlah zat yang terlibat dalam reaksi redoks. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan banyaknya zat yang bereaksi berdasarkan jumlah muatan listrik yang digunakan dalam rentang waktu tertentu.022 × 1023 mol–1) (1.485 Berdasarkan Hukum I Faraday . Dalam sel elektrokimia.75 Aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Tinjaulah elektrolisis lelehan NaCl. Catatan Note Massa ekuivalen zat (meq) adalah massa relatif zat per satuan muatannya. massa zat yang diendapkan pada suatu elektrode sebanding dengan besarnya muatan listrik (aliran elektron) yang terlibat di dalam sel.60218 × 10–19 C. Dalam sel volta maupun sel elektrolisis terdapat hubungan kuantitatif antara jumlah zat yang bereaksi dan muatan listrik yang terlibat dalam reaksi redoks. Example: → Cu2+ + 2e ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63. diketahui bahwa muatan elektron: e = 1. Oleh karena itu. Arus listrik dan waktu Muatan (C) atau faraday (F) 1 Cl (g) + e– 2 2 Kata Kunci • • • • Muatan listrik Hukum I Faraday Stoikiometri elektrolisis Massa ekuivalen zat Mol elektron Mol at Massa volume at Reaksi Redoks dan Elektrokimia 45 . Dalam satuan Faraday. yaitu: 1. 5 2 = 31. ionion Na+ bermigrasi menuju anode dan ion-ion Cl– bermigrasi menuju anode. jika muatan listrik dapat dihitung maka massa zat yang bereaksi di elektrode dapat ditentukan.

2 × 10–3 mol.5.200 C = 12.Contoh 2. Apakah elektrolisis beberapa larutan dapat dirangkaikan secara paralel? + 46 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .2 ×10–3 mol × 63.395 g 2.789 C = i × 1.200 C Tahap 2: Tentukan jumlah mol elektron yang setara dengan muatan listrik 1 mol e– = 1 faraday = 96. seperti hubungan kuantitatif antara arus listrik dan reaksi kimia dalam sel elektrokimia. jumlah ion Cu2+ yang diendapkan sebanyak 6.2 × 10–3 mol 2 mol e− Jadi.2 A Jadi.789 C Jumlah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit: → = i t ⎯⎯ 5. Tahap 1: Tentukan muatan listrik yang digunakan =i×t = 2 A × 600 s = 1.4 × 10–3 mol e– = 6. Berapakah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit? Jawab: 1. 12. arus listrik yang harus dialirkan selama 30 menit adalah 3.485 C mol–1 Jumlah mol elektron untuk 1.800 detik i = 3.5 g mol–1 = 0. Diketahui Ar Cu = 63.4 × 10–3 mol elektron dapat mengendapkan ion Cu2+ sebanyak: 1 mol Cu 2+ ×12.4 × 10–3 mol 96. dia menjadi asisten di laboratorium Humphry Davy di Royal Institution. 2000 Pada 1812.2 A. Tahap 4: Massa Cu yang diendapkan di katode sebesar 6.03 mol 63.10 Elektrolisis beberapa larutan yang dirangkaikan secara seri. 2.5gmol −1 Jumlah mol elektron yang digunakan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 2mol e ×0. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Dalam elektrolisis larutan CuSO4. Jumlah mol Cu = 2g 0.10. Dia berhasil melakukan penemuan-penemuan penting. Menghitung Berat at yang Diendapkan dalam Sel Elektrolisis Hitunglah massa Cu yang dapat diendapkan di katode jika arus listrik 2 A dialirkan ke dalam sel elektrolisis larutan Cu2+ selama 10 menit.485 C mol-1 Tahap 3: Elektron yang mengalir digunakan untuk mereduksi ion Cu2+ menurut persamaan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Jadi.06 mol × 96. Muatan listrik yang digunakan: 0. Jika sejumlah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri.06 mol e– 1mol Cu 2+ Sumber: Chemistry: The Central Science.200 C: Sekilas Kimia Michael Faraday (1791–1867) 1.03 mol Cu = 0.11 1.485 C mol–1 = 5. 2 g logam Cu diendapkan pada katode. bagaimanakah hubungan muatan dan berat ekuivalen zat? – Gambar 2.

Contohnya. i arus listrik yang dialirkan (ampere). Aplikasi Elektrolisis Prinsip elektrolisis banyak diterapkan dalam pelapisan logam dengan logam yang lebih baik (electroplating).Menurut Hukum II Faraday . Menurut Hukum II Faraday : Oleh karena sel dirangkaikan secara seri.12 Penerapan Hukum II Faraday Dua buah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri. 987 g 96. tembaga dilapisi perak atau emas agar lebih bernilai. Hubungan massa ekuivalen dan massa zat (dalam satuan gram) yang diendapkan di katode dirumuskan sebagai berikut. m eq i t Massa Cu = 1. → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Berapakah massa Cu yang diendapkan jika dalam sel elektrolisis AgNO3 ditemukan 10 g perak? Diketahui Ar Ag = 107.5 A selama 10 menit.485C mol −1 it → it = 107 = 0.5. Jika larutan CuSO4 dan AgNO3 dirangkaikan secara seri. 5 2 Massa Cu = × 0. 2. massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap. Cu = 63.967 g 4. juga dalam pengolahan dan pemurnian logam.039 C= 2. besi dilapisi nikel agar tahan karat. dan t adalah waktu elektrolisis (detik). = 2. Endapan Cu dalam kedua sel sama sebab arus yang mengalir tetap. Diketahui Ar Cu = 63.5. 5 2 Kata Kunci • • Hukum II Faraday Electroplating (penyepuhan) × m eq i t 0.039 C 63. arus listrik yang mengalir ke dalam setiap sel tetap. Jawab: 1. kemudian dielektrolisis dan mengalami setengah reaksi reduksi sebagai berikut. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 47 . sel pertama mengandung CuSO4 1 M dan sel kedua mengandung CuSO4 2 M. Contoh 2. arus yang mengalir tetap sehingga massa ekuivalen Cu sama dalam setiap sel. Hitunglah massa Cu yang diendapkan pada setiap sel jika arus yang dialirkan sebesar 0. Massa Ag = 10 g 1 63.5 A × 600 s = 0. Penyepuhan (electroplating) Penyepuhan (electroplating) adalah suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil terhadap cuaca atau untuk menambah keindahannya. Anda dapat menentukan berat zat dalam setiap sel elektrolisis dengan zat yang berbeda. Oleh karena pada rangkaian sel secara seri. Massa zat = m eq i t dengan meq adalah massa ekuivalen. a.

Logam tembaga diolah melalui pemanggangan tembaga(II) sulfida. Contoh. Amatilah proses yang terjadi. Aktivitas Kimia 2. Pemurnian Logam Prinsip elektrolisis banyak diterapkan pada pengolahan dan pemurnian logam. Alat 1. 3. Lakukan oleh Anda percobaan berikut. nikel. 4. Jelaskan proses yang terjadi pada penyepuhan logam tersebut? 2. tetapi tidak tahan terhadap cuaca sehingga mudah berkarat. atau perak.3 Penyepuhan Besi dengan Nikel Tujuan Melakukan penyepuhan besi dengan nikel. kemudian dimurnikan secara elektrolisis. Agar besi tahan terhadap karat maka permukaan besi sering dilapisi oleh logam yang lebih stabil. Sumber arus 4. Celupkan lempengan dan batang nikel ke dalam larutan dan hubungkan dengan arus listrik searah.Logam besi banyak dipakai untuk berbagai aplikasi. Dalam praktiknya. Cincin besi ditempatkan sebagai katode (–) dan batang nikel sebagai anode (+). b. Agar logam mengendap pada besi maka besi dijadikan sebagai katode. Siapkan larutan NiCl 2 1M dalam suatu bejana dan batang nikel berikut lempengan yang akan dikerjakan. Buatlah dalam kelompok kerja Anda perangkat sel elektrolisis seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut Anode(+) Ni Katode(–) Fe DC Ni2+ NiCl2 Ni(s) → Ni 2+ (aq) + 2e– Ni2+(aq) + 2e– → Ni(s) 2. logam aluminium diolah dan dimurnikan secara elektrolisis dari mineral bauksit. seperti seng. Batang nikel 3. besi dicelupkan ke dalam sel berisi larutan logam yang akan dilapiskan. Presentasikan hasil pengamatan kelompok Anda di depan kelas. Pertanyaan 1. 48 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Cincin besi Bahan NiCl2 1M Langkah Kerja 1. Bejana 2.

2000 Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode dan logam tembaga murni ditempatkan sebagai katode. Tes Kompetensi Subbab 1.6 liter (STP) dan dihubungkan secara seri dengan sel-sel logam? 11. 6.5 A? Jika arus digunakan 5 A. Berapakah perbandingan massa O2 terhadap massa H2 yang dihasilkan jika larutan Na2SO4 dielektrolisis selama 2. ion Cl–(aq). seperti Zn2+. 5. molekul H2O. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. kemudian hitunglah massa zat yang dihasilkan pada masing-masing elektrode jika arus yang digunakan sebesar 5 A selama 1 jam. 4. Berapakah massa logam Cu. dan logam aluminium. tentukan waktu untuk mengendapkan satu mol logam natrium. C Tentukanlah produk elektrolisis larutan MgCl2. 8. 3. 10. Manakah yang akan mengalami reduksi jika di katode terdapat spesi berikut.– + Katode Anode Cu2+ Cu M x+ Cu Gambar 2. molekul H2O dan ion Fe2+(aq) b. dan Au yang akan diendapkan jika diketahui volume gas H2 yang terbentuk pada sel elektrolisis HCl sebanyak 5. Pada elektrolisis larutan AgNO3 diendapkan logam Ag sebanyak 2 g.5 A selama 45 menit. dan ion F–(aq) Mengapa larutan di sekitar katode menjadi basa jika larutan Na2SO4 dielektrolisis? Jelaskan senyawa apa yang dihasilkan jika lelehan NaCl dielektrolisis.11. seperti emas. Fe. sedangkan lelehannya dapat dielektrolisis? Jika larutan Hg(NO3)2 dielektrolisis pada arus tetap 1. keduanya dicelupkan dalam larutan CuSO4. molekul H2O. hitunglah massa logam Hg yang diendapkan pada katode. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 49 . Selama elektrolisis terjadi reaksi sebagai berikut. Mengapa NaCl padat tidak dapat dielektrolisis.5 jam dengan arus 1. Proses Hoopes adalah proses elektrolisis untuk memurnikan aluminium. M Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science. Hitunglah massa I2 yang terbentuk pada elektrolisis larutan NaI jika dihubungkan secara seri dengan larutan AgNO3. 2. dan platina membentuk endapan lumpur di dasar sel anode. Tuliskan reaksi yang terjadi di dalam sel elektrolisis. ion Al3+(aq). dan Ni2+ tetap berada dalam larutan sebagai ion-ionnya. Adanya logamlogam yang lebih reaktif. a. → Anode (+): Cu(s) ⎯⎯ Cu2+(aq) + 2e– 2+ → Katode (–): Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Logam-logam pengotor yang kurang reaktif. a. Aluminium murni terbentuk di daerah katode. logam magnesium. dan ion Ni2+(aq) Manakah yang akan mengalami oksidasi jika di anode terdapat spesi berikut. 9. perak. 7. molekul H2O dan ion Cu2+(aq) b.11 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis.

CO 2. Gold behaves as pure metal in nature. Berdasarkan data potensial reduksi standar.5 V lebih besar dibandingkan potensial reduksi standar gas O2 (1. Untuk dapat mengendalikan korosi tentu harus memahami bagaimana mekanisme korosi pada besi. 1. 2000 Gambar 2. Jika setengah reaksi reduksi logam dibalikkan (reaksi oksidasi logam) digabungkan dengan setengah reaksi reduksi gas O 2 maka akan dihasilkan nilai potensial sel.23 V) sehingga emas tidak terkorosi di udara terbuka.D.60 V Catatan Note Emas dengan potensial reduksi standar 1. Korosi dapat juga terjadi akibat suhu tinggi. Korosi pada logam dapat juga dipandang sebagai proses pengembalian logam ke keadaan asalnya.nH2O(s) ⎯⎯ Fe CO (s) + H (g) → Fe(s) + CO2(g) + H2O( ) 2 3 2 Oleh karena korosi dapat mengubah struktrur dan sifat-sifat logam maka korosi cenderung merugikan. diketahui bahwa logam-logam selain emas umumnya terkorosi (teroksidasi menjadi oksidanya). Logam yang terkorosi disebabkan karena logam tersebut mudah teroksidasi. Udara O2 Endapan karat Fe2O3. Korosi tergolong proses elektrokimia. Esel positif. 2. Menurut tabel potensial reduksi standar.12 Proses korosi pada besi Reaksi di katode: O2 + 4H+ + 4e– → 2H2O atau O2 + 2H2O + 4e– → 4OH– 50 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . korosi pada besi menjadi besi oksida atau besi karbonat. Beberapa contoh logam yang dapat dioksidasi oleh oksigen ditunjukkan pada persamaan reaksi berikut. → 4Fe(s) + 3O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. selain logam emas umumnya logam-logam memiliki potensial reduksi standar lebih rendah dari oksigen. → 4Fe(s) + O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. Misalnya.12.95 V → Zn(s) + O2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ Zn(OH)4(s) Esel = 0. Di alam emas terdapat sebagai logam murni.nH2O(s) Esel = 0. yaitu lingkungan yang lembap (mengandung uap air) dan diinduksi oleh adanya gas O2. atau H2S. Standard potensial reduction of gold is 1.5 V greater than O2 so that the corrotion wouldn t occure in the air. Mekanisme Korosi pada Besi Oleh karena besi merupakan bahan utama untuk berbagai konstruksi maka pengendalian korosi menjadi sangat penting. hampir semua logam dapat bereaksi dengan gas O2 secara spontan.nH2O Fe2+(aq) Tetes air Daerah katodik e– Daerah anodik Reaksi di anode: Fe(s) → Fe2+ + 2e– Besi Sumber: Chemistry: The Central Science. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Jadi. yaitu bijih logam. Korosi dan Pengendaliannya Aplikasi lain dari prinsip elektrokimia adalah pemahaman terhadap gejala korosi pada logam dan pengendaliannya. Definisi Korosi Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. Diperkirakan sekitar 20% logam rusak akibat terkorosi pada setiap tahunnya.

Fe(OH) 2 yang terbentuk dioksidasi oleh oksigen membentuk karat.13 Mekanisme korosi pada besi Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai berikut (lihat mekanisme pada Gambar 2. karat sering terbentuk pada daerah yang agak jauh dari permukaan besi yang terkorosi (lubang). Ampelas Bahan 1.13): → 4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3.5% 5. Warna pada karat beragam mulai dari warna kuning hingga cokelatmerah bahkan sampai berwarna hitam. Aseton 1 2 Kapas + CaCl2 paku udara + air udara tanpa air Air sudah dididihkan air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Reaksi Redoks dan Elektrokimia 51 . CaCl2 3. Air 2. sebagaimana elektron mengalir melalui rangkaian luar pada sel volta menuju daerah katodik hingga terjadi reduksi gas oksigen dari udara: → O2(g) + 2H2O(g) + 2e– ⎯⎯ 4OH–(aq) OH– (aq) O2(g) + H2O(g) + 2e– Daerah katodik Fe2+(aq) Fe(s) Daerah anodik Ion Fe2+ yang larut dalam tetesan air bergerak menuju daerah katodik. Alat 1. Oli 4. Warna ini bergantung pada jumlah molekul H2O yang terikat pada karat. • • • Kata Kunci Korosi Daerah katodik Daerah anodik Aktivitas Kimia 2.4 Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi Tujuan Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi. → Fe2+(aq) + 4OH–(aq) ⎯⎯ Fe(OH)2(s) → 2Fe(OH)2(s) + O2(g) ⎯⎯ Fe2O3. 3. Tabung reaksi 2. sebagaimana ion-ion melewati jembatan garam dalam sel volta dan bereaksi dengan ion-ion OH – membentuk Fe(OH) 2. Pada daerah anodik (daerah permukaan yang bersentuhan dengan air) terjadi pelarutan atom-atom besi disertai pelepasan elektron membentuk ion Fe2+ yang larut dalam air. → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– Gambaran umum proses korosi besi Fe(OH)2(s) + O2(g) → Karat Elektron yang dilepaskan mengalir melalui besi. Anda tentu dapat menyimpulkan faktor-faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi dapat dihindari.nH2O(s) Gambar 2. NaCl 0. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Korosi Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi. Paku 3.Besi memiliki permukaan tidak halus akibat komposisi yang tidak sempurna.nH2O(s) Karat Akibat adanya migrasi ion dan elektron. juga akibat perbedaan tegangan permukaan yang menimbulkan potensial pada daerah tertentu lebih tinggi dari daerah lainnya.

7. Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. 6. melainkan berkorban demi besi.44 V Eo= –0. 4. Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara maupun uap air yang masuk. Hal ini disebabkan dalam larutan garam terdapat ion-ion yang membantu mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil oksidasi. seperti dapat dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(g) + 2e– → Eo= –0.Langkah Kerja 1. a. Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari selama 3 hari. Sediakan 5 buah tabung. yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup rapat. Pasivasi adalah pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. Jika hanya ada air atau gas O2 saja. Korosi dapat terjadi jika ada udara (khususnya gas O2) dan air. 3. Kedua logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi) sehingga besi terlindung dari korosi. Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses korosi. Ion-ion klorida juga membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan ion Fe3+. dan penambahan zat inhibitor korosi. Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak berkarat? 2.5% (sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. Setelah dibiarkan beberapa hari.76 V 52 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . proteksi katodik. yaitu pelapisan (coating). Apa kesimpulan Anda tentang percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok Anda. Misalnya. korosi tidak terjadi. Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0. Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya sudah diampelas dan dibersihkan dengan aseton. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi. 4. Kekerasan karat meningkat dengan cepat oleh adanya garam sebab kelarutan garam meningkatkan daya hantar ion-ion oleh larutan sehingga mempercepat proses korosi. Metode Pelapisan (Coating) Metode pelapisan adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam besi. Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Pertanyaan 1. logam besi (paku) akan terkorosi yang dibuktikan oleh terbentuknya karat (karat adalah produk dari peristiwa korosi). 2. Faktor ini cenderung meningkatkan kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi. tetapi seng tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah. Ada tiga metode umum untuk mengendalikan korosi. tetapi dapat dikendalikan seminimal mungkin. dengan pengecatan atau penyepuhan logam. Pengendalian Korosi Korosi logam tidak dapat dicegah. Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir). Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan tabung ditutup rapat. 5. Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut.

Jika pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan normal (tanpa seng). Jika semua logam Mg sudah menjadi oksida maka besi akan terkorosi. Mg akan teroksidasi terlebih dahulu.14. seperti pipa ledeng. Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga tidak terkorosi.Oleh karena itu. Proteksi Katodik Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk mengendalikan korosi besi yang dipendam dalam tanah. Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi.2000 Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut. Kata Kunci • • • • Coating (pelapisan) Proteksi katodik Pasivasi Galvanisir Reaksi Redoks dan Elektrokimia 53 . Logam reaktif seperti magnesium dihubungkan dengan pipa besi. tetapi mengapa aluminium banyak digunakan sebagai rangka atau peralatan dan tidak tampak terkorosi sebagaimana besi? b. logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru dan selalu diperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi hidroksidanya. pipa pertamina. Baja stainless steel terdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil krom dan nikel. Tanah yang mengandung elektrolit Permukaan tanah Pipa besi Kabel Gambar 2. Proteksi katodik ditunjukkan pada Gambar 2. Oleh karena logam Mg merupakan reduktor yang lebih reaktif dari besi.14 Proses katodik dengan menggunakan logam Mg. → Anode : 2Mg(s) ⎯⎯ 2Mg2+(aq) + 4e– → Katode : O2(g) + 2H2O ( ) + 4e– ⎯⎯ 4OH–(aq) → Reaksi : 2Mg(s) + O2(g) + 2H2O ⎯⎯ 2Mg(OH)2(s) Oleh sebab itu. dan tanki penyimpan BBM. seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Kegiatan Inkuiri Aluminium memiliki potensial oksidasi lebih tinggi daripada besi. Magnesium (anode) Sumber: Chemistry: The Central Science.

Tes Kompetensi Subbab 1. inhibitor campuran. yaitu sebagai inhibitor katodik dan anodik. Contoh jenis inhibitor ini adalah merkaptobenzotiazol dan 1. dan garam sulfit. Inhibitor korosi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pengendaliannya. dan inhibitor teradsorpsi. Mengapa besi teroksidasi sangat lambat? Jelaskan. inhibitor katodik.c. 4) Inhibitor teradsorpsi Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam. yaitu inhibitor anodik. 2) Inhibitor katodik Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik. molibdat. misalnya penangkapan gas oksigen (o ygen scavenger) atau pengikatan ion-ion hidrogen. Kata Kunci • • Inhibitor korosi Lingkungan korosif Penambahan Inhibitor Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi. (Gunakan data potensial sel) Adakah persamaan antara proses korosi besi dan sel volta? Jelaskan. 2. 1) Inhibitor anodik Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Pada umumnya inhibitor komersial berfungsi ganda. D 3. 54 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Contoh inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat.5.3. 4. Apa yang dimaksud dengan inhibitor? Bagaimana kerja dari masing-masing inhibitor? Kerjakanlah di dalam buku latihan. tannin. Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin.7–tetraaza– adamantane. Mengapa logam besi berperan sebagai katode jika dihubungkan dengan logam magnesium atau seng? Jelaskan. 3) Inhibitor campuran Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses di katodik dan anodik secara bersamaan. Contoh inhibitor anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan senyawa molibdat. dan fosfat.

Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. 7. Sel elektrolisis banyak digunakan untuk pengolahan dan pemurnian logam serta pelapisan logam (electroplating). Kutub listrik pada anode negatif dan kutub listrik pada katode positif. oksidasi terjadi pada anode dan reduksi terjadi pada katode. yang memisahkan reaksi menjadi dua bagian reaksi. proteksi katodik. tetapi dapat dikendalikan. dan tekanan udara 1 atm). Dalam sel volta. Berlangsung tidaknya suatu sel elektrokimia dapat diramalkan berdasarkan nilai potensial reduksi standar. Sel elektrolisis disusun dari dua elektrode (katode dan anode) dan larutan elektrolit. Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang merupakan kebalikan dari sel volta. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi setengah sel yang diukur pada keadaan standar (konsentrasi 1 M. Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam lingkungan yang korosif dengan konsentrasi relatif sedikit untuk mengendalikan korosi. Sebagai standar untuk pengukuran potensial sel reduksi adalah elektrode hidrogen. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 55 . 8. Dalam sel elektrolisis. energi listrik dipasok untuk mendorong reaksi redoks tidak spontan menjadi spontan. reaksi dalam sel akan berlangsung spontan. 10. 9. suhu 25°C. 5. 14. dalam sel elektrolisis. sebaliknya tidak terjadi. Di anode terjadi reaksi oksidasi dan di katode terjadi reaksi reduksi (sama dengan sel volta). kutub anode (+) dan katode (–). 13. 3. Perbedaannya. 4. Potensial atau GGL sel adalah daya dorong elektron agar dapat mengalir dari anode menuju katode. 12. Jika potensial sel elektrokimia berharga positif . Persamaan reaksi redoks dapat disetarakan dengan metode bilangan oksidasi dan metode setengah-reaksi.Rangkuman 1. yaitu lingkungan lembap dan diinduksi oleh adanya gas O2 atau CO2. Jumlah zat yang terendapkan pada katode. Jembatan garam berisi larutan garam. Korosi tidak dapat dicegah. Sel volta disusun dari dua elektrode yang dihubungkan secara internal melalui jembatan garam dan secara eksternal melalui rangkaian kabel yang dapat dihubungkan dengan lampu listrik atau voltmeter. Elektrokimia adalah bidang kimia yang mengkaji energi listrik dalam reaksi kimia. 11. baik dengan cara pelapisan logam (coating). Sel volta adalah sel elektrokimia yang mengubah reaksi redoks menjadi energi listrik. arus listrik dan waktu elektrolisis yang diperlukan dapat dihitung berdasarkan Hukum Faraday. Jembatan garam berfungsi sebagai penghubung kedua elektrode secara internal untuk menetralkan ion-ion berlebih selama proses redoks berlangsung. 6. 2. maupun penambahan inhibitor.

Pada bab ini Anda telah mempelajari reaksi redoks dan prinsip elektrokimia (sel volta). dan penambahan inhibitor. Dengan menggunakan prosedur yang sudah baku. Pemahaman konsep redoks dapat memperkirakan apakah suatu reaksi berlangsung spontan atau tidak. diskusikan dengan teman atau guru Anda. Pada bab ini juga Anda dapat memahami prinsip elektrolisis. yang dapat menguatkan pemahaman Anda terhadap penyetaraan reaksi redoks baik dengan metode perubahan bilangan oksidasi maupun dengan metode setengah reaksi.Peta Konsep Metode PBO Redoks berdasarkan disetarakan dengan Metode setengah reaksi merupakan Elektrokimia Sel elektrokimia terdiri atas terdiri atas Katode merupakan Kutub positif Anode Katode terdiri atas merupakan Kutub negatif Kutub negatif Anode Sel elektolisis berdasarkan merupakan Kutub positif Hukum Faraday Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 2 ini? Bagian manakah dari materi Bab 2 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. seperti pelapisan logam (coating). proteksi katodik. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari reaksi redoks dan elektrokimia? 56 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Anda juga dapat menerapkan beberapa aplikasi teknologi yang berkaitan dengan proses penyediaan energi. Aplikasi sel elektrolisis di antaranya berguna untuk pengendalian korosi dengan berbagai cara.

2 mol B. A. NO2 E. dua di kanan E. → Sn(s)+4HNO3(aq) ⎯⎯ SnO2(s)+4NO2(s)+ H2O( ) Zat yang berperan sebagai reduktor. dioksidasi menjadi O2 dan direduksi jadi H2O C. 2. 0. 2. SnO2 D. 1. jumlah ion OH– yang dibentuk adalah …. yaitu. 5 B. 3 9. satu di kiri D. 2. 4 C. A.. Zat H2O2 terurai menjadi O2 dan H2O jika dipanaskan. Perhatikanlah konstruksi sel volta berikut. 6 E. 1. 3. setengah sel reduksi ke setengah sel oksidasi E. 5 D. → aKMnO4+bHCl ⎯⎯ cCl2+ dMnCl2 + eKCl + fH2O Nilai a dan c yang sesuai adalah …. 0. 16 B. A. 7 mol E. 8.Evaluasi Kompetensi Bab 2 A. r. H2O Pada reaksi berikut. Jembatan garam pada sel volta berfungsi sebagai …. → CN– ⎯⎯ CNO– Jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. 4 Pada penyetaraan setengah reaksi berikut. setiap mol H2S akan melepaskan elektron sebanyak …. 5. Potensial elektrode standar untuk → Ag+(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) E° = 0. 5. 0 D. A. 0. 3 B. A. 1. 6 C. direduksi menjadi O2 dan juga H2O E. pemercepat kerja sel volta 12. dua di kiri Gas H2S dapat dioksidasi oleh KMnO4 membentuk K2SO4. nol D. 1.80 V → Sn2+(aq) + 2e ⎯⎯ Sn(s) E°= 0. 5. 10. → aNO3–(aq) + bH+ + 8e– ⎯⎯ cN2O(g) + dH2O( ) Nilai a dan b yang cocok adalah …. dua di kiri 8. . media aliran elektron C. Pada sel volta. 6. Perhatikan persamaan reaksi reduksi berikut. 5 D. s. A. Sn2+(aq) 1M Ag+(aq) 1M 7. 3 B. 2. 2 Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa memiliki persamaan berikut. 8 E. 10 C. 2.87 volt Reaksi Redoks dan Elektrokimia 57 . 8 mol UMPTN 1999: Perhatikanlah reaksi redoks berikut. A. 12. 1. Dalam reaksi tersebut. MnO2. potensial rendah ke potensial tinggi B. 5. 1 E. 10 E. pembangkit tenaga listrik sel D.66 volt E. 10. 4. satu di kanan C. kutub positif ke kutub negatif C. 10. 16 C. direduksi jadi O2 dan dioksidasi jadi H2O B. 2. 12. Setengah reaksi reduksi NO3– menjadi N2O adalah sebagai berikut. p IO3–(aq) + H+ + r e– → s I2(s) + t H2O( ) Nilai p. t di atas berturut-turut adalah …. 1. Sn B. 5 mol D. 0. dioksidasi menjadi O2 dan juga H2O D. 1. 1. 8 Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi asam format. 4 mol C. anode ke katode melalui sirkuit eksternal D. → MnO4– (aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan. A. 1. 12 D.. Pada reaksi tersebut. A. HNO3 C. 12. anode ke katode melalui jembatan garam 11.74 volt C. penghubung kedua setengah sel B. 2. dan zat lain. nol B. terurai tanpa mengalami oksidasi dan reduksi 10. 5. dua di kanan E. 6. 1. Sn Ag 6. empat di kanan B. A.14 V GGL sel yang terjadi adalah …. A.52 volt D. H2O2 …. 1. 1. 5.94 volt B. penetral kelebihan ion dalam sel E. A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. elektron mengalir dari …. empat di kiri C.

25 volt C. Zn sebagai anode D. Cu sebagai katode. 3 F 25. → A.. 0. Fe2+. tetapi tidak dapat mereduksi Ni2+ menjadi Ni adalah …. Br– 18. +0. Zn sebagai anode B.. C(s) Fe2+(aq) H2(s) H+(aq) Pt E. 4OH–(aq) ⎯⎯ 2H2O( ) + O2(g) + 4e– → C.25 volt. A. Fe2+. (2 × 0. 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) → E. Potensial sel Zn(s) Zn2+(1M) Pb2+(1M) Pb(s) adalah … (lihat tabel potensial reduksi standar) A. +0. 2H2O( ) ⎯⎯ 4H+(aq) + O2(g) + 4e– 24. 1 F D. –0. Br2 C. Mg(s) + 2Fe3+(aq) → Mg2+(aq)+ 2Fe2+(aq) D.13 V Potensial standar sel volta yang tersusun dari elektrode Ni dan Pb adalah ….80) + (–0. UMPTN 1999 A: Diketahui: → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0. → I2(s) + e– ⎯⎯ I–(aq) Eo = 0. Br– D.80) – (–0. anode bermuatan negatif C.76) B. 4 F B.12 volt E. Fe3+. Potensial sel volta paling besar diperoleh jika …. C(s) Fe2+(aq). Zn D. Cd B. 6 F C. Ni sebagai anode C.Fe3+(aq) Pt H2(g) H+(aq) 14. Fe2+. Mg2+ Mg = –2. Sel volta disusun dari elektrode karbon dalam larutan Fe2+ sebagai anode dan elektrode hidrogen standar sebagai katode. Potensial elektrode standar reaksi reduksi adalah sebagai berikut. (2 × 0. Ni sebagai katode. Potensial reduksi standar Cu.77 V → 2.34 V → 3. A. 2Fe2+(aq) + Cu2+(aq) → 2Fe3+(aq)+ Cu(s) 19.76 V +(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) → Ag Eo = +0. Cu sebagai katode. Pada proses elektrolisis larutan NaOH dengan elektrode Pt. A. Ni.38 volt D..34 volt. Cu2+ Cu = +0.12 volt 17.80 V GGL sel yang dibentuk dari seng dan perak adalah….37 V . Cu sebagai anode 16.637 volt C. Cu(s) + Mg2+(aq) → Cu2+(aq)+ Mg(s) E. H2(g) D. Penulisan lambang yang tepat untuk sel ini adalah …. reaksi kimia yang terjadi pada katode adalah …. A. Br2 B.76) C.637 volt E.13 V → 4. Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = – 0.25 V → Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = –0. dan Zn berturut-turut 0. Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Eo = + 0. –0. elektrode yang dihubungkan dengan terminal positif baterai dinamakan katode E.76 V Fe (aq) + e – ⎯⎯ → Br–(aq) Br2( ) + e Eo = 1.80 + (–0. (dalam satuan volt) A. –0. Perhatikan potensial reduksi standar berikut. Reaksi yang memiliki potensial terbesar adalah ….80 21. A. O2(g) E. (2 × 0. Pb E. I– E.76 V.511 volt D.. Ni sebagai katode.76) E.76) D. Fe(s) Fe2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt B. Ebtanas 1999: Diketahui potensial reduksi standar untuk: Fe3+ Fe2+ = +0. Zn(s) + 2Fe3+(aq) → Zn2+(aq)+ 2Fe2+(aq) C. I2.889 volt 20. Pada sel elektrolisis berlaku …. Zn2+ Zn = –0. Zn sebagai katode. 58 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . A. Jika larutan MgCl2 dielektrolisis. reduksi berlangsung di katode 22. dan –0.77 V. Mg(s) B. Al C. Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) → B. 0. H2O( )+e– ⎯⎯ H2(g)+OH–(aq)Eo=+ 0. Zat yang dapat mereduksi Ag+ menjadi Ag. Fe2+(s) Fe(s) H+(aq) H2(g) Pt C. 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) → D.76 volt. 0.54 V 3+ – ⎯⎯ 2+ → Fe (aq) Eo = 0. A. oksidasi terjadi pada katode B.76) – 0. UMPTN 1995 B: Oksidasi satu mol ion CN– menjadi ion CNO– memerlukan muatan listrik sebanyak …. +0. Fe3+ H+(aq) H2(g) Pt D. Cl2(g) C. 2 F E.13. HClO 23. → Zn(aq) + 2e ⎯⎯ Zn(s) Eo = –0. Diketahui data potensial reduksi standar: → 1.889 volt B. 0.80 – (–0..25 volt B. zat yang akan terbentuk di anode adalah.. urutan yang terlebih dahulu dielektrolisis pada katode adalah …. –0. Cu sebagai anode E. –0. Mg 15. Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) Eo = + 0. Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq)+ Cu(s) B. migrasi kation menuju elektrode positif D. 0.34 V. A.50 V Berdasarkan data tersebut. C(s) Fe2+(aq).07 V Pasangan yang dapat bereaksi adalah . A.

Jika selama elektrolisis pada sel kedua terbentuk 0.. 1.5 mg D. 4. 2. A.. campuran D. 2.. 1 2 Kapas + CaCl2 Air sudah dididihkan udara + air udara tanpa air air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Percobaan yang terjadi korosi adalah . pipa besi yang dipendam dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif. 2. 2 dan 4 E. 3. 4. 0. 0. 29. gas N2 dan CO2 di udara melindungi oksidasi aluminum D.0 F D. muatan elektron D.. oksidanya membentuk lapisan pelindung yang kuat pada logam C. coating Reaksi Redoks dan Elektrokimia 59 . A. 4 B. 27.. tetapi tidak bereaksi dengan oksigen dari udara..6L E.2 L B. elektron mengalir dari Fe ke Mg B.001 mol B. Aluminium walaupun tergolong logam reaktif. Mg berfungsi sebagai katode 35.010 mol D. UMPTN 1998 B: Perkaratan besi pada suhu kamar dipengaruhi oleh adanya …. 1.0 F B. 1 dan 5 B. 0. Jika jumlah arus listrik dan waktu yang sama dialirkan ke dalam larutan Cu2+ maka logam Cu yang diendapkan sebanyak ….. 0. Untuk menghambat korosi.0 F Pada percobaan elektrolisis. 0.10 mol 31.005 mol C. Fe berfungsi sebagai anode D. muatan pada ion Pada elektrolisis CdSO4 menggunakan elektrode karbon terbentuk endapan Cd sebanyak 2 g di katode (Ar Cd=112). membentuk lapisan pelindung melalui reaksi dengan belerang di udara E. 0. Jenis inhibitor yang mengendalikan korosi dengan cara menangkap gas O2 adalah inhibitor . 2 dan 5 C. 442. jumlah elektron C. A. oksigen saja B. A. 0.0 mg C. 3 dan 5 34. 0. 737. 0. A.5 mg Pada elektrolisis. 3. A. 30.. 1. 3. 3. Mg mengalami oksidasi C. 3 D. 4. 2. A. 2 C. 2 E. Volume O2 yang terbentuk di anode pada STP adalah …. perbandingan tetapan Faraday terhadap tetapan Avogadro adalah …. 147. anodik C. 1. A.8 L Dua buah sel masing-masing berisi larutan NiCl2 dan AgNO3 dihubungkan secara seri.4 L C. Fe melepaskan elektron E. air dan nitrogen C. 4 UMPTN 1997 A: Untuk mereduksi 60 g ion Ca2+ menjadi Ca (Ar Ca = 40) diperlukan .5 F E.26. A. Pada sistem ini …. jumlah arus listrik pada waktu tertentu dapat mengendapkan 0. aluminium tergolong logam mulia 33. 590. oksigen dan air D. air saja 32. 4. 1 dan 3 D.54 gram perak (Ar Ag =108) maka massa nikel (Ar Ni =59) yang terbentuk pada sel pertama adalah ….. adsoprsi E. katodik B. 28. 1. 3. jumlah mol elektron B. A. 1.5L D. Hal ini disebabkan …. 295. seperti Mg. 0. A.02 mol E. dilindungi oleh sejumlah kecil pengotornya B.0 F C. 1. muatan satu mol elektron E. air dan argon E.0 mg E. Gambar berikut menunjukkan pembentukan korosi pada besi.5 mg B.01 mol Ag.

6. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+ + NO(g) → b. Hitunglah potensial sel yang diperoleh dari sel pada 25 o C menggunakan elektrode di mana I – (aq) dihubungkan dengan I2(s) dan elektrode lain dengan logam krom yang dicelupkan ke dalam larutan Cr3+(aq). Mengapa nilai potensial sel merupakan kekuatan relatif yang harganya tidak mutlak? Sel volta tersusun atas elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. Br–+ MnO4– ⎯⎯ Br2( )+ Mn2+ → g. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b.B. kemudian tunjukkan anode. arah aliran elektron. permukaan logam berperan sebagai anode sel volta.5 A. 7. 8. → a. Mn2+ + NaBiO3 (s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– → e. 60 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pb(s) + PbO2(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ PbSO4(s) → d. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) Gas klor pertama kali dibuat oleh Scheele tahun 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. 3. Reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq)+ MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakanlah reaksi tersebut dengan metode PBO. 5. Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana asam menggunakan metode setengah reaksi. H3AsO4(aq) + Zn(s) ⎯⎯ AsH3(s)+ Zn2+ → f. 2. CH3OH(aq)+ Cr2O72– ⎯⎯ CH2O(aq)+ Cr3+ Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah reaksi. Ketika besi berkarat. katode. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(aq) + AlO2– – + S – ⎯⎯ MnS(s)+ S(g) → d. dan gerakan kation. Cl2(g) → c. → a. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) → c. Tentukanlah produk elektrolisis larutan LiBr dan hitunglah massa setiap produk yang dibentuk melalui elektrolisis untuk 1 jam dengan arus 2. 1. Setengah reaksinya adalah → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(a ) + 2e– → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Gambarkan diagram sel. MnO4 2 → e. Mengapa logam besi menjadi katode dari sel volta jika dihubungkan dengan logam Mg atau Zn? Jelaskan. 4.

Sampai saat ini. Unsur-Unsur Golongan Alkali D. Nitrogen. kegunaan. A. Unsur-Unsur Gas Mulia B. kereaktifan dan sifat khusus lainnya). kelarutan. Setelah mempelajari bab ini. dan Belerang 61 . Pengetahuan akan sifat-sifat unsur dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya. Aluminium dan Senyawanya F. Unsur-Unsur Halogen C. lebih dari seratus macam unsur sudah dikenal dan diidentifikasi sifat-sifat dan manfaatnya. Oksigen. titik leleh.Bab 3 Sumber: www. warna. baik dalam bentuk unsur bebas maupun dalam bentuk senyawanya. kekerasan. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. dan bahayanya serta terdapatnya di alam. Hampir semua industri kimia bahkan industri otomotif melibatkan unsur-unsur golongan utama. Karbon dan Silikon G. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting.geokem. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih.com Pertambangan batubara yang terdapat di Pulau Kalimantan. menjelaskan manfaat. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah E. Sifat-sifat unsur yang mirip digolongkan ke dalam satu golongan dalam sistem periodik. Apa sajakah unsur-unsur golongan utama tersebut? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur-unsur golongan utama dan proses pembuatannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.

Gas sisa selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung hampa udara dan dilewatkan muatan listrik bertegangan tinggi hingga terpancar sinar yang berwarna merah-hijau.2498 g L–1). artinya malas). Unsur-Unsur Gas Mulia Selama ini Anda tentu berpandangan bahwa unsur-unsur gas mulia bersifat stabil. Setelah ditemukan gas argon. Untuk mengetahui gas tersebut. Ramsay dan Rayleight menyimpulkan bahwa gas sisa adalah unsur baru. pada 1962 pandangan tersebut gugur sebab beberapa senyawa gas mulia dapat disintesis. Rayleight bersama-sama illiam Ramsay melakukan penyelidikan dengan cara mereaksikan gas nitrogen dari udara dengan magnesium pada suhu tinggi menjadi padatan Mg3N2 dan gas sisa yang tidak reaktif. 1. dan xenon ( enos. Sifat-Sifat Unsur Gas Mulia Pada pembahasan Ikatan Kimia di Kelas X. artinya tersembunyi).2561 g L–1) lebih besar dari yang diperoleh dari hasil penguraian senyawa nitrogen di laboratorium (1. Masih ingatkah Anda mengenai sistem periodik Mendeleeve? Apakah yang dimaksud dengan unsur-unsur golongan utama dalam tabel periodik? Sifat-sifat apa sajakah yang Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama berdasarkan sistem periodik? A. walaupun tidak semua gas mulia dapat dibentuk senyawanya. kripton (kryptos. 2. Kelimpahan Gas Mulia di Alam III A 1s2 He 2s2 2p6 Ne 3s2 3p6 Ar 4s2 4p6 Kr 5s2 5p6 Xe 6s2 6p6 Rn Pada 1892. Kata Kunci • • • • • Gas mulia Inert Gas monoatomik Konfigurasi oktet Distilasi bertingkat Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda suatu prosedur penyelidikan untuk mensintesis Mg3N2 dari logam magnesium dan gas nitrogen. gas mulia yang lain ditemukan. artinya matahari). disebut argon (dalam bahasa unani argos. gas mulia dianggap stabil karena memiliki konfigurasi elektron yang terisi penuh: He: 1s2 Ne: 1s2 2s2 2p6 Ar: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 Xe: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 62 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Ramsay menemukan bahwa di udara juga terdapat gas mulia lain yang merupakan komponen utama matahari sehingga gas tersebut dinamakan helium ( unani.Tes Kompetensi Awal 1. helios. dalam arti tidak dapat membentuk senyawa. artinya asing). Lord Rayleight menemukan bahwa massa jenis gas nitrogen yang diperoleh dari udara (1. 3. Namun. Dia menyimpulkan gas nitrogen dari udara mengandung gas lain. 2. terletak antara halogen dan logam alkali. artinya baru). Mereka menduga bahwa argon termasuk dalam kolom unsur baru pada tabel periodik. Mereka cenderung menyendiri sehingga gas mulia mendapat julukan gas lembam (inert). Gas mulia berikutnya yang ditemukan Ramsay adalah gas neon (neos.

dan xenon berwarna biru. tidak berasa. Gas helium hanya dapat dipadatkan pada tekanan sangat tinggi. dan xenon sedikit larut dalam air akibat terjebak di antara molekul air. argon berwarna merah muda.90 –246 –249 Ar 154 1. kecuali helium dan radon diperoleh melalui distilasi bertingkat udara cair. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 63 . 1989 Pada tekanan normal. Oleh karena gas helium merupakan gas yang memiliki titik leleh dan titik didih paling rendah maka gas tersebut dapat digunakan sebagai pendingin untuk mempertahankan suhu di bawah 10 K. di atas 25 atm. Kompresor Udara cair Gambar 3. kripton berwarna putih-biru.2 Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Gas Mulia Sifat Fisika Jari-jari (pm) Kerapatan (g cm–3) Titik didih (°C) Titik leleh (°C) He 93 0. dan tidak berbau.75 –153 –157 Ramsay adalah seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris yang menemukan argon. Argon. Udara kering dan bersih pada 20 atm Menara pendingin 3. Pada tahun 1904 dia menerima hadiah Nobel untuk kimia. sebab jari-jari atomnya terlalu kecil hingga dapat meninggalkan air. Makin besar energi ionisasi. yaitu zat yang memiliki daya hantar listrik tanpa hambatan dan menolak medan magnet. digunakan dalam pembuatan udara cair komersial. kripton. S). semua gas mulia.Selama beberapa tahun. gas mulia tidak reaktif sebab memiliki konfigurasi oktet. Menurut teori Lewis. Perbedaan titik didih yang tinggi memungkinkan gas-gas mulia di udara dapat dipisahkan. Gas helium dan neon hingga saat ini belum dapat dibuat senyawanya. Ketidakreaktifan gas mulia juga dapat dilihat dari data energi ionisasinya. makin sukar gas mulia membentuk senyawa.80 –186 –189 Kr 169 3. kecuali helium.1 Energi Ionisasi Pertama Unsur-Unsur Gas Mulia Gas mulia EI(kJ mol–1) He Ne Ar Kr Xe Rn 2377 2088 1527 1356 1176 1042 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. 800 kali lebih cepat dibandingkan kawat tembaga. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Gas Mulia Secara komersial. Hampir semua gas mulia berwarna terang jika loncatan bunga api listrik dilewatkan ke dalam tabung berisi gas mulia. Gas mulia banyak dipakai sebagai gas pengisi lampu pijar dan neon. Beberapa sifat fisika gas mulia dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.1 Skema pencairan udara.8 –108 –112 Rn 225 10 –62 –71 Sumber: Chemistry (Zumdahl. 1997 Gas mulia merupakan gas monoatomik. Pada 4 K. gas helium menunjukkan sifat super fluida tanpa viskositas disebut super konduktor. Tabel 3. semua gas mulia dapat dipadatkan. pandangan tersebut dijadikan acuan pada pembentukan ikatan kimia. e 190 5. tidak berwarna. Dia bekerja sama dengan ahli fisika Lord Rayleight. Daya hantar listrik helium pada 4 K.18 –269 –272 Ne 112 0. 1989 Kimia Sir William Ramsay (1852–1916) Sekilas Sumber: Jendela Iptek: Kimia. and Steven.. Neon berwarna merah. Helium dan neon tidak dapat larut dalam air.

73 kali panjang gelombang spektrum garis ungu-merah dari atom kripton.2).4).Gambar 3. PtF6 membentuk padatan ionik [O2+][PtF6–].3. 4.5). Helium memiliki titik didih paling rendah sehingga banyak dipakai sebagai pendingin.8 nm.4 Gas argon banyak digunakan dalam las (menyambung) logam. gas O2 dan N2 bereaksi dengan CaC2 dan menyisakan gas argon. Helium dan nitrogen digunakan sebagai pengisi bola lampu pijar. Persamaan kimianya: → Udara + 3 CaC2 ⎯⎯ CaCN2 + 2CaO + 5 C + Ar Gas argon digunakan sebagai gas penyambung (las) logam (Gambar 3. Sumber: Sougou Kagashi Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.3 Lampu kilat (blitz) yang dipakai pada foto analog mengandung gas xenon. Laser tersebut memancarkan cahaya merah dengan panjang gelombang 632. Pada tahun 1962. Lampu neon dari gas mulia banyak digunakan dalam papan reklame. Lihat Tabel 3. Menurut cara ini. Di antara semua unsur gas mulia. diperoleh dengan cara pemanasan udara kering dengan CaC2. kripton digunakan sebagai standar satuan panjang. Oleh karena tabung yang berisi gas mulia menghasilkan cahaya berwarna terang jika dilewatkan loncatan bunga api listrik maka gas mulia banyak digunakan dalam alat penerang (Gambar 3. Gas mulia juga dipakai sebagai pelarut gas oksigen bagi para penyelam dan sebagai udara atmosfer bagi pesawat ruang angkasa. Bartlett menduga bahwa xenon juga dapat bereaksi dengan platina heksafluorida. Selain itu.21×103 kJ mol–1). Argon merupakan gas mulia terbanyak di udara.763. xenon juga dapat bereaksi dengan fluor secara langsung dalam tabung nikel pada suhu 400°C dan tekanan 6 atm menghasilkan xenon tetrafluorida. Sumber helium adalah gas alam. Oleh karena energi ionisasi gas xenon (1. Bartlett berhasil mensintesis senyawa xenon dengan rumus XeF6 berwarna jingga-kuning (lihat Gambar 3. Mengapa kedua gas mulia ini dapat membentuk senyawa? Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Dalam bola lampu. baru kripton dan xenon yang dapat dibuat senyawanya. orang pertama yang membuat senyawa gas mulia.650. Dalam sistem pengukuran. Senyawa Gas Mulia Neil Bartlett. seperti fluor dan oksigen. Gas mulia juga digunakan dalam sejumlah sinar laser. Ukuran panjang satu meter didefinisikan sebagai 1. 64 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . campuran gas tersebut mengkonduksi panas dari filamen tungsten. berupa padatan tidak berwarna dan mudah menguap.2 Berbagai jenis lampu berisi gas mulia.17 × 103 kJ mol–1) tidak berbeda jauh dengan molekul oksigen (1. → Xe(g) + 2F2(g) ⎯⎯ XeF4(s) Sejak saat itu banyak senyawa gas mulia yang dibuat dengan unsur-unsur yang keelektronegatifan tinggi. Dia mengetahui bahwa molekul oksigen dapat bereaksi dengan platina heksafluorida. Laser dari neonhelium pertama kali dioperasikan sebagai gas laser yang kontinu.

jari-jari atom gas mulia makin ke bawah makin besar. Akan tetapi. Hibridisasi apa yang terjadi pada senyawa tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Persamaan kimianya: → 2XeF2 + 2H2O ⎯⎯ 2Xe + O2 + 4HF → 6XeF4 + 12H2O ⎯⎯ 2XeO3 + 4Xe + 3O2 + 24HF → XeF6 + H2O ⎯⎯ XeOF4 + 2HF Sumber: Chemistry. gaya tarik inti terhadap elektron valensi makin berkurang sehingga atom-atom gas mulia seperti xenon dan kripton lebih reaktif dibandingkan gas mulia yang lain. melalui reaksi langsung Xe(g) dan F2(g) dalam kamar reaktor nikel pada 400°C dan 6 atm. dan XeF6. 1990 Senyawa Xenon difluorida Xenon tetrafluorida Xenon heksafluorida Xenon trioksida Xenon tetroksida Kegiatan Inkuiri Gambarkan struktur molekul dari senyawa xenon. eksplosif Gas tak berwarna. Adakah penyimpangan? Tergolong senyawa apakah menurut Lewis? Hal ini berkaitan dengan jari-jari atom gas mulia.Tabel 3. Xenon difluorida adalah oksidator yang kuat. Xenon trioksida dapat juga bereaksi dengan suatu basa. Xenon trioksida. H2XeO4.5 Kristal XeF4 Pertama dibuat tahun 1962. Gambarkan struktur molekul dari XeF2. XeO3 memiliki bentuk padat berwarna putih dan bersifat eksplosif. yang bersifat oksidator kuat. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 65 .3 Senyawa yang Mengandung Unsur Gas Mulia (Xenon) dengan Unsur Elektronegatif Rumus XeF2 XeF4 XeF6 XeO3 XeO4 Deskripsi Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna. ion fluorida. dan O2. 2. Pada tabel periodik. jika dilarutkan dalam air. XeF4. sifat eksplosif XeO3 akan hilang sebab terbentuk senyawa asam ksenat. A dan HF. Radon dengan jari-jari paling besar juga dapat bereaksi dengan oksigen atau fluor. Jika senyawa-senyawa fluorida dari xenon direaksikan dengan air akan terbentuk senyawa xenon yang lain. Akibatnya. Dalam larutan HCl senyawa ini tereduksi menjadi xenon 3. tetapi karena radon merupakan unsur radioaktif menjadikan senyawa yang terbentuk sukar dipelajari. kemudian hubungkan dengan teori oktet dari Lewis. Persamaan kimianya: → XeO3 + NaOH ⎯⎯ NaHXeO4 (natrium ksenat) → 4NaHXeO4 + 8NaOH ⎯⎯ 3Na4XeO6 + Xe + 6H2O (natrium perksenat) Tes Kompetensi Subbab 1. Tuliskan reaksi redoksnya. seperti NaOH membentuk garam ksenat dan garam perksenat. Xenon difluorida dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon. XeO3 merupakan oksida xenon yang paling utama. disertai dengan HCl yang dioksidasi menjadi Cl2. Tuliskan persamaan reaksinya. 2000 Gambar 3. eksplosif Sumber: General Chemistry .

terdapat sebagai ion Br dalam air laut.4.99 Br –7 –59 3.6 Mineral fluoroapatit dan fluorit (fluorosfar) Halogen umumnya terdapat dalam bentuk garamnya. Fluorin dan klorin berwujud gas. artinya pesing). ruangan akan tampak cokelat-kemerahan.7). 2.14 I 114 184 4. 66 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . halos = garam.82 1. 2000 Gambar 3.19 0. Iodin berupa zat padat berwarna hitam mengkilap yang dapat menyublim menghasilkan uap berwarna ungu (lihat Gambar 3. 1 Kelimpahan Unsur Halogen Sumber: Chemistry.5 – 295 2.93 2. Halogen umumnya berbau menyengat.8 –325 1.0032 3. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat.0 –349 1. Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam. Unsur astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil.2 –270 – 1.64 Cl –101 –35 0.12 2. dan sifat-sifat fisika lainnya ditunjukkan pada Tabel 3. unsur-unsur halogen tidak pernah ditemukan dalam keadaan unsur bebas di alam. Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya. 3Ca3(PO4)2. Oleh sebab itu. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan.67 0. Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam. terutama klorin dan bromin (bromos.33 At – – – 2. Oleh sebab itu. unsur-unsur golongan VIIA dinamakan halogen.48 Sifat Sifat Unsur Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) II A [He]2s22p5 F [Ne]3s2 3p5 Cl [Ar]4s2 4p5 Br [Kr]5s2 5p5 I [Xe]6s2 6p5 At Sumber: General Chemistry .4 Beberapa Sifat Unsur-Unsur Golongan VIIA F –220 –188 0. Sifat-Sifat Unsur Halogen Semua unsur halogen terdapat sebagai molekul diatom.B.06 1. halogen menempati golongan VIIA dalam tabel periodik. Unsur-Unsur Halogen Berdasarkan konfigurasi elektronnya. Tabel 3.0017 4. 1990 Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam tabel periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. Kedua gas ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. dan I2. Titik leleh. fluorin berwarna kuning pucat dan klorin berwarna kuning kehijauan. Iodin terdapat dalam jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO3 bersama-sama garam nitrat. Br2.CaF2 dan mineral fluorit. yaitu F2. genes = pembentuk atau pencipta).0 – 328 1. Bromin mudah menguap. artinya pembentuk garam (halos dan genes. cairan dan uapnya berwarna cokelat-kemerahan. Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit.6. Cl2. Bromin kurang melimpah. titik didih. CaF2. Atom-atom unsur halogen memiliki afinitas elektron tinggi sehingga mudah menerima elektron membentuk konfigurasi elektron gas mulia. Bentuk kedua mineral tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.

tetapi reaksi kebalikannya tidak terjadi. Dari atas ke bawah. Aquades (air suling) 4. afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I. dan I 2 dapat dilihat dari reaksi antarhalogen. HCl pekat 3. Catatan Note Halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang berada di bawahnya dalam tabel periodik.7 Kristal Iodium apabila dipanaskan tidak mencair. Kaporit 2. Kekuatan oksidator halogen menurun dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Hal ini dapat dilihat dari potensial reduksi standar: → F2 + 2e– ⎯⎯ 2F– E° = +2. but the opposite reaction will not occur. → Cl2(aq) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + Br2(aq) → Cl2(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + I2(aq) Reaksi Cl2 dengan Br– atau I– dapat digunakan untuk identifikasi bromin dan klorin dalam suatu senyawa ion. Oleh karena itu.87 V – ⎯⎯ – Cl2 + 2e → 2Cl E° = +1. Tabung reaksi 2. Tabung "Y" Bahan 1. Cl 2. Kata Kunci • • Molekul diatom Oksidator kuat Aktivitas Kimia 3.36 V – ⎯⎯ – Br2 + 2e → 2Br E° = +1. jari-jari atom meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah.Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya.54 V Berdasarkan data potensial reduksi standar dapat disimpulkan bahwa F2 merupakan oksidator paling kuat. 1997 Gambar 3. Botol pereaksi 3. tetapi reaksi kembalinya tidak terjadi.07 V – ⎯⎯ – I2 + 2e → 2I E° = +0. Oleh karena unsur halogen mudah menerima elektron maka semua unsur halogen merupakan oksidator kuat. akan terbentuk bromin dan iodin. unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang terletak di bawahnya dalam tabel periodik. Akibatnya. Kereaktifan halogen dapat juga dipelajari dari afinitas elektron. Gas fluorin dapat mengoksidasi unsur-unsur halogen yang berada di bawahnya: → F2(g) + 2Cl–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Cl2(g) → F2(g) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Br2(g) → F2(g) + 2l–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + l2(s) Sumber: Chemistry: The molecular Science. Larutan Kl 5. kereaktifan unsur-unsur halogen dari atas ke bawah berkurang. Demikian pula jika gas klorin ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung ion Br– atau ion I–. tetapi menyublim. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Makin besar afinitas elektron. Br2. makin reaktif unsur tersebut. Halogen can be oxidized by another halogen which is under the first one in periodic table. Kekuatan oksidator F2.1 Daya Oksidasi dan Reduksi Unsur Halogen Tujuan Menunjukkan sifat oksidator halogen dan daya pereduksi halidanya. Alat 1. Kloroform Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 67 .

Siapkan Tabung "Y" seperti gambar berikut. baik unsur logam maupun nonlogam. kenyataannya HF mempunyai titik didih tertinggi karena mempunyai ikatan hidrogen. Zat apakah yang terdapat dalam kloroform? 4. kovalen D. 0. Reaksi gas Cl2. nilai GGL dapat dihitung dari potensial reduksi standar. (D) SPMB 2002 Oleh karena potensial sel sangat tinggi maka reaksi fluorin dan air berlangsung sangat dahsyat. sedangkan I2 sukar larut dalam air. Demikian pula dengan sesama halogen dapat membentuk senyawa antarhalogen. Mengapa F2 bereaksi.. 3. 2. Siapkan tabung reaksi yang berisi campuran larutan Kl dan kloroform.. 2. 3. dan I 2 dengan air menghasilkan nilai GGL berturut-turut 0. van der Waals E. Amati perubahan yang terjadi. Lakukan sampai terbentuk larutan klorin jenuh.28 volt. hidrogen C. seperti ClF. Jadi. ClF3. Gas F2 bereaksi dengan air membentuk HF. Larutan KI + kloroform Pertanyaan 1. Agar I2 dapat larut dalam air. HBr. IBr. sedangkan I2 tidak bereaksi. Br 2. 68 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 4. sedangkan yang lain tidak bereaksi? Kelarutan halogen dalam air beragam. Tuliskan reaksi yang terjadi antara Kl dan Cl2. dan HI karena mempunyai Mr terkecil sehingga ikatan Van der Walls paling rendah. HClO(aq) + HCl(aq) Cl2(g) + H2O( ) HBrO(aq) + HBr(aq) Br2(aq) + H2O( ) Kegiatan Inkuiri Jelaskan kelarutan gas halogen menggunakan data potensial reduksi standar antara gas halogen dan air. dan HI. Putar tabung Y sedemikian rupa sehingga HCl pekat mengalir ke dalam kaporit. Berapa potensial sel dalam reaksi tersebut? 5. harus ditambah KI karena terbentuk senyawa kompleks I3–.05 V Mahir Menjawab Berdasarkan sifat periodik unsurunsur halogen. Akan tetapi. Nilai GGL dapat dipakai untuk meramalkan kespontanan reaksi. Tambahkan kaporit pada kaki kiri dan HCl pekat pada kaki kanan. BrF.24 volt. → KI(aq) + I2(s) ⎯⎯ KI3(aq) Halogen dapat bereaksi dengan hampir semua unsur. dan IF7. ion B. jawaban yang dimaksud adalah ikatan van der waals.. Menunjukkan oksidator klorin 1. Tuliskan reaksi yang terjadi antara kaporit (CaOCl2) dan HCl. dan –0. Masukkan aquades pada botol pereaksi. Gas Cl2 dan Br2 larut baik dalam air. Hal ini di sebabkan HF mempunyai ikatan . HBr.Langkah Kerja Pembuatan larutan klorin 1. gas Cl2 dan Br2 dapat bereaksi.54 volt. Tambahkan larutan Cl 2 jenuh hasil reaksi ke dalam tabung reaksi. kovalen ion Pembahasan HF seharusnya mempunyai titik didih yang rendah dibandingkan dengan HCl. Apakah yang dapat Anda amati dari percobaan pembuatan larutan klorin? 2. Berdasarkan nilai GGL. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari pengamatan percobaan ini? Diskusikan dengan teman atau guru Anda. HF diharapkan mempunyai titik didih paling rendah dengan HCl. ClF5. Pada reaksi halogen dan air. A. misalnya: → 2F2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4HF(aq) + O2(g) E° = 2.

UF6 (padatan berwarna putih dan mudah menguap). dan HBrO4 tidak stabil sehingga sukar dibuat. halogen membentuk senyawa kovalen. Bilangan oksidasinya mulai dari +1. yaitu larutan KF dalam HF cair. kecuali fluorin. (*) HBrO2. 1990 Contoh 3. 2002 Gas F2 diproduksi secara komersial untuk bahan bakar nuklir uranium. Sumber: General Chemistry .8 Anode F2 HF H2 Katode Gambar 3. Oleh karena itu.8 Pembuatan gas F2 secara elektrolisis Larutan KF dalam HF cair Sumber: Chemistry. dan +7. tidak akan terjadi reaksi: → Cl–(aq) + I2(s) ⎯⎯ Kata Kunci • • • • • Senyawa ionik Senyawa antarhalogen Senyawa kovalen Asam okso Elektrolisis 3. Jadi. Contohnya dapat dilihat pada Tabel 3. Semua unsur halogen dapat membentuk asam okso. I2 tidak dapat mengoksidasi Cl– . Logam uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih menghasilkan uranium heksafluorida. and HBrO4 are unstable thus those are difficult to be produced. Dengan demikian.1 Reaksi Antarhalogen Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut jika dapat bereaksi. pada umumnya halogen memiliki bilangan oksidasi 1. HIO2. Br2 akan mengoksidasi I– : → 2I–(aq) + Br2( ) ⎯⎯ 2Br– (aq) + I2(s) – (b) Ion Cl adalah ion halogen berada di atas iodium dalam tabel periodik.Pada senyawa antarhalogen. +3. Baik dalam senyawa ionik maupun kovalen. Perhatikan Gambar 3. HIO2. biloks Cl = +3 dan biloks F = –1. +5.5. Halogen bereaksi dengan logam membentuk senyawa ionik. Tabel 3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas F2 merupakan oksidator kuat sehingga hanya dapat dibuat melalui elektrolisis garamnya. (a) I–(aq) + Br2( ) (b) Cl–(aq) + I2(s) Jawab (a) Br2 dapat mengoksidasi ion halogen yang berada di bawahnya pada tabel periodik. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katode dan gas F2 di anode. dalam molekul ClF3. biloks positif dimiliki oleh halogen dengan keelektronegatifan lebih kecil. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 69 . Misalnya. Dengan unsur bukan logam.5 Halogen Klorin Bromin Iodin Senyawa Halogen yang Dapat Membentuk Asam Okso Hipohalida HClO HBrO HIO Halit HClO2 HBrO2(*) HIO2(*) Halat HClO3 HBrO3 HIO3 Perhalat HClO4 HBrO4(*) HIO4 Catatan Note (*) HBrO2.

klorin digunakan untuk desinfektan. a. CCl 4 (untuk fluorokarbon).9 (a) Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. Secara komersial. Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI sebagai nutrisi dan makanan ternak. Gambar 3. Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi. seperti vinil klorida. pemutih.Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl. CH3Br (sebagai pestisida). CH 2=CHCl (untuk PVC). sedangkan air di atasnya. dan CH3Cl (untuk silikon dan TEL). NaNO3) melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3. pulp kertas. yang sensitif terhadap cahaya. Bromin cair berada di dasar tangki. Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metil bromida. perak bromida (untuk film fotografi).6 Beberapa Kegunaan Senyawa Halogen Senyawa Kegunaan AgBr. Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki.6. dan alkali bromida (untuk sedatif). Beberapa kegunaan senyawa halogen dijabarkan pada Tabel 3. Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara. pembuatan gas Br2 sebagai berikut. Setelah terjadi reaksi redoks. (b) Pelat film ini dilapisi oleh AgBr. b. c. AgI CCl4 CH3Br C2H4Br2 C2H4Cl C2H5Cl HCl NaClO NaClO3 KI Film fotografi Industri fluorokarbon Pestisida Penangkapan timbal dalam gasolin Industri polivinil klorida dan plastik Industri TEL Pengolahan logam dan makanan Pemutih pakaian dan industri hidrazin Pemutih kertas dan pulp Nutrisi manusia dan suplemen makanan hewan 70 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah.. Tabel 3. (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Gas I2 diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida dengan oksidator gas Cl2. Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. Dalam jumlah besar. reaksinya: → Anode: Cl–( ) ⎯⎯ Cl2(g) → Katode: Na+( ) ⎯⎯ Na(s) Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri plastik. dan tekstil. Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili.

dan atom hidrogen. Titik didih asam halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = –85°C. hasil yang terbentuk adalah natrium sulfat: Δ → NaCl(s) + NaHSO4( ) ⎯⎯ Na2SO4(s) + HCl(g) HBr dan HI. Setiap unsur halogen dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin lemah. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 71 . dibuat dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. Gas F2 dan H2 bereaksi sangat dahsyat membentuk senyawa HF. Δ Pt H2(g) + Br2(g) ⎯⎯⎯ 2HBr(g) → Δ Pt H2(g) + I2(g) ⎯⎯⎯ 2HI(g) → Catatan Note Ikatan hidrogen adalah ikatan antara atom yang mempunyai sifat keelektronegatifan tinggi. HCl. Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam. Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain. kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi. tidak dapat dibuat dengan H 2SO 4 . Asam-asam halida di dalam air terionisasi sempurna. sebab gas F2 sendiri dibuat dari penguraian HF. Reaksinya: Δ Kata Kunci • • • • Asam halida Kekuatan asam Senyawa biner Pickling c. Senyawa HCl dibuat melalui reaksi gas Cl2 dan H2 berlebih.9%. Persamaan ionisasinya: H+(aq) + F–(aq) HF(aq) Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya. asam okso-halida (HXOn). dibuat dari garam CaF2 dan asam sulfat pekat. Umumnya. a. tetapi menggunakan katalis platina sebab reaksi tanpa katalis sangat lambat. seperti berikut ini. sebab dapat mengoksidasi Br– dan I – menjadi unsur-unsurnya. HF. Dalam hal ini digunakan asam fosfat. HBr. Reaksinya: b. yaitu 20°C.Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi pada pembuatan iodin dari natrium iodat dan natrium hidrogen sulfit. dan garamnya (MX). seperti berikut ini. HI = –35°C). Kekuatan asam halida di dalam pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. 4. asam-asam halida disintesis melalui pemanasan garam halida dengan asam yang tidak mudah menguap. Reaksinya: Δ → NaCl(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ NaHSO4(s) + HCl(g) Pada suhu tinggi. → CaF2(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ CaSO4(s) + 2HF(g) HCl. → H2(g) + Cl2(g) ⎯⎯ 2HCl(g) c. HBr = –67°C. a. dan HI. tetapi reaksinya tidak memiliki nilai komersial. akibatnya atom H mudah lepas. HBr dan HI dibuat dengan cara serupa. Hydrogen bond is the interaction between an high electronegativity atom and hydrogen atom. kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen Senyawa halogen yang penting adalah asam hidrogen halida (HX). → H2(g) + F2(g) ⎯⎯ 2HF(g) b.

ClO3– dan ion klorida. dan terdisproporsionasi membentuk ion klorat. Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas (Gambar 3. Reaksinya: → 3ClO–(aq) ⎯⎯ ClO3–(aq) + 2Cl–(aq) Gambar 3. Dalam etsa gelas.10 Polimer jenis politetrafluoroetilen (teflon) juga merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus fluorin. freon. Titrasi campuran tersebut dengan larutan KI 0. Pipet tetes 4. dan nitrat.2 Penentuan Kadar NaClO dalam Produk Pemutih Tujuan Menentukan kadar NaClO dalam produk pemutih. Timbang 1 g pemutih komersial dan larutkan ke dalam 25 mL air. Gelas ukur 5. Labu erlenmenyer 2.11). 2000 Larutan NaClO digunakan sebagai pemutih pada industri tekstil. 2. 3.1 M Langkah Kerja 1. kemudian bereaksi dengan gelas. Reaksinya: SbF5 CCl4( ) + HF(g) ⎯⎯⎯ CCl3F(aq) + HCl(g) → Sumber: und. Reaksinya: → Cl2(g) + 2NaOH(aq) ⎯⎯ NaClO(aq) + NaCl(aq) + H2O( ) Sumber: Chemistry. Ion hipoklorit tidak stabil. Senyawa CCl3F digunakan sebagai pendingin dan bahan bakar aerosol. yang disintesis dari CCl4 dan HF dengan antimon pentafluorida sebagai katalis. Larutan KI 0. dan teflon (Gambar 3. 4. Masukkan ke dalam labu erlenmeyer dan tambahkan 5 tetes larutan kanji sebagai indikator. Larutan kanji 4. Air 3.Δ → NaBr(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HBr(g) + NaH2PO4(s) Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl3F.1 M hingga terbentuk warna biru muda dari kompleks I2–kanji (titik akhir titrasi). 1 g pemutih komersial 2. Buret 3. gas Cl2 yang dihasilkan pada anode dapat bereaksi dengan larutan NaOH yang dihasilkan di katode membentuk natrium hipoklorit. fosfat. Alat 1.10).edu Gambar 3. Cl–. HF bereaksi dengan silika (SiO2). Reaksinya: → 6HF(aq) + SiO2(s) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + 2H2O( ) Silika → CaSiO3(s) + 8HF(aq) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + CaF2(aq) + 3H2O( ) Gelas Asam heksafluorosilikat Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam sulfat. Timbangan Bahan 1.11 Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas. 72 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hitung berapa kadar NaClO. seperti tungsten. Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan mineral aluminium dan untuk mengetsa gelas. Dalam elektrolisis larutan NaCl. Aktivitas Kimia 3. Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu.

1. Kemudian. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HI dari reaksi NaI(s) dan H3PO4. Mineral-mineral ini banyak ditemukan di berbagai belahan bumi. dan karnalit (KCl. Berapakah biloks Br dalam senyawa BrF dan IBr? Mengapa fluorin tidak dapat membentuk asam okso. Unsur-unsur alkali merupakan logam yang sangat reaktif. LiAl(Si2O6) NaCl KCl Lepidolit. Air laut merupakan larutan garam-garam alkali dan alkali tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya. 6. Kemudian. Berapakah bilangan oksidasi Cl dalam PCl5? Gunakan model VSEPR untuk menjelaskan pasangan elektron dan struktur molekul BrF3. melainkan berada dalam bentuk senyawa. B 5.MgCl. Jika air laut diuapkan. Kerapatan halogen dari atas ke bawah tabel periodik meningkat. Bagaimanakah persamaan reaksi antara larutan KI dan larutan pemutih? 3. Mineral berasal dari air laut yang menguap dan garam-garam terlarut mengendap sebagai mineral. Buatlah hasil laporan per kelompok untuk percobaan ini. garam-garam yang terlarut akan membentuk kristal. Cs4Al4Si9O26. 2.H2O • • Kata Kunci Deposit mineral Energi ionisasi kesatu Pembentukan mineral tersebut melalui proses yang lama. 3. unsurunsur logam alkali tidak ditemukan sebagai logam bebas di alam. Tes Kompetensi Subbab 1. Kelimpahan Unsur Logam Alkali di Alam Sumber utama logam alkali adalah air laut.H2O). Kereaktifan unsur alkali disebabkan kemudahan melepaskan elektron valensi pada kulit ns 1 membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +1. Tuliskan persamaan reaksi antara PCl5 dan H2O. Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3 Pollusit. 4. Oleh sebab itu. mengapa? Jelaskan. Selain air laut. seperti halit (NaCl). sedangkan halogen yang lain dapat dibuat? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HBr dari reaksi NaBr(s) dan H3PO4. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 73 . Kerjakanlah di dalam buku latihan. C. 7. Unsur-Unsur Golongan Alkali Unsur-unsur golongan IA disebut juga logam alkali.Pertanyaan 1. secara perlahan mineral tersebut tertimbun oleh debu dan tanah sehingga banyak ditemukan tidak jauh dari pantai. Berapakah kadar NaClO? 4. Mengapa diperlukan indikator untuk mengetahui titik akhir titrasi? 2.7 Mineral Utama Logam Alkali Unsur Litium Natrium Kalium Rubidium Cesium Sumber Utama Spodumen. Tabel 3. silvit (KCl). presentasikan di depan kelas. sumber utama logam natrium dan kalium adalah deposit mineral yang ditambang dari dalam tanah.

Akan tetapi.7 K 63.93 Rb –2.H2O. kecuali cesium berwujud cair pada suhu kamar. Penurunan titik leleh dari litium ke cesium disebabkan oleh jari-jari atom yang makin besar sehingga mengurangi kekuatan ikatan antaratom logam. CsAl(SiO3)2.12a). Gambar 3.9 Na 97.97 0. Pada Tabel 3.8 1. 2. Oleh karena tangan kita mengandung air.9 688 1. Tabel 3.05 –2.12 (a) Logam litium terapung di air karena massa jenisnya lebih kecil dari air.02 Sumber: General Chemistry . Litium terdapat dalam bentuk spodumen.8 Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Sumber: General Chemistry .88 0. Logam-logam alkali merupakan reduktor paling kuat. logam tersebut terapung dalam air (Gambar 3.99 Cs –3. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Unsur-unsur alkali semuanya logam yang sangat reaktif dengan sifatsifat fisika ditunjukkan pada Tabel 3. ketiga logam ini sangat reaktif terhadap air dan reaksinya bersifat eksplosif disertai nyala.8 1.8 883 0.86 0. Tabel 3. Natrium merupakan logam lunak dan dapat dipotong dengan pisau.9 Potensial Reduksi Standar Logam Alkali Logam Alkali Li Na K Potensial reduksi (V) –3. Fransium bersifat radioaktif. LiAl(SiO3)2. Kalium lebih lunak dari natrium.9 1.53 0. Cesium diperoleh dari pollusit yang sangat jarang. logam alkali tidak boleh disentuh langsung oleh tangan. seperti ditunjukkan oleh potensial reduksi standar yang negatif. natrium.0 g cm–3.8 tampak bahwa logam litium.67 Cs 28. 1990 74 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Sifat-sifat fisika logam seperti lunak dengan titik leleh rendah menjadi petunjuk bahwa ikatan logam antaratom dalam alkali sangat lemah.7 1. (b) Logam natrium harus disimpan dalam minyak tanah.8 Sifat-Sifat Fisika Logam Alkali Li 181 1347 0.8.6 774 0. Logam alkali sangat reaktif dalam air.53 1. Rubidium terdapat dalam mineral lepidolit.5 Rb 38. Ini akibat jari-jari atom logam alkali relatif besar dibandingkan unsur-unsur lain dalam satu periode.Logam alkali lain diperoleh dari mineral aluminosilikat.71 –2.4 678 1. Akibatnya.0 0. 1990 Semua unsur golongan IA berwarna putih keperakan berupa logam padat. dan kalium mempunyai massa jenis kurang dari 1.

Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. Alat 1. LiCl. akan tampak warna yang khas untuk setiap logam alkali.3. Semua logam alkali dapat bereaksi dengan air. Litium membentuk Li2O. Celupkan setiap kawat nikromium ke dalam masing-masing larutan NaCl. Larutan LiCl 3. seperti LiH dan NaH. Oksida ini merupakan senyawa ion dari ion K+ dan ion O2–. Logam alkali bereaksi dengan halogen membentuk garam halida. Siapkan tiga kawat nikromium dan pembakar bunsen. sedangkan energi ionisasi kedua sangat tinggi sehingga hanya ion dengan biloks +1 yang dapat dibentuk oleh logam alkali. 2. produk dominan adalah kalium superoksida (K2O). litium dapat bereaksi dengan gas nitrogen. natrium membentuk Na2O. suatu senyawa berwarna kuning-jingga. Aktivitas Kimia 3.Keelektronegatifan logam alkali pada umumnya rendah (cesium paling rendah).3 Uji Nyala Logam Alkali Tujuan Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. Di udara terbuka. Larutan jenuh NaCl 2. Pembakar bunsen 2.13 Penerangan di jalan raya biasanya menggunakan lampu natrium. Sifat ini juga didukung oleh energi ionisasi pertama yang rendah. Sumber: Chemistry: The Molecular Science . logam alkali bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. tetapi produk yang dominan adalah natrium peroksida (Na2O2). sedangkan logam lainnya tidak dapat bereaksi. 3. Reaksinya melibatkan pergantian hidrogen dari air oleh logam membentuk suatu basa kuat disertai pelepasan gas hidrogen. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 75 . Jika logam alkali atau senyawanya dibakar dalam nyala bunsen. Kawat nikromium Bahan 1. Warna-warna tersebut menjadi petunjuk adanya logam alkali di dalam suatu sampel. Dalam udara terbuka. Anda dapat melakukan penyelidikan pada Aktivitas Kimia 3. Sepotong logam litium jika dimasukkan ke dalam air akan bergerak di sekitar permukaan air disertai pelepasan gas H2. dan KCl. Larutan KCl Li Na K Langkah Kerja 1. Pada suhu tinggi. Kalium bereaksi sangat dahsyat disertai ledakan dan nyala api berwarna ungu. logam alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida. yang berarti logam tersebut cenderung membentuk kation. 1997 Gambar 3. Jika kalium dibakar dengan oksigen. → 2Na(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g) Kata Kunci • • Massa jenis logam alkali Reduktor kuat Kereaktifan logam alkali terhadap air menjadi sangat kuat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Amati warna masing-masing kawat yang dihasilkan.

