PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional dilindungi oleh Undang-Undang

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam

Penulis Penyunting Pewajah Isi Pewajah Sampul Pereka Ilustrasi Ukuran Buku

: : : : : :

Yayan Sunarya Agus Setiabudi Intan Permata Shariati Adam Indrayana A. Purnama S. Riyadi 21 x 29,7 cm

540.7 YAY m

YAYAN Sunarya Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam / penulis, Yayan Sunarya, Agus Setiabudi ; penyunting, Intan Permata Shariati, Yana Hidayat ; ilustrasi, S. Riyadi. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. viii, 298 hlm. : ilus. ; 30 cm. Bibliografi : hlm. 297 Indeks ISBN 978-979-068-721-9 (No. Jil Lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 1. Kimia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Agus Setiabudi III. Intan Permata Shariati V. S. Riyadi

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Setia Purna Inves, PT Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh ....

ii

Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Juni 2009 Kepala Pusat Perbukuan

iii

Kata Pengantar
Sampai saat ini, buku-buku kimia untuk SMA/MA yang berkualitas dirasakan masih kurang. Sementara itu, tuntunan terhadap pemahaman prinsip-prinsip ilmu Kimia sangat tinggi. Lebih-lebih perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari oleh ilmu Kimia semakin menantang dan sangat bervariasi dalam aplikasinya. Oleh sebab itu, kami berharap dengan terbitnya buku ini, belajar kimia yang membutuhkan gabungan banyak konsep (baik konsep yang relevan dengan ketermasaan maupun konsep baru) dan pengembangan keterampilan analisis bagi siswa SMA/MA dapat terpenuhi. Ada dua hal yang berkaitan dengan Kimia, yaitu Kimia sebagai produk dan Kimia sebagai proses kerja ilmiah. Kimia sebagai produk adalah pengetahuan Kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum,dan teori. Kimia sebagai proses kerja ilmiah merupakan penalaran (keterampilan) dari hasil penguasaan dalam pembelajaran materi secara praktis dan analisis. Mata pelajaran Kimia di SMA/MA merupakan panduan untuk mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat yang melibatkan konsep dan aplikasi. Oleh karena itu, ilmu Kimia banyak melibatkan konsep-konsep dan pengembangan keterampilan analisis. Melihat pentingnya pelajaran Kimia di sekolah, penerbit mencoba menghadirkan buku yang dapat menjadi media belajar yang baik bagi Anda. Sebuah buku yang akan memandu Anda untuk belajar Kimia dengan baik. Sebuah buku yang disusun dan dikembangkan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi masa depan Anda. Demikianlah persembahan dari penerbit untuk dunia pendidikan. Semoga buku ini dapat bermanfaat.

Bandung, Mei 2007

Penerbit

iv

Panduan untuk Pembaca
Cakupan materi pembelajaran pada buku ini disajikan secara sistematis, komunikatif, dan integratif. Di setiap awal bab dilengkapi gambar pembuka pelajaran, bertujuan memberikan gambaran materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan Anda konsep berpikir kontekstual dan logis sekaligus merangsang cara berpikir lebih dalam. Selain itu, buku ini juga ditata dengan format yang menarik dan didukung dengan foto dan ilustrasi yang representatif. Bahasa digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional Anda sehingga Anda lebih mudah memahami konsep materinya. Buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII ini terdiri atas sembilan bab, yaitu Sifat Koligatif Larutan; Reaksi Redoks dan Elektrokimia; Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama; Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat; Keradioaktifan; Senyawa Organik; Senyawa Aromatik; Makromolekul dan Lemak. Untuk lebih jelasnya, perhatikan petunjuk untuk pembaca berikut. (1) Judul Bab, disesuaikan dengan tema materi dalam bab. (2) Hasil yang harus Anda capai, tujuan umum yang harus Anda capai pada 4 bab yang Anda pelajari. 17 (3) Setelah mempelajari bab ini, kamu harus mampu, kemampuan yang harus Anda kuasai setelah mempelajari bab. 1 2 (4) Gambar Pembuka Bab, disajikan untuk mengetahui contoh manfaat dari materi yang akan dipelajari. 3 18 (5) Advanced Organizer, disajikan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dari 5 materi yang akan dipelajari dan mengarahkan Anda untuk lebih fokus terhadap isi bab. (6) Tes Kompetensi Awal, merupakan syarat yang harus Anda pahami sebelum memasuki materi pembelajaran. 6 (7) Materi Pembelajaran, disajikan secara sistematis, komunikatif, integratif, 19 7 8 dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi sehingga Anda dapat tertantang untuk belajar lebih jauh. (8) Gambar dan Ilustrasi, sesuai dengan materi dalam bab yang disajikan secara menarik dan mudah dipahami. 20 10 (9) Aktivitas Kimia, tugas yang diberikan kepada Anda berupa analisis 9 masalah atau kegiatan di laboratorium sehingga dapat menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, dan berpikir kristis. (10) Mahir Menjawab, merupakan sarana bagi Anda dalam persiapan menghadapi Ujian Akhir dan SPMB sehingga mempunyai nilai tambah. (11) Kegiatan Inkuiri, menguji pemahaman Anda secara terbuka 21 12 berdasarkan konsep yang telah Anda pelajari sehingga Anda tertarik untuk belajar lebih dalam. 11 (12) Catatan, menyajikan informasi dan keterangan singkat secara bilin22 gual berkaitan dengan konsep yang dipelajari. (13) Kata Kunci, panduan Anda dalam mempelajari konsep materi. (14) Sekilas Kimia, berisi informasi menarik dan aplikatif berdasarkan materi bab yang dipelajari sehingga dapat menumbuhkan semangat bekerja keras dan belajar lebih jauh. (15) Contoh, menyajikan contoh-contoh soal dengan jawaban yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi yang disajikan. 14 23 (16) Tes Kompetensi Subbab, menguji pemahaman Anda terhadap materi dalam setiap subbab. 15 (17) Rangkuman, merupakan ringkasan materi pembelajaran bab. 13 (18) Peta Konsep, menggambarkan hubungan antarkonsep sehingga memudahkan Anda mempelajari materi dalam bab. (19) Refleksi, sebagai cermin diri bagi Anda setelah mempelajari materi di 16 akhir pembelajaran setiap bab. (20) Evaluasi Kompetensi Bab, merupakan penekanan terhadap pemahaman konsep materi, berkaitan dengan materi dalam bab. (21) Proyek Semester, disajikan agar Anda dapat menggali dan memanfaatkan informasi, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan dalam kerja ilmiah. (22) Evaluasi Kompetensi Kimia Semester, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari semester yang bersangkutan. (23) Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari seluruh bab.

v

Sel Elektrolisis • 42 D. dan Belerang • 90 Rangkuman • 95 Peta Konsep • 96 Refleksi • 96 Evaluasi Kompetensi Bab 3 • 97 Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia • 27 A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif • 2 B. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi • 102 B. Diagram Fasa • 12 E. Penyetaraan Reaksi Redoks • 28 B.Daftar Isi Kata Sambutan • iii Kata Pengantar • iv Panduan untuk Pembaca • v Bab 1 Sifat Koligatif Larutan • 1 A. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi • 111 D. Penurunan Tekanan Uap • 3 C. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah • 79 E. Sel Elektrokimia • 33 C. Unsur-Unsur Golongan Alkali • 73 D. Oksigen. Aluminium dan Senyawanya • 84 F. Senyawa Kompleks • 106 C. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku • 8 D. Unsur-Unsur Halogen • 66 C. Karbon dan Silikon • 88 G. Korosi dan Pengendaliannya • 50 Rangkuman • 55 Peta Konsep • 56 Refleksi • 56 Evaluasi Kompetensi Bab 2 • 57 Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat • 101 A. Pengolahan Logam (Metalurgi) • 116 Rangkuman • 120 Peta Konsep • 121 Refleksi • 121 Evaluasi Kompetensi Bab 4 • 122 vi . Tekanan Osmotik Larutan • 15 F. Nitrogen. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit • 18 Rangkuman • 22 Peta Konsep • 23 Refleksi • 23 Evaluasi Kompetensi Bab 1 • 24 Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama • 61 A. Unsur-Unsur Gas Mulia • 62 B.

Bab 5 Keradioaktifan • 125
A. Kestabilan Inti • 126 B. Kegunaan Radioisotop • 133 C. Reaksi Fisi dan Fusi • 138 Rangkuman • 142 Peta Konsep • 143 Refleksi • 143 Evaluasi Kompetensi Bab 5 • 144 Proyek Semester 1 • 147 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 • 148

Bab 8 Makromolekul • 221
A. Polimer • 222 B. Karbohidrat • 227 C. Protein • 233 Rangkuman • 241 Peta Konsep • 242 Refleksi • 242 Evaluasi Kompetensi Bab 8 • 243

Bab 6 Senyawa Organik • 153
A. Gugus Fungsional Senyawa Karbon • 154 B. Haloalkana • 155 C. Alkohol dan Eter • 159 D. Aldehid dan Keton • 170 E. Asam Karboksilat dan Ester • 177 F. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen • 185 Rangkuman • 187 Peta Konsep • 188 Refleksi • 189 Evaluasi Kompetensi Bab 6 • 190

Bab 9 Lemak • 247
A. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak • 248 B. Sumber dan Kegunaan Lemak • 253 C. Sabun dan Detergen • 257 Rangkuman • 262 Peta Konsep • 262 Refleksi • 262 Evaluasi Kompetensi Bab 9 • 263 Proyek Semester 2 • 266 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 • 267 Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun • 271

Bab 7 Senyawa Aromatik • 195
A. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya • 196 B. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya • 204 C. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik • 207 Rangkuman • 214 Peta Konsep • 215 Refleksi • 215 Evaluasi Kompetensi Bab 7 • 216

Apendiks 1 • 275 Apendiks 2 • 283 Senarai • 286 Indeks • 291 Daftar Pustaka • 297

vii

viii

Bab

1
Sumber: Chemistry For You, 2001

Di negara yang memiliki musim dingin, salju yang menumpuk di jalan raya dan trotoar dicairkan dengan cara menaburkan garam (penurunan titik beku), seperti CaCl2 dan NaCl.

Sifat Koligatif Larutan
Hasil yang harus Anda capai: menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: • • menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan; membandingkan sifat koligatif larutan nonelektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.

Apakah Anda mempunyai teman atau kerabat yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi? Jika ya, tentu dokter akan menyarankan teman atau kerabat Anda itu untuk mengurangi konsumsi garam-garaman. Mengapa pula pedagang es menaburkan garam dapur (NaCl) di dalam tempat penyimpanan es? Kemudian, mengapa di wilayah yang memiliki musim dingin, garam-garam, seperti CaCl2 dan NaCl ditaburkan ke jalanjalan atau trotoar yang bersalju? Tentunya semua peristiwa itu berkaitan dengan bab yang akan kita pelajari sekarang, yaitu sifat-sifat koligatif larutan. Apakah sifat koligatif larutan itu? Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasinya. Sifat koligatif berbeda dengan sifat-sifat larutan yang sudah Anda pelajari sebelumnya, seperti daya hantar listrik, asam basa, dan kesetimbangan ion-ion dalam larutan yang bergantung pada jenis zat terlarut. Apakah sifat-sifat koligatif larutan itu dan apakah yang memengaruhi sifat-sifat koligatif larutan? Jawabannya akan Anda ketahui setelah mempelajari bab ini.

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif B. Penurunan Tekanan Uap C. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku D. Diagram Fasa E. Tekanan Osmotik Larutan F. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

1

Tes Kompetensi Awal
1. 2. Apakah yang dimaksud dengan larutan? Apa saja yang memengaruhi sifat fisik dan kimia suatu larutan? Apakah perbedaan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit?

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif
Di Kelas XI, Anda telah belajar satuan konsentrasi larutan berupa kemolaran. Pada topik berikut, Anda akan diperkenalkan dengan satuan konsentrasi larutan yang digunakan dalam menentukan sifat koligatif larutan, yaitu fraksi mol (X) dan kemolalan atau molalitas(m).

1. Fraksi Mol
Komposisi zat-zat dalam larutan dapat dinyatakan dalam satuan fraksi mol (X). Fraksi mol zat A (XA) menyatakan perbandingan jumlah mol zat A terhadap jumlah mol total zat-zat yang terdapat dalam larutan.
XA = mol A mol A = total mol semua komponen mol A + mol B + ... + mol ke-n

Jumlah fraksi mol semua komponen sama dengan satu. XA + XB + XC + ... = 1

Contoh 1.1
Menghitung Fraksi Mol Berapakah fraksi mol benzena (C6H6) dan toluena (C7H8) dalam larutan yang dibuat dari 600 g benzena dan 400 g toluena? Jawab: • Tentukan mol masing-masing zat • Tentukan fraksi mol zat Jumlah mol masing-masing zat:

Catatan Note
Jika hanya dua zat yang membentuk larutan maka: XA = 1 – XB atau XB = 1 – XA If there are only two substances forming solution so that: XA = 1 – XB or XB = 1 – XA

600 g = 7,69 mol 78 g mol −1 400 g mol C7H8 = = 4,35 mol 92 g mol −1 Fraksi mol masing-masing zat:
mol C6H6 = X C6H6 = X C7H8 =

7,69 mol = 0,64 7,69 mol + 4,35 mol 4,35 mol = 0,36 7,69 mol + 4,35 mol

Jumlah fraksi mol semua komponen harus sama dengan satu, Xbenzena + Xtoluena = 1

2. Kemolalan (Molalitas)
Kemolalan (m) didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. Dalam bentuk persamaan dirumuskan sebagai berikut.

molalitas =

jumlah mol zat terlarut jumlah massa pelarut (kg)

2

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Rumusan molalitas dapat dinyatakan dalam bentuk lain, yaitu: molalitas =
massa zat terlarut (g) konversi berat, 1.000 (g kg −1 ) × massa molar zat terlarut (g mol −1 ) massa pelarut (g)

Contoh 1.2
Menghitung Molalitas Larutan Berapakah molalitas larutan yang dibuat dari 6 g glukosa (Mr=180) yang dilarutkan ke dalam 100 g air. Jawab: Massa zat terlarut 6 g; massa molar zat terlarut 180 g mol–1; massa pelarut 100 g. molalitas =
massa glukosa massa molar glukosa
• • • •

Kata Kunci
Sifat koligatif Jumlah zat terlarut Fraksi mol kemolalan

×

(1.000 g kg −1 ) massa air

molalitas =

6g 180 g mol −1

×

(1.000 g kg −1 ) 100 g

=0,3 mol kg–1

Jadi, molalitas larutan glukosa adalah 0,3 m.

Kegiatan Inkuiri
Pada kondisi apa kemolalan sama dengan kemolaran? Bagaimana membuat larutan dengan kemolalan dan kemolaran sama? Diskusikan dengan teman-teman Anda.

Tes Kompetensi Subbab
1.

A
3. Sebanyak 50 g gula pasir (C12H22O11) dilarutkan ke dalam 500 g air. Berapakah molalitas larutan gula tersebut? Suatu larutan antibeku mengandung 40% berat etilen glikol (C2H6O2). Jika massa jenis larutan 1,05 g mL–1, berapa molalitas larutan tersebut?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 46 g etanol (CH3COOH) dan 44 g air. Berapakah fraksi mol masing-masing zat dalam larutan itu? Umumnya, formalin yang dijual di pasaran adalah 40% berat CH2O dalam air. Berapakah fraksi mol formalin dalam larutan tersebut?

2.

4.

B. Penurunan Tekanan Uap (ΔP) Δ
Menguap adalah gejala yang terjadi pada molekul-molekul zat cair meninggalkan permukaan cairan membentuk fasa gas. Gejala ini disebabkan oleh molekul-molekul pada bagian permukaan cairan memiliki energi yang dapat mengatasi gaya antaraksi di antara molekul-molekul cairan. Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan dinamakan tegangan permukaan. Jadi, molekul-molekul yang menguap memiliki energi lebih besar daripada tegangan permukaan.

1. Tekanan Uap
Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul (tegangan permukaan). Semakin lemah gaya antarmolekul semakin mudah senyawa itu menguap.

Sifat Koligatif Larutan

3

Puap

Uap

Cairan

Pada suhu rendah, molekul-molekul zat dapat meninggalkan permukaan cairan membentuk kesetimbangan dengan cairan yang berada di permukaannya ( (Gambar 1.1). Molekul-molekul fasa uap menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap. Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan uap salah satunya adalah suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin besar tekanan uapnya. Contohnya adalah tekanan uap air berbeda pada setiap temperatur seperti ditunjukan pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Tekanan Uap Air Tekanan (mmHg) 4,60 6,50 9,20 12,80 17,50 19,80 22,40 23,80 26,70 28,30 30,00 31,80 42,20 55,30 71,90 92,50 118,00 149,40 187,50 233,70 289,10 355,10 525,80 760,00
Sumber: General Chemistry, 1990

Gambar 1.1
Uap dan cairan membentuk kesetimbangan dinamis.

Suhu (°C) 0 5 10 15 20 22 24 25 27 28 29 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 90 100

Kegiatan Inkuiri
Air mendidih pada suhu 100°C, tetapi mengapa pakaian yang dijemur pada suhu kamar (25–30)°C dapat mengering? Jelaskan (hubungkan dengan proses penguapan).

2. Penurunan Tekanan Uap Larutan
Pelarut Larutan Gambar 1.2
Zat terlarut nonvolatil menurunkan penguapan pelarut.

Apa yang terjadi dengan tekanan uap jika ke dalam suatu cairan (misalnya, air) dimasukkan zat yang tidak mudah menguap (misalnya, gula pasir)? Adanya zat terlarut nonvolatile (tidak mudah menguap) di dalam suatu pelarut dapat menurunkan tekanan uap pelarut. Akibatnya, tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Mengapa? Untuk memahami bagaimana pelarutan zat yang tidak mudah menguap berpengaruh terhadap tekanan uap pelarut, lakukan oleh Anda eksperimen berikut.

4

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Aktivitas Kimia 1.1
Pelarutan Zat yang Tidak Menguap Tujuan Menjelaskan pelarutan zat yang tidak menguap. Alat 1. Gelas 2. Wadah tertutup Bahan 1. Aquades 2. Larutan gula 60% b/b Langkah Kerja 1. Sediakan dua buah gelas. Gelas pertama diisi dengan aquades dan gelas kedua diisi dengan larutan gula 60% b/b. Usahakan volume cairan dalam kedua gelas sama. 2. Simpan kedua gelas itu dalam wadah yang tertutup rapat, misalnya desikator selama satu hari. 3. Setelah satu hari, amati yang terjadi dalam kedua cairan itu. Keadaan Awal Keadaan Akhir

Pelarut (air)

Larutan gula

Larutan gula

Pertanyaan 1. Apa yang terjadi dengan cairan dalam kedua wadah itu? 2. Mengapa air murni berpindah ke gelas yang berisi larutan gula? 3. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.

Setelah dibiarkan beberapa waktu, volume larutan gula bertambah, sedangkan volume air murni berkurang. Mengapa? Fakta tersebut dapat dijelaskan jika tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan larutan yang mengandung zat nonvolatil, dan adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dan cairannya. Oleh karena tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan uap larutan gula maka untuk mencapai keadaan kesetimbangan, uap air murni akan diserap oleh larutan gula sampai tekanan uap di atas permukaan kedua cairan itu sama dan setimbang. Proses tersebut menghasilkan perpindahan molekul-molekul air dari pelarut murni melalui fasa uap ke dalam larutan gula sampai tekanan uap pada kedua permukaan cairan mencapai kesetimbangan.

Kata Kunci
• • • • • Gaya antaraksi antarmolekul Tegangan permukaan Zat terlarut nonvolatil Tekanan uap Hukum Raoult

Kegiatan Inkuiri
Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya? Misalnya, larutan etanol dalam air. Hubungkan dengan gaya antarmolekul atau ikatan hidrogen etanol-air dan air-air.

Sifat Koligatif Larutan

5

3. Hukum Raoult
P°larutan
Plarutan

Tekanan uap larutan yang mengandung zat terlarut nonvolatile telah dikaji oleh Francois M. Raoult, sehingga dihasilkan Hukum Raoult. Dalam bentuk persamaan dinyatakan sebagai berikut. Plarutan = Xpelarut Popelarut Keterangan: Plarutan = tekanan uap larutan Xpelarut = fraksi mol pelarut Popelarut = tekanan uap pelarut murni Secara matematis, Hukum Raoult merupakan persamaan linear: Y = mX Keterangan: Y = Plarutan m = Popelarut X = Xpelarut Jika Plarutan diekstrapolasikan terhadap Xpelarut, akan dihasilkan garis lurus dengan kemiringan menunjukkan Popelarut (Gambar 1.3). Penurunan tekanan uap (ΔP) pelarut akibat adanya zat terlarut nonvolatil dapat dihitung dari Hukum Raoult, yaitu: Plarutan = Xpelarut Popelarut

0

Xpelarut

1 Gambar 1.3

Hubungan tekanan uap larutan terhadap fraksi mol pelarut

Sekilas Kimia
Francois Marie Raoult (1830–1901)

Oleh karena (Xpelarut + Xterlarut) = 1, atau (Xpelarut = 1 – Xterlarut) maka Plarutan = (1 – Xterlarut) Popelarut = Popelarut – Xterlarut Popelarut Dengan menata ulang persamaan di atas, diperoleh: Popelarut – Plarutan = Xterlarut Popelarut (Popelarut – Plarutan) adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan (ΔP). Jadi, penurunan tekanan uap pelarut murni dapat dirumuskan sebagai berikut. ΔP = Xterlarut Popelarut

Contoh 1.3
Menghitung Tekanan Uap Larutan Hitunglah penurunan tekanan uap yang dibuat dari pelarutan 9,5 g tiourea (Mr = 76) ke dalam 90 g air (tekanan uap air pada 25°C adalah 23,76 mmHg). Jawab: • Hitung fraksi mol masing-masing zat • Tentukan tekanan uap larutan menggunakan Hukum Raoult • Tentukan ΔP Jumlah mol masing-masing zat adalah mol tiourea =
9,5 g = 0,125 mol 76 g mol -1

Sumber: www.uned.es

Francois Marie Raoult adalah seorang ahli kimia-fisika Prancis. Pada 1886 dia berhasil menemukan hubungan antara tekanan uap larutan dan zat terlarut. Hubungan tersebut diungkapkan dalam bentuk persamaan yang dikenal dengan Hukum Raoult.

mol air = 18 g mol -1 = 5 mol

90 g

6

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

76 – 23. persamaan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut adalah Mr terlarut = massa zat terlarut (gram) mol pelarut ⎜ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Contoh 1. 96 ⎠ ⎝ X air ⎠ = 0. yaitu: Xpelarut = Plarutan Ppelarut o Berdasarkan fraksi mol pelarut.17 mmHg.166) mmHg = 0.2 mol 12g Mr urea = = 60 g mol–1 0.975 2 2 2 Plarutan = Xair P°air = (0. massa molekul relatif urea adalah 60. tekanan uap larutan adalah 53.76 mmHg) = 23.975) (23.2 mol Jadi. 3 mmHg 90 g mol air = 18 g mol −1 = 5 mol Jumlah mol urea: ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ mol urea = mol air ⎜ − 1 ⎟ = 5 mol ⎜ ⎝ 0. Dengan menata ulang persamaan Hukum Raoult maka diperoleh fraksi mol pelarut. Besarnya penurunan tekanan uap adalah ΔP = (23.3 mmHg.166 mmHg Jadi. mol zat terlarut dapat diketahui sehingga massa molekul relatifnya dapat ditentukan.59 mmHg Tekanan uap larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut.96 o Ppelarut 55. Xpelarut = Kata Kunci • • Penurunan tekanan uap Massa molekul relatif mol pelarut mol pelarut + mol terlarut . Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55.Fraksi mol air adalah mol H 2 O Xair = mol H O+mol CS(NH ) = 0. tekanan uap air turun dengan adanya tiourea.17 mmHg = =0.4 Menentukan Mr dari Tekanan Uap Larutan Urea sebanyak 12 g dilarutkan dalam 90 g air pada 40 °C.atau mol terlarut = mol pelarut ⎜ ⎜ ⎛ ⎞ 1 − 1⎟ ⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Dengan demikian. berapakah Mr urea? Jawab: Tahap: (1)Hitung fraksi mol air menggunakan Hukum Raoult (2)Hitung mol urea berdasarkan fraksi mol air (3)Hitung Mr urea Fraksi mol air: Xair = Plarutan 53. Sifat Koligatif Larutan 7 .

Akibatnya. Kenaikan Titik Didih Larutan Oleh karena tekanan uap larutan zat nonvolatil lebih rendah dari pelarut murninya maka untuk mendidihkan larutan perlu energi lebih dibandingkan mendidihkan pelarut murninya.22 3. Adapun suatu zat dikatakan membeku jika partikel-partikel zat itu berada dalam kisi-kisi kesetimbangan sehingga tidak terjadi gerakan partikel. B tekanan uap kloroform pada 20°C.02 1. Besarnya kenaikan titik didih larutan.2 Tetapan Kenaikan Titik Didih Molal (Kd) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Karbon tetraklorida (CCl4) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Titik Didih(°C) 100 80.2 46.52 2.5 mmHg. ΔTd (relatif terhadap titik didih pelarut murni) berbanding lurus dengan kemolalan larutan.8 78. Suatu larutan dibuat dari pelarutan 6.5 g naftalena ke dalam 60 g kloroform (CHCl3). Kerjakanlah di dalam buku latihan. C. Glukosa sebanyak 18 g dilarutkan dalam 125 g air pada 40°C. Tekanan uap air murni pada suhu tersebut 42.1 76.4 61. Diketahui tekanan uap kloroform murni pada 20°C = 156 mmHg. Bagaimana titik didih air di pegunungan dibandingkan di pantai? Di daerah mana peluang terbesar terkena penyakit akibat bakteri yang terdapat dalam air minum? 1. Dalam bentuk persamaan dinyatakan dengan: ΔTd ≈ m.2 mmHg. Harga Kd bergantung pada jenis pelarut (Tabel 1.63 2. atau Δ Td= Kd × m Kd adalah tetapan kesetaraan titik didih molal.53 5. Tekanan uap larutan tersebut adalah 54.34 Sumber: General Chemistry. semakin rendah tekanan udaranya.3 mmHg.2 Kd(°C m–1) 0.2). 1990 8 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55.Tes Kompetensi Subbab 1. Tabel 1. 2. hitunglah Mr glukosa. Kegiatan Inkuiri Semakin tinggi suatu tempat. selain getaran di tempatnya. Hitunglah penurunan 3. Hitunglah tekanan uap larutan pada 35°C yang dibuat dengan melarutkan 18 g sukrosa dalam 72 g air. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Suatu zat cair dikatakan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer (tekanan udara luar) di atas permukaan cairan. titik didih larutan akan lebih tinggi daripada pelarut murninya.

52°C dari titik didih air.4 g 1. Termometer 3. Untuk membuktikan kenaikan titik didih larutan.Pada Tabel 1.000 g kg −1 −1 Mr X= 2.52°C m–1) Jawab: 5g 1. Gelas ukur 4. 36 m molalitas larutan = 150 g 92 g mol −1 ΔTd = Kd × m = 0. Aktivitas Kimia 1.2 Kenaikan Titik Didih Larutan Tujuan Membuktikan kenaikan titik didih larutan Alat 1. jika titik didih air 100°C? (Kd air = 0.42 Jadi. 36°Cm × 82.53°C m–1) Jawab: 7.5 Menghitung Titik Didih Larutan Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 5 g gliserol (C3H8O3. Tentukan massa molekul relatif zat X.000 g kg × massa pelarut ΔTd −1 Kata Kunci • • Titik didih larutan Kenaikan titik didih Mr zat terlarut = K d × Contoh 1. Dengan kata lain. Gelas kimia 2. Data kenaikan titik didih larutan dapat dipakai untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. Contoh 1. titik didih larutan sebesar 100. Pembakar bunsen atau spirtus 5. –1 Catatan Note Zat antididih yang ditambahkan ke dalam radiator berfungsi mengurangi penguapan air dalam radiator. Mr =92) ke dalam 150 g air.36 m = 0.6°C.6 − 80. Timbangan Sifat Koligatif Larutan 9 .6 Menghitung Mr Berdasarkan Data Td Larutan Zat X sebanyak 7. Oleh karena kenaikan titik didih berbanding lurus dengan molalitas larutan maka massa molekul relatif zat terlarut dapat ditentukan dengan mengubah persamaan molalitasnya. Antiboil substance is added into radioator to decrease water evaporation in radiator. Artinya.52°C m–1. suatu larutan dalam air dengan konsentrasi satu molal akan mendidih pada suhu lebih tinggi sebesar 0.52°C m × 0.19°C.000 g kg −1 × Mr zat terlarut massa pelarut massa zat terlarut 1. Berapakah titik didih larutan. Anda dapat melakukan percobaan berikut.4 g dilarutkan dalam 74 g benzena menghasilkan titik didih larutan sebesar 82.52°C.2°C dan tetapan titik didih molal benzena 2. (Titik didih benzena 80. massa molekul relatif zat X adalah 105.000 g kg −1 × = 0.19°C Jadi. ΔTd = K d massa zat terlarut 1.2 tampak bahwa Kd air = 0.42.2 °C × 74 g ( ) = 105. titik didih larutan adalah 100.

Pertanyaan 1. dalam air radiator mobil diperlukan zat antibeku yang dapat menurunkan titik beku air. Selain pada radiator. Penurunan Titik Beku Larutan Penambahan zat terlarut nonvolatil juga dapat menyebabkan penurunan titik beku larutan. Seperti halnya titik didih.38°C.12°C dari titik beku benzena.12)°C atau 0. Ukur suhu aquades pada saat mendidih. Masukkan 35 g gula pasir ke dalam aquades (gelas kimia 1) dan 35 g garam dapur ke dalam aquades (gelas kimia 2). Garam dapur (NaCl) Langkah Kerja 1.12°C m–1. Dry ice memiliki suhu –109. Harga Kb untuk beberapa pelarut dapat dilihat pada Tabel 1. kemudian didihkan. Zat antibeku yang banyak digunakan dalam radiator adalah etilen glikol (C2H6O2).Bahan 1. Hitunglah kenaikan titik didih larutan gula pasir dan larutan garam dapur.80 Sumber: General Chemistry.99 4. titik beku larutan zat nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan mulai membeku pada suhu (5. Suhu udara pada musim dingin dapat mencapai suhu di bawah titik beku air.org Nilai Kb untuk benzena 5. Masukkan 250 mL aquades ke dalam gelas kimia 1 dan 2. dry ice tidak mencair melainkan menyublim. penurunan titik beku (ΔTb) berbanding lurus dengan kemolalan larutan: ΔTb ≈ m.3 Tetapan Penurunan Titik Beku Molal (Kb) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Naftalena (C10H8) Titik Beku(°C) 0. Tabel 1. 2.3°F (–78. sedangkan es tradisional adalah 30°F (0°C).83 6.3. 2.50 –111. atau ΔTb = Kb × m Kb disebut tetapan penurunan titik beku molal. Contohnya.5 80. Agar tidak terjadi pemisahan zat terlarut dan pelarutnya ketika larutan membeku. Dry ice adalah karbon dioksida (CO2) yang dibekukan. Dengan kata lain. 3.68 3. 1990 Sekilas Kimia Dry Ice Pernahkah Anda memperhatikan tempat penyimpanan es ketika Anda membeli es krim di warung? Pembekuan es krim menggunakan apa yang disebut dengan dry ice. Sublimasi adalah proses perubahan suatu padatan langsung menjadi gas.5°C). Aquades 2. Oleh karena itu. adakah perbedaan titik didih antara kedua larutan? Jelaskan alasannya. jika sirup dimasukkan ke dalam freezer maka gula pasirnya akan terpisah dari es karena gula pasir tidak larut dalam es.12 1. Gula pasir 3.20 Kb(°C m–1) 1. Dengan jumlah massa yang sama. Dry ice lebih padat dan lebih dingin daripada es biasa. Penerapan dari penurunan titik beku digunakan di negara yang memiliki musim dingin.00 5. Suatu larutan dari zat terlarut nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan membeku pada suhu lebih rendah sebesar 5. diperlukan suhu lebih rendah lagi untuk mengubah seluruh larutan menjadi fasa padatnya. Gejala ini terjadi karena zat terlarut tidak larut dalam fasa padat pelarutnya.5 – 5.50 –144. penerapan dari penurunan titik beku juga digunakan untuk mencairkan es di jalan-jalan dan trotoar pada musim 10 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .60 –63. Selain itu. Sumber: wikipedia.86 5. Oleh karena es ini tidak melewati fasa cair maka dinamakan dry (kering) ice. kocok kedua larutan itu dan ukur kembali suhu didihnya. 2.

2 g 1.2 g etilen glikol dalam 100 g air. ΔTb = {0 – (–0.45°C.45°C 1.86°C Titik beku larutan = Titik beku normal air –ΔTb = (0.7 Menghitung Penurunan Titik Beku Larutan Hitunglah titik beku larutan yang dibuat dari 6. Jawab: 6.000 g kg −1 × molalitas larutan = =1m 100 g 62 g mol −1 Penurunan titik beku larutan: ΔT b = Kb × m = (1. Panaskan air dalam gelas kimia hingga suhu mencapai ± 90°C. Termometer Bahan 1.86)°C = –1.86°C Kata Kunci • • Titik beku larutan Penurunan titik beku Sama seperti kenaikan titik didih.86°C m–1) ( 1 m) = 1. Pembakar bunsen atau spirtus 2 bagiannya. Gelas kimia 3. Stopwatch 5.86°C Jadi.3 Penurunan Titik Beku Larutan Tujuan Membuktikan penurunan titik beku larutan. Naftalena 2. Tabung reaksi 2.000 g kg −1 = 124 100 g 0. o −1 Mr X = 1. seperti CaCl2 dan NaCl sebagai penurun titik beku air sehingga es dapat mencair. Penentuan titik beku pelarut murni (naftalena) 1. Contoh 1. penurunan titik beku larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut.0 – 1. titik beku larutan etilen glikol adalah –1. Hal ini dilakukan dengan cara menaburkan garam-garam. Air Langkah Kerja A. berapakah massa molekul relatif zat X? Penyelesaian Nilai Kb air = 1. Mr zat terlarut = K b massa zat terlarut ΔTb × 1. 4.000 g kg −1 massa pelarut Contoh 1. Ke dalam tabung reaksi besar dimasukkan 15 g naftalena dan gelas kimia diisi dengan air 2.dingin.45)}°C = 0.8 Menghitung Mr dari Data ΔTb Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 3 g zat X ke dalam 100 mL air. Belerang 3. Alat 1. Mr zat X adalah 124. 86 C m × 3g × Aktivitas Kimia 1. Jika titik beku larutan – 0. 45o C Jadi. Timbangan 6. 3 Sifat Koligatif Larutan 11 .86°C m–1.

78°C. dan gas. 8. Ketiga fasa tersebut dapat diungkapkan dalam bentuk diagram P – T (Gambar 1. B.53°C m–1 dan titik didih C6H6 = 80. Diagram fasa dapat dinyatakan berdasarkan perubahan suhu (°C) dan tekanan (atm). hitunglah Mr safrole. 2. Diagram Fasa Diagram fasa adalah ungkapan perubahan keadaan dasar fasa suatu zat dalam bentuk diagram. aduk sampai semua belerang larut dalam naftalena. 3.3. Berapakah kenaikan titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa (C6H12O6) ke dalam 500 mL air? (ρ air = 1 g mL–1) Berapakah titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 9. Diketahui Kd (C6H6) = 2.265°C. Bandingkan hasil pengamatan pada langkah kerja A dan langkah kerja B.7 oC. Jika titik beku difenil eter murni adalah 26. Hitung titik beku larutan ini. Buatlah grafik dan tentukan titik beku larutan belerang dalam naftalena dari grafik tersebut. cair. 6.1°C. kemudian catat penurunan suhu setiap ½ menit hingga ± 70°C. Hitunglah titik beku larutan 7. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 81.4). Kerjakanlah di dalam buku latihan.4 g dilarutan dalam 103 g difenil eter. Titik beku adalah pada saat tidak berubah untuk 1–2 menit.17°C? Diketahui Kd CS2 = 2. 7. tambahkan 2. Suatu larutan gula dalam air mendidih pada suhu 100. Padamkan pembakar.8 g zat X dalam 200 g benzena. Panaskan kembali air dalam gelas kimia hingga semua naftalena mencair kembali.84oC dan tetapan penurunan titik beku molal 8°C m–1. D. C 5. 4.34°C m–1. Cuplikan safrole 2. Mengapa harus ditambah garam dapur? Tes Kompetensi Subbab 1. Larutan membeku pada 25. cair. 1. Kegiatan Inkuiri Pedagang es lilin atau es krim menambahkan es batu dan garam dapur di sekeliling bagian luar wadah es. dinamakan diagram P – T. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 1. 4. 2. Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 12. air dapat berada dalam fasa gas. 4.56 gram belerang ke dalam naftalena cair. Setelah semua naftalena mencair. berapakah titik beku larutan gula tersebut? Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 4.9 g sukrosa dalam 175 mL air. Padamkan pembakaran. Dalam diagram fasa terdapat kurva kesetimbangan antara fasa padat. 3. lakukan pengukuran suhu seperti kegiatan A hingga ± 70°C. Buatlah grafik penurunan suhu naftalena sebagai fungsi waktu dan tentukan titik beku pelarut naftalena dari grafik tersebut. dan padat bergantung pada suhu dan tekanan.2 g gliserol (C3H8O3) ke dalam 100 g air? Suatu zat nonvolatil sebanyak 16 g dilarutkan dalam 38 g CS2. 12 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 5. Safrole diekstrak dari minyak sassafras dan dipakai untuk pemberi aroma pada ‘root beer’. Titik beku larutan belerang dalam naftalena 1.7 g propilen glikol (OH–CH2–(OH)CH–CH3) dalam 500 mL air. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda dan presentasikan di depan kelas. Diagram Fasa Air Seperti Anda ketahui.

1 atm). titik leleh (atau titik beku) normal B (0°C. yaitu titik di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. cair. Kurva AB untuk air agak miring ke kiri karena pembentukan es pada tekanan tinggi suhunya turun sebesar 1°C dari keadaan normal (1 atm).58 mmHg). cair. 0. 217. Kurva ini berpotongan dengan kurva yang lain pada titik A. Pada setiap daerah. dan padat secara bersama-sama. Dengan diagram fasa.006 atm A Gas 0 0. Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara padat dan gas. 2000 Pada diagram fasa tersebut terdapat tiga kurva yang membagi diagram ke dalam daerah padat. Umumnya peleburan (padat → cair) atau pembekuan (cair → padat) tidak dipengaruhi oleh tekanan sehingga kurva AB cenderung membentuk garis lurus. Titik leleh dan titik didih air pada tekanan 1 atm ditunjukkan dengan garis putus-putus. Catatan Note Beberapa istilah fasa transisi: Penguapan: H2O( ) → H2O(g) Pengembunan: H2O(g) Peleburan: H2O(s) Pembekuan: H2O( ) 2 → H O( ) → H O(s) Sublimasi: H O(s) → H O(g) Deposisi: H O(g) → H O(s) 2 2 2 2 2 → H O( 2 ) Terminology for transition fase: Evaporation: H2O( ) → H2O(g) → H O( → H O( ) Freeze: H O( ) → H O(s) Sublimation: H O(s) → H O(g) Deposition: H O(g) → H O(s) Condensation: H2O(g) 2 2 ) Melt: H2O(s) 2 2 2 2 2 2 Sifat Koligatif Larutan 13 . sedangkan pada suhu 0°C air berwujud padat (es). Hal ini disebabkan pada keadaan cair kurang rapat dibandingkan pada keadaan padat.7 atm). menyatakan keadaan padat dan cair berada dalam keadaan setimbang: Padat Cair Kurva tersebut memberikan informasi tentang titik leleh padatan atau titik beku cairan pada suhu dan tekanan tertentu.006 atm). Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara cair dan gas. Kurva AB yang membagi wilayah padat dan cair.01°C. Anda dapat memperkirakan wujud suatu zat pada suhu dan tekanan tertentu. Setiap titik pada kurva menunjukkan hubungan tekanan dan suhu. 0. Pada tekanan 1 atm dan suhu 25°C. dan gas. Titik tripel untuk air terjadi pada suhu 0.5. dan titik kritis D (374. 1 atm).4 Diagram fasa air Titik tripel A (0.4°C.01°C dan tekanan 0. seperti ditunjukkan pada Gambar 1. berada pada suhu 0°C dan 100°C. Diagram fasa yang lain misalnya diagram fasa CO2.0098 100 Suhu (°C) 374 Sumber: Chemistry: The Central Science.218 atm Tekanan (atm) D 1 atm Padat B Cair C Gambar 1. titik didih normal C (100°C. Kurva AC yang membagi wilayah cair dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap air pada berbagai suhu.006 atm (4. menunjukkan keadaan wujud zat yang stabil. air akan berwujud cair. Kurva AD yang membagi wilayah padat dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap padatan pada berbagai suhu. Titik A dinamakan titik tripel.

dry ice langsung menguap seperti asap.5°C.1 Sumber: Chemistry: The Central Science.4°C dan 5. agar di panggung tampak seperti berkabut.11 atm. Pada tekanan normal (1 atm). Dengan sedikit pemanasan. 2000 Titik tripel CO2 berada pada –56. Demikian pula titik tripel larutan lebih rendah dari titik tripel air murni.0 atm). Jika ke dalam air ditambahkan zat nonvolatil.6.11 atm). larutan yang terbentuk akan memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan pelarut murninya. pelarut murni air memiliki titik beku 0°C (titik C). dry ice akan mencair jika dipanaskan. 2.6 Diagram fasa larutan dalam pelarut air Padat 1 atm C' C Cair A A' Gas B B' ΔTb 0°C 100°C ΔTd { Titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarutnya (titik C'). Gambar 1. 73. dan penurunan tekanan uap. dan tekanan uap (kurva A – B) yang bergantung pada suhu.5 –56. penurunan titik beku. ditunjukkan oleh kurva (A' – B'). titik didih larutan lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarutnya (titik B'). Oleh sebab itu. Pada suhu kamar dan tekanan udara normal dry ice menyublim sehingga sifat ini sering dimanfaatkan untuk pertunjukan panggung terbuka.5 Diagram fasa karbon dioksida Titik tripel X (–56. 5. 1 atm). Adapun titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan titik beku pelarut murninya. titik didih 100°C (titik B). Diagram Fasa dan Sifat Koligatif Diagram fasa dapat digunakan untuk menyatakan sifat koligatif larutan. dan tekanan uap turun.1°C. Z CO2( ) Tekanan 5.11 atm. CO2 padat (dry ice) akan menyublim jika dipanaskan di bawah tekanan 5. Adanya zat terlarut nonvolatil mengakibatkan pergeseran posisi kesetimbangan diagram fasa cair-gas.4 Suhu (°C) 31.4°C. seperti kenaikan titik didih. Di atas 5. titik sublimasi Y (–78. 14 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII { .11 atm X CO2(g) 1 atm Y –78.73 atm CO2(s) Gambar 1.11 atm. dan titik kritis Z (31. Perhatikanlah diagram fasa pada Gambar 1.

1. Penurunan tekanan uap larutan ditunjukkan oleh selisih garis AB – A'B'.082 L atm mol–1 K–1. dilambangkan dengan π. atau (c) lebih rendah dari 1 atm. Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat. Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi. Mengapa garis kesetimbangan padat-cair pada diagram fasa CO2 tidak miring ke kiri. 2000 Gambar 1. Oleh karena kemolaran memiliki satuan mol per liter larutan maka tekanan osmotik larutan dapat dinyatakan sebagai berikut. molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan kesetimbangan konsentrasi di antara kedua medium itu (lihat Gambar 1. Untuk larutan encer harga k sama dengan RT.7 Proses osmosis Contoh 1. Sifat Koligatif Larutan 15 . Tes Kompetensi Subbab D (a) tekanan normal (1 atm). Pada tekanan berapakah titik didih pelarut murni (air) sama dengan titik didih larutannya? Jelaskan. Tekanan Osmotik Larutan Catatan Note Membran semipermeabel adalah sejenis plastik berpori yang hanya dapat dilalui oleh molekul-molekul kecil seperti air.Nilai ΔTb dan ΔTd ditunjukkan oleh selisih pergeseran kesetimbangan antara pelarut murni dan larutannya.9 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Berapakah tekanan osmotik larutan yang dibuat dari 18 g glukosa yang dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 250 mL? Diketahui suhu larutan 27°C dan R = 0. π ≈ M atau π = k M k adalah tetapan kesetaraan yang bergantung pada suhu.082 L atm mol–1K–1) T = Suhu (K) ⎛n⎞ ⎝ ⎠ Sumber: Chemistry: The Central Science. E. Semipermeable membrane is a kind of pored plastic. melainkan ke kanan? Kerjakanlah di dalam buku latihan. which only could passed by small molecules such as water. di mana R tetapan gas dan T adalah suhu mutlak. 3. (b) lebih tinggi dari 1 atm. yaitu: ΔTb = C – C' dan ΔTd = B' – B. Dalam bentuk persamaan dapat ditulis sebagai berikut. Apa yang akan terjadi jika air dimasukkan ke dalam ruang vakum. Pada proses osmosis. kemudian suhunya diturunkan sampai di bawah titik tripel? 2. Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan.7). Larutan pekat Membran semipermeabel Larutan Encer π = M RT atau π = ⎜ V ⎟ RT Keterangan: π = Tekanan osmotik M = Molaritas larutan R = Tetapan gas (0.

25L = 9. Jika tekanan osmotik larutan sebesar 1. Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi. Seseorang yang membutuhkan pengganti cairan tubuh. Jawab: Ubah besaran ke dalam satuan SI. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut.025L ) = 5.960 g mol–1 Jadi.1 mol Tekanan osmotik larutan: π = ⎛ n ⎞ R T ⎜ ⎟ ⎝V⎠ 0. kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang lainnya.01 g protein dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 25 mL. massa molekul relatif protein adalah 5. Konsentrasi cairan infus atau 16 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup. Misalnya.10 Menentukan Massa Molekul Relatif dari Tekanan Osmotik Sebanyak 0.960. Aplikasi Tekanan Osmotik Kata Kunci • • • • • Hipotonik Hipertonik Isotonik Hemolisis Krenasi Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel memiliki tekanan osmotik sama. baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman. larutan tersebut dinamakan hipertonik.84 atm. larutan tersebut dinamakan hipotonik. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah akan pecah. Jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain.082 L atm mol–1 K–1)(298K) (0.01g Mr protein = (0. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan yang lain. Proses ini dinamakan hemolisis.25 mmHg pada 25°C.84 atm Jadi.082 L atm mol–1 K–1 × 300 K 0. Hal ini dilakukan dengan cara menata ulang persamaan tekanan osmotik menjadi: Mr massa zat terlarut (g) (atm)V(L) R.Jawab: Jumlah mol C6H12O6 = 18 g 180 g mol -1 = 0. Dengan diketahuinya tekanan osmotik suatu larutan maka massa molekul relatif dari zat terlarut dapat ditentukan.1mol π= × 0. 1 atm π =1. dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah.T Contoh 1. 1. tekanan osmotik larutan sebesar 9.00164 atm 760 mmHg 0.00164 atm )(0.25 mmHg × = 0. Hitunglah Mr protein.

Contoh osmosis yang lain di antaranya sebagai berikut. yang mengandung jutaan serat berongga kecil.8 (a) Alat desalinasi air laut melalui osmosis balik. Proses osmosis juga bahkan dapat dibalikkan arahnya dengan menerapkan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis larutan. Osmosis Balik Proses osmosis suatu larutan dapat dihentikan. 2000 Penerapan tekanan dari luar yang melebihi nilai π menyebabkan terjadinya osmosis balik. Ketimun yang ditempatkan dalam larutan garam akan kehilangan airnya akibat osmosis sehingga terjadi pengerutan. Kegiatan Inkuiri Apa yang terjadi jika cairan infus hipertonik atau hipotonik? Berapa kadar NaCl dalam infus agar isotonik dengan cairan dalam tubuh? 2. Kata Kunci • • Osmosis balik Desalinasi Kegiatan Inkuiri Apa keunggulan dan kelemahan dari pemurnian air melalui proses demineralisasi (air dalam botol kemasan).minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk mencegah terjadi krenasi atau hemolisis. molekul-molekul air keluar dari larutan meninggalkan zat terlarut. Membran ini dapat dilewati oleh molekul air. Ini dapat dikembalikan dengan merendam wortel dalam air. dan reverse osmosis (osmosis balik)? Sifat Koligatif Larutan 17 . Pada proses desalinasi. Proses ini dinamakan osmosis balik. Osmosis balik berguna dalam desalinasi (penghilangan garam) air laut untuk memperoleh air tawar dan garam dapur. (c) Dengan adanya tekanan. sand filtrasi (air isi ulang). Wortel akan tampak segar karena menyerap kembali air yang hilang. (a) (b) Gambar 1. tetapi tidak dapat dilewati oleh ion-ion garam dari air laut. Serat berongga dari membran semipermeabel Molekul air (c) Partikel zat terlarut Air murni ke tangki penampung Serat Sumber: Chemistry: The Central Science. (b) Alat desalinasi tersusun atas silinder-silinder yang dinamakan permeator.8. a. Membran yang dapat digunakan untuk proses osmosis balik adalah selulosa asetat. b. air laut masuk ke dalam permeator dan masuk ke dalam serat berongga sehingga ion-ion garam dapat dipisahkan dari air laut. seperti dapat dilihat pada Gambar 1. Wortel menjadi lunak akibat kehilangan air karena menguap.

Bagaimana sifat koligatif larutan elektrolit? Berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah. tekanan luar yang diperlukan agar terjadi osmosis balik harus lebih besar dari 4. Berapakah massa molekul relatif hemoglobin tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan.018 atm. → C12H22O11(s) ⎯⎯ C12H22O11(aq) Jika garam dapur (elektrolit) dilarutkan dalam air. Akibatnya. 1. ΔTb dan ΔTd Larutan Elektrolit Berdasarkan hasil penelitian diketahui. tidak terjadi osmosis balik.5 M untuk memisahkan gula dari pelarutnya secara osmosis balik pada 25°C? Jawab: Tekanan minimum adalah tekanan luar yang setara dengan tekanan osmotik larutan. 1. Sebanyak 5 g hemoglobin dilarutkan dalam air hingga volume larutan 100 mL. gula pasir akan terhidrasi ke dalam bentuk molekul-molekulnya. jika satu mol gula pasir dilarutkan dalam air. 18 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Sifat-sifat koligatif larutan yang telah dibahas sebelumnya hanya membahas larutan nonelektrolit yang tidak menguap di dalam larutannya.11 Menentukan Tekanan Luar pada Proses Osmosis Balik Air gula (C12H22O11) memiliki konsentrasi 0. (jika tekanan luar sama dengan π. π = (0. Tes Kompetensi Subbab E 3. garam tersebut akan terionisasi membentuk ion Na+ dan Cl–.5 M. akan terbentuk satu mol ion Na+ dan satu mol ion Cl– atau terbentuk dua mol ion. akan dihasilkan satu mol molekul gula pasir di dalam larutan itu.75 atm pada 300K? F.35 mmHg. diketahui bahwa larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang tidak sama dengan larutan nonelektrolit akibat jumlah mol ion-ion dalam larutan meningkat sesuai derajat ionisasinya. Mengapa? Jika gula pasir (nonelektrolit) dilarutkan ke dalam air. bahwa untuk kemolalan yang sama. Tekanan osmotik larutan diukur pada 25°C dan menunjukkan tekanan sebesar 1. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit lebih besar dibandingkan larutan nonelektrolit. → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) Jika satu mol garam dapur dilarutkan. Berapakah tekanan minimum yang harus diterapkan pada air gula 0.5 mol L–1)(0.000) yang dibuat dari 3 g protein dalam 750 mL larutan pada 30°C? 2. Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada banyaknya zat terlarut sehingga sifat koligatif larutan elektrolit selalu lebih tinggi dibandingkan dengan larutan nonelektrolit. Berapakah tekanan osmotik larutan protein (Mr =90. tetapi hanya sampai menghentikan tekanan osmotik larutan).082 L atm mol–1 K–1)(298K) = 4. Berapa mol glukosa dalam 500 mL larutan yang memiliki tekanan osmotik 3.018 atm Jadi.Contoh 1.

Jumlah mol ion dalam larutan i= Jumlah mol zat yang dilarutkan Mahir Menjawab Agar 10 kg air tidak membeku pada suhu –5°C. → C6H12O6(s) ⎯⎯ C6H12O6(aq) 0.12 Menghitung Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Berapakah penurunan titik beku larutan berikut dalam pelarut air? Diketahui Kb air = 1.86°C m–1. Larutan NaCl 0. AlCl3 (elektrolit).1 m 0.1 m 0.5 × 10 4 × { + ( − ) } Δ = × Kegiatan Inkuiri Bandingkan titik didih larutan yang mengandung jumlah molal sama antara larutan C12H22O11(nonelektrolit). SPMB 2004 Contoh 1. Cl = 35. Adapun satu molal larutan garam dapur dapat meningkatkan titik didih menjadi dua kali lipat atau setara dengan 3. A. Jika diketahui Kb air = 1. pernyataan yang salah adalah (C) bentuk molekul air tetrahedral. dan kafein (nonelektrolit). NaCl memiliki nilai i = 2. NaCl dapat terionisasi sempurna E.2 m ion-ionnya: → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) 0. Larutan glukosa 0. dalam air terdapat ikatan hidrogen Pembahasan Pada reaksi di atas.5 maka pernyataan berikut benar. kecuali . NaCl adalah elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna. massa NaCl = 786 g Jadi.. Ikatan kimia pada air adalah ikatan hidrogen dengan bentuk molekul “V”.86°C.86°C m–1 = 0. seperti CH3COOH dan HF.1 m × 1.1 m Penurunan titik beku larutannya: Δ T b = 2 × 0. dan seterusnya.1 m Jawab: a.72°C.86 × 1 2 11 58.1 m × 1..1 m sama dengan 0.1 m. yang dinamakan faktor van’t Hoff.. Nilai tersebut didasarkan pada asumsi bahwa garam-garam yang larut terionisasi sempurna. Na = 23. Hubungan antara jumlah mol zat terlarut dan jumlah mol ionnya di dalam larutan telah dipelajari oleh van’t Hoff.372°C Kata Kunci • • • • • Derajat ionisasi Terionisasi sebagian Terionisasi sempurna Faktor van’t Hoff Asosiasi ion Sifat Koligatif Larutan 19 . perlu ditambahkan garam NaCl. K2SO4 memiliki nilai i = 3. yaitu satu mol ion Mg2+ dan dua mol ion Cl–. dan dilambangkan dengan i.1 m akan terdapat 0. a. Persamaan ionnya: → MgCl2(aq) ⎯⎯ Mg2+(aq) + 2Cl–(aq) Untuk larutan elektrolit lemah. Misalnya.86 dan Ar H = 1. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berkisar di antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit sebab larutan elektrolit lemah terionisasi sebagian.1 m Penurunan titik beku larutannya: ΔT b = i × m × Kb = 1 × 0.1 m 0. larutan NaCl adalah elektrolit kuat C.Satu molal gula pasir dapat meningkatkan titik didih hingga 1. diperlukan NaCl lebih dari 786 g B. Nilai i untuk larutan garam ditentukan berdasarkan jumlah ion-ion per satuan rumus.186°C (b) Oleh karena NaCl adalah zat elektrolit maka dalam larutan NaCl 0. g 1000 Mr × 10 4 × 1000 5 = 1. NaCl (elektrolit). O = 16. Kenaikan titik didih larutan MgCl2 1 m menjadi tiga kali lebih tinggi dibandingkan larutan gula pasir sebab dalam larutan MgCl2 terbentuk tiga mol ion.86 oC m–1 = 0.1 m b. bentuk molekul air tetrahedral D. Oleh karena glukosa adalah zat nonelektrolit maka jumlah molekul glukosa dalam larutan glukosa 0.

Ion-ion dalam larutan dapat berantaraksi satu sama lain. Menurut perhitungan seharusnya dua kali lebih besar dari larutan gula.5 mol L–1) (0.9 2. 20 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 mol L–1)(0.13 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit Air laut mengandung 0.0 Sumber: Chemistry (Zumdahl and Steven. Nilai penyimpangan beberapa garam ditunjukkan pada Tabel 1.05 m Larutan Hitungan Hasil Pengamatan 2 3 2 4 2 1 1. Diketahui faktor van’t Hoff untuk NaCl = 1. S).7 1.9)(0. Perhatikanlah contoh soal berikut. Penyimpangan tersebut terjadi akibat adanya asosiasi ion-ion di dalam larutan. ternyata tidak selalu benar. semakin besar peluang ion-ion untuk berasosiasi kembali sehingga penyimpangan dari faktor van’t Hoff di atas semakin tinggi.4 Nilai Penyimpangan Faktor van’t Hoff Beberapa Garam dengan Konsentrasi 0. seperti ditunjukkan pada Gambar 1.9.9.082 L atm mol–1 K–1) (298 K) = 24.3 3.87 kali dibandingkan dengan larutan glukosa.214 atm Persentase fase penyimpangan dari perhitungan teoritis adalah 24.1 m sama dengan 1. Berdasarkan data penelitian. Tabel 1. Semakin besar konsentrasi garam yang dilarutkan.9 Asosiasi ion-ion dalam larutan garam Anggapan bahwa garam-garam yang terionisasi sempurna akan membentuk ion-ion dengan jumlah yang sama dengan koefisien reaksinya.214 × 100% = 5% 24. diketahui bahwa penurunan titik beku larutan NaCl 0. secara teoritis akan terdapat ion-ion sebanyak 2 kali konsentrasi garamnya.4. 436 Sifat koligatif larutan elektrolit dapat dipakai untuk menentukan derajat ionisasi asam atau basa lemah di dalam larutan. 436 − 23. Jawab: Oleh karena NaCl adalah larutan elektrolit.082 L atm mol–1K–1)(298 K) = 23. Perhitungan tekanan osmotik secara teoritis: π = (2) M RT =(2) (0. Hitunglah tekanan osmotik pada 25°C dan berapa persen fase penyimpangan dari faktor van’t Hoff. 1989 NaCl MgCl2 MgSO4 FeCl3 HCl Glukosa* *) larutan nonelektrolit sebagai pembanding Contoh 1.5 M NaCl.9 1. seolah-olah tidak terionisasi.436 atm Perhitungan tekanan osmotik secara eksperimen: π = (i) M R T = (1.4 1.Pasangan ion + – + + – – + + – – – + + + – + – Gambar 1.

Oleh karena itu.5 m.0 + x) m} (1. Berapa persen fase HF yang terionisasi? Jawab: Senyawa HF dalam larutan terionisasi sebagian membentuk kesetimbangan: HF(aq) H+(aq) + F–(aq) Misalkan.Contoh 1.91°C = {(1. Berapakah penurunan titik beku larutan HClO2 0. Bandingkan kenaikan titik didih larutan berikut dengan konsentrasi molal yang sama pada 25°C: (a) CO(NH2)2 0. penurunan titik beku ditentukan oleh jumlah molal spesi yang ada dalam larutan atau faktor van’t Hoff. kemolalan larutan adalah (1. [F–] = x m Sifat koligatif larutan tidak bergantung pada jenis zat terlarut(ion atau molekul).86°C m–1) atau x = 0.1%? Pada pembuatan es krim.14 Menghitung Persentase Fase Ionisasi Larutan Elektrolit Lemah Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa titik beku larutan HF 1. Jadi.03 m Persentase fase HF yang terionisasi dihitung berdasarkan jumlah molal HF terionisasi dibagi mula-mula: 0. mengapa perlu ditambahkan garam? Kerjakanlah di dalam buku latihan. dan (b) MgCl2 0.05 m. 1. Sifat Koligatif Larutan 21 . Tes Kompetensi Subbab F 3.0 + x) m Jumlah spesi di atas menyatakan kemolalan.1 molal jika HClO2 di dalam larutan terionisasi sebanyak 0.0 m adalah – 1.0 – x) + (x) + (x)} m = (1.7. tetapi hanya ditentukan oleh jumlah spesi yang ada di dalam larutan. senyawa HF yang terionisasi sebanyak 3%.5 m.0 m Jadi.91°C. ΔTb = m Kb 1. Perkirakanlah titik didih larutan MgCl2 0. molekul HF yang terionisasi sebanyak x mol kg–1 maka: [H+] = x m. Diketahui nilai i = 2. 2.03m ×100% = 3% 1. Berapa persen fase penyimpangannya dari hasil perhitungan? 4.0 + x) m Dengan demikian. Jumlah spesi yang ada dalam larutan adalah: (i) = (HF) + (H+) + (F–) = {(1.

akibat perbedaan konsentrasi antara dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan yang memiliki konsentrasi lebih rendah ke larutan yang konsentrasinya lebih tinggi melalui membran semipermeabel yang hanya dapat dilalui oleh molekulmolekul pelarut. 22 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .Rangkuman 1. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut. 3. Titik didih larutan selalu lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut murninya. Sifat koligatif larutan elektrolit memiliki nilai lebih tinggi dari sifat koligatif larutan nonelektrolit untuk jumlah mol yang sama. 14. 10. Selisih tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan dinamakan Penurunan Tekanan Uap ( PTU) atau ΔP . 12. 11. Prinsip osmosis balik digunakan untuk memperoleh air murni dari air laut (desalinasi). Tekanan osmotik adalah tekanan yang ditimbulkan oleh proses osmosis. tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut. Zat-zat terlarut yang memengaruhi sifat koligatif larutan adalah zat yang sukar atau tidak mudah menguap (nonvolatil). Sifat koligatif larutan menggunakan satuan molal dan fraksi mol. 15. Titik beku larutan selalu lebih rendah dari titik beku pelarut murninya. Fraksi mol adalah jumlah mol fraksi suatu zat di dalam suatu larutan. Besarnya tekanan osmotik suatu larutan dinyatakan dengan rumus: π = MRT 13. yaitu: Δ P = Xterlarut Popelarut 7. Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut. Besarnya sifat koligatif larutan elektrolit merupakan kelipatan dari sifat koligatif larutan nonelektrolit sebesar faktor van’t Hoff. Tekanan osmotik suatu larutan dapat dibalikkan dengan cara menerapkan tekanan dari luar yang nilainya lebih besar dari tekanan osmotik larutan. 5. Tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan oleh fasa uap suatu zat cair yang membentuk keadaan kesetimbangan dengan cairannya. Plarutan = Xpelarut Popelarut 6. Terdapat empat sifat fisika larutan yang tergolong sifat koligatif larutan yaitu: penurunan tekanan uap. Besarnya penurunan titik beku larutan adalah Δ Tb = Kb x m. Diagram fasa adalah suatu cara untuk menyatakan perubahan wujud suatu zat secara diagram berdasarkan suhu (°C) dan tekanan (atm). Nilai tekanan uap larutan dinyatakan dengan Hukum Raoult. Tekanan uap suatu larutan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. kenaikan titik didih. penurunan titik beku. 2. 9. dan tekanan osmotik. Besarnya kenaikan titik didih (ΔTd) dinyatakan dengan rumus: Δ Td = Kd x m 8. 4.

pemanfaatan garam untuk menurunkan titik beku es atau salju dan penggunaan infus di rumah sakit. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari sifat koligatif larutan? Sifat Koligatif Larutan 23 . Anda telah mengetahui perbedaan antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dan larutan elektrolit yang dapat memperdalam pemahaman Anda mengenai sifat koligatif itu sendiri. Kemudian. Selain itu. sekaligus membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan berpikir analisis. diskusikan dengan teman atau guru Anda.Peta Konsep Sifat Koligatif Larutan terdiri atas Larutan nonelektrolit Larutan elektrolit dipengaruhi oleh Faktor van’t Hoff (i) terdiri atas Penurunan tekanan uap ΔP = Xterlarut P°pelarut Kenaikan titik didih ΔTd = Kd m Penurunan titik beku ΔTb = Kb m Tekanan osmotik π=MRT menjadi dasar Pemurnian air dengan osmosis balik Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 1 ini? Bagian manakah dari materi Bab 1 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Anda dapat memahami sifat koligatif larutan baik larutan nonelektrolit maupun elektrolit. Misalnya. Anda juga dapat memahami hubungannya dengan perhitungan massa molekul relatif suatu zat. Dengan mempelajari bab ini. Pemahaman mengenai sifat koligatif dapat diaplikasikan secara langsung pada beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari.

. 3..40 m B. 6. 171 g E. A. A.05 m D. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. C6H12O6 D.50 m C.10 molal) adalah . 5.98 g mL–1 pada 20°C. harga X adalah ….Evaluasi Kompetensi Bab 1 A. 7. A. 754.05 m D. pelarut dan zat terlarut yang tidak bercampur E. 8. 0. Konsentrasi metanol dalam larutan (dalam persen berat metanol) adalah …. Zat nonvolatil berikut akan mempunyai tekanan uap larutan paling rendah jika dilarutkan dalam pelarut benzena(diketahui jumlah gram terlarut sama). A.69 B. Ebtanas 2000: Sebanyak X g C2H6O2 (Mr =62) dilarutkan ke dalam 468 g air (Mr =18) sehingga tekanan uap jenuh larutan pada suhu 30°C = 28. dengan massa jenis 0. 0. 757. Jika 30 g dari masing-masing zat berikut dilarutkan dalam 1 kg air.. 0. 0..96 m B. 775.50) maka jumlah gula (Mr = 342) yang harus dilarutkan adalah …. adanya komponen pelarut dalam fasa uap D. 0. 0. 18 g C.3 D.25 m Tekanan uap larutan adalah …. 0. 90 g B. kemolalan larutan yang terbentuk adalah …. 50% D. A. Titik beku suatu larutan nonelektrolit dalam air adalah –0. A. (NH2)2CO 13.. 17. pada suhu tersebut tekanan uap larutan adalah ….05 m D. Molalitas larutan adalah …. 64% Larutan etanol dalam air adalah 12% berat etanol.2 mmHg 11.12 m E.9 C. sama untuk setiap pelarut D. adanya zat terlarut yang mudah menguap B. A. 0. 0. C12H22O11 B. 86 g 12.. CH3OCH3 C. C6H12O6 16.10 m E.14°C. CuSO4 E. yaitu . 2. Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan sama = 0. penurunan gaya tarik antarmolekul Besarnya penurunan tekanan uap larutan …. C6H5OH 15. A. Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah …. A. 684 g D. A. 179 g 10. 80% C. C3H8O3 E. CS(NH3)2 D. A. 1.5 mmHg C. sama pada setiap temperatur C. 2. 0. Kemolalan etanol dalam larutan adalah …. A.1 mmHg D. NiCl2 B. 60% E.. C2H5OH D. C6H12O6 14.. C6H6O2 C.1 mmHg B. C12H22O11 D. (CH3)2(OH)2 E. zat yang akan memberikan larutan dengan titik didih paling tinggi adalah. A. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100. bergantung pada jenis zat terlarut 9. 0. C2H6O2 E. Ebtanas 1999: Tekanan uap jenuh air pada 100°C adalah 760 mmHg. 12. 0.55 m Kemolalan larutan yang dibuat dari 0. bergantung pada jumlah pelarut E. A.1°C pada tekanan 1 atm (Kd = 0.2 m Sebanyak 11 g MgCl2 dilarutkan dalam 2 kg air. Jika pada suhu itu tekanan uap air murni 31. 75% B. 745.. 24 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tekanan di atas larutan B..5 E. 270 g E. 0.10 m E. Jika18 g glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air (Mr =18). 358 g D. NH4NO3 C. C6H12O6 C.00 m C.1 mol NaOH dalam 500 g air adalah….2 mmHg E.45 m B. C8H10 B. 342 g C. 0. 0. 0. berbanding lurus dengan fraksi zat terlarut B. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan larutan Peristiwa berkurangnya tekanan uap larutan terjadi akibat ….50 m C. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan zat terlarut E. adanya zat terlarut yang sukar menguap C. Zat-zat berikut akan memiliki kenaikan titik didih paling tinggi jika dilarutkan dalam air dengan berat yang sama adalah. 4. 0. tekanan pelarut murni di permukaan larutan C. CH3OH B. A..5. 2.8 mmHg.62 mmHg.1 g B.2 UMPTN 1998: Fraksi mol larutan metanol (CH3OH) dalam air adalah 0. tekanan yang diberikan oleh komponen larutan dalam fasa uap D. 772.

3. 19 E. A. 204 B. E.. Jika suhu dinaikkan dari titik K ke titik L pada tekanan tetap 0.17. B – C E.5 atm. 0. 30.0 atm 23. I – J C. A. 2.80 atm E.6 Ebtanas 2000: Pada suhu 27oC. B – C E. 1. A. D – E Sifat Koligatif Larutan 25 . A.5 B. C9H6 D. Perubahan daerah titik beku larutan pada diagram fasa tersebut.14 m E.. B E. D B. 18.200 g air sebanyak .8 g zat nonelektrolit dilarutkan ke dalam 200 g air. 22. A. 100 D. kondensasi 27.46 atm C.2 E. 0. 4. C. 21. 0.33oC. Tekanan osmotik larutan yang terjadi sebesar …. 1 larutan kedua 3 3 kali larutan kedua 2 larutan kedua 3 sama dengan kedua 3 larutan kedua 2 Untuk menjawab soal nomor 24 sampai dengan 28. A – B D. F C.5 g suatu zat yang rumus empirisnya (C3H2)n dalam 400 g benzena adalah 4.15 m D. 20 g Konsentrasi larutan suatu polipeptida (pembentuk protein) dalam air adalah 10–3 M pada suhu 25oC.00 m C. 1 atm D A N Cair Padat 0. 186 Sebanyak 30 g zat nonelektrolit (Mr = 40) dilarutkan dalam 900 g air. tekanan osmotik larutan pertama …. C15H10 E. penguapan D.39 atm B.1 g dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. D. Jika penurunan titik beku larutan 0. 24. Agar diperoleh penurunan titik beku setengah dari titik beku tersebut. 0. A. yang merupakan daerah perubahan titik didih adalah …. pembekuan C. sukrosa C12H22O11 (Mr = 342) sebanyak 17. A. A. 20 Titik beku larutan yang dibuat dengan melarutkan 20. 10 g D.55°C. A. C6H4 C. A. 18. Pada suhu yang sama. A. perhatikanlah diagram fasa berikut. proses yang terjadi adalah …. G – H B. 15 g E. zat tersebut harus ditambahkan ke dalam 1. R = 0.082 L atm mol–1 K–1... C3H2 B. Larutan lain diperoleh dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr= 180) dalam satu liter air. A..05 g C. 50 C.90 atm D.075 m Ebtanas 1998: Sebanyak 1. C18H12 Sebanyak 0. A. Dari diagram fasa tersebut yang merupakan titik didih normal air adalah. proses yang terjadi adalah …. 18 D.0245 D. Menurut diagram fasa tersebut. sublimasi D. 0.. 21 B. Rumus molekul senyawa tersebut adalah ….. 156 C. A D. penguapan 26.760 E. 1. D – E 25.5 atm K B E Gas GH I J T°C L C F 24. Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 6 g urea (Mr = 60) ke dalam satu liter air. 83. Massa molekul zat tersebut adalah …. titik bekunya –1. yaitu antara . G – H B. Titik beku benzena murninya adalah 5. 22 C. Tekanan osmotik larutan ini adalah …. kondensasi C.45 g suatu zat dilarutkan dalam 30 g air.48°C. 45 g B.. 0. I – J C.86 oC m–1) maka massa molekul relatif zat tersebut adalah …. A – B D. 0. Jika suhu dinaikkan dari titik D ke titik N pada tekanan tetap 1 atm. pembekuan E.. peleburan E.86 m B. peleburan B.93oC (Kb air = 1. sublimasi B. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0. 20.15°C. C 28. B. 19.

0. Berapakah fraksi mol dan kemolalan toluena? Hitunglah tekanan uap larutan dan tekanan osmotik suatu larutan 10% sukrosa pada suhu 25°C. 33. konsentrasi molal larutan C. Umumnya. dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama. Ebtanas 1997: Data percobaan penurunan titik beku: Larutan NaCl NaCl CO(NH2)2 CO(NH2)2 C6H12O6 Konsentrasi (molal) 0. Ebtanas 1999: Larutan NaCl 0. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida. Dengan asumsi bahwa massa jenis larutan adalah 1.86°C m–1.04 g mL–1. 0. larutan 5. A. Larutan 19 gram NaCl dalam 250 g air mempunyai derajat ionisasi 0. 2. Derajat ionisasi zat elektrolit ini adalah . 1. larutan sukrosa 5. Jika massa jenis benzena = 0.138 g tiroksin dalam 25 g benzena memberikan tekanan osmotik sebesar 1. Tiroksin adalah salah satu jenis hormon yang mengontrol metabolisme tubuh dan dapat diisolasi dari kelenjar tiroid. Suatu asam HA 0. larutan 1 molal glukosa E.8% glukosa dalam air C.488°C. tekanan osmotik urea paling besar B.874 g cm–3). tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea. derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut adalah ….74 oC. Hitunglah massa etilen glikol (C2H6O2) yang terdapat dalam 1. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 mL toluena (C6H5CH3.4 molal membeku pada –1.15 gram senyawa tersebut dilarutkan dalam 75 gram benzena memberikan kenaikan titik didih sebesar 0.275°C.… A. Berapakah derajat ionisasi asam tersebut? 26 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Larutan 5. 1. C.83. jenis zat terlarut B. larutan 0. 8. Pernyataan yang benar adalah .1 0. 4. Jika harga Kb = 1. jumlah partikel zat terlarut 30. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. jenis partikel zat terlarut E.8787 g mL–1.0 g cm–3. ρ =0. desinfektan yang dipasarkan adalah 3.25 m dalam air membeku pada suhu –0.867 g cm–3) dan 125 mL benzena (C6H6. 0% C.… A. Larutan yang mengandung 1.02 D. hitunglah tekanan uap larutan tersebut. tekanan osmotik asam propanoat paling besar. ρ =0. misalnya urea. 6. Massa jenis larutan tersebut adalah 1. hitunglah kemolalan dan fraksimol H2O2. hitunglah massa molekul tiroksin. semua tekanan osmotik larutan sama.… A.05 E. A. Hitunglah massa molekul suatu senyawa.24 atm pada 20°C. jenis pelarut D.88 B. larutan 4 molal glukosa 5.1 0. 0.000 g air untuk menurunkan titik beku larutan hingga –10°C.1 Titik Beku (°C) –0. 100% B.744 –0.2 molal sukrosa D. 31.29.651. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama. 90% D. Titik bekunya adalah –0.76 mmHg.372 –0. dan tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 23.2 0. D. asam propanoat.2 0.8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan .00 C. jika 1.186 –0.8% dalam air B. E. 7. 3.186 Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku bergantung pada ….0% (berat) larutan H2O2 dalam air.372 –0. Sebanyak 20 g zat elektrolit biner (Mr= 100) dilarutkan dalam 500 g air. Jika tekanan uap air pada suhu tersebut adalah 20 mmHg. 75% 32. 0. 50% E.50 B.

menjelaskan reaksi oksidasi reduksi dalam sel elektrolisis. Bagaimanakah prinsip redoks dalam sel elektrokimia. Masih ingatkah Anda apa yang dimaksud dengan reaksi spontan? Reaksi spontan terjadi karena adanya perbedaan kemampuan afinitas elektron antarpereaksi dalam baterai. Aliran elektron inilah yang bertindak sebagai sumber tenaga listrik sehingga kalkulator dapat digunakan untuk menghitung. Penyetaraan Reaksi Redoks B. bukan? Bagaimanakah kalkulator dapat bekerja? Sumber tenaga apakah yang bekerja pada kalkulator? Anda tentu telah mempelajari prinsip-prinsip reaksi redoks di kelas X.org Kalkulator bekerja karena terjadinya proses reaksi redoks. A.Bab 2 Sumber: www. Korosi dan Pengendaliannya 27 .mpbdp. Sel Elektrokimia C. Anda akan mempelajari kembali dan memahami lebih dalam tentang reaksi redoks berdasarkan perubahan biloks. Setelah mempelajari bab ini. penjual sayuran di lingkungan tempat Anda tinggal juga sering menggunakan kalkulator. Reaksi redoks dapat menjelaskan mengenai proses yang terjadi dalam sel elektrokimia. Apakah Anda sering menggunakan kalkulator untuk menghitung? Tidak hanya Anda. dan korosi. Reaksi ini menyebabkan terjadinya aliran elektron. Sel Elektrolisis D. Reaksi Redoks dan Elektrokimia Hasil yang harus Anda capai: menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari. menerapkan Hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit. dan korosi? Anda dapat mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Anda harus mampu: • • • menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industri. sel elektrolisis. Pada bab reaksi redoks dan elektrokimia. sel elektrolisis.

setiap atom yang mengalami perubahan biloks harus disetarakan dengan cara mengubah koefisien reaksinya. sedangkan metode setengah reaksi melibatkan pelepasan dan penerimaan elektron. Pada persamaan reaksi tersebut.1 Serbuk seng dimasukkan ke dalam larutan HCl akan terjadi reaksi redoks yang spontan. Oleh karena ada dua atom Cu. Penyetaraan Reaksi Redoks Persamaan reaksi yang melibatkan redoks biasanya sukar untuk disetarakan dengan cara biasa sebagaimana Anda pelajari di Kelas X. 2. yakni kenaikan biloks atom teroksidasi harus sama dengan penurunan biloks atom tereduksi. Kegiatan Inkuiri Apakah semua reaksi melibatkan perubahan bilangan oksidasi? Berikan contoh reaksinya. tetapi memerlukan metode khusus. yaitu metode perubahan biloks (P ) dan metode setengah reaksi. +5 +1 +2 +2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Sumber: Chemistry: The Central Science. Perubahan biloks atom-atom pada reaksi tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk diagram berikut. Ada dua metode untuk menyetarakan reaksi redoks.Tes Kompetensi Awal 1. A. Apa yang dimaksud dengan reaksi redoks? Jelaskan secara lengkap berdasarkan perkembangan konsepnya. Metode PBO melibatkan perubahan biloks. –5 –3 –2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 +2 +4 28 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tetapi disetarakan pada tahap akhir untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. ⎯→ Zn + 2H+ ⎯ Zn2+ + H2 Berdasarkan prinsip kekekalan muatan.2000 Gambar 2. 1. → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Atom yang mengalami perubahan biloks dapat ditentukan melalui pemeriksaan setiap atom. Hubungkan dengan perpindahan elektron yang terjadi. kenaikan total biloks Cu adalah 2 satuan. Pada atom Cu. Dari hasil ini diketahui bahwa atom N dan Cu mengalami perubahan biloks. biloks atom N berubah dari +5 menjadi +2 (terjadi penurunan biloks sebesar 3 satuan). Apa yang dimaksud dengan perubahan biloks? Apa yang dimaksud dengan oksidator dan reduktor. Metode PBO Metode ini didasarkan pada kekekalan muatan. 3. terjadi perubahan biloks dari +1 menjadi +2 (terjadi kenaikan biloks). Atom yang tidak mengalami perubahan biloks tidak perlu disetarakan pada tahap penyetaraan biloks. Perhatikanlah persamaan reaksi berikut.

Atom N dikalikan dengan faktor 2 sehingga diperoleh: –3 × (–2) → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 × (3) Persamaan reaksi menjadi: → 2HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Walaupun atom N yang mengalami perubahan biloks telah disetarakan. 4.Oleh karena kenaikan biloks Cu harus sama dengan penurunan biloks N maka atom Cu harus dikalikan dengan faktor 3. tetapi ada atom N lain yang muncul sebagai ion NO3– dalam senyawa Cu(NO3)2. Sumber: Chemistry: The Central Science. Tentukan biloks semua atom untuk mengetahui atom-atom mana yang mengalami perubahan biloks. reaksi-reaksi kimia yang melibatkan reaksi redoks dapat disetarakan. samakan atom H atau O pada kedua ruas dengan mengubah koefisien H2O. Contoh 2. baik massa maupun muatannya. 1. tetapi molekul H2O belum setara. Tentukan perubahan biloks. yang dikalikan dengan koefesien reaksinya. Nilai perubahan ini merupakan faktor penyetara. 3. Tambahkan koefisien pada pasangan tersebut jika terjadi perbedaan jumlah atom (seperti pada atom Cu). 6. Zn(s) + 2HNO3(aq) ⎯⎯ Zn(NO3)2(aq) + H2 (g) → Setarakan persamaan tersebut dengan metode PBO. Tahap-tahap untuk menyetarakan persamaan reaksi dengan cara PBO adalah sebagai berikut. 2.1 Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode PBO Logam seng bereaksi dengan asam nitrat menurut reaksi berikut. baik reduktor maupun oksidator. kekurangan 12 ion NO3– disetarakan dengan menambahkan 12 molekul HNO3 pada ruas kiri sehingga persamaan menjadi: → 14HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Atom N dan Cu sudah setara. reduktor dan produknya menggunakan diagram seperti pada contoh. Periksalah apakah persamaan sudah setara. Persamaan reaksi menjadi: 14HNO3(aq) + 3Cu2O(s) ⎯⎯ 6Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 7H2O( ) → Dengan demikian. Untuk memenuhi kekekalan massa.2 Amonium dikromat mengalami reaksi auto-redoks (disproporsionasi). Untuk menyetarakannya. Setarakan atom-atom lain yang tidak mengalami reduksi dan oksidasi untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. 2000 Gambar 2. (NH4)2Cr2O7 → N2 + 4H2O + Cr2O3 Kata Kunci • • • • • • Perubahan biloks (PBO) Metode setengah reaksi Hukum Kekekalan Muatan Hukum Kekekalan Massa Oksidator Reduktor 5. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 29 . Pasangkan oksidator dan produknya.

4Zn(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 (aq) + NH4NO3(aq) + 3H2O( ) → Tahap 6 Periksalah apakah persamaan di atas sudah memenuhi kekekalan massa dan muatan. baik muatan maupun massanya. Masing-masing setengah reaksi disetarakan. Untuk mengetahui jumlah elektron yang ditransfer dilakukan pemisahan persamaan ke dalam dua setengah reaksi. Metode Setengah Reaksi Penyetaraan persamaan redoks dengan metode setengah reaksi didasarkan pada transfer elektron. yaitu: a. Pada reaksi ini atom Zn dan N 0 +5 +2 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 2–3 Menentukan pasangan oksidator dan reduktor serta menyetarakan jumlah atomnya. –8 × (–1) Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → +2 × (4) Hasil penyetaraan muatan adalah 4Zn + HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 5 Setarakan atom-atom yang lain dengan cara memeriksa jumlah atom-atomnya. Atom N: ada 10 atom N di ruas kanan. Metode setengah reaksi: 8H + MnO + 5e ⎯ ⎯→ Mn2+ + 4H2O (suasana asam) elektron yang terlibat = 5e– Metode bilangan oksidasi (biloks): + – 4 – 4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Atom O: ada 30 atom O di ruas kiri dan 27 atom O di ruas kanan. 3 elektron D. 2. dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima 5 elektron. Reaksi Redoks dalam Suasana Asam Tinjau reaksi ion MnO 4– dan Fe 2+ dalam suasana asam dengan persamaan kerangka sebagai berikut. Memisahkan persamaan kerangka ke dalam dua setengah reaksi.. MnO4– + Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + Fe3+ → Tahap-tahap penyetaraan dengan metode ini adalah sebagai berikut. kemudian digabungkan kembali untuk memperoleh persamaan reaksi redoks yang setara. 2 elektron C. tambahkan 9 HNO3 di ruas kiri agar atom N sama dengan ruas kanan. Mahir Menjawab Jika KMnO 4 bereaksi dengan H2C2O4dalam suasana asam. tambahkan 3 H2O di ruas kanan sehingga jumlah atom O sama. Dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima . 4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 + 3H2O → Atom H juga harus disetarakan dengan cara memeriksanya di kedua ruas. b. 1. A. (D) SPMB IPA 2006 30 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .Jawab: Tahap 1 Menentukan atom yang mengalami perubahan biloks. Persamaan reaksi yang sudah setara dan lengkap dengan fasanya adalah sebagai berikut. KMnO4 ⎯ MnSO4 ⎯→ +7 +2 5e – Jadi. a.. 7 elektron Pembahasan Ada dua cara penyelesaian. 1 elektron B. Setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi. 5 elektron E. + 5 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → 0 +2 Tahap 4 Menentukan nilai perubahan biloks dan menyetarakannya. sebagian hasilnya adalah MnSO4 dan CO2..

Penyetaraan Setengah Reaksi Reduksi Pada setengah reaksi reduksi. atom Mn disetarakan dengan cara menyamakan koefisien pereaksi dan produknya.3 Reaksi oksidasi asam oksalat oleh KMnO4 dalam suasana asam 5C2O42– + 2MnO4– + 16H+ → 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O Contoh 2. Sumber: Chemistry: The Central Science. tambahkan lima elektron pada ruas kiri. Menyetarakan muatan listrik (kekekalan muatan) dengan cara menambahkan elektron pada ruas kiri (untuk reaksi reduksi) dan ruas kanan (untuk reaksi oksidasi). → MnO4– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Kelebihan atom H di ruas kanan disetarakan dengan menambahkan asam (ion H+) pada ruas kiri (ingat suasana asam). c. Penyetaraan atom O dilakukan dengan menambahkan H2O pada ruas kanan. Penyetaraan Setengah Reaksi Oksidasi Setengah-reaksi oksidasi untuk besi sudah setara ditinjau dari jumlah atom. Jadi. baik muatan maupun massanya. 4. b. Penghilangan elektron dapat dilakukan dengan perkalian silang jumlah elektronnya. → (×1) MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O 2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– → Fe (×5) Persamaan akhir menjadi: → MnO4– + 8H+ + 5Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara. Untuk menyetarakannya. → Fe2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– (setengah reaksi oksidasi) Tahap akhir adalah menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menghilangkan elektron dalam kedua setengah reaksi sebab elektron tidak muncul dalam persamaan reaksi netral.2 Penyetaraan Persamaan Redoks dalam Suasana Asam dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi redoks berikut menggunakan metode setengah reaksi yang diasumsikan terjadi dalam suasana asam. → CH3OH + Cr2O72– ⎯⎯ CH2O + Cr3+ Jawab: Tahap 1 → CH4O ⎯⎯ CH2O 2– ⎯⎯ → Cr3+ Cr2O7 (reaksi oksidasi) (reaksi reduksi) Reaksi Redoks dan Elektrokimia 31 . Menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menyetarakan persamaan reaksi. 3. → MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O (setengah reaksi reduksi) Periksalah apakah persamaan sudah setara muatan dan massanya.2. → MnO4– ⎯⎯ Mn2+ (reaksi reduksi) 2+ ⎯⎯ → Fe3+ (reaksi oksidasi) Fe Menyetarakan jumlah atom-atomnya sesuai Hukum Kekekalan Massa.2000 Gambar 2. → MnO4– + 8H+ ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Muatan listrik di ruas kiri ada +7 dan di ruas kanan ada +2. tambahkan satu elektron pada ruas kanan persamaan. tetapi muatannya belum setara.

elektron yang berpindah tersebut akan melalui suatu rangkaian reaksi yang dinamakan rantai transpor elektron. Di dalam mitokondria. kekekalan muatan dan massa terpenuhi. Tinjaulah reaksi berikut yang dilakukan dalam suasana basa. terjadi pelepasan energi yang digunakan untuk mensintesis molekul bernama ATP (Adenosin Trifosfat). untuk menyetarakan atom O atau H. bekerja. d. Persamaan kerangkanya: → MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO4 2– Jawab: Tahap 1 → MnO4– ⎯⎯ MnO2 (reaksi reduksi) → SO3 2– ⎯⎯ SO4 2– (reaksi oksidasi) Tahap 2 → MnO4– + 4H+ ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ → SO3 + H2O 4 Tahap 3 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O → SO3 2– + H2O ⎯⎯ SO42– + 2H+ + 2e– 32 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tahukah Anda bagaimana tubuh kita dapat melakukan semua aktivitas tersebut? Berasal darimanakah energi yang kita gunakan? Ketika makanan diuraikan di dalam sel tubuh. Contoh 2. Cirinya adalah penambahan ion H+ ketika penyetaraan. untuk menyetarakan atom O dan H ditambahkan OH– pada kedua ruas persamaan. → MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO42– Caranya sama seperti dalam suasana asam.3 Penyetaraan Reaksi Redoks dalam Suasana Basa dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi berikut menggunakan metode setengah reaksi dalam suasana basa. terjadi pemindahan elektron yang berasal dari glukosa dan molekul makanan lainnya. Akan tetapi. setelah reaksi digabungkan. Di akhir rangkaian tersebut.Sekilas Kimia Reaksi Redoks dan Kehidupan Olah raga. oksigen mengoksidasi elemen terakhir rantai transpor elektron sehingga terbentuk air. Tahap 2 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ → Cr2O72– + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 3 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– → Cr2O72– + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 4 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– 2– → Cr2O7 + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Pemeriksaan muatan dan massa: Evaluasi Muatan Atom C Atom H Atom O Atom Cr Ruas Kiri 6+ 3 20 10 2 (× 3) (× 1) → 3CH4O + Cr2O72– + 8H+ ⎯⎯ 3CH2O + 2Cr3+ + 7H2O Ruas Kanan 6+ 3 20 10 2 Dengan demikian. dan belajar merupakan kegiatan rutin yang Anda lakukan. Ketika rantai transpor elektron berlangsung. yaitu molekul pembawa energi di dalam makhluk hidup. Proses aliran elektron tersebut dinamakan respirasi. Reaksi Redoks dalam Suasana Basa atau Netral Penyetaraan reaksi di atas terjadi dalam suasana asam. Bagaimana menyetarakan reaksi redoks dalam suasana basa atau netral? Penyetaraan setengah-reaksi dalam suasana basa atau netral dilakukan dengan menambahkan basa (ion OH–).

Persamaan kerangkanya: → I2 + HNO3 ⎯⎯ HIO3 + NO2 Setarakan persamaan reaksi tersebut dengan metode PBO. 3. Perangkat atau instrumen untuk membangun energi listrik dari reaksi kimia dinamakan sel elektrokimia. Mn + NaBiO3(s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– ⎯⎯ AsH (g) + Zn2+ → c. HIO3 dapat dibuat melalui reaksi iodin. Oleh karena di ruas kanan ada H2O maka terjadi penghilangan H2O pada salah satu ruas sehingga persamaan menjadi: → 2MnO4– + H2O + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + 3SO42– + 2OH– Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara sesuai kaidah kekekalan. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b. Asam iodat. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+(aq) + NO(g) Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah-reaksi. Pengetahuan adanya transfer elektron memberikan manfaat dalam upaya mengembangkan sumber energi listrik alternatif sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. Br +MnO4 2 → e. 1. Tes Kompetensi Subbab A → a. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) → f. Evaluasi Muatan Atom Mn Atom S Atom O Atom H Ruas Kiri 8 2 3 18 2 Ruas Kanan 8 2 3 18 2 Kata Kunci • • Reaksi redoks dalam suasana asam Reaksi redoks dalam suasana basa Kegiatan Inkuiri Bandingkan kelebihan dan kelemahan antara metode PBO dan metode setengah reaksi dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks. H3AsO4(aq) + Zn(s) 3 – ⎯⎯ – → Br ( ) + Mn2+ d. 2. I2 dengan asam nitrat pekat. Sel Elektrokimia Dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron dari reduktor ke oksidator. → a. Persamaan menjadi: → 2MnO4– + (2H+ + 2OH–) + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– + 2OH– – + Penambahan OH akan menetralkan H menjadi H2O. B. Cl2(g) → c. Gas klor kali pertama dibuat oleh Scheele pada 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. Persamaan reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakan reaksi tersebut dengan metode PBO. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 33 . Fe(OH)2(s)+ H2O2( ) ⎯⎯ Fe(OH)3(s) + H2O( ) Kerjakanlah di dalam buku latihan. Untuk menetralkannya tambahkan 2OH– pada kedua ruas persamaan. 4. Bidang ilmu yang mempelajari energi listrik dalam reaksi kimia disebut elektrokimia. MnO4 + S2 → e. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(g) + AlO2– – – ⎯⎯ → MnS(s) + S(g) d. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) 2+ → b.Tahap 4 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ + 2e– → SO3 + H2O 4 (× 2) (× 3) → 2MnO4– + 2H+ + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– Pada persamaan di atas terdapat 2H+.

Hubungkan logam Zn ke kutub negatif dan logam Cu ke kutub positif dari voltmeter (rangkaian luar).1.4. Kedua tempat tersebut dihubungkan melalui rangkaian luar (aliran muatan elektron) dan rangkaian dalam atau jembatan garam (aliran massa dari ion-ion). sel volta pun dapat dirancang menjadi dua tempat. Pertanyaan 1. Masukkan 200 mL larutan Zn(NO3)2 1 M dan logam seng (elektrode Zn) ke dalam gelas kimia 1.1 Prinsip Kerja Sel Volta Tujuan Untuk mengetahui potensial dan prinsip kerja dari sel volta. Berapakah potensial sel yang terukur dari percobaan tersebut? 2. Sel Volta Di Kelas X.5). Persamaan reaksi ionnya: → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) → Cu(s) Persamaan reaksi setengah selnya: → Pada elektrode Zn: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Pada elektrode Cu: Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 34 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . reaksi akan terjadi hanya sesaat dan seketika itu juga reaksi berhenti. Kemudian. 3. Jika kedua rangkaian dihubungkan.5 Proses pembentukan energi listrik dari reaksi redoks dalam sel volta. Hubungkan kedua larutan dalam gelas kimia dengan jembatan garam (rangkaian dalam). Aktivitas Kimia 2. buatlah laporannya. Pada percobaan tersebut. Tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada setiap setengah-reaksi sel. Reaksi akan berjalan terus jika rangkaian dalam Elektrode Cu (jembatan garam) dihubungkan. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. 4. Elektrode Zn 4. Cu(NO3)2 1 M Rangkaian luar Voltmeter Sumber: Sougou Kagashi Gambar 2. Oleh karena reaksi redoks dapat dipisahkan menjadi dua setengah reaksi. Elektrode Cu 5. Elektrode Zn Voltmeter NO3– Na+ Jembatan garam NO3– Zn2+ NO3– Zn(s) NO3– NO3– Cu2+ Cu2–(aq) + 2e– → Zn 2+ (aq) + 2e– Gambar 2. Zn(NO3)2 1 M 2. reaksi tidak akan terjadi jika tidak ada hubungan baik secara rangkaian luar maupun rangkaian dalam. yakni tempat untuk reaksi oksidasi dan tempat untuk reaksi reduksi. Mengapa terjadi beda potensial antara elektrode Zn dan Cu? 4. Gelas kimia 2. Anda sudah belajar merancang-bangun sel volta sederhana untuk memahami bahwa dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron yang menghasilkan energi listrik.4 Sel volta sederhana Rangkaian dalam Langkah Kerja 1. Jika hanya rangkaian luar yang dihubungkan. Voltmeter Bahan 1. 3. 2. Pasang alat sel volta dalam setiap kelompok kerja Anda. Alat 1. Masukkan 200 mL larutan Cu(NO3)2 1 M dan logam tembaga (elektrode Cu) ke dalam gelas kimia 2. Simpulkan hasil pengamatan percobaan yang kelompok Anda lakukan. Gelas ukur 3. akan terjadi reaksi redoks di antara kedua setengah sel itu (lihat Gambar 2.

