PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional dilindungi oleh Undang-Undang

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam

Penulis Penyunting Pewajah Isi Pewajah Sampul Pereka Ilustrasi Ukuran Buku

: : : : : :

Yayan Sunarya Agus Setiabudi Intan Permata Shariati Adam Indrayana A. Purnama S. Riyadi 21 x 29,7 cm

540.7 YAY m

YAYAN Sunarya Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam / penulis, Yayan Sunarya, Agus Setiabudi ; penyunting, Intan Permata Shariati, Yana Hidayat ; ilustrasi, S. Riyadi. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. viii, 298 hlm. : ilus. ; 30 cm. Bibliografi : hlm. 297 Indeks ISBN 978-979-068-721-9 (No. Jil Lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 1. Kimia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Agus Setiabudi III. Intan Permata Shariati V. S. Riyadi

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Setia Purna Inves, PT Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh ....

ii

Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Juni 2009 Kepala Pusat Perbukuan

iii

Kata Pengantar
Sampai saat ini, buku-buku kimia untuk SMA/MA yang berkualitas dirasakan masih kurang. Sementara itu, tuntunan terhadap pemahaman prinsip-prinsip ilmu Kimia sangat tinggi. Lebih-lebih perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari oleh ilmu Kimia semakin menantang dan sangat bervariasi dalam aplikasinya. Oleh sebab itu, kami berharap dengan terbitnya buku ini, belajar kimia yang membutuhkan gabungan banyak konsep (baik konsep yang relevan dengan ketermasaan maupun konsep baru) dan pengembangan keterampilan analisis bagi siswa SMA/MA dapat terpenuhi. Ada dua hal yang berkaitan dengan Kimia, yaitu Kimia sebagai produk dan Kimia sebagai proses kerja ilmiah. Kimia sebagai produk adalah pengetahuan Kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum,dan teori. Kimia sebagai proses kerja ilmiah merupakan penalaran (keterampilan) dari hasil penguasaan dalam pembelajaran materi secara praktis dan analisis. Mata pelajaran Kimia di SMA/MA merupakan panduan untuk mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat yang melibatkan konsep dan aplikasi. Oleh karena itu, ilmu Kimia banyak melibatkan konsep-konsep dan pengembangan keterampilan analisis. Melihat pentingnya pelajaran Kimia di sekolah, penerbit mencoba menghadirkan buku yang dapat menjadi media belajar yang baik bagi Anda. Sebuah buku yang akan memandu Anda untuk belajar Kimia dengan baik. Sebuah buku yang disusun dan dikembangkan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi masa depan Anda. Demikianlah persembahan dari penerbit untuk dunia pendidikan. Semoga buku ini dapat bermanfaat.

Bandung, Mei 2007

Penerbit

iv

Panduan untuk Pembaca
Cakupan materi pembelajaran pada buku ini disajikan secara sistematis, komunikatif, dan integratif. Di setiap awal bab dilengkapi gambar pembuka pelajaran, bertujuan memberikan gambaran materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan Anda konsep berpikir kontekstual dan logis sekaligus merangsang cara berpikir lebih dalam. Selain itu, buku ini juga ditata dengan format yang menarik dan didukung dengan foto dan ilustrasi yang representatif. Bahasa digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional Anda sehingga Anda lebih mudah memahami konsep materinya. Buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII ini terdiri atas sembilan bab, yaitu Sifat Koligatif Larutan; Reaksi Redoks dan Elektrokimia; Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama; Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat; Keradioaktifan; Senyawa Organik; Senyawa Aromatik; Makromolekul dan Lemak. Untuk lebih jelasnya, perhatikan petunjuk untuk pembaca berikut. (1) Judul Bab, disesuaikan dengan tema materi dalam bab. (2) Hasil yang harus Anda capai, tujuan umum yang harus Anda capai pada 4 bab yang Anda pelajari. 17 (3) Setelah mempelajari bab ini, kamu harus mampu, kemampuan yang harus Anda kuasai setelah mempelajari bab. 1 2 (4) Gambar Pembuka Bab, disajikan untuk mengetahui contoh manfaat dari materi yang akan dipelajari. 3 18 (5) Advanced Organizer, disajikan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dari 5 materi yang akan dipelajari dan mengarahkan Anda untuk lebih fokus terhadap isi bab. (6) Tes Kompetensi Awal, merupakan syarat yang harus Anda pahami sebelum memasuki materi pembelajaran. 6 (7) Materi Pembelajaran, disajikan secara sistematis, komunikatif, integratif, 19 7 8 dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi sehingga Anda dapat tertantang untuk belajar lebih jauh. (8) Gambar dan Ilustrasi, sesuai dengan materi dalam bab yang disajikan secara menarik dan mudah dipahami. 20 10 (9) Aktivitas Kimia, tugas yang diberikan kepada Anda berupa analisis 9 masalah atau kegiatan di laboratorium sehingga dapat menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, dan berpikir kristis. (10) Mahir Menjawab, merupakan sarana bagi Anda dalam persiapan menghadapi Ujian Akhir dan SPMB sehingga mempunyai nilai tambah. (11) Kegiatan Inkuiri, menguji pemahaman Anda secara terbuka 21 12 berdasarkan konsep yang telah Anda pelajari sehingga Anda tertarik untuk belajar lebih dalam. 11 (12) Catatan, menyajikan informasi dan keterangan singkat secara bilin22 gual berkaitan dengan konsep yang dipelajari. (13) Kata Kunci, panduan Anda dalam mempelajari konsep materi. (14) Sekilas Kimia, berisi informasi menarik dan aplikatif berdasarkan materi bab yang dipelajari sehingga dapat menumbuhkan semangat bekerja keras dan belajar lebih jauh. (15) Contoh, menyajikan contoh-contoh soal dengan jawaban yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi yang disajikan. 14 23 (16) Tes Kompetensi Subbab, menguji pemahaman Anda terhadap materi dalam setiap subbab. 15 (17) Rangkuman, merupakan ringkasan materi pembelajaran bab. 13 (18) Peta Konsep, menggambarkan hubungan antarkonsep sehingga memudahkan Anda mempelajari materi dalam bab. (19) Refleksi, sebagai cermin diri bagi Anda setelah mempelajari materi di 16 akhir pembelajaran setiap bab. (20) Evaluasi Kompetensi Bab, merupakan penekanan terhadap pemahaman konsep materi, berkaitan dengan materi dalam bab. (21) Proyek Semester, disajikan agar Anda dapat menggali dan memanfaatkan informasi, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan dalam kerja ilmiah. (22) Evaluasi Kompetensi Kimia Semester, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari semester yang bersangkutan. (23) Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari seluruh bab.

v

Nitrogen. Unsur-Unsur Halogen • 66 C. Sel Elektrolisis • 42 D. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi • 111 D. Oksigen. Penurunan Tekanan Uap • 3 C. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku • 8 D. Aluminium dan Senyawanya • 84 F. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit • 18 Rangkuman • 22 Peta Konsep • 23 Refleksi • 23 Evaluasi Kompetensi Bab 1 • 24 Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama • 61 A. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah • 79 E.Daftar Isi Kata Sambutan • iii Kata Pengantar • iv Panduan untuk Pembaca • v Bab 1 Sifat Koligatif Larutan • 1 A. Karbon dan Silikon • 88 G. Penyetaraan Reaksi Redoks • 28 B. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi • 102 B. Unsur-Unsur Golongan Alkali • 73 D. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif • 2 B. dan Belerang • 90 Rangkuman • 95 Peta Konsep • 96 Refleksi • 96 Evaluasi Kompetensi Bab 3 • 97 Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia • 27 A. Diagram Fasa • 12 E. Korosi dan Pengendaliannya • 50 Rangkuman • 55 Peta Konsep • 56 Refleksi • 56 Evaluasi Kompetensi Bab 2 • 57 Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat • 101 A. Senyawa Kompleks • 106 C. Pengolahan Logam (Metalurgi) • 116 Rangkuman • 120 Peta Konsep • 121 Refleksi • 121 Evaluasi Kompetensi Bab 4 • 122 vi . Unsur-Unsur Gas Mulia • 62 B. Sel Elektrokimia • 33 C. Tekanan Osmotik Larutan • 15 F.

Bab 5 Keradioaktifan • 125
A. Kestabilan Inti • 126 B. Kegunaan Radioisotop • 133 C. Reaksi Fisi dan Fusi • 138 Rangkuman • 142 Peta Konsep • 143 Refleksi • 143 Evaluasi Kompetensi Bab 5 • 144 Proyek Semester 1 • 147 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 • 148

Bab 8 Makromolekul • 221
A. Polimer • 222 B. Karbohidrat • 227 C. Protein • 233 Rangkuman • 241 Peta Konsep • 242 Refleksi • 242 Evaluasi Kompetensi Bab 8 • 243

Bab 6 Senyawa Organik • 153
A. Gugus Fungsional Senyawa Karbon • 154 B. Haloalkana • 155 C. Alkohol dan Eter • 159 D. Aldehid dan Keton • 170 E. Asam Karboksilat dan Ester • 177 F. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen • 185 Rangkuman • 187 Peta Konsep • 188 Refleksi • 189 Evaluasi Kompetensi Bab 6 • 190

Bab 9 Lemak • 247
A. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak • 248 B. Sumber dan Kegunaan Lemak • 253 C. Sabun dan Detergen • 257 Rangkuman • 262 Peta Konsep • 262 Refleksi • 262 Evaluasi Kompetensi Bab 9 • 263 Proyek Semester 2 • 266 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 • 267 Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun • 271

Bab 7 Senyawa Aromatik • 195
A. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya • 196 B. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya • 204 C. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik • 207 Rangkuman • 214 Peta Konsep • 215 Refleksi • 215 Evaluasi Kompetensi Bab 7 • 216

Apendiks 1 • 275 Apendiks 2 • 283 Senarai • 286 Indeks • 291 Daftar Pustaka • 297

vii

viii

Bab

1
Sumber: Chemistry For You, 2001

Di negara yang memiliki musim dingin, salju yang menumpuk di jalan raya dan trotoar dicairkan dengan cara menaburkan garam (penurunan titik beku), seperti CaCl2 dan NaCl.

Sifat Koligatif Larutan
Hasil yang harus Anda capai: menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: • • menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan; membandingkan sifat koligatif larutan nonelektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.

Apakah Anda mempunyai teman atau kerabat yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi? Jika ya, tentu dokter akan menyarankan teman atau kerabat Anda itu untuk mengurangi konsumsi garam-garaman. Mengapa pula pedagang es menaburkan garam dapur (NaCl) di dalam tempat penyimpanan es? Kemudian, mengapa di wilayah yang memiliki musim dingin, garam-garam, seperti CaCl2 dan NaCl ditaburkan ke jalanjalan atau trotoar yang bersalju? Tentunya semua peristiwa itu berkaitan dengan bab yang akan kita pelajari sekarang, yaitu sifat-sifat koligatif larutan. Apakah sifat koligatif larutan itu? Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasinya. Sifat koligatif berbeda dengan sifat-sifat larutan yang sudah Anda pelajari sebelumnya, seperti daya hantar listrik, asam basa, dan kesetimbangan ion-ion dalam larutan yang bergantung pada jenis zat terlarut. Apakah sifat-sifat koligatif larutan itu dan apakah yang memengaruhi sifat-sifat koligatif larutan? Jawabannya akan Anda ketahui setelah mempelajari bab ini.

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif B. Penurunan Tekanan Uap C. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku D. Diagram Fasa E. Tekanan Osmotik Larutan F. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

1

Tes Kompetensi Awal
1. 2. Apakah yang dimaksud dengan larutan? Apa saja yang memengaruhi sifat fisik dan kimia suatu larutan? Apakah perbedaan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit?

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif
Di Kelas XI, Anda telah belajar satuan konsentrasi larutan berupa kemolaran. Pada topik berikut, Anda akan diperkenalkan dengan satuan konsentrasi larutan yang digunakan dalam menentukan sifat koligatif larutan, yaitu fraksi mol (X) dan kemolalan atau molalitas(m).

1. Fraksi Mol
Komposisi zat-zat dalam larutan dapat dinyatakan dalam satuan fraksi mol (X). Fraksi mol zat A (XA) menyatakan perbandingan jumlah mol zat A terhadap jumlah mol total zat-zat yang terdapat dalam larutan.
XA = mol A mol A = total mol semua komponen mol A + mol B + ... + mol ke-n

Jumlah fraksi mol semua komponen sama dengan satu. XA + XB + XC + ... = 1

Contoh 1.1
Menghitung Fraksi Mol Berapakah fraksi mol benzena (C6H6) dan toluena (C7H8) dalam larutan yang dibuat dari 600 g benzena dan 400 g toluena? Jawab: • Tentukan mol masing-masing zat • Tentukan fraksi mol zat Jumlah mol masing-masing zat:

Catatan Note
Jika hanya dua zat yang membentuk larutan maka: XA = 1 – XB atau XB = 1 – XA If there are only two substances forming solution so that: XA = 1 – XB or XB = 1 – XA

600 g = 7,69 mol 78 g mol −1 400 g mol C7H8 = = 4,35 mol 92 g mol −1 Fraksi mol masing-masing zat:
mol C6H6 = X C6H6 = X C7H8 =

7,69 mol = 0,64 7,69 mol + 4,35 mol 4,35 mol = 0,36 7,69 mol + 4,35 mol

Jumlah fraksi mol semua komponen harus sama dengan satu, Xbenzena + Xtoluena = 1

2. Kemolalan (Molalitas)
Kemolalan (m) didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. Dalam bentuk persamaan dirumuskan sebagai berikut.

molalitas =

jumlah mol zat terlarut jumlah massa pelarut (kg)

2

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Rumusan molalitas dapat dinyatakan dalam bentuk lain, yaitu: molalitas =
massa zat terlarut (g) konversi berat, 1.000 (g kg −1 ) × massa molar zat terlarut (g mol −1 ) massa pelarut (g)

Contoh 1.2
Menghitung Molalitas Larutan Berapakah molalitas larutan yang dibuat dari 6 g glukosa (Mr=180) yang dilarutkan ke dalam 100 g air. Jawab: Massa zat terlarut 6 g; massa molar zat terlarut 180 g mol–1; massa pelarut 100 g. molalitas =
massa glukosa massa molar glukosa
• • • •

Kata Kunci
Sifat koligatif Jumlah zat terlarut Fraksi mol kemolalan

×

(1.000 g kg −1 ) massa air

molalitas =

6g 180 g mol −1

×

(1.000 g kg −1 ) 100 g

=0,3 mol kg–1

Jadi, molalitas larutan glukosa adalah 0,3 m.

Kegiatan Inkuiri
Pada kondisi apa kemolalan sama dengan kemolaran? Bagaimana membuat larutan dengan kemolalan dan kemolaran sama? Diskusikan dengan teman-teman Anda.

Tes Kompetensi Subbab
1.

A
3. Sebanyak 50 g gula pasir (C12H22O11) dilarutkan ke dalam 500 g air. Berapakah molalitas larutan gula tersebut? Suatu larutan antibeku mengandung 40% berat etilen glikol (C2H6O2). Jika massa jenis larutan 1,05 g mL–1, berapa molalitas larutan tersebut?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 46 g etanol (CH3COOH) dan 44 g air. Berapakah fraksi mol masing-masing zat dalam larutan itu? Umumnya, formalin yang dijual di pasaran adalah 40% berat CH2O dalam air. Berapakah fraksi mol formalin dalam larutan tersebut?

2.

4.

B. Penurunan Tekanan Uap (ΔP) Δ
Menguap adalah gejala yang terjadi pada molekul-molekul zat cair meninggalkan permukaan cairan membentuk fasa gas. Gejala ini disebabkan oleh molekul-molekul pada bagian permukaan cairan memiliki energi yang dapat mengatasi gaya antaraksi di antara molekul-molekul cairan. Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan dinamakan tegangan permukaan. Jadi, molekul-molekul yang menguap memiliki energi lebih besar daripada tegangan permukaan.

1. Tekanan Uap
Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul (tegangan permukaan). Semakin lemah gaya antarmolekul semakin mudah senyawa itu menguap.

Sifat Koligatif Larutan

3

Puap

Uap

Cairan

Pada suhu rendah, molekul-molekul zat dapat meninggalkan permukaan cairan membentuk kesetimbangan dengan cairan yang berada di permukaannya ( (Gambar 1.1). Molekul-molekul fasa uap menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap. Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan uap salah satunya adalah suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin besar tekanan uapnya. Contohnya adalah tekanan uap air berbeda pada setiap temperatur seperti ditunjukan pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Tekanan Uap Air Tekanan (mmHg) 4,60 6,50 9,20 12,80 17,50 19,80 22,40 23,80 26,70 28,30 30,00 31,80 42,20 55,30 71,90 92,50 118,00 149,40 187,50 233,70 289,10 355,10 525,80 760,00
Sumber: General Chemistry, 1990

Gambar 1.1
Uap dan cairan membentuk kesetimbangan dinamis.

Suhu (°C) 0 5 10 15 20 22 24 25 27 28 29 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 90 100

Kegiatan Inkuiri
Air mendidih pada suhu 100°C, tetapi mengapa pakaian yang dijemur pada suhu kamar (25–30)°C dapat mengering? Jelaskan (hubungkan dengan proses penguapan).

2. Penurunan Tekanan Uap Larutan
Pelarut Larutan Gambar 1.2
Zat terlarut nonvolatil menurunkan penguapan pelarut.

Apa yang terjadi dengan tekanan uap jika ke dalam suatu cairan (misalnya, air) dimasukkan zat yang tidak mudah menguap (misalnya, gula pasir)? Adanya zat terlarut nonvolatile (tidak mudah menguap) di dalam suatu pelarut dapat menurunkan tekanan uap pelarut. Akibatnya, tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Mengapa? Untuk memahami bagaimana pelarutan zat yang tidak mudah menguap berpengaruh terhadap tekanan uap pelarut, lakukan oleh Anda eksperimen berikut.

4

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Aktivitas Kimia 1.1
Pelarutan Zat yang Tidak Menguap Tujuan Menjelaskan pelarutan zat yang tidak menguap. Alat 1. Gelas 2. Wadah tertutup Bahan 1. Aquades 2. Larutan gula 60% b/b Langkah Kerja 1. Sediakan dua buah gelas. Gelas pertama diisi dengan aquades dan gelas kedua diisi dengan larutan gula 60% b/b. Usahakan volume cairan dalam kedua gelas sama. 2. Simpan kedua gelas itu dalam wadah yang tertutup rapat, misalnya desikator selama satu hari. 3. Setelah satu hari, amati yang terjadi dalam kedua cairan itu. Keadaan Awal Keadaan Akhir

Pelarut (air)

Larutan gula

Larutan gula

Pertanyaan 1. Apa yang terjadi dengan cairan dalam kedua wadah itu? 2. Mengapa air murni berpindah ke gelas yang berisi larutan gula? 3. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.

Setelah dibiarkan beberapa waktu, volume larutan gula bertambah, sedangkan volume air murni berkurang. Mengapa? Fakta tersebut dapat dijelaskan jika tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan larutan yang mengandung zat nonvolatil, dan adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dan cairannya. Oleh karena tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan uap larutan gula maka untuk mencapai keadaan kesetimbangan, uap air murni akan diserap oleh larutan gula sampai tekanan uap di atas permukaan kedua cairan itu sama dan setimbang. Proses tersebut menghasilkan perpindahan molekul-molekul air dari pelarut murni melalui fasa uap ke dalam larutan gula sampai tekanan uap pada kedua permukaan cairan mencapai kesetimbangan.

Kata Kunci
• • • • • Gaya antaraksi antarmolekul Tegangan permukaan Zat terlarut nonvolatil Tekanan uap Hukum Raoult

Kegiatan Inkuiri
Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya? Misalnya, larutan etanol dalam air. Hubungkan dengan gaya antarmolekul atau ikatan hidrogen etanol-air dan air-air.

Sifat Koligatif Larutan

5

3. Hukum Raoult
P°larutan
Plarutan

Tekanan uap larutan yang mengandung zat terlarut nonvolatile telah dikaji oleh Francois M. Raoult, sehingga dihasilkan Hukum Raoult. Dalam bentuk persamaan dinyatakan sebagai berikut. Plarutan = Xpelarut Popelarut Keterangan: Plarutan = tekanan uap larutan Xpelarut = fraksi mol pelarut Popelarut = tekanan uap pelarut murni Secara matematis, Hukum Raoult merupakan persamaan linear: Y = mX Keterangan: Y = Plarutan m = Popelarut X = Xpelarut Jika Plarutan diekstrapolasikan terhadap Xpelarut, akan dihasilkan garis lurus dengan kemiringan menunjukkan Popelarut (Gambar 1.3). Penurunan tekanan uap (ΔP) pelarut akibat adanya zat terlarut nonvolatil dapat dihitung dari Hukum Raoult, yaitu: Plarutan = Xpelarut Popelarut

0

Xpelarut

1 Gambar 1.3

Hubungan tekanan uap larutan terhadap fraksi mol pelarut

Sekilas Kimia
Francois Marie Raoult (1830–1901)

Oleh karena (Xpelarut + Xterlarut) = 1, atau (Xpelarut = 1 – Xterlarut) maka Plarutan = (1 – Xterlarut) Popelarut = Popelarut – Xterlarut Popelarut Dengan menata ulang persamaan di atas, diperoleh: Popelarut – Plarutan = Xterlarut Popelarut (Popelarut – Plarutan) adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan (ΔP). Jadi, penurunan tekanan uap pelarut murni dapat dirumuskan sebagai berikut. ΔP = Xterlarut Popelarut

Contoh 1.3
Menghitung Tekanan Uap Larutan Hitunglah penurunan tekanan uap yang dibuat dari pelarutan 9,5 g tiourea (Mr = 76) ke dalam 90 g air (tekanan uap air pada 25°C adalah 23,76 mmHg). Jawab: • Hitung fraksi mol masing-masing zat • Tentukan tekanan uap larutan menggunakan Hukum Raoult • Tentukan ΔP Jumlah mol masing-masing zat adalah mol tiourea =
9,5 g = 0,125 mol 76 g mol -1

Sumber: www.uned.es

Francois Marie Raoult adalah seorang ahli kimia-fisika Prancis. Pada 1886 dia berhasil menemukan hubungan antara tekanan uap larutan dan zat terlarut. Hubungan tersebut diungkapkan dalam bentuk persamaan yang dikenal dengan Hukum Raoult.

mol air = 18 g mol -1 = 5 mol

90 g

6

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

96 ⎠ ⎝ X air ⎠ = 0.2 mol Jadi. mol zat terlarut dapat diketahui sehingga massa molekul relatifnya dapat ditentukan. tekanan uap air turun dengan adanya tiourea. Besarnya penurunan tekanan uap adalah ΔP = (23.atau mol terlarut = mol pelarut ⎜ ⎜ ⎛ ⎞ 1 − 1⎟ ⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Dengan demikian.4 Menentukan Mr dari Tekanan Uap Larutan Urea sebanyak 12 g dilarutkan dalam 90 g air pada 40 °C. yaitu: Xpelarut = Plarutan Ppelarut o Berdasarkan fraksi mol pelarut.166) mmHg = 0. Xpelarut = Kata Kunci • • Penurunan tekanan uap Massa molekul relatif mol pelarut mol pelarut + mol terlarut .59 mmHg Tekanan uap larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. massa molekul relatif urea adalah 60. Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55.Fraksi mol air adalah mol H 2 O Xair = mol H O+mol CS(NH ) = 0.975) (23.96 o Ppelarut 55. berapakah Mr urea? Jawab: Tahap: (1)Hitung fraksi mol air menggunakan Hukum Raoult (2)Hitung mol urea berdasarkan fraksi mol air (3)Hitung Mr urea Fraksi mol air: Xair = Plarutan 53.76 – 23. 3 mmHg 90 g mol air = 18 g mol −1 = 5 mol Jumlah mol urea: ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ mol urea = mol air ⎜ − 1 ⎟ = 5 mol ⎜ ⎝ 0. Sifat Koligatif Larutan 7 .17 mmHg. persamaan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut adalah Mr terlarut = massa zat terlarut (gram) mol pelarut ⎜ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Contoh 1.17 mmHg = =0. Dengan menata ulang persamaan Hukum Raoult maka diperoleh fraksi mol pelarut.166 mmHg Jadi.76 mmHg) = 23.2 mol 12g Mr urea = = 60 g mol–1 0. tekanan uap larutan adalah 53.3 mmHg.975 2 2 2 Plarutan = Xair P°air = (0.

52 2. titik didih larutan akan lebih tinggi daripada pelarut murninya. Harga Kd bergantung pada jenis pelarut (Tabel 1. Hitunglah penurunan 3. Kegiatan Inkuiri Semakin tinggi suatu tempat.Tes Kompetensi Subbab 1. 1990 8 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Kenaikan Titik Didih Larutan Oleh karena tekanan uap larutan zat nonvolatil lebih rendah dari pelarut murninya maka untuk mendidihkan larutan perlu energi lebih dibandingkan mendidihkan pelarut murninya.2 46. Tekanan uap air murni pada suhu tersebut 42.5 mmHg. Hitunglah tekanan uap larutan pada 35°C yang dibuat dengan melarutkan 18 g sukrosa dalam 72 g air. 2. Glukosa sebanyak 18 g dilarutkan dalam 125 g air pada 40°C.2 Tetapan Kenaikan Titik Didih Molal (Kd) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Karbon tetraklorida (CCl4) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Titik Didih(°C) 100 80. Kerjakanlah di dalam buku latihan.3 mmHg. Tabel 1.8 78.2 mmHg. atau Δ Td= Kd × m Kd adalah tetapan kesetaraan titik didih molal. ΔTd (relatif terhadap titik didih pelarut murni) berbanding lurus dengan kemolalan larutan. hitunglah Mr glukosa.1 76.4 61. B tekanan uap kloroform pada 20°C. semakin rendah tekanan udaranya. Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Suatu zat cair dikatakan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer (tekanan udara luar) di atas permukaan cairan.22 3.34 Sumber: General Chemistry. C. Akibatnya. Dalam bentuk persamaan dinyatakan dengan: ΔTd ≈ m. Diketahui tekanan uap kloroform murni pada 20°C = 156 mmHg. Bagaimana titik didih air di pegunungan dibandingkan di pantai? Di daerah mana peluang terbesar terkena penyakit akibat bakteri yang terdapat dalam air minum? 1. Besarnya kenaikan titik didih larutan.63 2.5 g naftalena ke dalam 60 g kloroform (CHCl3). Tekanan uap larutan tersebut adalah 54. Suatu larutan dibuat dari pelarutan 6.2).53 5. Adapun suatu zat dikatakan membeku jika partikel-partikel zat itu berada dalam kisi-kisi kesetimbangan sehingga tidak terjadi gerakan partikel.02 1.2 Kd(°C m–1) 0. selain getaran di tempatnya.

000 g kg −1 × Mr zat terlarut massa pelarut massa zat terlarut 1.5 Menghitung Titik Didih Larutan Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 5 g gliserol (C3H8O3. ΔTd = K d massa zat terlarut 1.000 g kg −1 × = 0. Data kenaikan titik didih larutan dapat dipakai untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. 36 m molalitas larutan = 150 g 92 g mol −1 ΔTd = Kd × m = 0.53°C m–1) Jawab: 7.2 Kenaikan Titik Didih Larutan Tujuan Membuktikan kenaikan titik didih larutan Alat 1. Gelas kimia 2. (Titik didih benzena 80. Tentukan massa molekul relatif zat X. Pembakar bunsen atau spirtus 5.000 g kg × massa pelarut ΔTd −1 Kata Kunci • • Titik didih larutan Kenaikan titik didih Mr zat terlarut = K d × Contoh 1. Mr =92) ke dalam 150 g air.4 g 1.Pada Tabel 1.52°C m–1. massa molekul relatif zat X adalah 105.52°C m × 0. titik didih larutan adalah 100.6 Menghitung Mr Berdasarkan Data Td Larutan Zat X sebanyak 7.2°C dan tetapan titik didih molal benzena 2. 36°Cm × 82.2 tampak bahwa Kd air = 0. Antiboil substance is added into radioator to decrease water evaporation in radiator. jika titik didih air 100°C? (Kd air = 0. Contoh 1. Dengan kata lain.42.2 °C × 74 g ( ) = 105.19°C Jadi.6°C. Berapakah titik didih larutan.52°C dari titik didih air. titik didih larutan sebesar 100.52°C.6 − 80. Untuk membuktikan kenaikan titik didih larutan.42 Jadi. suatu larutan dalam air dengan konsentrasi satu molal akan mendidih pada suhu lebih tinggi sebesar 0. Anda dapat melakukan percobaan berikut. –1 Catatan Note Zat antididih yang ditambahkan ke dalam radiator berfungsi mengurangi penguapan air dalam radiator.4 g dilarutkan dalam 74 g benzena menghasilkan titik didih larutan sebesar 82. Aktivitas Kimia 1. Artinya.000 g kg −1 −1 Mr X= 2.19°C.36 m = 0. Oleh karena kenaikan titik didih berbanding lurus dengan molalitas larutan maka massa molekul relatif zat terlarut dapat ditentukan dengan mengubah persamaan molalitasnya. Gelas ukur 4.52°C m–1) Jawab: 5g 1. Termometer 3. Timbangan Sifat Koligatif Larutan 9 .

Hitunglah kenaikan titik didih larutan gula pasir dan larutan garam dapur. 2. Gula pasir 3. Dengan kata lain.50 –144.org Nilai Kb untuk benzena 5.99 4.12)°C atau 0. atau ΔTb = Kb × m Kb disebut tetapan penurunan titik beku molal. Suhu udara pada musim dingin dapat mencapai suhu di bawah titik beku air. Garam dapur (NaCl) Langkah Kerja 1. Selain itu. Sublimasi adalah proses perubahan suatu padatan langsung menjadi gas. adakah perbedaan titik didih antara kedua larutan? Jelaskan alasannya. sedangkan es tradisional adalah 30°F (0°C). Tabel 1. penurunan titik beku (ΔTb) berbanding lurus dengan kemolalan larutan: ΔTb ≈ m. titik beku larutan zat nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan mulai membeku pada suhu (5.50 –111. Selain pada radiator.Bahan 1. dalam air radiator mobil diperlukan zat antibeku yang dapat menurunkan titik beku air. Contohnya. dry ice tidak mencair melainkan menyublim.20 Kb(°C m–1) 1. Oleh karena itu. Harga Kb untuk beberapa pelarut dapat dilihat pada Tabel 1. Dry ice adalah karbon dioksida (CO2) yang dibekukan. Dry ice lebih padat dan lebih dingin daripada es biasa. 2. Pertanyaan 1. 2.12°C m–1. Gejala ini terjadi karena zat terlarut tidak larut dalam fasa padat pelarutnya. jika sirup dimasukkan ke dalam freezer maka gula pasirnya akan terpisah dari es karena gula pasir tidak larut dalam es. Sumber: wikipedia.3 Tetapan Penurunan Titik Beku Molal (Kb) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Naftalena (C10H8) Titik Beku(°C) 0.3°F (–78.68 3.5 – 5. Oleh karena es ini tidak melewati fasa cair maka dinamakan dry (kering) ice. Seperti halnya titik didih. 1990 Sekilas Kimia Dry Ice Pernahkah Anda memperhatikan tempat penyimpanan es ketika Anda membeli es krim di warung? Pembekuan es krim menggunakan apa yang disebut dengan dry ice. Zat antibeku yang banyak digunakan dalam radiator adalah etilen glikol (C2H6O2).60 –63. Agar tidak terjadi pemisahan zat terlarut dan pelarutnya ketika larutan membeku. 3. kemudian didihkan.5 80. Dry ice memiliki suhu –109. Ukur suhu aquades pada saat mendidih. Dengan jumlah massa yang sama.83 6.3. Masukkan 35 g gula pasir ke dalam aquades (gelas kimia 1) dan 35 g garam dapur ke dalam aquades (gelas kimia 2). Suatu larutan dari zat terlarut nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan membeku pada suhu lebih rendah sebesar 5. penerapan dari penurunan titik beku juga digunakan untuk mencairkan es di jalan-jalan dan trotoar pada musim 10 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Masukkan 250 mL aquades ke dalam gelas kimia 1 dan 2.12°C dari titik beku benzena.00 5. Penerapan dari penurunan titik beku digunakan di negara yang memiliki musim dingin.80 Sumber: General Chemistry. diperlukan suhu lebih rendah lagi untuk mengubah seluruh larutan menjadi fasa padatnya. Penurunan Titik Beku Larutan Penambahan zat terlarut nonvolatil juga dapat menyebabkan penurunan titik beku larutan.12 1.38°C.5°C). Aquades 2. kocok kedua larutan itu dan ukur kembali suhu didihnya.86 5.

Contoh 1. Panaskan air dalam gelas kimia hingga suhu mencapai ± 90°C.8 Menghitung Mr dari Data ΔTb Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 3 g zat X ke dalam 100 mL air. Penentuan titik beku pelarut murni (naftalena) 1. Stopwatch 5.3 Penurunan Titik Beku Larutan Tujuan Membuktikan penurunan titik beku larutan.45)}°C = 0. Belerang 3.86)°C = –1.86°C m–1) ( 1 m) = 1.86°C Kata Kunci • • Titik beku larutan Penurunan titik beku Sama seperti kenaikan titik didih. seperti CaCl2 dan NaCl sebagai penurun titik beku air sehingga es dapat mencair. Hal ini dilakukan dengan cara menaburkan garam-garam.000 g kg −1 massa pelarut Contoh 1. Ke dalam tabung reaksi besar dimasukkan 15 g naftalena dan gelas kimia diisi dengan air 2. Jika titik beku larutan – 0. titik beku larutan etilen glikol adalah –1. o −1 Mr X = 1. Termometer Bahan 1. 4.7 Menghitung Penurunan Titik Beku Larutan Hitunglah titik beku larutan yang dibuat dari 6. 86 C m × 3g × Aktivitas Kimia 1. Pembakar bunsen atau spirtus 2 bagiannya. Gelas kimia 3. 3 Sifat Koligatif Larutan 11 .2 g 1. Timbangan 6. 45o C Jadi.86°C m–1.2 g etilen glikol dalam 100 g air. berapakah massa molekul relatif zat X? Penyelesaian Nilai Kb air = 1. Jawab: 6. Alat 1.0 – 1.86°C Jadi. Naftalena 2. Air Langkah Kerja A. Mr zat terlarut = K b massa zat terlarut ΔTb × 1. Tabung reaksi 2. penurunan titik beku larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut.86°C Titik beku larutan = Titik beku normal air –ΔTb = (0.45°C.000 g kg −1 × molalitas larutan = =1m 100 g 62 g mol −1 Penurunan titik beku larutan: ΔT b = Kb × m = (1.dingin. ΔTb = {0 – (–0. Mr zat X adalah 124.45°C 1.000 g kg −1 = 124 100 g 0.

Diagram Fasa Diagram fasa adalah ungkapan perubahan keadaan dasar fasa suatu zat dalam bentuk diagram. Dalam diagram fasa terdapat kurva kesetimbangan antara fasa padat. Diketahui Kd (C6H6) = 2. Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 12.4 g dilarutan dalam 103 g difenil eter.17°C? Diketahui Kd CS2 = 2. 5. Larutan membeku pada 25. Suatu larutan gula dalam air mendidih pada suhu 100. dan padat bergantung pada suhu dan tekanan. Buatlah grafik dan tentukan titik beku larutan belerang dalam naftalena dari grafik tersebut. 12 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . aduk sampai semua belerang larut dalam naftalena. Titik beku larutan belerang dalam naftalena 1. Hitung titik beku larutan ini.1°C. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 81. Buatlah grafik penurunan suhu naftalena sebagai fungsi waktu dan tentukan titik beku pelarut naftalena dari grafik tersebut. Diagram Fasa Air Seperti Anda ketahui. Ketiga fasa tersebut dapat diungkapkan dalam bentuk diagram P – T (Gambar 1. Panaskan kembali air dalam gelas kimia hingga semua naftalena mencair kembali. Kegiatan Inkuiri Pedagang es lilin atau es krim menambahkan es batu dan garam dapur di sekeliling bagian luar wadah es. dan gas. 3.53°C m–1 dan titik didih C6H6 = 80.3. 1. berapakah titik beku larutan gula tersebut? Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 4.7 oC. Kerjakanlah di dalam buku latihan. B.9 g sukrosa dalam 175 mL air. Titik beku adalah pada saat tidak berubah untuk 1–2 menit. tambahkan 2. 2.265°C. 4. Berapakah kenaikan titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa (C6H12O6) ke dalam 500 mL air? (ρ air = 1 g mL–1) Berapakah titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 9. Padamkan pembakaran. kemudian catat penurunan suhu setiap ½ menit hingga ± 70°C. 6.8 g zat X dalam 200 g benzena.84oC dan tetapan penurunan titik beku molal 8°C m–1. Mengapa harus ditambah garam dapur? Tes Kompetensi Subbab 1. 8. dinamakan diagram P – T.2 g gliserol (C3H8O3) ke dalam 100 g air? Suatu zat nonvolatil sebanyak 16 g dilarutkan dalam 38 g CS2.56 gram belerang ke dalam naftalena cair. 3. hitunglah Mr safrole. C 5. Safrole diekstrak dari minyak sassafras dan dipakai untuk pemberi aroma pada ‘root beer’. Jika titik beku difenil eter murni adalah 26. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda dan presentasikan di depan kelas. Cuplikan safrole 2. cair. Hitunglah titik beku larutan 7.4). cair. Setelah semua naftalena mencair.7 g propilen glikol (OH–CH2–(OH)CH–CH3) dalam 500 mL air. lakukan pengukuran suhu seperti kegiatan A hingga ± 70°C.34°C m–1.78°C. 7. air dapat berada dalam fasa gas. 2. 4. Padamkan pembakar. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 1. Bandingkan hasil pengamatan pada langkah kerja A dan langkah kerja B. Diagram fasa dapat dinyatakan berdasarkan perubahan suhu (°C) dan tekanan (atm). 4. D.

titik leleh (atau titik beku) normal B (0°C. cair. Umumnya peleburan (padat → cair) atau pembekuan (cair → padat) tidak dipengaruhi oleh tekanan sehingga kurva AB cenderung membentuk garis lurus. berada pada suhu 0°C dan 100°C. Diagram fasa yang lain misalnya diagram fasa CO2. dan padat secara bersama-sama. Setiap titik pada kurva menunjukkan hubungan tekanan dan suhu. 1 atm). Anda dapat memperkirakan wujud suatu zat pada suhu dan tekanan tertentu. 217. 1 atm).0098 100 Suhu (°C) 374 Sumber: Chemistry: The Central Science. air akan berwujud cair. 0.4 Diagram fasa air Titik tripel A (0. dan titik kritis D (374. 2000 Pada diagram fasa tersebut terdapat tiga kurva yang membagi diagram ke dalam daerah padat.006 atm (4. Kurva ini berpotongan dengan kurva yang lain pada titik A. Pada tekanan 1 atm dan suhu 25°C.4°C.58 mmHg). Titik leleh dan titik didih air pada tekanan 1 atm ditunjukkan dengan garis putus-putus. yaitu titik di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara cair dan gas. 0. Hal ini disebabkan pada keadaan cair kurang rapat dibandingkan pada keadaan padat. Catatan Note Beberapa istilah fasa transisi: Penguapan: H2O( ) → H2O(g) Pengembunan: H2O(g) Peleburan: H2O(s) Pembekuan: H2O( ) 2 → H O( ) → H O(s) Sublimasi: H O(s) → H O(g) Deposisi: H O(g) → H O(s) 2 2 2 2 2 → H O( 2 ) Terminology for transition fase: Evaporation: H2O( ) → H2O(g) → H O( → H O( ) Freeze: H O( ) → H O(s) Sublimation: H O(s) → H O(g) Deposition: H O(g) → H O(s) Condensation: H2O(g) 2 2 ) Melt: H2O(s) 2 2 2 2 2 2 Sifat Koligatif Larutan 13 . titik didih normal C (100°C. Pada setiap daerah. sedangkan pada suhu 0°C air berwujud padat (es).7 atm).5. Titik tripel untuk air terjadi pada suhu 0. menunjukkan keadaan wujud zat yang stabil. Dengan diagram fasa. Kurva AB yang membagi wilayah padat dan cair.006 atm). menyatakan keadaan padat dan cair berada dalam keadaan setimbang: Padat Cair Kurva tersebut memberikan informasi tentang titik leleh padatan atau titik beku cairan pada suhu dan tekanan tertentu. Titik A dinamakan titik tripel.218 atm Tekanan (atm) D 1 atm Padat B Cair C Gambar 1. Kurva AD yang membagi wilayah padat dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap padatan pada berbagai suhu. seperti ditunjukkan pada Gambar 1. dan gas. Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara padat dan gas. Kurva AB untuk air agak miring ke kiri karena pembentukan es pada tekanan tinggi suhunya turun sebesar 1°C dari keadaan normal (1 atm).01°C dan tekanan 0. cair.006 atm A Gas 0 0.01°C. Kurva AC yang membagi wilayah cair dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap air pada berbagai suhu.

dry ice langsung menguap seperti asap. 14 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII { . 1 atm).11 atm). dry ice akan mencair jika dipanaskan.6 Diagram fasa larutan dalam pelarut air Padat 1 atm C' C Cair A A' Gas B B' ΔTb 0°C 100°C ΔTd { Titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarutnya (titik C'). seperti kenaikan titik didih. CO2 padat (dry ice) akan menyublim jika dipanaskan di bawah tekanan 5.1 Sumber: Chemistry: The Central Science.73 atm CO2(s) Gambar 1. Pada suhu kamar dan tekanan udara normal dry ice menyublim sehingga sifat ini sering dimanfaatkan untuk pertunjukan panggung terbuka. penurunan titik beku. 2. Perhatikanlah diagram fasa pada Gambar 1. Gambar 1.4°C.11 atm. titik didih larutan lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarutnya (titik B').6. agar di panggung tampak seperti berkabut. titik didih 100°C (titik B).5 Diagram fasa karbon dioksida Titik tripel X (–56. Jika ke dalam air ditambahkan zat nonvolatil. dan tekanan uap turun. larutan yang terbentuk akan memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan pelarut murninya. dan tekanan uap (kurva A – B) yang bergantung pada suhu.11 atm. Pada tekanan normal (1 atm). 5. Adapun titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan titik beku pelarut murninya. Z CO2( ) Tekanan 5. ditunjukkan oleh kurva (A' – B'). Diagram Fasa dan Sifat Koligatif Diagram fasa dapat digunakan untuk menyatakan sifat koligatif larutan. 73.5 –56.4 Suhu (°C) 31.4°C dan 5. 2000 Titik tripel CO2 berada pada –56. Dengan sedikit pemanasan. Di atas 5. Adanya zat terlarut nonvolatil mengakibatkan pergeseran posisi kesetimbangan diagram fasa cair-gas. Demikian pula titik tripel larutan lebih rendah dari titik tripel air murni. Oleh sebab itu.0 atm).1°C. pelarut murni air memiliki titik beku 0°C (titik C). dan penurunan tekanan uap.11 atm. titik sublimasi Y (–78.11 atm X CO2(g) 1 atm Y –78. dan titik kritis Z (31.5°C.

atau (c) lebih rendah dari 1 atm. di mana R tetapan gas dan T adalah suhu mutlak. Sifat Koligatif Larutan 15 . Semipermeable membrane is a kind of pored plastic.Nilai ΔTb dan ΔTd ditunjukkan oleh selisih pergeseran kesetimbangan antara pelarut murni dan larutannya. Tekanan Osmotik Larutan Catatan Note Membran semipermeabel adalah sejenis plastik berpori yang hanya dapat dilalui oleh molekul-molekul kecil seperti air. Pada proses osmosis. Untuk larutan encer harga k sama dengan RT.7). Apa yang akan terjadi jika air dimasukkan ke dalam ruang vakum. E. 1. melainkan ke kanan? Kerjakanlah di dalam buku latihan. molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan kesetimbangan konsentrasi di antara kedua medium itu (lihat Gambar 1. 2000 Gambar 1. Dalam bentuk persamaan dapat ditulis sebagai berikut. π ≈ M atau π = k M k adalah tetapan kesetaraan yang bergantung pada suhu. Penurunan tekanan uap larutan ditunjukkan oleh selisih garis AB – A'B'.082 L atm mol–1K–1) T = Suhu (K) ⎛n⎞ ⎝ ⎠ Sumber: Chemistry: The Central Science. yaitu: ΔTb = C – C' dan ΔTd = B' – B. Larutan pekat Membran semipermeabel Larutan Encer π = M RT atau π = ⎜ V ⎟ RT Keterangan: π = Tekanan osmotik M = Molaritas larutan R = Tetapan gas (0. Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat.7 Proses osmosis Contoh 1. Mengapa garis kesetimbangan padat-cair pada diagram fasa CO2 tidak miring ke kiri. (b) lebih tinggi dari 1 atm. dilambangkan dengan π. Pada tekanan berapakah titik didih pelarut murni (air) sama dengan titik didih larutannya? Jelaskan.082 L atm mol–1 K–1. Oleh karena kemolaran memiliki satuan mol per liter larutan maka tekanan osmotik larutan dapat dinyatakan sebagai berikut. kemudian suhunya diturunkan sampai di bawah titik tripel? 2. 3. Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan.9 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Berapakah tekanan osmotik larutan yang dibuat dari 18 g glukosa yang dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 250 mL? Diketahui suhu larutan 27°C dan R = 0. which only could passed by small molecules such as water. Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi. Tes Kompetensi Subbab D (a) tekanan normal (1 atm).

Jawab: Jumlah mol C6H12O6 = 18 g 180 g mol -1 = 0. larutan tersebut dinamakan hipertonik. 1. Dengan diketahuinya tekanan osmotik suatu larutan maka massa molekul relatif dari zat terlarut dapat ditentukan.082 L atm mol–1 K–1 × 300 K 0. Konsentrasi cairan infus atau 16 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .01g Mr protein = (0.00164 atm 760 mmHg 0. dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah.25L = 9.1mol π= × 0. Proses ini dinamakan hemolisis.960. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah akan pecah. kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang lainnya. Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi. Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup. Misalnya.01 g protein dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 25 mL. Hitunglah Mr protein. Aplikasi Tekanan Osmotik Kata Kunci • • • • • Hipotonik Hipertonik Isotonik Hemolisis Krenasi Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel memiliki tekanan osmotik sama.25 mmHg × = 0.84 atm.1 mol Tekanan osmotik larutan: π = ⎛ n ⎞ R T ⎜ ⎟ ⎝V⎠ 0.84 atm Jadi. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut. massa molekul relatif protein adalah 5. Hal ini dilakukan dengan cara menata ulang persamaan tekanan osmotik menjadi: Mr massa zat terlarut (g) (atm)V(L) R. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan yang lain. baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman.025L ) = 5.082 L atm mol–1 K–1)(298K) (0.10 Menentukan Massa Molekul Relatif dari Tekanan Osmotik Sebanyak 0.960 g mol–1 Jadi. 1 atm π =1. Jawab: Ubah besaran ke dalam satuan SI. larutan tersebut dinamakan hipotonik. Jika tekanan osmotik larutan sebesar 1. Seseorang yang membutuhkan pengganti cairan tubuh.00164 atm )(0. tekanan osmotik larutan sebesar 9. Jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain.25 mmHg pada 25°C.T Contoh 1.

Ini dapat dikembalikan dengan merendam wortel dalam air. seperti dapat dilihat pada Gambar 1. Osmosis Balik Proses osmosis suatu larutan dapat dihentikan. Wortel akan tampak segar karena menyerap kembali air yang hilang.minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk mencegah terjadi krenasi atau hemolisis. Serat berongga dari membran semipermeabel Molekul air (c) Partikel zat terlarut Air murni ke tangki penampung Serat Sumber: Chemistry: The Central Science. Proses ini dinamakan osmosis balik. a. Ketimun yang ditempatkan dalam larutan garam akan kehilangan airnya akibat osmosis sehingga terjadi pengerutan. b. tetapi tidak dapat dilewati oleh ion-ion garam dari air laut. Pada proses desalinasi. Osmosis balik berguna dalam desalinasi (penghilangan garam) air laut untuk memperoleh air tawar dan garam dapur. air laut masuk ke dalam permeator dan masuk ke dalam serat berongga sehingga ion-ion garam dapat dipisahkan dari air laut. sand filtrasi (air isi ulang). 2000 Penerapan tekanan dari luar yang melebihi nilai π menyebabkan terjadinya osmosis balik. Membran ini dapat dilewati oleh molekul air. Membran yang dapat digunakan untuk proses osmosis balik adalah selulosa asetat. Wortel menjadi lunak akibat kehilangan air karena menguap. Proses osmosis juga bahkan dapat dibalikkan arahnya dengan menerapkan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis larutan. (b) Alat desalinasi tersusun atas silinder-silinder yang dinamakan permeator.8.8 (a) Alat desalinasi air laut melalui osmosis balik. Kata Kunci • • Osmosis balik Desalinasi Kegiatan Inkuiri Apa keunggulan dan kelemahan dari pemurnian air melalui proses demineralisasi (air dalam botol kemasan). (c) Dengan adanya tekanan. Kegiatan Inkuiri Apa yang terjadi jika cairan infus hipertonik atau hipotonik? Berapa kadar NaCl dalam infus agar isotonik dengan cairan dalam tubuh? 2. yang mengandung jutaan serat berongga kecil. dan reverse osmosis (osmosis balik)? Sifat Koligatif Larutan 17 . molekul-molekul air keluar dari larutan meninggalkan zat terlarut. (a) (b) Gambar 1. Contoh osmosis yang lain di antaranya sebagai berikut.

082 L atm mol–1 K–1)(298K) = 4. Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada banyaknya zat terlarut sehingga sifat koligatif larutan elektrolit selalu lebih tinggi dibandingkan dengan larutan nonelektrolit. Tekanan osmotik larutan diukur pada 25°C dan menunjukkan tekanan sebesar 1.35 mmHg. gula pasir akan terhidrasi ke dalam bentuk molekul-molekulnya.5 M. Berapakah tekanan osmotik larutan protein (Mr =90. Berapakah massa molekul relatif hemoglobin tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan. 1. bahwa untuk kemolalan yang sama.5 mol L–1)(0. π = (0. Berapa mol glukosa dalam 500 mL larutan yang memiliki tekanan osmotik 3. → C12H22O11(s) ⎯⎯ C12H22O11(aq) Jika garam dapur (elektrolit) dilarutkan dalam air. garam tersebut akan terionisasi membentuk ion Na+ dan Cl–.018 atm Jadi. Bagaimana sifat koligatif larutan elektrolit? Berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah. Sebanyak 5 g hemoglobin dilarutkan dalam air hingga volume larutan 100 mL. tekanan luar yang diperlukan agar terjadi osmosis balik harus lebih besar dari 4.000) yang dibuat dari 3 g protein dalam 750 mL larutan pada 30°C? 2. Mengapa? Jika gula pasir (nonelektrolit) dilarutkan ke dalam air. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Sifat-sifat koligatif larutan yang telah dibahas sebelumnya hanya membahas larutan nonelektrolit yang tidak menguap di dalam larutannya. ΔTb dan ΔTd Larutan Elektrolit Berdasarkan hasil penelitian diketahui. tetapi hanya sampai menghentikan tekanan osmotik larutan).75 atm pada 300K? F.5 M untuk memisahkan gula dari pelarutnya secara osmosis balik pada 25°C? Jawab: Tekanan minimum adalah tekanan luar yang setara dengan tekanan osmotik larutan. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit lebih besar dibandingkan larutan nonelektrolit. 1. → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) Jika satu mol garam dapur dilarutkan. diketahui bahwa larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang tidak sama dengan larutan nonelektrolit akibat jumlah mol ion-ion dalam larutan meningkat sesuai derajat ionisasinya. jika satu mol gula pasir dilarutkan dalam air. (jika tekanan luar sama dengan π.Contoh 1. tidak terjadi osmosis balik. akan dihasilkan satu mol molekul gula pasir di dalam larutan itu. 18 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tes Kompetensi Subbab E 3.018 atm. akan terbentuk satu mol ion Na+ dan satu mol ion Cl– atau terbentuk dua mol ion. Akibatnya. Berapakah tekanan minimum yang harus diterapkan pada air gula 0.11 Menentukan Tekanan Luar pada Proses Osmosis Balik Air gula (C12H22O11) memiliki konsentrasi 0.

Oleh karena glukosa adalah zat nonelektrolit maka jumlah molekul glukosa dalam larutan glukosa 0.86 dan Ar H = 1.86 × 1 2 11 58. dan dilambangkan dengan i. Larutan glukosa 0. g 1000 Mr × 10 4 × 1000 5 = 1. Misalnya.1 m Jawab: a. Ikatan kimia pada air adalah ikatan hidrogen dengan bentuk molekul “V”. perlu ditambahkan garam NaCl.72°C.12 Menghitung Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Berapakah penurunan titik beku larutan berikut dalam pelarut air? Diketahui Kb air = 1.372°C Kata Kunci • • • • • Derajat ionisasi Terionisasi sebagian Terionisasi sempurna Faktor van’t Hoff Asosiasi ion Sifat Koligatif Larutan 19 . Kenaikan titik didih larutan MgCl2 1 m menjadi tiga kali lebih tinggi dibandingkan larutan gula pasir sebab dalam larutan MgCl2 terbentuk tiga mol ion.1 m 0. NaCl (elektrolit). Persamaan ionnya: → MgCl2(aq) ⎯⎯ Mg2+(aq) + 2Cl–(aq) Untuk larutan elektrolit lemah.5 × 10 4 × { + ( − ) } Δ = × Kegiatan Inkuiri Bandingkan titik didih larutan yang mengandung jumlah molal sama antara larutan C12H22O11(nonelektrolit). pernyataan yang salah adalah (C) bentuk molekul air tetrahedral. SPMB 2004 Contoh 1.2 m ion-ionnya: → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) 0.1 m b.1 m × 1. NaCl memiliki nilai i = 2.5 maka pernyataan berikut benar. dan kafein (nonelektrolit).. AlCl3 (elektrolit).1 m Penurunan titik beku larutannya: ΔT b = i × m × Kb = 1 × 0. Larutan NaCl 0. yang dinamakan faktor van’t Hoff. NaCl adalah elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna. seperti CH3COOH dan HF. dalam air terdapat ikatan hidrogen Pembahasan Pada reaksi di atas. Na = 23. Adapun satu molal larutan garam dapur dapat meningkatkan titik didih menjadi dua kali lipat atau setara dengan 3. Cl = 35.186°C (b) Oleh karena NaCl adalah zat elektrolit maka dalam larutan NaCl 0.1 m sama dengan 0. dan seterusnya. NaCl dapat terionisasi sempurna E. diperlukan NaCl lebih dari 786 g B. Jumlah mol ion dalam larutan i= Jumlah mol zat yang dilarutkan Mahir Menjawab Agar 10 kg air tidak membeku pada suhu –5°C.86°C m–1. Hubungan antara jumlah mol zat terlarut dan jumlah mol ionnya di dalam larutan telah dipelajari oleh van’t Hoff. Nilai i untuk larutan garam ditentukan berdasarkan jumlah ion-ion per satuan rumus.1 m.. larutan NaCl adalah elektrolit kuat C. Jika diketahui Kb air = 1. O = 16. A. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berkisar di antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit sebab larutan elektrolit lemah terionisasi sebagian. Nilai tersebut didasarkan pada asumsi bahwa garam-garam yang larut terionisasi sempurna. a. K2SO4 memiliki nilai i = 3..1 m 0.86 oC m–1 = 0. bentuk molekul air tetrahedral D.86°C m–1 = 0. → C6H12O6(s) ⎯⎯ C6H12O6(aq) 0. kecuali .1 m 0. yaitu satu mol ion Mg2+ dan dua mol ion Cl–.1 m Penurunan titik beku larutannya: Δ T b = 2 × 0.1 m akan terdapat 0.Satu molal gula pasir dapat meningkatkan titik didih hingga 1.1 m × 1.86°C. massa NaCl = 786 g Jadi.

9 1. secara teoritis akan terdapat ion-ion sebanyak 2 kali konsentrasi garamnya. 436 Sifat koligatif larutan elektrolit dapat dipakai untuk menentukan derajat ionisasi asam atau basa lemah di dalam larutan.4.05 m Larutan Hitungan Hasil Pengamatan 2 3 2 4 2 1 1.9)(0. diketahui bahwa penurunan titik beku larutan NaCl 0.214 atm Persentase fase penyimpangan dari perhitungan teoritis adalah 24.5 M NaCl.9. seolah-olah tidak terionisasi. seperti ditunjukkan pada Gambar 1. semakin besar peluang ion-ion untuk berasosiasi kembali sehingga penyimpangan dari faktor van’t Hoff di atas semakin tinggi. Perhitungan tekanan osmotik secara teoritis: π = (2) M RT =(2) (0.5 mol L–1)(0. Berdasarkan data penelitian. Nilai penyimpangan beberapa garam ditunjukkan pada Tabel 1.082 L atm mol–1K–1)(298 K) = 23.436 atm Perhitungan tekanan osmotik secara eksperimen: π = (i) M R T = (1.082 L atm mol–1 K–1) (298 K) = 24. Tabel 1. 20 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . ternyata tidak selalu benar.4 Nilai Penyimpangan Faktor van’t Hoff Beberapa Garam dengan Konsentrasi 0.5 mol L–1) (0.Pasangan ion + – + + – – + + – – – + + + – + – Gambar 1. Semakin besar konsentrasi garam yang dilarutkan.4 1. 1989 NaCl MgCl2 MgSO4 FeCl3 HCl Glukosa* *) larutan nonelektrolit sebagai pembanding Contoh 1.0 Sumber: Chemistry (Zumdahl and Steven. Hitunglah tekanan osmotik pada 25°C dan berapa persen fase penyimpangan dari faktor van’t Hoff.1 m sama dengan 1. Diketahui faktor van’t Hoff untuk NaCl = 1. Menurut perhitungan seharusnya dua kali lebih besar dari larutan gula.3 3. Ion-ion dalam larutan dapat berantaraksi satu sama lain.9 Asosiasi ion-ion dalam larutan garam Anggapan bahwa garam-garam yang terionisasi sempurna akan membentuk ion-ion dengan jumlah yang sama dengan koefisien reaksinya.7 1. Jawab: Oleh karena NaCl adalah larutan elektrolit.13 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit Air laut mengandung 0.87 kali dibandingkan dengan larutan glukosa. Perhatikanlah contoh soal berikut. S). Penyimpangan tersebut terjadi akibat adanya asosiasi ion-ion di dalam larutan.9 2.9.214 × 100% = 5% 24. 436 − 23.

Contoh 1.0 + x) m} (1.5 m. Sifat Koligatif Larutan 21 . 1.05 m. molekul HF yang terionisasi sebanyak x mol kg–1 maka: [H+] = x m. Diketahui nilai i = 2. Oleh karena itu. senyawa HF yang terionisasi sebanyak 3%. dan (b) MgCl2 0. mengapa perlu ditambahkan garam? Kerjakanlah di dalam buku latihan.0 m adalah – 1. tetapi hanya ditentukan oleh jumlah spesi yang ada di dalam larutan. Jadi. penurunan titik beku ditentukan oleh jumlah molal spesi yang ada dalam larutan atau faktor van’t Hoff. Bandingkan kenaikan titik didih larutan berikut dengan konsentrasi molal yang sama pada 25°C: (a) CO(NH2)2 0. Berapa persen fase penyimpangannya dari hasil perhitungan? 4.14 Menghitung Persentase Fase Ionisasi Larutan Elektrolit Lemah Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa titik beku larutan HF 1.5 m. Perkirakanlah titik didih larutan MgCl2 0.03 m Persentase fase HF yang terionisasi dihitung berdasarkan jumlah molal HF terionisasi dibagi mula-mula: 0. kemolalan larutan adalah (1. Berapakah penurunan titik beku larutan HClO2 0.91°C. [F–] = x m Sifat koligatif larutan tidak bergantung pada jenis zat terlarut(ion atau molekul). Tes Kompetensi Subbab F 3.7. 2. Jumlah spesi yang ada dalam larutan adalah: (i) = (HF) + (H+) + (F–) = {(1. Berapa persen fase HF yang terionisasi? Jawab: Senyawa HF dalam larutan terionisasi sebagian membentuk kesetimbangan: HF(aq) H+(aq) + F–(aq) Misalkan.03m ×100% = 3% 1.1%? Pada pembuatan es krim.0 + x) m Dengan demikian.0 – x) + (x) + (x)} m = (1.1 molal jika HClO2 di dalam larutan terionisasi sebanyak 0.0 m Jadi.0 + x) m Jumlah spesi di atas menyatakan kemolalan.86°C m–1) atau x = 0.91°C = {(1. ΔTb = m Kb 1.

10. 9. Tekanan osmotik adalah tekanan yang ditimbulkan oleh proses osmosis. Sifat koligatif larutan menggunakan satuan molal dan fraksi mol. Tekanan uap suatu larutan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya.Rangkuman 1. Prinsip osmosis balik digunakan untuk memperoleh air murni dari air laut (desalinasi). penurunan titik beku. Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut. 14. Titik didih larutan selalu lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut murninya. kenaikan titik didih. Fraksi mol adalah jumlah mol fraksi suatu zat di dalam suatu larutan. 15. 2. Plarutan = Xpelarut Popelarut 6. Terdapat empat sifat fisika larutan yang tergolong sifat koligatif larutan yaitu: penurunan tekanan uap. Diagram fasa adalah suatu cara untuk menyatakan perubahan wujud suatu zat secara diagram berdasarkan suhu (°C) dan tekanan (atm). 12. 11. dan tekanan osmotik. Zat-zat terlarut yang memengaruhi sifat koligatif larutan adalah zat yang sukar atau tidak mudah menguap (nonvolatil). Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut. Besarnya tekanan osmotik suatu larutan dinyatakan dengan rumus: π = MRT 13. 4. Selisih tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan dinamakan Penurunan Tekanan Uap ( PTU) atau ΔP . Tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan oleh fasa uap suatu zat cair yang membentuk keadaan kesetimbangan dengan cairannya. 3. akibat perbedaan konsentrasi antara dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. 22 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan yang memiliki konsentrasi lebih rendah ke larutan yang konsentrasinya lebih tinggi melalui membran semipermeabel yang hanya dapat dilalui oleh molekulmolekul pelarut. Sifat koligatif larutan elektrolit memiliki nilai lebih tinggi dari sifat koligatif larutan nonelektrolit untuk jumlah mol yang sama. Besarnya sifat koligatif larutan elektrolit merupakan kelipatan dari sifat koligatif larutan nonelektrolit sebesar faktor van’t Hoff. Titik beku larutan selalu lebih rendah dari titik beku pelarut murninya. Besarnya penurunan titik beku larutan adalah Δ Tb = Kb x m. Nilai tekanan uap larutan dinyatakan dengan Hukum Raoult. Tekanan osmotik suatu larutan dapat dibalikkan dengan cara menerapkan tekanan dari luar yang nilainya lebih besar dari tekanan osmotik larutan. yaitu: Δ P = Xterlarut Popelarut 7. tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut. 5. Besarnya kenaikan titik didih (ΔTd) dinyatakan dengan rumus: Δ Td = Kd x m 8.

Anda dapat memahami sifat koligatif larutan baik larutan nonelektrolit maupun elektrolit. Anda telah mengetahui perbedaan antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dan larutan elektrolit yang dapat memperdalam pemahaman Anda mengenai sifat koligatif itu sendiri. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari sifat koligatif larutan? Sifat Koligatif Larutan 23 .Peta Konsep Sifat Koligatif Larutan terdiri atas Larutan nonelektrolit Larutan elektrolit dipengaruhi oleh Faktor van’t Hoff (i) terdiri atas Penurunan tekanan uap ΔP = Xterlarut P°pelarut Kenaikan titik didih ΔTd = Kd m Penurunan titik beku ΔTb = Kb m Tekanan osmotik π=MRT menjadi dasar Pemurnian air dengan osmosis balik Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 1 ini? Bagian manakah dari materi Bab 1 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Kemudian. Anda juga dapat memahami hubungannya dengan perhitungan massa molekul relatif suatu zat. sekaligus membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan berpikir analisis. Selain itu. diskusikan dengan teman atau guru Anda. Dengan mempelajari bab ini. Misalnya. Pemahaman mengenai sifat koligatif dapat diaplikasikan secara langsung pada beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari. pemanfaatan garam untuk menurunkan titik beku es atau salju dan penggunaan infus di rumah sakit.

Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan sama = 0. yaitu . 18 g C..2 mmHg E.1 g B. 775. A. 358 g D. A. Ebtanas 1999: Tekanan uap jenuh air pada 100°C adalah 760 mmHg.3 D. penurunan gaya tarik antarmolekul Besarnya penurunan tekanan uap larutan …. CH3OH B. 0. Kemolalan etanol dalam larutan adalah …. Zat-zat berikut akan memiliki kenaikan titik didih paling tinggi jika dilarutkan dalam air dengan berat yang sama adalah. (NH2)2CO 13. C6H12O6 C. C6H6O2 C. 24 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2. adanya komponen pelarut dalam fasa uap D. 0. 772. 179 g 10. Jika 30 g dari masing-masing zat berikut dilarutkan dalam 1 kg air.. A. 0. A. bergantung pada jumlah pelarut E. 8. C12H22O11 D. 0. 270 g E.. 0. C6H5OH 15..5 mmHg C. NH4NO3 C. C2H5OH D. 0. Molalitas larutan adalah …. 0. 2. 17.8 mmHg.96 m B. CS(NH3)2 D.14°C. 0. adanya zat terlarut yang mudah menguap B.Evaluasi Kompetensi Bab 1 A.98 g mL–1 pada 20°C.. C3H8O3 E.10 m E. 0. 0. C8H10 B.. 3.. 4. kemolalan larutan yang terbentuk adalah …. berbanding lurus dengan fraksi zat terlarut B. A. 60% E.40 m B. Jika pada suhu itu tekanan uap air murni 31.05 m D.1°C pada tekanan 1 atm (Kd = 0. A. A. Zat nonvolatil berikut akan mempunyai tekanan uap larutan paling rendah jika dilarutkan dalam pelarut benzena(diketahui jumlah gram terlarut sama).45 m B. 5. 2. C12H22O11 B. 0.55 m Kemolalan larutan yang dibuat dari 0.. 7. (CH3)2(OH)2 E.50 m C. zat yang akan memberikan larutan dengan titik didih paling tinggi adalah. 757. pelarut dan zat terlarut yang tidak bercampur E.1 mmHg B. 12. pada suhu tersebut tekanan uap larutan adalah ….00 m C. bergantung pada jenis zat terlarut 9.69 B. dengan massa jenis 0. Jika18 g glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air (Mr =18).05 m D. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan larutan Peristiwa berkurangnya tekanan uap larutan terjadi akibat …. tekanan di atas larutan B. harga X adalah …. A. 684 g D.2 UMPTN 1998: Fraksi mol larutan metanol (CH3OH) dalam air adalah 0. 0. C6H12O6 14. sama pada setiap temperatur C. adanya zat terlarut yang sukar menguap C. A. 171 g E. 90 g B. 0. Konsentrasi metanol dalam larutan (dalam persen berat metanol) adalah …. NiCl2 B. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.2 mmHg 11. CuSO4 E.10 molal) adalah . Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah …. C6H12O6 16.2 m Sebanyak 11 g MgCl2 dilarutkan dalam 2 kg air.62 mmHg. 75% B.. 50% D. C2H6O2 E. 754. 0. Titik beku suatu larutan nonelektrolit dalam air adalah –0. 342 g C. C6H12O6 D. 745.1 mol NaOH dalam 500 g air adalah….10 m E. tekanan pelarut murni di permukaan larutan C. 1.25 m Tekanan uap larutan adalah …. sama untuk setiap pelarut D.05 m D. 0..12 m E. tekanan yang diberikan oleh komponen larutan dalam fasa uap D.9 C.. A.50 m C. Ebtanas 2000: Sebanyak X g C2H6O2 (Mr =62) dilarutkan ke dalam 468 g air (Mr =18) sehingga tekanan uap jenuh larutan pada suhu 30°C = 28. CH3OCH3 C. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100.1 mmHg D. A.5. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan zat terlarut E.50) maka jumlah gula (Mr = 342) yang harus dilarutkan adalah …. A. A. 0. 86 g 12. A. A. 80% C. 6. 0.5 E. 64% Larutan etanol dalam air adalah 12% berat etanol.

A. A. 0. D – E Sifat Koligatif Larutan 25 . Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 6 g urea (Mr = 60) ke dalam satu liter air. R = 0.0245 D. Jika penurunan titik beku larutan 0. 22.48°C. 20 g Konsentrasi larutan suatu polipeptida (pembentuk protein) dalam air adalah 10–3 M pada suhu 25oC.0 atm 23. 0. B – C E.. A. 20. A. D B. 0.15 m D. Dari diagram fasa tersebut yang merupakan titik didih normal air adalah. B – C E. A.33oC. 186 Sebanyak 30 g zat nonelektrolit (Mr = 40) dilarutkan dalam 900 g air.8 g zat nonelektrolit dilarutkan ke dalam 200 g air. A D. Titik beku benzena murninya adalah 5. 19. A.90 atm D. Agar diperoleh penurunan titik beku setengah dari titik beku tersebut. Rumus molekul senyawa tersebut adalah …. yang merupakan daerah perubahan titik didih adalah ….760 E. 24. kondensasi C. 21 B. proses yang terjadi adalah …. sublimasi B. proses yang terjadi adalah …. Tekanan osmotik larutan yang terjadi sebesar …. I – J C. C6H4 C. 10 g D. A.14 m E. pembekuan E. pembekuan C. peleburan E. D – E 25. penguapan D. 2. 20 Titik beku larutan yang dibuat dengan melarutkan 20.17. C 28. 83. 1. A...55°C. titik bekunya –1.. 1 larutan kedua 3 3 kali larutan kedua 2 larutan kedua 3 sama dengan kedua 3 larutan kedua 2 Untuk menjawab soal nomor 24 sampai dengan 28. Larutan lain diperoleh dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr= 180) dalam satu liter air. A. Jika suhu dinaikkan dari titik D ke titik N pada tekanan tetap 1 atm. A. sukrosa C12H22O11 (Mr = 342) sebanyak 17.00 m C.93oC (Kb air = 1. I – J C.075 m Ebtanas 1998: Sebanyak 1. 3. 1 atm D A N Cair Padat 0.5 atm K B E Gas GH I J T°C L C F 24. D. Massa molekul zat tersebut adalah …. F C. C18H12 Sebanyak 0.2 E. tekanan osmotik larutan pertama ….. 0.5 g suatu zat yang rumus empirisnya (C3H2)n dalam 400 g benzena adalah 4. sublimasi D. 0.5 B. perhatikanlah diagram fasa berikut. 19 E. yaitu antara .80 atm E. B.. 21. 18 D.1 g dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. Perubahan daerah titik beku larutan pada diagram fasa tersebut.45 g suatu zat dilarutkan dalam 30 g air. kondensasi 27. 15 g E. B E. 100 D. penguapan 26.. 0. 156 C. 18. C9H6 D.86 m B. C. Tekanan osmotik larutan ini adalah …. peleburan B. C15H10 E. G – H B.39 atm B. Menurut diagram fasa tersebut. A – B D. 45 g B.6 Ebtanas 2000: Pada suhu 27oC. A.082 L atm mol–1 K–1. 0.86 oC m–1) maka massa molekul relatif zat tersebut adalah …. zat tersebut harus ditambahkan ke dalam 1. G – H B. 30.5 atm.05 g C. 1. A. 50 C..200 g air sebanyak .46 atm C. 204 B. 4. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0. Jika suhu dinaikkan dari titik K ke titik L pada tekanan tetap 0. E. Pada suhu yang sama. A. 18. 22 C.. A – B D.15°C. C3H2 B.

Jika harga Kb = 1. 0.651. derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut adalah ….138 g tiroksin dalam 25 g benzena memberikan tekanan osmotik sebesar 1. 4.25 m dalam air membeku pada suhu –0.874 g cm–3).… A.74 oC.83. Umumnya. tekanan osmotik urea paling besar B.86°C m–1. Berapakah fraksi mol dan kemolalan toluena? Hitunglah tekanan uap larutan dan tekanan osmotik suatu larutan 10% sukrosa pada suhu 25°C. tekanan osmotik asam propanoat paling besar. dan tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 23.1 Titik Beku (°C) –0.186 Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku bergantung pada …. 0. Larutan yang mengandung 1. Larutan 19 gram NaCl dalam 250 g air mempunyai derajat ionisasi 0. A. larutan 1 molal glukosa E.76 mmHg. 90% D. Hitunglah massa molekul suatu senyawa.1 0. jika 1.02 D.2 0. D. 33. 100% B. 3. C. 2.05 E.0 g cm–3.8787 g mL–1. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 mL toluena (C6H5CH3.88 B.275°C. hitunglah kemolalan dan fraksimol H2O2.0% (berat) larutan H2O2 dalam air.00 C. asam propanoat. 50% E. jumlah partikel zat terlarut 30. 8.186 –0.15 gram senyawa tersebut dilarutkan dalam 75 gram benzena memberikan kenaikan titik didih sebesar 0. Ebtanas 1997: Data percobaan penurunan titik beku: Larutan NaCl NaCl CO(NH2)2 CO(NH2)2 C6H12O6 Konsentrasi (molal) 0. 1. Hitunglah massa etilen glikol (C2H6O2) yang terdapat dalam 1. konsentrasi molal larutan C. Suatu asam HA 0.372 –0. Larutan 5. 6.4 molal membeku pada –1. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. misalnya urea.8% dalam air B. desinfektan yang dipasarkan adalah 3.000 g air untuk menurunkan titik beku larutan hingga –10°C. Derajat ionisasi zat elektrolit ini adalah . 7. hitunglah tekanan uap larutan tersebut.50 B.… A. 31. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida. Ebtanas 1999: Larutan NaCl 0.8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan .1 0. Berapakah derajat ionisasi asam tersebut? 26 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Jika massa jenis benzena = 0.867 g cm–3) dan 125 mL benzena (C6H6. Tiroksin adalah salah satu jenis hormon yang mengontrol metabolisme tubuh dan dapat diisolasi dari kelenjar tiroid. Massa jenis larutan tersebut adalah 1. larutan 0.2 0.04 g mL–1. semua tekanan osmotik larutan sama. 0. E. jenis partikel zat terlarut E.29. ρ =0.744 –0. Pernyataan yang benar adalah . dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama. 75% 32. 1. hitunglah massa molekul tiroksin. 0% C.488°C. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama. larutan 4 molal glukosa 5. Titik bekunya adalah –0. jenis zat terlarut B. larutan sukrosa 5.… A.24 atm pada 20°C. Jika tekanan uap air pada suhu tersebut adalah 20 mmHg. larutan 5. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea.8% glukosa dalam air C. Sebanyak 20 g zat elektrolit biner (Mr= 100) dilarutkan dalam 500 g air.2 molal sukrosa D. Dengan asumsi bahwa massa jenis larutan adalah 1. 0. A. ρ =0. jenis pelarut D.372 –0.

Apakah Anda sering menggunakan kalkulator untuk menghitung? Tidak hanya Anda. menjelaskan reaksi oksidasi reduksi dalam sel elektrolisis. sel elektrolisis. Bagaimanakah prinsip redoks dalam sel elektrokimia. menerapkan Hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit. Aliran elektron inilah yang bertindak sebagai sumber tenaga listrik sehingga kalkulator dapat digunakan untuk menghitung. dan korosi. Masih ingatkah Anda apa yang dimaksud dengan reaksi spontan? Reaksi spontan terjadi karena adanya perbedaan kemampuan afinitas elektron antarpereaksi dalam baterai. Reaksi redoks dapat menjelaskan mengenai proses yang terjadi dalam sel elektrokimia.mpbdp. Setelah mempelajari bab ini. Anda akan mempelajari kembali dan memahami lebih dalam tentang reaksi redoks berdasarkan perubahan biloks. Reaksi ini menyebabkan terjadinya aliran elektron. dan korosi? Anda dapat mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. penjual sayuran di lingkungan tempat Anda tinggal juga sering menggunakan kalkulator. Anda harus mampu: • • • menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industri.Bab 2 Sumber: www. Reaksi Redoks dan Elektrokimia Hasil yang harus Anda capai: menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari. Pada bab reaksi redoks dan elektrokimia.org Kalkulator bekerja karena terjadinya proses reaksi redoks. Korosi dan Pengendaliannya 27 . bukan? Bagaimanakah kalkulator dapat bekerja? Sumber tenaga apakah yang bekerja pada kalkulator? Anda tentu telah mempelajari prinsip-prinsip reaksi redoks di kelas X. Sel Elektrolisis D. Penyetaraan Reaksi Redoks B. sel elektrolisis. A. Sel Elektrokimia C.

Metode PBO melibatkan perubahan biloks. tetapi memerlukan metode khusus. 2. Ada dua metode untuk menyetarakan reaksi redoks. setiap atom yang mengalami perubahan biloks harus disetarakan dengan cara mengubah koefisien reaksinya.2000 Gambar 2. Kegiatan Inkuiri Apakah semua reaksi melibatkan perubahan bilangan oksidasi? Berikan contoh reaksinya. Dari hasil ini diketahui bahwa atom N dan Cu mengalami perubahan biloks. sedangkan metode setengah reaksi melibatkan pelepasan dan penerimaan elektron.1 Serbuk seng dimasukkan ke dalam larutan HCl akan terjadi reaksi redoks yang spontan. 3. +5 +1 +2 +2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Sumber: Chemistry: The Central Science. biloks atom N berubah dari +5 menjadi +2 (terjadi penurunan biloks sebesar 3 satuan). Apa yang dimaksud dengan reaksi redoks? Jelaskan secara lengkap berdasarkan perkembangan konsepnya. tetapi disetarakan pada tahap akhir untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. terjadi perubahan biloks dari +1 menjadi +2 (terjadi kenaikan biloks). Penyetaraan Reaksi Redoks Persamaan reaksi yang melibatkan redoks biasanya sukar untuk disetarakan dengan cara biasa sebagaimana Anda pelajari di Kelas X. Apa yang dimaksud dengan perubahan biloks? Apa yang dimaksud dengan oksidator dan reduktor. Hubungkan dengan perpindahan elektron yang terjadi. –5 –3 –2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 +2 +4 28 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . A. Pada atom Cu. Atom yang tidak mengalami perubahan biloks tidak perlu disetarakan pada tahap penyetaraan biloks. Metode PBO Metode ini didasarkan pada kekekalan muatan. Perubahan biloks atom-atom pada reaksi tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk diagram berikut. → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Atom yang mengalami perubahan biloks dapat ditentukan melalui pemeriksaan setiap atom. Perhatikanlah persamaan reaksi berikut. yakni kenaikan biloks atom teroksidasi harus sama dengan penurunan biloks atom tereduksi. 1. ⎯→ Zn + 2H+ ⎯ Zn2+ + H2 Berdasarkan prinsip kekekalan muatan. Pada persamaan reaksi tersebut. yaitu metode perubahan biloks (P ) dan metode setengah reaksi.Tes Kompetensi Awal 1. kenaikan total biloks Cu adalah 2 satuan. Oleh karena ada dua atom Cu.

Periksalah apakah persamaan sudah setara.1 Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode PBO Logam seng bereaksi dengan asam nitrat menurut reaksi berikut. Contoh 2. Untuk menyetarakannya.Oleh karena kenaikan biloks Cu harus sama dengan penurunan biloks N maka atom Cu harus dikalikan dengan faktor 3. tetapi molekul H2O belum setara. 4. Atom N dikalikan dengan faktor 2 sehingga diperoleh: –3 × (–2) → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 × (3) Persamaan reaksi menjadi: → 2HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Walaupun atom N yang mengalami perubahan biloks telah disetarakan. baik massa maupun muatannya. reduktor dan produknya menggunakan diagram seperti pada contoh. Tentukan biloks semua atom untuk mengetahui atom-atom mana yang mengalami perubahan biloks. Untuk memenuhi kekekalan massa. yang dikalikan dengan koefesien reaksinya. Tentukan perubahan biloks. 6. Persamaan reaksi menjadi: 14HNO3(aq) + 3Cu2O(s) ⎯⎯ 6Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 7H2O( ) → Dengan demikian. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 29 . Setarakan atom-atom lain yang tidak mengalami reduksi dan oksidasi untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. tetapi ada atom N lain yang muncul sebagai ion NO3– dalam senyawa Cu(NO3)2. Sumber: Chemistry: The Central Science. Tahap-tahap untuk menyetarakan persamaan reaksi dengan cara PBO adalah sebagai berikut. kekurangan 12 ion NO3– disetarakan dengan menambahkan 12 molekul HNO3 pada ruas kiri sehingga persamaan menjadi: → 14HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Atom N dan Cu sudah setara. reaksi-reaksi kimia yang melibatkan reaksi redoks dapat disetarakan. Nilai perubahan ini merupakan faktor penyetara. 3. (NH4)2Cr2O7 → N2 + 4H2O + Cr2O3 Kata Kunci • • • • • • Perubahan biloks (PBO) Metode setengah reaksi Hukum Kekekalan Muatan Hukum Kekekalan Massa Oksidator Reduktor 5.2 Amonium dikromat mengalami reaksi auto-redoks (disproporsionasi). Tambahkan koefisien pada pasangan tersebut jika terjadi perbedaan jumlah atom (seperti pada atom Cu). Pasangkan oksidator dan produknya. baik reduktor maupun oksidator. samakan atom H atau O pada kedua ruas dengan mengubah koefisien H2O. 2000 Gambar 2. 2. Zn(s) + 2HNO3(aq) ⎯⎯ Zn(NO3)2(aq) + H2 (g) → Setarakan persamaan tersebut dengan metode PBO. 1.

1. Metode Setengah Reaksi Penyetaraan persamaan redoks dengan metode setengah reaksi didasarkan pada transfer elektron. 4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 + 3H2O → Atom H juga harus disetarakan dengan cara memeriksanya di kedua ruas. KMnO4 ⎯ MnSO4 ⎯→ +7 +2 5e – Jadi. + 5 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → 0 +2 Tahap 4 Menentukan nilai perubahan biloks dan menyetarakannya. Reaksi Redoks dalam Suasana Asam Tinjau reaksi ion MnO 4– dan Fe 2+ dalam suasana asam dengan persamaan kerangka sebagai berikut. Untuk mengetahui jumlah elektron yang ditransfer dilakukan pemisahan persamaan ke dalam dua setengah reaksi. Mahir Menjawab Jika KMnO 4 bereaksi dengan H2C2O4dalam suasana asam. (D) SPMB IPA 2006 30 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . –8 × (–1) Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → +2 × (4) Hasil penyetaraan muatan adalah 4Zn + HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 5 Setarakan atom-atom yang lain dengan cara memeriksa jumlah atom-atomnya. baik muatan maupun massanya. Atom N: ada 10 atom N di ruas kanan. 7 elektron Pembahasan Ada dua cara penyelesaian.. a. sebagian hasilnya adalah MnSO4 dan CO2. Masing-masing setengah reaksi disetarakan. tambahkan 3 H2O di ruas kanan sehingga jumlah atom O sama... Metode setengah reaksi: 8H + MnO + 5e ⎯ ⎯→ Mn2+ + 4H2O (suasana asam) elektron yang terlibat = 5e– Metode bilangan oksidasi (biloks): + – 4 – 4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Atom O: ada 30 atom O di ruas kiri dan 27 atom O di ruas kanan. Memisahkan persamaan kerangka ke dalam dua setengah reaksi. Pada reaksi ini atom Zn dan N 0 +5 +2 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 2–3 Menentukan pasangan oksidator dan reduktor serta menyetarakan jumlah atomnya. 3 elektron D. b. 5 elektron E. Persamaan reaksi yang sudah setara dan lengkap dengan fasanya adalah sebagai berikut. tambahkan 9 HNO3 di ruas kiri agar atom N sama dengan ruas kanan. MnO4– + Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + Fe3+ → Tahap-tahap penyetaraan dengan metode ini adalah sebagai berikut. 2 elektron C. kemudian digabungkan kembali untuk memperoleh persamaan reaksi redoks yang setara. Dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima . Setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi.Jawab: Tahap 1 Menentukan atom yang mengalami perubahan biloks. 2. yaitu: a. 4Zn(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 (aq) + NH4NO3(aq) + 3H2O( ) → Tahap 6 Periksalah apakah persamaan di atas sudah memenuhi kekekalan massa dan muatan. A. dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima 5 elektron. 1 elektron B.

4. → Fe2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– (setengah reaksi oksidasi) Tahap akhir adalah menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menghilangkan elektron dalam kedua setengah reaksi sebab elektron tidak muncul dalam persamaan reaksi netral. → MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O (setengah reaksi reduksi) Periksalah apakah persamaan sudah setara muatan dan massanya. Jadi. 3. baik muatan maupun massanya.2000 Gambar 2. Menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menyetarakan persamaan reaksi.3 Reaksi oksidasi asam oksalat oleh KMnO4 dalam suasana asam 5C2O42– + 2MnO4– + 16H+ → 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O Contoh 2.2. tambahkan satu elektron pada ruas kanan persamaan. c.2 Penyetaraan Persamaan Redoks dalam Suasana Asam dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi redoks berikut menggunakan metode setengah reaksi yang diasumsikan terjadi dalam suasana asam. Untuk menyetarakannya. Penyetaraan atom O dilakukan dengan menambahkan H2O pada ruas kanan. b. → CH3OH + Cr2O72– ⎯⎯ CH2O + Cr3+ Jawab: Tahap 1 → CH4O ⎯⎯ CH2O 2– ⎯⎯ → Cr3+ Cr2O7 (reaksi oksidasi) (reaksi reduksi) Reaksi Redoks dan Elektrokimia 31 . tetapi muatannya belum setara. → MnO4– ⎯⎯ Mn2+ (reaksi reduksi) 2+ ⎯⎯ → Fe3+ (reaksi oksidasi) Fe Menyetarakan jumlah atom-atomnya sesuai Hukum Kekekalan Massa. Penghilangan elektron dapat dilakukan dengan perkalian silang jumlah elektronnya. → MnO4– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Kelebihan atom H di ruas kanan disetarakan dengan menambahkan asam (ion H+) pada ruas kiri (ingat suasana asam). Penyetaraan Setengah Reaksi Reduksi Pada setengah reaksi reduksi. → MnO4– + 8H+ ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Muatan listrik di ruas kiri ada +7 dan di ruas kanan ada +2. atom Mn disetarakan dengan cara menyamakan koefisien pereaksi dan produknya. → (×1) MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O 2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– → Fe (×5) Persamaan akhir menjadi: → MnO4– + 8H+ + 5Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara. tambahkan lima elektron pada ruas kiri. Penyetaraan Setengah Reaksi Oksidasi Setengah-reaksi oksidasi untuk besi sudah setara ditinjau dari jumlah atom. Sumber: Chemistry: The Central Science. Menyetarakan muatan listrik (kekekalan muatan) dengan cara menambahkan elektron pada ruas kiri (untuk reaksi reduksi) dan ruas kanan (untuk reaksi oksidasi).

→ MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO42– Caranya sama seperti dalam suasana asam. bekerja. Contoh 2. Ketika rantai transpor elektron berlangsung. Bagaimana menyetarakan reaksi redoks dalam suasana basa atau netral? Penyetaraan setengah-reaksi dalam suasana basa atau netral dilakukan dengan menambahkan basa (ion OH–). setelah reaksi digabungkan. Reaksi Redoks dalam Suasana Basa atau Netral Penyetaraan reaksi di atas terjadi dalam suasana asam. Persamaan kerangkanya: → MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO4 2– Jawab: Tahap 1 → MnO4– ⎯⎯ MnO2 (reaksi reduksi) → SO3 2– ⎯⎯ SO4 2– (reaksi oksidasi) Tahap 2 → MnO4– + 4H+ ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ → SO3 + H2O 4 Tahap 3 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O → SO3 2– + H2O ⎯⎯ SO42– + 2H+ + 2e– 32 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Di akhir rangkaian tersebut. Tahukah Anda bagaimana tubuh kita dapat melakukan semua aktivitas tersebut? Berasal darimanakah energi yang kita gunakan? Ketika makanan diuraikan di dalam sel tubuh. dan belajar merupakan kegiatan rutin yang Anda lakukan.3 Penyetaraan Reaksi Redoks dalam Suasana Basa dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi berikut menggunakan metode setengah reaksi dalam suasana basa. Tinjaulah reaksi berikut yang dilakukan dalam suasana basa. oksigen mengoksidasi elemen terakhir rantai transpor elektron sehingga terbentuk air. Akan tetapi. yaitu molekul pembawa energi di dalam makhluk hidup. terjadi pemindahan elektron yang berasal dari glukosa dan molekul makanan lainnya. kekekalan muatan dan massa terpenuhi. d. Di dalam mitokondria. Proses aliran elektron tersebut dinamakan respirasi. terjadi pelepasan energi yang digunakan untuk mensintesis molekul bernama ATP (Adenosin Trifosfat). untuk menyetarakan atom O dan H ditambahkan OH– pada kedua ruas persamaan. untuk menyetarakan atom O atau H. Tahap 2 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ → Cr2O72– + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 3 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– → Cr2O72– + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 4 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– 2– → Cr2O7 + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Pemeriksaan muatan dan massa: Evaluasi Muatan Atom C Atom H Atom O Atom Cr Ruas Kiri 6+ 3 20 10 2 (× 3) (× 1) → 3CH4O + Cr2O72– + 8H+ ⎯⎯ 3CH2O + 2Cr3+ + 7H2O Ruas Kanan 6+ 3 20 10 2 Dengan demikian. elektron yang berpindah tersebut akan melalui suatu rangkaian reaksi yang dinamakan rantai transpor elektron. Cirinya adalah penambahan ion H+ ketika penyetaraan.Sekilas Kimia Reaksi Redoks dan Kehidupan Olah raga.

B. Pengetahuan adanya transfer elektron memberikan manfaat dalam upaya mengembangkan sumber energi listrik alternatif sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Sel Elektrokimia Dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron dari reduktor ke oksidator. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b. 3. 1. → a. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(g) + AlO2– – – ⎯⎯ → MnS(s) + S(g) d. 4. Fe(OH)2(s)+ H2O2( ) ⎯⎯ Fe(OH)3(s) + H2O( ) Kerjakanlah di dalam buku latihan. Perangkat atau instrumen untuk membangun energi listrik dari reaksi kimia dinamakan sel elektrokimia. Gas klor kali pertama dibuat oleh Scheele pada 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. Evaluasi Muatan Atom Mn Atom S Atom O Atom H Ruas Kiri 8 2 3 18 2 Ruas Kanan 8 2 3 18 2 Kata Kunci • • Reaksi redoks dalam suasana asam Reaksi redoks dalam suasana basa Kegiatan Inkuiri Bandingkan kelebihan dan kelemahan antara metode PBO dan metode setengah reaksi dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) → f. MnO4 + S2 → e. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) 2+ → b. I2 dengan asam nitrat pekat. Persamaan menjadi: → 2MnO4– + (2H+ + 2OH–) + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– + 2OH– – + Penambahan OH akan menetralkan H menjadi H2O. Mn + NaBiO3(s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– ⎯⎯ AsH (g) + Zn2+ → c. Persamaan kerangkanya: → I2 + HNO3 ⎯⎯ HIO3 + NO2 Setarakan persamaan reaksi tersebut dengan metode PBO. Asam iodat. HIO3 dapat dibuat melalui reaksi iodin. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 33 . Cl2(g) → c. Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. Untuk menetralkannya tambahkan 2OH– pada kedua ruas persamaan. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+(aq) + NO(g) Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah-reaksi. H3AsO4(aq) + Zn(s) 3 – ⎯⎯ – → Br ( ) + Mn2+ d. Persamaan reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakan reaksi tersebut dengan metode PBO. Oleh karena di ruas kanan ada H2O maka terjadi penghilangan H2O pada salah satu ruas sehingga persamaan menjadi: → 2MnO4– + H2O + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + 3SO42– + 2OH– Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara sesuai kaidah kekekalan. Br +MnO4 2 → e. Bidang ilmu yang mempelajari energi listrik dalam reaksi kimia disebut elektrokimia. Tes Kompetensi Subbab A → a. 2.Tahap 4 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ + 2e– → SO3 + H2O 4 (× 2) (× 3) → 2MnO4– + 2H+ + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– Pada persamaan di atas terdapat 2H+.

Persamaan reaksi ionnya: → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) → Cu(s) Persamaan reaksi setengah selnya: → Pada elektrode Zn: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Pada elektrode Cu: Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 34 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Alat 1. Kedua tempat tersebut dihubungkan melalui rangkaian luar (aliran muatan elektron) dan rangkaian dalam atau jembatan garam (aliran massa dari ion-ion). Elektrode Zn 4.1 Prinsip Kerja Sel Volta Tujuan Untuk mengetahui potensial dan prinsip kerja dari sel volta. Cu(NO3)2 1 M Rangkaian luar Voltmeter Sumber: Sougou Kagashi Gambar 2. Oleh karena reaksi redoks dapat dipisahkan menjadi dua setengah reaksi. Pada percobaan tersebut. Voltmeter Bahan 1. Elektrode Zn Voltmeter NO3– Na+ Jembatan garam NO3– Zn2+ NO3– Zn(s) NO3– NO3– Cu2+ Cu2–(aq) + 2e– → Zn 2+ (aq) + 2e– Gambar 2. Berapakah potensial sel yang terukur dari percobaan tersebut? 2. Pertanyaan 1.5). Gelas kimia 2. 3. akan terjadi reaksi redoks di antara kedua setengah sel itu (lihat Gambar 2. sel volta pun dapat dirancang menjadi dua tempat. Anda sudah belajar merancang-bangun sel volta sederhana untuk memahami bahwa dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron yang menghasilkan energi listrik. Jika kedua rangkaian dihubungkan. Hubungkan logam Zn ke kutub negatif dan logam Cu ke kutub positif dari voltmeter (rangkaian luar). Masukkan 200 mL larutan Zn(NO3)2 1 M dan logam seng (elektrode Zn) ke dalam gelas kimia 1. Reaksi akan berjalan terus jika rangkaian dalam Elektrode Cu (jembatan garam) dihubungkan. Sel Volta Di Kelas X. Kemudian. reaksi akan terjadi hanya sesaat dan seketika itu juga reaksi berhenti. 4. Gelas ukur 3. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Hubungkan kedua larutan dalam gelas kimia dengan jembatan garam (rangkaian dalam). Mengapa terjadi beda potensial antara elektrode Zn dan Cu? 4. Simpulkan hasil pengamatan percobaan yang kelompok Anda lakukan. Aktivitas Kimia 2.5 Proses pembentukan energi listrik dari reaksi redoks dalam sel volta. Jika hanya rangkaian luar yang dihubungkan. yakni tempat untuk reaksi oksidasi dan tempat untuk reaksi reduksi.1. reaksi tidak akan terjadi jika tidak ada hubungan baik secara rangkaian luar maupun rangkaian dalam. Masukkan 200 mL larutan Cu(NO3)2 1 M dan logam tembaga (elektrode Cu) ke dalam gelas kimia 2.4.4 Sel volta sederhana Rangkaian dalam Langkah Kerja 1. Zn(NO3)2 1 M 2. Tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada setiap setengah-reaksi sel. buatlah laporannya. 2. Elektrode Cu 5. Pasang alat sel volta dalam setiap kelompok kerja Anda. 3.

jembatan garam berfungsi menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks. Kelebihan ion Zn2+ akan dinetralkan oleh ion NO3– dari jembatan garam. 2. Dalam sel elektrokimia. Demikian juga dalam larutan CuSO4 akan kelebihan ion NO3– sebab ion pasangannya (Cu2+) berubah menjadi logam Cu yang terendapkan pada elektrode Cu. Kedua elektron ini akan mengalir melewati voltmeter menuju elektrode Cu. Catatan Note Jembatan garam dapat dibuat dari: a. dalam larutan Zn(NO3)2 akan kelebihan ion Zn2+ (hasil oksidasi).Logam Zn akan teroksidasi membentuk ion Zn2+ dan melepaskan 2 elektron. Stove s wick which is soaked with NaNO3 solution constantly as long as experiment (which is droped by NaNO3 continously) Kegiatan Inkuiri Di dalam baterai komersial. untuk anode: Zn(s) Zn2+(aq) Terminal Batas fasa Larutan Contoh 2. Salt bridge could be established by: a. sel elektrokimia yang tersusun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4 dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. garis tunggal antara elektrode dan larutan menyatakan batas fasa (padat dan cair). Aturan penulisan selnya sebagai berikut. Penulisan Reaksi dari Notasi Sel Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut. Misalnya. b.4 1. tempat terjadinya reaksi oksidasi (elektrode Zn) dinamakan anode. Kedua sisi dipisahkan oleh dua buah garis yang menyatakan rangkaian dalam dan rangkaian luar. Jadi. Cu2+(a ) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Anode Rangkaian Katode Kata Kunci • • • • Sel elektrokimia Rangkaian luar Rangkaian dalam (Jembatan garam) Elektrode (terminal sel) Terminal sel atau elektrode dituliskan di ujung-ujung notasi sel. Dengan demikian. tanpa jembatan garam reaksi berlangsung hanya sesaat sebab kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks tidak ada yang menetralkan dan akhirnya reaksi berhenti seketika. Pipa U yang berisi larutan NaNO3 atau KNO3 berupa gel. Misalnya. Cu2+(aq) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Reaksi pada anode dituliskan terlebih dahulu (sisi kiri) diikuti reaksi pada katode (sisi kanan). U pipe which contains the solution of NaNO3 or KNO3 gel. Notasi Sel Elektrokimia Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrokimia dituliskan dengan aturan tertentu. sedangkan tempat terjadinya reaksi reduksi (elektrode Cu) dinamakan katode. Zn(s) + Cd2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cd(s) → Reaksi Redoks dan Elektrokimia 35 . demikian juga kelebihan ion NO3– akan dinetralkan oleh ion Na+ dari jembatan garam. apakah ada jembatan garam? Apa yang menjadi jembatan garamnya? 2. Ketika reaksi berlangsung. Fe(s) Fe2+(aq) Sn2+(aq) Sn(s) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. b. Sumbu kompor yang dibasahi terus-menerus dengan larutan NaNO3 selama percobaan (ditetesi NaNO3 secara kontinu). Kelebihan elektron pada elektrode Cu akan diterima oleh ion Cu2+ yang disediakan oleh larutan Cu(NO3)2 sehingga terjadi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu(s).