Data Pengamatan Logam Li Na K Logam Pertanyaan 1. persamaan reaksinya: → Na( ) + KCl( ) ⎯⎯ NaCl( ) + K(g) Uap kalium meninggalkan reaktor yang selanjutnya dikondensasi. uap natrium dipakai sebagai pengisi lampu penerang jalan raya atau kendaraan. logam natrium sering digunakan pada pembuatan logam lain seperti titan dan sintesis beberapa senyawa organik. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan NaCl? 2. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan LiCl? 3. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan KCl? Jika muatan listrik dilewatkan ke dalam uap natrium akan terpancar sinar kuning yang terang. NaCl Gambar 3. 3. Oleh karena nyalanya yang terang. Sejumlah besar natrium digunakan dalam pembuatan senyawa Na2O2 dan NaNH2. 76 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .14 Perangkat elektrolisis lelehan NaCl pada pembuatan logam alkali Lelehan NaCl Cl2 Na ( ) Anode karbon 2Cl– ¾ ® Cl2(g) + 2e– + Katode besi 2Na++2e– ¾ ® 2Na( ) Sumber: Chemistry. 2000 Sumber: Chemistry. lelehan KCl direaksikan dengan logam natrium pada 870°C. Demikian juga litium diperoleh dari elektrolisis lelehan campuran LiCl–KCl. Secara komersial. Cara ini merupakan metode pembuatan logam natrium di industri (lihat Gambar 3.15 Model paduan logam Li–Al Identifikasikan oleh Anda mana logam litium dan yang mana logam aluminium. Logam natrium kali pertama dibuat pada tahun 1807 oleh Humpry Davy melalui elektrolisis lelehan NaOH. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Logam natrium dan litium dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garamnya.14). nyala lampu natrium dapat menembus kabut. Disamping itu. Oleh karena natrium merupakan zat pereduksi kuat. Oleh karena elektrolisis di atas diperlukan suhu tinggi sekitar 800°C untuk melelehkan garam NaCl maka untuk menurunkan suhu titik lelehnya bahan baku dicampur CaCl2 membentuk campuran NaCl–CaCl2. 2000 Gambar 3. Kalium lebih mudah dibuat melalui reduksi kimia daripada melalui elektrolisis KCl. Penambahan CaCl2 ke dalam NaCl dapat menurunkan titik leleh NaCl hingga sekitar 580°C.

on. Kegunaan dari logam litium adalah sebagai anode pada baterai. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 77 . → 4K2O(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4KOH(s) + 3O2(g) Kalium hidroksida yang dihasilkan dalam reaksi ini mengikat karbon dioksida dari hasil pernapasan.10 Kegunaan Senyawa Alkali Sifat Li2CO3 LiOH LiH NaCl Kegunaan Produksi aluminium Pembuatan LiOH Pabrik sabun litium untuk pelumas Pereduksi pada sintetis organik Pembuatan antihistamin dan obat-obatan Sumber Na dan NaCl Bumbu. Sejumlah kecil kalium diproduksi untuk membuat K 2 O yang digunakan dalam masker gas dengan sistem tertutup (lihat Gambar 3.Logam penting lainnya adalah litium. Garam ini digunakan untuk membuat LiOH.16 Masker K2O dengan sistem tertutup NaOH Na2CO3 Na2O2 NaNH2 KCl KOH K2CO3 KNO3 Litium karbonat adalah garam yang kurang larut. Beberapa kegunaan senyawa alkali dijabarkan dalam Tabel 3. diperoleh dari pengolahan bijih litium. terutama dalam industri dan rumah tangga. Paduan logam ini sangat ringan sehingga banyak digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang dan material lainnya. Contoh 3.16). Kalsium hidroksida bereaksi dengan litium karbonat mengendapkan kalsium karbonat.10.ca 4. dan penyedap makanan Pabrik sabun (mengendapkan sabun dari campuran reaksi) Industri pulp dan kertas Ekstraksi oksida aluminium Pabrik rayon viskosa Pemurnian minyak bumi Pabrik sabun Pabrik gelas Digunakan dalam detergen dan softener Pemutih tekstil Pembuatan celupan indigo untuk blue jeans denim Pupuk Pabrik sabun lunak Pabrik gelas Pupuk dan bahan peledak Sumber: General Chemistry . → KOH(s) + CO2(g) ⎯⎯ KHCO3(s) Sumber: Ihsc. Tabel 3.2 Pembuatan Unsur Alkali Tunjukkan dengan persamaan kimia. Kelebihan dari masker ini adalah uap hasil pernapasan (CO2 + H2O) bereaksi dengan superoksida menghasilkan gas oksigen. Hal ini dimungkinkan karena litium memiliki massa jenis rendah dan potensial reduksi standarnya sangat negatif. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Senyawa alkali banyak dimanfaatkan. berguna sebagai paduan Li–Al. dan meninggalkan larutan LiOH. bagaimana KNO3 (kalium nitrat) dapat dibuat dari KCl (kalium klorida) dan asam nitrat dalam dua tahap. 1990 Gambar 3.

Lebih dari 90% KCl digunakan dalam pupuk. Tes Kompetensi Subbab 1.10H2O dipakai sebagai pelunak air sadah yang ditambahkan ke dalam pembuatan sabun. Apakah jenis reaksinya? Ramalkan hasil dari reaksi berikut. K2O(s) dan H2O( ) Tuliskan persamaan kimia yang menyatakan reaksi logam alkali dengan gas hidrogen membentuk alkali hidrida. kemudian gas CO2 dihembuskan ke dalam larutan hingga terbentuk endapan NaHCO3 (baking soda). Reaksi total sel elektrolisis adalah → 2NaCl(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g)+ Cl2(g) Kata Kunci • • Elektrolisis Proses solvay Natrium hidroksida merupakan basa kuat dan memiliki banyak aplikasi penting dalam proses kimia. sebab ion kalium berfungsi sebagai nutrien bagi tanaman. Tuliskan persamaan reaksi dari oksidasi litium dan natrium . yaitu metode pembuatan Na2CO3 dari NaCl. NH3. Natrium karbonat dibuat melalui proses solvay. Senyawa Na2CO3. 78 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . → 2 KCl(aq) + 2 H2O( ) ⎯⎯ 2KOH (aq) + H2(g) + Cl2(g) Jika larutan kalium hidroksida dari hasil elektrolisis dinetralkan dengan asam nitrat: → KOH(aq) + HNO3(aq) ⎯⎯ KNO3(aq) + H2O( ) → Ca(OH)2(aq) + Li2CO3(aq) ⎯⎯ CaCO3(s) + 2LiOH(aq) LiOH digunakan pada pabrik sabun litium untuk pelumas. 6. dan NaHCO3 terurai menjadi natrium karbonat. Senyawa Na2CO3 (soda ash) dipakai pada pembuatan gelas. KCl digunakan untuk membuat kalium dan senyawa kalium yang lain. Dalam proses solvay: NH3 dilarutkan ke dalam larutan jenuh NaCl. Kalium hidroksida diperoleh dari elektrolisis larutan KCl. memisahkan aluminium oksida. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Secara berkala. kemudian dipanaskan sekitar 175°C. Δ 2NaHCO3(s) ⎯⎯ Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O( ) → Kalium klorida merupakan senyawa kalium penting. a. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi ini. C 5. Sejumlah besar NaOH digunakan untuk membuat kertas. Li3N(s) dan H2O( ) b. 7. dan penyulingan minyak bumi. 2. dan CO2. Litium bereaksi dengan asetilen dalam amonia cair menghasilkan litium asetilida (LiC ≡ CH) dan gas hidrogen. Reaksi total: → NH3(g) + NaCl(aq) + CO2(g) ⎯⎯ NaHCO3(s) + NH4Cl(aq) Endapan NaHCO3 disaring. Tuliskan persamaan reaksi dalam proses elektrolisis lelehan NaCl untuk memperoleh logamnya. Senyawa NaOH diproduksi melalui elektrolisis larutan natrium klorida. Mengapa unsur logam alkali tidak terdapat bebas di alam? Jelaskan. dicuci. Mengapa titik leleh unsur logam alkali berkurang dari atas ke bawah dalam tabel periodik? Jelaskan. 3. Natrium klorida merupakan sumber logam natrium dan bahan baku senyawa natrium lainnya. 4.Jawab Kalium hidroksida dibuat secara komersial dari kalium klorida dengan cara elektrolisis larutannya.

mutiara dari jenis aquamarin (biru terang). Logam alkali tanah umumnya reaktif.D.970 1.89 –2. Gambar 3. Barium ditemukan dalam barit.11 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Sifat Sifat Be Mg Ca Sr Ba 1.2 1.278 649 839 769 725 Titik leleh (°C) 2. Magnesium dan kalsium terdapat dalam batuan silikat dan aluminosilikat sebagai kationiknya.85 1.6 3. barium. Be3Al2(SiO3)6 2. Kulit kerang dan hewan laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk deposit batu kapur.0 1. stronsium. tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah sebab unsurunsur tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. dan radium membentuk senyawa ion bermuatan +2.640 Titik didih (°C) 1.484 1.090 1.9 Keelektronegatifan 0.36 1. terutama pada kulit kerang sebagai CaCO3.384 1. BaSO 4. dan emerald (hijau tua). Tabel 3. Berilium Kalsium Stronsium Barium Magnesium Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.19 Magnesium dengan air dapat bereaksi dalam keadaan panas. 1997 Gambar 3.38 –2.MgCO3.90 Potensial reduksi standar (V) Sumber: General Chemistry .74 1.18 Mineral beril. serta cukup kuat untuk menggores kaca. ® 79 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama ® Fenolftalein . Be3Al2(SiO3)6(lihat Gambar 3. dan stronsianat. dan iterit. Oleh karena kation-kation dalam silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion Ca2+ dan Mg2+ banyak ditemukan di laut.5 1. tetapi lebih keras jika dibandingkan dengan logam alkali.92 1. Logam alkali tanah yang lain umumnya berwarna perak dan lebih lunak dari berilium. Sumber: Introductory Chemistry.54 2.17 Unsur–unsur logam alkali tanah 1.0 0. Magnesium kadang-kadang bersifat kovalen dan berilium lebih dominan kovalen.18).11.89 1. BaCO 3.76 –2.51 Massa jenis (g cm–3) 1. SrSO4. Mineral utama berilium adalah beril. 1990 H2 Mg H 2O Sumber: Sougou Kagashi Kekerasan logam alkali tanah berkurang dari atas ke bawah akibat kekuatan ikatan antaratom menurun. Magnesium dalam air laut bereaksi dengan sedimen kalsium karbonat menjadi dolomit. Stronsium terdapat dalam celestit. Sifat-sifat golongan alkali tanah ditunjukkan pada Tabel 3. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Tanah Kalsium. Hal ini disebabkan jarak antaratom pada logam alkali tanah bertambah panjang. SrCO3.70 –2.74 1.98 Jari-jari ion ( ) –1. sebagai unsur radioaktif. Berilium merupakan logam berwarna abu dan kekerasannya mirip dengan besi. Kelimpahan Unsur Logam Alkali Tanah Di alam unsur-unsur alkali tanah terdapat dalam bentuk senyawa. CaCO3. Radium terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uranium.

Akibatnya. Rumah tiram yang banyak terdapat di laut mengandung kalsium karbonat sebagai sumber kalsium. → Ca(s) + H2(g) ⎯⎯ CaH2(s) Δ MgI2 Mg(s) + H2(g) ⎯⎯⎯⎯ MgH2(s) → Semua unsur alkali tanah bereaksi langsung dengan halogen membentuk halida. barium hijau-kuning.Sumber: Chemistry. Kalsium.21 Nyala logam alkali tanah Sumber: Sougou Kagashi 3. Reaksinya: → Ca(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ Ca(OH)2(aq) + H2(g) Logam alkali tanah bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. 2002 Gambar 3. dan magnesium putih terang. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom yang bertambah panjang. Energi ionisasi kedua dari unsur-unsur golongan IIA relatif rendah sehingga mudah membentuk kation +2. stronsium. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Pada suhu kamar. Adapun magnesium dapat bereaksi dengan hidrogen pada tekanan tinggi dengan bantuan katalis MgI2. 80 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . berilium tidak bereaksi dengan air. magnesium bereaksi agak lambat dengan air. misalnya magnesium nitrida: → Mg(s) + N2(g) ⎯⎯ Mg3N2(s) Pembakaran unsur-unsur alkali tanah atau garamnya dalam nyala bunsen dapat memancarkan spektrum warna khas. Ca Sr Ba Gambar 3. Magnesium diproduksi melalui elektrolisis lelehan MgCl2. Kereaktifan logam alkali meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik. Stronsium berwarna krimson. sering dipakai sebagai bahan untuk membuat kembang api.22 Oleh karena garam-garam alkali tanah menghasilkan nyala beraneka warna. Barium dapat membentuk peroksida. tetapi lebih cepat dengan uap air. Air laut mengandung sumber ion Mg2+ yang tidak pernah habis. Pembuatan logam magnesium dari air laut telah dikembangkan oleh berbagai industri kimia seperti ditunjukkan pada Gambar 3. dan barium bereaksi dengan hidrogen membentuk logam hidrida. unsurunsur cukup reaktif. Titik leleh dan titik didih logam alkali menurun dari atas ke bawah dalam sistem periodik.20 Magnesium jika dibakar akan mengeluarkan cahaya sangat terang. dengan nitrogen dapat membentuk nitrida pada suhu tinggi. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Tanah Logam-logam alkali tanah diproduksi melalui proses elektrolisis lelehan garam halida (biasanya klorida) atau melalui reduksi halida atau oksida. Barium peroksida terbentuk pada suhu rendah dan terurai menjadi oksida pada 700°C.23. Adapun kalsium dan logam alkali tanah yang di bawahnya bereaksi dengan air pada suhu kamar.

bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan terhadap korosi. garam MgCl2 dilelehkan dan dielektrolisis: Elektrolisis 1. Mg(OH) 2 disaring dan diolah dengan asam klorida menjadi magnesium klorida. Lampu blitz pada kamera analog menggunakan kawat magnesium berisi gas oksigen menghasilkan kilat cahaya putih ketika logam tersebut terbakar.24 Sumber: Sougou Kagashi Magnesium dapat juga diperoleh dari penguraian magnesit dan dolomit membentuk MgO. Sejumlah kecil magnesium digunakan sebagai reduktor untuk membuat logam lain. CaCO3 terurai membentuk oksida: Δ CaCO3(s) ⎯⎯ CaO(s) + CO2(g) → Penambahan CaO ke dalam air laut dapat mengendapkan magnesium menjadi hidroksidanya: → Mg2+(aq) + CaO(s) + H2O( ) ⎯⎯ Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq) Selanjutnya. Oleh karena massa jenis paduan Mg–Al ringan maka paduan tersebut sering digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang atau beberapa bagian kendaraan. Kulit kerang/tiram merupakan sumber kalsium.700° MgCl2( ) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯→ Mg( ) + Cl2(g) Gambar 3. Kemudian. direduksi dengan ferosilikon (paduan besi dan silikon). seperti berilium dan uranium.23 Pembuatan logam magnesium dari air laut Bubur Mg(OH)2 Cl2 dibakar menjadi HCl Saringan Sel Elektrolisis Mg(OH)2 Padat MgCl2 (s) Tank Penetral MgCl2 (s) Pengering Jika rumah tiram dipanaskan. Kata Kunci • • • Kekerasan logam alkali tanah Energi ionisasi kedua Reduktor Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 81 .Air Laut Kulit Kerang (CaCO3) Dipanaskan Tank Pecampur CaO Gambar 3. Logam magnesium banyak digunakan sebagai paduan dengan aluminium. → Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) ⎯⎯ MgCl2(aq) + 2H2O( ) Setelah kering.

BeCl2. Elektrode ini tahan terhadap elektrolisis air selama proses isi-ulang. 4. reaksi keseluruhan CaO dan Al dapat ditulis: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → Calcium oxide (alkaline oxide) reacts with aluminium oxide (amphoter oxide) produce tricalcium aluminat. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Therefore. Tabel 3.000° → ThO2(s) + 2Ca( ) ⎯⎯⎯⎯ Th(s) + 2CaO(s) Berilium diperoleh dari elektrolisis berilium klorida. pengisi. the whole reaction of CaO and Al can be written: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → → 2Mg(s) + O2(g) ⎯⎯ 2MgO(s) + Cahaya Kalsium dibuat melalui elektrolisis lelehan CaCl2. Kalsium yang dihasilkan dalam bentuk uap sehingga dapat dipisahkan. Natrium klorida ditambahkan untuk meningkatkan daya hantar listrik lelehan BeCl2. akan menghasilkan paduan yang kerasnya sama dengan baja. dan makanan hewan Sumber magnesium untuk logam dan senyawa. sehingga accu dapat diperbarui. berilium juga dapat dibuat melalui reduksi garam fluoridanya oleh logam magnesium. stronsium dapat diproduksi melalui proses yang serupa.Catatan Note Kalsium oksida (oksida basa) bereaksi dengan aluminium oksida (oksida amfoter) menghasilkan trikalsium aluminat. Kalsium juga digunakan sebagai zat pereduksi dalam pembuatan beberapa logam yang kurang umum.12. dan penggiling lumpur Sumber: General Chemistry . obat-obatan (analgesik). Selain itu. Ini disebabkan manfaatnya tinggi. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Oleh sebab itu. Jika sejumlah kecil tembaga ditambahkan ke dalam berilium. dan pengolahan air Mortar Lapisan kertas. Penambahan zat tersebut ke dalam lelehan besi yang mengandung silikat akan bereaksi dengan silikat membentuk ampas yang mengapung pada permukaan lelehan besi.12 Manfaat Senyawa Logam Alkali Tanah Senyawa MgO Mg(OH)2 MgSO4. Jika dipanaskan hingga 900°C. dan antasid Plester. 950 ° C BeF2( ) + Mg( ) ⎯⎯⎯ MgF2( ) + Be(s) → Berilium merupakan logam mahal. digunakan sebagai elektrode pada accu. 1.200° → 3CaO(s) + 2Al( ) ⎯⎯⎯⎯ 3Ca(g) + Al2O3(s) Jika logam kalsium dipadukan dengan timbel akan menghasilkan paduan yang cukup keras. dan pabrik pencelupan Pabrik baja. susu magnesia Pupuk. seperti thorium. Kapur tohor digunakan pada pembuatan baja. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Tanah Senyawa logam alkali tanah dengan beberapa aplikasinya dalam industri dan rumah tangga dipaparkan dalam Tabel 3. dan pupuk Pigmen cat. dinding.7H2O CaO CaCO3 CaSO4 Ca(HPO4)2 BaSO4 Kegunaan Bata tahan api (tungku). Adapun. juga dapat dibuat melalui reduksi CaO oleh aluminium dalam udara vakum. barium dihasilkan melalui reduksi oksidanya oleh aluminium. yang secara komersial dikenal sebagai kapur tohor. Walaupun stronsium sangat sedikit digunakan secara komersial. 1990 Mineral kalsium karbonat dan kulit kerang adalah sumber komersial sangat murah dan melimpah di alam. karbonat terurai melepaskan karbon dioksida dan menghasilkan kalsium oksida. semen. Reaksinya tergolong asam-basa Lewis: 82 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . minyak. 1.

Sejumlah kecil dari banyak unsur sangat penting bagi proses kimia yang terjadi di dalam tubuh kita. Senyawa penting dari barium adalah BaSO4. Kacangkacangan dan biji-bijian juga kaya dengan kalsium. Senyawa ini digunakan pada penggilingan minyak dalam bentuk bubur.25). tetapi suspensi BaSO4 yang terdapat sebagai ion barium. bagaimanakah membedakan antara MgCl2 dan BaCl2? Jawab Berdasarkan kelarutannya dalam air. Kuning telur merupakan sumber sulfur. CaCO3 dalam suatu cuplikan ditentukan dengan cara pelarutan sampel ke dalam asam kuat. makanan utama. diketahui bahwa MgSO4 larut dalam air. Kalsium dapat memelihara kesehatan tulang dan gigi. seperti rumput laut dan ikan. sedangkan BaSO4 tidak larut. jika Na2SO4 ditambahkan ke dalam larutan BaCl2 dan MgCl2 maka BaCl2 akan mengendap sebagai BaSO4. Tuliskan persamaan kimia untuk proses tersebut. seperti nasi dan roti sering ditambah dengan makananmakanan lain (makanan tambahan). Jika air sadah yang mengandung Ca(HCO 3) 2 diolah dengan Ca(OH)2. Jika MgO dibuat pada suhu lebih sekitar 700°C. dan untuk membuat gigi buatan bersama-sama senyawa fluorin. Ca(OH)2 digunakan sebagai bahan pengisi pada pembuatan kertas. merupakan sumber ion Mg2+ dalam nutrien. MgO digunakan untuk membuat bata tahan api (tungku pirolisis). 2. Senyawa CaO dan Ca(OH) 2 digunakan untuk melunakkan air sadah. semua ion kalsium diendapkan sebagai kalsium karbonat. dan titrasi C2O42– menggunakan KMnO4 dalam suasana asam.3 Mengidentifikasi Senyawa Logam Alkali Tanah Melalui uji kimia.400°C. Tabel 3. menghasilkan endapan Ca2+ sebagai CaC2O4. akan diperoleh serbuk oksida yang larut dalam asam dan digunakan sebagai aditif makanan hewan. Contoh 3. → Na2SO4(aq) + BaCl2(aq) ⎯⎯ 2NaCl(aq) + BaSO4(s) Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Senyawa barium yang larut dalam air tidak dapat digunakan sebab bersifat racun. Persentase kapur. merupakan sumber makanan yang kaya dengan kalsium dan iodium. racunnya dapat diabaikan. akan menjadi MgO yang bersifat agak inert. Makanan dari laut. 1990 Gambar 3. D 3.13 Daftar Kelarutan Senyawa Alkali Tanah di Dalam Air Be Mg Ca Sr Ba Hidroksida Tidak larut Tidak larut Sedikit larut Larut Larut Karbonat – Sedikit larut Tidak larut Tidak larut Tidak larut Sulfat Larut Larut Sedikit Tidak Tidak Sumber: General Chemistry .→ CaO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ CaSiO3( ) oksida basa oksida asam ampas kalsium silikat Kalsium hidroksida. berfungsi sebagai perekat gurdi penggilingan. Untuk menghindari kekurangan unsur-unsur ini. dan MgCl2 tetap di dalam larutannya.25 Fotografi sinar-X pada usus manusia menggunakan senyawa BaSO4. 1997 Tes Kompetensi Subbab 1. manakah di antara unsur logam alkali tanah yang dapat dihidrolisis? Terangkan bagaimana melunakkan air sadah yang mengandung ion kalsium agar dapat digunakan dalam ketel uap? Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 83 . Berdasarkan pada sifat-sifatnya. natrium. dan seng yang baik. Sekilas Kimia Unsur Kelumit Manusia membutuhkan diet (pola makanan) yang seimbang agar tetap sehat. Oleh sebab itu. BaSO4 juga tidak dapat di tembus sinar-X sehingga senyawa ini digunakan untuk diagnosa sinar-X (Gambar 3. → Ca2+(aq) + 2HCO3(aq) + Ca(OH)2(aq) ⎯⎯ 2CaCO3(s)+ 2H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Senyawa MgCO3 jika dipanaskan di atas 1.

5 0. Aluminium dan Senyawanya Aluminium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik dengan elektron valensi ns2 np1. batuan ini membentuk lempung yang mengandung aluminium. Sumber: Jendela Iptek: Kimia.000 ton per tahun.160. Oksida aluminium murni tidak berwarna. Sumber:Encarta:Reference Library. (b) Safir berwarna merah tua. safir berwarna biru dan ruby berwarna merah tua.66 Sumber: General Chemistry . Sifat-Sifat Unsur Aluminium Berdasarkan potensial reduksi standar (E° = – 1. Setelah melalui proses alam yang panjang dan lama. Aluminium terutama terdapat dalam mineral aluminosilikat yang ditemukan berasal dari batuan kulit bumi. Contohnya seperti pada Gambar 3. Di Indonesia.26 (a) Ruby berwarna biru. 2000 Aluminium merupakan logam yang sulit diekstrasi dari bijihnya. Al2O3. 2005 Tabel 3. Senyawa ion aluminium sangat terbatas. Aluminum dapat bereaksi secara langsung dengan halogen membentuk aluminium halida disertasi pelepasan gas hidrogen.70 1. 2000 2. Kelimpahan Aluminium di Alam Aluminium merupakan unsur dengan kelimpahan pada urutan ketiga dalam kerak bumi (setelah oksigen dan silikon). → 2Al(s) + 6HCl(aq) ⎯⎯ 2AlCl3(aq) + 3H2(g) Dengan asam nitrat. aluminium tidak bereaksi karena ada lapisan oksida yang tahan terhadap asam nitrat. 1. Bauksit termasuk dari 10% komoditi eksport yang berkaitan dengan pertambangan. lempung tersebut menghasilkan deposit bauksit.14 Sifat Fisika dan Kimia Aluminium Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (gcm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) Potensial reduksi (V) Aluminium 660 2467 2.26. Al2O3. Total produksi bauksit Indonesia sebanyak 1. orundum adalah mineral keras yang mengandung aluminium oksida. Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit. dan bilangan oksidasi +3. aluminium mudah teroksidasi menjadi aluminium oksida.68 1. Oksida ini membentuk lapisan tipis pada permukaan aluminium dan bersifat inert terhadap oksidasi sehingga lapisan oksida ini mampu mencegah terjadinya oksidasi berkelanjutan (pasivasi).66).25 1. Kimia Bauksit sebagai Sumber Aluminium Sekilas (a) (b) Sumber: Chemistry. Aluminium pada umumnya membentuk senyawa kovalen. Akibat perubahan alam. 1990 84 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Gambar 3. tetapi akibat adanya pengotor dapat menghasilkan berbagai warna.E. misalnya AlF3. suatu bijih aluminium yang mengandung AlO(OH) dan Al(OH)3 dalam berbagai komposisi.

→ Al(OH)3(s) + 3H+(aq) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3H2O( ) → Al(OH)3(s) + OH –(aq) ⎯⎯ Al(OH)4(aq) Dengan demikian. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini? Diskusikan dengan teman kelompok Anda. Tambahkan 3 mL larutan HCl 1 M ke dalam tabung 1. Alat 1. Kertas saring Kata Kunci Langkah Kerja 1. • • • Amfoter Pasivasi Proses Hall-Heroult 3. yang dikeluarkan secara berkala. AlCl3 0. Aktivitas Kimia 3. Gelas kimia 2. Anode grafit Gambar 3. Tambahkan NaOH 0. Tambahkan 3 mL larutan NaOH 1 M ke dalam tabung 2.Aluminium hidroksida larut dalam asam membentuk ion Al3+. presentasikan di depan kelas.5 Identifikasi Sifat Amfoter Aluminium Tujuan Membuktikan sifat amfoter dari aluminium.1 M ke dalam gelas kimia. dan dalam basa berlebih membentuk ion aluminat. Pertanyaan 1.5 M dan 1 M 3. Sel elektrolisis ditunjukkan pada Gambar 3.5 M sampai terbentuk endapan. NaOH dan endapan? 4. Kemudian. kocok. Na 3AlF 6.1M 2. Tuliskan semua persamaan reaksi yang terjadi. Al(OH)4– . Kemudian.27. Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel. Masukkan 25 mL AlCl3 0. Saring endapan yang terbentuk. suatu metode komersial pembuatan aluminium melalui elektrolisis aluminium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit. Amati kedua tabung tersebut. HCl 1M 3. Bagaimanakah bentuk endapan hasil reaksi AlCl3 dan NaOH? 3. Campuran kriolit dielektrolisis pada suhu sekitar 950°C. 3.27 Al 2O 3 terlarut dalam lelehan kriolit Lelehan aluminium Tungku karbon–besi Sumber: Chemistry. Tabung reaksi Bahan 1. Reaksi apakah yang terjadi antara HCl dan endapan. 5. Masukkan ke dalam dua tabung reaksi masingmasing 1 g. NaOH 0. 2. Gelas ukur 4. aluminium hidroksida adalah suatu amfoter. 2000 Sel Hall-Heroult untuk produksi aluminium Aluminium oksida dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). 4. Pembuatan dan Kegunaan Unsur/Senyawa Aluminium Aluminium dibuat melalui proses Hall H roult. 2. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 85 . 6.

Aluminium sulfat oktadekahidrat.Walaupun reaksi pada elektrolisis sangat rumit. 2000 Gambar 3. → Katode: 4Al3+(aq) + 12e– ⎯⎯ 4Al( ) → Anode: 12O2–(aq) + 3C(s) ⎯⎯ 3CO2(g) + 12e– → Reaksi sel: 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( )+3CO2(g) Al2O3 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Mg. Pada proses ini.30 Aluminium foil untuk memasak makanan dalam oven/microwave. Al(H2O)63+ dan ion ini mudah terhidrolisis: [Al(H2O)5OH]2+(aq)+ H 3O+(aq) [Al(H2O) 6]3+(aq)+H2O( ) Sumber: Chemistry. Alumina membentuk senyawa berpori atau berupa serbuk padat berwarna putih. yang disebut termit (lihat Gambar 3. Penambahan sejumlah kecil logam lain. atau Mn. reaksi berlangsung terus menghasilkan pijar tinggi bertabur bunga api. seperti Cu. Jika alumina diuapkan pada suhu tinggi (2. zat seperti lempung dari aluminium sulfat ditambahkan ke dalam fiber selulosa untuk menghasilkan material berpori menjadi halus. Reaksi Cr2O3 dengan aluminium bersifat eksotermis. Sekali campuran ini dibakar.18H 2O merupakan garam aluminium yang dapat larut dalam air. Jika basa ditambahkan kepada larutan garam aluminium ini.5% kromium oksida. akan diperoleh permata safir atau ruby.28 Kaleng minuman umumnya dibuat dari aluminium.29). Anode karbon dibuat dari karbonasi minyak bumi yang harus diganti secara kontinu sebab sering terkontaminasi oleh pengotor. Jika alumina diuapkan dengan logam pengotor tertentu. aluminium akan menjadi keras dan tahan terhadap korosi. dibuat melalui pelarutan bauksit dalam asam sulfat. endapan seperti gelatin dari aluminium hidroksida terbentuk. Senyawa ini dibuat melalui pemanasan aluminium hidroksida yang diperoleh dari bauksit dan dilakukan pada 550°C.29 Pembakaran termit 2Al + Fe2O3 → 2Fe + Al2O3 Sumber: Introductory Chemistry. Logam aluminium murni bersifat lunak dan mudah terkorosi. juga digunakan untuk memproduksi logam aluminium. yaitu campuran dari serbuk aluminium dan besi(III) oksida. Δ 2Al(OH)3(s) ⎯⎯ Al2O3(s) + 3H2O( ) → Alumina digunakan sebagai katalis. Aluminium sulfat digunakan dalam jumlah besar untuk perekat kertas. akan terbentuk corundum yang digunakan sebagai ampelas atau gerinda. ion aluminium membentuk kompleks hidrat. Logam kromium diperoleh melalui reduksi oksidanya oleh serbuk aluminium. 86 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .045°C). Al 2(SO 4)3. 1997 Gambar 3. Beberapa aluminium digunakan untuk mengekstraksi logam lain. Aluminium sulfat juga digunakan untuk mengolah air limbah dari pulp kertas dan untuk menjernihkan air limbah. Senyawa aluminium yang penting adalah alumina atau aluminium oksida. Cr2O3 dalam alumina. Ruby sintesis mengandung 2. Aluminium dibuat dalam jumlah besar untuk paduan logam. tetapi reaksi bersihnya dapat dituliskan seperti berikut. dan digunakan terutama pada arloji dan sebagai asesoris permata. Dalam air. → Cr2O3(s) + 2Al( ) ⎯⎯ Al2O3( ) + 2Cr( ) DH°= –536 kJ Reaksi serupa diterapkan pada las listrik untuk menyambung besi.

6H2O dapat dibuat melalui pelarutan alumina dalam asam klorida. Cl Al Cl Cl Al Cl Cl Cl Struktur dimer dari molekul AlCl3. misalnya pada pembuatan etilbenzena. 2. Na[Al(OH)4].12H2O digunakan untuk pengolahan air. molekul Al2Cl6 berwujud uap akan terdisosiasi menjadi molekul AlCl 3 dengan struktur molekul trigonal planar. Walaupun logam aluminium merupakan logam reaktif. MgCl2(aq). Jelaskan secara ringkas proses Hall untuk pembuatan aluminium secara komersial. Mengapa aluminium cenderung membentuk senyawa kovalen? Aluminium sulit diekstraksi dari bijihnya. Aluminium klorida tak berhidrat diperoleh melalui reaksi serbuk aluminium dengan gas klorin. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 87 . Aluminium klorida heksahidrat. Garam aluminium tidak berhidrat. Aluminium klorida menyublim pada titik lelehnya (180°C) dan molekul Al2Cl6 terdapat dalam uapnya. endapan putih Al(OH)3 terbentuk. Aluminium klorida tak berhidrat ini digunakan sebagai katalis.4 Mengidentifikasi Senyawa Aluminium Suatu larutan diduga mengandung NaCl(aq). Pada suhu lebih tinggi. mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Penambahan NaOH berlebih tidak melarutkan endapan yang terbentuk. Jika NaOH ditambahkan ke dalam larutan MgCl2. Tuliskan persamaan reaksinya. → 2Al(s) + 3Cl2(g) ⎯⎯ 2AlCl3(s) Padatan AlCl3 diyakini ionis. Contoh 3. tetapi jika dipanaskan pada suhu titik lelehnya akan terbentuk senyawa kovalen Al2Cl 6.31 Tawas.→ Al3+(aq) + 3OH–(aq) ⎯⎯ Al(OH)3(s) Ion aluminium mengkoagulasi suspensi koloid yang selanjutnya menyerap endapan aluminium hidroksida. E 3. Bahan uji kimia apakah untuk mengidentifikasi larutan ini? Anda hanya dapat menggunakan satu zat. Garam ini digunakan sebagai penghilang bau keringat dan desinfektan (Gambar 3. Jawab Tambahkan NaOH(s) tetes demi tetes ke dalam larutan. AlCl3 tidak dapat dibuat melalui pemanasan hidrat sebab akan terurai menghasilkan HCl. Struktur Al2Cl 6 merupakan dimer dari AlCl3 dengan klorin sebagai jembatannya. Penambahan NaOH secara berlebih akan melarutkan kembali endapan yang terbentuk menghasilkan aluminat yang larut. tetapi mudah terkorosi di udara. atau AlCl3(aq). Larutan NaCl tidak memberikan endapan dengan ditambahkannya NaOH.31). padatan putih Mg(OH)2 terbentuk. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. AlCl3. Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit. 5. Aluminium hidroksida sering diendapkan ke dalam fiber untuk menyerap celupan tertentu. Jika NaOH(s) ditambahkan pada AlCl3(aq). Tes Kompetensi Subbab 1. AlK(SO4)2.

Grafit dan intan membentuk struktur jaringan kovalen yang sangat besar (struktur raksasa). Intan bersifat keras. Perbedaan sifat antara grafit dan intan akibat dari bentuk strukturnya. yakni batu kapur dan dolomit. 2. dan transparan terhadap cahaya. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat. Kelimpahan Karbon dan Silikon di Alam Silikon merupakan unsur yang paling melimpah di alam. Silikon dapat membentuk enam buah ikatan yaitu SiF62–. sedangkan karbon maksimal empat ikatan kovalen. berwarna hitam mengkilap dengan struktur berlapis. 1997 Gambar 3.32 Mineral silikat Gambar 3. Grafit memiliki lapisan struktur beraturan (lihat Gambar 3.15 Kekuatan Ikatan C–C. dan dapat menghantarkan listrik (bersifat konduktor).33b). Jika ikatan C–C putus.33a). 1. Karbon dan Silikon Karbon dan silikon berada dalam golongan IVA dengan konfigurasi elektron ns2np2 membentuk ikatan kovalen dengan struktur tetrahedral. Sifat-Sifat Karbon dan Silikon Bentuk alotrop dari karbon yang berupa kristal adalah grafit dan intan. Bentuk amorf dari karbon memiliki struktur lapisan seperti grafit. ditemukan dalam semua makhluk hidup dan batubara serta minyak bumi. Karbon juga terdapat sebagai CO2 di atmosfer serta sebagai grafit dan intan. Sumber: Chemistry: The Molecular Science. Si–Si. tetapi intan tidak dapat menghantarkan arus listrik (insulator). Perbedaannya terletak pada tumpukan lapisan. sedangkan bentuk amorf dari karbon adalah arang dan kokas (karbon hitam). Unsur berikutnya yang juga melimpah di alam adalah karbon.33 (a) Struktur intan (b) Struktur grafit (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Untuk memecahkan intan diperlukan energi sangat tinggi sebab banyak ikatan C–C yang harus diputuskan. di mana setiap atom karbon berikatan dengan empat atom karbon lain melalui ikatan hibrida sp3 (lihat Gambar 3. 1989 88 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan Si–O Ikatan C–C Si–Si Si–O Energi Ikat (kJ mol–1) 347 226 368 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. Grafit bersifat lunak. tidak berwarna. Adapun intan membentuk struktur tetrahedral. Tabel 3. Grafit membentuk struktur segienam datar dan berlapis melalui ikatan hibrida sp2.F. Sumber utama karbon selain dari senyawa organik terdapat dalam mineral karbonat. bentuknya menjadi tidak beraturan (amorf). sedangkan karbon amorf tidak beraturan.

au Gambar 3. Karbon ini dibuat melalui pemanasan fiber tekstil pada suhu tinggi. 2005.35 Karbon hitam. Grafit dibuat melalui pemanasan arang minyak bumi dalam tungku listrik pada 3.000°C dan 105 atm dengan katalis logam transisi. Karbon amorf dan fiber grafit digunakan sebagai penguat pada suhu tinggi.410°C.51 2. Silikon bersifat semikonduktor. dan grafit Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 89 .5 0. www. 2002 → C(grafit) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C(intan) Silikon dibuat melalui reduksi pasir kuarsa (SiO2) oleh karbon dalam tungku listrik pada 3.000 ° C 105 atm Gambar 3. Pembuatan serta Kegunaan Unsur Karbon dan Silikon Grafit sintetis diproduksi untuk pembuatan elektrode pada industri baterai.8 1.33 1. Indonesia dapat memproduksi batubara sekitar 90 juta ton per tahun.000°C. 3.mpi. Persamaan reaksinya: Δ C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) → Δ Si(s) + 2H2O(g) ⎯⎯ SiO2(g) + 2H2(g) → Tahukah Anda sekitar 10% dari pendapatan bruto negara Indonesia berasal dari pertambangan? Intan dan batubara merupakan contoh kekayaan mineral yang terdapat di Indonesia.34 (a) Model struktur kuarsa (silikat) (b) Kuarsa yang sesungguhnya (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi 3.org. intan. Daya hantarnya kecil pada suhu kamar. Karbon hitam seperti karbon aktif diproduksi dalam jumlah besar melalui pembakaran gas alam dan batubara tanpa oksigen.77 Sumber: General Chemistry .827 3. Beberapa sifat fisika karbon dan silikon ditunjukkan pada Tabel 3. Salah satu pertambangan intan di Indonesia terdapat di pulau Kalimantan. Sumber: Chemistry. Δ CH4(g) ⎯⎯ C(s) + 2H2(g) → Karbon hitam digunakan untuk industri karet dan sebagai pigmen untuk tinta hitam.16 Sifat-Sifat Fisika Karbon dan Silikon Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari kovalen ( ) C 3. Prosesnya dilakukan pada 3.550 4. Indonesia juga merupakan salah satu negara terbesar produsen batubara. berwarna abu mengkilap dan meleleh pada 1. Intan adalah mineral mulia. yaitu pengekspor batubara termal ketiga terbesar di dunia setelah Australia dan Afrika Selatan.410 2. Sumber: Encarta:Reference Library.Silikon berupa padatan keras dengan struktur serupa intan. Intan dapat dibuat dari grafit pada suhu dan tekanan sangat tinggi menghasilkan intan buatan yang murah sebagai alat pemotong kaca dan penggilingan.500°C dengan katalis pasir dan besi. Tabel 3. seperti tungku atau tanur. tetapi pada suhu tinggi menjadi konduktor yang baik.77 Si 1. 1990 Kimia Intan dan Batubara Sekilas Silikon dan karbon dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi.355 2.16.

Δ Si(s) + 2Cl2(g) ⎯⎯ SiCl4( ) → b) SiCl 4 dicampur dengan gas H 2 dan dilewatkan melalui tabung pemanas hingga terjadi reaksi: Δ SiCl4( ) + 2H2(g) ⎯⎯ Si(s) + 4HCl(g) → c) Setelah dingin. Sougou Kagashi Tes Kompetensi Subbab 1. Kerjakanlah di dalam buku latihan. (b) Komponen sel surya (a) (b) Sumber: Chemistry. silikon ultra-murni mengkristal pada permukaan batang silikon murni. Silikon ultramurni dibuat dari silikon tidak murni. tetapi kalsium membentuk ikatan ion karbida? 2. Tuliskan persamaan setara untuk pembakaran CO dan H2 yang dapat menerangkan mengapa campuran gas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar. padahal ikatan antarkarbon sangat kuat? Mengapa silikon membentuk ikatan kovalen karbida. tetapi membentuk gas diatom yang tidak berwarna dan tidak berbau dengan rumus molekul N2. Nitrogen dan oksigen berupa gas diatom. atmosfer. 2000. Kelimpahan Nitrogen . Paduan ini diperoleh melalui reduksi besi(III) oksida bersama-sama dengan pasir kuarsa. Nitrogen. a) Silikon tidak murni (hasil reduksi pasir) dipanaskan dengan gas klorin membentuk SiCl4 (cairan dengan titik didih 58°C). F 3. dan chips mikro-komputer. Silikon yang dibuat dengan cara ini hanya memiliki pengotor 10–8%. Gambar 3. sedangkan oksigen dan belerang berada dalam golongan VIA dengan konfigurasi elektron ns2 np4. Mengapa grafit bersifat lunak sehingga dipakai sebagai pelumas.Kata Kunci • • • • • • Ikatan kovalen Alotrop Amorf Konduktor Insulator Semikonduktor Δ SiO2( ) + 2C(s) ⎯⎯ Si( ) + 2CO2(g) → Untuk tujuan metalurgi. 90 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan Belerang Nitrogen berada dalam golongan VA dengan konfigurasi elektron ns2 np3. 1. Oksigen. Di alam. sedangkan belerang berupa zat padat dengan rumus molekul S8. Prosesnya adalah seperti berikut. G. mencapai 48% berat bagian luar bumi (kerak. Oksigen merupakan unsur yang melimpah di alam. nitrogen tidak sebagai unsur bebas. dan permukaan bumi). dan Belerang di Alam Nitrogen terdapat di atmosfer bumi dalam jumlah paling besar mencapai 78%. silikon dipadukan dengan besi membentuk ferosilikon (Fe–Si). sel surya. Silikon ultramurni digunakan sebagai bahan semikonduktor padat seperti transistor. Oksigen.36 (a) Silikon ultra-murni digunakan untuk material elektronika.

Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 91 .07 2. 1989 Belerang dalam keadaan molekulnya (S8) terdapat di beberapa daerah vulkanik (gunung berapi) yang terbentuk dari reaksi H2S dan SO2.18 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur Nitrogen.17 Komposisi Unsur-Unsur dalam Atmosfer Bumi Atmosfer Bumi Nitrogen Oksigen Karbon dioksida Uap air Gas lain Persen Udara 78 21 0. dan Belerang N2 O2 S Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) –210 –196 0. dan berwujud gas pada keadaan normal. Tabel 3.37 (a) Kawah gunung berapi merupakan sumber belerang.26 0.5 –200 1. dan dalam gas alam terdapat sebagai gas H2S. (b) Struktur molekul belerang (S8) (c) Bentuk kristal belerang (a) (b) (c) Sumber: Chemistry.70 218 183 0. 2000 2.5 141 1. Oksigen merupakan gas tidak berwarna. oksigen. seperti dengan oksigen menghasilkan NO.2H2O) dan dalam mineral sulfida yang merupakan bijih logam.96 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. Oksigen.32 0. Belerang juga terdapat dalam batubara dan minyak bumi sebagai senyawa organik belerang. 1990 Pada suhu kamar gas N2 tidak reaktif. dan Belerang Beberapa sifat fisika unsur nitrogen. Akan tetapi. Tabel 3.04 0. → S(g) 16H22S(g) + 8SO2(g) ⎯⎯ 16H2O( ) + 3S8(s) Molekul belerang juga terdapat di bawah tanah bersama-sama garam sekitar ratusan meter dari permukaan bumi.38 Perangkat alat pembangkit ozon (O3) Sumber: General Chemistry . Gambar 3.0013 3. pada suhu tinggi dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain.002 3.70 1. Sifat-Sifat Unsur Nitrogen . dan belerang ditunjukkan pada tabel berikut. Oksigen.0 0 1.Belerang terdapat dalam mineral gipsum (CaSO4. disebabkan ikatannya sangat kuat.66 113 445 2. tidak berasa.04 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. → N2(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO(g) Oksigen membentuk molekul diatom O 2 dan bentuk alotropnya adalah ozon (O3).

bentuk mahkota pecah menjadi bentuk rantai spiral yang panjang.40). Belerang dalam keadaan bebas (S8) ditambang melalui proses rasch (Gambar 3. Kekentalan meningkat akibat molekul S8 yang padat berubah menjadi rantai berupa spiral panjang. Gas oksigen dapat dicairkan di bawah –118°C. Belerang (S 8) bereaksi dengan oksigen menghasilkan belerang dioksida dengan nyala biru yang khas (Gambar 3. meninggalkan oksigen cair. Oleh karena itu. Belerang rombik meleleh pada 113°C menghasilkan cairan berwarna jingga. Priestly memperoleh oksigen dari pemanasan raksa(II) oksida. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Nitrogen.Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Pencairan gas N2 terjadi di bawah suhu 147°C pada 35 atm menghasilkan cairan nitrogen yang tak berwarna. Pembuatan oksigen di laboratorium dapat dilakukan melalui pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 pada suhu sedang. dan kemudian berkembang ke gas lain yaitu oksigen. umumnya menghasilkan oksida. Sekilas Kimia Joseph Priestley (1733–1804) Sumber: Chemistry. bertujuan untuk mencegah material kontak dengan oksigen selama pemrosesan atau penyimpanan.39): S8(s) + 8O2(g) ⎯⎯ 8SO2(g) → Oksida yang lain dari belerang adalah SO3. dan untuk sumber energi pendorong roket. Hampir semua logam bereaksi dengan oksigen membentuk oksida.39 Reaksi belerang dan oksigen Keadaan stabil dari belerang adalah berbentuk rombik seperti mahkota yang berwarna kuning. Pada waktu meleleh. Pada proses ini deposit belerang padat dalam tanah dilelehkan di tempatnya dengan air sangat panas (super heated). tetapi hanya terbentuk dalam jumlah kecil selama pembakaran belerang dalam udara. Titik leleh padatnya adalah –218°C. udara pertama dicairkan kemudian didistilasi. untuk mengoksidasi pengotor yang terdapat dalam bijih besi. Sumber: Chemistry. dan Belerang Udara merupakan sumber utama komersial gas N2. Nitrogen dan argon merupakan komponen udara yang lebih mudah menguap sehingga mudah dipisahkan. Nitrogen cair digunakan sebagai pembeku. dalam medis sebagai bantuan pernapasan. Sama seperti nitrogen. 1994 3. Δ MnO2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯⎯ 2KCl(s) + 3O2(g) → Gambar 3. Penelitiannya difokuskan pada gas ini pada pertama kalinya. Kemurnian belerang mencapai 99%. selanjutnya didistilasi untuk memperoleh cairan nitrogen murni. 92 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .41). 2000 Priestly tertarik pada Kimia saat usianya 39 tahun karena Priestley tinggal bersebelahan dengan tempat pembuatan minuman.40 Oksigen cair berwarna biru pucat. berubah menjadi cairan kental berwarna cokelat-merah. rantai mulai pecah dan kekentalan menurun. Pada pemanasan berlanjut. Belerang digunakan terutama dalam pabrik asam sulfat. material yang terbuat dari karet. dan titik didih cairannya pada tekanan 1 atm dan pada suhu 183°C. Oksigen juga merupakan oksidator dalam banyak proses kimia dan pengolahan air limbah. dan bahan-bahan biologi. Gas N2 digunakan sebagai gas pelindung. Molekul oksigen merupakan gas reaktif dan dapat bereaksi dengan banyak zat. Di tempat itu dia dapat memperoleh karbon dioksida. Dalam jumlah kecil oksigen digunakan untuk pengelasan logam. dan keluar menyerupai busa. Baik cairan maupun padatan dari oksigen berwarna biru pucat (Gambar 3. Oksigen diproduksi dalam jumlah besar dari udara. lelehan belerang ditekan keluar dengan udara. Pada suhu lebih tinggi dari 200°C. 2HgO(s) ⎯⎯ 2Hg( ) + O2(g) → Oksigen yang diproduksi digunakan dalam pembuatan besi. komponen elektronik sering diproduksi dalam ruangan bernitrogen. Kemudian. Oksigen. seperti makanan.

Amonia mudah dicairkan dan cairannya digunakan sebagai pupuk nitrogen. NO O2 NO NH3 NO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Oksigen. Warna merah tersebut akibat NH3 (basa) larut dalam air. Sejumlah besar amonia diubah menjadi urea. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 93 . asam nitrat dibuat dari oksidasi amonia. CO(NH2)2. Amonia adalah gas tidak berwarna dan berbau menyengat. air akan naik ke dalam labu membentuk air mancur berwarna merah. kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat.41 Diagram proses Frasch untuk menambang belerang.43). suplemen makanan ternak. Pt Tahap (1): 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → ⎯ Tahap (2): 2NO(g) + O2(g) ⎯→ 2NO2(g) ⎯ Tahap (3): 3NO2(g) + H2O( ) ⎯→ 2HNO3(aq)+NO(g) Air + fenolftalein Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. seperti sulfat dan nitrat juga digunakan sebagai pupuk. Dalam larutan asam. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2.Udara Air panas Belerang dan udara Gambar 3. HNO3 adalah asam yang penting bagi industri dan digunakan untuk bahan peledak. dan industri plastik formaldehid. NH3 merupakan senyawa komersial penting dari nitrogen. nilon. Amonia dibuat secara komersial melalui proses Haber dari N2 dan H2. Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali. uap. Deposit Lelehan belerang Sumber: Chemistry. dan plastik poliuretan.43 Diagram proses Ostwald tahap 1 dan tahap 2 Hidrogen sulfida (H2S) adalah gas tak berwarna dengan bau telur busuk yang kuat dan bersifat racun. yang digunakan sebagai pupuk. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Nitrogen. Asam nitrat. Garam amonium. dan Belerang Amonia.42 Amonia fontain Jika pipet dipijit-pijit. Proses secara umum. Asam nitrat dibuat secara komersial melalui proses st ald (Gambar 3. Dalam proses Ostwald. 1994 NH3 4. H2S berperan sebagai reduktor menghasilkan belerang. dan udara. Gambar di samping menunjukkan diagram alir pembuatan amonia secara industri dari gas alam.

Asam hipofosfit dioksidasi menjadi asam fosfit. hanya karbon yang tersisa. 2.45 Asam sulfat menyerap molekul H2O dari gula pasir. Belerang dioksida digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering.44 Diagram singkat proses kontak pada pembuatan asam sulfat. Asam sulfat dibuat dari belerang melalui proses kontak. Gas SO3 yang terbentuk dilarutkan dulu dalam asam sulfat kemudian diencerkan. Tuliskan persamaan reaksi pembuatan belerang (S8) dari reaksi antara H2S(g) dengan udara. Tes Kompetensi Subbab 1. G 4. Mengapa di alam oksigen terdapat sebagai molekul O2. yaitu untuk menghambat pertumbuhan jamur. 5. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Adapun asam sulfat direduksi menjadi SO2. 3. Asam pekat juga tergolong oksidator kuat. sedangkan belerang sebagai S8? Jelaskan tiga metode pembuatan gas oksigen secara laboratorium. Asam sulfat pekat berupa cairan kental dan bersifat dapat menarik molekul H2O dari udara maupun dari senyawa (higroskopis). SO2 V2O5 SO2 SO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. kemudian diencerkan dengan air menghasilkan asam sulfat pekat. ⎯ Tahap 1: S(s) + O2(g) ⎯→ SO2(g) Δ V2 5 Tahap 2: 2SO2(g) + O2(g) ⎯⎯⎯⎯ 2SO3(g) → ⎯ Tahap 3: SO3(g) + H2O( ) ⎯→ H2SO4(aq) Asap belerang trioksida yang dihasilkan pada tahap (2) sukar larut dalam air sehingga SO3 dilarutkan lebih dulu dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat (H2S2O7). Proses tersebut terdiri atas pembakaran belerang menjadi SO2 dan dioksidasi lanjut menjadi SO3 dengan katalis platina atau V2O5. Asam sulfat digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan amonium fosfat yang larut dalam air. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi ini. diperoleh dari pembakaran belerang atau sulfida. Kerjakanlah di dalam buku latihan.Kata Kunci • • • • • • • Gas pelindung Oksidator Proses Frasch Proses Haber Proses Ostwald Proses kontak Higroskopis ⎯ 2Fe3+(aq) + H2S(g) ⎯→ 2Fe2+(aq) + 2H+(aq) + S(s) Belerang dioksida (SO 2) adalah gas tak berwarna dengan bau menyengat. Asam sulfat juga digunakan dalam pemurnian minyak bumi dan banyak industri kimia lainnya. Jelaskan kembali bagaimana pembuatan asam nitrat dengan proses Ostwald. 94 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi penyerapan molekul H2O dari gula pasir oleh H2SO4.

oksigen. NaCl. Unsur-unsur golongan utama itu di antaranya logam alkali. 5. Gas oksigen digunakan untuk las logam. Unsur-unsur alkali tanah yang lain diperoleh melalui reaksi reduksi. nitrogen. Silikon dipakai untuk bahan semikonduktor. Natrium karbonat digunakan untuk membuat gelas. karbon. baik dalam rumah tangga maupun industri. Unsur-unsur golongan logam alkali tanah terdapat dalam batuan alumino-silikat. Aluminium merupakan unsur ketiga yang paling banyak di alam. Unsur-unsur golongan alkali terdapat dalam berbagai mineral silikat dan diperoleh melalui elektrolisis lelehan garamnya. 6. dan sumber energi. Aluminium. Kalsium oksida diperoleh melalui pemanasan batu kapur untuk industri baja dan pengolahan kesadahan air. terutama dalam bauksit. Logam aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis aluminium oksida (proses Hall). Semua unsur alkali bersifat reaktif. dan las logam. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 95 . Adapun unsur nitrogen terdapat dalam jumlah terbanyak di atmosfer sebagai gas diatom. Asam nitrat diperoleh melalui proses Ostwald. alkali tanah. dipakai dalam industri asam sulfat melalui proses kontak. belerang. medis. digunakan dalam industri kertas dan penjernihan air. digunakan untuk membuat paduan logam. dan sumber kalsium diperoleh dari kulit kerang dan batu kapur. digunakan untuk pupuk. Magnesium diperoleh melalui elektrolisis garam kloridanya. 3. Sumber utama magnesium adalah air laut. air laut. Aluminium larut dalam asam maupun basa. Amonia dan asam nitrat merupakan senyawa nitrogen yang penting. Senyawa aluminium yang penting adalah garam sulfat (tawas). Unsur-unsur halogen diperoleh melalui elektrolisis dan digunakan untuk berbagai aplikasi dalam industri. Senyawa natrium yang penting adalah NaOH. Natrium hidroksida diperoleh melalui elektrolisis larutan NaCl. 7. 4. halogen. Halogen merupakan unsur-unsur bukan logam yang sangat reaktif dan melimpah dalam air laut dan mineral. Semua unsur golongan alkali tanah cukup reaktif. Oksigen terdapat di atmosfer bumi sebagai gas diatom. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat. dan gas mulia. pembakaran. papan reklame. silikon. Nitrogen dapat membentuk senyawa dengan biloks mulai dari –3 sampai dengan +5. Kalium klorida merupakan bahan untuk membuat pupuk. Gas mulia dimanfaatkan terutama untuk pengisi lampu penerang. 2. 1. Semua gas mulia diperoleh dari atmosfer bumi melalui distilasi fraksionasi udara cair. Belerang terdapat sebagai belerang bebas (S8) dan senyawanya (ferit dan H2S).Rangkuman Unsur-unsur golongan utama yang terdapat dalam tabel periodik mempunyai kelimpahan yang relatif tinggi di alam dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam aplikasi. digunakan untuk membuat kertas dan ekstraksi logam aluminium oksida dari bauksit. dan kulit kerang. Gas oksigen diperoleh melalui pencairan udara secara distilasi bertingkat. Silikon merupakan unsur paling melimpah di alam. Belerang bebas ditambang melalui proses Frasch. dan Na 2CO 3.

sebagai pengisi lampu penerang. air laut. pulp kertas. 96 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . mineral silikat Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi fraksionasi udara cair Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 3 ini? Bagian manakah dari materi Bab 3 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. Kripton (Kr). Anda juga dapat mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih. Kalium (K). dan kulit kerang diperoleh melalui antara lain sumber Berilium (Be). Xenon (Xe) sumber antara lain Gol VIIIA Senyawa organik. Natrium (Na). serta menjelaskan manfaat. dan dalam bidang medis. dampak. Belerang (S) diperoleh melalui Proses Oswald di antaranya Gol VIA Gol IIA (Alkali tanah) Batuan aluminosilikat. Cari tahu oleh Anda kegunaan dari unsur-unsur golongan utama tersebut. Klorin (Cl). Magnesium (Mg). warna. titik leleh. Argon (Ar). Neon (Ne). kekerasan. Cesium (Cs) Nitrogen (N) sumber salah satunya Gol VA Atmosfer bumi Oksigen (O). diskusikan dengan teman atau guru Anda. kereaktifan dan sifat khusus lainnya). Stronsium (Sr) Barium (Ba) sumber Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi. las logam. Aplikasi yang telah Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama antara lain dalam industri pupuk.Peta Konsep Unsur Unsur Golongan Utama terdiri atas Gol IA (Alkali) Mineral silikat diperoleh melalui Elektrolisis lelehan garamnya antara lain sumber di antaranya Litium (Li). penambangan Flourin (F). Pada bab ini Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. Rubidium (Rb). Kalsium (Ca). Iodin (I) sumber antara lain Gol VIIA Elektrolisis Gol IIIA salah satunya Aluminium sumber Air laut mineral diperoleh melalui Elektrolisis Elektrolisis aluminium oksida diperoleh melalui Bauksit Gol IVA di antaranya Karbon (C). silikon (Si) sumber Helium (He). Bromin (Br). kelarutan.

Cl. F. neon B.. I2 E. 4. Cl. Asam halida yang paling kuat adalah . larutan KCl dengan gas Br2 D. Cl. Hal ini disebabkan karena gas mulia . Senyawa antarhalogen yang paling polar adalah . HCl C. sedikit terdapat di alam B. A.. ICl B.. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E.. afinitas elektron C. larutan KCl dengan gas F2 12. dan 2.. HClO3 B.. Iodin mudah larut dalam larutan KI daripada dalam air. kripton E.... F 8. larutan KBr dengan gas Cl2 E. semua kuat 13. A.. potensial reduksi standar E. Unsur-unsur halogen bersenyawa dengan hidrogen membentuk asam halida.. kecuali . HClO2 2.. Di antara gas mulia berikut yang bersifat radioaktif adalah . helium dan argon E. Br B.. A. Cl2 C. Br. Cl. HClO E. KI2– C.. 2. A.. 7. helium dan xenon Ebtanas 1999: Unsur gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain. argon C.. HClO4 C. kecuali .. Keelektronegatifan unsur-unsur F. KI3– B. Br2 D. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 97 . Cl C. kripton Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia. Kenaikan titik didih dan titik leleh dari F2 ke I2 disebabkan oleh meningkatnya .. energi ionisasi pertama D. xenon dan kripton C... KI2 14. FBr E. unsur paling stabil B. Hal ini disebabkan terbentuk . keelektronegatifan unsur C. HI E... F2 B. titik beku mendekati suhu 0 K Ebtanas 1996: Pasangan unsur gas mulia berikut yang senyawanya sudah dapat disintesis adalah . neon C. Br. FCl D. F D. 5.. keelektronegatifan B. A. A. A. jumlah elektron terluarnya selalu 8 Di antara sifat-sifat berikut untuk halogen dan senyawanya meningkat dari fluorin ke iodin adalah . KI+ D.8. A. dan I masingmasing 4... jari-jari atom D. Br.. Br. F2 10. helium dan kripton D. helium B... sukar melepaskan atau menangkap elektron C. IBr C. semua dapat direduksi 11. mudah bereaksi dengan unsur lain D.. A. Cl D. A.. energi kisi untuk senyawa kalium halida Di antara unsur-unsur halogen berikut yang tersusun menurut kenaikan keelektronegatifan adalah . panjang ikatan dalam molekul halogen B. KI3 E.5. Br. Di antara senyawa klorin berikut yang merupakan asam paling kuat adalah . A.. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. A. nomor atomnya selalu genap C.. energi ionisasinya sangat tinggi E. argon D. bentuk molekulnya monoatomik D. A. 1..Evaluasi Kompetensi Bab 3 A. HCl D. 3. UMPTN 1999 C: Di antara unsur halogen berikut yang mudah direduksi adalah .. 3. UMPTN 2000 A: Reaksi berikut dapat berlangsung. F. 6.. A.. F. larutan KI dengan gas Br2 B. xenon D. HF B.. kekuatan asam 9.. larutan KI dengan gas Cl2 C. xenon dan argon B. xenon E. HBr D... radon Gas mulia yang paling banyak terdapat di alam adalah . kekuatan pengoksidasi E...

diperoleh warna ungu.. A. A. A. Be C. Ra D.. Pernyataan berikut yang benar tentang sifat basa logam alkali adalah ... ionnya bermuatan positif satu E. HBr dan HI 17. Sr E. Merupakan oksidator kuat 4. dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garam D.. Be B. HCl dan HBr C. Ebtanas 2000: Basa alkali tanah yang paling mudah larut dan mempunyai sifat basa kuat adalah . Mg B. NaCl. Bahan baku pembuatan Na2CO3 melalui proses solvay adalah . Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . senyawanya berwarna Di antara sifat-sifat unsur tersebut. Dalam bentuk unsur bebas merupakan racun 5. Mg(OH)2 B. Sangat reaktif. sifatnya padat. 98 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . merupakan unsur sangat reaktif B. Ca E. Be C. 3 – 4 – 5 16. NaOH KOH B. A.. A.. Ba D. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali tanah dihasilkan warna putih terang. yang merupakan sifat unsur halogen adalah . garam natrium mudah larut dalam air 18. Sr 28. Pembakaran logam Mg di udara. Mg(HCO3)2 E. A.. Mg 24. mudah bereaksi dengan air C. Na dan K B. Ca B. senyawanya mudah larut dalam air 21. CO2. A. Umumnya. NH3. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali. Opsi (c) dan (d) benar 19. Mg3N2 C. Ba(OH)2 25. Logam alkali yang dibakar akan menghasilkan superoksida adalah . Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah . LiOH KOH C... Li dan Na C. selain terbentuk MgO juga terbentuk zat X. HF dan HCl B. Mg(OH)2 C. NaOH. zat itu adalah . Unsur tersebut adalah . NaCl. A. Li dan Rb 20. NH3. HF dan HBr D.. terdapat dalam keadaan bebas di alam C..... HCl dan HI E.. Li B.. A. larutan oksidanya mengubah lakmus merah menjadi biru D. NaCl. 2 – 4 – 5 E.. UMPTN 1998 B: Sifat-sifat berikut yang bukan merupakan sifat logam alkali adalah . MgCO3 D. 2 – 3 – 5 D.. Ebtanas 1999: Diketahui beberapa sifat unsur: 1. A. A. Sr(OH)2 E. K dan Rb E. Logam natrium adalah reduktor kuat. Mg(CN)2 26. NaHCO3. Hasil percobaan yang mendukung ungkapan itu adalah . Li dan K D... CO2 C. terdapat di alam dalam bentuk senyawa 2. dan mudah diiris B. 1 – 3 – 4 C. KOH LiOH D. Logam itu adalah . Ebtanas 1996: Logam alkali tanah yang tidak menghasilkan gas hidrogen jika bereaksi dengan air adalah . Bilangan oksidasinya +2 dan +3 3. Na C. NH3 E.. CO B. Ca D. Ra E... A. A.. Rb E. NaCl D. Ca(OH)2 D...15. 1 – 2 – 3 B. Cs 22... Be(OH)2 B.. sifat basanya sangat kuat E. K D.. KOH NaOH E.. Sr 27. CO2 23.. lunak.. Mg C..... Di antara unsur alkali tanah berikut yang bersifat amfoter adalah . Zat ini jika ditambah air dapat membirukan lakmus..... NaOH.

. A. 34.. A... 33. Tuliskan persamaan kimia reaksi tersebut.. gas oksigen B. 38. kamar timbal D.. elektrolisis larutan amonium klorida Pembuatan gas oksigen di laboratorium dapat dilakukan dengan cara .. (b) energi ionisasi. suhu tinggi dan tekanan tinggi C. ion aluminium E. pembakaran gas CO C. ion aluminat Pada pembuatan aluminium. A. A. A. dan gas oksigen. suhu rendah dan tekanan tinggi D. intan C. pelarut E... dengan HNO3 pekat menghasilkan NOx Di antara alotrop karbon berikut. (d) 35. Frasch D. keadaan berkatalis Pt Gas amonia dapat dibuat di laboratorium dengan cara .. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + 2NO2(g) Jika logam aluminium ditetesi larutan NaOH akan terjadi reaksi. Frasch Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. A. elektrolisis larutan NaOH Belerang berada dalam dua bentuk.. elektrolisis E.. Bentuk I stabil di atas suhu 95°C dan bentuk II stabil di bawah suhu itu. 2. Ostwald E. 3Ca(NO3)2(s) → Ca3N2(s)+4NO2(g)+ 5O2(g) → E.. hidrolisis C. peptisasi Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah . 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+O2(g) → C. pengapungan E. 32. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B.. pemanggangan D. isomorf D. 37. 1. Keadaan ini disebut ... A. 30.. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s)+ N2O(g)+ 2O2(g) ⎯⎯ D. grafit D. pirolisis B. arang B. mengalirkan gas H2 ke dalam nitrogen cair E. alotrope Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses . suhu tinggi dan tekanan rendah B.. kamar timbal Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses ... A. elektrolisis E. 3. (c) kerapatan gas. memanaskan amonium klorida C. di antaranya menghasilkan . pemanasan KNO3 dengan katalis Fe E. 39.. ion florida.. bahan baku utama Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.. dapat bereaksi dengan asam kuat B. 36.. A... memanaskan campuran amonium sulfat dan kalsium oksida D.. A. penguraian gas NO2 D. Bagaimanakah kecenderungan umum untuk (a) jarijari atom. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D. reduksi-oksidasi B. yang dapat menghantarkan listrik adalah . jelaga Pembuatan asam nitrat secara komersial dilakukan melalui proses .. larut dalam larutan NaOH C. gas peroksida C. kecuali . enantiotrof C. suhu rendah dan tekanan rendah E. monotrof B. titik didih dari atas ke bawah untuk golongan unsurunsur gas mulia? Mengapa klorin dapat bereaksi dengan ion hidroksida membentuk ion hipoklorit? → Cl2(g) + OH–(aq) ⎯⎯ Cl–(aq) + OCl–(aq) + H2O( ) Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 99 . reduktor B. senyawa kompleks D. kokas E. merupakan oksidator kuat E. kriolit yang dipakai berperan sebagai .. Xenon diflorida dapat dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon. pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 B. kontak B. memanaskan amonium nitrat B. oksidator C. kontak B. kamar timbal C. A.. 40. A. Haber-Bosch B. lapisan tahan panas D.. hidrogenasi Proses Haber-Bosch pada pembuatan amonia dilakukan pada. → A. kromatografi C... 31.... elektrolisis C.29. polimorf E. D.

NaI(s) dan Cl2(g) b. Hitung volume total gas diukur pada tekanan 1 atm dan 827°C jika 1 kg NH4NO3 diledakkan? 12. a. NaF(s) dan I2(s). NaCl(s) dan Br2( ) c.4. dan O2(g). Cl2. BeO(s) + NaOH(s) + H2O( ) ⎯⎯ → c. Bagaimanakah natrium hidroksida diproduksi di industri? Apakah produk samping dari industri ini? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut. 5. 100 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 7. NaI(s) dan Br2( ) e. Tuliskan persamaan reaksi dalam elektrolisis dari bijihnya. Aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis. Jelaskan bagaimana membuat asam sulfat melalui proses kontak. Detonator menginduksi ledakan termal amonium nitrat menghasilkan N2(g). mengapa silikon membentuk kovalen karbida. 8. 6. dan I2 secara komersial. H2O(g). Tuliskan persamaan kimia yang terjadi pada pembuatan F2. 10. NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s) ⎯⎯ 9. Δ a. sedangkan kalsium membentuk ion karbida. senyawa klorin dapat digunakan sebagai pemutih? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi yang terjadi dalam campuran berikut. Tuliskan persamaan kimia setara dari setiap tahap reaksinya. 11. Jelaskan. Dalam bentuk apakah. Br2. NaOH(s) ⎯⎯ → → b.

Setelah mempelajari bab ini. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. titik leleh. dan sifat khusus lainnya). unsur-unsur transisi berperan penting dalam proses alami biomolekul (hemoglobin) dan katalis dalam reaksi biokimia (enzim-enzim). dan amonia diperlukan bantuan katalis. menjelaskan manfaat.r-s. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi D. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur transisi (titik didih. warna. Banyak reaksi kimia yang menggunakan katalis untuk mempercepat terbentuknya produk. Unsur-unsur ini berada pada periode keempat mulai dari skandium hingga tembaga. kekerasan. terutama dalam reaksi kimia. Untuk mensintesis bahan kimia esensial.com Proyek pertambangan tembaga di pulau Sumbawa. A.Tahukah Anda unsur-unsur apa yang biasa digunakan dalam katalis tersebut? Unsurunsur transisi banyak diaplikasikan secara komersial sebagai katalis. Pengolahan Logam (Metalurgi) 101 . Senyawa Kompleks C. Selain itu. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting kegunaan dan bahayanya.Bab 4 Sumber:www. Bagaimanakah cara mengidentifikasi unsurunsur transisi? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur transisi. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi B. kelarutan. serta terdapatnya di alam. seperti asam sulfat. Unsur-unsur transisi dalam sistem periodik dikelompokkan sebagai unsurunsur golongan B. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. asam nitrat. seperti ikatan khas yang dibentuknya? Bagaimana pula pembuatan unsur atau senyawa transisi agar dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.

81 Fe 1. Mengapa unsur-unsur transisi diletakkan di antara golongan utama IIA dan IIIA dalam tabel periodik? Apa perbedaan antara unsur-unsur golongan utama dan unsur-unsur golongan transisi dilihat dari konfigurasi elektronnya? Bagaimanakah kecenderungan sifat periodik yang Anda ketahui dari unsur transisi? A. Setiap unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi.660 3. memiliki bilangan oksidasi dari +2 sampai dengan +5. Akibatnya.17 0.380 6.8 1. Istilah transisi artinya peralihan. Unsur-unsur transisi yang lain ditunjukkan pada Gambar 4.962 7.831 3.22 0.Tes Kompetensi Awal 1.0 1. Misalnya. Tabel 4.9 1..1 Beberapa Sifat Fisika Unsur Transisi Periode Keempat Sc 1.5 1.0 1.93 Cr 1.8 1.890 3.732 8.0 1. S).16 0.287 4. kecuali unsur golongan IIB dan IIIB. and Steven.5 1. 3. Beberapa sifat fisika unsur transisi ditunjukkan pada Tabel 4.1.535 2. yaitu: 1.495 2. Semua unsur transisi adalah logam keras dengan titik didih dan titik leleh tinggi.9 1.87 Sifat Fisika Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Kerapatan (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari atom ( ) Jari-jari ion ( ) Sumber: Chemistry (Zumdahl.541 2. unsur-unsur transisi memiliki beberapa sifat yang khas.44 – Ti 1.8 1.750 7. Misalnya vanadium.6 1.453 2.1 Unsur-unsur transisi Unsur-unsur transisi yang terdapat dalam blok d adalah unsur-unsur yang memiliki subkulit d yang belum terisi penuh. Semua sifat-sifat akibat dari konfigurasi elektron pada orbital d belum terisi penuh.3 1.75 Co 1.857 2.870 8.18 0. tembaga mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 4s1 3d10.6 1.2 1 .9 1.87 Mn 1.15 0.83 Cu 1.1. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi Di antara unsur golongan IIA dan IIIA terdapat sepuluh kolom unsurunsur golongan B. 3. 2. 1989 102 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . yaitu peralihan dari blok s ke blok p.672 7. IA IIA VIIIB IIIB Sc Y La Ac Lantanida Aktinida IVB Ti Zr Hf Rf VB V Nb Ta Db VIB Cr Mo W Sg VIIB Mn Tc Re Bh Fe Ru Os HS Co Rh Ir Mf Ni Pd Pt IB Cu Ag Au IIB Zn Cd Hg IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA Gambar 4.32 1.79 Ni 1.5 1.083 2.17 0.244 1. Unsur-unsur tersebut dinamakan unsur transisi. Unsur-unsur transisi didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian.9 1.567 8.17 0.9 1.2 1. Senyawa unsur transisi umumnya berwarna dan bersifat paramagnetik. 2.

Hal ini disebabkan oleh kestabilan subkulit d yang terisi penuh atau setengah penuh. 2. tetapi faktanya bukan demikian melainkan [Ar]3d5 4s1. Demikian juga pada konfigurasi elektron atom tembaga. unsur-unsur transisi dimulai pada periode keempat dalam tabel periodik. khususnya bergantung pada jumlah elektron yang tidak berpasangan di dalam subkulit d. kenaikan titik leleh mencapai maksimum pada golongan VB (vanadium) dan VIB (kromium). konfigurasi elektron krom adalah [Ar]3d4 4s2. Pada awal periode unsur transisi. Kegiatan Inkuiri Apakah unsur seng (Zn) tergolong unsur transisi atau bukan? Diskusikan di kelas. • semua senyawa seng tidak berwarna. • orbital-d terisi penuh.1. 20Ca: [Ar] 4s2. Konfigurasi elektron unsur-unsur transisi periode keempat dapat dilihat pada Tabel 4.2 Nomor Atom 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Lambang Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Konfigurasi Elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d14s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 Nomor Golongan pada Tabel Periodik IIIB IVB VB VIB VIIB VIIIB VIIIB VIIIB IB IIB Kata Kunci • • Kekuatan ikatan antaratom logam Elektron yang tidak berpasangan Menurut aturan Aufbau. Oleh karena itu.Kegiatan Inkuiri Selidiki dengan saksama apakah senyawa unsur-unsur transisi mengikuti aturan oktet yang dikemukakan oleh Lewis? 1.2. yaitu [Ar]3d10 4s1. Oleh karena orbital d maksimum dihuni oleh sepuluh elektron maka akan terdapat sepuluh unsur pada periode keempat. Titik Didih dan Titik Leleh Berdasarkan Tabel 4. Konfigurasi Elektron Berdasarkan aturan membangun dari Aufbau. Data tentang seng: • dalam membentuk senyawa hanya memiliki biloks +2. pengisian elektron dalam orbital d mulai terjadi setelah elektron menghuni orbital 4s2 atau setelah atom kalsium. Tabel 4. Hal itu disebabkan oleh kekuatan ikatan antaratom logam. yaitu mulai dari Sc dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d 1 4s 2 sampai dengan Zn dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2. terdapat satu elektron pada orbital d yang tidak Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 103 . sesuai dengan bilangan kuantum utama terbesar (4s 3d).

Akibat bertambahnya jumlah proton. unsur-unsur transisi periode keempat memiliki biloks lebih dari satu. 1989 104 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . kemudian berkurang secara perlahan.. Hal ini disebabkan pada unsur-unsur transisi terdapat lebih banyak elektron bebas dalam orbital d yang tidak berpasangan. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital s dan orbital d tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan melalui pembentukan orbital hibrida sp3d2. Sifat logam dari unsur-unsur transisi lebih kuat jika dibandingkan dengan sifat logam dari golongan utama. 4.44 ) hingga vanadium (1. sedangkan kulit valensi tetap. 5.1 tampak bahwa jari-jari atom menurun secara drastis dari skandium (1. Penurunan ini akibat dari kenaikan muatan inti yang menarik elektron valensi lebih kuat. 3. kerapatan tinggi.3. Pada Tabel 4. Pada periode yang sama. Jari-Jari Atom Jari-jari atom menentukan sifat-sifat unsur. dari kiri ke kanan jumlah proton bertambah. Pengaruh nyata dari kekuatan ikatan antaratom pada logam transisi tercermin dari sifat kekerasan tinggi. Kegiatan Inkuiri Jelaskan menggunakan teori lautan elektron bebas untuk menjelaskan kekuatan logam unsur-unsur transisi. and Steven. titik didih dan titik leleh yang juga tinggi. Sifat Logam Semua unsur transisi merupakan unsur-unsur logam.3 Bilangan Oksidasi Unsur Transisi Periode Keempat I B Ti +2 +3 4 +2 +3 4 5 B IB Cr +2 3 +4 +5 6 IIB Mn 2 3 4 +5 +6 7 Fe 2 3 +4 +5 +6 IIIB Co 2 +3 +4 Ni +1 2 +3 +4 IB Cu +1 2 +3 IIB n 2 IIIB Sc Catatan Note Bilangan oksidasi yang stabil ditunjukkan dengan huruf tebal (bold) The stabyl oxidation number is pointed by the bold letters. Bilangan Oksidasi Umumnya. Tabel 4. 3 Sumber: Chemistry (Zumdahl. Mengapa jumlah elektron yang belum berpasangan dapat dijadikan ukuran kekuatan logam? Semakin banyak elektron bebas dalam suatu atom logam memungkinkan ikatan antaratom semakin kuat sehingga sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat.22 ).berpasangan. serta sifat hantaran listrik yang lebih baik. Biloks unsur-unsur transisi periode keempat ditunjukkan pada Tabel 4. Jumlah elektron pada orbital d yang tidak berpasangan meningkat sampai dengan golongan VIB dan VIIB. S). setelah itu elektron pada orbital d mulai berpasangan sehingga titik didih dan titik leleh turun. Kulit terluar dari unsur-unsur transisi hanya mengandung satu atau dua elektron pada orbital 4s sehingga mudah melepaskan elektron pada kulit terluarnya. daya tarik muatan inti terhadap elektron valensi bertambah kuat sehingga ukuran atau jari-jari atom semakin kecil.

titanium (IVB) memiliki biloks maksimum +4. Warna Ion Logam Transisi Suatu benda atau zat dikatakan berwarna jika ada cahaya yang jatuh kepadanya. dan +7. Cr. vanadium (VB). Berdasarkan penjelasan tersebut unsur-unsur transisi periode keempat yang memiliki sifat magnet adalah: Ti. Co. artinya tidak dipengaruhi oleh medan magnet. Jika elektron tidak berpasangan maka spin elektron yang menghasilkan momen magnet tidak ada yang meniadakan sehingga atom akan memiliki momen magnet dan bersifat paramagnetik. jika suatu atom tidak memiliki elektron yang tidak berpasangan maka akan bersifat diamagnetik. Akibatnya. 6. Jika semua elektron berpasangan maka momen magnet elektron akan saling meniadakan sesuai aturan Pauli (jika elektron berpasangan.1 Sifat Unsur Transisi Di antara unsur transisi periode keempat. Kekuatan magnet dari unsur transisi adalah: Cr Mn Fe V Co. khususnya cahaya tampak. spinnya harus berlawanan) sehingga atom bersifat diamagnetik. kromium (VIB). Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 105 . Jika senyawa transisi baik padat maupun larutannya tersinari cahaya maka senyawa transisi akan menyerap cahaya pada frekuensi tertentu. elektron mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi menimbulkan warna tertentu. Sifat Magnet Jika suatu atom memiliki elektron yang tidak berpasangan. atom tersebut akan bersifat paramagnetik. Mn.2 Spektrum elektromagnetik Cahaya tampak adalah salah satu bagian dari radiasi elektromagnetik. Unsur-unsur transisi baik sebagai unsur bebas maupun senyawanya pada umumnya memiliki elektron tidak berpasangan sehingga banyak unsur dan senyawa transisi bersifat paramagnetik. Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan. Semakin banyak jumlah elektron yang tidak berpasangan.3. Log ( –1 Radio –0 –1 Microwave –2 –3 –4 Inframerah Tampak Ultraviolet Sinar – X –5 –6 –7 –8 –9 –10 /m) 7.Jika Anda simak Tabel 4. semakin kuat sifat magnetnya. Kata Kunci • • • • • • • Orbital hibrida Cahaya tampak Elektron tereksitasi Paramagnetik Diamagnetik Aturan Pauli Momen magnet Contoh 4. +6. Cahaya yang diserap akan mengeksitasi elektron ke tingkat energi lebih tinggi dan cahaya yang diteruskan menunjukkan warna senyawa transisi pada keadaan tereksitasi. Fe. Jadi. Sebaliknya. Ni. Cahaya tampak terdiri atas cahaya merah-kuning-hijau-biru-ungu. Gambar 4. artinya dapat dipengaruhi oleh medan magnet. Hal ini disebabkan oleh adanya elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda jauh. biloks maksimum sama dengan jumlah elektron valensi dalam orbital s dan orbital d atau sama dengan nomor golongan. Mengapa elektron yang tidak berpasangan dapat memiliki sifat magnet? Setiap elektron memiliki spin yang menghasilkan momen magnet. dan mangan (VIIB) memiliki biloks maksimum berturut-turut +5. manakah yang memiliki sifat magnet? Jawab: Suatu logam akan bersifat magnet jika memiliki elektron tidak berpasangan. V. Momen magnet ini berperilaku seperti magnet. sedangkan frekuensi lainnya diteruskan. Cahaya tampak adalah cahaya yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah dan ultraviolet. semakin kuat sifat magnetnya. Kation logam unsur-unsur transisi umumnya berwarna.