Kelebihan elektron pada elektrode Cu akan diterima oleh ion Cu2+ yang disediakan oleh larutan Cu(NO3)2 sehingga terjadi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu(s). Penulisan Reaksi dari Notasi Sel Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut. U pipe which contains the solution of NaNO3 or KNO3 gel. Demikian juga dalam larutan CuSO4 akan kelebihan ion NO3– sebab ion pasangannya (Cu2+) berubah menjadi logam Cu yang terendapkan pada elektrode Cu. Ketika reaksi berlangsung. Misalnya. tanpa jembatan garam reaksi berlangsung hanya sesaat sebab kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks tidak ada yang menetralkan dan akhirnya reaksi berhenti seketika. 2. Cu2+(aq) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Reaksi pada anode dituliskan terlebih dahulu (sisi kiri) diikuti reaksi pada katode (sisi kanan). Pipa U yang berisi larutan NaNO3 atau KNO3 berupa gel. Catatan Note Jembatan garam dapat dibuat dari: a. Dalam sel elektrokimia. Kedua sisi dipisahkan oleh dua buah garis yang menyatakan rangkaian dalam dan rangkaian luar. jembatan garam berfungsi menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks. Misalnya. Fe(s) Fe2+(aq) Sn2+(aq) Sn(s) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Jadi. garis tunggal antara elektrode dan larutan menyatakan batas fasa (padat dan cair). Notasi Sel Elektrokimia Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrokimia dituliskan dengan aturan tertentu. Sumbu kompor yang dibasahi terus-menerus dengan larutan NaNO3 selama percobaan (ditetesi NaNO3 secara kontinu). dalam larutan Zn(NO3)2 akan kelebihan ion Zn2+ (hasil oksidasi). sel elektrokimia yang tersusun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4 dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. b. Aturan penulisan selnya sebagai berikut. Zn(s) + Cd2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cd(s) → Reaksi Redoks dan Elektrokimia 35 . Salt bridge could be established by: a. Kelebihan ion Zn2+ akan dinetralkan oleh ion NO3– dari jembatan garam. apakah ada jembatan garam? Apa yang menjadi jembatan garamnya? 2. Cu2+(a ) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Anode Rangkaian Katode Kata Kunci • • • • Sel elektrokimia Rangkaian luar Rangkaian dalam (Jembatan garam) Elektrode (terminal sel) Terminal sel atau elektrode dituliskan di ujung-ujung notasi sel.Logam Zn akan teroksidasi membentuk ion Zn2+ dan melepaskan 2 elektron. Kedua elektron ini akan mengalir melewati voltmeter menuju elektrode Cu. demikian juga kelebihan ion NO3– akan dinetralkan oleh ion Na+ dari jembatan garam. untuk anode: Zn(s) Zn2+(aq) Terminal Batas fasa Larutan Contoh 2. Dengan demikian.4 1. b. Stove s wick which is soaked with NaNO3 solution constantly as long as experiment (which is droped by NaNO3 continously) Kegiatan Inkuiri Di dalam baterai komersial. tempat terjadinya reaksi oksidasi (elektrode Zn) dinamakan anode. sedangkan tempat terjadinya reaksi reduksi (elektrode Cu) dinamakan katode.

Jika pada anode terjadi reaksi oksidasi yang melibatkan gas dengan platina sebagai elektrode: H2(g) 2H+ + 2e– maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut.5 Penulisan Reaksi dari Notasi Sel (a) Tuliskan reaksi yang terjadi pada sel volta dengan notasi sel seperti berikut. Ni(s) Ni2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt 36 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . a. Pt H2(g) H+(aq) b. → Anode: Ni(s) ⎯⎯ Ni2+(aq) + 2e– → Katode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. Fe2+(aq) Reaksi setengah sel: Fe3+(aq) + e– Notasi setengah sel: Fe3+(aq). → Anode: Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Sn (aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(s) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. Fe2+(aq) Pt Contoh 2. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. → Zn(s) + Sn4+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn2+(aq) (b) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut.Jawab: 1. → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Katode: Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. aturan penulisan notasi sel volta sebagai berikut. → Fe(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + Sn(s) 2. → Ni(s) + 2H+(aq) ⎯⎯ Ni2+(aq) + H2(g) Jawab: (a) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Sn2+(aq) Pt (b) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Zn(s) Zn2+(aq) Sn4+(aq). H+(aq) H2(g) Pt Tanda baca koma dapat juga dipakai sebagai notasi untuk memisahkan ion-ion yang terdapat dalam larutan yang sama atau memiliki fasa yang sama dengan elektrode logam mulia seperti Pt. Zn(s) Zn2+(aq) Cd2+(aq) Cd(s) Jika dalam reaksi sel elektrokimia melibatkan fasa gas dengan logam mulia sebagai elektrodenya. → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Cd (aq) + 2e– ⎯⎯ Cd(s) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. Jika pada katode terjadi reaksi reduksi yang melibatkan gas dengan → platina sebagai elektrode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut.

a. manakah oksidator dan reduktornya? Reaksi Redoks dan Elektrokimia 37 . nilai GGL sel sama dengan perbedaan potensial kedua elektrode. GGL (Esel) = potensial reduksi + potensial oksidasi Potensial reduksi adalah ukuran kemampuan suatu oksidator (zat pengoksidasi = zat tereduksi) untuk menangkap elektron dalam setengah reaksi reduksi. Manakah yang lebih reaktif? Jika logam-logam itu dihubungkan melalui kawat. Nilai GGL sel merupakan gabungan dari potensial anode (potensial oksidasi) dan potensial katode (potensial reduksi). Contoh: → Cu2+(a ) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V 2+ – ⎯⎯ → 2Cu(s) 2Cu (a ) + 4e ECu = ECu V Gambar 2. nilai potensial selnya tetap. untuk mendorong elektron mengalir melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion di dalam larutan menuju elektrode diperlukan suatu usaha. Esel = EReduksi – EOksidasi atau Esel = EKatode – EAnode Nilai potensial elektrode tidak bergantung pada jumlah zat yang terlibat dalam reaksi. Kegiatan Inkuiri Bandingkan kereaktifan logam-logam golongan IA dan IIA. disingkat GGL. → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– Jika –EZn adalah potensial elektrode untuk setengah reaksi oksidasi. Sumber: Sougou Kagashi Catatan Note Satuan untuk gaya gerak listrik (GGL) adalah volt. Unit for electromotive force is volt.6 Baterai merupakan contoh sel elektrokimia. Oleh karena reaksi reduksi terjadi pada katode dan reaksi oksidasi terjadi pada anode maka nilai GGL sel dapat dinyatakan sebagai perbedaan potensial berikut. Berapapun jumlah mol zat yang direaksikan. +EZn adalah potensial untuk setengah sel reduksinya: → Potensial oksidasi: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– EZn = –EZn V 2+ → Potensial reduksi: Zn (aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Sel elektrokimia yang terdiri atas elektrode Zn dan Cu dengan reaksi setengah sel masing-masing: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Nilai GGL sel elektrokimia tersebut adalah Esel = ECu + (–EZn) = ECu – EZn Dengan demikian.3. Makna GGL Sel Kerja yang diperlukan untuk menggerakkan muatan listrik (GGL) di dalam sel bergantung pada perbedaan potensial di antara kedua elektrode. Potensial Elektrode dan GGL Sel Dalam sel elektrokimia. Usaha atau kerja yang diperlukan ini dinamakan aya erak istrik. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Potensial oksidasi kebalikan dari potensial reduksi dalam reaksi sel elektrokimia yang sama. Potensial oksidasi = –Potensial reduksi Tinjaulah setengah reaksi sel pada elektrode Zn dalam larutan ZnSO4. Beda potensial ini disebabkan adanya perbedaan kereaktifan logam di antara kedua elektrode. Dalam bentuk persamaan ditulis sebagai berikut.

perlu dihubungkan dengan setengah sel oksidasi. Oleh sebab itu. i.00 V ⎯⎯ E o = 0. potensial selnya sama.Catatan Note Baterai kecil dan baterai besar selama sistem selnya sama. yang dapat ditentukan hanya nilai relatif potensial sel suatu elektrode. yaitu 1. data potensial reduksi atau data potensial oksidasi. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi yang diukur pada keadaan standar.34 V = E o H Cu → 0. Menurut perjanjian IUPAC. Tombol e– Voltmeter Anode Zn e– NO 3 – Na+ – H 2(g) NO 3– Zn 2+ NO 3– bagian anode NO 3– H+ + bagian katode (elektrode hidrogen standar) 2H+(aq) + 2e– → H2(g) Zn(s) → Zn 2+(aq) + 2e– b. potensial elektrode yang dijadikan sebagai standar adalah potensial reduksi. Misalnya. Oleh karena potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar ditetapkan sama dengan nol. yaitu konsentrasi larutan M (sistem larutan) atau tekanan atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu o . IUPAC telah menetapkan elektrode standar sebagai rujukan adalah elektrode hidrogen. potensial sel yang dihasilkan akan berbeda.e 1. untuk menentukan potensial reduksi standar diperlukan potensial elektrode rujukan sebagai acuan. E°.7 Elektrode hidrogen ditetapkan sebagai elektrode standar. Dengan demikian. Nilai potensial elektrode standar ini ditetapkan sama dengan nol volt atau E o + → H = 0. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. potensial sel suatu elektrode tidak akan diketahui secara pasti.7. Contoh 2. kemudian GGL selnya diukur. 38 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Elektrode hidrogen pada keadaan standar. potensial reduksi standar untuk elektrode Cu adalah 0. melainkan salah satu saja. Untuk mengukur potensial reduksi standar tidak mungkin hanya setengah sel (sel tunggal) sebab tidak terjadi reaksi redoks. ditetapkan pada konsentrasi H+ 1 M dengan tekanan gas H2 1 atm pada 25°C. Nilai GGL sel yang terukur dengan voltmeter merupakan selisih kedua potensial sel yang dihubungkan (bukan nilai mutlak). semua data potensial elektrode standar dinyatakan dalam bentuk potensial reduksi standar. Jika salah satu elektrode dibuat tetap dan elektrode yang lain diubah-ubah.34 V Cu Cu Jadi.5 volt.6 Menentukan Potensial Elektrode Standar Hitunglah potensial elektrode Cu yang dihubungkan dengan elektrode hidrogen pada keadaan standar jika voltmeter menunjukkan nilai 0. Jadi. Potensial Elektrode Standar (E ) Oleh karena potensial oksidasi merupakan kebalikan dari potensial reduksinya maka data potensial elektrode suatu logam tidak perlu diketahui dua-duanya. Dalam hal ini.34 volt. potensial yang terukur oleh voltmeter dinyatakan sebagai potensial sel pasangannya. Potensial elektrode standar yang lain diukur dengan H 2 cara dirangkaikan dengan potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar.00 V. Small and big batteries have equal cell potensial for equal cell system. Sumber: Chemistry: The Central Science. Oleh karena itu. Berapakah nilai pasti dari potensial reduksi? Oleh karena nilai GGL sel bukan nilai mutlak maka nilai potensial salah satu sel tidak diketahui secara pasti.2000 Gambar 2. Jawab: Persamaan setengah reaksi sel yang terjadi: → Katode: Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) → Anode: H2(g) ⎯⎯ 2H+(aq) Nilai GGL sel: E°sel = E°katode – E°anode Eo 2 0.34 volt.34 V = E o – 0.5 volt.

Reaksi Redoks dan Elektrokimia 39 . semakin kuat sifat oksidatornya.1.80 0.85 0.14 –0.00 0.13 – 0.23 – 0.04 0.76 – 0. semakin negatif nilai E°sel.1 Nilai Potensial Reduksi Standar Beberapa Elektrode Reaksi reduksi Li+(aq) + e– Li(s) Na(s) Na+(aq) + e– Mg2+(aq) + 2e– Mg(s) 3+ – Al(s) Al (aq) + 3e H2(g) + 2OH–(aq) 2H2O( ) + 2e– 2+ – Zn (aq) + 2e Zn(s) 3+ – Cr (aq) + 3e Cr(s) Fe(s) Fe2+(aq) + 2e– Cd2+(aq) + 2e– Cd(s) 2+ – Ni(s) Ni (aq) + 2e Sn(s) Sn2+(aq) + 2e– Pb2+(aq) + 2e– Pb(s) Fe(s) Fe3+(aq) + 3e– H2(s) 2H+(aq) + 2e– Sn4+(aq) + 2e– Sn2+(aq) 2+ – Cu (aq) + e Cu+(aq) 2+ – Cu (aq) + 2e Cu(s) + – Cu (aq) + e Cu(s) I2(s) + 2e– 2I– (aq) Fe3+(aq) + e– Fe2+(aq) Ag+(aq) + e– Ag(s) Hg2+(aq) + 2e– Hg( ) 2Hg+(aq) + 2e– Hg2 (aq) – – Br2( ) + 2e 2Br (aq) O2(g) + 4H+(aq) + 4e– 2H2O( ) Cl2(g) + 2e– 2Cl–(aq) H2O2(aq) + 2H+(aq) + 2e– 2H2O( ) S2O82– (aq) + 2e– 2SO42–(aq) F2(g) + 2e– 2F–(aq) E°sel –3.38 –1.77 0. 1990 Kata Kunci • • • • • • Gaya Gerak Listrik (GGL) Elektrode hidrogen Potensial Oksidasi Potensial reduksi Perbedaan Potensial Potensial reduksi standar Kegiatan Inkuiri Dapatkah Anda mengukur kekuatan atau tenaga teman-teman Anda secara akurat? Bagaimana cara mengukurnya? c.52 0.34 0.6. hasilnya ditunjukkan pada Tabel 2.74 – 0.1 menunjukkan urutan kekuatan suatu zat sebagai oksidator (zat tereduksi).41 – 0. Kekuatan Oksidator dan Reduktor Data potensial reduksi standar pada Tabel 2.83 –0.87 Sumber: General Chemistry.15 0.07 1.23 1.16 0.71 –2. → Oksidator + ne– ⎯⎯ Reduktor Semakin positif nilai E°sel. semakin lemah sifat oksidatornya.36 1. potensial elektrode yang lain untuk berbagai reaksi setengah sel dapat diukur.01 2.40 –0. Sebaliknya.90 1.66 – 0.54 0.78 2. Tabel 2.04 –2.Berdasarkan Contoh 2.

→ Zn(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn(aq) Reaksi ke arah sebaliknya tidak akan terjadi sebab potensial sel berharga negatif. Jawab: Perhatikanlah data potensial reduksi pada Tabel 2. 40 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .1. Reduktor paling kuat adalah logam Li dan reduktor paling lemah adalah ion F–. Potensial reduksi standar untuk masing-masing setengah sel adalah → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) E° = –0. Sn sebagai reduktor (teroksidasi) dan Zn2+ sebagai oksidator (tereduksi). Sn(s) Sn2+(aq) Zn2+(aq) Zn(s) Apakah reaksi akan terjadi spontan menurut arah yang ditunjukkan oleh persamaan reaksi tersebut? Jawab: Pada reaksi tersebut. Contoh 2.78 V → Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 0. Sebaliknya. H2O2(aq). Zn2+ merupakan oksidator lebih kuat dibandingkan dengan Sn2+.1 untuk memperkirakan arah reaksi reduksioksidasi dalam suatu sel elektrokimia.Berdasarkan data potensial pada Tabel 2. → Cl2(g) + 2e– ⎯⎯ 2Cl– (aq) 1. Oleh karena itu.8 Menentukan Arah Reaksi dari Potensial Elektrode Standar Sel elektrokimia dibangun dari reaksi berikut.7 Menentukan Kekuatan Relatif at Pengoksidasi dan Pereduksi Urutkan oksidator berikut menurut kekuatannya pada keadaan standar: Cl2(g). Anda dapat menggunakan Tabel 2. suatu oksidator terkuat merupakan reduktor terlemah.76 V → Sn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(aq) E° = –0. Dari atas ke bawah menunjukkan urutan bertambahnya kekuatan oksidator (zat tereduksi).14 V Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika zat yang berperan sebagai oksidator lebih kuat. oksidator terkuat adalah gas fluorin (F2) dan oksidator paling lemah adalah ion Li+.1.36 V + → H2O2(aq) + 2H (aq)+ 2e– ⎯⎯ 2H2O( ) 1. dapat disimpulkan bahwa suatu reduktor paling kuat merupakan oksidator yang paling lemah.77 V Jadi. Berdasarkan pengetahuan kekuatan oksidator dan reduktor. → Reduktor ⎯⎯ Oksidator + ne– Dengan demikian. Contoh 2. reaksi akan spontan ke arah sebagaimana yang dituliskan pada persamaan reaksi. Berdasarkan nilai E°. kekuatan oksidator dari ketiga spesi itu adalah: H2O2(aq) Cl2(g) Fe3+(aq). Fe3+(aq). Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung secara spontan jika oksidatornya (zat tereduksi) memiliki potensial reduksi standar lebih besar atau GGL sel berharga positif.

76 V) = 1.41 V Dengan menyetarakan terlebih dahulu elektron yang ditransfer. Syarat bahwa sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika oksidator yang lebih kuat berperan sebagai pereaksi atau GGL sel berharga positif. E°sel = E°katode – E°anode E°sel = E°Cu – E°Zn = 0. ⎯⎯ Zn2+(aq)+ 2e– → Zn(s) E° = +0.34 V → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) E°sel = +1. Pembalikan setengah reaksi yang tepat adalah reaksi reduksi yang potensial setengah selnya lebih kecil.34 V – (–0.10 V Contoh 2. Pembalikan reaksi reduksi Zn2+ menjadi reaksi oksidasi akan mengubah tanda potensial selnya. salah satu dari reaksi tersebut dibalikkan.10 V Nilai GGL sel sama dengan potensial standar katode (reduksi) dikurangi potensial standar anode (oksidasi). Al(s) Al3+(aq) Fe2+(aq) Fe(s) Jawab: Setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode standar masing-masing adalah: → E° = –1.41 V Agar reaksi berlangsung spontan. Penentuan GGL Sel Nilai GGL sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan tabel potensial elektrode standar.9 Menghitung GGL Sel dari Data Potensial Reduksi Standar Hitunglah nilai GGL sel dari notasi sel berikut. Esel = (Ekatode – Eanode) 0 Sel elektrokimia yang dibangun dari elektrode Zn dan Cu memiliki setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode berikut.d.34 V Cu (aq) + 2e Untuk memperoleh setengah reaksi oksidasi.34 V Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Penggabungan kedua setengah reaksi tersebut menghasilkan persamaan reaksi redoks dengan nilai GGL sel positif.76 V → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) E° = +0. kemudian kedua reaksi setengah sel digabungkan sehingga nilai GGL sel akan diperoleh: Reaksi Redoks dan Elektrokimia 41 . → Zn2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Zn(s) E°= –0. → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° = +0.76 V 2+ – ⎯⎯ → Cu(s) E°= +0. Metode ini merupakan cara alternatif untuk menghitung GGL sel. Al dijadikan anode atau reaksi oksidasi. setengah-reaksi Al dan potensial selnya dibalikkan: → Al(s) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3e– E° = +1. Pada reaksi tersebut yang dibalik adalah reaksi reduksi Zn2+ sebab akan menghasilkan nilai GGL sel positif. Oleh karena itu.76 V 2+ → E° = +0.66 V → Fe2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Fe(s) E° = –0.66 V Al3+(aq) + 3e– ⎯⎯ Al(s) 2+ – ⎯⎯ → Fe(s) Fe (aq) + 2e E° = –0.

Data potensial reduksi standar untuk reaksi setengah sel adalah → Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) E° = 0. Mg2+. yakni menerapkan arus listrik searah untuk mendorong agar terjadi reaksi elektrokimia di dalam sel. Prinsip Elektrolisis Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik. Rakitlah sel volta yang dibangun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. Cd(s) Cd2+(aq) Cl+(aq) Cl2(g) Pt 5. Adapun sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. 2. Kemudian. anode (–) dan katode (+). Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi listrik.15 V 3+ – ⎯⎯ → Fe2+(aq) Fe (aq) + e E° = 0. O2. H2O. anode (+) dan katode (–). → Cd(s) ⎯⎯ Cd2+(aq) + 2e– 2+ → Pb (aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) 3. cairan. C. Cu2+. tunjukkan arah aliran elektron dan aliran ionion dalam jembatan garam. Oleh karena itu pada sel elektrolisis di anode akan terjadi reaksi oksidasi dan dikatode akan terjadi reaksi reduksi. → Cu2+(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ Cu(s) + I2(s) 8. Zat yang terurai dapat berupa padatan. Ni(s) Ni2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tunjukkan pula katode dan anodenya. Tuliskan notasi untuk sel volta dengan setengah reaksi berikut. Tuliskan reaksi sel volta secara lengkap dari notasi sel berikut. Hitunglah GGL sel yang dibangun dari sel dengan notasi berikut. Sn. 1. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel elektrolisis sama seperti pada sel volta. Pada sel volta. Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Sel Elektrolisis Sel volta menghasilkan arus listrik searah ketika reaksi redoks di dalam sel terjadi secara spontan. Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut.66 V E° = –0. Ag+. atau larutan.→ 2Al(s) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 6e– 2+ → 3Fe (aq) + 6e– ⎯⎯ 3Fe(s) E° = +1. sedangkan katode dihubungkan dengan kutub negatif. 1.41 V → 2Al(s) + 3Fe2+(aq) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 3Fe(s) E° = 1. Fe(s) Fe2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) 4. Apakah reaksi akan spontan menurut arah yang ditunjukkan dalam persamaan berikut. Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub elektrode. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel. → Fe3+(aq) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(a ) + Sn4+(a ) 6.25 V Tes Kompetensi Subbab B 7. sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya. 42 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . yaitu anode (reaksi oksidasi) dan katode (reaksi reduksi). Fe(s) Fe3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) 10. Arus listrik yang digunakan adalah arus searah (direct current = ). Manakah reaksi redoks berikut yang akan berlangsung spontan jika dilakukan pada keadaan standar? a. Urutkan kekuatan zat-zat berikut sebagai oksidator dan sebagai reduktor: Zn2+.77 V Tuliskan persamaan reaksi sel yang dapat berlangsung spontan. Al(s) Al3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) b. 9.

8. Elektrode karbon 3. Accumulator Gambar 2. Celupkan 2 buah elektrode karbon ke dalam gelas kimia besar dan isi dengan air hingga penuh. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 43 . dalam sel elektrolisis terjadi reaksi redoks. Baterai 6–12 volt 5. 5. Pasang perangkat sel elektrolisis seperti Gambar 2. Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis adalah → Anode (+) : 2H2O( ) ⎯⎯ O2(g) + 4H+(aq) + 4e– → Katode (–) : 4H2O( ) + 4e– ⎯⎯ 2H2(g) + 4OH–(aq) (oksidasi O2–) (reduksi H+) Reaksi → : 2H2O( ) ⎯⎯ 2H2(g) + O2(g) Berapakah perbandingan volume gas H2 dan O2 yang terbentuk pada kedua tabung reaksi? Berdasarkan persamaan reaksi redoks dapat diramalkan bahwa perbandingan volume gas H2 terhadap O2 adalah 2 : 1. yaitu penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2. 2.2 Elektrolisis Air Tujuan Mengetahui cara kerja dari sel elektrolisis. Gelas ukur 6.9). Alat ini dilengkapi elektrode platina dalam tabung penampung gas berskala sehingga volume gas hasil elektrolisis mudah diukur. Apa yang terjadi pada permukaan kedua elektrode? 3.8 Sel elektrolisis Ketika kedua elektrode karbon dihubungkan dengan sumber energi listrik arus searah.9 Sel elektrolisis Hoffman Gas-gas apa sajakah yang terbentuk pada setiap lengan dari sel Hoffman? Kegiatan Inkuiri Dapatkah arus listrik bolak-balik (alternating current = A ) dipakai dalam sel elektrolisis? Diskusikan di dalam kelas. Apakah terbentuk gas dalam tabung reaksi? Berapakah perbedaan volume gas dalam tabung reaksi itu? 4. 3. 4. Pertanyaan 1. Jika volume gas H2 20 mL. Air 2. Simpulkan hasil pengamatan dari percobaan yang Anda lakukan dan diskusikan dengan guru Anda. volume gas O2 adalah 10 mL. Mengapa dalam elektrolisis di atas harus ditambahkan H2SO4? 2. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis. kemudian tambahkan 1 mL larutan H2SO4 1 M. Tabung reaksi Bahan 1.Aktivitas Kimia 2. H2SO4 1M Langkah Kerja 1. Kabel e– e– Larutan Katode (–) Anode (+) Plat logam Gambar 2. 4. Tuangkan 250 mL air ke dalam gelas kimia. Hubungkan kedua elektrode itu dengan sumber arus searah (baterai atau adaptor) yang memiliki GGL sekitar 6 – 12 volt. Alat yang akurat untuk penyelidikan elektrolisis air adalah alat elektrolisis Hoffman (Gambar 2. Gelas kimia 2. Alat 1.

01 V E° = –1. Setengah reaksi oksidasi di anode: → E° = –0. Kedua ion ini bersaing dengan molekul air untuk dielektrolisis. Reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis: → Katode: 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) – ⎯⎯ I (g) + 2e– → Anode: 2I (aq) 2 → Reaksi: 2H2O( ) + 2I–(aq) ⎯⎯ H2(g) + I2(g) + 2OH–(aq) Kata Kunci • • • Elektrolisis Arus listrik Arus searah Contoh 2. ion I memenangkan persaingan sebab nilai E° lebih besar dibandingkan molekul H2O.76 V E° = –0. Di katode (+): reaksi reduksi → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH-(aq) 2H2O( ) + 2e 2 E° = –0.71 V Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH–(aq) E° = –0. gas H2 dilepaskan di katode. Setengah reaksi reduksi di katode: → E° = –2. Perkiraan ini cocok dengan pengamatan. Di katode terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion Na + (keduanya berpotensi untuk direduksi).2. di katode terjadi reduksi ion Zn2+ dan di anode terjadi oksidasi H2O. Persamaan reaksinya: → Katode: 2Zn2+(aq) + 4e– ⎯⎯ 2Zn(s) ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → Anode: 2H2O( ) 2 → Reaksi: 2ZnSO4(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2Zn(s) + O2(g) + 2H2SO4(aq) 44 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .10 Menentukan Reaksi Redoks dalam Sel Elektrolisis Tuliskan reaksi sel elektrolisis untuk larutan ZnSO4. terdapat ion Na+ dan ion I–. Jawab: Di anode terjadi persaingan antara ion SO42– dan H2O dan di katode terjadi persaingan antara ion Zn2+ dan H2O.83 V 2H2O( ) + 2e 2 Berdasarkan nilai potensialnya. terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion I– (keduanya berpotensi dioksidasi).23 V Di anode (–): reaksi oksidasi → 2SO42–(aq) ⎯⎯ S2O82–(aq) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → 2H2O( ) 2 Berdasarkan data potensial di atas. Elektrolisis Larutan Elektrolisis larutan berbeda dengan elektrolisis air. Spesi mana yang akan keluar sebagai pemenang? Pertanyaan tersebut dapat dijawab berdasarkan nilai potensial elektrode standar. Untuk mengetahui pemenangnya dapat dilihat data potensial reduksi standar. H2O lebih berpotensi direduksi dibandingkan ion Na+ sebab memiliki nilai E° lebih besar. Demikian juga di anode.54 V 2I–(aq) ⎯⎯ I2(g) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → E° = –1.83 V E° = –2. Misalnya larutan NaI.23 V 2H2O( ) 2 – Berdasarkan nilai potensial.

Secara umum. Catatan Note Massa ekuivalen zat (meq) adalah massa relatif zat per satuan muatannya. jika muatan listrik dapat dihitung maka massa zat yang bereaksi di elektrode dapat ditentukan.485 C mol –1.022 × 1023 mol–1) (1. → Katode (–) : Na+( ) + e– ⎯⎯ Na(s) → Anode (+) : Cl–( ) ⎯⎯ Untuk mereduksi satu mol ion Na+ diperlukan satu mol elektron atau diperlukan muatan sebesar satu faraday. Oleh karena itu. Besarnya muatan ini dapat ditentukan dari jumlah arus listrik yang mengalir dan lama waktu elektrolisis: = i (A) × t (detik). Tinjaulah elektrolisis lelehan NaCl. dilambangkan dengan . massa zat yang diendapkan pada suatu elektrode sebanding dengan besarnya muatan listrik (aliran elektron) yang terlibat di dalam sel. Massa ekuivalen zat yang diendapkan pada elektrode akan setara jika muatan listrik yang dialirkan ke dalam sel sama.75 2. Berdasarkan hasil penyelidikan Millikan (model tetes minyak). diketahui bahwa muatan elektron: e = 1. Stoikiometri Elektrolisis Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan banyaknya zat yang bereaksi berdasarkan jumlah muatan listrik yang digunakan dalam rentang waktu tertentu. Arus listrik dan waktu Muatan (C) atau faraday (F) 1 Cl (g) + e– 2 2 Kata Kunci • • • • Muatan listrik Hukum I Faraday Stoikiometri elektrolisis Massa ekuivalen zat Mol elektron Mol at Massa volume at Reaksi Redoks dan Elektrokimia 45 . Pernyataan ini merupakan prinsip dasar Hukum Faraday. yaitu: = 96. 5 2 = 31. yaitu: 1.485 C mol–1 Arus listrik sebesar i ampere yang mengalir selama t detik menghasilkan muatan listrik: = i × t coulomb. muatan listrik yang terjadi jika satu mol elektron ditransfer adalah = (6. besarnya muatan listrik ( ) tersebut adalah sebagai berikut. Dalam satuan Faraday.60218 × 10–19 C. Oleh karena itu. Example: → Cu2+ + 2e ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63.485 C mol–1 Nilai muatan listrik untuk satu mol elektron ditetapkan sebesar satu faraday.485 Berdasarkan Hukum I Faraday . Contoh: → Cu2+ + 2e– ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63. Dalam sel elektrokimia.75 Aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Molecule s ekuivalen mass is molecule s relative mass for each charge. Perhitungan dapat dimulai dari arus listrik yang mengalir selama waktu tetentu atau jumlah zat yang terlibat dalam reaksi redoks. Jika lelehan NaCl dielektrolisis. 5 2 = 31. ionion Na+ bermigrasi menuju anode dan ion-ion Cl– bermigrasi menuju anode. yaitu 96. muatan listrik yang terlibat dalam sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan muatan elektron yang terlibat dalam reaksi redoks pada sel elektrokimia.60218 × 10–19 C) = 96.3. Dalam sel volta maupun sel elektrolisis terdapat hubungan kuantitatif antara jumlah zat yang bereaksi dan muatan listrik yang terlibat dalam reaksi redoks. = i×t faraday 96. tahap-tahap perhitungan stoikiometri elektrolisis ditunjukkan pada diagram berikut.

2 ×10–3 mol × 63.485 C mol-1 Tahap 3: Elektron yang mengalir digunakan untuk mereduksi ion Cu2+ menurut persamaan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Jadi.10 Elektrolisis beberapa larutan yang dirangkaikan secara seri. Apakah elektrolisis beberapa larutan dapat dirangkaikan secara paralel? + 46 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dalam elektrolisis larutan CuSO4.2 A Jadi. 12. 2.200 C Tahap 2: Tentukan jumlah mol elektron yang setara dengan muatan listrik 1 mol e– = 1 faraday = 96.789 C Jumlah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit: → = i t ⎯⎯ 5. Muatan listrik yang digunakan: 0.2 × 10–3 mol.200 C = 12. jumlah ion Cu2+ yang diendapkan sebanyak 6.485 C mol–1 = 5.4 × 10–3 mol 96.06 mol e– 1mol Cu 2+ Sumber: Chemistry: The Central Science. arus listrik yang harus dialirkan selama 30 menit adalah 3.485 C mol–1 Jumlah mol elektron untuk 1. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Jumlah mol Cu = 2g 0. dia menjadi asisten di laboratorium Humphry Davy di Royal Institution.2 A. 2000 Pada 1812. Menghitung Berat at yang Diendapkan dalam Sel Elektrolisis Hitunglah massa Cu yang dapat diendapkan di katode jika arus listrik 2 A dialirkan ke dalam sel elektrolisis larutan Cu2+ selama 10 menit.11 1.5gmol −1 Jumlah mol elektron yang digunakan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 2mol e ×0. bagaimanakah hubungan muatan dan berat ekuivalen zat? – Gambar 2.5 g mol–1 = 0. Tahap 4: Massa Cu yang diendapkan di katode sebesar 6.789 C = i × 1.395 g 2.2 × 10–3 mol 2 mol e− Jadi. Berapakah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit? Jawab: 1. Jika sejumlah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri. seperti hubungan kuantitatif antara arus listrik dan reaksi kimia dalam sel elektrokimia.4 × 10–3 mol elektron dapat mengendapkan ion Cu2+ sebanyak: 1 mol Cu 2+ ×12.200 C: Sekilas Kimia Michael Faraday (1791–1867) 1.800 detik i = 3.06 mol × 96. Dia berhasil melakukan penemuan-penemuan penting.5.03 mol Cu = 0.Contoh 2.4 × 10–3 mol e– = 6. 2 g logam Cu diendapkan pada katode. Tahap 1: Tentukan muatan listrik yang digunakan =i×t = 2 A × 600 s = 1.03 mol 63.10. Diketahui Ar Cu = 63.

987 g 96. massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap. Massa zat = m eq i t dengan meq adalah massa ekuivalen.485C mol −1 it → it = 107 = 0.039 C= 2.Menurut Hukum II Faraday . Reaksi Redoks dan Elektrokimia 47 . Cu = 63.967 g 4.5 A × 600 s = 0.5. → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Berapakah massa Cu yang diendapkan jika dalam sel elektrolisis AgNO3 ditemukan 10 g perak? Diketahui Ar Ag = 107. i arus listrik yang dialirkan (ampere). arus listrik yang mengalir ke dalam setiap sel tetap. arus yang mengalir tetap sehingga massa ekuivalen Cu sama dalam setiap sel. Menurut Hukum II Faraday : Oleh karena sel dirangkaikan secara seri. Jawab: 1. Contohnya. juga dalam pengolahan dan pemurnian logam. a.039 C 63. Anda dapat menentukan berat zat dalam setiap sel elektrolisis dengan zat yang berbeda. Penyepuhan (electroplating) Penyepuhan (electroplating) adalah suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil terhadap cuaca atau untuk menambah keindahannya. Contoh 2. m eq i t Massa Cu = 1. 5 2 Kata Kunci • • Hukum II Faraday Electroplating (penyepuhan) × m eq i t 0. = 2. tembaga dilapisi perak atau emas agar lebih bernilai. 5 2 Massa Cu = × 0. Diketahui Ar Cu = 63. besi dilapisi nikel agar tahan karat. Jika larutan CuSO4 dan AgNO3 dirangkaikan secara seri. Massa Ag = 10 g 1 63. sel pertama mengandung CuSO4 1 M dan sel kedua mengandung CuSO4 2 M. dan t adalah waktu elektrolisis (detik).12 Penerapan Hukum II Faraday Dua buah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri. kemudian dielektrolisis dan mengalami setengah reaksi reduksi sebagai berikut. Endapan Cu dalam kedua sel sama sebab arus yang mengalir tetap. Hubungan massa ekuivalen dan massa zat (dalam satuan gram) yang diendapkan di katode dirumuskan sebagai berikut. Hitunglah massa Cu yang diendapkan pada setiap sel jika arus yang dialirkan sebesar 0. Aplikasi Elektrolisis Prinsip elektrolisis banyak diterapkan dalam pelapisan logam dengan logam yang lebih baik (electroplating). Oleh karena pada rangkaian sel secara seri.5 A selama 10 menit.5. 2.

Jelaskan proses yang terjadi pada penyepuhan logam tersebut? 2. Aktivitas Kimia 2. Amatilah proses yang terjadi. Celupkan lempengan dan batang nikel ke dalam larutan dan hubungkan dengan arus listrik searah. Cincin besi ditempatkan sebagai katode (–) dan batang nikel sebagai anode (+). atau perak. Batang nikel 3. Agar logam mengendap pada besi maka besi dijadikan sebagai katode.Logam besi banyak dipakai untuk berbagai aplikasi. Contoh. Pemurnian Logam Prinsip elektrolisis banyak diterapkan pada pengolahan dan pemurnian logam. logam aluminium diolah dan dimurnikan secara elektrolisis dari mineral bauksit.3 Penyepuhan Besi dengan Nikel Tujuan Melakukan penyepuhan besi dengan nikel. kemudian dimurnikan secara elektrolisis. b. 48 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Logam tembaga diolah melalui pemanggangan tembaga(II) sulfida. tetapi tidak tahan terhadap cuaca sehingga mudah berkarat. besi dicelupkan ke dalam sel berisi larutan logam yang akan dilapiskan. Siapkan larutan NiCl 2 1M dalam suatu bejana dan batang nikel berikut lempengan yang akan dikerjakan. 4. seperti seng. 3. Alat 1. Presentasikan hasil pengamatan kelompok Anda di depan kelas. Bejana 2. Pertanyaan 1. Cincin besi Bahan NiCl2 1M Langkah Kerja 1. Dalam praktiknya. Agar besi tahan terhadap karat maka permukaan besi sering dilapisi oleh logam yang lebih stabil. Buatlah dalam kelompok kerja Anda perangkat sel elektrolisis seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut Anode(+) Ni Katode(–) Fe DC Ni2+ NiCl2 Ni(s) → Ni 2+ (aq) + 2e– Ni2+(aq) + 2e– → Ni(s) 2. Lakukan oleh Anda percobaan berikut. nikel. Sumber arus 4.

seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Manakah yang akan mengalami reduksi jika di katode terdapat spesi berikut. sedangkan lelehannya dapat dielektrolisis? Jika larutan Hg(NO3)2 dielektrolisis pada arus tetap 1. dan platina membentuk endapan lumpur di dasar sel anode. dan Ni2+ tetap berada dalam larutan sebagai ion-ionnya.6 liter (STP) dan dihubungkan secara seri dengan sel-sel logam? 11. molekul H2O. Berapakah massa logam Cu.11 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis. molekul H2O dan ion Cu2+(aq) b. keduanya dicelupkan dalam larutan CuSO4. molekul H2O. kemudian hitunglah massa zat yang dihasilkan pada masing-masing elektrode jika arus yang digunakan sebesar 5 A selama 1 jam. a. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 49 . Proses Hoopes adalah proses elektrolisis untuk memurnikan aluminium. molekul H2O dan ion Fe2+(aq) b. seperti Zn2+. → Anode (+): Cu(s) ⎯⎯ Cu2+(aq) + 2e– 2+ → Katode (–): Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Logam-logam pengotor yang kurang reaktif. Hitunglah massa I2 yang terbentuk pada elektrolisis larutan NaI jika dihubungkan secara seri dengan larutan AgNO3. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 9. 5. Aluminium murni terbentuk di daerah katode. Tes Kompetensi Subbab 1.5 jam dengan arus 1. Adanya logamlogam yang lebih reaktif. Selama elektrolisis terjadi reaksi sebagai berikut. 3. ion Al3+(aq). 2000 Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode dan logam tembaga murni ditempatkan sebagai katode. tentukan waktu untuk mengendapkan satu mol logam natrium. C Tentukanlah produk elektrolisis larutan MgCl2. logam magnesium.5 A selama 45 menit.11. dan ion Ni2+(aq) Manakah yang akan mengalami oksidasi jika di anode terdapat spesi berikut. Mengapa NaCl padat tidak dapat dielektrolisis. Pada elektrolisis larutan AgNO3 diendapkan logam Ag sebanyak 2 g. 7. 6.5 A? Jika arus digunakan 5 A. dan Au yang akan diendapkan jika diketahui volume gas H2 yang terbentuk pada sel elektrolisis HCl sebanyak 5. perak.– + Katode Anode Cu2+ Cu M x+ Cu Gambar 2. Tuliskan reaksi yang terjadi di dalam sel elektrolisis. a. ion Cl–(aq). 2. 10. M Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science. dan logam aluminium. dan ion F–(aq) Mengapa larutan di sekitar katode menjadi basa jika larutan Na2SO4 dielektrolisis? Jelaskan senyawa apa yang dihasilkan jika lelehan NaCl dielektrolisis. 8. seperti emas. hitunglah massa logam Hg yang diendapkan pada katode. Fe. 4. Berapakah perbandingan massa O2 terhadap massa H2 yang dihasilkan jika larutan Na2SO4 dielektrolisis selama 2.

seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Jadi.nH2O(s) Esel = 0.60 V Catatan Note Emas dengan potensial reduksi standar 1. Korosi dapat juga terjadi akibat suhu tinggi. Berdasarkan data potensial reduksi standar. → 4Fe(s) + O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3.12.23 V) sehingga emas tidak terkorosi di udara terbuka. 1.5 V lebih besar dibandingkan potensial reduksi standar gas O2 (1. Misalnya. Untuk dapat mengendalikan korosi tentu harus memahami bagaimana mekanisme korosi pada besi. Jika setengah reaksi reduksi logam dibalikkan (reaksi oksidasi logam) digabungkan dengan setengah reaksi reduksi gas O 2 maka akan dihasilkan nilai potensial sel. Esel positif.95 V → Zn(s) + O2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ Zn(OH)4(s) Esel = 0. Logam yang terkorosi disebabkan karena logam tersebut mudah teroksidasi.D. → 4Fe(s) + 3O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. Diperkirakan sekitar 20% logam rusak akibat terkorosi pada setiap tahunnya. Korosi pada logam dapat juga dipandang sebagai proses pengembalian logam ke keadaan asalnya. Gold behaves as pure metal in nature. Mekanisme Korosi pada Besi Oleh karena besi merupakan bahan utama untuk berbagai konstruksi maka pengendalian korosi menjadi sangat penting.nH2O Fe2+(aq) Tetes air Daerah katodik e– Daerah anodik Reaksi di anode: Fe(s) → Fe2+ + 2e– Besi Sumber: Chemistry: The Central Science. Korosi dan Pengendaliannya Aplikasi lain dari prinsip elektrokimia adalah pemahaman terhadap gejala korosi pada logam dan pengendaliannya. Standard potensial reduction of gold is 1.12 Proses korosi pada besi Reaksi di katode: O2 + 4H+ + 4e– → 2H2O atau O2 + 2H2O + 4e– → 4OH– 50 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 V greater than O2 so that the corrotion wouldn t occure in the air. atau H2S. diketahui bahwa logam-logam selain emas umumnya terkorosi (teroksidasi menjadi oksidanya). Korosi tergolong proses elektrokimia. korosi pada besi menjadi besi oksida atau besi karbonat. Di alam emas terdapat sebagai logam murni.nH2O(s) ⎯⎯ Fe CO (s) + H (g) → Fe(s) + CO2(g) + H2O( ) 2 3 2 Oleh karena korosi dapat mengubah struktrur dan sifat-sifat logam maka korosi cenderung merugikan. selain logam emas umumnya logam-logam memiliki potensial reduksi standar lebih rendah dari oksigen. Beberapa contoh logam yang dapat dioksidasi oleh oksigen ditunjukkan pada persamaan reaksi berikut. Udara O2 Endapan karat Fe2O3. yaitu lingkungan yang lembap (mengandung uap air) dan diinduksi oleh adanya gas O2. 2. yaitu bijih logam. hampir semua logam dapat bereaksi dengan gas O2 secara spontan. 2000 Gambar 2. CO 2. Definisi Korosi Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. Menurut tabel potensial reduksi standar.

Oli 4. Anda tentu dapat menyimpulkan faktor-faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi dapat dihindari. Tabung reaksi 2. Pada daerah anodik (daerah permukaan yang bersentuhan dengan air) terjadi pelarutan atom-atom besi disertai pelepasan elektron membentuk ion Fe2+ yang larut dalam air. Warna pada karat beragam mulai dari warna kuning hingga cokelatmerah bahkan sampai berwarna hitam.5% 5.13 Mekanisme korosi pada besi Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai berikut (lihat mekanisme pada Gambar 2.nH2O(s) Karat Akibat adanya migrasi ion dan elektron. juga akibat perbedaan tegangan permukaan yang menimbulkan potensial pada daerah tertentu lebih tinggi dari daerah lainnya. Ampelas Bahan 1. Aseton 1 2 Kapas + CaCl2 paku udara + air udara tanpa air Air sudah dididihkan air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Reaksi Redoks dan Elektrokimia 51 .Besi memiliki permukaan tidak halus akibat komposisi yang tidak sempurna. CaCl2 3. → Fe2+(aq) + 4OH–(aq) ⎯⎯ Fe(OH)2(s) → 2Fe(OH)2(s) + O2(g) ⎯⎯ Fe2O3. Warna ini bergantung pada jumlah molekul H2O yang terikat pada karat. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Korosi Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi. Paku 3. • • • Kata Kunci Korosi Daerah katodik Daerah anodik Aktivitas Kimia 2. NaCl 0. 3. sebagaimana elektron mengalir melalui rangkaian luar pada sel volta menuju daerah katodik hingga terjadi reduksi gas oksigen dari udara: → O2(g) + 2H2O(g) + 2e– ⎯⎯ 4OH–(aq) OH– (aq) O2(g) + H2O(g) + 2e– Daerah katodik Fe2+(aq) Fe(s) Daerah anodik Ion Fe2+ yang larut dalam tetesan air bergerak menuju daerah katodik.13): → 4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. Fe(OH) 2 yang terbentuk dioksidasi oleh oksigen membentuk karat.nH2O(s) Gambar 2. karat sering terbentuk pada daerah yang agak jauh dari permukaan besi yang terkorosi (lubang). → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– Gambaran umum proses korosi besi Fe(OH)2(s) + O2(g) → Karat Elektron yang dilepaskan mengalir melalui besi. Alat 1. sebagaimana ion-ion melewati jembatan garam dalam sel volta dan bereaksi dengan ion-ion OH – membentuk Fe(OH) 2.4 Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi Tujuan Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi. Air 2.

Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi. Hal ini disebabkan dalam larutan garam terdapat ion-ion yang membantu mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil oksidasi. yaitu pelapisan (coating). Kedua logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi) sehingga besi terlindung dari korosi. a. dan penambahan zat inhibitor korosi. Pertanyaan 1. melainkan berkorban demi besi. Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan tabung ditutup rapat. proteksi katodik. Kekerasan karat meningkat dengan cepat oleh adanya garam sebab kelarutan garam meningkatkan daya hantar ion-ion oleh larutan sehingga mempercepat proses korosi. korosi tidak terjadi. 6. Metode Pelapisan (Coating) Metode pelapisan adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam besi. tetapi seng tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah. Pasivasi adalah pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses korosi. Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari selama 3 hari. 2. dengan pengecatan atau penyepuhan logam. yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup rapat. 3.5% (sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. Ion-ion klorida juga membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan ion Fe3+. Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah.Langkah Kerja 1. 5. Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir). 4. seperti dapat dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(g) + 2e– → Eo= –0. Setelah dibiarkan beberapa hari. Sediakan 5 buah tabung. 4. Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0. 7.44 V Eo= –0. tetapi dapat dikendalikan seminimal mungkin. Misalnya. Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara maupun uap air yang masuk. Pengendalian Korosi Korosi logam tidak dapat dicegah. Jika hanya ada air atau gas O2 saja. Korosi dapat terjadi jika ada udara (khususnya gas O2) dan air. Apa kesimpulan Anda tentang percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.76 V 52 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Ada tiga metode umum untuk mengendalikan korosi. logam besi (paku) akan terkorosi yang dibuktikan oleh terbentuknya karat (karat adalah produk dari peristiwa korosi). Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya sudah diampelas dan dibersihkan dengan aseton. Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak berkarat? 2. Faktor ini cenderung meningkatkan kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi. Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut.

14 Proses katodik dengan menggunakan logam Mg. Tanah yang mengandung elektrolit Permukaan tanah Pipa besi Kabel Gambar 2. Jika pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan normal (tanpa seng). Kata Kunci • • • • Coating (pelapisan) Proteksi katodik Pasivasi Galvanisir Reaksi Redoks dan Elektrokimia 53 . seperti pipa ledeng. logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru dan selalu diperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi hidroksidanya. seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Jika semua logam Mg sudah menjadi oksida maka besi akan terkorosi. Kegiatan Inkuiri Aluminium memiliki potensial oksidasi lebih tinggi daripada besi. pipa pertamina. Logam reaktif seperti magnesium dihubungkan dengan pipa besi. Proteksi Katodik Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk mengendalikan korosi besi yang dipendam dalam tanah.Oleh karena itu. Mg akan teroksidasi terlebih dahulu.14. Magnesium (anode) Sumber: Chemistry: The Central Science. Oleh karena logam Mg merupakan reduktor yang lebih reaktif dari besi. Proteksi katodik ditunjukkan pada Gambar 2. Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga tidak terkorosi. → Anode : 2Mg(s) ⎯⎯ 2Mg2+(aq) + 4e– → Katode : O2(g) + 2H2O ( ) + 4e– ⎯⎯ 4OH–(aq) → Reaksi : 2Mg(s) + O2(g) + 2H2O ⎯⎯ 2Mg(OH)2(s) Oleh sebab itu. tetapi mengapa aluminium banyak digunakan sebagai rangka atau peralatan dan tidak tampak terkorosi sebagaimana besi? b. dan tanki penyimpan BBM. Baja stainless steel terdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil krom dan nikel. Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi.2000 Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut.

(Gunakan data potensial sel) Adakah persamaan antara proses korosi besi dan sel volta? Jelaskan. 2) Inhibitor katodik Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik. Apa yang dimaksud dengan inhibitor? Bagaimana kerja dari masing-masing inhibitor? Kerjakanlah di dalam buku latihan.3. Tes Kompetensi Subbab 1. 1) Inhibitor anodik Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. inhibitor campuran. misalnya penangkapan gas oksigen (o ygen scavenger) atau pengikatan ion-ion hidrogen. Mengapa logam besi berperan sebagai katode jika dihubungkan dengan logam magnesium atau seng? Jelaskan. yaitu inhibitor anodik. 4) Inhibitor teradsorpsi Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam. molibdat. Contoh inhibitor anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan senyawa molibdat.5. tannin. dan garam sulfit. 3) Inhibitor campuran Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses di katodik dan anodik secara bersamaan. Contoh inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat.c. Inhibitor korosi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pengendaliannya. Contoh jenis inhibitor ini adalah merkaptobenzotiazol dan 1. dan inhibitor teradsorpsi. 4. Kata Kunci • • Inhibitor korosi Lingkungan korosif Penambahan Inhibitor Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi. yaitu sebagai inhibitor katodik dan anodik.7–tetraaza– adamantane. inhibitor katodik. dan fosfat. Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin. Mengapa besi teroksidasi sangat lambat? Jelaskan. D 3. 2. Pada umumnya inhibitor komersial berfungsi ganda. 54 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

10. Perbedaannya. 14. Sebagai standar untuk pengukuran potensial sel reduksi adalah elektrode hidrogen. 13. Jika potensial sel elektrokimia berharga positif . Reaksi Redoks dan Elektrokimia 55 . Korosi tidak dapat dicegah. proteksi katodik. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi setengah sel yang diukur pada keadaan standar (konsentrasi 1 M. 7. Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. 11. maupun penambahan inhibitor. 8. Jembatan garam berfungsi sebagai penghubung kedua elektrode secara internal untuk menetralkan ion-ion berlebih selama proses redoks berlangsung. Berlangsung tidaknya suatu sel elektrokimia dapat diramalkan berdasarkan nilai potensial reduksi standar. Dalam sel elektrolisis. sebaliknya tidak terjadi. 4. arus listrik dan waktu elektrolisis yang diperlukan dapat dihitung berdasarkan Hukum Faraday. tetapi dapat dikendalikan. Sel elektrolisis disusun dari dua elektrode (katode dan anode) dan larutan elektrolit. reaksi dalam sel akan berlangsung spontan. Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang merupakan kebalikan dari sel volta. oksidasi terjadi pada anode dan reduksi terjadi pada katode. 5. Elektrokimia adalah bidang kimia yang mengkaji energi listrik dalam reaksi kimia. Persamaan reaksi redoks dapat disetarakan dengan metode bilangan oksidasi dan metode setengah-reaksi. Potensial atau GGL sel adalah daya dorong elektron agar dapat mengalir dari anode menuju katode. baik dengan cara pelapisan logam (coating). Sel elektrolisis banyak digunakan untuk pengolahan dan pemurnian logam serta pelapisan logam (electroplating).Rangkuman 1. kutub anode (+) dan katode (–). Di anode terjadi reaksi oksidasi dan di katode terjadi reaksi reduksi (sama dengan sel volta). energi listrik dipasok untuk mendorong reaksi redoks tidak spontan menjadi spontan. Sel volta disusun dari dua elektrode yang dihubungkan secara internal melalui jembatan garam dan secara eksternal melalui rangkaian kabel yang dapat dihubungkan dengan lampu listrik atau voltmeter. 3. suhu 25°C. 12. 9. 6. Jumlah zat yang terendapkan pada katode. Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam lingkungan yang korosif dengan konsentrasi relatif sedikit untuk mengendalikan korosi. Jembatan garam berisi larutan garam. yang memisahkan reaksi menjadi dua bagian reaksi. yaitu lingkungan lembap dan diinduksi oleh adanya gas O2 atau CO2. dalam sel elektrolisis. dan tekanan udara 1 atm). Kutub listrik pada anode negatif dan kutub listrik pada katode positif. Dalam sel volta. Sel volta adalah sel elektrokimia yang mengubah reaksi redoks menjadi energi listrik. 2.

Pemahaman konsep redoks dapat memperkirakan apakah suatu reaksi berlangsung spontan atau tidak. yang dapat menguatkan pemahaman Anda terhadap penyetaraan reaksi redoks baik dengan metode perubahan bilangan oksidasi maupun dengan metode setengah reaksi. Pada bab ini Anda telah mempelajari reaksi redoks dan prinsip elektrokimia (sel volta). Anda juga dapat menerapkan beberapa aplikasi teknologi yang berkaitan dengan proses penyediaan energi. diskusikan dengan teman atau guru Anda.Peta Konsep Metode PBO Redoks berdasarkan disetarakan dengan Metode setengah reaksi merupakan Elektrokimia Sel elektrokimia terdiri atas terdiri atas Katode merupakan Kutub positif Anode Katode terdiri atas merupakan Kutub negatif Kutub negatif Anode Sel elektolisis berdasarkan merupakan Kutub positif Hukum Faraday Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 2 ini? Bagian manakah dari materi Bab 2 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. seperti pelapisan logam (coating). proteksi katodik. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari reaksi redoks dan elektrokimia? 56 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Aplikasi sel elektrolisis di antaranya berguna untuk pengendalian korosi dengan berbagai cara. Dengan menggunakan prosedur yang sudah baku. dan penambahan inhibitor. Pada bab ini juga Anda dapat memahami prinsip elektrolisis.

6 C. 1. 2. 3. A. 10. Sn B. anode ke katode melalui sirkuit eksternal D. 4 C. pembangkit tenaga listrik sel D.74 volt C. 1. dua di kiri Gas H2S dapat dioksidasi oleh KMnO4 membentuk K2SO4. penghubung kedua setengah sel B. A. 16 B. Sn2+(aq) 1M Ag+(aq) 1M 7. nol B. p IO3–(aq) + H+ + r e– → s I2(s) + t H2O( ) Nilai p. SnO2 D. media aliran elektron C. 5 D. 1. terurai tanpa mengalami oksidasi dan reduksi 10. 2. H2O2 …. empat di kanan B. 0. A. 5.80 V → Sn2+(aq) + 2e ⎯⎯ Sn(s) E°= 0.52 volt D. 7 mol E. nol D. 3 B.. Zat H2O2 terurai menjadi O2 dan H2O jika dipanaskan. 8 Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi asam format. dioksidasi menjadi O2 dan juga H2O D. 16 C. 10. 12. pemercepat kerja sel volta 12. 1. 1. 1. 1. Dalam reaksi tersebut. 1. r.. 5 mol D. setiap mol H2S akan melepaskan elektron sebanyak ….87 volt Reaksi Redoks dan Elektrokimia 57 . 5. 0 D. 2. 1. 10 E. 1 E. anode ke katode melalui jembatan garam 11. A. 10. NO2 E. 12. → aKMnO4+bHCl ⎯⎯ cCl2+ dMnCl2 + eKCl + fH2O Nilai a dan c yang sesuai adalah …. 8 mol UMPTN 1999: Perhatikanlah reaksi redoks berikut. 6. satu di kiri D. A. Perhatikan persamaan reaksi reduksi berikut. potensial rendah ke potensial tinggi B. MnO2. 10 C.Evaluasi Kompetensi Bab 2 A. 5 B. 3 B. 8. 4 mol C. . 5. Perhatikanlah konstruksi sel volta berikut. 5. 2. H2O Pada reaksi berikut. → CN– ⎯⎯ CNO– Jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. 0. yaitu. Potensial elektrode standar untuk → Ag+(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) E° = 0. 12 D. A. A.94 volt B. direduksi menjadi O2 dan juga H2O E. dan zat lain. Pada reaksi tersebut. 2 Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa memiliki persamaan berikut. 5 D. Jembatan garam pada sel volta berfungsi sebagai …. jumlah ion OH– yang dibentuk adalah …. HNO3 C. 12. 1. setengah sel reduksi ke setengah sel oksidasi E. kutub positif ke kutub negatif C. direduksi jadi O2 dan dioksidasi jadi H2O B. 4. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. dioksidasi menjadi O2 dan direduksi jadi H2O C. t di atas berturut-turut adalah …. 5. A. dua di kanan E. 6. satu di kanan C.14 V GGL sel yang terjadi adalah …. elektron mengalir dari …. 5. A. A. 8 E. 2. Sn Ag 6. 6 E. A. jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. A. empat di kiri C.66 volt E. 0. 1. Setengah reaksi reduksi NO3– menjadi N2O adalah sebagai berikut. Pada sel volta. → MnO4– (aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan. penetral kelebihan ion dalam sel E. 2. 4 Pada penyetaraan setengah reaksi berikut. 2. dua di kanan E. 0. 3 9. s. → Sn(s)+4HNO3(aq) ⎯⎯ SnO2(s)+4NO2(s)+ H2O( ) Zat yang berperan sebagai reduktor. 1. → aNO3–(aq) + bH+ + 8e– ⎯⎯ cN2O(g) + dH2O( ) Nilai a dan b yang cocok adalah …. dua di kiri 8. 2 mol B.

Zn D. Pb E. O2(g) E.77 V → 2. migrasi kation menuju elektrode positif D. dan Zn berturut-turut 0. Penulisan lambang yang tepat untuk sel ini adalah …. 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) → D. Reaksi yang memiliki potensial terbesar adalah ….12 volt 17. elektrode yang dihubungkan dengan terminal positif baterai dinamakan katode E. 0. Mg(s) + 2Fe3+(aq) → Mg2+(aq)+ 2Fe2+(aq) D. (2 × 0. Fe2+(s) Fe(s) H+(aq) H2(g) Pt C.637 volt E. anode bermuatan negatif C. –0. A.34 V → 3. –0. Potensial sel volta paling besar diperoleh jika ….25 volt.76) E. 2 F E. 4OH–(aq) ⎯⎯ 2H2O( ) + O2(g) + 4e– → C. 0.50 V Berdasarkan data tersebut.34 V. Zn sebagai katode. Mg 15.80 – (–0. Cu sebagai anode E.13 V Potensial standar sel volta yang tersusun dari elektrode Ni dan Pb adalah …. +0. tetapi tidak dapat mereduksi Ni2+ menjadi Ni adalah ….34 volt.Fe3+(aq) Pt H2(g) H+(aq) 14. UMPTN 1995 B: Oksidasi satu mol ion CN– menjadi ion CNO– memerlukan muatan listrik sebanyak ….76 V +(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) → Ag Eo = +0..889 volt 20. 6 F C. Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = – 0.54 V 3+ – ⎯⎯ 2+ → Fe (aq) Eo = 0. H2O( )+e– ⎯⎯ H2(g)+OH–(aq)Eo=+ 0. A. oksidasi terjadi pada katode B.12 volt E.. C(s) Fe2+(aq).38 volt D.25 volt C. 1 F D. Fe3+. I2.889 volt B. C(s) Fe2+(aq).76) B.80) – (–0. Cu(s) + Mg2+(aq) → Cu2+(aq)+ Mg(s) E.13 V → 4.. H2(g) D.637 volt C. Al C. Cl2(g) C. Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) → B. Cu sebagai katode. Zn2+ Zn = –0. +0. A. 0. Mg(s) B. (dalam satuan volt) A. Diketahui data potensial reduksi standar: → 1. Cd B..13. 2Fe2+(aq) + Cu2+(aq) → 2Fe3+(aq)+ Cu(s) 19. Br– D.77 V. Cu2+ Cu = +0. Cu sebagai anode 16. Zn sebagai anode D. A.76 V Fe (aq) + e – ⎯⎯ → Br–(aq) Br2( ) + e Eo = 1. Fe3+ H+(aq) H2(g) Pt D.07 V Pasangan yang dapat bereaksi adalah . Fe2+. A. Sel volta disusun dari elektrode karbon dalam larutan Fe2+ sebagai anode dan elektrode hidrogen standar sebagai katode. –0. C(s) Fe2+(aq) H2(s) H+(aq) Pt E.76 V. dan –0. HClO 23. 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) → E.80 V GGL sel yang dibentuk dari seng dan perak adalah…. zat yang akan terbentuk di anode adalah. Ni sebagai anode C.76) C. Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) Eo = + 0. Ni sebagai katode. Potensial elektrode standar reaksi reduksi adalah sebagai berikut. Br– 18. Zn sebagai anode B. 0. A.25 volt B. → Zn(aq) + 2e ⎯⎯ Zn(s) Eo = –0. Potensial reduksi standar Cu.76) D. Ni sebagai katode. Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq)+ Cu(s) B. Mg2+ Mg = –2. A. UMPTN 1999 A: Diketahui: → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0. A. Pada sel elektrolisis berlaku …. Fe(s) Fe2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt B. 3 F 25. 2H2O( ) ⎯⎯ 4H+(aq) + O2(g) + 4e– 24.. (2 × 0. Fe2+. 4 F B.25 V → Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = –0.76 volt. 0. → I2(s) + e– ⎯⎯ I–(aq) Eo = 0. Jika larutan MgCl2 dielektrolisis. –0. reduksi berlangsung di katode 22. Fe2+. Zn(s) + 2Fe3+(aq) → Zn2+(aq)+ 2Fe2+(aq) C. Zat yang dapat mereduksi Ag+ menjadi Ag. Ebtanas 1999: Diketahui potensial reduksi standar untuk: Fe3+ Fe2+ = +0.80 21. urutan yang terlebih dahulu dielektrolisis pada katode adalah …. Br2 C.. –0. Potensial sel Zn(s) Zn2+(1M) Pb2+(1M) Pb(s) adalah … (lihat tabel potensial reduksi standar) A. reaksi kimia yang terjadi pada katode adalah …. (2 × 0. Cu sebagai katode. Perhatikan potensial reduksi standar berikut.76) – 0.80) + (–0. Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Eo = + 0.511 volt D.80 + (–0. Ni. Pada proses elektrolisis larutan NaOH dengan elektrode Pt. +0. → A. Br2 B. 58 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . I– E.37 V . A.

3. 3 D. 295.. seperti Mg. 4. 1 2 Kapas + CaCl2 Air sudah dididihkan udara + air udara tanpa air air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Percobaan yang terjadi korosi adalah . air saja 32. Fe melepaskan elektron E. A. dilindungi oleh sejumlah kecil pengotornya B. Volume O2 yang terbentuk di anode pada STP adalah …. Fe berfungsi sebagai anode D. 0. 4.5 mg B.. pipa besi yang dipendam dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif..005 mol C. gas N2 dan CO2 di udara melindungi oksidasi aluminum D.. katodik B. 2. Mg mengalami oksidasi C. 590. 0. 4. 442. A.4 L C. air dan nitrogen C. muatan pada ion Pada elektrolisis CdSO4 menggunakan elektrode karbon terbentuk endapan Cd sebanyak 2 g di katode (Ar Cd=112). 1 dan 5 B. tetapi tidak bereaksi dengan oksigen dari udara. A. Jika jumlah arus listrik dan waktu yang sama dialirkan ke dalam larutan Cu2+ maka logam Cu yang diendapkan sebanyak ….8 L Dua buah sel masing-masing berisi larutan NiCl2 dan AgNO3 dihubungkan secara seri.2 L B. 2 C. 1. A. Jenis inhibitor yang mengendalikan korosi dengan cara menangkap gas O2 adalah inhibitor .5 mg D. 1 dan 3 D. oksigen saja B. 3 dan 5 34. 2 dan 4 E. 2 dan 5 C. 0.0 F C. A.54 gram perak (Ar Ag =108) maka massa nikel (Ar Ni =59) yang terbentuk pada sel pertama adalah …. 1. 4 UMPTN 1997 A: Untuk mereduksi 60 g ion Ca2+ menjadi Ca (Ar Ca = 40) diperlukan . A.26. jumlah mol elektron B. 30. 0..0 mg E.5L D.0 F D. 3. muatan satu mol elektron E.. muatan elektron D.02 mol E. elektron mengalir dari Fe ke Mg B. 1.. anodik C. 2 E. 4 B. 0. 0.010 mol D. 2. Mg berfungsi sebagai katode 35. 4. campuran D. 3. membentuk lapisan pelindung melalui reaksi dengan belerang di udara E. 1. Untuk menghambat korosi.5 mg Pada elektrolisis.01 mol Ag. 2. 0. UMPTN 1998 B: Perkaratan besi pada suhu kamar dipengaruhi oleh adanya …. 1. 3. Jika selama elektrolisis pada sel kedua terbentuk 0. Pada sistem ini …. A. 3. 27. jumlah arus listrik pada waktu tertentu dapat mengendapkan 0. Gambar berikut menunjukkan pembentukan korosi pada besi. aluminium tergolong logam mulia 33. A. 28.0 F B. jumlah elektron C. 2.0 mg C. A.0 F Pada percobaan elektrolisis. 737.10 mol 31. oksigen dan air D. 1.. A. 0. Hal ini disebabkan …. 0. Aluminium walaupun tergolong logam reaktif. 0. adsoprsi E.6L E. 29.001 mol B.5 F E. air dan argon E. coating Reaksi Redoks dan Elektrokimia 59 . perbandingan tetapan Faraday terhadap tetapan Avogadro adalah ….. 1. oksidanya membentuk lapisan pelindung yang kuat pada logam C. 147. A.

Mn2+ + NaBiO3 (s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– → e. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) Gas klor pertama kali dibuat oleh Scheele tahun 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. 8. Cl2(g) → c. Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana asam menggunakan metode setengah reaksi. arah aliran elektron. Ketika besi berkarat. H3AsO4(aq) + Zn(s) ⎯⎯ AsH3(s)+ Zn2+ → f. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) → c. 2. → a.B. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(aq) + AlO2– – + S – ⎯⎯ MnS(s)+ S(g) → d. katode. Setengah reaksinya adalah → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(a ) + 2e– → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Gambarkan diagram sel. permukaan logam berperan sebagai anode sel volta.5 A. MnO4 2 → e. Reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq)+ MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakanlah reaksi tersebut dengan metode PBO. 60 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Br–+ MnO4– ⎯⎯ Br2( )+ Mn2+ → g. Tentukanlah produk elektrolisis larutan LiBr dan hitunglah massa setiap produk yang dibentuk melalui elektrolisis untuk 1 jam dengan arus 2. Pb(s) + PbO2(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ PbSO4(s) → d. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+ + NO(g) → b. dan gerakan kation. 4. 6. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. CH3OH(aq)+ Cr2O72– ⎯⎯ CH2O(aq)+ Cr3+ Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah reaksi. 5. 3. 1. Mengapa logam besi menjadi katode dari sel volta jika dihubungkan dengan logam Mg atau Zn? Jelaskan. Mengapa nilai potensial sel merupakan kekuatan relatif yang harganya tidak mutlak? Sel volta tersusun atas elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. → a. Hitunglah potensial sel yang diperoleh dari sel pada 25 o C menggunakan elektrode di mana I – (aq) dihubungkan dengan I2(s) dan elektrode lain dengan logam krom yang dicelupkan ke dalam larutan Cr3+(aq). 7. kemudian tunjukkan anode.

Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting. Sampai saat ini. Apa sajakah unsur-unsur golongan utama tersebut? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur-unsur golongan utama dan proses pembuatannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Oksigen. titik leleh. dan bahayanya serta terdapatnya di alam. Hampir semua industri kimia bahkan industri otomotif melibatkan unsur-unsur golongan utama. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih. dan Belerang 61 . Pengetahuan akan sifat-sifat unsur dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya. baik dalam bentuk unsur bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Unsur-Unsur Halogen C. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. kelarutan. Setelah mempelajari bab ini. Unsur-Unsur Golongan Alkali D. kekerasan. Karbon dan Silikon G. lebih dari seratus macam unsur sudah dikenal dan diidentifikasi sifat-sifat dan manfaatnya. menjelaskan manfaat. Unsur-Unsur Gas Mulia B. Nitrogen.com Pertambangan batubara yang terdapat di Pulau Kalimantan.geokem. A. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah E. kereaktifan dan sifat khusus lainnya). warna.Bab 3 Sumber: www. Aluminium dan Senyawanya F. Sifat-sifat unsur yang mirip digolongkan ke dalam satu golongan dalam sistem periodik. kegunaan.

Sifat-Sifat Unsur Gas Mulia Pada pembahasan Ikatan Kimia di Kelas X. artinya asing). 1. walaupun tidak semua gas mulia dapat dibentuk senyawanya. 3. Ramsay dan Rayleight menyimpulkan bahwa gas sisa adalah unsur baru. pada 1962 pandangan tersebut gugur sebab beberapa senyawa gas mulia dapat disintesis.2498 g L–1). Setelah ditemukan gas argon. Kata Kunci • • • • • Gas mulia Inert Gas monoatomik Konfigurasi oktet Distilasi bertingkat Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda suatu prosedur penyelidikan untuk mensintesis Mg3N2 dari logam magnesium dan gas nitrogen. Mereka menduga bahwa argon termasuk dalam kolom unsur baru pada tabel periodik. Rayleight bersama-sama illiam Ramsay melakukan penyelidikan dengan cara mereaksikan gas nitrogen dari udara dengan magnesium pada suhu tinggi menjadi padatan Mg3N2 dan gas sisa yang tidak reaktif.2561 g L–1) lebih besar dari yang diperoleh dari hasil penguraian senyawa nitrogen di laboratorium (1. Ramsay menemukan bahwa di udara juga terdapat gas mulia lain yang merupakan komponen utama matahari sehingga gas tersebut dinamakan helium ( unani.Tes Kompetensi Awal 1. Lord Rayleight menemukan bahwa massa jenis gas nitrogen yang diperoleh dari udara (1. 2. disebut argon (dalam bahasa unani argos. gas mulia dianggap stabil karena memiliki konfigurasi elektron yang terisi penuh: He: 1s2 Ne: 1s2 2s2 2p6 Ar: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 Xe: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 62 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . gas mulia yang lain ditemukan. Gas sisa selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung hampa udara dan dilewatkan muatan listrik bertegangan tinggi hingga terpancar sinar yang berwarna merah-hijau. terletak antara halogen dan logam alkali. helios. Masih ingatkah Anda mengenai sistem periodik Mendeleeve? Apakah yang dimaksud dengan unsur-unsur golongan utama dalam tabel periodik? Sifat-sifat apa sajakah yang Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama berdasarkan sistem periodik? A. dan xenon ( enos. 2. artinya matahari). Mereka cenderung menyendiri sehingga gas mulia mendapat julukan gas lembam (inert). Unsur-Unsur Gas Mulia Selama ini Anda tentu berpandangan bahwa unsur-unsur gas mulia bersifat stabil. artinya tersembunyi). Untuk mengetahui gas tersebut. Namun. Gas mulia berikutnya yang ditemukan Ramsay adalah gas neon (neos. Kelimpahan Gas Mulia di Alam III A 1s2 He 2s2 2p6 Ne 3s2 3p6 Ar 4s2 4p6 Kr 5s2 5p6 Xe 6s2 6p6 Rn Pada 1892. artinya malas). artinya baru). dalam arti tidak dapat membentuk senyawa. Dia menyimpulkan gas nitrogen dari udara mengandung gas lain. kripton (kryptos.

kripton. di atas 25 atm. kripton berwarna putih-biru. kecuali helium dan radon diperoleh melalui distilasi bertingkat udara cair.80 –186 –189 Kr 169 3. Gas mulia banyak dipakai sebagai gas pengisi lampu pijar dan neon. Makin besar energi ionisasi. Kompresor Udara cair Gambar 3. and Steven. sebab jari-jari atomnya terlalu kecil hingga dapat meninggalkan air. Udara kering dan bersih pada 20 atm Menara pendingin 3. Neon berwarna merah. makin sukar gas mulia membentuk senyawa. Pada 4 K.2 Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Gas Mulia Sifat Fisika Jari-jari (pm) Kerapatan (g cm–3) Titik didih (°C) Titik leleh (°C) He 93 0. Tabel 3. Helium dan neon tidak dapat larut dalam air. tidak berasa. semua gas mulia. 1989 Kimia Sir William Ramsay (1852–1916) Sekilas Sumber: Jendela Iptek: Kimia. dan xenon berwarna biru. gas helium menunjukkan sifat super fluida tanpa viskositas disebut super konduktor.18 –269 –272 Ne 112 0. Daya hantar listrik helium pada 4 K. Menurut teori Lewis.. e 190 5. Beberapa sifat fisika gas mulia dapat dilihat pada tabel berikut. Gas helium hanya dapat dipadatkan pada tekanan sangat tinggi.90 –246 –249 Ar 154 1. dan tidak berbau. 1997 Gas mulia merupakan gas monoatomik. tidak berwarna. kecuali helium.1 Skema pencairan udara. S). gas mulia tidak reaktif sebab memiliki konfigurasi oktet. semua gas mulia dapat dipadatkan. 1989 Pada tekanan normal. Oleh karena gas helium merupakan gas yang memiliki titik leleh dan titik didih paling rendah maka gas tersebut dapat digunakan sebagai pendingin untuk mempertahankan suhu di bawah 10 K. argon berwarna merah muda.75 –153 –157 Ramsay adalah seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris yang menemukan argon.Selama beberapa tahun. Hampir semua gas mulia berwarna terang jika loncatan bunga api listrik dilewatkan ke dalam tabung berisi gas mulia. yaitu zat yang memiliki daya hantar listrik tanpa hambatan dan menolak medan magnet. 800 kali lebih cepat dibandingkan kawat tembaga. Argon. digunakan dalam pembuatan udara cair komersial.1 Energi Ionisasi Pertama Unsur-Unsur Gas Mulia Gas mulia EI(kJ mol–1) He Ne Ar Kr Xe Rn 2377 2088 1527 1356 1176 1042 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 63 . Ketidakreaktifan gas mulia juga dapat dilihat dari data energi ionisasinya. dan xenon sedikit larut dalam air akibat terjebak di antara molekul air. Tabel 3. Dia bekerja sama dengan ahli fisika Lord Rayleight. Perbedaan titik didih yang tinggi memungkinkan gas-gas mulia di udara dapat dipisahkan. Gas helium dan neon hingga saat ini belum dapat dibuat senyawanya. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Gas Mulia Secara komersial. pandangan tersebut dijadikan acuan pada pembentukan ikatan kimia. Pada tahun 1904 dia menerima hadiah Nobel untuk kimia.8 –108 –112 Rn 225 10 –62 –71 Sumber: Chemistry (Zumdahl.

17 × 103 kJ mol–1) tidak berbeda jauh dengan molekul oksigen (1.Gambar 3. 64 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dalam bola lampu. Dalam sistem pengukuran. Persamaan kimianya: → Udara + 3 CaC2 ⎯⎯ CaCN2 + 2CaO + 5 C + Ar Gas argon digunakan sebagai gas penyambung (las) logam (Gambar 3. diperoleh dengan cara pemanasan udara kering dengan CaC2.2).4). Lihat Tabel 3. campuran gas tersebut mengkonduksi panas dari filamen tungsten. 4.650.73 kali panjang gelombang spektrum garis ungu-merah dari atom kripton. Bartlett berhasil mensintesis senyawa xenon dengan rumus XeF6 berwarna jingga-kuning (lihat Gambar 3.763. berupa padatan tidak berwarna dan mudah menguap.3. Oleh karena energi ionisasi gas xenon (1. orang pertama yang membuat senyawa gas mulia. Pada tahun 1962. Argon merupakan gas mulia terbanyak di udara. Senyawa Gas Mulia Neil Bartlett.5). baru kripton dan xenon yang dapat dibuat senyawanya. Ukuran panjang satu meter didefinisikan sebagai 1.21×103 kJ mol–1). seperti fluor dan oksigen. Oleh karena tabung yang berisi gas mulia menghasilkan cahaya berwarna terang jika dilewatkan loncatan bunga api listrik maka gas mulia banyak digunakan dalam alat penerang (Gambar 3. Laser dari neonhelium pertama kali dioperasikan sebagai gas laser yang kontinu. Sumber helium adalah gas alam. Sumber: Sougou Kagashi Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.2 Berbagai jenis lampu berisi gas mulia. Gas mulia juga digunakan dalam sejumlah sinar laser. gas O2 dan N2 bereaksi dengan CaC2 dan menyisakan gas argon. Gas mulia juga dipakai sebagai pelarut gas oksigen bagi para penyelam dan sebagai udara atmosfer bagi pesawat ruang angkasa. PtF6 membentuk padatan ionik [O2+][PtF6–]. Lampu neon dari gas mulia banyak digunakan dalam papan reklame. Laser tersebut memancarkan cahaya merah dengan panjang gelombang 632. Helium memiliki titik didih paling rendah sehingga banyak dipakai sebagai pendingin. Dia mengetahui bahwa molekul oksigen dapat bereaksi dengan platina heksafluorida.8 nm. Di antara semua unsur gas mulia. Selain itu. Mengapa kedua gas mulia ini dapat membentuk senyawa? Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.3 Lampu kilat (blitz) yang dipakai pada foto analog mengandung gas xenon. Helium dan nitrogen digunakan sebagai pengisi bola lampu pijar.4 Gas argon banyak digunakan dalam las (menyambung) logam. xenon juga dapat bereaksi dengan fluor secara langsung dalam tabung nikel pada suhu 400°C dan tekanan 6 atm menghasilkan xenon tetrafluorida. Bartlett menduga bahwa xenon juga dapat bereaksi dengan platina heksafluorida. → Xe(g) + 2F2(g) ⎯⎯ XeF4(s) Sejak saat itu banyak senyawa gas mulia yang dibuat dengan unsur-unsur yang keelektronegatifan tinggi. kripton digunakan sebagai standar satuan panjang. Menurut cara ini.

Xenon trioksida dapat juga bereaksi dengan suatu basa. Akibatnya. Xenon difluorida dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon. Radon dengan jari-jari paling besar juga dapat bereaksi dengan oksigen atau fluor. A dan HF. ion fluorida. Tuliskan reaksi redoksnya. dan XeF6. Pada tabel periodik. seperti NaOH membentuk garam ksenat dan garam perksenat. Persamaan kimianya: → 2XeF2 + 2H2O ⎯⎯ 2Xe + O2 + 4HF → 6XeF4 + 12H2O ⎯⎯ 2XeO3 + 4Xe + 3O2 + 24HF → XeF6 + H2O ⎯⎯ XeOF4 + 2HF Sumber: Chemistry. Persamaan kimianya: → XeO3 + NaOH ⎯⎯ NaHXeO4 (natrium ksenat) → 4NaHXeO4 + 8NaOH ⎯⎯ 3Na4XeO6 + Xe + 6H2O (natrium perksenat) Tes Kompetensi Subbab 1. Dalam larutan HCl senyawa ini tereduksi menjadi xenon 3. 2. Tuliskan persamaan reaksinya. eksplosif Gas tak berwarna. disertai dengan HCl yang dioksidasi menjadi Cl2. Xenon difluorida adalah oksidator yang kuat.Tabel 3. kemudian hubungkan dengan teori oktet dari Lewis. 2000 Gambar 3. 1990 Senyawa Xenon difluorida Xenon tetrafluorida Xenon heksafluorida Xenon trioksida Xenon tetroksida Kegiatan Inkuiri Gambarkan struktur molekul dari senyawa xenon.3 Senyawa yang Mengandung Unsur Gas Mulia (Xenon) dengan Unsur Elektronegatif Rumus XeF2 XeF4 XeF6 XeO3 XeO4 Deskripsi Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna. jika dilarutkan dalam air. Adakah penyimpangan? Tergolong senyawa apakah menurut Lewis? Hal ini berkaitan dengan jari-jari atom gas mulia. Jika senyawa-senyawa fluorida dari xenon direaksikan dengan air akan terbentuk senyawa xenon yang lain. sifat eksplosif XeO3 akan hilang sebab terbentuk senyawa asam ksenat. melalui reaksi langsung Xe(g) dan F2(g) dalam kamar reaktor nikel pada 400°C dan 6 atm. Xenon trioksida. jari-jari atom gas mulia makin ke bawah makin besar. dan O2. eksplosif Sumber: General Chemistry . yang bersifat oksidator kuat. gaya tarik inti terhadap elektron valensi makin berkurang sehingga atom-atom gas mulia seperti xenon dan kripton lebih reaktif dibandingkan gas mulia yang lain. XeF4. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 65 . Hibridisasi apa yang terjadi pada senyawa tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan. XeO3 memiliki bentuk padat berwarna putih dan bersifat eksplosif. Gambarkan struktur molekul dari XeF2. Akan tetapi. H2XeO4. XeO3 merupakan oksida xenon yang paling utama. tetapi karena radon merupakan unsur radioaktif menjadikan senyawa yang terbentuk sukar dipelajari.5 Kristal XeF4 Pertama dibuat tahun 1962.

3Ca3(PO4)2. Bentuk kedua mineral tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. artinya pesing). dan sifat-sifat fisika lainnya ditunjukkan pada Tabel 3.7).12 2. dan I2.48 Sifat Sifat Unsur Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) II A [He]2s22p5 F [Ne]3s2 3p5 Cl [Ar]4s2 4p5 Br [Kr]5s2 5p5 I [Xe]6s2 6p5 At Sumber: General Chemistry . CaF2. Bromin kurang melimpah.82 1. Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam.14 I 114 184 4. Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya.B.33 At – – – 2. 1990 Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam tabel periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. unsur-unsur golongan VIIA dinamakan halogen.19 0. cairan dan uapnya berwarna cokelat-kemerahan. Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam. ruangan akan tampak cokelat-kemerahan. Fluorin dan klorin berwujud gas. Sifat-Sifat Unsur Halogen Semua unsur halogen terdapat sebagai molekul diatom. halos = garam. titik didih. Halogen umumnya berbau menyengat. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat. Oleh sebab itu.6 Mineral fluoroapatit dan fluorit (fluorosfar) Halogen umumnya terdapat dalam bentuk garamnya. Cl2.06 1. genes = pembentuk atau pencipta). Iodin berupa zat padat berwarna hitam mengkilap yang dapat menyublim menghasilkan uap berwarna ungu (lihat Gambar 3. Atom-atom unsur halogen memiliki afinitas elektron tinggi sehingga mudah menerima elektron membentuk konfigurasi elektron gas mulia.67 0. Tabel 3. fluorin berwarna kuning pucat dan klorin berwarna kuning kehijauan.64 Cl –101 –35 0. 2000 Gambar 3. Br2. artinya pembentuk garam (halos dan genes.0017 4.0 – 328 1. terutama klorin dan bromin (bromos.99 Br –7 –59 3. Oleh sebab itu.8 –325 1.6. Bromin mudah menguap.CaF2 dan mineral fluorit. Unsur-Unsur Halogen Berdasarkan konfigurasi elektronnya.0 –349 1.5 – 295 2. Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit. Iodin terdapat dalam jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO3 bersama-sama garam nitrat.0032 3. yaitu F2. 1 Kelimpahan Unsur Halogen Sumber: Chemistry. terdapat sebagai ion Br dalam air laut. 66 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Unsur astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil.4.93 2. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan. 2. Kedua gas ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. Titik leleh.4 Beberapa Sifat Unsur-Unsur Golongan VIIA F –220 –188 0.2 –270 – 1. halogen menempati golongan VIIA dalam tabel periodik. unsur-unsur halogen tidak pernah ditemukan dalam keadaan unsur bebas di alam.

Kekuatan oksidator F2. Makin besar afinitas elektron. → Cl2(aq) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + Br2(aq) → Cl2(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + I2(aq) Reaksi Cl2 dengan Br– atau I– dapat digunakan untuk identifikasi bromin dan klorin dalam suatu senyawa ion. Br2. 1997 Gambar 3. Alat 1. Hal ini dapat dilihat dari potensial reduksi standar: → F2 + 2e– ⎯⎯ 2F– E° = +2. Halogen can be oxidized by another halogen which is under the first one in periodic table. unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang terletak di bawahnya dalam tabel periodik. afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I. Oleh karena unsur halogen mudah menerima elektron maka semua unsur halogen merupakan oksidator kuat.87 V – ⎯⎯ – Cl2 + 2e → 2Cl E° = +1. Akibatnya. kereaktifan unsur-unsur halogen dari atas ke bawah berkurang. Tabung reaksi 2. Tabung "Y" Bahan 1.1 Daya Oksidasi dan Reduksi Unsur Halogen Tujuan Menunjukkan sifat oksidator halogen dan daya pereduksi halidanya.7 Kristal Iodium apabila dipanaskan tidak mencair. Kekuatan oksidator halogen menurun dari atas ke bawah dalam tabel periodik.54 V Berdasarkan data potensial reduksi standar dapat disimpulkan bahwa F2 merupakan oksidator paling kuat. Aquades (air suling) 4. Botol pereaksi 3.Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya. Kaporit 2. but the opposite reaction will not occur. makin reaktif unsur tersebut. Kata Kunci • • Molekul diatom Oksidator kuat Aktivitas Kimia 3. Dari atas ke bawah. tetapi menyublim. HCl pekat 3. Kloroform Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 67 .07 V – ⎯⎯ – I2 + 2e → 2I E° = +0. Cl 2. Larutan Kl 5. akan terbentuk bromin dan iodin. Catatan Note Halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang berada di bawahnya dalam tabel periodik. Oleh karena itu. tetapi reaksi kembalinya tidak terjadi. tetapi reaksi kebalikannya tidak terjadi. Kereaktifan halogen dapat juga dipelajari dari afinitas elektron. Gas fluorin dapat mengoksidasi unsur-unsur halogen yang berada di bawahnya: → F2(g) + 2Cl–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Cl2(g) → F2(g) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Br2(g) → F2(g) + 2l–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + l2(s) Sumber: Chemistry: The molecular Science. jari-jari atom meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah. dan I 2 dapat dilihat dari reaksi antarhalogen. Demikian pula jika gas klorin ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung ion Br– atau ion I–. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik.36 V – ⎯⎯ – Br2 + 2e → 2Br E° = +1.

(D) SPMB 2002 Oleh karena potensial sel sangat tinggi maka reaksi fluorin dan air berlangsung sangat dahsyat. Siapkan Tabung "Y" seperti gambar berikut. Putar tabung Y sedemikian rupa sehingga HCl pekat mengalir ke dalam kaporit. Mengapa F2 bereaksi. 68 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . sedangkan I2 sukar larut dalam air. 2. BrF. van der Waals E. Br 2. gas Cl2 dan Br2 dapat bereaksi. nilai GGL dapat dihitung dari potensial reduksi standar.24 volt.. 4. dan –0. Tuliskan reaksi yang terjadi antara Kl dan Cl2. 0. Reaksi gas Cl2. Lakukan sampai terbentuk larutan klorin jenuh.. kovalen D.. IBr. HClO(aq) + HCl(aq) Cl2(g) + H2O( ) HBrO(aq) + HBr(aq) Br2(aq) + H2O( ) Kegiatan Inkuiri Jelaskan kelarutan gas halogen menggunakan data potensial reduksi standar antara gas halogen dan air. A. Larutan KI + kloroform Pertanyaan 1. Gas Cl2 dan Br2 larut baik dalam air. seperti ClF. Agar I2 dapat larut dalam air. hidrogen C.Langkah Kerja Pembuatan larutan klorin 1. Siapkan tabung reaksi yang berisi campuran larutan Kl dan kloroform. HBr. baik unsur logam maupun nonlogam. Berapa potensial sel dalam reaksi tersebut? 5. → KI(aq) + I2(s) ⎯⎯ KI3(aq) Halogen dapat bereaksi dengan hampir semua unsur. ion B. 2. dan HI. Akan tetapi. sedangkan yang lain tidak bereaksi? Kelarutan halogen dalam air beragam. kenyataannya HF mempunyai titik didih tertinggi karena mempunyai ikatan hidrogen.54 volt. Tambahkan larutan Cl 2 jenuh hasil reaksi ke dalam tabung reaksi. Hal ini di sebabkan HF mempunyai ikatan . Zat apakah yang terdapat dalam kloroform? 4. dan HI karena mempunyai Mr terkecil sehingga ikatan Van der Walls paling rendah. Demikian pula dengan sesama halogen dapat membentuk senyawa antarhalogen. dan IF7. kovalen ion Pembahasan HF seharusnya mempunyai titik didih yang rendah dibandingkan dengan HCl.05 V Mahir Menjawab Berdasarkan sifat periodik unsurunsur halogen. Nilai GGL dapat dipakai untuk meramalkan kespontanan reaksi. ClF3. harus ditambah KI karena terbentuk senyawa kompleks I3–. Berdasarkan nilai GGL. HF diharapkan mempunyai titik didih paling rendah dengan HCl. sedangkan I2 tidak bereaksi. jawaban yang dimaksud adalah ikatan van der waals. Masukkan aquades pada botol pereaksi. Amati perubahan yang terjadi. dan I 2 dengan air menghasilkan nilai GGL berturut-turut 0. Menunjukkan oksidator klorin 1. Apakah yang dapat Anda amati dari percobaan pembuatan larutan klorin? 2. ClF5. Tuliskan reaksi yang terjadi antara kaporit (CaOCl2) dan HCl. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari pengamatan percobaan ini? Diskusikan dengan teman atau guru Anda. Jadi. 3. HBr. misalnya: → 2F2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4HF(aq) + O2(g) E° = 2. 3.28 volt. Pada reaksi halogen dan air. Tambahkan kaporit pada kaki kiri dan HCl pekat pada kaki kanan. Gas F2 bereaksi dengan air membentuk HF.

Pada senyawa antarhalogen. UF6 (padatan berwarna putih dan mudah menguap). HIO2. Dengan unsur bukan logam.5. Semua unsur halogen dapat membentuk asam okso. +3. HIO2. Br2 akan mengoksidasi I– : → 2I–(aq) + Br2( ) ⎯⎯ 2Br– (aq) + I2(s) – (b) Ion Cl adalah ion halogen berada di atas iodium dalam tabel periodik. halogen membentuk senyawa kovalen. biloks positif dimiliki oleh halogen dengan keelektronegatifan lebih kecil. kecuali fluorin. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas F2 merupakan oksidator kuat sehingga hanya dapat dibuat melalui elektrolisis garamnya. Tabel 3. tidak akan terjadi reaksi: → Cl–(aq) + I2(s) ⎯⎯ Kata Kunci • • • • • Senyawa ionik Senyawa antarhalogen Senyawa kovalen Asam okso Elektrolisis 3. (*) HBrO2. Perhatikan Gambar 3. and HBrO4 are unstable thus those are difficult to be produced. +5. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 69 . Misalnya. 2002 Gas F2 diproduksi secara komersial untuk bahan bakar nuklir uranium. 1990 Contoh 3. Oleh karena itu. dalam molekul ClF3. dan +7. Bilangan oksidasinya mulai dari +1. dan HBrO4 tidak stabil sehingga sukar dibuat. biloks Cl = +3 dan biloks F = –1.5 Halogen Klorin Bromin Iodin Senyawa Halogen yang Dapat Membentuk Asam Okso Hipohalida HClO HBrO HIO Halit HClO2 HBrO2(*) HIO2(*) Halat HClO3 HBrO3 HIO3 Perhalat HClO4 HBrO4(*) HIO4 Catatan Note (*) HBrO2. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katode dan gas F2 di anode. Contohnya dapat dilihat pada Tabel 3.8 Anode F2 HF H2 Katode Gambar 3. Dengan demikian. yaitu larutan KF dalam HF cair. I2 tidak dapat mengoksidasi Cl– . Jadi. Baik dalam senyawa ionik maupun kovalen. pada umumnya halogen memiliki bilangan oksidasi 1. Logam uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih menghasilkan uranium heksafluorida.1 Reaksi Antarhalogen Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut jika dapat bereaksi. Sumber: General Chemistry . (a) I–(aq) + Br2( ) (b) Cl–(aq) + I2(s) Jawab (a) Br2 dapat mengoksidasi ion halogen yang berada di bawahnya pada tabel periodik.8 Pembuatan gas F2 secara elektrolisis Larutan KF dalam HF cair Sumber: Chemistry. Halogen bereaksi dengan logam membentuk senyawa ionik.

Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. dan tekstil. dan CH3Cl (untuk silikon dan TEL). Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi. Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara. Setelah terjadi reaksi redoks. AgI CCl4 CH3Br C2H4Br2 C2H4Cl C2H5Cl HCl NaClO NaClO3 KI Film fotografi Industri fluorokarbon Pestisida Penangkapan timbal dalam gasolin Industri polivinil klorida dan plastik Industri TEL Pengolahan logam dan makanan Pemutih pakaian dan industri hidrazin Pemutih kertas dan pulp Nutrisi manusia dan suplemen makanan hewan 70 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Secara komersial. b. Dalam jumlah besar. Gambar 3. CH3Br (sebagai pestisida). pemutih. gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah. a. reaksinya: → Anode: Cl–( ) ⎯⎯ Cl2(g) → Katode: Na+( ) ⎯⎯ Na(s) Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri plastik. seperti vinil klorida.9 (a) Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. NaNO3) melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3. Bromin cair berada di dasar tangki.. Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki. Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI sebagai nutrisi dan makanan ternak. pulp kertas. klorin digunakan untuk desinfektan. perak bromida (untuk film fotografi). (b) Pelat film ini dilapisi oleh AgBr. CCl 4 (untuk fluorokarbon). dan alkali bromida (untuk sedatif). Beberapa kegunaan senyawa halogen dijabarkan pada Tabel 3.6. c. (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Gas I2 diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida dengan oksidator gas Cl2. CH 2=CHCl (untuk PVC). Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili. Tabel 3. yang sensitif terhadap cahaya. Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metil bromida. sedangkan air di atasnya. pembuatan gas Br2 sebagai berikut.6 Beberapa Kegunaan Senyawa Halogen Senyawa Kegunaan AgBr.Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl.

→ H2(g) + Cl2(g) ⎯⎯ 2HCl(g) c. Reaksinya: b.9%. yaitu 20°C. Persamaan ionisasinya: H+(aq) + F–(aq) HF(aq) Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya. dan garamnya (MX). Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 71 . Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin lemah. Dalam hal ini digunakan asam fosfat. HF. sebab gas F2 sendiri dibuat dari penguraian HF. → CaF2(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ CaSO4(s) + 2HF(g) HCl. akibatnya atom H mudah lepas. asam okso-halida (HXOn). Reaksinya: Δ → NaCl(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ NaHSO4(s) + HCl(g) Pada suhu tinggi. HBr dan HI dibuat dengan cara serupa. tidak dapat dibuat dengan H 2SO 4 . HCl. HBr = –67°C. Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain. Setiap unsur halogen dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF. Kekuatan asam halida di dalam pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen Senyawa halogen yang penting adalah asam hidrogen halida (HX). Asam-asam halida di dalam air terionisasi sempurna. seperti berikut ini. Titik didih asam halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = –85°C. tetapi reaksinya tidak memiliki nilai komersial. kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi. Umumnya. seperti berikut ini. dibuat dari garam CaF2 dan asam sulfat pekat. tetapi menggunakan katalis platina sebab reaksi tanpa katalis sangat lambat. kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2. → H2(g) + F2(g) ⎯⎯ 2HF(g) b. Hydrogen bond is the interaction between an high electronegativity atom and hydrogen atom. dibuat dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. HBr. dan atom hidrogen. 4. dan HI. Senyawa HCl dibuat melalui reaksi gas Cl2 dan H2 berlebih. a. Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam. sebab dapat mengoksidasi Br– dan I – menjadi unsur-unsurnya. a. hasil yang terbentuk adalah natrium sulfat: Δ → NaCl(s) + NaHSO4( ) ⎯⎯ Na2SO4(s) + HCl(g) HBr dan HI.Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi pada pembuatan iodin dari natrium iodat dan natrium hidrogen sulfit. Gas F2 dan H2 bereaksi sangat dahsyat membentuk senyawa HF. asam-asam halida disintesis melalui pemanasan garam halida dengan asam yang tidak mudah menguap. HI = –35°C). Δ Pt H2(g) + Br2(g) ⎯⎯⎯ 2HBr(g) → Δ Pt H2(g) + I2(g) ⎯⎯⎯ 2HI(g) → Catatan Note Ikatan hidrogen adalah ikatan antara atom yang mempunyai sifat keelektronegatifan tinggi. Reaksinya: Δ Kata Kunci • • • • Asam halida Kekuatan asam Senyawa biner Pickling c.