→ Anode: Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Sn (aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(s) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. Zn(s) Zn2+(aq) Cd2+(aq) Cd(s) Jika dalam reaksi sel elektrokimia melibatkan fasa gas dengan logam mulia sebagai elektrodenya. Sn2+(aq) Pt (b) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Pt H2(g) H+(aq) b.Jawab: 1. H+(aq) H2(g) Pt Tanda baca koma dapat juga dipakai sebagai notasi untuk memisahkan ion-ion yang terdapat dalam larutan yang sama atau memiliki fasa yang sama dengan elektrode logam mulia seperti Pt. aturan penulisan notasi sel volta sebagai berikut. Reaksi setengah selnya sebagai berikut.5 Penulisan Reaksi dari Notasi Sel (a) Tuliskan reaksi yang terjadi pada sel volta dengan notasi sel seperti berikut. → Anode: Ni(s) ⎯⎯ Ni2+(aq) + 2e– → Katode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. → Zn(s) + Sn4+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn2+(aq) (b) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut. Ni(s) Ni2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt 36 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Cd (aq) + 2e– ⎯⎯ Cd(s) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. → Ni(s) + 2H+(aq) ⎯⎯ Ni2+(aq) + H2(g) Jawab: (a) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut. Fe2+(aq) Pt Contoh 2. Jika pada anode terjadi reaksi oksidasi yang melibatkan gas dengan platina sebagai elektrode: H2(g) 2H+ + 2e– maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Jika pada katode terjadi reaksi reduksi yang melibatkan gas dengan → platina sebagai elektrode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut. → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Katode: Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. Zn(s) Zn2+(aq) Sn4+(aq). Fe2+(aq) Reaksi setengah sel: Fe3+(aq) + e– Notasi setengah sel: Fe3+(aq). a. → Fe(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + Sn(s) 2.

Esel = EReduksi – EOksidasi atau Esel = EKatode – EAnode Nilai potensial elektrode tidak bergantung pada jumlah zat yang terlibat dalam reaksi.6 Baterai merupakan contoh sel elektrokimia. Sumber: Sougou Kagashi Catatan Note Satuan untuk gaya gerak listrik (GGL) adalah volt. Kegiatan Inkuiri Bandingkan kereaktifan logam-logam golongan IA dan IIA. GGL (Esel) = potensial reduksi + potensial oksidasi Potensial reduksi adalah ukuran kemampuan suatu oksidator (zat pengoksidasi = zat tereduksi) untuk menangkap elektron dalam setengah reaksi reduksi. Usaha atau kerja yang diperlukan ini dinamakan aya erak istrik. Berapapun jumlah mol zat yang direaksikan. → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– Jika –EZn adalah potensial elektrode untuk setengah reaksi oksidasi. Potensial oksidasi kebalikan dari potensial reduksi dalam reaksi sel elektrokimia yang sama. Makna GGL Sel Kerja yang diperlukan untuk menggerakkan muatan listrik (GGL) di dalam sel bergantung pada perbedaan potensial di antara kedua elektrode. Reaksi setengah selnya sebagai berikut.3. nilai potensial selnya tetap. nilai GGL sel sama dengan perbedaan potensial kedua elektrode. disingkat GGL. Unit for electromotive force is volt. Manakah yang lebih reaktif? Jika logam-logam itu dihubungkan melalui kawat. Contoh: → Cu2+(a ) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V 2+ – ⎯⎯ → 2Cu(s) 2Cu (a ) + 4e ECu = ECu V Gambar 2. Potensial Elektrode dan GGL Sel Dalam sel elektrokimia. Beda potensial ini disebabkan adanya perbedaan kereaktifan logam di antara kedua elektrode. Potensial oksidasi = –Potensial reduksi Tinjaulah setengah reaksi sel pada elektrode Zn dalam larutan ZnSO4. +EZn adalah potensial untuk setengah sel reduksinya: → Potensial oksidasi: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– EZn = –EZn V 2+ → Potensial reduksi: Zn (aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Sel elektrokimia yang terdiri atas elektrode Zn dan Cu dengan reaksi setengah sel masing-masing: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Nilai GGL sel elektrokimia tersebut adalah Esel = ECu + (–EZn) = ECu – EZn Dengan demikian. manakah oksidator dan reduktornya? Reaksi Redoks dan Elektrokimia 37 . Dalam bentuk persamaan ditulis sebagai berikut. Nilai GGL sel merupakan gabungan dari potensial anode (potensial oksidasi) dan potensial katode (potensial reduksi). Oleh karena reaksi reduksi terjadi pada katode dan reaksi oksidasi terjadi pada anode maka nilai GGL sel dapat dinyatakan sebagai perbedaan potensial berikut. untuk mendorong elektron mengalir melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion di dalam larutan menuju elektrode diperlukan suatu usaha. a.

Sumber: Chemistry: The Central Science.34 V = E o – 0. melainkan salah satu saja. Untuk mengukur potensial reduksi standar tidak mungkin hanya setengah sel (sel tunggal) sebab tidak terjadi reaksi redoks. kemudian GGL selnya diukur.6 Menentukan Potensial Elektrode Standar Hitunglah potensial elektrode Cu yang dihubungkan dengan elektrode hidrogen pada keadaan standar jika voltmeter menunjukkan nilai 0.34 V = E o H Cu → 0.Catatan Note Baterai kecil dan baterai besar selama sistem selnya sama. Tombol e– Voltmeter Anode Zn e– NO 3 – Na+ – H 2(g) NO 3– Zn 2+ NO 3– bagian anode NO 3– H+ + bagian katode (elektrode hidrogen standar) 2H+(aq) + 2e– → H2(g) Zn(s) → Zn 2+(aq) + 2e– b. E°. yaitu konsentrasi larutan M (sistem larutan) atau tekanan atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu o . i. seperti ditunjukkan pada Gambar 2.5 volt.5 volt. Small and big batteries have equal cell potensial for equal cell system.34 volt. potensial yang terukur oleh voltmeter dinyatakan sebagai potensial sel pasangannya. potensial sel suatu elektrode tidak akan diketahui secara pasti. semua data potensial elektrode standar dinyatakan dalam bentuk potensial reduksi standar.00 V ⎯⎯ E o = 0. 38 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .00 V. Nilai GGL sel yang terukur dengan voltmeter merupakan selisih kedua potensial sel yang dihubungkan (bukan nilai mutlak). Menurut perjanjian IUPAC. Nilai potensial elektrode standar ini ditetapkan sama dengan nol volt atau E o + → H = 0.2000 Gambar 2. Potensial elektrode standar yang lain diukur dengan H 2 cara dirangkaikan dengan potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar. ditetapkan pada konsentrasi H+ 1 M dengan tekanan gas H2 1 atm pada 25°C.e 1. IUPAC telah menetapkan elektrode standar sebagai rujukan adalah elektrode hidrogen. potensial elektrode yang dijadikan sebagai standar adalah potensial reduksi. Misalnya.7. Berapakah nilai pasti dari potensial reduksi? Oleh karena nilai GGL sel bukan nilai mutlak maka nilai potensial salah satu sel tidak diketahui secara pasti. Dalam hal ini. Potensial Elektrode Standar (E ) Oleh karena potensial oksidasi merupakan kebalikan dari potensial reduksinya maka data potensial elektrode suatu logam tidak perlu diketahui dua-duanya. Oleh karena itu. data potensial reduksi atau data potensial oksidasi. untuk menentukan potensial reduksi standar diperlukan potensial elektrode rujukan sebagai acuan. potensial sel yang dihasilkan akan berbeda. Elektrode hidrogen pada keadaan standar. Jawab: Persamaan setengah reaksi sel yang terjadi: → Katode: Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) → Anode: H2(g) ⎯⎯ 2H+(aq) Nilai GGL sel: E°sel = E°katode – E°anode Eo 2 0. potensial reduksi standar untuk elektrode Cu adalah 0.34 V Cu Cu Jadi. Oleh sebab itu. yaitu 1. Jika salah satu elektrode dibuat tetap dan elektrode yang lain diubah-ubah. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi yang diukur pada keadaan standar. Dengan demikian.34 volt. perlu dihubungkan dengan setengah sel oksidasi. yang dapat ditentukan hanya nilai relatif potensial sel suatu elektrode. Oleh karena potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar ditetapkan sama dengan nol. potensial selnya sama. Jadi.7 Elektrode hidrogen ditetapkan sebagai elektrode standar. Contoh 2.

87 Sumber: General Chemistry.00 0.71 –2.38 –1.80 0.07 1.13 – 0. 1990 Kata Kunci • • • • • • Gaya Gerak Listrik (GGL) Elektrode hidrogen Potensial Oksidasi Potensial reduksi Perbedaan Potensial Potensial reduksi standar Kegiatan Inkuiri Dapatkah Anda mengukur kekuatan atau tenaga teman-teman Anda secara akurat? Bagaimana cara mengukurnya? c.36 1.Berdasarkan Contoh 2.41 – 0. semakin negatif nilai E°sel.6. → Oksidator + ne– ⎯⎯ Reduktor Semakin positif nilai E°sel. semakin kuat sifat oksidatornya.85 0.76 – 0.77 0.04 0.15 0.23 1.1 Nilai Potensial Reduksi Standar Beberapa Elektrode Reaksi reduksi Li+(aq) + e– Li(s) Na(s) Na+(aq) + e– Mg2+(aq) + 2e– Mg(s) 3+ – Al(s) Al (aq) + 3e H2(g) + 2OH–(aq) 2H2O( ) + 2e– 2+ – Zn (aq) + 2e Zn(s) 3+ – Cr (aq) + 3e Cr(s) Fe(s) Fe2+(aq) + 2e– Cd2+(aq) + 2e– Cd(s) 2+ – Ni(s) Ni (aq) + 2e Sn(s) Sn2+(aq) + 2e– Pb2+(aq) + 2e– Pb(s) Fe(s) Fe3+(aq) + 3e– H2(s) 2H+(aq) + 2e– Sn4+(aq) + 2e– Sn2+(aq) 2+ – Cu (aq) + e Cu+(aq) 2+ – Cu (aq) + 2e Cu(s) + – Cu (aq) + e Cu(s) I2(s) + 2e– 2I– (aq) Fe3+(aq) + e– Fe2+(aq) Ag+(aq) + e– Ag(s) Hg2+(aq) + 2e– Hg( ) 2Hg+(aq) + 2e– Hg2 (aq) – – Br2( ) + 2e 2Br (aq) O2(g) + 4H+(aq) + 4e– 2H2O( ) Cl2(g) + 2e– 2Cl–(aq) H2O2(aq) + 2H+(aq) + 2e– 2H2O( ) S2O82– (aq) + 2e– 2SO42–(aq) F2(g) + 2e– 2F–(aq) E°sel –3.16 0. semakin lemah sifat oksidatornya.66 – 0. potensial elektrode yang lain untuk berbagai reaksi setengah sel dapat diukur.83 –0.40 –0.54 0.23 – 0. Tabel 2.34 0. Sebaliknya.1 menunjukkan urutan kekuatan suatu zat sebagai oksidator (zat tereduksi).74 – 0.78 2.52 0. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 39 .01 2. Kekuatan Oksidator dan Reduktor Data potensial reduksi standar pada Tabel 2.1.04 –2.90 1. hasilnya ditunjukkan pada Tabel 2.14 –0.

reaksi akan spontan ke arah sebagaimana yang dituliskan pada persamaan reaksi. Dari atas ke bawah menunjukkan urutan bertambahnya kekuatan oksidator (zat tereduksi).77 V Jadi. Fe3+(aq). Sn sebagai reduktor (teroksidasi) dan Zn2+ sebagai oksidator (tereduksi). Potensial reduksi standar untuk masing-masing setengah sel adalah → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) E° = –0.8 Menentukan Arah Reaksi dari Potensial Elektrode Standar Sel elektrokimia dibangun dari reaksi berikut.7 Menentukan Kekuatan Relatif at Pengoksidasi dan Pereduksi Urutkan oksidator berikut menurut kekuatannya pada keadaan standar: Cl2(g). Jawab: Perhatikanlah data potensial reduksi pada Tabel 2. → Cl2(g) + 2e– ⎯⎯ 2Cl– (aq) 1. Berdasarkan pengetahuan kekuatan oksidator dan reduktor. Sn(s) Sn2+(aq) Zn2+(aq) Zn(s) Apakah reaksi akan terjadi spontan menurut arah yang ditunjukkan oleh persamaan reaksi tersebut? Jawab: Pada reaksi tersebut.1. → Reduktor ⎯⎯ Oksidator + ne– Dengan demikian. Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung secara spontan jika oksidatornya (zat tereduksi) memiliki potensial reduksi standar lebih besar atau GGL sel berharga positif. → Zn(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn(aq) Reaksi ke arah sebaliknya tidak akan terjadi sebab potensial sel berharga negatif. Zn2+ merupakan oksidator lebih kuat dibandingkan dengan Sn2+.1 untuk memperkirakan arah reaksi reduksioksidasi dalam suatu sel elektrokimia.78 V → Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 0. suatu oksidator terkuat merupakan reduktor terlemah.Berdasarkan data potensial pada Tabel 2. dapat disimpulkan bahwa suatu reduktor paling kuat merupakan oksidator yang paling lemah. Anda dapat menggunakan Tabel 2. Sebaliknya.14 V Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika zat yang berperan sebagai oksidator lebih kuat.1.36 V + → H2O2(aq) + 2H (aq)+ 2e– ⎯⎯ 2H2O( ) 1. Berdasarkan nilai E°. Contoh 2. Oleh karena itu. 40 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Reduktor paling kuat adalah logam Li dan reduktor paling lemah adalah ion F–. oksidator terkuat adalah gas fluorin (F2) dan oksidator paling lemah adalah ion Li+.76 V → Sn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(aq) E° = –0. kekuatan oksidator dari ketiga spesi itu adalah: H2O2(aq) Cl2(g) Fe3+(aq). H2O2(aq). Contoh 2.

E°sel = E°katode – E°anode E°sel = E°Cu – E°Zn = 0. Syarat bahwa sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika oksidator yang lebih kuat berperan sebagai pereaksi atau GGL sel berharga positif. salah satu dari reaksi tersebut dibalikkan. Pada reaksi tersebut yang dibalik adalah reaksi reduksi Zn2+ sebab akan menghasilkan nilai GGL sel positif. ⎯⎯ Zn2+(aq)+ 2e– → Zn(s) E° = +0.10 V Contoh 2.34 V Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Penggabungan kedua setengah reaksi tersebut menghasilkan persamaan reaksi redoks dengan nilai GGL sel positif. Esel = (Ekatode – Eanode) 0 Sel elektrokimia yang dibangun dari elektrode Zn dan Cu memiliki setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode berikut.76 V → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) E° = +0.41 V Dengan menyetarakan terlebih dahulu elektron yang ditransfer. Pembalikan setengah reaksi yang tepat adalah reaksi reduksi yang potensial setengah selnya lebih kecil.76 V 2+ – ⎯⎯ → Cu(s) E°= +0. → Zn2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Zn(s) E°= –0. → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° = +0.34 V – (–0.9 Menghitung GGL Sel dari Data Potensial Reduksi Standar Hitunglah nilai GGL sel dari notasi sel berikut. Al dijadikan anode atau reaksi oksidasi. Oleh karena itu. Pembalikan reaksi reduksi Zn2+ menjadi reaksi oksidasi akan mengubah tanda potensial selnya. setengah-reaksi Al dan potensial selnya dibalikkan: → Al(s) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3e– E° = +1.10 V Nilai GGL sel sama dengan potensial standar katode (reduksi) dikurangi potensial standar anode (oksidasi).34 V Cu (aq) + 2e Untuk memperoleh setengah reaksi oksidasi.76 V 2+ → E° = +0.d.41 V Agar reaksi berlangsung spontan.66 V Al3+(aq) + 3e– ⎯⎯ Al(s) 2+ – ⎯⎯ → Fe(s) Fe (aq) + 2e E° = –0.76 V) = 1.66 V → Fe2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Fe(s) E° = –0. Al(s) Al3+(aq) Fe2+(aq) Fe(s) Jawab: Setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode standar masing-masing adalah: → E° = –1. Metode ini merupakan cara alternatif untuk menghitung GGL sel. kemudian kedua reaksi setengah sel digabungkan sehingga nilai GGL sel akan diperoleh: Reaksi Redoks dan Elektrokimia 41 .34 V → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) E°sel = +1. Penentuan GGL Sel Nilai GGL sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan tabel potensial elektrode standar.

Cu2+. Oleh karena itu pada sel elektrolisis di anode akan terjadi reaksi oksidasi dan dikatode akan terjadi reaksi reduksi. Hitunglah GGL sel yang dibangun dari sel dengan notasi berikut. Data potensial reduksi standar untuk reaksi setengah sel adalah → Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) E° = 0. Urutkan kekuatan zat-zat berikut sebagai oksidator dan sebagai reduktor: Zn2+. Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut.77 V Tuliskan persamaan reaksi sel yang dapat berlangsung spontan. Kemudian. Sel Elektrolisis Sel volta menghasilkan arus listrik searah ketika reaksi redoks di dalam sel terjadi secara spontan. 9. Cd(s) Cd2+(aq) Cl+(aq) Cl2(g) Pt 5. 1. Ni(s) Ni2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) Kerjakanlah di dalam buku latihan. Ag+. → Cu2+(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ Cu(s) + I2(s) 8. anode (–) dan katode (+). Prinsip Elektrolisis Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik. → Cd(s) ⎯⎯ Cd2+(aq) + 2e– 2+ → Pb (aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) 3. O2. Mg2+. 42 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .→ 2Al(s) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 6e– 2+ → 3Fe (aq) + 6e– ⎯⎯ 3Fe(s) E° = +1. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel elektrolisis sama seperti pada sel volta.66 V E° = –0. anode (+) dan katode (–).15 V 3+ – ⎯⎯ → Fe2+(aq) Fe (aq) + e E° = 0. → Fe3+(aq) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(a ) + Sn4+(a ) 6. sedangkan katode dihubungkan dengan kutub negatif. Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut. Adapun sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta.25 V Tes Kompetensi Subbab B 7. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel. Sn. Fe(s) Fe2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) 4. Arus listrik yang digunakan adalah arus searah (direct current = ). Tuliskan reaksi sel volta secara lengkap dari notasi sel berikut. 1. sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya. cairan. Tunjukkan pula katode dan anodenya. tunjukkan arah aliran elektron dan aliran ionion dalam jembatan garam. C. Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi listrik. H2O. yakni menerapkan arus listrik searah untuk mendorong agar terjadi reaksi elektrokimia di dalam sel. yaitu anode (reaksi oksidasi) dan katode (reaksi reduksi). atau larutan. Fe(s) Fe3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) 10. Pada sel volta. Tuliskan notasi untuk sel volta dengan setengah reaksi berikut. Al(s) Al3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) b. Zat yang terurai dapat berupa padatan. 2.41 V → 2Al(s) + 3Fe2+(aq) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 3Fe(s) E° = 1. Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub elektrode. Manakah reaksi redoks berikut yang akan berlangsung spontan jika dilakukan pada keadaan standar? a. Rakitlah sel volta yang dibangun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. Apakah reaksi akan spontan menurut arah yang ditunjukkan dalam persamaan berikut.

Simpulkan hasil pengamatan dari percobaan yang Anda lakukan dan diskusikan dengan guru Anda.2 Elektrolisis Air Tujuan Mengetahui cara kerja dari sel elektrolisis. H2SO4 1M Langkah Kerja 1. kemudian tambahkan 1 mL larutan H2SO4 1 M. Celupkan 2 buah elektrode karbon ke dalam gelas kimia besar dan isi dengan air hingga penuh.8. 4. 5. Apakah terbentuk gas dalam tabung reaksi? Berapakah perbedaan volume gas dalam tabung reaksi itu? 4. 2. Gelas kimia 2. Tabung reaksi Bahan 1.8 Sel elektrolisis Ketika kedua elektrode karbon dihubungkan dengan sumber energi listrik arus searah. Mengapa dalam elektrolisis di atas harus ditambahkan H2SO4? 2. Kabel e– e– Larutan Katode (–) Anode (+) Plat logam Gambar 2.Aktivitas Kimia 2. volume gas O2 adalah 10 mL.9). Jika volume gas H2 20 mL. Pertanyaan 1. 3. Pasang perangkat sel elektrolisis seperti Gambar 2. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 43 .9 Sel elektrolisis Hoffman Gas-gas apa sajakah yang terbentuk pada setiap lengan dari sel Hoffman? Kegiatan Inkuiri Dapatkah arus listrik bolak-balik (alternating current = A ) dipakai dalam sel elektrolisis? Diskusikan di dalam kelas. Tuangkan 250 mL air ke dalam gelas kimia. Alat 1. Accumulator Gambar 2. yaitu penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2. Air 2. dalam sel elektrolisis terjadi reaksi redoks. Alat ini dilengkapi elektrode platina dalam tabung penampung gas berskala sehingga volume gas hasil elektrolisis mudah diukur. 4. Hubungkan kedua elektrode itu dengan sumber arus searah (baterai atau adaptor) yang memiliki GGL sekitar 6 – 12 volt. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis. Baterai 6–12 volt 5. Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis adalah → Anode (+) : 2H2O( ) ⎯⎯ O2(g) + 4H+(aq) + 4e– → Katode (–) : 4H2O( ) + 4e– ⎯⎯ 2H2(g) + 4OH–(aq) (oksidasi O2–) (reduksi H+) Reaksi → : 2H2O( ) ⎯⎯ 2H2(g) + O2(g) Berapakah perbandingan volume gas H2 dan O2 yang terbentuk pada kedua tabung reaksi? Berdasarkan persamaan reaksi redoks dapat diramalkan bahwa perbandingan volume gas H2 terhadap O2 adalah 2 : 1. Apa yang terjadi pada permukaan kedua elektrode? 3. Alat yang akurat untuk penyelidikan elektrolisis air adalah alat elektrolisis Hoffman (Gambar 2. Gelas ukur 6. Elektrode karbon 3.

76 V E° = –0. Perkiraan ini cocok dengan pengamatan. ion I memenangkan persaingan sebab nilai E° lebih besar dibandingkan molekul H2O.71 V Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH–(aq) E° = –0. H2O lebih berpotensi direduksi dibandingkan ion Na+ sebab memiliki nilai E° lebih besar.2. Untuk mengetahui pemenangnya dapat dilihat data potensial reduksi standar. Spesi mana yang akan keluar sebagai pemenang? Pertanyaan tersebut dapat dijawab berdasarkan nilai potensial elektrode standar. Jawab: Di anode terjadi persaingan antara ion SO42– dan H2O dan di katode terjadi persaingan antara ion Zn2+ dan H2O. Persamaan reaksinya: → Katode: 2Zn2+(aq) + 4e– ⎯⎯ 2Zn(s) ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → Anode: 2H2O( ) 2 → Reaksi: 2ZnSO4(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2Zn(s) + O2(g) + 2H2SO4(aq) 44 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion I– (keduanya berpotensi dioksidasi). Misalnya larutan NaI.83 V 2H2O( ) + 2e 2 Berdasarkan nilai potensialnya.23 V 2H2O( ) 2 – Berdasarkan nilai potensial.01 V E° = –1. Setengah reaksi reduksi di katode: → E° = –2. Demikian juga di anode. Elektrolisis Larutan Elektrolisis larutan berbeda dengan elektrolisis air. di katode terjadi reduksi ion Zn2+ dan di anode terjadi oksidasi H2O. Setengah reaksi oksidasi di anode: → E° = –0. terdapat ion Na+ dan ion I–.10 Menentukan Reaksi Redoks dalam Sel Elektrolisis Tuliskan reaksi sel elektrolisis untuk larutan ZnSO4. gas H2 dilepaskan di katode. Reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis: → Katode: 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) – ⎯⎯ I (g) + 2e– → Anode: 2I (aq) 2 → Reaksi: 2H2O( ) + 2I–(aq) ⎯⎯ H2(g) + I2(g) + 2OH–(aq) Kata Kunci • • • Elektrolisis Arus listrik Arus searah Contoh 2. Kedua ion ini bersaing dengan molekul air untuk dielektrolisis. Di katode terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion Na + (keduanya berpotensi untuk direduksi).23 V Di anode (–): reaksi oksidasi → 2SO42–(aq) ⎯⎯ S2O82–(aq) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → 2H2O( ) 2 Berdasarkan data potensial di atas. Di katode (+): reaksi reduksi → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH-(aq) 2H2O( ) + 2e 2 E° = –0.83 V E° = –2.54 V 2I–(aq) ⎯⎯ I2(g) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → E° = –1.

75 Aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. muatan listrik yang terlibat dalam sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan muatan elektron yang terlibat dalam reaksi redoks pada sel elektrokimia. Stoikiometri Elektrolisis Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Dalam sel volta maupun sel elektrolisis terdapat hubungan kuantitatif antara jumlah zat yang bereaksi dan muatan listrik yang terlibat dalam reaksi redoks. yaitu 96. jika muatan listrik dapat dihitung maka massa zat yang bereaksi di elektrode dapat ditentukan. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan banyaknya zat yang bereaksi berdasarkan jumlah muatan listrik yang digunakan dalam rentang waktu tertentu. = i×t faraday 96. Contoh: → Cu2+ + 2e– ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63. Arus listrik dan waktu Muatan (C) atau faraday (F) 1 Cl (g) + e– 2 2 Kata Kunci • • • • Muatan listrik Hukum I Faraday Stoikiometri elektrolisis Massa ekuivalen zat Mol elektron Mol at Massa volume at Reaksi Redoks dan Elektrokimia 45 . Oleh karena itu. Dalam sel elektrokimia. Besarnya muatan ini dapat ditentukan dari jumlah arus listrik yang mengalir dan lama waktu elektrolisis: = i (A) × t (detik).3.485 C mol –1. Example: → Cu2+ + 2e ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63. diketahui bahwa muatan elektron: e = 1. Massa ekuivalen zat yang diendapkan pada elektrode akan setara jika muatan listrik yang dialirkan ke dalam sel sama. Perhitungan dapat dimulai dari arus listrik yang mengalir selama waktu tetentu atau jumlah zat yang terlibat dalam reaksi redoks. besarnya muatan listrik ( ) tersebut adalah sebagai berikut. dilambangkan dengan . Jika lelehan NaCl dielektrolisis.022 × 1023 mol–1) (1. Catatan Note Massa ekuivalen zat (meq) adalah massa relatif zat per satuan muatannya.75 2. massa zat yang diendapkan pada suatu elektrode sebanding dengan besarnya muatan listrik (aliran elektron) yang terlibat di dalam sel. Pernyataan ini merupakan prinsip dasar Hukum Faraday. 5 2 = 31. yaitu: 1. Berdasarkan hasil penyelidikan Millikan (model tetes minyak).485 C mol–1 Nilai muatan listrik untuk satu mol elektron ditetapkan sebesar satu faraday. tahap-tahap perhitungan stoikiometri elektrolisis ditunjukkan pada diagram berikut. → Katode (–) : Na+( ) + e– ⎯⎯ Na(s) → Anode (+) : Cl–( ) ⎯⎯ Untuk mereduksi satu mol ion Na+ diperlukan satu mol elektron atau diperlukan muatan sebesar satu faraday. muatan listrik yang terjadi jika satu mol elektron ditransfer adalah = (6. Secara umum. 5 2 = 31. ionion Na+ bermigrasi menuju anode dan ion-ion Cl– bermigrasi menuju anode. Dalam satuan Faraday. Oleh karena itu. yaitu: = 96. Molecule s ekuivalen mass is molecule s relative mass for each charge. Tinjaulah elektrolisis lelehan NaCl.485 C mol–1 Arus listrik sebesar i ampere yang mengalir selama t detik menghasilkan muatan listrik: = i × t coulomb.485 Berdasarkan Hukum I Faraday .60218 × 10–19 C) = 96.60218 × 10–19 C.

200 C Tahap 2: Tentukan jumlah mol elektron yang setara dengan muatan listrik 1 mol e– = 1 faraday = 96.2 × 10–3 mol. Berapakah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit? Jawab: 1.4 × 10–3 mol 96. 2.485 C mol-1 Tahap 3: Elektron yang mengalir digunakan untuk mereduksi ion Cu2+ menurut persamaan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Jadi.5gmol −1 Jumlah mol elektron yang digunakan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 2mol e ×0.4 × 10–3 mol elektron dapat mengendapkan ion Cu2+ sebanyak: 1 mol Cu 2+ ×12. 12. seperti ditunjukkan pada Gambar 2.2 A Jadi. seperti hubungan kuantitatif antara arus listrik dan reaksi kimia dalam sel elektrokimia.10. Apakah elektrolisis beberapa larutan dapat dirangkaikan secara paralel? + 46 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .03 mol Cu = 0.11 1. bagaimanakah hubungan muatan dan berat ekuivalen zat? – Gambar 2.06 mol e– 1mol Cu 2+ Sumber: Chemistry: The Central Science.200 C: Sekilas Kimia Michael Faraday (1791–1867) 1.789 C = i × 1. Tahap 4: Massa Cu yang diendapkan di katode sebesar 6. 2000 Pada 1812.485 C mol–1 = 5. 2 g logam Cu diendapkan pada katode. Muatan listrik yang digunakan: 0.200 C = 12.5 g mol–1 = 0. Jumlah mol Cu = 2g 0.5.06 mol × 96.395 g 2.10 Elektrolisis beberapa larutan yang dirangkaikan secara seri.4 × 10–3 mol e– = 6. arus listrik yang harus dialirkan selama 30 menit adalah 3. Tahap 1: Tentukan muatan listrik yang digunakan =i×t = 2 A × 600 s = 1. Dalam elektrolisis larutan CuSO4. Diketahui Ar Cu = 63. Dia berhasil melakukan penemuan-penemuan penting.800 detik i = 3.Contoh 2.2 ×10–3 mol × 63.2 × 10–3 mol 2 mol e− Jadi. jumlah ion Cu2+ yang diendapkan sebanyak 6.03 mol 63. Jika sejumlah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri.485 C mol–1 Jumlah mol elektron untuk 1. dia menjadi asisten di laboratorium Humphry Davy di Royal Institution.789 C Jumlah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit: → = i t ⎯⎯ 5.2 A. Menghitung Berat at yang Diendapkan dalam Sel Elektrolisis Hitunglah massa Cu yang dapat diendapkan di katode jika arus listrik 2 A dialirkan ke dalam sel elektrolisis larutan Cu2+ selama 10 menit.

Reaksi Redoks dan Elektrokimia 47 . Endapan Cu dalam kedua sel sama sebab arus yang mengalir tetap. Jika larutan CuSO4 dan AgNO3 dirangkaikan secara seri.Menurut Hukum II Faraday . tembaga dilapisi perak atau emas agar lebih bernilai.039 C= 2. Menurut Hukum II Faraday : Oleh karena sel dirangkaikan secara seri. besi dilapisi nikel agar tahan karat. sel pertama mengandung CuSO4 1 M dan sel kedua mengandung CuSO4 2 M. Hubungan massa ekuivalen dan massa zat (dalam satuan gram) yang diendapkan di katode dirumuskan sebagai berikut.5. 987 g 96. = 2. i arus listrik yang dialirkan (ampere). arus listrik yang mengalir ke dalam setiap sel tetap.967 g 4. 5 2 Massa Cu = × 0.5 A × 600 s = 0. Contoh 2. 5 2 Kata Kunci • • Hukum II Faraday Electroplating (penyepuhan) × m eq i t 0. Diketahui Ar Cu = 63. 2. m eq i t Massa Cu = 1.12 Penerapan Hukum II Faraday Dua buah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri. Massa zat = m eq i t dengan meq adalah massa ekuivalen. a. dan t adalah waktu elektrolisis (detik). kemudian dielektrolisis dan mengalami setengah reaksi reduksi sebagai berikut. Hitunglah massa Cu yang diendapkan pada setiap sel jika arus yang dialirkan sebesar 0. Jawab: 1.039 C 63. massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap. → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Berapakah massa Cu yang diendapkan jika dalam sel elektrolisis AgNO3 ditemukan 10 g perak? Diketahui Ar Ag = 107. Penyepuhan (electroplating) Penyepuhan (electroplating) adalah suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil terhadap cuaca atau untuk menambah keindahannya. Cu = 63. Oleh karena pada rangkaian sel secara seri.5 A selama 10 menit. Massa Ag = 10 g 1 63.5. arus yang mengalir tetap sehingga massa ekuivalen Cu sama dalam setiap sel. Contohnya. juga dalam pengolahan dan pemurnian logam. Anda dapat menentukan berat zat dalam setiap sel elektrolisis dengan zat yang berbeda. Aplikasi Elektrolisis Prinsip elektrolisis banyak diterapkan dalam pelapisan logam dengan logam yang lebih baik (electroplating).485C mol −1 it → it = 107 = 0.

Celupkan lempengan dan batang nikel ke dalam larutan dan hubungkan dengan arus listrik searah. nikel. Amatilah proses yang terjadi. Alat 1. tetapi tidak tahan terhadap cuaca sehingga mudah berkarat. besi dicelupkan ke dalam sel berisi larutan logam yang akan dilapiskan. seperti seng. Logam tembaga diolah melalui pemanggangan tembaga(II) sulfida. Buatlah dalam kelompok kerja Anda perangkat sel elektrolisis seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut Anode(+) Ni Katode(–) Fe DC Ni2+ NiCl2 Ni(s) → Ni 2+ (aq) + 2e– Ni2+(aq) + 2e– → Ni(s) 2. Batang nikel 3. kemudian dimurnikan secara elektrolisis. Aktivitas Kimia 2. Sumber arus 4. Agar besi tahan terhadap karat maka permukaan besi sering dilapisi oleh logam yang lebih stabil. Dalam praktiknya. Bejana 2. Cincin besi ditempatkan sebagai katode (–) dan batang nikel sebagai anode (+). logam aluminium diolah dan dimurnikan secara elektrolisis dari mineral bauksit. Pertanyaan 1. atau perak. Contoh. b. Jelaskan proses yang terjadi pada penyepuhan logam tersebut? 2. 3. Cincin besi Bahan NiCl2 1M Langkah Kerja 1. Presentasikan hasil pengamatan kelompok Anda di depan kelas. Pemurnian Logam Prinsip elektrolisis banyak diterapkan pada pengolahan dan pemurnian logam. 48 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Agar logam mengendap pada besi maka besi dijadikan sebagai katode. 4. Lakukan oleh Anda percobaan berikut. Siapkan larutan NiCl 2 1M dalam suatu bejana dan batang nikel berikut lempengan yang akan dikerjakan.3 Penyepuhan Besi dengan Nikel Tujuan Melakukan penyepuhan besi dengan nikel.Logam besi banyak dipakai untuk berbagai aplikasi.

dan Ni2+ tetap berada dalam larutan sebagai ion-ionnya. Tuliskan reaksi yang terjadi di dalam sel elektrolisis. molekul H2O dan ion Cu2+(aq) b. dan ion Ni2+(aq) Manakah yang akan mengalami oksidasi jika di anode terdapat spesi berikut. a. 9. ion Al3+(aq). Berapakah massa logam Cu. seperti emas. perak.5 A? Jika arus digunakan 5 A. Tes Kompetensi Subbab 1. Proses Hoopes adalah proses elektrolisis untuk memurnikan aluminium. a. ion Cl–(aq). sedangkan lelehannya dapat dielektrolisis? Jika larutan Hg(NO3)2 dielektrolisis pada arus tetap 1. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 49 . 4. keduanya dicelupkan dalam larutan CuSO4. Selama elektrolisis terjadi reaksi sebagai berikut. 2000 Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode dan logam tembaga murni ditempatkan sebagai katode.6 liter (STP) dan dihubungkan secara seri dengan sel-sel logam? 11. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Adanya logamlogam yang lebih reaktif. Pada elektrolisis larutan AgNO3 diendapkan logam Ag sebanyak 2 g. 6. kemudian hitunglah massa zat yang dihasilkan pada masing-masing elektrode jika arus yang digunakan sebesar 5 A selama 1 jam. dan platina membentuk endapan lumpur di dasar sel anode. logam magnesium. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Hitunglah massa I2 yang terbentuk pada elektrolisis larutan NaI jika dihubungkan secara seri dengan larutan AgNO3.11 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis. Aluminium murni terbentuk di daerah katode. Fe. tentukan waktu untuk mengendapkan satu mol logam natrium. 10. Mengapa NaCl padat tidak dapat dielektrolisis. M Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science. dan Au yang akan diendapkan jika diketahui volume gas H2 yang terbentuk pada sel elektrolisis HCl sebanyak 5. 5. dan ion F–(aq) Mengapa larutan di sekitar katode menjadi basa jika larutan Na2SO4 dielektrolisis? Jelaskan senyawa apa yang dihasilkan jika lelehan NaCl dielektrolisis. Berapakah perbandingan massa O2 terhadap massa H2 yang dihasilkan jika larutan Na2SO4 dielektrolisis selama 2. molekul H2O. 7. hitunglah massa logam Hg yang diendapkan pada katode. seperti Zn2+.5 jam dengan arus 1. → Anode (+): Cu(s) ⎯⎯ Cu2+(aq) + 2e– 2+ → Katode (–): Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Logam-logam pengotor yang kurang reaktif. molekul H2O dan ion Fe2+(aq) b.5 A selama 45 menit. molekul H2O. 2. 3.– + Katode Anode Cu2+ Cu M x+ Cu Gambar 2. 8.11. dan logam aluminium. C Tentukanlah produk elektrolisis larutan MgCl2. Manakah yang akan mengalami reduksi jika di katode terdapat spesi berikut.

selain logam emas umumnya logam-logam memiliki potensial reduksi standar lebih rendah dari oksigen. Definisi Korosi Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. Untuk dapat mengendalikan korosi tentu harus memahami bagaimana mekanisme korosi pada besi. Jadi.nH2O(s) ⎯⎯ Fe CO (s) + H (g) → Fe(s) + CO2(g) + H2O( ) 2 3 2 Oleh karena korosi dapat mengubah struktrur dan sifat-sifat logam maka korosi cenderung merugikan. Logam yang terkorosi disebabkan karena logam tersebut mudah teroksidasi. Jika setengah reaksi reduksi logam dibalikkan (reaksi oksidasi logam) digabungkan dengan setengah reaksi reduksi gas O 2 maka akan dihasilkan nilai potensial sel. Menurut tabel potensial reduksi standar.60 V Catatan Note Emas dengan potensial reduksi standar 1. Esel positif. 2. 1.12. Berdasarkan data potensial reduksi standar. CO 2. → 4Fe(s) + O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3.5 V lebih besar dibandingkan potensial reduksi standar gas O2 (1.D. hampir semua logam dapat bereaksi dengan gas O2 secara spontan. Udara O2 Endapan karat Fe2O3. korosi pada besi menjadi besi oksida atau besi karbonat.12 Proses korosi pada besi Reaksi di katode: O2 + 4H+ + 4e– → 2H2O atau O2 + 2H2O + 4e– → 4OH– 50 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Korosi dan Pengendaliannya Aplikasi lain dari prinsip elektrokimia adalah pemahaman terhadap gejala korosi pada logam dan pengendaliannya. Mekanisme Korosi pada Besi Oleh karena besi merupakan bahan utama untuk berbagai konstruksi maka pengendalian korosi menjadi sangat penting.nH2O Fe2+(aq) Tetes air Daerah katodik e– Daerah anodik Reaksi di anode: Fe(s) → Fe2+ + 2e– Besi Sumber: Chemistry: The Central Science. → 4Fe(s) + 3O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. Korosi dapat juga terjadi akibat suhu tinggi.95 V → Zn(s) + O2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ Zn(OH)4(s) Esel = 0. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Di alam emas terdapat sebagai logam murni. atau H2S.nH2O(s) Esel = 0. Diperkirakan sekitar 20% logam rusak akibat terkorosi pada setiap tahunnya. yaitu lingkungan yang lembap (mengandung uap air) dan diinduksi oleh adanya gas O2. Gold behaves as pure metal in nature. Korosi pada logam dapat juga dipandang sebagai proses pengembalian logam ke keadaan asalnya. 2000 Gambar 2.23 V) sehingga emas tidak terkorosi di udara terbuka. yaitu bijih logam. Standard potensial reduction of gold is 1.5 V greater than O2 so that the corrotion wouldn t occure in the air. Korosi tergolong proses elektrokimia. Misalnya. diketahui bahwa logam-logam selain emas umumnya terkorosi (teroksidasi menjadi oksidanya). Beberapa contoh logam yang dapat dioksidasi oleh oksigen ditunjukkan pada persamaan reaksi berikut.

NaCl 0.4 Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi Tujuan Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi. Warna ini bergantung pada jumlah molekul H2O yang terikat pada karat. CaCl2 3. Fe(OH) 2 yang terbentuk dioksidasi oleh oksigen membentuk karat. • • • Kata Kunci Korosi Daerah katodik Daerah anodik Aktivitas Kimia 2.nH2O(s) Karat Akibat adanya migrasi ion dan elektron. → Fe2+(aq) + 4OH–(aq) ⎯⎯ Fe(OH)2(s) → 2Fe(OH)2(s) + O2(g) ⎯⎯ Fe2O3.Besi memiliki permukaan tidak halus akibat komposisi yang tidak sempurna. Air 2. Oli 4. sebagaimana ion-ion melewati jembatan garam dalam sel volta dan bereaksi dengan ion-ion OH – membentuk Fe(OH) 2. Anda tentu dapat menyimpulkan faktor-faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi dapat dihindari.13 Mekanisme korosi pada besi Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai berikut (lihat mekanisme pada Gambar 2. karat sering terbentuk pada daerah yang agak jauh dari permukaan besi yang terkorosi (lubang).5% 5. 3. Ampelas Bahan 1.13): → 4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. sebagaimana elektron mengalir melalui rangkaian luar pada sel volta menuju daerah katodik hingga terjadi reduksi gas oksigen dari udara: → O2(g) + 2H2O(g) + 2e– ⎯⎯ 4OH–(aq) OH– (aq) O2(g) + H2O(g) + 2e– Daerah katodik Fe2+(aq) Fe(s) Daerah anodik Ion Fe2+ yang larut dalam tetesan air bergerak menuju daerah katodik. Alat 1. Paku 3. Aseton 1 2 Kapas + CaCl2 paku udara + air udara tanpa air Air sudah dididihkan air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Reaksi Redoks dan Elektrokimia 51 .nH2O(s) Gambar 2. juga akibat perbedaan tegangan permukaan yang menimbulkan potensial pada daerah tertentu lebih tinggi dari daerah lainnya. Pada daerah anodik (daerah permukaan yang bersentuhan dengan air) terjadi pelarutan atom-atom besi disertai pelepasan elektron membentuk ion Fe2+ yang larut dalam air. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Korosi Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi. Warna pada karat beragam mulai dari warna kuning hingga cokelatmerah bahkan sampai berwarna hitam. → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– Gambaran umum proses korosi besi Fe(OH)2(s) + O2(g) → Karat Elektron yang dilepaskan mengalir melalui besi. Tabung reaksi 2.

Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya sudah diampelas dan dibersihkan dengan aseton. tetapi seng tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah. 4. Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir). 6. 5. Ada tiga metode umum untuk mengendalikan korosi. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi. proteksi katodik. Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Misalnya. seperti dapat dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(g) + 2e– → Eo= –0. Faktor ini cenderung meningkatkan kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi. Apa kesimpulan Anda tentang percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok Anda. Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara maupun uap air yang masuk. korosi tidak terjadi. Korosi dapat terjadi jika ada udara (khususnya gas O2) dan air. Pertanyaan 1. Metode Pelapisan (Coating) Metode pelapisan adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam besi. logam besi (paku) akan terkorosi yang dibuktikan oleh terbentuknya karat (karat adalah produk dari peristiwa korosi).44 V Eo= –0.Langkah Kerja 1. 7. Ion-ion klorida juga membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan ion Fe3+. Setelah dibiarkan beberapa hari.5% (sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0. Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan tabung ditutup rapat. a. melainkan berkorban demi besi. Pengendalian Korosi Korosi logam tidak dapat dicegah. Jika hanya ada air atau gas O2 saja. Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. yaitu pelapisan (coating). tetapi dapat dikendalikan seminimal mungkin. 2. Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses korosi. Kekerasan karat meningkat dengan cepat oleh adanya garam sebab kelarutan garam meningkatkan daya hantar ion-ion oleh larutan sehingga mempercepat proses korosi. 3. dan penambahan zat inhibitor korosi. Sediakan 5 buah tabung. yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup rapat. 4.76 V 52 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hal ini disebabkan dalam larutan garam terdapat ion-ion yang membantu mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil oksidasi. Kedua logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi) sehingga besi terlindung dari korosi. Pasivasi adalah pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari selama 3 hari. Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut. dengan pengecatan atau penyepuhan logam. Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak berkarat? 2.

Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi. Baja stainless steel terdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil krom dan nikel. Kegiatan Inkuiri Aluminium memiliki potensial oksidasi lebih tinggi daripada besi. logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru dan selalu diperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi hidroksidanya. → Anode : 2Mg(s) ⎯⎯ 2Mg2+(aq) + 4e– → Katode : O2(g) + 2H2O ( ) + 4e– ⎯⎯ 4OH–(aq) → Reaksi : 2Mg(s) + O2(g) + 2H2O ⎯⎯ 2Mg(OH)2(s) Oleh sebab itu. Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga tidak terkorosi.2000 Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut.14. seperti pipa ledeng. dan tanki penyimpan BBM.Oleh karena itu. Mg akan teroksidasi terlebih dahulu. Jika pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan normal (tanpa seng).14 Proses katodik dengan menggunakan logam Mg. seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Proteksi Katodik Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk mengendalikan korosi besi yang dipendam dalam tanah. Tanah yang mengandung elektrolit Permukaan tanah Pipa besi Kabel Gambar 2. Proteksi katodik ditunjukkan pada Gambar 2. Logam reaktif seperti magnesium dihubungkan dengan pipa besi. pipa pertamina. Jika semua logam Mg sudah menjadi oksida maka besi akan terkorosi. Magnesium (anode) Sumber: Chemistry: The Central Science. tetapi mengapa aluminium banyak digunakan sebagai rangka atau peralatan dan tidak tampak terkorosi sebagaimana besi? b. Oleh karena logam Mg merupakan reduktor yang lebih reaktif dari besi. Kata Kunci • • • • Coating (pelapisan) Proteksi katodik Pasivasi Galvanisir Reaksi Redoks dan Elektrokimia 53 .

54 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin. Contoh inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat. yaitu inhibitor anodik. D 3. 4. 1) Inhibitor anodik Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Mengapa besi teroksidasi sangat lambat? Jelaskan. Inhibitor korosi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pengendaliannya. inhibitor katodik. 3) Inhibitor campuran Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses di katodik dan anodik secara bersamaan. dan inhibitor teradsorpsi. tannin. yaitu sebagai inhibitor katodik dan anodik. 2.7–tetraaza– adamantane.5. Mengapa logam besi berperan sebagai katode jika dihubungkan dengan logam magnesium atau seng? Jelaskan. Apa yang dimaksud dengan inhibitor? Bagaimana kerja dari masing-masing inhibitor? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Contoh jenis inhibitor ini adalah merkaptobenzotiazol dan 1. dan fosfat. 4) Inhibitor teradsorpsi Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam.3. dan garam sulfit. Tes Kompetensi Subbab 1.c. Contoh inhibitor anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan senyawa molibdat. inhibitor campuran. Kata Kunci • • Inhibitor korosi Lingkungan korosif Penambahan Inhibitor Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi. molibdat. Pada umumnya inhibitor komersial berfungsi ganda. 2) Inhibitor katodik Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik. (Gunakan data potensial sel) Adakah persamaan antara proses korosi besi dan sel volta? Jelaskan. misalnya penangkapan gas oksigen (o ygen scavenger) atau pengikatan ion-ion hidrogen.

2. 12. Potensial atau GGL sel adalah daya dorong elektron agar dapat mengalir dari anode menuju katode. Dalam sel elektrolisis. Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. Kutub listrik pada anode negatif dan kutub listrik pada katode positif. 6. Jembatan garam berisi larutan garam. Sel volta adalah sel elektrokimia yang mengubah reaksi redoks menjadi energi listrik. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 55 . oksidasi terjadi pada anode dan reduksi terjadi pada katode. Sel elektrolisis banyak digunakan untuk pengolahan dan pemurnian logam serta pelapisan logam (electroplating). Sel elektrolisis disusun dari dua elektrode (katode dan anode) dan larutan elektrolit. maupun penambahan inhibitor. Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang merupakan kebalikan dari sel volta. dalam sel elektrolisis. Di anode terjadi reaksi oksidasi dan di katode terjadi reaksi reduksi (sama dengan sel volta). energi listrik dipasok untuk mendorong reaksi redoks tidak spontan menjadi spontan. Jumlah zat yang terendapkan pada katode. yang memisahkan reaksi menjadi dua bagian reaksi. Jika potensial sel elektrokimia berharga positif . 11. 14. yaitu lingkungan lembap dan diinduksi oleh adanya gas O2 atau CO2. proteksi katodik. suhu 25°C. kutub anode (+) dan katode (–). Dalam sel volta. Jembatan garam berfungsi sebagai penghubung kedua elektrode secara internal untuk menetralkan ion-ion berlebih selama proses redoks berlangsung. 5. 10. reaksi dalam sel akan berlangsung spontan.Rangkuman 1. Persamaan reaksi redoks dapat disetarakan dengan metode bilangan oksidasi dan metode setengah-reaksi. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi setengah sel yang diukur pada keadaan standar (konsentrasi 1 M. 9. tetapi dapat dikendalikan. 7. Berlangsung tidaknya suatu sel elektrokimia dapat diramalkan berdasarkan nilai potensial reduksi standar. 8. Korosi tidak dapat dicegah. Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam lingkungan yang korosif dengan konsentrasi relatif sedikit untuk mengendalikan korosi. sebaliknya tidak terjadi. Sel volta disusun dari dua elektrode yang dihubungkan secara internal melalui jembatan garam dan secara eksternal melalui rangkaian kabel yang dapat dihubungkan dengan lampu listrik atau voltmeter. 4. Sebagai standar untuk pengukuran potensial sel reduksi adalah elektrode hidrogen. Perbedaannya. 3. dan tekanan udara 1 atm). Elektrokimia adalah bidang kimia yang mengkaji energi listrik dalam reaksi kimia. baik dengan cara pelapisan logam (coating). arus listrik dan waktu elektrolisis yang diperlukan dapat dihitung berdasarkan Hukum Faraday. 13.

seperti pelapisan logam (coating). dan penambahan inhibitor. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari reaksi redoks dan elektrokimia? 56 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . diskusikan dengan teman atau guru Anda. yang dapat menguatkan pemahaman Anda terhadap penyetaraan reaksi redoks baik dengan metode perubahan bilangan oksidasi maupun dengan metode setengah reaksi. Dengan menggunakan prosedur yang sudah baku. Aplikasi sel elektrolisis di antaranya berguna untuk pengendalian korosi dengan berbagai cara. Pada bab ini juga Anda dapat memahami prinsip elektrolisis. proteksi katodik. Pemahaman konsep redoks dapat memperkirakan apakah suatu reaksi berlangsung spontan atau tidak.Peta Konsep Metode PBO Redoks berdasarkan disetarakan dengan Metode setengah reaksi merupakan Elektrokimia Sel elektrokimia terdiri atas terdiri atas Katode merupakan Kutub positif Anode Katode terdiri atas merupakan Kutub negatif Kutub negatif Anode Sel elektolisis berdasarkan merupakan Kutub positif Hukum Faraday Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 2 ini? Bagian manakah dari materi Bab 2 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Anda juga dapat menerapkan beberapa aplikasi teknologi yang berkaitan dengan proses penyediaan energi. Pada bab ini Anda telah mempelajari reaksi redoks dan prinsip elektrokimia (sel volta).

10. yaitu. 12 D.52 volt D. 6. HNO3 C. 8. terurai tanpa mengalami oksidasi dan reduksi 10. jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. 2 Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa memiliki persamaan berikut. 5.87 volt Reaksi Redoks dan Elektrokimia 57 . SnO2 D. MnO2. 1. Perhatikan persamaan reaksi reduksi berikut. 1. A. anode ke katode melalui sirkuit eksternal D. A. Pada sel volta. dua di kiri 8. dan zat lain. empat di kanan B. kutub positif ke kutub negatif C. pembangkit tenaga listrik sel D. 6 C. 5. 2. 5. 5 B. 0. NO2 E. A. nol D. elektron mengalir dari …. 12. 3 B. Sn Ag 6. → aKMnO4+bHCl ⎯⎯ cCl2+ dMnCl2 + eKCl + fH2O Nilai a dan c yang sesuai adalah …. Jembatan garam pada sel volta berfungsi sebagai …. anode ke katode melalui jembatan garam 11.66 volt E. 0 D. 3. 5 mol D. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1. 1 E. 1. 8 mol UMPTN 1999: Perhatikanlah reaksi redoks berikut. H2O Pada reaksi berikut. Zat H2O2 terurai menjadi O2 dan H2O jika dipanaskan. 4. dua di kanan E. A. Setengah reaksi reduksi NO3– menjadi N2O adalah sebagai berikut. 2.. 4 Pada penyetaraan setengah reaksi berikut.80 V → Sn2+(aq) + 2e ⎯⎯ Sn(s) E°= 0. direduksi jadi O2 dan dioksidasi jadi H2O B. Sn2+(aq) 1M Ag+(aq) 1M 7. A. 5. 12. 5 D. 2. 10. H2O2 ….14 V GGL sel yang terjadi adalah …. A. 4 mol C. Perhatikanlah konstruksi sel volta berikut. 5. 0. 1. 16 C. 1. Potensial elektrode standar untuk → Ag+(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) E° = 0. 5 D. direduksi menjadi O2 dan juga H2O E. 16 B. dua di kanan E. → Sn(s)+4HNO3(aq) ⎯⎯ SnO2(s)+4NO2(s)+ H2O( ) Zat yang berperan sebagai reduktor. → CN– ⎯⎯ CNO– Jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. 2. 2 mol B. A. . 1. dua di kiri Gas H2S dapat dioksidasi oleh KMnO4 membentuk K2SO4..74 volt C. dioksidasi menjadi O2 dan direduksi jadi H2O C.94 volt B. jumlah ion OH– yang dibentuk adalah …. 6 E. 3 9. p IO3–(aq) + H+ + r e– → s I2(s) + t H2O( ) Nilai p. 1. penetral kelebihan ion dalam sel E. 2. A.Evaluasi Kompetensi Bab 2 A. penghubung kedua setengah sel B. nol B. 3 B. 0. 5. 2. 1. s. 0. Pada reaksi tersebut. 6. 1. potensial rendah ke potensial tinggi B. 12. satu di kanan C. A. pemercepat kerja sel volta 12. 10 E. 4 C. 7 mol E. A. 2. 10. A. r. t di atas berturut-turut adalah …. 10 C. empat di kiri C. A. → aNO3–(aq) + bH+ + 8e– ⎯⎯ cN2O(g) + dH2O( ) Nilai a dan b yang cocok adalah …. dioksidasi menjadi O2 dan juga H2O D. Sn B. Dalam reaksi tersebut. → MnO4– (aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan. 1. setiap mol H2S akan melepaskan elektron sebanyak …. satu di kiri D. setengah sel reduksi ke setengah sel oksidasi E. 8 Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi asam format. 1. 8 E. media aliran elektron C.

77 V. dan Zn berturut-turut 0. H2(g) D. –0. 0.76) C. 3 F 25. → A.76 V +(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) → Ag Eo = +0.50 V Berdasarkan data tersebut. tetapi tidak dapat mereduksi Ni2+ menjadi Ni adalah …. +0. Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = – 0. A. A.80 V GGL sel yang dibentuk dari seng dan perak adalah…. 58 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 4OH–(aq) ⎯⎯ 2H2O( ) + O2(g) + 4e– → C.76) – 0. Al C. Fe2+(s) Fe(s) H+(aq) H2(g) Pt C. Sel volta disusun dari elektrode karbon dalam larutan Fe2+ sebagai anode dan elektrode hidrogen standar sebagai katode. Zn sebagai anode D. Ni sebagai katode. 0.80 + (–0. Br– D.07 V Pasangan yang dapat bereaksi adalah .13 V Potensial standar sel volta yang tersusun dari elektrode Ni dan Pb adalah …. (2 × 0. Pb E. Cl2(g) C. 0.889 volt 20.76 V.637 volt E. 0. Cu sebagai anode 16.. Fe3+ H+(aq) H2(g) Pt D. Cu sebagai katode. A. H2O( )+e– ⎯⎯ H2(g)+OH–(aq)Eo=+ 0. Cd B. Cu sebagai katode. A. Ebtanas 1999: Diketahui potensial reduksi standar untuk: Fe3+ Fe2+ = +0. Zn sebagai katode. elektrode yang dihubungkan dengan terminal positif baterai dinamakan katode E. Penulisan lambang yang tepat untuk sel ini adalah …. Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq)+ Cu(s) B. C(s) Fe2+(aq) H2(s) H+(aq) Pt E. 4 F B.12 volt E. Potensial elektrode standar reaksi reduksi adalah sebagai berikut.76) E.37 V . Zn sebagai anode B. A. +0. Mg2+ Mg = –2. +0. –0. Pada proses elektrolisis larutan NaOH dengan elektrode Pt.77 V → 2. Mg(s) + 2Fe3+(aq) → Mg2+(aq)+ 2Fe2+(aq) D.12 volt 17.. Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Eo = + 0. dan –0. reduksi berlangsung di katode 22. A. Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) Eo = + 0. Zn(s) + 2Fe3+(aq) → Zn2+(aq)+ 2Fe2+(aq) C. Fe2+.54 V 3+ – ⎯⎯ 2+ → Fe (aq) Eo = 0..13 V → 4. Fe3+. Fe2+. 2Fe2+(aq) + Cu2+(aq) → 2Fe3+(aq)+ Cu(s) 19. A. 2 F E. Cu sebagai anode E. (2 × 0. C(s) Fe2+(aq). migrasi kation menuju elektrode positif D. Ni. 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) → E.80) + (–0. Cu(s) + Mg2+(aq) → Cu2+(aq)+ Mg(s) E. Pada sel elektrolisis berlaku ….76 volt. –0. Br2 B. Zat yang dapat mereduksi Ag+ menjadi Ag.38 volt D. UMPTN 1995 B: Oksidasi satu mol ion CN– menjadi ion CNO– memerlukan muatan listrik sebanyak …. Diketahui data potensial reduksi standar: → 1. Potensial reduksi standar Cu.80) – (–0.34 V → 3.25 V → Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = –0.25 volt. anode bermuatan negatif C.637 volt C. 0. Fe2+. (dalam satuan volt) A. –0. Jika larutan MgCl2 dielektrolisis. I2. 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) → D. A. → Zn(aq) + 2e ⎯⎯ Zn(s) Eo = –0. –0. Br– 18.13.34 V.. Mg(s) B.. Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) → B. O2(g) E. 1 F D.76 V Fe (aq) + e – ⎯⎯ → Br–(aq) Br2( ) + e Eo = 1. Cu2+ Cu = +0.34 volt.80 – (–0. HClO 23. Ni sebagai anode C. → I2(s) + e– ⎯⎯ I–(aq) Eo = 0.. 6 F C.Fe3+(aq) Pt H2(g) H+(aq) 14. I– E. urutan yang terlebih dahulu dielektrolisis pada katode adalah ….80 21. Reaksi yang memiliki potensial terbesar adalah …. Zn D.889 volt B.25 volt C. Perhatikan potensial reduksi standar berikut. reaksi kimia yang terjadi pada katode adalah …. A. 2H2O( ) ⎯⎯ 4H+(aq) + O2(g) + 4e– 24. Mg 15.25 volt B. Ni sebagai katode. Fe(s) Fe2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt B.76) B.76) D. C(s) Fe2+(aq). Zn2+ Zn = –0. Br2 C. (2 × 0.511 volt D. UMPTN 1999 A: Diketahui: → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0. Potensial sel volta paling besar diperoleh jika …. zat yang akan terbentuk di anode adalah. oksidasi terjadi pada katode B. Potensial sel Zn(s) Zn2+(1M) Pb2+(1M) Pb(s) adalah … (lihat tabel potensial reduksi standar) A.

membentuk lapisan pelindung melalui reaksi dengan belerang di udara E. 295. 2. 2 E. pipa besi yang dipendam dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif. air saja 32. Mg berfungsi sebagai katode 35. 1.001 mol B. 1.54 gram perak (Ar Ag =108) maka massa nikel (Ar Ni =59) yang terbentuk pada sel pertama adalah …. air dan nitrogen C. A.10 mol 31. 1.0 F D. 4 UMPTN 1997 A: Untuk mereduksi 60 g ion Ca2+ menjadi Ca (Ar Ca = 40) diperlukan .5L D. A. anodik C. 0. 1 2 Kapas + CaCl2 Air sudah dididihkan udara + air udara tanpa air air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Percobaan yang terjadi korosi adalah .5 mg D. 2.. 3 dan 5 34. katodik B. Aluminium walaupun tergolong logam reaktif. 1 dan 5 B.6L E. 0. oksidanya membentuk lapisan pelindung yang kuat pada logam C.. jumlah mol elektron B. 2 dan 5 C. air dan argon E. 0. 1. jumlah arus listrik pada waktu tertentu dapat mengendapkan 0. 2 dan 4 E. 1 dan 3 D..0 F Pada percobaan elektrolisis. UMPTN 1998 B: Perkaratan besi pada suhu kamar dipengaruhi oleh adanya …. A. 4. gas N2 dan CO2 di udara melindungi oksidasi aluminum D. 1.26. A. 0. A. 4 B. 3.02 mol E. Fe melepaskan elektron E. 1. perbandingan tetapan Faraday terhadap tetapan Avogadro adalah …. tetapi tidak bereaksi dengan oksigen dari udara.005 mol C.5 F E. 27. 737. A. 3 D.01 mol Ag.. 4.. 3. 0. 0. Hal ini disebabkan …. A. elektron mengalir dari Fe ke Mg B. 4. aluminium tergolong logam mulia 33. 2. 30..0 mg C. Pada sistem ini …. 2 C. 0. jumlah elektron C.. oksigen saja B. campuran D. 29.4 L C. Volume O2 yang terbentuk di anode pada STP adalah …. oksigen dan air D. Untuk menghambat korosi. 590. A. Mg mengalami oksidasi C. A. 147..5 mg B.5 mg Pada elektrolisis. 442. muatan elektron D. 4.. A.010 mol D. 0. 3. 28.8 L Dua buah sel masing-masing berisi larutan NiCl2 dan AgNO3 dihubungkan secara seri. 1. 0. 3. Jenis inhibitor yang mengendalikan korosi dengan cara menangkap gas O2 adalah inhibitor . Jika selama elektrolisis pada sel kedua terbentuk 0.2 L B.0 mg E.0 F B. dilindungi oleh sejumlah kecil pengotornya B. 0. A. seperti Mg. 2. Gambar berikut menunjukkan pembentukan korosi pada besi. Jika jumlah arus listrik dan waktu yang sama dialirkan ke dalam larutan Cu2+ maka logam Cu yang diendapkan sebanyak …. 3. adsoprsi E. coating Reaksi Redoks dan Elektrokimia 59 . Fe berfungsi sebagai anode D.0 F C. muatan pada ion Pada elektrolisis CdSO4 menggunakan elektrode karbon terbentuk endapan Cd sebanyak 2 g di katode (Ar Cd=112). muatan satu mol elektron E.

Setengah reaksinya adalah → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(a ) + 2e– → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Gambarkan diagram sel. katode. 1. Pb(s) + PbO2(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ PbSO4(s) → d. Cl2(g) → c. Hitunglah potensial sel yang diperoleh dari sel pada 25 o C menggunakan elektrode di mana I – (aq) dihubungkan dengan I2(s) dan elektrode lain dengan logam krom yang dicelupkan ke dalam larutan Cr3+(aq). 60 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan gerakan kation.5 A. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(aq) + AlO2– – + S – ⎯⎯ MnS(s)+ S(g) → d. permukaan logam berperan sebagai anode sel volta. Mengapa nilai potensial sel merupakan kekuatan relatif yang harganya tidak mutlak? Sel volta tersusun atas elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b. Tentukanlah produk elektrolisis larutan LiBr dan hitunglah massa setiap produk yang dibentuk melalui elektrolisis untuk 1 jam dengan arus 2. arah aliran elektron. 5. 8. 2. → a. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) → c. 7. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. kemudian tunjukkan anode. Br–+ MnO4– ⎯⎯ Br2( )+ Mn2+ → g. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) Gas klor pertama kali dibuat oleh Scheele tahun 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. Mengapa logam besi menjadi katode dari sel volta jika dihubungkan dengan logam Mg atau Zn? Jelaskan. Reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq)+ MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakanlah reaksi tersebut dengan metode PBO. CH3OH(aq)+ Cr2O72– ⎯⎯ CH2O(aq)+ Cr3+ Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah reaksi. Mn2+ + NaBiO3 (s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– → e. Ketika besi berkarat. 4. Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana asam menggunakan metode setengah reaksi. 6.B. H3AsO4(aq) + Zn(s) ⎯⎯ AsH3(s)+ Zn2+ → f. → a. 3. MnO4 2 → e. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+ + NO(g) → b.

kegunaan. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. titik leleh. Oksigen. Unsur-Unsur Golongan Alkali D. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari.com Pertambangan batubara yang terdapat di Pulau Kalimantan. Aluminium dan Senyawanya F. Nitrogen. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting. Sifat-sifat unsur yang mirip digolongkan ke dalam satu golongan dalam sistem periodik. Unsur-Unsur Halogen C. Setelah mempelajari bab ini. lebih dari seratus macam unsur sudah dikenal dan diidentifikasi sifat-sifat dan manfaatnya. kereaktifan dan sifat khusus lainnya).geokem. Apa sajakah unsur-unsur golongan utama tersebut? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur-unsur golongan utama dan proses pembuatannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Pengetahuan akan sifat-sifat unsur dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya. Karbon dan Silikon G. Sampai saat ini.Bab 3 Sumber: www. dan bahayanya serta terdapatnya di alam. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah E. Hampir semua industri kimia bahkan industri otomotif melibatkan unsur-unsur golongan utama. A. kekerasan. menjelaskan manfaat. Unsur-Unsur Gas Mulia B. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih. baik dalam bentuk unsur bebas maupun dalam bentuk senyawanya. kelarutan. dan Belerang 61 . warna.

Ramsay menemukan bahwa di udara juga terdapat gas mulia lain yang merupakan komponen utama matahari sehingga gas tersebut dinamakan helium ( unani. Lord Rayleight menemukan bahwa massa jenis gas nitrogen yang diperoleh dari udara (1. 2. artinya baru). Unsur-Unsur Gas Mulia Selama ini Anda tentu berpandangan bahwa unsur-unsur gas mulia bersifat stabil. gas mulia dianggap stabil karena memiliki konfigurasi elektron yang terisi penuh: He: 1s2 Ne: 1s2 2s2 2p6 Ar: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 Xe: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 62 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Gas mulia berikutnya yang ditemukan Ramsay adalah gas neon (neos. Rayleight bersama-sama illiam Ramsay melakukan penyelidikan dengan cara mereaksikan gas nitrogen dari udara dengan magnesium pada suhu tinggi menjadi padatan Mg3N2 dan gas sisa yang tidak reaktif. Ramsay dan Rayleight menyimpulkan bahwa gas sisa adalah unsur baru. artinya asing). Mereka menduga bahwa argon termasuk dalam kolom unsur baru pada tabel periodik. pada 1962 pandangan tersebut gugur sebab beberapa senyawa gas mulia dapat disintesis. 2. 1. kripton (kryptos.2498 g L–1). Mereka cenderung menyendiri sehingga gas mulia mendapat julukan gas lembam (inert). helios. terletak antara halogen dan logam alkali. Kelimpahan Gas Mulia di Alam III A 1s2 He 2s2 2p6 Ne 3s2 3p6 Ar 4s2 4p6 Kr 5s2 5p6 Xe 6s2 6p6 Rn Pada 1892. gas mulia yang lain ditemukan. Namun. Masih ingatkah Anda mengenai sistem periodik Mendeleeve? Apakah yang dimaksud dengan unsur-unsur golongan utama dalam tabel periodik? Sifat-sifat apa sajakah yang Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama berdasarkan sistem periodik? A. dalam arti tidak dapat membentuk senyawa.Tes Kompetensi Awal 1. Gas sisa selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung hampa udara dan dilewatkan muatan listrik bertegangan tinggi hingga terpancar sinar yang berwarna merah-hijau. walaupun tidak semua gas mulia dapat dibentuk senyawanya. artinya malas). Sifat-Sifat Unsur Gas Mulia Pada pembahasan Ikatan Kimia di Kelas X. Dia menyimpulkan gas nitrogen dari udara mengandung gas lain. Untuk mengetahui gas tersebut. dan xenon ( enos. artinya matahari). Kata Kunci • • • • • Gas mulia Inert Gas monoatomik Konfigurasi oktet Distilasi bertingkat Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda suatu prosedur penyelidikan untuk mensintesis Mg3N2 dari logam magnesium dan gas nitrogen. Setelah ditemukan gas argon. 3. artinya tersembunyi). disebut argon (dalam bahasa unani argos.2561 g L–1) lebih besar dari yang diperoleh dari hasil penguraian senyawa nitrogen di laboratorium (1.

S). makin sukar gas mulia membentuk senyawa. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Gas Mulia Secara komersial. digunakan dalam pembuatan udara cair komersial. Menurut teori Lewis. Daya hantar listrik helium pada 4 K. Oleh karena gas helium merupakan gas yang memiliki titik leleh dan titik didih paling rendah maka gas tersebut dapat digunakan sebagai pendingin untuk mempertahankan suhu di bawah 10 K. dan tidak berbau. Hampir semua gas mulia berwarna terang jika loncatan bunga api listrik dilewatkan ke dalam tabung berisi gas mulia. Dia bekerja sama dengan ahli fisika Lord Rayleight.. and Steven. Makin besar energi ionisasi.1 Skema pencairan udara. 800 kali lebih cepat dibandingkan kawat tembaga. Kompresor Udara cair Gambar 3.90 –246 –249 Ar 154 1. Gas helium dan neon hingga saat ini belum dapat dibuat senyawanya. kripton. semua gas mulia dapat dipadatkan. kecuali helium. Neon berwarna merah. kecuali helium dan radon diperoleh melalui distilasi bertingkat udara cair. Gas mulia banyak dipakai sebagai gas pengisi lampu pijar dan neon. Tabel 3.Selama beberapa tahun. tidak berasa.8 –108 –112 Rn 225 10 –62 –71 Sumber: Chemistry (Zumdahl. Helium dan neon tidak dapat larut dalam air.75 –153 –157 Ramsay adalah seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris yang menemukan argon. pandangan tersebut dijadikan acuan pada pembentukan ikatan kimia. dan xenon berwarna biru. sebab jari-jari atomnya terlalu kecil hingga dapat meninggalkan air. Udara kering dan bersih pada 20 atm Menara pendingin 3. yaitu zat yang memiliki daya hantar listrik tanpa hambatan dan menolak medan magnet.1 Energi Ionisasi Pertama Unsur-Unsur Gas Mulia Gas mulia EI(kJ mol–1) He Ne Ar Kr Xe Rn 2377 2088 1527 1356 1176 1042 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 63 . Pada 4 K. 1997 Gas mulia merupakan gas monoatomik.18 –269 –272 Ne 112 0. Argon. Gas helium hanya dapat dipadatkan pada tekanan sangat tinggi. argon berwarna merah muda. tidak berwarna. 1989 Pada tekanan normal. Tabel 3. 1989 Kimia Sir William Ramsay (1852–1916) Sekilas Sumber: Jendela Iptek: Kimia. dan xenon sedikit larut dalam air akibat terjebak di antara molekul air. semua gas mulia. di atas 25 atm.80 –186 –189 Kr 169 3. gas helium menunjukkan sifat super fluida tanpa viskositas disebut super konduktor. kripton berwarna putih-biru. Beberapa sifat fisika gas mulia dapat dilihat pada tabel berikut. Pada tahun 1904 dia menerima hadiah Nobel untuk kimia.2 Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Gas Mulia Sifat Fisika Jari-jari (pm) Kerapatan (g cm–3) Titik didih (°C) Titik leleh (°C) He 93 0. e 190 5. Perbedaan titik didih yang tinggi memungkinkan gas-gas mulia di udara dapat dipisahkan. gas mulia tidak reaktif sebab memiliki konfigurasi oktet. Ketidakreaktifan gas mulia juga dapat dilihat dari data energi ionisasinya.

4). Gas mulia juga digunakan dalam sejumlah sinar laser. diperoleh dengan cara pemanasan udara kering dengan CaC2.Gambar 3. Gas mulia juga dipakai sebagai pelarut gas oksigen bagi para penyelam dan sebagai udara atmosfer bagi pesawat ruang angkasa. Ukuran panjang satu meter didefinisikan sebagai 1.650. Argon merupakan gas mulia terbanyak di udara. Mengapa kedua gas mulia ini dapat membentuk senyawa? Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Laser tersebut memancarkan cahaya merah dengan panjang gelombang 632. kripton digunakan sebagai standar satuan panjang. gas O2 dan N2 bereaksi dengan CaC2 dan menyisakan gas argon.2 Berbagai jenis lampu berisi gas mulia. PtF6 membentuk padatan ionik [O2+][PtF6–]. Pada tahun 1962. baru kripton dan xenon yang dapat dibuat senyawanya.2). Oleh karena energi ionisasi gas xenon (1.763. Lihat Tabel 3. → Xe(g) + 2F2(g) ⎯⎯ XeF4(s) Sejak saat itu banyak senyawa gas mulia yang dibuat dengan unsur-unsur yang keelektronegatifan tinggi. Oleh karena tabung yang berisi gas mulia menghasilkan cahaya berwarna terang jika dilewatkan loncatan bunga api listrik maka gas mulia banyak digunakan dalam alat penerang (Gambar 3. Dia mengetahui bahwa molekul oksigen dapat bereaksi dengan platina heksafluorida. orang pertama yang membuat senyawa gas mulia. Sumber helium adalah gas alam. Persamaan kimianya: → Udara + 3 CaC2 ⎯⎯ CaCN2 + 2CaO + 5 C + Ar Gas argon digunakan sebagai gas penyambung (las) logam (Gambar 3.21×103 kJ mol–1).4 Gas argon banyak digunakan dalam las (menyambung) logam. campuran gas tersebut mengkonduksi panas dari filamen tungsten. Laser dari neonhelium pertama kali dioperasikan sebagai gas laser yang kontinu.17 × 103 kJ mol–1) tidak berbeda jauh dengan molekul oksigen (1.8 nm. Dalam sistem pengukuran.3 Lampu kilat (blitz) yang dipakai pada foto analog mengandung gas xenon. Helium dan nitrogen digunakan sebagai pengisi bola lampu pijar. Bartlett menduga bahwa xenon juga dapat bereaksi dengan platina heksafluorida. Senyawa Gas Mulia Neil Bartlett.3. Lampu neon dari gas mulia banyak digunakan dalam papan reklame. Sumber: Sougou Kagashi Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Dalam bola lampu. Bartlett berhasil mensintesis senyawa xenon dengan rumus XeF6 berwarna jingga-kuning (lihat Gambar 3. Helium memiliki titik didih paling rendah sehingga banyak dipakai sebagai pendingin. Di antara semua unsur gas mulia. xenon juga dapat bereaksi dengan fluor secara langsung dalam tabung nikel pada suhu 400°C dan tekanan 6 atm menghasilkan xenon tetrafluorida. Menurut cara ini. 64 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 4. Selain itu.73 kali panjang gelombang spektrum garis ungu-merah dari atom kripton. berupa padatan tidak berwarna dan mudah menguap. seperti fluor dan oksigen.5).

XeO3 merupakan oksida xenon yang paling utama. eksplosif Gas tak berwarna. XeF4.5 Kristal XeF4 Pertama dibuat tahun 1962. Xenon trioksida. disertai dengan HCl yang dioksidasi menjadi Cl2. XeO3 memiliki bentuk padat berwarna putih dan bersifat eksplosif. Hibridisasi apa yang terjadi pada senyawa tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Pada tabel periodik. dan XeF6. 1990 Senyawa Xenon difluorida Xenon tetrafluorida Xenon heksafluorida Xenon trioksida Xenon tetroksida Kegiatan Inkuiri Gambarkan struktur molekul dari senyawa xenon. Akan tetapi. Xenon trioksida dapat juga bereaksi dengan suatu basa. Adakah penyimpangan? Tergolong senyawa apakah menurut Lewis? Hal ini berkaitan dengan jari-jari atom gas mulia. Tuliskan reaksi redoksnya.Tabel 3. Xenon difluorida adalah oksidator yang kuat.3 Senyawa yang Mengandung Unsur Gas Mulia (Xenon) dengan Unsur Elektronegatif Rumus XeF2 XeF4 XeF6 XeO3 XeO4 Deskripsi Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna. ion fluorida. 2. jika dilarutkan dalam air. yang bersifat oksidator kuat. sifat eksplosif XeO3 akan hilang sebab terbentuk senyawa asam ksenat. seperti NaOH membentuk garam ksenat dan garam perksenat. Akibatnya. Persamaan kimianya: → 2XeF2 + 2H2O ⎯⎯ 2Xe + O2 + 4HF → 6XeF4 + 12H2O ⎯⎯ 2XeO3 + 4Xe + 3O2 + 24HF → XeF6 + H2O ⎯⎯ XeOF4 + 2HF Sumber: Chemistry. dan O2. Tuliskan persamaan reaksinya. gaya tarik inti terhadap elektron valensi makin berkurang sehingga atom-atom gas mulia seperti xenon dan kripton lebih reaktif dibandingkan gas mulia yang lain. A dan HF. kemudian hubungkan dengan teori oktet dari Lewis. tetapi karena radon merupakan unsur radioaktif menjadikan senyawa yang terbentuk sukar dipelajari. H2XeO4. melalui reaksi langsung Xe(g) dan F2(g) dalam kamar reaktor nikel pada 400°C dan 6 atm. Radon dengan jari-jari paling besar juga dapat bereaksi dengan oksigen atau fluor. Persamaan kimianya: → XeO3 + NaOH ⎯⎯ NaHXeO4 (natrium ksenat) → 4NaHXeO4 + 8NaOH ⎯⎯ 3Na4XeO6 + Xe + 6H2O (natrium perksenat) Tes Kompetensi Subbab 1. eksplosif Sumber: General Chemistry . Gambarkan struktur molekul dari XeF2. Jika senyawa-senyawa fluorida dari xenon direaksikan dengan air akan terbentuk senyawa xenon yang lain. 2000 Gambar 3. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 65 . Dalam larutan HCl senyawa ini tereduksi menjadi xenon 3. Xenon difluorida dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon. jari-jari atom gas mulia makin ke bawah makin besar.

B.99 Br –7 –59 3. cairan dan uapnya berwarna cokelat-kemerahan. Sifat-Sifat Unsur Halogen Semua unsur halogen terdapat sebagai molekul diatom. Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam. Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya. Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam.6. 1 Kelimpahan Unsur Halogen Sumber: Chemistry.67 0.64 Cl –101 –35 0. terdapat sebagai ion Br dalam air laut. 3Ca3(PO4)2. halos = garam. Tabel 3. CaF2. Unsur-Unsur Halogen Berdasarkan konfigurasi elektronnya. halogen menempati golongan VIIA dalam tabel periodik. Oleh sebab itu. unsur-unsur golongan VIIA dinamakan halogen. Atom-atom unsur halogen memiliki afinitas elektron tinggi sehingga mudah menerima elektron membentuk konfigurasi elektron gas mulia.33 At – – – 2.CaF2 dan mineral fluorit.0017 4. Iodin terdapat dalam jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO3 bersama-sama garam nitrat.82 1. Bromin mudah menguap.5 – 295 2. genes = pembentuk atau pencipta). dan I2. Halogen umumnya berbau menyengat. Cl2. artinya pembentuk garam (halos dan genes.0 –349 1. 2000 Gambar 3. terutama klorin dan bromin (bromos.14 I 114 184 4. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan.06 1. titik didih. Br2. yaitu F2.8 –325 1. Bromin kurang melimpah. 1990 Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam tabel periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. Bentuk kedua mineral tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. unsur-unsur halogen tidak pernah ditemukan dalam keadaan unsur bebas di alam.2 –270 – 1. Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit.6 Mineral fluoroapatit dan fluorit (fluorosfar) Halogen umumnya terdapat dalam bentuk garamnya. Fluorin dan klorin berwujud gas. dan sifat-sifat fisika lainnya ditunjukkan pada Tabel 3.93 2. Titik leleh.0032 3.7). fluorin berwarna kuning pucat dan klorin berwarna kuning kehijauan. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat.4 Beberapa Sifat Unsur-Unsur Golongan VIIA F –220 –188 0.19 0. ruangan akan tampak cokelat-kemerahan.4.12 2. 66 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .0 – 328 1. Oleh sebab itu. 2.48 Sifat Sifat Unsur Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) II A [He]2s22p5 F [Ne]3s2 3p5 Cl [Ar]4s2 4p5 Br [Kr]5s2 5p5 I [Xe]6s2 6p5 At Sumber: General Chemistry . artinya pesing). Kedua gas ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. Iodin berupa zat padat berwarna hitam mengkilap yang dapat menyublim menghasilkan uap berwarna ungu (lihat Gambar 3. Unsur astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil.

1 Daya Oksidasi dan Reduksi Unsur Halogen Tujuan Menunjukkan sifat oksidator halogen dan daya pereduksi halidanya. tetapi reaksi kebalikannya tidak terjadi. Kloroform Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 67 . Dari atas ke bawah.07 V – ⎯⎯ – I2 + 2e → 2I E° = +0. Oleh karena itu. Br2. makin reaktif unsur tersebut. Kaporit 2. Kereaktifan halogen dapat juga dipelajari dari afinitas elektron.7 Kristal Iodium apabila dipanaskan tidak mencair. Botol pereaksi 3. Kata Kunci • • Molekul diatom Oksidator kuat Aktivitas Kimia 3. Larutan Kl 5. kereaktifan unsur-unsur halogen dari atas ke bawah berkurang. but the opposite reaction will not occur. Gas fluorin dapat mengoksidasi unsur-unsur halogen yang berada di bawahnya: → F2(g) + 2Cl–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Cl2(g) → F2(g) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Br2(g) → F2(g) + 2l–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + l2(s) Sumber: Chemistry: The molecular Science. 1997 Gambar 3. Oleh karena unsur halogen mudah menerima elektron maka semua unsur halogen merupakan oksidator kuat. Kekuatan oksidator F2. Tabung reaksi 2. Catatan Note Halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang berada di bawahnya dalam tabel periodik. dan I 2 dapat dilihat dari reaksi antarhalogen. Aquades (air suling) 4. unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang terletak di bawahnya dalam tabel periodik. → Cl2(aq) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + Br2(aq) → Cl2(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + I2(aq) Reaksi Cl2 dengan Br– atau I– dapat digunakan untuk identifikasi bromin dan klorin dalam suatu senyawa ion. Tabung "Y" Bahan 1. akan terbentuk bromin dan iodin. afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Cl 2. Halogen can be oxidized by another halogen which is under the first one in periodic table. Kekuatan oksidator halogen menurun dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Hal ini dapat dilihat dari potensial reduksi standar: → F2 + 2e– ⎯⎯ 2F– E° = +2. jari-jari atom meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah. tetapi menyublim.36 V – ⎯⎯ – Br2 + 2e → 2Br E° = +1. tetapi reaksi kembalinya tidak terjadi. Makin besar afinitas elektron. HCl pekat 3.Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya.87 V – ⎯⎯ – Cl2 + 2e → 2Cl E° = +1. Alat 1.54 V Berdasarkan data potensial reduksi standar dapat disimpulkan bahwa F2 merupakan oksidator paling kuat. Demikian pula jika gas klorin ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung ion Br– atau ion I–. Akibatnya.

. dan HI. Zat apakah yang terdapat dalam kloroform? 4. HClO(aq) + HCl(aq) Cl2(g) + H2O( ) HBrO(aq) + HBr(aq) Br2(aq) + H2O( ) Kegiatan Inkuiri Jelaskan kelarutan gas halogen menggunakan data potensial reduksi standar antara gas halogen dan air. HBr. jawaban yang dimaksud adalah ikatan van der waals. Nilai GGL dapat dipakai untuk meramalkan kespontanan reaksi. BrF. Gas F2 bereaksi dengan air membentuk HF. dan –0. (D) SPMB 2002 Oleh karena potensial sel sangat tinggi maka reaksi fluorin dan air berlangsung sangat dahsyat. A.Langkah Kerja Pembuatan larutan klorin 1. Reaksi gas Cl2. Tuliskan reaksi yang terjadi antara kaporit (CaOCl2) dan HCl. Mengapa F2 bereaksi. Berapa potensial sel dalam reaksi tersebut? 5. seperti ClF. Siapkan Tabung "Y" seperti gambar berikut. Apakah yang dapat Anda amati dari percobaan pembuatan larutan klorin? 2. dan HI karena mempunyai Mr terkecil sehingga ikatan Van der Walls paling rendah. HBr. 4. Tambahkan kaporit pada kaki kiri dan HCl pekat pada kaki kanan. Hal ini di sebabkan HF mempunyai ikatan . IBr. Masukkan aquades pada botol pereaksi. Gas Cl2 dan Br2 larut baik dalam air. gas Cl2 dan Br2 dapat bereaksi. Agar I2 dapat larut dalam air. Menunjukkan oksidator klorin 1. 2. kenyataannya HF mempunyai titik didih tertinggi karena mempunyai ikatan hidrogen. HF diharapkan mempunyai titik didih paling rendah dengan HCl. 68 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . ion B. misalnya: → 2F2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4HF(aq) + O2(g) E° = 2. Siapkan tabung reaksi yang berisi campuran larutan Kl dan kloroform. Jadi. harus ditambah KI karena terbentuk senyawa kompleks I3–. Amati perubahan yang terjadi. Berdasarkan nilai GGL. dan I 2 dengan air menghasilkan nilai GGL berturut-turut 0.. Larutan KI + kloroform Pertanyaan 1. Pada reaksi halogen dan air. Demikian pula dengan sesama halogen dapat membentuk senyawa antarhalogen. sedangkan I2 sukar larut dalam air.. 3. 3. Tambahkan larutan Cl 2 jenuh hasil reaksi ke dalam tabung reaksi. sedangkan yang lain tidak bereaksi? Kelarutan halogen dalam air beragam. Tuliskan reaksi yang terjadi antara Kl dan Cl2.24 volt. van der Waals E. hidrogen C.28 volt. → KI(aq) + I2(s) ⎯⎯ KI3(aq) Halogen dapat bereaksi dengan hampir semua unsur. Akan tetapi. baik unsur logam maupun nonlogam. 0. Putar tabung Y sedemikian rupa sehingga HCl pekat mengalir ke dalam kaporit. kovalen ion Pembahasan HF seharusnya mempunyai titik didih yang rendah dibandingkan dengan HCl. Br 2. ClF5. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari pengamatan percobaan ini? Diskusikan dengan teman atau guru Anda. Lakukan sampai terbentuk larutan klorin jenuh. sedangkan I2 tidak bereaksi.05 V Mahir Menjawab Berdasarkan sifat periodik unsurunsur halogen. kovalen D. nilai GGL dapat dihitung dari potensial reduksi standar. 2.54 volt. ClF3. dan IF7.

HIO2. yaitu larutan KF dalam HF cair. +3. biloks Cl = +3 dan biloks F = –1. Semua unsur halogen dapat membentuk asam okso. dan +7.5 Halogen Klorin Bromin Iodin Senyawa Halogen yang Dapat Membentuk Asam Okso Hipohalida HClO HBrO HIO Halit HClO2 HBrO2(*) HIO2(*) Halat HClO3 HBrO3 HIO3 Perhalat HClO4 HBrO4(*) HIO4 Catatan Note (*) HBrO2. dan HBrO4 tidak stabil sehingga sukar dibuat. Perhatikan Gambar 3. Jadi. Oleh karena itu. and HBrO4 are unstable thus those are difficult to be produced. dalam molekul ClF3.Pada senyawa antarhalogen. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katode dan gas F2 di anode.8 Pembuatan gas F2 secara elektrolisis Larutan KF dalam HF cair Sumber: Chemistry. kecuali fluorin. 2002 Gas F2 diproduksi secara komersial untuk bahan bakar nuklir uranium. Bilangan oksidasinya mulai dari +1. pada umumnya halogen memiliki bilangan oksidasi 1. 1990 Contoh 3.5. (a) I–(aq) + Br2( ) (b) Cl–(aq) + I2(s) Jawab (a) Br2 dapat mengoksidasi ion halogen yang berada di bawahnya pada tabel periodik. +5. halogen membentuk senyawa kovalen. (*) HBrO2. biloks positif dimiliki oleh halogen dengan keelektronegatifan lebih kecil. Tabel 3. Halogen bereaksi dengan logam membentuk senyawa ionik. Dengan unsur bukan logam. Baik dalam senyawa ionik maupun kovalen. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas F2 merupakan oksidator kuat sehingga hanya dapat dibuat melalui elektrolisis garamnya. Sumber: General Chemistry . Br2 akan mengoksidasi I– : → 2I–(aq) + Br2( ) ⎯⎯ 2Br– (aq) + I2(s) – (b) Ion Cl adalah ion halogen berada di atas iodium dalam tabel periodik. UF6 (padatan berwarna putih dan mudah menguap). Misalnya.8 Anode F2 HF H2 Katode Gambar 3. Logam uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih menghasilkan uranium heksafluorida.1 Reaksi Antarhalogen Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut jika dapat bereaksi. HIO2. Dengan demikian. tidak akan terjadi reaksi: → Cl–(aq) + I2(s) ⎯⎯ Kata Kunci • • • • • Senyawa ionik Senyawa antarhalogen Senyawa kovalen Asam okso Elektrolisis 3. I2 tidak dapat mengoksidasi Cl– . Contohnya dapat dilihat pada Tabel 3. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 69 .

AgI CCl4 CH3Br C2H4Br2 C2H4Cl C2H5Cl HCl NaClO NaClO3 KI Film fotografi Industri fluorokarbon Pestisida Penangkapan timbal dalam gasolin Industri polivinil klorida dan plastik Industri TEL Pengolahan logam dan makanan Pemutih pakaian dan industri hidrazin Pemutih kertas dan pulp Nutrisi manusia dan suplemen makanan hewan 70 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . klorin digunakan untuk desinfektan. sedangkan air di atasnya.. CH3Br (sebagai pestisida). pembuatan gas Br2 sebagai berikut. Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metil bromida. Bromin cair berada di dasar tangki. perak bromida (untuk film fotografi). Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki.Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl. Setelah terjadi reaksi redoks. Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI sebagai nutrisi dan makanan ternak. pemutih. a.6. (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Gas I2 diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida dengan oksidator gas Cl2. Secara komersial.6 Beberapa Kegunaan Senyawa Halogen Senyawa Kegunaan AgBr. seperti vinil klorida. CH 2=CHCl (untuk PVC). Tabel 3. (b) Pelat film ini dilapisi oleh AgBr. dan alkali bromida (untuk sedatif). Dalam jumlah besar. NaNO3) melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3. Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili. c. dan tekstil. CCl 4 (untuk fluorokarbon). Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi. pulp kertas. Gambar 3. dan CH3Cl (untuk silikon dan TEL). gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah. Beberapa kegunaan senyawa halogen dijabarkan pada Tabel 3. yang sensitif terhadap cahaya.9 (a) Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara. reaksinya: → Anode: Cl–( ) ⎯⎯ Cl2(g) → Katode: Na+( ) ⎯⎯ Na(s) Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri plastik. b.

Reaksinya: b. Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam. asam-asam halida disintesis melalui pemanasan garam halida dengan asam yang tidak mudah menguap. tetapi menggunakan katalis platina sebab reaksi tanpa katalis sangat lambat. seperti berikut ini. Dalam hal ini digunakan asam fosfat. dan garamnya (MX). HBr. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin lemah. → H2(g) + Cl2(g) ⎯⎯ 2HCl(g) c. Hydrogen bond is the interaction between an high electronegativity atom and hydrogen atom. asam okso-halida (HXOn). Senyawa HCl dibuat melalui reaksi gas Cl2 dan H2 berlebih. Titik didih asam halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = –85°C. HBr dan HI dibuat dengan cara serupa. sebab dapat mengoksidasi Br– dan I – menjadi unsur-unsurnya. akibatnya atom H mudah lepas. yaitu 20°C.9%. → H2(g) + F2(g) ⎯⎯ 2HF(g) b. Δ Pt H2(g) + Br2(g) ⎯⎯⎯ 2HBr(g) → Δ Pt H2(g) + I2(g) ⎯⎯⎯ 2HI(g) → Catatan Note Ikatan hidrogen adalah ikatan antara atom yang mempunyai sifat keelektronegatifan tinggi. → CaF2(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ CaSO4(s) + 2HF(g) HCl. HCl. Umumnya.Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi pada pembuatan iodin dari natrium iodat dan natrium hidrogen sulfit. a. tidak dapat dibuat dengan H 2SO 4 . HBr = –67°C. hasil yang terbentuk adalah natrium sulfat: Δ → NaCl(s) + NaHSO4( ) ⎯⎯ Na2SO4(s) + HCl(g) HBr dan HI. HF. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen Senyawa halogen yang penting adalah asam hidrogen halida (HX). dan atom hidrogen. seperti berikut ini. dibuat dari garam CaF2 dan asam sulfat pekat. Reaksinya: Δ → NaCl(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ NaHSO4(s) + HCl(g) Pada suhu tinggi. Reaksinya: Δ Kata Kunci • • • • Asam halida Kekuatan asam Senyawa biner Pickling c. dan HI. kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2. Setiap unsur halogen dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF. sebab gas F2 sendiri dibuat dari penguraian HF. Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain. Kekuatan asam halida di dalam pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Gas F2 dan H2 bereaksi sangat dahsyat membentuk senyawa HF. tetapi reaksinya tidak memiliki nilai komersial. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 71 . Asam-asam halida di dalam air terionisasi sempurna. dibuat dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi. Persamaan ionisasinya: H+(aq) + F–(aq) HF(aq) Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya. HI = –35°C). 4. a.