1 orbital dari 4s. Tes Kompetensi Subbab A 3. Manakah yang merupakan senyawa VF3 dan VFs? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Berapakah bilangan oksidasi Mn dalam senyawa MnO2 dan KMnO4? 2. mungkinkah KMnO4 berperan sebagai reduktor? Jelaskan. Hal ini dicapai melalui hibridisasi d2sp3. tetapi juga memberikan pengetahuan tentang struktur dan ikatan di dalam senyawa. misalnya untuk pigmen cat atau kaca. Proses hibridisasinya adalah sebagai berikut. Menurut teori asam-basa Lewis. di mana kation dari logam transisi berikatan dengan dua atau lebih anion atau molekul netral. Senyawa B adalah serbuk kuning-kehijauan dan meleleh pada 1. Konfigurasi atom Fe: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Konfigurasi dari ion Fe3+: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Oleh karena memerlukan enam orbital kosong. 1. B. 1. atom Fe harus menyediakan enam buah orbital kosong. Oleh karena atom Fe dapat mengikat enam molekul H2O (netral). ion logam transisi menyediakan orbital d yang kosong sehingga berperan sebagai asam Lewis (akseptor pasangan elektron bebas) dan ion atau molekul netral yang memiliki pasangan elektron bebas untuk didonorkan berperan sebagai basa Lewis. Dalam ion kompleks. Mengapa senyawa-senyawa logam transisi berwarna dan berubah warnanya jika ion atau molekul yang terikat pada logam berubah? Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui pembahasan senyawa kompleks dari logam-logam unsur transisi. dan anion atau molekul netral terikat pada atom pusat dinamakan ligan (Latin: ligare. tetapi faktanya logam golongan IIA dapat bersifat paramagnetik pada suhu tinggi. Senyawa Kompleks Warna yang tampak dalam senyawa kimia tidak hanya menarik.406°C. Dalam setiap reaksi redoks. kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. [Fe(H2O) 6]3+ 3d d2sp3 106 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Logam-logam unsur transisi pada umumnya berwarna sehingga banyak digunakan. Keenam orbital d2sp3 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari atom O dalam molekul H2O. artinya mengikat). yakni 2 orbital dari 3d. Atom Fe bermuatan 3+ dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s0. hibridisasi yang terjadi adalah d2sp3.Kegiatan Inkuiri Unsur-unsur golongan IIA memiliki elektron yang semuanya berpasangan. Senyawa A adalah suatu cairan tidak berwarna dengan titik leleh 20°C. dan 3 orbital dari 4p. Jelaskan fakta ini. Ion Kompleks Ion kompleks adalah senyawa ionik. Contoh ion kompleks adalah [Fe(H2O)6]3+.

2 Menentukan Bilangan Oksidasi Berapakah biloks atom pusat dalam [Co(NH3)5Cl](NO3)2? Jawab: Gugus NO3 adalah anion nitrat. memiliki muatan 1–. dalam rumus [Cu(NH3)4]SO4 terdiri atas kation [Cu(NH3)4]2+ dan anion SO42–. Jika ligan suatu molekul netral. seperti ditunjukkan pada struktur Lewis Gambar 4. Ikatan yang terbentuk antara atom pusat dan ligan adalah ikatan kovalen koordinasi. [Ag(CN)2]–(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = –0. Gambarkan struktur orbital hibrida d2sp3 dari ion Fe3+. Dalam ion [Cu(NH3)4]2+. muatan ion kompleks dapat dihitung jika muatan anion diketahui. 2. tetapi setelah dibiarkan beberapa lama air tersebut menjadi kuning. Pada pembentukan ion kompleks. yaitu [Cu(NH3)4]2+. biloks Cu sama dengan +2. Bagaimana Anda menerangkan gejala ini. Jika ion sulfat bermuatan 2–. pada ion kompleks Fe(SCN)2+. Air tanah nonartesis pada waktu diisap oleh pompa biasanya bening. dengan kation merupakan ion kompleks. H2O.3 (a) Ligan H2O (b) Ligan NH3 Kegiatan Inkuiri 1. Pembentukan kompleks juga dapat mengubah sifat-sifat ion logam. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 107 . [Fe(SCN)6]3– warnanya menjadi merah darah. 2.Molekul atau ion yang bertindak sebagai ligan.3. Senyawa yang terbentuk dari ion kompleks dinamakan senya a kompleks atau koordinasi. Hasil analisis air tersebut mengandung besi. Ketika kedua spesi itu bereaksi membentuk ion kompleks. CN–. gambarkan struktur ion kompleks yang dibentuk dari ion Fe3+ dan H2O dalam ion Fe(H2O)63+. yang terikat pada atom pusat. Jika ligan suatu molekul netral maka bilangan oksidasi atom pusat sama dengan muatan ion kompleks. Ag+ dapat direduksi oleh air dengan potensial reduksi standar: → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = +0. sedangkan Cl suatu anion bermuatan 1–. Jadi. ion SCN– tidak berwarna dan ion Fe3+ berwarna cokelat. Ion kompleks memiliki sifat berbeda dengan atom pusat atau ligan pembentuknya. dan NH3. Selanjutnya. ion kompleks bermuatan 2+.31 V → O H H (a) H (b) N H H Gambar 4. Kata Kunci • • • • • Atom pusat Ligan Teori asam-basa lewis Ikatan kovalen koordinasi Ion kompleks Contoh 4. Contohnya. Penulisan rumus kimia untuk ikatan koordinasi dalam senyawa kompleks digunakan tanda kurung siku. Pada senyawa [Cu(NH3)4]SO4. Oleh karena senyawa koordinasi bermuatan netral maka jumlah semua muatan harus nol. misalnya Cl–. muatan ion kompleks berasal dari atom pusat. Ligan NH3 bersifat netral. Misalnya. ligan dikatakan mengkoordinasi logam sebagai atom pusat. NO3–.799 V – Namun ion [Ag(CN)2] tidak dapat direduksi oleh air sebab ion Ag+ sudah dikoordinasi oleh ion CN– menjadi stabil dalam bilangan oksidasi +1. seperti sifat reduksi atau sifat oksidasi. sekurang-kurangnya harus memiliki satu pasang elektron valensi yang tidak digunakan. Muatan dan Bilangan Koordinasi Muatan ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligannya.

Struktur tetrahedral lebih umum terdapat pada senyawa bukan transisi. Bilangan koordinasi ion logam biasanya dipengaruhi oleh ukuran relatif ion logam dan ligan yang terikat. Ligan-ligan ini memiliki atom donor tunggal yang dapat berkoordinasi dengan atom pusat. atom pusat Fe2+ dan enam buah ligan CN–. Berapakah bilangan koordinasi dalam ion [Ag(NH3)2]2+? Oleh karena ada dua atom nitrogen yang terikat langsung pada Ag maka atom perak memiliki bilangan koordinasi 2. Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat dikoordinasikan dengan ion logam sehingga dapat mengisi dua atau lebih orbital d ion logam. Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat disebut bilangan koordinasi logam. Jika ukuran ligan besar. Bilangan koordinasi Cu = 4 Muatan ion kompleks = 2 + 4 (0) = +2 Rumus ion kompleks adalah [Cu(H2O)4]2+ b. seperti NH3 dan Cl– dinamakan ligan monodentat (bahasa Latin: satu gigi). atom pusat Cu2+ dan empat buah ligan H2O. tetapi dengan ion klorida (ion klorida lebih besar dari ion fluorida) hanya dapat mengkoordinasi sebanyak empat membentuk ion [FeCl4]–. dapat ditentukan bahwa: a. bilangan koordinasi. (b) Contoh 4. Contohnya. dan Rumus Ion Kompleks Tentukan muatan. ligan NH3 dalam ion kompleks [Ag(NH3)2]2+. yaitu tetrahedral dan segiempat datar.3 COOH2C N - CH2 COO- OOC H2C N CH2 CH2 CH2 - OOC (c) Gambar 4. Bilangan Koordinasi. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat (bahasa Latin: bergigi banyak). Ligan Polidentat (Senyawa Kelat) Ligan yang telah dibahas sebelumnya. krom memiliki bilangan koordinasi 6 sebab ada enam atom yang terikat langsung. boleh jadi hanya beberapa ligan yang terikat.4 (a) Struktur etilendiamin (b) Struktur ion kompleks [Co(en)3]3+ (c) Struktur EDTA Menentukan Muatan. Jawab: Muatan ion kompleks merupakan jumlah muatan atom pusat dan muatan ligan. besi(III) dapat mengkoordinasi enam ion fluorida membentuk [FeF6]3–. biloks kobalt adalah +3. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat secara langsung.[Co(NH3)5Cl](NO3)2 x + 5(0) + (–1) + 2(–1) = 0 Jadi. dan rumus ion kompleks yang tersusun dari: a. Misalnya. Sebaliknya. Dalam ion [Cr(H2O)4Cl2]+. sedangkan struktur segiempat datar banyak dijumpai dalam senyawa transisi. Bilangan koordinasi Fe = 6 Muatan ion kompleks = 2 + 6 (–1) = –4 Rumus ion kompleksnya adalah [Fe(CN)6]4– 3. 108 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . b. Ion kompleks yang memiliki bilangan koordinasi empat dapat berada dalam dua bentuk struktur. Dengan demikian. seperti pada platina(II) dan emas(III). H2C H2N (a) CH2 NH2 CH2 H2 N NH2 CH2 NH2 H2C H2C Co N H2 NH2 NH2 C CH2 H2 Atom dalam ligan yang terikat langsung pada atom pusat dinamakan atom donor. Rumus ion kompleks dituliskan dalam kurung siku. jika ukuran ligan kecil maka jumlah ligan yang terikat pada ion logam lebih banyak. juga beberapa ion kompleks dari tembaga. Atom nitrogen dalam NH3 adalah atom donor.

[Fe(H2o)2(s2o3)4]+5 B. [Fe(H2o)4(s2o3)2]–1 E. Muatan ion kompleks = 3+ (4 .4a. Jika lebih dari satu ligan yang sama digunakan kata depan di– (dua). 5. dan seterusnya. [Fe(H2O)(S2O3)5]–6 Pembahasan Urutan penulisan ion kompleks: 1. 1. dengan ligan molekul H2O dan ion S2O32–. Ion kompleks [Co(en)3]3+ mengandung tiga ligan etilendiamin. Ligan en memiliki dua atom nitrogen. Nama ligan dituliskan terlebih dahulu diikuti nama atom pusat. Dalam bidang kedokteran zat pengkelat sering digunakan untuk mengeluarkan ion logam. ligan netral 3. nama atom pusat dituliskan sama seperti nama unsur dan diikuti oleh angka romawi dalam kurung yang menunjukkan bilangan oksidasinya. Tata nama untuk ligan bermuatan negatif ditambah akhiran –o. Jika kompleks suatu kation atau molekul netral. seperti Hg2+. dan nama ligan positif). terutama dalam menentukan kadar ion kalsium dalam air. Zat pengkelat seperti EDTA pada Gambar 4.. Nama ligan diurut menurut alfabetis (urutan ligan adalah pertama nama ligan negatif. pakar Kimia Swiss yang sudah bekerja meneliti senyawa kompleks lebih dari 60 tahun. 2 dari atom N). penomoran menggunakan awalan bis– (dua). 4. Pb2+. Aturan penamaannya adalah sebagai berikut. contoh: Ligan F Cl– Br– I– CN– NO2– ONO– – Nama Fluoro Kloro Bromo Iodo Siano Nitro Nitrito Ligan NO OH O2– NH2– C2O4– CO32– – 3 – Nama Nitrato Hidrokso Okso Amido Oksalato Karbonato 2. Ion kompleks tersebut membentuk struktur koordinasi oktahedral dengan atom kobalt(III) sebagai atom pusatnya (Gambar 4. 7. Tata nama untuk ligan netral digunakan nama molekulnya. seperti a ua (H2O). Mahir Menjawab Suatu ion kompleks mempunyai atom pusat Fe3+. A.. Contoh ligan polidentat seperti etilendiamin (disingkat en) dengan rumus struktur pada Gambar 4. tingkat kesadahan air dapat diukur. seperti mioglobin dan oksihemoglobin. Atom-atom donor ini harus saling berjauhan agar keduanya dapat mengkoordinasi ion logam membentuk kompleks dengan posisi berdampingan. Ion EDTA4– memiliki enam atom donor (4 dari gugus COO–. kecuali empat ligan yang sudah dikenal umum. Jika kompleks suatu anion. (D) UNAS 2004 4. dan nitrosil (NO). 0) + (2 . [Fe(H2o)5(s2o3)]–2 C. Jika nama ligan dimulai dengan huruf vokal untuk ligan polidentat.4c sering digunakan dalam analisis kimia. ion kompleksnya: [Fe(H2O)4(S2O3)2]–1. tris– (tiga). ligan negatif Muatan atom pusat Fe = 3+ (=biloks Fe) Jadi jumlah ligan yang diikat = 6 (2 × biloks atom pusat). nama ligan netral. Tata Nama Senyawa Kompleks Tata nama senyawa kompleks disusun berdasarkan aturan Alfred erner. dan tetrakis– (empat). penulisan nama dimulai dari kation diikuti nama anion. atom pusat 2. 3.. amina (NH3). dan Cd2+. masing-masing dengan sepasang elektron bebas yang siap didonorkan. [Fe(H2o)3(s2o3)3]3 D.4b). ligan polidentat juga dikenal sebagai zat pengkelat. –2) =3+0–4 = 1– Jadi. Jika bilangan koordinasi = 6 maka rumus ion kompleks tersebut . Kata Kunci • • • • • Bentuk struktur tetrahedral Bentuk struktur segiempat datar Ligan monodentat Ligan polidentat Zat pengkelat Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 109 . tetra– (empat). 8.Oleh karena ligan polidentat dapat mencengkeram ion logam dengan dua atau lebih atom donor. Dengan EDTA. 6. karbonil (CO). Muatan ion kompleks = muatan atom pusat + (4 × muatan H2O) + (2 × muatan S2O3). tri– (tiga). Dalam sistem tubuh terdapat zat pengkelat.

Jadi. nama senyawa kompleks tersebut adalah tetraa uadiklorokrom(III) klorida. 110 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dua etilendiamin. Oleh karena jumlah total muatan ion kompleks 1+. Contoh 4. Ligan terdiri atas 4 molekul a ua (aturan 2) dan 2 ion kloro (aturan 1). dan kobalt dengan biloks +3. (b) Ion kompleks berupa anion bermuatan 2–. Dengan demikian. nama senyawa kompleks ditulis sebagai: kalium tetrasianonikelat(II).4 Penamaan Senyawa Kompleks dari Rumusnya Apakah nama senyawa berikut. kemudian anion kompleks. Dengan demikian. (b) K2[Ni(CN)4] Jawab: (a) Ion kompleks adalah suatu kation bermuatan 1+.Jika kompleks suatu anion. Contoh ion kompleks berupa kation: [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida [Pt(NH3)4Cl2]2+ ion tetraamindikloroplatina(IV) [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida Contoh ion kompleks yang netral: diamintetrakloroplatina(IV) [Pt(NH3)2Cl4] [Co(NH3)3(NO2)3] triamintrinitrokobalt(III) [Ni(H2NCH2CH2NH2)2Cl2] diklorobis(etilendiamin)nikel(II) Contoh ion kompleks berupa anion: kalium heksanitrokobaltat(III) K3[Co(NO2)6] 2– [PtCl6] ion heksakloroplatinat(IV) natrium heksaklorostanat(IV) Na2[SnCl6] 9. ion kompleks adalah suatu kation yang bermuatan: (Co + 2en +2Cl–) = +3 + 0 – 2 = 1+. ion perklorat bermuatan 1–. (a) [Cr(H2O)4Cl2]Cl. Penulisan ligan diurut secara alfabet: tetraa ua. Dengan demikian. kemudian nama atom pusat. Nama ligan ditulis terlebih dahulu. tetraa uadikloro.5 Menentukan Rumus Senyawa Kompleks dari Namanya Tuliskan rumus untuk senyawa kompleks difluorobis(etilendiamin)kobalt(III) perklorat. rumus senyawa kompleks tersebut adalah [Co(en)2F2]ClO4. diikuti angka romawi yang menyatakan bilangan oksidasi logam. Dengan mengikuti aturan (8): kation ditulis terlebih dahulu. Jawab: Ion kompleks mengandung dua ion fluorida. akhiran –at ditambahkan kepada nama induk logam. Menurut aturan (9): anion ditambah akhiran –at sehingga ditulis sebagai nikelat Penulisan ligan mengikuti aturan di atas menjadi tetrasiano. Dengan demikian. Contoh 4. diikuti dikloro.

hematit. Sumber bijih logam tersebar di berbagai wilayah Indonesia. A. Fe3O4. seperti ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. ZnS B.. KMnO4. ZnS Pembahasan Fe2O 3 : hematit MnO2 : pirolusit NiS : milerit ZnS : spakrit Cu2S : kalkosit CuFeS2 : kalkopirit TiO2 : rutil ZnCO3 : smitsonit KMnO4 : kalium permanganat Jadi. TiO2. MnO2.. MnO2. pirolusit. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam bentuk oksida. Mineral dapat dijadikan sumber material untuk memproduksi bahanbahan komersial yang disebut bijih logam. muatan. C.5. (b) (NH4)2[CuBr4] Tuliskan rumus untuk natrium dia uabisoksalatokobaltat(III). Tuliskan nama senyawa berikut: (a) [Fe(NH3)3Br2]NO3. 4. Selama dalam perjalanan menuju kerak bumi. 1990 Mahir Menjawab Rutil. 1. Fe2O3. sulfida. Berapakah muatan senyawa kompleks yang dibentuk dari ion logam platina(II) yang mengikat dua molekul amonia dan dua ion bromin? Tuliskan rumus senyawa kompleksnya. Hal ini disebabkan tembaga tergolong unsur logam yang relatif sukar dioksidasi. mineral dari logam-logam transisi pada umumnya dalam bentuk oksida atau sulfida dan sebagian dalam bentuk senyawa karbonat. Jika dilihat pada Tabel 4. Fe2O3 NiS D. dan rumus ion kompleks yang tersusun dari krom(III) yang 3. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Fe2O3. dan NiS.4. unsur-unsur logam bereaksi dengan belerang atau oksigen yang terdapat di kerak bumi sehingga terbentuk mineral dari unsur-unsur transisi. Kerjakanlah di dalam buku latihan. MnO2. (C) UNAS 2004 Kobalt Nikel Tembaga Seng Oleh sebab itu. rumus molekulnya adalah TiO2. NiS. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 111 . MnO2. CuFeS2 C.4 Sumber Mineral Unsur Transisi Logam Titanium Vanadium Kromium Mangan Besi Mineral Rutil Ilmenit Vanadit Kromit Pirolusit Hematit Magnetit Pirit Siderit Smaltit Kobaltit Nikelit Kalkosit Kalkofirit Malasit Spalerit Komposisi TiO2 FeTiO3 Pb3(VO4)2 FeCr2O4 MnO2 Fe2O3 Fe3O4 FeS FeCO3 CoAs2 CoAsS NiS Cu2S CuFeS Cu2CO3(OH)2 ZnS Sumber: General Chemistry .Tes Kompetensi Subbab B mengkoordinasi empat molekul air dan dua ion klorida. Fe2O3. dan milerit masing-masing rumus molekulnya adalah .. ZnCO3 E. dan karbonat. Keberadaan unsur-unsur transisi dalam bentuk oksidasi dan sulfida disebabkan unsur-unsur logam yang berasal dari perut bumi terdesak menuju kerak bumi akibat tekanan magma. TiO2. Fe2O3. MnO2. CuS. NiS. 2. Tentukan bilangan koordinasi. tampak bahwa bentuk oksida merupakan mineral paling banyak ditemukan di alam sebab hampir semua material alam mengandung oksigen.

tetapi 45% lebih ringan. seperti emas juga cukup melimpah.Tabel 4. seperti rangka dan mesin pesawat. scandium digunakan sebagai filamen lampu yang memiliki intensitas tinggi. Dalam jumlah kecil. plastik.51 g cm–3). Selain ringan dan tahan suhu tinggi. Walaupun ada. titanium banyak dipakai untuk bahan struktural. Sumber utama titanium(IV) oksida adalah bijih rutil (matrik TiO2) dan ilmenit (FeTiO3). Mesin pesawat terbang memerlukan bahan yang bermassa ringan. tabung reaksi dalam industri kimia.org 2. kuat. Skandium (Sc) Scandium adalah unsur yang jarang terdapat di alam. tahan panas (titik leleh 1. selanjutnya hidrat dikeluarkan melalui pemanasan membentuk TiO2 murni. dan stabil pada suhu tinggi. Sisa campuran dipanaskan menjadi titanium(IV) oksida hidrat (TiO2. Titanium akan menjadi lebih kuat jika membentuk alloi dengan aluminium dan vanadium. wikipedia. dan mesin mobil. tidak berwarna dan bersifat diamagnetik. Logam skandium dibuat melalui elektrolisis lelehan ScCl3. Sekilas Kimia Titanium: Logam Berteknologi Tinggi Titanium merupakan logam yang keras.7H2O padat yang mudah dikeluarkan. 1. larutan NaOH panas. Sifat-sifat senyawa skandium semuanya mirip. 112 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . cat. → TiCl4(g) + O2(g) ⎯⎯ TiO2(s) + Cl2(g) Ilmenit diolah dengan asam sulfat membentuk senyawa sulfat yang mudah larut dalam air. Titanium dua kali lebih kuat daripada aluminium.H 2O). logam titanium tahan terhadap cuaca sehingga banyak digunakan untuk material. Titanium merupakan logam tahan karat karena permukaannya dilindungi lapisan tipis oksidanya. senyawa titanium digunakan sebagai pigmen warna putih.668°C). → FeTiO3(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + TiO32+(aq) + 2SO42–(aq) + 2H2O( ) Campuran hasil reaksi dimasukkan ke dalam vakum agar terbentuk FeSO4. fiber sintetik.5 Logam Besi Sumber Bijih Logam di Berbagai Daerah di Indonesia Mineral Hematit Magnetit Siderit Pirit Nikelit Garnerit Kalkopirit Rumus Daerah Nikel Tembaga Fe2O3 Kalimantan Barat Fe3O4 Sumatra Barat FeCO3 Sumatra Selatan FeS2 Sulawesi Tengah NiS Sulawesi Tengah H2(NiMg)SiO4. pompa. terutama pesawat terbang bermesin jet. Rutil diolah dengan klorin membentuk TiCl4 yang mudah menguap. Oleh karena kerapatan titanium relatif rendah dan kekerasan tinggi. Misalnya.6% massa kulit bumi). Titanium tidak bereaksi dengan air laut. bahkan terhadap larutan gas klorin. Sifat ini menjadikan titanium sebagai pilihan yang tepat untuk bahan pada aplikasi penerbangan. seperti Boeing 747. dan memiliki densitas rendah (4. Titanium (Ti) Titanium merupakan unsur yang tersebar luas dalam kulit bumi (sekitar 0. Umumnya. dan Sc2(SO4)3.2H2O Sulawesi Tengah CuFeS2 Pegunungan Jayawijaya. Kalimantan Barat Kegiatan Inkuiri Jika di suatu daerah terdapat sumber tembaga. kemudian dipisahkan dari pengotor dan dibakar menjadi TiO2. tetapi 60% lebih berat. dan kosmetik. Cari informasi berapa kadar emas di pertambangan Freeport Provinsi Papua. umumnya terdapat dalam bentuk senyawa dengan biloks +3. sedangkan sifat warna dan kemagnetan ditentukan oleh konfigurasi elektron dalam orbital d. seperti pipa. Titanium seperti baja. Titanium(IV) oksida merupakan material padat yang digunakan sebagai pigmen putih dalam kertas. Sc2O3. Sumber: www. ScCl3. asam nitrat. biasanya logam mulia lain. keras. Hal ini disebabkan dalam semua senyawanya skandium memiliki konfigurasi elektron ion Sc3+.

2001 Gambar 4. ion dikromat (Cr2O72–)dapat direduksi menjadi ion Cr3+: → Cr2O72–(aq) + 14H+(aq) + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Tabel 4. Logam vanadium murni diperoleh melalui reduksi elektrolitik leburan garam VCl2. Ti3+ terdapat sebagai ion Ti(H2O)63+ berwarna ungu. dan CrO3 Sumber: Chemistry for You. Kromium(II) dalam air merupakan reduktor kuat. dan dapat mempertahankan permukaan tetap mengkilap dengan cara mengembangkan lapisan film oksida. Misalnya.5 Warna hijau emerald pada batu perhiasan disebabkan adanya ion Cr3+. tetapi daya oksidatornya berkurang. FeCr2O4(s) + 4C(s) ⎯⎯ Fe–2Cr(s) + 4C(g) → Logam kromium banyak digunakan untuk membuat pelat baja dengan sifat keras. getas. Contohnya. Na2CrO4. Untuk membuat paduan tidak perlu logam murninya. Logam vanadium menyerupai baja berwarna abu-abu dan bersifat keras serta tahan korosi. Sumber utama vanadium adalah vanadit. +6. Vanadium umumnya digunakan untuk paduan dengan logam besi dan titanium. Titanium(II) tidak stabil dalam bentuk larutan. Kromium(VI) dalam larutan asam tergolong oksidator kuat.H2O(s) ⎯⎯ TiO2(s) + H2O(g) Senyawa titanium(III) dapat diperoleh melalui reduksi senyawa titan yang memiliki biloks +4.6 Senyawa Kromium dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 CrX2 +3 +6 CrX3. Dalam larutan air. larutan ini bersifat karsinogen (berpotensi menimbulkan kanker). Vanadium (V) Vanadium tersebar di kulit bumi sekitar 0. → CrO42–(aq) + 4H2O( ) + 3e– ⎯⎯ Cr(OH)3(s) + 5OH–(aq) Kromium(VI) oksida (CrO3) larut dalam air membentuk larutan asam kuat yang berwarna merah-jingga: → 2CrO3(s) + H2O( ) ⎯⎯ 2H+(aq) + Cr2O72–(aq) Campuran krom(VI) oksida dan asam sulfat pekat digunakan sebagai pembersih untuk menghilangkan bahan organik pada alat-alat laboratorium. FeCr2O4. Kromium (Cr) Bijih kromium paling murah adalah kromit. Dalam larutan basa. Pb3(VO4)2. Cr2O3. tetapi lebih stabil dalam bentuk oksida padat sebagai TiO atau sebagai senyawa halida TiX2. kromium(VI) terdapat sebagai ion kromat. kalor 3. dan Cr(OH)3 K2Cr2O7.02% massa kulit bumi. ferrovanadium dihasilkan melalui reduksi campuran V2O5 dan Fe2O3 oleh aluminium. Akan tetapi. Kromium dapat membentuk senyawa dengan biloks +2. +3. yang dapat direduksi oleh karbon menghasilkan ferrokrom. 4. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 113 . yang dapat dioksidasi menjadi titanium(IV) oleh udara. Vanadium(V) oksida digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat. baja sangat keras yang digunakan pada bagian mesin dan poros as. kemudian ditambahkan besi untuk membentuk baja vanadium.→ TiO2.

Indonesia juga memproduksi nikel. Besi murni berwarna putih kusam yang tidak begitu keras dan sangat reaktif terhadap zat oksidator sehingga besi dalam udara lembap teroksidasi oleh oksigen dengan cepat membentuk karat.6). Mangan (Mn) Mangan relatif melimpah di alam (0.mpi. Produksi terbesar emas berasal dari Papua. bijih besi. Selain tembaga. berwarna putih kebiruan. Dalam larutan. www. 7. Tabel 4. Kegunaan umum mangan adalah untuk membuat baja yang digunakan untuk mata bor (pemboran batuan). Mangan terdapat dalam semua biloks mulai dari +2 hingga +7. Sumber: Encarta: Reference Library. 2001 Gambar 4. 2005. walaupun senyawa kobalt dengan biloks 0. Fe2O3.7H2O. dan tungsten yang digunakan dalam instrumentasi dan alat-alat kedokteran (Gambar 4.Sekilas Kimia Tambang Logam Transisi Di Indonesia Kekayaan alam Indonesia sangat berpotensi dan bernilai ekonomi tinggi. tetapi dapat ditemukan dalam bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) dalam kadar yang memadai jika diproduksi secara ekonomis. seperti baja perak (stainless steel). Kobalt bersifat keras. tetapi larutan garamnya berwarna kuning-cokelat akibat terbentuknya ion Fe(OH)(H2O)52+ yang bersifat basa. Kobalt (Co) Walaupun kobalt relatif jarang terdapat di alam. Sumber: Chemistry for You. Besi(III) dalam bentuk ion Fe(H2O)63+ tidak berwarna. Beberapa jenis mangan yang umum ditunjukkan pada Tabel 4. FeSO4. mangan. dan K4Fe(CN)6 FeCl3. Mn2+ membentuk Mn(H2O)62+.8 Senyawa Besi dan Biloksnya Biloks +2 +3 Campuran +2 dan +3 Senyawa FeS. MnS. tetapi umumnya +2 dan +7. dan Fe(SCN)3 Fe3O4 dan KFe[Fe(CN)6] Di dalam air. yang berwarna merah muda. Di antara mineral tersebut.7. Suatu batuan yang mengandung campuran mangan dan oksida besi. Kobalt dapat membentuk berbagai senyawa koordinasi.9. emas sebagai pendapatan tertinggi Indonesia. 114 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .au 5. Baja perak merupakan paduan antara besi. Besi (Fe) Besi merupakan logam yang cukup melimpah dalam kulit bumi (4.1% kulit bumi). tembaga. dan banyak digunakan untuk membuat paduan. MnSO4.7%).7 Senyawa Mangan dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 +4 +7 Mn(OH)2. Mangan(VII) terdapat sebagai ion permanganat (MnO4–) yang banyak digunakan sebagai pereaksi analitik. Tahukah Anda bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil tembaga? Yaitu ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Chili. Larutan garam kobalt(II) mengandung ion Co(H2O)62+ yang memberikan warna merah muda. +1. Mineral-mineral dan produk yang berhubungan dengannya merupakan 19% dari total eksport negara Indonesia. K3[Fe(CN)6]. garam besi(II) berwarna hijau terang akibat membentuk ion Fe(H2O)62+. Salah satu sumber mangan adalah batuan yang terdapat di dasar lautan dinamakan pirolusit.6 Isotop kobalt digunakan untuk perawatan pasien kanker.org. Tabel 4. dan +4 juga dikenal. dan MnCl2 MnO2 KMnO4 6. Kobalt utamanya memiliki biloks +2 dan +3. seperti ditunjukkan pada Tabel 4. dan emas dengan jumlah yang besar.

Logam nikel berwarna putih seperti perak dengan konduktivitas termal dan listrik tinggi. 1. Co2O3. K3[Co(CN)6]. dan digunakan untuk melapisi logam yang lebih reaktif. [Co(H2O)6](NO3)2. [Ni(H2O)6]Cl2. 9.10 Senyawa Nikel dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 NiCl2. garam tembaga digunakan untuk membunuh jamur. Co2O3. Nikel (Ni) Kelimpahan nikel dalam kulit bumi berada pada peringkat ke-24.8). Tembaga (Cu) Tembaga memiliki sifat konduktor listrik sangat baik sehingga banyak digunakan sebagai penghantar listrik. Kerjakanlah di dalam buku latihan.2H2O. NiO. dan [Co(NH3)6]Cl3 8. terdapat dalam bijih bersama-sama dengan arsen. misalnya untuk kabel listrik (Gambar 4. tahan terhadap korosi. Senyawa koordinasi nikel(II) dapat dilihat pada Tabel 4. manakah yang tergolong bersifat racun bagi makhluk hidup? Bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh logam tersebut? Diskusikan dalam kelas. Jelaskan kegunaan unsur transisi dalam bidang industri. Selain itu. tembaga tahan terhadap cuaca dan korosi. Senyawa nikel umumnya memiliki biloks +2. Kegiatan Inkuiri Di antara logam unsur-unsur transisi periode 4. Warna kemerah-merahan dari tembaga berubah menjadi kehijau-hijauan akibat terkorosi oleh udara membentuk patina. Tes Kompetensi Subbab C 2. Gambar 4. Tuliskan sumber mineral unsur transisi yang Anda ketahui. bakteri.Tabel 4. CuCl2.7 Paduan logam nikel dengan tembaga membentuk alloi yang disebut monel. CuSO4. 2001 Gambar 4. [Ni(H2O)6]SO4 Sumber: Chemistry for You.9 Biloks +2 +3 Senyawa Kobalt dan Biloksnya Senyawa CoSO4. dan alga.11 Senyawa Tembaga dan Biloksnya Biloks Senyawa +1 +2 Cu2O. digunakan untuk membuat baling-baling kapal laut. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 115 . Nikel juga digunakan secara luas dalam bentuk paduan dengan besi membentuk baja. antimon.8 Tembaga digunakan untuk kabel listrik. dan [Cu(H2O)6](NO3)2 Sumber: Sougou Kagashi Tembaga dalam jumlah sedikit diperlukan oleh tubuh sebagai perunut. → 3Cu(s) + 2H2O( ) + SO2(g) + 2O2(g) ⎯⎯ Cu(OH)4SO4 Tabel 4. dan CoS CoF3. Tabel 4. NiS.5H2O.10. dan belerang. Larutan garam nikel(II) dalam air mengandung ion Ni(H2O)62+ yang berwarna hijau emerald. tetapi dapat juga terkorosi. Oleh karena beracun. dan CuCl CuO. tetapi dalam jumlah besar sangat beracun. Walaupun tembaga tidak begitu reaktif. Cu2S. [Co(H2O)6]Cl2.

Reaksinya melepaskan kalor hingga suhu tanur sekitar 2. Pengolahan awal (pemekatan) Bijih logam yang masih mengandung pengotor dihancurkan dan digiling hingga terbentuk partikel-partikel berukuran kecil. Beberapa metode pemurnian di antaranya elektrolisis (nikel dan tembaga). dan pemurnian logam (lihat Gambar 4. Kokas berperan sebagai bahan bakar dan sebagai reduktor. → C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) Δ H = +131 kJ Reaksi kokas dan oksigen bersifat eksoterm. kokas. → 2C(s) + O2(g) ⎯⎯ 2CO(g) Δ H = –221 kJ Logam + pengotor Pemurnian logam Daur ulang Limbah logam Produk barang Gambar 4. Reduksi besi oksida dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace). 2. uap air berguna untuk mengendalikan suhu tanur agar tidak terlalu tinggi ( 1. sedangkan reaksi dengan uap air bersifat endoterm. Campuran material (bijih besi. Kokas is heated coal without air.300°C. kalor yang dilepaskan dipakai untuk memanaskan tanur. 1.9 Proses ekstraksi dan daur ulang logam Catatan Note Kokas adalah batu bara yang dipanaskan tanpa udara. Pirometalurgi Besi Sejumlah besar proses metalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bijih logam menjadi logam bebas dengan cara reduksi.D. Persamaan reaksinya: → Fe3O4(s) + 4CO(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4CO2(g) → Fe3O4(s) + 4H2(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4H2O(g) Δ H = –15 kJ Δ H = +150 kJ 116 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3. mengandung 80%–90% karbon.000°C). Pada proses tersebut bijih murni direduksi dari oksidanya menjadi logam bebas. reduksi bijih logam menjadi logam bebas. bijih besi direduksi oleh gas CO dan H2 (hasil reaksi udara panas dan kokas) membentuk besi tuang. Pada bagian atas tanur ( 1. Pemurnian Logam yang diperoleh pada tahap pengeringan dan pembakaran masih mengandung pengotor sehingga perlu dilakukan pemurnian.10). yang merupakan reaktor kimia dan beroperasi secara terus-menerus (Gambar 4. dan peleburan ulang (besi). Oleh karena itu. Di dalam tanur. containing 80–90% carbon. Pirometalurgi diterapkan dalam pengolahan bijih besi.900°C). Pengolahan Logam (Metalurgi) Aplikasi pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan bijih sampai menjadi logam dinamakan metalurgi. Proses reduksi dalam industri logam disebut peleburan (melting). Proses ini melibatkan tahap pengolahan awal atau pemekatan. Udara panas yang mengandung oksigen disemburkan ke dalam tanur dari bagian bawah untuk membakar kokas. oksigen bereaksi dengan kokas membentuk gas CO. Material yang tidak diperlukan dikeluarkan dengan cara magnetik atau metode pengapungan (flotasi) hingga terbentuk bijih murni. Mineral Ditambang Ekstraksi Ekstraksi (peleburan) Bijih dipekatkan 1. distilasi (seng dan raksa). Udara panas juga mengandung uap air yang turut masuk ke dalam tanur dan bereaksi dengan kokas membentuk gas CO dan gas H2. Pengeringan dan pembakaran Bijih murni dikeringkan dan dilebur (direduksi). Penggunaan kalor untuk proses reduksi disebut pirometalurgi.9). dan kapur) dimasukkan ke dalam tanur melalui puncak tanur. Batu kapur berfungsi sebagai sumber oksida untuk mengikat pengotor yang bersifat asam.

Oksidasi besi dilakukan dengan berbagai cara. a.500°C. Udara panas disemburkan dari lubang-lubang pipa untuk mengoksidasi karbon dan zat pengotor yang masih tersisa.000oC terurai menjadi kapur tohor.5%) yang mengandung logam lain. Mn. Pembuatan Baja Baja merupakan paduan (alloi) yang digolongkan sebagai baja karbon (kandungan karbon di atas 1. besi cair hasil dari tanur sembur dimasukkan ke dalam reaktor silinder. terak mengapung di atas besi tuang dan mudah dipisahkan. Co. Akan tetapi. Sifat-sifat mekanik baja ditentukan oleh komposisi kimianya. tetapi dua cara umum yang biasa digunakan pada pembuatan baja adalah proses perapian terbuka (open hearth) dan proses essemer (basic o ygen).11). Gambar 4.900°C) direduksi oleh kokas membentuk gas CO. pada 1.10 Skema pirometalurgi besi Gas buang Sumber: Chemistry (McMurry). Besi tuang hasil olahan berkumpul di bagian dasar tanur. juga dapat melindungi besi tuang dari oksidasi (lihat Gambar 4. dan Mo. Δ → CaCO3(s) ⎯⎯ CaO( ) + CO2(g) → CaO( ) + SiO2( ) ⎯⎯ CaSiO3( ) → CaO( ) + P2O5( ) ⎯⎯ Ca3(PO4)2( ) Bijih besi + kokas + kapur Gas buang Gas CO2 yang dihasilkan dari penguraian batu kapur pada bagian bawah tanur (sekitar 1. pengubahan besi menjadi baja merupakan proses oksidasi untuk mengeluarkan pengotor. seperti pasir atau oksida fosfor.Batu kapur yang ditambahkan ke dalam tanur. seperti Cr. 1) Proses Bessemer Gas oksigen 1000°C 1500°C Semburan udara panas 1900°C Udara + uap air panas Cairan Lumpur Besi tuang cair Gambar 4. 2001 Gambar 4.12 Skema reaktor Bessemer Besi cair Pada proses ini. Persamaan reaksinya: → CO2(g) + C(s) ⎯⎯ CO(g) Δ H = +173 kJ Oleh karena bersifat endoterm. Pengolahan besi dari bijihnya merupakan proses reduksi. Oleh karena terak lebih ringan dari besi tuang. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 117 . Kapur ini bekerja mereduksi pengotor yang ada dalam bijih besi.11 Pipa buang dan uap air Konventer Besi cair 150 – 300 ton Besi tuang dari tanur sembur dipindahkan ke tungku basic oksigen dijadikan baja karbon. panas di sekitarnya diserap hingga mencapai suhu ± 1. bersamasama terak (pengotor).

Jika pengotor adalah mangan (basa) maka fluks yang bersifat asam ditambahkan (silika). Si dan Mn dioksidasi pertama kali menjadi terak.nusaweb. 2) Proses Perapian Terbuka Pada proses perapian terbuka digunakan reaktor serupa mangkuk yang memuat sekitar 100–200 ton besi cair. pipa ledeng. Oksidasi termal karbon meningkatkan suhu dalam mangkuk yang menyebabkan fluks batu kapur terkalsinasi menghasilkan kapur tohor yang mengambang di atas lelehan. Cr 19%. 1997 Dia berperan besar dalam usaha mempercepat proses pembuatan baja pada pertengahan abad 19 dengan konverternya yang terkenal. seperti Co. yaitu alloi yang sangat terkenal karena kekuatannya. Δ → MnO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ MnSiO3( ) Jika pengotor silikon atau fosfor (asam) maka fluks yang bersifat basa ditambahkan (CaO atau MgO): Sumber: www. Kalsinasi adalah proses pemanasan di bawah titik leleh zat untuk menghilangkan pengotor. melibatkan tiga tahap. Besi murni yang masih meleleh. Zat tambahan ini mengubah lelehan besi menjadi baja. dan Ni 9%) banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga dan alat kedokteran. Pengotor seperti Mn. Untuk menjaga besi tetap cair maka atap wadah dibentuk cembung agar dapat memantulkan kalor ke arah permukaan besi cair. seperti nikel. dan pengotor lain. Semburan udara panas mengandung oksigen dilewatkan melalui permukaan besi dan bereaksi dengan pengotor. 2. silikat.13 Baja stainless steel (Fe 72%. Kapur ini bergabung dengan fosfat. atau kromium. sulfat. b. membentuk oksida. atau W dapat ditambahkan pada baja agar menghasilkan paduan yang memiliki sifat-sifat tertentu. dan pemurnian. Cr. mangan. ditambahkan logam mangan. diikuti oleh oksidasi karbon menjadi CO yang menimbulkan agitasi dan busa di atas mangkuk. logam lain. Udara ditiupkan ke seluruh lelehan besi glubal (bijih besi yang telah dipanaskan dalam tanur dengan batu bara atau kayu). 118 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tahap Penghalusan Baja Karbon Tahap penghalusan melibatkan oksidasi karbon dan pengotor secara terus-menerus. V. Sebelum dikeluarkan dari tanur.com Δ → SiO2(s) + MgO(s) ⎯⎯ MgSiO3( ) Δ → P4O10(s) + 6CaO(s) ⎯⎯ 2Ca3(PO4)2( ) Gambar 4. Baja feromangan biasanya dipakai untuk membuat kerangka beton bangunan. Metalurgi Tembaga Langkah-langkah pada pengolahan tembaga tidak berbeda dengan pengolahan besi. P dan Si bereaksi dengan oksigen . Jenis fluks bergantung pada pengotor. Ni. Baja jenis feromangan mutunya kurang baik dan harganya relatif murah. dituang dari konverter dan ditambahkan sejumlah tertentu karbon dan logam. proses reduksi.Sekilas Kimia Henry Bessemer (1813–1898) Persamaannya: → C(s) + O2(g) ⎯⎯ CO2(g) → Si( ) + O2(g) ⎯⎯ SiO2( ) Δ 2Fe( ) + O2(g) ⎯⎯ 2FeO( ) → Δ Δ Untuk mereduksi kembali FeO yang turut teroksidasi. dan direaksikan kembali dengan suatu fluks. yaitu pemekatan. Reaksi yang terjadi: Δ → Mn( ) + FeO( ) ⎯⎯ (Fe–MnO)( ) feromangan Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. dan kawat pagar.

tembaga harus dimurnikan melalui elektrolisis (Gambar 4. wadah elektrolisis diisi tembaga(II) sulfat. misalnya saponin. nikel tidak akan tereduksi. Nikel tetap berada dalam larutan. dan aluminium juga digunakan sebagai reduktor jika karbon yang dipakai tidak cocok.15).28 V 2+ → Eo = +0. seperti natrium. Proses kimia apakah yang diharapkan pada pengolahan bijih besi dalam tanur? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 119 . Tahap Pemekatan Proses pemekatan tembaga dari bijihnya dilakukan dengan cara pengapungan (flotasi).15 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis.14. D 2. Adapun partikel yang tidak terbasahi menempel pada busa dan mengapung di atas permukaan tanki. Untuk kebutuhan penghantar listrik. kemudian direduksi dengan cara pemangggangan. Seng adalah pengotor lain dalam tembaga. Kerjakanlah di dalam buku latihan. yang selanjutnya memadat. Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science. Zat pengapung berupa surfaktan (memiliki ujung polar dan nonpolar). b. Reaksi yang terjadi: Buih bercampur bijih tembaga Udara bertekanan → 2CuS(s) + 3O2(g) ⎯⎯ 2CuO(s) + 2SO2(g) Pemanggangan bersifat eksoterm sehingga setelah pemanggangan dimulai tidak perlu ditambahkan panas lagi. Proses Reduksi Setelah bijih tembaga dipekatkan (tembaga sulfida). seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.a. Hasil reduksi pada tahap ini dinamakan tembaga blister yang kemurniannya mencapai 98%. dan lempeng tembaga murni ditempatkan sebagai katode. Apa yang terjadi dengan nikel jika logam tembaga dimurnikan secara elektrolisis? Jawab: Untuk menjawab pertanyaan tersebut harus diketahui potensial elektrode standar. Untuk memperoleh logam tembaga dilakukan dengan cara reduksi tembaga oksida dengan karbon sebagai reduktor: Δ → CuO(s) + C(s) ⎯⎯ Cu(g) + CO(g) Pengotor Pengaduk Gambar 4. bijih dihancurkan menjadi serbuk.14 Proses pemekatan dengan cara flotasi katode anode Uap logam tembaga meninggalkan reaktor dan terkondensasi menjadi cair. Kata Kunci • • • • Metalurgi Pirometalurgi Reaksi eksoterm Reaksi endoterm Tes Kompetensi Subbab 1. Pemurnian Pemurnian tembaga dilakukan melalui elektrolisis. dan udara dialirkan hingga berbusa.34 V Cu (aq) + 2e ⎯⎯ Cu(s) Oleh karena potensial reduksi standar nikel lebih negatif dari tembaga. Hidrogen dan logam aktif. sedangkan Cu2+ direduksi pada katode. Apakah seng akan terakumulasi dalam larutan elektrolit selama pemurnian logam tembaga? Jelaskan. Pada proses ini. → Ni2+(aq) + 2e ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0.6 Pengotor dalam Proses Pemurnian Tembaga Logam nikel adalah salah satu pengotor pada bijih tembaga. Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode. c. 2001 Gambar 4. magnesium. Contoh 4. Partikel-partikel yang terbasahi oleh air seperti pengotor berada di dasar tanki. kemudian dicampurkan dengan zat pengapung.

kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. 9. 2. Dari kiri ke kanan dalam tabel periodik. Mangan (Mn). Tata nama ion kompleks mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Alfred Werner. Vanadium (V). sifat kerapatan dan keelektronegatifan bertambah. 11. sulfida. Ion kompleks adalah suatu struktur ionik yang kation dari logam transisinya dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul netral. Proses metalurgi melibatkan beberapa tahap: (1) penambangan bijih logam. Proses sains dan teknologi dalam pengolahan bijih hingga menjadi logam untuk kegunaan praktis dinamakan metalurgi. Unsur-unsur transisi periode keempat di alam terdapat dalam bentuk oksida. Jumlah atom donor yang mengikat logam dikenal dengan bilangan koordinasi logam. 120 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Nikel (Ni). Atom ligan yang mengikat langsung logam dinamakan atom donor. 4. 10. (4) penghalusan atau pemurnian logam. Sifat-sifat unsur transisi ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. kecuali scandium dan seng. Makin banyak elektron bebas dalam suatu unsur transisi makin kuat sifat logamnya. dan seng (Zn). setelah atom kalsium. Semua unsur-unsur transisi dapat membentuk senyawa koordinasi. dan (5) pencampuran logam dengan unsur lain untuk mengubah sifatnya. (3) reduksi bijih untuk mendapatkan logam bebas. 6. atau karbonat. Misalnya tembaga. 12. Unsur-unsur transisi periode keempat terdiri atas skandium (Sc). 13. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital-d dan orbital-s tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan untuk bersenyawa. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat. Berdasarkan aturan Aufbau. Tembaga (Cu). Sebab ikatan antaratom makin kuat yang pada gilirannya sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat. 14. mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s1. sedangkan jari-jari berkurang. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Muatan pada ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligan yang mengelilinginya. khususnya ion kompleks. 5. konfigurasi elektron unsur transisi mengisi orbital 3d1–10 4s1–2. Unsur-unsur transisi secara terbatas didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit-d atau subkulit-f yang terisi sebagian. Ligan polidentat dikenal sebagai zat pengkelat (seperti capit kepiting). 3. Besi (Fe). Titanium (Ti). 15. Kromium (Cr). 8. 7. dan anion atau molekul netral yang mengelilinginya dinamakan ligan. Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat menunjukkan tingkat oksidasi lebih dari satu. dan titik didih serta titik leleh naik-turun. Kobalt (Co). Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang secara berbarengan mengkoordinasi ion logam.Rangkuman 1. (2) pengolahan awal atau pemekatan. Dalam ion kompleks.

Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi dan menganalisis kecenderungan sifat fisiknya. dan siderit (FeCO3) Smaltit (CoAs2). magnetit (Fe3O4). pirit (FeS). Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari unsur-unsur transisi periode keempat? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 121 . diskusikan dengan teman atau guru Anda . Dengan mempelajari bab ini. dan kobaltit (CoAsS) Kobalt dapat membentuk mineralnya Nikel mineralnya Nikeltit (NiS) Atom pusat Ion kompleks terdiri atas Ligan Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 4 ini? Bagian manakah dari materi Bab 4 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. menjelaskan hubungan antara kereaktifan dan biloks unsur transisi serta mengembangkan keterampilan analisis dan logika Anda dengan mempelajari proses kimia dalam metalurgi.Peta Konsep Titanium mineralnya Rutil (TiO2) dan ilmenit (FeTiO3) Vanadit (Pb3(VO4)2) Vanadium mineralnya Kromium Unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian merupakan mineralnya Kromit (FeCr2O4) Pirolusit (MnO2) di antaranya Mangan mineralnya Besi Unsur Transisi mineralnya Hematit (Fe2O3). Pada bab ini juga dibahas secara mendalam mengenai senyawa kompleks.

Evaluasi Kompetensi Bab 4
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1. Pernyataan berikut yang bukan termasuk sifat unsur transisi adalah …. A. merupakan oksidator kuat B. mempunyai beberapa bilangan oksidasi C. penghantar listrik yang baik D. dapat membentuk ion kompleks E. senyawanya berwarna Konfigurasi elektron atom-atom unsur transisi adalah: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2. Bilangan oksidasi tertinggi dari unsur tersebut adalah .… A. +6 D. +3 B. +5 E. +2 C. +4 Konfigurasi elektron atom unsur transisi berikut yang memiliki sifat magnet paling kuat adalah .... A. [Ar] 4s2 3d2 D. [Ar] 4s2 3d5 2 3d3 B. [Ar] 4s E. [Ar] 4s2 3d6 1 3d5 C. [Ar] 4s Vanadium dengan bilangan oksidasi +4 terdapat pada senyawa… A. NH4VO2 D. VOSO4 B. K4V(CN)6 E. VCl3 C. VSO4 Unsur transisi yang memiliki bilangan oksidasi nol terdapat pada senyawa …. A. Co(NH3)6Cl3 D. Fe(H2O)6(OH)3 B. Fe(H2O)6SO4 E. Cr(NH3)4Cl3 C. Ni(CO)4 Jumlah orbital yang ditempati oleh pasangan elektron dalam atom Mn dengan nomor atom 25 adalah …. A. 4 D. 13 B. 7 E. 15 C. 10 UMPTN 2000 A: Ion Co2+ mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d7. jumlah elektron yang tidak berpasangan dalam ion Co2+ adalah …. A. 1 D. 5 B. 2 E. 7 C. 3 Ebtanas 1998: Senyawa seng dari unsur transisi tidak berwarna, hal ini disebabkan oleh …. A. orbital d telah penuh berisi elektron B. tidak adanya elektron pada orbital d C. orbital d telah terisi elektron setengah penuh D. tidak adanya elektron padaorbital s E. orbital s telah terisi elektron setengah penuh 9. Salah satu garam berikut yang bukan senyawa kompleks adalah …. A. Cu(NH3)4SO4 D. (CuOH)2SO4 B. K4Fe(CN)6 E. K2CoI4 C. K3Fe(CN)6 10. Ion berikut yang tidak dapat membentuk kompleks dengan amonia adalah …. A. Zn2+ D. Cr3+ 2+ B. Cu E. Mn2+ 3+ C. Al 11. Pada reaksi pembentukan kompleks berikut. → Fe3+(aq) + 6CN–(aq) ⎯⎯ Fe(CN)63– Ikatan antara atom pusat dan ligan adalah …. A. logam D. kovalen koordinasi B. ionik E. van der Waals C. kovalen polar 12. Bilangan koordinasi Ni dalam ion [Ni(NH3)4]2+ adalah …. A. 2 D. 6 B. 3 E. 8 C. 4 13. Bilangan koordinasi seng dalam ion dia uotetrahidroksoseng(II), [Zn(OH)4(H2O)2]2– adalah …. A. 2 D. 5 B. 3 E. 6 C. 4 14. Bilangan koordinasi Fe dan muatan pada ion Fe(CN)64– adalah …. A. +2 dan 4– D. +6 dan 6– B. +3 dan 2+ E. –2 dan 2– C. +4 dan 4– 15. Ion kompleks berikut yang namanya tidak tepat adalah .... A. [Ni(CN)4]2– : ion tetrasianonikelat(II) B. [Ag(NH3)2]+ : ion diaminargentat(I) C. [Co(H2O)6]3+ : ion heksaa uokobalt(III) D. [PtCl6]2– : ion heksakloroplatinat(IV) E. [Co(NH3)4Cl2]+ : ion diklorotetramin kobalt(III) 16. Ebtanas 1999: Nama yang tepat untuk ion kompleks [Cr(NH3)4(H2O)2]3+ adalah …. A. ion tetramindia uokrom(III) B. ion dia uotetraminkrom(III) C. ion tetramin krom(III) dia uo D. ion tetramin dia uokromat(III) E. ion dia uotetraminkromat(III)

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

122

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

17. Ebtanas 2000: Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. A. krom(III) tetramin dikloro klorida B. tetramindiklorokrom (III) klorida C. diklorotetraminkromat(III) klorida D. tetramindiklorokromat(III) klorida E. diklorotetraminkrom(III) monoklorida 18. Endapan AgCl dapat larut dalam amonia sebab membentuk senyawa …. D. Ag(NH3)2Cl2 A. AgNH2Cl B. AgNH3Cl E. Ag(NH3)4Cl C. Ag(NH3)2Cl 19. Suatu senyawa kompleks terdiri atas logam kromium, anion fluorida, molekul air, dan anion klorida, dengan data tambahan berikut. Bilangan oksidasi atom pusat = +3 Bilangan koordinasi atom pusat = 6 Muatan kompleks = 1+ Senyawa kompleks tersebut adalah …. A. [CrF2(H2O)6]Cl D. [CrClF(H2O)4]Cl B. [Cr(H2O)4]F2Cl E. [CrCl2(H2O)4]F C. [CrCl2(H2O)4]Cl 20. Ebtanas 1998: Rumus ion kompleks yang sesuai dengan bentuk molekul berikut adalah ….
CN– CN– CN– Cr3+ CN– CN– CN–

A. Cr(CN)6– D. Cr(CN)63– 2– B. Cr(CN)6 E. Cr(CN)63+ 2+ C. Cr(CN)6 21. Jika ke dalam larutan CuSO4 ditambah NH3 akan terbentuk endapan biru-hijau, tetapi penambahan NH3 berlebih akan melarutkan kembali endapan dan larutan berwarna biru terang. Gejala ini disebabkan …. A. Cu(OH)2 bersifat amfoter B. terbentuk ion kompleks Cu(NH3)42+ C. Cu termasuk golongan transisi D. ion Cu2+ adalah ion berwarna biru E. Cu(OH)2 mudah terurai menjadi CuO dan air 22. Pada pengolahan bijih titanium menjadi titanium oksida murni umumnya diolah melalui pembentukan titanium klorida sebab .... A. mudah dioksidasi B. dapat dielektrolisis C. titik didihnya rendah D. mudah dimurnikan dengan air E. hasilnya sangat murni

23. Pengubahan ion kromat menjadi ion dikromat terjadi dalam keadaan …. A. basa D. encer B. netral E. panas C. asam 24. Reduktor yang biasa digunakan secara besar-besaran untuk mereduksi bijih besi menjadi logamnya adalah …. A. natrium D. karbon B. hidrogen E. platina C. aluminium 25. Pada proses tanur sembur, bijih besi harus dicampur dengan kapur. Fungsi kapur pada proses ini adalah …. A. mengikat SiO2 B. mengikat oksigen C. mengikat kelebihan karbon D. menambah ion kalsium E. menghasilkan besi dengan kemurnian tinggi 26. UMPTN 1997 C: Reduksi besi(III) oksida dengan CO menghasilkan besi menurut persamaan reaksi berikut. → Fe2O3(s)+ 3CO(g) ⎯⎯ 2Fe(s) + 3CO2(g) untuk menghasilkan 11,2 kg besi dibutuhkan besi(III) oksida sebanyak …. A. 22 kg D. 16 kg B. 20 kg E. 15 kg C. 18 kg 27. Prinsip pembuatan baja dari besi tuang adalah dengan cara …. A. meningkatkan kadar karbon B. menurunkan kadar karbon C. meningkatkan kadar timah D. menurunkan kadar timah E. meningkatkan kadar seng 28. Pengolahan bijih logam yang terdapat dalam bentuk karbonat dapat dilakukan melalui proses .... A. elektrolisis B. hidrolisis C. pemanggangan dan reduksi D. pemanggangan E. reduksi langsung 29. Ebtanas 1999: Urutan yang tepat pada proses pengolahan tembaga dari bijih tembaga adalah .... A. elektrolisis-reduksi-pemekatan-pemanggangan B. reduksi-elektrolisis-pemanggangan-pemekatan C. pemekatan-pemanggangan-reduksi-elektrolisis D. pemanggangan-reduksi-pemekatan-elektrolisis E. reduksi-pemanggangan-elektrolisis-pemekatan 30. Unsur transisi periode keempat yang paling banyak terdapat dalam kulit bumi adalah …. A. seng D. besi B. nikel E. mangan C. tembaga

Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat

123

B. 1.

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Berapa bilangan oksidasi unsur transisi dari senyawa berikut. a. FeCO3 b. MnO2 c. CuCl d. CrO2Cl2 Tuliskan konfigurasi elektron untuk setiap ion berikut. (a) Fe2+; (b) Cr3+; (c) Mn4+; (d) Sc3+. Apa yang dimaksud dengan ion kompleks, ligan, dan bilangan koordinasi? Jelaskan. Tentukan berapa bilangan koordinasi dan bilangan oksidasi logam dalam senyawa kompleks berikut. a. K3[V(C2O4)3] b. [Ni(CN)5]3– c. [Zn(en)2]Br2 d. [Fe(H2O)5SCN]2+ Tuliskan nama senyawa kompleks berikut. a. [Zn(NH3)4]2+ b. [Co(NH3)4Cl2]Cl c. K[Co(C2O4)2(NH3)2] d. [PtCl4(en)] e. [Ni(H2O)6]Br2 f. [Cr(NH3)4Cl2]ClO4 g. K3[Fe(C2O4)3] 6. Tuliskan rumus setiap senyawa berikut dan tentukan berapa bilangan koordinasinya. a. Heksaminkrom(III) nitrat b. Tetraminkarbonatokobalt(III) sulfat c. Diklorobis(etilendiamin)platina(IV) bromida d. Kalium dia uatetrabromovanadat(III) e. Penta uabromomangan(III) sulfat f. Natrium tetrabromo(etilendiamin)kobaltat(III) Manakah di antara senyawa berikut yang memberikan warna? a. ZnO b. NaAlCl4 c. [Fe(SO4)(H2O)4] d. CrO2 Tuliskan persamaan kimia setara untuk reduksi FeO dan Fe2O3 oleh H2 dan CO.

2. 3. 4.

7.

8.

5.

124

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Bab

5
Sumber: kocherov@jaeand.iaea.org

Pusat Penelitian Reaktor Nuklir Batan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Keradioaktifan
Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan dan bahayanya, serta terdapatnya di alam. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: mendeskripsikan unsur-unsur radioaktif dari segi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimia, kegunaan, dan bahayanya.

Pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih dalam tahap penelitian. Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan mengenai keuntungan dan dampak yang dihasilkan dari pengadaan proyek ini. Peraturan keselamatan dan tingginya biaya masih menjadi kendala dikarenakan Indonesia adalah negara berkembang. Akan tetapi, di negara maju, seperti Amerika, sekitar 20 persen energi nuklir dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Energi nuklir ini dihasilkan dari reaksi inti atom yang bersifat radioaktif. Sejak model atom dikembangkan oleh Dalton, perhatian ilmuwan terpusat pada elektron, tidak pada inti atom. Menurut pendapat sebelumnya, inti atom hanya menyediakan muatan positif untuk mengikat elektronelektron di dalam atom. Akibat perkembangan cepat dalam bidang fisika dan kimia membuktikan bahwa inti atom dapat berubah secara spontan disertai dengan pelepasan radiasi. Inti atom tersebut dinamakan nuklida radioaktif. Bagaimanakah sifat-sifat fisik dan kimia serta kegunaan lainnya dari nuklida radioaktif ini? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.

A. Kestabilan Inti B. Kegunaan Radioisotop C. Reaksi Fisi dan Fusi

125

Tes Kompetensi Awal
1. 2. 3. Masih ingatkah Anda bagaimana model struktur atom menurut Bohr? Gambarkan oleh Anda model struktur atom tersebut. Apa yang dimaksud dengan nuklida? Sebutkan partikel-partikel penyusun inti Atom? Apakah menurut Anda inti suatu atom dapat meluruh atau bergabung dengan inti atom lain? Jelaskan alasannya.

A. Kestabilan Inti
Kestabilan inti atom dapat ditinjau dari aspek kinetika dan energitika. Kestabilan secara energitika ditinjau dari aspek energi nukleosintesis dihubungkan dengan energi komponen penyusunnya (proton dan neutron), disebut energi ikat inti. Kestabilan secara kinetika ditinjau berdasarkan kebolehjadian inti meluruh membentuk inti yang lain, disebut peluruhan radioaktif.

Sekilas Kimia
Marie Curie (1867–1934)

1. Ciri-Ciri Inti Stabil dan Tidak Stabil
Untuk mengetahui ciri-ciri inti yang stabil dan inti yang tidak stabil dapat ditinjau dari perbandingan antarpartikel yang terkandung di dalam inti atom, yaitu perbandingan neutron terhadap proton ⎜ ⎟ . Selain nuklida 1H, semua ⎝Z⎠ nuklida atom memiliki proton dan neutron. Suatu nuklida dinyatakan stabil jika memiliki perbandingan neutron terhadap proton lebih besar atau sama dengan satu ⎜ ≥ 1 ⎟ . Untuk nuklida ringan (Z ⎝Z ⎠ Untuk nuklida dengan Z 20, perbandingan
⎛N ⎞ ⎛N⎞

20), perbandingan 1. Perbandingan

N @ 1. Z

beberapa nuklida yang stabil ditunjukkan pada tabel berikut.
Sumber: Oxford Ensiklopedia Pelajar: Biografi–9, 1995

N Z

N untuk Z

Tabel 5.1 Nuklida Z N
N Z

Beberapa Nuklida yang Stabil
2

Marie Curie Lahir di Warsawa, Polandia. Dia bersama dengan suaminya Pierre melakukan percobaan terhadap zat radioaktif. Setelah beberapa tahun bekerja, mereka berhasil menemukan sebuah unsur radioaktif, yang mereka namakan radium. Mereka menerima hadiah nobel untuk karya ini. Setelah Pierre meninggal pada 1906, Marie meneruskan kerjanya dan menerima hadiah nobel ke–2 pada 1911.

H 1 1 1

20

Ne

40

Ca

64

n

90

Sn

120

Nd

202

Hg

10 10 1

20 20 1

30 34 1,13

40 50 1,25

50 70 1,50

80 122 1,50

Berdasarkan tabel tersebut, tampak bahwa nilai

fungsi Z. Hubungan proton dan neutron dapat diungkapkan dalam bentuk grafik yang disebut grafik pita kestabilan.
Emisi alfa
130 120 110 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10

N berubah sebagai Z

Gambar 5.1
Grafik pita kestabilan Nuklida stabil ditunjukkan oleh titik hitam yang berkerumun membentang seperti pita sehingga disebut pita kestabilan. Di luar pita kestabilan tergolong radioaktif.

Jumlah neutron (N)

Emisi beta
Z N= Penangkapan elektron dan emisi positron

20

30

40

50

60

70

80

90 100

Jumlah proton (Z)

126

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Dengan bertambahnya jumlah proton (Z), perbandingan neutronproton meningkat hingga 1,5. Kenaikan angka banding akibat meningkatnya tolakan muatan positif dari proton. Untuk mengurangi tolakan antarproton diperlukan neutron yang berlebih. Nuklida di luar pita kestabilan umumnya bersifat radioaktif atau nuklida tidak stabil. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan adalah nuklida yang memiliki neutron berlebih. Untuk mencapai keadaan inti yang stabil, nuklida ini mengubah neutron menjadi proton dan partikel beta. Nuklida yang terletak di bawah pita kestabilan adalah nuklida yang miskin neutron. Untuk mencapai keadaan yang stabil, dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron (electron capture) pada kulit K menjadi neutron. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan dengan nomor atom (jumlah proton) lebih dari 83 adalah nuklida yang memiliki neutron dan proton melimpah. Untuk mencapai keadaan stabil, nuklida ini melepaskan sejumlah partikel alfa (inti atom He).
Jumlah neutron

N diyakini Z

Emisi −0 e 1
4 Emisi 2 He

0 Emisi 1 e atau penangkapan elektron

Jumlah proton
Sumber: Chemistry: The Central Science, 2000

Gambar 5.2
Semua unsur radioaktif meluruh membentuk unsur yang stabil dengan nomor atom sekitar 50-an.

Contoh 5.1
Meramalkan Kestabilan Inti Ramalkan apakah nuklida stabil? Jawab
13 7 N stabil atau tidak. Jika tidak, bagaimana untuk mencapai

Kestabilan inti dapat dilihat dari angka banding (Z) 20, angka banding

N . Untuk inti dengan jumlah proton Z

N = 1. Z N 6 Angka banding untuk 13 N= = 0,86 lebih kecil dari 1 sehingga tidak stabil. 7 Z 7 Oleh karena nuklida N berada di bawah pita kestabilan ( 1) maka untuk mencapai stabil dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron kulit K.

2. Peluruhan Radioaktif
Peluruhan radioaktif adalah peristiwa spontan emisi beberapa partikel dan radiasi elektromagnetik dari suatu inti atom tidak stabil menuju inti yang stabil. Peluruhan radioaktif diketahui merupakan suatu peristiwa eksoergik (pelepasan energi). Pada proses peluruhan inti berlaku Hukum Kekekalan Energi, Momentum, Massa, dan Muatan. a. Persamaan Peluruhan Inti Persamaan peluruhan inti ditulis seperti halnya persamaan reaksi kimia. Contoh peluruhan radioaktif 238U disertai pelepasan partikel alfa dapat ditulis sebagai berikut.
238 92 U

Kata Kunci
• • • • • • • • • • • Inti atom (nuklida) Aspek kinetika Aspek energitika Kestabilan inti Nukleosintesis Energi ikat inti Emisi (peluruhan) Pita kestabilan Radioaktif Eksoergik Radiasi elektromagnetik

⎯⎯ →

234 4 90 Th + 2 He

Pada persamaan ini, hanya inti yang berubah yang dituliskan. Tidak perlu menuliskan senyawa kimia atau muatan elektron untuk setiap senyawa radioaktif yang terlibat sebab lingkungan kimia tidak memiliki pengaruh terhadap perubahan inti.

Keradioaktifan

127

Simbol untuk partikel yang terlibat dalam peluruhan inti adalah sebagai berikut. Jawab Nomor atom radium 88 dan radon 86.2 Proton 1 1p Simbol Partikel yang Terlibat dalam Peluruhan Inti Neutron Beta Positron 1 0n 0 −1 e Gamma 0 0 atau 0 −1β 0 1e atau 0 β 1 Contoh 5.2 Menuliskan Persamaan Peluruhan Inti Tuliskan persamaan transmutasi inti untuk peluruhan radioaktif radium–226 disertai pancaran partikel alfa membentuk radon–222.4 Daya tembus radiasi yang diemisikan unsur radioaktif Kekuatan penetrasi: n ≈ g> b > a sinar-X 0 0 γ – 128 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . and supercript means mass.Sumber: Chemistry: The Central Science.3 Jenis Peluruhan Radioaktif Radiasi 4 2 He 0 −1 e 0 1e Jenis peluruhan Emisi alfa (a) Emisi beta (b) Emisi positron ( b+) Penangkapan elektron Emisi gamma (g) Perubahan Setara – 0 1 1 0 n → 1p + −1e 1 1 0 1 p → 0n + 1 e 0 1 1 1 p + −1 e → 0 n Perubahan Inti No. Atom No. Tabel 5. Jenis Peluruhan Radioaktif Peluruhan radioaktif dapat digolongkan ke dalam tiga jenis peluruhan. 2000 Gambar 5. dan peluruhan gamma. simbol kedua nuklida adalah 226 88 Ra dan 222 86 Rn Persamaan transmutasi intinya: 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 4 86 Rn+ 2 He b. atau penangkapan elektron). subscript means charge.3. dan indeks atas menyatakan massa. Jadi. Massa –2 +1 –1 –1 0 –4 0 0 0 0 Gambar 5. indeks bawah menyatakan muatan. Secara umum ditunjukkan pada Tabel 5. yaitu peluruhan alfa. β + atau positron.3 Deret peluruhan radioaktif: 238U → 206Pb Catatan Note Dalam simbol untuk partikel yang terlibat. peluruhan beta ( β –. Tabel 5. Nomor Massa Nomor Atom Pereaksi dan produk yang terlibat dalam peluruhan inti ditulis menurut simbol nuklidanya. Symbol for the particle.

Emisi positron (b+) adalah emisi sejenis elektron yang bermuatan positif. Untuk mencapai keadaan stabil dilakukan dengan cara mengemisikan energi dalam bentuk radiasi gamma. b. Nuklida 47Ca memiliki 20 proton dan 27 neutron. Misalnya. Persamaan transmutasi intinya: 25 13 Al ⎯⎯ → ⎯⎯ → 25 13 Al + 0 1e (emisi positron) atau 25 13 Al + 0 −1e 25 12 Mg (penangkapan elektron) Keradioaktifan 129 . Persamaannya: 1 0n Radiasi γ Radiasi α Radiasi β 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 86 Rn 2. Peluruhan radioaktif menghasilkan nuklida pada keadaan tereksitasi yang tidak stabil. ⎯⎯ 1 p + →1 0 −1e Perisai timbal Bahan radio aktif 3. 47Ca b. 1 1p Sumber: Introductory Chemistry. Dalam hal ini.1. 4 Emisi alfa adalah emisi nuklida 2 He atau partikel alfa dari inti tidak stabil. Nuklida di atas pita kestabilan akan memancarkan partikel beta. 25Al Jawab N a. Nuklida 25Al memiliki 13 proton dan 12 neutron. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi beta. Emisi positron terjadi pada nuklida yang berada di bawah pita kestabilan. Emisi beta sama dengan perubahan neutron menjadi proton.3 Meramalkan Jenis Peluruhan Radioaktif Gunakan pita kestabilan untuk meramalkan peluruhan radioaktif dan tuliskan persamaan transmutasi intinya: a. 1 1p + 0 −1 e ⎯⎯ 1 n →0 • • • • • • • 5. Emisi positron setara dengan perubahan proton menjadi neutron. Penangkapan elektron ( . electron capture) adalah peluruhan inti dengan menangkap elektron dari orbital yang terdekat ke inti. N b. g dalam medan magnet ⎯⎯ n + → 1 0 0 1e 4.5 Radiasi a. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi positron atau penangkapan elektron. 1997 Gambar 5. Emisi beta (b-) adalah emisi elektron berkecepatan tinggi dari inti tidak stabil. Contohnya: 99 m 43 Tc Kata Kunci Emisi alfa Emisi beta Emisi positron Penangkapan elektron Emisi gamma Transmutasi inti Keadaan tereksitasi ⎯⎯ → 99 43 Tc + 0γ 0 Contoh 5. 4 + 2 He Nuklida yang memiliki nomor atom di atas 83 akan memancarkan partikel alfa. Emisi gamma (g) dihasilkan dari nuklida yang tereksitasi setelah menjalani peluruhan. yaitu kulit K. pada peluruhan radioaktif 226Ra. proton diubah menjadi neutron.

0102 11. positron D. Ei didefinisikan sebagai selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya.3. A. 223 87 Simbol b(e ) n p (H) – Fr → 223 88 Ra + X X adalah partikel .00999 10.01435 9.01345 3.9295 206.9905 55.00150 6.9206 58.00728 2.01347 7.6 Kehilangan massa diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat nukleon membentuk satu kesatuan di dalam inti. perubahan energi inti dapat ditentukan secara langsung dari perubahan massa nukleon.9967 13. Energi ikat inti. Contoh. neutron B.4 Massa Nukleon dan Nuklida dalam Satuan Massa Atom (sma) A –1 0 1 1 1 2 2 3 3 4 5 5 6 6 8 26 27 82 82 82 84 86 88 0 1 1 2 3 3 4 6 7 9 10 11 12 13 16 56 59 206 207 208 210 222 226 Massa (sma) 0.0066 11.01493 4. Lihat Gambar 5. Menurut aspek energitika. (D) Po Rn Ra 130 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .9309 207.0001 15. suatu inti atom stabil jika memiliki energi ikat inti besar.9771 Mahir Menjawab Pada inti Fr terjadi reaksi berikut. elektron E. makin stabil inti atom tersebut.. Dengan kata lain.9703 225.9316 209.01550 3. Δ Enukelosintesis = Ei = Enuklida He – E(2p + 2n) Bagaimana mengukur perubahan energi inti tersebut? Menurut Einstein.. proton C.00867 1.9368 221. Energi yang terlibat dalam nukleosintesis dinamakan energi ikat inti ( i). sebab perubahan massa selalu disertai perubahan energi sesuai persamaan: E = m c2 atau DE = c2 Δ m Keterangan: c = kecepatan cahaya (3×108 m s–1) Dm = perubahan massa (kg) Tabel 5. Nukleosintesis dan Energi Ikat Inti Nukleon (n + p) Dm diubah menjadi energi untuk mengikat nukleon agar tetap dalam inti Nuklida Pengikat Nukleosintesis adalah pembentukan inti atom atau nuklida dari partikelpartikel penyusunnya (proton dan neutron). 4 2 1 p + 2 1 n ⎯⎯ 2 He → 1 0 Gambar 5.6.00055 1. nuklida 4 He disintesis dari 2 proton dan 2 neutron.9184 205. makin besar energi ikat inti. megatron Pembahasan 223 87 a Li Be B C O Fe Co Pb Fr → 223 88 Ra + X }elektron ( −0 e) 1 SPMB 2004 X } 87 − 88 223− 223 = 0 =−1 Jadi.. X adalah partikel elektron.

8 MeV dimiliki oleh atom Fe dan Ni. Oleh karena itu.9837 233. bahwa makanan yang diiradiasi dapat menjadi radioaktif (meskipun tidak ada data kejadian mengenai hal ini). ketakutan tersendiri pada prosedur ini pun ada. Energi ikat inti dalam satuan Joule 1 MeV = 1.062 × 10–13 J Ei = –28. Kedua.007 × 10–12 J.4 di atas) disebabkan telah diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat partikel subinti agar tidak pecah.Th Pa U Pu 90 90 91 92 92 92 92 94 230 234 234 233 234 235 238 239 229. Energi ikatan inti dalam satuan Me Perubahan massa pada pembentukan He: m = mHe – 2(mn + mp) {4. Satu Mega elektron volt (1 MeV) sama dengan 1. seperti ditunjukkan pada gambar berikut.5 MeV Contoh 5. iradiasi dapat merusak nutrien.9890 233.007 × 10–12 J Jadi. dalam satuan MeV b.062 × 10–13 Joule Hubungan satuan energi ikat inti dan massa partikel subinti dalam satuan sma adalah 1 sma = 931. Akan tetapi. efek yang sama dihasilkan juga ketika makanan tersebut dipanaskan. Keuntungan iradiasi makanan sangat jelas. radiasi yang mengionisasi akan menghasilkan spesi yang reaktif. Kekurangan massa pada pembentukan nuklida helium (Contoh Soal 5. dalam satuan Joule Jawab a. Menariknya.3176 MeV b.0003 239.062 × 10–13 J MeV–1 = –3.062 × 10–13 Joule.9904 234. 2000 Satuan yang digunakan untuk energi ikat inti adalah Mega elektron volt (MeV).00867 + 1. Angkatan Darat Amerika Serikat memulai program percobaan iradiasi makanan sehingga pasukan yang tersebar mempunyai makanan segar tanpa harus dibekukan.3176 MeV × 1. Sumber radiasi untuk hampir semua pengawetan makanan adalah kobalt–60 dan cesium–137.0304 sma Ei = (– 0.5 MeV sma–1) = – 28. atau 1 MeV = 1. Hal ini sangat berguna bagi negara-negara miskin. Keduanya mengemisikan sinar gamma ( γ ) walaupun sinar X dan elektron dapat juga digunakan untuk mengiradiasi makanan. Sumber: Chemistry.00728)} sma = – 0. 1990 Sekilas Kimia Makanan Iradiasi Pada tahun 1953. selain menghemat energi karena tidak perlu pendinginan. Selain itu. Pertama. Energi ikat per nukleon bervariasi bergantung pada nomor atom unsurunsur stabil.0006 Sumber: General Chemistry . Energi ikat rata-rata maksimum sekitar 8.00150 – 2(1.4 Menentukan Perubahan Energi Inti Hitung perubahan energi pada pembentukan nuklida helium (partikel alfa) berikut. pada pembentukan nuklida He dilepaskan energi sebesar 28.9934 238.0304 sma) (931. 1 2 1 n + 2 1p ⎯⎯ 2 He → 4 0 a. Kata Kunci • • • Nukleon Energi ikat rata-rata Massa partikel subinti Keradioaktifan 131 . makin besar energi ikat inti makin stabil inti tersebut. seperti radikal hidroksil yang akan bereaksi dengan molekul organik dan menghasilkan zat yang berbahaya.9931 232. seperti asam amino dan vitamin. juga memperlama waktu simpan berbagai macam makanan.3176 MeV atau 3.9942 233.