10). kemudian bereaksi dengan gelas. 1 g pemutih komersial 2. 2000 Larutan NaClO digunakan sebagai pemutih pada industri tekstil. gas Cl2 yang dihasilkan pada anode dapat bereaksi dengan larutan NaOH yang dihasilkan di katode membentuk natrium hipoklorit. Timbang 1 g pemutih komersial dan larutkan ke dalam 25 mL air. Labu erlenmenyer 2. Aktivitas Kimia 3. Reaksinya: → Cl2(g) + 2NaOH(aq) ⎯⎯ NaClO(aq) + NaCl(aq) + H2O( ) Sumber: Chemistry.Δ → NaBr(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HBr(g) + NaH2PO4(s) Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl3F. Reaksinya: SbF5 CCl4( ) + HF(g) ⎯⎯⎯ CCl3F(aq) + HCl(g) → Sumber: und. Ion hipoklorit tidak stabil. Air 3. HF bereaksi dengan silika (SiO2). Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas (Gambar 3. Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan mineral aluminium dan untuk mengetsa gelas.1 M hingga terbentuk warna biru muda dari kompleks I2–kanji (titik akhir titrasi). Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu. Buret 3. Titrasi campuran tersebut dengan larutan KI 0.11). 2. yang disintesis dari CCl4 dan HF dengan antimon pentafluorida sebagai katalis. dan terdisproporsionasi membentuk ion klorat. Pipet tetes 4.11 Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas. Alat 1. Masukkan ke dalam labu erlenmeyer dan tambahkan 5 tetes larutan kanji sebagai indikator. ClO3– dan ion klorida.10 Polimer jenis politetrafluoroetilen (teflon) juga merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus fluorin. Dalam elektrolisis larutan NaCl. 72 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .edu Gambar 3. freon.1 M Langkah Kerja 1. Reaksinya: → 6HF(aq) + SiO2(s) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + 2H2O( ) Silika → CaSiO3(s) + 8HF(aq) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + CaF2(aq) + 3H2O( ) Gelas Asam heksafluorosilikat Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam sulfat. Hitung berapa kadar NaClO. dan teflon (Gambar 3. Reaksinya: → 3ClO–(aq) ⎯⎯ ClO3–(aq) + 2Cl–(aq) Gambar 3.2 Penentuan Kadar NaClO dalam Produk Pemutih Tujuan Menentukan kadar NaClO dalam produk pemutih. Timbangan Bahan 1. Larutan kanji 4. 4. Gelas ukur 5. Dalam etsa gelas. Larutan KI 0. Senyawa CCl3F digunakan sebagai pendingin dan bahan bakar aerosol. fosfat. Cl–. 3. seperti tungsten. dan nitrat.

Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3 Pollusit. dan karnalit (KCl. 2. Tabel 3. 6. 3. sumber utama logam natrium dan kalium adalah deposit mineral yang ditambang dari dalam tanah. 7.H2O • • Kata Kunci Deposit mineral Energi ionisasi kesatu Pembentukan mineral tersebut melalui proses yang lama. Cs4Al4Si9O26. Buatlah hasil laporan per kelompok untuk percobaan ini.Pertanyaan 1. Mineral berasal dari air laut yang menguap dan garam-garam terlarut mengendap sebagai mineral. secara perlahan mineral tersebut tertimbun oleh debu dan tanah sehingga banyak ditemukan tidak jauh dari pantai. melainkan berada dalam bentuk senyawa. Berapakah bilangan oksidasi Cl dalam PCl5? Gunakan model VSEPR untuk menjelaskan pasangan elektron dan struktur molekul BrF3.7 Mineral Utama Logam Alkali Unsur Litium Natrium Kalium Rubidium Cesium Sumber Utama Spodumen. Jika air laut diuapkan. Unsur-unsur alkali merupakan logam yang sangat reaktif. Tes Kompetensi Subbab 1. mengapa? Jelaskan. 4. unsurunsur logam alkali tidak ditemukan sebagai logam bebas di alam. LiAl(Si2O6) NaCl KCl Lepidolit. presentasikan di depan kelas. C. 1. Berapakah kadar NaClO? 4. silvit (KCl). Kerapatan halogen dari atas ke bawah tabel periodik meningkat.H2O). Air laut merupakan larutan garam-garam alkali dan alkali tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 73 . Kemudian. Mengapa diperlukan indikator untuk mengetahui titik akhir titrasi? 2. Kereaktifan unsur alkali disebabkan kemudahan melepaskan elektron valensi pada kulit ns 1 membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +1. Bagaimanakah persamaan reaksi antara larutan KI dan larutan pemutih? 3. Selain air laut. Oleh sebab itu. seperti halit (NaCl). garam-garam yang terlarut akan membentuk kristal. Tuliskan persamaan reaksi antara PCl5 dan H2O. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HI dari reaksi NaI(s) dan H3PO4. Kemudian. Mineral-mineral ini banyak ditemukan di berbagai belahan bumi. Kelimpahan Unsur Logam Alkali di Alam Sumber utama logam alkali adalah air laut.MgCl. Berapakah biloks Br dalam senyawa BrF dan IBr? Mengapa fluorin tidak dapat membentuk asam okso. Unsur-Unsur Golongan Alkali Unsur-unsur golongan IA disebut juga logam alkali. sedangkan halogen yang lain dapat dibuat? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HBr dari reaksi NaBr(s) dan H3PO4. B 5.

8 Sifat-Sifat Fisika Logam Alkali Li 181 1347 0.86 0. ketiga logam ini sangat reaktif terhadap air dan reaksinya bersifat eksplosif disertai nyala. Rubidium terdapat dalam mineral lepidolit.53 0. Tabel 3.7 K 63.67 Cs 28. Penurunan titik leleh dari litium ke cesium disebabkan oleh jari-jari atom yang makin besar sehingga mengurangi kekuatan ikatan antaratom logam. logam alkali tidak boleh disentuh langsung oleh tangan. 1990 Semua unsur golongan IA berwarna putih keperakan berupa logam padat. Gambar 3.93 Rb –2. natrium.0 g cm–3.12 (a) Logam litium terapung di air karena massa jenisnya lebih kecil dari air.71 –2.12a).8 1.Logam alkali lain diperoleh dari mineral aluminosilikat.05 –2.8 Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Sumber: General Chemistry . dan kalium mempunyai massa jenis kurang dari 1. Litium terdapat dalam bentuk spodumen.H2O. Logam alkali sangat reaktif dalam air. seperti ditunjukkan oleh potensial reduksi standar yang negatif.9 688 1.02 Sumber: General Chemistry . Akan tetapi. (b) Logam natrium harus disimpan dalam minyak tanah.7 1.0 0. LiAl(SiO3)2. CsAl(SiO3)2.99 Cs –3.6 774 0. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Unsur-unsur alkali semuanya logam yang sangat reaktif dengan sifatsifat fisika ditunjukkan pada Tabel 3.8 tampak bahwa logam litium. kecuali cesium berwujud cair pada suhu kamar.5 Rb 38. Fransium bersifat radioaktif.8 883 0.88 0. logam tersebut terapung dalam air (Gambar 3.8.9 Na 97. 1990 74 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Sifat-sifat fisika logam seperti lunak dengan titik leleh rendah menjadi petunjuk bahwa ikatan logam antaratom dalam alkali sangat lemah.8 1.4 678 1. Oleh karena tangan kita mengandung air. Akibatnya. Logam-logam alkali merupakan reduktor paling kuat.9 1.9 Potensial Reduksi Standar Logam Alkali Logam Alkali Li Na K Potensial reduksi (V) –3. Pada Tabel 3. Cesium diperoleh dari pollusit yang sangat jarang.53 1. Natrium merupakan logam lunak dan dapat dipotong dengan pisau.97 0. Tabel 3. Kalium lebih lunak dari natrium. Ini akibat jari-jari atom logam alkali relatif besar dibandingkan unsur-unsur lain dalam satu periode. 2.

3. tetapi produk yang dominan adalah natrium peroksida (Na2O2). Anda dapat melakukan penyelidikan pada Aktivitas Kimia 3. Siapkan tiga kawat nikromium dan pembakar bunsen. logam alkali bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. → 2Na(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g) Kata Kunci • • Massa jenis logam alkali Reduktor kuat Kereaktifan logam alkali terhadap air menjadi sangat kuat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. LiCl. Dalam udara terbuka. 3. 1997 Gambar 3. Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. sedangkan logam lainnya tidak dapat bereaksi. Warna-warna tersebut menjadi petunjuk adanya logam alkali di dalam suatu sampel. sedangkan energi ionisasi kedua sangat tinggi sehingga hanya ion dengan biloks +1 yang dapat dibentuk oleh logam alkali. litium dapat bereaksi dengan gas nitrogen. seperti LiH dan NaH. yang berarti logam tersebut cenderung membentuk kation. Semua logam alkali dapat bereaksi dengan air. Kawat nikromium Bahan 1. Di udara terbuka. Litium membentuk Li2O. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 75 . Aktivitas Kimia 3. Sumber: Chemistry: The Molecular Science . Jika logam alkali atau senyawanya dibakar dalam nyala bunsen. Reaksinya melibatkan pergantian hidrogen dari air oleh logam membentuk suatu basa kuat disertai pelepasan gas hidrogen. Larutan jenuh NaCl 2. akan tampak warna yang khas untuk setiap logam alkali. Amati warna masing-masing kawat yang dihasilkan. Sifat ini juga didukung oleh energi ionisasi pertama yang rendah.3 Uji Nyala Logam Alkali Tujuan Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. Logam alkali bereaksi dengan halogen membentuk garam halida. Sepotong logam litium jika dimasukkan ke dalam air akan bergerak di sekitar permukaan air disertai pelepasan gas H2. Jika kalium dibakar dengan oksigen. Larutan KCl Li Na K Langkah Kerja 1. natrium membentuk Na2O. Oksida ini merupakan senyawa ion dari ion K+ dan ion O2–. Alat 1. Larutan LiCl 3. Pembakar bunsen 2.13 Penerangan di jalan raya biasanya menggunakan lampu natrium. dan KCl. produk dominan adalah kalium superoksida (K2O). 2. Pada suhu tinggi. Celupkan setiap kawat nikromium ke dalam masing-masing larutan NaCl.Keelektronegatifan logam alkali pada umumnya rendah (cesium paling rendah). suatu senyawa berwarna kuning-jingga. Kalium bereaksi sangat dahsyat disertai ledakan dan nyala api berwarna ungu. logam alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida.

uap natrium dipakai sebagai pengisi lampu penerang jalan raya atau kendaraan. 2000 Gambar 3. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan LiCl? 3. persamaan reaksinya: → Na( ) + KCl( ) ⎯⎯ NaCl( ) + K(g) Uap kalium meninggalkan reaktor yang selanjutnya dikondensasi.14). Logam natrium kali pertama dibuat pada tahun 1807 oleh Humpry Davy melalui elektrolisis lelehan NaOH. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Logam natrium dan litium dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garamnya.Data Pengamatan Logam Li Na K Logam Pertanyaan 1. lelehan KCl direaksikan dengan logam natrium pada 870°C. Disamping itu. Kalium lebih mudah dibuat melalui reduksi kimia daripada melalui elektrolisis KCl. 76 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .14 Perangkat elektrolisis lelehan NaCl pada pembuatan logam alkali Lelehan NaCl Cl2 Na ( ) Anode karbon 2Cl– ¾ ® Cl2(g) + 2e– + Katode besi 2Na++2e– ¾ ® 2Na( ) Sumber: Chemistry. Secara komersial. Oleh karena elektrolisis di atas diperlukan suhu tinggi sekitar 800°C untuk melelehkan garam NaCl maka untuk menurunkan suhu titik lelehnya bahan baku dicampur CaCl2 membentuk campuran NaCl–CaCl2. 3. Sejumlah besar natrium digunakan dalam pembuatan senyawa Na2O2 dan NaNH2. Demikian juga litium diperoleh dari elektrolisis lelehan campuran LiCl–KCl. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan KCl? Jika muatan listrik dilewatkan ke dalam uap natrium akan terpancar sinar kuning yang terang. Oleh karena nyalanya yang terang.15 Model paduan logam Li–Al Identifikasikan oleh Anda mana logam litium dan yang mana logam aluminium. Cara ini merupakan metode pembuatan logam natrium di industri (lihat Gambar 3. Oleh karena natrium merupakan zat pereduksi kuat. logam natrium sering digunakan pada pembuatan logam lain seperti titan dan sintesis beberapa senyawa organik. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan NaCl? 2. nyala lampu natrium dapat menembus kabut. 2000 Sumber: Chemistry. Penambahan CaCl2 ke dalam NaCl dapat menurunkan titik leleh NaCl hingga sekitar 580°C. NaCl Gambar 3.

10. Kelebihan dari masker ini adalah uap hasil pernapasan (CO2 + H2O) bereaksi dengan superoksida menghasilkan gas oksigen. Contoh 3. dan meninggalkan larutan LiOH.on. bagaimana KNO3 (kalium nitrat) dapat dibuat dari KCl (kalium klorida) dan asam nitrat dalam dua tahap. Sejumlah kecil kalium diproduksi untuk membuat K 2 O yang digunakan dalam masker gas dengan sistem tertutup (lihat Gambar 3. diperoleh dari pengolahan bijih litium.10 Kegunaan Senyawa Alkali Sifat Li2CO3 LiOH LiH NaCl Kegunaan Produksi aluminium Pembuatan LiOH Pabrik sabun litium untuk pelumas Pereduksi pada sintetis organik Pembuatan antihistamin dan obat-obatan Sumber Na dan NaCl Bumbu. 1990 Gambar 3. → KOH(s) + CO2(g) ⎯⎯ KHCO3(s) Sumber: Ihsc. terutama dalam industri dan rumah tangga. Paduan logam ini sangat ringan sehingga banyak digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang dan material lainnya.ca 4.Logam penting lainnya adalah litium. Beberapa kegunaan senyawa alkali dijabarkan dalam Tabel 3. Kegunaan dari logam litium adalah sebagai anode pada baterai.16). Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Senyawa alkali banyak dimanfaatkan. → 4K2O(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4KOH(s) + 3O2(g) Kalium hidroksida yang dihasilkan dalam reaksi ini mengikat karbon dioksida dari hasil pernapasan. Kalsium hidroksida bereaksi dengan litium karbonat mengendapkan kalsium karbonat.16 Masker K2O dengan sistem tertutup NaOH Na2CO3 Na2O2 NaNH2 KCl KOH K2CO3 KNO3 Litium karbonat adalah garam yang kurang larut. berguna sebagai paduan Li–Al. Garam ini digunakan untuk membuat LiOH. dan penyedap makanan Pabrik sabun (mengendapkan sabun dari campuran reaksi) Industri pulp dan kertas Ekstraksi oksida aluminium Pabrik rayon viskosa Pemurnian minyak bumi Pabrik sabun Pabrik gelas Digunakan dalam detergen dan softener Pemutih tekstil Pembuatan celupan indigo untuk blue jeans denim Pupuk Pabrik sabun lunak Pabrik gelas Pupuk dan bahan peledak Sumber: General Chemistry .2 Pembuatan Unsur Alkali Tunjukkan dengan persamaan kimia. Hal ini dimungkinkan karena litium memiliki massa jenis rendah dan potensial reduksi standarnya sangat negatif. Tabel 3. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 77 .

Natrium karbonat dibuat melalui proses solvay. Senyawa Na2CO3 (soda ash) dipakai pada pembuatan gelas. Mengapa unsur logam alkali tidak terdapat bebas di alam? Jelaskan. Natrium klorida merupakan sumber logam natrium dan bahan baku senyawa natrium lainnya. a. sebab ion kalium berfungsi sebagai nutrien bagi tanaman. 7.Jawab Kalium hidroksida dibuat secara komersial dari kalium klorida dengan cara elektrolisis larutannya. Lebih dari 90% KCl digunakan dalam pupuk. NH3. Reaksi total sel elektrolisis adalah → 2NaCl(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g)+ Cl2(g) Kata Kunci • • Elektrolisis Proses solvay Natrium hidroksida merupakan basa kuat dan memiliki banyak aplikasi penting dalam proses kimia. → 2 KCl(aq) + 2 H2O( ) ⎯⎯ 2KOH (aq) + H2(g) + Cl2(g) Jika larutan kalium hidroksida dari hasil elektrolisis dinetralkan dengan asam nitrat: → KOH(aq) + HNO3(aq) ⎯⎯ KNO3(aq) + H2O( ) → Ca(OH)2(aq) + Li2CO3(aq) ⎯⎯ CaCO3(s) + 2LiOH(aq) LiOH digunakan pada pabrik sabun litium untuk pelumas. Litium bereaksi dengan asetilen dalam amonia cair menghasilkan litium asetilida (LiC ≡ CH) dan gas hidrogen. memisahkan aluminium oksida. 2. Apakah jenis reaksinya? Ramalkan hasil dari reaksi berikut. Senyawa Na2CO3. Sejumlah besar NaOH digunakan untuk membuat kertas. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi ini. 3. Δ 2NaHCO3(s) ⎯⎯ Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O( ) → Kalium klorida merupakan senyawa kalium penting. 6. kemudian gas CO2 dihembuskan ke dalam larutan hingga terbentuk endapan NaHCO3 (baking soda). Kerjakanlah di dalam buku latihan. dan penyulingan minyak bumi. Reaksi total: → NH3(g) + NaCl(aq) + CO2(g) ⎯⎯ NaHCO3(s) + NH4Cl(aq) Endapan NaHCO3 disaring. KCl digunakan untuk membuat kalium dan senyawa kalium yang lain. Secara berkala.10H2O dipakai sebagai pelunak air sadah yang ditambahkan ke dalam pembuatan sabun. 78 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan CO2. dan NaHCO3 terurai menjadi natrium karbonat. Li3N(s) dan H2O( ) b. Dalam proses solvay: NH3 dilarutkan ke dalam larutan jenuh NaCl. K2O(s) dan H2O( ) Tuliskan persamaan kimia yang menyatakan reaksi logam alkali dengan gas hidrogen membentuk alkali hidrida. kemudian dipanaskan sekitar 175°C. 4. Mengapa titik leleh unsur logam alkali berkurang dari atas ke bawah dalam tabel periodik? Jelaskan. Senyawa NaOH diproduksi melalui elektrolisis larutan natrium klorida. Kalium hidroksida diperoleh dari elektrolisis larutan KCl. yaitu metode pembuatan Na2CO3 dari NaCl. dicuci. Tes Kompetensi Subbab 1. Tuliskan persamaan reaksi dalam proses elektrolisis lelehan NaCl untuk memperoleh logamnya. C 5. Tuliskan persamaan reaksi dari oksidasi litium dan natrium .

Be3Al2(SiO3)6 2. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Tanah Kalsium. Barium ditemukan dalam barit. Kelimpahan Unsur Logam Alkali Tanah Di alam unsur-unsur alkali tanah terdapat dalam bentuk senyawa. Berilium Kalsium Stronsium Barium Magnesium Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.640 Titik didih (°C) 1. 1997 Gambar 3. mutiara dari jenis aquamarin (biru terang).D. Tabel 3. barium. Oleh karena kation-kation dalam silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion Ca2+ dan Mg2+ banyak ditemukan di laut.484 1. dan radium membentuk senyawa ion bermuatan +2. Magnesium kadang-kadang bersifat kovalen dan berilium lebih dominan kovalen.89 1. Kulit kerang dan hewan laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk deposit batu kapur.9 Keelektronegatifan 0.11 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Sifat Sifat Be Mg Ca Sr Ba 1. tetapi lebih keras jika dibandingkan dengan logam alkali.98 Jari-jari ion ( ) –1. Berilium merupakan logam berwarna abu dan kekerasannya mirip dengan besi.0 1. BaCO 3. Be3Al2(SiO3)6(lihat Gambar 3.MgCO3.17 Unsur–unsur logam alkali tanah 1. tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali.18).85 1.92 1.970 1. Logam alkali tanah yang lain umumnya berwarna perak dan lebih lunak dari berilium.54 2.0 0. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah sebab unsurunsur tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. SrSO4.89 –2. Sumber: Introductory Chemistry. Magnesium dalam air laut bereaksi dengan sedimen kalsium karbonat menjadi dolomit.74 1.18 Mineral beril. serta cukup kuat untuk menggores kaca.76 –2. dan stronsianat.5 1. Sifat-sifat golongan alkali tanah ditunjukkan pada Tabel 3.38 –2.74 1. SrCO3. dan emerald (hijau tua).11. Stronsium terdapat dalam celestit.384 1. 1990 H2 Mg H 2O Sumber: Sougou Kagashi Kekerasan logam alkali tanah berkurang dari atas ke bawah akibat kekuatan ikatan antaratom menurun.70 –2.36 1. BaSO 4. terutama pada kulit kerang sebagai CaCO3.090 1. sebagai unsur radioaktif. stronsium. Gambar 3.90 Potensial reduksi standar (V) Sumber: General Chemistry . CaCO3. Mineral utama berilium adalah beril.19 Magnesium dengan air dapat bereaksi dalam keadaan panas. Magnesium dan kalsium terdapat dalam batuan silikat dan aluminosilikat sebagai kationiknya.278 649 839 769 725 Titik leleh (°C) 2. Radium terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uranium. ® 79 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama ® Fenolftalein .51 Massa jenis (g cm–3) 1.2 1. Logam alkali tanah umumnya reaktif. dan iterit.6 3. Hal ini disebabkan jarak antaratom pada logam alkali tanah bertambah panjang.

Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Pada suhu kamar.22 Oleh karena garam-garam alkali tanah menghasilkan nyala beraneka warna.21 Nyala logam alkali tanah Sumber: Sougou Kagashi 3. Air laut mengandung sumber ion Mg2+ yang tidak pernah habis. Adapun magnesium dapat bereaksi dengan hidrogen pada tekanan tinggi dengan bantuan katalis MgI2. Kereaktifan logam alkali meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik. Kalsium. Pembuatan logam magnesium dari air laut telah dikembangkan oleh berbagai industri kimia seperti ditunjukkan pada Gambar 3. unsurunsur cukup reaktif. 2002 Gambar 3. tetapi lebih cepat dengan uap air. Akibatnya. sering dipakai sebagai bahan untuk membuat kembang api.Sumber: Chemistry. dengan nitrogen dapat membentuk nitrida pada suhu tinggi.20 Magnesium jika dibakar akan mengeluarkan cahaya sangat terang. Stronsium berwarna krimson. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom yang bertambah panjang. → Ca(s) + H2(g) ⎯⎯ CaH2(s) Δ MgI2 Mg(s) + H2(g) ⎯⎯⎯⎯ MgH2(s) → Semua unsur alkali tanah bereaksi langsung dengan halogen membentuk halida.23. dan barium bereaksi dengan hidrogen membentuk logam hidrida. magnesium bereaksi agak lambat dengan air. berilium tidak bereaksi dengan air. Rumah tiram yang banyak terdapat di laut mengandung kalsium karbonat sebagai sumber kalsium. 80 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Ca Sr Ba Gambar 3. dan magnesium putih terang. Titik leleh dan titik didih logam alkali menurun dari atas ke bawah dalam sistem periodik. barium hijau-kuning. Reaksinya: → Ca(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ Ca(OH)2(aq) + H2(g) Logam alkali tanah bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. misalnya magnesium nitrida: → Mg(s) + N2(g) ⎯⎯ Mg3N2(s) Pembakaran unsur-unsur alkali tanah atau garamnya dalam nyala bunsen dapat memancarkan spektrum warna khas. stronsium. Energi ionisasi kedua dari unsur-unsur golongan IIA relatif rendah sehingga mudah membentuk kation +2. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Tanah Logam-logam alkali tanah diproduksi melalui proses elektrolisis lelehan garam halida (biasanya klorida) atau melalui reduksi halida atau oksida. Barium peroksida terbentuk pada suhu rendah dan terurai menjadi oksida pada 700°C. Barium dapat membentuk peroksida. Magnesium diproduksi melalui elektrolisis lelehan MgCl2. Adapun kalsium dan logam alkali tanah yang di bawahnya bereaksi dengan air pada suhu kamar.

garam MgCl2 dilelehkan dan dielektrolisis: Elektrolisis 1. bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan terhadap korosi. Mg(OH) 2 disaring dan diolah dengan asam klorida menjadi magnesium klorida. seperti berilium dan uranium. Kata Kunci • • • Kekerasan logam alkali tanah Energi ionisasi kedua Reduktor Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 81 . Lampu blitz pada kamera analog menggunakan kawat magnesium berisi gas oksigen menghasilkan kilat cahaya putih ketika logam tersebut terbakar. direduksi dengan ferosilikon (paduan besi dan silikon). Kulit kerang/tiram merupakan sumber kalsium.24 Sumber: Sougou Kagashi Magnesium dapat juga diperoleh dari penguraian magnesit dan dolomit membentuk MgO. CaCO3 terurai membentuk oksida: Δ CaCO3(s) ⎯⎯ CaO(s) + CO2(g) → Penambahan CaO ke dalam air laut dapat mengendapkan magnesium menjadi hidroksidanya: → Mg2+(aq) + CaO(s) + H2O( ) ⎯⎯ Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq) Selanjutnya. Logam magnesium banyak digunakan sebagai paduan dengan aluminium. → Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) ⎯⎯ MgCl2(aq) + 2H2O( ) Setelah kering.23 Pembuatan logam magnesium dari air laut Bubur Mg(OH)2 Cl2 dibakar menjadi HCl Saringan Sel Elektrolisis Mg(OH)2 Padat MgCl2 (s) Tank Penetral MgCl2 (s) Pengering Jika rumah tiram dipanaskan.Air Laut Kulit Kerang (CaCO3) Dipanaskan Tank Pecampur CaO Gambar 3. Kemudian. Oleh karena massa jenis paduan Mg–Al ringan maka paduan tersebut sering digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang atau beberapa bagian kendaraan.700° MgCl2( ) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯→ Mg( ) + Cl2(g) Gambar 3. Sejumlah kecil magnesium digunakan sebagai reduktor untuk membuat logam lain.

Jika dipanaskan hingga 900°C. semen. the whole reaction of CaO and Al can be written: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → → 2Mg(s) + O2(g) ⎯⎯ 2MgO(s) + Cahaya Kalsium dibuat melalui elektrolisis lelehan CaCl2. Elektrode ini tahan terhadap elektrolisis air selama proses isi-ulang. Penambahan zat tersebut ke dalam lelehan besi yang mengandung silikat akan bereaksi dengan silikat membentuk ampas yang mengapung pada permukaan lelehan besi. juga dapat dibuat melalui reduksi CaO oleh aluminium dalam udara vakum. obat-obatan (analgesik). Tabel 3. seperti thorium. berilium juga dapat dibuat melalui reduksi garam fluoridanya oleh logam magnesium. Kalsium yang dihasilkan dalam bentuk uap sehingga dapat dipisahkan. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Therefore. dan antasid Plester. minyak. dinding. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Tanah Senyawa logam alkali tanah dengan beberapa aplikasinya dalam industri dan rumah tangga dipaparkan dalam Tabel 3. yang secara komersial dikenal sebagai kapur tohor.200° → 3CaO(s) + 2Al( ) ⎯⎯⎯⎯ 3Ca(g) + Al2O3(s) Jika logam kalsium dipadukan dengan timbel akan menghasilkan paduan yang cukup keras. reaksi keseluruhan CaO dan Al dapat ditulis: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → Calcium oxide (alkaline oxide) reacts with aluminium oxide (amphoter oxide) produce tricalcium aluminat. dan makanan hewan Sumber magnesium untuk logam dan senyawa. dan penggiling lumpur Sumber: General Chemistry . Adapun. BeCl2. pengisi. digunakan sebagai elektrode pada accu. Natrium klorida ditambahkan untuk meningkatkan daya hantar listrik lelehan BeCl2. akan menghasilkan paduan yang kerasnya sama dengan baja. 1990 Mineral kalsium karbonat dan kulit kerang adalah sumber komersial sangat murah dan melimpah di alam. Kapur tohor digunakan pada pembuatan baja.12 Manfaat Senyawa Logam Alkali Tanah Senyawa MgO Mg(OH)2 MgSO4. 1. karbonat terurai melepaskan karbon dioksida dan menghasilkan kalsium oksida. sehingga accu dapat diperbarui. 950 ° C BeF2( ) + Mg( ) ⎯⎯⎯ MgF2( ) + Be(s) → Berilium merupakan logam mahal. dan pabrik pencelupan Pabrik baja. dan pupuk Pigmen cat. Reaksinya tergolong asam-basa Lewis: 82 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Kalsium juga digunakan sebagai zat pereduksi dalam pembuatan beberapa logam yang kurang umum. Walaupun stronsium sangat sedikit digunakan secara komersial. Ini disebabkan manfaatnya tinggi. susu magnesia Pupuk. barium dihasilkan melalui reduksi oksidanya oleh aluminium. Jika sejumlah kecil tembaga ditambahkan ke dalam berilium. Selain itu.7H2O CaO CaCO3 CaSO4 Ca(HPO4)2 BaSO4 Kegunaan Bata tahan api (tungku). 4. 1.12. stronsium dapat diproduksi melalui proses yang serupa. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Oleh sebab itu.000° → ThO2(s) + 2Ca( ) ⎯⎯⎯⎯ Th(s) + 2CaO(s) Berilium diperoleh dari elektrolisis berilium klorida. dan pengolahan air Mortar Lapisan kertas.Catatan Note Kalsium oksida (oksida basa) bereaksi dengan aluminium oksida (oksida amfoter) menghasilkan trikalsium aluminat.

akan diperoleh serbuk oksida yang larut dalam asam dan digunakan sebagai aditif makanan hewan. tetapi suspensi BaSO4 yang terdapat sebagai ion barium. Senyawa ini digunakan pada penggilingan minyak dalam bentuk bubur. Kalsium dapat memelihara kesehatan tulang dan gigi. CaCO3 dalam suatu cuplikan ditentukan dengan cara pelarutan sampel ke dalam asam kuat. Sekilas Kimia Unsur Kelumit Manusia membutuhkan diet (pola makanan) yang seimbang agar tetap sehat. sedangkan BaSO4 tidak larut. Tuliskan persamaan kimia untuk proses tersebut. MgO digunakan untuk membuat bata tahan api (tungku pirolisis).→ CaO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ CaSiO3( ) oksida basa oksida asam ampas kalsium silikat Kalsium hidroksida. Ca(OH)2 digunakan sebagai bahan pengisi pada pembuatan kertas. diketahui bahwa MgSO4 larut dalam air. 1990 Gambar 3. BaSO4 juga tidak dapat di tembus sinar-X sehingga senyawa ini digunakan untuk diagnosa sinar-X (Gambar 3. dan untuk membuat gigi buatan bersama-sama senyawa fluorin. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Contoh 3. Jika air sadah yang mengandung Ca(HCO 3) 2 diolah dengan Ca(OH)2.400°C. makanan utama.13 Daftar Kelarutan Senyawa Alkali Tanah di Dalam Air Be Mg Ca Sr Ba Hidroksida Tidak larut Tidak larut Sedikit larut Larut Larut Karbonat – Sedikit larut Tidak larut Tidak larut Tidak larut Sulfat Larut Larut Sedikit Tidak Tidak Sumber: General Chemistry . seperti nasi dan roti sering ditambah dengan makananmakanan lain (makanan tambahan). Kacangkacangan dan biji-bijian juga kaya dengan kalsium. D 3. dan MgCl2 tetap di dalam larutannya.25). jika Na2SO4 ditambahkan ke dalam larutan BaCl2 dan MgCl2 maka BaCl2 akan mengendap sebagai BaSO4. merupakan sumber makanan yang kaya dengan kalsium dan iodium. Jika MgO dibuat pada suhu lebih sekitar 700°C. dan titrasi C2O42– menggunakan KMnO4 dalam suasana asam. Sejumlah kecil dari banyak unsur sangat penting bagi proses kimia yang terjadi di dalam tubuh kita. Tabel 3. Oleh sebab itu.25 Fotografi sinar-X pada usus manusia menggunakan senyawa BaSO4. Berdasarkan pada sifat-sifatnya. Persentase kapur. Makanan dari laut. Untuk menghindari kekurangan unsur-unsur ini. 1997 Tes Kompetensi Subbab 1. bagaimanakah membedakan antara MgCl2 dan BaCl2? Jawab Berdasarkan kelarutannya dalam air. → Ca2+(aq) + 2HCO3(aq) + Ca(OH)2(aq) ⎯⎯ 2CaCO3(s)+ 2H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Senyawa MgCO3 jika dipanaskan di atas 1. berfungsi sebagai perekat gurdi penggilingan. Senyawa penting dari barium adalah BaSO4. 2. merupakan sumber ion Mg2+ dalam nutrien. dan seng yang baik. Senyawa barium yang larut dalam air tidak dapat digunakan sebab bersifat racun. menghasilkan endapan Ca2+ sebagai CaC2O4. semua ion kalsium diendapkan sebagai kalsium karbonat. seperti rumput laut dan ikan. → Na2SO4(aq) + BaCl2(aq) ⎯⎯ 2NaCl(aq) + BaSO4(s) Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. natrium. manakah di antara unsur logam alkali tanah yang dapat dihidrolisis? Terangkan bagaimana melunakkan air sadah yang mengandung ion kalsium agar dapat digunakan dalam ketel uap? Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 83 . Kuning telur merupakan sumber sulfur. akan menjadi MgO yang bersifat agak inert.3 Mengidentifikasi Senyawa Logam Alkali Tanah Melalui uji kimia. racunnya dapat diabaikan. Senyawa CaO dan Ca(OH) 2 digunakan untuk melunakkan air sadah.

Total produksi bauksit Indonesia sebanyak 1.160. Aluminium dan Senyawanya Aluminium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik dengan elektron valensi ns2 np1. lempung tersebut menghasilkan deposit bauksit. → 2Al(s) + 6HCl(aq) ⎯⎯ 2AlCl3(aq) + 3H2(g) Dengan asam nitrat. aluminium tidak bereaksi karena ada lapisan oksida yang tahan terhadap asam nitrat.68 1. dan bilangan oksidasi +3. batuan ini membentuk lempung yang mengandung aluminium. Gambar 3. tetapi akibat adanya pengotor dapat menghasilkan berbagai warna. Di Indonesia. Sifat-Sifat Unsur Aluminium Berdasarkan potensial reduksi standar (E° = – 1. 2000 2.66).66 Sumber: General Chemistry . Bauksit termasuk dari 10% komoditi eksport yang berkaitan dengan pertambangan. Al2O3. Aluminium pada umumnya membentuk senyawa kovalen. Senyawa ion aluminium sangat terbatas. Sumber: Jendela Iptek: Kimia. (b) Safir berwarna merah tua. Kimia Bauksit sebagai Sumber Aluminium Sekilas (a) (b) Sumber: Chemistry. Aluminum dapat bereaksi secara langsung dengan halogen membentuk aluminium halida disertasi pelepasan gas hidrogen. Setelah melalui proses alam yang panjang dan lama. safir berwarna biru dan ruby berwarna merah tua. Al2O3.25 1. Sumber:Encarta:Reference Library. suatu bijih aluminium yang mengandung AlO(OH) dan Al(OH)3 dalam berbagai komposisi. orundum adalah mineral keras yang mengandung aluminium oksida. Oksida ini membentuk lapisan tipis pada permukaan aluminium dan bersifat inert terhadap oksidasi sehingga lapisan oksida ini mampu mencegah terjadinya oksidasi berkelanjutan (pasivasi).E. 1990 84 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Akibat perubahan alam.000 ton per tahun. Aluminium terutama terdapat dalam mineral aluminosilikat yang ditemukan berasal dari batuan kulit bumi.26 (a) Ruby berwarna biru. 1.5 0.14 Sifat Fisika dan Kimia Aluminium Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (gcm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) Potensial reduksi (V) Aluminium 660 2467 2.70 1. misalnya AlF3. 2005 Tabel 3. Kelimpahan Aluminium di Alam Aluminium merupakan unsur dengan kelimpahan pada urutan ketiga dalam kerak bumi (setelah oksigen dan silikon). aluminium mudah teroksidasi menjadi aluminium oksida.26. Contohnya seperti pada Gambar 3. Oksida aluminium murni tidak berwarna. 2000 Aluminium merupakan logam yang sulit diekstrasi dari bijihnya. Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit.

Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel. Tambahkan 3 mL larutan NaOH 1 M ke dalam tabung 2. aluminium hidroksida adalah suatu amfoter. presentasikan di depan kelas. NaOH 0. yang dikeluarkan secara berkala. HCl 1M 3. → Al(OH)3(s) + 3H+(aq) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3H2O( ) → Al(OH)3(s) + OH –(aq) ⎯⎯ Al(OH)4(aq) Dengan demikian.5 M sampai terbentuk endapan. • • • Amfoter Pasivasi Proses Hall-Heroult 3. Na 3AlF 6. Bagaimanakah bentuk endapan hasil reaksi AlCl3 dan NaOH? 3. Al(OH)4– . kocok. Gelas kimia 2. Saring endapan yang terbentuk. Amati kedua tabung tersebut. Aktivitas Kimia 3. Masukkan ke dalam dua tabung reaksi masingmasing 1 g. NaOH dan endapan? 4.1M 2.Aluminium hidroksida larut dalam asam membentuk ion Al3+. Campuran kriolit dielektrolisis pada suhu sekitar 950°C. Masukkan 25 mL AlCl3 0. Tambahkan 3 mL larutan HCl 1 M ke dalam tabung 1. suatu metode komersial pembuatan aluminium melalui elektrolisis aluminium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit. Kemudian.5 Identifikasi Sifat Amfoter Aluminium Tujuan Membuktikan sifat amfoter dari aluminium. Kertas saring Kata Kunci Langkah Kerja 1. 2. Tabung reaksi Bahan 1. Pembuatan dan Kegunaan Unsur/Senyawa Aluminium Aluminium dibuat melalui proses Hall H roult. 3. Gelas ukur 4. Alat 1. AlCl3 0.1 M ke dalam gelas kimia. 2. 6. 4. Kemudian.27 Al 2O 3 terlarut dalam lelehan kriolit Lelehan aluminium Tungku karbon–besi Sumber: Chemistry. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 85 . Anode grafit Gambar 3. Tambahkan NaOH 0.27. Pertanyaan 1. Sel elektrolisis ditunjukkan pada Gambar 3. 2000 Sel Hall-Heroult untuk produksi aluminium Aluminium oksida dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). dan dalam basa berlebih membentuk ion aluminat. Tuliskan semua persamaan reaksi yang terjadi.5 M dan 1 M 3. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini? Diskusikan dengan teman kelompok Anda. 5. Reaksi apakah yang terjadi antara HCl dan endapan.

yang disebut termit (lihat Gambar 3. Reaksi Cr2O3 dengan aluminium bersifat eksotermis. Al 2(SO 4)3.045°C).Walaupun reaksi pada elektrolisis sangat rumit. Pada proses ini. Logam aluminium murni bersifat lunak dan mudah terkorosi. Mg. Anode karbon dibuat dari karbonasi minyak bumi yang harus diganti secara kontinu sebab sering terkontaminasi oleh pengotor. Penambahan sejumlah kecil logam lain. 1997 Gambar 3. seperti Cu. dibuat melalui pelarutan bauksit dalam asam sulfat.5% kromium oksida. yaitu campuran dari serbuk aluminium dan besi(III) oksida.29 Pembakaran termit 2Al + Fe2O3 → 2Fe + Al2O3 Sumber: Introductory Chemistry. Dalam air. Logam kromium diperoleh melalui reduksi oksidanya oleh serbuk aluminium. atau Mn. → Cr2O3(s) + 2Al( ) ⎯⎯ Al2O3( ) + 2Cr( ) DH°= –536 kJ Reaksi serupa diterapkan pada las listrik untuk menyambung besi. endapan seperti gelatin dari aluminium hidroksida terbentuk. → Katode: 4Al3+(aq) + 12e– ⎯⎯ 4Al( ) → Anode: 12O2–(aq) + 3C(s) ⎯⎯ 3CO2(g) + 12e– → Reaksi sel: 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( )+3CO2(g) Al2O3 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Aluminium dibuat dalam jumlah besar untuk paduan logam. Jika alumina diuapkan dengan logam pengotor tertentu.30 Aluminium foil untuk memasak makanan dalam oven/microwave. Sekali campuran ini dibakar. ion aluminium membentuk kompleks hidrat. 2000 Gambar 3. aluminium akan menjadi keras dan tahan terhadap korosi. akan terbentuk corundum yang digunakan sebagai ampelas atau gerinda. Beberapa aluminium digunakan untuk mengekstraksi logam lain.29). Aluminium sulfat oktadekahidrat. dan digunakan terutama pada arloji dan sebagai asesoris permata.18H 2O merupakan garam aluminium yang dapat larut dalam air. Senyawa aluminium yang penting adalah alumina atau aluminium oksida. Jika alumina diuapkan pada suhu tinggi (2. Δ 2Al(OH)3(s) ⎯⎯ Al2O3(s) + 3H2O( ) → Alumina digunakan sebagai katalis. reaksi berlangsung terus menghasilkan pijar tinggi bertabur bunga api. zat seperti lempung dari aluminium sulfat ditambahkan ke dalam fiber selulosa untuk menghasilkan material berpori menjadi halus.28 Kaleng minuman umumnya dibuat dari aluminium. Cr2O3 dalam alumina. Senyawa ini dibuat melalui pemanasan aluminium hidroksida yang diperoleh dari bauksit dan dilakukan pada 550°C. Aluminium sulfat juga digunakan untuk mengolah air limbah dari pulp kertas dan untuk menjernihkan air limbah. Aluminium sulfat digunakan dalam jumlah besar untuk perekat kertas. akan diperoleh permata safir atau ruby. Alumina membentuk senyawa berpori atau berupa serbuk padat berwarna putih. 86 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tetapi reaksi bersihnya dapat dituliskan seperti berikut. Jika basa ditambahkan kepada larutan garam aluminium ini. Ruby sintesis mengandung 2. juga digunakan untuk memproduksi logam aluminium. Al(H2O)63+ dan ion ini mudah terhidrolisis: [Al(H2O)5OH]2+(aq)+ H 3O+(aq) [Al(H2O) 6]3+(aq)+H2O( ) Sumber: Chemistry.

padatan putih Mg(OH)2 terbentuk. AlK(SO4)2. tetapi jika dipanaskan pada suhu titik lelehnya akan terbentuk senyawa kovalen Al2Cl 6. Jelaskan secara ringkas proses Hall untuk pembuatan aluminium secara komersial. Aluminium klorida menyublim pada titik lelehnya (180°C) dan molekul Al2Cl6 terdapat dalam uapnya. 5. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. tetapi mudah terkorosi di udara. Cl Al Cl Cl Al Cl Cl Cl Struktur dimer dari molekul AlCl3. Garam ini digunakan sebagai penghilang bau keringat dan desinfektan (Gambar 3. MgCl2(aq).31 Tawas. Aluminium hidroksida sering diendapkan ke dalam fiber untuk menyerap celupan tertentu.4 Mengidentifikasi Senyawa Aluminium Suatu larutan diduga mengandung NaCl(aq). Penambahan NaOH secara berlebih akan melarutkan kembali endapan yang terbentuk menghasilkan aluminat yang larut.12H2O digunakan untuk pengolahan air. molekul Al2Cl6 berwujud uap akan terdisosiasi menjadi molekul AlCl 3 dengan struktur molekul trigonal planar. AlCl3. Aluminium klorida tak berhidrat diperoleh melalui reaksi serbuk aluminium dengan gas klorin.→ Al3+(aq) + 3OH–(aq) ⎯⎯ Al(OH)3(s) Ion aluminium mengkoagulasi suspensi koloid yang selanjutnya menyerap endapan aluminium hidroksida. mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. atau AlCl3(aq). Pada suhu lebih tinggi. Bahan uji kimia apakah untuk mengidentifikasi larutan ini? Anda hanya dapat menggunakan satu zat. Aluminium klorida heksahidrat. Penambahan NaOH berlebih tidak melarutkan endapan yang terbentuk. Jawab Tambahkan NaOH(s) tetes demi tetes ke dalam larutan. Larutan NaCl tidak memberikan endapan dengan ditambahkannya NaOH. AlCl3 tidak dapat dibuat melalui pemanasan hidrat sebab akan terurai menghasilkan HCl. Jika NaOH(s) ditambahkan pada AlCl3(aq). → 2Al(s) + 3Cl2(g) ⎯⎯ 2AlCl3(s) Padatan AlCl3 diyakini ionis. Aluminium klorida tak berhidrat ini digunakan sebagai katalis.6H2O dapat dibuat melalui pelarutan alumina dalam asam klorida. Struktur Al2Cl 6 merupakan dimer dari AlCl3 dengan klorin sebagai jembatannya. Jika NaOH ditambahkan ke dalam larutan MgCl2.31). misalnya pada pembuatan etilbenzena. Mengapa aluminium cenderung membentuk senyawa kovalen? Aluminium sulit diekstraksi dari bijihnya. Contoh 3. Tes Kompetensi Subbab 1. Garam aluminium tidak berhidrat. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 87 . Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit. Walaupun logam aluminium merupakan logam reaktif. Na[Al(OH)4]. E 3. Tuliskan persamaan reaksinya. 2. endapan putih Al(OH)3 terbentuk.

F. Sifat-Sifat Karbon dan Silikon Bentuk alotrop dari karbon yang berupa kristal adalah grafit dan intan. Grafit bersifat lunak. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat. Silikon dapat membentuk enam buah ikatan yaitu SiF62–. Tabel 3. Karbon dan Silikon Karbon dan silikon berada dalam golongan IVA dengan konfigurasi elektron ns2np2 membentuk ikatan kovalen dengan struktur tetrahedral. yakni batu kapur dan dolomit. bentuknya menjadi tidak beraturan (amorf). tetapi intan tidak dapat menghantarkan arus listrik (insulator). Unsur berikutnya yang juga melimpah di alam adalah karbon. dan Si–O Ikatan C–C Si–Si Si–O Energi Ikat (kJ mol–1) 347 226 368 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. sedangkan karbon amorf tidak beraturan. tidak berwarna. Jika ikatan C–C putus. dan transparan terhadap cahaya. Sumber utama karbon selain dari senyawa organik terdapat dalam mineral karbonat. Intan bersifat keras.33b). sedangkan bentuk amorf dari karbon adalah arang dan kokas (karbon hitam).33 (a) Struktur intan (b) Struktur grafit (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Untuk memecahkan intan diperlukan energi sangat tinggi sebab banyak ikatan C–C yang harus diputuskan. Grafit membentuk struktur segienam datar dan berlapis melalui ikatan hibrida sp2. 1. Grafit memiliki lapisan struktur beraturan (lihat Gambar 3. Sumber: Chemistry: The Molecular Science. Perbedaannya terletak pada tumpukan lapisan. Perbedaan sifat antara grafit dan intan akibat dari bentuk strukturnya.33a).15 Kekuatan Ikatan C–C. dan dapat menghantarkan listrik (bersifat konduktor). 2. sedangkan karbon maksimal empat ikatan kovalen. di mana setiap atom karbon berikatan dengan empat atom karbon lain melalui ikatan hibrida sp3 (lihat Gambar 3. 1989 88 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Karbon juga terdapat sebagai CO2 di atmosfer serta sebagai grafit dan intan. Si–Si. ditemukan dalam semua makhluk hidup dan batubara serta minyak bumi. berwarna hitam mengkilap dengan struktur berlapis.32 Mineral silikat Gambar 3. Bentuk amorf dari karbon memiliki struktur lapisan seperti grafit. Adapun intan membentuk struktur tetrahedral. 1997 Gambar 3. Grafit dan intan membentuk struktur jaringan kovalen yang sangat besar (struktur raksasa). Kelimpahan Karbon dan Silikon di Alam Silikon merupakan unsur yang paling melimpah di alam.

Karbon ini dibuat melalui pemanasan fiber tekstil pada suhu tinggi.827 3.8 1. www. Karbon hitam seperti karbon aktif diproduksi dalam jumlah besar melalui pembakaran gas alam dan batubara tanpa oksigen. 1990 Kimia Intan dan Batubara Sekilas Silikon dan karbon dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi.16.mpi.16 Sifat-Sifat Fisika Karbon dan Silikon Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari kovalen ( ) C 3.35 Karbon hitam.355 2.34 (a) Model struktur kuarsa (silikat) (b) Kuarsa yang sesungguhnya (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi 3. Sumber: Encarta:Reference Library.550 4. Pembuatan serta Kegunaan Unsur Karbon dan Silikon Grafit sintetis diproduksi untuk pembuatan elektrode pada industri baterai.51 2. Intan dapat dibuat dari grafit pada suhu dan tekanan sangat tinggi menghasilkan intan buatan yang murah sebagai alat pemotong kaca dan penggilingan.500°C dengan katalis pasir dan besi. Indonesia dapat memproduksi batubara sekitar 90 juta ton per tahun. Persamaan reaksinya: Δ C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) → Δ Si(s) + 2H2O(g) ⎯⎯ SiO2(g) + 2H2(g) → Tahukah Anda sekitar 10% dari pendapatan bruto negara Indonesia berasal dari pertambangan? Intan dan batubara merupakan contoh kekayaan mineral yang terdapat di Indonesia. Tabel 3.000°C. Grafit dibuat melalui pemanasan arang minyak bumi dalam tungku listrik pada 3.000°C dan 105 atm dengan katalis logam transisi. 2002 → C(grafit) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C(intan) Silikon dibuat melalui reduksi pasir kuarsa (SiO2) oleh karbon dalam tungku listrik pada 3. Intan adalah mineral mulia. Silikon bersifat semikonduktor. tetapi pada suhu tinggi menjadi konduktor yang baik. dan grafit Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 89 .77 Sumber: General Chemistry . seperti tungku atau tanur. 2005.000 ° C 105 atm Gambar 3.410 2. Salah satu pertambangan intan di Indonesia terdapat di pulau Kalimantan. yaitu pengekspor batubara termal ketiga terbesar di dunia setelah Australia dan Afrika Selatan. Sumber: Chemistry. Beberapa sifat fisika karbon dan silikon ditunjukkan pada Tabel 3.org.Silikon berupa padatan keras dengan struktur serupa intan. berwarna abu mengkilap dan meleleh pada 1.410°C. Δ CH4(g) ⎯⎯ C(s) + 2H2(g) → Karbon hitam digunakan untuk industri karet dan sebagai pigmen untuk tinta hitam. Daya hantarnya kecil pada suhu kamar.au Gambar 3.33 1. Karbon amorf dan fiber grafit digunakan sebagai penguat pada suhu tinggi. Prosesnya dilakukan pada 3. 3.5 0. Indonesia juga merupakan salah satu negara terbesar produsen batubara. intan.77 Si 1.

Mengapa grafit bersifat lunak sehingga dipakai sebagai pelumas. sel surya. (b) Komponen sel surya (a) (b) Sumber: Chemistry. tetapi membentuk gas diatom yang tidak berwarna dan tidak berbau dengan rumus molekul N2. nitrogen tidak sebagai unsur bebas. silikon ultra-murni mengkristal pada permukaan batang silikon murni. G. Nitrogen.Kata Kunci • • • • • • Ikatan kovalen Alotrop Amorf Konduktor Insulator Semikonduktor Δ SiO2( ) + 2C(s) ⎯⎯ Si( ) + 2CO2(g) → Untuk tujuan metalurgi. Oksigen. 90 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .36 (a) Silikon ultra-murni digunakan untuk material elektronika. Silikon ultramurni digunakan sebagai bahan semikonduktor padat seperti transistor. padahal ikatan antarkarbon sangat kuat? Mengapa silikon membentuk ikatan kovalen karbida. 2000. Kelimpahan Nitrogen . dan Belerang di Alam Nitrogen terdapat di atmosfer bumi dalam jumlah paling besar mencapai 78%. Di alam. atmosfer. a) Silikon tidak murni (hasil reduksi pasir) dipanaskan dengan gas klorin membentuk SiCl4 (cairan dengan titik didih 58°C). 1. tetapi kalsium membentuk ikatan ion karbida? 2. Silikon yang dibuat dengan cara ini hanya memiliki pengotor 10–8%. Tuliskan persamaan setara untuk pembakaran CO dan H2 yang dapat menerangkan mengapa campuran gas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Sougou Kagashi Tes Kompetensi Subbab 1. Prosesnya adalah seperti berikut. silikon dipadukan dengan besi membentuk ferosilikon (Fe–Si). F 3. Gambar 3. sedangkan belerang berupa zat padat dengan rumus molekul S8. Paduan ini diperoleh melalui reduksi besi(III) oksida bersama-sama dengan pasir kuarsa. sedangkan oksigen dan belerang berada dalam golongan VIA dengan konfigurasi elektron ns2 np4. dan chips mikro-komputer. Oksigen merupakan unsur yang melimpah di alam. Silikon ultramurni dibuat dari silikon tidak murni. Nitrogen dan oksigen berupa gas diatom. dan permukaan bumi). Δ Si(s) + 2Cl2(g) ⎯⎯ SiCl4( ) → b) SiCl 4 dicampur dengan gas H 2 dan dilewatkan melalui tabung pemanas hingga terjadi reaksi: Δ SiCl4( ) + 2H2(g) ⎯⎯ Si(s) + 4HCl(g) → c) Setelah dingin. mencapai 48% berat bagian luar bumi (kerak. dan Belerang Nitrogen berada dalam golongan VA dengan konfigurasi elektron ns2 np3. Oksigen.

dan Belerang N2 O2 S Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) –210 –196 0.66 113 445 2.37 (a) Kawah gunung berapi merupakan sumber belerang. tidak berasa. Sifat-Sifat Unsur Nitrogen .2H2O) dan dalam mineral sulfida yang merupakan bijih logam. → S(g) 16H22S(g) + 8SO2(g) ⎯⎯ 16H2O( ) + 3S8(s) Molekul belerang juga terdapat di bawah tanah bersama-sama garam sekitar ratusan meter dari permukaan bumi. seperti dengan oksigen menghasilkan NO. → N2(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO(g) Oksigen membentuk molekul diatom O 2 dan bentuk alotropnya adalah ozon (O3).5 141 1. Oksigen merupakan gas tidak berwarna. pada suhu tinggi dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain.04 0. disebabkan ikatannya sangat kuat.002 3. Oksigen.04 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.Belerang terdapat dalam mineral gipsum (CaSO4. Gambar 3.07 2. Tabel 3. dan belerang ditunjukkan pada tabel berikut. dan dalam gas alam terdapat sebagai gas H2S.32 0.70 1. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 91 .70 218 183 0.17 Komposisi Unsur-Unsur dalam Atmosfer Bumi Atmosfer Bumi Nitrogen Oksigen Karbon dioksida Uap air Gas lain Persen Udara 78 21 0. dan Belerang Beberapa sifat fisika unsur nitrogen. Oksigen.38 Perangkat alat pembangkit ozon (O3) Sumber: General Chemistry . Tabel 3. 2000 2. 1990 Pada suhu kamar gas N2 tidak reaktif. dan berwujud gas pada keadaan normal. Belerang juga terdapat dalam batubara dan minyak bumi sebagai senyawa organik belerang.0 0 1.96 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. (b) Struktur molekul belerang (S8) (c) Bentuk kristal belerang (a) (b) (c) Sumber: Chemistry. Akan tetapi.0013 3. 1989 Belerang dalam keadaan molekulnya (S8) terdapat di beberapa daerah vulkanik (gunung berapi) yang terbentuk dari reaksi H2S dan SO2.26 0.18 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur Nitrogen. oksigen.5 –200 1.

dalam medis sebagai bantuan pernapasan. Oksigen diproduksi dalam jumlah besar dari udara. Pada pemanasan berlanjut.39 Reaksi belerang dan oksigen Keadaan stabil dari belerang adalah berbentuk rombik seperti mahkota yang berwarna kuning. Nitrogen cair digunakan sebagai pembeku. Kemudian. Belerang rombik meleleh pada 113°C menghasilkan cairan berwarna jingga. udara pertama dicairkan kemudian didistilasi. Sekilas Kimia Joseph Priestley (1733–1804) Sumber: Chemistry. Priestly memperoleh oksigen dari pemanasan raksa(II) oksida. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Nitrogen. Hampir semua logam bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. dan untuk sumber energi pendorong roket. Oksigen. tetapi hanya terbentuk dalam jumlah kecil selama pembakaran belerang dalam udara. Pada suhu lebih tinggi dari 200°C. komponen elektronik sering diproduksi dalam ruangan bernitrogen. lelehan belerang ditekan keluar dengan udara. Belerang (S 8) bereaksi dengan oksigen menghasilkan belerang dioksida dengan nyala biru yang khas (Gambar 3. Sumber: Chemistry. Molekul oksigen merupakan gas reaktif dan dapat bereaksi dengan banyak zat. berubah menjadi cairan kental berwarna cokelat-merah. Di tempat itu dia dapat memperoleh karbon dioksida. Sama seperti nitrogen. dan Belerang Udara merupakan sumber utama komersial gas N2. 2000 Priestly tertarik pada Kimia saat usianya 39 tahun karena Priestley tinggal bersebelahan dengan tempat pembuatan minuman. umumnya menghasilkan oksida. material yang terbuat dari karet. Kemurnian belerang mencapai 99%. Pencairan gas N2 terjadi di bawah suhu 147°C pada 35 atm menghasilkan cairan nitrogen yang tak berwarna. Kekentalan meningkat akibat molekul S8 yang padat berubah menjadi rantai berupa spiral panjang. rantai mulai pecah dan kekentalan menurun. Δ MnO2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯⎯ 2KCl(s) + 3O2(g) → Gambar 3. Oleh karena itu.40 Oksigen cair berwarna biru pucat. dan keluar menyerupai busa. Baik cairan maupun padatan dari oksigen berwarna biru pucat (Gambar 3. Belerang digunakan terutama dalam pabrik asam sulfat. 1994 3. Gas oksigen dapat dicairkan di bawah –118°C. selanjutnya didistilasi untuk memperoleh cairan nitrogen murni. untuk mengoksidasi pengotor yang terdapat dalam bijih besi. Belerang dalam keadaan bebas (S8) ditambang melalui proses rasch (Gambar 3. Dalam jumlah kecil oksigen digunakan untuk pengelasan logam. 92 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan kemudian berkembang ke gas lain yaitu oksigen. Pada proses ini deposit belerang padat dalam tanah dilelehkan di tempatnya dengan air sangat panas (super heated). bentuk mahkota pecah menjadi bentuk rantai spiral yang panjang. bertujuan untuk mencegah material kontak dengan oksigen selama pemrosesan atau penyimpanan. meninggalkan oksigen cair.Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.41). Nitrogen dan argon merupakan komponen udara yang lebih mudah menguap sehingga mudah dipisahkan. seperti makanan. Pembuatan oksigen di laboratorium dapat dilakukan melalui pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 pada suhu sedang.39): S8(s) + 8O2(g) ⎯⎯ 8SO2(g) → Oksida yang lain dari belerang adalah SO3. Oksigen juga merupakan oksidator dalam banyak proses kimia dan pengolahan air limbah. 2HgO(s) ⎯⎯ 2Hg( ) + O2(g) → Oksigen yang diproduksi digunakan dalam pembuatan besi. Titik leleh padatnya adalah –218°C. Pada waktu meleleh. Penelitiannya difokuskan pada gas ini pada pertama kalinya.40). dan bahan-bahan biologi. dan titik didih cairannya pada tekanan 1 atm dan pada suhu 183°C. Gas N2 digunakan sebagai gas pelindung.

Dalam proses Ostwald. Garam amonium.43). Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali. Oksigen. Asam nitrat. Amonia dibuat secara komersial melalui proses Haber dari N2 dan H2.42 Amonia fontain Jika pipet dipijit-pijit. Amonia mudah dicairkan dan cairannya digunakan sebagai pupuk nitrogen. Sejumlah besar amonia diubah menjadi urea. 1994 NH3 4. Dalam larutan asam. seperti sulfat dan nitrat juga digunakan sebagai pupuk. Asam nitrat dibuat secara komersial melalui proses st ald (Gambar 3. dan plastik poliuretan.Udara Air panas Belerang dan udara Gambar 3. Deposit Lelehan belerang Sumber: Chemistry. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 93 . NH3 merupakan senyawa komersial penting dari nitrogen.43 Diagram proses Ostwald tahap 1 dan tahap 2 Hidrogen sulfida (H2S) adalah gas tak berwarna dengan bau telur busuk yang kuat dan bersifat racun. Proses secara umum. Gambar di samping menunjukkan diagram alir pembuatan amonia secara industri dari gas alam. Pt Tahap (1): 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → ⎯ Tahap (2): 2NO(g) + O2(g) ⎯→ 2NO2(g) ⎯ Tahap (3): 3NO2(g) + H2O( ) ⎯→ 2HNO3(aq)+NO(g) Air + fenolftalein Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. uap. dan udara. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Nitrogen. asam nitrat dibuat dari oksidasi amonia. dan Belerang Amonia. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2. kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat. NO O2 NO NH3 NO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.41 Diagram proses Frasch untuk menambang belerang. dan industri plastik formaldehid. Amonia adalah gas tidak berwarna dan berbau menyengat. CO(NH2)2. Warna merah tersebut akibat NH3 (basa) larut dalam air. suplemen makanan ternak. HNO3 adalah asam yang penting bagi industri dan digunakan untuk bahan peledak. yang digunakan sebagai pupuk. nilon. air akan naik ke dalam labu membentuk air mancur berwarna merah. H2S berperan sebagai reduktor menghasilkan belerang.

Kata Kunci • • • • • • • Gas pelindung Oksidator Proses Frasch Proses Haber Proses Ostwald Proses kontak Higroskopis ⎯ 2Fe3+(aq) + H2S(g) ⎯→ 2Fe2+(aq) + 2H+(aq) + S(s) Belerang dioksida (SO 2) adalah gas tak berwarna dengan bau menyengat. kemudian diencerkan dengan air menghasilkan asam sulfat pekat. diperoleh dari pembakaran belerang atau sulfida. Gas SO3 yang terbentuk dilarutkan dulu dalam asam sulfat kemudian diencerkan. 2. Asam hipofosfit dioksidasi menjadi asam fosfit. hanya karbon yang tersisa. Asam sulfat pekat berupa cairan kental dan bersifat dapat menarik molekul H2O dari udara maupun dari senyawa (higroskopis). 5. ⎯ Tahap 1: S(s) + O2(g) ⎯→ SO2(g) Δ V2 5 Tahap 2: 2SO2(g) + O2(g) ⎯⎯⎯⎯ 2SO3(g) → ⎯ Tahap 3: SO3(g) + H2O( ) ⎯→ H2SO4(aq) Asap belerang trioksida yang dihasilkan pada tahap (2) sukar larut dalam air sehingga SO3 dilarutkan lebih dulu dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat (H2S2O7). Tuliskan persamaan reaksi pembuatan belerang (S8) dari reaksi antara H2S(g) dengan udara. Asam pekat juga tergolong oksidator kuat. SO2 V2O5 SO2 SO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.45 Asam sulfat menyerap molekul H2O dari gula pasir. Asam sulfat digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan amonium fosfat yang larut dalam air. Jelaskan kembali bagaimana pembuatan asam nitrat dengan proses Ostwald. sedangkan belerang sebagai S8? Jelaskan tiga metode pembuatan gas oksigen secara laboratorium. Mengapa di alam oksigen terdapat sebagai molekul O2. 3. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi ini. Belerang dioksida digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering.44 Diagram singkat proses kontak pada pembuatan asam sulfat. Kerjakanlah di dalam buku latihan. G 4. yaitu untuk menghambat pertumbuhan jamur. Proses tersebut terdiri atas pembakaran belerang menjadi SO2 dan dioksidasi lanjut menjadi SO3 dengan katalis platina atau V2O5. Tes Kompetensi Subbab 1. Asam sulfat dibuat dari belerang melalui proses kontak. Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi penyerapan molekul H2O dari gula pasir oleh H2SO4. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. 94 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Asam sulfat juga digunakan dalam pemurnian minyak bumi dan banyak industri kimia lainnya. Adapun asam sulfat direduksi menjadi SO2.

6. Asam nitrat diperoleh melalui proses Ostwald. halogen. digunakan untuk membuat kertas dan ekstraksi logam aluminium oksida dari bauksit. digunakan untuk pupuk. Oksigen terdapat di atmosfer bumi sebagai gas diatom. baik dalam rumah tangga maupun industri. Silikon dipakai untuk bahan semikonduktor. alkali tanah. Gas mulia dimanfaatkan terutama untuk pengisi lampu penerang. Unsur-unsur golongan utama itu di antaranya logam alkali. Kalsium oksida diperoleh melalui pemanasan batu kapur untuk industri baja dan pengolahan kesadahan air. air laut. papan reklame. Aluminium merupakan unsur ketiga yang paling banyak di alam. Semua unsur alkali bersifat reaktif. Unsur-unsur golongan logam alkali tanah terdapat dalam batuan alumino-silikat. Aluminium. 5. digunakan dalam industri kertas dan penjernihan air. Natrium hidroksida diperoleh melalui elektrolisis larutan NaCl. Aluminium larut dalam asam maupun basa. Silikon merupakan unsur paling melimpah di alam. belerang. dan Na 2CO 3. nitrogen. Magnesium diperoleh melalui elektrolisis garam kloridanya.Rangkuman Unsur-unsur golongan utama yang terdapat dalam tabel periodik mempunyai kelimpahan yang relatif tinggi di alam dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam aplikasi. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 95 . Belerang terdapat sebagai belerang bebas (S8) dan senyawanya (ferit dan H2S). karbon. pembakaran. dipakai dalam industri asam sulfat melalui proses kontak. dan kulit kerang. dan sumber kalsium diperoleh dari kulit kerang dan batu kapur. Gas oksigen digunakan untuk las logam. Unsur-unsur halogen diperoleh melalui elektrolisis dan digunakan untuk berbagai aplikasi dalam industri. Sumber utama magnesium adalah air laut. NaCl. Kalium klorida merupakan bahan untuk membuat pupuk. oksigen. dan sumber energi. medis. Amonia dan asam nitrat merupakan senyawa nitrogen yang penting. Unsur-unsur alkali tanah yang lain diperoleh melalui reaksi reduksi. 2. Logam aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis aluminium oksida (proses Hall). Semua gas mulia diperoleh dari atmosfer bumi melalui distilasi fraksionasi udara cair. silikon. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat. Senyawa natrium yang penting adalah NaOH. Unsur-unsur golongan alkali terdapat dalam berbagai mineral silikat dan diperoleh melalui elektrolisis lelehan garamnya. 3. 1. Adapun unsur nitrogen terdapat dalam jumlah terbanyak di atmosfer sebagai gas diatom. Senyawa aluminium yang penting adalah garam sulfat (tawas). Nitrogen dapat membentuk senyawa dengan biloks mulai dari –3 sampai dengan +5. Belerang bebas ditambang melalui proses Frasch. Natrium karbonat digunakan untuk membuat gelas. digunakan untuk membuat paduan logam. Semua unsur golongan alkali tanah cukup reaktif. Halogen merupakan unsur-unsur bukan logam yang sangat reaktif dan melimpah dalam air laut dan mineral. dan las logam. dan gas mulia. terutama dalam bauksit. Gas oksigen diperoleh melalui pencairan udara secara distilasi bertingkat. 7. 4.

Stronsium (Sr) Barium (Ba) sumber Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi. dan kulit kerang diperoleh melalui antara lain sumber Berilium (Be). Rubidium (Rb). Xenon (Xe) sumber antara lain Gol VIIIA Senyawa organik. Natrium (Na). Magnesium (Mg). las logam. Anda juga dapat mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih. air laut. Aplikasi yang telah Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama antara lain dalam industri pupuk. serta menjelaskan manfaat. Cesium (Cs) Nitrogen (N) sumber salah satunya Gol VA Atmosfer bumi Oksigen (O). mineral silikat Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi fraksionasi udara cair Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 3 ini? Bagian manakah dari materi Bab 3 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan.Peta Konsep Unsur Unsur Golongan Utama terdiri atas Gol IA (Alkali) Mineral silikat diperoleh melalui Elektrolisis lelehan garamnya antara lain sumber di antaranya Litium (Li). diskusikan dengan teman atau guru Anda. pulp kertas. kekerasan. Bromin (Br). Cari tahu oleh Anda kegunaan dari unsur-unsur golongan utama tersebut. kelarutan. Kripton (Kr). Argon (Ar). Kalium (K). dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. Iodin (I) sumber antara lain Gol VIIA Elektrolisis Gol IIIA salah satunya Aluminium sumber Air laut mineral diperoleh melalui Elektrolisis Elektrolisis aluminium oksida diperoleh melalui Bauksit Gol IVA di antaranya Karbon (C). silikon (Si) sumber Helium (He). Belerang (S) diperoleh melalui Proses Oswald di antaranya Gol VIA Gol IIA (Alkali tanah) Batuan aluminosilikat. dan dalam bidang medis. penambangan Flourin (F). warna. sebagai pengisi lampu penerang. kereaktifan dan sifat khusus lainnya). Klorin (Cl). 96 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pada bab ini Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. titik leleh. dampak. Neon (Ne). Kalsium (Ca).

ICl B.. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 97 . kripton Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia.. UMPTN 1999 C: Di antara unsur halogen berikut yang mudah direduksi adalah . xenon E. A. A. afinitas elektron C. A. HF B. sedikit terdapat di alam B.. keelektronegatifan B... larutan KCl dengan gas Br2 D. HClO2 2. energi kisi untuk senyawa kalium halida Di antara unsur-unsur halogen berikut yang tersusun menurut kenaikan keelektronegatifan adalah .. bentuk molekulnya monoatomik D.. HClO4 C.. Senyawa antarhalogen yang paling polar adalah . HClO3 B. A. Iodin mudah larut dalam larutan KI daripada dalam air. potensial reduksi standar E.. helium B.. dan I masingmasing 4. panjang ikatan dalam molekul halogen B.. Cl. Cl. HClO E.. HI E.. HCl D. FCl D. A. larutan KCl dengan gas F2 12. unsur paling stabil B. A. F D. Br. KI2– C. Asam halida yang paling kuat adalah . neon B. keelektronegatifan unsur C. 4.. I2 E... Kenaikan titik didih dan titik leleh dari F2 ke I2 disebabkan oleh meningkatnya . radon Gas mulia yang paling banyak terdapat di alam adalah . xenon dan kripton C. larutan KBr dengan gas Cl2 E. F2 B. A. energi ionisasinya sangat tinggi E.. helium dan kripton D. larutan KI dengan gas Br2 B. 2. xenon D. Cl. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E.. Br2 D. Hal ini disebabkan terbentuk . energi ionisasi pertama D. A. Cl C. 1. 7. UMPTN 2000 A: Reaksi berikut dapat berlangsung. helium dan argon E.. kecuali .. Br. F 8.. 3. neon C. kekuatan pengoksidasi E. jari-jari atom D. F2 10. Hal ini disebabkan karena gas mulia . A... semua dapat direduksi 11. KI3 E. Di antara senyawa klorin berikut yang merupakan asam paling kuat adalah . Br. FBr E.8. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. F. sukar melepaskan atau menangkap elektron C.. Di antara gas mulia berikut yang bersifat radioaktif adalah . A. Keelektronegatifan unsur-unsur F.. Br. 6.. argon C. argon D. nomor atomnya selalu genap C. Cl D. 5. A. KI+ D.. jumlah elektron terluarnya selalu 8 Di antara sifat-sifat berikut untuk halogen dan senyawanya meningkat dari fluorin ke iodin adalah ... xenon dan argon B. larutan KI dengan gas Cl2 C. helium dan xenon Ebtanas 1999: Unsur gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain.. HBr D. Cl.Evaluasi Kompetensi Bab 3 A.. Br B.. dan 2..5. Cl2 C. IBr C. 3. Br.... A. HCl C. kekuatan asam 9. KI2 14. F. F. mudah bereaksi dengan unsur lain D. Unsur-unsur halogen bersenyawa dengan hidrogen membentuk asam halida. kecuali .. A. A.... titik beku mendekati suhu 0 K Ebtanas 1996: Pasangan unsur gas mulia berikut yang senyawanya sudah dapat disintesis adalah . kripton E.. semua kuat 13. KI3– B..

. NaCl D. mudah bereaksi dengan air C. HF dan HCl B. Sr(OH)2 E. Rb E. senyawanya mudah larut dalam air 21... zat itu adalah . NaOH. terdapat dalam keadaan bebas di alam C. LiOH KOH C. 98 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. A. Ca D. NH3. NaCl.. Ebtanas 1999: Diketahui beberapa sifat unsur: 1.. Ra E. Zat ini jika ditambah air dapat membirukan lakmus. HBr dan HI 17. Dalam bentuk unsur bebas merupakan racun 5. Hasil percobaan yang mendukung ungkapan itu adalah . Unsur tersebut adalah . CO2 C. Logam itu adalah . A. NaOH. A. selain terbentuk MgO juga terbentuk zat X...... A. CO2. KOH LiOH D... merupakan unsur sangat reaktif B. A.15. Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah . A.. Di antara unsur alkali tanah berikut yang bersifat amfoter adalah . Ra D. Li dan Na C. KOH NaOH E. 2 – 4 – 5 E. 1 – 2 – 3 B. Bahan baku pembuatan Na2CO3 melalui proses solvay adalah . Pernyataan berikut yang benar tentang sifat basa logam alkali adalah .... Be C. Mg3N2 C. Ca B. Li B. CO2 23. Be(OH)2 B. Mg(OH)2 B. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali tanah dihasilkan warna putih terang. A. Ca(OH)2 D.. NH3. Sr 28. Bilangan oksidasinya +2 dan +3 3.. Mg(OH)2 C. UMPTN 1998 B: Sifat-sifat berikut yang bukan merupakan sifat logam alkali adalah . HCl dan HBr C. 3 – 4 – 5 16.. Mg B.... NaCl. larutan oksidanya mengubah lakmus merah menjadi biru D.. 1 – 3 – 4 C.. NH3 E.. NaCl.. sifat basanya sangat kuat E. A. Li dan Rb 20. terdapat di alam dalam bentuk senyawa 2. A. Na C. NaOH KOH B. Cs 22. yang merupakan sifat unsur halogen adalah .... garam natrium mudah larut dalam air 18.. HCl dan HI E... Ba D. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali. Ba(OH)2 25. MgCO3 D. A.. Ebtanas 1996: Logam alkali tanah yang tidak menghasilkan gas hidrogen jika bereaksi dengan air adalah . Sangat reaktif. A. Ca E. Mg(HCO3)2 E. dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garam D. Mg(CN)2 26. Merupakan oksidator kuat 4. K D. A. Umumnya.. Pembakaran logam Mg di udara. Ebtanas 2000: Basa alkali tanah yang paling mudah larut dan mempunyai sifat basa kuat adalah . Sr 27. Li dan K D.. diperoleh warna ungu. Mg 24.. senyawanya berwarna Di antara sifat-sifat unsur tersebut. dan mudah diiris B.. A. K dan Rb E. Mg C. HF dan HBr D. ionnya bermuatan positif satu E.. Be B.. Na dan K B. Sr E.. NaHCO3. Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . CO B. 2 – 3 – 5 D. Opsi (c) dan (d) benar 19. Logam natrium adalah reduktor kuat. Logam alkali yang dibakar akan menghasilkan superoksida adalah .. sifatnya padat. Be C. lunak.

A. polimorf E. (c) kerapatan gas. penguraian gas NO2 D. intan C.. kamar timbal C. pengapungan E. 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+O2(g) → C. elektrolisis larutan amonium klorida Pembuatan gas oksigen di laboratorium dapat dilakukan dengan cara . Xenon diflorida dapat dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon. A. bahan baku utama Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.. pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 B. → A. yang dapat menghantarkan listrik adalah . reduksi-oksidasi B. pemanggangan D. di antaranya menghasilkan ... pembakaran gas CO C.. A. isomorf D. Bagaimanakah kecenderungan umum untuk (a) jarijari atom.. kamar timbal D. A. kromatografi C. titik didih dari atas ke bawah untuk golongan unsurunsur gas mulia? Mengapa klorin dapat bereaksi dengan ion hidroksida membentuk ion hipoklorit? → Cl2(g) + OH–(aq) ⎯⎯ Cl–(aq) + OCl–(aq) + H2O( ) Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 99 .... memanaskan amonium klorida C. Frasch Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.. 39. merupakan oksidator kuat E... Frasch D. alotrope Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses . larut dalam larutan NaOH C. pirolisis B. elektrolisis E. 3. kokas E. (d) 35.. Ostwald E.. ion aluminium E. elektrolisis E. A. mengalirkan gas H2 ke dalam nitrogen cair E.. dapat bereaksi dengan asam kuat B. kecuali . enantiotrof C. keadaan berkatalis Pt Gas amonia dapat dibuat di laboratorium dengan cara . A. pemanasan KNO3 dengan katalis Fe E. suhu tinggi dan tekanan tinggi C. A. 37.. memanaskan campuran amonium sulfat dan kalsium oksida D. A. 3Ca(NO3)2(s) → Ca3N2(s)+4NO2(g)+ 5O2(g) → E. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + 2NO2(g) Jika logam aluminium ditetesi larutan NaOH akan terjadi reaksi.29. suhu rendah dan tekanan tinggi D. monotrof B. 38. jelaga Pembuatan asam nitrat secara komersial dilakukan melalui proses . A. kontak B. A. oksidator C.. 36.. Bentuk I stabil di atas suhu 95°C dan bentuk II stabil di bawah suhu itu... gas peroksida C. (b) energi ionisasi.. suhu tinggi dan tekanan rendah B. Tuliskan persamaan kimia reaksi tersebut. lapisan tahan panas D. dan gas oksigen... Haber-Bosch B. A. elektrolisis C.. D. kontak B. memanaskan amonium nitrat B. 2. hidrogenasi Proses Haber-Bosch pada pembuatan amonia dilakukan pada. ion aluminat Pada pembuatan aluminium. 34. elektrolisis larutan NaOH Belerang berada dalam dua bentuk. kriolit yang dipakai berperan sebagai . 40.. suhu rendah dan tekanan rendah E.. Keadaan ini disebut .. A. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D. arang B. dengan HNO3 pekat menghasilkan NOx Di antara alotrop karbon berikut. 1. peptisasi Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah . Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s)+ N2O(g)+ 2O2(g) ⎯⎯ D.. kamar timbal Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses ... 33.. 31. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B.. 30..... pelarut E. gas oksigen B. reduktor B. 32. hidrolisis C. ion florida. senyawa kompleks D. grafit D.

mengapa silikon membentuk kovalen karbida. a. 7. NaOH(s) ⎯⎯ → → b. NaF(s) dan I2(s). Tuliskan persamaan kimia yang terjadi pada pembuatan F2. Aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis. Jelaskan bagaimana membuat asam sulfat melalui proses kontak. dan I2 secara komersial. 6. Dalam bentuk apakah. 100 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Cl2. senyawa klorin dapat digunakan sebagai pemutih? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi yang terjadi dalam campuran berikut. NaCl(s) dan Br2( ) c. BeO(s) + NaOH(s) + H2O( ) ⎯⎯ → c.4. 11. sedangkan kalsium membentuk ion karbida. Tuliskan persamaan reaksi dalam elektrolisis dari bijihnya. Jelaskan. Hitung volume total gas diukur pada tekanan 1 atm dan 827°C jika 1 kg NH4NO3 diledakkan? 12. 8. Δ a. dan O2(g). 5. NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s) ⎯⎯ 9. Br2. NaI(s) dan Br2( ) e. H2O(g). 10. Bagaimanakah natrium hidroksida diproduksi di industri? Apakah produk samping dari industri ini? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut. Tuliskan persamaan kimia setara dari setiap tahap reaksinya. NaI(s) dan Cl2(g) b. Detonator menginduksi ledakan termal amonium nitrat menghasilkan N2(g).

seperti ikatan khas yang dibentuknya? Bagaimana pula pembuatan unsur atau senyawa transisi agar dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. dan sifat khusus lainnya).Bab 4 Sumber:www. warna.com Proyek pertambangan tembaga di pulau Sumbawa. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. kekerasan. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi B. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur transisi (titik didih. Senyawa Kompleks C. serta terdapatnya di alam. Unsur-unsur transisi dalam sistem periodik dikelompokkan sebagai unsurunsur golongan B. Setelah mempelajari bab ini. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi D. A. asam nitrat. titik leleh. seperti asam sulfat. dan amonia diperlukan bantuan katalis. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting kegunaan dan bahayanya. Banyak reaksi kimia yang menggunakan katalis untuk mempercepat terbentuknya produk. menjelaskan manfaat.Tahukah Anda unsur-unsur apa yang biasa digunakan dalam katalis tersebut? Unsurunsur transisi banyak diaplikasikan secara komersial sebagai katalis. Untuk mensintesis bahan kimia esensial. kelarutan.r-s. Selain itu. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur ini berada pada periode keempat mulai dari skandium hingga tembaga. unsur-unsur transisi berperan penting dalam proses alami biomolekul (hemoglobin) dan katalis dalam reaksi biokimia (enzim-enzim). Pengolahan Logam (Metalurgi) 101 . terutama dalam reaksi kimia. Bagaimanakah cara mengidentifikasi unsurunsur transisi? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur transisi. Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Unsur-unsur transisi yang lain ditunjukkan pada Gambar 4.1.9 1. Unsur-unsur tersebut dinamakan unsur transisi.8 1. Beberapa sifat fisika unsur transisi ditunjukkan pada Tabel 4. and Steven.8 1.2 1.93 Cr 1.857 2. Senyawa unsur transisi umumnya berwarna dan bersifat paramagnetik.44 – Ti 1.9 1.32 1.22 0.17 0.495 2. 1989 102 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Semua unsur transisi adalah logam keras dengan titik didih dan titik leleh tinggi.541 2.16 0. Akibatnya.1 Unsur-unsur transisi Unsur-unsur transisi yang terdapat dalam blok d adalah unsur-unsur yang memiliki subkulit d yang belum terisi penuh.6 1. unsur-unsur transisi memiliki beberapa sifat yang khas.672 7. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi Di antara unsur golongan IIA dan IIIA terdapat sepuluh kolom unsurunsur golongan B. Semua sifat-sifat akibat dari konfigurasi elektron pada orbital d belum terisi penuh.18 0.9 1. memiliki bilangan oksidasi dari +2 sampai dengan +5. Mengapa unsur-unsur transisi diletakkan di antara golongan utama IIA dan IIIA dalam tabel periodik? Apa perbedaan antara unsur-unsur golongan utama dan unsur-unsur golongan transisi dilihat dari konfigurasi elektronnya? Bagaimanakah kecenderungan sifat periodik yang Anda ketahui dari unsur transisi? A. kecuali unsur golongan IIB dan IIIB.870 8.567 8.17 0.Tes Kompetensi Awal 1. IA IIA VIIIB IIIB Sc Y La Ac Lantanida Aktinida IVB Ti Zr Hf Rf VB V Nb Ta Db VIB Cr Mo W Sg VIIB Mn Tc Re Bh Fe Ru Os HS Co Rh Ir Mf Ni Pd Pt IB Cu Ag Au IIB Zn Cd Hg IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA Gambar 4.75 Co 1.535 2.287 4.87 Mn 1.87 Sifat Fisika Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Kerapatan (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari atom ( ) Jari-jari ion ( ) Sumber: Chemistry (Zumdahl..1 Beberapa Sifat Fisika Unsur Transisi Periode Keempat Sc 1. Tabel 4.890 3. Unsur-unsur transisi didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian.083 2.81 Fe 1. Misalnya.244 1.831 3.962 7.17 0.83 Cu 1.2 1 .3 1.6 1.750 7.1.732 8. 3. tembaga mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 4s1 3d10.9 1. Istilah transisi artinya peralihan. Setiap unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi. 2.0 1.9 1.380 6. Misalnya vanadium.5 1.0 1. 2.79 Ni 1.8 1. 3.660 3.15 0. yaitu: 1. S). yaitu peralihan dari blok s ke blok p.5 1.0 1.453 2.5 1.

khususnya bergantung pada jumlah elektron yang tidak berpasangan di dalam subkulit d. sesuai dengan bilangan kuantum utama terbesar (4s 3d). pengisian elektron dalam orbital d mulai terjadi setelah elektron menghuni orbital 4s2 atau setelah atom kalsium. Kegiatan Inkuiri Apakah unsur seng (Zn) tergolong unsur transisi atau bukan? Diskusikan di kelas.Kegiatan Inkuiri Selidiki dengan saksama apakah senyawa unsur-unsur transisi mengikuti aturan oktet yang dikemukakan oleh Lewis? 1. Konfigurasi Elektron Berdasarkan aturan membangun dari Aufbau.2 Nomor Atom 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Lambang Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Konfigurasi Elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d14s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 Nomor Golongan pada Tabel Periodik IIIB IVB VB VIB VIIB VIIIB VIIIB VIIIB IB IIB Kata Kunci • • Kekuatan ikatan antaratom logam Elektron yang tidak berpasangan Menurut aturan Aufbau. kenaikan titik leleh mencapai maksimum pada golongan VB (vanadium) dan VIB (kromium). • semua senyawa seng tidak berwarna. Hal ini disebabkan oleh kestabilan subkulit d yang terisi penuh atau setengah penuh. terdapat satu elektron pada orbital d yang tidak Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 103 . Hal itu disebabkan oleh kekuatan ikatan antaratom logam. Titik Didih dan Titik Leleh Berdasarkan Tabel 4.1. Oleh karena orbital d maksimum dihuni oleh sepuluh elektron maka akan terdapat sepuluh unsur pada periode keempat. unsur-unsur transisi dimulai pada periode keempat dalam tabel periodik. yaitu [Ar]3d10 4s1. Demikian juga pada konfigurasi elektron atom tembaga. • orbital-d terisi penuh. yaitu mulai dari Sc dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d 1 4s 2 sampai dengan Zn dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2. Data tentang seng: • dalam membentuk senyawa hanya memiliki biloks +2.2. tetapi faktanya bukan demikian melainkan [Ar]3d5 4s1. 20Ca: [Ar] 4s2. Pada awal periode unsur transisi. Tabel 4. 2. Konfigurasi elektron unsur-unsur transisi periode keempat dapat dilihat pada Tabel 4. Oleh karena itu. konfigurasi elektron krom adalah [Ar]3d4 4s2.

22 ). Pengaruh nyata dari kekuatan ikatan antaratom pada logam transisi tercermin dari sifat kekerasan tinggi.1 tampak bahwa jari-jari atom menurun secara drastis dari skandium (1. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital s dan orbital d tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan melalui pembentukan orbital hibrida sp3d2. Bilangan Oksidasi Umumnya.44 ) hingga vanadium (1. 1989 104 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pada Tabel 4. 3 Sumber: Chemistry (Zumdahl. Penurunan ini akibat dari kenaikan muatan inti yang menarik elektron valensi lebih kuat. Biloks unsur-unsur transisi periode keempat ditunjukkan pada Tabel 4.berpasangan. kerapatan tinggi.3. Akibat bertambahnya jumlah proton. 5. sedangkan kulit valensi tetap. Mengapa jumlah elektron yang belum berpasangan dapat dijadikan ukuran kekuatan logam? Semakin banyak elektron bebas dalam suatu atom logam memungkinkan ikatan antaratom semakin kuat sehingga sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat. and Steven. S). serta sifat hantaran listrik yang lebih baik. 3.. titik didih dan titik leleh yang juga tinggi. Hal ini disebabkan pada unsur-unsur transisi terdapat lebih banyak elektron bebas dalam orbital d yang tidak berpasangan. Tabel 4. Sifat Logam Semua unsur transisi merupakan unsur-unsur logam. Kegiatan Inkuiri Jelaskan menggunakan teori lautan elektron bebas untuk menjelaskan kekuatan logam unsur-unsur transisi. unsur-unsur transisi periode keempat memiliki biloks lebih dari satu. Pada periode yang sama. daya tarik muatan inti terhadap elektron valensi bertambah kuat sehingga ukuran atau jari-jari atom semakin kecil. setelah itu elektron pada orbital d mulai berpasangan sehingga titik didih dan titik leleh turun. 4. dari kiri ke kanan jumlah proton bertambah. Kulit terluar dari unsur-unsur transisi hanya mengandung satu atau dua elektron pada orbital 4s sehingga mudah melepaskan elektron pada kulit terluarnya. Jumlah elektron pada orbital d yang tidak berpasangan meningkat sampai dengan golongan VIB dan VIIB.3 Bilangan Oksidasi Unsur Transisi Periode Keempat I B Ti +2 +3 4 +2 +3 4 5 B IB Cr +2 3 +4 +5 6 IIB Mn 2 3 4 +5 +6 7 Fe 2 3 +4 +5 +6 IIIB Co 2 +3 +4 Ni +1 2 +3 +4 IB Cu +1 2 +3 IIB n 2 IIIB Sc Catatan Note Bilangan oksidasi yang stabil ditunjukkan dengan huruf tebal (bold) The stabyl oxidation number is pointed by the bold letters. Sifat logam dari unsur-unsur transisi lebih kuat jika dibandingkan dengan sifat logam dari golongan utama. kemudian berkurang secara perlahan. Jari-Jari Atom Jari-jari atom menentukan sifat-sifat unsur.

Kation logam unsur-unsur transisi umumnya berwarna. Jadi. Momen magnet ini berperilaku seperti magnet.1 Sifat Unsur Transisi Di antara unsur transisi periode keempat. vanadium (VB). Ni. Sifat Magnet Jika suatu atom memiliki elektron yang tidak berpasangan.Jika Anda simak Tabel 4. Log ( –1 Radio –0 –1 Microwave –2 –3 –4 Inframerah Tampak Ultraviolet Sinar – X –5 –6 –7 –8 –9 –10 /m) 7. Jika semua elektron berpasangan maka momen magnet elektron akan saling meniadakan sesuai aturan Pauli (jika elektron berpasangan. Cahaya yang diserap akan mengeksitasi elektron ke tingkat energi lebih tinggi dan cahaya yang diteruskan menunjukkan warna senyawa transisi pada keadaan tereksitasi. kromium (VIB). artinya tidak dipengaruhi oleh medan magnet. dan mangan (VIIB) memiliki biloks maksimum berturut-turut +5. Cr. artinya dapat dipengaruhi oleh medan magnet. Fe. Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan. +6. khususnya cahaya tampak. Kekuatan magnet dari unsur transisi adalah: Cr Mn Fe V Co. Mengapa elektron yang tidak berpasangan dapat memiliki sifat magnet? Setiap elektron memiliki spin yang menghasilkan momen magnet. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 105 .2 Spektrum elektromagnetik Cahaya tampak adalah salah satu bagian dari radiasi elektromagnetik. biloks maksimum sama dengan jumlah elektron valensi dalam orbital s dan orbital d atau sama dengan nomor golongan. jika suatu atom tidak memiliki elektron yang tidak berpasangan maka akan bersifat diamagnetik. Kata Kunci • • • • • • • Orbital hibrida Cahaya tampak Elektron tereksitasi Paramagnetik Diamagnetik Aturan Pauli Momen magnet Contoh 4. 6. dan +7. Akibatnya. Berdasarkan penjelasan tersebut unsur-unsur transisi periode keempat yang memiliki sifat magnet adalah: Ti. titanium (IVB) memiliki biloks maksimum +4. semakin kuat sifat magnetnya. atom tersebut akan bersifat paramagnetik. Mn. Sebaliknya. Gambar 4. Jika elektron tidak berpasangan maka spin elektron yang menghasilkan momen magnet tidak ada yang meniadakan sehingga atom akan memiliki momen magnet dan bersifat paramagnetik. Semakin banyak jumlah elektron yang tidak berpasangan. Co. elektron mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi menimbulkan warna tertentu. semakin kuat sifat magnetnya. spinnya harus berlawanan) sehingga atom bersifat diamagnetik. manakah yang memiliki sifat magnet? Jawab: Suatu logam akan bersifat magnet jika memiliki elektron tidak berpasangan. sedangkan frekuensi lainnya diteruskan. Jika senyawa transisi baik padat maupun larutannya tersinari cahaya maka senyawa transisi akan menyerap cahaya pada frekuensi tertentu. Hal ini disebabkan oleh adanya elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda jauh.3. Warna Ion Logam Transisi Suatu benda atau zat dikatakan berwarna jika ada cahaya yang jatuh kepadanya. V. Cahaya tampak terdiri atas cahaya merah-kuning-hijau-biru-ungu. Unsur-unsur transisi baik sebagai unsur bebas maupun senyawanya pada umumnya memiliki elektron tidak berpasangan sehingga banyak unsur dan senyawa transisi bersifat paramagnetik. Cahaya tampak adalah cahaya yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah dan ultraviolet.

Berapakah bilangan oksidasi Mn dalam senyawa MnO2 dan KMnO4? 2. Senyawa A adalah suatu cairan tidak berwarna dengan titik leleh 20°C. dan 3 orbital dari 4p. Proses hibridisasinya adalah sebagai berikut. Ion Kompleks Ion kompleks adalah senyawa ionik. Menurut teori asam-basa Lewis. Senyawa B adalah serbuk kuning-kehijauan dan meleleh pada 1. Tes Kompetensi Subbab A 3. Manakah yang merupakan senyawa VF3 dan VFs? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Contoh ion kompleks adalah [Fe(H2O)6]3+. 1. mungkinkah KMnO4 berperan sebagai reduktor? Jelaskan. tetapi juga memberikan pengetahuan tentang struktur dan ikatan di dalam senyawa. Konfigurasi atom Fe: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Konfigurasi dari ion Fe3+: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Oleh karena memerlukan enam orbital kosong. Atom Fe bermuatan 3+ dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s0. [Fe(H2O) 6]3+ 3d d2sp3 106 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hal ini dicapai melalui hibridisasi d2sp3. dan anion atau molekul netral terikat pada atom pusat dinamakan ligan (Latin: ligare. Logam-logam unsur transisi pada umumnya berwarna sehingga banyak digunakan. Dalam ion kompleks. hibridisasi yang terjadi adalah d2sp3. Keenam orbital d2sp3 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari atom O dalam molekul H2O. misalnya untuk pigmen cat atau kaca.Kegiatan Inkuiri Unsur-unsur golongan IIA memiliki elektron yang semuanya berpasangan.406°C. Oleh karena atom Fe dapat mengikat enam molekul H2O (netral). atom Fe harus menyediakan enam buah orbital kosong. B. ion logam transisi menyediakan orbital d yang kosong sehingga berperan sebagai asam Lewis (akseptor pasangan elektron bebas) dan ion atau molekul netral yang memiliki pasangan elektron bebas untuk didonorkan berperan sebagai basa Lewis. Jelaskan fakta ini. Senyawa Kompleks Warna yang tampak dalam senyawa kimia tidak hanya menarik. 1. Dalam setiap reaksi redoks. 1 orbital dari 4s. yakni 2 orbital dari 3d. Mengapa senyawa-senyawa logam transisi berwarna dan berubah warnanya jika ion atau molekul yang terikat pada logam berubah? Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui pembahasan senyawa kompleks dari logam-logam unsur transisi. di mana kation dari logam transisi berikatan dengan dua atau lebih anion atau molekul netral. artinya mengikat). kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. tetapi faktanya logam golongan IIA dapat bersifat paramagnetik pada suhu tinggi.