Labu erlenmenyer 2. Cl–. Buret 3. Dalam etsa gelas. seperti tungsten. Senyawa CCl3F digunakan sebagai pendingin dan bahan bakar aerosol. Larutan kanji 4. Hitung berapa kadar NaClO.11). yang disintesis dari CCl4 dan HF dengan antimon pentafluorida sebagai katalis.10).edu Gambar 3. gas Cl2 yang dihasilkan pada anode dapat bereaksi dengan larutan NaOH yang dihasilkan di katode membentuk natrium hipoklorit. Aktivitas Kimia 3. 2000 Larutan NaClO digunakan sebagai pemutih pada industri tekstil. Masukkan ke dalam labu erlenmeyer dan tambahkan 5 tetes larutan kanji sebagai indikator.2 Penentuan Kadar NaClO dalam Produk Pemutih Tujuan Menentukan kadar NaClO dalam produk pemutih. 2. fosfat. 1 g pemutih komersial 2. Reaksinya: → Cl2(g) + 2NaOH(aq) ⎯⎯ NaClO(aq) + NaCl(aq) + H2O( ) Sumber: Chemistry. dan terdisproporsionasi membentuk ion klorat. Gelas ukur 5. Air 3. Alat 1. kemudian bereaksi dengan gelas. Reaksinya: → 3ClO–(aq) ⎯⎯ ClO3–(aq) + 2Cl–(aq) Gambar 3.Δ → NaBr(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HBr(g) + NaH2PO4(s) Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl3F. Reaksinya: SbF5 CCl4( ) + HF(g) ⎯⎯⎯ CCl3F(aq) + HCl(g) → Sumber: und. 4.1 M hingga terbentuk warna biru muda dari kompleks I2–kanji (titik akhir titrasi). ClO3– dan ion klorida. Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas (Gambar 3. Ion hipoklorit tidak stabil.11 Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas. Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan mineral aluminium dan untuk mengetsa gelas. dan nitrat. Dalam elektrolisis larutan NaCl.1 M Langkah Kerja 1. Pipet tetes 4. HF bereaksi dengan silika (SiO2). 72 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . freon.10 Polimer jenis politetrafluoroetilen (teflon) juga merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus fluorin. Timbangan Bahan 1. Larutan KI 0. Reaksinya: → 6HF(aq) + SiO2(s) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + 2H2O( ) Silika → CaSiO3(s) + 8HF(aq) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + CaF2(aq) + 3H2O( ) Gelas Asam heksafluorosilikat Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam sulfat. Titrasi campuran tersebut dengan larutan KI 0. Timbang 1 g pemutih komersial dan larutkan ke dalam 25 mL air. dan teflon (Gambar 3. Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu. 3.

presentasikan di depan kelas. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 73 . Kerapatan halogen dari atas ke bawah tabel periodik meningkat. seperti halit (NaCl). Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3 Pollusit. Air laut merupakan larutan garam-garam alkali dan alkali tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya.MgCl. garam-garam yang terlarut akan membentuk kristal. Tuliskan persamaan reaksi antara PCl5 dan H2O.H2O • • Kata Kunci Deposit mineral Energi ionisasi kesatu Pembentukan mineral tersebut melalui proses yang lama. sedangkan halogen yang lain dapat dibuat? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HBr dari reaksi NaBr(s) dan H3PO4. Berapakah biloks Br dalam senyawa BrF dan IBr? Mengapa fluorin tidak dapat membentuk asam okso. 1. Selain air laut. Bagaimanakah persamaan reaksi antara larutan KI dan larutan pemutih? 3. Tes Kompetensi Subbab 1. Cs4Al4Si9O26. LiAl(Si2O6) NaCl KCl Lepidolit.H2O).Pertanyaan 1. Kemudian.7 Mineral Utama Logam Alkali Unsur Litium Natrium Kalium Rubidium Cesium Sumber Utama Spodumen. Kemudian. Buatlah hasil laporan per kelompok untuk percobaan ini. C. Mineral berasal dari air laut yang menguap dan garam-garam terlarut mengendap sebagai mineral. silvit (KCl). Kereaktifan unsur alkali disebabkan kemudahan melepaskan elektron valensi pada kulit ns 1 membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +1. unsurunsur logam alkali tidak ditemukan sebagai logam bebas di alam. 6. Oleh sebab itu. 4. 2. 3. Berapakah bilangan oksidasi Cl dalam PCl5? Gunakan model VSEPR untuk menjelaskan pasangan elektron dan struktur molekul BrF3. secara perlahan mineral tersebut tertimbun oleh debu dan tanah sehingga banyak ditemukan tidak jauh dari pantai. dan karnalit (KCl. Jika air laut diuapkan. 7. Berapakah kadar NaClO? 4. Mengapa diperlukan indikator untuk mengetahui titik akhir titrasi? 2. sumber utama logam natrium dan kalium adalah deposit mineral yang ditambang dari dalam tanah. Mineral-mineral ini banyak ditemukan di berbagai belahan bumi. Unsur-unsur alkali merupakan logam yang sangat reaktif. Tabel 3. melainkan berada dalam bentuk senyawa. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HI dari reaksi NaI(s) dan H3PO4. B 5. mengapa? Jelaskan. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Unsur-Unsur Golongan Alkali Unsur-unsur golongan IA disebut juga logam alkali. Kelimpahan Unsur Logam Alkali di Alam Sumber utama logam alkali adalah air laut.

86 0.6 774 0. Kalium lebih lunak dari natrium. (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Sifat-sifat fisika logam seperti lunak dengan titik leleh rendah menjadi petunjuk bahwa ikatan logam antaratom dalam alkali sangat lemah.53 0. Tabel 3.8 883 0.12a).0 g cm–3. Rubidium terdapat dalam mineral lepidolit. natrium.4 678 1. 1990 Semua unsur golongan IA berwarna putih keperakan berupa logam padat.8 1. logam alkali tidak boleh disentuh langsung oleh tangan.Logam alkali lain diperoleh dari mineral aluminosilikat.9 688 1.8 1. kecuali cesium berwujud cair pada suhu kamar.05 –2. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Unsur-unsur alkali semuanya logam yang sangat reaktif dengan sifatsifat fisika ditunjukkan pada Tabel 3. Oleh karena tangan kita mengandung air. LiAl(SiO3)2. Logam alkali sangat reaktif dalam air. Litium terdapat dalam bentuk spodumen.8 Sifat-Sifat Fisika Logam Alkali Li 181 1347 0.8 Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Sumber: General Chemistry .88 0.5 Rb 38. Akan tetapi. Logam-logam alkali merupakan reduktor paling kuat. Ini akibat jari-jari atom logam alkali relatif besar dibandingkan unsur-unsur lain dalam satu periode.93 Rb –2.02 Sumber: General Chemistry .9 1.9 Potensial Reduksi Standar Logam Alkali Logam Alkali Li Na K Potensial reduksi (V) –3.71 –2.7 K 63. ketiga logam ini sangat reaktif terhadap air dan reaksinya bersifat eksplosif disertai nyala. Gambar 3. Natrium merupakan logam lunak dan dapat dipotong dengan pisau. logam tersebut terapung dalam air (Gambar 3. dan kalium mempunyai massa jenis kurang dari 1.H2O.0 0. Akibatnya. Pada Tabel 3.9 Na 97.97 0.67 Cs 28. Cesium diperoleh dari pollusit yang sangat jarang. 2. CsAl(SiO3)2. 1990 74 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Fransium bersifat radioaktif.99 Cs –3.12 (a) Logam litium terapung di air karena massa jenisnya lebih kecil dari air. Tabel 3.53 1. seperti ditunjukkan oleh potensial reduksi standar yang negatif.8.8 tampak bahwa logam litium. (b) Logam natrium harus disimpan dalam minyak tanah.7 1. Penurunan titik leleh dari litium ke cesium disebabkan oleh jari-jari atom yang makin besar sehingga mengurangi kekuatan ikatan antaratom logam.

3. produk dominan adalah kalium superoksida (K2O). Di udara terbuka. Amati warna masing-masing kawat yang dihasilkan. tetapi produk yang dominan adalah natrium peroksida (Na2O2). Kawat nikromium Bahan 1. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 75 . Pembakar bunsen 2. LiCl. Sepotong logam litium jika dimasukkan ke dalam air akan bergerak di sekitar permukaan air disertai pelepasan gas H2. sedangkan energi ionisasi kedua sangat tinggi sehingga hanya ion dengan biloks +1 yang dapat dibentuk oleh logam alkali. Dalam udara terbuka. dan KCl. Reaksinya melibatkan pergantian hidrogen dari air oleh logam membentuk suatu basa kuat disertai pelepasan gas hidrogen. seperti LiH dan NaH. 1997 Gambar 3. Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. Siapkan tiga kawat nikromium dan pembakar bunsen. Litium membentuk Li2O. Alat 1. natrium membentuk Na2O. Semua logam alkali dapat bereaksi dengan air. Jika logam alkali atau senyawanya dibakar dalam nyala bunsen. logam alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida.Keelektronegatifan logam alkali pada umumnya rendah (cesium paling rendah). Anda dapat melakukan penyelidikan pada Aktivitas Kimia 3. logam alkali bereaksi dengan oksigen membentuk oksida.13 Penerangan di jalan raya biasanya menggunakan lampu natrium. sedangkan logam lainnya tidak dapat bereaksi. Warna-warna tersebut menjadi petunjuk adanya logam alkali di dalam suatu sampel. litium dapat bereaksi dengan gas nitrogen. Larutan jenuh NaCl 2. Logam alkali bereaksi dengan halogen membentuk garam halida. yang berarti logam tersebut cenderung membentuk kation. 3. Jika kalium dibakar dengan oksigen. Oksida ini merupakan senyawa ion dari ion K+ dan ion O2–. Sumber: Chemistry: The Molecular Science . Pada suhu tinggi. Sifat ini juga didukung oleh energi ionisasi pertama yang rendah.3 Uji Nyala Logam Alkali Tujuan Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. Larutan LiCl 3. Kalium bereaksi sangat dahsyat disertai ledakan dan nyala api berwarna ungu. → 2Na(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g) Kata Kunci • • Massa jenis logam alkali Reduktor kuat Kereaktifan logam alkali terhadap air menjadi sangat kuat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Celupkan setiap kawat nikromium ke dalam masing-masing larutan NaCl. suatu senyawa berwarna kuning-jingga. Aktivitas Kimia 3. akan tampak warna yang khas untuk setiap logam alkali. Larutan KCl Li Na K Langkah Kerja 1. 2.

Sejumlah besar natrium digunakan dalam pembuatan senyawa Na2O2 dan NaNH2. logam natrium sering digunakan pada pembuatan logam lain seperti titan dan sintesis beberapa senyawa organik. Secara komersial. 2000 Sumber: Chemistry. nyala lampu natrium dapat menembus kabut.14). 76 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . lelehan KCl direaksikan dengan logam natrium pada 870°C. Kalium lebih mudah dibuat melalui reduksi kimia daripada melalui elektrolisis KCl. Demikian juga litium diperoleh dari elektrolisis lelehan campuran LiCl–KCl. 3. Cara ini merupakan metode pembuatan logam natrium di industri (lihat Gambar 3. Penambahan CaCl2 ke dalam NaCl dapat menurunkan titik leleh NaCl hingga sekitar 580°C. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan NaCl? 2. Oleh karena nyalanya yang terang. 2000 Gambar 3. uap natrium dipakai sebagai pengisi lampu penerang jalan raya atau kendaraan. NaCl Gambar 3. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan LiCl? 3.Data Pengamatan Logam Li Na K Logam Pertanyaan 1. Oleh karena natrium merupakan zat pereduksi kuat. Oleh karena elektrolisis di atas diperlukan suhu tinggi sekitar 800°C untuk melelehkan garam NaCl maka untuk menurunkan suhu titik lelehnya bahan baku dicampur CaCl2 membentuk campuran NaCl–CaCl2. Disamping itu. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Logam natrium dan litium dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garamnya. persamaan reaksinya: → Na( ) + KCl( ) ⎯⎯ NaCl( ) + K(g) Uap kalium meninggalkan reaktor yang selanjutnya dikondensasi.14 Perangkat elektrolisis lelehan NaCl pada pembuatan logam alkali Lelehan NaCl Cl2 Na ( ) Anode karbon 2Cl– ¾ ® Cl2(g) + 2e– + Katode besi 2Na++2e– ¾ ® 2Na( ) Sumber: Chemistry. Logam natrium kali pertama dibuat pada tahun 1807 oleh Humpry Davy melalui elektrolisis lelehan NaOH.15 Model paduan logam Li–Al Identifikasikan oleh Anda mana logam litium dan yang mana logam aluminium. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan KCl? Jika muatan listrik dilewatkan ke dalam uap natrium akan terpancar sinar kuning yang terang.

berguna sebagai paduan Li–Al.10. dan meninggalkan larutan LiOH.2 Pembuatan Unsur Alkali Tunjukkan dengan persamaan kimia.Logam penting lainnya adalah litium. Contoh 3. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 77 . dan penyedap makanan Pabrik sabun (mengendapkan sabun dari campuran reaksi) Industri pulp dan kertas Ekstraksi oksida aluminium Pabrik rayon viskosa Pemurnian minyak bumi Pabrik sabun Pabrik gelas Digunakan dalam detergen dan softener Pemutih tekstil Pembuatan celupan indigo untuk blue jeans denim Pupuk Pabrik sabun lunak Pabrik gelas Pupuk dan bahan peledak Sumber: General Chemistry .on. Kalsium hidroksida bereaksi dengan litium karbonat mengendapkan kalsium karbonat. → KOH(s) + CO2(g) ⎯⎯ KHCO3(s) Sumber: Ihsc.ca 4.16 Masker K2O dengan sistem tertutup NaOH Na2CO3 Na2O2 NaNH2 KCl KOH K2CO3 KNO3 Litium karbonat adalah garam yang kurang larut. terutama dalam industri dan rumah tangga. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Senyawa alkali banyak dimanfaatkan. bagaimana KNO3 (kalium nitrat) dapat dibuat dari KCl (kalium klorida) dan asam nitrat dalam dua tahap. Beberapa kegunaan senyawa alkali dijabarkan dalam Tabel 3. Paduan logam ini sangat ringan sehingga banyak digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang dan material lainnya. Kegunaan dari logam litium adalah sebagai anode pada baterai. Tabel 3. → 4K2O(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4KOH(s) + 3O2(g) Kalium hidroksida yang dihasilkan dalam reaksi ini mengikat karbon dioksida dari hasil pernapasan. Kelebihan dari masker ini adalah uap hasil pernapasan (CO2 + H2O) bereaksi dengan superoksida menghasilkan gas oksigen. Hal ini dimungkinkan karena litium memiliki massa jenis rendah dan potensial reduksi standarnya sangat negatif. Sejumlah kecil kalium diproduksi untuk membuat K 2 O yang digunakan dalam masker gas dengan sistem tertutup (lihat Gambar 3. 1990 Gambar 3.16). Garam ini digunakan untuk membuat LiOH.10 Kegunaan Senyawa Alkali Sifat Li2CO3 LiOH LiH NaCl Kegunaan Produksi aluminium Pembuatan LiOH Pabrik sabun litium untuk pelumas Pereduksi pada sintetis organik Pembuatan antihistamin dan obat-obatan Sumber Na dan NaCl Bumbu. diperoleh dari pengolahan bijih litium.

Senyawa Na2CO3. Lebih dari 90% KCl digunakan dalam pupuk. 3. C 5. Senyawa Na2CO3 (soda ash) dipakai pada pembuatan gelas. Δ 2NaHCO3(s) ⎯⎯ Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O( ) → Kalium klorida merupakan senyawa kalium penting. KCl digunakan untuk membuat kalium dan senyawa kalium yang lain. kemudian dipanaskan sekitar 175°C. 6. NH3. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Sejumlah besar NaOH digunakan untuk membuat kertas. dan penyulingan minyak bumi. a. 78 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tuliskan persamaan reaksi dari oksidasi litium dan natrium . Tuliskan persamaan reaksi dalam proses elektrolisis lelehan NaCl untuk memperoleh logamnya. sebab ion kalium berfungsi sebagai nutrien bagi tanaman.10H2O dipakai sebagai pelunak air sadah yang ditambahkan ke dalam pembuatan sabun. memisahkan aluminium oksida. Secara berkala. dan CO2. Apakah jenis reaksinya? Ramalkan hasil dari reaksi berikut. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi ini. K2O(s) dan H2O( ) Tuliskan persamaan kimia yang menyatakan reaksi logam alkali dengan gas hidrogen membentuk alkali hidrida. Natrium karbonat dibuat melalui proses solvay. 4. yaitu metode pembuatan Na2CO3 dari NaCl. Mengapa unsur logam alkali tidak terdapat bebas di alam? Jelaskan. Reaksi total sel elektrolisis adalah → 2NaCl(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g)+ Cl2(g) Kata Kunci • • Elektrolisis Proses solvay Natrium hidroksida merupakan basa kuat dan memiliki banyak aplikasi penting dalam proses kimia. dan NaHCO3 terurai menjadi natrium karbonat. kemudian gas CO2 dihembuskan ke dalam larutan hingga terbentuk endapan NaHCO3 (baking soda). Li3N(s) dan H2O( ) b. Tes Kompetensi Subbab 1. Senyawa NaOH diproduksi melalui elektrolisis larutan natrium klorida. Natrium klorida merupakan sumber logam natrium dan bahan baku senyawa natrium lainnya. Mengapa titik leleh unsur logam alkali berkurang dari atas ke bawah dalam tabel periodik? Jelaskan. Dalam proses solvay: NH3 dilarutkan ke dalam larutan jenuh NaCl. → 2 KCl(aq) + 2 H2O( ) ⎯⎯ 2KOH (aq) + H2(g) + Cl2(g) Jika larutan kalium hidroksida dari hasil elektrolisis dinetralkan dengan asam nitrat: → KOH(aq) + HNO3(aq) ⎯⎯ KNO3(aq) + H2O( ) → Ca(OH)2(aq) + Li2CO3(aq) ⎯⎯ CaCO3(s) + 2LiOH(aq) LiOH digunakan pada pabrik sabun litium untuk pelumas.Jawab Kalium hidroksida dibuat secara komersial dari kalium klorida dengan cara elektrolisis larutannya. Reaksi total: → NH3(g) + NaCl(aq) + CO2(g) ⎯⎯ NaHCO3(s) + NH4Cl(aq) Endapan NaHCO3 disaring. 2. dicuci. Kalium hidroksida diperoleh dari elektrolisis larutan KCl. 7. Litium bereaksi dengan asetilen dalam amonia cair menghasilkan litium asetilida (LiC ≡ CH) dan gas hidrogen.

tetapi lebih keras jika dibandingkan dengan logam alkali. Magnesium dan kalsium terdapat dalam batuan silikat dan aluminosilikat sebagai kationiknya. Logam alkali tanah yang lain umumnya berwarna perak dan lebih lunak dari berilium.17 Unsur–unsur logam alkali tanah 1.74 1.484 1. mutiara dari jenis aquamarin (biru terang). SrSO4.70 –2.384 1.98 Jari-jari ion ( ) –1. Berilium Kalsium Stronsium Barium Magnesium Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. dan stronsianat. Be3Al2(SiO3)6(lihat Gambar 3.89 1.18 Mineral beril. Gambar 3. Sifat-sifat golongan alkali tanah ditunjukkan pada Tabel 3. Logam alkali tanah umumnya reaktif. 1997 Gambar 3.970 1.D. Radium terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uranium.0 1.85 1. Magnesium dalam air laut bereaksi dengan sedimen kalsium karbonat menjadi dolomit. stronsium.11. Kelimpahan Unsur Logam Alkali Tanah Di alam unsur-unsur alkali tanah terdapat dalam bentuk senyawa. Mineral utama berilium adalah beril. Stronsium terdapat dalam celestit.90 Potensial reduksi standar (V) Sumber: General Chemistry .278 649 839 769 725 Titik leleh (°C) 2. Barium ditemukan dalam barit. terutama pada kulit kerang sebagai CaCO3. tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali.9 Keelektronegatifan 0.090 1. Tabel 3.MgCO3. Magnesium kadang-kadang bersifat kovalen dan berilium lebih dominan kovalen. Sumber: Introductory Chemistry. dan iterit.2 1.54 2. BaCO 3. serta cukup kuat untuk menggores kaca.0 0.92 1. 1990 H2 Mg H 2O Sumber: Sougou Kagashi Kekerasan logam alkali tanah berkurang dari atas ke bawah akibat kekuatan ikatan antaratom menurun. sebagai unsur radioaktif.51 Massa jenis (g cm–3) 1.18).76 –2. SrCO3. Hal ini disebabkan jarak antaratom pada logam alkali tanah bertambah panjang.36 1.74 1. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Tanah Kalsium. dan emerald (hijau tua). CaCO3.11 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Sifat Sifat Be Mg Ca Sr Ba 1.6 3. ® 79 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama ® Fenolftalein .640 Titik didih (°C) 1.19 Magnesium dengan air dapat bereaksi dalam keadaan panas.89 –2. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah sebab unsurunsur tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. Oleh karena kation-kation dalam silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion Ca2+ dan Mg2+ banyak ditemukan di laut. dan radium membentuk senyawa ion bermuatan +2.38 –2. barium. Be3Al2(SiO3)6 2. BaSO 4. Berilium merupakan logam berwarna abu dan kekerasannya mirip dengan besi.5 1. Kulit kerang dan hewan laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk deposit batu kapur.

80 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Ca Sr Ba Gambar 3. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. tetapi lebih cepat dengan uap air. magnesium bereaksi agak lambat dengan air. unsurunsur cukup reaktif. berilium tidak bereaksi dengan air. Pada suhu kamar. Adapun kalsium dan logam alkali tanah yang di bawahnya bereaksi dengan air pada suhu kamar. stronsium.23. Adapun magnesium dapat bereaksi dengan hidrogen pada tekanan tinggi dengan bantuan katalis MgI2. dengan nitrogen dapat membentuk nitrida pada suhu tinggi. Rumah tiram yang banyak terdapat di laut mengandung kalsium karbonat sebagai sumber kalsium. Energi ionisasi kedua dari unsur-unsur golongan IIA relatif rendah sehingga mudah membentuk kation +2. Kereaktifan logam alkali meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik.21 Nyala logam alkali tanah Sumber: Sougou Kagashi 3. Barium dapat membentuk peroksida. Akibatnya. 2002 Gambar 3. Magnesium diproduksi melalui elektrolisis lelehan MgCl2.20 Magnesium jika dibakar akan mengeluarkan cahaya sangat terang. Pembuatan logam magnesium dari air laut telah dikembangkan oleh berbagai industri kimia seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom yang bertambah panjang. sering dipakai sebagai bahan untuk membuat kembang api. Stronsium berwarna krimson. → Ca(s) + H2(g) ⎯⎯ CaH2(s) Δ MgI2 Mg(s) + H2(g) ⎯⎯⎯⎯ MgH2(s) → Semua unsur alkali tanah bereaksi langsung dengan halogen membentuk halida.22 Oleh karena garam-garam alkali tanah menghasilkan nyala beraneka warna.Sumber: Chemistry. Air laut mengandung sumber ion Mg2+ yang tidak pernah habis. dan barium bereaksi dengan hidrogen membentuk logam hidrida. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Tanah Logam-logam alkali tanah diproduksi melalui proses elektrolisis lelehan garam halida (biasanya klorida) atau melalui reduksi halida atau oksida. misalnya magnesium nitrida: → Mg(s) + N2(g) ⎯⎯ Mg3N2(s) Pembakaran unsur-unsur alkali tanah atau garamnya dalam nyala bunsen dapat memancarkan spektrum warna khas. Kalsium. Reaksinya: → Ca(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ Ca(OH)2(aq) + H2(g) Logam alkali tanah bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. dan magnesium putih terang. Barium peroksida terbentuk pada suhu rendah dan terurai menjadi oksida pada 700°C. barium hijau-kuning. Titik leleh dan titik didih logam alkali menurun dari atas ke bawah dalam sistem periodik.

seperti berilium dan uranium. bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan terhadap korosi.700° MgCl2( ) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯→ Mg( ) + Cl2(g) Gambar 3. direduksi dengan ferosilikon (paduan besi dan silikon). Lampu blitz pada kamera analog menggunakan kawat magnesium berisi gas oksigen menghasilkan kilat cahaya putih ketika logam tersebut terbakar. Logam magnesium banyak digunakan sebagai paduan dengan aluminium. Mg(OH) 2 disaring dan diolah dengan asam klorida menjadi magnesium klorida. garam MgCl2 dilelehkan dan dielektrolisis: Elektrolisis 1. → Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) ⎯⎯ MgCl2(aq) + 2H2O( ) Setelah kering. Oleh karena massa jenis paduan Mg–Al ringan maka paduan tersebut sering digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang atau beberapa bagian kendaraan.23 Pembuatan logam magnesium dari air laut Bubur Mg(OH)2 Cl2 dibakar menjadi HCl Saringan Sel Elektrolisis Mg(OH)2 Padat MgCl2 (s) Tank Penetral MgCl2 (s) Pengering Jika rumah tiram dipanaskan. Kemudian. Kata Kunci • • • Kekerasan logam alkali tanah Energi ionisasi kedua Reduktor Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 81 . Kulit kerang/tiram merupakan sumber kalsium.Air Laut Kulit Kerang (CaCO3) Dipanaskan Tank Pecampur CaO Gambar 3. CaCO3 terurai membentuk oksida: Δ CaCO3(s) ⎯⎯ CaO(s) + CO2(g) → Penambahan CaO ke dalam air laut dapat mengendapkan magnesium menjadi hidroksidanya: → Mg2+(aq) + CaO(s) + H2O( ) ⎯⎯ Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq) Selanjutnya.24 Sumber: Sougou Kagashi Magnesium dapat juga diperoleh dari penguraian magnesit dan dolomit membentuk MgO. Sejumlah kecil magnesium digunakan sebagai reduktor untuk membuat logam lain.

000° → ThO2(s) + 2Ca( ) ⎯⎯⎯⎯ Th(s) + 2CaO(s) Berilium diperoleh dari elektrolisis berilium klorida. sehingga accu dapat diperbarui. dan pupuk Pigmen cat. 1. digunakan sebagai elektrode pada accu. Jika sejumlah kecil tembaga ditambahkan ke dalam berilium. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Therefore.7H2O CaO CaCO3 CaSO4 Ca(HPO4)2 BaSO4 Kegunaan Bata tahan api (tungku). 1. Elektrode ini tahan terhadap elektrolisis air selama proses isi-ulang. susu magnesia Pupuk. Adapun. reaksi keseluruhan CaO dan Al dapat ditulis: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → Calcium oxide (alkaline oxide) reacts with aluminium oxide (amphoter oxide) produce tricalcium aluminat. dan penggiling lumpur Sumber: General Chemistry . dan makanan hewan Sumber magnesium untuk logam dan senyawa. barium dihasilkan melalui reduksi oksidanya oleh aluminium. pengisi. karbonat terurai melepaskan karbon dioksida dan menghasilkan kalsium oksida. minyak. Jika dipanaskan hingga 900°C. juga dapat dibuat melalui reduksi CaO oleh aluminium dalam udara vakum. the whole reaction of CaO and Al can be written: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → → 2Mg(s) + O2(g) ⎯⎯ 2MgO(s) + Cahaya Kalsium dibuat melalui elektrolisis lelehan CaCl2. Ini disebabkan manfaatnya tinggi. Natrium klorida ditambahkan untuk meningkatkan daya hantar listrik lelehan BeCl2. seperti thorium. Kalsium yang dihasilkan dalam bentuk uap sehingga dapat dipisahkan. Penambahan zat tersebut ke dalam lelehan besi yang mengandung silikat akan bereaksi dengan silikat membentuk ampas yang mengapung pada permukaan lelehan besi. stronsium dapat diproduksi melalui proses yang serupa. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Oleh sebab itu. Selain itu. obat-obatan (analgesik). Kapur tohor digunakan pada pembuatan baja. 1990 Mineral kalsium karbonat dan kulit kerang adalah sumber komersial sangat murah dan melimpah di alam.12. semen.200° → 3CaO(s) + 2Al( ) ⎯⎯⎯⎯ 3Ca(g) + Al2O3(s) Jika logam kalsium dipadukan dengan timbel akan menghasilkan paduan yang cukup keras. akan menghasilkan paduan yang kerasnya sama dengan baja. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Tanah Senyawa logam alkali tanah dengan beberapa aplikasinya dalam industri dan rumah tangga dipaparkan dalam Tabel 3. dinding. Walaupun stronsium sangat sedikit digunakan secara komersial. dan pengolahan air Mortar Lapisan kertas. Tabel 3. 4. Reaksinya tergolong asam-basa Lewis: 82 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Kalsium juga digunakan sebagai zat pereduksi dalam pembuatan beberapa logam yang kurang umum.12 Manfaat Senyawa Logam Alkali Tanah Senyawa MgO Mg(OH)2 MgSO4. 950 ° C BeF2( ) + Mg( ) ⎯⎯⎯ MgF2( ) + Be(s) → Berilium merupakan logam mahal. dan antasid Plester. yang secara komersial dikenal sebagai kapur tohor. dan pabrik pencelupan Pabrik baja. berilium juga dapat dibuat melalui reduksi garam fluoridanya oleh logam magnesium. BeCl2.Catatan Note Kalsium oksida (oksida basa) bereaksi dengan aluminium oksida (oksida amfoter) menghasilkan trikalsium aluminat.

CaCO3 dalam suatu cuplikan ditentukan dengan cara pelarutan sampel ke dalam asam kuat. Sejumlah kecil dari banyak unsur sangat penting bagi proses kimia yang terjadi di dalam tubuh kita. makanan utama. Sekilas Kimia Unsur Kelumit Manusia membutuhkan diet (pola makanan) yang seimbang agar tetap sehat. Jika air sadah yang mengandung Ca(HCO 3) 2 diolah dengan Ca(OH)2. menghasilkan endapan Ca2+ sebagai CaC2O4. Kalsium dapat memelihara kesehatan tulang dan gigi.400°C. Contoh 3. berfungsi sebagai perekat gurdi penggilingan. semua ion kalsium diendapkan sebagai kalsium karbonat. Senyawa ini digunakan pada penggilingan minyak dalam bentuk bubur. tetapi suspensi BaSO4 yang terdapat sebagai ion barium. Kuning telur merupakan sumber sulfur. dan seng yang baik.3 Mengidentifikasi Senyawa Logam Alkali Tanah Melalui uji kimia. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Senyawa CaO dan Ca(OH) 2 digunakan untuk melunakkan air sadah.→ CaO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ CaSiO3( ) oksida basa oksida asam ampas kalsium silikat Kalsium hidroksida. BaSO4 juga tidak dapat di tembus sinar-X sehingga senyawa ini digunakan untuk diagnosa sinar-X (Gambar 3. jika Na2SO4 ditambahkan ke dalam larutan BaCl2 dan MgCl2 maka BaCl2 akan mengendap sebagai BaSO4.13 Daftar Kelarutan Senyawa Alkali Tanah di Dalam Air Be Mg Ca Sr Ba Hidroksida Tidak larut Tidak larut Sedikit larut Larut Larut Karbonat – Sedikit larut Tidak larut Tidak larut Tidak larut Sulfat Larut Larut Sedikit Tidak Tidak Sumber: General Chemistry . Berdasarkan pada sifat-sifatnya.25 Fotografi sinar-X pada usus manusia menggunakan senyawa BaSO4. D 3. Senyawa penting dari barium adalah BaSO4. merupakan sumber makanan yang kaya dengan kalsium dan iodium. Ca(OH)2 digunakan sebagai bahan pengisi pada pembuatan kertas. Senyawa barium yang larut dalam air tidak dapat digunakan sebab bersifat racun. bagaimanakah membedakan antara MgCl2 dan BaCl2? Jawab Berdasarkan kelarutannya dalam air. Persentase kapur. Makanan dari laut. dan untuk membuat gigi buatan bersama-sama senyawa fluorin. akan menjadi MgO yang bersifat agak inert. 1997 Tes Kompetensi Subbab 1. diketahui bahwa MgSO4 larut dalam air. sedangkan BaSO4 tidak larut.25). Tabel 3. Kacangkacangan dan biji-bijian juga kaya dengan kalsium. dan MgCl2 tetap di dalam larutannya. 2. Jika MgO dibuat pada suhu lebih sekitar 700°C. dan titrasi C2O42– menggunakan KMnO4 dalam suasana asam. seperti nasi dan roti sering ditambah dengan makananmakanan lain (makanan tambahan). 1990 Gambar 3. natrium. manakah di antara unsur logam alkali tanah yang dapat dihidrolisis? Terangkan bagaimana melunakkan air sadah yang mengandung ion kalsium agar dapat digunakan dalam ketel uap? Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 83 . Tuliskan persamaan kimia untuk proses tersebut. MgO digunakan untuk membuat bata tahan api (tungku pirolisis). Oleh sebab itu. akan diperoleh serbuk oksida yang larut dalam asam dan digunakan sebagai aditif makanan hewan. racunnya dapat diabaikan. → Na2SO4(aq) + BaCl2(aq) ⎯⎯ 2NaCl(aq) + BaSO4(s) Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. Untuk menghindari kekurangan unsur-unsur ini. → Ca2+(aq) + 2HCO3(aq) + Ca(OH)2(aq) ⎯⎯ 2CaCO3(s)+ 2H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Senyawa MgCO3 jika dipanaskan di atas 1. seperti rumput laut dan ikan. merupakan sumber ion Mg2+ dalam nutrien.

14 Sifat Fisika dan Kimia Aluminium Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (gcm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) Potensial reduksi (V) Aluminium 660 2467 2. lempung tersebut menghasilkan deposit bauksit. suatu bijih aluminium yang mengandung AlO(OH) dan Al(OH)3 dalam berbagai komposisi. Oksida aluminium murni tidak berwarna. tetapi akibat adanya pengotor dapat menghasilkan berbagai warna. 1990 84 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Sifat-Sifat Unsur Aluminium Berdasarkan potensial reduksi standar (E° = – 1.68 1. → 2Al(s) + 6HCl(aq) ⎯⎯ 2AlCl3(aq) + 3H2(g) Dengan asam nitrat. Sumber: Jendela Iptek: Kimia. 2000 Aluminium merupakan logam yang sulit diekstrasi dari bijihnya. batuan ini membentuk lempung yang mengandung aluminium.26 (a) Ruby berwarna biru. 2005 Tabel 3. Al2O3. Al2O3.70 1. Contohnya seperti pada Gambar 3. Akibat perubahan alam. 2000 2. orundum adalah mineral keras yang mengandung aluminium oksida. Setelah melalui proses alam yang panjang dan lama. safir berwarna biru dan ruby berwarna merah tua. Bauksit termasuk dari 10% komoditi eksport yang berkaitan dengan pertambangan. aluminium mudah teroksidasi menjadi aluminium oksida. Gambar 3. Sumber:Encarta:Reference Library. Senyawa ion aluminium sangat terbatas. Aluminium terutama terdapat dalam mineral aluminosilikat yang ditemukan berasal dari batuan kulit bumi.160. Di Indonesia.66 Sumber: General Chemistry . Aluminium pada umumnya membentuk senyawa kovalen.26.E. Kimia Bauksit sebagai Sumber Aluminium Sekilas (a) (b) Sumber: Chemistry. Kelimpahan Aluminium di Alam Aluminium merupakan unsur dengan kelimpahan pada urutan ketiga dalam kerak bumi (setelah oksigen dan silikon).5 0. Total produksi bauksit Indonesia sebanyak 1.25 1. (b) Safir berwarna merah tua. 1. Aluminium dan Senyawanya Aluminium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik dengan elektron valensi ns2 np1. Oksida ini membentuk lapisan tipis pada permukaan aluminium dan bersifat inert terhadap oksidasi sehingga lapisan oksida ini mampu mencegah terjadinya oksidasi berkelanjutan (pasivasi).000 ton per tahun. dan bilangan oksidasi +3. Aluminum dapat bereaksi secara langsung dengan halogen membentuk aluminium halida disertasi pelepasan gas hidrogen. misalnya AlF3. aluminium tidak bereaksi karena ada lapisan oksida yang tahan terhadap asam nitrat.66). Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit.

aluminium hidroksida adalah suatu amfoter. yang dikeluarkan secara berkala. presentasikan di depan kelas. Kertas saring Kata Kunci Langkah Kerja 1. AlCl3 0. 6. kocok. Tambahkan 3 mL larutan NaOH 1 M ke dalam tabung 2. suatu metode komersial pembuatan aluminium melalui elektrolisis aluminium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit. 2000 Sel Hall-Heroult untuk produksi aluminium Aluminium oksida dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). 3. Tambahkan NaOH 0. Gelas ukur 4. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 85 . Aktivitas Kimia 3. Anode grafit Gambar 3. • • • Amfoter Pasivasi Proses Hall-Heroult 3. → Al(OH)3(s) + 3H+(aq) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3H2O( ) → Al(OH)3(s) + OH –(aq) ⎯⎯ Al(OH)4(aq) Dengan demikian.5 M dan 1 M 3. Gelas kimia 2.Aluminium hidroksida larut dalam asam membentuk ion Al3+. Bagaimanakah bentuk endapan hasil reaksi AlCl3 dan NaOH? 3.5 M sampai terbentuk endapan. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini? Diskusikan dengan teman kelompok Anda. Sel elektrolisis ditunjukkan pada Gambar 3. NaOH 0. Amati kedua tabung tersebut.1M 2. Kemudian. Saring endapan yang terbentuk. 5. Reaksi apakah yang terjadi antara HCl dan endapan. Campuran kriolit dielektrolisis pada suhu sekitar 950°C. Al(OH)4– .5 Identifikasi Sifat Amfoter Aluminium Tujuan Membuktikan sifat amfoter dari aluminium. Tuliskan semua persamaan reaksi yang terjadi. Tabung reaksi Bahan 1. 2. Na 3AlF 6. 4. 2. Pembuatan dan Kegunaan Unsur/Senyawa Aluminium Aluminium dibuat melalui proses Hall H roult. Masukkan 25 mL AlCl3 0. HCl 1M 3. Kemudian.1 M ke dalam gelas kimia. Alat 1. dan dalam basa berlebih membentuk ion aluminat. NaOH dan endapan? 4.27. Masukkan ke dalam dua tabung reaksi masingmasing 1 g. Pertanyaan 1. Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel.27 Al 2O 3 terlarut dalam lelehan kriolit Lelehan aluminium Tungku karbon–besi Sumber: Chemistry. Tambahkan 3 mL larutan HCl 1 M ke dalam tabung 1.

Alumina membentuk senyawa berpori atau berupa serbuk padat berwarna putih. Aluminium sulfat oktadekahidrat. akan terbentuk corundum yang digunakan sebagai ampelas atau gerinda. Logam aluminium murni bersifat lunak dan mudah terkorosi. Jika alumina diuapkan dengan logam pengotor tertentu.18H 2O merupakan garam aluminium yang dapat larut dalam air.Walaupun reaksi pada elektrolisis sangat rumit.045°C). Ruby sintesis mengandung 2. Sekali campuran ini dibakar. seperti Cu.29 Pembakaran termit 2Al + Fe2O3 → 2Fe + Al2O3 Sumber: Introductory Chemistry. atau Mn. juga digunakan untuk memproduksi logam aluminium. Al(H2O)63+ dan ion ini mudah terhidrolisis: [Al(H2O)5OH]2+(aq)+ H 3O+(aq) [Al(H2O) 6]3+(aq)+H2O( ) Sumber: Chemistry. → Katode: 4Al3+(aq) + 12e– ⎯⎯ 4Al( ) → Anode: 12O2–(aq) + 3C(s) ⎯⎯ 3CO2(g) + 12e– → Reaksi sel: 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( )+3CO2(g) Al2O3 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Senyawa aluminium yang penting adalah alumina atau aluminium oksida. yang disebut termit (lihat Gambar 3. dibuat melalui pelarutan bauksit dalam asam sulfat.28 Kaleng minuman umumnya dibuat dari aluminium. endapan seperti gelatin dari aluminium hidroksida terbentuk. dan digunakan terutama pada arloji dan sebagai asesoris permata. Anode karbon dibuat dari karbonasi minyak bumi yang harus diganti secara kontinu sebab sering terkontaminasi oleh pengotor.5% kromium oksida. yaitu campuran dari serbuk aluminium dan besi(III) oksida. Δ 2Al(OH)3(s) ⎯⎯ Al2O3(s) + 3H2O( ) → Alumina digunakan sebagai katalis. 86 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pada proses ini. 1997 Gambar 3. Senyawa ini dibuat melalui pemanasan aluminium hidroksida yang diperoleh dari bauksit dan dilakukan pada 550°C. ion aluminium membentuk kompleks hidrat. aluminium akan menjadi keras dan tahan terhadap korosi. Cr2O3 dalam alumina. Al 2(SO 4)3. Aluminium sulfat digunakan dalam jumlah besar untuk perekat kertas. Beberapa aluminium digunakan untuk mengekstraksi logam lain. Penambahan sejumlah kecil logam lain.30 Aluminium foil untuk memasak makanan dalam oven/microwave. → Cr2O3(s) + 2Al( ) ⎯⎯ Al2O3( ) + 2Cr( ) DH°= –536 kJ Reaksi serupa diterapkan pada las listrik untuk menyambung besi.29). zat seperti lempung dari aluminium sulfat ditambahkan ke dalam fiber selulosa untuk menghasilkan material berpori menjadi halus. Dalam air. Jika basa ditambahkan kepada larutan garam aluminium ini. 2000 Gambar 3. akan diperoleh permata safir atau ruby. Reaksi Cr2O3 dengan aluminium bersifat eksotermis. Mg. Aluminium sulfat juga digunakan untuk mengolah air limbah dari pulp kertas dan untuk menjernihkan air limbah. tetapi reaksi bersihnya dapat dituliskan seperti berikut. Jika alumina diuapkan pada suhu tinggi (2. Aluminium dibuat dalam jumlah besar untuk paduan logam. Logam kromium diperoleh melalui reduksi oksidanya oleh serbuk aluminium. reaksi berlangsung terus menghasilkan pijar tinggi bertabur bunga api.

Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 87 . Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit. Walaupun logam aluminium merupakan logam reaktif. Tuliskan persamaan reaksinya.6H2O dapat dibuat melalui pelarutan alumina dalam asam klorida. mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan.12H2O digunakan untuk pengolahan air. Aluminium klorida tak berhidrat diperoleh melalui reaksi serbuk aluminium dengan gas klorin. Aluminium klorida tak berhidrat ini digunakan sebagai katalis. Na[Al(OH)4]. 2. Bahan uji kimia apakah untuk mengidentifikasi larutan ini? Anda hanya dapat menggunakan satu zat. Jika NaOH(s) ditambahkan pada AlCl3(aq). Aluminium hidroksida sering diendapkan ke dalam fiber untuk menyerap celupan tertentu. tetapi jika dipanaskan pada suhu titik lelehnya akan terbentuk senyawa kovalen Al2Cl 6.→ Al3+(aq) + 3OH–(aq) ⎯⎯ Al(OH)3(s) Ion aluminium mengkoagulasi suspensi koloid yang selanjutnya menyerap endapan aluminium hidroksida. MgCl2(aq). Jawab Tambahkan NaOH(s) tetes demi tetes ke dalam larutan. Penambahan NaOH berlebih tidak melarutkan endapan yang terbentuk. AlK(SO4)2. Pada suhu lebih tinggi. E 3. molekul Al2Cl6 berwujud uap akan terdisosiasi menjadi molekul AlCl 3 dengan struktur molekul trigonal planar. Garam ini digunakan sebagai penghilang bau keringat dan desinfektan (Gambar 3. Aluminium klorida heksahidrat. Jelaskan secara ringkas proses Hall untuk pembuatan aluminium secara komersial. Tes Kompetensi Subbab 1. Cl Al Cl Cl Al Cl Cl Cl Struktur dimer dari molekul AlCl3. AlCl3. tetapi mudah terkorosi di udara. Penambahan NaOH secara berlebih akan melarutkan kembali endapan yang terbentuk menghasilkan aluminat yang larut. Garam aluminium tidak berhidrat. padatan putih Mg(OH)2 terbentuk. AlCl3 tidak dapat dibuat melalui pemanasan hidrat sebab akan terurai menghasilkan HCl.4 Mengidentifikasi Senyawa Aluminium Suatu larutan diduga mengandung NaCl(aq). Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Struktur Al2Cl 6 merupakan dimer dari AlCl3 dengan klorin sebagai jembatannya. endapan putih Al(OH)3 terbentuk.31). atau AlCl3(aq). Jika NaOH ditambahkan ke dalam larutan MgCl2. → 2Al(s) + 3Cl2(g) ⎯⎯ 2AlCl3(s) Padatan AlCl3 diyakini ionis. Mengapa aluminium cenderung membentuk senyawa kovalen? Aluminium sulit diekstraksi dari bijihnya. Larutan NaCl tidak memberikan endapan dengan ditambahkannya NaOH. misalnya pada pembuatan etilbenzena. 5.31 Tawas. Aluminium klorida menyublim pada titik lelehnya (180°C) dan molekul Al2Cl6 terdapat dalam uapnya. Contoh 3.

Grafit membentuk struktur segienam datar dan berlapis melalui ikatan hibrida sp2. 2. sedangkan karbon amorf tidak beraturan. Perbedaan sifat antara grafit dan intan akibat dari bentuk strukturnya. Adapun intan membentuk struktur tetrahedral. berwarna hitam mengkilap dengan struktur berlapis. di mana setiap atom karbon berikatan dengan empat atom karbon lain melalui ikatan hibrida sp3 (lihat Gambar 3. Sifat-Sifat Karbon dan Silikon Bentuk alotrop dari karbon yang berupa kristal adalah grafit dan intan.F. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat. Sumber: Chemistry: The Molecular Science.15 Kekuatan Ikatan C–C. Unsur berikutnya yang juga melimpah di alam adalah karbon. Jika ikatan C–C putus. Bentuk amorf dari karbon memiliki struktur lapisan seperti grafit. dan dapat menghantarkan listrik (bersifat konduktor). sedangkan bentuk amorf dari karbon adalah arang dan kokas (karbon hitam). Grafit dan intan membentuk struktur jaringan kovalen yang sangat besar (struktur raksasa). dan Si–O Ikatan C–C Si–Si Si–O Energi Ikat (kJ mol–1) 347 226 368 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. tidak berwarna. Grafit bersifat lunak. 1989 88 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . ditemukan dalam semua makhluk hidup dan batubara serta minyak bumi. Sumber utama karbon selain dari senyawa organik terdapat dalam mineral karbonat.33a). Kelimpahan Karbon dan Silikon di Alam Silikon merupakan unsur yang paling melimpah di alam.33 (a) Struktur intan (b) Struktur grafit (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Untuk memecahkan intan diperlukan energi sangat tinggi sebab banyak ikatan C–C yang harus diputuskan. Silikon dapat membentuk enam buah ikatan yaitu SiF62–.32 Mineral silikat Gambar 3. dan transparan terhadap cahaya.33b). Karbon dan Silikon Karbon dan silikon berada dalam golongan IVA dengan konfigurasi elektron ns2np2 membentuk ikatan kovalen dengan struktur tetrahedral. Tabel 3. Karbon juga terdapat sebagai CO2 di atmosfer serta sebagai grafit dan intan. Intan bersifat keras. 1997 Gambar 3. Grafit memiliki lapisan struktur beraturan (lihat Gambar 3. Perbedaannya terletak pada tumpukan lapisan. bentuknya menjadi tidak beraturan (amorf). Si–Si. tetapi intan tidak dapat menghantarkan arus listrik (insulator). yakni batu kapur dan dolomit. 1. sedangkan karbon maksimal empat ikatan kovalen.

mpi. Grafit dibuat melalui pemanasan arang minyak bumi dalam tungku listrik pada 3.000 ° C 105 atm Gambar 3.355 2. seperti tungku atau tanur.au Gambar 3. www.35 Karbon hitam. Sumber: Chemistry.550 4.500°C dengan katalis pasir dan besi. Karbon ini dibuat melalui pemanasan fiber tekstil pada suhu tinggi. Indonesia dapat memproduksi batubara sekitar 90 juta ton per tahun. intan.5 0. Salah satu pertambangan intan di Indonesia terdapat di pulau Kalimantan.410°C. Sumber: Encarta:Reference Library.827 3.000°C. Tabel 3.51 2. Pembuatan serta Kegunaan Unsur Karbon dan Silikon Grafit sintetis diproduksi untuk pembuatan elektrode pada industri baterai.8 1.16.77 Sumber: General Chemistry .000°C dan 105 atm dengan katalis logam transisi.16 Sifat-Sifat Fisika Karbon dan Silikon Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari kovalen ( ) C 3. yaitu pengekspor batubara termal ketiga terbesar di dunia setelah Australia dan Afrika Selatan. dan grafit Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 89 . Intan adalah mineral mulia.33 1. 1990 Kimia Intan dan Batubara Sekilas Silikon dan karbon dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi. 2002 → C(grafit) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C(intan) Silikon dibuat melalui reduksi pasir kuarsa (SiO2) oleh karbon dalam tungku listrik pada 3.410 2.Silikon berupa padatan keras dengan struktur serupa intan. 3.org. Silikon bersifat semikonduktor. Prosesnya dilakukan pada 3. 2005. tetapi pada suhu tinggi menjadi konduktor yang baik.34 (a) Model struktur kuarsa (silikat) (b) Kuarsa yang sesungguhnya (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi 3. Karbon amorf dan fiber grafit digunakan sebagai penguat pada suhu tinggi. Intan dapat dibuat dari grafit pada suhu dan tekanan sangat tinggi menghasilkan intan buatan yang murah sebagai alat pemotong kaca dan penggilingan. Daya hantarnya kecil pada suhu kamar. Beberapa sifat fisika karbon dan silikon ditunjukkan pada Tabel 3. Karbon hitam seperti karbon aktif diproduksi dalam jumlah besar melalui pembakaran gas alam dan batubara tanpa oksigen. Δ CH4(g) ⎯⎯ C(s) + 2H2(g) → Karbon hitam digunakan untuk industri karet dan sebagai pigmen untuk tinta hitam. berwarna abu mengkilap dan meleleh pada 1. Indonesia juga merupakan salah satu negara terbesar produsen batubara.77 Si 1. Persamaan reaksinya: Δ C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) → Δ Si(s) + 2H2O(g) ⎯⎯ SiO2(g) + 2H2(g) → Tahukah Anda sekitar 10% dari pendapatan bruto negara Indonesia berasal dari pertambangan? Intan dan batubara merupakan contoh kekayaan mineral yang terdapat di Indonesia.

Kelimpahan Nitrogen . padahal ikatan antarkarbon sangat kuat? Mengapa silikon membentuk ikatan kovalen karbida. sedangkan oksigen dan belerang berada dalam golongan VIA dengan konfigurasi elektron ns2 np4. silikon ultra-murni mengkristal pada permukaan batang silikon murni. sel surya. dan permukaan bumi). Paduan ini diperoleh melalui reduksi besi(III) oksida bersama-sama dengan pasir kuarsa. Nitrogen. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Δ Si(s) + 2Cl2(g) ⎯⎯ SiCl4( ) → b) SiCl 4 dicampur dengan gas H 2 dan dilewatkan melalui tabung pemanas hingga terjadi reaksi: Δ SiCl4( ) + 2H2(g) ⎯⎯ Si(s) + 4HCl(g) → c) Setelah dingin. atmosfer. sedangkan belerang berupa zat padat dengan rumus molekul S8. Gambar 3. 1. F 3. Mengapa grafit bersifat lunak sehingga dipakai sebagai pelumas. Silikon ultramurni digunakan sebagai bahan semikonduktor padat seperti transistor. 2000. nitrogen tidak sebagai unsur bebas. dan Belerang Nitrogen berada dalam golongan VA dengan konfigurasi elektron ns2 np3. tetapi membentuk gas diatom yang tidak berwarna dan tidak berbau dengan rumus molekul N2. Tuliskan persamaan setara untuk pembakaran CO dan H2 yang dapat menerangkan mengapa campuran gas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar. 90 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tetapi kalsium membentuk ikatan ion karbida? 2. dan Belerang di Alam Nitrogen terdapat di atmosfer bumi dalam jumlah paling besar mencapai 78%. mencapai 48% berat bagian luar bumi (kerak. Di alam. (b) Komponen sel surya (a) (b) Sumber: Chemistry. Oksigen. silikon dipadukan dengan besi membentuk ferosilikon (Fe–Si). dan chips mikro-komputer. Silikon ultramurni dibuat dari silikon tidak murni. Prosesnya adalah seperti berikut. Sougou Kagashi Tes Kompetensi Subbab 1. a) Silikon tidak murni (hasil reduksi pasir) dipanaskan dengan gas klorin membentuk SiCl4 (cairan dengan titik didih 58°C). Oksigen. G.Kata Kunci • • • • • • Ikatan kovalen Alotrop Amorf Konduktor Insulator Semikonduktor Δ SiO2( ) + 2C(s) ⎯⎯ Si( ) + 2CO2(g) → Untuk tujuan metalurgi.36 (a) Silikon ultra-murni digunakan untuk material elektronika. Oksigen merupakan unsur yang melimpah di alam. Silikon yang dibuat dengan cara ini hanya memiliki pengotor 10–8%. Nitrogen dan oksigen berupa gas diatom.

70 218 183 0. Tabel 3.5 –200 1. dan belerang ditunjukkan pada tabel berikut.04 0.66 113 445 2.17 Komposisi Unsur-Unsur dalam Atmosfer Bumi Atmosfer Bumi Nitrogen Oksigen Karbon dioksida Uap air Gas lain Persen Udara 78 21 0. → S(g) 16H22S(g) + 8SO2(g) ⎯⎯ 16H2O( ) + 3S8(s) Molekul belerang juga terdapat di bawah tanah bersama-sama garam sekitar ratusan meter dari permukaan bumi.18 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur Nitrogen.96 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. 1989 Belerang dalam keadaan molekulnya (S8) terdapat di beberapa daerah vulkanik (gunung berapi) yang terbentuk dari reaksi H2S dan SO2.0013 3. pada suhu tinggi dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain.37 (a) Kawah gunung berapi merupakan sumber belerang. oksigen. Oksigen.2H2O) dan dalam mineral sulfida yang merupakan bijih logam. dan Belerang Beberapa sifat fisika unsur nitrogen. Sifat-Sifat Unsur Nitrogen .26 0. Gambar 3. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 91 .07 2. Tabel 3. dan berwujud gas pada keadaan normal.Belerang terdapat dalam mineral gipsum (CaSO4. disebabkan ikatannya sangat kuat. Oksigen.5 141 1. seperti dengan oksigen menghasilkan NO. 1990 Pada suhu kamar gas N2 tidak reaktif.38 Perangkat alat pembangkit ozon (O3) Sumber: General Chemistry . (b) Struktur molekul belerang (S8) (c) Bentuk kristal belerang (a) (b) (c) Sumber: Chemistry. dan Belerang N2 O2 S Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) –210 –196 0.002 3. dan dalam gas alam terdapat sebagai gas H2S. Akan tetapi.70 1.32 0. Belerang juga terdapat dalam batubara dan minyak bumi sebagai senyawa organik belerang. Oksigen merupakan gas tidak berwarna. tidak berasa. 2000 2.0 0 1. → N2(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO(g) Oksigen membentuk molekul diatom O 2 dan bentuk alotropnya adalah ozon (O3).04 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.

rantai mulai pecah dan kekentalan menurun. Dalam jumlah kecil oksigen digunakan untuk pengelasan logam.40 Oksigen cair berwarna biru pucat. udara pertama dicairkan kemudian didistilasi. Di tempat itu dia dapat memperoleh karbon dioksida. 2HgO(s) ⎯⎯ 2Hg( ) + O2(g) → Oksigen yang diproduksi digunakan dalam pembuatan besi. Oksigen diproduksi dalam jumlah besar dari udara.40). Gas N2 digunakan sebagai gas pelindung. Belerang rombik meleleh pada 113°C menghasilkan cairan berwarna jingga. Belerang dalam keadaan bebas (S8) ditambang melalui proses rasch (Gambar 3. dan keluar menyerupai busa. Gas oksigen dapat dicairkan di bawah –118°C. Kekentalan meningkat akibat molekul S8 yang padat berubah menjadi rantai berupa spiral panjang. Sekilas Kimia Joseph Priestley (1733–1804) Sumber: Chemistry. Oleh karena itu. material yang terbuat dari karet. dan Belerang Udara merupakan sumber utama komersial gas N2. 2000 Priestly tertarik pada Kimia saat usianya 39 tahun karena Priestley tinggal bersebelahan dengan tempat pembuatan minuman. 92 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 1994 3. Belerang (S 8) bereaksi dengan oksigen menghasilkan belerang dioksida dengan nyala biru yang khas (Gambar 3. Molekul oksigen merupakan gas reaktif dan dapat bereaksi dengan banyak zat. Oksigen.41). seperti makanan. selanjutnya didistilasi untuk memperoleh cairan nitrogen murni. Nitrogen dan argon merupakan komponen udara yang lebih mudah menguap sehingga mudah dipisahkan.39 Reaksi belerang dan oksigen Keadaan stabil dari belerang adalah berbentuk rombik seperti mahkota yang berwarna kuning. Titik leleh padatnya adalah –218°C. untuk mengoksidasi pengotor yang terdapat dalam bijih besi. umumnya menghasilkan oksida. dan untuk sumber energi pendorong roket. Nitrogen cair digunakan sebagai pembeku. Priestly memperoleh oksigen dari pemanasan raksa(II) oksida. bentuk mahkota pecah menjadi bentuk rantai spiral yang panjang.39): S8(s) + 8O2(g) ⎯⎯ 8SO2(g) → Oksida yang lain dari belerang adalah SO3. bertujuan untuk mencegah material kontak dengan oksigen selama pemrosesan atau penyimpanan. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Nitrogen. berubah menjadi cairan kental berwarna cokelat-merah. Pada suhu lebih tinggi dari 200°C. Pencairan gas N2 terjadi di bawah suhu 147°C pada 35 atm menghasilkan cairan nitrogen yang tak berwarna. meninggalkan oksigen cair. Pada waktu meleleh. komponen elektronik sering diproduksi dalam ruangan bernitrogen.Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Sama seperti nitrogen. Kemudian. Penelitiannya difokuskan pada gas ini pada pertama kalinya. Pembuatan oksigen di laboratorium dapat dilakukan melalui pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 pada suhu sedang. dalam medis sebagai bantuan pernapasan. lelehan belerang ditekan keluar dengan udara. dan kemudian berkembang ke gas lain yaitu oksigen. Pada proses ini deposit belerang padat dalam tanah dilelehkan di tempatnya dengan air sangat panas (super heated). Belerang digunakan terutama dalam pabrik asam sulfat. Oksigen juga merupakan oksidator dalam banyak proses kimia dan pengolahan air limbah. Hampir semua logam bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. Pada pemanasan berlanjut. dan titik didih cairannya pada tekanan 1 atm dan pada suhu 183°C. Kemurnian belerang mencapai 99%. Sumber: Chemistry. tetapi hanya terbentuk dalam jumlah kecil selama pembakaran belerang dalam udara. dan bahan-bahan biologi. Baik cairan maupun padatan dari oksigen berwarna biru pucat (Gambar 3. Δ MnO2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯⎯ 2KCl(s) + 3O2(g) → Gambar 3.

Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Nitrogen. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 93 .41 Diagram proses Frasch untuk menambang belerang. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2. Warna merah tersebut akibat NH3 (basa) larut dalam air. Amonia mudah dicairkan dan cairannya digunakan sebagai pupuk nitrogen. dan Belerang Amonia. kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat.43). asam nitrat dibuat dari oksidasi amonia. Asam nitrat dibuat secara komersial melalui proses st ald (Gambar 3. CO(NH2)2. dan udara. Proses secara umum. suplemen makanan ternak.Udara Air panas Belerang dan udara Gambar 3. Gambar di samping menunjukkan diagram alir pembuatan amonia secara industri dari gas alam.42 Amonia fontain Jika pipet dipijit-pijit. NH3 merupakan senyawa komersial penting dari nitrogen. Amonia adalah gas tidak berwarna dan berbau menyengat. HNO3 adalah asam yang penting bagi industri dan digunakan untuk bahan peledak. dan plastik poliuretan. 1994 NH3 4. Asam nitrat. seperti sulfat dan nitrat juga digunakan sebagai pupuk. Garam amonium. Pt Tahap (1): 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → ⎯ Tahap (2): 2NO(g) + O2(g) ⎯→ 2NO2(g) ⎯ Tahap (3): 3NO2(g) + H2O( ) ⎯→ 2HNO3(aq)+NO(g) Air + fenolftalein Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Oksigen. Dalam larutan asam. NO O2 NO NH3 NO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. nilon. Dalam proses Ostwald. uap. Sejumlah besar amonia diubah menjadi urea. dan industri plastik formaldehid. air akan naik ke dalam labu membentuk air mancur berwarna merah. Amonia dibuat secara komersial melalui proses Haber dari N2 dan H2. yang digunakan sebagai pupuk. H2S berperan sebagai reduktor menghasilkan belerang. Deposit Lelehan belerang Sumber: Chemistry. Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali.43 Diagram proses Ostwald tahap 1 dan tahap 2 Hidrogen sulfida (H2S) adalah gas tak berwarna dengan bau telur busuk yang kuat dan bersifat racun.

Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. 5. Tuliskan persamaan reaksi pembuatan belerang (S8) dari reaksi antara H2S(g) dengan udara. Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi penyerapan molekul H2O dari gula pasir oleh H2SO4. Asam sulfat juga digunakan dalam pemurnian minyak bumi dan banyak industri kimia lainnya. Asam sulfat pekat berupa cairan kental dan bersifat dapat menarik molekul H2O dari udara maupun dari senyawa (higroskopis). sedangkan belerang sebagai S8? Jelaskan tiga metode pembuatan gas oksigen secara laboratorium. Kerjakanlah di dalam buku latihan. SO2 V2O5 SO2 SO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Asam pekat juga tergolong oksidator kuat. 2. Asam hipofosfit dioksidasi menjadi asam fosfit.Kata Kunci • • • • • • • Gas pelindung Oksidator Proses Frasch Proses Haber Proses Ostwald Proses kontak Higroskopis ⎯ 2Fe3+(aq) + H2S(g) ⎯→ 2Fe2+(aq) + 2H+(aq) + S(s) Belerang dioksida (SO 2) adalah gas tak berwarna dengan bau menyengat. Tes Kompetensi Subbab 1.45 Asam sulfat menyerap molekul H2O dari gula pasir. Adapun asam sulfat direduksi menjadi SO2. 94 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . diperoleh dari pembakaran belerang atau sulfida. kemudian diencerkan dengan air menghasilkan asam sulfat pekat. Mengapa di alam oksigen terdapat sebagai molekul O2. yaitu untuk menghambat pertumbuhan jamur. Gas SO3 yang terbentuk dilarutkan dulu dalam asam sulfat kemudian diencerkan. Asam sulfat dibuat dari belerang melalui proses kontak. Asam sulfat digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan amonium fosfat yang larut dalam air. Jelaskan kembali bagaimana pembuatan asam nitrat dengan proses Ostwald. Proses tersebut terdiri atas pembakaran belerang menjadi SO2 dan dioksidasi lanjut menjadi SO3 dengan katalis platina atau V2O5. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi ini. G 4.44 Diagram singkat proses kontak pada pembuatan asam sulfat. ⎯ Tahap 1: S(s) + O2(g) ⎯→ SO2(g) Δ V2 5 Tahap 2: 2SO2(g) + O2(g) ⎯⎯⎯⎯ 2SO3(g) → ⎯ Tahap 3: SO3(g) + H2O( ) ⎯→ H2SO4(aq) Asap belerang trioksida yang dihasilkan pada tahap (2) sukar larut dalam air sehingga SO3 dilarutkan lebih dulu dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat (H2S2O7). 3. Belerang dioksida digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering. hanya karbon yang tersisa.

Aluminium larut dalam asam maupun basa. Unsur-unsur halogen diperoleh melalui elektrolisis dan digunakan untuk berbagai aplikasi dalam industri. nitrogen. Logam aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis aluminium oksida (proses Hall). Belerang terdapat sebagai belerang bebas (S8) dan senyawanya (ferit dan H2S). dan gas mulia. halogen.Rangkuman Unsur-unsur golongan utama yang terdapat dalam tabel periodik mempunyai kelimpahan yang relatif tinggi di alam dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam aplikasi. Kalsium oksida diperoleh melalui pemanasan batu kapur untuk industri baja dan pengolahan kesadahan air. Natrium karbonat digunakan untuk membuat gelas. 6. digunakan untuk membuat paduan logam. Senyawa aluminium yang penting adalah garam sulfat (tawas). Aluminium. digunakan untuk pupuk. Silikon dipakai untuk bahan semikonduktor. Kalium klorida merupakan bahan untuk membuat pupuk. 4. dan kulit kerang. Silikon merupakan unsur paling melimpah di alam. papan reklame. dan sumber energi. 2. alkali tanah. Unsur-unsur alkali tanah yang lain diperoleh melalui reaksi reduksi. Oksigen terdapat di atmosfer bumi sebagai gas diatom. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat. Gas oksigen diperoleh melalui pencairan udara secara distilasi bertingkat. Gas oksigen digunakan untuk las logam. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 95 . Unsur-unsur golongan logam alkali tanah terdapat dalam batuan alumino-silikat. Belerang bebas ditambang melalui proses Frasch. belerang. Natrium hidroksida diperoleh melalui elektrolisis larutan NaCl. medis. 5. karbon. silikon. pembakaran. 1. Unsur-unsur golongan utama itu di antaranya logam alkali. Amonia dan asam nitrat merupakan senyawa nitrogen yang penting. Semua unsur alkali bersifat reaktif. Nitrogen dapat membentuk senyawa dengan biloks mulai dari –3 sampai dengan +5. Senyawa natrium yang penting adalah NaOH. oksigen. Semua gas mulia diperoleh dari atmosfer bumi melalui distilasi fraksionasi udara cair. 3. Magnesium diperoleh melalui elektrolisis garam kloridanya. dan las logam. baik dalam rumah tangga maupun industri. Semua unsur golongan alkali tanah cukup reaktif. terutama dalam bauksit. dan Na 2CO 3. digunakan untuk membuat kertas dan ekstraksi logam aluminium oksida dari bauksit. Unsur-unsur golongan alkali terdapat dalam berbagai mineral silikat dan diperoleh melalui elektrolisis lelehan garamnya. dan sumber kalsium diperoleh dari kulit kerang dan batu kapur. Aluminium merupakan unsur ketiga yang paling banyak di alam. air laut. Adapun unsur nitrogen terdapat dalam jumlah terbanyak di atmosfer sebagai gas diatom. Halogen merupakan unsur-unsur bukan logam yang sangat reaktif dan melimpah dalam air laut dan mineral. dipakai dalam industri asam sulfat melalui proses kontak. digunakan dalam industri kertas dan penjernihan air. NaCl. Asam nitrat diperoleh melalui proses Ostwald. Gas mulia dimanfaatkan terutama untuk pengisi lampu penerang. 7. Sumber utama magnesium adalah air laut.

Magnesium (Mg). Iodin (I) sumber antara lain Gol VIIA Elektrolisis Gol IIIA salah satunya Aluminium sumber Air laut mineral diperoleh melalui Elektrolisis Elektrolisis aluminium oksida diperoleh melalui Bauksit Gol IVA di antaranya Karbon (C). Aplikasi yang telah Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama antara lain dalam industri pupuk. Kalium (K). Kalsium (Ca). Argon (Ar). penambangan Flourin (F). Neon (Ne). Belerang (S) diperoleh melalui Proses Oswald di antaranya Gol VIA Gol IIA (Alkali tanah) Batuan aluminosilikat. silikon (Si) sumber Helium (He). air laut. sebagai pengisi lampu penerang. diskusikan dengan teman atau guru Anda. Stronsium (Sr) Barium (Ba) sumber Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi. titik leleh. Kripton (Kr). Cari tahu oleh Anda kegunaan dari unsur-unsur golongan utama tersebut. dan kulit kerang diperoleh melalui antara lain sumber Berilium (Be). Natrium (Na). Bromin (Br). las logam. dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. Rubidium (Rb). Anda juga dapat mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih. mineral silikat Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi fraksionasi udara cair Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 3 ini? Bagian manakah dari materi Bab 3 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan.Peta Konsep Unsur Unsur Golongan Utama terdiri atas Gol IA (Alkali) Mineral silikat diperoleh melalui Elektrolisis lelehan garamnya antara lain sumber di antaranya Litium (Li). Xenon (Xe) sumber antara lain Gol VIIIA Senyawa organik. kereaktifan dan sifat khusus lainnya). Cesium (Cs) Nitrogen (N) sumber salah satunya Gol VA Atmosfer bumi Oksigen (O). dampak. kelarutan. Klorin (Cl). dan dalam bidang medis. Pada bab ini Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. kekerasan. 96 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . pulp kertas. serta menjelaskan manfaat. warna.

F. energi kisi untuk senyawa kalium halida Di antara unsur-unsur halogen berikut yang tersusun menurut kenaikan keelektronegatifan adalah .. xenon dan kripton C. kekuatan pengoksidasi E. unsur paling stabil B. KI3– B. larutan KCl dengan gas Br2 D... panjang ikatan dalam molekul halogen B. 5. A. Br... bentuk molekulnya monoatomik D.Evaluasi Kompetensi Bab 3 A. HCl C.. larutan KCl dengan gas F2 12. radon Gas mulia yang paling banyak terdapat di alam adalah . A. A. F. A. 1. Di antara gas mulia berikut yang bersifat radioaktif adalah . Cl. HBr D. Cl D. Asam halida yang paling kuat adalah . Unsur-unsur halogen bersenyawa dengan hidrogen membentuk asam halida. dan 2. Keelektronegatifan unsur-unsur F. F2 B. kecuali . UMPTN 1999 C: Di antara unsur halogen berikut yang mudah direduksi adalah . A.. FBr E. A. Cl C.. jari-jari atom D.. 2.. HClO4 C. kripton Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia.... HClO2 2. argon D.. keelektronegatifan unsur C. larutan KI dengan gas Cl2 C.8. KI2 14. semua dapat direduksi 11. A. argon C. HClO3 B. xenon D. UMPTN 2000 A: Reaksi berikut dapat berlangsung. Di antara senyawa klorin berikut yang merupakan asam paling kuat adalah . energi ionisasinya sangat tinggi E. F 8. keelektronegatifan B.5.. 3. FCl D. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 97 . Br. Kenaikan titik didih dan titik leleh dari F2 ke I2 disebabkan oleh meningkatnya .. dan I masingmasing 4. Cl. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E. Br B. 7. nomor atomnya selalu genap C. 3.. Hal ini disebabkan karena gas mulia . KI+ D. potensial reduksi standar E.. Iodin mudah larut dalam larutan KI daripada dalam air. 6... helium B. afinitas elektron C. Cl. Br2 D. titik beku mendekati suhu 0 K Ebtanas 1996: Pasangan unsur gas mulia berikut yang senyawanya sudah dapat disintesis adalah . larutan KBr dengan gas Cl2 E. A. F.. HClO E.. sedikit terdapat di alam B. neon C. kecuali .. Cl. Br.. F D... I2 E... neon B. xenon dan argon B. KI2– C. Senyawa antarhalogen yang paling polar adalah .. ICl B... semua kuat 13.. xenon E. HCl D.. A..... sukar melepaskan atau menangkap elektron C. energi ionisasi pertama D. Cl2 C. jumlah elektron terluarnya selalu 8 Di antara sifat-sifat berikut untuk halogen dan senyawanya meningkat dari fluorin ke iodin adalah . kekuatan asam 9. KI3 E... A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. larutan KI dengan gas Br2 B. kripton E. HI E. A. IBr C.. helium dan kripton D. mudah bereaksi dengan unsur lain D. F2 10. Br. Hal ini disebabkan terbentuk .. A. Br. A.. helium dan xenon Ebtanas 1999: Unsur gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain. helium dan argon E. 4. A. HF B.

CO2. yang merupakan sifat unsur halogen adalah .. KOH NaOH E. Unsur tersebut adalah . Sr 27. NaCl D.. Li B. Pernyataan berikut yang benar tentang sifat basa logam alkali adalah . terdapat dalam keadaan bebas di alam C... A. NaOH. A. Be B... dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garam D. senyawanya berwarna Di antara sifat-sifat unsur tersebut.. garam natrium mudah larut dalam air 18. A. MgCO3 D. Ca(OH)2 D. mudah bereaksi dengan air C. Sangat reaktif... Li dan Na C. Logam itu adalah . A.. Umumnya. dan mudah diiris B. zat itu adalah ... Ra D.. Li dan K D. Hasil percobaan yang mendukung ungkapan itu adalah ... HCl dan HBr C. Dalam bentuk unsur bebas merupakan racun 5. lunak.. NaCl. Ebtanas 1999: Diketahui beberapa sifat unsur: 1. 3 – 4 – 5 16... Pembakaran logam Mg di udara. A.. 2 – 3 – 5 D. ionnya bermuatan positif satu E. Ebtanas 2000: Basa alkali tanah yang paling mudah larut dan mempunyai sifat basa kuat adalah .. Sr 28. Be(OH)2 B.. Di antara unsur alkali tanah berikut yang bersifat amfoter adalah . senyawanya mudah larut dalam air 21. K D. 1 – 2 – 3 B. NaOH KOH B. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali tanah dihasilkan warna putih terang. A. Mg(CN)2 26. Mg(HCO3)2 E. Zat ini jika ditambah air dapat membirukan lakmus. Na dan K B. NaOH.. Ca D. NaHCO3. Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . A. Bilangan oksidasinya +2 dan +3 3. diperoleh warna ungu. Ca B. Mg B.. Ca E.15. LiOH KOH C. Be C. 1 – 3 – 4 C. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali.. HCl dan HI E. KOH LiOH D. Na C. Cs 22.. A. Mg(OH)2 C. Sr(OH)2 E. CO2 23.. 98 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Ebtanas 1996: Logam alkali tanah yang tidak menghasilkan gas hidrogen jika bereaksi dengan air adalah . Mg C. CO B. Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah .. terdapat di alam dalam bentuk senyawa 2. UMPTN 1998 B: Sifat-sifat berikut yang bukan merupakan sifat logam alkali adalah . A. A. Be C.. HBr dan HI 17.. CO2 C. Mg(OH)2 B. A. Opsi (c) dan (d) benar 19... A. Mg 24. NaCl. NaCl. NH3. selain terbentuk MgO juga terbentuk zat X. Sr E... Logam natrium adalah reduktor kuat. Bahan baku pembuatan Na2CO3 melalui proses solvay adalah .. Rb E. Ba(OH)2 25.. K dan Rb E. sifat basanya sangat kuat E. NH3.. Ra E. merupakan unsur sangat reaktif B. HF dan HBr D. A... sifatnya padat.. 2 – 4 – 5 E.. Merupakan oksidator kuat 4. Logam alkali yang dibakar akan menghasilkan superoksida adalah . HF dan HCl B.. Mg3N2 C. larutan oksidanya mengubah lakmus merah menjadi biru D.. Ba D. Li dan Rb 20. NH3 E.

Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s)+ N2O(g)+ 2O2(g) ⎯⎯ D. bahan baku utama Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. (c) kerapatan gas. A. oksidator C. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + 2NO2(g) Jika logam aluminium ditetesi larutan NaOH akan terjadi reaksi. kontak B. arang B.... pelarut E.. 36. pembakaran gas CO C. penguraian gas NO2 D. di antaranya menghasilkan . kamar timbal C. titik didih dari atas ke bawah untuk golongan unsurunsur gas mulia? Mengapa klorin dapat bereaksi dengan ion hidroksida membentuk ion hipoklorit? → Cl2(g) + OH–(aq) ⎯⎯ Cl–(aq) + OCl–(aq) + H2O( ) Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 99 . 1. suhu tinggi dan tekanan rendah B. kamar timbal Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses .. lapisan tahan panas D.29. merupakan oksidator kuat E... kontak B. Frasch D.. Bagaimanakah kecenderungan umum untuk (a) jarijari atom. Frasch Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D.. A. 32. A.. Bentuk I stabil di atas suhu 95°C dan bentuk II stabil di bawah suhu itu.. dengan HNO3 pekat menghasilkan NOx Di antara alotrop karbon berikut. gas peroksida C.. (b) energi ionisasi.. alotrope Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses .. ion aluminat Pada pembuatan aluminium.. D. Xenon diflorida dapat dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon. suhu rendah dan tekanan tinggi D. pirolisis B.. 3. 30.. 3Ca(NO3)2(s) → Ca3N2(s)+4NO2(g)+ 5O2(g) → E. 38. kromatografi C.... 34.. kamar timbal D. Keadaan ini disebut . A. ion aluminium E.. 39. larut dalam larutan NaOH C. peptisasi Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah .. elektrolisis E. dan gas oksigen. suhu tinggi dan tekanan tinggi C. memanaskan campuran amonium sulfat dan kalsium oksida D. senyawa kompleks D. (d) 35. elektrolisis larutan amonium klorida Pembuatan gas oksigen di laboratorium dapat dilakukan dengan cara . suhu rendah dan tekanan rendah E.. 33. kecuali . pemanggangan D. gas oksigen B. pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 B. memanaskan amonium nitrat B. elektrolisis E. grafit D. isomorf D. mengalirkan gas H2 ke dalam nitrogen cair E. hidrogenasi Proses Haber-Bosch pada pembuatan amonia dilakukan pada.. pemanasan KNO3 dengan katalis Fe E. 40. elektrolisis larutan NaOH Belerang berada dalam dua bentuk. reduksi-oksidasi B.. A. kriolit yang dipakai berperan sebagai .. keadaan berkatalis Pt Gas amonia dapat dibuat di laboratorium dengan cara . A. kokas E. 31. dapat bereaksi dengan asam kuat B. monotrof B. elektrolisis C. A. Ostwald E. A. Haber-Bosch B. 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+O2(g) → C. reduktor B.. yang dapat menghantarkan listrik adalah .. ion florida. 37.... 2. → A.. polimorf E.. A. pengapungan E. memanaskan amonium klorida C. hidrolisis C. enantiotrof C. intan C. jelaga Pembuatan asam nitrat secara komersial dilakukan melalui proses . A.. A. A. Tuliskan persamaan kimia reaksi tersebut.

Bagaimanakah natrium hidroksida diproduksi di industri? Apakah produk samping dari industri ini? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut. Detonator menginduksi ledakan termal amonium nitrat menghasilkan N2(g). dan O2(g). sedangkan kalsium membentuk ion karbida. Jelaskan bagaimana membuat asam sulfat melalui proses kontak. senyawa klorin dapat digunakan sebagai pemutih? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi yang terjadi dalam campuran berikut. Hitung volume total gas diukur pada tekanan 1 atm dan 827°C jika 1 kg NH4NO3 diledakkan? 12. H2O(g). 6. Δ a. Jelaskan. NaOH(s) ⎯⎯ → → b. 5. dan I2 secara komersial. Cl2. Tuliskan persamaan reaksi dalam elektrolisis dari bijihnya. 8. 100 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . NaI(s) dan Br2( ) e. NaCl(s) dan Br2( ) c. Tuliskan persamaan kimia yang terjadi pada pembuatan F2. Tuliskan persamaan kimia setara dari setiap tahap reaksinya. mengapa silikon membentuk kovalen karbida.4. NaF(s) dan I2(s). NaI(s) dan Cl2(g) b. 11. 7. Aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis. Br2. Dalam bentuk apakah. NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s) ⎯⎯ 9. BeO(s) + NaOH(s) + H2O( ) ⎯⎯ → c. a. 10.

Banyak reaksi kimia yang menggunakan katalis untuk mempercepat terbentuknya produk. Senyawa Kompleks C. Untuk mensintesis bahan kimia esensial. A. Bagaimanakah cara mengidentifikasi unsurunsur transisi? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur transisi. warna. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi B. unsur-unsur transisi berperan penting dalam proses alami biomolekul (hemoglobin) dan katalis dalam reaksi biokimia (enzim-enzim). Unsur-unsur transisi dalam sistem periodik dikelompokkan sebagai unsurunsur golongan B. seperti ikatan khas yang dibentuknya? Bagaimana pula pembuatan unsur atau senyawa transisi agar dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. seperti asam sulfat. dan amonia diperlukan bantuan katalis. terutama dalam reaksi kimia. serta terdapatnya di alam. kekerasan. asam nitrat. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. titik leleh. dan sifat khusus lainnya). Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting kegunaan dan bahayanya.Bab 4 Sumber:www.Tahukah Anda unsur-unsur apa yang biasa digunakan dalam katalis tersebut? Unsurunsur transisi banyak diaplikasikan secara komersial sebagai katalis. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. menjelaskan manfaat. Selain itu. Unsur-unsur ini berada pada periode keempat mulai dari skandium hingga tembaga.r-s. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur transisi (titik didih. Setelah mempelajari bab ini. Pengolahan Logam (Metalurgi) 101 .com Proyek pertambangan tembaga di pulau Sumbawa. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi D. kelarutan.

0 1.567 8.6 1.83 Cu 1.5 1.87 Sifat Fisika Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Kerapatan (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari atom ( ) Jari-jari ion ( ) Sumber: Chemistry (Zumdahl. kecuali unsur golongan IIB dan IIIB. memiliki bilangan oksidasi dari +2 sampai dengan +5.9 1.5 1.1.750 7.22 0.8 1.16 0.890 3.2 1 . Misalnya vanadium.15 0. Istilah transisi artinya peralihan. 1989 102 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .0 1. Tabel 4. Akibatnya..660 3. Semua unsur transisi adalah logam keras dengan titik didih dan titik leleh tinggi. S).857 2.9 1.18 0.380 6. 3.1 Beberapa Sifat Fisika Unsur Transisi Periode Keempat Sc 1.453 2. and Steven. unsur-unsur transisi memiliki beberapa sifat yang khas. tembaga mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 4s1 3d10. Unsur-unsur tersebut dinamakan unsur transisi.75 Co 1.8 1.32 1. yaitu peralihan dari blok s ke blok p.541 2.831 3.6 1.244 1.1 Unsur-unsur transisi Unsur-unsur transisi yang terdapat dalam blok d adalah unsur-unsur yang memiliki subkulit d yang belum terisi penuh.Tes Kompetensi Awal 1.9 1.287 4.8 1. 2.44 – Ti 1.495 2.870 8.17 0. Unsur-unsur transisi didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian.17 0.17 0. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi Di antara unsur golongan IIA dan IIIA terdapat sepuluh kolom unsurunsur golongan B. Setiap unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi.87 Mn 1.9 1.672 7.1.083 2.81 Fe 1.535 2.962 7. yaitu: 1.79 Ni 1. Misalnya. 2. Unsur-unsur transisi yang lain ditunjukkan pada Gambar 4.9 1.0 1.2 1.93 Cr 1.5 1. 3. IA IIA VIIIB IIIB Sc Y La Ac Lantanida Aktinida IVB Ti Zr Hf Rf VB V Nb Ta Db VIB Cr Mo W Sg VIIB Mn Tc Re Bh Fe Ru Os HS Co Rh Ir Mf Ni Pd Pt IB Cu Ag Au IIB Zn Cd Hg IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA Gambar 4. Semua sifat-sifat akibat dari konfigurasi elektron pada orbital d belum terisi penuh.732 8.3 1. Senyawa unsur transisi umumnya berwarna dan bersifat paramagnetik. Beberapa sifat fisika unsur transisi ditunjukkan pada Tabel 4. Mengapa unsur-unsur transisi diletakkan di antara golongan utama IIA dan IIIA dalam tabel periodik? Apa perbedaan antara unsur-unsur golongan utama dan unsur-unsur golongan transisi dilihat dari konfigurasi elektronnya? Bagaimanakah kecenderungan sifat periodik yang Anda ketahui dari unsur transisi? A.

Kegiatan Inkuiri Apakah unsur seng (Zn) tergolong unsur transisi atau bukan? Diskusikan di kelas. Oleh karena itu. unsur-unsur transisi dimulai pada periode keempat dalam tabel periodik. 20Ca: [Ar] 4s2.2.2 Nomor Atom 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Lambang Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Konfigurasi Elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d14s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 Nomor Golongan pada Tabel Periodik IIIB IVB VB VIB VIIB VIIIB VIIIB VIIIB IB IIB Kata Kunci • • Kekuatan ikatan antaratom logam Elektron yang tidak berpasangan Menurut aturan Aufbau. 2. Hal ini disebabkan oleh kestabilan subkulit d yang terisi penuh atau setengah penuh. Data tentang seng: • dalam membentuk senyawa hanya memiliki biloks +2.1. • orbital-d terisi penuh. Titik Didih dan Titik Leleh Berdasarkan Tabel 4. sesuai dengan bilangan kuantum utama terbesar (4s 3d). Hal itu disebabkan oleh kekuatan ikatan antaratom logam. • semua senyawa seng tidak berwarna. terdapat satu elektron pada orbital d yang tidak Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 103 . yaitu [Ar]3d10 4s1. Oleh karena orbital d maksimum dihuni oleh sepuluh elektron maka akan terdapat sepuluh unsur pada periode keempat. Demikian juga pada konfigurasi elektron atom tembaga. Pada awal periode unsur transisi. tetapi faktanya bukan demikian melainkan [Ar]3d5 4s1. pengisian elektron dalam orbital d mulai terjadi setelah elektron menghuni orbital 4s2 atau setelah atom kalsium.Kegiatan Inkuiri Selidiki dengan saksama apakah senyawa unsur-unsur transisi mengikuti aturan oktet yang dikemukakan oleh Lewis? 1. konfigurasi elektron krom adalah [Ar]3d4 4s2. khususnya bergantung pada jumlah elektron yang tidak berpasangan di dalam subkulit d. Konfigurasi Elektron Berdasarkan aturan membangun dari Aufbau. Tabel 4. yaitu mulai dari Sc dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d 1 4s 2 sampai dengan Zn dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2. kenaikan titik leleh mencapai maksimum pada golongan VB (vanadium) dan VIB (kromium). Konfigurasi elektron unsur-unsur transisi periode keempat dapat dilihat pada Tabel 4.

daya tarik muatan inti terhadap elektron valensi bertambah kuat sehingga ukuran atau jari-jari atom semakin kecil. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital s dan orbital d tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan melalui pembentukan orbital hibrida sp3d2.. Mengapa jumlah elektron yang belum berpasangan dapat dijadikan ukuran kekuatan logam? Semakin banyak elektron bebas dalam suatu atom logam memungkinkan ikatan antaratom semakin kuat sehingga sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat. Bilangan Oksidasi Umumnya. 4. setelah itu elektron pada orbital d mulai berpasangan sehingga titik didih dan titik leleh turun. Jumlah elektron pada orbital d yang tidak berpasangan meningkat sampai dengan golongan VIB dan VIIB. Pada periode yang sama.3. S). Pengaruh nyata dari kekuatan ikatan antaratom pada logam transisi tercermin dari sifat kekerasan tinggi. Sifat logam dari unsur-unsur transisi lebih kuat jika dibandingkan dengan sifat logam dari golongan utama.berpasangan. 1989 104 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . and Steven. 3. Jari-Jari Atom Jari-jari atom menentukan sifat-sifat unsur. Sifat Logam Semua unsur transisi merupakan unsur-unsur logam. Tabel 4.1 tampak bahwa jari-jari atom menurun secara drastis dari skandium (1. titik didih dan titik leleh yang juga tinggi.3 Bilangan Oksidasi Unsur Transisi Periode Keempat I B Ti +2 +3 4 +2 +3 4 5 B IB Cr +2 3 +4 +5 6 IIB Mn 2 3 4 +5 +6 7 Fe 2 3 +4 +5 +6 IIIB Co 2 +3 +4 Ni +1 2 +3 +4 IB Cu +1 2 +3 IIB n 2 IIIB Sc Catatan Note Bilangan oksidasi yang stabil ditunjukkan dengan huruf tebal (bold) The stabyl oxidation number is pointed by the bold letters. Akibat bertambahnya jumlah proton. 5. kerapatan tinggi.44 ) hingga vanadium (1. serta sifat hantaran listrik yang lebih baik. Hal ini disebabkan pada unsur-unsur transisi terdapat lebih banyak elektron bebas dalam orbital d yang tidak berpasangan. Pada Tabel 4. unsur-unsur transisi periode keempat memiliki biloks lebih dari satu. Kulit terluar dari unsur-unsur transisi hanya mengandung satu atau dua elektron pada orbital 4s sehingga mudah melepaskan elektron pada kulit terluarnya. Kegiatan Inkuiri Jelaskan menggunakan teori lautan elektron bebas untuk menjelaskan kekuatan logam unsur-unsur transisi. kemudian berkurang secara perlahan. dari kiri ke kanan jumlah proton bertambah. Biloks unsur-unsur transisi periode keempat ditunjukkan pada Tabel 4. Penurunan ini akibat dari kenaikan muatan inti yang menarik elektron valensi lebih kuat. 3 Sumber: Chemistry (Zumdahl. sedangkan kulit valensi tetap.22 ).

kromium (VIB). Gambar 4. sedangkan frekuensi lainnya diteruskan. Sebaliknya.2 Spektrum elektromagnetik Cahaya tampak adalah salah satu bagian dari radiasi elektromagnetik. +6. Warna Ion Logam Transisi Suatu benda atau zat dikatakan berwarna jika ada cahaya yang jatuh kepadanya. Sifat Magnet Jika suatu atom memiliki elektron yang tidak berpasangan. Jika semua elektron berpasangan maka momen magnet elektron akan saling meniadakan sesuai aturan Pauli (jika elektron berpasangan. dan +7. titanium (IVB) memiliki biloks maksimum +4. 6. manakah yang memiliki sifat magnet? Jawab: Suatu logam akan bersifat magnet jika memiliki elektron tidak berpasangan. jika suatu atom tidak memiliki elektron yang tidak berpasangan maka akan bersifat diamagnetik.Jika Anda simak Tabel 4. Kation logam unsur-unsur transisi umumnya berwarna. Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan. Ni. Berdasarkan penjelasan tersebut unsur-unsur transisi periode keempat yang memiliki sifat magnet adalah: Ti. Cr. Kata Kunci • • • • • • • Orbital hibrida Cahaya tampak Elektron tereksitasi Paramagnetik Diamagnetik Aturan Pauli Momen magnet Contoh 4. Unsur-unsur transisi baik sebagai unsur bebas maupun senyawanya pada umumnya memiliki elektron tidak berpasangan sehingga banyak unsur dan senyawa transisi bersifat paramagnetik. Jika senyawa transisi baik padat maupun larutannya tersinari cahaya maka senyawa transisi akan menyerap cahaya pada frekuensi tertentu. Fe. V. biloks maksimum sama dengan jumlah elektron valensi dalam orbital s dan orbital d atau sama dengan nomor golongan. vanadium (VB). atom tersebut akan bersifat paramagnetik. Hal ini disebabkan oleh adanya elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda jauh. dan mangan (VIIB) memiliki biloks maksimum berturut-turut +5. Akibatnya. Cahaya yang diserap akan mengeksitasi elektron ke tingkat energi lebih tinggi dan cahaya yang diteruskan menunjukkan warna senyawa transisi pada keadaan tereksitasi. semakin kuat sifat magnetnya. elektron mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi menimbulkan warna tertentu. Jika elektron tidak berpasangan maka spin elektron yang menghasilkan momen magnet tidak ada yang meniadakan sehingga atom akan memiliki momen magnet dan bersifat paramagnetik. Mn. Semakin banyak jumlah elektron yang tidak berpasangan. spinnya harus berlawanan) sehingga atom bersifat diamagnetik. Momen magnet ini berperilaku seperti magnet. Co. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 105 . Log ( –1 Radio –0 –1 Microwave –2 –3 –4 Inframerah Tampak Ultraviolet Sinar – X –5 –6 –7 –8 –9 –10 /m) 7. semakin kuat sifat magnetnya. Mengapa elektron yang tidak berpasangan dapat memiliki sifat magnet? Setiap elektron memiliki spin yang menghasilkan momen magnet. Jadi. Kekuatan magnet dari unsur transisi adalah: Cr Mn Fe V Co. Cahaya tampak terdiri atas cahaya merah-kuning-hijau-biru-ungu.1 Sifat Unsur Transisi Di antara unsur transisi periode keempat. artinya dapat dipengaruhi oleh medan magnet. Cahaya tampak adalah cahaya yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah dan ultraviolet. khususnya cahaya tampak. artinya tidak dipengaruhi oleh medan magnet.3.

yakni 2 orbital dari 3d. Logam-logam unsur transisi pada umumnya berwarna sehingga banyak digunakan. ion logam transisi menyediakan orbital d yang kosong sehingga berperan sebagai asam Lewis (akseptor pasangan elektron bebas) dan ion atau molekul netral yang memiliki pasangan elektron bebas untuk didonorkan berperan sebagai basa Lewis. dan anion atau molekul netral terikat pada atom pusat dinamakan ligan (Latin: ligare. di mana kation dari logam transisi berikatan dengan dua atau lebih anion atau molekul netral. Konfigurasi atom Fe: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Konfigurasi dari ion Fe3+: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Oleh karena memerlukan enam orbital kosong. Dalam ion kompleks. Senyawa B adalah serbuk kuning-kehijauan dan meleleh pada 1. tetapi faktanya logam golongan IIA dapat bersifat paramagnetik pada suhu tinggi. Tes Kompetensi Subbab A 3. [Fe(H2O) 6]3+ 3d d2sp3 106 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Proses hibridisasinya adalah sebagai berikut. 1 orbital dari 4s. Hal ini dicapai melalui hibridisasi d2sp3. Dalam setiap reaksi redoks. Senyawa Kompleks Warna yang tampak dalam senyawa kimia tidak hanya menarik. hibridisasi yang terjadi adalah d2sp3. B. Manakah yang merupakan senyawa VF3 dan VFs? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Ion Kompleks Ion kompleks adalah senyawa ionik. 1. Mengapa senyawa-senyawa logam transisi berwarna dan berubah warnanya jika ion atau molekul yang terikat pada logam berubah? Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui pembahasan senyawa kompleks dari logam-logam unsur transisi. atom Fe harus menyediakan enam buah orbital kosong.406°C. dan 3 orbital dari 4p. Contoh ion kompleks adalah [Fe(H2O)6]3+.Kegiatan Inkuiri Unsur-unsur golongan IIA memiliki elektron yang semuanya berpasangan. Senyawa A adalah suatu cairan tidak berwarna dengan titik leleh 20°C. Oleh karena atom Fe dapat mengikat enam molekul H2O (netral). Jelaskan fakta ini. Keenam orbital d2sp3 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari atom O dalam molekul H2O. tetapi juga memberikan pengetahuan tentang struktur dan ikatan di dalam senyawa. Berapakah bilangan oksidasi Mn dalam senyawa MnO2 dan KMnO4? 2. misalnya untuk pigmen cat atau kaca. Atom Fe bermuatan 3+ dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s0. mungkinkah KMnO4 berperan sebagai reduktor? Jelaskan. 1. kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. Menurut teori asam-basa Lewis. artinya mengikat).