Tes Kompetensi Subbab 1. 235U menjadi 239U b.6698 sma 143 × 1.56 4 Fe 235 He Gambar 5. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 132 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . a. 3.9096 sma Massa nuklida = 235.7 Grafik Energi ikat nukleon terhadap nomor massa Energi Ikat per Nukleon U 0 50 100 150 200 250 Nomor Massa Contoh 5. Ramalkan jenis peluruhan yang terjadi dan tuliskan persamaan transmutasi intinya.00867 sma = 144. 26Na c. 24Na b. 13C menjadi 12C 2. 39K dan 40K c.8756 sma Energi ikat inti 235U per nuklida adalah Ei = 1.034 sma. Massa nukleon penyusun 235U adalah 92 × 1.5 MeV sma–1 = 1747.9096 sma Kekurangan massa dari nuklida ini adalah Massa nukleon = 236.00728 sma = 92. 13N b.2398 sma Total massa = 236.1214 MeV 235 Menghitung Energi Ikat Inti U jika massa nuklidanya sebesar 235. Hitung perubahan energi (dalam joule) jika 1.0349 sma Kekurangan massa = 1. 60Co d. 71Ga dan 76Ga Ramalkan jenis peluruhan untuk setiap nuklida radioaktif berikut berdasarkan pita kestabilan.00 g 234 Th meluruh menjadi 234Pa dengan memancarkan beta. Manakah nuklida yang radioaktif dan nuklida yang stabil? a. 52Fe c. Salah satu dari setiap pasangan nuklida berikut adalah radioaktif.8756 sma × 931. meluruh menjadi kalsium–40. 90Sr Kalium–40 adalah isotop radioaktif alam. 5. A 4. a. 208Po dan 209Bi b.5 Hitung energi ikat Jawab Nuklida 235U mengandung 92 proton dan 143 neutron. Ramalkan jenis peluruhan dari radionuklida berikut dan tuliskan persamaan transmutasi intinya. 25Al Tuliskan persamaan inti untuk reaksi peluruhan zat radioaktif berikut. a. 6. Berapa perubahan energi dalam MeV jika satu inti 234Th meluruh.

a. Manfaat dalam Analisis Kimia Perunut radioaktif adalah isotop radioaktif yang ditambahkan ke dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem. Hal ini dapat memengaruhi organ tubuh dan bersifat destruktif. dan industri. pertanian. 2000 1. Jika dianalisis maka dalam padatan PbI2 akan terdapat PbI2 yang radioaktif. Saring campuran dan keringkan endapan yang tersaring. dan g terhadap tubuh manusia Tulang Organ Sumber: Chemistry: The Central Science. Namun demikian. Analisis Kesetimbangan Kimia Tinjau kesetimbangan timbal(II) iodida padat dan larutan jenuhnya yang mengandung Pb2+(aq) dan I–(aq). Kocok campuran dan biarkan beberapa lama. Kegunaan Radioisotop Radiasi dari peluruhan unsur radioaktif dapat memengaruhi benda dan makhluk hidup. Mekanisme Fotosintesis Percobaan menggunakan perunut telah dilakukan sejak tahun 1950 oleh Melvin Calvin dari Universitas Berkeley untuk menentukan mekanisme fotosintesis tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa dalam larutan jenuh terdapat keadaan setimbang dinamis antara padatan dan ion-ionnya. dan gamma dapat menembus ke dalam materi dan mampu mengionisasi atom atau molekul (lihat Gambar 5.8). Selanjutnya. Kata Kunci • • • • Daya penetrasi Perunut radioaktif Isotop radioaktif Isotop nonradioaktif Keradioaktifan 133 . dengan pengetahuan yang memadai. Sinar matahari 6CO2(g) + 6H2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ C6H12O6(aq) + 6O2(g) → Dalam percobaannya. b. Proses keseluruhan fotosintesis melibatkan reaksi CO2 dan H2O untuk menghasilkan glukosa dan O2. b. beta.8 Daya penetrasi sinar a. tetapi dapat dideteksi dalam jumlah sangat sedikit melalui pengukuran radiasi yang diemisikannya.B. Persamaannya: PbI2(s) Pb2+(aq) + 2I–(aq) Ke dalam tabung yang berisi PbI2 padat nonradioaktif tambahkan larutan yang berisi ion iodida radioaktif hingga jenuh. Kulit Jaringan a b g Gambar 5. terutama dalam bidang kedokteran. Partikel alfa. Keuntungan perunut radioaktif yaitu isotop berperilaku sebagaimana isotop nonradioaktif. radiasi dari unsur radioaktif dapat dimanfaatkan oleh manusia. gas CO2 yang mengandung lebih isotop 14C radioaktif diterpakan kepada tanaman alga selama satu hari.

dan secara perlahan meningkatkan keaktifan.alga diekstrak dengan alkohol dan air. Misalnya. 2000 Senyawa yang mengandung 14C radioaktif terdapat dalam zat antara yang dibentuk selama fotosintesis. Kelebihan cara analisis titrasi radiometri adalah kepekaannya sangat tinggi. kelebihan ion Ag+ berada dalam larutan. isotop radioaktif dapat digunakan sebagai petunjuk titik akhir titrasi. selanjutnya diidentifikasi.9 Pencacah Geiger Partikel radiasi masuk melalui jendela dan melewati gas argon. inti metastabil dari 76 As m akan diperoleh: 75 33 As c. dalam labu Erlenmeyer yang berisi ion Cl – nonradioaktif tidak terdapat keaktifan. Calvin mengajukan mekanisme atau tahap-tahap reaksi dalam fotosintesis. tetapi setelah titik ekuivalen tercapai. 134 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 75 As 76As + 1 0n ⎯⎯ → 76 m 33 As Gambar 5. suhu. dan yang lainnya tidak memengaruhi penentuan titik akhir titrasi. menumbuk logam anode dan menimbulkan pulsa arus. Titik akhir titrasi diperoleh dengan cara ekstrapolasi grafik. Metode ini juga sangat peka sebab dapat mengidentifikasi jumlah arsen hingga 10–9 g. Titrasi Radiometri Pada titrasi radiometri. Frekuensi sinar gamma yang diemisikan khas untuk setiap unsur. Setelah ion 110Ag + radioaktif ditambahkan ke dalam erlenmeyer dan bereaksi dengan ion Cl –. Senyawa terekstrak dipisahkan dengan kromatografi. Selain itu. Jika isotop 75 As dibombardir dengan neutron. d. Untuk stabil meluruhkan sinar gamma. Gambar 5. Bagian supernatan (endapan) tidak menunjukkan tanda-tanda keaktifan. Ini dapat dilakukan dengan cara menentukan jumlah dan posisi unsur dalam rambut secara saksama sehingga dapat diketahui penyebab kematian orang itu. Selain itu. Elektron yang bergerak lebih cepat. Analisis terhadap rambut dapat dilakukan untuk menentukan zat beracun yang terdapat dalam rambut. intensitas sinar gamma sebanding dengan jumlah unsur yang ada dalam sampel rambut. Pada awal titrasi. Inti metastabil berada pada keadaan tereksitasi. Untuk mengidentifikasi apakah seseorang itu mati wajar atau diracun dapat dianalisis berdasarkan runutan unsur dalam rambut. dan meluruh disertai emisi gamma. pada titrasi penentuan ion Cl– dengan ion Ag+ membentuk endapan AgCl. Baik titran maupun cuplikan dapat mengandung komponen radioaktif. Pulsa arus selanjutnya dicacah. Berdasarkan analisis terhadap isotop 14C. Katode(–) Anode(+) Gas Argon Pencacah dan penguat Sumber listrik Jendela radiasi masuk Sumber: Chemistry: The Central Science. Berdasarkan prosedur di atas. membentuk endapan AgCl. Energi dari partikel mengionisasi molekul gas menghasilkan ion positif dan elektron yang dipercepat oleh elektrode. misalnya arsen (As).10 Arsen dibombardir dengan neutron menghasilkan arsen metastabil. Analisis Aktivasi Neutron Analisis aktivasi neutron adalah analisis unsur-unsur dalam sampel yang didasarkan pada pengubahan isotop stabil oleh isotop radioaktif melalui pemboman sampel oleh neutron. pH. kekeruhan. dapat diketahui apakah orang itu diracuni arsen atau mati wajar.

Kegunaan lain dari isotop radioaktif adalah diagnosis penyakit (Gambar 5.12 Citra tulang rangka manusia menggunakan 99Tcm. (b) Kobalt-60 digunakan untuk terapi kanker.2. Ion perteknetat diperoleh ketika isotop 99 Mo dalam MoO 42 meluruh. dan penyelidikan efisiensi kerja organ tubuh. Isotop 98Mo nonradioaktif dibombardir dengan neutron.11a). MoO42– yang terserap pada butiran alumina. TcO4– harus dicuci dari generator dengan larutan garam yang tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis dalam darah. Efisiensi Kerja Organ Tubuh Isotop radioaktif diterapkan dalam diagnosis dengan dua cara. Isotop 99Mo radioaktif sendiri dibuat pada reaktor nuklir. 2000 Terapi penyakit kanker merupakan salah satu aplikasi berguna dari isotop radioaktif dalam medik. Persamaan peluruhannya adalah 99 42 Mo ⎯⎯ → 99 m 43 Tc + 0 −1e Kata Kunci • • Inti metastabil Citra internal Setiap hari ion perteknetat. Citra dibuat dengan men-scan bagian tubuh oleh emisi sinar gamma dari 99 Tc dan dideteksi secara skintilasi (penyinaran). Kedua digunakan sebagai perunut dalam analisis jumlah zat. dan dikirim ke rumah sakit. Manfaat dalam Kedokteran dan Farmasi Radioisotop pertama yang diterapkan dalam medik adalah untuk terapi penyakit kanker. tetapi sekarang radiasi gamma dari kobalt–60 lebih umum digunakan. Radium–226 dan hasil peluruhannya. setelah scanning segera diekresi oleh tubuh dan sinar gamma meluruh sampai ke tingkat yang dapat diabaikan oleh tubuh sekitar sejam. 98 42 Mo Sumber: Chemistry. seperti pertumbuhan hormon dalam darah.12 menunjukkan citra tulang kerangka manusia yang diperoleh dengan isotop 99Tcm. Teknetium yang menerpa bagian tubuh. Generator mengandung ion molibdat radioaktif.11 (a) Perangkat uji radon dapat digunakan di rumah atau perkantoran. Gambar 5. Molibdum radioaktif ini diserapkan pada alumina dan ditempatkan dalam generator. isotop digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh sehingga fungsinya dapat diselidiki. sterilisasi alat-alat kedokteran (Gambar 5. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. Di rumah sakit. isotop teknetium diproduksi dalam generator teknetium molibdinum–99. 2001 Gambar 5. Gambar 5. Keradioaktifan 135 . a. Isotop tersebut meluruh disertai emisi sinar gamma menjadi 99Tc keadaan dasar. yang dapat memberikan data kemungkinan kondisi penyakitnya.11b). radon–222 digunakan untuk terapi kanker beberapa tahun setelah penemuan radioaktif. Nuklida 99Tcm adalah isotop radioaktif yang sering digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh. Pertama. + 1 0n ⎯⎯ → 99 42 Mo Selanjutnya.

Selanjutnya. 136 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3. seperti hormon. steroid. Insulin yang bukan radioaktif mengganti beberapa insulin radioaktif yang terikat pada antibodi. diharapkan dapat menginduksi keradioaktifan terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam tanah pada kedalaman tertentu. 2000 Gambar 5. Teknik RIA juga digunakan secara luas untuk menentukan Human Placenton actogen (HPL) pada tahap kehamilan. Alat bor dilengkapi dengan sumber neutron. digunakan untuk mempelajari aliran darah ke otak. Berapa kadar pupuk yang harus ditambahkan ke dalam tanah. 2001 Gambar 5. daun. larutan insulin yang mengikat antibodi dikembangkan dari hewan secara laboratorium. Kadar pupuk optimum dapat ditentukan dengan menambahkan amonium fosfat berlabel 32P yang memiliki aktivitas tertentu. Antibodi memproteksi dengan mengikat zat dan mencacah aktivitas biologinya. dan antigen dalam jumlah sangat sedikit. b. Aplikasi dalam Industri dan Pertanian Sumber: Chemistry.Ion perteknetat diterapkan untuk mengembangkan citra otak. Teknik yang dikembangkan ini bergantung pada ikatan antara zat dengan antibodi. Sebelum analisis. Perbedaan dari kedua pengukuran itu menunjukkan fosfor yang terdapat dalam tanah. Senyawa ini diterapkan untuk mendiagnosis serangan jantung. Antibodi diproduksi dalam hewan sebagai proteksi terhadap zat asing. Oleh karena banyak unsur dapat diaktifkan dengan neutron dan emisi radiasinya memiliki frekuensi tertentu yang khas maka teknik pencarian sumber alam yang terdapat dalam kerak bumi banyak melibatkan partikel neutron. Sampel yang mengandung sejumlah insulin tidak dikenal ditambahkan kepada campuran antibodi-insulin radioaktif. Hilangnya radioaktivitas dapat dihubungkan dengan jumlah insulin dalam sampel darah. antibodi kehilangan sejumlah radioaktivitas.14 Molekul yang ditandai dengan radioisotop iodin-123. dilakukan pengukuran aktivitasnya pada akar. Emisi dari 123I dideteksi di sekitar otak Pasien. batang. Dari hasil penelitian terbukti bahwa hasil panen jauh lebih melimpah jika penambahan pupuk fosfat dilakukan pada saat benih disemai atau pada saat 60% pertumbuhan akar. Contohnya. dan berapa kadar pupuk yang diserap tanaman. Radio Immuno Assay (RIA) Radio mmuno Assay (RIA) adalah teknik pengembangan terkini untuk menganalisis darah dan cairan tubuh lain. sedangkan senyawa teknetium yang lain diterapkan untuk mengembangkan citra organ tubuh yang lain. Total fosfor yang dibutuhkan tanaman ditentukan melalui analisis kimia dan penambahan pupuk ditentukan oleh keaktifan yang terukur. Metode yang telah diterapkan adalah analisis insulin dalam cuplikan darah pasien. Senyawa kompleks teknetium tertentu dapat berikatan dan merusak jaringan hati. Saat ini tengah dikembangkan senyawa isotop radioaktif dari teknetium yang diharapkan dapat melihat fungsi berbagai organ tubuh yang lain. Informasi tersebut sangat penting dalam bidang ginekologi sehingga dokter dapat membedakan kehamilan yang normal dan abnormal sejak dini. atau bagian lain dari tanaman. Kemudian. pencarian sumber air dan minyak bumi. di mana antibodi terikat pada insulin radioaktif.13 Diagnosis dengan instrumen PET (Positron Emision Tomography) untuk men-scanning otak. Salah satu aplikasi radioisotop dalam bidang pertanian adalah untuk menentukan pemakaian pupuk optimum. larutan insulin digabungkan dengan insulin yang mengandung isotop radioaktif. Sumber: Chemistry The Central Science. Akibatnya.

Isotop 14C dengan waktu paruh 5. Kata Kunci • • • Aktivitas Neutron penginduksi Reaksi inti Kegiatan Inkuiri Fragmen tulang manusia purba ditemukan dekat Bengawan Solo. Gas CO2 yang dihasilkan dikumpulkan dan dimurnikan. Metode pengukuran dengan 14C dikembangkan oleh . Radiasi gamma akan tersidik pada detektor sehingga dapat diketahui macam unsur yang ada dalam tanah itu.4 MeV. Protein tulang dikumpulkan. Melalui pengukuran aktivitas 14C dalam fosil tanaman. misalnya H14CO3– dalam lautan. Senyawa tersebut selanjutnya dikonsumsi oleh tanaman dan hewan. 14 dipirolisis. jumlah 14 C yang terdapat dalam tanaman yang ditebang mulai meluruh. Perbandingan diukur. unsur-unsur sekitar menjadi bersifat radioaktif. 4. Aplikasi dalam Kepurbakalaan Pengukuran umur batuan dapat dilakukan melalui pengukuran peluruhan 14C yang telah membuka tabir sejarah manusia dan prasejarah sekitar 35. unsur oksigen sekitar 6. dan memancarkan radiasi gamma dengan energi yang khas untuk setiap unsur. Jika tanaman atau hewan mati (misalnya. selanjutnya oleh manusia.7% 14C.Neutron penginduksi biasanya bersumber dari (Po + Be) dengan peluruhan sekitar 107 neutron per detik dan dirakit. energi gamma yang tersidik sekitar 2. dikeringkan.15 Teknik pencarian sumber alam (air. seperti pada Gambar 5.2 MeV. Setelah terjadi induksi keradioaktifan oleh neutron. dan unsur karbon sekitar 4. 14CO2 di atmosfer. pembakaran fosil minyak bumi selama satu abad terakhir dapat meningkatkan produksi isotop 12C di atmosfer. tanaman yang mati sudah menjadi fosil. Oleh karenanya. pertukaran karbon dengan sekitarnya berhenti. Libby yang dikalibrasi terhadap teknik pengukuran umur batuan yang lain (seperti catatan sejarah yang ditulis) dan hasilnya cukup konsisten. Sebanyak 100 g sampel tulang dicuci dengan HCl 1 M untuk mengeluarkan mineral dalam tulang dan tersisa protein.730 tahun dihasilkan secara terus-menerus di atmosfer akibat sinar kosmik. minyak bumi) + 14 7 N ⎯⎯ 1 H → 1 + 14 6C Isotop 14C masuk ke atmosfer bumi dan bercampur dengan 12C yang stabil membentuk senyawa. Namun demikian.15. Jika cuplikan ini mengandung 5.F. Sinar kosmik berenergi sangat tinggi menyebabkan terjadinya reaksi inti berenergi tinggi menghasilkan neutron. jika pohon ditebang). umur fosil itu dapat diramalkan. 1 0n Neutron mengaktifasi unsurunsur di sekitarnya Gambar 5. Neutron tersebut selanjutnya bertumbukan dengan inti 14N di atmosfer membentuk 14C. Setelah ratusan bahkan ribuan tahun. yang tentu dapat menimbulkan kesukaran dalam menerapkan metode pengukuran dengan 14C pada masa yang akan datang. Jika terdapat unsur hidrogen.000 tahun silam.7 MeV. dan dianalisis dengan radiokarbon. Teknik ini secara luas dikembangkan untuk menentukan keberadaan sumber air atau minyak bumi. berapa usia manusia purba itu? 12 Keradioaktifan 137 .

Pembelahan nuklida ini disertai pelepasan sejumlah energi dan sejumlah neutron.Tes Kompetensi Subbab 1. Reaksi berantai dari fisi inti merupakan dasar dari reaktor nuklir dan senjata nuklir. Akan tetapi. yaitu reaktor untuk reaksi fusi. seperti ditunjukkan pada Gambar 5. Jika inti 235U dibombardir dengan neutron. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. reaktor fisi. 91 36 Kr Gambar 5. 2000 138 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . jumlah inti yang melakukan fisi berlipat secara cepat. inti-inti ini akan terurai dan melepaskan lebih banyak neutron. Dalam laju reaksi dikatakan bahwa katalis turut serta dalam reaksi. Oleh karena itu.16 Reaksi fisi 235U dengan neutron membentuk kripton dan barium disertai pelepasan energi sebesar 3. 1. perubahan energi dalam reaksi inti bersifat sertamerta dan berantai sehingga perlu pengetahuan dan teknologi tinggi untuk mengembangkan reaktornya. dan reaktor pembiak. Proyeksi neutron Nuklida Gambar 5. Bagaimana Anda dapat membuktikan bahwa katalis turut serta dalam reaksi dengan cara runutan isotop radioaktif? C. akan dihasilkan inti-inti atom yang lebih ringan.17 Reaksi berantai pada reaksi fisi 2 Neutron dari hasil fisi Sumber: Chemistry :The Central Science. disertai pelepasan energi. Reaksi fisi inti uranium–235 dioperasikan dalam reaktor tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik. Reaksi Fisi dan Fusi Reaksi inti. seperti halnya reaksi elektronik. Mengapa isotop 60Co lebih umum dipakai untuk terapi kanker daripada isotop 222Rn. B 2. 1 n 0 235 92 U 146 56 Ba 1 n 0 Sumber: Chemistry: The Central Science. Oleh karena satu reaksi fisi dapat menghasilkan 3 neutron. tetapi pada akhir reaksi. juga pelepasan neutron sebanyak 2 hingga 3 buah. Jika neutron dari setiap reaksi fisi bereaksi lagi dengan inti 235 U yang lain. 3. melibatkan perubahan energi. Pernahkah Anda di-scan dengan radioisotop (Rontgen)? Berapa rentang waktu yang diperbolehkan untuk di-scan kembali? Kerjakanlah di dalam buku latihan. terjadi reaksi yang disebut reaksi berantai (chain reaction). katalis diperoleh kembali.5 × 10-11 J dan sejumlah neutron yang siap bereaksi fisi dengan inti yang lain. Ada tiga jenis reaktor nuklir. 2000 Reaksi berantai adalah sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta. Reaksi Fisi Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklidanuklida dengan nomor atom mendekati stabil.17.

Batang pengendali neutron dibuat dari bahan yang dapat menyerap neutron. Dengan demikian. 2000 Gambar 5. seperti boron dan kadmium sehingga dapat mengendalikan reaksi berantai. Berdasarkan hasil pengamatan. Pipa bahan bakar Gambar 5. Massa kritis adalah massa terkecil dari suatu sampel yang dapat melakukan reaksi berantai.18). Perhatikan Gambar 5. Bom atom merupakan kumpulan massa subkritis yang dapat melakukan reaksi berantai.18 Konstruksi bom atom Pendorong batang pengendali Batang pengendali Sumber: Chemistry. pipa bahan bakar berisi uranium yang berpotensi melangsungkan reaksi fisi. Reaktor fisi nuklir adalah suatu tempat untuk melangsungkan reaksi berantai dari reaksi fisi yang terkendali.19). Dengan kata lain. hanya satu neutron yang dapat melangsungkan reaksi fisi berikutnya.19 Ledakan bom menyerupai cendawan. yang dapat melangsungkan reaksi berantai (lihat Gambar 5. neutron-neutron yang dihasilkan dari reaksi fisi meninggalkan sampel radioaktif sebelum neutron-neutron itu memiliki kesempatan untuk bereaksi dengan inti-inti radioaktif yang lain. 2001 Gambar 5.20. seperti pada bom atom. 2000 Pipa bahan bakar berbentuk silinder mengandung bahan yang berpotensi fisi. Dalam reaktor air ringan (1H2O). Keradioaktifan 139 . Jika massa terlalu besar (super kritis). Massa subkritis 235U Bahan eksplosif Sumber: Chemistry: The Central Science. jika sampel radioaktif terlalu sedikit. Energi yang dihasilkan dari reaktor ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi nuklir. Reaktor nuklir terdiri atas pipa-pipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron yang disisipkan ke dalam pipa bahan bakar nuklir tersebut.Agar dapat memanfaatkan reaksi berantai dari suatu sampel radioaktif yang berpotensi fisi maka reaksi fisi harus dikendalikan dengan cara mengendalikan neutron yang dilepaskan dari reaksi itu. Ketika dijatuhkan massa subkritis menyatu membentuk massa super kritis sehingga terjadi ledakan yang sangat dahsyat (Gambar 5. Uranium yang digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir mengandung isotop 235U sekitar 3%.20 Skema bagian inti dari reaktor nuklir Sirkulasi air pendingin Sumber: Chemistry : The Central Science. terdapat massa kritis untuk bahan tertentu yang berpotensi fisi. jumlah inti yang pecah berlipat secara cepat sehingga dapat menimbulkan ledakan dan petaka bagi manusia.

Gambar berikut menunjukkan rancang bangun reaktor air bertekanan atau reaktor air ringan. dapat dimasukkan seluruhnya ke dalam pipa bahan bakar guna menghentikan reaksi fisi. Keunggulan dan kelemahan dari kedua bahan bakar tersebut. Pada reaktor air ringan. Selain batang pengendali. juga uranium–238 dapat dijadikan bahan bakar. dan uap tersebut menuju turbin untuk pembangkit listrik. tetapi uranium–235 bereaksi lebih cepat dengan neutron yang telah diperlambat oleh moderator. di mana kalor digunakan untuk menghasilkan uap. Hal ini menimbulkan interferensi dengan reaksi rantai sehingga pipa bahan bakar harus diganti secara berkala. batang-batang pengendali ini. Moderator yang dipakai umumnya air berat (2H2O).21 Reaktor nuklir air ringan (konstruksi air bertekanan) Batang bahan bakar memanaskan air yang disirkulasikan ke penukar kalor. Kegiatan Inkuiri Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. yaitu jika uranium–238. sekaligus sebagai pendingin. selain uranium–235. Bahan bakar nuklir. atau grafit. 1H2O berperan sebagai moderator. Air panas ini disirkulasikan menuju penukar kalor. hasil reaksi fisi yang menyerap neutron berakumulasi dalam pipa bahan bakar. air ringan (1H2O).Kata Kunci • • • • • • Reaktor nuklir Reaksi fisi Reaksi fusi Reaksi berantai Partikel pembom (proyektil) Tolakan elektrolisis Pengendalian neutron dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan batang pengendali yang disisipkan dalam pipa bahan bakar. Dalam keadaan darurat. melainkan isotop 235U? Jelaskan berdasarkan hasil reaksi inti uranium dengan neutron. bereaksi lebih cepat dengan neutron hasil reaksi fisi dibandingkan uranium–235. Turbin uap Uap Kondensator Generator listrik Gambar 5. Setelah periode waktu tertentu. 2000 Air dalam reaktor dipertahankan sekitar 350°C pada tekanan 150 atm agar tidak terjadi pendidihan. 140 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Moderator dipasang jika bahan bakar uranium–235 merupakan fraksi terbanyak dari total bahan bakar. Pembangkit uap Air atau Natrium cair Pompa 27°C Sungai 38°C Sumber: Chemistry: The Central Science. terdapat alat yang disebut moderator Moderator ini berguna untuk memperlambat gerakan neutron. Uap yang dihasilkan dalam penukar kalor dilewatkan ke turbin yang mendorong generator listrik.

Masalah utama dalam mengembangkan reaksi fusi terkendali adalah bagaimana kalor plasma yang bersuhu sangat tinggi dapat dikendalikan. Plasma adalah gas netral yang mengandung ion dan elektron. yaitu pemboman uranium–238 oleh neutron. Energy released by sun is caused fusion reaction. Ketersediaan isotop plutonium–239 dalam jumlah besar akan meningkatkan kesempatan negara-negara maju untuk menyalahgunakan plutonium dijadikan bom atom atau senjata nuklir pemusnah masal. Misalnya. kalor dengan cepat dihantarkan dan suhu plasma dengan cepat turun. E Energi antaraksi akibat gaya inti yang kuat Gambar 5.7 MeV Individual reaction: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H The hidrogen bom which has been developed also apply the nuclei fusion reaction to generate destroying power. Total energy: + 26. Isotop plutonium–239 juga berpotensi fisi dan dipakai untuk membuat bom atom atau senjata nuklir. Disamping pemercepat partikel. Reaksi Fusi Reaksi fusi adalah reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. Limbah ini dapat diproses ulang. partikel pembom (proyektil) harus memiliki energi kinetik yang memadai untuk melawan tolakan muatan listrik dari inti sasaran (lihat Gambar 5. Sisa bahan bakar nuklir sebaiknya tidak didaur-ulang. Bahan bakar sisa tersebut dipisahkan secara kimia dari limbah radioaktif. Energi total: + 26.7 MeV Reaksi individu: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H Bom hidrogen yang pernah dikembangkan juga menerapkan reaksi fusi inti untuk tenaga penghancurnya. 2000 Gambar 5. Isotop ini diproduksi selama reaktor beroperasi. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. Pada suhu ini semua elektron dalam atom mengelupas membentuk plasma.23). Suhu pemanasan inti sasaran sekitar 108 °C. Masalah utama bagi lembaga tenaga nuklir adalah bagaimana membuang sampah radioaktif yang aman. Catatan Note Energi yang terdapat di matahari sebagai akibat dari reaksi fusi.22 (a) Gedung reaktor nuklir (b) Bagian pusat dari reaktor nuklir 2. inti deuterium (2H) dipercepat menuju target yang mengandung deuteron (2H) atau tritium (3H) membentuk nuklida helium.23 Grafik energi antaraksi dua inti terhadap tolakan elektrostatis Keradioaktifan 141 . Kendalanya. jika plasma menyentuh bahan apa saja. cara lain untuk memberikan energi kinetik memadai kepada inti proyektil agar dapat bereaksi dengan inti sasaran dilakukan melalui pemanasan inti sasaran hingga suhu sangat tinggi. Plutonium–239 adalah salah satu jenis bahan bakar hasil pemisahan dari buangan limbah nuklir. Persamaannya: 2 1H 2 1H + 2 1H ⎯⎯ 2 He →3 + 1 0n Tolakan elektrostatis 0 Jarak antar partikel 3 →4 + 1 H ⎯⎯ 2 He + 1 n 0 Untuk mendapatkan reaksi fusi inti.Buangan sisa bahan bakar menjadi limbah nuklir.

sedangkan nuklida relatif berat juga melepaskan energi ketika berlangsung melakukan fisi? Rangkuman 1. C 3. Pada nukleosintesis terjadi kehilangan massa. Fisi inti adalah pemecahan inti berat menjadi dua inti yang lebih ringan. Energi ikat inti adalah energi yang diperlukan untuk mengikat nukelon-nukleon di dalam inti agar tidak terurai.Reaktor uji fusi inti Tokamak menggunakan medan magnet berbentuk donat untuk mempertahankan suhu plasma dari setiap bahan. 5. 9. Menurut Einstein. Adapun reaktor nuklir menerapkan fisi terkendali. 7. 2. beta. melibatkan emisi partikel alfa. seperti ditunjukkan pada Gambar 5. yaitu pencacah Geiger dan pencacah skintilasi.24. Jenis peluruhan radioaktif dapat berupa partikel alfa. Tabung vakum Kumparan medan toroidal Gambar 5. dan terutama dalam bidang kedokteran dan medis. kestabilan inti dapat dikaji dari energi nukleosintesis. dan sinar gamma. 12 14 142 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 6. positron. Ada dua jenis alat pencacah radiasi. inti yang tidak stabil akan meluruh menjadi inti yang lebih stabil. Mengapa nuklida ringan melepaskan energi ketika melakukan fusi untuk membentuk nuklida lebih berat. 2. Secara kinetika. energi yang hilang dalam nukleosintesis setara dengan perubahan massa atau DE = Dmc2. Kestabilan inti dapat ditinjau dari aspek kinetika dan termodinamika. 3. 8. perminyakan. Penentuan umur radiokarbon menggunakan nisbah C untuk menentukan objek yang mengandung C karbon dari sumber yang hidup. beta. atau sinar gamma. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Isotop radioaktif banyak dimanfaatkan untuk berbagai bidang. pertanian. Secara termodinamika.24 Reaksi fusi inti tokamak Plasma Kumparan Medan poloidal Sumber: Chemistry :The Central Science. positron. seperti kimia. 4. Nukleosintesis adalah pembentukan nuklida dari nukleon-nukleonnya. Aktivitas radioaktif dapat disidik dengan alat yang disebut pencacah radiasi. industri. 2000 Tes Kompetensi Subbab 1. Jelaskan keuntungan dan kerugian reaktor fisi dibandingkan reaktor fusi. Jelaskan perbedaan antara reaksi fisi dan reaksi fusi. Fusi inti adalah proses penggabungan dua inti ringan membentuk inti lebih berat dan lebih stabil. Massa yang hilang dalam nukleosintesis diubah menjadi energi ikat inti.

Sifat keradioaktifan suatu unsur dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. Anda juga telah mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia unsur-unsur radioaktif tersebut.Peta Konsep Inti atom terdiri atas reaksi yang terjadi Fusi Fisi Stabil Tidak stabil bersifat Radioaktif untuk mencapai kestabilan terjadi Peluruhan berlaku Hukum Kekekalan jenis peluruhan Energi Momentum Massa Muatan Alfa (a) Beta (b) Positron (e+) Gamma (g) Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi Bab 5 ini? Bagian manakah dari materi Bab 5 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. diskusikan dengan teman atau guru Anda. serta kegunaan dan bahayanya. serta kepurbakalaan. dalam industri dan pertanian. dalam bidang kedokteran dan farmasi. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat lainnya dari mempelajari sifat keradioaktifan suatu unsur? Keradioaktifan 143 . Pada bab ini Anda telah mempelajari mengenai kestabilan suatu inti atom sehingga diketahui bahwa inti atom tidak stabil jika inti atom tersebut bersifat radioaktif. untuk analisis kimia. antara lain sebagai sumber energi.

proton C. neon B. C. neutron C. B..... partikel a D. menangkap partikel alfa B.. isotop radioaktif Th akhirnya menjadi .. A. reaksi penggabungan Ebtanas 1997: Isotop radioaktif 234 90 Th 238 92 U menjadi 212 84 Po . UMPTN 2000 C: Pada peluruhan 212 83 Bi 3..... mengalami peluruhan menjadi dengan cara .. Unsur radioaktif yang terletak di daerah A akan mencapai stabil dengan cara memancarkan .. positron C. pengurangan nomor atom dua satuan D. A.. dan 2 deuteron E. pemancaran positron D. dua partikel neutron 11. n Nuklida yang memiliki nilai lebih besar dibandingkan p n nuklida stabil akan mengalami . A. dua partikel positron D.. positron B. p A. tiga partikel neutron E. foton dan beta B.. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut. emisi beta Ebtanas 1999: Setelah 4 tahap memancarkan sinar a dan 1 tahap memancarkan sinar b. neutron C. 218 90 Bi 210 83 Bi 210 81 Ti 206 82 Pb maka X adalah .. beta dan alfa E... alfa dan beta 10.. 5. ⎯⎯ → 94 38 Sr + 139 54 Xe + . sinar beta E. 10 elektron dan 5 partikel a 9. Partikel-partikel yang diemisikan berturut-turut adalah … A. tiga partikel beta C.. A.. Neutron C A Pita kestabilan B Proton 2. partikel b E. neutron D. 212 83 Bi terjadi pelepasan . emisi partikel alfa E. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. positron B. deteron E. penambahan nomor atom satu satuan E. 1. penambahan nomor massa satu satuan B.. beta dan foton D. partikel g 6. kemudian meluruh lagi menjadi .. A. UMPTN 1995 C: Pada proses peluruhan polonium menjadi timbal: 212 84 Po ⎯⎯ → 208 82 Pb +X D.. A. 3 elektron. partikel a D. Jika suatu nuklida mengemisikan partikel bakan terjadi ... menangkap elektron D. 6 partikel a . A. unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan memancarkan . peluruhan a B. Inti atom hidrogen menangkap satu proton dan berubah menjadi .. 1 neutron.Evaluasi Kompetensi Bab 5 A.. UMPTN 1994 B: Pada proses 235 1 92 U + 0 n 208 82 Pb 4. tritium 8. A. deuterium B. peluruhan b C. 8 partikel a dan 6 elektron D. E.. tidak mengalami perubahan nomor atom 7.. partikel alfa D.. partikel b E. pengurangan nomor atom satu satuan C. emisi positron C. A. reaksi pembelahan E. satu partikel alfa B.. dan 3 proton C. helium 144 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 6 partikel a. foton dan alfa C. partikel g Dengan melihat grafik pita kesetabilan pada soal nomor 1. Pada peluruhan radioaktif 234 206 92 U menjadi 82 Pb melibatkan emisi . 7 partikel a dan 4 partikel b B.

7. lebih banyak bahan peledak dibandingkan bom biasa D. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B. E. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 99 42 Mo + γ 238 92 U 3 2 He 14 7 N 4 + 2 He ⎯⎯ → 240 1 94 Pu + 20 n 3 + 2 He ⎯⎯ 2 He + 1H + 1H → 4 1 1 4 + 2 He ⎯⎯ → 17 1 8 O + 1H 139 94 1 56 Ba + 36 Kr + 30 n 235 92 U + 1 n ⎯⎯ → 0 Keradioaktifan 145 .07 E. 16. positron C.. Co–60 E. Po–238 C. Bom atom dapat meledak dengan kekuatan sangat dahsyat sebab .. A. C. ikatan kimia dalam bahan bom berenergi sangat besar 24.. P–32 20. akan terjadi isotop fosfor. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . 675 B. alfa 19.. 1 dan 2 D... 2. 18. U–238 E. U–235 D. UMPTN 2000 A: Jika atom aluminium ditembaki dengan partikel X. B.. massa diubah menjadi energi dalam waktu seketika E.. beta D. 234 90 Th 236 90 Th 235 92 U 238 92 U → + a ⎯⎯ X + 3 1 n 0 239 94 Pu 240 94 Pu Berdasarkan reaksi inti. 3 dan 4 C. D. Ebtanas 1996: Contoh reaksi fisi adalah ….315 C. Na–24 B. A. P–32 C. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235 U D.. A.12. I–131 D. menyediakan partikel alfa 25.. C–12 D.. A. D. Co–60 B.. Tc–99 E. Ebtanas 1999: Sebagai sumber radiasi untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dapat digunakan isotop . x ) 17O . gamma 14.. atom tritium Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis helium adalah (dalam MeV) … A. Radioisotop yang dipakai untuk memperoleh citra organ tubuh di rumah sakit adalah . partikel neutron B. A. 2. 4.013 E. neutron B. B. 17.. Na–24 untuk menyelidiki kebocoran pipa minyak dalam tanah 2. I–131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia 4.. Th–234 C..5 C. elektron D. Po–239 23. 8 A.. infra merah B. gamma E.764 B. Co–60 untuk mensterilkan alat-alat kedokteran 3. A. sesuai dengan reaksi: 27 13 Al → 30 + X ⎯⎯ 15 P + 1 n 0 15. X adalah …. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai . melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E. foton C.30 Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis deuterium adalah (dalam MeV) ….329 Ebtanas 1997: Berikut beberapa contoh penggunaan radioisotop 1. A. X adalah …. C–14 21. tercipta banyak gas panas C.. A. partikel alfa E.. x adalah. 13.. 28. seluruh bahan radioaktif musnah B. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C. 931. 9. Dalam persamaan reaksi ini. UMPTN 1996 B: Pada reaksi transformasi 14 7 N (α. 2 dan 4 B. C.. ultraviolet C. P–32 untuk memberantas hama tanaman Radioisotop di atas yang berfungsi sebagai perunut adalah …. UMPTN 1998 A: Pada reaksi inti: A. A. E.. A. U–235 B. Mo–99 22.00 D. proton E. Co–60 B. partikel beta D. 1 dan 3 E. C–12 C. 1.008 D. C–13 E. 5.. 1 dan 4 Radioisotop Co–60 dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker sebab dapat mengemisikan . Na–24 D.. Isotop yang digunakan untuk menentukan umur suatu fosil adalah . A.

Berapa perubahan massa yang sesuai dengan hilangnya energi tersebut? Tuliskan lima komponen utama reaktor nuklir dan fungsinya. Apa nama unsur sasaran? Diketahui massa atom 1H = 1. Andaikan nuklida radioaktif dengan rasio neutronproton lebih besar daripada isotop stabilnya. 2. memancarkan positron memancarkan partikel b memancarkan partikel a 7.00782. 214 83 Bi 237 93 C 3. 1 1 1 H + 1H ⎯⎯ → 2 0 1H + 1e 5. Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir? 146 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Menghasilkan curium–242 dan neutron. a. Apakah setiap komponen menimbulkan masalah bagi lingkungan? jelaskan. 11 6C 4.0141.B. Curium disintesis pertama kali melalui pemboman suatu unsur dengan partikel alfa. 2H= 2. Bagaimana modus peluruhan yang mungkin dari nuklida ini dan mengapa melalui cara itu? Tuliskan persaman reaksi inti untuk setiap proses berikut. Hitung energi yang dilepaskan per gram hidrogen untuk reaksi berikut. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. c. 6. 1. Pembakaran satu mol grafit melepaskan energi 393.5 kJ. b.

Panaskan Ba(OH)2.Proyek Semester 1 Air Mancur Amonia Reaksi Ba(OH)2. Alat dan Bahan 1. Larutan dibuat dengan mencampurkan beberapa gram padatan (sesuai konsentrasi yang diinginkan) dengan sejumlah pelarut a uades atau air biasa). amonia juga berguna untuk pembuatan air mancur. Barium Hidroksida (Ba(OH)2) 7. Warna merah ini berasal dari larutan basa amonia dalam air.batang : 250 mm 9. Pembakar spiritus 4. Langkah Kerja 1. Klem universal 12. Rangkai tabung reaksi dan peralatan lainnya seperti terlihat pada gambar berikut. Amonium Klorida (NH4Cl) 6.kaki: 500 mm 10. Pada proyek Semester 1 Anda ditugaskan untuk membuat amonia dan melaporkan data pengamatan kelompok Anda dalam bentuk karya tulis. Tabung reaksi 150×25 mm 2. 5. NH4Cl. 4. Kalsium oksida (CaO) 5.dasar 8. Tekan pipet pada labu yang berisi gas NH3. Pipa kaca bengkok 110° 16. Gas amonia yang terbentuk mudah bereaksi dengan air. 6. Apabila terbentuk kabut membuktikan bahwa NH3 sudah terkumpul cukup banyak. 3. Selain banyak diaplikasikan dalam industri untuk pembuatan bahan baku pupuk. dan CaO. Pipet tetes . Pipa kaca lurus 15. dan CaO menghasilkan gas amonia. Proyek Semester 147 . Tujuan Untuk membuat amonia dan diaplikasikan sebagai air mancur hiasan. 2. Masukkan ujung pipa kaca ke dalam gelas kimia berisi air yang ditetesi larutan PP 1%. Sumbat karet (1 lubang) 13. Air akan naik ke dalam labu membentuk seperti air mancur yang berwarna merah. Bosshead 11. Gelas kimia 1000 mL 3. Labu bundar 250 mL . Amati yang terjadi dalam labu. tekanan dalam labu berkurang jika pipet yang dihubungkan di antara keduanya dipijit-pijit. di dalam tabung reaksi hingga terbentuk gas amonia (NH3) di dalam labu. Larutan fenolftalein (PP) 1%* *Tersedia dalam bentuk padatannya. saat labu berisi amonia tersebut dihubungkan dengan gelas berisi air. Tutup mulut labu dengan sumbat dua lubang yang telah dipasangi pipa kaca lurus dan pipet berisi air. NH4Cl. Oleh karenanya. Sumbat karet (2 lubang) 14. Amonia adalah senyawa kovalen yang mengandung atom nitrogen. karena memiliki warna yang menarik. Buatlah laporan berupa karya tulis kelompok Anda setelah melakukan proyek semester ini. Tes dengan kuas yang sudah dicelupkan ke dalam larutan HCl. Statif: .

9 1.5 C. pembekuan E. 3. pengembunan 6. 60. Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa adalah : → MnO4–(aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan maka jumlah OH– dalam persamaan itu … A. A.130°C pada 1 atm.1 C. 0. dua di kiri D. S(s). 0. asam propanoat. sublimasi B. 760 Suatu larutan mengandung 3.2–benzantrasena adalah padatan berwarna kuning yang nonvolatil dengan berat molekul 228 g mol–1.0 atm 9. Larutan berikut dibuat dengan konsentrasi molal yang sama.12 atm C.26 g sampel dilarutkan dalam 250 mL benzena. CH3COONa D. KBr B. 0. Sebanyak 18. (NH2)2CO Perhatikan diagram fasa berikut. C6H6O2 E.25 atm maka tekanan osmotik larutan NaCl 0.062 atm B. S(s). (CH3)2(OH)2 D. 0.51..01 M pada 27oC adalah 0. 0.25 atm D. empat di kiri 10. tekanan osmotik urea paling besar B. Pb2+(aq). tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea E. Larutan yang memiliki titik beku paling rendah adalah . Berapa tekanan uap larutan pada 25°C (dalam mmHg) jika tekanan uap benzena pada suhu itu 93. A.. 1. hasil reaksinya … A.Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 1.4 mmHg? A. NO(g) 2. semua tekanan osmotik larutan sama 8. C6H12O6 B. tekanan osmotik asam propanoat paling besar D.3 B. juga 200 g air mendidih pada 100. misalnya urea. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida C. fusi C. 180 E. penguapan D. 64 Manakah di antara zat nonvolatil berikut jika dilarutkan dalam pelarut benzena akan memiliki tekanan uap larutan paling rendah? Diketahui jumlah gram terlarut sama.. 0.2 D. empat di kanan E. NO(g) C. Pb2+(aq). A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Berapakah berat molekul zat terlarut? Kd molal air adalah 0. 93. 0. 120 B. A. PbO(s). dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama. 46 D. Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah … A. C8H10 C. 60 C.7 E. Jika PbS(s) direaksikan dengan larutan encer HNO3 hangat. 91. 4. Jika suhu dinaikkan dari 0°C hingga 50°C pada tekanan tetap 0. Diharapkan bahwa … A.8 E.01 M pada suhu yang sama adalah… A. 0. NaNO2 E. terjadi proses … 148 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .24 g zat nonvolatil dan nonelektrolit. 5.50 atm E. 0. MgCl2 7. Al(NO3)3 C. S(s).5 atm. Jika tekanan osmotik larutan sukrosa 0. 95. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama.4 D. nol B.8 B. dua di kanan C. NO2(g) B. A.

Reaksi korosi secara keseluruhan melibatkan.6 L B. kecuali …. Mg(OH)2 B.6 L E.8 –2. Perhatikan tabel sifat fisik unsur golongan alkali: Sifat Konfigurasi elektron Energi ionisasi (kJ mol–1) Kerapatan (g cm–3) Jari-jari ion ( ) Potensial reduksi (Eo) Li 520 0. 21. besi melepaskan elektron E. HF dan HBr C. 15.93 Rb 400 1. mudah bereaksi dengan unsur lain D. SO42–(aq). A. elektron mengalir dari besi ke magnesium B.. 12.88 0. Fe3+(aq)+ e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Cu(s) → 2.. magnesium mengalami oksidasi C. 4 Pada elektrolisis larutan natrium sulfat (Na2SO4) menggunakan arus sebesar 1 faraday.. diperoleh gas oksigen pada keadaan STP sebanyak …. peptisasi Pemanasan logam Mg di udara. titik beku mendekati suhu 0 K 17.97 0. A. 2 E. 14. H2O( )+e Berdasarkan data di atas.53 0. 1.86 0.834 Diketahui data potensial reduksi standar: → Eo = + 0.78 mL Na2S2O3 0.13 V – ⎯⎯ –(aq)Eo=+0. 4 B. PbO2(s).4 L C. besi berfungsi sebagai anode D. A. Na dan K B. urutan yang lebih dulu dielektrolisis pada katode ….. oksidasi besi dengan asam dari gas CO2 terlarut E. Pb Eo = – 0. konfigurasi elektronik B. pirolisis B. N2(g) E.. 11.8 L Untuk menghambat terjadinya proses korosi. Jumlah milimol I2 dalam larutan adalah . Di dalam sistem …. pemanggangan D. 3. oksidasi besi menjadi ion Fe2+ C.. oksidasi oksigen menjadi ion OH– D. unsur paling stabil B. A. MgCO3 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 149 . terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E.77 V 1. Adanya zat itu dapat dibuktikan dengan menambahkan air hingga terbentuk gas yang dapat membirukan lakmus.. 9.278 C.53 1. reduksi oksigen menjadi uap air Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia. Dari data di atas. Li dan K D. Dalam titrasi larutan I2 diperlukan 32. pemanggangan D..71 K 420 0. pipa besi yang dipendam di dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif. 2. zat lain tersebut adalah …. 1. jari-jari atom D. 2 C. elektrolisis E. A. potensial reduksi standar(E°) Logam alkali berikut jika dibakar akan menghasilkan superoksida adalah . A. 3 D.0 –3. A. 6. 89. sukar melepaskan atau menangkap elektron C. Li dan Na C.7 –2..8 –2. 3.9 –2. kromatografi C. HCl dan HI 18. A. 3.05 Na 500 0. 1.92 Cs 380 1.34 V 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Pb(s) → 3. 1. A. kereaktifan unsur golongan alkali dipengaruhi oleh …. 2.50 V → H2(g)+OH 4. H2S(g). energi ionisasi pertama C.2 M untuk bereaksi sempurna dengan I2. pirolisis B. 4. kerapatan (massa jenis) E. 20. 1. NO2(g) Jika ion S2O32– direaksikan dengan I2 dihasilkan ion I– dan ion S4O62–. kromatografi C.11. 3. misalnya magnesium. HF dan HCl B. Cu Eo = + 0. 13. Mg3N2 C.917 D. K dan Rb E.… A. magnesium berfungsi sebagai katode Pipa bawah tanah digunakan untuk distribusi BBM atau PDAM yang cenderung terkorosi oleh lingkungan yang bersifat korosif. 2. A. 22.639 B. Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah …. 4. HCl dan HBr E. Li dan Rb Pembuatan unsur-unsur logam alkali umumnya dilakukan melalui proses ….92 [He] 2s1 [Ne] 3s1 [Ar] 4s1 [Kr] 5s1 [Xe] 6s1 19. reduksi besi B. Pb2+(aq). 5. 16.556 E. 1. 4. A. elektrolisis E. HBr dan HI D. 3. 4.2 L D. selain terbentuk MgO juga terbentuk zat lain . 22. D. peptisasi Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . 2.

2Al(s)+3F2(g) → E. geometri molekul H2O dan H2S keduanya linear B.. A. merupakan oksidator kuat E. 27. natrium B. keelektronegatifan lebih kecil E. H2S2O7 37. 4Al(s)+3O2(g) ⎯⎯ 2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlF3(s) → D. Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses …. Ca3(PO4)2 dengan asam ortofosfat akan menghasilkan …. Si dan C Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. kromatografi lapis tipis 30. lapisan tahan panas D. pemurnian zona D.. Frasch C. A. merkuri Di antara unsur berikut yang dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi adalah …. A. A. H2SO4 C. belerang kurang elektronegatif dibandingkan oksigen 150 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dengan HNO 3 pekat menghasilkan oksida nitrogen Logam yang tidak diperoleh dengan proses elektrolisis adalah . SO3 D. A. kromatografi lapis tipis 35. pemurnian zona D.. CO(NH2)2 C.. pemanggangan kuarsa E.. Di antara pernyataan berikut yang benar tentang belerang dan oksigen adalah …. keelektronegatifannya 31. (NH4)2SO4 D. energi ionisasi lebih rendah C. Ca3(PO4)2 32. NaNO3 36. reduksi-oksidasi 34.. kontak B.. kecuali . pemanggangan kuarsa E. konfigurasi elektronnya D. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. pelarut E. titik leleh lebih tinggi Pada pembuatan aluminium. dapat bereaksi dengan asam kuat B. bahan baku utama Reaksi berikut ini yang merupakan reaksi aluminotermik adalah . Ge dan Pb D. silikon E.. kecuali . larut dalam larutan NaOH C. oksidator C. Si dan Sn E. NH4NO3 B. A. sifat reduktor lebih kuat D. magnesium D. A. C dan Ge B. Pengolahan batuan fosfat. 2Al(s)+6H2O( ) ⎯⎯ 2Al(OH)3(s)+3H2(g) Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. Mg(HCO3)2 E.. A. distilasi kuarsa (SiO2) C...23. A. 29. elektrolisis SiCl4 B. → A. Senyawa nitrogen berikut biasa dipakai sebagai pupuk. kriolit yang dipakai berperan sebagai …. Berikut ini merupakan hasil dalam tahapan pembuatan asam sulfat dalam proses kontak. kamar timbal D. Mg(CN)2 Dibandingkan dengan logam alkali yang seperiode. 24. pengapungan 33. H2S E. CaHPO4 B. kerapatannya E.. A. 26. hidrogen sulfida memiliki tingkat keasaman yang lebih lemah daripada air C. elektrolisis E. KNO3 E. Ca(H2PO4)2 E. CaSO4 D. 2Al(s)+ 6HCl(aq) → C. distilasi kuarsa (SiO2) C. hidrolisis C.. elektrolisis SiCl4 B. aluminium C. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D. 3MnO2(s) + 4Al(s) ⎯⎯ 3Mn(s)+2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlCl3 (s)+3H2(g) → B. A. A.. 25. A. 28. jari-jari yang lebih besar B. reduktor B. kamar timbal D.. Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses …. struktur molekulnya C. ikatan antaratomnya B. Kereaktifan molekul fosfor (P4) disebabkan oleh . A. D. logam alkali tanah memiliki …. kontak B. SO2 B. CaHPO3 C. Sn dan Pb C. kecuali …. elektrolisis E.

timbal dan timah D. menyediakan partikel alfa Contoh reaksi fisi adalah … A. A. pancaran alfa B. Mn3+(aq) Energi ikat inti per nukleon dalam atom helium adalah …. 0 dan 3 B. penangkapan elektron C. dalam larutan cair kebanyakan ionnya berwarna C. semua unsur transisi memiliki orbital d yang tidak penuh E. KFe(SCN)4 C. Ti3+(aq) B. tembaga dan seng C. Berdasarkan perbandingan neutron-proton untuk isotop ringan (nomor atom 20) maka isotop yang paling stabil adalah …. E. 4. sedangkan H2S nonpolar dalam senyawa. C.. A. 7. D. Ni(en)32+ E. pancaran beta D. 931. Zn(OH) 2(s)+2NH4+(aq) ⎯⎯ Zn 2+(aq) + 2NH4OH(aq) → E. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C. semua unsur transisi lebih bersifat logam B. Sc3+(aq) C. Fe(CN)64– B. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U D. 37 19 40 20 K Ca 15 8 O Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 151 . 42. 45. melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E. 40. Zn(OH)2(s)+4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) + 2OH–(aq) → C.. 39. Cu(NH3)42+ C. Co(py)62+ Senyawa kompleks berikut yang tidak bersifat paramagnetik adalah . hampir semua unsur transisi menunjukkan satu keadaan valensi Kuningan adalah paduan ….38. Cr3+(aq) E. pancaran alfa B. A. pancaran positron E. 675 MeV E. tembaga dan timah B. K3[Fe(CN)6] D. A. aluminium dan nikel Dalam ion Cu(NH 3) 42+ .. K4[Fe(NCO)6] Senyawa kompleks yang bersifat diamagnetik adalah . C. Isotop-isotop radioaktif ringan (nomor atom 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. A. Zn(OH)2(s)+2OH–(aq) ⎯⎯ Zn(OH)42–(aq) → D. A. 48. hampir semua unsur transisi mnunjukkan sifat katalitik D. H2O bersifat polar. pancaran positron E. D.. pancaran beta D. +2 dan 4 E.. A. A.07 MeV C. A. K4[Fe(CN)6] B. E.00 MeV B. +2 dan 12 Persamaan setara yang benar untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah… → A. pancaran gamma 50. Zn2+(aq) + 2NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)22+(aq) Potasium heksasianoferat(II) adalah senyawa…. Zn2+(aq) + 4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) → B. 11 6 15 7 C N D. A. 47. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 4 U + 2 He ⎯⎯ → 99 42 Mo+γ Pu+21 n 0 238 92 3 2 240 94 3 He + 2 He ⎯⎯ 2 He+ 1 H+ 1 H → 4 1 1 14 7 N + 4 He ⎯⎯ → 2 U + 1 n ⎯⎯ → 0 17 8 139 56 O+ 1 H 1 235 92 Ba+ 94 Kr+31 n 36 0 49..30 MeV D. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B. kecuali …. E. pancaran gamma Batang karbon di dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai …. A. 43. K3[Fe(SCN)6] E. 46. ikatan tunggal S–S tidak ada sedangkan O–O ada Semua pernyataan berikut tentang unsur golongan transisi.5 MeV Isotop-isotop radioaktif ringan (NA = 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. penangkapan elektron C. 44. B. 28. B. V3+(a ) D. aluminium dan tembaga E. 41. Ti(H2O)63+ D. valensi dan bilangan koordinasi tembaga adalah …. +2 dan 8 D. +4 dan 12 C.

3. Nyatakan jenis hibridisasi apa yang terdapat pada atom pusat dalam senyawa kompleks berikut. radionuklida Sr atau radionuklida Xe? Dengan asumsi jumlah radioaktif sama. Barium karbonat merupakan senyawa yang tidak larut dalam air. H2S(g) + NO3– ⎯⎯ NO2(g) + S8(s)(asam) → b. jika kerapatan larutan 1. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 5. dalam percobaan hamburan partikel alfa oleh lempeng tipis emas reaksi transformasi inti tidak terjadi. Berapa tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada suhu 25°C tekanan uap air murni adalah 0. Tunjukkan bahwa pembakaran gula adalah reaksi redoks. 2. berapa gram I2 yang dihasilkan dari elektrolisis larutan NaI? Ksenon tetrafluorida adalah padatan yang tidak berwarna. [Zn(NH3)4]2+ b. Pada keadaan yang sama. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 g glukosa dengan 600 air. [FeP6]3– 9. MnO4– + I– ⎯⎯ MnO2(s) + IO3– (basa) → c. [Cu(NH3)4]2+ c. Apa nama hibrida dari atom ksenon dalam senyawa ini? Bagaimana geometri menurut ramalan VSEPR untuk molekul ini? 7. dan tentukan zat pereduksi serta pengoksidasinya.000). 152 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Apakah ada perbedaan antara kedua percobaan ini? Apa yang diperlukan agar reaksi transformasi inti yang melibatkan inti emas dan partikel alfa terjadi? 10. H2O2( )+MnO4– ⎯⎯ O2(g) + MnO2(s)(basa) → d.0 g logam perak. Barium sulfat diberikan secara oral untuk memperoleh fotografis perut dengan sinar-X.0 g L–1 protein (Mr = 90. Namun demikian.B. 4. Mengapa karbonat tidak dapat dipakai dalam media yang mengandung sulfat? 8. [Fe(CN)6]3– d. Rutherford dapat melangsungkan reaksi transformasi inti pertama dengan memborbardir inti nitrogen–14 dengan partikel alfa. Manakah yang lebih baik dengan membuang bahan radioaktif ke lingkungan. a. seperti glukosa (C6H12O6) melalui pembakaran menjadi CO2 dan H2O. → a. Tubuh kita mengubah karbohidrat. Tuliskan struktur Lewis untuk molekul XeF4. lemak.03 atm). elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1. 6. Hg22+ + H2S(g) ⎯⎯ Hg(g) + S8(s) (asam) Pada keadaan tertentu. dan protein ke dalam bentuk gula sederhana. Hitung penurunan titik beku dan tekanan osmosis pada 25°C larutan 1.0 g cm–3. Setarakan persamaan reaksi redoks berikut. 1. Jelaskan jawaban Anda berdasarkan pada sifatsifat kimia Sr danXe.

Aldehid dan Keton E. Haloalkana C. kegunaan. Di Kelas X Anda telah belajar sifat khas atom karbon yang dapat berikatan dengan atom karbon dan atom-atom lain selain atom hidrogen. benzena dan turunannya. cara penulisan. sifat. Gugus Fungsional Senyawa Karbon B. Senyawa Organik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. di pabrik kertas. Swiss. alkoksi alkana. alkanon. Alkohol dan Eter D. alkanol. dan alkil alkanoat) Pada abad ke-18 diketahui senyawa hidrokarbon hanya dapat diperoleh dari makhluk hidup sehingga senyawa hidrokarbon disebut senyawa organik. cuka yang digunakan pada makanan. Oleh karena itu. tata nama. Sifat inilah yang menjadikan senyawa karbon melimpah di alam dengan berbagai sifat fisika dan sifat kimia. dan makromolekul Setelah mempelajari bab ini.paperhistory. Gugus fungsional pada senyawa hidrokarbon tersebut berperan penting dalam kereaktifannya terhadap senyawa atau atom lain. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen 153 . Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. alkanal. Asam Karboksilat dan Ester F. asam alkanoat. Atom-atom tersebut dinamakan gugus fungsional senya a hidrokarbon. dan identifikasi senyawa karbon (haloalkana. A.Bab 6 Sumber: www. dan pengawet bahan biologis merupakan contoh aplikasi zat yang mengandung senyawa hidrokarbon dengan gugus fungsi yang berbeda. Kosmetik untuk wanita. Apa sajakah gugus fungsi senyawa hidrokarbon tersebut? Anda dapat menemukan jawabannya setelah mempelajari bab ini. para Kimiawan banyak mensintesis senyawa hidrokarbon yang mengandung gugus fungsi berbeda-beda untuk dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi.org Proses pengisian bahan kertas oleh bahan yang mengandung senyawa organik (hidrokarbon dengan gugus karbonil). Senyawa hidrokarbon memiliki sifat tertentu akibat adanya atom selain atom karbon dan hidrogen di dalamnya.

gugus fungsi adalah bagian reaktif dari senya a karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senya a karbon. atom karbon dapat juga berikatan dengan atom-atom lain. Apakah maksud dari pernyataan tersebut? Apa yang dimaksud dengan senyawa turunan hidrokarbon? A. Jika atom halogen (F. Gugus Fungsional Senyawa Karbon Atom karbon.Tes Kompetensi Awal 1. atom karbon dapat berikatan dengan atom hidrogen membentuk senyawa hidrokarbon. 3.1. 154 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Selain menentukan tata nama senyawa karbon secara bersistem (IUPAC). Perhatikan Tabel 6. Dengan kata lain. Cl. fosfor. Dalam hidrokarbon. Br. rumus umum dengan R yang menyatakan residu dari hidrokarbon. di samping memiliki kemampuan berikatan dengan atom karbon lain. belerang. dan halogen. dinamakan gugus fungsi. I) terikat pada senyawa hidrokarbon maka senyawa yang terbentuk akan memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang ditentukan oleh gugus tersebut. dan nama kelompok senyawa karbon yang dibentuknya. nitrogen. Apakah yang dimaksud dengan senyawa hidrokarbon? Atom karbon memiliki sifat khas .1 X OH Gugus Fungsional Senyawa Karbon Gugus Fungsi Rumus umum R–X R–OH R–O–R' Nama Haloalkana Alkohol Eter O O C O C O C O OH H R–CHO Aldehid R–CO–R' Keton R–COOH R–COO–R' Asam karboksilat Ester C H N O H RNH2 Amina Kata Kunci • • Hidrokarbon Gugus fungsi Tabel tersebut menunjukkan beberapa gugus fungsi. Selain itu. juga dapat berikatan dengan atom unsur-unsur lain. Atom atau gugus atom yang terikat pada senyawa hidrokarbon dapat menentukan sifat-sifat senyawa karbon. 2. seperti oksigen. Atom atau gugus karbon tersebut lebih reaktif dari yang lainnya. gugus fungsi juga menentukan sifat fisika dan sifat kimia senyawa bersangkutan. Tabel 6.

A 2. tetapi susunan atom-atomnya berbeda. Dengan kata lain. Sebagian besar reaksi senyawa karbon merupakan perubahan gugus fungsi menjadi gugus fungsi lain. Isomer Haloalkana Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama. Contoh: CH3–CH2–I CH3–CH2–CH2–CH2Cl CH2Br–CH2Br CHCl3 CCl4 Monoiodoetana Monoklorobutana 1. Sifat-sifat apa sajakah yang dapat dijelaskan melalui gugus fungsi? Jelaskan. dan isomer cistrans. Tata Nama Haloalkana Tatanama senyawa haloalkana diawali dengan kata fluoro. bromo. isomer fungsional. Haloalkana Haloalkana adalah senya a karbon yang mengandung halogen. Cl.2–dibromoetana Triklorometana (kloroform) Tetraklorometana (karbon tetraklorida) Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda sifat dari senyawa kloroform. Tes Kompetensi Subbab 1. Haloalkana memiliki rumus umum: CnH2n+1X X adalah atom halogen (F. Perhatikan struktur haloalkana berikut. haloalkana adalah senyawa karbon turunan alkana yang atom H-nya diganti oleh atom halogen. 1. atau iodo dan diikuti nama alkana yang mengikatnya. H3C H2 H2 C C Cl Kata Kunci • • • • • Haloalkana Isomer posisi Isomer struktur Isomer fungsional Isomer cis-trans H3C H C Cl CH3 1-kloropropana 2-kloropropana Senyawa Organik 155 . B. gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon. Berdasarkan fakta. Mengapa kloroform bersifat membius? 2. Kerjakanlah di dalam buku latihan. kloro. Mengapa gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon? Jelaskan.Berbagai reaksi kimia senyawa karbon ditentukan oleh gugus fungsi. isomer struktur. seperti isomer posisi. Dengan demikian. haloalkana memiliki isomer posisi dan isomer struktural. I). Br. Ada beberapa macam isomer.

yaitu isomer posisi. sedangkan pada 2–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 2. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa iodoalkana paling reaktif untuk gugus alkil yang sama. 1–klorobutana dan 2–klorobutana berisomer posisi 3. Kedua senyawa ini dikatakan berisomer satu sama lain. Sifat Haloalkana Senyawa klorometana dan kloroetana berwujud gas pada suhu kamar dan tekanan normal.Kedua senyawa itu memiliki rumus molekul sama.8 77 68 69 51 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. Oleh karena itu. Titik didih isomer haloalkana berubah sesuai urutan berikut: primer sekunder tersier. tetapi berbeda struktur molekulnya). yakni C4H9Cl. C–Cl = 339. ketiga senyawa tersebut berisomer struktur (senyawa dengan rumus molekul sama. Refluks is technique to boil some liquid in the distillation flask which is connented with condensor apparatus so that the liquid will be running back into the flask. Contohnya.2 Titik Didih Senyawa Haloalkana Senyawa Titik Didih (°C) 46 34. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. Isomer struktur menyatakan perbedaan struktur dari senyawa haloalkana yang memiliki rumus molekul sama. Perhatikan struktur molekul berikut dengan rumus molekul sama. Haloalkana yang lebih tinggi berupa cairan mudah menguap. Tabel 6. bromopropana dicampurkan dengan kalium sianida dalam alkohol cair akan membentuk propanonitril dan kalium bromida. Haloalkana dapat dihidrolisis menjadi alkohol yang bersesuaian jika diolah dengan basa alkali berair. tetapi berbeda strukturnya. yakni C3H7Cl. Disamping itu. H3C H2 H2 H2 C C C Cl 1-klorobutana CH3 H3C C Cl 2-kloro-2-metilpropana CH3 H3C H2 H C C Cl 2-klorobutana CH3 Ketiga senyawa itu tergolong halobutana. tetapi posisi atom klorin berbeda. Persamaan reaksinya: Refluks C2H5Br + NaOH(berair) ⎯⎯⎯→ C2H5OH + NaBr Etanol cair dapat digunakan sebagai pelarut untuk haloalkana. Ikatan C–F adalah paling kuat sehingga senyawa fluoroalkana relatif stabil dan banyak digunakan sebagai gas propelan dalam bentuk aerosol. C–Br = 284. 1985 1–kloropropana 2–kloropropana 1–klorobutana 2–klorobutana 1–kloro–2–metil propana 2–kloro–2–metil propana Catatan Note Refluks adalah teknik mendidihkan cairan dalam wadah labu distilasi yang disambung dengan alat pengembun (kondensor refluks) sehingga cairan terus-menerus kembali ke dalam wadah. C–I = 213. Atom halogen pada haloalkana dapat diganti oleh gugus siano (–CN) dengan cara pemanasan. Pada 1–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 1. Persamaan reaksinya: Refluks alkohol C2H5Br + KCN ⎯⎯⎯⎯⎯→ C2H5CN + KBr 156 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Energi ikatan rata-rata (dalam kJ mol–1): C–F = 485.

aseton. etanal. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Haloalkana Senyawa haloalkana tidak dapat dibuat langsung dari alkana melalui reaksi substitusi sebab hasilnya selalu campuran haloalkana. Kemudian. Dalam suasana basa. Reaksinya tidak melalui reaksi substitusi. hν 3CH4 + 6Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + 6HCl → Reaksi antara CH4 dan Cl2 memiliki sifat-sifat khas sebagai berikut. tetapi melalui beberapa tahap reaksi. Kegiatan Inkuiri Diskusikan dengan teman sekelas Anda. Replacement of an atom or a group by anothers called substitution reaction. apakah yang terjadi jika di lingkungan yang terik matahari terdapat gas klorin dan gas alam? Senyawa Organik 157 . Rumus umumnya: CH3 R C O H Contohnya. mula-mula etanol dioksidasi menjadi etanal (aldehid). akan terbentuk campuran alkilhalida. O → 1) CH3CH2–OH+ Cl2 ⎯⎯ H3C C H + 2HCl O O → 2) H3C C H + 3Cl2 ⎯⎯ Cl3C C H + 3HCl O O ONa + HCCl3 3) Cl3C → C H + NaOH ⎯⎯ H C Senyawa karbon yang dapat dibuat menjadi senyawa haloalkana adalah senyawa yang memiliki gugus metil terikat pada atom C yang berikatan dengan atom oksigen.Jika haloalkana dipanaskan dalam larutan amonia beralkohol dalam wadah tertutup akan dihasilkan amina. CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + CCl4 + 5H2 Untuk membuat haloalkana tunggal bergantung pada senyawa haloalkana yang akan diproduksi. 2) Reaksi terjadi jika ada cahaya ultraviolet atau pada suhu di atas 250°C. Persamaan reaksinya: → C2H5Br + 2HN3 ⎯⎯ C2H5NH2 + HBr Etilamina Δ 4. trihaloetanal berubah menjadi haloform. dan senyawa yang sejenis. Tahap-tahap reaksinya sebagai berikut. reaksi akan terus berlangsung hingga pereaksi habis atau cahaya ultraviolet dihilangkan. Jika alkana direaksikan dengan halogen pada suhu tinggi atau adanya cahaya ultraviolet. 3) Sekali reaksi dimulai. seperti ditunjukkan pada reaksi berikut. bereaksi dengan X2 membentuk trihaloetanal (CX3–COH). 4CH4 + 5Cl2 ⎯⎯ → Catatan Note Pergantian atom atau gugus oleh atom atau gugus lain dinamakan reaksi substitusi. Pembuatan Haloform (CHX3) Jika etanol direaksikan dengan X2 (Cl2 atau I2) dalam suasana basa (NaOH). 1) Reaksi tidak terjadi dalam keadaan gelap atau pada suhu rendah. etanol. a.

CHCl3 (kloroform).4 kJ mol–1 Atom klor yang dihasilkan pada reaksi ini adalah radikal bebas sebab mengandung satu elektron tidak berpasangan. dan C 2H 6. 2) Perambatan Rantai Radikal bebas seperti atom Cl • sangat reaktif. dan pengakhiran rantai. b. Kloroform biasa digunakan untuk obat bius (anestetika) dan sebagai pelarut untuk lemak. dan mempunyai bau yang khas. Kegunaan Kloroform (CHCl3) Kloroform merupakan senyawa karbon berwujud cair yang mudah menguap pada suhu kamar dan berbau khas. Kegunaan Iodoform (CHI3) dan Tetraklorokarbon (CCl4) Iodoform berwujud padat pada suhu kamar. Kata Kunci • • Reaksi berantai Radikal bebas Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas. Haloalkana yang sering dipakai sebagai obat bius adalah 2–bromo–2–kloro–1. Kloroform tidak larut dalam air. tetapi larut dalam alkohol atau eter. berwarna kuning.1. yaitu pemicu rantai. Reaksi berantai ini terjadi sampai dengan radikal yang terlibat dalam tahap perambatan rantai dihancurkan. mengapa radikal bebas sangat reaktif? Hubungkan dengan konfigurasi elektronnya. Pengakhiran rantai dapat terjadi dalam tahap berikut. Namun demikian. Atom Cl • dapat mengeluarkan atom hidrogen dari CH4 membentuk HCl dan radikal CH3•. CCl4 (karbon tetraklorida). kecuali untuk penelitian di laboratorium.0 kJ mol–1 CH3CH3 Tahap akhir dapat terjadi dengan cara dinetralkan oleh dinding reaktor.0 kJ mol–1 CH3Cl → 2CH3• ⎯⎯ CH3CH3 ΔH°= –350. → ΔH°= –16 kJ mol–1 CH4 CH4 + Cl• ⎯⎯ CH3• + HCl → CH3• + Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + Cl• ΔH°= –87 kJ mol–1 CH3Cl Oleh karena atom Cl• juga dibangkitkan pada tahap kedua maka setiap atom Cl • yang bereaksi pada tahap pertama reaksi akan berkesinambungan (berantai). 1) Pemicu Rantai Molekul Cl 2 dapat dipecah menjadi sepasang atom klor dengan menyerap energi dari cahaya ultraviolet atau kalor. Radikal CH3• selanjutnya mengeluarkan atom klor dari molekul Cl 2 membentuk CH3Cl dan radikal Cl• yang baru. → 2Cl• ⎯⎯ Cl2 ΔH°= –243. perambatan rantai. lilin. efek samping dari kloroform dapat merusak hati sehingga jarang dipakai sebagai obat bius. 3) Pengakhiran Rantai Radikal yang mempertahankan reaksi terus berlangsung suatu ketika dapat bergabung antarsesamanya dalam tahap pengakhiran rantai. dan minyak.1–trifluoroetana. Fakta ini mengisyaratkan adanya mekanisme reaksi berantai yang melibatkan tiga proses. c. 158 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . CH 3Cl (klorometana). Iodoform sering digunakan sebagai antiseptik.Hasil reaksi meliputi CH2Cl2 (diklorometana). Cl2 + energi ⎯⎯ → 2Cl• ΔH°= 243.4 kJ mol–1 Cl2 → CH3• + Cl• ⎯⎯ CH3Cl ΔH°= –330.

Satu atom H pada air merupakan residu hidrokarbon (gugus alkil) pada alkohol. mengapa CCl4 tidak dapat terbakar seperti halnya CO2? Hubungkan dengan biloks atom C yang tertinggi. B 3. tidak mudah terbakar. juga digunakan sebagai pelarut untuk lemak dan minyak. O H Air O H R Alkohol O H R Eter R 1 Alkohol (R-OH) Berdasarkan posisi atom karbon yang mengikat gugus hidroksil dalam senyawa alkohol maka alkohol dikelompokkan ke dalam tiga golongan.2–dibromoetana direaksikan dengan kalium hidroksida berair dalam keadaan panas. → 4CH3CH2Cl + 4Na + 4Pb ⎯⎯ (CH3CH2)4Pb + 4NaCl + 3Pb Fluorokarbon merupakan senyawa karbon yang mudah menguap. Alkohol dan Eter Alkohol dan eter adalah senya a karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal. d. Jenis fluorokarbon yang paling banyak dipakai adalah CCl3F dan CF2Cl2.Karbon tetraklorida merupakan zat cair yang tidak berwarna dengan massa jenis lebih besar dari air. Senyawa Organik 159 . Selain itu. Oleh karena itu. 2. terutama senyawa freon– 12 (CF 2Cl2). Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas. Kegunaan Kloroetana (C2H5Cl) dan Fluorokarbon (CF2Cl2) Kloroetana banyak digunakan untuk pembuatan tetraetil timbal yang ditambahkan ke dalam bensin untuk memperbaiki bilangan oktan. dan tidak berbau. Tuliskan rumus struktur dan tata nama dari semua senyawa yang memiliki rumus molekul C4H9Br2. Kedua atom H pada air merupakan gugus alkil pada eter. dapat dikatakan bahwa struktur alkohol sama dengan struktur air. Kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air. yaitu sebagai berikut. tidak beracun. Tes Kompetensi Subbab 1. Apakah nama senyawanya? C. Apakah nama senyawanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tuliskan reaksi hidrolisis dari 1–klorobutana. Tuliskan reaksi yang terjadi jika 1. Freon–12 digunakan secara luas sebagai pendingin dan sebagai gas propelan dalam aerosol. Uap CCl4 tidak terbakar sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. Struktur eter dikatakan sama dengan struktur air.

nama alkohol diturunkan dari nama alkana. Tata Nama Alkohol Ada dua cara penataan nama alkohol.3. 2 CH3 C CH3 OH R H2C 3 1 Kata Kunci • • • • Alkohol primer Alkohol sekunder Alkohol tersier Gugus hidroksil a. rantai induk terpanjang harus mencakup gugus hidroksil dengan nomor urut untuk gugus hidroksil terkecil. Atom karbon primer adalah atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain. Alkohol sekunder (2°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon sekunder. Alkohol primer (1°) adalah suatu alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon primer. Pada cara trivial. alkohol disebut alkil alkohol sehingga dalam pemberian nama alkohol selalu diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. 160 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . yaitu cara trivial dan cara IUPAC. Alkohol tersier (3°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon tersier. Pada cara IUPAC. dengan akhiran –a diganti oleh –ol. IUPAC: etanol Tata nama alkohol menurut IUPAC mirip dengan tata nama alkana. H R H2C 1 C H OH b. Atom karbon sekunder adalah atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain. Contoh: H3C CH2 CH2 CH OH CH3 2-pentanol bukan 4-pentanol Beberapa contoh penataan nama alkohol menurut trivial dan IUPAC dapat dilihat pada Tabel 6. Perbedaannya terletak pada penentuan rantai induk yang terpanjang. Contohnya: CH3–CH2–OH Trivial: etil alkohol. Pada alkohol. 2 CH3 C OH R H2C 1 H c.a. Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain.

1 Tata Nama Alkohol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut.1 H 2C H 2C CH CH OH CH 2 OH Vinil alkohol Alil alkohol 1–etenol 2–propen–1–ol Berbagai macam minuman yang mengandung alkohol. H3C CH2 CH CH2 CH2 CH2 CH2 CH OH CH3 CH3 Jawab Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus hidroksil dengan nomor atom terkecil. Jika diminum. Contoh 6. Isomeri ini memengaruhi sifat-sifat fisika alkohol. yaitu ada 9 dengan gugus hidroksil pada posisi nomor 2.com Gambar 6.Tabel 6. Pada atom C nomor 7 terdapat gugus metil. Senyawa Organik 161 . akan memabukkan sebab bersifat racun yang dapat mengganggu sistem syaraf.2–dimetiletanol Sumber: vancouversider.3 H3C H3C Beberapa Penataan Nama Alkohol Menurut Trivial dan IUPAC Nama Trivial n–propil alkohol Isopropil alkohol Nama IUPAC 1–propanol 2–propanol CH2 CH CH2 CH3 OH Rumus Struktur OH H3C CH OH CH2 CH3 sek–butil alkohol 2–butanol H 3C CH H 3C CH3 H3C C CH3 OH CH2 OH Isobutil alkohol 2–metil–1–propanol ter–butil alkohol 2. b. Isomer pada Alkohol Berdasarkan posisi gugus hidroksil. Jadi. nama lengkap senyawa itu adalah 7–metil–2–nonanol. hampir semua alkohol memiliki isomer. yang disebut isomer posisi.

Hal ini disebabkan adanya gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol akibat gugus hidroksil yang polar. Tabel 6. (1) H3C CH2 CH2 CH2 OH (n–butanol) (2) H3C CH2 CH OH CH3 (2–butanol) CH3 (3) H3C C OH CH3 (2–metil–2–propanol) Berdasarkan struktur yang dapat digambarkan maka C4H10O memiliki 3 buah isomer posisi. Ketiga senyawa pada Contoh 6.4 Sifat Fisika Alkohol (Titik Didih dan Kelarutan di Dalam Air) Jumlah C 1 2 3 3 4 4 4 4 Titik Didih (°C) 64. Kelarutan ini disebabkan oleh adanya kemiripan struktur antara alkohol (R–OH) dan air (H–OH).5 78.2 memiliki rumus molekul sama. Berapa jumlah isomer posisi yang ada dan gambarkan strukturnya.2 Kelarutan (g 100 mL air) pada 20°C larut sempurna larut sempurna larut sempurna larut sempurna 8.Contoh 6. tetapi rumus struktur berbeda. makin panjang rantai karbon dalam alkohol kelarutan dalam air makin berkurang. c.9 82. Kegiatan Inkuiri Temukan perbedaan sifat fisika dan sifat kimia dari isomer C4H10O. Oleh karena itu.3 97.2 Kegunaan alkohol 162 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Jawab Tidak ada rumus yang tepat untuk menentukan jumlah isomer dalam senyawa karbon.2 82. Beberapa sifat fisika alkohol ditunjukkan pada tabel berikut.3 117.1 larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. 1993 Nama Senyawa Metanol Etanol 1–propanol 2–propanol 1–butanol 2–butanol Isobutil alkohol ter–butil alkohol Kosmetik Minuman Gambar 6. Oleh karena rumus struktur berbeda maka ketiga alkohol tersebut berbeda sifat fisika maupun sifat kimianya.5 11. M).2 Isomer Posisi pada Alkohol Suatu alkohol memiliki rumus molekul C4H10O.5 107. yaitu C4H10O. Alkohol yang memiliki atom karbon kurang dari lima larut dalam air. melainkan harus digambarkan semua struktur yang mungkin terbentuk. Perekat Pelarut Alkohol Bahan bakar Sifat dan Kegunaan Alkohol Alkohol merupakan zat yang memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan hidrokarbon yang jumlah atom karbonnya sama.0 99.3 12.

kosmetika. yakni enzim yang diproduksi oleh jamur hidup. Pada kendaraan bermotor. dan seterusnya. diubah menjadi alkohol dengan bantuan zymase. Rumus kimianya: Senyawa Organik 163 . seperti vernish. dan pelarut. dan gandum) pertamatama melibatkan pengubahan pati secara enzimatik menjadi glukosa. metanol digunakan untuk bahan bakar mobil formula. CO(g) + 2H2(g) ⎯⎯ → CH3OH( ) Di industri. sebagai cairan antibeku. sekitar 95% metanol diproduksi melalui hidrogenasi CO dengan katalis (ZnO. minuman. Adapun larutan 70% isopropil alkohol dalam air digunakan untuk sterililisasi karena dapat membunuh bakteri. (C6H10O5)x + xH2O Pati ⎯⎯ → xC6H12O6 Glukosa C6H12O6 Glukosa ⎯⎯ → 2C2H5OH + 2CO2 etanol Di industri etanol dibuat dengan dua cara. yaitu (1) fermentasi blackstrap molasses dan (2) penambahan air terhadap etena secara tidak langsung. Cr2O3) dan dipanaskan secara bertingkat dengan tekanan tinggi agar terjadi reaksi berikut. Saat ini. Produksi alkohol dari pati (jagung.1) Metanol (CH3–OH) Metanol dibuat secara besar-besaran melalui distilasi kayu keras menghasilkan sekitar 225 galon distilat yang mengandung 6% metanol.2–diol. 3) Polialkohol Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan diberi nama dengan –diol. kemukakan kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan bakar. 2) Etanol (CH3–CH2–OH) Etanol sudah dikenal dan digunakan sejak dulu. Etilen glikol merupakan hasil industri yang digunakan sebagai zat antibeku. Etanol dapat dibuat melalui teknik fermentasi. seperti pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim (ragi). beras. Kata Kunci • • Ikatan hidrogen Hidrogenasi Kegiatan Inkuiri Alkohol merupakan senyawa yang mudah terbakar. –triol. → CH2=CH2 + H2SO4 ⎯⎯ CH3CH2HSO4 → CH3CH2HSO4 + H2O ⎯⎯ CH3CH2OH+ H2SO4 Isopropil alkohol adalah obat gosok yang umum digunakan. dan whiskey. anggur. Glikol adalah nama trivial untuk 1. baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur). seperti bir. yaitu proses perubahan senyawa golongan polisakarida. Selanjutnya. seperti persamaan reaksi berikut. dan dibuat secara komersial dari etena. metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid. Mungkinkah alkohol digunakan sebagai bahan bakar bioalkohol pengganti minyak bumi? Jika mungkin.