Jika ligan suatu molekul netral. dan NH3. Jika ion sulfat bermuatan 2–. 2. Senyawa yang terbentuk dari ion kompleks dinamakan senya a kompleks atau koordinasi. [Ag(CN)2]–(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = –0. H2O. dengan kation merupakan ion kompleks. Pada senyawa [Cu(NH3)4]SO4.2 Menentukan Bilangan Oksidasi Berapakah biloks atom pusat dalam [Co(NH3)5Cl](NO3)2? Jawab: Gugus NO3 adalah anion nitrat. misalnya Cl–. tetapi setelah dibiarkan beberapa lama air tersebut menjadi kuning. ion kompleks bermuatan 2+. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 107 . Muatan dan Bilangan Koordinasi Muatan ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligannya. Dalam ion [Cu(NH3)4]2+. sedangkan Cl suatu anion bermuatan 1–. sekurang-kurangnya harus memiliki satu pasang elektron valensi yang tidak digunakan.Molekul atau ion yang bertindak sebagai ligan. Pembentukan kompleks juga dapat mengubah sifat-sifat ion logam. Kata Kunci • • • • • Atom pusat Ligan Teori asam-basa lewis Ikatan kovalen koordinasi Ion kompleks Contoh 4. NO3–. Bagaimana Anda menerangkan gejala ini.31 V → O H H (a) H (b) N H H Gambar 4. Pada pembentukan ion kompleks. ligan dikatakan mengkoordinasi logam sebagai atom pusat. Jika ligan suatu molekul netral maka bilangan oksidasi atom pusat sama dengan muatan ion kompleks. Selanjutnya. yaitu [Cu(NH3)4]2+. seperti sifat reduksi atau sifat oksidasi. Ag+ dapat direduksi oleh air dengan potensial reduksi standar: → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = +0. seperti ditunjukkan pada struktur Lewis Gambar 4. pada ion kompleks Fe(SCN)2+.799 V – Namun ion [Ag(CN)2] tidak dapat direduksi oleh air sebab ion Ag+ sudah dikoordinasi oleh ion CN– menjadi stabil dalam bilangan oksidasi +1. dalam rumus [Cu(NH3)4]SO4 terdiri atas kation [Cu(NH3)4]2+ dan anion SO42–. Ketika kedua spesi itu bereaksi membentuk ion kompleks. ion SCN– tidak berwarna dan ion Fe3+ berwarna cokelat. yang terikat pada atom pusat. biloks Cu sama dengan +2.3 (a) Ligan H2O (b) Ligan NH3 Kegiatan Inkuiri 1. CN–. muatan ion kompleks berasal dari atom pusat. 2. Gambarkan struktur orbital hibrida d2sp3 dari ion Fe3+. Misalnya. Penulisan rumus kimia untuk ikatan koordinasi dalam senyawa kompleks digunakan tanda kurung siku. Ion kompleks memiliki sifat berbeda dengan atom pusat atau ligan pembentuknya. Contohnya. Oleh karena senyawa koordinasi bermuatan netral maka jumlah semua muatan harus nol. Ligan NH3 bersifat netral. [Fe(SCN)6]3– warnanya menjadi merah darah. muatan ion kompleks dapat dihitung jika muatan anion diketahui. Jadi. Ikatan yang terbentuk antara atom pusat dan ligan adalah ikatan kovalen koordinasi. gambarkan struktur ion kompleks yang dibentuk dari ion Fe3+ dan H2O dalam ion Fe(H2O)63+. Air tanah nonartesis pada waktu diisap oleh pompa biasanya bening.3. memiliki muatan 1–. Hasil analisis air tersebut mengandung besi.

[Co(NH3)5Cl](NO3)2 x + 5(0) + (–1) + 2(–1) = 0 Jadi. Dengan demikian. Atom nitrogen dalam NH3 adalah atom donor. krom memiliki bilangan koordinasi 6 sebab ada enam atom yang terikat langsung. biloks kobalt adalah +3. atom pusat Cu2+ dan empat buah ligan H2O. Ion kompleks yang memiliki bilangan koordinasi empat dapat berada dalam dua bentuk struktur. bilangan koordinasi. boleh jadi hanya beberapa ligan yang terikat. Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat dikoordinasikan dengan ion logam sehingga dapat mengisi dua atau lebih orbital d ion logam. H2C H2N (a) CH2 NH2 CH2 H2 N NH2 CH2 NH2 H2C H2C Co N H2 NH2 NH2 C CH2 H2 Atom dalam ligan yang terikat langsung pada atom pusat dinamakan atom donor.3 COOH2C N - CH2 COO- OOC H2C N CH2 CH2 CH2 - OOC (c) Gambar 4. dapat ditentukan bahwa: a. Struktur tetrahedral lebih umum terdapat pada senyawa bukan transisi. Rumus ion kompleks dituliskan dalam kurung siku. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat secara langsung. b. Sebaliknya. Misalnya. Berapakah bilangan koordinasi dalam ion [Ag(NH3)2]2+? Oleh karena ada dua atom nitrogen yang terikat langsung pada Ag maka atom perak memiliki bilangan koordinasi 2. Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat disebut bilangan koordinasi logam. Jika ukuran ligan besar. besi(III) dapat mengkoordinasi enam ion fluorida membentuk [FeF6]3–. yaitu tetrahedral dan segiempat datar. atom pusat Fe2+ dan enam buah ligan CN–. Bilangan koordinasi Fe = 6 Muatan ion kompleks = 2 + 6 (–1) = –4 Rumus ion kompleksnya adalah [Fe(CN)6]4– 3. seperti pada platina(II) dan emas(III). dan rumus ion kompleks yang tersusun dari: a. Dalam ion [Cr(H2O)4Cl2]+. juga beberapa ion kompleks dari tembaga. Ligan-ligan ini memiliki atom donor tunggal yang dapat berkoordinasi dengan atom pusat. 108 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Jawab: Muatan ion kompleks merupakan jumlah muatan atom pusat dan muatan ligan. sedangkan struktur segiempat datar banyak dijumpai dalam senyawa transisi. Bilangan Koordinasi. ligan NH3 dalam ion kompleks [Ag(NH3)2]2+. tetapi dengan ion klorida (ion klorida lebih besar dari ion fluorida) hanya dapat mengkoordinasi sebanyak empat membentuk ion [FeCl4]–.4 (a) Struktur etilendiamin (b) Struktur ion kompleks [Co(en)3]3+ (c) Struktur EDTA Menentukan Muatan. dan Rumus Ion Kompleks Tentukan muatan. seperti NH3 dan Cl– dinamakan ligan monodentat (bahasa Latin: satu gigi). Bilangan koordinasi ion logam biasanya dipengaruhi oleh ukuran relatif ion logam dan ligan yang terikat. Ligan Polidentat (Senyawa Kelat) Ligan yang telah dibahas sebelumnya. Contohnya. Bilangan koordinasi Cu = 4 Muatan ion kompleks = 2 + 4 (0) = +2 Rumus ion kompleks adalah [Cu(H2O)4]2+ b. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat (bahasa Latin: bergigi banyak). (b) Contoh 4. jika ukuran ligan kecil maka jumlah ligan yang terikat pada ion logam lebih banyak.

Aturan penamaannya adalah sebagai berikut. tingkat kesadahan air dapat diukur. ligan polidentat juga dikenal sebagai zat pengkelat. nama ligan netral. Nama ligan diurut menurut alfabetis (urutan ligan adalah pertama nama ligan negatif. atom pusat 2. tris– (tiga). 2 dari atom N).4c sering digunakan dalam analisis kimia.. Muatan ion kompleks = 3+ (4 . nama atom pusat dituliskan sama seperti nama unsur dan diikuti oleh angka romawi dalam kurung yang menunjukkan bilangan oksidasinya. [Fe(H2o)2(s2o3)4]+5 B. Ion EDTA4– memiliki enam atom donor (4 dari gugus COO–. terutama dalam menentukan kadar ion kalsium dalam air. dengan ligan molekul H2O dan ion S2O32–. Tata nama untuk ligan netral digunakan nama molekulnya. Ion kompleks [Co(en)3]3+ mengandung tiga ligan etilendiamin. Dalam bidang kedokteran zat pengkelat sering digunakan untuk mengeluarkan ion logam.4b). 1. 7. ligan negatif Muatan atom pusat Fe = 3+ (=biloks Fe) Jadi jumlah ligan yang diikat = 6 (2 × biloks atom pusat). (D) UNAS 2004 4. contoh: Ligan F Cl– Br– I– CN– NO2– ONO– – Nama Fluoro Kloro Bromo Iodo Siano Nitro Nitrito Ligan NO OH O2– NH2– C2O4– CO32– – 3 – Nama Nitrato Hidrokso Okso Amido Oksalato Karbonato 2. [Fe(H2o)3(s2o3)3]3 D. 8. dan nitrosil (NO). Jika kompleks suatu anion. dan tetrakis– (empat). 3.Oleh karena ligan polidentat dapat mencengkeram ion logam dengan dua atau lebih atom donor.. pakar Kimia Swiss yang sudah bekerja meneliti senyawa kompleks lebih dari 60 tahun. dan Cd2+. karbonil (CO). seperti mioglobin dan oksihemoglobin. 4. Atom-atom donor ini harus saling berjauhan agar keduanya dapat mengkoordinasi ion logam membentuk kompleks dengan posisi berdampingan. Zat pengkelat seperti EDTA pada Gambar 4. Dengan EDTA. penulisan nama dimulai dari kation diikuti nama anion. tetra– (empat). Ion kompleks tersebut membentuk struktur koordinasi oktahedral dengan atom kobalt(III) sebagai atom pusatnya (Gambar 4. 0) + (2 . ion kompleksnya: [Fe(H2O)4(S2O3)2]–1. 6. Tata Nama Senyawa Kompleks Tata nama senyawa kompleks disusun berdasarkan aturan Alfred erner. kecuali empat ligan yang sudah dikenal umum. –2) =3+0–4 = 1– Jadi. Mahir Menjawab Suatu ion kompleks mempunyai atom pusat Fe3+. Muatan ion kompleks = muatan atom pusat + (4 × muatan H2O) + (2 × muatan S2O3). [Fe(H2o)5(s2o3)]–2 C. amina (NH3).4a. Jika bilangan koordinasi = 6 maka rumus ion kompleks tersebut . seperti a ua (H2O). Tata nama untuk ligan bermuatan negatif ditambah akhiran –o. Nama ligan dituliskan terlebih dahulu diikuti nama atom pusat. penomoran menggunakan awalan bis– (dua). Kata Kunci • • • • • Bentuk struktur tetrahedral Bentuk struktur segiempat datar Ligan monodentat Ligan polidentat Zat pengkelat Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 109 . 5. tri– (tiga).. dan nama ligan positif). Jika nama ligan dimulai dengan huruf vokal untuk ligan polidentat. ligan netral 3. dan seterusnya. Ligan en memiliki dua atom nitrogen. Dalam sistem tubuh terdapat zat pengkelat. [Fe(H2o)4(s2o3)2]–1 E. seperti Hg2+. Jika kompleks suatu kation atau molekul netral. Contoh ligan polidentat seperti etilendiamin (disingkat en) dengan rumus struktur pada Gambar 4. masing-masing dengan sepasang elektron bebas yang siap didonorkan. Jika lebih dari satu ligan yang sama digunakan kata depan di– (dua). Pb2+. A. [Fe(H2O)(S2O3)5]–6 Pembahasan Urutan penulisan ion kompleks: 1.

(b) K2[Ni(CN)4] Jawab: (a) Ion kompleks adalah suatu kation bermuatan 1+. kemudian nama atom pusat. diikuti angka romawi yang menyatakan bilangan oksidasi logam. Nama ligan ditulis terlebih dahulu. (a) [Cr(H2O)4Cl2]Cl. Dengan demikian. Contoh 4. nama senyawa kompleks tersebut adalah tetraa uadiklorokrom(III) klorida. Dengan demikian. Contoh ion kompleks berupa kation: [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida [Pt(NH3)4Cl2]2+ ion tetraamindikloroplatina(IV) [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida Contoh ion kompleks yang netral: diamintetrakloroplatina(IV) [Pt(NH3)2Cl4] [Co(NH3)3(NO2)3] triamintrinitrokobalt(III) [Ni(H2NCH2CH2NH2)2Cl2] diklorobis(etilendiamin)nikel(II) Contoh ion kompleks berupa anion: kalium heksanitrokobaltat(III) K3[Co(NO2)6] 2– [PtCl6] ion heksakloroplatinat(IV) natrium heksaklorostanat(IV) Na2[SnCl6] 9. Dengan demikian. Penulisan ligan diurut secara alfabet: tetraa ua. Dengan mengikuti aturan (8): kation ditulis terlebih dahulu. nama senyawa kompleks ditulis sebagai: kalium tetrasianonikelat(II). Oleh karena jumlah total muatan ion kompleks 1+. Jawab: Ion kompleks mengandung dua ion fluorida. diikuti dikloro. ion kompleks adalah suatu kation yang bermuatan: (Co + 2en +2Cl–) = +3 + 0 – 2 = 1+. (b) Ion kompleks berupa anion bermuatan 2–. Menurut aturan (9): anion ditambah akhiran –at sehingga ditulis sebagai nikelat Penulisan ligan mengikuti aturan di atas menjadi tetrasiano. Jadi. dan kobalt dengan biloks +3. Dengan demikian. akhiran –at ditambahkan kepada nama induk logam. 110 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .Jika kompleks suatu anion.5 Menentukan Rumus Senyawa Kompleks dari Namanya Tuliskan rumus untuk senyawa kompleks difluorobis(etilendiamin)kobalt(III) perklorat. tetraa uadikloro. ion perklorat bermuatan 1–. rumus senyawa kompleks tersebut adalah [Co(en)2F2]ClO4. Contoh 4. dua etilendiamin. Ligan terdiri atas 4 molekul a ua (aturan 2) dan 2 ion kloro (aturan 1). kemudian anion kompleks.4 Penamaan Senyawa Kompleks dari Rumusnya Apakah nama senyawa berikut.

dan NiS. pirolusit. Tabel 4. sulfida. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Keberadaan unsur-unsur transisi dalam bentuk oksidasi dan sulfida disebabkan unsur-unsur logam yang berasal dari perut bumi terdesak menuju kerak bumi akibat tekanan magma. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam bentuk oksida. Jika dilihat pada Tabel 4. Fe2O3. TiO2.. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 111 . rumus molekulnya adalah TiO2. Sumber bijih logam tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tuliskan nama senyawa berikut: (a) [Fe(NH3)3Br2]NO3.4. dan karbonat. hematit. 1990 Mahir Menjawab Rutil. Selama dalam perjalanan menuju kerak bumi. ZnS B. Fe2O3 NiS D.. Tentukan bilangan koordinasi. CuFeS2 C. MnO2. MnO2. (b) (NH4)2[CuBr4] Tuliskan rumus untuk natrium dia uabisoksalatokobaltat(III). C. ZnCO3 E. Mineral dapat dijadikan sumber material untuk memproduksi bahanbahan komersial yang disebut bijih logam. Fe2O3. unsur-unsur logam bereaksi dengan belerang atau oksigen yang terdapat di kerak bumi sehingga terbentuk mineral dari unsur-unsur transisi. TiO2. NiS. A. ZnS Pembahasan Fe2O 3 : hematit MnO2 : pirolusit NiS : milerit ZnS : spakrit Cu2S : kalkosit CuFeS2 : kalkopirit TiO2 : rutil ZnCO3 : smitsonit KMnO4 : kalium permanganat Jadi.Tes Kompetensi Subbab B mengkoordinasi empat molekul air dan dua ion klorida. Fe3O4. seperti ditunjukkan pada Tabel 4. MnO2.4 Sumber Mineral Unsur Transisi Logam Titanium Vanadium Kromium Mangan Besi Mineral Rutil Ilmenit Vanadit Kromit Pirolusit Hematit Magnetit Pirit Siderit Smaltit Kobaltit Nikelit Kalkosit Kalkofirit Malasit Spalerit Komposisi TiO2 FeTiO3 Pb3(VO4)2 FeCr2O4 MnO2 Fe2O3 Fe3O4 FeS FeCO3 CoAs2 CoAsS NiS Cu2S CuFeS Cu2CO3(OH)2 ZnS Sumber: General Chemistry . MnO2. NiS. 4. Hal ini disebabkan tembaga tergolong unsur logam yang relatif sukar dioksidasi. Fe2O3. CuS.. MnO2. 1. (C) UNAS 2004 Kobalt Nikel Tembaga Seng Oleh sebab itu. dan rumus ion kompleks yang tersusun dari krom(III) yang 3. Fe2O3. mineral dari logam-logam transisi pada umumnya dalam bentuk oksida atau sulfida dan sebagian dalam bentuk senyawa karbonat. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Berapakah muatan senyawa kompleks yang dibentuk dari ion logam platina(II) yang mengikat dua molekul amonia dan dua ion bromin? Tuliskan rumus senyawa kompleksnya. tampak bahwa bentuk oksida merupakan mineral paling banyak ditemukan di alam sebab hampir semua material alam mengandung oksigen.5. dan milerit masing-masing rumus molekulnya adalah . 2. KMnO4. muatan.

Titanium(IV) oksida merupakan material padat yang digunakan sebagai pigmen putih dalam kertas.5 Logam Besi Sumber Bijih Logam di Berbagai Daerah di Indonesia Mineral Hematit Magnetit Siderit Pirit Nikelit Garnerit Kalkopirit Rumus Daerah Nikel Tembaga Fe2O3 Kalimantan Barat Fe3O4 Sumatra Barat FeCO3 Sumatra Selatan FeS2 Sulawesi Tengah NiS Sulawesi Tengah H2(NiMg)SiO4. tahan panas (titik leleh 1. dan mesin mobil. Kalimantan Barat Kegiatan Inkuiri Jika di suatu daerah terdapat sumber tembaga. Sifat-sifat senyawa skandium semuanya mirip. terutama pesawat terbang bermesin jet. dan stabil pada suhu tinggi. Oleh karena kerapatan titanium relatif rendah dan kekerasan tinggi. dan Sc2(SO4)3. dan kosmetik. Titanium tidak bereaksi dengan air laut. tabung reaksi dalam industri kimia. tidak berwarna dan bersifat diamagnetik. plastik. → TiCl4(g) + O2(g) ⎯⎯ TiO2(s) + Cl2(g) Ilmenit diolah dengan asam sulfat membentuk senyawa sulfat yang mudah larut dalam air. Titanium merupakan logam tahan karat karena permukaannya dilindungi lapisan tipis oksidanya. ScCl3. seperti pipa.668°C). Cari informasi berapa kadar emas di pertambangan Freeport Provinsi Papua. bahkan terhadap larutan gas klorin. logam titanium tahan terhadap cuaca sehingga banyak digunakan untuk material.Tabel 4. asam nitrat. Titanium akan menjadi lebih kuat jika membentuk alloi dengan aluminium dan vanadium.6% massa kulit bumi). wikipedia.7H2O padat yang mudah dikeluarkan. Misalnya. Dalam jumlah kecil. dan memiliki densitas rendah (4. fiber sintetik. Sumber: www. scandium digunakan sebagai filamen lampu yang memiliki intensitas tinggi. Logam skandium dibuat melalui elektrolisis lelehan ScCl3. larutan NaOH panas. tetapi 60% lebih berat. Sumber utama titanium(IV) oksida adalah bijih rutil (matrik TiO2) dan ilmenit (FeTiO3). Sisa campuran dipanaskan menjadi titanium(IV) oksida hidrat (TiO2. keras. sedangkan sifat warna dan kemagnetan ditentukan oleh konfigurasi elektron dalam orbital d. Mesin pesawat terbang memerlukan bahan yang bermassa ringan. titanium banyak dipakai untuk bahan struktural.org 2. seperti emas juga cukup melimpah. Titanium (Ti) Titanium merupakan unsur yang tersebar luas dalam kulit bumi (sekitar 0. senyawa titanium digunakan sebagai pigmen warna putih.2H2O Sulawesi Tengah CuFeS2 Pegunungan Jayawijaya. seperti Boeing 747. Selain ringan dan tahan suhu tinggi. umumnya terdapat dalam bentuk senyawa dengan biloks +3.51 g cm–3). Skandium (Sc) Scandium adalah unsur yang jarang terdapat di alam. Walaupun ada. 112 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tetapi 45% lebih ringan. pompa. cat. Hal ini disebabkan dalam semua senyawanya skandium memiliki konfigurasi elektron ion Sc3+. biasanya logam mulia lain. Sifat ini menjadikan titanium sebagai pilihan yang tepat untuk bahan pada aplikasi penerbangan. Rutil diolah dengan klorin membentuk TiCl4 yang mudah menguap. 1. kemudian dipisahkan dari pengotor dan dibakar menjadi TiO2. Umumnya. → FeTiO3(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + TiO32+(aq) + 2SO42–(aq) + 2H2O( ) Campuran hasil reaksi dimasukkan ke dalam vakum agar terbentuk FeSO4. Titanium seperti baja.H 2O). Sc2O3. seperti rangka dan mesin pesawat. selanjutnya hidrat dikeluarkan melalui pemanasan membentuk TiO2 murni. Sekilas Kimia Titanium: Logam Berteknologi Tinggi Titanium merupakan logam yang keras. Titanium dua kali lebih kuat daripada aluminium. kuat.

Kromium (Cr) Bijih kromium paling murah adalah kromit. Cr2O3. +6. Dalam larutan basa. getas.02% massa kulit bumi. Logam vanadium menyerupai baja berwarna abu-abu dan bersifat keras serta tahan korosi. Na2CrO4. Vanadium(V) oksida digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat. FeCr2O4. dan CrO3 Sumber: Chemistry for You. ferrovanadium dihasilkan melalui reduksi campuran V2O5 dan Fe2O3 oleh aluminium. Untuk membuat paduan tidak perlu logam murninya. → CrO42–(aq) + 4H2O( ) + 3e– ⎯⎯ Cr(OH)3(s) + 5OH–(aq) Kromium(VI) oksida (CrO3) larut dalam air membentuk larutan asam kuat yang berwarna merah-jingga: → 2CrO3(s) + H2O( ) ⎯⎯ 2H+(aq) + Cr2O72–(aq) Campuran krom(VI) oksida dan asam sulfat pekat digunakan sebagai pembersih untuk menghilangkan bahan organik pada alat-alat laboratorium. FeCr2O4(s) + 4C(s) ⎯⎯ Fe–2Cr(s) + 4C(g) → Logam kromium banyak digunakan untuk membuat pelat baja dengan sifat keras. Misalnya. Contohnya. larutan ini bersifat karsinogen (berpotensi menimbulkan kanker). dan Cr(OH)3 K2Cr2O7. baja sangat keras yang digunakan pada bagian mesin dan poros as. 4. Logam vanadium murni diperoleh melalui reduksi elektrolitik leburan garam VCl2. Dalam larutan air. yang dapat dioksidasi menjadi titanium(IV) oleh udara. ion dikromat (Cr2O72–)dapat direduksi menjadi ion Cr3+: → Cr2O72–(aq) + 14H+(aq) + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Tabel 4. Titanium(II) tidak stabil dalam bentuk larutan. yang dapat direduksi oleh karbon menghasilkan ferrokrom. +3. Vanadium umumnya digunakan untuk paduan dengan logam besi dan titanium.6 Senyawa Kromium dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 CrX2 +3 +6 CrX3. kalor 3.H2O(s) ⎯⎯ TiO2(s) + H2O(g) Senyawa titanium(III) dapat diperoleh melalui reduksi senyawa titan yang memiliki biloks +4. 2001 Gambar 4. kemudian ditambahkan besi untuk membentuk baja vanadium. kromium(VI) terdapat sebagai ion kromat. Akan tetapi. Kromium(VI) dalam larutan asam tergolong oksidator kuat.→ TiO2. tetapi lebih stabil dalam bentuk oksida padat sebagai TiO atau sebagai senyawa halida TiX2. Kromium dapat membentuk senyawa dengan biloks +2.5 Warna hijau emerald pada batu perhiasan disebabkan adanya ion Cr3+. Vanadium (V) Vanadium tersebar di kulit bumi sekitar 0. dan dapat mempertahankan permukaan tetap mengkilap dengan cara mengembangkan lapisan film oksida. Kromium(II) dalam air merupakan reduktor kuat. Ti3+ terdapat sebagai ion Ti(H2O)63+ berwarna ungu. tetapi daya oksidatornya berkurang. Pb3(VO4)2. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 113 . Sumber utama vanadium adalah vanadit.

berwarna putih kebiruan. Kobalt (Co) Walaupun kobalt relatif jarang terdapat di alam. Kegunaan umum mangan adalah untuk membuat baja yang digunakan untuk mata bor (pemboran batuan). seperti baja perak (stainless steel). www. Selain tembaga. Kobalt utamanya memiliki biloks +2 dan +3. Kobalt dapat membentuk berbagai senyawa koordinasi. emas sebagai pendapatan tertinggi Indonesia. dan emas dengan jumlah yang besar. Produksi terbesar emas berasal dari Papua.1% kulit bumi).7%). Di antara mineral tersebut. tetapi dapat ditemukan dalam bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) dalam kadar yang memadai jika diproduksi secara ekonomis. Kobalt bersifat keras.7 Senyawa Mangan dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 +4 +7 Mn(OH)2. Mineral-mineral dan produk yang berhubungan dengannya merupakan 19% dari total eksport negara Indonesia. 7. Indonesia juga memproduksi nikel. Suatu batuan yang mengandung campuran mangan dan oksida besi. Larutan garam kobalt(II) mengandung ion Co(H2O)62+ yang memberikan warna merah muda.8 Senyawa Besi dan Biloksnya Biloks +2 +3 Campuran +2 dan +3 Senyawa FeS. 114 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Fe2O3. walaupun senyawa kobalt dengan biloks 0. garam besi(II) berwarna hijau terang akibat membentuk ion Fe(H2O)62+. bijih besi. dan K4Fe(CN)6 FeCl3.7H2O. Tahukah Anda bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil tembaga? Yaitu ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Chili. dan +4 juga dikenal.6 Isotop kobalt digunakan untuk perawatan pasien kanker.org. Beberapa jenis mangan yang umum ditunjukkan pada Tabel 4. 2001 Gambar 4. Mangan (Mn) Mangan relatif melimpah di alam (0. +1. FeSO4. Mangan terdapat dalam semua biloks mulai dari +2 hingga +7. dan tungsten yang digunakan dalam instrumentasi dan alat-alat kedokteran (Gambar 4.mpi.7. dan MnCl2 MnO2 KMnO4 6. mangan. tetapi umumnya +2 dan +7. K3[Fe(CN)6]. dan Fe(SCN)3 Fe3O4 dan KFe[Fe(CN)6] Di dalam air. Besi murni berwarna putih kusam yang tidak begitu keras dan sangat reaktif terhadap zat oksidator sehingga besi dalam udara lembap teroksidasi oleh oksigen dengan cepat membentuk karat. 2005. yang berwarna merah muda.au 5. Salah satu sumber mangan adalah batuan yang terdapat di dasar lautan dinamakan pirolusit. dan banyak digunakan untuk membuat paduan. Sumber: Chemistry for You.Sekilas Kimia Tambang Logam Transisi Di Indonesia Kekayaan alam Indonesia sangat berpotensi dan bernilai ekonomi tinggi. Sumber: Encarta: Reference Library.9. MnS. tembaga.6). Tabel 4. MnSO4. seperti ditunjukkan pada Tabel 4. tetapi larutan garamnya berwarna kuning-cokelat akibat terbentuknya ion Fe(OH)(H2O)52+ yang bersifat basa. Mangan(VII) terdapat sebagai ion permanganat (MnO4–) yang banyak digunakan sebagai pereaksi analitik. Tabel 4. Dalam larutan. Baja perak merupakan paduan antara besi. Mn2+ membentuk Mn(H2O)62+. Besi (Fe) Besi merupakan logam yang cukup melimpah dalam kulit bumi (4. Besi(III) dalam bentuk ion Fe(H2O)63+ tidak berwarna.

CuSO4. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 115 . dan belerang. dan [Cu(H2O)6](NO3)2 Sumber: Sougou Kagashi Tembaga dalam jumlah sedikit diperlukan oleh tubuh sebagai perunut. Selain itu. antimon.Tabel 4. Cu2S. terdapat dalam bijih bersama-sama dengan arsen.5H2O. Larutan garam nikel(II) dalam air mengandung ion Ni(H2O)62+ yang berwarna hijau emerald.10 Senyawa Nikel dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 NiCl2. manakah yang tergolong bersifat racun bagi makhluk hidup? Bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh logam tersebut? Diskusikan dalam kelas. bakteri.8 Tembaga digunakan untuk kabel listrik.9 Biloks +2 +3 Senyawa Kobalt dan Biloksnya Senyawa CoSO4.10. [Ni(H2O)6]SO4 Sumber: Chemistry for You. [Ni(H2O)6]Cl2. Tabel 4. Gambar 4. CuCl2. dan [Co(NH3)6]Cl3 8. tetapi dapat juga terkorosi. Senyawa koordinasi nikel(II) dapat dilihat pada Tabel 4.8). [Co(H2O)6]Cl2. → 3Cu(s) + 2H2O( ) + SO2(g) + 2O2(g) ⎯⎯ Cu(OH)4SO4 Tabel 4. 1.7 Paduan logam nikel dengan tembaga membentuk alloi yang disebut monel. dan digunakan untuk melapisi logam yang lebih reaktif. misalnya untuk kabel listrik (Gambar 4.2H2O. K3[Co(CN)6]. Nikel juga digunakan secara luas dalam bentuk paduan dengan besi membentuk baja. Jelaskan kegunaan unsur transisi dalam bidang industri. tahan terhadap korosi. Warna kemerah-merahan dari tembaga berubah menjadi kehijau-hijauan akibat terkorosi oleh udara membentuk patina. Kerjakanlah di dalam buku latihan. dan alga. Walaupun tembaga tidak begitu reaktif. Senyawa nikel umumnya memiliki biloks +2. Oleh karena beracun. Co2O3. Tes Kompetensi Subbab C 2. dan CoS CoF3. Logam nikel berwarna putih seperti perak dengan konduktivitas termal dan listrik tinggi. digunakan untuk membuat baling-baling kapal laut. NiO. Tuliskan sumber mineral unsur transisi yang Anda ketahui. Nikel (Ni) Kelimpahan nikel dalam kulit bumi berada pada peringkat ke-24. Kegiatan Inkuiri Di antara logam unsur-unsur transisi periode 4. dan CuCl CuO. garam tembaga digunakan untuk membunuh jamur. [Co(H2O)6](NO3)2.11 Senyawa Tembaga dan Biloksnya Biloks Senyawa +1 +2 Cu2O. Tembaga (Cu) Tembaga memiliki sifat konduktor listrik sangat baik sehingga banyak digunakan sebagai penghantar listrik. tembaga tahan terhadap cuaca dan korosi. tetapi dalam jumlah besar sangat beracun. NiS. 9. 2001 Gambar 4. Co2O3.

oksigen bereaksi dengan kokas membentuk gas CO. Kokas is heated coal without air.9).10). Pengolahan awal (pemekatan) Bijih logam yang masih mengandung pengotor dihancurkan dan digiling hingga terbentuk partikel-partikel berukuran kecil.9 Proses ekstraksi dan daur ulang logam Catatan Note Kokas adalah batu bara yang dipanaskan tanpa udara. Udara panas yang mengandung oksigen disemburkan ke dalam tanur dari bagian bawah untuk membakar kokas. Material yang tidak diperlukan dikeluarkan dengan cara magnetik atau metode pengapungan (flotasi) hingga terbentuk bijih murni. Proses ini melibatkan tahap pengolahan awal atau pemekatan. Udara panas juga mengandung uap air yang turut masuk ke dalam tanur dan bereaksi dengan kokas membentuk gas CO dan gas H2.300°C. reduksi bijih logam menjadi logam bebas. Pemurnian Logam yang diperoleh pada tahap pengeringan dan pembakaran masih mengandung pengotor sehingga perlu dilakukan pemurnian. Oleh karena itu.900°C). bijih besi direduksi oleh gas CO dan H2 (hasil reaksi udara panas dan kokas) membentuk besi tuang. Pirometalurgi diterapkan dalam pengolahan bijih besi. 3. Campuran material (bijih besi.D. uap air berguna untuk mengendalikan suhu tanur agar tidak terlalu tinggi ( 1. Pengolahan Logam (Metalurgi) Aplikasi pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan bijih sampai menjadi logam dinamakan metalurgi. 1. → C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) Δ H = +131 kJ Reaksi kokas dan oksigen bersifat eksoterm. 2. → 2C(s) + O2(g) ⎯⎯ 2CO(g) Δ H = –221 kJ Logam + pengotor Pemurnian logam Daur ulang Limbah logam Produk barang Gambar 4. kokas. dan kapur) dimasukkan ke dalam tanur melalui puncak tanur. Proses reduksi dalam industri logam disebut peleburan (melting). dan peleburan ulang (besi). mengandung 80%–90% karbon. Pengeringan dan pembakaran Bijih murni dikeringkan dan dilebur (direduksi). Batu kapur berfungsi sebagai sumber oksida untuk mengikat pengotor yang bersifat asam. Kokas berperan sebagai bahan bakar dan sebagai reduktor. kalor yang dilepaskan dipakai untuk memanaskan tanur. Penggunaan kalor untuk proses reduksi disebut pirometalurgi. yang merupakan reaktor kimia dan beroperasi secara terus-menerus (Gambar 4. Pada bagian atas tanur ( 1. Di dalam tanur. Pada proses tersebut bijih murni direduksi dari oksidanya menjadi logam bebas. Reaksinya melepaskan kalor hingga suhu tanur sekitar 2. sedangkan reaksi dengan uap air bersifat endoterm. containing 80–90% carbon. Pirometalurgi Besi Sejumlah besar proses metalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bijih logam menjadi logam bebas dengan cara reduksi. Beberapa metode pemurnian di antaranya elektrolisis (nikel dan tembaga). distilasi (seng dan raksa).000°C). Persamaan reaksinya: → Fe3O4(s) + 4CO(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4CO2(g) → Fe3O4(s) + 4H2(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4H2O(g) Δ H = –15 kJ Δ H = +150 kJ 116 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Mineral Ditambang Ekstraksi Ekstraksi (peleburan) Bijih dipekatkan 1. dan pemurnian logam (lihat Gambar 4. Reduksi besi oksida dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace).

Besi tuang hasil olahan berkumpul di bagian dasar tanur.5%) yang mengandung logam lain. seperti Cr. 1) Proses Bessemer Gas oksigen 1000°C 1500°C Semburan udara panas 1900°C Udara + uap air panas Cairan Lumpur Besi tuang cair Gambar 4.10 Skema pirometalurgi besi Gas buang Sumber: Chemistry (McMurry). Persamaan reaksinya: → CO2(g) + C(s) ⎯⎯ CO(g) Δ H = +173 kJ Oleh karena bersifat endoterm.11). terak mengapung di atas besi tuang dan mudah dipisahkan. pengubahan besi menjadi baja merupakan proses oksidasi untuk mengeluarkan pengotor. Sifat-sifat mekanik baja ditentukan oleh komposisi kimianya. Udara panas disemburkan dari lubang-lubang pipa untuk mengoksidasi karbon dan zat pengotor yang masih tersisa. 2001 Gambar 4. bersamasama terak (pengotor). Mn. Oleh karena terak lebih ringan dari besi tuang. Gambar 4. panas di sekitarnya diserap hingga mencapai suhu ± 1. juga dapat melindungi besi tuang dari oksidasi (lihat Gambar 4.500°C. Kapur ini bekerja mereduksi pengotor yang ada dalam bijih besi.12 Skema reaktor Bessemer Besi cair Pada proses ini.11 Pipa buang dan uap air Konventer Besi cair 150 – 300 ton Besi tuang dari tanur sembur dipindahkan ke tungku basic oksigen dijadikan baja karbon. seperti pasir atau oksida fosfor.000oC terurai menjadi kapur tohor. Pembuatan Baja Baja merupakan paduan (alloi) yang digolongkan sebagai baja karbon (kandungan karbon di atas 1.900°C) direduksi oleh kokas membentuk gas CO. besi cair hasil dari tanur sembur dimasukkan ke dalam reaktor silinder. Pengolahan besi dari bijihnya merupakan proses reduksi.Batu kapur yang ditambahkan ke dalam tanur. Oksidasi besi dilakukan dengan berbagai cara. Akan tetapi. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 117 . Δ → CaCO3(s) ⎯⎯ CaO( ) + CO2(g) → CaO( ) + SiO2( ) ⎯⎯ CaSiO3( ) → CaO( ) + P2O5( ) ⎯⎯ Ca3(PO4)2( ) Bijih besi + kokas + kapur Gas buang Gas CO2 yang dihasilkan dari penguraian batu kapur pada bagian bawah tanur (sekitar 1. Co. a. pada 1. tetapi dua cara umum yang biasa digunakan pada pembuatan baja adalah proses perapian terbuka (open hearth) dan proses essemer (basic o ygen). dan Mo.

Zat tambahan ini mengubah lelehan besi menjadi baja.13 Baja stainless steel (Fe 72%. Oksidasi termal karbon meningkatkan suhu dalam mangkuk yang menyebabkan fluks batu kapur terkalsinasi menghasilkan kapur tohor yang mengambang di atas lelehan.nusaweb. Δ → MnO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ MnSiO3( ) Jika pengotor silikon atau fosfor (asam) maka fluks yang bersifat basa ditambahkan (CaO atau MgO): Sumber: www. 1997 Dia berperan besar dalam usaha mempercepat proses pembuatan baja pada pertengahan abad 19 dengan konverternya yang terkenal. dituang dari konverter dan ditambahkan sejumlah tertentu karbon dan logam. Udara ditiupkan ke seluruh lelehan besi glubal (bijih besi yang telah dipanaskan dalam tanur dengan batu bara atau kayu). Kapur ini bergabung dengan fosfat. pipa ledeng. proses reduksi. seperti Co. diikuti oleh oksidasi karbon menjadi CO yang menimbulkan agitasi dan busa di atas mangkuk. ditambahkan logam mangan. Ni. Baja feromangan biasanya dipakai untuk membuat kerangka beton bangunan. Besi murni yang masih meleleh. Cr 19%. membentuk oksida. Sebelum dikeluarkan dari tanur. Reaksi yang terjadi: Δ → Mn( ) + FeO( ) ⎯⎯ (Fe–MnO)( ) feromangan Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. yaitu alloi yang sangat terkenal karena kekuatannya. Kalsinasi adalah proses pemanasan di bawah titik leleh zat untuk menghilangkan pengotor. sulfat. P dan Si bereaksi dengan oksigen .Sekilas Kimia Henry Bessemer (1813–1898) Persamaannya: → C(s) + O2(g) ⎯⎯ CO2(g) → Si( ) + O2(g) ⎯⎯ SiO2( ) Δ 2Fe( ) + O2(g) ⎯⎯ 2FeO( ) → Δ Δ Untuk mereduksi kembali FeO yang turut teroksidasi.com Δ → SiO2(s) + MgO(s) ⎯⎯ MgSiO3( ) Δ → P4O10(s) + 6CaO(s) ⎯⎯ 2Ca3(PO4)2( ) Gambar 4. 118 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Jenis fluks bergantung pada pengotor. Jika pengotor adalah mangan (basa) maka fluks yang bersifat asam ditambahkan (silika). Pengotor seperti Mn. dan pemurnian. Si dan Mn dioksidasi pertama kali menjadi terak. Tahap Penghalusan Baja Karbon Tahap penghalusan melibatkan oksidasi karbon dan pengotor secara terus-menerus. 2. 2) Proses Perapian Terbuka Pada proses perapian terbuka digunakan reaktor serupa mangkuk yang memuat sekitar 100–200 ton besi cair. Metalurgi Tembaga Langkah-langkah pada pengolahan tembaga tidak berbeda dengan pengolahan besi. logam lain. silikat. dan direaksikan kembali dengan suatu fluks. V. Baja jenis feromangan mutunya kurang baik dan harganya relatif murah. seperti nikel. atau kromium. yaitu pemekatan. dan pengotor lain. dan Ni 9%) banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga dan alat kedokteran. b. melibatkan tiga tahap. Untuk menjaga besi tetap cair maka atap wadah dibentuk cembung agar dapat memantulkan kalor ke arah permukaan besi cair. mangan. Cr. atau W dapat ditambahkan pada baja agar menghasilkan paduan yang memiliki sifat-sifat tertentu. dan kawat pagar. Semburan udara panas mengandung oksigen dilewatkan melalui permukaan besi dan bereaksi dengan pengotor.

Partikel-partikel yang terbasahi oleh air seperti pengotor berada di dasar tanki. sedangkan Cu2+ direduksi pada katode. Proses kimia apakah yang diharapkan pada pengolahan bijih besi dalam tanur? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 119 . seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.14. dan lempeng tembaga murni ditempatkan sebagai katode. Adapun partikel yang tidak terbasahi menempel pada busa dan mengapung di atas permukaan tanki. Hasil reduksi pada tahap ini dinamakan tembaga blister yang kemurniannya mencapai 98%. Kata Kunci • • • • Metalurgi Pirometalurgi Reaksi eksoterm Reaksi endoterm Tes Kompetensi Subbab 1. Nikel tetap berada dalam larutan. seperti natrium.6 Pengotor dalam Proses Pemurnian Tembaga Logam nikel adalah salah satu pengotor pada bijih tembaga. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Proses Reduksi Setelah bijih tembaga dipekatkan (tembaga sulfida). magnesium. Tahap Pemekatan Proses pemekatan tembaga dari bijihnya dilakukan dengan cara pengapungan (flotasi). dan udara dialirkan hingga berbusa. Seng adalah pengotor lain dalam tembaga.34 V Cu (aq) + 2e ⎯⎯ Cu(s) Oleh karena potensial reduksi standar nikel lebih negatif dari tembaga. Hidrogen dan logam aktif. kemudian direduksi dengan cara pemangggangan. Apakah seng akan terakumulasi dalam larutan elektrolit selama pemurnian logam tembaga? Jelaskan.28 V 2+ → Eo = +0. nikel tidak akan tereduksi.14 Proses pemekatan dengan cara flotasi katode anode Uap logam tembaga meninggalkan reaktor dan terkondensasi menjadi cair. 2001 Gambar 4. → Ni2+(aq) + 2e ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0. yang selanjutnya memadat. D 2. bijih dihancurkan menjadi serbuk. Zat pengapung berupa surfaktan (memiliki ujung polar dan nonpolar). tembaga harus dimurnikan melalui elektrolisis (Gambar 4. Pada proses ini. Contoh 4. kemudian dicampurkan dengan zat pengapung. Untuk memperoleh logam tembaga dilakukan dengan cara reduksi tembaga oksida dengan karbon sebagai reduktor: Δ → CuO(s) + C(s) ⎯⎯ Cu(g) + CO(g) Pengotor Pengaduk Gambar 4. Apa yang terjadi dengan nikel jika logam tembaga dimurnikan secara elektrolisis? Jawab: Untuk menjawab pertanyaan tersebut harus diketahui potensial elektrode standar. Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science. Pemurnian Pemurnian tembaga dilakukan melalui elektrolisis. c. wadah elektrolisis diisi tembaga(II) sulfat.15). dan aluminium juga digunakan sebagai reduktor jika karbon yang dipakai tidak cocok. Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode. misalnya saponin.15 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis.a. Untuk kebutuhan penghantar listrik. Reaksi yang terjadi: Buih bercampur bijih tembaga Udara bertekanan → 2CuS(s) + 3O2(g) ⎯⎯ 2CuO(s) + 2SO2(g) Pemanggangan bersifat eksoterm sehingga setelah pemanggangan dimulai tidak perlu ditambahkan panas lagi. b.

5. (3) reduksi bijih untuk mendapatkan logam bebas. (2) pengolahan awal atau pemekatan. konfigurasi elektron unsur transisi mengisi orbital 3d1–10 4s1–2. 4. atau karbonat. Ion kompleks adalah suatu struktur ionik yang kation dari logam transisinya dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul netral. sifat kerapatan dan keelektronegatifan bertambah. 10. Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat menunjukkan tingkat oksidasi lebih dari satu. Proses sains dan teknologi dalam pengolahan bijih hingga menjadi logam untuk kegunaan praktis dinamakan metalurgi. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat. 7. Sebab ikatan antaratom makin kuat yang pada gilirannya sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat. Unsur-unsur transisi secara terbatas didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit-d atau subkulit-f yang terisi sebagian.Rangkuman 1. Muatan pada ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligan yang mengelilinginya. kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. Mangan (Mn). Semua unsur-unsur transisi dapat membentuk senyawa koordinasi. Unsur-unsur transisi periode keempat terdiri atas skandium (Sc). dan (5) pencampuran logam dengan unsur lain untuk mengubah sifatnya. 13. Makin banyak elektron bebas dalam suatu unsur transisi makin kuat sifat logamnya. sulfida. 9. Tembaga (Cu). Nikel (Ni). 6. Besi (Fe). 120 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s1. Tata nama ion kompleks mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Alfred Werner. sedangkan jari-jari berkurang. 3. Ligan polidentat dikenal sebagai zat pengkelat (seperti capit kepiting). 15. Atom ligan yang mengikat langsung logam dinamakan atom donor. Sifat-sifat unsur transisi ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. (4) penghalusan atau pemurnian logam. Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang secara berbarengan mengkoordinasi ion logam. Dalam ion kompleks. 14. dan anion atau molekul netral yang mengelilinginya dinamakan ligan. dan seng (Zn). Misalnya tembaga. Jumlah atom donor yang mengikat logam dikenal dengan bilangan koordinasi logam. Kobalt (Co). 11. Dari kiri ke kanan dalam tabel periodik. 2. Vanadium (V). 12. Titanium (Ti). Unsur-unsur transisi periode keempat di alam terdapat dalam bentuk oksida. Berdasarkan aturan Aufbau. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital-d dan orbital-s tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan untuk bersenyawa. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. 8. dan titik didih serta titik leleh naik-turun. kecuali scandium dan seng. Proses metalurgi melibatkan beberapa tahap: (1) penambangan bijih logam. setelah atom kalsium. khususnya ion kompleks. Kromium (Cr).

magnetit (Fe3O4). Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari unsur-unsur transisi periode keempat? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 121 . menjelaskan hubungan antara kereaktifan dan biloks unsur transisi serta mengembangkan keterampilan analisis dan logika Anda dengan mempelajari proses kimia dalam metalurgi. diskusikan dengan teman atau guru Anda . Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi dan menganalisis kecenderungan sifat fisiknya. Pada bab ini juga dibahas secara mendalam mengenai senyawa kompleks.Peta Konsep Titanium mineralnya Rutil (TiO2) dan ilmenit (FeTiO3) Vanadit (Pb3(VO4)2) Vanadium mineralnya Kromium Unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian merupakan mineralnya Kromit (FeCr2O4) Pirolusit (MnO2) di antaranya Mangan mineralnya Besi Unsur Transisi mineralnya Hematit (Fe2O3). pirit (FeS). dan kobaltit (CoAsS) Kobalt dapat membentuk mineralnya Nikel mineralnya Nikeltit (NiS) Atom pusat Ion kompleks terdiri atas Ligan Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 4 ini? Bagian manakah dari materi Bab 4 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. dan siderit (FeCO3) Smaltit (CoAs2). Dengan mempelajari bab ini.

Evaluasi Kompetensi Bab 4
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1. Pernyataan berikut yang bukan termasuk sifat unsur transisi adalah …. A. merupakan oksidator kuat B. mempunyai beberapa bilangan oksidasi C. penghantar listrik yang baik D. dapat membentuk ion kompleks E. senyawanya berwarna Konfigurasi elektron atom-atom unsur transisi adalah: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2. Bilangan oksidasi tertinggi dari unsur tersebut adalah .… A. +6 D. +3 B. +5 E. +2 C. +4 Konfigurasi elektron atom unsur transisi berikut yang memiliki sifat magnet paling kuat adalah .... A. [Ar] 4s2 3d2 D. [Ar] 4s2 3d5 2 3d3 B. [Ar] 4s E. [Ar] 4s2 3d6 1 3d5 C. [Ar] 4s Vanadium dengan bilangan oksidasi +4 terdapat pada senyawa… A. NH4VO2 D. VOSO4 B. K4V(CN)6 E. VCl3 C. VSO4 Unsur transisi yang memiliki bilangan oksidasi nol terdapat pada senyawa …. A. Co(NH3)6Cl3 D. Fe(H2O)6(OH)3 B. Fe(H2O)6SO4 E. Cr(NH3)4Cl3 C. Ni(CO)4 Jumlah orbital yang ditempati oleh pasangan elektron dalam atom Mn dengan nomor atom 25 adalah …. A. 4 D. 13 B. 7 E. 15 C. 10 UMPTN 2000 A: Ion Co2+ mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d7. jumlah elektron yang tidak berpasangan dalam ion Co2+ adalah …. A. 1 D. 5 B. 2 E. 7 C. 3 Ebtanas 1998: Senyawa seng dari unsur transisi tidak berwarna, hal ini disebabkan oleh …. A. orbital d telah penuh berisi elektron B. tidak adanya elektron pada orbital d C. orbital d telah terisi elektron setengah penuh D. tidak adanya elektron padaorbital s E. orbital s telah terisi elektron setengah penuh 9. Salah satu garam berikut yang bukan senyawa kompleks adalah …. A. Cu(NH3)4SO4 D. (CuOH)2SO4 B. K4Fe(CN)6 E. K2CoI4 C. K3Fe(CN)6 10. Ion berikut yang tidak dapat membentuk kompleks dengan amonia adalah …. A. Zn2+ D. Cr3+ 2+ B. Cu E. Mn2+ 3+ C. Al 11. Pada reaksi pembentukan kompleks berikut. → Fe3+(aq) + 6CN–(aq) ⎯⎯ Fe(CN)63– Ikatan antara atom pusat dan ligan adalah …. A. logam D. kovalen koordinasi B. ionik E. van der Waals C. kovalen polar 12. Bilangan koordinasi Ni dalam ion [Ni(NH3)4]2+ adalah …. A. 2 D. 6 B. 3 E. 8 C. 4 13. Bilangan koordinasi seng dalam ion dia uotetrahidroksoseng(II), [Zn(OH)4(H2O)2]2– adalah …. A. 2 D. 5 B. 3 E. 6 C. 4 14. Bilangan koordinasi Fe dan muatan pada ion Fe(CN)64– adalah …. A. +2 dan 4– D. +6 dan 6– B. +3 dan 2+ E. –2 dan 2– C. +4 dan 4– 15. Ion kompleks berikut yang namanya tidak tepat adalah .... A. [Ni(CN)4]2– : ion tetrasianonikelat(II) B. [Ag(NH3)2]+ : ion diaminargentat(I) C. [Co(H2O)6]3+ : ion heksaa uokobalt(III) D. [PtCl6]2– : ion heksakloroplatinat(IV) E. [Co(NH3)4Cl2]+ : ion diklorotetramin kobalt(III) 16. Ebtanas 1999: Nama yang tepat untuk ion kompleks [Cr(NH3)4(H2O)2]3+ adalah …. A. ion tetramindia uokrom(III) B. ion dia uotetraminkrom(III) C. ion tetramin krom(III) dia uo D. ion tetramin dia uokromat(III) E. ion dia uotetraminkromat(III)

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

122

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

17. Ebtanas 2000: Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. A. krom(III) tetramin dikloro klorida B. tetramindiklorokrom (III) klorida C. diklorotetraminkromat(III) klorida D. tetramindiklorokromat(III) klorida E. diklorotetraminkrom(III) monoklorida 18. Endapan AgCl dapat larut dalam amonia sebab membentuk senyawa …. D. Ag(NH3)2Cl2 A. AgNH2Cl B. AgNH3Cl E. Ag(NH3)4Cl C. Ag(NH3)2Cl 19. Suatu senyawa kompleks terdiri atas logam kromium, anion fluorida, molekul air, dan anion klorida, dengan data tambahan berikut. Bilangan oksidasi atom pusat = +3 Bilangan koordinasi atom pusat = 6 Muatan kompleks = 1+ Senyawa kompleks tersebut adalah …. A. [CrF2(H2O)6]Cl D. [CrClF(H2O)4]Cl B. [Cr(H2O)4]F2Cl E. [CrCl2(H2O)4]F C. [CrCl2(H2O)4]Cl 20. Ebtanas 1998: Rumus ion kompleks yang sesuai dengan bentuk molekul berikut adalah ….
CN– CN– CN– Cr3+ CN– CN– CN–

A. Cr(CN)6– D. Cr(CN)63– 2– B. Cr(CN)6 E. Cr(CN)63+ 2+ C. Cr(CN)6 21. Jika ke dalam larutan CuSO4 ditambah NH3 akan terbentuk endapan biru-hijau, tetapi penambahan NH3 berlebih akan melarutkan kembali endapan dan larutan berwarna biru terang. Gejala ini disebabkan …. A. Cu(OH)2 bersifat amfoter B. terbentuk ion kompleks Cu(NH3)42+ C. Cu termasuk golongan transisi D. ion Cu2+ adalah ion berwarna biru E. Cu(OH)2 mudah terurai menjadi CuO dan air 22. Pada pengolahan bijih titanium menjadi titanium oksida murni umumnya diolah melalui pembentukan titanium klorida sebab .... A. mudah dioksidasi B. dapat dielektrolisis C. titik didihnya rendah D. mudah dimurnikan dengan air E. hasilnya sangat murni

23. Pengubahan ion kromat menjadi ion dikromat terjadi dalam keadaan …. A. basa D. encer B. netral E. panas C. asam 24. Reduktor yang biasa digunakan secara besar-besaran untuk mereduksi bijih besi menjadi logamnya adalah …. A. natrium D. karbon B. hidrogen E. platina C. aluminium 25. Pada proses tanur sembur, bijih besi harus dicampur dengan kapur. Fungsi kapur pada proses ini adalah …. A. mengikat SiO2 B. mengikat oksigen C. mengikat kelebihan karbon D. menambah ion kalsium E. menghasilkan besi dengan kemurnian tinggi 26. UMPTN 1997 C: Reduksi besi(III) oksida dengan CO menghasilkan besi menurut persamaan reaksi berikut. → Fe2O3(s)+ 3CO(g) ⎯⎯ 2Fe(s) + 3CO2(g) untuk menghasilkan 11,2 kg besi dibutuhkan besi(III) oksida sebanyak …. A. 22 kg D. 16 kg B. 20 kg E. 15 kg C. 18 kg 27. Prinsip pembuatan baja dari besi tuang adalah dengan cara …. A. meningkatkan kadar karbon B. menurunkan kadar karbon C. meningkatkan kadar timah D. menurunkan kadar timah E. meningkatkan kadar seng 28. Pengolahan bijih logam yang terdapat dalam bentuk karbonat dapat dilakukan melalui proses .... A. elektrolisis B. hidrolisis C. pemanggangan dan reduksi D. pemanggangan E. reduksi langsung 29. Ebtanas 1999: Urutan yang tepat pada proses pengolahan tembaga dari bijih tembaga adalah .... A. elektrolisis-reduksi-pemekatan-pemanggangan B. reduksi-elektrolisis-pemanggangan-pemekatan C. pemekatan-pemanggangan-reduksi-elektrolisis D. pemanggangan-reduksi-pemekatan-elektrolisis E. reduksi-pemanggangan-elektrolisis-pemekatan 30. Unsur transisi periode keempat yang paling banyak terdapat dalam kulit bumi adalah …. A. seng D. besi B. nikel E. mangan C. tembaga

Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat

123

B. 1.

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Berapa bilangan oksidasi unsur transisi dari senyawa berikut. a. FeCO3 b. MnO2 c. CuCl d. CrO2Cl2 Tuliskan konfigurasi elektron untuk setiap ion berikut. (a) Fe2+; (b) Cr3+; (c) Mn4+; (d) Sc3+. Apa yang dimaksud dengan ion kompleks, ligan, dan bilangan koordinasi? Jelaskan. Tentukan berapa bilangan koordinasi dan bilangan oksidasi logam dalam senyawa kompleks berikut. a. K3[V(C2O4)3] b. [Ni(CN)5]3– c. [Zn(en)2]Br2 d. [Fe(H2O)5SCN]2+ Tuliskan nama senyawa kompleks berikut. a. [Zn(NH3)4]2+ b. [Co(NH3)4Cl2]Cl c. K[Co(C2O4)2(NH3)2] d. [PtCl4(en)] e. [Ni(H2O)6]Br2 f. [Cr(NH3)4Cl2]ClO4 g. K3[Fe(C2O4)3] 6. Tuliskan rumus setiap senyawa berikut dan tentukan berapa bilangan koordinasinya. a. Heksaminkrom(III) nitrat b. Tetraminkarbonatokobalt(III) sulfat c. Diklorobis(etilendiamin)platina(IV) bromida d. Kalium dia uatetrabromovanadat(III) e. Penta uabromomangan(III) sulfat f. Natrium tetrabromo(etilendiamin)kobaltat(III) Manakah di antara senyawa berikut yang memberikan warna? a. ZnO b. NaAlCl4 c. [Fe(SO4)(H2O)4] d. CrO2 Tuliskan persamaan kimia setara untuk reduksi FeO dan Fe2O3 oleh H2 dan CO.

2. 3. 4.

7.

8.

5.

124

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Bab

5
Sumber: kocherov@jaeand.iaea.org

Pusat Penelitian Reaktor Nuklir Batan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Keradioaktifan
Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan dan bahayanya, serta terdapatnya di alam. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: mendeskripsikan unsur-unsur radioaktif dari segi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimia, kegunaan, dan bahayanya.

Pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih dalam tahap penelitian. Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan mengenai keuntungan dan dampak yang dihasilkan dari pengadaan proyek ini. Peraturan keselamatan dan tingginya biaya masih menjadi kendala dikarenakan Indonesia adalah negara berkembang. Akan tetapi, di negara maju, seperti Amerika, sekitar 20 persen energi nuklir dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Energi nuklir ini dihasilkan dari reaksi inti atom yang bersifat radioaktif. Sejak model atom dikembangkan oleh Dalton, perhatian ilmuwan terpusat pada elektron, tidak pada inti atom. Menurut pendapat sebelumnya, inti atom hanya menyediakan muatan positif untuk mengikat elektronelektron di dalam atom. Akibat perkembangan cepat dalam bidang fisika dan kimia membuktikan bahwa inti atom dapat berubah secara spontan disertai dengan pelepasan radiasi. Inti atom tersebut dinamakan nuklida radioaktif. Bagaimanakah sifat-sifat fisik dan kimia serta kegunaan lainnya dari nuklida radioaktif ini? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.

A. Kestabilan Inti B. Kegunaan Radioisotop C. Reaksi Fisi dan Fusi

125

Tes Kompetensi Awal
1. 2. 3. Masih ingatkah Anda bagaimana model struktur atom menurut Bohr? Gambarkan oleh Anda model struktur atom tersebut. Apa yang dimaksud dengan nuklida? Sebutkan partikel-partikel penyusun inti Atom? Apakah menurut Anda inti suatu atom dapat meluruh atau bergabung dengan inti atom lain? Jelaskan alasannya.

A. Kestabilan Inti
Kestabilan inti atom dapat ditinjau dari aspek kinetika dan energitika. Kestabilan secara energitika ditinjau dari aspek energi nukleosintesis dihubungkan dengan energi komponen penyusunnya (proton dan neutron), disebut energi ikat inti. Kestabilan secara kinetika ditinjau berdasarkan kebolehjadian inti meluruh membentuk inti yang lain, disebut peluruhan radioaktif.

Sekilas Kimia
Marie Curie (1867–1934)

1. Ciri-Ciri Inti Stabil dan Tidak Stabil
Untuk mengetahui ciri-ciri inti yang stabil dan inti yang tidak stabil dapat ditinjau dari perbandingan antarpartikel yang terkandung di dalam inti atom, yaitu perbandingan neutron terhadap proton ⎜ ⎟ . Selain nuklida 1H, semua ⎝Z⎠ nuklida atom memiliki proton dan neutron. Suatu nuklida dinyatakan stabil jika memiliki perbandingan neutron terhadap proton lebih besar atau sama dengan satu ⎜ ≥ 1 ⎟ . Untuk nuklida ringan (Z ⎝Z ⎠ Untuk nuklida dengan Z 20, perbandingan
⎛N ⎞ ⎛N⎞

20), perbandingan 1. Perbandingan

N @ 1. Z

beberapa nuklida yang stabil ditunjukkan pada tabel berikut.
Sumber: Oxford Ensiklopedia Pelajar: Biografi–9, 1995

N Z

N untuk Z

Tabel 5.1 Nuklida Z N
N Z

Beberapa Nuklida yang Stabil
2

Marie Curie Lahir di Warsawa, Polandia. Dia bersama dengan suaminya Pierre melakukan percobaan terhadap zat radioaktif. Setelah beberapa tahun bekerja, mereka berhasil menemukan sebuah unsur radioaktif, yang mereka namakan radium. Mereka menerima hadiah nobel untuk karya ini. Setelah Pierre meninggal pada 1906, Marie meneruskan kerjanya dan menerima hadiah nobel ke–2 pada 1911.

H 1 1 1

20

Ne

40

Ca

64

n

90

Sn

120

Nd

202

Hg

10 10 1

20 20 1

30 34 1,13

40 50 1,25

50 70 1,50

80 122 1,50

Berdasarkan tabel tersebut, tampak bahwa nilai

fungsi Z. Hubungan proton dan neutron dapat diungkapkan dalam bentuk grafik yang disebut grafik pita kestabilan.
Emisi alfa
130 120 110 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10

N berubah sebagai Z

Gambar 5.1
Grafik pita kestabilan Nuklida stabil ditunjukkan oleh titik hitam yang berkerumun membentang seperti pita sehingga disebut pita kestabilan. Di luar pita kestabilan tergolong radioaktif.

Jumlah neutron (N)

Emisi beta
Z N= Penangkapan elektron dan emisi positron

20

30

40

50

60

70

80

90 100

Jumlah proton (Z)

126

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Dengan bertambahnya jumlah proton (Z), perbandingan neutronproton meningkat hingga 1,5. Kenaikan angka banding akibat meningkatnya tolakan muatan positif dari proton. Untuk mengurangi tolakan antarproton diperlukan neutron yang berlebih. Nuklida di luar pita kestabilan umumnya bersifat radioaktif atau nuklida tidak stabil. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan adalah nuklida yang memiliki neutron berlebih. Untuk mencapai keadaan inti yang stabil, nuklida ini mengubah neutron menjadi proton dan partikel beta. Nuklida yang terletak di bawah pita kestabilan adalah nuklida yang miskin neutron. Untuk mencapai keadaan yang stabil, dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron (electron capture) pada kulit K menjadi neutron. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan dengan nomor atom (jumlah proton) lebih dari 83 adalah nuklida yang memiliki neutron dan proton melimpah. Untuk mencapai keadaan stabil, nuklida ini melepaskan sejumlah partikel alfa (inti atom He).
Jumlah neutron

N diyakini Z

Emisi −0 e 1
4 Emisi 2 He

0 Emisi 1 e atau penangkapan elektron

Jumlah proton
Sumber: Chemistry: The Central Science, 2000

Gambar 5.2
Semua unsur radioaktif meluruh membentuk unsur yang stabil dengan nomor atom sekitar 50-an.

Contoh 5.1
Meramalkan Kestabilan Inti Ramalkan apakah nuklida stabil? Jawab
13 7 N stabil atau tidak. Jika tidak, bagaimana untuk mencapai

Kestabilan inti dapat dilihat dari angka banding (Z) 20, angka banding

N . Untuk inti dengan jumlah proton Z

N = 1. Z N 6 Angka banding untuk 13 N= = 0,86 lebih kecil dari 1 sehingga tidak stabil. 7 Z 7 Oleh karena nuklida N berada di bawah pita kestabilan ( 1) maka untuk mencapai stabil dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron kulit K.

2. Peluruhan Radioaktif
Peluruhan radioaktif adalah peristiwa spontan emisi beberapa partikel dan radiasi elektromagnetik dari suatu inti atom tidak stabil menuju inti yang stabil. Peluruhan radioaktif diketahui merupakan suatu peristiwa eksoergik (pelepasan energi). Pada proses peluruhan inti berlaku Hukum Kekekalan Energi, Momentum, Massa, dan Muatan. a. Persamaan Peluruhan Inti Persamaan peluruhan inti ditulis seperti halnya persamaan reaksi kimia. Contoh peluruhan radioaktif 238U disertai pelepasan partikel alfa dapat ditulis sebagai berikut.
238 92 U

Kata Kunci
• • • • • • • • • • • Inti atom (nuklida) Aspek kinetika Aspek energitika Kestabilan inti Nukleosintesis Energi ikat inti Emisi (peluruhan) Pita kestabilan Radioaktif Eksoergik Radiasi elektromagnetik

⎯⎯ →

234 4 90 Th + 2 He

Pada persamaan ini, hanya inti yang berubah yang dituliskan. Tidak perlu menuliskan senyawa kimia atau muatan elektron untuk setiap senyawa radioaktif yang terlibat sebab lingkungan kimia tidak memiliki pengaruh terhadap perubahan inti.

Keradioaktifan

127

Simbol untuk partikel yang terlibat dalam peluruhan inti adalah sebagai berikut. Jenis Peluruhan Radioaktif Peluruhan radioaktif dapat digolongkan ke dalam tiga jenis peluruhan.Sumber: Chemistry: The Central Science. Tabel 5. subscript means charge. Jawab Nomor atom radium 88 dan radon 86. Tabel 5. β + atau positron.3. Jadi. atau penangkapan elektron). dan peluruhan gamma.4 Daya tembus radiasi yang diemisikan unsur radioaktif Kekuatan penetrasi: n ≈ g> b > a sinar-X 0 0 γ – 128 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .3 Jenis Peluruhan Radioaktif Radiasi 4 2 He 0 −1 e 0 1e Jenis peluruhan Emisi alfa (a) Emisi beta (b) Emisi positron ( b+) Penangkapan elektron Emisi gamma (g) Perubahan Setara – 0 1 1 0 n → 1p + −1e 1 1 0 1 p → 0n + 1 e 0 1 1 1 p + −1 e → 0 n Perubahan Inti No. Secara umum ditunjukkan pada Tabel 5. dan indeks atas menyatakan massa. indeks bawah menyatakan muatan.2 Menuliskan Persamaan Peluruhan Inti Tuliskan persamaan transmutasi inti untuk peluruhan radioaktif radium–226 disertai pancaran partikel alfa membentuk radon–222.2 Proton 1 1p Simbol Partikel yang Terlibat dalam Peluruhan Inti Neutron Beta Positron 1 0n 0 −1 e Gamma 0 0 atau 0 −1β 0 1e atau 0 β 1 Contoh 5. Symbol for the particle. simbol kedua nuklida adalah 226 88 Ra dan 222 86 Rn Persamaan transmutasi intinya: 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 4 86 Rn+ 2 He b. peluruhan beta ( β –.3 Deret peluruhan radioaktif: 238U → 206Pb Catatan Note Dalam simbol untuk partikel yang terlibat. 2000 Gambar 5. yaitu peluruhan alfa. Nomor Massa Nomor Atom Pereaksi dan produk yang terlibat dalam peluruhan inti ditulis menurut simbol nuklidanya. Massa –2 +1 –1 –1 0 –4 0 0 0 0 Gambar 5. and supercript means mass. Atom No.

1997 Gambar 5. Emisi positron terjadi pada nuklida yang berada di bawah pita kestabilan. 1 1p + 0 −1 e ⎯⎯ 1 n →0 • • • • • • • 5. Contohnya: 99 m 43 Tc Kata Kunci Emisi alfa Emisi beta Emisi positron Penangkapan elektron Emisi gamma Transmutasi inti Keadaan tereksitasi ⎯⎯ → 99 43 Tc + 0γ 0 Contoh 5.5 Radiasi a.3 Meramalkan Jenis Peluruhan Radioaktif Gunakan pita kestabilan untuk meramalkan peluruhan radioaktif dan tuliskan persamaan transmutasi intinya: a. Emisi gamma (g) dihasilkan dari nuklida yang tereksitasi setelah menjalani peluruhan. Emisi positron setara dengan perubahan proton menjadi neutron. yaitu kulit K. pada peluruhan radioaktif 226Ra. Peluruhan radioaktif menghasilkan nuklida pada keadaan tereksitasi yang tidak stabil. 47Ca b. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi beta. ⎯⎯ 1 p + →1 0 −1e Perisai timbal Bahan radio aktif 3. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi positron atau penangkapan elektron. 4 + 2 He Nuklida yang memiliki nomor atom di atas 83 akan memancarkan partikel alfa. N b. Persamaan transmutasi intinya: 25 13 Al ⎯⎯ → ⎯⎯ → 25 13 Al + 0 1e (emisi positron) atau 25 13 Al + 0 −1e 25 12 Mg (penangkapan elektron) Keradioaktifan 129 . Dalam hal ini. Nuklida 25Al memiliki 13 proton dan 12 neutron. Misalnya. 25Al Jawab N a. Untuk mencapai keadaan stabil dilakukan dengan cara mengemisikan energi dalam bentuk radiasi gamma. Nuklida di atas pita kestabilan akan memancarkan partikel beta. 1 1p Sumber: Introductory Chemistry. electron capture) adalah peluruhan inti dengan menangkap elektron dari orbital yang terdekat ke inti. Persamaannya: 1 0n Radiasi γ Radiasi α Radiasi β 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 86 Rn 2. Emisi beta sama dengan perubahan neutron menjadi proton. Emisi positron (b+) adalah emisi sejenis elektron yang bermuatan positif. Penangkapan elektron ( . Nuklida 47Ca memiliki 20 proton dan 27 neutron.1. g dalam medan magnet ⎯⎯ n + → 1 0 0 1e 4. b. Emisi beta (b-) adalah emisi elektron berkecepatan tinggi dari inti tidak stabil. proton diubah menjadi neutron. 4 Emisi alfa adalah emisi nuklida 2 He atau partikel alfa dari inti tidak stabil.

Δ Enukelosintesis = Ei = Enuklida He – E(2p + 2n) Bagaimana mengukur perubahan energi inti tersebut? Menurut Einstein.9309 207.00999 10.01493 4. Contoh.3. makin besar energi ikat inti. proton C.9184 205.9316 209. megatron Pembahasan 223 87 a Li Be B C O Fe Co Pb Fr → 223 88 Ra + X }elektron ( −0 e) 1 SPMB 2004 X } 87 − 88 223− 223 = 0 =−1 Jadi. (D) Po Rn Ra 130 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .00150 6. Menurut aspek energitika. nuklida 4 He disintesis dari 2 proton dan 2 neutron. Energi yang terlibat dalam nukleosintesis dinamakan energi ikat inti ( i). X adalah partikel elektron. Lihat Gambar 5. 223 87 Simbol b(e ) n p (H) – Fr → 223 88 Ra + X X adalah partikel . Nukleosintesis dan Energi Ikat Inti Nukleon (n + p) Dm diubah menjadi energi untuk mengikat nukleon agar tetap dalam inti Nuklida Pengikat Nukleosintesis adalah pembentukan inti atom atau nuklida dari partikelpartikel penyusunnya (proton dan neutron)..9905 55.4 Massa Nukleon dan Nuklida dalam Satuan Massa Atom (sma) A –1 0 1 1 1 2 2 3 3 4 5 5 6 6 8 26 27 82 82 82 84 86 88 0 1 1 2 3 3 4 6 7 9 10 11 12 13 16 56 59 206 207 208 210 222 226 Massa (sma) 0.6.0102 11. elektron E.00728 2.9368 221.0001 15.9206 58.9967 13.01435 9. suatu inti atom stabil jika memiliki energi ikat inti besar. Energi ikat inti. positron D. Ei didefinisikan sebagai selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya. sebab perubahan massa selalu disertai perubahan energi sesuai persamaan: E = m c2 atau DE = c2 Δ m Keterangan: c = kecepatan cahaya (3×108 m s–1) Dm = perubahan massa (kg) Tabel 5.01345 3.00055 1.9703 225.00867 1.. A.6 Kehilangan massa diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat nukleon membentuk satu kesatuan di dalam inti. Dengan kata lain. neutron B.01347 7.0066 11.9295 206.. 4 2 1 p + 2 1 n ⎯⎯ 2 He → 1 0 Gambar 5.9771 Mahir Menjawab Pada inti Fr terjadi reaksi berikut. perubahan energi inti dapat ditentukan secara langsung dari perubahan massa nukleon. makin stabil inti atom tersebut.01550 3.

062 × 10–13 Joule Hubungan satuan energi ikat inti dan massa partikel subinti dalam satuan sma adalah 1 sma = 931.3176 MeV × 1. 1990 Sekilas Kimia Makanan Iradiasi Pada tahun 1953. Energi ikat rata-rata maksimum sekitar 8. dalam satuan Joule Jawab a. Kedua.0304 sma Ei = (– 0.062 × 10–13 J MeV–1 = –3. dalam satuan MeV b. selain menghemat energi karena tidak perlu pendinginan. seperti radikal hidroksil yang akan bereaksi dengan molekul organik dan menghasilkan zat yang berbahaya.062 × 10–13 Joule.0003 239. Pertama.9904 234.9931 232. 2000 Satuan yang digunakan untuk energi ikat inti adalah Mega elektron volt (MeV).9890 233. Selain itu. makin besar energi ikat inti makin stabil inti tersebut.062 × 10–13 J Ei = –28.0006 Sumber: General Chemistry . juga memperlama waktu simpan berbagai macam makanan.9837 233.007 × 10–12 J.8 MeV dimiliki oleh atom Fe dan Ni.4 Menentukan Perubahan Energi Inti Hitung perubahan energi pada pembentukan nuklida helium (partikel alfa) berikut. iradiasi dapat merusak nutrien. Keuntungan iradiasi makanan sangat jelas. 1 2 1 n + 2 1p ⎯⎯ 2 He → 4 0 a. Akan tetapi. efek yang sama dihasilkan juga ketika makanan tersebut dipanaskan.Th Pa U Pu 90 90 91 92 92 92 92 94 230 234 234 233 234 235 238 239 229.5 MeV sma–1) = – 28. seperti ditunjukkan pada gambar berikut.3176 MeV b. pada pembentukan nuklida He dilepaskan energi sebesar 28. Kata Kunci • • • Nukleon Energi ikat rata-rata Massa partikel subinti Keradioaktifan 131 . Angkatan Darat Amerika Serikat memulai program percobaan iradiasi makanan sehingga pasukan yang tersebar mempunyai makanan segar tanpa harus dibekukan.3176 MeV atau 3.007 × 10–12 J Jadi.5 MeV Contoh 5.9934 238.00867 + 1. Energi ikatan inti dalam satuan Me Perubahan massa pada pembentukan He: m = mHe – 2(mn + mp) {4. Satu Mega elektron volt (1 MeV) sama dengan 1. Kekurangan massa pada pembentukan nuklida helium (Contoh Soal 5.9942 233.00150 – 2(1. atau 1 MeV = 1. Sumber: Chemistry. radiasi yang mengionisasi akan menghasilkan spesi yang reaktif. ketakutan tersendiri pada prosedur ini pun ada. seperti asam amino dan vitamin. bahwa makanan yang diiradiasi dapat menjadi radioaktif (meskipun tidak ada data kejadian mengenai hal ini). Energi ikat inti dalam satuan Joule 1 MeV = 1.0304 sma) (931. Menariknya.00728)} sma = – 0. Keduanya mengemisikan sinar gamma ( γ ) walaupun sinar X dan elektron dapat juga digunakan untuk mengiradiasi makanan. Energi ikat per nukleon bervariasi bergantung pada nomor atom unsurunsur stabil.4 di atas) disebabkan telah diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat partikel subinti agar tidak pecah. Oleh karena itu. Sumber radiasi untuk hampir semua pengawetan makanan adalah kobalt–60 dan cesium–137. Hal ini sangat berguna bagi negara-negara miskin.

A 4. a. 24Na b. 235U menjadi 239U b.034 sma. Ramalkan jenis peluruhan dari radionuklida berikut dan tuliskan persamaan transmutasi intinya. Tes Kompetensi Subbab 1. 52Fe c. 39K dan 40K c.00728 sma = 92. 90Sr Kalium–40 adalah isotop radioaktif alam.0349 sma Kekurangan massa = 1. Hitung perubahan energi (dalam joule) jika 1.00867 sma = 144. 13N b. 60Co d. a.7 Grafik Energi ikat nukleon terhadap nomor massa Energi Ikat per Nukleon U 0 50 100 150 200 250 Nomor Massa Contoh 5.9096 sma Kekurangan massa dari nuklida ini adalah Massa nukleon = 236. 71Ga dan 76Ga Ramalkan jenis peluruhan untuk setiap nuklida radioaktif berikut berdasarkan pita kestabilan. 5. Manakah nuklida yang radioaktif dan nuklida yang stabil? a.8756 sma Energi ikat inti 235U per nuklida adalah Ei = 1. Salah satu dari setiap pasangan nuklida berikut adalah radioaktif. 6. 132 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 26Na c. 13C menjadi 12C 2. a.5 Hitung energi ikat Jawab Nuklida 235U mengandung 92 proton dan 143 neutron.2398 sma Total massa = 236. meluruh menjadi kalsium–40.56 4 Fe 235 He Gambar 5.00 g 234 Th meluruh menjadi 234Pa dengan memancarkan beta. Massa nukleon penyusun 235U adalah 92 × 1. Ramalkan jenis peluruhan yang terjadi dan tuliskan persamaan transmutasi intinya. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 3.5 MeV sma–1 = 1747.1214 MeV 235 Menghitung Energi Ikat Inti U jika massa nuklidanya sebesar 235.8756 sma × 931. Berapa perubahan energi dalam MeV jika satu inti 234Th meluruh.6698 sma 143 × 1.9096 sma Massa nuklida = 235. 208Po dan 209Bi b. 25Al Tuliskan persamaan inti untuk reaksi peluruhan zat radioaktif berikut.

8 Daya penetrasi sinar a. Kocok campuran dan biarkan beberapa lama. dengan pengetahuan yang memadai. Analisis Kesetimbangan Kimia Tinjau kesetimbangan timbal(II) iodida padat dan larutan jenuhnya yang mengandung Pb2+(aq) dan I–(aq). Kegunaan Radioisotop Radiasi dari peluruhan unsur radioaktif dapat memengaruhi benda dan makhluk hidup. Partikel alfa. pertanian. dan industri.8). Manfaat dalam Analisis Kimia Perunut radioaktif adalah isotop radioaktif yang ditambahkan ke dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem. Sinar matahari 6CO2(g) + 6H2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ C6H12O6(aq) + 6O2(g) → Dalam percobaannya. dan gamma dapat menembus ke dalam materi dan mampu mengionisasi atom atau molekul (lihat Gambar 5. beta. Proses keseluruhan fotosintesis melibatkan reaksi CO2 dan H2O untuk menghasilkan glukosa dan O2. 2000 1. b. Hal ini menunjukkan bahwa dalam larutan jenuh terdapat keadaan setimbang dinamis antara padatan dan ion-ionnya. Jika dianalisis maka dalam padatan PbI2 akan terdapat PbI2 yang radioaktif. dan g terhadap tubuh manusia Tulang Organ Sumber: Chemistry: The Central Science. Namun demikian. Saring campuran dan keringkan endapan yang tersaring. a. tetapi dapat dideteksi dalam jumlah sangat sedikit melalui pengukuran radiasi yang diemisikannya.B. Keuntungan perunut radioaktif yaitu isotop berperilaku sebagaimana isotop nonradioaktif. Selanjutnya. Hal ini dapat memengaruhi organ tubuh dan bersifat destruktif. gas CO2 yang mengandung lebih isotop 14C radioaktif diterpakan kepada tanaman alga selama satu hari. radiasi dari unsur radioaktif dapat dimanfaatkan oleh manusia. Persamaannya: PbI2(s) Pb2+(aq) + 2I–(aq) Ke dalam tabung yang berisi PbI2 padat nonradioaktif tambahkan larutan yang berisi ion iodida radioaktif hingga jenuh. Mekanisme Fotosintesis Percobaan menggunakan perunut telah dilakukan sejak tahun 1950 oleh Melvin Calvin dari Universitas Berkeley untuk menentukan mekanisme fotosintesis tanaman. b. Kata Kunci • • • • Daya penetrasi Perunut radioaktif Isotop radioaktif Isotop nonradioaktif Keradioaktifan 133 . terutama dalam bidang kedokteran. Kulit Jaringan a b g Gambar 5.

Berdasarkan analisis terhadap isotop 14C. 2000 Senyawa yang mengandung 14C radioaktif terdapat dalam zat antara yang dibentuk selama fotosintesis. Elektron yang bergerak lebih cepat. Misalnya. pada titrasi penentuan ion Cl– dengan ion Ag+ membentuk endapan AgCl. pH. Titrasi Radiometri Pada titrasi radiometri. Senyawa terekstrak dipisahkan dengan kromatografi. selanjutnya diidentifikasi. Titik akhir titrasi diperoleh dengan cara ekstrapolasi grafik. Berdasarkan prosedur di atas. Pada awal titrasi. Selain itu. Jika isotop 75 As dibombardir dengan neutron. Baik titran maupun cuplikan dapat mengandung komponen radioaktif. Selain itu. dan yang lainnya tidak memengaruhi penentuan titik akhir titrasi. d. Ini dapat dilakukan dengan cara menentukan jumlah dan posisi unsur dalam rambut secara saksama sehingga dapat diketahui penyebab kematian orang itu. dapat diketahui apakah orang itu diracuni arsen atau mati wajar. dan secara perlahan meningkatkan keaktifan. isotop radioaktif dapat digunakan sebagai petunjuk titik akhir titrasi. tetapi setelah titik ekuivalen tercapai. kekeruhan. Kelebihan cara analisis titrasi radiometri adalah kepekaannya sangat tinggi. intensitas sinar gamma sebanding dengan jumlah unsur yang ada dalam sampel rambut. Energi dari partikel mengionisasi molekul gas menghasilkan ion positif dan elektron yang dipercepat oleh elektrode. dan meluruh disertai emisi gamma. Analisis Aktivasi Neutron Analisis aktivasi neutron adalah analisis unsur-unsur dalam sampel yang didasarkan pada pengubahan isotop stabil oleh isotop radioaktif melalui pemboman sampel oleh neutron. Katode(–) Anode(+) Gas Argon Pencacah dan penguat Sumber listrik Jendela radiasi masuk Sumber: Chemistry: The Central Science. suhu. Gambar 5. Untuk stabil meluruhkan sinar gamma. Pulsa arus selanjutnya dicacah. Calvin mengajukan mekanisme atau tahap-tahap reaksi dalam fotosintesis. Frekuensi sinar gamma yang diemisikan khas untuk setiap unsur. kelebihan ion Ag+ berada dalam larutan. misalnya arsen (As). Bagian supernatan (endapan) tidak menunjukkan tanda-tanda keaktifan. membentuk endapan AgCl. 134 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .9 Pencacah Geiger Partikel radiasi masuk melalui jendela dan melewati gas argon.alga diekstrak dengan alkohol dan air. dalam labu Erlenmeyer yang berisi ion Cl – nonradioaktif tidak terdapat keaktifan. Analisis terhadap rambut dapat dilakukan untuk menentukan zat beracun yang terdapat dalam rambut. Metode ini juga sangat peka sebab dapat mengidentifikasi jumlah arsen hingga 10–9 g. Setelah ion 110Ag + radioaktif ditambahkan ke dalam erlenmeyer dan bereaksi dengan ion Cl –. menumbuk logam anode dan menimbulkan pulsa arus. 75 As 76As + 1 0n ⎯⎯ → 76 m 33 As Gambar 5. inti metastabil dari 76 As m akan diperoleh: 75 33 As c. Inti metastabil berada pada keadaan tereksitasi. Untuk mengidentifikasi apakah seseorang itu mati wajar atau diracun dapat dianalisis berdasarkan runutan unsur dalam rambut.10 Arsen dibombardir dengan neutron menghasilkan arsen metastabil.

Generator mengandung ion molibdat radioaktif.2. + 1 0n ⎯⎯ → 99 42 Mo Selanjutnya. dan dikirim ke rumah sakit. Di rumah sakit. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. TcO4– harus dicuci dari generator dengan larutan garam yang tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis dalam darah. 98 42 Mo Sumber: Chemistry. Manfaat dalam Kedokteran dan Farmasi Radioisotop pertama yang diterapkan dalam medik adalah untuk terapi penyakit kanker.11a). isotop digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh sehingga fungsinya dapat diselidiki. Nuklida 99Tcm adalah isotop radioaktif yang sering digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh. Gambar 5. Radium–226 dan hasil peluruhannya. Gambar 5. Citra dibuat dengan men-scan bagian tubuh oleh emisi sinar gamma dari 99 Tc dan dideteksi secara skintilasi (penyinaran). Persamaan peluruhannya adalah 99 42 Mo ⎯⎯ → 99 m 43 Tc + 0 −1e Kata Kunci • • Inti metastabil Citra internal Setiap hari ion perteknetat. sterilisasi alat-alat kedokteran (Gambar 5. Keradioaktifan 135 . 2001 Gambar 5. Isotop 98Mo nonradioaktif dibombardir dengan neutron. Ion perteknetat diperoleh ketika isotop 99 Mo dalam MoO 42 meluruh. (b) Kobalt-60 digunakan untuk terapi kanker. 2000 Terapi penyakit kanker merupakan salah satu aplikasi berguna dari isotop radioaktif dalam medik. Molibdum radioaktif ini diserapkan pada alumina dan ditempatkan dalam generator.12 menunjukkan citra tulang kerangka manusia yang diperoleh dengan isotop 99Tcm. seperti pertumbuhan hormon dalam darah. Teknetium yang menerpa bagian tubuh. tetapi sekarang radiasi gamma dari kobalt–60 lebih umum digunakan. dan penyelidikan efisiensi kerja organ tubuh.12 Citra tulang rangka manusia menggunakan 99Tcm. Isotop 99Mo radioaktif sendiri dibuat pada reaktor nuklir. radon–222 digunakan untuk terapi kanker beberapa tahun setelah penemuan radioaktif. a. setelah scanning segera diekresi oleh tubuh dan sinar gamma meluruh sampai ke tingkat yang dapat diabaikan oleh tubuh sekitar sejam. Pertama. Kedua digunakan sebagai perunut dalam analisis jumlah zat. Isotop tersebut meluruh disertai emisi sinar gamma menjadi 99Tc keadaan dasar.11b).11 (a) Perangkat uji radon dapat digunakan di rumah atau perkantoran. Efisiensi Kerja Organ Tubuh Isotop radioaktif diterapkan dalam diagnosis dengan dua cara. isotop teknetium diproduksi dalam generator teknetium molibdinum–99. MoO42– yang terserap pada butiran alumina. Kegunaan lain dari isotop radioaktif adalah diagnosis penyakit (Gambar 5. yang dapat memberikan data kemungkinan kondisi penyakitnya.

dilakukan pengukuran aktivitasnya pada akar. Emisi dari 123I dideteksi di sekitar otak Pasien. Antibodi diproduksi dalam hewan sebagai proteksi terhadap zat asing.Ion perteknetat diterapkan untuk mengembangkan citra otak. Sebelum analisis. batang. 136 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Perbedaan dari kedua pengukuran itu menunjukkan fosfor yang terdapat dalam tanah. larutan insulin digabungkan dengan insulin yang mengandung isotop radioaktif. Sampel yang mengandung sejumlah insulin tidak dikenal ditambahkan kepada campuran antibodi-insulin radioaktif. Oleh karena banyak unsur dapat diaktifkan dengan neutron dan emisi radiasinya memiliki frekuensi tertentu yang khas maka teknik pencarian sumber alam yang terdapat dalam kerak bumi banyak melibatkan partikel neutron. Informasi tersebut sangat penting dalam bidang ginekologi sehingga dokter dapat membedakan kehamilan yang normal dan abnormal sejak dini. Kadar pupuk optimum dapat ditentukan dengan menambahkan amonium fosfat berlabel 32P yang memiliki aktivitas tertentu. diharapkan dapat menginduksi keradioaktifan terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam tanah pada kedalaman tertentu. Contohnya. daun. b. pencarian sumber air dan minyak bumi. Saat ini tengah dikembangkan senyawa isotop radioaktif dari teknetium yang diharapkan dapat melihat fungsi berbagai organ tubuh yang lain. Teknik RIA juga digunakan secara luas untuk menentukan Human Placenton actogen (HPL) pada tahap kehamilan. Senyawa kompleks teknetium tertentu dapat berikatan dan merusak jaringan hati. 2001 Gambar 5. Total fosfor yang dibutuhkan tanaman ditentukan melalui analisis kimia dan penambahan pupuk ditentukan oleh keaktifan yang terukur. Aplikasi dalam Industri dan Pertanian Sumber: Chemistry. Berapa kadar pupuk yang harus ditambahkan ke dalam tanah. Radio Immuno Assay (RIA) Radio mmuno Assay (RIA) adalah teknik pengembangan terkini untuk menganalisis darah dan cairan tubuh lain. Kemudian. Alat bor dilengkapi dengan sumber neutron.14 Molekul yang ditandai dengan radioisotop iodin-123. sedangkan senyawa teknetium yang lain diterapkan untuk mengembangkan citra organ tubuh yang lain. dan antigen dalam jumlah sangat sedikit. seperti hormon. 3. Hilangnya radioaktivitas dapat dihubungkan dengan jumlah insulin dalam sampel darah. digunakan untuk mempelajari aliran darah ke otak. dan berapa kadar pupuk yang diserap tanaman. Dari hasil penelitian terbukti bahwa hasil panen jauh lebih melimpah jika penambahan pupuk fosfat dilakukan pada saat benih disemai atau pada saat 60% pertumbuhan akar.13 Diagnosis dengan instrumen PET (Positron Emision Tomography) untuk men-scanning otak. Senyawa ini diterapkan untuk mendiagnosis serangan jantung. Selanjutnya. Antibodi memproteksi dengan mengikat zat dan mencacah aktivitas biologinya. Insulin yang bukan radioaktif mengganti beberapa insulin radioaktif yang terikat pada antibodi. atau bagian lain dari tanaman. Teknik yang dikembangkan ini bergantung pada ikatan antara zat dengan antibodi. Salah satu aplikasi radioisotop dalam bidang pertanian adalah untuk menentukan pemakaian pupuk optimum. 2000 Gambar 5. Akibatnya. larutan insulin yang mengikat antibodi dikembangkan dari hewan secara laboratorium. steroid. Sumber: Chemistry The Central Science. antibodi kehilangan sejumlah radioaktivitas. Metode yang telah diterapkan adalah analisis insulin dalam cuplikan darah pasien. di mana antibodi terikat pada insulin radioaktif.

7 MeV. Senyawa tersebut selanjutnya dikonsumsi oleh tanaman dan hewan. Libby yang dikalibrasi terhadap teknik pengukuran umur batuan yang lain (seperti catatan sejarah yang ditulis) dan hasilnya cukup konsisten. Isotop 14C dengan waktu paruh 5. Radiasi gamma akan tersidik pada detektor sehingga dapat diketahui macam unsur yang ada dalam tanah itu. unsur-unsur sekitar menjadi bersifat radioaktif. Gas CO2 yang dihasilkan dikumpulkan dan dimurnikan. misalnya H14CO3– dalam lautan. unsur oksigen sekitar 6. tanaman yang mati sudah menjadi fosil.15 Teknik pencarian sumber alam (air. selanjutnya oleh manusia.7% 14C. Sinar kosmik berenergi sangat tinggi menyebabkan terjadinya reaksi inti berenergi tinggi menghasilkan neutron.730 tahun dihasilkan secara terus-menerus di atmosfer akibat sinar kosmik. Protein tulang dikumpulkan. 4. Neutron tersebut selanjutnya bertumbukan dengan inti 14N di atmosfer membentuk 14C.Neutron penginduksi biasanya bersumber dari (Po + Be) dengan peluruhan sekitar 107 neutron per detik dan dirakit.4 MeV. Kata Kunci • • • Aktivitas Neutron penginduksi Reaksi inti Kegiatan Inkuiri Fragmen tulang manusia purba ditemukan dekat Bengawan Solo. dikeringkan. Namun demikian. energi gamma yang tersidik sekitar 2.F. berapa usia manusia purba itu? 12 Keradioaktifan 137 . Teknik ini secara luas dikembangkan untuk menentukan keberadaan sumber air atau minyak bumi. Setelah ratusan bahkan ribuan tahun.15. Metode pengukuran dengan 14C dikembangkan oleh . Jika cuplikan ini mengandung 5. Aplikasi dalam Kepurbakalaan Pengukuran umur batuan dapat dilakukan melalui pengukuran peluruhan 14C yang telah membuka tabir sejarah manusia dan prasejarah sekitar 35. 1 0n Neutron mengaktifasi unsurunsur di sekitarnya Gambar 5. umur fosil itu dapat diramalkan. pertukaran karbon dengan sekitarnya berhenti. 14 dipirolisis. Melalui pengukuran aktivitas 14C dalam fosil tanaman.2 MeV. dan memancarkan radiasi gamma dengan energi yang khas untuk setiap unsur. Jika tanaman atau hewan mati (misalnya. Perbandingan diukur. dan unsur karbon sekitar 4. Setelah terjadi induksi keradioaktifan oleh neutron. jumlah 14 C yang terdapat dalam tanaman yang ditebang mulai meluruh. seperti pada Gambar 5. dan dianalisis dengan radiokarbon. Jika terdapat unsur hidrogen. jika pohon ditebang). pembakaran fosil minyak bumi selama satu abad terakhir dapat meningkatkan produksi isotop 12C di atmosfer. yang tentu dapat menimbulkan kesukaran dalam menerapkan metode pengukuran dengan 14C pada masa yang akan datang. Oleh karenanya.000 tahun silam. minyak bumi) + 14 7 N ⎯⎯ 1 H → 1 + 14 6C Isotop 14C masuk ke atmosfer bumi dan bercampur dengan 12C yang stabil membentuk senyawa. 14CO2 di atmosfer. Sebanyak 100 g sampel tulang dicuci dengan HCl 1 M untuk mengeluarkan mineral dalam tulang dan tersisa protein.

disertai pelepasan energi.16 Reaksi fisi 235U dengan neutron membentuk kripton dan barium disertai pelepasan energi sebesar 3. Jika neutron dari setiap reaksi fisi bereaksi lagi dengan inti 235 U yang lain. Reaksi fisi inti uranium–235 dioperasikan dalam reaktor tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik. Pembelahan nuklida ini disertai pelepasan sejumlah energi dan sejumlah neutron.Tes Kompetensi Subbab 1. akan dihasilkan inti-inti atom yang lebih ringan.17. Oleh karena itu. Proyeksi neutron Nuklida Gambar 5.5 × 10-11 J dan sejumlah neutron yang siap bereaksi fisi dengan inti yang lain. 3. Oleh karena satu reaksi fisi dapat menghasilkan 3 neutron. seperti ditunjukkan pada Gambar 5. Mengapa isotop 60Co lebih umum dipakai untuk terapi kanker daripada isotop 222Rn. Reaksi Fisi Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklidanuklida dengan nomor atom mendekati stabil. tetapi pada akhir reaksi. katalis diperoleh kembali. inti-inti ini akan terurai dan melepaskan lebih banyak neutron. juga pelepasan neutron sebanyak 2 hingga 3 buah. Reaksi Fisi dan Fusi Reaksi inti. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. seperti halnya reaksi elektronik. Akan tetapi. dan reaktor pembiak. melibatkan perubahan energi. Pernahkah Anda di-scan dengan radioisotop (Rontgen)? Berapa rentang waktu yang diperbolehkan untuk di-scan kembali? Kerjakanlah di dalam buku latihan. reaktor fisi. perubahan energi dalam reaksi inti bersifat sertamerta dan berantai sehingga perlu pengetahuan dan teknologi tinggi untuk mengembangkan reaktornya.17 Reaksi berantai pada reaksi fisi 2 Neutron dari hasil fisi Sumber: Chemistry :The Central Science. Jika inti 235U dibombardir dengan neutron. terjadi reaksi yang disebut reaksi berantai (chain reaction). 2000 138 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2000 Reaksi berantai adalah sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta. Dalam laju reaksi dikatakan bahwa katalis turut serta dalam reaksi. Bagaimana Anda dapat membuktikan bahwa katalis turut serta dalam reaksi dengan cara runutan isotop radioaktif? C. yaitu reaktor untuk reaksi fusi. 1. 91 36 Kr Gambar 5. B 2. 1 n 0 235 92 U 146 56 Ba 1 n 0 Sumber: Chemistry: The Central Science. Ada tiga jenis reaktor nuklir. Reaksi berantai dari fisi inti merupakan dasar dari reaktor nuklir dan senjata nuklir. jumlah inti yang melakukan fisi berlipat secara cepat.

Uranium yang digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir mengandung isotop 235U sekitar 3%. Berdasarkan hasil pengamatan. Massa kritis adalah massa terkecil dari suatu sampel yang dapat melakukan reaksi berantai. Ketika dijatuhkan massa subkritis menyatu membentuk massa super kritis sehingga terjadi ledakan yang sangat dahsyat (Gambar 5. Massa subkritis 235U Bahan eksplosif Sumber: Chemistry: The Central Science. pipa bahan bakar berisi uranium yang berpotensi melangsungkan reaksi fisi. jika sampel radioaktif terlalu sedikit.Agar dapat memanfaatkan reaksi berantai dari suatu sampel radioaktif yang berpotensi fisi maka reaksi fisi harus dikendalikan dengan cara mengendalikan neutron yang dilepaskan dari reaksi itu.19). Reaktor fisi nuklir adalah suatu tempat untuk melangsungkan reaksi berantai dari reaksi fisi yang terkendali. hanya satu neutron yang dapat melangsungkan reaksi fisi berikutnya. seperti boron dan kadmium sehingga dapat mengendalikan reaksi berantai.20.20 Skema bagian inti dari reaktor nuklir Sirkulasi air pendingin Sumber: Chemistry : The Central Science. Dengan kata lain. Dengan demikian. Perhatikan Gambar 5. terdapat massa kritis untuk bahan tertentu yang berpotensi fisi.18 Konstruksi bom atom Pendorong batang pengendali Batang pengendali Sumber: Chemistry.18). neutron-neutron yang dihasilkan dari reaksi fisi meninggalkan sampel radioaktif sebelum neutron-neutron itu memiliki kesempatan untuk bereaksi dengan inti-inti radioaktif yang lain. 2000 Pipa bahan bakar berbentuk silinder mengandung bahan yang berpotensi fisi. jumlah inti yang pecah berlipat secara cepat sehingga dapat menimbulkan ledakan dan petaka bagi manusia.19 Ledakan bom menyerupai cendawan. 2001 Gambar 5. Pipa bahan bakar Gambar 5. Energi yang dihasilkan dari reaktor ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi nuklir. Reaktor nuklir terdiri atas pipa-pipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron yang disisipkan ke dalam pipa bahan bakar nuklir tersebut. Jika massa terlalu besar (super kritis). 2000 Gambar 5. seperti pada bom atom. Bom atom merupakan kumpulan massa subkritis yang dapat melakukan reaksi berantai. Dalam reaktor air ringan (1H2O). Batang pengendali neutron dibuat dari bahan yang dapat menyerap neutron. Keradioaktifan 139 . yang dapat melangsungkan reaksi berantai (lihat Gambar 5.

140 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Turbin uap Uap Kondensator Generator listrik Gambar 5. 2000 Air dalam reaktor dipertahankan sekitar 350°C pada tekanan 150 atm agar tidak terjadi pendidihan. Hal ini menimbulkan interferensi dengan reaksi rantai sehingga pipa bahan bakar harus diganti secara berkala. selain uranium–235. Keunggulan dan kelemahan dari kedua bahan bakar tersebut. juga uranium–238 dapat dijadikan bahan bakar. Setelah periode waktu tertentu. atau grafit. tetapi uranium–235 bereaksi lebih cepat dengan neutron yang telah diperlambat oleh moderator. Pembangkit uap Air atau Natrium cair Pompa 27°C Sungai 38°C Sumber: Chemistry: The Central Science. Uap yang dihasilkan dalam penukar kalor dilewatkan ke turbin yang mendorong generator listrik. dan uap tersebut menuju turbin untuk pembangkit listrik. melainkan isotop 235U? Jelaskan berdasarkan hasil reaksi inti uranium dengan neutron. Moderator dipasang jika bahan bakar uranium–235 merupakan fraksi terbanyak dari total bahan bakar. dapat dimasukkan seluruhnya ke dalam pipa bahan bakar guna menghentikan reaksi fisi. Bahan bakar nuklir. bereaksi lebih cepat dengan neutron hasil reaksi fisi dibandingkan uranium–235. 1H2O berperan sebagai moderator.Kata Kunci • • • • • • Reaktor nuklir Reaksi fisi Reaksi fusi Reaksi berantai Partikel pembom (proyektil) Tolakan elektrolisis Pengendalian neutron dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan batang pengendali yang disisipkan dalam pipa bahan bakar. Moderator yang dipakai umumnya air berat (2H2O). Gambar berikut menunjukkan rancang bangun reaktor air bertekanan atau reaktor air ringan. Dalam keadaan darurat.21 Reaktor nuklir air ringan (konstruksi air bertekanan) Batang bahan bakar memanaskan air yang disirkulasikan ke penukar kalor. Selain batang pengendali. Kegiatan Inkuiri Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. terdapat alat yang disebut moderator Moderator ini berguna untuk memperlambat gerakan neutron. sekaligus sebagai pendingin. batang-batang pengendali ini. air ringan (1H2O). hasil reaksi fisi yang menyerap neutron berakumulasi dalam pipa bahan bakar. di mana kalor digunakan untuk menghasilkan uap. yaitu jika uranium–238. Air panas ini disirkulasikan menuju penukar kalor. Pada reaktor air ringan.

2000 Gambar 5. Disamping pemercepat partikel. Plutonium–239 adalah salah satu jenis bahan bakar hasil pemisahan dari buangan limbah nuklir. Total energy: + 26.7 MeV Individual reaction: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H The hidrogen bom which has been developed also apply the nuclei fusion reaction to generate destroying power. E Energi antaraksi akibat gaya inti yang kuat Gambar 5.23 Grafik energi antaraksi dua inti terhadap tolakan elektrostatis Keradioaktifan 141 . Catatan Note Energi yang terdapat di matahari sebagai akibat dari reaksi fusi. Persamaannya: 2 1H 2 1H + 2 1H ⎯⎯ 2 He →3 + 1 0n Tolakan elektrostatis 0 Jarak antar partikel 3 →4 + 1 H ⎯⎯ 2 He + 1 n 0 Untuk mendapatkan reaksi fusi inti. cara lain untuk memberikan energi kinetik memadai kepada inti proyektil agar dapat bereaksi dengan inti sasaran dilakukan melalui pemanasan inti sasaran hingga suhu sangat tinggi.22 (a) Gedung reaktor nuklir (b) Bagian pusat dari reaktor nuklir 2. jika plasma menyentuh bahan apa saja. Reaksi Fusi Reaksi fusi adalah reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. Bahan bakar sisa tersebut dipisahkan secara kimia dari limbah radioaktif. Isotop ini diproduksi selama reaktor beroperasi.7 MeV Reaksi individu: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H Bom hidrogen yang pernah dikembangkan juga menerapkan reaksi fusi inti untuk tenaga penghancurnya. Masalah utama bagi lembaga tenaga nuklir adalah bagaimana membuang sampah radioaktif yang aman. Energy released by sun is caused fusion reaction. Misalnya. kalor dengan cepat dihantarkan dan suhu plasma dengan cepat turun. Suhu pemanasan inti sasaran sekitar 108 °C. Isotop plutonium–239 juga berpotensi fisi dan dipakai untuk membuat bom atom atau senjata nuklir. Ketersediaan isotop plutonium–239 dalam jumlah besar akan meningkatkan kesempatan negara-negara maju untuk menyalahgunakan plutonium dijadikan bom atom atau senjata nuklir pemusnah masal. Limbah ini dapat diproses ulang. Plasma adalah gas netral yang mengandung ion dan elektron. Kendalanya. Energi total: + 26. Sisa bahan bakar nuklir sebaiknya tidak didaur-ulang.Buangan sisa bahan bakar menjadi limbah nuklir.23). inti deuterium (2H) dipercepat menuju target yang mengandung deuteron (2H) atau tritium (3H) membentuk nuklida helium. partikel pembom (proyektil) harus memiliki energi kinetik yang memadai untuk melawan tolakan muatan listrik dari inti sasaran (lihat Gambar 5. yaitu pemboman uranium–238 oleh neutron. Masalah utama dalam mengembangkan reaksi fusi terkendali adalah bagaimana kalor plasma yang bersuhu sangat tinggi dapat dikendalikan. Pada suhu ini semua elektron dalam atom mengelupas membentuk plasma.

Menurut Einstein. seperti ditunjukkan pada Gambar 5. beta. Isotop radioaktif banyak dimanfaatkan untuk berbagai bidang. sedangkan nuklida relatif berat juga melepaskan energi ketika berlangsung melakukan fisi? Rangkuman 1. inti yang tidak stabil akan meluruh menjadi inti yang lebih stabil. Energi ikat inti adalah energi yang diperlukan untuk mengikat nukelon-nukleon di dalam inti agar tidak terurai. beta. 2000 Tes Kompetensi Subbab 1. dan sinar gamma. Fusi inti adalah proses penggabungan dua inti ringan membentuk inti lebih berat dan lebih stabil. Ada dua jenis alat pencacah radiasi. pertanian. 2. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 2. 6. 5. Secara kinetika. yaitu pencacah Geiger dan pencacah skintilasi. atau sinar gamma. Nukleosintesis adalah pembentukan nuklida dari nukleon-nukleonnya. industri. energi yang hilang dalam nukleosintesis setara dengan perubahan massa atau DE = Dmc2. Secara termodinamika. Fisi inti adalah pemecahan inti berat menjadi dua inti yang lebih ringan. Massa yang hilang dalam nukleosintesis diubah menjadi energi ikat inti. 9. Mengapa nuklida ringan melepaskan energi ketika melakukan fusi untuk membentuk nuklida lebih berat. Jelaskan perbedaan antara reaksi fisi dan reaksi fusi. Kestabilan inti dapat ditinjau dari aspek kinetika dan termodinamika.Reaktor uji fusi inti Tokamak menggunakan medan magnet berbentuk donat untuk mempertahankan suhu plasma dari setiap bahan. Adapun reaktor nuklir menerapkan fisi terkendali. positron. 7. 8. seperti kimia.24 Reaksi fusi inti tokamak Plasma Kumparan Medan poloidal Sumber: Chemistry :The Central Science. Penentuan umur radiokarbon menggunakan nisbah C untuk menentukan objek yang mengandung C karbon dari sumber yang hidup. melibatkan emisi partikel alfa. Jelaskan keuntungan dan kerugian reaktor fisi dibandingkan reaktor fusi. perminyakan. Jenis peluruhan radioaktif dapat berupa partikel alfa. dan terutama dalam bidang kedokteran dan medis. Aktivitas radioaktif dapat disidik dengan alat yang disebut pencacah radiasi. C 3. 12 14 142 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . positron. Tabung vakum Kumparan medan toroidal Gambar 5. Pada nukleosintesis terjadi kehilangan massa. kestabilan inti dapat dikaji dari energi nukleosintesis.24. 4. 3.

Anda juga telah mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia unsur-unsur radioaktif tersebut. antara lain sebagai sumber energi. serta kegunaan dan bahayanya. dalam bidang kedokteran dan farmasi. untuk analisis kimia. serta kepurbakalaan. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat lainnya dari mempelajari sifat keradioaktifan suatu unsur? Keradioaktifan 143 . diskusikan dengan teman atau guru Anda.Peta Konsep Inti atom terdiri atas reaksi yang terjadi Fusi Fisi Stabil Tidak stabil bersifat Radioaktif untuk mencapai kestabilan terjadi Peluruhan berlaku Hukum Kekekalan jenis peluruhan Energi Momentum Massa Muatan Alfa (a) Beta (b) Positron (e+) Gamma (g) Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi Bab 5 ini? Bagian manakah dari materi Bab 5 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. dalam industri dan pertanian. Pada bab ini Anda telah mempelajari mengenai kestabilan suatu inti atom sehingga diketahui bahwa inti atom tidak stabil jika inti atom tersebut bersifat radioaktif. Sifat keradioaktifan suatu unsur dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi.

... C. partikel a D. alfa dan beta 10. UMPTN 1995 C: Pada proses peluruhan polonium menjadi timbal: 212 84 Po ⎯⎯ → 208 82 Pb +X D.. dan 2 deuteron E. 6 partikel a . positron B.. 5. A. proton C. beta dan foton D.. tritium 8. pengurangan nomor atom dua satuan D.. E... peluruhan a B. A. 6 partikel a.. neutron D. partikel g Dengan melihat grafik pita kesetabilan pada soal nomor 1.. A. A. A.Evaluasi Kompetensi Bab 5 A. 8 partikel a dan 6 elektron D. dan 3 proton C. B. tidak mengalami perubahan nomor atom 7.. A.. kemudian meluruh lagi menjadi . Pada peluruhan radioaktif 234 206 92 U menjadi 82 Pb melibatkan emisi .. 218 90 Bi 210 83 Bi 210 81 Ti 206 82 Pb maka X adalah . sinar beta E.... reaksi pembelahan E. satu partikel alfa B. UMPTN 1994 B: Pada proses 235 1 92 U + 0 n 208 82 Pb 4. penambahan nomor atom satu satuan E. n Nuklida yang memiliki nilai lebih besar dibandingkan p n nuklida stabil akan mengalami . tiga partikel neutron E.. A. unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan memancarkan . neon B. beta dan alfa E. 1.. p A.. positron B. A. 212 83 Bi terjadi pelepasan . penambahan nomor massa satu satuan B.. Unsur radioaktif yang terletak di daerah A akan mencapai stabil dengan cara memancarkan . 7 partikel a dan 4 partikel b B. Jika suatu nuklida mengemisikan partikel bakan terjadi .. 1 neutron. partikel b E. 3 elektron... isotop radioaktif Th akhirnya menjadi . emisi partikel alfa E.. Partikel-partikel yang diemisikan berturut-turut adalah … A. helium 144 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . neutron C.. partikel alfa D. deteron E. tiga partikel beta C. dua partikel positron D. 10 elektron dan 5 partikel a 9. foton dan alfa C. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. positron C. A. Inti atom hidrogen menangkap satu proton dan berubah menjadi .. deuterium B. pengurangan nomor atom satu satuan C. pemancaran positron D. menangkap partikel alfa B. emisi beta Ebtanas 1999: Setelah 4 tahap memancarkan sinar a dan 1 tahap memancarkan sinar b. UMPTN 2000 C: Pada peluruhan 212 83 Bi 3. partikel b E. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut.. neutron C. Neutron C A Pita kestabilan B Proton 2.. reaksi penggabungan Ebtanas 1997: Isotop radioaktif 234 90 Th 238 92 U menjadi 212 84 Po .. partikel a D. ⎯⎯ → 94 38 Sr + 139 54 Xe + . partikel g 6.. foton dan beta B. menangkap elektron D.. dua partikel neutron 11. mengalami peluruhan menjadi dengan cara . peluruhan b C. emisi positron C.

. Co–60 B... U–238 E.5 C. Na–24 D. x adalah. atom tritium Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis helium adalah (dalam MeV) … A. gamma 14. 13. C–12 C.. A.. 675 B. lebih banyak bahan peledak dibandingkan bom biasa D.. partikel neutron B. 2. A. partikel alfa E. UMPTN 1996 B: Pada reaksi transformasi 14 7 N (α. 4. x ) 17O . E. P–32 C. C. 18. 8 A.. P–32 untuk memberantas hama tanaman Radioisotop di atas yang berfungsi sebagai perunut adalah …. I–131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia 4. proton E... UMPTN 2000 A: Jika atom aluminium ditembaki dengan partikel X. Th–234 C. 16. Isotop yang digunakan untuk menentukan umur suatu fosil adalah . Co–60 B. menyediakan partikel alfa 25. X adalah …. Co–60 untuk mensterilkan alat-alat kedokteran 3. 3 dan 4 C. 17.00 D. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . 1 dan 4 Radioisotop Co–60 dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker sebab dapat mengemisikan ..315 C. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 99 42 Mo + γ 238 92 U 3 2 He 14 7 N 4 + 2 He ⎯⎯ → 240 1 94 Pu + 20 n 3 + 2 He ⎯⎯ 2 He + 1H + 1H → 4 1 1 4 + 2 He ⎯⎯ → 17 1 8 O + 1H 139 94 1 56 Ba + 36 Kr + 30 n 235 92 U + 1 n ⎯⎯ → 0 Keradioaktifan 145 . Bom atom dapat meledak dengan kekuatan sangat dahsyat sebab . gamma E. A. positron C.. Radioisotop yang dipakai untuk memperoleh citra organ tubuh di rumah sakit adalah . seluruh bahan radioaktif musnah B. Ebtanas 1999: Sebagai sumber radiasi untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dapat digunakan isotop . Tc–99 E. Na–24 untuk menyelidiki kebocoran pipa minyak dalam tanah 2. akan terjadi isotop fosfor... tercipta banyak gas panas C.12.. Po–238 C... P–32 20. 7.. massa diubah menjadi energi dalam waktu seketika E. Ebtanas 1996: Contoh reaksi fisi adalah ….. A. 28.013 E. ikatan kimia dalam bahan bom berenergi sangat besar 24. sesuai dengan reaksi: 27 13 Al → 30 + X ⎯⎯ 15 P + 1 n 0 15. A. U–235 D.. A. C–12 D. 1 dan 3 E. U–235 B. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235 U D. 2 dan 4 B. I–131 D. Mo–99 22. Po–239 23. UMPTN 1998 A: Pada reaksi inti: A. E. alfa 19. A. A. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B. Dalam persamaan reaksi ini.. partikel beta D.. A.. D.008 D. Na–24 B. melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai . 931. A. 1 dan 2 D..30 Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis deuterium adalah (dalam MeV) …. 9. 234 90 Th 236 90 Th 235 92 U 238 92 U → + a ⎯⎯ X + 3 1 n 0 239 94 Pu 240 94 Pu Berdasarkan reaksi inti. infra merah B. elektron D.07 E. B. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C. C.. ultraviolet C. X adalah …. beta D. C–14 21. neutron B. A. 1. Co–60 E. B. 5. foton C.764 B. D. 2.329 Ebtanas 1997: Berikut beberapa contoh penggunaan radioisotop 1. C–13 E.

1 1 1 H + 1H ⎯⎯ → 2 0 1H + 1e 5. 214 83 Bi 237 93 C 3. Menghasilkan curium–242 dan neutron. 1. 2H= 2. Hitung energi yang dilepaskan per gram hidrogen untuk reaksi berikut. 2. b.00782. c.5 kJ. Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir? 146 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Andaikan nuklida radioaktif dengan rasio neutronproton lebih besar daripada isotop stabilnya. Apakah setiap komponen menimbulkan masalah bagi lingkungan? jelaskan.B. Bagaimana modus peluruhan yang mungkin dari nuklida ini dan mengapa melalui cara itu? Tuliskan persaman reaksi inti untuk setiap proses berikut. Pembakaran satu mol grafit melepaskan energi 393. 11 6C 4. Curium disintesis pertama kali melalui pemboman suatu unsur dengan partikel alfa. 6. memancarkan positron memancarkan partikel b memancarkan partikel a 7.0141. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Apa nama unsur sasaran? Diketahui massa atom 1H = 1. a. Berapa perubahan massa yang sesuai dengan hilangnya energi tersebut? Tuliskan lima komponen utama reaktor nuklir dan fungsinya.

saat labu berisi amonia tersebut dihubungkan dengan gelas berisi air. Gelas kimia 1000 mL 3.Proyek Semester 1 Air Mancur Amonia Reaksi Ba(OH)2. Sumbat karet (2 lubang) 14. Barium Hidroksida (Ba(OH)2) 7. Alat dan Bahan 1. 5. Larutan fenolftalein (PP) 1%* *Tersedia dalam bentuk padatannya. Tes dengan kuas yang sudah dicelupkan ke dalam larutan HCl. NH4Cl. Air akan naik ke dalam labu membentuk seperti air mancur yang berwarna merah. Langkah Kerja 1. Proyek Semester 147 . 4. Oleh karenanya. Tujuan Untuk membuat amonia dan diaplikasikan sebagai air mancur hiasan. Warna merah ini berasal dari larutan basa amonia dalam air. dan CaO. Labu bundar 250 mL . Pipa kaca lurus 15. Amonia adalah senyawa kovalen yang mengandung atom nitrogen. Pada proyek Semester 1 Anda ditugaskan untuk membuat amonia dan melaporkan data pengamatan kelompok Anda dalam bentuk karya tulis. tekanan dalam labu berkurang jika pipet yang dihubungkan di antara keduanya dipijit-pijit. Tabung reaksi 150×25 mm 2. 2. Masukkan ujung pipa kaca ke dalam gelas kimia berisi air yang ditetesi larutan PP 1%. Pembakar spiritus 4.batang : 250 mm 9. Statif: .kaki: 500 mm 10. NH4Cl. Pipet tetes . Pipa kaca bengkok 110° 16. Panaskan Ba(OH)2. Sumbat karet (1 lubang) 13. Selain banyak diaplikasikan dalam industri untuk pembuatan bahan baku pupuk. Kalsium oksida (CaO) 5. Gas amonia yang terbentuk mudah bereaksi dengan air. Larutan dibuat dengan mencampurkan beberapa gram padatan (sesuai konsentrasi yang diinginkan) dengan sejumlah pelarut a uades atau air biasa). 3.dasar 8. Apabila terbentuk kabut membuktikan bahwa NH3 sudah terkumpul cukup banyak. di dalam tabung reaksi hingga terbentuk gas amonia (NH3) di dalam labu. Amonium Klorida (NH4Cl) 6. amonia juga berguna untuk pembuatan air mancur. Tutup mulut labu dengan sumbat dua lubang yang telah dipasangi pipa kaca lurus dan pipet berisi air. Tekan pipet pada labu yang berisi gas NH3. karena memiliki warna yang menarik. Amati yang terjadi dalam labu. Rangkai tabung reaksi dan peralatan lainnya seperti terlihat pada gambar berikut. Klem universal 12. dan CaO menghasilkan gas amonia. Buatlah laporan berupa karya tulis kelompok Anda setelah melakukan proyek semester ini. 6. Bosshead 11.

Berapakah berat molekul zat terlarut? Kd molal air adalah 0.4 mmHg? A.4 D. 0. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama. 60 C. semua tekanan osmotik larutan sama 8.12 atm C. pembekuan E..130°C pada 1 atm. A.5 C. 0. 0. tekanan osmotik asam propanoat paling besar D.24 g zat nonvolatil dan nonelektrolit.8 E. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea E. empat di kanan E. Larutan yang memiliki titik beku paling rendah adalah . 120 B. MgCl2 7. Diharapkan bahwa … A. nol B. Sebanyak 18. 0. 60. 46 D. PbO(s). KBr B. misalnya urea.01 M pada 27oC adalah 0. hasil reaksinya … A. 91. Pb2+(aq). Jika tekanan osmotik larutan sukrosa 0.. dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama.26 g sampel dilarutkan dalam 250 mL benzena. fusi C. penguapan D. Al(NO3)3 C. 5.01 M pada suhu yang sama adalah… A.25 atm D. C6H12O6 B. 0.50 atm E.2 D. NaNO2 E. 0.9 1.25 atm maka tekanan osmotik larutan NaCl 0.Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 1. juga 200 g air mendidih pada 100. 4. C6H6O2 E. C8H10 C. S(s). Berapa tekanan uap larutan pada 25°C (dalam mmHg) jika tekanan uap benzena pada suhu itu 93. 64 Manakah di antara zat nonvolatil berikut jika dilarutkan dalam pelarut benzena akan memiliki tekanan uap larutan paling rendah? Diketahui jumlah gram terlarut sama. sublimasi B. 0. tekanan osmotik urea paling besar B. 180 E. terjadi proses … 148 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3. 760 Suatu larutan mengandung 3. A. Jika suhu dinaikkan dari 0°C hingga 50°C pada tekanan tetap 0. 95. 0. pengembunan 6. S(s). NO(g) 2. 0. NO2(g) B. CH3COONa D. A.2–benzantrasena adalah padatan berwarna kuning yang nonvolatil dengan berat molekul 228 g mol–1. 93. empat di kiri 10. Pb2+(aq). S(s). A. 1.0 atm 9. asam propanoat.1 C.7 E. NO(g) C.062 atm B. Larutan berikut dibuat dengan konsentrasi molal yang sama. A. Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa adalah : → MnO4–(aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan maka jumlah OH– dalam persamaan itu … A.. dua di kiri D. (NH2)2CO Perhatikan diagram fasa berikut. Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah … A. (CH3)2(OH)2 D.5 atm. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida C.51.3 B. dua di kanan C. Jika PbS(s) direaksikan dengan larutan encer HNO3 hangat.8 B.

terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E. A. 1. besi melepaskan elektron E. 14. SO42–(aq). Pb2+(aq). H2O( )+e Berdasarkan data di atas. Cu Eo = + 0.834 Diketahui data potensial reduksi standar: → Eo = + 0. Di dalam sistem …..50 V → H2(g)+OH 4. NO2(g) Jika ion S2O32– direaksikan dengan I2 dihasilkan ion I– dan ion S4O62–.88 0. PbO2(s). 4.. 4 B. N2(g) E. Adanya zat itu dapat dibuktikan dengan menambahkan air hingga terbentuk gas yang dapat membirukan lakmus. kromatografi C. diperoleh gas oksigen pada keadaan STP sebanyak ….53 1. 3. Li dan Rb Pembuatan unsur-unsur logam alkali umumnya dilakukan melalui proses …. kromatografi C. Li dan Na C. 22. Dari data di atas. A.6 L B. 3. 1. 2. Li dan K D. Dalam titrasi larutan I2 diperlukan 32. mudah bereaksi dengan unsur lain D.05 Na 500 0. 2.92 Cs 380 1. Mg(OH)2 B. MgCO3 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 149 . peptisasi Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . H2S(g).93 Rb 400 1. elektrolisis E. reduksi besi B. Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah ….0 –3. jari-jari atom D. kereaktifan unsur golongan alkali dipengaruhi oleh ….4 L C. D. titik beku mendekati suhu 0 K 17.639 B. 1.. 21. 9. HBr dan HI D... potensial reduksi standar(E°) Logam alkali berikut jika dibakar akan menghasilkan superoksida adalah . 13. A. konfigurasi elektronik B. 1. Jumlah milimol I2 dalam larutan adalah . urutan yang lebih dulu dielektrolisis pada katode …. 6. 11.11. HCl dan HBr E.86 0. Pb Eo = – 0. magnesium berfungsi sebagai katode Pipa bawah tanah digunakan untuk distribusi BBM atau PDAM yang cenderung terkorosi oleh lingkungan yang bersifat korosif. 89. 2. oksidasi oksigen menjadi ion OH– D. zat lain tersebut adalah …. unsur paling stabil B. 1. A. besi berfungsi sebagai anode D.78 mL Na2S2O3 0. A. A. HCl dan HI 18.13 V – ⎯⎯ –(aq)Eo=+0. A.8 –2. 3. 5. Reaksi korosi secara keseluruhan melibatkan. energi ionisasi pertama C. 20. 3 D. 2. 15.556 E. 3.92 [He] 2s1 [Ne] 3s1 [Ar] 4s1 [Kr] 5s1 [Xe] 6s1 19. 16. A.8 L Untuk menghambat terjadinya proses korosi. oksidasi besi menjadi ion Fe2+ C.2 M untuk bereaksi sempurna dengan I2. pipa besi yang dipendam di dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif.77 V 1. 4 Pada elektrolisis larutan natrium sulfat (Na2SO4) menggunakan arus sebesar 1 faraday.7 –2. peptisasi Pemanasan logam Mg di udara. oksidasi besi dengan asam dari gas CO2 terlarut E.34 V 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Pb(s) → 3. 4.917 D. 3.6 L E. elektrolisis E. magnesium mengalami oksidasi C.278 C.2 L D. pemanggangan D. 1.97 0. 4.. A. A.… A. pirolisis B. 4. Na dan K B.. selain terbentuk MgO juga terbentuk zat lain . pirolisis B..8 –2. HF dan HBr C. A..71 K 420 0. elektron mengalir dari besi ke magnesium B. 2 E. 22. Mg3N2 C. kerapatan (massa jenis) E. pemanggangan D. sukar melepaskan atau menangkap elektron C. Perhatikan tabel sifat fisik unsur golongan alkali: Sifat Konfigurasi elektron Energi ionisasi (kJ mol–1) Kerapatan (g cm–3) Jari-jari ion ( ) Potensial reduksi (Eo) Li 520 0.9 –2. K dan Rb E. Fe3+(aq)+ e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Cu(s) → 2. reduksi oksigen menjadi uap air Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia. HF dan HCl B.53 0. kecuali …. 12. 2 C. misalnya magnesium.

jari-jari yang lebih besar B.... 2Al(s)+3F2(g) → E. hidrolisis C. hidrogen sulfida memiliki tingkat keasaman yang lebih lemah daripada air C. Si dan Sn E. 2Al(s)+6H2O( ) ⎯⎯ 2Al(OH)3(s)+3H2(g) Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. A. pemanggangan kuarsa E. logam alkali tanah memiliki …. CaSO4 D. 2Al(s)+ 6HCl(aq) → C. pemurnian zona D. distilasi kuarsa (SiO2) C.. Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses …. ikatan antaratomnya B. elektrolisis E. Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses …. A. Berikut ini merupakan hasil dalam tahapan pembuatan asam sulfat dalam proses kontak. A. 26. belerang kurang elektronegatif dibandingkan oksigen 150 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3MnO2(s) + 4Al(s) ⎯⎯ 3Mn(s)+2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlCl3 (s)+3H2(g) → B.. kamar timbal D. H2S E. keelektronegatifan lebih kecil E. (NH4)2SO4 D. pengapungan 33. reduksi-oksidasi 34. Di antara pernyataan berikut yang benar tentang belerang dan oksigen adalah …. SO3 D. → A. A. kromatografi lapis tipis 35. kecuali . merupakan oksidator kuat E. CaHPO3 C. Ge dan Pb D. Ca(H2PO4)2 E.. Pengolahan batuan fosfat. distilasi kuarsa (SiO2) C. kerapatannya E. A. Frasch C. 29. dapat bereaksi dengan asam kuat B. A. geometri molekul H2O dan H2S keduanya linear B. kontak B. NaNO3 36. A. keelektronegatifannya 31.. elektrolisis SiCl4 B. H2SO4 C. A. dengan HNO 3 pekat menghasilkan oksida nitrogen Logam yang tidak diperoleh dengan proses elektrolisis adalah . aluminium C. 25. 28. larut dalam larutan NaOH C. kontak B.. bahan baku utama Reaksi berikut ini yang merupakan reaksi aluminotermik adalah . kamar timbal D. A. elektrolisis E.. 27. kecuali . silikon E. sifat reduktor lebih kuat D. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. SO2 B. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D. merkuri Di antara unsur berikut yang dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi adalah ….. Ca3(PO4)2 32. pemanggangan kuarsa E.. Kereaktifan molekul fosfor (P4) disebabkan oleh . CO(NH2)2 C. 24. natrium B. A. energi ionisasi lebih rendah C.. titik leleh lebih tinggi Pada pembuatan aluminium. kecuali …. struktur molekulnya C.. elektrolisis SiCl4 B. Mg(HCO3)2 E. magnesium D. KNO3 E.. oksidator C.. A. A. Senyawa nitrogen berikut biasa dipakai sebagai pupuk. Ca3(PO4)2 dengan asam ortofosfat akan menghasilkan …. kromatografi lapis tipis 30. 4Al(s)+3O2(g) ⎯⎯ 2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlF3(s) → D. D. pemurnian zona D. A. kriolit yang dipakai berperan sebagai …. Mg(CN)2 Dibandingkan dengan logam alkali yang seperiode.23. Sn dan Pb C. H2S2O7 37. lapisan tahan panas D. NH4NO3 B. Si dan C Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. reduktor B. A. C dan Ge B. CaHPO4 B. konfigurasi elektronnya D. pelarut E.

menyediakan partikel alfa Contoh reaksi fisi adalah … A. A. 45. hampir semua unsur transisi menunjukkan satu keadaan valensi Kuningan adalah paduan …. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B. 37 19 40 20 K Ca 15 8 O Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 151 . Zn(OH) 2(s)+2NH4+(aq) ⎯⎯ Zn 2+(aq) + 2NH4OH(aq) → E. 43. A. pancaran gamma 50.. semua unsur transisi lebih bersifat logam B.. A. Zn(OH)2(s)+4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) + 2OH–(aq) → C. B. 48. A. timbal dan timah D. K3[Fe(CN)6] D. Mn3+(aq) Energi ikat inti per nukleon dalam atom helium adalah …. hampir semua unsur transisi mnunjukkan sifat katalitik D. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U D. +4 dan 12 C. tembaga dan seng C. Fe(CN)64– B. penangkapan elektron C. pancaran alfa B. pancaran positron E. K3[Fe(SCN)6] E. KFe(SCN)4 C.. pancaran gamma Batang karbon di dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai …. Ti3+(aq) B. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 4 U + 2 He ⎯⎯ → 99 42 Mo+γ Pu+21 n 0 238 92 3 2 240 94 3 He + 2 He ⎯⎯ 2 He+ 1 H+ 1 H → 4 1 1 14 7 N + 4 He ⎯⎯ → 2 U + 1 n ⎯⎯ → 0 17 8 139 56 O+ 1 H 1 235 92 Ba+ 94 Kr+31 n 36 0 49.38. A. 675 MeV E. pancaran beta D. valensi dan bilangan koordinasi tembaga adalah …. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C. A.. 28. E. 42. aluminium dan nikel Dalam ion Cu(NH 3) 42+ . E. Sc3+(aq) C. K4[Fe(NCO)6] Senyawa kompleks yang bersifat diamagnetik adalah . 44. C. 47.07 MeV C. tembaga dan timah B. A. 7. C. +2 dan 4 E. Berdasarkan perbandingan neutron-proton untuk isotop ringan (nomor atom 20) maka isotop yang paling stabil adalah …. Ti(H2O)63+ D. 11 6 15 7 C N D. +2 dan 12 Persamaan setara yang benar untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah… → A. A. 46. kecuali …. Isotop-isotop radioaktif ringan (nomor atom 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. Zn2+(aq) + 2NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)22+(aq) Potasium heksasianoferat(II) adalah senyawa…. 931. D. Zn(OH)2(s)+2OH–(aq) ⎯⎯ Zn(OH)42–(aq) → D. melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E. K4[Fe(CN)6] B. 0 dan 3 B. aluminium dan tembaga E. Co(py)62+ Senyawa kompleks berikut yang tidak bersifat paramagnetik adalah .. penangkapan elektron C.5 MeV Isotop-isotop radioaktif ringan (NA = 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. Ni(en)32+ E. sedangkan H2S nonpolar dalam senyawa.00 MeV B. V3+(a ) D. A. A. 41. Zn2+(aq) + 4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) → B. 39. E. +2 dan 8 D. pancaran alfa B. B. Cr3+(aq) E. pancaran positron E. 40. H2O bersifat polar.. pancaran beta D.30 MeV D. Cu(NH3)42+ C. dalam larutan cair kebanyakan ionnya berwarna C. A. semua unsur transisi memiliki orbital d yang tidak penuh E. 4. D. ikatan tunggal S–S tidak ada sedangkan O–O ada Semua pernyataan berikut tentang unsur golongan transisi.

MnO4– + I– ⎯⎯ MnO2(s) + IO3– (basa) → c. a.03 atm).000). Mengapa karbonat tidak dapat dipakai dalam media yang mengandung sulfat? 8. 2. [Cu(NH3)4]2+ c.0 g logam perak. Tubuh kita mengubah karbohidrat. → a. 4. 1. Barium karbonat merupakan senyawa yang tidak larut dalam air. 3. Nyatakan jenis hibridisasi apa yang terdapat pada atom pusat dalam senyawa kompleks berikut. Hg22+ + H2S(g) ⎯⎯ Hg(g) + S8(s) (asam) Pada keadaan tertentu. 6. Apa nama hibrida dari atom ksenon dalam senyawa ini? Bagaimana geometri menurut ramalan VSEPR untuk molekul ini? 7. H2O2( )+MnO4– ⎯⎯ O2(g) + MnO2(s)(basa) → d. Berapa tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada suhu 25°C tekanan uap air murni adalah 0. [Zn(NH3)4]2+ b. 5. elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1. radionuklida Sr atau radionuklida Xe? Dengan asumsi jumlah radioaktif sama. lemak. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Apakah ada perbedaan antara kedua percobaan ini? Apa yang diperlukan agar reaksi transformasi inti yang melibatkan inti emas dan partikel alfa terjadi? 10. Barium sulfat diberikan secara oral untuk memperoleh fotografis perut dengan sinar-X. 152 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan protein ke dalam bentuk gula sederhana. dan tentukan zat pereduksi serta pengoksidasinya. Tuliskan struktur Lewis untuk molekul XeF4. Pada keadaan yang sama. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 g glukosa dengan 600 air. berapa gram I2 yang dihasilkan dari elektrolisis larutan NaI? Ksenon tetrafluorida adalah padatan yang tidak berwarna.0 g L–1 protein (Mr = 90. H2S(g) + NO3– ⎯⎯ NO2(g) + S8(s)(asam) → b. Namun demikian. seperti glukosa (C6H12O6) melalui pembakaran menjadi CO2 dan H2O. [Fe(CN)6]3– d. Rutherford dapat melangsungkan reaksi transformasi inti pertama dengan memborbardir inti nitrogen–14 dengan partikel alfa. Setarakan persamaan reaksi redoks berikut. Hitung penurunan titik beku dan tekanan osmosis pada 25°C larutan 1. Jelaskan jawaban Anda berdasarkan pada sifatsifat kimia Sr danXe.0 g cm–3. [FeP6]3– 9. dalam percobaan hamburan partikel alfa oleh lempeng tipis emas reaksi transformasi inti tidak terjadi. jika kerapatan larutan 1.B. Tunjukkan bahwa pembakaran gula adalah reaksi redoks. Manakah yang lebih baik dengan membuang bahan radioaktif ke lingkungan.

alkanon. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. di pabrik kertas. Senyawa Organik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. cuka yang digunakan pada makanan. dan pengawet bahan biologis merupakan contoh aplikasi zat yang mengandung senyawa hidrokarbon dengan gugus fungsi yang berbeda. Sifat inilah yang menjadikan senyawa karbon melimpah di alam dengan berbagai sifat fisika dan sifat kimia. Asam Karboksilat dan Ester F.paperhistory. Alkohol dan Eter D. benzena dan turunannya. Di Kelas X Anda telah belajar sifat khas atom karbon yang dapat berikatan dengan atom karbon dan atom-atom lain selain atom hidrogen. kegunaan.org Proses pengisian bahan kertas oleh bahan yang mengandung senyawa organik (hidrokarbon dengan gugus karbonil). dan makromolekul Setelah mempelajari bab ini. Oleh karena itu. Atom-atom tersebut dinamakan gugus fungsional senya a hidrokarbon. dan identifikasi senyawa karbon (haloalkana. Apa sajakah gugus fungsi senyawa hidrokarbon tersebut? Anda dapat menemukan jawabannya setelah mempelajari bab ini. Gugus Fungsional Senyawa Karbon B.Bab 6 Sumber: www. alkanol. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen 153 . Gugus fungsional pada senyawa hidrokarbon tersebut berperan penting dalam kereaktifannya terhadap senyawa atau atom lain. alkanal. A. sifat. Senyawa hidrokarbon memiliki sifat tertentu akibat adanya atom selain atom karbon dan hidrogen di dalamnya. para Kimiawan banyak mensintesis senyawa hidrokarbon yang mengandung gugus fungsi berbeda-beda untuk dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. alkoksi alkana. asam alkanoat. Haloalkana C. cara penulisan. Kosmetik untuk wanita. dan alkil alkanoat) Pada abad ke-18 diketahui senyawa hidrokarbon hanya dapat diperoleh dari makhluk hidup sehingga senyawa hidrokarbon disebut senyawa organik. tata nama. Swiss. Aldehid dan Keton E.

Perhatikan Tabel 6. I) terikat pada senyawa hidrokarbon maka senyawa yang terbentuk akan memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang ditentukan oleh gugus tersebut. Atom atau gugus atom yang terikat pada senyawa hidrokarbon dapat menentukan sifat-sifat senyawa karbon. nitrogen. dinamakan gugus fungsi. 154 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .Tes Kompetensi Awal 1. Cl.1 X OH Gugus Fungsional Senyawa Karbon Gugus Fungsi Rumus umum R–X R–OH R–O–R' Nama Haloalkana Alkohol Eter O O C O C O C O OH H R–CHO Aldehid R–CO–R' Keton R–COOH R–COO–R' Asam karboksilat Ester C H N O H RNH2 Amina Kata Kunci • • Hidrokarbon Gugus fungsi Tabel tersebut menunjukkan beberapa gugus fungsi. atom karbon dapat berikatan dengan atom hidrogen membentuk senyawa hidrokarbon. belerang. juga dapat berikatan dengan atom unsur-unsur lain. Selain itu. Dengan kata lain. 3. Gugus Fungsional Senyawa Karbon Atom karbon. 2. Br. fosfor. Dalam hidrokarbon. atom karbon dapat juga berikatan dengan atom-atom lain. gugus fungsi juga menentukan sifat fisika dan sifat kimia senyawa bersangkutan. rumus umum dengan R yang menyatakan residu dari hidrokarbon. Atom atau gugus karbon tersebut lebih reaktif dari yang lainnya. dan nama kelompok senyawa karbon yang dibentuknya. Jika atom halogen (F. di samping memiliki kemampuan berikatan dengan atom karbon lain.1. gugus fungsi adalah bagian reaktif dari senya a karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senya a karbon. dan halogen. Apakah yang dimaksud dengan senyawa hidrokarbon? Atom karbon memiliki sifat khas . seperti oksigen. Tabel 6. Apakah maksud dari pernyataan tersebut? Apa yang dimaksud dengan senyawa turunan hidrokarbon? A. Selain menentukan tata nama senyawa karbon secara bersistem (IUPAC).

tetapi susunan atom-atomnya berbeda. dan isomer cistrans. B. Dengan demikian. Br. Haloalkana memiliki rumus umum: CnH2n+1X X adalah atom halogen (F. Kerjakanlah di dalam buku latihan.2–dibromoetana Triklorometana (kloroform) Tetraklorometana (karbon tetraklorida) Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda sifat dari senyawa kloroform. gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon.Berbagai reaksi kimia senyawa karbon ditentukan oleh gugus fungsi. kloro. Ada beberapa macam isomer. Berdasarkan fakta. isomer fungsional. Mengapa kloroform bersifat membius? 2. I). Haloalkana Haloalkana adalah senya a karbon yang mengandung halogen. Isomer Haloalkana Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama. Tata Nama Haloalkana Tatanama senyawa haloalkana diawali dengan kata fluoro. Tes Kompetensi Subbab 1. Cl. atau iodo dan diikuti nama alkana yang mengikatnya. Sebagian besar reaksi senyawa karbon merupakan perubahan gugus fungsi menjadi gugus fungsi lain. Perhatikan struktur haloalkana berikut. Contoh: CH3–CH2–I CH3–CH2–CH2–CH2Cl CH2Br–CH2Br CHCl3 CCl4 Monoiodoetana Monoklorobutana 1. 1. Mengapa gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon? Jelaskan. Dengan kata lain. Sifat-sifat apa sajakah yang dapat dijelaskan melalui gugus fungsi? Jelaskan. seperti isomer posisi. H3C H2 H2 C C Cl Kata Kunci • • • • • Haloalkana Isomer posisi Isomer struktur Isomer fungsional Isomer cis-trans H3C H C Cl CH3 1-kloropropana 2-kloropropana Senyawa Organik 155 . bromo. haloalkana adalah senyawa karbon turunan alkana yang atom H-nya diganti oleh atom halogen. haloalkana memiliki isomer posisi dan isomer struktural. A 2. isomer struktur.

Energi ikatan rata-rata (dalam kJ mol–1): C–F = 485. C–I = 213. ketiga senyawa tersebut berisomer struktur (senyawa dengan rumus molekul sama. Oleh karena itu. yakni C3H7Cl. sedangkan pada 2–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 2. tetapi posisi atom klorin berbeda. Persamaan reaksinya: Refluks C2H5Br + NaOH(berair) ⎯⎯⎯→ C2H5OH + NaBr Etanol cair dapat digunakan sebagai pelarut untuk haloalkana. Disamping itu. yakni C4H9Cl. tetapi berbeda strukturnya. Persamaan reaksinya: Refluks alkohol C2H5Br + KCN ⎯⎯⎯⎯⎯→ C2H5CN + KBr 156 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Isomer struktur menyatakan perbedaan struktur dari senyawa haloalkana yang memiliki rumus molekul sama. Haloalkana dapat dihidrolisis menjadi alkohol yang bersesuaian jika diolah dengan basa alkali berair. Haloalkana yang lebih tinggi berupa cairan mudah menguap. 1985 1–kloropropana 2–kloropropana 1–klorobutana 2–klorobutana 1–kloro–2–metil propana 2–kloro–2–metil propana Catatan Note Refluks adalah teknik mendidihkan cairan dalam wadah labu distilasi yang disambung dengan alat pengembun (kondensor refluks) sehingga cairan terus-menerus kembali ke dalam wadah.Kedua senyawa itu memiliki rumus molekul sama. bromopropana dicampurkan dengan kalium sianida dalam alkohol cair akan membentuk propanonitril dan kalium bromida. C–Br = 284. Sifat Haloalkana Senyawa klorometana dan kloroetana berwujud gas pada suhu kamar dan tekanan normal. Contohnya. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa iodoalkana paling reaktif untuk gugus alkil yang sama.8 77 68 69 51 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. C–Cl = 339. Titik didih isomer haloalkana berubah sesuai urutan berikut: primer sekunder tersier. 1–klorobutana dan 2–klorobutana berisomer posisi 3. Pada 1–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 1. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. Kedua senyawa ini dikatakan berisomer satu sama lain. Perhatikan struktur molekul berikut dengan rumus molekul sama. Atom halogen pada haloalkana dapat diganti oleh gugus siano (–CN) dengan cara pemanasan.2 Titik Didih Senyawa Haloalkana Senyawa Titik Didih (°C) 46 34. yaitu isomer posisi. Refluks is technique to boil some liquid in the distillation flask which is connented with condensor apparatus so that the liquid will be running back into the flask. tetapi berbeda struktur molekulnya). Tabel 6. Ikatan C–F adalah paling kuat sehingga senyawa fluoroalkana relatif stabil dan banyak digunakan sebagai gas propelan dalam bentuk aerosol. H3C H2 H2 H2 C C C Cl 1-klorobutana CH3 H3C C Cl 2-kloro-2-metilpropana CH3 H3C H2 H C C Cl 2-klorobutana CH3 Ketiga senyawa itu tergolong halobutana.

apakah yang terjadi jika di lingkungan yang terik matahari terdapat gas klorin dan gas alam? Senyawa Organik 157 . akan terbentuk campuran alkilhalida. 1) Reaksi tidak terjadi dalam keadaan gelap atau pada suhu rendah. 4CH4 + 5Cl2 ⎯⎯ → Catatan Note Pergantian atom atau gugus oleh atom atau gugus lain dinamakan reaksi substitusi. Kemudian. Rumus umumnya: CH3 R C O H Contohnya. a. O → 1) CH3CH2–OH+ Cl2 ⎯⎯ H3C C H + 2HCl O O → 2) H3C C H + 3Cl2 ⎯⎯ Cl3C C H + 3HCl O O ONa + HCCl3 3) Cl3C → C H + NaOH ⎯⎯ H C Senyawa karbon yang dapat dibuat menjadi senyawa haloalkana adalah senyawa yang memiliki gugus metil terikat pada atom C yang berikatan dengan atom oksigen. mula-mula etanol dioksidasi menjadi etanal (aldehid). Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Haloalkana Senyawa haloalkana tidak dapat dibuat langsung dari alkana melalui reaksi substitusi sebab hasilnya selalu campuran haloalkana. CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + CCl4 + 5H2 Untuk membuat haloalkana tunggal bergantung pada senyawa haloalkana yang akan diproduksi. Jika alkana direaksikan dengan halogen pada suhu tinggi atau adanya cahaya ultraviolet. seperti ditunjukkan pada reaksi berikut. reaksi akan terus berlangsung hingga pereaksi habis atau cahaya ultraviolet dihilangkan. bereaksi dengan X2 membentuk trihaloetanal (CX3–COH). trihaloetanal berubah menjadi haloform. tetapi melalui beberapa tahap reaksi. Reaksinya tidak melalui reaksi substitusi. 2) Reaksi terjadi jika ada cahaya ultraviolet atau pada suhu di atas 250°C. 3) Sekali reaksi dimulai. dan senyawa yang sejenis.Jika haloalkana dipanaskan dalam larutan amonia beralkohol dalam wadah tertutup akan dihasilkan amina. Dalam suasana basa. Tahap-tahap reaksinya sebagai berikut. Replacement of an atom or a group by anothers called substitution reaction. etanal. aseton. Persamaan reaksinya: → C2H5Br + 2HN3 ⎯⎯ C2H5NH2 + HBr Etilamina Δ 4. hν 3CH4 + 6Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + 6HCl → Reaksi antara CH4 dan Cl2 memiliki sifat-sifat khas sebagai berikut. etanol. Kegiatan Inkuiri Diskusikan dengan teman sekelas Anda. Pembuatan Haloform (CHX3) Jika etanol direaksikan dengan X2 (Cl2 atau I2) dalam suasana basa (NaOH).

dan mempunyai bau yang khas. Pengakhiran rantai dapat terjadi dalam tahap berikut. Kegunaan Kloroform (CHCl3) Kloroform merupakan senyawa karbon berwujud cair yang mudah menguap pada suhu kamar dan berbau khas. CH 3Cl (klorometana). Haloalkana yang sering dipakai sebagai obat bius adalah 2–bromo–2–kloro–1.Hasil reaksi meliputi CH2Cl2 (diklorometana). Kegunaan Iodoform (CHI3) dan Tetraklorokarbon (CCl4) Iodoform berwujud padat pada suhu kamar. → ΔH°= –16 kJ mol–1 CH4 CH4 + Cl• ⎯⎯ CH3• + HCl → CH3• + Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + Cl• ΔH°= –87 kJ mol–1 CH3Cl Oleh karena atom Cl• juga dibangkitkan pada tahap kedua maka setiap atom Cl • yang bereaksi pada tahap pertama reaksi akan berkesinambungan (berantai). Namun demikian. Cl2 + energi ⎯⎯ → 2Cl• ΔH°= 243. dan C 2H 6. CHCl3 (kloroform). 2) Perambatan Rantai Radikal bebas seperti atom Cl • sangat reaktif. Reaksi berantai ini terjadi sampai dengan radikal yang terlibat dalam tahap perambatan rantai dihancurkan.4 kJ mol–1 Cl2 → CH3• + Cl• ⎯⎯ CH3Cl ΔH°= –330. lilin.0 kJ mol–1 CH3CH3 Tahap akhir dapat terjadi dengan cara dinetralkan oleh dinding reaktor. 158 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . yaitu pemicu rantai. b. CCl4 (karbon tetraklorida). 3) Pengakhiran Rantai Radikal yang mempertahankan reaksi terus berlangsung suatu ketika dapat bergabung antarsesamanya dalam tahap pengakhiran rantai.1–trifluoroetana. Kloroform tidak larut dalam air.1. Kata Kunci • • Reaksi berantai Radikal bebas Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas. kecuali untuk penelitian di laboratorium. mengapa radikal bebas sangat reaktif? Hubungkan dengan konfigurasi elektronnya.0 kJ mol–1 CH3Cl → 2CH3• ⎯⎯ CH3CH3 ΔH°= –350. tetapi larut dalam alkohol atau eter. Kloroform biasa digunakan untuk obat bius (anestetika) dan sebagai pelarut untuk lemak. → 2Cl• ⎯⎯ Cl2 ΔH°= –243. berwarna kuning. dan minyak. Iodoform sering digunakan sebagai antiseptik. perambatan rantai. c. Fakta ini mengisyaratkan adanya mekanisme reaksi berantai yang melibatkan tiga proses. Radikal CH3• selanjutnya mengeluarkan atom klor dari molekul Cl 2 membentuk CH3Cl dan radikal Cl• yang baru. Atom Cl • dapat mengeluarkan atom hidrogen dari CH4 membentuk HCl dan radikal CH3•. dan pengakhiran rantai. 1) Pemicu Rantai Molekul Cl 2 dapat dipecah menjadi sepasang atom klor dengan menyerap energi dari cahaya ultraviolet atau kalor. efek samping dari kloroform dapat merusak hati sehingga jarang dipakai sebagai obat bius.4 kJ mol–1 Atom klor yang dihasilkan pada reaksi ini adalah radikal bebas sebab mengandung satu elektron tidak berpasangan.

mengapa CCl4 tidak dapat terbakar seperti halnya CO2? Hubungkan dengan biloks atom C yang tertinggi. Tuliskan reaksi hidrolisis dari 1–klorobutana.2–dibromoetana direaksikan dengan kalium hidroksida berair dalam keadaan panas. Selain itu. Freon–12 digunakan secara luas sebagai pendingin dan sebagai gas propelan dalam aerosol. juga digunakan sebagai pelarut untuk lemak dan minyak. dan tidak berbau. yaitu sebagai berikut. 2. Tuliskan rumus struktur dan tata nama dari semua senyawa yang memiliki rumus molekul C4H9Br2. → 4CH3CH2Cl + 4Na + 4Pb ⎯⎯ (CH3CH2)4Pb + 4NaCl + 3Pb Fluorokarbon merupakan senyawa karbon yang mudah menguap. B 3. Kedua atom H pada air merupakan gugus alkil pada eter. dapat dikatakan bahwa struktur alkohol sama dengan struktur air. Uap CCl4 tidak terbakar sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. Kegunaan Kloroetana (C2H5Cl) dan Fluorokarbon (CF2Cl2) Kloroetana banyak digunakan untuk pembuatan tetraetil timbal yang ditambahkan ke dalam bensin untuk memperbaiki bilangan oktan. Tes Kompetensi Subbab 1. d. Alkohol dan Eter Alkohol dan eter adalah senya a karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal. Satu atom H pada air merupakan residu hidrokarbon (gugus alkil) pada alkohol. Struktur eter dikatakan sama dengan struktur air. Apakah nama senyawanya? C. Senyawa Organik 159 . Jenis fluorokarbon yang paling banyak dipakai adalah CCl3F dan CF2Cl2. Apakah nama senyawanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan.Karbon tetraklorida merupakan zat cair yang tidak berwarna dengan massa jenis lebih besar dari air. tidak mudah terbakar. terutama senyawa freon– 12 (CF 2Cl2). O H Air O H R Alkohol O H R Eter R 1 Alkohol (R-OH) Berdasarkan posisi atom karbon yang mengikat gugus hidroksil dalam senyawa alkohol maka alkohol dikelompokkan ke dalam tiga golongan. Kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air. tidak beracun. Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas. Oleh karena itu. Tuliskan reaksi yang terjadi jika 1.

IUPAC: etanol Tata nama alkohol menurut IUPAC mirip dengan tata nama alkana. Alkohol sekunder (2°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon sekunder. Alkohol primer (1°) adalah suatu alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon primer. Atom karbon sekunder adalah atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain. dengan akhiran –a diganti oleh –ol. Alkohol tersier (3°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon tersier. Tata Nama Alkohol Ada dua cara penataan nama alkohol. Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain.3. 2 CH3 C CH3 OH R H2C 3 1 Kata Kunci • • • • Alkohol primer Alkohol sekunder Alkohol tersier Gugus hidroksil a. nama alkohol diturunkan dari nama alkana. yaitu cara trivial dan cara IUPAC. Contohnya: CH3–CH2–OH Trivial: etil alkohol. alkohol disebut alkil alkohol sehingga dalam pemberian nama alkohol selalu diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. Pada cara trivial. rantai induk terpanjang harus mencakup gugus hidroksil dengan nomor urut untuk gugus hidroksil terkecil. H R H2C 1 C H OH b.a. Pada alkohol. Contoh: H3C CH2 CH2 CH OH CH3 2-pentanol bukan 4-pentanol Beberapa contoh penataan nama alkohol menurut trivial dan IUPAC dapat dilihat pada Tabel 6. Perbedaannya terletak pada penentuan rantai induk yang terpanjang. 2 CH3 C OH R H2C 1 H c. Pada cara IUPAC. Atom karbon primer adalah atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain. 160 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

Senyawa Organik 161 .1 Tata Nama Alkohol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut. yaitu ada 9 dengan gugus hidroksil pada posisi nomor 2. nama lengkap senyawa itu adalah 7–metil–2–nonanol. Contoh 6. hampir semua alkohol memiliki isomer. H3C CH2 CH CH2 CH2 CH2 CH2 CH OH CH3 CH3 Jawab Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus hidroksil dengan nomor atom terkecil. yang disebut isomer posisi. akan memabukkan sebab bersifat racun yang dapat mengganggu sistem syaraf.1 H 2C H 2C CH CH OH CH 2 OH Vinil alkohol Alil alkohol 1–etenol 2–propen–1–ol Berbagai macam minuman yang mengandung alkohol. Isomeri ini memengaruhi sifat-sifat fisika alkohol. Jadi.Tabel 6. Jika diminum. Isomer pada Alkohol Berdasarkan posisi gugus hidroksil.3 H3C H3C Beberapa Penataan Nama Alkohol Menurut Trivial dan IUPAC Nama Trivial n–propil alkohol Isopropil alkohol Nama IUPAC 1–propanol 2–propanol CH2 CH CH2 CH3 OH Rumus Struktur OH H3C CH OH CH2 CH3 sek–butil alkohol 2–butanol H 3C CH H 3C CH3 H3C C CH3 OH CH2 OH Isobutil alkohol 2–metil–1–propanol ter–butil alkohol 2. b.com Gambar 6.2–dimetiletanol Sumber: vancouversider. Pada atom C nomor 7 terdapat gugus metil.

Perekat Pelarut Alkohol Bahan bakar Sifat dan Kegunaan Alkohol Alkohol merupakan zat yang memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan hidrokarbon yang jumlah atom karbonnya sama. Beberapa sifat fisika alkohol ditunjukkan pada tabel berikut. Ketiga senyawa pada Contoh 6. c.4 Sifat Fisika Alkohol (Titik Didih dan Kelarutan di Dalam Air) Jumlah C 1 2 3 3 4 4 4 4 Titik Didih (°C) 64.9 82.2 memiliki rumus molekul sama.5 11.3 97.2 82.2 Kegunaan alkohol 162 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hal ini disebabkan adanya gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol akibat gugus hidroksil yang polar. Oleh karena itu. tetapi rumus struktur berbeda.Contoh 6.5 78. Kegiatan Inkuiri Temukan perbedaan sifat fisika dan sifat kimia dari isomer C4H10O. (1) H3C CH2 CH2 CH2 OH (n–butanol) (2) H3C CH2 CH OH CH3 (2–butanol) CH3 (3) H3C C OH CH3 (2–metil–2–propanol) Berdasarkan struktur yang dapat digambarkan maka C4H10O memiliki 3 buah isomer posisi.3 117. 1993 Nama Senyawa Metanol Etanol 1–propanol 2–propanol 1–butanol 2–butanol Isobutil alkohol ter–butil alkohol Kosmetik Minuman Gambar 6.2 Kelarutan (g 100 mL air) pada 20°C larut sempurna larut sempurna larut sempurna larut sempurna 8.2 Isomer Posisi pada Alkohol Suatu alkohol memiliki rumus molekul C4H10O.5 107.1 larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. Oleh karena rumus struktur berbeda maka ketiga alkohol tersebut berbeda sifat fisika maupun sifat kimianya. yaitu C4H10O. Berapa jumlah isomer posisi yang ada dan gambarkan strukturnya. Jawab Tidak ada rumus yang tepat untuk menentukan jumlah isomer dalam senyawa karbon. Alkohol yang memiliki atom karbon kurang dari lima larut dalam air. Tabel 6. Kelarutan ini disebabkan oleh adanya kemiripan struktur antara alkohol (R–OH) dan air (H–OH).0 99. M). makin panjang rantai karbon dalam alkohol kelarutan dalam air makin berkurang. melainkan harus digambarkan semua struktur yang mungkin terbentuk.3 12.

kemukakan kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan bakar. dan pelarut. seperti persamaan reaksi berikut. –triol. beras.1) Metanol (CH3–OH) Metanol dibuat secara besar-besaran melalui distilasi kayu keras menghasilkan sekitar 225 galon distilat yang mengandung 6% metanol. Etilen glikol merupakan hasil industri yang digunakan sebagai zat antibeku. seperti vernish. Kata Kunci • • Ikatan hidrogen Hidrogenasi Kegiatan Inkuiri Alkohol merupakan senyawa yang mudah terbakar. yaitu (1) fermentasi blackstrap molasses dan (2) penambahan air terhadap etena secara tidak langsung. anggur. Etanol dapat dibuat melalui teknik fermentasi. yakni enzim yang diproduksi oleh jamur hidup. dan seterusnya. → CH2=CH2 + H2SO4 ⎯⎯ CH3CH2HSO4 → CH3CH2HSO4 + H2O ⎯⎯ CH3CH2OH+ H2SO4 Isopropil alkohol adalah obat gosok yang umum digunakan. CO(g) + 2H2(g) ⎯⎯ → CH3OH( ) Di industri. Mungkinkah alkohol digunakan sebagai bahan bakar bioalkohol pengganti minyak bumi? Jika mungkin. 2) Etanol (CH3–CH2–OH) Etanol sudah dikenal dan digunakan sejak dulu. (C6H10O5)x + xH2O Pati ⎯⎯ → xC6H12O6 Glukosa C6H12O6 Glukosa ⎯⎯ → 2C2H5OH + 2CO2 etanol Di industri etanol dibuat dengan dua cara. dan dibuat secara komersial dari etena. seperti pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim (ragi). dan whiskey. kosmetika. sebagai cairan antibeku. Pada kendaraan bermotor. Rumus kimianya: Senyawa Organik 163 .2–diol. minuman. yaitu proses perubahan senyawa golongan polisakarida. Produksi alkohol dari pati (jagung. Adapun larutan 70% isopropil alkohol dalam air digunakan untuk sterililisasi karena dapat membunuh bakteri. Selanjutnya. 3) Polialkohol Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan diberi nama dengan –diol. Glikol adalah nama trivial untuk 1. baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur). diubah menjadi alkohol dengan bantuan zymase. metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid. dan gandum) pertamatama melibatkan pengubahan pati secara enzimatik menjadi glukosa. sekitar 95% metanol diproduksi melalui hidrogenasi CO dengan katalis (ZnO. Cr2O3) dan dipanaskan secara bertingkat dengan tekanan tinggi agar terjadi reaksi berikut. seperti bir. Saat ini. metanol digunakan untuk bahan bakar mobil formula.

sekunder.2-etanadiol. trivial: etilen glikol Trihidroksi alkohol yang penting adalah gliserol. dan jika dioksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat.3 Berbagai macam produk komersial yang mengandung alkohol. Alkohol sekunder bereaksi dalam waktu beberapa menit. etil klorida. Pada suhu kamar. Radiator coolant mengandung etilen glikol. 164 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . seperti aldehid. alkohol tersier bereaksi sangat cepat membentuk alkil klorida. Dehidrasi artinya pelepasan molekul air. Gliserol sebagai hasil samping pada pembuatan sabun dari lemak dan natrium hidroksida cair. HCl Etanol C2H5Cl Sumber: Sougou Kagashi Selain pereaksi Lucas. − HCl ⎯ ROH + SOCl2 ⎯⎯⎯ ROSOCl ⎯→ RCl + SO2 → Dengan H2SO4. Pereaksi ini digunakan untuk membedakan alkohol primer. dan tersier.HO CH2 CH2 OH IUPAC:1. Alkohol primer bereaksi jika dipanaskan. 60° (CH3)3–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ (CH3)2C=CH2 + H2O → 100° → (CH3)2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O 180° → CH3–CH2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O Alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa yang mengandung gugus karbonil. pereaksi tionil klorida (SOCl2) dapat juga digunakan untuk identifikasi alkohol. keton. ZnCl 2 → Etanol + HCl ⎯⎯⎯ etil klorida. Rumus kimianya: H2C CH CH2 OH OH OH Sumber: Chemistry: The Central Science. Alkohol tersier terdehidrasi lebih cepat. Gambar 6. yaitu suatu turunan propana. alkohol dapat mengalami dehidrasi menjadi alkena.2. d.3-trihidroksipropana atau gliserol Gambar 6. 2000 1. Identifikasi dan Sintesis Alkohol Suatu larutan ZnCl2 dalam HCl pekat dikenal sebagai pereaksi ucas.4 Substitusi gugus hidroksi (–OH) oleh atom klor (–Cl) membentuk haloalkana . Alkohol primer dioksidasi membentuk aldehid. Alkohol dan tionil klorida bereaksi membentuk alkil klorosulfit yang kurang stabil sebab mudah berubah menjadi alkil klorida dan gas SO2 dengan pemanasan. dan alkohol primer terdehidrasi paling lambat untuk jumlah atom karbon yang sama. dan asam karboksilat.

Alkohol tersier tidak dapat dibuat dengan cara ini. O R C H 1) LiAIH4 ⎯⎯⎯⎯→ 2) H2O OH R C H H Aldehid Alkohol (1°) O R C R' Keton 4 ⎯⎯⎯⎯→ R 2) H O. sedangkan keton akan menghasilkan alkohol sekunder. alkohol disintesis dengan pereaksi rignard. sekunder. Secara umum reaksi oksidasi alkohol dapat dituliskan sebagai berikut. Kelebihan reaksi Grignard. sedangkan alkohol tersier tidak dapat dioksidasi. (b) Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi Alkohol (1°) R-CH2OH + KMnO4 Aldehid Alkohol (3°) R3–COH + KMnO4 → R-CHO → (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Alkohol sekunder dioksidasi menjadi suatu keton. Oleh karena alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa karbonil maka alkohol dapat disintesis dari senyawa karbonil melalui reaksi reduksi (kebalikan oksidasi).H+ 2 OH 1) NaBH C R H Kata Kunci • • • Pereaksi Lucas Pereaksi tionil klorida Pereaksi Grignard Alkohol (2°) Selain dengan cara reduksi. maupun tersier.5 (a) Oksidasi alkohol primer menjadi aldehid.KMnO4 KMnO4 Gambar 6. Jika yang ingin diproduksi aldehid maka gunakan oksidator khusus seperti campuran piridin dan kromat anhidrida dengan rasio 2:1 dalam pelarut nonpolar. selain dapat menghasilkan alkohol tersier juga dapat digunakan untuk memperpanjang rantai hidrokarbonnya. O O Oksidator Oksidator → R CH2 OH ⎯⎯⎯⎯ R CH ⎯⎯⎯⎯ R C OH → Alkohol (1°) Aldehid Asam karboksilat H3C H3C Oksidator HC OH ⎯⎯⎯⎯ → C O H3C H3C Alkohol (2°) keton Oksidator yang dapat digunakan adalah asam kromat (H2CrO3) dan kromat anhidrida (CrO 3). Reduksi senyawa karbonil melalui hidrogenasi katalisis atau dengan hidrida logam akan menghasilkan alkohol primer. baik untuk alkohol primer. Senyawa Organik 165 .

O H C H Formaldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯→ 2)H2 O OH R C H Alkohol (1°) H O R C H Aldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 1 OH R C H R' Alkohol (2°) O R C R' Keton 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 OH R C R Alkohol (3°) R' 2. Gugus alkoksi dianggap sebagai cabang yang terikat pada rantai induk. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga penataan nama senyawa eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti oleh nama rantai utamanya. Tata Nama Eter Menurut trivial tata nama eter didasarkan pada nama gugus alkil atau aril yang terikat pada atom oksigen. CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 Berdasarkan ketiga contoh tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rumus umum eter adalah R–O–R'. a.Dengan pereaksi Grignard. Menurut sistem IUPAC. Tabel 6.5 Penataan Nama Eter Menurut Trivial dan IUPAC Rumus Struktur CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 O CH2 ⎯ CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 Fenil propil eter Fenoksi propana Nama Trivial Dimetil eter Etil metil eter Dietil eter Isopentil etil eter Nama IUPAC Metoksi metana Metoksi etana Etoksi etena 2-etoksi pentana Kata Kunci • • Gugus alkoksi Interaksi antarmolekul 166 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . seperti ditunjukkan berikut ini. Beberapa contoh penamaan eter dapat dilihat pada tabel berikut. dan alkohol tersier dibuat dari keton dan ester. Eter (R–O–R') Eter adalah senyawa yang memiliki dua residu hidrokarbon yang dapat sama atau berbeda. alkohol sekunder dibuat dari aldehid dan metil format. Urutan namanya sesuai dengan abjad dan diakhiri dengan kata –eter. alkohol primer dapat dibuat dari formaldehid dan etilen oksida.

Senyawa Organik 167 . penataan nama senyawa itu adalah IUPAC : 2–etoksi isopropana Trivial : isopropil etil eter O CH2 CH3 b. Oleh sebab itu. etilen oksida atau lebih dikenal dengan nama oksirana. Oleh karena itu. Tabel 6.6. Etilen oksida (oksirana) CH3 HC CH3 Jawab Gugus sebelah kiri adalah isopropil dan gugus kanan adalah etil. tetapi rumus strukturnya berbeda.6 Isomer Fungsional Eter dan Alkohol Alkohol Nama etanol propanol butanol Rumus struktur CH3CH2OH CH3CH2CH2OH CH3CH2CH2CH2OH Nama dimetil eter etil metil eter dietil eter H3C C H2 O CH3 Etil metil eter H 3C C H2 H2 C OH Propanol Rumus molekul C2H6O C3H8O C4H10O Eter Rumus struktur CH3–O–CH3 CH3CH2OCH3 CH3CH2OCH2CH3 Berdasarkan Tabel 6. dan diberi akhiran –oksida atau dengan nama kedua alkil yang terikat pada oksirana dan diberi akhiran –oksirana. dapat dikatakan bahwa eter berisomeri fungsional dengan alkohol. Isomeri Fungsional Seperti telah diuraikan di atas bahwa eter dan alkohol memiliki kemiripan dalam strukturnya.Senyawa eter dapat juga berbentuk siklik. Eter siklik yang beranggotakan tiga termasuk golongan epoksida. Rumus strukturnya adalah R–O–H (alkohol) R–O–R (eter) Beberapa contoh alkohol dan eter yang memiliki rumus molekul sama ditunjukkan pada tabel berikut.3 Tata Nama Eter Sebutkan nama senyawa eter berikut. eter dan alkohol juga memiliki gugus fungsional berbeda. Butilen oksida H 2C O CH2 Contoh 6. dapat dikatakan bahwa alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain. Isomer fungsional adalah rumus molekul sama. Jadi. Jadi. Contoh yang paling sederhana adalah. dan merupakan hasil oksidasi dari alkena. nama senyawa epoksida sering diturunkan dari nama alkenanya sebelum dioksidasi menjadi eter. tetapi gugus fungsi beda. Di samping isomer struktur. alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama.

lilin. Walaupun sesama molekul eter tidak terjadi antaraksi. Sumber: Heineman Advanced Science: Chemistry.0 Larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. tetapi wujudnya berbeda. dietil eter secara luas dipakai sebagai pelarut untuk lemak.7. Penggunaan eter harus hati-hati karena mudah terbakar. misalnya etanol dan dimetil eter.Contoh 6.6 Sejak zaman dulu. tetapi jauh lebih aman jika dibandingkan kloroform untuk keperluan obat bius (Gambar 6. eter digunakan sebagai zat pembius.6). eter cenderung stabil. atau zat-zat lain yang kurang larut dalam air.5 13. Eter kurang larut di dalam pelarut air dibandingkan alkohol. kecuali pada suhu tinggi. 168 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2000 Gambar 6. Etanol berisomer dengan dimetil eter (C2H6O). Karena itu. Eter tidak bereaksi dengan hampir semua oksidator maupun reduktor. dimetil eter berwujud gas. Pada umumnya eter bersifat racun. Dietil eter dapat dibuat melalui pemanasan etanol dengan asam sulfat pekat pada suhu sekitar 140°C hingga reaksi dehidrasi sempurna. Jawab Berdasarkan fungsionalnya: CH3–O–CH2–CH3 (dietil eter) Berdasarkan posisi gugus hidroksil: CH3–CH2–CH2–OH (n–propanol) CH3–CH–CH3 (2–propanol) OH Jadi. Nama Dimetil eter Dietil eter Oksirana Di samping kegunaannya sebagai anestetik. 1993 c. Sifat dan Kegunaan Eter Tidak seperti alkohol.5 Kelarutan (g 100mL) Larut sempurna 8. Umumnya eter dibuat dari dehidrasi alkohol. sedangkan etanol berwujud cair. Makin tinggi rantai alkil dalam eter makin kurang kelarutannya di dalam air.7 Sifat Fisika Eter (Titik Didih dan Kelarutan) Titik Didih (°C) –24.0 34. Divinil eter (CH 2=CH–O–CH=CH 2) memiliki kemampuan anastetik tujuh kali lebih besar daripada dietil eter. eter tidak memiliki ikatan hidrogen antarmolekul sehingga titik didih eter di bawah titik didih alkohol untuk jumlah atom karbon yang sama. Demikian juga dalam asam dan basa. Tabel 6. Hal ini disebabkan eter memiliki kepolaran rendah. ada tiga isomer yang mungkin. eter sering digunakan sebagai pelarut untuk reaksi-reaksi organik. Pada suhu kamar.4 Isomer Alkohol dan Eter Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa dengan rumus molekul C3H8O. Perhatikan Gambar 6. M). tetapi eter dapat berantaraksi dengan air dan alkohol.

2–dimetilpentanol b. Gambarkan struktur isomer posisi dari alkohol dengan rumus molekul C5H12O. 2. Air nira jika disimpan lama atau dipendam dalam tanah selama lebih dari satu minggu akan berubah menjadi suatu alkohol (arak). difenil eter c. a. tetapi larut dalam benzen? Tuliskan suatu reaksi pembuatan etil metil eter dengan cara Williamson. Kata Kunci • • Metode Williamson Dehidrasi Tes Kompetensi Subbab 1. atau aril. Kemudian. 4–heksen–2–ol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut. a. Jelaskan mengapa alat-alat kedokteran. Tuliskan rumus struktur dari senyawa eter berikut. 2. yaitu reaksi antara alkil halida dengan alkoksi atau fenoksi. tentukan nama masing-masing isomer itu dengan menggunakan Senyawa Organik 169 . 2–metoksi butana b. b. CH3 H3 C CH2 C CH2 HO CH CH2 CH2 CH3 CH3 9. padahal massa molekul relatif kedua senyawa itu tidak berbeda jauh? Mengapa senyawa eter pada umumnya kurang larut di dalam air. 8. aturan IUPAC dan trivial. 5. Jelaskan berdasarkan reaksi fermentasi gula. 3. OH H3 C CH2 C CH2 CH2 CH2 CH3 7. terutama untuk operasi harus direndam dalam alkohol. a. CH3 6. Kerjakanlah di dalam buku latihan. dietil oksirana Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa yang memiliki rumus molekul C4H10O. C 4. R' = Karbon primer atau metil. dan tersier. Mengapa oksirana lebih larut di dalam air daripada dimetil eter. Tuliskan rumus struktur dari senyawa alkohol berikut. sekunder. 10.Penangas minyak Gambar 6. persamaan reaksinya secara umum: RO + R'X ⎯→ R–O–R' + X– Keterangan: R = Karbon primer.7 Pembuatan eter dari alkohol Alkohol 140°C Es Eter Sumber: Sougou Kagashi H 2 SO 4 CH3CH2OH + HOCH2CH3 ⎯⎯ ⎯→ CH3CH2–O–CH2CH3 + H2O Sintesis eter secara besar-besaran dengan metode illiamson.

aldehid disebut juga alkanal. C H O Rumus umum aldehid Beberapa senyawa aldehid yang umum di antaranya adalah O H C H IUPAC: Metanal Trivial : Formaldehid O H3C C H Etanal Asetaldehid O H3C H2 C C H Propanal Propionaldehid Berdasarkan contoh tersebut. asam karboksilat. R Gambar 6. Kegiatan Inkuiri Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. Tata nama pada aldehid sama dengan tata nama pada alkohol. dan ester. atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan satu atom hidrogen dan satu gugus alkil (R) atau aril (Ar). pelarut menguap meninggalkan bahan perekat. keton. a.D. Gugus tersebut terletak di ujung rantai karbon induk yang diakhiri dengan atom hidrogen. Aldehid adalah salah satu kelompok senyawa karbonil yang memiliki gugus karbonil yang berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya. rantai terpanjang harus mengandung gugus aldehid. O C Gugus karbonil 1. Aldehid (R–COH) Aldehid merupakan salah satu kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus karbonil. Menurut sistem IUPAC. Aldehid dan Keton Beberapa senyawa yang memiliki gugus karbonil antara lain aldehid. nama aldehid diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a menjadi –al.9 Proses pelapisan kertas Senyawa karbonil sering digunakan sebagai pelarut dalam bahan perekat. Ketika bahan perekat diaplikasikan. Contoh: O O H3C H H C Cl 4-kloropentanal H3C H2 C CH CH3 H2 C O H3C H C CH C H 2-butenal C CH2 H2 C C H 3-metilpentanal 170 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2000 Gambar 6.8 Gugus aldehid selalu di ujung rantai hidrokarbon. Tata Nama Aldehid Aldehid sudah dikenal sejak lama sehingga penataan nama menggunakan nama trivial sering dipakai. dengan rumus umum R–COH. Oleh karena itu. Carilah informasi tentang metode atau prosedur untuk mengidentifikasi adanya formalin dalam suatu material.

Contoh 6. kemudian dia mempelajari reaksi fenol dan formaldehida. sintesis aldehid dapat juga dilakukan dengan reaksi riedel-craft menggunakan aril halogen dan katalis AlCl3 atau AlBrO3. Kepolaran gugus karbonil ditunjukkan oleh sifat fisika aldehid. penamaan menurut trivial dan IUPAC adalah Trivial : isopentilaldehid IUPAC: 4–metilpentanal b. Perhatikan Gambar 6.10. termasuk sifat-sifatnya yang dapat melindungi. Dia bermigrasi ke Amerika Serikat.10 Oksidasi alkohol primer dengan dikromat menghasilkan aldehid. 3C2H5OH(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 8CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi alkohol primer. Industri radio dan televisi memanfaatkan keuntungan bakelit yang mudah dibentuk. 1997. Persamaan reaksi secara umum adalah sebagai berikut. Sifat dan Kegunaan Aldehid Aldehid disintesis melalui oksidasi alkohol primer. R ⎯ CH2 ⎯ OH ⎯⎯→ R Alkohol primer [ ] C H Aldehid Oksidator yang digunakan adalah oksidator kuat seperti KMnO4. NaIO4. Hal ini disebabkan oleh atom oksigen dan karbon mempunyai perbedaan keelektronegatifan cukup besar. Sekilas Kimia Leo Baekland (1863–1944) H3C CH H3 C CH2 CH2 C O H Jawab Residu alkil yang mengikat gugus aldehid adalah suatu isopentil. Dia membuat plastik pada tahun 1907 dengan mereaksikan fenol dengan formaldehida. Produknya dinamakan bakelite. seperti titik didih lebih tinggi (50–80°C) dibandingkan senyawa hidrokarbon dengan masa molekul relatif sama. dapat juga dilakukan dengan pereaksi Grignard (R–Mg–X). tetapi kelemahannya adalah warnanya yang gelap. Etanol + dikromat + asam sulfat Baekland lahir di Belgia.5 Penataan Nama Aldehid Tuliskan nama senyawa aldehid berikut menurut IUPAC dan trivial. Asetaldehida Gambar 6. Bahan ini tahan panas. atau K2Cr2O7. O Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. Gugus karbonil pada aldehid menunjukkan gugus yang bersifat polar. Kata Kunci • • Gugus karbonil Reaksi Friedel-craft Senyawa Organik 171 . Jadi. Disamping itu.

8 Nama Sifat Fisika Senyawa Golongan Aldehid Titik Didih (°C) –21 20 49 76 178 64 Kelarutan dalam Air (g 100mL) Larut sempurna Larut sempurna 16 7 Kurang larut Tidak larut Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. Dengan meningkatnya massa molekul aldehid. Gas yang terbentuk jika dilarutkan ke dalam air sampai 37% dinamakan formalin.6 Pembuatan Aldehid Tuliskan reaksi pembentukan formaldehid dari metanol menggunakan oksidator KMnO4. CH3OH + CuO → HCOH + H2O Metanol Sumber: Sougou Kagashi Contoh 6. HCHO (metanal atau formaldehid) dan CH3CHO (etanal atau asetaldehid). dijual sebagai pengawet spesies biologi. Beberapa aldehid dari hidrokarbon aromatis memiliki bau khas yang menyegarkan. M). 1993 Formaldehid Asetaldehid Propionaldehid Butiraldehid Benzaldehid Isobutiraldehid Sumber: Sougou Kagashi Gambar 6. Formaldehid diperoleh melalui oksidasi metanol. Kegunaan utama formaldehid untuk industri plastik dan resin. Cu Air 50 °C Gambar 6.12 Oksidasi metanol membentuk formaldehida. Jawab OH H C H 4 H ⎯⎯⎯⎯ H → O KMnO C H 172 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . baunya menjadi lebih harum.11 Formalin digunakan untuk pengawet organ biologis (tidak untuk makanan). Aldehid dengan berat molekul rendah memiliki bau yang tajam. Misalnya.Tabel 6.

dengan residu alkil (R) atau aril (Ar) dapat sama atau berbeda. kedua gugus alkil atau aril yang terikat pada gugus karbonil disebutkan lebih dulu menurut alfabet. keton secara umum disebut golongan alkanon. Keton (R–CO–R') Keton tergolong senyawa karbonil karena memiliki gugus fungsional C=O. dan atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan dua residu alkil (R). Contoh penamaan senyawa keton terdapat dalam Tabel 6. atom karbon pada gugus karbonil diambil nomor yang terendahnya. O R C R' Rumus umum keton a.2. Oleh karena itu. Penamaan dengan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a dengan –on. Dengan kata lain. kemudian diikuti dengan kata keton. dan atau aril (Ar). Beberapa rumus struktur keton di antaranya: O H3C C C2H5 CH3 O C CH3 H3C O C C6H13 Berdasarkan rumus struktur tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa keton memiliki rumus umum sebagai: RCOR'. Penamaan secara trivial. Gugus alkil Gugus karbonil Gambar 6.9 O H3C C O H3C C H2 C H2 C O H3 C C CH2 CH3 CH3 Penataan Nama pada Keton Menurut Trivial dan IUPAC Trivial Dimetil keton Etil metil keton Dietil keton Sikloheksanon IUPAC Propanon 2–butanon 3–pentanon Sikloheksanon Rumus struktur CH3 O Senyawa Organik 173 . Tabel 6. Tata Nama Keton Sebagaimana halnya aldehid.9. pada senyawa keton dikenal juga nama IUPAC dan nama trivial.13 Posisi gugus karbonil pada keton selalu di antara rantai hidrokarbon. Penomoran rantai karbon induk diberikan kepada atom karbon yang terdekat dengan gugus karbonil.

Isomer pada Keton Isomer posisi yang terjadi pada keton disebabkan oleh adanya perubahan dalam kedudukan gugus karbonil dalam rantai. propanon D. A. n-propil alkohol Penamaan pada Keton Berilah nama pada senyawa keton berikut menurut IUPAC dan trivial. apabila dioksidasi akan membentuk . CH3 CH CH3 CH2 C O CH3 Pembahasan Reaksi adisi: CH3–CH=CH2 + H2O → OH CH3 CH O CH3 C [0]→ CH3 ⎯⎯ Jawab Menurut IUPAC. O H2 C C Propanal H H3C O H2 C C Propanon H Reaksi Identifikasi Aldehid dan Keton Untuk mengenal adanya gugus aldehid dan keton dalam suatu senyawa dapat dilakukan dengan pereaksi .7 Mahir Menjawab Hasil reaksi adisi H2O pada C3H6. hasil akhir adalah propanon.4-dinitrofenilhidrazon 174 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. misalnya: O H3C CH 2 CH 2 C 2-pentanon O CH 3 H3C CH2 C 3-pentanon CH2 CH3 Selain isomer posisi dalam molekul itu sendiri.. H3C c. penataan nama menurut IUPAC dan trivial adalah IUPAC: 4–metil–2–pentanon. Jadi.Contoh 6. keton dapat juga berisomeri fungsional dengan aldehid.. misalnya propanal berisomeri fungsional dengan propanon. tentukan rantai induk terpanjang yang mengandung gugus karbonil dengan nomor paling rendah. (C) SPMB 2004 b.4-dinitrofenilhidrazon O2N O H3C C CH3 Aseton + O2N H N NH2 ⎯→ H3C C CH3 NHN NO2 2.4–dinitrofenilhidrazon.4-dinitrofenilhidrazin NO2 Aldehid 2. Reaksi antara aldehid atau keton dengan pereaksi 2. Persamaan reaksinya: NO2 R C O2N O + O2N H N NH2 ⎯→ H3CHC N H N NO2 H Asetaldehid 2. propenol C. Trivial: isobutil metil keton 2–propanol CH3 propanon Jadi.4-dinitrofenilhidrazin Aseton 2.4–dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan dari 2. asam propanoat E. propanol B. –dinitrofenilhidrazin.

Kata Kunci • • Tes Tollen Pereaksi Fehling CuO Endapan merah bata Gambar 6. Aldehid dapat mereduksi larutan Fehling membentuk endapan merah Cu 2O.15 Pereaksi Fehling akan memberikan endapan berwarna merah bata. Aldehid Sumber: Sougou Kagashi R C H Aldehid → O + 2CuO ⎯⎯ R C OH O + Cu2O Asam karboksilat Senyawa Organik 175 . Perhatikan Gambar 6.14 Tes tollen digunakan untuk membedakan aldehid dan keton. campurkan cuplikan dengan pereaksi Tollen pada tabung reaksi bersih.Untuk membedakan aldehid dan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi.14) Prinsip dasarnya adalah kemudahan oksidasi kedua golongan senyawa ini. Perak(I) mudah direduksi menjadi logam perak oleh aldehid.15. Cara lain untuk membedakan aldehid dan keton adalah dengan pereaksi ehling (larutan Cu2+ dalam Basa kuat seperti KOH). Sumber: Heinemann Advanced Science: Chemistry. Aldehid mudah dioksidasi menghasilkan asam karboksilat. 2000 Gambar 6. sedangkan keton tidak terjadi reaksi. Dengan oksidator kuat pada kondisi tertentu akan terjadi reaksi: R C [O] O ⎯⎯→ R C O H OH (Suatu asam karboksilat) R1 C [O] O ⎯⎯→ Tidak terjadi reaksi R2 Tes Tollen (larutan AgNO3 dalam amonia berlebih) merupakan metode yang digunakan untuk membedakan aldehid dan keton di laboratorium. menunjukkan adanya aldehid. Jika terbentuk cermin. sedangkan keton tidak terjadi reaksi. Untuk mengujinya. sedangkan keton tahan terhadap oksidasi. Jika senyawa adalah aldehid maka setelah beberapa menit logam perak akan menempel pada bagian dalam tabung sebagai pelapis yang reflektif (reaksi yang digunakan untuk membuat cermin). (Gambar 6. tetapi tidak oleh keton.

aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform. Nama Rumus CH3COCH3 CH3COC2H5 CH3COC3H7 C2H5COC2H5 CH3COC4H9 C2H5COC3H7 Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) – 94 – 86 – 76 – 41 – 35 56 80 102 101 150 124 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. keton dapat dibuat melalui reaksi Friedel-craft terutama untuk pembuatan aril keton dengan katalis aluminium halida.10 Sifat Fisika Senyawa Keton Aseton Metil etil keton 2–pentanon 3–pentanon 2–heksanon 3–heksanon Aseton merupakan senyawa keton paling sederhana. c. Titik didih beberapa senyawa keton ditunjukkan pada tabel berikut. Adanya kepolaran menimbulkan antaraksi antarmolekul keton sehingga senyawa keton umumnya memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa nonpolar yang massa molekulnya relatif sama. Kelarutan senyawa keton berkurang dengan bertambahnya rantai alkil. dan Kegunaan Keton Pembuatan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi alkohol sekunder (seperti yang telah diterangkan pada bagian alkohol). pembersih cat kayu. 2 –propanol Gambar 6. Persamaan kimianya: O + R Benzena O → Cl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C C Aril keton R Asil klorida a. Beberapa sifat senyawa keton yang umum adalah sebagai berikut. b. Oleh karena keton memiliki gugus karbonil yang polar maka senyawa keton larut dalam pelarut air maupun alkohol. Keton dengan jumlah atom C rendah (C1 – C5) berwujud cair pada suhu kamar. Sifat. 1985 Tabel 6. Aseton berwujud cair pada suhu kamar dengan bau yang harum. 3CH3CH(OH)CH3(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 3CH3–CO–CH3(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O ( ) K 2Cr 2O 7 Aseton Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi.d. 176 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dalam industri. Cairan ini sering digunakan sebagai pelarut untuk vernish. Pembuatan. dan pembersih cat kuku.16 Oksidasi alkohol sekunder dengan dikromat keton.

7. Berapa jumlah isomer yang mungkin dapat dibentuk dari senyawa dengan rumus molekul C3H6O? Apakah pereaksi 2. tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam karboksilat karena menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. O H3C C OH Asam format O H3C CH2 C OH Asam asetat O H3C CH2 CH2 C OH Asam propionat Senyawa Organik 177 . 1. metode apa lagi yang dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Gula pasir apabila direaksikan dengan larutan Fehling akan terbentuk endapan berwarna merah bata. 3–fenilheksanal c. Apakah dugaan si Badrun cukup beralasan? Terangkan. ditemukan semua asetaldehid hilang. Mungkinkah kotoran berlemak yang menempel pada pakaian dapat dibersihkan oleh aseton? Diskusikan dan selidiki dengan teman kelompok Anda. 2–bromo–3–pentunal b. Tuliskan rumus struktur dari senyawa keton berikut. Apakah senyawa dengan rumus molekul C2H4O memiliki isomer.4–dinitrofenilhidrazin dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Jelaskan. difenil keton b. Ester adalah turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus alkoksi dari alkohol. etil vinil keton c. Asam Karboksilat (R–CO–OH) Asam karboksilat memiliki gugus fungsional karboksil (–COOH) dengan rumus umum: R C OH O Rumus umum asam karboksilat Beberapa contoh asam karboksilat adalah sebagai berikut. Selain cara pada nomor 7. Ketika esok harinya akan digunakan praktikum. 3. Tes Kompetensi Subbab 1. E. D 5. 4. a. 2. 3. mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Walaupun gugus karboksilat merupakan gabungan gugus karbonil dan gugus hidroksil. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa aldehid berikut.3–dietil–5–oktenal Tuliskan reaksi pembuatan formaldehid dari reduksi gas CO dengan gas H2 menggunakan katalis Pt.Kegiatan Inkuiri Aseton dapat melarutkan lemak. 4–metil–3–heksena–2–on 6. baik posisi maupun fungsional? Jelaskan. 8. 9. Si Badrun menduga dibuang oleh temannya. Si Badrun menyimpan asetaldehid di gelas kimia tidak ditutup. a. Asam Karboksilat dan Ester Asam karboksilat mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil.

γ dan dimulai dari atom karbon nomor 2 dari sistem IUPAC. Tata Nama Asam Karboksilat Asam asetat merupakan senyawa pertama yang ditemukan dari golongan asam karboksilat.11 Penataan Nama Asam Karboksilat Menurut Trivial dan IUPAC Rumus H–COOH CH3–COOH CH3–CH2–COOH CH3–(CH2)2–COOH CH3–(CH2)3–COOH CH3–(CH2)4–COOH CH3–(CH2)5–COOH CH3–(CH2)6–COOH CH3–(CH2)7–COOH CH3–(CH2)8–COOH Nama Trivial Asam format Asat asetat Asam propionat Asam butirat Asam valerat Asam kaproat Asam enantat Asam kaprilat Asam pelargonat Asam kaprat Nama IUPAC Asam metanoat Asam etanoat Asam propanoat Asam butanoat Asam pentanoat Asam heksanoat Asam heptanoat Asam oktanoat Asam nonanoat Asam dekanoat Kata Kunci • Gugus karboksilat Pemberian nomor atom karbon pada asam karboksilat menurut sistem IUPAC dimulai dari atom karbon gugus karbonil dengan angka 1. O C OH Asam sikloheksana karboksilat O C OH Asam-siklo-2-heksena karboksilat O H3C CH CH3 CH2 C OH Asam-3-metilbutanoat ( β –metilbutirat) 178 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . β. penataan nama asam karboksilat umumnya diambil dari bahasa Latin berdasarkan nama sumbernya di alam. penataan nama dimulai dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat. Asam format (formica. Adapun trivial menggunakan huruf unani.17 Makanan yang mengandung asam karboksilat. di mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat digolongkan sebagai alkanoat.11. 2000 Gambar 6. a.3. penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana. dan asam kaproat (caper. seperti ditunjukkan berikut ini. artinya cuka) dari hasil distilasi cuka. Menurut sistem IUPAC. seperti α.Sumber: Chemistry: The Central Science.2. asam butirat (butyrum. Contoh penataan nama asam karboksilat: O 5 4 3 2 1 H3C CH2 γ CH2 β CH2 α C OH Asam pentanoat (asam valerat) Untuk gugus karboksil yang terikat langsung pada gugus siklik. Tabel 6. artinya semut) diperoleh melalui distilasi semut. Oleh sebab itu. dan seterusnya. Beberapa nama asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. kelapa) ditemukan dalam santan kelapa. domba) diperoleh dari lemak domba. asam asetat (acetum.

asam fumarat.8 Penamaan Asam Karboksilat Tuliskan nama untuk asam karboksilat berikut. Tingginya titik didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antarmolekul asam membentuk suatu dimer. Pada tahun 1933. Contoh senyawa kelompok ini adalah asam sitrat. 2001 Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. sintesis vitamin C dapat dilakukan secara lengkap. Zat-zat tersebut dinamakan produk alami. dikenal sebagai dikarboksilat. O H3C CH2 CH CH2 CH3 Jawab Rantai induk mengandung enam atom karbon atau suatu heksanoat. asam malat. masing-masing memiliki titik didih 101°C dan 118°C. Sifat dan Kegunaan Asam Karboksilat Dua asam karboksilat paling sederhana adalah asam metanoat dan asam etanoat.12 Penataan Nama Asam Dikarboksilat (Trivial dan IUPAC) Rumus Struktur HOOC – COOH HOOC – CH2– COOH HOOC –(CH2)2–COOH cis – HOOC – CH=CH – COOH trans – HOOC – CH=CH – COOH HOOC – (CH2)4 – COOH Nama Trivial Asam oksalat Asam malonat Asam suksinat Asam maleat Asam fumarat Asam adipat Nama IUPAC Asam etanadioat Asam propanadioat Asam butanadioat Asam cis–butenadioat Asam trans–butenadioat Asam heksanadioat HO H H C H C O O HO C C H C C OH HO Pada saat struktur kimia vitamin C diketahui. Asam tartrat misalnya. baru diketahui struktur kimianya pada tahun 1933. keduanya sama. Senyawa-senyawa tersebut diisolasi dari bahan alam. Sekilas Kimia Vitamin C Prioritas pengembangan kimia organik pada abad ke–20 hanya pada zat yang bersumber dari alam. Seperti vitamin C yang berasal dari buah lemon dan sitrus lainnya.12. Jadi.Contoh 6. J and Fay. Kimiawan Organik berusaha mensintesis senyawa tersebut. CH2 HO C CH2 CO2H CO2H CO2H Asam sitrat b. Beberapa asam dikarboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. Senyawa Organik 179 . Rumus strukturnya seperti berikut. R). Struktur vitamin C adalah senyawa organik asam karboksilat. yang pertama kali digunakan tanpa pengetahuan komposisi kimianya. Sumber: Chemistry (Mc Murry. dan pada atom nomor 4 terikat gugus etil. asam suksinat. yaitu asam askorbat. Namun pada dasarnya. adalah hasil samping fermentasi anggur. lebih dari 80 juta pon vitamin C disintesis setiap tahunnya. terletak pada banyaknya zat lain selain vitamin C yang terkandung dalam jeruk. dan oksalo asetat adalah zat antara dalam metabolisme karbohidrat di dalam sistem sel. dengan struktur molekul seperti berikut. nama asam karboksilat tersebut adalah IUPAC : asam 4–etil–2–metilheksanoat Trivial : asam γ–etil–α–metil–kaproat CH2 CH CH3 C OH Suatu asam karboksilat dapat memiliki dua gugus fungsi CO 2H. Sintesis vitamin C dari glukosa lebih murah daripada mengekstraknya dari sitrus atau sumber alami lainnya. Tabel 6. Pada atom nomor 2 terikat gugus metil. Di seluruh dunia. seperti jeruk. Perbedaan yang dihasilkan dari hasil sintesis dan dari bahan alami.

Asam metanoat digunakan untuk peracikan obat (aspirin). dan besi mudah berkarat.13. disebut sebagai asam asetat glasial. Tabel 6.19). dan asam propanoat (Gambar 6. etanoat. M). empat deret pertama asam karboksilat (format.19 Kegunaan asam karboksilat Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. 1993 Kata Kunci • • • Dikarboksilat Trikarboksilat Dimer Senyawa utama asam karboksilat yang dibuat secara besar-besaran adalah asam metanoat.O H3C C OH HO C O CH3 Struktur dimer dari asam asetat Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. tetapi kepolaran berkurang dengan bertambahnya rantai karbon. dan benzena. menggumpalkan getah karet (lateks). sedangkan asam karboksilat yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut. kayu menjadi lapuk. 2000 Gambar 6. Cuka Bumbu masak Cat Ditinjau dari gugus fungsionalnya. asam karboksilat umumnya bersifat polar. Wujud asam asetat murni menyerupai es. seperti eter. lemak dapat larut di dalam benzena dan eter (lemak adalah ester dari asam karboksilat). Oleh karena itu. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut. asam etanoat. Asam asetat (cuka) berwujud cair dan berbau menyengat. dan butanoat) dapat larut baik di dalam air. Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat menimbulkan titik didih dan titik beku lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama. Titik beku dan titik didih dari asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. Asam metanoat berwujud cair dan berbau tajam. Kelarutan di dalam pelarut kurang polar ini makin tinggi dengan bertambahnya rantai karbon. Contohnya.6 –22 –6 –34 –3 44 54 63 70 Titik Didih (°C) 100. dan membasmi hama. asam butirat ditemukan dalam keringat manusia yang berbau tidak sedap.5 118 141 164 187 205 225 251 269 287 Pengawet Asam Karboksilat Minuman Pencelup Pembasmi serangga Plastik Gambar 6. bumbu dapur. bau asam karboksilat menjadi lebih tidak disukai. Makin panjang rantai atom karbon. Dengan bertambahnya panjang rantai.13 Titik Beku dan Titik Didih Asam Karboksilat Senyawa Format Asetat Propionat Butirat Valerat Kaproat Laurat Miristat Palmitat Stearat Titik Beku (°C) 8 16. Sebagaimana alkohol. alkohol.18 Jeruk mengandung asam sitrat dapat digunakan untuk membersihkan karat pada besi. penahan warna 180 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . makin berkurang kepolarannya. Asam karboksilat juga dapat larut di dalam pelarut yang kurang polar. Asam ini dapat mengakibatkan kulit melepuh. propanoat. Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. akibatnya kelarutan di dalam air juga berkurang. Asam asetat digunakan untuk selulosa.

pembuatan cat. seperti kecap.agar tidak mudah luntur. Ester (R–COOR') Ester adalah senya a yang dapat dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon. asam 2–metilbutanoat c. Persamaan kimianya: Campuran alkohol+dikromat + asam sulfat Air pendingin Kalor Asam asetat (cuka) Sumber: Sougou Kagashi ⎯ R–CN + 2H2O + HCl ⎯→ R–COOH + NH3 + HCl Gambar 6. dan pelarut. kelarutannya di dalam air paling kecil. asam 3–metilbutanoat d. tetapi kelarutan di dalam benzena paling besar. 2. Oleh karena itu. kelarutan paling tinggi di dalam air adalah asam pentanoat. mana yang memiliki kelarutan paling tinggi di dalam pelarut air dan di dalam benzena? a. Jadi. c. Pada reaksi ini terbentuk amonia. Persamaan kimianya: Asam sulfat Dikromat Alkohol ⎯ 3R–CH2OH + 2Cr2O72– + 16H+ ⎯→ 3R–COOH + 4Cr3+ + 11H2O 2) Hidrolisis Nitril (Sianida Organik) Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. dan minuman dari buah-buahan. Asam benzoat (asam karboksilat aromatik) digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan. asam pentanoat b. asam 2. O H3C C O CH3 O H3C CH2 C O CH3 CH4 H3C CH2 C O O CH3 Senyawa Organik 181 .2–dimetil propanoat Jawab Makin banyak cabang pada rantai induk (asam 2.20 Percobaan pembuatan cuka di laboratorium Contoh 6.2–dimetil propanoat) makin kurang kepolaran. 1) Oksidasi Alkohol Primer Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat.9 Kelarutan Asam Karboksilat di Dalam Air Di antara isomer karboksilat berikut. seperti natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. Beberapa contoh ester ditunjukkan berikut ini. saos tomat. Pembuatan Asam Karboksilat Asam karboksilat dapat dibuat dengan cara oksidasi alkohol atau hidrolisis senyawa nitril.

The carboxylic group is pointed by the bold letters. Dalam ester. Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C4H8O2 adalah sebagai berikut. sedangkan gugus karboksilatnya adalah suatu butanoat atau butirat.Berdasarkan contoh tersebut. Contoh penataan nama ester ditunjukkan berikut ini. R dan R' dapat sama atau berbeda. O H3C CH2 CH2 C O CH3 CH CH2 CH3 Jawab Residu alkil adalah suatu isobutil. a. Isomer Ester Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat.10 Penamaan Ester Tuliskan nama senyawa ester berikut. dapat disimpulkan bahwa rumus umum ester adalah O R C OR' Rumus umum ester Gugus –OH dari gugus karboksil diganti oleh gugus –OR'. Jadi. Dari asam format (HCOOH): Metil format HCOO–CH3 HCOO–CH2CH3 Etil format HCOO–CH2CH2CH3 n–propil format Dari asam asetat (CH3COOH): CH3COO–CH3 Metil asetat Etil asetat CH3COO–CH2CH 3 CH3COO–CH2CH2CH3 n–propil asetat Catatan Note Gugus karboksilat ditunjukkan dengan huruf tebal (bold). Tata Nama Ester Penataan nama ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti gugus asam karboksilat yang menyusun ester dengan menghilangkan kata –asam. nama ester tersebut adalah isobutil butanoat atau isobutil butirat. Contoh 6. Isomer struktur: O H C O CH CH3 CH3 Isopropil format O H3C C O CH2 CH3 Etil asetat O H3C H2C C O CH3 Metil propanoat O H C O CH2 CH2 CH3 Propil format 182 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . b.

Pada reaksi ini. atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk. Pembuatan Ester (Esterifikasi) Berbagai metode pembuatan ester telah dikembangkan. ester dan asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya. tetapi berbeda baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya. Asam asetat Alkohol Asam sulfat kalor Asam sulfat pekat Asam asetat + alkohol Gambar 6. produk yang dihasilkan pun sedikit. Jadi. metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak. Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil. asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester. Di industri. ester disintesis dalam dua tahap.HCl Senyawa Organik 183 . Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. Oleh karena itu. c. asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida. Salah satu metode umum yang digunakan adalah reaksi alkohol dengan asam karboksilat. yaitu C4H8O2. asam sulfat ditambahkan sebagai pendehidrasi (katalis). Pertama. Selanjutnya.Isomer fungsional: O H3C CH2 CH2 C OH Asam butanoat O H3C CH C CH3 OH 2-metilpropanoat ( α -metil propionat) Keenam rumus struktur di atas memiliki rumus molekul sama. Persamaan reaksi yang terjadi adalah O H 3C C OH → + SOCl2 ⎯⎯ H 3 C C O O Cl + SO2 + HCl O H 3C C Cl + HO H 2 C CH 3 Basa ⎯⎯⎯ H 3 C C → O CH 2 CH 3 + Basa.21 Pembuatan ester di laboratorium Air dingin Sumber: Sougou Kagashi Reaksi keseluruhannya adalah O R C OH Asam karboksilat Alkohol O + HO R' H 2SO 4 R C O Ester + H2O R' Air Pada sintesis ester. dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih. untuk memperoleh hasil yang banyak. asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O.

Misalnya. Bagaimana pengaruhnya terhadap gigi yang mengandung kalsium sebagai bahan utamanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan.22 Pisang mengandung ester etil asetat. amil asetat (rasa nanas). Ester-ester ini umumnya memiliki rasa buah. dan memiliki bau yang sedap. Ester-ester ini banyak ditemukan dalam buah-buahan atau bunga. Hidrolisis ester disebut juga reaksi penyabunan. yakni suatu ester yang diperoleh melalui reaksi asam nitrat dengan gliserol dalam asam sulfat pekat. dan etil butirat (rasa stroberi). Misalnya. CH3 OCH2CH2C CH3 H3CH2CH2C O C O CH2CH2C CH3 H CH3 C Isoamil asetat (esens apel) Isoamil butirat (esens cokelat) Ester Parfum Ester banyak digunakan sebagai esens buatan yang berbau buah-buahan (Gambar 6.23). Hidrolisis ester tiada lain adalah mengubah ester menjadi alkohol dan garam yang berasal dari turunannya. asam– α –aminopropionat (alanin) c. 2000 Gambar 6. Tes Kompetensi Subbab 1. hidrolisis etil asetat. seperti NaOH. mudah menguap. Beberapa ester minyak dan makanan ditunjukkan berikut ini. Reaksi penyabunan bukan merupakan reaksi kesetimbangan sebagaimana pada esterifikasi sebab pada akhir reaksi. nitrogliserin. Misalnya. Sifat dan Kegunaan Ester Ester dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam atau basa.23 Kegunaan ester CH2 Nitrogliserin Nitrogliserin merupakan cairan seperti minyak dan mudah meledak. Tuliskan rumus struktur dari asam karboksilat berikut. ion alkoksida mengikat proton dari asam karboksilat dan terbentuk alkohol yang tidak membentuk kesetimbangan. etil asetat (rasa pisang).Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi.6–diaminoheksanoat (lisin) 184 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . a. 2. asam–2. H2SO4 C2H5COOC2H5 + H2O ⎯⎯⎯→ C2H5COOH + C2H5OH C2H5COOC2H5 + NaOH ⎯⎯ C2H5COONa + C2H5OH → Ester asam karboksilat dengan massa molekul relatif rendah umumnya tidak berwarna. asam– α –hidroksiasetat b. disebut dinamit. oktil asetat (rasa jeruk orange). Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna. Kata Kunci • • • Esterifikasi Reaksi kesetimbangan Reaksi penyabunan d. Jika disisipkan ke dalam absorben tertentu. E Jika Anda makan mi bakso kadang-kadang ditambahkan cuka. Perekat Esens CH2 CH CH2 O O O Gliserol H H H CH2 → + 3HONO2 ⎯⎯ CH (HNO3) O O O NO2 NO2 + 3H2O NO2 Gambar 6. Terdapat beberapa ester penting yang diturunkan dari asam anorganik. Proses hidrolisis berlangsung sempurna jika dididihkan dengan pelarut basa. berwujud cair. O H3C Zat aditif makanan Sabun Sumber: Topishe Fruchte.

a. a. tetapi dia hanya memperoleh kotoran lengket berwarna hitam.3. NH2 H3C CH CH CH2 CH CH3 NH2 Fenilamina (anilin) 5-amino-2-heksena Senyawa Organik 185 . Contoh: H3C CH CH3 Isopropilamin (amina primer) Etilmetilamin (amina sekunder) Sumber: ironorchid. Golongan penting lainnya dari senyawa karbon yang serupa dengan itu adalah senyawa amina. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen Alkohol dan eter dapat dianggap turunan dari H2O. Dia mencoba membuat obat kina dari anilin. metil heksanoat b. Nomor atom karbon terkecil diberikan kepada atom karbon yang mengikat gugus –NH2. isoamil butirat f. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat? F. Tuliskan rumus struktur dari senyawa ester berikut. b. amina sekunder (R2–NH). isobutil butirat c. neobutil pentanoat d. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi. dan amina tersier (R3–N). amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata –amino. Senyawa Amina Terdapat tiga jenis amina sesuai dengan jumlah atom H yang dapat digantikan oleh gugus alkil. Ketika zat tersebut dicuci dengan alkohol.com NH2 H3C NH CH2 CH3 H3C N CH3 CH3 Trimetilamin (amina tersier) Penataan nama secara sistematis (IUPAC). etil valerat g. H N H Amonia Sekilas Kimia William Henry Perkin (1838–1907) H H N R1 H R1 Amina primer H N R2 R1 Amina Sekunder R3 N R2 Amina tersier 1. Contoh: NH2 H H3C CH2 CH2 NH2 H3C CH2 CH CH3 H3C H2C N CH3 Propilamina 1-metilpropilamina N-metiletilamina Perkin membuat revolusi terhadap industri kimia dengan membuat warna buatan. vinil asetat e. dihasilkan larutan berwarna ungu gelap. Tata nama trivial untuk ketiga senyawa tersebut diturunkan dari nama gugus alkilnya. etil salisilat 5. Dari larutan ini menghasilkan kristal warna ungu muda. Pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat dilakukan dalam alat refluks dengan katalis HCl kering. senyawa yang bersumber dari ter batu bara. Amina adalah turunan amonia yamg satu atau lebih atom hidrogennya digantikan oleh gugus alkil. Warna ini digunakan dalam industri-industri tekstil dan dinamakan mauve (warna ungu muda). dengan satu atau kedua atom H diganti oleh gugus hidrokarbon. yaitu amina primer (R–NH2).

0 184. Garam amonium dari senyawa amina berperan penting dalam obat-obatan yang tergolong daftar G (psikotropika). Kerjakanlah di dalam buku latihan. 2. F 3. H C CH2 H3CO H3CO H3CO ClH +H H3C N CH CH H N+ HO CH Br - 3 CH3 N Kokain Dextromethorphan hidrobromine (Obat batuk) Pseudofedrin hidroklorida (Decongestant) Pada panel counter farmasi biasanya disediakan sampel garam amonium dari amina yang digunakan untuk meyakinkan bahwa obatobatan tersebut larut dalam air. Tabel 6.0 185. Reaksinya dapat digunakan untuk melarutkan amina lain dalam larutan air. trimetilamina bereaksi dengan asam membentuk kation trimetilamonium. Tuliskan isomer struktur yang mungkin dari senyawa amina dengan rumus molekul C4H11N. Amina sekunder dan tersier berbau seperti ikan (amis).5 3. Tuliskan rumus struktur dari 2.4. Sifat-Sifat Amina Amina primer dengan berat molekul rendah berupa gas atau cairan yang mudah menguap. Obat batuk de tromethorphan hidrobromine dibuat dalam bentuk garam amonium bromida. tetapi penguapannya lebih rendah daripada amina primer. Misalnya. sedangkan amina primer yang lebih rendah larut dalam air.7 ∞ ∞ ∞ ∞ ∞ Tes Kompetensi Subbab 1. kokain dipasarkan berupa garam hidroklorida berbentuk kristal padat berwarna putih.3 7. Misalnya. Pada umumnya mempunyai bau seperti amonia. Amina adalah basa lemah yang dapat mengikat proton (H + ) membentuk garam amonium.6–trikloro– fenilamina. tetapi akibat oksidasi fenilamina sering ditemukan berwarna kekuningan. Fenilamina murni berupa minyak tak berwarna.0 17. Tuliskan rumus umum amina. Beberapa sifat fisika amina ditunjukkan pada tabel berikut.0 Kelarutan dalam Air (g 100mL) 3. 186 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2. → (CH3)3N + H+ ⎯⎯ (CH3)3NH+ Garam dari trimetilamonium lebih larut dalam air daripada amina yang sederajat.14 Titik Didih dan Kelarutan dalam Air Senyawa Amina Kata Kunci • • • • Senyawa amina Amina primer Amina sekunder Amina tersier Nama Metilamin Dimetilamin Trimetilamin Etilamin Benzilamin Anilin Rumus Struktur CH3NH2 (CH3)2NH (CH3)3N CH3CH2NH2 C6H5CH2NH2 C6H5NH2 Titik Didih (°C) –6.Senyawa amina dianggap turunan dari amonia sehingga sifat-sifatnya ada kemiripan dengan amonia. Fenilamina sedikit larut di dalam air.

Aldehid dibuat melalui oksidasi alkohol primer. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Keton disebut juga golongan alkanon. Eter adalah senyawa yang mengandung dua gugus hidrokarbon terikat pada atom oksigen dengan rumus R–O–R. gugus karbonil selalu terdapat di ujung rantai hidrokarbon. Ester adalah senyawa yang dapat dianggap sebagai turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen oleh radikal hidrokarbon. Ester dan asam karboksilat berisomer fungsional. 5. dan pereaksi Grignard. yaitu diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a oleh –on. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Gugus fungsi tersebut menentukan sifat-sifat fisika dan kimia turunan hidrokarbon yang dibentuknya. Eter dapat dibuat melalui dehidrasi alkohol dan dengan metode Williamson. Jadi. yaitu akhiran pada alkana diganti dengan –oat. 7. pereaksi Grignard. Penataan nama eter menurut trivial didasarkan pada nama gugus alkil yang terikat pada oksigen diakhiri kata eter. Alkohol memiliki gugus fungsi hidroksil (–OH) dengan rumus umum R–OH. Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan dinamakan dengan –diol. 4. Ester dapat diproduksi melalui reaksi asam karboksilat dan alkohol dalam suasana asam yang disebut reaksi esterifikasi. Aldehid dan keton memiliki gugus karbonil (C=O). Dalam aldehid. aldehid disebut juga alkanal. Keton dapat diperoleh melalui oksidasi alkohol sekunder dan reaksi Friedel– craft. Alkohol dapat dibuat melalui peragian. yaitu aldehid diturunkan dari nama alkana dengan menggantikan akhiran –a menjadi al. dan seterusnya. Senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi tertentu digolongkan senyawa turunan hidrokarbon. 10. Alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain. dan diikuti kata keton. 3. Senyawa amina di alam terdapat sebagai alkaloid.Rangkuman 1. Penataan nama keton secara trivial. Asam karboksilat mengandung gugus karboksil (–COOH). 8. Penamaan ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti dengan gugus karboksilat. Adapun penataan nama menurut IUPAC. dengan diawali kata asam. 6. Menurut sistem IUPAC. yaitu amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata amino. Amina dapat dianggap sebagai turunan amonia dengan satu atau lebih ikatan N–H diganti oleh ikatan N–C. nama alkohol diturunkan dari nama alkana. reaksi Friedel–craft. Senyawa Organik 187 . Asam karboksilat dapat dihasilkan melalui oksidasi alkohol primer dan hidrolisis nitril. Nama aldehid lebih umum menggunakan nama trivial. yaitu kedua gugus alkil yang terikat pada gugus karbonil disebut lebih dulu. Adapun pada keton. yaitu nama alkohol diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. di mana akhiran –a diganti –ol. adapun penataan nama menurut IUPAC. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga nama eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti nama rantai induk. Penataan nama alkohol secara trivial. Penataan nama secara sistematis (IUPAC). Keton dan aldehid berisomeri fungsional satu sama lain. ––triol. 2. 9. Penamaan asam karboksilat umumnya menggunakan nama trivial yang didasarkan nama sumber ditemukannya. selalu berada di antara rantai hidrokarbon. dan reduksi keton atau aldehida.

Peta Konsep Senyawa turunan hidrokarbon antara lain Alkohol (R–OH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Eter (R–O–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Peragian Alkanol (IUPAC). alkil alkohol (trivial) Pereaksi Grignard Reduksi keton atau aldehid Alkoksi Alkana (IUPAC). alkil keton (trivial) Oksidasi alkohol sekunder Reaksi Friedelcraft Asam karboksilat (R–COH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Ester (R–COO–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Asam alkanoat (IUPAC) Oksidasi alkohol primer Hidrolisis nitril rumus Alkil alkanoat (IUPAC) Esterifikasi RNH2 R2NH R3N Alkil + amin (IUPAC) Amina tata nama 188 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . alkil eter (trivial) Dehidrasi alkohol Metode Wiliamson Aldehid (R–COH) satu dengan lainnya Keton (R–CO–R) Isomer fungsional tata nama dibuat dari tata nama dibuat dari Alkanal (IUPAC). Akhiran aldehid (trivial) Oksidasi alkohol primer Reaksi Friedel-craft Pereaksi Grignard Alkanon (IUPAC).

alkohol. dan bahan bakar. dan pelarut lemak. Senyawa turunan hidrokarbon yang dimaksud adalah haloalkana. dan asam karbosilat dengan ester. parfum. Senyawa amina umumnya digunakan untuk obat-obatan stimulan dan zat warna. bumbu masak. Pada bab ini Anda telah memahami struktur. pembersih cat kayu. dan amina. dan pembasmi serangga. Aldehid (contohnya. alkohol berisomer fungsional dengan eter. ester. tata nama dan kereaktifan senyawa turunan hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis gugus fungsinya. aldehid dengan keton. Keton banyak digunakan sebagai pelarut organik. Dalam industri. Sifat khas dari struktur-struktur senyawa itu dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. kosmetik. aldehid. sabun. Anda juga tentu telah mengetahui bahwa di antara senyawa turunan hidrokarbon tersebut memiliki kesamaan isomer satu dengan yang lainnya. dan zat aditif. Seperti. asam karboksilat. aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform. formalin) digunakan sebagai pengawet biologi. Setelah mengetahui beberapa aplikasi dari senyawa turunan hidrokarbon tersebut. Adapun asam karboksilat dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pengawet. minuman. dan pembersih cat kuku. minuman. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat dan aplikasi lainnya dalam mempelajari Bab Senyawa Organik ini? Senyawa Organik 189 . Adapun eter biasanya digunakan sebagai zat anestesi.Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 6 ini? Bagian manakah dari materi Bab 6 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda. eter. Ester banyak digunakan untuk esens. keton. antara lain alkohol digunakan sebagai pelarut.

A. hasilnya adalah . 2–bromo–2–etilpentana B.2–dibromopropana C. merusak lapisan ozon C.6–dimetil–5–heptanol 11.... 2. A. 3–metil–3–pentanol 10.2–dietil–2–pentanol 190 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3. H3 C H C H C H2 H C C CH3 5.. CCl4 8. Ebtanas 1997: Tata nama yang tepat dari struktur senyawa berikut adalah . penyebab pemanasan global E. 5–etil–2–metil–3heptanol D. 3–bromo–3–metilbutana 9. CHCl3 D.Evaluasi Kompetensi Bab 6 A. A.. jenis atom dalam molekul B. 5–etil–2–metil–3–heksanol C. isobutil alkohol E.. A. A. 2–metil butil bromida C. 2... 3. 3–pentanol C... 4. 2 D.. menimbulkan efek rumah kaca Di antara senyawa berikut yang tergolong alkohol primer adalah . 2–metil–3–pentanol D..1. CHI3 E.. 2–bromopropana D. A. 2–bromo–2–etilpropana B. struktur molekul Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida. 4 E. 7. 3–metil–2–pentanol E.. C2H5Br B. isopentil alkohol D. A.. tidak dapat diuraikan D.. CH3 OH H3 C H2 C C CH3 CH3 CH3CHCH2CH3 + Br2 ⎯⎯⎯ CH CCH CH + HBr → 3 2 3 Br H2 C A. C. 2–metil butana bromida D. 2–metil–3–etilheksana C. neopentil alkohol C. CCl2F2 C.1–trifluoroetana E. 5 Ebtanas 2000: Penggunaan CFC sebagai bahan pendingin segera akan ditinggalkan karena .. D. A. 2–pentanol B. siklopropana UMPTN 1995 B: Jumlah isomer dikloro yang dapat dibangun jika n– butana diklorinasi adalah ..5–dimetil–3–heptanol E.. 6 B..... 1. 1–bromopropana B. Tata nama yang tepat untuk senyawa alkohol dengan rumus struktur berikut adalah . 3–bromo–3–metil butana 3–metil–3–pentanol 3–etil–3–pentanol 2. 2–bromo–2–metil butana E. n–pentil alkohol B. sifat-sifat senyawa C.2–dietil–2–butanol 2–etil–2–butanol 2. Ebtanas 1999: Senyawa haloalkana berikut yang dapat digunakan sebagai pendingin adalah .3–dibromopropana E...... B. isopropil alkohol Ebtanas 1998: Diketahui: CH3 UV 2. E. Gugus fungsi dalam suatu senyawa karbon dapat menentukan . Nama senyawa hasil reaksi adalah . Senyawa haloalkana berikut yang biasa dipakai sebagai obat bius adalah . bahan beracun B.5–dimetil–4–heksanol B.. macam ikatan antaratom karbon E... 1. 2–bromo–2–kloro–1. CH3 OH C2H5 6.. 2–metil butana bromida D. A. UMPTN 2000 B: Senyawa yang bukan merupakan alkohol sekunder adalah . 7 C. 1.. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. jumlah atom dalam molekul D. A.

dietil eter 24..... benzen D.... 2–butanol 23. Dari senyawa alkohol berikut akan menghasilkan (CH3)2CHCOCH3 jika dioksidasi adalah . aldehid B. CH2=C(CH3)2 C. 3–metil–2–butanol C.. dapat dioksidasi menghasilkan asam asetat D. 3.. A.. eter Senyawa Organik 191 . merupakan isomer struktur dari dietil eter 16.. H3 C CH2 H2C CH2 H2 C O H2 C CH2 CH3 A. Pernyataan yang tidak benar tentang senyawa etanol adalah bahwa senyawa ini .. Tata nama yang tepat untuk rumus struktur berikut adalah .. metil propil eter B.3–dimetil–2–butanol E. 2–metil–1–propanol B. UMPTN 1999 A: Senyawa dengan rumus molekul C5H12O termasuk kelompok senyawa . reaksi dengan PCl3 E. 2–metil–2–propanol E.. 2 D. reaksi dengan logam natrium D.. isopropil metil eter C. Jika 1–butanol didehidrasi dengan asam sulfat pekat pada suhu 250°C akan terbentuk . pentil propil eter B. A. dapat dihasilkan dari reduksi etanal E. 2. tetapi titik didih alkohol jauh lebih karena . A. ester C.. Gugus karbonil terdapat pada senyawa .. propanon C. kelarutan dalam air B. 4–metil–2–pentanol 13.. Ebtanas 1998: Dari hasil eksperimen diperoleh data berikut. A.. larutan Fehling akan menghasilkan endapan merah bata 2. 4 14.... A.. A. aldehid C. Ebtanas 1998: Senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah .. massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D.3–dimetil–2–butanol D. alkanon E. UMPTN 1995 C: 1–propanol berisomeri fungsional dengan . dapat dihasilkan dari peragian glukosa B.. dapat didehidrasi menghasilkan etilen C. reaksi esterifikasi C. Senyawa alkohol dengan rumus molekul C3H8O mempunyai isomer sebanyak . 2–metil–2–butanol D..2–dimetil–1–propanol C... 5 B. 2–metil–2–butanol E. CH2=CHCH2CH3 B. eter mengandung dua gugus alkil C. 2–propanol B. 3–pentanol B. aseton B. 6 C. dimetil eter D. penentuan rumus molekul 20. keton B. metil etil eter E. CH3CH2–O–CH2–CH3 E... 3–metil–2–butanol 17. CH3CH=CHCH3 D. CH3CH2 –O–CH3 18. asam propionat 15... 1. 2... larutan kalium dikromat akan menghasilkan asam karboksilat Senyawa karbon tersebut mengandung gugus fungsi . kalor penguapan alkohol lebih tinggi 21. 3 E. eter D. Perlakuan berikut yang tidak dapat dipakai untuk membedakan alkohol dan eter adalah .12. A. larutan Tollen menghasilkan cermin perak 3.. heksosi propana 22. A. propoksi heksana D.. rumus struktur alkohol dan eter tidak sama B. asam karboksilat 19. A.. hidrokarbon E. pada alkohol terdapat ikatan hidrogen E. ester E... Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. A. propanal D. etanol C. A. alkohol D. Senyawa berikut yang bukan isomer dari C4H10O adalah . fenoksi propana C. A. etil dipropil eter E.

. butil formiat E.. A. isopropil metil keton C.. CH3CH2OCH3 C.. Di antara senyawa berikut yang dapat dioksidasi dengan larutan KMnO4 dalam asam membentuk asam karboksilat adalah ... cuka es D. CH3(CH2)3CH2OH 26. asam 6–metil–5–propiloktanoat D. dietil keton B. H3 C H2 H2 C C H3 C H H2 H2 H C C C OH CH3 C O 3. 4. C CH3 O H3C H2 H2 H2 H2 C C C C OH 4.. H3C H2 H2 C C 30. mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya 29. asam 3–metildekanoat 33. A.. dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. 2 dan 4 C... 2–metil–4–pentanon D.. 1 dan 4 E. 1 dan 3 B. A. H3 C H2 C CH3 C CH3 CH3 D. formalin B. 1... spiritus C. CH3CH2CHO D. aspirin E. asam 3–metil–4–propiloktanoat E. H3 C CH3 H2 H C CH C H2 C H2 C H2 C H2 C H2 C CH3 COOH CH3 H 3C CH OH A. H3 C H2 C CH3 CH OH C. UMPTN 1997 A: Nama kimia untuk senyawa berikut adalah . merupakan hasil oksidasi alkohol primer D. H3 C H2 H2 H2 C C C OH O B. A.. Larutan metanal 37% dalam pelarut air dikenal dengan nama . 2... CH3CHOHCH3 E. 192 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . etil propanoat 32.. Ebtanas 2000: Pernyataan yang benar tentang aseton adalah . 1 dan 2 27. merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E.25.. Nama senyawa berikut menurut IUPAC adalah …. asam 2–metil butanoat D. 4-metil–2–pentanon E. propil asetat C.. Ebtanas 1996: Diketahui senyawa karbon: 1.. asam 4–propil–5–propiloktanoat C. A. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B. 2 dan 3 D.. A. CH3COCH3 B.1–dimetil–3–butanon B. Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak jika diuji dengan tes Tollen adalah . asam 3–metil–4–metiloktanoat B.. A... Ebtanas 1999: Senyawa yang dapat membentuk aldehid jika dioksidasi adalah .4–dimetil–2–butanon 31. Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat. C OH CH3 HC CH3 O H2 C C CH3 Pasangan senyawa yang berisomer fungsional adalah . H3 C H2 C E. kecuali . etilmetanoat 28.

34. 38.. alkohol + H2SO4 + K2Cr2O7 B... aseton + H2SO4 + CuSO4 E. hidrolisis Antara pasangan senyawa berikut.. 2 B. pisang Senyawa amina dengan rumus molekul C 3H 9N memiliki isomer sebanyak . . cuka + etanol + H2SO4 C.... A.. C3H7COOCH3 Senyawa karbon yang tergolong ester adalah . C3H7NH2 E. propanal D.. alkohol dan alkanal E. HCO2H B..... pirolisis 40. D.. Z adalah senyawa berbeda. eter + H2SO4 + K2Cr2O7 Ester etil etanoat dapat dibuat dari campuran zat-zat . apel E.. alkana dan alkena C. CH3CO(CH2)4CH3 Pada pembuatan margarin. metil asetat B.. CH3CH2CO(CH2)3CH3 C. cuka + glukosa + NaCl Isoamilasetat adalah pencitarasa atau aroma (esens) untuk ... cuka + etanol + CuSO4 B. A. asam lemak dan ester B. A. alpukat D.. 37. A. A.. penyabunan B. 3–metil butanoat E. 43. propan–1–ol B. A. propanon C. (CH3)2NCH3 C.. 2–metil butanal D. (CH3)3COH X. A. Zat boleh jadi . C3H7COOC2H5 D. A. yang merupakan isomer satu dan lainnya adalah .. esterifikasi C. untuk hidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat.. A.. 5 mol E. 6 UMPTN 1995 B: Senyawa yang merupakan amina tersier adalah . eter dan ester D.. A. CH3COOCH3 B. 3 C. 4 mol D. 2 mol B. penggaraman E. 45. 3 mol C. CH3COO(CH2)4CH3 D. 4 D. duren B.. 44. A. 41. CH3COCH2CH3 E. C17H31COOH diperlukan gas H2 sebanyak . alkohol + H2SO4 + formalin C. amina dan amino Cuka atau asam asetat dapat dibuat dari campuran zat ... metil amina C. formalin + cuka + H2SO4 D. CH3CO2H C. C2H5COOC2H5 C. asetaldehida + CuSO4 + NaOH D. A.. 36. C6H5NH2 D. (CH3)2NH Senyawa Organik 193 . A... asam propanoat E.. C2H5NHCH3 B. C2H5COOC3H7 E. 39.. isopropil alkohol Ebtanas 2000: Reaksi amil alkohol dengan asam etanoat dengan katalis asam menghasilkan senyawa karbon dengan rumus struktur . tetapi kurang reaktif. X dan bereaksi membentuk suatu ester. 42. CH3COO(CH2)3CH3 E. Zat X bereaksi dengan natrium membentuk gas H 2.. aseton + etanol + cuka E. X dan Z juga dapat membentuk ester yang sama. 5 E. C6H5CO2H D. 35.. 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi . CH3CH2COO(CH2)3CH3 B. propanoil klorida UMPTN 1997 A: Hasil reaksi antara asam propanoat dan etanol adalah .. nanas C.

D E F d. 3–etil–1–pentena. isopropil propanoat. dalam larutan asam menjadi sikloheksana. B. A. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa berikut. C. Gambarkan struktur molekul dari produk utama pada setiap reaksi berikut. Pereaksi-pereaksi dan kondisi apa yang dapat digunakan untuk mengubah E ke F? c. C H2 C H2 6. sedangkan D tidak dapat. H3C C H2 H N C H2 CH3 b. C6H 10O. Sebutkan gugus fungsi dan nama senyawa dari rumus struktur berikut. A dan B pada oksidasi sempurna oleh dikromat menghasilkan asam dengan rumus C3H7COOH. a. 1. Tuliskan persamaan yang menunjukkan bagaimana C bereaksi dengan asam sulfat pekat. t–butil alkohol b. simpulkan rumus struktur dari empat isomeri alkohol: A. C. CH3CH = CH2 + HCl b. A. a. A dan D membentuk alkena yang sama.2–dimetilheksanoat. b. B. C 6H 11OH dioksidasi oleh krom trioksida. MnO − c. b. O2N NH2 194 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 4. Berikan nama amina berikut. dan D. H3C C O H2 C H2 C CH3 5. a. HOH dapat ditambahkan kepada ikatan rangkap dua karbon-karbon. a. siklopentanon Sikloheksanol. Apakah produk utama yang dihasilkan jika HBr ditambahkan kepada metil propena? Jelaskan. a. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 7. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+. B dan C membentuk alkena yang sama. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. HO C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 4 → C2H4 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C2H6O2 OH − berair A B r2 72− H+ Refluks →C H2SO4 Pekat H 2 O distilasi C2H5OSO3H ⎯⎯⎯⎯⎯ C2H5OH → CH3CHO → a. 8. CrO 3. Skema berikut menunjukkan beberapa jalur sintesis mulai dari etena. b. HBr. 3. B. H C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 2. D dapat didehidrasi untuk menghasilkan alkena. D dengan rumus molekul C4H9OH. Pereaksi seperti HCl. CH3 – C ≡ CH + 2HCl Berdasarkan pernyataan berikut. CH3 H2C H2 C H3C C H2 CH2 N C H2 H2 C CH3 c. dan C dapat dioksidasi secara mudah oleh larutan kalium dikromat dalam suasana asam. C. c. cis–3–heksena c. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut.B. CH3CH=CH2 + H2O c. asam 2. Berikan rumus struktur untuk senyawa B.

Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya C. dan kegunaan benzena dan turunannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. zat warna. sifat. Mengapa benzena dan turunannya disebut senyawa aromatik? Istilah aromatik pada mulanya diterapkan terhadap senyawa yang berbau harum (rasa manis). merupakan contoh bahan yang mengandung benzena.harvard. Benzena diproduksi melalui pembentukan katalitik fraksi C6–C8 minyak mentah.edu Aspirin atau asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat adalah salah satu turunan benzena (senyawa aromatik). dan kegunaan benzena dan turunannya. Benzena disebut sebagai zat pemula. bahan pengawet. tata nama. cara penulisan. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya B. benzena dan turunannya. Apa saja senyawa turunan benzena itu? Bagaimanakah struktur. Sekarang senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa benzena dan turunannya. insektisida. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik 195 . Benzena dan turunannya tergolong senyawa karbon aromatik dengan ikatan rangkap dalam cincin memiliki sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan sifat-sifat senyawa karbon ikatan rangkap atau senyawa karbon siklik. Anda harus mampu: mendeskripsikan stuktur. A. dan makromolekul. Benzena juga sangat berguna sebagai pelarut molekul organik karena bersifat nonpolar.Bab 7 Sumber: news. Detergen. Senyawa Aromatik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Setelah mempelajari bab ini. dan obat-obatan. sifat.

dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang. Berdasarkan hasil analisis sinar-X maka diusulkan bahwa ikatan rangkap pada molekul benzena tidak terlokalisasi pada karbon tertentu melainkan dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). Apakah perbedaan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan hidrokarbon alifatik tak jenuh? Jelaskan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kimianya. seperti seekor ular yang menelan ekornya sendiri. 1. H H H H H H Sumber: wikipedia. Dia menemukan pemecahannya ketika sedang tidur dan bermimpi tentang barisan atom-atom karbon dan hidrogen membentuk cincin. Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi.139 nm.134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0. Contoh: → Reaksi adisi: C2H4 + Cl2 ⎯⎯ C2H4Cl2 → Reaksi substitusi: C6H6 + Cl2 ⎯⎯ C6H5Cl + HCl Sekilas Kimia Friedrich Kekule (1829–1896) Menurut Friedrich August Kekule. Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule. sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi. 2. Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena. Analisis sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama.154 nm. seperti ditunjukkan berikut ini. A. Struktur dan Sifat Benzena Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825. keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi). Untuk menggambarkan ikatan rangkap dua yang terdelokalisasi pada molekul benzena dinyatakan dengan bentuk lingkaran. 196 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi. yaitu 0. Jadi.org Ilmuwan ini sudah sejak lama mencoba mengungkapkan bagaimana enam atom karbon molekul benzena berikatan dengan enam atom hidrogen. ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal. Menurut Anda apakah ikatan rangkap dalam senyawa karbon alifatik sama atau berbeda dengan ikatan rangkap dalam senyawa aromatik benzena? Jelaskan menurut pemahamanmu. Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0. Gejala ini dinamakan resonansi.Tes Kompetensi Awal 1.

sebagai gugus induknya adalah benzena. Contoh: Senyawa Aromatik 197 . dan mudah terbakar (Gambar 7. benzena berwujud cair dengan bau yang khas.H H H H H H Sumber: Chemistry: The Central Science.2 Benzena merupakan cairan tidak berwarna dan mudah terbakar. tidak berwarna. Pada suhu kamar. ada tata nama umum (trivial) dan tata nama menurut IUPAC yang didasarkan pada sistem penomoran. Lihat tabel berikut. bersifat racun.2). atom karbon dalam cincin yang mengikat substituen diberi nomor terkecil. Tabel 7. 2000 Gambar 7. 1985 Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Ikatan rangkap konjugasi Terlokalisasi Terdekokalisasi Resonansi Reaksi substitusi Benzena paling banyak digunakan sebagai pelarut senyawa karbon yang bersifat nonpolar dan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa turunan benzena. Tata Nama Senyawa Benzena Semua senyawa yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai senyawa turunan benzena. Titik didih benzena 80°C dan titik bekunya 5.1 Molekul benzena Struktur resonansi benzena Struktur benzena menurut konsep delokalisasi elektron Teori resonansi dapat menerangkan mengapa benzena sukar mengalami reaksi adisi. Semua senyawa karbon yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai turunan benzena.1 Titik Beku dan Titik Didih dari Molekul Benzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama Benzena Naftalena Antrasena Metilbenzena Stirena o–dimetilbenzena m–dimetilbenzena p–dimetilbenzena 5. Benzena 2. benzena dengan satu substituen diberi nama seperti pada senyawa alifatik. Penataan nama senyawa turunan benzena sama seperti pada senyawa alifatik.5 81 216 – 95 – 31 – 25 – 48 13 80 218 342 111 145 144 139 138 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. ikatan rangkap dua karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk cincin yang kuat terhadap reaksi kimia sehingga tidak mudah diganggu. Menurut IUPAC. Sebab. Reaksi umum benzena adalah reaksi substitusi. Contoh: Sumber: Sougou Kagashi FeCl 3 + Cl2 ⎯⎯⎯ → Cl + HCl Klorobenzena Gambar 7. Dengan tata nama IUPAC. yaitu penggantian atom H oleh gugus lain tanpa mengganggu cincin karbonnya.5°C.

198 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Contoh: A.Hidroksibenzena Aminobenzena Nitrobenzena Benzena dengan gugus alkil sebagai substituen. B. Nomor terkecil diberikan kepada gugus fungsional (alkohol. meta– untuk posisi 1 dan 3. meta– (m–). E.5–diklorobenzoat Gugus benzil Gugus fenil 3-feniloktana Pembahasan Jika subtituennya berbeda jenis maka penomorannya dimulai dari atom C lingkar yang mengikat gugus paling negatif. aldehida. diklasifikasikan sebagai golongan arena. disingkat –ph). 3. D.2 CH3 1 6 5 4 2 3 Beberapa Sifat Fisika dari Molekul o. dan para– untuk substituen dengan posisi 1 dan 4.5 diklorofenol.. Contoh: Mahir Menjawab Nama dari senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut ini adalah . Benzena sebagai substituen diberi nama fenil– (C6H5–. (A) (UNAS 2001–2002) o-hidroksimetilbenzena m-hidroksimetilbenzena p-hidroksimetilbenzena Tabel 7. atau karboksilat) atau gugus dengan nomor paling kecil. Jadi. Butilbenzena Isopropilbenzena Jika gugus alkil berukuran besar (atom C 6) maka benzena dinyatakan sebagai substituen dan alkil sebagai rantai induknya..2-dimetilbenzena Jika gugus substituen sebanyak tiga atau lebih. rto– diterapkan terhadap substituen berdampingan (posisi 1 dan 2).3–diklorobenzena 3. penataan nama menggunakan penomoran dan ditulis secara alfabet.. Benzena dengan dua gugus substituen diberi nama dengan awalan: orto– (o–). Jika gugus alkil berukuran kecil (atom C 6) maka gugus alkil diambil sebagai substituen dan benzena sebagai induknya. mempunyai nama 3.3–diklorofenol 3. p–hidroksimetilbenzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama 31 12 35 191 203 202 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. Penataan nama arena dibagi ke dalam dua golongan berdasarkan panjang rantai alkil.5–diklorofenol 1. m. 1985 CH3 o–hidroksimetilbenzena m–hidroksimetilbenzena p–hidroksimetilbenzena Br 4-bromo-1. C.5–diklorotoluena 1. dan para– (p–).

juga terdapat beberapa nama yang sudah umum (trivial). Persamaan reaksinya: Senyawa Aromatik 199 .4-dibromobenzoat Asetofenon 3. misalnya: IUPAC: Trivial: Metilbenzena Toluena Fenilamina/aminobenzena Anilin Feniletena/vinilbenzena Stirena Benzilalkohol IUPAC: Trivial: Metoksibenzena/fenil metil eter Anisol Hidroksibenzena/fenilalkohol Fenol Benzaldehida Asam benzoat Tata nama trivial sering kali dipakai sebagai nama induk dari benzena. a. Reaksi Substitusi Benzena Reaksi benzena umumnya melalui reaksi substitusi. nitrasi benzena. Contoh: 3.Disamping tata nama menurut IUPAC.4-diklorotoluena Asam 3. benzena dapat bereaksi dengan klorin ataupun bromin membentuk senyawa halobenzena pada suhu kamar. Macam-macam substitusi benzena di antaranya halogenasi benzena. dan reaksi riedel-crafts. Penomoran untuk senyawa seperti ini dimulai dari gugus fungsional. walaupun ada sebagian reaksi yang melalui reaksi adisi. Halogenasi Benzena Dengan adanya katalis besi(III) klorida atau aluminium klorida.

Reaksinya secara umum: Fungsi asam sulfat dalam reaksi di atas adalah untuk menghasilkan kation nitril.Br2 Fe NH4Br Benzena dapat juga bereaksi dengan klorin atau bromin tanpa bantuan katalis jika ada cahaya ultraviolet (cahaya matahari dapat juga diterapkan). suatu cairan berwarna kuning pucat (Gambar 7.3 Reaksi substitusi benzena oleh bromin menghasilkan bromobenzena.b. c. = 211°C) Jika campuran nitrasi dan benzena dipanaskan pada suhu di atas 60°C selama lebih kurang satu jam maka gugus nitro yang kedua akan menukargantikan atom H pada cincin benzena. Reaksi Friedel-Crafts Nitrobenzena Produk Gambar 7.4). t.d. Jika campuran ini ditambahkan ke dalam benzena. = 6°C. Jika suhu dikendalikan pada 55°C maka hasil reaksi utama adalah nitrobenzena. akan terjadi reaksi eksotermal. Produk Benzena Fe Sumber: Sougou Kagashi Reaksi ini melibatkan reaksi adisi dan substitusi atom klorin pada cincin benzena membentuk beberapa senyawa klorobenzena. Setelah campuran reaksi dituangkan ke dalam air akan terbentuk kristal kuning pucat dari di– atau tri–nitrobenzena. NO2+ dari asam nitrat.4 Proses nitrasi benzena Benzena HNO3 H2SO4 HNO3 H2SO4 Air Sumber: Sougou Kagashi 200 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Reaksi yang terjadi adalah pembentukan radikal bebas dari halogen. Nitrasi Benzena Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat dengan volume sama dikenal sebagai campuran nitrasi. Persamaan reaksinya: 2H2SO4 + HNO3 2HSO4– + H3O+ + NO2+ Kation nitril selanjutnya bereaksi dengan benzena membentuk nitrobenzena: Nitrobenzena (t. Gambar 7. Fe HBr + NH3 ⎯ NH4Br → b.

d. Setelah dilarutkan dalam HCl akan terbentuk asam benzoat.d. Senyawa Aromatik 201 . AlCl 3 → + CH2=CH2 ⎯⎯⎯⎯⎯ 250° 40 atm CH2 CH3 Etilbenzena (t. Persamaan reaksi umum: → + RX ⎯⎯ R + HX Contoh: 1) Reaksi benzena dan haloalkana dengan bantuan katalis AlCl 3 anhidrat akan terbentuk alkilbenzena disertai pelepasan kalor. = 136°C) 4. sulfonasi.Penambahan katalis AlCl 3 anhidrat dalam reaksi benzena dan haloalkana atau asam klorida akan terjadi reaksi sangat eksotermis. halogenasi. Disaring KMnO4 C6H5COOH Sumber: Sougou Kagashi CH3 4 ⎯⎯⎯⎯ → COOK KMnO HCl ⎯⎯⎯ → COOH 2) Asilasi benzena dengan adanya katalis AlCl 3 anhidrat akan membentuk asetofenon Kata Kunci • • • • • • Halogenasi benzena Nitrasi benzena Reaksi Friedel-crafts Reaksi eksotermal Alkilasi benzena Asilasi benzena O → + CH3COCl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C Asetofenon (t. dan pembentukan senya a diazonium. = 202°C) CH3 + HCl 3) Penambahan etena ke dalam benzena dengan adanya katalis AlCl3 anhidrat pada 250°C dan 40 atm membentuk etilbenzena. AlCl 3 → + CH3Cl ⎯⎯⎯ CH 3 + HCl Metilbenzena (t. Jenis reaksi ini dinamakan reaksi Friedel-crafts. Kereaktifan Senyawa Turunan Benzena Senyawa-senyawa turunan benzena dapat direaksikan dengan senyawa lain melalui reaksi nitrasi.5 Metilbenzena hasil reaksi Friedelcrafts dioksidasi dengan KMnO4 terbentuk K-benzoat. = 111°C) C6H5–CH3 MnO2 HCl MnO 2 Gambar 7.d.

OCH3 OCH3 Aseton 10° OCH3 NO2 + + NO2 OCH3 OH O2N NO2 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ → + H2 O NO2 Nitrasi fenol akan membentuk senyawa 2. baik pada posisi orto–.4. berupa serbuk berwarna kuning (bahan peledak yang lebih kuat dari TNT).4. Anisol orto.5-trimetilbenzena) Bromomesitilena (82%) (1-Bromo-2. maupun para–.3. meta–.6-trinitrofenol. seperti pada anisol dan fenol. Reaksi Nitrasi Nitrasi pada toluena akan menghasilkan senyawa nitrotoluena. Br2. Untuk itu. atau I2.5% para-33% Total nitrotoluena 90% OH H2SO4 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯ → Campuran HNO3 pekat dan H2SO4 terlalu kuat digunakan sebagai pereaksi nitrasi pada senyawa aromatik yang sudah tersubstitusi.28% b.<1% Total nitroanisol 81% para.CH3 O2N NO2 a.62% NO2 meta. CH3 CH3 2 4 → + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ CH3 NO2 + + NO2 CH3 NO2 Trinitrotoluena (TNT): bahan peledak dinamit dibuat melalui reaksi toluena dengan HNO3 + H2SO4 berasap. digunakan asam nitrat dalam pelarut air atau pelarut organik. Reaksinya lebih lambat dibandingkan dengan nitrasi dan memerlukan katalis yang cocok. Reaksi Halogenasi Reaksi halogenasi turunan benzena biasanya menggunakan gas Cl2. Reaksi fluorinasi tidak dilakukan dengan cara ini sebab sangat eksoterm. H SO 25° C orto.6-trimetilbenzena) NH2 Cl H2SO4 ⎯⎯⎯⎯ Cl C C Cl → Cl → +CH3COOH ⎯⎯ NH CH2COOH Br H 2 O ⎯⎯⎯⎯ → NH CH2COOH Br Klorobenzena direaksikan dengan trikloroasetaldehida menghasilkan DDT (pembasmi serangga) Anilin Asetanilida p-bromoasetanilida 202 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Contoh reaksi halogenasi: CH3 H H3C CH3 CCl 4 10 ° C + Br2 ⎯⎯⎯⎯ → Cl CH3 Cl O C + Cl C Cl Cl H3C Br CH3 Mesitilena (1.71% NO2 meta.

Reaksi ini terutama berguna pada pembuatan detergen. Senyawa ini dibuat melalui reduksi gugus amina menjadi gugus azo (–N=N–) dengan zat pereduksi NaNO2.Reaksi Sulfonasi Sulfonasi senyawa aromatik merupakan salah satu reaksi penting dalam industri. Pembentukan Diazonium Senyawa diazonium banyak digunakan sebagai pewarna pada tekstil dan makanan. Dalam bentuk garamnya dikenal sebagai detergen (ABS dan DBS). Alkilbenzena yang dibuat melalui reaksi Friedel-crafts disulfonasi menjadi asam benzena sulfonat (Gambar 7. OH NaOH H2O 0oC NH2 +NaNO2 Anilin HCl H2O 0oC N N Cl- + NN OH Benzenadiazonium klorida p-hidroksiazobenzena (pewarna tekstil: kuning) HO3S NH2 NaNO2 HCl H2O 0oC HO3S N N Cl + N(CH 3)2 NaOH H2O 0oC Asam p-aminobenzenasulfonat HO3S N N N(CH 3)2 Asam 4'-dimetilaminoazobenzena-4-sulfonat (indikator metil jingga) Senyawa Aromatik 203 . Reaksi ini disebut juga dengan reaksi perangkaian diazonium. Setelah dituangkan ke dalam larutan NaCl terbentuk garam C6H5–SO3Na. H2SO4 NaCl Sumber: Sougou Kagashi d. Beberapa contoh pembentukan senyawa diazonium adalah sebagai berikut.6 Sulfonasi benzena dengan H2SO4 terbentuk C6H5–SO3H. CH3 n-C10H21CH 2-dodekilbenzena H2SO4 SO3 c.4-dodekil)benzenasulfonat (DBS) CH3 n-C10H21CH NaCl CH3 SO3H ⎯⎯⎯ n-C10H21CH → Detergen jenis DBS SO3-Na+ HCl C 6H 6 MnO 2 C6H5–SO3H Gambar 7. Kata Kunci • • • Pereaksi nitrasi Reaksi sulfonasi Gugus azo CH3 ⎯⎯⎯⎯⎯ n-C10H21CH → SO3H Asam 4-(2.6).

dan tahan lama (awet). Pemanis Pemanis makanan yang tradisional biasanya menggunakan gula tebu atau gula aren (kelapa). Contoh zat aditif adalah cita rasa. a. (f) air. (a) (b) 3. Mengapa ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena? Di antara senyawa berikut. Untuk setiap kg berat badan jumlah aspartam yang boleh dikonsumsi setiap harinya adalah 40 mg. aspartam. bentuk. sejumlah zat kimia telah banyak dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung. tidak berbau. Pemanis buatan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan adalah sakarin. 203°C. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara langsung. hampir tidak berbau. dan bersifat higroskopis. 1. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara tidak langsung misalnya pupuk dan pestisida. warna. (b) alkohol. Zat Aditif pada Makanan Zat aditif makanan adalah zat kimia yang tidak biasa dimakan secara langsung.Tes Kompetensi Subbab 1. Titik didih senyawa hidroksibenzena pada posisi orto–. (c) heksana. Sakarin adalah senyawa turunan benzena berupa kristal putih. (d) kloroform. manakah yang dapat larut dalam benzena? (a) toluena. O H2N N S O O H O H C CH2 COONa C H N H C CH2 COONa Kata Kunci • • • Zat aditif Higroskopis Karsinogen Sakarin Na-aspartam 204 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . aroma. Rasa manis sakarin 800 kali dari rasa manis gula tebu. para–. (e) naftalena. 202°C. misalnya zat aditif pada makanan dan obatobatan. Tuliskan nama menurut IUPAC senyawa turunan benzena berikut. NO2 (c) B. dan sorbitol. tetapi ditambahkan ke dalam makanan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya Disadari atau tidak. Sakarin ditambahkan ke dalam minuman atau biskuit dengan dosis yang dikonsumsi tidak melebihi 1 g per hari. Rasa manis aspartam sama dengan 200 kali dibandingkan gula tebu. Mengapa posisi orto– lebih rendah dibandingkan posisi meta– dan para–? Jelaskan. Aspartam merupakan serbuk berwarna putih. CH3 O2N NO2 4. berturut-turut: 191°C. meta–. 2. A CH3 OH H3C C O C2H5 Kerjakanlah di dalam buku latihan.

dan Metabolisme. dan propilgalat. Pewarna Makanan Pewarna buatan bertujuan menjadikan makanan seolah-olah memiliki banyak warna daripada yang sesungguhnya.b.. sedangkan untuk menghambat pertumbuhaan bakteri atau jamur adalah natrium benzoat. (D) SO3Na SPMB 2004 NaO3S N N COONa N O NaO3S N H NaO O O HO N H N SO3Na COONa O SO3Na Tartrazin (kuning 5) Indigotin (biru 2) Eritrosin (merah 3) Senyawa Aromatik 205 . Bahan pengawet buatan sebagai antioksidan adalah butilasihidroksianisol (BHA). basic yello ). Beberapa pewarna buatan yang diizinkan oleh Depkes di antaranya dapat dilihat pada tabel berikut... butilasihidroksitoluena (BHT). Tabel 7. Fenol dapat mematikan mikroorganisme sehingga digunakan untuk membuat karbol. H2N NaO3S N N SO3Na NaO3S N N HO Pembahasan Fenol adalah senyawa turunan benzena yang mempunyai rumus struktur: OH SO3Na Amaran (merah 2) Sunset yellow (kuning 6) Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam lemah. E. Pengawet Penambahan zat pengawet pada makanan berguna untuk mencegah oksidasi dan menghambat pertumbuhan bakteri. Pewarna buatan umumnya berasal dari senyawa aromatik diazonium. OH HO OH OH OCH3 COOH COONa (H3C)3C COOC3H7 Propilgalat C(CH3)3 CH3 BHT C(CH3)3 OH BHA OH Paraben Natriumbenzoat c. 1985 Mahir Menjawab Kegunaan senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut adalah . sudan I (food yello ). OH A. sifat lain dari fenol adalah seperti alkohol. Fenol digunakan juga sebagai antiseptik. aspirin zat warna pengawet antiseptik bahan-bahan nilon 66 Beberapa pewarna berbahaya dan dilarang penggunaannya karena berpotensi menimbulkan karsinogen adalah auramin (merk dagang. Nutrisi.3 Beberapa Merk Dagang Pewarna Makanan Nama Amaran Eritrosin Fast green Indigotin Sunset ellow Tartrazin Nama Niaga ood Red ood Red ood reen ood lue ood Yello ood Yello Sumber: Biokimia. paraben (p–hidroksibenzoat). dan rhodamin B (food red ). ponceau 3R (solvent yello ). D. B. C.

seperti aspirin. dan hormon. atau membunuh serangga (insektisida). 2000 Cl O CH2 COOH H O C N CH3 Cl Sevin (insektisida) O Cl Cl C C DDT (insektisida) Cl Cl H 206 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5–T. etanoat anhidrida digunakan sebagai zat peng-etanoilasi. dan 2. sakit yang berkepanjangan. yakni mengurangi rasa sakit.5-triklorofenoksiasetat/ 2. psikiatrik. Pestisida yang tergolong senyawa halobenzena. Namun demikian. tumbuhan (herbisida). sangat efektif untuk pemulihan penyakit dan obat anti-radang.4-D (herbisida) 2.5-T (herbisida) Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. Sekitar 15. Asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat atau aspirin. antibiotik. Jika kita merasa sakit. Pada umumnya obat-obatan yang diproduksi dapat dikelompokkan ke dalam obat analgesik. Pestisida Pestisida adalah zat yang digunakan untuk mencegah. sakit gigi. juga bersifat candu (ketagihan). penggunaan aspirin harus hati-hati sebab dapat melukai dinding usus. Aspirin juga dapat menyembuhkan sakit kepala. dan lain-lain.4-diklorofenoksiasetat/ 2. Namun. dalam pembuatan obat-obatan seperti aspirin dan serat buatan. Aspirin dipakai untuk mengurangi rasa sakit seperti sakit kepala atau sakit gigi. dan kodeina. Obat analgesik yang dipasarkan dikemas dengan nama dagang. dan jamur (fungisida). Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit. misalnya DDT (diklorodifenil–trikloroetana). flu.4. Senyawa lainnya adalah turunan fosfat dan karbamat. HO H N O C CH3 Struktur molekul parasetamol 3. Aspirin dapat diproduksi melalui reaksi asilasi asam salisilat. Parasetamol memiliki kegunaan serupa aspirin. 2. mengendalikan.4–D. Aspirin juga dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh. Cl Cl O CH2 COOH Cl Cl 2. parasetamol tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan aspirin sebab parasetamol tidak melukai dinding usus.4. Obat-obatan Sekilas Kimia Aspirin Pentingnya anhidrida asam dalam industri sebagai zat pengasilasi. Berbagai jenis obat telah diproduksi dan dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit. otak kita akan mengeluarkan zat kimia yang disebut analgesik. parasetamol. yang dihasilkan dari reaksi asam–2– hidroksi benzoat (asam salisilat) dan etanoat anhidrida. anhidrida asam cukup reaktif untuk memperoleh reaksi yang diinginkan. sakit punggung.4. demam. Persamaan kimianya: O H3C H3C C O C O Etanoat anhidrida Asam salisilat Aspirin Asam etanoat O HO + HOOC H2SO4 H3C C O + H3C C O OH HOOC Parasetamol dipasarkan dengan nama panadol. Oleh karena itu. Selain murah.000 juta tablet aspirin digunakan setiap tahunnya di Inggris untuk memenuhi pasokan permintaan.2.

trivial. Selain kegunaan di atas. Naftalena Antrasena Fenantrena Senyawa Aromatik 207 . seperti nilon dan polikarbonat. para–. Senyawa Polisiklik Aromatik Senyawa aromatik ini dicirikan oleh cincin-cincin aromatik yang menggunakan atom-atom karbon tertentu secara bersama-sama. 1. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik Beberapa senyawa aromatik yang lain dapat dikelompokkan dalam dua kelas.6 dapat dibuat dari bahan baku fenol melalui tahapan reaksi berikut. B a.6 C.O-dietil-O-p-nitrofeniltiofosfat (paration atau insektisida) Paration efektif digunakan untuk mencegah hama pengganggu buahbuahan. Nilon–6.H 3C H N O C O H 3C H N O C O O CH CH 3 H 3C CH 3 H 3C H2 C O P H2 C O O NO 2 N-metil-1-naftilkarbamat Baygon O. yaitu senyawa polisiklik dan senyawa heterosiklik. b. Kegiatan Inkuiri Telitilah oleh Anda komposisi-komposisi obat antinyamuk yang umum di pasaran. atau dua atau lebih cincin benzena dipadukan. senyawa benzena juga digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan polimer sintetik. serta poliester. Tuliskan nama untuk senyawa berikut berdasarkan IUPAC. c. tetapi pestisida ini sangat beracun bagi manusia. Apakah nama senyawa hasil reaksi B dan sebutkan macam reaksinya? Oksidator apa yang digunakan untuk reaksi C? Kerjakanlah di dalam buku latihan. meta–. Tuliskan persamaan reaksi setara untuk reaksi A dan sebutkan katalis yang digunakan. Senyawa aromatik polisiklik juga dikenal dengan sebutan senyawa aromatik polinuklir atau cincin terpadu. OH OH O COOH A B C (CH 2) 4 COOH Nilon –6. OH CH3 OH OH COOH COOH 2. Berikut contoh struktur senyawa aromatik polisiklik. Apakah yang menyebabkan beberapa obat antinyamuk telah dilarang beredar di pasaran? Tes Kompetensi Subbab 1. atau posisi orto–.

Sifat licin dari grafit disebabkan kemampuan bidang-bidang ini dapat bergeser satu sama lain. Lihat penomoran berikut.Grafit merupakan salah satu contoh senyawa polisiklik. Struktur grafit terdiri atas bidang-bidang cincin benzena terpadu. a. Akibat elektron π yang dapat berpindah-pindah dan terdelokalisasi. posisi berikutnya adalah beta (β). yang dimulai pada posisi substituennya. 6 5 8 7 6 5 4 1 2 3 7 6 5 10 4 8 9 1 2 3 3 2 1 10 9 4 7 8 β β α α β β α α Penataan nama secara trivial. Aromatik polisiklik digunakan secara luas sebagai zat antara pada sintesis organik. misalnya dalam pembuatan zat warna (lihat kegunaan senyawa benzena pada pembahasan sebelumnya). Hidrokarbon aromatik polisiklik dan sebagian besar turunannya berbentuk zat padat. Contoh: NH2 O2N OH 1-aminanaftalena ( α -aminanaftalena) 7-nitronaftalena (β –nitronaftalena) 1-hidroksinaftalena (α -naftol) b.5 ) diduga merupakan ketebalan sistem ikatan π (pi) dari benzena. Tata Nama Senyawa Polisiklik Sistem cincin senyawa aromatik polisiklik memiliki tata nama tertentu yang berbeda dengan penomoran pada benzena atau sikloalkana. Posisi yang berdekatan dengan karbon-karbon pemaduan cincin disebut posisi alfa ( ). 1) Reaksi Oksidasi Asam ftalat anhidrida dibuat dari oksidasi naftalena dengan katalis vanadium oksida. Penomoran pada polisiklik ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah di manapun posisi substituennya. Berdasarkan sifat ini maka grafit sering digunakan sebagai pelumas. grafit dapat menghantarkan arus listrik dan digunakan sebagai elektrode pada baterai. serta turunannya digunakan dalam bahan bakar motor dan pelumas. dan substitusi dibandingkan senyawa benzena. Kereaktifan ini disebabkan kemampuan bereaksi dari suatu cincin. Kereaktifan Senyawa Polisiklik Senyawa aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan oksidasi. reduksi. sementara cincin lainnya masih dipertahankan. Jarak antara setiap dua bidang (sekitar 3. posisi substituen dalam naftalena tersubstitusi mono dinyatakan dengan huruf unani ( dan β). Persamaan reaksinya: 208 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Naftalena digunakan sebagai pengusir ngengat.

10-fenantrakuinon • • • • Kata Kunci Polisiklik Reaksi oksidasi Reaksi reduksi Tereduksi parsial 2) Reaksi Reduksi Berbeda dari benzena. senyawa polisiklik dapat dihidrogenasi (direduksi) parsial pada tekanan dan suhu kamar.10-antrakuinon CrO3 H2SO4 Kalor O O Fenantrena 9. Na CH3COOH Kalor Tidak terjadi reaksi Benzena Na CH3COOH Kalor Naftalena Tetralin Senyawa Aromatik 209 .V2O5 Udara kalor O C C O O OH OH -H2O O O Asam ftalat anhidrida Naftalena Asam o-ftalat O NH2 N N NH N NH N O O + C O 250oC NH2 N N Ftalosianina merupakan zat warna biru (monastral) pada tektil. disintesis dari bahan dasar asam ftalat anhidrida Antrasena dan fenantrena dapat juga dioksidasi menjadi suatu kuinon. Reaksinya: O CrO3 H2SO4 Kalor O Antrasena 9.

210 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . → Br2 + FeBr3 ⎯⎯ FeBr4– + Br+ FeBr4– FeBr3 + Br– Br + Br2 FeBr3 + HBr 1-bromonaftalena NH 2 NH 2 Naftalena 4. tetapi pada suhu tinggi di atas 160°C. Naftalena mengalami reaksi substitusi terutama pada posisi atom karbon nomor-1.Na CH3COOH Kalor Antrasena 9. Untuk menghidrogenasi semua cincin aromatik dalam naftalena dapat dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi.5-diaminonaftalena (zat antioksidan dalam minyak pelumas) b) Reaksi sulfonasi Reaksi sulfonasi pada naftalena dilakukan sama seperti pada sulfonasi benzena.10-dihidroantrasena Perhatikan bahwa sistem cincin yang tereduksi parsial masih mengandung cincin benzena. Persamaan reaksinya: + 5H2 Naftalena 225°C 35 atm Pt Dekalin 3) Reaksi Substitusi Sistem cincin aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan substitusi daripada benzena. menghasilkan campuran produk dari asam 2–naftalenasulfonat (85%) dan asam 1–naftalenasulfonat (15%). a) Reaksi brominasi Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa naftalena dapat dibrominasi pada suhu kamar menggunakan katalis FeBr3. SO3H 50oC + H2SO4 170oC Asam 1-naftalenasulfonat SO3H Asam 2-naftalenasulfonat Pada suhu di bawah 60°C. naftalena bereaksi dengan asam sulfat pekat membentuk asam 1–naftalenasulfonat. Berdasarkan data hasil percobaan diketahui bahwa reaksi sulfonasi naftalena dipengaruhi oleh suhu. Beberapa contoh reaksi substitusi aromatik polisiklik di antaranya reaksi brominasi dan reaksi sulfonasi. Reaksi yang terjadi menggunakan mekanisme reaksi yang ditunjukkan sebagai berikut. Sebagian besar sifat aromatik dari sistem cincin masih ada dan dipertahankan.

sama seperti pada cincin benzena. a. juga terdapat atom nitrogen.2. morfin. nikotin. Contoh: CH3 CH3 CH3 O N H3C N N N O HN N N N O N H3C CH3 N N N H NH2 N N Nikotin O N N H N NH NH2 N N H N CH3 N O CH3 O O Kafein Teobromin Teofilin Adenina Guanina Contoh-contoh senyawa tersebut tergolong senyawa heterosiklik. Senyawa heterosiklik banyak terdapat di alam sebagai suatu alkaloid (seperti. dan kokain). asam-asam nukleat (pengemban kode genetik). Teobromin terdapat dalam cokelat (chocolate) yang juga bersifat candu. Purine is a backbone component for adenine and guanine (the compounds of DNA structure). dan senyawa biologi lainnya. Senyawa Aromatik 211 . Nikotin terdapat dalam tembakau dan bersifat candu. Contoh: 3 2 N 1H N 4 5 4 5 6 N 1 N3 5 6 7 8 4 3 N2 β N α N H β α β α γ N β 2 N α 1 Penataan nama dapat juga menggunakan huruf unani untuk substituen mono. Perbedaan struktur ini menimbulkan perbedaan sifat fisika dan kimia. Dalam kerangka cincin. Nomor terendah sedemikian rupa diberikan kepada atom selain karbon yang terkandung dalam cincin. Teofilin tergolong obat-obatan broncodilator (sesak napas). Senyawa Heterosiklik Aromatik Senyawa heterosiklik aromatik adalah suatu senya a siklik di mana atomatom yang terdapat dalam cincin terdiri atas dua atau lebih unsur yang berbeda. senyawa heterosiklik aromatik juga memiliki nama tertentu sebagai berikut. N N H Pirol O S N H Imidazola N S N Piridina N N N N H N N H N N Pirimidina N Catatan Note Purina merupakan kerangka dasar pembentukan adenina dan guanina (senyawa pembentuk DNA). Tata Nama Senyawa Heterosiklik Sama seperti senyawa polisiklik aromatik. Ketiga struktur tersebut berbeda karena posisi gugus metil (teobromin dan teofilin berisomer struktural). sama seperti pada senyawa polisiklik aromatik. selain atom karbon. Cincin heterosiklik dapat bersifat aromatik. Kafein terdapat dalam kopi yang bersifat candu. Furan Tiofena Tiazola Kuinolina Isokuinolina Indola Purina Penataan nama senyawa heterosiklik menggunakan sistem penomoran.

Piridina tidak dapat dialkilasi atau diasilasi seperti pada benzena melalui reaksi Friedel-crafts. Kereaktifan Beberapa Senyawa Heterosiklik 1) Piridina (Cincin 6 Anggota) Senyawa heterosiklik dengan enam anggota yang paling umum adalah piridina. Reaksi substitusi terjadi pada posisi 5 dan 8. keduanya merupakan basa lemah (pKb masing-masing adalah 9. Reaksi substitusi terjadi pada posisi karbon nomor 3. berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom nitrogen. Contoh: NO2 HNO3 H2SO4 0°C + N 5-nitrokuinolina (52 %) N Kuinolina N 8-nitrokuinolina (48%) NO2 212 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Setiap atom dalam cincin terhibridisasi secara sp2.b. Kesamaan lain antara piridina dan benzena adalah keduanya tahan terhadap serangan oksidasi. Reaksi oksidasi dapat terjadi pada gugus samping. Oleh karena piridina memiliki satu atom nitrogen yang bersifat elektronegatif maka senyawa piridina bersifat polar. sedangkan cincinnya tetap utuh. sedangkan benzena bersifat nonpolar. vit. tetapi dibedakan adanya atom nitrogen pada posisi–1 dalam cincin.1 dan 8. Piridina dapat disubstitusi oleh bromin hanya pada suhu tinggi dalam fasa uap sehingga diduga reaksi berlangsung melalui pembentukan radikal bebas. digunakan untuk mengobati penyakit TBC. H O C N NH2 + Br2 N 300oC Br N 3-bromopiridina (37%) Br + N Br 3.6).5-dibromopiridina (26%) N Isoniazida. Adapun isokuinolina adalah isomer posisi dari kuinolina yang memiliki atom nitrogen berada pada posisi–2. CH3 Toluena KMnO4 H2O H+ O C OH Asam benzoat N 3 -metilpiridina CH3 KMnO4 H2O H+ O C OH N Asam 3 -piridinakarboksilat (Asam nikotinat. Piridina memiliki struktur sama dengan benzena. Kuinolina dan isokuinolina. B) Kata Kunci • • • • • • • Hibridisasi Kuinolina Isokuinolina Cincin 6 anggota Cincin 5 anggota Ikatan pi Pengkutuban parsial 2) Kuinolina dan Isokuinolina Kuinolina adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur serupa naftalena.

The strusture is backbone of heme in the blood and chlorofile in the leaf. pirola bersifat polar. Sama seperti pada benzena. dan tiofena memiliki 5 anggota dalam cincin dan bersifat aromatik. Hal ini disebabkan pasangan elektron bebas pada atom nitrogen sudah disumbangkan ke dalam cincin membentuk ikatan pi. Akibatnya. Struktur ini merupakan dasar dari senyawa hemin (dalam darah) dan klorofil (dalam hijau daun). seperti pada benzena. Sifat aromatik ini disebabkan kelima anggota dalam cincin menyumbangkan dua elektron membentuk ikatan pi. Walaupun pirola mengandung atom nitrogen dalam cincin. sedangkan atom nitrogen kekurangan elektron maka dalam pirola terjadi pengkutuban muatan secara parsial.NO2 N Isokuinolina HNO3 H2SO4 0°C N 5-nitroisokuinolina (90%) + NO2 N 8-nitroisokuinolina (10%) 3) Pirola (Cincin 5 Anggota) Pirola. Porfirin is built of four pirola rings with aza (-N=) bond. senyawa aromatik yang memiliki lima anggota dapat bereaksi melalui reaksi substitusi. Oleh karena dalam cincin pirola kelebihan elektron. C O C H H2C O C CH2 OH Hemin (sel darah merah) Senyawa Aromatik 213 . Contoh: HNO3 (CH3CO) 2 5°C N H NO2 N N NH N N N H 2 -nitropirola (80%) Piridina SO3 HN N H SO3 N N Asam 2 -pirolasulfonat (90%) H2C H3C HC H3C HO H2 C N C H2 HC CH Porfirin N Fe N CH N CH CH3 Catatan Note CH3 CH2 Senyawa Porfirin tersusun dari empat cincin pirola melalui ikatan aza (-N=). furan. tetapi tidak bersifat basa sebagaimana piridina atau amina lain.

halogenasi.4–dinitrofena. Benzena cenderung melakukan reaksi subtitusi dari pada reaksi adisi. Reaksi yang terjadi pada benzena menghasilkan senyawa turunan benzena. H3C N H Gambarkan struktur senyawa berikut. 2. dan reaksi friedel-crafts. Semua senyawa karbon yang mengandung benzena digolongkan sebagai turunan benzena. c. Pirola. Tuliskan struktur senyawa polisiklik berikut. dan fenatrena. Ada tiga senyawa aromatik polisiklik yang umum. 214 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Benzena memiliki rumus molekul C6H6. Asam 1–naftalenasetat (hormon pertumbuhan tanaman yang mendorong untuk berbunga.2–ftalat. fenil alkohol. turunan benzena tersebut juga dapat mengalami reaksi lebih lanjut. asam benzoat. C c. furan. 3. a. seperti alkilbenzena. a. Beberapa reaksi substitusi benzena adalah halogenasi. b. obat ketombe) 4. 2. Senyawa heterosiklik aromatik adalah senyawa siklik yang memiliki dua atau lebih unsur yang berbeda dalam cincin. antara lain reaksi nitrasi. Cl OH N 3. a. 11. –fenilpirola. antrasena. Tuliskan persamaan reaksi beserta strukturnya antara 1–nitronaftalena dan asam asetat dengan katalis CrO3 membentuk asam 3–nitro–1. meta–. (Kloroksina. dan pembentukan diazonium. dengan ikatan rangkap dua karbon-karbon terdelokalisasi. Senyawa heterosiklik aromatik enam anggota yang umum adalah piridina. Asam 3–hidroksi–2–naftoat (berguna untuk menstabilkan vitamin B riboflavin) b. para–. Apa nama dari senyawa berikut berdasarkan IUPAC. Senyawa aromatik polisiklik adalah senyawa dengan dua atau lebih cincin benzena (polinuklir). yaitu suatu basa lemah dengan cincin bermuatan positif parsial. asilasi. 4. N H O Cl 2. contohnya kuinolina dan isokuinolina. 9. yaitu naftalena. Senyawa poliheterosiklik aromatik adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur seperti naftalena. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 6. sulfonasi. dan trofena adalah senyawa aromatik heterosiklik yang memiliki lima anggota dalam cincin.Tes Kompetensi Subbab 1. 7. penamaan senyawa benzena dengan nama trivial masih digunakan. Rangkuman 1. 10. Di samping itu. sulfonasi. 5. CH3 b. Asam furan–2–karboksilat. 8. Tata nama senyawa benzena didasarkan pada penomoran atau menggunakan kata depan orto–. dan senyawa benzena lainnya. nitrasi.

sifat-sifat khas dari senyawa aromatik tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi. Misalnya. sebagai zat aditif. tata nama. dan obat-obatan. pestisida. pewarna.Peta Konsep Aromatik terdiri atas atau rumus molekul (C6H6) Benzena mengalami Halogenasi Nitrasi Reaksi Subtitusi antara lain Sulfonasi Asilasi Friedel -crafts menghasilkan Turunan benzena rumus molekul Polisiklik mengalami Reaksi subtitusi Reaksi reduksi Reaksi oksidasi antara lain Halogenasi Sulfonasi Cincin 6 anggota yaitu Heterosiklik Senyawa siklik yang mengandung atom lain selain atom C dan H antara lain Poliaromatik Cincin 5 anggota Halogenasi mengalami Reaksi substitusi antara lain Nitrasi Sulfonasi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 7 ini? Bagian manakah dari materi Bab 7 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Pada bab ini Anda telah mempelajari struktur. Seperti yang telah Anda ketahui. sifat. sekaligus menerapkan aturan tata namanya. Bagaimana menurutmu aplikasi senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya di alam? Kemudian. dampak apa yang Anda ketahui dari penggunaan produk yang mengandung senyawa aromatik ini baik dari segi keuntungan maupun kerugiannya? Senyawa Aromatik 215 . diskusikan dengan teman atau guru Anda. dan kegunaan senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya. Anda juga telah memahami hubungan struktur dengan kereaktifan senyawa aromatik tersebut. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri atau perdagangan.

5–dinitrobenzoat E. titik didih rendah D. OH 3. polisiklik Di antara sifat-sifat benzena berikut. NH 2 E. H3C O C O 4. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. OH B.154 nm dan C=C adalah 0. A.124 nm B.134 nm.139 nm D. dan tiofena dikenal sebagai senyawa golongan .Evaluasi Kompetensi Bab 7 A... panjang ikatannya berbeda Senyawa berikut memiliki nama . sikloalkena C. CH3 2. isomeri D.. Toluena. A. C H C. A.5–dinitrobenzoat B. tautomeri C..154 nm Struktur benzena dapat digambarkan dalam dua bentuk struktur seperti berikut. resonansi E... heterosiklik E.. pentil benzilpropena 216 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . NO2 O B. asam 1.. perubahan entalpi pembentukan standar berharga positif B. terdelokalisasi C. aromatik B. 0. 0..3–dinitrobenzoat C. 0. rasemasi Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena..... tidak dapat diadisi D. A. 7. kondensasi B. 0. Senyawa aromatik berikut.. Panjang ikatan karbon-karbon dalam molekul benzena adalah . tidak memiliki sifat konduktor listrik C. Hal ini disebabkan . H3C H2 C H2 C H C C H2 C H2 C CH3 6. 1. 1. HO C O OH HO C. kecenderungan menjalani reaksi substitusi daripada reaksi adisi atau kondensasi Panjang ikatan C–C adalah 0.. HO C O 5. OH 9. Struktur tersebut menyatakan gejala .. A.3–dinitro–5–karboksilbenzena D. Ebtanas 1999: Turunan benzena berikut yang disebut asam orto– hidroksibenzoat adalah . oktenilbenzena B.3–dinitrobenzilalkohol Anilin merupakan senyawa turunan benzena dengan rumus kimia .. 0. A. cincin benzena stabil E. asam 3. yang merupakan akibat langsung dari kestabilan cincin dengan elektron terdelokalisasi adalah . D. A. 8.. fenol. 1. ketahanan terhadap serangan kimia dari suatu pereaksi E. energinya lebih kuat dari alkena B. 1.... COOH HO C O OH E.3. parafin D. A.... HO C O D. O2N NO2 Menurut IUPAC diberi nama ... A.134 nm C.16 nm E. 3–fenil–2–oktena C..

. 6 C. campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D. A.. p–klorotoluena E.. substitusi E. o–klorotoluena D. A.. C6H5OCOCH3 B. keton B. karboksilat D. larutan H2O2 18.. OCH3 H2 H2 C C NH2 OCH3 H3CO 11. 13.D. zat pensubstitusi 16.. fenil klorida C.. C6H5CH2Cl D. gas klorin B... adisi GRE Test 2000: Nitrasi klorobenzena (C6H5–Cl) oleh campuran HNO3 dan H2SO4 menghasilkan produk utama . A. NO2 B..... eter C.. 14. Senyawa ini tergolong turunan benzena dari .. 1 D. Cl NO2 + C. aldehid Jumlah isomer dari dinitrobenzena adalah . alkohol E.. Kemudian. dengan struktur sebagai berikut. spesi yang mula-mula menyerang molekul benzena adalah . hasil reaksi diolah dengan larutan asam. m–klorotoluena 17.. 12. Cl COOH C. C6H5CH2OCOCH3 19. NO2 B. HSO4– – C. asam sulfat bertindak sebagai . isooktenilbenzena E. oksidator C. zat pengadisi E. 2 E. NO2+ E. A. 4 B.. Meskalina adalah salah satu obat penenang. C6H6(aq) + H2SO4(aq) ⎯→ C6H5SO3H(aq) + H2O( ) Pada reaksi ini. A. suatu asam kuat D. NO3– D. zat pendehidrasi B. Benzena direaksikan dengan asam sulfat pada kondisi tertentu menurut persamaan berikut.. 3 Jika benzena dinitrasi dengan menggunakan campuran HNO3 dan H2SO4 pekat. CH3 C OH E. NO2 Jenis reaksi benzena dengan HNO3 dalam asam sulfat pekat adalah .. D. A. Produk yang dihasilkan adalah ... larutan I2 dan NaOH dalam air C. C6H5COCH3 C. benzil klorida B.. HNO3 B. C6H5CH2COCl E. eliminasi D. Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5–CH2OH) dan etanoil klorida (CH3COCl) adalah . A. A. akan dihasilkan .. oksidasi B.. esterifikasi C. Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah . Jika gas klorin dialirkan ke dalam toluena yang mendidih. Senyawa 1.. H3OS NO2 + HCl 15. Cl + Cl O NO2 NO2 Senyawa Aromatik 217 . benziloktena 10... A. NO2 COOH NO2 COOH E. Cl CH2 CH2 D..2–dimetilbenzena direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dalam suasana basa. A. larutan KMnO4 dalam basa E..

NH2 E. Di antara zat berikut yang akan membentuk asam benzoat jika dioksidasi adalah .. NO2 D. fenol C. yaitu . kemudian dipanaskan hingga 60°C. CH2CH3 B. BHA E. indigotin D. NH2 D. fenol D. klorobenzena B. asam benzoat C... benzaldehida E. Jika metilbenzena direaksikan dengan bromin dengan bantuan katalis. metionin 27.. sakarin B. OCH2CH3 25.. nitrobenzena D. NO E. CHO CH 3 B. kumarin E. A. A.. CH3 NH 2 Br D. produk yang dihasilkan adalah ... bromobenzena 26. NHCH 3 Br C. propilgalat 218 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. A. paraben C. CH2OH CH3 C. CONH2 B. BHT D. Br CH3 CH3 B.. Senyawa berikut yang tergolong pemanis makanan yang diizinkan oleh Depkes adalah .. OCH2CH3 E. A. UMPTN 1999 A: Oksidasi sempurna senyawa toluena akan menghasilkan . asam benzoat B.... anilin B.. nitrobenzena 22. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan HNO2 pada 5°C adalah . Br CH3 CH3 C. Jika fenilamina diolah dengan larutan NaNO2 dalam air bersama HCl pada 0°C. Zat aditif berikut digunakan sebagai pengawet makanan dan berperan sebagai antioksidan. A.. kafein C. kecuali . A.. CH3 CH3 Br OH Br 21... A. CH2NH2 E. anilin E.. A. CH2Br CH3 Br 23. N2+Cl- C..... terbentuk dua isomer dari senyawa monobromobenzena. Senyawa turunan benzena berikut yang dapat bereaksi dengan basa membentuk garam adalah . CH2Br CH3 24.20. OH D.

asam 3.5–T 32. B. 4–metilpirola E. asam 3.. asam polihidroksibenzoat D.. E. Senyawa berikut yang bukan insektisida adalah . indigotin E.. Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah . p–hidroksiazobenzena 31. A. 3–metil–9.. 6–sulfonaftalenamino 33.6– cleve digunakan sebagai zat warna tektil.4.... 30. A.28. metilfiranosa 35. 3–metiltiofena C.5–trihidroksibenzoat n–propil ester 29.. 3–metil–9.. paration D. ftalosianin D...10–fenantrakuinon B. 1–propil–3. E.. C. fenantradehida 34. A. Parasetamol banyak digunakan sebagai obat penurun panas. sevin C.5–trihidroksi benzoat B.. 3–metilpirola D. Senyawa Aromatik 219 ..5–trihidroksibenzoat E.4. A.4. asam 3–fenantroat E. Produk utama yang diperoleh jika senyawa fenantrena berikut dioksidasi dalam suasana asam adalah . Pewarna tekstil yang berwarna biru adalah .. Nama sistematis (IUPAC) dari propilgalat sebagai pengawet makanan adalah . 1–amino–6–sulfonaftalena B. 2. Nama yang tepat menurut IUPAC adalah ... 3–metilfuran B. 5–metil–9–fenantrolin C..10–dihidroksifenantrena D. asam 4'–dimetilaminoazobenzena–4–sulfonat C.. Nama umum dari senyawa berikut adalah asam 1. Senyawa heterosiklik berikut. A. 2–sulfon–5–aminonaftelena C. Menurut IUPAC diberi nama . DDT B. D. B. brom timol biru B.4. A. 5–aminonaftalenasulfonat E..4. 8–amino–3–sulfonaftalena D. asam 3. D... A.. C. memiliki rumus struktur . baygon E..5–trihidroksi–1–propil benzoat C. A.

setiap reaksi menggunakan katalis. para–. a. Tuliskan nama senyawa berikut menggunakan kata depan orto–. Berdasarkan pemahamanmu tentang reaksi gugus fungsi. dengan aturan IUPAC.B. HO CH CH H2 C CHO 220 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . CH3 NH2 NH2 OH COOH NH2 COOH HO CH3 CH3 4. Dengan catatan. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. CH3 N H2N N N H N 2. O HO H N C CH3 5. + Br2 N FeBr3 FeCl3 3. a. Ramalkan produk utama dari reaksi berikut. a. Obat panadol mempunyai struktur molekul sebagai berikut. Termasuk gugus fungsional apakah panadol itu? Tuliskan nama senyawa berikut berdasarkan sistem IUPAC. Apakah nama kimia panadol menurut IUPAC? b. (b) natrium. CH3 + N CH3 N H 6. Lengkapi dan setarakan persamaan berikut. 1. + HBr Br b. + Cl2 b. meta–. perkirakan reaksi senyawa berikut dengan (a) air brom.

seperti nilon. Adapun pati. Makromolekul adalah senyawa yang memiliki ukuran sangat besar. atau gabungan siklik dan rantai. Polimer B. karbohidrat. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. Bagaimanakah struktur. dapat berupa siklik (cincin). Karbohidrat C. dan plastik. Setelah mempelajari bab ini.Bab 8 Sumber: www. dan sifat dari senyawa makromolekul itu? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. penggolongan. struktur genetis DNA.canamplastics. dan karbohidrat adalah senyawa makromolekul alami. Senyawa yang tergolong makromolekul adalah polimer dan biomolekul (karbohidrat dan protein). rantai. A. dan makromolekul. dan protein).com Plastik terbuat dari makromolekul polimer. karet alam. tata nama. Makromolekul Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. benzena dan turunannya. Anda tentu telah mengenal merk-merk produk. teflon. Protein 221 . Polimer diartikan sebagai senyawa yang memiliki massa molekul besar membentuk rantai dengan satuan berulang. Semua itu merupakan bahan sintetis yang tersusun dari senyawa makromolekul. penggolongan. sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. protein.

2c) (a) (b) (c) Gambar 8. karbohidrat. katan silang yang banyak dan kuat akan menghasilkan polimer termoset. yaitu polimer termoset dan termoplastik. entuk polimer lurus dan bercabang digolongkan sebagai polimer termoplastik. tersusun atas monomer yang berulang. Jelaskan oleh Anda salah satu cara mengidentifikasi karbohidrat. Misalnya polietilena. Akibat pertumbuhan rantai. Polimer yang berikatan silang antarrantai polimer bersifat lebih plastis. Apakah yang dimaksud dengan monomer? Karbohidrat mengandung gugus aldehid. Sekali ikatan silang dibentuk. Ada dua jenis polimer berdasarkan sifatnya. 3. Bentuk Polimer Polimer dibentuk melalui ikatan antarmonomer secara berulang. Polimer yang berikatan silang dapat menghubungkan antarrantai polimer.2 (a) Polimer rantai lurus dengan lipatan secara acak (b) Polimer dengan rantai bercabang (c) Polimer yang berikatan silang di antara rantai polimer Polimer plastis terdapat pada vulkanisasi karet akibat dari pemasokan rantai-rantai pendek dari atom belerang yang mengikat rantai polimer pada karet alam. yang memiliki massa molekul kecil. dan bentuknya dapat dipertahankan jika didinginkan. 2.1 Setiap atom C dalam polimer rantai lurus mempunyai geometri tetrahedral. Jika jumlah ikatan silang relatif besar. dan protein digolongkan ke dalam senyawa makromolekul? A. Polimer Polimer didefinisikan sebagai senya a yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai. polimer menjadi lebih tegar. Polimer ini meleleh jika dipanaskan dan dapat dimodelkan ke dalam berbagai bentuk. dibentuk melalui polimerisasi molekul etilena. Mengapa polimer.2a) atau bercabang (Gambar 8.2b). CH2 = CH2 ⎯⎯ → Etilena (etena) H2 C C H2 C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C n Polietilena Gambar 8. polimer ini akan mengambil bentuk yang tidak dapat diubah lagi jika sifat plastisnya tidak dirombak secara kimia. 222 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . polimer dapat berlipat secara acak (Gambar 8. 1.Tes Kompetensi Awal 1. Polietilena adalah polimer rantai lurus karena membentuk ikatan karbon-karbon yang memanjang. (Gambar 8.

2. Adapun kopolimer adalah polimer yang dibentuk oleh lebih dari satu jenis monomer. Zat pemicu berupa senyawa peroksida. ada juga kopolimer cangkok baik random maupun teratur. Polimerisasi Adisi Polimerisasi adisi terjadi dalam tiga tahap. Makromolekul 223 . dan pengakhiran. Pembentukan Polimer Carothers. Polimerisasi kondensasi adalah reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu diikuti penyingkiran molekul kecil. Jika etilena (CH 2=CH 2) dan propilena (CH 2=CH–CH 3) digabungkan membentuk polimer. 1) Radikal Bebas Radikal bebas biasanya dibentuk melalui penguraian zat kurang stabil dengan energi tertentu. Homopolimer dan Kopolimer Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer yang sama (tunggal). akan terbentuk kopolimer. Radikal bebas menjadi pemicu pada polimerisasi. CH3 → CH2=CH2 + CH2=CH–CH3 ⎯⎯ [(–CH2–CH2–)x (–CH2–CH–)y] [–A–B–B–A–B–B–B–B–A–A–] Kopolimer acak [–A–B–A–B–A–B–A–B–A–B–] Kopolimer beraturan [–A–A–A–B–B–B–A–A–A–B–] Kopolimer blok [–A–A–A–A–A–A–A–A-A–A–] B B–B–B–B–B–B– Kopolimer cangkok Kopolimer dapat digolongkan kembali berdasarkan pada cara momoner disusun sepanjang rantai polimer. yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Kopolimer teratur mengandung satuan berulang yang bergantian secara teratur. ⎯→ R CH2 – CHX• + • XHC – H2C R ⎯ R CH2– CHX – XHC – H2C R atau melalui reaksi disproporsionasi: → R CH2–CHX• + •XHC–H2C R ⎯⎯ R CH2–CH2X + XHC=HC R Gambar 8. perambatan.3 Beberapa model kopolimer Kata Kunci • • • • • • • Monomer Polimer termoset Polimer termoplastik Homopolimer Kopolimer Polimerisasi adisi Polimerisasi kondensasi 3. Kopolimer blok terjadi dalam blok-blok tertentu dengan panjang berbeda. Jika radikal bebas dinyatakan dengan R• dan molekul monomer dinyatakan dengan CH2=CHX maka tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. Kopolimer cangkok mempunyai rantai satu satuan berulang yang dicangkokkan pada rantai utama polimer lain. dibentuk hanya dari monomer etilena. Kopolimer random mengandung satuan berulang secara acak.4 Dibenzoil peroksida mudah menjadi radikal bebas. → R• + H2C = CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX• Tahap perambatan adalah perpanjangan (elongasi) radikal bebas yang terbentuk pada tahap pemicuan dengan monomer-monomer lain: → R – CH2 – CHX• + CH2=CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX – CH2 – CHX• Tahap pengakhiran dapat terjadi dengan cara berikut. a. seperti ditunjukkan pada Gambar 8. Polietilen adalah contoh homopolimer. Polimerisasi adisi melibatkan reaksi rantai. Penyebab reaksi rantai dapat berupa radikal bebas atau ion. yaitu pemicuan. seperti dibenzoil peroksida dan azodiisobutironitril. pakar kimia USA menggolongkan mekanisme polimerisasi ke dalam dua golongan. seperti etena. Oleh karena pembawa rantai dapat berupa ion atau radikal bebas maka polimerisasi adisi digolongkan ke dalam polimerisasi radikal bebas dan polimerisasi ion. Ada kopolimer blok. Gambar 8. Polimerisasi adisi terjadi pada senya a yang memiliki ikatan rangkap.3.

air. polimerisasi 2–metilpropena berlangsung optimum pada –100oC dengan adanya katalis BF3 atau AlCl3. seperti HCl. dan asam kuat lainnya. dan HClO4. tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. Polimerisasi radikal bebas memerlukan energi atau suhu tinggi.5 Pada kemasan plastik biasanya terdapat simbol di bagian bawahnya. dan udara). BF3. H2SO4. H → HA + H2C = CHX ⎯⎯ H3C C + + A– X HA adalah molekul asam. Katalis untuk reaksi ini adalah asam Lewis. Kuinon dapat bertindak sebagai zat penghambat bagi banyak sistem polimerisasi sebab kuinon bereaksi dengan radikal bebas menghasilkan radikal yang mantap akibat resonansi. dilanjutkan dengan stoking untuk wanita pada 1940. Dalam hal ini.Sumber: Chemistry: The Central Science. Nilon merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial dan merupakan serat sintetik pertama yang dibuat seluruhnya dari bahan anorganik (batu bara. CH2X – O – O– Sekilas Kimia Nilon Nilon merupakan suatu jenis polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace Carothers di DuPont. Dalam polimerisasi yang dikatalis oleh asam. prosesnya hampir sama dengan perambatan pada radikal bebas. Persamaannya: R → CH2 – CHX• + O2 ⎯⎯ R – CH2 Gambar 8. 2000 Laju polimerisasi dapat dikendalikan dengan menggunakan zat penghambat (inhibitor) dan pelambat (retarder). stoking sulit diperoleh hingga Perang Dunia II berakhir. monomer pembawa rantai adalah ion karbonium. Zat pelambat yang biasa digunakan adalah gas oksigen. Nilon tersusun atas monomer yang dihubungkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA). H H3C C X ++ → H2C = CHX ⎯⎯ H H H2 H2 C C C C+ X X 224 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . simbol tersebut menunjukkan komposisi polimernya. Oleh karenanya.1 Nomor 1 2 3 4 5 6 Beberapa Singkatan Polimer Singkatan PET HDPE PVC LDPE PP PS Polimer Polyethyleneterephthalate High density polyethylene Polyvinyl chloride o density polyethylene Polypropylene Polystyrene Perambatan berupa adisi monomer terhadap ion karbonium. Penghambat bereaksi dengan radikal bebas ketika radikal bebas terbentuk. Misalnya. Pada tahap pemicuan. proton dialihkan dari asam ke monomer sehingga menghasilkan ion karbonium (C+). Nilon digunakan sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II (1941). Gas ini kurang reaktif dibandingkan dengan penghambat. Cara kerja zat pelambat adalah melalui persaingan dengan monomer untuk bereaksi dengan radikal bebas sehingga laju polimerisasi menurun. H2SO4. Produk pertama adalah sikat gigi berbulu nilon (1938). sebaliknya polimerisasi kation paling baik dilakukan pada suhu rendah. Radikal bebas yang mantap ini tidak dapat memicu polimerisasi lebih lanjut. TiCl4. Dalam polimerisasi kation. Polimerisasi kation terjadi pada monomer yang memiliki gugus yang mudah melepaskan elektron. Polimerisasi tidak akan berlanjut sebelum seluruh zat penghambat habis terpakai. pembawa rantai dapat berupa ion karbonium (polimerisasi kation) atau ion karbanion (polimerisasi anion). SnCl4. seperti AlCl3. Tabel 8. 2) Polimerisasi Ionik Polimerisasi adisi dapat terjadi melalui mekanisme yang tidak melibatkan radikal bebas.

Katalis yang dapat dipakai adalah logam alkali.+ H2C H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C H2 C H C:- X X X X Proses pengakhiran pada polimerisasi anion tidak begitu jelas seperti pada polimerisasi kation sebab penggabungan rantai anion dengan ion lawan (K+) tidak terjadi. dan feniletena (stirena). alkil. Dalam hal ini. Misalnya. aril. seperti propenitril (akrilonitril). Reaksi esterifikasi akan berhenti. atau alkohol akan mengakhiri pertumbuhan rantai. 2000 Gambar 8. H H H2 H2 → C C C C+ + A– ⎯⎯ X X H H2 C C X H H2 C C X A Dalam polimerisasi anion. monomer pembawa rantai adalah yang memiliki gugus dengan keelektronegatifan tinggi. O C HO O HO (CH2)4 C + OH CH2 CH2 OH HO O C (CH2)4 C O Kata Kunci • • • Laju polimerisasi Polimerisasi radikal bebas Polimerisasi ionik OH O CH2 CH2 + H2O Makromolekul 225 . b. Contohnya adalah kalium amida (KNH2) yang dalam pelarut amonia cair dapat mempercepat polimerisasi monomer CH2=CHX dalam amonia. H2N + H2C – X Perambatan merupakan adisi monomer pada karbanion yang dihasilkan. yaitu: H H2 H2N C C:. jika terdapat sedikit air. monomer pembawa rantai adalah suatu karbanion (C–). Namun demikian. akan terbentuk ester etil asetat disertai penyingkiran molekul air. jika setiap molekul pereaksi mengandung dua atau lebih gugus fungsional maka reaksi berikutnya boleh jadi terbentuk. Jika etanol dan asam asetat dipanaskan dengan sedikit asam sulfat pekat.6 Petugas pemadam kebakaran selalu memakai pakaian tahan api yang terbuat dari polimer. reaksi polimerisasi anion optimum pada suhu rendah. Polimerisasi Kondensasi Polimerisasi kondensasi melibatkan penggabungan molekul kecil membentuk molekul besar melalui reaksi kondensasi. reaksi antara dua monomer asam heksanadioat (asam adipat) dan etana–1.2–diol (etilen glikol). karbon dioksida.Pengakhiran rantai dapat terjadi melalui berbagai proses. sebab tidak ada gugus fungsi lagi yang dapat membentuk polimer. Kalium amida akan terionisasi kuat sehingga pemicuan dapat berlangsung seperti berikut. dan amida logam alkali. H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C:X Sumber: Chemistry: The Central Science. 2–metilpropenoat (metil metakrilat). Seperti polimerisasi kation. Proses paling sederhana adalah penggabungan ion karbonium dan anion pasangannya (disebut ion lawan). Namun demikian.

Polikarbonat merupakan polimer termoplastik yang digunakan dalam lensa kacamata plastik. tetapi polimerisasi dapat mulai lagi jika suhu dinaikkan. Polimerisasi berlangsung terus sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang dapat membentuk polimer.Dapat dilihat bahwa hasil reaksi masih mengandung dua gugus fungsional. O O O O O O O n c. reaksi dapat dihentikan dengan cara didinginkan. senyawa apa lagi yang dapat digunakan? Tes Kompetensi Subbab 1. Sebutkan jenis polimerisasinya: adisi atau kondensasi? 226 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . penambahan sedikit asam asetat pada reaksi pertumbuhan polimer. Ada dua jenis polietilen. Cara menghentikan reaksi yang lebih kekal adalah dengan menggunakan penghentian ujung. Misalnya. A 3. Monomer apa yang digunakan untuk membuat polimer berikut? Sebutkan jenis polimerisasinya? a. yaitu polietilen massa jenis tinggi (0. polimer linear) dan polietilen kerapatan rendah (0. sekali asam itu bereaksi dengan ujung rantai yang sedang tumbuh maka tidak akan terjadi lagi reaksi lebih lanjut. F F F F F F n 2. Persamaan reaksinya: Kerjakanlah di dalam buku latihan. Bagaimana struktur dari kedua polimer ini? Jelaskan. a. reaksi berikutnya dengan monomer dapat terjadi. reaksi polimerisasi dapat dikendalikan dengan mengubah suhu. b. CH3 HO C CH3 NaOH → + COCl2 ⎯⎯⎯ Polikarbonat + NaCl + H2O Katalis OH b. polimerisasi yang sedang berlangsung dapat dikendalikan. Selain dengan asam asetat. Massa molekul bertambah secara bertahap dan waktu reaksi sangat lama jika diharapkan massa molekul polimer yang terbentuk sangat besar. Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi untuk menghentikan pertumbuhan polimer dari reaksi asam adipat dan etilen glikol menggunakan asam asetat. Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol (BPA) dan fosgen (COCl2). baik pada ujung hidroksil maupun pada ujung karboksil. Polimer yang terbentuk mengandung satuan berulang (–OCH2–CH2– OOHCH–(CH2)4–CO–). polimerisasi kondensasi berbeda dengan polimerisasi adisi. Pada polimerisasi kondensasi tidak terjadi pengakhiran. Misalnya. Oleh karena asam asetat bergugus fungsional tunggal. Jadi. Jadi. Namun demikian. CH3 H2 C CH3 H2 C CH3 n Fenol digunakan untuk menghentikan pertumbuhan polimer. Gambarkan struktur rantai polikarbonat yang terbentuk dari reaksi di atas. Oleh karenanya. polimer bercabang dengan rantai samping pendek).94 g cm–3.92 g cm–3.

c. Ribosa. Contohnya adalah triosa. Berdasarkan jumlah atom karbon. Glukosa. Berdasarkan gugus fungsi.B. suatu monosakarida dengan tiga atom karbon. dan fruktosa merupakan suatu heksosa. khususnya –gliseraldehida. xilosa. dan liksosa merupakan suatu pentosa. Makromolekul 227 . tetapi juga dapat dibedakan dari jumlah atom karbonnya. Karbohidrat didefinisikan sebagai senya a polihidroksialdehid atau polihidroksi-keton dan turunannya. 1997 Gambar 8. Monosakarida paling sederhana adalah gliseraldehida (suatu aldosa) dan isomernya adalah dihidroksiaseton (suatu ketosa). Cermin Sumber: Botany. Monosakarida Monosakarida merupakan sakarida paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul lebih sederhana secara hidrolisis. tetra–. O C H H C O H C OH HO CH2 HO C H H2C OH Kata Kunci • • Polihidroksi aldehid Polihidroksi keton D-gliseraldehid L-gliseraldehid Beberapa monosakarida ditunjukkan berdasarkan jumlah atom karbon. Treosa dan eritrosa merupakan suatu tetrosa. seperti berikut ini. b. monosakarida digolongkan ke dalam tri–. sedangkan monosakarida yang mengandung gugus keton disebut ketosa (keton dan -osa). Suatu monosakarida tidak hanya dibedakan berdasarkan gugus fungsinya. Semua monosakarida lain dianggap sebagai turunan dari triosa. penta–. Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis dengan bantuan energi matahari. dan polisakarida. monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa (aldehid dan -osa). manosa. dan heksa–. galaktosa. Karbohidrat Karbohidrat merupakan makromolekul yang paling banyak ditemukan di alam dengan rumus umum Cn(H2O)m. Energi matahari nCO2(g) + mH2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ Cn(H2O)m + nO2 → Pengubahan energi matahari menjadi energi kimia dalam biomolekul menjadikan karbohidrat sebagai sumber utama energi metabolit untuk organisme hidup. arabinosa. a. Karbohidrat digolongkan ke dalam monosakarida.7 Proses fotosintesis yang terjadi pada daun menghasilkan karbohidrat. 1. oligosakarida.

Adapun ketosa seperti fruktosa membentuk cincin furanosa lingkar lima. Kedua isomer tersebut dikenal 228 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .9 Glukosa membentuk cincin enam glukopiranosa.8 Penggolongan monosakarida berdasarkan jumlah atom karbonnya Struktur molekul monosakarida ditulis berdasarkan pengajuan dari Emil Fischer. Suatu aldosa seperti glukosa membentuk cincin piranosa lingkar enam. Gambar 8. Gugus aldehid atau keton diarahkan ke atas dan gugus –OH terakhir diarahkan ke bawah atau ke atas. Kerangka karbon digambarkan secara siklik.CHO H OH CH2OH D-gliseradehid CHO H OH H OH CH2OH D-eritrosa CHO OH H H OH CH2OH D-treosa H H H CHO OH OH OH CH2OH D-ribosa OH H H CHO H OH OH CH2OH H HO H CHO OH H OH CH2OH OH OH H CHO H H OH CH2OH D-arabinosa D-xilosa D-liksosa H H H H CHO CHO CHO CHO OH OH H OH HO H H H OH HO HO H OH H H OH H OH OH H OH H OH H OH OH H OH CH2OH CH2OH CH2OH CH2OH D-altrosa D-glukosa D-manosa H H HO H CHO CHO OH HO H H OH OH HO H H H OH OH CH2OH CH2OH D-idosa H HO HO H CHO CHO OH HO H HO H H H HO H H OH OH CH2OH CH2OH D-talosa D-alosa D-gulosa D-galaktosa Gambar 8. Pada struktur linear. gugus –OH dituliskan ke arah kanan untuk –isomer atau ke arah kiri untuk –isomer. Dua isomer berbeda pada gugus –OH yang terikat pada atom C1.

Kata Kunci • • Mutarotasi Ikatan glikosida Gambar 8. yaitu rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. Jika dalam 100 mL urine terdapat sekitar 8 – 10 g glukosa maka dapat diduga orang itu berpenyakit diabetes.sebagai bentuk alfa (a ) dan bentuk beta (b). Disakarida terdiri atas dua monosakarida. Jika suatu sakarida dilarutkan dalam air. atau 6 pada monosakarida yang lain. ditemukan menyatu dengan glukosa dalam bentuk disakarida. Fruktosa yang terdapat pada buah-buahan dan madu merupakan monosakarida. dibentuk dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor satu dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2. dan glikogen. Oligosakarida dan Polisakarida Dua atau lebih monosakarida bergabung membentuk suatu senyawa dinamakan oligosakarida. Ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida itu disebut ikatan glikosida. Jumlah maksimum monomer yang tergolong oligosakarida tidak pasti. Peristiwa mutarotasi disebabkan perubahan bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya. memiliki rumus molekul sama seperti glukosa. Fruktosa dua kali lebih manis dibandingkan dengan sukrosa dengan berat yang sama. Fruktosa disebut juga levulosa atau gula buah. fruktosa paling manis. Keduanya berbeda pada atom karbon pertama (C1) dalam hal posisi gugus –OH. pati. akan terjadi peristiwa yang disebut mutarotasi. Dalam medis. Makromolekul 229 . glukosa sering disebut gula darah sebab glukosa diketahui dalam aliran darah cukup melimpah. tetapi mengandung keton sebagai gugus fungsionalnya. tetapi umumnya sampai delapan monomer. 2. Darah manusia normal mengandung sekitar 1 g L–1. Di antara semua sakarida.10 Fruktosa melangsungkan reaksi reversibel menghasilkan bentuk isomer a dan isomer b dari cincin lima fruktofuranosa. 4. Glukosa (C6H12O6) dinamakan juga dekstrosa adalah komponen dari polisakarida seperti selulosa. Orang yang berpenyakit diabetes tidak dapat mengasimilasi dan mengeliminasi glukosa melalui ginjal.

kondroitin.4-glikosida b. yaitu polisakarida struktural dan polisakarida nutrien.11 Struktur molekul selulosa. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah paramilum. dan asam hialuronat. galaktosa E. dinamakan sukrosa atau gula tebu. dan glikogen. sejumlah besar selulosa bergabung membentuk rantai silang. yang merupakan karbohidrat cadangan. Dalam dinding sel tanaman.. Pada manusia dan vertebrata. Disakarida tersebut adalah . A.Catatan Note Saat ini kitosan sedang diuji kegunaannya sebagai pengawet pada makanan. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah selulosa (ditemukan dalam dinding sel tanaman). terbentuk dari monomer b– –glukosa melalui ikatan b(1 → 4) glikosida. Fruktosa dan glukosa juga dapat membentuk suatu disakarida. laktosa terbentuk dari –galaktosa dan –glukosa. laktosa B. dari beberapa ratus sampai ribuan unit glukosa. Polisakarida nutrien berperan sebagai sumber cadangan monosakarida. glikogen ditemukan dalam hati dan otot. maltosa Pembahasan Disakarida dan hasil reaksi hidrolisis: 1. terdiri atas monomer b-D-glukosa melalui ikatan b-1. Panjang rantai beragam. juga protozoa dan bakteri. fruktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → glukosa ⎯⎯ galaktosa → H2O + glukosa Jadi. 2. Fruktosa Glukosa Sukrosa Mahir Menjawab Hidrolisis suatu disakarida menghasilkan glukosa dan fruktosa. sukrosa D. (C) UNAS 2005–2006 Gambar 8. Selulosa merupakan polimer tidak bercabang. selulosa C.. useful of kitosan has been testing as presertive for the food. Ikatan yang terbentuk dinamakan ikatan 1 → 4 glikosida. Adapun. Glikogen umumnya ditemukan dalam hampir semua sel hewan. terdiri dari satuan glukosa berikatan → dan → . disakarida tersebut adalah sukrosa. Dalam maltosa. Glikogen Glikogen adalah homopolisakarida nutrien bercabang. pati. Sukrosa Maltosa Laktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → Polisakarida terdiri atas rantai monosakarida. Nowadays. jembatan oksigen terbentuk antara atom karbon nomor 1 dan atom karbon nomor 4 dari –glukosa lain. serabut paralel. Selulosa Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel tanaman. kitosan. which has potentially as poison. a. Polisakarida dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional. Polisakarida struktural berfungsi sebagai pembangun komponen organel sel dan sebagai unsur pendukung intrasel. Maltosa adalah disakarida yang dibangun dari dua glukosa. 3. atau bundel yang merupakan rantai tersendiri. 230 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . pengganti formalin yang berpotensi sebagai racun. substitution of formalin..

c.13. Intensitas warna biru yang dihasilkan bergantung pada kandungan amilosa yang terdapat dalam pati.org Gambar 8. Sumber: wikipedia. strukturnya menyerupai pohon. pati memiliki kesamaan dengan glikogen (glikogen disebut pati hewan). Jadi. dan tumbuhan lain yang banyak mengandung pati memiliki kandungan amilopektin 75–80% dan amilosa 20–25%. Hal ini disebabkan terjadinya koordinasi antara ion iodida di antara heliks. Komponen amilosa pati merupakan polisakarida tak bercabang terdiri atas glukosa dan ribuan satuan glikosil yang terikat pada 1. amilosa dan amilopektin.12 Sapi dapat mencerna rumput sebab memiliki enzim selulose yang dapat memutuskan ikatan b-glikosida pada selulosa. (a) (b) Gambar 8.Glikogen tersusun dari jutaan glikosil yang terikat dengan ikatan 1 → 4 glikosida membentuk rantai panjang. Jika pati direaksikan dengan iodium akan muncul warna biru terang.13 (a) Struktur heliks dari amilum (b) Ikatan a -1. Rantai polisakarida ini membentuk untai heliks. jagung. Pati selalu terdapat dalam sel tumbuhan berbentuk granula. Jumlah kedua polisakarida ini berbeda bergantung pada jenis pati. 2000 Makromolekul 231 . bentuk ini berdiameter beberapa mikron. Dalam beberapa hal. Perhatikan Gambar 8.4-glikosida (c) Kompleks pati-iodin (c) Sumber: Chemistry: The Central Science. Pati (Amilum) Pati adalah polisakarida nutrien yang ditemukan dalam sel tanaman dan beberapa mikroorganisme. Pada titik percabangan membentuk ikatan 1 → 6. Pada kentang. Granula pati mengandung campuran dari dua polisakarida berbeda.4– glikosida.

sedangkan Fehling B adalah larutan kalium-natrium-tartrat dan NaOH dalam air. Senyawa apakah yang terdapat dalam urine yang positif terhadap tes Benedict? Golongan senyawa apakah yang memberikan hasil positif terhadap tes Molisch? Apakah perbedaan antara pereaksi Barfoed dan Benedict? Dapatkah pereaksi Barfoed digunakan untuk membedakan fruktosa dengan sukrosa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. 6. Pereaksi Benedict banyak digunakan untuk uji glukosa dalam urine dibandingkan pereaksi Fehling.14 Uji glukosa dengan Fehling b.com Gambar 8. 5. senyawa ini dapat mereduksi Fehling. maltosa. aldehid. tetapi dengan pereaksi Benedict tidak terjadi reduksi.15 Cincin warna ungu terbentuk ketika karbohidrat direaksikan dengan pereaksi Molisch. b. H 2 O. Kedua macam larutan ini disimpan secara terpisah dan dicampur ketika akan digunakan (lihat Gambar 8. Sebutkan monomer dari laktosa. B 4. → Cu2+ + Karbohidrat ⎯⎯ Cu+ → 2Cu+ + 2OH– ⎯⎯ Cu2O(s) + H2O Endapan merah bata Sumber: www. selanjutnya diendapkan sebagai Cu2O. seperti gugus hidroksi. Cincin warna ungu Sumber: www.s.bw Gambar 8. natrium karbonat dan natrium sitrat. Jika dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin. a. Pada batas antara kedua lapisan itu terbentuk cincin warna ungu akibat terjadi reaksi kondensasi antara a–naftol dan furfural (furfural terbentuk akibat dehidrasi glukosa oleh H2SO4). kemudian ditambah H2SO4 pekat maka akan terbentuk dua lapisan zat cair (lihat Gambar 8. 7. yaitu larutan ehling A dan ehling . Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4. Dalam identifikasi karbohidrat. Tuliskan rumus struktur –glukosa dalam bentuk linear dan rumus proyeksinya menurut Fischer. Tes Kompetensi Subbab 1. 3. dan keton. dan sukrosa.14). a. panas Selulosa ⎯⎯⎯⎯ → 232 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Sifat reduktor ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Tuliskan produk dari reaksi hidrolisis senyawa berikut. c. Monosakarida dan beberapa disakarida memiliki sifat reduktor. Tes Molisch Tes Molisch terdiri atas larutan a –naftol dalam alkohol.15). Glukosa dapat mereduksi ion Cu2+ dari tembaga(II) sulfat menjadi ion Cu+.olgastift. Dalam suasana basa diendapkan sebagai Cu2O. bergantung pada konsentrasi karbohidrat. Identifikasi Karbohidrat Sifat-sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat dalam molekul. terutama dalam suasana basa. Beberapa sifat kimia karbohidrat dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa karbohidrat. kuning atau merah bata. 2.uni-regensburg. Tes Benedict Tes Benedict adalah larutan tembaga( ) sulfat. Jika pereaksi ini ditambahkan ke dalam larutan glukosa. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau.3. Tes Fehling Pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan. ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+. H+ Glikogen ⎯⎯⎯⎯ → H 2 O.

C. Cu2+. Penamaan dipeptida atau tripeptida disesusaikan dengan nama asam amino yang berikatan. Huruf akhir dari nama asam amino yang disatukan diganti dengan huruf l’. O H2N H C R1 C OH + H H N CH R2 O C OH H2N H C R1 Ikatan peptida O C H N CH R2 O C OH Reaksi tersebut merupakan contoh dipeptida.16 Struktur umum asam amino a R Di dalam protein. yaitu ikatan C–N hasil reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus amino dari asam amino lain. yaitu molekul yang dibentuk melalui ikatan peptida dari dua asam amino.000 hingga puluhan ribu. Asam Amino Asam amino adalah molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). atau rantai samping. asam-asam amino diikat bersama melalui ikatan peptida. Perhatikan reaksi kondensasi berikut. Struktur umum asam amino ditunjukkan pada Gambar 8. Rentang massa molekul protein berkisar dari 6. Setiap asam amino berbeda dalam hal gugus R. Rantai samping menentukan sifat-sifat asam amino. Kata Kunci • • Asam amino Ikatan peptida H H 2N – C – C H Glisin (Gly) O OH CH3 H 2N – C – C H Alanin (Ala) CH2 O OH H2C CH2 O N–C – C OH H Prolin (Pro) H3C CH3 CH O OH H 2N – C – C H Valin (Val) Makromolekul 233 . Selain tersusun atas asam amino. 1. nama dipeptidanya adalah alanilglisin. Contoh. Asam amino disebut juga asam a –amino yang merupakan monomer dari protein (polipeptida). biasanya turunan dari vitamin.16. Protein Protein adalah polimer biologi yang tersusun atas molekul-molekul kecil (asam amino). banyak protein juga mengandung komponen lain seperti ion logam (misalnya Fe2+. Terdapat 20 macam asam amino yang ditemukan pada protein. Zn2+. jika alanin dan glisin menjadi dipeptida. dan Mg2+) atau mengandung molekul organik kompleks. H H2N C C O OH Gambar 8. Suatu polipeptida (protein) adalah polimer yang dibentuk oleh sejumlah besar asam amino melalui ikatan peptida membentuk rantai polimer.

Terdapat sepuluh macam asam amino esensial (asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak dapat 234 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .CH3 S CH2 CH2 H 2N – C – C H O OH NH C = CH CH2 H2N – C – C H O OH H3C CH3 CH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH Metionin (Met) Triptofan (Trp) Leusin (Leu) Fenilalanin (Phe) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH NH2 H3C OH CH OH O OH CH2 H2N – C – C H O OH C NH2 CH2 CH2 O OH H 2N – C – C H H 2N – C – C H Asparagin (Asn) Treonin (Thr) Serin (Ser) Glutamin (Gln) H2N OH HC – N CH C – NH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH C NH NH2 CH2 C2H4 O OH CH2 H 2N – C – C H O OH NH C2H4 CH2 H 2N – C – C H Tirosin (Tyr) Histidin (His) Arginin (Arg) Lisin (Lys) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH OH C OH CH2 CH2 O OH SH O OH CH2 H 2N – C – C H O OH H3C CH3 CH H2N – C – C H H 2N – C – C H Asam aspartat (Asp) Asam glutamat (Glu) Valin (Val) Sistein (Cys) Nama-nama asam amino lebih dikenal dengan nama trivial daripada nama sistematisnya (IUPAC) sebab lebih sederhana dan mudah diingat. Singkatan nama asam amino diambil tiga huruf dari nama asam amino. Sembilan dari asam amino bersifat nonpolar dan asam amino lainnya bersifat polar sehingga dapat terionisasi atau membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino lain atau dengan air.

semua asam amino akan memberikan reaksi positif dari kedua gugus ini.disintesis oleh tubuh.com Gambar 8. triftofan. yaitu atom karbon alfa yang mengikat empat macam gugus.17 2. di mana sifat fisika dan kimia mirip. kecuali kemampuan membedakan arah putar bidang polarisasi. leusin. Tabel 8. atom hidrogen.19. seperti tangan kiri dan tangan kanan yang berhadapan. yaitu struktur primer. disebut isomeri levorotary (l) atau (–).20 Struktur primer dari protein Makromolekul 235 . Gambar 8. jika pemutaran bidang cahaya ke kanan dinamakan de trorotary (d) atau (+).2 Unsur Persentase (%) Komposisi Unsur dalam Kuning Telur C 50–55 H 7–8 N 15–19 O 19–24 S 0–2. Keadaan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam amino dalam protein. akibat adanya ikatan hidrogen di antara gugus-gugus polar dari asam amino dalam rantai protein. Cermin HCO2 H NH2 CH3 L-alanin CH3 D-alanin Sumber: Chemistry: The Central Science. lisin. kecuali glisin mempunyai atom karbon tidak simetris (kiral). dan gugus R. treonin. fenilalanin. yaitu atom karbon yang keempat valensinya mengikat atom atau gugus berbeda. dan kuarterner. seperti a –heliks dan b– sheet.19 Alanin memiliki atom C kiral. isoleusin. Asam amino tidak simetris memiliki dua bentuk isomeri. Struktur dan Bentuk Protein Struktur protein dapat dikelompokkan menjadi empat golongan. Pada struktur ini terjadi lipatan (folding) beraturan. tersier. histidin. gugus amino. Kesepuluh asam amino tersebut. Sifat Asam Amino Hampir semua asam amino. Perhatikan Gambar 8. Atom karbon tidak simetris dalam asam amino. Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. seperti gugus karboksil. baik dengan rantai protein yang lain maupun di antara asam amino dalam rantai protein itu sendiri. Struktur primer adalah struktur linear dari rantai protein. Oleh karena asam amino mengandung gugus amino dan gugus karboksil. dan arginin (hanya diperlukan oleh anak-anak yang sedang tumbuh). Struktur sekunder adalah struktur dua dimensi dari protein. yaitu valin.18 Atom karbon kiral (keempat valensinya mengikat gugus berbeda). 3. sekunder. disebut juga sebagai senyawa optis aktif. metionin. Dalam struktur ini tidak terjadi antaraksi.5 Sumber: www. Senyawa yang memiliki isomeri optis dinamakan isomer optis atau stereoisomer. HCO2 H NH2 Gambar 8. Lalanin dan D-alanin pada cermin tampak sama. 2000 Telur mengandung protein tinggi O C R Q P Gambar 8. tetapi harus dikonsumsi dari makanan).gourmetsleuth.

tetapi beberapa rantai protein bergabung membentuk seperti bola. Contoh dari struktur ini adalah molekul Hemoglobin. Hampir seluruh reaksi kimia dalam sel makhluk hidup dikatalisis oleh enzim.22 (a) Struktur tersier dari protein (b) Struktur kuarterner dari protein hemoglobin dengan empat subunit (a 1. Jadi. seperti protein sebagai enzim. pada struktur kuartener molekul protein di samping memiliki ikatan hidrogen. CH2COOH Gambar 8. Struktur tertinggi dari protein adalah struktur kuarterner. gaya van der Waals. maupun van der Waals. protein kontraktil. Enzim berperan sebagai katalisis untuk berbagai reaksi biokimia. nonpolar. tidak terbatas hanya pada satu rantai protein. protein bahan makanan. masing-masing memiliki kemampuan khusus dalam mengkatalisis reaksi kimia. a 2. juga terjadi antaraksi van der Waals dan antaraksi gugus nonpolar yang mendorong terjadi lipatan.000 macam enzim. selain terjadi folding membentuk struktur a – heliks dan b–sheet. 1994 (a) 4. Dalam struktur ini. 1997 Kata Kunci • • Stereoisomer Antaraksi van der Waals Struktur tersier merupakan struktur tiga dimensi sederhana dari rantai protein. juga terjadi antaraksi antarrantai protein baik melalui antaraksi polar. dan protein pertahanan. b2 b1 Gambar 8. tetapi spesifik. protein transport. protein regulator.23 Struktur hemin yang terdapat pada hemoglobin. b1.Gambar 8. b2) a2 CH3 CH H3C N H2C CH2 COOH CH2 CH3 HC N Fe N N CH CH CH2 CH CH2 CH CH3 a1 (b) Sumber: Biology: Exploring Life. sebagai gugus pembawa oksigen. protein membentuk molekul kompleks.21 Struktur sekunder protein (a) Struktur a -heliks dari protein (b) Struktur b-sheet dari protein (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. dan antaraksi gugus nonpolar. Enzim adalah jenis protein yang memiliki sifat sangat beragam. 2000. Sampai tahun 1980-an telah ditemukan lebih dari 2. Dalam struktur ini. 236 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tersusun dari empat subunit rantai protein. protein struktural. The Molecular Science. Jenis dan Fungsi Protein Oleh karena protein memiliki keanekaragaman sangat tinggi maka protein digolongkan berdasarkan sifat dan fungsinya.

bairnet. untuk memberikan kekuatan dan proteksi sel.org Fischer memberikan kontribusi yang besar bagi ilmu pengetahuan. Sumber: nobelpriza. asam amino. Fibrinogen dan trombin merupakan protein yang bertanggung jawab terhadap pembekuan darah. Albumin adalah protein utama dalam putih telur. Beberapa protein berfungsi menjaga serangan organisme lain. Sekilas Kimia Hermann Emil Fischer (1852–1919) Sumber: www. Kulit merupakan protein kolagen. khususnya tentang protein.Protein transport dalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion tertentu dari satu organ ke organ lain. Protein yang terdapat pada membran sel juga merupakan protein transpor. Kasein merupakan protein terbesar dalam air susu. Tubulin adalah protein pembentuk mikrotubul yang merupakan komponen penting pada flagela dan silia untuk bergerak. virus. Contohnya dalam biji-bijian.24 Labah-labah sedang merajut protein dalam bentuk serat. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat oksigen pada saat darah memasuki paruparu dan membawanya ke jaringan periferal. Beberapa protein dalam sel dan organisme mempunyai fungsi untuk kontraksi. Semua protein tersebut merupakan protein bahan makanan. yakni asam amino siklik yang meliputi prolin dan oksiprolin. protein aktin atau miosin merupakan protein serabut yang berfungsi kontraksi otot. Dia berjasa dalam penemuan asam amino golongan baru. Immunoglobin atau antibodi merupakan protein khusus yang dibuat oleh jaringan limfosit untuk mengenali dan mengendapkan atau menetralkan bakteri. Contohnya. Fischer juga meneliti sintesis protein melalui perolehan berbagai asam amino yang memiliki struktur optis aktif. protein digunakan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Komponen utama sutra dan jaring labah-labah merupakan protein fibroin.com Plasma darah mengandung lipoprotein yang membawa lipid dari hati ke organ lain. Kata Kunci • • • • • • Protein transport Protein bahan makanan Protein kontraktil Protein struktural Protein regulator Protein pertahanan Makromolekul 237 . Rambut dan kuku mengandung protein yang tidak larut dalam air. Beberapa protein berfungsi sebagai serabut atau pelindung. dan nutrien lain melewati membran sel. atau protein asing dari jenis lain. Gambar 8. Sebagian protein dalam sel tersimpan dalam bentuk bahan makanan. berfungsi mentransportasikan glukosa. disebut keratin. Pada jaringan tersebut oksigen dilepaskan untuk proses oksidasi bahan makanan. Komponen utama dari jaringan tendon dan kartilago merupakan protein serat kolagen yang memiliki kekuatan atau kekenyalan tinggi.

dan berubah menjadi kuning jika dipanaskan. Jika larutan HNO3 pekat dimasukkan ke dalam larutan protein secara hati-hati. Pada akhirnya. jika molekul protein masih larut dalam larutan urea. hal ini akibat adanya nitrasi. Hal ini dapat mengakibatkan suatu protein terlepas dari ikatannya. Perubahan pH juga dapat merubah struktur protein sebab akan merubah muatan dari gugus rantai samping asam amino.5.26 Kulit ikan terkena asam nitrat akan berwarna kuning. seperti ikatan hidrogen. b. Jika sedikit demi sedikit konsentrasi urea diturunkan melalui proses dialisis. Pada suhu tinggi struktur protein akan rusak. baik ikatan hidrogen maupun antaraksi hidrofob. protein terdenaturasi secara perlahan akan melakukan renaturasi kembali ke dalam bentuk semula. kalor dapat memecahkan beberapa ikatan lemah. Protein yang terdenaturasi dapat diubah kembali membentuk struktur semula. Sumber: Dokumentasi Penerbit Gambar 8. 6.25 Zat putih telur sedang menjalani denaturasi. maupun antaraksi hidrofob antargugus asam amino dalam rantai protein (lihat Gambar 8. Pereaksi seperti larutan urea 8. akan terbentuk endapan putih. seperti pada asam amino triptofan. Tes Xantoprotein Pereaksi xantoprotein adalah larutan asam nitrat pekat. Gugus fenil Gambar 8.27 Triptofan memberikan hasil yang positif dengan tes Hopkins-cole karena mengandung gugus indol. gaya van der Waals. fenilalanin. Denaturasi dan Renaturasi Protein katan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu.0 M. O H 2N – C – C OH H Triptofan 238 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dapat merusak. Peristiwa ini dinamakan denaturasi protein. Gejala ini akibat nitrasi pada inti benzena yang terdapat dalam protein. Identifikasi Protein dan Asam Amino a. Gugus indol NH C = CH CH2 Gambar 8. dan triptofan. Pereaksi ini positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping indol. Tes Hopkins-Cole Pereaksi Hopkins-cole dibuat dari asam oksalat dan serbuk magnesium dalam air. seperti asam amino tirosin. dapat memengaruhi ikatan ionik maupun ikatan hidrogen. Jika protein dipanaskan.25). CH2 H 2N – C – C H O OH Fenilalanin Kata Kunci • • Denaturasi protein Renaturasi protein Pereaksi xantoprotein positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping fenil.

CuSO4 Pereaksi ini positif untuk protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping senyawa fenol sebab terjadi reaksi antara senyawa raksa(II) dengan gugus hidroksifenil membentuk senyawa berwarna.ccccd. Tes Millon Pereaksi Millon adalah campuran larutan raksa( ) nitrat dan raksa( ) nitrat dalam asam nitrat.Dalam pereaksi ini. Kemudian.edu Gambar 8. berwarna ungu e. akan terbentuk dua lapisan dan beberapa saat kemudian terbentuk cincin ungu di antara batas kedua lapisan itu. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. Tes Biuret dilakukan dengan cara menuangkan larutan natrium hidroksida pekat ke dalam larutan protein.28 CH2 H2N – C – C H Tirosin O OH Tirosin memberikan hasil yang positif dengan tes Millon karena mengandung gugus fenol. Gugus merkapto SH CH2 O OH H 2N – C – C H Sistein Makromolekul 239 . OH Gugus fenol Gambar 8. protein yang mengandung sistein akan memberikan hasil positif. asam oksalat direduksi menjadi asam glioksilat dengan bantuan katalis serbuk magnesium: Mg → HOOC – COOH ⎯⎯ HOOC – COH Asam oksalat Asam glioksilat Asam glioksilat yang terbentuk mengkondensasi asam amino triftofan membentuk senyawa berwarna. Sumber: iws. Tes Biuret Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret. Jika pereaksi Millon ditambahkan ke dalam larutan protein. c. larutan CuSO4 ditambahkan setetes demi setetes yang akan terbentuk warna ungu. NaOH d. Setelah H2SO4 pekat dituangkan. akan dihasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah akibat pemanasan. Gugus –S–S– pada sistein apabila direduksi terlebih dahulu dapat juga memberikan hasil positif. Jadi. Tes Nitroprusida Natrium nitroprusida dalam larutan amonia akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas (merkapto).29 Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret dengan terbentuknya warna ungu.

7. Apa yang dimaksud dengan denaturasi dan renaturasi protein? Mengapa kelebihan CuSO4 harus dihindari dalam uji biuret? Jelaskan. O OH HO + OH O H O OH O Warna biru O O O N + 3H2O ⎯⎯ → Tes Kompetensi Subbab C 4. Tes Sakaguchi Pereaksi yang digunakan adalah naftol dan natrium hipobromit. Apakah nama tripeptida yang dibentuk dan tunjukkan mana ikatan peptidanya. 2. dan metionin. 1. Jelaskan penggolongan protein berdasarkan struktur dan berdasarkan fungsinya.f. 6. 240 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 5. O HO OH → + R – CH – COOH ⎯⎯ H NH2 OH O Ninhidrin O + R COH + NH3 + CO2 O Hidrindantin Selanjutnya. g. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan tripeptida dari asam amino alanin. Pereaksi Ninhidrin Pereaksi ninhidrin merupakan oksidator lemah. Pada dasarnya reaksi ini akan memberikan hasil positif jika terdapat gugus guanidin seperti arginin memberikan warna merah. Apakah yang dimaksud dengan atom karbon kiral? Tunjukkan atom karbon kiral pada asam amino alanin. valin. 3. lisin. ninhidrin bereaksi dengan hidrindantin dan amonia membentuk senyawa berwarna biru. dan fenilalanin. Asam amino apakah yang positif terhadap pereaksi ninhidrin? Mengapa asam nitrat memberi warna kuning pada kulit kita? Kerjakanlah di dalam buku latihan. asam amino dapat bereaksi dengan ninhidrin sebagai berikut.

Pembangun protein adalah asam amino. Hopkin-cole. protein digolongkan sebagai protein primer. dan Sakaguchi. 8. dan kuarterner. 4. katalis. tersier. 12.Rangkuman Beberapa senyawa makromolekul. tersier dan kuarterner atau globular. Bentuk polimer dapat berupa linear. sambung-silang. Millon. Karbohidrat sederhana dinamakan monosakarida. Polimer alam yang umum dikenal adalah karbohidrat dan protein.000. 5. Gabungan monosakarida membentuk karbohidrat yang lebih kompleks. nitroprusida. baik teratur maupun random. Protein dibangun oleh urutan reaksi kondensasi asamasam amino yang menghasilkan ikatan peptida sehingga protein disebut juga polipeptida. regulator. Menurut strukturnya. nutrien. 10. 11.000 hingga 1.000. 9. Menurut fungsinya. Protein adalah golongan polimer alam dengan berat molekul berkisar dari 6. Struktur polimer dapat berupa struktur primer. sekunder. 1. sekunder. seperti pati dan selulosa. Bentuk struktur ini dipengaruhi oleh gugus samping dalam asam amino yang menyusun protein. biuret. transport. bercabang. 3. dan sebagainya. Makromolekul 241 . 7. yang dapat dibagi ke dalam kelompok polar dan nonpolar. bergantung pada rantai samping (gugus R). 6. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi instan dan sebagai penyusun dinding sel tumbuhan. 2. Polimer dapat dibentuk melalui reaksi polimerisasi adisi melalui mekanisme radikal bebas atau ionik dan dapat juga dibentuk melalui polimerisasi kondensasi yang melibatkan penyingkiran molekul kecil seperti air. Beberapa pereaksi yang digunakan untuk identifikasi protein dan asam amino di antaranya adalah xantoprotein. protein berperan sebagai struktural.

Adapun karbohidrat dan protein merupakan zat penting bagi kelangsungan sel makhluk hidup. diskusikan dengan teman atau guru Anda. fruktosa Makromolekul Karbohidrat terdiri atas Oligosakarida contoh Maltosa. valin. penggolongan. glikogen. karbohidrat. sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa senyawa makromolekul memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.Peta Konsep Polimerisasi adisi Polimer dibentuk melalui Polimerisasi kondensasi Monosakarida terdiri atas contoh Glukosa. Anda dapat mendeskripsikan struktur. Dengan mempelajari bab ini. Tahukah Anda apa manfaat lainnya dari mempelajari makromolekul? 242 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Polimer banyak digunakan dalam industri plastik dan tekstil. Anda juga dapat menjelaskan hubungan antara struktur dan sifat dari senyawa makromolekul tersebut dan mengetahui metode pengidentifikasiannya sehingga dapat membantu mengembangkan keterampilan berpikir analisis Anda secara deduktif dan induktif. laktosa Polisakarida contoh Amilum. tata nama. galaktosa. metionin identifikasi • Xantroprotein • Biuret • Hopkin–Cole • Nitroprusida • Millon • Sakaguchi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 8 ini? Bagian manakah dari materi Bab 8 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. dan protein). selulosa identifikasi • Tes Fehling • Tes Benedict • Tes Molisch Protein terdiri atas Asam amino contoh Lisin.

1 dan 2 B. A. (–NH(CH2)5CO(CH2)5–) Terdapat lima buah polimer: 1. Cl2C=CCl2 Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): Makromolekul 243 . CH2=CHCl dan CH2=CH–CH=CH2 E. kopolimer cangkok C. Cl H2 C HOH 2C C H C CH2OH C H2 COOH E. 3 dan 4 E. 4 dan 5 Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. Suatu polimer memiliki struktur sebagai berikut. poliviinilasetat 2. Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2 – CHCl – CH2 – CH=CH – CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi dari campuran … A. H2C=CHCl D. A. D. C.. 9. kopolimer beraturan D. CH2=CCl–CH=CH2 dan CH2=CH2 D. H 3C C H C Cl C H C Cl H 2C CH2Cl 6.. [–A–A–A–A–A–A–A–A–A–A–] B B–B–B–B–B–B– Polimer tersebut tergolong …. A. H2C=CCl2 E. CH3–CH2Cl dan CH3–CH=CH–CH3 Nilon dapat dibuat melalui swakondensasi asam 6– aminoheksanoat. kopolimer blok E. polietena Berikut ini yang termasuk polimer alam adalah . H 2C CH2 dan D. Cl n A. CH2 HOOC COOH H2 C H2C C. polimer rantai linear B.. aseton 2. PVC adalah suatu polimer plastik sebagai hasil polimerisasi dari …. 3. selulosa 3. 2 dan 3 D. polivinil klorida 5. HO OH CH3 B. Cl HC CCl HO COOH E. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C.. ClHC=CHCl B. etanol B. (–NH(CH2)5NHCO(CH2)5CO–) E. (–NH(CH2)5CO–) B.. 4. 1 dan 3 C. H A. 1..… A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. NH 2 (CH 2 ) 5 CO 2 H. (–NH3(CH2)5CO2–) D. etanal C. CH3–CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B. A.Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. Satuan berulang dari polimer ini adalah . H2C O dan 8. 5. (–NH(CH2)5CO2H–) C. ClHC=CCl2 C. H2 HO C COOH C H2 B. etanoat E. polimer rantai lurus dan bercabang Manakah monomer atau pasangan monomer yang digunakan untuk membuat polimer adisi neoprene berikut.2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah …. etena D. poliisoprena 4. 7. Di antara zat berikut yang dapat dipolimerisasikan adalah .

. ionik B.CH3 HO C CH3 NaOH Polikarbonat + NaCl + H2O OH + n COCl2 A. A. kationik C. 14. Laktosa mempunyai rumus molekul yang sama dengan …. C. radikal bebas O CH2OH 10. glukosa aldehid dan fruktosa keton D. H C CH3 O H H 11. Oksirana: H2C CH2 dapat dijadikan polimer. Molisch E. H OH OH HC O OH OH OH E. Bentuk molekul piranosa adalah suatu lingkar dengan cincin beranggotakan enam. galaktosa 13. adisi D.. CH2 O H2 H2 C C O H C H C CH2 O H H E. Ebtanas 2000: Salah satu senyawa heksosa mempunyai rumus struktur berikut. Tauber 15. Senyawa berikut yang tidak dapat membentuk suatu piranosa adalah . Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab …. maltosa 16. Benedict C. maltosa C. CH3 C H H H O OH OH OH CH2OH B. D. levulosa D. A. glukosa amida dan fruktosa asam 12. eritrosa 244 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . CH2OH C H H O OH OH CH2OH B. glukosa C. A. glukosa E. glukosa keton dan fruktosa aldehid C. Rumus satuan berulang dari polimer ini adalah …. glukosa B. CH2OH C H O OH OH OH CH2OH D. Barfoed D. sukrosa B. H H H H HC O OH OH OH OH Polimerisasi terjadi secara …. A. kondensasi E. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. H H C C O C. galaktosa E. fruktosa D. A. UMPTN 1996 B: Dalam urine penderita penyakit diabetes dapat diidentifikasi adanya senyawa …. glukosa aldehid dan fruktosa ester E. CH2OH H OHC OH H H CH2OH OH H OH OH Senyawa tersebut mempunyai nama …. Fehling B. laktosa B. fruktosa C. galaktosa D.. glukosa aldehid dan fruktosa eter B. arabinosa E. A. A.

kayu 20. selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan b (1 → 4) glikosida D. A.. selulosa 19. alanin D. valin C. selulosa B.17.. glikogen D. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H C12H22O11 + H2O ⎯⎯→ C6H12O6 + C6H12O6 + Bahan I II III IV V Pereaksi Fehling Ungu Merah bata Biru Biru muda Biru I2 Ungu Biru Kuning Kuning muda Kuning muda Bahan yang mengandung amilum adalah nomor . H O H H H O N 1 C Jika disakarida itu laktosa. Pereaksi apa yang dapat menghasilkan cincin ungu dalam uji karbohidrat? A. Sakaguchi C. nilon E. Tauber B. Jika disakarida. A. II E. glukosa dan fruktosa E. laktosa E.. A. kecuali …. Millon Makromolekul 245 .. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah . Asam amino yang tidak memiliki sifat optis aktif adalah …. Di antara pereaksi berikut yang tidak termasuk uji untuk protein adalah …. glukosa dan galaktosa C. amilum C. fruktosa dan galaktosa D. A. Fehling B. protein D. poliester E. pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu b – –galaktosa 22. glukosa dan glukosa B. katun B. A. 1 D. maltosa C. fruktosa B.. laktosa D. ikatan antar monomer di dalam pati adalah ikatan b (1 → 4) glikosida C. valin C. monosakarida yang terbentuk adalah …. A. tirosin E. tirosin E. Molisch E. 2 E. jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum E. Polisakarida yang menyusun dinding sel tanaman adalah …. Perhatikan struktur dipeptida berikut. A. alanin D. A.… A. 4 B. jerami D. Hopkin-cole E. I D. 5 C. asam glutamat 27. Benedict C. Tauber 18. glutamin 26. Di antara karbohidrat berikut di dalam air tidak terhidrolisis adalah …. Satuan struktural: H H N H C R1 O C N H R2 C H C O H N H C R3 O C OH Terdapat dalam polimer…. glisin B. Zat berikut ini mengandung selulosa. Barfoed D.. IV B. sakarosa B. glisin B. V C. selulosa 21. A. A. struktur molekul glikogen dapat bercabang dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosida B. Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah . fruktosa dan fruktosa 23. nilon C. amilum E. xantoprotein D. 3 28. karbohidrat 25. kertas C. III 24. Ebtanas 1998: Data hasil eksperimen 5 bahan makanan dengan pereaksi iodium dan Fehling: 2 C 3 N 4 C 5 C H OH R1 R2 Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor ….

kuartener 35. protein jika dihidrolisis akan menghasilkan asam amino D.1. Xantoprotein D. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah …. a–heliks B. Hemoglobin merupakan salah satu contoh struktur protein berupa struktur …. 6. dilarutkan ke dalam basa kuat E. Hal ini disebabkan adanya …. ikatan hidrogen intramolekul C. Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki …. Hopkin-cole E. muatan positif dan negatif sama B. hemoglobin D. Perubahan apa yang harus dilakukan agar dihasilkan polimer dengan ketegaran tinggi dan meningkatkan titik leleh? Struktur molekul (monomer) apa yang dipolimerisasikan pada pembentukan polimer berikut. terjadi ikatan peptida di antara tiap dua monomer protein. asam amino penyusun protein adalah asam a – amino. A. ikatan hidrogen intramolekul C. primer D.56 pada 25°C. Manakah asam amino yang memiliki sifat optis aktif lebih dari satu atom karbon? Mengapa glisin tidak optis aktif? 7. 4. protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C. ikatan peptida E. b– –glukosa a– –glukosa adalah 0. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 31. A. ikatan hidrogen antarmolekul D. Peristiwa denaturasi protein terjadi jika protein. insulin B.29. tersier C. enzim 34. A. Berikut ini yang bukan tergolong jenis protein adalah …. dan asam g –amino. fenilalanin dan triptofan (mengandung cincin benzena) di dalam protein adalah …. A. Tentukan konsentrasi gula pada kesetimbangan dalam larutan b– –glukosa dengan konsentrasi awal 0. asam b–amino. dibakar D. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi: 3.10 M.2–tetrafluoro–etena. Suatu protein dapat memiliki struktur a–heliks. Tuliskan reaksi yang menerangkan pembentukan dua disakarida berbeda yang melibatkan a – – glukopiranosa dan b– –galaktopiranosa dengan menyambungkan antara karbon 1 dan karbon 4. Sakaguchi C. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan polimer tersebut. glikogen C. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B. dilarutkan ke dalam asam pekat C. A. kecuali …. muatan positif dan negatif sama B. Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin. Millon 30. Sebutkan beberapa perbedaan antara bentuk struktur sekunder protein a–heliks dan b–sheet. E. dipanaskan B. gaya van der Waals 33. didinginkan hingga beku B. Teflon adalah polimer adisi 1. A. Nitroprusida B. ikatan peptida E. ikatan hidrogen antarmolekul D. b–sheets E. 2. A. 1. 246 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Apakah produknya laktosa? 5. kasein E.2. gaya van der Waals 32.

penggolongan. penggolongan. Setelah mempelajari bab ini. A. Lemak dan minyak dapat dihidrolisis dengan suatu basa alkali membentuk sabun. benzena dan turunannya.pukenoodles. Adapun ikan sarden sangat baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tak jenuh tinggi. Lemak Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Asam lemak adalah asam karboksilat rantai panjang yang dapat mengandung ikatan rangkap (tidak jenuh) dan jenuh. Lemak yang mengandung ikatan rangkap dinamakan minyak.com Kadar lemak jenuh yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. sifat dan kegunaan lemak? Bagaimana pula cara mengidentifikasi lemak? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Sabun dan Detergen 247 . Konsumsi lemak tak jenuh. Bagaimanakah struktur. Struktur dan SifatSifat Lemak B. Sumber dan Kegunaan Lemak C. sifat. Lemak dan minyak berfungsi sebagai cadangan energi metabolit. seperti minyak kelapa sawit dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. dan makromolekul. tata nama. dan kegunaan lemak.Bab 9 Sumber: eric. Lemak tersusun dari asam-asam lemak dan suatu polihidroksi (gliserol). Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur.

Gliserol adalah suatu alkohol yang memiliki tiga gugus fungsi hidroksil (propantriol).Tes Kompetensi Awal 1. misalnya minyak ikan. 2. Lemak merupakan triester dari gliserol dan asam-asam karboksilat rantai panjang (yang disebut trigliserida).1 Perbedaan Antara Lemak dan Minyak Berdasarkan Wujud Fisiknya Lemak Padat pada suhu kamar Mengandung asam lemak jenuh Banyak terdapat dalam hewan Minyak Cair pada suhu kamar Mengandung asam lemak tak jenuh Banyak terdapat dalam tanaman Lemak dan minyak tersusun dari gliserol dan asam-asam lemak. 3. Lemak dan minyak digolongkan ke dalam kelompok lipid. H2C OH HC OH H2C OH Gliserol (1. yaitu golongan senya a bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari he an dan tumbuhan. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak digolongkan ke dalam kelompok lipid. Tabel 9. 1.2. Contoh beberapa asam lemak diuraikan dalam tabel berikut. Tabel 9.2 Nama Asam laurat Asam miristat Asam palmitat Asam stearat Contoh Asam Lemak Jenuh Titik Leleh (°C) 44 58 63 72 Struktur COOH COOH COOH Rumus C11H23–COOH C13H27–COOH C15H31–COOH C17H35–COOH Sumber: Kimia Organik 2. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak adalah suatu ester alam yang berasal dari hewan dan tanaman. 1988 COOH 248 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .3-propantriol) Asam lemak adalah asam karboksilat yang memiliki rantai panjang (jumlah atom karbon berkisar antara 12–22). tetapi wujud fisiknya berbeda. Lemak yang berasal dari tanaman (lemak nabati) disebut minyak. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. walaupun ada juga sebagian minyak dari hewan. Apakah yang Anda ketahui tentang lemak? Mengapa orang yang bertubuh gemuk identik dengan kata tersebut? Mengapa lemak disebut sebagai cadangan energi? Apakah yang dimaksud dengan lemak jenuh dan lemak tidak jenuh? A. Kandungan kimia lemak dan minyak sama.

O H2C HC H2C O O O C O C O C R1 R2 R3 • • • • • • Kata Kunci Lipid Triester Lemak nabati Lemak hewani Esterifikasi Gaya antarmolekul Struktur umum lemak. Persamaan reaksinya: O H2C HC H2C OH OH + 3 HO OH O C H2C C17H35 ⎯⎯ HC → H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 + 3H2O C17H35 Gliserol Asam stearat Gliseril tristearat Secara umum struktur molekul lemak dan minyak sebagai berikut.Tabel 9. Ikatan rangkap ini merupakan sumber elektron yang dapat mengadakan tolak-menolak dengan ikatan rangkap yang lain sehingga melemahkan gaya antarmolekul asam-asam lemak. O H2C HC H2C O O O C O C O C H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 Griseril trioleat (minyak) Titik leleh yang rendah dari minyak disebabkan adanya ikatan rangkap. Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh sehingga titik lelehnya tinggi. Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada suhu kamar. lemak gliseril tristearat (lemak hewani) merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul asam stearat. 1988 Asam palmitoleat Asam oleat Asam linolenat Asam linoleat COOH emak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). Misalnya. R2. R3 dapat sama atau berbeda.3 Nama Contoh Asam Lemak Tak Jenuh Titik Leleh (°C) 32 16 –5 –11 Struktur COOH COOH COOH Rumus C15H29–COOH C17H33–COOH C17H31–COOH C17H29–COOH Sumber: Kimia Organik 2. R1. Lemak 249 .

dan sangat merugikan. vitamin. persamaannya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H 2 O H+ H2C OH H2C OH Gliserol O HC OH + 3 HO C (CH2)16CH3 Gliseril tristearat Asam stearat Sumber: amadeo. Persamaan kimianya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H33 + 3H2 C17H33 H2C Nikel ⎯⎯⎯⎯⎯ HC → 175°C 5 atm O O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H2C Minyak cair Margarin Ikatan rangkap pada minyak dapat dioksidasi. Sumber: autumnwindz. 250 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Gliserol sebagai hasil samping juga dapat dimurnikan dengan cara distilasi. Makin besar bilangan iodin. dan lainnya sesuai permintaan konsumen.blog.1 Minyak + NaOH ⎯⎯ → Sabun Ketidakjenuhan lemak dan minyak dapat ditentukan dengan cara adisi kuantitatif iodin terhadap ikatan rangkapnya. Jika lemak dihidrolisis akan terurai menjadi asam-asam lemak dan gliserol.2). Misalnya. Mentega asli mengandung gliseril tributirat. Proses ini dinamakan safonifikasi atau penyabunan (Gambar 9. Diskusikan dalam kelas. Mentega buatan atau margarin dibuat melalui pengolahan minyak cair menjadi lemak melalui reaksi adisi gas H2 dengan bantuan katalis logam nikel pada suhu dan tekanan tinggi (Gambar 9.2 Pada pembuatan margarin. selanjutnya ditambah susu. Reaksi oksidasi yang terkendali pada minyak merupakan proses yang terjadi pada pengerasan cat. makin banyak ikatan rangkap dalam minyak atau lemak. setelah minyak dihidrogenasi. Di samping itu. Minyak ⎯⎯ margarin → ⎯ Trigliserida + NaOH ⎯→ Gliserol + Sabun Sabun yang terbentuk dapat digumpalkan dengan garam dapur dan dimurnikan dengan cara dicuci dengan air.Kegiatan Inkuiri Bagaimana menentukan titik leleh lemak atau minyak di laboratorium. Gambar 9. pencita rasa. lakukan kunjungan ke pabrik minyak goreng. Oksidasi yang tidak terkendali menimbulkan bau tengik pada minyak. Hal ini dilakukan pada pembuatan mentega di industri.com Jika lemak diolah dengan larutan natrium hidroksida pekat akan dihasilkan gliserol dan garam dari asam lemak atau sabun. karena yang membedakan lemak dan minyak adalah jenis asam-asam lemak yang terikat pada gliserol maka sifat-sifat lemak dan minyak juga ditentukan oleh asam-asam lemak tersebut.com Gambar 9. Sifat-sifat lemak mirip dengan ester.1). hidrolisis lemak gliseril tristearat. Metode ini dikenal dengan istilah penentuan bilangan iodin (BI). Jika perlu. Oleh karena minyak banyak mengandung ikatan rangkap maka minyak dapat dijenuhkan dengan cara reaksi adisi pada ikatan rangkapnya. garam.

Tata Nama Lemak atau Minyak Oleh karena lemak hanya dibedakan oleh gugus asam karboksilat yang terikat pada lemak maka tatanama lemak juga didasarkan pada turunan asam karboksilat tersebut. Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri. → R–COOH + KOH ⎯⎯ R–COOK + H2O Penentuan bilangan asam BA = V( K H )M( K H )Mr( K H ) erat emak Keterangan V(K H) = Volume basa (mL) M(K H) = Konsentrasi basa (M) Mr(K H) = Massa molekul relatif basa (g mol–1) Untuk lebih memahami identifikasi lemak melalui bilangan asam ini.1 Penentuan Bilangan Asam (BA) suatu Lemak Tujuan Menentukan kadar lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam lemak. Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Reaksi oksidasi Trigliserida Safonifikasi Bilangan asam Titrasi alkalimetri Aktivitas Kimia 9. Bilangan Asam (BA) Bilangan asam adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H yang diperlukan untuk menetralkan lemak (khususnya asam lemak bebas) dalam mg lemak. 3. Secara umum lemak dan minyak diberi nama trigliserida. Hal yang lebih menarik adalah bahwa semua asam-asam karboksilat yang menyusun lemak dan minyak umumnya memiliki jumlah atom karbon genap (14. Alat 1. a. 16. dan 20). 18. lakukan percobaan berikut. 2. Erlenmeyer Lemak 251 . Contoh: Gabungan gliserol dan asam tristearat diberi nama tristearin. Gabungan gliserol dan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin. Gabungan gliserol dan asam palmitat dinamakan gliseril tripalmitat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Buret 2.Asam karboksilat yang menyusun lemak umumnya tidak bercabang. Contoh: Gabungan gliserol dan asam stearat dinamakan gliseril tristearat. yaitu teknik titrasi dengan pereaksi suatu alkali (KOH). Identifikasi Lemak atau Minyak Untuk menentukan kadar suatu lemak dan ketidakjenuhan asam lemak di dalam lemak dapat dilakukan melalui identifikasi sebagai berikut. Selain tata nama tersebut. penamaan lemak dapat juga didasarkan pada penamaan ester.

Campuran eter dan alkohol 25 mL 3. atau berapa persen halogen yang dapat diikat lemak. Hanus solution is produced by dissolving iodine crystal and liquid bromine into glacial acetic acid. Bilangan Penyabunan (BP) Bilangan penyabunan adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H diperlukan untuk membentuk gram sabun secara sempurna. Pipet tetes Bahan 1. Larutan KOH 0. harus dilarutkan terlebih dulu dalam campuran eter dan alkohol? 2. Indikator PP 4. Tahap reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Kelebihan KOH yang ditambahkan selanjutnya dititrasi. Jelaskan apa yang dapat Anda simpulkan dari hasil pengamatan tersebut. Mengapa dalam penentuan titik akhir titrasi perlu dilakukan penambahan indikator? 3. Bilangan Ester (BE) Bilangan ester adalah bilangan yang menyatakan berapa mg K H yang diperlukan untuk menyabunkan ester yang terdapat dalam gram lemak atau minyak. 252 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Mengapa lemak atau minyak yang berwujud cair dalam percobaan ini. 3. Kemudian. Bilangan Iodin (BI) Bilangan iodin adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg halogen (dinyatakan sebagai iodin) yang dapat diikat oleh mg lemak. Pertanyaan 1. Statif 4. c. Masukkan larutan tersebut ke dalam labu erlenmenyer. Larutkan 2 mg lemak atau minyak yang berwujud cair ke dalam 25 mL larutan dari campuran eter dan alkohol.1M dalam alkohol hingga tercapai titik akhir titrasi. bilangan ester merupakan suatu ukuran kadar ester yang terdapat dalam minyak atau lemak. 2. Lemak 2 mg 2. Catatan Note Larutan hanus dibuat dengan cara melarutkan kristal iodin dan bromin cair ke dalam asam asetat glasial. Dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih dan mentitrasi kelebihan KOH.1 M dalam alkohol Langkah Kerja 1. → 1) Trigliserida + KOH ⎯⎯ Gliserol + R–COOK (sabun) → 2) KOH (sisa) + HCl ⎯⎯ KCl + H2O Kegiatan Inkuiri Gambarkan perangkat alat percobaan untuk merefluks suatu senyawa. d. sampai terbentuk sabun. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi bilangan ester adalah dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih.3. Diskusikan dengan teman kelompok Anda. teteskan indikator PP. Titrasi larutan tersebut dengan larutan KOH 0. Apa yang dapat Anda amati saat titik akhir titrasi tercapai? 4. b. Amati perubahan yang terjadi. Teknik yang digunakan adalah titrasi asidimetri setelah proses penyabunan sempurna. Jadi. Teknik untuk mengidentifikasi bilangan penyabunan sama seperti dengan penentuan bilangan ester. Penetapan BE dapat terganggu jika dalam lemak terdapat suatu anhidrida atau suatu lakton.

artinya ketiga bagian asam lemaknya dapat berbeda. Tuliskan struktur lemak tersebut. Setelah lemak dihidrolisis. Trigliserida merupakan jenis yang paling banyak (95–98%) terdapat dalam makanan. Tuliskan persamaan reaksi redoks antara asam linoleat dan bromin. senyawa hanus). Teknik yang digunakan untuk menentukan bilangan iodin adalah titrasi iodometri. 3. Indikator apa yang cocok untuk titrasi pada penentuan bilangan ester? Bagaimana perubahan warnanya? Indikator apa yang cocok pada penentuan bilangan iodin? Bagaimana perubahan warna yang terjadi? Kerjakanlah di dalam buku latihan. diperoleh gliserol dan asam miristat. (2) fosfolipid. Umumnya lemak dan minyak yang terdapat di alam merupakan trigliserida campuran. Reaksi keseluruhan adalah H C H C → + 2 IBr ⎯⎯ H C I H C I Kata Kunci • • • • • Bilangan ester Bilangan penyabunan Titrasi asidimetri Bilangan iodin Titrasi iodometri + Br2 → Br2 + KI ⎯⎯ I2 + KBr → I2 + 2Na2S2O3 ⎯⎯ Na2S4O6 + 2NaI Kegiatan Inkuiri Tambahkan larutan bromin tetes demi tetes ke dalam minyak. 2. Suatu lemak dapat diekstrak dari buah pala. yaitu Iodobromida (IBr. 7. dan (3) kolesterol. Beberapa sumber lemak dapat dilihat pada Tabel 9. Bagaimana perubahan warna dari larutan bromin? Tes Kompetensi Subbab 1. yaitu lemak jenis: (1) trigliserida.Senyawa halogen yang digunakan untuk penentuan bilangan iodin adalah senyawa antarhalogen. dan merupakan komponen utama dinding sel. dan tripalmitoleat. Persamaan reaksinya: I → + IBr ⎯⎯ + Br2 I Dengan demikian. Senyawa hanus bereaksi dengan lemak melalui reaksi adisi pada ikatan rangkap. 6. Tuliskan persamaan reaksi penyabunan dengan menggunakan struktur kimia. Lemak 253 . Minyak kelapa (minyak curah) sering membeku pada pagi hari. B. A 5. Kelebihan bromin direaksikan dengan KI agar terbentuk I2. tributirat.4. bilangan iodin merupakan ukuran banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemak. Jelaskan fakta ini berdasarkan strukturnya. Sumber dan Kegunaan Lemak Ada tiga bentuk utama lemak yang ditemukan dalam diet manusia dan hewan mamalia. 4. selanjutnya I2 direaksikan dengan natrium tiosulfit. sedangkan kolesterol dan fosfolipid terdapat dalam jumlah sedikit. tetapi minyak kelapa sawit (seperti minyak dalam botol kemasan) tidak pernah membeku. Titrasi dilakukan setelah reaksi adisi berlangsung sempurna. Tuliskan struktur lemak yang memiliki nama trilinoleat.

dan Metabolisme.2 11.5 2. trigliserida dapat diubah menjadi kolesterol.5 2.4 – – 6.0 1. Selain sebagai sumber energi.5 Jenis Asam-Asam Lemak yang Terkandung dalam Makanan Komposisi Rata Rata ( ) Laurat Miristat 2.35 0.9 19.7 Linolenat – – – – – – 47.5 Lemak Minyak Mentega Hati ikan Ikan paus Kelapa Jagung Biji kapas Biji rami Zaitun Kacang tanah Kedelai Sumber: Kimia Organik 2. Kegiatan Inkuiri Kapan lemak disintesis dalam tubuh? Apakah hubungannya kebutuhan lemak dengan orang yang diet? Trigliserida banyak ditemukan dalam sel-sel lemak.3 3. 1988 Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling efisien sebagai cadangan energi untuk proses-proses atau aktivitas yang memerlukan energi dalam tubuh. Energi hasil metabolisme karbohidrat dan protein secara berurutan sekitar 9 kkal g–1 dan 4 kkal g–1. fosfolipid. Sekitar 99% dari volume sel lemak mengandung trigliserida.4 1.6 26.2 0.1 2.9 Linoleat 3. Beberapa trigliserida juga terdapat dalam bentuk butir-butir lipid di dalam jaringan yang bukan lemak (nonadiposa).4 Palmitoleat 4.6 29.6 10.2 7.0 8. Energi hasil metabolisme lemak dua kali lebih besar daripada metabolisme karbohidrat atau protein dengan takaran yang sama.4 1.8 9.1 2.8 24.6 22.2 23.4 Oleat 26.32 4.3 18.4 – – – 0.64 0 0 0 0 0 Lemak Jenuh 50 33 37 20 sedikit 14 18 15 76 Lemak Tak Jenuh 34 41 56 66 90 86 59 82 8 Catatan Note Lemak di bawah kulit berfungsi sebagai insulator panas maupun dingin agar suhu tubuh tetap optimum.5 49.4 Beberapa Sumber Lemak (Lipid) dalam Makanan Kadar ( ) Kolesterol 0.1 5. 1985 Komposisi asam-asam lemak yang terkandung dalam beberapa bahan makanan adalah sebagai berikut.1 4.1 – – 34.5 10.6 20.4 15. seperti hati dan otot.0 – – – 0.Tabel 9.3 3. Bahan Makanan Susu Telur Daging Ayam Terigu Jagung Alpukat Kacang tanah Kelapa Sumber: Biokimia.0 50.0 14.4 6.7 29. Fat under the skin act as thermal and cold insulator in order to keep body temperature optimun. Nutrisi.6 2.0 28.1 Palmitat 29.9 8. 254 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .8 Stearat 9.0 84.2 45. dan bentuk lipid lainnya jika tubuh memerlukan jenis lipid tertentu.3 9.1 35.4 56.4 – – – – – 0.0 1.8 2.2 0.5 – 0. Tabel 9.4 0.3 6.3 47.

Defisiensi (kekurangan) asam lemak esensial ditandai dengan adanya kulit memerah. demam. epididimus. Aspirin (headache medicine) can inhibit prostaglandine formation through acetilation reaction thus the effect of prostaglandine overproduction (headache) can be cured. uterus. dan organ lainnya. tekanan darah tinggi. ketidakteraturan menstruasi. ginjal. bahkan penggumpalan darah. Pertama kali diketahui bahwa prostaglandin disintesis di dalam kelenjar prostat.P . Terdapat beberapa macam prostaglandin yang sudah diketahui. Prostaglandin adalah zat serupa hormon yang memiliki efekefek biologis dengan berbagai fungsi. seperti ditunjukkan pada biosintesis berikut.Di samping berperan sebagai jaringan lemak. yaitu P . yaitu sebagai bantalan tulang-tulang dan organ-organ vital.14-eikosatetranoat (asam arakidonat) Lemak 255 . yang umum dan banyak ditemukan ada empat macam.11. Kegiatan Inkuiri Sebutkan jenis-jenis asam lemak dan sumbernya yang banyak mengandung asam lemak esensial. nyeri. Jantung. hati.P α . diare. 8. Senyawa ini dibiosintesis dari asam lemak tak jenuh dengan jumlah atom karbon 20. Catatan Note Aspirin (obat sakit kepala) dapat menghambat pembentukan prostaglandin melalui reaksi asetilasi sehingga dampak kelebihan prostaglandin (sakit kepala) dapat dinetralisir. Hal ini yang menjadi alasan mengapa asam-asam lemak tidak jenuh diperlukan oleh tubuh guna menjaga kesehatan optimum. terutama pada pipi dan daerah tubuh yang lecet akibat benturan. tetapi sekarang diketahui dapat disintesis di paru-paru. mengantuk. Prostaglandin merupakan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon 20 dan mengandung cincin siklopentana. Untuk memenuhi kebutuhan lemak agar kondisi kesehatan optimum diperlukan trigliserida yang mengandung asam-asam lemak esensial. Ketidakseimbangan kadar prostaglandin dalam tubuh dapat menyebabkan rasa mual. seperti asam arakidonat. dan kelenjar air susu terbungkus oleh lapisan jaringan lemak. misalnya asam lemak linoleat. asma. trigliserida juga memiliki fungsi fisik. Asam lemak esensial ditandai dengan ikatan rangkap berada pada posisi C–7 terakhir dalam rantai asam lemak ke arah ujung gugus metil (terutama C–6 dan C–7). Diperkirakan orang dewasa memerlukan minimal 2% dari nilai kalorinya dalam bentuk asam lemak esensial. Kebutuhan asam lemak esensial diperoleh dari pemberian asam arakidonat untuk pembentukan prostaglandin. tetapi . guna melindungi organ vital dari guncangan atau getaran. peradangan. α PG : prostaglandin Kata Kunci • • Cadangan energi Asam lemak esensial Asam 5. Asam lemak esensial adalah asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi dari makanan.

seperti A. telur. Hal ini disebabkan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. E. Akibatnya.O COOH OH H H P COOH → ⎯ ⎯ COOH OH Gambar 9. menyerap vitaminvitamin yang larut dalam lemak (A. Lemak dan kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. Vitamin-vitamin tersebut disimpan sebagai cadangan vitamin. dan daging merah yang kaya kolesterol. 1996 Sekilas Kimia Lemak Olestra Setiap jenis vitamin memiliki struktur kimia yang khas. seperti mentega.14-eikosatrienoat (asam homo-γ-linolenat) ⎯ ⎯ → HO H OH H H P α OH Keterangan: E : alkohol-keton F : diol dan Indeks. dan K untuk disirkulasikan ke bagian tubuh yang membutuhkan. Misalnya. Kolesterol merupakan jenis lemak yang terdapat dalam semua hewan. yang digunakan ketika seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin dalam jangka waktu lama.11. untuk menjaga kesehatan. E.6 Kadar Lemak Jenuh dan Tak Jenuh di Dalam Beberapa Sumber Makanan Kadar Lemak ( ) Jenuh 50 94 19 16 45 35 Takjenuh 50 6 81 84 29 40 Sumber: Bantuan Studi Lengkap SPM Kimia. olestra juga menyerap nutrien. Efek samping dari mengkonsumsi produk ini secara terus menerus berkaitan dengan masalah gizi. Olestra memasuki sistem pencernaan tanpa melalui proses metabolisme sehingga tidak ada kalori dari bahan ini yang diambil. karena olestra merupakan sejenis molekul lemak yang besar. dan K). dan K larut dalam pelarut nonpolar dan jaringan lemak tubuh (yang juga bersifat nonpolar). D. dan diganti dengan konsumsi lemak nabati. tekanan darah meningkat dan berpotensi terjadinya serangan jantung. E. Struktur khas ini menentukan kelarutannya di dalam setiap bagian tubuh manusia. Tabel 9. Selain itu. Kadar lemak jenuh dan tidak jenuh dalam jenis minyak dan mentega ditunjukkan pada tabel berikut. yang ikut terbawa saat diekresikan keluar tubuh. D. Olestra. vitamin B dan C larut dalam air. Adapun vitamin A.3 Biosintesis prostaglandin Asam 8. 2000 Sumber Minyak: Sawit Kelapa Kacang Jagung Lemak: Mentega Margarin 256 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Lemak yang terdapat di bagian bawah kulit berfungsi untuk melindungi badan dari cuaca dingin. Para praktisi kesehatan menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh rendah. D. seperti karoten. suatu produk yang dihasilkan dari penggabungan molekul gula dengan asam lemak. Jadi. Pada dinding pembuluh darah (arteri) terdapat suatu lapisan dari bahan organik yang terdiri atas lemak dan kolesterol. menyatakan jumlah ikatan rangkap Lemak berperan sebagai pelarut vitamin-vitamin.Tubuh kita berupaya mensintesis kolesterol melalui konsumsi makanan. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa makanan yang banyak mengandung kadar lemak tidak jenuh tinggi dapat mengurangi serangan jantung. Sumber: Chemistry: The Central Science. yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. kita perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh kadar tinggi. Olestra stabil pada suhu tinggi sehingga banyak digunakan sebagai pengganti minyak sayur dalam pembuatan keripik kentang dan makanan sejenisnya.

Keunggulan Minyak Kelapa Sawit Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam kadar yang seimbang. Minyak ini mengandung 44% asam palmitat dengan 16 atom karbon. Keadaan ini lebih baik untuk kesehatan jika dibandingkan dengan asam lemak berantai pendek. Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, sekitar 40% jika dibandingkan minyak-minyak yang lain. Asam lemak tidak jenuh ini membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, minyak sawit cukup aman bagi kesehatan.

Kata Kunci
• • Lemak jenuh Lemak tak jenuh

Kegiatan Inkuiri
Lakukan survei untuk menyelidiki titik leleh minyak goreng yang ada di pasaran. Minyak goreng mana yang banyak mengandung asam lemak tidak jenuh.

Minyak sawit juga mengandung β–karoten yang merupakan sumber penting bagi pembentukan vitamin A, dan juga mengandung vitamin E. β–karoten dan vitamin E berperan penting dalam upaya mencegah penyakit kanker. Minyak sawit tidak mudah menjadi tengik. Oleh karena itu, makanan yang digoreng dengan minyak kelapa sawit lebih tahan lama. Minyak sawit dapat membantu mencegah pembekuan darah. Hal ini disebabkan minyak sawit dapat menjaga kondisi hormon tromboksin dan prostalisin dalam darah. Jadi, minyak sawit dapat menjaga pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Tes Kompetensi Subbab

B
(c) Terigu atau jagung? (d) Alpukat atau mentega?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Manakah makanan berikut ini yang lebih baik bagi kesehatan untuk dikonsumsi? Jelaskan secara singkat dan tepat. (a) Daging merah (sapi, kambing) atau daging ayam? (b) Susu atau telur?

C. Sabun dan Detergen
Sabun adalah garam logam alkali (biasanya garam natrium) dari asamasam lemak yang mengandung jumlah atom karbon umumnya 16 dan 18. Akan tetapi, ada juga sabun yang mengandung asam lemak dengan rantai karbon lebih pendek.

1. Sabun
Pembuatan sabun telah dilakukan sejak masa lampau (mesir kuno). Sebelum masehi, sabun sudah dibuat dari abu tanaman yang mengandung kalium karbonat. Abu tersebut dididihkan dengan kapur (CaO) membentuk kalium hidroksida. Selanjutnya pendidihan kalium hidroksida dengan lemak hewan menghasilkan sabun. Sabun generasi pertama yang mirip dengan sabun sekarang dibuat di Italia pada tahun 600 M. Pada waktu itu bahan-bahan baku yang digunakan adalah lemak dan kalium hidroksida. Sabun yang dihasilkan tidak murni sebab menggunakan bahan baku yang juga tidak murni.

Lemak

257

Teknik yang dikembangkan masih primitif. Dengan ditemukan teknik pemurnian bahan baku dan pemahaman yang memadai terhadap reaksireaksi kimia dalam pembuatan sabun maka pada abad-abad berikutnya dihasilkan sabun bermutu tinggi.

Aktivitas Kimia 9.2
Sumber: Oklahomafood.com

Gambar 9.4
Sabun mandi dibuat pertama kali dari kalium hidroksida dan lemak hewan.

Pembuatan Sabun Tujuan Untuk membuat sabun dari lemak dan natrium hidroksida (NaOH). Alat 1. Gelas kimia 2. Gelas ukur 3. Batang pengaduk 4. Bunsen Bahan 1. Lemak 2. Larutan NaOH 6 M 3. Garam dapur (NaCl) 4. Air Langkah Kerja 1. Campurkan lemak dengan larutan NaOH 6 M. Kemudian, didihkan sambil diaduk. 2. Setelah reaksi sempurna tambahkan garam dapur, dan cuci dengan air. Pertanyaan 1. Bagaimana persamaan reaksi dalam proses penyabunan tersebut. 2. Jelaskan mengapa perlu dilakukan penambahan NaOH 6 M. 3. Mengapa pada akhir reaksi perlu ditambahkan garam dapur (NaCl)?

Mahir Menjawab
Hasil samping yang diperoleh dalam industri sabun adalah .... A. alkohol B. ester C. glikol D. gliserol E. asam karbon tinggi Pembahasan Reaksi pembentukan sabun (safonifikasi) ester+basa kuat → sabun+alkohol (lemak) (gliserol) Dalam industri pembuatan sabun, ester yang digunakan adalah lemak. Jadi, alkohol yang dihasilkan berupa gliserol (CH2OH–CHOHCH2OH) merupakan hasil samping. (D) SPMB 2004

Kegiatan Inkuiri
Setelah melakukan percobaan pembuatan sabun pada Aktivitas Kimia 9.2. Buatlah kembali bersama teman kelompok Anda sabun dalam jumlah yang relatif banyak. Kemudian, coba tawarkan dengan harga yang sesuai kepada orang-orang di sekitar Anda.

Sabun mempunyai dua bagian, yaitu bagian ekor dan kepala. Bagian ekor berupa hidrokarbon rantai lurus, bagian kepala berupa garam natrium atau kalium dari ion karboksilat yang bersifat polar. Bagian ekor bersifat nonpolar sehingga hanya larut dalam bahan yang juga nonpolar, seperti minyak atau lemak. Bagian kepala bersifat polar sehingga hanya larut dalam pelarut polar seperti air. Sabun yang umum dipakai adalah garam natrium atau kalium dari asam stearat atau palmitat. Struktur molekulnya adalah
O C
Gambar 9.5
Model struktur molekul sabun

O- Na +

ekor

kepala

258

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

a. Sabun sebagai Pengemulsi Jika air dan minyak dicampurkan, akan membentuk dua lapisan. Lapisan atas adalah minyak dan lapisan bawah adalah air. Jika campuran minyak dan air dikocok, minyak akan pecah menjadi butiran-butiran yang tersebar dalam campuran. Campuran ini disebut emulsi. Emulsi minyak-air tidak stabil. Jika dibiarkan, butiran-butiran minyak akan bergabung kembali seperti semula membentuk lapisan minyak di atas permukaan air.

Gambar 9.6
(a) Minyak dan air jika dicampurkan membentuk emulsi yang tidak stabil. (b) Setelah ditambahkan sabun, terbentuk emulsi minyak-air yang stabil. Rantai karbon larut dalam minyak, dan gugus karboksil larut dalam air.

(a)

(b)
Sumber: journeytoforever.org

Jika sabun ditambahkan ke dalam emulsi minyak dan air maka emulsi tersebut menjadi stabil, tidak terpisah lagi (Gambar 9.6b). Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun akan melarutkan butiran minyak, dan bagian kepala akan berada dan larut dalam air. Butiran-butiran minyak seolah-olah larut dalam air dengan bantuan sabun. Dalam hal ini, peranan sabun dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Bagian ekor sabun masuk (larut) ke dalam butiran minyak sebab sama-sama nonpolar. 2) Bagian kepala sabun berada di luar permukaan butiran minyak sebab bersifat polar (tidak larut dalam minyak). Bagian kepala larut dalam air sebab sama-sama polar. 3) Oleh karena bagian kepala sabun bermuatan negatif maka setiap butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh satu lapisan bermuatan negatif membentuk misel (lihat Gambar 9.7). 4) Muatan negatif yang mengelilingi butiran minyak mengadakan tolakmenolak satu sama lain sehingga butiran-butiran minyak tidak akan bergabung membentuk lapisan minyak seperti semula. Jadi, sabun dikatakan menstabilkan emulsi minyak-air. b. Sabun sebagai Pencuci abun biasanya garam natrium stearat atau natrium palmitat. Rumus umum sabun adalah R–COONa, dengan R adalah alkil dari hidrokarbon. Sabun yang dibuat dari garam natrium stearat, memiliki rumus: C17H35COONa Jika sabun dari garam stearat dilarutkan dalam air maka akan terionisasi sebagai berikut.
→ C17H35COONa(aq) ⎯⎯ C17H35COO–(aq) + Na+(aq)

Gambar 9.7
Misel Butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh lapisan bermuatan negatif.

Kata Kunci
• • • • • • Garam natrium/kalium karbosilat Bagian ekor sabun Bagian kepala sabun Misel Hidrofil Hidrofob

Ion stearat terdiri atas dua gugus, yaitu kepala ( –COO– ) bersifat ionik dan hidrofil, serta ekor (C17H35–) bersifat hidrofob.

Lemak

259

Tindakan sabun dalam membersihkan pakaian dari kotoran berdasarkan pada sifat kedua ujung ion stearat ini. Secara umum tindakan sabun dalam mencuci pakaian dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pembasahan ( etting) dan tahap pencucian (cleaning). 1) Tahap Pembasahan Semua molekul air akan tarik-menarik satu sama lain. Di dalam air, kekuatan baku-tarik ini seimbang dalam segala arah. Akan tetapi, di permukaan air akan terbentuk dua arah gaya tarik yaitu gaya tarik ke arah dalam dan gaya tarik ke arah samping, seperti ditunjukkan pada Gambar 9.8. Kedua arah tarikan ini menyebabkan air memiliki suatu gaya tegang. Gaya ini dinamakan tegangan permukaan air. Sifat dari tegangan permukaan menghalangi air untuk membasahi suatu objek yang akan dicuci. Jika sabun dicampurkan ke dalam air maka partikel-partikel sabun akan larut di dalam air dan tersebar di antara molekul-molekul air. Penyebaran ini menurunkan gaya tarik antarmolekul air. Penurunan gaya tarik ini melemahkan tegangan permukaan air. Dengan melemahnya tegangan permukaan air maka air dapat membasahi objek yang akan dicuci dengan mudah. 2) Tahap Pencucian Pakaian yang akan dicuci biasanya terdapat kotoran berupa lemak. Jika sabun diaduk bersama-sama pakaian yang berlemak maka ujung hidrofob akan larut dalam lemak, sedangkan ujung hidrofil berada dalam medium air. Selama pencucian, pergerakan molekul-molekul air akan menarik bagian kepala molekul sabun, dan kepala molekul sabun akan menarik bagian ekornya. Akibat tarikan itu, bagian ekor akan menarik lemak hingga pecah dan terpisah dari permukaan pakaian. Lemak yang terlepas dari pakaian dibawa oleh gerakan air. Kotoran yang melekat pada lemak juga akan turut lepas. Lemak bersama-sama sabun dalam air akan membentuk emulsi.

Gambar 9.8
Tarik-menarik antarmolekul air

Kata Kunci
• • • Detergen alam Detergen sintetik Gugus fungsi ion sulfonat/sulfat

2. Detergen
Detergen tergolong bahan yang digunakan sebagai pencuci. Detergen dibagi dalam dua jenis yaitu detergen alam dan detergen sintetik. Detergen alam dibuat dari minyak hewan atau minyak sayuran seperti sabun mandi. Detergen sintetik biasanya dibuat dari minyak bumi. Detergen agak berbeda dari sabun. Sabun adalah garam natrium dari asam karboksilat, sedangkan detergen adalah garam natrium dari asam sulfonat, seperti natrium alkil sulfat dan natrium alkilbenzen sulfonat. Sabun dan detergen memiliki gugus fungsi berbeda. Sabun memiliki gugus fungsi ion karboksilat (COO–), sedangkan detergen memiliki gugus fungsi ion sulfonat (SO3–) atau ion sulfat (O–SO3–). Bagian ekor yang telah dikembangkan untuk pembuatan detergen adalah alkil sulfat dan alkilbenzena sulfonat. Rantai alkil sulfat mengandung 10–18 atom karbon. Rantai ini berasal dari alkohol, seperti lauril alkohol. Reaksi lauril alkohol dengan asam sulfat pekat menghasilkan asam sulfonat. Asam ini selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk natrium lauril sulfat. Persaman reaksinya:

Sumber: wing scorp.com

Gambar 9.9
Salah satu jenis detergen komersial menggunakan bahan LAS (lauril alkil sulfonat).

260

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

O
CH3–(CH2)10–CH2OH+ OH

S O

→ HO ⎯⎯ H3C

(CH2)10

H2 C O

O S O OH + H2O

Rantai alkilbenzena sulfonat berasal dari minyak bumi. Rantai ini dibentuk dari rantai alkena lurus (10–12 atom karbon) dengan cincin benzena. Alkilbenzena yang dihasilkan, kemudian direaksikan dengan asam sulfat pekat membentuk asam alkilbenzen sulfonat. Selanjutnya asam ini dinetralkan oleh natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. CH3
CH=CH2+
Alkilasi ⎯⎯⎯→

C H

Alkena

Benzena

Alkilbenzena

Selanjutnya, alkilbenzena direaksikan dengan asam sulfat.
CH3 C H
+ HO

O S O
Asam sulfat
Alkilasi OH ⎯⎯⎯→

CH3 C H

O S O OH + H2O

Alkilbenzena

Asam alkilbenzen sulfonat

Bagian ekor yang dihasilkan di atas selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh:
CH3 C H O S O OH + NaOH ⎯⎯ → CH3 C H O S O ONa + H2O

Detergen (natrium alkilbenzena sulfonat) Mekanisme reaksi pembuatan detergen

Asam alkilbenzena sulfonat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium alkilbenzen sulfonat (ABS), sedangkan lauril hidrogen sulfat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium lauril sulfat (LAS).

Tes Kompetensi Subbab
1. 2.

C
3. 4. Apa yang dimaksud dengan misel? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan sabun natrium palmitat.

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Terangkan kembali dengan kalimat Anda sendiri, bagaimana sabun digunakan sebagai pengemulsi. Mengapa air saja tidak cukup melarutkan kotoran pada pakaian Anda?

Lemak

261

Rangkuman
1. Lemak dan minyak adalah trigliserida, yaitu suatu triester gliserol dan asam lemak rantai panjang. Lemak dan minyak memiliki sifat-sifat serupa ester, yaitu dapat dihidrolisis, dioksidasi, dan dihidrogenasi pada ikatan rangkapnya. 2. Asam karboksilat dalam lemak dan minyak pada umumnya mengandung jumlah atom karbon genap dan ikatan rangkap dengan struktur cis. Lemak tak jenuh diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan, sedangkan lemak jenuh perlu dihindari sebab dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang berpotensi penyakit jantung. 3. Identifikasi lemak dapat ditentukan menggunakan metode kuantitatif, seperti bilangan asam, bilangan ester, bilangan penyabunan, dan bilangan iodin. Pada umumnya, minyak mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh daripada asam lemak jenuh. 4. Sabun adalah garam logam alkali dari asam-asam karboksilat. Adapun detergen adalah garam sulfonat atau sulfat yang mengandung rantai hidrokarbon panjang. Sabun dan detergen dibuat berdasarkan pada sifat dwikutub (dipolar) dari molekul atau ionnya.

Peta Konsep
Lipid
terdiri atas

Lemak
dibedakan dari

Minyak

Sumber
lemak minyak

Ikatan dalam asam lemak
lemak minyak lemak

Wujud fisik
minyak

Hewan

Tanaman

Asam lemak jenuh

Asam lemak tak jenuh

Padat pada suhu kamar

Cair pada suhu kamar

diidentifikasi dengan

Bilangan asam

Bilangan ester

Bilangan penyabunan

Bilangan iodin

Refleksi
Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 9 ini? Bagian manakah dari materi Bab 9 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda. Pada bab ini Anda telah memahami sifat kimia dan fisika lemak; mengetahui penataan nama lemak atau minyak; menentukan bilangan asam suatu lemak atau minyak; serta memahami karakterisasi lemak dan minyak secara konvensional; dan mengetahui jenis makanan yang dapat menyehatkan dan mana yang tidak. Pada bab ini Anda juga telah mengetahui bahwa pembuatan sabun dan detergen diperoleh melalui hidrolisis lemak, begitu pula dengan pembuatan margarin yang berasal dari hidrogenasi minyak menjadi lemak. Cari tahu oleh Anda manfaat lain dari lemak atau minyak.

262

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

D.... membentuk sabun dengan logam alkali Pernyataan berikut yang sesuai dengan gliserol adalah .. 1. yaitu C. 5 mol E. untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linolenat. merupakan alkohol tersier C. O. ester C.Evaluasi Kompetensi Bab 9 A. tergolong senyawa polihidroksi E. hidrolisis Lemak 263 . 5.. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H33 C17H33 C17H33 C17H33 C17H35 C17H35 2. gliserol C.. A. 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi . A.2–propanadiol D.. A. A. 4.. esterifikasi C. A. C.. kereaktifan gugus ester E. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH.. jenis gugus polihidroksi Ciri utama asam karboksilat dalam lemak adalah . nama IUPAC: 1. penyabunan B. struktur molekul B. memiliki ikatan rangkap dua D... tetapi larut dalam eter B. H. A. polialkohol B... propanol B. memiliki rantai karbon yang panjang C. 3. B. 6. 2 mol B. A. eter Lemak dan minyak mengandung jenis unsur yang sama. 4 mol D. mengandung gugus karboksilat B. ikatan antaratom karbon D... dapat dihidrolisis E. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 8.. ester E. salah satu produknya adalah . jumlah asam lemak C. C17H31COOH.... penggaraman E. diperlukan gas hidrogen sebanyak ... 3 mol C. Lemak adalah senyawa karbon yang termasuk golongan . pirolisis D. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 7. nitrogliserin D. sukar larut dalam air.. E.. asam asetat Pada pembuatan margarin. aldehida E. A. Perbedaannya terletak pada . berupa cairan kental dan beracun Di antara struktur berikut yang merupakan struktur minyak adalah . asam karboksilat D.

12. oksidasi D.0 D. asam linoleat C... bilangan iodin E. O H2 C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H35 C17H35 13.. adisi C.. 2 D. D. 6 C. 3 E. Bilangan yang menyatakan kadar asam lemak bebas dalam suatu lemak atau minyak dengan cara reaksi penetralan disebut . gliserol dan NaOH B. Reaksi penyabunan adalah reaksi antara . UMPTN 1999 B: Untuk menentukan adanya ikatan rangkap digunakan pereaksi brom.. Satu molekul gliserol bereaksi dengan tiga molekul palmitoleat. Jika pada titrasi 10 mg lemak memerlukan 15 mL KOH 0. A.. bilangan ester D. asam linolenat E. A. A. H2C HC H2C O O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H29 C17H29 C17H29 E. 4 264 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Lemak dengan nama gliseril trilinoleat memiliki struktur . 15.. A.. A... O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 B. bilangan penetralan 15.. Jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi redoks ini adalah . gliserilpalmitoleat 12. A. iodin yang terbentuk dititrasi dengan Na2S2O3. trigliserida D. trigliserin B.. bilangan iodin E.5 C.. A. bilangan penyabunan C... reduksi 11. 10. Nama senyawa yang terbentuk adalah .0 16. asam oleat 17. gliserida dan NaOH E. Pada penentuan BI. asam stearat B.... bilangan asam B.. substitusi B. etanol dan NaOH C. bilangan penetralan 14. asam palmitat D.5 E. 8. tripalmitoleat E. Reaksi yang terjadi pada penentuan ini adalah reaksi . bilangan ester D. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 C.. A.4 B.. tripalmitolein C. Bilangan yang menunjukkan jumlah ikatan rangkap dalam lemak atau minyak adalah ... gliserol dan asam lemak 10. bilangan penyabunan C. asam karboksilat dan NaOH D. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah .. 7....1 M untuk mencapai titik akhir titrasi maka bilangan asamnya adalah .9. eliminasi E. bilangan asam B. 5 B. A.

bilangan ester dan bilangan penyabunan? Mengapa lemak tidak jenuh diperlukan dalam diet manusia bagi kesehatan? Jelaskan.. palmitat D. Suatu trigliserida mengandung dua satuan asam stearat dan satu satuan asam palmitoleat. asam linolenat E. 5. R O C O H C. A. menghasilkan dua ekuivalen asam palmitat dan satu ekuivalen asam oleat. bilangan asam dan bilangan penyabunan. padahal struktur dan jenis unsur yang dikandungnya sama? Suatu lemak setelah disafonifikasi dan diasamkan. Lemak 265 . ikatan hidrogen B.18.. Di antara minyak berikut yang dapat menjaga kesehatan dalam jumlah yang cukup adalah . Gambarkan struktur dari asam lemak tersebut. Prostaglandin dapat dibiosintesis dari asam lemak . Mengapa minyak dan lemak berbeda. rantai polimer D. A. minyak kacang 21. asam palmitat C. A.. minyak kelapa B.... 6. R O C OH D. asam stearat D.. C E... daging ayam 19. A.. b. pada suhu dan tekanan tinggi. stearat E. K C. Apa perbedaan utama antara sabun dan detergen? Apa pula kesamaannya? 2.. linolenat 24. Prostaglandin adalah senyawa yang mengatur keseimbangan efek-efek biologis..... b.. E B. susu D. Apakah produk utamanya jika diolah dengan: a. s elling E. daging sapi B. asam laurat B. minyak jagung D. misel C. ditambah bromin dalam CCl4? 4. aspirin E. O R S O O-Na+ B. A. 1.. asam butirat 20. Pembentukan prostaglandin dapat dihambat dengan adanya . O R R C O O-Na+ O C O-Na+ B.. asam salisilat D. endapan minyak 25. streptomisin C. madu C.. Di dalam air. 3. Rumus struktur detergen adalah . minyak sawit C. Apakah perbedaan dan kesamaan antara: a. laurat B. Sebutkan perbedaan sifat-sifat lemak dan minyak. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.. A D. A. A. Di antara asam lemak berikut yang tergolong asam lemak esensial adalah . Vitamin yang tidak larut dalam lemak adalah vitamin . telur E. c... larutan NaOH dan dipanaskan. D 22. kafein B. ion-ion sabun yang berasal dari asam lemak membentuk . Di antara bahan makanan berikut yang mengandung kolesterol paling rendah adalah . E... miristat C. minyak jarak E. A. gas hidrogen dengan katalis Ni. penisilin 23.

nasi. dan minyak yang mengandung asam lemak takjenuh (seperti. 2. pati. Alat dan Bahan 1. Pada proyek Semester 2 ini. Uji lemak minyak 1. Kemudian. Amati perubahan warna yang terjadi. Kocok sedikit air beras dengan air dalam gelas kimia kecil. 2. karbohidrat (glukosa yang terdapat dalam gula. 6. Uji protein 1.Proyek Semester 2 i Ma anan Kita memerlukan makanan sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. tambahkan beberapa volume air dan kocok kembali. dan daging). seperti. Penangas air 9. Larutan etanol 6. dan pati yang terdapat dalam makanan berenergi tinggi. Larutan biuret 5. 3. minyak dapur atau minyak kelapa sawit). dan minyak. 2. Tambahkan beberapa tetes larutan Benedict dalam larutan gula. sumber protein yang dapat diperoleh dari berbagai macam makanan. 2. Larutan gula 11. Gelas kimia 8. Tujuan Untuk mengidentifikasi gula pereduksi. 5. dan kentang). Larutkan gula dalam 10 mL air dalam tabung reaksi. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan biuret. Air beras 2. Tabung reaksi 7. 4. Kemudian. Tutup tabung reaksi dan kocok. Amati perubahan yang terjadi. tambahkan beberapa tetes larutan iodin. Larutan putih telur 4. Larutan iodin 3. Uji pati 1. Tambahkan sedikit larutan etanol. protein. Sediakan larutan protein yang berasal dari putih telur ke dalam tabung reaksi. Anda ditugaskan untuk mengidentifikasi golongan senyawa pada produkproduk yang mudah diperoleh di sekitar Anda. Sediakan minyak dapur dalam tabung reaksi. 266 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3. lemak. seperti daging dan kacang-kacangan. Kemudian. serta lemak yang mengandung asam lemak jenuh (terdapat dalam margarin. Nutrisi yang dibutuhkan tersebut di antaranya. Pembakar bunsen 10. Kemudian. Tambahkan beberapa tetes larutan biuret pada larutan. Larutan Benedict 12. Air Langkah Kerja Uji gula pereduksi 1. panaskan tabung reaksi dalam penangas air. 5. 4. seperti di supermaket atau tempat perbelanjaan lainnya. buatlah laporan pengamatan kelompok Anda berupa karya tulis yang diserahkan kepada guru Anda sebelum ujian semester 2. Siapkan penangas air. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan iodin. roti. 3.

. A... CH3COCH3 B.. 1 dan 4 B. A. (CH3)3CCH2OH D. Reaksi identifikasi untuk mengenal gugus –CHO pada alkanal adalah .... 1 dan 2 C. 2 dan 3 Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat.. CH3CH2CH2OH B. CH3CH2COOH B. CH3CHOHCOOH C.. 1 dan 3 E. 2 dan 3 B. kelarutan dalam air B. CH3CHOHCH3 E.. logam Na membentuk alkoksida C. 11. mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 267 . 3. massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D.. antarmolekul-molekul alkohol terdapat ikatan hidrogen E.. 12. CH3(CH2)3CH2OH Pernyataan yang benar tentang aseton di bawah ini adalah ... PCl3 membentuk R–Cl D.. dietil keton D. 3–metil–2–butanol C. Hal ini disebabkan . 10... 1 dan 2 D. A.. CH3CH2OCH3 C. 1 dan 3 D. 1 dan 4 Di antara senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi adalah . merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E.. CH3–CH2–O–CH2–CH3 E. reaksi esterifikasi C. 2–metil butanoat Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. kalor penguapan alkohol lebih tinggi Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak apabila direaksikan dengan tes Tollen adalah . tes Tollen membentuk endapan Ag E.. A.Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 1... CH3COCOOH E.. tetapi titik didih alkohol jauh lebih tinggi daripada eter.. merupakan hasil oksidasi alkohol primer D. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B.. CH3COOH Perlakuan berikut yang tidak dapat diterapkan untuk membedakan alkohol dan eter adalah . O CH3–CH2–CH2–COOH 2. reaksi dengan PCl3 E. 5. CH3CH2CH2O E. A. gas brom membentuk dibromo alkana 8. 2 dan 4 C. butil formiat B. gas H2 membentuk alkohol B. A. A. CH3CH2CHO D. Diketahui empat senyawa karbon: 1. CH3–CH2–CH2–CHO 3. karbon tetraklorida Pasangan senyawa yang tergolong haloalkana adalah . Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. rumus bangun alkohol dan eter tidak sama B. 2–metil–2–butanol 7. polivinil klorida 2. HOOCH2COOH D... 2 dan 4 E. CH3–CH2–C–CH3 4. hasil yang terbentuk adalah . 9. kecuali .. 4.. 3.. A. 4–metil–2–pentanol E... dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. Pasangan senyawa yang berisomeri fungsional adalah . 3–pentanol B. CH2=CH–CH2–CH3 B. A. CH3–CH=CH–CH3 D. CH3–CH2–CH2–CH2–OH 2. CH2=C(CH3)2 C. CH3CHOHCH3 C....3–dimetil–2–butanol D.. reaksi dengan logam natrium D. penentuan rumus molekul Jika 1–butanol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C. eter mengandung dua gugus alkil C. A. A. Berikut adalah bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari: 1. 6. etil propanoat C. (CH3)3COH Di antara senyawa berikut yang memiliki isomer optik adalah . CH3–CH2–O–CH3 Senyawa alkohol berikut ini yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah . A. A. kloroform 3. propil asetat E. isoprena 4.

Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida.. substitusi E..... A.. H2C=CHCl 27. ClC6H5 B.13.... larutan kalium permanganat(VII) 22. C3H7COOCH3 C. C3H7COOC2H5 14. E... Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2–CHCl–CH2–CH=CH–CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi suatu campuran dari . kondensasi E.. NO3– D. HSO4– + C. protein D. A.. C2H5COOC3H7 B. Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. PVC adalah suatu plastik sebagai hasil polimerisasi dari . 2–bromopropana C. B. kanji E. A.. esterifikasi C.. ClC6H4CH3 19. A. A. CH3 CH2Cl dan CH3 CH=CH CH3 26. Di antara zat berikut yang akan menghasilkan klorobenzena apabila gas klor ini dilewatkan adalah . eliminasi 268 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. DNA 25.. substitusi E.. ClHC=CCl2 E.. 20.. C6H5–CO2H C. Jika benzena dinitrasi menggunakan campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat. enzim B.. A. 1. NO2 17. reduksi B... Metilbenzena dapat dibuat dari benzena dan bromometana dengan katalis besi(III) bromida. (CH3)3C–CO2H A.. benzena dalam cahaya matahari D. A.... CH2=CCl CH=CH2 dan CH2=CH2 D... vinil klorida E. CH3COOCH3 D. Reaksi yang terjadi dinamakan . Hasil reaksi antara asam propionat dengan etanol adalah . HNO3 B. 21.2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah . propilena B. A.. D.. isoprena D.. Cl2C=CCl2 C.3–dibromopropana 15. radikal bebas 28. C6H5CCl3 A.. C6H5CHCl2 C.. A. A.. siklopropana D. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C. ClHC=CHCl D. klor B.. CH2=CHCl dan CH2=CH CH=CH2 E.. eliminasi D. Polimer yang dibentuk dari kondensasi glukosa dinamakan polisakarida. Senyawa berikut yang termasuk polisakarida adalah .. Cl3C–CO2H 16. Di antara asam karboksilat berikut yang paling asam adalah . spesi mana yang pertama kali menyerang molekul benzena adalah . bromobenzena dengan adanya Fe C. ionik B. benzena dengan adanya besi 23. hasilnya adalah .. Di antara senyawa berikut yang disebut benzalklorida adalah . adisi D.. D.. NO2+ E. Jenis reaksi benzena dengan asam nitrat yang mengandung asam sulfat adalah . hidrogen peroksida D. C6H5CH2Cl E.2–dibromopropana E. adisi D. Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): C. C2H5COOC2H5 E. H2C=CCl2 B. bromobenzena dalam cahaya matahari E. H–CO2H E. A. oksidasi C. 1. A. A. 1–bromopropana B. CH3–CO2H B.. peptida C. adisi 18. D.. kationik C. iodobenzena pada 20°C B. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk melakukan reaksi oksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat atau ion benzoat adalah . Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah .. asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat C. tetrafloroetilen C... CH3CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B. 2n NaOH Katalis ⎯⎯⎯⎯⎯→ Polikarbonat + 2n NaCl + 2n H2O Polimerisasi reaksi yang terjadi secara . oksidasi B. larutan iodium dalam natrium hidroksida E. Senyawa berikut yang bukan monomer untuk pembuatan plastik adalah ... stirena 24.

1 D. glukosa suatu aldehid. HO OH 29. Molisch B. A. sedangkan fruktosa suatu aldehid C. Hal ini disebabkan adanya … A. C. dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosidik ikatan antarmonomer di dalam pati adalah ikatan 34.. 5 C. B. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H+→ C12H22O11 + H2O ⎯⎯ C6H12O6 + C6H12O6 Jika disakarida tersebut laktosa. ikatan hidrogen antarmolekul D... H N H 1 H C R1 C O H N H C C 5 O OH 2 3 4 R2 37.. Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor …. A. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B.. Tauber C. ikatan hidrogen intramolekul C. A. glukosa suatu aldehid... A. akan menghasilkan asam amino D. protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C. E.. monosakarida yang terbentuk adalah . glukosa suatu aldehid. amida dengan hidroksil C. sedangkan fruktosa suatu keton D. ikatan peptida E.. amida dengan karboksil D. maltosa E. 38.. protein jika dihidrolisis. HOOC COOH E. Barfoed 35. 4 B. Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 269 . amilum B. gaya van der Waals Gugus fungsi yang membentuk ikatan peptida dalam protein adalah …. glukosa dan fruktosa E. amino dengan karboksil E.. laktosa 31. ikatan peptida E. glukosa dan glukosa B. A. Fehling D. Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah . asam amino penyusun protein adalah asam α – amino. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah . fruktosa D. Hidrolisis pati dengan asam klorida encer menghasilkan ... fruktosa dan galaktosa D. A.. A.. sedangkan fruktosa suatu eter B. sedangkan fruktosa suatu eter E... sukrosa B. selulosa C.A.. muatan positif dan negatif sama B. amino dengan hidroksil Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin fenilalanin dan triptofan (mengandung inti benzena) di dalam protein adalah . dan asam γ –amino. β (1 → 4) glikosidik selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan γ –glikosidik jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu β – –galaktosa 40. amino dengan aldehid B.. ikatan hidrogen antarmolekul D. Perhatikan struktur dipeptida berikut.. A. glukosa suatu amida.. 2 E. E.. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah . 3 Suatu protein dapat memiliki struktur α–heliks. gaya van der Waals Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki . A. Di antara karbohidrat berikut yang tidak mengalami hidrolisis adalah . D. ikatan hidrogen intramolekul C. glukosa dan galaktosa C. Benedict E. fruktosa dan fruktosa 33. asam β –amino. C.. 39.. terjadi ikatan peptida di antara setiap dua monomer protein 36. sedangkan fruktosa suatu asam 30. amilum D. laktosa E.. maltosa 32. glukosa suatu keton. muatan positif dan negatif sama B. ClCH2CH2CH2COOH HOOCCH2CH2OH HO COOH D.. A. struktur molekul glikogen dapat bercabang B. Jika disakarida. Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab .. fruktosa C.

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. b. A. karboksil dan metil E. metil dan amino C. minyak jarak 45.12–dionat. dan nama sistematisnya asam 3.5% H (menurut massa). minyak kacang E. a. Mycomycin adalah antibiotik alam yang dihasilkan dari jamur Nocardia acidophilus. pereaksi didihkan dalam refluks dan HCl kering dialirkan ke dalam campuran. Xantoprotein D. 5 mol B. nitrogliserin B. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat pada reaksi pengesteran ini? d. minyak kelapa kopra B. asam stearat 43. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi tersebut. CH2=CH–C ≡ C–CH ≡ CH2 dan benzena c.. air D.. 270 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . C17H31COOH diperlukan gas hidrogen sebanyak . amino dan gugus karboksil D. Ikatan peptida antarasam amino yang terdapat dalam protein adalah terbentuk dari gabungan gugus . minyak kelapa sawit C. ester E. A. A. a. minyak kelapa kopra B.0 g trigliserida dihidrolisis dengan natrium hidroksida. 4 mol B.8– tridekatetraena–10. alkohol dan metil B. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut. gliserol C.. minyak kelapa sawit C.. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH. toluen (metilbenzen) dan 2–metilsikloheksena Identifikasikan apakah senyawa berikut tergolong asam karboksilat. ester. c. Sikloheksanol. menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium streat (C17H35COONa). Hasil analisis cuplikan senyawa adalah: 87. Sakaguchi C. dalam larutan asam menjadi sikloheksana.7. Sebanyak 10.. atau aldehid. c. 3. minyak jarak 44. 2 mol D. a. A. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+.. CH3 O C CH2 CH CH3 CH3 8. minyak kacang E.. minyak jagung D. salah satu produknya adalah . amonia dan alkohol 42. keton.5% N dan 12. O 5... Terangkan uji kimia yang dapat membedakan antara: a. 1. Rumus molekul mycomycin adalah C13H10O2. Propionaldehid (propanal) dan aseton (propanon) b. Di antara minyak-minyak berikut yang paling banyak mengandung lemak jenuh adalah . minyak jagung D.. Millon 41. b. C6H10O. nitroprusida B. Tentukan rumus empirisnya. Berikan alasan mengapa dalam reaksi ini digunakan HCl kering. diketahui bahwa senyawa itu hanya berikatan kovalen tunggal. O b. CrO3. Tuliskan rumus struktur yang mungkin untuk senyawa tersebut. A. 6. C H O c. Pada kondisi bagaimana senyawa tersebut bereaksi dengan feniletanon? Pada pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat. 7. Gambarkan struktur mycomycin. C6H11OH dioksidasi oleh krom trioksida. 6 mol C....5.A. Di antara minyak-minyak berikut yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah memadai adalah .. CH F CH2 CH F CH2 CH F 2. 3 mol E.. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 4. untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat. Apakah yang dimaksud dengan istilah pengasilan? Monomer apa yang digunakan untuk membentuk polimer berikut. Hopkin-cole E. asam asetat dan asetaldehid (etanal) d. Pada pembuatan margarin.

62 V C..5 g suatu zat dilarutkan dalam 100 g air. alanin E. c. 7. sistein B. π NaCl2 paling tinggi D. treonin Sebanyak 2. jumlah elektron C. jumlah H+ yang diperlukan ….. 8. perbandingan tetapan faraday terhadap tetapan Avodagro sama dengan . Ion positif dinetralkan pada elektrode X X GGL sel (V) 0. Massa molekul zat tersebut adalah …...56 V 2+(aq) Zn(s) 2+(aq) Ag(s) Zn Sn E° = 0. ⎛ 2y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 22. semua sama Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan asam memiliki persamaan berikut. π cuka paling besar B. π NaCl π CaCl2 C.7 V B. zat terlarut yang sukar menguap Jika beberapa asam amino berikut dengan berat yang sama. X2+ + 2e– ⎯⎯ X E° = + 0. dan CaCl2 diukur pada suhu yang sama maka perbandingan tekanan osmotik (π) antara ketiga larutan tersebut adalah . 186 Tiga macam larutan dengan molaritas yang sama: cuka. 8 di kiri E..14 V D. → MnO4– + C2O42– ⎯⎯ Mn2+ + CO2 + H2O Jika persamaan ini disetarakan.. 3 B.7 V Potensial reduksi logam X dan sebagai berikut. pelarut dan terlarut tidak bercampur C. 4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 11. A. Hubungan antara n. Berdasarkan gambar tersebut pernyataan yang tepat adalah .1 0. 4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 11. dilarutkan dalam air maka kenaikan titik didih paling tinggi terjadi pada larutan …. 2 Diketahui: H+(aq) H2(g) Ag+(aq) Ag(s) E° = 0.. dan y yang tepat adalah ….8 V 2+(aq) Zn(s) +(aq) Ag(s) Zn Ag E° = 1. + 0. zat terlarut yang mudah menguap E. + 0. +0. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.30 V → Kedua logam tersebut disusun seperti pada gambar berikut. 100 D.7 0. 10. B. NaCl. X Y 2. x mol Cu dan y L gas hidrogen (pada STP) diproduksi.1 0. 3. 8 di kanan D.40 V → 2+ – + 2e ⎯⎯ E°= –0. 16 di kiri B. d. 2 ⎠ D. E. Pada proses elektrolisis. jumlah elektron yang terlibat adalah .. N=X+ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 22. 125 E. A. komponen pelarut dalam fasa uap B. a.. jumlah mol elektron B.7 0. glisin D. 275 C. X dan Jika n mol elektron dialirkan melalui larutan CuSO4. 4 C. A. 16 di kanan C. A.7 5. muatan pada satu mol elektron E. 0 D.25 oC. triptofan C. X2+(aq) 1M Y2+(aq) 1M 4. A.Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 1.14 V E.2 ⎠ 6. C. muatan pada satu elektron D. b. e. –0. A. 240 B.62 V Potensial sel untuk reaksi: Sn2+ + 2e– ⎯⎯ Sn → adalah .. muatan pada ion Lemak 271 .… A.. A. A.… A. penurunan gaya tarik antarmolekul D.. Penurunan tekanan uap larutan disebabkan oleh . x. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0. 1 E. π NaCl cuka E. 12 di kiri Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi → formalin: CH3OH ⎯⎯ CH2O. –0. 9.

239 94 Pu 240 94 Pu 24. pirolisis D. Reaksi redoks antarhalogen berikut dapat terjadi. pemanasan NH4NO3 C. larutan KCl dengan gas F2 E. A. leburan NaCl dengan elektrode Pt E. A. Persamaan setara yang tepat untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah …. elektrolisis B. meningkatkan kadar karbon B. sebagai sumber partikel alfa 25. bis(dimetilglioksimato)nikel(II) B. mengalirkan H2 ke dalam nitrogen cair E. Zn(OH)2(s) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42++ 2OH– → C. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B. Prinsip pembuatan baja dari besi tuang yaitu dengan cara …. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut. pemurnian zona D.. larutan Na2SO4 dengan elektrode C C. Zn(OH)2(s) + 2OH– ⎯⎯ Zn(OH)42– → D. meningkatkan kadar seng 21. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO2(s) + 2NO2(g) → 17. KFe(SCN)6 E. C. A. diklorotetraminkrom(III) monoklorida 20. partikel β E.… A. mengubah 235U untuk menghasilkan energi D. larutan KI dengan gas Cl2 C. A. tetramindiklorokromat(III) klorida E. tetramindiklorokrom(III) klorida C. 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+ O2(g) → C. 234 90 U 236 90Th 235 92 U 238 92 U 1 + α ⎯⎯ X + 3 0 n . Po–239 272 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Zn2+(aq) + 2NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)22+ → 18. Pembuatan logam magnesium dilakukan melalui proses …. U–235 D. Zn(OH)2(s) + 2NH4+ ⎯⎯ Zn2+ + 2NH4OH → E. larutan KI dengan gas Br2 B. A. U–238 E. Rumus kimia potasium heksasianoferat(II) adalah …. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U B. larutan KBr dengan gas Cl2 12. Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah …. pemanasan NH4Cl D. A.. sodium tetrasianoditiosianatoferat(III) 22. A. A. B. larutan NaCl dengan elektrode C 15. Elektrolisis larutan yang menghasilkan logam alkali adalah …. Spesi X → D. K3[FeCN6] 19. menurunkan kadar karbon C. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . A. positron B. mengubah neutron cepat menjadi neutron termal C. Zn2+(aq) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42+ → B. Gas NH3 dapat dibuat di laboratorium dengan cara …. Senyawa kompleks berikut yang bukan kelat adalah . K3[Fe(SCN)6] B. Po–212 B. larutan KNO3 dengan elektrode Au D. krom(III) tetramin dikloro klorida B. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. K4[Fe(NCO)6] C. C Neutron A Pita kestabilan B Proton Unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan cara memancarkan …. pemanggangan kuarsa E. trans–diglisinatopaladium(II) E. reduksi SiCl4 C. A. K4[FeCN6] D. A. ion karbonatotetraaminkobalt(III) D. kecuali ….. sebagai bahan bakar untuk memicu reaksi fisi E. E. A. Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. diklorotetraminkromat(III) klorida D. larutan KI dengan elektrode C B. kromatografi lapis tipis 16. kromatografi E. partikel α D. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi …. larutan KCl dengan gas Br2 D. pemanggangan 14.11. pemanasan campuran (NH4)2SO4 dan K2O B. menurunkan kadar timah E. meningkatkan kadar timah D. distilasi kuarsa (SiO2) B. Th–234 C. A. peptisasi C. Pada reaksi inti: adalah …. elektrolisis larutan NH4Cl 13. Ca(NO3)2(s)⎯⎯ Ca3N2(s)+4NO2(g)+5O2(g) → E. partikel γ 23. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + N2O(g) + 2O2(g) → D. A. kalium tetratiosianatoetilendiaminkromat(III) C. neutron C.

X dan bereaksi membentuk ester.. 1 tersier D. larutan H2O2 C. 30. gugus C2H5 mengalami serangan oleh H218O X. 28. 31. CH3CH(OH)CH3 B. 1 sekunder.. C6H5OCOCH3 B. NHCH3 35.. CH3C16O2C2H5 dihidrolisis berasam dengan adanya H218O. A. campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D. CH2=CHCH2CH3 B. ikatan tunggal C–O dalam gugus C O terurai atom O dalam gugus O–C2H5 menjalani reaksi dengan H318O+ E. COOH HOOC C. isotop-isotop atom 18O terdapat dalam produk CH 3 –CO– 18 OH. direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dan berasam. 2 sekunder. propanon B. OH HO D. X. besi dan HNO3 pekat D. 1 primer.. E. (CH3)3COH E. C6H5OH 34. X bereaksi dengan natrium menghasilkan H 2 . 1 primer dan 3 tersier Jika butan–1–ol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C. CH3CH=CHCH3 D. timah dan HCl pekat C. A. A.2–diol (etilen glikol) membentuk polimer.. C6H5COCH3 C. C6H5CH2OCOCH3 Butanol memiliki empat isomer yang terdiri atas …. sodium hidrogen sulfit berair B. 1 primer dan 3 sekunder B. gas hidrogen dengan bantuan nikel E. Di antara senyawa berikut dapat bereaksi dengan etana– 1. Senyawa alkohol tersebut adalah …. Z adalah senyawa berbeda. gas klorin B. larutan I2 dan NaOH dalam air C. hasil yang terbentuk adalah . Senyawa adalah …. dengan HI berair 36.. A. CH2=C(CH3)2 C. D. Kesimpulannya adalah…. C6H5COCH3 Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5CH2OH) dan etanoilklorida (CH3COCl) adalah ….. ikatan C–16O lebih kuat dari C–18O B. Jika etiletanoat.. hasilnya adalah tri– iodometana. NH2 E. COOH HO B. A. CH3CHO C.. A. C6H5CH(OH)C2H5 E.. asam propanoat C. propanal E. 32. larutan KMnO4 dalam basa E. . ikatan C–C dalam gugus O–C2H5 terurai selama hidrolisis O 27. CH3CH2–O–CH2CH3 E.. A. A. Senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan asam nitrit pada 5°C adalah …. 33. bukan dalam C2H518OH. 1 tersier E. C2H5OH C. 29. C6H5CH2Cl D. CONH2 C. A. CH3 NH2 D. Reduksi: H2 N NO2 H2N NH2 dapat dilakukan dalam laboratorium sekolah dengan menggunakan …. propanoil klorida Senyawa berikut yang tidak membentuk endapan kuning jika dipanaskan dengan larutan iodin cair dan kalium hidroksida adalah .26. CH3CH(OH)C2H5 D. CH3CH2–O–CH3 Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah . CH3COCH3 D. propan–1–ol D. A. 2 primer. 2 primer dan 2 sekunder C. ClCH2CH2COOH HOOC–CH2–CH2–OH Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 273 . X dan Z dapat juga membentuk ester yang sama tetapi tidak bagus. C6H5CH2OH B. Jika suatu alkohol. yaitu .. C6H5CH2COCl E. CH2NH2 B. A.

Dalam etoksietana. Penambahan larutan NaOH membentuk endapan XOH. H C C Cl H2 C H C B. glutamin C. A.5 g logam perak. sistein D. dan tunjukkan arah aliran elektron dan gerakkan kation. 274 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Pada keadaan yang sama. AlCl 3 dan LiH dengan perbandingan mol 1 : 4 bereaksi membentuk endapan putih. Tauber 39. A. Apakah yang dimaksud dengan denaturasi protein dan renaturasi protein? 10. asam linolenat E.0 g trigliserida dihidrolisis dengan NaOH. Berapakah tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada 25oC tekanan uap air murni adalah 23. asam palmitat D. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 6. Tuliskan rumus struktur dan nama semua senyawa yang memiliki rumus molekul C5H11Br. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara AlCl3 dan LiH. alanin 40. elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1. Senyawa apakah endapan putih yang pertama? Mengapa lebih dulu mengendap? 8. Setengah-reaksinya adalah: → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° =– 76 V 2+ → Ni (aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) E° = – 23 V Gambarkan diagram sel. 5. tandai anode dan katode. Apakah nama unsur X dan mengapa emisinya terpisah? 7. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 3.8 torr). 9. b. asam stearat B.9 Pada keadaan tertentu. Berapa tekanan minimum yang harus diterapkan pada suhu 25°C untuk memurnikan air laut dengan teknik osmosis balik? Diketahui faktor van’t Hoff = 1. Molisch E. berapa gram Zn yang dihasilkan dari elektrolisis larutan ZnCl2? Sel volta dikonstruksi dari setengah reaksi berikut.18 g logam diendapkan pada elektrolisis ini? Suatu larutan X(NO3)n ditemukan mengemisi partikel α dan β. H2 C H C Cl H2 C H C C N B. Filtrat diketahui mengandung ion-ion 228Ra. menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium stearat (C17H35COONa). Air laut mengandung sekitar NaCl 3%. A. Barfoed D. endapan XOH hanya memancarkan partikel α dan filtratnya memancarkan partikel β. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah …. a.37. histidin B. asam linoleat C. 1. 38. tirosin E. A. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. H2 C H2 C H C H C C H C D. H2 C H C C N CH2 N H C C N H C H N H2 C H2 C Cl Cl HC C. Apakah nama logam tersebut jika 1. Elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. Jika propenonitril ( H2C CHC N ) dan kloroetana ( CH 2 CHCl ) dicampurkan dengan molar yang sama membentuk polimer secara adisi maka polimer yang terbentuk harus mengandung monomermonomer …. 4. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah …. Fehling B. Suatu larutan mengandung ion logam 3+ dielektrolisis dengan arus 5. Benedict C. Sebanyak 10. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 45 g glukosa dengan 450 g air. Setelah disaring.0 A selama 10 menit. asam oleat E. 2.

C Sn2+(aq) Sn4+(aq) Fe3+(a ) Fe2+(aq) C → 2I–(aq) + 2e– ⎯⎯ I2(s) E°= –0.26°C b.104°C Mr X = 842 g mol–1 Tb = –0. e. kerapatannya lebih rendah dari CO2 air.372°C Tb = –0. 1. c. a. DTd= 0.54 V GGL sel negatif maka reaksi tidak terjadi. Hal ini disebabkan pada keadaan padat. Pilihan ganda D 11. → I2(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + NO2(g) +5 +4 Tes Kompetensi Subbab C 1. C Zn Ni 2+ Reaksi yang terjadi: Zn (s) + Cu (aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) → 3. 5. 7.18637°C Evaluasi Kompetensi Bab 1 A. Plarutan = 23. Rangkaian luar e– Voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab F 1. → I2(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + 10NO2(g) + 4H2O( ) → NaCl(aq)+2H2SO4(aq)+MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(s) + 2H2O( ) + Cl2(g) a. 27. 7. C 21. suhu pembentukan CO2 padat naik. Pada tekanan tinggi. cair. DTd= 0. b. 3. 1.9 m Fraksi mol H2O2 3% = 0.702°C DTb= 0. dan gas dari air dalam ruang vakum tersebut. 5. B. 3. A C 19. Plarutan = 41. A D A C E 31. 3.62 mmHg π = 7.15°C 3. 3. → 10Br–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) → 3Cu(s)+2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab E 1. Boleh jadi padat. DTd= 0. 7.016 Apendiks 1 275 . D D 13. Esai Kemolalan H2O2 3% = 0. B 33.29 Xair = 0. 3. Fe(s) + 2Ag+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2Ag(s) 5. 3.29 m 3. d. 23.43 atm Massa etilen glikol = 1192 g Plarutan = 19. 29. 7.5 mmHg Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia Tes Kompetensi Subbab A 0 +10 Tes Kompetensi Subbab B 1. D A 15.001 atm Mr Hemoglobin = 688000 g mol–1 Tes Kompetensi Subbab B 1.71 molalitas larutan gula = 0.68 mm Hg Mr glukosa = 180 g mol–1 1. → Cr2O72–(aq)+6Cl– (aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 3Cl2(g) + 7H2O( ) → 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) – + 2MnO4 (aq)+ 7H2O( ) → H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab D 1.Apendiks 1 Kunci Jawaban Tes Kompetensi Subbab Bab 1 Sifat Koligatif Larutan Tes Kompetensi Subbab A 1. 9. D B 17. π = 0. 3. Xetanol = 0. 25. 5.

H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) → f. C F F Xe F F 25. 1. H2O memiliki nilai lebih besar (–0. F Tes Kompetensi Subbab B 1. diketahui bahwa tahap reaksi oksidasi besi berlangsung cepat (E° = 1.36 jam. Berdasarkan potensial sel. 5. Pada (b) GGL sel negatif maka reaksi tidak berlangsung. 3CH3OH(aq)+Cr2O72 (aq) + 8H+ ⎯⎯ → 3CH2O (aq) +2Cr3+(aq)+7H2O( ) Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d3. → NaI(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HI(g) + NaH2PO4(s) 3. 5. → a. 3Cu(s) + 2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) → b. Makin kuat gaya tarik van der Waals makin rapat unsur tersebut. dan reduksi terjadi di katode. Cr2O72–(aq)+ 6Cl–(aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) +3Cl2(g) + 7H2O( ) → c.2 g. F F F Xe F F Esai Penyetaraan reaksi redoks dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. 31. → 4NaCl(aq) + 2H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + 2H2O( ) + Cl2(g) Rangkaian luar e– voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab C 1. Kerapatan berhubungan dengan gaya tarik antarmolekul halogen. Potensial reduksi standar Ni paling besar (–0. Mg atau Zn memiliki potensial oksidasi lebih tinggi dibandingkan besi sehingga logam Mg atau Zn lebih mudah dioksidasi.9. Tes Kompetensi Subbab D 1. Massa Hg = 4. Zn Ni 7. B. tetapi pada tahap pembentukan karat reaksi berlangsung sangat lambat karena memiliki nilai potensial sel sangat kecil (E° = 0. b. 7. 1. B B 21. Mg = 10. 2[2 Al3++302–] + 3C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2(g) → atau Al2O3(aq) + 3 C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2 (g) Pada proteksi katodik. 3.24 volt). Gaya tolak ruang sangat tinggi. 9. Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq) ⎯⎯ 2PbSO4(s) + 2H2O( ) → d. Waktu yang diperlukan untuk mengendapkan: 1 mol Na = 5.83 volt) sehingga H2O akan di reduksi menghasilkan ion OH– yang bersifat basa.23 volt) maka Ni2+ akan direduksi. 5. → 11. 29.35 g a.06 V ) Sebab nilai potensial reduksi besi lebih besar dibandingkan nilai potensial reduksi Mg atau Zn. Evaluasi Kompetensi Bab 2 A. Berdasarkan nilai potensial reduksi standar. Akibatnya logam besi cenderung direduksi. Pilihan ganda B 13. A A 17. A E 19. 9. 35. Potensial reduksi standar Cu lebih besar (0.72 jam. 7. 11. Al = 16. 3. Sebab atom fluorin terlalu kecil untuk membentuk asam okso. C A D C D A Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d2. 27. F Br F (sp3d) 276 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 33. 5. E D 23. H2 O → 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) 3. 3. 10Br– (aq)+2MnO4–(aq) + 16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) g. C E 15. F Xe F Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d. 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) + 2MnO4–(aq) + 7H2O( ) → e.34 volt) maka Cu2+ akan direduksi. F 7. Oleh karena yang (a) GGL selnya positif maka reaksi dapat berlangsung.08 jam m I2 = 2. Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Tes Kompetensi Subbab A 1. 3.

7. Pt → Tahap 1 : 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → Tahap 2 : 2NO(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO2(g) Tahap 3 : 3NO2(g) + H2O( ) ⎯⎯ 2HNO3(aq) + → NO(g) Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali. akan diperoleh CH4 yang disebut gas alam sintetik. (b) Amonium tetrabormokuprat(II) 3. Reduksi bijih besi menjadi besi. (d) +6 Ion kompleks adalah senyawa ionik yang terdiri atas kation logam transisi (atom pusat) dan 2 atau lebih anion atau molekul netral. Pilihan ganda E 11. 5. 39. 7. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat. 5. 1. D D 13. ΔMnO MnO 5. Proses secara umum. 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( ) + 3CO2(g) → 11. B. 3. 3. 35. Mg. B C 17. Tes Kompetensi Subbab E 1. V = 3587. (b) +4. 1. Tes Kompetensi Subbab C 1. 3. 3. A D 15. Biloks Mn dalam MnO2 = +4. Evaluasi Kompetensi Bab 4 A. → 4Li(s)+ O2(g) ⎯⎯ 2Li2O(s) → 2Na(s) + O2(g) ⎯⎯ Na2O2(s) Evaluasi Kompetensi Bab 3 A. 1. B C A B C 3. (a) Tris(amin)dibromobesi(III) nitrat. C C 13. Pembuatan gas oksigen di antaranya: 2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯→ 2KCl(s) + 3O2(g) 2 → H2O2( ) ⎯⎯⎯ H2O( ) + O2(g) Tes Kompetensi Subbab D 1. Muatan senyawa ini adalah 0. B E 17. yang dikeluarkan secara berkala. 3. Tes Kompetensi Subbab F 1. D C B A C → 2Li + 2CH ≡ CH ⎯⎯ 2LiC ≡ CH + H2 Jenis reaksi adalah reaksi oksidasi. Karena potensial reduksi standar negatif (E°= 1. Tes Kompetensi Subbab G 1. 27. Ra → CaCO3(s) + H2C2O4(aq) ⎯⎯ CaC2O4(s) → 5C2O42–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 2Mn2+(aq) + 10CO2(g) + 8H2O( ) 1. B. 7. Dalam bentuk garam hipopklorit (NaClO). (c) +1. Ba.5 L 3. 5. elektrolisis → H2O( ) ⎯⎯⎯⎯ H2(g) + O2(g) → 8H2S(g) + 4O2(g) ⎯⎯ S8(s) + 8H2O( ) Esai (a) +2. → CO(g) + 3H2(g) ⎯⎯ CH4(g) + H2O(g) Δ H= –206 kJ mol–1 Setelah H2O diuapkan. 23. Alumunium memiliki energi ionisasi ketiga yang cukup tinggi cenderung sukar untuk melepaskan elektron. 29. Pada umumnya senyawa dengan biloks tertinggi lebih stabil maka diduga bahwa senyawa A adalah VF3. 23. 29. 3.contohnya Kalimantan Barat dan pegunungan Jaya Wijaya. Sifat lunak dan licin disebabkan oleh antarlapisan yang dapat bergeser. Al 2 O 3 dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). [Pt(NH3)2Br2]. Grafit memiliki struktur jaringan segienam datar dan berlapis-lapis. 9. H2 O 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) → Sebab klorin bersifat asam dalam air sehingga dapat bereaksi dengan ion basa kuat membentuk garam. D Esai 21. Pilihan ganda A 11.66) Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Tes Kompetensi Subbab A 1. → 2 M + H2 ⎯⎯ 2 MH M adalah logam alkali. A C 15. 9. 3. Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel elektrolisis. Apendiks 1 277 . Ligan adalah anion atau molekul netral terikat pada atom pusat. Tes Kompetensi Subbab D 1. C E B B B 31. Ca.Tes Kompetensi Subbab C 1. 33. 27. 25. E 21. Alumunium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik. Karena logam alkali bersifat reaktif. kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat. Sumber unsur transisi biasanya berasal dari penambangan deposit minera. Hasil samping gas H2 dan Cl2. Elektron valensinya ns2 np1. 5. 9. B D 19. dalam KMnO4 = +7. E D 19. Melalui elektrolisis garam NaCl. 5. 25. 3. Tes Kompetensi Subbab B 1. 7. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2. 37.

sedangkan inti atom nitrogen hanya 7 proton. 3.5. c. 37. 9. 4 → X+2 He ⎯⎯ 242 96 239 Cm+ 1 n . B. Sebab 238U jika dibombardir dengan neutron tidak akan terjadi reaksi berantai sebagaimana 235U. D D 21. (b) 40K. 7. C E 19. E Esai Plarutan = 23. Reaksi fusi adalah reaksi nuklidanuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O Berat I2 = 1. 9. A B A C C B E 43.3–dibromobutana CH3 H2 H2 C CH C Br Br 1. a. (c) 76Ga → U + 4n ⎯⎯ 239U → C ⎯⎯ 12C + n → K ⎯⎯ 40Ca+ −0 e 1 29. Evaluasi Kompetensi Bab 5 A. Pilihan ganda E 15. 40 235 13 208 Po. 1 n ⎯⎯ 1 p + -1 e →1 0 1. 31. c.2–dibromobutana Br H2C H2 C H2 C Br CH2 1. b. artinya katalis diperoleh kembali. 5. C6H12O6 + O2 → CO2 + H2O 0 –2 3. 3. 3. sedangkan pada reaksi fusi hingga saat ini masih terus diteliti. artinya katalis terlibat dalam tahap-tahap reaksi. g.607 ×10–9 sma. 5. 3. d. 238 U + n ⎯⎯ 239 Pu → Evaluasi Kompetensi Semester Semester 1 A. D E 23. b 21.6 torr 0 +4 Bab 5 Keradioaktifan Tes Kompetensi Subbab A 1. H3C H2 C H2 C Br CH Br H3C Br H2 C C Br CH3 1. C D 27. B. Bab 6 Senyawa Organik Tes Kompetensi Subbab A 1. Nuklida radioaktif: (a) a. e d 19. 33. 1. tetapi membentuk 239Pu. 49. Katalis yang digunakan harus bersifat radioaktif. 45. 3. 1. 7. Dalam reaksi fisi. 7. 1. 11. 23.3–dibromo–2–metilpropana 278 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . Jika dalam setiap tahap menunjukkan sifat radioaktif. agar mengurangi jumlah neutron dan meningkatkan jumlah proton sehingga terbentuk 0 kestabilan inti. B E 17. Jika pada akhir reaksi. b d 15. Oleh karena partikel alfa bermuatan positif maka kekuatan tolakan inti atom emas jauh lebih besar dibandingkan dengan inti atom nitrogen.2–dibromobutana Br H3C CH H2 C Br CH2 H3C Esai Emisi beta. Karena gugus fungsi merupakan bagian reaktif dari senyawa karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senyawa karbon. f. 14 → N + a ⎯⎯ 18F → Au + a ⎯⎯ Dalam inti atom emas terkandung 79 proton. 35. 47. c d 17. b d e Tes Kompetensi Subbab B 1. e a 13. 41. ion tetraaminseng(II) diklorotetraaminkobalt(III) klorida kalium diaminobis(oksalat)kobaltat(III) tetrakloro(etilendiamin)platina(IV) heksa uonikel(II) bromida diklorotetraminkrom(III) perklorat kalium tris(oksalat)ferat(III) [Fe(SO4)(H2O)4] 3. kemudian hasil reaksi pada setiap tahap dan produk reaksi akhir diisolasi dan dideteksi sifat radioaktifannya. 5. 9. misalnya 3 rem setiap tiga bulan boleh jadi aman. 5. 25. 5. X =plutonium–239 ( 94 Pu ) 0 Kehilangan massa sebesar 6. 7. Terpaan radiasi sekitar 30 rem secara terus menerus terhadap seseorang dapat menyebabkan kanker atau leukemia. 13. tetapi jika dosis tersebut diberikan secara bertahap. 7. Pilihan ganda b 11. Rem adalah satuan dosis radiasi yang menghubungkan secara e uivalen energi radiasi dengan jenis radiasinya.4–dibromobutana 1. Tes Kompetensi Subbab C 1. 1. e. b.1–dibromobutana Br H2 C CH Br CH2 2. A C A C Tes Kompetensi Subbab B 1. E B 25. 39. suhu hasil reaksi dapat dikendalikan.176 g Sebab ion karbonat cenderung terurai menjadi gas CO2 . produk tidak menunjukkan sifat radioaktif. Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida dengan nomor atom mendekati stabil.

trivial: pentil alkohol H3C H2 C H2 C H C OH CH3 IUPAC: 2–pentanol. a. c. H3C H C H C H2 C memiliki isomer apapun. b. H3C C CH3 CH3 Isomer fungsional: H3C H2 C H2 C H2 C OH H3C H2 C H C OH CH3 H3C CH H2 C CH3 OH H3C C OH CH3 CH3 d. 3. H3C C O H C CH2 e. 3. Tidak. H3C H2 C H C OH H2 C CH3 IUPAC: 3–pentanol 3. a. 1–klorobutana + H2O ⎯⎯ 1–butanol + HCl → 5. Jika dilihat dari strukturnya.1–dibromo–2–metilpropana 3.4dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan kuning. Apendiks 1 279 . H3 C CH3 H2 H2 C C C CH3 CH3 b. Sebab eter pada umumnya kurang polar. H2N H2 C C H2 C H2 H2 C CH NH2 O C OH c. Glukosa Etanol Isomer posisi struktur: H3C H2 C CH3 H3C HC O CH3 H2 C O CH3 H3C H2 C O H2 C CH3 O H2 C H3C C H2 H2 C C H2 O C H2 CH3 CH O O C C H2 CH3 C O CH3 7. 9. H3C CH IUPAC: 1–pentanol. Sebab gula pasir mengandung glukosa yang memiliki gugus fungsional aldehid. Sehingga larut dalam benzena (nonpolar) f. a. 7. C2H4O tidak Tes Kompetensi Subbab C 1. sebab keduanya dapat bereaksi dengan 2. H2C HO C OH b. Air nira banyak mengandung glukosa melalui proses fermentasi berubah menjadi alkohol. trivial: isopentil alkohol c. a.6–dimetiloktan–4–ol H3C H2 C H2 C H2 C H2 C OH Tes Kompetensi Subbab E O NH2 O C OH O 1.CH3 H3C C Br CH3 H2 C Br H3C CH H C Br Br c. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 OH O C O O H2 C C H2 H2 C O CH3 CH CH3 9.2–dibromo–2–metilpropana 1. H2 C H3C C H2 H2 C C H2 C O CH3 5. C O CH2 CH3 b. dengan R dapat berupa atom H atau alkil. 6. H3C C C O H C Br O C H g. a. O H3C C H . H C OH CH3 Tidak beralasan sebab asetaldehid mudah menguap dan habis dalam waktu tidak lama. C6H12O6 ⎯⎯ 2C2H5OH + 2CO2 → b. H3C H2 C H2 C H C H2 C C H Tes Kompetensi Subbab F 1. H3C C C H2 CH3 Tes Kompetensi Subbab D 1. Rumus umum amina: R3N. b. H3 C H2 C H C H C H2 C C2H5 C C2H5 O H2 C C H 1.

5. 39.7–dikloro–8–hidroksikuinolina CH3 . 7. 1. 1. E 7. Struktur hidroksimetilbenzena pada posisi orto–. H2C2O4 ⎯⎯ CO + CO2 + H2O → 3 5. Evaluasi Kompetensi Bab 7 A. Sebab dalam benzena membentuk ikatan p terdelokalisasi. Tes Kompetensi Subbab C 1. a. 3–bromopiridin. OH H2C HO CH2 HO O C OH C O 3HC C OSOH 3 H2 Etilen glikol b. 25. asam oksalat K 2 Cr 2 O 7 H 2 SO 4 dipanaskan. HO C . asam benzo–2– dioat atau o–karboksilbenzoat. O CH3 C CH3 H2 C H2 C H2 C CH3 b. B. COOH b. D 21. 9. p– aminometilbenzena. o–hidroksitoluena. A C 13. para–: CH3 OH CH3 H3C OH OH 3. 27. Nama senyawa tersebut berturut-turut: a. Esai a. Br2 b. 5. (c) 2– kloropropena a. asam heksanoat d. meta–. 5. E C C D A 31. heksanal heksanoildehida (a) 2–kloropropana.6–trinitrotoluena Tes Kompetensi Subbab B 1. A 43. H3C CH3 3. b. E B 17. 33. 23.3. m–dihidroksibenzena 3–hidroksifenol. B E B C A 41. E 33. B A 15. H2C H C H C CH2 CH3 H2 C a. pentil metil keton 2–heptanon b. b. fenol a. A E 19. 2. (b) 2–propanol. 23. 2–hidroksimetilbenzena o–hidroksitoluena 2–metilfenol. Senyawa F dihilangkan untuk menghindari oksidasi lebih lanjut. C C 13. a. 3. 5–bromokuinolin 280 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . D 45. 29. c. Cl Evaluasi Kompetensi Bab 6 A. Esai o–aminometilbenzena. A A C A E 31. 2–metoksi pirola 3–metilpirola 5. 29. m–aminometilbenzena. B B 15. B. klorobenzena a. A 35. H C OH C CH3 HO H C CH3 CH3 . 7. Jika dilihat dari strukturnya maka molekul-molekul pada posisi orto– memerlukan ruang lebih ruah dibandingkan para– dan meta– yang menyebabkan gaya antarmolekul lebih lemah sehingga titik didih dan titik leleh lebih rendah. 27. atau 2–metilfenol b. 35. D B 19. pentil metil eter metoksi pentana c. O c. O C OH CH3 H2C C H C CH2 H OH CH3 3. 37. 9. 7. –asetil–p–aminofenol (4–hidroksiasetanilida) b. a. 2–etilasetofenon. sedangkan pada alkena elektron p terlokalisasi pada atom karbon tertentu. c. B 3. Cl Cl Bab 7 Senyawa Aromatik Tes Kompetensi Subbab A NH2 1. E 21. 25. 1.4. o–hidroksikarboksilbenzena. atau 2–etilfenil metilketon c. 3. E B 17. Pilihan ganda B 11. Pilihan ganda D 11. dan p–hidroksikarboksilbenzena. 1.

a– –glukosa b. Polimerisasi ionik Tes Kompetensi Subbab B 1.036 M a –heliks membentuk spiral. aitu: (a) daging ayam. Bab 9 Lemak Tes Kompetensi Subbab A 1. E Struktur LDPE 3.Bab 8 Makromolekul Tes Kompetensi Subbab A 1. D D 19. 3. protein transport. Lapisan yang dibentuk oleh gugus karbohidrat yang bermuatan negatif mengelilingi butiran minyak. B. protein kontraktil. 3. sekunder. a. C D 13. portein struktural. 3. D 21. Akibatnya. sedangkan minyak sawit mengandung banyak asam lemak tidak jenuh. E 35. Asam lemak tidak jenuh mengandung ikatan rangkap sebagai sumber awan elektron yang memiliki tolakan terhadap ikatan rangkap yang lain sehingga terjadi tolak-menolak. 27. Tes Kompetensi Subbab C 1. Jika emulsi minyak-air yang tidak stabil ditambahkan sabun maka akan terbentuk emulsi yang stabil. 5. sedangkan bagian kepala sabun yang bersifat polar akan larut dalam air. 1. Penggolongan protein berdasarkan struktur: primer. gaya antarmolekul asam lemak menjadi lemah. dan (d) alpukat. C17H29–COOH + Br2 ⎯⎯ C17H29(Br2)–COOH → Minyak curah banyak mengandung asam lemak jenuh. 1. 9. protein bahan makanan. C B A C A 31. 7. Pilihan ganda C 11. a. 5. sedangkan b–sheet membentuk lapisan yang planar.064 M. 23. b– –glukosa Glukosa Dapat Tes Kompetensi Subbab C 1. 3. (c) terigu. . fenilalanin. dan triptofan (mengandung inti benzena) sehingga berwarna kuning. 5. Struktur HDPE: Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. Karena adanya cabang pada struktur LDPE menyebabkan polimer jenis ini kurang rapat dibandingkan HDPE sehingga LDPE kurang tegar dan mudah sobek. D A 15. [b– –glukosa] = 0. B 33. 7. Jika CuSO4 berlebih akan terbentuk endapan putih dari Cu(OH)2 yang dapat mengganggu analisis. 29. Penggolongan protein berdasarkan fungsinya: protein sebagai enzim. Esai • Bentuk polimer tidak bercabang • Banyak ikatan silang antar rantai polimer b. 25. 7. 3. 7. Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun yang bersifat nonpolar akan melarutkan butiran minyak. 3. tersier. dan kuarterner. 5. [a– –glukosa] = 0. 7. Tes Kompetensi Subbab B Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. yang pada gilirannya minyak yang banyak mengandung ikatan rangkap (sawit) memiliki titik beku rendah dibandingkan minyak curah. 5. PP tidak berwarna menjadi merah jambu. (b) telur (tapi kolesterol tinggi). Kulit kita terdiri dari protein yang boleh jadi mengandung asam amino seperti tirosin. D C 17. protein regulator dan pertahanan. Apendiks 1 281 .

7.Evaluasi Kompetensi Bab 9 A. Pilihan ganda E 11. B. dan banyak terdapat dalam hewan. Esai Lemak Padat pada suhu kamar. 3. B. Gliserol dan sabun dari jenis Na–stearat dan Na– palmitoleat. Untuk menjaga keseimbangan hormon. 9. 39. 41. Mentega dari jenis stearat. Ikatan rangkap pada asam palmitoleat diadisi oleh bromin. b. 43. D C 27. Keton. Pilihan ganda E 17. 11. E D 23. 1. 7. B 23. 15. C 25. A C B A A 3. 5. 37. 45. B A 17. 1. Denaturasi protein adalah ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. 3. mengandung asam lemak jenuh.56 torr Berat Zn = 0. 23. 9. b. Adapun minyak cair pada suhu kamar. 35. 1. C C 13. D B 29. Keton NH2 N2H4 Pada suhu dan tekanan tinggi dengan katalis asam. Renaturasi protein adalah pengubahan kembali bentuk struktur protein yang terdenaturasi. 7. A Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun A. 5. 1. C D B D C B E 3. B. 39. 21. B B 13. H2C 7. LiCl. E Esai Plarutan = 23. 9. E A 21. D Esai O H2 C H3C C H H C C H H C C H C C H C C H2 O C CH3 33. c. 29. B E 19. sedangkan AlCl3 adalah senyawa kovalen. 35. sebab LiCl senyawa ion yang tidak larut dalam pelarut organik (etoksietana). AlCl3 + 4LiH ⎯⎯ LiAlH4 + 3LiCl(s) → b. 1. Aldehid. Perbedaannya disebabkan adanya ikatan rangkap (tidak jenuh) pada minyak. 5. A D A C E 31. 33. 5. 3. dan banyak terdapat dalam tanaman. Pilihan ganda B 11.85) Reaksi AlCl3 dan LiH: a. Evaluasi Kompetensi Semester Semester 2 A. c.456 g Indium (Ar = 114. A D 19. mengandung asam lemak takjenuh. 5. 9. 7. B B 19. 27. 25. b. 5. a. H (fluroetilena) F C 282 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . A D 15. 37. D 21. c. C C 31. 1. a. a. 3. D D 15. 13. D E 17. A A 25.

720 1.100 2.97 0.550 –101 1.53 4.14 2.12 4.030 –7 2 63 840 3.86 1.760 3.6 8.135 1.620 2.400 2.47 13.81 7.33 2.455 –210 –219 962 1.494 –157 1.00346 7.120 357 900 –246 2.59 1.900 –153 2.700 59 184 777 1.53 0.670 1.28 11.580 2.760 3.00084 8.00299 8.150 –196 –183 2.47 3.34 4.Apendiks 2 Tabel 1 Sifat Fisik Beberapa Unsur Unsur Simbol Nomor Atom Al Ar As Ba S Be Fe B Br Cs K Ca C C Cl Co Kr Cr Xe Li Mg Mn Hg Na Ne Ni N O Ag Pt Rb Se Zn Si Sc Sr Cu Sn Pb Ti U V 13 18 33 56 16 4 26 5 35 55 19 20 6 6 17 27 36 24 54 3 12 25 80 11 10 28 7 8 47 78 37 34 30 14 21 38 29 50 82 22 92 23 Atom Pada Suhu 25°C 27 40 75 137 32 9 56 11 80 133 39 40 12 12 35.00133 10.540 769 1.300 4.410 1.000 3.99 2.5 59 84 52 131 7 24 55 201 23 20 59 14 16 108 195 85 79 65 28 45 88 64 119 207 48 238 51 s g s s s s s s s s s s s g s g s g s s s s g s g g s s s s s s s s s s s s s s Titik Leleh (°C) Titik Didih (°C) Kerapatan Gas pada 25°C (g cm–3) Aluminium Argon Arsen Barium Belerang Berilium Besi Boron Brom Cesium Kalium Kalsium Karbon (grafit) Karbon (intan) Klor Kobalt Kripton Krom Xenon Litium Magnesium Mangan Merkuri Natrium Neon Nikel Nitrogen Oksigen Perak Platina Rubidium Selenium Seng Silikon Skandium Stronsium Tembaga Timah Timbal Titanium Uranium Vanadium 660 –189 613 (menyublim) 710 115 1.0055 0.360 1.8 0.7 0.05 6.09 Sumber: Chemistry For You.490 4.5 21.860 –112 180 650 1.470 2.78 3.96 1.384 2.53 1.93 7.00166 5.53 2.160 3. 2001 Apendiks 1 283 .25 3.827 –34 2.00117 0.640 445 2.920 2.600 –108 1.55 0.95 0.87 2.350 –186 1.720 (menyublim) 3.084 232 327 1.250 –39 98 –249 1.19 0.800 1.85 7.772 39 220 420 1.720 705 685 913 2.540 2.285 1.51 19.74 7.45 1.91 0.

2001 Tabel 3 Besaran Fisika Satuan SI Besaran Fisika massa waktu arus listrik suhu termodinamik kandungan zat frekuensi energi tekanan muatan listrik beda potensial listrik aktivitas daya kapasitansi listrik Nama Satuan SI kilogram detik ampere kelvin mol hertz joule pascal coulomb volt bec uerel watt faraday Lambang Satuan SI kg s A K mol Hz J Pa C V B W F 284 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .Tabel 2 Muatan Beberapa Ion Ion Positif Muatan 1+ Nama Ion amonium tembaga(l) hidrogen litium kalium perak natrium barium kalsium tembaga(ll) besi(ll) timbal(ll) magnesium nikel(ll) stronsium seng aluminium besi(lll) Rumus NH4+ Cu+ H+ Li+ K+ Ag+ Na+ Ba2+ Ca2+ Cu2+ Fe2+ Pb2+ Mg2+ Ni2+ Sr2+ Zn2+ AI3+ Fe3+ Muatan 1– Ion Negatif Nama Ion bromida Klorida hidroksida fluorida iodida nitrat karbonat oksida sulfat sulfida Rumus Br– Cl– OH– F– I– NO3– CO32– O2– SO42– S2– 2+ 2– 3+ 3– nitrida fosfat N3– PO43– Sumber: Chemistry For You.

Tabel Periodik Unsur Apendiks 2 285 .

• 52 D Dehidrasi Pelepasan molekul air dari suatu zat atau dari suatu reaksi kimia. 4p. misalnya dengan pengecatan atau penyepuhan logam. • 88 Amorf Bentuk padatan yang bukan kristalin dan tidak memiliki keteraturan kisinya. • 88 Antaraksi van der aals Gaya tarik di antara atom atau molekul yang dapat ditimbulkan oleh gaya elektrostatik antara dua molekul dan polarisasi molekul tetangga • 238 Asam amino Molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). • 233 Asam lemak esensial Asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi melalui makanan. • 168 Denaturasi protein Ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. 6d). sedangkan basa lewis adalah atom atau senyawa yang mendonorkan pasangan elektron bebas (donor elektron) yang digunakan untuk ikatan. atau campuran komponen. larutan padat. • 105 Dimer Penggabungan dua molekul yang sama. 6p. • 179 286 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . dan biasanya berasal dari minyak nabati (tumbuhan). • 103 Aturan Pauli Tidak ada dua elektron yang memiliki empat bilangan kuantum yang sama (jika elektron berpasangan spinnya harus berlawanan). • 12 Diamagnetik Sifat yang tidak dipengaruhi oleh medan magnet. ditandai dengan (d) atau (+). 3p. • 105 B Bilangan koordinasi Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat. 5p. seperti dua alotrop karbon: intan dan grafit. dimana atom karbon berkisar antara 12–22. 4f. • 248 Asam lemak tidak jenuh Asam lemak yang mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya rendah. atau logam dengan nonlogam. 4d. 2s. • 108 Bilangan penyabunan Bilangan yang menunjukkan berapa mg larutan basa (KOH) yang diperlukan untuk membentuk 1 gram sabun secara sempuna. akibat elektron yang berpasangan. 7s. • 105 (pelapisan) Suatu metode untuk mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam. yang terdiri atas spektrum warna merah-kuning-hijau-biru-ungu. • 235 Diagram fasa Diagram yang menggambarkan perubahan fasa suatu zat. • 252 C Cahaya tampak Cahaya atau gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah sampai cahaya ultraviolet. 5s. • 260 Detergen sintetik Garam asam lemak yang memiliki gugus fungsi berbeda dari sabun berasal dari minyak bumi. 4s. • 227 (paduan logam) Bahan yang terdiri atas campuran dua logam atau lebih. • 73 Detergen alam Garam asam lemak yang berasal dari minyak hewan atau minyak sayuran yang memiliki anion gugus fungsi ion sulfat atau ion sulfonat. • 106 Atom pusat Kation logam unsur transisi yang terdapat dalam ion atau senyawa kompleks. • 255 Asam lemak jenuh Asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya tinggi. 3s. • 77 Alotrop Keberadaan unsur dalam dua bentuk atau lebih. 6s. contohnya pada asam karboksilat melalui ikatan hidrogen antara oksigen dari gugus karbonil suatu asam karboksilat dan hidrogen dari gugus hidroksil asam karboksilat yang lainnya. terbentuk melalui berbagai proses yang dipengaruh tekanan dan suhu bumi. 3d. • 238 Deposit mineral Sumber batuan mineral yang terdapat di alam. • 249 Asam basa Lewis Asam lewis adalah atom atau senyawa yang menerima pasangan elektron (akseptor elektron). 5d. • 248 Asam lemak Asam karboksilat yang memiliki rantai panjang.Senarai A Aldosa Monosakarida yang mengandung gugus aldehid. 2p. dapat berupa senyawa. • 260 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. dan biasanya berasal dari lemak hewan. 5f. • 106 Aturan Aufbau Aturan yang menyatakan urutan pengisian elektron dalam orbital berdasarkan kenaikan energi (1s.

• 19 Fraksi mol Komposisi suatu zat dalam larutan. • 233 Ikatan rangkap konjugasi Ikatan rangkap selang seling dengan ikatan tunggal atau disebut juga elektronnya dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). tidak melewati fasa cair (meleleh). • 196 Insulator Bahan yang bersifat tidak dapat menghantarkan arus listrik. • 28 Hukum Raoult Tekanan uap parsial pelarut (dengan zat terlarut di dalamnya) berbanding lurus dengan fraksi molnya. Zat ini menyublim pada suhu – 78°C (195 K) dan tekanan standar. • 45 Hukum II Faraday Massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap. • 94 Hukum I Faraday Massa zat yang bereaksi dalam elektrode sebanding dengan muatan listrik yang terlibat dalam sel. 4. • 37 Gaya tegangan permukaan Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan. • 155 Hidrofil Sifat kelarutan (kesukaan) terhadap pelarut air. P = Po X. dimana proton hidrogen berinteraksi dengan pasangan elektron bebas pada atom elektronegatif dari molekul yang ada didekatnya. • 229 Ikatan hidrogen Interaksi elektrostatik antarmolekul. • 28 Hukum Kekekalan Muatan Hukum yang menyatakan muatan sebelum terjadi reaksi sama dengan sesudah terjadi reaksi. 42 Elektrolisis Kebalikan dari elektrokimia. dan 6 pada monosakarida yang lain membentuk disakarida. • 126 Esterifikasi Pembuatan ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam sulfat. • 6 I Ikatan glikosidik Ikatan yang menghubungkan dua monosakarida dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor 1 dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2. dimana terjadi penguraian suatu zat atau reaksi kimia yang disebabkan oleh adanya arus listrik searah. • 259 Higroskopis Sifat suatu zat yang dapat menyerap air dari udara. • 127 (penyepuhan) Suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil tehadap cuaca atau menambahkan nilai estetika (keindahannya). • 259 Energi ikat inti (Ei) Selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya. • 2 G Gaya Gerak Listrik (GGL) Usaha atau kerja yang diperlukan untuk mendorong aliran elektron melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion dalam larutan menuju elektrode. • 259 Hidrofob Sifat taklarut (ketidaksukaan) terhadap pelarut air. biasanya dispersi minyak dalam air atau dispersi air dalam minyak. digunakan sebagai pendingin. yang hidrogennya terikat pada atom elektronegatif. • 47 Hukum Kekekalan Massa Hukum yang menyatakan perbandingan massa hasil reaksi sama dengan massa pereaksi. dan katode. • 34. • 105 Eksoergik Proses yang melibatkan pelepasan energi. tempat terjadinya reaksi reduksi. • 107 Ikatan peptida Ikatan C–N antarasam amino yang terbentuk dari reaksi kondensasi antara gugus karboksil asam amino satu dengan gugus amino dari asam amino yang lain membentuk protein. • 71 Ikatan kovalen koordinasi Ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama elektron ikatan yang berasal dari salah satu atom. • 14 E Eksitasi elektron Perpindahan elektron akibat dikenai energi (cahaya) dari keadaan dasar menuju keadaan yang energinya lebih tinggi. • 63 Karbondioksida berwujud padat. • 260 H Haloalkana Senyawa karbon mengandung halogen. tempat terjadinya reaksi oksidasi.Distilasi bertingkat Suatu metode pemisahan campuran cairan menjadi cairan murni berdasarkan perbedaan titik didihnya. • 88 Senarai 287 . misalnya peluruhan radioaktif. • 183 F Faktor van t Hoff ( ) Persamaan yang menyatakan perbandingan banyaknya jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol ion-ionnya dalam larutan. • 47 Elektrode Kutub atau terminal sel terjadinya reaksi dalam sel elektrokimia yang terdiri atas anode. • 42 Emulsi Koloid yang terbentuk dari tersuspensinya partikel-partikel kecil.

• 249 Lemak nabati Lemak yang berasal dari tumbuhan. • 63 L Larutan elektrolit Zat yang terurai dalam larutan menjadi jumlah mol ion-ionnya sesuai derajat ionisasinya. • 15 Metalurgi Cabang ilmu yang berkaitan dengan produksi logam dari bijihnya.Inti atom Bagian tengah atom yang mengemban sebagian besar massa atom. • 169 Misel Bagian dari mekanisme sabun sebagai pengemulsi. • 224 Isomer Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul dan gugus fungsi sama. dan polisakarida. yang terdapat dalam semua hewan dan dapat disintesis dari konsumsi makanan. memiliki muatan positif. yang digolongkan ke dalam monosakarida. • 256 Konduktor Bahan yang bersifat dapat menghantarkan arus listrik. dan dehidrasi alkohol oleh asam sulfat. • 18 Lemak hewani Lemak yang berasal dari hewan. ditandai dengan (l) atau (–). seperti konfigurasi elektron gas mulia. dengan rumus R3C+. • 63 Konfigurasi oktet Konfigurasi elektron yang terisi penuh dan bersifat tidak reaktif. • 7 Membran semipermeabel Membran berpori yang dapat dilalui oleh zat pelarut. tetapi gugus fungsinya berbeda. • 204 Kemolalan Jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. • 225 Ion karbonium Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan positif pada atom karbon. • 227 Kolesterol Salah satu jenis lemak pada dinding pembuluh darah (arteri). dirumuskan dengan m eq = 288 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . • 227 Mutarotasi Rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. • 156 Isomer struktur Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. trimer. dengan rumus R3C–. pemurnian logam. seperti mentega. tetapi susunan atomnya berbeda dalam ruang. oligosaksarida. tetapi tidak dapat dilalui zat terlarut. • 167 Isomer posisi Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. dan pemanfaatan logam. dan telur. 31 Metode illiamson Metode sintesis eter. • 222 Monosakarida Sakarida atau karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul yang lebih sederhana secara hidrolisis. • 248 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. • 134 Ion karbanion Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan negatif pada atom karbon. pembuatan aloi. disakarida. yang disebabkan ketegaran suatu molekul. daging. karena terdiri atas satu atau lebih nukleon. • 248 M Masa ekuivalen at Massa relatif zat per satuan Ar . • 259 Monomer Molekul yang massanya kecil yang bergabung dengan sesamanya membentuk dimer. dimana gugus fungsi sabun yang bermuatan negatif membentuk lapisan melingkar yang mengelilingi setiap butiran minyak. • 156 J Jembatan garam Atau disebut juga rangkaian dalam. dengan cara reaksi antara alkil halida dan alkoksi atau fenoksi. yang disebabkan perubahan muatannya. • 35 K Karbohidrat Senyawa polihidroksi-aldehid atau polihidroksi-keton dan turunannya. • 155 Isomer fungsional Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekulnya sama. • 18 Larutan nonelektrolit Zat yang terhidrasi dalam larutan menjadi molekul-molekulnya (tidak terjadi ionisasi). dan polimer. • 30. • 235 Ligan Anion atau molekul netral yang terikat pada atom pusat. • 126. • 106 Lipid golongan senyawa bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari hewan dan tumbuhan. dapat disebut juga sebagai isomer struktur. • 2 Ketosa Monosakarida yang mengandung gugus keton. 127 Inti metastabil Keadaan tereksitasi pada atom atau inti yang memiliki umur paruh yang cukup panjang. berfungsi untuk menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi reduksi-oksidasi dalam sel elektrokimia sehingga reaksi berlangsung terus menerus. • 116 Metode setengah reaksi Metode penyetaraan reaksi reduksi-oksidasi berdasarkan transfer elektron. • 227 Karsinogen Zat yang berpotensi menimbulkan kanker. • 45 e− Massa molekul relatif (Mr) Jumlah massa atom relatif dari semua atom yang menyusun molekul itu.

3– dihidroksibutanadioat. 40 Orbital hibrida Hibridisasi atau penggabungan orbital dalam suatu atom menjadi setara. • 94 Proses Ostwald Suatu proses pembuatan asam nitrat (HNO3) secara komersial dengan melewati beberapa tahapan reaksi. • 233 R Radikal bebas Atom atau gugus atom yang sangat reaktif karena mengandung elektron valensi yang tidak berpasangan. tersusun dari monomer yang berulang. 225 Potensial elektrode standar Potensial elektrode hidrogen yang dijadikan elektrode standar pada penentuan potensial reduksi standar. • 92. • 105 Pasivasi pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. • 222 Polimer termoplastik Bentuk polimer lurus dan bercabang. • 72 Pirolisis Penguraian senyawa kimia akibat suhu tinggi. • 52 Pereaksi Fehling Pereaksi yang terdiri atas larutan tembaga(II) sulfat dan natrium tartrat 2. yang diakibatkan oleh adanya elektron yang tidak berpasangan. dimana 0 H + → H2 = 0. yaitu sistem larutan dengan konsentrasi 1 M. • 130 Nuklida radioaktif Jenis inti atom yang yang tidak stabil sehingga mengalami peluruhan partikel dan atau radiasi elektromagnetik. yaitu proton dan neutron. • 175 Pereaksi Grignard Senyawa logam haloalkana dari magnesium. • 165 Perunut radioaktif Isotop radioaktif yang ditambahkan dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem itu. 93 Proses Haber Suatu proses pembuatan amonia (NH3) secara komersial dari reaksi antara N2 dan H2. • 255 Protein Polimer biologi yang tersusun dari monomer asam amino (banyak juga mengandung ion logam atau molekul organik kompleks) dengan rentang massa berkisar dari 6000 sampai puluhan ribu. • 126. biasanya digunakan untuk mensintesis alkohol. • 93 Prostaglandin Zat yang terbentuk dari asam arakidonat (asam lemak esensial) yang serupa hormon. • 223.00 volt . dimana bentuknya dapat dipertahankan hanya dengan pendinginan. • 222 Polimerisasi adisi Reaksi pembentukan polimer yang melibatkan radikal bebas atau ion dengan senyawa yang memiliki ikatan rangkap. • 38 Potensial reduksi standar Potensial reduksi (daya oksidator) yang diukur pada keadaan standar. dengan rumus RMgX. kemudian tumpang tindih dengan orbital dari atom lain membentuk orbital molekul. • 125 O Oksidator Zat yang mengalami reduksi. • 229 N Notasi sel elektrokimia Aturan penulisan reaksi reduksi-oksidasi yang terjadi dalam sel elektrokimia. • 133 Suatu proses pembersihan logam dari oksida dengan menggunakan asam klorida (HCl). • 222 Polimer termoset Polimer yang memiliki ikatan silang yang banyak dan kuat. digunakan untuk mendeteksi gula pereduksi dan aldehid dalam larutan yang akan membentuk endapan merah bata (tembaga(I) oksida) jika hasilnya positif. • 93 Proses Hall Heroult Suatu metode komersial pembuatan alumunium melalui elektrolisis alumunium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit (NaAlF6). • 158 Senarai 289 . yang memiliki daya penetrasi terhadap materi yang dilaluinya dan mampu mengionisasi atom atau molekul. tekanan 1 atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu 25°C. • 83 Pita kestabilan Grafik yang menyatakan kestabilan inti berdasarkan perbandingan proton dan neutron. • 104 P Paramagnetik Sifat yang dipengaruhi oleh medan magnet. • 223 Polimerisasi kondensasi Reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu disertai penyingkiran molekul kecil. • 85 Proses kontak Pembuatan asam sulfat (H2SO4) secara komersial melalui beberapa tahapan reaksi dan menggunakan katalis platina atau V2O5. • 38. • 35 Nukleon Partikel penyusun inti. 39 Proses Frasch Suatu proses penambangan deposit belerang (S8) dengan menggunakan tabung yang terdiri atas sejumlah pipa konsentris. dimana bentuknya tidak dapat diubah.bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya jika sakarida dilarutkan dalam air. kecuali dengan perlakuan kimia. • 39. 127 Polimer Senyawa yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai.

• 232 Tes biuret Uji protein dengan menggunakan natrium hidroksida pekat dan larutan CuSO4 yang ditambahkan setetes demi setes. 129 Trigliserida Sebutan lain dari lemak atau minyak. memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat mengikat ion logam. selain itu dapat juga untuk mensintesis aldehid. • 90 Sifat koligatif larutan Sifat yang tidak tergantung pada jenis zat terlarut. 250 Sel volta Atau sel elektrokimia. • 235 T Tanur sembur Perangkat atau alat eksperimen untuk proses metalurgi besi. • 4 290 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . • 138 Reduktor Zat yang mengalami oksidasi. dimana campuran serbuk dari besi(III) oksida dengan alumunium menghasilkan lelehan alumunium oksida dan besi. • 248 Z at aditif Zat kimia yang ditambahkan kedalam makanan atau obat-obatan untuk memperoleh sifatsifat tertentu.Reaksi adisi Reaksi kimia yang melibatkan substitusi ion atau radikal bebas pada ikatan tak jenuh. warna.40 Resonansi Delokalisasi elektron pi yang menstabilkan suatu molekul sehingga sukar untuk bereaksi. dan tekanan osmosis. natrium karbonat. hijau atau kuning. 197 S Safonikasi atau penyabunan Suatu proses pembentukan sabun (garam dari asam lemak) yang berasal dari pengolahan lemak (hidrolisis ester) dengan larutan NaOH atau KOH pekat. 117 Tekanan osmotik larutan Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke larutan yang lebih pekat. • 3 Termit Suatu proses pengelasan lokal pada material besi melalui reaksi yang sangat eksotermis. Sifat-sifat itu antara lain penurunan tekanan uap. • 184. • 141 Reaksi kesetimbangan Reaksi ke arah produk dan ke arah pereaksi memiliki laju yang sama. penurunan titik beku. • 128. • 1 Stereoisomer Atau disebut juga isomer optis suatu senyawa karena dapat memutar arah bidang polarisasi. seperti cita rasa. fusi. • 133 Reaksi substitusi Reaksi pergantian suatu atom atau molekul dengan atom atau molekul lainnya. di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. 138 Reaksi eksoterm Reaksi kimia yang menghasilkan kalor (panas) pada lingkungannya. • 34 Semikonduktor Bahan yang kekuatan daya hantar listriknya bergantung pada suhu. aroma. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. merupakan triester dari gliserol (polihidroksi) dan asam lemak. • 109 at terlarut Zat yang sukar menguap. • 196. • 204 at pengkelat Atau disebut juga ligan polidentant. bentuk. dan natrium sitrat jika positif akan terbentuk endapan Cu2O berwarna merah bata. dan padat secara bersama-sama. • 171 Reaksi fusi reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom yang lebih besar. • 15 Tekanan uap Tekanan yang ditimbulkan molekulmolekul fasa uap. • 239 Tes Tollen Metode untuk membedakan aldehid dan keton dengan menggunakan larutan AgNO3 dalam amonia berlebih. • 197 Reaktor nuklir Tempat terjadinya reaksi nuklir (reaksi fisi. tetapi tergantung pada konsentrasinya. • 138 Reaksi Friedel craft Reaksi alkilasi atau asilasi benzena dengan katalis AlCl3 atau AlBrO3. akan menghasilkan warna ungu jika positif. • 116. • 13 Transmutasi inti Transformasi dari suatu unsur menjadi unsur lain melalui pemboman inti oleh partikel. • 175 Titik didih Suhu pada saat tekanan udara jenuh suatu cairan sama dengan tekanan atmosfer luar. • 8 Titik tripel Titik. dan pembiak) yang terdiri atas pipapipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron. kenaikan titik didih. dimana energi listrik dihasilkan dari aliran elektron searah pada kompartemen luar (kawat eksternal) yang dipasangkan pada elektrode yang dicelupkan dalam larutan elektrolit. • 39. • 119 Reaksi fisi Reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida yang nomor atomnya mendekati stabil disertai pelepasan sejumlah energi dan neutron. • 197 Reaksi berantai Sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta. • 86 Tes Benedict Uji glukosa dalam urine dengan menggunakan larutan tembaga(II) sulfat. cair. dan tahan lama.

45. 184. 256. 46. 79. 166. 76. 116 bilangan asam 251. 186 tersier 185. 186 amorf 88. 165. 180. 169. 87 aluminosilikat 74. 248. 30 perubahan 28. 231 amina 185. 208. 44 asam amino 233. 241 air berat 140 ringan 140 aktivitas 134. 204. 183. 186 sekunder 185. 200. 86. 163. 80. 253 bioorganik 248 b–sheet 235. 197. 164. 240 esensial 234 arakidonat 255 asetat 177. 91. 254. 248. 250. 249. 170. 198. 236 C cahaya tampak 105 cairan elektrolit 72 celestit 79 Indeks 291 . 89 arena 198 arus listrik 42. 89 antaraksi van der Waals 68. 87 benzena 2. 251. 238 antibodi 136. 136. 201. 71. 43. 207. 84 alumunium oksida 84. 117 bijih logam 72. 91 alumina 86. 89. 9. 180. 111. 137 alkali 73. 257 esensial 255 kekuatan 71 okso 69. 83 alkaloid 211 alkohol 154. 165 alotrop 88. 235. 258. 8. 240. 107 atom karbon primer 160 sekunder 160 tersier 160 atom pusat 106.Indeks A adisi kuantitatif iodin 250 aerosol 72. 159 a –heliks 235. 253 koordinasi 107. 236. 183 asetat glasial 180 halida 71 hidrogen halida 71 lemak 247. 162. 255. 106. 109. 111 oksidasi (biloks) 27. 199. 253. 77. 78 tanah 79. 140. 91 batu kapur 79 bauksit 84. 82. 260 primer 160. 107. 168. 256. 171. 108. 203. 161. 253 iodin 252. 29 maksimum 105 penyabunan 252. 202 nitrasi 199. 43. 210. 196. 167. 236. 158. 10. 165. 156. 232. 177. 164. 212. 237 antrasena 207. 209 arang 88. 44. 181 sekunder 160. 237. 86 amilum 230. 73 -asam nukleat 211 -basa Lewis 82. 181. 164. 202 beril 79 besi tuang 116. 211. 108. 209. 249. 176 tersier 160. 139. 238. 109. 213 asilasi 201 halogenasi 199. 186 primer 185. 29. 75. 178. 165. 195. 171. 166. 159. 141 barit 79 batubara 88.160. 28. 164. 74. 253 ester 252. 234. 239. 112. 110 aturan Aufbau103 Pauli 105 B bahan bakar nuklir 69. 205. 47 searah 42.

171. 74 elektrolit18. 73 292 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 6 freon 72 G garam amonium 93. 258. 80 energitika 126. 164. 130 epoksida 167 esens buatan 184 esterifikasi 183. 12. 258 grafit 88. 179 ferosilikon 81. 46. 133 deposit mineral 73 desalinasi 17 desinfektan 70. 260 gas alam 64. 249 etsa gelas 72 F fenantrena 207. 260. 225. 209 fermentasi 163.citra internal 135 coating 52. 249. 163. 178. 73. 127. 162. 49 Hoffman 43 stoikiometri 45 electroplating 47 elektrokimia 27. 208 gugus alkoksi 166. 46 emisi 126. 104. 64. 93 monoatomik 63 mulia 62. 134 fraksi mol2. 127. 87 detektor 137 detergen 77. 128. 254 fotosintesis 133. 19 halida 71. 13. 90 255 fosfolipid 253. 40. 36. 117. 20 elektron penangkapan 126. 36. 130. 181 karbonil 170. 127. 129 alfa 126. 92. 91. 33. 47. 80 natrium257. 42. 173. 129 gamma 128. 14 diamagnetik 105. 128. 86 D daya penetrasi (tembus) 128. 39 elektrolisis 27. 184. 43. 38. 186 dinamit 84. 44. 129 beta 126. 178. 179. 260 endoterm 116. 75. 202 disakarida 229. 181. 184. 134. 53 corundum 84. 134 positron 126. 127. 140. 38. 105 elektrode 35. 129 emulsi 259. 119 eksotermis 86 eksplosif 65. 67 geiger 134 gipsum 91 glikogen 230 gliserol 9. 128. 54. 180 dimer 87. 237 halit 69. 252. 84. 42. 112 diazonium 203 dikarboksilat 179. 129. 35. 129 tereksitasi 105 valensi 65. 37. 39. 198 hidrogen 36. 128. 68 London 66 tarik inti 65. 4. 90. 161. 174 H hemoglobin 236. 63. 89. 14 E eksoergik 127 eksoterm 116. 180. 186 chili 70 dapur 1. 128. 259. 3. 252 dolomit 79 dry ice 10. 38. 261 alam 260 sintetik 260 de torotary 235 diagram fasa 12. 119 energi ikat inti 126. 132 ionisasi 63. 250. 65 gaya gerak listrik 37. 230 distilasi 62. 43. 179. 131. 89. 169 azo 203 hidroksil 160. 182 karboksilat 177. 64. 248. 19. 48. 75. 45.

249 Indeks 293 . 115 konfigurasi oktet 63. 17 kristal 65. 106 88 sp2 3 sp 88 sp3d2 104 hidrida 75. 182 posisi 155. 78. 83. 127 kestabilan 126. 249 jenuh 248. 117 kolesterol 253. 127 kobaltit 111. 230. 109 polidentant 108. 21 homopolimer 223 hukum Faraday 45 I 45 II 47 kekekalan 28 energi 127 massa 28. 257 lepidolit 73. 236. van’t 19 faktor 19. 256. 89. 210 higroskopis 94 hipertonik 16. 20 nonelektrolit 18. 126. 74 levoratory235 ligan 106. 235. 30. 109. 174 struktur 155. 70. 127 Raoult 6. 71 hemolisis 16. 80. 17 isotop nonradioaktif 133. 89 inti atom 125. 65 kopolimer 223 krenasi 16. 110. 109. 109 isomer cis-trans 155 fungsional 155. 134 radioaktif 133. 165. 167. 256 konduktor 63. 19. 104. 225 larutan elektrolit 18. 109 limbah nuklir 141 lipid 248. 182 isotonik 16. 17 Hoff. 88. 163. 238 kovalen koordinasi 107 peptida 233 pi 208 rangkap konjugasi 196. 256. 134. 212 L laju polimerisasi 224. 249. 249 takjenuh 247. 107. 88. 7 Human Placenton actogen 136 I ikatan glikosidik 229. 234. 30. 108. 156. 256 hewani248. 165 hidrofil 259 hidrofob 259 hidrogenasi 163. 162. 127 metastabil 134. 29. 209. 20 lemak 247. 129 ion kompleks 107. 108. 20. 73. 155 halobenzena 199 halogen 66. 90 intan 88. 19. 257 nabati 248. 135 transmutasi 128. 69. 35 K kapur tohor 82. 114 kokas 88. 136 J jembatan garam 34. 248. 211 hibrida 88. 108. 17 heterosiklik 207. 251. 135. 116. 117 karbanion 225 karbohidrat 227 karbonium 224 karnalit 73 karsinogen 204 kemolalan 2. 111 muatan 107. 31.haloalkana 154. 91 kromatografi 134 kuinolina 211. 168. 68. 156. 3 kinetika 126. 67. 110 monodentant 108. 253. 17 hipotonik 16. 231 hidrogen 71. 127 momentum 127 muatan 28. 197 ilmenit 111 insulator 88.

128. 37 reduksi standar38. 258 perapian terbuka 117. 223 polimerisasi anion 225 kation 224 adisi 223 kondensasi 223. 256 255. 94. 31. 230 mutarotasi 229 N naftalena 207. 129. 138. 133 beta 128. 94 Haber 93 Hall 85 294 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 209. 32. 130 radioaktif 125. 224. 91. 128. 166 ninhidrin 240 xantoprotein 238 P 255. 127. 159. 117. 72 piridina 212 pirola 213 pirolisis 83 pirometalurgi 116. 50. 228. 29. 180 nukleon 130. 256 P a P 255. 186 paramagnetik 102. 30. 68 proses Bessemer 117 Frasch 92. 129 pasir kuarsa 89. 9. 252. 129. 129. 119. 86. 47 kritis 139 molekul relatif 7. 116. 41. 40 kuat 67. 226 monosakarida 227. 87 metalurgi 90. 127 ringan 126. 40. 226 polisakarida 230. 136 potensial elektrode standar 38. 127. 30. 131. 130. 260 misel 259 moderator 140 molekul diatom 66. 250. 86. 85 pati 163. 137. 115. 140 nitrida 80 nonadiposa 254 nukleon 130. 121 metode setengah reaksi 28. 210 neutron 126. 33 Williamson 169 minyak bumi 78. 225. 105. 163. 129. 209. 90 pasivasi 52. 131.M magnesit 81 massa ekuivalen zat 45. 16. 44. 140 analisis aktivasi 134 batang pengendali 139. 112. 88. 39. 89. 113 oligosakarida 227. 91 momen magnet 105 monomer 222. 41. 229. 210 pollusit 73. 229 orbital hibrida 104. 11. 127 plasma 141 polihidroksi 227 polimer 222. 231. 234. 29. 130 nuklida 125. 84. 93. 208. 208. 127. 139. 132 nukleosintesis 126. 105. 223 sintetik 207 termoplastik 222. 118 panjang gelombang 64 ikatan 66. 117. 223 termoset 222. 141 O oksidator28. 16 menyublim 10. 67. 229. 171. 67. 166 Lucas 165. 119 oksidasi 37. 239 pengapungan (flotasi) 119 penghentian ujung 226 penyabunan 184. 131. 128. 231 polisiklik207. 127. 74 positron 126. 176. 225. 118 pereaksi Fehling 175 Grignard 165. 256 a pickling 71. 38. 106 partikel alfa 127. 67. 132 partikel subinti 131 membran semipermeabel 15. 223. 53 perbedaan 32. 107 ozon 91 P paduan logam (alloi) 76. 119 pita kestabilan 126. 39. 126. 66.

236 primer 235 sekunder 235. 94 solvay 78 prostaglandin 255. 54 selulosa 229. 140 Friedel-craft 171. 130. 128. 256 prostalisin 257 protein 233. 127. 106 kovalen 69. 74. 118 silikat 73. 36. 236 subkritis 139 sulfida 91. 18. 141. 223. 250. 187 termit 86 tes Benedict 232 Biuret 239 Millon 239 Molisch 232 nitroprusida 239 Indeks 295 . 199. 83. 37. 259. 5. 224 Radio mmuno Assay (R A)136 radioaktif 125. 142 inti 130. 118. 140 eksoterm 119 eksotermal 200. 237. 201 fisi 138. 74 stereoisomer 235. 200. 75. 200. 200. 176 fusi 138. 36 volta 34. 86 rutil 111. 236 stronsianat 79 struktur kuartener 235. 8. 197. 18. 183. 250. 35. 30. 113 kuat 75. 35 luar 34. 113 refluks 156.kontak 94 Ostwald 93. 69. 210 sulfonasi 203. 197 rombik 92. 33 substitusi 157. 186 antarhalogen 68. 41. 90 senyawa amina 185. 42. 199. 28. 95 ruby 84. 129. 139. 252 resonansi196. 128. 21 silika 72. 19. 258 redoks 27. 5. 127. 36. 140 kesetimbangan 133. 252. 34 dalam suasana asam 30. 253 ionik 69. 93. 32. 37. 15 tembaga blister 119 terdelokalisasi 186. 184 penyabunan 184. 31. 132 peluruhan 126. 78 spodumen 73. 210 reaktor nuklir 138. 131. 35. 118 silikon ultramurni 90 silvit 73 sinar kosmik 137 skintilasi 135 smaltit 111. 51. 39. 33. 40. 45. 136 segienam datar 88 sel elektrokimia 27. 112 S sabun 184. 187. 45 notasi 35. 139. 94 T tanur sembur 117. 2. 51 reaksi adisi 197. 235. 251. 253 berantai 138. 260 tekanan osmotik 15. 260 safir 84. 239 denaturasi 238 proton 104. 137. 82. 198 terkalsinasi 118 terlokalisasi 186. 7. 238. 140. 84. 29. 14. 88. 89. 126. 258. 252. 230 semikonduktor 89. 87 sifat koligatif 1. 20 uap larutan 4. 119 teflon 72 tegangan permukaan 3. 236 tersier 235. 212. 16. 132 R radikal bebas 158. 138. 86 scan 135. 114 soda ash 77. 139. 140. 250. 257 biner 71 hanus 252. 30. 257. 33. 6. 129. 141 pembiak 138 reduktor 29. 129 perunut 133 rangkaian dalam 34. 126. 236. 79. 33 basa 32. 128. 88.

106. 12. 105. 9. 9. 23 kenaikan 8. 13. 249 trigliserida 248. 19. 19. 21 molal 9 titik tripel 13. 244 tetrahedral 88. 257 alkalimetri 251 asidimetri 252. 107. 14 296 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .Sakaguchi 240 Tollen 175 xantoprotein 242. 251. 21 molal 10 penurunan 10. 12. 102. 21. 254. 103. 257 W witerit 79 Z zat aditif 204 antara 134. 253. 208 pelambat 224 penghambat 224 pengkelat 109 terlarut nonvolatile 5. 252. 111 V vanadit 111. 113 viskositas 63 vitamin 131. 179. 11. 21 titik didih 8. 108. 134. 19. 14. 14. 253. 15 titrasi 73. 251. 6. 11. 109 titik beku 10. 104. 10. 11. 12. 255 trigonal planar 87 trikarboksilat 179 tromboksin 257 U unsur transisi 101. 253 iodometri 253 radiometri 134 triester 248. 18. 179. 14. 256.

P 2000.. and Maria. and Williams. Sholto. 1997. Bowen. utrisi.. Maida.. 2003. Inc. 7th Edition. cience n ocus hemistry or evel. L. International Chemistry Olympiad. 4th Edition. H. and Fay. Millio. 2nd Edition.. Fullick. 1994. Inc. hemistry Test Practice ook. 1995. Mc Murry.E.B. New Jersey: Pretice–Hall.al. Ho to tudy cience. Ltd. rama Widya. 1997. Hutton.. Tropische ruchte.L. Malaysia. USA: Saunder College Publishing. M. Bandung: CV . hemistry. Linder. iology: ploring ife. R. J.. and Therald. J. T. et. Murov. Kau. Crowd. 2th Edition. A. New ork: John Wiley Sons. J. D. New ork: John Wiley and Sons. and Stedjee. Donald.. asic oncepts of hemistry. Bimbingan Pemantapan Kimia: Persiapan langan mum. New ork: John Wiley Sons. Spain: Heinemann Educational . E. K. A. Campbell. hemistry ith norganic ualitative Analysis.. Brown communications. 1990.. New Jersey: Prentice Hall International. 5th Edition.1990. Brown. 2000. dan Lasmi. Inc. and Mary K. Lemay. Inc.. New ork: John Wiley Sons. K. eneral hemistry. R. 2nd Edition. James.K.. iokimia. 1991. Sidney: Jacaranda. Penerjemaah: Harry Firman.. 1994. R. F.. Moore. J. and Wrighton. hemistry The Molecular cience. S. S.. hemical onnections. National and Kapodistrian University of Athens. Penerjemaah: Hadyana Pudjaatmaka. otany. Dubu ue: Wim. H.. L. 2nd Edition. Form GR0027. 1991. New ork: John Wiley Sons. Malone... G. L. 2001. Theodore. M.. Brady. and Humiston. Darrel. 2000. George. 2nd Edition. and Jennifer. 1989. periment in eneral hemistry. Educational Testing Service (ETS). Moelller. Inc. Ebbing.. eneral hemistry. Rock.C..M..R. periments and ercises in asic hemistry. 3rd Edition. hemistry The entral cience. and Stern. Singapore: Longman. Mark.. Moloney. hemistry. 1994. New ork: Mc Graw–Hill.. Mc Kane. 2000. 1994. Kimia rganik.. G. 3rd Edition. and Bursten.. 5th Edition. W. hemistry an perimental cience. Derbogosian. Penerjemaah: Sdn Sasbadi. hemistry. asic oncepts of hemistry. Penerjemaah: Aminuddin Parakkasi. B. and Bruce.. Jilid 2. 2002. Singapore: Berkeley Books Pte. 35th Edition. Verlag Periplus Edition. 2nd Edition. Brown.D. antuan tudi engkap PM Kimia. 1995.. F. and Karp. hemistry. E. San Diego: Harcourt Brace Jovanovich Publisher.. 1995. Inc. Santina. Bandung: Penerbit ITB. Publisher. Graduate Record Examination (GRE).. 4th Edition. Inc. New ork: Sauders College Publishing. Heinemann Advanced cience hemistry. Olmsted. A. C. USA: Prentice-Hall International. Brum.J.. C (editor). Inc. Preparatory Problems and orked olution. L. and Pardue. 2002. Dubu ue: Wm. Bodner. New ork: Mc Graw–Hill. 2nd Edition. 3rd Edition. T.A. Briggs. Inc. Maria. Inc. eneral hemistry. R. Mc uarrie. Inc Chang. Edisi ke-3. L. Drews. New ork: Freeman and Company. and Fullick.Daftar Pustaka Association of Greek Chemists. Chang. Jakarta: UI-Press. W. C..R. Fessenden dan Fessenden. R. 1989. K.. Malone.. 3rd Edition. Raphael. Kimia Polimer. dan Metabolisme. and Peter. Clark.. Liana. 4th Edition.. and Leo. iochemistry. H.M. Eugene. 2000.. G. 1985. Apendiks 1 297 . Bursten. Boston: Houghton Mifflin Company. Jakarta: Erlangga. 2000. 8th Edition. jian dan PM . G. New ork: Mc Graw–Hill.. 1996. Brown. New ork: John Wiley Sons. 7th Edition.. LeMay.

Donald. Jakarta: Balai Pustaka. Edisi Bahasa Indonesia. . Kimia rganik asar. .. . come... Jendela IPTEK: Materi. and Lawrence. ollege hemistry. 1988. Kimia Dasar II: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini. 1997. and George. hemistry A ourse for evel. 1001 Plus Soal dan Pembahasan Kimia: eleksi Penerimaan Mahasis a aru. 1993. . Cram. com . . and Norman. Zumdahl. Ltd. 3rd Edition.. S. org nusa eb. 1997.Brown Communications. Dubu ue: Wm.b oklahomafood. regensburg. Pukenoodles. . (tanpa tahun). com . gourmentsleuth. Bandung: Gracia Indah Bestari.. New ork: McGraw-Hill. . W. Kimia Dasar I: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini. Tim Penerjemah.P and Burkett. Sasanti W dan Purbo Hadiwidjoyo.. Oxford Ensiklopledi Pelajar: iografi. R.org ne s. David. blog. com . i s. 2nd Edition Lexington: D. Edisi ke-4. Jakarta: PT. Sabirin. on. Bandung: Gracia Indah Bestari. S. Kimia rganik . 1995. Johnson. com olgastift.Oxtoby. J. 2005 . Sumber Lain: Microsoft ncarta Reference ibrary. canamplastics. com . Rosenberg.org vancouversider. 1987. Edisi ke-1. . . com . Penerjemaah: Roehyati Joedodibroto. T. Schaum’s Outline Series. Proyek LPTK. 2003. 2005. Edisi ke-1.. 2003. teksfiles. C Heath and Company . . Depdikbud.. J. M.. 1997. com . edu . Principles of Modern hemistry. Toon. Jakarta: Erlangga. Spain: Stanley Thornes (Publishers). Seri Peperiksaan. eric. Tokyo: Keirinkan. H. 1985. Ryan. Pusat Penerjemah FSUI. . 1st Edition. mpbdp. autotumn indz. cd. 1989. . Nachtrieb. Widyadara.. and Steven.. com 298 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . com . ca . hemistry or You. N.. Pusat Penerjemah FSUI. Hammond. S.. . Epstein. ccccd. ihsc. Stanley. B. com ingscorp. Chemistry.com ikipedia. . 2000. Sevenair.R. Kimia Lengkap SPPM. S. Philadelphia: Saunders Golden Sunburst Series. Jerome. Jendela IPTEK: Kimia. Pine. Bandung: Penerbit ITB. es und. 1997. Kuala Lumpur: Fajar Bakti SDN. Jilid 9.. harvard. James. edu uni. Sunarya. Revised National Curriculum Edition For GCSE. Jakarta: Balai Pustaka. Prescott.C. Retsu. amadeo. Edisi Bahasa Indonesia.. ntroductory hemistry. 8th Edition. Sunarya. edu nobelpriza.s. bairnet. Edisi Bahasa Indonesia. Inc. Christopher. Singapore: Federal Publication. A. M. . com . Hendrickson.. ironorchid. com uned. H. L. ougou Kagashi. FMIPA UGM. to V cheung . 2001. L.

.

.

ISBN 978-979-068-721-9 (No.- . Jld lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.19.184.