Ion kompleks memiliki sifat berbeda dengan atom pusat atau ligan pembentuknya. sekurang-kurangnya harus memiliki satu pasang elektron valensi yang tidak digunakan. Pada senyawa [Cu(NH3)4]SO4. NO3–. 2. Ikatan yang terbentuk antara atom pusat dan ligan adalah ikatan kovalen koordinasi.3. Muatan dan Bilangan Koordinasi Muatan ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligannya. Penulisan rumus kimia untuk ikatan koordinasi dalam senyawa kompleks digunakan tanda kurung siku. 2. Oleh karena senyawa koordinasi bermuatan netral maka jumlah semua muatan harus nol. Senyawa yang terbentuk dari ion kompleks dinamakan senya a kompleks atau koordinasi. [Fe(SCN)6]3– warnanya menjadi merah darah.Molekul atau ion yang bertindak sebagai ligan.31 V → O H H (a) H (b) N H H Gambar 4. Air tanah nonartesis pada waktu diisap oleh pompa biasanya bening. Jika ligan suatu molekul netral. Contohnya. memiliki muatan 1–. sedangkan Cl suatu anion bermuatan 1–. Bagaimana Anda menerangkan gejala ini. CN–. Gambarkan struktur orbital hibrida d2sp3 dari ion Fe3+. yaitu [Cu(NH3)4]2+. Hasil analisis air tersebut mengandung besi. seperti ditunjukkan pada struktur Lewis Gambar 4. ion SCN– tidak berwarna dan ion Fe3+ berwarna cokelat. Jika ligan suatu molekul netral maka bilangan oksidasi atom pusat sama dengan muatan ion kompleks. dan NH3. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 107 . ligan dikatakan mengkoordinasi logam sebagai atom pusat. Jika ion sulfat bermuatan 2–. Ag+ dapat direduksi oleh air dengan potensial reduksi standar: → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = +0. Pada pembentukan ion kompleks.3 (a) Ligan H2O (b) Ligan NH3 Kegiatan Inkuiri 1.2 Menentukan Bilangan Oksidasi Berapakah biloks atom pusat dalam [Co(NH3)5Cl](NO3)2? Jawab: Gugus NO3 adalah anion nitrat. gambarkan struktur ion kompleks yang dibentuk dari ion Fe3+ dan H2O dalam ion Fe(H2O)63+. yang terikat pada atom pusat. ion kompleks bermuatan 2+. Pembentukan kompleks juga dapat mengubah sifat-sifat ion logam. dalam rumus [Cu(NH3)4]SO4 terdiri atas kation [Cu(NH3)4]2+ dan anion SO42–. muatan ion kompleks berasal dari atom pusat. H2O. Selanjutnya. seperti sifat reduksi atau sifat oksidasi. Ketika kedua spesi itu bereaksi membentuk ion kompleks. Misalnya. Kata Kunci • • • • • Atom pusat Ligan Teori asam-basa lewis Ikatan kovalen koordinasi Ion kompleks Contoh 4. muatan ion kompleks dapat dihitung jika muatan anion diketahui. dengan kation merupakan ion kompleks. [Ag(CN)2]–(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = –0. tetapi setelah dibiarkan beberapa lama air tersebut menjadi kuning. Jadi.799 V – Namun ion [Ag(CN)2] tidak dapat direduksi oleh air sebab ion Ag+ sudah dikoordinasi oleh ion CN– menjadi stabil dalam bilangan oksidasi +1. Dalam ion [Cu(NH3)4]2+. Ligan NH3 bersifat netral. misalnya Cl–. biloks Cu sama dengan +2. pada ion kompleks Fe(SCN)2+.

b. atom pusat Fe2+ dan enam buah ligan CN–. Bilangan koordinasi Fe = 6 Muatan ion kompleks = 2 + 6 (–1) = –4 Rumus ion kompleksnya adalah [Fe(CN)6]4– 3.4 (a) Struktur etilendiamin (b) Struktur ion kompleks [Co(en)3]3+ (c) Struktur EDTA Menentukan Muatan. Dalam ion [Cr(H2O)4Cl2]+. Struktur tetrahedral lebih umum terdapat pada senyawa bukan transisi. krom memiliki bilangan koordinasi 6 sebab ada enam atom yang terikat langsung. seperti NH3 dan Cl– dinamakan ligan monodentat (bahasa Latin: satu gigi).3 COOH2C N - CH2 COO- OOC H2C N CH2 CH2 CH2 - OOC (c) Gambar 4. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat secara langsung. besi(III) dapat mengkoordinasi enam ion fluorida membentuk [FeF6]3–. yaitu tetrahedral dan segiempat datar. biloks kobalt adalah +3. Jika ukuran ligan besar. ligan NH3 dalam ion kompleks [Ag(NH3)2]2+. seperti pada platina(II) dan emas(III). Contohnya. 108 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dengan demikian. Jawab: Muatan ion kompleks merupakan jumlah muatan atom pusat dan muatan ligan. atom pusat Cu2+ dan empat buah ligan H2O. Ion kompleks yang memiliki bilangan koordinasi empat dapat berada dalam dua bentuk struktur. H2C H2N (a) CH2 NH2 CH2 H2 N NH2 CH2 NH2 H2C H2C Co N H2 NH2 NH2 C CH2 H2 Atom dalam ligan yang terikat langsung pada atom pusat dinamakan atom donor. (b) Contoh 4. jika ukuran ligan kecil maka jumlah ligan yang terikat pada ion logam lebih banyak. Ligan-ligan ini memiliki atom donor tunggal yang dapat berkoordinasi dengan atom pusat. Misalnya. Bilangan koordinasi ion logam biasanya dipengaruhi oleh ukuran relatif ion logam dan ligan yang terikat. Bilangan koordinasi Cu = 4 Muatan ion kompleks = 2 + 4 (0) = +2 Rumus ion kompleks adalah [Cu(H2O)4]2+ b. dapat ditentukan bahwa: a. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat (bahasa Latin: bergigi banyak). Berapakah bilangan koordinasi dalam ion [Ag(NH3)2]2+? Oleh karena ada dua atom nitrogen yang terikat langsung pada Ag maka atom perak memiliki bilangan koordinasi 2. dan rumus ion kompleks yang tersusun dari: a. Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat disebut bilangan koordinasi logam.[Co(NH3)5Cl](NO3)2 x + 5(0) + (–1) + 2(–1) = 0 Jadi. juga beberapa ion kompleks dari tembaga. dan Rumus Ion Kompleks Tentukan muatan. Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat dikoordinasikan dengan ion logam sehingga dapat mengisi dua atau lebih orbital d ion logam. Atom nitrogen dalam NH3 adalah atom donor. Sebaliknya. Rumus ion kompleks dituliskan dalam kurung siku. bilangan koordinasi. sedangkan struktur segiempat datar banyak dijumpai dalam senyawa transisi. boleh jadi hanya beberapa ligan yang terikat. Ligan Polidentat (Senyawa Kelat) Ligan yang telah dibahas sebelumnya. tetapi dengan ion klorida (ion klorida lebih besar dari ion fluorida) hanya dapat mengkoordinasi sebanyak empat membentuk ion [FeCl4]–. Bilangan Koordinasi.

pakar Kimia Swiss yang sudah bekerja meneliti senyawa kompleks lebih dari 60 tahun. tri– (tiga). Atom-atom donor ini harus saling berjauhan agar keduanya dapat mengkoordinasi ion logam membentuk kompleks dengan posisi berdampingan. Nama ligan dituliskan terlebih dahulu diikuti nama atom pusat. Pb2+. terutama dalam menentukan kadar ion kalsium dalam air. Jika lebih dari satu ligan yang sama digunakan kata depan di– (dua). tingkat kesadahan air dapat diukur. ligan netral 3. atom pusat 2. 6. [Fe(H2o)2(s2o3)4]+5 B. [Fe(H2O)(S2O3)5]–6 Pembahasan Urutan penulisan ion kompleks: 1. dan seterusnya. Ligan en memiliki dua atom nitrogen. Jika nama ligan dimulai dengan huruf vokal untuk ligan polidentat. Dengan EDTA. ligan polidentat juga dikenal sebagai zat pengkelat. contoh: Ligan F Cl– Br– I– CN– NO2– ONO– – Nama Fluoro Kloro Bromo Iodo Siano Nitro Nitrito Ligan NO OH O2– NH2– C2O4– CO32– – 3 – Nama Nitrato Hidrokso Okso Amido Oksalato Karbonato 2. [Fe(H2o)4(s2o3)2]–1 E. nama ligan netral. ion kompleksnya: [Fe(H2O)4(S2O3)2]–1. Jika bilangan koordinasi = 6 maka rumus ion kompleks tersebut . dan nitrosil (NO). Dalam bidang kedokteran zat pengkelat sering digunakan untuk mengeluarkan ion logam. Nama ligan diurut menurut alfabetis (urutan ligan adalah pertama nama ligan negatif..4a. seperti mioglobin dan oksihemoglobin. dan Cd2+. dengan ligan molekul H2O dan ion S2O32–. seperti a ua (H2O). 8. tris– (tiga). Tata nama untuk ligan netral digunakan nama molekulnya. Muatan ion kompleks = muatan atom pusat + (4 × muatan H2O) + (2 × muatan S2O3). 3. 2 dari atom N). ligan negatif Muatan atom pusat Fe = 3+ (=biloks Fe) Jadi jumlah ligan yang diikat = 6 (2 × biloks atom pusat). 4. Ion EDTA4– memiliki enam atom donor (4 dari gugus COO–. penomoran menggunakan awalan bis– (dua). Jika kompleks suatu anion. dan tetrakis– (empat).Oleh karena ligan polidentat dapat mencengkeram ion logam dengan dua atau lebih atom donor. amina (NH3). Kata Kunci • • • • • Bentuk struktur tetrahedral Bentuk struktur segiempat datar Ligan monodentat Ligan polidentat Zat pengkelat Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 109 .4c sering digunakan dalam analisis kimia. Dalam sistem tubuh terdapat zat pengkelat.. Aturan penamaannya adalah sebagai berikut. 7.. 1. Mahir Menjawab Suatu ion kompleks mempunyai atom pusat Fe3+. [Fe(H2o)3(s2o3)3]3 D. Ion kompleks tersebut membentuk struktur koordinasi oktahedral dengan atom kobalt(III) sebagai atom pusatnya (Gambar 4. dan nama ligan positif). Jika kompleks suatu kation atau molekul netral. masing-masing dengan sepasang elektron bebas yang siap didonorkan.4b). penulisan nama dimulai dari kation diikuti nama anion. Tata nama untuk ligan bermuatan negatif ditambah akhiran –o. Muatan ion kompleks = 3+ (4 . –2) =3+0–4 = 1– Jadi. Tata Nama Senyawa Kompleks Tata nama senyawa kompleks disusun berdasarkan aturan Alfred erner. karbonil (CO). 0) + (2 . seperti Hg2+. 5. A. Ion kompleks [Co(en)3]3+ mengandung tiga ligan etilendiamin. kecuali empat ligan yang sudah dikenal umum. [Fe(H2o)5(s2o3)]–2 C. tetra– (empat). nama atom pusat dituliskan sama seperti nama unsur dan diikuti oleh angka romawi dalam kurung yang menunjukkan bilangan oksidasinya. Zat pengkelat seperti EDTA pada Gambar 4. (D) UNAS 2004 4. Contoh ligan polidentat seperti etilendiamin (disingkat en) dengan rumus struktur pada Gambar 4.

nama senyawa kompleks tersebut adalah tetraa uadiklorokrom(III) klorida. Contoh 4. kemudian nama atom pusat. (b) K2[Ni(CN)4] Jawab: (a) Ion kompleks adalah suatu kation bermuatan 1+. rumus senyawa kompleks tersebut adalah [Co(en)2F2]ClO4. dua etilendiamin. ion perklorat bermuatan 1–. Menurut aturan (9): anion ditambah akhiran –at sehingga ditulis sebagai nikelat Penulisan ligan mengikuti aturan di atas menjadi tetrasiano. diikuti dikloro.5 Menentukan Rumus Senyawa Kompleks dari Namanya Tuliskan rumus untuk senyawa kompleks difluorobis(etilendiamin)kobalt(III) perklorat. Dengan demikian.4 Penamaan Senyawa Kompleks dari Rumusnya Apakah nama senyawa berikut. Penulisan ligan diurut secara alfabet: tetraa ua. nama senyawa kompleks ditulis sebagai: kalium tetrasianonikelat(II). diikuti angka romawi yang menyatakan bilangan oksidasi logam. (a) [Cr(H2O)4Cl2]Cl. tetraa uadikloro. Dengan demikian. Dengan demikian. dan kobalt dengan biloks +3. Ligan terdiri atas 4 molekul a ua (aturan 2) dan 2 ion kloro (aturan 1). Jadi. (b) Ion kompleks berupa anion bermuatan 2–. Dengan mengikuti aturan (8): kation ditulis terlebih dahulu.Jika kompleks suatu anion. Jawab: Ion kompleks mengandung dua ion fluorida. 110 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . kemudian anion kompleks. Contoh 4. Dengan demikian. Nama ligan ditulis terlebih dahulu. Oleh karena jumlah total muatan ion kompleks 1+. ion kompleks adalah suatu kation yang bermuatan: (Co + 2en +2Cl–) = +3 + 0 – 2 = 1+. akhiran –at ditambahkan kepada nama induk logam. Contoh ion kompleks berupa kation: [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida [Pt(NH3)4Cl2]2+ ion tetraamindikloroplatina(IV) [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida Contoh ion kompleks yang netral: diamintetrakloroplatina(IV) [Pt(NH3)2Cl4] [Co(NH3)3(NO2)3] triamintrinitrokobalt(III) [Ni(H2NCH2CH2NH2)2Cl2] diklorobis(etilendiamin)nikel(II) Contoh ion kompleks berupa anion: kalium heksanitrokobaltat(III) K3[Co(NO2)6] 2– [PtCl6] ion heksakloroplatinat(IV) natrium heksaklorostanat(IV) Na2[SnCl6] 9.

seperti ditunjukkan pada Tabel 4. Tentukan bilangan koordinasi. dan NiS. dan rumus ion kompleks yang tersusun dari krom(III) yang 3. Sumber bijih logam tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mineral dapat dijadikan sumber material untuk memproduksi bahanbahan komersial yang disebut bijih logam. Hal ini disebabkan tembaga tergolong unsur logam yang relatif sukar dioksidasi. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. hematit. Keberadaan unsur-unsur transisi dalam bentuk oksidasi dan sulfida disebabkan unsur-unsur logam yang berasal dari perut bumi terdesak menuju kerak bumi akibat tekanan magma. Fe2O3. Fe2O3. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 111 . Fe3O4. CuS. (b) (NH4)2[CuBr4] Tuliskan rumus untuk natrium dia uabisoksalatokobaltat(III). Fe2O3. Kerjakanlah di dalam buku latihan.5. MnO2. (C) UNAS 2004 Kobalt Nikel Tembaga Seng Oleh sebab itu. Selama dalam perjalanan menuju kerak bumi. Tuliskan nama senyawa berikut: (a) [Fe(NH3)3Br2]NO3. tampak bahwa bentuk oksida merupakan mineral paling banyak ditemukan di alam sebab hampir semua material alam mengandung oksigen. rumus molekulnya adalah TiO2. ZnCO3 E. dan milerit masing-masing rumus molekulnya adalah . Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam bentuk oksida. mineral dari logam-logam transisi pada umumnya dalam bentuk oksida atau sulfida dan sebagian dalam bentuk senyawa karbonat. TiO2.4 Sumber Mineral Unsur Transisi Logam Titanium Vanadium Kromium Mangan Besi Mineral Rutil Ilmenit Vanadit Kromit Pirolusit Hematit Magnetit Pirit Siderit Smaltit Kobaltit Nikelit Kalkosit Kalkofirit Malasit Spalerit Komposisi TiO2 FeTiO3 Pb3(VO4)2 FeCr2O4 MnO2 Fe2O3 Fe3O4 FeS FeCO3 CoAs2 CoAsS NiS Cu2S CuFeS Cu2CO3(OH)2 ZnS Sumber: General Chemistry . KMnO4. MnO2. 1.Tes Kompetensi Subbab B mengkoordinasi empat molekul air dan dua ion klorida. NiS. A. MnO2. Berapakah muatan senyawa kompleks yang dibentuk dari ion logam platina(II) yang mengikat dua molekul amonia dan dua ion bromin? Tuliskan rumus senyawa kompleksnya. ZnS Pembahasan Fe2O 3 : hematit MnO2 : pirolusit NiS : milerit ZnS : spakrit Cu2S : kalkosit CuFeS2 : kalkopirit TiO2 : rutil ZnCO3 : smitsonit KMnO4 : kalium permanganat Jadi.. 4.4. ZnS B.. C. CuFeS2 C. sulfida. 2. MnO2. TiO2. Fe2O3. MnO2. Fe2O3 NiS D. unsur-unsur logam bereaksi dengan belerang atau oksigen yang terdapat di kerak bumi sehingga terbentuk mineral dari unsur-unsur transisi. dan karbonat. pirolusit. muatan. 1990 Mahir Menjawab Rutil. Tabel 4. NiS.. Jika dilihat pada Tabel 4.

Walaupun ada. senyawa titanium digunakan sebagai pigmen warna putih. Sumber utama titanium(IV) oksida adalah bijih rutil (matrik TiO2) dan ilmenit (FeTiO3). Sifat ini menjadikan titanium sebagai pilihan yang tepat untuk bahan pada aplikasi penerbangan. asam nitrat. 112 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Titanium (Ti) Titanium merupakan unsur yang tersebar luas dalam kulit bumi (sekitar 0. Sekilas Kimia Titanium: Logam Berteknologi Tinggi Titanium merupakan logam yang keras. Misalnya. Hal ini disebabkan dalam semua senyawanya skandium memiliki konfigurasi elektron ion Sc3+. fiber sintetik. tetapi 45% lebih ringan. seperti Boeing 747. → TiCl4(g) + O2(g) ⎯⎯ TiO2(s) + Cl2(g) Ilmenit diolah dengan asam sulfat membentuk senyawa sulfat yang mudah larut dalam air. Titanium tidak bereaksi dengan air laut.org 2. pompa. Rutil diolah dengan klorin membentuk TiCl4 yang mudah menguap. seperti pipa. Sc2O3. Titanium seperti baja. Cari informasi berapa kadar emas di pertambangan Freeport Provinsi Papua. Titanium(IV) oksida merupakan material padat yang digunakan sebagai pigmen putih dalam kertas. Sifat-sifat senyawa skandium semuanya mirip. umumnya terdapat dalam bentuk senyawa dengan biloks +3. logam titanium tahan terhadap cuaca sehingga banyak digunakan untuk material. Titanium akan menjadi lebih kuat jika membentuk alloi dengan aluminium dan vanadium. bahkan terhadap larutan gas klorin.6% massa kulit bumi). Titanium dua kali lebih kuat daripada aluminium. Titanium merupakan logam tahan karat karena permukaannya dilindungi lapisan tipis oksidanya. ScCl3. selanjutnya hidrat dikeluarkan melalui pemanasan membentuk TiO2 murni. tidak berwarna dan bersifat diamagnetik. terutama pesawat terbang bermesin jet. biasanya logam mulia lain. Dalam jumlah kecil. sedangkan sifat warna dan kemagnetan ditentukan oleh konfigurasi elektron dalam orbital d. Umumnya. Logam skandium dibuat melalui elektrolisis lelehan ScCl3. tabung reaksi dalam industri kimia.2H2O Sulawesi Tengah CuFeS2 Pegunungan Jayawijaya. dan mesin mobil. Sumber: www. 1. titanium banyak dipakai untuk bahan struktural.Tabel 4. Mesin pesawat terbang memerlukan bahan yang bermassa ringan.H 2O). → FeTiO3(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + TiO32+(aq) + 2SO42–(aq) + 2H2O( ) Campuran hasil reaksi dimasukkan ke dalam vakum agar terbentuk FeSO4. tahan panas (titik leleh 1. wikipedia. Oleh karena kerapatan titanium relatif rendah dan kekerasan tinggi. dan stabil pada suhu tinggi. dan memiliki densitas rendah (4. kuat. Selain ringan dan tahan suhu tinggi. Kalimantan Barat Kegiatan Inkuiri Jika di suatu daerah terdapat sumber tembaga. keras. dan kosmetik. kemudian dipisahkan dari pengotor dan dibakar menjadi TiO2.668°C). dan Sc2(SO4)3. larutan NaOH panas. Skandium (Sc) Scandium adalah unsur yang jarang terdapat di alam. cat. seperti emas juga cukup melimpah. scandium digunakan sebagai filamen lampu yang memiliki intensitas tinggi. seperti rangka dan mesin pesawat.5 Logam Besi Sumber Bijih Logam di Berbagai Daerah di Indonesia Mineral Hematit Magnetit Siderit Pirit Nikelit Garnerit Kalkopirit Rumus Daerah Nikel Tembaga Fe2O3 Kalimantan Barat Fe3O4 Sumatra Barat FeCO3 Sumatra Selatan FeS2 Sulawesi Tengah NiS Sulawesi Tengah H2(NiMg)SiO4.51 g cm–3). Sisa campuran dipanaskan menjadi titanium(IV) oksida hidrat (TiO2.7H2O padat yang mudah dikeluarkan. plastik. tetapi 60% lebih berat.

Dalam larutan basa. baja sangat keras yang digunakan pada bagian mesin dan poros as. yang dapat dioksidasi menjadi titanium(IV) oleh udara. Cr2O3. Ti3+ terdapat sebagai ion Ti(H2O)63+ berwarna ungu. Misalnya. kromium(VI) terdapat sebagai ion kromat. 4. larutan ini bersifat karsinogen (berpotensi menimbulkan kanker). Na2CrO4. Contohnya.H2O(s) ⎯⎯ TiO2(s) + H2O(g) Senyawa titanium(III) dapat diperoleh melalui reduksi senyawa titan yang memiliki biloks +4. kalor 3. Untuk membuat paduan tidak perlu logam murninya. Vanadium(V) oksida digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat. FeCr2O4(s) + 4C(s) ⎯⎯ Fe–2Cr(s) + 4C(g) → Logam kromium banyak digunakan untuk membuat pelat baja dengan sifat keras. FeCr2O4. Akan tetapi. Logam vanadium murni diperoleh melalui reduksi elektrolitik leburan garam VCl2. Sumber utama vanadium adalah vanadit. Vanadium (V) Vanadium tersebar di kulit bumi sekitar 0. Kromium dapat membentuk senyawa dengan biloks +2. Dalam larutan air.→ TiO2. dan dapat mempertahankan permukaan tetap mengkilap dengan cara mengembangkan lapisan film oksida. ferrovanadium dihasilkan melalui reduksi campuran V2O5 dan Fe2O3 oleh aluminium. tetapi lebih stabil dalam bentuk oksida padat sebagai TiO atau sebagai senyawa halida TiX2. kemudian ditambahkan besi untuk membentuk baja vanadium. tetapi daya oksidatornya berkurang. Titanium(II) tidak stabil dalam bentuk larutan. Pb3(VO4)2. dan Cr(OH)3 K2Cr2O7. Kromium(II) dalam air merupakan reduktor kuat.02% massa kulit bumi. → CrO42–(aq) + 4H2O( ) + 3e– ⎯⎯ Cr(OH)3(s) + 5OH–(aq) Kromium(VI) oksida (CrO3) larut dalam air membentuk larutan asam kuat yang berwarna merah-jingga: → 2CrO3(s) + H2O( ) ⎯⎯ 2H+(aq) + Cr2O72–(aq) Campuran krom(VI) oksida dan asam sulfat pekat digunakan sebagai pembersih untuk menghilangkan bahan organik pada alat-alat laboratorium. yang dapat direduksi oleh karbon menghasilkan ferrokrom. ion dikromat (Cr2O72–)dapat direduksi menjadi ion Cr3+: → Cr2O72–(aq) + 14H+(aq) + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Tabel 4. Kromium(VI) dalam larutan asam tergolong oksidator kuat. +6. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 113 .5 Warna hijau emerald pada batu perhiasan disebabkan adanya ion Cr3+. dan CrO3 Sumber: Chemistry for You. getas.6 Senyawa Kromium dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 CrX2 +3 +6 CrX3. Logam vanadium menyerupai baja berwarna abu-abu dan bersifat keras serta tahan korosi. Kromium (Cr) Bijih kromium paling murah adalah kromit. Vanadium umumnya digunakan untuk paduan dengan logam besi dan titanium. +3. 2001 Gambar 4.

114 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan Fe(SCN)3 Fe3O4 dan KFe[Fe(CN)6] Di dalam air. dan emas dengan jumlah yang besar. emas sebagai pendapatan tertinggi Indonesia. Kobalt bersifat keras.Sekilas Kimia Tambang Logam Transisi Di Indonesia Kekayaan alam Indonesia sangat berpotensi dan bernilai ekonomi tinggi.8 Senyawa Besi dan Biloksnya Biloks +2 +3 Campuran +2 dan +3 Senyawa FeS. www.9. dan banyak digunakan untuk membuat paduan.mpi. dan +4 juga dikenal. seperti baja perak (stainless steel). Produksi terbesar emas berasal dari Papua. walaupun senyawa kobalt dengan biloks 0.7H2O. Fe2O3. berwarna putih kebiruan. tetapi dapat ditemukan dalam bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) dalam kadar yang memadai jika diproduksi secara ekonomis. 2005. Mangan(VII) terdapat sebagai ion permanganat (MnO4–) yang banyak digunakan sebagai pereaksi analitik. Tabel 4. tembaga. Besi(III) dalam bentuk ion Fe(H2O)63+ tidak berwarna.7. Besi (Fe) Besi merupakan logam yang cukup melimpah dalam kulit bumi (4. Sumber: Encarta: Reference Library.org. Kobalt dapat membentuk berbagai senyawa koordinasi.6). Sumber: Chemistry for You. tetapi larutan garamnya berwarna kuning-cokelat akibat terbentuknya ion Fe(OH)(H2O)52+ yang bersifat basa.au 5. Suatu batuan yang mengandung campuran mangan dan oksida besi. 2001 Gambar 4. Besi murni berwarna putih kusam yang tidak begitu keras dan sangat reaktif terhadap zat oksidator sehingga besi dalam udara lembap teroksidasi oleh oksigen dengan cepat membentuk karat. Tahukah Anda bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil tembaga? Yaitu ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Chili. mangan. 7. Mangan terdapat dalam semua biloks mulai dari +2 hingga +7. MnS.7%). Salah satu sumber mangan adalah batuan yang terdapat di dasar lautan dinamakan pirolusit. FeSO4.6 Isotop kobalt digunakan untuk perawatan pasien kanker. dan MnCl2 MnO2 KMnO4 6. tetapi umumnya +2 dan +7. MnSO4. yang berwarna merah muda. dan K4Fe(CN)6 FeCl3. +1. Dalam larutan.1% kulit bumi). Mineral-mineral dan produk yang berhubungan dengannya merupakan 19% dari total eksport negara Indonesia. bijih besi. Mangan (Mn) Mangan relatif melimpah di alam (0. Kobalt utamanya memiliki biloks +2 dan +3. K3[Fe(CN)6]. Larutan garam kobalt(II) mengandung ion Co(H2O)62+ yang memberikan warna merah muda. Indonesia juga memproduksi nikel.7 Senyawa Mangan dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 +4 +7 Mn(OH)2. Tabel 4. Kobalt (Co) Walaupun kobalt relatif jarang terdapat di alam. Baja perak merupakan paduan antara besi. Beberapa jenis mangan yang umum ditunjukkan pada Tabel 4. Mn2+ membentuk Mn(H2O)62+. dan tungsten yang digunakan dalam instrumentasi dan alat-alat kedokteran (Gambar 4. garam besi(II) berwarna hijau terang akibat membentuk ion Fe(H2O)62+. Di antara mineral tersebut. seperti ditunjukkan pada Tabel 4. Selain tembaga. Kegunaan umum mangan adalah untuk membuat baja yang digunakan untuk mata bor (pemboran batuan).

Warna kemerah-merahan dari tembaga berubah menjadi kehijau-hijauan akibat terkorosi oleh udara membentuk patina. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 115 . Gambar 4. CuCl2. NiO. Nikel juga digunakan secara luas dalam bentuk paduan dengan besi membentuk baja. Tes Kompetensi Subbab C 2.8). bakteri. dan CoS CoF3. tetapi dapat juga terkorosi. Tembaga (Cu) Tembaga memiliki sifat konduktor listrik sangat baik sehingga banyak digunakan sebagai penghantar listrik. [Co(H2O)6]Cl2. dan belerang.11 Senyawa Tembaga dan Biloksnya Biloks Senyawa +1 +2 Cu2O. garam tembaga digunakan untuk membunuh jamur. tahan terhadap korosi. digunakan untuk membuat baling-baling kapal laut. tetapi dalam jumlah besar sangat beracun. Selain itu. dan [Co(NH3)6]Cl3 8. Kerjakanlah di dalam buku latihan.10 Senyawa Nikel dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 NiCl2. Kegiatan Inkuiri Di antara logam unsur-unsur transisi periode 4. [Ni(H2O)6]Cl2.10. [Ni(H2O)6]SO4 Sumber: Chemistry for You. Oleh karena beracun.7 Paduan logam nikel dengan tembaga membentuk alloi yang disebut monel. → 3Cu(s) + 2H2O( ) + SO2(g) + 2O2(g) ⎯⎯ Cu(OH)4SO4 Tabel 4. dan CuCl CuO. Nikel (Ni) Kelimpahan nikel dalam kulit bumi berada pada peringkat ke-24. Logam nikel berwarna putih seperti perak dengan konduktivitas termal dan listrik tinggi. Tuliskan sumber mineral unsur transisi yang Anda ketahui. manakah yang tergolong bersifat racun bagi makhluk hidup? Bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh logam tersebut? Diskusikan dalam kelas. dan alga. antimon.Tabel 4.8 Tembaga digunakan untuk kabel listrik. Tabel 4. dan digunakan untuk melapisi logam yang lebih reaktif. terdapat dalam bijih bersama-sama dengan arsen. Co2O3. K3[Co(CN)6]. Larutan garam nikel(II) dalam air mengandung ion Ni(H2O)62+ yang berwarna hijau emerald. dan [Cu(H2O)6](NO3)2 Sumber: Sougou Kagashi Tembaga dalam jumlah sedikit diperlukan oleh tubuh sebagai perunut. CuSO4.2H2O. Walaupun tembaga tidak begitu reaktif. Co2O3. misalnya untuk kabel listrik (Gambar 4.5H2O. NiS. Senyawa koordinasi nikel(II) dapat dilihat pada Tabel 4. Senyawa nikel umumnya memiliki biloks +2. 2001 Gambar 4. 9. [Co(H2O)6](NO3)2. Cu2S.9 Biloks +2 +3 Senyawa Kobalt dan Biloksnya Senyawa CoSO4. tembaga tahan terhadap cuaca dan korosi. 1. Jelaskan kegunaan unsur transisi dalam bidang industri.

oksigen bereaksi dengan kokas membentuk gas CO. Proses reduksi dalam industri logam disebut peleburan (melting). Pengolahan Logam (Metalurgi) Aplikasi pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan bijih sampai menjadi logam dinamakan metalurgi. Pirometalurgi diterapkan dalam pengolahan bijih besi. reduksi bijih logam menjadi logam bebas. Campuran material (bijih besi. kokas. yang merupakan reaktor kimia dan beroperasi secara terus-menerus (Gambar 4. dan pemurnian logam (lihat Gambar 4. Reaksinya melepaskan kalor hingga suhu tanur sekitar 2.900°C). Proses ini melibatkan tahap pengolahan awal atau pemekatan. Pengeringan dan pembakaran Bijih murni dikeringkan dan dilebur (direduksi).300°C. Di dalam tanur.000°C). Kokas is heated coal without air. Reduksi besi oksida dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace). 1. kalor yang dilepaskan dipakai untuk memanaskan tanur. uap air berguna untuk mengendalikan suhu tanur agar tidak terlalu tinggi ( 1. mengandung 80%–90% karbon. sedangkan reaksi dengan uap air bersifat endoterm. 2. Pengolahan awal (pemekatan) Bijih logam yang masih mengandung pengotor dihancurkan dan digiling hingga terbentuk partikel-partikel berukuran kecil. distilasi (seng dan raksa). containing 80–90% carbon. Kokas berperan sebagai bahan bakar dan sebagai reduktor. → C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) Δ H = +131 kJ Reaksi kokas dan oksigen bersifat eksoterm. dan kapur) dimasukkan ke dalam tanur melalui puncak tanur.10). Beberapa metode pemurnian di antaranya elektrolisis (nikel dan tembaga). Material yang tidak diperlukan dikeluarkan dengan cara magnetik atau metode pengapungan (flotasi) hingga terbentuk bijih murni. dan peleburan ulang (besi). Pada bagian atas tanur ( 1. Pemurnian Logam yang diperoleh pada tahap pengeringan dan pembakaran masih mengandung pengotor sehingga perlu dilakukan pemurnian.D. Udara panas yang mengandung oksigen disemburkan ke dalam tanur dari bagian bawah untuk membakar kokas. Pirometalurgi Besi Sejumlah besar proses metalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bijih logam menjadi logam bebas dengan cara reduksi. Penggunaan kalor untuk proses reduksi disebut pirometalurgi.9). → 2C(s) + O2(g) ⎯⎯ 2CO(g) Δ H = –221 kJ Logam + pengotor Pemurnian logam Daur ulang Limbah logam Produk barang Gambar 4. Udara panas juga mengandung uap air yang turut masuk ke dalam tanur dan bereaksi dengan kokas membentuk gas CO dan gas H2.9 Proses ekstraksi dan daur ulang logam Catatan Note Kokas adalah batu bara yang dipanaskan tanpa udara. Persamaan reaksinya: → Fe3O4(s) + 4CO(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4CO2(g) → Fe3O4(s) + 4H2(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4H2O(g) Δ H = –15 kJ Δ H = +150 kJ 116 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pada proses tersebut bijih murni direduksi dari oksidanya menjadi logam bebas. Mineral Ditambang Ekstraksi Ekstraksi (peleburan) Bijih dipekatkan 1. bijih besi direduksi oleh gas CO dan H2 (hasil reaksi udara panas dan kokas) membentuk besi tuang. Oleh karena itu. Batu kapur berfungsi sebagai sumber oksida untuk mengikat pengotor yang bersifat asam. 3.

500°C. 1) Proses Bessemer Gas oksigen 1000°C 1500°C Semburan udara panas 1900°C Udara + uap air panas Cairan Lumpur Besi tuang cair Gambar 4. Gambar 4. panas di sekitarnya diserap hingga mencapai suhu ± 1. Oleh karena terak lebih ringan dari besi tuang. seperti Cr.5%) yang mengandung logam lain.Batu kapur yang ditambahkan ke dalam tanur. Persamaan reaksinya: → CO2(g) + C(s) ⎯⎯ CO(g) Δ H = +173 kJ Oleh karena bersifat endoterm.11 Pipa buang dan uap air Konventer Besi cair 150 – 300 ton Besi tuang dari tanur sembur dipindahkan ke tungku basic oksigen dijadikan baja karbon. bersamasama terak (pengotor). a.000oC terurai menjadi kapur tohor.10 Skema pirometalurgi besi Gas buang Sumber: Chemistry (McMurry). terak mengapung di atas besi tuang dan mudah dipisahkan. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 117 . Udara panas disemburkan dari lubang-lubang pipa untuk mengoksidasi karbon dan zat pengotor yang masih tersisa. Mn. Pembuatan Baja Baja merupakan paduan (alloi) yang digolongkan sebagai baja karbon (kandungan karbon di atas 1. Akan tetapi. juga dapat melindungi besi tuang dari oksidasi (lihat Gambar 4. tetapi dua cara umum yang biasa digunakan pada pembuatan baja adalah proses perapian terbuka (open hearth) dan proses essemer (basic o ygen). pada 1. dan Mo. Δ → CaCO3(s) ⎯⎯ CaO( ) + CO2(g) → CaO( ) + SiO2( ) ⎯⎯ CaSiO3( ) → CaO( ) + P2O5( ) ⎯⎯ Ca3(PO4)2( ) Bijih besi + kokas + kapur Gas buang Gas CO2 yang dihasilkan dari penguraian batu kapur pada bagian bawah tanur (sekitar 1. seperti pasir atau oksida fosfor.12 Skema reaktor Bessemer Besi cair Pada proses ini.900°C) direduksi oleh kokas membentuk gas CO. Kapur ini bekerja mereduksi pengotor yang ada dalam bijih besi. Oksidasi besi dilakukan dengan berbagai cara. Co. pengubahan besi menjadi baja merupakan proses oksidasi untuk mengeluarkan pengotor. Sifat-sifat mekanik baja ditentukan oleh komposisi kimianya. 2001 Gambar 4. Pengolahan besi dari bijihnya merupakan proses reduksi.11). Besi tuang hasil olahan berkumpul di bagian dasar tanur. besi cair hasil dari tanur sembur dimasukkan ke dalam reaktor silinder.

dan kawat pagar. dituang dari konverter dan ditambahkan sejumlah tertentu karbon dan logam. yaitu alloi yang sangat terkenal karena kekuatannya. Kapur ini bergabung dengan fosfat. Udara ditiupkan ke seluruh lelehan besi glubal (bijih besi yang telah dipanaskan dalam tanur dengan batu bara atau kayu). ditambahkan logam mangan. Metalurgi Tembaga Langkah-langkah pada pengolahan tembaga tidak berbeda dengan pengolahan besi. Baja feromangan biasanya dipakai untuk membuat kerangka beton bangunan. diikuti oleh oksidasi karbon menjadi CO yang menimbulkan agitasi dan busa di atas mangkuk. dan pengotor lain. seperti Co. Oksidasi termal karbon meningkatkan suhu dalam mangkuk yang menyebabkan fluks batu kapur terkalsinasi menghasilkan kapur tohor yang mengambang di atas lelehan. Pengotor seperti Mn. Jenis fluks bergantung pada pengotor. dan direaksikan kembali dengan suatu fluks. P dan Si bereaksi dengan oksigen . Ni. logam lain. seperti nikel.13 Baja stainless steel (Fe 72%. V. atau kromium. Δ → MnO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ MnSiO3( ) Jika pengotor silikon atau fosfor (asam) maka fluks yang bersifat basa ditambahkan (CaO atau MgO): Sumber: www. Semburan udara panas mengandung oksigen dilewatkan melalui permukaan besi dan bereaksi dengan pengotor. mangan.com Δ → SiO2(s) + MgO(s) ⎯⎯ MgSiO3( ) Δ → P4O10(s) + 6CaO(s) ⎯⎯ 2Ca3(PO4)2( ) Gambar 4. dan Ni 9%) banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga dan alat kedokteran. Besi murni yang masih meleleh. proses reduksi. yaitu pemekatan. dan pemurnian. Tahap Penghalusan Baja Karbon Tahap penghalusan melibatkan oksidasi karbon dan pengotor secara terus-menerus. Kalsinasi adalah proses pemanasan di bawah titik leleh zat untuk menghilangkan pengotor. pipa ledeng. Cr 19%. 2. Cr. Untuk menjaga besi tetap cair maka atap wadah dibentuk cembung agar dapat memantulkan kalor ke arah permukaan besi cair. silikat. melibatkan tiga tahap.Sekilas Kimia Henry Bessemer (1813–1898) Persamaannya: → C(s) + O2(g) ⎯⎯ CO2(g) → Si( ) + O2(g) ⎯⎯ SiO2( ) Δ 2Fe( ) + O2(g) ⎯⎯ 2FeO( ) → Δ Δ Untuk mereduksi kembali FeO yang turut teroksidasi. 118 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Zat tambahan ini mengubah lelehan besi menjadi baja. membentuk oksida. Jika pengotor adalah mangan (basa) maka fluks yang bersifat asam ditambahkan (silika). Reaksi yang terjadi: Δ → Mn( ) + FeO( ) ⎯⎯ (Fe–MnO)( ) feromangan Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. Si dan Mn dioksidasi pertama kali menjadi terak. Baja jenis feromangan mutunya kurang baik dan harganya relatif murah. atau W dapat ditambahkan pada baja agar menghasilkan paduan yang memiliki sifat-sifat tertentu. b. 2) Proses Perapian Terbuka Pada proses perapian terbuka digunakan reaktor serupa mangkuk yang memuat sekitar 100–200 ton besi cair. 1997 Dia berperan besar dalam usaha mempercepat proses pembuatan baja pada pertengahan abad 19 dengan konverternya yang terkenal. sulfat. Sebelum dikeluarkan dari tanur.nusaweb.

28 V 2+ → Eo = +0. Reaksi yang terjadi: Buih bercampur bijih tembaga Udara bertekanan → 2CuS(s) + 3O2(g) ⎯⎯ 2CuO(s) + 2SO2(g) Pemanggangan bersifat eksoterm sehingga setelah pemanggangan dimulai tidak perlu ditambahkan panas lagi.6 Pengotor dalam Proses Pemurnian Tembaga Logam nikel adalah salah satu pengotor pada bijih tembaga. sedangkan Cu2+ direduksi pada katode. Proses kimia apakah yang diharapkan pada pengolahan bijih besi dalam tanur? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 119 . kemudian dicampurkan dengan zat pengapung. Tahap Pemekatan Proses pemekatan tembaga dari bijihnya dilakukan dengan cara pengapungan (flotasi). kemudian direduksi dengan cara pemangggangan. → Ni2+(aq) + 2e ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0.15). yang selanjutnya memadat.a. Seng adalah pengotor lain dalam tembaga. misalnya saponin. Contoh 4. b. Apakah seng akan terakumulasi dalam larutan elektrolit selama pemurnian logam tembaga? Jelaskan. D 2. Pada proses ini. Proses Reduksi Setelah bijih tembaga dipekatkan (tembaga sulfida). tembaga harus dimurnikan melalui elektrolisis (Gambar 4. Kata Kunci • • • • Metalurgi Pirometalurgi Reaksi eksoterm Reaksi endoterm Tes Kompetensi Subbab 1. dan lempeng tembaga murni ditempatkan sebagai katode. 2001 Gambar 4. Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science. Adapun partikel yang tidak terbasahi menempel pada busa dan mengapung di atas permukaan tanki. nikel tidak akan tereduksi. wadah elektrolisis diisi tembaga(II) sulfat. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.15 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis.14. Pemurnian Pemurnian tembaga dilakukan melalui elektrolisis. Hidrogen dan logam aktif. Untuk memperoleh logam tembaga dilakukan dengan cara reduksi tembaga oksida dengan karbon sebagai reduktor: Δ → CuO(s) + C(s) ⎯⎯ Cu(g) + CO(g) Pengotor Pengaduk Gambar 4. Apa yang terjadi dengan nikel jika logam tembaga dimurnikan secara elektrolisis? Jawab: Untuk menjawab pertanyaan tersebut harus diketahui potensial elektrode standar. seperti natrium. magnesium. bijih dihancurkan menjadi serbuk. Partikel-partikel yang terbasahi oleh air seperti pengotor berada di dasar tanki. Untuk kebutuhan penghantar listrik.34 V Cu (aq) + 2e ⎯⎯ Cu(s) Oleh karena potensial reduksi standar nikel lebih negatif dari tembaga. Zat pengapung berupa surfaktan (memiliki ujung polar dan nonpolar). dan udara dialirkan hingga berbusa.14 Proses pemekatan dengan cara flotasi katode anode Uap logam tembaga meninggalkan reaktor dan terkondensasi menjadi cair. Nikel tetap berada dalam larutan. c. Hasil reduksi pada tahap ini dinamakan tembaga blister yang kemurniannya mencapai 98%. Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode. Kerjakanlah di dalam buku latihan. dan aluminium juga digunakan sebagai reduktor jika karbon yang dipakai tidak cocok.

Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang secara berbarengan mengkoordinasi ion logam. Unsur-unsur transisi periode keempat di alam terdapat dalam bentuk oksida. (4) penghalusan atau pemurnian logam. setelah atom kalsium. atau karbonat. dan anion atau molekul netral yang mengelilinginya dinamakan ligan. sulfida. Titanium (Ti). konfigurasi elektron unsur transisi mengisi orbital 3d1–10 4s1–2. mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s1. Kobalt (Co). sifat kerapatan dan keelektronegatifan bertambah. kecuali scandium dan seng. Kromium (Cr). Proses metalurgi melibatkan beberapa tahap: (1) penambangan bijih logam. 2. Jumlah atom donor yang mengikat logam dikenal dengan bilangan koordinasi logam. 14. Atom ligan yang mengikat langsung logam dinamakan atom donor. Ligan polidentat dikenal sebagai zat pengkelat (seperti capit kepiting). Dalam ion kompleks. Unsur-unsur transisi secara terbatas didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit-d atau subkulit-f yang terisi sebagian. kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. 10. Sifat-sifat unsur transisi ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. Mangan (Mn). Proses sains dan teknologi dalam pengolahan bijih hingga menjadi logam untuk kegunaan praktis dinamakan metalurgi. 6. Tata nama ion kompleks mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Alfred Werner. Makin banyak elektron bebas dalam suatu unsur transisi makin kuat sifat logamnya. Tembaga (Cu). Nikel (Ni). 12. Berdasarkan aturan Aufbau. dan titik didih serta titik leleh naik-turun. Sebab ikatan antaratom makin kuat yang pada gilirannya sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat. Unsur-unsur transisi periode keempat terdiri atas skandium (Sc). 7. 9. 5. sedangkan jari-jari berkurang. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat. Dari kiri ke kanan dalam tabel periodik. Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat menunjukkan tingkat oksidasi lebih dari satu. 11. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital-d dan orbital-s tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan untuk bersenyawa.Rangkuman 1. 15. khususnya ion kompleks. (2) pengolahan awal atau pemekatan. 3. Vanadium (V). 13. (3) reduksi bijih untuk mendapatkan logam bebas. Misalnya tembaga. Semua unsur-unsur transisi dapat membentuk senyawa koordinasi. Ion kompleks adalah suatu struktur ionik yang kation dari logam transisinya dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul netral. dan (5) pencampuran logam dengan unsur lain untuk mengubah sifatnya. 8. 4. dan seng (Zn). Besi (Fe). 120 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Muatan pada ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligan yang mengelilinginya.

Peta Konsep Titanium mineralnya Rutil (TiO2) dan ilmenit (FeTiO3) Vanadit (Pb3(VO4)2) Vanadium mineralnya Kromium Unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian merupakan mineralnya Kromit (FeCr2O4) Pirolusit (MnO2) di antaranya Mangan mineralnya Besi Unsur Transisi mineralnya Hematit (Fe2O3). Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi dan menganalisis kecenderungan sifat fisiknya. pirit (FeS). magnetit (Fe3O4). dan siderit (FeCO3) Smaltit (CoAs2). Dengan mempelajari bab ini. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari unsur-unsur transisi periode keempat? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 121 . diskusikan dengan teman atau guru Anda . dan kobaltit (CoAsS) Kobalt dapat membentuk mineralnya Nikel mineralnya Nikeltit (NiS) Atom pusat Ion kompleks terdiri atas Ligan Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 4 ini? Bagian manakah dari materi Bab 4 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Pada bab ini juga dibahas secara mendalam mengenai senyawa kompleks. menjelaskan hubungan antara kereaktifan dan biloks unsur transisi serta mengembangkan keterampilan analisis dan logika Anda dengan mempelajari proses kimia dalam metalurgi.

Evaluasi Kompetensi Bab 4
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1. Pernyataan berikut yang bukan termasuk sifat unsur transisi adalah …. A. merupakan oksidator kuat B. mempunyai beberapa bilangan oksidasi C. penghantar listrik yang baik D. dapat membentuk ion kompleks E. senyawanya berwarna Konfigurasi elektron atom-atom unsur transisi adalah: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2. Bilangan oksidasi tertinggi dari unsur tersebut adalah .… A. +6 D. +3 B. +5 E. +2 C. +4 Konfigurasi elektron atom unsur transisi berikut yang memiliki sifat magnet paling kuat adalah .... A. [Ar] 4s2 3d2 D. [Ar] 4s2 3d5 2 3d3 B. [Ar] 4s E. [Ar] 4s2 3d6 1 3d5 C. [Ar] 4s Vanadium dengan bilangan oksidasi +4 terdapat pada senyawa… A. NH4VO2 D. VOSO4 B. K4V(CN)6 E. VCl3 C. VSO4 Unsur transisi yang memiliki bilangan oksidasi nol terdapat pada senyawa …. A. Co(NH3)6Cl3 D. Fe(H2O)6(OH)3 B. Fe(H2O)6SO4 E. Cr(NH3)4Cl3 C. Ni(CO)4 Jumlah orbital yang ditempati oleh pasangan elektron dalam atom Mn dengan nomor atom 25 adalah …. A. 4 D. 13 B. 7 E. 15 C. 10 UMPTN 2000 A: Ion Co2+ mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d7. jumlah elektron yang tidak berpasangan dalam ion Co2+ adalah …. A. 1 D. 5 B. 2 E. 7 C. 3 Ebtanas 1998: Senyawa seng dari unsur transisi tidak berwarna, hal ini disebabkan oleh …. A. orbital d telah penuh berisi elektron B. tidak adanya elektron pada orbital d C. orbital d telah terisi elektron setengah penuh D. tidak adanya elektron padaorbital s E. orbital s telah terisi elektron setengah penuh 9. Salah satu garam berikut yang bukan senyawa kompleks adalah …. A. Cu(NH3)4SO4 D. (CuOH)2SO4 B. K4Fe(CN)6 E. K2CoI4 C. K3Fe(CN)6 10. Ion berikut yang tidak dapat membentuk kompleks dengan amonia adalah …. A. Zn2+ D. Cr3+ 2+ B. Cu E. Mn2+ 3+ C. Al 11. Pada reaksi pembentukan kompleks berikut. → Fe3+(aq) + 6CN–(aq) ⎯⎯ Fe(CN)63– Ikatan antara atom pusat dan ligan adalah …. A. logam D. kovalen koordinasi B. ionik E. van der Waals C. kovalen polar 12. Bilangan koordinasi Ni dalam ion [Ni(NH3)4]2+ adalah …. A. 2 D. 6 B. 3 E. 8 C. 4 13. Bilangan koordinasi seng dalam ion dia uotetrahidroksoseng(II), [Zn(OH)4(H2O)2]2– adalah …. A. 2 D. 5 B. 3 E. 6 C. 4 14. Bilangan koordinasi Fe dan muatan pada ion Fe(CN)64– adalah …. A. +2 dan 4– D. +6 dan 6– B. +3 dan 2+ E. –2 dan 2– C. +4 dan 4– 15. Ion kompleks berikut yang namanya tidak tepat adalah .... A. [Ni(CN)4]2– : ion tetrasianonikelat(II) B. [Ag(NH3)2]+ : ion diaminargentat(I) C. [Co(H2O)6]3+ : ion heksaa uokobalt(III) D. [PtCl6]2– : ion heksakloroplatinat(IV) E. [Co(NH3)4Cl2]+ : ion diklorotetramin kobalt(III) 16. Ebtanas 1999: Nama yang tepat untuk ion kompleks [Cr(NH3)4(H2O)2]3+ adalah …. A. ion tetramindia uokrom(III) B. ion dia uotetraminkrom(III) C. ion tetramin krom(III) dia uo D. ion tetramin dia uokromat(III) E. ion dia uotetraminkromat(III)

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

122

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

17. Ebtanas 2000: Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. A. krom(III) tetramin dikloro klorida B. tetramindiklorokrom (III) klorida C. diklorotetraminkromat(III) klorida D. tetramindiklorokromat(III) klorida E. diklorotetraminkrom(III) monoklorida 18. Endapan AgCl dapat larut dalam amonia sebab membentuk senyawa …. D. Ag(NH3)2Cl2 A. AgNH2Cl B. AgNH3Cl E. Ag(NH3)4Cl C. Ag(NH3)2Cl 19. Suatu senyawa kompleks terdiri atas logam kromium, anion fluorida, molekul air, dan anion klorida, dengan data tambahan berikut. Bilangan oksidasi atom pusat = +3 Bilangan koordinasi atom pusat = 6 Muatan kompleks = 1+ Senyawa kompleks tersebut adalah …. A. [CrF2(H2O)6]Cl D. [CrClF(H2O)4]Cl B. [Cr(H2O)4]F2Cl E. [CrCl2(H2O)4]F C. [CrCl2(H2O)4]Cl 20. Ebtanas 1998: Rumus ion kompleks yang sesuai dengan bentuk molekul berikut adalah ….
CN– CN– CN– Cr3+ CN– CN– CN–

A. Cr(CN)6– D. Cr(CN)63– 2– B. Cr(CN)6 E. Cr(CN)63+ 2+ C. Cr(CN)6 21. Jika ke dalam larutan CuSO4 ditambah NH3 akan terbentuk endapan biru-hijau, tetapi penambahan NH3 berlebih akan melarutkan kembali endapan dan larutan berwarna biru terang. Gejala ini disebabkan …. A. Cu(OH)2 bersifat amfoter B. terbentuk ion kompleks Cu(NH3)42+ C. Cu termasuk golongan transisi D. ion Cu2+ adalah ion berwarna biru E. Cu(OH)2 mudah terurai menjadi CuO dan air 22. Pada pengolahan bijih titanium menjadi titanium oksida murni umumnya diolah melalui pembentukan titanium klorida sebab .... A. mudah dioksidasi B. dapat dielektrolisis C. titik didihnya rendah D. mudah dimurnikan dengan air E. hasilnya sangat murni

23. Pengubahan ion kromat menjadi ion dikromat terjadi dalam keadaan …. A. basa D. encer B. netral E. panas C. asam 24. Reduktor yang biasa digunakan secara besar-besaran untuk mereduksi bijih besi menjadi logamnya adalah …. A. natrium D. karbon B. hidrogen E. platina C. aluminium 25. Pada proses tanur sembur, bijih besi harus dicampur dengan kapur. Fungsi kapur pada proses ini adalah …. A. mengikat SiO2 B. mengikat oksigen C. mengikat kelebihan karbon D. menambah ion kalsium E. menghasilkan besi dengan kemurnian tinggi 26. UMPTN 1997 C: Reduksi besi(III) oksida dengan CO menghasilkan besi menurut persamaan reaksi berikut. → Fe2O3(s)+ 3CO(g) ⎯⎯ 2Fe(s) + 3CO2(g) untuk menghasilkan 11,2 kg besi dibutuhkan besi(III) oksida sebanyak …. A. 22 kg D. 16 kg B. 20 kg E. 15 kg C. 18 kg 27. Prinsip pembuatan baja dari besi tuang adalah dengan cara …. A. meningkatkan kadar karbon B. menurunkan kadar karbon C. meningkatkan kadar timah D. menurunkan kadar timah E. meningkatkan kadar seng 28. Pengolahan bijih logam yang terdapat dalam bentuk karbonat dapat dilakukan melalui proses .... A. elektrolisis B. hidrolisis C. pemanggangan dan reduksi D. pemanggangan E. reduksi langsung 29. Ebtanas 1999: Urutan yang tepat pada proses pengolahan tembaga dari bijih tembaga adalah .... A. elektrolisis-reduksi-pemekatan-pemanggangan B. reduksi-elektrolisis-pemanggangan-pemekatan C. pemekatan-pemanggangan-reduksi-elektrolisis D. pemanggangan-reduksi-pemekatan-elektrolisis E. reduksi-pemanggangan-elektrolisis-pemekatan 30. Unsur transisi periode keempat yang paling banyak terdapat dalam kulit bumi adalah …. A. seng D. besi B. nikel E. mangan C. tembaga

Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat

123

B. 1.

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Berapa bilangan oksidasi unsur transisi dari senyawa berikut. a. FeCO3 b. MnO2 c. CuCl d. CrO2Cl2 Tuliskan konfigurasi elektron untuk setiap ion berikut. (a) Fe2+; (b) Cr3+; (c) Mn4+; (d) Sc3+. Apa yang dimaksud dengan ion kompleks, ligan, dan bilangan koordinasi? Jelaskan. Tentukan berapa bilangan koordinasi dan bilangan oksidasi logam dalam senyawa kompleks berikut. a. K3[V(C2O4)3] b. [Ni(CN)5]3– c. [Zn(en)2]Br2 d. [Fe(H2O)5SCN]2+ Tuliskan nama senyawa kompleks berikut. a. [Zn(NH3)4]2+ b. [Co(NH3)4Cl2]Cl c. K[Co(C2O4)2(NH3)2] d. [PtCl4(en)] e. [Ni(H2O)6]Br2 f. [Cr(NH3)4Cl2]ClO4 g. K3[Fe(C2O4)3] 6. Tuliskan rumus setiap senyawa berikut dan tentukan berapa bilangan koordinasinya. a. Heksaminkrom(III) nitrat b. Tetraminkarbonatokobalt(III) sulfat c. Diklorobis(etilendiamin)platina(IV) bromida d. Kalium dia uatetrabromovanadat(III) e. Penta uabromomangan(III) sulfat f. Natrium tetrabromo(etilendiamin)kobaltat(III) Manakah di antara senyawa berikut yang memberikan warna? a. ZnO b. NaAlCl4 c. [Fe(SO4)(H2O)4] d. CrO2 Tuliskan persamaan kimia setara untuk reduksi FeO dan Fe2O3 oleh H2 dan CO.

2. 3. 4.

7.

8.

5.

124

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Bab

5
Sumber: kocherov@jaeand.iaea.org

Pusat Penelitian Reaktor Nuklir Batan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Keradioaktifan
Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan dan bahayanya, serta terdapatnya di alam. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: mendeskripsikan unsur-unsur radioaktif dari segi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimia, kegunaan, dan bahayanya.

Pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih dalam tahap penelitian. Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan mengenai keuntungan dan dampak yang dihasilkan dari pengadaan proyek ini. Peraturan keselamatan dan tingginya biaya masih menjadi kendala dikarenakan Indonesia adalah negara berkembang. Akan tetapi, di negara maju, seperti Amerika, sekitar 20 persen energi nuklir dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Energi nuklir ini dihasilkan dari reaksi inti atom yang bersifat radioaktif. Sejak model atom dikembangkan oleh Dalton, perhatian ilmuwan terpusat pada elektron, tidak pada inti atom. Menurut pendapat sebelumnya, inti atom hanya menyediakan muatan positif untuk mengikat elektronelektron di dalam atom. Akibat perkembangan cepat dalam bidang fisika dan kimia membuktikan bahwa inti atom dapat berubah secara spontan disertai dengan pelepasan radiasi. Inti atom tersebut dinamakan nuklida radioaktif. Bagaimanakah sifat-sifat fisik dan kimia serta kegunaan lainnya dari nuklida radioaktif ini? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.

A. Kestabilan Inti B. Kegunaan Radioisotop C. Reaksi Fisi dan Fusi

125

Tes Kompetensi Awal
1. 2. 3. Masih ingatkah Anda bagaimana model struktur atom menurut Bohr? Gambarkan oleh Anda model struktur atom tersebut. Apa yang dimaksud dengan nuklida? Sebutkan partikel-partikel penyusun inti Atom? Apakah menurut Anda inti suatu atom dapat meluruh atau bergabung dengan inti atom lain? Jelaskan alasannya.

A. Kestabilan Inti
Kestabilan inti atom dapat ditinjau dari aspek kinetika dan energitika. Kestabilan secara energitika ditinjau dari aspek energi nukleosintesis dihubungkan dengan energi komponen penyusunnya (proton dan neutron), disebut energi ikat inti. Kestabilan secara kinetika ditinjau berdasarkan kebolehjadian inti meluruh membentuk inti yang lain, disebut peluruhan radioaktif.

Sekilas Kimia
Marie Curie (1867–1934)

1. Ciri-Ciri Inti Stabil dan Tidak Stabil
Untuk mengetahui ciri-ciri inti yang stabil dan inti yang tidak stabil dapat ditinjau dari perbandingan antarpartikel yang terkandung di dalam inti atom, yaitu perbandingan neutron terhadap proton ⎜ ⎟ . Selain nuklida 1H, semua ⎝Z⎠ nuklida atom memiliki proton dan neutron. Suatu nuklida dinyatakan stabil jika memiliki perbandingan neutron terhadap proton lebih besar atau sama dengan satu ⎜ ≥ 1 ⎟ . Untuk nuklida ringan (Z ⎝Z ⎠ Untuk nuklida dengan Z 20, perbandingan
⎛N ⎞ ⎛N⎞

20), perbandingan 1. Perbandingan

N @ 1. Z

beberapa nuklida yang stabil ditunjukkan pada tabel berikut.
Sumber: Oxford Ensiklopedia Pelajar: Biografi–9, 1995

N Z

N untuk Z

Tabel 5.1 Nuklida Z N
N Z

Beberapa Nuklida yang Stabil
2

Marie Curie Lahir di Warsawa, Polandia. Dia bersama dengan suaminya Pierre melakukan percobaan terhadap zat radioaktif. Setelah beberapa tahun bekerja, mereka berhasil menemukan sebuah unsur radioaktif, yang mereka namakan radium. Mereka menerima hadiah nobel untuk karya ini. Setelah Pierre meninggal pada 1906, Marie meneruskan kerjanya dan menerima hadiah nobel ke–2 pada 1911.

H 1 1 1

20

Ne

40

Ca

64

n

90

Sn

120

Nd

202

Hg

10 10 1

20 20 1

30 34 1,13

40 50 1,25

50 70 1,50

80 122 1,50

Berdasarkan tabel tersebut, tampak bahwa nilai

fungsi Z. Hubungan proton dan neutron dapat diungkapkan dalam bentuk grafik yang disebut grafik pita kestabilan.
Emisi alfa
130 120 110 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10

N berubah sebagai Z

Gambar 5.1
Grafik pita kestabilan Nuklida stabil ditunjukkan oleh titik hitam yang berkerumun membentang seperti pita sehingga disebut pita kestabilan. Di luar pita kestabilan tergolong radioaktif.

Jumlah neutron (N)

Emisi beta
Z N= Penangkapan elektron dan emisi positron

20

30

40

50

60

70

80

90 100

Jumlah proton (Z)

126

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Dengan bertambahnya jumlah proton (Z), perbandingan neutronproton meningkat hingga 1,5. Kenaikan angka banding akibat meningkatnya tolakan muatan positif dari proton. Untuk mengurangi tolakan antarproton diperlukan neutron yang berlebih. Nuklida di luar pita kestabilan umumnya bersifat radioaktif atau nuklida tidak stabil. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan adalah nuklida yang memiliki neutron berlebih. Untuk mencapai keadaan inti yang stabil, nuklida ini mengubah neutron menjadi proton dan partikel beta. Nuklida yang terletak di bawah pita kestabilan adalah nuklida yang miskin neutron. Untuk mencapai keadaan yang stabil, dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron (electron capture) pada kulit K menjadi neutron. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan dengan nomor atom (jumlah proton) lebih dari 83 adalah nuklida yang memiliki neutron dan proton melimpah. Untuk mencapai keadaan stabil, nuklida ini melepaskan sejumlah partikel alfa (inti atom He).
Jumlah neutron

N diyakini Z

Emisi −0 e 1
4 Emisi 2 He

0 Emisi 1 e atau penangkapan elektron

Jumlah proton
Sumber: Chemistry: The Central Science, 2000

Gambar 5.2
Semua unsur radioaktif meluruh membentuk unsur yang stabil dengan nomor atom sekitar 50-an.

Contoh 5.1
Meramalkan Kestabilan Inti Ramalkan apakah nuklida stabil? Jawab
13 7 N stabil atau tidak. Jika tidak, bagaimana untuk mencapai

Kestabilan inti dapat dilihat dari angka banding (Z) 20, angka banding

N . Untuk inti dengan jumlah proton Z

N = 1. Z N 6 Angka banding untuk 13 N= = 0,86 lebih kecil dari 1 sehingga tidak stabil. 7 Z 7 Oleh karena nuklida N berada di bawah pita kestabilan ( 1) maka untuk mencapai stabil dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron kulit K.

2. Peluruhan Radioaktif
Peluruhan radioaktif adalah peristiwa spontan emisi beberapa partikel dan radiasi elektromagnetik dari suatu inti atom tidak stabil menuju inti yang stabil. Peluruhan radioaktif diketahui merupakan suatu peristiwa eksoergik (pelepasan energi). Pada proses peluruhan inti berlaku Hukum Kekekalan Energi, Momentum, Massa, dan Muatan. a. Persamaan Peluruhan Inti Persamaan peluruhan inti ditulis seperti halnya persamaan reaksi kimia. Contoh peluruhan radioaktif 238U disertai pelepasan partikel alfa dapat ditulis sebagai berikut.
238 92 U

Kata Kunci
• • • • • • • • • • • Inti atom (nuklida) Aspek kinetika Aspek energitika Kestabilan inti Nukleosintesis Energi ikat inti Emisi (peluruhan) Pita kestabilan Radioaktif Eksoergik Radiasi elektromagnetik

⎯⎯ →

234 4 90 Th + 2 He

Pada persamaan ini, hanya inti yang berubah yang dituliskan. Tidak perlu menuliskan senyawa kimia atau muatan elektron untuk setiap senyawa radioaktif yang terlibat sebab lingkungan kimia tidak memiliki pengaruh terhadap perubahan inti.

Keradioaktifan

127

dan indeks atas menyatakan massa. dan peluruhan gamma.3 Jenis Peluruhan Radioaktif Radiasi 4 2 He 0 −1 e 0 1e Jenis peluruhan Emisi alfa (a) Emisi beta (b) Emisi positron ( b+) Penangkapan elektron Emisi gamma (g) Perubahan Setara – 0 1 1 0 n → 1p + −1e 1 1 0 1 p → 0n + 1 e 0 1 1 1 p + −1 e → 0 n Perubahan Inti No.3 Deret peluruhan radioaktif: 238U → 206Pb Catatan Note Dalam simbol untuk partikel yang terlibat. Nomor Massa Nomor Atom Pereaksi dan produk yang terlibat dalam peluruhan inti ditulis menurut simbol nuklidanya.Sumber: Chemistry: The Central Science. atau penangkapan elektron). subscript means charge. 2000 Gambar 5. β + atau positron. Jadi. yaitu peluruhan alfa. indeks bawah menyatakan muatan. Simbol untuk partikel yang terlibat dalam peluruhan inti adalah sebagai berikut.3. simbol kedua nuklida adalah 226 88 Ra dan 222 86 Rn Persamaan transmutasi intinya: 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 4 86 Rn+ 2 He b. Symbol for the particle.2 Menuliskan Persamaan Peluruhan Inti Tuliskan persamaan transmutasi inti untuk peluruhan radioaktif radium–226 disertai pancaran partikel alfa membentuk radon–222. Tabel 5.2 Proton 1 1p Simbol Partikel yang Terlibat dalam Peluruhan Inti Neutron Beta Positron 1 0n 0 −1 e Gamma 0 0 atau 0 −1β 0 1e atau 0 β 1 Contoh 5. Jawab Nomor atom radium 88 dan radon 86. Tabel 5. Atom No. peluruhan beta ( β –. Secara umum ditunjukkan pada Tabel 5.4 Daya tembus radiasi yang diemisikan unsur radioaktif Kekuatan penetrasi: n ≈ g> b > a sinar-X 0 0 γ – 128 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Jenis Peluruhan Radioaktif Peluruhan radioaktif dapat digolongkan ke dalam tiga jenis peluruhan. Massa –2 +1 –1 –1 0 –4 0 0 0 0 Gambar 5. and supercript means mass.

Peluruhan radioaktif menghasilkan nuklida pada keadaan tereksitasi yang tidak stabil. Penangkapan elektron ( . 4 Emisi alfa adalah emisi nuklida 2 He atau partikel alfa dari inti tidak stabil. 1 1p + 0 −1 e ⎯⎯ 1 n →0 • • • • • • • 5. Emisi beta (b-) adalah emisi elektron berkecepatan tinggi dari inti tidak stabil. Emisi gamma (g) dihasilkan dari nuklida yang tereksitasi setelah menjalani peluruhan. Nuklida 25Al memiliki 13 proton dan 12 neutron. 4 + 2 He Nuklida yang memiliki nomor atom di atas 83 akan memancarkan partikel alfa. Untuk mencapai keadaan stabil dilakukan dengan cara mengemisikan energi dalam bentuk radiasi gamma.5 Radiasi a. Emisi positron setara dengan perubahan proton menjadi neutron. Misalnya. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi positron atau penangkapan elektron. g dalam medan magnet ⎯⎯ n + → 1 0 0 1e 4. Dalam hal ini. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi beta. b. ⎯⎯ 1 p + →1 0 −1e Perisai timbal Bahan radio aktif 3. Emisi positron terjadi pada nuklida yang berada di bawah pita kestabilan. 47Ca b. yaitu kulit K. Persamaannya: 1 0n Radiasi γ Radiasi α Radiasi β 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 86 Rn 2. Emisi beta sama dengan perubahan neutron menjadi proton.1. pada peluruhan radioaktif 226Ra. proton diubah menjadi neutron. Nuklida di atas pita kestabilan akan memancarkan partikel beta. Nuklida 47Ca memiliki 20 proton dan 27 neutron. Persamaan transmutasi intinya: 25 13 Al ⎯⎯ → ⎯⎯ → 25 13 Al + 0 1e (emisi positron) atau 25 13 Al + 0 −1e 25 12 Mg (penangkapan elektron) Keradioaktifan 129 . Emisi positron (b+) adalah emisi sejenis elektron yang bermuatan positif.3 Meramalkan Jenis Peluruhan Radioaktif Gunakan pita kestabilan untuk meramalkan peluruhan radioaktif dan tuliskan persamaan transmutasi intinya: a. N b. Contohnya: 99 m 43 Tc Kata Kunci Emisi alfa Emisi beta Emisi positron Penangkapan elektron Emisi gamma Transmutasi inti Keadaan tereksitasi ⎯⎯ → 99 43 Tc + 0γ 0 Contoh 5. 1 1p Sumber: Introductory Chemistry. 25Al Jawab N a. electron capture) adalah peluruhan inti dengan menangkap elektron dari orbital yang terdekat ke inti. 1997 Gambar 5.

elektron E. Menurut aspek energitika.3. Contoh. sebab perubahan massa selalu disertai perubahan energi sesuai persamaan: E = m c2 atau DE = c2 Δ m Keterangan: c = kecepatan cahaya (3×108 m s–1) Dm = perubahan massa (kg) Tabel 5. neutron B. Ei didefinisikan sebagai selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya..9309 207.9703 225.00999 10.9206 58. makin besar energi ikat inti. Δ Enukelosintesis = Ei = Enuklida He – E(2p + 2n) Bagaimana mengukur perubahan energi inti tersebut? Menurut Einstein.0102 11. 223 87 Simbol b(e ) n p (H) – Fr → 223 88 Ra + X X adalah partikel . (D) Po Rn Ra 130 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . perubahan energi inti dapat ditentukan secara langsung dari perubahan massa nukleon. A. Lihat Gambar 5.00867 1. megatron Pembahasan 223 87 a Li Be B C O Fe Co Pb Fr → 223 88 Ra + X }elektron ( −0 e) 1 SPMB 2004 X } 87 − 88 223− 223 = 0 =−1 Jadi.00150 6.01345 3.9184 205.01435 9.0066 11.9368 221. suatu inti atom stabil jika memiliki energi ikat inti besar. proton C.9771 Mahir Menjawab Pada inti Fr terjadi reaksi berikut. nuklida 4 He disintesis dari 2 proton dan 2 neutron.00728 2.9967 13.6. Nukleosintesis dan Energi Ikat Inti Nukleon (n + p) Dm diubah menjadi energi untuk mengikat nukleon agar tetap dalam inti Nuklida Pengikat Nukleosintesis adalah pembentukan inti atom atau nuklida dari partikelpartikel penyusunnya (proton dan neutron).6 Kehilangan massa diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat nukleon membentuk satu kesatuan di dalam inti.01493 4.. Dengan kata lain.0001 15. makin stabil inti atom tersebut.9295 206.01347 7. Energi ikat inti.00055 1. positron D.01550 3.4 Massa Nukleon dan Nuklida dalam Satuan Massa Atom (sma) A –1 0 1 1 1 2 2 3 3 4 5 5 6 6 8 26 27 82 82 82 84 86 88 0 1 1 2 3 3 4 6 7 9 10 11 12 13 16 56 59 206 207 208 210 222 226 Massa (sma) 0. Energi yang terlibat dalam nukleosintesis dinamakan energi ikat inti ( i). 4 2 1 p + 2 1 n ⎯⎯ 2 He → 1 0 Gambar 5.9905 55.9316 209.. X adalah partikel elektron.

makin besar energi ikat inti makin stabil inti tersebut. Kedua.062 × 10–13 J Ei = –28.007 × 10–12 J.00150 – 2(1.5 MeV sma–1) = – 28. Selain itu. seperti ditunjukkan pada gambar berikut.9931 232. Angkatan Darat Amerika Serikat memulai program percobaan iradiasi makanan sehingga pasukan yang tersebar mempunyai makanan segar tanpa harus dibekukan.062 × 10–13 J MeV–1 = –3. efek yang sama dihasilkan juga ketika makanan tersebut dipanaskan.0304 sma Ei = (– 0. atau 1 MeV = 1. dalam satuan MeV b. Pertama.9904 234. Kekurangan massa pada pembentukan nuklida helium (Contoh Soal 5. Energi ikatan inti dalam satuan Me Perubahan massa pada pembentukan He: m = mHe – 2(mn + mp) {4.9837 233.00867 + 1.9890 233.3176 MeV b.4 Menentukan Perubahan Energi Inti Hitung perubahan energi pada pembentukan nuklida helium (partikel alfa) berikut. 2000 Satuan yang digunakan untuk energi ikat inti adalah Mega elektron volt (MeV). iradiasi dapat merusak nutrien. 1 2 1 n + 2 1p ⎯⎯ 2 He → 4 0 a.062 × 10–13 Joule. Oleh karena itu. Energi ikat rata-rata maksimum sekitar 8.9934 238.3176 MeV × 1. radiasi yang mengionisasi akan menghasilkan spesi yang reaktif. pada pembentukan nuklida He dilepaskan energi sebesar 28.0304 sma) (931. dalam satuan Joule Jawab a. Hal ini sangat berguna bagi negara-negara miskin. Kata Kunci • • • Nukleon Energi ikat rata-rata Massa partikel subinti Keradioaktifan 131 . seperti radikal hidroksil yang akan bereaksi dengan molekul organik dan menghasilkan zat yang berbahaya. Energi ikat inti dalam satuan Joule 1 MeV = 1.8 MeV dimiliki oleh atom Fe dan Ni. ketakutan tersendiri pada prosedur ini pun ada.0006 Sumber: General Chemistry .9942 233. Sumber radiasi untuk hampir semua pengawetan makanan adalah kobalt–60 dan cesium–137.4 di atas) disebabkan telah diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat partikel subinti agar tidak pecah. Akan tetapi.0003 239. selain menghemat energi karena tidak perlu pendinginan. bahwa makanan yang diiradiasi dapat menjadi radioaktif (meskipun tidak ada data kejadian mengenai hal ini).007 × 10–12 J Jadi.062 × 10–13 Joule Hubungan satuan energi ikat inti dan massa partikel subinti dalam satuan sma adalah 1 sma = 931. 1990 Sekilas Kimia Makanan Iradiasi Pada tahun 1953.00728)} sma = – 0. Energi ikat per nukleon bervariasi bergantung pada nomor atom unsurunsur stabil.3176 MeV atau 3.5 MeV Contoh 5. Sumber: Chemistry. Menariknya. Satu Mega elektron volt (1 MeV) sama dengan 1. seperti asam amino dan vitamin. Keuntungan iradiasi makanan sangat jelas. Keduanya mengemisikan sinar gamma ( γ ) walaupun sinar X dan elektron dapat juga digunakan untuk mengiradiasi makanan. juga memperlama waktu simpan berbagai macam makanan.Th Pa U Pu 90 90 91 92 92 92 92 94 230 234 234 233 234 235 238 239 229.

132 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hitung perubahan energi (dalam joule) jika 1.2398 sma Total massa = 236. A 4. 52Fe c.5 MeV sma–1 = 1747.7 Grafik Energi ikat nukleon terhadap nomor massa Energi Ikat per Nukleon U 0 50 100 150 200 250 Nomor Massa Contoh 5. Kerjakanlah di dalam buku latihan. a.9096 sma Massa nuklida = 235.5 Hitung energi ikat Jawab Nuklida 235U mengandung 92 proton dan 143 neutron. 208Po dan 209Bi b.56 4 Fe 235 He Gambar 5. a.034 sma. 13C menjadi 12C 2.0349 sma Kekurangan massa = 1. 25Al Tuliskan persamaan inti untuk reaksi peluruhan zat radioaktif berikut. a. 5.00 g 234 Th meluruh menjadi 234Pa dengan memancarkan beta. 39K dan 40K c. Berapa perubahan energi dalam MeV jika satu inti 234Th meluruh. 235U menjadi 239U b. Ramalkan jenis peluruhan yang terjadi dan tuliskan persamaan transmutasi intinya. 3. 26Na c.1214 MeV 235 Menghitung Energi Ikat Inti U jika massa nuklidanya sebesar 235.9096 sma Kekurangan massa dari nuklida ini adalah Massa nukleon = 236. 71Ga dan 76Ga Ramalkan jenis peluruhan untuk setiap nuklida radioaktif berikut berdasarkan pita kestabilan.00867 sma = 144. Massa nukleon penyusun 235U adalah 92 × 1.00728 sma = 92. Ramalkan jenis peluruhan dari radionuklida berikut dan tuliskan persamaan transmutasi intinya. 13N b.6698 sma 143 × 1. Manakah nuklida yang radioaktif dan nuklida yang stabil? a. 90Sr Kalium–40 adalah isotop radioaktif alam. meluruh menjadi kalsium–40. Salah satu dari setiap pasangan nuklida berikut adalah radioaktif. Tes Kompetensi Subbab 1. 24Na b. 60Co d.8756 sma Energi ikat inti 235U per nuklida adalah Ei = 1. 6.8756 sma × 931.

Proses keseluruhan fotosintesis melibatkan reaksi CO2 dan H2O untuk menghasilkan glukosa dan O2. Hal ini menunjukkan bahwa dalam larutan jenuh terdapat keadaan setimbang dinamis antara padatan dan ion-ionnya. Namun demikian. beta. Mekanisme Fotosintesis Percobaan menggunakan perunut telah dilakukan sejak tahun 1950 oleh Melvin Calvin dari Universitas Berkeley untuk menentukan mekanisme fotosintesis tanaman. Partikel alfa. dengan pengetahuan yang memadai. Saring campuran dan keringkan endapan yang tersaring. Manfaat dalam Analisis Kimia Perunut radioaktif adalah isotop radioaktif yang ditambahkan ke dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem. terutama dalam bidang kedokteran. Keuntungan perunut radioaktif yaitu isotop berperilaku sebagaimana isotop nonradioaktif. pertanian. dan g terhadap tubuh manusia Tulang Organ Sumber: Chemistry: The Central Science.8). tetapi dapat dideteksi dalam jumlah sangat sedikit melalui pengukuran radiasi yang diemisikannya. Kulit Jaringan a b g Gambar 5. gas CO2 yang mengandung lebih isotop 14C radioaktif diterpakan kepada tanaman alga selama satu hari. dan gamma dapat menembus ke dalam materi dan mampu mengionisasi atom atau molekul (lihat Gambar 5. Jika dianalisis maka dalam padatan PbI2 akan terdapat PbI2 yang radioaktif. Analisis Kesetimbangan Kimia Tinjau kesetimbangan timbal(II) iodida padat dan larutan jenuhnya yang mengandung Pb2+(aq) dan I–(aq). Sinar matahari 6CO2(g) + 6H2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ C6H12O6(aq) + 6O2(g) → Dalam percobaannya.8 Daya penetrasi sinar a. Persamaannya: PbI2(s) Pb2+(aq) + 2I–(aq) Ke dalam tabung yang berisi PbI2 padat nonradioaktif tambahkan larutan yang berisi ion iodida radioaktif hingga jenuh. dan industri. Kocok campuran dan biarkan beberapa lama. Kegunaan Radioisotop Radiasi dari peluruhan unsur radioaktif dapat memengaruhi benda dan makhluk hidup.B. b. Kata Kunci • • • • Daya penetrasi Perunut radioaktif Isotop radioaktif Isotop nonradioaktif Keradioaktifan 133 . Hal ini dapat memengaruhi organ tubuh dan bersifat destruktif. 2000 1. a. Selanjutnya. b. radiasi dari unsur radioaktif dapat dimanfaatkan oleh manusia.

isotop radioaktif dapat digunakan sebagai petunjuk titik akhir titrasi. dan secara perlahan meningkatkan keaktifan. Untuk mengidentifikasi apakah seseorang itu mati wajar atau diracun dapat dianalisis berdasarkan runutan unsur dalam rambut. Elektron yang bergerak lebih cepat. Jika isotop 75 As dibombardir dengan neutron. 75 As 76As + 1 0n ⎯⎯ → 76 m 33 As Gambar 5. pH. misalnya arsen (As). inti metastabil dari 76 As m akan diperoleh: 75 33 As c. Energi dari partikel mengionisasi molekul gas menghasilkan ion positif dan elektron yang dipercepat oleh elektrode. Titik akhir titrasi diperoleh dengan cara ekstrapolasi grafik. Berdasarkan analisis terhadap isotop 14C. Berdasarkan prosedur di atas. suhu. intensitas sinar gamma sebanding dengan jumlah unsur yang ada dalam sampel rambut.9 Pencacah Geiger Partikel radiasi masuk melalui jendela dan melewati gas argon. Setelah ion 110Ag + radioaktif ditambahkan ke dalam erlenmeyer dan bereaksi dengan ion Cl –. Baik titran maupun cuplikan dapat mengandung komponen radioaktif. Selain itu. tetapi setelah titik ekuivalen tercapai.10 Arsen dibombardir dengan neutron menghasilkan arsen metastabil. 2000 Senyawa yang mengandung 14C radioaktif terdapat dalam zat antara yang dibentuk selama fotosintesis.alga diekstrak dengan alkohol dan air. Selain itu. Pada awal titrasi. dan meluruh disertai emisi gamma. Calvin mengajukan mekanisme atau tahap-tahap reaksi dalam fotosintesis. Untuk stabil meluruhkan sinar gamma. menumbuk logam anode dan menimbulkan pulsa arus. dalam labu Erlenmeyer yang berisi ion Cl – nonradioaktif tidak terdapat keaktifan. d. Kelebihan cara analisis titrasi radiometri adalah kepekaannya sangat tinggi. membentuk endapan AgCl. dapat diketahui apakah orang itu diracuni arsen atau mati wajar. selanjutnya diidentifikasi. Analisis Aktivasi Neutron Analisis aktivasi neutron adalah analisis unsur-unsur dalam sampel yang didasarkan pada pengubahan isotop stabil oleh isotop radioaktif melalui pemboman sampel oleh neutron. Titrasi Radiometri Pada titrasi radiometri. kelebihan ion Ag+ berada dalam larutan. Metode ini juga sangat peka sebab dapat mengidentifikasi jumlah arsen hingga 10–9 g. Gambar 5. kekeruhan. pada titrasi penentuan ion Cl– dengan ion Ag+ membentuk endapan AgCl. Bagian supernatan (endapan) tidak menunjukkan tanda-tanda keaktifan. Frekuensi sinar gamma yang diemisikan khas untuk setiap unsur. dan yang lainnya tidak memengaruhi penentuan titik akhir titrasi. Senyawa terekstrak dipisahkan dengan kromatografi. Misalnya. Katode(–) Anode(+) Gas Argon Pencacah dan penguat Sumber listrik Jendela radiasi masuk Sumber: Chemistry: The Central Science. 134 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Ini dapat dilakukan dengan cara menentukan jumlah dan posisi unsur dalam rambut secara saksama sehingga dapat diketahui penyebab kematian orang itu. Inti metastabil berada pada keadaan tereksitasi. Pulsa arus selanjutnya dicacah. Analisis terhadap rambut dapat dilakukan untuk menentukan zat beracun yang terdapat dalam rambut.

11b). + 1 0n ⎯⎯ → 99 42 Mo Selanjutnya. tetapi sekarang radiasi gamma dari kobalt–60 lebih umum digunakan. Nuklida 99Tcm adalah isotop radioaktif yang sering digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh.12 Citra tulang rangka manusia menggunakan 99Tcm.2. seperti pertumbuhan hormon dalam darah. Isotop 99Mo radioaktif sendiri dibuat pada reaktor nuklir. 98 42 Mo Sumber: Chemistry. a. Ion perteknetat diperoleh ketika isotop 99 Mo dalam MoO 42 meluruh. Pertama. setelah scanning segera diekresi oleh tubuh dan sinar gamma meluruh sampai ke tingkat yang dapat diabaikan oleh tubuh sekitar sejam. (b) Kobalt-60 digunakan untuk terapi kanker. Di rumah sakit. MoO42– yang terserap pada butiran alumina. Manfaat dalam Kedokteran dan Farmasi Radioisotop pertama yang diterapkan dalam medik adalah untuk terapi penyakit kanker. dan penyelidikan efisiensi kerja organ tubuh. Efisiensi Kerja Organ Tubuh Isotop radioaktif diterapkan dalam diagnosis dengan dua cara. Gambar 5. isotop digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh sehingga fungsinya dapat diselidiki. sterilisasi alat-alat kedokteran (Gambar 5. Kegunaan lain dari isotop radioaktif adalah diagnosis penyakit (Gambar 5. Keradioaktifan 135 . 2001 Gambar 5. isotop teknetium diproduksi dalam generator teknetium molibdinum–99.11a). TcO4– harus dicuci dari generator dengan larutan garam yang tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis dalam darah. Teknetium yang menerpa bagian tubuh. Persamaan peluruhannya adalah 99 42 Mo ⎯⎯ → 99 m 43 Tc + 0 −1e Kata Kunci • • Inti metastabil Citra internal Setiap hari ion perteknetat. Gambar 5. yang dapat memberikan data kemungkinan kondisi penyakitnya. Kedua digunakan sebagai perunut dalam analisis jumlah zat. dan dikirim ke rumah sakit. 2000 Terapi penyakit kanker merupakan salah satu aplikasi berguna dari isotop radioaktif dalam medik. Isotop tersebut meluruh disertai emisi sinar gamma menjadi 99Tc keadaan dasar. Isotop 98Mo nonradioaktif dibombardir dengan neutron.11 (a) Perangkat uji radon dapat digunakan di rumah atau perkantoran. Citra dibuat dengan men-scan bagian tubuh oleh emisi sinar gamma dari 99 Tc dan dideteksi secara skintilasi (penyinaran). Radium–226 dan hasil peluruhannya. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. radon–222 digunakan untuk terapi kanker beberapa tahun setelah penemuan radioaktif. Molibdum radioaktif ini diserapkan pada alumina dan ditempatkan dalam generator. Generator mengandung ion molibdat radioaktif.12 menunjukkan citra tulang kerangka manusia yang diperoleh dengan isotop 99Tcm.

sedangkan senyawa teknetium yang lain diterapkan untuk mengembangkan citra organ tubuh yang lain. larutan insulin yang mengikat antibodi dikembangkan dari hewan secara laboratorium. batang. dilakukan pengukuran aktivitasnya pada akar. daun. 3. Emisi dari 123I dideteksi di sekitar otak Pasien. Saat ini tengah dikembangkan senyawa isotop radioaktif dari teknetium yang diharapkan dapat melihat fungsi berbagai organ tubuh yang lain. pencarian sumber air dan minyak bumi. Perbedaan dari kedua pengukuran itu menunjukkan fosfor yang terdapat dalam tanah. seperti hormon. Oleh karena banyak unsur dapat diaktifkan dengan neutron dan emisi radiasinya memiliki frekuensi tertentu yang khas maka teknik pencarian sumber alam yang terdapat dalam kerak bumi banyak melibatkan partikel neutron. Contohnya. Insulin yang bukan radioaktif mengganti beberapa insulin radioaktif yang terikat pada antibodi. Radio Immuno Assay (RIA) Radio mmuno Assay (RIA) adalah teknik pengembangan terkini untuk menganalisis darah dan cairan tubuh lain. Total fosfor yang dibutuhkan tanaman ditentukan melalui analisis kimia dan penambahan pupuk ditentukan oleh keaktifan yang terukur. Sumber: Chemistry The Central Science. Antibodi diproduksi dalam hewan sebagai proteksi terhadap zat asing.14 Molekul yang ditandai dengan radioisotop iodin-123.13 Diagnosis dengan instrumen PET (Positron Emision Tomography) untuk men-scanning otak. Salah satu aplikasi radioisotop dalam bidang pertanian adalah untuk menentukan pemakaian pupuk optimum. di mana antibodi terikat pada insulin radioaktif. atau bagian lain dari tanaman. Informasi tersebut sangat penting dalam bidang ginekologi sehingga dokter dapat membedakan kehamilan yang normal dan abnormal sejak dini. Selanjutnya. digunakan untuk mempelajari aliran darah ke otak. Metode yang telah diterapkan adalah analisis insulin dalam cuplikan darah pasien. larutan insulin digabungkan dengan insulin yang mengandung isotop radioaktif. Alat bor dilengkapi dengan sumber neutron. steroid. Senyawa ini diterapkan untuk mendiagnosis serangan jantung. antibodi kehilangan sejumlah radioaktivitas. Kadar pupuk optimum dapat ditentukan dengan menambahkan amonium fosfat berlabel 32P yang memiliki aktivitas tertentu. b. Aplikasi dalam Industri dan Pertanian Sumber: Chemistry. Antibodi memproteksi dengan mengikat zat dan mencacah aktivitas biologinya. Kemudian.Ion perteknetat diterapkan untuk mengembangkan citra otak. Teknik yang dikembangkan ini bergantung pada ikatan antara zat dengan antibodi. Sebelum analisis. Dari hasil penelitian terbukti bahwa hasil panen jauh lebih melimpah jika penambahan pupuk fosfat dilakukan pada saat benih disemai atau pada saat 60% pertumbuhan akar. diharapkan dapat menginduksi keradioaktifan terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam tanah pada kedalaman tertentu. 136 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hilangnya radioaktivitas dapat dihubungkan dengan jumlah insulin dalam sampel darah. Sampel yang mengandung sejumlah insulin tidak dikenal ditambahkan kepada campuran antibodi-insulin radioaktif. 2000 Gambar 5. dan antigen dalam jumlah sangat sedikit. 2001 Gambar 5. Akibatnya. dan berapa kadar pupuk yang diserap tanaman. Berapa kadar pupuk yang harus ditambahkan ke dalam tanah. Senyawa kompleks teknetium tertentu dapat berikatan dan merusak jaringan hati. Teknik RIA juga digunakan secara luas untuk menentukan Human Placenton actogen (HPL) pada tahap kehamilan.

jumlah 14 C yang terdapat dalam tanaman yang ditebang mulai meluruh. yang tentu dapat menimbulkan kesukaran dalam menerapkan metode pengukuran dengan 14C pada masa yang akan datang.4 MeV. Melalui pengukuran aktivitas 14C dalam fosil tanaman. Senyawa tersebut selanjutnya dikonsumsi oleh tanaman dan hewan. Teknik ini secara luas dikembangkan untuk menentukan keberadaan sumber air atau minyak bumi. Namun demikian. energi gamma yang tersidik sekitar 2.F. unsur-unsur sekitar menjadi bersifat radioaktif. 14CO2 di atmosfer. misalnya H14CO3– dalam lautan.000 tahun silam. Metode pengukuran dengan 14C dikembangkan oleh . dan dianalisis dengan radiokarbon. pembakaran fosil minyak bumi selama satu abad terakhir dapat meningkatkan produksi isotop 12C di atmosfer. Perbandingan diukur. berapa usia manusia purba itu? 12 Keradioaktifan 137 . Sinar kosmik berenergi sangat tinggi menyebabkan terjadinya reaksi inti berenergi tinggi menghasilkan neutron. Isotop 14C dengan waktu paruh 5. pertukaran karbon dengan sekitarnya berhenti. unsur oksigen sekitar 6. dikeringkan. Libby yang dikalibrasi terhadap teknik pengukuran umur batuan yang lain (seperti catatan sejarah yang ditulis) dan hasilnya cukup konsisten. Gas CO2 yang dihasilkan dikumpulkan dan dimurnikan. Radiasi gamma akan tersidik pada detektor sehingga dapat diketahui macam unsur yang ada dalam tanah itu. tanaman yang mati sudah menjadi fosil. Aplikasi dalam Kepurbakalaan Pengukuran umur batuan dapat dilakukan melalui pengukuran peluruhan 14C yang telah membuka tabir sejarah manusia dan prasejarah sekitar 35.730 tahun dihasilkan secara terus-menerus di atmosfer akibat sinar kosmik.2 MeV. 4.7 MeV. Neutron tersebut selanjutnya bertumbukan dengan inti 14N di atmosfer membentuk 14C. Kata Kunci • • • Aktivitas Neutron penginduksi Reaksi inti Kegiatan Inkuiri Fragmen tulang manusia purba ditemukan dekat Bengawan Solo. jika pohon ditebang). Protein tulang dikumpulkan.15 Teknik pencarian sumber alam (air. Jika tanaman atau hewan mati (misalnya. seperti pada Gambar 5. Setelah terjadi induksi keradioaktifan oleh neutron. Oleh karenanya.Neutron penginduksi biasanya bersumber dari (Po + Be) dengan peluruhan sekitar 107 neutron per detik dan dirakit. umur fosil itu dapat diramalkan. dan unsur karbon sekitar 4.7% 14C. selanjutnya oleh manusia. Sebanyak 100 g sampel tulang dicuci dengan HCl 1 M untuk mengeluarkan mineral dalam tulang dan tersisa protein. 1 0n Neutron mengaktifasi unsurunsur di sekitarnya Gambar 5.15. minyak bumi) + 14 7 N ⎯⎯ 1 H → 1 + 14 6C Isotop 14C masuk ke atmosfer bumi dan bercampur dengan 12C yang stabil membentuk senyawa. 14 dipirolisis. Jika cuplikan ini mengandung 5. Setelah ratusan bahkan ribuan tahun. Jika terdapat unsur hidrogen. dan memancarkan radiasi gamma dengan energi yang khas untuk setiap unsur.

reaktor fisi. juga pelepasan neutron sebanyak 2 hingga 3 buah. Reaksi Fisi Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklidanuklida dengan nomor atom mendekati stabil. melibatkan perubahan energi. inti-inti ini akan terurai dan melepaskan lebih banyak neutron.5 × 10-11 J dan sejumlah neutron yang siap bereaksi fisi dengan inti yang lain. akan dihasilkan inti-inti atom yang lebih ringan. B 2. katalis diperoleh kembali. Reaksi fisi inti uranium–235 dioperasikan dalam reaktor tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik. Reaksi berantai dari fisi inti merupakan dasar dari reaktor nuklir dan senjata nuklir. 2000 138 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Proyeksi neutron Nuklida Gambar 5.Tes Kompetensi Subbab 1. Mengapa isotop 60Co lebih umum dipakai untuk terapi kanker daripada isotop 222Rn.17 Reaksi berantai pada reaksi fisi 2 Neutron dari hasil fisi Sumber: Chemistry :The Central Science. Akan tetapi.17. disertai pelepasan energi. perubahan energi dalam reaksi inti bersifat sertamerta dan berantai sehingga perlu pengetahuan dan teknologi tinggi untuk mengembangkan reaktornya. Pembelahan nuklida ini disertai pelepasan sejumlah energi dan sejumlah neutron. Dalam laju reaksi dikatakan bahwa katalis turut serta dalam reaksi. Oleh karena satu reaksi fisi dapat menghasilkan 3 neutron. 91 36 Kr Gambar 5. 2000 Reaksi berantai adalah sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta. seperti ditunjukkan pada Gambar 5.16 Reaksi fisi 235U dengan neutron membentuk kripton dan barium disertai pelepasan energi sebesar 3. Jika inti 235U dibombardir dengan neutron. Reaksi Fisi dan Fusi Reaksi inti. seperti halnya reaksi elektronik. terjadi reaksi yang disebut reaksi berantai (chain reaction). yaitu reaktor untuk reaksi fusi. tetapi pada akhir reaksi. Bagaimana Anda dapat membuktikan bahwa katalis turut serta dalam reaksi dengan cara runutan isotop radioaktif? C. Oleh karena itu. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. jumlah inti yang melakukan fisi berlipat secara cepat. Ada tiga jenis reaktor nuklir. 1 n 0 235 92 U 146 56 Ba 1 n 0 Sumber: Chemistry: The Central Science. dan reaktor pembiak. 1. Pernahkah Anda di-scan dengan radioisotop (Rontgen)? Berapa rentang waktu yang diperbolehkan untuk di-scan kembali? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Jika neutron dari setiap reaksi fisi bereaksi lagi dengan inti 235 U yang lain. 3.