Alkohol dan tionil klorida bereaksi membentuk alkil klorosulfit yang kurang stabil sebab mudah berubah menjadi alkil klorida dan gas SO2 dengan pemanasan. seperti aldehid. Pada suhu kamar. 60° (CH3)3–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ (CH3)2C=CH2 + H2O → 100° → (CH3)2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O 180° → CH3–CH2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O Alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa yang mengandung gugus karbonil.2. sekunder. HCl Etanol C2H5Cl Sumber: Sougou Kagashi Selain pereaksi Lucas. Alkohol tersier terdehidrasi lebih cepat. Radiator coolant mengandung etilen glikol. keton. Gliserol sebagai hasil samping pada pembuatan sabun dari lemak dan natrium hidroksida cair. Pereaksi ini digunakan untuk membedakan alkohol primer. dan jika dioksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat.HO CH2 CH2 OH IUPAC:1. pereaksi tionil klorida (SOCl2) dapat juga digunakan untuk identifikasi alkohol.3-trihidroksipropana atau gliserol Gambar 6. 164 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .4 Substitusi gugus hidroksi (–OH) oleh atom klor (–Cl) membentuk haloalkana . dan alkohol primer terdehidrasi paling lambat untuk jumlah atom karbon yang sama. − HCl ⎯ ROH + SOCl2 ⎯⎯⎯ ROSOCl ⎯→ RCl + SO2 → Dengan H2SO4. Alkohol primer dioksidasi membentuk aldehid. Dehidrasi artinya pelepasan molekul air. Identifikasi dan Sintesis Alkohol Suatu larutan ZnCl2 dalam HCl pekat dikenal sebagai pereaksi ucas. Gambar 6. dan tersier. trivial: etilen glikol Trihidroksi alkohol yang penting adalah gliserol. Alkohol sekunder bereaksi dalam waktu beberapa menit. alkohol tersier bereaksi sangat cepat membentuk alkil klorida. 2000 1. ZnCl 2 → Etanol + HCl ⎯⎯⎯ etil klorida. Rumus kimianya: H2C CH CH2 OH OH OH Sumber: Chemistry: The Central Science. dan asam karboksilat. yaitu suatu turunan propana. d. alkohol dapat mengalami dehidrasi menjadi alkena. Alkohol primer bereaksi jika dipanaskan.3 Berbagai macam produk komersial yang mengandung alkohol.2-etanadiol. etil klorida.

O O Oksidator Oksidator → R CH2 OH ⎯⎯⎯⎯ R CH ⎯⎯⎯⎯ R C OH → Alkohol (1°) Aldehid Asam karboksilat H3C H3C Oksidator HC OH ⎯⎯⎯⎯ → C O H3C H3C Alkohol (2°) keton Oksidator yang dapat digunakan adalah asam kromat (H2CrO3) dan kromat anhidrida (CrO 3). Jika yang ingin diproduksi aldehid maka gunakan oksidator khusus seperti campuran piridin dan kromat anhidrida dengan rasio 2:1 dalam pelarut nonpolar. Senyawa Organik 165 . sedangkan alkohol tersier tidak dapat dioksidasi. Secara umum reaksi oksidasi alkohol dapat dituliskan sebagai berikut. (b) Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi Alkohol (1°) R-CH2OH + KMnO4 Aldehid Alkohol (3°) R3–COH + KMnO4 → R-CHO → (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Alkohol sekunder dioksidasi menjadi suatu keton. O R C H 1) LiAIH4 ⎯⎯⎯⎯→ 2) H2O OH R C H H Aldehid Alkohol (1°) O R C R' Keton 4 ⎯⎯⎯⎯→ R 2) H O. Reduksi senyawa karbonil melalui hidrogenasi katalisis atau dengan hidrida logam akan menghasilkan alkohol primer. baik untuk alkohol primer.5 (a) Oksidasi alkohol primer menjadi aldehid. sedangkan keton akan menghasilkan alkohol sekunder. selain dapat menghasilkan alkohol tersier juga dapat digunakan untuk memperpanjang rantai hidrokarbonnya. maupun tersier. Alkohol tersier tidak dapat dibuat dengan cara ini.H+ 2 OH 1) NaBH C R H Kata Kunci • • • Pereaksi Lucas Pereaksi tionil klorida Pereaksi Grignard Alkohol (2°) Selain dengan cara reduksi. Kelebihan reaksi Grignard. Oleh karena alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa karbonil maka alkohol dapat disintesis dari senyawa karbonil melalui reaksi reduksi (kebalikan oksidasi).KMnO4 KMnO4 Gambar 6. alkohol disintesis dengan pereaksi rignard. sekunder.

Menurut sistem IUPAC. Tabel 6. Eter (R–O–R') Eter adalah senyawa yang memiliki dua residu hidrokarbon yang dapat sama atau berbeda. alkohol sekunder dibuat dari aldehid dan metil format. O H C H Formaldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯→ 2)H2 O OH R C H Alkohol (1°) H O R C H Aldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 1 OH R C H R' Alkohol (2°) O R C R' Keton 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 OH R C R Alkohol (3°) R' 2. Tata Nama Eter Menurut trivial tata nama eter didasarkan pada nama gugus alkil atau aril yang terikat pada atom oksigen. dan alkohol tersier dibuat dari keton dan ester. Beberapa contoh penamaan eter dapat dilihat pada tabel berikut.Dengan pereaksi Grignard.5 Penataan Nama Eter Menurut Trivial dan IUPAC Rumus Struktur CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 O CH2 ⎯ CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 Fenil propil eter Fenoksi propana Nama Trivial Dimetil eter Etil metil eter Dietil eter Isopentil etil eter Nama IUPAC Metoksi metana Metoksi etana Etoksi etena 2-etoksi pentana Kata Kunci • • Gugus alkoksi Interaksi antarmolekul 166 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . alkohol primer dapat dibuat dari formaldehid dan etilen oksida. CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 Berdasarkan ketiga contoh tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rumus umum eter adalah R–O–R'. Gugus alkoksi dianggap sebagai cabang yang terikat pada rantai induk. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga penataan nama senyawa eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti oleh nama rantai utamanya. a. Urutan namanya sesuai dengan abjad dan diakhiri dengan kata –eter. seperti ditunjukkan berikut ini.

Jadi. tetapi rumus strukturnya berbeda.6 Isomer Fungsional Eter dan Alkohol Alkohol Nama etanol propanol butanol Rumus struktur CH3CH2OH CH3CH2CH2OH CH3CH2CH2CH2OH Nama dimetil eter etil metil eter dietil eter H3C C H2 O CH3 Etil metil eter H 3C C H2 H2 C OH Propanol Rumus molekul C2H6O C3H8O C4H10O Eter Rumus struktur CH3–O–CH3 CH3CH2OCH3 CH3CH2OCH2CH3 Berdasarkan Tabel 6. etilen oksida atau lebih dikenal dengan nama oksirana.Senyawa eter dapat juga berbentuk siklik. alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama.6. Di samping isomer struktur. Senyawa Organik 167 . dan merupakan hasil oksidasi dari alkena. Contoh yang paling sederhana adalah. tetapi gugus fungsi beda. Eter siklik yang beranggotakan tiga termasuk golongan epoksida. Oleh karena itu. dapat dikatakan bahwa eter berisomeri fungsional dengan alkohol. Rumus strukturnya adalah R–O–H (alkohol) R–O–R (eter) Beberapa contoh alkohol dan eter yang memiliki rumus molekul sama ditunjukkan pada tabel berikut. Oleh sebab itu. dan diberi akhiran –oksida atau dengan nama kedua alkil yang terikat pada oksirana dan diberi akhiran –oksirana. dapat dikatakan bahwa alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain.3 Tata Nama Eter Sebutkan nama senyawa eter berikut. Tabel 6. Isomer fungsional adalah rumus molekul sama. Isomeri Fungsional Seperti telah diuraikan di atas bahwa eter dan alkohol memiliki kemiripan dalam strukturnya. nama senyawa epoksida sering diturunkan dari nama alkenanya sebelum dioksidasi menjadi eter. Etilen oksida (oksirana) CH3 HC CH3 Jawab Gugus sebelah kiri adalah isopropil dan gugus kanan adalah etil. Butilen oksida H 2C O CH2 Contoh 6. penataan nama senyawa itu adalah IUPAC : 2–etoksi isopropana Trivial : isopropil etil eter O CH2 CH3 b. Jadi. eter dan alkohol juga memiliki gugus fungsional berbeda.

Dietil eter dapat dibuat melalui pemanasan etanol dengan asam sulfat pekat pada suhu sekitar 140°C hingga reaksi dehidrasi sempurna. tetapi wujudnya berbeda. atau zat-zat lain yang kurang larut dalam air. Perhatikan Gambar 6.6).7. Demikian juga dalam asam dan basa.0 34.4 Isomer Alkohol dan Eter Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa dengan rumus molekul C3H8O.5 13. eter sering digunakan sebagai pelarut untuk reaksi-reaksi organik. Penggunaan eter harus hati-hati karena mudah terbakar. Makin tinggi rantai alkil dalam eter makin kurang kelarutannya di dalam air. Divinil eter (CH 2=CH–O–CH=CH 2) memiliki kemampuan anastetik tujuh kali lebih besar daripada dietil eter. Sumber: Heineman Advanced Science: Chemistry. lilin.5 Kelarutan (g 100mL) Larut sempurna 8. tetapi jauh lebih aman jika dibandingkan kloroform untuk keperluan obat bius (Gambar 6. Sifat dan Kegunaan Eter Tidak seperti alkohol. Jawab Berdasarkan fungsionalnya: CH3–O–CH2–CH3 (dietil eter) Berdasarkan posisi gugus hidroksil: CH3–CH2–CH2–OH (n–propanol) CH3–CH–CH3 (2–propanol) OH Jadi.Contoh 6. 168 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tetapi eter dapat berantaraksi dengan air dan alkohol. ada tiga isomer yang mungkin. Nama Dimetil eter Dietil eter Oksirana Di samping kegunaannya sebagai anestetik. Pada umumnya eter bersifat racun.0 Larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. kecuali pada suhu tinggi. dietil eter secara luas dipakai sebagai pelarut untuk lemak. Umumnya eter dibuat dari dehidrasi alkohol. eter digunakan sebagai zat pembius. Eter kurang larut di dalam pelarut air dibandingkan alkohol. Karena itu. M). eter tidak memiliki ikatan hidrogen antarmolekul sehingga titik didih eter di bawah titik didih alkohol untuk jumlah atom karbon yang sama. misalnya etanol dan dimetil eter. sedangkan etanol berwujud cair. Hal ini disebabkan eter memiliki kepolaran rendah. Tabel 6. 1993 c. Walaupun sesama molekul eter tidak terjadi antaraksi. Pada suhu kamar. eter cenderung stabil. dimetil eter berwujud gas. Etanol berisomer dengan dimetil eter (C2H6O). Eter tidak bereaksi dengan hampir semua oksidator maupun reduktor.7 Sifat Fisika Eter (Titik Didih dan Kelarutan) Titik Didih (°C) –24.6 Sejak zaman dulu. 2000 Gambar 6.

Kemudian. 2. yaitu reaksi antara alkil halida dengan alkoksi atau fenoksi. b. a. OH H3 C CH2 C CH2 CH2 CH2 CH3 7. Kata Kunci • • Metode Williamson Dehidrasi Tes Kompetensi Subbab 1. Tuliskan rumus struktur dari senyawa eter berikut. 2. CH3 H3 C CH2 C CH2 HO CH CH2 CH2 CH3 CH3 9. 2–metoksi butana b. tentukan nama masing-masing isomer itu dengan menggunakan Senyawa Organik 169 . R' = Karbon primer atau metil. Jelaskan mengapa alat-alat kedokteran. aturan IUPAC dan trivial.2–dimetilpentanol b. 8. Jelaskan berdasarkan reaksi fermentasi gula. Mengapa oksirana lebih larut di dalam air daripada dimetil eter. difenil eter c. padahal massa molekul relatif kedua senyawa itu tidak berbeda jauh? Mengapa senyawa eter pada umumnya kurang larut di dalam air.7 Pembuatan eter dari alkohol Alkohol 140°C Es Eter Sumber: Sougou Kagashi H 2 SO 4 CH3CH2OH + HOCH2CH3 ⎯⎯ ⎯→ CH3CH2–O–CH2CH3 + H2O Sintesis eter secara besar-besaran dengan metode illiamson. persamaan reaksinya secara umum: RO + R'X ⎯→ R–O–R' + X– Keterangan: R = Karbon primer. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 10. Tuliskan rumus struktur dari senyawa alkohol berikut. sekunder.Penangas minyak Gambar 6. 3. dan tersier. a. 5. C 4. tetapi larut dalam benzen? Tuliskan suatu reaksi pembuatan etil metil eter dengan cara Williamson. 4–heksen–2–ol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut. dietil oksirana Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa yang memiliki rumus molekul C4H10O. Gambarkan struktur isomer posisi dari alkohol dengan rumus molekul C5H12O. terutama untuk operasi harus direndam dalam alkohol. Air nira jika disimpan lama atau dipendam dalam tanah selama lebih dari satu minggu akan berubah menjadi suatu alkohol (arak). a. CH3 6. atau aril.

Tata nama pada aldehid sama dengan tata nama pada alkohol. Kegiatan Inkuiri Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. rantai terpanjang harus mengandung gugus aldehid. Aldehid dan Keton Beberapa senyawa yang memiliki gugus karbonil antara lain aldehid. R Gambar 6. atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan satu atom hidrogen dan satu gugus alkil (R) atau aril (Ar). C H O Rumus umum aldehid Beberapa senyawa aldehid yang umum di antaranya adalah O H C H IUPAC: Metanal Trivial : Formaldehid O H3C C H Etanal Asetaldehid O H3C H2 C C H Propanal Propionaldehid Berdasarkan contoh tersebut. nama aldehid diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a menjadi –al. Contoh: O O H3C H H C Cl 4-kloropentanal H3C H2 C CH CH3 H2 C O H3C H C CH C H 2-butenal C CH2 H2 C C H 3-metilpentanal 170 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tata Nama Aldehid Aldehid sudah dikenal sejak lama sehingga penataan nama menggunakan nama trivial sering dipakai. Aldehid (R–COH) Aldehid merupakan salah satu kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus karbonil. dan ester. a. dengan rumus umum R–COH. Aldehid adalah salah satu kelompok senyawa karbonil yang memiliki gugus karbonil yang berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya. pelarut menguap meninggalkan bahan perekat. aldehid disebut juga alkanal. 2000 Gambar 6. O C Gugus karbonil 1.D.8 Gugus aldehid selalu di ujung rantai hidrokarbon. keton.9 Proses pelapisan kertas Senyawa karbonil sering digunakan sebagai pelarut dalam bahan perekat. asam karboksilat. Ketika bahan perekat diaplikasikan. Carilah informasi tentang metode atau prosedur untuk mengidentifikasi adanya formalin dalam suatu material. Oleh karena itu. Menurut sistem IUPAC. Gugus tersebut terletak di ujung rantai karbon induk yang diakhiri dengan atom hidrogen.

NaIO4. atau K2Cr2O7. penamaan menurut trivial dan IUPAC adalah Trivial : isopentilaldehid IUPAC: 4–metilpentanal b. Industri radio dan televisi memanfaatkan keuntungan bakelit yang mudah dibentuk. Kata Kunci • • Gugus karbonil Reaksi Friedel-craft Senyawa Organik 171 . R ⎯ CH2 ⎯ OH ⎯⎯→ R Alkohol primer [ ] C H Aldehid Oksidator yang digunakan adalah oksidator kuat seperti KMnO4. kemudian dia mempelajari reaksi fenol dan formaldehida. Kepolaran gugus karbonil ditunjukkan oleh sifat fisika aldehid. sintesis aldehid dapat juga dilakukan dengan reaksi riedel-craft menggunakan aril halogen dan katalis AlCl3 atau AlBrO3. Dia membuat plastik pada tahun 1907 dengan mereaksikan fenol dengan formaldehida. 1997.5 Penataan Nama Aldehid Tuliskan nama senyawa aldehid berikut menurut IUPAC dan trivial. Persamaan reaksi secara umum adalah sebagai berikut. O Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. Etanol + dikromat + asam sulfat Baekland lahir di Belgia. termasuk sifat-sifatnya yang dapat melindungi. 3C2H5OH(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 8CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi alkohol primer. Hal ini disebabkan oleh atom oksigen dan karbon mempunyai perbedaan keelektronegatifan cukup besar.10 Oksidasi alkohol primer dengan dikromat menghasilkan aldehid. Gugus karbonil pada aldehid menunjukkan gugus yang bersifat polar. Dia bermigrasi ke Amerika Serikat.Contoh 6. Perhatikan Gambar 6. Jadi. Sifat dan Kegunaan Aldehid Aldehid disintesis melalui oksidasi alkohol primer.10. Sekilas Kimia Leo Baekland (1863–1944) H3C CH H3 C CH2 CH2 C O H Jawab Residu alkil yang mengikat gugus aldehid adalah suatu isopentil. Disamping itu. dapat juga dilakukan dengan pereaksi Grignard (R–Mg–X). tetapi kelemahannya adalah warnanya yang gelap. Bahan ini tahan panas. seperti titik didih lebih tinggi (50–80°C) dibandingkan senyawa hidrokarbon dengan masa molekul relatif sama. Asetaldehida Gambar 6. Produknya dinamakan bakelite.

Misalnya.12 Oksidasi metanol membentuk formaldehida. Aldehid dengan berat molekul rendah memiliki bau yang tajam. Gas yang terbentuk jika dilarutkan ke dalam air sampai 37% dinamakan formalin.8 Nama Sifat Fisika Senyawa Golongan Aldehid Titik Didih (°C) –21 20 49 76 178 64 Kelarutan dalam Air (g 100mL) Larut sempurna Larut sempurna 16 7 Kurang larut Tidak larut Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. CH3OH + CuO → HCOH + H2O Metanol Sumber: Sougou Kagashi Contoh 6. M). Cu Air 50 °C Gambar 6. Kegunaan utama formaldehid untuk industri plastik dan resin. Formaldehid diperoleh melalui oksidasi metanol. Dengan meningkatnya massa molekul aldehid. Beberapa aldehid dari hidrokarbon aromatis memiliki bau khas yang menyegarkan. HCHO (metanal atau formaldehid) dan CH3CHO (etanal atau asetaldehid). dijual sebagai pengawet spesies biologi. Jawab OH H C H 4 H ⎯⎯⎯⎯ H → O KMnO C H 172 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 1993 Formaldehid Asetaldehid Propionaldehid Butiraldehid Benzaldehid Isobutiraldehid Sumber: Sougou Kagashi Gambar 6. baunya menjadi lebih harum.Tabel 6.11 Formalin digunakan untuk pengawet organ biologis (tidak untuk makanan).6 Pembuatan Aldehid Tuliskan reaksi pembentukan formaldehid dari metanol menggunakan oksidator KMnO4.

Penamaan dengan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a dengan –on. Penomoran rantai karbon induk diberikan kepada atom karbon yang terdekat dengan gugus karbonil.9. kedua gugus alkil atau aril yang terikat pada gugus karbonil disebutkan lebih dulu menurut alfabet. keton secara umum disebut golongan alkanon. dan atau aril (Ar).9 O H3C C O H3C C H2 C H2 C O H3 C C CH2 CH3 CH3 Penataan Nama pada Keton Menurut Trivial dan IUPAC Trivial Dimetil keton Etil metil keton Dietil keton Sikloheksanon IUPAC Propanon 2–butanon 3–pentanon Sikloheksanon Rumus struktur CH3 O Senyawa Organik 173 . pada senyawa keton dikenal juga nama IUPAC dan nama trivial. dan atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan dua residu alkil (R). Oleh karena itu. Contoh penamaan senyawa keton terdapat dalam Tabel 6. Gugus alkil Gugus karbonil Gambar 6. atom karbon pada gugus karbonil diambil nomor yang terendahnya. Tabel 6. O R C R' Rumus umum keton a. kemudian diikuti dengan kata keton. Beberapa rumus struktur keton di antaranya: O H3C C C2H5 CH3 O C CH3 H3C O C C6H13 Berdasarkan rumus struktur tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa keton memiliki rumus umum sebagai: RCOR'.2. Penamaan secara trivial. Keton (R–CO–R') Keton tergolong senyawa karbonil karena memiliki gugus fungsional C=O. dengan residu alkil (R) atau aril (Ar) dapat sama atau berbeda. Dengan kata lain. Tata Nama Keton Sebagaimana halnya aldehid.13 Posisi gugus karbonil pada keton selalu di antara rantai hidrokarbon.

H3C c. Jadi.4-dinitrofenilhidrazon O2N O H3C C CH3 Aseton + O2N H N NH2 ⎯→ H3C C CH3 NHN NO2 2. CH3 CH CH3 CH2 C O CH3 Pembahasan Reaksi adisi: CH3–CH=CH2 + H2O → OH CH3 CH O CH3 C [0]→ CH3 ⎯⎯ Jawab Menurut IUPAC. Persamaan reaksinya: NO2 R C O2N O + O2N H N NH2 ⎯→ H3CHC N H N NO2 H Asetaldehid 2. Reaksi antara aldehid atau keton dengan pereaksi 2..4–dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan dari 2. A. propanol B.4-dinitrofenilhidrazin Aseton 2. tentukan rantai induk terpanjang yang mengandung gugus karbonil dengan nomor paling rendah.Contoh 6..7 Mahir Menjawab Hasil reaksi adisi H2O pada C3H6. –dinitrofenilhidrazin. penataan nama menurut IUPAC dan trivial adalah IUPAC: 4–metil–2–pentanon. propanon D. Trivial: isobutil metil keton 2–propanol CH3 propanon Jadi.. keton dapat juga berisomeri fungsional dengan aldehid. hasil akhir adalah propanon. misalnya: O H3C CH 2 CH 2 C 2-pentanon O CH 3 H3C CH2 C 3-pentanon CH2 CH3 Selain isomer posisi dalam molekul itu sendiri. asam propanoat E. propenol C.4-dinitrofenilhidrazin NO2 Aldehid 2.4-dinitrofenilhidrazon 174 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . (C) SPMB 2004 b.4–dinitrofenilhidrazon. n-propil alkohol Penamaan pada Keton Berilah nama pada senyawa keton berikut menurut IUPAC dan trivial. misalnya propanal berisomeri fungsional dengan propanon. O H2 C C Propanal H H3C O H2 C C Propanon H Reaksi Identifikasi Aldehid dan Keton Untuk mengenal adanya gugus aldehid dan keton dalam suatu senyawa dapat dilakukan dengan pereaksi . Isomer pada Keton Isomer posisi yang terjadi pada keton disebabkan oleh adanya perubahan dalam kedudukan gugus karbonil dalam rantai. apabila dioksidasi akan membentuk .

menunjukkan adanya aldehid.14 Tes tollen digunakan untuk membedakan aldehid dan keton. sedangkan keton tidak terjadi reaksi. Aldehid Sumber: Sougou Kagashi R C H Aldehid → O + 2CuO ⎯⎯ R C OH O + Cu2O Asam karboksilat Senyawa Organik 175 . Aldehid mudah dioksidasi menghasilkan asam karboksilat. Dengan oksidator kuat pada kondisi tertentu akan terjadi reaksi: R C [O] O ⎯⎯→ R C O H OH (Suatu asam karboksilat) R1 C [O] O ⎯⎯→ Tidak terjadi reaksi R2 Tes Tollen (larutan AgNO3 dalam amonia berlebih) merupakan metode yang digunakan untuk membedakan aldehid dan keton di laboratorium. sedangkan keton tidak terjadi reaksi. sedangkan keton tahan terhadap oksidasi.15 Pereaksi Fehling akan memberikan endapan berwarna merah bata. Aldehid dapat mereduksi larutan Fehling membentuk endapan merah Cu 2O. Jika terbentuk cermin. Cara lain untuk membedakan aldehid dan keton adalah dengan pereaksi ehling (larutan Cu2+ dalam Basa kuat seperti KOH).Untuk membedakan aldehid dan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi.15. Jika senyawa adalah aldehid maka setelah beberapa menit logam perak akan menempel pada bagian dalam tabung sebagai pelapis yang reflektif (reaksi yang digunakan untuk membuat cermin). (Gambar 6. Kata Kunci • • Tes Tollen Pereaksi Fehling CuO Endapan merah bata Gambar 6. Perak(I) mudah direduksi menjadi logam perak oleh aldehid. tetapi tidak oleh keton. 2000 Gambar 6. Sumber: Heinemann Advanced Science: Chemistry. Untuk mengujinya. campurkan cuplikan dengan pereaksi Tollen pada tabung reaksi bersih.14) Prinsip dasarnya adalah kemudahan oksidasi kedua golongan senyawa ini. Perhatikan Gambar 6.

b. Persamaan kimianya: O + R Benzena O → Cl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C C Aril keton R Asil klorida a. Kelarutan senyawa keton berkurang dengan bertambahnya rantai alkil. Adanya kepolaran menimbulkan antaraksi antarmolekul keton sehingga senyawa keton umumnya memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa nonpolar yang massa molekulnya relatif sama. Beberapa sifat senyawa keton yang umum adalah sebagai berikut.10 Sifat Fisika Senyawa Keton Aseton Metil etil keton 2–pentanon 3–pentanon 2–heksanon 3–heksanon Aseton merupakan senyawa keton paling sederhana. 2 –propanol Gambar 6. 1985 Tabel 6. keton dapat dibuat melalui reaksi Friedel-craft terutama untuk pembuatan aril keton dengan katalis aluminium halida. aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform. 3CH3CH(OH)CH3(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 3CH3–CO–CH3(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O ( ) K 2Cr 2O 7 Aseton Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi. Titik didih beberapa senyawa keton ditunjukkan pada tabel berikut.d. Cairan ini sering digunakan sebagai pelarut untuk vernish. Dalam industri.16 Oksidasi alkohol sekunder dengan dikromat keton. c. Keton dengan jumlah atom C rendah (C1 – C5) berwujud cair pada suhu kamar. 176 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Aseton berwujud cair pada suhu kamar dengan bau yang harum. dan Kegunaan Keton Pembuatan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi alkohol sekunder (seperti yang telah diterangkan pada bagian alkohol). Oleh karena keton memiliki gugus karbonil yang polar maka senyawa keton larut dalam pelarut air maupun alkohol. Pembuatan. dan pembersih cat kuku. Nama Rumus CH3COCH3 CH3COC2H5 CH3COC3H7 C2H5COC2H5 CH3COC4H9 C2H5COC3H7 Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) – 94 – 86 – 76 – 41 – 35 56 80 102 101 150 124 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. Sifat. pembersih cat kayu.

Kegiatan Inkuiri Aseton dapat melarutkan lemak. 7. Si Badrun menyimpan asetaldehid di gelas kimia tidak ditutup. 2–bromo–3–pentunal b. 4–metil–3–heksena–2–on 6. Apakah dugaan si Badrun cukup beralasan? Terangkan. O H3C C OH Asam format O H3C CH2 C OH Asam asetat O H3C CH2 CH2 C OH Asam propionat Senyawa Organik 177 . a. Selain cara pada nomor 7. 3. mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. etil vinil keton c. Berapa jumlah isomer yang mungkin dapat dibentuk dari senyawa dengan rumus molekul C3H6O? Apakah pereaksi 2. Asam Karboksilat (R–CO–OH) Asam karboksilat memiliki gugus fungsional karboksil (–COOH) dengan rumus umum: R C OH O Rumus umum asam karboksilat Beberapa contoh asam karboksilat adalah sebagai berikut. baik posisi maupun fungsional? Jelaskan. Tes Kompetensi Subbab 1. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa aldehid berikut. 2. Ketika esok harinya akan digunakan praktikum. 3–fenilheksanal c. tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam karboksilat karena menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. a. metode apa lagi yang dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Gula pasir apabila direaksikan dengan larutan Fehling akan terbentuk endapan berwarna merah bata. Mungkinkah kotoran berlemak yang menempel pada pakaian dapat dibersihkan oleh aseton? Diskusikan dan selidiki dengan teman kelompok Anda. 8. Si Badrun menduga dibuang oleh temannya. Apakah senyawa dengan rumus molekul C2H4O memiliki isomer. Asam Karboksilat dan Ester Asam karboksilat mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil. difenil keton b. D 5. 4. E. Walaupun gugus karboksilat merupakan gabungan gugus karbonil dan gugus hidroksil.4–dinitrofenilhidrazin dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Jelaskan. ditemukan semua asetaldehid hilang. 3.3–dietil–5–oktenal Tuliskan reaksi pembuatan formaldehid dari reduksi gas CO dengan gas H2 menggunakan katalis Pt. Ester adalah turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus alkoksi dari alkohol. 1. Tuliskan rumus struktur dari senyawa keton berikut. 9.

kelapa) ditemukan dalam santan kelapa. O C OH Asam sikloheksana karboksilat O C OH Asam-siklo-2-heksena karboksilat O H3C CH CH3 CH2 C OH Asam-3-metilbutanoat ( β –metilbutirat) 178 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .17 Makanan yang mengandung asam karboksilat.3. Beberapa nama asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. Contoh penataan nama asam karboksilat: O 5 4 3 2 1 H3C CH2 γ CH2 β CH2 α C OH Asam pentanoat (asam valerat) Untuk gugus karboksil yang terikat langsung pada gugus siklik. artinya cuka) dari hasil distilasi cuka.Sumber: Chemistry: The Central Science. Menurut sistem IUPAC. seperti ditunjukkan berikut ini. β. dan asam kaproat (caper. dan seterusnya.2. a. Tata Nama Asam Karboksilat Asam asetat merupakan senyawa pertama yang ditemukan dari golongan asam karboksilat. seperti α. penataan nama dimulai dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat. Oleh sebab itu. Tabel 6. domba) diperoleh dari lemak domba. penataan nama asam karboksilat umumnya diambil dari bahasa Latin berdasarkan nama sumbernya di alam. Asam format (formica. Adapun trivial menggunakan huruf unani. artinya semut) diperoleh melalui distilasi semut. asam asetat (acetum. di mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat digolongkan sebagai alkanoat. γ dan dimulai dari atom karbon nomor 2 dari sistem IUPAC.11 Penataan Nama Asam Karboksilat Menurut Trivial dan IUPAC Rumus H–COOH CH3–COOH CH3–CH2–COOH CH3–(CH2)2–COOH CH3–(CH2)3–COOH CH3–(CH2)4–COOH CH3–(CH2)5–COOH CH3–(CH2)6–COOH CH3–(CH2)7–COOH CH3–(CH2)8–COOH Nama Trivial Asam format Asat asetat Asam propionat Asam butirat Asam valerat Asam kaproat Asam enantat Asam kaprilat Asam pelargonat Asam kaprat Nama IUPAC Asam metanoat Asam etanoat Asam propanoat Asam butanoat Asam pentanoat Asam heksanoat Asam heptanoat Asam oktanoat Asam nonanoat Asam dekanoat Kata Kunci • Gugus karboksilat Pemberian nomor atom karbon pada asam karboksilat menurut sistem IUPAC dimulai dari atom karbon gugus karbonil dengan angka 1. penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana.11. asam butirat (butyrum. 2000 Gambar 6.

seperti jeruk. lebih dari 80 juta pon vitamin C disintesis setiap tahunnya. Perbedaan yang dihasilkan dari hasil sintesis dan dari bahan alami.12 Penataan Nama Asam Dikarboksilat (Trivial dan IUPAC) Rumus Struktur HOOC – COOH HOOC – CH2– COOH HOOC –(CH2)2–COOH cis – HOOC – CH=CH – COOH trans – HOOC – CH=CH – COOH HOOC – (CH2)4 – COOH Nama Trivial Asam oksalat Asam malonat Asam suksinat Asam maleat Asam fumarat Asam adipat Nama IUPAC Asam etanadioat Asam propanadioat Asam butanadioat Asam cis–butenadioat Asam trans–butenadioat Asam heksanadioat HO H H C H C O O HO C C H C C OH HO Pada saat struktur kimia vitamin C diketahui. Sumber: Chemistry (Mc Murry. Seperti vitamin C yang berasal dari buah lemon dan sitrus lainnya. CH2 HO C CH2 CO2H CO2H CO2H Asam sitrat b.Contoh 6. Pada tahun 1933. adalah hasil samping fermentasi anggur. Pada atom nomor 2 terikat gugus metil. dikenal sebagai dikarboksilat. J and Fay. Sintesis vitamin C dari glukosa lebih murah daripada mengekstraknya dari sitrus atau sumber alami lainnya. Tabel 6.12. O H3C CH2 CH CH2 CH3 Jawab Rantai induk mengandung enam atom karbon atau suatu heksanoat. Senyawa-senyawa tersebut diisolasi dari bahan alam. nama asam karboksilat tersebut adalah IUPAC : asam 4–etil–2–metilheksanoat Trivial : asam γ–etil–α–metil–kaproat CH2 CH CH3 C OH Suatu asam karboksilat dapat memiliki dua gugus fungsi CO 2H. Kimiawan Organik berusaha mensintesis senyawa tersebut. Asam tartrat misalnya. dan pada atom nomor 4 terikat gugus etil. baru diketahui struktur kimianya pada tahun 1933. Di seluruh dunia. Jadi. Tingginya titik didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antarmolekul asam membentuk suatu dimer.8 Penamaan Asam Karboksilat Tuliskan nama untuk asam karboksilat berikut. yaitu asam askorbat. Sekilas Kimia Vitamin C Prioritas pengembangan kimia organik pada abad ke–20 hanya pada zat yang bersumber dari alam. terletak pada banyaknya zat lain selain vitamin C yang terkandung dalam jeruk. asam fumarat. R). asam suksinat. Rumus strukturnya seperti berikut. Zat-zat tersebut dinamakan produk alami. Senyawa Organik 179 . Contoh senyawa kelompok ini adalah asam sitrat. dengan struktur molekul seperti berikut. Sifat dan Kegunaan Asam Karboksilat Dua asam karboksilat paling sederhana adalah asam metanoat dan asam etanoat. masing-masing memiliki titik didih 101°C dan 118°C. asam malat. yang pertama kali digunakan tanpa pengetahuan komposisi kimianya. 2001 Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. dan oksalo asetat adalah zat antara dalam metabolisme karbohidrat di dalam sistem sel. Namun pada dasarnya. Struktur vitamin C adalah senyawa organik asam karboksilat. keduanya sama. Beberapa asam dikarboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. sintesis vitamin C dapat dilakukan secara lengkap.

dan besi mudah berkarat.13 Titik Beku dan Titik Didih Asam Karboksilat Senyawa Format Asetat Propionat Butirat Valerat Kaproat Laurat Miristat Palmitat Stearat Titik Beku (°C) 8 16. Titik beku dan titik didih dari asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. seperti eter. Sebagaimana alkohol. tetapi kepolaran berkurang dengan bertambahnya rantai karbon.O H3C C OH HO C O CH3 Struktur dimer dari asam asetat Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry.19). Asam karboksilat juga dapat larut di dalam pelarut yang kurang polar. asam etanoat. asam butirat ditemukan dalam keringat manusia yang berbau tidak sedap. bau asam karboksilat menjadi lebih tidak disukai.18 Jeruk mengandung asam sitrat dapat digunakan untuk membersihkan karat pada besi. sedangkan asam karboksilat yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut. dan butanoat) dapat larut baik di dalam air. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut. bumbu dapur. 2000 Gambar 6. Asam metanoat berwujud cair dan berbau tajam. kayu menjadi lapuk. Makin panjang rantai atom karbon. Dengan bertambahnya panjang rantai. disebut sebagai asam asetat glasial. akibatnya kelarutan di dalam air juga berkurang. propanoat. asam karboksilat umumnya bersifat polar. Cuka Bumbu masak Cat Ditinjau dari gugus fungsionalnya. dan membasmi hama. Oleh karena itu. 1993 Kata Kunci • • • Dikarboksilat Trikarboksilat Dimer Senyawa utama asam karboksilat yang dibuat secara besar-besaran adalah asam metanoat. Asam asetat digunakan untuk selulosa.13. dan benzena. Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat menimbulkan titik didih dan titik beku lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama. Asam asetat (cuka) berwujud cair dan berbau menyengat. penahan warna 180 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .6 –22 –6 –34 –3 44 54 63 70 Titik Didih (°C) 100. Wujud asam asetat murni menyerupai es. Tabel 6. alkohol.5 118 141 164 187 205 225 251 269 287 Pengawet Asam Karboksilat Minuman Pencelup Pembasmi serangga Plastik Gambar 6.19 Kegunaan asam karboksilat Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. Contohnya. lemak dapat larut di dalam benzena dan eter (lemak adalah ester dari asam karboksilat). M). makin berkurang kepolarannya. etanoat. menggumpalkan getah karet (lateks). Asam metanoat digunakan untuk peracikan obat (aspirin). empat deret pertama asam karboksilat (format. dan asam propanoat (Gambar 6. Kelarutan di dalam pelarut kurang polar ini makin tinggi dengan bertambahnya rantai karbon. Asam ini dapat mengakibatkan kulit melepuh.

Beberapa contoh ester ditunjukkan berikut ini. Oleh karena itu. Pembuatan Asam Karboksilat Asam karboksilat dapat dibuat dengan cara oksidasi alkohol atau hidrolisis senyawa nitril. Persamaan kimianya: Asam sulfat Dikromat Alkohol ⎯ 3R–CH2OH + 2Cr2O72– + 16H+ ⎯→ 3R–COOH + 4Cr3+ + 11H2O 2) Hidrolisis Nitril (Sianida Organik) Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. c. asam 2. mana yang memiliki kelarutan paling tinggi di dalam pelarut air dan di dalam benzena? a. kelarutan paling tinggi di dalam air adalah asam pentanoat.20 Percobaan pembuatan cuka di laboratorium Contoh 6.2–dimetil propanoat) makin kurang kepolaran. O H3C C O CH3 O H3C CH2 C O CH3 CH4 H3C CH2 C O O CH3 Senyawa Organik 181 . Pada reaksi ini terbentuk amonia. Ester (R–COOR') Ester adalah senya a yang dapat dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon. saos tomat. seperti kecap. seperti natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. asam 2–metilbutanoat c.agar tidak mudah luntur. asam 3–metilbutanoat d. 1) Oksidasi Alkohol Primer Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat. pembuatan cat. 2.2–dimetil propanoat Jawab Makin banyak cabang pada rantai induk (asam 2. dan pelarut. Jadi. Asam benzoat (asam karboksilat aromatik) digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan.9 Kelarutan Asam Karboksilat di Dalam Air Di antara isomer karboksilat berikut. kelarutannya di dalam air paling kecil. dan minuman dari buah-buahan. Persamaan kimianya: Campuran alkohol+dikromat + asam sulfat Air pendingin Kalor Asam asetat (cuka) Sumber: Sougou Kagashi ⎯ R–CN + 2H2O + HCl ⎯→ R–COOH + NH3 + HCl Gambar 6. asam pentanoat b. tetapi kelarutan di dalam benzena paling besar.

sedangkan gugus karboksilatnya adalah suatu butanoat atau butirat. Dari asam format (HCOOH): Metil format HCOO–CH3 HCOO–CH2CH3 Etil format HCOO–CH2CH2CH3 n–propil format Dari asam asetat (CH3COOH): CH3COO–CH3 Metil asetat Etil asetat CH3COO–CH2CH 3 CH3COO–CH2CH2CH3 n–propil asetat Catatan Note Gugus karboksilat ditunjukkan dengan huruf tebal (bold).Berdasarkan contoh tersebut. Contoh penataan nama ester ditunjukkan berikut ini. The carboxylic group is pointed by the bold letters. Dalam ester. nama ester tersebut adalah isobutil butanoat atau isobutil butirat. b. dapat disimpulkan bahwa rumus umum ester adalah O R C OR' Rumus umum ester Gugus –OH dari gugus karboksil diganti oleh gugus –OR'. Contoh 6. Isomer struktur: O H C O CH CH3 CH3 Isopropil format O H3C C O CH2 CH3 Etil asetat O H3C H2C C O CH3 Metil propanoat O H C O CH2 CH2 CH3 Propil format 182 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C4H8O2 adalah sebagai berikut.10 Penamaan Ester Tuliskan nama senyawa ester berikut. Isomer Ester Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat. O H3C CH2 CH2 C O CH3 CH CH2 CH3 Jawab Residu alkil adalah suatu isobutil. Jadi. Tata Nama Ester Penataan nama ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti gugus asam karboksilat yang menyusun ester dengan menghilangkan kata –asam. R dan R' dapat sama atau berbeda. a.

Jadi. Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak. Pada reaksi ini. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih.HCl Senyawa Organik 183 . Oleh karena itu. Di industri.21 Pembuatan ester di laboratorium Air dingin Sumber: Sougou Kagashi Reaksi keseluruhannya adalah O R C OH Asam karboksilat Alkohol O + HO R' H 2SO 4 R C O Ester + H2O R' Air Pada sintesis ester. Persamaan reaksi yang terjadi adalah O H 3C C OH → + SOCl2 ⎯⎯ H 3 C C O O Cl + SO2 + HCl O H 3C C Cl + HO H 2 C CH 3 Basa ⎯⎯⎯ H 3 C C → O CH 2 CH 3 + Basa. atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk. asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. asam sulfat ditambahkan sebagai pendehidrasi (katalis). asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester.Isomer fungsional: O H3C CH2 CH2 C OH Asam butanoat O H3C CH C CH3 OH 2-metilpropanoat ( α -metil propionat) Keenam rumus struktur di atas memiliki rumus molekul sama. Asam asetat Alkohol Asam sulfat kalor Asam sulfat pekat Asam asetat + alkohol Gambar 6. Pembuatan Ester (Esterifikasi) Berbagai metode pembuatan ester telah dikembangkan. asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida. ester disintesis dalam dua tahap. Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil. Salah satu metode umum yang digunakan adalah reaksi alkohol dengan asam karboksilat. Pertama. yaitu C4H8O2. ester dan asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya. Selanjutnya. metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). c. untuk memperoleh hasil yang banyak. produk yang dihasilkan pun sedikit. tetapi berbeda baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya.

mudah menguap. Proses hidrolisis berlangsung sempurna jika dididihkan dengan pelarut basa. ion alkoksida mengikat proton dari asam karboksilat dan terbentuk alkohol yang tidak membentuk kesetimbangan. H2SO4 C2H5COOC2H5 + H2O ⎯⎯⎯→ C2H5COOH + C2H5OH C2H5COOC2H5 + NaOH ⎯⎯ C2H5COONa + C2H5OH → Ester asam karboksilat dengan massa molekul relatif rendah umumnya tidak berwarna. asam– α –hidroksiasetat b. Misalnya. Misalnya.23). yakni suatu ester yang diperoleh melalui reaksi asam nitrat dengan gliserol dalam asam sulfat pekat. Beberapa ester minyak dan makanan ditunjukkan berikut ini. Perekat Esens CH2 CH CH2 O O O Gliserol H H H CH2 → + 3HONO2 ⎯⎯ CH (HNO3) O O O NO2 NO2 + 3H2O NO2 Gambar 6. hidrolisis etil asetat. disebut dinamit. Reaksi penyabunan bukan merupakan reaksi kesetimbangan sebagaimana pada esterifikasi sebab pada akhir reaksi. seperti NaOH.23 Kegunaan ester CH2 Nitrogliserin Nitrogliserin merupakan cairan seperti minyak dan mudah meledak. Kata Kunci • • • Esterifikasi Reaksi kesetimbangan Reaksi penyabunan d. Hidrolisis ester tiada lain adalah mengubah ester menjadi alkohol dan garam yang berasal dari turunannya. Ester-ester ini umumnya memiliki rasa buah. Sifat dan Kegunaan Ester Ester dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam atau basa. 2000 Gambar 6. Misalnya. 2. E Jika Anda makan mi bakso kadang-kadang ditambahkan cuka. Tes Kompetensi Subbab 1. O H3C Zat aditif makanan Sabun Sumber: Topishe Fruchte. Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna.Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi. dan etil butirat (rasa stroberi). Hidrolisis ester disebut juga reaksi penyabunan. asam–2. oktil asetat (rasa jeruk orange). nitrogliserin. Ester-ester ini banyak ditemukan dalam buah-buahan atau bunga. Jika disisipkan ke dalam absorben tertentu. Terdapat beberapa ester penting yang diturunkan dari asam anorganik.22 Pisang mengandung ester etil asetat. a.6–diaminoheksanoat (lisin) 184 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . asam– α –aminopropionat (alanin) c. amil asetat (rasa nanas). Bagaimana pengaruhnya terhadap gigi yang mengandung kalsium sebagai bahan utamanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tuliskan rumus struktur dari asam karboksilat berikut. dan memiliki bau yang sedap. CH3 OCH2CH2C CH3 H3CH2CH2C O C O CH2CH2C CH3 H CH3 C Isoamil asetat (esens apel) Isoamil butirat (esens cokelat) Ester Parfum Ester banyak digunakan sebagai esens buatan yang berbau buah-buahan (Gambar 6. berwujud cair. etil asetat (rasa pisang).

Dari larutan ini menghasilkan kristal warna ungu muda. vinil asetat e. dan amina tersier (R3–N). tetapi dia hanya memperoleh kotoran lengket berwarna hitam. Senyawa Amina Terdapat tiga jenis amina sesuai dengan jumlah atom H yang dapat digantikan oleh gugus alkil. Tuliskan rumus struktur dari senyawa ester berikut. Amina adalah turunan amonia yamg satu atau lebih atom hidrogennya digantikan oleh gugus alkil. Dia mencoba membuat obat kina dari anilin. dengan satu atau kedua atom H diganti oleh gugus hidrokarbon. Ketika zat tersebut dicuci dengan alkohol. Pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat dilakukan dalam alat refluks dengan katalis HCl kering. yaitu amina primer (R–NH2). Nomor atom karbon terkecil diberikan kepada atom karbon yang mengikat gugus –NH2. Contoh: H3C CH CH3 Isopropilamin (amina primer) Etilmetilamin (amina sekunder) Sumber: ironorchid. metil heksanoat b. Contoh: NH2 H H3C CH2 CH2 NH2 H3C CH2 CH CH3 H3C H2C N CH3 Propilamina 1-metilpropilamina N-metiletilamina Perkin membuat revolusi terhadap industri kimia dengan membuat warna buatan. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen Alkohol dan eter dapat dianggap turunan dari H2O. neobutil pentanoat d. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat? F. NH2 H3C CH CH CH2 CH CH3 NH2 Fenilamina (anilin) 5-amino-2-heksena Senyawa Organik 185 . senyawa yang bersumber dari ter batu bara. etil salisilat 5.3. Tata nama trivial untuk ketiga senyawa tersebut diturunkan dari nama gugus alkilnya. a. b. amina sekunder (R2–NH). isoamil butirat f. Golongan penting lainnya dari senyawa karbon yang serupa dengan itu adalah senyawa amina. a. isobutil butirat c. Warna ini digunakan dalam industri-industri tekstil dan dinamakan mauve (warna ungu muda).com NH2 H3C NH CH2 CH3 H3C N CH3 CH3 Trimetilamin (amina tersier) Penataan nama secara sistematis (IUPAC). etil valerat g. amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata –amino. dihasilkan larutan berwarna ungu gelap. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi. H N H Amonia Sekilas Kimia William Henry Perkin (1838–1907) H H N R1 H R1 Amina primer H N R2 R1 Amina Sekunder R3 N R2 Amina tersier 1.

Tuliskan rumus struktur dari 2. tetapi akibat oksidasi fenilamina sering ditemukan berwarna kekuningan.4. Obat batuk de tromethorphan hidrobromine dibuat dalam bentuk garam amonium bromida. Pada umumnya mempunyai bau seperti amonia. 2. Reaksinya dapat digunakan untuk melarutkan amina lain dalam larutan air.0 17. F 3. trimetilamina bereaksi dengan asam membentuk kation trimetilamonium. Garam amonium dari senyawa amina berperan penting dalam obat-obatan yang tergolong daftar G (psikotropika). 186 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2. H C CH2 H3CO H3CO H3CO ClH +H H3C N CH CH H N+ HO CH Br - 3 CH3 N Kokain Dextromethorphan hidrobromine (Obat batuk) Pseudofedrin hidroklorida (Decongestant) Pada panel counter farmasi biasanya disediakan sampel garam amonium dari amina yang digunakan untuk meyakinkan bahwa obatobatan tersebut larut dalam air.3 7. Fenilamina sedikit larut di dalam air.0 Kelarutan dalam Air (g 100mL) 3.7 ∞ ∞ ∞ ∞ ∞ Tes Kompetensi Subbab 1. Misalnya. Misalnya. Beberapa sifat fisika amina ditunjukkan pada tabel berikut. Kerjakanlah di dalam buku latihan.14 Titik Didih dan Kelarutan dalam Air Senyawa Amina Kata Kunci • • • • Senyawa amina Amina primer Amina sekunder Amina tersier Nama Metilamin Dimetilamin Trimetilamin Etilamin Benzilamin Anilin Rumus Struktur CH3NH2 (CH3)2NH (CH3)3N CH3CH2NH2 C6H5CH2NH2 C6H5NH2 Titik Didih (°C) –6. Fenilamina murni berupa minyak tak berwarna.0 184. Tabel 6. Amina sekunder dan tersier berbau seperti ikan (amis). tetapi penguapannya lebih rendah daripada amina primer. Tuliskan rumus umum amina. kokain dipasarkan berupa garam hidroklorida berbentuk kristal padat berwarna putih.6–trikloro– fenilamina. sedangkan amina primer yang lebih rendah larut dalam air.0 185. Amina adalah basa lemah yang dapat mengikat proton (H + ) membentuk garam amonium.Senyawa amina dianggap turunan dari amonia sehingga sifat-sifatnya ada kemiripan dengan amonia. Tuliskan isomer struktur yang mungkin dari senyawa amina dengan rumus molekul C4H11N. Sifat-Sifat Amina Amina primer dengan berat molekul rendah berupa gas atau cairan yang mudah menguap. → (CH3)3N + H+ ⎯⎯ (CH3)3NH+ Garam dari trimetilamonium lebih larut dalam air daripada amina yang sederajat.5 3.

di mana akhiran –a diganti –ol. 9. Keton dapat diperoleh melalui oksidasi alkohol sekunder dan reaksi Friedel– craft. Asam karboksilat dapat dihasilkan melalui oksidasi alkohol primer dan hidrolisis nitril. Keton dan aldehid berisomeri fungsional satu sama lain. Senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi tertentu digolongkan senyawa turunan hidrokarbon. gugus karbonil selalu terdapat di ujung rantai hidrokarbon. 2. Ester dan asam karboksilat berisomer fungsional. yaitu kedua gugus alkil yang terikat pada gugus karbonil disebut lebih dulu. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Amina dapat dianggap sebagai turunan amonia dengan satu atau lebih ikatan N–H diganti oleh ikatan N–C. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Alkohol dapat dibuat melalui peragian. 4. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga nama eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti nama rantai induk. Dalam aldehid. adapun penataan nama menurut IUPAC. Nama aldehid lebih umum menggunakan nama trivial. ––triol. selalu berada di antara rantai hidrokarbon. Jadi. Penamaan asam karboksilat umumnya menggunakan nama trivial yang didasarkan nama sumber ditemukannya. aldehid disebut juga alkanal. Gugus fungsi tersebut menentukan sifat-sifat fisika dan kimia turunan hidrokarbon yang dibentuknya. 10. dan seterusnya. Alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain. Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan dinamakan dengan –diol. dan reduksi keton atau aldehida. Adapun pada keton. Ester dapat diproduksi melalui reaksi asam karboksilat dan alkohol dalam suasana asam yang disebut reaksi esterifikasi. Penataan nama alkohol secara trivial. 7. Keton disebut juga golongan alkanon. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Ester adalah senyawa yang dapat dianggap sebagai turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen oleh radikal hidrokarbon. yaitu diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a oleh –on. Penamaan ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti dengan gugus karboksilat. Senyawa amina di alam terdapat sebagai alkaloid. dan pereaksi Grignard. dengan diawali kata asam. Eter adalah senyawa yang mengandung dua gugus hidrokarbon terikat pada atom oksigen dengan rumus R–O–R. nama alkohol diturunkan dari nama alkana. Asam karboksilat mengandung gugus karboksil (–COOH). yaitu amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata amino. Alkohol memiliki gugus fungsi hidroksil (–OH) dengan rumus umum R–OH. Senyawa Organik 187 . 6. pereaksi Grignard. Penataan nama secara sistematis (IUPAC). Aldehid dan keton memiliki gugus karbonil (C=O). yaitu nama alkohol diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. 5. Penataan nama eter menurut trivial didasarkan pada nama gugus alkil yang terikat pada oksigen diakhiri kata eter. Penataan nama keton secara trivial. 8. dan diikuti kata keton. yaitu aldehid diturunkan dari nama alkana dengan menggantikan akhiran –a menjadi al. yaitu akhiran pada alkana diganti dengan –oat. Menurut sistem IUPAC. reaksi Friedel–craft.Rangkuman 1. 3. Aldehid dibuat melalui oksidasi alkohol primer. Eter dapat dibuat melalui dehidrasi alkohol dan dengan metode Williamson.

Peta Konsep Senyawa turunan hidrokarbon antara lain Alkohol (R–OH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Eter (R–O–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Peragian Alkanol (IUPAC). Akhiran aldehid (trivial) Oksidasi alkohol primer Reaksi Friedel-craft Pereaksi Grignard Alkanon (IUPAC). alkil eter (trivial) Dehidrasi alkohol Metode Wiliamson Aldehid (R–COH) satu dengan lainnya Keton (R–CO–R) Isomer fungsional tata nama dibuat dari tata nama dibuat dari Alkanal (IUPAC). alkil alkohol (trivial) Pereaksi Grignard Reduksi keton atau aldehid Alkoksi Alkana (IUPAC). alkil keton (trivial) Oksidasi alkohol sekunder Reaksi Friedelcraft Asam karboksilat (R–COH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Ester (R–COO–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Asam alkanoat (IUPAC) Oksidasi alkohol primer Hidrolisis nitril rumus Alkil alkanoat (IUPAC) Esterifikasi RNH2 R2NH R3N Alkil + amin (IUPAC) Amina tata nama 188 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

Adapun eter biasanya digunakan sebagai zat anestesi. Pada bab ini Anda telah memahami struktur. parfum. Aldehid (contohnya. keton. Senyawa turunan hidrokarbon yang dimaksud adalah haloalkana. dan zat aditif. Ester banyak digunakan untuk esens. Adapun asam karboksilat dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pengawet. kosmetik. dan pelarut lemak. Sifat khas dari struktur-struktur senyawa itu dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. formalin) digunakan sebagai pengawet biologi. dan pembasmi serangga. minuman. Setelah mengetahui beberapa aplikasi dari senyawa turunan hidrokarbon tersebut. eter. Senyawa amina umumnya digunakan untuk obat-obatan stimulan dan zat warna. pembersih cat kayu. Anda juga tentu telah mengetahui bahwa di antara senyawa turunan hidrokarbon tersebut memiliki kesamaan isomer satu dengan yang lainnya. tata nama dan kereaktifan senyawa turunan hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis gugus fungsinya. antara lain alkohol digunakan sebagai pelarut. minuman. aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform. asam karboksilat. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat dan aplikasi lainnya dalam mempelajari Bab Senyawa Organik ini? Senyawa Organik 189 . Seperti. Keton banyak digunakan sebagai pelarut organik. dan asam karbosilat dengan ester. alkohol. aldehid. bumbu masak. dan bahan bakar. aldehid dengan keton. alkohol berisomer fungsional dengan eter. sabun. ester. Dalam industri. dan amina. dan pembersih cat kuku.Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 6 ini? Bagian manakah dari materi Bab 6 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda.

.. Gugus fungsi dalam suatu senyawa karbon dapat menentukan . 2–bromo–2–etilpentana B. CHCl3 D. tidak dapat diuraikan D.. 4 E. 3–pentanol C. 1. 2–metil butil bromida C. Ebtanas 1997: Tata nama yang tepat dari struktur senyawa berikut adalah . A.2–dietil–2–pentanol 190 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . UMPTN 2000 B: Senyawa yang bukan merupakan alkohol sekunder adalah .Evaluasi Kompetensi Bab 6 A.. A. 2–metil butana bromida D. E. 2–metil butana bromida D.... struktur molekul Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida. C.1. isobutil alkohol E. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 5–etil–2–metil–3–heksanol C.. CH3 OH C2H5 6. 2–pentanol B. 7. 2–bromopropana D. 6 B. n–pentil alkohol B. 1. A. C2H5Br B. 3–bromo–3–metil butana 3–metil–3–pentanol 3–etil–3–pentanol 2.3–dibromopropana E. jumlah atom dalam molekul D... merusak lapisan ozon C... 2. 2–metil–3–etilheksana C.2–dietil–2–butanol 2–etil–2–butanol 2. 3–metil–2–pentanol E.5–dimetil–3–heptanol E. menimbulkan efek rumah kaca Di antara senyawa berikut yang tergolong alkohol primer adalah .2–dibromopropana C. isopropil alkohol Ebtanas 1998: Diketahui: CH3 UV 2.. 2–bromo–2–kloro–1. A. bahan beracun B.. B. Ebtanas 1999: Senyawa haloalkana berikut yang dapat digunakan sebagai pendingin adalah . 1. CCl2F2 C. CHI3 E. A..5–dimetil–4–heksanol B. macam ikatan antaratom karbon E..1–trifluoroetana E.. Senyawa haloalkana berikut yang biasa dipakai sebagai obat bius adalah . 2 D. 5–etil–2–metil–3heptanol D. 2. hasilnya adalah . Tata nama yang tepat untuk senyawa alkohol dengan rumus struktur berikut adalah . 3.. 2–metil–3–pentanol D. A. D.. Nama senyawa hasil reaksi adalah .. siklopropana UMPTN 1995 B: Jumlah isomer dikloro yang dapat dibangun jika n– butana diklorinasi adalah .. 5 Ebtanas 2000: Penggunaan CFC sebagai bahan pendingin segera akan ditinggalkan karena . 7 C.6–dimetil–5–heptanol 11.. sifat-sifat senyawa C... jenis atom dalam molekul B.. neopentil alkohol C. 3–metil–3–pentanol 10.. 3... A. 2–bromo–2–metil butana E. A. H3 C H C H C H2 H C C CH3 5. A.. 1–bromopropana B. A. 4... CH3 OH H3 C H2 C C CH3 CH3 CH3CHCH2CH3 + Br2 ⎯⎯⎯ CH CCH CH + HBr → 3 2 3 Br H2 C A. isopentil alkohol D.. penyebab pemanasan global E. 2–bromo–2–etilpropana B. 3–bromo–3–metilbutana 9.. CCl4 8.

Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. 3 E.... massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D.. A. 3–metil–2–butanol 17. dapat dioksidasi menghasilkan asam asetat D. 2–butanol 23. A.. larutan Fehling akan menghasilkan endapan merah bata 2. metil propil eter B. CH3CH2 –O–CH3 18.... penentuan rumus molekul 20. rumus struktur alkohol dan eter tidak sama B. A. A. 3. alkanon E. fenoksi propana C. UMPTN 1995 C: 1–propanol berisomeri fungsional dengan . pada alkohol terdapat ikatan hidrogen E. A. 3–metil–2–butanol C. dimetil eter D. heksosi propana 22.. A. Tata nama yang tepat untuk rumus struktur berikut adalah . Pernyataan yang tidak benar tentang senyawa etanol adalah bahwa senyawa ini . pentil propil eter B. 2–propanol B.... asam karboksilat 19. etil dipropil eter E.. A.3–dimetil–2–butanol D. propoksi heksana D..12. reaksi esterifikasi C... 2–metil–2–butanol D. CH2=C(CH3)2 C. 1. aldehid B. dapat dihasilkan dari peragian glukosa B. 2–metil–1–propanol B.... Senyawa berikut yang bukan isomer dari C4H10O adalah . A. 2 D. 3–pentanol B. CH3CH2–O–CH2–CH3 E. tetapi titik didih alkohol jauh lebih karena . hidrokarbon E. propanon C. dietil eter 24.. Senyawa alkohol dengan rumus molekul C3H8O mempunyai isomer sebanyak . eter mengandung dua gugus alkil C. dapat dihasilkan dari reduksi etanal E. Ebtanas 1998: Senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah . kelarutan dalam air B. 2.. A. propanal D. ester E.. etanol C. Jika 1–butanol didehidrasi dengan asam sulfat pekat pada suhu 250°C akan terbentuk .... CH3CH=CHCH3 D.3–dimetil–2–butanol E. Dari senyawa alkohol berikut akan menghasilkan (CH3)2CHCOCH3 jika dioksidasi adalah . keton B. larutan kalium dikromat akan menghasilkan asam karboksilat Senyawa karbon tersebut mengandung gugus fungsi . ester C. Ebtanas 1998: Dari hasil eksperimen diperoleh data berikut.. 2.. asam propionat 15.. 2–metil–2–propanol E. alkohol D.. Perlakuan berikut yang tidak dapat dipakai untuk membedakan alkohol dan eter adalah . dapat didehidrasi menghasilkan etilen C. benzen D. 2–metil–2–butanol E. merupakan isomer struktur dari dietil eter 16. isopropil metil eter C. reaksi dengan logam natrium D. eter Senyawa Organik 191 . reaksi dengan PCl3 E. metil etil eter E..... larutan Tollen menghasilkan cermin perak 3. CH2=CHCH2CH3 B.. A... aldehid C. UMPTN 1999 A: Senyawa dengan rumus molekul C5H12O termasuk kelompok senyawa . H3 C CH2 H2C CH2 H2 C O H2 C CH2 CH3 A. 5 B. eter D... aseton B. 4 14. Gugus karbonil terdapat pada senyawa . 4–metil–2–pentanol 13. A. A. kalor penguapan alkohol lebih tinggi 21.. 6 C.2–dimetil–1–propanol C.

H3 C H2 C E. asam 3–metil–4–propiloktanoat E. asam 6–metil–5–propiloktanoat D. Nama senyawa berikut menurut IUPAC adalah …. A. 4. C OH CH3 HC CH3 O H2 C C CH3 Pasangan senyawa yang berisomer fungsional adalah .. isopropil metil keton C. cuka es D. 1 dan 3 B. UMPTN 1997 A: Nama kimia untuk senyawa berikut adalah . formalin B. CH3CH2OCH3 C. aspirin E... asam 3–metildekanoat 33. mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya 29. 1 dan 2 27....4–dimetil–2–butanon 31. A. A... CH3CHOHCH3 E. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B. Di antara senyawa berikut yang dapat dioksidasi dengan larutan KMnO4 dalam asam membentuk asam karboksilat adalah .. H3 C H2 C CH3 C CH3 CH3 D. Ebtanas 1999: Senyawa yang dapat membentuk aldehid jika dioksidasi adalah .. Ebtanas 1996: Diketahui senyawa karbon: 1. 2 dan 3 D. butil formiat E... 192 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. merupakan hasil oksidasi alkohol primer D.1–dimetil–3–butanon B.. asam 2–metil butanoat D. A... CH3(CH2)3CH2OH 26.. asam 3–metil–4–metiloktanoat B. etilmetanoat 28. 2. asam 4–propil–5–propiloktanoat C. 2 dan 4 C. H3 C CH3 H2 H C CH C H2 C H2 C H2 C H2 C H2 C CH3 COOH CH3 H 3C CH OH A. propil asetat C. CH3COCH3 B. H3 C H2 H2 C C H3 C H H2 H2 H C C C OH CH3 C O 3. H3 C H2 H2 H2 C C C OH O B. 1 dan 4 E. A. Larutan metanal 37% dalam pelarut air dikenal dengan nama .. Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak jika diuji dengan tes Tollen adalah . A. Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat. 2–metil–4–pentanon D.. dietil keton B...25. H3 C H2 C CH3 CH OH C. A. C CH3 O H3C H2 H2 H2 H2 C C C C OH 4.. 1. spiritus C. H3C H2 H2 C C 30.. etil propanoat 32.. 4-metil–2–pentanon E. kecuali . CH3CH2CHO D. Ebtanas 2000: Pernyataan yang benar tentang aseton adalah . merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E..

HCO2H B... 2 B. cuka + etanol + H2SO4 C. A.... .. asetaldehida + CuSO4 + NaOH D. yang merupakan isomer satu dan lainnya adalah ... 35. Zat X bereaksi dengan natrium membentuk gas H 2. 38.. X dan Z juga dapat membentuk ester yang sama. esterifikasi C. aseton + H2SO4 + CuSO4 E. X dan bereaksi membentuk suatu ester.. CH3CH2CO(CH2)3CH3 C. Zat boleh jadi . C3H7COOC2H5 D. A. CH3CO2H C.. propanon C. CH3CH2COO(CH2)3CH3 B. isopropil alkohol Ebtanas 2000: Reaksi amil alkohol dengan asam etanoat dengan katalis asam menghasilkan senyawa karbon dengan rumus struktur . C3H7NH2 E. alkana dan alkena C. CH3COOCH3 B. alkohol dan alkanal E. penggaraman E... apel E. amina dan amino Cuka atau asam asetat dapat dibuat dari campuran zat ... penyabunan B. (CH3)3COH X. pisang Senyawa amina dengan rumus molekul C 3H 9N memiliki isomer sebanyak . C17H31COOH diperlukan gas H2 sebanyak . alkohol + H2SO4 + K2Cr2O7 B. 2 mol B. 37. CH3COO(CH2)3CH3 E.. propanal D. A. CH3COCH2CH3 E. A. (CH3)2NH Senyawa Organik 193 . 44. alkohol + H2SO4 + formalin C. cuka + glukosa + NaCl Isoamilasetat adalah pencitarasa atau aroma (esens) untuk . propan–1–ol B. A.. asam propanoat E. propanoil klorida UMPTN 1997 A: Hasil reaksi antara asam propanoat dan etanol adalah . eter + H2SO4 + K2Cr2O7 Ester etil etanoat dapat dibuat dari campuran zat-zat . 4 mol D.... tetapi kurang reaktif. aseton + etanol + cuka E. formalin + cuka + H2SO4 D. 2–metil butanal D. untuk hidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat.. pirolisis 40.... C6H5CO2H D. 36. A. C2H5COOC3H7 E... asam lemak dan ester B. A. hidrolisis Antara pasangan senyawa berikut. 6 UMPTN 1995 B: Senyawa yang merupakan amina tersier adalah . cuka + etanol + CuSO4 B.. metil asetat B. C2H5NHCH3 B..34. A.. A.. C6H5NH2 D. 3 mol C.. duren B. A. 3–metil butanoat E. Z adalah senyawa berbeda. D. A. 4 D. CH3COO(CH2)4CH3 D. A.. 42. 41. alpukat D. 5 mol E. C3H7COOCH3 Senyawa karbon yang tergolong ester adalah . 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi . C2H5COOC2H5 C. eter dan ester D. (CH3)2NCH3 C. metil amina C. A. CH3CO(CH2)4CH3 Pada pembuatan margarin. 43.. 5 E. 45... nanas C.. 3 C. 39.

Berikan nama amina berikut. H3C C H2 H N C H2 CH3 b. isopropil propanoat. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. D dapat didehidrasi untuk menghasilkan alkena. cis–3–heksena c. H3C C O H2 C H2 C CH3 5. C. 3–etil–1–pentena. Skema berikut menunjukkan beberapa jalur sintesis mulai dari etena. Pereaksi-pereaksi dan kondisi apa yang dapat digunakan untuk mengubah E ke F? c. siklopentanon Sikloheksanol. H C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 2. Apakah produk utama yang dihasilkan jika HBr ditambahkan kepada metil propena? Jelaskan. B.B. HOH dapat ditambahkan kepada ikatan rangkap dua karbon-karbon. b. b. simpulkan rumus struktur dari empat isomeri alkohol: A. C H2 C H2 6. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+. t–butil alkohol b. a. A. Sebutkan gugus fungsi dan nama senyawa dari rumus struktur berikut. a. B. A. C. MnO − c. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut. asam 2. D E F d. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 7. dan C dapat dioksidasi secara mudah oleh larutan kalium dikromat dalam suasana asam. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa berikut.2–dimetilheksanoat. O2N NH2 194 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dalam larutan asam menjadi sikloheksana. CrO 3. C 6H 11OH dioksidasi oleh krom trioksida. A dan D membentuk alkena yang sama. HBr. a. HO C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 4 → C2H4 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C2H6O2 OH − berair A B r2 72− H+ Refluks →C H2SO4 Pekat H 2 O distilasi C2H5OSO3H ⎯⎯⎯⎯⎯ C2H5OH → CH3CHO → a. 1. CH3CH=CH2 + H2O c. 4. A dan B pada oksidasi sempurna oleh dikromat menghasilkan asam dengan rumus C3H7COOH. a. c. CH3 – C ≡ CH + 2HCl Berdasarkan pernyataan berikut. 3. dan D. b. Berikan rumus struktur untuk senyawa B. sedangkan D tidak dapat. B dan C membentuk alkena yang sama. Gambarkan struktur molekul dari produk utama pada setiap reaksi berikut. CH3CH = CH2 + HCl b. B. C. D dengan rumus molekul C4H9OH. Tuliskan persamaan yang menunjukkan bagaimana C bereaksi dengan asam sulfat pekat. 8. CH3 H2C H2 C H3C C H2 CH2 N C H2 H2 C CH3 c. a. Pereaksi seperti HCl. C6H 10O.

harvard. dan kegunaan benzena dan turunannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. sifat. zat warna. dan kegunaan benzena dan turunannya.Bab 7 Sumber: news. Detergen. Benzena juga sangat berguna sebagai pelarut molekul organik karena bersifat nonpolar.edu Aspirin atau asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat adalah salah satu turunan benzena (senyawa aromatik). Benzena disebut sebagai zat pemula. merupakan contoh bahan yang mengandung benzena. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik 195 . dan obat-obatan. cara penulisan. Mengapa benzena dan turunannya disebut senyawa aromatik? Istilah aromatik pada mulanya diterapkan terhadap senyawa yang berbau harum (rasa manis). tata nama. insektisida. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya C. Anda harus mampu: mendeskripsikan stuktur. Setelah mempelajari bab ini. sifat. dan makromolekul. Benzena diproduksi melalui pembentukan katalitik fraksi C6–C8 minyak mentah. A. Senyawa Aromatik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. bahan pengawet. Benzena dan turunannya tergolong senyawa karbon aromatik dengan ikatan rangkap dalam cincin memiliki sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan sifat-sifat senyawa karbon ikatan rangkap atau senyawa karbon siklik. Apa saja senyawa turunan benzena itu? Bagaimanakah struktur. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya B. Sekarang senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa benzena dan turunannya. benzena dan turunannya.

1. Gejala ini dinamakan resonansi. Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule. seperti seekor ular yang menelan ekornya sendiri. Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0.154 nm. Apakah perbedaan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan hidrokarbon alifatik tak jenuh? Jelaskan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kimianya. sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi).org Ilmuwan ini sudah sejak lama mencoba mengungkapkan bagaimana enam atom karbon molekul benzena berikatan dengan enam atom hidrogen. 196 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .139 nm. ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal. H H H H H H Sumber: wikipedia. Untuk menggambarkan ikatan rangkap dua yang terdelokalisasi pada molekul benzena dinyatakan dengan bentuk lingkaran. dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang. Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi. keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°.Tes Kompetensi Awal 1. Berdasarkan hasil analisis sinar-X maka diusulkan bahwa ikatan rangkap pada molekul benzena tidak terlokalisasi pada karbon tertentu melainkan dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825. yaitu 0. tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi. Contoh: → Reaksi adisi: C2H4 + Cl2 ⎯⎯ C2H4Cl2 → Reaksi substitusi: C6H6 + Cl2 ⎯⎯ C6H5Cl + HCl Sekilas Kimia Friedrich Kekule (1829–1896) Menurut Friedrich August Kekule. Struktur dan Sifat Benzena Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. Jadi. A. Analisis sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama. Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena. seperti ditunjukkan berikut ini. 2. Menurut Anda apakah ikatan rangkap dalam senyawa karbon alifatik sama atau berbeda dengan ikatan rangkap dalam senyawa aromatik benzena? Jelaskan menurut pemahamanmu.134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0. Dia menemukan pemecahannya ketika sedang tidur dan bermimpi tentang barisan atom-atom karbon dan hidrogen membentuk cincin.

H H H H H H Sumber: Chemistry: The Central Science. bersifat racun. Lihat tabel berikut. Tabel 7. Titik didih benzena 80°C dan titik bekunya 5. tidak berwarna. Pada suhu kamar. sebagai gugus induknya adalah benzena.5 81 216 – 95 – 31 – 25 – 48 13 80 218 342 111 145 144 139 138 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. Contoh: Senyawa Aromatik 197 . Reaksi umum benzena adalah reaksi substitusi. Contoh: Sumber: Sougou Kagashi FeCl 3 + Cl2 ⎯⎯⎯ → Cl + HCl Klorobenzena Gambar 7. Penataan nama senyawa turunan benzena sama seperti pada senyawa alifatik. benzena dengan satu substituen diberi nama seperti pada senyawa alifatik. Sebab.2). Benzena 2. atom karbon dalam cincin yang mengikat substituen diberi nomor terkecil. 1985 Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Ikatan rangkap konjugasi Terlokalisasi Terdekokalisasi Resonansi Reaksi substitusi Benzena paling banyak digunakan sebagai pelarut senyawa karbon yang bersifat nonpolar dan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa turunan benzena.1 Titik Beku dan Titik Didih dari Molekul Benzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama Benzena Naftalena Antrasena Metilbenzena Stirena o–dimetilbenzena m–dimetilbenzena p–dimetilbenzena 5. dan mudah terbakar (Gambar 7. Menurut IUPAC. Tata Nama Senyawa Benzena Semua senyawa yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai senyawa turunan benzena.5°C. ikatan rangkap dua karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk cincin yang kuat terhadap reaksi kimia sehingga tidak mudah diganggu.1 Molekul benzena Struktur resonansi benzena Struktur benzena menurut konsep delokalisasi elektron Teori resonansi dapat menerangkan mengapa benzena sukar mengalami reaksi adisi. 2000 Gambar 7.2 Benzena merupakan cairan tidak berwarna dan mudah terbakar. Semua senyawa karbon yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai turunan benzena. ada tata nama umum (trivial) dan tata nama menurut IUPAC yang didasarkan pada sistem penomoran. benzena berwujud cair dengan bau yang khas. Dengan tata nama IUPAC. yaitu penggantian atom H oleh gugus lain tanpa mengganggu cincin karbonnya.

3.2-dimetilbenzena Jika gugus substituen sebanyak tiga atau lebih. Penataan nama arena dibagi ke dalam dua golongan berdasarkan panjang rantai alkil.5–diklorofenol 1. (A) (UNAS 2001–2002) o-hidroksimetilbenzena m-hidroksimetilbenzena p-hidroksimetilbenzena Tabel 7. Benzena dengan dua gugus substituen diberi nama dengan awalan: orto– (o–).3–diklorobenzena 3. atau karboksilat) atau gugus dengan nomor paling kecil.Hidroksibenzena Aminobenzena Nitrobenzena Benzena dengan gugus alkil sebagai substituen.. 1985 CH3 o–hidroksimetilbenzena m–hidroksimetilbenzena p–hidroksimetilbenzena Br 4-bromo-1. m. diklasifikasikan sebagai golongan arena.5–diklorobenzoat Gugus benzil Gugus fenil 3-feniloktana Pembahasan Jika subtituennya berbeda jenis maka penomorannya dimulai dari atom C lingkar yang mengikat gugus paling negatif. Butilbenzena Isopropilbenzena Jika gugus alkil berukuran besar (atom C 6) maka benzena dinyatakan sebagai substituen dan alkil sebagai rantai induknya. Jika gugus alkil berukuran kecil (atom C 6) maka gugus alkil diambil sebagai substituen dan benzena sebagai induknya. Contoh: Mahir Menjawab Nama dari senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut ini adalah . B. meta– (m–). Jadi.5–diklorotoluena 1. Contoh: A. dan para– untuk substituen dengan posisi 1 dan 4. rto– diterapkan terhadap substituen berdampingan (posisi 1 dan 2). p–hidroksimetilbenzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama 31 12 35 191 203 202 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. aldehida. C. penataan nama menggunakan penomoran dan ditulis secara alfabet.5 diklorofenol. Benzena sebagai substituen diberi nama fenil– (C6H5–.2 CH3 1 6 5 4 2 3 Beberapa Sifat Fisika dari Molekul o.3–diklorofenol 3. E.. Nomor terkecil diberikan kepada gugus fungsional (alkohol. dan para– (p–).. mempunyai nama 3. D. meta– untuk posisi 1 dan 3. disingkat –ph). 198 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

4-dibromobenzoat Asetofenon 3. dan reaksi riedel-crafts. Macam-macam substitusi benzena di antaranya halogenasi benzena. juga terdapat beberapa nama yang sudah umum (trivial). nitrasi benzena. Contoh: 3. walaupun ada sebagian reaksi yang melalui reaksi adisi. Penomoran untuk senyawa seperti ini dimulai dari gugus fungsional. benzena dapat bereaksi dengan klorin ataupun bromin membentuk senyawa halobenzena pada suhu kamar. Reaksi Substitusi Benzena Reaksi benzena umumnya melalui reaksi substitusi. a.4-diklorotoluena Asam 3.Disamping tata nama menurut IUPAC. misalnya: IUPAC: Trivial: Metilbenzena Toluena Fenilamina/aminobenzena Anilin Feniletena/vinilbenzena Stirena Benzilalkohol IUPAC: Trivial: Metoksibenzena/fenil metil eter Anisol Hidroksibenzena/fenilalkohol Fenol Benzaldehida Asam benzoat Tata nama trivial sering kali dipakai sebagai nama induk dari benzena. Persamaan reaksinya: Senyawa Aromatik 199 . Halogenasi Benzena Dengan adanya katalis besi(III) klorida atau aluminium klorida.

= 211°C) Jika campuran nitrasi dan benzena dipanaskan pada suhu di atas 60°C selama lebih kurang satu jam maka gugus nitro yang kedua akan menukargantikan atom H pada cincin benzena. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan radikal bebas dari halogen.b.4).d. Jika campuran ini ditambahkan ke dalam benzena. Jika suhu dikendalikan pada 55°C maka hasil reaksi utama adalah nitrobenzena. = 6°C. suatu cairan berwarna kuning pucat (Gambar 7. Reaksi Friedel-Crafts Nitrobenzena Produk Gambar 7. t. akan terjadi reaksi eksotermal. Reaksinya secara umum: Fungsi asam sulfat dalam reaksi di atas adalah untuk menghasilkan kation nitril. Persamaan reaksinya: 2H2SO4 + HNO3 2HSO4– + H3O+ + NO2+ Kation nitril selanjutnya bereaksi dengan benzena membentuk nitrobenzena: Nitrobenzena (t. Setelah campuran reaksi dituangkan ke dalam air akan terbentuk kristal kuning pucat dari di– atau tri–nitrobenzena.4 Proses nitrasi benzena Benzena HNO3 H2SO4 HNO3 H2SO4 Air Sumber: Sougou Kagashi 200 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Gambar 7.3 Reaksi substitusi benzena oleh bromin menghasilkan bromobenzena. Produk Benzena Fe Sumber: Sougou Kagashi Reaksi ini melibatkan reaksi adisi dan substitusi atom klorin pada cincin benzena membentuk beberapa senyawa klorobenzena.Br2 Fe NH4Br Benzena dapat juga bereaksi dengan klorin atau bromin tanpa bantuan katalis jika ada cahaya ultraviolet (cahaya matahari dapat juga diterapkan). NO2+ dari asam nitrat. Nitrasi Benzena Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat dengan volume sama dikenal sebagai campuran nitrasi. Fe HBr + NH3 ⎯ NH4Br → b. c.