Dengan kata lain.18). seperti pada bom atom. jika sampel radioaktif terlalu sedikit. Reaktor nuklir terdiri atas pipa-pipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron yang disisipkan ke dalam pipa bahan bakar nuklir tersebut. Dengan demikian.19 Ledakan bom menyerupai cendawan. Batang pengendali neutron dibuat dari bahan yang dapat menyerap neutron.20. Massa subkritis 235U Bahan eksplosif Sumber: Chemistry: The Central Science. jumlah inti yang pecah berlipat secara cepat sehingga dapat menimbulkan ledakan dan petaka bagi manusia. Keradioaktifan 139 . yang dapat melangsungkan reaksi berantai (lihat Gambar 5.Agar dapat memanfaatkan reaksi berantai dari suatu sampel radioaktif yang berpotensi fisi maka reaksi fisi harus dikendalikan dengan cara mengendalikan neutron yang dilepaskan dari reaksi itu. Massa kritis adalah massa terkecil dari suatu sampel yang dapat melakukan reaksi berantai. 2000 Pipa bahan bakar berbentuk silinder mengandung bahan yang berpotensi fisi. Perhatikan Gambar 5. terdapat massa kritis untuk bahan tertentu yang berpotensi fisi. Reaktor fisi nuklir adalah suatu tempat untuk melangsungkan reaksi berantai dari reaksi fisi yang terkendali. hanya satu neutron yang dapat melangsungkan reaksi fisi berikutnya. Uranium yang digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir mengandung isotop 235U sekitar 3%. pipa bahan bakar berisi uranium yang berpotensi melangsungkan reaksi fisi. Jika massa terlalu besar (super kritis). Energi yang dihasilkan dari reaktor ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi nuklir. seperti boron dan kadmium sehingga dapat mengendalikan reaksi berantai. Ketika dijatuhkan massa subkritis menyatu membentuk massa super kritis sehingga terjadi ledakan yang sangat dahsyat (Gambar 5.18 Konstruksi bom atom Pendorong batang pengendali Batang pengendali Sumber: Chemistry.19). Dalam reaktor air ringan (1H2O).20 Skema bagian inti dari reaktor nuklir Sirkulasi air pendingin Sumber: Chemistry : The Central Science. 2001 Gambar 5. 2000 Gambar 5. Berdasarkan hasil pengamatan. neutron-neutron yang dihasilkan dari reaksi fisi meninggalkan sampel radioaktif sebelum neutron-neutron itu memiliki kesempatan untuk bereaksi dengan inti-inti radioaktif yang lain. Pipa bahan bakar Gambar 5. Bom atom merupakan kumpulan massa subkritis yang dapat melakukan reaksi berantai.

Hal ini menimbulkan interferensi dengan reaksi rantai sehingga pipa bahan bakar harus diganti secara berkala. Pada reaktor air ringan. melainkan isotop 235U? Jelaskan berdasarkan hasil reaksi inti uranium dengan neutron. Moderator dipasang jika bahan bakar uranium–235 merupakan fraksi terbanyak dari total bahan bakar. dapat dimasukkan seluruhnya ke dalam pipa bahan bakar guna menghentikan reaksi fisi. Gambar berikut menunjukkan rancang bangun reaktor air bertekanan atau reaktor air ringan. Air panas ini disirkulasikan menuju penukar kalor. atau grafit.21 Reaktor nuklir air ringan (konstruksi air bertekanan) Batang bahan bakar memanaskan air yang disirkulasikan ke penukar kalor. selain uranium–235. Moderator yang dipakai umumnya air berat (2H2O). air ringan (1H2O). di mana kalor digunakan untuk menghasilkan uap. Selain batang pengendali.Kata Kunci • • • • • • Reaktor nuklir Reaksi fisi Reaksi fusi Reaksi berantai Partikel pembom (proyektil) Tolakan elektrolisis Pengendalian neutron dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan batang pengendali yang disisipkan dalam pipa bahan bakar. Bahan bakar nuklir. Keunggulan dan kelemahan dari kedua bahan bakar tersebut. Turbin uap Uap Kondensator Generator listrik Gambar 5. terdapat alat yang disebut moderator Moderator ini berguna untuk memperlambat gerakan neutron. Setelah periode waktu tertentu. yaitu jika uranium–238. Dalam keadaan darurat. 2000 Air dalam reaktor dipertahankan sekitar 350°C pada tekanan 150 atm agar tidak terjadi pendidihan. Pembangkit uap Air atau Natrium cair Pompa 27°C Sungai 38°C Sumber: Chemistry: The Central Science. bereaksi lebih cepat dengan neutron hasil reaksi fisi dibandingkan uranium–235. 140 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . batang-batang pengendali ini. dan uap tersebut menuju turbin untuk pembangkit listrik. 1H2O berperan sebagai moderator. Kegiatan Inkuiri Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. sekaligus sebagai pendingin. hasil reaksi fisi yang menyerap neutron berakumulasi dalam pipa bahan bakar. Uap yang dihasilkan dalam penukar kalor dilewatkan ke turbin yang mendorong generator listrik. tetapi uranium–235 bereaksi lebih cepat dengan neutron yang telah diperlambat oleh moderator. juga uranium–238 dapat dijadikan bahan bakar.

Energy released by sun is caused fusion reaction.23). Sisa bahan bakar nuklir sebaiknya tidak didaur-ulang. 2000 Gambar 5. Suhu pemanasan inti sasaran sekitar 108 °C. Ketersediaan isotop plutonium–239 dalam jumlah besar akan meningkatkan kesempatan negara-negara maju untuk menyalahgunakan plutonium dijadikan bom atom atau senjata nuklir pemusnah masal. Kendalanya. cara lain untuk memberikan energi kinetik memadai kepada inti proyektil agar dapat bereaksi dengan inti sasaran dilakukan melalui pemanasan inti sasaran hingga suhu sangat tinggi. partikel pembom (proyektil) harus memiliki energi kinetik yang memadai untuk melawan tolakan muatan listrik dari inti sasaran (lihat Gambar 5. Persamaannya: 2 1H 2 1H + 2 1H ⎯⎯ 2 He →3 + 1 0n Tolakan elektrostatis 0 Jarak antar partikel 3 →4 + 1 H ⎯⎯ 2 He + 1 n 0 Untuk mendapatkan reaksi fusi inti. kalor dengan cepat dihantarkan dan suhu plasma dengan cepat turun. Isotop ini diproduksi selama reaktor beroperasi.Buangan sisa bahan bakar menjadi limbah nuklir. Total energy: + 26.7 MeV Reaksi individu: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H Bom hidrogen yang pernah dikembangkan juga menerapkan reaksi fusi inti untuk tenaga penghancurnya.22 (a) Gedung reaktor nuklir (b) Bagian pusat dari reaktor nuklir 2. Plasma adalah gas netral yang mengandung ion dan elektron. Limbah ini dapat diproses ulang. Pada suhu ini semua elektron dalam atom mengelupas membentuk plasma. E Energi antaraksi akibat gaya inti yang kuat Gambar 5. Masalah utama bagi lembaga tenaga nuklir adalah bagaimana membuang sampah radioaktif yang aman.23 Grafik energi antaraksi dua inti terhadap tolakan elektrostatis Keradioaktifan 141 .7 MeV Individual reaction: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H The hidrogen bom which has been developed also apply the nuclei fusion reaction to generate destroying power. Bahan bakar sisa tersebut dipisahkan secara kimia dari limbah radioaktif. inti deuterium (2H) dipercepat menuju target yang mengandung deuteron (2H) atau tritium (3H) membentuk nuklida helium. Plutonium–239 adalah salah satu jenis bahan bakar hasil pemisahan dari buangan limbah nuklir. Disamping pemercepat partikel. yaitu pemboman uranium–238 oleh neutron. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. Masalah utama dalam mengembangkan reaksi fusi terkendali adalah bagaimana kalor plasma yang bersuhu sangat tinggi dapat dikendalikan. Misalnya. Isotop plutonium–239 juga berpotensi fisi dan dipakai untuk membuat bom atom atau senjata nuklir. Reaksi Fusi Reaksi fusi adalah reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. Catatan Note Energi yang terdapat di matahari sebagai akibat dari reaksi fusi. jika plasma menyentuh bahan apa saja. Energi total: + 26.

Tabung vakum Kumparan medan toroidal Gambar 5. 2. Menurut Einstein. Fusi inti adalah proses penggabungan dua inti ringan membentuk inti lebih berat dan lebih stabil. Pada nukleosintesis terjadi kehilangan massa. energi yang hilang dalam nukleosintesis setara dengan perubahan massa atau DE = Dmc2. Secara termodinamika. Isotop radioaktif banyak dimanfaatkan untuk berbagai bidang. Aktivitas radioaktif dapat disidik dengan alat yang disebut pencacah radiasi. 6. perminyakan. Nukleosintesis adalah pembentukan nuklida dari nukleon-nukleonnya. Kestabilan inti dapat ditinjau dari aspek kinetika dan termodinamika.24 Reaksi fusi inti tokamak Plasma Kumparan Medan poloidal Sumber: Chemistry :The Central Science. industri. 2. seperti kimia. 12 14 142 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 4. Penentuan umur radiokarbon menggunakan nisbah C untuk menentukan objek yang mengandung C karbon dari sumber yang hidup.24. Secara kinetika. beta. Jelaskan perbedaan antara reaksi fisi dan reaksi fusi. 3. Jelaskan keuntungan dan kerugian reaktor fisi dibandingkan reaktor fusi. pertanian. Fisi inti adalah pemecahan inti berat menjadi dua inti yang lebih ringan. sedangkan nuklida relatif berat juga melepaskan energi ketika berlangsung melakukan fisi? Rangkuman 1. kestabilan inti dapat dikaji dari energi nukleosintesis. dan sinar gamma. inti yang tidak stabil akan meluruh menjadi inti yang lebih stabil. dan terutama dalam bidang kedokteran dan medis. yaitu pencacah Geiger dan pencacah skintilasi. C 3. melibatkan emisi partikel alfa. Jenis peluruhan radioaktif dapat berupa partikel alfa. Kerjakanlah di dalam buku latihan. atau sinar gamma. Massa yang hilang dalam nukleosintesis diubah menjadi energi ikat inti. Adapun reaktor nuklir menerapkan fisi terkendali. Energi ikat inti adalah energi yang diperlukan untuk mengikat nukelon-nukleon di dalam inti agar tidak terurai. 2000 Tes Kompetensi Subbab 1.Reaktor uji fusi inti Tokamak menggunakan medan magnet berbentuk donat untuk mempertahankan suhu plasma dari setiap bahan. 7. seperti ditunjukkan pada Gambar 5. 9. positron. Ada dua jenis alat pencacah radiasi. beta. 8. 5. Mengapa nuklida ringan melepaskan energi ketika melakukan fusi untuk membentuk nuklida lebih berat. positron.

diskusikan dengan teman atau guru Anda. Sifat keradioaktifan suatu unsur dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi.Peta Konsep Inti atom terdiri atas reaksi yang terjadi Fusi Fisi Stabil Tidak stabil bersifat Radioaktif untuk mencapai kestabilan terjadi Peluruhan berlaku Hukum Kekekalan jenis peluruhan Energi Momentum Massa Muatan Alfa (a) Beta (b) Positron (e+) Gamma (g) Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi Bab 5 ini? Bagian manakah dari materi Bab 5 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. serta kegunaan dan bahayanya. dalam bidang kedokteran dan farmasi. serta kepurbakalaan. antara lain sebagai sumber energi. Anda juga telah mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia unsur-unsur radioaktif tersebut. untuk analisis kimia. dalam industri dan pertanian. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat lainnya dari mempelajari sifat keradioaktifan suatu unsur? Keradioaktifan 143 . Pada bab ini Anda telah mempelajari mengenai kestabilan suatu inti atom sehingga diketahui bahwa inti atom tidak stabil jika inti atom tersebut bersifat radioaktif.

pemancaran positron D. Unsur radioaktif yang terletak di daerah A akan mencapai stabil dengan cara memancarkan . menangkap partikel alfa B.. ⎯⎯ → 94 38 Sr + 139 54 Xe + . pengurangan nomor atom satu satuan C. neutron D. foton dan alfa C. positron B. helium 144 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . isotop radioaktif Th akhirnya menjadi .. positron B. C. proton C. UMPTN 1994 B: Pada proses 235 1 92 U + 0 n 208 82 Pb 4. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. peluruhan a B.. dua partikel neutron 11.. A. reaksi penggabungan Ebtanas 1997: Isotop radioaktif 234 90 Th 238 92 U menjadi 212 84 Po . neutron C.. mengalami peluruhan menjadi dengan cara . partikel alfa D.. deteron E. positron C. n Nuklida yang memiliki nilai lebih besar dibandingkan p n nuklida stabil akan mengalami . Partikel-partikel yang diemisikan berturut-turut adalah … A. partikel g Dengan melihat grafik pita kesetabilan pada soal nomor 1. 3 elektron. penambahan nomor massa satu satuan B. A... neon B. 212 83 Bi terjadi pelepasan . UMPTN 2000 C: Pada peluruhan 212 83 Bi 3.. 1. satu partikel alfa B. 6 partikel a. tidak mengalami perubahan nomor atom 7. A. A. partikel g 6.. sinar beta E. 6 partikel a . emisi partikel alfa E. Jika suatu nuklida mengemisikan partikel bakan terjadi . A. foton dan beta B. tiga partikel neutron E. 7 partikel a dan 4 partikel b B. 218 90 Bi 210 83 Bi 210 81 Ti 206 82 Pb maka X adalah . A. partikel b E. A. alfa dan beta 10. B. penambahan nomor atom satu satuan E... beta dan alfa E.. menangkap elektron D. tritium 8. kemudian meluruh lagi menjadi . partikel a D. UMPTN 1995 C: Pada proses peluruhan polonium menjadi timbal: 212 84 Po ⎯⎯ → 208 82 Pb +X D. dua partikel positron D. A..Evaluasi Kompetensi Bab 5 A. beta dan foton D... partikel b E.. reaksi pembelahan E. Inti atom hidrogen menangkap satu proton dan berubah menjadi . 5.. peluruhan b C.. 8 partikel a dan 6 elektron D. 10 elektron dan 5 partikel a 9.. dan 2 deuteron E.... Neutron C A Pita kestabilan B Proton 2.. pengurangan nomor atom dua satuan D.. emisi beta Ebtanas 1999: Setelah 4 tahap memancarkan sinar a dan 1 tahap memancarkan sinar b. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut. partikel a D.. 1 neutron. neutron C.. emisi positron C. p A.. unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan memancarkan .. deuterium B. E.. dan 3 proton C. A. Pada peluruhan radioaktif 234 206 92 U menjadi 82 Pb melibatkan emisi ... tiga partikel beta C.

beta D. foton C. C–12 D. Co–60 B. A. 2. melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E. Co–60 untuk mensterilkan alat-alat kedokteran 3. Dalam persamaan reaksi ini.. infra merah B. Na–24 B. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 99 42 Mo + γ 238 92 U 3 2 He 14 7 N 4 + 2 He ⎯⎯ → 240 1 94 Pu + 20 n 3 + 2 He ⎯⎯ 2 He + 1H + 1H → 4 1 1 4 + 2 He ⎯⎯ → 17 1 8 O + 1H 139 94 1 56 Ba + 36 Kr + 30 n 235 92 U + 1 n ⎯⎯ → 0 Keradioaktifan 145 . akan terjadi isotop fosfor. 16.. 13.. D. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . sesuai dengan reaksi: 27 13 Al → 30 + X ⎯⎯ 15 P + 1 n 0 15. massa diubah menjadi energi dalam waktu seketika E.. tercipta banyak gas panas C. menyediakan partikel alfa 25. A. A. 1.30 Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis deuterium adalah (dalam MeV) …. A. 7. Tc–99 E.. E.. C. A. A.. Radioisotop yang dipakai untuk memperoleh citra organ tubuh di rumah sakit adalah . ikatan kimia dalam bahan bom berenergi sangat besar 24. Co–60 B. neutron B. 675 B. x ) 17O . UMPTN 1998 A: Pada reaksi inti: A. UMPTN 1996 B: Pada reaksi transformasi 14 7 N (α. 1 dan 4 Radioisotop Co–60 dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker sebab dapat mengemisikan . UMPTN 2000 A: Jika atom aluminium ditembaki dengan partikel X. U–238 E.. C–13 E. Na–24 D.07 E. proton E. ultraviolet C. seluruh bahan radioaktif musnah B. partikel neutron B. Isotop yang digunakan untuk menentukan umur suatu fosil adalah . Po–239 23. 234 90 Th 236 90 Th 235 92 U 238 92 U → + a ⎯⎯ X + 3 1 n 0 239 94 Pu 240 94 Pu Berdasarkan reaksi inti. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235 U D. positron C. D.. Th–234 C. alfa 19. B. A.. x adalah. U–235 B. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C. E. elektron D. Mo–99 22. 5..00 D.764 B.. Bom atom dapat meledak dengan kekuatan sangat dahsyat sebab .329 Ebtanas 1997: Berikut beberapa contoh penggunaan radioisotop 1. A.. 9. C–14 21. 4. 28.. 2 dan 4 B. B... A. 8 A.. 18. I–131 D. Po–238 C. P–32 untuk memberantas hama tanaman Radioisotop di atas yang berfungsi sebagai perunut adalah …. A. A. Co–60 E. 3 dan 4 C. C.5 C. Ebtanas 1996: Contoh reaksi fisi adalah …. X adalah …. gamma E.013 E.. partikel beta D. P–32 20. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B. 1 dan 2 D.315 C... 17. lebih banyak bahan peledak dibandingkan bom biasa D.. 931. Ebtanas 1999: Sebagai sumber radiasi untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dapat digunakan isotop . U–235 D. gamma 14. P–32 C. 2.12.. partikel alfa E. 1 dan 3 E. C–12 C. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai ... I–131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia 4. X adalah ….008 D. Na–24 untuk menyelidiki kebocoran pipa minyak dalam tanah 2. atom tritium Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis helium adalah (dalam MeV) … A.

c.5 kJ. 1 1 1 H + 1H ⎯⎯ → 2 0 1H + 1e 5. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Pembakaran satu mol grafit melepaskan energi 393. 1. Hitung energi yang dilepaskan per gram hidrogen untuk reaksi berikut. Berapa perubahan massa yang sesuai dengan hilangnya energi tersebut? Tuliskan lima komponen utama reaktor nuklir dan fungsinya. 11 6C 4.B. 2. Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir? 146 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Apakah setiap komponen menimbulkan masalah bagi lingkungan? jelaskan. b.0141. 6. memancarkan positron memancarkan partikel b memancarkan partikel a 7. Menghasilkan curium–242 dan neutron. Bagaimana modus peluruhan yang mungkin dari nuklida ini dan mengapa melalui cara itu? Tuliskan persaman reaksi inti untuk setiap proses berikut. Andaikan nuklida radioaktif dengan rasio neutronproton lebih besar daripada isotop stabilnya. a. Apa nama unsur sasaran? Diketahui massa atom 1H = 1. 2H= 2.00782. Curium disintesis pertama kali melalui pemboman suatu unsur dengan partikel alfa. 214 83 Bi 237 93 C 3.

Alat dan Bahan 1. Tujuan Untuk membuat amonia dan diaplikasikan sebagai air mancur hiasan. Tekan pipet pada labu yang berisi gas NH3. Amati yang terjadi dalam labu. 3. dan CaO menghasilkan gas amonia. amonia juga berguna untuk pembuatan air mancur. 2. karena memiliki warna yang menarik. Klem universal 12. Larutan dibuat dengan mencampurkan beberapa gram padatan (sesuai konsentrasi yang diinginkan) dengan sejumlah pelarut a uades atau air biasa). Tabung reaksi 150×25 mm 2. Barium Hidroksida (Ba(OH)2) 7. Apabila terbentuk kabut membuktikan bahwa NH3 sudah terkumpul cukup banyak. Oleh karenanya. NH4Cl. Rangkai tabung reaksi dan peralatan lainnya seperti terlihat pada gambar berikut. Air akan naik ke dalam labu membentuk seperti air mancur yang berwarna merah. Langkah Kerja 1. Kalsium oksida (CaO) 5. Statif: . Panaskan Ba(OH)2. Tes dengan kuas yang sudah dicelupkan ke dalam larutan HCl. 5. saat labu berisi amonia tersebut dihubungkan dengan gelas berisi air. Pipa kaca bengkok 110° 16. Warna merah ini berasal dari larutan basa amonia dalam air. Amonium Klorida (NH4Cl) 6. 6.Proyek Semester 1 Air Mancur Amonia Reaksi Ba(OH)2. tekanan dalam labu berkurang jika pipet yang dihubungkan di antara keduanya dipijit-pijit. Sumbat karet (1 lubang) 13. Pembakar spiritus 4. dan CaO. Pada proyek Semester 1 Anda ditugaskan untuk membuat amonia dan melaporkan data pengamatan kelompok Anda dalam bentuk karya tulis. Gas amonia yang terbentuk mudah bereaksi dengan air. Pipa kaca lurus 15. Proyek Semester 147 . di dalam tabung reaksi hingga terbentuk gas amonia (NH3) di dalam labu. Amonia adalah senyawa kovalen yang mengandung atom nitrogen. Selain banyak diaplikasikan dalam industri untuk pembuatan bahan baku pupuk.kaki: 500 mm 10. NH4Cl.batang : 250 mm 9. Tutup mulut labu dengan sumbat dua lubang yang telah dipasangi pipa kaca lurus dan pipet berisi air. Gelas kimia 1000 mL 3. Buatlah laporan berupa karya tulis kelompok Anda setelah melakukan proyek semester ini. 4. Labu bundar 250 mL . Pipet tetes .dasar 8. Sumbat karet (2 lubang) 14. Bosshead 11. Larutan fenolftalein (PP) 1%* *Tersedia dalam bentuk padatannya. Masukkan ujung pipa kaca ke dalam gelas kimia berisi air yang ditetesi larutan PP 1%.

Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah … A. Jika suhu dinaikkan dari 0°C hingga 50°C pada tekanan tetap 0.0 atm 9. S(s). NaNO2 E.51.4 D. 0. empat di kiri 10. semua tekanan osmotik larutan sama 8. (NH2)2CO Perhatikan diagram fasa berikut. PbO(s). 0. 93.4 mmHg? A. Diharapkan bahwa … A. 0. NO2(g) B. C6H6O2 E. 64 Manakah di antara zat nonvolatil berikut jika dilarutkan dalam pelarut benzena akan memiliki tekanan uap larutan paling rendah? Diketahui jumlah gram terlarut sama. Pb2+(aq). tekanan osmotik asam propanoat paling besar D. A. Berapakah berat molekul zat terlarut? Kd molal air adalah 0. 46 D.26 g sampel dilarutkan dalam 250 mL benzena. 60.062 atm B. 0. 95. 60 C. 0.5 atm. 0. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea E. C8H10 C. pengembunan 6. KBr B. A. pembekuan E. 0. Larutan berikut dibuat dengan konsentrasi molal yang sama. 760 Suatu larutan mengandung 3. S(s).. 3.. Jika tekanan osmotik larutan sukrosa 0. Pb2+(aq). terjadi proses … 148 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .7 E. 120 B.9 1. Al(NO3)3 C.01 M pada suhu yang sama adalah… A.25 atm maka tekanan osmotik larutan NaCl 0. S(s).2–benzantrasena adalah padatan berwarna kuning yang nonvolatil dengan berat molekul 228 g mol–1. hasil reaksinya … A. 0. Jika PbS(s) direaksikan dengan larutan encer HNO3 hangat.3 B. A. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida C.8 E.12 atm C. nol B. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama. 91. 4.24 g zat nonvolatil dan nonelektrolit.50 atm E. 0.25 atm D. penguapan D. Berapa tekanan uap larutan pada 25°C (dalam mmHg) jika tekanan uap benzena pada suhu itu 93. NO(g) C.01 M pada 27oC adalah 0. Sebanyak 18. dua di kiri D. (CH3)2(OH)2 D. C6H12O6 B. dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama.8 B.1 C.Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 1. sublimasi B.. CH3COONa D.130°C pada 1 atm. misalnya urea. NO(g) 2.2 D.5 C. 5. Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa adalah : → MnO4–(aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan maka jumlah OH– dalam persamaan itu … A. Larutan yang memiliki titik beku paling rendah adalah . fusi C. juga 200 g air mendidih pada 100. A. asam propanoat. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. dua di kanan C. 180 E. A. MgCl2 7. empat di kanan E. tekanan osmotik urea paling besar B. 1.

15.11. peptisasi Pemanasan logam Mg di udara.77 V 1. titik beku mendekati suhu 0 K 17. kerapatan (massa jenis) E. HCl dan HBr E. kromatografi C.639 B. pirolisis B.0 –3. Li dan Na C. potensial reduksi standar(E°) Logam alkali berikut jika dibakar akan menghasilkan superoksida adalah . 3... 3. 1.05 Na 500 0. 4. zat lain tersebut adalah …. Li dan K D.. 3. N2(g) E.7 –2. 20.71 K 420 0. 4. 14. 2 C.53 1. 22. besi melepaskan elektron E. 3.50 V → H2(g)+OH 4.917 D..34 V 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Pb(s) → 3. unsur paling stabil B. magnesium berfungsi sebagai katode Pipa bawah tanah digunakan untuk distribusi BBM atau PDAM yang cenderung terkorosi oleh lingkungan yang bersifat korosif. H2O( )+e Berdasarkan data di atas.97 0. mudah bereaksi dengan unsur lain D. Di dalam sistem …. besi berfungsi sebagai anode D. kecuali ….88 0. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E. elektrolisis E. misalnya magnesium. 1.278 C. 4 B. 5. A. K dan Rb E. jari-jari atom D.9 –2. A. Jumlah milimol I2 dalam larutan adalah .556 E. Dari data di atas. urutan yang lebih dulu dielektrolisis pada katode ….. 4 Pada elektrolisis larutan natrium sulfat (Na2SO4) menggunakan arus sebesar 1 faraday. A. 89.2 M untuk bereaksi sempurna dengan I2. reduksi oksigen menjadi uap air Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia. 4. Cu Eo = + 0. HF dan HCl B. 6. 13. Pb Eo = – 0. HF dan HBr C. 1. PbO2(s).6 L E. 12. magnesium mengalami oksidasi C.8 –2. konfigurasi elektronik B.834 Diketahui data potensial reduksi standar: → Eo = + 0. sukar melepaskan atau menangkap elektron C. pemanggangan D.53 0.8 L Untuk menghambat terjadinya proses korosi. kereaktifan unsur golongan alkali dipengaruhi oleh ….92 [He] 2s1 [Ne] 3s1 [Ar] 4s1 [Kr] 5s1 [Xe] 6s1 19. A.6 L B.. 2 E. Fe3+(aq)+ e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Cu(s) → 2.86 0.. oksidasi besi dengan asam dari gas CO2 terlarut E. 16. elektrolisis E. oksidasi oksigen menjadi ion OH– D. pipa besi yang dipendam di dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif. MgCO3 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 149 . Na dan K B. Adanya zat itu dapat dibuktikan dengan menambahkan air hingga terbentuk gas yang dapat membirukan lakmus. 3 D. Li dan Rb Pembuatan unsur-unsur logam alkali umumnya dilakukan melalui proses …. Mg3N2 C. 22. selain terbentuk MgO juga terbentuk zat lain .. HCl dan HI 18. oksidasi besi menjadi ion Fe2+ C. 3.… A. H2S(g). 1.78 mL Na2S2O3 0. 9. 2. 2..13 V – ⎯⎯ –(aq)Eo=+0. A. Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah …. 1. A. peptisasi Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . 4. Dalam titrasi larutan I2 diperlukan 32. 2. 2. 1. NO2(g) Jika ion S2O32– direaksikan dengan I2 dihasilkan ion I– dan ion S4O62–.93 Rb 400 1.92 Cs 380 1. 11. pirolisis B. reduksi besi B. A. diperoleh gas oksigen pada keadaan STP sebanyak …. elektron mengalir dari besi ke magnesium B. HBr dan HI D.8 –2. A. pemanggangan D. A.2 L D. Reaksi korosi secara keseluruhan melibatkan. kromatografi C. A. SO42–(aq). Perhatikan tabel sifat fisik unsur golongan alkali: Sifat Konfigurasi elektron Energi ionisasi (kJ mol–1) Kerapatan (g cm–3) Jari-jari ion ( ) Potensial reduksi (Eo) Li 520 0. Mg(OH)2 B. energi ionisasi pertama C. 21.4 L C. D. Pb2+(aq). A.

pelarut E. kerapatannya E. CaHPO3 C. 25. keelektronegatifan lebih kecil E. bahan baku utama Reaksi berikut ini yang merupakan reaksi aluminotermik adalah . dengan HNO 3 pekat menghasilkan oksida nitrogen Logam yang tidak diperoleh dengan proses elektrolisis adalah . kromatografi lapis tipis 35.. Ge dan Pb D. elektrolisis E. Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses …. silikon E. reduksi-oksidasi 34. 28. H2S E. merkuri Di antara unsur berikut yang dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi adalah …. magnesium D. struktur molekulnya C. merupakan oksidator kuat E.. konfigurasi elektronnya D.. keelektronegatifannya 31. CaHPO4 B. 3MnO2(s) + 4Al(s) ⎯⎯ 3Mn(s)+2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlCl3 (s)+3H2(g) → B. H2S2O7 37. aluminium C. A. 2Al(s)+6H2O( ) ⎯⎯ 2Al(OH)3(s)+3H2(g) Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.. kontak B. A. A. Berikut ini merupakan hasil dalam tahapan pembuatan asam sulfat dalam proses kontak. SO3 D. Si dan C Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. 29. oksidator C. Sn dan Pb C. reduktor B. ikatan antaratomnya B. titik leleh lebih tinggi Pada pembuatan aluminium.. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. (NH4)2SO4 D. A. NaNO3 36. hidrolisis C. logam alkali tanah memiliki …. A. Mg(HCO3)2 E. dapat bereaksi dengan asam kuat B. A. C dan Ge B.. A.. Di antara pernyataan berikut yang benar tentang belerang dan oksigen adalah ….. elektrolisis E. lapisan tahan panas D. Mg(CN)2 Dibandingkan dengan logam alkali yang seperiode. Si dan Sn E.. KNO3 E. larut dalam larutan NaOH C. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D. D. Ca3(PO4)2 dengan asam ortofosfat akan menghasilkan ….. H2SO4 C. Senyawa nitrogen berikut biasa dipakai sebagai pupuk. A. A. Pengolahan batuan fosfat. A. A. Frasch C. CaSO4 D. kamar timbal D. Ca3(PO4)2 32. geometri molekul H2O dan H2S keduanya linear B. 2Al(s)+3F2(g) → E. kriolit yang dipakai berperan sebagai …. NH4NO3 B. pemanggangan kuarsa E.. 24. elektrolisis SiCl4 B. 26.. kontak B. Kereaktifan molekul fosfor (P4) disebabkan oleh .. A. 27.23. 2Al(s)+ 6HCl(aq) → C. pemurnian zona D. hidrogen sulfida memiliki tingkat keasaman yang lebih lemah daripada air C.. belerang kurang elektronegatif dibandingkan oksigen 150 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses …. pemanggangan kuarsa E. pemurnian zona D. SO2 B. CO(NH2)2 C. distilasi kuarsa (SiO2) C. A. sifat reduktor lebih kuat D. 4Al(s)+3O2(g) ⎯⎯ 2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlF3(s) → D. kecuali . jari-jari yang lebih besar B. Ca(H2PO4)2 E. elektrolisis SiCl4 B. natrium B. kecuali . distilasi kuarsa (SiO2) C. energi ionisasi lebih rendah C. A. kecuali …. → A.. kromatografi lapis tipis 30. kamar timbal D. pengapungan 33.

aluminium dan tembaga E. 45. 40. pancaran alfa B. ikatan tunggal S–S tidak ada sedangkan O–O ada Semua pernyataan berikut tentang unsur golongan transisi.07 MeV C. Berdasarkan perbandingan neutron-proton untuk isotop ringan (nomor atom 20) maka isotop yang paling stabil adalah …. A. dalam larutan cair kebanyakan ionnya berwarna C. B. pancaran positron E. A. H2O bersifat polar. +4 dan 12 C. Cu(NH3)42+ C. Zn2+(aq) + 2NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)22+(aq) Potasium heksasianoferat(II) adalah senyawa…. 41. 4. K3[Fe(SCN)6] E. Ti3+(aq) B. E. sedangkan H2S nonpolar dalam senyawa.. A. E. semua unsur transisi lebih bersifat logam B. 0 dan 3 B. KFe(SCN)4 C. K3[Fe(CN)6] D.30 MeV D. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U D. Zn(OH) 2(s)+2NH4+(aq) ⎯⎯ Zn 2+(aq) + 2NH4OH(aq) → E. 11 6 15 7 C N D. aluminium dan nikel Dalam ion Cu(NH 3) 42+ . Ni(en)32+ E. kecuali …. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C. 931. penangkapan elektron C. Fe(CN)64– B. Zn2+(aq) + 4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) → B. K4[Fe(NCO)6] Senyawa kompleks yang bersifat diamagnetik adalah . 28. A.. pancaran positron E. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 4 U + 2 He ⎯⎯ → 99 42 Mo+γ Pu+21 n 0 238 92 3 2 240 94 3 He + 2 He ⎯⎯ 2 He+ 1 H+ 1 H → 4 1 1 14 7 N + 4 He ⎯⎯ → 2 U + 1 n ⎯⎯ → 0 17 8 139 56 O+ 1 H 1 235 92 Ba+ 94 Kr+31 n 36 0 49. pancaran alfa B... A. pancaran gamma 50. 44. A. penangkapan elektron C. A. D.38. 39. E. Mn3+(aq) Energi ikat inti per nukleon dalam atom helium adalah …. 37 19 40 20 K Ca 15 8 O Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 151 .00 MeV B. A. C. pancaran gamma Batang karbon di dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai …. 675 MeV E. V3+(a ) D. Zn(OH)2(s)+2OH–(aq) ⎯⎯ Zn(OH)42–(aq) → D. 47. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B. K4[Fe(CN)6] B. Sc3+(aq) C. A.5 MeV Isotop-isotop radioaktif ringan (NA = 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. Cr3+(aq) E.. 46. melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E.. tembaga dan timah B. hampir semua unsur transisi menunjukkan satu keadaan valensi Kuningan adalah paduan …. 42. semua unsur transisi memiliki orbital d yang tidak penuh E. A. A. hampir semua unsur transisi mnunjukkan sifat katalitik D. C. 7. Co(py)62+ Senyawa kompleks berikut yang tidak bersifat paramagnetik adalah . pancaran beta D. D. B. +2 dan 4 E. Ti(H2O)63+ D. +2 dan 8 D. 48. pancaran beta D. timbal dan timah D. +2 dan 12 Persamaan setara yang benar untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah… → A. valensi dan bilangan koordinasi tembaga adalah …. Isotop-isotop radioaktif ringan (nomor atom 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. Zn(OH)2(s)+4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) + 2OH–(aq) → C. 43. tembaga dan seng C. menyediakan partikel alfa Contoh reaksi fisi adalah … A.

MnO4– + I– ⎯⎯ MnO2(s) + IO3– (basa) → c. H2S(g) + NO3– ⎯⎯ NO2(g) + S8(s)(asam) → b. 6. 2. Tuliskan struktur Lewis untuk molekul XeF4. Hitung penurunan titik beku dan tekanan osmosis pada 25°C larutan 1.0 g L–1 protein (Mr = 90. Setarakan persamaan reaksi redoks berikut. Berapa tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada suhu 25°C tekanan uap air murni adalah 0. dalam percobaan hamburan partikel alfa oleh lempeng tipis emas reaksi transformasi inti tidak terjadi. berapa gram I2 yang dihasilkan dari elektrolisis larutan NaI? Ksenon tetrafluorida adalah padatan yang tidak berwarna. dan tentukan zat pereduksi serta pengoksidasinya. [FeP6]3– 9.0 g logam perak. Nyatakan jenis hibridisasi apa yang terdapat pada atom pusat dalam senyawa kompleks berikut. Barium sulfat diberikan secara oral untuk memperoleh fotografis perut dengan sinar-X. jika kerapatan larutan 1. radionuklida Sr atau radionuklida Xe? Dengan asumsi jumlah radioaktif sama.0 g cm–3. lemak. a. [Fe(CN)6]3– d. Hg22+ + H2S(g) ⎯⎯ Hg(g) + S8(s) (asam) Pada keadaan tertentu. Tubuh kita mengubah karbohidrat. Jelaskan jawaban Anda berdasarkan pada sifatsifat kimia Sr danXe. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.000). H2O2( )+MnO4– ⎯⎯ O2(g) + MnO2(s)(basa) → d. Manakah yang lebih baik dengan membuang bahan radioaktif ke lingkungan. 152 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .03 atm). Apa nama hibrida dari atom ksenon dalam senyawa ini? Bagaimana geometri menurut ramalan VSEPR untuk molekul ini? 7. [Cu(NH3)4]2+ c. dan protein ke dalam bentuk gula sederhana. Rutherford dapat melangsungkan reaksi transformasi inti pertama dengan memborbardir inti nitrogen–14 dengan partikel alfa. [Zn(NH3)4]2+ b. Tunjukkan bahwa pembakaran gula adalah reaksi redoks. 1. Mengapa karbonat tidak dapat dipakai dalam media yang mengandung sulfat? 8. Barium karbonat merupakan senyawa yang tidak larut dalam air. elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 g glukosa dengan 600 air. Pada keadaan yang sama. seperti glukosa (C6H12O6) melalui pembakaran menjadi CO2 dan H2O. Apakah ada perbedaan antara kedua percobaan ini? Apa yang diperlukan agar reaksi transformasi inti yang melibatkan inti emas dan partikel alfa terjadi? 10.B. → a. 5. Namun demikian. 3. 4.

dan makromolekul Setelah mempelajari bab ini.org Proses pengisian bahan kertas oleh bahan yang mengandung senyawa organik (hidrokarbon dengan gugus karbonil). alkanon. Swiss. dan pengawet bahan biologis merupakan contoh aplikasi zat yang mengandung senyawa hidrokarbon dengan gugus fungsi yang berbeda. dan identifikasi senyawa karbon (haloalkana. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen 153 . asam alkanoat. Sifat inilah yang menjadikan senyawa karbon melimpah di alam dengan berbagai sifat fisika dan sifat kimia. benzena dan turunannya. cuka yang digunakan pada makanan. Asam Karboksilat dan Ester F. Gugus Fungsional Senyawa Karbon B.paperhistory. A. alkanol. Senyawa Organik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Oleh karena itu. Atom-atom tersebut dinamakan gugus fungsional senya a hidrokarbon. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. Alkohol dan Eter D.Bab 6 Sumber: www. sifat. kegunaan. cara penulisan. Apa sajakah gugus fungsi senyawa hidrokarbon tersebut? Anda dapat menemukan jawabannya setelah mempelajari bab ini. tata nama. dan alkil alkanoat) Pada abad ke-18 diketahui senyawa hidrokarbon hanya dapat diperoleh dari makhluk hidup sehingga senyawa hidrokarbon disebut senyawa organik. Aldehid dan Keton E. Kosmetik untuk wanita. Di Kelas X Anda telah belajar sifat khas atom karbon yang dapat berikatan dengan atom karbon dan atom-atom lain selain atom hidrogen. alkanal. alkoksi alkana. para Kimiawan banyak mensintesis senyawa hidrokarbon yang mengandung gugus fungsi berbeda-beda untuk dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. di pabrik kertas. Senyawa hidrokarbon memiliki sifat tertentu akibat adanya atom selain atom karbon dan hidrogen di dalamnya. Gugus fungsional pada senyawa hidrokarbon tersebut berperan penting dalam kereaktifannya terhadap senyawa atau atom lain. Haloalkana C.

dan nama kelompok senyawa karbon yang dibentuknya. gugus fungsi adalah bagian reaktif dari senya a karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senya a karbon. Perhatikan Tabel 6. dan halogen. dinamakan gugus fungsi. seperti oksigen. 3. 154 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . juga dapat berikatan dengan atom unsur-unsur lain. Atom atau gugus karbon tersebut lebih reaktif dari yang lainnya.1. Dalam hidrokarbon. rumus umum dengan R yang menyatakan residu dari hidrokarbon. Cl. Tabel 6. Selain itu. Dengan kata lain. Apakah yang dimaksud dengan senyawa hidrokarbon? Atom karbon memiliki sifat khas . Selain menentukan tata nama senyawa karbon secara bersistem (IUPAC). di samping memiliki kemampuan berikatan dengan atom karbon lain.1 X OH Gugus Fungsional Senyawa Karbon Gugus Fungsi Rumus umum R–X R–OH R–O–R' Nama Haloalkana Alkohol Eter O O C O C O C O OH H R–CHO Aldehid R–CO–R' Keton R–COOH R–COO–R' Asam karboksilat Ester C H N O H RNH2 Amina Kata Kunci • • Hidrokarbon Gugus fungsi Tabel tersebut menunjukkan beberapa gugus fungsi. atom karbon dapat berikatan dengan atom hidrogen membentuk senyawa hidrokarbon. Jika atom halogen (F. belerang. Gugus Fungsional Senyawa Karbon Atom karbon. Br. atom karbon dapat juga berikatan dengan atom-atom lain. nitrogen. Apakah maksud dari pernyataan tersebut? Apa yang dimaksud dengan senyawa turunan hidrokarbon? A. fosfor. 2. Atom atau gugus atom yang terikat pada senyawa hidrokarbon dapat menentukan sifat-sifat senyawa karbon.Tes Kompetensi Awal 1. gugus fungsi juga menentukan sifat fisika dan sifat kimia senyawa bersangkutan. I) terikat pada senyawa hidrokarbon maka senyawa yang terbentuk akan memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang ditentukan oleh gugus tersebut.

H3C H2 H2 C C Cl Kata Kunci • • • • • Haloalkana Isomer posisi Isomer struktur Isomer fungsional Isomer cis-trans H3C H C Cl CH3 1-kloropropana 2-kloropropana Senyawa Organik 155 . Cl. Br. bromo. Isomer Haloalkana Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama. I). Haloalkana Haloalkana adalah senya a karbon yang mengandung halogen. Perhatikan struktur haloalkana berikut. Dengan kata lain. Sifat-sifat apa sajakah yang dapat dijelaskan melalui gugus fungsi? Jelaskan. Haloalkana memiliki rumus umum: CnH2n+1X X adalah atom halogen (F. Sebagian besar reaksi senyawa karbon merupakan perubahan gugus fungsi menjadi gugus fungsi lain. Tes Kompetensi Subbab 1. atau iodo dan diikuti nama alkana yang mengikatnya. Ada beberapa macam isomer. seperti isomer posisi. Dengan demikian. dan isomer cistrans. Tata Nama Haloalkana Tatanama senyawa haloalkana diawali dengan kata fluoro. Contoh: CH3–CH2–I CH3–CH2–CH2–CH2Cl CH2Br–CH2Br CHCl3 CCl4 Monoiodoetana Monoklorobutana 1. gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon. haloalkana memiliki isomer posisi dan isomer struktural. A 2. Mengapa kloroform bersifat membius? 2. tetapi susunan atom-atomnya berbeda.Berbagai reaksi kimia senyawa karbon ditentukan oleh gugus fungsi. isomer struktur. haloalkana adalah senyawa karbon turunan alkana yang atom H-nya diganti oleh atom halogen. kloro. Berdasarkan fakta. 1. B.2–dibromoetana Triklorometana (kloroform) Tetraklorometana (karbon tetraklorida) Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda sifat dari senyawa kloroform. Mengapa gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon? Jelaskan. isomer fungsional. Kerjakanlah di dalam buku latihan.

tetapi berbeda strukturnya.2 Titik Didih Senyawa Haloalkana Senyawa Titik Didih (°C) 46 34. Persamaan reaksinya: Refluks C2H5Br + NaOH(berair) ⎯⎯⎯→ C2H5OH + NaBr Etanol cair dapat digunakan sebagai pelarut untuk haloalkana. Contohnya. tetapi posisi atom klorin berbeda. C–Br = 284. Ikatan C–F adalah paling kuat sehingga senyawa fluoroalkana relatif stabil dan banyak digunakan sebagai gas propelan dalam bentuk aerosol. Perhatikan struktur molekul berikut dengan rumus molekul sama. Refluks is technique to boil some liquid in the distillation flask which is connented with condensor apparatus so that the liquid will be running back into the flask. Energi ikatan rata-rata (dalam kJ mol–1): C–F = 485. tetapi berbeda struktur molekulnya). C–I = 213. Pada 1–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 1. Disamping itu. 1–klorobutana dan 2–klorobutana berisomer posisi 3. Atom halogen pada haloalkana dapat diganti oleh gugus siano (–CN) dengan cara pemanasan. yakni C4H9Cl.Kedua senyawa itu memiliki rumus molekul sama. Sifat Haloalkana Senyawa klorometana dan kloroetana berwujud gas pada suhu kamar dan tekanan normal. sedangkan pada 2–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 2. 1985 1–kloropropana 2–kloropropana 1–klorobutana 2–klorobutana 1–kloro–2–metil propana 2–kloro–2–metil propana Catatan Note Refluks adalah teknik mendidihkan cairan dalam wadah labu distilasi yang disambung dengan alat pengembun (kondensor refluks) sehingga cairan terus-menerus kembali ke dalam wadah. Titik didih isomer haloalkana berubah sesuai urutan berikut: primer sekunder tersier. Persamaan reaksinya: Refluks alkohol C2H5Br + KCN ⎯⎯⎯⎯⎯→ C2H5CN + KBr 156 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hal ini menunjukkan bahwa senyawa iodoalkana paling reaktif untuk gugus alkil yang sama.8 77 68 69 51 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. yakni C3H7Cl. Tabel 6. Haloalkana yang lebih tinggi berupa cairan mudah menguap. Isomer struktur menyatakan perbedaan struktur dari senyawa haloalkana yang memiliki rumus molekul sama. yaitu isomer posisi. Kedua senyawa ini dikatakan berisomer satu sama lain. ketiga senyawa tersebut berisomer struktur (senyawa dengan rumus molekul sama. H3C H2 H2 H2 C C C Cl 1-klorobutana CH3 H3C C Cl 2-kloro-2-metilpropana CH3 H3C H2 H C C Cl 2-klorobutana CH3 Ketiga senyawa itu tergolong halobutana. C–Cl = 339. bromopropana dicampurkan dengan kalium sianida dalam alkohol cair akan membentuk propanonitril dan kalium bromida. Haloalkana dapat dihidrolisis menjadi alkohol yang bersesuaian jika diolah dengan basa alkali berair. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. Oleh karena itu.

a. mula-mula etanol dioksidasi menjadi etanal (aldehid). Tahap-tahap reaksinya sebagai berikut. CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + CCl4 + 5H2 Untuk membuat haloalkana tunggal bergantung pada senyawa haloalkana yang akan diproduksi.Jika haloalkana dipanaskan dalam larutan amonia beralkohol dalam wadah tertutup akan dihasilkan amina. Replacement of an atom or a group by anothers called substitution reaction. Kemudian. aseton. akan terbentuk campuran alkilhalida. apakah yang terjadi jika di lingkungan yang terik matahari terdapat gas klorin dan gas alam? Senyawa Organik 157 . reaksi akan terus berlangsung hingga pereaksi habis atau cahaya ultraviolet dihilangkan. 4CH4 + 5Cl2 ⎯⎯ → Catatan Note Pergantian atom atau gugus oleh atom atau gugus lain dinamakan reaksi substitusi. O → 1) CH3CH2–OH+ Cl2 ⎯⎯ H3C C H + 2HCl O O → 2) H3C C H + 3Cl2 ⎯⎯ Cl3C C H + 3HCl O O ONa + HCCl3 3) Cl3C → C H + NaOH ⎯⎯ H C Senyawa karbon yang dapat dibuat menjadi senyawa haloalkana adalah senyawa yang memiliki gugus metil terikat pada atom C yang berikatan dengan atom oksigen. 3) Sekali reaksi dimulai. etanol. tetapi melalui beberapa tahap reaksi. hν 3CH4 + 6Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + 6HCl → Reaksi antara CH4 dan Cl2 memiliki sifat-sifat khas sebagai berikut. Persamaan reaksinya: → C2H5Br + 2HN3 ⎯⎯ C2H5NH2 + HBr Etilamina Δ 4. 2) Reaksi terjadi jika ada cahaya ultraviolet atau pada suhu di atas 250°C. Reaksinya tidak melalui reaksi substitusi. 1) Reaksi tidak terjadi dalam keadaan gelap atau pada suhu rendah. bereaksi dengan X2 membentuk trihaloetanal (CX3–COH). dan senyawa yang sejenis. seperti ditunjukkan pada reaksi berikut. Pembuatan Haloform (CHX3) Jika etanol direaksikan dengan X2 (Cl2 atau I2) dalam suasana basa (NaOH). Dalam suasana basa. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Haloalkana Senyawa haloalkana tidak dapat dibuat langsung dari alkana melalui reaksi substitusi sebab hasilnya selalu campuran haloalkana. Kegiatan Inkuiri Diskusikan dengan teman sekelas Anda. Jika alkana direaksikan dengan halogen pada suhu tinggi atau adanya cahaya ultraviolet. etanal. trihaloetanal berubah menjadi haloform. Rumus umumnya: CH3 R C O H Contohnya.

Iodoform sering digunakan sebagai antiseptik. dan mempunyai bau yang khas. 158 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .4 kJ mol–1 Cl2 → CH3• + Cl• ⎯⎯ CH3Cl ΔH°= –330. kecuali untuk penelitian di laboratorium. tetapi larut dalam alkohol atau eter. yaitu pemicu rantai. → 2Cl• ⎯⎯ Cl2 ΔH°= –243. Kloroform tidak larut dalam air. b. Reaksi berantai ini terjadi sampai dengan radikal yang terlibat dalam tahap perambatan rantai dihancurkan. dan C 2H 6. 3) Pengakhiran Rantai Radikal yang mempertahankan reaksi terus berlangsung suatu ketika dapat bergabung antarsesamanya dalam tahap pengakhiran rantai. CHCl3 (kloroform). Kegunaan Kloroform (CHCl3) Kloroform merupakan senyawa karbon berwujud cair yang mudah menguap pada suhu kamar dan berbau khas. dan minyak. Kata Kunci • • Reaksi berantai Radikal bebas Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas.1–trifluoroetana. → ΔH°= –16 kJ mol–1 CH4 CH4 + Cl• ⎯⎯ CH3• + HCl → CH3• + Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + Cl• ΔH°= –87 kJ mol–1 CH3Cl Oleh karena atom Cl• juga dibangkitkan pada tahap kedua maka setiap atom Cl • yang bereaksi pada tahap pertama reaksi akan berkesinambungan (berantai). Kegunaan Iodoform (CHI3) dan Tetraklorokarbon (CCl4) Iodoform berwujud padat pada suhu kamar.1.0 kJ mol–1 CH3CH3 Tahap akhir dapat terjadi dengan cara dinetralkan oleh dinding reaktor. Namun demikian. lilin. dan pengakhiran rantai.0 kJ mol–1 CH3Cl → 2CH3• ⎯⎯ CH3CH3 ΔH°= –350. c. Haloalkana yang sering dipakai sebagai obat bius adalah 2–bromo–2–kloro–1. berwarna kuning. efek samping dari kloroform dapat merusak hati sehingga jarang dipakai sebagai obat bius. Cl2 + energi ⎯⎯ → 2Cl• ΔH°= 243. Radikal CH3• selanjutnya mengeluarkan atom klor dari molekul Cl 2 membentuk CH3Cl dan radikal Cl• yang baru. 1) Pemicu Rantai Molekul Cl 2 dapat dipecah menjadi sepasang atom klor dengan menyerap energi dari cahaya ultraviolet atau kalor. CH 3Cl (klorometana). CCl4 (karbon tetraklorida). Pengakhiran rantai dapat terjadi dalam tahap berikut. 2) Perambatan Rantai Radikal bebas seperti atom Cl • sangat reaktif. perambatan rantai.4 kJ mol–1 Atom klor yang dihasilkan pada reaksi ini adalah radikal bebas sebab mengandung satu elektron tidak berpasangan. mengapa radikal bebas sangat reaktif? Hubungkan dengan konfigurasi elektronnya. Kloroform biasa digunakan untuk obat bius (anestetika) dan sebagai pelarut untuk lemak.Hasil reaksi meliputi CH2Cl2 (diklorometana). Fakta ini mengisyaratkan adanya mekanisme reaksi berantai yang melibatkan tiga proses. Atom Cl • dapat mengeluarkan atom hidrogen dari CH4 membentuk HCl dan radikal CH3•.

Struktur eter dikatakan sama dengan struktur air. Jenis fluorokarbon yang paling banyak dipakai adalah CCl3F dan CF2Cl2. O H Air O H R Alkohol O H R Eter R 1 Alkohol (R-OH) Berdasarkan posisi atom karbon yang mengikat gugus hidroksil dalam senyawa alkohol maka alkohol dikelompokkan ke dalam tiga golongan. Satu atom H pada air merupakan residu hidrokarbon (gugus alkil) pada alkohol. d. Alkohol dan Eter Alkohol dan eter adalah senya a karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal. Tuliskan reaksi yang terjadi jika 1. mengapa CCl4 tidak dapat terbakar seperti halnya CO2? Hubungkan dengan biloks atom C yang tertinggi. Selain itu. Tuliskan reaksi hidrolisis dari 1–klorobutana. Kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air. Tuliskan rumus struktur dan tata nama dari semua senyawa yang memiliki rumus molekul C4H9Br2. Apakah nama senyawanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Senyawa Organik 159 . Uap CCl4 tidak terbakar sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. → 4CH3CH2Cl + 4Na + 4Pb ⎯⎯ (CH3CH2)4Pb + 4NaCl + 3Pb Fluorokarbon merupakan senyawa karbon yang mudah menguap.Karbon tetraklorida merupakan zat cair yang tidak berwarna dengan massa jenis lebih besar dari air. dan tidak berbau.2–dibromoetana direaksikan dengan kalium hidroksida berair dalam keadaan panas. yaitu sebagai berikut. dapat dikatakan bahwa struktur alkohol sama dengan struktur air. terutama senyawa freon– 12 (CF 2Cl2). tidak mudah terbakar. Apakah nama senyawanya? C. Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas. Oleh karena itu. Tes Kompetensi Subbab 1. tidak beracun. 2. juga digunakan sebagai pelarut untuk lemak dan minyak. Kegunaan Kloroetana (C2H5Cl) dan Fluorokarbon (CF2Cl2) Kloroetana banyak digunakan untuk pembuatan tetraetil timbal yang ditambahkan ke dalam bensin untuk memperbaiki bilangan oktan. Kedua atom H pada air merupakan gugus alkil pada eter. B 3. Freon–12 digunakan secara luas sebagai pendingin dan sebagai gas propelan dalam aerosol.

2 CH3 C CH3 OH R H2C 3 1 Kata Kunci • • • • Alkohol primer Alkohol sekunder Alkohol tersier Gugus hidroksil a. Atom karbon sekunder adalah atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain. Perbedaannya terletak pada penentuan rantai induk yang terpanjang. 160 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Contoh: H3C CH2 CH2 CH OH CH3 2-pentanol bukan 4-pentanol Beberapa contoh penataan nama alkohol menurut trivial dan IUPAC dapat dilihat pada Tabel 6. IUPAC: etanol Tata nama alkohol menurut IUPAC mirip dengan tata nama alkana. Pada alkohol. dengan akhiran –a diganti oleh –ol. Alkohol tersier (3°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon tersier. Alkohol sekunder (2°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon sekunder. Atom karbon primer adalah atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain. Tata Nama Alkohol Ada dua cara penataan nama alkohol. H R H2C 1 C H OH b. yaitu cara trivial dan cara IUPAC. Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain. Contohnya: CH3–CH2–OH Trivial: etil alkohol. Pada cara trivial. nama alkohol diturunkan dari nama alkana. Alkohol primer (1°) adalah suatu alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon primer.a. rantai induk terpanjang harus mencakup gugus hidroksil dengan nomor urut untuk gugus hidroksil terkecil. Pada cara IUPAC. 2 CH3 C OH R H2C 1 H c. alkohol disebut alkil alkohol sehingga dalam pemberian nama alkohol selalu diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol.3.

2–dimetiletanol Sumber: vancouversider. Jadi. b.Tabel 6.1 Tata Nama Alkohol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut. nama lengkap senyawa itu adalah 7–metil–2–nonanol. Jika diminum. Isomeri ini memengaruhi sifat-sifat fisika alkohol. akan memabukkan sebab bersifat racun yang dapat mengganggu sistem syaraf. Isomer pada Alkohol Berdasarkan posisi gugus hidroksil. Senyawa Organik 161 . Pada atom C nomor 7 terdapat gugus metil. yaitu ada 9 dengan gugus hidroksil pada posisi nomor 2.com Gambar 6. hampir semua alkohol memiliki isomer. H3C CH2 CH CH2 CH2 CH2 CH2 CH OH CH3 CH3 Jawab Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus hidroksil dengan nomor atom terkecil. yang disebut isomer posisi. Contoh 6.3 H3C H3C Beberapa Penataan Nama Alkohol Menurut Trivial dan IUPAC Nama Trivial n–propil alkohol Isopropil alkohol Nama IUPAC 1–propanol 2–propanol CH2 CH CH2 CH3 OH Rumus Struktur OH H3C CH OH CH2 CH3 sek–butil alkohol 2–butanol H 3C CH H 3C CH3 H3C C CH3 OH CH2 OH Isobutil alkohol 2–metil–1–propanol ter–butil alkohol 2.1 H 2C H 2C CH CH OH CH 2 OH Vinil alkohol Alil alkohol 1–etenol 2–propen–1–ol Berbagai macam minuman yang mengandung alkohol.

3 12.2 memiliki rumus molekul sama.2 Isomer Posisi pada Alkohol Suatu alkohol memiliki rumus molekul C4H10O.Contoh 6. 1993 Nama Senyawa Metanol Etanol 1–propanol 2–propanol 1–butanol 2–butanol Isobutil alkohol ter–butil alkohol Kosmetik Minuman Gambar 6.2 Kelarutan (g 100 mL air) pada 20°C larut sempurna larut sempurna larut sempurna larut sempurna 8. M). Kegiatan Inkuiri Temukan perbedaan sifat fisika dan sifat kimia dari isomer C4H10O. Oleh karena rumus struktur berbeda maka ketiga alkohol tersebut berbeda sifat fisika maupun sifat kimianya. Jawab Tidak ada rumus yang tepat untuk menentukan jumlah isomer dalam senyawa karbon.3 117.9 82. melainkan harus digambarkan semua struktur yang mungkin terbentuk. Berapa jumlah isomer posisi yang ada dan gambarkan strukturnya. makin panjang rantai karbon dalam alkohol kelarutan dalam air makin berkurang. Hal ini disebabkan adanya gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol akibat gugus hidroksil yang polar. Ketiga senyawa pada Contoh 6. c. Perekat Pelarut Alkohol Bahan bakar Sifat dan Kegunaan Alkohol Alkohol merupakan zat yang memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan hidrokarbon yang jumlah atom karbonnya sama. (1) H3C CH2 CH2 CH2 OH (n–butanol) (2) H3C CH2 CH OH CH3 (2–butanol) CH3 (3) H3C C OH CH3 (2–metil–2–propanol) Berdasarkan struktur yang dapat digambarkan maka C4H10O memiliki 3 buah isomer posisi. yaitu C4H10O.5 107.5 11.1 larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. Kelarutan ini disebabkan oleh adanya kemiripan struktur antara alkohol (R–OH) dan air (H–OH).3 97. Alkohol yang memiliki atom karbon kurang dari lima larut dalam air.2 Kegunaan alkohol 162 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .4 Sifat Fisika Alkohol (Titik Didih dan Kelarutan di Dalam Air) Jumlah C 1 2 3 3 4 4 4 4 Titik Didih (°C) 64. Beberapa sifat fisika alkohol ditunjukkan pada tabel berikut. tetapi rumus struktur berbeda. Oleh karena itu.2 82.5 78. Tabel 6.0 99.

minuman. beras. Kata Kunci • • Ikatan hidrogen Hidrogenasi Kegiatan Inkuiri Alkohol merupakan senyawa yang mudah terbakar. CO(g) + 2H2(g) ⎯⎯ → CH3OH( ) Di industri. → CH2=CH2 + H2SO4 ⎯⎯ CH3CH2HSO4 → CH3CH2HSO4 + H2O ⎯⎯ CH3CH2OH+ H2SO4 Isopropil alkohol adalah obat gosok yang umum digunakan. Cr2O3) dan dipanaskan secara bertingkat dengan tekanan tinggi agar terjadi reaksi berikut. sekitar 95% metanol diproduksi melalui hidrogenasi CO dengan katalis (ZnO. yaitu (1) fermentasi blackstrap molasses dan (2) penambahan air terhadap etena secara tidak langsung. 2) Etanol (CH3–CH2–OH) Etanol sudah dikenal dan digunakan sejak dulu. Pada kendaraan bermotor. Adapun larutan 70% isopropil alkohol dalam air digunakan untuk sterililisasi karena dapat membunuh bakteri. anggur. seperti pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim (ragi). kemukakan kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan bakar. metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid. baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur). dan whiskey. kosmetika. seperti vernish. Mungkinkah alkohol digunakan sebagai bahan bakar bioalkohol pengganti minyak bumi? Jika mungkin. yakni enzim yang diproduksi oleh jamur hidup. (C6H10O5)x + xH2O Pati ⎯⎯ → xC6H12O6 Glukosa C6H12O6 Glukosa ⎯⎯ → 2C2H5OH + 2CO2 etanol Di industri etanol dibuat dengan dua cara. seperti bir. metanol digunakan untuk bahan bakar mobil formula. diubah menjadi alkohol dengan bantuan zymase. –triol.2–diol. dan gandum) pertamatama melibatkan pengubahan pati secara enzimatik menjadi glukosa.1) Metanol (CH3–OH) Metanol dibuat secara besar-besaran melalui distilasi kayu keras menghasilkan sekitar 225 galon distilat yang mengandung 6% metanol. sebagai cairan antibeku. Glikol adalah nama trivial untuk 1. dan seterusnya. Rumus kimianya: Senyawa Organik 163 . 3) Polialkohol Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan diberi nama dengan –diol. Etanol dapat dibuat melalui teknik fermentasi. dan pelarut. Etilen glikol merupakan hasil industri yang digunakan sebagai zat antibeku. Selanjutnya. Saat ini. dan dibuat secara komersial dari etena. yaitu proses perubahan senyawa golongan polisakarida. Produksi alkohol dari pati (jagung. seperti persamaan reaksi berikut.

2-etanadiol. 164 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 60° (CH3)3–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ (CH3)2C=CH2 + H2O → 100° → (CH3)2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O 180° → CH3–CH2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O Alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa yang mengandung gugus karbonil. Rumus kimianya: H2C CH CH2 OH OH OH Sumber: Chemistry: The Central Science. HCl Etanol C2H5Cl Sumber: Sougou Kagashi Selain pereaksi Lucas.HO CH2 CH2 OH IUPAC:1. 2000 1. alkohol dapat mengalami dehidrasi menjadi alkena. dan tersier.3 Berbagai macam produk komersial yang mengandung alkohol. yaitu suatu turunan propana.3-trihidroksipropana atau gliserol Gambar 6.2. Alkohol dan tionil klorida bereaksi membentuk alkil klorosulfit yang kurang stabil sebab mudah berubah menjadi alkil klorida dan gas SO2 dengan pemanasan. Dehidrasi artinya pelepasan molekul air. dan asam karboksilat. seperti aldehid. d. Alkohol primer dioksidasi membentuk aldehid. Alkohol sekunder bereaksi dalam waktu beberapa menit. dan alkohol primer terdehidrasi paling lambat untuk jumlah atom karbon yang sama. alkohol tersier bereaksi sangat cepat membentuk alkil klorida. − HCl ⎯ ROH + SOCl2 ⎯⎯⎯ ROSOCl ⎯→ RCl + SO2 → Dengan H2SO4. dan jika dioksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat. Pereaksi ini digunakan untuk membedakan alkohol primer. etil klorida. Radiator coolant mengandung etilen glikol. keton. trivial: etilen glikol Trihidroksi alkohol yang penting adalah gliserol. Gambar 6. Pada suhu kamar. Alkohol tersier terdehidrasi lebih cepat.4 Substitusi gugus hidroksi (–OH) oleh atom klor (–Cl) membentuk haloalkana . sekunder. pereaksi tionil klorida (SOCl2) dapat juga digunakan untuk identifikasi alkohol. Alkohol primer bereaksi jika dipanaskan. ZnCl 2 → Etanol + HCl ⎯⎯⎯ etil klorida. Gliserol sebagai hasil samping pada pembuatan sabun dari lemak dan natrium hidroksida cair. Identifikasi dan Sintesis Alkohol Suatu larutan ZnCl2 dalam HCl pekat dikenal sebagai pereaksi ucas.

sedangkan keton akan menghasilkan alkohol sekunder. baik untuk alkohol primer.H+ 2 OH 1) NaBH C R H Kata Kunci • • • Pereaksi Lucas Pereaksi tionil klorida Pereaksi Grignard Alkohol (2°) Selain dengan cara reduksi. O O Oksidator Oksidator → R CH2 OH ⎯⎯⎯⎯ R CH ⎯⎯⎯⎯ R C OH → Alkohol (1°) Aldehid Asam karboksilat H3C H3C Oksidator HC OH ⎯⎯⎯⎯ → C O H3C H3C Alkohol (2°) keton Oksidator yang dapat digunakan adalah asam kromat (H2CrO3) dan kromat anhidrida (CrO 3). selain dapat menghasilkan alkohol tersier juga dapat digunakan untuk memperpanjang rantai hidrokarbonnya. sekunder.5 (a) Oksidasi alkohol primer menjadi aldehid. Reduksi senyawa karbonil melalui hidrogenasi katalisis atau dengan hidrida logam akan menghasilkan alkohol primer.KMnO4 KMnO4 Gambar 6. O R C H 1) LiAIH4 ⎯⎯⎯⎯→ 2) H2O OH R C H H Aldehid Alkohol (1°) O R C R' Keton 4 ⎯⎯⎯⎯→ R 2) H O. (b) Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi Alkohol (1°) R-CH2OH + KMnO4 Aldehid Alkohol (3°) R3–COH + KMnO4 → R-CHO → (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Alkohol sekunder dioksidasi menjadi suatu keton. Kelebihan reaksi Grignard. Senyawa Organik 165 . Secara umum reaksi oksidasi alkohol dapat dituliskan sebagai berikut. Alkohol tersier tidak dapat dibuat dengan cara ini. Oleh karena alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa karbonil maka alkohol dapat disintesis dari senyawa karbonil melalui reaksi reduksi (kebalikan oksidasi). Jika yang ingin diproduksi aldehid maka gunakan oksidator khusus seperti campuran piridin dan kromat anhidrida dengan rasio 2:1 dalam pelarut nonpolar. alkohol disintesis dengan pereaksi rignard. sedangkan alkohol tersier tidak dapat dioksidasi. maupun tersier.

alkohol primer dapat dibuat dari formaldehid dan etilen oksida. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga penataan nama senyawa eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti oleh nama rantai utamanya. seperti ditunjukkan berikut ini. Tabel 6. Menurut sistem IUPAC. Beberapa contoh penamaan eter dapat dilihat pada tabel berikut.5 Penataan Nama Eter Menurut Trivial dan IUPAC Rumus Struktur CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 O CH2 ⎯ CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 Fenil propil eter Fenoksi propana Nama Trivial Dimetil eter Etil metil eter Dietil eter Isopentil etil eter Nama IUPAC Metoksi metana Metoksi etana Etoksi etena 2-etoksi pentana Kata Kunci • • Gugus alkoksi Interaksi antarmolekul 166 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .Dengan pereaksi Grignard. Urutan namanya sesuai dengan abjad dan diakhiri dengan kata –eter. Eter (R–O–R') Eter adalah senyawa yang memiliki dua residu hidrokarbon yang dapat sama atau berbeda. Tata Nama Eter Menurut trivial tata nama eter didasarkan pada nama gugus alkil atau aril yang terikat pada atom oksigen. O H C H Formaldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯→ 2)H2 O OH R C H Alkohol (1°) H O R C H Aldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 1 OH R C H R' Alkohol (2°) O R C R' Keton 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 OH R C R Alkohol (3°) R' 2. a. dan alkohol tersier dibuat dari keton dan ester. alkohol sekunder dibuat dari aldehid dan metil format. Gugus alkoksi dianggap sebagai cabang yang terikat pada rantai induk. CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 Berdasarkan ketiga contoh tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rumus umum eter adalah R–O–R'.

tetapi gugus fungsi beda. dan merupakan hasil oksidasi dari alkena. Rumus strukturnya adalah R–O–H (alkohol) R–O–R (eter) Beberapa contoh alkohol dan eter yang memiliki rumus molekul sama ditunjukkan pada tabel berikut. dapat dikatakan bahwa alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain. alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. Di samping isomer struktur. dapat dikatakan bahwa eter berisomeri fungsional dengan alkohol.6 Isomer Fungsional Eter dan Alkohol Alkohol Nama etanol propanol butanol Rumus struktur CH3CH2OH CH3CH2CH2OH CH3CH2CH2CH2OH Nama dimetil eter etil metil eter dietil eter H3C C H2 O CH3 Etil metil eter H 3C C H2 H2 C OH Propanol Rumus molekul C2H6O C3H8O C4H10O Eter Rumus struktur CH3–O–CH3 CH3CH2OCH3 CH3CH2OCH2CH3 Berdasarkan Tabel 6. Oleh sebab itu.6. eter dan alkohol juga memiliki gugus fungsional berbeda. Eter siklik yang beranggotakan tiga termasuk golongan epoksida. Etilen oksida (oksirana) CH3 HC CH3 Jawab Gugus sebelah kiri adalah isopropil dan gugus kanan adalah etil. nama senyawa epoksida sering diturunkan dari nama alkenanya sebelum dioksidasi menjadi eter. etilen oksida atau lebih dikenal dengan nama oksirana. Contoh yang paling sederhana adalah. Senyawa Organik 167 . Isomeri Fungsional Seperti telah diuraikan di atas bahwa eter dan alkohol memiliki kemiripan dalam strukturnya. Jadi. Tabel 6. tetapi rumus strukturnya berbeda.Senyawa eter dapat juga berbentuk siklik. penataan nama senyawa itu adalah IUPAC : 2–etoksi isopropana Trivial : isopropil etil eter O CH2 CH3 b.3 Tata Nama Eter Sebutkan nama senyawa eter berikut. Isomer fungsional adalah rumus molekul sama. Jadi. Oleh karena itu. dan diberi akhiran –oksida atau dengan nama kedua alkil yang terikat pada oksirana dan diberi akhiran –oksirana. Butilen oksida H 2C O CH2 Contoh 6.

Etanol berisomer dengan dimetil eter (C2H6O). 1993 c. Dietil eter dapat dibuat melalui pemanasan etanol dengan asam sulfat pekat pada suhu sekitar 140°C hingga reaksi dehidrasi sempurna.7 Sifat Fisika Eter (Titik Didih dan Kelarutan) Titik Didih (°C) –24. Nama Dimetil eter Dietil eter Oksirana Di samping kegunaannya sebagai anestetik. M). lilin.6). tetapi eter dapat berantaraksi dengan air dan alkohol. eter cenderung stabil. Pada umumnya eter bersifat racun. Sumber: Heineman Advanced Science: Chemistry. Sifat dan Kegunaan Eter Tidak seperti alkohol. Karena itu. tetapi jauh lebih aman jika dibandingkan kloroform untuk keperluan obat bius (Gambar 6.7. dimetil eter berwujud gas. Umumnya eter dibuat dari dehidrasi alkohol. dietil eter secara luas dipakai sebagai pelarut untuk lemak.4 Isomer Alkohol dan Eter Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa dengan rumus molekul C3H8O. atau zat-zat lain yang kurang larut dalam air. Eter kurang larut di dalam pelarut air dibandingkan alkohol.5 Kelarutan (g 100mL) Larut sempurna 8. Jawab Berdasarkan fungsionalnya: CH3–O–CH2–CH3 (dietil eter) Berdasarkan posisi gugus hidroksil: CH3–CH2–CH2–OH (n–propanol) CH3–CH–CH3 (2–propanol) OH Jadi. eter tidak memiliki ikatan hidrogen antarmolekul sehingga titik didih eter di bawah titik didih alkohol untuk jumlah atom karbon yang sama. Pada suhu kamar. 168 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tabel 6.0 34. ada tiga isomer yang mungkin.6 Sejak zaman dulu. Makin tinggi rantai alkil dalam eter makin kurang kelarutannya di dalam air. kecuali pada suhu tinggi. 2000 Gambar 6.0 Larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. Demikian juga dalam asam dan basa. Walaupun sesama molekul eter tidak terjadi antaraksi.Contoh 6. Eter tidak bereaksi dengan hampir semua oksidator maupun reduktor. sedangkan etanol berwujud cair. eter sering digunakan sebagai pelarut untuk reaksi-reaksi organik. Penggunaan eter harus hati-hati karena mudah terbakar. Divinil eter (CH 2=CH–O–CH=CH 2) memiliki kemampuan anastetik tujuh kali lebih besar daripada dietil eter.5 13. misalnya etanol dan dimetil eter. Hal ini disebabkan eter memiliki kepolaran rendah. tetapi wujudnya berbeda. Perhatikan Gambar 6. eter digunakan sebagai zat pembius.

Kemudian. 10.2–dimetilpentanol b. dan tersier. 3. padahal massa molekul relatif kedua senyawa itu tidak berbeda jauh? Mengapa senyawa eter pada umumnya kurang larut di dalam air. tetapi larut dalam benzen? Tuliskan suatu reaksi pembuatan etil metil eter dengan cara Williamson. tentukan nama masing-masing isomer itu dengan menggunakan Senyawa Organik 169 . R' = Karbon primer atau metil. 5.Penangas minyak Gambar 6.7 Pembuatan eter dari alkohol Alkohol 140°C Es Eter Sumber: Sougou Kagashi H 2 SO 4 CH3CH2OH + HOCH2CH3 ⎯⎯ ⎯→ CH3CH2–O–CH2CH3 + H2O Sintesis eter secara besar-besaran dengan metode illiamson. atau aril. yaitu reaksi antara alkil halida dengan alkoksi atau fenoksi. a. aturan IUPAC dan trivial. b. CH3 6. 2. Jelaskan mengapa alat-alat kedokteran. 4–heksen–2–ol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut. difenil eter c. Jelaskan berdasarkan reaksi fermentasi gula. 2. Mengapa oksirana lebih larut di dalam air daripada dimetil eter. C 4. dietil oksirana Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa yang memiliki rumus molekul C4H10O. terutama untuk operasi harus direndam dalam alkohol. persamaan reaksinya secara umum: RO + R'X ⎯→ R–O–R' + X– Keterangan: R = Karbon primer. 8. 2–metoksi butana b. Gambarkan struktur isomer posisi dari alkohol dengan rumus molekul C5H12O. Air nira jika disimpan lama atau dipendam dalam tanah selama lebih dari satu minggu akan berubah menjadi suatu alkohol (arak). a. Kata Kunci • • Metode Williamson Dehidrasi Tes Kompetensi Subbab 1. a. Tuliskan rumus struktur dari senyawa alkohol berikut. sekunder. Kerjakanlah di dalam buku latihan. OH H3 C CH2 C CH2 CH2 CH2 CH3 7. Tuliskan rumus struktur dari senyawa eter berikut. CH3 H3 C CH2 C CH2 HO CH CH2 CH2 CH3 CH3 9.

asam karboksilat. Menurut sistem IUPAC. dan ester.D. Contoh: O O H3C H H C Cl 4-kloropentanal H3C H2 C CH CH3 H2 C O H3C H C CH C H 2-butenal C CH2 H2 C C H 3-metilpentanal 170 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . C H O Rumus umum aldehid Beberapa senyawa aldehid yang umum di antaranya adalah O H C H IUPAC: Metanal Trivial : Formaldehid O H3C C H Etanal Asetaldehid O H3C H2 C C H Propanal Propionaldehid Berdasarkan contoh tersebut. Oleh karena itu. aldehid disebut juga alkanal. Aldehid dan Keton Beberapa senyawa yang memiliki gugus karbonil antara lain aldehid.8 Gugus aldehid selalu di ujung rantai hidrokarbon. Aldehid (R–COH) Aldehid merupakan salah satu kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus karbonil. atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan satu atom hidrogen dan satu gugus alkil (R) atau aril (Ar). Tata Nama Aldehid Aldehid sudah dikenal sejak lama sehingga penataan nama menggunakan nama trivial sering dipakai. dengan rumus umum R–COH. O C Gugus karbonil 1. keton. rantai terpanjang harus mengandung gugus aldehid. Ketika bahan perekat diaplikasikan.9 Proses pelapisan kertas Senyawa karbonil sering digunakan sebagai pelarut dalam bahan perekat. Tata nama pada aldehid sama dengan tata nama pada alkohol. Carilah informasi tentang metode atau prosedur untuk mengidentifikasi adanya formalin dalam suatu material. pelarut menguap meninggalkan bahan perekat. a. Gugus tersebut terletak di ujung rantai karbon induk yang diakhiri dengan atom hidrogen. Kegiatan Inkuiri Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. 2000 Gambar 6. nama aldehid diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a menjadi –al. R Gambar 6. Aldehid adalah salah satu kelompok senyawa karbonil yang memiliki gugus karbonil yang berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya.

Persamaan reaksi secara umum adalah sebagai berikut. NaIO4. atau K2Cr2O7. termasuk sifat-sifatnya yang dapat melindungi. Jadi. Kata Kunci • • Gugus karbonil Reaksi Friedel-craft Senyawa Organik 171 . Gugus karbonil pada aldehid menunjukkan gugus yang bersifat polar.10. Disamping itu. seperti titik didih lebih tinggi (50–80°C) dibandingkan senyawa hidrokarbon dengan masa molekul relatif sama. Produknya dinamakan bakelite. Dia bermigrasi ke Amerika Serikat. 1997. penamaan menurut trivial dan IUPAC adalah Trivial : isopentilaldehid IUPAC: 4–metilpentanal b.Contoh 6. 3C2H5OH(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 8CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi alkohol primer. Kepolaran gugus karbonil ditunjukkan oleh sifat fisika aldehid. kemudian dia mempelajari reaksi fenol dan formaldehida.5 Penataan Nama Aldehid Tuliskan nama senyawa aldehid berikut menurut IUPAC dan trivial. dapat juga dilakukan dengan pereaksi Grignard (R–Mg–X). sintesis aldehid dapat juga dilakukan dengan reaksi riedel-craft menggunakan aril halogen dan katalis AlCl3 atau AlBrO3. Hal ini disebabkan oleh atom oksigen dan karbon mempunyai perbedaan keelektronegatifan cukup besar. R ⎯ CH2 ⎯ OH ⎯⎯→ R Alkohol primer [ ] C H Aldehid Oksidator yang digunakan adalah oksidator kuat seperti KMnO4. Bahan ini tahan panas. Industri radio dan televisi memanfaatkan keuntungan bakelit yang mudah dibentuk. Etanol + dikromat + asam sulfat Baekland lahir di Belgia. Sekilas Kimia Leo Baekland (1863–1944) H3C CH H3 C CH2 CH2 C O H Jawab Residu alkil yang mengikat gugus aldehid adalah suatu isopentil. Asetaldehida Gambar 6. Sifat dan Kegunaan Aldehid Aldehid disintesis melalui oksidasi alkohol primer. O Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. Dia membuat plastik pada tahun 1907 dengan mereaksikan fenol dengan formaldehida.10 Oksidasi alkohol primer dengan dikromat menghasilkan aldehid. tetapi kelemahannya adalah warnanya yang gelap. Perhatikan Gambar 6.

12 Oksidasi metanol membentuk formaldehida. M). Aldehid dengan berat molekul rendah memiliki bau yang tajam. CH3OH + CuO → HCOH + H2O Metanol Sumber: Sougou Kagashi Contoh 6.Tabel 6.11 Formalin digunakan untuk pengawet organ biologis (tidak untuk makanan).6 Pembuatan Aldehid Tuliskan reaksi pembentukan formaldehid dari metanol menggunakan oksidator KMnO4. Jawab OH H C H 4 H ⎯⎯⎯⎯ H → O KMnO C H 172 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Formaldehid diperoleh melalui oksidasi metanol. HCHO (metanal atau formaldehid) dan CH3CHO (etanal atau asetaldehid). 1993 Formaldehid Asetaldehid Propionaldehid Butiraldehid Benzaldehid Isobutiraldehid Sumber: Sougou Kagashi Gambar 6. Cu Air 50 °C Gambar 6. Misalnya. Dengan meningkatnya massa molekul aldehid.8 Nama Sifat Fisika Senyawa Golongan Aldehid Titik Didih (°C) –21 20 49 76 178 64 Kelarutan dalam Air (g 100mL) Larut sempurna Larut sempurna 16 7 Kurang larut Tidak larut Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. dijual sebagai pengawet spesies biologi. baunya menjadi lebih harum. Beberapa aldehid dari hidrokarbon aromatis memiliki bau khas yang menyegarkan. Kegunaan utama formaldehid untuk industri plastik dan resin. Gas yang terbentuk jika dilarutkan ke dalam air sampai 37% dinamakan formalin.

Penamaan dengan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a dengan –on.13 Posisi gugus karbonil pada keton selalu di antara rantai hidrokarbon. Gugus alkil Gugus karbonil Gambar 6. dan atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan dua residu alkil (R). atom karbon pada gugus karbonil diambil nomor yang terendahnya. O R C R' Rumus umum keton a.9 O H3C C O H3C C H2 C H2 C O H3 C C CH2 CH3 CH3 Penataan Nama pada Keton Menurut Trivial dan IUPAC Trivial Dimetil keton Etil metil keton Dietil keton Sikloheksanon IUPAC Propanon 2–butanon 3–pentanon Sikloheksanon Rumus struktur CH3 O Senyawa Organik 173 . Penamaan secara trivial. Dengan kata lain. Beberapa rumus struktur keton di antaranya: O H3C C C2H5 CH3 O C CH3 H3C O C C6H13 Berdasarkan rumus struktur tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa keton memiliki rumus umum sebagai: RCOR'. Keton (R–CO–R') Keton tergolong senyawa karbonil karena memiliki gugus fungsional C=O.2. pada senyawa keton dikenal juga nama IUPAC dan nama trivial.9. dan atau aril (Ar). Tabel 6. Tata Nama Keton Sebagaimana halnya aldehid. kemudian diikuti dengan kata keton. Oleh karena itu. kedua gugus alkil atau aril yang terikat pada gugus karbonil disebutkan lebih dulu menurut alfabet. Penomoran rantai karbon induk diberikan kepada atom karbon yang terdekat dengan gugus karbonil. keton secara umum disebut golongan alkanon. dengan residu alkil (R) atau aril (Ar) dapat sama atau berbeda. Contoh penamaan senyawa keton terdapat dalam Tabel 6.

n-propil alkohol Penamaan pada Keton Berilah nama pada senyawa keton berikut menurut IUPAC dan trivial. tentukan rantai induk terpanjang yang mengandung gugus karbonil dengan nomor paling rendah. Isomer pada Keton Isomer posisi yang terjadi pada keton disebabkan oleh adanya perubahan dalam kedudukan gugus karbonil dalam rantai. Trivial: isobutil metil keton 2–propanol CH3 propanon Jadi.Contoh 6. Reaksi antara aldehid atau keton dengan pereaksi 2.4-dinitrofenilhidrazin NO2 Aldehid 2.. apabila dioksidasi akan membentuk ..4–dinitrofenilhidrazon. propanol B. O H2 C C Propanal H H3C O H2 C C Propanon H Reaksi Identifikasi Aldehid dan Keton Untuk mengenal adanya gugus aldehid dan keton dalam suatu senyawa dapat dilakukan dengan pereaksi . Persamaan reaksinya: NO2 R C O2N O + O2N H N NH2 ⎯→ H3CHC N H N NO2 H Asetaldehid 2. propanon D. penataan nama menurut IUPAC dan trivial adalah IUPAC: 4–metil–2–pentanon. CH3 CH CH3 CH2 C O CH3 Pembahasan Reaksi adisi: CH3–CH=CH2 + H2O → OH CH3 CH O CH3 C [0]→ CH3 ⎯⎯ Jawab Menurut IUPAC. asam propanoat E. (C) SPMB 2004 b.4-dinitrofenilhidrazin Aseton 2. H3C c. –dinitrofenilhidrazin. propenol C.4-dinitrofenilhidrazon O2N O H3C C CH3 Aseton + O2N H N NH2 ⎯→ H3C C CH3 NHN NO2 2. misalnya: O H3C CH 2 CH 2 C 2-pentanon O CH 3 H3C CH2 C 3-pentanon CH2 CH3 Selain isomer posisi dalam molekul itu sendiri.7 Mahir Menjawab Hasil reaksi adisi H2O pada C3H6.4–dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan dari 2. A. hasil akhir adalah propanon.4-dinitrofenilhidrazon 174 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Jadi. misalnya propanal berisomeri fungsional dengan propanon.. keton dapat juga berisomeri fungsional dengan aldehid.

Aldehid mudah dioksidasi menghasilkan asam karboksilat. sedangkan keton tidak terjadi reaksi.14 Tes tollen digunakan untuk membedakan aldehid dan keton.14) Prinsip dasarnya adalah kemudahan oksidasi kedua golongan senyawa ini. (Gambar 6.Untuk membedakan aldehid dan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi. Kata Kunci • • Tes Tollen Pereaksi Fehling CuO Endapan merah bata Gambar 6. 2000 Gambar 6. tetapi tidak oleh keton. Cara lain untuk membedakan aldehid dan keton adalah dengan pereaksi ehling (larutan Cu2+ dalam Basa kuat seperti KOH). sedangkan keton tidak terjadi reaksi. Jika terbentuk cermin. campurkan cuplikan dengan pereaksi Tollen pada tabung reaksi bersih. Dengan oksidator kuat pada kondisi tertentu akan terjadi reaksi: R C [O] O ⎯⎯→ R C O H OH (Suatu asam karboksilat) R1 C [O] O ⎯⎯→ Tidak terjadi reaksi R2 Tes Tollen (larutan AgNO3 dalam amonia berlebih) merupakan metode yang digunakan untuk membedakan aldehid dan keton di laboratorium. Sumber: Heinemann Advanced Science: Chemistry. menunjukkan adanya aldehid. Aldehid dapat mereduksi larutan Fehling membentuk endapan merah Cu 2O.15 Pereaksi Fehling akan memberikan endapan berwarna merah bata. Perak(I) mudah direduksi menjadi logam perak oleh aldehid. Untuk mengujinya. Jika senyawa adalah aldehid maka setelah beberapa menit logam perak akan menempel pada bagian dalam tabung sebagai pelapis yang reflektif (reaksi yang digunakan untuk membuat cermin). sedangkan keton tahan terhadap oksidasi.15. Aldehid Sumber: Sougou Kagashi R C H Aldehid → O + 2CuO ⎯⎯ R C OH O + Cu2O Asam karboksilat Senyawa Organik 175 . Perhatikan Gambar 6.

176 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .10 Sifat Fisika Senyawa Keton Aseton Metil etil keton 2–pentanon 3–pentanon 2–heksanon 3–heksanon Aseton merupakan senyawa keton paling sederhana. 3CH3CH(OH)CH3(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 3CH3–CO–CH3(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O ( ) K 2Cr 2O 7 Aseton Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi. Pembuatan. keton dapat dibuat melalui reaksi Friedel-craft terutama untuk pembuatan aril keton dengan katalis aluminium halida. pembersih cat kayu. 2 –propanol Gambar 6. Dalam industri. b. dan Kegunaan Keton Pembuatan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi alkohol sekunder (seperti yang telah diterangkan pada bagian alkohol). Persamaan kimianya: O + R Benzena O → Cl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C C Aril keton R Asil klorida a. c. Keton dengan jumlah atom C rendah (C1 – C5) berwujud cair pada suhu kamar. aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform. Titik didih beberapa senyawa keton ditunjukkan pada tabel berikut. Oleh karena keton memiliki gugus karbonil yang polar maka senyawa keton larut dalam pelarut air maupun alkohol. Cairan ini sering digunakan sebagai pelarut untuk vernish. 1985 Tabel 6. dan pembersih cat kuku. Beberapa sifat senyawa keton yang umum adalah sebagai berikut.16 Oksidasi alkohol sekunder dengan dikromat keton. Kelarutan senyawa keton berkurang dengan bertambahnya rantai alkil.d. Aseton berwujud cair pada suhu kamar dengan bau yang harum. Adanya kepolaran menimbulkan antaraksi antarmolekul keton sehingga senyawa keton umumnya memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa nonpolar yang massa molekulnya relatif sama. Nama Rumus CH3COCH3 CH3COC2H5 CH3COC3H7 C2H5COC2H5 CH3COC4H9 C2H5COC3H7 Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) – 94 – 86 – 76 – 41 – 35 56 80 102 101 150 124 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. Sifat.

D 5. 7. Berapa jumlah isomer yang mungkin dapat dibentuk dari senyawa dengan rumus molekul C3H6O? Apakah pereaksi 2. 3. Tuliskan rumus struktur dari senyawa keton berikut. a. baik posisi maupun fungsional? Jelaskan. Apakah dugaan si Badrun cukup beralasan? Terangkan.Kegiatan Inkuiri Aseton dapat melarutkan lemak.3–dietil–5–oktenal Tuliskan reaksi pembuatan formaldehid dari reduksi gas CO dengan gas H2 menggunakan katalis Pt. etil vinil keton c. 3–fenilheksanal c. Ketika esok harinya akan digunakan praktikum. Selain cara pada nomor 7. 4–metil–3–heksena–2–on 6. E. 2–bromo–3–pentunal b. Apakah senyawa dengan rumus molekul C2H4O memiliki isomer. difenil keton b. 1. Si Badrun menyimpan asetaldehid di gelas kimia tidak ditutup. 3.4–dinitrofenilhidrazin dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Jelaskan. Si Badrun menduga dibuang oleh temannya. a. 2. Mungkinkah kotoran berlemak yang menempel pada pakaian dapat dibersihkan oleh aseton? Diskusikan dan selidiki dengan teman kelompok Anda. ditemukan semua asetaldehid hilang. metode apa lagi yang dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Gula pasir apabila direaksikan dengan larutan Fehling akan terbentuk endapan berwarna merah bata. Ester adalah turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus alkoksi dari alkohol. Asam Karboksilat (R–CO–OH) Asam karboksilat memiliki gugus fungsional karboksil (–COOH) dengan rumus umum: R C OH O Rumus umum asam karboksilat Beberapa contoh asam karboksilat adalah sebagai berikut. tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam karboksilat karena menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. 8. Walaupun gugus karboksilat merupakan gabungan gugus karbonil dan gugus hidroksil. Tes Kompetensi Subbab 1. O H3C C OH Asam format O H3C CH2 C OH Asam asetat O H3C CH2 CH2 C OH Asam propionat Senyawa Organik 177 . mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. 4. 9. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa aldehid berikut. Asam Karboksilat dan Ester Asam karboksilat mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil.

seperti α. Adapun trivial menggunakan huruf unani. artinya cuka) dari hasil distilasi cuka. penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana.17 Makanan yang mengandung asam karboksilat. Oleh sebab itu.11. di mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat digolongkan sebagai alkanoat. Asam format (formica. β. Tata Nama Asam Karboksilat Asam asetat merupakan senyawa pertama yang ditemukan dari golongan asam karboksilat. a. γ dan dimulai dari atom karbon nomor 2 dari sistem IUPAC.2. asam butirat (butyrum. O C OH Asam sikloheksana karboksilat O C OH Asam-siklo-2-heksena karboksilat O H3C CH CH3 CH2 C OH Asam-3-metilbutanoat ( β –metilbutirat) 178 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan seterusnya. 2000 Gambar 6. artinya semut) diperoleh melalui distilasi semut.3. Tabel 6. domba) diperoleh dari lemak domba. asam asetat (acetum. seperti ditunjukkan berikut ini. penataan nama dimulai dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat. dan asam kaproat (caper.11 Penataan Nama Asam Karboksilat Menurut Trivial dan IUPAC Rumus H–COOH CH3–COOH CH3–CH2–COOH CH3–(CH2)2–COOH CH3–(CH2)3–COOH CH3–(CH2)4–COOH CH3–(CH2)5–COOH CH3–(CH2)6–COOH CH3–(CH2)7–COOH CH3–(CH2)8–COOH Nama Trivial Asam format Asat asetat Asam propionat Asam butirat Asam valerat Asam kaproat Asam enantat Asam kaprilat Asam pelargonat Asam kaprat Nama IUPAC Asam metanoat Asam etanoat Asam propanoat Asam butanoat Asam pentanoat Asam heksanoat Asam heptanoat Asam oktanoat Asam nonanoat Asam dekanoat Kata Kunci • Gugus karboksilat Pemberian nomor atom karbon pada asam karboksilat menurut sistem IUPAC dimulai dari atom karbon gugus karbonil dengan angka 1. Menurut sistem IUPAC. penataan nama asam karboksilat umumnya diambil dari bahasa Latin berdasarkan nama sumbernya di alam. kelapa) ditemukan dalam santan kelapa. Beberapa nama asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6.Sumber: Chemistry: The Central Science. Contoh penataan nama asam karboksilat: O 5 4 3 2 1 H3C CH2 γ CH2 β CH2 α C OH Asam pentanoat (asam valerat) Untuk gugus karboksil yang terikat langsung pada gugus siklik.

terletak pada banyaknya zat lain selain vitamin C yang terkandung dalam jeruk.12. Di seluruh dunia. Tabel 6. Pada atom nomor 2 terikat gugus metil. Kimiawan Organik berusaha mensintesis senyawa tersebut. yang pertama kali digunakan tanpa pengetahuan komposisi kimianya. nama asam karboksilat tersebut adalah IUPAC : asam 4–etil–2–metilheksanoat Trivial : asam γ–etil–α–metil–kaproat CH2 CH CH3 C OH Suatu asam karboksilat dapat memiliki dua gugus fungsi CO 2H. asam suksinat. R). Beberapa asam dikarboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. Asam tartrat misalnya.8 Penamaan Asam Karboksilat Tuliskan nama untuk asam karboksilat berikut. Sintesis vitamin C dari glukosa lebih murah daripada mengekstraknya dari sitrus atau sumber alami lainnya. Senyawa-senyawa tersebut diisolasi dari bahan alam. asam malat. Zat-zat tersebut dinamakan produk alami. asam fumarat. Senyawa Organik 179 . Perbedaan yang dihasilkan dari hasil sintesis dan dari bahan alami. dan pada atom nomor 4 terikat gugus etil. baru diketahui struktur kimianya pada tahun 1933. Struktur vitamin C adalah senyawa organik asam karboksilat. Pada tahun 1933. J and Fay. dan oksalo asetat adalah zat antara dalam metabolisme karbohidrat di dalam sistem sel. Tingginya titik didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antarmolekul asam membentuk suatu dimer. 2001 Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. O H3C CH2 CH CH2 CH3 Jawab Rantai induk mengandung enam atom karbon atau suatu heksanoat. seperti jeruk. lebih dari 80 juta pon vitamin C disintesis setiap tahunnya. yaitu asam askorbat. dikenal sebagai dikarboksilat. Seperti vitamin C yang berasal dari buah lemon dan sitrus lainnya. adalah hasil samping fermentasi anggur. Sumber: Chemistry (Mc Murry. dengan struktur molekul seperti berikut.Contoh 6. Sifat dan Kegunaan Asam Karboksilat Dua asam karboksilat paling sederhana adalah asam metanoat dan asam etanoat.12 Penataan Nama Asam Dikarboksilat (Trivial dan IUPAC) Rumus Struktur HOOC – COOH HOOC – CH2– COOH HOOC –(CH2)2–COOH cis – HOOC – CH=CH – COOH trans – HOOC – CH=CH – COOH HOOC – (CH2)4 – COOH Nama Trivial Asam oksalat Asam malonat Asam suksinat Asam maleat Asam fumarat Asam adipat Nama IUPAC Asam etanadioat Asam propanadioat Asam butanadioat Asam cis–butenadioat Asam trans–butenadioat Asam heksanadioat HO H H C H C O O HO C C H C C OH HO Pada saat struktur kimia vitamin C diketahui. masing-masing memiliki titik didih 101°C dan 118°C. Contoh senyawa kelompok ini adalah asam sitrat. sintesis vitamin C dapat dilakukan secara lengkap. CH2 HO C CH2 CO2H CO2H CO2H Asam sitrat b. keduanya sama. Rumus strukturnya seperti berikut. Jadi. Sekilas Kimia Vitamin C Prioritas pengembangan kimia organik pada abad ke–20 hanya pada zat yang bersumber dari alam. Namun pada dasarnya.

Dengan bertambahnya panjang rantai. Asam ini dapat mengakibatkan kulit melepuh. Wujud asam asetat murni menyerupai es.19). Asam asetat (cuka) berwujud cair dan berbau menyengat. tetapi kepolaran berkurang dengan bertambahnya rantai karbon. dan membasmi hama. Titik beku dan titik didih dari asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. lemak dapat larut di dalam benzena dan eter (lemak adalah ester dari asam karboksilat). 1993 Kata Kunci • • • Dikarboksilat Trikarboksilat Dimer Senyawa utama asam karboksilat yang dibuat secara besar-besaran adalah asam metanoat. disebut sebagai asam asetat glasial.13 Titik Beku dan Titik Didih Asam Karboksilat Senyawa Format Asetat Propionat Butirat Valerat Kaproat Laurat Miristat Palmitat Stearat Titik Beku (°C) 8 16.18 Jeruk mengandung asam sitrat dapat digunakan untuk membersihkan karat pada besi.13. Asam asetat digunakan untuk selulosa. Asam karboksilat juga dapat larut di dalam pelarut yang kurang polar. dan asam propanoat (Gambar 6. Cuka Bumbu masak Cat Ditinjau dari gugus fungsionalnya. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut. sedangkan asam karboksilat yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut. asam butirat ditemukan dalam keringat manusia yang berbau tidak sedap. akibatnya kelarutan di dalam air juga berkurang. Tabel 6. empat deret pertama asam karboksilat (format. dan besi mudah berkarat. Contohnya. Sebagaimana alkohol. Makin panjang rantai atom karbon. kayu menjadi lapuk. Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. dan butanoat) dapat larut baik di dalam air. bau asam karboksilat menjadi lebih tidak disukai. alkohol. seperti eter. etanoat. makin berkurang kepolarannya. M).19 Kegunaan asam karboksilat Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. propanoat.O H3C C OH HO C O CH3 Struktur dimer dari asam asetat Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. Asam metanoat berwujud cair dan berbau tajam.5 118 141 164 187 205 225 251 269 287 Pengawet Asam Karboksilat Minuman Pencelup Pembasmi serangga Plastik Gambar 6. 2000 Gambar 6.6 –22 –6 –34 –3 44 54 63 70 Titik Didih (°C) 100. Asam metanoat digunakan untuk peracikan obat (aspirin). asam etanoat. dan benzena. menggumpalkan getah karet (lateks). penahan warna 180 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat menimbulkan titik didih dan titik beku lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama. bumbu dapur. Oleh karena itu. asam karboksilat umumnya bersifat polar. Kelarutan di dalam pelarut kurang polar ini makin tinggi dengan bertambahnya rantai karbon.

Persamaan kimianya: Asam sulfat Dikromat Alkohol ⎯ 3R–CH2OH + 2Cr2O72– + 16H+ ⎯→ 3R–COOH + 4Cr3+ + 11H2O 2) Hidrolisis Nitril (Sianida Organik) Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. asam pentanoat b. seperti kecap. Jadi. dan minuman dari buah-buahan. kelarutannya di dalam air paling kecil. Pada reaksi ini terbentuk amonia. 1) Oksidasi Alkohol Primer Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat. pembuatan cat.agar tidak mudah luntur.9 Kelarutan Asam Karboksilat di Dalam Air Di antara isomer karboksilat berikut.20 Percobaan pembuatan cuka di laboratorium Contoh 6. kelarutan paling tinggi di dalam air adalah asam pentanoat.2–dimetil propanoat) makin kurang kepolaran. Persamaan kimianya: Campuran alkohol+dikromat + asam sulfat Air pendingin Kalor Asam asetat (cuka) Sumber: Sougou Kagashi ⎯ R–CN + 2H2O + HCl ⎯→ R–COOH + NH3 + HCl Gambar 6. asam 3–metilbutanoat d. 2.2–dimetil propanoat Jawab Makin banyak cabang pada rantai induk (asam 2. Ester (R–COOR') Ester adalah senya a yang dapat dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon. asam 2. Pembuatan Asam Karboksilat Asam karboksilat dapat dibuat dengan cara oksidasi alkohol atau hidrolisis senyawa nitril. Asam benzoat (asam karboksilat aromatik) digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan. Oleh karena itu. saos tomat. asam 2–metilbutanoat c. O H3C C O CH3 O H3C CH2 C O CH3 CH4 H3C CH2 C O O CH3 Senyawa Organik 181 . mana yang memiliki kelarutan paling tinggi di dalam pelarut air dan di dalam benzena? a. dan pelarut. tetapi kelarutan di dalam benzena paling besar. c. seperti natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. Beberapa contoh ester ditunjukkan berikut ini.

Berdasarkan contoh tersebut. Jadi. nama ester tersebut adalah isobutil butanoat atau isobutil butirat. Contoh penataan nama ester ditunjukkan berikut ini.10 Penamaan Ester Tuliskan nama senyawa ester berikut. b. The carboxylic group is pointed by the bold letters. a. Dalam ester. Dari asam format (HCOOH): Metil format HCOO–CH3 HCOO–CH2CH3 Etil format HCOO–CH2CH2CH3 n–propil format Dari asam asetat (CH3COOH): CH3COO–CH3 Metil asetat Etil asetat CH3COO–CH2CH 3 CH3COO–CH2CH2CH3 n–propil asetat Catatan Note Gugus karboksilat ditunjukkan dengan huruf tebal (bold). Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C4H8O2 adalah sebagai berikut. O H3C CH2 CH2 C O CH3 CH CH2 CH3 Jawab Residu alkil adalah suatu isobutil. Tata Nama Ester Penataan nama ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti gugus asam karboksilat yang menyusun ester dengan menghilangkan kata –asam. dapat disimpulkan bahwa rumus umum ester adalah O R C OR' Rumus umum ester Gugus –OH dari gugus karboksil diganti oleh gugus –OR'. Contoh 6. Isomer struktur: O H C O CH CH3 CH3 Isopropil format O H3C C O CH2 CH3 Etil asetat O H3C H2C C O CH3 Metil propanoat O H C O CH2 CH2 CH3 Propil format 182 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . sedangkan gugus karboksilatnya adalah suatu butanoat atau butirat. Isomer Ester Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat. R dan R' dapat sama atau berbeda.

asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. Jadi. Di industri. ester disintesis dalam dua tahap. Selanjutnya. asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester. Pembuatan Ester (Esterifikasi) Berbagai metode pembuatan ester telah dikembangkan. dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih. asam sulfat ditambahkan sebagai pendehidrasi (katalis). produk yang dihasilkan pun sedikit. c. Persamaan reaksi yang terjadi adalah O H 3C C OH → + SOCl2 ⎯⎯ H 3 C C O O Cl + SO2 + HCl O H 3C C Cl + HO H 2 C CH 3 Basa ⎯⎯⎯ H 3 C C → O CH 2 CH 3 + Basa. Pada reaksi ini. tetapi berbeda baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk.HCl Senyawa Organik 183 . untuk memperoleh hasil yang banyak.Isomer fungsional: O H3C CH2 CH2 C OH Asam butanoat O H3C CH C CH3 OH 2-metilpropanoat ( α -metil propionat) Keenam rumus struktur di atas memiliki rumus molekul sama. Salah satu metode umum yang digunakan adalah reaksi alkohol dengan asam karboksilat. asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida. metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). Pertama. Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil. ester dan asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya.21 Pembuatan ester di laboratorium Air dingin Sumber: Sougou Kagashi Reaksi keseluruhannya adalah O R C OH Asam karboksilat Alkohol O + HO R' H 2SO 4 R C O Ester + H2O R' Air Pada sintesis ester. yaitu C4H8O2. Asam asetat Alkohol Asam sulfat kalor Asam sulfat pekat Asam asetat + alkohol Gambar 6. Oleh karena itu. Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak.

2000 Gambar 6. ion alkoksida mengikat proton dari asam karboksilat dan terbentuk alkohol yang tidak membentuk kesetimbangan. Hidrolisis ester tiada lain adalah mengubah ester menjadi alkohol dan garam yang berasal dari turunannya. Proses hidrolisis berlangsung sempurna jika dididihkan dengan pelarut basa. seperti NaOH. Misalnya. yakni suatu ester yang diperoleh melalui reaksi asam nitrat dengan gliserol dalam asam sulfat pekat. berwujud cair. Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna. Reaksi penyabunan bukan merupakan reaksi kesetimbangan sebagaimana pada esterifikasi sebab pada akhir reaksi. Perekat Esens CH2 CH CH2 O O O Gliserol H H H CH2 → + 3HONO2 ⎯⎯ CH (HNO3) O O O NO2 NO2 + 3H2O NO2 Gambar 6. oktil asetat (rasa jeruk orange). Ester-ester ini banyak ditemukan dalam buah-buahan atau bunga.Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi.23 Kegunaan ester CH2 Nitrogliserin Nitrogliserin merupakan cairan seperti minyak dan mudah meledak. Tuliskan rumus struktur dari asam karboksilat berikut. Misalnya. H2SO4 C2H5COOC2H5 + H2O ⎯⎯⎯→ C2H5COOH + C2H5OH C2H5COOC2H5 + NaOH ⎯⎯ C2H5COONa + C2H5OH → Ester asam karboksilat dengan massa molekul relatif rendah umumnya tidak berwarna. Ester-ester ini umumnya memiliki rasa buah.22 Pisang mengandung ester etil asetat. etil asetat (rasa pisang). asam–2. Bagaimana pengaruhnya terhadap gigi yang mengandung kalsium sebagai bahan utamanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tes Kompetensi Subbab 1. Hidrolisis ester disebut juga reaksi penyabunan. nitrogliserin. CH3 OCH2CH2C CH3 H3CH2CH2C O C O CH2CH2C CH3 H CH3 C Isoamil asetat (esens apel) Isoamil butirat (esens cokelat) Ester Parfum Ester banyak digunakan sebagai esens buatan yang berbau buah-buahan (Gambar 6. Beberapa ester minyak dan makanan ditunjukkan berikut ini. dan memiliki bau yang sedap. Jika disisipkan ke dalam absorben tertentu. Kata Kunci • • • Esterifikasi Reaksi kesetimbangan Reaksi penyabunan d. O H3C Zat aditif makanan Sabun Sumber: Topishe Fruchte.6–diaminoheksanoat (lisin) 184 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . disebut dinamit. a. E Jika Anda makan mi bakso kadang-kadang ditambahkan cuka. 2. hidrolisis etil asetat.23). dan etil butirat (rasa stroberi). mudah menguap. Misalnya. Sifat dan Kegunaan Ester Ester dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam atau basa. amil asetat (rasa nanas). asam– α –aminopropionat (alanin) c. Terdapat beberapa ester penting yang diturunkan dari asam anorganik. asam– α –hidroksiasetat b.

Golongan penting lainnya dari senyawa karbon yang serupa dengan itu adalah senyawa amina. dihasilkan larutan berwarna ungu gelap. dengan satu atau kedua atom H diganti oleh gugus hidrokarbon. etil valerat g. amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata –amino. senyawa yang bersumber dari ter batu bara. Tata nama trivial untuk ketiga senyawa tersebut diturunkan dari nama gugus alkilnya.com NH2 H3C NH CH2 CH3 H3C N CH3 CH3 Trimetilamin (amina tersier) Penataan nama secara sistematis (IUPAC). neobutil pentanoat d. Contoh: NH2 H H3C CH2 CH2 NH2 H3C CH2 CH CH3 H3C H2C N CH3 Propilamina 1-metilpropilamina N-metiletilamina Perkin membuat revolusi terhadap industri kimia dengan membuat warna buatan. etil salisilat 5. dan amina tersier (R3–N). tetapi dia hanya memperoleh kotoran lengket berwarna hitam. Contoh: H3C CH CH3 Isopropilamin (amina primer) Etilmetilamin (amina sekunder) Sumber: ironorchid. Pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat dilakukan dalam alat refluks dengan katalis HCl kering. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen Alkohol dan eter dapat dianggap turunan dari H2O.3. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat? F. amina sekunder (R2–NH). Nomor atom karbon terkecil diberikan kepada atom karbon yang mengikat gugus –NH2. Warna ini digunakan dalam industri-industri tekstil dan dinamakan mauve (warna ungu muda). vinil asetat e. Dia mencoba membuat obat kina dari anilin. Ketika zat tersebut dicuci dengan alkohol. metil heksanoat b. H N H Amonia Sekilas Kimia William Henry Perkin (1838–1907) H H N R1 H R1 Amina primer H N R2 R1 Amina Sekunder R3 N R2 Amina tersier 1. Senyawa Amina Terdapat tiga jenis amina sesuai dengan jumlah atom H yang dapat digantikan oleh gugus alkil. NH2 H3C CH CH CH2 CH CH3 NH2 Fenilamina (anilin) 5-amino-2-heksena Senyawa Organik 185 . Amina adalah turunan amonia yamg satu atau lebih atom hidrogennya digantikan oleh gugus alkil. isoamil butirat f. yaitu amina primer (R–NH2). isobutil butirat c. a. Tuliskan rumus struktur dari senyawa ester berikut. a. b. Dari larutan ini menghasilkan kristal warna ungu muda. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi.

Tuliskan rumus struktur dari 2. Sifat-Sifat Amina Amina primer dengan berat molekul rendah berupa gas atau cairan yang mudah menguap. trimetilamina bereaksi dengan asam membentuk kation trimetilamonium. kokain dipasarkan berupa garam hidroklorida berbentuk kristal padat berwarna putih. Amina adalah basa lemah yang dapat mengikat proton (H + ) membentuk garam amonium. tetapi penguapannya lebih rendah daripada amina primer.6–trikloro– fenilamina. Tuliskan isomer struktur yang mungkin dari senyawa amina dengan rumus molekul C4H11N. Tabel 6.0 185. Misalnya. Fenilamina murni berupa minyak tak berwarna. Pada umumnya mempunyai bau seperti amonia.4.7 ∞ ∞ ∞ ∞ ∞ Tes Kompetensi Subbab 1.14 Titik Didih dan Kelarutan dalam Air Senyawa Amina Kata Kunci • • • • Senyawa amina Amina primer Amina sekunder Amina tersier Nama Metilamin Dimetilamin Trimetilamin Etilamin Benzilamin Anilin Rumus Struktur CH3NH2 (CH3)2NH (CH3)3N CH3CH2NH2 C6H5CH2NH2 C6H5NH2 Titik Didih (°C) –6.0 17. H C CH2 H3CO H3CO H3CO ClH +H H3C N CH CH H N+ HO CH Br - 3 CH3 N Kokain Dextromethorphan hidrobromine (Obat batuk) Pseudofedrin hidroklorida (Decongestant) Pada panel counter farmasi biasanya disediakan sampel garam amonium dari amina yang digunakan untuk meyakinkan bahwa obatobatan tersebut larut dalam air. Amina sekunder dan tersier berbau seperti ikan (amis). Reaksinya dapat digunakan untuk melarutkan amina lain dalam larutan air. Obat batuk de tromethorphan hidrobromine dibuat dalam bentuk garam amonium bromida. 2. Misalnya.0 184. tetapi akibat oksidasi fenilamina sering ditemukan berwarna kekuningan.0 Kelarutan dalam Air (g 100mL) 3.Senyawa amina dianggap turunan dari amonia sehingga sifat-sifatnya ada kemiripan dengan amonia. Tuliskan rumus umum amina. Fenilamina sedikit larut di dalam air. 186 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . sedangkan amina primer yang lebih rendah larut dalam air. 2. Kerjakanlah di dalam buku latihan. F 3. → (CH3)3N + H+ ⎯⎯ (CH3)3NH+ Garam dari trimetilamonium lebih larut dalam air daripada amina yang sederajat. Garam amonium dari senyawa amina berperan penting dalam obat-obatan yang tergolong daftar G (psikotropika). Beberapa sifat fisika amina ditunjukkan pada tabel berikut.3 7.5 3.

yaitu kedua gugus alkil yang terikat pada gugus karbonil disebut lebih dulu. Penataan nama keton secara trivial. di mana akhiran –a diganti –ol. dan pereaksi Grignard. adapun penataan nama menurut IUPAC. ––triol. dan diikuti kata keton. Penamaan ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti dengan gugus karboksilat. nama alkohol diturunkan dari nama alkana. Alkohol dapat dibuat melalui peragian. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga nama eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti nama rantai induk. 5. Jadi. dengan diawali kata asam. gugus karbonil selalu terdapat di ujung rantai hidrokarbon. Dalam aldehid. reaksi Friedel–craft. Ester adalah senyawa yang dapat dianggap sebagai turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen oleh radikal hidrokarbon. 10. aldehid disebut juga alkanal. dan seterusnya. Aldehid dibuat melalui oksidasi alkohol primer. 4. Aldehid dan keton memiliki gugus karbonil (C=O). 2. 6. 7. Nama aldehid lebih umum menggunakan nama trivial. Senyawa Organik 187 . pereaksi Grignard. yaitu amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata amino. Ester dan asam karboksilat berisomer fungsional. Asam karboksilat dapat dihasilkan melalui oksidasi alkohol primer dan hidrolisis nitril. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Eter adalah senyawa yang mengandung dua gugus hidrokarbon terikat pada atom oksigen dengan rumus R–O–R. Alkohol memiliki gugus fungsi hidroksil (–OH) dengan rumus umum R–OH. Keton dapat diperoleh melalui oksidasi alkohol sekunder dan reaksi Friedel– craft. Alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain. Senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi tertentu digolongkan senyawa turunan hidrokarbon. 3. Menurut sistem IUPAC. Adapun penataan nama menurut IUPAC. selalu berada di antara rantai hidrokarbon. Eter dapat dibuat melalui dehidrasi alkohol dan dengan metode Williamson. Keton disebut juga golongan alkanon. Gugus fungsi tersebut menentukan sifat-sifat fisika dan kimia turunan hidrokarbon yang dibentuknya. 8. yaitu diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a oleh –on. yaitu akhiran pada alkana diganti dengan –oat. yaitu nama alkohol diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. yaitu aldehid diturunkan dari nama alkana dengan menggantikan akhiran –a menjadi al. Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan dinamakan dengan –diol. Penataan nama alkohol secara trivial. dan reduksi keton atau aldehida. Amina dapat dianggap sebagai turunan amonia dengan satu atau lebih ikatan N–H diganti oleh ikatan N–C. 9. Penataan nama eter menurut trivial didasarkan pada nama gugus alkil yang terikat pada oksigen diakhiri kata eter.Rangkuman 1. Adapun pada keton. Asam karboksilat mengandung gugus karboksil (–COOH). Penamaan asam karboksilat umumnya menggunakan nama trivial yang didasarkan nama sumber ditemukannya. Keton dan aldehid berisomeri fungsional satu sama lain. Ester dapat diproduksi melalui reaksi asam karboksilat dan alkohol dalam suasana asam yang disebut reaksi esterifikasi. Penataan nama secara sistematis (IUPAC). Senyawa amina di alam terdapat sebagai alkaloid.

Peta Konsep Senyawa turunan hidrokarbon antara lain Alkohol (R–OH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Eter (R–O–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Peragian Alkanol (IUPAC). alkil keton (trivial) Oksidasi alkohol sekunder Reaksi Friedelcraft Asam karboksilat (R–COH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Ester (R–COO–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Asam alkanoat (IUPAC) Oksidasi alkohol primer Hidrolisis nitril rumus Alkil alkanoat (IUPAC) Esterifikasi RNH2 R2NH R3N Alkil + amin (IUPAC) Amina tata nama 188 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . alkil alkohol (trivial) Pereaksi Grignard Reduksi keton atau aldehid Alkoksi Alkana (IUPAC). alkil eter (trivial) Dehidrasi alkohol Metode Wiliamson Aldehid (R–COH) satu dengan lainnya Keton (R–CO–R) Isomer fungsional tata nama dibuat dari tata nama dibuat dari Alkanal (IUPAC). Akhiran aldehid (trivial) Oksidasi alkohol primer Reaksi Friedel-craft Pereaksi Grignard Alkanon (IUPAC).

Dapatkah Anda menyebutkan manfaat dan aplikasi lainnya dalam mempelajari Bab Senyawa Organik ini? Senyawa Organik 189 . dan pembersih cat kuku. Pada bab ini Anda telah memahami struktur. aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform. Keton banyak digunakan sebagai pelarut organik. bumbu masak. keton. dan pelarut lemak. Adapun eter biasanya digunakan sebagai zat anestesi. kosmetik. ester. Senyawa turunan hidrokarbon yang dimaksud adalah haloalkana. Aldehid (contohnya. Dalam industri. dan pembasmi serangga. alkohol berisomer fungsional dengan eter.Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 6 ini? Bagian manakah dari materi Bab 6 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda. parfum. pembersih cat kayu. Senyawa amina umumnya digunakan untuk obat-obatan stimulan dan zat warna. dan zat aditif. eter. dan bahan bakar. aldehid dengan keton. antara lain alkohol digunakan sebagai pelarut. minuman. alkohol. asam karboksilat. tata nama dan kereaktifan senyawa turunan hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis gugus fungsinya. formalin) digunakan sebagai pengawet biologi. sabun. Setelah mengetahui beberapa aplikasi dari senyawa turunan hidrokarbon tersebut. Seperti. minuman. Anda juga tentu telah mengetahui bahwa di antara senyawa turunan hidrokarbon tersebut memiliki kesamaan isomer satu dengan yang lainnya. Adapun asam karboksilat dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pengawet. dan amina. Ester banyak digunakan untuk esens. dan asam karbosilat dengan ester. Sifat khas dari struktur-struktur senyawa itu dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. aldehid.

A. bahan beracun B. A.. 2–metil–3–pentanol D. 3–bromo–3–metilbutana 9.. Tata nama yang tepat untuk senyawa alkohol dengan rumus struktur berikut adalah . siklopropana UMPTN 1995 B: Jumlah isomer dikloro yang dapat dibangun jika n– butana diklorinasi adalah . 5 Ebtanas 2000: Penggunaan CFC sebagai bahan pendingin segera akan ditinggalkan karena . 4 E...6–dimetil–5–heptanol 11. jenis atom dalam molekul B. 2–metil–3–etilheksana C. 7 C. 3–metil–3–pentanol 10. C2H5Br B.. 2–metil butil bromida C. A.. Gugus fungsi dalam suatu senyawa karbon dapat menentukan . A. B. CH3 OH C2H5 6... 3–metil–2–pentanol E.. 2 D. A. 1. CHCl3 D. 2–metil butana bromida D. CH3 OH H3 C H2 C C CH3 CH3 CH3CHCH2CH3 + Br2 ⎯⎯⎯ CH CCH CH + HBr → 3 2 3 Br H2 C A. 3. 2.Evaluasi Kompetensi Bab 6 A.5–dimetil–4–heksanol B. struktur molekul Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida.5–dimetil–3–heptanol E. 2–bromo–2–etilpentana B. 2–bromopropana D. 4.. 1. H3 C H C H C H2 H C C CH3 5. 2–bromo–2–etilpropana B...3–dibromopropana E.1–trifluoroetana E. CCl4 8. 1. UMPTN 2000 B: Senyawa yang bukan merupakan alkohol sekunder adalah . Ebtanas 1999: Senyawa haloalkana berikut yang dapat digunakan sebagai pendingin adalah . 2. A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Ebtanas 1997: Tata nama yang tepat dari struktur senyawa berikut adalah . penyebab pemanasan global E... merusak lapisan ozon C. isobutil alkohol E. A. Senyawa haloalkana berikut yang biasa dipakai sebagai obat bius adalah . tidak dapat diuraikan D.. CHI3 E. 5–etil–2–metil–3–heksanol C.. isopentil alkohol D.. 3–bromo–3–metil butana 3–metil–3–pentanol 3–etil–3–pentanol 2. 3.. n–pentil alkohol B.2–dibromopropana C.. 1–bromopropana B. macam ikatan antaratom karbon E. Nama senyawa hasil reaksi adalah . D. A. jumlah atom dalam molekul D. 2–bromo–2–metil butana E... 2–bromo–2–kloro–1. CCl2F2 C.. 2–pentanol B. C.. 7. 5–etil–2–metil–3heptanol D.. E. isopropil alkohol Ebtanas 1998: Diketahui: CH3 UV 2. neopentil alkohol C. 6 B... 3–pentanol C. A.2–dietil–2–butanol 2–etil–2–butanol 2.. menimbulkan efek rumah kaca Di antara senyawa berikut yang tergolong alkohol primer adalah ..1.... A..2–dietil–2–pentanol 190 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2–metil butana bromida D. hasilnya adalah . sifat-sifat senyawa C..

. reaksi dengan PCl3 E. A. pentil propil eter B. 3–metil–2–butanol 17.3–dimetil–2–butanol D.. tetapi titik didih alkohol jauh lebih karena . 5 B.... ester E.. UMPTN 1999 A: Senyawa dengan rumus molekul C5H12O termasuk kelompok senyawa .... CH3CH=CHCH3 D. A. 3. A..... 6 C. CH2=CHCH2CH3 B... dimetil eter D. dapat dihasilkan dari reduksi etanal E... aseton B. kalor penguapan alkohol lebih tinggi 21... kelarutan dalam air B. A.3–dimetil–2–butanol E. Senyawa alkohol dengan rumus molekul C3H8O mempunyai isomer sebanyak . Gugus karbonil terdapat pada senyawa . A. fenoksi propana C. propanal D. Pernyataan yang tidak benar tentang senyawa etanol adalah bahwa senyawa ini . 1. asam karboksilat 19. 2–metil–2–butanol D. 3–metil–2–butanol C.12. benzen D. isopropil metil eter C. Ebtanas 1998: Dari hasil eksperimen diperoleh data berikut.... 4–metil–2–pentanol 13. larutan Tollen menghasilkan cermin perak 3.. 2–metil–2–propanol E. CH2=C(CH3)2 C. CH3CH2 –O–CH3 18. A. hidrokarbon E. aldehid B. larutan kalium dikromat akan menghasilkan asam karboksilat Senyawa karbon tersebut mengandung gugus fungsi . reaksi esterifikasi C.. eter Senyawa Organik 191 . Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. propoksi heksana D. keton B. CH3CH2–O–CH2–CH3 E. eter D. merupakan isomer struktur dari dietil eter 16. 3–pentanol B. A.. rumus struktur alkohol dan eter tidak sama B. A. 4 14. 2–propanol B. UMPTN 1995 C: 1–propanol berisomeri fungsional dengan . dapat dioksidasi menghasilkan asam asetat D. etil dipropil eter E. A. 3 E.. larutan Fehling akan menghasilkan endapan merah bata 2. A.2–dimetil–1–propanol C.. Dari senyawa alkohol berikut akan menghasilkan (CH3)2CHCOCH3 jika dioksidasi adalah . ester C.... A. asam propionat 15. alkohol D. alkanon E. eter mengandung dua gugus alkil C.. etanol C.. 2–metil–1–propanol B. Tata nama yang tepat untuk rumus struktur berikut adalah . 2 D. dapat didehidrasi menghasilkan etilen C.. Jika 1–butanol didehidrasi dengan asam sulfat pekat pada suhu 250°C akan terbentuk . metil etil eter E. 2.. propanon C. heksosi propana 22.. Perlakuan berikut yang tidak dapat dipakai untuk membedakan alkohol dan eter adalah . Ebtanas 1998: Senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah . dapat dihasilkan dari peragian glukosa B.. penentuan rumus molekul 20. H3 C CH2 H2C CH2 H2 C O H2 C CH2 CH3 A. dietil eter 24. massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D.. reaksi dengan logam natrium D.. 2–metil–2–butanol E. metil propil eter B. 2. Senyawa berikut yang bukan isomer dari C4H10O adalah . 2–butanol 23.. aldehid C. pada alkohol terdapat ikatan hidrogen E. A.

kecuali . spiritus C. aspirin E. C OH CH3 HC CH3 O H2 C C CH3 Pasangan senyawa yang berisomer fungsional adalah .. asam 6–metil–5–propiloktanoat D. Ebtanas 1999: Senyawa yang dapat membentuk aldehid jika dioksidasi adalah . 192 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. cuka es D. Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat. A. asam 3–metildekanoat 33. Di antara senyawa berikut yang dapat dioksidasi dengan larutan KMnO4 dalam asam membentuk asam karboksilat adalah . butil formiat E. Ebtanas 2000: Pernyataan yang benar tentang aseton adalah . A. dietil keton B.. C CH3 O H3C H2 H2 H2 H2 C C C C OH 4. A. H3 C H2 C CH3 C CH3 CH3 D. H3C H2 H2 C C 30.. 4. Ebtanas 1996: Diketahui senyawa karbon: 1. UMPTN 1997 A: Nama kimia untuk senyawa berikut adalah . asam 3–metil–4–propiloktanoat E. A. A. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B. 2 dan 4 C.. asam 2–metil butanoat D. asam 4–propil–5–propiloktanoat C.. 2.. CH3(CH2)3CH2OH 26.25. etilmetanoat 28. Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak jika diuji dengan tes Tollen adalah . propil asetat C... Nama senyawa berikut menurut IUPAC adalah …. merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E. 1 dan 2 27. CH3CHOHCH3 E.. CH3CH2OCH3 C... 2 dan 3 D. 1. 2–metil–4–pentanon D.4–dimetil–2–butanon 31. H3 C H2 H2 C C H3 C H H2 H2 H C C C OH CH3 C O 3. CH3COCH3 B.. isopropil metil keton C. H3 C H2 C E. 1 dan 4 E.. etil propanoat 32.... 4-metil–2–pentanon E. H3 C H2 C CH3 CH OH C. formalin B. dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. Larutan metanal 37% dalam pelarut air dikenal dengan nama ... merupakan hasil oksidasi alkohol primer D. mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya 29. A.1–dimetil–3–butanon B. A... 1 dan 3 B. H3 C CH3 H2 H C CH C H2 C H2 C H2 C H2 C H2 C CH3 COOH CH3 H 3C CH OH A.. CH3CH2CHO D.. asam 3–metil–4–metiloktanoat B.. H3 C H2 H2 H2 C C C OH O B.

. C3H7COOC2H5 D. metil amina C. propanoil klorida UMPTN 1997 A: Hasil reaksi antara asam propanoat dan etanol adalah . CH3CO2H C. A.. yang merupakan isomer satu dan lainnya adalah . A. D. apel E. penyabunan B. Zat boleh jadi . C2H5NHCH3 B.. 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi ... C2H5COOC3H7 E. CH3COCH2CH3 E. 4 D.. C6H5NH2 D. 6 UMPTN 1995 B: Senyawa yang merupakan amina tersier adalah . 4 mol D. cuka + glukosa + NaCl Isoamilasetat adalah pencitarasa atau aroma (esens) untuk . A.. propanon C. 36. asam propanoat E. A. A.. penggaraman E. 5 mol E. formalin + cuka + H2SO4 D. 44.. C3H7COOCH3 Senyawa karbon yang tergolong ester adalah . X dan Z juga dapat membentuk ester yang sama. asetaldehida + CuSO4 + NaOH D. 3 mol C. A. CH3COOCH3 B. eter + H2SO4 + K2Cr2O7 Ester etil etanoat dapat dibuat dari campuran zat-zat . metil asetat B.. A..34.. Z adalah senyawa berbeda. isopropil alkohol Ebtanas 2000: Reaksi amil alkohol dengan asam etanoat dengan katalis asam menghasilkan senyawa karbon dengan rumus struktur . 3–metil butanoat E. amina dan amino Cuka atau asam asetat dapat dibuat dari campuran zat . A. Zat X bereaksi dengan natrium membentuk gas H 2. A. alkohol + H2SO4 + formalin C... CH3CH2COO(CH2)3CH3 B. 41. . nanas C... 3 C. aseton + H2SO4 + CuSO4 E.. CH3COO(CH2)3CH3 E.. 45. CH3CO(CH2)4CH3 Pada pembuatan margarin. cuka + etanol + CuSO4 B... C2H5COOC2H5 C. alkana dan alkena C. alpukat D. propanal D. CH3COO(CH2)4CH3 D. C17H31COOH diperlukan gas H2 sebanyak .. (CH3)2NH Senyawa Organik 193 . 42. 35. X dan bereaksi membentuk suatu ester. 2 B. pirolisis 40. aseton + etanol + cuka E.. eter dan ester D.. untuk hidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat. asam lemak dan ester B. A. alkohol dan alkanal E.. A. 38. 39. HCO2H B. tetapi kurang reaktif. 37.. esterifikasi C... (CH3)3COH X. 2 mol B.. (CH3)2NCH3 C. C3H7NH2 E. 43..... C6H5CO2H D. pisang Senyawa amina dengan rumus molekul C 3H 9N memiliki isomer sebanyak . alkohol + H2SO4 + K2Cr2O7 B. A.. hidrolisis Antara pasangan senyawa berikut. duren B.. A. CH3CH2CO(CH2)3CH3 C. cuka + etanol + H2SO4 C... 5 E. 2–metil butanal D. propan–1–ol B.

Apakah produk utama yang dihasilkan jika HBr ditambahkan kepada metil propena? Jelaskan. MnO − c. A dan D membentuk alkena yang sama. H3C C H2 H N C H2 CH3 b. CH3CH=CH2 + H2O c. siklopentanon Sikloheksanol.2–dimetilheksanoat. A. Berikan rumus struktur untuk senyawa B. D E F d. Pereaksi-pereaksi dan kondisi apa yang dapat digunakan untuk mengubah E ke F? c. b. Berikan nama amina berikut. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+. 8. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa berikut. t–butil alkohol b. Skema berikut menunjukkan beberapa jalur sintesis mulai dari etena. C. B. 3. a. 3–etil–1–pentena. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. O2N NH2 194 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . B. a. a. cis–3–heksena c. HOH dapat ditambahkan kepada ikatan rangkap dua karbon-karbon. A. CH3 – C ≡ CH + 2HCl Berdasarkan pernyataan berikut. dan D. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 7. a. 4. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut. a. 1. HBr. D dengan rumus molekul C4H9OH. C. C. Sebutkan gugus fungsi dan nama senyawa dari rumus struktur berikut. Pereaksi seperti HCl. dalam larutan asam menjadi sikloheksana. sedangkan D tidak dapat. dan C dapat dioksidasi secara mudah oleh larutan kalium dikromat dalam suasana asam. Gambarkan struktur molekul dari produk utama pada setiap reaksi berikut. CH3 H2C H2 C H3C C H2 CH2 N C H2 H2 C CH3 c. D dapat didehidrasi untuk menghasilkan alkena. C6H 10O. C 6H 11OH dioksidasi oleh krom trioksida. b. C H2 C H2 6. simpulkan rumus struktur dari empat isomeri alkohol: A. H3C C O H2 C H2 C CH3 5. A dan B pada oksidasi sempurna oleh dikromat menghasilkan asam dengan rumus C3H7COOH. b. B. CH3CH = CH2 + HCl b. CrO 3. asam 2.B. HO C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 4 → C2H4 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C2H6O2 OH − berair A B r2 72− H+ Refluks →C H2SO4 Pekat H 2 O distilasi C2H5OSO3H ⎯⎯⎯⎯⎯ C2H5OH → CH3CHO → a. Tuliskan persamaan yang menunjukkan bagaimana C bereaksi dengan asam sulfat pekat. H C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 2. c. isopropil propanoat. B dan C membentuk alkena yang sama.

sifat. bahan pengawet. tata nama. dan obat-obatan. Benzena dan turunannya tergolong senyawa karbon aromatik dengan ikatan rangkap dalam cincin memiliki sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan sifat-sifat senyawa karbon ikatan rangkap atau senyawa karbon siklik. A. cara penulisan. Benzena diproduksi melalui pembentukan katalitik fraksi C6–C8 minyak mentah. Benzena disebut sebagai zat pemula. benzena dan turunannya.harvard.edu Aspirin atau asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat adalah salah satu turunan benzena (senyawa aromatik). merupakan contoh bahan yang mengandung benzena. Anda harus mampu: mendeskripsikan stuktur. Sekarang senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa benzena dan turunannya. Apa saja senyawa turunan benzena itu? Bagaimanakah struktur. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya C. Senyawa Aromatik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya.Bab 7 Sumber: news. Mengapa benzena dan turunannya disebut senyawa aromatik? Istilah aromatik pada mulanya diterapkan terhadap senyawa yang berbau harum (rasa manis). Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik 195 . insektisida. dan makromolekul. dan kegunaan benzena dan turunannya. Benzena juga sangat berguna sebagai pelarut molekul organik karena bersifat nonpolar. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya B. zat warna. Setelah mempelajari bab ini. dan kegunaan benzena dan turunannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Detergen. sifat.

Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule. Contoh: → Reaksi adisi: C2H4 + Cl2 ⎯⎯ C2H4Cl2 → Reaksi substitusi: C6H6 + Cl2 ⎯⎯ C6H5Cl + HCl Sekilas Kimia Friedrich Kekule (1829–1896) Menurut Friedrich August Kekule. Berdasarkan hasil analisis sinar-X maka diusulkan bahwa ikatan rangkap pada molekul benzena tidak terlokalisasi pada karbon tertentu melainkan dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). A. H H H H H H Sumber: wikipedia. seperti ditunjukkan berikut ini. Untuk menggambarkan ikatan rangkap dua yang terdelokalisasi pada molekul benzena dinyatakan dengan bentuk lingkaran. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi). yaitu 0. 2. 1. Menurut Anda apakah ikatan rangkap dalam senyawa karbon alifatik sama atau berbeda dengan ikatan rangkap dalam senyawa aromatik benzena? Jelaskan menurut pemahamanmu. dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang. 196 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .org Ilmuwan ini sudah sejak lama mencoba mengungkapkan bagaimana enam atom karbon molekul benzena berikatan dengan enam atom hidrogen. Dia menemukan pemecahannya ketika sedang tidur dan bermimpi tentang barisan atom-atom karbon dan hidrogen membentuk cincin. Analisis sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama. Gejala ini dinamakan resonansi. sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi. Apakah perbedaan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan hidrokarbon alifatik tak jenuh? Jelaskan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kimianya. Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0. Struktur dan Sifat Benzena Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825. Jadi. ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal.139 nm. Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.Tes Kompetensi Awal 1.154 nm. keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°.134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0. Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi. seperti seekor ular yang menelan ekornya sendiri. tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi.

ada tata nama umum (trivial) dan tata nama menurut IUPAC yang didasarkan pada sistem penomoran.1 Titik Beku dan Titik Didih dari Molekul Benzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama Benzena Naftalena Antrasena Metilbenzena Stirena o–dimetilbenzena m–dimetilbenzena p–dimetilbenzena 5. Benzena 2. dan mudah terbakar (Gambar 7. benzena berwujud cair dengan bau yang khas. 2000 Gambar 7. Titik didih benzena 80°C dan titik bekunya 5. Reaksi umum benzena adalah reaksi substitusi.H H H H H H Sumber: Chemistry: The Central Science. 1985 Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Ikatan rangkap konjugasi Terlokalisasi Terdekokalisasi Resonansi Reaksi substitusi Benzena paling banyak digunakan sebagai pelarut senyawa karbon yang bersifat nonpolar dan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa turunan benzena. sebagai gugus induknya adalah benzena.5 81 216 – 95 – 31 – 25 – 48 13 80 218 342 111 145 144 139 138 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. benzena dengan satu substituen diberi nama seperti pada senyawa alifatik. atom karbon dalam cincin yang mengikat substituen diberi nomor terkecil. Contoh: Senyawa Aromatik 197 . Sebab. Menurut IUPAC.2). Penataan nama senyawa turunan benzena sama seperti pada senyawa alifatik. Dengan tata nama IUPAC. Contoh: Sumber: Sougou Kagashi FeCl 3 + Cl2 ⎯⎯⎯ → Cl + HCl Klorobenzena Gambar 7. Semua senyawa karbon yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai turunan benzena.2 Benzena merupakan cairan tidak berwarna dan mudah terbakar. tidak berwarna. ikatan rangkap dua karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk cincin yang kuat terhadap reaksi kimia sehingga tidak mudah diganggu. yaitu penggantian atom H oleh gugus lain tanpa mengganggu cincin karbonnya. Pada suhu kamar.5°C. Tata Nama Senyawa Benzena Semua senyawa yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai senyawa turunan benzena. Tabel 7. Lihat tabel berikut. bersifat racun.1 Molekul benzena Struktur resonansi benzena Struktur benzena menurut konsep delokalisasi elektron Teori resonansi dapat menerangkan mengapa benzena sukar mengalami reaksi adisi.

diklasifikasikan sebagai golongan arena. disingkat –ph).3–diklorobenzena 3. 1985 CH3 o–hidroksimetilbenzena m–hidroksimetilbenzena p–hidroksimetilbenzena Br 4-bromo-1.Hidroksibenzena Aminobenzena Nitrobenzena Benzena dengan gugus alkil sebagai substituen..5–diklorofenol 1. E. Contoh: A. p–hidroksimetilbenzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama 31 12 35 191 203 202 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. (A) (UNAS 2001–2002) o-hidroksimetilbenzena m-hidroksimetilbenzena p-hidroksimetilbenzena Tabel 7. meta– untuk posisi 1 dan 3.5–diklorotoluena 1. D.2-dimetilbenzena Jika gugus substituen sebanyak tiga atau lebih.. penataan nama menggunakan penomoran dan ditulis secara alfabet. Contoh: Mahir Menjawab Nama dari senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut ini adalah . B. Nomor terkecil diberikan kepada gugus fungsional (alkohol.3–diklorofenol 3. Jadi. 198 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 diklorofenol. Benzena sebagai substituen diberi nama fenil– (C6H5–. rto– diterapkan terhadap substituen berdampingan (posisi 1 dan 2). C. Benzena dengan dua gugus substituen diberi nama dengan awalan: orto– (o–). 3. dan para– (p–).2 CH3 1 6 5 4 2 3 Beberapa Sifat Fisika dari Molekul o.. m. Jika gugus alkil berukuran kecil (atom C 6) maka gugus alkil diambil sebagai substituen dan benzena sebagai induknya. meta– (m–).5–diklorobenzoat Gugus benzil Gugus fenil 3-feniloktana Pembahasan Jika subtituennya berbeda jenis maka penomorannya dimulai dari atom C lingkar yang mengikat gugus paling negatif. dan para– untuk substituen dengan posisi 1 dan 4. aldehida. mempunyai nama 3. Butilbenzena Isopropilbenzena Jika gugus alkil berukuran besar (atom C 6) maka benzena dinyatakan sebagai substituen dan alkil sebagai rantai induknya. Penataan nama arena dibagi ke dalam dua golongan berdasarkan panjang rantai alkil. atau karboksilat) atau gugus dengan nomor paling kecil.

dan reaksi riedel-crafts.4-dibromobenzoat Asetofenon 3. Halogenasi Benzena Dengan adanya katalis besi(III) klorida atau aluminium klorida.4-diklorotoluena Asam 3. Penomoran untuk senyawa seperti ini dimulai dari gugus fungsional. Persamaan reaksinya: Senyawa Aromatik 199 . juga terdapat beberapa nama yang sudah umum (trivial). Reaksi Substitusi Benzena Reaksi benzena umumnya melalui reaksi substitusi. nitrasi benzena. Macam-macam substitusi benzena di antaranya halogenasi benzena. benzena dapat bereaksi dengan klorin ataupun bromin membentuk senyawa halobenzena pada suhu kamar. Contoh: 3.Disamping tata nama menurut IUPAC. a. misalnya: IUPAC: Trivial: Metilbenzena Toluena Fenilamina/aminobenzena Anilin Feniletena/vinilbenzena Stirena Benzilalkohol IUPAC: Trivial: Metoksibenzena/fenil metil eter Anisol Hidroksibenzena/fenilalkohol Fenol Benzaldehida Asam benzoat Tata nama trivial sering kali dipakai sebagai nama induk dari benzena. walaupun ada sebagian reaksi yang melalui reaksi adisi.

Nitrasi Benzena Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat dengan volume sama dikenal sebagai campuran nitrasi. Fe HBr + NH3 ⎯ NH4Br → b.d. = 6°C. = 211°C) Jika campuran nitrasi dan benzena dipanaskan pada suhu di atas 60°C selama lebih kurang satu jam maka gugus nitro yang kedua akan menukargantikan atom H pada cincin benzena.Br2 Fe NH4Br Benzena dapat juga bereaksi dengan klorin atau bromin tanpa bantuan katalis jika ada cahaya ultraviolet (cahaya matahari dapat juga diterapkan). Persamaan reaksinya: 2H2SO4 + HNO3 2HSO4– + H3O+ + NO2+ Kation nitril selanjutnya bereaksi dengan benzena membentuk nitrobenzena: Nitrobenzena (t. Gambar 7. suatu cairan berwarna kuning pucat (Gambar 7. akan terjadi reaksi eksotermal. Produk Benzena Fe Sumber: Sougou Kagashi Reaksi ini melibatkan reaksi adisi dan substitusi atom klorin pada cincin benzena membentuk beberapa senyawa klorobenzena. Reaksi Friedel-Crafts Nitrobenzena Produk Gambar 7.4 Proses nitrasi benzena Benzena HNO3 H2SO4 HNO3 H2SO4 Air Sumber: Sougou Kagashi 200 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . c. Reaksinya secara umum: Fungsi asam sulfat dalam reaksi di atas adalah untuk menghasilkan kation nitril. Jika campuran ini ditambahkan ke dalam benzena.4).b.3 Reaksi substitusi benzena oleh bromin menghasilkan bromobenzena. t. NO2+ dari asam nitrat. Setelah campuran reaksi dituangkan ke dalam air akan terbentuk kristal kuning pucat dari di– atau tri–nitrobenzena. Jika suhu dikendalikan pada 55°C maka hasil reaksi utama adalah nitrobenzena. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan radikal bebas dari halogen.

= 202°C) CH3 + HCl 3) Penambahan etena ke dalam benzena dengan adanya katalis AlCl3 anhidrat pada 250°C dan 40 atm membentuk etilbenzena.d.5 Metilbenzena hasil reaksi Friedelcrafts dioksidasi dengan KMnO4 terbentuk K-benzoat. = 136°C) 4. AlCl 3 → + CH3Cl ⎯⎯⎯ CH 3 + HCl Metilbenzena (t. Disaring KMnO4 C6H5COOH Sumber: Sougou Kagashi CH3 4 ⎯⎯⎯⎯ → COOK KMnO HCl ⎯⎯⎯ → COOH 2) Asilasi benzena dengan adanya katalis AlCl 3 anhidrat akan membentuk asetofenon Kata Kunci • • • • • • Halogenasi benzena Nitrasi benzena Reaksi Friedel-crafts Reaksi eksotermal Alkilasi benzena Asilasi benzena O → + CH3COCl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C Asetofenon (t.d. Jenis reaksi ini dinamakan reaksi Friedel-crafts. Persamaan reaksi umum: → + RX ⎯⎯ R + HX Contoh: 1) Reaksi benzena dan haloalkana dengan bantuan katalis AlCl 3 anhidrat akan terbentuk alkilbenzena disertai pelepasan kalor. Senyawa Aromatik 201 .d. halogenasi. dan pembentukan senya a diazonium. AlCl 3 → + CH2=CH2 ⎯⎯⎯⎯⎯ 250° 40 atm CH2 CH3 Etilbenzena (t. = 111°C) C6H5–CH3 MnO2 HCl MnO 2 Gambar 7. Kereaktifan Senyawa Turunan Benzena Senyawa-senyawa turunan benzena dapat direaksikan dengan senyawa lain melalui reaksi nitrasi. Setelah dilarutkan dalam HCl akan terbentuk asam benzoat. sulfonasi.Penambahan katalis AlCl 3 anhidrat dalam reaksi benzena dan haloalkana atau asam klorida akan terjadi reaksi sangat eksotermis.

maupun para–. baik pada posisi orto–.6-trinitrofenol.28% b. Reaksinya lebih lambat dibandingkan dengan nitrasi dan memerlukan katalis yang cocok. H SO 25° C orto. OCH3 OCH3 Aseton 10° OCH3 NO2 + + NO2 OCH3 OH O2N NO2 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ → + H2 O NO2 Nitrasi fenol akan membentuk senyawa 2. Untuk itu.5-trimetilbenzena) Bromomesitilena (82%) (1-Bromo-2.<1% Total nitroanisol 81% para. digunakan asam nitrat dalam pelarut air atau pelarut organik. Reaksi fluorinasi tidak dilakukan dengan cara ini sebab sangat eksoterm.CH3 O2N NO2 a. Reaksi Nitrasi Nitrasi pada toluena akan menghasilkan senyawa nitrotoluena. CH3 CH3 2 4 → + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ CH3 NO2 + + NO2 CH3 NO2 Trinitrotoluena (TNT): bahan peledak dinamit dibuat melalui reaksi toluena dengan HNO3 + H2SO4 berasap.5% para-33% Total nitrotoluena 90% OH H2SO4 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯ → Campuran HNO3 pekat dan H2SO4 terlalu kuat digunakan sebagai pereaksi nitrasi pada senyawa aromatik yang sudah tersubstitusi.71% NO2 meta. Reaksi Halogenasi Reaksi halogenasi turunan benzena biasanya menggunakan gas Cl2. berupa serbuk berwarna kuning (bahan peledak yang lebih kuat dari TNT).4. Contoh reaksi halogenasi: CH3 H H3C CH3 CCl 4 10 ° C + Br2 ⎯⎯⎯⎯ → Cl CH3 Cl O C + Cl C Cl Cl H3C Br CH3 Mesitilena (1. atau I2.3. Br2. Anisol orto.62% NO2 meta.4. meta–.6-trimetilbenzena) NH2 Cl H2SO4 ⎯⎯⎯⎯ Cl C C Cl → Cl → +CH3COOH ⎯⎯ NH CH2COOH Br H 2 O ⎯⎯⎯⎯ → NH CH2COOH Br Klorobenzena direaksikan dengan trikloroasetaldehida menghasilkan DDT (pembasmi serangga) Anilin Asetanilida p-bromoasetanilida 202 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . seperti pada anisol dan fenol.

Beberapa contoh pembentukan senyawa diazonium adalah sebagai berikut. Reaksi ini disebut juga dengan reaksi perangkaian diazonium. H2SO4 NaCl Sumber: Sougou Kagashi d. Setelah dituangkan ke dalam larutan NaCl terbentuk garam C6H5–SO3Na.Reaksi Sulfonasi Sulfonasi senyawa aromatik merupakan salah satu reaksi penting dalam industri. Dalam bentuk garamnya dikenal sebagai detergen (ABS dan DBS). Kata Kunci • • • Pereaksi nitrasi Reaksi sulfonasi Gugus azo CH3 ⎯⎯⎯⎯⎯ n-C10H21CH → SO3H Asam 4-(2.6 Sulfonasi benzena dengan H2SO4 terbentuk C6H5–SO3H. Pembentukan Diazonium Senyawa diazonium banyak digunakan sebagai pewarna pada tekstil dan makanan. CH3 n-C10H21CH 2-dodekilbenzena H2SO4 SO3 c.4-dodekil)benzenasulfonat (DBS) CH3 n-C10H21CH NaCl CH3 SO3H ⎯⎯⎯ n-C10H21CH → Detergen jenis DBS SO3-Na+ HCl C 6H 6 MnO 2 C6H5–SO3H Gambar 7. Reaksi ini terutama berguna pada pembuatan detergen. Alkilbenzena yang dibuat melalui reaksi Friedel-crafts disulfonasi menjadi asam benzena sulfonat (Gambar 7.6). Senyawa ini dibuat melalui reduksi gugus amina menjadi gugus azo (–N=N–) dengan zat pereduksi NaNO2. OH NaOH H2O 0oC NH2 +NaNO2 Anilin HCl H2O 0oC N N Cl- + NN OH Benzenadiazonium klorida p-hidroksiazobenzena (pewarna tekstil: kuning) HO3S NH2 NaNO2 HCl H2O 0oC HO3S N N Cl + N(CH 3)2 NaOH H2O 0oC Asam p-aminobenzenasulfonat HO3S N N N(CH 3)2 Asam 4'-dimetilaminoazobenzena-4-sulfonat (indikator metil jingga) Senyawa Aromatik 203 .

manakah yang dapat larut dalam benzena? (a) toluena. NO2 (c) B. Mengapa ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena? Di antara senyawa berikut. 203°C. Rasa manis sakarin 800 kali dari rasa manis gula tebu. 202°C. (b) alkohol. dan sorbitol. dan tahan lama (awet). a. Pemanis Pemanis makanan yang tradisional biasanya menggunakan gula tebu atau gula aren (kelapa). tetapi ditambahkan ke dalam makanan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. misalnya zat aditif pada makanan dan obatobatan. 2. berturut-turut: 191°C. warna. (d) kloroform. Mengapa posisi orto– lebih rendah dibandingkan posisi meta– dan para–? Jelaskan. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara tidak langsung misalnya pupuk dan pestisida. Pemanis buatan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan adalah sakarin. A CH3 OH H3C C O C2H5 Kerjakanlah di dalam buku latihan. (f) air. (c) heksana.Tes Kompetensi Subbab 1. Sakarin ditambahkan ke dalam minuman atau biskuit dengan dosis yang dikonsumsi tidak melebihi 1 g per hari. Tuliskan nama menurut IUPAC senyawa turunan benzena berikut. dan bersifat higroskopis. Aspartam merupakan serbuk berwarna putih. para–. tidak berbau. O H2N N S O O H O H C CH2 COONa C H N H C CH2 COONa Kata Kunci • • • Zat aditif Higroskopis Karsinogen Sakarin Na-aspartam 204 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Zat Aditif pada Makanan Zat aditif makanan adalah zat kimia yang tidak biasa dimakan secara langsung. 1. (a) (b) 3. Rasa manis aspartam sama dengan 200 kali dibandingkan gula tebu. (e) naftalena. Sakarin adalah senyawa turunan benzena berupa kristal putih. hampir tidak berbau. Contoh zat aditif adalah cita rasa. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara langsung. CH3 O2N NO2 4. Untuk setiap kg berat badan jumlah aspartam yang boleh dikonsumsi setiap harinya adalah 40 mg. aspartam. Titik didih senyawa hidroksibenzena pada posisi orto–. sejumlah zat kimia telah banyak dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung. aroma. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya Disadari atau tidak. bentuk. meta–.

Bahan pengawet buatan sebagai antioksidan adalah butilasihidroksianisol (BHA). aspirin zat warna pengawet antiseptik bahan-bahan nilon 66 Beberapa pewarna berbahaya dan dilarang penggunaannya karena berpotensi menimbulkan karsinogen adalah auramin (merk dagang. dan propilgalat. Beberapa pewarna buatan yang diizinkan oleh Depkes di antaranya dapat dilihat pada tabel berikut. B. ponceau 3R (solvent yello ). dan rhodamin B (food red ).b. E. Pewarna buatan umumnya berasal dari senyawa aromatik diazonium. OH A... Tabel 7. OH HO OH OH OCH3 COOH COONa (H3C)3C COOC3H7 Propilgalat C(CH3)3 CH3 BHT C(CH3)3 OH BHA OH Paraben Natriumbenzoat c. paraben (p–hidroksibenzoat). Fenol digunakan juga sebagai antiseptik. D. Pengawet Penambahan zat pengawet pada makanan berguna untuk mencegah oksidasi dan menghambat pertumbuhan bakteri. (D) SO3Na SPMB 2004 NaO3S N N COONa N O NaO3S N H NaO O O HO N H N SO3Na COONa O SO3Na Tartrazin (kuning 5) Indigotin (biru 2) Eritrosin (merah 3) Senyawa Aromatik 205 . dan Metabolisme.. Nutrisi. sifat lain dari fenol adalah seperti alkohol. Fenol dapat mematikan mikroorganisme sehingga digunakan untuk membuat karbol. Pewarna Makanan Pewarna buatan bertujuan menjadikan makanan seolah-olah memiliki banyak warna daripada yang sesungguhnya. basic yello ). butilasihidroksitoluena (BHT). sedangkan untuk menghambat pertumbuhaan bakteri atau jamur adalah natrium benzoat. 1985 Mahir Menjawab Kegunaan senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut adalah . C. sudan I (food yello ).3 Beberapa Merk Dagang Pewarna Makanan Nama Amaran Eritrosin Fast green Indigotin Sunset ellow Tartrazin Nama Niaga ood Red ood Red ood reen ood lue ood Yello ood Yello Sumber: Biokimia. H2N NaO3S N N SO3Na NaO3S N N HO Pembahasan Fenol adalah senyawa turunan benzena yang mempunyai rumus struktur: OH SO3Na Amaran (merah 2) Sunset yellow (kuning 6) Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam lemah.

antibiotik. juga bersifat candu (ketagihan).2. flu. dan kodeina. Senyawa lainnya adalah turunan fosfat dan karbamat. seperti aspirin. Aspirin dipakai untuk mengurangi rasa sakit seperti sakit kepala atau sakit gigi.5-T (herbisida) Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. sakit punggung. sakit yang berkepanjangan.4. dan 2.4. Pestisida Pestisida adalah zat yang digunakan untuk mencegah. Jika kita merasa sakit. 2000 Cl O CH2 COOH H O C N CH3 Cl Sevin (insektisida) O Cl Cl C C DDT (insektisida) Cl Cl H 206 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .4–D. Obat-obatan Sekilas Kimia Aspirin Pentingnya anhidrida asam dalam industri sebagai zat pengasilasi. yakni mengurangi rasa sakit. tumbuhan (herbisida). Selain murah. dan hormon. otak kita akan mengeluarkan zat kimia yang disebut analgesik. atau membunuh serangga (insektisida).4. demam. HO H N O C CH3 Struktur molekul parasetamol 3. etanoat anhidrida digunakan sebagai zat peng-etanoilasi. Cl Cl O CH2 COOH Cl Cl 2. Asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat atau aspirin. Aspirin juga dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh.4-D (herbisida) 2. Aspirin dapat diproduksi melalui reaksi asilasi asam salisilat. 2. dan lain-lain. psikiatrik.5-triklorofenoksiasetat/ 2. yang dihasilkan dari reaksi asam–2– hidroksi benzoat (asam salisilat) dan etanoat anhidrida. dan jamur (fungisida). Pada umumnya obat-obatan yang diproduksi dapat dikelompokkan ke dalam obat analgesik.4-diklorofenoksiasetat/ 2. sakit gigi. dalam pembuatan obat-obatan seperti aspirin dan serat buatan. Parasetamol memiliki kegunaan serupa aspirin. misalnya DDT (diklorodifenil–trikloroetana). Obat analgesik yang dipasarkan dikemas dengan nama dagang. parasetamol. Sekitar 15. Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit. anhidrida asam cukup reaktif untuk memperoleh reaksi yang diinginkan. Oleh karena itu. Namun. Aspirin juga dapat menyembuhkan sakit kepala. Persamaan kimianya: O H3C H3C C O C O Etanoat anhidrida Asam salisilat Aspirin Asam etanoat O HO + HOOC H2SO4 H3C C O + H3C C O OH HOOC Parasetamol dipasarkan dengan nama panadol. mengendalikan. Namun demikian. sangat efektif untuk pemulihan penyakit dan obat anti-radang.5–T. parasetamol tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan aspirin sebab parasetamol tidak melukai dinding usus.000 juta tablet aspirin digunakan setiap tahunnya di Inggris untuk memenuhi pasokan permintaan. Pestisida yang tergolong senyawa halobenzena. penggunaan aspirin harus hati-hati sebab dapat melukai dinding usus. Berbagai jenis obat telah diproduksi dan dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

yaitu senyawa polisiklik dan senyawa heterosiklik.O-dietil-O-p-nitrofeniltiofosfat (paration atau insektisida) Paration efektif digunakan untuk mencegah hama pengganggu buahbuahan. Berikut contoh struktur senyawa aromatik polisiklik. atau posisi orto–. Tuliskan persamaan reaksi setara untuk reaksi A dan sebutkan katalis yang digunakan. Senyawa aromatik polisiklik juga dikenal dengan sebutan senyawa aromatik polinuklir atau cincin terpadu. OH OH O COOH A B C (CH 2) 4 COOH Nilon –6. Nilon–6.6 C. seperti nilon dan polikarbonat. serta poliester. trivial. meta–. senyawa benzena juga digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan polimer sintetik. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik Beberapa senyawa aromatik yang lain dapat dikelompokkan dalam dua kelas. OH CH3 OH OH COOH COOH 2. Apakah nama senyawa hasil reaksi B dan sebutkan macam reaksinya? Oksidator apa yang digunakan untuk reaksi C? Kerjakanlah di dalam buku latihan. B a. Kegiatan Inkuiri Telitilah oleh Anda komposisi-komposisi obat antinyamuk yang umum di pasaran. Selain kegunaan di atas. para–. 1. c. Apakah yang menyebabkan beberapa obat antinyamuk telah dilarang beredar di pasaran? Tes Kompetensi Subbab 1.H 3C H N O C O H 3C H N O C O O CH CH 3 H 3C CH 3 H 3C H2 C O P H2 C O O NO 2 N-metil-1-naftilkarbamat Baygon O. atau dua atau lebih cincin benzena dipadukan. Senyawa Polisiklik Aromatik Senyawa aromatik ini dicirikan oleh cincin-cincin aromatik yang menggunakan atom-atom karbon tertentu secara bersama-sama. Tuliskan nama untuk senyawa berikut berdasarkan IUPAC. b.6 dapat dibuat dari bahan baku fenol melalui tahapan reaksi berikut. Naftalena Antrasena Fenantrena Senyawa Aromatik 207 . tetapi pestisida ini sangat beracun bagi manusia.

Persamaan reaksinya: 208 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . a. yang dimulai pada posisi substituennya. Naftalena digunakan sebagai pengusir ngengat. Hidrokarbon aromatik polisiklik dan sebagian besar turunannya berbentuk zat padat. Contoh: NH2 O2N OH 1-aminanaftalena ( α -aminanaftalena) 7-nitronaftalena (β –nitronaftalena) 1-hidroksinaftalena (α -naftol) b. Sifat licin dari grafit disebabkan kemampuan bidang-bidang ini dapat bergeser satu sama lain. Penomoran pada polisiklik ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah di manapun posisi substituennya. reduksi. Berdasarkan sifat ini maka grafit sering digunakan sebagai pelumas. Akibat elektron π yang dapat berpindah-pindah dan terdelokalisasi. Aromatik polisiklik digunakan secara luas sebagai zat antara pada sintesis organik.Grafit merupakan salah satu contoh senyawa polisiklik.5 ) diduga merupakan ketebalan sistem ikatan π (pi) dari benzena. grafit dapat menghantarkan arus listrik dan digunakan sebagai elektrode pada baterai. dan substitusi dibandingkan senyawa benzena. Kereaktifan Senyawa Polisiklik Senyawa aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan oksidasi. Tata Nama Senyawa Polisiklik Sistem cincin senyawa aromatik polisiklik memiliki tata nama tertentu yang berbeda dengan penomoran pada benzena atau sikloalkana. Lihat penomoran berikut. Struktur grafit terdiri atas bidang-bidang cincin benzena terpadu. Jarak antara setiap dua bidang (sekitar 3. 6 5 8 7 6 5 4 1 2 3 7 6 5 10 4 8 9 1 2 3 3 2 1 10 9 4 7 8 β β α α β β α α Penataan nama secara trivial. posisi substituen dalam naftalena tersubstitusi mono dinyatakan dengan huruf unani ( dan β). misalnya dalam pembuatan zat warna (lihat kegunaan senyawa benzena pada pembahasan sebelumnya). posisi berikutnya adalah beta (β). Kereaktifan ini disebabkan kemampuan bereaksi dari suatu cincin. sementara cincin lainnya masih dipertahankan. Posisi yang berdekatan dengan karbon-karbon pemaduan cincin disebut posisi alfa ( ). serta turunannya digunakan dalam bahan bakar motor dan pelumas. 1) Reaksi Oksidasi Asam ftalat anhidrida dibuat dari oksidasi naftalena dengan katalis vanadium oksida.

Reaksinya: O CrO3 H2SO4 Kalor O Antrasena 9. disintesis dari bahan dasar asam ftalat anhidrida Antrasena dan fenantrena dapat juga dioksidasi menjadi suatu kuinon.10-fenantrakuinon • • • • Kata Kunci Polisiklik Reaksi oksidasi Reaksi reduksi Tereduksi parsial 2) Reaksi Reduksi Berbeda dari benzena. senyawa polisiklik dapat dihidrogenasi (direduksi) parsial pada tekanan dan suhu kamar.10-antrakuinon CrO3 H2SO4 Kalor O O Fenantrena 9. Na CH3COOH Kalor Tidak terjadi reaksi Benzena Na CH3COOH Kalor Naftalena Tetralin Senyawa Aromatik 209 .V2O5 Udara kalor O C C O O OH OH -H2O O O Asam ftalat anhidrida Naftalena Asam o-ftalat O NH2 N N NH N NH N O O + C O 250oC NH2 N N Ftalosianina merupakan zat warna biru (monastral) pada tektil.

Berdasarkan data hasil percobaan diketahui bahwa reaksi sulfonasi naftalena dipengaruhi oleh suhu. tetapi pada suhu tinggi di atas 160°C.Na CH3COOH Kalor Antrasena 9. menghasilkan campuran produk dari asam 2–naftalenasulfonat (85%) dan asam 1–naftalenasulfonat (15%). Naftalena mengalami reaksi substitusi terutama pada posisi atom karbon nomor-1. 210 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Sebagian besar sifat aromatik dari sistem cincin masih ada dan dipertahankan. Untuk menghidrogenasi semua cincin aromatik dalam naftalena dapat dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi. a) Reaksi brominasi Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa naftalena dapat dibrominasi pada suhu kamar menggunakan katalis FeBr3.10-dihidroantrasena Perhatikan bahwa sistem cincin yang tereduksi parsial masih mengandung cincin benzena. → Br2 + FeBr3 ⎯⎯ FeBr4– + Br+ FeBr4– FeBr3 + Br– Br + Br2 FeBr3 + HBr 1-bromonaftalena NH 2 NH 2 Naftalena 4. Reaksi yang terjadi menggunakan mekanisme reaksi yang ditunjukkan sebagai berikut. Persamaan reaksinya: + 5H2 Naftalena 225°C 35 atm Pt Dekalin 3) Reaksi Substitusi Sistem cincin aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan substitusi daripada benzena.5-diaminonaftalena (zat antioksidan dalam minyak pelumas) b) Reaksi sulfonasi Reaksi sulfonasi pada naftalena dilakukan sama seperti pada sulfonasi benzena. naftalena bereaksi dengan asam sulfat pekat membentuk asam 1–naftalenasulfonat. Beberapa contoh reaksi substitusi aromatik polisiklik di antaranya reaksi brominasi dan reaksi sulfonasi. SO3H 50oC + H2SO4 170oC Asam 1-naftalenasulfonat SO3H Asam 2-naftalenasulfonat Pada suhu di bawah 60°C.

juga terdapat atom nitrogen. Ketiga struktur tersebut berbeda karena posisi gugus metil (teobromin dan teofilin berisomer struktural). Furan Tiofena Tiazola Kuinolina Isokuinolina Indola Purina Penataan nama senyawa heterosiklik menggunakan sistem penomoran. Kafein terdapat dalam kopi yang bersifat candu. sama seperti pada cincin benzena. dan kokain). Nomor terendah sedemikian rupa diberikan kepada atom selain karbon yang terkandung dalam cincin. Senyawa Aromatik 211 . a. Senyawa Heterosiklik Aromatik Senyawa heterosiklik aromatik adalah suatu senya a siklik di mana atomatom yang terdapat dalam cincin terdiri atas dua atau lebih unsur yang berbeda. N N H Pirol O S N H Imidazola N S N Piridina N N N N H N N H N N Pirimidina N Catatan Note Purina merupakan kerangka dasar pembentukan adenina dan guanina (senyawa pembentuk DNA). Perbedaan struktur ini menimbulkan perbedaan sifat fisika dan kimia.2. senyawa heterosiklik aromatik juga memiliki nama tertentu sebagai berikut. Senyawa heterosiklik banyak terdapat di alam sebagai suatu alkaloid (seperti. Contoh: 3 2 N 1H N 4 5 4 5 6 N 1 N3 5 6 7 8 4 3 N2 β N α N H β α β α γ N β 2 N α 1 Penataan nama dapat juga menggunakan huruf unani untuk substituen mono. selain atom karbon. Purine is a backbone component for adenine and guanine (the compounds of DNA structure). Nikotin terdapat dalam tembakau dan bersifat candu. sama seperti pada senyawa polisiklik aromatik. dan senyawa biologi lainnya. Teobromin terdapat dalam cokelat (chocolate) yang juga bersifat candu. Contoh: CH3 CH3 CH3 O N H3C N N N O HN N N N O N H3C CH3 N N N H NH2 N N Nikotin O N N H N NH NH2 N N H N CH3 N O CH3 O O Kafein Teobromin Teofilin Adenina Guanina Contoh-contoh senyawa tersebut tergolong senyawa heterosiklik. Cincin heterosiklik dapat bersifat aromatik. Dalam kerangka cincin. Teofilin tergolong obat-obatan broncodilator (sesak napas). nikotin. morfin. asam-asam nukleat (pengemban kode genetik). Tata Nama Senyawa Heterosiklik Sama seperti senyawa polisiklik aromatik.

keduanya merupakan basa lemah (pKb masing-masing adalah 9. Kesamaan lain antara piridina dan benzena adalah keduanya tahan terhadap serangan oksidasi. H O C N NH2 + Br2 N 300oC Br N 3-bromopiridina (37%) Br + N Br 3. Piridina dapat disubstitusi oleh bromin hanya pada suhu tinggi dalam fasa uap sehingga diduga reaksi berlangsung melalui pembentukan radikal bebas. tetapi dibedakan adanya atom nitrogen pada posisi–1 dalam cincin. Oleh karena piridina memiliki satu atom nitrogen yang bersifat elektronegatif maka senyawa piridina bersifat polar. Contoh: NO2 HNO3 H2SO4 0°C + N 5-nitrokuinolina (52 %) N Kuinolina N 8-nitrokuinolina (48%) NO2 212 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .1 dan 8.b. berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom nitrogen. Piridina tidak dapat dialkilasi atau diasilasi seperti pada benzena melalui reaksi Friedel-crafts. Reaksi substitusi terjadi pada posisi 5 dan 8. sedangkan benzena bersifat nonpolar. vit. Reaksi substitusi terjadi pada posisi karbon nomor 3. digunakan untuk mengobati penyakit TBC. Kereaktifan Beberapa Senyawa Heterosiklik 1) Piridina (Cincin 6 Anggota) Senyawa heterosiklik dengan enam anggota yang paling umum adalah piridina. CH3 Toluena KMnO4 H2O H+ O C OH Asam benzoat N 3 -metilpiridina CH3 KMnO4 H2O H+ O C OH N Asam 3 -piridinakarboksilat (Asam nikotinat. Reaksi oksidasi dapat terjadi pada gugus samping. Adapun isokuinolina adalah isomer posisi dari kuinolina yang memiliki atom nitrogen berada pada posisi–2.6). sedangkan cincinnya tetap utuh. Piridina memiliki struktur sama dengan benzena. Kuinolina dan isokuinolina.5-dibromopiridina (26%) N Isoniazida. B) Kata Kunci • • • • • • • Hibridisasi Kuinolina Isokuinolina Cincin 6 anggota Cincin 5 anggota Ikatan pi Pengkutuban parsial 2) Kuinolina dan Isokuinolina Kuinolina adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur serupa naftalena. Setiap atom dalam cincin terhibridisasi secara sp2.

Akibatnya. Struktur ini merupakan dasar dari senyawa hemin (dalam darah) dan klorofil (dalam hijau daun). Contoh: HNO3 (CH3CO) 2 5°C N H NO2 N N NH N N N H 2 -nitropirola (80%) Piridina SO3 HN N H SO3 N N Asam 2 -pirolasulfonat (90%) H2C H3C HC H3C HO H2 C N C H2 HC CH Porfirin N Fe N CH N CH CH3 Catatan Note CH3 CH2 Senyawa Porfirin tersusun dari empat cincin pirola melalui ikatan aza (-N=). Hal ini disebabkan pasangan elektron bebas pada atom nitrogen sudah disumbangkan ke dalam cincin membentuk ikatan pi. senyawa aromatik yang memiliki lima anggota dapat bereaksi melalui reaksi substitusi. pirola bersifat polar. Porfirin is built of four pirola rings with aza (-N=) bond. Sifat aromatik ini disebabkan kelima anggota dalam cincin menyumbangkan dua elektron membentuk ikatan pi. furan. Walaupun pirola mengandung atom nitrogen dalam cincin.NO2 N Isokuinolina HNO3 H2SO4 0°C N 5-nitroisokuinolina (90%) + NO2 N 8-nitroisokuinolina (10%) 3) Pirola (Cincin 5 Anggota) Pirola. C O C H H2C O C CH2 OH Hemin (sel darah merah) Senyawa Aromatik 213 . dan tiofena memiliki 5 anggota dalam cincin dan bersifat aromatik. sedangkan atom nitrogen kekurangan elektron maka dalam pirola terjadi pengkutuban muatan secara parsial. Sama seperti pada benzena. seperti pada benzena. Oleh karena dalam cincin pirola kelebihan elektron. The strusture is backbone of heme in the blood and chlorofile in the leaf. tetapi tidak bersifat basa sebagaimana piridina atau amina lain.

Tuliskan persamaan reaksi beserta strukturnya antara 1–nitronaftalena dan asam asetat dengan katalis CrO3 membentuk asam 3–nitro–1. Benzena memiliki rumus molekul C6H6. obat ketombe) 4. penamaan senyawa benzena dengan nama trivial masih digunakan. Asam furan–2–karboksilat. sulfonasi.4–dinitrofena.2–ftalat. 2. nitrasi. Beberapa reaksi substitusi benzena adalah halogenasi. c. yaitu naftalena. 11. dan reaksi friedel-crafts. fenil alkohol. CH3 b. sulfonasi. 9.Tes Kompetensi Subbab 1. Di samping itu. dan trofena adalah senyawa aromatik heterosiklik yang memiliki lima anggota dalam cincin. yaitu suatu basa lemah dengan cincin bermuatan positif parsial. Ada tiga senyawa aromatik polisiklik yang umum. 5. Apa nama dari senyawa berikut berdasarkan IUPAC. Tuliskan struktur senyawa polisiklik berikut. a. asilasi. Senyawa aromatik polisiklik adalah senyawa dengan dua atau lebih cincin benzena (polinuklir). Senyawa poliheterosiklik aromatik adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur seperti naftalena. Pirola. halogenasi. seperti alkilbenzena. contohnya kuinolina dan isokuinolina. 6. Cl OH N 3. antrasena. 7. a. Rangkuman 1. para–. H3C N H Gambarkan struktur senyawa berikut. dan fenatrena. N H O Cl 2. 214 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . furan. 4. –fenilpirola. b. 2. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Benzena cenderung melakukan reaksi subtitusi dari pada reaksi adisi. Asam 1–naftalenasetat (hormon pertumbuhan tanaman yang mendorong untuk berbunga. (Kloroksina. a. 8. dan pembentukan diazonium. C c. Reaksi yang terjadi pada benzena menghasilkan senyawa turunan benzena. dan senyawa benzena lainnya. Tata nama senyawa benzena didasarkan pada penomoran atau menggunakan kata depan orto–. turunan benzena tersebut juga dapat mengalami reaksi lebih lanjut. asam benzoat. Semua senyawa karbon yang mengandung benzena digolongkan sebagai turunan benzena. Senyawa heterosiklik aromatik adalah senyawa siklik yang memiliki dua atau lebih unsur yang berbeda dalam cincin. meta–. Senyawa heterosiklik aromatik enam anggota yang umum adalah piridina. antara lain reaksi nitrasi. 10. Asam 3–hidroksi–2–naftoat (berguna untuk menstabilkan vitamin B riboflavin) b. dengan ikatan rangkap dua karbon-karbon terdelokalisasi. 3.

Pada bab ini Anda telah mempelajari struktur. Bagaimana menurutmu aplikasi senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya di alam? Kemudian. pestisida. Seperti yang telah Anda ketahui. sebagai zat aditif. pewarna. tata nama.Peta Konsep Aromatik terdiri atas atau rumus molekul (C6H6) Benzena mengalami Halogenasi Nitrasi Reaksi Subtitusi antara lain Sulfonasi Asilasi Friedel -crafts menghasilkan Turunan benzena rumus molekul Polisiklik mengalami Reaksi subtitusi Reaksi reduksi Reaksi oksidasi antara lain Halogenasi Sulfonasi Cincin 6 anggota yaitu Heterosiklik Senyawa siklik yang mengandung atom lain selain atom C dan H antara lain Poliaromatik Cincin 5 anggota Halogenasi mengalami Reaksi substitusi antara lain Nitrasi Sulfonasi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 7 ini? Bagian manakah dari materi Bab 7 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. sifat. dan kegunaan senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya. dan obat-obatan. sifat-sifat khas dari senyawa aromatik tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi. sekaligus menerapkan aturan tata namanya. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri atau perdagangan. diskusikan dengan teman atau guru Anda. Anda juga telah memahami hubungan struktur dengan kereaktifan senyawa aromatik tersebut. dampak apa yang Anda ketahui dari penggunaan produk yang mengandung senyawa aromatik ini baik dari segi keuntungan maupun kerugiannya? Senyawa Aromatik 215 . Misalnya.

H3C H2 C H2 C H C C H2 C H2 C CH3 6. 0.. 0. 1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Toluena..154 nm dan C=C adalah 0.5–dinitrobenzoat B. rasemasi Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. COOH HO C O OH E.. A. dan tiofena dikenal sebagai senyawa golongan .. terdelokalisasi C.. O2N NO2 Menurut IUPAC diberi nama ...154 nm Struktur benzena dapat digambarkan dalam dua bentuk struktur seperti berikut. 0. tidak memiliki sifat konduktor listrik C. pentil benzilpropena 216 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . HO C O D... A. Struktur tersebut menyatakan gejala . heterosiklik E. NO2 O B.. D. isomeri D.16 nm E. Hal ini disebabkan . 1.....3–dinitrobenzoat C. polisiklik Di antara sifat-sifat benzena berikut. tidak dapat diadisi D.5–dinitrobenzoat E.. HO C O OH HO C. 0. A. HO C O 5. NH 2 E. Panjang ikatan karbon-karbon dalam molekul benzena adalah . A. OH 3. 0. kecenderungan menjalani reaksi substitusi daripada reaksi adisi atau kondensasi Panjang ikatan C–C adalah 0. asam 3.. aromatik B.134 nm. 1. yang merupakan akibat langsung dari kestabilan cincin dengan elektron terdelokalisasi adalah . parafin D. oktenilbenzena B. OH B. panjang ikatannya berbeda Senyawa berikut memiliki nama . titik didih rendah D. A.. asam 1. 3–fenil–2–oktena C. Ebtanas 1999: Turunan benzena berikut yang disebut asam orto– hidroksibenzoat adalah .134 nm C. energinya lebih kuat dari alkena B.. CH3 2.... A. OH 9. cincin benzena stabil E. H3C O C O 4. A. 7.139 nm D.3–dinitrobenzilalkohol Anilin merupakan senyawa turunan benzena dengan rumus kimia ..3–dinitro–5–karboksilbenzena D..124 nm B. C H C. sikloalkena C. A.Evaluasi Kompetensi Bab 7 A.. fenol. kondensasi B.3. 1. tautomeri C. resonansi E. perubahan entalpi pembentukan standar berharga positif B. A.. Senyawa aromatik berikut. 8... ketahanan terhadap serangan kimia dari suatu pereaksi E.

oksidasi B. OCH3 H2 H2 C C NH2 OCH3 H3CO 11. Cl CH2 CH2 D. isooktenilbenzena E.. C6H5COCH3 C. hasil reaksi diolah dengan larutan asam. C6H5CH2Cl D..... 1 D. fenil klorida C. C6H5CH2OCOCH3 19. 14. asam sulfat bertindak sebagai .. NO2 B.. zat pensubstitusi 16. 3 Jika benzena dinitrasi dengan menggunakan campuran HNO3 dan H2SO4 pekat. 2 E.. p–klorotoluena E. Cl NO2 + C. A. Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah ..... o–klorotoluena D. NO3– D. CH3 C OH E. Senyawa ini tergolong turunan benzena dari . Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5–CH2OH) dan etanoil klorida (CH3COCl) adalah . keton B.. A. 12. A.. benzil klorida B. m–klorotoluena 17. suatu asam kuat D.D. A. 6 C. Produk yang dihasilkan adalah .2–dimetilbenzena direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dalam suasana basa. karboksilat D. HNO3 B. NO2 Jenis reaksi benzena dengan HNO3 dalam asam sulfat pekat adalah . dengan struktur sebagai berikut.. larutan KMnO4 dalam basa E. D. A. zat pengadisi E.. eliminasi D.. NO2 COOH NO2 COOH E. alkohol E. A... 4 B. Meskalina adalah salah satu obat penenang. Cl COOH C... gas klorin B. A. Benzena direaksikan dengan asam sulfat pada kondisi tertentu menurut persamaan berikut. C6H5CH2COCl E. benziloktena 10.. NO2+ E.. eter C. HSO4– – C.. Jika gas klorin dialirkan ke dalam toluena yang mendidih. NO2 B. adisi GRE Test 2000: Nitrasi klorobenzena (C6H5–Cl) oleh campuran HNO3 dan H2SO4 menghasilkan produk utama . Senyawa 1. A... spesi yang mula-mula menyerang molekul benzena adalah . aldehid Jumlah isomer dari dinitrobenzena adalah .. C6H6(aq) + H2SO4(aq) ⎯→ C6H5SO3H(aq) + H2O( ) Pada reaksi ini. oksidator C. 13. Cl + Cl O NO2 NO2 Senyawa Aromatik 217 . H3OS NO2 + HCl 15. akan dihasilkan . substitusi E. Kemudian.. A. esterifikasi C... larutan I2 dan NaOH dalam air C. larutan H2O2 18. A. zat pendehidrasi B. campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D. C6H5OCOCH3 B.

CH3 CH3 Br OH Br 21. NH2 D. A.. Zat aditif berikut digunakan sebagai pengawet makanan dan berperan sebagai antioksidan.. N2+Cl- C. indigotin D. kafein C. metionin 27. benzaldehida E. CH2NH2 E. anilin B.. A. BHT D. CH2OH CH3 C. OH D.. A. paraben C. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan HNO2 pada 5°C adalah ... terbentuk dua isomer dari senyawa monobromobenzena. NO E. Br CH3 CH3 B.. sakarin B.. nitrobenzena D.. yaitu ... BHA E. OCH2CH3 E. Jika fenilamina diolah dengan larutan NaNO2 dalam air bersama HCl pada 0°C. A. nitrobenzena 22. NO2 D. asam benzoat C.. Jika metilbenzena direaksikan dengan bromin dengan bantuan katalis. fenol D. Br CH3 CH3 C. bromobenzena 26.. A. propilgalat 218 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . kumarin E. CH2Br CH3 Br 23. Senyawa berikut yang tergolong pemanis makanan yang diizinkan oleh Depkes adalah .... NH2 E. CONH2 B. UMPTN 1999 A: Oksidasi sempurna senyawa toluena akan menghasilkan . produk yang dihasilkan adalah . NHCH 3 Br C. OCH2CH3 25. CH2CH3 B.20. kemudian dipanaskan hingga 60°C... A. CH2Br CH3 24.. fenol C. CH3 NH 2 Br D. anilin E. klorobenzena B... Senyawa turunan benzena berikut yang dapat bereaksi dengan basa membentuk garam adalah .. kecuali . Di antara zat berikut yang akan membentuk asam benzoat jika dioksidasi adalah . CHO CH 3 B. A.. asam benzoat B. A..

5–trihidroksibenzoat E.. A. A.. asam 3–fenantroat E. 6–sulfonaftalenamino 33. A.. A. B. brom timol biru B.. asam 3.. Nama yang tepat menurut IUPAC adalah . fenantradehida 34... E. A. 2. 3–metil–9.. asam polihidroksibenzoat D. A. asam 3. sevin C.. baygon E..6– cleve digunakan sebagai zat warna tektil..5–trihidroksibenzoat n–propil ester 29. 2–sulfon–5–aminonaftelena C.4. Menurut IUPAC diberi nama . 3–metiltiofena C. 30. DDT B. A... E..5–trihidroksi–1–propil benzoat C. 5–metil–9–fenantrolin C. 5–aminonaftalenasulfonat E. 4–metilpirola E. metilfiranosa 35. D.10–dihidroksifenantrena D..5–trihidroksi benzoat B. 3–metil–9.. 1–propil–3. paration D... Senyawa heterosiklik berikut. Produk utama yang diperoleh jika senyawa fenantrena berikut dioksidasi dalam suasana asam adalah . C. Pewarna tekstil yang berwarna biru adalah .. indigotin E....4. 8–amino–3–sulfonaftalena D.5–T 32. ftalosianin D. Nama umum dari senyawa berikut adalah asam 1. A. Senyawa berikut yang bukan insektisida adalah .4. Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah . asam 3.4.28.4. memiliki rumus struktur .. C. Nama sistematis (IUPAC) dari propilgalat sebagai pengawet makanan adalah . p–hidroksiazobenzena 31. asam 4'–dimetilaminoazobenzena–4–sulfonat C. D.10–fenantrakuinon B. 1–amino–6–sulfonaftalena B. 3–metilfuran B. 3–metilpirola D. Parasetamol banyak digunakan sebagai obat penurun panas.. B. Senyawa Aromatik 219 .

(b) natrium. Ramalkan produk utama dari reaksi berikut. Termasuk gugus fungsional apakah panadol itu? Tuliskan nama senyawa berikut berdasarkan sistem IUPAC. + Cl2 b. Tuliskan nama senyawa berikut menggunakan kata depan orto–. O HO H N C CH3 5. para–. 1. Lengkapi dan setarakan persamaan berikut. setiap reaksi menggunakan katalis. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. CH3 NH2 NH2 OH COOH NH2 COOH HO CH3 CH3 4. CH3 N H2N N N H N 2. dengan aturan IUPAC.B. Obat panadol mempunyai struktur molekul sebagai berikut. + HBr Br b. meta–. Berdasarkan pemahamanmu tentang reaksi gugus fungsi. HO CH CH H2 C CHO 220 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dengan catatan. perkirakan reaksi senyawa berikut dengan (a) air brom. Apakah nama kimia panadol menurut IUPAC? b. a. CH3 + N CH3 N H 6. + Br2 N FeBr3 FeCl3 3. a. a.

canamplastics.com Plastik terbuat dari makromolekul polimer. Anda tentu telah mengenal merk-merk produk. sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. penggolongan. dapat berupa siklik (cincin). dan sifat dari senyawa makromolekul itu? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. karet alam. tata nama. Bagaimanakah struktur. Makromolekul Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Makromolekul adalah senyawa yang memiliki ukuran sangat besar. seperti nilon. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. Polimer diartikan sebagai senyawa yang memiliki massa molekul besar membentuk rantai dengan satuan berulang. dan karbohidrat adalah senyawa makromolekul alami. penggolongan. Karbohidrat C. Senyawa yang tergolong makromolekul adalah polimer dan biomolekul (karbohidrat dan protein). benzena dan turunannya. teflon. Polimer B. protein. Protein 221 . A. struktur genetis DNA. atau gabungan siklik dan rantai. Setelah mempelajari bab ini. dan plastik. karbohidrat. dan makromolekul.Bab 8 Sumber: www. dan protein). rantai. Semua itu merupakan bahan sintetis yang tersusun dari senyawa makromolekul. Adapun pati.

1. Ada dua jenis polimer berdasarkan sifatnya. tersusun atas monomer yang berulang. Jelaskan oleh Anda salah satu cara mengidentifikasi karbohidrat. dibentuk melalui polimerisasi molekul etilena. polimer ini akan mengambil bentuk yang tidak dapat diubah lagi jika sifat plastisnya tidak dirombak secara kimia. Akibat pertumbuhan rantai. Apakah yang dimaksud dengan monomer? Karbohidrat mengandung gugus aldehid.1 Setiap atom C dalam polimer rantai lurus mempunyai geometri tetrahedral. Polimer yang berikatan silang antarrantai polimer bersifat lebih plastis. 2. Misalnya polietilena. 222 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . polimer dapat berlipat secara acak (Gambar 8. yang memiliki massa molekul kecil. Mengapa polimer. (Gambar 8. polimer menjadi lebih tegar. 3. Bentuk Polimer Polimer dibentuk melalui ikatan antarmonomer secara berulang. Jika jumlah ikatan silang relatif besar. Sekali ikatan silang dibentuk. CH2 = CH2 ⎯⎯ → Etilena (etena) H2 C C H2 C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C n Polietilena Gambar 8. yaitu polimer termoset dan termoplastik.Tes Kompetensi Awal 1. dan bentuknya dapat dipertahankan jika didinginkan. Polimer yang berikatan silang dapat menghubungkan antarrantai polimer.2 (a) Polimer rantai lurus dengan lipatan secara acak (b) Polimer dengan rantai bercabang (c) Polimer yang berikatan silang di antara rantai polimer Polimer plastis terdapat pada vulkanisasi karet akibat dari pemasokan rantai-rantai pendek dari atom belerang yang mengikat rantai polimer pada karet alam. dan protein digolongkan ke dalam senyawa makromolekul? A.2b). Polietilena adalah polimer rantai lurus karena membentuk ikatan karbon-karbon yang memanjang. Polimer ini meleleh jika dipanaskan dan dapat dimodelkan ke dalam berbagai bentuk. karbohidrat.2a) atau bercabang (Gambar 8.2c) (a) (b) (c) Gambar 8. entuk polimer lurus dan bercabang digolongkan sebagai polimer termoplastik. katan silang yang banyak dan kuat akan menghasilkan polimer termoset. Polimer Polimer didefinisikan sebagai senya a yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai.

Oleh karena pembawa rantai dapat berupa ion atau radikal bebas maka polimerisasi adisi digolongkan ke dalam polimerisasi radikal bebas dan polimerisasi ion. yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.3. pakar kimia USA menggolongkan mekanisme polimerisasi ke dalam dua golongan.3 Beberapa model kopolimer Kata Kunci • • • • • • • Monomer Polimer termoset Polimer termoplastik Homopolimer Kopolimer Polimerisasi adisi Polimerisasi kondensasi 3. ada juga kopolimer cangkok baik random maupun teratur.2. 1) Radikal Bebas Radikal bebas biasanya dibentuk melalui penguraian zat kurang stabil dengan energi tertentu. Polimerisasi adisi terjadi pada senya a yang memiliki ikatan rangkap. dibentuk hanya dari monomer etilena. Adapun kopolimer adalah polimer yang dibentuk oleh lebih dari satu jenis monomer. CH3 → CH2=CH2 + CH2=CH–CH3 ⎯⎯ [(–CH2–CH2–)x (–CH2–CH–)y] [–A–B–B–A–B–B–B–B–A–A–] Kopolimer acak [–A–B–A–B–A–B–A–B–A–B–] Kopolimer beraturan [–A–A–A–B–B–B–A–A–A–B–] Kopolimer blok [–A–A–A–A–A–A–A–A-A–A–] B B–B–B–B–B–B– Kopolimer cangkok Kopolimer dapat digolongkan kembali berdasarkan pada cara momoner disusun sepanjang rantai polimer. Jika etilena (CH 2=CH 2) dan propilena (CH 2=CH–CH 3) digabungkan membentuk polimer. seperti dibenzoil peroksida dan azodiisobutironitril. Gambar 8. perambatan. Penyebab reaksi rantai dapat berupa radikal bebas atau ion. akan terbentuk kopolimer. Kopolimer cangkok mempunyai rantai satu satuan berulang yang dicangkokkan pada rantai utama polimer lain. Pembentukan Polimer Carothers. a. → R• + H2C = CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX• Tahap perambatan adalah perpanjangan (elongasi) radikal bebas yang terbentuk pada tahap pemicuan dengan monomer-monomer lain: → R – CH2 – CHX• + CH2=CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX – CH2 – CHX• Tahap pengakhiran dapat terjadi dengan cara berikut. seperti etena. Polimerisasi adisi melibatkan reaksi rantai. ⎯→ R CH2 – CHX• + • XHC – H2C R ⎯ R CH2– CHX – XHC – H2C R atau melalui reaksi disproporsionasi: → R CH2–CHX• + •XHC–H2C R ⎯⎯ R CH2–CH2X + XHC=HC R Gambar 8.4 Dibenzoil peroksida mudah menjadi radikal bebas. Jika radikal bebas dinyatakan dengan R• dan molekul monomer dinyatakan dengan CH2=CHX maka tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. Makromolekul 223 . yaitu pemicuan. Polimerisasi kondensasi adalah reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu diikuti penyingkiran molekul kecil. Radikal bebas menjadi pemicu pada polimerisasi. dan pengakhiran. Homopolimer dan Kopolimer Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer yang sama (tunggal). Polimerisasi Adisi Polimerisasi adisi terjadi dalam tiga tahap. Zat pemicu berupa senyawa peroksida. seperti ditunjukkan pada Gambar 8. Polietilen adalah contoh homopolimer. Kopolimer teratur mengandung satuan berulang yang bergantian secara teratur. Ada kopolimer blok. Kopolimer random mengandung satuan berulang secara acak. Kopolimer blok terjadi dalam blok-blok tertentu dengan panjang berbeda.