Senyawa Aromatik 201 . halogenasi. = 111°C) C6H5–CH3 MnO2 HCl MnO 2 Gambar 7.Penambahan katalis AlCl 3 anhidrat dalam reaksi benzena dan haloalkana atau asam klorida akan terjadi reaksi sangat eksotermis. Setelah dilarutkan dalam HCl akan terbentuk asam benzoat.d. AlCl 3 → + CH2=CH2 ⎯⎯⎯⎯⎯ 250° 40 atm CH2 CH3 Etilbenzena (t. Disaring KMnO4 C6H5COOH Sumber: Sougou Kagashi CH3 4 ⎯⎯⎯⎯ → COOK KMnO HCl ⎯⎯⎯ → COOH 2) Asilasi benzena dengan adanya katalis AlCl 3 anhidrat akan membentuk asetofenon Kata Kunci • • • • • • Halogenasi benzena Nitrasi benzena Reaksi Friedel-crafts Reaksi eksotermal Alkilasi benzena Asilasi benzena O → + CH3COCl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C Asetofenon (t. Kereaktifan Senyawa Turunan Benzena Senyawa-senyawa turunan benzena dapat direaksikan dengan senyawa lain melalui reaksi nitrasi. AlCl 3 → + CH3Cl ⎯⎯⎯ CH 3 + HCl Metilbenzena (t. dan pembentukan senya a diazonium. = 136°C) 4. Persamaan reaksi umum: → + RX ⎯⎯ R + HX Contoh: 1) Reaksi benzena dan haloalkana dengan bantuan katalis AlCl 3 anhidrat akan terbentuk alkilbenzena disertai pelepasan kalor.d. sulfonasi.d. = 202°C) CH3 + HCl 3) Penambahan etena ke dalam benzena dengan adanya katalis AlCl3 anhidrat pada 250°C dan 40 atm membentuk etilbenzena.5 Metilbenzena hasil reaksi Friedelcrafts dioksidasi dengan KMnO4 terbentuk K-benzoat. Jenis reaksi ini dinamakan reaksi Friedel-crafts.

62% NO2 meta.<1% Total nitroanisol 81% para. Contoh reaksi halogenasi: CH3 H H3C CH3 CCl 4 10 ° C + Br2 ⎯⎯⎯⎯ → Cl CH3 Cl O C + Cl C Cl Cl H3C Br CH3 Mesitilena (1. Reaksi Halogenasi Reaksi halogenasi turunan benzena biasanya menggunakan gas Cl2. atau I2. seperti pada anisol dan fenol. baik pada posisi orto–.28% b. Reaksi fluorinasi tidak dilakukan dengan cara ini sebab sangat eksoterm.6-trimetilbenzena) NH2 Cl H2SO4 ⎯⎯⎯⎯ Cl C C Cl → Cl → +CH3COOH ⎯⎯ NH CH2COOH Br H 2 O ⎯⎯⎯⎯ → NH CH2COOH Br Klorobenzena direaksikan dengan trikloroasetaldehida menghasilkan DDT (pembasmi serangga) Anilin Asetanilida p-bromoasetanilida 202 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .CH3 O2N NO2 a. digunakan asam nitrat dalam pelarut air atau pelarut organik.3. maupun para–.4. Untuk itu. berupa serbuk berwarna kuning (bahan peledak yang lebih kuat dari TNT). Reaksi Nitrasi Nitrasi pada toluena akan menghasilkan senyawa nitrotoluena.6-trinitrofenol.5-trimetilbenzena) Bromomesitilena (82%) (1-Bromo-2. Reaksinya lebih lambat dibandingkan dengan nitrasi dan memerlukan katalis yang cocok. Anisol orto. Br2.5% para-33% Total nitrotoluena 90% OH H2SO4 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯ → Campuran HNO3 pekat dan H2SO4 terlalu kuat digunakan sebagai pereaksi nitrasi pada senyawa aromatik yang sudah tersubstitusi. CH3 CH3 2 4 → + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ CH3 NO2 + + NO2 CH3 NO2 Trinitrotoluena (TNT): bahan peledak dinamit dibuat melalui reaksi toluena dengan HNO3 + H2SO4 berasap.4. H SO 25° C orto.71% NO2 meta. OCH3 OCH3 Aseton 10° OCH3 NO2 + + NO2 OCH3 OH O2N NO2 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ → + H2 O NO2 Nitrasi fenol akan membentuk senyawa 2. meta–.

Alkilbenzena yang dibuat melalui reaksi Friedel-crafts disulfonasi menjadi asam benzena sulfonat (Gambar 7. CH3 n-C10H21CH 2-dodekilbenzena H2SO4 SO3 c. Dalam bentuk garamnya dikenal sebagai detergen (ABS dan DBS). Pembentukan Diazonium Senyawa diazonium banyak digunakan sebagai pewarna pada tekstil dan makanan.4-dodekil)benzenasulfonat (DBS) CH3 n-C10H21CH NaCl CH3 SO3H ⎯⎯⎯ n-C10H21CH → Detergen jenis DBS SO3-Na+ HCl C 6H 6 MnO 2 C6H5–SO3H Gambar 7. Reaksi ini disebut juga dengan reaksi perangkaian diazonium. Kata Kunci • • • Pereaksi nitrasi Reaksi sulfonasi Gugus azo CH3 ⎯⎯⎯⎯⎯ n-C10H21CH → SO3H Asam 4-(2. Beberapa contoh pembentukan senyawa diazonium adalah sebagai berikut. H2SO4 NaCl Sumber: Sougou Kagashi d. Reaksi ini terutama berguna pada pembuatan detergen. Setelah dituangkan ke dalam larutan NaCl terbentuk garam C6H5–SO3Na. OH NaOH H2O 0oC NH2 +NaNO2 Anilin HCl H2O 0oC N N Cl- + NN OH Benzenadiazonium klorida p-hidroksiazobenzena (pewarna tekstil: kuning) HO3S NH2 NaNO2 HCl H2O 0oC HO3S N N Cl + N(CH 3)2 NaOH H2O 0oC Asam p-aminobenzenasulfonat HO3S N N N(CH 3)2 Asam 4'-dimetilaminoazobenzena-4-sulfonat (indikator metil jingga) Senyawa Aromatik 203 . Senyawa ini dibuat melalui reduksi gugus amina menjadi gugus azo (–N=N–) dengan zat pereduksi NaNO2.6).6 Sulfonasi benzena dengan H2SO4 terbentuk C6H5–SO3H.Reaksi Sulfonasi Sulfonasi senyawa aromatik merupakan salah satu reaksi penting dalam industri.

Aspartam merupakan serbuk berwarna putih. 203°C. (c) heksana. Tuliskan nama menurut IUPAC senyawa turunan benzena berikut. dan bersifat higroskopis. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara langsung. A CH3 OH H3C C O C2H5 Kerjakanlah di dalam buku latihan. dan sorbitol. 202°C. para–. a. berturut-turut: 191°C.Tes Kompetensi Subbab 1. Rasa manis aspartam sama dengan 200 kali dibandingkan gula tebu. Mengapa ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena? Di antara senyawa berikut. (e) naftalena. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya Disadari atau tidak. manakah yang dapat larut dalam benzena? (a) toluena. Sakarin adalah senyawa turunan benzena berupa kristal putih. Titik didih senyawa hidroksibenzena pada posisi orto–. dan tahan lama (awet). CH3 O2N NO2 4. (b) alkohol. 1. aspartam. hampir tidak berbau. bentuk. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara tidak langsung misalnya pupuk dan pestisida. O H2N N S O O H O H C CH2 COONa C H N H C CH2 COONa Kata Kunci • • • Zat aditif Higroskopis Karsinogen Sakarin Na-aspartam 204 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . (d) kloroform. tidak berbau. misalnya zat aditif pada makanan dan obatobatan. warna. NO2 (c) B. Untuk setiap kg berat badan jumlah aspartam yang boleh dikonsumsi setiap harinya adalah 40 mg. Contoh zat aditif adalah cita rasa. meta–. Mengapa posisi orto– lebih rendah dibandingkan posisi meta– dan para–? Jelaskan. Pemanis buatan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan adalah sakarin. aroma. Rasa manis sakarin 800 kali dari rasa manis gula tebu. Sakarin ditambahkan ke dalam minuman atau biskuit dengan dosis yang dikonsumsi tidak melebihi 1 g per hari. (f) air. sejumlah zat kimia telah banyak dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanis Pemanis makanan yang tradisional biasanya menggunakan gula tebu atau gula aren (kelapa). Zat Aditif pada Makanan Zat aditif makanan adalah zat kimia yang tidak biasa dimakan secara langsung. 2. (a) (b) 3. tetapi ditambahkan ke dalam makanan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu.

H2N NaO3S N N SO3Na NaO3S N N HO Pembahasan Fenol adalah senyawa turunan benzena yang mempunyai rumus struktur: OH SO3Na Amaran (merah 2) Sunset yellow (kuning 6) Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam lemah.. Pengawet Penambahan zat pengawet pada makanan berguna untuk mencegah oksidasi dan menghambat pertumbuhan bakteri. sifat lain dari fenol adalah seperti alkohol. sedangkan untuk menghambat pertumbuhaan bakteri atau jamur adalah natrium benzoat.. Beberapa pewarna buatan yang diizinkan oleh Depkes di antaranya dapat dilihat pada tabel berikut. D.3 Beberapa Merk Dagang Pewarna Makanan Nama Amaran Eritrosin Fast green Indigotin Sunset ellow Tartrazin Nama Niaga ood Red ood Red ood reen ood lue ood Yello ood Yello Sumber: Biokimia. B. C. 1985 Mahir Menjawab Kegunaan senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut adalah . E. dan propilgalat. Tabel 7. Fenol dapat mematikan mikroorganisme sehingga digunakan untuk membuat karbol. Pewarna Makanan Pewarna buatan bertujuan menjadikan makanan seolah-olah memiliki banyak warna daripada yang sesungguhnya. Pewarna buatan umumnya berasal dari senyawa aromatik diazonium. basic yello ).. aspirin zat warna pengawet antiseptik bahan-bahan nilon 66 Beberapa pewarna berbahaya dan dilarang penggunaannya karena berpotensi menimbulkan karsinogen adalah auramin (merk dagang. OH A. Fenol digunakan juga sebagai antiseptik.b. Bahan pengawet buatan sebagai antioksidan adalah butilasihidroksianisol (BHA). butilasihidroksitoluena (BHT). Nutrisi. dan rhodamin B (food red ). OH HO OH OH OCH3 COOH COONa (H3C)3C COOC3H7 Propilgalat C(CH3)3 CH3 BHT C(CH3)3 OH BHA OH Paraben Natriumbenzoat c. dan Metabolisme. paraben (p–hidroksibenzoat). sudan I (food yello ). (D) SO3Na SPMB 2004 NaO3S N N COONa N O NaO3S N H NaO O O HO N H N SO3Na COONa O SO3Na Tartrazin (kuning 5) Indigotin (biru 2) Eritrosin (merah 3) Senyawa Aromatik 205 . ponceau 3R (solvent yello ).

dan jamur (fungisida). parasetamol. Persamaan kimianya: O H3C H3C C O C O Etanoat anhidrida Asam salisilat Aspirin Asam etanoat O HO + HOOC H2SO4 H3C C O + H3C C O OH HOOC Parasetamol dipasarkan dengan nama panadol. sangat efektif untuk pemulihan penyakit dan obat anti-radang.4-D (herbisida) 2. demam. psikiatrik. Aspirin juga dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh. yang dihasilkan dari reaksi asam–2– hidroksi benzoat (asam salisilat) dan etanoat anhidrida.2. Parasetamol memiliki kegunaan serupa aspirin.4. yakni mengurangi rasa sakit. Obat-obatan Sekilas Kimia Aspirin Pentingnya anhidrida asam dalam industri sebagai zat pengasilasi. Aspirin juga dapat menyembuhkan sakit kepala. Namun. misalnya DDT (diklorodifenil–trikloroetana). Berbagai jenis obat telah diproduksi dan dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Namun demikian. Pestisida Pestisida adalah zat yang digunakan untuk mencegah. 2. Oleh karena itu.000 juta tablet aspirin digunakan setiap tahunnya di Inggris untuk memenuhi pasokan permintaan. otak kita akan mengeluarkan zat kimia yang disebut analgesik. sakit gigi. Asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat atau aspirin. Obat analgesik yang dipasarkan dikemas dengan nama dagang. anhidrida asam cukup reaktif untuk memperoleh reaksi yang diinginkan. Selain murah. tumbuhan (herbisida). juga bersifat candu (ketagihan). sakit punggung. dalam pembuatan obat-obatan seperti aspirin dan serat buatan. dan hormon.4–D.4. flu. dan lain-lain.5–T. Senyawa lainnya adalah turunan fosfat dan karbamat.5-triklorofenoksiasetat/ 2. Cl Cl O CH2 COOH Cl Cl 2. penggunaan aspirin harus hati-hati sebab dapat melukai dinding usus. etanoat anhidrida digunakan sebagai zat peng-etanoilasi. sakit yang berkepanjangan. antibiotik. Jika kita merasa sakit. Pada umumnya obat-obatan yang diproduksi dapat dikelompokkan ke dalam obat analgesik.4. dan kodeina. atau membunuh serangga (insektisida).5-T (herbisida) Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. Aspirin dipakai untuk mengurangi rasa sakit seperti sakit kepala atau sakit gigi. Sekitar 15.4-diklorofenoksiasetat/ 2. 2000 Cl O CH2 COOH H O C N CH3 Cl Sevin (insektisida) O Cl Cl C C DDT (insektisida) Cl Cl H 206 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pestisida yang tergolong senyawa halobenzena. HO H N O C CH3 Struktur molekul parasetamol 3. seperti aspirin. mengendalikan. Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit. parasetamol tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan aspirin sebab parasetamol tidak melukai dinding usus. Aspirin dapat diproduksi melalui reaksi asilasi asam salisilat. dan 2.

Senyawa Polisiklik Aromatik Senyawa aromatik ini dicirikan oleh cincin-cincin aromatik yang menggunakan atom-atom karbon tertentu secara bersama-sama. Berikut contoh struktur senyawa aromatik polisiklik. atau posisi orto–. trivial. b. Apakah yang menyebabkan beberapa obat antinyamuk telah dilarang beredar di pasaran? Tes Kompetensi Subbab 1. Kegiatan Inkuiri Telitilah oleh Anda komposisi-komposisi obat antinyamuk yang umum di pasaran. c. yaitu senyawa polisiklik dan senyawa heterosiklik.6 C.H 3C H N O C O H 3C H N O C O O CH CH 3 H 3C CH 3 H 3C H2 C O P H2 C O O NO 2 N-metil-1-naftilkarbamat Baygon O. Nilon–6.6 dapat dibuat dari bahan baku fenol melalui tahapan reaksi berikut. Apakah nama senyawa hasil reaksi B dan sebutkan macam reaksinya? Oksidator apa yang digunakan untuk reaksi C? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tuliskan nama untuk senyawa berikut berdasarkan IUPAC. Tuliskan persamaan reaksi setara untuk reaksi A dan sebutkan katalis yang digunakan. atau dua atau lebih cincin benzena dipadukan. Senyawa aromatik polisiklik juga dikenal dengan sebutan senyawa aromatik polinuklir atau cincin terpadu. B a. 1. para–. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik Beberapa senyawa aromatik yang lain dapat dikelompokkan dalam dua kelas. tetapi pestisida ini sangat beracun bagi manusia. senyawa benzena juga digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan polimer sintetik. seperti nilon dan polikarbonat.O-dietil-O-p-nitrofeniltiofosfat (paration atau insektisida) Paration efektif digunakan untuk mencegah hama pengganggu buahbuahan. Naftalena Antrasena Fenantrena Senyawa Aromatik 207 . serta poliester. OH OH O COOH A B C (CH 2) 4 COOH Nilon –6. meta–. Selain kegunaan di atas. OH CH3 OH OH COOH COOH 2.

Kereaktifan ini disebabkan kemampuan bereaksi dari suatu cincin. misalnya dalam pembuatan zat warna (lihat kegunaan senyawa benzena pada pembahasan sebelumnya). 6 5 8 7 6 5 4 1 2 3 7 6 5 10 4 8 9 1 2 3 3 2 1 10 9 4 7 8 β β α α β β α α Penataan nama secara trivial. Akibat elektron π yang dapat berpindah-pindah dan terdelokalisasi.5 ) diduga merupakan ketebalan sistem ikatan π (pi) dari benzena. Kereaktifan Senyawa Polisiklik Senyawa aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan oksidasi. Berdasarkan sifat ini maka grafit sering digunakan sebagai pelumas. 1) Reaksi Oksidasi Asam ftalat anhidrida dibuat dari oksidasi naftalena dengan katalis vanadium oksida. Naftalena digunakan sebagai pengusir ngengat. Sifat licin dari grafit disebabkan kemampuan bidang-bidang ini dapat bergeser satu sama lain. Persamaan reaksinya: 208 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . grafit dapat menghantarkan arus listrik dan digunakan sebagai elektrode pada baterai. Struktur grafit terdiri atas bidang-bidang cincin benzena terpadu. Posisi yang berdekatan dengan karbon-karbon pemaduan cincin disebut posisi alfa ( ). a. serta turunannya digunakan dalam bahan bakar motor dan pelumas. Hidrokarbon aromatik polisiklik dan sebagian besar turunannya berbentuk zat padat. posisi berikutnya adalah beta (β). yang dimulai pada posisi substituennya. Tata Nama Senyawa Polisiklik Sistem cincin senyawa aromatik polisiklik memiliki tata nama tertentu yang berbeda dengan penomoran pada benzena atau sikloalkana.Grafit merupakan salah satu contoh senyawa polisiklik. reduksi. Aromatik polisiklik digunakan secara luas sebagai zat antara pada sintesis organik. Penomoran pada polisiklik ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah di manapun posisi substituennya. dan substitusi dibandingkan senyawa benzena. Jarak antara setiap dua bidang (sekitar 3. sementara cincin lainnya masih dipertahankan. Contoh: NH2 O2N OH 1-aminanaftalena ( α -aminanaftalena) 7-nitronaftalena (β –nitronaftalena) 1-hidroksinaftalena (α -naftol) b. Lihat penomoran berikut. posisi substituen dalam naftalena tersubstitusi mono dinyatakan dengan huruf unani ( dan β).

Reaksinya: O CrO3 H2SO4 Kalor O Antrasena 9. Na CH3COOH Kalor Tidak terjadi reaksi Benzena Na CH3COOH Kalor Naftalena Tetralin Senyawa Aromatik 209 .V2O5 Udara kalor O C C O O OH OH -H2O O O Asam ftalat anhidrida Naftalena Asam o-ftalat O NH2 N N NH N NH N O O + C O 250oC NH2 N N Ftalosianina merupakan zat warna biru (monastral) pada tektil. disintesis dari bahan dasar asam ftalat anhidrida Antrasena dan fenantrena dapat juga dioksidasi menjadi suatu kuinon.10-fenantrakuinon • • • • Kata Kunci Polisiklik Reaksi oksidasi Reaksi reduksi Tereduksi parsial 2) Reaksi Reduksi Berbeda dari benzena. senyawa polisiklik dapat dihidrogenasi (direduksi) parsial pada tekanan dan suhu kamar.10-antrakuinon CrO3 H2SO4 Kalor O O Fenantrena 9.

Sebagian besar sifat aromatik dari sistem cincin masih ada dan dipertahankan. Persamaan reaksinya: + 5H2 Naftalena 225°C 35 atm Pt Dekalin 3) Reaksi Substitusi Sistem cincin aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan substitusi daripada benzena. SO3H 50oC + H2SO4 170oC Asam 1-naftalenasulfonat SO3H Asam 2-naftalenasulfonat Pada suhu di bawah 60°C. a) Reaksi brominasi Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa naftalena dapat dibrominasi pada suhu kamar menggunakan katalis FeBr3. 210 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . naftalena bereaksi dengan asam sulfat pekat membentuk asam 1–naftalenasulfonat. Untuk menghidrogenasi semua cincin aromatik dalam naftalena dapat dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi. → Br2 + FeBr3 ⎯⎯ FeBr4– + Br+ FeBr4– FeBr3 + Br– Br + Br2 FeBr3 + HBr 1-bromonaftalena NH 2 NH 2 Naftalena 4. Beberapa contoh reaksi substitusi aromatik polisiklik di antaranya reaksi brominasi dan reaksi sulfonasi. Naftalena mengalami reaksi substitusi terutama pada posisi atom karbon nomor-1.5-diaminonaftalena (zat antioksidan dalam minyak pelumas) b) Reaksi sulfonasi Reaksi sulfonasi pada naftalena dilakukan sama seperti pada sulfonasi benzena. menghasilkan campuran produk dari asam 2–naftalenasulfonat (85%) dan asam 1–naftalenasulfonat (15%). Reaksi yang terjadi menggunakan mekanisme reaksi yang ditunjukkan sebagai berikut. tetapi pada suhu tinggi di atas 160°C.10-dihidroantrasena Perhatikan bahwa sistem cincin yang tereduksi parsial masih mengandung cincin benzena.Na CH3COOH Kalor Antrasena 9. Berdasarkan data hasil percobaan diketahui bahwa reaksi sulfonasi naftalena dipengaruhi oleh suhu.

sama seperti pada senyawa polisiklik aromatik. dan senyawa biologi lainnya. sama seperti pada cincin benzena. nikotin. Purine is a backbone component for adenine and guanine (the compounds of DNA structure). juga terdapat atom nitrogen. Ketiga struktur tersebut berbeda karena posisi gugus metil (teobromin dan teofilin berisomer struktural). Furan Tiofena Tiazola Kuinolina Isokuinolina Indola Purina Penataan nama senyawa heterosiklik menggunakan sistem penomoran. Kafein terdapat dalam kopi yang bersifat candu. Dalam kerangka cincin. Perbedaan struktur ini menimbulkan perbedaan sifat fisika dan kimia. Senyawa Aromatik 211 . N N H Pirol O S N H Imidazola N S N Piridina N N N N H N N H N N Pirimidina N Catatan Note Purina merupakan kerangka dasar pembentukan adenina dan guanina (senyawa pembentuk DNA).2. Teofilin tergolong obat-obatan broncodilator (sesak napas). a. Nikotin terdapat dalam tembakau dan bersifat candu. Nomor terendah sedemikian rupa diberikan kepada atom selain karbon yang terkandung dalam cincin. Senyawa Heterosiklik Aromatik Senyawa heterosiklik aromatik adalah suatu senya a siklik di mana atomatom yang terdapat dalam cincin terdiri atas dua atau lebih unsur yang berbeda. selain atom karbon. Contoh: CH3 CH3 CH3 O N H3C N N N O HN N N N O N H3C CH3 N N N H NH2 N N Nikotin O N N H N NH NH2 N N H N CH3 N O CH3 O O Kafein Teobromin Teofilin Adenina Guanina Contoh-contoh senyawa tersebut tergolong senyawa heterosiklik. morfin. senyawa heterosiklik aromatik juga memiliki nama tertentu sebagai berikut. dan kokain). Tata Nama Senyawa Heterosiklik Sama seperti senyawa polisiklik aromatik. Contoh: 3 2 N 1H N 4 5 4 5 6 N 1 N3 5 6 7 8 4 3 N2 β N α N H β α β α γ N β 2 N α 1 Penataan nama dapat juga menggunakan huruf unani untuk substituen mono. Senyawa heterosiklik banyak terdapat di alam sebagai suatu alkaloid (seperti. Cincin heterosiklik dapat bersifat aromatik. Teobromin terdapat dalam cokelat (chocolate) yang juga bersifat candu. asam-asam nukleat (pengemban kode genetik).

berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom nitrogen. sedangkan benzena bersifat nonpolar. vit. H O C N NH2 + Br2 N 300oC Br N 3-bromopiridina (37%) Br + N Br 3. Reaksi oksidasi dapat terjadi pada gugus samping. B) Kata Kunci • • • • • • • Hibridisasi Kuinolina Isokuinolina Cincin 6 anggota Cincin 5 anggota Ikatan pi Pengkutuban parsial 2) Kuinolina dan Isokuinolina Kuinolina adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur serupa naftalena. Piridina tidak dapat dialkilasi atau diasilasi seperti pada benzena melalui reaksi Friedel-crafts. Piridina memiliki struktur sama dengan benzena. tetapi dibedakan adanya atom nitrogen pada posisi–1 dalam cincin. digunakan untuk mengobati penyakit TBC.1 dan 8.5-dibromopiridina (26%) N Isoniazida. Adapun isokuinolina adalah isomer posisi dari kuinolina yang memiliki atom nitrogen berada pada posisi–2. Kuinolina dan isokuinolina. Setiap atom dalam cincin terhibridisasi secara sp2. Kesamaan lain antara piridina dan benzena adalah keduanya tahan terhadap serangan oksidasi. Kereaktifan Beberapa Senyawa Heterosiklik 1) Piridina (Cincin 6 Anggota) Senyawa heterosiklik dengan enam anggota yang paling umum adalah piridina. sedangkan cincinnya tetap utuh. keduanya merupakan basa lemah (pKb masing-masing adalah 9. Reaksi substitusi terjadi pada posisi 5 dan 8. Piridina dapat disubstitusi oleh bromin hanya pada suhu tinggi dalam fasa uap sehingga diduga reaksi berlangsung melalui pembentukan radikal bebas.6). Contoh: NO2 HNO3 H2SO4 0°C + N 5-nitrokuinolina (52 %) N Kuinolina N 8-nitrokuinolina (48%) NO2 212 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Reaksi substitusi terjadi pada posisi karbon nomor 3. CH3 Toluena KMnO4 H2O H+ O C OH Asam benzoat N 3 -metilpiridina CH3 KMnO4 H2O H+ O C OH N Asam 3 -piridinakarboksilat (Asam nikotinat.b. Oleh karena piridina memiliki satu atom nitrogen yang bersifat elektronegatif maka senyawa piridina bersifat polar.

furan. Contoh: HNO3 (CH3CO) 2 5°C N H NO2 N N NH N N N H 2 -nitropirola (80%) Piridina SO3 HN N H SO3 N N Asam 2 -pirolasulfonat (90%) H2C H3C HC H3C HO H2 C N C H2 HC CH Porfirin N Fe N CH N CH CH3 Catatan Note CH3 CH2 Senyawa Porfirin tersusun dari empat cincin pirola melalui ikatan aza (-N=). C O C H H2C O C CH2 OH Hemin (sel darah merah) Senyawa Aromatik 213 . Porfirin is built of four pirola rings with aza (-N=) bond. Akibatnya. Sama seperti pada benzena. sedangkan atom nitrogen kekurangan elektron maka dalam pirola terjadi pengkutuban muatan secara parsial. senyawa aromatik yang memiliki lima anggota dapat bereaksi melalui reaksi substitusi.NO2 N Isokuinolina HNO3 H2SO4 0°C N 5-nitroisokuinolina (90%) + NO2 N 8-nitroisokuinolina (10%) 3) Pirola (Cincin 5 Anggota) Pirola. Oleh karena dalam cincin pirola kelebihan elektron. Walaupun pirola mengandung atom nitrogen dalam cincin. seperti pada benzena. Sifat aromatik ini disebabkan kelima anggota dalam cincin menyumbangkan dua elektron membentuk ikatan pi. Hal ini disebabkan pasangan elektron bebas pada atom nitrogen sudah disumbangkan ke dalam cincin membentuk ikatan pi. Struktur ini merupakan dasar dari senyawa hemin (dalam darah) dan klorofil (dalam hijau daun). The strusture is backbone of heme in the blood and chlorofile in the leaf. dan tiofena memiliki 5 anggota dalam cincin dan bersifat aromatik. pirola bersifat polar. tetapi tidak bersifat basa sebagaimana piridina atau amina lain.

Asam 3–hidroksi–2–naftoat (berguna untuk menstabilkan vitamin B riboflavin) b. 10. asam benzoat. Asam 1–naftalenasetat (hormon pertumbuhan tanaman yang mendorong untuk berbunga. a. 7. furan. sulfonasi. C c. dan trofena adalah senyawa aromatik heterosiklik yang memiliki lima anggota dalam cincin. 2. a. turunan benzena tersebut juga dapat mengalami reaksi lebih lanjut. c. seperti alkilbenzena. Tuliskan persamaan reaksi beserta strukturnya antara 1–nitronaftalena dan asam asetat dengan katalis CrO3 membentuk asam 3–nitro–1. dengan ikatan rangkap dua karbon-karbon terdelokalisasi. Tuliskan struktur senyawa polisiklik berikut. Tata nama senyawa benzena didasarkan pada penomoran atau menggunakan kata depan orto–. (Kloroksina. 8. dan fenatrena. antrasena. Reaksi yang terjadi pada benzena menghasilkan senyawa turunan benzena. H3C N H Gambarkan struktur senyawa berikut. Kerjakanlah di dalam buku latihan. fenil alkohol. dan pembentukan diazonium. Beberapa reaksi substitusi benzena adalah halogenasi. yaitu naftalena. Senyawa heterosiklik aromatik enam anggota yang umum adalah piridina. Rangkuman 1. Benzena cenderung melakukan reaksi subtitusi dari pada reaksi adisi. nitrasi.2–ftalat. 3. Di samping itu. Semua senyawa karbon yang mengandung benzena digolongkan sebagai turunan benzena. Benzena memiliki rumus molekul C6H6. Asam furan–2–karboksilat. –fenilpirola. CH3 b. Pirola. 2. 11. obat ketombe) 4. a. antara lain reaksi nitrasi. meta–. Senyawa aromatik polisiklik adalah senyawa dengan dua atau lebih cincin benzena (polinuklir).4–dinitrofena. b. asilasi. Ada tiga senyawa aromatik polisiklik yang umum. dan reaksi friedel-crafts. 5. Apa nama dari senyawa berikut berdasarkan IUPAC. sulfonasi. penamaan senyawa benzena dengan nama trivial masih digunakan. 9. N H O Cl 2. yaitu suatu basa lemah dengan cincin bermuatan positif parsial. halogenasi. Cl OH N 3. 214 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . contohnya kuinolina dan isokuinolina. Senyawa poliheterosiklik aromatik adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur seperti naftalena. 6. 4. para–. dan senyawa benzena lainnya. Senyawa heterosiklik aromatik adalah senyawa siklik yang memiliki dua atau lebih unsur yang berbeda dalam cincin.Tes Kompetensi Subbab 1.

dan obat-obatan. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri atau perdagangan. sifat-sifat khas dari senyawa aromatik tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi. diskusikan dengan teman atau guru Anda. dan kegunaan senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya. sebagai zat aditif. sifat. pewarna. Seperti yang telah Anda ketahui. Misalnya. pestisida.Peta Konsep Aromatik terdiri atas atau rumus molekul (C6H6) Benzena mengalami Halogenasi Nitrasi Reaksi Subtitusi antara lain Sulfonasi Asilasi Friedel -crafts menghasilkan Turunan benzena rumus molekul Polisiklik mengalami Reaksi subtitusi Reaksi reduksi Reaksi oksidasi antara lain Halogenasi Sulfonasi Cincin 6 anggota yaitu Heterosiklik Senyawa siklik yang mengandung atom lain selain atom C dan H antara lain Poliaromatik Cincin 5 anggota Halogenasi mengalami Reaksi substitusi antara lain Nitrasi Sulfonasi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 7 ini? Bagian manakah dari materi Bab 7 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. dampak apa yang Anda ketahui dari penggunaan produk yang mengandung senyawa aromatik ini baik dari segi keuntungan maupun kerugiannya? Senyawa Aromatik 215 . sekaligus menerapkan aturan tata namanya. Anda juga telah memahami hubungan struktur dengan kereaktifan senyawa aromatik tersebut. Bagaimana menurutmu aplikasi senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya di alam? Kemudian. tata nama. Pada bab ini Anda telah mempelajari struktur.

resonansi E..3–dinitrobenzilalkohol Anilin merupakan senyawa turunan benzena dengan rumus kimia . D. 0.. yang merupakan akibat langsung dari kestabilan cincin dengan elektron terdelokalisasi adalah .134 nm C. A. NO2 O B. Toluena. 8. A.. NH 2 E. polisiklik Di antara sifat-sifat benzena berikut. kecenderungan menjalani reaksi substitusi daripada reaksi adisi atau kondensasi Panjang ikatan C–C adalah 0. H3C H2 C H2 C H C C H2 C H2 C CH3 6. asam 3.124 nm B.. A. dan tiofena dikenal sebagai senyawa golongan .134 nm.. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Ebtanas 1999: Turunan benzena berikut yang disebut asam orto– hidroksibenzoat adalah .. rasemasi Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. 0. Hal ini disebabkan . energinya lebih kuat dari alkena B. fenol.154 nm Struktur benzena dapat digambarkan dalam dua bentuk struktur seperti berikut. 1.5–dinitrobenzoat B... 7. cincin benzena stabil E.. H3C O C O 4. OH B.... perubahan entalpi pembentukan standar berharga positif B. sikloalkena C. OH 3.. tidak dapat diadisi D.. HO C O OH HO C. A..Evaluasi Kompetensi Bab 7 A... pentil benzilpropena 216 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3–fenil–2–oktena C. kondensasi B. tautomeri C. A. 1.5–dinitrobenzoat E..3–dinitrobenzoat C. 0. OH 9.. Senyawa aromatik berikut. HO C O D. parafin D. oktenilbenzena B.. CH3 2. titik didih rendah D. panjang ikatannya berbeda Senyawa berikut memiliki nama . asam 1. 1. heterosiklik E.. 1. aromatik B. ketahanan terhadap serangan kimia dari suatu pereaksi E. Struktur tersebut menyatakan gejala . COOH HO C O OH E. Panjang ikatan karbon-karbon dalam molekul benzena adalah .. A..3. 0. 0.. A.. HO C O 5. tidak memiliki sifat konduktor listrik C.154 nm dan C=C adalah 0.16 nm E. A. terdelokalisasi C.139 nm D. O2N NO2 Menurut IUPAC diberi nama . C H C... isomeri D. A.3–dinitro–5–karboksilbenzena D.

. C6H5OCOCH3 B. Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah . keton B... A. NO2 B. NO2 B. asam sulfat bertindak sebagai .. o–klorotoluena D. eliminasi D.. zat pengadisi E. oksidator C. NO2 COOH NO2 COOH E. A. m–klorotoluena 17. OCH3 H2 H2 C C NH2 OCH3 H3CO 11. larutan KMnO4 dalam basa E... NO2+ E.. A. aldehid Jumlah isomer dari dinitrobenzena adalah .. Senyawa ini tergolong turunan benzena dari . p–klorotoluena E. benzil klorida B.D. hasil reaksi diolah dengan larutan asam. 13.. benziloktena 10. A.. 6 C. CH3 C OH E...2–dimetilbenzena direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dalam suasana basa... NO2 Jenis reaksi benzena dengan HNO3 dalam asam sulfat pekat adalah . C6H5COCH3 C. A. Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5–CH2OH) dan etanoil klorida (CH3COCl) adalah .. Senyawa 1. C6H6(aq) + H2SO4(aq) ⎯→ C6H5SO3H(aq) + H2O( ) Pada reaksi ini. adisi GRE Test 2000: Nitrasi klorobenzena (C6H5–Cl) oleh campuran HNO3 dan H2SO4 menghasilkan produk utama . Cl + Cl O NO2 NO2 Senyawa Aromatik 217 . 2 E. esterifikasi C. substitusi E. A. A... dengan struktur sebagai berikut... oksidasi B.. fenil klorida C. larutan H2O2 18. alkohol E. 3 Jika benzena dinitrasi dengan menggunakan campuran HNO3 dan H2SO4 pekat.. Benzena direaksikan dengan asam sulfat pada kondisi tertentu menurut persamaan berikut... Jika gas klorin dialirkan ke dalam toluena yang mendidih. Produk yang dihasilkan adalah . C6H5CH2COCl E. larutan I2 dan NaOH dalam air C. A. spesi yang mula-mula menyerang molekul benzena adalah .. Cl NO2 + C... Cl CH2 CH2 D. H3OS NO2 + HCl 15. C6H5CH2Cl D. eter C. 1 D. HSO4– – C. suatu asam kuat D. zat pensubstitusi 16.. 14. D. campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D. gas klorin B. A. HNO3 B. akan dihasilkan . Meskalina adalah salah satu obat penenang. NO3– D.. 4 B. 12. zat pendehidrasi B. C6H5CH2OCOCH3 19.. Cl COOH C. Kemudian. karboksilat D. isooktenilbenzena E. A.

A. propilgalat 218 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . klorobenzena B. OCH2CH3 E.. fenol D. CHO CH 3 B. Br CH3 CH3 B. OH D. nitrobenzena D. CH2Br CH3 24. Di antara zat berikut yang akan membentuk asam benzoat jika dioksidasi adalah . A.. anilin B. NH2 D. kafein C. OCH2CH3 25. terbentuk dua isomer dari senyawa monobromobenzena. Jika fenilamina diolah dengan larutan NaNO2 dalam air bersama HCl pada 0°C..20. sakarin B. NH2 E. fenol C. CH3 CH3 Br OH Br 21. metionin 27. A. CH2OH CH3 C. A. A. asam benzoat C. bromobenzena 26.. kumarin E. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan HNO2 pada 5°C adalah . produk yang dihasilkan adalah . BHT D. CH2Br CH3 Br 23. A... Senyawa turunan benzena berikut yang dapat bereaksi dengan basa membentuk garam adalah .. indigotin D. kemudian dipanaskan hingga 60°C.. CH2CH3 B. CH2NH2 E. Zat aditif berikut digunakan sebagai pengawet makanan dan berperan sebagai antioksidan. BHA E.. asam benzoat B.. NO2 D.. N2+Cl- C. A..... CH3 NH 2 Br D. NHCH 3 Br C. A. Senyawa berikut yang tergolong pemanis makanan yang diizinkan oleh Depkes adalah . yaitu .. kecuali . anilin E. paraben C. NO E... nitrobenzena 22.. Br CH3 CH3 C.. CONH2 B. benzaldehida E.. Jika metilbenzena direaksikan dengan bromin dengan bantuan katalis. UMPTN 1999 A: Oksidasi sempurna senyawa toluena akan menghasilkan ....

. asam 3. Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah .. 3–metilpirola D. p–hidroksiazobenzena 31. asam polihidroksibenzoat D.4. 5–metil–9–fenantrolin C. memiliki rumus struktur . Senyawa berikut yang bukan insektisida adalah . indigotin E..28.. 3–metiltiofena C. Nama sistematis (IUPAC) dari propilgalat sebagai pengawet makanan adalah .. asam 3... asam 3.10–dihidroksifenantrena D. 2. A.. Produk utama yang diperoleh jika senyawa fenantrena berikut dioksidasi dalam suasana asam adalah . Senyawa Aromatik 219 .. C. Menurut IUPAC diberi nama ..4..6– cleve digunakan sebagai zat warna tektil. 2–sulfon–5–aminonaftelena C. A..5–T 32.4. Nama umum dari senyawa berikut adalah asam 1..10–fenantrakuinon B.. 30. E.5–trihidroksibenzoat n–propil ester 29... B..4. Pewarna tekstil yang berwarna biru adalah .5–trihidroksi benzoat B. Senyawa heterosiklik berikut..5–trihidroksibenzoat E. ftalosianin D.5–trihidroksi–1–propil benzoat C. Parasetamol banyak digunakan sebagai obat penurun panas. DDT B. C. 5–aminonaftalenasulfonat E. A. paration D. fenantradehida 34... 4–metilpirola E.. Nama yang tepat menurut IUPAC adalah . metilfiranosa 35. 1–propil–3. brom timol biru B.4. A. A. D.. 8–amino–3–sulfonaftalena D. 1–amino–6–sulfonaftalena B. 3–metil–9. A. asam 3–fenantroat E. 3–metil–9. A. sevin C. 6–sulfonaftalenamino 33. 3–metilfuran B. D. baygon E.. A.. E. B. asam 4'–dimetilaminoazobenzena–4–sulfonat C.

meta–. (b) natrium. a. CH3 N H2N N N H N 2. 1. Apakah nama kimia panadol menurut IUPAC? b. a. dengan aturan IUPAC. CH3 NH2 NH2 OH COOH NH2 COOH HO CH3 CH3 4. setiap reaksi menggunakan katalis. + Br2 N FeBr3 FeCl3 3. Tuliskan nama senyawa berikut menggunakan kata depan orto–. para–. HO CH CH H2 C CHO 220 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Obat panadol mempunyai struktur molekul sebagai berikut. Berdasarkan pemahamanmu tentang reaksi gugus fungsi. Termasuk gugus fungsional apakah panadol itu? Tuliskan nama senyawa berikut berdasarkan sistem IUPAC. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Lengkapi dan setarakan persamaan berikut. O HO H N C CH3 5. + Cl2 b. + HBr Br b.B. perkirakan reaksi senyawa berikut dengan (a) air brom. Dengan catatan. Ramalkan produk utama dari reaksi berikut. CH3 + N CH3 N H 6. a.

Polimer B.Bab 8 Sumber: www. karbohidrat. Senyawa yang tergolong makromolekul adalah polimer dan biomolekul (karbohidrat dan protein). dan plastik. Polimer diartikan sebagai senyawa yang memiliki massa molekul besar membentuk rantai dengan satuan berulang. rantai. dan protein). Adapun pati. dan karbohidrat adalah senyawa makromolekul alami. teflon. tata nama. sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. penggolongan. Makromolekul adalah senyawa yang memiliki ukuran sangat besar. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. benzena dan turunannya. penggolongan. Setelah mempelajari bab ini. Karbohidrat C. seperti nilon. dan makromolekul. struktur genetis DNA. atau gabungan siklik dan rantai.canamplastics. dapat berupa siklik (cincin). Semua itu merupakan bahan sintetis yang tersusun dari senyawa makromolekul. A. karet alam. dan sifat dari senyawa makromolekul itu? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. protein. Protein 221 . Anda tentu telah mengenal merk-merk produk.com Plastik terbuat dari makromolekul polimer. Makromolekul Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Bagaimanakah struktur.

polimer ini akan mengambil bentuk yang tidak dapat diubah lagi jika sifat plastisnya tidak dirombak secara kimia. entuk polimer lurus dan bercabang digolongkan sebagai polimer termoplastik. Polimer Polimer didefinisikan sebagai senya a yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai. 2.2c) (a) (b) (c) Gambar 8. Mengapa polimer. dibentuk melalui polimerisasi molekul etilena. tersusun atas monomer yang berulang. Misalnya polietilena. Polimer ini meleleh jika dipanaskan dan dapat dimodelkan ke dalam berbagai bentuk. Sekali ikatan silang dibentuk. CH2 = CH2 ⎯⎯ → Etilena (etena) H2 C C H2 C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C n Polietilena Gambar 8. Apakah yang dimaksud dengan monomer? Karbohidrat mengandung gugus aldehid. Jika jumlah ikatan silang relatif besar.Tes Kompetensi Awal 1. yaitu polimer termoset dan termoplastik. polimer dapat berlipat secara acak (Gambar 8.2b). 3. polimer menjadi lebih tegar. Bentuk Polimer Polimer dibentuk melalui ikatan antarmonomer secara berulang. Jelaskan oleh Anda salah satu cara mengidentifikasi karbohidrat. dan bentuknya dapat dipertahankan jika didinginkan. 1.2a) atau bercabang (Gambar 8. karbohidrat.1 Setiap atom C dalam polimer rantai lurus mempunyai geometri tetrahedral. dan protein digolongkan ke dalam senyawa makromolekul? A. 222 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Polimer yang berikatan silang antarrantai polimer bersifat lebih plastis. Akibat pertumbuhan rantai. (Gambar 8. Ada dua jenis polimer berdasarkan sifatnya.2 (a) Polimer rantai lurus dengan lipatan secara acak (b) Polimer dengan rantai bercabang (c) Polimer yang berikatan silang di antara rantai polimer Polimer plastis terdapat pada vulkanisasi karet akibat dari pemasokan rantai-rantai pendek dari atom belerang yang mengikat rantai polimer pada karet alam. katan silang yang banyak dan kuat akan menghasilkan polimer termoset. Polimer yang berikatan silang dapat menghubungkan antarrantai polimer. yang memiliki massa molekul kecil. Polietilena adalah polimer rantai lurus karena membentuk ikatan karbon-karbon yang memanjang.

Kopolimer blok terjadi dalam blok-blok tertentu dengan panjang berbeda. Pembentukan Polimer Carothers. Polimerisasi adisi melibatkan reaksi rantai. dan pengakhiran. Kopolimer teratur mengandung satuan berulang yang bergantian secara teratur. ⎯→ R CH2 – CHX• + • XHC – H2C R ⎯ R CH2– CHX – XHC – H2C R atau melalui reaksi disproporsionasi: → R CH2–CHX• + •XHC–H2C R ⎯⎯ R CH2–CH2X + XHC=HC R Gambar 8. Makromolekul 223 . seperti dibenzoil peroksida dan azodiisobutironitril. pakar kimia USA menggolongkan mekanisme polimerisasi ke dalam dua golongan. CH3 → CH2=CH2 + CH2=CH–CH3 ⎯⎯ [(–CH2–CH2–)x (–CH2–CH–)y] [–A–B–B–A–B–B–B–B–A–A–] Kopolimer acak [–A–B–A–B–A–B–A–B–A–B–] Kopolimer beraturan [–A–A–A–B–B–B–A–A–A–B–] Kopolimer blok [–A–A–A–A–A–A–A–A-A–A–] B B–B–B–B–B–B– Kopolimer cangkok Kopolimer dapat digolongkan kembali berdasarkan pada cara momoner disusun sepanjang rantai polimer.4 Dibenzoil peroksida mudah menjadi radikal bebas. seperti ditunjukkan pada Gambar 8. Kopolimer cangkok mempunyai rantai satu satuan berulang yang dicangkokkan pada rantai utama polimer lain. yaitu pemicuan. yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Homopolimer dan Kopolimer Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer yang sama (tunggal). akan terbentuk kopolimer.3. → R• + H2C = CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX• Tahap perambatan adalah perpanjangan (elongasi) radikal bebas yang terbentuk pada tahap pemicuan dengan monomer-monomer lain: → R – CH2 – CHX• + CH2=CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX – CH2 – CHX• Tahap pengakhiran dapat terjadi dengan cara berikut. Zat pemicu berupa senyawa peroksida. a. Polimerisasi kondensasi adalah reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu diikuti penyingkiran molekul kecil. Penyebab reaksi rantai dapat berupa radikal bebas atau ion. Radikal bebas menjadi pemicu pada polimerisasi. Jika radikal bebas dinyatakan dengan R• dan molekul monomer dinyatakan dengan CH2=CHX maka tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. Adapun kopolimer adalah polimer yang dibentuk oleh lebih dari satu jenis monomer. ada juga kopolimer cangkok baik random maupun teratur. Jika etilena (CH 2=CH 2) dan propilena (CH 2=CH–CH 3) digabungkan membentuk polimer. Polimerisasi adisi terjadi pada senya a yang memiliki ikatan rangkap. perambatan. 1) Radikal Bebas Radikal bebas biasanya dibentuk melalui penguraian zat kurang stabil dengan energi tertentu. seperti etena. Gambar 8.2. Kopolimer random mengandung satuan berulang secara acak. Polimerisasi Adisi Polimerisasi adisi terjadi dalam tiga tahap.3 Beberapa model kopolimer Kata Kunci • • • • • • • Monomer Polimer termoset Polimer termoplastik Homopolimer Kopolimer Polimerisasi adisi Polimerisasi kondensasi 3. Ada kopolimer blok. Oleh karena pembawa rantai dapat berupa ion atau radikal bebas maka polimerisasi adisi digolongkan ke dalam polimerisasi radikal bebas dan polimerisasi ion. dibentuk hanya dari monomer etilena. Polietilen adalah contoh homopolimer.

Produk pertama adalah sikat gigi berbulu nilon (1938). CH2X – O – O– Sekilas Kimia Nilon Nilon merupakan suatu jenis polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace Carothers di DuPont. Penghambat bereaksi dengan radikal bebas ketika radikal bebas terbentuk. Nilon digunakan sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II (1941). polimerisasi 2–metilpropena berlangsung optimum pada –100oC dengan adanya katalis BF3 atau AlCl3. proton dialihkan dari asam ke monomer sehingga menghasilkan ion karbonium (C+). Dalam polimerisasi kation. stoking sulit diperoleh hingga Perang Dunia II berakhir. air. Cara kerja zat pelambat adalah melalui persaingan dengan monomer untuk bereaksi dengan radikal bebas sehingga laju polimerisasi menurun. pembawa rantai dapat berupa ion karbonium (polimerisasi kation) atau ion karbanion (polimerisasi anion). tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. H H3C C X ++ → H2C = CHX ⎯⎯ H H H2 H2 C C C C+ X X 224 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . seperti AlCl3. Oleh karenanya. dan HClO4. simbol tersebut menunjukkan komposisi polimernya. prosesnya hampir sama dengan perambatan pada radikal bebas. Polimerisasi radikal bebas memerlukan energi atau suhu tinggi. Persamaannya: R → CH2 – CHX• + O2 ⎯⎯ R – CH2 Gambar 8. Gas ini kurang reaktif dibandingkan dengan penghambat. Dalam polimerisasi yang dikatalis oleh asam. monomer pembawa rantai adalah ion karbonium. seperti HCl. dilanjutkan dengan stoking untuk wanita pada 1940.1 Nomor 1 2 3 4 5 6 Beberapa Singkatan Polimer Singkatan PET HDPE PVC LDPE PP PS Polimer Polyethyleneterephthalate High density polyethylene Polyvinyl chloride o density polyethylene Polypropylene Polystyrene Perambatan berupa adisi monomer terhadap ion karbonium. Pada tahap pemicuan. TiCl4. Zat pelambat yang biasa digunakan adalah gas oksigen. Kuinon dapat bertindak sebagai zat penghambat bagi banyak sistem polimerisasi sebab kuinon bereaksi dengan radikal bebas menghasilkan radikal yang mantap akibat resonansi. dan asam kuat lainnya. Radikal bebas yang mantap ini tidak dapat memicu polimerisasi lebih lanjut. BF3. Tabel 8.Sumber: Chemistry: The Central Science. Polimerisasi tidak akan berlanjut sebelum seluruh zat penghambat habis terpakai. Misalnya. Nilon tersusun atas monomer yang dihubungkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA). 2000 Laju polimerisasi dapat dikendalikan dengan menggunakan zat penghambat (inhibitor) dan pelambat (retarder). Katalis untuk reaksi ini adalah asam Lewis. Polimerisasi kation terjadi pada monomer yang memiliki gugus yang mudah melepaskan elektron. H2SO4. dan udara). 2) Polimerisasi Ionik Polimerisasi adisi dapat terjadi melalui mekanisme yang tidak melibatkan radikal bebas. SnCl4.5 Pada kemasan plastik biasanya terdapat simbol di bagian bawahnya. H → HA + H2C = CHX ⎯⎯ H3C C + + A– X HA adalah molekul asam. H2SO4. Nilon merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial dan merupakan serat sintetik pertama yang dibuat seluruhnya dari bahan anorganik (batu bara. Dalam hal ini. sebaliknya polimerisasi kation paling baik dilakukan pada suhu rendah.

reaksi polimerisasi anion optimum pada suhu rendah. Kalium amida akan terionisasi kuat sehingga pemicuan dapat berlangsung seperti berikut. dan amida logam alkali. Polimerisasi Kondensasi Polimerisasi kondensasi melibatkan penggabungan molekul kecil membentuk molekul besar melalui reaksi kondensasi.Pengakhiran rantai dapat terjadi melalui berbagai proses. Contohnya adalah kalium amida (KNH2) yang dalam pelarut amonia cair dapat mempercepat polimerisasi monomer CH2=CHX dalam amonia. H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C:X Sumber: Chemistry: The Central Science. sebab tidak ada gugus fungsi lagi yang dapat membentuk polimer. Proses paling sederhana adalah penggabungan ion karbonium dan anion pasangannya (disebut ion lawan). dan feniletena (stirena).6 Petugas pemadam kebakaran selalu memakai pakaian tahan api yang terbuat dari polimer. O C HO O HO (CH2)4 C + OH CH2 CH2 OH HO O C (CH2)4 C O Kata Kunci • • • Laju polimerisasi Polimerisasi radikal bebas Polimerisasi ionik OH O CH2 CH2 + H2O Makromolekul 225 . Reaksi esterifikasi akan berhenti. Jika etanol dan asam asetat dipanaskan dengan sedikit asam sulfat pekat. Seperti polimerisasi kation. seperti propenitril (akrilonitril). monomer pembawa rantai adalah suatu karbanion (C–).+ H2C H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C H2 C H C:- X X X X Proses pengakhiran pada polimerisasi anion tidak begitu jelas seperti pada polimerisasi kation sebab penggabungan rantai anion dengan ion lawan (K+) tidak terjadi. akan terbentuk ester etil asetat disertai penyingkiran molekul air. reaksi antara dua monomer asam heksanadioat (asam adipat) dan etana–1. Katalis yang dapat dipakai adalah logam alkali. Namun demikian. Dalam hal ini. Namun demikian. jika setiap molekul pereaksi mengandung dua atau lebih gugus fungsional maka reaksi berikutnya boleh jadi terbentuk. H H H2 H2 → C C C C+ + A– ⎯⎯ X X H H2 C C X H H2 C C X A Dalam polimerisasi anion. yaitu: H H2 H2N C C:.2–diol (etilen glikol). Misalnya. 2000 Gambar 8. alkil. jika terdapat sedikit air. H2N + H2C – X Perambatan merupakan adisi monomer pada karbanion yang dihasilkan. b. aril. 2–metilpropenoat (metil metakrilat). atau alkohol akan mengakhiri pertumbuhan rantai. monomer pembawa rantai adalah yang memiliki gugus dengan keelektronegatifan tinggi. karbon dioksida.

92 g cm–3. Polimer yang terbentuk mengandung satuan berulang (–OCH2–CH2– OOHCH–(CH2)4–CO–). Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi untuk menghentikan pertumbuhan polimer dari reaksi asam adipat dan etilen glikol menggunakan asam asetat. yaitu polietilen massa jenis tinggi (0. senyawa apa lagi yang dapat digunakan? Tes Kompetensi Subbab 1. Misalnya. Cara menghentikan reaksi yang lebih kekal adalah dengan menggunakan penghentian ujung. A 3. CH3 H2 C CH3 H2 C CH3 n Fenol digunakan untuk menghentikan pertumbuhan polimer. polimer linear) dan polietilen kerapatan rendah (0. Polikarbonat merupakan polimer termoplastik yang digunakan dalam lensa kacamata plastik. reaksi dapat dihentikan dengan cara didinginkan. Gambarkan struktur rantai polikarbonat yang terbentuk dari reaksi di atas. polimerisasi yang sedang berlangsung dapat dikendalikan. Ada dua jenis polietilen. Bagaimana struktur dari kedua polimer ini? Jelaskan. penambahan sedikit asam asetat pada reaksi pertumbuhan polimer. Selain dengan asam asetat. Misalnya. sekali asam itu bereaksi dengan ujung rantai yang sedang tumbuh maka tidak akan terjadi lagi reaksi lebih lanjut. Jadi. Monomer apa yang digunakan untuk membuat polimer berikut? Sebutkan jenis polimerisasinya? a. polimerisasi kondensasi berbeda dengan polimerisasi adisi. reaksi polimerisasi dapat dikendalikan dengan mengubah suhu. Sebutkan jenis polimerisasinya: adisi atau kondensasi? 226 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . F F F F F F n 2.Dapat dilihat bahwa hasil reaksi masih mengandung dua gugus fungsional. a. O O O O O O O n c.94 g cm–3. reaksi berikutnya dengan monomer dapat terjadi. Massa molekul bertambah secara bertahap dan waktu reaksi sangat lama jika diharapkan massa molekul polimer yang terbentuk sangat besar. Persamaan reaksinya: Kerjakanlah di dalam buku latihan. Jadi. tetapi polimerisasi dapat mulai lagi jika suhu dinaikkan. b. Polimerisasi berlangsung terus sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang dapat membentuk polimer. Oleh karena asam asetat bergugus fungsional tunggal. Oleh karenanya. Namun demikian. Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol (BPA) dan fosgen (COCl2). polimer bercabang dengan rantai samping pendek). CH3 HO C CH3 NaOH → + COCl2 ⎯⎯⎯ Polikarbonat + NaCl + H2O Katalis OH b. Pada polimerisasi kondensasi tidak terjadi pengakhiran. baik pada ujung hidroksil maupun pada ujung karboksil.

tetra–. xilosa. Energi matahari nCO2(g) + mH2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ Cn(H2O)m + nO2 → Pengubahan energi matahari menjadi energi kimia dalam biomolekul menjadikan karbohidrat sebagai sumber utama energi metabolit untuk organisme hidup. c. arabinosa. monosakarida digolongkan ke dalam tri–. khususnya –gliseraldehida. monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa (aldehid dan -osa). dan liksosa merupakan suatu pentosa. sedangkan monosakarida yang mengandung gugus keton disebut ketosa (keton dan -osa). galaktosa. Monosakarida Monosakarida merupakan sakarida paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul lebih sederhana secara hidrolisis. 1. suatu monosakarida dengan tiga atom karbon.7 Proses fotosintesis yang terjadi pada daun menghasilkan karbohidrat. seperti berikut ini. Berdasarkan gugus fungsi. penta–. manosa. a. Glukosa. Monosakarida paling sederhana adalah gliseraldehida (suatu aldosa) dan isomernya adalah dihidroksiaseton (suatu ketosa). Treosa dan eritrosa merupakan suatu tetrosa. O C H H C O H C OH HO CH2 HO C H H2C OH Kata Kunci • • Polihidroksi aldehid Polihidroksi keton D-gliseraldehid L-gliseraldehid Beberapa monosakarida ditunjukkan berdasarkan jumlah atom karbon. Karbohidrat Karbohidrat merupakan makromolekul yang paling banyak ditemukan di alam dengan rumus umum Cn(H2O)m. Suatu monosakarida tidak hanya dibedakan berdasarkan gugus fungsinya. Karbohidrat digolongkan ke dalam monosakarida. Ribosa. Cermin Sumber: Botany. Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis dengan bantuan energi matahari. oligosakarida. dan polisakarida. Semua monosakarida lain dianggap sebagai turunan dari triosa. Karbohidrat didefinisikan sebagai senya a polihidroksialdehid atau polihidroksi-keton dan turunannya.B. dan fruktosa merupakan suatu heksosa. Contohnya adalah triosa. b. Berdasarkan jumlah atom karbon. 1997 Gambar 8. tetapi juga dapat dibedakan dari jumlah atom karbonnya. dan heksa–. Makromolekul 227 .

9 Glukosa membentuk cincin enam glukopiranosa. Adapun ketosa seperti fruktosa membentuk cincin furanosa lingkar lima. Gambar 8. Suatu aldosa seperti glukosa membentuk cincin piranosa lingkar enam.CHO H OH CH2OH D-gliseradehid CHO H OH H OH CH2OH D-eritrosa CHO OH H H OH CH2OH D-treosa H H H CHO OH OH OH CH2OH D-ribosa OH H H CHO H OH OH CH2OH H HO H CHO OH H OH CH2OH OH OH H CHO H H OH CH2OH D-arabinosa D-xilosa D-liksosa H H H H CHO CHO CHO CHO OH OH H OH HO H H H OH HO HO H OH H H OH H OH OH H OH H OH H OH OH H OH CH2OH CH2OH CH2OH CH2OH D-altrosa D-glukosa D-manosa H H HO H CHO CHO OH HO H H OH OH HO H H H OH OH CH2OH CH2OH D-idosa H HO HO H CHO CHO OH HO H HO H H H HO H H OH OH CH2OH CH2OH D-talosa D-alosa D-gulosa D-galaktosa Gambar 8. Pada struktur linear. Kedua isomer tersebut dikenal 228 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dua isomer berbeda pada gugus –OH yang terikat pada atom C1. Kerangka karbon digambarkan secara siklik. Gugus aldehid atau keton diarahkan ke atas dan gugus –OH terakhir diarahkan ke bawah atau ke atas. gugus –OH dituliskan ke arah kanan untuk –isomer atau ke arah kiri untuk –isomer.8 Penggolongan monosakarida berdasarkan jumlah atom karbonnya Struktur molekul monosakarida ditulis berdasarkan pengajuan dari Emil Fischer.

4.10 Fruktosa melangsungkan reaksi reversibel menghasilkan bentuk isomer a dan isomer b dari cincin lima fruktofuranosa. Disakarida terdiri atas dua monosakarida. glukosa sering disebut gula darah sebab glukosa diketahui dalam aliran darah cukup melimpah. Di antara semua sakarida. Ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida itu disebut ikatan glikosida. Oligosakarida dan Polisakarida Dua atau lebih monosakarida bergabung membentuk suatu senyawa dinamakan oligosakarida. tetapi umumnya sampai delapan monomer. Peristiwa mutarotasi disebabkan perubahan bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya. Keduanya berbeda pada atom karbon pertama (C1) dalam hal posisi gugus –OH. dibentuk dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor satu dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2. dan glikogen. Jika dalam 100 mL urine terdapat sekitar 8 – 10 g glukosa maka dapat diduga orang itu berpenyakit diabetes. fruktosa paling manis. Orang yang berpenyakit diabetes tidak dapat mengasimilasi dan mengeliminasi glukosa melalui ginjal. Glukosa (C6H12O6) dinamakan juga dekstrosa adalah komponen dari polisakarida seperti selulosa. Fruktosa disebut juga levulosa atau gula buah. Darah manusia normal mengandung sekitar 1 g L–1. akan terjadi peristiwa yang disebut mutarotasi. Fruktosa dua kali lebih manis dibandingkan dengan sukrosa dengan berat yang sama. ditemukan menyatu dengan glukosa dalam bentuk disakarida. yaitu rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. Jika suatu sakarida dilarutkan dalam air. Dalam medis. Kata Kunci • • Mutarotasi Ikatan glikosida Gambar 8. tetapi mengandung keton sebagai gugus fungsionalnya.sebagai bentuk alfa (a ) dan bentuk beta (b). atau 6 pada monosakarida yang lain. pati. 2. Fruktosa yang terdapat pada buah-buahan dan madu merupakan monosakarida. Makromolekul 229 . Jumlah maksimum monomer yang tergolong oligosakarida tidak pasti. memiliki rumus molekul sama seperti glukosa.

11 Struktur molekul selulosa. 230 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . atau bundel yang merupakan rantai tersendiri. jembatan oksigen terbentuk antara atom karbon nomor 1 dan atom karbon nomor 4 dari –glukosa lain. yang merupakan karbohidrat cadangan. sejumlah besar selulosa bergabung membentuk rantai silang. Sukrosa Maltosa Laktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → Polisakarida terdiri atas rantai monosakarida. fruktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → glukosa ⎯⎯ galaktosa → H2O + glukosa Jadi. Fruktosa dan glukosa juga dapat membentuk suatu disakarida. terbentuk dari monomer b– –glukosa melalui ikatan b(1 → 4) glikosida.. galaktosa E. (C) UNAS 2005–2006 Gambar 8. Maltosa adalah disakarida yang dibangun dari dua glukosa. kondroitin.. glikogen ditemukan dalam hati dan otot. pengganti formalin yang berpotensi sebagai racun. disakarida tersebut adalah sukrosa. dari beberapa ratus sampai ribuan unit glukosa. Glikogen umumnya ditemukan dalam hampir semua sel hewan. yaitu polisakarida struktural dan polisakarida nutrien. Polisakarida struktural berfungsi sebagai pembangun komponen organel sel dan sebagai unsur pendukung intrasel. dan asam hialuronat. juga protozoa dan bakteri. terdiri atas monomer b-D-glukosa melalui ikatan b-1. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah selulosa (ditemukan dalam dinding sel tanaman). 2. substitution of formalin. Polisakarida nutrien berperan sebagai sumber cadangan monosakarida. selulosa C. kitosan. serabut paralel. pati. Adapun. a. Polisakarida dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional. Dalam dinding sel tanaman.. dan glikogen. 3. useful of kitosan has been testing as presertive for the food. Fruktosa Glukosa Sukrosa Mahir Menjawab Hidrolisis suatu disakarida menghasilkan glukosa dan fruktosa. Pada manusia dan vertebrata. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah paramilum.4-glikosida b. Selulosa Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel tanaman. Nowadays. maltosa Pembahasan Disakarida dan hasil reaksi hidrolisis: 1. dinamakan sukrosa atau gula tebu. Selulosa merupakan polimer tidak bercabang. laktosa terbentuk dari –galaktosa dan –glukosa. terdiri dari satuan glukosa berikatan → dan → . sukrosa D.Catatan Note Saat ini kitosan sedang diuji kegunaannya sebagai pengawet pada makanan. Ikatan yang terbentuk dinamakan ikatan 1 → 4 glikosida. Disakarida tersebut adalah . which has potentially as poison. laktosa B. Panjang rantai beragam. A. Dalam maltosa. Glikogen Glikogen adalah homopolisakarida nutrien bercabang.

13 (a) Struktur heliks dari amilum (b) Ikatan a -1. Jumlah kedua polisakarida ini berbeda bergantung pada jenis pati. bentuk ini berdiameter beberapa mikron.13. amilosa dan amilopektin.4-glikosida (c) Kompleks pati-iodin (c) Sumber: Chemistry: The Central Science. Rantai polisakarida ini membentuk untai heliks. Pati selalu terdapat dalam sel tumbuhan berbentuk granula. Hal ini disebabkan terjadinya koordinasi antara ion iodida di antara heliks. Pati (Amilum) Pati adalah polisakarida nutrien yang ditemukan dalam sel tanaman dan beberapa mikroorganisme. Sumber: wikipedia.12 Sapi dapat mencerna rumput sebab memiliki enzim selulose yang dapat memutuskan ikatan b-glikosida pada selulosa. Pada titik percabangan membentuk ikatan 1 → 6. Dalam beberapa hal. Granula pati mengandung campuran dari dua polisakarida berbeda. (a) (b) Gambar 8.4– glikosida. pati memiliki kesamaan dengan glikogen (glikogen disebut pati hewan). Komponen amilosa pati merupakan polisakarida tak bercabang terdiri atas glukosa dan ribuan satuan glikosil yang terikat pada 1.org Gambar 8. Jika pati direaksikan dengan iodium akan muncul warna biru terang. dan tumbuhan lain yang banyak mengandung pati memiliki kandungan amilopektin 75–80% dan amilosa 20–25%. strukturnya menyerupai pohon. 2000 Makromolekul 231 . Perhatikan Gambar 8. Intensitas warna biru yang dihasilkan bergantung pada kandungan amilosa yang terdapat dalam pati. Jadi. jagung. c.Glikogen tersusun dari jutaan glikosil yang terikat dengan ikatan 1 → 4 glikosida membentuk rantai panjang. Pada kentang.

bergantung pada konsentrasi karbohidrat. Dalam identifikasi karbohidrat. Tes Molisch Tes Molisch terdiri atas larutan a –naftol dalam alkohol. Glukosa dapat mereduksi ion Cu2+ dari tembaga(II) sulfat menjadi ion Cu+. c. H 2 O.15 Cincin warna ungu terbentuk ketika karbohidrat direaksikan dengan pereaksi Molisch. kemudian ditambah H2SO4 pekat maka akan terbentuk dua lapisan zat cair (lihat Gambar 8. terutama dalam suasana basa. B 4. Beberapa sifat kimia karbohidrat dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa karbohidrat. seperti gugus hidroksi. Senyawa apakah yang terdapat dalam urine yang positif terhadap tes Benedict? Golongan senyawa apakah yang memberikan hasil positif terhadap tes Molisch? Apakah perbedaan antara pereaksi Barfoed dan Benedict? Dapatkah pereaksi Barfoed digunakan untuk membedakan fruktosa dengan sukrosa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. 2. Pereaksi Benedict banyak digunakan untuk uji glukosa dalam urine dibandingkan pereaksi Fehling. sedangkan Fehling B adalah larutan kalium-natrium-tartrat dan NaOH dalam air. dan keton. Dalam suasana basa diendapkan sebagai Cu2O. Tes Benedict Tes Benedict adalah larutan tembaga( ) sulfat. b. 3. Monosakarida dan beberapa disakarida memiliki sifat reduktor. kuning atau merah bata. Jika dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin. Pada batas antara kedua lapisan itu terbentuk cincin warna ungu akibat terjadi reaksi kondensasi antara a–naftol dan furfural (furfural terbentuk akibat dehidrasi glukosa oleh H2SO4). Jika pereaksi ini ditambahkan ke dalam larutan glukosa. Tuliskan produk dari reaksi hidrolisis senyawa berikut. Sifat reduktor ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat.bw Gambar 8.olgastift. Tes Kompetensi Subbab 1.15). a. dan sukrosa. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau.3. 6. Cincin warna ungu Sumber: www. H+ Glikogen ⎯⎯⎯⎯ → H 2 O. aldehid. tetapi dengan pereaksi Benedict tidak terjadi reduksi. Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4. 5.s. selanjutnya diendapkan sebagai Cu2O. maltosa. ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+. → Cu2+ + Karbohidrat ⎯⎯ Cu+ → 2Cu+ + 2OH– ⎯⎯ Cu2O(s) + H2O Endapan merah bata Sumber: www. Tuliskan rumus struktur –glukosa dalam bentuk linear dan rumus proyeksinya menurut Fischer. 7. Tes Fehling Pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan. yaitu larutan ehling A dan ehling . Sebutkan monomer dari laktosa.14). Kedua macam larutan ini disimpan secara terpisah dan dicampur ketika akan digunakan (lihat Gambar 8.uni-regensburg.14 Uji glukosa dengan Fehling b.com Gambar 8. a. senyawa ini dapat mereduksi Fehling. Identifikasi Karbohidrat Sifat-sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat dalam molekul. natrium karbonat dan natrium sitrat. panas Selulosa ⎯⎯⎯⎯ → 232 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

Struktur umum asam amino ditunjukkan pada Gambar 8. Suatu polipeptida (protein) adalah polimer yang dibentuk oleh sejumlah besar asam amino melalui ikatan peptida membentuk rantai polimer.000 hingga puluhan ribu. asam-asam amino diikat bersama melalui ikatan peptida. Asam Amino Asam amino adalah molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). atau rantai samping.16. Rentang massa molekul protein berkisar dari 6. 1. Rantai samping menentukan sifat-sifat asam amino. Selain tersusun atas asam amino. Contoh. Perhatikan reaksi kondensasi berikut. nama dipeptidanya adalah alanilglisin. Cu2+. Zn2+. yaitu ikatan C–N hasil reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus amino dari asam amino lain. Protein Protein adalah polimer biologi yang tersusun atas molekul-molekul kecil (asam amino). dan Mg2+) atau mengandung molekul organik kompleks. jika alanin dan glisin menjadi dipeptida. H H2N C C O OH Gambar 8.16 Struktur umum asam amino a R Di dalam protein. yaitu molekul yang dibentuk melalui ikatan peptida dari dua asam amino. Penamaan dipeptida atau tripeptida disesusaikan dengan nama asam amino yang berikatan. Huruf akhir dari nama asam amino yang disatukan diganti dengan huruf l’. biasanya turunan dari vitamin. Asam amino disebut juga asam a –amino yang merupakan monomer dari protein (polipeptida). banyak protein juga mengandung komponen lain seperti ion logam (misalnya Fe2+. Kata Kunci • • Asam amino Ikatan peptida H H 2N – C – C H Glisin (Gly) O OH CH3 H 2N – C – C H Alanin (Ala) CH2 O OH H2C CH2 O N–C – C OH H Prolin (Pro) H3C CH3 CH O OH H 2N – C – C H Valin (Val) Makromolekul 233 . O H2N H C R1 C OH + H H N CH R2 O C OH H2N H C R1 Ikatan peptida O C H N CH R2 O C OH Reaksi tersebut merupakan contoh dipeptida. Setiap asam amino berbeda dalam hal gugus R.C. Terdapat 20 macam asam amino yang ditemukan pada protein.

Singkatan nama asam amino diambil tiga huruf dari nama asam amino. Sembilan dari asam amino bersifat nonpolar dan asam amino lainnya bersifat polar sehingga dapat terionisasi atau membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino lain atau dengan air.CH3 S CH2 CH2 H 2N – C – C H O OH NH C = CH CH2 H2N – C – C H O OH H3C CH3 CH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH Metionin (Met) Triptofan (Trp) Leusin (Leu) Fenilalanin (Phe) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH NH2 H3C OH CH OH O OH CH2 H2N – C – C H O OH C NH2 CH2 CH2 O OH H 2N – C – C H H 2N – C – C H Asparagin (Asn) Treonin (Thr) Serin (Ser) Glutamin (Gln) H2N OH HC – N CH C – NH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH C NH NH2 CH2 C2H4 O OH CH2 H 2N – C – C H O OH NH C2H4 CH2 H 2N – C – C H Tirosin (Tyr) Histidin (His) Arginin (Arg) Lisin (Lys) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH OH C OH CH2 CH2 O OH SH O OH CH2 H 2N – C – C H O OH H3C CH3 CH H2N – C – C H H 2N – C – C H Asam aspartat (Asp) Asam glutamat (Glu) Valin (Val) Sistein (Cys) Nama-nama asam amino lebih dikenal dengan nama trivial daripada nama sistematisnya (IUPAC) sebab lebih sederhana dan mudah diingat. Terdapat sepuluh macam asam amino esensial (asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak dapat 234 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

5 Sumber: www. jika pemutaran bidang cahaya ke kanan dinamakan de trorotary (d) atau (+).disintesis oleh tubuh.18 Atom karbon kiral (keempat valensinya mengikat gugus berbeda). leusin. yaitu atom karbon yang keempat valensinya mengikat atom atau gugus berbeda.com Gambar 8. histidin. Struktur primer adalah struktur linear dari rantai protein. Tabel 8. Dalam struktur ini tidak terjadi antaraksi. atom hidrogen. dan gugus R. Gambar 8. akibat adanya ikatan hidrogen di antara gugus-gugus polar dari asam amino dalam rantai protein. Keadaan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam amino dalam protein. Senyawa yang memiliki isomeri optis dinamakan isomer optis atau stereoisomer. triftofan.17 2. Struktur dan Bentuk Protein Struktur protein dapat dikelompokkan menjadi empat golongan. di mana sifat fisika dan kimia mirip. metionin. seperti gugus karboksil.2 Unsur Persentase (%) Komposisi Unsur dalam Kuning Telur C 50–55 H 7–8 N 15–19 O 19–24 S 0–2.19. kecuali glisin mempunyai atom karbon tidak simetris (kiral).19 Alanin memiliki atom C kiral. yaitu valin. sekunder. Struktur sekunder adalah struktur dua dimensi dari protein. Sifat Asam Amino Hampir semua asam amino. Lalanin dan D-alanin pada cermin tampak sama. lisin. Cermin HCO2 H NH2 CH3 L-alanin CH3 D-alanin Sumber: Chemistry: The Central Science. seperti tangan kiri dan tangan kanan yang berhadapan. tetapi harus dikonsumsi dari makanan). baik dengan rantai protein yang lain maupun di antara asam amino dalam rantai protein itu sendiri. Atom karbon tidak simetris dalam asam amino. tersier. Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. seperti a –heliks dan b– sheet. 3.gourmetsleuth. HCO2 H NH2 Gambar 8. yaitu atom karbon alfa yang mengikat empat macam gugus. gugus amino.20 Struktur primer dari protein Makromolekul 235 . yaitu struktur primer. kecuali kemampuan membedakan arah putar bidang polarisasi. Pada struktur ini terjadi lipatan (folding) beraturan. Oleh karena asam amino mengandung gugus amino dan gugus karboksil. semua asam amino akan memberikan reaksi positif dari kedua gugus ini. Asam amino tidak simetris memiliki dua bentuk isomeri. Perhatikan Gambar 8. Kesepuluh asam amino tersebut. isoleusin. fenilalanin. dan arginin (hanya diperlukan oleh anak-anak yang sedang tumbuh). 2000 Telur mengandung protein tinggi O C R Q P Gambar 8. dan kuarterner. treonin. disebut juga sebagai senyawa optis aktif. disebut isomeri levorotary (l) atau (–).

tersusun dari empat subunit rantai protein. Jenis dan Fungsi Protein Oleh karena protein memiliki keanekaragaman sangat tinggi maka protein digolongkan berdasarkan sifat dan fungsinya. CH2COOH Gambar 8. Hampir seluruh reaksi kimia dalam sel makhluk hidup dikatalisis oleh enzim. b1. a 2. 1997 Kata Kunci • • Stereoisomer Antaraksi van der Waals Struktur tersier merupakan struktur tiga dimensi sederhana dari rantai protein. Dalam struktur ini.22 (a) Struktur tersier dari protein (b) Struktur kuarterner dari protein hemoglobin dengan empat subunit (a 1. protein membentuk molekul kompleks. Struktur tertinggi dari protein adalah struktur kuarterner. b2 b1 Gambar 8. Sampai tahun 1980-an telah ditemukan lebih dari 2.21 Struktur sekunder protein (a) Struktur a -heliks dari protein (b) Struktur b-sheet dari protein (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. 2000. 236 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . protein kontraktil. sebagai gugus pembawa oksigen. protein transport. selain terjadi folding membentuk struktur a – heliks dan b–sheet. Enzim adalah jenis protein yang memiliki sifat sangat beragam. tidak terbatas hanya pada satu rantai protein. Dalam struktur ini. nonpolar. dan antaraksi gugus nonpolar. masing-masing memiliki kemampuan khusus dalam mengkatalisis reaksi kimia. The Molecular Science. maupun van der Waals. seperti protein sebagai enzim. juga terjadi antaraksi van der Waals dan antaraksi gugus nonpolar yang mendorong terjadi lipatan. tetapi spesifik.000 macam enzim. pada struktur kuartener molekul protein di samping memiliki ikatan hidrogen. protein bahan makanan. Enzim berperan sebagai katalisis untuk berbagai reaksi biokimia. protein struktural. Contoh dari struktur ini adalah molekul Hemoglobin. tetapi beberapa rantai protein bergabung membentuk seperti bola. dan protein pertahanan. b2) a2 CH3 CH H3C N H2C CH2 COOH CH2 CH3 HC N Fe N N CH CH CH2 CH CH2 CH CH3 a1 (b) Sumber: Biology: Exploring Life. protein regulator. gaya van der Waals. 1994 (a) 4. juga terjadi antaraksi antarrantai protein baik melalui antaraksi polar. Jadi.23 Struktur hemin yang terdapat pada hemoglobin.Gambar 8.

protein aktin atau miosin merupakan protein serabut yang berfungsi kontraksi otot. Contohnya dalam biji-bijian. Sumber: nobelpriza. Pada jaringan tersebut oksigen dilepaskan untuk proses oksidasi bahan makanan.bairnet. Tubulin adalah protein pembentuk mikrotubul yang merupakan komponen penting pada flagela dan silia untuk bergerak. Contohnya. Kata Kunci • • • • • • Protein transport Protein bahan makanan Protein kontraktil Protein struktural Protein regulator Protein pertahanan Makromolekul 237 . Protein yang terdapat pada membran sel juga merupakan protein transpor.24 Labah-labah sedang merajut protein dalam bentuk serat. atau protein asing dari jenis lain. Sebagian protein dalam sel tersimpan dalam bentuk bahan makanan. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat oksigen pada saat darah memasuki paruparu dan membawanya ke jaringan periferal. Dia berjasa dalam penemuan asam amino golongan baru. Sekilas Kimia Hermann Emil Fischer (1852–1919) Sumber: www. untuk memberikan kekuatan dan proteksi sel. Immunoglobin atau antibodi merupakan protein khusus yang dibuat oleh jaringan limfosit untuk mengenali dan mengendapkan atau menetralkan bakteri. Beberapa protein berfungsi sebagai serabut atau pelindung. Semua protein tersebut merupakan protein bahan makanan. Rambut dan kuku mengandung protein yang tidak larut dalam air. dan nutrien lain melewati membran sel.Protein transport dalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion tertentu dari satu organ ke organ lain. Komponen utama sutra dan jaring labah-labah merupakan protein fibroin. Kulit merupakan protein kolagen.com Plasma darah mengandung lipoprotein yang membawa lipid dari hati ke organ lain. virus. khususnya tentang protein. berfungsi mentransportasikan glukosa. asam amino. Albumin adalah protein utama dalam putih telur. disebut keratin. Fibrinogen dan trombin merupakan protein yang bertanggung jawab terhadap pembekuan darah. protein digunakan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Gambar 8.org Fischer memberikan kontribusi yang besar bagi ilmu pengetahuan. Komponen utama dari jaringan tendon dan kartilago merupakan protein serat kolagen yang memiliki kekuatan atau kekenyalan tinggi. Fischer juga meneliti sintesis protein melalui perolehan berbagai asam amino yang memiliki struktur optis aktif. Kasein merupakan protein terbesar dalam air susu. Beberapa protein berfungsi menjaga serangan organisme lain. yakni asam amino siklik yang meliputi prolin dan oksiprolin. Beberapa protein dalam sel dan organisme mempunyai fungsi untuk kontraksi.

seperti ikatan hidrogen. Tes Xantoprotein Pereaksi xantoprotein adalah larutan asam nitrat pekat. Denaturasi dan Renaturasi Protein katan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu.27 Triptofan memberikan hasil yang positif dengan tes Hopkins-cole karena mengandung gugus indol. Identifikasi Protein dan Asam Amino a. CH2 H 2N – C – C H O OH Fenilalanin Kata Kunci • • Denaturasi protein Renaturasi protein Pereaksi xantoprotein positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping fenil. Gugus indol NH C = CH CH2 Gambar 8. jika molekul protein masih larut dalam larutan urea.25). kalor dapat memecahkan beberapa ikatan lemah.5. seperti asam amino tirosin. seperti pada asam amino triptofan. dan triptofan. Sumber: Dokumentasi Penerbit Gambar 8. dan berubah menjadi kuning jika dipanaskan. maupun antaraksi hidrofob antargugus asam amino dalam rantai protein (lihat Gambar 8. gaya van der Waals.25 Zat putih telur sedang menjalani denaturasi. baik ikatan hidrogen maupun antaraksi hidrofob. dapat memengaruhi ikatan ionik maupun ikatan hidrogen. Pereaksi ini positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping indol. akan terbentuk endapan putih. Pereaksi seperti larutan urea 8. Tes Hopkins-Cole Pereaksi Hopkins-cole dibuat dari asam oksalat dan serbuk magnesium dalam air. protein terdenaturasi secara perlahan akan melakukan renaturasi kembali ke dalam bentuk semula. Gugus fenil Gambar 8. Hal ini dapat mengakibatkan suatu protein terlepas dari ikatannya. Perubahan pH juga dapat merubah struktur protein sebab akan merubah muatan dari gugus rantai samping asam amino.26 Kulit ikan terkena asam nitrat akan berwarna kuning. b. Pada suhu tinggi struktur protein akan rusak. Protein yang terdenaturasi dapat diubah kembali membentuk struktur semula. Jika sedikit demi sedikit konsentrasi urea diturunkan melalui proses dialisis. O H 2N – C – C OH H Triptofan 238 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 6. hal ini akibat adanya nitrasi. Peristiwa ini dinamakan denaturasi protein.0 M. fenilalanin. Jika protein dipanaskan. Pada akhirnya. Jika larutan HNO3 pekat dimasukkan ke dalam larutan protein secara hati-hati. Gejala ini akibat nitrasi pada inti benzena yang terdapat dalam protein. dapat merusak.

Jika pereaksi Millon ditambahkan ke dalam larutan protein. Kemudian. Gugus merkapto SH CH2 O OH H 2N – C – C H Sistein Makromolekul 239 . akan terbentuk dua lapisan dan beberapa saat kemudian terbentuk cincin ungu di antara batas kedua lapisan itu.ccccd. Tes Nitroprusida Natrium nitroprusida dalam larutan amonia akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas (merkapto). c. protein yang mengandung sistein akan memberikan hasil positif. akan dihasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah akibat pemanasan.29 Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret dengan terbentuknya warna ungu. berwarna ungu e. CuSO4 Pereaksi ini positif untuk protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping senyawa fenol sebab terjadi reaksi antara senyawa raksa(II) dengan gugus hidroksifenil membentuk senyawa berwarna. NaOH d. Gugus –S–S– pada sistein apabila direduksi terlebih dahulu dapat juga memberikan hasil positif.28 CH2 H2N – C – C H Tirosin O OH Tirosin memberikan hasil yang positif dengan tes Millon karena mengandung gugus fenol.edu Gambar 8. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. asam oksalat direduksi menjadi asam glioksilat dengan bantuan katalis serbuk magnesium: Mg → HOOC – COOH ⎯⎯ HOOC – COH Asam oksalat Asam glioksilat Asam glioksilat yang terbentuk mengkondensasi asam amino triftofan membentuk senyawa berwarna. Tes Biuret dilakukan dengan cara menuangkan larutan natrium hidroksida pekat ke dalam larutan protein. OH Gugus fenol Gambar 8. larutan CuSO4 ditambahkan setetes demi setetes yang akan terbentuk warna ungu. Setelah H2SO4 pekat dituangkan. Jadi. Tes Biuret Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret.Dalam pereaksi ini. Sumber: iws. Tes Millon Pereaksi Millon adalah campuran larutan raksa( ) nitrat dan raksa( ) nitrat dalam asam nitrat.

3. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan tripeptida dari asam amino alanin. Jelaskan penggolongan protein berdasarkan struktur dan berdasarkan fungsinya. asam amino dapat bereaksi dengan ninhidrin sebagai berikut. O OH HO + OH O H O OH O Warna biru O O O N + 3H2O ⎯⎯ → Tes Kompetensi Subbab C 4. 240 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . g. valin. dan metionin. 1.f. 5. dan fenilalanin. O HO OH → + R – CH – COOH ⎯⎯ H NH2 OH O Ninhidrin O + R COH + NH3 + CO2 O Hidrindantin Selanjutnya. 2. Pada dasarnya reaksi ini akan memberikan hasil positif jika terdapat gugus guanidin seperti arginin memberikan warna merah. Asam amino apakah yang positif terhadap pereaksi ninhidrin? Mengapa asam nitrat memberi warna kuning pada kulit kita? Kerjakanlah di dalam buku latihan. 7. 6. ninhidrin bereaksi dengan hidrindantin dan amonia membentuk senyawa berwarna biru. Apakah nama tripeptida yang dibentuk dan tunjukkan mana ikatan peptidanya. Apa yang dimaksud dengan denaturasi dan renaturasi protein? Mengapa kelebihan CuSO4 harus dihindari dalam uji biuret? Jelaskan. Apakah yang dimaksud dengan atom karbon kiral? Tunjukkan atom karbon kiral pada asam amino alanin. Pereaksi Ninhidrin Pereaksi ninhidrin merupakan oksidator lemah. lisin. Tes Sakaguchi Pereaksi yang digunakan adalah naftol dan natrium hipobromit.

Karbohidrat sederhana dinamakan monosakarida.000. 2. regulator. Menurut strukturnya. dan sebagainya. Pembangun protein adalah asam amino. seperti pati dan selulosa. nutrien. Protein adalah golongan polimer alam dengan berat molekul berkisar dari 6. Polimer alam yang umum dikenal adalah karbohidrat dan protein. bercabang. Polimer dapat dibentuk melalui reaksi polimerisasi adisi melalui mekanisme radikal bebas atau ionik dan dapat juga dibentuk melalui polimerisasi kondensasi yang melibatkan penyingkiran molekul kecil seperti air.000 hingga 1.000. tersier dan kuarterner atau globular. Menurut fungsinya. sekunder. protein digolongkan sebagai protein primer. katalis. 8. nitroprusida. sambung-silang. Protein dibangun oleh urutan reaksi kondensasi asamasam amino yang menghasilkan ikatan peptida sehingga protein disebut juga polipeptida. Makromolekul 241 . tersier. Beberapa pereaksi yang digunakan untuk identifikasi protein dan asam amino di antaranya adalah xantoprotein. 6. 11. 1. 10.Rangkuman Beberapa senyawa makromolekul. Gabungan monosakarida membentuk karbohidrat yang lebih kompleks. dan kuarterner. transport. bergantung pada rantai samping (gugus R). Bentuk polimer dapat berupa linear. Struktur polimer dapat berupa struktur primer. 5. biuret. dan Sakaguchi. 3. Bentuk struktur ini dipengaruhi oleh gugus samping dalam asam amino yang menyusun protein. 7. yang dapat dibagi ke dalam kelompok polar dan nonpolar. 9. baik teratur maupun random. Millon. 12. 4. Hopkin-cole. sekunder. protein berperan sebagai struktural. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi instan dan sebagai penyusun dinding sel tumbuhan.

diskusikan dengan teman atau guru Anda. dan protein). Dengan mempelajari bab ini. glikogen. laktosa Polisakarida contoh Amilum. Adapun karbohidrat dan protein merupakan zat penting bagi kelangsungan sel makhluk hidup. sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. Polimer banyak digunakan dalam industri plastik dan tekstil.Peta Konsep Polimerisasi adisi Polimer dibentuk melalui Polimerisasi kondensasi Monosakarida terdiri atas contoh Glukosa. fruktosa Makromolekul Karbohidrat terdiri atas Oligosakarida contoh Maltosa. Anda juga dapat menjelaskan hubungan antara struktur dan sifat dari senyawa makromolekul tersebut dan mengetahui metode pengidentifikasiannya sehingga dapat membantu mengembangkan keterampilan berpikir analisis Anda secara deduktif dan induktif. selulosa identifikasi • Tes Fehling • Tes Benedict • Tes Molisch Protein terdiri atas Asam amino contoh Lisin. valin. galaktosa. tata nama. Tahukah Anda apa manfaat lainnya dari mempelajari makromolekul? 242 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Seperti yang telah Anda ketahui bahwa senyawa makromolekul memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. penggolongan. Anda dapat mendeskripsikan struktur. metionin identifikasi • Xantroprotein • Biuret • Hopkin–Cole • Nitroprusida • Millon • Sakaguchi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 8 ini? Bagian manakah dari materi Bab 8 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. karbohidrat.

kopolimer beraturan D. CH2=CHCl dan CH2=CH–CH=CH2 E.. kopolimer cangkok C. Cl HC CCl HO COOH E.. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C. 1. CH3–CH2Cl dan CH3–CH=CH–CH3 Nilon dapat dibuat melalui swakondensasi asam 6– aminoheksanoat. polivinil klorida 5. 7. selulosa 3.… A.. (–NH(CH2)5CO(CH2)5–) Terdapat lima buah polimer: 1. CH3–CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B. ClHC=CHCl B. Cl n A. C. 3. aseton 2. Cl H2 C HOH 2C C H C CH2OH C H2 COOH E. etanal C. (–NH3(CH2)5CO2–) D. Di antara zat berikut yang dapat dipolimerisasikan adalah . Cl2C=CCl2 Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): Makromolekul 243 . 5. polietena Berikut ini yang termasuk polimer alam adalah . poliviinilasetat 2. polimer rantai lurus dan bercabang Manakah monomer atau pasangan monomer yang digunakan untuk membuat polimer adisi neoprene berikut.2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah …. ClHC=CCl2 C. A. A. A. poliisoprena 4. Suatu polimer memiliki struktur sebagai berikut. (–NH(CH2)5NHCO(CH2)5CO–) E. Satuan berulang dari polimer ini adalah .. Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2 – CHCl – CH2 – CH=CH – CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi dari campuran … A. H2C=CHCl D. (–NH(CH2)5CO2H–) C. etanoat E. A. H A. [–A–A–A–A–A–A–A–A–A–A–] B B–B–B–B–B–B– Polimer tersebut tergolong …. H2C=CCl2 E. 3 dan 4 E. 4 dan 5 Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. 1 dan 3 C. H 2C CH2 dan D. CH2 HOOC COOH H2 C H2C C. 4. etena D. PVC adalah suatu polimer plastik sebagai hasil polimerisasi dari …. H2C O dan 8. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1 dan 2 B. NH 2 (CH 2 ) 5 CO 2 H. (–NH(CH2)5CO–) B.. 9.Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. kopolimer blok E. HO OH CH3 B. etanol B.. D. polimer rantai linear B. H2 HO C COOH C H2 B. 2 dan 3 D. H 3C C H C Cl C H C Cl H 2C CH2Cl 6. CH2=CCl–CH=CH2 dan CH2=CH2 D.

H H H H HC O OH OH OH OH Polimerisasi terjadi secara …. CH2OH C H H O OH OH CH2OH B. Rumus satuan berulang dari polimer ini adalah …. Ebtanas 2000: Salah satu senyawa heksosa mempunyai rumus struktur berikut. Senyawa berikut yang tidak dapat membentuk suatu piranosa adalah . glukosa aldehid dan fruktosa eter B. Tauber 15. CH3 C H H H O OH OH OH CH2OH B. maltosa 16. UMPTN 1996 B: Dalam urine penderita penyakit diabetes dapat diidentifikasi adanya senyawa …. Fehling B. 14. Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab …. A. H OH OH HC O OH OH OH E. laktosa B. levulosa D. CH2OH C H O OH OH OH CH2OH D. glukosa keton dan fruktosa aldehid C. Bentuk molekul piranosa adalah suatu lingkar dengan cincin beranggotakan enam. C. Oksirana: H2C CH2 dapat dijadikan polimer. glukosa aldehid dan fruktosa keton D.CH3 HO C CH3 NaOH Polikarbonat + NaCl + H2O OH + n COCl2 A. CH2OH H OHC OH H H CH2OH OH H OH OH Senyawa tersebut mempunyai nama …. kondensasi E. eritrosa 244 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . A. galaktosa E. H C CH3 O H H 11. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. glukosa C. Benedict C. kationik C. H H C C O C. A. A.. fruktosa D. Barfoed D. glukosa E. A. A. adisi D. arabinosa E. radikal bebas O CH2OH 10.. galaktosa 13. fruktosa C. sukrosa B. A. Laktosa mempunyai rumus molekul yang sama dengan …. D. ionik B. glukosa B. Molisch E. galaktosa D.. maltosa C. glukosa amida dan fruktosa asam 12. CH2 O H2 H2 C C O H C H C CH2 O H H E. glukosa aldehid dan fruktosa ester E.

II E. selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan b (1 → 4) glikosida D. pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu b – –galaktosa 22. selulosa B. Fehling B. 3 28. Tauber B. laktosa E. H O H H H O N 1 C Jika disakarida itu laktosa. 4 B. glukosa dan galaktosa C. selulosa 19. nilon C. valin C. A. kertas C. V C. fruktosa dan galaktosa D. Perhatikan struktur dipeptida berikut. Jika disakarida. A. A. Asam amino yang tidak memiliki sifat optis aktif adalah …. struktur molekul glikogen dapat bercabang dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosida B. A. glisin B. alanin D. valin C. fruktosa B. Tauber 18. amilum E. kayu 20. Barfoed D. laktosa D. A. A. 2 E. Benedict C. A. glisin B. sakarosa B. glukosa dan glukosa B. Polisakarida yang menyusun dinding sel tanaman adalah …. Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah . monosakarida yang terbentuk adalah …. alanin D. fruktosa dan fruktosa 23. jerami D. glukosa dan fruktosa E. selulosa 21. maltosa C.… A. tirosin E.17.. 1 D. 5 C. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah . Molisch E. protein D. A. glikogen D.. asam glutamat 27. tirosin E. Satuan struktural: H H N H C R1 O C N H R2 C H C O H N H C R3 O C OH Terdapat dalam polimer…. nilon E. Pereaksi apa yang dapat menghasilkan cincin ungu dalam uji karbohidrat? A. IV B. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H C12H22O11 + H2O ⎯⎯→ C6H12O6 + C6H12O6 + Bahan I II III IV V Pereaksi Fehling Ungu Merah bata Biru Biru muda Biru I2 Ungu Biru Kuning Kuning muda Kuning muda Bahan yang mengandung amilum adalah nomor . III 24. Hopkin-cole E. katun B.. Di antara karbohidrat berikut di dalam air tidak terhidrolisis adalah …. karbohidrat 25... poliester E. A. Zat berikut ini mengandung selulosa. xantoprotein D. Millon Makromolekul 245 .. Sakaguchi C. I D. jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum E. A. Di antara pereaksi berikut yang tidak termasuk uji untuk protein adalah …. Ebtanas 1998: Data hasil eksperimen 5 bahan makanan dengan pereaksi iodium dan Fehling: 2 C 3 N 4 C 5 C H OH R1 R2 Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor …. amilum C. glutamin 26. ikatan antar monomer di dalam pati adalah ikatan b (1 → 4) glikosida C. kecuali ….

asam b–amino. Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki …. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan polimer tersebut. fenilalanin dan triptofan (mengandung cincin benzena) di dalam protein adalah …. Berikut ini yang bukan tergolong jenis protein adalah ….29. A. Tuliskan reaksi yang menerangkan pembentukan dua disakarida berbeda yang melibatkan a – – glukopiranosa dan b– –galaktopiranosa dengan menyambungkan antara karbon 1 dan karbon 4. Apakah produknya laktosa? 5. Hopkin-cole E. Manakah asam amino yang memiliki sifat optis aktif lebih dari satu atom karbon? Mengapa glisin tidak optis aktif? 7. primer D. Hal ini disebabkan adanya …. 4. ikatan peptida E. gaya van der Waals 33. Sakaguchi C. b– –glukosa a– –glukosa adalah 0. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. dan asam g –amino. Sebutkan beberapa perbedaan antara bentuk struktur sekunder protein a–heliks dan b–sheet. Nitroprusida B. A. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi: 3. Teflon adalah polimer adisi 1. Perubahan apa yang harus dilakukan agar dihasilkan polimer dengan ketegaran tinggi dan meningkatkan titik leleh? Struktur molekul (monomer) apa yang dipolimerisasikan pada pembentukan polimer berikut. dilarutkan ke dalam basa kuat E. 1.2. dilarutkan ke dalam asam pekat C. dipanaskan B. Tentukan konsentrasi gula pada kesetimbangan dalam larutan b– –glukosa dengan konsentrasi awal 0. 31. ikatan hidrogen antarmolekul D. insulin B. b–sheets E. 2. tersier C. muatan positif dan negatif sama B.2–tetrafluoro–etena. A. didinginkan hingga beku B. Peristiwa denaturasi protein terjadi jika protein. 6. kecuali …. Xantoprotein D. ikatan peptida E. A. Millon 30. A. gaya van der Waals 32. E.1. kasein E. ikatan hidrogen antarmolekul D. Hemoglobin merupakan salah satu contoh struktur protein berupa struktur …. Suatu protein dapat memiliki struktur a–heliks. Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin. protein jika dihidrolisis akan menghasilkan asam amino D. ikatan hidrogen intramolekul C. muatan positif dan negatif sama B. kuartener 35. asam amino penyusun protein adalah asam a – amino. ikatan hidrogen intramolekul C. protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C. A. enzim 34. a–heliks B. A. glikogen C. dibakar D.56 pada 25°C.10 M. 246 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . terjadi ikatan peptida di antara tiap dua monomer protein. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah …. hemoglobin D.

Lemak tersusun dari asam-asam lemak dan suatu polihidroksi (gliserol). penggolongan. tata nama. A. sifat dan kegunaan lemak? Bagaimana pula cara mengidentifikasi lemak? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.com Kadar lemak jenuh yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. Asam lemak adalah asam karboksilat rantai panjang yang dapat mengandung ikatan rangkap (tidak jenuh) dan jenuh. Lemak Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Lemak dan minyak dapat dihidrolisis dengan suatu basa alkali membentuk sabun. penggolongan. Bagaimanakah struktur. dan makromolekul. seperti minyak kelapa sawit dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Adapun ikan sarden sangat baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tak jenuh tinggi. benzena dan turunannya. Struktur dan SifatSifat Lemak B. Lemak yang mengandung ikatan rangkap dinamakan minyak.pukenoodles. sifat. Sabun dan Detergen 247 . Konsumsi lemak tak jenuh. Lemak dan minyak berfungsi sebagai cadangan energi metabolit. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. Sumber dan Kegunaan Lemak C.Bab 9 Sumber: eric. dan kegunaan lemak. Setelah mempelajari bab ini.

1988 COOH 248 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Lemak merupakan triester dari gliserol dan asam-asam karboksilat rantai panjang (yang disebut trigliserida). Contoh beberapa asam lemak diuraikan dalam tabel berikut. yaitu golongan senya a bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari he an dan tumbuhan.1 Perbedaan Antara Lemak dan Minyak Berdasarkan Wujud Fisiknya Lemak Padat pada suhu kamar Mengandung asam lemak jenuh Banyak terdapat dalam hewan Minyak Cair pada suhu kamar Mengandung asam lemak tak jenuh Banyak terdapat dalam tanaman Lemak dan minyak tersusun dari gliserol dan asam-asam lemak. 1. 2.Tes Kompetensi Awal 1. Tabel 9. misalnya minyak ikan. walaupun ada juga sebagian minyak dari hewan. tetapi wujud fisiknya berbeda.2 Nama Asam laurat Asam miristat Asam palmitat Asam stearat Contoh Asam Lemak Jenuh Titik Leleh (°C) 44 58 63 72 Struktur COOH COOH COOH Rumus C11H23–COOH C13H27–COOH C15H31–COOH C17H35–COOH Sumber: Kimia Organik 2. Gliserol adalah suatu alkohol yang memiliki tiga gugus fungsi hidroksil (propantriol). 3. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak digolongkan ke dalam kelompok lipid. Lemak yang berasal dari tanaman (lemak nabati) disebut minyak. Lemak dan minyak digolongkan ke dalam kelompok lipid.3-propantriol) Asam lemak adalah asam karboksilat yang memiliki rantai panjang (jumlah atom karbon berkisar antara 12–22). Apakah yang Anda ketahui tentang lemak? Mengapa orang yang bertubuh gemuk identik dengan kata tersebut? Mengapa lemak disebut sebagai cadangan energi? Apakah yang dimaksud dengan lemak jenuh dan lemak tidak jenuh? A. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak adalah suatu ester alam yang berasal dari hewan dan tanaman.2. Kandungan kimia lemak dan minyak sama. H2C OH HC OH H2C OH Gliserol (1. Tabel 9.

O H2C HC H2C O O O C O C O C H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 Griseril trioleat (minyak) Titik leleh yang rendah dari minyak disebabkan adanya ikatan rangkap. Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh sehingga titik lelehnya tinggi.3 Nama Contoh Asam Lemak Tak Jenuh Titik Leleh (°C) 32 16 –5 –11 Struktur COOH COOH COOH Rumus C15H29–COOH C17H33–COOH C17H31–COOH C17H29–COOH Sumber: Kimia Organik 2. Persamaan reaksinya: O H2C HC H2C OH OH + 3 HO OH O C H2C C17H35 ⎯⎯ HC → H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 + 3H2O C17H35 Gliserol Asam stearat Gliseril tristearat Secara umum struktur molekul lemak dan minyak sebagai berikut. Ikatan rangkap ini merupakan sumber elektron yang dapat mengadakan tolak-menolak dengan ikatan rangkap yang lain sehingga melemahkan gaya antarmolekul asam-asam lemak. R3 dapat sama atau berbeda.Tabel 9. Lemak 249 . 1988 Asam palmitoleat Asam oleat Asam linolenat Asam linoleat COOH emak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). R1. Misalnya. Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada suhu kamar. R2. lemak gliseril tristearat (lemak hewani) merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul asam stearat. O H2C HC H2C O O O C O C O C R1 R2 R3 • • • • • • Kata Kunci Lipid Triester Lemak nabati Lemak hewani Esterifikasi Gaya antarmolekul Struktur umum lemak.

hidrolisis lemak gliseril tristearat. Makin besar bilangan iodin. Persamaan kimianya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H33 + 3H2 C17H33 H2C Nikel ⎯⎯⎯⎯⎯ HC → 175°C 5 atm O O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H2C Minyak cair Margarin Ikatan rangkap pada minyak dapat dioksidasi. Proses ini dinamakan safonifikasi atau penyabunan (Gambar 9. dan sangat merugikan. Gliserol sebagai hasil samping juga dapat dimurnikan dengan cara distilasi. Metode ini dikenal dengan istilah penentuan bilangan iodin (BI). Jika lemak dihidrolisis akan terurai menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Sumber: autumnwindz. Jika perlu. Reaksi oksidasi yang terkendali pada minyak merupakan proses yang terjadi pada pengerasan cat. 250 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .blog.Kegiatan Inkuiri Bagaimana menentukan titik leleh lemak atau minyak di laboratorium. pencita rasa. Hal ini dilakukan pada pembuatan mentega di industri. Minyak ⎯⎯ margarin → ⎯ Trigliserida + NaOH ⎯→ Gliserol + Sabun Sabun yang terbentuk dapat digumpalkan dengan garam dapur dan dimurnikan dengan cara dicuci dengan air. Oleh karena minyak banyak mengandung ikatan rangkap maka minyak dapat dijenuhkan dengan cara reaksi adisi pada ikatan rangkapnya. Gambar 9.1 Minyak + NaOH ⎯⎯ → Sabun Ketidakjenuhan lemak dan minyak dapat ditentukan dengan cara adisi kuantitatif iodin terhadap ikatan rangkapnya. Di samping itu. lakukan kunjungan ke pabrik minyak goreng. Diskusikan dalam kelas. dan lainnya sesuai permintaan konsumen. karena yang membedakan lemak dan minyak adalah jenis asam-asam lemak yang terikat pada gliserol maka sifat-sifat lemak dan minyak juga ditentukan oleh asam-asam lemak tersebut. garam. Mentega asli mengandung gliseril tributirat. Oksidasi yang tidak terkendali menimbulkan bau tengik pada minyak.1). persamaannya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H 2 O H+ H2C OH H2C OH Gliserol O HC OH + 3 HO C (CH2)16CH3 Gliseril tristearat Asam stearat Sumber: amadeo. vitamin. Mentega buatan atau margarin dibuat melalui pengolahan minyak cair menjadi lemak melalui reaksi adisi gas H2 dengan bantuan katalis logam nikel pada suhu dan tekanan tinggi (Gambar 9.com Jika lemak diolah dengan larutan natrium hidroksida pekat akan dihasilkan gliserol dan garam dari asam lemak atau sabun.com Gambar 9.2). Misalnya. selanjutnya ditambah susu.2 Pada pembuatan margarin. Sifat-sifat lemak mirip dengan ester. makin banyak ikatan rangkap dalam minyak atau lemak. setelah minyak dihidrogenasi.

1 Penentuan Bilangan Asam (BA) suatu Lemak Tujuan Menentukan kadar lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam lemak. Buret 2. Tata Nama Lemak atau Minyak Oleh karena lemak hanya dibedakan oleh gugus asam karboksilat yang terikat pada lemak maka tatanama lemak juga didasarkan pada turunan asam karboksilat tersebut. Gabungan gliserol dan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin. 16. 3. Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Reaksi oksidasi Trigliserida Safonifikasi Bilangan asam Titrasi alkalimetri Aktivitas Kimia 9. lakukan percobaan berikut. Gabungan gliserol dan asam palmitat dinamakan gliseril tripalmitat. Selain tata nama tersebut. dan 20). Contoh: Gabungan gliserol dan asam stearat dinamakan gliseril tristearat.Asam karboksilat yang menyusun lemak umumnya tidak bercabang. Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri. penamaan lemak dapat juga didasarkan pada penamaan ester. → R–COOH + KOH ⎯⎯ R–COOK + H2O Penentuan bilangan asam BA = V( K H )M( K H )Mr( K H ) erat emak Keterangan V(K H) = Volume basa (mL) M(K H) = Konsentrasi basa (M) Mr(K H) = Massa molekul relatif basa (g mol–1) Untuk lebih memahami identifikasi lemak melalui bilangan asam ini. 18. Hal yang lebih menarik adalah bahwa semua asam-asam karboksilat yang menyusun lemak dan minyak umumnya memiliki jumlah atom karbon genap (14. yaitu teknik titrasi dengan pereaksi suatu alkali (KOH). Identifikasi Lemak atau Minyak Untuk menentukan kadar suatu lemak dan ketidakjenuhan asam lemak di dalam lemak dapat dilakukan melalui identifikasi sebagai berikut. Secara umum lemak dan minyak diberi nama trigliserida. Bilangan Asam (BA) Bilangan asam adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H yang diperlukan untuk menetralkan lemak (khususnya asam lemak bebas) dalam mg lemak. Alat 1. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Contoh: Gabungan gliserol dan asam tristearat diberi nama tristearin. 2. a. Erlenmeyer Lemak 251 .

Dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih dan mentitrasi kelebihan KOH. c. Apa yang dapat Anda amati saat titik akhir titrasi tercapai? 4. Jelaskan apa yang dapat Anda simpulkan dari hasil pengamatan tersebut. Pipet tetes Bahan 1. 252 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . harus dilarutkan terlebih dulu dalam campuran eter dan alkohol? 2. Tahap reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Penetapan BE dapat terganggu jika dalam lemak terdapat suatu anhidrida atau suatu lakton. Bilangan Penyabunan (BP) Bilangan penyabunan adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H diperlukan untuk membentuk gram sabun secara sempurna. Indikator PP 4. Bilangan Ester (BE) Bilangan ester adalah bilangan yang menyatakan berapa mg K H yang diperlukan untuk menyabunkan ester yang terdapat dalam gram lemak atau minyak. Teknik yang digunakan adalah titrasi asidimetri setelah proses penyabunan sempurna. Pertanyaan 1. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi bilangan ester adalah dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih. sampai terbentuk sabun.3.1M dalam alkohol hingga tercapai titik akhir titrasi. Larutkan 2 mg lemak atau minyak yang berwujud cair ke dalam 25 mL larutan dari campuran eter dan alkohol. Kelebihan KOH yang ditambahkan selanjutnya dititrasi. Kemudian. teteskan indikator PP. Catatan Note Larutan hanus dibuat dengan cara melarutkan kristal iodin dan bromin cair ke dalam asam asetat glasial. b. Masukkan larutan tersebut ke dalam labu erlenmenyer. Teknik untuk mengidentifikasi bilangan penyabunan sama seperti dengan penentuan bilangan ester. → 1) Trigliserida + KOH ⎯⎯ Gliserol + R–COOK (sabun) → 2) KOH (sisa) + HCl ⎯⎯ KCl + H2O Kegiatan Inkuiri Gambarkan perangkat alat percobaan untuk merefluks suatu senyawa. Campuran eter dan alkohol 25 mL 3. Hanus solution is produced by dissolving iodine crystal and liquid bromine into glacial acetic acid. bilangan ester merupakan suatu ukuran kadar ester yang terdapat dalam minyak atau lemak. Bilangan Iodin (BI) Bilangan iodin adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg halogen (dinyatakan sebagai iodin) yang dapat diikat oleh mg lemak. Lemak 2 mg 2. 3. Diskusikan dengan teman kelompok Anda. Amati perubahan yang terjadi. 2.1 M dalam alkohol Langkah Kerja 1. Statif 4. d. Jadi. Mengapa lemak atau minyak yang berwujud cair dalam percobaan ini. Larutan KOH 0. atau berapa persen halogen yang dapat diikat lemak. Mengapa dalam penentuan titik akhir titrasi perlu dilakukan penambahan indikator? 3. Titrasi larutan tersebut dengan larutan KOH 0.

tetapi minyak kelapa sawit (seperti minyak dalam botol kemasan) tidak pernah membeku. (2) fosfolipid. Indikator apa yang cocok untuk titrasi pada penentuan bilangan ester? Bagaimana perubahan warnanya? Indikator apa yang cocok pada penentuan bilangan iodin? Bagaimana perubahan warna yang terjadi? Kerjakanlah di dalam buku latihan. 4. Tuliskan persamaan reaksi redoks antara asam linoleat dan bromin. 6. Minyak kelapa (minyak curah) sering membeku pada pagi hari. Reaksi keseluruhan adalah H C H C → + 2 IBr ⎯⎯ H C I H C I Kata Kunci • • • • • Bilangan ester Bilangan penyabunan Titrasi asidimetri Bilangan iodin Titrasi iodometri + Br2 → Br2 + KI ⎯⎯ I2 + KBr → I2 + 2Na2S2O3 ⎯⎯ Na2S4O6 + 2NaI Kegiatan Inkuiri Tambahkan larutan bromin tetes demi tetes ke dalam minyak. Jelaskan fakta ini berdasarkan strukturnya. Teknik yang digunakan untuk menentukan bilangan iodin adalah titrasi iodometri. 2. Trigliserida merupakan jenis yang paling banyak (95–98%) terdapat dalam makanan.4. 7. bilangan iodin merupakan ukuran banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemak. dan merupakan komponen utama dinding sel. Senyawa hanus bereaksi dengan lemak melalui reaksi adisi pada ikatan rangkap. Tuliskan persamaan reaksi penyabunan dengan menggunakan struktur kimia. A 5. Persamaan reaksinya: I → + IBr ⎯⎯ + Br2 I Dengan demikian. Setelah lemak dihidrolisis. yaitu Iodobromida (IBr. Umumnya lemak dan minyak yang terdapat di alam merupakan trigliserida campuran. diperoleh gliserol dan asam miristat. Sumber dan Kegunaan Lemak Ada tiga bentuk utama lemak yang ditemukan dalam diet manusia dan hewan mamalia. Beberapa sumber lemak dapat dilihat pada Tabel 9.Senyawa halogen yang digunakan untuk penentuan bilangan iodin adalah senyawa antarhalogen. sedangkan kolesterol dan fosfolipid terdapat dalam jumlah sedikit. Suatu lemak dapat diekstrak dari buah pala. selanjutnya I2 direaksikan dengan natrium tiosulfit. artinya ketiga bagian asam lemaknya dapat berbeda. Titrasi dilakukan setelah reaksi adisi berlangsung sempurna. dan tripalmitoleat. tributirat. senyawa hanus). B. Tuliskan struktur lemak yang memiliki nama trilinoleat. Kelebihan bromin direaksikan dengan KI agar terbentuk I2. Bagaimana perubahan warna dari larutan bromin? Tes Kompetensi Subbab 1. 3. Lemak 253 . yaitu lemak jenis: (1) trigliserida. Tuliskan struktur lemak tersebut. dan (3) kolesterol.

2 0.3 6. fosfolipid.0 – – – 0.5 49.9 19. Tabel 9.5 Lemak Minyak Mentega Hati ikan Ikan paus Kelapa Jagung Biji kapas Biji rami Zaitun Kacang tanah Kedelai Sumber: Kimia Organik 2.6 2.1 Palmitat 29.4 15.4 1.2 7.1 2.0 1.3 47.1 – – 34.4 Oleat 26.4 0.3 3. Bahan Makanan Susu Telur Daging Ayam Terigu Jagung Alpukat Kacang tanah Kelapa Sumber: Biokimia. Selain sebagai sumber energi. Nutrisi.4 – – – 0.4 Palmitoleat 4.8 Stearat 9. Energi hasil metabolisme lemak dua kali lebih besar daripada metabolisme karbohidrat atau protein dengan takaran yang sama.6 22.5 2.3 3. trigliserida dapat diubah menjadi kolesterol.5 2.35 0.8 2.2 23.6 10.6 20.1 35. Sekitar 99% dari volume sel lemak mengandung trigliserida.1 5.7 29.4 6.4 Beberapa Sumber Lemak (Lipid) dalam Makanan Kadar ( ) Kolesterol 0.3 18.6 29. seperti hati dan otot.5 Jenis Asam-Asam Lemak yang Terkandung dalam Makanan Komposisi Rata Rata ( ) Laurat Miristat 2.2 11.1 2. 254 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 10.0 1. dan Metabolisme.0 28.32 4.8 24.3 9. Kegiatan Inkuiri Kapan lemak disintesis dalam tubuh? Apakah hubungannya kebutuhan lemak dengan orang yang diet? Trigliserida banyak ditemukan dalam sel-sel lemak.5 – 0.7 Linolenat – – – – – – 47. Fat under the skin act as thermal and cold insulator in order to keep body temperature optimun.Tabel 9.6 26.0 50.8 9.2 0.64 0 0 0 0 0 Lemak Jenuh 50 33 37 20 sedikit 14 18 15 76 Lemak Tak Jenuh 34 41 56 66 90 86 59 82 8 Catatan Note Lemak di bawah kulit berfungsi sebagai insulator panas maupun dingin agar suhu tubuh tetap optimum.9 Linoleat 3. 1985 Komposisi asam-asam lemak yang terkandung dalam beberapa bahan makanan adalah sebagai berikut.0 14.1 4.4 1.9 8.4 – – 6.0 8. Energi hasil metabolisme karbohidrat dan protein secara berurutan sekitar 9 kkal g–1 dan 4 kkal g–1. 1988 Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling efisien sebagai cadangan energi untuk proses-proses atau aktivitas yang memerlukan energi dalam tubuh.4 – – – – – 0.0 84.4 56.2 45. Beberapa trigliserida juga terdapat dalam bentuk butir-butir lipid di dalam jaringan yang bukan lemak (nonadiposa). dan bentuk lipid lainnya jika tubuh memerlukan jenis lipid tertentu.

Diperkirakan orang dewasa memerlukan minimal 2% dari nilai kalorinya dalam bentuk asam lemak esensial.11. dan organ lainnya. peradangan. Asam lemak esensial ditandai dengan ikatan rangkap berada pada posisi C–7 terakhir dalam rantai asam lemak ke arah ujung gugus metil (terutama C–6 dan C–7). terutama pada pipi dan daerah tubuh yang lecet akibat benturan. yang umum dan banyak ditemukan ada empat macam. Prostaglandin adalah zat serupa hormon yang memiliki efekefek biologis dengan berbagai fungsi. ginjal. Catatan Note Aspirin (obat sakit kepala) dapat menghambat pembentukan prostaglandin melalui reaksi asetilasi sehingga dampak kelebihan prostaglandin (sakit kepala) dapat dinetralisir. demam. Untuk memenuhi kebutuhan lemak agar kondisi kesehatan optimum diperlukan trigliserida yang mengandung asam-asam lemak esensial. Aspirin (headache medicine) can inhibit prostaglandine formation through acetilation reaction thus the effect of prostaglandine overproduction (headache) can be cured. Ketidakseimbangan kadar prostaglandin dalam tubuh dapat menyebabkan rasa mual. Kegiatan Inkuiri Sebutkan jenis-jenis asam lemak dan sumbernya yang banyak mengandung asam lemak esensial. dan kelenjar air susu terbungkus oleh lapisan jaringan lemak. diare. Senyawa ini dibiosintesis dari asam lemak tak jenuh dengan jumlah atom karbon 20. Jantung. Prostaglandin merupakan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon 20 dan mengandung cincin siklopentana.14-eikosatetranoat (asam arakidonat) Lemak 255 . seperti ditunjukkan pada biosintesis berikut. Pertama kali diketahui bahwa prostaglandin disintesis di dalam kelenjar prostat.P α .P . 8. ketidakteraturan menstruasi. nyeri. Kebutuhan asam lemak esensial diperoleh dari pemberian asam arakidonat untuk pembentukan prostaglandin. tetapi sekarang diketahui dapat disintesis di paru-paru. yaitu sebagai bantalan tulang-tulang dan organ-organ vital.Di samping berperan sebagai jaringan lemak. Terdapat beberapa macam prostaglandin yang sudah diketahui. tetapi . uterus. yaitu P . misalnya asam lemak linoleat. guna melindungi organ vital dari guncangan atau getaran. Hal ini yang menjadi alasan mengapa asam-asam lemak tidak jenuh diperlukan oleh tubuh guna menjaga kesehatan optimum. tekanan darah tinggi. hati. Defisiensi (kekurangan) asam lemak esensial ditandai dengan adanya kulit memerah. seperti asam arakidonat. trigliserida juga memiliki fungsi fisik. asma. Asam lemak esensial adalah asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi dari makanan. α PG : prostaglandin Kata Kunci • • Cadangan energi Asam lemak esensial Asam 5. mengantuk. epididimus. bahkan penggumpalan darah.

Vitamin-vitamin tersebut disimpan sebagai cadangan vitamin.6 Kadar Lemak Jenuh dan Tak Jenuh di Dalam Beberapa Sumber Makanan Kadar Lemak ( ) Jenuh 50 94 19 16 45 35 Takjenuh 50 6 81 84 29 40 Sumber: Bantuan Studi Lengkap SPM Kimia. olestra juga menyerap nutrien. 1996 Sekilas Kimia Lemak Olestra Setiap jenis vitamin memiliki struktur kimia yang khas. Sumber: Chemistry: The Central Science. Efek samping dari mengkonsumsi produk ini secara terus menerus berkaitan dengan masalah gizi. Kadar lemak jenuh dan tidak jenuh dalam jenis minyak dan mentega ditunjukkan pada tabel berikut. karena olestra merupakan sejenis molekul lemak yang besar. D. seperti karoten. Lemak yang terdapat di bagian bawah kulit berfungsi untuk melindungi badan dari cuaca dingin. dan K). vitamin B dan C larut dalam air. 2000 Sumber Minyak: Sawit Kelapa Kacang Jagung Lemak: Mentega Margarin 256 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . menyatakan jumlah ikatan rangkap Lemak berperan sebagai pelarut vitamin-vitamin. tekanan darah meningkat dan berpotensi terjadinya serangan jantung. seperti mentega. dan daging merah yang kaya kolesterol. menyerap vitaminvitamin yang larut dalam lemak (A. Misalnya. suatu produk yang dihasilkan dari penggabungan molekul gula dengan asam lemak. Olestra memasuki sistem pencernaan tanpa melalui proses metabolisme sehingga tidak ada kalori dari bahan ini yang diambil. E.11.Tubuh kita berupaya mensintesis kolesterol melalui konsumsi makanan.3 Biosintesis prostaglandin Asam 8. yang digunakan ketika seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin dalam jangka waktu lama. Lemak dan kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. E. kita perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh kadar tinggi. dan K larut dalam pelarut nonpolar dan jaringan lemak tubuh (yang juga bersifat nonpolar). dan diganti dengan konsumsi lemak nabati. Selain itu. E.O COOH OH H H P COOH → ⎯ ⎯ COOH OH Gambar 9. Jadi. dan K untuk disirkulasikan ke bagian tubuh yang membutuhkan. Adapun vitamin A. yang ikut terbawa saat diekresikan keluar tubuh. D. Struktur khas ini menentukan kelarutannya di dalam setiap bagian tubuh manusia. Akibatnya. telur. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa makanan yang banyak mengandung kadar lemak tidak jenuh tinggi dapat mengurangi serangan jantung. Olestra stabil pada suhu tinggi sehingga banyak digunakan sebagai pengganti minyak sayur dalam pembuatan keripik kentang dan makanan sejenisnya. Para praktisi kesehatan menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh rendah.14-eikosatrienoat (asam homo-γ-linolenat) ⎯ ⎯ → HO H OH H H P α OH Keterangan: E : alkohol-keton F : diol dan Indeks. untuk menjaga kesehatan. Hal ini disebabkan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. seperti A. D. Pada dinding pembuluh darah (arteri) terdapat suatu lapisan dari bahan organik yang terdiri atas lemak dan kolesterol. yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. Tabel 9. Kolesterol merupakan jenis lemak yang terdapat dalam semua hewan. Olestra.

Keunggulan Minyak Kelapa Sawit Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam kadar yang seimbang. Minyak ini mengandung 44% asam palmitat dengan 16 atom karbon. Keadaan ini lebih baik untuk kesehatan jika dibandingkan dengan asam lemak berantai pendek. Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, sekitar 40% jika dibandingkan minyak-minyak yang lain. Asam lemak tidak jenuh ini membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, minyak sawit cukup aman bagi kesehatan.

Kata Kunci
• • Lemak jenuh Lemak tak jenuh

Kegiatan Inkuiri
Lakukan survei untuk menyelidiki titik leleh minyak goreng yang ada di pasaran. Minyak goreng mana yang banyak mengandung asam lemak tidak jenuh.

Minyak sawit juga mengandung β–karoten yang merupakan sumber penting bagi pembentukan vitamin A, dan juga mengandung vitamin E. β–karoten dan vitamin E berperan penting dalam upaya mencegah penyakit kanker. Minyak sawit tidak mudah menjadi tengik. Oleh karena itu, makanan yang digoreng dengan minyak kelapa sawit lebih tahan lama. Minyak sawit dapat membantu mencegah pembekuan darah. Hal ini disebabkan minyak sawit dapat menjaga kondisi hormon tromboksin dan prostalisin dalam darah. Jadi, minyak sawit dapat menjaga pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Tes Kompetensi Subbab

B
(c) Terigu atau jagung? (d) Alpukat atau mentega?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Manakah makanan berikut ini yang lebih baik bagi kesehatan untuk dikonsumsi? Jelaskan secara singkat dan tepat. (a) Daging merah (sapi, kambing) atau daging ayam? (b) Susu atau telur?

C. Sabun dan Detergen
Sabun adalah garam logam alkali (biasanya garam natrium) dari asamasam lemak yang mengandung jumlah atom karbon umumnya 16 dan 18. Akan tetapi, ada juga sabun yang mengandung asam lemak dengan rantai karbon lebih pendek.

1. Sabun
Pembuatan sabun telah dilakukan sejak masa lampau (mesir kuno). Sebelum masehi, sabun sudah dibuat dari abu tanaman yang mengandung kalium karbonat. Abu tersebut dididihkan dengan kapur (CaO) membentuk kalium hidroksida. Selanjutnya pendidihan kalium hidroksida dengan lemak hewan menghasilkan sabun. Sabun generasi pertama yang mirip dengan sabun sekarang dibuat di Italia pada tahun 600 M. Pada waktu itu bahan-bahan baku yang digunakan adalah lemak dan kalium hidroksida. Sabun yang dihasilkan tidak murni sebab menggunakan bahan baku yang juga tidak murni.

Lemak

257

Teknik yang dikembangkan masih primitif. Dengan ditemukan teknik pemurnian bahan baku dan pemahaman yang memadai terhadap reaksireaksi kimia dalam pembuatan sabun maka pada abad-abad berikutnya dihasilkan sabun bermutu tinggi.

Aktivitas Kimia 9.2
Sumber: Oklahomafood.com

Gambar 9.4
Sabun mandi dibuat pertama kali dari kalium hidroksida dan lemak hewan.

Pembuatan Sabun Tujuan Untuk membuat sabun dari lemak dan natrium hidroksida (NaOH). Alat 1. Gelas kimia 2. Gelas ukur 3. Batang pengaduk 4. Bunsen Bahan 1. Lemak 2. Larutan NaOH 6 M 3. Garam dapur (NaCl) 4. Air Langkah Kerja 1. Campurkan lemak dengan larutan NaOH 6 M. Kemudian, didihkan sambil diaduk. 2. Setelah reaksi sempurna tambahkan garam dapur, dan cuci dengan air. Pertanyaan 1. Bagaimana persamaan reaksi dalam proses penyabunan tersebut. 2. Jelaskan mengapa perlu dilakukan penambahan NaOH 6 M. 3. Mengapa pada akhir reaksi perlu ditambahkan garam dapur (NaCl)?

Mahir Menjawab
Hasil samping yang diperoleh dalam industri sabun adalah .... A. alkohol B. ester C. glikol D. gliserol E. asam karbon tinggi Pembahasan Reaksi pembentukan sabun (safonifikasi) ester+basa kuat → sabun+alkohol (lemak) (gliserol) Dalam industri pembuatan sabun, ester yang digunakan adalah lemak. Jadi, alkohol yang dihasilkan berupa gliserol (CH2OH–CHOHCH2OH) merupakan hasil samping. (D) SPMB 2004

Kegiatan Inkuiri
Setelah melakukan percobaan pembuatan sabun pada Aktivitas Kimia 9.2. Buatlah kembali bersama teman kelompok Anda sabun dalam jumlah yang relatif banyak. Kemudian, coba tawarkan dengan harga yang sesuai kepada orang-orang di sekitar Anda.

Sabun mempunyai dua bagian, yaitu bagian ekor dan kepala. Bagian ekor berupa hidrokarbon rantai lurus, bagian kepala berupa garam natrium atau kalium dari ion karboksilat yang bersifat polar. Bagian ekor bersifat nonpolar sehingga hanya larut dalam bahan yang juga nonpolar, seperti minyak atau lemak. Bagian kepala bersifat polar sehingga hanya larut dalam pelarut polar seperti air. Sabun yang umum dipakai adalah garam natrium atau kalium dari asam stearat atau palmitat. Struktur molekulnya adalah
O C
Gambar 9.5
Model struktur molekul sabun

O- Na +

ekor

kepala

258

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

a. Sabun sebagai Pengemulsi Jika air dan minyak dicampurkan, akan membentuk dua lapisan. Lapisan atas adalah minyak dan lapisan bawah adalah air. Jika campuran minyak dan air dikocok, minyak akan pecah menjadi butiran-butiran yang tersebar dalam campuran. Campuran ini disebut emulsi. Emulsi minyak-air tidak stabil. Jika dibiarkan, butiran-butiran minyak akan bergabung kembali seperti semula membentuk lapisan minyak di atas permukaan air.

Gambar 9.6
(a) Minyak dan air jika dicampurkan membentuk emulsi yang tidak stabil. (b) Setelah ditambahkan sabun, terbentuk emulsi minyak-air yang stabil. Rantai karbon larut dalam minyak, dan gugus karboksil larut dalam air.

(a)

(b)
Sumber: journeytoforever.org

Jika sabun ditambahkan ke dalam emulsi minyak dan air maka emulsi tersebut menjadi stabil, tidak terpisah lagi (Gambar 9.6b). Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun akan melarutkan butiran minyak, dan bagian kepala akan berada dan larut dalam air. Butiran-butiran minyak seolah-olah larut dalam air dengan bantuan sabun. Dalam hal ini, peranan sabun dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Bagian ekor sabun masuk (larut) ke dalam butiran minyak sebab sama-sama nonpolar. 2) Bagian kepala sabun berada di luar permukaan butiran minyak sebab bersifat polar (tidak larut dalam minyak). Bagian kepala larut dalam air sebab sama-sama polar. 3) Oleh karena bagian kepala sabun bermuatan negatif maka setiap butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh satu lapisan bermuatan negatif membentuk misel (lihat Gambar 9.7). 4) Muatan negatif yang mengelilingi butiran minyak mengadakan tolakmenolak satu sama lain sehingga butiran-butiran minyak tidak akan bergabung membentuk lapisan minyak seperti semula. Jadi, sabun dikatakan menstabilkan emulsi minyak-air. b. Sabun sebagai Pencuci abun biasanya garam natrium stearat atau natrium palmitat. Rumus umum sabun adalah R–COONa, dengan R adalah alkil dari hidrokarbon. Sabun yang dibuat dari garam natrium stearat, memiliki rumus: C17H35COONa Jika sabun dari garam stearat dilarutkan dalam air maka akan terionisasi sebagai berikut.
→ C17H35COONa(aq) ⎯⎯ C17H35COO–(aq) + Na+(aq)

Gambar 9.7
Misel Butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh lapisan bermuatan negatif.

Kata Kunci
• • • • • • Garam natrium/kalium karbosilat Bagian ekor sabun Bagian kepala sabun Misel Hidrofil Hidrofob

Ion stearat terdiri atas dua gugus, yaitu kepala ( –COO– ) bersifat ionik dan hidrofil, serta ekor (C17H35–) bersifat hidrofob.

Lemak

259

Tindakan sabun dalam membersihkan pakaian dari kotoran berdasarkan pada sifat kedua ujung ion stearat ini. Secara umum tindakan sabun dalam mencuci pakaian dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pembasahan ( etting) dan tahap pencucian (cleaning). 1) Tahap Pembasahan Semua molekul air akan tarik-menarik satu sama lain. Di dalam air, kekuatan baku-tarik ini seimbang dalam segala arah. Akan tetapi, di permukaan air akan terbentuk dua arah gaya tarik yaitu gaya tarik ke arah dalam dan gaya tarik ke arah samping, seperti ditunjukkan pada Gambar 9.8. Kedua arah tarikan ini menyebabkan air memiliki suatu gaya tegang. Gaya ini dinamakan tegangan permukaan air. Sifat dari tegangan permukaan menghalangi air untuk membasahi suatu objek yang akan dicuci. Jika sabun dicampurkan ke dalam air maka partikel-partikel sabun akan larut di dalam air dan tersebar di antara molekul-molekul air. Penyebaran ini menurunkan gaya tarik antarmolekul air. Penurunan gaya tarik ini melemahkan tegangan permukaan air. Dengan melemahnya tegangan permukaan air maka air dapat membasahi objek yang akan dicuci dengan mudah. 2) Tahap Pencucian Pakaian yang akan dicuci biasanya terdapat kotoran berupa lemak. Jika sabun diaduk bersama-sama pakaian yang berlemak maka ujung hidrofob akan larut dalam lemak, sedangkan ujung hidrofil berada dalam medium air. Selama pencucian, pergerakan molekul-molekul air akan menarik bagian kepala molekul sabun, dan kepala molekul sabun akan menarik bagian ekornya. Akibat tarikan itu, bagian ekor akan menarik lemak hingga pecah dan terpisah dari permukaan pakaian. Lemak yang terlepas dari pakaian dibawa oleh gerakan air. Kotoran yang melekat pada lemak juga akan turut lepas. Lemak bersama-sama sabun dalam air akan membentuk emulsi.

Gambar 9.8
Tarik-menarik antarmolekul air

Kata Kunci
• • • Detergen alam Detergen sintetik Gugus fungsi ion sulfonat/sulfat

2. Detergen
Detergen tergolong bahan yang digunakan sebagai pencuci. Detergen dibagi dalam dua jenis yaitu detergen alam dan detergen sintetik. Detergen alam dibuat dari minyak hewan atau minyak sayuran seperti sabun mandi. Detergen sintetik biasanya dibuat dari minyak bumi. Detergen agak berbeda dari sabun. Sabun adalah garam natrium dari asam karboksilat, sedangkan detergen adalah garam natrium dari asam sulfonat, seperti natrium alkil sulfat dan natrium alkilbenzen sulfonat. Sabun dan detergen memiliki gugus fungsi berbeda. Sabun memiliki gugus fungsi ion karboksilat (COO–), sedangkan detergen memiliki gugus fungsi ion sulfonat (SO3–) atau ion sulfat (O–SO3–). Bagian ekor yang telah dikembangkan untuk pembuatan detergen adalah alkil sulfat dan alkilbenzena sulfonat. Rantai alkil sulfat mengandung 10–18 atom karbon. Rantai ini berasal dari alkohol, seperti lauril alkohol. Reaksi lauril alkohol dengan asam sulfat pekat menghasilkan asam sulfonat. Asam ini selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk natrium lauril sulfat. Persaman reaksinya:

Sumber: wing scorp.com

Gambar 9.9
Salah satu jenis detergen komersial menggunakan bahan LAS (lauril alkil sulfonat).

260

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

O
CH3–(CH2)10–CH2OH+ OH

S O

→ HO ⎯⎯ H3C

(CH2)10

H2 C O

O S O OH + H2O

Rantai alkilbenzena sulfonat berasal dari minyak bumi. Rantai ini dibentuk dari rantai alkena lurus (10–12 atom karbon) dengan cincin benzena. Alkilbenzena yang dihasilkan, kemudian direaksikan dengan asam sulfat pekat membentuk asam alkilbenzen sulfonat. Selanjutnya asam ini dinetralkan oleh natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. CH3
CH=CH2+
Alkilasi ⎯⎯⎯→

C H

Alkena

Benzena

Alkilbenzena

Selanjutnya, alkilbenzena direaksikan dengan asam sulfat.
CH3 C H
+ HO

O S O
Asam sulfat
Alkilasi OH ⎯⎯⎯→

CH3 C H

O S O OH + H2O

Alkilbenzena

Asam alkilbenzen sulfonat

Bagian ekor yang dihasilkan di atas selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh:
CH3 C H O S O OH + NaOH ⎯⎯ → CH3 C H O S O ONa + H2O

Detergen (natrium alkilbenzena sulfonat) Mekanisme reaksi pembuatan detergen

Asam alkilbenzena sulfonat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium alkilbenzen sulfonat (ABS), sedangkan lauril hidrogen sulfat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium lauril sulfat (LAS).

Tes Kompetensi Subbab
1. 2.

C
3. 4. Apa yang dimaksud dengan misel? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan sabun natrium palmitat.

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Terangkan kembali dengan kalimat Anda sendiri, bagaimana sabun digunakan sebagai pengemulsi. Mengapa air saja tidak cukup melarutkan kotoran pada pakaian Anda?

Lemak

261

Rangkuman
1. Lemak dan minyak adalah trigliserida, yaitu suatu triester gliserol dan asam lemak rantai panjang. Lemak dan minyak memiliki sifat-sifat serupa ester, yaitu dapat dihidrolisis, dioksidasi, dan dihidrogenasi pada ikatan rangkapnya. 2. Asam karboksilat dalam lemak dan minyak pada umumnya mengandung jumlah atom karbon genap dan ikatan rangkap dengan struktur cis. Lemak tak jenuh diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan, sedangkan lemak jenuh perlu dihindari sebab dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang berpotensi penyakit jantung. 3. Identifikasi lemak dapat ditentukan menggunakan metode kuantitatif, seperti bilangan asam, bilangan ester, bilangan penyabunan, dan bilangan iodin. Pada umumnya, minyak mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh daripada asam lemak jenuh. 4. Sabun adalah garam logam alkali dari asam-asam karboksilat. Adapun detergen adalah garam sulfonat atau sulfat yang mengandung rantai hidrokarbon panjang. Sabun dan detergen dibuat berdasarkan pada sifat dwikutub (dipolar) dari molekul atau ionnya.

Peta Konsep
Lipid
terdiri atas

Lemak
dibedakan dari

Minyak

Sumber
lemak minyak

Ikatan dalam asam lemak
lemak minyak lemak

Wujud fisik
minyak

Hewan

Tanaman

Asam lemak jenuh

Asam lemak tak jenuh

Padat pada suhu kamar

Cair pada suhu kamar

diidentifikasi dengan

Bilangan asam

Bilangan ester

Bilangan penyabunan

Bilangan iodin

Refleksi
Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 9 ini? Bagian manakah dari materi Bab 9 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda. Pada bab ini Anda telah memahami sifat kimia dan fisika lemak; mengetahui penataan nama lemak atau minyak; menentukan bilangan asam suatu lemak atau minyak; serta memahami karakterisasi lemak dan minyak secara konvensional; dan mengetahui jenis makanan yang dapat menyehatkan dan mana yang tidak. Pada bab ini Anda juga telah mengetahui bahwa pembuatan sabun dan detergen diperoleh melalui hidrolisis lemak, begitu pula dengan pembuatan margarin yang berasal dari hidrogenasi minyak menjadi lemak. Cari tahu oleh Anda manfaat lain dari lemak atau minyak.

262

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

penggaraman E.. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH. memiliki rantai karbon yang panjang C. A. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H33 C17H33 C17H33 C17H33 C17H35 C17H35 2. dapat dihidrolisis E. struktur molekul B.. membentuk sabun dengan logam alkali Pernyataan berikut yang sesuai dengan gliserol adalah . ester C. A. mengandung gugus karboksilat B.. salah satu produknya adalah . Perbedaannya terletak pada . kereaktifan gugus ester E... untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linolenat. H. C. pirolisis D. A. tergolong senyawa polihidroksi E. 6. diperlukan gas hidrogen sebanyak . A.. asam karboksilat D. polialkohol B.. ikatan antaratom karbon D. C17H31COOH. yaitu C. aldehida E.. 1. 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi .. 4. A.. propanol B. 3 mol C.. nitrogliserin D. 5. B. 5 mol E. jumlah asam lemak C. O.. eter Lemak dan minyak mengandung jenis unsur yang sama. E.. sukar larut dalam air.. memiliki ikatan rangkap dua D.. D.. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 8. hidrolisis Lemak 263 .. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 7. esterifikasi C. merupakan alkohol tersier C. A. berupa cairan kental dan beracun Di antara struktur berikut yang merupakan struktur minyak adalah . gliserol C. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat....2–propanadiol D. A. penyabunan B. A. asam asetat Pada pembuatan margarin. nama IUPAC: 1... tetapi larut dalam eter B. ester E. 4 mol D. 3.. jenis gugus polihidroksi Ciri utama asam karboksilat dalam lemak adalah . Lemak adalah senyawa karbon yang termasuk golongan .. 2 mol B.Evaluasi Kompetensi Bab 9 A.

9... A.. 3 E. bilangan penetralan 15.. Pada penentuan BI. trigliserida D. asam stearat B. asam oleat 17. UMPTN 1999 B: Untuk menentukan adanya ikatan rangkap digunakan pereaksi brom.. reduksi 11. Jika pada titrasi 10 mg lemak memerlukan 15 mL KOH 0... A. 15. bilangan penyabunan C. oksidasi D. tripalmitolein C. bilangan ester D. gliserida dan NaOH E. 5 B. 2 D. bilangan asam B.0 16. substitusi B. A. A. 6 C. Satu molekul gliserol bereaksi dengan tiga molekul palmitoleat. H2C HC H2C O O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H29 C17H29 C17H29 E.... 4 264 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . gliserol dan NaOH B. adisi C. bilangan iodin E.. 12. Jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi redoks ini adalah . A. gliserilpalmitoleat 12.. asam palmitat D. trigliserin B.. O H2 C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H35 C17H35 13. Nama senyawa yang terbentuk adalah .. bilangan penyabunan C. D. 8. 7. A. Reaksi penyabunan adalah reaksi antara ..1 M untuk mencapai titik akhir titrasi maka bilangan asamnya adalah . asam linolenat E.5 E. Reaksi yang terjadi pada penentuan ini adalah reaksi . eliminasi E...4 B. bilangan penetralan 14. Bilangan yang menyatakan kadar asam lemak bebas dalam suatu lemak atau minyak dengan cara reaksi penetralan disebut . bilangan ester D.... bilangan asam B.5 C. asam karboksilat dan NaOH D..0 D. etanol dan NaOH C.. bilangan iodin E. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah . A. Lemak dengan nama gliseril trilinoleat memiliki struktur .. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 B. gliserol dan asam lemak 10. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 C... tripalmitoleat E.. iodin yang terbentuk dititrasi dengan Na2S2O3.. A. 10. asam linoleat C. Bilangan yang menunjukkan jumlah ikatan rangkap dalam lemak atau minyak adalah . A.

. aspirin E. streptomisin C. R O C OH D. ditambah bromin dalam CCl4? 4. Rumus struktur detergen adalah . bilangan asam dan bilangan penyabunan. madu C. ion-ion sabun yang berasal dari asam lemak membentuk . asam stearat D. A. bilangan ester dan bilangan penyabunan? Mengapa lemak tidak jenuh diperlukan dalam diet manusia bagi kesehatan? Jelaskan. Di antara asam lemak berikut yang tergolong asam lemak esensial adalah . b. Apakah produk utamanya jika diolah dengan: a. Prostaglandin adalah senyawa yang mengatur keseimbangan efek-efek biologis.. A.. K C.. A.. O R R C O O-Na+ O C O-Na+ B.. asam salisilat D.. telur E. Apa perbedaan utama antara sabun dan detergen? Apa pula kesamaannya? 2.18. A... daging ayam 19. R O C O H C.. Vitamin yang tidak larut dalam lemak adalah vitamin ... Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Mengapa minyak dan lemak berbeda.. rantai polimer D. asam palmitat C. menghasilkan dua ekuivalen asam palmitat dan satu ekuivalen asam oleat. A. O R S O O-Na+ B. Apakah perbedaan dan kesamaan antara: a. minyak kelapa B. 1. c. asam linolenat E. palmitat D. minyak kacang 21.. 3. susu D. Di dalam air. asam laurat B. A D. gas hidrogen dengan katalis Ni. Di antara minyak berikut yang dapat menjaga kesehatan dalam jumlah yang cukup adalah . Lemak 265 . Gambarkan struktur dari asam lemak tersebut.. Pembentukan prostaglandin dapat dihambat dengan adanya .. Suatu trigliserida mengandung dua satuan asam stearat dan satu satuan asam palmitoleat.. s elling E. miristat C. larutan NaOH dan dipanaskan.. 5. Sebutkan perbedaan sifat-sifat lemak dan minyak. minyak jagung D. C E. Prostaglandin dapat dibiosintesis dari asam lemak .. minyak sawit C. pada suhu dan tekanan tinggi. stearat E. b. A. D 22. minyak jarak E. daging sapi B.. endapan minyak 25. Di antara bahan makanan berikut yang mengandung kolesterol paling rendah adalah . A. penisilin 23. E B. kafein B. laurat B. linolenat 24.. misel C... padahal struktur dan jenis unsur yang dikandungnya sama? Suatu lemak setelah disafonifikasi dan diasamkan. A. 6. asam butirat 20. E. ikatan hidrogen B..

karbohidrat (glukosa yang terdapat dalam gula. Larutan biuret 5. 2. Larutan Benedict 12. 3.Proyek Semester 2 i Ma anan Kita memerlukan makanan sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. Tambahkan sedikit larutan etanol. dan minyak. Tambahkan beberapa tetes larutan biuret pada larutan. serta lemak yang mengandung asam lemak jenuh (terdapat dalam margarin. dan kentang). Air beras 2. Gelas kimia 8. tambahkan beberapa tetes larutan iodin. 5. Kemudian. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan iodin. dan minyak yang mengandung asam lemak takjenuh (seperti. Siapkan penangas air. Sediakan minyak dapur dalam tabung reaksi. buatlah laporan pengamatan kelompok Anda berupa karya tulis yang diserahkan kepada guru Anda sebelum ujian semester 2. 6. Kocok sedikit air beras dengan air dalam gelas kimia kecil. dan daging). Amati perubahan yang terjadi. Uji pati 1. Kemudian. Tabung reaksi 7. Alat dan Bahan 1. Sediakan larutan protein yang berasal dari putih telur ke dalam tabung reaksi. pati. seperti. seperti daging dan kacang-kacangan. Air Langkah Kerja Uji gula pereduksi 1. 4. tambahkan beberapa volume air dan kocok kembali. Uji lemak minyak 1. lemak. Anda ditugaskan untuk mengidentifikasi golongan senyawa pada produkproduk yang mudah diperoleh di sekitar Anda. Larutan putih telur 4. Kemudian. Nutrisi yang dibutuhkan tersebut di antaranya. sumber protein yang dapat diperoleh dari berbagai macam makanan. Tujuan Untuk mengidentifikasi gula pereduksi. 2. Larutkan gula dalam 10 mL air dalam tabung reaksi. 3. 266 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2. panaskan tabung reaksi dalam penangas air. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan biuret. nasi. 2. Pembakar bunsen 10. Amati perubahan warna yang terjadi. Tutup tabung reaksi dan kocok. 5. 3. Pada proyek Semester 2 ini. Uji protein 1. Larutan etanol 6. 4. Kemudian. seperti di supermaket atau tempat perbelanjaan lainnya. Penangas air 9. Larutan iodin 3. roti. protein. Larutan gula 11. minyak dapur atau minyak kelapa sawit). Tambahkan beberapa tetes larutan Benedict dalam larutan gula. dan pati yang terdapat dalam makanan berenergi tinggi.

mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 267 .. Berikut adalah bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari: 1.. isoprena 4. A. 1 dan 4 Di antara senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi adalah .. CH3COCOOH E. CH3CHOHCH3 C.. CH3–CH=CH–CH3 D... reaksi dengan PCl3 E. CH3CHOHCH3 E. reaksi esterifikasi C. butil formiat B. merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E. dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. A.. kloroform 3... 4. PCl3 membentuk R–Cl D. 3–pentanol B.. CH3(CH2)3CH2OH Pernyataan yang benar tentang aseton di bawah ini adalah .... CH3–CH2–CH2–CH2–OH 2.. CH3CH2CHO D. polivinil klorida 2. CH3CH2OCH3 C. CH3–CH2–CH2–CHO 3. hasil yang terbentuk adalah . 1 dan 4 B. A. gas H2 membentuk alkohol B. A.. CH3–CH2–C–CH3 4... 2–metil–2–butanol 7. propil asetat E. gas brom membentuk dibromo alkana 8. 3–metil–2–butanol C. CH3CH2CH2O E. CH3CH2COOH B. Hal ini disebabkan .. kalor penguapan alkohol lebih tinggi Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak apabila direaksikan dengan tes Tollen adalah .. CH3COOH Perlakuan berikut yang tidak dapat diterapkan untuk membedakan alkohol dan eter adalah .. reaksi dengan logam natrium D. CH3–CH2–O–CH3 Senyawa alkohol berikut ini yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah . antarmolekul-molekul alkohol terdapat ikatan hidrogen E.. (CH3)3CCH2OH D. A. 4–metil–2–pentanol E. (CH3)3COH Di antara senyawa berikut yang memiliki isomer optik adalah .3–dimetil–2–butanol D. 1 dan 3 D. merupakan hasil oksidasi alkohol primer D. CH3COCH3 B. Pasangan senyawa yang berisomeri fungsional adalah .. 11.. Diketahui empat senyawa karbon: 1. O CH3–CH2–CH2–COOH 2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B. Reaksi identifikasi untuk mengenal gugus –CHO pada alkanal adalah .. A. kecuali . eter mengandung dua gugus alkil C. tetapi titik didih alkohol jauh lebih tinggi daripada eter. A. 6. 3.. A.. karbon tetraklorida Pasangan senyawa yang tergolong haloalkana adalah .. A. A.. 2–metil butanoat Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. CH3CHOHCOOH C. dietil keton D.. 12. logam Na membentuk alkoksida C. HOOCH2COOH D. kelarutan dalam air B. A. 2 dan 3 Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat. etil propanoat C. 1 dan 2 D. 2 dan 3 B. tes Tollen membentuk endapan Ag E. CH3–CH2–O–CH2–CH3 E. massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D. 2 dan 4 C. rumus bangun alkohol dan eter tidak sama B. 5. 2 dan 4 E. A. 9. CH2=C(CH3)2 C. 10. 3.... 1 dan 3 E.. penentuan rumus molekul Jika 1–butanol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C.Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 1. 1 dan 2 C.. A... CH3CH2CH2OH B. CH2=CH–CH2–CH3 B.

. Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida. A. NO2 17. C3H7COOCH3 C. ClHC=CHCl D. iodobenzena pada 20°C B. Reaksi yang terjadi dinamakan . C6H5CH2Cl E. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C. DNA 25. A. A. protein D. B. NO2+ E. Metilbenzena dapat dibuat dari benzena dan bromometana dengan katalis besi(III) bromida. klor B. bromobenzena dalam cahaya matahari E. Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2–CHCl–CH2–CH=CH–CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi suatu campuran dari . bromobenzena dengan adanya Fe C. A. H2C=CCl2 B.. 1. A. A... ClHC=CCl2 E. reduksi B. stirena 24. adisi 18.. C2H5COOC3H7 B... peptida C. adisi D.. propilena B. 2–bromopropana C.. substitusi E.2–dibromopropana E..2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah . CH3 CH2Cl dan CH3 CH=CH CH3 26. A. asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat C. NO3– D. Senyawa berikut yang termasuk polisakarida adalah . benzena dalam cahaya matahari D... hasilnya adalah . HNO3 B. PVC adalah suatu plastik sebagai hasil polimerisasi dari . C6H5–CO2H C. D.. ClC6H4CH3 19. C6H5CCl3 A. 1–bromopropana B. vinil klorida E. Cl3C–CO2H 16.. larutan kalium permanganat(VII) 22.. isoprena D.. siklopropana D.... hidrogen peroksida D. 21. Di antara zat berikut yang akan menghasilkan klorobenzena apabila gas klor ini dilewatkan adalah .. spesi mana yang pertama kali menyerang molekul benzena adalah .. CH3CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B... 20.... HSO4– + C. oksidasi B. CH2=CHCl dan CH2=CH CH=CH2 E. H2C=CHCl 27. C3H7COOC2H5 14. (CH3)3C–CO2H A... A.. Jenis reaksi benzena dengan asam nitrat yang mengandung asam sulfat adalah ... 1.. Jika benzena dinitrasi menggunakan campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat. C2H5COOC2H5 E. adisi D. A. eliminasi 268 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. A. oksidasi C. CH3–CO2H B... A.3–dibromopropana 15. CH2=CCl CH=CH2 dan CH2=CH2 D. kondensasi E.. enzim B. radikal bebas 28..13. Hasil reaksi antara asam propionat dengan etanol adalah . Senyawa berikut yang bukan monomer untuk pembuatan plastik adalah .. Di antara senyawa berikut yang disebut benzalklorida adalah . Di antara asam karboksilat berikut yang paling asam adalah .. eliminasi D. D. esterifikasi C. CH3COOCH3 D. substitusi E. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk melakukan reaksi oksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat atau ion benzoat adalah . tetrafloroetilen C. Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. Cl2C=CCl2 C... A. kanji E. Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah . larutan iodium dalam natrium hidroksida E. A... Polimer yang dibentuk dari kondensasi glukosa dinamakan polisakarida. D. 2n NaOH Katalis ⎯⎯⎯⎯⎯→ Polikarbonat + 2n NaCl + 2n H2O Polimerisasi reaksi yang terjadi secara .. E.. ionik B. ClC6H5 B. kationik C... benzena dengan adanya besi 23.. Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): C. C6H5CHCl2 C. H–CO2H E.

39. glukosa dan fruktosa E. Jika disakarida. asam β –amino... sedangkan fruktosa suatu asam 30. amino dengan aldehid B. dan asam γ –amino. laktosa 31. 2 E. maltosa E. ikatan hidrogen antarmolekul D. ikatan hidrogen antarmolekul D. Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor …. HO OH 29. glukosa suatu aldehid... laktosa E. 5 C. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah ... amino dengan karboksil E. A. glukosa suatu aldehid. D. sukrosa B. A. Tauber C. Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah . 1 D. terjadi ikatan peptida di antara setiap dua monomer protein 36. Molisch B. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H+→ C12H22O11 + H2O ⎯⎯ C6H12O6 + C6H12O6 Jika disakarida tersebut laktosa... Benedict E. 4 B. protein jika dihidrolisis. A.. A. sedangkan fruktosa suatu aldehid C. ClCH2CH2CH2COOH HOOCCH2CH2OH HO COOH D. amilum B. HOOC COOH E. muatan positif dan negatif sama B. glukosa suatu keton. sedangkan fruktosa suatu eter B. glukosa suatu amida. fruktosa D. Perhatikan struktur dipeptida berikut. fruktosa dan galaktosa D.. amida dengan hidroksil C.. muatan positif dan negatif sama B.. ikatan peptida E. A. C. 38.. A.. glukosa suatu aldehid.. asam amino penyusun protein adalah asam α – amino. Fehling D. A. struktur molekul glikogen dapat bercabang B... H N H 1 H C R1 C O H N H C C 5 O OH 2 3 4 R2 37. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B. ikatan hidrogen intramolekul C. Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab . Hidrolisis pati dengan asam klorida encer menghasilkan . A. C.. ikatan peptida E. Di antara karbohidrat berikut yang tidak mengalami hidrolisis adalah . Barfoed 35. fruktosa dan fruktosa 33. glukosa dan glukosa B... A. glukosa dan galaktosa C.A. 3 Suatu protein dapat memiliki struktur α–heliks. amida dengan karboksil D. amilum D. E. monosakarida yang terbentuk adalah . gaya van der Waals Gugus fungsi yang membentuk ikatan peptida dalam protein adalah …. E. protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C. akan menghasilkan asam amino D. sedangkan fruktosa suatu keton D. gaya van der Waals Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki . selulosa C.. dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosidik ikatan antarmonomer di dalam pati adalah ikatan 34.. ikatan hidrogen intramolekul C. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah . sedangkan fruktosa suatu eter E. A. Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 269 .. amino dengan hidroksil Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin fenilalanin dan triptofan (mengandung inti benzena) di dalam protein adalah .. maltosa 32. B.. β (1 → 4) glikosidik selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan γ –glikosidik jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu β – –galaktosa 40. Hal ini disebabkan adanya … A. fruktosa C...

.. C H O c. pereaksi didihkan dalam refluks dan HCl kering dialirkan ke dalam campuran. 4 mol B. a. b. C6H11OH dioksidasi oleh krom trioksida. Pada pembuatan margarin.. minyak jagung D. ester. Berikan alasan mengapa dalam reaksi ini digunakan HCl kering. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. atau aldehid. Hasil analisis cuplikan senyawa adalah: 87. 1. A. Di antara minyak-minyak berikut yang paling banyak mengandung lemak jenuh adalah .0 g trigliserida dihidrolisis dengan natrium hidroksida. untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat..8– tridekatetraena–10. b. Tuliskan rumus struktur yang mungkin untuk senyawa tersebut. 5 mol B. 2 mol D. CH F CH2 CH F CH2 CH F 2. gliserol C. a. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut. minyak kacang E.. dan nama sistematisnya asam 3. keton. Sebanyak 10. diketahui bahwa senyawa itu hanya berikatan kovalen tunggal. A. Ikatan peptida antarasam amino yang terdapat dalam protein adalah terbentuk dari gabungan gugus . O 5. c. Tentukan rumus empirisnya. alkohol dan metil B.. 6 mol C. minyak jarak 45. Di antara minyak-minyak berikut yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah memadai adalah . amonia dan alkohol 42. minyak kelapa kopra B. asam asetat dan asetaldehid (etanal) d... menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium streat (C17H35COONa).. ester E. amino dan gugus karboksil D.5% H (menurut massa). minyak kelapa kopra B.. C6H10O. c. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH.7. CrO3. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+.. salah satu produknya adalah . Sikloheksanol. Gambarkan struktur mycomycin.5. asam stearat 43. A. Hopkin-cole E. 270 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Terangkan uji kimia yang dapat membedakan antara: a.5% N dan 12. Mycomycin adalah antibiotik alam yang dihasilkan dari jamur Nocardia acidophilus. 3 mol E.12–dionat. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 4. metil dan amino C. A.. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat pada reaksi pengesteran ini? d. minyak kelapa sawit C. Xantoprotein D.. karboksil dan metil E. 6. Millon 41. C17H31COOH diperlukan gas hidrogen sebanyak . minyak jagung D.. nitroprusida B. minyak kelapa sawit C. minyak kacang E. air D. Sakaguchi C. CH2=CH–C ≡ C–CH ≡ CH2 dan benzena c. A. 3. nitrogliserin B. minyak jarak 44. 7.. dalam larutan asam menjadi sikloheksana. CH3 O C CH2 CH CH3 CH3 8. a. Propionaldehid (propanal) dan aseton (propanon) b. O b. Pada kondisi bagaimana senyawa tersebut bereaksi dengan feniletanon? Pada pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat. toluen (metilbenzen) dan 2–metilsikloheksena Identifikasikan apakah senyawa berikut tergolong asam karboksilat. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi tersebut. Apakah yang dimaksud dengan istilah pengasilan? Monomer apa yang digunakan untuk membentuk polimer berikut.A. Rumus molekul mycomycin adalah C13H10O2.

A. 0 D.2 ⎠ 6. muatan pada satu elektron D. jumlah elektron yang terlibat adalah . dan y yang tepat adalah ….7 V Potensial reduksi logam X dan sebagai berikut.5 g suatu zat dilarutkan dalam 100 g air.62 V C.30 V → Kedua logam tersebut disusun seperti pada gambar berikut.14 V E. 4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 11.62 V Potensial sel untuk reaksi: Sn2+ + 2e– ⎯⎯ Sn → adalah . A. Hubungan antara n. X2+ + 2e– ⎯⎯ X E° = + 0.. Massa molekul zat tersebut adalah …. treonin Sebanyak 2. glisin D. dan CaCl2 diukur pada suhu yang sama maka perbandingan tekanan osmotik (π) antara ketiga larutan tersebut adalah .1 0.. dilarutkan dalam air maka kenaikan titik didih paling tinggi terjadi pada larutan ….. 186 Tiga macam larutan dengan molaritas yang sama: cuka.Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 1. 8 di kiri E.… A.. Pada proses elektrolisis. e. A.8 V 2+(aq) Zn(s) +(aq) Ag(s) Zn Ag E° = 1.1 0. alanin E... sistein B. C. x mol Cu dan y L gas hidrogen (pada STP) diproduksi. c. → MnO4– + C2O42– ⎯⎯ Mn2+ + CO2 + H2O Jika persamaan ini disetarakan. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0.7 0. E. 16 di kanan C. Berdasarkan gambar tersebut pernyataan yang tepat adalah ..… A. 16 di kiri B. NaCl. muatan pada satu mol elektron E. X Y 2.. π NaCl cuka E. 100 D. 10. perbandingan tetapan faraday terhadap tetapan Avodagro sama dengan . 3. zat terlarut yang mudah menguap E. –0. + 0. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. jumlah elektron C. N=X+ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 22.14 V D. 2 ⎠ D. π cuka paling besar B.56 V 2+(aq) Zn(s) 2+(aq) Ag(s) Zn Sn E° = 0. π NaCl2 paling tinggi D. jumlah mol elektron B. A. B. Ion positif dinetralkan pada elektrode X X GGL sel (V) 0. X2+(aq) 1M Y2+(aq) 1M 4.7 5. pelarut dan terlarut tidak bercampur C. 1 E.40 V → 2+ – + 2e ⎯⎯ E°= –0. 4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 11. penurunan gaya tarik antarmolekul D.. 125 E. +0.. 8. b. 9. 3 B. jumlah H+ yang diperlukan …. triptofan C.. ⎛ 2y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 22. zat terlarut yang sukar menguap Jika beberapa asam amino berikut dengan berat yang sama. π NaCl π CaCl2 C. x.7 V B. 12 di kiri Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi → formalin: CH3OH ⎯⎯ CH2O. 2 Diketahui: H+(aq) H2(g) Ag+(aq) Ag(s) E° = 0. X dan Jika n mol elektron dialirkan melalui larutan CuSO4. 275 C.7 0. A. 7. A. Penurunan tekanan uap larutan disebabkan oleh .25 oC. muatan pada ion Lemak 271 . –0. + 0. 240 B. semua sama Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan asam memiliki persamaan berikut. A.. d. komponen pelarut dalam fasa uap B. 8 di kanan D. a. 4 C. A.

sebagai bahan bakar untuk memicu reaksi fisi E. Zn(OH)2(s) + 2NH4+ ⎯⎯ Zn2+ + 2NH4OH → E. Zn2+(aq) + 2NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)22+ → 18. meningkatkan kadar timah D. A. larutan Na2SO4 dengan elektrode C C. Ca(NO3)2(s)⎯⎯ Ca3N2(s)+4NO2(g)+5O2(g) → E. K4[Fe(NCO)6] C. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO2(s) + 2NO2(g) → 17. A.. larutan KCl dengan gas Br2 D. kromatografi lapis tipis 16. pemurnian zona D. C Neutron A Pita kestabilan B Proton Unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan cara memancarkan …. Spesi X → D. trans–diglisinatopaladium(II) E. tetramindiklorokromat(III) klorida E. Pembuatan logam magnesium dilakukan melalui proses …. A. K4[FeCN6] D. Zn2+(aq) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42+ → B.. KFe(SCN)6 E.. A. larutan KI dengan elektrode C B. Pada reaksi inti: adalah …. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B. mengubah 235U untuk menghasilkan energi D. larutan NaCl dengan elektrode C 15. Po–239 272 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . menurunkan kadar karbon C. A. 239 94 Pu 240 94 Pu 24. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . peptisasi C. krom(III) tetramin dikloro klorida B. A. meningkatkan kadar karbon B. mengalirkan H2 ke dalam nitrogen cair E. Reaksi redoks antarhalogen berikut dapat terjadi. meningkatkan kadar seng 21. C. sebagai sumber partikel alfa 25. ion karbonatotetraaminkobalt(III) D. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi …. neutron C. A. Persamaan setara yang tepat untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah …. larutan KI dengan gas Cl2 C. A. Prinsip pembuatan baja dari besi tuang yaitu dengan cara …. pemanasan NH4NO3 C. pemanggangan kuarsa E. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + N2O(g) + 2O2(g) → D. larutan KI dengan gas Br2 B. Th–234 C. reduksi SiCl4 C. Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah …. tetramindiklorokrom(III) klorida C. kromatografi E. partikel β E. Elektrolisis larutan yang menghasilkan logam alkali adalah …. larutan KBr dengan gas Cl2 12. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut. Po–212 B. A. partikel γ 23. leburan NaCl dengan elektrode Pt E. diklorotetraminkromat(III) klorida D. partikel α D. 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+ O2(g) → C.11. Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. pirolisis D. kalium tetratiosianatoetilendiaminkromat(III) C. sodium tetrasianoditiosianatoferat(III) 22. pemanggangan 14. larutan KCl dengan gas F2 E. A. K3[Fe(SCN)6] B. mengubah neutron cepat menjadi neutron termal C. bis(dimetilglioksimato)nikel(II) B. kecuali …. Zn(OH)2(s) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42++ 2OH– → C. A. U–238 E. menurunkan kadar timah E. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. Senyawa kompleks berikut yang bukan kelat adalah . 234 90 U 236 90Th 235 92 U 238 92 U 1 + α ⎯⎯ X + 3 0 n . larutan KNO3 dengan elektrode Au D. Rumus kimia potasium heksasianoferat(II) adalah …. pemanasan NH4Cl D. B. U–235 D. A. positron B. A. elektrolisis larutan NH4Cl 13. K3[FeCN6] 19. pemanasan campuran (NH4)2SO4 dan K2O B. Zn(OH)2(s) + 2OH– ⎯⎯ Zn(OH)42– → D. A. distilasi kuarsa (SiO2) B. Gas NH3 dapat dibuat di laboratorium dengan cara …. E. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U B. elektrolisis B.… A. diklorotetraminkrom(III) monoklorida 20.

D. 30. 1 primer. bukan dalam C2H518OH. yaitu . isotop-isotop atom 18O terdapat dalam produk CH 3 –CO– 18 OH. CH3CH=CHCH3 D. CH2=C(CH3)2 C. 1 primer dan 3 sekunder B. A.. C2H5OH C.. Senyawa alkohol tersebut adalah …. Kesimpulannya adalah…. C6H5OCOCH3 B. ikatan tunggal C–O dalam gugus C O terurai atom O dalam gugus O–C2H5 menjalani reaksi dengan H318O+ E. larutan I2 dan NaOH dalam air C. (CH3)3COH E. larutan KMnO4 dalam basa E. gugus C2H5 mengalami serangan oleh H218O X. 1 tersier D.. A... A. dengan HI berair 36. C6H5CH2COCl E. Senyawa adalah …. 1 sekunder. COOH HO B. ClCH2CH2COOH HOOC–CH2–CH2–OH Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 273 . A. Z adalah senyawa berbeda. 29. CH2=CHCH2CH3 B. X dan Z dapat juga membentuk ester yang sama tetapi tidak bagus. CH3CH(OH)CH3 B.. hasilnya adalah tri– iodometana. Jika etiletanoat.. NH2 E. NHCH3 35.26. C6H5CH2Cl D. propan–1–ol D. CH3CH2–O–CH3 Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah . Reduksi: H2 N NO2 H2N NH2 dapat dilakukan dalam laboratorium sekolah dengan menggunakan …. besi dan HNO3 pekat D. C6H5CH2OCOCH3 Butanol memiliki empat isomer yang terdiri atas ….. 2 primer dan 2 sekunder C. sodium hidrogen sulfit berair B. propanoil klorida Senyawa berikut yang tidak membentuk endapan kuning jika dipanaskan dengan larutan iodin cair dan kalium hidroksida adalah .2–diol (etilen glikol) membentuk polimer. hasil yang terbentuk adalah . A. CH3COCH3 D. 31. timah dan HCl pekat C. A. C6H5CH2OH B. ikatan C–C dalam gugus O–C2H5 terurai selama hidrolisis O 27.. CH3 NH2 D. COOH HOOC C. 2 sekunder. A. CH2NH2 B. X dan bereaksi membentuk ester. X. propanon B. gas hidrogen dengan bantuan nikel E. C6H5COCH3 Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5CH2OH) dan etanoilklorida (CH3COCl) adalah …. propanal E.. larutan H2O2 C. ikatan C–16O lebih kuat dari C–18O B. Senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan asam nitrit pada 5°C adalah …. Jika suatu alkohol. direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dan berasam. OH HO D. Di antara senyawa berikut dapat bereaksi dengan etana– 1. CONH2 C. CH3CH(OH)C2H5 D. campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D. E. 1 primer dan 3 tersier Jika butan–1–ol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C. 28. 1 tersier E. 33. A. C6H5CH(OH)C2H5 E. C6H5OH 34. asam propanoat C. CH3CH2–O–CH2CH3 E. . A. CH3C16O2C2H5 dihidrolisis berasam dengan adanya H218O. CH3CHO C.. gas klorin B. C6H5COCH3 C. A. 2 primer. X bereaksi dengan natrium menghasilkan H 2 .. A. 32.

berapa gram Zn yang dihasilkan dari elektrolisis larutan ZnCl2? Sel volta dikonstruksi dari setengah reaksi berikut. Apakah yang dimaksud dengan denaturasi protein dan renaturasi protein? 10. b. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah …. 2. Elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. a. Suatu larutan mengandung ion logam 3+ dielektrolisis dengan arus 5. Dalam etoksietana. 4. AlCl 3 dan LiH dengan perbandingan mol 1 : 4 bereaksi membentuk endapan putih. Sebanyak 10. endapan XOH hanya memancarkan partikel α dan filtratnya memancarkan partikel β. Penambahan larutan NaOH membentuk endapan XOH. asam linoleat C. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah …. A. Apakah nama logam tersebut jika 1.0 A selama 10 menit. Benedict C. Jika propenonitril ( H2C CHC N ) dan kloroetana ( CH 2 CHCl ) dicampurkan dengan molar yang sama membentuk polimer secara adisi maka polimer yang terbentuk harus mengandung monomermonomer …. 1.0 g trigliserida dihidrolisis dengan NaOH. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 45 g glukosa dengan 450 g air. Molisch E. 38. elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1. Apakah nama unsur X dan mengapa emisinya terpisah? 7. asam stearat B.37.9 Pada keadaan tertentu. 274 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Air laut mengandung sekitar NaCl 3%. Berapa tekanan minimum yang harus diterapkan pada suhu 25°C untuk memurnikan air laut dengan teknik osmosis balik? Diketahui faktor van’t Hoff = 1. 3. tandai anode dan katode. asam linolenat E. alanin 40. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara AlCl3 dan LiH. Tuliskan rumus struktur dan nama semua senyawa yang memiliki rumus molekul C5H11Br. asam palmitat D. 5. H2 C H2 C H C H C C H C D. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. H C C Cl H2 C H C B. glutamin C. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Filtrat diketahui mengandung ion-ion 228Ra. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 6. H2 C H C C N CH2 N H C C N H C H N H2 C H2 C Cl Cl HC C. sistein D. 9. histidin B. A. Senyawa apakah endapan putih yang pertama? Mengapa lebih dulu mengendap? 8. dan tunjukkan arah aliran elektron dan gerakkan kation. H2 C H C Cl H2 C H C C N B. Berapakah tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada 25oC tekanan uap air murni adalah 23. Fehling B. Tauber 39. Setengah-reaksinya adalah: → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° =– 76 V 2+ → Ni (aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) E° = – 23 V Gambarkan diagram sel. asam oleat E. Pada keadaan yang sama. menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium stearat (C17H35COONa). Setelah disaring.5 g logam perak.8 torr). A. tirosin E. Barfoed D.18 g logam diendapkan pada elektrolisis ini? Suatu larutan X(NO3)n ditemukan mengemisi partikel α dan β. A.

29 Xair = 0. A D A C E 31. e. D B 17. suhu pembentukan CO2 padat naik. 5. 23. C Sn2+(aq) Sn4+(aq) Fe3+(a ) Fe2+(aq) C → 2I–(aq) + 2e– ⎯⎯ I2(s) E°= –0. kerapatannya lebih rendah dari CO2 air. Rangkaian luar e– Voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab F 1.43 atm Massa etilen glikol = 1192 g Plarutan = 19. Plarutan = 41. 3. Hal ini disebabkan pada keadaan padat. Plarutan = 23. 7. 7.29 m 3. Boleh jadi padat. a.62 mmHg π = 7.9 m Fraksi mol H2O2 3% = 0. Pilihan ganda D 11. B 33.5 mmHg Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia Tes Kompetensi Subbab A 0 +10 Tes Kompetensi Subbab B 1.Apendiks 1 Kunci Jawaban Tes Kompetensi Subbab Bab 1 Sifat Koligatif Larutan Tes Kompetensi Subbab A 1. DTd= 0. 1. 9. → 10Br–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) → 3Cu(s)+2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab E 1. D D 13. 3. D A 15.18637°C Evaluasi Kompetensi Bab 1 A. Xetanol = 0. 5. C Zn Ni 2+ Reaksi yang terjadi: Zn (s) + Cu (aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) → 3.001 atm Mr Hemoglobin = 688000 g mol–1 Tes Kompetensi Subbab B 1.016 Apendiks 1 275 . → I2(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + 10NO2(g) + 4H2O( ) → NaCl(aq)+2H2SO4(aq)+MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(s) + 2H2O( ) + Cl2(g) a. 1. 29. Esai Kemolalan H2O2 3% = 0. 25. 5. Pada tekanan tinggi. B. dan gas dari air dalam ruang vakum tersebut. 3.372°C Tb = –0.71 molalitas larutan gula = 0. → I2(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + NO2(g) +5 +4 Tes Kompetensi Subbab C 1. c. DTd= 0. b. 7.54 V GGL sel negatif maka reaksi tidak terjadi. DTd= 0. C 21. 3. A C 19. Fe(s) + 2Ag+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2Ag(s) 5. π = 0. 3. d. 3. 3. 7. 27. cair.15°C 3.68 mm Hg Mr glukosa = 180 g mol–1 1.702°C DTb= 0.26°C b.104°C Mr X = 842 g mol–1 Tb = –0. → Cr2O72–(aq)+6Cl– (aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 3Cl2(g) + 7H2O( ) → 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) – + 2MnO4 (aq)+ 7H2O( ) → H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab D 1.

Akibatnya logam besi cenderung direduksi. H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) → f. A E 19. Gaya tolak ruang sangat tinggi. Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq) ⎯⎯ 2PbSO4(s) + 2H2O( ) → d.72 jam. C E 15. 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) + 2MnO4–(aq) + 7H2O( ) → e. Mg = 10. B. → 4NaCl(aq) + 2H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + 2H2O( ) + Cl2(g) Rangkaian luar e– voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab C 1. Makin kuat gaya tarik van der Waals makin rapat unsur tersebut. 33.83 volt) sehingga H2O akan di reduksi menghasilkan ion OH– yang bersifat basa. Zn Ni 7. diketahui bahwa tahap reaksi oksidasi besi berlangsung cepat (E° = 1. Berdasarkan nilai potensial reduksi standar. 2[2 Al3++302–] + 3C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2(g) → atau Al2O3(aq) + 3 C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2 (g) Pada proteksi katodik.06 V ) Sebab nilai potensial reduksi besi lebih besar dibandingkan nilai potensial reduksi Mg atau Zn. 29. 3. F Tes Kompetensi Subbab B 1. Sebab atom fluorin terlalu kecil untuk membentuk asam okso. 35. Cr2O72–(aq)+ 6Cl–(aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) +3Cl2(g) + 7H2O( ) → c. Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Tes Kompetensi Subbab A 1. 10Br– (aq)+2MnO4–(aq) + 16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) g.08 jam m I2 = 2. E D 23. Tes Kompetensi Subbab D 1. → NaI(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HI(g) + NaH2PO4(s) 3. 5. Berdasarkan potensial sel.24 volt). Potensial reduksi standar Ni paling besar (–0. Mg atau Zn memiliki potensial oksidasi lebih tinggi dibandingkan besi sehingga logam Mg atau Zn lebih mudah dioksidasi. F Xe F Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d. F F F Xe F F Esai Penyetaraan reaksi redoks dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. H2 O → 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) 3. Oleh karena yang (a) GGL selnya positif maka reaksi dapat berlangsung. 3CH3OH(aq)+Cr2O72 (aq) + 8H+ ⎯⎯ → 3CH2O (aq) +2Cr3+(aq)+7H2O( ) Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d3.34 volt) maka Cu2+ akan direduksi. Massa Hg = 4. 3. 5. b. 5. Potensial reduksi standar Cu lebih besar (0. 1.9. 7.35 g a. 9. 3. B B 21. Pilihan ganda B 13. H2O memiliki nilai lebih besar (–0. 27. 3Cu(s) + 2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) → b. A A 17. C A D C D A Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d2. 5. 1. 7. Waktu yang diperlukan untuk mengendapkan: 1 mol Na = 5. → 11. 9. F 7. → a. F Br F (sp3d) 276 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .36 jam. 11. Al = 16. 31. Pada (b) GGL sel negatif maka reaksi tidak berlangsung.2 g. C F F Xe F F 25. 3. dan reduksi terjadi di katode. Kerapatan berhubungan dengan gaya tarik antarmolekul halogen.23 volt) maka Ni2+ akan direduksi. Evaluasi Kompetensi Bab 2 A. tetapi pada tahap pembentukan karat reaksi berlangsung sangat lambat karena memiliki nilai potensial sel sangat kecil (E° = 0.

66) Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Tes Kompetensi Subbab A 1. 25. 3. Pilihan ganda A 11. Ligan adalah anion atau molekul netral terikat pada atom pusat. C E B B B 31. Ca. 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( ) + 3CO2(g) → 11. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2.contohnya Kalimantan Barat dan pegunungan Jaya Wijaya. 9. 29. B. dalam KMnO4 = +7. Alumunium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik. B D 19. Tes Kompetensi Subbab F 1.Tes Kompetensi Subbab C 1. ΔMnO MnO 5. Mg. Reduksi bijih besi menjadi besi. B. B C 17. 7. Apendiks 1 277 . [Pt(NH3)2Br2]. (d) +6 Ion kompleks adalah senyawa ionik yang terdiri atas kation logam transisi (atom pusat) dan 2 atau lebih anion atau molekul netral. 9. D Esai 21. 23. Pada umumnya senyawa dengan biloks tertinggi lebih stabil maka diduga bahwa senyawa A adalah VF3. Elektron valensinya ns2 np1. 25. Grafit memiliki struktur jaringan segienam datar dan berlapis-lapis. 1. H2 O 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) → Sebab klorin bersifat asam dalam air sehingga dapat bereaksi dengan ion basa kuat membentuk garam. akan diperoleh CH4 yang disebut gas alam sintetik. 37. B C A B C 3. Dalam bentuk garam hipopklorit (NaClO). → 2 M + H2 ⎯⎯ 2 MH M adalah logam alkali. 3. C C 13. 35. (b) Amonium tetrabormokuprat(II) 3. 27. Melalui elektrolisis garam NaCl. 23. 27. 39. 5. 5. kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat. Al 2 O 3 dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). A D 15. Ra → CaCO3(s) + H2C2O4(aq) ⎯⎯ CaC2O4(s) → 5C2O42–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 2Mn2+(aq) + 10CO2(g) + 8H2O( ) 1. 3. Pembuatan gas oksigen di antaranya: 2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯→ 2KCl(s) + 3O2(g) 2 → H2O2( ) ⎯⎯⎯ H2O( ) + O2(g) Tes Kompetensi Subbab D 1. Tes Kompetensi Subbab G 1. 9. Sifat lunak dan licin disebabkan oleh antarlapisan yang dapat bergeser. 7. D D 13. Tes Kompetensi Subbab D 1. → 4Li(s)+ O2(g) ⎯⎯ 2Li2O(s) → 2Na(s) + O2(g) ⎯⎯ Na2O2(s) Evaluasi Kompetensi Bab 3 A. Alumunium memiliki energi ionisasi ketiga yang cukup tinggi cenderung sukar untuk melepaskan elektron. 5. A C 15. (a) Tris(amin)dibromobesi(III) nitrat. Biloks Mn dalam MnO2 = +4.5 L 3. 5. 3. elektrolisis → H2O( ) ⎯⎯⎯⎯ H2(g) + O2(g) → 8H2S(g) + 4O2(g) ⎯⎯ S8(s) + 8H2O( ) Esai (a) +2. 3. 3. Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel elektrolisis. Evaluasi Kompetensi Bab 4 A. Hasil samping gas H2 dan Cl2. 5. Muatan senyawa ini adalah 0. → CO(g) + 3H2(g) ⎯⎯ CH4(g) + H2O(g) Δ H= –206 kJ mol–1 Setelah H2O diuapkan. 1. Karena potensial reduksi standar negatif (E°= 1. E 21. Pilihan ganda E 11. 3. Tes Kompetensi Subbab B 1. E D 19. 7. Karena logam alkali bersifat reaktif. Proses secara umum. 29. 7. Pt → Tahap 1 : 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → Tahap 2 : 2NO(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO2(g) Tahap 3 : 3NO2(g) + H2O( ) ⎯⎯ 2HNO3(aq) + → NO(g) Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali. yang dikeluarkan secara berkala. V = 3587. B E 17. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat. Ba. Tes Kompetensi Subbab E 1. 1. Sumber unsur transisi biasanya berasal dari penambangan deposit minera. 3. (c) +1. Tes Kompetensi Subbab C 1. D C B A C → 2Li + 2CH ≡ CH ⎯⎯ 2LiC ≡ CH + H2 Jenis reaksi adalah reaksi oksidasi. (b) +4. 33.

b d 15. (c) 76Ga → U + 4n ⎯⎯ 239U → C ⎯⎯ 12C + n → K ⎯⎯ 40Ca+ −0 e 1 29. kemudian hasil reaksi pada setiap tahap dan produk reaksi akhir diisolasi dan dideteksi sifat radioaktifannya. sedangkan inti atom nitrogen hanya 7 proton. 238 U + n ⎯⎯ 239 Pu → Evaluasi Kompetensi Semester Semester 1 A. Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida dengan nomor atom mendekati stabil. 3.1–dibromobutana Br H2 C CH Br CH2 2. 1. 5. Katalis yang digunakan harus bersifat radioaktif. agar mengurangi jumlah neutron dan meningkatkan jumlah proton sehingga terbentuk 0 kestabilan inti. sedangkan pada reaksi fusi hingga saat ini masih terus diteliti. Oleh karena partikel alfa bermuatan positif maka kekuatan tolakan inti atom emas jauh lebih besar dibandingkan dengan inti atom nitrogen. 1. 39. Pilihan ganda b 11. 37. 7.3–dibromo–2–metilpropana 278 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 25. E B 25.176 g Sebab ion karbonat cenderung terurai menjadi gas CO2 .5. ion tetraaminseng(II) diklorotetraaminkobalt(III) klorida kalium diaminobis(oksalat)kobaltat(III) tetrakloro(etilendiamin)platina(IV) heksa uonikel(II) bromida diklorotetraminkrom(III) perklorat kalium tris(oksalat)ferat(III) [Fe(SO4)(H2O)4] 3. Tes Kompetensi Subbab C 1. Bab 6 Senyawa Organik Tes Kompetensi Subbab A 1. tetapi membentuk 239Pu. Jika pada akhir reaksi. 4 → X+2 He ⎯⎯ 242 96 239 Cm+ 1 n . c. 13. 41.4–dibromobutana 1. tetapi jika dosis tersebut diberikan secara bertahap. 9. D D 21. X =plutonium–239 ( 94 Pu ) 0 Kehilangan massa sebesar 6. 7. D E 23.3–dibromobutana CH3 H2 H2 C CH C Br Br 1. 23. suhu hasil reaksi dapat dikendalikan. Karena gugus fungsi merupakan bagian reaktif dari senyawa karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senyawa karbon. C E 19. 3.607 ×10–9 sma. Pilihan ganda E 15.6 torr 0 +4 Bab 5 Keradioaktifan Tes Kompetensi Subbab A 1. B. A C A C Tes Kompetensi Subbab B 1. B. C6H12O6 + O2 → CO2 + H2O 0 –2 3. Evaluasi Kompetensi Bab 5 A. 14 → N + a ⎯⎯ 18F → Au + a ⎯⎯ Dalam inti atom emas terkandung 79 proton. 7. (b) 40K. b d e Tes Kompetensi Subbab B 1. produk tidak menunjukkan sifat radioaktif. 1. 5. Rem adalah satuan dosis radiasi yang menghubungkan secara e uivalen energi radiasi dengan jenis radiasinya. 1. c. d. artinya katalis diperoleh kembali. 33. 9. b 21. Reaksi fusi adalah reaksi nuklidanuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O Berat I2 = 1. Jika dalam setiap tahap menunjukkan sifat radioaktif. 9. Dalam reaksi fisi. 35. B E 17. e. a. E Esai Plarutan = 23. b.2–dibromobutana Br H3C CH H2 C Br CH2 H3C Esai Emisi beta. artinya katalis terlibat dalam tahap-tahap reaksi. e d 19. 5. H3C H2 C H2 C Br CH Br H3C Br H2 C C Br CH3 1. 47. c d 17. 5.2–dibromobutana Br H2C H2 C H2 C Br CH2 1. b. Terpaan radiasi sekitar 30 rem secara terus menerus terhadap seseorang dapat menyebabkan kanker atau leukemia. Sebab 238U jika dibombardir dengan neutron tidak akan terjadi reaksi berantai sebagaimana 235U. 7. A B A C C B E 43. 3. 45. misalnya 3 rem setiap tiga bulan boleh jadi aman. 3. e a 13. f. 49. 1 n ⎯⎯ 1 p + -1 e →1 0 1. 3. 11. 7. g. 31. C D 27. Nuklida radioaktif: (a) a. 5. 40 235 13 208 Po.

Apendiks 1 279 . trivial: pentil alkohol H3C H2 C H2 C H C OH CH3 IUPAC: 2–pentanol. 7. C6H12O6 ⎯⎯ 2C2H5OH + 2CO2 → b. H C OH CH3 Tidak beralasan sebab asetaldehid mudah menguap dan habis dalam waktu tidak lama. Glukosa Etanol Isomer posisi struktur: H3C H2 C CH3 H3C HC O CH3 H2 C O CH3 H3C H2 C O H2 C CH3 O H2 C H3C C H2 H2 C C H2 O C H2 CH3 CH O O C C H2 CH3 C O CH3 7. H3C H C H C H2 C memiliki isomer apapun. a. a.CH3 H3C C Br CH3 H2 C Br H3C CH H C Br Br c. 6. a. b. H2N H2 C C H2 C H2 H2 C CH NH2 O C OH c. sebab keduanya dapat bereaksi dengan 2. b. H2C HO C OH b.6–dimetiloktan–4–ol H3C H2 C H2 C H2 C H2 C OH Tes Kompetensi Subbab E O NH2 O C OH O 1. H3C C C O H C Br O C H g. H3C C C H2 CH3 Tes Kompetensi Subbab D 1. 3. c. a. Rumus umum amina: R3N. H3C C O H C CH2 e.2–dibromo–2–metilpropana 1. Sebab eter pada umumnya kurang polar. 9. 1–klorobutana + H2O ⎯⎯ 1–butanol + HCl → 5. H3 C H2 C H C H C H2 C C2H5 C C2H5 O H2 C C H 1. dengan R dapat berupa atom H atau alkil. H3C H2 C H C OH H2 C CH3 IUPAC: 3–pentanol 3.4dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan kuning. C2H4O tidak Tes Kompetensi Subbab C 1. trivial: isopentil alkohol c. Air nira banyak mengandung glukosa melalui proses fermentasi berubah menjadi alkohol. H3C H2 C H2 C H C H2 C C H Tes Kompetensi Subbab F 1. H3 C CH3 H2 H2 C C C CH3 CH3 b. Tidak. H3C C CH3 CH3 Isomer fungsional: H3C H2 C H2 C H2 C OH H3C H2 C H C OH CH3 H3C CH H2 C CH3 OH H3C C OH CH3 CH3 d. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 OH O C O O H2 C C H2 H2 C O CH3 CH CH3 9. Sehingga larut dalam benzena (nonpolar) f. H2 C H3C C H2 H2 C C H2 C O CH3 5. 3. H3C CH IUPAC: 1–pentanol. Sebab gula pasir mengandung glukosa yang memiliki gugus fungsional aldehid. Jika dilihat dari strukturnya. O H3C C H . C O CH2 CH3 b.1–dibromo–2–metilpropana 3. a.

E 21. H2C2O4 ⎯⎯ CO + CO2 + H2O → 3 5. B. 5. dan p–hidroksikarboksilbenzena. B A 15. asam oksalat K 2 Cr 2 O 7 H 2 SO 4 dipanaskan. heksanal heksanoildehida (a) 2–kloropropana. E 33. 35. 23. a. O CH3 C CH3 H2 C H2 C H2 C CH3 b. A 35.6–trinitrotoluena Tes Kompetensi Subbab B 1. pentil metil eter metoksi pentana c. 7. Nama senyawa tersebut berturut-turut: a. 3–bromopiridin. 27. –asetil–p–aminofenol (4–hidroksiasetanilida) b. o–hidroksitoluena. 25. p– aminometilbenzena. B E B C A 41. Br2 b. b. 2. O c.4. 39. asam heksanoat d. E B 17. 29. E C C D A 31. 29.3. E 7. a. 3. D 45. 25. b. Esai a. c. meta–. 5. a. HO C . O C OH CH3 H2C C H C CH2 H OH CH3 3. 7. Sebab dalam benzena membentuk ikatan p terdelokalisasi. Tes Kompetensi Subbab C 1. 9. 2–etilasetofenon. D 21. 5. A E 19. Pilihan ganda B 11. A 43. m–aminometilbenzena. 27. C C 13. asam benzo–2– dioat atau o–karboksilbenzoat. Pilihan ganda D 11. (c) 2– kloropropena a. c. B 3. o–hidroksikarboksilbenzena. klorobenzena a. D B 19. m–dihidroksibenzena 3–hidroksifenol. H C OH C CH3 HO H C CH3 CH3 . B B 15. 37. 1. 3. OH H2C HO CH2 HO O C OH C O 3HC C OSOH 3 H2 Etilen glikol b. Senyawa F dihilangkan untuk menghindari oksidasi lebih lanjut. 1. H3C CH3 3. E B 17. Cl Evaluasi Kompetensi Bab 6 A. 2–metoksi pirola 3–metilpirola 5. 5–bromokuinolin 280 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . A A C A E 31. 33. B. 1. 1. 2–hidroksimetilbenzena o–hidroksitoluena 2–metilfenol.7–dikloro–8–hidroksikuinolina CH3 . para–: CH3 OH CH3 H3C OH OH 3. 23. atau 2–etilfenil metilketon c. Esai o–aminometilbenzena. (b) 2–propanol. 9. Jika dilihat dari strukturnya maka molekul-molekul pada posisi orto– memerlukan ruang lebih ruah dibandingkan para– dan meta– yang menyebabkan gaya antarmolekul lebih lemah sehingga titik didih dan titik leleh lebih rendah. 7. Cl Cl Bab 7 Senyawa Aromatik Tes Kompetensi Subbab A NH2 1. sedangkan pada alkena elektron p terlokalisasi pada atom karbon tertentu. pentil metil keton 2–heptanon b. Struktur hidroksimetilbenzena pada posisi orto–. A C 13. H2C H C H C CH2 CH3 H2 C a. COOH b. Evaluasi Kompetensi Bab 7 A. atau 2–metilfenol b. fenol a.

E 35. 25. [a– –glukosa] = 0. 9. 5. protein transport. Penggolongan protein berdasarkan fungsinya: protein sebagai enzim. Kulit kita terdiri dari protein yang boleh jadi mengandung asam amino seperti tirosin. protein regulator dan pertahanan. 23. 7. sedangkan minyak sawit mengandung banyak asam lemak tidak jenuh. D C 17. 3. C B A C A 31. 5. yang pada gilirannya minyak yang banyak mengandung ikatan rangkap (sawit) memiliki titik beku rendah dibandingkan minyak curah. dan kuarterner.036 M a –heliks membentuk spiral. 1. Apendiks 1 281 . protein kontraktil. 3. Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun yang bersifat nonpolar akan melarutkan butiran minyak. 7. C17H29–COOH + Br2 ⎯⎯ C17H29(Br2)–COOH → Minyak curah banyak mengandung asam lemak jenuh. a– –glukosa b. Tes Kompetensi Subbab B Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. Penggolongan protein berdasarkan struktur: primer. sedangkan bagian kepala sabun yang bersifat polar akan larut dalam air. Pilihan ganda C 11. 3. Lapisan yang dibentuk oleh gugus karbohidrat yang bermuatan negatif mengelilingi butiran minyak. (b) telur (tapi kolesterol tinggi). 7. gaya antarmolekul asam lemak menjadi lemah. Asam lemak tidak jenuh mengandung ikatan rangkap sebagai sumber awan elektron yang memiliki tolakan terhadap ikatan rangkap yang lain sehingga terjadi tolak-menolak. Jika CuSO4 berlebih akan terbentuk endapan putih dari Cu(OH)2 yang dapat mengganggu analisis. Tes Kompetensi Subbab C 1. 5. fenilalanin. sekunder. a. Akibatnya. 3. PP tidak berwarna menjadi merah jambu. 3. 1. B 33. portein struktural. Struktur HDPE: Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. D A 15. C D 13. [b– –glukosa] = 0.064 M. b– –glukosa Glukosa Dapat Tes Kompetensi Subbab C 1. dan triptofan (mengandung inti benzena) sehingga berwarna kuning. 3. 7. Karena adanya cabang pada struktur LDPE menyebabkan polimer jenis ini kurang rapat dibandingkan HDPE sehingga LDPE kurang tegar dan mudah sobek. aitu: (a) daging ayam. Bab 9 Lemak Tes Kompetensi Subbab A 1. 7. D 21. Polimerisasi ionik Tes Kompetensi Subbab B 1. B. 29. 5. E Struktur LDPE 3. tersier. Jika emulsi minyak-air yang tidak stabil ditambahkan sabun maka akan terbentuk emulsi yang stabil. D D 19. a. . protein bahan makanan. Esai • Bentuk polimer tidak bercabang • Banyak ikatan silang antar rantai polimer b. 27. (c) terigu.Bab 8 Makromolekul Tes Kompetensi Subbab A 1. dan (d) alpukat. 5. sedangkan b–sheet membentuk lapisan yang planar.

Ikatan rangkap pada asam palmitoleat diadisi oleh bromin. 45. H2C 7. a. 39. Pilihan ganda B 11. C C 31. 37. mengandung asam lemak takjenuh. 3. E D 23. 37. D Esai O H2 C H3C C H H C C H H C C H C C H C C H2 O C CH3 33. B. 11. A D 19. 5. 33. A D 15. Keton. 35. 15. C D B D C B E 3. D B 29.56 torr Berat Zn = 0. H (fluroetilena) F C 282 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 43. B B 13. Gliserol dan sabun dari jenis Na–stearat dan Na– palmitoleat. 7. b. a. 1. 41. D E 17. sebab LiCl senyawa ion yang tidak larut dalam pelarut organik (etoksietana). 1. 1. 21. A A 25. E A 21. Untuk menjaga keseimbangan hormon. Renaturasi protein adalah pengubahan kembali bentuk struktur protein yang terdenaturasi. 27. Pilihan ganda E 17. 13. AlCl3 + 4LiH ⎯⎯ LiAlH4 + 3LiCl(s) → b. dan banyak terdapat dalam tanaman. 1. b. B. 23. A Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun A.Evaluasi Kompetensi Bab 9 A. 3. 1. Pilihan ganda E 11. 29. Keton NH2 N2H4 Pada suhu dan tekanan tinggi dengan katalis asam. B B 19. 9. c. 1. LiCl. 7.456 g Indium (Ar = 114. D 21. D D 15. mengandung asam lemak jenuh. 9. 5. b. A D A C E 31. D C 27. E Esai Plarutan = 23. C C 13. Mentega dari jenis stearat. Adapun minyak cair pada suhu kamar.85) Reaksi AlCl3 dan LiH: a. B E 19. 7. Denaturasi protein adalah ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. sedangkan AlCl3 adalah senyawa kovalen. 9. B A 17. 9. 39. 5. 25. Esai Lemak Padat pada suhu kamar. 7. 3. A C B A A 3. c. c. Aldehid. dan banyak terdapat dalam hewan. Perbedaannya disebabkan adanya ikatan rangkap (tidak jenuh) pada minyak. Evaluasi Kompetensi Semester Semester 2 A. 5. B. C 25. 5. 3. 5. 35. B 23. a.

490 4.85 7.6 8.000 3.45 1.285 1.800 1.640 445 2. 2001 Apendiks 1 283 .720 (menyublim) 3.100 2.700 59 184 777 1.12 4.96 1.53 2.300 4.400 2.00166 5.47 3.160 3.600 –108 1.59 1.53 1.150 –196 –183 2.28 11.760 3.720 705 685 913 2.720 1.030 –7 2 63 840 3.95 0.920 2.0055 0.14 2.470 2.47 13.25 3.51 19.81 7.384 2.540 769 1.7 0.86 1.19 0.Apendiks 2 Tabel 1 Sifat Fisik Beberapa Unsur Unsur Simbol Nomor Atom Al Ar As Ba S Be Fe B Br Cs K Ca C C Cl Co Kr Cr Xe Li Mg Mn Hg Na Ne Ni N O Ag Pt Rb Se Zn Si Sc Sr Cu Sn Pb Ti U V 13 18 33 56 16 4 26 5 35 55 19 20 6 6 17 27 36 24 54 3 12 25 80 11 10 28 7 8 47 78 37 34 30 14 21 38 29 50 82 22 92 23 Atom Pada Suhu 25°C 27 40 75 137 32 9 56 11 80 133 39 40 12 12 35.620 2.99 2.580 2.350 –186 1.00117 0.494 –157 1.5 21.900 –153 2.827 –34 2.084 232 327 1.540 2.91 0.55 0.135 1.410 1.97 0.250 –39 98 –249 1.34 4.00084 8.760 3.93 7.78 3.74 7.05 6.09 Sumber: Chemistry For You.772 39 220 420 1.550 –101 1.120 357 900 –246 2.00299 8.53 0.455 –210 –219 962 1.87 2.360 1.5 59 84 52 131 7 24 55 201 23 20 59 14 16 108 195 85 79 65 28 45 88 64 119 207 48 238 51 s g s s s s s s s s s s s g s g s g s s s s g s g g s s s s s s s s s s s s s s Titik Leleh (°C) Titik Didih (°C) Kerapatan Gas pada 25°C (g cm–3) Aluminium Argon Arsen Barium Belerang Berilium Besi Boron Brom Cesium Kalium Kalsium Karbon (grafit) Karbon (intan) Klor Kobalt Kripton Krom Xenon Litium Magnesium Mangan Merkuri Natrium Neon Nikel Nitrogen Oksigen Perak Platina Rubidium Selenium Seng Silikon Skandium Stronsium Tembaga Timah Timbal Titanium Uranium Vanadium 660 –189 613 (menyublim) 710 115 1.00133 10.00346 7.8 0.53 4.860 –112 180 650 1.670 1.33 2.

2001 Tabel 3 Besaran Fisika Satuan SI Besaran Fisika massa waktu arus listrik suhu termodinamik kandungan zat frekuensi energi tekanan muatan listrik beda potensial listrik aktivitas daya kapasitansi listrik Nama Satuan SI kilogram detik ampere kelvin mol hertz joule pascal coulomb volt bec uerel watt faraday Lambang Satuan SI kg s A K mol Hz J Pa C V B W F 284 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .Tabel 2 Muatan Beberapa Ion Ion Positif Muatan 1+ Nama Ion amonium tembaga(l) hidrogen litium kalium perak natrium barium kalsium tembaga(ll) besi(ll) timbal(ll) magnesium nikel(ll) stronsium seng aluminium besi(lll) Rumus NH4+ Cu+ H+ Li+ K+ Ag+ Na+ Ba2+ Ca2+ Cu2+ Fe2+ Pb2+ Mg2+ Ni2+ Sr2+ Zn2+ AI3+ Fe3+ Muatan 1– Ion Negatif Nama Ion bromida Klorida hidroksida fluorida iodida nitrat karbonat oksida sulfat sulfida Rumus Br– Cl– OH– F– I– NO3– CO32– O2– SO42– S2– 2+ 2– 3+ 3– nitrida fosfat N3– PO43– Sumber: Chemistry For You.

Tabel Periodik Unsur Apendiks 2 285 .

sedangkan basa lewis adalah atom atau senyawa yang mendonorkan pasangan elektron bebas (donor elektron) yang digunakan untuk ikatan. dapat berupa senyawa. 4f. • 12 Diamagnetik Sifat yang tidak dipengaruhi oleh medan magnet. 4s. 5s. contohnya pada asam karboksilat melalui ikatan hidrogen antara oksigen dari gugus karbonil suatu asam karboksilat dan hidrogen dari gugus hidroksil asam karboksilat yang lainnya. 5d. 5f. 4p. • 52 D Dehidrasi Pelepasan molekul air dari suatu zat atau dari suatu reaksi kimia. ditandai dengan (d) atau (+). • 260 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. 2s. • 233 Asam lemak esensial Asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi melalui makanan. • 77 Alotrop Keberadaan unsur dalam dua bentuk atau lebih. 7s. • 249 Asam basa Lewis Asam lewis adalah atom atau senyawa yang menerima pasangan elektron (akseptor elektron). dimana atom karbon berkisar antara 12–22. • 248 Asam lemak tidak jenuh Asam lemak yang mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya rendah. 6s. • 105 B Bilangan koordinasi Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat. • 179 286 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 4d. terbentuk melalui berbagai proses yang dipengaruh tekanan dan suhu bumi. • 105 Dimer Penggabungan dua molekul yang sama. larutan padat. • 88 Amorf Bentuk padatan yang bukan kristalin dan tidak memiliki keteraturan kisinya. atau campuran komponen. • 255 Asam lemak jenuh Asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya tinggi. • 238 Deposit mineral Sumber batuan mineral yang terdapat di alam. • 248 Asam lemak Asam karboksilat yang memiliki rantai panjang. • 252 C Cahaya tampak Cahaya atau gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah sampai cahaya ultraviolet. misalnya dengan pengecatan atau penyepuhan logam.Senarai A Aldosa Monosakarida yang mengandung gugus aldehid. 6d). • 168 Denaturasi protein Ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. • 106 Aturan Aufbau Aturan yang menyatakan urutan pengisian elektron dalam orbital berdasarkan kenaikan energi (1s. 3s. • 227 (paduan logam) Bahan yang terdiri atas campuran dua logam atau lebih. atau logam dengan nonlogam. seperti dua alotrop karbon: intan dan grafit. 3p. • 106 Atom pusat Kation logam unsur transisi yang terdapat dalam ion atau senyawa kompleks. • 105 (pelapisan) Suatu metode untuk mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam. dan biasanya berasal dari minyak nabati (tumbuhan). 2p. • 260 Detergen sintetik Garam asam lemak yang memiliki gugus fungsi berbeda dari sabun berasal dari minyak bumi. yang terdiri atas spektrum warna merah-kuning-hijau-biru-ungu. • 103 Aturan Pauli Tidak ada dua elektron yang memiliki empat bilangan kuantum yang sama (jika elektron berpasangan spinnya harus berlawanan). dan biasanya berasal dari lemak hewan. 3d. • 235 Diagram fasa Diagram yang menggambarkan perubahan fasa suatu zat. • 88 Antaraksi van der aals Gaya tarik di antara atom atau molekul yang dapat ditimbulkan oleh gaya elektrostatik antara dua molekul dan polarisasi molekul tetangga • 238 Asam amino Molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). • 73 Detergen alam Garam asam lemak yang berasal dari minyak hewan atau minyak sayuran yang memiliki anion gugus fungsi ion sulfat atau ion sulfonat. 5p. 6p. akibat elektron yang berpasangan. • 108 Bilangan penyabunan Bilangan yang menunjukkan berapa mg larutan basa (KOH) yang diperlukan untuk membentuk 1 gram sabun secara sempuna.

• 19 Fraksi mol Komposisi suatu zat dalam larutan. tempat terjadinya reaksi oksidasi. dan katode. misalnya peluruhan radioaktif.Distilasi bertingkat Suatu metode pemisahan campuran cairan menjadi cairan murni berdasarkan perbedaan titik didihnya. • 71 Ikatan kovalen koordinasi Ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama elektron ikatan yang berasal dari salah satu atom. • 259 Hidrofob Sifat taklarut (ketidaksukaan) terhadap pelarut air. tidak melewati fasa cair (meleleh). • 127 (penyepuhan) Suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil tehadap cuaca atau menambahkan nilai estetika (keindahannya). • 6 I Ikatan glikosidik Ikatan yang menghubungkan dua monosakarida dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor 1 dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2. • 259 Higroskopis Sifat suatu zat yang dapat menyerap air dari udara. 42 Elektrolisis Kebalikan dari elektrokimia. tempat terjadinya reaksi reduksi. • 47 Elektrode Kutub atau terminal sel terjadinya reaksi dalam sel elektrokimia yang terdiri atas anode. • 34. • 259 Energi ikat inti (Ei) Selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya. • 88 Senarai 287 . • 45 Hukum II Faraday Massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap. • 233 Ikatan rangkap konjugasi Ikatan rangkap selang seling dengan ikatan tunggal atau disebut juga elektronnya dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). • 28 Hukum Kekekalan Muatan Hukum yang menyatakan muatan sebelum terjadi reaksi sama dengan sesudah terjadi reaksi. P = Po X. 4. • 28 Hukum Raoult Tekanan uap parsial pelarut (dengan zat terlarut di dalamnya) berbanding lurus dengan fraksi molnya. • 107 Ikatan peptida Ikatan C–N antarasam amino yang terbentuk dari reaksi kondensasi antara gugus karboksil asam amino satu dengan gugus amino dari asam amino yang lain membentuk protein. • 229 Ikatan hidrogen Interaksi elektrostatik antarmolekul. dan 6 pada monosakarida yang lain membentuk disakarida. • 37 Gaya tegangan permukaan Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan. • 2 G Gaya Gerak Listrik (GGL) Usaha atau kerja yang diperlukan untuk mendorong aliran elektron melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion dalam larutan menuju elektrode. biasanya dispersi minyak dalam air atau dispersi air dalam minyak. yang hidrogennya terikat pada atom elektronegatif. Zat ini menyublim pada suhu – 78°C (195 K) dan tekanan standar. • 196 Insulator Bahan yang bersifat tidak dapat menghantarkan arus listrik. • 63 Karbondioksida berwujud padat. • 105 Eksoergik Proses yang melibatkan pelepasan energi. • 94 Hukum I Faraday Massa zat yang bereaksi dalam elektrode sebanding dengan muatan listrik yang terlibat dalam sel. • 126 Esterifikasi Pembuatan ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam sulfat. • 47 Hukum Kekekalan Massa Hukum yang menyatakan perbandingan massa hasil reaksi sama dengan massa pereaksi. • 260 H Haloalkana Senyawa karbon mengandung halogen. dimana proton hidrogen berinteraksi dengan pasangan elektron bebas pada atom elektronegatif dari molekul yang ada didekatnya. dimana terjadi penguraian suatu zat atau reaksi kimia yang disebabkan oleh adanya arus listrik searah. • 42 Emulsi Koloid yang terbentuk dari tersuspensinya partikel-partikel kecil. digunakan sebagai pendingin. • 14 E Eksitasi elektron Perpindahan elektron akibat dikenai energi (cahaya) dari keadaan dasar menuju keadaan yang energinya lebih tinggi. • 155 Hidrofil Sifat kelarutan (kesukaan) terhadap pelarut air. • 183 F Faktor van t Hoff ( ) Persamaan yang menyatakan perbandingan banyaknya jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol ion-ionnya dalam larutan.

pemurnian logam. dan polimer. • 156 Isomer struktur Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. dan telur. trimer. • 227 Karsinogen Zat yang berpotensi menimbulkan kanker. yang terdapat dalam semua hewan dan dapat disintesis dari konsumsi makanan. ditandai dengan (l) atau (–). • 169 Misel Bagian dari mekanisme sabun sebagai pengemulsi. • 227 Mutarotasi Rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. • 35 K Karbohidrat Senyawa polihidroksi-aldehid atau polihidroksi-keton dan turunannya. dan pemanfaatan logam. pembuatan aloi. • 259 Monomer Molekul yang massanya kecil yang bergabung dengan sesamanya membentuk dimer. • 18 Lemak hewani Lemak yang berasal dari hewan. • 235 Ligan Anion atau molekul netral yang terikat pada atom pusat. • 30. • 63 Konfigurasi oktet Konfigurasi elektron yang terisi penuh dan bersifat tidak reaktif. • 2 Ketosa Monosakarida yang mengandung gugus keton. • 15 Metalurgi Cabang ilmu yang berkaitan dengan produksi logam dari bijihnya. • 106 Lipid golongan senyawa bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari hewan dan tumbuhan. dan dehidrasi alkohol oleh asam sulfat. • 227 Kolesterol Salah satu jenis lemak pada dinding pembuluh darah (arteri). • 249 Lemak nabati Lemak yang berasal dari tumbuhan. yang disebabkan perubahan muatannya. dirumuskan dengan m eq = 288 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . tetapi tidak dapat dilalui zat terlarut. seperti mentega. • 204 Kemolalan Jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. • 248 M Masa ekuivalen at Massa relatif zat per satuan Ar . dengan rumus R3C+. dimana gugus fungsi sabun yang bermuatan negatif membentuk lapisan melingkar yang mengelilingi setiap butiran minyak. dan polisakarida. • 18 Larutan nonelektrolit Zat yang terhidrasi dalam larutan menjadi molekul-molekulnya (tidak terjadi ionisasi). oligosaksarida. • 224 Isomer Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul dan gugus fungsi sama. • 116 Metode setengah reaksi Metode penyetaraan reaksi reduksi-oksidasi berdasarkan transfer elektron. yang digolongkan ke dalam monosakarida. 127 Inti metastabil Keadaan tereksitasi pada atom atau inti yang memiliki umur paruh yang cukup panjang. berfungsi untuk menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi reduksi-oksidasi dalam sel elektrokimia sehingga reaksi berlangsung terus menerus. memiliki muatan positif. • 155 Isomer fungsional Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekulnya sama. • 248 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. dengan rumus R3C–.Inti atom Bagian tengah atom yang mengemban sebagian besar massa atom. karena terdiri atas satu atau lebih nukleon. daging. • 167 Isomer posisi Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. tetapi susunan atomnya berbeda dalam ruang. • 134 Ion karbanion Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan negatif pada atom karbon. 31 Metode illiamson Metode sintesis eter. tetapi gugus fungsinya berbeda. • 156 J Jembatan garam Atau disebut juga rangkaian dalam. • 63 L Larutan elektrolit Zat yang terurai dalam larutan menjadi jumlah mol ion-ionnya sesuai derajat ionisasinya. • 222 Monosakarida Sakarida atau karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul yang lebih sederhana secara hidrolisis. • 256 Konduktor Bahan yang bersifat dapat menghantarkan arus listrik. seperti konfigurasi elektron gas mulia. yang disebabkan ketegaran suatu molekul. • 45 e− Massa molekul relatif (Mr) Jumlah massa atom relatif dari semua atom yang menyusun molekul itu. • 126. • 7 Membran semipermeabel Membran berpori yang dapat dilalui oleh zat pelarut. • 225 Ion karbonium Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan positif pada atom karbon. tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. disakarida. dengan cara reaksi antara alkil halida dan alkoksi atau fenoksi. dapat disebut juga sebagai isomer struktur.

• 126. • 165 Perunut radioaktif Isotop radioaktif yang ditambahkan dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem itu. yaitu sistem larutan dengan konsentrasi 1 M. • 94 Proses Ostwald Suatu proses pembuatan asam nitrat (HNO3) secara komersial dengan melewati beberapa tahapan reaksi. tersusun dari monomer yang berulang. 93 Proses Haber Suatu proses pembuatan amonia (NH3) secara komersial dari reaksi antara N2 dan H2. • 175 Pereaksi Grignard Senyawa logam haloalkana dari magnesium. dengan rumus RMgX. • 125 O Oksidator Zat yang mengalami reduksi.bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya jika sakarida dilarutkan dalam air. • 158 Senarai 289 . • 255 Protein Polimer biologi yang tersusun dari monomer asam amino (banyak juga mengandung ion logam atau molekul organik kompleks) dengan rentang massa berkisar dari 6000 sampai puluhan ribu. • 35 Nukleon Partikel penyusun inti. • 38. • 93 Proses Hall Heroult Suatu metode komersial pembuatan alumunium melalui elektrolisis alumunium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit (NaAlF6). kecuali dengan perlakuan kimia. 40 Orbital hibrida Hibridisasi atau penggabungan orbital dalam suatu atom menjadi setara. yaitu proton dan neutron. • 85 Proses kontak Pembuatan asam sulfat (H2SO4) secara komersial melalui beberapa tahapan reaksi dan menggunakan katalis platina atau V2O5. • 222 Polimer termoset Polimer yang memiliki ikatan silang yang banyak dan kuat. • 72 Pirolisis Penguraian senyawa kimia akibat suhu tinggi. yang diakibatkan oleh adanya elektron yang tidak berpasangan. 225 Potensial elektrode standar Potensial elektrode hidrogen yang dijadikan elektrode standar pada penentuan potensial reduksi standar. • 233 R Radikal bebas Atom atau gugus atom yang sangat reaktif karena mengandung elektron valensi yang tidak berpasangan. • 39. • 105 Pasivasi pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. tekanan 1 atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu 25°C. • 92. biasanya digunakan untuk mensintesis alkohol. dimana bentuknya dapat dipertahankan hanya dengan pendinginan. • 222 Polimer termoplastik Bentuk polimer lurus dan bercabang. dimana 0 H + → H2 = 0. • 222 Polimerisasi adisi Reaksi pembentukan polimer yang melibatkan radikal bebas atau ion dengan senyawa yang memiliki ikatan rangkap. • 83 Pita kestabilan Grafik yang menyatakan kestabilan inti berdasarkan perbandingan proton dan neutron.3– dihidroksibutanadioat. • 223.00 volt . • 130 Nuklida radioaktif Jenis inti atom yang yang tidak stabil sehingga mengalami peluruhan partikel dan atau radiasi elektromagnetik. • 229 N Notasi sel elektrokimia Aturan penulisan reaksi reduksi-oksidasi yang terjadi dalam sel elektrokimia. • 133 Suatu proses pembersihan logam dari oksida dengan menggunakan asam klorida (HCl). digunakan untuk mendeteksi gula pereduksi dan aldehid dalam larutan yang akan membentuk endapan merah bata (tembaga(I) oksida) jika hasilnya positif. 39 Proses Frasch Suatu proses penambangan deposit belerang (S8) dengan menggunakan tabung yang terdiri atas sejumlah pipa konsentris. • 38 Potensial reduksi standar Potensial reduksi (daya oksidator) yang diukur pada keadaan standar. • 223 Polimerisasi kondensasi Reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu disertai penyingkiran molekul kecil. 127 Polimer Senyawa yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai. • 104 P Paramagnetik Sifat yang dipengaruhi oleh medan magnet. • 52 Pereaksi Fehling Pereaksi yang terdiri atas larutan tembaga(II) sulfat dan natrium tartrat 2. • 93 Prostaglandin Zat yang terbentuk dari asam arakidonat (asam lemak esensial) yang serupa hormon. yang memiliki daya penetrasi terhadap materi yang dilaluinya dan mampu mengionisasi atom atau molekul. kemudian tumpang tindih dengan orbital dari atom lain membentuk orbital molekul. dimana bentuknya tidak dapat diubah.

• 39. • 197 Reaktor nuklir Tempat terjadinya reaksi nuklir (reaksi fisi. • 86 Tes Benedict Uji glukosa dalam urine dengan menggunakan larutan tembaga(II) sulfat. • 90 Sifat koligatif larutan Sifat yang tidak tergantung pada jenis zat terlarut. fusi. • 239 Tes Tollen Metode untuk membedakan aldehid dan keton dengan menggunakan larutan AgNO3 dalam amonia berlebih. dan tahan lama. • 119 Reaksi fisi Reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida yang nomor atomnya mendekati stabil disertai pelepasan sejumlah energi dan neutron. akan menghasilkan warna ungu jika positif. 129 Trigliserida Sebutan lain dari lemak atau minyak.Reaksi adisi Reaksi kimia yang melibatkan substitusi ion atau radikal bebas pada ikatan tak jenuh. bentuk. Sifat-sifat itu antara lain penurunan tekanan uap. selain itu dapat juga untuk mensintesis aldehid. 250 Sel volta Atau sel elektrokimia. memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat mengikat ion logam. • 4 290 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . dimana campuran serbuk dari besi(III) oksida dengan alumunium menghasilkan lelehan alumunium oksida dan besi. aroma. • 204 at pengkelat Atau disebut juga ligan polidentant. dan pembiak) yang terdiri atas pipapipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron. kenaikan titik didih. • 8 Titik tripel Titik. • 196. • 3 Termit Suatu proses pengelasan lokal pada material besi melalui reaksi yang sangat eksotermis. • 184. • 128. • 15 Tekanan uap Tekanan yang ditimbulkan molekulmolekul fasa uap. • 232 Tes biuret Uji protein dengan menggunakan natrium hidroksida pekat dan larutan CuSO4 yang ditambahkan setetes demi setes. natrium karbonat. hijau atau kuning.40 Resonansi Delokalisasi elektron pi yang menstabilkan suatu molekul sehingga sukar untuk bereaksi. merupakan triester dari gliserol (polihidroksi) dan asam lemak. dan natrium sitrat jika positif akan terbentuk endapan Cu2O berwarna merah bata. dan tekanan osmosis. dimana energi listrik dihasilkan dari aliran elektron searah pada kompartemen luar (kawat eksternal) yang dipasangkan pada elektrode yang dicelupkan dalam larutan elektrolit. penurunan titik beku. • 141 Reaksi kesetimbangan Reaksi ke arah produk dan ke arah pereaksi memiliki laju yang sama. dan padat secara bersama-sama. tetapi tergantung pada konsentrasinya. • 109 at terlarut Zat yang sukar menguap. • 116. 197 S Safonikasi atau penyabunan Suatu proses pembentukan sabun (garam dari asam lemak) yang berasal dari pengolahan lemak (hidrolisis ester) dengan larutan NaOH atau KOH pekat. • 235 T Tanur sembur Perangkat atau alat eksperimen untuk proses metalurgi besi. • 1 Stereoisomer Atau disebut juga isomer optis suatu senyawa karena dapat memutar arah bidang polarisasi. • 175 Titik didih Suhu pada saat tekanan udara jenuh suatu cairan sama dengan tekanan atmosfer luar. • 171 Reaksi fusi reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom yang lebih besar. • 34 Semikonduktor Bahan yang kekuatan daya hantar listriknya bergantung pada suhu. cair. • 133 Reaksi substitusi Reaksi pergantian suatu atom atau molekul dengan atom atau molekul lainnya. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. 117 Tekanan osmotik larutan Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke larutan yang lebih pekat. • 197 Reaksi berantai Sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta. • 248 Z at aditif Zat kimia yang ditambahkan kedalam makanan atau obat-obatan untuk memperoleh sifatsifat tertentu. 138 Reaksi eksoterm Reaksi kimia yang menghasilkan kalor (panas) pada lingkungannya. warna. • 138 Reaksi Friedel craft Reaksi alkilasi atau asilasi benzena dengan katalis AlCl3 atau AlBrO3. • 138 Reduktor Zat yang mengalami oksidasi. di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. • 13 Transmutasi inti Transformasi dari suatu unsur menjadi unsur lain melalui pemboman inti oleh partikel. seperti cita rasa.

164. 44. 183 asetat glasial 180 halida 71 hidrogen halida 71 lemak 247. 241 air berat 140 ringan 140 aktivitas 134. 248. 178. 164. 45. 91 alumina 86. 209 arang 88. 30 perubahan 28. 163. 258. 257 esensial 255 kekuatan 71 okso 69. 249. 111. 205. 240 esensial 234 arakidonat 255 asetat 177. 176 tersier 160. 231 amina 185. 180. 236 C cahaya tampak 105 cairan elektrolit 72 celestit 79 Indeks 291 . 260 primer 160. 183. 109. 237. 201. 209. 213 asilasi 201 halogenasi 199. 83 alkaloid 211 alkohol 154. 141 barit 79 batubara 88.Indeks A adisi kuantitatif iodin 250 aerosol 72. 139. 240. 166. 177. 74. 251. 75. 212. 87 benzena 2. 43. 203. 236. 76. 255. 186 primer 185. 106. 84 alumunium oksida 84. 46. 159. 9. 159 a –heliks 235. 165 alotrop 88. 253 ester 252. 167. 250. 199. 78 tanah 79. 89. 232. 234. 89 antaraksi van der Waals 68. 238 antibodi 136. 107 atom karbon primer 160 sekunder 160 tersier 160 atom pusat 106. 47 searah 42. 171. 256. 253 iodin 252. 77. 207. 44 asam amino 233. 162. 164. 170. 236. 211. 254. 197. 168. 136. 161. 107. 43. 8. 10. 82. 239. 181 sekunder 160. 156. 137 alkali 73. 235. 184. 165. 249. 109. 248. 87 aluminosilikat 74. 210.160. 253 bioorganik 248 b–sheet 235. 29. 86 amilum 230. 165. 256. 80. 198. 73 -asam nukleat 211 -basa Lewis 82. 237 antrasena 207. 79. 108. 140. 89 arena 198 arus listrik 42. 180. 186 tersier 185. 208. 110 aturan Aufbau103 Pauli 105 B bahan bakar nuklir 69. 71. 204. 91. 238. 171. 196. 91 batu kapur 79 bauksit 84. 202 beril 79 besi tuang 116. 86. 108. 28. 112. 253. 253 koordinasi 107. 164. 166. 116 bilangan asam 251. 111 oksidasi (biloks) 27. 29 maksimum 105 penyabunan 252. 158. 200. 186 amorf 88. 186 sekunder 185. 117 bijih logam 72. 195. 169. 202 nitrasi 199. 181. 165.

75. 259. 258. 209 fermentasi 163. 112 diazonium 203 dikarboksilat 179. 87 detektor 137 detergen 77. 128. 130 epoksida 167 esens buatan 184 esterifikasi 183. 6 freon 72 G garam amonium 93. 208 gugus alkoksi 166. 184. 260 gas alam 64. 119 eksotermis 86 eksplosif 65. 38. 140. 129 beta 126. 46. 92. 84. 249. 129 tereksitasi 105 valensi 65. 237 halit 69. 261 alam 260 sintetik 260 de torotary 235 diagram fasa 12. 260. 89. 127. 73. 169 azo 203 hidroksil 160. 173. 104. 184. 42. 47. 49 Hoffman 43 stoikiometri 45 electroplating 47 elektrokimia 27. 73 292 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 180 dimer 87. 35. 74 elektrolit18. 119 energi ikat inti 126. 130. 39 elektrolisis 27. 117. 129. 4. 129 gamma 128. 258 grafit 88. 133 deposit mineral 73 desalinasi 17 desinfektan 70. 132 ionisasi 63. 44. 128. 14 diamagnetik 105. 14 E eksoergik 127 eksoterm 116. 54. 53 corundum 84. 90 255 fosfolipid 253. 254 fotosintesis 133. 131. 252 dolomit 79 dry ice 10. 105 elektrode 35. 198 hidrogen 36.citra internal 135 coating 52. 48. 19 halida 71. 163. 43. 260 endoterm 116. 178. 134 positron 126. 86 D daya penetrasi (tembus) 128. 37. 178. 46 emisi 126. 174 H hemoglobin 236. 128. 225. 89. 63. 42. 250. 64. 161. 129 emulsi 259. 179. 127. 129 alfa 126. 186 chili 70 dapur 1. 179. 38. 128. 45. 36. 75. 249 etsa gelas 72 F fenantrena 207. 36. 38. 80 energitika 126. 181. 39. 13. 80 natrium257. 127. 68 London 66 tarik inti 65. 128. 93 monoatomik 63 mulia 62. 19. 252. 134. 40. 20 elektron penangkapan 126. 180. 65 gaya gerak listrik 37. 164. 33. 248. 186 dinamit 84. 181 karbonil 170. 230 distilasi 62. 182 karboksilat 177. 179 ferosilikon 81. 171. 67 geiger 134 gipsum 91 glikogen 230 gliserol 9. 202 disakarida 229. 43. 91. 3. 90. 162. 134 fraksi mol2. 12. 127. 64.

114 kokas 88. 108. 210 higroskopis 94 hipertonik 16. 249. 78. van’t 19 faktor 19. 167.haloalkana 154. 127 kobaltit 111. 235. 234. 109 polidentant 108. 73. 70. 104. 155 halobenzena 199 halogen 66. 117 kolesterol 253. 88. 110. 83. 91 kromatografi 134 kuinolina 211. 135 transmutasi 128. 248. 257 lepidolit 73. 89. 29. 109. 109 limbah nuklir 141 lipid 248. 135. 156. 127 kestabilan 126. 230. 127 Raoult 6. 17 heterosiklik 207. 165. 20 lemak 247. 238 kovalen koordinasi 107 peptida 233 pi 208 rangkap konjugasi 196. 20 nonelektrolit 18. 31. 156. 108. 253. 30. 109. 80. 174 struktur 155. 89 inti atom 125. 168. 236. 74 levoratory235 ligan 106. 19. 127 metastabil 134. 67. 231 hidrogen 71. 182 posisi 155. 225 larutan elektrolit 18. 17 isotop nonradioaktif 133. 7 Human Placenton actogen 136 I ikatan glikosidik 229. 251. 35 K kapur tohor 82. 19. 129 ion kompleks 107. 3 kinetika 126. 115 konfigurasi oktet 63. 256 hewani248. 127 momentum 127 muatan 28. 249 Indeks 293 . 209. 134. 71 hemolisis 16. 212 L laju polimerisasi 224. 106 88 sp2 3 sp 88 sp3d2 104 hidrida 75. 211 hibrida 88. 108. 17 Hoff. 136 J jembatan garam 34. 256. 116. 256 konduktor 63. 111 muatan 107. 69. 17 hipotonik 16. 17 kristal 65. 165 hidrofil 259 hidrofob 259 hidrogenasi 163. 90 intan 88. 134 radioaktif 133. 65 kopolimer 223 krenasi 16. 20. 249 takjenuh 247. 21 homopolimer 223 hukum Faraday 45 I 45 II 47 kekekalan 28 energi 127 massa 28. 117 karbanion 225 karbohidrat 227 karbonium 224 karnalit 73 karsinogen 204 kemolalan 2. 182 isotonik 16. 126. 162. 88. 256. 30. 109 isomer cis-trans 155 fungsional 155. 110 monodentant 108. 257 nabati 248. 163. 249 jenuh 248. 107. 68. 197 ilmenit 111 insulator 88.

67. 117. 91 momen magnet 105 monomer 222. 127. 119 oksidasi 37. 140 nitrida 80 nonadiposa 254 nukleon 130. 258 perapian terbuka 117. 171. 67. 223 termoset 222. 210 pollusit 73. 166 ninhidrin 240 xantoprotein 238 P 255. 260 misel 259 moderator 140 molekul diatom 66. 127. 39. 226 polisakarida 230. 16. 11. 133 beta 128. 131. 127. 209. 223 sintetik 207 termoplastik 222. 128. 107 ozon 91 P paduan logam (alloi) 76. 106 partikel alfa 127. 113 oligosakarida 227. 231 polisiklik207. 105. 119 pita kestabilan 126. 223. 229 orbital hibrida 104. 9. 129. 86. 229. 225. 33 Williamson 169 minyak bumi 78. 140 analisis aktivasi 134 batang pengendali 139. 208. 30. 163. 67. 131. 159. 129. 50. 89. 128. 40 kuat 67. 186 paramagnetik 102. 226 monosakarida 227. 72 piridina 212 pirola 213 pirolisis 83 pirometalurgi 116. 231. 234. 209. 117. 141 O oksidator28. 127 ringan 126. 93. 166 Lucas 165. 250. 94. 136 potensial elektrode standar 38. 224. 132 partikel subinti 131 membran semipermeabel 15. 130. 16 menyublim 10. 87 metalurgi 90. 90 pasivasi 52. 88. 130 radioaktif 125. 32. 115. 30. 29. 210 neutron 126. 40. 252. 74 positron 126. 86. 180 nukleon 130. 31. 127. 66. 44.M magnesit 81 massa ekuivalen zat 45. 128. 256 255. 223 polimerisasi anion 225 kation 224 adisi 223 kondensasi 223. 138. 139. 127 plasma 141 polihidroksi 227 polimer 222. 37 reduksi standar38. 105. 68 proses Bessemer 117 Frasch 92. 230 mutarotasi 229 N naftalena 207. 121 metode setengah reaksi 28. 126. 225. 29. 94 Haber 93 Hall 85 294 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 229. 85 pati 163. 129. 91. 84. 41. 116. 39. 130 nuklida 125. 239 pengapungan (flotasi) 119 penghentian ujung 226 penyabunan 184. 53 perbedaan 32. 41. 228. 131. 208. 112. 132 nukleosintesis 126. 118 pereaksi Fehling 175 Grignard 165. 176. 118 panjang gelombang 64 ikatan 66. 137. 119. 129. 129 pasir kuarsa 89. 256 P a P 255. 47 kritis 139 molekul relatif 7. 38. 256 a pickling 71.

253 berantai 138. 93. 51. 113 kuat 75. 200. 37. 88. 200. 32. 5. 142 inti 130. 119 teflon 72 tegangan permukaan 3. 118 silikat 73. 35 luar 34. 18. 197. 40. 257. 82. 258 redoks 27. 118. 41. 257 biner 71 hanus 252. 132 R radikal bebas 158. 75. 139. 200. 230 semikonduktor 89. 36 volta 34. 69. 30. 36. 114 soda ash 77. 140. 141 pembiak 138 reduktor 29. 131. 33 substitusi 157. 129. 250. 42. 6. 184 penyabunan 184.kontak 94 Ostwald 93. 14. 250. 224 Radio mmuno Assay (R A)136 radioaktif 125. 132 peluruhan 126. 223. 130. 259. 136 segienam datar 88 sel elektrokimia 27. 260 safir 84. 39. 74 stereoisomer 235. 78 spodumen 73. 201 fisi 138. 83. 128. 29. 20 uap larutan 4. 139. 84. 250. 19. 51 reaksi adisi 197. 16. 129. 210 reaktor nuklir 138. 253 ionik 69. 28. 260 tekanan osmotik 15. 128. 34 dalam suasana asam 30. 127. 33 basa 32. 21 silika 72. 33. 236 stronsianat 79 struktur kuartener 235. 137. 139. 197 rombik 92. 86 rutil 111. 212. 94 T tanur sembur 117. 89. 15 tembaga blister 119 terdelokalisasi 186. 237. 5. 186 antarhalogen 68. 30. 106 kovalen 69. 88. 31. 129 perunut 133 rangkaian dalam 34. 176 fusi 138. 2. 140 kesetimbangan 133. 238. 45. 140 Friedel-craft 171. 33. 252 resonansi196. 128. 8. 198 terkalsinasi 118 terlokalisasi 186. 252. 79. 45 notasi 35. 252. 86 scan 135. 199. 126. 95 ruby 84. 235. 127. 239 denaturasi 238 proton 104. 138. 256 prostalisin 257 protein 233. 140. 18. 236 subkritis 139 sulfida 91. 140 eksoterm 119 eksotermal 200. 37. 183. 236 tersier 235. 7. 187. 113 refluks 156. 236. 90 senyawa amina 185. 210 sulfonasi 203. 35. 141. 112 S sabun 184. 87 sifat koligatif 1. 126. 35. 94 solvay 78 prostaglandin 255. 258. 236 primer 235 sekunder 235. 54 selulosa 229. 187 termit 86 tes Benedict 232 Biuret 239 Millon 239 Molisch 232 nitroprusida 239 Indeks 295 . 74. 251. 199. 36. 118 silikon ultramurni 90 silvit 73 sinar kosmik 137 skintilasi 135 smaltit 111.

254. 23 kenaikan 8. 134. 19. 14 296 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 252. 19. 19. 14. 12. 12. 9. 14. 253. 253. 103. 11. 251. 6.Sakaguchi 240 Tollen 175 xantoprotein 242. 9. 109 titik beku 10. 15 titrasi 73. 10. 13. 179. 251. 255 trigonal planar 87 trikarboksilat 179 tromboksin 257 U unsur transisi 101. 106. 14. 253 iodometri 253 radiometri 134 triester 248. 21. 108. 11. 257 alkalimetri 251 asidimetri 252. 21 titik didih 8. 257 W witerit 79 Z zat aditif 204 antara 134. 256. 11. 104. 102. 113 viskositas 63 vitamin 131. 249 trigliserida 248. 107. 21 molal 9 titik tripel 13. 18. 208 pelambat 224 penghambat 224 pengkelat 109 terlarut nonvolatile 5. 21 molal 10 penurunan 10. 111 V vanadit 111. 105. 244 tetrahedral 88. 179. 12.

and Maria. 2nd Edition. 2th Edition. M. Malone... and Stern. Darrel. 2001. Mc uarrie. hemistry. M. A. Moloney. Inc Chang. Derbogosian. A. Bursten. and Karp. 1989. C (editor). 2000. G. Campbell.E. New Jersey: Pretice–Hall. New ork: Mc Graw–Hill. C.... 4th Edition.R. 5th Edition. G.. Ltd. New Jersey: Prentice Hall International. New ork: Mc Graw–Hill. Donald. Brady.. San Diego: Harcourt Brace Jovanovich Publisher..Daftar Pustaka Association of Greek Chemists. Singapore: Berkeley Books Pte. 1994. New ork: John Wiley Sons. Moore. Inc. Boston: Houghton Mifflin Company. George. T. Linder. 2nd Edition.. 4th Edition.B. Ebbing. R. Dubu ue: Wim... iochemistry. New ork: John Wiley and Sons. and Leo.. and Stedjee. Bodner. Rock. iokimia. Maria. S. L. R. New ork: John Wiley Sons. L. Inc. L. hemistry The Molecular cience. Inc. New ork: Mc Graw–Hill.. New ork: Freeman and Company.. jian dan PM .. hemistry ith norganic ualitative Analysis.. 1985.C. Verlag Periplus Edition. Malone. Penerjemaah: Sdn Sasbadi. and Wrighton. Moelller.1990. J. C. Inc. 35th Edition. hemical onnections. Kimia Polimer. Kau. 2nd Edition.. hemistry The entral cience.. dan Metabolisme. Inc.K. Singapore: Longman. 2nd Edition. 8th Edition.. New ork: Sauders College Publishing. B. Heinemann Advanced cience hemistry. H.A. Jilid 2. eneral hemistry. Santina. G... Brown. Inc. Olmsted. F. Brown. New ork: John Wiley Sons. periment in eneral hemistry. USA: Saunder College Publishing. Kimia rganik. and Jennifer..J. Apendiks 1 297 . 1994. L. and Humiston. 1994. 4th Edition. eneral hemistry. Dubu ue: Wm. Jakarta: Erlangga. Graduate Record Examination (GRE).. New ork: John Wiley Sons. and Peter. and Fullick. Raphael. Liana. Mark. asic oncepts of hemistry. H. 1990. Drews. 1995.L. R. International Chemistry Olympiad. Ho to tudy cience. Jakarta: UI-Press. Inc. Educational Testing Service (ETS). rama Widya. Penerjemaah: Hadyana Pudjaatmaka. antuan tudi engkap PM Kimia. Brown communications. and Bursten. James. Bimbingan Pemantapan Kimia: Persiapan langan mum. Penerjemaah: Harry Firman.. 1996. Murov. 2000.. 2002. 2000. New ork: John Wiley Sons. and Mary K. Publisher. 1995.. J. S. 1991. and Fay. Brown..D. Malaysia. 2000. 2nd Edition. 2000. 1997. utrisi. hemistry. 3rd Edition. Mc Murry. dan Lasmi.. Brum.. P 2000.R. G. and Williams. K. 7th Edition. R. Inc. H. Mc Kane. Maida. 3rd Edition. Millio. asic oncepts of hemistry. Fullick. Bandung: CV . Lemay. Inc. LeMay. W.. Bowen. hemistry.. T. Tropische ruchte. and Therald.. Theodore. 1997. hemistry Test Practice ook. 7th Edition. cience n ocus hemistry or evel. E. Eugene. A. hemistry. J. Chang. periments and ercises in asic hemistry. National and Kapodistrian University of Athens. 2002.M. 1995. Penerjemaah: Aminuddin Parakkasi. 3rd Edition. eneral hemistry. otany. 1989. D. Hutton. K. hemistry an perimental cience. Sholto. 5th Edition. W. Bandung: Penerbit ITB. and Bruce. 2nd Edition. Edisi ke-3.. Fessenden dan Fessenden. 3rd Edition. USA: Prentice-Hall International. Spain: Heinemann Educational . J. Preparatory Problems and orked olution. 2003. et. R. K.al. 1994. Sidney: Jacaranda.M.... and Pardue. E.. Inc. Briggs. L. Crowd.. Clark. iology: ploring ife. Form GR0027. 1991. F.

Edisi Bahasa Indonesia. Pine. . Rosenberg. Revised National Curriculum Edition For GCSE. com . com . Jakarta: PT. (tanpa tahun). Jendela IPTEK: Materi. Nachtrieb. teksfiles.com ikipedia. Hammond. Ryan. . . Spain: Stanley Thornes (Publishers).. com olgastift. Jilid 9. Kimia Dasar II: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini.. and Steven. eric. Widyadara. Dubu ue: Wm. Tokyo: Keirinkan. harvard. ca .. .. 1993. Bandung: Gracia Indah Bestari. com . Toon.. edu uni. S. S. 1997. 1997.R. . 1st Edition. W. S. blog. FMIPA UGM. 1001 Plus Soal dan Pembahasan Kimia: eleksi Penerimaan Mahasis a aru. Seri Peperiksaan.P and Burkett. . on. Sabirin. amadeo. 1989. M. J. Proyek LPTK. es und. Inc. Hendrickson. Sevenair. ntroductory hemistry. . Jakarta: Balai Pustaka. canamplastics. 3rd Edition.. 1987. Tim Penerjemah. Stanley. Sunarya. and George.. Sumber Lain: Microsoft ncarta Reference ibrary. i s. Johnson. 2001. Kuala Lumpur: Fajar Bakti SDN. N. New ork: McGraw-Hill. . Jerome. Retsu. L. Epstein. Penerjemaah: Roehyati Joedodibroto. S. 2005 . L. Kimia Dasar I: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini. ougou Kagashi. . . cd. regensburg. 8th Edition. Jendela IPTEK: Kimia. Edisi ke-1. Pukenoodles.Brown Communications. Edisi ke-1.. ihsc. come. Bandung: Penerbit ITB. com 298 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . com . org nusa eb. . B. Singapore: Federal Publication. Sunarya. ironorchid. Zumdahl. James.. 1997..org vancouversider.org ne s. com . H. T. Kimia Lengkap SPPM. hemistry or You. Edisi ke-4. Donald. com . 1988. 1995. Pusat Penerjemah FSUI. Kimia rganik . Sasanti W dan Purbo Hadiwidjoyo. Depdikbud. mpbdp. bairnet. .. M. Edisi Bahasa Indonesia. H. com uned. Oxford Ensiklopledi Pelajar: iografi. R.C. Christopher.. 2000. Chemistry. . and Lawrence. and Norman. . 2005. Principles of Modern hemistry. Bandung: Gracia Indah Bestari. Cram. Ltd. Philadelphia: Saunders Golden Sunburst Series. Kimia rganik asar. Prescott. gourmentsleuth. to V cheung . hemistry A ourse for evel. edu nobelpriza. Schaum’s Outline Series. Jakarta: Balai Pustaka. ollege hemistry. 2003. Pusat Penerjemah FSUI. 2003. com .b oklahomafood. David. com ingscorp. edu . ccccd. com .. 1985. J.. Jakarta: Erlangga. autotumn indz.. C Heath and Company . . A.s. 2nd Edition Lexington: D. Edisi Bahasa Indonesia.. 1997.Oxtoby.

.

.

Jld lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.19.184.- .ISBN 978-979-068-721-9 (No.