Dalam polimerisasi kation. Pada tahap pemicuan. pembawa rantai dapat berupa ion karbonium (polimerisasi kation) atau ion karbanion (polimerisasi anion). dan udara). Cara kerja zat pelambat adalah melalui persaingan dengan monomer untuk bereaksi dengan radikal bebas sehingga laju polimerisasi menurun. Nilon merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial dan merupakan serat sintetik pertama yang dibuat seluruhnya dari bahan anorganik (batu bara. stoking sulit diperoleh hingga Perang Dunia II berakhir. H2SO4. 2) Polimerisasi Ionik Polimerisasi adisi dapat terjadi melalui mekanisme yang tidak melibatkan radikal bebas. Tabel 8. 2000 Laju polimerisasi dapat dikendalikan dengan menggunakan zat penghambat (inhibitor) dan pelambat (retarder). Radikal bebas yang mantap ini tidak dapat memicu polimerisasi lebih lanjut. seperti HCl. Zat pelambat yang biasa digunakan adalah gas oksigen. H H3C C X ++ → H2C = CHX ⎯⎯ H H H2 H2 C C C C+ X X 224 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Penghambat bereaksi dengan radikal bebas ketika radikal bebas terbentuk. Dalam hal ini.1 Nomor 1 2 3 4 5 6 Beberapa Singkatan Polimer Singkatan PET HDPE PVC LDPE PP PS Polimer Polyethyleneterephthalate High density polyethylene Polyvinyl chloride o density polyethylene Polypropylene Polystyrene Perambatan berupa adisi monomer terhadap ion karbonium. proton dialihkan dari asam ke monomer sehingga menghasilkan ion karbonium (C+).Sumber: Chemistry: The Central Science. prosesnya hampir sama dengan perambatan pada radikal bebas.5 Pada kemasan plastik biasanya terdapat simbol di bagian bawahnya. H → HA + H2C = CHX ⎯⎯ H3C C + + A– X HA adalah molekul asam. SnCl4. Persamaannya: R → CH2 – CHX• + O2 ⎯⎯ R – CH2 Gambar 8. Oleh karenanya. Misalnya. Kuinon dapat bertindak sebagai zat penghambat bagi banyak sistem polimerisasi sebab kuinon bereaksi dengan radikal bebas menghasilkan radikal yang mantap akibat resonansi. Katalis untuk reaksi ini adalah asam Lewis. sebaliknya polimerisasi kation paling baik dilakukan pada suhu rendah. air. Gas ini kurang reaktif dibandingkan dengan penghambat. Dalam polimerisasi yang dikatalis oleh asam. TiCl4. dan HClO4. Nilon tersusun atas monomer yang dihubungkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA). Polimerisasi kation terjadi pada monomer yang memiliki gugus yang mudah melepaskan elektron. Polimerisasi radikal bebas memerlukan energi atau suhu tinggi. dan asam kuat lainnya. polimerisasi 2–metilpropena berlangsung optimum pada –100oC dengan adanya katalis BF3 atau AlCl3. tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. Nilon digunakan sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II (1941). Produk pertama adalah sikat gigi berbulu nilon (1938). H2SO4. dilanjutkan dengan stoking untuk wanita pada 1940. monomer pembawa rantai adalah ion karbonium. seperti AlCl3. Polimerisasi tidak akan berlanjut sebelum seluruh zat penghambat habis terpakai. CH2X – O – O– Sekilas Kimia Nilon Nilon merupakan suatu jenis polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace Carothers di DuPont. simbol tersebut menunjukkan komposisi polimernya. BF3.

O C HO O HO (CH2)4 C + OH CH2 CH2 OH HO O C (CH2)4 C O Kata Kunci • • • Laju polimerisasi Polimerisasi radikal bebas Polimerisasi ionik OH O CH2 CH2 + H2O Makromolekul 225 . Polimerisasi Kondensasi Polimerisasi kondensasi melibatkan penggabungan molekul kecil membentuk molekul besar melalui reaksi kondensasi. b. Proses paling sederhana adalah penggabungan ion karbonium dan anion pasangannya (disebut ion lawan). Katalis yang dapat dipakai adalah logam alkali. H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C:X Sumber: Chemistry: The Central Science. Kalium amida akan terionisasi kuat sehingga pemicuan dapat berlangsung seperti berikut. Jika etanol dan asam asetat dipanaskan dengan sedikit asam sulfat pekat. seperti propenitril (akrilonitril). Reaksi esterifikasi akan berhenti. aril. jika terdapat sedikit air. yaitu: H H2 H2N C C:. karbon dioksida. 2–metilpropenoat (metil metakrilat). atau alkohol akan mengakhiri pertumbuhan rantai.Pengakhiran rantai dapat terjadi melalui berbagai proses. dan amida logam alkali. jika setiap molekul pereaksi mengandung dua atau lebih gugus fungsional maka reaksi berikutnya boleh jadi terbentuk. monomer pembawa rantai adalah yang memiliki gugus dengan keelektronegatifan tinggi. reaksi polimerisasi anion optimum pada suhu rendah. H H H2 H2 → C C C C+ + A– ⎯⎯ X X H H2 C C X H H2 C C X A Dalam polimerisasi anion.6 Petugas pemadam kebakaran selalu memakai pakaian tahan api yang terbuat dari polimer. H2N + H2C – X Perambatan merupakan adisi monomer pada karbanion yang dihasilkan. reaksi antara dua monomer asam heksanadioat (asam adipat) dan etana–1. sebab tidak ada gugus fungsi lagi yang dapat membentuk polimer. dan feniletena (stirena). Namun demikian. 2000 Gambar 8. Dalam hal ini. alkil. Namun demikian. monomer pembawa rantai adalah suatu karbanion (C–).2–diol (etilen glikol). Misalnya. akan terbentuk ester etil asetat disertai penyingkiran molekul air. Contohnya adalah kalium amida (KNH2) yang dalam pelarut amonia cair dapat mempercepat polimerisasi monomer CH2=CHX dalam amonia.+ H2C H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C H2 C H C:- X X X X Proses pengakhiran pada polimerisasi anion tidak begitu jelas seperti pada polimerisasi kation sebab penggabungan rantai anion dengan ion lawan (K+) tidak terjadi. Seperti polimerisasi kation.

Oleh karenanya. a. reaksi berikutnya dengan monomer dapat terjadi. Polimer yang terbentuk mengandung satuan berulang (–OCH2–CH2– OOHCH–(CH2)4–CO–). Misalnya. Polikarbonat merupakan polimer termoplastik yang digunakan dalam lensa kacamata plastik. Jadi. Pada polimerisasi kondensasi tidak terjadi pengakhiran. Oleh karena asam asetat bergugus fungsional tunggal. baik pada ujung hidroksil maupun pada ujung karboksil. O O O O O O O n c. Namun demikian. Sebutkan jenis polimerisasinya: adisi atau kondensasi? 226 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . sekali asam itu bereaksi dengan ujung rantai yang sedang tumbuh maka tidak akan terjadi lagi reaksi lebih lanjut.Dapat dilihat bahwa hasil reaksi masih mengandung dua gugus fungsional. F F F F F F n 2. tetapi polimerisasi dapat mulai lagi jika suhu dinaikkan. reaksi dapat dihentikan dengan cara didinginkan. Selain dengan asam asetat. penambahan sedikit asam asetat pada reaksi pertumbuhan polimer. CH3 HO C CH3 NaOH → + COCl2 ⎯⎯⎯ Polikarbonat + NaCl + H2O Katalis OH b. reaksi polimerisasi dapat dikendalikan dengan mengubah suhu. Persamaan reaksinya: Kerjakanlah di dalam buku latihan. Polimerisasi berlangsung terus sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang dapat membentuk polimer. polimer bercabang dengan rantai samping pendek). Jadi. yaitu polietilen massa jenis tinggi (0. Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol (BPA) dan fosgen (COCl2). Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi untuk menghentikan pertumbuhan polimer dari reaksi asam adipat dan etilen glikol menggunakan asam asetat.94 g cm–3. Cara menghentikan reaksi yang lebih kekal adalah dengan menggunakan penghentian ujung. senyawa apa lagi yang dapat digunakan? Tes Kompetensi Subbab 1. polimerisasi kondensasi berbeda dengan polimerisasi adisi. Monomer apa yang digunakan untuk membuat polimer berikut? Sebutkan jenis polimerisasinya? a. Massa molekul bertambah secara bertahap dan waktu reaksi sangat lama jika diharapkan massa molekul polimer yang terbentuk sangat besar. A 3. polimerisasi yang sedang berlangsung dapat dikendalikan. b. Bagaimana struktur dari kedua polimer ini? Jelaskan.92 g cm–3. Misalnya. Gambarkan struktur rantai polikarbonat yang terbentuk dari reaksi di atas. Ada dua jenis polietilen. CH3 H2 C CH3 H2 C CH3 n Fenol digunakan untuk menghentikan pertumbuhan polimer. polimer linear) dan polietilen kerapatan rendah (0.

xilosa. dan liksosa merupakan suatu pentosa. c. b. tetapi juga dapat dibedakan dari jumlah atom karbonnya. Monosakarida paling sederhana adalah gliseraldehida (suatu aldosa) dan isomernya adalah dihidroksiaseton (suatu ketosa).7 Proses fotosintesis yang terjadi pada daun menghasilkan karbohidrat. Suatu monosakarida tidak hanya dibedakan berdasarkan gugus fungsinya. Treosa dan eritrosa merupakan suatu tetrosa. Karbohidrat didefinisikan sebagai senya a polihidroksialdehid atau polihidroksi-keton dan turunannya. oligosakarida.B. Contohnya adalah triosa. Karbohidrat digolongkan ke dalam monosakarida. Energi matahari nCO2(g) + mH2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ Cn(H2O)m + nO2 → Pengubahan energi matahari menjadi energi kimia dalam biomolekul menjadikan karbohidrat sebagai sumber utama energi metabolit untuk organisme hidup. tetra–. 1. Cermin Sumber: Botany. arabinosa. Semua monosakarida lain dianggap sebagai turunan dari triosa. seperti berikut ini. Glukosa. dan fruktosa merupakan suatu heksosa. monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa (aldehid dan -osa). sedangkan monosakarida yang mengandung gugus keton disebut ketosa (keton dan -osa). Karbohidrat Karbohidrat merupakan makromolekul yang paling banyak ditemukan di alam dengan rumus umum Cn(H2O)m. Ribosa. manosa. dan heksa–. monosakarida digolongkan ke dalam tri–. penta–. Berdasarkan gugus fungsi. dan polisakarida. suatu monosakarida dengan tiga atom karbon. a. galaktosa. Monosakarida Monosakarida merupakan sakarida paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul lebih sederhana secara hidrolisis. khususnya –gliseraldehida. Makromolekul 227 . Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis dengan bantuan energi matahari. O C H H C O H C OH HO CH2 HO C H H2C OH Kata Kunci • • Polihidroksi aldehid Polihidroksi keton D-gliseraldehid L-gliseraldehid Beberapa monosakarida ditunjukkan berdasarkan jumlah atom karbon. Berdasarkan jumlah atom karbon. 1997 Gambar 8.

Adapun ketosa seperti fruktosa membentuk cincin furanosa lingkar lima.CHO H OH CH2OH D-gliseradehid CHO H OH H OH CH2OH D-eritrosa CHO OH H H OH CH2OH D-treosa H H H CHO OH OH OH CH2OH D-ribosa OH H H CHO H OH OH CH2OH H HO H CHO OH H OH CH2OH OH OH H CHO H H OH CH2OH D-arabinosa D-xilosa D-liksosa H H H H CHO CHO CHO CHO OH OH H OH HO H H H OH HO HO H OH H H OH H OH OH H OH H OH H OH OH H OH CH2OH CH2OH CH2OH CH2OH D-altrosa D-glukosa D-manosa H H HO H CHO CHO OH HO H H OH OH HO H H H OH OH CH2OH CH2OH D-idosa H HO HO H CHO CHO OH HO H HO H H H HO H H OH OH CH2OH CH2OH D-talosa D-alosa D-gulosa D-galaktosa Gambar 8. Kerangka karbon digambarkan secara siklik.9 Glukosa membentuk cincin enam glukopiranosa. gugus –OH dituliskan ke arah kanan untuk –isomer atau ke arah kiri untuk –isomer. Dua isomer berbeda pada gugus –OH yang terikat pada atom C1. Gugus aldehid atau keton diarahkan ke atas dan gugus –OH terakhir diarahkan ke bawah atau ke atas. Suatu aldosa seperti glukosa membentuk cincin piranosa lingkar enam. Kedua isomer tersebut dikenal 228 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pada struktur linear. Gambar 8.8 Penggolongan monosakarida berdasarkan jumlah atom karbonnya Struktur molekul monosakarida ditulis berdasarkan pengajuan dari Emil Fischer.

Glukosa (C6H12O6) dinamakan juga dekstrosa adalah komponen dari polisakarida seperti selulosa. akan terjadi peristiwa yang disebut mutarotasi. fruktosa paling manis. Fruktosa yang terdapat pada buah-buahan dan madu merupakan monosakarida. Fruktosa dua kali lebih manis dibandingkan dengan sukrosa dengan berat yang sama. tetapi mengandung keton sebagai gugus fungsionalnya. 2. dibentuk dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor satu dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2. Dalam medis. glukosa sering disebut gula darah sebab glukosa diketahui dalam aliran darah cukup melimpah. Di antara semua sakarida.10 Fruktosa melangsungkan reaksi reversibel menghasilkan bentuk isomer a dan isomer b dari cincin lima fruktofuranosa. pati. Makromolekul 229 . Jika dalam 100 mL urine terdapat sekitar 8 – 10 g glukosa maka dapat diduga orang itu berpenyakit diabetes. yaitu rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. atau 6 pada monosakarida yang lain. Kata Kunci • • Mutarotasi Ikatan glikosida Gambar 8.sebagai bentuk alfa (a ) dan bentuk beta (b). Keduanya berbeda pada atom karbon pertama (C1) dalam hal posisi gugus –OH. dan glikogen. memiliki rumus molekul sama seperti glukosa. ditemukan menyatu dengan glukosa dalam bentuk disakarida. Orang yang berpenyakit diabetes tidak dapat mengasimilasi dan mengeliminasi glukosa melalui ginjal. Ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida itu disebut ikatan glikosida. 4. Disakarida terdiri atas dua monosakarida. Darah manusia normal mengandung sekitar 1 g L–1. Oligosakarida dan Polisakarida Dua atau lebih monosakarida bergabung membentuk suatu senyawa dinamakan oligosakarida. Jika suatu sakarida dilarutkan dalam air. tetapi umumnya sampai delapan monomer. Peristiwa mutarotasi disebabkan perubahan bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya. Jumlah maksimum monomer yang tergolong oligosakarida tidak pasti. Fruktosa disebut juga levulosa atau gula buah.

useful of kitosan has been testing as presertive for the food. pengganti formalin yang berpotensi sebagai racun. Pada manusia dan vertebrata. Sukrosa Maltosa Laktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → Polisakarida terdiri atas rantai monosakarida. laktosa B. Glikogen umumnya ditemukan dalam hampir semua sel hewan. yaitu polisakarida struktural dan polisakarida nutrien.11 Struktur molekul selulosa. Dalam dinding sel tanaman. terbentuk dari monomer b– –glukosa melalui ikatan b(1 → 4) glikosida. serabut paralel. Polisakarida nutrien berperan sebagai sumber cadangan monosakarida. Adapun. Glikogen Glikogen adalah homopolisakarida nutrien bercabang. Polisakarida struktural berfungsi sebagai pembangun komponen organel sel dan sebagai unsur pendukung intrasel. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah paramilum. Fruktosa Glukosa Sukrosa Mahir Menjawab Hidrolisis suatu disakarida menghasilkan glukosa dan fruktosa. sejumlah besar selulosa bergabung membentuk rantai silang. galaktosa E. (C) UNAS 2005–2006 Gambar 8. Selulosa merupakan polimer tidak bercabang. atau bundel yang merupakan rantai tersendiri.Catatan Note Saat ini kitosan sedang diuji kegunaannya sebagai pengawet pada makanan. kondroitin. dan asam hialuronat. Dalam maltosa. dan glikogen. Panjang rantai beragam. Ikatan yang terbentuk dinamakan ikatan 1 → 4 glikosida. kitosan. Maltosa adalah disakarida yang dibangun dari dua glukosa. dinamakan sukrosa atau gula tebu. sukrosa D. fruktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → glukosa ⎯⎯ galaktosa → H2O + glukosa Jadi. maltosa Pembahasan Disakarida dan hasil reaksi hidrolisis: 1. 3. 230 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Disakarida tersebut adalah . terdiri atas monomer b-D-glukosa melalui ikatan b-1. substitution of formalin. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah selulosa (ditemukan dalam dinding sel tanaman). terdiri dari satuan glukosa berikatan → dan → . glikogen ditemukan dalam hati dan otot.. yang merupakan karbohidrat cadangan.. dari beberapa ratus sampai ribuan unit glukosa. juga protozoa dan bakteri. pati. Selulosa Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel tanaman. Nowadays. disakarida tersebut adalah sukrosa. Polisakarida dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional. which has potentially as poison. 2. Fruktosa dan glukosa juga dapat membentuk suatu disakarida. A. jembatan oksigen terbentuk antara atom karbon nomor 1 dan atom karbon nomor 4 dari –glukosa lain. a..4-glikosida b. laktosa terbentuk dari –galaktosa dan –glukosa. selulosa C.

Dalam beberapa hal. Intensitas warna biru yang dihasilkan bergantung pada kandungan amilosa yang terdapat dalam pati. Jika pati direaksikan dengan iodium akan muncul warna biru terang.12 Sapi dapat mencerna rumput sebab memiliki enzim selulose yang dapat memutuskan ikatan b-glikosida pada selulosa.org Gambar 8. 2000 Makromolekul 231 .13. c. (a) (b) Gambar 8. strukturnya menyerupai pohon.4-glikosida (c) Kompleks pati-iodin (c) Sumber: Chemistry: The Central Science. Pada kentang. jagung.13 (a) Struktur heliks dari amilum (b) Ikatan a -1. bentuk ini berdiameter beberapa mikron. amilosa dan amilopektin. Sumber: wikipedia. dan tumbuhan lain yang banyak mengandung pati memiliki kandungan amilopektin 75–80% dan amilosa 20–25%. pati memiliki kesamaan dengan glikogen (glikogen disebut pati hewan). Pada titik percabangan membentuk ikatan 1 → 6. Hal ini disebabkan terjadinya koordinasi antara ion iodida di antara heliks. Jadi.Glikogen tersusun dari jutaan glikosil yang terikat dengan ikatan 1 → 4 glikosida membentuk rantai panjang. Pati (Amilum) Pati adalah polisakarida nutrien yang ditemukan dalam sel tanaman dan beberapa mikroorganisme.4– glikosida. Pati selalu terdapat dalam sel tumbuhan berbentuk granula. Jumlah kedua polisakarida ini berbeda bergantung pada jenis pati. Komponen amilosa pati merupakan polisakarida tak bercabang terdiri atas glukosa dan ribuan satuan glikosil yang terikat pada 1. Granula pati mengandung campuran dari dua polisakarida berbeda. Perhatikan Gambar 8. Rantai polisakarida ini membentuk untai heliks.

Cincin warna ungu Sumber: www. Kedua macam larutan ini disimpan secara terpisah dan dicampur ketika akan digunakan (lihat Gambar 8. Tuliskan rumus struktur –glukosa dalam bentuk linear dan rumus proyeksinya menurut Fischer. 7. Dalam identifikasi karbohidrat.3. Monosakarida dan beberapa disakarida memiliki sifat reduktor.com Gambar 8. Pada batas antara kedua lapisan itu terbentuk cincin warna ungu akibat terjadi reaksi kondensasi antara a–naftol dan furfural (furfural terbentuk akibat dehidrasi glukosa oleh H2SO4). selanjutnya diendapkan sebagai Cu2O. a. Sifat reduktor ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. tetapi dengan pereaksi Benedict tidak terjadi reduksi. natrium karbonat dan natrium sitrat. Senyawa apakah yang terdapat dalam urine yang positif terhadap tes Benedict? Golongan senyawa apakah yang memberikan hasil positif terhadap tes Molisch? Apakah perbedaan antara pereaksi Barfoed dan Benedict? Dapatkah pereaksi Barfoed digunakan untuk membedakan fruktosa dengan sukrosa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau. aldehid. Pereaksi Benedict banyak digunakan untuk uji glukosa dalam urine dibandingkan pereaksi Fehling. senyawa ini dapat mereduksi Fehling. b. kuning atau merah bata. dan keton.bw Gambar 8.15 Cincin warna ungu terbentuk ketika karbohidrat direaksikan dengan pereaksi Molisch. → Cu2+ + Karbohidrat ⎯⎯ Cu+ → 2Cu+ + 2OH– ⎯⎯ Cu2O(s) + H2O Endapan merah bata Sumber: www.15). kemudian ditambah H2SO4 pekat maka akan terbentuk dua lapisan zat cair (lihat Gambar 8. Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4.14).14 Uji glukosa dengan Fehling b. Tuliskan produk dari reaksi hidrolisis senyawa berikut. Sebutkan monomer dari laktosa. Identifikasi Karbohidrat Sifat-sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat dalam molekul. 5. 2. maltosa. seperti gugus hidroksi. terutama dalam suasana basa. 3. panas Selulosa ⎯⎯⎯⎯ → 232 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . a. bergantung pada konsentrasi karbohidrat. Tes Molisch Tes Molisch terdiri atas larutan a –naftol dalam alkohol. Glukosa dapat mereduksi ion Cu2+ dari tembaga(II) sulfat menjadi ion Cu+. H 2 O.s. Dalam suasana basa diendapkan sebagai Cu2O.olgastift. B 4.uni-regensburg. dan sukrosa. Beberapa sifat kimia karbohidrat dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa karbohidrat. H+ Glikogen ⎯⎯⎯⎯ → H 2 O. Jika pereaksi ini ditambahkan ke dalam larutan glukosa. Tes Kompetensi Subbab 1. Jika dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin. yaitu larutan ehling A dan ehling . ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+. Tes Benedict Tes Benedict adalah larutan tembaga( ) sulfat. c. sedangkan Fehling B adalah larutan kalium-natrium-tartrat dan NaOH dalam air. Tes Fehling Pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan. 6.

biasanya turunan dari vitamin. Perhatikan reaksi kondensasi berikut.16 Struktur umum asam amino a R Di dalam protein. asam-asam amino diikat bersama melalui ikatan peptida. atau rantai samping. Rantai samping menentukan sifat-sifat asam amino. Setiap asam amino berbeda dalam hal gugus R. Struktur umum asam amino ditunjukkan pada Gambar 8. yaitu molekul yang dibentuk melalui ikatan peptida dari dua asam amino. jika alanin dan glisin menjadi dipeptida.C. nama dipeptidanya adalah alanilglisin. Protein Protein adalah polimer biologi yang tersusun atas molekul-molekul kecil (asam amino). 1.000 hingga puluhan ribu. dan Mg2+) atau mengandung molekul organik kompleks. Kata Kunci • • Asam amino Ikatan peptida H H 2N – C – C H Glisin (Gly) O OH CH3 H 2N – C – C H Alanin (Ala) CH2 O OH H2C CH2 O N–C – C OH H Prolin (Pro) H3C CH3 CH O OH H 2N – C – C H Valin (Val) Makromolekul 233 . Contoh. Selain tersusun atas asam amino. banyak protein juga mengandung komponen lain seperti ion logam (misalnya Fe2+. Asam Amino Asam amino adalah molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). Terdapat 20 macam asam amino yang ditemukan pada protein. Penamaan dipeptida atau tripeptida disesusaikan dengan nama asam amino yang berikatan. Cu2+. yaitu ikatan C–N hasil reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus amino dari asam amino lain. Huruf akhir dari nama asam amino yang disatukan diganti dengan huruf l’. Asam amino disebut juga asam a –amino yang merupakan monomer dari protein (polipeptida). Suatu polipeptida (protein) adalah polimer yang dibentuk oleh sejumlah besar asam amino melalui ikatan peptida membentuk rantai polimer.16. Rentang massa molekul protein berkisar dari 6. O H2N H C R1 C OH + H H N CH R2 O C OH H2N H C R1 Ikatan peptida O C H N CH R2 O C OH Reaksi tersebut merupakan contoh dipeptida. H H2N C C O OH Gambar 8. Zn2+.

CH3 S CH2 CH2 H 2N – C – C H O OH NH C = CH CH2 H2N – C – C H O OH H3C CH3 CH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH Metionin (Met) Triptofan (Trp) Leusin (Leu) Fenilalanin (Phe) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH NH2 H3C OH CH OH O OH CH2 H2N – C – C H O OH C NH2 CH2 CH2 O OH H 2N – C – C H H 2N – C – C H Asparagin (Asn) Treonin (Thr) Serin (Ser) Glutamin (Gln) H2N OH HC – N CH C – NH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH C NH NH2 CH2 C2H4 O OH CH2 H 2N – C – C H O OH NH C2H4 CH2 H 2N – C – C H Tirosin (Tyr) Histidin (His) Arginin (Arg) Lisin (Lys) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH OH C OH CH2 CH2 O OH SH O OH CH2 H 2N – C – C H O OH H3C CH3 CH H2N – C – C H H 2N – C – C H Asam aspartat (Asp) Asam glutamat (Glu) Valin (Val) Sistein (Cys) Nama-nama asam amino lebih dikenal dengan nama trivial daripada nama sistematisnya (IUPAC) sebab lebih sederhana dan mudah diingat. Terdapat sepuluh macam asam amino esensial (asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak dapat 234 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Sembilan dari asam amino bersifat nonpolar dan asam amino lainnya bersifat polar sehingga dapat terionisasi atau membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino lain atau dengan air. Singkatan nama asam amino diambil tiga huruf dari nama asam amino.

triftofan. Struktur primer adalah struktur linear dari rantai protein. HCO2 H NH2 Gambar 8. Asam amino tidak simetris memiliki dua bentuk isomeri. kecuali kemampuan membedakan arah putar bidang polarisasi. Lalanin dan D-alanin pada cermin tampak sama. isoleusin. semua asam amino akan memberikan reaksi positif dari kedua gugus ini. seperti tangan kiri dan tangan kanan yang berhadapan.disintesis oleh tubuh. yaitu struktur primer.com Gambar 8. kecuali glisin mempunyai atom karbon tidak simetris (kiral). Gambar 8. disebut juga sebagai senyawa optis aktif. gugus amino.17 2. seperti gugus karboksil. lisin. metionin. Struktur dan Bentuk Protein Struktur protein dapat dikelompokkan menjadi empat golongan. Struktur sekunder adalah struktur dua dimensi dari protein. Keadaan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam amino dalam protein. disebut isomeri levorotary (l) atau (–). yaitu atom karbon yang keempat valensinya mengikat atom atau gugus berbeda. Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. fenilalanin. seperti a –heliks dan b– sheet. Kesepuluh asam amino tersebut. baik dengan rantai protein yang lain maupun di antara asam amino dalam rantai protein itu sendiri. Atom karbon tidak simetris dalam asam amino. dan gugus R.5 Sumber: www. Sifat Asam Amino Hampir semua asam amino. dan arginin (hanya diperlukan oleh anak-anak yang sedang tumbuh). histidin. Senyawa yang memiliki isomeri optis dinamakan isomer optis atau stereoisomer. yaitu valin. Dalam struktur ini tidak terjadi antaraksi. 3. Tabel 8.18 Atom karbon kiral (keempat valensinya mengikat gugus berbeda). dan kuarterner.20 Struktur primer dari protein Makromolekul 235 . sekunder. tersier.gourmetsleuth. yaitu atom karbon alfa yang mengikat empat macam gugus. tetapi harus dikonsumsi dari makanan). di mana sifat fisika dan kimia mirip.2 Unsur Persentase (%) Komposisi Unsur dalam Kuning Telur C 50–55 H 7–8 N 15–19 O 19–24 S 0–2. jika pemutaran bidang cahaya ke kanan dinamakan de trorotary (d) atau (+).19. akibat adanya ikatan hidrogen di antara gugus-gugus polar dari asam amino dalam rantai protein. 2000 Telur mengandung protein tinggi O C R Q P Gambar 8. leusin. treonin. Perhatikan Gambar 8. Pada struktur ini terjadi lipatan (folding) beraturan. Cermin HCO2 H NH2 CH3 L-alanin CH3 D-alanin Sumber: Chemistry: The Central Science. atom hidrogen. Oleh karena asam amino mengandung gugus amino dan gugus karboksil.19 Alanin memiliki atom C kiral.

236 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . b1. tersusun dari empat subunit rantai protein. a 2. b2 b1 Gambar 8. maupun van der Waals. sebagai gugus pembawa oksigen. tetapi spesifik. Contoh dari struktur ini adalah molekul Hemoglobin.23 Struktur hemin yang terdapat pada hemoglobin. Struktur tertinggi dari protein adalah struktur kuarterner. 1994 (a) 4. seperti protein sebagai enzim. juga terjadi antaraksi antarrantai protein baik melalui antaraksi polar. dan protein pertahanan. 1997 Kata Kunci • • Stereoisomer Antaraksi van der Waals Struktur tersier merupakan struktur tiga dimensi sederhana dari rantai protein. Jenis dan Fungsi Protein Oleh karena protein memiliki keanekaragaman sangat tinggi maka protein digolongkan berdasarkan sifat dan fungsinya. protein kontraktil. protein regulator. masing-masing memiliki kemampuan khusus dalam mengkatalisis reaksi kimia. Enzim berperan sebagai katalisis untuk berbagai reaksi biokimia.22 (a) Struktur tersier dari protein (b) Struktur kuarterner dari protein hemoglobin dengan empat subunit (a 1.000 macam enzim. protein bahan makanan. The Molecular Science. Hampir seluruh reaksi kimia dalam sel makhluk hidup dikatalisis oleh enzim.Gambar 8. protein struktural. selain terjadi folding membentuk struktur a – heliks dan b–sheet. dan antaraksi gugus nonpolar. nonpolar. tidak terbatas hanya pada satu rantai protein. Jadi. CH2COOH Gambar 8. tetapi beberapa rantai protein bergabung membentuk seperti bola. Dalam struktur ini. gaya van der Waals. protein transport. Enzim adalah jenis protein yang memiliki sifat sangat beragam. juga terjadi antaraksi van der Waals dan antaraksi gugus nonpolar yang mendorong terjadi lipatan. pada struktur kuartener molekul protein di samping memiliki ikatan hidrogen. 2000.21 Struktur sekunder protein (a) Struktur a -heliks dari protein (b) Struktur b-sheet dari protein (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. protein membentuk molekul kompleks. Sampai tahun 1980-an telah ditemukan lebih dari 2. Dalam struktur ini. b2) a2 CH3 CH H3C N H2C CH2 COOH CH2 CH3 HC N Fe N N CH CH CH2 CH CH2 CH CH3 a1 (b) Sumber: Biology: Exploring Life.

Gambar 8. Sebagian protein dalam sel tersimpan dalam bentuk bahan makanan. khususnya tentang protein. Kata Kunci • • • • • • Protein transport Protein bahan makanan Protein kontraktil Protein struktural Protein regulator Protein pertahanan Makromolekul 237 . protein aktin atau miosin merupakan protein serabut yang berfungsi kontraksi otot. yakni asam amino siklik yang meliputi prolin dan oksiprolin. Contohnya. Albumin adalah protein utama dalam putih telur. Beberapa protein berfungsi menjaga serangan organisme lain.24 Labah-labah sedang merajut protein dalam bentuk serat. Immunoglobin atau antibodi merupakan protein khusus yang dibuat oleh jaringan limfosit untuk mengenali dan mengendapkan atau menetralkan bakteri. Pada jaringan tersebut oksigen dilepaskan untuk proses oksidasi bahan makanan. Kasein merupakan protein terbesar dalam air susu.com Plasma darah mengandung lipoprotein yang membawa lipid dari hati ke organ lain. Dia berjasa dalam penemuan asam amino golongan baru. asam amino. berfungsi mentransportasikan glukosa. disebut keratin. Beberapa protein berfungsi sebagai serabut atau pelindung. Sekilas Kimia Hermann Emil Fischer (1852–1919) Sumber: www. Contohnya dalam biji-bijian. untuk memberikan kekuatan dan proteksi sel.Protein transport dalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion tertentu dari satu organ ke organ lain. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat oksigen pada saat darah memasuki paruparu dan membawanya ke jaringan periferal. Beberapa protein dalam sel dan organisme mempunyai fungsi untuk kontraksi. Protein yang terdapat pada membran sel juga merupakan protein transpor. Fischer juga meneliti sintesis protein melalui perolehan berbagai asam amino yang memiliki struktur optis aktif. dan nutrien lain melewati membran sel. protein digunakan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Tubulin adalah protein pembentuk mikrotubul yang merupakan komponen penting pada flagela dan silia untuk bergerak.org Fischer memberikan kontribusi yang besar bagi ilmu pengetahuan. virus. Semua protein tersebut merupakan protein bahan makanan. Fibrinogen dan trombin merupakan protein yang bertanggung jawab terhadap pembekuan darah. atau protein asing dari jenis lain. Sumber: nobelpriza. Komponen utama sutra dan jaring labah-labah merupakan protein fibroin. Komponen utama dari jaringan tendon dan kartilago merupakan protein serat kolagen yang memiliki kekuatan atau kekenyalan tinggi. Rambut dan kuku mengandung protein yang tidak larut dalam air. Kulit merupakan protein kolagen.bairnet.

Tes Hopkins-Cole Pereaksi Hopkins-cole dibuat dari asam oksalat dan serbuk magnesium dalam air. Sumber: Dokumentasi Penerbit Gambar 8. seperti asam amino tirosin. Pada akhirnya. Gugus indol NH C = CH CH2 Gambar 8. Denaturasi dan Renaturasi Protein katan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. Pereaksi ini positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping indol. gaya van der Waals. Jika sedikit demi sedikit konsentrasi urea diturunkan melalui proses dialisis. hal ini akibat adanya nitrasi. Jika protein dipanaskan. Hal ini dapat mengakibatkan suatu protein terlepas dari ikatannya. Pada suhu tinggi struktur protein akan rusak. baik ikatan hidrogen maupun antaraksi hidrofob. Protein yang terdenaturasi dapat diubah kembali membentuk struktur semula. dapat merusak. kalor dapat memecahkan beberapa ikatan lemah. akan terbentuk endapan putih.27 Triptofan memberikan hasil yang positif dengan tes Hopkins-cole karena mengandung gugus indol.26 Kulit ikan terkena asam nitrat akan berwarna kuning. jika molekul protein masih larut dalam larutan urea. Peristiwa ini dinamakan denaturasi protein. Gugus fenil Gambar 8.25 Zat putih telur sedang menjalani denaturasi. maupun antaraksi hidrofob antargugus asam amino dalam rantai protein (lihat Gambar 8.25). Gejala ini akibat nitrasi pada inti benzena yang terdapat dalam protein. protein terdenaturasi secara perlahan akan melakukan renaturasi kembali ke dalam bentuk semula. dapat memengaruhi ikatan ionik maupun ikatan hidrogen. O H 2N – C – C OH H Triptofan 238 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tes Xantoprotein Pereaksi xantoprotein adalah larutan asam nitrat pekat. dan berubah menjadi kuning jika dipanaskan. Identifikasi Protein dan Asam Amino a. dan triptofan. CH2 H 2N – C – C H O OH Fenilalanin Kata Kunci • • Denaturasi protein Renaturasi protein Pereaksi xantoprotein positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping fenil. seperti pada asam amino triptofan. 6. b. Jika larutan HNO3 pekat dimasukkan ke dalam larutan protein secara hati-hati. Perubahan pH juga dapat merubah struktur protein sebab akan merubah muatan dari gugus rantai samping asam amino. seperti ikatan hidrogen.0 M. fenilalanin.5. Pereaksi seperti larutan urea 8.

Dalam pereaksi ini. Kemudian. Jika pereaksi Millon ditambahkan ke dalam larutan protein. asam oksalat direduksi menjadi asam glioksilat dengan bantuan katalis serbuk magnesium: Mg → HOOC – COOH ⎯⎯ HOOC – COH Asam oksalat Asam glioksilat Asam glioksilat yang terbentuk mengkondensasi asam amino triftofan membentuk senyawa berwarna. akan dihasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah akibat pemanasan. Gugus merkapto SH CH2 O OH H 2N – C – C H Sistein Makromolekul 239 . Gugus –S–S– pada sistein apabila direduksi terlebih dahulu dapat juga memberikan hasil positif. CuSO4 Pereaksi ini positif untuk protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping senyawa fenol sebab terjadi reaksi antara senyawa raksa(II) dengan gugus hidroksifenil membentuk senyawa berwarna. berwarna ungu e. Tes Biuret Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret. Sumber: iws. Tes Biuret dilakukan dengan cara menuangkan larutan natrium hidroksida pekat ke dalam larutan protein. larutan CuSO4 ditambahkan setetes demi setetes yang akan terbentuk warna ungu. Jadi. OH Gugus fenol Gambar 8.28 CH2 H2N – C – C H Tirosin O OH Tirosin memberikan hasil yang positif dengan tes Millon karena mengandung gugus fenol.ccccd.29 Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret dengan terbentuknya warna ungu. NaOH d. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. Setelah H2SO4 pekat dituangkan. akan terbentuk dua lapisan dan beberapa saat kemudian terbentuk cincin ungu di antara batas kedua lapisan itu. Tes Nitroprusida Natrium nitroprusida dalam larutan amonia akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas (merkapto). c. Tes Millon Pereaksi Millon adalah campuran larutan raksa( ) nitrat dan raksa( ) nitrat dalam asam nitrat. protein yang mengandung sistein akan memberikan hasil positif.edu Gambar 8.

dan fenilalanin. Pada dasarnya reaksi ini akan memberikan hasil positif jika terdapat gugus guanidin seperti arginin memberikan warna merah. 240 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .f. Apa yang dimaksud dengan denaturasi dan renaturasi protein? Mengapa kelebihan CuSO4 harus dihindari dalam uji biuret? Jelaskan. Tes Sakaguchi Pereaksi yang digunakan adalah naftol dan natrium hipobromit. asam amino dapat bereaksi dengan ninhidrin sebagai berikut. 5. dan metionin. valin. 1. Apakah nama tripeptida yang dibentuk dan tunjukkan mana ikatan peptidanya. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan tripeptida dari asam amino alanin. lisin. O OH HO + OH O H O OH O Warna biru O O O N + 3H2O ⎯⎯ → Tes Kompetensi Subbab C 4. Pereaksi Ninhidrin Pereaksi ninhidrin merupakan oksidator lemah. Jelaskan penggolongan protein berdasarkan struktur dan berdasarkan fungsinya. 6. ninhidrin bereaksi dengan hidrindantin dan amonia membentuk senyawa berwarna biru. g. 3. 7. Apakah yang dimaksud dengan atom karbon kiral? Tunjukkan atom karbon kiral pada asam amino alanin. 2. O HO OH → + R – CH – COOH ⎯⎯ H NH2 OH O Ninhidrin O + R COH + NH3 + CO2 O Hidrindantin Selanjutnya. Asam amino apakah yang positif terhadap pereaksi ninhidrin? Mengapa asam nitrat memberi warna kuning pada kulit kita? Kerjakanlah di dalam buku latihan.

Polimer alam yang umum dikenal adalah karbohidrat dan protein. sekunder. 9. dan kuarterner. protein digolongkan sebagai protein primer. 7. seperti pati dan selulosa. nutrien. regulator. tersier. Polimer dapat dibentuk melalui reaksi polimerisasi adisi melalui mekanisme radikal bebas atau ionik dan dapat juga dibentuk melalui polimerisasi kondensasi yang melibatkan penyingkiran molekul kecil seperti air. Struktur polimer dapat berupa struktur primer. 6. sambung-silang. 5. dan sebagainya. Karbohidrat sederhana dinamakan monosakarida. Bentuk struktur ini dipengaruhi oleh gugus samping dalam asam amino yang menyusun protein. 12. Protein adalah golongan polimer alam dengan berat molekul berkisar dari 6. 10. sekunder. protein berperan sebagai struktural. 1. Millon. Beberapa pereaksi yang digunakan untuk identifikasi protein dan asam amino di antaranya adalah xantoprotein. transport. Hopkin-cole. Protein dibangun oleh urutan reaksi kondensasi asamasam amino yang menghasilkan ikatan peptida sehingga protein disebut juga polipeptida.000 hingga 1. Pembangun protein adalah asam amino. baik teratur maupun random.Rangkuman Beberapa senyawa makromolekul.000. nitroprusida. biuret. Menurut strukturnya. 3. yang dapat dibagi ke dalam kelompok polar dan nonpolar. katalis.000. dan Sakaguchi. 4. tersier dan kuarterner atau globular. bercabang. 11. Gabungan monosakarida membentuk karbohidrat yang lebih kompleks. bergantung pada rantai samping (gugus R). Menurut fungsinya. 2. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi instan dan sebagai penyusun dinding sel tumbuhan. Bentuk polimer dapat berupa linear. Makromolekul 241 . 8.

Anda dapat mendeskripsikan struktur. valin. Dengan mempelajari bab ini. karbohidrat. galaktosa. fruktosa Makromolekul Karbohidrat terdiri atas Oligosakarida contoh Maltosa. tata nama. penggolongan. Tahukah Anda apa manfaat lainnya dari mempelajari makromolekul? 242 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . selulosa identifikasi • Tes Fehling • Tes Benedict • Tes Molisch Protein terdiri atas Asam amino contoh Lisin. laktosa Polisakarida contoh Amilum. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa senyawa makromolekul memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.Peta Konsep Polimerisasi adisi Polimer dibentuk melalui Polimerisasi kondensasi Monosakarida terdiri atas contoh Glukosa. diskusikan dengan teman atau guru Anda. Adapun karbohidrat dan protein merupakan zat penting bagi kelangsungan sel makhluk hidup. sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. Polimer banyak digunakan dalam industri plastik dan tekstil. glikogen. metionin identifikasi • Xantroprotein • Biuret • Hopkin–Cole • Nitroprusida • Millon • Sakaguchi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 8 ini? Bagian manakah dari materi Bab 8 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Anda juga dapat menjelaskan hubungan antara struktur dan sifat dari senyawa makromolekul tersebut dan mengetahui metode pengidentifikasiannya sehingga dapat membantu mengembangkan keterampilan berpikir analisis Anda secara deduktif dan induktif. dan protein).

H2C=CHCl D.. CH3–CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B. D. Cl HC CCl HO COOH E. 4 dan 5 Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. 1 dan 2 B. H2C O dan 8. 1. etanol B. 1 dan 3 C. (–NH(CH2)5NHCO(CH2)5CO–) E. CH2 HOOC COOH H2 C H2C C.. 4. aseton 2. HO OH CH3 B. polietena Berikut ini yang termasuk polimer alam adalah . (–NH(CH2)5CO(CH2)5–) Terdapat lima buah polimer: 1. 7. [–A–A–A–A–A–A–A–A–A–A–] B B–B–B–B–B–B– Polimer tersebut tergolong …. poliisoprena 4. CH3–CH2Cl dan CH3–CH=CH–CH3 Nilon dapat dibuat melalui swakondensasi asam 6– aminoheksanoat.. polimer rantai lurus dan bercabang Manakah monomer atau pasangan monomer yang digunakan untuk membuat polimer adisi neoprene berikut. selulosa 3. Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2 – CHCl – CH2 – CH=CH – CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi dari campuran … A. Cl n A. H2C=CCl2 E.Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. 3 dan 4 E. NH 2 (CH 2 ) 5 CO 2 H. etanal C..… A. CH2=CCl–CH=CH2 dan CH2=CH2 D. (–NH(CH2)5CO2H–) C. ClHC=CCl2 C.. A. A. A. H 2C CH2 dan D. polivinil klorida 5. PVC adalah suatu polimer plastik sebagai hasil polimerisasi dari …. 2 dan 3 D. etanoat E.2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah …. A. Suatu polimer memiliki struktur sebagai berikut. Cl2C=CCl2 Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): Makromolekul 243 . (–NH(CH2)5CO–) B. Satuan berulang dari polimer ini adalah . 9. etena D. H A. ClHC=CHCl B. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. C.. kopolimer beraturan D. (–NH3(CH2)5CO2–) D. kopolimer blok E. Cl H2 C HOH 2C C H C CH2OH C H2 COOH E. H2 HO C COOH C H2 B. H 3C C H C Cl C H C Cl H 2C CH2Cl 6. 5. CH2=CHCl dan CH2=CH–CH=CH2 E. Di antara zat berikut yang dapat dipolimerisasikan adalah . 3. polimer rantai linear B. kopolimer cangkok C. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C. poliviinilasetat 2.

glukosa aldehid dan fruktosa eter B. Ebtanas 2000: Salah satu senyawa heksosa mempunyai rumus struktur berikut. CH2OH C H O OH OH OH CH2OH D. kondensasi E. glukosa aldehid dan fruktosa keton D. galaktosa D. Laktosa mempunyai rumus molekul yang sama dengan …. A. glukosa aldehid dan fruktosa ester E. glukosa B. Barfoed D.. 14.. levulosa D. maltosa 16. eritrosa 244 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . H OH OH HC O OH OH OH E. H C CH3 O H H 11. Bentuk molekul piranosa adalah suatu lingkar dengan cincin beranggotakan enam. glukosa E. arabinosa E.CH3 HO C CH3 NaOH Polikarbonat + NaCl + H2O OH + n COCl2 A. Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab …. maltosa C. C. radikal bebas O CH2OH 10. CH2 O H2 H2 C C O H C H C CH2 O H H E. A. A. Senyawa berikut yang tidak dapat membentuk suatu piranosa adalah . Fehling B. glukosa amida dan fruktosa asam 12. Benedict C. laktosa B. fruktosa C. CH2OH H OHC OH H H CH2OH OH H OH OH Senyawa tersebut mempunyai nama …. Oksirana: H2C CH2 dapat dijadikan polimer. CH3 C H H H O OH OH OH CH2OH B. Tauber 15. H H H H HC O OH OH OH OH Polimerisasi terjadi secara …. Rumus satuan berulang dari polimer ini adalah …. CH2OH C H H O OH OH CH2OH B. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. adisi D. ionik B. D. kationik C. glukosa C. fruktosa D. UMPTN 1996 B: Dalam urine penderita penyakit diabetes dapat diidentifikasi adanya senyawa …. A. A. sukrosa B. glukosa keton dan fruktosa aldehid C. A. H H C C O C. A.. Molisch E. galaktosa 13. galaktosa E.

IV B. Millon Makromolekul 245 . Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah . V C. A. struktur molekul glikogen dapat bercabang dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosida B. laktosa E. jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum E. I D. glukosa dan galaktosa C. tirosin E. valin C. monosakarida yang terbentuk adalah …. glukosa dan fruktosa E.. ikatan antar monomer di dalam pati adalah ikatan b (1 → 4) glikosida C. asam glutamat 27. Pereaksi apa yang dapat menghasilkan cincin ungu dalam uji karbohidrat? A. A. Asam amino yang tidak memiliki sifat optis aktif adalah …. fruktosa B. 2 E. selulosa 19. tirosin E. Di antara pereaksi berikut yang tidak termasuk uji untuk protein adalah …. maltosa C. A. A. A. 4 B. III 24. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H C12H22O11 + H2O ⎯⎯→ C6H12O6 + C6H12O6 + Bahan I II III IV V Pereaksi Fehling Ungu Merah bata Biru Biru muda Biru I2 Ungu Biru Kuning Kuning muda Kuning muda Bahan yang mengandung amilum adalah nomor . Hopkin-cole E. valin C. kecuali …. poliester E. selulosa 21. alanin D. sakarosa B.. 5 C. Sakaguchi C. Perhatikan struktur dipeptida berikut. kayu 20.… A. nilon C. laktosa D.. A. selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan b (1 → 4) glikosida D.. A. A. Molisch E. Polisakarida yang menyusun dinding sel tanaman adalah …. fruktosa dan galaktosa D. protein D. glisin B. Barfoed D. Fehling B. H O H H H O N 1 C Jika disakarida itu laktosa. glikogen D. Benedict C. pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu b – –galaktosa 22. jerami D. katun B.. 3 28. fruktosa dan fruktosa 23. Tauber 18. alanin D. xantoprotein D. glukosa dan glukosa B.. karbohidrat 25. glutamin 26. selulosa B. nilon E. Satuan struktural: H H N H C R1 O C N H R2 C H C O H N H C R3 O C OH Terdapat dalam polimer…. Jika disakarida. Tauber B. Zat berikut ini mengandung selulosa. A. 1 D. Ebtanas 1998: Data hasil eksperimen 5 bahan makanan dengan pereaksi iodium dan Fehling: 2 C 3 N 4 C 5 C H OH R1 R2 Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor …. amilum C. Di antara karbohidrat berikut di dalam air tidak terhidrolisis adalah …. amilum E. II E. kertas C. A. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah . glisin B.17.

dilarutkan ke dalam basa kuat E. dan asam g –amino. 1.1. b–sheets E.2. Hemoglobin merupakan salah satu contoh struktur protein berupa struktur …. A. dilarutkan ke dalam asam pekat C. Teflon adalah polimer adisi 1. Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki …. kasein E. ikatan hidrogen intramolekul C. insulin B. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan polimer tersebut. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi: 3. ikatan hidrogen intramolekul C. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 2. A. fenilalanin dan triptofan (mengandung cincin benzena) di dalam protein adalah ….29. Hal ini disebabkan adanya …. Peristiwa denaturasi protein terjadi jika protein. Sakaguchi C. muatan positif dan negatif sama B.10 M. enzim 34. Tentukan konsentrasi gula pada kesetimbangan dalam larutan b– –glukosa dengan konsentrasi awal 0. muatan positif dan negatif sama B. Nitroprusida B. Berikut ini yang bukan tergolong jenis protein adalah …. E. kecuali …. glikogen C. b– –glukosa a– –glukosa adalah 0. A. A.2–tetrafluoro–etena. gaya van der Waals 32. Tuliskan reaksi yang menerangkan pembentukan dua disakarida berbeda yang melibatkan a – – glukopiranosa dan b– –galaktopiranosa dengan menyambungkan antara karbon 1 dan karbon 4.56 pada 25°C. Perubahan apa yang harus dilakukan agar dihasilkan polimer dengan ketegaran tinggi dan meningkatkan titik leleh? Struktur molekul (monomer) apa yang dipolimerisasikan pada pembentukan polimer berikut. 6. A. tersier C. Millon 30. terjadi ikatan peptida di antara tiap dua monomer protein. A. 246 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . ikatan peptida E. hemoglobin D. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B. Manakah asam amino yang memiliki sifat optis aktif lebih dari satu atom karbon? Mengapa glisin tidak optis aktif? 7. Xantoprotein D. 31. Sebutkan beberapa perbedaan antara bentuk struktur sekunder protein a–heliks dan b–sheet. ikatan hidrogen antarmolekul D. ikatan peptida E. ikatan hidrogen antarmolekul D. Apakah produknya laktosa? 5. a–heliks B. A. protein jika dihidrolisis akan menghasilkan asam amino D. Suatu protein dapat memiliki struktur a–heliks. dibakar D. Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin. Hopkin-cole E. didinginkan hingga beku B. gaya van der Waals 33. 4. asam b–amino. kuartener 35. primer D. dipanaskan B. asam amino penyusun protein adalah asam a – amino. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah …. protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C.

Lemak dan minyak dapat dihidrolisis dengan suatu basa alkali membentuk sabun.com Kadar lemak jenuh yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. sifat. tata nama. penggolongan. Asam lemak adalah asam karboksilat rantai panjang yang dapat mengandung ikatan rangkap (tidak jenuh) dan jenuh. Lemak tersusun dari asam-asam lemak dan suatu polihidroksi (gliserol). Adapun ikan sarden sangat baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tak jenuh tinggi. Lemak yang mengandung ikatan rangkap dinamakan minyak. Lemak dan minyak berfungsi sebagai cadangan energi metabolit. Bagaimanakah struktur. seperti minyak kelapa sawit dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. dan kegunaan lemak. Lemak Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. sifat dan kegunaan lemak? Bagaimana pula cara mengidentifikasi lemak? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. A. penggolongan. dan makromolekul.Bab 9 Sumber: eric. Struktur dan SifatSifat Lemak B. Sumber dan Kegunaan Lemak C.pukenoodles. benzena dan turunannya. Setelah mempelajari bab ini. Konsumsi lemak tak jenuh. Sabun dan Detergen 247 .

Kandungan kimia lemak dan minyak sama. Apakah yang Anda ketahui tentang lemak? Mengapa orang yang bertubuh gemuk identik dengan kata tersebut? Mengapa lemak disebut sebagai cadangan energi? Apakah yang dimaksud dengan lemak jenuh dan lemak tidak jenuh? A. yaitu golongan senya a bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari he an dan tumbuhan. H2C OH HC OH H2C OH Gliserol (1. Tabel 9. Lemak merupakan triester dari gliserol dan asam-asam karboksilat rantai panjang (yang disebut trigliserida). Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak digolongkan ke dalam kelompok lipid. misalnya minyak ikan. 1988 COOH 248 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .2.1 Perbedaan Antara Lemak dan Minyak Berdasarkan Wujud Fisiknya Lemak Padat pada suhu kamar Mengandung asam lemak jenuh Banyak terdapat dalam hewan Minyak Cair pada suhu kamar Mengandung asam lemak tak jenuh Banyak terdapat dalam tanaman Lemak dan minyak tersusun dari gliserol dan asam-asam lemak. Gliserol adalah suatu alkohol yang memiliki tiga gugus fungsi hidroksil (propantriol). Contoh beberapa asam lemak diuraikan dalam tabel berikut. walaupun ada juga sebagian minyak dari hewan. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak adalah suatu ester alam yang berasal dari hewan dan tanaman. Lemak dan minyak digolongkan ke dalam kelompok lipid.3-propantriol) Asam lemak adalah asam karboksilat yang memiliki rantai panjang (jumlah atom karbon berkisar antara 12–22).2 Nama Asam laurat Asam miristat Asam palmitat Asam stearat Contoh Asam Lemak Jenuh Titik Leleh (°C) 44 58 63 72 Struktur COOH COOH COOH Rumus C11H23–COOH C13H27–COOH C15H31–COOH C17H35–COOH Sumber: Kimia Organik 2. 2. 1.Tes Kompetensi Awal 1. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. 3. tetapi wujud fisiknya berbeda. Tabel 9. Lemak yang berasal dari tanaman (lemak nabati) disebut minyak.

Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada suhu kamar. lemak gliseril tristearat (lemak hewani) merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul asam stearat. O H2C HC H2C O O O C O C O C R1 R2 R3 • • • • • • Kata Kunci Lipid Triester Lemak nabati Lemak hewani Esterifikasi Gaya antarmolekul Struktur umum lemak. Lemak 249 . Misalnya. Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh sehingga titik lelehnya tinggi.Tabel 9. 1988 Asam palmitoleat Asam oleat Asam linolenat Asam linoleat COOH emak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). O H2C HC H2C O O O C O C O C H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 Griseril trioleat (minyak) Titik leleh yang rendah dari minyak disebabkan adanya ikatan rangkap.3 Nama Contoh Asam Lemak Tak Jenuh Titik Leleh (°C) 32 16 –5 –11 Struktur COOH COOH COOH Rumus C15H29–COOH C17H33–COOH C17H31–COOH C17H29–COOH Sumber: Kimia Organik 2. Ikatan rangkap ini merupakan sumber elektron yang dapat mengadakan tolak-menolak dengan ikatan rangkap yang lain sehingga melemahkan gaya antarmolekul asam-asam lemak. R2. R1. R3 dapat sama atau berbeda. Persamaan reaksinya: O H2C HC H2C OH OH + 3 HO OH O C H2C C17H35 ⎯⎯ HC → H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 + 3H2O C17H35 Gliserol Asam stearat Gliseril tristearat Secara umum struktur molekul lemak dan minyak sebagai berikut.

Jika lemak dihidrolisis akan terurai menjadi asam-asam lemak dan gliserol.com Jika lemak diolah dengan larutan natrium hidroksida pekat akan dihasilkan gliserol dan garam dari asam lemak atau sabun.1). Di samping itu. Oleh karena minyak banyak mengandung ikatan rangkap maka minyak dapat dijenuhkan dengan cara reaksi adisi pada ikatan rangkapnya.2). Gambar 9. Makin besar bilangan iodin. persamaannya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H 2 O H+ H2C OH H2C OH Gliserol O HC OH + 3 HO C (CH2)16CH3 Gliseril tristearat Asam stearat Sumber: amadeo. lakukan kunjungan ke pabrik minyak goreng. Minyak ⎯⎯ margarin → ⎯ Trigliserida + NaOH ⎯→ Gliserol + Sabun Sabun yang terbentuk dapat digumpalkan dengan garam dapur dan dimurnikan dengan cara dicuci dengan air. Misalnya. Metode ini dikenal dengan istilah penentuan bilangan iodin (BI). hidrolisis lemak gliseril tristearat.Kegiatan Inkuiri Bagaimana menentukan titik leleh lemak atau minyak di laboratorium.2 Pada pembuatan margarin. Proses ini dinamakan safonifikasi atau penyabunan (Gambar 9. Gliserol sebagai hasil samping juga dapat dimurnikan dengan cara distilasi. Mentega asli mengandung gliseril tributirat. 250 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .com Gambar 9. Hal ini dilakukan pada pembuatan mentega di industri.1 Minyak + NaOH ⎯⎯ → Sabun Ketidakjenuhan lemak dan minyak dapat ditentukan dengan cara adisi kuantitatif iodin terhadap ikatan rangkapnya.blog. Reaksi oksidasi yang terkendali pada minyak merupakan proses yang terjadi pada pengerasan cat. dan lainnya sesuai permintaan konsumen. Persamaan kimianya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H33 + 3H2 C17H33 H2C Nikel ⎯⎯⎯⎯⎯ HC → 175°C 5 atm O O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H2C Minyak cair Margarin Ikatan rangkap pada minyak dapat dioksidasi. Jika perlu. karena yang membedakan lemak dan minyak adalah jenis asam-asam lemak yang terikat pada gliserol maka sifat-sifat lemak dan minyak juga ditentukan oleh asam-asam lemak tersebut. setelah minyak dihidrogenasi. makin banyak ikatan rangkap dalam minyak atau lemak. Sumber: autumnwindz. garam. Diskusikan dalam kelas. Mentega buatan atau margarin dibuat melalui pengolahan minyak cair menjadi lemak melalui reaksi adisi gas H2 dengan bantuan katalis logam nikel pada suhu dan tekanan tinggi (Gambar 9. pencita rasa. Oksidasi yang tidak terkendali menimbulkan bau tengik pada minyak. dan sangat merugikan. Sifat-sifat lemak mirip dengan ester. selanjutnya ditambah susu. vitamin.

Asam karboksilat yang menyusun lemak umumnya tidak bercabang. Tata Nama Lemak atau Minyak Oleh karena lemak hanya dibedakan oleh gugus asam karboksilat yang terikat pada lemak maka tatanama lemak juga didasarkan pada turunan asam karboksilat tersebut. penamaan lemak dapat juga didasarkan pada penamaan ester. 18. Gabungan gliserol dan asam palmitat dinamakan gliseril tripalmitat. lakukan percobaan berikut. 16. Bilangan Asam (BA) Bilangan asam adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H yang diperlukan untuk menetralkan lemak (khususnya asam lemak bebas) dalam mg lemak. Alat 1. 3. → R–COOH + KOH ⎯⎯ R–COOK + H2O Penentuan bilangan asam BA = V( K H )M( K H )Mr( K H ) erat emak Keterangan V(K H) = Volume basa (mL) M(K H) = Konsentrasi basa (M) Mr(K H) = Massa molekul relatif basa (g mol–1) Untuk lebih memahami identifikasi lemak melalui bilangan asam ini. Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Reaksi oksidasi Trigliserida Safonifikasi Bilangan asam Titrasi alkalimetri Aktivitas Kimia 9.1 Penentuan Bilangan Asam (BA) suatu Lemak Tujuan Menentukan kadar lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam lemak. Identifikasi Lemak atau Minyak Untuk menentukan kadar suatu lemak dan ketidakjenuhan asam lemak di dalam lemak dapat dilakukan melalui identifikasi sebagai berikut. Hal yang lebih menarik adalah bahwa semua asam-asam karboksilat yang menyusun lemak dan minyak umumnya memiliki jumlah atom karbon genap (14. Buret 2. dan 20). Contoh: Gabungan gliserol dan asam stearat dinamakan gliseril tristearat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Secara umum lemak dan minyak diberi nama trigliserida. Selain tata nama tersebut. yaitu teknik titrasi dengan pereaksi suatu alkali (KOH). Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri. Gabungan gliserol dan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin. 2. Erlenmeyer Lemak 251 . a. Contoh: Gabungan gliserol dan asam tristearat diberi nama tristearin.

Masukkan larutan tersebut ke dalam labu erlenmenyer. 2. Larutan KOH 0. d. Diskusikan dengan teman kelompok Anda. bilangan ester merupakan suatu ukuran kadar ester yang terdapat dalam minyak atau lemak. Mengapa dalam penentuan titik akhir titrasi perlu dilakukan penambahan indikator? 3. Campuran eter dan alkohol 25 mL 3. sampai terbentuk sabun. Amati perubahan yang terjadi. Kemudian. atau berapa persen halogen yang dapat diikat lemak. Penetapan BE dapat terganggu jika dalam lemak terdapat suatu anhidrida atau suatu lakton. Apa yang dapat Anda amati saat titik akhir titrasi tercapai? 4. Dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih dan mentitrasi kelebihan KOH. Kelebihan KOH yang ditambahkan selanjutnya dititrasi.1 M dalam alkohol Langkah Kerja 1. Mengapa lemak atau minyak yang berwujud cair dalam percobaan ini. teteskan indikator PP. Lemak 2 mg 2. Catatan Note Larutan hanus dibuat dengan cara melarutkan kristal iodin dan bromin cair ke dalam asam asetat glasial. Tahap reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Indikator PP 4. Teknik yang digunakan adalah titrasi asidimetri setelah proses penyabunan sempurna. Bilangan Penyabunan (BP) Bilangan penyabunan adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H diperlukan untuk membentuk gram sabun secara sempurna. Jelaskan apa yang dapat Anda simpulkan dari hasil pengamatan tersebut. b.1M dalam alkohol hingga tercapai titik akhir titrasi. Bilangan Ester (BE) Bilangan ester adalah bilangan yang menyatakan berapa mg K H yang diperlukan untuk menyabunkan ester yang terdapat dalam gram lemak atau minyak. Statif 4. harus dilarutkan terlebih dulu dalam campuran eter dan alkohol? 2. → 1) Trigliserida + KOH ⎯⎯ Gliserol + R–COOK (sabun) → 2) KOH (sisa) + HCl ⎯⎯ KCl + H2O Kegiatan Inkuiri Gambarkan perangkat alat percobaan untuk merefluks suatu senyawa. Bilangan Iodin (BI) Bilangan iodin adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg halogen (dinyatakan sebagai iodin) yang dapat diikat oleh mg lemak. Teknik untuk mengidentifikasi bilangan penyabunan sama seperti dengan penentuan bilangan ester. c. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi bilangan ester adalah dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih. Jadi. Pipet tetes Bahan 1. Pertanyaan 1. Larutkan 2 mg lemak atau minyak yang berwujud cair ke dalam 25 mL larutan dari campuran eter dan alkohol. Titrasi larutan tersebut dengan larutan KOH 0. Hanus solution is produced by dissolving iodine crystal and liquid bromine into glacial acetic acid. 252 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .3. 3.

Senyawa halogen yang digunakan untuk penentuan bilangan iodin adalah senyawa antarhalogen. B. 7. 6. dan tripalmitoleat. Beberapa sumber lemak dapat dilihat pada Tabel 9. senyawa hanus). Persamaan reaksinya: I → + IBr ⎯⎯ + Br2 I Dengan demikian. sedangkan kolesterol dan fosfolipid terdapat dalam jumlah sedikit. Suatu lemak dapat diekstrak dari buah pala. Tuliskan struktur lemak yang memiliki nama trilinoleat. dan merupakan komponen utama dinding sel. Titrasi dilakukan setelah reaksi adisi berlangsung sempurna. Trigliserida merupakan jenis yang paling banyak (95–98%) terdapat dalam makanan. Kelebihan bromin direaksikan dengan KI agar terbentuk I2. Tuliskan persamaan reaksi redoks antara asam linoleat dan bromin. Minyak kelapa (minyak curah) sering membeku pada pagi hari. yaitu Iodobromida (IBr. 2. A 5. 3. Umumnya lemak dan minyak yang terdapat di alam merupakan trigliserida campuran.4. artinya ketiga bagian asam lemaknya dapat berbeda. bilangan iodin merupakan ukuran banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemak. Lemak 253 . Setelah lemak dihidrolisis. 4. (2) fosfolipid. Reaksi keseluruhan adalah H C H C → + 2 IBr ⎯⎯ H C I H C I Kata Kunci • • • • • Bilangan ester Bilangan penyabunan Titrasi asidimetri Bilangan iodin Titrasi iodometri + Br2 → Br2 + KI ⎯⎯ I2 + KBr → I2 + 2Na2S2O3 ⎯⎯ Na2S4O6 + 2NaI Kegiatan Inkuiri Tambahkan larutan bromin tetes demi tetes ke dalam minyak. tributirat. Tuliskan struktur lemak tersebut. Sumber dan Kegunaan Lemak Ada tiga bentuk utama lemak yang ditemukan dalam diet manusia dan hewan mamalia. Jelaskan fakta ini berdasarkan strukturnya. diperoleh gliserol dan asam miristat. yaitu lemak jenis: (1) trigliserida. selanjutnya I2 direaksikan dengan natrium tiosulfit. Indikator apa yang cocok untuk titrasi pada penentuan bilangan ester? Bagaimana perubahan warnanya? Indikator apa yang cocok pada penentuan bilangan iodin? Bagaimana perubahan warna yang terjadi? Kerjakanlah di dalam buku latihan. tetapi minyak kelapa sawit (seperti minyak dalam botol kemasan) tidak pernah membeku. Teknik yang digunakan untuk menentukan bilangan iodin adalah titrasi iodometri. Senyawa hanus bereaksi dengan lemak melalui reaksi adisi pada ikatan rangkap. Bagaimana perubahan warna dari larutan bromin? Tes Kompetensi Subbab 1. Tuliskan persamaan reaksi penyabunan dengan menggunakan struktur kimia. dan (3) kolesterol.

6 20.5 Lemak Minyak Mentega Hati ikan Ikan paus Kelapa Jagung Biji kapas Biji rami Zaitun Kacang tanah Kedelai Sumber: Kimia Organik 2.3 3.32 4.1 35.0 28.5 – 0. dan Metabolisme.0 – – – 0. Nutrisi.5 49.3 6.9 Linoleat 3.6 10.2 45. trigliserida dapat diubah menjadi kolesterol.4 15. seperti hati dan otot.4 Beberapa Sumber Lemak (Lipid) dalam Makanan Kadar ( ) Kolesterol 0.8 Stearat 9.8 2. Beberapa trigliserida juga terdapat dalam bentuk butir-butir lipid di dalam jaringan yang bukan lemak (nonadiposa).1 – – 34.0 50.0 84. Sekitar 99% dari volume sel lemak mengandung trigliserida.0 1.4 – – – – – 0.5 2.9 8. Kegiatan Inkuiri Kapan lemak disintesis dalam tubuh? Apakah hubungannya kebutuhan lemak dengan orang yang diet? Trigliserida banyak ditemukan dalam sel-sel lemak.2 0.Tabel 9. 254 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan bentuk lipid lainnya jika tubuh memerlukan jenis lipid tertentu.4 – – – 0.1 4.35 0. 1985 Komposisi asam-asam lemak yang terkandung dalam beberapa bahan makanan adalah sebagai berikut.6 2.3 18.4 6.8 9.64 0 0 0 0 0 Lemak Jenuh 50 33 37 20 sedikit 14 18 15 76 Lemak Tak Jenuh 34 41 56 66 90 86 59 82 8 Catatan Note Lemak di bawah kulit berfungsi sebagai insulator panas maupun dingin agar suhu tubuh tetap optimum.8 24.9 19.5 2.2 7. Tabel 9.4 1. Fat under the skin act as thermal and cold insulator in order to keep body temperature optimun.2 11.4 56.4 Oleat 26.5 10. 1988 Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling efisien sebagai cadangan energi untuk proses-proses atau aktivitas yang memerlukan energi dalam tubuh.1 2.1 2. Selain sebagai sumber energi.3 9.6 22.0 1.4 Palmitoleat 4. fosfolipid.1 Palmitat 29.0 8.4 – – 6.7 Linolenat – – – – – – 47. Bahan Makanan Susu Telur Daging Ayam Terigu Jagung Alpukat Kacang tanah Kelapa Sumber: Biokimia.0 14.6 26.2 0. Energi hasil metabolisme karbohidrat dan protein secara berurutan sekitar 9 kkal g–1 dan 4 kkal g–1.4 1. Energi hasil metabolisme lemak dua kali lebih besar daripada metabolisme karbohidrat atau protein dengan takaran yang sama.3 3.6 29.1 5.5 Jenis Asam-Asam Lemak yang Terkandung dalam Makanan Komposisi Rata Rata ( ) Laurat Miristat 2.2 23.4 0.7 29.3 47.

8. dan organ lainnya. seperti ditunjukkan pada biosintesis berikut. Defisiensi (kekurangan) asam lemak esensial ditandai dengan adanya kulit memerah. Terdapat beberapa macam prostaglandin yang sudah diketahui. trigliserida juga memiliki fungsi fisik. hati. Kegiatan Inkuiri Sebutkan jenis-jenis asam lemak dan sumbernya yang banyak mengandung asam lemak esensial. ginjal. Untuk memenuhi kebutuhan lemak agar kondisi kesehatan optimum diperlukan trigliserida yang mengandung asam-asam lemak esensial.P α . peradangan. tetapi sekarang diketahui dapat disintesis di paru-paru. Prostaglandin merupakan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon 20 dan mengandung cincin siklopentana. seperti asam arakidonat. uterus. Hal ini yang menjadi alasan mengapa asam-asam lemak tidak jenuh diperlukan oleh tubuh guna menjaga kesehatan optimum. Aspirin (headache medicine) can inhibit prostaglandine formation through acetilation reaction thus the effect of prostaglandine overproduction (headache) can be cured. guna melindungi organ vital dari guncangan atau getaran. Pertama kali diketahui bahwa prostaglandin disintesis di dalam kelenjar prostat. Asam lemak esensial ditandai dengan ikatan rangkap berada pada posisi C–7 terakhir dalam rantai asam lemak ke arah ujung gugus metil (terutama C–6 dan C–7). α PG : prostaglandin Kata Kunci • • Cadangan energi Asam lemak esensial Asam 5. ketidakteraturan menstruasi.Di samping berperan sebagai jaringan lemak. epididimus. Senyawa ini dibiosintesis dari asam lemak tak jenuh dengan jumlah atom karbon 20. Diperkirakan orang dewasa memerlukan minimal 2% dari nilai kalorinya dalam bentuk asam lemak esensial. mengantuk. Catatan Note Aspirin (obat sakit kepala) dapat menghambat pembentukan prostaglandin melalui reaksi asetilasi sehingga dampak kelebihan prostaglandin (sakit kepala) dapat dinetralisir. misalnya asam lemak linoleat. Ketidakseimbangan kadar prostaglandin dalam tubuh dapat menyebabkan rasa mual. yaitu P . Asam lemak esensial adalah asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi dari makanan.11. tekanan darah tinggi. diare. nyeri. Prostaglandin adalah zat serupa hormon yang memiliki efekefek biologis dengan berbagai fungsi. yang umum dan banyak ditemukan ada empat macam. Kebutuhan asam lemak esensial diperoleh dari pemberian asam arakidonat untuk pembentukan prostaglandin. terutama pada pipi dan daerah tubuh yang lecet akibat benturan.14-eikosatetranoat (asam arakidonat) Lemak 255 . dan kelenjar air susu terbungkus oleh lapisan jaringan lemak. yaitu sebagai bantalan tulang-tulang dan organ-organ vital. bahkan penggumpalan darah. asma. demam. tetapi . Jantung.P .

Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa makanan yang banyak mengandung kadar lemak tidak jenuh tinggi dapat mengurangi serangan jantung. dan K). yang digunakan ketika seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin dalam jangka waktu lama. Pada dinding pembuluh darah (arteri) terdapat suatu lapisan dari bahan organik yang terdiri atas lemak dan kolesterol. Sumber: Chemistry: The Central Science. Jadi. dan diganti dengan konsumsi lemak nabati. yang ikut terbawa saat diekresikan keluar tubuh. Struktur khas ini menentukan kelarutannya di dalam setiap bagian tubuh manusia. D. seperti karoten. Olestra stabil pada suhu tinggi sehingga banyak digunakan sebagai pengganti minyak sayur dalam pembuatan keripik kentang dan makanan sejenisnya.6 Kadar Lemak Jenuh dan Tak Jenuh di Dalam Beberapa Sumber Makanan Kadar Lemak ( ) Jenuh 50 94 19 16 45 35 Takjenuh 50 6 81 84 29 40 Sumber: Bantuan Studi Lengkap SPM Kimia. 1996 Sekilas Kimia Lemak Olestra Setiap jenis vitamin memiliki struktur kimia yang khas. telur. Lemak yang terdapat di bagian bawah kulit berfungsi untuk melindungi badan dari cuaca dingin. dan K untuk disirkulasikan ke bagian tubuh yang membutuhkan.11. Hal ini disebabkan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. dan K larut dalam pelarut nonpolar dan jaringan lemak tubuh (yang juga bersifat nonpolar). tekanan darah meningkat dan berpotensi terjadinya serangan jantung. vitamin B dan C larut dalam air. Olestra. 2000 Sumber Minyak: Sawit Kelapa Kacang Jagung Lemak: Mentega Margarin 256 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . E. Vitamin-vitamin tersebut disimpan sebagai cadangan vitamin. Para praktisi kesehatan menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh rendah. Selain itu. kita perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh kadar tinggi.14-eikosatrienoat (asam homo-γ-linolenat) ⎯ ⎯ → HO H OH H H P α OH Keterangan: E : alkohol-keton F : diol dan Indeks.3 Biosintesis prostaglandin Asam 8. menyatakan jumlah ikatan rangkap Lemak berperan sebagai pelarut vitamin-vitamin. E. olestra juga menyerap nutrien. Olestra memasuki sistem pencernaan tanpa melalui proses metabolisme sehingga tidak ada kalori dari bahan ini yang diambil. Kolesterol merupakan jenis lemak yang terdapat dalam semua hewan. dan daging merah yang kaya kolesterol. Kadar lemak jenuh dan tidak jenuh dalam jenis minyak dan mentega ditunjukkan pada tabel berikut. untuk menjaga kesehatan. Misalnya. Efek samping dari mengkonsumsi produk ini secara terus menerus berkaitan dengan masalah gizi. Tabel 9. karena olestra merupakan sejenis molekul lemak yang besar. menyerap vitaminvitamin yang larut dalam lemak (A. Lemak dan kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. E. suatu produk yang dihasilkan dari penggabungan molekul gula dengan asam lemak. Adapun vitamin A. seperti mentega. D. seperti A.Tubuh kita berupaya mensintesis kolesterol melalui konsumsi makanan.O COOH OH H H P COOH → ⎯ ⎯ COOH OH Gambar 9. Akibatnya. yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. D.

Keunggulan Minyak Kelapa Sawit Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam kadar yang seimbang. Minyak ini mengandung 44% asam palmitat dengan 16 atom karbon. Keadaan ini lebih baik untuk kesehatan jika dibandingkan dengan asam lemak berantai pendek. Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, sekitar 40% jika dibandingkan minyak-minyak yang lain. Asam lemak tidak jenuh ini membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, minyak sawit cukup aman bagi kesehatan.

Kata Kunci
• • Lemak jenuh Lemak tak jenuh

Kegiatan Inkuiri
Lakukan survei untuk menyelidiki titik leleh minyak goreng yang ada di pasaran. Minyak goreng mana yang banyak mengandung asam lemak tidak jenuh.

Minyak sawit juga mengandung β–karoten yang merupakan sumber penting bagi pembentukan vitamin A, dan juga mengandung vitamin E. β–karoten dan vitamin E berperan penting dalam upaya mencegah penyakit kanker. Minyak sawit tidak mudah menjadi tengik. Oleh karena itu, makanan yang digoreng dengan minyak kelapa sawit lebih tahan lama. Minyak sawit dapat membantu mencegah pembekuan darah. Hal ini disebabkan minyak sawit dapat menjaga kondisi hormon tromboksin dan prostalisin dalam darah. Jadi, minyak sawit dapat menjaga pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Tes Kompetensi Subbab

B
(c) Terigu atau jagung? (d) Alpukat atau mentega?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Manakah makanan berikut ini yang lebih baik bagi kesehatan untuk dikonsumsi? Jelaskan secara singkat dan tepat. (a) Daging merah (sapi, kambing) atau daging ayam? (b) Susu atau telur?

C. Sabun dan Detergen
Sabun adalah garam logam alkali (biasanya garam natrium) dari asamasam lemak yang mengandung jumlah atom karbon umumnya 16 dan 18. Akan tetapi, ada juga sabun yang mengandung asam lemak dengan rantai karbon lebih pendek.

1. Sabun
Pembuatan sabun telah dilakukan sejak masa lampau (mesir kuno). Sebelum masehi, sabun sudah dibuat dari abu tanaman yang mengandung kalium karbonat. Abu tersebut dididihkan dengan kapur (CaO) membentuk kalium hidroksida. Selanjutnya pendidihan kalium hidroksida dengan lemak hewan menghasilkan sabun. Sabun generasi pertama yang mirip dengan sabun sekarang dibuat di Italia pada tahun 600 M. Pada waktu itu bahan-bahan baku yang digunakan adalah lemak dan kalium hidroksida. Sabun yang dihasilkan tidak murni sebab menggunakan bahan baku yang juga tidak murni.

Lemak

257

Teknik yang dikembangkan masih primitif. Dengan ditemukan teknik pemurnian bahan baku dan pemahaman yang memadai terhadap reaksireaksi kimia dalam pembuatan sabun maka pada abad-abad berikutnya dihasilkan sabun bermutu tinggi.

Aktivitas Kimia 9.2
Sumber: Oklahomafood.com

Gambar 9.4
Sabun mandi dibuat pertama kali dari kalium hidroksida dan lemak hewan.

Pembuatan Sabun Tujuan Untuk membuat sabun dari lemak dan natrium hidroksida (NaOH). Alat 1. Gelas kimia 2. Gelas ukur 3. Batang pengaduk 4. Bunsen Bahan 1. Lemak 2. Larutan NaOH 6 M 3. Garam dapur (NaCl) 4. Air Langkah Kerja 1. Campurkan lemak dengan larutan NaOH 6 M. Kemudian, didihkan sambil diaduk. 2. Setelah reaksi sempurna tambahkan garam dapur, dan cuci dengan air. Pertanyaan 1. Bagaimana persamaan reaksi dalam proses penyabunan tersebut. 2. Jelaskan mengapa perlu dilakukan penambahan NaOH 6 M. 3. Mengapa pada akhir reaksi perlu ditambahkan garam dapur (NaCl)?

Mahir Menjawab
Hasil samping yang diperoleh dalam industri sabun adalah .... A. alkohol B. ester C. glikol D. gliserol E. asam karbon tinggi Pembahasan Reaksi pembentukan sabun (safonifikasi) ester+basa kuat → sabun+alkohol (lemak) (gliserol) Dalam industri pembuatan sabun, ester yang digunakan adalah lemak. Jadi, alkohol yang dihasilkan berupa gliserol (CH2OH–CHOHCH2OH) merupakan hasil samping. (D) SPMB 2004

Kegiatan Inkuiri
Setelah melakukan percobaan pembuatan sabun pada Aktivitas Kimia 9.2. Buatlah kembali bersama teman kelompok Anda sabun dalam jumlah yang relatif banyak. Kemudian, coba tawarkan dengan harga yang sesuai kepada orang-orang di sekitar Anda.

Sabun mempunyai dua bagian, yaitu bagian ekor dan kepala. Bagian ekor berupa hidrokarbon rantai lurus, bagian kepala berupa garam natrium atau kalium dari ion karboksilat yang bersifat polar. Bagian ekor bersifat nonpolar sehingga hanya larut dalam bahan yang juga nonpolar, seperti minyak atau lemak. Bagian kepala bersifat polar sehingga hanya larut dalam pelarut polar seperti air. Sabun yang umum dipakai adalah garam natrium atau kalium dari asam stearat atau palmitat. Struktur molekulnya adalah
O C
Gambar 9.5
Model struktur molekul sabun

O- Na +

ekor

kepala

258

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

a. Sabun sebagai Pengemulsi Jika air dan minyak dicampurkan, akan membentuk dua lapisan. Lapisan atas adalah minyak dan lapisan bawah adalah air. Jika campuran minyak dan air dikocok, minyak akan pecah menjadi butiran-butiran yang tersebar dalam campuran. Campuran ini disebut emulsi. Emulsi minyak-air tidak stabil. Jika dibiarkan, butiran-butiran minyak akan bergabung kembali seperti semula membentuk lapisan minyak di atas permukaan air.

Gambar 9.6
(a) Minyak dan air jika dicampurkan membentuk emulsi yang tidak stabil. (b) Setelah ditambahkan sabun, terbentuk emulsi minyak-air yang stabil. Rantai karbon larut dalam minyak, dan gugus karboksil larut dalam air.

(a)

(b)
Sumber: journeytoforever.org

Jika sabun ditambahkan ke dalam emulsi minyak dan air maka emulsi tersebut menjadi stabil, tidak terpisah lagi (Gambar 9.6b). Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun akan melarutkan butiran minyak, dan bagian kepala akan berada dan larut dalam air. Butiran-butiran minyak seolah-olah larut dalam air dengan bantuan sabun. Dalam hal ini, peranan sabun dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Bagian ekor sabun masuk (larut) ke dalam butiran minyak sebab sama-sama nonpolar. 2) Bagian kepala sabun berada di luar permukaan butiran minyak sebab bersifat polar (tidak larut dalam minyak). Bagian kepala larut dalam air sebab sama-sama polar. 3) Oleh karena bagian kepala sabun bermuatan negatif maka setiap butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh satu lapisan bermuatan negatif membentuk misel (lihat Gambar 9.7). 4) Muatan negatif yang mengelilingi butiran minyak mengadakan tolakmenolak satu sama lain sehingga butiran-butiran minyak tidak akan bergabung membentuk lapisan minyak seperti semula. Jadi, sabun dikatakan menstabilkan emulsi minyak-air. b. Sabun sebagai Pencuci abun biasanya garam natrium stearat atau natrium palmitat. Rumus umum sabun adalah R–COONa, dengan R adalah alkil dari hidrokarbon. Sabun yang dibuat dari garam natrium stearat, memiliki rumus: C17H35COONa Jika sabun dari garam stearat dilarutkan dalam air maka akan terionisasi sebagai berikut.
→ C17H35COONa(aq) ⎯⎯ C17H35COO–(aq) + Na+(aq)

Gambar 9.7
Misel Butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh lapisan bermuatan negatif.

Kata Kunci
• • • • • • Garam natrium/kalium karbosilat Bagian ekor sabun Bagian kepala sabun Misel Hidrofil Hidrofob

Ion stearat terdiri atas dua gugus, yaitu kepala ( –COO– ) bersifat ionik dan hidrofil, serta ekor (C17H35–) bersifat hidrofob.

Lemak

259

Tindakan sabun dalam membersihkan pakaian dari kotoran berdasarkan pada sifat kedua ujung ion stearat ini. Secara umum tindakan sabun dalam mencuci pakaian dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pembasahan ( etting) dan tahap pencucian (cleaning). 1) Tahap Pembasahan Semua molekul air akan tarik-menarik satu sama lain. Di dalam air, kekuatan baku-tarik ini seimbang dalam segala arah. Akan tetapi, di permukaan air akan terbentuk dua arah gaya tarik yaitu gaya tarik ke arah dalam dan gaya tarik ke arah samping, seperti ditunjukkan pada Gambar 9.8. Kedua arah tarikan ini menyebabkan air memiliki suatu gaya tegang. Gaya ini dinamakan tegangan permukaan air. Sifat dari tegangan permukaan menghalangi air untuk membasahi suatu objek yang akan dicuci. Jika sabun dicampurkan ke dalam air maka partikel-partikel sabun akan larut di dalam air dan tersebar di antara molekul-molekul air. Penyebaran ini menurunkan gaya tarik antarmolekul air. Penurunan gaya tarik ini melemahkan tegangan permukaan air. Dengan melemahnya tegangan permukaan air maka air dapat membasahi objek yang akan dicuci dengan mudah. 2) Tahap Pencucian Pakaian yang akan dicuci biasanya terdapat kotoran berupa lemak. Jika sabun diaduk bersama-sama pakaian yang berlemak maka ujung hidrofob akan larut dalam lemak, sedangkan ujung hidrofil berada dalam medium air. Selama pencucian, pergerakan molekul-molekul air akan menarik bagian kepala molekul sabun, dan kepala molekul sabun akan menarik bagian ekornya. Akibat tarikan itu, bagian ekor akan menarik lemak hingga pecah dan terpisah dari permukaan pakaian. Lemak yang terlepas dari pakaian dibawa oleh gerakan air. Kotoran yang melekat pada lemak juga akan turut lepas. Lemak bersama-sama sabun dalam air akan membentuk emulsi.

Gambar 9.8
Tarik-menarik antarmolekul air

Kata Kunci
• • • Detergen alam Detergen sintetik Gugus fungsi ion sulfonat/sulfat

2. Detergen
Detergen tergolong bahan yang digunakan sebagai pencuci. Detergen dibagi dalam dua jenis yaitu detergen alam dan detergen sintetik. Detergen alam dibuat dari minyak hewan atau minyak sayuran seperti sabun mandi. Detergen sintetik biasanya dibuat dari minyak bumi. Detergen agak berbeda dari sabun. Sabun adalah garam natrium dari asam karboksilat, sedangkan detergen adalah garam natrium dari asam sulfonat, seperti natrium alkil sulfat dan natrium alkilbenzen sulfonat. Sabun dan detergen memiliki gugus fungsi berbeda. Sabun memiliki gugus fungsi ion karboksilat (COO–), sedangkan detergen memiliki gugus fungsi ion sulfonat (SO3–) atau ion sulfat (O–SO3–). Bagian ekor yang telah dikembangkan untuk pembuatan detergen adalah alkil sulfat dan alkilbenzena sulfonat. Rantai alkil sulfat mengandung 10–18 atom karbon. Rantai ini berasal dari alkohol, seperti lauril alkohol. Reaksi lauril alkohol dengan asam sulfat pekat menghasilkan asam sulfonat. Asam ini selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk natrium lauril sulfat. Persaman reaksinya:

Sumber: wing scorp.com

Gambar 9.9
Salah satu jenis detergen komersial menggunakan bahan LAS (lauril alkil sulfonat).

260

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

O
CH3–(CH2)10–CH2OH+ OH

S O

→ HO ⎯⎯ H3C

(CH2)10

H2 C O

O S O OH + H2O

Rantai alkilbenzena sulfonat berasal dari minyak bumi. Rantai ini dibentuk dari rantai alkena lurus (10–12 atom karbon) dengan cincin benzena. Alkilbenzena yang dihasilkan, kemudian direaksikan dengan asam sulfat pekat membentuk asam alkilbenzen sulfonat. Selanjutnya asam ini dinetralkan oleh natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. CH3
CH=CH2+
Alkilasi ⎯⎯⎯→

C H

Alkena

Benzena

Alkilbenzena

Selanjutnya, alkilbenzena direaksikan dengan asam sulfat.
CH3 C H
+ HO

O S O
Asam sulfat
Alkilasi OH ⎯⎯⎯→

CH3 C H

O S O OH + H2O

Alkilbenzena

Asam alkilbenzen sulfonat

Bagian ekor yang dihasilkan di atas selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh:
CH3 C H O S O OH + NaOH ⎯⎯ → CH3 C H O S O ONa + H2O

Detergen (natrium alkilbenzena sulfonat) Mekanisme reaksi pembuatan detergen

Asam alkilbenzena sulfonat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium alkilbenzen sulfonat (ABS), sedangkan lauril hidrogen sulfat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium lauril sulfat (LAS).

Tes Kompetensi Subbab
1. 2.

C
3. 4. Apa yang dimaksud dengan misel? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan sabun natrium palmitat.

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Terangkan kembali dengan kalimat Anda sendiri, bagaimana sabun digunakan sebagai pengemulsi. Mengapa air saja tidak cukup melarutkan kotoran pada pakaian Anda?

Lemak

261

Rangkuman
1. Lemak dan minyak adalah trigliserida, yaitu suatu triester gliserol dan asam lemak rantai panjang. Lemak dan minyak memiliki sifat-sifat serupa ester, yaitu dapat dihidrolisis, dioksidasi, dan dihidrogenasi pada ikatan rangkapnya. 2. Asam karboksilat dalam lemak dan minyak pada umumnya mengandung jumlah atom karbon genap dan ikatan rangkap dengan struktur cis. Lemak tak jenuh diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan, sedangkan lemak jenuh perlu dihindari sebab dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang berpotensi penyakit jantung. 3. Identifikasi lemak dapat ditentukan menggunakan metode kuantitatif, seperti bilangan asam, bilangan ester, bilangan penyabunan, dan bilangan iodin. Pada umumnya, minyak mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh daripada asam lemak jenuh. 4. Sabun adalah garam logam alkali dari asam-asam karboksilat. Adapun detergen adalah garam sulfonat atau sulfat yang mengandung rantai hidrokarbon panjang. Sabun dan detergen dibuat berdasarkan pada sifat dwikutub (dipolar) dari molekul atau ionnya.

Peta Konsep
Lipid
terdiri atas

Lemak
dibedakan dari

Minyak

Sumber
lemak minyak

Ikatan dalam asam lemak
lemak minyak lemak

Wujud fisik
minyak

Hewan

Tanaman

Asam lemak jenuh

Asam lemak tak jenuh

Padat pada suhu kamar

Cair pada suhu kamar

diidentifikasi dengan

Bilangan asam

Bilangan ester

Bilangan penyabunan

Bilangan iodin

Refleksi
Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 9 ini? Bagian manakah dari materi Bab 9 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda. Pada bab ini Anda telah memahami sifat kimia dan fisika lemak; mengetahui penataan nama lemak atau minyak; menentukan bilangan asam suatu lemak atau minyak; serta memahami karakterisasi lemak dan minyak secara konvensional; dan mengetahui jenis makanan yang dapat menyehatkan dan mana yang tidak. Pada bab ini Anda juga telah mengetahui bahwa pembuatan sabun dan detergen diperoleh melalui hidrolisis lemak, begitu pula dengan pembuatan margarin yang berasal dari hidrogenasi minyak menjadi lemak. Cari tahu oleh Anda manfaat lain dari lemak atau minyak.

262

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

memiliki rantai karbon yang panjang C. A. H. salah satu produknya adalah ....Evaluasi Kompetensi Bab 9 A.. A...... polialkohol B. struktur molekul B. jumlah asam lemak C. C17H31COOH. merupakan alkohol tersier C. yaitu C.. hidrolisis Lemak 263 . tetapi larut dalam eter B. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.. jenis gugus polihidroksi Ciri utama asam karboksilat dalam lemak adalah . propanol B. pirolisis D. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 7. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH. A. aldehida E. gliserol C. 3. memiliki ikatan rangkap dua D. O. eter Lemak dan minyak mengandung jenis unsur yang sama. 6.. nama IUPAC: 1. C. berupa cairan kental dan beracun Di antara struktur berikut yang merupakan struktur minyak adalah . 1. 4 mol D. sukar larut dalam air.2–propanadiol D. 3 mol C... penggaraman E.. asam karboksilat D. B. 4.. membentuk sabun dengan logam alkali Pernyataan berikut yang sesuai dengan gliserol adalah . 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi . kereaktifan gugus ester E.. A. 2 mol B.. 5. untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linolenat. A. penyabunan B. ikatan antaratom karbon D. diperlukan gas hidrogen sebanyak . D. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 8. E. Perbedaannya terletak pada . 5 mol E. asam asetat Pada pembuatan margarin.. A.. esterifikasi C.. mengandung gugus karboksilat B. tergolong senyawa polihidroksi E. A.. ester E. dapat dihidrolisis E.. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H33 C17H33 C17H33 C17H33 C17H35 C17H35 2. Lemak adalah senyawa karbon yang termasuk golongan . A.. ester C. nitrogliserin D.

iodin yang terbentuk dititrasi dengan Na2S2O3. asam palmitat D. gliserol dan NaOH B. asam stearat B. gliserilpalmitoleat 12..0 16. asam linolenat E.5 C. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 B. A. bilangan ester D. D. 3 E. H2C HC H2C O O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H29 C17H29 C17H29 E. A. 8. 6 C.. Reaksi yang terjadi pada penentuan ini adalah reaksi .. Pada penentuan BI. bilangan asam B. A. bilangan penetralan 15. bilangan ester D. Jika pada titrasi 10 mg lemak memerlukan 15 mL KOH 0.. trigliserida D. bilangan penyabunan C. 12. bilangan asam B.. A. O H2 C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H35 C17H35 13.. A. gliserol dan asam lemak 10. eliminasi E. asam karboksilat dan NaOH D....... Reaksi penyabunan adalah reaksi antara .5 E.. asam linoleat C. A. substitusi B. adisi C.9.. asam oleat 17. bilangan iodin E.. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 C.. bilangan iodin E. tripalmitoleat E.. bilangan penetralan 14. 2 D. 15. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah . Lemak dengan nama gliseril trilinoleat memiliki struktur .0 D.. Bilangan yang menunjukkan jumlah ikatan rangkap dalam lemak atau minyak adalah . 7.. 10. etanol dan NaOH C. bilangan penyabunan C. reduksi 11. 4 264 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. oksidasi D.. trigliserin B.1 M untuk mencapai titik akhir titrasi maka bilangan asamnya adalah . A. UMPTN 1999 B: Untuk menentukan adanya ikatan rangkap digunakan pereaksi brom. Satu molekul gliserol bereaksi dengan tiga molekul palmitoleat.. tripalmitolein C.. Nama senyawa yang terbentuk adalah .4 B. 5 B.. A. gliserida dan NaOH E. Jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi redoks ini adalah .. A.. Bilangan yang menyatakan kadar asam lemak bebas dalam suatu lemak atau minyak dengan cara reaksi penetralan disebut ..

18. minyak kacang 21.. O R R C O O-Na+ O C O-Na+ B. misel C. s elling E. minyak sawit C. 3. rantai polimer D. gas hidrogen dengan katalis Ni. Lemak 265 . asam butirat 20..... Apakah perbedaan dan kesamaan antara: a. A. larutan NaOH dan dipanaskan. b. 1... 6. A. ikatan hidrogen B. Sebutkan perbedaan sifat-sifat lemak dan minyak. asam stearat D.. minyak jarak E. asam palmitat C. Mengapa minyak dan lemak berbeda. Gambarkan struktur dari asam lemak tersebut. O R S O O-Na+ B. Apa perbedaan utama antara sabun dan detergen? Apa pula kesamaannya? 2. laurat B. susu D.. A. 5. A.. minyak kelapa B. C E. pada suhu dan tekanan tinggi... Di antara minyak berikut yang dapat menjaga kesehatan dalam jumlah yang cukup adalah . R O C OH D. asam linolenat E. daging ayam 19. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Vitamin yang tidak larut dalam lemak adalah vitamin . Apakah produk utamanya jika diolah dengan: a. palmitat D. endapan minyak 25. ion-ion sabun yang berasal dari asam lemak membentuk .. A.. kafein B. K C.. miristat C.. bilangan asam dan bilangan penyabunan. E... linolenat 24. b. A.. D 22. Rumus struktur detergen adalah . R O C O H C.. c. Prostaglandin adalah senyawa yang mengatur keseimbangan efek-efek biologis. Pembentukan prostaglandin dapat dihambat dengan adanya . menghasilkan dua ekuivalen asam palmitat dan satu ekuivalen asam oleat. Di dalam air. Di antara asam lemak berikut yang tergolong asam lemak esensial adalah .. Prostaglandin dapat dibiosintesis dari asam lemak . stearat E.. A. Di antara bahan makanan berikut yang mengandung kolesterol paling rendah adalah . daging sapi B. asam salisilat D. asam laurat B. penisilin 23. telur E. ditambah bromin dalam CCl4? 4. Suatu trigliserida mengandung dua satuan asam stearat dan satu satuan asam palmitoleat. madu C. E B. streptomisin C.. A D. bilangan ester dan bilangan penyabunan? Mengapa lemak tidak jenuh diperlukan dalam diet manusia bagi kesehatan? Jelaskan. aspirin E.. A. padahal struktur dan jenis unsur yang dikandungnya sama? Suatu lemak setelah disafonifikasi dan diasamkan. minyak jagung D.

minyak dapur atau minyak kelapa sawit). Siapkan penangas air. tambahkan beberapa tetes larutan iodin. 6. Tambahkan beberapa tetes larutan biuret pada larutan. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan iodin. Larutan putih telur 4. seperti. nasi. Air Langkah Kerja Uji gula pereduksi 1. Tambahkan sedikit larutan etanol. 2. Larutan iodin 3. Kemudian. Kemudian. panaskan tabung reaksi dalam penangas air. pati. Gelas kimia 8. Tujuan Untuk mengidentifikasi gula pereduksi. Larutan Benedict 12. tambahkan beberapa volume air dan kocok kembali. sumber protein yang dapat diperoleh dari berbagai macam makanan. dan daging). Nutrisi yang dibutuhkan tersebut di antaranya. Alat dan Bahan 1. 5. 3. 266 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Amati perubahan yang terjadi. 2. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan biuret. seperti daging dan kacang-kacangan. Kocok sedikit air beras dengan air dalam gelas kimia kecil. 3. 5. 2. protein. Amati perubahan warna yang terjadi. 3. Air beras 2. 4. buatlah laporan pengamatan kelompok Anda berupa karya tulis yang diserahkan kepada guru Anda sebelum ujian semester 2. 4. Uji protein 1. karbohidrat (glukosa yang terdapat dalam gula. Tutup tabung reaksi dan kocok. roti. dan pati yang terdapat dalam makanan berenergi tinggi. dan kentang). Tabung reaksi 7. Larutan etanol 6. Sediakan minyak dapur dalam tabung reaksi. Kemudian. Kemudian. dan minyak. 2. Anda ditugaskan untuk mengidentifikasi golongan senyawa pada produkproduk yang mudah diperoleh di sekitar Anda. dan minyak yang mengandung asam lemak takjenuh (seperti. Penangas air 9. Pada proyek Semester 2 ini. Pembakar bunsen 10.Proyek Semester 2 i Ma anan Kita memerlukan makanan sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. serta lemak yang mengandung asam lemak jenuh (terdapat dalam margarin. Tambahkan beberapa tetes larutan Benedict dalam larutan gula. Uji lemak minyak 1. Larutan gula 11. Sediakan larutan protein yang berasal dari putih telur ke dalam tabung reaksi. lemak. Larutan biuret 5. Larutkan gula dalam 10 mL air dalam tabung reaksi. Uji pati 1. seperti di supermaket atau tempat perbelanjaan lainnya.

CH3CHOHCOOH C. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B. 3. A. merupakan hasil oksidasi alkohol primer D... 10. CH3–CH2–CH2–CHO 3.. A.. A. karbon tetraklorida Pasangan senyawa yang tergolong haloalkana adalah .. CH3COCOOH E. penentuan rumus molekul Jika 1–butanol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C.. (CH3)3COH Di antara senyawa berikut yang memiliki isomer optik adalah . 2 dan 4 E. A. 9. O CH3–CH2–CH2–COOH 2. 1 dan 2 D.. A.. 4. reaksi dengan logam natrium D.. CH3CH2CHO D.. CH3CH2OCH3 C. 2 dan 3 Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat... A. 1 dan 3 E. CH3CHOHCH3 E. Reaksi identifikasi untuk mengenal gugus –CHO pada alkanal adalah .. 4–metil–2–pentanol E. 2–metil butanoat Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. rumus bangun alkohol dan eter tidak sama B. massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D. A. CH3–CH2–O–CH3 Senyawa alkohol berikut ini yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah . CH3CH2CH2O E.. reaksi dengan PCl3 E. 3. CH3COOH Perlakuan berikut yang tidak dapat diterapkan untuk membedakan alkohol dan eter adalah .. (CH3)3CCH2OH D.. 5. mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 267 . dietil keton D. logam Na membentuk alkoksida C.. 2 dan 4 C. CH2=C(CH3)2 C. CH3–CH2–C–CH3 4. Diketahui empat senyawa karbon: 1. A... etil propanoat C. Hal ini disebabkan . gas H2 membentuk alkohol B.. kecuali . 3–pentanol B. kalor penguapan alkohol lebih tinggi Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak apabila direaksikan dengan tes Tollen adalah . 1 dan 4 B. CH3CH2CH2OH B.. HOOCH2COOH D. tetapi titik didih alkohol jauh lebih tinggi daripada eter.. eter mengandung dua gugus alkil C. 3–metil–2–butanol C. A. butil formiat B. kloroform 3. Pasangan senyawa yang berisomeri fungsional adalah . CH3CH2COOH B. dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. polivinil klorida 2. CH3COCH3 B. tes Tollen membentuk endapan Ag E.. 11.. 6. CH3CHOHCH3 C. antarmolekul-molekul alkohol terdapat ikatan hidrogen E. reaksi esterifikasi C... hasil yang terbentuk adalah . gas brom membentuk dibromo alkana 8... CH3(CH2)3CH2OH Pernyataan yang benar tentang aseton di bawah ini adalah . 12. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat..3–dimetil–2–butanol D. kelarutan dalam air B. propil asetat E. 1 dan 3 D. A. Berikut adalah bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari: 1. 1 dan 2 C. A. 1 dan 4 Di antara senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi adalah . A.. isoprena 4. CH3–CH2–CH2–CH2–OH 2. CH3–CH=CH–CH3 D... CH2=CH–CH2–CH3 B. merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E. 2–metil–2–butanol 7. PCl3 membentuk R–Cl D. CH3–CH2–O–CH2–CH3 E.Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 1.... A.. 2 dan 3 B.

D. 1.. Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida. CH3CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B.. Cl2C=CCl2 C. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk melakukan reaksi oksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat atau ion benzoat adalah . ClHC=CHCl D. C2H5COOC2H5 E.. C3H7COOC2H5 14.. oksidasi B. (CH3)3C–CO2H A... NO2 17. C6H5CCl3 A. iodobenzena pada 20°C B. C3H7COOCH3 C. tetrafloroetilen C. propilena B. ClHC=CCl2 E.. reduksi B.... 2n NaOH Katalis ⎯⎯⎯⎯⎯→ Polikarbonat + 2n NaCl + 2n H2O Polimerisasi reaksi yang terjadi secara ... CH3–CO2H B.. adisi D... Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): C. kanji E.. adisi D. Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah . A. C6H5–CO2H C... peptida C. A. D.. A. vinil klorida E... Di antara senyawa berikut yang disebut benzalklorida adalah .. B.. Senyawa berikut yang bukan monomer untuk pembuatan plastik adalah . A. larutan iodium dalam natrium hidroksida E. A. protein D. Jenis reaksi benzena dengan asam nitrat yang mengandung asam sulfat adalah . Polimer yang dibentuk dari kondensasi glukosa dinamakan polisakarida. A. A. oksidasi C... A. adisi 18.2–dibromopropana E. CH3 CH2Cl dan CH3 CH=CH CH3 26.13. 20.. larutan kalium permanganat(VII) 22. NO3– D. spesi mana yang pertama kali menyerang molekul benzena adalah .. bromobenzena dalam cahaya matahari E. Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2–CHCl–CH2–CH=CH–CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi suatu campuran dari . isoprena D. HNO3 B. bromobenzena dengan adanya Fe C. Di antara zat berikut yang akan menghasilkan klorobenzena apabila gas klor ini dilewatkan adalah . A...2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah . Senyawa berikut yang termasuk polisakarida adalah .. D. eliminasi 268 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . ClC6H5 B. esterifikasi C. Di antara asam karboksilat berikut yang paling asam adalah ... H–CO2H E. E.... A. CH2=CCl CH=CH2 dan CH2=CH2 D. ClC6H4CH3 19. siklopropana D. 1. kondensasi E. CH3COOCH3 D. 21. asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat C. H2C=CCl2 B. stirena 24. hasilnya adalah .. DNA 25. benzena dengan adanya besi 23. 2–bromopropana C. Jika benzena dinitrasi menggunakan campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat. Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. eliminasi D. benzena dalam cahaya matahari D. 1–bromopropana B. Hasil reaksi antara asam propionat dengan etanol adalah . C6H5CHCl2 C. PVC adalah suatu plastik sebagai hasil polimerisasi dari . substitusi E.3–dibromopropana 15. C2H5COOC3H7 B. NO2+ E.. kationik C. klor B. enzim B.. C6H5CH2Cl E.. radikal bebas 28. Reaksi yang terjadi dinamakan ... hidrogen peroksida D.. ionik B. A.... Metilbenzena dapat dibuat dari benzena dan bromometana dengan katalis besi(III) bromida. A. HSO4– + C. substitusi E.. Cl3C–CO2H 16. CH2=CHCl dan CH2=CH CH=CH2 E. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C. H2C=CHCl 27. A...

. Tauber C. asam β –amino. sedangkan fruktosa suatu eter B. ClCH2CH2CH2COOH HOOCCH2CH2OH HO COOH D.. laktosa 31. glukosa suatu aldehid. 3 Suatu protein dapat memiliki struktur α–heliks. Molisch B. fruktosa C. Barfoed 35. A. fruktosa D. selulosa C.. Benedict E. Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor ….. protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C.. ikatan hidrogen antarmolekul D. dan asam γ –amino.. D. E. amino dengan hidroksil Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin fenilalanin dan triptofan (mengandung inti benzena) di dalam protein adalah . muatan positif dan negatif sama B. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H+→ C12H22O11 + H2O ⎯⎯ C6H12O6 + C6H12O6 Jika disakarida tersebut laktosa. HOOC COOH E. laktosa E. fruktosa dan galaktosa D. muatan positif dan negatif sama B. sedangkan fruktosa suatu asam 30. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah . Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab . Jika disakarida. Hidrolisis pati dengan asam klorida encer menghasilkan . sukrosa B. sedangkan fruktosa suatu aldehid C. Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 269 . maltosa E.. A. Di antara karbohidrat berikut yang tidak mengalami hidrolisis adalah . glukosa dan fruktosa E.. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B. Perhatikan struktur dipeptida berikut. 5 C. ikatan hidrogen intramolekul C. amida dengan hidroksil C.. β (1 → 4) glikosidik selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan γ –glikosidik jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu β – –galaktosa 40. gaya van der Waals Gugus fungsi yang membentuk ikatan peptida dalam protein adalah …. protein jika dihidrolisis. glukosa suatu aldehid. A.. A. C. ikatan hidrogen intramolekul C. 1 D. terjadi ikatan peptida di antara setiap dua monomer protein 36. fruktosa dan fruktosa 33. Fehling D.. ikatan hidrogen antarmolekul D.. ikatan peptida E. Hal ini disebabkan adanya … A. asam amino penyusun protein adalah asam α – amino. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah . amida dengan karboksil D. A. HO OH 29.. glukosa suatu aldehid. A. A. 38. C. amino dengan aldehid B. Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah ... E. struktur molekul glikogen dapat bercabang B..A. ikatan peptida E.. 39. glukosa dan galaktosa C..... 2 E. maltosa 32. H N H 1 H C R1 C O H N H C C 5 O OH 2 3 4 R2 37. A. amino dengan karboksil E. A.. sedangkan fruktosa suatu keton D.. 4 B.. amilum B. akan menghasilkan asam amino D. B. amilum D. glukosa suatu amida.. glukosa suatu keton. monosakarida yang terbentuk adalah . dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosidik ikatan antarmonomer di dalam pati adalah ikatan 34. glukosa dan glukosa B... sedangkan fruktosa suatu eter E. A. gaya van der Waals Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki .

asam stearat 43. 2 mol D. CrO3. Mycomycin adalah antibiotik alam yang dihasilkan dari jamur Nocardia acidophilus. minyak kacang E. dan nama sistematisnya asam 3. minyak jagung D. nitroprusida B. Tuliskan rumus struktur yang mungkin untuk senyawa tersebut. 3.. minyak kelapa sawit C. Di antara minyak-minyak berikut yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah memadai adalah .12–dionat. c.. a. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 4. A.. keton. 6 mol C. b. menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium streat (C17H35COONa). C6H10O. nitrogliserin B. CH F CH2 CH F CH2 CH F 2. diketahui bahwa senyawa itu hanya berikatan kovalen tunggal. salah satu produknya adalah ... 1. minyak kacang E.. a.. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH. toluen (metilbenzen) dan 2–metilsikloheksena Identifikasikan apakah senyawa berikut tergolong asam karboksilat. C6H11OH dioksidasi oleh krom trioksida.A.. air D. Millon 41. Rumus molekul mycomycin adalah C13H10O2. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+.. pereaksi didihkan dalam refluks dan HCl kering dialirkan ke dalam campuran. A.. 7. C H O c.. A. minyak jagung D. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat pada reaksi pengesteran ini? d. 4 mol B.. metil dan amino C. Hopkin-cole E.0 g trigliserida dihidrolisis dengan natrium hidroksida. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi tersebut. 270 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . O 5. minyak jarak 44. minyak kelapa sawit C. 3 mol E. Propionaldehid (propanal) dan aseton (propanon) b. Sebanyak 10. minyak kelapa kopra B. untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat. ester.5. O b. Apakah yang dimaksud dengan istilah pengasilan? Monomer apa yang digunakan untuk membentuk polimer berikut.5% N dan 12. Tentukan rumus empirisnya. CH2=CH–C ≡ C–CH ≡ CH2 dan benzena c. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut. Sakaguchi C. karboksil dan metil E. Pada pembuatan margarin. minyak kelapa kopra B. Di antara minyak-minyak berikut yang paling banyak mengandung lemak jenuh adalah . Ikatan peptida antarasam amino yang terdapat dalam protein adalah terbentuk dari gabungan gugus . minyak jarak 45. asam asetat dan asetaldehid (etanal) d. amonia dan alkohol 42.7. Gambarkan struktur mycomycin. c.. a. b. atau aldehid. A. gliserol C. A.. C17H31COOH diperlukan gas hidrogen sebanyak . Pada kondisi bagaimana senyawa tersebut bereaksi dengan feniletanon? Pada pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat.5% H (menurut massa). 5 mol B. Xantoprotein D. ester E. CH3 O C CH2 CH CH3 CH3 8.. alkohol dan metil B. Hasil analisis cuplikan senyawa adalah: 87. Sikloheksanol. Terangkan uji kimia yang dapat membedakan antara: a. dalam larutan asam menjadi sikloheksana. amino dan gugus karboksil D. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 6.8– tridekatetraena–10. Berikan alasan mengapa dalam reaksi ini digunakan HCl kering.

4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 11. X2+(aq) 1M Y2+(aq) 1M 4.7 5. semua sama Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan asam memiliki persamaan berikut. A. X2+ + 2e– ⎯⎯ X E° = + 0. treonin Sebanyak 2. 4 C. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0. 16 di kiri B. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 2 ⎠ D. ⎛ 2y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 22. dan y yang tepat adalah …. zat terlarut yang sukar menguap Jika beberapa asam amino berikut dengan berat yang sama. A. alanin E. muatan pada ion Lemak 271 . A.7 V Potensial reduksi logam X dan sebagai berikut. e. jumlah H+ yang diperlukan …. 240 B.8 V 2+(aq) Zn(s) +(aq) Ag(s) Zn Ag E° = 1.5 g suatu zat dilarutkan dalam 100 g air. + 0... komponen pelarut dalam fasa uap B.62 V Potensial sel untuk reaksi: Sn2+ + 2e– ⎯⎯ Sn → adalah . Ion positif dinetralkan pada elektrode X X GGL sel (V) 0. 100 D.. c.1 0.. Penurunan tekanan uap larutan disebabkan oleh .. A.… A. zat terlarut yang mudah menguap E. dan CaCl2 diukur pada suhu yang sama maka perbandingan tekanan osmotik (π) antara ketiga larutan tersebut adalah . jumlah elektron yang terlibat adalah . triptofan C. 16 di kanan C. Pada proses elektrolisis..1 0. 3. jumlah elektron C.62 V C. π NaCl2 paling tinggi D. jumlah mol elektron B. → MnO4– + C2O42– ⎯⎯ Mn2+ + CO2 + H2O Jika persamaan ini disetarakan. 8 di kanan D.25 oC. Hubungan antara n. penurunan gaya tarik antarmolekul D. + 0. Massa molekul zat tersebut adalah …. b. π cuka paling besar B. X Y 2. A.7 0. glisin D.2 ⎠ 6. N=X+ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 22. 10. d. perbandingan tetapan faraday terhadap tetapan Avodagro sama dengan .. Berdasarkan gambar tersebut pernyataan yang tepat adalah . A. 7.7 0.14 V E. a.Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 1. 2 Diketahui: H+(aq) H2(g) Ag+(aq) Ag(s) E° = 0. muatan pada satu mol elektron E. π NaCl π CaCl2 C. dilarutkan dalam air maka kenaikan titik didih paling tinggi terjadi pada larutan …. 275 C.14 V D. –0. X dan Jika n mol elektron dialirkan melalui larutan CuSO4. 186 Tiga macam larutan dengan molaritas yang sama: cuka. 8 di kiri E. 1 E. 8. B. sistein B. x mol Cu dan y L gas hidrogen (pada STP) diproduksi.30 V → Kedua logam tersebut disusun seperti pada gambar berikut. π NaCl cuka E.. +0. –0.. C. pelarut dan terlarut tidak bercampur C.. 125 E. muatan pada satu elektron D.7 V B..… A. 12 di kiri Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi → formalin: CH3OH ⎯⎯ CH2O. NaCl. E. 3 B.. 9. A. x. 0 D. A. 4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 11.56 V 2+(aq) Zn(s) 2+(aq) Ag(s) Zn Sn E° = 0.40 V → 2+ – + 2e ⎯⎯ E°= –0.

kromatografi E. krom(III) tetramin dikloro klorida B. A. meningkatkan kadar karbon B.11. pemanasan NH4Cl D. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO2(s) + 2NO2(g) → 17. larutan Na2SO4 dengan elektrode C C. pemanasan NH4NO3 C. Pembuatan logam magnesium dilakukan melalui proses …. larutan KI dengan gas Br2 B.. meningkatkan kadar timah D. tetramindiklorokrom(III) klorida C. 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+ O2(g) → C. Ca(NO3)2(s)⎯⎯ Ca3N2(s)+4NO2(g)+5O2(g) → E. distilasi kuarsa (SiO2) B. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi …. mengalirkan H2 ke dalam nitrogen cair E. larutan NaCl dengan elektrode C 15. Spesi X → D. Zn(OH)2(s) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42++ 2OH– → C. A. 234 90 U 236 90Th 235 92 U 238 92 U 1 + α ⎯⎯ X + 3 0 n . diklorotetraminkrom(III) monoklorida 20. larutan KI dengan gas Cl2 C. Zn2+(aq) + 2NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)22+ → 18. elektrolisis B. trans–diglisinatopaladium(II) E. larutan KI dengan elektrode C B. kromatografi lapis tipis 16. neutron C. Reaksi redoks antarhalogen berikut dapat terjadi. pemanasan campuran (NH4)2SO4 dan K2O B. U–235 D. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + N2O(g) + 2O2(g) → D.. ion karbonatotetraaminkobalt(III) D. C Neutron A Pita kestabilan B Proton Unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan cara memancarkan …. positron B.. mengubah neutron cepat menjadi neutron termal C. A. KFe(SCN)6 E. pemurnian zona D. A. pirolisis D. tetramindiklorokromat(III) klorida E. Rumus kimia potasium heksasianoferat(II) adalah …. K3[FeCN6] 19. Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah …. peptisasi C. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. Elektrolisis larutan yang menghasilkan logam alkali adalah …. A. diklorotetraminkromat(III) klorida D. A. bis(dimetilglioksimato)nikel(II) B. A. Po–212 B. kecuali …. sodium tetrasianoditiosianatoferat(III) 22. A. larutan KCl dengan gas F2 E. Persamaan setara yang tepat untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah …. meningkatkan kadar seng 21. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut. A. Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. K4[FeCN6] D. pemanggangan kuarsa E. larutan KBr dengan gas Cl2 12. reduksi SiCl4 C. Zn2+(aq) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42+ → B. partikel β E. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . Zn(OH)2(s) + 2NH4+ ⎯⎯ Zn2+ + 2NH4OH → E. A. A. K3[Fe(SCN)6] B. B. kalium tetratiosianatoetilendiaminkromat(III) C. larutan KNO3 dengan elektrode Au D. A. E. A. Th–234 C. K4[Fe(NCO)6] C. mengubah 235U untuk menghasilkan energi D. sebagai bahan bakar untuk memicu reaksi fisi E. Po–239 272 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Prinsip pembuatan baja dari besi tuang yaitu dengan cara ….… A. 239 94 Pu 240 94 Pu 24. A. partikel γ 23. Zn(OH)2(s) + 2OH– ⎯⎯ Zn(OH)42– → D. sebagai sumber partikel alfa 25. Senyawa kompleks berikut yang bukan kelat adalah . pemanggangan 14. leburan NaCl dengan elektrode Pt E. U–238 E. Pada reaksi inti: adalah …. larutan KCl dengan gas Br2 D. partikel α D. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B. C. elektrolisis larutan NH4Cl 13. menurunkan kadar timah E. Gas NH3 dapat dibuat di laboratorium dengan cara …. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U B. menurunkan kadar karbon C.

1 primer. Senyawa alkohol tersebut adalah …. ClCH2CH2COOH HOOC–CH2–CH2–OH Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 273 . 1 primer dan 3 sekunder B.. isotop-isotop atom 18O terdapat dalam produk CH 3 –CO– 18 OH. Senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan asam nitrit pada 5°C adalah …. A. 1 tersier D. propanoil klorida Senyawa berikut yang tidak membentuk endapan kuning jika dipanaskan dengan larutan iodin cair dan kalium hidroksida adalah . A. CH3CH=CHCH3 D. propan–1–ol D. C6H5CH(OH)C2H5 E. larutan I2 dan NaOH dalam air C. 29. Z adalah senyawa berbeda. E.. 2 primer dan 2 sekunder C. X bereaksi dengan natrium menghasilkan H 2 . C6H5CH2COCl E. COOH HO B. 1 tersier E. gugus C2H5 mengalami serangan oleh H218O X. OH HO D. C6H5CH2OH B. CH2=CHCH2CH3 B. CH3C16O2C2H5 dihidrolisis berasam dengan adanya H218O. besi dan HNO3 pekat D. ikatan tunggal C–O dalam gugus C O terurai atom O dalam gugus O–C2H5 menjalani reaksi dengan H318O+ E. C6H5OCOCH3 B. propanal E... A. C6H5OH 34. direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dan berasam. (CH3)3COH E. X dan Z dapat juga membentuk ester yang sama tetapi tidak bagus. COOH HOOC C. gas klorin B. D. C6H5CH2OCOCH3 Butanol memiliki empat isomer yang terdiri atas …. C2H5OH C. C6H5COCH3 C. A. A. timah dan HCl pekat C. dengan HI berair 36. campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D.. C6H5COCH3 Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5CH2OH) dan etanoilklorida (CH3COCl) adalah …. ikatan C–C dalam gugus O–C2H5 terurai selama hidrolisis O 27... CH2NH2 B.. Jika etiletanoat. CH3CH2–O–CH2CH3 E. hasil yang terbentuk adalah . CH3CHO C. A.26. X dan bereaksi membentuk ester. A. C6H5CH2Cl D. Jika suatu alkohol. NHCH3 35. larutan H2O2 C. larutan KMnO4 dalam basa E.. 1 sekunder. Senyawa adalah …. Reduksi: H2 N NO2 H2N NH2 dapat dilakukan dalam laboratorium sekolah dengan menggunakan …. CH3 NH2 D. asam propanoat C. 31.. CH2=C(CH3)2 C. CH3CH(OH)CH3 B. . 28. propanon B. 2 sekunder. X. hasilnya adalah tri– iodometana.. CH3CH2–O–CH3 Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah . CH3COCH3 D. Kesimpulannya adalah…. bukan dalam C2H518OH.2–diol (etilen glikol) membentuk polimer. CH3CH(OH)C2H5 D. 33. 2 primer. NH2 E. A. gas hidrogen dengan bantuan nikel E. A. CONH2 C. 30.. 1 primer dan 3 tersier Jika butan–1–ol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C. yaitu . A. sodium hidrogen sulfit berair B. 32. A. ikatan C–16O lebih kuat dari C–18O B. Di antara senyawa berikut dapat bereaksi dengan etana– 1.

4. Setelah disaring.9 Pada keadaan tertentu. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Setengah-reaksinya adalah: → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° =– 76 V 2+ → Ni (aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) E° = – 23 V Gambarkan diagram sel. alanin 40.37.0 g trigliserida dihidrolisis dengan NaOH. Tuliskan rumus struktur dan nama semua senyawa yang memiliki rumus molekul C5H11Br. Apakah nama unsur X dan mengapa emisinya terpisah? 7. AlCl 3 dan LiH dengan perbandingan mol 1 : 4 bereaksi membentuk endapan putih. Sebanyak 10. H C C Cl H2 C H C B. Elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. asam stearat B. 38. asam oleat E. H2 C H C Cl H2 C H C C N B. Filtrat diketahui mengandung ion-ion 228Ra. endapan XOH hanya memancarkan partikel α dan filtratnya memancarkan partikel β. A. elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1. Benedict C. b. A. Berapa tekanan minimum yang harus diterapkan pada suhu 25°C untuk memurnikan air laut dengan teknik osmosis balik? Diketahui faktor van’t Hoff = 1. Fehling B. Senyawa apakah endapan putih yang pertama? Mengapa lebih dulu mengendap? 8. Pada keadaan yang sama. histidin B.8 torr). 1. Suatu larutan mengandung ion logam 3+ dielektrolisis dengan arus 5. H2 C H2 C H C H C C H C D. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah …. 9. 3. menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium stearat (C17H35COONa). Apakah yang dimaksud dengan denaturasi protein dan renaturasi protein? 10. glutamin C. dan tunjukkan arah aliran elektron dan gerakkan kation. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah …. 2. A. tirosin E. Tauber 39. H2 C H C C N CH2 N H C C N H C H N H2 C H2 C Cl Cl HC C. asam linolenat E. berapa gram Zn yang dihasilkan dari elektrolisis larutan ZnCl2? Sel volta dikonstruksi dari setengah reaksi berikut. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara AlCl3 dan LiH. A.0 A selama 10 menit. Barfoed D. tandai anode dan katode.5 g logam perak. sistein D. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. asam palmitat D. Air laut mengandung sekitar NaCl 3%. Dalam etoksietana. Apakah nama logam tersebut jika 1. Jika propenonitril ( H2C CHC N ) dan kloroetana ( CH 2 CHCl ) dicampurkan dengan molar yang sama membentuk polimer secara adisi maka polimer yang terbentuk harus mengandung monomermonomer …. 274 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Berapakah tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada 25oC tekanan uap air murni adalah 23. Penambahan larutan NaOH membentuk endapan XOH. Molisch E. asam linoleat C. 5. a. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 6.18 g logam diendapkan pada elektrolisis ini? Suatu larutan X(NO3)n ditemukan mengemisi partikel α dan β. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 45 g glukosa dengan 450 g air.

3. D D 13. Pilihan ganda D 11. a. A C 19. e. A D A C E 31. 3.71 molalitas larutan gula = 0. Fe(s) + 2Ag+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2Ag(s) 5. 3. Pada tekanan tinggi.68 mm Hg Mr glukosa = 180 g mol–1 1.104°C Mr X = 842 g mol–1 Tb = –0. 5. d. Boleh jadi padat. 9.62 mmHg π = 7.29 Xair = 0.702°C DTb= 0.001 atm Mr Hemoglobin = 688000 g mol–1 Tes Kompetensi Subbab B 1. B 33. C 21. → I2(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + 10NO2(g) + 4H2O( ) → NaCl(aq)+2H2SO4(aq)+MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(s) + 2H2O( ) + Cl2(g) a. kerapatannya lebih rendah dari CO2 air. D B 17. Rangkaian luar e– Voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab F 1. 27. dan gas dari air dalam ruang vakum tersebut. → I2(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + NO2(g) +5 +4 Tes Kompetensi Subbab C 1.18637°C Evaluasi Kompetensi Bab 1 A.9 m Fraksi mol H2O2 3% = 0.26°C b. 25.372°C Tb = –0.016 Apendiks 1 275 . DTd= 0. 7. Plarutan = 23. C Sn2+(aq) Sn4+(aq) Fe3+(a ) Fe2+(aq) C → 2I–(aq) + 2e– ⎯⎯ I2(s) E°= –0. 23. B. 7.5 mmHg Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia Tes Kompetensi Subbab A 0 +10 Tes Kompetensi Subbab B 1. → 10Br–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) → 3Cu(s)+2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab E 1.15°C 3. 7. DTd= 0. C Zn Ni 2+ Reaksi yang terjadi: Zn (s) + Cu (aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) → 3. D A 15.54 V GGL sel negatif maka reaksi tidak terjadi. Xetanol = 0. 1. 5. Esai Kemolalan H2O2 3% = 0. 29. 5. 7. b. 3. Hal ini disebabkan pada keadaan padat.29 m 3. → Cr2O72–(aq)+6Cl– (aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 3Cl2(g) + 7H2O( ) → 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) – + 2MnO4 (aq)+ 7H2O( ) → H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab D 1. 3.43 atm Massa etilen glikol = 1192 g Plarutan = 19. DTd= 0. c. cair. 3.Apendiks 1 Kunci Jawaban Tes Kompetensi Subbab Bab 1 Sifat Koligatif Larutan Tes Kompetensi Subbab A 1. 3. π = 0. 1. suhu pembentukan CO2 padat naik. Plarutan = 41.

3Cu(s) + 2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) → b. 3. → a. Tes Kompetensi Subbab D 1. A A 17. Berdasarkan potensial sel. Kerapatan berhubungan dengan gaya tarik antarmolekul halogen. Waktu yang diperlukan untuk mengendapkan: 1 mol Na = 5. 31.24 volt). Zn Ni 7. 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) + 2MnO4–(aq) + 7H2O( ) → e. B. 5. 5. 29. F F F Xe F F Esai Penyetaraan reaksi redoks dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. Makin kuat gaya tarik van der Waals makin rapat unsur tersebut. F Br F (sp3d) 276 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . H2 O → 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) 3. 2[2 Al3++302–] + 3C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2(g) → atau Al2O3(aq) + 3 C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2 (g) Pada proteksi katodik. E D 23. Massa Hg = 4. 9. F Tes Kompetensi Subbab B 1. Berdasarkan nilai potensial reduksi standar.36 jam. 3. diketahui bahwa tahap reaksi oksidasi besi berlangsung cepat (E° = 1. 27. 5. Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq) ⎯⎯ 2PbSO4(s) + 2H2O( ) → d. F Xe F Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d. H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) → f. Potensial reduksi standar Ni paling besar (–0. 11.08 jam m I2 = 2. dan reduksi terjadi di katode. 10Br– (aq)+2MnO4–(aq) + 16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) g. 35. Akibatnya logam besi cenderung direduksi. Potensial reduksi standar Cu lebih besar (0. Evaluasi Kompetensi Bab 2 A.34 volt) maka Cu2+ akan direduksi.72 jam. b. Mg atau Zn memiliki potensial oksidasi lebih tinggi dibandingkan besi sehingga logam Mg atau Zn lebih mudah dioksidasi. Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Tes Kompetensi Subbab A 1.06 V ) Sebab nilai potensial reduksi besi lebih besar dibandingkan nilai potensial reduksi Mg atau Zn. A E 19. Pada (b) GGL sel negatif maka reaksi tidak berlangsung. Pilihan ganda B 13.9. → 4NaCl(aq) + 2H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + 2H2O( ) + Cl2(g) Rangkaian luar e– voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab C 1. tetapi pada tahap pembentukan karat reaksi berlangsung sangat lambat karena memiliki nilai potensial sel sangat kecil (E° = 0. 3. 7.35 g a. 3. 33. 3CH3OH(aq)+Cr2O72 (aq) + 8H+ ⎯⎯ → 3CH2O (aq) +2Cr3+(aq)+7H2O( ) Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d3.2 g. C F F Xe F F 25. 1.83 volt) sehingga H2O akan di reduksi menghasilkan ion OH– yang bersifat basa. Gaya tolak ruang sangat tinggi. Cr2O72–(aq)+ 6Cl–(aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) +3Cl2(g) + 7H2O( ) → c. H2O memiliki nilai lebih besar (–0. 9. Sebab atom fluorin terlalu kecil untuk membentuk asam okso. → 11. Al = 16. C E 15. C A D C D A Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d2. → NaI(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HI(g) + NaH2PO4(s) 3. Oleh karena yang (a) GGL selnya positif maka reaksi dapat berlangsung. 5. 1.23 volt) maka Ni2+ akan direduksi. F 7. Mg = 10. 7. B B 21.

Pilihan ganda A 11. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2. Ca. B C 17. 5. 3. E 21. Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel elektrolisis. 9. D C B A C → 2Li + 2CH ≡ CH ⎯⎯ 2LiC ≡ CH + H2 Jenis reaksi adalah reaksi oksidasi. (a) Tris(amin)dibromobesi(III) nitrat. 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( ) + 3CO2(g) → 11. 9. 27.contohnya Kalimantan Barat dan pegunungan Jaya Wijaya. Al 2 O 3 dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). D Esai 21.5 L 3. 1. Mg. 7. Elektron valensinya ns2 np1. Tes Kompetensi Subbab F 1. (b) +4. 39. Melalui elektrolisis garam NaCl. [Pt(NH3)2Br2]. B D 19. 3. V = 3587. (d) +6 Ion kompleks adalah senyawa ionik yang terdiri atas kation logam transisi (atom pusat) dan 2 atau lebih anion atau molekul netral. Ligan adalah anion atau molekul netral terikat pada atom pusat. ΔMnO MnO 5. Pilihan ganda E 11. Tes Kompetensi Subbab C 1. Karena logam alkali bersifat reaktif. 37. 33. 5. A D 15. B C A B C 3. 1. B. 1. Grafit memiliki struktur jaringan segienam datar dan berlapis-lapis. 5. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat. Reduksi bijih besi menjadi besi. 7. 5. (b) Amonium tetrabormokuprat(II) 3. B. A C 15. H2 O 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) → Sebab klorin bersifat asam dalam air sehingga dapat bereaksi dengan ion basa kuat membentuk garam. akan diperoleh CH4 yang disebut gas alam sintetik. Muatan senyawa ini adalah 0. → 4Li(s)+ O2(g) ⎯⎯ 2Li2O(s) → 2Na(s) + O2(g) ⎯⎯ Na2O2(s) Evaluasi Kompetensi Bab 3 A. 3. Alumunium memiliki energi ionisasi ketiga yang cukup tinggi cenderung sukar untuk melepaskan elektron. 29. Proses secara umum. 27. Pembuatan gas oksigen di antaranya: 2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯→ 2KCl(s) + 3O2(g) 2 → H2O2( ) ⎯⎯⎯ H2O( ) + O2(g) Tes Kompetensi Subbab D 1. yang dikeluarkan secara berkala. C E B B B 31. B E 17. 7. D D 13. elektrolisis → H2O( ) ⎯⎯⎯⎯ H2(g) + O2(g) → 8H2S(g) + 4O2(g) ⎯⎯ S8(s) + 8H2O( ) Esai (a) +2.66) Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Tes Kompetensi Subbab A 1. Evaluasi Kompetensi Bab 4 A. Sumber unsur transisi biasanya berasal dari penambangan deposit minera. Pt → Tahap 1 : 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → Tahap 2 : 2NO(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO2(g) Tahap 3 : 3NO2(g) + H2O( ) ⎯⎯ 2HNO3(aq) + → NO(g) Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali. (c) +1. 3. 7. 9. Tes Kompetensi Subbab E 1. 3. Karena potensial reduksi standar negatif (E°= 1. 35. 29. Dalam bentuk garam hipopklorit (NaClO). Alumunium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik. Biloks Mn dalam MnO2 = +4. kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat. 23.Tes Kompetensi Subbab C 1. 3. 23. Pada umumnya senyawa dengan biloks tertinggi lebih stabil maka diduga bahwa senyawa A adalah VF3. Ba. E D 19. → 2 M + H2 ⎯⎯ 2 MH M adalah logam alkali. Hasil samping gas H2 dan Cl2. Tes Kompetensi Subbab G 1. dalam KMnO4 = +7. 3. 3. C C 13. 25. → CO(g) + 3H2(g) ⎯⎯ CH4(g) + H2O(g) Δ H= –206 kJ mol–1 Setelah H2O diuapkan. Tes Kompetensi Subbab D 1. Ra → CaCO3(s) + H2C2O4(aq) ⎯⎯ CaC2O4(s) → 5C2O42–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 2Mn2+(aq) + 10CO2(g) + 8H2O( ) 1. Sifat lunak dan licin disebabkan oleh antarlapisan yang dapat bergeser. Tes Kompetensi Subbab B 1. 25. Apendiks 1 277 . 5.

238 U + n ⎯⎯ 239 Pu → Evaluasi Kompetensi Semester Semester 1 A. c d 17. misalnya 3 rem setiap tiga bulan boleh jadi aman.6 torr 0 +4 Bab 5 Keradioaktifan Tes Kompetensi Subbab A 1. 39. 11. b. E Esai Plarutan = 23. Reaksi fusi adalah reaksi nuklidanuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. 5.607 ×10–9 sma. e. Bab 6 Senyawa Organik Tes Kompetensi Subbab A 1. 13. 1. g. C D 27. 4 → X+2 He ⎯⎯ 242 96 239 Cm+ 1 n . Oleh karena partikel alfa bermuatan positif maka kekuatan tolakan inti atom emas jauh lebih besar dibandingkan dengan inti atom nitrogen. C6H12O6 + O2 → CO2 + H2O 0 –2 3. e a 13. 1. 31. 3. 35. 1. suhu hasil reaksi dapat dikendalikan. B E 17. 41. agar mengurangi jumlah neutron dan meningkatkan jumlah proton sehingga terbentuk 0 kestabilan inti. tetapi membentuk 239Pu. Pilihan ganda E 15. 3. 5. 5. 49. tetapi jika dosis tersebut diberikan secara bertahap. Tes Kompetensi Subbab C 1. 3. D D 21. 33. Katalis yang digunakan harus bersifat radioaktif. 37. Dalam reaksi fisi. H3C H2 C H2 C Br CH Br H3C Br H2 C C Br CH3 1. 7.3–dibromo–2–metilpropana 278 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .5. Pilihan ganda b 11. 5. Evaluasi Kompetensi Bab 5 A. Terpaan radiasi sekitar 30 rem secara terus menerus terhadap seseorang dapat menyebabkan kanker atau leukemia. A B A C C B E 43. sedangkan inti atom nitrogen hanya 7 proton. 25. Jika dalam setiap tahap menunjukkan sifat radioaktif. produk tidak menunjukkan sifat radioaktif.2–dibromobutana Br H3C CH H2 C Br CH2 H3C Esai Emisi beta. C E 19. 23. Karena gugus fungsi merupakan bagian reaktif dari senyawa karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senyawa karbon. d.3–dibromobutana CH3 H2 H2 C CH C Br Br 1. e d 19. artinya katalis diperoleh kembali. (b) 40K. sedangkan pada reaksi fusi hingga saat ini masih terus diteliti. 7. Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida dengan nomor atom mendekati stabil. 1. 45. c. A C A C Tes Kompetensi Subbab B 1.4–dibromobutana 1. b 21. 7.176 g Sebab ion karbonat cenderung terurai menjadi gas CO2 . Jika pada akhir reaksi. c. 9.1–dibromobutana Br H2 C CH Br CH2 2. 7. C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O Berat I2 = 1. b. artinya katalis terlibat dalam tahap-tahap reaksi. B. Rem adalah satuan dosis radiasi yang menghubungkan secara e uivalen energi radiasi dengan jenis radiasinya. B. 9. b d e Tes Kompetensi Subbab B 1. ion tetraaminseng(II) diklorotetraaminkobalt(III) klorida kalium diaminobis(oksalat)kobaltat(III) tetrakloro(etilendiamin)platina(IV) heksa uonikel(II) bromida diklorotetraminkrom(III) perklorat kalium tris(oksalat)ferat(III) [Fe(SO4)(H2O)4] 3. b d 15. 3. 40 235 13 208 Po. kemudian hasil reaksi pada setiap tahap dan produk reaksi akhir diisolasi dan dideteksi sifat radioaktifannya. D E 23.2–dibromobutana Br H2C H2 C H2 C Br CH2 1. 5. f. X =plutonium–239 ( 94 Pu ) 0 Kehilangan massa sebesar 6. 7. 3. 14 → N + a ⎯⎯ 18F → Au + a ⎯⎯ Dalam inti atom emas terkandung 79 proton. 9. Nuklida radioaktif: (a) a. E B 25. (c) 76Ga → U + 4n ⎯⎯ 239U → C ⎯⎯ 12C + n → K ⎯⎯ 40Ca+ −0 e 1 29. 1 n ⎯⎯ 1 p + -1 e →1 0 1. a. 47. Sebab 238U jika dibombardir dengan neutron tidak akan terjadi reaksi berantai sebagaimana 235U.

H2C HO C OH b. H C OH CH3 Tidak beralasan sebab asetaldehid mudah menguap dan habis dalam waktu tidak lama. a.2–dibromo–2–metilpropana 1. Glukosa Etanol Isomer posisi struktur: H3C H2 C CH3 H3C HC O CH3 H2 C O CH3 H3C H2 C O H2 C CH3 O H2 C H3C C H2 H2 C C H2 O C H2 CH3 CH O O C C H2 CH3 C O CH3 7. H2 C H3C C H2 H2 C C H2 C O CH3 5. H3C H C H C H2 C memiliki isomer apapun. H3 C CH3 H2 H2 C C C CH3 CH3 b. H2N H2 C C H2 C H2 H2 C CH NH2 O C OH c. a. a. O H3C C H . trivial: pentil alkohol H3C H2 C H2 C H C OH CH3 IUPAC: 2–pentanol.6–dimetiloktan–4–ol H3C H2 C H2 C H2 C H2 C OH Tes Kompetensi Subbab E O NH2 O C OH O 1. C O CH2 CH3 b. Sebab gula pasir mengandung glukosa yang memiliki gugus fungsional aldehid. a. dengan R dapat berupa atom H atau alkil. a. 7. Air nira banyak mengandung glukosa melalui proses fermentasi berubah menjadi alkohol. Sebab eter pada umumnya kurang polar. H3C CH IUPAC: 1–pentanol.CH3 H3C C Br CH3 H2 C Br H3C CH H C Br Br c. Apendiks 1 279 . H3 C H2 C H C H C H2 C C2H5 C C2H5 O H2 C C H 1. b. sebab keduanya dapat bereaksi dengan 2. H3C C CH3 CH3 Isomer fungsional: H3C H2 C H2 C H2 C OH H3C H2 C H C OH CH3 H3C CH H2 C CH3 OH H3C C OH CH3 CH3 d. Tidak. 9. Sehingga larut dalam benzena (nonpolar) f. Jika dilihat dari strukturnya.4dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan kuning. c. H3C H2 C H2 C H C H2 C C H Tes Kompetensi Subbab F 1. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 OH O C O O H2 C C H2 H2 C O CH3 CH CH3 9. C6H12O6 ⎯⎯ 2C2H5OH + 2CO2 → b. b. Rumus umum amina: R3N. H3C C O H C CH2 e. 3. 1–klorobutana + H2O ⎯⎯ 1–butanol + HCl → 5. 6. trivial: isopentil alkohol c. H3C C C O H C Br O C H g. H3C C C H2 CH3 Tes Kompetensi Subbab D 1. 3.1–dibromo–2–metilpropana 3. H3C H2 C H C OH H2 C CH3 IUPAC: 3–pentanol 3. C2H4O tidak Tes Kompetensi Subbab C 1.

7–dikloro–8–hidroksikuinolina CH3 . 23. para–: CH3 OH CH3 H3C OH OH 3. Cl Evaluasi Kompetensi Bab 6 A. asam heksanoat d. B 3. 1. 5. 2–etilasetofenon. H C OH C CH3 HO H C CH3 CH3 . asam benzo–2– dioat atau o–karboksilbenzoat. –asetil–p–aminofenol (4–hidroksiasetanilida) b. 25. 1. 5–bromokuinolin 280 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 3–bromopiridin. a. fenol a. O CH3 C CH3 H2 C H2 C H2 C CH3 b.4. Nama senyawa tersebut berturut-turut: a. p– aminometilbenzena. Sebab dalam benzena membentuk ikatan p terdelokalisasi. a. A C 13. 27. Senyawa F dihilangkan untuk menghindari oksidasi lebih lanjut. Struktur hidroksimetilbenzena pada posisi orto–. 3.3. E C C D A 31. 2–metoksi pirola 3–metilpirola 5. A 35. Esai o–aminometilbenzena. 1. 29. E B 17. A 43. (b) 2–propanol. dan p–hidroksikarboksilbenzena. meta–. 29. Br2 b. 7. B. a. 39. o–hidroksikarboksilbenzena. E 33. 9. Esai a. 33. pentil metil eter metoksi pentana c. 35. D 21. (c) 2– kloropropena a. m–dihidroksibenzena 3–hidroksifenol. HO C . 9. A E 19. A A C A E 31. E 7. 5. 25. OH H2C HO CH2 HO O C OH C O 3HC C OSOH 3 H2 Etilen glikol b. sedangkan pada alkena elektron p terlokalisasi pada atom karbon tertentu. atau 2–metilfenol b. D B 19. atau 2–etilfenil metilketon c. 7. H2C2O4 ⎯⎯ CO + CO2 + H2O → 3 5. E 21. COOH b. H2C H C H C CH2 CH3 H2 C a. 5. Pilihan ganda B 11. c. B E B C A 41. O C OH CH3 H2C C H C CH2 H OH CH3 3.6–trinitrotoluena Tes Kompetensi Subbab B 1. 23. D 45. 2–hidroksimetilbenzena o–hidroksitoluena 2–metilfenol. b. heksanal heksanoildehida (a) 2–kloropropana. 1. Tes Kompetensi Subbab C 1. B B 15. Jika dilihat dari strukturnya maka molekul-molekul pada posisi orto– memerlukan ruang lebih ruah dibandingkan para– dan meta– yang menyebabkan gaya antarmolekul lebih lemah sehingga titik didih dan titik leleh lebih rendah. B A 15. 27. 2. C C 13. c. m–aminometilbenzena. asam oksalat K 2 Cr 2 O 7 H 2 SO 4 dipanaskan. pentil metil keton 2–heptanon b. E B 17. B. H3C CH3 3. Cl Cl Bab 7 Senyawa Aromatik Tes Kompetensi Subbab A NH2 1. Pilihan ganda D 11. b. 3. klorobenzena a. 37. Evaluasi Kompetensi Bab 7 A. o–hidroksitoluena. O c. 7.

25. D C 17. PP tidak berwarna menjadi merah jambu. 23. D 21. dan triptofan (mengandung inti benzena) sehingga berwarna kuning. sedangkan bagian kepala sabun yang bersifat polar akan larut dalam air. sedangkan minyak sawit mengandung banyak asam lemak tidak jenuh. Karena adanya cabang pada struktur LDPE menyebabkan polimer jenis ini kurang rapat dibandingkan HDPE sehingga LDPE kurang tegar dan mudah sobek. protein transport. 5. tersier. Penggolongan protein berdasarkan fungsinya: protein sebagai enzim. 3. (b) telur (tapi kolesterol tinggi). aitu: (a) daging ayam. 3. (c) terigu. Lapisan yang dibentuk oleh gugus karbohidrat yang bermuatan negatif mengelilingi butiran minyak. B. dan (d) alpukat. C D 13. a– –glukosa b. protein bahan makanan. E Struktur LDPE 3. 7. yang pada gilirannya minyak yang banyak mengandung ikatan rangkap (sawit) memiliki titik beku rendah dibandingkan minyak curah. protein kontraktil. 3. 7. Tes Kompetensi Subbab C 1. Polimerisasi ionik Tes Kompetensi Subbab B 1. 3. sedangkan b–sheet membentuk lapisan yang planar. [b– –glukosa] = 0. Kulit kita terdiri dari protein yang boleh jadi mengandung asam amino seperti tirosin. 5. . 5. protein regulator dan pertahanan. Jika CuSO4 berlebih akan terbentuk endapan putih dari Cu(OH)2 yang dapat mengganggu analisis. D A 15. [a– –glukosa] = 0. Asam lemak tidak jenuh mengandung ikatan rangkap sebagai sumber awan elektron yang memiliki tolakan terhadap ikatan rangkap yang lain sehingga terjadi tolak-menolak. Akibatnya. 1. 7. Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun yang bersifat nonpolar akan melarutkan butiran minyak. D D 19. a. Struktur HDPE: Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. Penggolongan protein berdasarkan struktur: primer. gaya antarmolekul asam lemak menjadi lemah. sekunder. E 35. B 33. a. Pilihan ganda C 11. portein struktural.036 M a –heliks membentuk spiral. 5. Esai • Bentuk polimer tidak bercabang • Banyak ikatan silang antar rantai polimer b. 3. 7. Tes Kompetensi Subbab B Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah yang banyak mengandung lemak tidak jenuh.064 M. Bab 9 Lemak Tes Kompetensi Subbab A 1. 5. 7. 1. dan kuarterner.Bab 8 Makromolekul Tes Kompetensi Subbab A 1. 27. b– –glukosa Glukosa Dapat Tes Kompetensi Subbab C 1. Jika emulsi minyak-air yang tidak stabil ditambahkan sabun maka akan terbentuk emulsi yang stabil. 3. C B A C A 31. 9. C17H29–COOH + Br2 ⎯⎯ C17H29(Br2)–COOH → Minyak curah banyak mengandung asam lemak jenuh. fenilalanin. 29. Apendiks 1 281 .

456 g Indium (Ar = 114. D B 29. 3. 1. E A 21. 35. c. A D A C E 31. 7. D C 27. sedangkan AlCl3 adalah senyawa kovalen. 5. Denaturasi protein adalah ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. 29. Esai Lemak Padat pada suhu kamar. 43. B. Gliserol dan sabun dari jenis Na–stearat dan Na– palmitoleat. Pilihan ganda B 11. 11. A D 19. 7. Ikatan rangkap pada asam palmitoleat diadisi oleh bromin. 27. E D 23. Adapun minyak cair pada suhu kamar. 1. dan banyak terdapat dalam hewan. H2C 7. C 25. B. 3. 33. a. 39. Evaluasi Kompetensi Semester Semester 2 A. C D B D C B E 3. Keton NH2 N2H4 Pada suhu dan tekanan tinggi dengan katalis asam. B. a. A C B A A 3. Untuk menjaga keseimbangan hormon. 9. D D 15. mengandung asam lemak jenuh. 9. 21. 5. 3. Perbedaannya disebabkan adanya ikatan rangkap (tidak jenuh) pada minyak. 9. 5. C C 13. B B 13. 41. E Esai Plarutan = 23. b. mengandung asam lemak takjenuh. 39. 1. 25. AlCl3 + 4LiH ⎯⎯ LiAlH4 + 3LiCl(s) → b. 1. A A 25. b. 13. Pilihan ganda E 11. 37. Aldehid. Pilihan ganda E 17. 45. 9. 5. LiCl. D Esai O H2 C H3C C H H C C H H C C H C C H C C H2 O C CH3 33. Mentega dari jenis stearat. c. B A 17. 23. 3. B 23. a. A D 15. 1. 7. Keton. D E 17. dan banyak terdapat dalam tanaman. 37. 5. Renaturasi protein adalah pengubahan kembali bentuk struktur protein yang terdenaturasi. c. B B 19. 15. 35.Evaluasi Kompetensi Bab 9 A. A Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun A.85) Reaksi AlCl3 dan LiH: a. H (fluroetilena) F C 282 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . b. C C 31.56 torr Berat Zn = 0. 7. 1. 5. sebab LiCl senyawa ion yang tidak larut dalam pelarut organik (etoksietana). D 21. B E 19.

59 1.827 –34 2.00117 0.860 –112 180 650 1.300 4.250 –39 98 –249 1.53 4.91 0.00166 5.85 7.7 0.772 39 220 420 1.410 1.28 11.53 1.455 –210 –219 962 1.19 0.640 445 2.81 7.760 3.580 2.34 4.0055 0.47 13.800 1.86 1.00346 7.000 3.350 –186 1.14 2.760 3.720 705 685 913 2.620 2.00299 8.97 0.285 1.160 3.47 3.95 0.920 2.150 –196 –183 2.6 8.87 2.700 59 184 777 1.135 1.384 2.55 0.600 –108 1.12 4.45 1.Apendiks 2 Tabel 1 Sifat Fisik Beberapa Unsur Unsur Simbol Nomor Atom Al Ar As Ba S Be Fe B Br Cs K Ca C C Cl Co Kr Cr Xe Li Mg Mn Hg Na Ne Ni N O Ag Pt Rb Se Zn Si Sc Sr Cu Sn Pb Ti U V 13 18 33 56 16 4 26 5 35 55 19 20 6 6 17 27 36 24 54 3 12 25 80 11 10 28 7 8 47 78 37 34 30 14 21 38 29 50 82 22 92 23 Atom Pada Suhu 25°C 27 40 75 137 32 9 56 11 80 133 39 40 12 12 35.25 3.120 357 900 –246 2.00133 10.00084 8. 2001 Apendiks 1 283 .33 2.09 Sumber: Chemistry For You.5 21.360 1.720 1.05 6.53 0.900 –153 2.030 –7 2 63 840 3.93 7.084 232 327 1.400 2.99 2.74 7.5 59 84 52 131 7 24 55 201 23 20 59 14 16 108 195 85 79 65 28 45 88 64 119 207 48 238 51 s g s s s s s s s s s s s g s g s g s s s s g s g g s s s s s s s s s s s s s s Titik Leleh (°C) Titik Didih (°C) Kerapatan Gas pada 25°C (g cm–3) Aluminium Argon Arsen Barium Belerang Berilium Besi Boron Brom Cesium Kalium Kalsium Karbon (grafit) Karbon (intan) Klor Kobalt Kripton Krom Xenon Litium Magnesium Mangan Merkuri Natrium Neon Nikel Nitrogen Oksigen Perak Platina Rubidium Selenium Seng Silikon Skandium Stronsium Tembaga Timah Timbal Titanium Uranium Vanadium 660 –189 613 (menyublim) 710 115 1.100 2.540 2.720 (menyublim) 3.494 –157 1.490 4.540 769 1.550 –101 1.8 0.470 2.51 19.53 2.96 1.78 3.670 1.

2001 Tabel 3 Besaran Fisika Satuan SI Besaran Fisika massa waktu arus listrik suhu termodinamik kandungan zat frekuensi energi tekanan muatan listrik beda potensial listrik aktivitas daya kapasitansi listrik Nama Satuan SI kilogram detik ampere kelvin mol hertz joule pascal coulomb volt bec uerel watt faraday Lambang Satuan SI kg s A K mol Hz J Pa C V B W F 284 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .Tabel 2 Muatan Beberapa Ion Ion Positif Muatan 1+ Nama Ion amonium tembaga(l) hidrogen litium kalium perak natrium barium kalsium tembaga(ll) besi(ll) timbal(ll) magnesium nikel(ll) stronsium seng aluminium besi(lll) Rumus NH4+ Cu+ H+ Li+ K+ Ag+ Na+ Ba2+ Ca2+ Cu2+ Fe2+ Pb2+ Mg2+ Ni2+ Sr2+ Zn2+ AI3+ Fe3+ Muatan 1– Ion Negatif Nama Ion bromida Klorida hidroksida fluorida iodida nitrat karbonat oksida sulfat sulfida Rumus Br– Cl– OH– F– I– NO3– CO32– O2– SO42– S2– 2+ 2– 3+ 3– nitrida fosfat N3– PO43– Sumber: Chemistry For You.

Tabel Periodik Unsur Apendiks 2 285 .

seperti dua alotrop karbon: intan dan grafit. 4s. contohnya pada asam karboksilat melalui ikatan hidrogen antara oksigen dari gugus karbonil suatu asam karboksilat dan hidrogen dari gugus hidroksil asam karboksilat yang lainnya. • 52 D Dehidrasi Pelepasan molekul air dari suatu zat atau dari suatu reaksi kimia. 6s. misalnya dengan pengecatan atau penyepuhan logam. dapat berupa senyawa. 6p. 5f. • 105 B Bilangan koordinasi Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat. yang terdiri atas spektrum warna merah-kuning-hijau-biru-ungu. • 103 Aturan Pauli Tidak ada dua elektron yang memiliki empat bilangan kuantum yang sama (jika elektron berpasangan spinnya harus berlawanan). • 12 Diamagnetik Sifat yang tidak dipengaruhi oleh medan magnet. 5d. • 73 Detergen alam Garam asam lemak yang berasal dari minyak hewan atau minyak sayuran yang memiliki anion gugus fungsi ion sulfat atau ion sulfonat. 7s. • 88 Amorf Bentuk padatan yang bukan kristalin dan tidak memiliki keteraturan kisinya. 2s. • 77 Alotrop Keberadaan unsur dalam dua bentuk atau lebih. 3p. • 233 Asam lemak esensial Asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi melalui makanan. • 179 286 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . • 106 Atom pusat Kation logam unsur transisi yang terdapat dalam ion atau senyawa kompleks. ditandai dengan (d) atau (+). dan biasanya berasal dari minyak nabati (tumbuhan). • 260 Detergen sintetik Garam asam lemak yang memiliki gugus fungsi berbeda dari sabun berasal dari minyak bumi. larutan padat. • 105 Dimer Penggabungan dua molekul yang sama. atau logam dengan nonlogam. • 108 Bilangan penyabunan Bilangan yang menunjukkan berapa mg larutan basa (KOH) yang diperlukan untuk membentuk 1 gram sabun secara sempuna. • 248 Asam lemak Asam karboksilat yang memiliki rantai panjang. • 227 (paduan logam) Bahan yang terdiri atas campuran dua logam atau lebih. 4p. dimana atom karbon berkisar antara 12–22. • 238 Deposit mineral Sumber batuan mineral yang terdapat di alam. • 88 Antaraksi van der aals Gaya tarik di antara atom atau molekul yang dapat ditimbulkan oleh gaya elektrostatik antara dua molekul dan polarisasi molekul tetangga • 238 Asam amino Molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). 5p. 3s. terbentuk melalui berbagai proses yang dipengaruh tekanan dan suhu bumi. 2p. dan biasanya berasal dari lemak hewan. 6d). atau campuran komponen.Senarai A Aldosa Monosakarida yang mengandung gugus aldehid. 3d. 5s. • 255 Asam lemak jenuh Asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya tinggi. 4f. • 105 (pelapisan) Suatu metode untuk mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam. 4d. • 235 Diagram fasa Diagram yang menggambarkan perubahan fasa suatu zat. • 252 C Cahaya tampak Cahaya atau gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah sampai cahaya ultraviolet. sedangkan basa lewis adalah atom atau senyawa yang mendonorkan pasangan elektron bebas (donor elektron) yang digunakan untuk ikatan. akibat elektron yang berpasangan. • 248 Asam lemak tidak jenuh Asam lemak yang mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya rendah. • 106 Aturan Aufbau Aturan yang menyatakan urutan pengisian elektron dalam orbital berdasarkan kenaikan energi (1s. • 249 Asam basa Lewis Asam lewis adalah atom atau senyawa yang menerima pasangan elektron (akseptor elektron). • 168 Denaturasi protein Ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. • 260 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan.

digunakan sebagai pendingin. tempat terjadinya reaksi oksidasi. • 229 Ikatan hidrogen Interaksi elektrostatik antarmolekul. • 88 Senarai 287 . Zat ini menyublim pada suhu – 78°C (195 K) dan tekanan standar. • 259 Energi ikat inti (Ei) Selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya. • 14 E Eksitasi elektron Perpindahan elektron akibat dikenai energi (cahaya) dari keadaan dasar menuju keadaan yang energinya lebih tinggi. tidak melewati fasa cair (meleleh). yang hidrogennya terikat pada atom elektronegatif. • 233 Ikatan rangkap konjugasi Ikatan rangkap selang seling dengan ikatan tunggal atau disebut juga elektronnya dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). dan 6 pada monosakarida yang lain membentuk disakarida. 4. • 107 Ikatan peptida Ikatan C–N antarasam amino yang terbentuk dari reaksi kondensasi antara gugus karboksil asam amino satu dengan gugus amino dari asam amino yang lain membentuk protein. dimana proton hidrogen berinteraksi dengan pasangan elektron bebas pada atom elektronegatif dari molekul yang ada didekatnya. • 196 Insulator Bahan yang bersifat tidak dapat menghantarkan arus listrik. P = Po X. • 42 Emulsi Koloid yang terbentuk dari tersuspensinya partikel-partikel kecil. • 183 F Faktor van t Hoff ( ) Persamaan yang menyatakan perbandingan banyaknya jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol ion-ionnya dalam larutan. biasanya dispersi minyak dalam air atau dispersi air dalam minyak. 42 Elektrolisis Kebalikan dari elektrokimia. misalnya peluruhan radioaktif. tempat terjadinya reaksi reduksi. • 47 Hukum Kekekalan Massa Hukum yang menyatakan perbandingan massa hasil reaksi sama dengan massa pereaksi. • 259 Hidrofob Sifat taklarut (ketidaksukaan) terhadap pelarut air. • 155 Hidrofil Sifat kelarutan (kesukaan) terhadap pelarut air. • 2 G Gaya Gerak Listrik (GGL) Usaha atau kerja yang diperlukan untuk mendorong aliran elektron melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion dalam larutan menuju elektrode. • 34. • 94 Hukum I Faraday Massa zat yang bereaksi dalam elektrode sebanding dengan muatan listrik yang terlibat dalam sel. • 28 Hukum Raoult Tekanan uap parsial pelarut (dengan zat terlarut di dalamnya) berbanding lurus dengan fraksi molnya. • 19 Fraksi mol Komposisi suatu zat dalam larutan. • 126 Esterifikasi Pembuatan ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam sulfat.Distilasi bertingkat Suatu metode pemisahan campuran cairan menjadi cairan murni berdasarkan perbedaan titik didihnya. • 105 Eksoergik Proses yang melibatkan pelepasan energi. • 37 Gaya tegangan permukaan Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan. dimana terjadi penguraian suatu zat atau reaksi kimia yang disebabkan oleh adanya arus listrik searah. • 127 (penyepuhan) Suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil tehadap cuaca atau menambahkan nilai estetika (keindahannya). dan katode. • 71 Ikatan kovalen koordinasi Ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama elektron ikatan yang berasal dari salah satu atom. • 259 Higroskopis Sifat suatu zat yang dapat menyerap air dari udara. • 28 Hukum Kekekalan Muatan Hukum yang menyatakan muatan sebelum terjadi reaksi sama dengan sesudah terjadi reaksi. • 47 Elektrode Kutub atau terminal sel terjadinya reaksi dalam sel elektrokimia yang terdiri atas anode. • 260 H Haloalkana Senyawa karbon mengandung halogen. • 63 Karbondioksida berwujud padat. • 6 I Ikatan glikosidik Ikatan yang menghubungkan dua monosakarida dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor 1 dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2. • 45 Hukum II Faraday Massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap.

karena terdiri atas satu atau lebih nukleon. memiliki muatan positif. dimana gugus fungsi sabun yang bermuatan negatif membentuk lapisan melingkar yang mengelilingi setiap butiran minyak. • 156 J Jembatan garam Atau disebut juga rangkaian dalam. dengan cara reaksi antara alkil halida dan alkoksi atau fenoksi. • 45 e− Massa molekul relatif (Mr) Jumlah massa atom relatif dari semua atom yang menyusun molekul itu. • 167 Isomer posisi Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. dengan rumus R3C+. tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. ditandai dengan (l) atau (–). • 155 Isomer fungsional Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekulnya sama. • 248 M Masa ekuivalen at Massa relatif zat per satuan Ar . berfungsi untuk menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi reduksi-oksidasi dalam sel elektrokimia sehingga reaksi berlangsung terus menerus. yang disebabkan ketegaran suatu molekul. yang disebabkan perubahan muatannya. dan dehidrasi alkohol oleh asam sulfat. • 2 Ketosa Monosakarida yang mengandung gugus keton. yang terdapat dalam semua hewan dan dapat disintesis dari konsumsi makanan. • 15 Metalurgi Cabang ilmu yang berkaitan dengan produksi logam dari bijihnya. dan telur. tetapi susunan atomnya berbeda dalam ruang. • 7 Membran semipermeabel Membran berpori yang dapat dilalui oleh zat pelarut. • 248 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. disakarida. • 259 Monomer Molekul yang massanya kecil yang bergabung dengan sesamanya membentuk dimer. • 227 Kolesterol Salah satu jenis lemak pada dinding pembuluh darah (arteri). dan polimer. • 235 Ligan Anion atau molekul netral yang terikat pada atom pusat. • 222 Monosakarida Sakarida atau karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul yang lebih sederhana secara hidrolisis. tetapi tidak dapat dilalui zat terlarut. • 225 Ion karbonium Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan positif pada atom karbon. • 30. dirumuskan dengan m eq = 288 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . • 227 Karsinogen Zat yang berpotensi menimbulkan kanker. • 106 Lipid golongan senyawa bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari hewan dan tumbuhan. • 63 Konfigurasi oktet Konfigurasi elektron yang terisi penuh dan bersifat tidak reaktif. • 224 Isomer Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul dan gugus fungsi sama. • 116 Metode setengah reaksi Metode penyetaraan reaksi reduksi-oksidasi berdasarkan transfer elektron. • 204 Kemolalan Jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. dengan rumus R3C–. • 18 Larutan nonelektrolit Zat yang terhidrasi dalam larutan menjadi molekul-molekulnya (tidak terjadi ionisasi). daging. • 169 Misel Bagian dari mekanisme sabun sebagai pengemulsi. tetapi gugus fungsinya berbeda. • 249 Lemak nabati Lemak yang berasal dari tumbuhan. • 126. seperti mentega. trimer. • 256 Konduktor Bahan yang bersifat dapat menghantarkan arus listrik. • 134 Ion karbanion Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan negatif pada atom karbon.Inti atom Bagian tengah atom yang mengemban sebagian besar massa atom. • 35 K Karbohidrat Senyawa polihidroksi-aldehid atau polihidroksi-keton dan turunannya. • 18 Lemak hewani Lemak yang berasal dari hewan. pembuatan aloi. dapat disebut juga sebagai isomer struktur. dan pemanfaatan logam. seperti konfigurasi elektron gas mulia. 127 Inti metastabil Keadaan tereksitasi pada atom atau inti yang memiliki umur paruh yang cukup panjang. 31 Metode illiamson Metode sintesis eter. dan polisakarida. oligosaksarida. yang digolongkan ke dalam monosakarida. • 63 L Larutan elektrolit Zat yang terurai dalam larutan menjadi jumlah mol ion-ionnya sesuai derajat ionisasinya. • 156 Isomer struktur Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. • 227 Mutarotasi Rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. pemurnian logam.

• 83 Pita kestabilan Grafik yang menyatakan kestabilan inti berdasarkan perbandingan proton dan neutron. dimana 0 H + → H2 = 0. • 38 Potensial reduksi standar Potensial reduksi (daya oksidator) yang diukur pada keadaan standar. 39 Proses Frasch Suatu proses penambangan deposit belerang (S8) dengan menggunakan tabung yang terdiri atas sejumlah pipa konsentris. • 52 Pereaksi Fehling Pereaksi yang terdiri atas larutan tembaga(II) sulfat dan natrium tartrat 2. • 104 P Paramagnetik Sifat yang dipengaruhi oleh medan magnet. • 255 Protein Polimer biologi yang tersusun dari monomer asam amino (banyak juga mengandung ion logam atau molekul organik kompleks) dengan rentang massa berkisar dari 6000 sampai puluhan ribu. • 133 Suatu proses pembersihan logam dari oksida dengan menggunakan asam klorida (HCl). • 85 Proses kontak Pembuatan asam sulfat (H2SO4) secara komersial melalui beberapa tahapan reaksi dan menggunakan katalis platina atau V2O5. • 223. • 222 Polimer termoplastik Bentuk polimer lurus dan bercabang. • 35 Nukleon Partikel penyusun inti. • 165 Perunut radioaktif Isotop radioaktif yang ditambahkan dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem itu.00 volt . 40 Orbital hibrida Hibridisasi atau penggabungan orbital dalam suatu atom menjadi setara. tekanan 1 atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu 25°C. • 223 Polimerisasi kondensasi Reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu disertai penyingkiran molekul kecil. 93 Proses Haber Suatu proses pembuatan amonia (NH3) secara komersial dari reaksi antara N2 dan H2. • 158 Senarai 289 . • 126. kemudian tumpang tindih dengan orbital dari atom lain membentuk orbital molekul. dimana bentuknya dapat dipertahankan hanya dengan pendinginan. • 233 R Radikal bebas Atom atau gugus atom yang sangat reaktif karena mengandung elektron valensi yang tidak berpasangan. • 39. • 130 Nuklida radioaktif Jenis inti atom yang yang tidak stabil sehingga mengalami peluruhan partikel dan atau radiasi elektromagnetik. • 93 Prostaglandin Zat yang terbentuk dari asam arakidonat (asam lemak esensial) yang serupa hormon. • 125 O Oksidator Zat yang mengalami reduksi.3– dihidroksibutanadioat. • 229 N Notasi sel elektrokimia Aturan penulisan reaksi reduksi-oksidasi yang terjadi dalam sel elektrokimia. dengan rumus RMgX. tersusun dari monomer yang berulang. • 175 Pereaksi Grignard Senyawa logam haloalkana dari magnesium. • 105 Pasivasi pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. • 93 Proses Hall Heroult Suatu metode komersial pembuatan alumunium melalui elektrolisis alumunium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit (NaAlF6). • 222 Polimer termoset Polimer yang memiliki ikatan silang yang banyak dan kuat. • 72 Pirolisis Penguraian senyawa kimia akibat suhu tinggi. kecuali dengan perlakuan kimia. digunakan untuk mendeteksi gula pereduksi dan aldehid dalam larutan yang akan membentuk endapan merah bata (tembaga(I) oksida) jika hasilnya positif. yaitu proton dan neutron. dimana bentuknya tidak dapat diubah. yaitu sistem larutan dengan konsentrasi 1 M. 127 Polimer Senyawa yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai.bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya jika sakarida dilarutkan dalam air. • 92. • 94 Proses Ostwald Suatu proses pembuatan asam nitrat (HNO3) secara komersial dengan melewati beberapa tahapan reaksi. • 38. yang memiliki daya penetrasi terhadap materi yang dilaluinya dan mampu mengionisasi atom atau molekul. • 222 Polimerisasi adisi Reaksi pembentukan polimer yang melibatkan radikal bebas atau ion dengan senyawa yang memiliki ikatan rangkap. biasanya digunakan untuk mensintesis alkohol. yang diakibatkan oleh adanya elektron yang tidak berpasangan. 225 Potensial elektrode standar Potensial elektrode hidrogen yang dijadikan elektrode standar pada penentuan potensial reduksi standar.

dan tahan lama. memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat mengikat ion logam. • 184. • 39. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. dan tekanan osmosis. • 116. • 197 Reaksi berantai Sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta. • 3 Termit Suatu proses pengelasan lokal pada material besi melalui reaksi yang sangat eksotermis. 129 Trigliserida Sebutan lain dari lemak atau minyak.Reaksi adisi Reaksi kimia yang melibatkan substitusi ion atau radikal bebas pada ikatan tak jenuh. • 196. seperti cita rasa. • 133 Reaksi substitusi Reaksi pergantian suatu atom atau molekul dengan atom atau molekul lainnya. dan padat secara bersama-sama. • 15 Tekanan uap Tekanan yang ditimbulkan molekulmolekul fasa uap. kenaikan titik didih. 117 Tekanan osmotik larutan Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke larutan yang lebih pekat. dimana campuran serbuk dari besi(III) oksida dengan alumunium menghasilkan lelehan alumunium oksida dan besi. • 204 at pengkelat Atau disebut juga ligan polidentant. cair. • 4 290 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . merupakan triester dari gliserol (polihidroksi) dan asam lemak. • 232 Tes biuret Uji protein dengan menggunakan natrium hidroksida pekat dan larutan CuSO4 yang ditambahkan setetes demi setes. Sifat-sifat itu antara lain penurunan tekanan uap. • 1 Stereoisomer Atau disebut juga isomer optis suatu senyawa karena dapat memutar arah bidang polarisasi. • 197 Reaktor nuklir Tempat terjadinya reaksi nuklir (reaksi fisi. • 109 at terlarut Zat yang sukar menguap. warna. 250 Sel volta Atau sel elektrokimia. • 235 T Tanur sembur Perangkat atau alat eksperimen untuk proses metalurgi besi. tetapi tergantung pada konsentrasinya. • 128.40 Resonansi Delokalisasi elektron pi yang menstabilkan suatu molekul sehingga sukar untuk bereaksi. selain itu dapat juga untuk mensintesis aldehid. • 8 Titik tripel Titik. • 13 Transmutasi inti Transformasi dari suatu unsur menjadi unsur lain melalui pemboman inti oleh partikel. aroma. • 119 Reaksi fisi Reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida yang nomor atomnya mendekati stabil disertai pelepasan sejumlah energi dan neutron. • 90 Sifat koligatif larutan Sifat yang tidak tergantung pada jenis zat terlarut. • 138 Reduktor Zat yang mengalami oksidasi. 197 S Safonikasi atau penyabunan Suatu proses pembentukan sabun (garam dari asam lemak) yang berasal dari pengolahan lemak (hidrolisis ester) dengan larutan NaOH atau KOH pekat. • 138 Reaksi Friedel craft Reaksi alkilasi atau asilasi benzena dengan katalis AlCl3 atau AlBrO3. hijau atau kuning. dan natrium sitrat jika positif akan terbentuk endapan Cu2O berwarna merah bata. dimana energi listrik dihasilkan dari aliran elektron searah pada kompartemen luar (kawat eksternal) yang dipasangkan pada elektrode yang dicelupkan dalam larutan elektrolit. • 175 Titik didih Suhu pada saat tekanan udara jenuh suatu cairan sama dengan tekanan atmosfer luar. akan menghasilkan warna ungu jika positif. natrium karbonat. di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. • 239 Tes Tollen Metode untuk membedakan aldehid dan keton dengan menggunakan larutan AgNO3 dalam amonia berlebih. fusi. penurunan titik beku. • 86 Tes Benedict Uji glukosa dalam urine dengan menggunakan larutan tembaga(II) sulfat. bentuk. • 34 Semikonduktor Bahan yang kekuatan daya hantar listriknya bergantung pada suhu. 138 Reaksi eksoterm Reaksi kimia yang menghasilkan kalor (panas) pada lingkungannya. dan pembiak) yang terdiri atas pipapipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron. • 248 Z at aditif Zat kimia yang ditambahkan kedalam makanan atau obat-obatan untuk memperoleh sifatsifat tertentu. • 171 Reaksi fusi reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom yang lebih besar. • 141 Reaksi kesetimbangan Reaksi ke arah produk dan ke arah pereaksi memiliki laju yang sama.

237 antrasena 207. 110 aturan Aufbau103 Pauli 105 B bahan bakar nuklir 69. 109. 89 antaraksi van der Waals 68. 73 -asam nukleat 211 -basa Lewis 82. 165. 91. 83 alkaloid 211 alkohol 154. 45. 169. 107. 107 atom karbon primer 160 sekunder 160 tersier 160 atom pusat 106. 240 esensial 234 arakidonat 255 asetat 177. 200. 211. 156. 86. 111 oksidasi (biloks) 27. 109. 253 bioorganik 248 b–sheet 235. 166. 46. 77. 212. 254. 106. 87 aluminosilikat 74. 141 barit 79 batubara 88. 9. 44 asam amino 233. 117 bijih logam 72. 260 primer 160. 168. 165. 238 antibodi 136. 231 amina 185. 249. 253 ester 252. 43. 183 asetat glasial 180 halida 71 hidrogen halida 71 lemak 247. 201. 76. 184. 29. 164. 116 bilangan asam 251. 165 alotrop 88.160. 10. 178. 204. 202 nitrasi 199. 108. 202 beril 79 besi tuang 116. 234. 86 amilum 230. 28. 167. 199. 195. 30 perubahan 28. 164. 180. 255. 91 alumina 86. 186 amorf 88. 75. 111. 166. 74. 210. 256. 198. 165. 140. 248. 162. 258. 164. 251. 171. 89. 29 maksimum 105 penyabunan 252. 208. 248. 176 tersier 160. 241 air berat 140 ringan 140 aktivitas 134. 170. 8. 209 arang 88. 209. 87 benzena 2. 236 C cahaya tampak 105 cairan elektrolit 72 celestit 79 Indeks 291 . 79. 256. 250. 139. 239. 203. 137 alkali 73. 44. 164. 253 koordinasi 107. 253. 205. 43. 181 sekunder 160. 253 iodin 252. 236. 159. 180. 89 arena 198 arus listrik 42. 136. 249. 207. 238. 112. 108. 237. 84 alumunium oksida 84. 257 esensial 255 kekuatan 71 okso 69. 158. 196. 235. 181. 80. 78 tanah 79. 91 batu kapur 79 bauksit 84. 236. 183. 186 tersier 185. 197. 232. 47 searah 42. 213 asilasi 201 halogenasi 199. 186 sekunder 185. 163. 186 primer 185. 177. 82. 171.Indeks A adisi kuantitatif iodin 250 aerosol 72. 71. 161. 240. 159 a –heliks 235.

75.citra internal 135 coating 52. 178. 44. 130. 38. 134. 37. 129 alfa 126. 258. 105 elektrode 35. 178. 45. 169 azo 203 hidroksil 160. 127. 163. 209 fermentasi 163. 127. 84. 132 ionisasi 63. 39 elektrolisis 27. 48. 33. 133 deposit mineral 73 desalinasi 17 desinfektan 70. 73 292 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 12. 53 corundum 84. 162. 20 elektron penangkapan 126. 42. 173. 180 dimer 87. 128. 181 karbonil 170. 90. 130 epoksida 167 esens buatan 184 esterifikasi 183. 117. 89. 104. 64. 38. 67 geiger 134 gipsum 91 glikogen 230 gliserol 9. 259. 38. 86 D daya penetrasi (tembus) 128. 186 dinamit 84. 119 energi ikat inti 126. 179. 179 ferosilikon 81. 63. 42. 127. 260 gas alam 64. 164. 129 gamma 128. 36. 19. 179. 89. 75. 252. 127. 208 gugus alkoksi 166. 254 fotosintesis 133. 46 emisi 126. 40. 43. 87 detektor 137 detergen 77. 19 halida 71. 252 dolomit 79 dry ice 10. 174 H hemoglobin 236. 39. 91. 202 disakarida 229. 161. 248. 258 grafit 88. 68 London 66 tarik inti 65. 92. 249 etsa gelas 72 F fenantrena 207. 186 chili 70 dapur 1. 129 beta 126. 134 positron 126. 46. 90 255 fosfolipid 253. 260 endoterm 116. 49 Hoffman 43 stoikiometri 45 electroplating 47 elektrokimia 27. 64. 140. 128. 131. 74 elektrolit18. 182 karboksilat 177. 198 hidrogen 36. 230 distilasi 62. 80 natrium257. 129 tereksitasi 105 valensi 65. 14 E eksoergik 127 eksoterm 116. 128. 184. 225. 47. 4. 250. 43. 73. 36. 119 eksotermis 86 eksplosif 65. 112 diazonium 203 dikarboksilat 179. 3. 180. 35. 129. 129 emulsi 259. 80 energitika 126. 184. 237 halit 69. 14 diamagnetik 105. 128. 93 monoatomik 63 mulia 62. 134 fraksi mol2. 128. 181. 260. 6 freon 72 G garam amonium 93. 171. 249. 13. 65 gaya gerak listrik 37. 261 alam 260 sintetik 260 de torotary 235 diagram fasa 12. 54.

89 inti atom 125. 256 konduktor 63. 88. 91 kromatografi 134 kuinolina 211. 163. 127 kobaltit 111. 230. 69. 234. 78. 156. 7 Human Placenton actogen 136 I ikatan glikosidik 229. 65 kopolimer 223 krenasi 16. 249. 129 ion kompleks 107. 109. 19. 115 konfigurasi oktet 63. 209. 231 hidrogen 71. 249 takjenuh 247. 90 intan 88. 110 monodentant 108. 236. 135. 248. 83. 257 lepidolit 73. 19. 256 hewani248. 70. 182 isotonik 16. 127 Raoult 6. 182 posisi 155. 197 ilmenit 111 insulator 88. 107. 17 Hoff. 108. 20. 225 larutan elektrolit 18. 20 lemak 247. 249 jenuh 248. 211 hibrida 88. 174 struktur 155. 235. 249 Indeks 293 . 109. 30. 20 nonelektrolit 18. 74 levoratory235 ligan 106. 165 hidrofil 259 hidrofob 259 hidrogenasi 163. 162. 73. 134. 109 isomer cis-trans 155 fungsional 155. 71 hemolisis 16. 116. 127 metastabil 134. 117 karbanion 225 karbohidrat 227 karbonium 224 karnalit 73 karsinogen 204 kemolalan 2. van’t 19 faktor 19. 251. 109 polidentant 108. 30. 212 L laju polimerisasi 224. 136 J jembatan garam 34. 117 kolesterol 253. 108. 257 nabati 248. 17 isotop nonradioaktif 133. 210 higroskopis 94 hipertonik 16. 126. 134 radioaktif 133.haloalkana 154. 68. 135 transmutasi 128. 106 88 sp2 3 sp 88 sp3d2 104 hidrida 75. 108. 104. 35 K kapur tohor 82. 238 kovalen koordinasi 107 peptida 233 pi 208 rangkap konjugasi 196. 17 hipotonik 16. 168. 80. 114 kokas 88. 109 limbah nuklir 141 lipid 248. 111 muatan 107. 256. 127 momentum 127 muatan 28. 17 kristal 65. 88. 21 homopolimer 223 hukum Faraday 45 I 45 II 47 kekekalan 28 energi 127 massa 28. 156. 165. 256. 89. 29. 167. 155 halobenzena 199 halogen 66. 127 kestabilan 126. 67. 3 kinetika 126. 110. 253. 31. 17 heterosiklik 207.

226 polisakarida 230. 131. 163. 258 perapian terbuka 117. 139. 32. 68 proses Bessemer 117 Frasch 92. 127 plasma 141 polihidroksi 227 polimer 222. 166 ninhidrin 240 xantoprotein 238 P 255. 127. 40. 186 paramagnetik 102. 129. 74 positron 126. 229. 223 sintetik 207 termoplastik 222. 129. 94. 33 Williamson 169 minyak bumi 78. 226 monosakarida 227. 37 reduksi standar38. 119 oksidasi 37. 138.M magnesit 81 massa ekuivalen zat 45. 41. 256 255. 225. 126. 130 radioaktif 125. 119. 229 orbital hibrida 104. 67. 121 metode setengah reaksi 28. 176. 133 beta 128. 209. 16 menyublim 10. 252. 171. 131. 208. 11. 118 panjang gelombang 64 ikatan 66. 44. 141 O oksidator28. 132 nukleosintesis 126. 47 kritis 139 molekul relatif 7. 127 ringan 126. 9. 229. 136 potensial elektrode standar 38. 29. 67. 127. 128. 250. 119 pita kestabilan 126. 112. 105. 230 mutarotasi 229 N naftalena 207. 30. 210 neutron 126. 208. 31. 38. 66. 116. 30. 72 piridina 212 pirola 213 pirolisis 83 pirometalurgi 116. 40 kuat 67. 85 pati 163. 260 misel 259 moderator 140 molekul diatom 66. 91. 231. 118 pereaksi Fehling 175 Grignard 165. 107 ozon 91 P paduan logam (alloi) 76. 166 Lucas 165. 140 nitrida 80 nonadiposa 254 nukleon 130. 39. 223 termoset 222. 180 nukleon 130. 29. 224. 94 Haber 93 Hall 85 294 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 117. 131. 129. 137. 105. 140 analisis aktivasi 134 batang pengendali 139. 84. 89. 209. 86. 87 metalurgi 90. 223 polimerisasi anion 225 kation 224 adisi 223 kondensasi 223. 50. 225. 117. 223. 239 pengapungan (flotasi) 119 penghentian ujung 226 penyabunan 184. 41. 115. 129. 53 perbedaan 32. 130 nuklida 125. 231 polisiklik207. 127. 256 a pickling 71. 132 partikel subinti 131 membran semipermeabel 15. 234. 88. 256 P a P 255. 90 pasivasi 52. 159. 129 pasir kuarsa 89. 113 oligosakarida 227. 91 momen magnet 105 monomer 222. 210 pollusit 73. 128. 128. 106 partikel alfa 127. 228. 16. 127. 130. 39. 67. 86. 93.

239 denaturasi 238 proton 104. 131. 16. 31. 28. 30. 33. 33 substitusi 157.kontak 94 Ostwald 93. 250. 236 stronsianat 79 struktur kuartener 235. 94 T tanur sembur 117. 126. 138. 258 redoks 27. 35. 257 biner 71 hanus 252. 5. 42. 45. 224 Radio mmuno Assay (R A)136 radioaktif 125. 142 inti 130. 129. 252. 20 uap larutan 4. 236 subkritis 139 sulfida 91. 237. 41. 250. 33 basa 32. 36. 32. 140. 84. 132 R radikal bebas 158. 118 silikon ultramurni 90 silvit 73 sinar kosmik 137 skintilasi 135 smaltit 111. 118. 51. 37. 19. 186 antarhalogen 68. 36 volta 34. 75. 114 soda ash 77. 86 scan 135. 253 berantai 138. 8. 79. 250. 259. 223. 198 terkalsinasi 118 terlokalisasi 186. 187 termit 86 tes Benedict 232 Biuret 239 Millon 239 Molisch 232 nitroprusida 239 Indeks 295 . 199. 89. 251. 236. 5. 257. 128. 39. 51 reaksi adisi 197. 199. 87 sifat koligatif 1. 90 senyawa amina 185. 54 selulosa 229. 210 reaktor nuklir 138. 106 kovalen 69. 252 resonansi196. 200. 119 teflon 72 tegangan permukaan 3. 33. 236 primer 235 sekunder 235. 2. 37. 74. 94 solvay 78 prostaglandin 255. 45 notasi 35. 136 segienam datar 88 sel elektrokimia 27. 236 tersier 235. 258. 130. 176 fusi 138. 200. 36. 197 rombik 92. 141 pembiak 138 reduktor 29. 235. 141. 113 kuat 75. 132 peluruhan 126. 260 tekanan osmotik 15. 34 dalam suasana asam 30. 200. 183. 18. 140 kesetimbangan 133. 30. 256 prostalisin 257 protein 233. 129. 139. 74 stereoisomer 235. 113 refluks 156. 197. 210 sulfonasi 203. 126. 6. 86 rutil 111. 21 silika 72. 35 luar 34. 15 tembaga blister 119 terdelokalisasi 186. 238. 137. 140 Friedel-craft 171. 14. 201 fisi 138. 187. 95 ruby 84. 78 spodumen 73. 69. 29. 7. 128. 184 penyabunan 184. 40. 129 perunut 133 rangkaian dalam 34. 212. 128. 118 silikat 73. 230 semikonduktor 89. 82. 139. 35. 140 eksoterm 119 eksotermal 200. 253 ionik 69. 252. 260 safir 84. 139. 127. 127. 88. 112 S sabun 184. 88. 18. 83. 93. 140.

19. 19. 208 pelambat 224 penghambat 224 pengkelat 109 terlarut nonvolatile 5. 21 titik didih 8. 113 viskositas 63 vitamin 131. 11. 21. 13. 15 titrasi 73.Sakaguchi 240 Tollen 175 xantoprotein 242. 134. 109 titik beku 10. 9. 244 tetrahedral 88. 103. 105. 14. 107. 14. 249 trigliserida 248. 251. 21 molal 10 penurunan 10. 18. 253. 253 iodometri 253 radiometri 134 triester 248. 9. 257 W witerit 79 Z zat aditif 204 antara 134. 21 molal 9 titik tripel 13. 10. 255 trigonal planar 87 trikarboksilat 179 tromboksin 257 U unsur transisi 101. 14 296 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 252. 253. 12. 23 kenaikan 8. 104. 254. 19. 11. 257 alkalimetri 251 asidimetri 252. 111 V vanadit 111. 179. 106. 6. 102. 11. 251. 179. 14. 12. 108. 256. 12.

dan Lasmi. L. 1985. Inc. Sholto. rama Widya. F. asic oncepts of hemistry. New ork: Sauders College Publishing. Olmsted. 2000.. hemistry. J. G.. G. National and Kapodistrian University of Athens.. 4th Edition. K.. A. dan Metabolisme. 1994. 7th Edition.J.. Donald. 2002.... S. iology: ploring ife. 3rd Edition. and Stedjee. hemistry Test Practice ook. eneral hemistry. Educational Testing Service (ETS). hemical onnections.1990. hemistry an perimental cience.. Briggs.. Drews. M. Inc Chang. Bandung: CV . hemistry. E.. 2000.R. 2nd Edition.. iochemistry. Graduate Record Examination (GRE). Penerjemaah: Aminuddin Parakkasi. Inc.D. antuan tudi engkap PM Kimia. T... 2001. C.. New ork: John Wiley Sons. Bursten. Brown.. H. Jakarta: UI-Press. Hutton. Publisher. asic oncepts of hemistry. Malone. Derbogosian. R. periments and ercises in asic hemistry. 4th Edition. G. Dubu ue: Wim. W. Inc. Heinemann Advanced cience hemistry. USA: Saunder College Publishing. 2003. Mc uarrie.K. 1994. Jilid 2. 1989.M. 1991. 2nd Edition. S. and Williams. New Jersey: Prentice Hall International.. J. 1995. R. Apendiks 1 297 . 4th Edition. Darrel. eneral hemistry. 1994. W. Brum. and Fay. Liana. Maida. Kimia Polimer. 3rd Edition. 1996. Sidney: Jacaranda. New ork: John Wiley Sons.. Fessenden dan Fessenden. J. cience n ocus hemistry or evel. New ork: John Wiley Sons. and Stern. New ork: Mc Graw–Hill.. hemistry. 1997. J. James. Murov. and Wrighton.R.M.. Kau. otany. 1995. A. Moore. George. K. Inc. 2nd Edition.. 1997. Tropische ruchte. C (editor). Inc. New ork: John Wiley Sons. H. M. 1994. 8th Edition. K. Inc. 2nd Edition. International Chemistry Olympiad. 1989. L. Penerjemaah: Hadyana Pudjaatmaka. Jakarta: Erlangga. Linder. hemistry ith norganic ualitative Analysis. 3rd Edition. R. and Bruce.Daftar Pustaka Association of Greek Chemists. New ork: Freeman and Company. Penerjemaah: Sdn Sasbadi. New ork: John Wiley Sons. Form GR0027. D. New ork: Mc Graw–Hill. and Maria. Ho to tudy cience.. Singapore: Longman. Bandung: Penerbit ITB. Chang. periment in eneral hemistry. and Mary K. and Karp. 35th Edition.. 2000. T. L. Edisi ke-3. Raphael. and Leo.. New ork: Mc Graw–Hill. 2000.A. Eugene. R. Lemay. R. 2nd Edition.al. Singapore: Berkeley Books Pte. and Humiston. and Jennifer. Inc. Verlag Periplus Edition. 2000. L.. Moloney. hemistry The entral cience. 2th Edition.. Malone. 1991.. Brady. jian dan PM . utrisi.. 5th Edition. Bodner.. LeMay. F. E. Fullick. Brown. Campbell. Ebbing. San Diego: Harcourt Brace Jovanovich Publisher. Boston: Houghton Mifflin Company. Theodore. 2002.. et. Brown communications. and Bursten..L. 5th Edition. 2nd Edition. A. and Peter.. Clark... Dubu ue: Wm. C. P 2000. H. B. Penerjemaah: Harry Firman. 1995. Millio. Mark. New ork: John Wiley and Sons. G. and Therald. Mc Kane. Inc.C. L. Malaysia. Moelller. Mc Murry. Spain: Heinemann Educational . Brown.. 1990. and Fullick. and Pardue. Inc. Santina. hemistry. 7th Edition.. hemistry The Molecular cience. Preparatory Problems and orked olution. Rock. Kimia rganik. Bimbingan Pemantapan Kimia: Persiapan langan mum.B. Bowen. eneral hemistry. Crowd.. iokimia. 3rd Edition.. USA: Prentice-Hall International.E. Inc. Ltd. Maria. New Jersey: Pretice–Hall.

8th Edition.. Donald. Edisi Bahasa Indonesia. Sabirin. . com . Sevenair. Kuala Lumpur: Fajar Bakti SDN. 2005. 1997. Jendela IPTEK: Materi. and Lawrence. David.org vancouversider. . 1997. edu . Seri Peperiksaan. A. . Hendrickson. . Epstein. . M. Widyadara.. S. ca . 2001. edu nobelpriza. com .. Kimia Lengkap SPPM. 2005 . . L. harvard. 1989.. Cram. . Tim Penerjemah. es und. Pusat Penerjemah FSUI. com . 2nd Edition Lexington: D.. com . Philadelphia: Saunders Golden Sunburst Series. . gourmentsleuth. Pine. Jakarta: PT. 1987. Ltd. J.com ikipedia.R. Kimia rganik . ihsc. H.C. hemistry A ourse for evel. 1001 Plus Soal dan Pembahasan Kimia: eleksi Penerimaan Mahasis a aru. bairnet. eric.. Pusat Penerjemah FSUI. (tanpa tahun). B. amadeo. com . ollege hemistry. Chemistry. Edisi ke-4. Bandung: Gracia Indah Bestari. Ryan. 1997. . mpbdp. Edisi ke-1. i s. and Steven. H.. Tokyo: Keirinkan. Singapore: Federal Publication.Oxtoby. edu uni. Jendela IPTEK: Kimia. FMIPA UGM. Spain: Stanley Thornes (Publishers). . Dubu ue: Wm. Stanley. Christopher. Edisi ke-1. Jakarta: Erlangga. Proyek LPTK. Kimia Dasar I: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini. T. Bandung: Gracia Indah Bestari. Kimia Dasar II: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini. 1985. Schaum’s Outline Series. and George. 2000. 2003. S. L. C Heath and Company . Pukenoodles. .. to V cheung . cd. com uned. Principles of Modern hemistry. Jakarta: Balai Pustaka. .. 1997. 1988.. Retsu. on. 1993. Prescott. N. com . Edisi Bahasa Indonesia. com 298 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . Revised National Curriculum Edition For GCSE. Inc. 3rd Edition. Kimia rganik asar. blog. regensburg. . Sasanti W dan Purbo Hadiwidjoyo. S. Sumber Lain: Microsoft ncarta Reference ibrary. com ingscorp. Sunarya. ccccd.Brown Communications. 1st Edition. com .. autotumn indz. org nusa eb. J. Johnson.... W. teksfiles. Penerjemaah: Roehyati Joedodibroto. hemistry or You. Oxford Ensiklopledi Pelajar: iografi. Bandung: Penerbit ITB. ougou Kagashi.. 2003. 1995. Hammond. Jilid 9. Jakarta: Balai Pustaka.P and Burkett. Depdikbud. Edisi Bahasa Indonesia. M. Sunarya. R. ntroductory hemistry. S.b oklahomafood. James. . New ork: McGraw-Hill. canamplastics. and Norman.s. ironorchid. Toon. Nachtrieb. . com olgastift.. Jerome. come. Rosenberg. com .org ne s. Zumdahl.

.

.

184. Jld lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.19.- .ISBN 978-979-068-721-9 (No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful