PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional dilindungi oleh Undang-Undang

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam

Penulis Penyunting Pewajah Isi Pewajah Sampul Pereka Ilustrasi Ukuran Buku

: : : : : :

Yayan Sunarya Agus Setiabudi Intan Permata Shariati Adam Indrayana A. Purnama S. Riyadi 21 x 29,7 cm

540.7 YAY m

YAYAN Sunarya Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam / penulis, Yayan Sunarya, Agus Setiabudi ; penyunting, Intan Permata Shariati, Yana Hidayat ; ilustrasi, S. Riyadi. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. viii, 298 hlm. : ilus. ; 30 cm. Bibliografi : hlm. 297 Indeks ISBN 978-979-068-721-9 (No. Jil Lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 1. Kimia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Agus Setiabudi III. Intan Permata Shariati V. S. Riyadi

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Setia Purna Inves, PT Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh ....

ii

Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Juni 2009 Kepala Pusat Perbukuan

iii

Kata Pengantar
Sampai saat ini, buku-buku kimia untuk SMA/MA yang berkualitas dirasakan masih kurang. Sementara itu, tuntunan terhadap pemahaman prinsip-prinsip ilmu Kimia sangat tinggi. Lebih-lebih perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari oleh ilmu Kimia semakin menantang dan sangat bervariasi dalam aplikasinya. Oleh sebab itu, kami berharap dengan terbitnya buku ini, belajar kimia yang membutuhkan gabungan banyak konsep (baik konsep yang relevan dengan ketermasaan maupun konsep baru) dan pengembangan keterampilan analisis bagi siswa SMA/MA dapat terpenuhi. Ada dua hal yang berkaitan dengan Kimia, yaitu Kimia sebagai produk dan Kimia sebagai proses kerja ilmiah. Kimia sebagai produk adalah pengetahuan Kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum,dan teori. Kimia sebagai proses kerja ilmiah merupakan penalaran (keterampilan) dari hasil penguasaan dalam pembelajaran materi secara praktis dan analisis. Mata pelajaran Kimia di SMA/MA merupakan panduan untuk mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat yang melibatkan konsep dan aplikasi. Oleh karena itu, ilmu Kimia banyak melibatkan konsep-konsep dan pengembangan keterampilan analisis. Melihat pentingnya pelajaran Kimia di sekolah, penerbit mencoba menghadirkan buku yang dapat menjadi media belajar yang baik bagi Anda. Sebuah buku yang akan memandu Anda untuk belajar Kimia dengan baik. Sebuah buku yang disusun dan dikembangkan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi masa depan Anda. Demikianlah persembahan dari penerbit untuk dunia pendidikan. Semoga buku ini dapat bermanfaat.

Bandung, Mei 2007

Penerbit

iv

Panduan untuk Pembaca
Cakupan materi pembelajaran pada buku ini disajikan secara sistematis, komunikatif, dan integratif. Di setiap awal bab dilengkapi gambar pembuka pelajaran, bertujuan memberikan gambaran materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan Anda konsep berpikir kontekstual dan logis sekaligus merangsang cara berpikir lebih dalam. Selain itu, buku ini juga ditata dengan format yang menarik dan didukung dengan foto dan ilustrasi yang representatif. Bahasa digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional Anda sehingga Anda lebih mudah memahami konsep materinya. Buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII ini terdiri atas sembilan bab, yaitu Sifat Koligatif Larutan; Reaksi Redoks dan Elektrokimia; Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama; Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat; Keradioaktifan; Senyawa Organik; Senyawa Aromatik; Makromolekul dan Lemak. Untuk lebih jelasnya, perhatikan petunjuk untuk pembaca berikut. (1) Judul Bab, disesuaikan dengan tema materi dalam bab. (2) Hasil yang harus Anda capai, tujuan umum yang harus Anda capai pada 4 bab yang Anda pelajari. 17 (3) Setelah mempelajari bab ini, kamu harus mampu, kemampuan yang harus Anda kuasai setelah mempelajari bab. 1 2 (4) Gambar Pembuka Bab, disajikan untuk mengetahui contoh manfaat dari materi yang akan dipelajari. 3 18 (5) Advanced Organizer, disajikan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dari 5 materi yang akan dipelajari dan mengarahkan Anda untuk lebih fokus terhadap isi bab. (6) Tes Kompetensi Awal, merupakan syarat yang harus Anda pahami sebelum memasuki materi pembelajaran. 6 (7) Materi Pembelajaran, disajikan secara sistematis, komunikatif, integratif, 19 7 8 dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi sehingga Anda dapat tertantang untuk belajar lebih jauh. (8) Gambar dan Ilustrasi, sesuai dengan materi dalam bab yang disajikan secara menarik dan mudah dipahami. 20 10 (9) Aktivitas Kimia, tugas yang diberikan kepada Anda berupa analisis 9 masalah atau kegiatan di laboratorium sehingga dapat menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, dan berpikir kristis. (10) Mahir Menjawab, merupakan sarana bagi Anda dalam persiapan menghadapi Ujian Akhir dan SPMB sehingga mempunyai nilai tambah. (11) Kegiatan Inkuiri, menguji pemahaman Anda secara terbuka 21 12 berdasarkan konsep yang telah Anda pelajari sehingga Anda tertarik untuk belajar lebih dalam. 11 (12) Catatan, menyajikan informasi dan keterangan singkat secara bilin22 gual berkaitan dengan konsep yang dipelajari. (13) Kata Kunci, panduan Anda dalam mempelajari konsep materi. (14) Sekilas Kimia, berisi informasi menarik dan aplikatif berdasarkan materi bab yang dipelajari sehingga dapat menumbuhkan semangat bekerja keras dan belajar lebih jauh. (15) Contoh, menyajikan contoh-contoh soal dengan jawaban yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi yang disajikan. 14 23 (16) Tes Kompetensi Subbab, menguji pemahaman Anda terhadap materi dalam setiap subbab. 15 (17) Rangkuman, merupakan ringkasan materi pembelajaran bab. 13 (18) Peta Konsep, menggambarkan hubungan antarkonsep sehingga memudahkan Anda mempelajari materi dalam bab. (19) Refleksi, sebagai cermin diri bagi Anda setelah mempelajari materi di 16 akhir pembelajaran setiap bab. (20) Evaluasi Kompetensi Bab, merupakan penekanan terhadap pemahaman konsep materi, berkaitan dengan materi dalam bab. (21) Proyek Semester, disajikan agar Anda dapat menggali dan memanfaatkan informasi, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan dalam kerja ilmiah. (22) Evaluasi Kompetensi Kimia Semester, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari semester yang bersangkutan. (23) Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun, disajikan untuk evaluasi Anda setelah mempelajari seluruh bab.

v

Sel Elektrokimia • 33 C. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi • 111 D. Korosi dan Pengendaliannya • 50 Rangkuman • 55 Peta Konsep • 56 Refleksi • 56 Evaluasi Kompetensi Bab 2 • 57 Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat • 101 A. Nitrogen. Penyetaraan Reaksi Redoks • 28 B. Sel Elektrolisis • 42 D. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif • 2 B. Aluminium dan Senyawanya • 84 F. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit • 18 Rangkuman • 22 Peta Konsep • 23 Refleksi • 23 Evaluasi Kompetensi Bab 1 • 24 Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama • 61 A. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah • 79 E. Pengolahan Logam (Metalurgi) • 116 Rangkuman • 120 Peta Konsep • 121 Refleksi • 121 Evaluasi Kompetensi Bab 4 • 122 vi . Senyawa Kompleks • 106 C. Diagram Fasa • 12 E. dan Belerang • 90 Rangkuman • 95 Peta Konsep • 96 Refleksi • 96 Evaluasi Kompetensi Bab 3 • 97 Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia • 27 A. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi • 102 B.Daftar Isi Kata Sambutan • iii Kata Pengantar • iv Panduan untuk Pembaca • v Bab 1 Sifat Koligatif Larutan • 1 A. Unsur-Unsur Halogen • 66 C. Oksigen. Karbon dan Silikon • 88 G. Tekanan Osmotik Larutan • 15 F. Unsur-Unsur Gas Mulia • 62 B. Penurunan Tekanan Uap • 3 C. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku • 8 D. Unsur-Unsur Golongan Alkali • 73 D.

Bab 5 Keradioaktifan • 125
A. Kestabilan Inti • 126 B. Kegunaan Radioisotop • 133 C. Reaksi Fisi dan Fusi • 138 Rangkuman • 142 Peta Konsep • 143 Refleksi • 143 Evaluasi Kompetensi Bab 5 • 144 Proyek Semester 1 • 147 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 • 148

Bab 8 Makromolekul • 221
A. Polimer • 222 B. Karbohidrat • 227 C. Protein • 233 Rangkuman • 241 Peta Konsep • 242 Refleksi • 242 Evaluasi Kompetensi Bab 8 • 243

Bab 6 Senyawa Organik • 153
A. Gugus Fungsional Senyawa Karbon • 154 B. Haloalkana • 155 C. Alkohol dan Eter • 159 D. Aldehid dan Keton • 170 E. Asam Karboksilat dan Ester • 177 F. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen • 185 Rangkuman • 187 Peta Konsep • 188 Refleksi • 189 Evaluasi Kompetensi Bab 6 • 190

Bab 9 Lemak • 247
A. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak • 248 B. Sumber dan Kegunaan Lemak • 253 C. Sabun dan Detergen • 257 Rangkuman • 262 Peta Konsep • 262 Refleksi • 262 Evaluasi Kompetensi Bab 9 • 263 Proyek Semester 2 • 266 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 • 267 Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun • 271

Bab 7 Senyawa Aromatik • 195
A. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya • 196 B. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya • 204 C. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik • 207 Rangkuman • 214 Peta Konsep • 215 Refleksi • 215 Evaluasi Kompetensi Bab 7 • 216

Apendiks 1 • 275 Apendiks 2 • 283 Senarai • 286 Indeks • 291 Daftar Pustaka • 297

vii

viii

Bab

1
Sumber: Chemistry For You, 2001

Di negara yang memiliki musim dingin, salju yang menumpuk di jalan raya dan trotoar dicairkan dengan cara menaburkan garam (penurunan titik beku), seperti CaCl2 dan NaCl.

Sifat Koligatif Larutan
Hasil yang harus Anda capai: menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: • • menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan; membandingkan sifat koligatif larutan nonelektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.

Apakah Anda mempunyai teman atau kerabat yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi? Jika ya, tentu dokter akan menyarankan teman atau kerabat Anda itu untuk mengurangi konsumsi garam-garaman. Mengapa pula pedagang es menaburkan garam dapur (NaCl) di dalam tempat penyimpanan es? Kemudian, mengapa di wilayah yang memiliki musim dingin, garam-garam, seperti CaCl2 dan NaCl ditaburkan ke jalanjalan atau trotoar yang bersalju? Tentunya semua peristiwa itu berkaitan dengan bab yang akan kita pelajari sekarang, yaitu sifat-sifat koligatif larutan. Apakah sifat koligatif larutan itu? Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasinya. Sifat koligatif berbeda dengan sifat-sifat larutan yang sudah Anda pelajari sebelumnya, seperti daya hantar listrik, asam basa, dan kesetimbangan ion-ion dalam larutan yang bergantung pada jenis zat terlarut. Apakah sifat-sifat koligatif larutan itu dan apakah yang memengaruhi sifat-sifat koligatif larutan? Jawabannya akan Anda ketahui setelah mempelajari bab ini.

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif B. Penurunan Tekanan Uap C. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku D. Diagram Fasa E. Tekanan Osmotik Larutan F. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

1

Tes Kompetensi Awal
1. 2. Apakah yang dimaksud dengan larutan? Apa saja yang memengaruhi sifat fisik dan kimia suatu larutan? Apakah perbedaan larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit?

A. Satuan Konsentrasi dalam Sifat Koligatif
Di Kelas XI, Anda telah belajar satuan konsentrasi larutan berupa kemolaran. Pada topik berikut, Anda akan diperkenalkan dengan satuan konsentrasi larutan yang digunakan dalam menentukan sifat koligatif larutan, yaitu fraksi mol (X) dan kemolalan atau molalitas(m).

1. Fraksi Mol
Komposisi zat-zat dalam larutan dapat dinyatakan dalam satuan fraksi mol (X). Fraksi mol zat A (XA) menyatakan perbandingan jumlah mol zat A terhadap jumlah mol total zat-zat yang terdapat dalam larutan.
XA = mol A mol A = total mol semua komponen mol A + mol B + ... + mol ke-n

Jumlah fraksi mol semua komponen sama dengan satu. XA + XB + XC + ... = 1

Contoh 1.1
Menghitung Fraksi Mol Berapakah fraksi mol benzena (C6H6) dan toluena (C7H8) dalam larutan yang dibuat dari 600 g benzena dan 400 g toluena? Jawab: • Tentukan mol masing-masing zat • Tentukan fraksi mol zat Jumlah mol masing-masing zat:

Catatan Note
Jika hanya dua zat yang membentuk larutan maka: XA = 1 – XB atau XB = 1 – XA If there are only two substances forming solution so that: XA = 1 – XB or XB = 1 – XA

600 g = 7,69 mol 78 g mol −1 400 g mol C7H8 = = 4,35 mol 92 g mol −1 Fraksi mol masing-masing zat:
mol C6H6 = X C6H6 = X C7H8 =

7,69 mol = 0,64 7,69 mol + 4,35 mol 4,35 mol = 0,36 7,69 mol + 4,35 mol

Jumlah fraksi mol semua komponen harus sama dengan satu, Xbenzena + Xtoluena = 1

2. Kemolalan (Molalitas)
Kemolalan (m) didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. Dalam bentuk persamaan dirumuskan sebagai berikut.

molalitas =

jumlah mol zat terlarut jumlah massa pelarut (kg)

2

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Rumusan molalitas dapat dinyatakan dalam bentuk lain, yaitu: molalitas =
massa zat terlarut (g) konversi berat, 1.000 (g kg −1 ) × massa molar zat terlarut (g mol −1 ) massa pelarut (g)

Contoh 1.2
Menghitung Molalitas Larutan Berapakah molalitas larutan yang dibuat dari 6 g glukosa (Mr=180) yang dilarutkan ke dalam 100 g air. Jawab: Massa zat terlarut 6 g; massa molar zat terlarut 180 g mol–1; massa pelarut 100 g. molalitas =
massa glukosa massa molar glukosa
• • • •

Kata Kunci
Sifat koligatif Jumlah zat terlarut Fraksi mol kemolalan

×

(1.000 g kg −1 ) massa air

molalitas =

6g 180 g mol −1

×

(1.000 g kg −1 ) 100 g

=0,3 mol kg–1

Jadi, molalitas larutan glukosa adalah 0,3 m.

Kegiatan Inkuiri
Pada kondisi apa kemolalan sama dengan kemolaran? Bagaimana membuat larutan dengan kemolalan dan kemolaran sama? Diskusikan dengan teman-teman Anda.

Tes Kompetensi Subbab
1.

A
3. Sebanyak 50 g gula pasir (C12H22O11) dilarutkan ke dalam 500 g air. Berapakah molalitas larutan gula tersebut? Suatu larutan antibeku mengandung 40% berat etilen glikol (C2H6O2). Jika massa jenis larutan 1,05 g mL–1, berapa molalitas larutan tersebut?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 46 g etanol (CH3COOH) dan 44 g air. Berapakah fraksi mol masing-masing zat dalam larutan itu? Umumnya, formalin yang dijual di pasaran adalah 40% berat CH2O dalam air. Berapakah fraksi mol formalin dalam larutan tersebut?

2.

4.

B. Penurunan Tekanan Uap (ΔP) Δ
Menguap adalah gejala yang terjadi pada molekul-molekul zat cair meninggalkan permukaan cairan membentuk fasa gas. Gejala ini disebabkan oleh molekul-molekul pada bagian permukaan cairan memiliki energi yang dapat mengatasi gaya antaraksi di antara molekul-molekul cairan. Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan dinamakan tegangan permukaan. Jadi, molekul-molekul yang menguap memiliki energi lebih besar daripada tegangan permukaan.

1. Tekanan Uap
Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul (tegangan permukaan). Semakin lemah gaya antarmolekul semakin mudah senyawa itu menguap.

Sifat Koligatif Larutan

3

Puap

Uap

Cairan

Pada suhu rendah, molekul-molekul zat dapat meninggalkan permukaan cairan membentuk kesetimbangan dengan cairan yang berada di permukaannya ( (Gambar 1.1). Molekul-molekul fasa uap menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap. Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan uap salah satunya adalah suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin besar tekanan uapnya. Contohnya adalah tekanan uap air berbeda pada setiap temperatur seperti ditunjukan pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Tekanan Uap Air Tekanan (mmHg) 4,60 6,50 9,20 12,80 17,50 19,80 22,40 23,80 26,70 28,30 30,00 31,80 42,20 55,30 71,90 92,50 118,00 149,40 187,50 233,70 289,10 355,10 525,80 760,00
Sumber: General Chemistry, 1990

Gambar 1.1
Uap dan cairan membentuk kesetimbangan dinamis.

Suhu (°C) 0 5 10 15 20 22 24 25 27 28 29 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 90 100

Kegiatan Inkuiri
Air mendidih pada suhu 100°C, tetapi mengapa pakaian yang dijemur pada suhu kamar (25–30)°C dapat mengering? Jelaskan (hubungkan dengan proses penguapan).

2. Penurunan Tekanan Uap Larutan
Pelarut Larutan Gambar 1.2
Zat terlarut nonvolatil menurunkan penguapan pelarut.

Apa yang terjadi dengan tekanan uap jika ke dalam suatu cairan (misalnya, air) dimasukkan zat yang tidak mudah menguap (misalnya, gula pasir)? Adanya zat terlarut nonvolatile (tidak mudah menguap) di dalam suatu pelarut dapat menurunkan tekanan uap pelarut. Akibatnya, tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Mengapa? Untuk memahami bagaimana pelarutan zat yang tidak mudah menguap berpengaruh terhadap tekanan uap pelarut, lakukan oleh Anda eksperimen berikut.

4

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Aktivitas Kimia 1.1
Pelarutan Zat yang Tidak Menguap Tujuan Menjelaskan pelarutan zat yang tidak menguap. Alat 1. Gelas 2. Wadah tertutup Bahan 1. Aquades 2. Larutan gula 60% b/b Langkah Kerja 1. Sediakan dua buah gelas. Gelas pertama diisi dengan aquades dan gelas kedua diisi dengan larutan gula 60% b/b. Usahakan volume cairan dalam kedua gelas sama. 2. Simpan kedua gelas itu dalam wadah yang tertutup rapat, misalnya desikator selama satu hari. 3. Setelah satu hari, amati yang terjadi dalam kedua cairan itu. Keadaan Awal Keadaan Akhir

Pelarut (air)

Larutan gula

Larutan gula

Pertanyaan 1. Apa yang terjadi dengan cairan dalam kedua wadah itu? 2. Mengapa air murni berpindah ke gelas yang berisi larutan gula? 3. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.

Setelah dibiarkan beberapa waktu, volume larutan gula bertambah, sedangkan volume air murni berkurang. Mengapa? Fakta tersebut dapat dijelaskan jika tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan larutan yang mengandung zat nonvolatil, dan adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dan cairannya. Oleh karena tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan uap larutan gula maka untuk mencapai keadaan kesetimbangan, uap air murni akan diserap oleh larutan gula sampai tekanan uap di atas permukaan kedua cairan itu sama dan setimbang. Proses tersebut menghasilkan perpindahan molekul-molekul air dari pelarut murni melalui fasa uap ke dalam larutan gula sampai tekanan uap pada kedua permukaan cairan mencapai kesetimbangan.

Kata Kunci
• • • • • Gaya antaraksi antarmolekul Tegangan permukaan Zat terlarut nonvolatil Tekanan uap Hukum Raoult

Kegiatan Inkuiri
Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya? Misalnya, larutan etanol dalam air. Hubungkan dengan gaya antarmolekul atau ikatan hidrogen etanol-air dan air-air.

Sifat Koligatif Larutan

5

3. Hukum Raoult
P°larutan
Plarutan

Tekanan uap larutan yang mengandung zat terlarut nonvolatile telah dikaji oleh Francois M. Raoult, sehingga dihasilkan Hukum Raoult. Dalam bentuk persamaan dinyatakan sebagai berikut. Plarutan = Xpelarut Popelarut Keterangan: Plarutan = tekanan uap larutan Xpelarut = fraksi mol pelarut Popelarut = tekanan uap pelarut murni Secara matematis, Hukum Raoult merupakan persamaan linear: Y = mX Keterangan: Y = Plarutan m = Popelarut X = Xpelarut Jika Plarutan diekstrapolasikan terhadap Xpelarut, akan dihasilkan garis lurus dengan kemiringan menunjukkan Popelarut (Gambar 1.3). Penurunan tekanan uap (ΔP) pelarut akibat adanya zat terlarut nonvolatil dapat dihitung dari Hukum Raoult, yaitu: Plarutan = Xpelarut Popelarut

0

Xpelarut

1 Gambar 1.3

Hubungan tekanan uap larutan terhadap fraksi mol pelarut

Sekilas Kimia
Francois Marie Raoult (1830–1901)

Oleh karena (Xpelarut + Xterlarut) = 1, atau (Xpelarut = 1 – Xterlarut) maka Plarutan = (1 – Xterlarut) Popelarut = Popelarut – Xterlarut Popelarut Dengan menata ulang persamaan di atas, diperoleh: Popelarut – Plarutan = Xterlarut Popelarut (Popelarut – Plarutan) adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan (ΔP). Jadi, penurunan tekanan uap pelarut murni dapat dirumuskan sebagai berikut. ΔP = Xterlarut Popelarut

Contoh 1.3
Menghitung Tekanan Uap Larutan Hitunglah penurunan tekanan uap yang dibuat dari pelarutan 9,5 g tiourea (Mr = 76) ke dalam 90 g air (tekanan uap air pada 25°C adalah 23,76 mmHg). Jawab: • Hitung fraksi mol masing-masing zat • Tentukan tekanan uap larutan menggunakan Hukum Raoult • Tentukan ΔP Jumlah mol masing-masing zat adalah mol tiourea =
9,5 g = 0,125 mol 76 g mol -1

Sumber: www.uned.es

Francois Marie Raoult adalah seorang ahli kimia-fisika Prancis. Pada 1886 dia berhasil menemukan hubungan antara tekanan uap larutan dan zat terlarut. Hubungan tersebut diungkapkan dalam bentuk persamaan yang dikenal dengan Hukum Raoult.

mol air = 18 g mol -1 = 5 mol

90 g

6

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

yaitu: Xpelarut = Plarutan Ppelarut o Berdasarkan fraksi mol pelarut. Dengan menata ulang persamaan Hukum Raoult maka diperoleh fraksi mol pelarut. tekanan uap air turun dengan adanya tiourea. Sifat Koligatif Larutan 7 .166) mmHg = 0.59 mmHg Tekanan uap larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. 3 mmHg 90 g mol air = 18 g mol −1 = 5 mol Jumlah mol urea: ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ mol urea = mol air ⎜ − 1 ⎟ = 5 mol ⎜ ⎝ 0.2 mol Jadi.76 – 23. 96 ⎠ ⎝ X air ⎠ = 0. mol zat terlarut dapat diketahui sehingga massa molekul relatifnya dapat ditentukan.17 mmHg. Xpelarut = Kata Kunci • • Penurunan tekanan uap Massa molekul relatif mol pelarut mol pelarut + mol terlarut . berapakah Mr urea? Jawab: Tahap: (1)Hitung fraksi mol air menggunakan Hukum Raoult (2)Hitung mol urea berdasarkan fraksi mol air (3)Hitung Mr urea Fraksi mol air: Xair = Plarutan 53.17 mmHg = =0. Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55.Fraksi mol air adalah mol H 2 O Xair = mol H O+mol CS(NH ) = 0.atau mol terlarut = mol pelarut ⎜ ⎜ ⎛ ⎞ 1 − 1⎟ ⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Dengan demikian.2 mol 12g Mr urea = = 60 g mol–1 0.975 2 2 2 Plarutan = Xair P°air = (0.166 mmHg Jadi. tekanan uap larutan adalah 53.3 mmHg. Besarnya penurunan tekanan uap adalah ΔP = (23.76 mmHg) = 23. persamaan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut adalah Mr terlarut = massa zat terlarut (gram) mol pelarut ⎜ ⎛ 1 ⎞ − 1⎟ Xpelarut ⎝ ⎠ Contoh 1.96 o Ppelarut 55.975) (23.4 Menentukan Mr dari Tekanan Uap Larutan Urea sebanyak 12 g dilarutkan dalam 90 g air pada 40 °C. massa molekul relatif urea adalah 60.

Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Suatu zat cair dikatakan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer (tekanan udara luar) di atas permukaan cairan. Adapun suatu zat dikatakan membeku jika partikel-partikel zat itu berada dalam kisi-kisi kesetimbangan sehingga tidak terjadi gerakan partikel. Suatu larutan dibuat dari pelarutan 6. 1990 8 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 mmHg.2 Tetapan Kenaikan Titik Didih Molal (Kd) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Karbon tetraklorida (CCl4) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Titik Didih(°C) 100 80.02 1. Jika tekanan uap air murni pada suhu tersebut 55. hitunglah Mr glukosa. Besarnya kenaikan titik didih larutan. Hitunglah tekanan uap larutan pada 35°C yang dibuat dengan melarutkan 18 g sukrosa dalam 72 g air. atau Δ Td= Kd × m Kd adalah tetapan kesetaraan titik didih molal.22 3. ΔTd (relatif terhadap titik didih pelarut murni) berbanding lurus dengan kemolalan larutan.5 g naftalena ke dalam 60 g kloroform (CHCl3). Harga Kd bergantung pada jenis pelarut (Tabel 1. semakin rendah tekanan udaranya.34 Sumber: General Chemistry.53 5. Tabel 1.Tes Kompetensi Subbab 1. Tekanan uap larutan tersebut adalah 54. C. Tekanan uap air murni pada suhu tersebut 42. Kenaikan Titik Didih Larutan Oleh karena tekanan uap larutan zat nonvolatil lebih rendah dari pelarut murninya maka untuk mendidihkan larutan perlu energi lebih dibandingkan mendidihkan pelarut murninya.2). Kegiatan Inkuiri Semakin tinggi suatu tempat. selain getaran di tempatnya.63 2.52 2. Hitunglah penurunan 3.2 mmHg.2 46. Dalam bentuk persamaan dinyatakan dengan: ΔTd ≈ m. Glukosa sebanyak 18 g dilarutkan dalam 125 g air pada 40°C. Bagaimana titik didih air di pegunungan dibandingkan di pantai? Di daerah mana peluang terbesar terkena penyakit akibat bakteri yang terdapat dalam air minum? 1. Akibatnya. Diketahui tekanan uap kloroform murni pada 20°C = 156 mmHg. B tekanan uap kloroform pada 20°C.8 78. Kerjakanlah di dalam buku latihan.1 76. 2. titik didih larutan akan lebih tinggi daripada pelarut murninya.4 61.3 mmHg.2 Kd(°C m–1) 0.

4 g dilarutkan dalam 74 g benzena menghasilkan titik didih larutan sebesar 82. Antiboil substance is added into radioator to decrease water evaporation in radiator. titik didih larutan adalah 100.42 Jadi. Data kenaikan titik didih larutan dapat dipakai untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut.52°C dari titik didih air. Aktivitas Kimia 1.000 g kg × massa pelarut ΔTd −1 Kata Kunci • • Titik didih larutan Kenaikan titik didih Mr zat terlarut = K d × Contoh 1. Contoh 1.52°C m–1. ΔTd = K d massa zat terlarut 1. Pembakar bunsen atau spirtus 5. jika titik didih air 100°C? (Kd air = 0. massa molekul relatif zat X adalah 105.6 Menghitung Mr Berdasarkan Data Td Larutan Zat X sebanyak 7.52°C m × 0.000 g kg −1 × = 0.52°C. titik didih larutan sebesar 100. Tentukan massa molekul relatif zat X. Timbangan Sifat Koligatif Larutan 9 . Gelas kimia 2.19°C. Gelas ukur 4.4 g 1.000 g kg −1 × Mr zat terlarut massa pelarut massa zat terlarut 1. Mr =92) ke dalam 150 g air. (Titik didih benzena 80. Dengan kata lain. Anda dapat melakukan percobaan berikut. Artinya.42. Untuk membuktikan kenaikan titik didih larutan. 36°Cm × 82.2°C dan tetapan titik didih molal benzena 2.52°C m–1) Jawab: 5g 1. suatu larutan dalam air dengan konsentrasi satu molal akan mendidih pada suhu lebih tinggi sebesar 0. Termometer 3.53°C m–1) Jawab: 7.Pada Tabel 1.19°C Jadi.36 m = 0. 36 m molalitas larutan = 150 g 92 g mol −1 ΔTd = Kd × m = 0.6 − 80. Oleh karena kenaikan titik didih berbanding lurus dengan molalitas larutan maka massa molekul relatif zat terlarut dapat ditentukan dengan mengubah persamaan molalitasnya.2 °C × 74 g ( ) = 105.000 g kg −1 −1 Mr X= 2.5 Menghitung Titik Didih Larutan Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 5 g gliserol (C3H8O3.2 Kenaikan Titik Didih Larutan Tujuan Membuktikan kenaikan titik didih larutan Alat 1.6°C. –1 Catatan Note Zat antididih yang ditambahkan ke dalam radiator berfungsi mengurangi penguapan air dalam radiator. Berapakah titik didih larutan.2 tampak bahwa Kd air = 0.

3 Tetapan Penurunan Titik Beku Molal (Kb) Beberapa Pelarut Pelarut Air (H2O) Benzena (C6H6) Etanol (C2H6O) Kloroform (CHCl3) Karbon disulfida (CS2) Naftalena (C10H8) Titik Beku(°C) 0. kemudian didihkan. Gejala ini terjadi karena zat terlarut tidak larut dalam fasa padat pelarutnya.38°C. Hitunglah kenaikan titik didih larutan gula pasir dan larutan garam dapur. Seperti halnya titik didih.3°F (–78.12°C m–1.5 80. jika sirup dimasukkan ke dalam freezer maka gula pasirnya akan terpisah dari es karena gula pasir tidak larut dalam es. adakah perbedaan titik didih antara kedua larutan? Jelaskan alasannya.60 –63. Penerapan dari penurunan titik beku digunakan di negara yang memiliki musim dingin. kocok kedua larutan itu dan ukur kembali suhu didihnya. Dry ice memiliki suhu –109.20 Kb(°C m–1) 1. Suatu larutan dari zat terlarut nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan membeku pada suhu lebih rendah sebesar 5. Selain itu. Pertanyaan 1. Dengan kata lain. titik beku larutan zat nonvolatil dalam pelarut benzena sebanyak 1 molal akan mulai membeku pada suhu (5.5 – 5. Oleh karena es ini tidak melewati fasa cair maka dinamakan dry (kering) ice. 2.00 5. 1990 Sekilas Kimia Dry Ice Pernahkah Anda memperhatikan tempat penyimpanan es ketika Anda membeli es krim di warung? Pembekuan es krim menggunakan apa yang disebut dengan dry ice. atau ΔTb = Kb × m Kb disebut tetapan penurunan titik beku molal. Garam dapur (NaCl) Langkah Kerja 1. Sumber: wikipedia. Agar tidak terjadi pemisahan zat terlarut dan pelarutnya ketika larutan membeku. Tabel 1. Dry ice adalah karbon dioksida (CO2) yang dibekukan. Sublimasi adalah proses perubahan suatu padatan langsung menjadi gas. Harga Kb untuk beberapa pelarut dapat dilihat pada Tabel 1. Penurunan Titik Beku Larutan Penambahan zat terlarut nonvolatil juga dapat menyebabkan penurunan titik beku larutan. Selain pada radiator.86 5. dalam air radiator mobil diperlukan zat antibeku yang dapat menurunkan titik beku air. dry ice tidak mencair melainkan menyublim.Bahan 1. 2. penurunan titik beku (ΔTb) berbanding lurus dengan kemolalan larutan: ΔTb ≈ m. diperlukan suhu lebih rendah lagi untuk mengubah seluruh larutan menjadi fasa padatnya.12)°C atau 0. Dengan jumlah massa yang sama. Masukkan 35 g gula pasir ke dalam aquades (gelas kimia 1) dan 35 g garam dapur ke dalam aquades (gelas kimia 2). Aquades 2. Gula pasir 3. Suhu udara pada musim dingin dapat mencapai suhu di bawah titik beku air.80 Sumber: General Chemistry.50 –144.12 1. Oleh karena itu.50 –111. Ukur suhu aquades pada saat mendidih. Zat antibeku yang banyak digunakan dalam radiator adalah etilen glikol (C2H6O2).83 6.12°C dari titik beku benzena. sedangkan es tradisional adalah 30°F (0°C).68 3. Dry ice lebih padat dan lebih dingin daripada es biasa.5°C). 2.org Nilai Kb untuk benzena 5. Contohnya. 3.99 4. Masukkan 250 mL aquades ke dalam gelas kimia 1 dan 2.3. penerapan dari penurunan titik beku juga digunakan untuk mencairkan es di jalan-jalan dan trotoar pada musim 10 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

45o C Jadi. o −1 Mr X = 1.dingin. Hal ini dilakukan dengan cara menaburkan garam-garam. Naftalena 2.86°C Kata Kunci • • Titik beku larutan Penurunan titik beku Sama seperti kenaikan titik didih. seperti CaCl2 dan NaCl sebagai penurun titik beku air sehingga es dapat mencair. Tabung reaksi 2. Gelas kimia 3. Jika titik beku larutan – 0.86°C m–1) ( 1 m) = 1. Belerang 3.45°C. Panaskan air dalam gelas kimia hingga suhu mencapai ± 90°C.7 Menghitung Penurunan Titik Beku Larutan Hitunglah titik beku larutan yang dibuat dari 6. Timbangan 6. Mr zat terlarut = K b massa zat terlarut ΔTb × 1.86)°C = –1.45°C 1. Stopwatch 5.8 Menghitung Mr dari Data ΔTb Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 3 g zat X ke dalam 100 mL air. Mr zat X adalah 124.000 g kg −1 = 124 100 g 0. Penentuan titik beku pelarut murni (naftalena) 1.000 g kg −1 massa pelarut Contoh 1.86°C Titik beku larutan = Titik beku normal air –ΔTb = (0. Contoh 1. Jawab: 6. 4. 86 C m × 3g × Aktivitas Kimia 1.45)}°C = 0.86°C Jadi. Termometer Bahan 1. Air Langkah Kerja A. ΔTb = {0 – (–0. Pembakar bunsen atau spirtus 2 bagiannya.2 g etilen glikol dalam 100 g air.000 g kg −1 × molalitas larutan = =1m 100 g 62 g mol −1 Penurunan titik beku larutan: ΔT b = Kb × m = (1. penurunan titik beku larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. Ke dalam tabung reaksi besar dimasukkan 15 g naftalena dan gelas kimia diisi dengan air 2. titik beku larutan etilen glikol adalah –1.86°C m–1.2 g 1. berapakah massa molekul relatif zat X? Penyelesaian Nilai Kb air = 1. 3 Sifat Koligatif Larutan 11 .3 Penurunan Titik Beku Larutan Tujuan Membuktikan penurunan titik beku larutan. Alat 1.0 – 1.

C 5.34°C m–1.3. Padamkan pembakaran. hitunglah Mr safrole. air dapat berada dalam fasa gas. Larutan membeku pada 25. Cuplikan safrole 2. tambahkan 2. Diagram Fasa Air Seperti Anda ketahui. Suatu larutan dibuat dengan cara melarutkan 12.4). 6. Buatlah grafik dan tentukan titik beku larutan belerang dalam naftalena dari grafik tersebut.8 g zat X dalam 200 g benzena. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 3.7 g propilen glikol (OH–CH2–(OH)CH–CH3) dalam 500 mL air. cair. 8. cair. 5.4 g dilarutan dalam 103 g difenil eter.265°C. Titik beku adalah pada saat tidak berubah untuk 1–2 menit. Titik beku larutan belerang dalam naftalena 1. 4. 4. Hitung titik beku larutan ini. D. Diketahui Kd (C6H6) = 2. 2. 12 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 3. aduk sampai semua belerang larut dalam naftalena. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 81. dan padat bergantung pada suhu dan tekanan. kemudian catat penurunan suhu setiap ½ menit hingga ± 70°C. Safrole diekstrak dari minyak sassafras dan dipakai untuk pemberi aroma pada ‘root beer’.7 oC. Hitunglah titik beku larutan 7. Diagram fasa dapat dinyatakan berdasarkan perubahan suhu (°C) dan tekanan (atm).9 g sukrosa dalam 175 mL air.56 gram belerang ke dalam naftalena cair. Ketiga fasa tersebut dapat diungkapkan dalam bentuk diagram P – T (Gambar 1. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda dan presentasikan di depan kelas. Bandingkan hasil pengamatan pada langkah kerja A dan langkah kerja B. Suatu larutan gula dalam air mendidih pada suhu 100. 2. B.53°C m–1 dan titik didih C6H6 = 80. Panaskan kembali air dalam gelas kimia hingga semua naftalena mencair kembali.1°C. Berapakah Mr zat tersebut jika kenaikan titik didihnya 1. Dalam diagram fasa terdapat kurva kesetimbangan antara fasa padat. 1.78°C. 4. Diagram Fasa Diagram fasa adalah ungkapan perubahan keadaan dasar fasa suatu zat dalam bentuk diagram. Mengapa harus ditambah garam dapur? Tes Kompetensi Subbab 1. Kegiatan Inkuiri Pedagang es lilin atau es krim menambahkan es batu dan garam dapur di sekeliling bagian luar wadah es. Buatlah grafik penurunan suhu naftalena sebagai fungsi waktu dan tentukan titik beku pelarut naftalena dari grafik tersebut. dan gas. 7. Jika titik beku difenil eter murni adalah 26.17°C? Diketahui Kd CS2 = 2. Padamkan pembakar. Setelah semua naftalena mencair. lakukan pengukuran suhu seperti kegiatan A hingga ± 70°C.2 g gliserol (C3H8O3) ke dalam 100 g air? Suatu zat nonvolatil sebanyak 16 g dilarutkan dalam 38 g CS2.84oC dan tetapan penurunan titik beku molal 8°C m–1. dinamakan diagram P – T. berapakah titik beku larutan gula tersebut? Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 4. Berapakah kenaikan titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa (C6H12O6) ke dalam 500 mL air? (ρ air = 1 g mL–1) Berapakah titik didih larutan yang dibuat dengan melarutkan 9.

Kurva ini berpotongan dengan kurva yang lain pada titik A.0098 100 Suhu (°C) 374 Sumber: Chemistry: The Central Science.006 atm A Gas 0 0.5.7 atm). Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara cair dan gas. Titik tripel untuk air terjadi pada suhu 0. 0. 217. Anda dapat memperkirakan wujud suatu zat pada suhu dan tekanan tertentu. Catatan Note Beberapa istilah fasa transisi: Penguapan: H2O( ) → H2O(g) Pengembunan: H2O(g) Peleburan: H2O(s) Pembekuan: H2O( ) 2 → H O( ) → H O(s) Sublimasi: H O(s) → H O(g) Deposisi: H O(g) → H O(s) 2 2 2 2 2 → H O( 2 ) Terminology for transition fase: Evaporation: H2O( ) → H2O(g) → H O( → H O( ) Freeze: H O( ) → H O(s) Sublimation: H O(s) → H O(g) Deposition: H O(g) → H O(s) Condensation: H2O(g) 2 2 ) Melt: H2O(s) 2 2 2 2 2 2 Sifat Koligatif Larutan 13 .006 atm). Diagram fasa yang lain misalnya diagram fasa CO2. Kurva tersebut menunjukkan garis kesetimbangan fasa antara padat dan gas. 1 atm). cair. 2000 Pada diagram fasa tersebut terdapat tiga kurva yang membagi diagram ke dalam daerah padat. Kurva AC yang membagi wilayah cair dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap air pada berbagai suhu. menyatakan keadaan padat dan cair berada dalam keadaan setimbang: Padat Cair Kurva tersebut memberikan informasi tentang titik leleh padatan atau titik beku cairan pada suhu dan tekanan tertentu. air akan berwujud cair. dan gas. titik leleh (atau titik beku) normal B (0°C. 0. Dengan diagram fasa. 1 atm). Umumnya peleburan (padat → cair) atau pembekuan (cair → padat) tidak dipengaruhi oleh tekanan sehingga kurva AB cenderung membentuk garis lurus. berada pada suhu 0°C dan 100°C. Titik leleh dan titik didih air pada tekanan 1 atm ditunjukkan dengan garis putus-putus. seperti ditunjukkan pada Gambar 1.4°C. sedangkan pada suhu 0°C air berwujud padat (es).01°C. dan padat secara bersama-sama. Pada setiap daerah. Kurva AB yang membagi wilayah padat dan cair. cair.006 atm (4. Titik A dinamakan titik tripel. Kurva AB untuk air agak miring ke kiri karena pembentukan es pada tekanan tinggi suhunya turun sebesar 1°C dari keadaan normal (1 atm). Hal ini disebabkan pada keadaan cair kurang rapat dibandingkan pada keadaan padat. yaitu titik di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. Kurva AD yang membagi wilayah padat dan gas memberikan informasi tentang tekanan uap padatan pada berbagai suhu. dan titik kritis D (374. titik didih normal C (100°C.218 atm Tekanan (atm) D 1 atm Padat B Cair C Gambar 1. menunjukkan keadaan wujud zat yang stabil.4 Diagram fasa air Titik tripel A (0. Pada tekanan 1 atm dan suhu 25°C. Setiap titik pada kurva menunjukkan hubungan tekanan dan suhu.01°C dan tekanan 0.58 mmHg).

Pada tekanan normal (1 atm). 73. dry ice akan mencair jika dipanaskan.73 atm CO2(s) Gambar 1. seperti kenaikan titik didih.0 atm).5 –56. dan tekanan uap (kurva A – B) yang bergantung pada suhu. agar di panggung tampak seperti berkabut.11 atm). 14 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII { . Adapun titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan titik beku pelarut murninya.6. Dengan sedikit pemanasan. Di atas 5. penurunan titik beku.4°C dan 5. Perhatikanlah diagram fasa pada Gambar 1. 2000 Titik tripel CO2 berada pada –56.11 atm. ditunjukkan oleh kurva (A' – B').5°C.11 atm X CO2(g) 1 atm Y –78. Gambar 1.4 Suhu (°C) 31.11 atm. titik sublimasi Y (–78. CO2 padat (dry ice) akan menyublim jika dipanaskan di bawah tekanan 5. dan titik kritis Z (31.1°C. 1 atm). Demikian pula titik tripel larutan lebih rendah dari titik tripel air murni. Adanya zat terlarut nonvolatil mengakibatkan pergeseran posisi kesetimbangan diagram fasa cair-gas. larutan yang terbentuk akan memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan pelarut murninya. 2.6 Diagram fasa larutan dalam pelarut air Padat 1 atm C' C Cair A A' Gas B B' ΔTb 0°C 100°C ΔTd { Titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarutnya (titik C'). dan tekanan uap turun.5 Diagram fasa karbon dioksida Titik tripel X (–56. Oleh sebab itu. Pada suhu kamar dan tekanan udara normal dry ice menyublim sehingga sifat ini sering dimanfaatkan untuk pertunjukan panggung terbuka.4°C. pelarut murni air memiliki titik beku 0°C (titik C). titik didih 100°C (titik B).1 Sumber: Chemistry: The Central Science. Z CO2( ) Tekanan 5. 5. Jika ke dalam air ditambahkan zat nonvolatil. Diagram Fasa dan Sifat Koligatif Diagram fasa dapat digunakan untuk menyatakan sifat koligatif larutan. dan penurunan tekanan uap.11 atm. dry ice langsung menguap seperti asap. titik didih larutan lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarutnya (titik B').

Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat. Pada tekanan berapakah titik didih pelarut murni (air) sama dengan titik didih larutannya? Jelaskan. Penurunan tekanan uap larutan ditunjukkan oleh selisih garis AB – A'B'.7). Mengapa garis kesetimbangan padat-cair pada diagram fasa CO2 tidak miring ke kiri. Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi. Pada proses osmosis. Tekanan Osmotik Larutan Catatan Note Membran semipermeabel adalah sejenis plastik berpori yang hanya dapat dilalui oleh molekul-molekul kecil seperti air. which only could passed by small molecules such as water.082 L atm mol–1K–1) T = Suhu (K) ⎛n⎞ ⎝ ⎠ Sumber: Chemistry: The Central Science. Sifat Koligatif Larutan 15 . Tes Kompetensi Subbab D (a) tekanan normal (1 atm). π ≈ M atau π = k M k adalah tetapan kesetaraan yang bergantung pada suhu. molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan kesetimbangan konsentrasi di antara kedua medium itu (lihat Gambar 1. E.9 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Berapakah tekanan osmotik larutan yang dibuat dari 18 g glukosa yang dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 250 mL? Diketahui suhu larutan 27°C dan R = 0. 2000 Gambar 1. melainkan ke kanan? Kerjakanlah di dalam buku latihan. (b) lebih tinggi dari 1 atm.7 Proses osmosis Contoh 1. Oleh karena kemolaran memiliki satuan mol per liter larutan maka tekanan osmotik larutan dapat dinyatakan sebagai berikut. Larutan pekat Membran semipermeabel Larutan Encer π = M RT atau π = ⎜ V ⎟ RT Keterangan: π = Tekanan osmotik M = Molaritas larutan R = Tetapan gas (0. di mana R tetapan gas dan T adalah suhu mutlak. Apa yang akan terjadi jika air dimasukkan ke dalam ruang vakum. Semipermeable membrane is a kind of pored plastic. Untuk larutan encer harga k sama dengan RT. Dalam bentuk persamaan dapat ditulis sebagai berikut. yaitu: ΔTb = C – C' dan ΔTd = B' – B. kemudian suhunya diturunkan sampai di bawah titik tripel? 2. atau (c) lebih rendah dari 1 atm.Nilai ΔTb dan ΔTd ditunjukkan oleh selisih pergeseran kesetimbangan antara pelarut murni dan larutannya. dilambangkan dengan π. 3.082 L atm mol–1 K–1. 1. Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan.

960 g mol–1 Jadi. 1 atm π =1. Misalnya. Jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain.25 mmHg × = 0. Seseorang yang membutuhkan pengganti cairan tubuh.025L ) = 5. Konsentrasi cairan infus atau 16 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .1 mol Tekanan osmotik larutan: π = ⎛ n ⎞ R T ⎜ ⎟ ⎝V⎠ 0. Jawab: Ubah besaran ke dalam satuan SI. tekanan osmotik larutan sebesar 9.00164 atm )(0.25L = 9. Jika tekanan osmotik larutan sebesar 1. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah akan pecah.84 atm. Aplikasi Tekanan Osmotik Kata Kunci • • • • • Hipotonik Hipertonik Isotonik Hemolisis Krenasi Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel memiliki tekanan osmotik sama.082 L atm mol–1 K–1)(298K) (0.T Contoh 1.Jawab: Jumlah mol C6H12O6 = 18 g 180 g mol -1 = 0. Proses ini dinamakan hemolisis. dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah. baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman.00164 atm 760 mmHg 0. Dengan diketahuinya tekanan osmotik suatu larutan maka massa molekul relatif dari zat terlarut dapat ditentukan.10 Menentukan Massa Molekul Relatif dari Tekanan Osmotik Sebanyak 0. larutan tersebut dinamakan hipotonik.960.84 atm Jadi. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan yang lain. massa molekul relatif protein adalah 5. 1.1mol π= × 0.01g Mr protein = (0. Hal ini dilakukan dengan cara menata ulang persamaan tekanan osmotik menjadi: Mr massa zat terlarut (g) (atm)V(L) R. Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi.25 mmHg pada 25°C. kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang lainnya. larutan tersebut dinamakan hipertonik.082 L atm mol–1 K–1 × 300 K 0. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut. Hitunglah Mr protein.01 g protein dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 25 mL. Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup.

b. Serat berongga dari membran semipermeabel Molekul air (c) Partikel zat terlarut Air murni ke tangki penampung Serat Sumber: Chemistry: The Central Science. air laut masuk ke dalam permeator dan masuk ke dalam serat berongga sehingga ion-ion garam dapat dipisahkan dari air laut. Osmosis balik berguna dalam desalinasi (penghilangan garam) air laut untuk memperoleh air tawar dan garam dapur. Kegiatan Inkuiri Apa yang terjadi jika cairan infus hipertonik atau hipotonik? Berapa kadar NaCl dalam infus agar isotonik dengan cairan dalam tubuh? 2. Wortel menjadi lunak akibat kehilangan air karena menguap.8. dan reverse osmosis (osmosis balik)? Sifat Koligatif Larutan 17 . Wortel akan tampak segar karena menyerap kembali air yang hilang. (a) (b) Gambar 1. Proses osmosis juga bahkan dapat dibalikkan arahnya dengan menerapkan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis larutan. Osmosis Balik Proses osmosis suatu larutan dapat dihentikan. Kata Kunci • • Osmosis balik Desalinasi Kegiatan Inkuiri Apa keunggulan dan kelemahan dari pemurnian air melalui proses demineralisasi (air dalam botol kemasan). Pada proses desalinasi. Ini dapat dikembalikan dengan merendam wortel dalam air. molekul-molekul air keluar dari larutan meninggalkan zat terlarut. tetapi tidak dapat dilewati oleh ion-ion garam dari air laut.minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk mencegah terjadi krenasi atau hemolisis. a.8 (a) Alat desalinasi air laut melalui osmosis balik. Proses ini dinamakan osmosis balik. Membran yang dapat digunakan untuk proses osmosis balik adalah selulosa asetat. (b) Alat desalinasi tersusun atas silinder-silinder yang dinamakan permeator. 2000 Penerapan tekanan dari luar yang melebihi nilai π menyebabkan terjadinya osmosis balik. Membran ini dapat dilewati oleh molekul air. (c) Dengan adanya tekanan. yang mengandung jutaan serat berongga kecil. sand filtrasi (air isi ulang). seperti dapat dilihat pada Gambar 1. Contoh osmosis yang lain di antaranya sebagai berikut. Ketimun yang ditempatkan dalam larutan garam akan kehilangan airnya akibat osmosis sehingga terjadi pengerutan.

penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit lebih besar dibandingkan larutan nonelektrolit.018 atm Jadi.11 Menentukan Tekanan Luar pada Proses Osmosis Balik Air gula (C12H22O11) memiliki konsentrasi 0. ΔTb dan ΔTd Larutan Elektrolit Berdasarkan hasil penelitian diketahui. tidak terjadi osmosis balik. → C12H22O11(s) ⎯⎯ C12H22O11(aq) Jika garam dapur (elektrolit) dilarutkan dalam air.5 M untuk memisahkan gula dari pelarutnya secara osmosis balik pada 25°C? Jawab: Tekanan minimum adalah tekanan luar yang setara dengan tekanan osmotik larutan. akan dihasilkan satu mol molekul gula pasir di dalam larutan itu. diketahui bahwa larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang tidak sama dengan larutan nonelektrolit akibat jumlah mol ion-ion dalam larutan meningkat sesuai derajat ionisasinya. Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada banyaknya zat terlarut sehingga sifat koligatif larutan elektrolit selalu lebih tinggi dibandingkan dengan larutan nonelektrolit. 1.000) yang dibuat dari 3 g protein dalam 750 mL larutan pada 30°C? 2. Berapakah tekanan minimum yang harus diterapkan pada air gula 0. akan terbentuk satu mol ion Na+ dan satu mol ion Cl– atau terbentuk dua mol ion. Mengapa? Jika gula pasir (nonelektrolit) dilarutkan ke dalam air.35 mmHg. 1. Akibatnya. → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) Jika satu mol garam dapur dilarutkan. Sebanyak 5 g hemoglobin dilarutkan dalam air hingga volume larutan 100 mL.5 M. 18 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Berapa mol glukosa dalam 500 mL larutan yang memiliki tekanan osmotik 3.018 atm. Tekanan osmotik larutan diukur pada 25°C dan menunjukkan tekanan sebesar 1. garam tersebut akan terionisasi membentuk ion Na+ dan Cl–. (jika tekanan luar sama dengan π. jika satu mol gula pasir dilarutkan dalam air. gula pasir akan terhidrasi ke dalam bentuk molekul-molekulnya. tetapi hanya sampai menghentikan tekanan osmotik larutan).Contoh 1. tekanan luar yang diperlukan agar terjadi osmosis balik harus lebih besar dari 4.5 mol L–1)(0. Bagaimana sifat koligatif larutan elektrolit? Berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah. bahwa untuk kemolalan yang sama.082 L atm mol–1 K–1)(298K) = 4. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Sifat-sifat koligatif larutan yang telah dibahas sebelumnya hanya membahas larutan nonelektrolit yang tidak menguap di dalam larutannya.75 atm pada 300K? F. π = (0. Berapakah tekanan osmotik larutan protein (Mr =90. Berapakah massa molekul relatif hemoglobin tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tes Kompetensi Subbab E 3.

. NaCl memiliki nilai i = 2. Kenaikan titik didih larutan MgCl2 1 m menjadi tiga kali lebih tinggi dibandingkan larutan gula pasir sebab dalam larutan MgCl2 terbentuk tiga mol ion. → C6H12O6(s) ⎯⎯ C6H12O6(aq) 0.1 m 0. NaCl adalah elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna. larutan NaCl adalah elektrolit kuat C. NaCl dapat terionisasi sempurna E.1 m Penurunan titik beku larutannya: ΔT b = i × m × Kb = 1 × 0. Cl = 35. massa NaCl = 786 g Jadi.372°C Kata Kunci • • • • • Derajat ionisasi Terionisasi sebagian Terionisasi sempurna Faktor van’t Hoff Asosiasi ion Sifat Koligatif Larutan 19 . dan dilambangkan dengan i.5 maka pernyataan berikut benar. Ikatan kimia pada air adalah ikatan hidrogen dengan bentuk molekul “V”. kecuali . Larutan glukosa 0. perlu ditambahkan garam NaCl. A. Persamaan ionnya: → MgCl2(aq) ⎯⎯ Mg2+(aq) + 2Cl–(aq) Untuk larutan elektrolit lemah. g 1000 Mr × 10 4 × 1000 5 = 1. dan seterusnya. yang dinamakan faktor van’t Hoff.86 oC m–1 = 0. Hubungan antara jumlah mol zat terlarut dan jumlah mol ionnya di dalam larutan telah dipelajari oleh van’t Hoff.2 m ion-ionnya: → NaCl(s) ⎯⎯ Na+(aq) + Cl–(aq) 0.1 m Penurunan titik beku larutannya: Δ T b = 2 × 0. K2SO4 memiliki nilai i = 3.1 m sama dengan 0. diperlukan NaCl lebih dari 786 g B.186°C (b) Oleh karena NaCl adalah zat elektrolit maka dalam larutan NaCl 0.1 m b. O = 16.86°C. seperti CH3COOH dan HF.. yaitu satu mol ion Mg2+ dan dua mol ion Cl–.1 m × 1. Na = 23.86 dan Ar H = 1. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berkisar di antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit sebab larutan elektrolit lemah terionisasi sebagian. pernyataan yang salah adalah (C) bentuk molekul air tetrahedral. Misalnya. Adapun satu molal larutan garam dapur dapat meningkatkan titik didih menjadi dua kali lipat atau setara dengan 3. a.5 × 10 4 × { + ( − ) } Δ = × Kegiatan Inkuiri Bandingkan titik didih larutan yang mengandung jumlah molal sama antara larutan C12H22O11(nonelektrolit).1 m akan terdapat 0. AlCl3 (elektrolit). Oleh karena glukosa adalah zat nonelektrolit maka jumlah molekul glukosa dalam larutan glukosa 0. Jika diketahui Kb air = 1.86 × 1 2 11 58. Nilai tersebut didasarkan pada asumsi bahwa garam-garam yang larut terionisasi sempurna.1 m Jawab: a.72°C.1 m × 1.86°C m–1. dalam air terdapat ikatan hidrogen Pembahasan Pada reaksi di atas. NaCl (elektrolit). Larutan NaCl 0. bentuk molekul air tetrahedral D.. SPMB 2004 Contoh 1.Satu molal gula pasir dapat meningkatkan titik didih hingga 1. dan kafein (nonelektrolit).1 m 0.1 m.1 m 0.12 Menghitung Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Berapakah penurunan titik beku larutan berikut dalam pelarut air? Diketahui Kb air = 1.86°C m–1 = 0. Jumlah mol ion dalam larutan i= Jumlah mol zat yang dilarutkan Mahir Menjawab Agar 10 kg air tidak membeku pada suhu –5°C. Nilai i untuk larutan garam ditentukan berdasarkan jumlah ion-ion per satuan rumus.

7 1. 1989 NaCl MgCl2 MgSO4 FeCl3 HCl Glukosa* *) larutan nonelektrolit sebagai pembanding Contoh 1.05 m Larutan Hitungan Hasil Pengamatan 2 3 2 4 2 1 1. ternyata tidak selalu benar. secara teoritis akan terdapat ion-ion sebanyak 2 kali konsentrasi garamnya. Hitunglah tekanan osmotik pada 25°C dan berapa persen fase penyimpangan dari faktor van’t Hoff.214 × 100% = 5% 24.9 2. 436 Sifat koligatif larutan elektrolit dapat dipakai untuk menentukan derajat ionisasi asam atau basa lemah di dalam larutan.082 L atm mol–1K–1)(298 K) = 23. Penyimpangan tersebut terjadi akibat adanya asosiasi ion-ion di dalam larutan.5 mol L–1) (0. Nilai penyimpangan beberapa garam ditunjukkan pada Tabel 1.9)(0.1 m sama dengan 1. S).0 Sumber: Chemistry (Zumdahl and Steven.9 Asosiasi ion-ion dalam larutan garam Anggapan bahwa garam-garam yang terionisasi sempurna akan membentuk ion-ion dengan jumlah yang sama dengan koefisien reaksinya.436 atm Perhitungan tekanan osmotik secara eksperimen: π = (i) M R T = (1. Berdasarkan data penelitian.214 atm Persentase fase penyimpangan dari perhitungan teoritis adalah 24.5 mol L–1)(0.4 Nilai Penyimpangan Faktor van’t Hoff Beberapa Garam dengan Konsentrasi 0. seperti ditunjukkan pada Gambar 1.082 L atm mol–1 K–1) (298 K) = 24. Menurut perhitungan seharusnya dua kali lebih besar dari larutan gula. Tabel 1. seolah-olah tidak terionisasi. Ion-ion dalam larutan dapat berantaraksi satu sama lain.4 1. diketahui bahwa penurunan titik beku larutan NaCl 0. 436 − 23. Perhitungan tekanan osmotik secara teoritis: π = (2) M RT =(2) (0. Perhatikanlah contoh soal berikut.9.4. Jawab: Oleh karena NaCl adalah larutan elektrolit. Diketahui faktor van’t Hoff untuk NaCl = 1. semakin besar peluang ion-ion untuk berasosiasi kembali sehingga penyimpangan dari faktor van’t Hoff di atas semakin tinggi.9 1.9.5 M NaCl.3 3. Semakin besar konsentrasi garam yang dilarutkan.Pasangan ion + – + + – – + + – – – + + + – + – Gambar 1. 20 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .87 kali dibandingkan dengan larutan glukosa.13 Menentukan Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit Air laut mengandung 0.

05 m.0 + x) m} (1. [F–] = x m Sifat koligatif larutan tidak bergantung pada jenis zat terlarut(ion atau molekul). mengapa perlu ditambahkan garam? Kerjakanlah di dalam buku latihan.0 – x) + (x) + (x)} m = (1. ΔTb = m Kb 1.1 molal jika HClO2 di dalam larutan terionisasi sebanyak 0.Contoh 1.1%? Pada pembuatan es krim. kemolalan larutan adalah (1. Bandingkan kenaikan titik didih larutan berikut dengan konsentrasi molal yang sama pada 25°C: (a) CO(NH2)2 0.0 + x) m Dengan demikian.03m ×100% = 3% 1. Oleh karena itu.5 m. molekul HF yang terionisasi sebanyak x mol kg–1 maka: [H+] = x m. Jadi.14 Menghitung Persentase Fase Ionisasi Larutan Elektrolit Lemah Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa titik beku larutan HF 1. 2. Jumlah spesi yang ada dalam larutan adalah: (i) = (HF) + (H+) + (F–) = {(1. Berapa persen fase penyimpangannya dari hasil perhitungan? 4.0 + x) m Jumlah spesi di atas menyatakan kemolalan. Sifat Koligatif Larutan 21 . Berapa persen fase HF yang terionisasi? Jawab: Senyawa HF dalam larutan terionisasi sebagian membentuk kesetimbangan: HF(aq) H+(aq) + F–(aq) Misalkan. Tes Kompetensi Subbab F 3.03 m Persentase fase HF yang terionisasi dihitung berdasarkan jumlah molal HF terionisasi dibagi mula-mula: 0.7.91°C. 1. Perkirakanlah titik didih larutan MgCl2 0. Diketahui nilai i = 2. senyawa HF yang terionisasi sebanyak 3%.91°C = {(1.0 m Jadi. Berapakah penurunan titik beku larutan HClO2 0. penurunan titik beku ditentukan oleh jumlah molal spesi yang ada dalam larutan atau faktor van’t Hoff.86°C m–1) atau x = 0. dan (b) MgCl2 0.0 m adalah – 1.5 m. tetapi hanya ditentukan oleh jumlah spesi yang ada di dalam larutan.

kenaikan titik didih. dan tekanan osmotik. akibat perbedaan konsentrasi antara dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Fraksi mol adalah jumlah mol fraksi suatu zat di dalam suatu larutan. Sifat koligatif larutan menggunakan satuan molal dan fraksi mol. Tekanan uap suatu larutan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Sifat koligatif larutan elektrolit memiliki nilai lebih tinggi dari sifat koligatif larutan nonelektrolit untuk jumlah mol yang sama. tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut. Tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan oleh fasa uap suatu zat cair yang membentuk keadaan kesetimbangan dengan cairannya. 12. 10. Titik beku larutan selalu lebih rendah dari titik beku pelarut murninya. 5. Terdapat empat sifat fisika larutan yang tergolong sifat koligatif larutan yaitu: penurunan tekanan uap. 9. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut. 3. Titik didih larutan selalu lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut murninya. 2. 15. Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut. Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan yang memiliki konsentrasi lebih rendah ke larutan yang konsentrasinya lebih tinggi melalui membran semipermeabel yang hanya dapat dilalui oleh molekulmolekul pelarut. Nilai tekanan uap larutan dinyatakan dengan Hukum Raoult. 4. Prinsip osmosis balik digunakan untuk memperoleh air murni dari air laut (desalinasi). 22 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 11. Diagram fasa adalah suatu cara untuk menyatakan perubahan wujud suatu zat secara diagram berdasarkan suhu (°C) dan tekanan (atm). Besarnya sifat koligatif larutan elektrolit merupakan kelipatan dari sifat koligatif larutan nonelektrolit sebesar faktor van’t Hoff. Besarnya tekanan osmotik suatu larutan dinyatakan dengan rumus: π = MRT 13. yaitu: Δ P = Xterlarut Popelarut 7. Selisih tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan dinamakan Penurunan Tekanan Uap ( PTU) atau ΔP . Zat-zat terlarut yang memengaruhi sifat koligatif larutan adalah zat yang sukar atau tidak mudah menguap (nonvolatil).Rangkuman 1. penurunan titik beku. Tekanan osmotik adalah tekanan yang ditimbulkan oleh proses osmosis. Tekanan osmotik suatu larutan dapat dibalikkan dengan cara menerapkan tekanan dari luar yang nilainya lebih besar dari tekanan osmotik larutan. Besarnya penurunan titik beku larutan adalah Δ Tb = Kb x m. 14. Besarnya kenaikan titik didih (ΔTd) dinyatakan dengan rumus: Δ Td = Kd x m 8. Plarutan = Xpelarut Popelarut 6.

Selain itu. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari sifat koligatif larutan? Sifat Koligatif Larutan 23 . diskusikan dengan teman atau guru Anda. Dengan mempelajari bab ini. Pemahaman mengenai sifat koligatif dapat diaplikasikan secara langsung pada beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya. Anda telah mengetahui perbedaan antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dan larutan elektrolit yang dapat memperdalam pemahaman Anda mengenai sifat koligatif itu sendiri. Anda juga dapat memahami hubungannya dengan perhitungan massa molekul relatif suatu zat. Anda dapat memahami sifat koligatif larutan baik larutan nonelektrolit maupun elektrolit.Peta Konsep Sifat Koligatif Larutan terdiri atas Larutan nonelektrolit Larutan elektrolit dipengaruhi oleh Faktor van’t Hoff (i) terdiri atas Penurunan tekanan uap ΔP = Xterlarut P°pelarut Kenaikan titik didih ΔTd = Kd m Penurunan titik beku ΔTb = Kb m Tekanan osmotik π=MRT menjadi dasar Pemurnian air dengan osmosis balik Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 1 ini? Bagian manakah dari materi Bab 1 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. sekaligus membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan berpikir analisis. pemanfaatan garam untuk menurunkan titik beku es atau salju dan penggunaan infus di rumah sakit. Kemudian.

0. 0. CS(NH3)2 D.50 m C. Molalitas larutan adalah …. 64% Larutan etanol dalam air adalah 12% berat etanol. A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Konsentrasi metanol dalam larutan (dalam persen berat metanol) adalah …. kemolalan larutan yang terbentuk adalah …. C6H6O2 C. 86 g 12. C6H12O6 16. CuSO4 E.1°C pada tekanan 1 atm (Kd = 0. 775.9 C. A. adanya zat terlarut yang sukar menguap C. 0. Zat-zat berikut akan memiliki kenaikan titik didih paling tinggi jika dilarutkan dalam air dengan berat yang sama adalah. Ebtanas 2000: Sebanyak X g C2H6O2 (Mr =62) dilarutkan ke dalam 468 g air (Mr =18) sehingga tekanan uap jenuh larutan pada suhu 30°C = 28.96 m B.1 mmHg D.Evaluasi Kompetensi Bab 1 A. 2. 0. Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan sama = 0. A. pada suhu tersebut tekanan uap larutan adalah …. bergantung pada jumlah pelarut E.. 0. 17.. 0. Kemolalan etanol dalam larutan adalah ….8 mmHg. 745.62 mmHg. 80% C.2 m Sebanyak 11 g MgCl2 dilarutkan dalam 2 kg air. Zat nonvolatil berikut akan mempunyai tekanan uap larutan paling rendah jika dilarutkan dalam pelarut benzena(diketahui jumlah gram terlarut sama).. (CH3)2(OH)2 E. Titik beku suatu larutan nonelektrolit dalam air adalah –0..10 m E. 270 g E. tekanan di atas larutan B. 0. 8. Jika pada suhu itu tekanan uap air murni 31. A. C6H12O6 C. tekanan pelarut murni di permukaan larutan C. 757.. NH4NO3 C. C12H22O11 B. Jika 30 g dari masing-masing zat berikut dilarutkan dalam 1 kg air. NiCl2 B.55 m Kemolalan larutan yang dibuat dari 0.00 m C. 772. A. 50% D. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan larutan Peristiwa berkurangnya tekanan uap larutan terjadi akibat ….10 m E.3 D. berbanding lurus dengan fraksi zat terlarut B.14°C.5 E. selisih tekanan uap pelarut murni dengan tekanan zat terlarut E.25 m Tekanan uap larutan adalah …. 0. 2.2 mmHg E.. C6H12O6 D. Ebtanas 1999: Tekanan uap jenuh air pada 100°C adalah 760 mmHg.. A.98 g mL–1 pada 20°C.40 m B. (NH2)2CO 13.. 0. Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah …. 358 g D. 3. 4.12 m E. 684 g D. penurunan gaya tarik antarmolekul Besarnya penurunan tekanan uap larutan …. A. A. sama pada setiap temperatur C.50) maka jumlah gula (Mr = 342) yang harus dilarutkan adalah …. 90 g B. CH3OCH3 C. 18 g C. 0. adanya zat terlarut yang mudah menguap B. adanya komponen pelarut dalam fasa uap D. 1. 0. 0. 60% E. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100.50 m C. 12. 754. 0. C6H5OH 15. 171 g E. CH3OH B.1 mol NaOH dalam 500 g air adalah….2 UMPTN 1998: Fraksi mol larutan metanol (CH3OH) dalam air adalah 0. 0. 75% B.05 m D. 0.5 mmHg C.. 2. bergantung pada jenis zat terlarut 9. harga X adalah …. 0. C2H5OH D.05 m D. 0. zat yang akan memberikan larutan dengan titik didih paling tinggi adalah. sama untuk setiap pelarut D.5. A.1 g B. A. dengan massa jenis 0. C12H22O11 D. C6H12O6 14.45 m B. yaitu .69 B. 5. A. 6. C8H10 B. A.. pelarut dan zat terlarut yang tidak bercampur E. A. Jika18 g glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air (Mr =18).10 molal) adalah . 179 g 10. 7. tekanan yang diberikan oleh komponen larutan dalam fasa uap D. C2H6O2 E. C3H8O3 E. 24 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .05 m D.2 mmHg 11. A.1 mmHg B.. 342 g C. A.

5 atm K B E Gas GH I J T°C L C F 24.55°C. A.48°C.93oC (Kb air = 1. A. B E. C.39 atm B.46 atm C.6 Ebtanas 2000: Pada suhu 27oC.082 L atm mol–1 K–1. D. 22.05 g C.5 B. titik bekunya –1. A.45 g suatu zat dilarutkan dalam 30 g air.2 E. Titik beku benzena murninya adalah 5. 18. 24. A. D B. yaitu antara .. A.80 atm E. 0.0 atm 23. 1. 20 Titik beku larutan yang dibuat dengan melarutkan 20. Massa molekul zat tersebut adalah …. Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 6 g urea (Mr = 60) ke dalam satu liter air. 30. R = 0. proses yang terjadi adalah …. 45 g B.90 atm D. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0. 1 atm D A N Cair Padat 0. Tekanan osmotik larutan ini adalah …. A. 0.1 g dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL.. Dari diagram fasa tersebut yang merupakan titik didih normal air adalah.15°C. kondensasi 27. C15H10 E. A. C 28. A. 0.33oC.15 m D. D – E Sifat Koligatif Larutan 25 . pembekuan E.5 atm. 20.17. 3. A – B D. peleburan B. 19 E. Jika penurunan titik beku larutan 0. perhatikanlah diagram fasa berikut. sukrosa C12H22O11 (Mr = 342) sebanyak 17. 0. 0. 21. tekanan osmotik larutan pertama …. 0. 1 larutan kedua 3 3 kali larutan kedua 2 larutan kedua 3 sama dengan kedua 3 larutan kedua 2 Untuk menjawab soal nomor 24 sampai dengan 28. B – C E.14 m E. penguapan 26.86 oC m–1) maka massa molekul relatif zat tersebut adalah …. A – B D. G – H B.86 m B.00 m C.. sublimasi D. peleburan E.0245 D. C9H6 D. G – H B. 1. Pada suhu yang sama. 156 C. proses yang terjadi adalah ….760 E. I – J C. zat tersebut harus ditambahkan ke dalam 1. A. Rumus molekul senyawa tersebut adalah …. Agar diperoleh penurunan titik beku setengah dari titik beku tersebut. A. 20 g Konsentrasi larutan suatu polipeptida (pembentuk protein) dalam air adalah 10–3 M pada suhu 25oC. 15 g E. Tekanan osmotik larutan yang terjadi sebesar …. 186 Sebanyak 30 g zat nonelektrolit (Mr = 40) dilarutkan dalam 900 g air. 19.. 204 B. 18. Perubahan daerah titik beku larutan pada diagram fasa tersebut. 0. I – J C. penguapan D. D – E 25. B – C E. A. Jika suhu dinaikkan dari titik D ke titik N pada tekanan tetap 1 atm. C6H4 C. E.8 g zat nonelektrolit dilarutkan ke dalam 200 g air. kondensasi C. Larutan lain diperoleh dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr= 180) dalam satu liter air.5 g suatu zat yang rumus empirisnya (C3H2)n dalam 400 g benzena adalah 4. pembekuan C. 83. B. A.. 22 C. C3H2 B. 10 g D. A. 21 B. C18H12 Sebanyak 0.. 100 D.200 g air sebanyak . A D. 50 C.. sublimasi B. 2... 18 D. Jika suhu dinaikkan dari titik K ke titik L pada tekanan tetap 0. 4. yang merupakan daerah perubahan titik didih adalah …. F C. Menurut diagram fasa tersebut.075 m Ebtanas 1998: Sebanyak 1.

Titik bekunya adalah –0. 1. 90% D. Sebanyak 20 g zat elektrolit biner (Mr= 100) dilarutkan dalam 500 g air. Hitunglah massa molekul suatu senyawa. jika 1. Pernyataan yang benar adalah . Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 mL toluena (C6H5CH3. larutan 4 molal glukosa 5. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. jumlah partikel zat terlarut 30.651. 1. Ebtanas 1999: Larutan NaCl 0.… A.1 0. semua tekanan osmotik larutan sama. tekanan osmotik urea paling besar B. 6.2 0.186 –0.83. 3. hitunglah massa molekul tiroksin.8% glukosa dalam air C. 4. 0. Ebtanas 1997: Data percobaan penurunan titik beku: Larutan NaCl NaCl CO(NH2)2 CO(NH2)2 C6H12O6 Konsentrasi (molal) 0. Suatu asam HA 0. ρ =0. desinfektan yang dipasarkan adalah 3. jenis zat terlarut B. Jika harga Kb = 1.744 –0. Umumnya. Dengan asumsi bahwa massa jenis larutan adalah 1.0% (berat) larutan H2O2 dalam air. derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut adalah ….8787 g mL–1.488°C.02 D. Tiroksin adalah salah satu jenis hormon yang mengontrol metabolisme tubuh dan dapat diisolasi dari kelenjar tiroid.186 Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku bergantung pada ….… A. Jika massa jenis benzena = 0.138 g tiroksin dalam 25 g benzena memberikan tekanan osmotik sebesar 1. D.000 g air untuk menurunkan titik beku larutan hingga –10°C. larutan sukrosa 5.04 g mL–1. 0.275°C. misalnya urea.74 oC.4 molal membeku pada –1. Berapakah fraksi mol dan kemolalan toluena? Hitunglah tekanan uap larutan dan tekanan osmotik suatu larutan 10% sukrosa pada suhu 25°C.29. hitunglah tekanan uap larutan tersebut.0 g cm–3. 7. asam propanoat.05 E.… A.372 –0. 50% E. C.8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan . E.867 g cm–3) dan 125 mL benzena (C6H6.24 atm pada 20°C. 0.2 molal sukrosa D. larutan 0.25 m dalam air membeku pada suhu –0. 0. 31. 0% C. Derajat ionisasi zat elektrolit ini adalah . dan tekanan uap air murni pada suhu 25°C adalah 23.50 B. Hitunglah massa etilen glikol (C2H6O2) yang terdapat dalam 1.15 gram senyawa tersebut dilarutkan dalam 75 gram benzena memberikan kenaikan titik didih sebesar 0. 75% 32. 100% B.874 g cm–3).76 mmHg. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea. tekanan osmotik asam propanoat paling besar.86°C m–1.8% dalam air B. Larutan 19 gram NaCl dalam 250 g air mempunyai derajat ionisasi 0.1 Titik Beku (°C) –0. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama. ρ =0.88 B. 8. 33. larutan 1 molal glukosa E. Massa jenis larutan tersebut adalah 1. jenis pelarut D. jenis partikel zat terlarut E.2 0. Berapakah derajat ionisasi asam tersebut? 26 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . A. hitunglah kemolalan dan fraksimol H2O2. Larutan 5.1 0.372 –0. A. Larutan yang mengandung 1. konsentrasi molal larutan C. Jika tekanan uap air pada suhu tersebut adalah 20 mmHg. larutan 5. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida.00 C. dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama. 2.

Setelah mempelajari bab ini. Reaksi Redoks dan Elektrokimia Hasil yang harus Anda capai: menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari. penjual sayuran di lingkungan tempat Anda tinggal juga sering menggunakan kalkulator. Penyetaraan Reaksi Redoks B. Aliran elektron inilah yang bertindak sebagai sumber tenaga listrik sehingga kalkulator dapat digunakan untuk menghitung. sel elektrolisis. menerapkan Hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit.mpbdp. Sel Elektrokimia C. Apakah Anda sering menggunakan kalkulator untuk menghitung? Tidak hanya Anda. Pada bab reaksi redoks dan elektrokimia. menjelaskan reaksi oksidasi reduksi dalam sel elektrolisis.org Kalkulator bekerja karena terjadinya proses reaksi redoks. sel elektrolisis. Anda akan mempelajari kembali dan memahami lebih dalam tentang reaksi redoks berdasarkan perubahan biloks. Sel Elektrolisis D. dan korosi? Anda dapat mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Anda harus mampu: • • • menerapkan konsep reaksi oksidasi reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industri. bukan? Bagaimanakah kalkulator dapat bekerja? Sumber tenaga apakah yang bekerja pada kalkulator? Anda tentu telah mempelajari prinsip-prinsip reaksi redoks di kelas X. Korosi dan Pengendaliannya 27 . Bagaimanakah prinsip redoks dalam sel elektrokimia. dan korosi.Bab 2 Sumber: www. Masih ingatkah Anda apa yang dimaksud dengan reaksi spontan? Reaksi spontan terjadi karena adanya perbedaan kemampuan afinitas elektron antarpereaksi dalam baterai. A. Reaksi redoks dapat menjelaskan mengenai proses yang terjadi dalam sel elektrokimia. Reaksi ini menyebabkan terjadinya aliran elektron.

biloks atom N berubah dari +5 menjadi +2 (terjadi penurunan biloks sebesar 3 satuan). Pada persamaan reaksi tersebut. 1. Oleh karena ada dua atom Cu. Kegiatan Inkuiri Apakah semua reaksi melibatkan perubahan bilangan oksidasi? Berikan contoh reaksinya. Penyetaraan Reaksi Redoks Persamaan reaksi yang melibatkan redoks biasanya sukar untuk disetarakan dengan cara biasa sebagaimana Anda pelajari di Kelas X. tetapi memerlukan metode khusus. Perubahan biloks atom-atom pada reaksi tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk diagram berikut. yaitu metode perubahan biloks (P ) dan metode setengah reaksi.Tes Kompetensi Awal 1. Perhatikanlah persamaan reaksi berikut.1 Serbuk seng dimasukkan ke dalam larutan HCl akan terjadi reaksi redoks yang spontan. Apa yang dimaksud dengan reaksi redoks? Jelaskan secara lengkap berdasarkan perkembangan konsepnya. setiap atom yang mengalami perubahan biloks harus disetarakan dengan cara mengubah koefisien reaksinya. Ada dua metode untuk menyetarakan reaksi redoks. kenaikan total biloks Cu adalah 2 satuan.2000 Gambar 2. Metode PBO Metode ini didasarkan pada kekekalan muatan. Atom yang tidak mengalami perubahan biloks tidak perlu disetarakan pada tahap penyetaraan biloks. +5 +1 +2 +2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Sumber: Chemistry: The Central Science. terjadi perubahan biloks dari +1 menjadi +2 (terjadi kenaikan biloks). Apa yang dimaksud dengan perubahan biloks? Apa yang dimaksud dengan oksidator dan reduktor. Metode PBO melibatkan perubahan biloks. yakni kenaikan biloks atom teroksidasi harus sama dengan penurunan biloks atom tereduksi. A. 3. 2. Hubungkan dengan perpindahan elektron yang terjadi. Dari hasil ini diketahui bahwa atom N dan Cu mengalami perubahan biloks. tetapi disetarakan pada tahap akhir untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. Pada atom Cu. sedangkan metode setengah reaksi melibatkan pelepasan dan penerimaan elektron. → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O Atom yang mengalami perubahan biloks dapat ditentukan melalui pemeriksaan setiap atom. ⎯→ Zn + 2H+ ⎯ Zn2+ + H2 Berdasarkan prinsip kekekalan muatan. –5 –3 –2 → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 +2 +4 28 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

3. Tambahkan koefisien pada pasangan tersebut jika terjadi perbedaan jumlah atom (seperti pada atom Cu). 2. baik reduktor maupun oksidator. Pasangkan oksidator dan produknya. 2000 Gambar 2.Oleh karena kenaikan biloks Cu harus sama dengan penurunan biloks N maka atom Cu harus dikalikan dengan faktor 3. Tentukan biloks semua atom untuk mengetahui atom-atom mana yang mengalami perubahan biloks. baik massa maupun muatannya. Tahap-tahap untuk menyetarakan persamaan reaksi dengan cara PBO adalah sebagai berikut. Tentukan perubahan biloks. Nilai perubahan ini merupakan faktor penyetara. samakan atom H atau O pada kedua ruas dengan mengubah koefisien H2O. reduktor dan produknya menggunakan diagram seperti pada contoh. Setarakan atom-atom lain yang tidak mengalami reduksi dan oksidasi untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa. Contoh 2. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 29 . reaksi-reaksi kimia yang melibatkan reaksi redoks dapat disetarakan. yang dikalikan dengan koefesien reaksinya. Untuk memenuhi kekekalan massa. Untuk menyetarakannya. Sumber: Chemistry: The Central Science. Zn(s) + 2HNO3(aq) ⎯⎯ Zn(NO3)2(aq) + H2 (g) → Setarakan persamaan tersebut dengan metode PBO. Periksalah apakah persamaan sudah setara. (NH4)2Cr2O7 → N2 + 4H2O + Cr2O3 Kata Kunci • • • • • • Perubahan biloks (PBO) Metode setengah reaksi Hukum Kekekalan Muatan Hukum Kekekalan Massa Oksidator Reduktor 5.2 Amonium dikromat mengalami reaksi auto-redoks (disproporsionasi).1 Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode PBO Logam seng bereaksi dengan asam nitrat menurut reaksi berikut. Persamaan reaksi menjadi: 14HNO3(aq) + 3Cu2O(s) ⎯⎯ 6Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 7H2O( ) → Dengan demikian. tetapi ada atom N lain yang muncul sebagai ion NO3– dalam senyawa Cu(NO3)2. tetapi molekul H2O belum setara. 1. 6. Atom N dikalikan dengan faktor 2 sehingga diperoleh: –3 × (–2) → HNO3 + Cu2O ⎯⎯ 2Cu(NO3)2 + NO + H2O +2 × (3) Persamaan reaksi menjadi: → 2HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Walaupun atom N yang mengalami perubahan biloks telah disetarakan. 4. kekurangan 12 ion NO3– disetarakan dengan menambahkan 12 molekul HNO3 pada ruas kiri sehingga persamaan menjadi: → 14HNO3 + 3Cu2O ⎯⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O Atom N dan Cu sudah setara.

4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 + 3H2O → Atom H juga harus disetarakan dengan cara memeriksanya di kedua ruas. 4Zn(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 (aq) + NH4NO3(aq) + 3H2O( ) → Tahap 6 Periksalah apakah persamaan di atas sudah memenuhi kekekalan massa dan muatan. Metode setengah reaksi: 8H + MnO + 5e ⎯ ⎯→ Mn2+ + 4H2O (suasana asam) elektron yang terlibat = 5e– Metode bilangan oksidasi (biloks): + – 4 – 4Zn + 10HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Atom O: ada 30 atom O di ruas kiri dan 27 atom O di ruas kanan. Dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima . 1. (D) SPMB IPA 2006 30 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2. A. Atom N: ada 10 atom N di ruas kanan. dalam reaksi ini 1 mol KMnO4 menerima 5 elektron.. b. 5 elektron E. MnO4– + Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + Fe3+ → Tahap-tahap penyetaraan dengan metode ini adalah sebagai berikut. sebagian hasilnya adalah MnSO4 dan CO2. 1 elektron B. Masing-masing setengah reaksi disetarakan. baik muatan maupun massanya. tambahkan 9 HNO3 di ruas kiri agar atom N sama dengan ruas kanan.. Memisahkan persamaan kerangka ke dalam dua setengah reaksi. Setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi. Persamaan reaksi yang sudah setara dan lengkap dengan fasanya adalah sebagai berikut. 7 elektron Pembahasan Ada dua cara penyelesaian. Reaksi Redoks dalam Suasana Asam Tinjau reaksi ion MnO 4– dan Fe 2+ dalam suasana asam dengan persamaan kerangka sebagai berikut. yaitu: a. 3 elektron D. –8 × (–1) Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → +2 × (4) Hasil penyetaraan muatan adalah 4Zn + HNO3 ⎯⎯ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 5 Setarakan atom-atom yang lain dengan cara memeriksa jumlah atom-atomnya. tambahkan 3 H2O di ruas kanan sehingga jumlah atom O sama. Metode Setengah Reaksi Penyetaraan persamaan redoks dengan metode setengah reaksi didasarkan pada transfer elektron. kemudian digabungkan kembali untuk memperoleh persamaan reaksi redoks yang setara. Pada reaksi ini atom Zn dan N 0 +5 +2 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → Tahap 2–3 Menentukan pasangan oksidator dan reduktor serta menyetarakan jumlah atomnya.Jawab: Tahap 1 Menentukan atom yang mengalami perubahan biloks. KMnO4 ⎯ MnSO4 ⎯→ +7 +2 5e – Jadi. Mahir Menjawab Jika KMnO 4 bereaksi dengan H2C2O4dalam suasana asam. + 5 –3 Zn + HNO3 ⎯⎯ Zn(NO3)2 + NH4NO3 → 0 +2 Tahap 4 Menentukan nilai perubahan biloks dan menyetarakannya. a. Untuk mengetahui jumlah elektron yang ditransfer dilakukan pemisahan persamaan ke dalam dua setengah reaksi. 2 elektron C..

→ MnO4– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Kelebihan atom H di ruas kanan disetarakan dengan menambahkan asam (ion H+) pada ruas kiri (ingat suasana asam). tetapi muatannya belum setara. → Fe2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– (setengah reaksi oksidasi) Tahap akhir adalah menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menghilangkan elektron dalam kedua setengah reaksi sebab elektron tidak muncul dalam persamaan reaksi netral. → MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O (setengah reaksi reduksi) Periksalah apakah persamaan sudah setara muatan dan massanya.2. Untuk menyetarakannya.2 Penyetaraan Persamaan Redoks dalam Suasana Asam dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi redoks berikut menggunakan metode setengah reaksi yang diasumsikan terjadi dalam suasana asam. Menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menyetarakan persamaan reaksi. → CH3OH + Cr2O72– ⎯⎯ CH2O + Cr3+ Jawab: Tahap 1 → CH4O ⎯⎯ CH2O 2– ⎯⎯ → Cr3+ Cr2O7 (reaksi oksidasi) (reaksi reduksi) Reaksi Redoks dan Elektrokimia 31 . Menyetarakan muatan listrik (kekekalan muatan) dengan cara menambahkan elektron pada ruas kiri (untuk reaksi reduksi) dan ruas kanan (untuk reaksi oksidasi).2000 Gambar 2. Penghilangan elektron dapat dilakukan dengan perkalian silang jumlah elektronnya. Penyetaraan Setengah Reaksi Oksidasi Setengah-reaksi oksidasi untuk besi sudah setara ditinjau dari jumlah atom.3 Reaksi oksidasi asam oksalat oleh KMnO4 dalam suasana asam 5C2O42– + 2MnO4– + 16H+ → 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O Contoh 2. → MnO4– + 8H+ ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O Muatan listrik di ruas kiri ada +7 dan di ruas kanan ada +2. Sumber: Chemistry: The Central Science. 3. → (×1) MnO4– + 8H+ + 5e– ⎯⎯ Mn2+ + 4H2O 2+ ⎯⎯ Fe3+ + e– → Fe (×5) Persamaan akhir menjadi: → MnO4– + 8H+ + 5Fe2+ ⎯⎯ Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara. Penyetaraan atom O dilakukan dengan menambahkan H2O pada ruas kanan. Jadi. 4. c. tambahkan lima elektron pada ruas kiri. atom Mn disetarakan dengan cara menyamakan koefisien pereaksi dan produknya. b. baik muatan maupun massanya. → MnO4– ⎯⎯ Mn2+ (reaksi reduksi) 2+ ⎯⎯ → Fe3+ (reaksi oksidasi) Fe Menyetarakan jumlah atom-atomnya sesuai Hukum Kekekalan Massa. tambahkan satu elektron pada ruas kanan persamaan. Penyetaraan Setengah Reaksi Reduksi Pada setengah reaksi reduksi.

dan belajar merupakan kegiatan rutin yang Anda lakukan. oksigen mengoksidasi elemen terakhir rantai transpor elektron sehingga terbentuk air. Cirinya adalah penambahan ion H+ ketika penyetaraan. Reaksi Redoks dalam Suasana Basa atau Netral Penyetaraan reaksi di atas terjadi dalam suasana asam. Tahap 2 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ → Cr2O72– + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 3 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– → Cr2O72– + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Tahap 4 → CH4O ⎯⎯ CH2O + 2H+ + 2e– 2– → Cr2O7 + 14H+ + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+ + 7H2O Pemeriksaan muatan dan massa: Evaluasi Muatan Atom C Atom H Atom O Atom Cr Ruas Kiri 6+ 3 20 10 2 (× 3) (× 1) → 3CH4O + Cr2O72– + 8H+ ⎯⎯ 3CH2O + 2Cr3+ + 7H2O Ruas Kanan 6+ 3 20 10 2 Dengan demikian. Proses aliran elektron tersebut dinamakan respirasi. untuk menyetarakan atom O dan H ditambahkan OH– pada kedua ruas persamaan. terjadi pemindahan elektron yang berasal dari glukosa dan molekul makanan lainnya.3 Penyetaraan Reaksi Redoks dalam Suasana Basa dengan Metode Setengah Reaksi Setarakan reaksi berikut menggunakan metode setengah reaksi dalam suasana basa. Persamaan kerangkanya: → MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO4 2– Jawab: Tahap 1 → MnO4– ⎯⎯ MnO2 (reaksi reduksi) → SO3 2– ⎯⎯ SO4 2– (reaksi oksidasi) Tahap 2 → MnO4– + 4H+ ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ → SO3 + H2O 4 Tahap 3 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O → SO3 2– + H2O ⎯⎯ SO42– + 2H+ + 2e– 32 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . setelah reaksi digabungkan. Di dalam mitokondria. Contoh 2. yaitu molekul pembawa energi di dalam makhluk hidup. untuk menyetarakan atom O atau H.Sekilas Kimia Reaksi Redoks dan Kehidupan Olah raga. elektron yang berpindah tersebut akan melalui suatu rangkaian reaksi yang dinamakan rantai transpor elektron. Di akhir rangkaian tersebut. kekekalan muatan dan massa terpenuhi. Tahukah Anda bagaimana tubuh kita dapat melakukan semua aktivitas tersebut? Berasal darimanakah energi yang kita gunakan? Ketika makanan diuraikan di dalam sel tubuh. Tinjaulah reaksi berikut yang dilakukan dalam suasana basa. Ketika rantai transpor elektron berlangsung. terjadi pelepasan energi yang digunakan untuk mensintesis molekul bernama ATP (Adenosin Trifosfat). bekerja. → MnO4– + SO3 2– ⎯⎯ MnO2 + SO42– Caranya sama seperti dalam suasana asam. Bagaimana menyetarakan reaksi redoks dalam suasana basa atau netral? Penyetaraan setengah-reaksi dalam suasana basa atau netral dilakukan dengan menambahkan basa (ion OH–). Akan tetapi. d.

Perangkat atau instrumen untuk membangun energi listrik dari reaksi kimia dinamakan sel elektrokimia.Tahap 4 → MnO4– + 4H+ + 3e– ⎯⎯ MnO2 + 2H2O 2– ⎯⎯ SO 2– + 2H+ + 2e– → SO3 + H2O 4 (× 2) (× 3) → 2MnO4– + 2H+ + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– Pada persamaan di atas terdapat 2H+. Persamaan menjadi: → 2MnO4– + (2H+ + 2OH–) + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + H2O + 3SO4 2– + 2OH– – + Penambahan OH akan menetralkan H menjadi H2O. Cl2(g) → c. Asam iodat. 2. Oleh karena di ruas kanan ada H2O maka terjadi penghilangan H2O pada salah satu ruas sehingga persamaan menjadi: → 2MnO4– + H2O + 3SO3 2– ⎯⎯ 2MnO2 + 3SO42– + 2OH– Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara sesuai kaidah kekekalan. I2 dengan asam nitrat pekat. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b. Bidang ilmu yang mempelajari energi listrik dalam reaksi kimia disebut elektrokimia. 3. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 33 . Evaluasi Muatan Atom Mn Atom S Atom O Atom H Ruas Kiri 8 2 3 18 2 Ruas Kanan 8 2 3 18 2 Kata Kunci • • Reaksi redoks dalam suasana asam Reaksi redoks dalam suasana basa Kegiatan Inkuiri Bandingkan kelebihan dan kelemahan antara metode PBO dan metode setengah reaksi dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks. Pengetahuan adanya transfer elektron memberikan manfaat dalam upaya mengembangkan sumber energi listrik alternatif sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Fe(OH)2(s)+ H2O2( ) ⎯⎯ Fe(OH)3(s) + H2O( ) Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tes Kompetensi Subbab A → a. 1. H3AsO4(aq) + Zn(s) 3 – ⎯⎯ – → Br ( ) + Mn2+ d. Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) 2+ → b. MnO4 + S2 → e. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(g) + AlO2– – – ⎯⎯ → MnS(s) + S(g) d. B. Sel Elektrokimia Dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron dari reduktor ke oksidator. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) → f. Gas klor kali pertama dibuat oleh Scheele pada 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. Persamaan kerangkanya: → I2 + HNO3 ⎯⎯ HIO3 + NO2 Setarakan persamaan reaksi tersebut dengan metode PBO. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+(aq) + NO(g) Setarakan reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah-reaksi. → a. HIO3 dapat dibuat melalui reaksi iodin. Persamaan reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakan reaksi tersebut dengan metode PBO. Br +MnO4 2 → e. Mn + NaBiO3(s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– ⎯⎯ AsH (g) + Zn2+ → c. Untuk menetralkannya tambahkan 2OH– pada kedua ruas persamaan. 4.

Pada percobaan tersebut. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Reaksi akan berjalan terus jika rangkaian dalam Elektrode Cu (jembatan garam) dihubungkan. Jika kedua rangkaian dihubungkan. Zn(NO3)2 1 M 2. Elektrode Cu 5. Hubungkan logam Zn ke kutub negatif dan logam Cu ke kutub positif dari voltmeter (rangkaian luar). reaksi tidak akan terjadi jika tidak ada hubungan baik secara rangkaian luar maupun rangkaian dalam. reaksi akan terjadi hanya sesaat dan seketika itu juga reaksi berhenti. Pasang alat sel volta dalam setiap kelompok kerja Anda.5 Proses pembentukan energi listrik dari reaksi redoks dalam sel volta. Persamaan reaksi ionnya: → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) → Cu(s) Persamaan reaksi setengah selnya: → Pada elektrode Zn: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Pada elektrode Cu: Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 34 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Voltmeter Bahan 1. Masukkan 200 mL larutan Zn(NO3)2 1 M dan logam seng (elektrode Zn) ke dalam gelas kimia 1. sel volta pun dapat dirancang menjadi dua tempat. 3. Kemudian. buatlah laporannya. Jika hanya rangkaian luar yang dihubungkan. Berapakah potensial sel yang terukur dari percobaan tersebut? 2. Aktivitas Kimia 2.5). yakni tempat untuk reaksi oksidasi dan tempat untuk reaksi reduksi. Elektrode Zn Voltmeter NO3– Na+ Jembatan garam NO3– Zn2+ NO3– Zn(s) NO3– NO3– Cu2+ Cu2–(aq) + 2e– → Zn 2+ (aq) + 2e– Gambar 2. Tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada setiap setengah-reaksi sel. Gelas kimia 2. Elektrode Zn 4.4 Sel volta sederhana Rangkaian dalam Langkah Kerja 1. Simpulkan hasil pengamatan percobaan yang kelompok Anda lakukan. akan terjadi reaksi redoks di antara kedua setengah sel itu (lihat Gambar 2. Sel Volta Di Kelas X. Pertanyaan 1.4. Oleh karena reaksi redoks dapat dipisahkan menjadi dua setengah reaksi. 4. Anda sudah belajar merancang-bangun sel volta sederhana untuk memahami bahwa dalam reaksi redoks terjadi transfer elektron yang menghasilkan energi listrik.1 Prinsip Kerja Sel Volta Tujuan Untuk mengetahui potensial dan prinsip kerja dari sel volta. Hubungkan kedua larutan dalam gelas kimia dengan jembatan garam (rangkaian dalam). 3. Mengapa terjadi beda potensial antara elektrode Zn dan Cu? 4. Kedua tempat tersebut dihubungkan melalui rangkaian luar (aliran muatan elektron) dan rangkaian dalam atau jembatan garam (aliran massa dari ion-ion).1. Masukkan 200 mL larutan Cu(NO3)2 1 M dan logam tembaga (elektrode Cu) ke dalam gelas kimia 2. Gelas ukur 3. 2. Cu(NO3)2 1 M Rangkaian luar Voltmeter Sumber: Sougou Kagashi Gambar 2. Alat 1.

U pipe which contains the solution of NaNO3 or KNO3 gel. Stove s wick which is soaked with NaNO3 solution constantly as long as experiment (which is droped by NaNO3 continously) Kegiatan Inkuiri Di dalam baterai komersial. Kedua elektron ini akan mengalir melewati voltmeter menuju elektrode Cu. Demikian juga dalam larutan CuSO4 akan kelebihan ion NO3– sebab ion pasangannya (Cu2+) berubah menjadi logam Cu yang terendapkan pada elektrode Cu. Dalam sel elektrokimia. b. garis tunggal antara elektrode dan larutan menyatakan batas fasa (padat dan cair). Pipa U yang berisi larutan NaNO3 atau KNO3 berupa gel. Penulisan Reaksi dari Notasi Sel Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut. apakah ada jembatan garam? Apa yang menjadi jembatan garamnya? 2. Cu2+(aq) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Reaksi pada anode dituliskan terlebih dahulu (sisi kiri) diikuti reaksi pada katode (sisi kanan). Ketika reaksi berlangsung. Dengan demikian. Kedua sisi dipisahkan oleh dua buah garis yang menyatakan rangkaian dalam dan rangkaian luar. 2. demikian juga kelebihan ion NO3– akan dinetralkan oleh ion Na+ dari jembatan garam.4 1. Sumbu kompor yang dibasahi terus-menerus dengan larutan NaNO3 selama percobaan (ditetesi NaNO3 secara kontinu). Kelebihan elektron pada elektrode Cu akan diterima oleh ion Cu2+ yang disediakan oleh larutan Cu(NO3)2 sehingga terjadi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu(s). Fe(s) Fe2+(aq) Sn2+(aq) Sn(s) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Misalnya.Logam Zn akan teroksidasi membentuk ion Zn2+ dan melepaskan 2 elektron. dalam larutan Zn(NO3)2 akan kelebihan ion Zn2+ (hasil oksidasi). Catatan Note Jembatan garam dapat dibuat dari: a. Salt bridge could be established by: a. tanpa jembatan garam reaksi berlangsung hanya sesaat sebab kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks tidak ada yang menetralkan dan akhirnya reaksi berhenti seketika. Kelebihan ion Zn2+ akan dinetralkan oleh ion NO3– dari jembatan garam. Aturan penulisan selnya sebagai berikut. Cu2+(a ) Cu(s) Zn(s) Zn2+(aq) Anode Rangkaian Katode Kata Kunci • • • • Sel elektrokimia Rangkaian luar Rangkaian dalam (Jembatan garam) Elektrode (terminal sel) Terminal sel atau elektrode dituliskan di ujung-ujung notasi sel. sel elektrokimia yang tersusun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4 dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. Jadi. Zn(s) + Cd2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cd(s) → Reaksi Redoks dan Elektrokimia 35 . jembatan garam berfungsi menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi redoks. tempat terjadinya reaksi oksidasi (elektrode Zn) dinamakan anode. Misalnya. sedangkan tempat terjadinya reaksi reduksi (elektrode Cu) dinamakan katode. Notasi Sel Elektrokimia Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrokimia dituliskan dengan aturan tertentu. untuk anode: Zn(s) Zn2+(aq) Terminal Batas fasa Larutan Contoh 2. b.

Fe2+(aq) Pt Contoh 2. aturan penulisan notasi sel volta sebagai berikut. Pt H2(g) H+(aq) b.5 Penulisan Reaksi dari Notasi Sel (a) Tuliskan reaksi yang terjadi pada sel volta dengan notasi sel seperti berikut. → Ni(s) + 2H+(aq) ⎯⎯ Ni2+(aq) + H2(g) Jawab: (a) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut. → Zn(s) + Sn4+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn2+(aq) (b) Setengah-reaksi selnya sebagai berikut. H+(aq) H2(g) Pt Tanda baca koma dapat juga dipakai sebagai notasi untuk memisahkan ion-ion yang terdapat dalam larutan yang sama atau memiliki fasa yang sama dengan elektrode logam mulia seperti Pt.Jawab: 1. Fe2+(aq) Reaksi setengah sel: Fe3+(aq) + e– Notasi setengah sel: Fe3+(aq). → Anode: Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Sn (aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(s) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. Sn2+(aq) Pt (b) Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. a. Zn(s) Zn2+(aq) Sn4+(aq). Jika pada katode terjadi reaksi reduksi yang melibatkan gas dengan → platina sebagai elektrode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut. → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– 2+ → Katode: Cd (aq) + 2e– ⎯⎯ Cd(s) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. → Anode: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Katode: Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) Reaksi sel volta keseluruhan sebagai berikut. → Anode: Ni(s) ⎯⎯ Ni2+(aq) + 2e– → Katode: 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) Penulisan notasi selnya sebagai berikut. → Fe(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + Sn(s) 2. Zn(s) Zn2+(aq) Cd2+(aq) Cd(s) Jika dalam reaksi sel elektrokimia melibatkan fasa gas dengan logam mulia sebagai elektrodenya. Jika pada anode terjadi reaksi oksidasi yang melibatkan gas dengan platina sebagai elektrode: H2(g) 2H+ + 2e– maka notasi untuk elektrode hidrogen dapat ditulis sebagai berikut. Ni(s) Ni2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt 36 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Potensial Elektrode dan GGL Sel Dalam sel elektrokimia. Esel = EReduksi – EOksidasi atau Esel = EKatode – EAnode Nilai potensial elektrode tidak bergantung pada jumlah zat yang terlibat dalam reaksi. Oleh karena reaksi reduksi terjadi pada katode dan reaksi oksidasi terjadi pada anode maka nilai GGL sel dapat dinyatakan sebagai perbedaan potensial berikut. Kegiatan Inkuiri Bandingkan kereaktifan logam-logam golongan IA dan IIA.3. Contoh: → Cu2+(a ) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V 2+ – ⎯⎯ → 2Cu(s) 2Cu (a ) + 4e ECu = ECu V Gambar 2. +EZn adalah potensial untuk setengah sel reduksinya: → Potensial oksidasi: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– EZn = –EZn V 2+ → Potensial reduksi: Zn (aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Sel elektrokimia yang terdiri atas elektrode Zn dan Cu dengan reaksi setengah sel masing-masing: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) ECu = ECu V → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) EZn = EZn V Nilai GGL sel elektrokimia tersebut adalah Esel = ECu + (–EZn) = ECu – EZn Dengan demikian. Manakah yang lebih reaktif? Jika logam-logam itu dihubungkan melalui kawat. disingkat GGL. Sumber: Sougou Kagashi Catatan Note Satuan untuk gaya gerak listrik (GGL) adalah volt. Makna GGL Sel Kerja yang diperlukan untuk menggerakkan muatan listrik (GGL) di dalam sel bergantung pada perbedaan potensial di antara kedua elektrode. manakah oksidator dan reduktornya? Reaksi Redoks dan Elektrokimia 37 . Beda potensial ini disebabkan adanya perbedaan kereaktifan logam di antara kedua elektrode. a. nilai potensial selnya tetap. Dalam bentuk persamaan ditulis sebagai berikut. GGL (Esel) = potensial reduksi + potensial oksidasi Potensial reduksi adalah ukuran kemampuan suatu oksidator (zat pengoksidasi = zat tereduksi) untuk menangkap elektron dalam setengah reaksi reduksi. Nilai GGL sel merupakan gabungan dari potensial anode (potensial oksidasi) dan potensial katode (potensial reduksi). Usaha atau kerja yang diperlukan ini dinamakan aya erak istrik. Potensial oksidasi kebalikan dari potensial reduksi dalam reaksi sel elektrokimia yang sama. → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– Jika –EZn adalah potensial elektrode untuk setengah reaksi oksidasi. untuk mendorong elektron mengalir melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion di dalam larutan menuju elektrode diperlukan suatu usaha. Unit for electromotive force is volt. Berapapun jumlah mol zat yang direaksikan. nilai GGL sel sama dengan perbedaan potensial kedua elektrode. Potensial oksidasi = –Potensial reduksi Tinjaulah setengah reaksi sel pada elektrode Zn dalam larutan ZnSO4.6 Baterai merupakan contoh sel elektrokimia.

Untuk mengukur potensial reduksi standar tidak mungkin hanya setengah sel (sel tunggal) sebab tidak terjadi reaksi redoks. potensial elektrode yang dijadikan sebagai standar adalah potensial reduksi.e 1.34 V = E o – 0. Nilai potensial elektrode standar ini ditetapkan sama dengan nol volt atau E o + → H = 0. Oleh karena itu. yaitu konsentrasi larutan M (sistem larutan) atau tekanan atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu o . Nilai GGL sel yang terukur dengan voltmeter merupakan selisih kedua potensial sel yang dihubungkan (bukan nilai mutlak). Elektrode hidrogen pada keadaan standar. potensial yang terukur oleh voltmeter dinyatakan sebagai potensial sel pasangannya.34 V Cu Cu Jadi. potensial sel yang dihasilkan akan berbeda.Catatan Note Baterai kecil dan baterai besar selama sistem selnya sama.00 V.7 Elektrode hidrogen ditetapkan sebagai elektrode standar. yaitu 1.5 volt. potensial reduksi standar untuk elektrode Cu adalah 0.5 volt. Tombol e– Voltmeter Anode Zn e– NO 3 – Na+ – H 2(g) NO 3– Zn 2+ NO 3– bagian anode NO 3– H+ + bagian katode (elektrode hidrogen standar) 2H+(aq) + 2e– → H2(g) Zn(s) → Zn 2+(aq) + 2e– b. IUPAC telah menetapkan elektrode standar sebagai rujukan adalah elektrode hidrogen. Small and big batteries have equal cell potensial for equal cell system. Dengan demikian. Berapakah nilai pasti dari potensial reduksi? Oleh karena nilai GGL sel bukan nilai mutlak maka nilai potensial salah satu sel tidak diketahui secara pasti. potensial sel suatu elektrode tidak akan diketahui secara pasti.34 V = E o H Cu → 0. Jadi. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi yang diukur pada keadaan standar. Sumber: Chemistry: The Central Science. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. perlu dihubungkan dengan setengah sel oksidasi. data potensial reduksi atau data potensial oksidasi.34 volt. yang dapat ditentukan hanya nilai relatif potensial sel suatu elektrode.34 volt. kemudian GGL selnya diukur. Misalnya. potensial selnya sama. Jawab: Persamaan setengah reaksi sel yang terjadi: → Katode: Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) → Anode: H2(g) ⎯⎯ 2H+(aq) Nilai GGL sel: E°sel = E°katode – E°anode Eo 2 0.7. Menurut perjanjian IUPAC. Contoh 2. i. Potensial elektrode standar yang lain diukur dengan H 2 cara dirangkaikan dengan potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar.6 Menentukan Potensial Elektrode Standar Hitunglah potensial elektrode Cu yang dihubungkan dengan elektrode hidrogen pada keadaan standar jika voltmeter menunjukkan nilai 0. E°.00 V ⎯⎯ E o = 0. Oleh sebab itu. Potensial Elektrode Standar (E ) Oleh karena potensial oksidasi merupakan kebalikan dari potensial reduksinya maka data potensial elektrode suatu logam tidak perlu diketahui dua-duanya. semua data potensial elektrode standar dinyatakan dalam bentuk potensial reduksi standar. ditetapkan pada konsentrasi H+ 1 M dengan tekanan gas H2 1 atm pada 25°C. untuk menentukan potensial reduksi standar diperlukan potensial elektrode rujukan sebagai acuan. Oleh karena potensial elektrode hidrogen pada keadaan standar ditetapkan sama dengan nol. melainkan salah satu saja. 38 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .2000 Gambar 2. Dalam hal ini. Jika salah satu elektrode dibuat tetap dan elektrode yang lain diubah-ubah.

Berdasarkan Contoh 2.83 –0.00 0.6.15 0.04 0. 1990 Kata Kunci • • • • • • Gaya Gerak Listrik (GGL) Elektrode hidrogen Potensial Oksidasi Potensial reduksi Perbedaan Potensial Potensial reduksi standar Kegiatan Inkuiri Dapatkah Anda mengukur kekuatan atau tenaga teman-teman Anda secara akurat? Bagaimana cara mengukurnya? c.80 0.36 1.40 –0. → Oksidator + ne– ⎯⎯ Reduktor Semakin positif nilai E°sel.78 2. semakin kuat sifat oksidatornya. Sebaliknya.14 –0.41 – 0. semakin negatif nilai E°sel. potensial elektrode yang lain untuk berbagai reaksi setengah sel dapat diukur.76 – 0.77 0. hasilnya ditunjukkan pada Tabel 2.71 –2.1 menunjukkan urutan kekuatan suatu zat sebagai oksidator (zat tereduksi).1.87 Sumber: General Chemistry.34 0.16 0.90 1. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 39 . Kekuatan Oksidator dan Reduktor Data potensial reduksi standar pada Tabel 2.52 0.54 0.23 – 0.23 1. semakin lemah sifat oksidatornya. Tabel 2.01 2.38 –1.13 – 0.1 Nilai Potensial Reduksi Standar Beberapa Elektrode Reaksi reduksi Li+(aq) + e– Li(s) Na(s) Na+(aq) + e– Mg2+(aq) + 2e– Mg(s) 3+ – Al(s) Al (aq) + 3e H2(g) + 2OH–(aq) 2H2O( ) + 2e– 2+ – Zn (aq) + 2e Zn(s) 3+ – Cr (aq) + 3e Cr(s) Fe(s) Fe2+(aq) + 2e– Cd2+(aq) + 2e– Cd(s) 2+ – Ni(s) Ni (aq) + 2e Sn(s) Sn2+(aq) + 2e– Pb2+(aq) + 2e– Pb(s) Fe(s) Fe3+(aq) + 3e– H2(s) 2H+(aq) + 2e– Sn4+(aq) + 2e– Sn2+(aq) 2+ – Cu (aq) + e Cu+(aq) 2+ – Cu (aq) + 2e Cu(s) + – Cu (aq) + e Cu(s) I2(s) + 2e– 2I– (aq) Fe3+(aq) + e– Fe2+(aq) Ag+(aq) + e– Ag(s) Hg2+(aq) + 2e– Hg( ) 2Hg+(aq) + 2e– Hg2 (aq) – – Br2( ) + 2e 2Br (aq) O2(g) + 4H+(aq) + 4e– 2H2O( ) Cl2(g) + 2e– 2Cl–(aq) H2O2(aq) + 2H+(aq) + 2e– 2H2O( ) S2O82– (aq) + 2e– 2SO42–(aq) F2(g) + 2e– 2F–(aq) E°sel –3.74 – 0.04 –2.66 – 0.07 1.85 0.

H2O2(aq). Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung secara spontan jika oksidatornya (zat tereduksi) memiliki potensial reduksi standar lebih besar atau GGL sel berharga positif. oksidator terkuat adalah gas fluorin (F2) dan oksidator paling lemah adalah ion Li+. dapat disimpulkan bahwa suatu reduktor paling kuat merupakan oksidator yang paling lemah. → Cl2(g) + 2e– ⎯⎯ 2Cl– (aq) 1. Sn sebagai reduktor (teroksidasi) dan Zn2+ sebagai oksidator (tereduksi).77 V Jadi. Jawab: Perhatikanlah data potensial reduksi pada Tabel 2.Berdasarkan data potensial pada Tabel 2.14 V Suatu reaksi redoks dalam sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika zat yang berperan sebagai oksidator lebih kuat. Reduktor paling kuat adalah logam Li dan reduktor paling lemah adalah ion F–. Sn(s) Sn2+(aq) Zn2+(aq) Zn(s) Apakah reaksi akan terjadi spontan menurut arah yang ditunjukkan oleh persamaan reaksi tersebut? Jawab: Pada reaksi tersebut. kekuatan oksidator dari ketiga spesi itu adalah: H2O2(aq) Cl2(g) Fe3+(aq). Oleh karena itu.1 untuk memperkirakan arah reaksi reduksioksidasi dalam suatu sel elektrokimia. Contoh 2. 40 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . reaksi akan spontan ke arah sebagaimana yang dituliskan pada persamaan reaksi.7 Menentukan Kekuatan Relatif at Pengoksidasi dan Pereduksi Urutkan oksidator berikut menurut kekuatannya pada keadaan standar: Cl2(g). → Zn(s) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Sn(aq) Reaksi ke arah sebaliknya tidak akan terjadi sebab potensial sel berharga negatif. suatu oksidator terkuat merupakan reduktor terlemah. Contoh 2.36 V + → H2O2(aq) + 2H (aq)+ 2e– ⎯⎯ 2H2O( ) 1. Potensial reduksi standar untuk masing-masing setengah sel adalah → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) E° = –0. Zn2+ merupakan oksidator lebih kuat dibandingkan dengan Sn2+.8 Menentukan Arah Reaksi dari Potensial Elektrode Standar Sel elektrokimia dibangun dari reaksi berikut. Dari atas ke bawah menunjukkan urutan bertambahnya kekuatan oksidator (zat tereduksi).76 V → Sn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn(aq) E° = –0. Berdasarkan nilai E°. Sebaliknya. Fe3+(aq).1. Berdasarkan pengetahuan kekuatan oksidator dan reduktor. Anda dapat menggunakan Tabel 2.1.78 V → Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 0. → Reduktor ⎯⎯ Oksidator + ne– Dengan demikian.

Al(s) Al3+(aq) Fe2+(aq) Fe(s) Jawab: Setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode standar masing-masing adalah: → E° = –1.10 V Nilai GGL sel sama dengan potensial standar katode (reduksi) dikurangi potensial standar anode (oksidasi). → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° = +0.d.34 V Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Penggabungan kedua setengah reaksi tersebut menghasilkan persamaan reaksi redoks dengan nilai GGL sel positif.66 V → Fe2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Fe(s) E° = –0.34 V – (–0. Esel = (Ekatode – Eanode) 0 Sel elektrokimia yang dibangun dari elektrode Zn dan Cu memiliki setengah reaksi reduksi dan potensial elektrode berikut.41 V Agar reaksi berlangsung spontan.76 V 2+ → E° = +0. Oleh karena itu. Al dijadikan anode atau reaksi oksidasi. Metode ini merupakan cara alternatif untuk menghitung GGL sel.34 V → Zn(s) + Cu2+(aq) ⎯⎯ Zn2+(aq) + Cu(s) E°sel = +1.10 V Contoh 2.41 V Dengan menyetarakan terlebih dahulu elektron yang ditransfer. Pembalikan setengah reaksi yang tepat adalah reaksi reduksi yang potensial setengah selnya lebih kecil. Pembalikan reaksi reduksi Zn2+ menjadi reaksi oksidasi akan mengubah tanda potensial selnya. kemudian kedua reaksi setengah sel digabungkan sehingga nilai GGL sel akan diperoleh: Reaksi Redoks dan Elektrokimia 41 . Syarat bahwa sel elektrokimia akan berlangsung spontan jika oksidator yang lebih kuat berperan sebagai pereaksi atau GGL sel berharga positif.66 V Al3+(aq) + 3e– ⎯⎯ Al(s) 2+ – ⎯⎯ → Fe(s) Fe (aq) + 2e E° = –0. ⎯⎯ Zn2+(aq)+ 2e– → Zn(s) E° = +0. salah satu dari reaksi tersebut dibalikkan. → Zn2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Zn(s) E°= –0. Pada reaksi tersebut yang dibalik adalah reaksi reduksi Zn2+ sebab akan menghasilkan nilai GGL sel positif.76 V → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) E° = +0. E°sel = E°katode – E°anode E°sel = E°Cu – E°Zn = 0.34 V Cu (aq) + 2e Untuk memperoleh setengah reaksi oksidasi.76 V 2+ – ⎯⎯ → Cu(s) E°= +0. Penentuan GGL Sel Nilai GGL sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan tabel potensial elektrode standar. setengah-reaksi Al dan potensial selnya dibalikkan: → Al(s) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3e– E° = +1.76 V) = 1.9 Menghitung GGL Sel dari Data Potensial Reduksi Standar Hitunglah nilai GGL sel dari notasi sel berikut.

15 V 3+ – ⎯⎯ → Fe2+(aq) Fe (aq) + e E° = 0. sedangkan katode dihubungkan dengan kutub negatif. Urutkan kekuatan zat-zat berikut sebagai oksidator dan sebagai reduktor: Zn2+. yakni menerapkan arus listrik searah untuk mendorong agar terjadi reaksi elektrokimia di dalam sel. Fe(s) Fe3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) 10. 2.77 V Tuliskan persamaan reaksi sel yang dapat berlangsung spontan. Al(s) Al3+(aq) Cr3+(aq) Cr(s) b. → Cu2+(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ Cu(s) + I2(s) 8. → Cd(s) ⎯⎯ Cd2+(aq) + 2e– 2+ → Pb (aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) 3. Tuliskan notasi sel untuk reaksi berikut. Kemudian. Zat yang terurai dapat berupa padatan. O2. Cu2+. Manakah reaksi redoks berikut yang akan berlangsung spontan jika dilakukan pada keadaan standar? a.41 V → 2Al(s) + 3Fe2+(aq) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 3Fe(s) E° = 1. Apakah reaksi akan spontan menurut arah yang ditunjukkan dalam persamaan berikut. Oleh karena itu pada sel elektrolisis di anode akan terjadi reaksi oksidasi dan dikatode akan terjadi reaksi reduksi.25 V Tes Kompetensi Subbab B 7. Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi listrik. Mg2+. 1. Tunjukkan pula katode dan anodenya. Data potensial reduksi standar untuk reaksi setengah sel adalah → Sn4+(aq) + 2e– ⎯⎯ Sn2+(aq) E° = 0. Adapun sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. tunjukkan arah aliran elektron dan aliran ionion dalam jembatan garam.→ 2Al(s) ⎯⎯ 2Al3+(aq) + 6e– 2+ → 3Fe (aq) + 6e– ⎯⎯ 3Fe(s) E° = +1. Cd(s) Cd2+(aq) Cl+(aq) Cl2(g) Pt 5. Prinsip Elektrolisis Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik. Pada sel volta. 9. 42 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 1. sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya. cairan. Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut. Tuliskan notasi untuk sel volta dengan setengah reaksi berikut. Sn. anode (+) dan katode (–). C. Sel Elektrolisis Sel volta menghasilkan arus listrik searah ketika reaksi redoks di dalam sel terjadi secara spontan. yaitu anode (reaksi oksidasi) dan katode (reaksi reduksi).66 V E° = –0. Rakitlah sel volta yang dibangun dari elektrode Zn dalam larutan ZnSO4dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4. Fe(s) Fe2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) 4. atau larutan. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel elektrolisis sama seperti pada sel volta. Ag+. H2O. Hitunglah GGL sel yang dibangun dari sel dengan notasi berikut. Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub elektrode. Tuliskan reaksi sel volta secara lengkap dari notasi sel berikut. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel. anode (–) dan katode (+). → Fe3+(aq) + Sn2+(aq) ⎯⎯ Fe2+(a ) + Sn4+(a ) 6. Ni(s) Ni2+(aq) Ag+(aq) Ag(s) Kerjakanlah di dalam buku latihan. Arus listrik yang digunakan adalah arus searah (direct current = ).

yaitu penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2. Accumulator Gambar 2. Hubungkan kedua elektrode itu dengan sumber arus searah (baterai atau adaptor) yang memiliki GGL sekitar 6 – 12 volt. Alat yang akurat untuk penyelidikan elektrolisis air adalah alat elektrolisis Hoffman (Gambar 2. Alat 1. Pertanyaan 1. kemudian tambahkan 1 mL larutan H2SO4 1 M. Kabel e– e– Larutan Katode (–) Anode (+) Plat logam Gambar 2. Gelas kimia 2. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis. Pasang perangkat sel elektrolisis seperti Gambar 2.8. Simpulkan hasil pengamatan dari percobaan yang Anda lakukan dan diskusikan dengan guru Anda. Apa yang terjadi pada permukaan kedua elektrode? 3.Aktivitas Kimia 2. 2. Celupkan 2 buah elektrode karbon ke dalam gelas kimia besar dan isi dengan air hingga penuh. Elektrode karbon 3. H2SO4 1M Langkah Kerja 1. Air 2. 3. Tuangkan 250 mL air ke dalam gelas kimia. Alat ini dilengkapi elektrode platina dalam tabung penampung gas berskala sehingga volume gas hasil elektrolisis mudah diukur.9). Reaksi Redoks dan Elektrokimia 43 . Reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis adalah → Anode (+) : 2H2O( ) ⎯⎯ O2(g) + 4H+(aq) + 4e– → Katode (–) : 4H2O( ) + 4e– ⎯⎯ 2H2(g) + 4OH–(aq) (oksidasi O2–) (reduksi H+) Reaksi → : 2H2O( ) ⎯⎯ 2H2(g) + O2(g) Berapakah perbandingan volume gas H2 dan O2 yang terbentuk pada kedua tabung reaksi? Berdasarkan persamaan reaksi redoks dapat diramalkan bahwa perbandingan volume gas H2 terhadap O2 adalah 2 : 1. 4. Baterai 6–12 volt 5.2 Elektrolisis Air Tujuan Mengetahui cara kerja dari sel elektrolisis. Tabung reaksi Bahan 1. volume gas O2 adalah 10 mL. 4. Jika volume gas H2 20 mL. dalam sel elektrolisis terjadi reaksi redoks.8 Sel elektrolisis Ketika kedua elektrode karbon dihubungkan dengan sumber energi listrik arus searah. 5. Apakah terbentuk gas dalam tabung reaksi? Berapakah perbedaan volume gas dalam tabung reaksi itu? 4. Mengapa dalam elektrolisis di atas harus ditambahkan H2SO4? 2. Gelas ukur 6.9 Sel elektrolisis Hoffman Gas-gas apa sajakah yang terbentuk pada setiap lengan dari sel Hoffman? Kegiatan Inkuiri Dapatkah arus listrik bolak-balik (alternating current = A ) dipakai dalam sel elektrolisis? Diskusikan di dalam kelas.

terdapat ion Na+ dan ion I–.2. terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion I– (keduanya berpotensi dioksidasi). Untuk mengetahui pemenangnya dapat dilihat data potensial reduksi standar.23 V Di anode (–): reaksi oksidasi → 2SO42–(aq) ⎯⎯ S2O82–(aq) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → 2H2O( ) 2 Berdasarkan data potensial di atas.71 V Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH–(aq) E° = –0.54 V 2I–(aq) ⎯⎯ I2(g) + 2e– ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → E° = –1. Di katode terjadi persaingan antara molekul H2O dan ion Na + (keduanya berpotensi untuk direduksi). Persamaan reaksinya: → Katode: 2Zn2+(aq) + 4e– ⎯⎯ 2Zn(s) ⎯⎯ O (g) + 4H+(aq) + 4e– → Anode: 2H2O( ) 2 → Reaksi: 2ZnSO4(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2Zn(s) + O2(g) + 2H2SO4(aq) 44 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .83 V E° = –2.83 V 2H2O( ) + 2e 2 Berdasarkan nilai potensialnya. Reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis: → Katode: 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) – ⎯⎯ I (g) + 2e– → Anode: 2I (aq) 2 → Reaksi: 2H2O( ) + 2I–(aq) ⎯⎯ H2(g) + I2(g) + 2OH–(aq) Kata Kunci • • • Elektrolisis Arus listrik Arus searah Contoh 2. Setengah reaksi oksidasi di anode: → E° = –0. Di katode (+): reaksi reduksi → Zn2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Zn(s) – ⎯⎯ → H (g) + 2OH-(aq) 2H2O( ) + 2e 2 E° = –0. Demikian juga di anode. Jawab: Di anode terjadi persaingan antara ion SO42– dan H2O dan di katode terjadi persaingan antara ion Zn2+ dan H2O. Misalnya larutan NaI. di katode terjadi reduksi ion Zn2+ dan di anode terjadi oksidasi H2O. gas H2 dilepaskan di katode. H2O lebih berpotensi direduksi dibandingkan ion Na+ sebab memiliki nilai E° lebih besar.01 V E° = –1.76 V E° = –0.23 V 2H2O( ) 2 – Berdasarkan nilai potensial. Setengah reaksi reduksi di katode: → E° = –2.10 Menentukan Reaksi Redoks dalam Sel Elektrolisis Tuliskan reaksi sel elektrolisis untuk larutan ZnSO4. ion I memenangkan persaingan sebab nilai E° lebih besar dibandingkan molekul H2O. Kedua ion ini bersaing dengan molekul air untuk dielektrolisis. Perkiraan ini cocok dengan pengamatan. Spesi mana yang akan keluar sebagai pemenang? Pertanyaan tersebut dapat dijawab berdasarkan nilai potensial elektrode standar. Elektrolisis Larutan Elektrolisis larutan berbeda dengan elektrolisis air.

Oleh karena itu.022 × 1023 mol–1) (1. Berdasarkan hasil penyelidikan Millikan (model tetes minyak). → Katode (–) : Na+( ) + e– ⎯⎯ Na(s) → Anode (+) : Cl–( ) ⎯⎯ Untuk mereduksi satu mol ion Na+ diperlukan satu mol elektron atau diperlukan muatan sebesar satu faraday.60218 × 10–19 C. ionion Na+ bermigrasi menuju anode dan ion-ion Cl– bermigrasi menuju anode. Besarnya muatan ini dapat ditentukan dari jumlah arus listrik yang mengalir dan lama waktu elektrolisis: = i (A) × t (detik). 5 2 = 31. 5 2 = 31.60218 × 10–19 C) = 96. Dalam satuan Faraday. = i×t faraday 96. Stoikiometri Elektrolisis Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Secara umum. Tinjaulah elektrolisis lelehan NaCl. yaitu 96. dilambangkan dengan . muatan listrik yang terlibat dalam sel elektrokimia dapat ditentukan berdasarkan muatan elektron yang terlibat dalam reaksi redoks pada sel elektrokimia. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan banyaknya zat yang bereaksi berdasarkan jumlah muatan listrik yang digunakan dalam rentang waktu tertentu.485 C mol –1.485 Berdasarkan Hukum I Faraday . Contoh: → Cu2+ + 2e– ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63. yaitu: = 96. Molecule s ekuivalen mass is molecule s relative mass for each charge. jika muatan listrik dapat dihitung maka massa zat yang bereaksi di elektrode dapat ditentukan. Dalam sel volta maupun sel elektrolisis terdapat hubungan kuantitatif antara jumlah zat yang bereaksi dan muatan listrik yang terlibat dalam reaksi redoks.3. Dalam sel elektrokimia. massa zat yang diendapkan pada suatu elektrode sebanding dengan besarnya muatan listrik (aliran elektron) yang terlibat di dalam sel. Catatan Note Massa ekuivalen zat (meq) adalah massa relatif zat per satuan muatannya.485 C mol–1 Arus listrik sebesar i ampere yang mengalir selama t detik menghasilkan muatan listrik: = i × t coulomb. Massa ekuivalen zat yang diendapkan pada elektrode akan setara jika muatan listrik yang dialirkan ke dalam sel sama.75 2. Example: → Cu2+ + 2e ⎯⎯ Cu(s) meq (Cu) = 63. besarnya muatan listrik ( ) tersebut adalah sebagai berikut. muatan listrik yang terjadi jika satu mol elektron ditransfer adalah = (6. Jika lelehan NaCl dielektrolisis. tahap-tahap perhitungan stoikiometri elektrolisis ditunjukkan pada diagram berikut.485 C mol–1 Nilai muatan listrik untuk satu mol elektron ditetapkan sebesar satu faraday.75 Aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Arus listrik dan waktu Muatan (C) atau faraday (F) 1 Cl (g) + e– 2 2 Kata Kunci • • • • Muatan listrik Hukum I Faraday Stoikiometri elektrolisis Massa ekuivalen zat Mol elektron Mol at Massa volume at Reaksi Redoks dan Elektrokimia 45 . Oleh karena itu. yaitu: 1. Pernyataan ini merupakan prinsip dasar Hukum Faraday. Perhitungan dapat dimulai dari arus listrik yang mengalir selama waktu tetentu atau jumlah zat yang terlibat dalam reaksi redoks. diketahui bahwa muatan elektron: e = 1.

2.4 × 10–3 mol 96. bagaimanakah hubungan muatan dan berat ekuivalen zat? – Gambar 2.Contoh 2. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Dalam elektrolisis larutan CuSO4.06 mol × 96.03 mol Cu = 0.200 C: Sekilas Kimia Michael Faraday (1791–1867) 1.395 g 2.06 mol e– 1mol Cu 2+ Sumber: Chemistry: The Central Science. 12.485 C mol–1 Jumlah mol elektron untuk 1. Jika sejumlah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri.2 × 10–3 mol 2 mol e− Jadi.2 ×10–3 mol × 63.5gmol −1 Jumlah mol elektron yang digunakan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) 2mol e ×0. Apakah elektrolisis beberapa larutan dapat dirangkaikan secara paralel? + 46 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .789 C = i × 1. 2000 Pada 1812.2 A Jadi. Muatan listrik yang digunakan: 0. Menghitung Berat at yang Diendapkan dalam Sel Elektrolisis Hitunglah massa Cu yang dapat diendapkan di katode jika arus listrik 2 A dialirkan ke dalam sel elektrolisis larutan Cu2+ selama 10 menit.10.789 C Jumlah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit: → = i t ⎯⎯ 5. Tahap 4: Massa Cu yang diendapkan di katode sebesar 6.03 mol 63.10 Elektrolisis beberapa larutan yang dirangkaikan secara seri. arus listrik yang harus dialirkan selama 30 menit adalah 3. jumlah ion Cu2+ yang diendapkan sebanyak 6. Diketahui Ar Cu = 63.5 g mol–1 = 0.485 C mol–1 = 5. Dia berhasil melakukan penemuan-penemuan penting. 2 g logam Cu diendapkan pada katode.4 × 10–3 mol e– = 6. Tahap 1: Tentukan muatan listrik yang digunakan =i×t = 2 A × 600 s = 1. Jumlah mol Cu = 2g 0.4 × 10–3 mol elektron dapat mengendapkan ion Cu2+ sebanyak: 1 mol Cu 2+ ×12.5.485 C mol-1 Tahap 3: Elektron yang mengalir digunakan untuk mereduksi ion Cu2+ menurut persamaan: → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Jadi.2 A.2 × 10–3 mol.200 C = 12.800 detik i = 3. seperti hubungan kuantitatif antara arus listrik dan reaksi kimia dalam sel elektrokimia. Berapakah arus listrik yang dialirkan selama 30 menit? Jawab: 1.200 C Tahap 2: Tentukan jumlah mol elektron yang setara dengan muatan listrik 1 mol e– = 1 faraday = 96.11 1. dia menjadi asisten di laboratorium Humphry Davy di Royal Institution.

5. Aplikasi Elektrolisis Prinsip elektrolisis banyak diterapkan dalam pelapisan logam dengan logam yang lebih baik (electroplating). m eq i t Massa Cu = 1. i arus listrik yang dialirkan (ampere).5.967 g 4.485C mol −1 it → it = 107 = 0. Hubungan massa ekuivalen dan massa zat (dalam satuan gram) yang diendapkan di katode dirumuskan sebagai berikut. Jawab: 1. dan t adalah waktu elektrolisis (detik). Contohnya. Penyepuhan (electroplating) Penyepuhan (electroplating) adalah suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil terhadap cuaca atau untuk menambah keindahannya. arus listrik yang mengalir ke dalam setiap sel tetap. Anda dapat menentukan berat zat dalam setiap sel elektrolisis dengan zat yang berbeda.039 C 63.12 Penerapan Hukum II Faraday Dua buah sel elektrolisis dirangkaikan secara seri. Massa zat = m eq i t dengan meq adalah massa ekuivalen. 2. → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) → Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Berapakah massa Cu yang diendapkan jika dalam sel elektrolisis AgNO3 ditemukan 10 g perak? Diketahui Ar Ag = 107. Diketahui Ar Cu = 63. 5 2 Massa Cu = × 0. Contoh 2. Jika larutan CuSO4 dan AgNO3 dirangkaikan secara seri. 5 2 Kata Kunci • • Hukum II Faraday Electroplating (penyepuhan) × m eq i t 0. 987 g 96. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 47 . Menurut Hukum II Faraday : Oleh karena sel dirangkaikan secara seri. = 2. Hitunglah massa Cu yang diendapkan pada setiap sel jika arus yang dialirkan sebesar 0.5 A selama 10 menit. arus yang mengalir tetap sehingga massa ekuivalen Cu sama dalam setiap sel. massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap.Menurut Hukum II Faraday . tembaga dilapisi perak atau emas agar lebih bernilai. Cu = 63. Oleh karena pada rangkaian sel secara seri.039 C= 2.5 A × 600 s = 0. besi dilapisi nikel agar tahan karat. Massa Ag = 10 g 1 63. kemudian dielektrolisis dan mengalami setengah reaksi reduksi sebagai berikut. juga dalam pengolahan dan pemurnian logam. sel pertama mengandung CuSO4 1 M dan sel kedua mengandung CuSO4 2 M. Endapan Cu dalam kedua sel sama sebab arus yang mengalir tetap. a.

b. Contoh. Pertanyaan 1. kemudian dimurnikan secara elektrolisis. Agar logam mengendap pada besi maka besi dijadikan sebagai katode. Logam tembaga diolah melalui pemanggangan tembaga(II) sulfida. besi dicelupkan ke dalam sel berisi larutan logam yang akan dilapiskan. 3. Cincin besi Bahan NiCl2 1M Langkah Kerja 1. Jelaskan proses yang terjadi pada penyepuhan logam tersebut? 2. Batang nikel 3. logam aluminium diolah dan dimurnikan secara elektrolisis dari mineral bauksit. Presentasikan hasil pengamatan kelompok Anda di depan kelas. Bejana 2. Agar besi tahan terhadap karat maka permukaan besi sering dilapisi oleh logam yang lebih stabil. tetapi tidak tahan terhadap cuaca sehingga mudah berkarat. Pemurnian Logam Prinsip elektrolisis banyak diterapkan pada pengolahan dan pemurnian logam. 4. nikel. Alat 1. Lakukan oleh Anda percobaan berikut. Siapkan larutan NiCl 2 1M dalam suatu bejana dan batang nikel berikut lempengan yang akan dikerjakan. Cincin besi ditempatkan sebagai katode (–) dan batang nikel sebagai anode (+).Logam besi banyak dipakai untuk berbagai aplikasi. Buatlah dalam kelompok kerja Anda perangkat sel elektrolisis seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut Anode(+) Ni Katode(–) Fe DC Ni2+ NiCl2 Ni(s) → Ni 2+ (aq) + 2e– Ni2+(aq) + 2e– → Ni(s) 2. Sumber arus 4. 48 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .3 Penyepuhan Besi dengan Nikel Tujuan Melakukan penyepuhan besi dengan nikel. seperti seng. Amatilah proses yang terjadi. Aktivitas Kimia 2. atau perak. Celupkan lempengan dan batang nikel ke dalam larutan dan hubungkan dengan arus listrik searah. Dalam praktiknya.

2. ion Al3+(aq). 7. tentukan waktu untuk mengendapkan satu mol logam natrium.6 liter (STP) dan dihubungkan secara seri dengan sel-sel logam? 11.11. 5.5 jam dengan arus 1. a. logam magnesium. → Anode (+): Cu(s) ⎯⎯ Cu2+(aq) + 2e– 2+ → Katode (–): Cu (aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Logam-logam pengotor yang kurang reaktif. dan ion Ni2+(aq) Manakah yang akan mengalami oksidasi jika di anode terdapat spesi berikut. hitunglah massa logam Hg yang diendapkan pada katode. M Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science. 4. dan ion F–(aq) Mengapa larutan di sekitar katode menjadi basa jika larutan Na2SO4 dielektrolisis? Jelaskan senyawa apa yang dihasilkan jika lelehan NaCl dielektrolisis. dan platina membentuk endapan lumpur di dasar sel anode. a. Berapakah perbandingan massa O2 terhadap massa H2 yang dihasilkan jika larutan Na2SO4 dielektrolisis selama 2. Tuliskan reaksi yang terjadi di dalam sel elektrolisis. molekul H2O dan ion Fe2+(aq) b. Manakah yang akan mengalami reduksi jika di katode terdapat spesi berikut. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. dan Ni2+ tetap berada dalam larutan sebagai ion-ionnya. C Tentukanlah produk elektrolisis larutan MgCl2. 8. 9.11 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis. Tes Kompetensi Subbab 1. Proses Hoopes adalah proses elektrolisis untuk memurnikan aluminium.5 A selama 45 menit. Mengapa NaCl padat tidak dapat dielektrolisis. seperti Zn2+. 3.– + Katode Anode Cu2+ Cu M x+ Cu Gambar 2. kemudian hitunglah massa zat yang dihasilkan pada masing-masing elektrode jika arus yang digunakan sebesar 5 A selama 1 jam. Aluminium murni terbentuk di daerah katode. Selama elektrolisis terjadi reaksi sebagai berikut. Fe. 10. molekul H2O dan ion Cu2+(aq) b. Adanya logamlogam yang lebih reaktif. dan Au yang akan diendapkan jika diketahui volume gas H2 yang terbentuk pada sel elektrolisis HCl sebanyak 5. Hitunglah massa I2 yang terbentuk pada elektrolisis larutan NaI jika dihubungkan secara seri dengan larutan AgNO3. dan logam aluminium. perak. molekul H2O.5 A? Jika arus digunakan 5 A. 2000 Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode dan logam tembaga murni ditempatkan sebagai katode. 6. sedangkan lelehannya dapat dielektrolisis? Jika larutan Hg(NO3)2 dielektrolisis pada arus tetap 1. keduanya dicelupkan dalam larutan CuSO4. seperti emas. Berapakah massa logam Cu. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Pada elektrolisis larutan AgNO3 diendapkan logam Ag sebanyak 2 g. Reaksi Redoks dan Elektrokimia 49 . ion Cl–(aq). molekul H2O.

Standard potensial reduction of gold is 1.23 V) sehingga emas tidak terkorosi di udara terbuka. Korosi tergolong proses elektrokimia. Korosi pada logam dapat juga dipandang sebagai proses pengembalian logam ke keadaan asalnya. diketahui bahwa logam-logam selain emas umumnya terkorosi (teroksidasi menjadi oksidanya).nH2O Fe2+(aq) Tetes air Daerah katodik e– Daerah anodik Reaksi di anode: Fe(s) → Fe2+ + 2e– Besi Sumber: Chemistry: The Central Science. Jika setengah reaksi reduksi logam dibalikkan (reaksi oksidasi logam) digabungkan dengan setengah reaksi reduksi gas O 2 maka akan dihasilkan nilai potensial sel. 2. Definisi Korosi Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. Korosi dapat juga terjadi akibat suhu tinggi. Beberapa contoh logam yang dapat dioksidasi oleh oksigen ditunjukkan pada persamaan reaksi berikut.D.5 V greater than O2 so that the corrotion wouldn t occure in the air.95 V → Zn(s) + O2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ Zn(OH)4(s) Esel = 0. 1. Berdasarkan data potensial reduksi standar.nH2O(s) ⎯⎯ Fe CO (s) + H (g) → Fe(s) + CO2(g) + H2O( ) 2 3 2 Oleh karena korosi dapat mengubah struktrur dan sifat-sifat logam maka korosi cenderung merugikan.nH2O(s) Esel = 0. korosi pada besi menjadi besi oksida atau besi karbonat. Jadi.12 Proses korosi pada besi Reaksi di katode: O2 + 4H+ + 4e– → 2H2O atau O2 + 2H2O + 4e– → 4OH– 50 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .12. Logam yang terkorosi disebabkan karena logam tersebut mudah teroksidasi. selain logam emas umumnya logam-logam memiliki potensial reduksi standar lebih rendah dari oksigen. Gold behaves as pure metal in nature. Udara O2 Endapan karat Fe2O3. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Diperkirakan sekitar 20% logam rusak akibat terkorosi pada setiap tahunnya. yaitu bijih logam. Menurut tabel potensial reduksi standar. Mekanisme Korosi pada Besi Oleh karena besi merupakan bahan utama untuk berbagai konstruksi maka pengendalian korosi menjadi sangat penting. → 4Fe(s) + 3O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. Korosi dan Pengendaliannya Aplikasi lain dari prinsip elektrokimia adalah pemahaman terhadap gejala korosi pada logam dan pengendaliannya. yaitu lingkungan yang lembap (mengandung uap air) dan diinduksi oleh adanya gas O2. Untuk dapat mengendalikan korosi tentu harus memahami bagaimana mekanisme korosi pada besi.60 V Catatan Note Emas dengan potensial reduksi standar 1. Misalnya. CO 2. 2000 Gambar 2. hampir semua logam dapat bereaksi dengan gas O2 secara spontan. Esel positif.5 V lebih besar dibandingkan potensial reduksi standar gas O2 (1. Di alam emas terdapat sebagai logam murni. atau H2S. → 4Fe(s) + O2(g) + 2nH2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3.

nH2O(s) Gambar 2.13 Mekanisme korosi pada besi Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai berikut (lihat mekanisme pada Gambar 2. → Fe2+(aq) + 4OH–(aq) ⎯⎯ Fe(OH)2(s) → 2Fe(OH)2(s) + O2(g) ⎯⎯ Fe2O3. Paku 3. juga akibat perbedaan tegangan permukaan yang menimbulkan potensial pada daerah tertentu lebih tinggi dari daerah lainnya. Aseton 1 2 Kapas + CaCl2 paku udara + air udara tanpa air Air sudah dididihkan air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Reaksi Redoks dan Elektrokimia 51 . → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2e– Gambaran umum proses korosi besi Fe(OH)2(s) + O2(g) → Karat Elektron yang dilepaskan mengalir melalui besi. CaCl2 3. Fe(OH) 2 yang terbentuk dioksidasi oleh oksigen membentuk karat. • • • Kata Kunci Korosi Daerah katodik Daerah anodik Aktivitas Kimia 2. NaCl 0.4 Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi Tujuan Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi. Alat 1. karat sering terbentuk pada daerah yang agak jauh dari permukaan besi yang terkorosi (lubang). Anda tentu dapat menyimpulkan faktor-faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi dapat dihindari. Oli 4. 3. Pada daerah anodik (daerah permukaan yang bersentuhan dengan air) terjadi pelarutan atom-atom besi disertai pelepasan elektron membentuk ion Fe2+ yang larut dalam air. Warna ini bergantung pada jumlah molekul H2O yang terikat pada karat.Besi memiliki permukaan tidak halus akibat komposisi yang tidak sempurna. Air 2. sebagaimana ion-ion melewati jembatan garam dalam sel volta dan bereaksi dengan ion-ion OH – membentuk Fe(OH) 2. Tabung reaksi 2. Ampelas Bahan 1. Warna pada karat beragam mulai dari warna kuning hingga cokelatmerah bahkan sampai berwarna hitam.13): → 4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O( ) ⎯⎯ 2Fe2O3. sebagaimana elektron mengalir melalui rangkaian luar pada sel volta menuju daerah katodik hingga terjadi reduksi gas oksigen dari udara: → O2(g) + 2H2O(g) + 2e– ⎯⎯ 4OH–(aq) OH– (aq) O2(g) + H2O(g) + 2e– Daerah katodik Fe2+(aq) Fe(s) Daerah anodik Ion Fe2+ yang larut dalam tetesan air bergerak menuju daerah katodik.nH2O(s) Karat Akibat adanya migrasi ion dan elektron. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Korosi Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi.5% 5.

Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir). a. yaitu pelapisan (coating). seperti dapat dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya: Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– → Fe(s) ⎯⎯ Fe2+(g) + 2e– → Eo= –0. Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. 4. Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. Korosi dapat terjadi jika ada udara (khususnya gas O2) dan air. Metode Pelapisan (Coating) Metode pelapisan adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam besi. dan penambahan zat inhibitor korosi. Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0. Misalnya. Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak berkarat? 2. Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari selama 3 hari. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi. Pasivasi adalah pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. tetapi seng tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah. Kedua logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi) sehingga besi terlindung dari korosi. Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan tabung ditutup rapat.Langkah Kerja 1. Hal ini disebabkan dalam larutan garam terdapat ion-ion yang membantu mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil oksidasi. melainkan berkorban demi besi. 4. Ion-ion klorida juga membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan ion Fe3+. Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses korosi. Pertanyaan 1. 6. Ada tiga metode umum untuk mengendalikan korosi. logam besi (paku) akan terkorosi yang dibuktikan oleh terbentuknya karat (karat adalah produk dari peristiwa korosi). 7. korosi tidak terjadi. Faktor ini cenderung meningkatkan kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi. Kekerasan karat meningkat dengan cepat oleh adanya garam sebab kelarutan garam meningkatkan daya hantar ion-ion oleh larutan sehingga mempercepat proses korosi. Setelah dibiarkan beberapa hari.76 V 52 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup rapat. Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut. Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara maupun uap air yang masuk.5% (sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara. 2. proteksi katodik.44 V Eo= –0. Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya sudah diampelas dan dibersihkan dengan aseton. 5. Jika hanya ada air atau gas O2 saja. dengan pengecatan atau penyepuhan logam. 3. Apa kesimpulan Anda tentang percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok Anda. Pengendalian Korosi Korosi logam tidak dapat dicegah. tetapi dapat dikendalikan seminimal mungkin. Sediakan 5 buah tabung.

Kata Kunci • • • • Coating (pelapisan) Proteksi katodik Pasivasi Galvanisir Reaksi Redoks dan Elektrokimia 53 . pipa pertamina.2000 Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut. Magnesium (anode) Sumber: Chemistry: The Central Science. Logam reaktif seperti magnesium dihubungkan dengan pipa besi. Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi. tetapi mengapa aluminium banyak digunakan sebagai rangka atau peralatan dan tidak tampak terkorosi sebagaimana besi? b. seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Mg akan teroksidasi terlebih dahulu. → Anode : 2Mg(s) ⎯⎯ 2Mg2+(aq) + 4e– → Katode : O2(g) + 2H2O ( ) + 4e– ⎯⎯ 4OH–(aq) → Reaksi : 2Mg(s) + O2(g) + 2H2O ⎯⎯ 2Mg(OH)2(s) Oleh sebab itu. Jika pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan normal (tanpa seng).14 Proses katodik dengan menggunakan logam Mg.Oleh karena itu. Baja stainless steel terdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil krom dan nikel. Proteksi Katodik Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk mengendalikan korosi besi yang dipendam dalam tanah. Tanah yang mengandung elektrolit Permukaan tanah Pipa besi Kabel Gambar 2. seperti pipa ledeng. Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga tidak terkorosi. Kegiatan Inkuiri Aluminium memiliki potensial oksidasi lebih tinggi daripada besi. Oleh karena logam Mg merupakan reduktor yang lebih reaktif dari besi. Proteksi katodik ditunjukkan pada Gambar 2. dan tanki penyimpan BBM. logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru dan selalu diperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi hidroksidanya. Jika semua logam Mg sudah menjadi oksida maka besi akan terkorosi.14.

misalnya penangkapan gas oksigen (o ygen scavenger) atau pengikatan ion-ion hidrogen. 2. Contoh inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat. 2) Inhibitor katodik Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik. Pada umumnya inhibitor komersial berfungsi ganda. dan inhibitor teradsorpsi. 1) Inhibitor anodik Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Contoh jenis inhibitor ini adalah merkaptobenzotiazol dan 1. dan fosfat. dan garam sulfit. inhibitor katodik. Tes Kompetensi Subbab 1. yaitu inhibitor anodik. Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin.3. (Gunakan data potensial sel) Adakah persamaan antara proses korosi besi dan sel volta? Jelaskan. 3) Inhibitor campuran Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses di katodik dan anodik secara bersamaan. D 3.c. Contoh inhibitor anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan senyawa molibdat. inhibitor campuran. tannin. Mengapa logam besi berperan sebagai katode jika dihubungkan dengan logam magnesium atau seng? Jelaskan. 4. 54 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .7–tetraaza– adamantane.5. molibdat. Kata Kunci • • Inhibitor korosi Lingkungan korosif Penambahan Inhibitor Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi. Mengapa besi teroksidasi sangat lambat? Jelaskan. 4) Inhibitor teradsorpsi Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam. Inhibitor korosi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pengendaliannya. Apa yang dimaksud dengan inhibitor? Bagaimana kerja dari masing-masing inhibitor? Kerjakanlah di dalam buku latihan. yaitu sebagai inhibitor katodik dan anodik.

proteksi katodik. 8. 7. Jumlah zat yang terendapkan pada katode. 11. oksidasi terjadi pada anode dan reduksi terjadi pada katode. 5. Korosi tidak dapat dicegah. yaitu lingkungan lembap dan diinduksi oleh adanya gas O2 atau CO2. Berlangsung tidaknya suatu sel elektrokimia dapat diramalkan berdasarkan nilai potensial reduksi standar. 10. Persamaan reaksi redoks dapat disetarakan dengan metode bilangan oksidasi dan metode setengah-reaksi. sebaliknya tidak terjadi. Potensial atau GGL sel adalah daya dorong elektron agar dapat mengalir dari anode menuju katode. arus listrik dan waktu elektrolisis yang diperlukan dapat dihitung berdasarkan Hukum Faraday.Rangkuman 1. 4. reaksi dalam sel akan berlangsung spontan. Kutub listrik pada anode negatif dan kutub listrik pada katode positif. Sel elektrolisis banyak digunakan untuk pengolahan dan pemurnian logam serta pelapisan logam (electroplating). Dalam sel volta. Di anode terjadi reaksi oksidasi dan di katode terjadi reaksi reduksi (sama dengan sel volta). Reaksi Redoks dan Elektrokimia 55 . baik dengan cara pelapisan logam (coating). suhu 25°C. Potensial reduksi standar adalah potensial reduksi setengah sel yang diukur pada keadaan standar (konsentrasi 1 M. Korosi pada logam terjadi akibat interaksi antara logam dan lingkungan yang bersifat korosif. 3. Jembatan garam berisi larutan garam. 2. Perbedaannya. 6. Sel elektrolisis disusun dari dua elektrode (katode dan anode) dan larutan elektrolit. 9. Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam lingkungan yang korosif dengan konsentrasi relatif sedikit untuk mengendalikan korosi. tetapi dapat dikendalikan. 14. Dalam sel elektrolisis. Sel volta adalah sel elektrokimia yang mengubah reaksi redoks menjadi energi listrik. Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang merupakan kebalikan dari sel volta. yang memisahkan reaksi menjadi dua bagian reaksi. dan tekanan udara 1 atm). Sel volta disusun dari dua elektrode yang dihubungkan secara internal melalui jembatan garam dan secara eksternal melalui rangkaian kabel yang dapat dihubungkan dengan lampu listrik atau voltmeter. dalam sel elektrolisis. energi listrik dipasok untuk mendorong reaksi redoks tidak spontan menjadi spontan. Sebagai standar untuk pengukuran potensial sel reduksi adalah elektrode hidrogen. Elektrokimia adalah bidang kimia yang mengkaji energi listrik dalam reaksi kimia. maupun penambahan inhibitor. 13. 12. kutub anode (+) dan katode (–). Jembatan garam berfungsi sebagai penghubung kedua elektrode secara internal untuk menetralkan ion-ion berlebih selama proses redoks berlangsung. Jika potensial sel elektrokimia berharga positif .

diskusikan dengan teman atau guru Anda. seperti pelapisan logam (coating). dan penambahan inhibitor. Dengan menggunakan prosedur yang sudah baku. Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari reaksi redoks dan elektrokimia? 56 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Anda juga dapat menerapkan beberapa aplikasi teknologi yang berkaitan dengan proses penyediaan energi. Pada bab ini Anda telah mempelajari reaksi redoks dan prinsip elektrokimia (sel volta). Pemahaman konsep redoks dapat memperkirakan apakah suatu reaksi berlangsung spontan atau tidak. proteksi katodik. Pada bab ini juga Anda dapat memahami prinsip elektrolisis. yang dapat menguatkan pemahaman Anda terhadap penyetaraan reaksi redoks baik dengan metode perubahan bilangan oksidasi maupun dengan metode setengah reaksi.Peta Konsep Metode PBO Redoks berdasarkan disetarakan dengan Metode setengah reaksi merupakan Elektrokimia Sel elektrokimia terdiri atas terdiri atas Katode merupakan Kutub positif Anode Katode terdiri atas merupakan Kutub negatif Kutub negatif Anode Sel elektolisis berdasarkan merupakan Kutub positif Hukum Faraday Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 2 ini? Bagian manakah dari materi Bab 2 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Aplikasi sel elektrolisis di antaranya berguna untuk pengendalian korosi dengan berbagai cara.

2. empat di kanan B. A.94 volt B. 6. s. A. 12 D. 16 C. dua di kanan E. 6. 0. pembangkit tenaga listrik sel D. r. 0. 3 B. penghubung kedua setengah sel B. A. 5 D. A. 6 C. 1. 8 Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi asam format. 5. A. 1. 5. → MnO4– (aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan. pemercepat kerja sel volta 12. direduksi menjadi O2 dan juga H2O E. A. 0. 5. Zat H2O2 terurai menjadi O2 dan H2O jika dipanaskan. Potensial elektrode standar untuk → Ag+(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) E° = 0. 2. MnO2. yaitu. A. 2. 2. Sn2+(aq) 1M Ag+(aq) 1M 7. Setengah reaksi reduksi NO3– menjadi N2O adalah sebagai berikut.Evaluasi Kompetensi Bab 2 A. direduksi jadi O2 dan dioksidasi jadi H2O B. 2 Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa memiliki persamaan berikut. nol D. 3 9. Perhatikan persamaan reaksi reduksi berikut. 8 E. dioksidasi menjadi O2 dan juga H2O D. A. 1. 12. 1. anode ke katode melalui jembatan garam 11. t di atas berturut-turut adalah …. 10 E. SnO2 D. media aliran elektron C.. 5. 1. satu di kiri D. → Sn(s)+4HNO3(aq) ⎯⎯ SnO2(s)+4NO2(s)+ H2O( ) Zat yang berperan sebagai reduktor.66 volt E. Perhatikanlah konstruksi sel volta berikut. 5 B. setengah sel reduksi ke setengah sel oksidasi E. A. 2. 1. elektron mengalir dari …. 1. 5. Dalam reaksi tersebut. dioksidasi menjadi O2 dan direduksi jadi H2O C. 4 C.14 V GGL sel yang terjadi adalah …. 0 D. 6 E. kutub positif ke kutub negatif C. dua di kiri Gas H2S dapat dioksidasi oleh KMnO4 membentuk K2SO4. 0. penetral kelebihan ion dalam sel E. 4.52 volt D. Jembatan garam pada sel volta berfungsi sebagai …. → CN– ⎯⎯ CNO– Jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. A. 16 B. satu di kanan C. → aNO3–(aq) + bH+ + 8e– ⎯⎯ cN2O(g) + dH2O( ) Nilai a dan b yang cocok adalah …. 1. 1. 1. 10. 3 B. 2. A. jumlah ion OH– yang dibentuk adalah …. . 1. 8. HNO3 C. jumlah elektron yang harus ditambahkan adalah …. Sn Ag 6. → aKMnO4+bHCl ⎯⎯ cCl2+ dMnCl2 + eKCl + fH2O Nilai a dan c yang sesuai adalah …. 4 Pada penyetaraan setengah reaksi berikut. 1 E. 7 mol E. anode ke katode melalui sirkuit eksternal D. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 10.74 volt C. 12. Pada sel volta. 2 mol B. potensial rendah ke potensial tinggi B.87 volt Reaksi Redoks dan Elektrokimia 57 . dua di kanan E. H2O2 …. 12. nol B. 1. Sn B. 5 D.. empat di kiri C. 5 mol D. A. setiap mol H2S akan melepaskan elektron sebanyak …. dua di kiri 8. 2. 10 C. 8 mol UMPTN 1999: Perhatikanlah reaksi redoks berikut. 4 mol C. 5. terurai tanpa mengalami oksidasi dan reduksi 10. Pada reaksi tersebut. H2O Pada reaksi berikut. p IO3–(aq) + H+ + r e– → s I2(s) + t H2O( ) Nilai p. NO2 E. 3.80 V → Sn2+(aq) + 2e ⎯⎯ Sn(s) E°= 0. dan zat lain. 10.

Cu2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Cu(s) Eo = + 0. Na+(aq) + e– ⎯⎯ Na(s) → B. C(s) Fe2+(aq). Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq)+ Cu(s) B. Fe3+. 4OH–(aq) ⎯⎯ 2H2O( ) + O2(g) + 4e– → C. Fe(s) Fe2+(aq) H+(aq) H2(g) Pt B.76 V Fe (aq) + e – ⎯⎯ → Br–(aq) Br2( ) + e Eo = 1. Cu sebagai katode.77 V. –0. Fe2+.637 volt E. Zn sebagai katode.637 volt C. Pada sel elektrolisis berlaku …. 4 F B. 2H+(aq) + 2e– ⎯⎯ H2(g) → E. I2. oksidasi terjadi pada katode B. Fe2+(s) Fe(s) H+(aq) H2(g) Pt C. Potensial sel volta paling besar diperoleh jika ….13 V → 4.889 volt B. A. Br2 B.25 volt C. 1 F D.13 V Potensial standar sel volta yang tersusun dari elektrode Ni dan Pb adalah …. Penulisan lambang yang tepat untuk sel ini adalah …. UMPTN 1995 B: Oksidasi satu mol ion CN– menjadi ion CNO– memerlukan muatan listrik sebanyak …. Perhatikan potensial reduksi standar berikut. 6 F C. Cu2+ Cu = +0. C(s) Fe2+(aq).76) – 0. Pb E. A.34 volt. Ni sebagai katode.37 V .13.76) B.07 V Pasangan yang dapat bereaksi adalah . –0. Br– 18. Fe2+. A. (2 × 0.12 volt 17.80 – (–0. –0. 0. Jika larutan MgCl2 dielektrolisis. urutan yang terlebih dahulu dielektrolisis pada katode adalah ….80 + (–0. 58 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. Pada proses elektrolisis larutan NaOH dengan elektrode Pt. I– E..80) + (–0. UMPTN 1999 A: Diketahui: → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0. C(s) Fe2+(aq) H2(s) H+(aq) Pt E.34 V → 3. Ebtanas 1999: Diketahui potensial reduksi standar untuk: Fe3+ Fe2+ = +0. A. Ni sebagai katode. elektrode yang dihubungkan dengan terminal positif baterai dinamakan katode E. 0. 3 F 25. Zn(s) + 2Fe3+(aq) → Zn2+(aq)+ 2Fe2+(aq) C. Fe2+.77 V → 2. +0. → I2(s) + e– ⎯⎯ I–(aq) Eo = 0.80 21. Mg2+ Mg = –2. (dalam satuan volt) A. Ni sebagai anode C.. 0. tetapi tidak dapat mereduksi Ni2+ menjadi Ni adalah …. Mg 15. Reaksi yang memiliki potensial terbesar adalah …. Potensial reduksi standar Cu.. Zn D.80) – (–0. (2 × 0. 2H2O( ) + 2e– ⎯⎯ H2(g) + 2OH–(aq) → D. +0. Cl2(g) C..50 V Berdasarkan data tersebut.34 V.12 volt E. Cu sebagai katode. A. A.76 V.25 volt B. (2 × 0. dan Zn berturut-turut 0. Al C. –0. A. → Zn(aq) + 2e ⎯⎯ Zn(s) Eo = –0. reduksi berlangsung di katode 22.76 volt. 0.54 V 3+ – ⎯⎯ 2+ → Fe (aq) Eo = 0. 0. Ni.511 volt D. 2H2O( ) ⎯⎯ 4H+(aq) + O2(g) + 4e– 24. Zn2+ Zn = –0. Cd B. Potensial sel Zn(s) Zn2+(1M) Pb2+(1M) Pb(s) adalah … (lihat tabel potensial reduksi standar) A. Cu(s) + Mg2+(aq) → Cu2+(aq)+ Mg(s) E. Diketahui data potensial reduksi standar: → 1. Fe3+ H+(aq) H2(g) Pt D. Br2 C..38 volt D. Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = – 0. A. +0.889 volt 20. Fe3+(aq) + e– ⎯⎯ Fe2+(aq) Eo = + 0. Mg(s) + 2Fe3+(aq) → Mg2+(aq)+ 2Fe2+(aq) D. Zn sebagai anode B.Fe3+(aq) Pt H2(g) H+(aq) 14.76) E. Zat yang dapat mereduksi Ag+ menjadi Ag. 2 F E.25 volt. dan –0.76 V +(aq) + e ⎯⎯ Ag(s) → Ag Eo = +0. → A.76) C. migrasi kation menuju elektrode positif D. H2(g) D. A. 2Fe2+(aq) + Cu2+(aq) → 2Fe3+(aq)+ Cu(s) 19. zat yang akan terbentuk di anode adalah. Sel volta disusun dari elektrode karbon dalam larutan Fe2+ sebagai anode dan elektrode hidrogen standar sebagai katode. anode bermuatan negatif C. –0. reaksi kimia yang terjadi pada katode adalah …. H2O( )+e– ⎯⎯ H2(g)+OH–(aq)Eo=+ 0. O2(g) E. Zn sebagai anode D. Cu sebagai anode 16.80 V GGL sel yang dibentuk dari seng dan perak adalah…. Potensial elektrode standar reaksi reduksi adalah sebagai berikut. Br– D.25 V → Pb2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Pb(s) Eo = –0. Cu sebagai anode E. Mg(s) B.76) D. HClO 23.

. 3.005 mol C. A. coating Reaksi Redoks dan Elektrokimia 59 . 1 2 Kapas + CaCl2 Air sudah dididihkan udara + air udara tanpa air air tanpa udara tanpa udara dan air udara + air + garam 3 4 oli 5 Percobaan yang terjadi korosi adalah . 1. 295. 0. 0. 0. 3 D. 1. 2.. A. seperti Mg. Volume O2 yang terbentuk di anode pada STP adalah …. aluminium tergolong logam mulia 33. perbandingan tetapan Faraday terhadap tetapan Avogadro adalah …. 3. 737. 4.26.01 mol Ag. 2. A.6L E. A. Mg berfungsi sebagai katode 35.02 mol E.5 F E. 1 dan 3 D. 1.5 mg B. pipa besi yang dipendam dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif. Mg mengalami oksidasi C.0 F B. A. 4.. 147.5 mg D.. Untuk menghambat korosi. 28. 2. Jika selama elektrolisis pada sel kedua terbentuk 0. Fe berfungsi sebagai anode D. elektron mengalir dari Fe ke Mg B.. oksigen saja B. gas N2 dan CO2 di udara melindungi oksidasi aluminum D. A. UMPTN 1998 B: Perkaratan besi pada suhu kamar dipengaruhi oleh adanya ….0 F C. 27. A. dilindungi oleh sejumlah kecil pengotornya B. air dan argon E.010 mol D. A. 2 C.0 F Pada percobaan elektrolisis. oksigen dan air D..0 F D. campuran D.. 29.5L D. Jika jumlah arus listrik dan waktu yang sama dialirkan ke dalam larutan Cu2+ maka logam Cu yang diendapkan sebanyak …. A. jumlah mol elektron B. air saja 32. 1.10 mol 31. adsoprsi E. air dan nitrogen C. 1 dan 5 B. 0. 2 dan 5 C.0 mg C.2 L B. Fe melepaskan elektron E. 1. 0.0 mg E.. 1. Gambar berikut menunjukkan pembentukan korosi pada besi. jumlah elektron C. 4 B. 4. 442.8 L Dua buah sel masing-masing berisi larutan NiCl2 dan AgNO3 dihubungkan secara seri. muatan satu mol elektron E. 3. jumlah arus listrik pada waktu tertentu dapat mengendapkan 0.001 mol B. 3. 4 UMPTN 1997 A: Untuk mereduksi 60 g ion Ca2+ menjadi Ca (Ar Ca = 40) diperlukan . muatan elektron D. 3. 2 E. 0. 1. 2 dan 4 E. membentuk lapisan pelindung melalui reaksi dengan belerang di udara E.4 L C. Hal ini disebabkan …. 30. 0.5 mg Pada elektrolisis. oksidanya membentuk lapisan pelindung yang kuat pada logam C. A. A.54 gram perak (Ar Ag =108) maka massa nikel (Ar Ni =59) yang terbentuk pada sel pertama adalah …. muatan pada ion Pada elektrolisis CdSO4 menggunakan elektrode karbon terbentuk endapan Cd sebanyak 2 g di katode (Ar Cd=112). katodik B. 590. 4. Aluminium walaupun tergolong logam reaktif. Jenis inhibitor yang mengendalikan korosi dengan cara menangkap gas O2 adalah inhibitor . anodik C. 0. Pada sistem ini …. 3 dan 5 34. 0. tetapi tidak bereaksi dengan oksigen dari udara. 0. 2..

kemudian tunjukkan anode. 5. 3. 1. Br–+ MnO4– ⎯⎯ Br2( )+ Mn2+ → g. 6. Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana asam menggunakan metode setengah reaksi. 2. katode. 60 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . CH3OH(aq)+ Cr2O72– ⎯⎯ CH2O(aq)+ Cr3+ Setarakanlah reaksi redoks berikut dalam suasana basa menggunakan metode setengah reaksi. Setengah reaksinya adalah → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(a ) + 2e– → Ni2+(aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) Gambarkan diagram sel.B. Mn2+ + NaBiO3 (s) ⎯⎯ Bi3+ + MnO4– → e. permukaan logam berperan sebagai anode sel volta. Cr2O72– + Cl– ⎯⎯ Cr3+ + Cl2(g) → c. Cu(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ Cu2+ + NO(g) → b. 8. H3AsO4(aq) + Zn(s) ⎯⎯ AsH3(s)+ Zn2+ → f. 4. CN– + MnO4– ⎯⎯ CNO– + MnO2(s) Gas klor pertama kali dibuat oleh Scheele tahun 1774 melalui oksidasi asam klorida dengan mangan(IV) oksida. arah aliran elektron. → a. Cl2(g) → c. Al(s) + MnO4– ⎯⎯ MnO2(s) + Al(OH)4– ⎯⎯ Cl– + ClO– → b. Mengapa nilai potensial sel merupakan kekuatan relatif yang harganya tidak mutlak? Sel volta tersusun atas elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. Pb(s) + PbO2(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ PbSO4(s) → d. → a. MnO4 2 → e. Reaksinya: → NaCl(aq) + H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ Na2SO4(aq)+ MnCl2(aq) + H2O( ) + Cl2(g) Setarakanlah reaksi tersebut dengan metode PBO.5 A. Ketika besi berkarat. Mengapa logam besi menjadi katode dari sel volta jika dihubungkan dengan logam Mg atau Zn? Jelaskan. Tentukanlah produk elektrolisis larutan LiBr dan hitunglah massa setiap produk yang dibentuk melalui elektrolisis untuk 1 jam dengan arus 2. 7. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. dan gerakan kation. NO2– + Al(s) ⎯⎯ NH3(aq) + AlO2– – + S – ⎯⎯ MnS(s)+ S(g) → d. Hitunglah potensial sel yang diperoleh dari sel pada 25 o C menggunakan elektrode di mana I – (aq) dihubungkan dengan I2(s) dan elektrode lain dengan logam krom yang dicelupkan ke dalam larutan Cr3+(aq).

Pengetahuan akan sifat-sifat unsur dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya.geokem. kereaktifan dan sifat khusus lainnya). kegunaan. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih. Sifat-sifat unsur yang mirip digolongkan ke dalam satu golongan dalam sistem periodik. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-Unsur Gas Mulia B. lebih dari seratus macam unsur sudah dikenal dan diidentifikasi sifat-sifat dan manfaatnya. dan Belerang 61 . dan bahayanya serta terdapatnya di alam. Aluminium dan Senyawanya F. Unsur-Unsur Golongan Alkali D. A. baik dalam bentuk unsur bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Karbon dan Silikon G. Apa sajakah unsur-unsur golongan utama tersebut? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur-unsur golongan utama dan proses pembuatannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Setelah mempelajari bab ini. menjelaskan manfaat. Unsur-Unsur Halogen C. Nitrogen. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah E. kelarutan. Oksigen. warna. kekerasan. Hampir semua industri kimia bahkan industri otomotif melibatkan unsur-unsur golongan utama.com Pertambangan batubara yang terdapat di Pulau Kalimantan. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting. titik leleh. Sampai saat ini. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut.Bab 3 Sumber: www.

Untuk mengetahui gas tersebut. Lord Rayleight menemukan bahwa massa jenis gas nitrogen yang diperoleh dari udara (1. Unsur-Unsur Gas Mulia Selama ini Anda tentu berpandangan bahwa unsur-unsur gas mulia bersifat stabil. kripton (kryptos. Sifat-Sifat Unsur Gas Mulia Pada pembahasan Ikatan Kimia di Kelas X. gas mulia dianggap stabil karena memiliki konfigurasi elektron yang terisi penuh: He: 1s2 Ne: 1s2 2s2 2p6 Ar: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 Xe: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 62 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Masih ingatkah Anda mengenai sistem periodik Mendeleeve? Apakah yang dimaksud dengan unsur-unsur golongan utama dalam tabel periodik? Sifat-sifat apa sajakah yang Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama berdasarkan sistem periodik? A. helios. Setelah ditemukan gas argon. artinya tersembunyi). artinya malas). Gas mulia berikutnya yang ditemukan Ramsay adalah gas neon (neos. 2. artinya matahari). Namun. artinya asing). pada 1962 pandangan tersebut gugur sebab beberapa senyawa gas mulia dapat disintesis. Mereka menduga bahwa argon termasuk dalam kolom unsur baru pada tabel periodik. disebut argon (dalam bahasa unani argos. Rayleight bersama-sama illiam Ramsay melakukan penyelidikan dengan cara mereaksikan gas nitrogen dari udara dengan magnesium pada suhu tinggi menjadi padatan Mg3N2 dan gas sisa yang tidak reaktif.2561 g L–1) lebih besar dari yang diperoleh dari hasil penguraian senyawa nitrogen di laboratorium (1. Mereka cenderung menyendiri sehingga gas mulia mendapat julukan gas lembam (inert). Ramsay dan Rayleight menyimpulkan bahwa gas sisa adalah unsur baru. 2. Gas sisa selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung hampa udara dan dilewatkan muatan listrik bertegangan tinggi hingga terpancar sinar yang berwarna merah-hijau.2498 g L–1). 1. Kelimpahan Gas Mulia di Alam III A 1s2 He 2s2 2p6 Ne 3s2 3p6 Ar 4s2 4p6 Kr 5s2 5p6 Xe 6s2 6p6 Rn Pada 1892. dalam arti tidak dapat membentuk senyawa. Dia menyimpulkan gas nitrogen dari udara mengandung gas lain. 3. dan xenon ( enos.Tes Kompetensi Awal 1. walaupun tidak semua gas mulia dapat dibentuk senyawanya. Kata Kunci • • • • • Gas mulia Inert Gas monoatomik Konfigurasi oktet Distilasi bertingkat Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda suatu prosedur penyelidikan untuk mensintesis Mg3N2 dari logam magnesium dan gas nitrogen. Ramsay menemukan bahwa di udara juga terdapat gas mulia lain yang merupakan komponen utama matahari sehingga gas tersebut dinamakan helium ( unani. artinya baru). gas mulia yang lain ditemukan. terletak antara halogen dan logam alkali.

1989 Kimia Sir William Ramsay (1852–1916) Sekilas Sumber: Jendela Iptek: Kimia. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 63 . kecuali helium. Makin besar energi ionisasi. dan tidak berbau. Beberapa sifat fisika gas mulia dapat dilihat pada tabel berikut. Ketidakreaktifan gas mulia juga dapat dilihat dari data energi ionisasinya. Neon berwarna merah.80 –186 –189 Kr 169 3. Tabel 3. e 190 5. di atas 25 atm. yaitu zat yang memiliki daya hantar listrik tanpa hambatan dan menolak medan magnet.Selama beberapa tahun. argon berwarna merah muda. Gas helium hanya dapat dipadatkan pada tekanan sangat tinggi. Hampir semua gas mulia berwarna terang jika loncatan bunga api listrik dilewatkan ke dalam tabung berisi gas mulia. Kompresor Udara cair Gambar 3. gas mulia tidak reaktif sebab memiliki konfigurasi oktet. Pada tahun 1904 dia menerima hadiah Nobel untuk kimia. Udara kering dan bersih pada 20 atm Menara pendingin 3. dan xenon berwarna biru. semua gas mulia dapat dipadatkan. kecuali helium dan radon diperoleh melalui distilasi bertingkat udara cair. kripton berwarna putih-biru. dan xenon sedikit larut dalam air akibat terjebak di antara molekul air.18 –269 –272 Ne 112 0. 800 kali lebih cepat dibandingkan kawat tembaga. digunakan dalam pembuatan udara cair komersial. Gas mulia banyak dipakai sebagai gas pengisi lampu pijar dan neon. Dia bekerja sama dengan ahli fisika Lord Rayleight. 1989 Pada tekanan normal. makin sukar gas mulia membentuk senyawa. tidak berwarna. sebab jari-jari atomnya terlalu kecil hingga dapat meninggalkan air. Oleh karena gas helium merupakan gas yang memiliki titik leleh dan titik didih paling rendah maka gas tersebut dapat digunakan sebagai pendingin untuk mempertahankan suhu di bawah 10 K.90 –246 –249 Ar 154 1. Pada 4 K.1 Skema pencairan udara. gas helium menunjukkan sifat super fluida tanpa viskositas disebut super konduktor. pandangan tersebut dijadikan acuan pada pembentukan ikatan kimia. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Gas Mulia Secara komersial.8 –108 –112 Rn 225 10 –62 –71 Sumber: Chemistry (Zumdahl. and Steven. tidak berasa. kripton. semua gas mulia. 1997 Gas mulia merupakan gas monoatomik. Daya hantar listrik helium pada 4 K. Perbedaan titik didih yang tinggi memungkinkan gas-gas mulia di udara dapat dipisahkan.75 –153 –157 Ramsay adalah seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris yang menemukan argon.2 Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Gas Mulia Sifat Fisika Jari-jari (pm) Kerapatan (g cm–3) Titik didih (°C) Titik leleh (°C) He 93 0.1 Energi Ionisasi Pertama Unsur-Unsur Gas Mulia Gas mulia EI(kJ mol–1) He Ne Ar Kr Xe Rn 2377 2088 1527 1356 1176 1042 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis.. S). Menurut teori Lewis. Gas helium dan neon hingga saat ini belum dapat dibuat senyawanya. Helium dan neon tidak dapat larut dalam air. Tabel 3. Argon.

8 nm.2).4 Gas argon banyak digunakan dalam las (menyambung) logam. Bartlett menduga bahwa xenon juga dapat bereaksi dengan platina heksafluorida. Senyawa Gas Mulia Neil Bartlett. campuran gas tersebut mengkonduksi panas dari filamen tungsten.3. seperti fluor dan oksigen. Persamaan kimianya: → Udara + 3 CaC2 ⎯⎯ CaCN2 + 2CaO + 5 C + Ar Gas argon digunakan sebagai gas penyambung (las) logam (Gambar 3. Argon merupakan gas mulia terbanyak di udara. Di antara semua unsur gas mulia. Menurut cara ini.73 kali panjang gelombang spektrum garis ungu-merah dari atom kripton.650. Sumber: Sougou Kagashi Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. PtF6 membentuk padatan ionik [O2+][PtF6–]. kripton digunakan sebagai standar satuan panjang.17 × 103 kJ mol–1) tidak berbeda jauh dengan molekul oksigen (1. Laser dari neonhelium pertama kali dioperasikan sebagai gas laser yang kontinu. xenon juga dapat bereaksi dengan fluor secara langsung dalam tabung nikel pada suhu 400°C dan tekanan 6 atm menghasilkan xenon tetrafluorida. gas O2 dan N2 bereaksi dengan CaC2 dan menyisakan gas argon. Dalam sistem pengukuran. Oleh karena energi ionisasi gas xenon (1.5). Helium dan nitrogen digunakan sebagai pengisi bola lampu pijar. Mengapa kedua gas mulia ini dapat membentuk senyawa? Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Pada tahun 1962.21×103 kJ mol–1). Dia mengetahui bahwa molekul oksigen dapat bereaksi dengan platina heksafluorida.Gambar 3. orang pertama yang membuat senyawa gas mulia. Helium memiliki titik didih paling rendah sehingga banyak dipakai sebagai pendingin. baru kripton dan xenon yang dapat dibuat senyawanya. Gas mulia juga dipakai sebagai pelarut gas oksigen bagi para penyelam dan sebagai udara atmosfer bagi pesawat ruang angkasa.3 Lampu kilat (blitz) yang dipakai pada foto analog mengandung gas xenon. Laser tersebut memancarkan cahaya merah dengan panjang gelombang 632. 4. Ukuran panjang satu meter didefinisikan sebagai 1. Oleh karena tabung yang berisi gas mulia menghasilkan cahaya berwarna terang jika dilewatkan loncatan bunga api listrik maka gas mulia banyak digunakan dalam alat penerang (Gambar 3. 64 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .763. diperoleh dengan cara pemanasan udara kering dengan CaC2. berupa padatan tidak berwarna dan mudah menguap. Bartlett berhasil mensintesis senyawa xenon dengan rumus XeF6 berwarna jingga-kuning (lihat Gambar 3. Dalam bola lampu. Lampu neon dari gas mulia banyak digunakan dalam papan reklame.4). Selain itu. Lihat Tabel 3. Sumber helium adalah gas alam. Gas mulia juga digunakan dalam sejumlah sinar laser. → Xe(g) + 2F2(g) ⎯⎯ XeF4(s) Sejak saat itu banyak senyawa gas mulia yang dibuat dengan unsur-unsur yang keelektronegatifan tinggi.2 Berbagai jenis lampu berisi gas mulia.

Tuliskan persamaan reaksinya. Adakah penyimpangan? Tergolong senyawa apakah menurut Lewis? Hal ini berkaitan dengan jari-jari atom gas mulia. Xenon difluorida adalah oksidator yang kuat. 1990 Senyawa Xenon difluorida Xenon tetrafluorida Xenon heksafluorida Xenon trioksida Xenon tetroksida Kegiatan Inkuiri Gambarkan struktur molekul dari senyawa xenon. eksplosif Gas tak berwarna. dan O2. Gambarkan struktur molekul dari XeF2. 2000 Gambar 3.3 Senyawa yang Mengandung Unsur Gas Mulia (Xenon) dengan Unsur Elektronegatif Rumus XeF2 XeF4 XeF6 XeO3 XeO4 Deskripsi Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna Kristal tak berwarna. A dan HF. Tuliskan reaksi redoksnya. Akibatnya. 2. Hibridisasi apa yang terjadi pada senyawa tersebut? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Persamaan kimianya: → XeO3 + NaOH ⎯⎯ NaHXeO4 (natrium ksenat) → 4NaHXeO4 + 8NaOH ⎯⎯ 3Na4XeO6 + Xe + 6H2O (natrium perksenat) Tes Kompetensi Subbab 1.Tabel 3. Pada tabel periodik. dan XeF6. sifat eksplosif XeO3 akan hilang sebab terbentuk senyawa asam ksenat. Dalam larutan HCl senyawa ini tereduksi menjadi xenon 3. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 65 . XeF4. Xenon trioksida dapat juga bereaksi dengan suatu basa. Xenon trioksida. Xenon difluorida dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon. Jika senyawa-senyawa fluorida dari xenon direaksikan dengan air akan terbentuk senyawa xenon yang lain. kemudian hubungkan dengan teori oktet dari Lewis. melalui reaksi langsung Xe(g) dan F2(g) dalam kamar reaktor nikel pada 400°C dan 6 atm. Akan tetapi. ion fluorida. H2XeO4. XeO3 merupakan oksida xenon yang paling utama. disertai dengan HCl yang dioksidasi menjadi Cl2. jika dilarutkan dalam air. eksplosif Sumber: General Chemistry . Persamaan kimianya: → 2XeF2 + 2H2O ⎯⎯ 2Xe + O2 + 4HF → 6XeF4 + 12H2O ⎯⎯ 2XeO3 + 4Xe + 3O2 + 24HF → XeF6 + H2O ⎯⎯ XeOF4 + 2HF Sumber: Chemistry. seperti NaOH membentuk garam ksenat dan garam perksenat.5 Kristal XeF4 Pertama dibuat tahun 1962. jari-jari atom gas mulia makin ke bawah makin besar. XeO3 memiliki bentuk padat berwarna putih dan bersifat eksplosif. yang bersifat oksidator kuat. Radon dengan jari-jari paling besar juga dapat bereaksi dengan oksigen atau fluor. tetapi karena radon merupakan unsur radioaktif menjadikan senyawa yang terbentuk sukar dipelajari. gaya tarik inti terhadap elektron valensi makin berkurang sehingga atom-atom gas mulia seperti xenon dan kripton lebih reaktif dibandingkan gas mulia yang lain.

Kedua gas ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. fluorin berwarna kuning pucat dan klorin berwarna kuning kehijauan.33 At – – – 2.B. Unsur-Unsur Halogen Berdasarkan konfigurasi elektronnya.19 0. artinya pesing). unsur-unsur halogen tidak pernah ditemukan dalam keadaan unsur bebas di alam. 2. Unsur astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil. dan sifat-sifat fisika lainnya ditunjukkan pada Tabel 3. Iodin berupa zat padat berwarna hitam mengkilap yang dapat menyublim menghasilkan uap berwarna ungu (lihat Gambar 3.0 – 328 1. cairan dan uapnya berwarna cokelat-kemerahan. dan I2.48 Sifat Sifat Unsur Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) II A [He]2s22p5 F [Ne]3s2 3p5 Cl [Ar]4s2 4p5 Br [Kr]5s2 5p5 I [Xe]6s2 6p5 At Sumber: General Chemistry . unsur-unsur golongan VIIA dinamakan halogen.6. Oleh sebab itu. Fluorin dan klorin berwujud gas. halos = garam. Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam.5 – 295 2. Br2.99 Br –7 –59 3. Bentuk kedua mineral tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.6 Mineral fluoroapatit dan fluorit (fluorosfar) Halogen umumnya terdapat dalam bentuk garamnya.82 1.64 Cl –101 –35 0. yaitu F2. artinya pembentuk garam (halos dan genes. 1 Kelimpahan Unsur Halogen Sumber: Chemistry.06 1.0 –349 1. Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya.4 Beberapa Sifat Unsur-Unsur Golongan VIIA F –220 –188 0. 2000 Gambar 3. 1990 Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam tabel periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. ruangan akan tampak cokelat-kemerahan.0017 4.0032 3.4.CaF2 dan mineral fluorit.14 I 114 184 4.2 –270 – 1. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan. Oleh sebab itu.93 2. Sifat-Sifat Unsur Halogen Semua unsur halogen terdapat sebagai molekul diatom. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat. terdapat sebagai ion Br dalam air laut. Tabel 3. terutama klorin dan bromin (bromos. genes = pembentuk atau pencipta). Cl2. titik didih. Iodin terdapat dalam jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO3 bersama-sama garam nitrat. Titik leleh. Halogen umumnya berbau menyengat. Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit. CaF2. Bromin kurang melimpah. 66 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . halogen menempati golongan VIIA dalam tabel periodik.8 –325 1.7).12 2. Atom-atom unsur halogen memiliki afinitas elektron tinggi sehingga mudah menerima elektron membentuk konfigurasi elektron gas mulia. 3Ca3(PO4)2. Bromin mudah menguap. Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam.67 0.

Makin besar afinitas elektron. Oleh karena unsur halogen mudah menerima elektron maka semua unsur halogen merupakan oksidator kuat.Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya.1 Daya Oksidasi dan Reduksi Unsur Halogen Tujuan Menunjukkan sifat oksidator halogen dan daya pereduksi halidanya. tetapi reaksi kebalikannya tidak terjadi. HCl pekat 3. Kekuatan oksidator F2. tetapi menyublim. afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I. Br2. Kata Kunci • • Molekul diatom Oksidator kuat Aktivitas Kimia 3. Halogen can be oxidized by another halogen which is under the first one in periodic table. jari-jari atom meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah. Hal ini dapat dilihat dari potensial reduksi standar: → F2 + 2e– ⎯⎯ 2F– E° = +2. Kekuatan oksidator halogen menurun dari atas ke bawah dalam tabel periodik. unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang terletak di bawahnya dalam tabel periodik. → Cl2(aq) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + Br2(aq) → Cl2(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯ 2Cl–(aq) + I2(aq) Reaksi Cl2 dengan Br– atau I– dapat digunakan untuk identifikasi bromin dan klorin dalam suatu senyawa ion. Dari atas ke bawah. dan I 2 dapat dilihat dari reaksi antarhalogen. Gas fluorin dapat mengoksidasi unsur-unsur halogen yang berada di bawahnya: → F2(g) + 2Cl–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Cl2(g) → F2(g) + 2Br–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + Br2(g) → F2(g) + 2l–(aq) ⎯⎯ 2F–(aq) + l2(s) Sumber: Chemistry: The molecular Science. but the opposite reaction will not occur. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Demikian pula jika gas klorin ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung ion Br– atau ion I–.36 V – ⎯⎯ – Br2 + 2e → 2Br E° = +1. Akibatnya. Kaporit 2. Cl 2. Alat 1. Botol pereaksi 3. makin reaktif unsur tersebut. 1997 Gambar 3. Larutan Kl 5. Kloroform Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 67 . Aquades (air suling) 4. Tabung "Y" Bahan 1.54 V Berdasarkan data potensial reduksi standar dapat disimpulkan bahwa F2 merupakan oksidator paling kuat.7 Kristal Iodium apabila dipanaskan tidak mencair. Tabung reaksi 2. Catatan Note Halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang berada di bawahnya dalam tabel periodik. Kereaktifan halogen dapat juga dipelajari dari afinitas elektron. tetapi reaksi kembalinya tidak terjadi. Oleh karena itu. kereaktifan unsur-unsur halogen dari atas ke bawah berkurang.87 V – ⎯⎯ – Cl2 + 2e → 2Cl E° = +1.07 V – ⎯⎯ – I2 + 2e → 2I E° = +0. akan terbentuk bromin dan iodin.

Mengapa F2 bereaksi. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari pengamatan percobaan ini? Diskusikan dengan teman atau guru Anda. Amati perubahan yang terjadi. sedangkan I2 tidak bereaksi. Akan tetapi. misalnya: → 2F2(g) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4HF(aq) + O2(g) E° = 2. Siapkan tabung reaksi yang berisi campuran larutan Kl dan kloroform. 0.. Masukkan aquades pada botol pereaksi. dan I 2 dengan air menghasilkan nilai GGL berturut-turut 0. Br 2. Berdasarkan nilai GGL. Menunjukkan oksidator klorin 1.28 volt.24 volt. Nilai GGL dapat dipakai untuk meramalkan kespontanan reaksi. 68 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . kovalen ion Pembahasan HF seharusnya mempunyai titik didih yang rendah dibandingkan dengan HCl. Tambahkan kaporit pada kaki kiri dan HCl pekat pada kaki kanan. 2. hidrogen C. ClF5. Siapkan Tabung "Y" seperti gambar berikut.. Demikian pula dengan sesama halogen dapat membentuk senyawa antarhalogen. Agar I2 dapat larut dalam air. baik unsur logam maupun nonlogam. → KI(aq) + I2(s) ⎯⎯ KI3(aq) Halogen dapat bereaksi dengan hampir semua unsur. HBr. Tambahkan larutan Cl 2 jenuh hasil reaksi ke dalam tabung reaksi. ClF3. HF diharapkan mempunyai titik didih paling rendah dengan HCl.05 V Mahir Menjawab Berdasarkan sifat periodik unsurunsur halogen. kenyataannya HF mempunyai titik didih tertinggi karena mempunyai ikatan hidrogen. sedangkan I2 sukar larut dalam air. kovalen D. Reaksi gas Cl2. Gas Cl2 dan Br2 larut baik dalam air. BrF. Tuliskan reaksi yang terjadi antara kaporit (CaOCl2) dan HCl. Hal ini di sebabkan HF mempunyai ikatan .54 volt. gas Cl2 dan Br2 dapat bereaksi.Langkah Kerja Pembuatan larutan klorin 1. 2. van der Waals E. dan HI karena mempunyai Mr terkecil sehingga ikatan Van der Walls paling rendah. nilai GGL dapat dihitung dari potensial reduksi standar. seperti ClF. Apakah yang dapat Anda amati dari percobaan pembuatan larutan klorin? 2. dan –0. Zat apakah yang terdapat dalam kloroform? 4. HBr. jawaban yang dimaksud adalah ikatan van der waals. IBr. 4.. A. (D) SPMB 2002 Oleh karena potensial sel sangat tinggi maka reaksi fluorin dan air berlangsung sangat dahsyat. Pada reaksi halogen dan air. Larutan KI + kloroform Pertanyaan 1. Jadi. dan IF7. dan HI. ion B. Berapa potensial sel dalam reaksi tersebut? 5. harus ditambah KI karena terbentuk senyawa kompleks I3–. sedangkan yang lain tidak bereaksi? Kelarutan halogen dalam air beragam. HClO(aq) + HCl(aq) Cl2(g) + H2O( ) HBrO(aq) + HBr(aq) Br2(aq) + H2O( ) Kegiatan Inkuiri Jelaskan kelarutan gas halogen menggunakan data potensial reduksi standar antara gas halogen dan air. Gas F2 bereaksi dengan air membentuk HF. Putar tabung Y sedemikian rupa sehingga HCl pekat mengalir ke dalam kaporit. Lakukan sampai terbentuk larutan klorin jenuh. 3. 3. Tuliskan reaksi yang terjadi antara Kl dan Cl2.

Tabel 3.8 Anode F2 HF H2 Katode Gambar 3. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 69 . Dengan unsur bukan logam. 1990 Contoh 3.1 Reaksi Antarhalogen Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut jika dapat bereaksi. HIO2. dan +7. pada umumnya halogen memiliki bilangan oksidasi 1. Br2 akan mengoksidasi I– : → 2I–(aq) + Br2( ) ⎯⎯ 2Br– (aq) + I2(s) – (b) Ion Cl adalah ion halogen berada di atas iodium dalam tabel periodik. Perhatikan Gambar 3. Sumber: General Chemistry . Baik dalam senyawa ionik maupun kovalen.5.5 Halogen Klorin Bromin Iodin Senyawa Halogen yang Dapat Membentuk Asam Okso Hipohalida HClO HBrO HIO Halit HClO2 HBrO2(*) HIO2(*) Halat HClO3 HBrO3 HIO3 Perhalat HClO4 HBrO4(*) HIO4 Catatan Note (*) HBrO2. biloks positif dimiliki oleh halogen dengan keelektronegatifan lebih kecil. (a) I–(aq) + Br2( ) (b) Cl–(aq) + I2(s) Jawab (a) Br2 dapat mengoksidasi ion halogen yang berada di bawahnya pada tabel periodik. UF6 (padatan berwarna putih dan mudah menguap). biloks Cl = +3 dan biloks F = –1. tidak akan terjadi reaksi: → Cl–(aq) + I2(s) ⎯⎯ Kata Kunci • • • • • Senyawa ionik Senyawa antarhalogen Senyawa kovalen Asam okso Elektrolisis 3. Contohnya dapat dilihat pada Tabel 3. HIO2. Halogen bereaksi dengan logam membentuk senyawa ionik. and HBrO4 are unstable thus those are difficult to be produced. Jadi. dalam molekul ClF3. kecuali fluorin.8 Pembuatan gas F2 secara elektrolisis Larutan KF dalam HF cair Sumber: Chemistry. Oleh karena itu. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katode dan gas F2 di anode. +5. Semua unsur halogen dapat membentuk asam okso. I2 tidak dapat mengoksidasi Cl– . Dengan demikian. +3. Misalnya. (*) HBrO2.Pada senyawa antarhalogen. yaitu larutan KF dalam HF cair. 2002 Gas F2 diproduksi secara komersial untuk bahan bakar nuklir uranium. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen Gas F2 merupakan oksidator kuat sehingga hanya dapat dibuat melalui elektrolisis garamnya. Logam uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih menghasilkan uranium heksafluorida. Bilangan oksidasinya mulai dari +1. dan HBrO4 tidak stabil sehingga sukar dibuat. halogen membentuk senyawa kovalen.

6.. dan alkali bromida (untuk sedatif).9 (a) Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. a. Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI sebagai nutrisi dan makanan ternak. Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara. Setelah terjadi reaksi redoks. dan tekstil.6 Beberapa Kegunaan Senyawa Halogen Senyawa Kegunaan AgBr. (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Gas I2 diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida dengan oksidator gas Cl2. Dalam jumlah besar. sedangkan air di atasnya. b. yang sensitif terhadap cahaya. perak bromida (untuk film fotografi). dan CH3Cl (untuk silikon dan TEL). Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki. Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi. Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metil bromida. Gambar 3. Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2.Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl. (b) Pelat film ini dilapisi oleh AgBr. Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili. CCl 4 (untuk fluorokarbon). Beberapa kegunaan senyawa halogen dijabarkan pada Tabel 3. Secara komersial. Bromin cair berada di dasar tangki. CH3Br (sebagai pestisida). pembuatan gas Br2 sebagai berikut. seperti vinil klorida. pulp kertas. NaNO3) melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3. gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah. pemutih. klorin digunakan untuk desinfektan. AgI CCl4 CH3Br C2H4Br2 C2H4Cl C2H5Cl HCl NaClO NaClO3 KI Film fotografi Industri fluorokarbon Pestisida Penangkapan timbal dalam gasolin Industri polivinil klorida dan plastik Industri TEL Pengolahan logam dan makanan Pemutih pakaian dan industri hidrazin Pemutih kertas dan pulp Nutrisi manusia dan suplemen makanan hewan 70 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . c. CH 2=CHCl (untuk PVC). Tabel 3. reaksinya: → Anode: Cl–( ) ⎯⎯ Cl2(g) → Katode: Na+( ) ⎯⎯ Na(s) Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri plastik.

Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam.9%. Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain. Reaksinya: Δ → NaCl(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ NaHSO4(s) + HCl(g) Pada suhu tinggi. Setiap unsur halogen dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF. Reaksinya: Δ Kata Kunci • • • • Asam halida Kekuatan asam Senyawa biner Pickling c. seperti berikut ini. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen Senyawa halogen yang penting adalah asam hidrogen halida (HX). tetapi reaksinya tidak memiliki nilai komersial. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 71 . a. kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2. Δ Pt H2(g) + Br2(g) ⎯⎯⎯ 2HBr(g) → Δ Pt H2(g) + I2(g) ⎯⎯⎯ 2HI(g) → Catatan Note Ikatan hidrogen adalah ikatan antara atom yang mempunyai sifat keelektronegatifan tinggi. akibatnya atom H mudah lepas. HBr = –67°C.Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi pada pembuatan iodin dari natrium iodat dan natrium hidrogen sulfit. kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi. sebab dapat mengoksidasi Br– dan I – menjadi unsur-unsurnya. Umumnya. yaitu 20°C. a. asam-asam halida disintesis melalui pemanasan garam halida dengan asam yang tidak mudah menguap. HBr dan HI dibuat dengan cara serupa. tetapi menggunakan katalis platina sebab reaksi tanpa katalis sangat lambat. tidak dapat dibuat dengan H 2SO 4 . → CaF2(s) + H2SO4( ) ⎯⎯ CaSO4(s) + 2HF(g) HCl. Gas F2 dan H2 bereaksi sangat dahsyat membentuk senyawa HF. dibuat dari garam CaF2 dan asam sulfat pekat. dan HI. dan atom hidrogen. Dalam hal ini digunakan asam fosfat. Reaksinya: b. Titik didih asam halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = –85°C. HCl. → H2(g) + Cl2(g) ⎯⎯ 2HCl(g) c. seperti berikut ini. hasil yang terbentuk adalah natrium sulfat: Δ → NaCl(s) + NaHSO4( ) ⎯⎯ Na2SO4(s) + HCl(g) HBr dan HI. Hydrogen bond is the interaction between an high electronegativity atom and hydrogen atom. Senyawa HCl dibuat melalui reaksi gas Cl2 dan H2 berlebih. → H2(g) + F2(g) ⎯⎯ 2HF(g) b. dan garamnya (MX). sebab gas F2 sendiri dibuat dari penguraian HF. 4. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin lemah. HF. dibuat dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. HI = –35°C). Asam-asam halida di dalam air terionisasi sempurna. HBr. Kekuatan asam halida di dalam pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Persamaan ionisasinya: H+(aq) + F–(aq) HF(aq) Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya. asam okso-halida (HXOn).

Larutan kanji 4.Δ → NaBr(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HBr(g) + NaH2PO4(s) Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl3F.11 Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas.1 M hingga terbentuk warna biru muda dari kompleks I2–kanji (titik akhir titrasi).11). Larutan KI 0. HF bereaksi dengan silika (SiO2). freon. Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu. Cl–. fosfat. 1 g pemutih komersial 2.1 M Langkah Kerja 1.2 Penentuan Kadar NaClO dalam Produk Pemutih Tujuan Menentukan kadar NaClO dalam produk pemutih. seperti tungsten.10). Timbang 1 g pemutih komersial dan larutkan ke dalam 25 mL air. 72 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas (Gambar 3. 2.edu Gambar 3. Reaksinya: → 6HF(aq) + SiO2(s) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + 2H2O( ) Silika → CaSiO3(s) + 8HF(aq) ⎯⎯ H2SiF6(aq) + CaF2(aq) + 3H2O( ) Gelas Asam heksafluorosilikat Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam sulfat. Reaksinya: → 3ClO–(aq) ⎯⎯ ClO3–(aq) + 2Cl–(aq) Gambar 3. Aktivitas Kimia 3. Dalam elektrolisis larutan NaCl. Labu erlenmenyer 2. Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan mineral aluminium dan untuk mengetsa gelas. Reaksinya: → Cl2(g) + 2NaOH(aq) ⎯⎯ NaClO(aq) + NaCl(aq) + H2O( ) Sumber: Chemistry. 3. Dalam etsa gelas. 2000 Larutan NaClO digunakan sebagai pemutih pada industri tekstil. Gelas ukur 5. Senyawa CCl3F digunakan sebagai pendingin dan bahan bakar aerosol. Timbangan Bahan 1. Alat 1. gas Cl2 yang dihasilkan pada anode dapat bereaksi dengan larutan NaOH yang dihasilkan di katode membentuk natrium hipoklorit. dan teflon (Gambar 3. Pipet tetes 4. Masukkan ke dalam labu erlenmeyer dan tambahkan 5 tetes larutan kanji sebagai indikator.10 Polimer jenis politetrafluoroetilen (teflon) juga merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus fluorin. dan nitrat. Reaksinya: SbF5 CCl4( ) + HF(g) ⎯⎯⎯ CCl3F(aq) + HCl(g) → Sumber: und. ClO3– dan ion klorida. Ion hipoklorit tidak stabil. Hitung berapa kadar NaClO. Buret 3. yang disintesis dari CCl4 dan HF dengan antimon pentafluorida sebagai katalis. dan terdisproporsionasi membentuk ion klorat. 4. kemudian bereaksi dengan gelas. Titrasi campuran tersebut dengan larutan KI 0. Air 3.

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Berapakah kadar NaClO? 4. Mengapa diperlukan indikator untuk mengetahui titik akhir titrasi? 2. Unsur-Unsur Golongan Alkali Unsur-unsur golongan IA disebut juga logam alkali. Kemudian. Kemudian. silvit (KCl). garam-garam yang terlarut akan membentuk kristal. Berapakah bilangan oksidasi Cl dalam PCl5? Gunakan model VSEPR untuk menjelaskan pasangan elektron dan struktur molekul BrF3. secara perlahan mineral tersebut tertimbun oleh debu dan tanah sehingga banyak ditemukan tidak jauh dari pantai. Kereaktifan unsur alkali disebabkan kemudahan melepaskan elektron valensi pada kulit ns 1 membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +1. unsurunsur logam alkali tidak ditemukan sebagai logam bebas di alam. C. Oleh sebab itu.Pertanyaan 1. 1. Cs4Al4Si9O26. sumber utama logam natrium dan kalium adalah deposit mineral yang ditambang dari dalam tanah. Tuliskan persamaan reaksi antara PCl5 dan H2O. seperti halit (NaCl). dan karnalit (KCl. Mineral-mineral ini banyak ditemukan di berbagai belahan bumi. Berapakah biloks Br dalam senyawa BrF dan IBr? Mengapa fluorin tidak dapat membentuk asam okso. Kelimpahan Unsur Logam Alkali di Alam Sumber utama logam alkali adalah air laut. 2. Mineral berasal dari air laut yang menguap dan garam-garam terlarut mengendap sebagai mineral. B 5. 4.H2O • • Kata Kunci Deposit mineral Energi ionisasi kesatu Pembentukan mineral tersebut melalui proses yang lama. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HI dari reaksi NaI(s) dan H3PO4.7 Mineral Utama Logam Alkali Unsur Litium Natrium Kalium Rubidium Cesium Sumber Utama Spodumen. 6. melainkan berada dalam bentuk senyawa. Kerapatan halogen dari atas ke bawah tabel periodik meningkat. LiAl(Si2O6) NaCl KCl Lepidolit. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 73 . 3. Tabel 3. Unsur-unsur alkali merupakan logam yang sangat reaktif. 7. Bagaimanakah persamaan reaksi antara larutan KI dan larutan pemutih? 3. Air laut merupakan larutan garam-garam alkali dan alkali tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya. mengapa? Jelaskan. Buatlah hasil laporan per kelompok untuk percobaan ini. sedangkan halogen yang lain dapat dibuat? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan gas HBr dari reaksi NaBr(s) dan H3PO4.MgCl. Jika air laut diuapkan. Tes Kompetensi Subbab 1. presentasikan di depan kelas. Selain air laut. Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3 Pollusit.H2O).

12 (a) Logam litium terapung di air karena massa jenisnya lebih kecil dari air. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Unsur-unsur alkali semuanya logam yang sangat reaktif dengan sifatsifat fisika ditunjukkan pada Tabel 3. Cesium diperoleh dari pollusit yang sangat jarang.0 g cm–3. ketiga logam ini sangat reaktif terhadap air dan reaksinya bersifat eksplosif disertai nyala. dan kalium mempunyai massa jenis kurang dari 1.93 Rb –2.H2O.05 –2.7 1. Tabel 3. 2. Ini akibat jari-jari atom logam alkali relatif besar dibandingkan unsur-unsur lain dalam satu periode. natrium. Rubidium terdapat dalam mineral lepidolit. 1990 74 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .4 678 1. (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Sifat-sifat fisika logam seperti lunak dengan titik leleh rendah menjadi petunjuk bahwa ikatan logam antaratom dalam alkali sangat lemah.7 K 63. (b) Logam natrium harus disimpan dalam minyak tanah. Logam-logam alkali merupakan reduktor paling kuat.0 0. Fransium bersifat radioaktif.9 1. Natrium merupakan logam lunak dan dapat dipotong dengan pisau.Logam alkali lain diperoleh dari mineral aluminosilikat.88 0. kecuali cesium berwujud cair pada suhu kamar. 1990 Semua unsur golongan IA berwarna putih keperakan berupa logam padat.53 1. Litium terdapat dalam bentuk spodumen. Kalium lebih lunak dari natrium.8 tampak bahwa logam litium.9 688 1.99 Cs –3. seperti ditunjukkan oleh potensial reduksi standar yang negatif. CsAl(SiO3)2.5 Rb 38.8 1.9 Potensial Reduksi Standar Logam Alkali Logam Alkali Li Na K Potensial reduksi (V) –3. Gambar 3.97 0.71 –2. Pada Tabel 3.8 Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Sumber: General Chemistry .8 883 0.6 774 0. Akan tetapi.8.9 Na 97.86 0. logam alkali tidak boleh disentuh langsung oleh tangan. Tabel 3.53 0. logam tersebut terapung dalam air (Gambar 3. Oleh karena tangan kita mengandung air.02 Sumber: General Chemistry . Akibatnya.12a).8 1.67 Cs 28. Penurunan titik leleh dari litium ke cesium disebabkan oleh jari-jari atom yang makin besar sehingga mengurangi kekuatan ikatan antaratom logam.8 Sifat-Sifat Fisika Logam Alkali Li 181 1347 0. Logam alkali sangat reaktif dalam air. LiAl(SiO3)2.

Sepotong logam litium jika dimasukkan ke dalam air akan bergerak di sekitar permukaan air disertai pelepasan gas H2. Sumber: Chemistry: The Molecular Science . Dalam udara terbuka. natrium membentuk Na2O. Larutan KCl Li Na K Langkah Kerja 1. → 2Na(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g) Kata Kunci • • Massa jenis logam alkali Reduktor kuat Kereaktifan logam alkali terhadap air menjadi sangat kuat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. dan KCl. Amati warna masing-masing kawat yang dihasilkan. Celupkan setiap kawat nikromium ke dalam masing-masing larutan NaCl. suatu senyawa berwarna kuning-jingga. produk dominan adalah kalium superoksida (K2O). akan tampak warna yang khas untuk setiap logam alkali. LiCl. Jika logam alkali atau senyawanya dibakar dalam nyala bunsen. Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. Pada suhu tinggi. tetapi produk yang dominan adalah natrium peroksida (Na2O2). Sifat ini juga didukung oleh energi ionisasi pertama yang rendah. Reaksinya melibatkan pergantian hidrogen dari air oleh logam membentuk suatu basa kuat disertai pelepasan gas hidrogen. Aktivitas Kimia 3. Anda dapat melakukan penyelidikan pada Aktivitas Kimia 3. Siapkan tiga kawat nikromium dan pembakar bunsen. Logam alkali bereaksi dengan halogen membentuk garam halida. 3.3 Uji Nyala Logam Alkali Tujuan Untuk membuktikan warna nyala logam alkali. Larutan LiCl 3. logam alkali bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. Alat 1. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 75 . 1997 Gambar 3. logam alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida. seperti LiH dan NaH. 2. sedangkan energi ionisasi kedua sangat tinggi sehingga hanya ion dengan biloks +1 yang dapat dibentuk oleh logam alkali.13 Penerangan di jalan raya biasanya menggunakan lampu natrium. Oksida ini merupakan senyawa ion dari ion K+ dan ion O2–. yang berarti logam tersebut cenderung membentuk kation. sedangkan logam lainnya tidak dapat bereaksi. Semua logam alkali dapat bereaksi dengan air. Kawat nikromium Bahan 1. Jika kalium dibakar dengan oksigen. Larutan jenuh NaCl 2. litium dapat bereaksi dengan gas nitrogen.Keelektronegatifan logam alkali pada umumnya rendah (cesium paling rendah). Litium membentuk Li2O. Kalium bereaksi sangat dahsyat disertai ledakan dan nyala api berwarna ungu. Pembakar bunsen 2.3. Di udara terbuka. Warna-warna tersebut menjadi petunjuk adanya logam alkali di dalam suatu sampel.

Kalium lebih mudah dibuat melalui reduksi kimia daripada melalui elektrolisis KCl. Cara ini merupakan metode pembuatan logam natrium di industri (lihat Gambar 3. Oleh karena elektrolisis di atas diperlukan suhu tinggi sekitar 800°C untuk melelehkan garam NaCl maka untuk menurunkan suhu titik lelehnya bahan baku dicampur CaCl2 membentuk campuran NaCl–CaCl2.15 Model paduan logam Li–Al Identifikasikan oleh Anda mana logam litium dan yang mana logam aluminium. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan KCl? Jika muatan listrik dilewatkan ke dalam uap natrium akan terpancar sinar kuning yang terang. Secara komersial.14).14 Perangkat elektrolisis lelehan NaCl pada pembuatan logam alkali Lelehan NaCl Cl2 Na ( ) Anode karbon 2Cl– ¾ ® Cl2(g) + 2e– + Katode besi 2Na++2e– ¾ ® 2Na( ) Sumber: Chemistry. logam natrium sering digunakan pada pembuatan logam lain seperti titan dan sintesis beberapa senyawa organik. Oleh karena nyalanya yang terang. NaCl Gambar 3. Logam natrium kali pertama dibuat pada tahun 1807 oleh Humpry Davy melalui elektrolisis lelehan NaOH. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan NaCl? 2. 2000 Sumber: Chemistry. 3. Penambahan CaCl2 ke dalam NaCl dapat menurunkan titik leleh NaCl hingga sekitar 580°C. Oleh karena natrium merupakan zat pereduksi kuat. Demikian juga litium diperoleh dari elektrolisis lelehan campuran LiCl–KCl. Disamping itu. Warna apakah yang tampak pada kawat nikromium yang dicelupkan larutan LiCl? 3. nyala lampu natrium dapat menembus kabut.Data Pengamatan Logam Li Na K Logam Pertanyaan 1. 76 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . lelehan KCl direaksikan dengan logam natrium pada 870°C. 2000 Gambar 3. Sejumlah besar natrium digunakan dalam pembuatan senyawa Na2O2 dan NaNH2. uap natrium dipakai sebagai pengisi lampu penerang jalan raya atau kendaraan. persamaan reaksinya: → Na( ) + KCl( ) ⎯⎯ NaCl( ) + K(g) Uap kalium meninggalkan reaktor yang selanjutnya dikondensasi. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Logam natrium dan litium dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garamnya.

Beberapa kegunaan senyawa alkali dijabarkan dalam Tabel 3.16 Masker K2O dengan sistem tertutup NaOH Na2CO3 Na2O2 NaNH2 KCl KOH K2CO3 KNO3 Litium karbonat adalah garam yang kurang larut. Kalsium hidroksida bereaksi dengan litium karbonat mengendapkan kalsium karbonat. terutama dalam industri dan rumah tangga. Contoh 3. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Senyawa alkali banyak dimanfaatkan.2 Pembuatan Unsur Alkali Tunjukkan dengan persamaan kimia. dan meninggalkan larutan LiOH. Tabel 3. Sejumlah kecil kalium diproduksi untuk membuat K 2 O yang digunakan dalam masker gas dengan sistem tertutup (lihat Gambar 3. diperoleh dari pengolahan bijih litium. dan penyedap makanan Pabrik sabun (mengendapkan sabun dari campuran reaksi) Industri pulp dan kertas Ekstraksi oksida aluminium Pabrik rayon viskosa Pemurnian minyak bumi Pabrik sabun Pabrik gelas Digunakan dalam detergen dan softener Pemutih tekstil Pembuatan celupan indigo untuk blue jeans denim Pupuk Pabrik sabun lunak Pabrik gelas Pupuk dan bahan peledak Sumber: General Chemistry . Kegunaan dari logam litium adalah sebagai anode pada baterai.ca 4.16). bagaimana KNO3 (kalium nitrat) dapat dibuat dari KCl (kalium klorida) dan asam nitrat dalam dua tahap. 1990 Gambar 3.Logam penting lainnya adalah litium.10 Kegunaan Senyawa Alkali Sifat Li2CO3 LiOH LiH NaCl Kegunaan Produksi aluminium Pembuatan LiOH Pabrik sabun litium untuk pelumas Pereduksi pada sintetis organik Pembuatan antihistamin dan obat-obatan Sumber Na dan NaCl Bumbu.on. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 77 . Garam ini digunakan untuk membuat LiOH.10. Hal ini dimungkinkan karena litium memiliki massa jenis rendah dan potensial reduksi standarnya sangat negatif. berguna sebagai paduan Li–Al. → 4K2O(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ 4KOH(s) + 3O2(g) Kalium hidroksida yang dihasilkan dalam reaksi ini mengikat karbon dioksida dari hasil pernapasan. → KOH(s) + CO2(g) ⎯⎯ KHCO3(s) Sumber: Ihsc. Kelebihan dari masker ini adalah uap hasil pernapasan (CO2 + H2O) bereaksi dengan superoksida menghasilkan gas oksigen. Paduan logam ini sangat ringan sehingga banyak digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang dan material lainnya.

3.10H2O dipakai sebagai pelunak air sadah yang ditambahkan ke dalam pembuatan sabun. Mengapa titik leleh unsur logam alkali berkurang dari atas ke bawah dalam tabel periodik? Jelaskan. Tuliskan persamaan reaksi dari oksidasi litium dan natrium . Secara berkala. yaitu metode pembuatan Na2CO3 dari NaCl. Lebih dari 90% KCl digunakan dalam pupuk. Natrium karbonat dibuat melalui proses solvay. Reaksi total: → NH3(g) + NaCl(aq) + CO2(g) ⎯⎯ NaHCO3(s) + NH4Cl(aq) Endapan NaHCO3 disaring. dan CO2. dan NaHCO3 terurai menjadi natrium karbonat. dicuci. Litium bereaksi dengan asetilen dalam amonia cair menghasilkan litium asetilida (LiC ≡ CH) dan gas hidrogen. K2O(s) dan H2O( ) Tuliskan persamaan kimia yang menyatakan reaksi logam alkali dengan gas hidrogen membentuk alkali hidrida. 4. 7. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi ini. a. Reaksi total sel elektrolisis adalah → 2NaCl(aq) + 2H2O( ) ⎯⎯ 2NaOH(aq) + H2(g)+ Cl2(g) Kata Kunci • • Elektrolisis Proses solvay Natrium hidroksida merupakan basa kuat dan memiliki banyak aplikasi penting dalam proses kimia. 78 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Mengapa unsur logam alkali tidak terdapat bebas di alam? Jelaskan. Kalium hidroksida diperoleh dari elektrolisis larutan KCl. Apakah jenis reaksinya? Ramalkan hasil dari reaksi berikut. → 2 KCl(aq) + 2 H2O( ) ⎯⎯ 2KOH (aq) + H2(g) + Cl2(g) Jika larutan kalium hidroksida dari hasil elektrolisis dinetralkan dengan asam nitrat: → KOH(aq) + HNO3(aq) ⎯⎯ KNO3(aq) + H2O( ) → Ca(OH)2(aq) + Li2CO3(aq) ⎯⎯ CaCO3(s) + 2LiOH(aq) LiOH digunakan pada pabrik sabun litium untuk pelumas. kemudian gas CO2 dihembuskan ke dalam larutan hingga terbentuk endapan NaHCO3 (baking soda). Dalam proses solvay: NH3 dilarutkan ke dalam larutan jenuh NaCl.Jawab Kalium hidroksida dibuat secara komersial dari kalium klorida dengan cara elektrolisis larutannya. Senyawa Na2CO3 (soda ash) dipakai pada pembuatan gelas. Sejumlah besar NaOH digunakan untuk membuat kertas. memisahkan aluminium oksida. KCl digunakan untuk membuat kalium dan senyawa kalium yang lain. Tes Kompetensi Subbab 1. dan penyulingan minyak bumi. Δ 2NaHCO3(s) ⎯⎯ Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O( ) → Kalium klorida merupakan senyawa kalium penting. 6. Senyawa Na2CO3. Tuliskan persamaan reaksi dalam proses elektrolisis lelehan NaCl untuk memperoleh logamnya. 2. C 5. kemudian dipanaskan sekitar 175°C. Natrium klorida merupakan sumber logam natrium dan bahan baku senyawa natrium lainnya. Li3N(s) dan H2O( ) b. Senyawa NaOH diproduksi melalui elektrolisis larutan natrium klorida. sebab ion kalium berfungsi sebagai nutrien bagi tanaman. NH3.

terutama pada kulit kerang sebagai CaCO3. dan iterit.278 649 839 769 725 Titik leleh (°C) 2. Kulit kerang dan hewan laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk deposit batu kapur.MgCO3.74 1.D.51 Massa jenis (g cm–3) 1.384 1. Gambar 3.090 1. CaCO3.89 1. tetapi lebih keras jika dibandingkan dengan logam alkali.18). serta cukup kuat untuk menggores kaca.9 Keelektronegatifan 0. Radium terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uranium. Be3Al2(SiO3)6(lihat Gambar 3.6 3.92 1. barium.38 –2. Oleh karena kation-kation dalam silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion Ca2+ dan Mg2+ banyak ditemukan di laut. SrCO3.70 –2.90 Potensial reduksi standar (V) Sumber: General Chemistry . Logam alkali tanah yang lain umumnya berwarna perak dan lebih lunak dari berilium. Sifat-sifat golongan alkali tanah ditunjukkan pada Tabel 3. 1997 Gambar 3. BaSO 4. dan radium membentuk senyawa ion bermuatan +2. Tabel 3.98 Jari-jari ion ( ) –1. Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah sebab unsurunsur tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah.19 Magnesium dengan air dapat bereaksi dalam keadaan panas.76 –2.484 1. 1990 H2 Mg H 2O Sumber: Sougou Kagashi Kekerasan logam alkali tanah berkurang dari atas ke bawah akibat kekuatan ikatan antaratom menurun. Mineral utama berilium adalah beril.89 –2.18 Mineral beril.36 1. dan emerald (hijau tua). sebagai unsur radioaktif.17 Unsur–unsur logam alkali tanah 1. Berilium merupakan logam berwarna abu dan kekerasannya mirip dengan besi. BaCO 3. stronsium. ® 79 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama ® Fenolftalein .0 0.74 1. Barium ditemukan dalam barit. Be3Al2(SiO3)6 2. mutiara dari jenis aquamarin (biru terang).11. SrSO4. Sumber: Introductory Chemistry. Magnesium kadang-kadang bersifat kovalen dan berilium lebih dominan kovalen. Hal ini disebabkan jarak antaratom pada logam alkali tanah bertambah panjang.85 1.2 1. tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali. dan stronsianat. Magnesium dan kalsium terdapat dalam batuan silikat dan aluminosilikat sebagai kationiknya. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Tanah Kalsium. Kelimpahan Unsur Logam Alkali Tanah Di alam unsur-unsur alkali tanah terdapat dalam bentuk senyawa. Logam alkali tanah umumnya reaktif.640 Titik didih (°C) 1.11 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Golongan Alkali Tanah Sifat Sifat Be Mg Ca Sr Ba 1. Stronsium terdapat dalam celestit.0 1. Magnesium dalam air laut bereaksi dengan sedimen kalsium karbonat menjadi dolomit. Berilium Kalsium Stronsium Barium Magnesium Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.970 1.5 1.54 2.

berilium tidak bereaksi dengan air. dan magnesium putih terang.23. magnesium bereaksi agak lambat dengan air. Stronsium berwarna krimson. sering dipakai sebagai bahan untuk membuat kembang api. dan barium bereaksi dengan hidrogen membentuk logam hidrida. Rumah tiram yang banyak terdapat di laut mengandung kalsium karbonat sebagai sumber kalsium. Reaksinya: → Ca(s) + 2H2O( ) ⎯⎯ Ca(OH)2(aq) + H2(g) Logam alkali tanah bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. misalnya magnesium nitrida: → Mg(s) + N2(g) ⎯⎯ Mg3N2(s) Pembakaran unsur-unsur alkali tanah atau garamnya dalam nyala bunsen dapat memancarkan spektrum warna khas. 2002 Gambar 3. Adapun magnesium dapat bereaksi dengan hidrogen pada tekanan tinggi dengan bantuan katalis MgI2. Energi ionisasi kedua dari unsur-unsur golongan IIA relatif rendah sehingga mudah membentuk kation +2. Titik leleh dan titik didih logam alkali menurun dari atas ke bawah dalam sistem periodik. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Tanah Logam-logam alkali tanah diproduksi melalui proses elektrolisis lelehan garam halida (biasanya klorida) atau melalui reduksi halida atau oksida. Akibatnya. Ca Sr Ba Gambar 3. Kereaktifan logam alkali meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik. → Ca(s) + H2(g) ⎯⎯ CaH2(s) Δ MgI2 Mg(s) + H2(g) ⎯⎯⎯⎯ MgH2(s) → Semua unsur alkali tanah bereaksi langsung dengan halogen membentuk halida.20 Magnesium jika dibakar akan mengeluarkan cahaya sangat terang. dengan nitrogen dapat membentuk nitrida pada suhu tinggi. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom yang bertambah panjang. barium hijau-kuning.21 Nyala logam alkali tanah Sumber: Sougou Kagashi 3. Air laut mengandung sumber ion Mg2+ yang tidak pernah habis. 80 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . stronsium. Kalsium. unsurunsur cukup reaktif. Pembuatan logam magnesium dari air laut telah dikembangkan oleh berbagai industri kimia seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.Sumber: Chemistry. Adapun kalsium dan logam alkali tanah yang di bawahnya bereaksi dengan air pada suhu kamar. Barium peroksida terbentuk pada suhu rendah dan terurai menjadi oksida pada 700°C. Magnesium diproduksi melalui elektrolisis lelehan MgCl2.22 Oleh karena garam-garam alkali tanah menghasilkan nyala beraneka warna. tetapi lebih cepat dengan uap air. Pada suhu kamar. Barium dapat membentuk peroksida.

700° MgCl2( ) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯→ Mg( ) + Cl2(g) Gambar 3. bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan terhadap korosi.23 Pembuatan logam magnesium dari air laut Bubur Mg(OH)2 Cl2 dibakar menjadi HCl Saringan Sel Elektrolisis Mg(OH)2 Padat MgCl2 (s) Tank Penetral MgCl2 (s) Pengering Jika rumah tiram dipanaskan. direduksi dengan ferosilikon (paduan besi dan silikon). Mg(OH) 2 disaring dan diolah dengan asam klorida menjadi magnesium klorida. Kemudian.24 Sumber: Sougou Kagashi Magnesium dapat juga diperoleh dari penguraian magnesit dan dolomit membentuk MgO. CaCO3 terurai membentuk oksida: Δ CaCO3(s) ⎯⎯ CaO(s) + CO2(g) → Penambahan CaO ke dalam air laut dapat mengendapkan magnesium menjadi hidroksidanya: → Mg2+(aq) + CaO(s) + H2O( ) ⎯⎯ Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq) Selanjutnya. Logam magnesium banyak digunakan sebagai paduan dengan aluminium. garam MgCl2 dilelehkan dan dielektrolisis: Elektrolisis 1. → Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) ⎯⎯ MgCl2(aq) + 2H2O( ) Setelah kering. Oleh karena massa jenis paduan Mg–Al ringan maka paduan tersebut sering digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang atau beberapa bagian kendaraan. Kata Kunci • • • Kekerasan logam alkali tanah Energi ionisasi kedua Reduktor Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 81 . seperti berilium dan uranium. Lampu blitz pada kamera analog menggunakan kawat magnesium berisi gas oksigen menghasilkan kilat cahaya putih ketika logam tersebut terbakar. Sejumlah kecil magnesium digunakan sebagai reduktor untuk membuat logam lain. Kulit kerang/tiram merupakan sumber kalsium.Air Laut Kulit Kerang (CaCO3) Dipanaskan Tank Pecampur CaO Gambar 3.

sehingga accu dapat diperbarui. dan pabrik pencelupan Pabrik baja. dinding. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Therefore. 3CaO + Al2O3 ⎯⎯ Ca3Al2O6 → Oleh sebab itu. Reaksinya tergolong asam-basa Lewis: 82 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan antasid Plester. Selain itu. the whole reaction of CaO and Al can be written: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → → 2Mg(s) + O2(g) ⎯⎯ 2MgO(s) + Cahaya Kalsium dibuat melalui elektrolisis lelehan CaCl2.Catatan Note Kalsium oksida (oksida basa) bereaksi dengan aluminium oksida (oksida amfoter) menghasilkan trikalsium aluminat. akan menghasilkan paduan yang kerasnya sama dengan baja. juga dapat dibuat melalui reduksi CaO oleh aluminium dalam udara vakum. Walaupun stronsium sangat sedikit digunakan secara komersial. Kalsium juga digunakan sebagai zat pereduksi dalam pembuatan beberapa logam yang kurang umum. Adapun. semen.12. Kapur tohor digunakan pada pembuatan baja. 4. Elektrode ini tahan terhadap elektrolisis air selama proses isi-ulang. 1. Natrium klorida ditambahkan untuk meningkatkan daya hantar listrik lelehan BeCl2. obat-obatan (analgesik). digunakan sebagai elektrode pada accu. minyak. 1990 Mineral kalsium karbonat dan kulit kerang adalah sumber komersial sangat murah dan melimpah di alam. barium dihasilkan melalui reduksi oksidanya oleh aluminium. dan penggiling lumpur Sumber: General Chemistry . pengisi. karbonat terurai melepaskan karbon dioksida dan menghasilkan kalsium oksida.000° → ThO2(s) + 2Ca( ) ⎯⎯⎯⎯ Th(s) + 2CaO(s) Berilium diperoleh dari elektrolisis berilium klorida. berilium juga dapat dibuat melalui reduksi garam fluoridanya oleh logam magnesium. 1. reaksi keseluruhan CaO dan Al dapat ditulis: 6CaO + 2Al ⎯⎯ 3Ca + Ca3Al2O6 → Calcium oxide (alkaline oxide) reacts with aluminium oxide (amphoter oxide) produce tricalcium aluminat.7H2O CaO CaCO3 CaSO4 Ca(HPO4)2 BaSO4 Kegunaan Bata tahan api (tungku). Penambahan zat tersebut ke dalam lelehan besi yang mengandung silikat akan bereaksi dengan silikat membentuk ampas yang mengapung pada permukaan lelehan besi. Tabel 3. susu magnesia Pupuk. yang secara komersial dikenal sebagai kapur tohor. 950 ° C BeF2( ) + Mg( ) ⎯⎯⎯ MgF2( ) + Be(s) → Berilium merupakan logam mahal.200° → 3CaO(s) + 2Al( ) ⎯⎯⎯⎯ 3Ca(g) + Al2O3(s) Jika logam kalsium dipadukan dengan timbel akan menghasilkan paduan yang cukup keras. BeCl2. dan pengolahan air Mortar Lapisan kertas. Jika sejumlah kecil tembaga ditambahkan ke dalam berilium. Ini disebabkan manfaatnya tinggi. seperti thorium. stronsium dapat diproduksi melalui proses yang serupa. dan pupuk Pigmen cat. dan makanan hewan Sumber magnesium untuk logam dan senyawa.12 Manfaat Senyawa Logam Alkali Tanah Senyawa MgO Mg(OH)2 MgSO4. Kalsium yang dihasilkan dalam bentuk uap sehingga dapat dipisahkan. Jika dipanaskan hingga 900°C. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Tanah Senyawa logam alkali tanah dengan beberapa aplikasinya dalam industri dan rumah tangga dipaparkan dalam Tabel 3.

Sekilas Kimia Unsur Kelumit Manusia membutuhkan diet (pola makanan) yang seimbang agar tetap sehat. tetapi suspensi BaSO4 yang terdapat sebagai ion barium. Oleh sebab itu. Jika MgO dibuat pada suhu lebih sekitar 700°C. Tabel 3. Contoh 3. Persentase kapur. diketahui bahwa MgSO4 larut dalam air. merupakan sumber ion Mg2+ dalam nutrien. manakah di antara unsur logam alkali tanah yang dapat dihidrolisis? Terangkan bagaimana melunakkan air sadah yang mengandung ion kalsium agar dapat digunakan dalam ketel uap? Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 83 .→ CaO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ CaSiO3( ) oksida basa oksida asam ampas kalsium silikat Kalsium hidroksida.400°C. akan menjadi MgO yang bersifat agak inert. Kuning telur merupakan sumber sulfur. seperti nasi dan roti sering ditambah dengan makananmakanan lain (makanan tambahan). akan diperoleh serbuk oksida yang larut dalam asam dan digunakan sebagai aditif makanan hewan. Sejumlah kecil dari banyak unsur sangat penting bagi proses kimia yang terjadi di dalam tubuh kita. makanan utama. racunnya dapat diabaikan. Senyawa ini digunakan pada penggilingan minyak dalam bentuk bubur. dan untuk membuat gigi buatan bersama-sama senyawa fluorin. berfungsi sebagai perekat gurdi penggilingan. Berdasarkan pada sifat-sifatnya. Kalsium dapat memelihara kesehatan tulang dan gigi. dan MgCl2 tetap di dalam larutannya.25). sedangkan BaSO4 tidak larut. 2. Kerjakanlah di dalam buku latihan. menghasilkan endapan Ca2+ sebagai CaC2O4. 1990 Gambar 3. Kacangkacangan dan biji-bijian juga kaya dengan kalsium.3 Mengidentifikasi Senyawa Logam Alkali Tanah Melalui uji kimia. bagaimanakah membedakan antara MgCl2 dan BaCl2? Jawab Berdasarkan kelarutannya dalam air. Ca(OH)2 digunakan sebagai bahan pengisi pada pembuatan kertas. seperti rumput laut dan ikan. Tuliskan persamaan kimia untuk proses tersebut. CaCO3 dalam suatu cuplikan ditentukan dengan cara pelarutan sampel ke dalam asam kuat. → Ca2+(aq) + 2HCO3(aq) + Ca(OH)2(aq) ⎯⎯ 2CaCO3(s)+ 2H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Senyawa MgCO3 jika dipanaskan di atas 1.13 Daftar Kelarutan Senyawa Alkali Tanah di Dalam Air Be Mg Ca Sr Ba Hidroksida Tidak larut Tidak larut Sedikit larut Larut Larut Karbonat – Sedikit larut Tidak larut Tidak larut Tidak larut Sulfat Larut Larut Sedikit Tidak Tidak Sumber: General Chemistry . D 3. semua ion kalsium diendapkan sebagai kalsium karbonat. jika Na2SO4 ditambahkan ke dalam larutan BaCl2 dan MgCl2 maka BaCl2 akan mengendap sebagai BaSO4. Senyawa CaO dan Ca(OH) 2 digunakan untuk melunakkan air sadah. dan seng yang baik. Jika air sadah yang mengandung Ca(HCO 3) 2 diolah dengan Ca(OH)2. Makanan dari laut. Senyawa barium yang larut dalam air tidak dapat digunakan sebab bersifat racun. dan titrasi C2O42– menggunakan KMnO4 dalam suasana asam. MgO digunakan untuk membuat bata tahan api (tungku pirolisis). Senyawa penting dari barium adalah BaSO4. BaSO4 juga tidak dapat di tembus sinar-X sehingga senyawa ini digunakan untuk diagnosa sinar-X (Gambar 3. 1997 Tes Kompetensi Subbab 1. → Na2SO4(aq) + BaCl2(aq) ⎯⎯ 2NaCl(aq) + BaSO4(s) Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. natrium. merupakan sumber makanan yang kaya dengan kalsium dan iodium. Untuk menghindari kekurangan unsur-unsur ini.25 Fotografi sinar-X pada usus manusia menggunakan senyawa BaSO4.

2000 Aluminium merupakan logam yang sulit diekstrasi dari bijihnya. Oksida aluminium murni tidak berwarna.26 (a) Ruby berwarna biru.70 1. Di Indonesia. tetapi akibat adanya pengotor dapat menghasilkan berbagai warna. misalnya AlF3.14 Sifat Fisika dan Kimia Aluminium Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (gcm–3) Keelektronegatifan Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) Potensial reduksi (V) Aluminium 660 2467 2.66). Kimia Bauksit sebagai Sumber Aluminium Sekilas (a) (b) Sumber: Chemistry. Total produksi bauksit Indonesia sebanyak 1. Sifat-Sifat Unsur Aluminium Berdasarkan potensial reduksi standar (E° = – 1. lempung tersebut menghasilkan deposit bauksit. 2000 2. Kelimpahan Aluminium di Alam Aluminium merupakan unsur dengan kelimpahan pada urutan ketiga dalam kerak bumi (setelah oksigen dan silikon). 1990 84 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . aluminium mudah teroksidasi menjadi aluminium oksida. Aluminum dapat bereaksi secara langsung dengan halogen membentuk aluminium halida disertasi pelepasan gas hidrogen. Al2O3.26. Setelah melalui proses alam yang panjang dan lama. Gambar 3. suatu bijih aluminium yang mengandung AlO(OH) dan Al(OH)3 dalam berbagai komposisi. (b) Safir berwarna merah tua.160. Aluminium pada umumnya membentuk senyawa kovalen. Sumber: Jendela Iptek: Kimia. 1.68 1. batuan ini membentuk lempung yang mengandung aluminium.66 Sumber: General Chemistry . Aluminium dan Senyawanya Aluminium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik dengan elektron valensi ns2 np1. Bauksit termasuk dari 10% komoditi eksport yang berkaitan dengan pertambangan.E.5 0. safir berwarna biru dan ruby berwarna merah tua. Oksida ini membentuk lapisan tipis pada permukaan aluminium dan bersifat inert terhadap oksidasi sehingga lapisan oksida ini mampu mencegah terjadinya oksidasi berkelanjutan (pasivasi). Senyawa ion aluminium sangat terbatas. aluminium tidak bereaksi karena ada lapisan oksida yang tahan terhadap asam nitrat. Sumber:Encarta:Reference Library. → 2Al(s) + 6HCl(aq) ⎯⎯ 2AlCl3(aq) + 3H2(g) Dengan asam nitrat. Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit. Aluminium terutama terdapat dalam mineral aluminosilikat yang ditemukan berasal dari batuan kulit bumi. dan bilangan oksidasi +3. orundum adalah mineral keras yang mengandung aluminium oksida. Akibat perubahan alam. Al2O3.000 ton per tahun.25 1. Contohnya seperti pada Gambar 3. 2005 Tabel 3.

Pertanyaan 1. kocok. Pembuatan dan Kegunaan Unsur/Senyawa Aluminium Aluminium dibuat melalui proses Hall H roult. 4. Gelas kimia 2. Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel. presentasikan di depan kelas. Aktivitas Kimia 3. Reaksi apakah yang terjadi antara HCl dan endapan. Tabung reaksi Bahan 1. Campuran kriolit dielektrolisis pada suhu sekitar 950°C. Saring endapan yang terbentuk.5 Identifikasi Sifat Amfoter Aluminium Tujuan Membuktikan sifat amfoter dari aluminium. Tambahkan NaOH 0. suatu metode komersial pembuatan aluminium melalui elektrolisis aluminium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit. Gelas ukur 4.5 M dan 1 M 3. NaOH dan endapan? 4. 2. 3. Kertas saring Kata Kunci Langkah Kerja 1. yang dikeluarkan secara berkala. dan dalam basa berlebih membentuk ion aluminat. 5. HCl 1M 3. NaOH 0.1M 2.1 M ke dalam gelas kimia. 2000 Sel Hall-Heroult untuk produksi aluminium Aluminium oksida dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). Kemudian. Al(OH)4– . Tuliskan semua persamaan reaksi yang terjadi. Na 3AlF 6. Kemudian. Sel elektrolisis ditunjukkan pada Gambar 3. • • • Amfoter Pasivasi Proses Hall-Heroult 3.Aluminium hidroksida larut dalam asam membentuk ion Al3+. 6. Anode grafit Gambar 3. AlCl3 0. Masukkan 25 mL AlCl3 0. Tambahkan 3 mL larutan HCl 1 M ke dalam tabung 1.27. Alat 1. Tambahkan 3 mL larutan NaOH 1 M ke dalam tabung 2. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 85 .27 Al 2O 3 terlarut dalam lelehan kriolit Lelehan aluminium Tungku karbon–besi Sumber: Chemistry. aluminium hidroksida adalah suatu amfoter. Amati kedua tabung tersebut. Masukkan ke dalam dua tabung reaksi masingmasing 1 g.5 M sampai terbentuk endapan. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini? Diskusikan dengan teman kelompok Anda. → Al(OH)3(s) + 3H+(aq) ⎯⎯ Al3+(aq) + 3H2O( ) → Al(OH)3(s) + OH –(aq) ⎯⎯ Al(OH)4(aq) Dengan demikian. 2. Bagaimanakah bentuk endapan hasil reaksi AlCl3 dan NaOH? 3.

tetapi reaksi bersihnya dapat dituliskan seperti berikut. reaksi berlangsung terus menghasilkan pijar tinggi bertabur bunga api. Mg. 86 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Al 2(SO 4)3.28 Kaleng minuman umumnya dibuat dari aluminium. Logam aluminium murni bersifat lunak dan mudah terkorosi. → Cr2O3(s) + 2Al( ) ⎯⎯ Al2O3( ) + 2Cr( ) DH°= –536 kJ Reaksi serupa diterapkan pada las listrik untuk menyambung besi. Anode karbon dibuat dari karbonasi minyak bumi yang harus diganti secara kontinu sebab sering terkontaminasi oleh pengotor. Cr2O3 dalam alumina. dan digunakan terutama pada arloji dan sebagai asesoris permata. Senyawa ini dibuat melalui pemanasan aluminium hidroksida yang diperoleh dari bauksit dan dilakukan pada 550°C.30 Aluminium foil untuk memasak makanan dalam oven/microwave. → Katode: 4Al3+(aq) + 12e– ⎯⎯ 4Al( ) → Anode: 12O2–(aq) + 3C(s) ⎯⎯ 3CO2(g) + 12e– → Reaksi sel: 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( )+3CO2(g) Al2O3 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. yaitu campuran dari serbuk aluminium dan besi(III) oksida. ion aluminium membentuk kompleks hidrat. 1997 Gambar 3. Jika alumina diuapkan dengan logam pengotor tertentu. dibuat melalui pelarutan bauksit dalam asam sulfat. Jika alumina diuapkan pada suhu tinggi (2. Sekali campuran ini dibakar. Senyawa aluminium yang penting adalah alumina atau aluminium oksida.Walaupun reaksi pada elektrolisis sangat rumit. akan terbentuk corundum yang digunakan sebagai ampelas atau gerinda. atau Mn. Aluminium sulfat oktadekahidrat. Aluminium sulfat juga digunakan untuk mengolah air limbah dari pulp kertas dan untuk menjernihkan air limbah.5% kromium oksida. Δ 2Al(OH)3(s) ⎯⎯ Al2O3(s) + 3H2O( ) → Alumina digunakan sebagai katalis. Beberapa aluminium digunakan untuk mengekstraksi logam lain. zat seperti lempung dari aluminium sulfat ditambahkan ke dalam fiber selulosa untuk menghasilkan material berpori menjadi halus. Aluminium dibuat dalam jumlah besar untuk paduan logam.29). Pada proses ini. 2000 Gambar 3. Reaksi Cr2O3 dengan aluminium bersifat eksotermis.045°C). Aluminium sulfat digunakan dalam jumlah besar untuk perekat kertas.29 Pembakaran termit 2Al + Fe2O3 → 2Fe + Al2O3 Sumber: Introductory Chemistry. juga digunakan untuk memproduksi logam aluminium. Jika basa ditambahkan kepada larutan garam aluminium ini. yang disebut termit (lihat Gambar 3. akan diperoleh permata safir atau ruby. Al(H2O)63+ dan ion ini mudah terhidrolisis: [Al(H2O)5OH]2+(aq)+ H 3O+(aq) [Al(H2O) 6]3+(aq)+H2O( ) Sumber: Chemistry. Alumina membentuk senyawa berpori atau berupa serbuk padat berwarna putih. Penambahan sejumlah kecil logam lain. Dalam air. seperti Cu. Logam kromium diperoleh melalui reduksi oksidanya oleh serbuk aluminium. aluminium akan menjadi keras dan tahan terhadap korosi. endapan seperti gelatin dari aluminium hidroksida terbentuk.18H 2O merupakan garam aluminium yang dapat larut dalam air. Ruby sintesis mengandung 2.

Contoh 3. Garam aluminium tidak berhidrat. Jawab Tambahkan NaOH(s) tetes demi tetes ke dalam larutan. Cl Al Cl Cl Al Cl Cl Cl Struktur dimer dari molekul AlCl3. Jika NaOH ditambahkan ke dalam larutan MgCl2. Mengapa aluminium cenderung membentuk senyawa kovalen? Aluminium sulit diekstraksi dari bijihnya. AlK(SO4)2. 2. Bahan uji kimia apakah untuk mengidentifikasi larutan ini? Anda hanya dapat menggunakan satu zat. misalnya pada pembuatan etilbenzena. Tes Kompetensi Subbab 1. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 87 . Aluminium hidroksida sering diendapkan ke dalam fiber untuk menyerap celupan tertentu. Jika NaOH(s) ditambahkan pada AlCl3(aq). Na[Al(OH)4]. Larutan NaCl tidak memberikan endapan dengan ditambahkannya NaOH.31). Aluminium dihasilkan dari elektrolisis lelehan bauksit. E 3.31 Tawas. Penambahan NaOH berlebih tidak melarutkan endapan yang terbentuk.6H2O dapat dibuat melalui pelarutan alumina dalam asam klorida. padatan putih Mg(OH)2 terbentuk. Aluminium klorida heksahidrat. Aluminium klorida tak berhidrat ini digunakan sebagai katalis.→ Al3+(aq) + 3OH–(aq) ⎯⎯ Al(OH)3(s) Ion aluminium mengkoagulasi suspensi koloid yang selanjutnya menyerap endapan aluminium hidroksida.12H2O digunakan untuk pengolahan air. atau AlCl3(aq). Struktur Al2Cl 6 merupakan dimer dari AlCl3 dengan klorin sebagai jembatannya. AlCl3 tidak dapat dibuat melalui pemanasan hidrat sebab akan terurai menghasilkan HCl. tetapi mudah terkorosi di udara. Garam ini digunakan sebagai penghilang bau keringat dan desinfektan (Gambar 3. Penambahan NaOH secara berlebih akan melarutkan kembali endapan yang terbentuk menghasilkan aluminat yang larut. Jelaskan secara ringkas proses Hall untuk pembuatan aluminium secara komersial. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. tetapi jika dipanaskan pada suhu titik lelehnya akan terbentuk senyawa kovalen Al2Cl 6. Walaupun logam aluminium merupakan logam reaktif. Aluminium klorida menyublim pada titik lelehnya (180°C) dan molekul Al2Cl6 terdapat dalam uapnya. endapan putih Al(OH)3 terbentuk. MgCl2(aq). 5. molekul Al2Cl6 berwujud uap akan terdisosiasi menjadi molekul AlCl 3 dengan struktur molekul trigonal planar. Pada suhu lebih tinggi. Tuliskan persamaan reaksinya. Aluminium klorida tak berhidrat diperoleh melalui reaksi serbuk aluminium dengan gas klorin. AlCl3. → 2Al(s) + 3Cl2(g) ⎯⎯ 2AlCl3(s) Padatan AlCl3 diyakini ionis. mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan.4 Mengidentifikasi Senyawa Aluminium Suatu larutan diduga mengandung NaCl(aq).

Grafit dan intan membentuk struktur jaringan kovalen yang sangat besar (struktur raksasa). Kelimpahan Karbon dan Silikon di Alam Silikon merupakan unsur yang paling melimpah di alam.33a). 1997 Gambar 3. Si–Si. Jika ikatan C–C putus. Unsur berikutnya yang juga melimpah di alam adalah karbon. berwarna hitam mengkilap dengan struktur berlapis.32 Mineral silikat Gambar 3.33b). Sumber: Chemistry: The Molecular Science. Tabel 3. ditemukan dalam semua makhluk hidup dan batubara serta minyak bumi.F. bentuknya menjadi tidak beraturan (amorf). 1. 2. sedangkan karbon maksimal empat ikatan kovalen. Grafit membentuk struktur segienam datar dan berlapis melalui ikatan hibrida sp2. di mana setiap atom karbon berikatan dengan empat atom karbon lain melalui ikatan hibrida sp3 (lihat Gambar 3. Grafit memiliki lapisan struktur beraturan (lihat Gambar 3. dan transparan terhadap cahaya. Sumber utama karbon selain dari senyawa organik terdapat dalam mineral karbonat. Sifat-Sifat Karbon dan Silikon Bentuk alotrop dari karbon yang berupa kristal adalah grafit dan intan. sedangkan bentuk amorf dari karbon adalah arang dan kokas (karbon hitam). Grafit bersifat lunak. 1989 88 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tidak berwarna. Bentuk amorf dari karbon memiliki struktur lapisan seperti grafit. dan Si–O Ikatan C–C Si–Si Si–O Energi Ikat (kJ mol–1) 347 226 368 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis. dan dapat menghantarkan listrik (bersifat konduktor). Intan bersifat keras. yakni batu kapur dan dolomit. Perbedaannya terletak pada tumpukan lapisan. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat.15 Kekuatan Ikatan C–C. tetapi intan tidak dapat menghantarkan arus listrik (insulator). Silikon dapat membentuk enam buah ikatan yaitu SiF62–. Perbedaan sifat antara grafit dan intan akibat dari bentuk strukturnya. Karbon juga terdapat sebagai CO2 di atmosfer serta sebagai grafit dan intan.33 (a) Struktur intan (b) Struktur grafit (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Untuk memecahkan intan diperlukan energi sangat tinggi sebab banyak ikatan C–C yang harus diputuskan. Adapun intan membentuk struktur tetrahedral. Karbon dan Silikon Karbon dan silikon berada dalam golongan IVA dengan konfigurasi elektron ns2np2 membentuk ikatan kovalen dengan struktur tetrahedral. sedangkan karbon amorf tidak beraturan.

berwarna abu mengkilap dan meleleh pada 1.5 0.34 (a) Model struktur kuarsa (silikat) (b) Kuarsa yang sesungguhnya (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi 3.000°C. Karbon amorf dan fiber grafit digunakan sebagai penguat pada suhu tinggi. 3. Sumber: Encarta:Reference Library. Intan adalah mineral mulia. Pembuatan serta Kegunaan Unsur Karbon dan Silikon Grafit sintetis diproduksi untuk pembuatan elektrode pada industri baterai. intan. Salah satu pertambangan intan di Indonesia terdapat di pulau Kalimantan.16. Karbon ini dibuat melalui pemanasan fiber tekstil pada suhu tinggi.000°C dan 105 atm dengan katalis logam transisi.33 1.mpi. 1990 Kimia Intan dan Batubara Sekilas Silikon dan karbon dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi. Indonesia dapat memproduksi batubara sekitar 90 juta ton per tahun.410°C. Tabel 3. seperti tungku atau tanur.au Gambar 3. Silikon bersifat semikonduktor.500°C dengan katalis pasir dan besi. Indonesia juga merupakan salah satu negara terbesar produsen batubara.51 2.410 2.org.827 3.Silikon berupa padatan keras dengan struktur serupa intan. Intan dapat dibuat dari grafit pada suhu dan tekanan sangat tinggi menghasilkan intan buatan yang murah sebagai alat pemotong kaca dan penggilingan. Persamaan reaksinya: Δ C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) → Δ Si(s) + 2H2O(g) ⎯⎯ SiO2(g) + 2H2(g) → Tahukah Anda sekitar 10% dari pendapatan bruto negara Indonesia berasal dari pertambangan? Intan dan batubara merupakan contoh kekayaan mineral yang terdapat di Indonesia. 2005. 2002 → C(grafit) ⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C(intan) Silikon dibuat melalui reduksi pasir kuarsa (SiO2) oleh karbon dalam tungku listrik pada 3.77 Si 1. Beberapa sifat fisika karbon dan silikon ditunjukkan pada Tabel 3. yaitu pengekspor batubara termal ketiga terbesar di dunia setelah Australia dan Afrika Selatan.355 2.16 Sifat-Sifat Fisika Karbon dan Silikon Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari kovalen ( ) C 3. Grafit dibuat melalui pemanasan arang minyak bumi dalam tungku listrik pada 3.35 Karbon hitam. Daya hantarnya kecil pada suhu kamar.000 ° C 105 atm Gambar 3. Δ CH4(g) ⎯⎯ C(s) + 2H2(g) → Karbon hitam digunakan untuk industri karet dan sebagai pigmen untuk tinta hitam.8 1. www. Sumber: Chemistry. Prosesnya dilakukan pada 3. Karbon hitam seperti karbon aktif diproduksi dalam jumlah besar melalui pembakaran gas alam dan batubara tanpa oksigen. tetapi pada suhu tinggi menjadi konduktor yang baik.77 Sumber: General Chemistry . dan grafit Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 89 .550 4.

1. Mengapa grafit bersifat lunak sehingga dipakai sebagai pelumas. a) Silikon tidak murni (hasil reduksi pasir) dipanaskan dengan gas klorin membentuk SiCl4 (cairan dengan titik didih 58°C). dan permukaan bumi). Silikon ultramurni dibuat dari silikon tidak murni. sel surya. Sougou Kagashi Tes Kompetensi Subbab 1. Nitrogen dan oksigen berupa gas diatom. sedangkan belerang berupa zat padat dengan rumus molekul S8. silikon dipadukan dengan besi membentuk ferosilikon (Fe–Si). (b) Komponen sel surya (a) (b) Sumber: Chemistry. dan Belerang di Alam Nitrogen terdapat di atmosfer bumi dalam jumlah paling besar mencapai 78%. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Prosesnya adalah seperti berikut. Silikon yang dibuat dengan cara ini hanya memiliki pengotor 10–8%. 90 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . atmosfer. Δ Si(s) + 2Cl2(g) ⎯⎯ SiCl4( ) → b) SiCl 4 dicampur dengan gas H 2 dan dilewatkan melalui tabung pemanas hingga terjadi reaksi: Δ SiCl4( ) + 2H2(g) ⎯⎯ Si(s) + 4HCl(g) → c) Setelah dingin. Oksigen merupakan unsur yang melimpah di alam. sedangkan oksigen dan belerang berada dalam golongan VIA dengan konfigurasi elektron ns2 np4. Tuliskan persamaan setara untuk pembakaran CO dan H2 yang dapat menerangkan mengapa campuran gas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar. dan Belerang Nitrogen berada dalam golongan VA dengan konfigurasi elektron ns2 np3. G.36 (a) Silikon ultra-murni digunakan untuk material elektronika. mencapai 48% berat bagian luar bumi (kerak. nitrogen tidak sebagai unsur bebas. padahal ikatan antarkarbon sangat kuat? Mengapa silikon membentuk ikatan kovalen karbida. Nitrogen. Oksigen.Kata Kunci • • • • • • Ikatan kovalen Alotrop Amorf Konduktor Insulator Semikonduktor Δ SiO2( ) + 2C(s) ⎯⎯ Si( ) + 2CO2(g) → Untuk tujuan metalurgi. tetapi membentuk gas diatom yang tidak berwarna dan tidak berbau dengan rumus molekul N2. F 3. Gambar 3. Paduan ini diperoleh melalui reduksi besi(III) oksida bersama-sama dengan pasir kuarsa. Silikon ultramurni digunakan sebagai bahan semikonduktor padat seperti transistor. tetapi kalsium membentuk ikatan ion karbida? 2. dan chips mikro-komputer. Di alam. 2000. Oksigen. Kelimpahan Nitrogen . silikon ultra-murni mengkristal pada permukaan batang silikon murni.

Oksigen merupakan gas tidak berwarna. seperti dengan oksigen menghasilkan NO. tidak berasa.07 2. Tabel 3.04 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. 1990 Pada suhu kamar gas N2 tidak reaktif.04 0. dan Belerang N2 O2 S Sifat Sifat Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Massa jenis (g cm–3) Keelektronegatifan Afinitas eletron (kJ mol–1) Jari-jari ion ( ) Jari-jari kovalen ( ) –210 –196 0. Belerang juga terdapat dalam batubara dan minyak bumi sebagai senyawa organik belerang.26 0.17 Komposisi Unsur-Unsur dalam Atmosfer Bumi Atmosfer Bumi Nitrogen Oksigen Karbon dioksida Uap air Gas lain Persen Udara 78 21 0.32 0.002 3. dan berwujud gas pada keadaan normal. Oksigen.18 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur Nitrogen. Gambar 3.66 113 445 2.70 1. dan dalam gas alam terdapat sebagai gas H2S. 2000 2. (b) Struktur molekul belerang (S8) (c) Bentuk kristal belerang (a) (b) (c) Sumber: Chemistry. Sifat-Sifat Unsur Nitrogen . dan Belerang Beberapa sifat fisika unsur nitrogen. disebabkan ikatannya sangat kuat. → S(g) 16H22S(g) + 8SO2(g) ⎯⎯ 16H2O( ) + 3S8(s) Molekul belerang juga terdapat di bawah tanah bersama-sama garam sekitar ratusan meter dari permukaan bumi.2H2O) dan dalam mineral sulfida yang merupakan bijih logam. oksigen. → N2(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO(g) Oksigen membentuk molekul diatom O 2 dan bentuk alotropnya adalah ozon (O3).38 Perangkat alat pembangkit ozon (O3) Sumber: General Chemistry .Belerang terdapat dalam mineral gipsum (CaSO4. Tabel 3. pada suhu tinggi dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain. dan belerang ditunjukkan pada tabel berikut. Oksigen. Akan tetapi. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 91 .70 218 183 0.5 141 1.96 Sumber: Chemistry with Inorganic Qualitative Analysis.37 (a) Kawah gunung berapi merupakan sumber belerang.0013 3.0 0 1.5 –200 1. 1989 Belerang dalam keadaan molekulnya (S8) terdapat di beberapa daerah vulkanik (gunung berapi) yang terbentuk dari reaksi H2S dan SO2.

Pembuatan dan Kegunaan Unsur Nitrogen. Dalam jumlah kecil oksigen digunakan untuk pengelasan logam. Oleh karena itu. Pada pemanasan berlanjut. meninggalkan oksigen cair.39 Reaksi belerang dan oksigen Keadaan stabil dari belerang adalah berbentuk rombik seperti mahkota yang berwarna kuning. Nitrogen dan argon merupakan komponen udara yang lebih mudah menguap sehingga mudah dipisahkan. selanjutnya didistilasi untuk memperoleh cairan nitrogen murni. Titik leleh padatnya adalah –218°C. Sama seperti nitrogen. Hampir semua logam bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. umumnya menghasilkan oksida. material yang terbuat dari karet. berubah menjadi cairan kental berwarna cokelat-merah. Gas oksigen dapat dicairkan di bawah –118°C.40 Oksigen cair berwarna biru pucat. Kemurnian belerang mencapai 99%. Belerang (S 8) bereaksi dengan oksigen menghasilkan belerang dioksida dengan nyala biru yang khas (Gambar 3. Δ MnO2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯⎯ 2KCl(s) + 3O2(g) → Gambar 3. seperti makanan. Gas N2 digunakan sebagai gas pelindung. 1994 3. Belerang rombik meleleh pada 113°C menghasilkan cairan berwarna jingga.Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. 2000 Priestly tertarik pada Kimia saat usianya 39 tahun karena Priestley tinggal bersebelahan dengan tempat pembuatan minuman. Priestly memperoleh oksigen dari pemanasan raksa(II) oksida. Kemudian. tetapi hanya terbentuk dalam jumlah kecil selama pembakaran belerang dalam udara.39): S8(s) + 8O2(g) ⎯⎯ 8SO2(g) → Oksida yang lain dari belerang adalah SO3. Oksigen. Pada proses ini deposit belerang padat dalam tanah dilelehkan di tempatnya dengan air sangat panas (super heated). Sekilas Kimia Joseph Priestley (1733–1804) Sumber: Chemistry. Belerang digunakan terutama dalam pabrik asam sulfat. Pada suhu lebih tinggi dari 200°C.40). Baik cairan maupun padatan dari oksigen berwarna biru pucat (Gambar 3. Pencairan gas N2 terjadi di bawah suhu 147°C pada 35 atm menghasilkan cairan nitrogen yang tak berwarna. Pembuatan oksigen di laboratorium dapat dilakukan melalui pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 pada suhu sedang. bertujuan untuk mencegah material kontak dengan oksigen selama pemrosesan atau penyimpanan. Belerang dalam keadaan bebas (S8) ditambang melalui proses rasch (Gambar 3. komponen elektronik sering diproduksi dalam ruangan bernitrogen. Penelitiannya difokuskan pada gas ini pada pertama kalinya. rantai mulai pecah dan kekentalan menurun. dan Belerang Udara merupakan sumber utama komersial gas N2. Kekentalan meningkat akibat molekul S8 yang padat berubah menjadi rantai berupa spiral panjang. dalam medis sebagai bantuan pernapasan. Di tempat itu dia dapat memperoleh karbon dioksida. Nitrogen cair digunakan sebagai pembeku. Sumber: Chemistry. dan bahan-bahan biologi. bentuk mahkota pecah menjadi bentuk rantai spiral yang panjang. lelehan belerang ditekan keluar dengan udara. dan kemudian berkembang ke gas lain yaitu oksigen. dan keluar menyerupai busa.41). Oksigen juga merupakan oksidator dalam banyak proses kimia dan pengolahan air limbah. dan untuk sumber energi pendorong roket. untuk mengoksidasi pengotor yang terdapat dalam bijih besi. udara pertama dicairkan kemudian didistilasi. Pada waktu meleleh. 92 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2HgO(s) ⎯⎯ 2Hg( ) + O2(g) → Oksigen yang diproduksi digunakan dalam pembuatan besi. Molekul oksigen merupakan gas reaktif dan dapat bereaksi dengan banyak zat. dan titik didih cairannya pada tekanan 1 atm dan pada suhu 183°C. Oksigen diproduksi dalam jumlah besar dari udara.

Oksigen. HNO3 adalah asam yang penting bagi industri dan digunakan untuk bahan peledak. dan industri plastik formaldehid. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Nitrogen. Gambar di samping menunjukkan diagram alir pembuatan amonia secara industri dari gas alam. Dalam larutan asam. Amonia dibuat secara komersial melalui proses Haber dari N2 dan H2.42 Amonia fontain Jika pipet dipijit-pijit.41 Diagram proses Frasch untuk menambang belerang. Dalam proses Ostwald. suplemen makanan ternak. uap. Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali. H2S berperan sebagai reduktor menghasilkan belerang. seperti sulfat dan nitrat juga digunakan sebagai pupuk. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 93 . kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat. Amonia mudah dicairkan dan cairannya digunakan sebagai pupuk nitrogen. dan Belerang Amonia. Sejumlah besar amonia diubah menjadi urea. air akan naik ke dalam labu membentuk air mancur berwarna merah. Asam nitrat. Pt Tahap (1): 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → ⎯ Tahap (2): 2NO(g) + O2(g) ⎯→ 2NO2(g) ⎯ Tahap (3): 3NO2(g) + H2O( ) ⎯→ 2HNO3(aq)+NO(g) Air + fenolftalein Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3.Udara Air panas Belerang dan udara Gambar 3. dan udara. CO(NH2)2. NH3 merupakan senyawa komersial penting dari nitrogen. dan plastik poliuretan. Amonia adalah gas tidak berwarna dan berbau menyengat. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2. Garam amonium. yang digunakan sebagai pupuk. nilon. Deposit Lelehan belerang Sumber: Chemistry.43). 1994 NH3 4. NO O2 NO NH3 NO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. asam nitrat dibuat dari oksidasi amonia. Asam nitrat dibuat secara komersial melalui proses st ald (Gambar 3. Proses secara umum.43 Diagram proses Ostwald tahap 1 dan tahap 2 Hidrogen sulfida (H2S) adalah gas tak berwarna dengan bau telur busuk yang kuat dan bersifat racun. Warna merah tersebut akibat NH3 (basa) larut dalam air.

3.45 Asam sulfat menyerap molekul H2O dari gula pasir. yaitu untuk menghambat pertumbuhan jamur. Kerjakanlah di dalam buku latihan.44 Diagram singkat proses kontak pada pembuatan asam sulfat. Asam sulfat pekat berupa cairan kental dan bersifat dapat menarik molekul H2O dari udara maupun dari senyawa (higroskopis). 94 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi penyerapan molekul H2O dari gula pasir oleh H2SO4. Asam hipofosfit dioksidasi menjadi asam fosfit. Adapun asam sulfat direduksi menjadi SO2. Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. Asam pekat juga tergolong oksidator kuat. 2. SO2 V2O5 SO2 SO2 Sumber: Sougou Kagashi Gambar 3. hanya karbon yang tersisa. diperoleh dari pembakaran belerang atau sulfida. Mengapa di alam oksigen terdapat sebagai molekul O2. G 4. Asam sulfat dibuat dari belerang melalui proses kontak. kemudian diencerkan dengan air menghasilkan asam sulfat pekat. Asam sulfat juga digunakan dalam pemurnian minyak bumi dan banyak industri kimia lainnya. Proses tersebut terdiri atas pembakaran belerang menjadi SO2 dan dioksidasi lanjut menjadi SO3 dengan katalis platina atau V2O5. sedangkan belerang sebagai S8? Jelaskan tiga metode pembuatan gas oksigen secara laboratorium. Tes Kompetensi Subbab 1. 5. Gas SO3 yang terbentuk dilarutkan dulu dalam asam sulfat kemudian diencerkan. Belerang dioksida digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering.Kata Kunci • • • • • • • Gas pelindung Oksidator Proses Frasch Proses Haber Proses Ostwald Proses kontak Higroskopis ⎯ 2Fe3+(aq) + H2S(g) ⎯→ 2Fe2+(aq) + 2H+(aq) + S(s) Belerang dioksida (SO 2) adalah gas tak berwarna dengan bau menyengat. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi ini. Asam sulfat digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan amonium fosfat yang larut dalam air. ⎯ Tahap 1: S(s) + O2(g) ⎯→ SO2(g) Δ V2 5 Tahap 2: 2SO2(g) + O2(g) ⎯⎯⎯⎯ 2SO3(g) → ⎯ Tahap 3: SO3(g) + H2O( ) ⎯→ H2SO4(aq) Asap belerang trioksida yang dihasilkan pada tahap (2) sukar larut dalam air sehingga SO3 dilarutkan lebih dulu dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat (H2S2O7). Jelaskan kembali bagaimana pembuatan asam nitrat dengan proses Ostwald. Tuliskan persamaan reaksi pembuatan belerang (S8) dari reaksi antara H2S(g) dengan udara.

Unsur-unsur golongan logam alkali tanah terdapat dalam batuan alumino-silikat. 2. Kalium klorida merupakan bahan untuk membuat pupuk. Unsur-unsur halogen diperoleh melalui elektrolisis dan digunakan untuk berbagai aplikasi dalam industri. dan las logam. Gas oksigen diperoleh melalui pencairan udara secara distilasi bertingkat. pembakaran. Halogen merupakan unsur-unsur bukan logam yang sangat reaktif dan melimpah dalam air laut dan mineral. dipakai dalam industri asam sulfat melalui proses kontak. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 95 . Silikon dipakai untuk bahan semikonduktor. dan gas mulia. alkali tanah. digunakan untuk membuat kertas dan ekstraksi logam aluminium oksida dari bauksit. Oksigen terdapat di atmosfer bumi sebagai gas diatom. halogen. terutama dalam bauksit. 7. Magnesium diperoleh melalui elektrolisis garam kloridanya. Aluminium larut dalam asam maupun basa. Nitrogen dapat membentuk senyawa dengan biloks mulai dari –3 sampai dengan +5. Asam nitrat diperoleh melalui proses Ostwald. Aluminium merupakan unsur ketiga yang paling banyak di alam. belerang. digunakan untuk pupuk. dan sumber energi. Amonia dan asam nitrat merupakan senyawa nitrogen yang penting. Senyawa natrium yang penting adalah NaOH. Kalsium oksida diperoleh melalui pemanasan batu kapur untuk industri baja dan pengolahan kesadahan air. air laut. Natrium karbonat digunakan untuk membuat gelas. silikon. medis. Natrium hidroksida diperoleh melalui elektrolisis larutan NaCl. NaCl. Unsur-unsur golongan alkali terdapat dalam berbagai mineral silikat dan diperoleh melalui elektrolisis lelehan garamnya. Semua gas mulia diperoleh dari atmosfer bumi melalui distilasi fraksionasi udara cair. karbon. baik dalam rumah tangga maupun industri. 1. nitrogen. 4. digunakan dalam industri kertas dan penjernihan air. Semua unsur alkali bersifat reaktif. 5. dan sumber kalsium diperoleh dari kulit kerang dan batu kapur. Senyawa aluminium yang penting adalah garam sulfat (tawas). Sumber utama magnesium adalah air laut. Adapun unsur nitrogen terdapat dalam jumlah terbanyak di atmosfer sebagai gas diatom. dan Na 2CO 3. Belerang bebas ditambang melalui proses Frasch. 3. Gas mulia dimanfaatkan terutama untuk pengisi lampu penerang. digunakan untuk membuat paduan logam. Semua unsur golongan alkali tanah cukup reaktif. Belerang terdapat sebagai belerang bebas (S8) dan senyawanya (ferit dan H2S). Aluminium. dan kulit kerang. Unsur-unsur alkali tanah yang lain diperoleh melalui reaksi reduksi.Rangkuman Unsur-unsur golongan utama yang terdapat dalam tabel periodik mempunyai kelimpahan yang relatif tinggi di alam dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam aplikasi. Gas oksigen digunakan untuk las logam. terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan mineral silikat. papan reklame. oksigen. 6. Unsur-unsur golongan utama itu di antaranya logam alkali. Silikon merupakan unsur paling melimpah di alam. Logam aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis aluminium oksida (proses Hall).

Kalsium (Ca). dan dalam bidang medis. Neon (Ne). Xenon (Xe) sumber antara lain Gol VIIIA Senyawa organik. silikon (Si) sumber Helium (He). air laut. serta menjelaskan manfaat. Belerang (S) diperoleh melalui Proses Oswald di antaranya Gol VIA Gol IIA (Alkali tanah) Batuan aluminosilikat. Rubidium (Rb). Kalium (K). las logam. warna. Kripton (Kr). kereaktifan dan sifat khusus lainnya). Iodin (I) sumber antara lain Gol VIIA Elektrolisis Gol IIIA salah satunya Aluminium sumber Air laut mineral diperoleh melalui Elektrolisis Elektrolisis aluminium oksida diperoleh melalui Bauksit Gol IVA di antaranya Karbon (C). dan kulit kerang diperoleh melalui antara lain sumber Berilium (Be). penambangan Flourin (F).Peta Konsep Unsur Unsur Golongan Utama terdiri atas Gol IA (Alkali) Mineral silikat diperoleh melalui Elektrolisis lelehan garamnya antara lain sumber di antaranya Litium (Li). pulp kertas. titik leleh. dampak. mineral silikat Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi fraksionasi udara cair Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 3 ini? Bagian manakah dari materi Bab 3 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Natrium (Na). Cesium (Cs) Nitrogen (N) sumber salah satunya Gol VA Atmosfer bumi Oksigen (O). 96 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Aplikasi yang telah Anda ketahui dari unsur-unsur golongan utama antara lain dalam industri pupuk. dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. kekerasan. Magnesium (Mg). Anda juga dapat mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur utama (titik didih. Bromin (Br). Argon (Ar). Cari tahu oleh Anda kegunaan dari unsur-unsur golongan utama tersebut. sebagai pengisi lampu penerang. kelarutan. diskusikan dengan teman atau guru Anda. Pada bab ini Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. Klorin (Cl). Stronsium (Sr) Barium (Ba) sumber Atmosfer bumi diperoleh melalui Distilasi.

. Br. energi kisi untuk senyawa kalium halida Di antara unsur-unsur halogen berikut yang tersusun menurut kenaikan keelektronegatifan adalah . Hal ini disebabkan terbentuk . 5.... Cl2 C. potensial reduksi standar E.... larutan KBr dengan gas Cl2 E. neon C. Cl... helium dan xenon Ebtanas 1999: Unsur gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain. Br. A. ICl B. Unsur-unsur halogen bersenyawa dengan hidrogen membentuk asam halida. Iodin mudah larut dalam larutan KI daripada dalam air. kecuali . A. Cl. F2 10. kecuali . keelektronegatifan unsur C. xenon D. bentuk molekulnya monoatomik D. Di antara senyawa klorin berikut yang merupakan asam paling kuat adalah .. sukar melepaskan atau menangkap elektron C... KI2– C. dan 2. 7. Hal ini disebabkan karena gas mulia . A.. A.. FBr E. F.. FCl D. larutan KI dengan gas Cl2 C. Kenaikan titik didih dan titik leleh dari F2 ke I2 disebabkan oleh meningkatnya . A. HCl D. helium dan kripton D. Br. jumlah elektron terluarnya selalu 8 Di antara sifat-sifat berikut untuk halogen dan senyawanya meningkat dari fluorin ke iodin adalah . A.. HClO2 2.. IBr C... kekuatan asam 9. A... 4. A.. Senyawa antarhalogen yang paling polar adalah . neon B. 1..Evaluasi Kompetensi Bab 3 A. F D. Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 97 .. Di antara gas mulia berikut yang bersifat radioaktif adalah . Cl D.. F. HCl C. argon C. Cl. helium dan argon E.. A. xenon E. titik beku mendekati suhu 0 K Ebtanas 1996: Pasangan unsur gas mulia berikut yang senyawanya sudah dapat disintesis adalah . larutan KI dengan gas Br2 B... afinitas elektron C... A. larutan KCl dengan gas Br2 D... jari-jari atom D. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. KI+ D. A. nomor atomnya selalu genap C. energi ionisasinya sangat tinggi E. energi ionisasi pertama D. F. 3. HClO3 B. radon Gas mulia yang paling banyak terdapat di alam adalah . unsur paling stabil B. xenon dan argon B. HF B. helium B. UMPTN 1999 C: Di antara unsur halogen berikut yang mudah direduksi adalah . A.5. dan I masingmasing 4. Cl C. argon D.8. Br.. Br B. Keelektronegatifan unsur-unsur F. HBr D. Br2 D. Br.. UMPTN 2000 A: Reaksi berikut dapat berlangsung. F 8. kekuatan pengoksidasi E.. panjang ikatan dalam molekul halogen B. I2 E.. KI2 14. 3. kripton E. HClO4 C. mudah bereaksi dengan unsur lain D. A. xenon dan kripton C.. KI3– B. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E. 2. HI E. F2 B. 6.. Asam halida yang paling kuat adalah . keelektronegatifan B. sedikit terdapat di alam B. KI3 E. HClO E. semua kuat 13. kripton Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia. semua dapat direduksi 11.. Cl. larutan KCl dengan gas F2 12.. A...

2 – 3 – 5 D. Sr(OH)2 E. Cs 22. Ebtanas 1999: Diketahui beberapa sifat unsur: 1. 3 – 4 – 5 16. A. A. yang merupakan sifat unsur halogen adalah . 2 – 4 – 5 E. Ra E. NaCl. terdapat di alam dalam bentuk senyawa 2. sifatnya padat. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali. MgCO3 D. Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . A. 1 – 3 – 4 C. Opsi (c) dan (d) benar 19. Ba D. NaOH. NaOH. CO2 C.. A.. CO2. Li B.. Ebtanas 2000: Basa alkali tanah yang paling mudah larut dan mempunyai sifat basa kuat adalah .. Sr 28.. NaCl.. NH3 E. Sr E. Bilangan oksidasinya +2 dan +3 3. Rb E. Ra D. Be B.. Logam itu adalah . A. Na C... Dalam bentuk unsur bebas merupakan racun 5... ionnya bermuatan positif satu E. A. Ba(OH)2 25. larutan oksidanya mengubah lakmus merah menjadi biru D. A.. NH3. LiOH KOH C. NH3.. HCl dan HBr C... merupakan unsur sangat reaktif B. Unsur tersebut adalah . Be C. HF dan HBr D.. Li dan Na C. NaHCO3. Bahan baku pembuatan Na2CO3 melalui proses solvay adalah .. A.. Logam alkali yang dibakar akan menghasilkan superoksida adalah . Na dan K B. Ca B. HBr dan HI 17. Sangat reaktif. Mg(HCO3)2 E. CO B.. senyawanya berwarna Di antara sifat-sifat unsur tersebut. Ebtanas 1996: Logam alkali tanah yang tidak menghasilkan gas hidrogen jika bereaksi dengan air adalah . A.. Berdasarkan tes nyala terhadap logam alkali tanah dihasilkan warna putih terang. Logam natrium adalah reduktor kuat. 1 – 2 – 3 B... Pernyataan berikut yang benar tentang sifat basa logam alkali adalah .. NaCl. UMPTN 1998 B: Sifat-sifat berikut yang bukan merupakan sifat logam alkali adalah . selain terbentuk MgO juga terbentuk zat X... Zat ini jika ditambah air dapat membirukan lakmus. mudah bereaksi dengan air C. NaCl D. Hasil percobaan yang mendukung ungkapan itu adalah . Di antara unsur alkali tanah berikut yang bersifat amfoter adalah . Ca E.. Mg C. A. lunak. Ca(OH)2 D.. Be(OH)2 B. Mg B. Be C. garam natrium mudah larut dalam air 18.15. Merupakan oksidator kuat 4.. A... Li dan K D. K dan Rb E. senyawanya mudah larut dalam air 21. CO2 23. Pembakaran logam Mg di udara. Mg(OH)2 B. NaOH KOH B. A... Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah .. dibuat dengan cara elektrolisis lelehan garam D.. Mg(CN)2 26... Mg 24. KOH NaOH E... dan mudah diiris B. terdapat dalam keadaan bebas di alam C.. Mg(OH)2 C. Li dan Rb 20. Umumnya. HCl dan HI E. KOH LiOH D.. K D.. diperoleh warna ungu.. Mg3N2 C. A. Sr 27. 98 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . HF dan HCl B. sifat basanya sangat kuat E. zat itu adalah . Ca D.

kamar timbal C.. titik didih dari atas ke bawah untuk golongan unsurunsur gas mulia? Mengapa klorin dapat bereaksi dengan ion hidroksida membentuk ion hipoklorit? → Cl2(g) + OH–(aq) ⎯⎯ Cl–(aq) + OCl–(aq) + H2O( ) Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama 99 . pengapungan E. 31... kamar timbal D.. → A.. kontak B. intan C. kriolit yang dipakai berperan sebagai . A. mengalirkan gas H2 ke dalam nitrogen cair E. gas peroksida C. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + 2NO2(g) Jika logam aluminium ditetesi larutan NaOH akan terjadi reaksi. kamar timbal Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses . grafit D. monotrof B.. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D.. Bentuk I stabil di atas suhu 95°C dan bentuk II stabil di bawah suhu itu. ion aluminium E. A... hidrolisis C. 38. suhu rendah dan tekanan rendah E.. jelaga Pembuatan asam nitrat secara komersial dilakukan melalui proses . D. dan gas oksigen. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B.. 37. suhu tinggi dan tekanan tinggi C. A. bahan baku utama Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. enantiotrof C. (b) energi ionisasi. Xenon diflorida dapat dihidrolisis dalam larutan basa menghasilkan xenon.. pemanasan KClO3 dengan katalis MnO2 B. suhu rendah dan tekanan tinggi D.. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s)+ N2O(g)+ 2O2(g) ⎯⎯ D.. lapisan tahan panas D. A. senyawa kompleks D. oksidator C.. pelarut E. gas oksigen B. A. penguraian gas NO2 D. kontak B. elektrolisis larutan NaOH Belerang berada dalam dua bentuk.. elektrolisis larutan amonium klorida Pembuatan gas oksigen di laboratorium dapat dilakukan dengan cara . 3Ca(NO3)2(s) → Ca3N2(s)+4NO2(g)+ 5O2(g) → E. isomorf D. 30. 32.. A. memanaskan amonium nitrat B. dapat bereaksi dengan asam kuat B. pemanasan KNO3 dengan katalis Fe E.. 33. arang B. hidrogenasi Proses Haber-Bosch pada pembuatan amonia dilakukan pada. Ostwald E. 36... 3. (d) 35. di antaranya menghasilkan .. pirolisis B... memanaskan amonium klorida C. yang dapat menghantarkan listrik adalah . reduksi-oksidasi B. Bagaimanakah kecenderungan umum untuk (a) jarijari atom. pembakaran gas CO C.. peptisasi Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah . A. A.. (c) kerapatan gas. suhu tinggi dan tekanan rendah B. elektrolisis E. merupakan oksidator kuat E. reduktor B.. Tuliskan persamaan kimia reaksi tersebut.29. kokas E. A. larut dalam larutan NaOH C. elektrolisis C.. keadaan berkatalis Pt Gas amonia dapat dibuat di laboratorium dengan cara .. A.. 40. polimorf E. 2. A. kromatografi C.. ion florida. dengan HNO3 pekat menghasilkan NOx Di antara alotrop karbon berikut. 34. ion aluminat Pada pembuatan aluminium. A. Frasch D. memanaskan campuran amonium sulfat dan kalsium oksida D. alotrope Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses . 1. Keadaan ini disebut .. Frasch Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.. Haber-Bosch B.. 39... pemanggangan D. 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+O2(g) → C. elektrolisis E.. kecuali .

NaI(s) dan Br2( ) e. NaF(s) dan I2(s). senyawa klorin dapat digunakan sebagai pemutih? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi yang terjadi dalam campuran berikut. Detonator menginduksi ledakan termal amonium nitrat menghasilkan N2(g). 10. BeO(s) + NaOH(s) + H2O( ) ⎯⎯ → c. Jelaskan bagaimana membuat asam sulfat melalui proses kontak. sedangkan kalsium membentuk ion karbida. 6. Cl2. H2O(g). NaCl(s) dan Br2( ) c. Jelaskan. Δ a. NaI(s) dan Cl2(g) b. Aluminium diproduksi melalui proses elektrolisis. 100 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 5. Tuliskan persamaan kimia setara dari setiap tahap reaksinya. Tuliskan persamaan reaksi dalam elektrolisis dari bijihnya. Bagaimanakah natrium hidroksida diproduksi di industri? Apakah produk samping dari industri ini? Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut. 11. a. mengapa silikon membentuk kovalen karbida. dan I2 secara komersial. 7. NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s) ⎯⎯ 9. Dalam bentuk apakah. Tuliskan persamaan kimia yang terjadi pada pembuatan F2.4. NaOH(s) ⎯⎯ → → b. dan O2(g). Hitung volume total gas diukur pada tekanan 1 atm dan 827°C jika 1 kg NH4NO3 diledakkan? 12. Br2. 8.

terutama dalam reaksi kimia. menjelaskan manfaat. Banyak reaksi kimia yang menggunakan katalis untuk mempercepat terbentuknya produk. mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan kimia unsur transisi (titik didih. serta terdapatnya di alam. seperti ikatan khas yang dibentuknya? Bagaimana pula pembuatan unsur atau senyawa transisi agar dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi B. titik leleh. Unsur-unsur transisi dalam sistem periodik dikelompokkan sebagai unsurunsur golongan B. A.Tahukah Anda unsur-unsur apa yang biasa digunakan dalam katalis tersebut? Unsurunsur transisi banyak diaplikasikan secara komersial sebagai katalis. warna.com Proyek pertambangan tembaga di pulau Sumbawa. Senyawa Kompleks C. asam nitrat.Bab 4 Sumber:www. dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu. Anda harus mampu: • • • mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut. Setelah mempelajari bab ini. kekerasan. unsur-unsur transisi berperan penting dalam proses alami biomolekul (hemoglobin) dan katalis dalam reaksi biokimia (enzim-enzim). Pengolahan Logam (Metalurgi) 101 . Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting kegunaan dan bahayanya. Unsur-unsur ini berada pada periode keempat mulai dari skandium hingga tembaga. kelarutan. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bagaimanakah cara mengidentifikasi unsurunsur transisi? Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia unsur transisi. dan amonia diperlukan bantuan katalis. Untuk mensintesis bahan kimia esensial. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi D. seperti asam sulfat.r-s. dan sifat khusus lainnya).

Misalnya vanadium.495 2.Tes Kompetensi Awal 1.535 2. 3.79 Ni 1.672 7. Unsur-unsur transisi yang lain ditunjukkan pada Gambar 4. tembaga mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 4s1 3d10.1 Beberapa Sifat Fisika Unsur Transisi Periode Keempat Sc 1.8 1.567 8. S).87 Mn 1.660 3.5 1.8 1. IA IIA VIIIB IIIB Sc Y La Ac Lantanida Aktinida IVB Ti Zr Hf Rf VB V Nb Ta Db VIB Cr Mo W Sg VIIB Mn Tc Re Bh Fe Ru Os HS Co Rh Ir Mf Ni Pd Pt IB Cu Ag Au IIB Zn Cd Hg IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA Gambar 4.831 3.81 Fe 1. Setiap unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi.17 0.541 2.18 0.453 2.0 1. 2.9 1.5 1.244 1.87 Sifat Fisika Titik leleh (°C) Titik didih (°C) Kerapatan (g cm–3) Keelektronegatifan Jari-jari atom ( ) Jari-jari ion ( ) Sumber: Chemistry (Zumdahl.17 0. Beberapa sifat fisika unsur transisi ditunjukkan pada Tabel 4.5 1.6 1.857 2.1. Mengapa unsur-unsur transisi diletakkan di antara golongan utama IIA dan IIIA dalam tabel periodik? Apa perbedaan antara unsur-unsur golongan utama dan unsur-unsur golongan transisi dilihat dari konfigurasi elektronnya? Bagaimanakah kecenderungan sifat periodik yang Anda ketahui dari unsur transisi? A. 2.0 1.9 1.17 0. 1989 102 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. Semua sifat-sifat akibat dari konfigurasi elektron pada orbital d belum terisi penuh.962 7.16 0.1 Unsur-unsur transisi Unsur-unsur transisi yang terdapat dalam blok d adalah unsur-unsur yang memiliki subkulit d yang belum terisi penuh. Kecenderungan Periodik Unsur Transisi Di antara unsur golongan IIA dan IIIA terdapat sepuluh kolom unsurunsur golongan B.2 1. 3. Unsur-unsur tersebut dinamakan unsur transisi.22 0.083 2.93 Cr 1. Misalnya.0 1.287 4.9 1.2 1 .75 Co 1.15 0. kecuali unsur golongan IIB dan IIIB.380 6. Akibatnya.1. Istilah transisi artinya peralihan.9 1.6 1. Tabel 4.9 1. and Steven. memiliki bilangan oksidasi dari +2 sampai dengan +5.890 3.32 1. Senyawa unsur transisi umumnya berwarna dan bersifat paramagnetik. unsur-unsur transisi memiliki beberapa sifat yang khas.870 8. yaitu peralihan dari blok s ke blok p.732 8.83 Cu 1. yaitu: 1.8 1.3 1. Unsur-unsur transisi didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian. Semua unsur transisi adalah logam keras dengan titik didih dan titik leleh tinggi.750 7.44 – Ti 1.

Konfigurasi Elektron Berdasarkan aturan membangun dari Aufbau. • semua senyawa seng tidak berwarna. Hal itu disebabkan oleh kekuatan ikatan antaratom logam. Kegiatan Inkuiri Apakah unsur seng (Zn) tergolong unsur transisi atau bukan? Diskusikan di kelas.2 Nomor Atom 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Lambang Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Konfigurasi Elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d14s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8 4s2 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 Nomor Golongan pada Tabel Periodik IIIB IVB VB VIB VIIB VIIIB VIIIB VIIIB IB IIB Kata Kunci • • Kekuatan ikatan antaratom logam Elektron yang tidak berpasangan Menurut aturan Aufbau. sesuai dengan bilangan kuantum utama terbesar (4s 3d). Titik Didih dan Titik Leleh Berdasarkan Tabel 4. yaitu [Ar]3d10 4s1. Hal ini disebabkan oleh kestabilan subkulit d yang terisi penuh atau setengah penuh. Pada awal periode unsur transisi.1. Data tentang seng: • dalam membentuk senyawa hanya memiliki biloks +2. kenaikan titik leleh mencapai maksimum pada golongan VB (vanadium) dan VIB (kromium).2. 20Ca: [Ar] 4s2. konfigurasi elektron krom adalah [Ar]3d4 4s2. khususnya bergantung pada jumlah elektron yang tidak berpasangan di dalam subkulit d. terdapat satu elektron pada orbital d yang tidak Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 103 .Kegiatan Inkuiri Selidiki dengan saksama apakah senyawa unsur-unsur transisi mengikuti aturan oktet yang dikemukakan oleh Lewis? 1. Oleh karena orbital d maksimum dihuni oleh sepuluh elektron maka akan terdapat sepuluh unsur pada periode keempat. Oleh karena itu. yaitu mulai dari Sc dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d 1 4s 2 sampai dengan Zn dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2. 2. Konfigurasi elektron unsur-unsur transisi periode keempat dapat dilihat pada Tabel 4. Demikian juga pada konfigurasi elektron atom tembaga. pengisian elektron dalam orbital d mulai terjadi setelah elektron menghuni orbital 4s2 atau setelah atom kalsium. tetapi faktanya bukan demikian melainkan [Ar]3d5 4s1. Tabel 4. unsur-unsur transisi dimulai pada periode keempat dalam tabel periodik. • orbital-d terisi penuh.

4. Kegiatan Inkuiri Jelaskan menggunakan teori lautan elektron bebas untuk menjelaskan kekuatan logam unsur-unsur transisi. and Steven. Akibat bertambahnya jumlah proton. dari kiri ke kanan jumlah proton bertambah. Pada periode yang sama. sedangkan kulit valensi tetap. Bilangan Oksidasi Umumnya. setelah itu elektron pada orbital d mulai berpasangan sehingga titik didih dan titik leleh turun. 3.1 tampak bahwa jari-jari atom menurun secara drastis dari skandium (1. 5.3 Bilangan Oksidasi Unsur Transisi Periode Keempat I B Ti +2 +3 4 +2 +3 4 5 B IB Cr +2 3 +4 +5 6 IIB Mn 2 3 4 +5 +6 7 Fe 2 3 +4 +5 +6 IIIB Co 2 +3 +4 Ni +1 2 +3 +4 IB Cu +1 2 +3 IIB n 2 IIIB Sc Catatan Note Bilangan oksidasi yang stabil ditunjukkan dengan huruf tebal (bold) The stabyl oxidation number is pointed by the bold letters. Biloks unsur-unsur transisi periode keempat ditunjukkan pada Tabel 4.berpasangan. Pada Tabel 4. 1989 104 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .22 ). unsur-unsur transisi periode keempat memiliki biloks lebih dari satu.. Jumlah elektron pada orbital d yang tidak berpasangan meningkat sampai dengan golongan VIB dan VIIB. S). Pengaruh nyata dari kekuatan ikatan antaratom pada logam transisi tercermin dari sifat kekerasan tinggi. Mengapa jumlah elektron yang belum berpasangan dapat dijadikan ukuran kekuatan logam? Semakin banyak elektron bebas dalam suatu atom logam memungkinkan ikatan antaratom semakin kuat sehingga sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat. 3 Sumber: Chemistry (Zumdahl. Hal ini disebabkan pada unsur-unsur transisi terdapat lebih banyak elektron bebas dalam orbital d yang tidak berpasangan.44 ) hingga vanadium (1. serta sifat hantaran listrik yang lebih baik. Tabel 4. kerapatan tinggi.3. titik didih dan titik leleh yang juga tinggi. Jari-Jari Atom Jari-jari atom menentukan sifat-sifat unsur. Sifat logam dari unsur-unsur transisi lebih kuat jika dibandingkan dengan sifat logam dari golongan utama. Penurunan ini akibat dari kenaikan muatan inti yang menarik elektron valensi lebih kuat. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital s dan orbital d tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan melalui pembentukan orbital hibrida sp3d2. Sifat Logam Semua unsur transisi merupakan unsur-unsur logam. daya tarik muatan inti terhadap elektron valensi bertambah kuat sehingga ukuran atau jari-jari atom semakin kecil. kemudian berkurang secara perlahan. Kulit terluar dari unsur-unsur transisi hanya mengandung satu atau dua elektron pada orbital 4s sehingga mudah melepaskan elektron pada kulit terluarnya.

semakin kuat sifat magnetnya. Jika elektron tidak berpasangan maka spin elektron yang menghasilkan momen magnet tidak ada yang meniadakan sehingga atom akan memiliki momen magnet dan bersifat paramagnetik. Unsur-unsur transisi baik sebagai unsur bebas maupun senyawanya pada umumnya memiliki elektron tidak berpasangan sehingga banyak unsur dan senyawa transisi bersifat paramagnetik. Sifat Magnet Jika suatu atom memiliki elektron yang tidak berpasangan. Akibatnya. Kation logam unsur-unsur transisi umumnya berwarna. dan +7. Jika senyawa transisi baik padat maupun larutannya tersinari cahaya maka senyawa transisi akan menyerap cahaya pada frekuensi tertentu. elektron mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi menimbulkan warna tertentu. dan mangan (VIIB) memiliki biloks maksimum berturut-turut +5. V. Co. Jika semua elektron berpasangan maka momen magnet elektron akan saling meniadakan sesuai aturan Pauli (jika elektron berpasangan. artinya dapat dipengaruhi oleh medan magnet. atom tersebut akan bersifat paramagnetik. 6. Mengapa elektron yang tidak berpasangan dapat memiliki sifat magnet? Setiap elektron memiliki spin yang menghasilkan momen magnet. khususnya cahaya tampak. semakin kuat sifat magnetnya. Semakin banyak jumlah elektron yang tidak berpasangan. Kata Kunci • • • • • • • Orbital hibrida Cahaya tampak Elektron tereksitasi Paramagnetik Diamagnetik Aturan Pauli Momen magnet Contoh 4. kromium (VIB). Berdasarkan penjelasan tersebut unsur-unsur transisi periode keempat yang memiliki sifat magnet adalah: Ti.Jika Anda simak Tabel 4. Cahaya yang diserap akan mengeksitasi elektron ke tingkat energi lebih tinggi dan cahaya yang diteruskan menunjukkan warna senyawa transisi pada keadaan tereksitasi. Fe. Jadi. Cr. +6.3. manakah yang memiliki sifat magnet? Jawab: Suatu logam akan bersifat magnet jika memiliki elektron tidak berpasangan. spinnya harus berlawanan) sehingga atom bersifat diamagnetik. Momen magnet ini berperilaku seperti magnet. Cahaya tampak adalah cahaya yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah dan ultraviolet.1 Sifat Unsur Transisi Di antara unsur transisi periode keempat. Gambar 4. Hal ini disebabkan oleh adanya elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda jauh. jika suatu atom tidak memiliki elektron yang tidak berpasangan maka akan bersifat diamagnetik. Sebaliknya. Warna Ion Logam Transisi Suatu benda atau zat dikatakan berwarna jika ada cahaya yang jatuh kepadanya. Log ( –1 Radio –0 –1 Microwave –2 –3 –4 Inframerah Tampak Ultraviolet Sinar – X –5 –6 –7 –8 –9 –10 /m) 7. titanium (IVB) memiliki biloks maksimum +4. biloks maksimum sama dengan jumlah elektron valensi dalam orbital s dan orbital d atau sama dengan nomor golongan. Ni. Mn. sedangkan frekuensi lainnya diteruskan. Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 105 .2 Spektrum elektromagnetik Cahaya tampak adalah salah satu bagian dari radiasi elektromagnetik. Cahaya tampak terdiri atas cahaya merah-kuning-hijau-biru-ungu. Kekuatan magnet dari unsur transisi adalah: Cr Mn Fe V Co. artinya tidak dipengaruhi oleh medan magnet. vanadium (VB).

Senyawa Kompleks Warna yang tampak dalam senyawa kimia tidak hanya menarik.406°C. Hal ini dicapai melalui hibridisasi d2sp3. di mana kation dari logam transisi berikatan dengan dua atau lebih anion atau molekul netral. Tes Kompetensi Subbab A 3. Berapakah bilangan oksidasi Mn dalam senyawa MnO2 dan KMnO4? 2. Senyawa A adalah suatu cairan tidak berwarna dengan titik leleh 20°C. Dalam setiap reaksi redoks. 1 orbital dari 4s. Atom Fe bermuatan 3+ dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s0. Oleh karena atom Fe dapat mengikat enam molekul H2O (netral). Proses hibridisasinya adalah sebagai berikut. tetapi juga memberikan pengetahuan tentang struktur dan ikatan di dalam senyawa. mungkinkah KMnO4 berperan sebagai reduktor? Jelaskan. Contoh ion kompleks adalah [Fe(H2O)6]3+. dan anion atau molekul netral terikat pada atom pusat dinamakan ligan (Latin: ligare. Keenam orbital d2sp3 selanjutnya dihuni oleh pasangan elektron bebas dari atom O dalam molekul H2O. tetapi faktanya logam golongan IIA dapat bersifat paramagnetik pada suhu tinggi. B. 1. Dalam ion kompleks. Mengapa senyawa-senyawa logam transisi berwarna dan berubah warnanya jika ion atau molekul yang terikat pada logam berubah? Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui pembahasan senyawa kompleks dari logam-logam unsur transisi. Menurut teori asam-basa Lewis. Konfigurasi atom Fe: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Konfigurasi dari ion Fe3+: Fe: [Ar] 3d 4s 4p Oleh karena memerlukan enam orbital kosong. hibridisasi yang terjadi adalah d2sp3. atom Fe harus menyediakan enam buah orbital kosong. ion logam transisi menyediakan orbital d yang kosong sehingga berperan sebagai asam Lewis (akseptor pasangan elektron bebas) dan ion atau molekul netral yang memiliki pasangan elektron bebas untuk didonorkan berperan sebagai basa Lewis.Kegiatan Inkuiri Unsur-unsur golongan IIA memiliki elektron yang semuanya berpasangan. Manakah yang merupakan senyawa VF3 dan VFs? Kerjakanlah di dalam buku latihan. artinya mengikat). Jelaskan fakta ini. 1. yakni 2 orbital dari 3d. Senyawa B adalah serbuk kuning-kehijauan dan meleleh pada 1. Logam-logam unsur transisi pada umumnya berwarna sehingga banyak digunakan. Ion Kompleks Ion kompleks adalah senyawa ionik. [Fe(H2O) 6]3+ 3d d2sp3 106 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. misalnya untuk pigmen cat atau kaca. dan 3 orbital dari 4p.

memiliki muatan 1–. Jika ligan suatu molekul netral maka bilangan oksidasi atom pusat sama dengan muatan ion kompleks. Ligan NH3 bersifat netral. sedangkan Cl suatu anion bermuatan 1–.Molekul atau ion yang bertindak sebagai ligan. Jadi. Contohnya. Ion kompleks memiliki sifat berbeda dengan atom pusat atau ligan pembentuknya. ion kompleks bermuatan 2+. [Ag(CN)2]–(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = –0. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 107 . sekurang-kurangnya harus memiliki satu pasang elektron valensi yang tidak digunakan. Selanjutnya. [Fe(SCN)6]3– warnanya menjadi merah darah. yang terikat pada atom pusat. Senyawa yang terbentuk dari ion kompleks dinamakan senya a kompleks atau koordinasi. Muatan dan Bilangan Koordinasi Muatan ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligannya. Penulisan rumus kimia untuk ikatan koordinasi dalam senyawa kompleks digunakan tanda kurung siku. Dalam ion [Cu(NH3)4]2+. Hasil analisis air tersebut mengandung besi. 2. ligan dikatakan mengkoordinasi logam sebagai atom pusat. seperti ditunjukkan pada struktur Lewis Gambar 4. Jika ligan suatu molekul netral. biloks Cu sama dengan +2. pada ion kompleks Fe(SCN)2+. Ag+ dapat direduksi oleh air dengan potensial reduksi standar: → Ag+(aq) + e– ⎯⎯ Ag(s) Eo = +0. Pada senyawa [Cu(NH3)4]SO4. H2O.31 V → O H H (a) H (b) N H H Gambar 4. Ketika kedua spesi itu bereaksi membentuk ion kompleks.3. muatan ion kompleks dapat dihitung jika muatan anion diketahui. CN–. seperti sifat reduksi atau sifat oksidasi. dengan kation merupakan ion kompleks.3 (a) Ligan H2O (b) Ligan NH3 Kegiatan Inkuiri 1. Ikatan yang terbentuk antara atom pusat dan ligan adalah ikatan kovalen koordinasi. Misalnya.799 V – Namun ion [Ag(CN)2] tidak dapat direduksi oleh air sebab ion Ag+ sudah dikoordinasi oleh ion CN– menjadi stabil dalam bilangan oksidasi +1. Gambarkan struktur orbital hibrida d2sp3 dari ion Fe3+. tetapi setelah dibiarkan beberapa lama air tersebut menjadi kuning. Oleh karena senyawa koordinasi bermuatan netral maka jumlah semua muatan harus nol. Pada pembentukan ion kompleks.2 Menentukan Bilangan Oksidasi Berapakah biloks atom pusat dalam [Co(NH3)5Cl](NO3)2? Jawab: Gugus NO3 adalah anion nitrat. ion SCN– tidak berwarna dan ion Fe3+ berwarna cokelat. 2. Pembentukan kompleks juga dapat mengubah sifat-sifat ion logam. muatan ion kompleks berasal dari atom pusat. dan NH3. NO3–. dalam rumus [Cu(NH3)4]SO4 terdiri atas kation [Cu(NH3)4]2+ dan anion SO42–. misalnya Cl–. gambarkan struktur ion kompleks yang dibentuk dari ion Fe3+ dan H2O dalam ion Fe(H2O)63+. Air tanah nonartesis pada waktu diisap oleh pompa biasanya bening. Bagaimana Anda menerangkan gejala ini. Kata Kunci • • • • • Atom pusat Ligan Teori asam-basa lewis Ikatan kovalen koordinasi Ion kompleks Contoh 4. yaitu [Cu(NH3)4]2+. Jika ion sulfat bermuatan 2–.

boleh jadi hanya beberapa ligan yang terikat. Bilangan koordinasi ion logam biasanya dipengaruhi oleh ukuran relatif ion logam dan ligan yang terikat. dapat ditentukan bahwa: a. atom pusat Fe2+ dan enam buah ligan CN–. Bilangan koordinasi Cu = 4 Muatan ion kompleks = 2 + 4 (0) = +2 Rumus ion kompleks adalah [Cu(H2O)4]2+ b.3 COOH2C N - CH2 COO- OOC H2C N CH2 CH2 CH2 - OOC (c) Gambar 4. b. Bilangan koordinasi Fe = 6 Muatan ion kompleks = 2 + 6 (–1) = –4 Rumus ion kompleksnya adalah [Fe(CN)6]4– 3.4 (a) Struktur etilendiamin (b) Struktur ion kompleks [Co(en)3]3+ (c) Struktur EDTA Menentukan Muatan. besi(III) dapat mengkoordinasi enam ion fluorida membentuk [FeF6]3–. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat (bahasa Latin: bergigi banyak). Sebaliknya. Misalnya. H2C H2N (a) CH2 NH2 CH2 H2 N NH2 CH2 NH2 H2C H2C Co N H2 NH2 NH2 C CH2 H2 Atom dalam ligan yang terikat langsung pada atom pusat dinamakan atom donor. atom pusat Cu2+ dan empat buah ligan H2O. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat secara langsung. jika ukuran ligan kecil maka jumlah ligan yang terikat pada ion logam lebih banyak. Contohnya. 108 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dalam ion [Cr(H2O)4Cl2]+.[Co(NH3)5Cl](NO3)2 x + 5(0) + (–1) + 2(–1) = 0 Jadi. (b) Contoh 4. Berapakah bilangan koordinasi dalam ion [Ag(NH3)2]2+? Oleh karena ada dua atom nitrogen yang terikat langsung pada Ag maka atom perak memiliki bilangan koordinasi 2. sedangkan struktur segiempat datar banyak dijumpai dalam senyawa transisi. yaitu tetrahedral dan segiempat datar. Atom nitrogen dalam NH3 adalah atom donor. Ion kompleks yang memiliki bilangan koordinasi empat dapat berada dalam dua bentuk struktur. Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat disebut bilangan koordinasi logam. Ligan Polidentat (Senyawa Kelat) Ligan yang telah dibahas sebelumnya. ligan NH3 dalam ion kompleks [Ag(NH3)2]2+. Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat dikoordinasikan dengan ion logam sehingga dapat mengisi dua atau lebih orbital d ion logam. bilangan koordinasi. juga beberapa ion kompleks dari tembaga. dan rumus ion kompleks yang tersusun dari: a. Jika ukuran ligan besar. seperti pada platina(II) dan emas(III). seperti NH3 dan Cl– dinamakan ligan monodentat (bahasa Latin: satu gigi). dan Rumus Ion Kompleks Tentukan muatan. krom memiliki bilangan koordinasi 6 sebab ada enam atom yang terikat langsung. Dengan demikian. biloks kobalt adalah +3. tetapi dengan ion klorida (ion klorida lebih besar dari ion fluorida) hanya dapat mengkoordinasi sebanyak empat membentuk ion [FeCl4]–. Bilangan Koordinasi. Struktur tetrahedral lebih umum terdapat pada senyawa bukan transisi. Rumus ion kompleks dituliskan dalam kurung siku. Ligan-ligan ini memiliki atom donor tunggal yang dapat berkoordinasi dengan atom pusat. Jawab: Muatan ion kompleks merupakan jumlah muatan atom pusat dan muatan ligan.

ion kompleksnya: [Fe(H2O)4(S2O3)2]–1. ligan netral 3.4c sering digunakan dalam analisis kimia. Jika kompleks suatu kation atau molekul netral. dan tetrakis– (empat). Dalam sistem tubuh terdapat zat pengkelat. Atom-atom donor ini harus saling berjauhan agar keduanya dapat mengkoordinasi ion logam membentuk kompleks dengan posisi berdampingan.. Tata nama untuk ligan bermuatan negatif ditambah akhiran –o. tris– (tiga). Nama ligan diurut menurut alfabetis (urutan ligan adalah pertama nama ligan negatif.4b).4a. dan nitrosil (NO). contoh: Ligan F Cl– Br– I– CN– NO2– ONO– – Nama Fluoro Kloro Bromo Iodo Siano Nitro Nitrito Ligan NO OH O2– NH2– C2O4– CO32– – 3 – Nama Nitrato Hidrokso Okso Amido Oksalato Karbonato 2. Ligan en memiliki dua atom nitrogen. 6. Jika lebih dari satu ligan yang sama digunakan kata depan di– (dua). Pb2+. [Fe(H2o)2(s2o3)4]+5 B. Ion kompleks tersebut membentuk struktur koordinasi oktahedral dengan atom kobalt(III) sebagai atom pusatnya (Gambar 4. amina (NH3). dengan ligan molekul H2O dan ion S2O32–.. dan nama ligan positif). Mahir Menjawab Suatu ion kompleks mempunyai atom pusat Fe3+. ligan polidentat juga dikenal sebagai zat pengkelat. 4. Muatan ion kompleks = 3+ (4 . Aturan penamaannya adalah sebagai berikut. [Fe(H2o)5(s2o3)]–2 C. Dalam bidang kedokteran zat pengkelat sering digunakan untuk mengeluarkan ion logam. tingkat kesadahan air dapat diukur. 8. Tata Nama Senyawa Kompleks Tata nama senyawa kompleks disusun berdasarkan aturan Alfred erner. ligan negatif Muatan atom pusat Fe = 3+ (=biloks Fe) Jadi jumlah ligan yang diikat = 6 (2 × biloks atom pusat). 3. kecuali empat ligan yang sudah dikenal umum. seperti Hg2+. terutama dalam menentukan kadar ion kalsium dalam air. pakar Kimia Swiss yang sudah bekerja meneliti senyawa kompleks lebih dari 60 tahun. nama atom pusat dituliskan sama seperti nama unsur dan diikuti oleh angka romawi dalam kurung yang menunjukkan bilangan oksidasinya. Muatan ion kompleks = muatan atom pusat + (4 × muatan H2O) + (2 × muatan S2O3). karbonil (CO). Jika bilangan koordinasi = 6 maka rumus ion kompleks tersebut . –2) =3+0–4 = 1– Jadi. Ion kompleks [Co(en)3]3+ mengandung tiga ligan etilendiamin. (D) UNAS 2004 4. 7. seperti a ua (H2O). 1. dan Cd2+. [Fe(H2o)3(s2o3)3]3 D. tri– (tiga). atom pusat 2. penulisan nama dimulai dari kation diikuti nama anion. penomoran menggunakan awalan bis– (dua). dan seterusnya. [Fe(H2o)4(s2o3)2]–1 E. Contoh ligan polidentat seperti etilendiamin (disingkat en) dengan rumus struktur pada Gambar 4. 0) + (2 . nama ligan netral. 5. Jika nama ligan dimulai dengan huruf vokal untuk ligan polidentat. Zat pengkelat seperti EDTA pada Gambar 4. seperti mioglobin dan oksihemoglobin. Ion EDTA4– memiliki enam atom donor (4 dari gugus COO–. A. Jika kompleks suatu anion. masing-masing dengan sepasang elektron bebas yang siap didonorkan. 2 dari atom N). Tata nama untuk ligan netral digunakan nama molekulnya. tetra– (empat).. Nama ligan dituliskan terlebih dahulu diikuti nama atom pusat. [Fe(H2O)(S2O3)5]–6 Pembahasan Urutan penulisan ion kompleks: 1.Oleh karena ligan polidentat dapat mencengkeram ion logam dengan dua atau lebih atom donor. Dengan EDTA. Kata Kunci • • • • • Bentuk struktur tetrahedral Bentuk struktur segiempat datar Ligan monodentat Ligan polidentat Zat pengkelat Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 109 .

Contoh ion kompleks berupa kation: [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida [Pt(NH3)4Cl2]2+ ion tetraamindikloroplatina(IV) [Co(NH3)6]Cl3 heksaaminkobalt(III) klorida Contoh ion kompleks yang netral: diamintetrakloroplatina(IV) [Pt(NH3)2Cl4] [Co(NH3)3(NO2)3] triamintrinitrokobalt(III) [Ni(H2NCH2CH2NH2)2Cl2] diklorobis(etilendiamin)nikel(II) Contoh ion kompleks berupa anion: kalium heksanitrokobaltat(III) K3[Co(NO2)6] 2– [PtCl6] ion heksakloroplatinat(IV) natrium heksaklorostanat(IV) Na2[SnCl6] 9. nama senyawa kompleks tersebut adalah tetraa uadiklorokrom(III) klorida. Contoh 4. akhiran –at ditambahkan kepada nama induk logam. Ligan terdiri atas 4 molekul a ua (aturan 2) dan 2 ion kloro (aturan 1). tetraa uadikloro. Dengan demikian. diikuti angka romawi yang menyatakan bilangan oksidasi logam. ion perklorat bermuatan 1–. Dengan demikian. 110 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Nama ligan ditulis terlebih dahulu. Dengan mengikuti aturan (8): kation ditulis terlebih dahulu. nama senyawa kompleks ditulis sebagai: kalium tetrasianonikelat(II). diikuti dikloro. dua etilendiamin. Menurut aturan (9): anion ditambah akhiran –at sehingga ditulis sebagai nikelat Penulisan ligan mengikuti aturan di atas menjadi tetrasiano. Penulisan ligan diurut secara alfabet: tetraa ua. Jawab: Ion kompleks mengandung dua ion fluorida. kemudian anion kompleks. Dengan demikian. Dengan demikian.4 Penamaan Senyawa Kompleks dari Rumusnya Apakah nama senyawa berikut. dan kobalt dengan biloks +3. ion kompleks adalah suatu kation yang bermuatan: (Co + 2en +2Cl–) = +3 + 0 – 2 = 1+. Jadi. kemudian nama atom pusat. (b) K2[Ni(CN)4] Jawab: (a) Ion kompleks adalah suatu kation bermuatan 1+. rumus senyawa kompleks tersebut adalah [Co(en)2F2]ClO4. Oleh karena jumlah total muatan ion kompleks 1+. (a) [Cr(H2O)4Cl2]Cl.5 Menentukan Rumus Senyawa Kompleks dari Namanya Tuliskan rumus untuk senyawa kompleks difluorobis(etilendiamin)kobalt(III) perklorat.Jika kompleks suatu anion. Contoh 4. (b) Ion kompleks berupa anion bermuatan 2–.

MnO2. Fe2O3 NiS D. tampak bahwa bentuk oksida merupakan mineral paling banyak ditemukan di alam sebab hampir semua material alam mengandung oksigen. TiO2. ZnS Pembahasan Fe2O 3 : hematit MnO2 : pirolusit NiS : milerit ZnS : spakrit Cu2S : kalkosit CuFeS2 : kalkopirit TiO2 : rutil ZnCO3 : smitsonit KMnO4 : kalium permanganat Jadi. 2.. dan NiS. Fe2O3.Tes Kompetensi Subbab B mengkoordinasi empat molekul air dan dua ion klorida. dan milerit masing-masing rumus molekulnya adalah . (C) UNAS 2004 Kobalt Nikel Tembaga Seng Oleh sebab itu. NiS. CuS. mineral dari logam-logam transisi pada umumnya dalam bentuk oksida atau sulfida dan sebagian dalam bentuk senyawa karbonat. unsur-unsur logam bereaksi dengan belerang atau oksigen yang terdapat di kerak bumi sehingga terbentuk mineral dari unsur-unsur transisi. 1.. CuFeS2 C. Tentukan bilangan koordinasi. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 111 . TiO2. Tabel 4. Keberadaan unsur-unsur transisi dalam bentuk oksidasi dan sulfida disebabkan unsur-unsur logam yang berasal dari perut bumi terdesak menuju kerak bumi akibat tekanan magma. A. sulfida.4 Sumber Mineral Unsur Transisi Logam Titanium Vanadium Kromium Mangan Besi Mineral Rutil Ilmenit Vanadit Kromit Pirolusit Hematit Magnetit Pirit Siderit Smaltit Kobaltit Nikelit Kalkosit Kalkofirit Malasit Spalerit Komposisi TiO2 FeTiO3 Pb3(VO4)2 FeCr2O4 MnO2 Fe2O3 Fe3O4 FeS FeCO3 CoAs2 CoAsS NiS Cu2S CuFeS Cu2CO3(OH)2 ZnS Sumber: General Chemistry . pirolusit. 1990 Mahir Menjawab Rutil. (b) (NH4)2[CuBr4] Tuliskan rumus untuk natrium dia uabisoksalatokobaltat(III). Berapakah muatan senyawa kompleks yang dibentuk dari ion logam platina(II) yang mengikat dua molekul amonia dan dua ion bromin? Tuliskan rumus senyawa kompleksnya. Fe2O3. rumus molekulnya adalah TiO2. MnO2. KMnO4.. Mineral dapat dijadikan sumber material untuk memproduksi bahanbahan komersial yang disebut bijih logam. dan karbonat. seperti ditunjukkan pada Tabel 4.4. ZnCO3 E. C. Fe2O3. NiS. dan rumus ion kompleks yang tersusun dari krom(III) yang 3. MnO2. Jika dilihat pada Tabel 4. Kerjakanlah di dalam buku latihan. MnO2. hematit. Sumber bijih logam tersebar di berbagai wilayah Indonesia.5. MnO2. Fe2O3. muatan. 4. Hal ini disebabkan tembaga tergolong unsur logam yang relatif sukar dioksidasi. Sumber dan Kegunaan Unsur Transisi Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam bentuk oksida. Tuliskan nama senyawa berikut: (a) [Fe(NH3)3Br2]NO3. Fe3O4. ZnS B. Selama dalam perjalanan menuju kerak bumi.

tetapi 45% lebih ringan.51 g cm–3). seperti emas juga cukup melimpah.H 2O). tabung reaksi dalam industri kimia. Mesin pesawat terbang memerlukan bahan yang bermassa ringan. Sekilas Kimia Titanium: Logam Berteknologi Tinggi Titanium merupakan logam yang keras. kemudian dipisahkan dari pengotor dan dibakar menjadi TiO2. Selain ringan dan tahan suhu tinggi.6% massa kulit bumi). 112 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . seperti Boeing 747. Kalimantan Barat Kegiatan Inkuiri Jika di suatu daerah terdapat sumber tembaga. Titanium merupakan logam tahan karat karena permukaannya dilindungi lapisan tipis oksidanya. dan stabil pada suhu tinggi. titanium banyak dipakai untuk bahan struktural. Titanium (Ti) Titanium merupakan unsur yang tersebar luas dalam kulit bumi (sekitar 0. umumnya terdapat dalam bentuk senyawa dengan biloks +3. Titanium tidak bereaksi dengan air laut. bahkan terhadap larutan gas klorin.org 2. → TiCl4(g) + O2(g) ⎯⎯ TiO2(s) + Cl2(g) Ilmenit diolah dengan asam sulfat membentuk senyawa sulfat yang mudah larut dalam air. wikipedia.Tabel 4. Titanium seperti baja. Dalam jumlah kecil. Hal ini disebabkan dalam semua senyawanya skandium memiliki konfigurasi elektron ion Sc3+. keras. Sc2O3. Titanium(IV) oksida merupakan material padat yang digunakan sebagai pigmen putih dalam kertas. Walaupun ada. seperti rangka dan mesin pesawat. scandium digunakan sebagai filamen lampu yang memiliki intensitas tinggi. 1. tidak berwarna dan bersifat diamagnetik. plastik. seperti pipa. dan memiliki densitas rendah (4. Rutil diolah dengan klorin membentuk TiCl4 yang mudah menguap. pompa. Titanium dua kali lebih kuat daripada aluminium. dan mesin mobil. logam titanium tahan terhadap cuaca sehingga banyak digunakan untuk material. Misalnya. Skandium (Sc) Scandium adalah unsur yang jarang terdapat di alam. tahan panas (titik leleh 1. tetapi 60% lebih berat. asam nitrat.668°C). → FeTiO3(s) + H2SO4(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + TiO32+(aq) + 2SO42–(aq) + 2H2O( ) Campuran hasil reaksi dimasukkan ke dalam vakum agar terbentuk FeSO4. Sumber utama titanium(IV) oksida adalah bijih rutil (matrik TiO2) dan ilmenit (FeTiO3). Umumnya. dan kosmetik. larutan NaOH panas. Logam skandium dibuat melalui elektrolisis lelehan ScCl3. selanjutnya hidrat dikeluarkan melalui pemanasan membentuk TiO2 murni. terutama pesawat terbang bermesin jet. Sifat-sifat senyawa skandium semuanya mirip. biasanya logam mulia lain.7H2O padat yang mudah dikeluarkan. senyawa titanium digunakan sebagai pigmen warna putih. Sumber: www. Cari informasi berapa kadar emas di pertambangan Freeport Provinsi Papua. cat. fiber sintetik. sedangkan sifat warna dan kemagnetan ditentukan oleh konfigurasi elektron dalam orbital d.2H2O Sulawesi Tengah CuFeS2 Pegunungan Jayawijaya.5 Logam Besi Sumber Bijih Logam di Berbagai Daerah di Indonesia Mineral Hematit Magnetit Siderit Pirit Nikelit Garnerit Kalkopirit Rumus Daerah Nikel Tembaga Fe2O3 Kalimantan Barat Fe3O4 Sumatra Barat FeCO3 Sumatra Selatan FeS2 Sulawesi Tengah NiS Sulawesi Tengah H2(NiMg)SiO4. Sisa campuran dipanaskan menjadi titanium(IV) oksida hidrat (TiO2. Sifat ini menjadikan titanium sebagai pilihan yang tepat untuk bahan pada aplikasi penerbangan. dan Sc2(SO4)3. kuat. ScCl3. Titanium akan menjadi lebih kuat jika membentuk alloi dengan aluminium dan vanadium. Oleh karena kerapatan titanium relatif rendah dan kekerasan tinggi.

FeCr2O4. Dalam larutan basa. Sumber utama vanadium adalah vanadit.→ TiO2.02% massa kulit bumi. Misalnya. Cr2O3. tetapi lebih stabil dalam bentuk oksida padat sebagai TiO atau sebagai senyawa halida TiX2. Contohnya. kemudian ditambahkan besi untuk membentuk baja vanadium. ferrovanadium dihasilkan melalui reduksi campuran V2O5 dan Fe2O3 oleh aluminium. Kromium(VI) dalam larutan asam tergolong oksidator kuat. tetapi daya oksidatornya berkurang. Vanadium umumnya digunakan untuk paduan dengan logam besi dan titanium. Kromium(II) dalam air merupakan reduktor kuat. Vanadium(V) oksida digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat. Dalam larutan air. Akan tetapi. 2001 Gambar 4. Untuk membuat paduan tidak perlu logam murninya. Vanadium (V) Vanadium tersebar di kulit bumi sekitar 0.6 Senyawa Kromium dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 CrX2 +3 +6 CrX3. larutan ini bersifat karsinogen (berpotensi menimbulkan kanker). Logam vanadium menyerupai baja berwarna abu-abu dan bersifat keras serta tahan korosi. +3. +6. kalor 3. kromium(VI) terdapat sebagai ion kromat.5 Warna hijau emerald pada batu perhiasan disebabkan adanya ion Cr3+. baja sangat keras yang digunakan pada bagian mesin dan poros as. Titanium(II) tidak stabil dalam bentuk larutan. Ti3+ terdapat sebagai ion Ti(H2O)63+ berwarna ungu. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 113 . Kromium (Cr) Bijih kromium paling murah adalah kromit. Kromium dapat membentuk senyawa dengan biloks +2. yang dapat direduksi oleh karbon menghasilkan ferrokrom. → CrO42–(aq) + 4H2O( ) + 3e– ⎯⎯ Cr(OH)3(s) + 5OH–(aq) Kromium(VI) oksida (CrO3) larut dalam air membentuk larutan asam kuat yang berwarna merah-jingga: → 2CrO3(s) + H2O( ) ⎯⎯ 2H+(aq) + Cr2O72–(aq) Campuran krom(VI) oksida dan asam sulfat pekat digunakan sebagai pembersih untuk menghilangkan bahan organik pada alat-alat laboratorium. 4. dan Cr(OH)3 K2Cr2O7. dan CrO3 Sumber: Chemistry for You. yang dapat dioksidasi menjadi titanium(IV) oleh udara. getas. Logam vanadium murni diperoleh melalui reduksi elektrolitik leburan garam VCl2. FeCr2O4(s) + 4C(s) ⎯⎯ Fe–2Cr(s) + 4C(g) → Logam kromium banyak digunakan untuk membuat pelat baja dengan sifat keras. ion dikromat (Cr2O72–)dapat direduksi menjadi ion Cr3+: → Cr2O72–(aq) + 14H+(aq) + 6e– ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Tabel 4. Pb3(VO4)2. Na2CrO4. dan dapat mempertahankan permukaan tetap mengkilap dengan cara mengembangkan lapisan film oksida.H2O(s) ⎯⎯ TiO2(s) + H2O(g) Senyawa titanium(III) dapat diperoleh melalui reduksi senyawa titan yang memiliki biloks +4.

7%). Selain tembaga. www. 7. walaupun senyawa kobalt dengan biloks 0. FeSO4. Tabel 4. tetapi larutan garamnya berwarna kuning-cokelat akibat terbentuknya ion Fe(OH)(H2O)52+ yang bersifat basa. Salah satu sumber mangan adalah batuan yang terdapat di dasar lautan dinamakan pirolusit. Di antara mineral tersebut. Tahukah Anda bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil tembaga? Yaitu ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Chili. 2005. 2001 Gambar 4. Baja perak merupakan paduan antara besi. MnSO4. dan MnCl2 MnO2 KMnO4 6. Suatu batuan yang mengandung campuran mangan dan oksida besi. Besi (Fe) Besi merupakan logam yang cukup melimpah dalam kulit bumi (4. Mangan terdapat dalam semua biloks mulai dari +2 hingga +7.org.7. Mangan (Mn) Mangan relatif melimpah di alam (0. Mn2+ membentuk Mn(H2O)62+. Indonesia juga memproduksi nikel. Larutan garam kobalt(II) mengandung ion Co(H2O)62+ yang memberikan warna merah muda.6 Isotop kobalt digunakan untuk perawatan pasien kanker. Kobalt utamanya memiliki biloks +2 dan +3. Produksi terbesar emas berasal dari Papua. tembaga. Dalam larutan.7H2O. dan Fe(SCN)3 Fe3O4 dan KFe[Fe(CN)6] Di dalam air. Besi murni berwarna putih kusam yang tidak begitu keras dan sangat reaktif terhadap zat oksidator sehingga besi dalam udara lembap teroksidasi oleh oksigen dengan cepat membentuk karat. emas sebagai pendapatan tertinggi Indonesia.mpi. tetapi umumnya +2 dan +7. dan banyak digunakan untuk membuat paduan. Besi(III) dalam bentuk ion Fe(H2O)63+ tidak berwarna.au 5. +1.1% kulit bumi). Kobalt bersifat keras. seperti ditunjukkan pada Tabel 4. yang berwarna merah muda. Mangan(VII) terdapat sebagai ion permanganat (MnO4–) yang banyak digunakan sebagai pereaksi analitik. Sumber: Encarta: Reference Library. dan tungsten yang digunakan dalam instrumentasi dan alat-alat kedokteran (Gambar 4. Fe2O3. Kegunaan umum mangan adalah untuk membuat baja yang digunakan untuk mata bor (pemboran batuan). tetapi dapat ditemukan dalam bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) dalam kadar yang memadai jika diproduksi secara ekonomis. seperti baja perak (stainless steel).8 Senyawa Besi dan Biloksnya Biloks +2 +3 Campuran +2 dan +3 Senyawa FeS.Sekilas Kimia Tambang Logam Transisi Di Indonesia Kekayaan alam Indonesia sangat berpotensi dan bernilai ekonomi tinggi. Beberapa jenis mangan yang umum ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. mangan. dan emas dengan jumlah yang besar. 114 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Kobalt (Co) Walaupun kobalt relatif jarang terdapat di alam. dan +4 juga dikenal. garam besi(II) berwarna hijau terang akibat membentuk ion Fe(H2O)62+.6). berwarna putih kebiruan. bijih besi. Sumber: Chemistry for You. Mineral-mineral dan produk yang berhubungan dengannya merupakan 19% dari total eksport negara Indonesia. Kobalt dapat membentuk berbagai senyawa koordinasi. K3[Fe(CN)6]. MnS.7 Senyawa Mangan dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 +4 +7 Mn(OH)2.9. dan K4Fe(CN)6 FeCl3.

dan [Co(NH3)6]Cl3 8. Larutan garam nikel(II) dalam air mengandung ion Ni(H2O)62+ yang berwarna hijau emerald.2H2O. NiO. terdapat dalam bijih bersama-sama dengan arsen. misalnya untuk kabel listrik (Gambar 4. tetapi dapat juga terkorosi. dan CoS CoF3. Tes Kompetensi Subbab C 2. tahan terhadap korosi. tembaga tahan terhadap cuaca dan korosi. digunakan untuk membuat baling-baling kapal laut. K3[Co(CN)6]. NiS. Warna kemerah-merahan dari tembaga berubah menjadi kehijau-hijauan akibat terkorosi oleh udara membentuk patina. [Ni(H2O)6]Cl2. 1. tetapi dalam jumlah besar sangat beracun.8). dan digunakan untuk melapisi logam yang lebih reaktif. Nikel (Ni) Kelimpahan nikel dalam kulit bumi berada pada peringkat ke-24. Senyawa nikel umumnya memiliki biloks +2. [Co(H2O)6](NO3)2. Walaupun tembaga tidak begitu reaktif. CuCl2. dan belerang. [Ni(H2O)6]SO4 Sumber: Chemistry for You. CuSO4. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Co2O3. antimon. garam tembaga digunakan untuk membunuh jamur.5H2O. Senyawa koordinasi nikel(II) dapat dilihat pada Tabel 4.9 Biloks +2 +3 Senyawa Kobalt dan Biloksnya Senyawa CoSO4. Oleh karena beracun. 2001 Gambar 4. Selain itu. Logam nikel berwarna putih seperti perak dengan konduktivitas termal dan listrik tinggi. Cu2S. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 115 . → 3Cu(s) + 2H2O( ) + SO2(g) + 2O2(g) ⎯⎯ Cu(OH)4SO4 Tabel 4.10 Senyawa Nikel dan Biloksnya Biloks Senyawa +2 NiCl2.10. Nikel juga digunakan secara luas dalam bentuk paduan dengan besi membentuk baja. Jelaskan kegunaan unsur transisi dalam bidang industri.7 Paduan logam nikel dengan tembaga membentuk alloi yang disebut monel. dan alga. Co2O3. 9. Kegiatan Inkuiri Di antara logam unsur-unsur transisi periode 4. Tuliskan sumber mineral unsur transisi yang Anda ketahui.Tabel 4. [Co(H2O)6]Cl2. Tembaga (Cu) Tembaga memiliki sifat konduktor listrik sangat baik sehingga banyak digunakan sebagai penghantar listrik. Gambar 4. dan [Cu(H2O)6](NO3)2 Sumber: Sougou Kagashi Tembaga dalam jumlah sedikit diperlukan oleh tubuh sebagai perunut.8 Tembaga digunakan untuk kabel listrik. manakah yang tergolong bersifat racun bagi makhluk hidup? Bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh logam tersebut? Diskusikan dalam kelas. dan CuCl CuO. bakteri.11 Senyawa Tembaga dan Biloksnya Biloks Senyawa +1 +2 Cu2O. Tabel 4.

D. Udara panas yang mengandung oksigen disemburkan ke dalam tanur dari bagian bawah untuk membakar kokas. containing 80–90% carbon. Di dalam tanur. dan pemurnian logam (lihat Gambar 4. → C(s) + H2O(g) ⎯⎯ CO(g) + H2(g) Δ H = +131 kJ Reaksi kokas dan oksigen bersifat eksoterm. kokas. Mineral Ditambang Ekstraksi Ekstraksi (peleburan) Bijih dipekatkan 1. Pengolahan awal (pemekatan) Bijih logam yang masih mengandung pengotor dihancurkan dan digiling hingga terbentuk partikel-partikel berukuran kecil. Reduksi besi oksida dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace). Pengeringan dan pembakaran Bijih murni dikeringkan dan dilebur (direduksi).000°C). Persamaan reaksinya: → Fe3O4(s) + 4CO(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4CO2(g) → Fe3O4(s) + 4H2(g) ⎯⎯ 3Fe( ) + 4H2O(g) Δ H = –15 kJ Δ H = +150 kJ 116 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan peleburan ulang (besi).9). Proses reduksi dalam industri logam disebut peleburan (melting). dan kapur) dimasukkan ke dalam tanur melalui puncak tanur. Campuran material (bijih besi. bijih besi direduksi oleh gas CO dan H2 (hasil reaksi udara panas dan kokas) membentuk besi tuang. Pada bagian atas tanur ( 1.900°C). Pada proses tersebut bijih murni direduksi dari oksidanya menjadi logam bebas. Udara panas juga mengandung uap air yang turut masuk ke dalam tanur dan bereaksi dengan kokas membentuk gas CO dan gas H2. oksigen bereaksi dengan kokas membentuk gas CO. Pengolahan Logam (Metalurgi) Aplikasi pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan bijih sampai menjadi logam dinamakan metalurgi. mengandung 80%–90% karbon. Pirometalurgi Besi Sejumlah besar proses metalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bijih logam menjadi logam bebas dengan cara reduksi. reduksi bijih logam menjadi logam bebas. → 2C(s) + O2(g) ⎯⎯ 2CO(g) Δ H = –221 kJ Logam + pengotor Pemurnian logam Daur ulang Limbah logam Produk barang Gambar 4. yang merupakan reaktor kimia dan beroperasi secara terus-menerus (Gambar 4. distilasi (seng dan raksa). 1.300°C. Proses ini melibatkan tahap pengolahan awal atau pemekatan. Batu kapur berfungsi sebagai sumber oksida untuk mengikat pengotor yang bersifat asam. Reaksinya melepaskan kalor hingga suhu tanur sekitar 2. Material yang tidak diperlukan dikeluarkan dengan cara magnetik atau metode pengapungan (flotasi) hingga terbentuk bijih murni. Kokas is heated coal without air. Oleh karena itu. 2. Pemurnian Logam yang diperoleh pada tahap pengeringan dan pembakaran masih mengandung pengotor sehingga perlu dilakukan pemurnian. Penggunaan kalor untuk proses reduksi disebut pirometalurgi. kalor yang dilepaskan dipakai untuk memanaskan tanur. sedangkan reaksi dengan uap air bersifat endoterm. uap air berguna untuk mengendalikan suhu tanur agar tidak terlalu tinggi ( 1. 3.10).9 Proses ekstraksi dan daur ulang logam Catatan Note Kokas adalah batu bara yang dipanaskan tanpa udara. Pirometalurgi diterapkan dalam pengolahan bijih besi. Kokas berperan sebagai bahan bakar dan sebagai reduktor. Beberapa metode pemurnian di antaranya elektrolisis (nikel dan tembaga).

12 Skema reaktor Bessemer Besi cair Pada proses ini. juga dapat melindungi besi tuang dari oksidasi (lihat Gambar 4. Mn. Kapur ini bekerja mereduksi pengotor yang ada dalam bijih besi. Co. Akan tetapi. pengubahan besi menjadi baja merupakan proses oksidasi untuk mengeluarkan pengotor. 1) Proses Bessemer Gas oksigen 1000°C 1500°C Semburan udara panas 1900°C Udara + uap air panas Cairan Lumpur Besi tuang cair Gambar 4. Δ → CaCO3(s) ⎯⎯ CaO( ) + CO2(g) → CaO( ) + SiO2( ) ⎯⎯ CaSiO3( ) → CaO( ) + P2O5( ) ⎯⎯ Ca3(PO4)2( ) Bijih besi + kokas + kapur Gas buang Gas CO2 yang dihasilkan dari penguraian batu kapur pada bagian bawah tanur (sekitar 1. besi cair hasil dari tanur sembur dimasukkan ke dalam reaktor silinder. tetapi dua cara umum yang biasa digunakan pada pembuatan baja adalah proses perapian terbuka (open hearth) dan proses essemer (basic o ygen). Pengolahan besi dari bijihnya merupakan proses reduksi.5%) yang mengandung logam lain.11). Oksidasi besi dilakukan dengan berbagai cara. seperti pasir atau oksida fosfor. Pembuatan Baja Baja merupakan paduan (alloi) yang digolongkan sebagai baja karbon (kandungan karbon di atas 1. Gambar 4.500°C. Udara panas disemburkan dari lubang-lubang pipa untuk mengoksidasi karbon dan zat pengotor yang masih tersisa.000oC terurai menjadi kapur tohor. a. bersamasama terak (pengotor).900°C) direduksi oleh kokas membentuk gas CO. panas di sekitarnya diserap hingga mencapai suhu ± 1. Oleh karena terak lebih ringan dari besi tuang.Batu kapur yang ditambahkan ke dalam tanur. Persamaan reaksinya: → CO2(g) + C(s) ⎯⎯ CO(g) Δ H = +173 kJ Oleh karena bersifat endoterm. seperti Cr. dan Mo.11 Pipa buang dan uap air Konventer Besi cair 150 – 300 ton Besi tuang dari tanur sembur dipindahkan ke tungku basic oksigen dijadikan baja karbon. Besi tuang hasil olahan berkumpul di bagian dasar tanur. pada 1.10 Skema pirometalurgi besi Gas buang Sumber: Chemistry (McMurry). Sifat-sifat mekanik baja ditentukan oleh komposisi kimianya. Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 117 . terak mengapung di atas besi tuang dan mudah dipisahkan. 2001 Gambar 4.

nusaweb. sulfat. Cr 19%. mangan. dan kawat pagar. Metalurgi Tembaga Langkah-langkah pada pengolahan tembaga tidak berbeda dengan pengolahan besi. dan Ni 9%) banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga dan alat kedokteran. Jika pengotor adalah mangan (basa) maka fluks yang bersifat asam ditambahkan (silika). Udara ditiupkan ke seluruh lelehan besi glubal (bijih besi yang telah dipanaskan dalam tanur dengan batu bara atau kayu). Ni. 118 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .13 Baja stainless steel (Fe 72%. atau W dapat ditambahkan pada baja agar menghasilkan paduan yang memiliki sifat-sifat tertentu. 1997 Dia berperan besar dalam usaha mempercepat proses pembuatan baja pada pertengahan abad 19 dengan konverternya yang terkenal. diikuti oleh oksidasi karbon menjadi CO yang menimbulkan agitasi dan busa di atas mangkuk. Semburan udara panas mengandung oksigen dilewatkan melalui permukaan besi dan bereaksi dengan pengotor. Untuk menjaga besi tetap cair maka atap wadah dibentuk cembung agar dapat memantulkan kalor ke arah permukaan besi cair. Δ → MnO(s) + SiO2(s) ⎯⎯ MnSiO3( ) Jika pengotor silikon atau fosfor (asam) maka fluks yang bersifat basa ditambahkan (CaO atau MgO): Sumber: www. silikat. yaitu alloi yang sangat terkenal karena kekuatannya. pipa ledeng.Sekilas Kimia Henry Bessemer (1813–1898) Persamaannya: → C(s) + O2(g) ⎯⎯ CO2(g) → Si( ) + O2(g) ⎯⎯ SiO2( ) Δ 2Fe( ) + O2(g) ⎯⎯ 2FeO( ) → Δ Δ Untuk mereduksi kembali FeO yang turut teroksidasi. dan direaksikan kembali dengan suatu fluks. dituang dari konverter dan ditambahkan sejumlah tertentu karbon dan logam. Sebelum dikeluarkan dari tanur. seperti nikel. Baja feromangan biasanya dipakai untuk membuat kerangka beton bangunan. Pengotor seperti Mn. dan pengotor lain. proses reduksi. membentuk oksida. Zat tambahan ini mengubah lelehan besi menjadi baja. P dan Si bereaksi dengan oksigen . Baja jenis feromangan mutunya kurang baik dan harganya relatif murah. V. Cr. 2. logam lain. Reaksi yang terjadi: Δ → Mn( ) + FeO( ) ⎯⎯ (Fe–MnO)( ) feromangan Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. atau kromium. b. 2) Proses Perapian Terbuka Pada proses perapian terbuka digunakan reaktor serupa mangkuk yang memuat sekitar 100–200 ton besi cair. melibatkan tiga tahap. seperti Co. Tahap Penghalusan Baja Karbon Tahap penghalusan melibatkan oksidasi karbon dan pengotor secara terus-menerus.com Δ → SiO2(s) + MgO(s) ⎯⎯ MgSiO3( ) Δ → P4O10(s) + 6CaO(s) ⎯⎯ 2Ca3(PO4)2( ) Gambar 4. yaitu pemekatan. Besi murni yang masih meleleh. Oksidasi termal karbon meningkatkan suhu dalam mangkuk yang menyebabkan fluks batu kapur terkalsinasi menghasilkan kapur tohor yang mengambang di atas lelehan. dan pemurnian. ditambahkan logam mangan. Si dan Mn dioksidasi pertama kali menjadi terak. Kalsinasi adalah proses pemanasan di bawah titik leleh zat untuk menghilangkan pengotor. Jenis fluks bergantung pada pengotor. Kapur ini bergabung dengan fosfat.

→ Ni2+(aq) + 2e ⎯⎯ Ni(s) Eo = –0. Logam tembaga yang akan dimurnikan ditempatkan sebagai anode. wadah elektrolisis diisi tembaga(II) sulfat. Zat pengapung berupa surfaktan (memiliki ujung polar dan nonpolar). Hidrogen dan logam aktif. Pemurnian Pemurnian tembaga dilakukan melalui elektrolisis. Untuk kebutuhan penghantar listrik. yang selanjutnya memadat. Reaksi yang terjadi: Buih bercampur bijih tembaga Udara bertekanan → 2CuS(s) + 3O2(g) ⎯⎯ 2CuO(s) + 2SO2(g) Pemanggangan bersifat eksoterm sehingga setelah pemanggangan dimulai tidak perlu ditambahkan panas lagi. Apakah seng akan terakumulasi dalam larutan elektrolit selama pemurnian logam tembaga? Jelaskan.a.14. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4. Kata Kunci • • • • Metalurgi Pirometalurgi Reaksi eksoterm Reaksi endoterm Tes Kompetensi Subbab 1. magnesium. Kerjakanlah di dalam buku latihan. Lumpur anode Sumber: Chemistry: The Central Science.28 V 2+ → Eo = +0. Proses kimia apakah yang diharapkan pada pengolahan bijih besi dalam tanur? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 119 . Apa yang terjadi dengan nikel jika logam tembaga dimurnikan secara elektrolisis? Jawab: Untuk menjawab pertanyaan tersebut harus diketahui potensial elektrode standar. dan aluminium juga digunakan sebagai reduktor jika karbon yang dipakai tidak cocok. Tahap Pemekatan Proses pemekatan tembaga dari bijihnya dilakukan dengan cara pengapungan (flotasi). Partikel-partikel yang terbasahi oleh air seperti pengotor berada di dasar tanki. dan lempeng tembaga murni ditempatkan sebagai katode. dan udara dialirkan hingga berbusa. Seng adalah pengotor lain dalam tembaga.15). Adapun partikel yang tidak terbasahi menempel pada busa dan mengapung di atas permukaan tanki.6 Pengotor dalam Proses Pemurnian Tembaga Logam nikel adalah salah satu pengotor pada bijih tembaga. bijih dihancurkan menjadi serbuk. Proses Reduksi Setelah bijih tembaga dipekatkan (tembaga sulfida). Hasil reduksi pada tahap ini dinamakan tembaga blister yang kemurniannya mencapai 98%. Contoh 4. misalnya saponin.34 V Cu (aq) + 2e ⎯⎯ Cu(s) Oleh karena potensial reduksi standar nikel lebih negatif dari tembaga. kemudian direduksi dengan cara pemangggangan. Pada proses ini. tembaga harus dimurnikan melalui elektrolisis (Gambar 4. seperti natrium. kemudian dicampurkan dengan zat pengapung. c.14 Proses pemekatan dengan cara flotasi katode anode Uap logam tembaga meninggalkan reaktor dan terkondensasi menjadi cair. Untuk memperoleh logam tembaga dilakukan dengan cara reduksi tembaga oksida dengan karbon sebagai reduktor: Δ → CuO(s) + C(s) ⎯⎯ Cu(g) + CO(g) Pengotor Pengaduk Gambar 4. nikel tidak akan tereduksi.15 Pemurnian tembaga menggunakan elektrolisis. b. Nikel tetap berada dalam larutan. 2001 Gambar 4. D 2. sedangkan Cu2+ direduksi pada katode.

Sifat-sifat unsur transisi ditentukan oleh konfigurasi elektronnya. kecuali scandium dan seng. 2. Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat menunjukkan tingkat oksidasi lebih dari satu. sedangkan jari-jari berkurang. Dalam ion kompleks. Hanya tembaga yang dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawanya. Besi (Fe). (4) penghalusan atau pemurnian logam. Atom ligan yang mengikat langsung logam dinamakan atom donor. Misalnya tembaga. mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s1. Mangan (Mn). konfigurasi elektron unsur transisi mengisi orbital 3d1–10 4s1–2. Kobalt (Co). 15. 14. Muatan pada ion kompleks adalah jumlah muatan atom pusat dan ligan yang mengelilinginya. Hal ini disebabkan tingkat energi orbital-d dan orbital-s tidak berbeda jauh sehingga memungkinkan elektron-elektron pada kedua orbital itu digunakan untuk bersenyawa. 13. (3) reduksi bijih untuk mendapatkan logam bebas. 9. (2) pengolahan awal atau pemekatan. 6. dan anion atau molekul netral yang mengelilinginya dinamakan ligan. atau karbonat. Jumlah atom donor yang mengikat logam dikenal dengan bilangan koordinasi logam. kation logam unsur transisi dinamakan atom pusat. Berdasarkan aturan Aufbau. Titanium (Ti). Unsur-unsur transisi secara terbatas didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki subkulit-d atau subkulit-f yang terisi sebagian. 4. 12. 10. Ligan seperti itu dinamakan ligan polidentat. Nikel (Ni). Sebab ikatan antaratom makin kuat yang pada gilirannya sifat logam dari unsur itu juga semakin kuat. sifat kerapatan dan keelektronegatifan bertambah. Tembaga (Cu). 5. khususnya ion kompleks. Makin banyak elektron bebas dalam suatu unsur transisi makin kuat sifat logamnya. Tata nama ion kompleks mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Alfred Werner. Semua unsur-unsur transisi dapat membentuk senyawa koordinasi. Proses sains dan teknologi dalam pengolahan bijih hingga menjadi logam untuk kegunaan praktis dinamakan metalurgi. Beberapa ligan dapat memiliki dua atau lebih atom donor yang secara berbarengan mengkoordinasi ion logam. 120 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dari kiri ke kanan dalam tabel periodik. dan (5) pencampuran logam dengan unsur lain untuk mengubah sifatnya. dan seng (Zn). Unsur-unsur transisi periode keempat di alam terdapat dalam bentuk oksida. 8.Rangkuman 1. Ligan polidentat dikenal sebagai zat pengkelat (seperti capit kepiting). 11. 3. Kromium (Cr). 7. Unsur-unsur transisi periode keempat terdiri atas skandium (Sc). Proses metalurgi melibatkan beberapa tahap: (1) penambangan bijih logam. Vanadium (V). sulfida. setelah atom kalsium. dan titik didih serta titik leleh naik-turun. Ion kompleks adalah suatu struktur ionik yang kation dari logam transisinya dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul netral.

pirit (FeS). diskusikan dengan teman atau guru Anda . dan kobaltit (CoAsS) Kobalt dapat membentuk mineralnya Nikel mineralnya Nikeltit (NiS) Atom pusat Ion kompleks terdiri atas Ligan Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 4 ini? Bagian manakah dari materi Bab 4 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. dan siderit (FeCO3) Smaltit (CoAs2). Anda dapat mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur transisi dan menganalisis kecenderungan sifat fisiknya. Dengan mempelajari bab ini. Pada bab ini juga dibahas secara mendalam mengenai senyawa kompleks.Peta Konsep Titanium mineralnya Rutil (TiO2) dan ilmenit (FeTiO3) Vanadit (Pb3(VO4)2) Vanadium mineralnya Kromium Unsur yang memiliki subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian merupakan mineralnya Kromit (FeCr2O4) Pirolusit (MnO2) di antaranya Mangan mineralnya Besi Unsur Transisi mineralnya Hematit (Fe2O3). Tahukah Anda manfaat lainnya dari mempelajari unsur-unsur transisi periode keempat? Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat 121 . menjelaskan hubungan antara kereaktifan dan biloks unsur transisi serta mengembangkan keterampilan analisis dan logika Anda dengan mempelajari proses kimia dalam metalurgi. magnetit (Fe3O4).

Evaluasi Kompetensi Bab 4
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1. Pernyataan berikut yang bukan termasuk sifat unsur transisi adalah …. A. merupakan oksidator kuat B. mempunyai beberapa bilangan oksidasi C. penghantar listrik yang baik D. dapat membentuk ion kompleks E. senyawanya berwarna Konfigurasi elektron atom-atom unsur transisi adalah: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2. Bilangan oksidasi tertinggi dari unsur tersebut adalah .… A. +6 D. +3 B. +5 E. +2 C. +4 Konfigurasi elektron atom unsur transisi berikut yang memiliki sifat magnet paling kuat adalah .... A. [Ar] 4s2 3d2 D. [Ar] 4s2 3d5 2 3d3 B. [Ar] 4s E. [Ar] 4s2 3d6 1 3d5 C. [Ar] 4s Vanadium dengan bilangan oksidasi +4 terdapat pada senyawa… A. NH4VO2 D. VOSO4 B. K4V(CN)6 E. VCl3 C. VSO4 Unsur transisi yang memiliki bilangan oksidasi nol terdapat pada senyawa …. A. Co(NH3)6Cl3 D. Fe(H2O)6(OH)3 B. Fe(H2O)6SO4 E. Cr(NH3)4Cl3 C. Ni(CO)4 Jumlah orbital yang ditempati oleh pasangan elektron dalam atom Mn dengan nomor atom 25 adalah …. A. 4 D. 13 B. 7 E. 15 C. 10 UMPTN 2000 A: Ion Co2+ mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d7. jumlah elektron yang tidak berpasangan dalam ion Co2+ adalah …. A. 1 D. 5 B. 2 E. 7 C. 3 Ebtanas 1998: Senyawa seng dari unsur transisi tidak berwarna, hal ini disebabkan oleh …. A. orbital d telah penuh berisi elektron B. tidak adanya elektron pada orbital d C. orbital d telah terisi elektron setengah penuh D. tidak adanya elektron padaorbital s E. orbital s telah terisi elektron setengah penuh 9. Salah satu garam berikut yang bukan senyawa kompleks adalah …. A. Cu(NH3)4SO4 D. (CuOH)2SO4 B. K4Fe(CN)6 E. K2CoI4 C. K3Fe(CN)6 10. Ion berikut yang tidak dapat membentuk kompleks dengan amonia adalah …. A. Zn2+ D. Cr3+ 2+ B. Cu E. Mn2+ 3+ C. Al 11. Pada reaksi pembentukan kompleks berikut. → Fe3+(aq) + 6CN–(aq) ⎯⎯ Fe(CN)63– Ikatan antara atom pusat dan ligan adalah …. A. logam D. kovalen koordinasi B. ionik E. van der Waals C. kovalen polar 12. Bilangan koordinasi Ni dalam ion [Ni(NH3)4]2+ adalah …. A. 2 D. 6 B. 3 E. 8 C. 4 13. Bilangan koordinasi seng dalam ion dia uotetrahidroksoseng(II), [Zn(OH)4(H2O)2]2– adalah …. A. 2 D. 5 B. 3 E. 6 C. 4 14. Bilangan koordinasi Fe dan muatan pada ion Fe(CN)64– adalah …. A. +2 dan 4– D. +6 dan 6– B. +3 dan 2+ E. –2 dan 2– C. +4 dan 4– 15. Ion kompleks berikut yang namanya tidak tepat adalah .... A. [Ni(CN)4]2– : ion tetrasianonikelat(II) B. [Ag(NH3)2]+ : ion diaminargentat(I) C. [Co(H2O)6]3+ : ion heksaa uokobalt(III) D. [PtCl6]2– : ion heksakloroplatinat(IV) E. [Co(NH3)4Cl2]+ : ion diklorotetramin kobalt(III) 16. Ebtanas 1999: Nama yang tepat untuk ion kompleks [Cr(NH3)4(H2O)2]3+ adalah …. A. ion tetramindia uokrom(III) B. ion dia uotetraminkrom(III) C. ion tetramin krom(III) dia uo D. ion tetramin dia uokromat(III) E. ion dia uotetraminkromat(III)

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

122

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

17. Ebtanas 2000: Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. A. krom(III) tetramin dikloro klorida B. tetramindiklorokrom (III) klorida C. diklorotetraminkromat(III) klorida D. tetramindiklorokromat(III) klorida E. diklorotetraminkrom(III) monoklorida 18. Endapan AgCl dapat larut dalam amonia sebab membentuk senyawa …. D. Ag(NH3)2Cl2 A. AgNH2Cl B. AgNH3Cl E. Ag(NH3)4Cl C. Ag(NH3)2Cl 19. Suatu senyawa kompleks terdiri atas logam kromium, anion fluorida, molekul air, dan anion klorida, dengan data tambahan berikut. Bilangan oksidasi atom pusat = +3 Bilangan koordinasi atom pusat = 6 Muatan kompleks = 1+ Senyawa kompleks tersebut adalah …. A. [CrF2(H2O)6]Cl D. [CrClF(H2O)4]Cl B. [Cr(H2O)4]F2Cl E. [CrCl2(H2O)4]F C. [CrCl2(H2O)4]Cl 20. Ebtanas 1998: Rumus ion kompleks yang sesuai dengan bentuk molekul berikut adalah ….
CN– CN– CN– Cr3+ CN– CN– CN–

A. Cr(CN)6– D. Cr(CN)63– 2– B. Cr(CN)6 E. Cr(CN)63+ 2+ C. Cr(CN)6 21. Jika ke dalam larutan CuSO4 ditambah NH3 akan terbentuk endapan biru-hijau, tetapi penambahan NH3 berlebih akan melarutkan kembali endapan dan larutan berwarna biru terang. Gejala ini disebabkan …. A. Cu(OH)2 bersifat amfoter B. terbentuk ion kompleks Cu(NH3)42+ C. Cu termasuk golongan transisi D. ion Cu2+ adalah ion berwarna biru E. Cu(OH)2 mudah terurai menjadi CuO dan air 22. Pada pengolahan bijih titanium menjadi titanium oksida murni umumnya diolah melalui pembentukan titanium klorida sebab .... A. mudah dioksidasi B. dapat dielektrolisis C. titik didihnya rendah D. mudah dimurnikan dengan air E. hasilnya sangat murni

23. Pengubahan ion kromat menjadi ion dikromat terjadi dalam keadaan …. A. basa D. encer B. netral E. panas C. asam 24. Reduktor yang biasa digunakan secara besar-besaran untuk mereduksi bijih besi menjadi logamnya adalah …. A. natrium D. karbon B. hidrogen E. platina C. aluminium 25. Pada proses tanur sembur, bijih besi harus dicampur dengan kapur. Fungsi kapur pada proses ini adalah …. A. mengikat SiO2 B. mengikat oksigen C. mengikat kelebihan karbon D. menambah ion kalsium E. menghasilkan besi dengan kemurnian tinggi 26. UMPTN 1997 C: Reduksi besi(III) oksida dengan CO menghasilkan besi menurut persamaan reaksi berikut. → Fe2O3(s)+ 3CO(g) ⎯⎯ 2Fe(s) + 3CO2(g) untuk menghasilkan 11,2 kg besi dibutuhkan besi(III) oksida sebanyak …. A. 22 kg D. 16 kg B. 20 kg E. 15 kg C. 18 kg 27. Prinsip pembuatan baja dari besi tuang adalah dengan cara …. A. meningkatkan kadar karbon B. menurunkan kadar karbon C. meningkatkan kadar timah D. menurunkan kadar timah E. meningkatkan kadar seng 28. Pengolahan bijih logam yang terdapat dalam bentuk karbonat dapat dilakukan melalui proses .... A. elektrolisis B. hidrolisis C. pemanggangan dan reduksi D. pemanggangan E. reduksi langsung 29. Ebtanas 1999: Urutan yang tepat pada proses pengolahan tembaga dari bijih tembaga adalah .... A. elektrolisis-reduksi-pemekatan-pemanggangan B. reduksi-elektrolisis-pemanggangan-pemekatan C. pemekatan-pemanggangan-reduksi-elektrolisis D. pemanggangan-reduksi-pemekatan-elektrolisis E. reduksi-pemanggangan-elektrolisis-pemekatan 30. Unsur transisi periode keempat yang paling banyak terdapat dalam kulit bumi adalah …. A. seng D. besi B. nikel E. mangan C. tembaga

Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat

123

B. 1.

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Berapa bilangan oksidasi unsur transisi dari senyawa berikut. a. FeCO3 b. MnO2 c. CuCl d. CrO2Cl2 Tuliskan konfigurasi elektron untuk setiap ion berikut. (a) Fe2+; (b) Cr3+; (c) Mn4+; (d) Sc3+. Apa yang dimaksud dengan ion kompleks, ligan, dan bilangan koordinasi? Jelaskan. Tentukan berapa bilangan koordinasi dan bilangan oksidasi logam dalam senyawa kompleks berikut. a. K3[V(C2O4)3] b. [Ni(CN)5]3– c. [Zn(en)2]Br2 d. [Fe(H2O)5SCN]2+ Tuliskan nama senyawa kompleks berikut. a. [Zn(NH3)4]2+ b. [Co(NH3)4Cl2]Cl c. K[Co(C2O4)2(NH3)2] d. [PtCl4(en)] e. [Ni(H2O)6]Br2 f. [Cr(NH3)4Cl2]ClO4 g. K3[Fe(C2O4)3] 6. Tuliskan rumus setiap senyawa berikut dan tentukan berapa bilangan koordinasinya. a. Heksaminkrom(III) nitrat b. Tetraminkarbonatokobalt(III) sulfat c. Diklorobis(etilendiamin)platina(IV) bromida d. Kalium dia uatetrabromovanadat(III) e. Penta uabromomangan(III) sulfat f. Natrium tetrabromo(etilendiamin)kobaltat(III) Manakah di antara senyawa berikut yang memberikan warna? a. ZnO b. NaAlCl4 c. [Fe(SO4)(H2O)4] d. CrO2 Tuliskan persamaan kimia setara untuk reduksi FeO dan Fe2O3 oleh H2 dan CO.

2. 3. 4.

7.

8.

5.

124

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Bab

5
Sumber: kocherov@jaeand.iaea.org

Pusat Penelitian Reaktor Nuklir Batan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Keradioaktifan
Hasil yang harus Anda capai: memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan dan bahayanya, serta terdapatnya di alam. Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu: mendeskripsikan unsur-unsur radioaktif dari segi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimia, kegunaan, dan bahayanya.

Pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih dalam tahap penelitian. Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan mengenai keuntungan dan dampak yang dihasilkan dari pengadaan proyek ini. Peraturan keselamatan dan tingginya biaya masih menjadi kendala dikarenakan Indonesia adalah negara berkembang. Akan tetapi, di negara maju, seperti Amerika, sekitar 20 persen energi nuklir dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Energi nuklir ini dihasilkan dari reaksi inti atom yang bersifat radioaktif. Sejak model atom dikembangkan oleh Dalton, perhatian ilmuwan terpusat pada elektron, tidak pada inti atom. Menurut pendapat sebelumnya, inti atom hanya menyediakan muatan positif untuk mengikat elektronelektron di dalam atom. Akibat perkembangan cepat dalam bidang fisika dan kimia membuktikan bahwa inti atom dapat berubah secara spontan disertai dengan pelepasan radiasi. Inti atom tersebut dinamakan nuklida radioaktif. Bagaimanakah sifat-sifat fisik dan kimia serta kegunaan lainnya dari nuklida radioaktif ini? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.

A. Kestabilan Inti B. Kegunaan Radioisotop C. Reaksi Fisi dan Fusi

125

Tes Kompetensi Awal
1. 2. 3. Masih ingatkah Anda bagaimana model struktur atom menurut Bohr? Gambarkan oleh Anda model struktur atom tersebut. Apa yang dimaksud dengan nuklida? Sebutkan partikel-partikel penyusun inti Atom? Apakah menurut Anda inti suatu atom dapat meluruh atau bergabung dengan inti atom lain? Jelaskan alasannya.

A. Kestabilan Inti
Kestabilan inti atom dapat ditinjau dari aspek kinetika dan energitika. Kestabilan secara energitika ditinjau dari aspek energi nukleosintesis dihubungkan dengan energi komponen penyusunnya (proton dan neutron), disebut energi ikat inti. Kestabilan secara kinetika ditinjau berdasarkan kebolehjadian inti meluruh membentuk inti yang lain, disebut peluruhan radioaktif.

Sekilas Kimia
Marie Curie (1867–1934)

1. Ciri-Ciri Inti Stabil dan Tidak Stabil
Untuk mengetahui ciri-ciri inti yang stabil dan inti yang tidak stabil dapat ditinjau dari perbandingan antarpartikel yang terkandung di dalam inti atom, yaitu perbandingan neutron terhadap proton ⎜ ⎟ . Selain nuklida 1H, semua ⎝Z⎠ nuklida atom memiliki proton dan neutron. Suatu nuklida dinyatakan stabil jika memiliki perbandingan neutron terhadap proton lebih besar atau sama dengan satu ⎜ ≥ 1 ⎟ . Untuk nuklida ringan (Z ⎝Z ⎠ Untuk nuklida dengan Z 20, perbandingan
⎛N ⎞ ⎛N⎞

20), perbandingan 1. Perbandingan

N @ 1. Z

beberapa nuklida yang stabil ditunjukkan pada tabel berikut.
Sumber: Oxford Ensiklopedia Pelajar: Biografi–9, 1995

N Z

N untuk Z

Tabel 5.1 Nuklida Z N
N Z

Beberapa Nuklida yang Stabil
2

Marie Curie Lahir di Warsawa, Polandia. Dia bersama dengan suaminya Pierre melakukan percobaan terhadap zat radioaktif. Setelah beberapa tahun bekerja, mereka berhasil menemukan sebuah unsur radioaktif, yang mereka namakan radium. Mereka menerima hadiah nobel untuk karya ini. Setelah Pierre meninggal pada 1906, Marie meneruskan kerjanya dan menerima hadiah nobel ke–2 pada 1911.

H 1 1 1

20

Ne

40

Ca

64

n

90

Sn

120

Nd

202

Hg

10 10 1

20 20 1

30 34 1,13

40 50 1,25

50 70 1,50

80 122 1,50

Berdasarkan tabel tersebut, tampak bahwa nilai

fungsi Z. Hubungan proton dan neutron dapat diungkapkan dalam bentuk grafik yang disebut grafik pita kestabilan.
Emisi alfa
130 120 110 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10

N berubah sebagai Z

Gambar 5.1
Grafik pita kestabilan Nuklida stabil ditunjukkan oleh titik hitam yang berkerumun membentang seperti pita sehingga disebut pita kestabilan. Di luar pita kestabilan tergolong radioaktif.

Jumlah neutron (N)

Emisi beta
Z N= Penangkapan elektron dan emisi positron

20

30

40

50

60

70

80

90 100

Jumlah proton (Z)

126

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

Dengan bertambahnya jumlah proton (Z), perbandingan neutronproton meningkat hingga 1,5. Kenaikan angka banding akibat meningkatnya tolakan muatan positif dari proton. Untuk mengurangi tolakan antarproton diperlukan neutron yang berlebih. Nuklida di luar pita kestabilan umumnya bersifat radioaktif atau nuklida tidak stabil. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan adalah nuklida yang memiliki neutron berlebih. Untuk mencapai keadaan inti yang stabil, nuklida ini mengubah neutron menjadi proton dan partikel beta. Nuklida yang terletak di bawah pita kestabilan adalah nuklida yang miskin neutron. Untuk mencapai keadaan yang stabil, dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron (electron capture) pada kulit K menjadi neutron. Nuklida yang terletak di atas pita kestabilan dengan nomor atom (jumlah proton) lebih dari 83 adalah nuklida yang memiliki neutron dan proton melimpah. Untuk mencapai keadaan stabil, nuklida ini melepaskan sejumlah partikel alfa (inti atom He).
Jumlah neutron

N diyakini Z

Emisi −0 e 1
4 Emisi 2 He

0 Emisi 1 e atau penangkapan elektron

Jumlah proton
Sumber: Chemistry: The Central Science, 2000

Gambar 5.2
Semua unsur radioaktif meluruh membentuk unsur yang stabil dengan nomor atom sekitar 50-an.

Contoh 5.1
Meramalkan Kestabilan Inti Ramalkan apakah nuklida stabil? Jawab
13 7 N stabil atau tidak. Jika tidak, bagaimana untuk mencapai

Kestabilan inti dapat dilihat dari angka banding (Z) 20, angka banding

N . Untuk inti dengan jumlah proton Z

N = 1. Z N 6 Angka banding untuk 13 N= = 0,86 lebih kecil dari 1 sehingga tidak stabil. 7 Z 7 Oleh karena nuklida N berada di bawah pita kestabilan ( 1) maka untuk mencapai stabil dilakukan dengan cara memancarkan positron atau penangkapan elektron kulit K.

2. Peluruhan Radioaktif
Peluruhan radioaktif adalah peristiwa spontan emisi beberapa partikel dan radiasi elektromagnetik dari suatu inti atom tidak stabil menuju inti yang stabil. Peluruhan radioaktif diketahui merupakan suatu peristiwa eksoergik (pelepasan energi). Pada proses peluruhan inti berlaku Hukum Kekekalan Energi, Momentum, Massa, dan Muatan. a. Persamaan Peluruhan Inti Persamaan peluruhan inti ditulis seperti halnya persamaan reaksi kimia. Contoh peluruhan radioaktif 238U disertai pelepasan partikel alfa dapat ditulis sebagai berikut.
238 92 U

Kata Kunci
• • • • • • • • • • • Inti atom (nuklida) Aspek kinetika Aspek energitika Kestabilan inti Nukleosintesis Energi ikat inti Emisi (peluruhan) Pita kestabilan Radioaktif Eksoergik Radiasi elektromagnetik

⎯⎯ →

234 4 90 Th + 2 He

Pada persamaan ini, hanya inti yang berubah yang dituliskan. Tidak perlu menuliskan senyawa kimia atau muatan elektron untuk setiap senyawa radioaktif yang terlibat sebab lingkungan kimia tidak memiliki pengaruh terhadap perubahan inti.

Keradioaktifan

127

2000 Gambar 5.3. Secara umum ditunjukkan pada Tabel 5. subscript means charge. Jawab Nomor atom radium 88 dan radon 86. simbol kedua nuklida adalah 226 88 Ra dan 222 86 Rn Persamaan transmutasi intinya: 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 4 86 Rn+ 2 He b. dan peluruhan gamma. and supercript means mass. indeks bawah menyatakan muatan.4 Daya tembus radiasi yang diemisikan unsur radioaktif Kekuatan penetrasi: n ≈ g> b > a sinar-X 0 0 γ – 128 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . atau penangkapan elektron).3 Jenis Peluruhan Radioaktif Radiasi 4 2 He 0 −1 e 0 1e Jenis peluruhan Emisi alfa (a) Emisi beta (b) Emisi positron ( b+) Penangkapan elektron Emisi gamma (g) Perubahan Setara – 0 1 1 0 n → 1p + −1e 1 1 0 1 p → 0n + 1 e 0 1 1 1 p + −1 e → 0 n Perubahan Inti No. peluruhan beta ( β –. Jadi. dan indeks atas menyatakan massa. Jenis Peluruhan Radioaktif Peluruhan radioaktif dapat digolongkan ke dalam tiga jenis peluruhan. β + atau positron.2 Proton 1 1p Simbol Partikel yang Terlibat dalam Peluruhan Inti Neutron Beta Positron 1 0n 0 −1 e Gamma 0 0 atau 0 −1β 0 1e atau 0 β 1 Contoh 5. Atom No. Massa –2 +1 –1 –1 0 –4 0 0 0 0 Gambar 5. Tabel 5. Nomor Massa Nomor Atom Pereaksi dan produk yang terlibat dalam peluruhan inti ditulis menurut simbol nuklidanya.3 Deret peluruhan radioaktif: 238U → 206Pb Catatan Note Dalam simbol untuk partikel yang terlibat. Symbol for the particle. yaitu peluruhan alfa. Tabel 5.2 Menuliskan Persamaan Peluruhan Inti Tuliskan persamaan transmutasi inti untuk peluruhan radioaktif radium–226 disertai pancaran partikel alfa membentuk radon–222.Sumber: Chemistry: The Central Science. Simbol untuk partikel yang terlibat dalam peluruhan inti adalah sebagai berikut.

Contohnya: 99 m 43 Tc Kata Kunci Emisi alfa Emisi beta Emisi positron Penangkapan elektron Emisi gamma Transmutasi inti Keadaan tereksitasi ⎯⎯ → 99 43 Tc + 0γ 0 Contoh 5. Emisi positron (b+) adalah emisi sejenis elektron yang bermuatan positif. Untuk mencapai keadaan stabil dilakukan dengan cara mengemisikan energi dalam bentuk radiasi gamma. yaitu kulit K. 47Ca b. Persamaan transmutasi intinya: 25 13 Al ⎯⎯ → ⎯⎯ → 25 13 Al + 0 1e (emisi positron) atau 25 13 Al + 0 −1e 25 12 Mg (penangkapan elektron) Keradioaktifan 129 . Emisi gamma (g) dihasilkan dari nuklida yang tereksitasi setelah menjalani peluruhan. 1 1p + 0 −1 e ⎯⎯ 1 n →0 • • • • • • • 5. 4 + 2 He Nuklida yang memiliki nomor atom di atas 83 akan memancarkan partikel alfa. Emisi positron setara dengan perubahan proton menjadi neutron. 25Al Jawab N a.1. ⎯⎯ 1 p + →1 0 −1e Perisai timbal Bahan radio aktif 3. proton diubah menjadi neutron. Emisi positron terjadi pada nuklida yang berada di bawah pita kestabilan. pada peluruhan radioaktif 226Ra. Persamaannya: 1 0n Radiasi γ Radiasi α Radiasi β 226 88 Ra ⎯⎯ → 222 86 Rn 2. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi beta. g dalam medan magnet ⎯⎯ n + → 1 0 0 1e 4. 1997 Gambar 5. Penangkapan elektron ( .3 Meramalkan Jenis Peluruhan Radioaktif Gunakan pita kestabilan untuk meramalkan peluruhan radioaktif dan tuliskan persamaan transmutasi intinya: a. Emisi beta (b-) adalah emisi elektron berkecepatan tinggi dari inti tidak stabil.5 Radiasi a. Peluruhan radioaktif menghasilkan nuklida pada keadaan tereksitasi yang tidak stabil. electron capture) adalah peluruhan inti dengan menangkap elektron dari orbital yang terdekat ke inti. 4 Emisi alfa adalah emisi nuklida 2 He atau partikel alfa dari inti tidak stabil. Oleh karena nilai 1 (di Z bawah pita kestabilan) maka akan terjadi emisi positron atau penangkapan elektron. b. Nuklida di atas pita kestabilan akan memancarkan partikel beta. 1 1p Sumber: Introductory Chemistry. Dalam hal ini. N b. Nuklida 25Al memiliki 13 proton dan 12 neutron. Emisi beta sama dengan perubahan neutron menjadi proton. Misalnya. Nuklida 47Ca memiliki 20 proton dan 27 neutron.

4 2 1 p + 2 1 n ⎯⎯ 2 He → 1 0 Gambar 5.3.0066 11.6. X adalah partikel elektron. positron D. Energi ikat inti. Contoh. Energi yang terlibat dalam nukleosintesis dinamakan energi ikat inti ( i). nuklida 4 He disintesis dari 2 proton dan 2 neutron.00150 6. perubahan energi inti dapat ditentukan secara langsung dari perubahan massa nukleon. Lihat Gambar 5. makin besar energi ikat inti.9967 13..9309 207.01550 3. makin stabil inti atom tersebut.0102 11. Nukleosintesis dan Energi Ikat Inti Nukleon (n + p) Dm diubah menjadi energi untuk mengikat nukleon agar tetap dalam inti Nuklida Pengikat Nukleosintesis adalah pembentukan inti atom atau nuklida dari partikelpartikel penyusunnya (proton dan neutron). (D) Po Rn Ra 130 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .9368 221.9184 205.4 Massa Nukleon dan Nuklida dalam Satuan Massa Atom (sma) A –1 0 1 1 1 2 2 3 3 4 5 5 6 6 8 26 27 82 82 82 84 86 88 0 1 1 2 3 3 4 6 7 9 10 11 12 13 16 56 59 206 207 208 210 222 226 Massa (sma) 0.01493 4.9316 209. Ei didefinisikan sebagai selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya.6 Kehilangan massa diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat nukleon membentuk satu kesatuan di dalam inti. suatu inti atom stabil jika memiliki energi ikat inti besar. 223 87 Simbol b(e ) n p (H) – Fr → 223 88 Ra + X X adalah partikel .00728 2.. Δ Enukelosintesis = Ei = Enuklida He – E(2p + 2n) Bagaimana mengukur perubahan energi inti tersebut? Menurut Einstein. neutron B.0001 15.01347 7. Menurut aspek energitika.9206 58.01435 9.00055 1. sebab perubahan massa selalu disertai perubahan energi sesuai persamaan: E = m c2 atau DE = c2 Δ m Keterangan: c = kecepatan cahaya (3×108 m s–1) Dm = perubahan massa (kg) Tabel 5.9905 55.00867 1.00999 10. megatron Pembahasan 223 87 a Li Be B C O Fe Co Pb Fr → 223 88 Ra + X }elektron ( −0 e) 1 SPMB 2004 X } 87 − 88 223− 223 = 0 =−1 Jadi.9703 225. A.9295 206.9771 Mahir Menjawab Pada inti Fr terjadi reaksi berikut. elektron E. proton C..01345 3. Dengan kata lain.

juga memperlama waktu simpan berbagai macam makanan.0006 Sumber: General Chemistry . Hal ini sangat berguna bagi negara-negara miskin.0003 239.3176 MeV b. Keuntungan iradiasi makanan sangat jelas.9931 232. Angkatan Darat Amerika Serikat memulai program percobaan iradiasi makanan sehingga pasukan yang tersebar mempunyai makanan segar tanpa harus dibekukan.4 Menentukan Perubahan Energi Inti Hitung perubahan energi pada pembentukan nuklida helium (partikel alfa) berikut. Energi ikat per nukleon bervariasi bergantung pada nomor atom unsurunsur stabil. 2000 Satuan yang digunakan untuk energi ikat inti adalah Mega elektron volt (MeV). dalam satuan MeV b. 1 2 1 n + 2 1p ⎯⎯ 2 He → 4 0 a.Th Pa U Pu 90 90 91 92 92 92 92 94 230 234 234 233 234 235 238 239 229. seperti radikal hidroksil yang akan bereaksi dengan molekul organik dan menghasilkan zat yang berbahaya.062 × 10–13 Joule Hubungan satuan energi ikat inti dan massa partikel subinti dalam satuan sma adalah 1 sma = 931. Sumber radiasi untuk hampir semua pengawetan makanan adalah kobalt–60 dan cesium–137. radiasi yang mengionisasi akan menghasilkan spesi yang reaktif. Selain itu. Akan tetapi.007 × 10–12 J Jadi.00150 – 2(1. atau 1 MeV = 1. Energi ikatan inti dalam satuan Me Perubahan massa pada pembentukan He: m = mHe – 2(mn + mp) {4. iradiasi dapat merusak nutrien.9904 234.9837 233.5 MeV Contoh 5. Oleh karena itu.0304 sma Ei = (– 0.062 × 10–13 Joule.00867 + 1. Keduanya mengemisikan sinar gamma ( γ ) walaupun sinar X dan elektron dapat juga digunakan untuk mengiradiasi makanan.9934 238.007 × 10–12 J. Energi ikat inti dalam satuan Joule 1 MeV = 1. Kedua.00728)} sma = – 0.062 × 10–13 J MeV–1 = –3. makin besar energi ikat inti makin stabil inti tersebut. Pertama.062 × 10–13 J Ei = –28. bahwa makanan yang diiradiasi dapat menjadi radioaktif (meskipun tidak ada data kejadian mengenai hal ini). Kata Kunci • • • Nukleon Energi ikat rata-rata Massa partikel subinti Keradioaktifan 131 . pada pembentukan nuklida He dilepaskan energi sebesar 28.3176 MeV × 1. ketakutan tersendiri pada prosedur ini pun ada. efek yang sama dihasilkan juga ketika makanan tersebut dipanaskan. Menariknya.8 MeV dimiliki oleh atom Fe dan Ni. Kekurangan massa pada pembentukan nuklida helium (Contoh Soal 5.3176 MeV atau 3. seperti asam amino dan vitamin. seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Energi ikat rata-rata maksimum sekitar 8.5 MeV sma–1) = – 28.9942 233. dalam satuan Joule Jawab a. Sumber: Chemistry. 1990 Sekilas Kimia Makanan Iradiasi Pada tahun 1953. Satu Mega elektron volt (1 MeV) sama dengan 1.9890 233.4 di atas) disebabkan telah diubah menjadi energi yang digunakan untuk mengikat partikel subinti agar tidak pecah.0304 sma) (931. selain menghemat energi karena tidak perlu pendinginan.

8756 sma Energi ikat inti 235U per nuklida adalah Ei = 1.9096 sma Massa nuklida = 235.8756 sma × 931.56 4 Fe 235 He Gambar 5.5 MeV sma–1 = 1747. Manakah nuklida yang radioaktif dan nuklida yang stabil? a. 208Po dan 209Bi b. 13C menjadi 12C 2. 6. 13N b. Salah satu dari setiap pasangan nuklida berikut adalah radioaktif. Berapa perubahan energi dalam MeV jika satu inti 234Th meluruh.1214 MeV 235 Menghitung Energi Ikat Inti U jika massa nuklidanya sebesar 235.00 g 234 Th meluruh menjadi 234Pa dengan memancarkan beta. Hitung perubahan energi (dalam joule) jika 1. Massa nukleon penyusun 235U adalah 92 × 1. 25Al Tuliskan persamaan inti untuk reaksi peluruhan zat radioaktif berikut. 132 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 71Ga dan 76Ga Ramalkan jenis peluruhan untuk setiap nuklida radioaktif berikut berdasarkan pita kestabilan. Ramalkan jenis peluruhan dari radionuklida berikut dan tuliskan persamaan transmutasi intinya.5 Hitung energi ikat Jawab Nuklida 235U mengandung 92 proton dan 143 neutron.00728 sma = 92.7 Grafik Energi ikat nukleon terhadap nomor massa Energi Ikat per Nukleon U 0 50 100 150 200 250 Nomor Massa Contoh 5. A 4.0349 sma Kekurangan massa = 1. 26Na c.034 sma.9096 sma Kekurangan massa dari nuklida ini adalah Massa nukleon = 236. 24Na b. meluruh menjadi kalsium–40. a. Ramalkan jenis peluruhan yang terjadi dan tuliskan persamaan transmutasi intinya.00867 sma = 144. a.2398 sma Total massa = 236. 52Fe c. 3. 235U menjadi 239U b. a. 90Sr Kalium–40 adalah isotop radioaktif alam. Tes Kompetensi Subbab 1. 5. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 39K dan 40K c.6698 sma 143 × 1. 60Co d.

dan industri. Analisis Kesetimbangan Kimia Tinjau kesetimbangan timbal(II) iodida padat dan larutan jenuhnya yang mengandung Pb2+(aq) dan I–(aq). b. dengan pengetahuan yang memadai. tetapi dapat dideteksi dalam jumlah sangat sedikit melalui pengukuran radiasi yang diemisikannya. Persamaannya: PbI2(s) Pb2+(aq) + 2I–(aq) Ke dalam tabung yang berisi PbI2 padat nonradioaktif tambahkan larutan yang berisi ion iodida radioaktif hingga jenuh. Kegunaan Radioisotop Radiasi dari peluruhan unsur radioaktif dapat memengaruhi benda dan makhluk hidup. 2000 1. Keuntungan perunut radioaktif yaitu isotop berperilaku sebagaimana isotop nonradioaktif. b. Proses keseluruhan fotosintesis melibatkan reaksi CO2 dan H2O untuk menghasilkan glukosa dan O2. Sinar matahari 6CO2(g) + 6H2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ C6H12O6(aq) + 6O2(g) → Dalam percobaannya. Kata Kunci • • • • Daya penetrasi Perunut radioaktif Isotop radioaktif Isotop nonradioaktif Keradioaktifan 133 .8 Daya penetrasi sinar a. Manfaat dalam Analisis Kimia Perunut radioaktif adalah isotop radioaktif yang ditambahkan ke dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem. Mekanisme Fotosintesis Percobaan menggunakan perunut telah dilakukan sejak tahun 1950 oleh Melvin Calvin dari Universitas Berkeley untuk menentukan mekanisme fotosintesis tanaman. a. Selanjutnya. Kocok campuran dan biarkan beberapa lama. Namun demikian. Hal ini dapat memengaruhi organ tubuh dan bersifat destruktif. pertanian.B. Saring campuran dan keringkan endapan yang tersaring.8). Hal ini menunjukkan bahwa dalam larutan jenuh terdapat keadaan setimbang dinamis antara padatan dan ion-ionnya. Kulit Jaringan a b g Gambar 5. beta. Partikel alfa. dan g terhadap tubuh manusia Tulang Organ Sumber: Chemistry: The Central Science. gas CO2 yang mengandung lebih isotop 14C radioaktif diterpakan kepada tanaman alga selama satu hari. Jika dianalisis maka dalam padatan PbI2 akan terdapat PbI2 yang radioaktif. terutama dalam bidang kedokteran. radiasi dari unsur radioaktif dapat dimanfaatkan oleh manusia. dan gamma dapat menembus ke dalam materi dan mampu mengionisasi atom atau molekul (lihat Gambar 5.

misalnya arsen (As). Frekuensi sinar gamma yang diemisikan khas untuk setiap unsur. Setelah ion 110Ag + radioaktif ditambahkan ke dalam erlenmeyer dan bereaksi dengan ion Cl –. Pada awal titrasi. Gambar 5. Metode ini juga sangat peka sebab dapat mengidentifikasi jumlah arsen hingga 10–9 g. dan yang lainnya tidak memengaruhi penentuan titik akhir titrasi. pada titrasi penentuan ion Cl– dengan ion Ag+ membentuk endapan AgCl. tetapi setelah titik ekuivalen tercapai. Selain itu. dan meluruh disertai emisi gamma. intensitas sinar gamma sebanding dengan jumlah unsur yang ada dalam sampel rambut.alga diekstrak dengan alkohol dan air. Calvin mengajukan mekanisme atau tahap-tahap reaksi dalam fotosintesis. Bagian supernatan (endapan) tidak menunjukkan tanda-tanda keaktifan. kekeruhan. dalam labu Erlenmeyer yang berisi ion Cl – nonradioaktif tidak terdapat keaktifan. selanjutnya diidentifikasi. Ini dapat dilakukan dengan cara menentukan jumlah dan posisi unsur dalam rambut secara saksama sehingga dapat diketahui penyebab kematian orang itu. dan secara perlahan meningkatkan keaktifan. pH. Pulsa arus selanjutnya dicacah. dapat diketahui apakah orang itu diracuni arsen atau mati wajar. inti metastabil dari 76 As m akan diperoleh: 75 33 As c. d. membentuk endapan AgCl. Analisis Aktivasi Neutron Analisis aktivasi neutron adalah analisis unsur-unsur dalam sampel yang didasarkan pada pengubahan isotop stabil oleh isotop radioaktif melalui pemboman sampel oleh neutron. 134 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Misalnya. Selain itu. Jika isotop 75 As dibombardir dengan neutron. menumbuk logam anode dan menimbulkan pulsa arus. Untuk mengidentifikasi apakah seseorang itu mati wajar atau diracun dapat dianalisis berdasarkan runutan unsur dalam rambut. Energi dari partikel mengionisasi molekul gas menghasilkan ion positif dan elektron yang dipercepat oleh elektrode. isotop radioaktif dapat digunakan sebagai petunjuk titik akhir titrasi. Inti metastabil berada pada keadaan tereksitasi. Katode(–) Anode(+) Gas Argon Pencacah dan penguat Sumber listrik Jendela radiasi masuk Sumber: Chemistry: The Central Science. suhu. Untuk stabil meluruhkan sinar gamma. Titik akhir titrasi diperoleh dengan cara ekstrapolasi grafik. Berdasarkan prosedur di atas. Elektron yang bergerak lebih cepat. Titrasi Radiometri Pada titrasi radiometri. Baik titran maupun cuplikan dapat mengandung komponen radioaktif. Analisis terhadap rambut dapat dilakukan untuk menentukan zat beracun yang terdapat dalam rambut.10 Arsen dibombardir dengan neutron menghasilkan arsen metastabil. 75 As 76As + 1 0n ⎯⎯ → 76 m 33 As Gambar 5. 2000 Senyawa yang mengandung 14C radioaktif terdapat dalam zat antara yang dibentuk selama fotosintesis. Senyawa terekstrak dipisahkan dengan kromatografi. Kelebihan cara analisis titrasi radiometri adalah kepekaannya sangat tinggi.9 Pencacah Geiger Partikel radiasi masuk melalui jendela dan melewati gas argon. Berdasarkan analisis terhadap isotop 14C. kelebihan ion Ag+ berada dalam larutan.

Manfaat dalam Kedokteran dan Farmasi Radioisotop pertama yang diterapkan dalam medik adalah untuk terapi penyakit kanker.11a). sterilisasi alat-alat kedokteran (Gambar 5. Nuklida 99Tcm adalah isotop radioaktif yang sering digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh. Efisiensi Kerja Organ Tubuh Isotop radioaktif diterapkan dalam diagnosis dengan dua cara. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. MoO42– yang terserap pada butiran alumina. 98 42 Mo Sumber: Chemistry. Citra dibuat dengan men-scan bagian tubuh oleh emisi sinar gamma dari 99 Tc dan dideteksi secara skintilasi (penyinaran). Persamaan peluruhannya adalah 99 42 Mo ⎯⎯ → 99 m 43 Tc + 0 −1e Kata Kunci • • Inti metastabil Citra internal Setiap hari ion perteknetat. radon–222 digunakan untuk terapi kanker beberapa tahun setelah penemuan radioaktif. TcO4– harus dicuci dari generator dengan larutan garam yang tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis dalam darah. Kedua digunakan sebagai perunut dalam analisis jumlah zat. (b) Kobalt-60 digunakan untuk terapi kanker.11 (a) Perangkat uji radon dapat digunakan di rumah atau perkantoran.2. Keradioaktifan 135 . Di rumah sakit. isotop teknetium diproduksi dalam generator teknetium molibdinum–99. Gambar 5. isotop digunakan untuk mengembangkan citra internal organ tubuh sehingga fungsinya dapat diselidiki.12 menunjukkan citra tulang kerangka manusia yang diperoleh dengan isotop 99Tcm.11b). Kegunaan lain dari isotop radioaktif adalah diagnosis penyakit (Gambar 5. dan penyelidikan efisiensi kerja organ tubuh. tetapi sekarang radiasi gamma dari kobalt–60 lebih umum digunakan. Isotop 99Mo radioaktif sendiri dibuat pada reaktor nuklir. Ion perteknetat diperoleh ketika isotop 99 Mo dalam MoO 42 meluruh. Pertama. Molibdum radioaktif ini diserapkan pada alumina dan ditempatkan dalam generator. Teknetium yang menerpa bagian tubuh. 2001 Gambar 5. a. Isotop tersebut meluruh disertai emisi sinar gamma menjadi 99Tc keadaan dasar. yang dapat memberikan data kemungkinan kondisi penyakitnya. Isotop 98Mo nonradioaktif dibombardir dengan neutron. + 1 0n ⎯⎯ → 99 42 Mo Selanjutnya. Gambar 5. 2000 Terapi penyakit kanker merupakan salah satu aplikasi berguna dari isotop radioaktif dalam medik. Generator mengandung ion molibdat radioaktif. dan dikirim ke rumah sakit.12 Citra tulang rangka manusia menggunakan 99Tcm. setelah scanning segera diekresi oleh tubuh dan sinar gamma meluruh sampai ke tingkat yang dapat diabaikan oleh tubuh sekitar sejam. seperti pertumbuhan hormon dalam darah. Radium–226 dan hasil peluruhannya.

sedangkan senyawa teknetium yang lain diterapkan untuk mengembangkan citra organ tubuh yang lain. Sebelum analisis. Hilangnya radioaktivitas dapat dihubungkan dengan jumlah insulin dalam sampel darah. di mana antibodi terikat pada insulin radioaktif. Insulin yang bukan radioaktif mengganti beberapa insulin radioaktif yang terikat pada antibodi. daun. Antibodi memproteksi dengan mengikat zat dan mencacah aktivitas biologinya. Alat bor dilengkapi dengan sumber neutron. Emisi dari 123I dideteksi di sekitar otak Pasien. Berapa kadar pupuk yang harus ditambahkan ke dalam tanah. pencarian sumber air dan minyak bumi. Akibatnya. larutan insulin yang mengikat antibodi dikembangkan dari hewan secara laboratorium. steroid. Teknik RIA juga digunakan secara luas untuk menentukan Human Placenton actogen (HPL) pada tahap kehamilan.Ion perteknetat diterapkan untuk mengembangkan citra otak. 2000 Gambar 5. seperti hormon. Oleh karena banyak unsur dapat diaktifkan dengan neutron dan emisi radiasinya memiliki frekuensi tertentu yang khas maka teknik pencarian sumber alam yang terdapat dalam kerak bumi banyak melibatkan partikel neutron. Aplikasi dalam Industri dan Pertanian Sumber: Chemistry. Contohnya. 2001 Gambar 5. 136 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .14 Molekul yang ditandai dengan radioisotop iodin-123. Kadar pupuk optimum dapat ditentukan dengan menambahkan amonium fosfat berlabel 32P yang memiliki aktivitas tertentu. Senyawa ini diterapkan untuk mendiagnosis serangan jantung. Saat ini tengah dikembangkan senyawa isotop radioaktif dari teknetium yang diharapkan dapat melihat fungsi berbagai organ tubuh yang lain. Selanjutnya. Informasi tersebut sangat penting dalam bidang ginekologi sehingga dokter dapat membedakan kehamilan yang normal dan abnormal sejak dini. dan berapa kadar pupuk yang diserap tanaman. diharapkan dapat menginduksi keradioaktifan terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam tanah pada kedalaman tertentu. Perbedaan dari kedua pengukuran itu menunjukkan fosfor yang terdapat dalam tanah. Total fosfor yang dibutuhkan tanaman ditentukan melalui analisis kimia dan penambahan pupuk ditentukan oleh keaktifan yang terukur. Teknik yang dikembangkan ini bergantung pada ikatan antara zat dengan antibodi. dilakukan pengukuran aktivitasnya pada akar. Radio Immuno Assay (RIA) Radio mmuno Assay (RIA) adalah teknik pengembangan terkini untuk menganalisis darah dan cairan tubuh lain. Dari hasil penelitian terbukti bahwa hasil panen jauh lebih melimpah jika penambahan pupuk fosfat dilakukan pada saat benih disemai atau pada saat 60% pertumbuhan akar. 3. digunakan untuk mempelajari aliran darah ke otak. batang. Senyawa kompleks teknetium tertentu dapat berikatan dan merusak jaringan hati. larutan insulin digabungkan dengan insulin yang mengandung isotop radioaktif. atau bagian lain dari tanaman. Sampel yang mengandung sejumlah insulin tidak dikenal ditambahkan kepada campuran antibodi-insulin radioaktif. Metode yang telah diterapkan adalah analisis insulin dalam cuplikan darah pasien. Kemudian. Antibodi diproduksi dalam hewan sebagai proteksi terhadap zat asing.13 Diagnosis dengan instrumen PET (Positron Emision Tomography) untuk men-scanning otak. dan antigen dalam jumlah sangat sedikit. b. antibodi kehilangan sejumlah radioaktivitas. Sumber: Chemistry The Central Science. Salah satu aplikasi radioisotop dalam bidang pertanian adalah untuk menentukan pemakaian pupuk optimum.

dikeringkan. Sebanyak 100 g sampel tulang dicuci dengan HCl 1 M untuk mengeluarkan mineral dalam tulang dan tersisa protein. Neutron tersebut selanjutnya bertumbukan dengan inti 14N di atmosfer membentuk 14C. selanjutnya oleh manusia. energi gamma yang tersidik sekitar 2. Protein tulang dikumpulkan.7% 14C. Melalui pengukuran aktivitas 14C dalam fosil tanaman. Setelah ratusan bahkan ribuan tahun. jika pohon ditebang). Jika tanaman atau hewan mati (misalnya.000 tahun silam.15 Teknik pencarian sumber alam (air. Oleh karenanya. pembakaran fosil minyak bumi selama satu abad terakhir dapat meningkatkan produksi isotop 12C di atmosfer. jumlah 14 C yang terdapat dalam tanaman yang ditebang mulai meluruh. 14CO2 di atmosfer. berapa usia manusia purba itu? 12 Keradioaktifan 137 .Neutron penginduksi biasanya bersumber dari (Po + Be) dengan peluruhan sekitar 107 neutron per detik dan dirakit. 4. Perbandingan diukur. Kata Kunci • • • Aktivitas Neutron penginduksi Reaksi inti Kegiatan Inkuiri Fragmen tulang manusia purba ditemukan dekat Bengawan Solo. dan unsur karbon sekitar 4.4 MeV. yang tentu dapat menimbulkan kesukaran dalam menerapkan metode pengukuran dengan 14C pada masa yang akan datang. minyak bumi) + 14 7 N ⎯⎯ 1 H → 1 + 14 6C Isotop 14C masuk ke atmosfer bumi dan bercampur dengan 12C yang stabil membentuk senyawa. Setelah terjadi induksi keradioaktifan oleh neutron.730 tahun dihasilkan secara terus-menerus di atmosfer akibat sinar kosmik. tanaman yang mati sudah menjadi fosil. Jika terdapat unsur hidrogen. unsur oksigen sekitar 6. Sinar kosmik berenergi sangat tinggi menyebabkan terjadinya reaksi inti berenergi tinggi menghasilkan neutron.7 MeV. 1 0n Neutron mengaktifasi unsurunsur di sekitarnya Gambar 5. Gas CO2 yang dihasilkan dikumpulkan dan dimurnikan. Namun demikian. Jika cuplikan ini mengandung 5. pertukaran karbon dengan sekitarnya berhenti. dan memancarkan radiasi gamma dengan energi yang khas untuk setiap unsur. Libby yang dikalibrasi terhadap teknik pengukuran umur batuan yang lain (seperti catatan sejarah yang ditulis) dan hasilnya cukup konsisten. Aplikasi dalam Kepurbakalaan Pengukuran umur batuan dapat dilakukan melalui pengukuran peluruhan 14C yang telah membuka tabir sejarah manusia dan prasejarah sekitar 35. Isotop 14C dengan waktu paruh 5. misalnya H14CO3– dalam lautan. Teknik ini secara luas dikembangkan untuk menentukan keberadaan sumber air atau minyak bumi.F. Metode pengukuran dengan 14C dikembangkan oleh . dan dianalisis dengan radiokarbon. Radiasi gamma akan tersidik pada detektor sehingga dapat diketahui macam unsur yang ada dalam tanah itu. umur fosil itu dapat diramalkan. seperti pada Gambar 5. unsur-unsur sekitar menjadi bersifat radioaktif. 14 dipirolisis. Senyawa tersebut selanjutnya dikonsumsi oleh tanaman dan hewan.2 MeV.15.

Bagaimana Anda dapat membuktikan bahwa katalis turut serta dalam reaksi dengan cara runutan isotop radioaktif? C. Mengapa isotop 60Co lebih umum dipakai untuk terapi kanker daripada isotop 222Rn. katalis diperoleh kembali. 1. Pernahkah Anda di-scan dengan radioisotop (Rontgen)? Berapa rentang waktu yang diperbolehkan untuk di-scan kembali? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Ada tiga jenis reaktor nuklir. 2000 138 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Oleh karena itu. yaitu reaktor untuk reaksi fusi.17 Reaksi berantai pada reaksi fisi 2 Neutron dari hasil fisi Sumber: Chemistry :The Central Science.17. perubahan energi dalam reaksi inti bersifat sertamerta dan berantai sehingga perlu pengetahuan dan teknologi tinggi untuk mengembangkan reaktornya. 1 n 0 235 92 U 146 56 Ba 1 n 0 Sumber: Chemistry: The Central Science. Reaksi berantai dari fisi inti merupakan dasar dari reaktor nuklir dan senjata nuklir. Dalam laju reaksi dikatakan bahwa katalis turut serta dalam reaksi. Proyeksi neutron Nuklida Gambar 5. Akan tetapi. 3. Oleh karena satu reaksi fisi dapat menghasilkan 3 neutron.5 × 10-11 J dan sejumlah neutron yang siap bereaksi fisi dengan inti yang lain. reaktor fisi. Reaksi Fisi dan Fusi Reaksi inti. Reaksi Fisi Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklidanuklida dengan nomor atom mendekati stabil. inti-inti ini akan terurai dan melepaskan lebih banyak neutron. seperti ditunjukkan pada Gambar 5. Pembelahan nuklida ini disertai pelepasan sejumlah energi dan sejumlah neutron. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. 2000 Reaksi berantai adalah sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta.Tes Kompetensi Subbab 1. juga pelepasan neutron sebanyak 2 hingga 3 buah. tetapi pada akhir reaksi. Jika inti 235U dibombardir dengan neutron. disertai pelepasan energi. Jika neutron dari setiap reaksi fisi bereaksi lagi dengan inti 235 U yang lain. melibatkan perubahan energi. dan reaktor pembiak. terjadi reaksi yang disebut reaksi berantai (chain reaction). 91 36 Kr Gambar 5. seperti halnya reaksi elektronik. jumlah inti yang melakukan fisi berlipat secara cepat. Reaksi fisi inti uranium–235 dioperasikan dalam reaktor tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik. akan dihasilkan inti-inti atom yang lebih ringan. B 2.16 Reaksi fisi 235U dengan neutron membentuk kripton dan barium disertai pelepasan energi sebesar 3.

Perhatikan Gambar 5. Energi yang dihasilkan dari reaktor ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi nuklir. Reaktor nuklir terdiri atas pipa-pipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron yang disisipkan ke dalam pipa bahan bakar nuklir tersebut.Agar dapat memanfaatkan reaksi berantai dari suatu sampel radioaktif yang berpotensi fisi maka reaksi fisi harus dikendalikan dengan cara mengendalikan neutron yang dilepaskan dari reaksi itu. jumlah inti yang pecah berlipat secara cepat sehingga dapat menimbulkan ledakan dan petaka bagi manusia.19 Ledakan bom menyerupai cendawan. Massa kritis adalah massa terkecil dari suatu sampel yang dapat melakukan reaksi berantai.19). Massa subkritis 235U Bahan eksplosif Sumber: Chemistry: The Central Science. 2000 Pipa bahan bakar berbentuk silinder mengandung bahan yang berpotensi fisi. jika sampel radioaktif terlalu sedikit.20 Skema bagian inti dari reaktor nuklir Sirkulasi air pendingin Sumber: Chemistry : The Central Science. Ketika dijatuhkan massa subkritis menyatu membentuk massa super kritis sehingga terjadi ledakan yang sangat dahsyat (Gambar 5. seperti boron dan kadmium sehingga dapat mengendalikan reaksi berantai. Uranium yang digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir mengandung isotop 235U sekitar 3%.20. seperti pada bom atom. 2001 Gambar 5. 2000 Gambar 5. Dalam reaktor air ringan (1H2O). neutron-neutron yang dihasilkan dari reaksi fisi meninggalkan sampel radioaktif sebelum neutron-neutron itu memiliki kesempatan untuk bereaksi dengan inti-inti radioaktif yang lain. hanya satu neutron yang dapat melangsungkan reaksi fisi berikutnya. Dengan demikian. Dengan kata lain. terdapat massa kritis untuk bahan tertentu yang berpotensi fisi. pipa bahan bakar berisi uranium yang berpotensi melangsungkan reaksi fisi. Keradioaktifan 139 . Reaktor fisi nuklir adalah suatu tempat untuk melangsungkan reaksi berantai dari reaksi fisi yang terkendali. Batang pengendali neutron dibuat dari bahan yang dapat menyerap neutron. Bom atom merupakan kumpulan massa subkritis yang dapat melakukan reaksi berantai.18 Konstruksi bom atom Pendorong batang pengendali Batang pengendali Sumber: Chemistry. Jika massa terlalu besar (super kritis). yang dapat melangsungkan reaksi berantai (lihat Gambar 5. Berdasarkan hasil pengamatan.18). Pipa bahan bakar Gambar 5.

Moderator dipasang jika bahan bakar uranium–235 merupakan fraksi terbanyak dari total bahan bakar. hasil reaksi fisi yang menyerap neutron berakumulasi dalam pipa bahan bakar. Turbin uap Uap Kondensator Generator listrik Gambar 5. Dalam keadaan darurat. 1H2O berperan sebagai moderator. 140 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Air panas ini disirkulasikan menuju penukar kalor. Bahan bakar nuklir. air ringan (1H2O). bereaksi lebih cepat dengan neutron hasil reaksi fisi dibandingkan uranium–235. melainkan isotop 235U? Jelaskan berdasarkan hasil reaksi inti uranium dengan neutron. dapat dimasukkan seluruhnya ke dalam pipa bahan bakar guna menghentikan reaksi fisi. terdapat alat yang disebut moderator Moderator ini berguna untuk memperlambat gerakan neutron.21 Reaktor nuklir air ringan (konstruksi air bertekanan) Batang bahan bakar memanaskan air yang disirkulasikan ke penukar kalor. Pada reaktor air ringan. Moderator yang dipakai umumnya air berat (2H2O). Kegiatan Inkuiri Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. Keunggulan dan kelemahan dari kedua bahan bakar tersebut. Uap yang dihasilkan dalam penukar kalor dilewatkan ke turbin yang mendorong generator listrik. 2000 Air dalam reaktor dipertahankan sekitar 350°C pada tekanan 150 atm agar tidak terjadi pendidihan. atau grafit. Setelah periode waktu tertentu. juga uranium–238 dapat dijadikan bahan bakar. sekaligus sebagai pendingin. dan uap tersebut menuju turbin untuk pembangkit listrik. tetapi uranium–235 bereaksi lebih cepat dengan neutron yang telah diperlambat oleh moderator. yaitu jika uranium–238. selain uranium–235.Kata Kunci • • • • • • Reaktor nuklir Reaksi fisi Reaksi fusi Reaksi berantai Partikel pembom (proyektil) Tolakan elektrolisis Pengendalian neutron dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan batang pengendali yang disisipkan dalam pipa bahan bakar. Gambar berikut menunjukkan rancang bangun reaktor air bertekanan atau reaktor air ringan. Hal ini menimbulkan interferensi dengan reaksi rantai sehingga pipa bahan bakar harus diganti secara berkala. batang-batang pengendali ini. di mana kalor digunakan untuk menghasilkan uap. Selain batang pengendali. Pembangkit uap Air atau Natrium cair Pompa 27°C Sungai 38°C Sumber: Chemistry: The Central Science.

Persamaannya: 2 1H 2 1H + 2 1H ⎯⎯ 2 He →3 + 1 0n Tolakan elektrostatis 0 Jarak antar partikel 3 →4 + 1 H ⎯⎯ 2 He + 1 n 0 Untuk mendapatkan reaksi fusi inti. Pada suhu ini semua elektron dalam atom mengelupas membentuk plasma. Disamping pemercepat partikel. Bahan bakar sisa tersebut dipisahkan secara kimia dari limbah radioaktif. cara lain untuk memberikan energi kinetik memadai kepada inti proyektil agar dapat bereaksi dengan inti sasaran dilakukan melalui pemanasan inti sasaran hingga suhu sangat tinggi. (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. Plutonium–239 adalah salah satu jenis bahan bakar hasil pemisahan dari buangan limbah nuklir. Energy released by sun is caused fusion reaction. Ketersediaan isotop plutonium–239 dalam jumlah besar akan meningkatkan kesempatan negara-negara maju untuk menyalahgunakan plutonium dijadikan bom atom atau senjata nuklir pemusnah masal.7 MeV Reaksi individu: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H Bom hidrogen yang pernah dikembangkan juga menerapkan reaksi fusi inti untuk tenaga penghancurnya. Limbah ini dapat diproses ulang. yaitu pemboman uranium–238 oleh neutron. Kendalanya. Isotop plutonium–239 juga berpotensi fisi dan dipakai untuk membuat bom atom atau senjata nuklir. inti deuterium (2H) dipercepat menuju target yang mengandung deuteron (2H) atau tritium (3H) membentuk nuklida helium. Masalah utama bagi lembaga tenaga nuklir adalah bagaimana membuang sampah radioaktif yang aman. kalor dengan cepat dihantarkan dan suhu plasma dengan cepat turun. Energi total: + 26. jika plasma menyentuh bahan apa saja. partikel pembom (proyektil) harus memiliki energi kinetik yang memadai untuk melawan tolakan muatan listrik dari inti sasaran (lihat Gambar 5. Isotop ini diproduksi selama reaktor beroperasi. Sisa bahan bakar nuklir sebaiknya tidak didaur-ulang. 2000 Gambar 5. Catatan Note Energi yang terdapat di matahari sebagai akibat dari reaksi fusi. Plasma adalah gas netral yang mengandung ion dan elektron.23). E Energi antaraksi akibat gaya inti yang kuat Gambar 5.22 (a) Gedung reaktor nuklir (b) Bagian pusat dari reaktor nuklir 2. Suhu pemanasan inti sasaran sekitar 108 °C. Misalnya.Buangan sisa bahan bakar menjadi limbah nuklir.7 MeV Individual reaction: 1 1H + 1H → 1 2 1H 0 + 1e 2 1H 3 2H + 1H → 1 + 3H → 2 3 2 He 4 2H + 0γ 0 1 + 2 1H The hidrogen bom which has been developed also apply the nuclei fusion reaction to generate destroying power.23 Grafik energi antaraksi dua inti terhadap tolakan elektrostatis Keradioaktifan 141 . Total energy: + 26. Reaksi Fusi Reaksi fusi adalah reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. Masalah utama dalam mengembangkan reaksi fusi terkendali adalah bagaimana kalor plasma yang bersuhu sangat tinggi dapat dikendalikan.

melibatkan emisi partikel alfa. Energi ikat inti adalah energi yang diperlukan untuk mengikat nukelon-nukleon di dalam inti agar tidak terurai. Kerjakanlah di dalam buku latihan. positron. Fusi inti adalah proses penggabungan dua inti ringan membentuk inti lebih berat dan lebih stabil. seperti kimia. Secara termodinamika. dan sinar gamma. perminyakan. seperti ditunjukkan pada Gambar 5.24 Reaksi fusi inti tokamak Plasma Kumparan Medan poloidal Sumber: Chemistry :The Central Science. inti yang tidak stabil akan meluruh menjadi inti yang lebih stabil. 2. beta. industri. dan terutama dalam bidang kedokteran dan medis. Mengapa nuklida ringan melepaskan energi ketika melakukan fusi untuk membentuk nuklida lebih berat. Massa yang hilang dalam nukleosintesis diubah menjadi energi ikat inti. Adapun reaktor nuklir menerapkan fisi terkendali. 7. Isotop radioaktif banyak dimanfaatkan untuk berbagai bidang. yaitu pencacah Geiger dan pencacah skintilasi. pertanian. Jenis peluruhan radioaktif dapat berupa partikel alfa. Ada dua jenis alat pencacah radiasi. Aktivitas radioaktif dapat disidik dengan alat yang disebut pencacah radiasi. Pada nukleosintesis terjadi kehilangan massa. C 3. 12 14 142 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . beta. 5. 8. 6. 3. Jelaskan perbedaan antara reaksi fisi dan reaksi fusi. Jelaskan keuntungan dan kerugian reaktor fisi dibandingkan reaktor fusi. Kestabilan inti dapat ditinjau dari aspek kinetika dan termodinamika. 4. Fisi inti adalah pemecahan inti berat menjadi dua inti yang lebih ringan. 2000 Tes Kompetensi Subbab 1. positron. atau sinar gamma. energi yang hilang dalam nukleosintesis setara dengan perubahan massa atau DE = Dmc2. Menurut Einstein. sedangkan nuklida relatif berat juga melepaskan energi ketika berlangsung melakukan fisi? Rangkuman 1. Nukleosintesis adalah pembentukan nuklida dari nukleon-nukleonnya. Tabung vakum Kumparan medan toroidal Gambar 5. Penentuan umur radiokarbon menggunakan nisbah C untuk menentukan objek yang mengandung C karbon dari sumber yang hidup. 2.Reaktor uji fusi inti Tokamak menggunakan medan magnet berbentuk donat untuk mempertahankan suhu plasma dari setiap bahan.24. Secara kinetika. kestabilan inti dapat dikaji dari energi nukleosintesis. 9.

Peta Konsep Inti atom terdiri atas reaksi yang terjadi Fusi Fisi Stabil Tidak stabil bersifat Radioaktif untuk mencapai kestabilan terjadi Peluruhan berlaku Hukum Kekekalan jenis peluruhan Energi Momentum Massa Muatan Alfa (a) Beta (b) Positron (e+) Gamma (g) Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi Bab 5 ini? Bagian manakah dari materi Bab 5 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. untuk analisis kimia. antara lain sebagai sumber energi. dalam industri dan pertanian. Sifat keradioaktifan suatu unsur dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. Pada bab ini Anda telah mempelajari mengenai kestabilan suatu inti atom sehingga diketahui bahwa inti atom tidak stabil jika inti atom tersebut bersifat radioaktif. serta kepurbakalaan. diskusikan dengan teman atau guru Anda. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat lainnya dari mempelajari sifat keradioaktifan suatu unsur? Keradioaktifan 143 . serta kegunaan dan bahayanya. Anda juga telah mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia unsur-unsur radioaktif tersebut. dalam bidang kedokteran dan farmasi.

reaksi penggabungan Ebtanas 1997: Isotop radioaktif 234 90 Th 238 92 U menjadi 212 84 Po .. 1. A.... beta dan foton D. A. alfa dan beta 10.. isotop radioaktif Th akhirnya menjadi . emisi positron C. 218 90 Bi 210 83 Bi 210 81 Ti 206 82 Pb maka X adalah . A. A. partikel alfa D.. partikel a D.. emisi beta Ebtanas 1999: Setelah 4 tahap memancarkan sinar a dan 1 tahap memancarkan sinar b. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1 neutron. 8 partikel a dan 6 elektron D.. UMPTN 2000 C: Pada peluruhan 212 83 Bi 3.. beta dan alfa E... Inti atom hidrogen menangkap satu proton dan berubah menjadi . emisi partikel alfa E. tiga partikel beta C. unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan memancarkan .. menangkap partikel alfa B.. dan 2 deuteron E. peluruhan b C. Pada peluruhan radioaktif 234 206 92 U menjadi 82 Pb melibatkan emisi . tritium 8. C. A.. neutron C. pengurangan nomor atom satu satuan C. menangkap elektron D. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut. A. 6 partikel a... peluruhan a B.. 3 elektron.. tiga partikel neutron E. foton dan beta B. pengurangan nomor atom dua satuan D. A. ⎯⎯ → 94 38 Sr + 139 54 Xe + . partikel g 6. partikel g Dengan melihat grafik pita kesetabilan pada soal nomor 1. satu partikel alfa B. dua partikel neutron 11. foton dan alfa C... proton C. kemudian meluruh lagi menjadi . penambahan nomor atom satu satuan E. positron B. 6 partikel a .. 10 elektron dan 5 partikel a 9. tidak mengalami perubahan nomor atom 7. sinar beta E. reaksi pembelahan E.. 7 partikel a dan 4 partikel b B. mengalami peluruhan menjadi dengan cara . dan 3 proton C. B. pemancaran positron D.Evaluasi Kompetensi Bab 5 A. partikel b E.. dua partikel positron D. deuterium B.. UMPTN 1995 C: Pada proses peluruhan polonium menjadi timbal: 212 84 Po ⎯⎯ → 208 82 Pb +X D.. neutron D.. deteron E. UMPTN 1994 B: Pada proses 235 1 92 U + 0 n 208 82 Pb 4. A. partikel a D. n Nuklida yang memiliki nilai lebih besar dibandingkan p n nuklida stabil akan mengalami . p A. 5. Jika suatu nuklida mengemisikan partikel bakan terjadi ... penambahan nomor massa satu satuan B. Neutron C A Pita kestabilan B Proton 2. helium 144 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . partikel b E... positron B.. neutron C. 212 83 Bi terjadi pelepasan . Unsur radioaktif yang terletak di daerah A akan mencapai stabil dengan cara memancarkan . A. positron C. E.. neon B. Partikel-partikel yang diemisikan berturut-turut adalah … A.

alfa 19. C. B.. 9. U–238 E.. foton C... I–131 D. 1 dan 3 E. x adalah. P–32 20..315 C. 2 dan 4 B. Co–60 B. 17. P–32 untuk memberantas hama tanaman Radioisotop di atas yang berfungsi sebagai perunut adalah …. neutron B. C. akan terjadi isotop fosfor. A. UMPTN 1998 A: Pada reaksi inti: A. A.00 D.. Bom atom dapat meledak dengan kekuatan sangat dahsyat sebab .329 Ebtanas 1997: Berikut beberapa contoh penggunaan radioisotop 1. 1 dan 2 D. beta D... Ebtanas 1996: Contoh reaksi fisi adalah …. melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E. atom tritium Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis helium adalah (dalam MeV) … A. 5. Th–234 C. proton E.013 E. sesuai dengan reaksi: 27 13 Al → 30 + X ⎯⎯ 15 P + 1 n 0 15. A. 931.. A.. B. gamma 14. X adalah …. Tc–99 E. A.... UMPTN 2000 A: Jika atom aluminium ditembaki dengan partikel X. Ebtanas 1999: Sebagai sumber radiasi untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dapat digunakan isotop . partikel alfa E.. ikatan kimia dalam bahan bom berenergi sangat besar 24. infra merah B. Co–60 untuk mensterilkan alat-alat kedokteran 3. 234 90 Th 236 90 Th 235 92 U 238 92 U → + a ⎯⎯ X + 3 1 n 0 239 94 Pu 240 94 Pu Berdasarkan reaksi inti. partikel neutron B. 13. I–131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia 4.30 Energi ikat inti per nukleon pada nukleosintesis deuterium adalah (dalam MeV) …. 18. Na–24 D. menyediakan partikel alfa 25. positron C. Na–24 untuk menyelidiki kebocoran pipa minyak dalam tanah 2. A. 1. U–235 D.. P–32 C. 28. Radioisotop yang dipakai untuk memperoleh citra organ tubuh di rumah sakit adalah . D. C–14 21. ultraviolet C.. A. seluruh bahan radioaktif musnah B. lebih banyak bahan peledak dibandingkan bom biasa D...764 B. C–13 E. Mo–99 22. 675 B. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235 U D. A. gamma E. E.12. Na–24 B. E. 3 dan 4 C.. 16.. Po–238 C.. Isotop yang digunakan untuk menentukan umur suatu fosil adalah . Co–60 B.07 E. elektron D. 2. 8 A. UMPTN 1996 B: Pada reaksi transformasi 14 7 N (α. tercipta banyak gas panas C.. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai . Dalam persamaan reaksi ini. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 99 42 Mo + γ 238 92 U 3 2 He 14 7 N 4 + 2 He ⎯⎯ → 240 1 94 Pu + 20 n 3 + 2 He ⎯⎯ 2 He + 1H + 1H → 4 1 1 4 + 2 He ⎯⎯ → 17 1 8 O + 1H 139 94 1 56 Ba + 36 Kr + 30 n 235 92 U + 1 n ⎯⎯ → 0 Keradioaktifan 145 . A.008 D. Po–239 23. A. x ) 17O . C–12 C. D. Co–60 E. 2. A. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C.. X adalah …. 7. 4.. C–12 D. U–235 B. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . 1 dan 4 Radioisotop Co–60 dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker sebab dapat mengemisikan .5 C. partikel beta D. massa diubah menjadi energi dalam waktu seketika E.

Hitung energi yang dilepaskan per gram hidrogen untuk reaksi berikut. Berapa perubahan massa yang sesuai dengan hilangnya energi tersebut? Tuliskan lima komponen utama reaktor nuklir dan fungsinya. 2H= 2. Pembakaran satu mol grafit melepaskan energi 393. Apa nama unsur sasaran? Diketahui massa atom 1H = 1. Apakah setiap komponen menimbulkan masalah bagi lingkungan? jelaskan. 2. b.B.00782. c. Bagaimana modus peluruhan yang mungkin dari nuklida ini dan mengapa melalui cara itu? Tuliskan persaman reaksi inti untuk setiap proses berikut. Andaikan nuklida radioaktif dengan rasio neutronproton lebih besar daripada isotop stabilnya. 1.0141. 6. Curium disintesis pertama kali melalui pemboman suatu unsur dengan partikel alfa. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Mengapa isotop 238U tidak dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir? 146 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 kJ. 11 6C 4. a. 214 83 Bi 237 93 C 3. Menghasilkan curium–242 dan neutron. memancarkan positron memancarkan partikel b memancarkan partikel a 7. 1 1 1 H + 1H ⎯⎯ → 2 0 1H + 1e 5.

tekanan dalam labu berkurang jika pipet yang dihubungkan di antara keduanya dipijit-pijit. Pipa kaca bengkok 110° 16. Oleh karenanya. Sumbat karet (1 lubang) 13. Tujuan Untuk membuat amonia dan diaplikasikan sebagai air mancur hiasan. Amonia adalah senyawa kovalen yang mengandung atom nitrogen. Alat dan Bahan 1. Tes dengan kuas yang sudah dicelupkan ke dalam larutan HCl. Air akan naik ke dalam labu membentuk seperti air mancur yang berwarna merah.kaki: 500 mm 10. Pembakar spiritus 4. Klem universal 12. Masukkan ujung pipa kaca ke dalam gelas kimia berisi air yang ditetesi larutan PP 1%. karena memiliki warna yang menarik. Langkah Kerja 1. Bosshead 11. Sumbat karet (2 lubang) 14. Rangkai tabung reaksi dan peralatan lainnya seperti terlihat pada gambar berikut. Barium Hidroksida (Ba(OH)2) 7.Proyek Semester 1 Air Mancur Amonia Reaksi Ba(OH)2. Statif: . Tabung reaksi 150×25 mm 2. Kalsium oksida (CaO) 5. Apabila terbentuk kabut membuktikan bahwa NH3 sudah terkumpul cukup banyak. Pada proyek Semester 1 Anda ditugaskan untuk membuat amonia dan melaporkan data pengamatan kelompok Anda dalam bentuk karya tulis. Buatlah laporan berupa karya tulis kelompok Anda setelah melakukan proyek semester ini. Larutan fenolftalein (PP) 1%* *Tersedia dalam bentuk padatannya. Tutup mulut labu dengan sumbat dua lubang yang telah dipasangi pipa kaca lurus dan pipet berisi air. Labu bundar 250 mL . NH4Cl. 5. Amati yang terjadi dalam labu. amonia juga berguna untuk pembuatan air mancur. Gelas kimia 1000 mL 3. Tekan pipet pada labu yang berisi gas NH3.batang : 250 mm 9. Pipa kaca lurus 15. dan CaO. 6. di dalam tabung reaksi hingga terbentuk gas amonia (NH3) di dalam labu. Amonium Klorida (NH4Cl) 6. Gas amonia yang terbentuk mudah bereaksi dengan air. NH4Cl. dan CaO menghasilkan gas amonia. Warna merah ini berasal dari larutan basa amonia dalam air. Selain banyak diaplikasikan dalam industri untuk pembuatan bahan baku pupuk. saat labu berisi amonia tersebut dihubungkan dengan gelas berisi air. 3.dasar 8. 2. Panaskan Ba(OH)2. Pipet tetes . 4. Proyek Semester 147 . Larutan dibuat dengan mencampurkan beberapa gram padatan (sesuai konsentrasi yang diinginkan) dengan sejumlah pelarut a uades atau air biasa).

0. Al(NO3)3 C.8 E. Diharapkan bahwa … A.12 atm C. CH3COONa D. 5. C8H10 C.01 M pada suhu yang sama adalah… A. 0.24 g zat nonvolatil dan nonelektrolit. A. hasil reaksinya … A. Tekanan osmotik tiga jenis larutan dengan molaritas yang sama. C6H6O2 E.9 1.7 E. A. misalnya urea.50 atm E. 1.25 atm D.. pengembunan 6. 0. 60 C. asam propanoat. Sebanyak 18. 95. empat di kiri 10. Larutan yang memiliki titik beku paling rendah adalah . fusi C. 93.25 atm maka tekanan osmotik larutan NaCl 0. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 3. Fraksi mol metanol dalam larutan air mengandung 80% metanol adalah … A.5 atm. S(s). Pb2+(aq). dua di kanan C. tekanan osmotik urea paling besar B. NO(g) 2. NO2(g) B. 120 B. 64 Manakah di antara zat nonvolatil berikut jika dilarutkan dalam pelarut benzena akan memiliki tekanan uap larutan paling rendah? Diketahui jumlah gram terlarut sama. 0. pembekuan E.5 C. penguapan D.01 M pada 27oC adalah 0. Jika PbS(s) direaksikan dengan larutan encer HNO3 hangat. 46 D. Berapa tekanan uap larutan pada 25°C (dalam mmHg) jika tekanan uap benzena pada suhu itu 93.4 mmHg? A. 4. empat di kanan E.51. dua di kiri D. semua tekanan osmotik larutan sama 8. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari natrium klorida C. dan natrium klorida diukur pada suhu yang sama. 0. (CH3)2(OH)2 D. PbO(s). Jika tekanan osmotik larutan sukrosa 0. Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan basa adalah : → MnO4–(aq)+C2O42–(aq) ⎯⎯ MnO2(s)+CO32–(aq) Jika persamaan ini disetarakan maka jumlah OH– dalam persamaan itu … A. NO(g) C. 180 E. 0.Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 1. 0. Larutan berikut dibuat dengan konsentrasi molal yang sama. MgCl2 7. A. sublimasi B.0 atm 9.3 B.062 atm B.1 C.8 B. Jika suhu dinaikkan dari 0°C hingga 50°C pada tekanan tetap 0. A. tekanan osmotik asam propanoat lebih besar dari urea E. terjadi proses … 148 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . A. 760 Suatu larutan mengandung 3. 60..2 D. (NH2)2CO Perhatikan diagram fasa berikut.4 D.2–benzantrasena adalah padatan berwarna kuning yang nonvolatil dengan berat molekul 228 g mol–1. 0. tekanan osmotik asam propanoat paling besar D. nol B. juga 200 g air mendidih pada 100. NaNO2 E. Berapakah berat molekul zat terlarut? Kd molal air adalah 0.26 g sampel dilarutkan dalam 250 mL benzena. C6H12O6 B. S(s). 0. Pb2+(aq). 91.130°C pada 1 atm. KBr B. S(s)..

11. besi berfungsi sebagai anode D. konfigurasi elektronik B.6 L E. titik beku mendekati suhu 0 K 17. 3 D.. Dari data di atas. MgCO3 Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 149 . Pb Eo = – 0....93 Rb 400 1.917 D. A. kereaktifan unsur golongan alkali dipengaruhi oleh ….2 L D. 3.8 L Untuk menghambat terjadinya proses korosi. Li dan Na C. HCl dan HI 18. 4. A.. 1. peptisasi Pembuatan unsur-unsur logam alkali tanah umumnya dilakukan melalui proses . 1. HCl dan HBr E. 5. jari-jari atom D. K dan Rb E. pemanggangan D.6 L B.53 0. Li dan Rb Pembuatan unsur-unsur logam alkali umumnya dilakukan melalui proses …. H2O( )+e Berdasarkan data di atas. kromatografi C. A. Di antara asam halida berikut yang tidak dapat dibuat menggunakan asam sulfat pekat adalah ….86 0. 14. 4 B. selain terbentuk MgO juga terbentuk zat lain . elektron mengalir dari besi ke magnesium B. 2. 2.639 B.05 Na 500 0. A. NO2(g) Jika ion S2O32– direaksikan dengan I2 dihasilkan ion I– dan ion S4O62–. Di dalam sistem …. kerapatan (massa jenis) E. zat lain tersebut adalah ….8 –2. kromatografi C. N2(g) E. elektrolisis E. Na dan K B. Fe3+(aq)+ e– ⎯⎯ Fe2+(aq) 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Cu(s) → 2.0 –3. sukar melepaskan atau menangkap elektron C. 20. 4. Reaksi korosi secara keseluruhan melibatkan. 3. pemanggangan D. pipa besi yang dipendam di dalam tanah dihubungkan dengan logam yang lebih reaktif.78 mL Na2S2O3 0. 2. Dalam titrasi larutan I2 diperlukan 32. Li dan K D. A. 89. A. A. D. 16... magnesium mengalami oksidasi C. energi ionisasi pertama C. potensial reduksi standar(E°) Logam alkali berikut jika dibakar akan menghasilkan superoksida adalah . unsur paling stabil B. Mg(OH)2 B. 4.11. 2 C.7 –2. urutan yang lebih dulu dielektrolisis pada katode ….71 K 420 0. 1.278 C. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas E. 2. PbO2(s). 12. Jumlah milimol I2 dalam larutan adalah . HF dan HBr C. 22. 21. mudah bereaksi dengan unsur lain D. pirolisis B.50 V → H2(g)+OH 4. A.92 [He] 2s1 [Ne] 3s1 [Ar] 4s1 [Kr] 5s1 [Xe] 6s1 19.. Adanya zat itu dapat dibuktikan dengan menambahkan air hingga terbentuk gas yang dapat membirukan lakmus.556 E. Perhatikan tabel sifat fisik unsur golongan alkali: Sifat Konfigurasi elektron Energi ionisasi (kJ mol–1) Kerapatan (g cm–3) Jari-jari ion ( ) Potensial reduksi (Eo) Li 520 0. A. 15.77 V 1. 2 E.34 V 2+(aq)+ 2e– ⎯⎯ Pb(s) → 3. pirolisis B. magnesium berfungsi sebagai katode Pipa bawah tanah digunakan untuk distribusi BBM atau PDAM yang cenderung terkorosi oleh lingkungan yang bersifat korosif. 1. 4. reduksi besi B.97 0.4 L C. 1. A. A. oksidasi besi menjadi ion Fe2+ C.8 –2.… A. oksidasi besi dengan asam dari gas CO2 terlarut E.53 1. misalnya magnesium. 9. H2S(g). kecuali ….13 V – ⎯⎯ –(aq)Eo=+0. HF dan HCl B. 22. SO42–(aq)..92 Cs 380 1. diperoleh gas oksigen pada keadaan STP sebanyak …. Mg3N2 C.2 M untuk bereaksi sempurna dengan I2. peptisasi Pemanasan logam Mg di udara. oksidasi oksigen menjadi ion OH– D. 3. 3. reduksi oksigen menjadi uap air Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia.9 –2. 1. besi melepaskan elektron E. 13. 4 Pada elektrolisis larutan natrium sulfat (Na2SO4) menggunakan arus sebesar 1 faraday.834 Diketahui data potensial reduksi standar: → Eo = + 0. Pb2+(aq). HBr dan HI D.88 0. 6. Cu Eo = + 0. 3. elektrolisis E.

A. CaHPO4 B. NaNO3 36. CaHPO3 C. NH4NO3 B... Kereaktifan molekul fosfor (P4) disebabkan oleh . energi ionisasi lebih rendah C.. titik leleh lebih tinggi Pada pembuatan aluminium. kamar timbal D. Senyawa nitrogen berikut biasa dipakai sebagai pupuk. belerang kurang elektronegatif dibandingkan oksigen 150 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . kerapatannya E. dengan HNO 3 pekat menghasilkan oksida nitrogen Logam yang tidak diperoleh dengan proses elektrolisis adalah . A. 2Al(s)+3F2(g) → E. reduktor B. kriolit yang dipakai berperan sebagai …. KNO3 E. H2S2O7 37.. SO2 B. elektrolisis E.. A. pemanggangan kuarsa E. konfigurasi elektronnya D. Si dan C Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. kontak B. Di antara pernyataan berikut yang benar tentang belerang dan oksigen adalah ….. CO(NH2)2 C. 2Al(s)+6H2O( ) ⎯⎯ 2Al(OH)3(s)+3H2(g) Logam aluminium mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. A. elektrolisis E. 27.. magnesium D. Ca3(PO4)2 dengan asam ortofosfat akan menghasilkan …. Ge dan Pb D. larut dalam larutan NaOH C. oksidator C. 24. dapat bereaksi dengan asam kuat B. A. A. bahan baku utama Reaksi berikut ini yang merupakan reaksi aluminotermik adalah . natrium B. 4Al(s)+3O2(g) ⎯⎯ 2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlF3(s) → D. H2S E. elektrolisis SiCl4 B. A. logam alkali tanah memiliki …. 25. Pengolahan batuan fosfat. Ca(H2PO4)2 E. elektrolisis SiCl4 B. 28. Teknik yang digunakan untuk memperoleh belerang dari alam adalah melalui proses ….. kecuali . → A. dengan basa kuat menghasilkan gas H2 D. kromatografi lapis tipis 30. hidrolisis C. keelektronegatifan lebih kecil E. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. Berikut ini merupakan hasil dalam tahapan pembuatan asam sulfat dalam proses kontak. SO3 D. jari-jari yang lebih besar B. pengapungan 33. Si dan Sn E. A. reduksi-oksidasi 34.. struktur molekulnya C. Sn dan Pb C. merupakan oksidator kuat E. kromatografi lapis tipis 35. distilasi kuarsa (SiO2) C. kecuali . pemanggangan kuarsa E. silikon E. geometri molekul H2O dan H2S keduanya linear B. Mg(CN)2 Dibandingkan dengan logam alkali yang seperiode. kontak B. A. sifat reduktor lebih kuat D. hidrogen sulfida memiliki tingkat keasaman yang lebih lemah daripada air C. A. kamar timbal D. Frasch C.. H2SO4 C. 3MnO2(s) + 4Al(s) ⎯⎯ 3Mn(s)+2Al2O3(s) ⎯⎯ 2AlCl3 (s)+3H2(g) → B.. A. A. 29. (NH4)2SO4 D.23.. 26. merkuri Di antara unsur berikut yang dapat bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi adalah …. keelektronegatifannya 31. lapisan tahan panas D. pemurnian zona D. C dan Ge B. Proses pembuatan H2SO4 melalui pembentukan SO3 dengan katalis V2O5 dinamakan proses …. A. 2Al(s)+ 6HCl(aq) → C.. distilasi kuarsa (SiO2) C.. pelarut E.. aluminium C. A. ikatan antaratomnya B. Ca3(PO4)2 32. kecuali …. D. CaSO4 D. pemurnian zona D. Mg(HCO3)2 E.

K3[Fe(CN)6] D. Cr3+(aq) E. Zn(OH) 2(s)+2NH4+(aq) ⎯⎯ Zn 2+(aq) + 2NH4OH(aq) → E.. A. A. 39.5 MeV Isotop-isotop radioaktif ringan (NA = 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. KFe(SCN)4 C. sedangkan H2S nonpolar dalam senyawa. Ti3+(aq) B.30 MeV D. A.. penangkapan elektron C. +2 dan 12 Persamaan setara yang benar untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah… → A. K4[Fe(NCO)6] Senyawa kompleks yang bersifat diamagnetik adalah . 44.. B. A. mengubah neutron yang bergerak cepat menjadi neutron termal B.. Fe(CN)64– B.00 MeV B. 98 42 Mo + 1 n ⎯⎯ → 0 4 U + 2 He ⎯⎯ → 99 42 Mo+γ Pu+21 n 0 238 92 3 2 240 94 3 He + 2 He ⎯⎯ 2 He+ 1 H+ 1 H → 4 1 1 14 7 N + 4 He ⎯⎯ → 2 U + 1 n ⎯⎯ → 0 17 8 139 56 O+ 1 H 1 235 92 Ba+ 94 Kr+31 n 36 0 49. menyediakan partikel alfa Contoh reaksi fisi adalah … A. D.07 MeV C. penangkapan elektron C. A. Zn(OH)2(s)+2OH–(aq) ⎯⎯ Zn(OH)42–(aq) → D. hampir semua unsur transisi menunjukkan satu keadaan valensi Kuningan adalah paduan …. melangsungkan pembakaran untuk memicu reaksi fisi E. A. 4. A. 37 19 40 20 K Ca 15 8 O Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 1 151 . kecuali …. pancaran positron E. tembaga dan timah B. 45. tembaga dan seng C.38. pancaran alfa B. K4[Fe(CN)6] B. Mn3+(aq) Energi ikat inti per nukleon dalam atom helium adalah …. pancaran alfa B. +4 dan 12 C. pancaran gamma 50. Zn2+(aq) + 4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) → B. aluminium dan nikel Dalam ion Cu(NH 3) 42+ . pancaran beta D. H2O bersifat polar. Isotop-isotop radioaktif ringan (nomor atom 20) yang mempunyai perbandingan neutron-proton lebih besar dari satu akan mencapai stabil dengan cara …. 675 MeV E. E. Ti(H2O)63+ D. A. 46. B. Cu(NH3)42+ C. pancaran positron E. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U D. E. bereaksi dengan 235U untuk menghasilkan energi C. 28.. 931. valensi dan bilangan koordinasi tembaga adalah …. 0 dan 3 B. 42. semua unsur transisi lebih bersifat logam B. hampir semua unsur transisi mnunjukkan sifat katalitik D. dalam larutan cair kebanyakan ionnya berwarna C. 41. 7. A.. pancaran gamma Batang karbon di dalam reaktor nuklir berfungsi sebagai …. 48. pancaran beta D. D. K3[Fe(SCN)6] E. V3+(a ) D. semua unsur transisi memiliki orbital d yang tidak penuh E. Berdasarkan perbandingan neutron-proton untuk isotop ringan (nomor atom 20) maka isotop yang paling stabil adalah …. ikatan tunggal S–S tidak ada sedangkan O–O ada Semua pernyataan berikut tentang unsur golongan transisi. 47. Ni(en)32+ E. Zn(OH)2(s)+4NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)42+(aq) + 2OH–(aq) → C. +2 dan 4 E. A. +2 dan 8 D. Sc3+(aq) C. Zn2+(aq) + 2NH3(aq) ⎯⎯ Zn(NH3)22+(aq) Potasium heksasianoferat(II) adalah senyawa…. A. aluminium dan tembaga E. E. 40. C. Co(py)62+ Senyawa kompleks berikut yang tidak bersifat paramagnetik adalah . 11 6 15 7 C N D. C. 43. timbal dan timah D.

1. radionuklida Sr atau radionuklida Xe? Dengan asumsi jumlah radioaktif sama. [Fe(CN)6]3– d.B. Manakah yang lebih baik dengan membuang bahan radioaktif ke lingkungan. Barium sulfat diberikan secara oral untuk memperoleh fotografis perut dengan sinar-X. 2. lemak. H2S(g) + NO3– ⎯⎯ NO2(g) + S8(s)(asam) → b.000). 4. Berapa tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada suhu 25°C tekanan uap air murni adalah 0.03 atm). seperti glukosa (C6H12O6) melalui pembakaran menjadi CO2 dan H2O. Apa nama hibrida dari atom ksenon dalam senyawa ini? Bagaimana geometri menurut ramalan VSEPR untuk molekul ini? 7. [Zn(NH3)4]2+ b.0 g logam perak. Jelaskan jawaban Anda berdasarkan pada sifatsifat kimia Sr danXe. [FeP6]3– 9. Apakah ada perbedaan antara kedua percobaan ini? Apa yang diperlukan agar reaksi transformasi inti yang melibatkan inti emas dan partikel alfa terjadi? 10. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1. H2O2( )+MnO4– ⎯⎯ O2(g) + MnO2(s)(basa) → d. Setarakan persamaan reaksi redoks berikut. jika kerapatan larutan 1.0 g L–1 protein (Mr = 90. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 50 g glukosa dengan 600 air. berapa gram I2 yang dihasilkan dari elektrolisis larutan NaI? Ksenon tetrafluorida adalah padatan yang tidak berwarna. Pada keadaan yang sama. Hitung penurunan titik beku dan tekanan osmosis pada 25°C larutan 1. dalam percobaan hamburan partikel alfa oleh lempeng tipis emas reaksi transformasi inti tidak terjadi. 5. dan tentukan zat pereduksi serta pengoksidasinya. Rutherford dapat melangsungkan reaksi transformasi inti pertama dengan memborbardir inti nitrogen–14 dengan partikel alfa. a. → a. Hg22+ + H2S(g) ⎯⎯ Hg(g) + S8(s) (asam) Pada keadaan tertentu. MnO4– + I– ⎯⎯ MnO2(s) + IO3– (basa) → c. Tuliskan struktur Lewis untuk molekul XeF4.0 g cm–3. Namun demikian. Mengapa karbonat tidak dapat dipakai dalam media yang mengandung sulfat? 8. Tunjukkan bahwa pembakaran gula adalah reaksi redoks. dan protein ke dalam bentuk gula sederhana. Barium karbonat merupakan senyawa yang tidak larut dalam air. 3. 152 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 6. Tubuh kita mengubah karbohidrat. [Cu(NH3)4]2+ c. Nyatakan jenis hibridisasi apa yang terdapat pada atom pusat dalam senyawa kompleks berikut.

Haloalkana C. alkanal. alkanol. dan alkil alkanoat) Pada abad ke-18 diketahui senyawa hidrokarbon hanya dapat diperoleh dari makhluk hidup sehingga senyawa hidrokarbon disebut senyawa organik. Gugus Fungsional Senyawa Karbon B. Oleh karena itu. Swiss. Atom-atom tersebut dinamakan gugus fungsional senya a hidrokarbon. A. Senyawa hidrokarbon memiliki sifat tertentu akibat adanya atom selain atom karbon dan hidrogen di dalamnya. dan identifikasi senyawa karbon (haloalkana. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen 153 . Asam Karboksilat dan Ester F. Sifat inilah yang menjadikan senyawa karbon melimpah di alam dengan berbagai sifat fisika dan sifat kimia. dan pengawet bahan biologis merupakan contoh aplikasi zat yang mengandung senyawa hidrokarbon dengan gugus fungsi yang berbeda. Aldehid dan Keton E. dan makromolekul Setelah mempelajari bab ini. para Kimiawan banyak mensintesis senyawa hidrokarbon yang mengandung gugus fungsi berbeda-beda untuk dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi.paperhistory. alkanon. cara penulisan. kegunaan.Bab 6 Sumber: www. Kosmetik untuk wanita. Apa sajakah gugus fungsi senyawa hidrokarbon tersebut? Anda dapat menemukan jawabannya setelah mempelajari bab ini. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. Di Kelas X Anda telah belajar sifat khas atom karbon yang dapat berikatan dengan atom karbon dan atom-atom lain selain atom hidrogen. Gugus fungsional pada senyawa hidrokarbon tersebut berperan penting dalam kereaktifannya terhadap senyawa atau atom lain. benzena dan turunannya. Senyawa Organik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. cuka yang digunakan pada makanan. Alkohol dan Eter D. tata nama. di pabrik kertas.org Proses pengisian bahan kertas oleh bahan yang mengandung senyawa organik (hidrokarbon dengan gugus karbonil). sifat. asam alkanoat. alkoksi alkana.

1 X OH Gugus Fungsional Senyawa Karbon Gugus Fungsi Rumus umum R–X R–OH R–O–R' Nama Haloalkana Alkohol Eter O O C O C O C O OH H R–CHO Aldehid R–CO–R' Keton R–COOH R–COO–R' Asam karboksilat Ester C H N O H RNH2 Amina Kata Kunci • • Hidrokarbon Gugus fungsi Tabel tersebut menunjukkan beberapa gugus fungsi. 3. Atom atau gugus atom yang terikat pada senyawa hidrokarbon dapat menentukan sifat-sifat senyawa karbon. Dalam hidrokarbon. atom karbon dapat juga berikatan dengan atom-atom lain. Perhatikan Tabel 6. Selain itu. Apakah maksud dari pernyataan tersebut? Apa yang dimaksud dengan senyawa turunan hidrokarbon? A. I) terikat pada senyawa hidrokarbon maka senyawa yang terbentuk akan memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang ditentukan oleh gugus tersebut. Atom atau gugus karbon tersebut lebih reaktif dari yang lainnya. nitrogen. gugus fungsi juga menentukan sifat fisika dan sifat kimia senyawa bersangkutan. dan nama kelompok senyawa karbon yang dibentuknya. 154 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Selain menentukan tata nama senyawa karbon secara bersistem (IUPAC). di samping memiliki kemampuan berikatan dengan atom karbon lain. rumus umum dengan R yang menyatakan residu dari hidrokarbon. belerang. Cl. Br. dinamakan gugus fungsi. Apakah yang dimaksud dengan senyawa hidrokarbon? Atom karbon memiliki sifat khas . gugus fungsi adalah bagian reaktif dari senya a karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senya a karbon. Tabel 6. dan halogen. Dengan kata lain.Tes Kompetensi Awal 1.1. Jika atom halogen (F. 2. seperti oksigen. atom karbon dapat berikatan dengan atom hidrogen membentuk senyawa hidrokarbon. Gugus Fungsional Senyawa Karbon Atom karbon. juga dapat berikatan dengan atom unsur-unsur lain. fosfor.

bromo. Cl. Perhatikan struktur haloalkana berikut. Sifat-sifat apa sajakah yang dapat dijelaskan melalui gugus fungsi? Jelaskan. Haloalkana memiliki rumus umum: CnH2n+1X X adalah atom halogen (F.Berbagai reaksi kimia senyawa karbon ditentukan oleh gugus fungsi. Br. Ada beberapa macam isomer. haloalkana adalah senyawa karbon turunan alkana yang atom H-nya diganti oleh atom halogen. tetapi susunan atom-atomnya berbeda. Haloalkana Haloalkana adalah senya a karbon yang mengandung halogen. seperti isomer posisi. Sebagian besar reaksi senyawa karbon merupakan perubahan gugus fungsi menjadi gugus fungsi lain. Isomer Haloalkana Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama. I). Mengapa kloroform bersifat membius? 2. Dengan demikian. Kerjakanlah di dalam buku latihan. H3C H2 H2 C C Cl Kata Kunci • • • • • Haloalkana Isomer posisi Isomer struktur Isomer fungsional Isomer cis-trans H3C H C Cl CH3 1-kloropropana 2-kloropropana Senyawa Organik 155 . gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon. Contoh: CH3–CH2–I CH3–CH2–CH2–CH2Cl CH2Br–CH2Br CHCl3 CCl4 Monoiodoetana Monoklorobutana 1. 1. Tes Kompetensi Subbab 1. dan isomer cistrans. Berdasarkan fakta. B. A 2.2–dibromoetana Triklorometana (kloroform) Tetraklorometana (karbon tetraklorida) Kegiatan Inkuiri Cari tahu oleh Anda sifat dari senyawa kloroform. isomer fungsional. atau iodo dan diikuti nama alkana yang mengikatnya. Tata Nama Haloalkana Tatanama senyawa haloalkana diawali dengan kata fluoro. isomer struktur. Dengan kata lain. haloalkana memiliki isomer posisi dan isomer struktural. kloro. Mengapa gugus fungsi memiliki peran penting dalam mempelajari senyawa karbon dan reaksi senyawa karbon? Jelaskan.

ketiga senyawa tersebut berisomer struktur (senyawa dengan rumus molekul sama. bromopropana dicampurkan dengan kalium sianida dalam alkohol cair akan membentuk propanonitril dan kalium bromida. Energi ikatan rata-rata (dalam kJ mol–1): C–F = 485.Kedua senyawa itu memiliki rumus molekul sama. Isomer struktur menyatakan perbedaan struktur dari senyawa haloalkana yang memiliki rumus molekul sama. Atom halogen pada haloalkana dapat diganti oleh gugus siano (–CN) dengan cara pemanasan. C–Br = 284. Oleh karena itu. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. Persamaan reaksinya: Refluks C2H5Br + NaOH(berair) ⎯⎯⎯→ C2H5OH + NaBr Etanol cair dapat digunakan sebagai pelarut untuk haloalkana. tetapi posisi atom klorin berbeda. Titik didih isomer haloalkana berubah sesuai urutan berikut: primer sekunder tersier. Perhatikan struktur molekul berikut dengan rumus molekul sama. tetapi berbeda strukturnya. yaitu isomer posisi. Pada 1–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 1. C–I = 213. C–Cl = 339. Contohnya. Refluks is technique to boil some liquid in the distillation flask which is connented with condensor apparatus so that the liquid will be running back into the flask. Sifat Haloalkana Senyawa klorometana dan kloroetana berwujud gas pada suhu kamar dan tekanan normal. tetapi berbeda struktur molekulnya). Haloalkana dapat dihidrolisis menjadi alkohol yang bersesuaian jika diolah dengan basa alkali berair. 1–klorobutana dan 2–klorobutana berisomer posisi 3. sedangkan pada 2–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 2. Ikatan C–F adalah paling kuat sehingga senyawa fluoroalkana relatif stabil dan banyak digunakan sebagai gas propelan dalam bentuk aerosol. Persamaan reaksinya: Refluks alkohol C2H5Br + KCN ⎯⎯⎯⎯⎯→ C2H5CN + KBr 156 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Hal ini menunjukkan bahwa senyawa iodoalkana paling reaktif untuk gugus alkil yang sama. Haloalkana yang lebih tinggi berupa cairan mudah menguap. yakni C4H9Cl. H3C H2 H2 H2 C C C Cl 1-klorobutana CH3 H3C C Cl 2-kloro-2-metilpropana CH3 H3C H2 H C C Cl 2-klorobutana CH3 Ketiga senyawa itu tergolong halobutana.2 Titik Didih Senyawa Haloalkana Senyawa Titik Didih (°C) 46 34. Tabel 6. Kedua senyawa ini dikatakan berisomer satu sama lain. yakni C3H7Cl.8 77 68 69 51 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. 1985 1–kloropropana 2–kloropropana 1–klorobutana 2–klorobutana 1–kloro–2–metil propana 2–kloro–2–metil propana Catatan Note Refluks adalah teknik mendidihkan cairan dalam wadah labu distilasi yang disambung dengan alat pengembun (kondensor refluks) sehingga cairan terus-menerus kembali ke dalam wadah. Disamping itu.

bereaksi dengan X2 membentuk trihaloetanal (CX3–COH). Kemudian. Rumus umumnya: CH3 R C O H Contohnya. reaksi akan terus berlangsung hingga pereaksi habis atau cahaya ultraviolet dihilangkan. mula-mula etanol dioksidasi menjadi etanal (aldehid). Replacement of an atom or a group by anothers called substitution reaction. hν 3CH4 + 6Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + 6HCl → Reaksi antara CH4 dan Cl2 memiliki sifat-sifat khas sebagai berikut. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Haloalkana Senyawa haloalkana tidak dapat dibuat langsung dari alkana melalui reaksi substitusi sebab hasilnya selalu campuran haloalkana. 2) Reaksi terjadi jika ada cahaya ultraviolet atau pada suhu di atas 250°C. Tahap-tahap reaksinya sebagai berikut. etanol. CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + CCl4 + 5H2 Untuk membuat haloalkana tunggal bergantung pada senyawa haloalkana yang akan diproduksi. 4CH4 + 5Cl2 ⎯⎯ → Catatan Note Pergantian atom atau gugus oleh atom atau gugus lain dinamakan reaksi substitusi. trihaloetanal berubah menjadi haloform. Kegiatan Inkuiri Diskusikan dengan teman sekelas Anda. seperti ditunjukkan pada reaksi berikut. tetapi melalui beberapa tahap reaksi. etanal. O → 1) CH3CH2–OH+ Cl2 ⎯⎯ H3C C H + 2HCl O O → 2) H3C C H + 3Cl2 ⎯⎯ Cl3C C H + 3HCl O O ONa + HCCl3 3) Cl3C → C H + NaOH ⎯⎯ H C Senyawa karbon yang dapat dibuat menjadi senyawa haloalkana adalah senyawa yang memiliki gugus metil terikat pada atom C yang berikatan dengan atom oksigen. Dalam suasana basa. aseton. Persamaan reaksinya: → C2H5Br + 2HN3 ⎯⎯ C2H5NH2 + HBr Etilamina Δ 4. apakah yang terjadi jika di lingkungan yang terik matahari terdapat gas klorin dan gas alam? Senyawa Organik 157 . a.Jika haloalkana dipanaskan dalam larutan amonia beralkohol dalam wadah tertutup akan dihasilkan amina. Jika alkana direaksikan dengan halogen pada suhu tinggi atau adanya cahaya ultraviolet. akan terbentuk campuran alkilhalida. Reaksinya tidak melalui reaksi substitusi. 3) Sekali reaksi dimulai. dan senyawa yang sejenis. 1) Reaksi tidak terjadi dalam keadaan gelap atau pada suhu rendah. Pembuatan Haloform (CHX3) Jika etanol direaksikan dengan X2 (Cl2 atau I2) dalam suasana basa (NaOH).

perambatan rantai. Reaksi berantai ini terjadi sampai dengan radikal yang terlibat dalam tahap perambatan rantai dihancurkan. tetapi larut dalam alkohol atau eter. Iodoform sering digunakan sebagai antiseptik. berwarna kuning. Kloroform biasa digunakan untuk obat bius (anestetika) dan sebagai pelarut untuk lemak. Radikal CH3• selanjutnya mengeluarkan atom klor dari molekul Cl 2 membentuk CH3Cl dan radikal Cl• yang baru. Kegunaan Iodoform (CHI3) dan Tetraklorokarbon (CCl4) Iodoform berwujud padat pada suhu kamar. CCl4 (karbon tetraklorida). dan C 2H 6. mengapa radikal bebas sangat reaktif? Hubungkan dengan konfigurasi elektronnya. kecuali untuk penelitian di laboratorium.Hasil reaksi meliputi CH2Cl2 (diklorometana). → 2Cl• ⎯⎯ Cl2 ΔH°= –243.1. 1) Pemicu Rantai Molekul Cl 2 dapat dipecah menjadi sepasang atom klor dengan menyerap energi dari cahaya ultraviolet atau kalor. dan pengakhiran rantai. lilin. Pengakhiran rantai dapat terjadi dalam tahap berikut.4 kJ mol–1 Cl2 → CH3• + Cl• ⎯⎯ CH3Cl ΔH°= –330. Namun demikian. Kloroform tidak larut dalam air. 3) Pengakhiran Rantai Radikal yang mempertahankan reaksi terus berlangsung suatu ketika dapat bergabung antarsesamanya dalam tahap pengakhiran rantai. b. 158 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2) Perambatan Rantai Radikal bebas seperti atom Cl • sangat reaktif. CHCl3 (kloroform). Kegunaan Kloroform (CHCl3) Kloroform merupakan senyawa karbon berwujud cair yang mudah menguap pada suhu kamar dan berbau khas. Haloalkana yang sering dipakai sebagai obat bius adalah 2–bromo–2–kloro–1. c. efek samping dari kloroform dapat merusak hati sehingga jarang dipakai sebagai obat bius.1–trifluoroetana. Fakta ini mengisyaratkan adanya mekanisme reaksi berantai yang melibatkan tiga proses. dan mempunyai bau yang khas. → ΔH°= –16 kJ mol–1 CH4 CH4 + Cl• ⎯⎯ CH3• + HCl → CH3• + Cl2 ⎯⎯ CH3Cl + Cl• ΔH°= –87 kJ mol–1 CH3Cl Oleh karena atom Cl• juga dibangkitkan pada tahap kedua maka setiap atom Cl • yang bereaksi pada tahap pertama reaksi akan berkesinambungan (berantai).0 kJ mol–1 CH3Cl → 2CH3• ⎯⎯ CH3CH3 ΔH°= –350. CH 3Cl (klorometana). Atom Cl • dapat mengeluarkan atom hidrogen dari CH4 membentuk HCl dan radikal CH3•. Cl2 + energi ⎯⎯ → 2Cl• ΔH°= 243.4 kJ mol–1 Atom klor yang dihasilkan pada reaksi ini adalah radikal bebas sebab mengandung satu elektron tidak berpasangan. dan minyak. Kata Kunci • • Reaksi berantai Radikal bebas Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas.0 kJ mol–1 CH3CH3 Tahap akhir dapat terjadi dengan cara dinetralkan oleh dinding reaktor. yaitu pemicu rantai.

tidak beracun. Freon–12 digunakan secara luas sebagai pendingin dan sebagai gas propelan dalam aerosol. dan tidak berbau. Apakah nama senyawanya? C. Kegunaan Kloroetana (C2H5Cl) dan Fluorokarbon (CF2Cl2) Kloroetana banyak digunakan untuk pembuatan tetraetil timbal yang ditambahkan ke dalam bensin untuk memperbaiki bilangan oktan. Struktur eter dikatakan sama dengan struktur air. Uap CCl4 tidak terbakar sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. Tuliskan rumus struktur dan tata nama dari semua senyawa yang memiliki rumus molekul C4H9Br2. dapat dikatakan bahwa struktur alkohol sama dengan struktur air. Kegiatan Inkuiri Diskusikan dalam kelas. → 4CH3CH2Cl + 4Na + 4Pb ⎯⎯ (CH3CH2)4Pb + 4NaCl + 3Pb Fluorokarbon merupakan senyawa karbon yang mudah menguap. Apakah nama senyawanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Kedua atom H pada air merupakan gugus alkil pada eter. Oleh karena itu. Tes Kompetensi Subbab 1. B 3. Senyawa Organik 159 . O H Air O H R Alkohol O H R Eter R 1 Alkohol (R-OH) Berdasarkan posisi atom karbon yang mengikat gugus hidroksil dalam senyawa alkohol maka alkohol dikelompokkan ke dalam tiga golongan. Tuliskan reaksi yang terjadi jika 1. Tuliskan reaksi hidrolisis dari 1–klorobutana. 2. terutama senyawa freon– 12 (CF 2Cl2). tidak mudah terbakar. Alkohol dan Eter Alkohol dan eter adalah senya a karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal. Kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air. mengapa CCl4 tidak dapat terbakar seperti halnya CO2? Hubungkan dengan biloks atom C yang tertinggi. juga digunakan sebagai pelarut untuk lemak dan minyak. Selain itu.Karbon tetraklorida merupakan zat cair yang tidak berwarna dengan massa jenis lebih besar dari air.2–dibromoetana direaksikan dengan kalium hidroksida berair dalam keadaan panas. yaitu sebagai berikut. Satu atom H pada air merupakan residu hidrokarbon (gugus alkil) pada alkohol. Jenis fluorokarbon yang paling banyak dipakai adalah CCl3F dan CF2Cl2. d.

a. 160 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . nama alkohol diturunkan dari nama alkana. Alkohol primer (1°) adalah suatu alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon primer. rantai induk terpanjang harus mencakup gugus hidroksil dengan nomor urut untuk gugus hidroksil terkecil. Tata Nama Alkohol Ada dua cara penataan nama alkohol. Pada cara trivial. 2 CH3 C CH3 OH R H2C 3 1 Kata Kunci • • • • Alkohol primer Alkohol sekunder Alkohol tersier Gugus hidroksil a. yaitu cara trivial dan cara IUPAC. H R H2C 1 C H OH b.3. Contohnya: CH3–CH2–OH Trivial: etil alkohol. Contoh: H3C CH2 CH2 CH OH CH3 2-pentanol bukan 4-pentanol Beberapa contoh penataan nama alkohol menurut trivial dan IUPAC dapat dilihat pada Tabel 6. Alkohol sekunder (2°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon sekunder. Pada alkohol. Atom karbon sekunder adalah atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain. alkohol disebut alkil alkohol sehingga dalam pemberian nama alkohol selalu diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. 2 CH3 C OH R H2C 1 H c. Perbedaannya terletak pada penentuan rantai induk yang terpanjang. IUPAC: etanol Tata nama alkohol menurut IUPAC mirip dengan tata nama alkana. Atom karbon primer adalah atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain. dengan akhiran –a diganti oleh –ol. Pada cara IUPAC. Alkohol tersier (3°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon tersier. Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain.

H3C CH2 CH CH2 CH2 CH2 CH2 CH OH CH3 CH3 Jawab Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus hidroksil dengan nomor atom terkecil. Jika diminum. Pada atom C nomor 7 terdapat gugus metil. Senyawa Organik 161 . b.Tabel 6.1 H 2C H 2C CH CH OH CH 2 OH Vinil alkohol Alil alkohol 1–etenol 2–propen–1–ol Berbagai macam minuman yang mengandung alkohol. Jadi. akan memabukkan sebab bersifat racun yang dapat mengganggu sistem syaraf. hampir semua alkohol memiliki isomer.2–dimetiletanol Sumber: vancouversider.3 H3C H3C Beberapa Penataan Nama Alkohol Menurut Trivial dan IUPAC Nama Trivial n–propil alkohol Isopropil alkohol Nama IUPAC 1–propanol 2–propanol CH2 CH CH2 CH3 OH Rumus Struktur OH H3C CH OH CH2 CH3 sek–butil alkohol 2–butanol H 3C CH H 3C CH3 H3C C CH3 OH CH2 OH Isobutil alkohol 2–metil–1–propanol ter–butil alkohol 2.com Gambar 6. Isomer pada Alkohol Berdasarkan posisi gugus hidroksil. yang disebut isomer posisi. Isomeri ini memengaruhi sifat-sifat fisika alkohol. yaitu ada 9 dengan gugus hidroksil pada posisi nomor 2. Contoh 6. nama lengkap senyawa itu adalah 7–metil–2–nonanol.1 Tata Nama Alkohol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut.

0 99.2 82. makin panjang rantai karbon dalam alkohol kelarutan dalam air makin berkurang. 1993 Nama Senyawa Metanol Etanol 1–propanol 2–propanol 1–butanol 2–butanol Isobutil alkohol ter–butil alkohol Kosmetik Minuman Gambar 6. Perekat Pelarut Alkohol Bahan bakar Sifat dan Kegunaan Alkohol Alkohol merupakan zat yang memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan hidrokarbon yang jumlah atom karbonnya sama. tetapi rumus struktur berbeda. M). (1) H3C CH2 CH2 CH2 OH (n–butanol) (2) H3C CH2 CH OH CH3 (2–butanol) CH3 (3) H3C C OH CH3 (2–metil–2–propanol) Berdasarkan struktur yang dapat digambarkan maka C4H10O memiliki 3 buah isomer posisi.2 memiliki rumus molekul sama.3 12. yaitu C4H10O.2 Isomer Posisi pada Alkohol Suatu alkohol memiliki rumus molekul C4H10O.4 Sifat Fisika Alkohol (Titik Didih dan Kelarutan di Dalam Air) Jumlah C 1 2 3 3 4 4 4 4 Titik Didih (°C) 64.3 97. Tabel 6. Oleh karena rumus struktur berbeda maka ketiga alkohol tersebut berbeda sifat fisika maupun sifat kimianya. c. Kelarutan ini disebabkan oleh adanya kemiripan struktur antara alkohol (R–OH) dan air (H–OH).9 82.2 Kegunaan alkohol 162 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .Contoh 6. melainkan harus digambarkan semua struktur yang mungkin terbentuk.5 11. Berapa jumlah isomer posisi yang ada dan gambarkan strukturnya. Ketiga senyawa pada Contoh 6.1 larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin.5 78. Beberapa sifat fisika alkohol ditunjukkan pada tabel berikut. Jawab Tidak ada rumus yang tepat untuk menentukan jumlah isomer dalam senyawa karbon. Kegiatan Inkuiri Temukan perbedaan sifat fisika dan sifat kimia dari isomer C4H10O.5 107.2 Kelarutan (g 100 mL air) pada 20°C larut sempurna larut sempurna larut sempurna larut sempurna 8. Alkohol yang memiliki atom karbon kurang dari lima larut dalam air.3 117. Oleh karena itu. Hal ini disebabkan adanya gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol akibat gugus hidroksil yang polar.

Etilen glikol merupakan hasil industri yang digunakan sebagai zat antibeku. seperti pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim (ragi). dan gandum) pertamatama melibatkan pengubahan pati secara enzimatik menjadi glukosa. dan pelarut. seperti bir. yaitu proses perubahan senyawa golongan polisakarida. kosmetika. Mungkinkah alkohol digunakan sebagai bahan bakar bioalkohol pengganti minyak bumi? Jika mungkin. baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur). Saat ini. yaitu (1) fermentasi blackstrap molasses dan (2) penambahan air terhadap etena secara tidak langsung. kemukakan kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan bakar. Adapun larutan 70% isopropil alkohol dalam air digunakan untuk sterililisasi karena dapat membunuh bakteri. sebagai cairan antibeku. metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid. (C6H10O5)x + xH2O Pati ⎯⎯ → xC6H12O6 Glukosa C6H12O6 Glukosa ⎯⎯ → 2C2H5OH + 2CO2 etanol Di industri etanol dibuat dengan dua cara. Glikol adalah nama trivial untuk 1. seperti vernish. minuman. sekitar 95% metanol diproduksi melalui hidrogenasi CO dengan katalis (ZnO. diubah menjadi alkohol dengan bantuan zymase. Selanjutnya. CO(g) + 2H2(g) ⎯⎯ → CH3OH( ) Di industri. dan seterusnya. seperti persamaan reaksi berikut.1) Metanol (CH3–OH) Metanol dibuat secara besar-besaran melalui distilasi kayu keras menghasilkan sekitar 225 galon distilat yang mengandung 6% metanol. Etanol dapat dibuat melalui teknik fermentasi. dan whiskey. yakni enzim yang diproduksi oleh jamur hidup. Produksi alkohol dari pati (jagung. Kata Kunci • • Ikatan hidrogen Hidrogenasi Kegiatan Inkuiri Alkohol merupakan senyawa yang mudah terbakar. dan dibuat secara komersial dari etena. –triol. → CH2=CH2 + H2SO4 ⎯⎯ CH3CH2HSO4 → CH3CH2HSO4 + H2O ⎯⎯ CH3CH2OH+ H2SO4 Isopropil alkohol adalah obat gosok yang umum digunakan. anggur. metanol digunakan untuk bahan bakar mobil formula. Rumus kimianya: Senyawa Organik 163 . Cr2O3) dan dipanaskan secara bertingkat dengan tekanan tinggi agar terjadi reaksi berikut. beras. 3) Polialkohol Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan diberi nama dengan –diol.2–diol. Pada kendaraan bermotor. 2) Etanol (CH3–CH2–OH) Etanol sudah dikenal dan digunakan sejak dulu.

Pereaksi ini digunakan untuk membedakan alkohol primer.3-trihidroksipropana atau gliserol Gambar 6. Rumus kimianya: H2C CH CH2 OH OH OH Sumber: Chemistry: The Central Science. 60° (CH3)3–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ (CH3)2C=CH2 + H2O → 100° → (CH3)2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O 180° → CH3–CH2–COH + H2SO4 ⎯⎯⎯ CH3–CH=CH2 + H2O Alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa yang mengandung gugus karbonil.2-etanadiol. pereaksi tionil klorida (SOCl2) dapat juga digunakan untuk identifikasi alkohol. dan jika dioksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat. alkohol dapat mengalami dehidrasi menjadi alkena. dan tersier. Radiator coolant mengandung etilen glikol. Identifikasi dan Sintesis Alkohol Suatu larutan ZnCl2 dalam HCl pekat dikenal sebagai pereaksi ucas. yaitu suatu turunan propana. alkohol tersier bereaksi sangat cepat membentuk alkil klorida. Dehidrasi artinya pelepasan molekul air.3 Berbagai macam produk komersial yang mengandung alkohol. Alkohol tersier terdehidrasi lebih cepat.2. d.4 Substitusi gugus hidroksi (–OH) oleh atom klor (–Cl) membentuk haloalkana . ZnCl 2 → Etanol + HCl ⎯⎯⎯ etil klorida. keton. Alkohol primer dioksidasi membentuk aldehid. seperti aldehid. Pada suhu kamar. etil klorida. − HCl ⎯ ROH + SOCl2 ⎯⎯⎯ ROSOCl ⎯→ RCl + SO2 → Dengan H2SO4. sekunder. dan alkohol primer terdehidrasi paling lambat untuk jumlah atom karbon yang sama. Gliserol sebagai hasil samping pada pembuatan sabun dari lemak dan natrium hidroksida cair. HCl Etanol C2H5Cl Sumber: Sougou Kagashi Selain pereaksi Lucas. Alkohol dan tionil klorida bereaksi membentuk alkil klorosulfit yang kurang stabil sebab mudah berubah menjadi alkil klorida dan gas SO2 dengan pemanasan. 164 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Alkohol primer bereaksi jika dipanaskan. Gambar 6. dan asam karboksilat. Alkohol sekunder bereaksi dalam waktu beberapa menit. trivial: etilen glikol Trihidroksi alkohol yang penting adalah gliserol.HO CH2 CH2 OH IUPAC:1. 2000 1.

Secara umum reaksi oksidasi alkohol dapat dituliskan sebagai berikut.5 (a) Oksidasi alkohol primer menjadi aldehid. maupun tersier. Alkohol tersier tidak dapat dibuat dengan cara ini. baik untuk alkohol primer. alkohol disintesis dengan pereaksi rignard. O O Oksidator Oksidator → R CH2 OH ⎯⎯⎯⎯ R CH ⎯⎯⎯⎯ R C OH → Alkohol (1°) Aldehid Asam karboksilat H3C H3C Oksidator HC OH ⎯⎯⎯⎯ → C O H3C H3C Alkohol (2°) keton Oksidator yang dapat digunakan adalah asam kromat (H2CrO3) dan kromat anhidrida (CrO 3). O R C H 1) LiAIH4 ⎯⎯⎯⎯→ 2) H2O OH R C H H Aldehid Alkohol (1°) O R C R' Keton 4 ⎯⎯⎯⎯→ R 2) H O. sekunder. Jika yang ingin diproduksi aldehid maka gunakan oksidator khusus seperti campuran piridin dan kromat anhidrida dengan rasio 2:1 dalam pelarut nonpolar. Oleh karena alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa karbonil maka alkohol dapat disintesis dari senyawa karbonil melalui reaksi reduksi (kebalikan oksidasi). sedangkan keton akan menghasilkan alkohol sekunder. selain dapat menghasilkan alkohol tersier juga dapat digunakan untuk memperpanjang rantai hidrokarbonnya. Senyawa Organik 165 . Reduksi senyawa karbonil melalui hidrogenasi katalisis atau dengan hidrida logam akan menghasilkan alkohol primer. (b) Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi Alkohol (1°) R-CH2OH + KMnO4 Aldehid Alkohol (3°) R3–COH + KMnO4 → R-CHO → (a) (b) Sumber: Sougou Kagashi Alkohol sekunder dioksidasi menjadi suatu keton. Kelebihan reaksi Grignard.KMnO4 KMnO4 Gambar 6.H+ 2 OH 1) NaBH C R H Kata Kunci • • • Pereaksi Lucas Pereaksi tionil klorida Pereaksi Grignard Alkohol (2°) Selain dengan cara reduksi. sedangkan alkohol tersier tidak dapat dioksidasi.

Urutan namanya sesuai dengan abjad dan diakhiri dengan kata –eter. Tabel 6. a. Tata Nama Eter Menurut trivial tata nama eter didasarkan pada nama gugus alkil atau aril yang terikat pada atom oksigen. Gugus alkoksi dianggap sebagai cabang yang terikat pada rantai induk. Beberapa contoh penamaan eter dapat dilihat pada tabel berikut. O H C H Formaldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯→ 2)H2 O OH R C H Alkohol (1°) H O R C H Aldehid 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 1 OH R C H R' Alkohol (2°) O R C R' Keton 1)R − Mg − X ⎯⎯⎯⎯⎯ → 2)H O H+ 2 2 OH R C R Alkohol (3°) R' 2.Dengan pereaksi Grignard. dan alkohol tersier dibuat dari keton dan ester. alkohol primer dapat dibuat dari formaldehid dan etilen oksida. Menurut sistem IUPAC.5 Penataan Nama Eter Menurut Trivial dan IUPAC Rumus Struktur CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 O CH2 ⎯ CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH2 ⎯ CH3 Fenil propil eter Fenoksi propana Nama Trivial Dimetil eter Etil metil eter Dietil eter Isopentil etil eter Nama IUPAC Metoksi metana Metoksi etana Etoksi etena 2-etoksi pentana Kata Kunci • • Gugus alkoksi Interaksi antarmolekul 166 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . CH3 ⎯ O ⎯ CH3 CH3 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 CH3 ⎯ CH2 ⎯ O ⎯ CH2 ⎯ CH3 Berdasarkan ketiga contoh tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rumus umum eter adalah R–O–R'. alkohol sekunder dibuat dari aldehid dan metil format. seperti ditunjukkan berikut ini. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga penataan nama senyawa eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti oleh nama rantai utamanya. Eter (R–O–R') Eter adalah senyawa yang memiliki dua residu hidrokarbon yang dapat sama atau berbeda.

Isomeri Fungsional Seperti telah diuraikan di atas bahwa eter dan alkohol memiliki kemiripan dalam strukturnya. tetapi gugus fungsi beda. Di samping isomer struktur. tetapi rumus strukturnya berbeda.6. Jadi. Butilen oksida H 2C O CH2 Contoh 6.3 Tata Nama Eter Sebutkan nama senyawa eter berikut. Isomer fungsional adalah rumus molekul sama. dan merupakan hasil oksidasi dari alkena.6 Isomer Fungsional Eter dan Alkohol Alkohol Nama etanol propanol butanol Rumus struktur CH3CH2OH CH3CH2CH2OH CH3CH2CH2CH2OH Nama dimetil eter etil metil eter dietil eter H3C C H2 O CH3 Etil metil eter H 3C C H2 H2 C OH Propanol Rumus molekul C2H6O C3H8O C4H10O Eter Rumus struktur CH3–O–CH3 CH3CH2OCH3 CH3CH2OCH2CH3 Berdasarkan Tabel 6. Contoh yang paling sederhana adalah. Oleh sebab itu. Eter siklik yang beranggotakan tiga termasuk golongan epoksida. etilen oksida atau lebih dikenal dengan nama oksirana. Rumus strukturnya adalah R–O–H (alkohol) R–O–R (eter) Beberapa contoh alkohol dan eter yang memiliki rumus molekul sama ditunjukkan pada tabel berikut. nama senyawa epoksida sering diturunkan dari nama alkenanya sebelum dioksidasi menjadi eter. dan diberi akhiran –oksida atau dengan nama kedua alkil yang terikat pada oksirana dan diberi akhiran –oksirana. Senyawa Organik 167 . Jadi. Tabel 6. dapat dikatakan bahwa eter berisomeri fungsional dengan alkohol. alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. eter dan alkohol juga memiliki gugus fungsional berbeda. penataan nama senyawa itu adalah IUPAC : 2–etoksi isopropana Trivial : isopropil etil eter O CH2 CH3 b.Senyawa eter dapat juga berbentuk siklik. dapat dikatakan bahwa alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain. Oleh karena itu. Etilen oksida (oksirana) CH3 HC CH3 Jawab Gugus sebelah kiri adalah isopropil dan gugus kanan adalah etil.

Dietil eter dapat dibuat melalui pemanasan etanol dengan asam sulfat pekat pada suhu sekitar 140°C hingga reaksi dehidrasi sempurna.6).6 Sejak zaman dulu. Eter kurang larut di dalam pelarut air dibandingkan alkohol. Umumnya eter dibuat dari dehidrasi alkohol. dietil eter secara luas dipakai sebagai pelarut untuk lemak. Walaupun sesama molekul eter tidak terjadi antaraksi. Tabel 6.5 13. tetapi jauh lebih aman jika dibandingkan kloroform untuk keperluan obat bius (Gambar 6. eter sering digunakan sebagai pelarut untuk reaksi-reaksi organik. Nama Dimetil eter Dietil eter Oksirana Di samping kegunaannya sebagai anestetik. 2000 Gambar 6. lilin.0 34.Contoh 6.0 Larut sempurna Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. Perhatikan Gambar 6.7. kecuali pada suhu tinggi. ada tiga isomer yang mungkin.7 Sifat Fisika Eter (Titik Didih dan Kelarutan) Titik Didih (°C) –24. tetapi wujudnya berbeda. dimetil eter berwujud gas. Eter tidak bereaksi dengan hampir semua oksidator maupun reduktor. 1993 c.4 Isomer Alkohol dan Eter Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa dengan rumus molekul C3H8O. sedangkan etanol berwujud cair. M). misalnya etanol dan dimetil eter. Demikian juga dalam asam dan basa. Sifat dan Kegunaan Eter Tidak seperti alkohol. 168 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Divinil eter (CH 2=CH–O–CH=CH 2) memiliki kemampuan anastetik tujuh kali lebih besar daripada dietil eter. Pada umumnya eter bersifat racun. tetapi eter dapat berantaraksi dengan air dan alkohol. Pada suhu kamar. Karena itu. atau zat-zat lain yang kurang larut dalam air. Etanol berisomer dengan dimetil eter (C2H6O). eter cenderung stabil. Hal ini disebabkan eter memiliki kepolaran rendah. eter digunakan sebagai zat pembius. Penggunaan eter harus hati-hati karena mudah terbakar. Makin tinggi rantai alkil dalam eter makin kurang kelarutannya di dalam air. Jawab Berdasarkan fungsionalnya: CH3–O–CH2–CH3 (dietil eter) Berdasarkan posisi gugus hidroksil: CH3–CH2–CH2–OH (n–propanol) CH3–CH–CH3 (2–propanol) OH Jadi. Sumber: Heineman Advanced Science: Chemistry. eter tidak memiliki ikatan hidrogen antarmolekul sehingga titik didih eter di bawah titik didih alkohol untuk jumlah atom karbon yang sama.5 Kelarutan (g 100mL) Larut sempurna 8.

a. a. 2–metoksi butana b. Tuliskan rumus struktur dari senyawa eter berikut.2–dimetilpentanol b. Jelaskan berdasarkan reaksi fermentasi gula. Mengapa oksirana lebih larut di dalam air daripada dimetil eter. Air nira jika disimpan lama atau dipendam dalam tanah selama lebih dari satu minggu akan berubah menjadi suatu alkohol (arak). 5. yaitu reaksi antara alkil halida dengan alkoksi atau fenoksi. R' = Karbon primer atau metil. Kata Kunci • • Metode Williamson Dehidrasi Tes Kompetensi Subbab 1. 10. CH3 H3 C CH2 C CH2 HO CH CH2 CH2 CH3 CH3 9. a. Jelaskan mengapa alat-alat kedokteran. difenil eter c. terutama untuk operasi harus direndam dalam alkohol. padahal massa molekul relatif kedua senyawa itu tidak berbeda jauh? Mengapa senyawa eter pada umumnya kurang larut di dalam air. aturan IUPAC dan trivial. 3.Penangas minyak Gambar 6. 2. OH H3 C CH2 C CH2 CH2 CH2 CH3 7. dietil oksirana Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa yang memiliki rumus molekul C4H10O. tentukan nama masing-masing isomer itu dengan menggunakan Senyawa Organik 169 . C 4. Tuliskan rumus struktur dari senyawa alkohol berikut. b. dan tersier. CH3 6.7 Pembuatan eter dari alkohol Alkohol 140°C Es Eter Sumber: Sougou Kagashi H 2 SO 4 CH3CH2OH + HOCH2CH3 ⎯⎯ ⎯→ CH3CH2–O–CH2CH3 + H2O Sintesis eter secara besar-besaran dengan metode illiamson. tetapi larut dalam benzen? Tuliskan suatu reaksi pembuatan etil metil eter dengan cara Williamson. Kemudian. 4–heksen–2–ol Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut. atau aril. Kerjakanlah di dalam buku latihan. 8. sekunder. Gambarkan struktur isomer posisi dari alkohol dengan rumus molekul C5H12O. 2. persamaan reaksinya secara umum: RO + R'X ⎯→ R–O–R' + X– Keterangan: R = Karbon primer.

9 Proses pelapisan kertas Senyawa karbonil sering digunakan sebagai pelarut dalam bahan perekat. O C Gugus karbonil 1. Kegiatan Inkuiri Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan satu atom hidrogen dan satu gugus alkil (R) atau aril (Ar). Menurut sistem IUPAC. 2000 Gambar 6. keton. Oleh karena itu. pelarut menguap meninggalkan bahan perekat. a. R Gambar 6. C H O Rumus umum aldehid Beberapa senyawa aldehid yang umum di antaranya adalah O H C H IUPAC: Metanal Trivial : Formaldehid O H3C C H Etanal Asetaldehid O H3C H2 C C H Propanal Propionaldehid Berdasarkan contoh tersebut. Aldehid adalah salah satu kelompok senyawa karbonil yang memiliki gugus karbonil yang berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya. asam karboksilat. Contoh: O O H3C H H C Cl 4-kloropentanal H3C H2 C CH CH3 H2 C O H3C H C CH C H 2-butenal C CH2 H2 C C H 3-metilpentanal 170 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . rantai terpanjang harus mengandung gugus aldehid.D. dengan rumus umum R–COH. Gugus tersebut terletak di ujung rantai karbon induk yang diakhiri dengan atom hidrogen. Tata nama pada aldehid sama dengan tata nama pada alkohol. Ketika bahan perekat diaplikasikan. Aldehid (R–COH) Aldehid merupakan salah satu kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus karbonil.8 Gugus aldehid selalu di ujung rantai hidrokarbon. Aldehid dan Keton Beberapa senyawa yang memiliki gugus karbonil antara lain aldehid. nama aldehid diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a menjadi –al. aldehid disebut juga alkanal. Carilah informasi tentang metode atau prosedur untuk mengidentifikasi adanya formalin dalam suatu material. dan ester. Tata Nama Aldehid Aldehid sudah dikenal sejak lama sehingga penataan nama menggunakan nama trivial sering dipakai.

1997.10. Perhatikan Gambar 6. Produknya dinamakan bakelite. seperti titik didih lebih tinggi (50–80°C) dibandingkan senyawa hidrokarbon dengan masa molekul relatif sama. Jadi. Kata Kunci • • Gugus karbonil Reaksi Friedel-craft Senyawa Organik 171 . atau K2Cr2O7. sintesis aldehid dapat juga dilakukan dengan reaksi riedel-craft menggunakan aril halogen dan katalis AlCl3 atau AlBrO3. penamaan menurut trivial dan IUPAC adalah Trivial : isopentilaldehid IUPAC: 4–metilpentanal b. Persamaan reaksi secara umum adalah sebagai berikut.10 Oksidasi alkohol primer dengan dikromat menghasilkan aldehid. tetapi kelemahannya adalah warnanya yang gelap. kemudian dia mempelajari reaksi fenol dan formaldehida. O Sumber: Jendela IPTEK: Kimia. dapat juga dilakukan dengan pereaksi Grignard (R–Mg–X). Etanol + dikromat + asam sulfat Baekland lahir di Belgia. Sifat dan Kegunaan Aldehid Aldehid disintesis melalui oksidasi alkohol primer. Gugus karbonil pada aldehid menunjukkan gugus yang bersifat polar. Asetaldehida Gambar 6.Contoh 6. Dia bermigrasi ke Amerika Serikat. R ⎯ CH2 ⎯ OH ⎯⎯→ R Alkohol primer [ ] C H Aldehid Oksidator yang digunakan adalah oksidator kuat seperti KMnO4. Disamping itu. 3C2H5OH(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 8CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O( ) Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi alkohol primer. NaIO4. Sekilas Kimia Leo Baekland (1863–1944) H3C CH H3 C CH2 CH2 C O H Jawab Residu alkil yang mengikat gugus aldehid adalah suatu isopentil. Industri radio dan televisi memanfaatkan keuntungan bakelit yang mudah dibentuk. Bahan ini tahan panas. termasuk sifat-sifatnya yang dapat melindungi. Kepolaran gugus karbonil ditunjukkan oleh sifat fisika aldehid. Hal ini disebabkan oleh atom oksigen dan karbon mempunyai perbedaan keelektronegatifan cukup besar. Dia membuat plastik pada tahun 1907 dengan mereaksikan fenol dengan formaldehida.5 Penataan Nama Aldehid Tuliskan nama senyawa aldehid berikut menurut IUPAC dan trivial.

CH3OH + CuO → HCOH + H2O Metanol Sumber: Sougou Kagashi Contoh 6. Beberapa aldehid dari hidrokarbon aromatis memiliki bau khas yang menyegarkan.6 Pembuatan Aldehid Tuliskan reaksi pembentukan formaldehid dari metanol menggunakan oksidator KMnO4.11 Formalin digunakan untuk pengawet organ biologis (tidak untuk makanan).Tabel 6. HCHO (metanal atau formaldehid) dan CH3CHO (etanal atau asetaldehid). Jawab OH H C H 4 H ⎯⎯⎯⎯ H → O KMnO C H 172 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Dengan meningkatnya massa molekul aldehid. baunya menjadi lebih harum. Misalnya. Gas yang terbentuk jika dilarutkan ke dalam air sampai 37% dinamakan formalin. Aldehid dengan berat molekul rendah memiliki bau yang tajam. Cu Air 50 °C Gambar 6. Formaldehid diperoleh melalui oksidasi metanol. Kegunaan utama formaldehid untuk industri plastik dan resin. 1993 Formaldehid Asetaldehid Propionaldehid Butiraldehid Benzaldehid Isobutiraldehid Sumber: Sougou Kagashi Gambar 6.8 Nama Sifat Fisika Senyawa Golongan Aldehid Titik Didih (°C) –21 20 49 76 178 64 Kelarutan dalam Air (g 100mL) Larut sempurna Larut sempurna 16 7 Kurang larut Tidak larut Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. dijual sebagai pengawet spesies biologi. M).12 Oksidasi metanol membentuk formaldehida.

kedua gugus alkil atau aril yang terikat pada gugus karbonil disebutkan lebih dulu menurut alfabet. pada senyawa keton dikenal juga nama IUPAC dan nama trivial. dan atau aril (Ar). Oleh karena itu. O R C R' Rumus umum keton a. Penamaan secara trivial.13 Posisi gugus karbonil pada keton selalu di antara rantai hidrokarbon. Gugus alkil Gugus karbonil Gambar 6. dan atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan dua residu alkil (R). Contoh penamaan senyawa keton terdapat dalam Tabel 6. Tabel 6. Penamaan dengan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a dengan –on. Keton (R–CO–R') Keton tergolong senyawa karbonil karena memiliki gugus fungsional C=O.9 O H3C C O H3C C H2 C H2 C O H3 C C CH2 CH3 CH3 Penataan Nama pada Keton Menurut Trivial dan IUPAC Trivial Dimetil keton Etil metil keton Dietil keton Sikloheksanon IUPAC Propanon 2–butanon 3–pentanon Sikloheksanon Rumus struktur CH3 O Senyawa Organik 173 .2.9. keton secara umum disebut golongan alkanon. dengan residu alkil (R) atau aril (Ar) dapat sama atau berbeda. Penomoran rantai karbon induk diberikan kepada atom karbon yang terdekat dengan gugus karbonil. atom karbon pada gugus karbonil diambil nomor yang terendahnya. Beberapa rumus struktur keton di antaranya: O H3C C C2H5 CH3 O C CH3 H3C O C C6H13 Berdasarkan rumus struktur tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa keton memiliki rumus umum sebagai: RCOR'. Dengan kata lain. kemudian diikuti dengan kata keton. Tata Nama Keton Sebagaimana halnya aldehid.

misalnya propanal berisomeri fungsional dengan propanon.4–dinitrofenilhidrazon.. apabila dioksidasi akan membentuk . propanon D.Contoh 6. tentukan rantai induk terpanjang yang mengandung gugus karbonil dengan nomor paling rendah. (C) SPMB 2004 b. propanol B.4–dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan dari 2. Persamaan reaksinya: NO2 R C O2N O + O2N H N NH2 ⎯→ H3CHC N H N NO2 H Asetaldehid 2. –dinitrofenilhidrazin. A.. propenol C. Jadi. penataan nama menurut IUPAC dan trivial adalah IUPAC: 4–metil–2–pentanon. Isomer pada Keton Isomer posisi yang terjadi pada keton disebabkan oleh adanya perubahan dalam kedudukan gugus karbonil dalam rantai. keton dapat juga berisomeri fungsional dengan aldehid. asam propanoat E. hasil akhir adalah propanon. misalnya: O H3C CH 2 CH 2 C 2-pentanon O CH 3 H3C CH2 C 3-pentanon CH2 CH3 Selain isomer posisi dalam molekul itu sendiri. H3C c. Reaksi antara aldehid atau keton dengan pereaksi 2.7 Mahir Menjawab Hasil reaksi adisi H2O pada C3H6. O H2 C C Propanal H H3C O H2 C C Propanon H Reaksi Identifikasi Aldehid dan Keton Untuk mengenal adanya gugus aldehid dan keton dalam suatu senyawa dapat dilakukan dengan pereaksi . n-propil alkohol Penamaan pada Keton Berilah nama pada senyawa keton berikut menurut IUPAC dan trivial. CH3 CH CH3 CH2 C O CH3 Pembahasan Reaksi adisi: CH3–CH=CH2 + H2O → OH CH3 CH O CH3 C [0]→ CH3 ⎯⎯ Jawab Menurut IUPAC..4-dinitrofenilhidrazin NO2 Aldehid 2.4-dinitrofenilhidrazon 174 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .4-dinitrofenilhidrazin Aseton 2.4-dinitrofenilhidrazon O2N O H3C C CH3 Aseton + O2N H N NH2 ⎯→ H3C C CH3 NHN NO2 2. Trivial: isobutil metil keton 2–propanol CH3 propanon Jadi.

14 Tes tollen digunakan untuk membedakan aldehid dan keton. Untuk mengujinya. Aldehid mudah dioksidasi menghasilkan asam karboksilat. menunjukkan adanya aldehid. Perak(I) mudah direduksi menjadi logam perak oleh aldehid. sedangkan keton tahan terhadap oksidasi. sedangkan keton tidak terjadi reaksi. Aldehid dapat mereduksi larutan Fehling membentuk endapan merah Cu 2O. Jika senyawa adalah aldehid maka setelah beberapa menit logam perak akan menempel pada bagian dalam tabung sebagai pelapis yang reflektif (reaksi yang digunakan untuk membuat cermin).14) Prinsip dasarnya adalah kemudahan oksidasi kedua golongan senyawa ini.15 Pereaksi Fehling akan memberikan endapan berwarna merah bata. sedangkan keton tidak terjadi reaksi. Kata Kunci • • Tes Tollen Pereaksi Fehling CuO Endapan merah bata Gambar 6. tetapi tidak oleh keton. (Gambar 6.Untuk membedakan aldehid dan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi. Sumber: Heinemann Advanced Science: Chemistry. campurkan cuplikan dengan pereaksi Tollen pada tabung reaksi bersih. Aldehid Sumber: Sougou Kagashi R C H Aldehid → O + 2CuO ⎯⎯ R C OH O + Cu2O Asam karboksilat Senyawa Organik 175 .15. Perhatikan Gambar 6. Cara lain untuk membedakan aldehid dan keton adalah dengan pereaksi ehling (larutan Cu2+ dalam Basa kuat seperti KOH). Jika terbentuk cermin. Dengan oksidator kuat pada kondisi tertentu akan terjadi reaksi: R C [O] O ⎯⎯→ R C O H OH (Suatu asam karboksilat) R1 C [O] O ⎯⎯→ Tidak terjadi reaksi R2 Tes Tollen (larutan AgNO3 dalam amonia berlebih) merupakan metode yang digunakan untuk membedakan aldehid dan keton di laboratorium. 2000 Gambar 6.

Pembuatan. pembersih cat kayu. Titik didih beberapa senyawa keton ditunjukkan pada tabel berikut. Persamaan kimianya: O + R Benzena O → Cl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C C Aril keton R Asil klorida a. keton dapat dibuat melalui reaksi Friedel-craft terutama untuk pembuatan aril keton dengan katalis aluminium halida. dan Kegunaan Keton Pembuatan keton dapat dilakukan dengan cara oksidasi alkohol sekunder (seperti yang telah diterangkan pada bagian alkohol). Oleh karena keton memiliki gugus karbonil yang polar maka senyawa keton larut dalam pelarut air maupun alkohol. Beberapa sifat senyawa keton yang umum adalah sebagai berikut. Adanya kepolaran menimbulkan antaraksi antarmolekul keton sehingga senyawa keton umumnya memiliki titik didih relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa nonpolar yang massa molekulnya relatif sama. Nama Rumus CH3COCH3 CH3COC2H5 CH3COC3H7 C2H5COC2H5 CH3COC4H9 C2H5COC3H7 Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) – 94 – 86 – 76 – 41 – 35 56 80 102 101 150 124 Sumber: Kimia Lengkap SPPM.16 Oksidasi alkohol sekunder dengan dikromat keton. dan pembersih cat kuku. Kelarutan senyawa keton berkurang dengan bertambahnya rantai alkil. 2 –propanol Gambar 6. Keton dengan jumlah atom C rendah (C1 – C5) berwujud cair pada suhu kamar. 176 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Sifat. b. Dalam industri. c. Aseton berwujud cair pada suhu kamar dengan bau yang harum.10 Sifat Fisika Senyawa Keton Aseton Metil etil keton 2–pentanon 3–pentanon 2–heksanon 3–heksanon Aseton merupakan senyawa keton paling sederhana. 3CH3CH(OH)CH3(aq) + Cr2O72–(aq) + 8H+ → 3CH3–CO–CH3(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O ( ) K 2Cr 2O 7 Aseton Sumber: Sougou Kagashi Selain dengan cara oksidasi. 1985 Tabel 6.d. Cairan ini sering digunakan sebagai pelarut untuk vernish. aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform.

a. Apakah senyawa dengan rumus molekul C2H4O memiliki isomer.Kegiatan Inkuiri Aseton dapat melarutkan lemak. 1. baik posisi maupun fungsional? Jelaskan. 3. ditemukan semua asetaldehid hilang. Asam Karboksilat dan Ester Asam karboksilat mengandung gugus karbonil dan gugus hidroksil. 4–metil–3–heksena–2–on 6. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa aldehid berikut. 7.3–dietil–5–oktenal Tuliskan reaksi pembuatan formaldehid dari reduksi gas CO dengan gas H2 menggunakan katalis Pt. Selain cara pada nomor 7. Apakah dugaan si Badrun cukup beralasan? Terangkan. Mungkinkah kotoran berlemak yang menempel pada pakaian dapat dibersihkan oleh aseton? Diskusikan dan selidiki dengan teman kelompok Anda. Si Badrun menduga dibuang oleh temannya. 2. mengapa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Ketika esok harinya akan digunakan praktikum. tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam karboksilat karena menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. E. 3.4–dinitrofenilhidrazin dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Jelaskan. Berapa jumlah isomer yang mungkin dapat dibentuk dari senyawa dengan rumus molekul C3H6O? Apakah pereaksi 2. O H3C C OH Asam format O H3C CH2 C OH Asam asetat O H3C CH2 CH2 C OH Asam propionat Senyawa Organik 177 . 2–bromo–3–pentunal b. 8. Tes Kompetensi Subbab 1. 3–fenilheksanal c. D 5. Ester adalah turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus alkoksi dari alkohol. etil vinil keton c. Tuliskan rumus struktur dari senyawa keton berikut. a. Walaupun gugus karboksilat merupakan gabungan gugus karbonil dan gugus hidroksil. 9. Asam Karboksilat (R–CO–OH) Asam karboksilat memiliki gugus fungsional karboksil (–COOH) dengan rumus umum: R C OH O Rumus umum asam karboksilat Beberapa contoh asam karboksilat adalah sebagai berikut. Si Badrun menyimpan asetaldehid di gelas kimia tidak ditutup. metode apa lagi yang dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton? Gula pasir apabila direaksikan dengan larutan Fehling akan terbentuk endapan berwarna merah bata. 4. difenil keton b.

Menurut sistem IUPAC.2. asam butirat (butyrum. Tata Nama Asam Karboksilat Asam asetat merupakan senyawa pertama yang ditemukan dari golongan asam karboksilat. Beberapa nama asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. kelapa) ditemukan dalam santan kelapa. β.3. 2000 Gambar 6. penataan nama dimulai dari nama senyawa siklik diakhiri dengan nama karboksilat. O C OH Asam sikloheksana karboksilat O C OH Asam-siklo-2-heksena karboksilat O H3C CH CH3 CH2 C OH Asam-3-metilbutanoat ( β –metilbutirat) 178 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan seterusnya. Oleh sebab itu. a.11. Asam format (formica. dan asam kaproat (caper. domba) diperoleh dari lemak domba. Adapun trivial menggunakan huruf unani. γ dan dimulai dari atom karbon nomor 2 dari sistem IUPAC.11 Penataan Nama Asam Karboksilat Menurut Trivial dan IUPAC Rumus H–COOH CH3–COOH CH3–CH2–COOH CH3–(CH2)2–COOH CH3–(CH2)3–COOH CH3–(CH2)4–COOH CH3–(CH2)5–COOH CH3–(CH2)6–COOH CH3–(CH2)7–COOH CH3–(CH2)8–COOH Nama Trivial Asam format Asat asetat Asam propionat Asam butirat Asam valerat Asam kaproat Asam enantat Asam kaprilat Asam pelargonat Asam kaprat Nama IUPAC Asam metanoat Asam etanoat Asam propanoat Asam butanoat Asam pentanoat Asam heksanoat Asam heptanoat Asam oktanoat Asam nonanoat Asam dekanoat Kata Kunci • Gugus karboksilat Pemberian nomor atom karbon pada asam karboksilat menurut sistem IUPAC dimulai dari atom karbon gugus karbonil dengan angka 1. artinya cuka) dari hasil distilasi cuka.17 Makanan yang mengandung asam karboksilat. penataan nama asam karboksilat diturunkan dari nama alkana. seperti α. di mana akhiran -a diganti -oat dan ditambah kata asam sehingga asam karboksilat digolongkan sebagai alkanoat. Tabel 6. penataan nama asam karboksilat umumnya diambil dari bahasa Latin berdasarkan nama sumbernya di alam. seperti ditunjukkan berikut ini. asam asetat (acetum. Contoh penataan nama asam karboksilat: O 5 4 3 2 1 H3C CH2 γ CH2 β CH2 α C OH Asam pentanoat (asam valerat) Untuk gugus karboksil yang terikat langsung pada gugus siklik.Sumber: Chemistry: The Central Science. artinya semut) diperoleh melalui distilasi semut.

Kimiawan Organik berusaha mensintesis senyawa tersebut. Pada tahun 1933. Sekilas Kimia Vitamin C Prioritas pengembangan kimia organik pada abad ke–20 hanya pada zat yang bersumber dari alam. asam malat. nama asam karboksilat tersebut adalah IUPAC : asam 4–etil–2–metilheksanoat Trivial : asam γ–etil–α–metil–kaproat CH2 CH CH3 C OH Suatu asam karboksilat dapat memiliki dua gugus fungsi CO 2H. Beberapa asam dikarboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. dan oksalo asetat adalah zat antara dalam metabolisme karbohidrat di dalam sistem sel. lebih dari 80 juta pon vitamin C disintesis setiap tahunnya. Zat-zat tersebut dinamakan produk alami. 2001 Beberapa asam trikarboksilat juga dikenal dan berperan penting dalam metabolisme karbohidrat. Namun pada dasarnya. yang pertama kali digunakan tanpa pengetahuan komposisi kimianya. seperti jeruk. Struktur vitamin C adalah senyawa organik asam karboksilat.Contoh 6. Contoh senyawa kelompok ini adalah asam sitrat. asam suksinat. O H3C CH2 CH CH2 CH3 Jawab Rantai induk mengandung enam atom karbon atau suatu heksanoat. Rumus strukturnya seperti berikut. Perbedaan yang dihasilkan dari hasil sintesis dan dari bahan alami. Senyawa-senyawa tersebut diisolasi dari bahan alam. Tingginya titik didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antarmolekul asam membentuk suatu dimer. dan pada atom nomor 4 terikat gugus etil. Jadi. R). dikenal sebagai dikarboksilat. Sintesis vitamin C dari glukosa lebih murah daripada mengekstraknya dari sitrus atau sumber alami lainnya. Seperti vitamin C yang berasal dari buah lemon dan sitrus lainnya. masing-masing memiliki titik didih 101°C dan 118°C. Senyawa Organik 179 . sintesis vitamin C dapat dilakukan secara lengkap. Sumber: Chemistry (Mc Murry. yaitu asam askorbat. Pada atom nomor 2 terikat gugus metil. dengan struktur molekul seperti berikut. Di seluruh dunia. baru diketahui struktur kimianya pada tahun 1933. Sifat dan Kegunaan Asam Karboksilat Dua asam karboksilat paling sederhana adalah asam metanoat dan asam etanoat. Tabel 6. asam fumarat. keduanya sama. terletak pada banyaknya zat lain selain vitamin C yang terkandung dalam jeruk. adalah hasil samping fermentasi anggur. Asam tartrat misalnya.12 Penataan Nama Asam Dikarboksilat (Trivial dan IUPAC) Rumus Struktur HOOC – COOH HOOC – CH2– COOH HOOC –(CH2)2–COOH cis – HOOC – CH=CH – COOH trans – HOOC – CH=CH – COOH HOOC – (CH2)4 – COOH Nama Trivial Asam oksalat Asam malonat Asam suksinat Asam maleat Asam fumarat Asam adipat Nama IUPAC Asam etanadioat Asam propanadioat Asam butanadioat Asam cis–butenadioat Asam trans–butenadioat Asam heksanadioat HO H H C H C O O HO C C H C C OH HO Pada saat struktur kimia vitamin C diketahui.12.8 Penamaan Asam Karboksilat Tuliskan nama untuk asam karboksilat berikut. J and Fay. CH2 HO C CH2 CO2H CO2H CO2H Asam sitrat b.

etanoat. Akibat kepolaran dan struktur dimer dari molekul asam karboksilat menimbulkan titik didih dan titik beku lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul yang relatif sama. penahan warna 180 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Asam karboksilat juga dapat larut di dalam pelarut yang kurang polar. kayu menjadi lapuk. Titik beku dan titik didih dari asam karboksilat ditunjukkan pada Tabel 6. Asam asetat (cuka) berwujud cair dan berbau menyengat. Makin panjang rantai atom karbon. dan membasmi hama. asam etanoat. seperti eter. Cuka Bumbu masak Cat Ditinjau dari gugus fungsionalnya. menggumpalkan getah karet (lateks). Contohnya. Asam metanoat berwujud cair dan berbau tajam. dan asam propanoat (Gambar 6. sedangkan asam karboksilat yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut. asam butirat ditemukan dalam keringat manusia yang berbau tidak sedap. bumbu dapur. Dengan bertambahnya panjang rantai.19 Kegunaan asam karboksilat Sumber: Kimia Organik Dasar (Sabirin. makin berkurang kepolarannya.13. 1993 Kata Kunci • • • Dikarboksilat Trikarboksilat Dimer Senyawa utama asam karboksilat yang dibuat secara besar-besaran adalah asam metanoat.O H3C C OH HO C O CH3 Struktur dimer dari asam asetat Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. akibatnya kelarutan di dalam air juga berkurang. asam karboksilat umumnya bersifat polar. Sebagaimana alkohol. 2000 Gambar 6. lemak dapat larut di dalam benzena dan eter (lemak adalah ester dari asam karboksilat).5 118 141 164 187 205 225 251 269 287 Pengawet Asam Karboksilat Minuman Pencelup Pembasmi serangga Plastik Gambar 6. dan besi mudah berkarat. Asam metanoat digunakan untuk peracikan obat (aspirin). propanoat. dan benzena. tetapi kepolaran berkurang dengan bertambahnya rantai karbon. Asam ini dapat mengakibatkan kulit melepuh. Tabel 6. empat deret pertama asam karboksilat (format.18 Jeruk mengandung asam sitrat dapat digunakan untuk membersihkan karat pada besi.13 Titik Beku dan Titik Didih Asam Karboksilat Senyawa Format Asetat Propionat Butirat Valerat Kaproat Laurat Miristat Palmitat Stearat Titik Beku (°C) 8 16. Oleh karena itu. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut. bau asam karboksilat menjadi lebih tidak disukai. dan butanoat) dapat larut baik di dalam air. Asam metanoat atau asam asetat berbau menyengat. Kelarutan di dalam pelarut kurang polar ini makin tinggi dengan bertambahnya rantai karbon. Wujud asam asetat murni menyerupai es. alkohol.19). M). Asam asetat digunakan untuk selulosa. disebut sebagai asam asetat glasial.6 –22 –6 –34 –3 44 54 63 70 Titik Didih (°C) 100.

dan minuman dari buah-buahan. tetapi kelarutan di dalam benzena paling besar. seperti kecap. O H3C C O CH3 O H3C CH2 C O CH3 CH4 H3C CH2 C O O CH3 Senyawa Organik 181 . 2.2–dimetil propanoat Jawab Makin banyak cabang pada rantai induk (asam 2. Oleh karena itu.2–dimetil propanoat) makin kurang kepolaran. asam 3–metilbutanoat d.agar tidak mudah luntur. asam 2–metilbutanoat c. 1) Oksidasi Alkohol Primer Asam karboksilat biasanya diperoleh melalui oksidasi alkohol primer dengan suatu oksidator yang kuat. Jadi. Pembuatan Asam Karboksilat Asam karboksilat dapat dibuat dengan cara oksidasi alkohol atau hidrolisis senyawa nitril. c. asam 2. Beberapa contoh ester ditunjukkan berikut ini. saos tomat. pembuatan cat. asam pentanoat b. dan pelarut.20 Percobaan pembuatan cuka di laboratorium Contoh 6. Asam benzoat (asam karboksilat aromatik) digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan. Ester (R–COOR') Ester adalah senya a yang dapat dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon.9 Kelarutan Asam Karboksilat di Dalam Air Di antara isomer karboksilat berikut. Persamaan kimianya: Campuran alkohol+dikromat + asam sulfat Air pendingin Kalor Asam asetat (cuka) Sumber: Sougou Kagashi ⎯ R–CN + 2H2O + HCl ⎯→ R–COOH + NH3 + HCl Gambar 6. seperti natrium dikromat dalam asam sulfat pekat. Persamaan kimianya: Asam sulfat Dikromat Alkohol ⎯ 3R–CH2OH + 2Cr2O72– + 16H+ ⎯→ 3R–COOH + 4Cr3+ + 11H2O 2) Hidrolisis Nitril (Sianida Organik) Apabila alkil sianida (nitril) dididihkan dengan katalis asam atau basa akan terbentuk asam karboksilat. kelarutannya di dalam air paling kecil. Pada reaksi ini terbentuk amonia. mana yang memiliki kelarutan paling tinggi di dalam pelarut air dan di dalam benzena? a. kelarutan paling tinggi di dalam air adalah asam pentanoat.

O H3C CH2 CH2 C O CH3 CH CH2 CH3 Jawab Residu alkil adalah suatu isobutil. Jadi.10 Penamaan Ester Tuliskan nama senyawa ester berikut. Isomer struktur: O H C O CH CH3 CH3 Isopropil format O H3C C O CH2 CH3 Etil asetat O H3C H2C C O CH3 Metil propanoat O H C O CH2 CH2 CH3 Propil format 182 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Contoh penataan nama ester ditunjukkan berikut ini.Berdasarkan contoh tersebut. Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C4H8O2 adalah sebagai berikut. sedangkan gugus karboksilatnya adalah suatu butanoat atau butirat. dapat disimpulkan bahwa rumus umum ester adalah O R C OR' Rumus umum ester Gugus –OH dari gugus karboksil diganti oleh gugus –OR'. b. Contoh 6. Dari asam format (HCOOH): Metil format HCOO–CH3 HCOO–CH2CH3 Etil format HCOO–CH2CH2CH3 n–propil format Dari asam asetat (CH3COOH): CH3COO–CH3 Metil asetat Etil asetat CH3COO–CH2CH 3 CH3COO–CH2CH2CH3 n–propil asetat Catatan Note Gugus karboksilat ditunjukkan dengan huruf tebal (bold). The carboxylic group is pointed by the bold letters. Dalam ester. a. Isomer Ester Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat. nama ester tersebut adalah isobutil butanoat atau isobutil butirat. Tata Nama Ester Penataan nama ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti gugus asam karboksilat yang menyusun ester dengan menghilangkan kata –asam. R dan R' dapat sama atau berbeda.

metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). Oleh karena itu. Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak. dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. Persamaan reaksi yang terjadi adalah O H 3C C OH → + SOCl2 ⎯⎯ H 3 C C O O Cl + SO2 + HCl O H 3C C Cl + HO H 2 C CH 3 Basa ⎯⎯⎯ H 3 C C → O CH 2 CH 3 + Basa. Di industri. asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida. Salah satu metode umum yang digunakan adalah reaksi alkohol dengan asam karboksilat. c. asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester. untuk memperoleh hasil yang banyak. tetapi berbeda baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya. Pada reaksi ini.HCl Senyawa Organik 183 . ester disintesis dalam dua tahap. ester dan asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya. atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk. Jadi. Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil. yaitu C4H8O2. Selanjutnya. produk yang dihasilkan pun sedikit. Pertama. Asam asetat Alkohol Asam sulfat kalor Asam sulfat pekat Asam asetat + alkohol Gambar 6. Pembuatan Ester (Esterifikasi) Berbagai metode pembuatan ester telah dikembangkan. asam sulfat ditambahkan sebagai pendehidrasi (katalis).21 Pembuatan ester di laboratorium Air dingin Sumber: Sougou Kagashi Reaksi keseluruhannya adalah O R C OH Asam karboksilat Alkohol O + HO R' H 2SO 4 R C O Ester + H2O R' Air Pada sintesis ester.Isomer fungsional: O H3C CH2 CH2 C OH Asam butanoat O H3C CH C CH3 OH 2-metilpropanoat ( α -metil propionat) Keenam rumus struktur di atas memiliki rumus molekul sama.

2. Reaksi penyabunan bukan merupakan reaksi kesetimbangan sebagaimana pada esterifikasi sebab pada akhir reaksi. Tuliskan rumus struktur dari asam karboksilat berikut. Bagaimana pengaruhnya terhadap gigi yang mengandung kalsium sebagai bahan utamanya? Kerjakanlah di dalam buku latihan. berwujud cair. Perekat Esens CH2 CH CH2 O O O Gliserol H H H CH2 → + 3HONO2 ⎯⎯ CH (HNO3) O O O NO2 NO2 + 3H2O NO2 Gambar 6. 2000 Gambar 6. CH3 OCH2CH2C CH3 H3CH2CH2C O C O CH2CH2C CH3 H CH3 C Isoamil asetat (esens apel) Isoamil butirat (esens cokelat) Ester Parfum Ester banyak digunakan sebagai esens buatan yang berbau buah-buahan (Gambar 6. Proses hidrolisis berlangsung sempurna jika dididihkan dengan pelarut basa. asam–2. Beberapa ester minyak dan makanan ditunjukkan berikut ini. E Jika Anda makan mi bakso kadang-kadang ditambahkan cuka.6–diaminoheksanoat (lisin) 184 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .23 Kegunaan ester CH2 Nitrogliserin Nitrogliserin merupakan cairan seperti minyak dan mudah meledak.23). etil asetat (rasa pisang). Hidrolisis ester disebut juga reaksi penyabunan. dan etil butirat (rasa stroberi). nitrogliserin. disebut dinamit. Ester-ester ini umumnya memiliki rasa buah. Tes Kompetensi Subbab 1. oktil asetat (rasa jeruk orange). seperti NaOH. H2SO4 C2H5COOC2H5 + H2O ⎯⎯⎯→ C2H5COOH + C2H5OH C2H5COOC2H5 + NaOH ⎯⎯ C2H5COONa + C2H5OH → Ester asam karboksilat dengan massa molekul relatif rendah umumnya tidak berwarna. mudah menguap. Misalnya. ion alkoksida mengikat proton dari asam karboksilat dan terbentuk alkohol yang tidak membentuk kesetimbangan. asam– α –hidroksiasetat b. hidrolisis etil asetat.Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi. Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna. amil asetat (rasa nanas). dan memiliki bau yang sedap. Kata Kunci • • • Esterifikasi Reaksi kesetimbangan Reaksi penyabunan d. yakni suatu ester yang diperoleh melalui reaksi asam nitrat dengan gliserol dalam asam sulfat pekat. O H3C Zat aditif makanan Sabun Sumber: Topishe Fruchte. Hidrolisis ester tiada lain adalah mengubah ester menjadi alkohol dan garam yang berasal dari turunannya. Misalnya. a. Jika disisipkan ke dalam absorben tertentu. asam– α –aminopropionat (alanin) c. Ester-ester ini banyak ditemukan dalam buah-buahan atau bunga. Misalnya.22 Pisang mengandung ester etil asetat. Sifat dan Kegunaan Ester Ester dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam atau basa. Terdapat beberapa ester penting yang diturunkan dari asam anorganik.

com NH2 H3C NH CH2 CH3 H3C N CH3 CH3 Trimetilamin (amina tersier) Penataan nama secara sistematis (IUPAC). yaitu amina primer (R–NH2). vinil asetat e. senyawa yang bersumber dari ter batu bara. etil salisilat 5. dan amina tersier (R3–N). Dari larutan ini menghasilkan kristal warna ungu muda. amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata –amino. tetapi dia hanya memperoleh kotoran lengket berwarna hitam. Nomor atom karbon terkecil diberikan kepada atom karbon yang mengikat gugus –NH2. Contoh: H3C CH CH3 Isopropilamin (amina primer) Etilmetilamin (amina sekunder) Sumber: ironorchid. metil heksanoat b. isobutil butirat c. Golongan penting lainnya dari senyawa karbon yang serupa dengan itu adalah senyawa amina. Pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat dilakukan dalam alat refluks dengan katalis HCl kering. etil valerat g. Senyawa Karbon Mengandung Nitrogen Alkohol dan eter dapat dianggap turunan dari H2O. neobutil pentanoat d. a. a. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi. isoamil butirat f. Warna ini digunakan dalam industri-industri tekstil dan dinamakan mauve (warna ungu muda). Tuliskan rumus struktur dari senyawa ester berikut. Senyawa Amina Terdapat tiga jenis amina sesuai dengan jumlah atom H yang dapat digantikan oleh gugus alkil. Ketika zat tersebut dicuci dengan alkohol. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat? F.3. amina sekunder (R2–NH). H N H Amonia Sekilas Kimia William Henry Perkin (1838–1907) H H N R1 H R1 Amina primer H N R2 R1 Amina Sekunder R3 N R2 Amina tersier 1. dengan satu atau kedua atom H diganti oleh gugus hidrokarbon. b. Contoh: NH2 H H3C CH2 CH2 NH2 H3C CH2 CH CH3 H3C H2C N CH3 Propilamina 1-metilpropilamina N-metiletilamina Perkin membuat revolusi terhadap industri kimia dengan membuat warna buatan. Tata nama trivial untuk ketiga senyawa tersebut diturunkan dari nama gugus alkilnya. NH2 H3C CH CH CH2 CH CH3 NH2 Fenilamina (anilin) 5-amino-2-heksena Senyawa Organik 185 . Amina adalah turunan amonia yamg satu atau lebih atom hidrogennya digantikan oleh gugus alkil. Dia mencoba membuat obat kina dari anilin. dihasilkan larutan berwarna ungu gelap.

Obat batuk de tromethorphan hidrobromine dibuat dalam bentuk garam amonium bromida. Garam amonium dari senyawa amina berperan penting dalam obat-obatan yang tergolong daftar G (psikotropika).0 184. Amina sekunder dan tersier berbau seperti ikan (amis). Kerjakanlah di dalam buku latihan. Tuliskan rumus struktur dari 2.14 Titik Didih dan Kelarutan dalam Air Senyawa Amina Kata Kunci • • • • Senyawa amina Amina primer Amina sekunder Amina tersier Nama Metilamin Dimetilamin Trimetilamin Etilamin Benzilamin Anilin Rumus Struktur CH3NH2 (CH3)2NH (CH3)3N CH3CH2NH2 C6H5CH2NH2 C6H5NH2 Titik Didih (°C) –6. tetapi penguapannya lebih rendah daripada amina primer. sedangkan amina primer yang lebih rendah larut dalam air. Fenilamina sedikit larut di dalam air. Sifat-Sifat Amina Amina primer dengan berat molekul rendah berupa gas atau cairan yang mudah menguap. Pada umumnya mempunyai bau seperti amonia.3 7. Amina adalah basa lemah yang dapat mengikat proton (H + ) membentuk garam amonium. 2.6–trikloro– fenilamina. Misalnya. trimetilamina bereaksi dengan asam membentuk kation trimetilamonium. 186 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Tabel 6.0 185.0 Kelarutan dalam Air (g 100mL) 3.7 ∞ ∞ ∞ ∞ ∞ Tes Kompetensi Subbab 1. Tuliskan rumus umum amina.4. → (CH3)3N + H+ ⎯⎯ (CH3)3NH+ Garam dari trimetilamonium lebih larut dalam air daripada amina yang sederajat. F 3.Senyawa amina dianggap turunan dari amonia sehingga sifat-sifatnya ada kemiripan dengan amonia. tetapi akibat oksidasi fenilamina sering ditemukan berwarna kekuningan. Fenilamina murni berupa minyak tak berwarna. Beberapa sifat fisika amina ditunjukkan pada tabel berikut. H C CH2 H3CO H3CO H3CO ClH +H H3C N CH CH H N+ HO CH Br - 3 CH3 N Kokain Dextromethorphan hidrobromine (Obat batuk) Pseudofedrin hidroklorida (Decongestant) Pada panel counter farmasi biasanya disediakan sampel garam amonium dari amina yang digunakan untuk meyakinkan bahwa obatobatan tersebut larut dalam air.0 17. kokain dipasarkan berupa garam hidroklorida berbentuk kristal padat berwarna putih. Tuliskan isomer struktur yang mungkin dari senyawa amina dengan rumus molekul C4H11N. 2. Reaksinya dapat digunakan untuk melarutkan amina lain dalam larutan air.5 3. Misalnya.

Penataan nama alkohol secara trivial. yaitu nama alkohol diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. Ester adalah senyawa yang dapat dianggap sebagai turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen oleh radikal hidrokarbon. Adapun penataan nama menurut IUPAC. Nama aldehid lebih umum menggunakan nama trivial. Senyawa alkohol yang mengandung dua atau lebih gugus hidroksil digolongkan sebagai poliol dan dinamakan dengan –diol. Asam karboksilat dapat dihasilkan melalui oksidasi alkohol primer dan hidrolisis nitril. Jadi. nama alkohol diturunkan dari nama alkana. 9. aldehid disebut juga alkanal. adapun penataan nama menurut IUPAC. Gugus fungsi tersebut menentukan sifat-sifat fisika dan kimia turunan hidrokarbon yang dibentuknya. yaitu kedua gugus alkil yang terikat pada gugus karbonil disebut lebih dulu. pereaksi Grignard. gugus –OR disebut gugus alkoksi sehingga nama eter dimulai dengan nama gugus alkoksi diikuti nama rantai induk. Senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi tertentu digolongkan senyawa turunan hidrokarbon. Alkohol dapat dibuat melalui peragian. 5. di mana akhiran –a diganti –ol. Penamaan asam karboksilat umumnya menggunakan nama trivial yang didasarkan nama sumber ditemukannya. yaitu amina primer diturunkan dari alkana dengan menambahkan kata amino. dan diikuti kata keton. dan reduksi keton atau aldehida. 10. Penataan nama secara sistematis (IUPAC). Dalam aldehid. dengan diawali kata asam. yaitu diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a oleh –on.Rangkuman 1. Alkohol dan eter berisomeri struktur satu sama lain. Amina dapat dianggap sebagai turunan amonia dengan satu atau lebih ikatan N–H diganti oleh ikatan N–C. Penataan nama eter menurut trivial didasarkan pada nama gugus alkil yang terikat pada oksigen diakhiri kata eter. Menurut sistem IUPAC. reaksi Friedel–craft. 8. Penataan nama keton secara trivial. yaitu akhiran pada alkana diganti dengan –oat. Eter adalah senyawa yang mengandung dua gugus hidrokarbon terikat pada atom oksigen dengan rumus R–O–R. Adapun pada keton. 2. gugus karbonil selalu terdapat di ujung rantai hidrokarbon. Alkohol memiliki gugus fungsi hidroksil (–OH) dengan rumus umum R–OH. selalu berada di antara rantai hidrokarbon. yaitu aldehid diturunkan dari nama alkana dengan menggantikan akhiran –a menjadi al. Eter dapat dibuat melalui dehidrasi alkohol dan dengan metode Williamson. Keton dan aldehid berisomeri fungsional satu sama lain. Senyawa Organik 187 . ––triol. 6. 3. Adapun penataan nama menurut IUPAC. 7. Asam karboksilat mengandung gugus karboksil (–COOH). Adapun penataan nama menurut IUPAC. Ester dapat diproduksi melalui reaksi asam karboksilat dan alkohol dalam suasana asam yang disebut reaksi esterifikasi. dan seterusnya. Aldehid dan keton memiliki gugus karbonil (C=O). Penamaan ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti dengan gugus karboksilat. Keton dapat diperoleh melalui oksidasi alkohol sekunder dan reaksi Friedel– craft. dan pereaksi Grignard. 4. Ester dan asam karboksilat berisomer fungsional. Senyawa amina di alam terdapat sebagai alkaloid. Keton disebut juga golongan alkanon. Aldehid dibuat melalui oksidasi alkohol primer.

alkil alkohol (trivial) Pereaksi Grignard Reduksi keton atau aldehid Alkoksi Alkana (IUPAC).Peta Konsep Senyawa turunan hidrokarbon antara lain Alkohol (R–OH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Eter (R–O–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Peragian Alkanol (IUPAC). alkil keton (trivial) Oksidasi alkohol sekunder Reaksi Friedelcraft Asam karboksilat (R–COH) tata nama dibuat dari satu dengan lainnya Ester (R–COO–R) tata nama dibuat dari Isomer fungsional Asam alkanoat (IUPAC) Oksidasi alkohol primer Hidrolisis nitril rumus Alkil alkanoat (IUPAC) Esterifikasi RNH2 R2NH R3N Alkil + amin (IUPAC) Amina tata nama 188 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Akhiran aldehid (trivial) Oksidasi alkohol primer Reaksi Friedel-craft Pereaksi Grignard Alkanon (IUPAC). alkil eter (trivial) Dehidrasi alkohol Metode Wiliamson Aldehid (R–COH) satu dengan lainnya Keton (R–CO–R) Isomer fungsional tata nama dibuat dari tata nama dibuat dari Alkanal (IUPAC).

Senyawa turunan hidrokarbon yang dimaksud adalah haloalkana. Seperti. alkohol. Keton banyak digunakan sebagai pelarut organik. Senyawa amina umumnya digunakan untuk obat-obatan stimulan dan zat warna. dan asam karbosilat dengan ester. alkohol berisomer fungsional dengan eter. tata nama dan kereaktifan senyawa turunan hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis gugus fungsinya. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat dan aplikasi lainnya dalam mempelajari Bab Senyawa Organik ini? Senyawa Organik 189 . Anda juga tentu telah mengetahui bahwa di antara senyawa turunan hidrokarbon tersebut memiliki kesamaan isomer satu dengan yang lainnya. kosmetik. Dalam industri. dan pembersih cat kuku. dan amina. formalin) digunakan sebagai pengawet biologi. bumbu masak. minuman. dan bahan bakar. dan zat aditif. antara lain alkohol digunakan sebagai pelarut. eter. Pada bab ini Anda telah memahami struktur. aseton digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kloroform. Adapun eter biasanya digunakan sebagai zat anestesi. Adapun asam karboksilat dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pengawet. dan pembasmi serangga. Sifat khas dari struktur-struktur senyawa itu dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. minuman. aldehid. ester. keton. asam karboksilat. aldehid dengan keton. dan pelarut lemak. Ester banyak digunakan untuk esens. Setelah mengetahui beberapa aplikasi dari senyawa turunan hidrokarbon tersebut. sabun. Aldehid (contohnya.Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 6 ini? Bagian manakah dari materi Bab 6 ini yang belum Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda. pembersih cat kayu. parfum.

Senyawa haloalkana berikut yang biasa dipakai sebagai obat bius adalah .. 4 E.. A. 3. 3–bromo–3–metil butana 3–metil–3–pentanol 3–etil–3–pentanol 2. C. 2–metil butana bromida D. 3–bromo–3–metilbutana 9.. 1.5–dimetil–3–heptanol E.. neopentil alkohol C.. 2–metil–3–pentanol D.. 5–etil–2–metil–3–heksanol C. 6 B.1. menimbulkan efek rumah kaca Di antara senyawa berikut yang tergolong alkohol primer adalah . E. 2. 2 D. 2–metil butil bromida C. 2–bromopropana D. tidak dapat diuraikan D. Ebtanas 1999: Senyawa haloalkana berikut yang dapat digunakan sebagai pendingin adalah .. Tata nama yang tepat untuk senyawa alkohol dengan rumus struktur berikut adalah . 2–metil–3–etilheksana C. siklopropana UMPTN 1995 B: Jumlah isomer dikloro yang dapat dibangun jika n– butana diklorinasi adalah . Gugus fungsi dalam suatu senyawa karbon dapat menentukan . 5–etil–2–metil–3heptanol D..5–dimetil–4–heksanol B.... 3. 3–pentanol C.. Nama senyawa hasil reaksi adalah . 4. CCl2F2 C.... macam ikatan antaratom karbon E. Ebtanas 1997: Tata nama yang tepat dari struktur senyawa berikut adalah .. n–pentil alkohol B. 2–bromo–2–kloro–1. 1. 7.3–dibromopropana E. A. 3–metil–3–pentanol 10. UMPTN 2000 B: Senyawa yang bukan merupakan alkohol sekunder adalah .. penyebab pemanasan global E. 3–metil–2–pentanol E. A. B. jumlah atom dalam molekul D. A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. A. 2–bromo–2–etilpropana B.. 1–bromopropana B. sifat-sifat senyawa C. 5 Ebtanas 2000: Penggunaan CFC sebagai bahan pendingin segera akan ditinggalkan karena . C2H5Br B.1–trifluoroetana E.. hasilnya adalah . 7 C. isopropil alkohol Ebtanas 1998: Diketahui: CH3 UV 2.... A... A. D.. CHI3 E...2–dibromopropana C.6–dimetil–5–heptanol 11.. A.. CH3 OH C2H5 6. 2–metil butana bromida D. 2.. isopentil alkohol D. struktur molekul Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida. A. 2–pentanol B. CH3 OH H3 C H2 C C CH3 CH3 CH3CHCH2CH3 + Br2 ⎯⎯⎯ CH CCH CH + HBr → 3 2 3 Br H2 C A.. 2–bromo–2–etilpentana B.Evaluasi Kompetensi Bab 6 A. merusak lapisan ozon C.. CCl4 8. 1. isobutil alkohol E. jenis atom dalam molekul B. H3 C H C H C H2 H C C CH3 5..2–dietil–2–butanol 2–etil–2–butanol 2. 2–bromo–2–metil butana E. A.2–dietil–2–pentanol 190 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . bahan beracun B. CHCl3 D.

Senyawa berikut yang bukan isomer dari C4H10O adalah . alkanon E.. A... massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D. fenoksi propana C.. etil dipropil eter E.. kelarutan dalam air B..3–dimetil–2–butanol E. hidrokarbon E. alkohol D. 2.2–dimetil–1–propanol C. A. Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. dapat dihasilkan dari reduksi etanal E. 2–metil–2–butanol D. Jika 1–butanol didehidrasi dengan asam sulfat pekat pada suhu 250°C akan terbentuk . tetapi titik didih alkohol jauh lebih karena .. asam karboksilat 19. rumus struktur alkohol dan eter tidak sama B. A. A. metil propil eter B.. CH3CH=CHCH3 D. aseton B. benzen D... A. 1. pada alkohol terdapat ikatan hidrogen E. larutan kalium dikromat akan menghasilkan asam karboksilat Senyawa karbon tersebut mengandung gugus fungsi . 2 D.... dapat dihasilkan dari peragian glukosa B. propanal D. larutan Fehling akan menghasilkan endapan merah bata 2. keton B. Ebtanas 1998: Dari hasil eksperimen diperoleh data berikut. 4 14. CH2=C(CH3)2 C. penentuan rumus molekul 20. 2–metil–1–propanol B.. metil etil eter E. 3–metil–2–butanol C. 2–metil–2–propanol E. A. heksosi propana 22... 4–metil–2–pentanol 13.. Ebtanas 1998: Senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah . dapat dioksidasi menghasilkan asam asetat D. etanol C... reaksi dengan PCl3 E... isopropil metil eter C. Tata nama yang tepat untuk rumus struktur berikut adalah . 3.. CH2=CHCH2CH3 B.. 5 B. aldehid C. eter Senyawa Organik 191 . A. H3 C CH2 H2C CH2 H2 C O H2 C CH2 CH3 A. reaksi dengan logam natrium D. Dari senyawa alkohol berikut akan menghasilkan (CH3)2CHCOCH3 jika dioksidasi adalah .. 2–propanol B. dapat didehidrasi menghasilkan etilen C. CH3CH2 –O–CH3 18. merupakan isomer struktur dari dietil eter 16. aldehid B. 3–pentanol B. larutan Tollen menghasilkan cermin perak 3. A..... kalor penguapan alkohol lebih tinggi 21. 2.12... eter mengandung dua gugus alkil C.3–dimetil–2–butanol D. 3 E. 3–metil–2–butanol 17. A. UMPTN 1995 C: 1–propanol berisomeri fungsional dengan . eter D. 6 C.. pentil propil eter B. A. A.. dimetil eter D. ester E. reaksi esterifikasi C.. Pernyataan yang tidak benar tentang senyawa etanol adalah bahwa senyawa ini . Senyawa alkohol dengan rumus molekul C3H8O mempunyai isomer sebanyak .... asam propionat 15. dietil eter 24. A. Perlakuan berikut yang tidak dapat dipakai untuk membedakan alkohol dan eter adalah .. ester C. UMPTN 1999 A: Senyawa dengan rumus molekul C5H12O termasuk kelompok senyawa . propoksi heksana D.. 2–metil–2–butanol E. 2–butanol 23. propanon C.. Gugus karbonil terdapat pada senyawa . CH3CH2–O–CH2–CH3 E.

A. H3 C H2 H2 H2 C C C OH O B. A. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B... 1 dan 3 B. Ebtanas 1999: Senyawa yang dapat membentuk aldehid jika dioksidasi adalah . spiritus C. asam 3–metildekanoat 33.4–dimetil–2–butanon 31. Ebtanas 1996: Diketahui senyawa karbon: 1. asam 2–metil butanoat D... 4.1–dimetil–3–butanon B. H3 C H2 C CH3 CH OH C. asam 3–metil–4–propiloktanoat E.. kecuali . H3 C H2 H2 C C H3 C H H2 H2 H C C C OH CH3 C O 3. Larutan metanal 37% dalam pelarut air dikenal dengan nama . CH3CHOHCH3 E. CH3CH2CHO D. 1 dan 2 27. 192 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . cuka es D.. 2. 1. propil asetat C. A.. Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat. UMPTN 1997 A: Nama kimia untuk senyawa berikut adalah . H3 C H2 C CH3 C CH3 CH3 D..... merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E. A. merupakan hasil oksidasi alkohol primer D. 4-metil–2–pentanon E.. dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. formalin B. CH3COCH3 B. etilmetanoat 28. A.. A. C CH3 O H3C H2 H2 H2 H2 C C C C OH 4. CH3CH2OCH3 C. Di antara senyawa berikut yang dapat dioksidasi dengan larutan KMnO4 dalam asam membentuk asam karboksilat adalah ..25. dietil keton B. Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak jika diuji dengan tes Tollen adalah .. H3 C CH3 H2 H C CH C H2 C H2 C H2 C H2 C H2 C CH3 COOH CH3 H 3C CH OH A. butil formiat E. 1 dan 4 E. mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya 29. 2 dan 4 C. C OH CH3 HC CH3 O H2 C C CH3 Pasangan senyawa yang berisomer fungsional adalah ... Ebtanas 2000: Pernyataan yang benar tentang aseton adalah . A. H3 C H2 C E.... etil propanoat 32. Nama senyawa berikut menurut IUPAC adalah ….. H3C H2 H2 C C 30. CH3(CH2)3CH2OH 26. asam 4–propil–5–propiloktanoat C. asam 6–metil–5–propiloktanoat D... aspirin E. 2 dan 3 D. isopropil metil keton C. asam 3–metil–4–metiloktanoat B. 2–metil–4–pentanon D..

duren B. penyabunan B... alkohol + H2SO4 + formalin C. CH3COCH2CH3 E. tetapi kurang reaktif... cuka + glukosa + NaCl Isoamilasetat adalah pencitarasa atau aroma (esens) untuk . A. Z adalah senyawa berbeda. A. A. asetaldehida + CuSO4 + NaOH D. esterifikasi C. 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi . CH3CH2COO(CH2)3CH3 B. 3 C. asam lemak dan ester B. A.. propanoil klorida UMPTN 1997 A: Hasil reaksi antara asam propanoat dan etanol adalah .. 2 mol B. 5 E. 3–metil butanoat E.... X dan bereaksi membentuk suatu ester. A. propan–1–ol B. apel E... 5 mol E. 3 mol C. 45. CH3COO(CH2)4CH3 D. cuka + etanol + CuSO4 B. penggaraman E.. A.. 2 B. .34.. eter dan ester D.. 36. C6H5NH2 D. alkohol + H2SO4 + K2Cr2O7 B. (CH3)3COH X. metil asetat B. pisang Senyawa amina dengan rumus molekul C 3H 9N memiliki isomer sebanyak . 42. C17H31COOH diperlukan gas H2 sebanyak .. X dan Z juga dapat membentuk ester yang sama. isopropil alkohol Ebtanas 2000: Reaksi amil alkohol dengan asam etanoat dengan katalis asam menghasilkan senyawa karbon dengan rumus struktur .. 44. HCO2H B.. 39.. CH3COOCH3 B.. asam propanoat E. A. 35. A. A.... A. D. alpukat D. A. C3H7COOCH3 Senyawa karbon yang tergolong ester adalah . aseton + etanol + cuka E. yang merupakan isomer satu dan lainnya adalah . cuka + etanol + H2SO4 C... 38. C6H5CO2H D. CH3COO(CH2)3CH3 E. formalin + cuka + H2SO4 D. (CH3)2NCH3 C. Zat X bereaksi dengan natrium membentuk gas H 2.. Zat boleh jadi . alkohol dan alkanal E. propanal D. C2H5COOC2H5 C. (CH3)2NH Senyawa Organik 193 . CH3CO2H C. A. amina dan amino Cuka atau asam asetat dapat dibuat dari campuran zat .. nanas C. CH3CO(CH2)4CH3 Pada pembuatan margarin. CH3CH2CO(CH2)3CH3 C. 43. 6 UMPTN 1995 B: Senyawa yang merupakan amina tersier adalah . 41. A. 4 D. untuk hidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat.. alkana dan alkena C. 37.. eter + H2SO4 + K2Cr2O7 Ester etil etanoat dapat dibuat dari campuran zat-zat . hidrolisis Antara pasangan senyawa berikut. metil amina C. C2H5COOC3H7 E. propanon C. pirolisis 40.. C2H5NHCH3 B. 4 mol D. C3H7COOC2H5 D.. 2–metil butanal D.. C3H7NH2 E... aseton + H2SO4 + CuSO4 E...

O2N NH2 194 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . sedangkan D tidak dapat. Berikan rumus struktur untuk senyawa B. dan D. A. A dan D membentuk alkena yang sama. Apakah produk utama yang dihasilkan jika HBr ditambahkan kepada metil propena? Jelaskan. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. C. t–butil alkohol b. Pereaksi-pereaksi dan kondisi apa yang dapat digunakan untuk mengubah E ke F? c. dalam larutan asam menjadi sikloheksana. Tuliskan rumus struktur untuk senyawa berikut. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+. 3–etil–1–pentena. H3C C H2 H N C H2 CH3 b. 1. MnO − c. 8. CH3 H2C H2 C H3C C H2 CH2 N C H2 H2 C CH3 c. D dengan rumus molekul C4H9OH. siklopentanon Sikloheksanol. simpulkan rumus struktur dari empat isomeri alkohol: A. a. HBr. B. dan C dapat dioksidasi secara mudah oleh larutan kalium dikromat dalam suasana asam. 3. C. c. H C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 2. C. CH3CH=CH2 + H2O c. b. a. b. A. HO C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 4 → C2H4 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯ C2H6O2 OH − berair A B r2 72− H+ Refluks →C H2SO4 Pekat H 2 O distilasi C2H5OSO3H ⎯⎯⎯⎯⎯ C2H5OH → CH3CHO → a. H3C C O H2 C H2 C CH3 5. C 6H 11OH dioksidasi oleh krom trioksida. Pereaksi seperti HCl. a. D dapat didehidrasi untuk menghasilkan alkena. isopropil propanoat.B. cis–3–heksena c. CH3 – C ≡ CH + 2HCl Berdasarkan pernyataan berikut. B. D E F d. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut. Sebutkan gugus fungsi dan nama senyawa dari rumus struktur berikut. b. a. B. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 CH3 7. HOH dapat ditambahkan kepada ikatan rangkap dua karbon-karbon. Berikan nama amina berikut. Tuliskan persamaan yang menunjukkan bagaimana C bereaksi dengan asam sulfat pekat.2–dimetilheksanoat. a. B dan C membentuk alkena yang sama. CH3CH = CH2 + HCl b. C H2 C H2 6. A dan B pada oksidasi sempurna oleh dikromat menghasilkan asam dengan rumus C3H7COOH. asam 2. 4. Gambarkan struktur molekul dari produk utama pada setiap reaksi berikut. Skema berikut menunjukkan beberapa jalur sintesis mulai dari etena. CrO 3. C6H 10O.

Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya C. sifat. A.Bab 7 Sumber: news. dan kegunaan benzena dan turunannya. Anda harus mampu: mendeskripsikan stuktur. merupakan contoh bahan yang mengandung benzena.edu Aspirin atau asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat adalah salah satu turunan benzena (senyawa aromatik). dan obat-obatan. Mengapa benzena dan turunannya disebut senyawa aromatik? Istilah aromatik pada mulanya diterapkan terhadap senyawa yang berbau harum (rasa manis). Sekarang senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa benzena dan turunannya.harvard. Detergen. Setelah mempelajari bab ini. insektisida. dan makromolekul. Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik 195 . benzena dan turunannya. dan kegunaan benzena dan turunannya? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. bahan pengawet. tata nama. zat warna. Benzena disebut sebagai zat pemula. Benzena diproduksi melalui pembentukan katalitik fraksi C6–C8 minyak mentah. Benzena juga sangat berguna sebagai pelarut molekul organik karena bersifat nonpolar. cara penulisan. Senyawa Aromatik Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Benzena dan turunannya tergolong senyawa karbon aromatik dengan ikatan rangkap dalam cincin memiliki sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan sifat-sifat senyawa karbon ikatan rangkap atau senyawa karbon siklik. Apa saja senyawa turunan benzena itu? Bagaimanakah struktur. sifat. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya B.

Gejala ini dinamakan resonansi. Menurut Anda apakah ikatan rangkap dalam senyawa karbon alifatik sama atau berbeda dengan ikatan rangkap dalam senyawa aromatik benzena? Jelaskan menurut pemahamanmu. Untuk menggambarkan ikatan rangkap dua yang terdelokalisasi pada molekul benzena dinyatakan dengan bentuk lingkaran. sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi. keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. A. Analisis sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi). Berdasarkan hasil analisis sinar-X maka diusulkan bahwa ikatan rangkap pada molekul benzena tidak terlokalisasi pada karbon tertentu melainkan dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). Struktur dan Sifat Benzena Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena.139 nm. seperti seekor ular yang menelan ekornya sendiri. Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena. Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0. Struktur dan Kereaktifan Senyawa Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825. Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi. dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang. ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal. H H H H H H Sumber: wikipedia. Dia menemukan pemecahannya ketika sedang tidur dan bermimpi tentang barisan atom-atom karbon dan hidrogen membentuk cincin. yaitu 0. 2. Contoh: → Reaksi adisi: C2H4 + Cl2 ⎯⎯ C2H4Cl2 → Reaksi substitusi: C6H6 + Cl2 ⎯⎯ C6H5Cl + HCl Sekilas Kimia Friedrich Kekule (1829–1896) Menurut Friedrich August Kekule. 1.134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0.org Ilmuwan ini sudah sejak lama mencoba mengungkapkan bagaimana enam atom karbon molekul benzena berikatan dengan enam atom hidrogen.154 nm.Tes Kompetensi Awal 1. Apakah perbedaan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan hidrokarbon alifatik tak jenuh? Jelaskan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kimianya. 196 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . seperti ditunjukkan berikut ini. Jadi. tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi. Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule.

tidak berwarna. ada tata nama umum (trivial) dan tata nama menurut IUPAC yang didasarkan pada sistem penomoran. Pada suhu kamar. Sebab. Tabel 7. benzena dengan satu substituen diberi nama seperti pada senyawa alifatik. Contoh: Sumber: Sougou Kagashi FeCl 3 + Cl2 ⎯⎯⎯ → Cl + HCl Klorobenzena Gambar 7. Reaksi umum benzena adalah reaksi substitusi. sebagai gugus induknya adalah benzena. atom karbon dalam cincin yang mengikat substituen diberi nomor terkecil. yaitu penggantian atom H oleh gugus lain tanpa mengganggu cincin karbonnya.H H H H H H Sumber: Chemistry: The Central Science. bersifat racun. Titik didih benzena 80°C dan titik bekunya 5.5°C. benzena berwujud cair dengan bau yang khas. dan mudah terbakar (Gambar 7.1 Molekul benzena Struktur resonansi benzena Struktur benzena menurut konsep delokalisasi elektron Teori resonansi dapat menerangkan mengapa benzena sukar mengalami reaksi adisi. Penataan nama senyawa turunan benzena sama seperti pada senyawa alifatik. Dengan tata nama IUPAC.5 81 216 – 95 – 31 – 25 – 48 13 80 218 342 111 145 144 139 138 Sumber: Kimia Lengkap SPPM. 1985 Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Ikatan rangkap konjugasi Terlokalisasi Terdekokalisasi Resonansi Reaksi substitusi Benzena paling banyak digunakan sebagai pelarut senyawa karbon yang bersifat nonpolar dan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa turunan benzena.2). Lihat tabel berikut. Benzena 2. Semua senyawa karbon yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai turunan benzena. Tata Nama Senyawa Benzena Semua senyawa yang mengandung cincin benzena digolongkan sebagai senyawa turunan benzena. ikatan rangkap dua karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk cincin yang kuat terhadap reaksi kimia sehingga tidak mudah diganggu. Menurut IUPAC.2 Benzena merupakan cairan tidak berwarna dan mudah terbakar. 2000 Gambar 7.1 Titik Beku dan Titik Didih dari Molekul Benzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama Benzena Naftalena Antrasena Metilbenzena Stirena o–dimetilbenzena m–dimetilbenzena p–dimetilbenzena 5. Contoh: Senyawa Aromatik 197 .

dan para– untuk substituen dengan posisi 1 dan 4. B. atau karboksilat) atau gugus dengan nomor paling kecil. Benzena sebagai substituen diberi nama fenil– (C6H5–.3–diklorobenzena 3. aldehida. Penataan nama arena dibagi ke dalam dua golongan berdasarkan panjang rantai alkil.5–diklorotoluena 1. penataan nama menggunakan penomoran dan ditulis secara alfabet.5–diklorofenol 1. Butilbenzena Isopropilbenzena Jika gugus alkil berukuran besar (atom C 6) maka benzena dinyatakan sebagai substituen dan alkil sebagai rantai induknya. Contoh: A. rto– diterapkan terhadap substituen berdampingan (posisi 1 dan 2).2 CH3 1 6 5 4 2 3 Beberapa Sifat Fisika dari Molekul o. m.Hidroksibenzena Aminobenzena Nitrobenzena Benzena dengan gugus alkil sebagai substituen.. E. mempunyai nama 3. 1985 CH3 o–hidroksimetilbenzena m–hidroksimetilbenzena p–hidroksimetilbenzena Br 4-bromo-1. Jika gugus alkil berukuran kecil (atom C 6) maka gugus alkil diambil sebagai substituen dan benzena sebagai induknya. disingkat –ph). dan para– (p–).5–diklorobenzoat Gugus benzil Gugus fenil 3-feniloktana Pembahasan Jika subtituennya berbeda jenis maka penomorannya dimulai dari atom C lingkar yang mengikat gugus paling negatif. p–hidroksimetilbenzena Titik Beku (°C) Titik Didih (°C) Nama 31 12 35 191 203 202 Sumber: Kimia Lengkap SPPM.. Contoh: Mahir Menjawab Nama dari senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut ini adalah . Jadi. meta– (m–).3–diklorofenol 3. meta– untuk posisi 1 dan 3.2-dimetilbenzena Jika gugus substituen sebanyak tiga atau lebih. (A) (UNAS 2001–2002) o-hidroksimetilbenzena m-hidroksimetilbenzena p-hidroksimetilbenzena Tabel 7. D. Benzena dengan dua gugus substituen diberi nama dengan awalan: orto– (o–). 3. diklasifikasikan sebagai golongan arena. C. Nomor terkecil diberikan kepada gugus fungsional (alkohol..5 diklorofenol. 198 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

dan reaksi riedel-crafts.4-dibromobenzoat Asetofenon 3. Macam-macam substitusi benzena di antaranya halogenasi benzena. Reaksi Substitusi Benzena Reaksi benzena umumnya melalui reaksi substitusi. Penomoran untuk senyawa seperti ini dimulai dari gugus fungsional.4-diklorotoluena Asam 3. walaupun ada sebagian reaksi yang melalui reaksi adisi. Persamaan reaksinya: Senyawa Aromatik 199 . benzena dapat bereaksi dengan klorin ataupun bromin membentuk senyawa halobenzena pada suhu kamar. Contoh: 3.Disamping tata nama menurut IUPAC. misalnya: IUPAC: Trivial: Metilbenzena Toluena Fenilamina/aminobenzena Anilin Feniletena/vinilbenzena Stirena Benzilalkohol IUPAC: Trivial: Metoksibenzena/fenil metil eter Anisol Hidroksibenzena/fenilalkohol Fenol Benzaldehida Asam benzoat Tata nama trivial sering kali dipakai sebagai nama induk dari benzena. Halogenasi Benzena Dengan adanya katalis besi(III) klorida atau aluminium klorida. nitrasi benzena. a. juga terdapat beberapa nama yang sudah umum (trivial).

t.d.b. Nitrasi Benzena Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat dengan volume sama dikenal sebagai campuran nitrasi.4 Proses nitrasi benzena Benzena HNO3 H2SO4 HNO3 H2SO4 Air Sumber: Sougou Kagashi 200 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Reaksinya secara umum: Fungsi asam sulfat dalam reaksi di atas adalah untuk menghasilkan kation nitril. akan terjadi reaksi eksotermal. Fe HBr + NH3 ⎯ NH4Br → b.3 Reaksi substitusi benzena oleh bromin menghasilkan bromobenzena.4). Produk Benzena Fe Sumber: Sougou Kagashi Reaksi ini melibatkan reaksi adisi dan substitusi atom klorin pada cincin benzena membentuk beberapa senyawa klorobenzena.Br2 Fe NH4Br Benzena dapat juga bereaksi dengan klorin atau bromin tanpa bantuan katalis jika ada cahaya ultraviolet (cahaya matahari dapat juga diterapkan). c. suatu cairan berwarna kuning pucat (Gambar 7. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan radikal bebas dari halogen. Gambar 7. Jika campuran ini ditambahkan ke dalam benzena. = 211°C) Jika campuran nitrasi dan benzena dipanaskan pada suhu di atas 60°C selama lebih kurang satu jam maka gugus nitro yang kedua akan menukargantikan atom H pada cincin benzena. Reaksi Friedel-Crafts Nitrobenzena Produk Gambar 7. = 6°C. Jika suhu dikendalikan pada 55°C maka hasil reaksi utama adalah nitrobenzena. Persamaan reaksinya: 2H2SO4 + HNO3 2HSO4– + H3O+ + NO2+ Kation nitril selanjutnya bereaksi dengan benzena membentuk nitrobenzena: Nitrobenzena (t. NO2+ dari asam nitrat. Setelah campuran reaksi dituangkan ke dalam air akan terbentuk kristal kuning pucat dari di– atau tri–nitrobenzena.

Persamaan reaksi umum: → + RX ⎯⎯ R + HX Contoh: 1) Reaksi benzena dan haloalkana dengan bantuan katalis AlCl 3 anhidrat akan terbentuk alkilbenzena disertai pelepasan kalor. Setelah dilarutkan dalam HCl akan terbentuk asam benzoat. = 111°C) C6H5–CH3 MnO2 HCl MnO 2 Gambar 7.d. AlCl 3 → + CH2=CH2 ⎯⎯⎯⎯⎯ 250° 40 atm CH2 CH3 Etilbenzena (t.d. dan pembentukan senya a diazonium. Jenis reaksi ini dinamakan reaksi Friedel-crafts. sulfonasi.5 Metilbenzena hasil reaksi Friedelcrafts dioksidasi dengan KMnO4 terbentuk K-benzoat.d. AlCl 3 → + CH3Cl ⎯⎯⎯ CH 3 + HCl Metilbenzena (t. Kereaktifan Senyawa Turunan Benzena Senyawa-senyawa turunan benzena dapat direaksikan dengan senyawa lain melalui reaksi nitrasi.Penambahan katalis AlCl 3 anhidrat dalam reaksi benzena dan haloalkana atau asam klorida akan terjadi reaksi sangat eksotermis. = 136°C) 4. halogenasi. = 202°C) CH3 + HCl 3) Penambahan etena ke dalam benzena dengan adanya katalis AlCl3 anhidrat pada 250°C dan 40 atm membentuk etilbenzena. Disaring KMnO4 C6H5COOH Sumber: Sougou Kagashi CH3 4 ⎯⎯⎯⎯ → COOK KMnO HCl ⎯⎯⎯ → COOH 2) Asilasi benzena dengan adanya katalis AlCl 3 anhidrat akan membentuk asetofenon Kata Kunci • • • • • • Halogenasi benzena Nitrasi benzena Reaksi Friedel-crafts Reaksi eksotermal Alkilasi benzena Asilasi benzena O → + CH3COCl ⎯⎯⎯ AlCl 3 C Asetofenon (t. Senyawa Aromatik 201 .

meta–.62% NO2 meta.6-trimetilbenzena) NH2 Cl H2SO4 ⎯⎯⎯⎯ Cl C C Cl → Cl → +CH3COOH ⎯⎯ NH CH2COOH Br H 2 O ⎯⎯⎯⎯ → NH CH2COOH Br Klorobenzena direaksikan dengan trikloroasetaldehida menghasilkan DDT (pembasmi serangga) Anilin Asetanilida p-bromoasetanilida 202 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . berupa serbuk berwarna kuning (bahan peledak yang lebih kuat dari TNT).4.71% NO2 meta.3. Anisol orto. OCH3 OCH3 Aseton 10° OCH3 NO2 + + NO2 OCH3 OH O2N NO2 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ → + H2 O NO2 Nitrasi fenol akan membentuk senyawa 2.5-trimetilbenzena) Bromomesitilena (82%) (1-Bromo-2. Untuk itu. Reaksi Nitrasi Nitrasi pada toluena akan menghasilkan senyawa nitrotoluena.CH3 O2N NO2 a. digunakan asam nitrat dalam pelarut air atau pelarut organik. Reaksi Halogenasi Reaksi halogenasi turunan benzena biasanya menggunakan gas Cl2. Reaksi fluorinasi tidak dilakukan dengan cara ini sebab sangat eksoterm. atau I2. CH3 CH3 2 4 → + HNO3 ⎯⎯⎯⎯⎯ CH3 NO2 + + NO2 CH3 NO2 Trinitrotoluena (TNT): bahan peledak dinamit dibuat melalui reaksi toluena dengan HNO3 + H2SO4 berasap.4. Br2. seperti pada anisol dan fenol. H SO 25° C orto. Reaksinya lebih lambat dibandingkan dengan nitrasi dan memerlukan katalis yang cocok.6-trinitrofenol.5% para-33% Total nitrotoluena 90% OH H2SO4 + HNO3 ⎯⎯⎯⎯ → Campuran HNO3 pekat dan H2SO4 terlalu kuat digunakan sebagai pereaksi nitrasi pada senyawa aromatik yang sudah tersubstitusi. baik pada posisi orto–. Contoh reaksi halogenasi: CH3 H H3C CH3 CCl 4 10 ° C + Br2 ⎯⎯⎯⎯ → Cl CH3 Cl O C + Cl C Cl Cl H3C Br CH3 Mesitilena (1.<1% Total nitroanisol 81% para.28% b. maupun para–.

Alkilbenzena yang dibuat melalui reaksi Friedel-crafts disulfonasi menjadi asam benzena sulfonat (Gambar 7. Setelah dituangkan ke dalam larutan NaCl terbentuk garam C6H5–SO3Na. H2SO4 NaCl Sumber: Sougou Kagashi d.6). Beberapa contoh pembentukan senyawa diazonium adalah sebagai berikut. CH3 n-C10H21CH 2-dodekilbenzena H2SO4 SO3 c. Kata Kunci • • • Pereaksi nitrasi Reaksi sulfonasi Gugus azo CH3 ⎯⎯⎯⎯⎯ n-C10H21CH → SO3H Asam 4-(2. Reaksi ini terutama berguna pada pembuatan detergen. Pembentukan Diazonium Senyawa diazonium banyak digunakan sebagai pewarna pada tekstil dan makanan. OH NaOH H2O 0oC NH2 +NaNO2 Anilin HCl H2O 0oC N N Cl- + NN OH Benzenadiazonium klorida p-hidroksiazobenzena (pewarna tekstil: kuning) HO3S NH2 NaNO2 HCl H2O 0oC HO3S N N Cl + N(CH 3)2 NaOH H2O 0oC Asam p-aminobenzenasulfonat HO3S N N N(CH 3)2 Asam 4'-dimetilaminoazobenzena-4-sulfonat (indikator metil jingga) Senyawa Aromatik 203 . Senyawa ini dibuat melalui reduksi gugus amina menjadi gugus azo (–N=N–) dengan zat pereduksi NaNO2.6 Sulfonasi benzena dengan H2SO4 terbentuk C6H5–SO3H. Reaksi ini disebut juga dengan reaksi perangkaian diazonium. Dalam bentuk garamnya dikenal sebagai detergen (ABS dan DBS).Reaksi Sulfonasi Sulfonasi senyawa aromatik merupakan salah satu reaksi penting dalam industri.4-dodekil)benzenasulfonat (DBS) CH3 n-C10H21CH NaCl CH3 SO3H ⎯⎯⎯ n-C10H21CH → Detergen jenis DBS SO3-Na+ HCl C 6H 6 MnO 2 C6H5–SO3H Gambar 7.

(c) heksana.Tes Kompetensi Subbab 1. Sakarin adalah senyawa turunan benzena berupa kristal putih. NO2 (c) B. (e) naftalena. O H2N N S O O H O H C CH2 COONa C H N H C CH2 COONa Kata Kunci • • • Zat aditif Higroskopis Karsinogen Sakarin Na-aspartam 204 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . tidak berbau. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara langsung. a. Tuliskan nama menurut IUPAC senyawa turunan benzena berikut. (d) kloroform. tetapi ditambahkan ke dalam makanan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. (f) air. aspartam. 1. Contoh zat aditif adalah cita rasa. Rasa manis aspartam sama dengan 200 kali dibandingkan gula tebu. para–. Untuk setiap kg berat badan jumlah aspartam yang boleh dikonsumsi setiap harinya adalah 40 mg. hampir tidak berbau. 2. Aspartam merupakan serbuk berwarna putih. manakah yang dapat larut dalam benzena? (a) toluena. meta–. sejumlah zat kimia telah banyak dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung. dan tahan lama (awet). (a) (b) 3. Sakarin ditambahkan ke dalam minuman atau biskuit dengan dosis yang dikonsumsi tidak melebihi 1 g per hari. Zat Aditif pada Makanan Zat aditif makanan adalah zat kimia yang tidak biasa dimakan secara langsung. Titik didih senyawa hidroksibenzena pada posisi orto–. Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya Disadari atau tidak. Pemanis Pemanis makanan yang tradisional biasanya menggunakan gula tebu atau gula aren (kelapa). Mengapa ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena? Di antara senyawa berikut. CH3 O2N NO2 4. 202°C. Pemanis buatan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan adalah sakarin. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara tidak langsung misalnya pupuk dan pestisida. (b) alkohol. Mengapa posisi orto– lebih rendah dibandingkan posisi meta– dan para–? Jelaskan. bentuk. dan sorbitol. A CH3 OH H3C C O C2H5 Kerjakanlah di dalam buku latihan. Rasa manis sakarin 800 kali dari rasa manis gula tebu. berturut-turut: 191°C. 203°C. misalnya zat aditif pada makanan dan obatobatan. aroma. warna. dan bersifat higroskopis.

basic yello ). Pewarna Makanan Pewarna buatan bertujuan menjadikan makanan seolah-olah memiliki banyak warna daripada yang sesungguhnya. paraben (p–hidroksibenzoat). ponceau 3R (solvent yello ). Pewarna buatan umumnya berasal dari senyawa aromatik diazonium. aspirin zat warna pengawet antiseptik bahan-bahan nilon 66 Beberapa pewarna berbahaya dan dilarang penggunaannya karena berpotensi menimbulkan karsinogen adalah auramin (merk dagang..3 Beberapa Merk Dagang Pewarna Makanan Nama Amaran Eritrosin Fast green Indigotin Sunset ellow Tartrazin Nama Niaga ood Red ood Red ood reen ood lue ood Yello ood Yello Sumber: Biokimia. D. H2N NaO3S N N SO3Na NaO3S N N HO Pembahasan Fenol adalah senyawa turunan benzena yang mempunyai rumus struktur: OH SO3Na Amaran (merah 2) Sunset yellow (kuning 6) Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam lemah. Nutrisi. Fenol digunakan juga sebagai antiseptik. dan propilgalat. Fenol dapat mematikan mikroorganisme sehingga digunakan untuk membuat karbol. B. butilasihidroksitoluena (BHT). (D) SO3Na SPMB 2004 NaO3S N N COONa N O NaO3S N H NaO O O HO N H N SO3Na COONa O SO3Na Tartrazin (kuning 5) Indigotin (biru 2) Eritrosin (merah 3) Senyawa Aromatik 205 .. sedangkan untuk menghambat pertumbuhaan bakteri atau jamur adalah natrium benzoat. 1985 Mahir Menjawab Kegunaan senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut adalah . Beberapa pewarna buatan yang diizinkan oleh Depkes di antaranya dapat dilihat pada tabel berikut. Pengawet Penambahan zat pengawet pada makanan berguna untuk mencegah oksidasi dan menghambat pertumbuhan bakteri.. sudan I (food yello ). Tabel 7.b. E. OH A. dan rhodamin B (food red ). dan Metabolisme. sifat lain dari fenol adalah seperti alkohol. OH HO OH OH OCH3 COOH COONa (H3C)3C COOC3H7 Propilgalat C(CH3)3 CH3 BHT C(CH3)3 OH BHA OH Paraben Natriumbenzoat c. Bahan pengawet buatan sebagai antioksidan adalah butilasihidroksianisol (BHA). C.

2. juga bersifat candu (ketagihan). psikiatrik. parasetamol tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan aspirin sebab parasetamol tidak melukai dinding usus. Parasetamol memiliki kegunaan serupa aspirin. dan kodeina. sakit punggung. Oleh karena itu. yakni mengurangi rasa sakit. Namun demikian. Jika kita merasa sakit. Aspirin juga dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh. seperti aspirin. Selain murah. sakit gigi. dalam pembuatan obat-obatan seperti aspirin dan serat buatan. otak kita akan mengeluarkan zat kimia yang disebut analgesik.5-triklorofenoksiasetat/ 2.000 juta tablet aspirin digunakan setiap tahunnya di Inggris untuk memenuhi pasokan permintaan. dan hormon. Pada umumnya obat-obatan yang diproduksi dapat dikelompokkan ke dalam obat analgesik.4–D.4. etanoat anhidrida digunakan sebagai zat peng-etanoilasi. yang dihasilkan dari reaksi asam–2– hidroksi benzoat (asam salisilat) dan etanoat anhidrida. dan jamur (fungisida). Aspirin juga dapat menyembuhkan sakit kepala. Senyawa lainnya adalah turunan fosfat dan karbamat. Sekitar 15. dan lain-lain. Persamaan kimianya: O H3C H3C C O C O Etanoat anhidrida Asam salisilat Aspirin Asam etanoat O HO + HOOC H2SO4 H3C C O + H3C C O OH HOOC Parasetamol dipasarkan dengan nama panadol. Asam–2–etanoiloksibenzena karboksilat atau aspirin. Pestisida Pestisida adalah zat yang digunakan untuk mencegah.5–T.4. flu. sakit yang berkepanjangan. atau membunuh serangga (insektisida). tumbuhan (herbisida). penggunaan aspirin harus hati-hati sebab dapat melukai dinding usus.4-D (herbisida) 2.4. sangat efektif untuk pemulihan penyakit dan obat anti-radang. Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit. 2000 Cl O CH2 COOH H O C N CH3 Cl Sevin (insektisida) O Cl Cl C C DDT (insektisida) Cl Cl H 206 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . demam. Cl Cl O CH2 COOH Cl Cl 2. antibiotik. dan 2. Obat-obatan Sekilas Kimia Aspirin Pentingnya anhidrida asam dalam industri sebagai zat pengasilasi. Namun. Obat analgesik yang dipasarkan dikemas dengan nama dagang. anhidrida asam cukup reaktif untuk memperoleh reaksi yang diinginkan. Pestisida yang tergolong senyawa halobenzena. mengendalikan. misalnya DDT (diklorodifenil–trikloroetana). Berbagai jenis obat telah diproduksi dan dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Aspirin dapat diproduksi melalui reaksi asilasi asam salisilat. 2.4-diklorofenoksiasetat/ 2. HO H N O C CH3 Struktur molekul parasetamol 3.5-T (herbisida) Sumber: Heinemann Advance Science: Chemistry. Aspirin dipakai untuk mengurangi rasa sakit seperti sakit kepala atau sakit gigi. parasetamol.

tetapi pestisida ini sangat beracun bagi manusia. OH CH3 OH OH COOH COOH 2. Senyawa aromatik polisiklik juga dikenal dengan sebutan senyawa aromatik polinuklir atau cincin terpadu. Senyawa Polisiklik Aromatik Senyawa aromatik ini dicirikan oleh cincin-cincin aromatik yang menggunakan atom-atom karbon tertentu secara bersama-sama. senyawa benzena juga digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan polimer sintetik. Kegiatan Inkuiri Telitilah oleh Anda komposisi-komposisi obat antinyamuk yang umum di pasaran.O-dietil-O-p-nitrofeniltiofosfat (paration atau insektisida) Paration efektif digunakan untuk mencegah hama pengganggu buahbuahan.6 C. Tuliskan nama untuk senyawa berikut berdasarkan IUPAC. meta–. yaitu senyawa polisiklik dan senyawa heterosiklik. b. atau posisi orto–. trivial. serta poliester. seperti nilon dan polikarbonat.6 dapat dibuat dari bahan baku fenol melalui tahapan reaksi berikut. 1.H 3C H N O C O H 3C H N O C O O CH CH 3 H 3C CH 3 H 3C H2 C O P H2 C O O NO 2 N-metil-1-naftilkarbamat Baygon O. Apakah yang menyebabkan beberapa obat antinyamuk telah dilarang beredar di pasaran? Tes Kompetensi Subbab 1. c. para–. Nilon–6. Tuliskan persamaan reaksi setara untuk reaksi A dan sebutkan katalis yang digunakan. Naftalena Antrasena Fenantrena Senyawa Aromatik 207 . Senyawa Polisiklik dan Heterosiklik Beberapa senyawa aromatik yang lain dapat dikelompokkan dalam dua kelas. Berikut contoh struktur senyawa aromatik polisiklik. Apakah nama senyawa hasil reaksi B dan sebutkan macam reaksinya? Oksidator apa yang digunakan untuk reaksi C? Kerjakanlah di dalam buku latihan. OH OH O COOH A B C (CH 2) 4 COOH Nilon –6. B a. atau dua atau lebih cincin benzena dipadukan. Selain kegunaan di atas.

Sifat licin dari grafit disebabkan kemampuan bidang-bidang ini dapat bergeser satu sama lain. Akibat elektron π yang dapat berpindah-pindah dan terdelokalisasi.Grafit merupakan salah satu contoh senyawa polisiklik. dan substitusi dibandingkan senyawa benzena. misalnya dalam pembuatan zat warna (lihat kegunaan senyawa benzena pada pembahasan sebelumnya). Contoh: NH2 O2N OH 1-aminanaftalena ( α -aminanaftalena) 7-nitronaftalena (β –nitronaftalena) 1-hidroksinaftalena (α -naftol) b. Lihat penomoran berikut. serta turunannya digunakan dalam bahan bakar motor dan pelumas. posisi substituen dalam naftalena tersubstitusi mono dinyatakan dengan huruf unani ( dan β). Persamaan reaksinya: 208 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . reduksi. yang dimulai pada posisi substituennya. Posisi yang berdekatan dengan karbon-karbon pemaduan cincin disebut posisi alfa ( ).5 ) diduga merupakan ketebalan sistem ikatan π (pi) dari benzena. 6 5 8 7 6 5 4 1 2 3 7 6 5 10 4 8 9 1 2 3 3 2 1 10 9 4 7 8 β β α α β β α α Penataan nama secara trivial. grafit dapat menghantarkan arus listrik dan digunakan sebagai elektrode pada baterai. sementara cincin lainnya masih dipertahankan. a. Struktur grafit terdiri atas bidang-bidang cincin benzena terpadu. Hidrokarbon aromatik polisiklik dan sebagian besar turunannya berbentuk zat padat. Berdasarkan sifat ini maka grafit sering digunakan sebagai pelumas. Tata Nama Senyawa Polisiklik Sistem cincin senyawa aromatik polisiklik memiliki tata nama tertentu yang berbeda dengan penomoran pada benzena atau sikloalkana. Kereaktifan ini disebabkan kemampuan bereaksi dari suatu cincin. Aromatik polisiklik digunakan secara luas sebagai zat antara pada sintesis organik. posisi berikutnya adalah beta (β). Penomoran pada polisiklik ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah di manapun posisi substituennya. 1) Reaksi Oksidasi Asam ftalat anhidrida dibuat dari oksidasi naftalena dengan katalis vanadium oksida. Jarak antara setiap dua bidang (sekitar 3. Naftalena digunakan sebagai pengusir ngengat. Kereaktifan Senyawa Polisiklik Senyawa aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan oksidasi.

disintesis dari bahan dasar asam ftalat anhidrida Antrasena dan fenantrena dapat juga dioksidasi menjadi suatu kuinon.V2O5 Udara kalor O C C O O OH OH -H2O O O Asam ftalat anhidrida Naftalena Asam o-ftalat O NH2 N N NH N NH N O O + C O 250oC NH2 N N Ftalosianina merupakan zat warna biru (monastral) pada tektil.10-antrakuinon CrO3 H2SO4 Kalor O O Fenantrena 9. Na CH3COOH Kalor Tidak terjadi reaksi Benzena Na CH3COOH Kalor Naftalena Tetralin Senyawa Aromatik 209 .10-fenantrakuinon • • • • Kata Kunci Polisiklik Reaksi oksidasi Reaksi reduksi Tereduksi parsial 2) Reaksi Reduksi Berbeda dari benzena. senyawa polisiklik dapat dihidrogenasi (direduksi) parsial pada tekanan dan suhu kamar. Reaksinya: O CrO3 H2SO4 Kalor O Antrasena 9.

Untuk menghidrogenasi semua cincin aromatik dalam naftalena dapat dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi.5-diaminonaftalena (zat antioksidan dalam minyak pelumas) b) Reaksi sulfonasi Reaksi sulfonasi pada naftalena dilakukan sama seperti pada sulfonasi benzena. naftalena bereaksi dengan asam sulfat pekat membentuk asam 1–naftalenasulfonat. a) Reaksi brominasi Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa naftalena dapat dibrominasi pada suhu kamar menggunakan katalis FeBr3. Sebagian besar sifat aromatik dari sistem cincin masih ada dan dipertahankan.10-dihidroantrasena Perhatikan bahwa sistem cincin yang tereduksi parsial masih mengandung cincin benzena. Beberapa contoh reaksi substitusi aromatik polisiklik di antaranya reaksi brominasi dan reaksi sulfonasi.Na CH3COOH Kalor Antrasena 9. SO3H 50oC + H2SO4 170oC Asam 1-naftalenasulfonat SO3H Asam 2-naftalenasulfonat Pada suhu di bawah 60°C. Reaksi yang terjadi menggunakan mekanisme reaksi yang ditunjukkan sebagai berikut. Berdasarkan data hasil percobaan diketahui bahwa reaksi sulfonasi naftalena dipengaruhi oleh suhu. menghasilkan campuran produk dari asam 2–naftalenasulfonat (85%) dan asam 1–naftalenasulfonat (15%). tetapi pada suhu tinggi di atas 160°C. Persamaan reaksinya: + 5H2 Naftalena 225°C 35 atm Pt Dekalin 3) Reaksi Substitusi Sistem cincin aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan substitusi daripada benzena. Naftalena mengalami reaksi substitusi terutama pada posisi atom karbon nomor-1. → Br2 + FeBr3 ⎯⎯ FeBr4– + Br+ FeBr4– FeBr3 + Br– Br + Br2 FeBr3 + HBr 1-bromonaftalena NH 2 NH 2 Naftalena 4. 210 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

Senyawa Aromatik 211 . Furan Tiofena Tiazola Kuinolina Isokuinolina Indola Purina Penataan nama senyawa heterosiklik menggunakan sistem penomoran. Nikotin terdapat dalam tembakau dan bersifat candu. a. dan senyawa biologi lainnya. asam-asam nukleat (pengemban kode genetik).2. Kafein terdapat dalam kopi yang bersifat candu. Contoh: CH3 CH3 CH3 O N H3C N N N O HN N N N O N H3C CH3 N N N H NH2 N N Nikotin O N N H N NH NH2 N N H N CH3 N O CH3 O O Kafein Teobromin Teofilin Adenina Guanina Contoh-contoh senyawa tersebut tergolong senyawa heterosiklik. morfin. Cincin heterosiklik dapat bersifat aromatik. selain atom karbon. Perbedaan struktur ini menimbulkan perbedaan sifat fisika dan kimia. dan kokain). nikotin. Teofilin tergolong obat-obatan broncodilator (sesak napas). Nomor terendah sedemikian rupa diberikan kepada atom selain karbon yang terkandung dalam cincin. sama seperti pada cincin benzena. sama seperti pada senyawa polisiklik aromatik. juga terdapat atom nitrogen. Purine is a backbone component for adenine and guanine (the compounds of DNA structure). Tata Nama Senyawa Heterosiklik Sama seperti senyawa polisiklik aromatik. Ketiga struktur tersebut berbeda karena posisi gugus metil (teobromin dan teofilin berisomer struktural). Dalam kerangka cincin. Contoh: 3 2 N 1H N 4 5 4 5 6 N 1 N3 5 6 7 8 4 3 N2 β N α N H β α β α γ N β 2 N α 1 Penataan nama dapat juga menggunakan huruf unani untuk substituen mono. Senyawa heterosiklik banyak terdapat di alam sebagai suatu alkaloid (seperti. Senyawa Heterosiklik Aromatik Senyawa heterosiklik aromatik adalah suatu senya a siklik di mana atomatom yang terdapat dalam cincin terdiri atas dua atau lebih unsur yang berbeda. senyawa heterosiklik aromatik juga memiliki nama tertentu sebagai berikut. Teobromin terdapat dalam cokelat (chocolate) yang juga bersifat candu. N N H Pirol O S N H Imidazola N S N Piridina N N N N H N N H N N Pirimidina N Catatan Note Purina merupakan kerangka dasar pembentukan adenina dan guanina (senyawa pembentuk DNA).

6). Contoh: NO2 HNO3 H2SO4 0°C + N 5-nitrokuinolina (52 %) N Kuinolina N 8-nitrokuinolina (48%) NO2 212 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Reaksi substitusi terjadi pada posisi karbon nomor 3. Kereaktifan Beberapa Senyawa Heterosiklik 1) Piridina (Cincin 6 Anggota) Senyawa heterosiklik dengan enam anggota yang paling umum adalah piridina. Reaksi substitusi terjadi pada posisi 5 dan 8. Piridina dapat disubstitusi oleh bromin hanya pada suhu tinggi dalam fasa uap sehingga diduga reaksi berlangsung melalui pembentukan radikal bebas.b. CH3 Toluena KMnO4 H2O H+ O C OH Asam benzoat N 3 -metilpiridina CH3 KMnO4 H2O H+ O C OH N Asam 3 -piridinakarboksilat (Asam nikotinat. Piridina tidak dapat dialkilasi atau diasilasi seperti pada benzena melalui reaksi Friedel-crafts. Oleh karena piridina memiliki satu atom nitrogen yang bersifat elektronegatif maka senyawa piridina bersifat polar.5-dibromopiridina (26%) N Isoniazida. sedangkan benzena bersifat nonpolar. Kesamaan lain antara piridina dan benzena adalah keduanya tahan terhadap serangan oksidasi. H O C N NH2 + Br2 N 300oC Br N 3-bromopiridina (37%) Br + N Br 3. Reaksi oksidasi dapat terjadi pada gugus samping. digunakan untuk mengobati penyakit TBC. Adapun isokuinolina adalah isomer posisi dari kuinolina yang memiliki atom nitrogen berada pada posisi–2. Setiap atom dalam cincin terhibridisasi secara sp2. tetapi dibedakan adanya atom nitrogen pada posisi–1 dalam cincin. Kuinolina dan isokuinolina.1 dan 8. keduanya merupakan basa lemah (pKb masing-masing adalah 9. Piridina memiliki struktur sama dengan benzena. sedangkan cincinnya tetap utuh. vit. B) Kata Kunci • • • • • • • Hibridisasi Kuinolina Isokuinolina Cincin 6 anggota Cincin 5 anggota Ikatan pi Pengkutuban parsial 2) Kuinolina dan Isokuinolina Kuinolina adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur serupa naftalena. berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom nitrogen.

Walaupun pirola mengandung atom nitrogen dalam cincin. The strusture is backbone of heme in the blood and chlorofile in the leaf. furan. Sama seperti pada benzena. Oleh karena dalam cincin pirola kelebihan elektron. Hal ini disebabkan pasangan elektron bebas pada atom nitrogen sudah disumbangkan ke dalam cincin membentuk ikatan pi. C O C H H2C O C CH2 OH Hemin (sel darah merah) Senyawa Aromatik 213 .NO2 N Isokuinolina HNO3 H2SO4 0°C N 5-nitroisokuinolina (90%) + NO2 N 8-nitroisokuinolina (10%) 3) Pirola (Cincin 5 Anggota) Pirola. senyawa aromatik yang memiliki lima anggota dapat bereaksi melalui reaksi substitusi. Porfirin is built of four pirola rings with aza (-N=) bond. seperti pada benzena. tetapi tidak bersifat basa sebagaimana piridina atau amina lain. Struktur ini merupakan dasar dari senyawa hemin (dalam darah) dan klorofil (dalam hijau daun). dan tiofena memiliki 5 anggota dalam cincin dan bersifat aromatik. sedangkan atom nitrogen kekurangan elektron maka dalam pirola terjadi pengkutuban muatan secara parsial. pirola bersifat polar. Contoh: HNO3 (CH3CO) 2 5°C N H NO2 N N NH N N N H 2 -nitropirola (80%) Piridina SO3 HN N H SO3 N N Asam 2 -pirolasulfonat (90%) H2C H3C HC H3C HO H2 C N C H2 HC CH Porfirin N Fe N CH N CH CH3 Catatan Note CH3 CH2 Senyawa Porfirin tersusun dari empat cincin pirola melalui ikatan aza (-N=). Akibatnya. Sifat aromatik ini disebabkan kelima anggota dalam cincin menyumbangkan dua elektron membentuk ikatan pi.

Benzena memiliki rumus molekul C6H6. Kerjakanlah di dalam buku latihan. furan. Senyawa heterosiklik aromatik adalah senyawa siklik yang memiliki dua atau lebih unsur yang berbeda dalam cincin. meta–. C c. seperti alkilbenzena. (Kloroksina. asam benzoat. dan senyawa benzena lainnya. Semua senyawa karbon yang mengandung benzena digolongkan sebagai turunan benzena. penamaan senyawa benzena dengan nama trivial masih digunakan. 10. Pirola. 214 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . asilasi. dan pembentukan diazonium. 4. Ada tiga senyawa aromatik polisiklik yang umum. dengan ikatan rangkap dua karbon-karbon terdelokalisasi. –fenilpirola. fenil alkohol. a. c. 3. a. Benzena cenderung melakukan reaksi subtitusi dari pada reaksi adisi. dan trofena adalah senyawa aromatik heterosiklik yang memiliki lima anggota dalam cincin. sulfonasi. 11. Senyawa heterosiklik aromatik enam anggota yang umum adalah piridina. 2. contohnya kuinolina dan isokuinolina. Beberapa reaksi substitusi benzena adalah halogenasi.4–dinitrofena. antara lain reaksi nitrasi. N H O Cl 2.Tes Kompetensi Subbab 1. sulfonasi. Rangkuman 1. nitrasi. obat ketombe) 4. antrasena. Apa nama dari senyawa berikut berdasarkan IUPAC. Reaksi yang terjadi pada benzena menghasilkan senyawa turunan benzena. yaitu suatu basa lemah dengan cincin bermuatan positif parsial. Tata nama senyawa benzena didasarkan pada penomoran atau menggunakan kata depan orto–. Di samping itu. 8. 7. dan fenatrena. CH3 b. Senyawa poliheterosiklik aromatik adalah suatu heterosiklik cincin terpadu yang memiliki struktur seperti naftalena. b. H3C N H Gambarkan struktur senyawa berikut. Tuliskan struktur senyawa polisiklik berikut. Cl OH N 3. turunan benzena tersebut juga dapat mengalami reaksi lebih lanjut. yaitu naftalena. 6. Asam furan–2–karboksilat. Asam 1–naftalenasetat (hormon pertumbuhan tanaman yang mendorong untuk berbunga. Asam 3–hidroksi–2–naftoat (berguna untuk menstabilkan vitamin B riboflavin) b. para–. 9. Senyawa aromatik polisiklik adalah senyawa dengan dua atau lebih cincin benzena (polinuklir). 5. halogenasi. 2. a. Tuliskan persamaan reaksi beserta strukturnya antara 1–nitronaftalena dan asam asetat dengan katalis CrO3 membentuk asam 3–nitro–1. dan reaksi friedel-crafts.2–ftalat.

diskusikan dengan teman atau guru Anda. dampak apa yang Anda ketahui dari penggunaan produk yang mengandung senyawa aromatik ini baik dari segi keuntungan maupun kerugiannya? Senyawa Aromatik 215 . sekaligus menerapkan aturan tata namanya.Peta Konsep Aromatik terdiri atas atau rumus molekul (C6H6) Benzena mengalami Halogenasi Nitrasi Reaksi Subtitusi antara lain Sulfonasi Asilasi Friedel -crafts menghasilkan Turunan benzena rumus molekul Polisiklik mengalami Reaksi subtitusi Reaksi reduksi Reaksi oksidasi antara lain Halogenasi Sulfonasi Cincin 6 anggota yaitu Heterosiklik Senyawa siklik yang mengandung atom lain selain atom C dan H antara lain Poliaromatik Cincin 5 anggota Halogenasi mengalami Reaksi substitusi antara lain Nitrasi Sulfonasi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 7 ini? Bagian manakah dari materi Bab 7 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Pada bab ini Anda telah mempelajari struktur. tata nama. Seperti yang telah Anda ketahui. Misalnya. Anda juga telah memahami hubungan struktur dengan kereaktifan senyawa aromatik tersebut. Bagaimana menurutmu aplikasi senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya di alam? Kemudian. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri atau perdagangan. pestisida. dan obat-obatan. pewarna. sifat. sebagai zat aditif. sifat-sifat khas dari senyawa aromatik tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi. dan kegunaan senyawa benzena dan turunannya serta senyawa aromatik lainnya.

isomeri D. kecenderungan menjalani reaksi substitusi daripada reaksi adisi atau kondensasi Panjang ikatan C–C adalah 0... HO C O 5. asam 3. cincin benzena stabil E. heterosiklik E.. 7. pentil benzilpropena 216 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .. A.134 nm C. A. energinya lebih kuat dari alkena B. A. COOH HO C O OH E. O2N NO2 Menurut IUPAC diberi nama . 8.. CH3 2. 0. NO2 O B. 1. A. asam 1..139 nm D.154 nm Struktur benzena dapat digambarkan dalam dua bentuk struktur seperti berikut. resonansi E.3–dinitro–5–karboksilbenzena D. Ebtanas 1999: Turunan benzena berikut yang disebut asam orto– hidroksibenzoat adalah ... titik didih rendah D.3–dinitrobenzilalkohol Anilin merupakan senyawa turunan benzena dengan rumus kimia . kondensasi B.. A.3–dinitrobenzoat C.. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat..5–dinitrobenzoat B. 0. Struktur tersebut menyatakan gejala . 1. OH 9.. H3C O C O 4. perubahan entalpi pembentukan standar berharga positif B.. A. D.5–dinitrobenzoat E. HO C O D. 0.3... 1. OH B... Senyawa aromatik berikut..134 nm. dan tiofena dikenal sebagai senyawa golongan . fenol.124 nm B..Evaluasi Kompetensi Bab 7 A. Hal ini disebabkan . terdelokalisasi C. H3C H2 C H2 C H C C H2 C H2 C CH3 6. tidak dapat diadisi D. polisiklik Di antara sifat-sifat benzena berikut. 3–fenil–2–oktena C. HO C O OH HO C... C H C. parafin D. A.154 nm dan C=C adalah 0.. 0... Toluena. aromatik B. tidak memiliki sifat konduktor listrik C. OH 3. Panjang ikatan karbon-karbon dalam molekul benzena adalah . NH 2 E.. sikloalkena C. yang merupakan akibat langsung dari kestabilan cincin dengan elektron terdelokalisasi adalah . 1. rasemasi Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. tautomeri C. A. oktenilbenzena B..16 nm E. 0. panjang ikatannya berbeda Senyawa berikut memiliki nama .. ketahanan terhadap serangan kimia dari suatu pereaksi E. A.

zat pendehidrasi B. larutan KMnO4 dalam basa E. isooktenilbenzena E. eter C. Cl CH2 CH2 D. 1 D..2–dimetilbenzena direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dalam suasana basa.. substitusi E. A... campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D. Cl + Cl O NO2 NO2 Senyawa Aromatik 217 . eliminasi D. NO3– D. asam sulfat bertindak sebagai . oksidasi B. A. Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah ... karboksilat D..... oksidator C.. C6H5CH2OCOCH3 19. NO2 COOH NO2 COOH E. hasil reaksi diolah dengan larutan asam. NO2 B... Cl COOH C. 6 C. benziloktena 10.... 2 E. 3 Jika benzena dinitrasi dengan menggunakan campuran HNO3 dan H2SO4 pekat. keton B. alkohol E. C6H5OCOCH3 B.D.. Meskalina adalah salah satu obat penenang. A. C6H6(aq) + H2SO4(aq) ⎯→ C6H5SO3H(aq) + H2O( ) Pada reaksi ini. larutan H2O2 18.. dengan struktur sebagai berikut. 14.. HSO4– – C. OCH3 H2 H2 C C NH2 OCH3 H3CO 11.. CH3 C OH E.. larutan I2 dan NaOH dalam air C. zat pensubstitusi 16. benzil klorida B. NO2 Jenis reaksi benzena dengan HNO3 dalam asam sulfat pekat adalah . Kemudian. Senyawa 1. 12. A. Senyawa ini tergolong turunan benzena dari . zat pengadisi E. NO2+ E.. C6H5CH2COCl E. spesi yang mula-mula menyerang molekul benzena adalah . 4 B. Benzena direaksikan dengan asam sulfat pada kondisi tertentu menurut persamaan berikut. A. A... o–klorotoluena D. 13. p–klorotoluena E.. suatu asam kuat D. adisi GRE Test 2000: Nitrasi klorobenzena (C6H5–Cl) oleh campuran HNO3 dan H2SO4 menghasilkan produk utama . Jika gas klorin dialirkan ke dalam toluena yang mendidih. NO2 B. HNO3 B.. gas klorin B. Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5–CH2OH) dan etanoil klorida (CH3COCl) adalah . Cl NO2 + C.. akan dihasilkan . A. C6H5CH2Cl D. D. aldehid Jumlah isomer dari dinitrobenzena adalah ... fenil klorida C. Produk yang dihasilkan adalah . m–klorotoluena 17. A. H3OS NO2 + HCl 15.. A. C6H5COCH3 C. esterifikasi C. A.

. CH2NH2 E. A. NH2 E. BHA E... kafein C.. anilin E.. indigotin D. Jika fenilamina diolah dengan larutan NaNO2 dalam air bersama HCl pada 0°C. Senyawa berikut yang tergolong pemanis makanan yang diizinkan oleh Depkes adalah . Br CH3 CH3 C. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan HNO2 pada 5°C adalah .... klorobenzena B. fenol D. kemudian dipanaskan hingga 60°C. benzaldehida E. NH2 D. kecuali . OCH2CH3 E.. Di antara zat berikut yang akan membentuk asam benzoat jika dioksidasi adalah . CH3 NH 2 Br D.. CH2Br CH3 Br 23. NHCH 3 Br C. A.. N2+Cl- C. fenol C.. asam benzoat B. BHT D.. Senyawa turunan benzena berikut yang dapat bereaksi dengan basa membentuk garam adalah .. Zat aditif berikut digunakan sebagai pengawet makanan dan berperan sebagai antioksidan.. NO2 D.. sakarin B. paraben C. Jika metilbenzena direaksikan dengan bromin dengan bantuan katalis. OH D. CH2Br CH3 24. A. A. asam benzoat C.. A. UMPTN 1999 A: Oksidasi sempurna senyawa toluena akan menghasilkan . NO E. CH2OH CH3 C. Br CH3 CH3 B. A. OCH2CH3 25.... CHO CH 3 B. kumarin E.. CH2CH3 B. A. metionin 27.. yaitu . A.20. produk yang dihasilkan adalah . bromobenzena 26. nitrobenzena 22.. anilin B. CONH2 B.. terbentuk dua isomer dari senyawa monobromobenzena. propilgalat 218 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . CH3 CH3 Br OH Br 21. nitrobenzena D.

. C... asam polihidroksibenzoat D. 30. Senyawa berikut yang bukan insektisida adalah . 5–aminonaftalenasulfonat E. 3–metil–9. 1–amino–6–sulfonaftalena B. indigotin E. A. D. asam 3. A. B. 2. E.. Nama yang tepat menurut IUPAC adalah .4.. A. 3–metilpirola D. B. Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah . A. Produk utama yang diperoleh jika senyawa fenantrena berikut dioksidasi dalam suasana asam adalah . 6–sulfonaftalenamino 33.. Pewarna tekstil yang berwarna biru adalah . A.. Menurut IUPAC diberi nama . memiliki rumus struktur .5–trihidroksi–1–propil benzoat C. E. paration D.. 1–propil–3.5–T 32. DDT B. asam 4'–dimetilaminoazobenzena–4–sulfonat C. Senyawa Aromatik 219 ..4. 2–sulfon–5–aminonaftelena C. asam 3. asam 3. 5–metil–9–fenantrolin C. ftalosianin D.. 8–amino–3–sulfonaftalena D... 3–metilfuran B. Senyawa heterosiklik berikut.. A.. 3–metil–9.. brom timol biru B. p–hidroksiazobenzena 31. 4–metilpirola E. Nama umum dari senyawa berikut adalah asam 1. metilfiranosa 35.10–fenantrakuinon B.6– cleve digunakan sebagai zat warna tektil..... asam 3–fenantroat E.4.. 3–metiltiofena C... A. fenantradehida 34.. Nama sistematis (IUPAC) dari propilgalat sebagai pengawet makanan adalah . C.5–trihidroksibenzoat n–propil ester 29..4.10–dihidroksifenantrena D. sevin C. Parasetamol banyak digunakan sebagai obat penurun panas.4. A.28.5–trihidroksi benzoat B. baygon E.5–trihidroksibenzoat E. D.

B. 1. CH3 N H2N N N H N 2. (b) natrium. a. + HBr Br b. Ramalkan produk utama dari reaksi berikut. Dengan catatan. perkirakan reaksi senyawa berikut dengan (a) air brom. Lengkapi dan setarakan persamaan berikut. Apakah nama kimia panadol menurut IUPAC? b. Berdasarkan pemahamanmu tentang reaksi gugus fungsi. a. meta–. Termasuk gugus fungsional apakah panadol itu? Tuliskan nama senyawa berikut berdasarkan sistem IUPAC. dengan aturan IUPAC. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. + Cl2 b. CH3 + N CH3 N H 6. HO CH CH H2 C CHO 220 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . O HO H N C CH3 5. + Br2 N FeBr3 FeCl3 3. para–. setiap reaksi menggunakan katalis. a. Tuliskan nama senyawa berikut menggunakan kata depan orto–. Obat panadol mempunyai struktur molekul sebagai berikut. CH3 NH2 NH2 OH COOH NH2 COOH HO CH3 CH3 4.

Protein 221 . Karbohidrat C. sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. karbohidrat. penggolongan. Anda tentu telah mengenal merk-merk produk. benzena dan turunannya. Makromolekul adalah senyawa yang memiliki ukuran sangat besar.Bab 8 Sumber: www. struktur genetis DNA. seperti nilon. protein.canamplastics. dan protein). rantai. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. dan karbohidrat adalah senyawa makromolekul alami. Semua itu merupakan bahan sintetis yang tersusun dari senyawa makromolekul. tata nama. karet alam. Polimer diartikan sebagai senyawa yang memiliki massa molekul besar membentuk rantai dengan satuan berulang. dan sifat dari senyawa makromolekul itu? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini. Bagaimanakah struktur. dan plastik. teflon. Setelah mempelajari bab ini. Adapun pati. atau gabungan siklik dan rantai. dapat berupa siklik (cincin).com Plastik terbuat dari makromolekul polimer. Senyawa yang tergolong makromolekul adalah polimer dan biomolekul (karbohidrat dan protein). penggolongan. A. Polimer B. dan makromolekul. Makromolekul Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya.

Polimer ini meleleh jika dipanaskan dan dapat dimodelkan ke dalam berbagai bentuk. yang memiliki massa molekul kecil. Polimer yang berikatan silang antarrantai polimer bersifat lebih plastis. dan protein digolongkan ke dalam senyawa makromolekul? A. Polietilena adalah polimer rantai lurus karena membentuk ikatan karbon-karbon yang memanjang. katan silang yang banyak dan kuat akan menghasilkan polimer termoset. entuk polimer lurus dan bercabang digolongkan sebagai polimer termoplastik.2b). Bentuk Polimer Polimer dibentuk melalui ikatan antarmonomer secara berulang. Polimer yang berikatan silang dapat menghubungkan antarrantai polimer. Jika jumlah ikatan silang relatif besar.Tes Kompetensi Awal 1. CH2 = CH2 ⎯⎯ → Etilena (etena) H2 C C H2 C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C C H2 H2 C n Polietilena Gambar 8. dan bentuknya dapat dipertahankan jika didinginkan. 1. polimer ini akan mengambil bentuk yang tidak dapat diubah lagi jika sifat plastisnya tidak dirombak secara kimia. tersusun atas monomer yang berulang. yaitu polimer termoset dan termoplastik.1 Setiap atom C dalam polimer rantai lurus mempunyai geometri tetrahedral. 3. karbohidrat. polimer menjadi lebih tegar. dibentuk melalui polimerisasi molekul etilena.2a) atau bercabang (Gambar 8. Misalnya polietilena. 2.2 (a) Polimer rantai lurus dengan lipatan secara acak (b) Polimer dengan rantai bercabang (c) Polimer yang berikatan silang di antara rantai polimer Polimer plastis terdapat pada vulkanisasi karet akibat dari pemasokan rantai-rantai pendek dari atom belerang yang mengikat rantai polimer pada karet alam. Apakah yang dimaksud dengan monomer? Karbohidrat mengandung gugus aldehid. Sekali ikatan silang dibentuk. Akibat pertumbuhan rantai.2c) (a) (b) (c) Gambar 8. Ada dua jenis polimer berdasarkan sifatnya. Mengapa polimer. polimer dapat berlipat secara acak (Gambar 8. Jelaskan oleh Anda salah satu cara mengidentifikasi karbohidrat. 222 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Polimer Polimer didefinisikan sebagai senya a yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai. (Gambar 8.

Kopolimer blok terjadi dalam blok-blok tertentu dengan panjang berbeda. Gambar 8. Pembentukan Polimer Carothers. Radikal bebas menjadi pemicu pada polimerisasi. Adapun kopolimer adalah polimer yang dibentuk oleh lebih dari satu jenis monomer. Polietilen adalah contoh homopolimer. Kopolimer cangkok mempunyai rantai satu satuan berulang yang dicangkokkan pada rantai utama polimer lain. a. Jika radikal bebas dinyatakan dengan R• dan molekul monomer dinyatakan dengan CH2=CHX maka tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. dan pengakhiran. akan terbentuk kopolimer. yaitu pemicuan. Kopolimer teratur mengandung satuan berulang yang bergantian secara teratur. 1) Radikal Bebas Radikal bebas biasanya dibentuk melalui penguraian zat kurang stabil dengan energi tertentu. Polimerisasi kondensasi adalah reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu diikuti penyingkiran molekul kecil. Makromolekul 223 . ada juga kopolimer cangkok baik random maupun teratur.3 Beberapa model kopolimer Kata Kunci • • • • • • • Monomer Polimer termoset Polimer termoplastik Homopolimer Kopolimer Polimerisasi adisi Polimerisasi kondensasi 3. yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. CH3 → CH2=CH2 + CH2=CH–CH3 ⎯⎯ [(–CH2–CH2–)x (–CH2–CH–)y] [–A–B–B–A–B–B–B–B–A–A–] Kopolimer acak [–A–B–A–B–A–B–A–B–A–B–] Kopolimer beraturan [–A–A–A–B–B–B–A–A–A–B–] Kopolimer blok [–A–A–A–A–A–A–A–A-A–A–] B B–B–B–B–B–B– Kopolimer cangkok Kopolimer dapat digolongkan kembali berdasarkan pada cara momoner disusun sepanjang rantai polimer. Jika etilena (CH 2=CH 2) dan propilena (CH 2=CH–CH 3) digabungkan membentuk polimer.4 Dibenzoil peroksida mudah menjadi radikal bebas. Kopolimer random mengandung satuan berulang secara acak. seperti etena. Polimerisasi Adisi Polimerisasi adisi terjadi dalam tiga tahap. → R• + H2C = CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX• Tahap perambatan adalah perpanjangan (elongasi) radikal bebas yang terbentuk pada tahap pemicuan dengan monomer-monomer lain: → R – CH2 – CHX• + CH2=CHX ⎯⎯ R – CH2 – CHX – CH2 – CHX• Tahap pengakhiran dapat terjadi dengan cara berikut.3. pakar kimia USA menggolongkan mekanisme polimerisasi ke dalam dua golongan.2. Polimerisasi adisi melibatkan reaksi rantai. perambatan. Ada kopolimer blok. dibentuk hanya dari monomer etilena. Oleh karena pembawa rantai dapat berupa ion atau radikal bebas maka polimerisasi adisi digolongkan ke dalam polimerisasi radikal bebas dan polimerisasi ion. ⎯→ R CH2 – CHX• + • XHC – H2C R ⎯ R CH2– CHX – XHC – H2C R atau melalui reaksi disproporsionasi: → R CH2–CHX• + •XHC–H2C R ⎯⎯ R CH2–CH2X + XHC=HC R Gambar 8. seperti ditunjukkan pada Gambar 8. Polimerisasi adisi terjadi pada senya a yang memiliki ikatan rangkap. seperti dibenzoil peroksida dan azodiisobutironitril. Zat pemicu berupa senyawa peroksida. Penyebab reaksi rantai dapat berupa radikal bebas atau ion. Homopolimer dan Kopolimer Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer yang sama (tunggal).

Nilon merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial dan merupakan serat sintetik pertama yang dibuat seluruhnya dari bahan anorganik (batu bara. H2SO4. Gas ini kurang reaktif dibandingkan dengan penghambat. simbol tersebut menunjukkan komposisi polimernya. Nilon digunakan sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II (1941). polimerisasi 2–metilpropena berlangsung optimum pada –100oC dengan adanya katalis BF3 atau AlCl3. SnCl4. dilanjutkan dengan stoking untuk wanita pada 1940. TiCl4. stoking sulit diperoleh hingga Perang Dunia II berakhir. Katalis untuk reaksi ini adalah asam Lewis.1 Nomor 1 2 3 4 5 6 Beberapa Singkatan Polimer Singkatan PET HDPE PVC LDPE PP PS Polimer Polyethyleneterephthalate High density polyethylene Polyvinyl chloride o density polyethylene Polypropylene Polystyrene Perambatan berupa adisi monomer terhadap ion karbonium. dan asam kuat lainnya. Dalam polimerisasi kation. Kuinon dapat bertindak sebagai zat penghambat bagi banyak sistem polimerisasi sebab kuinon bereaksi dengan radikal bebas menghasilkan radikal yang mantap akibat resonansi. 2) Polimerisasi Ionik Polimerisasi adisi dapat terjadi melalui mekanisme yang tidak melibatkan radikal bebas. seperti HCl. Dalam hal ini. Nilon tersusun atas monomer yang dihubungkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA). Cara kerja zat pelambat adalah melalui persaingan dengan monomer untuk bereaksi dengan radikal bebas sehingga laju polimerisasi menurun.Sumber: Chemistry: The Central Science. Pada tahap pemicuan. H H3C C X ++ → H2C = CHX ⎯⎯ H H H2 H2 C C C C+ X X 224 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . H2SO4. prosesnya hampir sama dengan perambatan pada radikal bebas. dan udara). monomer pembawa rantai adalah ion karbonium. BF3. Polimerisasi kation terjadi pada monomer yang memiliki gugus yang mudah melepaskan elektron. Zat pelambat yang biasa digunakan adalah gas oksigen. Penghambat bereaksi dengan radikal bebas ketika radikal bebas terbentuk. 2000 Laju polimerisasi dapat dikendalikan dengan menggunakan zat penghambat (inhibitor) dan pelambat (retarder). pembawa rantai dapat berupa ion karbonium (polimerisasi kation) atau ion karbanion (polimerisasi anion). Oleh karenanya. tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. sebaliknya polimerisasi kation paling baik dilakukan pada suhu rendah.5 Pada kemasan plastik biasanya terdapat simbol di bagian bawahnya. proton dialihkan dari asam ke monomer sehingga menghasilkan ion karbonium (C+). air. Misalnya. Radikal bebas yang mantap ini tidak dapat memicu polimerisasi lebih lanjut. Polimerisasi tidak akan berlanjut sebelum seluruh zat penghambat habis terpakai. dan HClO4. seperti AlCl3. CH2X – O – O– Sekilas Kimia Nilon Nilon merupakan suatu jenis polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace Carothers di DuPont. Persamaannya: R → CH2 – CHX• + O2 ⎯⎯ R – CH2 Gambar 8. Dalam polimerisasi yang dikatalis oleh asam. Tabel 8. Polimerisasi radikal bebas memerlukan energi atau suhu tinggi. Produk pertama adalah sikat gigi berbulu nilon (1938). H → HA + H2C = CHX ⎯⎯ H3C C + + A– X HA adalah molekul asam.

dan amida logam alkali. akan terbentuk ester etil asetat disertai penyingkiran molekul air. O C HO O HO (CH2)4 C + OH CH2 CH2 OH HO O C (CH2)4 C O Kata Kunci • • • Laju polimerisasi Polimerisasi radikal bebas Polimerisasi ionik OH O CH2 CH2 + H2O Makromolekul 225 . yaitu: H H2 H2N C C:. jika setiap molekul pereaksi mengandung dua atau lebih gugus fungsional maka reaksi berikutnya boleh jadi terbentuk. Seperti polimerisasi kation. reaksi polimerisasi anion optimum pada suhu rendah. Jika etanol dan asam asetat dipanaskan dengan sedikit asam sulfat pekat. karbon dioksida. atau alkohol akan mengakhiri pertumbuhan rantai.Pengakhiran rantai dapat terjadi melalui berbagai proses. Proses paling sederhana adalah penggabungan ion karbonium dan anion pasangannya (disebut ion lawan). jika terdapat sedikit air.6 Petugas pemadam kebakaran selalu memakai pakaian tahan api yang terbuat dari polimer. Kalium amida akan terionisasi kuat sehingga pemicuan dapat berlangsung seperti berikut. sebab tidak ada gugus fungsi lagi yang dapat membentuk polimer.2–diol (etilen glikol). b.+ H2C H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C H2 C H C:- X X X X Proses pengakhiran pada polimerisasi anion tidak begitu jelas seperti pada polimerisasi kation sebab penggabungan rantai anion dengan ion lawan (K+) tidak terjadi. dan feniletena (stirena). H H H2 H2 → C C C C+ + A– ⎯⎯ X X H H2 C C X H H2 C C X A Dalam polimerisasi anion. alkil. Namun demikian. 2000 Gambar 8. Reaksi esterifikasi akan berhenti. Dalam hal ini. aril. seperti propenitril (akrilonitril). Misalnya. Contohnya adalah kalium amida (KNH2) yang dalam pelarut amonia cair dapat mempercepat polimerisasi monomer CH2=CHX dalam amonia. monomer pembawa rantai adalah suatu karbanion (C–). reaksi antara dua monomer asam heksanadioat (asam adipat) dan etana–1. Katalis yang dapat dipakai adalah logam alkali. H H H2 → C ⎯⎯ H2N C C:X Sumber: Chemistry: The Central Science. 2–metilpropenoat (metil metakrilat). Namun demikian. monomer pembawa rantai adalah yang memiliki gugus dengan keelektronegatifan tinggi. Polimerisasi Kondensasi Polimerisasi kondensasi melibatkan penggabungan molekul kecil membentuk molekul besar melalui reaksi kondensasi. H2N + H2C – X Perambatan merupakan adisi monomer pada karbanion yang dihasilkan.

baik pada ujung hidroksil maupun pada ujung karboksil. polimerisasi yang sedang berlangsung dapat dikendalikan. polimerisasi kondensasi berbeda dengan polimerisasi adisi. senyawa apa lagi yang dapat digunakan? Tes Kompetensi Subbab 1. Sebutkan jenis polimerisasinya: adisi atau kondensasi? 226 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Misalnya. a. polimer bercabang dengan rantai samping pendek). CH3 HO C CH3 NaOH → + COCl2 ⎯⎯⎯ Polikarbonat + NaCl + H2O Katalis OH b. Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol (BPA) dan fosgen (COCl2). sekali asam itu bereaksi dengan ujung rantai yang sedang tumbuh maka tidak akan terjadi lagi reaksi lebih lanjut.94 g cm–3. Bagaimana struktur dari kedua polimer ini? Jelaskan. CH3 H2 C CH3 H2 C CH3 n Fenol digunakan untuk menghentikan pertumbuhan polimer. Ada dua jenis polietilen. reaksi dapat dihentikan dengan cara didinginkan. Namun demikian. Polimerisasi berlangsung terus sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang dapat membentuk polimer. Misalnya. b. Oleh karena asam asetat bergugus fungsional tunggal. polimer linear) dan polietilen kerapatan rendah (0. reaksi polimerisasi dapat dikendalikan dengan mengubah suhu. F F F F F F n 2. Jadi. Pada polimerisasi kondensasi tidak terjadi pengakhiran. yaitu polietilen massa jenis tinggi (0. Polimer yang terbentuk mengandung satuan berulang (–OCH2–CH2– OOHCH–(CH2)4–CO–). Jadi. Selain dengan asam asetat. Monomer apa yang digunakan untuk membuat polimer berikut? Sebutkan jenis polimerisasinya? a.Dapat dilihat bahwa hasil reaksi masih mengandung dua gugus fungsional. O O O O O O O n c. Kegiatan Inkuiri Tuliskan persamaan reaksi untuk menghentikan pertumbuhan polimer dari reaksi asam adipat dan etilen glikol menggunakan asam asetat. reaksi berikutnya dengan monomer dapat terjadi. Massa molekul bertambah secara bertahap dan waktu reaksi sangat lama jika diharapkan massa molekul polimer yang terbentuk sangat besar. Polikarbonat merupakan polimer termoplastik yang digunakan dalam lensa kacamata plastik. Cara menghentikan reaksi yang lebih kekal adalah dengan menggunakan penghentian ujung. A 3. Gambarkan struktur rantai polikarbonat yang terbentuk dari reaksi di atas. penambahan sedikit asam asetat pada reaksi pertumbuhan polimer. tetapi polimerisasi dapat mulai lagi jika suhu dinaikkan.92 g cm–3. Persamaan reaksinya: Kerjakanlah di dalam buku latihan. Oleh karenanya.

a. dan heksa–. dan fruktosa merupakan suatu heksosa.B. Karbohidrat Karbohidrat merupakan makromolekul yang paling banyak ditemukan di alam dengan rumus umum Cn(H2O)m. Monosakarida Monosakarida merupakan sakarida paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul lebih sederhana secara hidrolisis. dan liksosa merupakan suatu pentosa. Glukosa. 1997 Gambar 8. O C H H C O H C OH HO CH2 HO C H H2C OH Kata Kunci • • Polihidroksi aldehid Polihidroksi keton D-gliseraldehid L-gliseraldehid Beberapa monosakarida ditunjukkan berdasarkan jumlah atom karbon. Contohnya adalah triosa. monosakarida digolongkan ke dalam tri–. monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa (aldehid dan -osa). tetra–. sedangkan monosakarida yang mengandung gugus keton disebut ketosa (keton dan -osa). penta–. Monosakarida paling sederhana adalah gliseraldehida (suatu aldosa) dan isomernya adalah dihidroksiaseton (suatu ketosa). Berdasarkan jumlah atom karbon. Karbohidrat digolongkan ke dalam monosakarida. Berdasarkan gugus fungsi. manosa. Energi matahari nCO2(g) + mH2O( ) ⎯⎯⎯⎯⎯ Cn(H2O)m + nO2 → Pengubahan energi matahari menjadi energi kimia dalam biomolekul menjadikan karbohidrat sebagai sumber utama energi metabolit untuk organisme hidup. xilosa. 1. Makromolekul 227 .7 Proses fotosintesis yang terjadi pada daun menghasilkan karbohidrat. Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis dengan bantuan energi matahari. Treosa dan eritrosa merupakan suatu tetrosa. tetapi juga dapat dibedakan dari jumlah atom karbonnya. galaktosa. oligosakarida. Semua monosakarida lain dianggap sebagai turunan dari triosa. arabinosa. Suatu monosakarida tidak hanya dibedakan berdasarkan gugus fungsinya. Karbohidrat didefinisikan sebagai senya a polihidroksialdehid atau polihidroksi-keton dan turunannya. seperti berikut ini. khususnya –gliseraldehida. c. Cermin Sumber: Botany. Ribosa. dan polisakarida. b. suatu monosakarida dengan tiga atom karbon.

Suatu aldosa seperti glukosa membentuk cincin piranosa lingkar enam. gugus –OH dituliskan ke arah kanan untuk –isomer atau ke arah kiri untuk –isomer. Dua isomer berbeda pada gugus –OH yang terikat pada atom C1. Gugus aldehid atau keton diarahkan ke atas dan gugus –OH terakhir diarahkan ke bawah atau ke atas. Pada struktur linear.8 Penggolongan monosakarida berdasarkan jumlah atom karbonnya Struktur molekul monosakarida ditulis berdasarkan pengajuan dari Emil Fischer.CHO H OH CH2OH D-gliseradehid CHO H OH H OH CH2OH D-eritrosa CHO OH H H OH CH2OH D-treosa H H H CHO OH OH OH CH2OH D-ribosa OH H H CHO H OH OH CH2OH H HO H CHO OH H OH CH2OH OH OH H CHO H H OH CH2OH D-arabinosa D-xilosa D-liksosa H H H H CHO CHO CHO CHO OH OH H OH HO H H H OH HO HO H OH H H OH H OH OH H OH H OH H OH OH H OH CH2OH CH2OH CH2OH CH2OH D-altrosa D-glukosa D-manosa H H HO H CHO CHO OH HO H H OH OH HO H H H OH OH CH2OH CH2OH D-idosa H HO HO H CHO CHO OH HO H HO H H H HO H H OH OH CH2OH CH2OH D-talosa D-alosa D-gulosa D-galaktosa Gambar 8.9 Glukosa membentuk cincin enam glukopiranosa. Adapun ketosa seperti fruktosa membentuk cincin furanosa lingkar lima. Kerangka karbon digambarkan secara siklik. Kedua isomer tersebut dikenal 228 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Gambar 8.

glukosa sering disebut gula darah sebab glukosa diketahui dalam aliran darah cukup melimpah. Oligosakarida dan Polisakarida Dua atau lebih monosakarida bergabung membentuk suatu senyawa dinamakan oligosakarida.sebagai bentuk alfa (a ) dan bentuk beta (b). akan terjadi peristiwa yang disebut mutarotasi. tetapi umumnya sampai delapan monomer. fruktosa paling manis. Keduanya berbeda pada atom karbon pertama (C1) dalam hal posisi gugus –OH. Makromolekul 229 . Dalam medis. yaitu rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. Jumlah maksimum monomer yang tergolong oligosakarida tidak pasti.10 Fruktosa melangsungkan reaksi reversibel menghasilkan bentuk isomer a dan isomer b dari cincin lima fruktofuranosa. 4. memiliki rumus molekul sama seperti glukosa. Glukosa (C6H12O6) dinamakan juga dekstrosa adalah komponen dari polisakarida seperti selulosa. Darah manusia normal mengandung sekitar 1 g L–1. Ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida itu disebut ikatan glikosida. Fruktosa disebut juga levulosa atau gula buah. ditemukan menyatu dengan glukosa dalam bentuk disakarida. 2. Peristiwa mutarotasi disebabkan perubahan bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya. Disakarida terdiri atas dua monosakarida. Di antara semua sakarida. Jika dalam 100 mL urine terdapat sekitar 8 – 10 g glukosa maka dapat diduga orang itu berpenyakit diabetes. Jika suatu sakarida dilarutkan dalam air. Fruktosa dua kali lebih manis dibandingkan dengan sukrosa dengan berat yang sama. pati. atau 6 pada monosakarida yang lain. tetapi mengandung keton sebagai gugus fungsionalnya. Fruktosa yang terdapat pada buah-buahan dan madu merupakan monosakarida. dan glikogen. Kata Kunci • • Mutarotasi Ikatan glikosida Gambar 8. Orang yang berpenyakit diabetes tidak dapat mengasimilasi dan mengeliminasi glukosa melalui ginjal. dibentuk dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor satu dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2.

yaitu polisakarida struktural dan polisakarida nutrien. glikogen ditemukan dalam hati dan otot. (C) UNAS 2005–2006 Gambar 8.. galaktosa E. Ikatan yang terbentuk dinamakan ikatan 1 → 4 glikosida. Dalam dinding sel tanaman.4-glikosida b. Dalam maltosa. sejumlah besar selulosa bergabung membentuk rantai silang.. disakarida tersebut adalah sukrosa. terdiri dari satuan glukosa berikatan → dan → . kondroitin.11 Struktur molekul selulosa. kitosan. 3. useful of kitosan has been testing as presertive for the food. terbentuk dari monomer b– –glukosa melalui ikatan b(1 → 4) glikosida. dinamakan sukrosa atau gula tebu. Polisakarida nutrien berperan sebagai sumber cadangan monosakarida. Panjang rantai beragam. 2. atau bundel yang merupakan rantai tersendiri. Maltosa adalah disakarida yang dibangun dari dua glukosa. a. Polisakarida dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional. substitution of formalin. dari beberapa ratus sampai ribuan unit glukosa. jembatan oksigen terbentuk antara atom karbon nomor 1 dan atom karbon nomor 4 dari –glukosa lain. laktosa B. terdiri atas monomer b-D-glukosa melalui ikatan b-1. Glikogen Glikogen adalah homopolisakarida nutrien bercabang. which has potentially as poison. Fruktosa Glukosa Sukrosa Mahir Menjawab Hidrolisis suatu disakarida menghasilkan glukosa dan fruktosa. yang merupakan karbohidrat cadangan. Selulosa Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel tanaman. serabut paralel. 230 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . maltosa Pembahasan Disakarida dan hasil reaksi hidrolisis: 1. Polisakarida struktural berfungsi sebagai pembangun komponen organel sel dan sebagai unsur pendukung intrasel. Fruktosa dan glukosa juga dapat membentuk suatu disakarida. dan asam hialuronat. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah paramilum. pati.. pengganti formalin yang berpotensi sebagai racun. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah selulosa (ditemukan dalam dinding sel tanaman). sukrosa D. Adapun. juga protozoa dan bakteri. Disakarida tersebut adalah . Sukrosa Maltosa Laktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → Polisakarida terdiri atas rantai monosakarida. Glikogen umumnya ditemukan dalam hampir semua sel hewan. fruktosa H2O ⎯⎯ glukosa + → glukosa ⎯⎯ galaktosa → H2O + glukosa Jadi. dan glikogen. Nowadays. selulosa C. Selulosa merupakan polimer tidak bercabang. Pada manusia dan vertebrata. laktosa terbentuk dari –galaktosa dan –glukosa. A.Catatan Note Saat ini kitosan sedang diuji kegunaannya sebagai pengawet pada makanan.

Perhatikan Gambar 8. bentuk ini berdiameter beberapa mikron. Pati (Amilum) Pati adalah polisakarida nutrien yang ditemukan dalam sel tanaman dan beberapa mikroorganisme. amilosa dan amilopektin. Sumber: wikipedia. Pada kentang. Hal ini disebabkan terjadinya koordinasi antara ion iodida di antara heliks. Intensitas warna biru yang dihasilkan bergantung pada kandungan amilosa yang terdapat dalam pati.4-glikosida (c) Kompleks pati-iodin (c) Sumber: Chemistry: The Central Science. Komponen amilosa pati merupakan polisakarida tak bercabang terdiri atas glukosa dan ribuan satuan glikosil yang terikat pada 1. jagung. Dalam beberapa hal. c. strukturnya menyerupai pohon.Glikogen tersusun dari jutaan glikosil yang terikat dengan ikatan 1 → 4 glikosida membentuk rantai panjang. Pati selalu terdapat dalam sel tumbuhan berbentuk granula. Rantai polisakarida ini membentuk untai heliks.12 Sapi dapat mencerna rumput sebab memiliki enzim selulose yang dapat memutuskan ikatan b-glikosida pada selulosa.13.13 (a) Struktur heliks dari amilum (b) Ikatan a -1. 2000 Makromolekul 231 .4– glikosida. Granula pati mengandung campuran dari dua polisakarida berbeda. (a) (b) Gambar 8. dan tumbuhan lain yang banyak mengandung pati memiliki kandungan amilopektin 75–80% dan amilosa 20–25%. Jadi.org Gambar 8. pati memiliki kesamaan dengan glikogen (glikogen disebut pati hewan). Pada titik percabangan membentuk ikatan 1 → 6. Jumlah kedua polisakarida ini berbeda bergantung pada jenis pati. Jika pati direaksikan dengan iodium akan muncul warna biru terang.

Jika pereaksi ini ditambahkan ke dalam larutan glukosa. Sifat reduktor ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. seperti gugus hidroksi. Senyawa apakah yang terdapat dalam urine yang positif terhadap tes Benedict? Golongan senyawa apakah yang memberikan hasil positif terhadap tes Molisch? Apakah perbedaan antara pereaksi Barfoed dan Benedict? Dapatkah pereaksi Barfoed digunakan untuk membedakan fruktosa dengan sukrosa? Kerjakanlah di dalam buku latihan. bergantung pada konsentrasi karbohidrat.15). Monosakarida dan beberapa disakarida memiliki sifat reduktor.bw Gambar 8. panas Selulosa ⎯⎯⎯⎯ → 232 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . kemudian ditambah H2SO4 pekat maka akan terbentuk dua lapisan zat cair (lihat Gambar 8. Tes Benedict Tes Benedict adalah larutan tembaga( ) sulfat. sedangkan Fehling B adalah larutan kalium-natrium-tartrat dan NaOH dalam air. selanjutnya diendapkan sebagai Cu2O.uni-regensburg. tetapi dengan pereaksi Benedict tidak terjadi reduksi.15 Cincin warna ungu terbentuk ketika karbohidrat direaksikan dengan pereaksi Molisch.s. Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4. Pereaksi Benedict banyak digunakan untuk uji glukosa dalam urine dibandingkan pereaksi Fehling. Beberapa sifat kimia karbohidrat dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa karbohidrat. natrium karbonat dan natrium sitrat. Tuliskan produk dari reaksi hidrolisis senyawa berikut. Tes Fehling Pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau. Tes Molisch Tes Molisch terdiri atas larutan a –naftol dalam alkohol. ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+. a. Glukosa dapat mereduksi ion Cu2+ dari tembaga(II) sulfat menjadi ion Cu+. 5. dan keton. aldehid. Sebutkan monomer dari laktosa. 2. B 4. Dalam suasana basa diendapkan sebagai Cu2O. Kedua macam larutan ini disimpan secara terpisah dan dicampur ketika akan digunakan (lihat Gambar 8. maltosa. Identifikasi Karbohidrat Sifat-sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat dalam molekul. H+ Glikogen ⎯⎯⎯⎯ → H 2 O. Dalam identifikasi karbohidrat. b. dan sukrosa. 6. H 2 O. Cincin warna ungu Sumber: www.olgastift. c. a. Pada batas antara kedua lapisan itu terbentuk cincin warna ungu akibat terjadi reaksi kondensasi antara a–naftol dan furfural (furfural terbentuk akibat dehidrasi glukosa oleh H2SO4). kuning atau merah bata.14). Tes Kompetensi Subbab 1. 7. senyawa ini dapat mereduksi Fehling.14 Uji glukosa dengan Fehling b. Jika dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin. terutama dalam suasana basa.3. → Cu2+ + Karbohidrat ⎯⎯ Cu+ → 2Cu+ + 2OH– ⎯⎯ Cu2O(s) + H2O Endapan merah bata Sumber: www. yaitu larutan ehling A dan ehling .com Gambar 8. Tuliskan rumus struktur –glukosa dalam bentuk linear dan rumus proyeksinya menurut Fischer. 3.

Protein Protein adalah polimer biologi yang tersusun atas molekul-molekul kecil (asam amino). Suatu polipeptida (protein) adalah polimer yang dibentuk oleh sejumlah besar asam amino melalui ikatan peptida membentuk rantai polimer. Penamaan dipeptida atau tripeptida disesusaikan dengan nama asam amino yang berikatan. Rantai samping menentukan sifat-sifat asam amino. Huruf akhir dari nama asam amino yang disatukan diganti dengan huruf l’. Cu2+. Selain tersusun atas asam amino. Struktur umum asam amino ditunjukkan pada Gambar 8. Contoh. Asam Amino Asam amino adalah molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). atau rantai samping.16 Struktur umum asam amino a R Di dalam protein. 1.16. Kata Kunci • • Asam amino Ikatan peptida H H 2N – C – C H Glisin (Gly) O OH CH3 H 2N – C – C H Alanin (Ala) CH2 O OH H2C CH2 O N–C – C OH H Prolin (Pro) H3C CH3 CH O OH H 2N – C – C H Valin (Val) Makromolekul 233 . biasanya turunan dari vitamin. Perhatikan reaksi kondensasi berikut. yaitu molekul yang dibentuk melalui ikatan peptida dari dua asam amino. Zn2+. Setiap asam amino berbeda dalam hal gugus R. yaitu ikatan C–N hasil reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus amino dari asam amino lain. jika alanin dan glisin menjadi dipeptida. nama dipeptidanya adalah alanilglisin. asam-asam amino diikat bersama melalui ikatan peptida. dan Mg2+) atau mengandung molekul organik kompleks. banyak protein juga mengandung komponen lain seperti ion logam (misalnya Fe2+. H H2N C C O OH Gambar 8. Asam amino disebut juga asam a –amino yang merupakan monomer dari protein (polipeptida). Terdapat 20 macam asam amino yang ditemukan pada protein. O H2N H C R1 C OH + H H N CH R2 O C OH H2N H C R1 Ikatan peptida O C H N CH R2 O C OH Reaksi tersebut merupakan contoh dipeptida.000 hingga puluhan ribu. Rentang massa molekul protein berkisar dari 6.C.

Terdapat sepuluh macam asam amino esensial (asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak dapat 234 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Singkatan nama asam amino diambil tiga huruf dari nama asam amino.CH3 S CH2 CH2 H 2N – C – C H O OH NH C = CH CH2 H2N – C – C H O OH H3C CH3 CH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH Metionin (Met) Triptofan (Trp) Leusin (Leu) Fenilalanin (Phe) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH NH2 H3C OH CH OH O OH CH2 H2N – C – C H O OH C NH2 CH2 CH2 O OH H 2N – C – C H H 2N – C – C H Asparagin (Asn) Treonin (Thr) Serin (Ser) Glutamin (Gln) H2N OH HC – N CH C – NH CH2 H 2N – C – C H O OH CH2 H 2N – C – C H O OH C NH NH2 CH2 C2H4 O OH CH2 H 2N – C – C H O OH NH C2H4 CH2 H 2N – C – C H Tirosin (Tyr) Histidin (His) Arginin (Arg) Lisin (Lys) O O C CH2 H 2N – C – C H O OH OH C OH CH2 CH2 O OH SH O OH CH2 H 2N – C – C H O OH H3C CH3 CH H2N – C – C H H 2N – C – C H Asam aspartat (Asp) Asam glutamat (Glu) Valin (Val) Sistein (Cys) Nama-nama asam amino lebih dikenal dengan nama trivial daripada nama sistematisnya (IUPAC) sebab lebih sederhana dan mudah diingat. Sembilan dari asam amino bersifat nonpolar dan asam amino lainnya bersifat polar sehingga dapat terionisasi atau membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino lain atau dengan air.

seperti a –heliks dan b– sheet. tersier. Dalam struktur ini tidak terjadi antaraksi. disebut isomeri levorotary (l) atau (–). di mana sifat fisika dan kimia mirip. Struktur sekunder adalah struktur dua dimensi dari protein. seperti tangan kiri dan tangan kanan yang berhadapan. Keadaan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam amino dalam protein.gourmetsleuth. 3. jika pemutaran bidang cahaya ke kanan dinamakan de trorotary (d) atau (+). lisin. atom hidrogen. Gambar 8. HCO2 H NH2 Gambar 8.disintesis oleh tubuh. Senyawa yang memiliki isomeri optis dinamakan isomer optis atau stereoisomer. dan kuarterner. Sifat Asam Amino Hampir semua asam amino. Pada struktur ini terjadi lipatan (folding) beraturan. gugus amino. Asam amino tidak simetris memiliki dua bentuk isomeri. Perhatikan Gambar 8. triftofan. akibat adanya ikatan hidrogen di antara gugus-gugus polar dari asam amino dalam rantai protein.20 Struktur primer dari protein Makromolekul 235 . disebut juga sebagai senyawa optis aktif. seperti gugus karboksil. Oleh karena asam amino mengandung gugus amino dan gugus karboksil. Struktur dan Bentuk Protein Struktur protein dapat dikelompokkan menjadi empat golongan. fenilalanin. sekunder. 2000 Telur mengandung protein tinggi O C R Q P Gambar 8. histidin.5 Sumber: www. tetapi harus dikonsumsi dari makanan).17 2. leusin. yaitu atom karbon yang keempat valensinya mengikat atom atau gugus berbeda. Lalanin dan D-alanin pada cermin tampak sama.18 Atom karbon kiral (keempat valensinya mengikat gugus berbeda). Kesepuluh asam amino tersebut. Atom karbon tidak simetris dalam asam amino.com Gambar 8. Cermin HCO2 H NH2 CH3 L-alanin CH3 D-alanin Sumber: Chemistry: The Central Science. yaitu valin. isoleusin. Tabel 8. yaitu atom karbon alfa yang mengikat empat macam gugus. semua asam amino akan memberikan reaksi positif dari kedua gugus ini. Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. treonin. dan gugus R. dan arginin (hanya diperlukan oleh anak-anak yang sedang tumbuh). metionin.19.19 Alanin memiliki atom C kiral. Struktur primer adalah struktur linear dari rantai protein. kecuali glisin mempunyai atom karbon tidak simetris (kiral).2 Unsur Persentase (%) Komposisi Unsur dalam Kuning Telur C 50–55 H 7–8 N 15–19 O 19–24 S 0–2. yaitu struktur primer. kecuali kemampuan membedakan arah putar bidang polarisasi. baik dengan rantai protein yang lain maupun di antara asam amino dalam rantai protein itu sendiri.

The Molecular Science.21 Struktur sekunder protein (a) Struktur a -heliks dari protein (b) Struktur b-sheet dari protein (a) (b) Sumber: Chemistry: The Central Science. tetapi spesifik. seperti protein sebagai enzim. a 2. Jadi. pada struktur kuartener molekul protein di samping memiliki ikatan hidrogen. b1. juga terjadi antaraksi van der Waals dan antaraksi gugus nonpolar yang mendorong terjadi lipatan. Enzim adalah jenis protein yang memiliki sifat sangat beragam. protein regulator. masing-masing memiliki kemampuan khusus dalam mengkatalisis reaksi kimia. tetapi beberapa rantai protein bergabung membentuk seperti bola. tidak terbatas hanya pada satu rantai protein. sebagai gugus pembawa oksigen. Sampai tahun 1980-an telah ditemukan lebih dari 2. protein membentuk molekul kompleks. selain terjadi folding membentuk struktur a – heliks dan b–sheet. Hampir seluruh reaksi kimia dalam sel makhluk hidup dikatalisis oleh enzim. protein kontraktil. Dalam struktur ini. protein struktural. Contoh dari struktur ini adalah molekul Hemoglobin.000 macam enzim. dan antaraksi gugus nonpolar. gaya van der Waals. juga terjadi antaraksi antarrantai protein baik melalui antaraksi polar. 1997 Kata Kunci • • Stereoisomer Antaraksi van der Waals Struktur tersier merupakan struktur tiga dimensi sederhana dari rantai protein. 236 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . b2 b1 Gambar 8.Gambar 8. Struktur tertinggi dari protein adalah struktur kuarterner. 2000. b2) a2 CH3 CH H3C N H2C CH2 COOH CH2 CH3 HC N Fe N N CH CH CH2 CH CH2 CH CH3 a1 (b) Sumber: Biology: Exploring Life. dan protein pertahanan. maupun van der Waals. nonpolar.22 (a) Struktur tersier dari protein (b) Struktur kuarterner dari protein hemoglobin dengan empat subunit (a 1. 1994 (a) 4. protein transport. Enzim berperan sebagai katalisis untuk berbagai reaksi biokimia. CH2COOH Gambar 8. Dalam struktur ini. Jenis dan Fungsi Protein Oleh karena protein memiliki keanekaragaman sangat tinggi maka protein digolongkan berdasarkan sifat dan fungsinya. protein bahan makanan. tersusun dari empat subunit rantai protein.23 Struktur hemin yang terdapat pada hemoglobin.

Albumin adalah protein utama dalam putih telur. Sekilas Kimia Hermann Emil Fischer (1852–1919) Sumber: www. khususnya tentang protein. Sumber: nobelpriza. Kata Kunci • • • • • • Protein transport Protein bahan makanan Protein kontraktil Protein struktural Protein regulator Protein pertahanan Makromolekul 237 . protein digunakan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Contohnya. Kulit merupakan protein kolagen. dan nutrien lain melewati membran sel. yakni asam amino siklik yang meliputi prolin dan oksiprolin.24 Labah-labah sedang merajut protein dalam bentuk serat. berfungsi mentransportasikan glukosa. Protein yang terdapat pada membran sel juga merupakan protein transpor. Pada jaringan tersebut oksigen dilepaskan untuk proses oksidasi bahan makanan. Dia berjasa dalam penemuan asam amino golongan baru.org Fischer memberikan kontribusi yang besar bagi ilmu pengetahuan.Protein transport dalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion tertentu dari satu organ ke organ lain. Komponen utama dari jaringan tendon dan kartilago merupakan protein serat kolagen yang memiliki kekuatan atau kekenyalan tinggi. untuk memberikan kekuatan dan proteksi sel. disebut keratin. Fischer juga meneliti sintesis protein melalui perolehan berbagai asam amino yang memiliki struktur optis aktif. Komponen utama sutra dan jaring labah-labah merupakan protein fibroin. Fibrinogen dan trombin merupakan protein yang bertanggung jawab terhadap pembekuan darah. protein aktin atau miosin merupakan protein serabut yang berfungsi kontraksi otot. Beberapa protein berfungsi sebagai serabut atau pelindung. Sebagian protein dalam sel tersimpan dalam bentuk bahan makanan. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat oksigen pada saat darah memasuki paruparu dan membawanya ke jaringan periferal. virus. asam amino.bairnet.com Plasma darah mengandung lipoprotein yang membawa lipid dari hati ke organ lain. Gambar 8. atau protein asing dari jenis lain. Beberapa protein dalam sel dan organisme mempunyai fungsi untuk kontraksi. Immunoglobin atau antibodi merupakan protein khusus yang dibuat oleh jaringan limfosit untuk mengenali dan mengendapkan atau menetralkan bakteri. Semua protein tersebut merupakan protein bahan makanan. Tubulin adalah protein pembentuk mikrotubul yang merupakan komponen penting pada flagela dan silia untuk bergerak. Kasein merupakan protein terbesar dalam air susu. Rambut dan kuku mengandung protein yang tidak larut dalam air. Beberapa protein berfungsi menjaga serangan organisme lain. Contohnya dalam biji-bijian.

0 M. dan berubah menjadi kuning jika dipanaskan.26 Kulit ikan terkena asam nitrat akan berwarna kuning. Jika protein dipanaskan. seperti pada asam amino triptofan. seperti ikatan hidrogen. Identifikasi Protein dan Asam Amino a. Pereaksi ini positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping indol. Perubahan pH juga dapat merubah struktur protein sebab akan merubah muatan dari gugus rantai samping asam amino. Pereaksi seperti larutan urea 8. dapat memengaruhi ikatan ionik maupun ikatan hidrogen. Tes Xantoprotein Pereaksi xantoprotein adalah larutan asam nitrat pekat. kalor dapat memecahkan beberapa ikatan lemah. Peristiwa ini dinamakan denaturasi protein. gaya van der Waals. Jika larutan HNO3 pekat dimasukkan ke dalam larutan protein secara hati-hati. fenilalanin. Gejala ini akibat nitrasi pada inti benzena yang terdapat dalam protein. dan triptofan.25 Zat putih telur sedang menjalani denaturasi. hal ini akibat adanya nitrasi. dapat merusak. Tes Hopkins-Cole Pereaksi Hopkins-cole dibuat dari asam oksalat dan serbuk magnesium dalam air. Gugus indol NH C = CH CH2 Gambar 8.25). seperti asam amino tirosin. CH2 H 2N – C – C H O OH Fenilalanin Kata Kunci • • Denaturasi protein Renaturasi protein Pereaksi xantoprotein positif terhadap protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping fenil. Sumber: Dokumentasi Penerbit Gambar 8. Hal ini dapat mengakibatkan suatu protein terlepas dari ikatannya. Denaturasi dan Renaturasi Protein katan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. 6. Gugus fenil Gambar 8. O H 2N – C – C OH H Triptofan 238 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Protein yang terdenaturasi dapat diubah kembali membentuk struktur semula. Pada suhu tinggi struktur protein akan rusak. protein terdenaturasi secara perlahan akan melakukan renaturasi kembali ke dalam bentuk semula.5. baik ikatan hidrogen maupun antaraksi hidrofob. maupun antaraksi hidrofob antargugus asam amino dalam rantai protein (lihat Gambar 8.27 Triptofan memberikan hasil yang positif dengan tes Hopkins-cole karena mengandung gugus indol. Jika sedikit demi sedikit konsentrasi urea diturunkan melalui proses dialisis. Pada akhirnya. jika molekul protein masih larut dalam larutan urea. akan terbentuk endapan putih. b.

Kemudian.29 Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret dengan terbentuknya warna ungu. protein yang mengandung sistein akan memberikan hasil positif. OH Gugus fenol Gambar 8. Tes Millon Pereaksi Millon adalah campuran larutan raksa( ) nitrat dan raksa( ) nitrat dalam asam nitrat. berwarna ungu e. Tes Biuret dilakukan dengan cara menuangkan larutan natrium hidroksida pekat ke dalam larutan protein. Tes Biuret Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi biuret. asam oksalat direduksi menjadi asam glioksilat dengan bantuan katalis serbuk magnesium: Mg → HOOC – COOH ⎯⎯ HOOC – COH Asam oksalat Asam glioksilat Asam glioksilat yang terbentuk mengkondensasi asam amino triftofan membentuk senyawa berwarna. akan terbentuk dua lapisan dan beberapa saat kemudian terbentuk cincin ungu di antara batas kedua lapisan itu. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. Gugus –S–S– pada sistein apabila direduksi terlebih dahulu dapat juga memberikan hasil positif. NaOH d. akan dihasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah akibat pemanasan. Setelah H2SO4 pekat dituangkan.Dalam pereaksi ini.ccccd.28 CH2 H2N – C – C H Tirosin O OH Tirosin memberikan hasil yang positif dengan tes Millon karena mengandung gugus fenol. c.edu Gambar 8. Jika pereaksi Millon ditambahkan ke dalam larutan protein. CuSO4 Pereaksi ini positif untuk protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping senyawa fenol sebab terjadi reaksi antara senyawa raksa(II) dengan gugus hidroksifenil membentuk senyawa berwarna. Tes Nitroprusida Natrium nitroprusida dalam larutan amonia akan menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas (merkapto). larutan CuSO4 ditambahkan setetes demi setetes yang akan terbentuk warna ungu. Sumber: iws. Gugus merkapto SH CH2 O OH H 2N – C – C H Sistein Makromolekul 239 . Jadi.

Apakah nama tripeptida yang dibentuk dan tunjukkan mana ikatan peptidanya. 6. g. 240 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . dan fenilalanin. Apakah yang dimaksud dengan atom karbon kiral? Tunjukkan atom karbon kiral pada asam amino alanin. 2. O OH HO + OH O H O OH O Warna biru O O O N + 3H2O ⎯⎯ → Tes Kompetensi Subbab C 4. Tes Sakaguchi Pereaksi yang digunakan adalah naftol dan natrium hipobromit. 7. valin. Asam amino apakah yang positif terhadap pereaksi ninhidrin? Mengapa asam nitrat memberi warna kuning pada kulit kita? Kerjakanlah di dalam buku latihan. dan metionin. 3.f. Pada dasarnya reaksi ini akan memberikan hasil positif jika terdapat gugus guanidin seperti arginin memberikan warna merah. lisin. Pereaksi Ninhidrin Pereaksi ninhidrin merupakan oksidator lemah. 1. Apa yang dimaksud dengan denaturasi dan renaturasi protein? Mengapa kelebihan CuSO4 harus dihindari dalam uji biuret? Jelaskan. O HO OH → + R – CH – COOH ⎯⎯ H NH2 OH O Ninhidrin O + R COH + NH3 + CO2 O Hidrindantin Selanjutnya. 5. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan tripeptida dari asam amino alanin. ninhidrin bereaksi dengan hidrindantin dan amonia membentuk senyawa berwarna biru. Jelaskan penggolongan protein berdasarkan struktur dan berdasarkan fungsinya. asam amino dapat bereaksi dengan ninhidrin sebagai berikut.

9. dan sebagainya. 10. Hopkin-cole. Pembangun protein adalah asam amino. 3. Beberapa pereaksi yang digunakan untuk identifikasi protein dan asam amino di antaranya adalah xantoprotein. Gabungan monosakarida membentuk karbohidrat yang lebih kompleks. Menurut strukturnya. 7. biuret. nitroprusida. regulator. Polimer dapat dibentuk melalui reaksi polimerisasi adisi melalui mekanisme radikal bebas atau ionik dan dapat juga dibentuk melalui polimerisasi kondensasi yang melibatkan penyingkiran molekul kecil seperti air. transport. Menurut fungsinya. Bentuk polimer dapat berupa linear. 2. 11. protein berperan sebagai struktural. Millon. katalis. sekunder. dan Sakaguchi. 5. Bentuk struktur ini dipengaruhi oleh gugus samping dalam asam amino yang menyusun protein. seperti pati dan selulosa. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi instan dan sebagai penyusun dinding sel tumbuhan.Rangkuman Beberapa senyawa makromolekul. Polimer alam yang umum dikenal adalah karbohidrat dan protein. Struktur polimer dapat berupa struktur primer.000. tersier dan kuarterner atau globular. Protein dibangun oleh urutan reaksi kondensasi asamasam amino yang menghasilkan ikatan peptida sehingga protein disebut juga polipeptida. 12. 6. 1. nutrien. Makromolekul 241 . bercabang. protein digolongkan sebagai protein primer. dan kuarterner. 8. sambung-silang.000 hingga 1. baik teratur maupun random. sekunder. 4.000. Karbohidrat sederhana dinamakan monosakarida. tersier. Protein adalah golongan polimer alam dengan berat molekul berkisar dari 6. bergantung pada rantai samping (gugus R). yang dapat dibagi ke dalam kelompok polar dan nonpolar.

sifat dan kegunaan makromolekul (polimer. tata nama. Tahukah Anda apa manfaat lainnya dari mempelajari makromolekul? 242 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Anda juga dapat menjelaskan hubungan antara struktur dan sifat dari senyawa makromolekul tersebut dan mengetahui metode pengidentifikasiannya sehingga dapat membantu mengembangkan keterampilan berpikir analisis Anda secara deduktif dan induktif. selulosa identifikasi • Tes Fehling • Tes Benedict • Tes Molisch Protein terdiri atas Asam amino contoh Lisin. galaktosa. valin. Anda dapat mendeskripsikan struktur. metionin identifikasi • Xantroprotein • Biuret • Hopkin–Cole • Nitroprusida • Millon • Sakaguchi Refleksi Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi di Bab 8 ini? Bagian manakah dari materi Bab 8 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa senyawa makromolekul memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari bab ini. karbohidrat. Adapun karbohidrat dan protein merupakan zat penting bagi kelangsungan sel makhluk hidup. laktosa Polisakarida contoh Amilum. fruktosa Makromolekul Karbohidrat terdiri atas Oligosakarida contoh Maltosa. dan protein). glikogen. penggolongan.Peta Konsep Polimerisasi adisi Polimer dibentuk melalui Polimerisasi kondensasi Monosakarida terdiri atas contoh Glukosa. Polimer banyak digunakan dalam industri plastik dan tekstil. diskusikan dengan teman atau guru Anda.

kopolimer beraturan D.. polimer rantai linear B. 1 dan 2 B. C. Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2 – CHCl – CH2 – CH=CH – CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi dari campuran … A. (–NH(CH2)5CO–) B. ClHC=CHCl B. 1 dan 3 C. kopolimer cangkok C. poliisoprena 4. H2C=CHCl D. 7. 1. (–NH(CH2)5CO2H–) C. H2C O dan 8. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. CH2=CHCl dan CH2=CH–CH=CH2 E. H2C=CCl2 E. 2 dan 3 D. etanoat E. aseton 2. polietena Berikut ini yang termasuk polimer alam adalah . Suatu polimer memiliki struktur sebagai berikut. selulosa 3. Cl H2 C HOH 2C C H C CH2OH C H2 COOH E. 3. poliviinilasetat 2. etanol B.Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. 9. A. CH2 HOOC COOH H2 C H2C C. CH3–CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B. polimer rantai lurus dan bercabang Manakah monomer atau pasangan monomer yang digunakan untuk membuat polimer adisi neoprene berikut. [–A–A–A–A–A–A–A–A–A–A–] B B–B–B–B–B–B– Polimer tersebut tergolong …. NH 2 (CH 2 ) 5 CO 2 H. Cl n A. 5. CH3–CH2Cl dan CH3–CH=CH–CH3 Nilon dapat dibuat melalui swakondensasi asam 6– aminoheksanoat. kopolimer blok E. (–NH(CH2)5NHCO(CH2)5CO–) E.. 3 dan 4 E. polivinil klorida 5. Satuan berulang dari polimer ini adalah . Cl2C=CCl2 Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): Makromolekul 243 . H2 HO C COOH C H2 B. 4. H 2C CH2 dan D. etena D. A. (–NH(CH2)5CO(CH2)5–) Terdapat lima buah polimer: 1. etanal C. PVC adalah suatu polimer plastik sebagai hasil polimerisasi dari ….… A... A. H A.. Di antara zat berikut yang dapat dipolimerisasikan adalah .. CH2=CCl–CH=CH2 dan CH2=CH2 D. 4 dan 5 Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. ClHC=CCl2 C. HO OH CH3 B. H 3C C H C Cl C H C Cl H 2C CH2Cl 6. Cl HC CCl HO COOH E.2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah …. (–NH3(CH2)5CO2–) D. A. D.

Laktosa mempunyai rumus molekul yang sama dengan …. D. glukosa aldehid dan fruktosa keton D. C. A. Fehling B. adisi D. laktosa B. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. A. Senyawa berikut yang tidak dapat membentuk suatu piranosa adalah . arabinosa E. eritrosa 244 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Oksirana: H2C CH2 dapat dijadikan polimer. A. H H H H HC O OH OH OH OH Polimerisasi terjadi secara …. ionik B. A. A. H H C C O C. Molisch E. kationik C. glukosa C. glukosa amida dan fruktosa asam 12.CH3 HO C CH3 NaOH Polikarbonat + NaCl + H2O OH + n COCl2 A. glukosa keton dan fruktosa aldehid C. fruktosa C. galaktosa D. H OH OH HC O OH OH OH E. Barfoed D. Ebtanas 2000: Salah satu senyawa heksosa mempunyai rumus struktur berikut. glukosa aldehid dan fruktosa eter B. sukrosa B. galaktosa 13. Bentuk molekul piranosa adalah suatu lingkar dengan cincin beranggotakan enam. Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab …. H C CH3 O H H 11. 14. glukosa B. levulosa D. glukosa E. CH3 C H H H O OH OH OH CH2OH B. kondensasi E. Rumus satuan berulang dari polimer ini adalah …. CH2 O H2 H2 C C O H C H C CH2 O H H E. radikal bebas O CH2OH 10. CH2OH C H O OH OH OH CH2OH D. UMPTN 1996 B: Dalam urine penderita penyakit diabetes dapat diidentifikasi adanya senyawa ….. Benedict C. Tauber 15. CH2OH H OHC OH H H CH2OH OH H OH OH Senyawa tersebut mempunyai nama …. maltosa 16... maltosa C. glukosa aldehid dan fruktosa ester E. galaktosa E. CH2OH C H H O OH OH CH2OH B. A. fruktosa D. A.

Di antara pereaksi berikut yang tidak termasuk uji untuk protein adalah …. nilon C. protein D. poliester E.. Satuan struktural: H H N H C R1 O C N H R2 C H C O H N H C R3 O C OH Terdapat dalam polimer…. Di antara karbohidrat berikut di dalam air tidak terhidrolisis adalah …. kayu 20. fruktosa dan galaktosa D. 3 28. IV B. Sakaguchi C. struktur molekul glikogen dapat bercabang dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosida B. Pereaksi apa yang dapat menghasilkan cincin ungu dalam uji karbohidrat? A.17. selulosa 21. jerami D. A. selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan b (1 → 4) glikosida D. pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu b – –galaktosa 22. Zat berikut ini mengandung selulosa.… A. Polisakarida yang menyusun dinding sel tanaman adalah …. glutamin 26. laktosa E. tirosin E. Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah . valin C. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah . A. Benedict C. valin C. katun B. selulosa 19. H O H H H O N 1 C Jika disakarida itu laktosa.. Millon Makromolekul 245 . karbohidrat 25. laktosa D. nilon E. glisin B. tirosin E. Hopkin-cole E. 4 B. selulosa B. sakarosa B. V C. A. Perhatikan struktur dipeptida berikut. 5 C. fruktosa B. A. fruktosa dan fruktosa 23. xantoprotein D. A.. amilum C. Asam amino yang tidak memiliki sifat optis aktif adalah …. A. alanin D. A. A. alanin D.. glisin B. amilum E. I D. maltosa C. Tauber 18. kecuali …. A. III 24. II E. asam glutamat 27. glukosa dan galaktosa C. Barfoed D. 1 D. Molisch E. monosakarida yang terbentuk adalah ….. glukosa dan glukosa B. ikatan antar monomer di dalam pati adalah ikatan b (1 → 4) glikosida C. A. Ebtanas 1998: Data hasil eksperimen 5 bahan makanan dengan pereaksi iodium dan Fehling: 2 C 3 N 4 C 5 C H OH R1 R2 Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor …. Jika disakarida. Tauber B. jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum E. glikogen D.. glukosa dan fruktosa E. Fehling B. kertas C. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H C12H22O11 + H2O ⎯⎯→ C6H12O6 + C6H12O6 + Bahan I II III IV V Pereaksi Fehling Ungu Merah bata Biru Biru muda Biru I2 Ungu Biru Kuning Kuning muda Kuning muda Bahan yang mengandung amilum adalah nomor . 2 E.

1. b– –glukosa a– –glukosa adalah 0. didinginkan hingga beku B.1. A. protein jika dihidrolisis akan menghasilkan asam amino D.2. kecuali …. 31. primer D. Apakah produknya laktosa? 5.2–tetrafluoro–etena. protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C. asam amino penyusun protein adalah asam a – amino. ikatan hidrogen antarmolekul D. A. 6. muatan positif dan negatif sama B. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi: 3. Nitroprusida B. ikatan hidrogen intramolekul C. A. Teflon adalah polimer adisi 1. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. dan asam g –amino. 2. ikatan peptida E. A. Sebutkan beberapa perbedaan antara bentuk struktur sekunder protein a–heliks dan b–sheet. gaya van der Waals 32. Berikut ini yang bukan tergolong jenis protein adalah …. Manakah asam amino yang memiliki sifat optis aktif lebih dari satu atom karbon? Mengapa glisin tidak optis aktif? 7. Millon 30. b–sheets E. Tentukan konsentrasi gula pada kesetimbangan dalam larutan b– –glukosa dengan konsentrasi awal 0. muatan positif dan negatif sama B. E. A. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah …. Perubahan apa yang harus dilakukan agar dihasilkan polimer dengan ketegaran tinggi dan meningkatkan titik leleh? Struktur molekul (monomer) apa yang dipolimerisasikan pada pembentukan polimer berikut. glikogen C. insulin B. tersier C. Hal ini disebabkan adanya …. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B. dibakar D. gaya van der Waals 33. ikatan peptida E. terjadi ikatan peptida di antara tiap dua monomer protein. a–heliks B. Tuliskan persamaan reaksi pembentukan polimer tersebut. ikatan hidrogen antarmolekul D.56 pada 25°C. hemoglobin D. Hopkin-cole E. A. Tuliskan reaksi yang menerangkan pembentukan dua disakarida berbeda yang melibatkan a – – glukopiranosa dan b– –galaktopiranosa dengan menyambungkan antara karbon 1 dan karbon 4. Hemoglobin merupakan salah satu contoh struktur protein berupa struktur …. ikatan hidrogen intramolekul C. enzim 34. Peristiwa denaturasi protein terjadi jika protein. asam b–amino. dilarutkan ke dalam asam pekat C. Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki …. A. dipanaskan B. kuartener 35. 246 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .29. fenilalanin dan triptofan (mengandung cincin benzena) di dalam protein adalah ….10 M. 4. dilarutkan ke dalam basa kuat E. kasein E. Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin. Suatu protein dapat memiliki struktur a–heliks. Xantoprotein D. Sakaguchi C.

Lemak yang mengandung ikatan rangkap dinamakan minyak.com Kadar lemak jenuh yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. penggolongan.Bab 9 Sumber: eric. A. Adapun ikan sarden sangat baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tak jenuh tinggi. Lemak dan minyak berfungsi sebagai cadangan energi metabolit. sifat. benzena dan turunannya. tata nama. Sumber dan Kegunaan Lemak C. dan makromolekul. Lemak tersusun dari asam-asam lemak dan suatu polihidroksi (gliserol). Struktur dan SifatSifat Lemak B. Lemak Hasil yang harus Anda capai: memahami senyawa organik dan reaksinya. Konsumsi lemak tak jenuh. penggolongan. Asam lemak adalah asam karboksilat rantai panjang yang dapat mengandung ikatan rangkap (tidak jenuh) dan jenuh. Lemak dan minyak dapat dihidrolisis dengan suatu basa alkali membentuk sabun. Anda harus mampu: mendeskripsikan struktur. dan kegunaan lemak. sifat dan kegunaan lemak? Bagaimana pula cara mengidentifikasi lemak? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.pukenoodles. seperti minyak kelapa sawit dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Bagaimanakah struktur. Setelah mempelajari bab ini. Sabun dan Detergen 247 .

2 Nama Asam laurat Asam miristat Asam palmitat Asam stearat Contoh Asam Lemak Jenuh Titik Leleh (°C) 44 58 63 72 Struktur COOH COOH COOH Rumus C11H23–COOH C13H27–COOH C15H31–COOH C17H35–COOH Sumber: Kimia Organik 2. walaupun ada juga sebagian minyak dari hewan. 1. Contoh beberapa asam lemak diuraikan dalam tabel berikut. Lemak yang berasal dari tanaman (lemak nabati) disebut minyak. 1988 COOH 248 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Apakah yang Anda ketahui tentang lemak? Mengapa orang yang bertubuh gemuk identik dengan kata tersebut? Mengapa lemak disebut sebagai cadangan energi? Apakah yang dimaksud dengan lemak jenuh dan lemak tidak jenuh? A.2. tetapi wujud fisiknya berbeda. yaitu golongan senya a bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari he an dan tumbuhan. Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak adalah suatu ester alam yang berasal dari hewan dan tanaman. H2C OH HC OH H2C OH Gliserol (1. Gliserol adalah suatu alkohol yang memiliki tiga gugus fungsi hidroksil (propantriol). Kandungan kimia lemak dan minyak sama. 3.Tes Kompetensi Awal 1. misalnya minyak ikan. Lemak merupakan triester dari gliserol dan asam-asam karboksilat rantai panjang (yang disebut trigliserida). Struktur dan Sifat-Sifat Lemak Lemak digolongkan ke dalam kelompok lipid.1 Perbedaan Antara Lemak dan Minyak Berdasarkan Wujud Fisiknya Lemak Padat pada suhu kamar Mengandung asam lemak jenuh Banyak terdapat dalam hewan Minyak Cair pada suhu kamar Mengandung asam lemak tak jenuh Banyak terdapat dalam tanaman Lemak dan minyak tersusun dari gliserol dan asam-asam lemak. 2. Tabel 9. Tabel 9. seperti ditunjukkan pada tabel berikut. Lemak dan minyak digolongkan ke dalam kelompok lipid.3-propantriol) Asam lemak adalah asam karboksilat yang memiliki rantai panjang (jumlah atom karbon berkisar antara 12–22).

Tabel 9. R2. R1. R3 dapat sama atau berbeda. lemak gliseril tristearat (lemak hewani) merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul asam stearat. Misalnya.3 Nama Contoh Asam Lemak Tak Jenuh Titik Leleh (°C) 32 16 –5 –11 Struktur COOH COOH COOH Rumus C15H29–COOH C17H33–COOH C17H31–COOH C17H29–COOH Sumber: Kimia Organik 2. 1988 Asam palmitoleat Asam oleat Asam linolenat Asam linoleat COOH emak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). O H2C HC H2C O O O C O C O C R1 R2 R3 • • • • • • Kata Kunci Lipid Triester Lemak nabati Lemak hewani Esterifikasi Gaya antarmolekul Struktur umum lemak. Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada suhu kamar. O H2C HC H2C O O O C O C O C H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 H H (CH2)7 C C (CH2)7 CH3 Griseril trioleat (minyak) Titik leleh yang rendah dari minyak disebabkan adanya ikatan rangkap. Ikatan rangkap ini merupakan sumber elektron yang dapat mengadakan tolak-menolak dengan ikatan rangkap yang lain sehingga melemahkan gaya antarmolekul asam-asam lemak. Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh sehingga titik lelehnya tinggi. Lemak 249 . Persamaan reaksinya: O H2C HC H2C OH OH + 3 HO OH O C H2C C17H35 ⎯⎯ HC → H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 + 3H2O C17H35 Gliserol Asam stearat Gliseril tristearat Secara umum struktur molekul lemak dan minyak sebagai berikut.

com Gambar 9. hidrolisis lemak gliseril tristearat. Reaksi oksidasi yang terkendali pada minyak merupakan proses yang terjadi pada pengerasan cat.blog. garam. Mentega buatan atau margarin dibuat melalui pengolahan minyak cair menjadi lemak melalui reaksi adisi gas H2 dengan bantuan katalis logam nikel pada suhu dan tekanan tinggi (Gambar 9.1 Minyak + NaOH ⎯⎯ → Sabun Ketidakjenuhan lemak dan minyak dapat ditentukan dengan cara adisi kuantitatif iodin terhadap ikatan rangkapnya. Metode ini dikenal dengan istilah penentuan bilangan iodin (BI). Diskusikan dalam kelas. Jika perlu. Sifat-sifat lemak mirip dengan ester. Persamaan kimianya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H33 + 3H2 C17H33 H2C Nikel ⎯⎯⎯⎯⎯ HC → 175°C 5 atm O O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H2C Minyak cair Margarin Ikatan rangkap pada minyak dapat dioksidasi. Hal ini dilakukan pada pembuatan mentega di industri. pencita rasa. setelah minyak dihidrogenasi. lakukan kunjungan ke pabrik minyak goreng. makin banyak ikatan rangkap dalam minyak atau lemak. selanjutnya ditambah susu. Gliserol sebagai hasil samping juga dapat dimurnikan dengan cara distilasi. Misalnya. Oksidasi yang tidak terkendali menimbulkan bau tengik pada minyak. vitamin. Oleh karena minyak banyak mengandung ikatan rangkap maka minyak dapat dijenuhkan dengan cara reaksi adisi pada ikatan rangkapnya. dan sangat merugikan.com Jika lemak diolah dengan larutan natrium hidroksida pekat akan dihasilkan gliserol dan garam dari asam lemak atau sabun. Makin besar bilangan iodin. Mentega asli mengandung gliseril tributirat.2 Pada pembuatan margarin. 250 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Minyak ⎯⎯ margarin → ⎯ Trigliserida + NaOH ⎯→ Gliserol + Sabun Sabun yang terbentuk dapat digumpalkan dengan garam dapur dan dimurnikan dengan cara dicuci dengan air. dan lainnya sesuai permintaan konsumen.Kegiatan Inkuiri Bagaimana menentukan titik leleh lemak atau minyak di laboratorium. persamaannya: O H2C HC H2C O O O C O C O C C17H35 C17H35 C17H35 H 2 O H+ H2C OH H2C OH Gliserol O HC OH + 3 HO C (CH2)16CH3 Gliseril tristearat Asam stearat Sumber: amadeo.1). Proses ini dinamakan safonifikasi atau penyabunan (Gambar 9. Gambar 9. karena yang membedakan lemak dan minyak adalah jenis asam-asam lemak yang terikat pada gliserol maka sifat-sifat lemak dan minyak juga ditentukan oleh asam-asam lemak tersebut.2). Sumber: autumnwindz. Di samping itu. Jika lemak dihidrolisis akan terurai menjadi asam-asam lemak dan gliserol.

Gabungan gliserol dan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin.Asam karboksilat yang menyusun lemak umumnya tidak bercabang. dan 20). Gabungan gliserol dan asam palmitat dinamakan gliseril tripalmitat. Hal yang lebih menarik adalah bahwa semua asam-asam karboksilat yang menyusun lemak dan minyak umumnya memiliki jumlah atom karbon genap (14. yaitu teknik titrasi dengan pereaksi suatu alkali (KOH). Kata Kunci • • • • • • Reaksi adisi Reaksi oksidasi Trigliserida Safonifikasi Bilangan asam Titrasi alkalimetri Aktivitas Kimia 9. Erlenmeyer Lemak 251 . Contoh: Gabungan gliserol dan asam tristearat diberi nama tristearin. Bilangan Asam (BA) Bilangan asam adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H yang diperlukan untuk menetralkan lemak (khususnya asam lemak bebas) dalam mg lemak. lakukan percobaan berikut. Alat 1. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. → R–COOH + KOH ⎯⎯ R–COOK + H2O Penentuan bilangan asam BA = V( K H )M( K H )Mr( K H ) erat emak Keterangan V(K H) = Volume basa (mL) M(K H) = Konsentrasi basa (M) Mr(K H) = Massa molekul relatif basa (g mol–1) Untuk lebih memahami identifikasi lemak melalui bilangan asam ini. 3. 18. Selain tata nama tersebut. penamaan lemak dapat juga didasarkan pada penamaan ester. Buret 2. Secara umum lemak dan minyak diberi nama trigliserida. Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri.1 Penentuan Bilangan Asam (BA) suatu Lemak Tujuan Menentukan kadar lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dalam lemak. Contoh: Gabungan gliserol dan asam stearat dinamakan gliseril tristearat. Tata Nama Lemak atau Minyak Oleh karena lemak hanya dibedakan oleh gugus asam karboksilat yang terikat pada lemak maka tatanama lemak juga didasarkan pada turunan asam karboksilat tersebut. Identifikasi Lemak atau Minyak Untuk menentukan kadar suatu lemak dan ketidakjenuhan asam lemak di dalam lemak dapat dilakukan melalui identifikasi sebagai berikut. 16. 2. a.

Teknik yang digunakan adalah titrasi asidimetri setelah proses penyabunan sempurna. 3. Catatan Note Larutan hanus dibuat dengan cara melarutkan kristal iodin dan bromin cair ke dalam asam asetat glasial. teteskan indikator PP. Jelaskan apa yang dapat Anda simpulkan dari hasil pengamatan tersebut. Amati perubahan yang terjadi. harus dilarutkan terlebih dulu dalam campuran eter dan alkohol? 2. Indikator PP 4. Masukkan larutan tersebut ke dalam labu erlenmenyer. Diskusikan dengan teman kelompok Anda. 2. 252 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . Apa yang dapat Anda amati saat titik akhir titrasi tercapai? 4. bilangan ester merupakan suatu ukuran kadar ester yang terdapat dalam minyak atau lemak. Hanus solution is produced by dissolving iodine crystal and liquid bromine into glacial acetic acid. Tahap reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Pertanyaan 1. Campuran eter dan alkohol 25 mL 3. Pipet tetes Bahan 1. b. Mengapa dalam penentuan titik akhir titrasi perlu dilakukan penambahan indikator? 3. Bilangan Iodin (BI) Bilangan iodin adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg halogen (dinyatakan sebagai iodin) yang dapat diikat oleh mg lemak. c. Bilangan Penyabunan (BP) Bilangan penyabunan adalah bilangan yang menunjukkan berapa mg K H diperlukan untuk membentuk gram sabun secara sempurna. Larutan KOH 0. sampai terbentuk sabun. Penetapan BE dapat terganggu jika dalam lemak terdapat suatu anhidrida atau suatu lakton.1 M dalam alkohol Langkah Kerja 1. Titrasi larutan tersebut dengan larutan KOH 0. Dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih dan mentitrasi kelebihan KOH. Jadi. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi bilangan ester adalah dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih.1M dalam alkohol hingga tercapai titik akhir titrasi. Larutkan 2 mg lemak atau minyak yang berwujud cair ke dalam 25 mL larutan dari campuran eter dan alkohol. Kemudian. Bilangan Ester (BE) Bilangan ester adalah bilangan yang menyatakan berapa mg K H yang diperlukan untuk menyabunkan ester yang terdapat dalam gram lemak atau minyak. Statif 4. d. Kelebihan KOH yang ditambahkan selanjutnya dititrasi. → 1) Trigliserida + KOH ⎯⎯ Gliserol + R–COOK (sabun) → 2) KOH (sisa) + HCl ⎯⎯ KCl + H2O Kegiatan Inkuiri Gambarkan perangkat alat percobaan untuk merefluks suatu senyawa. Lemak 2 mg 2. Mengapa lemak atau minyak yang berwujud cair dalam percobaan ini.3. Teknik untuk mengidentifikasi bilangan penyabunan sama seperti dengan penentuan bilangan ester. atau berapa persen halogen yang dapat diikat lemak.

Kelebihan bromin direaksikan dengan KI agar terbentuk I2. selanjutnya I2 direaksikan dengan natrium tiosulfit. senyawa hanus).Senyawa halogen yang digunakan untuk penentuan bilangan iodin adalah senyawa antarhalogen. Tuliskan persamaan reaksi redoks antara asam linoleat dan bromin. dan tripalmitoleat. Suatu lemak dapat diekstrak dari buah pala. Bagaimana perubahan warna dari larutan bromin? Tes Kompetensi Subbab 1. yaitu lemak jenis: (1) trigliserida. Beberapa sumber lemak dapat dilihat pada Tabel 9. artinya ketiga bagian asam lemaknya dapat berbeda. dan (3) kolesterol. Tuliskan persamaan reaksi penyabunan dengan menggunakan struktur kimia. bilangan iodin merupakan ukuran banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemak. Lemak 253 . Tuliskan struktur lemak tersebut. tributirat. 3. Indikator apa yang cocok untuk titrasi pada penentuan bilangan ester? Bagaimana perubahan warnanya? Indikator apa yang cocok pada penentuan bilangan iodin? Bagaimana perubahan warna yang terjadi? Kerjakanlah di dalam buku latihan. Jelaskan fakta ini berdasarkan strukturnya. 7. Sumber dan Kegunaan Lemak Ada tiga bentuk utama lemak yang ditemukan dalam diet manusia dan hewan mamalia.4. 2. Reaksi keseluruhan adalah H C H C → + 2 IBr ⎯⎯ H C I H C I Kata Kunci • • • • • Bilangan ester Bilangan penyabunan Titrasi asidimetri Bilangan iodin Titrasi iodometri + Br2 → Br2 + KI ⎯⎯ I2 + KBr → I2 + 2Na2S2O3 ⎯⎯ Na2S4O6 + 2NaI Kegiatan Inkuiri Tambahkan larutan bromin tetes demi tetes ke dalam minyak. B. Setelah lemak dihidrolisis. Titrasi dilakukan setelah reaksi adisi berlangsung sempurna. dan merupakan komponen utama dinding sel. (2) fosfolipid. diperoleh gliserol dan asam miristat. Minyak kelapa (minyak curah) sering membeku pada pagi hari. Tuliskan struktur lemak yang memiliki nama trilinoleat. Senyawa hanus bereaksi dengan lemak melalui reaksi adisi pada ikatan rangkap. yaitu Iodobromida (IBr. 4. A 5. tetapi minyak kelapa sawit (seperti minyak dalam botol kemasan) tidak pernah membeku. Persamaan reaksinya: I → + IBr ⎯⎯ + Br2 I Dengan demikian. sedangkan kolesterol dan fosfolipid terdapat dalam jumlah sedikit. Umumnya lemak dan minyak yang terdapat di alam merupakan trigliserida campuran. Trigliserida merupakan jenis yang paling banyak (95–98%) terdapat dalam makanan. 6. Teknik yang digunakan untuk menentukan bilangan iodin adalah titrasi iodometri.

5 – 0. trigliserida dapat diubah menjadi kolesterol.1 35.0 28.4 Beberapa Sumber Lemak (Lipid) dalam Makanan Kadar ( ) Kolesterol 0.4 Palmitoleat 4.8 24.4 56.Tabel 9.5 10.2 0.5 49.0 84. dan bentuk lipid lainnya jika tubuh memerlukan jenis lipid tertentu.4 0. Kegiatan Inkuiri Kapan lemak disintesis dalam tubuh? Apakah hubungannya kebutuhan lemak dengan orang yang diet? Trigliserida banyak ditemukan dalam sel-sel lemak.64 0 0 0 0 0 Lemak Jenuh 50 33 37 20 sedikit 14 18 15 76 Lemak Tak Jenuh 34 41 56 66 90 86 59 82 8 Catatan Note Lemak di bawah kulit berfungsi sebagai insulator panas maupun dingin agar suhu tubuh tetap optimum. Energi hasil metabolisme karbohidrat dan protein secara berurutan sekitar 9 kkal g–1 dan 4 kkal g–1.2 45.5 Jenis Asam-Asam Lemak yang Terkandung dalam Makanan Komposisi Rata Rata ( ) Laurat Miristat 2.7 Linolenat – – – – – – 47.9 8.2 11.8 Stearat 9.0 – – – 0.6 29.4 – – – 0.3 47.6 22. Selain sebagai sumber energi. 1985 Komposisi asam-asam lemak yang terkandung dalam beberapa bahan makanan adalah sebagai berikut. Beberapa trigliserida juga terdapat dalam bentuk butir-butir lipid di dalam jaringan yang bukan lemak (nonadiposa).3 3.8 9. seperti hati dan otot.2 7. Bahan Makanan Susu Telur Daging Ayam Terigu Jagung Alpukat Kacang tanah Kelapa Sumber: Biokimia.6 10.3 6.1 2.2 0.4 – – 6.8 2.5 2. Nutrisi.6 20.2 23.4 1. Tabel 9. dan Metabolisme. Sekitar 99% dari volume sel lemak mengandung trigliserida.0 8. 254 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .1 Palmitat 29.32 4.5 Lemak Minyak Mentega Hati ikan Ikan paus Kelapa Jagung Biji kapas Biji rami Zaitun Kacang tanah Kedelai Sumber: Kimia Organik 2.4 – – – – – 0.0 14.9 19.1 2.6 2.35 0.3 18.1 – – 34. Energi hasil metabolisme lemak dua kali lebih besar daripada metabolisme karbohidrat atau protein dengan takaran yang sama.5 2.9 Linoleat 3.3 3.4 Oleat 26.0 1. fosfolipid.0 50.4 6.0 1.3 9.1 4.7 29.4 1. Fat under the skin act as thermal and cold insulator in order to keep body temperature optimun.4 15. 1988 Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling efisien sebagai cadangan energi untuk proses-proses atau aktivitas yang memerlukan energi dalam tubuh.6 26.1 5.

dan organ lainnya. Catatan Note Aspirin (obat sakit kepala) dapat menghambat pembentukan prostaglandin melalui reaksi asetilasi sehingga dampak kelebihan prostaglandin (sakit kepala) dapat dinetralisir. seperti ditunjukkan pada biosintesis berikut. Jantung. misalnya asam lemak linoleat. 8. asma. Terdapat beberapa macam prostaglandin yang sudah diketahui. Prostaglandin adalah zat serupa hormon yang memiliki efekefek biologis dengan berbagai fungsi. yang umum dan banyak ditemukan ada empat macam. mengantuk.P . uterus. Aspirin (headache medicine) can inhibit prostaglandine formation through acetilation reaction thus the effect of prostaglandine overproduction (headache) can be cured. hati. bahkan penggumpalan darah.14-eikosatetranoat (asam arakidonat) Lemak 255 . seperti asam arakidonat. Asam lemak esensial ditandai dengan ikatan rangkap berada pada posisi C–7 terakhir dalam rantai asam lemak ke arah ujung gugus metil (terutama C–6 dan C–7). Diperkirakan orang dewasa memerlukan minimal 2% dari nilai kalorinya dalam bentuk asam lemak esensial. ketidakteraturan menstruasi. Untuk memenuhi kebutuhan lemak agar kondisi kesehatan optimum diperlukan trigliserida yang mengandung asam-asam lemak esensial. Hal ini yang menjadi alasan mengapa asam-asam lemak tidak jenuh diperlukan oleh tubuh guna menjaga kesehatan optimum.Di samping berperan sebagai jaringan lemak. Ketidakseimbangan kadar prostaglandin dalam tubuh dapat menyebabkan rasa mual. yaitu sebagai bantalan tulang-tulang dan organ-organ vital. ginjal.11. epididimus. demam. Kegiatan Inkuiri Sebutkan jenis-jenis asam lemak dan sumbernya yang banyak mengandung asam lemak esensial. Prostaglandin merupakan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon 20 dan mengandung cincin siklopentana. nyeri. α PG : prostaglandin Kata Kunci • • Cadangan energi Asam lemak esensial Asam 5. diare. peradangan. tekanan darah tinggi.P α . dan kelenjar air susu terbungkus oleh lapisan jaringan lemak. trigliserida juga memiliki fungsi fisik. Kebutuhan asam lemak esensial diperoleh dari pemberian asam arakidonat untuk pembentukan prostaglandin. Pertama kali diketahui bahwa prostaglandin disintesis di dalam kelenjar prostat. Asam lemak esensial adalah asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi dari makanan. Defisiensi (kekurangan) asam lemak esensial ditandai dengan adanya kulit memerah. yaitu P . Senyawa ini dibiosintesis dari asam lemak tak jenuh dengan jumlah atom karbon 20. guna melindungi organ vital dari guncangan atau getaran. terutama pada pipi dan daerah tubuh yang lecet akibat benturan. tetapi . tetapi sekarang diketahui dapat disintesis di paru-paru.

telur. dan K larut dalam pelarut nonpolar dan jaringan lemak tubuh (yang juga bersifat nonpolar). menyerap vitaminvitamin yang larut dalam lemak (A. Kolesterol merupakan jenis lemak yang terdapat dalam semua hewan. Efek samping dari mengkonsumsi produk ini secara terus menerus berkaitan dengan masalah gizi. seperti karoten. Adapun vitamin A. seperti A. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa makanan yang banyak mengandung kadar lemak tidak jenuh tinggi dapat mengurangi serangan jantung. untuk menjaga kesehatan. Kadar lemak jenuh dan tidak jenuh dalam jenis minyak dan mentega ditunjukkan pada tabel berikut. Olestra. 2000 Sumber Minyak: Sawit Kelapa Kacang Jagung Lemak: Mentega Margarin 256 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . E. Tabel 9. D.O COOH OH H H P COOH → ⎯ ⎯ COOH OH Gambar 9. Lemak yang terdapat di bagian bawah kulit berfungsi untuk melindungi badan dari cuaca dingin. dan K untuk disirkulasikan ke bagian tubuh yang membutuhkan. seperti mentega.6 Kadar Lemak Jenuh dan Tak Jenuh di Dalam Beberapa Sumber Makanan Kadar Lemak ( ) Jenuh 50 94 19 16 45 35 Takjenuh 50 6 81 84 29 40 Sumber: Bantuan Studi Lengkap SPM Kimia. Para praktisi kesehatan menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh rendah. D. Hal ini disebabkan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. E.11. karena olestra merupakan sejenis molekul lemak yang besar. E.Tubuh kita berupaya mensintesis kolesterol melalui konsumsi makanan.14-eikosatrienoat (asam homo-γ-linolenat) ⎯ ⎯ → HO H OH H H P α OH Keterangan: E : alkohol-keton F : diol dan Indeks. dan diganti dengan konsumsi lemak nabati. dan daging merah yang kaya kolesterol. vitamin B dan C larut dalam air. suatu produk yang dihasilkan dari penggabungan molekul gula dengan asam lemak. Struktur khas ini menentukan kelarutannya di dalam setiap bagian tubuh manusia. Akibatnya. Misalnya. kita perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh kadar tinggi. tekanan darah meningkat dan berpotensi terjadinya serangan jantung. Vitamin-vitamin tersebut disimpan sebagai cadangan vitamin.3 Biosintesis prostaglandin Asam 8. Olestra memasuki sistem pencernaan tanpa melalui proses metabolisme sehingga tidak ada kalori dari bahan ini yang diambil. Pada dinding pembuluh darah (arteri) terdapat suatu lapisan dari bahan organik yang terdiri atas lemak dan kolesterol. yang ikut terbawa saat diekresikan keluar tubuh. Lemak dan kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. Olestra stabil pada suhu tinggi sehingga banyak digunakan sebagai pengganti minyak sayur dalam pembuatan keripik kentang dan makanan sejenisnya. yang digunakan ketika seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin dalam jangka waktu lama. dan K). Jadi. menyatakan jumlah ikatan rangkap Lemak berperan sebagai pelarut vitamin-vitamin. yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. olestra juga menyerap nutrien. Selain itu. Sumber: Chemistry: The Central Science. 1996 Sekilas Kimia Lemak Olestra Setiap jenis vitamin memiliki struktur kimia yang khas. D.

Keunggulan Minyak Kelapa Sawit Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam kadar yang seimbang. Minyak ini mengandung 44% asam palmitat dengan 16 atom karbon. Keadaan ini lebih baik untuk kesehatan jika dibandingkan dengan asam lemak berantai pendek. Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, sekitar 40% jika dibandingkan minyak-minyak yang lain. Asam lemak tidak jenuh ini membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, minyak sawit cukup aman bagi kesehatan.

Kata Kunci
• • Lemak jenuh Lemak tak jenuh

Kegiatan Inkuiri
Lakukan survei untuk menyelidiki titik leleh minyak goreng yang ada di pasaran. Minyak goreng mana yang banyak mengandung asam lemak tidak jenuh.

Minyak sawit juga mengandung β–karoten yang merupakan sumber penting bagi pembentukan vitamin A, dan juga mengandung vitamin E. β–karoten dan vitamin E berperan penting dalam upaya mencegah penyakit kanker. Minyak sawit tidak mudah menjadi tengik. Oleh karena itu, makanan yang digoreng dengan minyak kelapa sawit lebih tahan lama. Minyak sawit dapat membantu mencegah pembekuan darah. Hal ini disebabkan minyak sawit dapat menjaga kondisi hormon tromboksin dan prostalisin dalam darah. Jadi, minyak sawit dapat menjaga pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Tes Kompetensi Subbab

B
(c) Terigu atau jagung? (d) Alpukat atau mentega?

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Manakah makanan berikut ini yang lebih baik bagi kesehatan untuk dikonsumsi? Jelaskan secara singkat dan tepat. (a) Daging merah (sapi, kambing) atau daging ayam? (b) Susu atau telur?

C. Sabun dan Detergen
Sabun adalah garam logam alkali (biasanya garam natrium) dari asamasam lemak yang mengandung jumlah atom karbon umumnya 16 dan 18. Akan tetapi, ada juga sabun yang mengandung asam lemak dengan rantai karbon lebih pendek.

1. Sabun
Pembuatan sabun telah dilakukan sejak masa lampau (mesir kuno). Sebelum masehi, sabun sudah dibuat dari abu tanaman yang mengandung kalium karbonat. Abu tersebut dididihkan dengan kapur (CaO) membentuk kalium hidroksida. Selanjutnya pendidihan kalium hidroksida dengan lemak hewan menghasilkan sabun. Sabun generasi pertama yang mirip dengan sabun sekarang dibuat di Italia pada tahun 600 M. Pada waktu itu bahan-bahan baku yang digunakan adalah lemak dan kalium hidroksida. Sabun yang dihasilkan tidak murni sebab menggunakan bahan baku yang juga tidak murni.

Lemak

257

Teknik yang dikembangkan masih primitif. Dengan ditemukan teknik pemurnian bahan baku dan pemahaman yang memadai terhadap reaksireaksi kimia dalam pembuatan sabun maka pada abad-abad berikutnya dihasilkan sabun bermutu tinggi.

Aktivitas Kimia 9.2
Sumber: Oklahomafood.com

Gambar 9.4
Sabun mandi dibuat pertama kali dari kalium hidroksida dan lemak hewan.

Pembuatan Sabun Tujuan Untuk membuat sabun dari lemak dan natrium hidroksida (NaOH). Alat 1. Gelas kimia 2. Gelas ukur 3. Batang pengaduk 4. Bunsen Bahan 1. Lemak 2. Larutan NaOH 6 M 3. Garam dapur (NaCl) 4. Air Langkah Kerja 1. Campurkan lemak dengan larutan NaOH 6 M. Kemudian, didihkan sambil diaduk. 2. Setelah reaksi sempurna tambahkan garam dapur, dan cuci dengan air. Pertanyaan 1. Bagaimana persamaan reaksi dalam proses penyabunan tersebut. 2. Jelaskan mengapa perlu dilakukan penambahan NaOH 6 M. 3. Mengapa pada akhir reaksi perlu ditambahkan garam dapur (NaCl)?

Mahir Menjawab
Hasil samping yang diperoleh dalam industri sabun adalah .... A. alkohol B. ester C. glikol D. gliserol E. asam karbon tinggi Pembahasan Reaksi pembentukan sabun (safonifikasi) ester+basa kuat → sabun+alkohol (lemak) (gliserol) Dalam industri pembuatan sabun, ester yang digunakan adalah lemak. Jadi, alkohol yang dihasilkan berupa gliserol (CH2OH–CHOHCH2OH) merupakan hasil samping. (D) SPMB 2004

Kegiatan Inkuiri
Setelah melakukan percobaan pembuatan sabun pada Aktivitas Kimia 9.2. Buatlah kembali bersama teman kelompok Anda sabun dalam jumlah yang relatif banyak. Kemudian, coba tawarkan dengan harga yang sesuai kepada orang-orang di sekitar Anda.

Sabun mempunyai dua bagian, yaitu bagian ekor dan kepala. Bagian ekor berupa hidrokarbon rantai lurus, bagian kepala berupa garam natrium atau kalium dari ion karboksilat yang bersifat polar. Bagian ekor bersifat nonpolar sehingga hanya larut dalam bahan yang juga nonpolar, seperti minyak atau lemak. Bagian kepala bersifat polar sehingga hanya larut dalam pelarut polar seperti air. Sabun yang umum dipakai adalah garam natrium atau kalium dari asam stearat atau palmitat. Struktur molekulnya adalah
O C
Gambar 9.5
Model struktur molekul sabun

O- Na +

ekor

kepala

258

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

a. Sabun sebagai Pengemulsi Jika air dan minyak dicampurkan, akan membentuk dua lapisan. Lapisan atas adalah minyak dan lapisan bawah adalah air. Jika campuran minyak dan air dikocok, minyak akan pecah menjadi butiran-butiran yang tersebar dalam campuran. Campuran ini disebut emulsi. Emulsi minyak-air tidak stabil. Jika dibiarkan, butiran-butiran minyak akan bergabung kembali seperti semula membentuk lapisan minyak di atas permukaan air.

Gambar 9.6
(a) Minyak dan air jika dicampurkan membentuk emulsi yang tidak stabil. (b) Setelah ditambahkan sabun, terbentuk emulsi minyak-air yang stabil. Rantai karbon larut dalam minyak, dan gugus karboksil larut dalam air.

(a)

(b)
Sumber: journeytoforever.org

Jika sabun ditambahkan ke dalam emulsi minyak dan air maka emulsi tersebut menjadi stabil, tidak terpisah lagi (Gambar 9.6b). Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun akan melarutkan butiran minyak, dan bagian kepala akan berada dan larut dalam air. Butiran-butiran minyak seolah-olah larut dalam air dengan bantuan sabun. Dalam hal ini, peranan sabun dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Bagian ekor sabun masuk (larut) ke dalam butiran minyak sebab sama-sama nonpolar. 2) Bagian kepala sabun berada di luar permukaan butiran minyak sebab bersifat polar (tidak larut dalam minyak). Bagian kepala larut dalam air sebab sama-sama polar. 3) Oleh karena bagian kepala sabun bermuatan negatif maka setiap butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh satu lapisan bermuatan negatif membentuk misel (lihat Gambar 9.7). 4) Muatan negatif yang mengelilingi butiran minyak mengadakan tolakmenolak satu sama lain sehingga butiran-butiran minyak tidak akan bergabung membentuk lapisan minyak seperti semula. Jadi, sabun dikatakan menstabilkan emulsi minyak-air. b. Sabun sebagai Pencuci abun biasanya garam natrium stearat atau natrium palmitat. Rumus umum sabun adalah R–COONa, dengan R adalah alkil dari hidrokarbon. Sabun yang dibuat dari garam natrium stearat, memiliki rumus: C17H35COONa Jika sabun dari garam stearat dilarutkan dalam air maka akan terionisasi sebagai berikut.
→ C17H35COONa(aq) ⎯⎯ C17H35COO–(aq) + Na+(aq)

Gambar 9.7
Misel Butiran minyak seolah-olah dikelilingi oleh lapisan bermuatan negatif.

Kata Kunci
• • • • • • Garam natrium/kalium karbosilat Bagian ekor sabun Bagian kepala sabun Misel Hidrofil Hidrofob

Ion stearat terdiri atas dua gugus, yaitu kepala ( –COO– ) bersifat ionik dan hidrofil, serta ekor (C17H35–) bersifat hidrofob.

Lemak

259

Tindakan sabun dalam membersihkan pakaian dari kotoran berdasarkan pada sifat kedua ujung ion stearat ini. Secara umum tindakan sabun dalam mencuci pakaian dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pembasahan ( etting) dan tahap pencucian (cleaning). 1) Tahap Pembasahan Semua molekul air akan tarik-menarik satu sama lain. Di dalam air, kekuatan baku-tarik ini seimbang dalam segala arah. Akan tetapi, di permukaan air akan terbentuk dua arah gaya tarik yaitu gaya tarik ke arah dalam dan gaya tarik ke arah samping, seperti ditunjukkan pada Gambar 9.8. Kedua arah tarikan ini menyebabkan air memiliki suatu gaya tegang. Gaya ini dinamakan tegangan permukaan air. Sifat dari tegangan permukaan menghalangi air untuk membasahi suatu objek yang akan dicuci. Jika sabun dicampurkan ke dalam air maka partikel-partikel sabun akan larut di dalam air dan tersebar di antara molekul-molekul air. Penyebaran ini menurunkan gaya tarik antarmolekul air. Penurunan gaya tarik ini melemahkan tegangan permukaan air. Dengan melemahnya tegangan permukaan air maka air dapat membasahi objek yang akan dicuci dengan mudah. 2) Tahap Pencucian Pakaian yang akan dicuci biasanya terdapat kotoran berupa lemak. Jika sabun diaduk bersama-sama pakaian yang berlemak maka ujung hidrofob akan larut dalam lemak, sedangkan ujung hidrofil berada dalam medium air. Selama pencucian, pergerakan molekul-molekul air akan menarik bagian kepala molekul sabun, dan kepala molekul sabun akan menarik bagian ekornya. Akibat tarikan itu, bagian ekor akan menarik lemak hingga pecah dan terpisah dari permukaan pakaian. Lemak yang terlepas dari pakaian dibawa oleh gerakan air. Kotoran yang melekat pada lemak juga akan turut lepas. Lemak bersama-sama sabun dalam air akan membentuk emulsi.

Gambar 9.8
Tarik-menarik antarmolekul air

Kata Kunci
• • • Detergen alam Detergen sintetik Gugus fungsi ion sulfonat/sulfat

2. Detergen
Detergen tergolong bahan yang digunakan sebagai pencuci. Detergen dibagi dalam dua jenis yaitu detergen alam dan detergen sintetik. Detergen alam dibuat dari minyak hewan atau minyak sayuran seperti sabun mandi. Detergen sintetik biasanya dibuat dari minyak bumi. Detergen agak berbeda dari sabun. Sabun adalah garam natrium dari asam karboksilat, sedangkan detergen adalah garam natrium dari asam sulfonat, seperti natrium alkil sulfat dan natrium alkilbenzen sulfonat. Sabun dan detergen memiliki gugus fungsi berbeda. Sabun memiliki gugus fungsi ion karboksilat (COO–), sedangkan detergen memiliki gugus fungsi ion sulfonat (SO3–) atau ion sulfat (O–SO3–). Bagian ekor yang telah dikembangkan untuk pembuatan detergen adalah alkil sulfat dan alkilbenzena sulfonat. Rantai alkil sulfat mengandung 10–18 atom karbon. Rantai ini berasal dari alkohol, seperti lauril alkohol. Reaksi lauril alkohol dengan asam sulfat pekat menghasilkan asam sulfonat. Asam ini selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk natrium lauril sulfat. Persaman reaksinya:

Sumber: wing scorp.com

Gambar 9.9
Salah satu jenis detergen komersial menggunakan bahan LAS (lauril alkil sulfonat).

260

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

O
CH3–(CH2)10–CH2OH+ OH

S O

→ HO ⎯⎯ H3C

(CH2)10

H2 C O

O S O OH + H2O

Rantai alkilbenzena sulfonat berasal dari minyak bumi. Rantai ini dibentuk dari rantai alkena lurus (10–12 atom karbon) dengan cincin benzena. Alkilbenzena yang dihasilkan, kemudian direaksikan dengan asam sulfat pekat membentuk asam alkilbenzen sulfonat. Selanjutnya asam ini dinetralkan oleh natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. CH3
CH=CH2+
Alkilasi ⎯⎯⎯→

C H

Alkena

Benzena

Alkilbenzena

Selanjutnya, alkilbenzena direaksikan dengan asam sulfat.
CH3 C H
+ HO

O S O
Asam sulfat
Alkilasi OH ⎯⎯⎯→

CH3 C H

O S O OH + H2O

Alkilbenzena

Asam alkilbenzen sulfonat

Bagian ekor yang dihasilkan di atas selanjutnya direaksikan dengan natrium hidroksida membentuk detergen. Contoh:
CH3 C H O S O OH + NaOH ⎯⎯ → CH3 C H O S O ONa + H2O

Detergen (natrium alkilbenzena sulfonat) Mekanisme reaksi pembuatan detergen

Asam alkilbenzena sulfonat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium alkilbenzen sulfonat (ABS), sedangkan lauril hidrogen sulfat bereaksi dengan natrium hidroksida membentuk detergen natrium lauril sulfat (LAS).

Tes Kompetensi Subbab
1. 2.

C
3. 4. Apa yang dimaksud dengan misel? Tuliskan persamaan reaksi pembentukan sabun natrium palmitat.

Kerjakanlah di dalam buku latihan. Terangkan kembali dengan kalimat Anda sendiri, bagaimana sabun digunakan sebagai pengemulsi. Mengapa air saja tidak cukup melarutkan kotoran pada pakaian Anda?

Lemak

261

Rangkuman
1. Lemak dan minyak adalah trigliserida, yaitu suatu triester gliserol dan asam lemak rantai panjang. Lemak dan minyak memiliki sifat-sifat serupa ester, yaitu dapat dihidrolisis, dioksidasi, dan dihidrogenasi pada ikatan rangkapnya. 2. Asam karboksilat dalam lemak dan minyak pada umumnya mengandung jumlah atom karbon genap dan ikatan rangkap dengan struktur cis. Lemak tak jenuh diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan, sedangkan lemak jenuh perlu dihindari sebab dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang berpotensi penyakit jantung. 3. Identifikasi lemak dapat ditentukan menggunakan metode kuantitatif, seperti bilangan asam, bilangan ester, bilangan penyabunan, dan bilangan iodin. Pada umumnya, minyak mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh daripada asam lemak jenuh. 4. Sabun adalah garam logam alkali dari asam-asam karboksilat. Adapun detergen adalah garam sulfonat atau sulfat yang mengandung rantai hidrokarbon panjang. Sabun dan detergen dibuat berdasarkan pada sifat dwikutub (dipolar) dari molekul atau ionnya.

Peta Konsep
Lipid
terdiri atas

Lemak
dibedakan dari

Minyak

Sumber
lemak minyak

Ikatan dalam asam lemak
lemak minyak lemak

Wujud fisik
minyak

Hewan

Tanaman

Asam lemak jenuh

Asam lemak tak jenuh

Padat pada suhu kamar

Cair pada suhu kamar

diidentifikasi dengan

Bilangan asam

Bilangan ester

Bilangan penyabunan

Bilangan iodin

Refleksi
Apakah Anda merasa kesulitan dalam memahami materi pada Bab 9 ini? Bagian manakah dari materi Bab 9 ini yang tidak Anda kuasai? Jika Anda merasa kesulitan diskusikan dengan teman atau guru Anda. Pada bab ini Anda telah memahami sifat kimia dan fisika lemak; mengetahui penataan nama lemak atau minyak; menentukan bilangan asam suatu lemak atau minyak; serta memahami karakterisasi lemak dan minyak secara konvensional; dan mengetahui jenis makanan yang dapat menyehatkan dan mana yang tidak. Pada bab ini Anda juga telah mengetahui bahwa pembuatan sabun dan detergen diperoleh melalui hidrolisis lemak, begitu pula dengan pembuatan margarin yang berasal dari hidrogenasi minyak menjadi lemak. Cari tahu oleh Anda manfaat lain dari lemak atau minyak.

262

Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII

diperlukan gas hidrogen sebanyak .. hidrolisis Lemak 263 . A. dapat dihidrolisis E. nama IUPAC: 1... 3 mol C.. ester C. 2 mol B. eter Lemak dan minyak mengandung jenis unsur yang sama. berupa cairan kental dan beracun Di antara struktur berikut yang merupakan struktur minyak adalah . A.. nitrogliserin D. pirolisis D. tergolong senyawa polihidroksi E. 3. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 8.. 1. jumlah asam lemak C. asam karboksilat D. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 7. 5. tetapi larut dalam eter B.Evaluasi Kompetensi Bab 9 A. salah satu produknya adalah .. A.. penggaraman E. 6 mol → Reaksi RCOOR + NaOH ⎯⎯ RCOONa + ROH dinamakan reaksi . A. H. asam asetat Pada pembuatan margarin. yaitu C.. merupakan alkohol tersier C. C. A..... gliserol C. A. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH. memiliki rantai karbon yang panjang C.. sukar larut dalam air..2–propanadiol D. propanol B. C17H31COOH. ikatan antaratom karbon D... membentuk sabun dengan logam alkali Pernyataan berikut yang sesuai dengan gliserol adalah . Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. A. E. polialkohol B. kereaktifan gugus ester E.. penyabunan B. 4. B. ester E. untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linolenat. 6. jenis gugus polihidroksi Ciri utama asam karboksilat dalam lemak adalah . aldehida E. O. A.. struktur molekul B. 5 mol E.. Lemak adalah senyawa karbon yang termasuk golongan ... Perbedaannya terletak pada . D. memiliki ikatan rangkap dua D. 4 mol D. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H33 C17H33 C17H33 C17H33 C17H35 C17H35 2. mengandung gugus karboksilat B... esterifikasi C.

. Jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi redoks ini adalah .. asam linoleat C. oksidasi D.5 C. H2C HC H2C O O O C17H35 C17H35 C17H35 C. A.9. adisi C. 5 B. trigliserin B. A... A. 2 D.. 3 E. Reaksi yang terjadi pada penentuan ini adalah reaksi . gliserol dan NaOH B.. Lemak dengan nama gliseril trilinoleat memiliki struktur .. tripalmitoleat E..5 E.. Jika pada titrasi 10 mg lemak memerlukan 15 mL KOH 0.. bilangan asam B.4 B. bilangan ester D. 10. trigliserida D. 15. A. 8.. O H2 C HC H2C O O O C O C O C C17H33 C17H35 C17H35 13.. eliminasi E.. asam karboksilat dan NaOH D.. substitusi B.. bilangan penetralan 14. A. asam palmitat D. A. 7..... UMPTN 1999 B: Untuk menentukan adanya ikatan rangkap digunakan pereaksi brom.. 4 264 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . H2C HC H2C O O O O C O C O C O H2C HC H2C O O O C O C O C C15H31 C15H31 C15H29 C17H29 C17H29 C17H29 E. iodin yang terbentuk dititrasi dengan Na2S2O3.. asam stearat B. bilangan asam B. 12. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah . A. Nama senyawa yang terbentuk adalah . A. bilangan penyabunan C. gliserol dan asam lemak 10. Satu molekul gliserol bereaksi dengan tiga molekul palmitoleat. bilangan iodin E. etanol dan NaOH C. bilangan ester D. asam linolenat E.. tripalmitolein C. D. Pada penentuan BI.. reduksi 11. bilangan penyabunan C.. Reaksi penyabunan adalah reaksi antara . bilangan penetralan 15. Bilangan yang menyatakan kadar asam lemak bebas dalam suatu lemak atau minyak dengan cara reaksi penetralan disebut .0 D. gliserilpalmitoleat 12. Bilangan yang menunjukkan jumlah ikatan rangkap dalam lemak atau minyak adalah . asam oleat 17.0 16. A.1 M untuk mencapai titik akhir titrasi maka bilangan asamnya adalah .. O H2 C HC H2C O O O C O C O C O C O C O C C13H27 C15H31 C15H31 B.. 6 C.. gliserida dan NaOH E. bilangan iodin E.

Di dalam air. K C. Di antara asam lemak berikut yang tergolong asam lemak esensial adalah . Prostaglandin dapat dibiosintesis dari asam lemak .. A. A.. bilangan asam dan bilangan penyabunan. 1. C E. Prostaglandin adalah senyawa yang mengatur keseimbangan efek-efek biologis. 5. asam palmitat C. miristat C.. O R R C O O-Na+ O C O-Na+ B. A... streptomisin C... s elling E. Apakah produk utamanya jika diolah dengan: a. Gambarkan struktur dari asam lemak tersebut.. ion-ion sabun yang berasal dari asam lemak membentuk . bilangan ester dan bilangan penyabunan? Mengapa lemak tidak jenuh diperlukan dalam diet manusia bagi kesehatan? Jelaskan. Rumus struktur detergen adalah . R O C OH D.18.. asam laurat B.. penisilin 23.. D 22. kafein B. asam stearat D. b. A. daging sapi B. A D. minyak sawit C.. minyak jarak E. larutan NaOH dan dipanaskan. palmitat D.. padahal struktur dan jenis unsur yang dikandungnya sama? Suatu lemak setelah disafonifikasi dan diasamkan. c. Apa perbedaan utama antara sabun dan detergen? Apa pula kesamaannya? 2. ikatan hidrogen B. Lemak 265 . aspirin E. E B. Sebutkan perbedaan sifat-sifat lemak dan minyak. minyak jagung D. Pembentukan prostaglandin dapat dihambat dengan adanya ... R O C O H C. E. Apakah perbedaan dan kesamaan antara: a.. telur E. Mengapa minyak dan lemak berbeda. linolenat 24.. O R S O O-Na+ B.. minyak kacang 21.. laurat B. rantai polimer D. pada suhu dan tekanan tinggi. misel C.. ditambah bromin dalam CCl4? 4. minyak kelapa B. susu D. Vitamin yang tidak larut dalam lemak adalah vitamin . asam linolenat E. gas hidrogen dengan katalis Ni. 3. asam salisilat D. asam butirat 20.. endapan minyak 25. Suatu trigliserida mengandung dua satuan asam stearat dan satu satuan asam palmitoleat. b. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. daging ayam 19. stearat E.. A. 6.. A. madu C.. A. Di antara bahan makanan berikut yang mengandung kolesterol paling rendah adalah . Di antara minyak berikut yang dapat menjaga kesehatan dalam jumlah yang cukup adalah . A. menghasilkan dua ekuivalen asam palmitat dan satu ekuivalen asam oleat.

lemak. Kemudian. Sediakan minyak dapur dalam tabung reaksi. nasi. Tambahkan beberapa tetes larutan Benedict dalam larutan gula. seperti di supermaket atau tempat perbelanjaan lainnya. Gelas kimia 8. Kemudian. Larutan iodin 3. dan pati yang terdapat dalam makanan berenergi tinggi. Air beras 2. 3. Larutkan gula dalam 10 mL air dalam tabung reaksi. Sediakan larutan protein yang berasal dari putih telur ke dalam tabung reaksi. Kemudian. buatlah laporan pengamatan kelompok Anda berupa karya tulis yang diserahkan kepada guru Anda sebelum ujian semester 2. 2. Amati perubahan yang terjadi. Larutan putih telur 4. dan daging). Tutup tabung reaksi dan kocok. Kemudian. Uji pati 1. tambahkan beberapa tetes larutan iodin. 5. sumber protein yang dapat diperoleh dari berbagai macam makanan. minyak dapur atau minyak kelapa sawit). Tabung reaksi 7. 4. 2. Nutrisi yang dibutuhkan tersebut di antaranya. dan minyak yang mengandung asam lemak takjenuh (seperti. 6. 4. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan iodin. serta lemak yang mengandung asam lemak jenuh (terdapat dalam margarin. protein.Proyek Semester 2 i Ma anan Kita memerlukan makanan sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. tambahkan beberapa volume air dan kocok kembali. seperti. 266 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . karbohidrat (glukosa yang terdapat dalam gula. Alat dan Bahan 1. Larutan gula 11. 2. Larutan Benedict 12. Kocok sedikit air beras dengan air dalam gelas kimia kecil. Siapkan penangas air. Penangas air 9. Amati perubahan warna yang terjadi pada larutan biuret. panaskan tabung reaksi dalam penangas air. 3. dan minyak. Tambahkan sedikit larutan etanol. 3. seperti daging dan kacang-kacangan. 2. Larutan biuret 5. roti. Pada proyek Semester 2 ini. Tujuan Untuk mengidentifikasi gula pereduksi. Amati perubahan warna yang terjadi. Pembakar bunsen 10. Air Langkah Kerja Uji gula pereduksi 1. Uji protein 1. Tambahkan beberapa tetes larutan biuret pada larutan. 5. Uji lemak minyak 1. dan kentang). pati. Anda ditugaskan untuk mengidentifikasi golongan senyawa pada produkproduk yang mudah diperoleh di sekitar Anda. Larutan etanol 6.

polivinil klorida 2. CH3(CH2)3CH2OH Pernyataan yang benar tentang aseton di bawah ini adalah ... CH3COCH3 B. merupakan hasil oksidasi alkohol primer D... 1 dan 3 D.... 1 dan 2 C. CH3CHOHCH3 E... CH3–CH=CH–CH3 D. mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 267 . karbon tetraklorida Pasangan senyawa yang tergolong haloalkana adalah ...Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 1. gas brom membentuk dibromo alkana 8.. reaksi dengan PCl3 E.. 9. 2 dan 4 E. 2 dan 3 Senyawa berikut merupakan isomer dari asam pentanoat. Pasangan senyawa yang berisomeri fungsional adalah . CH3CH2CHO D. etil propanoat C... A.. 3. A. CH3COCOOH E. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Diketahui empat senyawa karbon: 1.. dapat bereaksi dengan larutan Fehling B. reaksi esterifikasi C. CH3CH2CH2OH B. CH3–CH2–O–CH2–CH3 E.. penentuan rumus molekul Jika 1–butanol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C. 1 dan 3 E.. CH2=CH–CH2–CH3 B. 3–metil–2–butanol C. rumus bangun alkohol dan eter tidak sama B.. A. A.. logam Na membentuk alkoksida C. CH3–CH2–CH2–CHO 3. A. butil formiat B.. A. Hal ini disebabkan . 6.. A.. merupakan hasil dari oksidasi alkohol sekunder E. 1 dan 4 Di antara senyawa alkohol berikut yang tidak dapat dioksidasi adalah .. 4. A. 11. 12. CH3CHOHCOOH C.. propil asetat E. reaksi dengan logam natrium D. O CH3–CH2–CH2–COOH 2. 3–pentanol B.. dapat teroksidasi menghasilkan asam propanoat C. CH2=C(CH3)2 C. 2 dan 4 C. CH3–CH2–O–CH3 Senyawa alkohol berikut ini yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah . A. CH3CH2CH2O E. 4–metil–2–pentanol E.. HOOCH2COOH D.. massa jenis eter lebih kecil dari alkohol D. 2 dan 3 B.. A... Berikut adalah bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari: 1. 10.. 1 dan 4 B. (CH3)3COH Di antara senyawa berikut yang memiliki isomer optik adalah . CH3CHOHCH3 C. kalor penguapan alkohol lebih tinggi Zat berikut yang dapat membentuk cermin perak apabila direaksikan dengan tes Tollen adalah . kelarutan dalam air B. 5.. eter mengandung dua gugus alkil C. 2–metil butanoat Alkohol dan eter memiliki rumus molekul sama. hasil yang terbentuk adalah .3–dimetil–2–butanol D. antarmolekul-molekul alkohol terdapat ikatan hidrogen E. isoprena 4. CH3CH2COOH B. A. CH3COOH Perlakuan berikut yang tidak dapat diterapkan untuk membedakan alkohol dan eter adalah . dietil keton D. A. 2–metil–2–butanol 7. 3. A. CH3–CH2–CH2–CH2–OH 2. (CH3)3CCH2OH D. tetapi titik didih alkohol jauh lebih tinggi daripada eter. tes Tollen membentuk endapan Ag E. 1 dan 2 D. CH3–CH2–C–CH3 4. kecuali ... PCl3 membentuk R–Cl D. gas H2 membentuk alkohol B. Reaksi identifikasi untuk mengenal gugus –CHO pada alkanal adalah . CH3CH2OCH3 C. kloroform 3.

NO2 17. E. vinil klorida E.2–diol (etilen glikol) membentuk suatu polimer adalah .. CH3–CO2H B. stirena 24. 1. ClC6H4CH3 19. kationik C. C3H7COOCH3 C.. Di antara senyawa berikut yang paling mungkin bereaksi dengan etana–1. Hasil reaksi antara asam propionat dengan etanol adalah .. A. Cl3C–CO2H 16.. B.. C6H5CCl3 A. adisi 18. 21.13.. Polimer yang dibentuk dari kondensasi glukosa dinamakan polisakarida. C6H5–CO2H C. protein D. Jika benzena dinitrasi menggunakan campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat. C2H5COOC2H5 E. D. isoprena D... ionik B. siklopropana D. kondensasi E. PVC adalah suatu plastik sebagai hasil polimerisasi dari . larutan iodium dalam natrium hidroksida E. A. bromobenzena dalam cahaya matahari E. A. substitusi E. 2n NaOH Katalis ⎯⎯⎯⎯⎯→ Polikarbonat + 2n NaCl + 2n H2O Polimerisasi reaksi yang terjadi secara . H–CO2H E. 1–bromopropana B... enzim B. substitusi E. CH3CCl=CH2 dan CH3CH=CH2 B... Jenis reaksi benzena dengan asam nitrat yang mengandung asam sulfat adalah ... CH2=CHCl dan CH2=CH CH=CH2 E. esterifikasi C.... D.. radikal bebas 28. A. Di antara senyawa berikut yang dapat digunakan untuk melakukan reaksi oksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat atau ion benzoat adalah .... A. hidrogen peroksida D. C6H5CHCl2 C. HNO3 B... D. A.. adisi D.. iodobenzena pada 20°C B... NO3– D. eliminasi 268 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .3–dibromopropana 15... tetrafloroetilen C. bromobenzena dengan adanya Fe C. larutan kalium permanganat(VII) 22. Di antara zat berikut yang akan menghasilkan klorobenzena apabila gas klor ini dilewatkan adalah . A. oksidasi B. Di antara senyawa berikut yang disebut benzalklorida adalah ... oksidasi C. ClC6H5 B.2–dibromopropana E. C3H7COOC2H5 14. reduksi B. adisi D.. kanji E.. Reaksi yang terjadi dinamakan .... 1... Polimer yang mempunyai satuan berulang: (–CH2–CHCl–CH2–CH=CH–CH2–) dapat dibentuk melalui polimerisasi suatu campuran dari . Cl2C=CCl2 C.. NO2+ E. (CH3)3C–CO2H A. hasilnya adalah . propilena B. CH2=CHCl dan CH2=CH2 C.. spesi mana yang pertama kali menyerang molekul benzena adalah . ClHC=CCl2 E. A. C6H5CH2Cl E. A. asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat C. 20. benzena dalam cahaya matahari D.. HSO4– + C. Di antara asam karboksilat berikut yang paling asam adalah . A. ClHC=CHCl D. peptida C. Senyawa berikut yang bukan monomer untuk pembuatan plastik adalah .. CH2=CCl CH=CH2 dan CH2=CH2 D. Jika propena direaksikan dengan brom dalam karbon tetraklorida. Polikarbonat dibuat dari reaksi bisfenol A (BPA) dengan fosgen (COCl2): C. A. CH3 CH2Cl dan CH3 CH=CH CH3 26... Senyawa berikut yang termasuk polisakarida adalah .. eliminasi D. Senyawa berikut yang merupakan basa paling kuat adalah . DNA 25. Metilbenzena dapat dibuat dari benzena dan bromometana dengan katalis besi(III) bromida. H2C=CCl2 B.. A. A.. benzena dengan adanya besi 23. klor B. 2–bromopropana C. C2H5COOC3H7 B.. H2C=CHCl 27. CH3COOCH3 D.

glukosa dan glukosa B. ikatan hidrogen intramolekul C. A. ikatan hidrogen intramolekul C.. gaya van der Waals Suatu protein dapat memiliki struktur sekunder karena memiliki . muatan positif dan negatif sama B. glukosa dan galaktosa C. amino dengan hidroksil Pereaksi yang cocok untuk menguji adanya tirosin fenilalanin dan triptofan (mengandung inti benzena) di dalam protein adalah . amino dengan karboksil E. C12H22O11 dihidrolisis dalam larutan HCl encer terbentuk monosakarida: H+→ C12H22O11 + H2O ⎯⎯ C6H12O6 + C6H12O6 Jika disakarida tersebut laktosa. ikatan peptida E. fruktosa dan fruktosa 33. sedangkan fruktosa suatu keton D. fruktosa D. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah . asam amino penyusun protein adalah asam α – amino.. Hal ini disebabkan adanya … A. maltosa 32. D. amino dengan aldehid B. Molisch B. sedangkan fruktosa suatu aldehid C. Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk protein adalah . B. gaya van der Waals Gugus fungsi yang membentuk ikatan peptida dalam protein adalah …. protein jika dihidrolisis. A. Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab . amida dengan hidroksil C. ikatan hidrogen antarmolekul D. A. laktosa 31. protein terbentuk dari asam amino melalui polimerisasi B. laktosa E. A. 1 D. A. HOOC COOH E. struktur molekul glikogen dapat bercabang B.. A. Ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor …. maltosa E. C. selulosa C. HO OH 29.. A. akan menghasilkan asam amino D.. A.. ikatan hidrogen antarmolekul D. amida dengan karboksil D... Di antara karbohidrat berikut yang tidak mengalami hidrolisis adalah . 5 C.. β (1 → 4) glikosidik selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia sebab memiliki ikatan γ –glikosidik jika ke dalam pati ditambahkan iodium akan terbentuk warna cokelat dari iodomilum pati dan selulosa memiliki monomer yang sama yaitu β – –galaktosa 40.. sukrosa B. Pernyataan berikut ini yang benar tentang polisakarida adalah . H N H 1 H C R1 C O H N H C C 5 O OH 2 3 4 R2 37.... Evaluasi Kompetensi Kimia Semester 2 269 . dengan titik cabang pada (1 → 4) glikosidik ikatan antarmonomer di dalam pati adalah ikatan 34. Benedict E. glukosa suatu aldehid. fruktosa dan galaktosa D. E. asam β –amino. terjadi ikatan peptida di antara setiap dua monomer protein 36.. E. 4 B.. glukosa suatu aldehid. dan asam γ –amino. 39.. glukosa suatu keton. 3 Suatu protein dapat memiliki struktur α–heliks.. 38. glukosa suatu aldehid.. glukosa suatu amida... protein dengan larutan NaOH dan CuSO 4 memberi warna ungu C. muatan positif dan negatif sama B. Perhatikan struktur dipeptida berikut.. sedangkan fruktosa suatu eter B. ikatan peptida E. sedangkan fruktosa suatu asam 30. glukosa dan fruktosa E.. amilum D.. sedangkan fruktosa suatu eter E.. Barfoed 35. Tauber C. amilum B.. Hidrolisis pati dengan asam klorida encer menghasilkan . C. A. A. fruktosa C.A. monosakarida yang terbentuk adalah . Jika disakarida.. Fehling D.. 2 E. ClCH2CH2CH2COOH HOOCCH2CH2OH HO COOH D.

A. Krom trioksida direduksi menjadi Cr3+.. Sikloheksanol. menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium streat (C17H35COONa). Millon 41. CH3 O C CH2 CH CH3 CH3 8. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.5. Apakah yang dimaksud dengan istilah pengasilan? Monomer apa yang digunakan untuk membentuk polimer berikut.... Terangkan uji kimia yang dapat membedakan antara: a. c. minyak jarak 45.5% N dan 12....7. asam stearat 43. air D.0 g trigliserida dihidrolisis dengan natrium hidroksida. Sebanyak 10. CH F CH2 CH F CH2 CH F 2. C17H31COOH diperlukan gas hidrogen sebanyak . Hasil analisis cuplikan senyawa adalah: 87. minyak jagung D. a. 5 mol B. minyak kacang E. keton. Pada kondisi bagaimana senyawa tersebut bereaksi dengan feniletanon? Pada pembuatan etil benzoat dari etanol dan asam benzoat. ester E. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 4. O 5. Mycomycin adalah antibiotik alam yang dihasilkan dari jamur Nocardia acidophilus. nitroprusida B. atau aldehid. Tentukan rumus empirisnya.12–dionat. alkohol dan metil B.. amino dan gugus karboksil D. C H O c. minyak kelapa kopra B. 2 mol D. Ikatan peptida antarasam amino yang terdapat dalam protein adalah terbentuk dari gabungan gugus . Pada pembuatan margarin. ester. diketahui bahwa senyawa itu hanya berikatan kovalen tunggal. 6. 4 mol B. 270 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . minyak jagung D.. amonia dan alkohol 42. salah satu produknya adalah . b. CrO3. toluen (metilbenzen) dan 2–metilsikloheksena Identifikasikan apakah senyawa berikut tergolong asam karboksilat. Propionaldehid (propanal) dan aseton (propanon) b. C6H11OH dioksidasi oleh krom trioksida. a.. 7. Jika lemak dihidrolisis dengan larutan NaOH. Sakaguchi C. A. O b. gliserol C. 3.. metil dan amino C.. karboksil dan metil E. A. c. dan nama sistematisnya asam 3. minyak jarak 44. Di antara minyak-minyak berikut yang paling banyak mengandung lemak jenuh adalah . b. Rumus molekul mycomycin adalah C13H10O2. Berikan alasan mengapa dalam reaksi ini digunakan HCl kering. nitrogliserin B. a. asam asetat dan asetaldehid (etanal) d. minyak kelapa sawit C. untuk menghidrogenasi sempurna 1 mol trigliserida dari asam linoleat. Tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut... minyak kelapa kopra B. A. CH2=CH–C ≡ C–CH ≡ CH2 dan benzena c. 6 mol C.5% H (menurut massa). dalam larutan asam menjadi sikloheksana. Xantoprotein D. Tuliskan persamaan kimia setara untuk reaksi tersebut. 3 mol E. Gambarkan struktur mycomycin.A. Hopkin-cole E. Di antara minyak-minyak berikut yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah memadai adalah . 1.8– tridekatetraena–10.. pereaksi didihkan dalam refluks dan HCl kering dialirkan ke dalam campuran. Tuliskan rumus struktur yang mungkin untuk senyawa tersebut. minyak kacang E. C6H10O. Mengapa HCl kering lebih baik daripada H2SO4 pekat pada reaksi pengesteran ini? d. A. minyak kelapa sawit C.

dan CaCl2 diukur pada suhu yang sama maka perbandingan tekanan osmotik (π) antara ketiga larutan tersebut adalah . π cuka paling besar B. Titik beku air mengalami penurunan sebesar 0... 2 ⎠ D. 186 Tiga macam larutan dengan molaritas yang sama: cuka. sistein B.62 V C.1 0. triptofan C. perbandingan tetapan faraday terhadap tetapan Avodagro sama dengan . C. 3 B.. 8 di kanan D. zat terlarut yang sukar menguap Jika beberapa asam amino berikut dengan berat yang sama. B. pelarut dan terlarut tidak bercampur C. X dan Jika n mol elektron dialirkan melalui larutan CuSO4.. b. A. dan y yang tepat adalah …. 0 D. + 0. 12 di kiri Pada setengah reaksi oksidasi metanol menjadi → formalin: CH3OH ⎯⎯ CH2O. → MnO4– + C2O42– ⎯⎯ Mn2+ + CO2 + H2O Jika persamaan ini disetarakan. x. –0.8 V 2+(aq) Zn(s) +(aq) Ag(s) Zn Ag E° = 1.… A. A.… A. 4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 11. 240 B. jumlah elektron C.7 0.2 ⎠ 6. π NaCl π CaCl2 C. c. +0. 125 E.56 V 2+(aq) Zn(s) 2+(aq) Ag(s) Zn Sn E° = 0. A. komponen pelarut dalam fasa uap B.. 9. 10.40 V → 2+ – + 2e ⎯⎯ E°= –0. A. N=X+ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 22. 16 di kanan C. 100 D. zat terlarut yang mudah menguap E.7 0.1 0. alanin E. d. X2+ + 2e– ⎯⎯ X E° = + 0. muatan pada satu mol elektron E.25 oC.5 g suatu zat dilarutkan dalam 100 g air. penurunan gaya tarik antarmolekul D.30 V → Kedua logam tersebut disusun seperti pada gambar berikut. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. e. a. 8 di kiri E. Massa molekul zat tersebut adalah …. E. 2 Diketahui: H+(aq) H2(g) Ag+(aq) Ag(s) E° = 0.7 V Potensial reduksi logam X dan sebagai berikut. 3. 16 di kiri B. –0. ⎛ 2y ⎞ n = 2 +⎜ ⎟ ⎝ 22. 275 C. X2+(aq) 1M Y2+(aq) 1M 4. Penurunan tekanan uap larutan disebabkan oleh .14 V D. jumlah mol elektron B..14 V E. A. x mol Cu dan y L gas hidrogen (pada STP) diproduksi. NaCl. 4 C.62 V Potensial sel untuk reaksi: Sn2+ + 2e– ⎯⎯ Sn → adalah . Ion positif dinetralkan pada elektrode X X GGL sel (V) 0. 4 ⎠ ⎛ y ⎞ n = +⎜ ⎟ ⎝ 11.. π NaCl2 paling tinggi D. Berdasarkan gambar tersebut pernyataan yang tepat adalah . jumlah elektron yang terlibat adalah . A. dilarutkan dalam air maka kenaikan titik didih paling tinggi terjadi pada larutan …. A. muatan pada satu elektron D. π NaCl cuka E. 7. 1 E. Hubungan antara n. A.Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 1. X Y 2..7 V B. jumlah H+ yang diperlukan …. + 0. semua sama Reaksi ion permanganat dan ion oksalat dalam larutan asam memiliki persamaan berikut. glisin D....7 5. treonin Sebanyak 2. 8. Pada proses elektrolisis. muatan pada ion Lemak 271 ..

Zn(OH)2(s) + 2OH– ⎯⎯ Zn(OH)42– → D. positron B. Ca(NO3)2(s)⎯⎯ Ca3N2(s)+4NO2(g)+5O2(g) → E. mengubah 235U untuk menghasilkan energi D. reduksi SiCl4 C. kalium tetratiosianatoetilendiaminkromat(III) C. partikel α D.. Zn2+(aq) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42+ → B. B. A. U–235 D. menyediakan deuterium untuk reaksi fisi dengan 235U B. K3[Fe(SCN)6] B. Gas NH3 dapat dibuat di laboratorium dengan cara …. kromatografi lapis tipis 16. elektrolisis B. pemanasan campuran (NH4)2SO4 dan K2O B. Nama yang tepat untuk senyawa kompleks dengan rumus (Cr(NH3)4Cl2)Cl adalah …. C Neutron A Pita kestabilan B Proton Unsur radioaktif yang terletak di daerah B akan mencapai stabil dengan cara memancarkan …. mengubah neutron cepat menjadi neutron termal C. larutan KI dengan gas Cl2 C. Persamaan setara yang tepat untuk reaksi larutan amonia pekat dan suspensi seng(II) hidroksida adalah ….… A. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ Ca(NO2)2(s) + O2(g) → B.. E. Reaksi redoks antarhalogen berikut dapat terjadi. larutan KNO3 dengan elektrode Au D. pemanasan NH4Cl D. 234 90 U 236 90Th 235 92 U 238 92 U 1 + α ⎯⎯ X + 3 0 n .. A. U–238 E. sebagai sumber partikel alfa 25. pemanggangan 14. krom(III) tetramin dikloro klorida B. bis(dimetilglioksimato)nikel(II) B. K4[Fe(NCO)6] C. distilasi kuarsa (SiO2) B. A. menurunkan kadar timah E. larutan Na2SO4 dengan elektrode C C. C. A. pemanggangan kuarsa E. partikel β E. Pembuatan silikon ultra-murni dapat dilakukan melalui proses …. K3[FeCN6] 19. meningkatkan kadar karbon B. A. pemurnian zona D. Pembuatan logam magnesium dilakukan melalui proses …. Zn(OH)2(s) + 4NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)42++ 2OH– → C. meningkatkan kadar timah D. sebagai bahan bakar untuk memicu reaksi fisi E. leburan NaCl dengan elektrode Pt E. Elektrolisis larutan yang menghasilkan logam alkali adalah …. A. Th–234 C. Spesi X → D. diklorotetraminkromat(III) klorida D. A. larutan NaCl dengan elektrode C 15. Zn(OH)2(s) + 2NH4+ ⎯⎯ Zn2+ + 2NH4OH → E. Zn2+(aq) + 2NH3 ⎯⎯ Zn(NH3)22+ → 18. tetramindiklorokromat(III) klorida E. pirolisis D. A. Po–239 272 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII . partikel γ 23. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO2(s) + 2NO2(g) → 17. Perhatikan grafik pita kestabilan berikut. A. A. Prinsip pembuatan baja dari besi tuang yaitu dengan cara …. tetramindiklorokrom(III) klorida C. Jika kalsium nitrat dipanaskan dengan kuat maka reaksi yang terjadi adalah …. larutan KBr dengan gas Cl2 12. ion karbonatotetraaminkobalt(III) D. elektrolisis larutan NH4Cl 13. K4[FeCN6] D. kecuali …. 239 94 Pu 240 94 Pu 24. Po–212 B. meningkatkan kadar seng 21. Batang kadmium dalam reaktor nuklir berfungsi …. larutan KCl dengan gas F2 E. diklorotetraminkrom(III) monoklorida 20. Pada reaksi inti: adalah …. trans–diglisinatopaladium(II) E. A. A. KFe(SCN)6 E. menurunkan kadar karbon C. larutan KI dengan elektrode C B. Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ CaO(s) + N2O(g) + 2O2(g) → D. A. peptisasi C. Reaksi fisi yang dikembangkan dalam reaktor nuklir menggunakan bahan bakar . kromatografi E. mengalirkan H2 ke dalam nitrogen cair E. larutan KCl dengan gas Br2 D. Senyawa kompleks berikut yang bukan kelat adalah . 2Ca(NO3)2(s) ⎯⎯ 2CaO(s)+4NO2(g)+ O2(g) → C. neutron C. Rumus kimia potasium heksasianoferat(II) adalah ….11. larutan KI dengan gas Br2 B. pemanasan NH4NO3 C. A. sodium tetrasianoditiosianatoferat(III) 22.

D. asam propanoat C. NHCH3 35... A. CH2=CHCH2CH3 B. CH2NH2 B. bukan dalam C2H518OH. 1 tersier D. C6H5CH2OH B.. CH2=C(CH3)2 C. COOH HOOC C.. Reduksi: H2 N NO2 H2N NH2 dapat dilakukan dalam laboratorium sekolah dengan menggunakan …. Z adalah senyawa berbeda. C6H5OCOCH3 B. CH3CH(OH)C2H5 D. C6H5CH2OCOCH3 Butanol memiliki empat isomer yang terdiri atas …. A... CH3CH2–O–CH3 Di antara pereaksi berikut yang dapat digunakan untuk mengoksidasi metilbenzena menjadi asam benzoat adalah . campuran H2SO4 pekat dan HNO3 pekat D. X dan bereaksi membentuk ester. timah dan HCl pekat C. 2 sekunder. CH3C16O2C2H5 dihidrolisis berasam dengan adanya H218O. sodium hidrogen sulfit berair B. 1 primer dan 3 sekunder B. propanal E. C6H5CH2COCl E. ClCH2CH2COOH HOOC–CH2–CH2–OH Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun 273 . 33. gas hidrogen dengan bantuan nikel E. 30. A. Jika suatu alkohol. A.. OH HO D. COOH HO B. larutan KMnO4 dalam basa E. Jika etiletanoat. E. Senyawa alkohol tersebut adalah …. larutan I2 dan NaOH dalam air C. hasil yang terbentuk adalah . C6H5COCH3 Hasil reaksi antara fenilmetanol (C6H5CH2OH) dan etanoilklorida (CH3COCl) adalah …. 1 tersier E. X dan Z dapat juga membentuk ester yang sama tetapi tidak bagus. C6H5CH2Cl D. A. 29.. C6H5OH 34. propan–1–ol D. NH2 E. 1 sekunder.26. larutan H2O2 C. propanoil klorida Senyawa berikut yang tidak membentuk endapan kuning jika dipanaskan dengan larutan iodin cair dan kalium hidroksida adalah . direaksikan dengan larutan KMnO4 panas dan berasam. A. C6H5CH(OH)C2H5 E. X bereaksi dengan natrium menghasilkan H 2 . dengan HI berair 36. 1 primer. A. gugus C2H5 mengalami serangan oleh H218O X. yaitu .. Di antara senyawa berikut dapat bereaksi dengan etana– 1. (CH3)3COH E. CH3CH2–O–CH2CH3 E. A. CH3COCH3 D. ikatan C–C dalam gugus O–C2H5 terurai selama hidrolisis O 27. CH3 NH2 D. C6H5COCH3 C. 2 primer dan 2 sekunder C. Senyawa adalah …. isotop-isotop atom 18O terdapat dalam produk CH 3 –CO– 18 OH. CH3CH(OH)CH3 B... C2H5OH C. A. ikatan tunggal C–O dalam gugus C O terurai atom O dalam gugus O–C2H5 menjalani reaksi dengan H318O+ E. propanon B. Kesimpulannya adalah…. Senyawa berikut yang dapat digunakan untuk membuat garam diazonium jika direaksikan dengan asam nitrit pada 5°C adalah …. 32. A. 2 primer.2–diol (etilen glikol) membentuk polimer. 1 primer dan 3 tersier Jika butan–1–ol didehidrasi oleh asam sulfat pekat berlebih pada suhu 240°C. CH3CHO C. besi dan HNO3 pekat D. A. . 28. ikatan C–16O lebih kuat dari C–18O B. hasilnya adalah tri– iodometana.. 31. CH3CH=CHCH3 D. gas klorin B. X. CONH2 C.

tirosin E. asam palmitat D. Senyawa apakah endapan putih yang pertama? Mengapa lebih dulu mengendap? 8. AlCl 3 dan LiH dengan perbandingan mol 1 : 4 bereaksi membentuk endapan putih.5 g logam perak. Penambahan larutan NaOH membentuk endapan XOH. A. Suatu larutan mengandung ion logam 3+ dielektrolisis dengan arus 5.37. A. Pereaksi yang sering digunakan untuk identifikasi glukosa dalam urine adalah …. elektrolisis larutan AgNO3 mendepositkan 1.8 torr).0 A selama 10 menit. H2 C H C Cl H2 C H C C N B. alanin 40. menghasilkan gliserol dan tiga mol natrium stearat (C17H35COONa). Setelah disaring. 5. asam linolenat E. H C C Cl H2 C H C B. Sebanyak 10. histidin B. dan tunjukkan arah aliran elektron dan gerakkan kation. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 9. b. tandai anode dan katode. Berapa gram NaOH yang diperlukan untuk hidrolisis ini? 6. Apakah yang dimaksud dengan denaturasi protein dan renaturasi protein? 10. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara AlCl3 dan LiH. Barfoed D. a. Molisch E. Pada keadaan yang sama. Setengah-reaksinya adalah: → Zn(s) ⎯⎯ Zn2+(aq) + 2e– E° =– 76 V 2+ → Ni (aq) + 2e– ⎯⎯ Ni(s) E° = – 23 V Gambarkan diagram sel. Benedict C.9 Pada keadaan tertentu. asam oleat E. Apakah nama unsur X dan mengapa emisinya terpisah? 7.0 g trigliserida dihidrolisis dengan NaOH. asam stearat B. Apakah nama logam tersebut jika 1. Di antara asam-asam lemak berikut yang memiliki bilangan iodin paling tinggi adalah …. Filtrat diketahui mengandung ion-ion 228Ra. endapan XOH hanya memancarkan partikel α dan filtratnya memancarkan partikel β. 4. Dalam etoksietana. Air laut mengandung sekitar NaCl 3%. Berikut ini yang merupakan asam amino esensial adalah …. sistein D. 1. H2 C H2 C H C H C C H C D. 3. Berapa tekanan minimum yang harus diterapkan pada suhu 25°C untuk memurnikan air laut dengan teknik osmosis balik? Diketahui faktor van’t Hoff = 1.18 g logam diendapkan pada elektrolisis ini? Suatu larutan X(NO3)n ditemukan mengemisi partikel α dan β. glutamin C. Fehling B. A. Tauber 39. H2 C H C C N CH2 N H C C N H C H N H2 C H2 C Cl Cl HC C. asam linoleat C. Tuliskan rumus struktur dan nama semua senyawa yang memiliki rumus molekul C5H11Br. 38. berapa gram Zn yang dihasilkan dari elektrolisis larutan ZnCl2? Sel volta dikonstruksi dari setengah reaksi berikut. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 45 g glukosa dengan 450 g air. Jika propenonitril ( H2C CHC N ) dan kloroetana ( CH 2 CHCl ) dicampurkan dengan molar yang sama membentuk polimer secara adisi maka polimer yang terbentuk harus mengandung monomermonomer …. Elektrode seng dalam larutan seng sulfat dan elektrode nikel dalam larutan nikel sulfat. A. Berapakah tekanan uap larutan ini pada 25°C? (Pada 25oC tekanan uap air murni adalah 23. 2. 274 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas XII .

29 Xair = 0. b. 3. Hal ini disebabkan pada keadaan padat. 3. dan gas dari air dalam ruang vakum tersebut.26°C b. Plarutan = 41. Plarutan = 23. 7. 7.18637°C Evaluasi Kompetensi Bab 1 A. 5. 25. 7.43 atm Massa etilen glikol = 1192 g Plarutan = 19. Esai Kemolalan H2O2 3% = 0. B. → I2(s) + HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + NO2(g) +5 +4 Tes Kompetensi Subbab C 1.9 m Fraksi mol H2O2 3% = 0. D D 13. kerapatannya lebih rendah dari CO2 air. C Sn2+(aq) Sn4+(aq) Fe3+(a ) Fe2+(aq) C → 2I–(aq) + 2e– ⎯⎯ I2(s) E°= –0.016 Apendiks 1 275 . C Zn Ni 2+ Reaksi yang terjadi: Zn (s) + Cu (aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) → 3. 3. DTd= 0. d. 3. Fe(s) + 2Ag+(aq) ⎯⎯ Fe2+(aq) + 2Ag(s) 5. 1. 1. D A 15. cair. 5. DTd= 0. 3. → Cr2O72–(aq)+6Cl– (aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) + 3Cl2(g) + 7H2O( ) → 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) – + 2MnO4 (aq)+ 7H2O( ) → H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab D 1. → I2(s) + 10HNO3(aq) ⎯⎯ 2HIO3(aq) + 10NO2(g) + 4H2O( ) → NaCl(aq)+2H2SO4(aq)+MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(s) + 2H2O( ) + Cl2(g) a.372°C Tb = –0.71 molalitas larutan gula = 0. Pada tekanan tinggi.Apendiks 1 Kunci Jawaban Tes Kompetensi Subbab Bab 1 Sifat Koligatif Larutan Tes Kompetensi Subbab A 1.702°C DTb= 0. 3. D B 17.68 mm Hg Mr glukosa = 180 g mol–1 1.29 m 3. 9. Pilihan ganda D 11. A D A C E 31.104°C Mr X = 842 g mol–1 Tb = –0. B 33. DTd= 0. 7. C 21. 3.15°C 3. 23.62 mmHg π = 7. a. c. A C 19. π = 0.001 atm Mr Hemoglobin = 688000 g mol–1 Tes Kompetensi Subbab B 1. Rangkaian luar e– Voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab F 1. Xetanol = 0. suhu pembentukan CO2 padat naik. e.54 V GGL sel negatif maka reaksi tidak terjadi. 5. → 10Br–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) → 3Cu(s)+2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) Tes Kompetensi Subbab E 1. 29.5 mmHg Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia Tes Kompetensi Subbab A 0 +10 Tes Kompetensi Subbab B 1. 27. Boleh jadi padat.

5. A E 19. Tes Kompetensi Subbab D 1. 31. Gaya tolak ruang sangat tinggi. Akibatnya logam besi cenderung direduksi. 2[2 Al3++302–] + 3C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2(g) → atau Al2O3(aq) + 3 C(s) ⎯⎯ 4 Al( ) + 3 CO2 (g) Pada proteksi katodik. 7. Massa Hg = 4. 29.23 volt) maka Ni2+ akan direduksi.83 volt) sehingga H2O akan di reduksi menghasilkan ion OH– yang bersifat basa. F Tes Kompetensi Subbab B 1.24 volt). 7. 10Br– (aq)+2MnO4–(aq) + 16H+ ⎯⎯ 5Br2( ) + 2Mn2+(aq) + 8H2O( ) g. E D 23.72 jam. b. → 4NaCl(aq) + 2H2SO4(aq) + MnO2(s) ⎯⎯ 2Na2SO4(aq) + MnCl2(aq) + 2H2O( ) + Cl2(g) Rangkaian luar e– voltmeter Anode Rangkaian dalam Katode Tes Kompetensi Subbab C 1. 1.2 g. Berdasarkan potensial sel. 35. Pada (b) GGL sel negatif maka reaksi tidak berlangsung. Potensial reduksi standar Ni paling besar (–0. 33.34 volt) maka Cu2+ akan direduksi.06 V ) Sebab nilai potensial reduksi besi lebih besar dibandingkan nilai potensial reduksi Mg atau Zn. → NaI(s) + H3PO4( ) ⎯⎯ HI(g) + NaH2PO4(s) 3. Zn Ni 7. → a. 3Cu(s) + 2HNO3(aq) + 6H+ ⎯⎯ 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O( ) → b. H2O memiliki nilai lebih besar (–0. Al = 16. Oleh karena yang (a) GGL selnya positif maka reaksi dapat berlangsung.9. F Br F (sp3d) 276 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . Bab 3 Deskripsi Unsur-Unsur Golongan Utama Tes Kompetensi Subbab A 1.36 jam. A A 17. C E 15. B.35 g a. 5. Potensial reduksi standar Cu lebih besar (0. C F F Xe F F 25. 9. 11. Pilihan ganda B 13. Mg = 10. F F F Xe F F Esai Penyetaraan reaksi redoks dalam suasana asam dengan metode setengah reaksi. diketahui bahwa tahap reaksi oksidasi besi berlangsung cepat (E° = 1. 3. Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq) ⎯⎯ 2PbSO4(s) + 2H2O( ) → d. 5. 3. Evaluasi Kompetensi Bab 2 A.08 jam m I2 = 2. → 11. 2Mn2+(aq)+5BiO3–(aq)+14H+ ⎯⎯ 5Bi3+(aq) + 2MnO4–(aq) + 7H2O( ) → e. Berdasarkan nilai potensial reduksi standar. 3. Sebab atom fluorin terlalu kecil untuk membentuk asam okso. C A D C D A Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d2. Makin kuat gaya tarik van der Waals makin rapat unsur tersebut. tetapi pada tahap pembentukan karat reaksi berlangsung sangat lambat karena memiliki nilai potensial sel sangat kecil (E° = 0. B B 21. Kerapatan berhubungan dengan gaya tarik antarmolekul halogen. 3CH3OH(aq)+Cr2O72 (aq) + 8H+ ⎯⎯ → 3CH2O (aq) +2Cr3+(aq)+7H2O( ) Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d3. Mg atau Zn memiliki potensial oksidasi lebih tinggi dibandingkan besi sehingga logam Mg atau Zn lebih mudah dioksidasi. 27. Cr2O72–(aq)+ 6Cl–(aq) + 14H+ ⎯⎯ 2Cr3+(aq) +3Cl2(g) + 7H2O( ) → c. F 7. H3AsO4(aq) + 4Zn(s) + 8H+ ⎯⎯ AsH3(s) + 4Zn2+(aq) + 4H2O( ) → f. dan reduksi terjadi di katode. 9. F Xe F Hibridisasi yang terjadi adalah sp3d. 5. 3. Waktu yang diperlukan untuk mengendapkan: 1 mol Na = 5. H2 O → 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) 3. 1.

27. Muatan senyawa ini adalah 0. 29. 5. yang dikeluarkan secara berkala. B. Tes Kompetensi Subbab E 1. A D 15. Tes Kompetensi Subbab G 1. Hasil samping gas H2 dan Cl2. Grafit memiliki struktur jaringan segienam datar dan berlapis-lapis.5 L 3. elektrolisis → H2O( ) ⎯⎯⎯⎯ H2(g) + O2(g) → 8H2S(g) + 4O2(g) ⎯⎯ S8(s) + 8H2O( ) Esai (a) +2. (b) Amonium tetrabormokuprat(II) 3. Dalam bentuk garam hipopklorit (NaClO). 9. Alumunium memiliki energi ionisasi ketiga yang cukup tinggi cenderung sukar untuk melepaskan elektron. 1. 7. Evaluasi Kompetensi Bab 4 A. B. 1. (d) +6 Ion kompleks adalah senyawa ionik yang terdiri atas kation logam transisi (atom pusat) dan 2 atau lebih anion atau molekul netral. → 4Li(s)+ O2(g) ⎯⎯ 2Li2O(s) → 2Na(s) + O2(g) ⎯⎯ Na2O2(s) Evaluasi Kompetensi Bab 3 A. dalam KMnO4 = +7. Ca. 33. Sumber unsur transisi biasanya berasal dari penambangan deposit minera. H2 O 2XeF2(aq) ⎯⎯⎯ 2Xe(s) + 4HF(aq) + O2(g) → Sebab klorin bersifat asam dalam air sehingga dapat bereaksi dengan ion basa kuat membentuk garam. 29. Mg. Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel elektrolisis. 9. Reduksi bijih besi menjadi besi. Pembuatan gas oksigen di antaranya: 2 2KClO3(s) ⎯⎯⎯→ 2KCl(s) + 3O2(g) 2 → H2O2( ) ⎯⎯⎯ H2O( ) + O2(g) Tes Kompetensi Subbab D 1. 23. D D 13.66) Bab 4 Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat Tes Kompetensi Subbab A 1. 25. (a) Tris(amin)dibromobesi(III) nitrat. 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) ⎯⎯ 4Al( ) + 3CO2(g) → 11. Tes Kompetensi Subbab C 1. 35. Tes Kompetensi Subbab D 1. 3. B D 19. 7. C E B B B 31. → 2 M + H2 ⎯⎯ 2 MH M adalah logam alkali. Pilihan ganda E 11. D Esai 21. Karena logam alkali bersifat reaktif. 3. E D 19. Melalui elektrolisis garam NaCl. 3. akan diperoleh CH4 yang disebut gas alam sintetik. B C A B C 3. (b) +4. Pada umumnya senyawa dengan biloks tertinggi lebih stabil maka diduga bahwa senyawa A adalah VF3. 27. Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat.Tes Kompetensi Subbab C 1. Ra → CaCO3(s) + H2C2O4(aq) ⎯⎯ CaC2O4(s) → 5C2O42–(aq)+2MnO4–(aq)+16H+ ⎯⎯ 2Mn2+(aq) + 10CO2(g) + 8H2O( ) 1. 9. (c) +1. 25. 39. Karena potensial reduksi standar negatif (E°= 1. Al 2 O 3 dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit). Biloks Mn dalam MnO2 = +4. 5. B C 17. E 21. 7. kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat. 23. Tes Kompetensi Subbab F 1. 3. 7. 3. Elektron valensinya ns2 np1. 1. 3. V = 3587. D C B A C → 2Li + 2CH ≡ CH ⎯⎯ 2LiC ≡ CH + H2 Jenis reaksi adalah reaksi oksidasi. 3.contohnya Kalimantan Barat dan pegunungan Jaya Wijaya. amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2. Ligan adalah anion atau molekul netral terikat pada atom pusat. Ba. 5. C C 13. Pilihan ganda A 11. B E 17. 5. Alumunium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik. A C 15. [Pt(NH3)2Br2]. 3. Proses secara umum. 5. Apendiks 1 277 . → CO(g) + 3H2(g) ⎯⎯ CH4(g) + H2O(g) Δ H= –206 kJ mol–1 Setelah H2O diuapkan. ΔMnO MnO 5. Sifat lunak dan licin disebabkan oleh antarlapisan yang dapat bergeser. 37. Pt → Tahap 1 : 4NH3(g) + 5O2(g) ⎯⎯ 4NO(g) + 6H2O(g) → Tahap 2 : 2NO(g) + O2(g) ⎯⎯ 2NO2(g) Tahap 3 : 3NO2(g) + H2O( ) ⎯⎯ 2HNO3(aq) + → NO(g) Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali. Tes Kompetensi Subbab B 1.

3. 4 → X+2 He ⎯⎯ 242 96 239 Cm+ 1 n . Sebab 238U jika dibombardir dengan neutron tidak akan terjadi reaksi berantai sebagaimana 235U. b. sedangkan inti atom nitrogen hanya 7 proton. 5. 49. 33. g. Jika pada akhir reaksi. 238 U + n ⎯⎯ 239 Pu → Evaluasi Kompetensi Semester Semester 1 A. 25. c.176 g Sebab ion karbonat cenderung terurai menjadi gas CO2 . (b) 40K. Pilihan ganda b 11. A C A C Tes Kompetensi Subbab B 1. 13. 40 235 13 208 Po. (c) 76Ga → U + 4n ⎯⎯ 239U → C ⎯⎯ 12C + n → K ⎯⎯ 40Ca+ −0 e 1 29. 5. Terpaan radiasi sekitar 30 rem secara terus menerus terhadap seseorang dapat menyebabkan kanker atau leukemia. H3C H2 C H2 C Br CH Br H3C Br H2 C C Br CH3 1. d. ion tetraaminseng(II) diklorotetraaminkobalt(III) klorida kalium diaminobis(oksalat)kobaltat(III) tetrakloro(etilendiamin)platina(IV) heksa uonikel(II) bromida diklorotetraminkrom(III) perklorat kalium tris(oksalat)ferat(III) [Fe(SO4)(H2O)4] 3. 7. e d 19. 3. A B A C C B E 43. 37. 7. 5. b 21. c. artinya katalis terlibat dalam tahap-tahap reaksi. e. B E 17.4–dibromobutana 1. 41. B. f. B. misalnya 3 rem setiap tiga bulan boleh jadi aman. 1. 31. C D 27. tetapi jika dosis tersebut diberikan secara bertahap. 1. Pilihan ganda E 15. 1. 14 → N + a ⎯⎯ 18F → Au + a ⎯⎯ Dalam inti atom emas terkandung 79 proton. Dalam reaksi fisi.2–dibromobutana Br H2C H2 C H2 C Br CH2 1. c d 17. Reaksi fusi adalah reaksi nuklidanuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. 3. 3. 3. X =plutonium–239 ( 94 Pu ) 0 Kehilangan massa sebesar 6.3–dibromo–2–metilpropana 278 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 5. 7. e a 13. D E 23.6 torr 0 +4 Bab 5 Keradioaktifan Tes Kompetensi Subbab A 1. b d 15. suhu hasil reaksi dapat dikendalikan. Tes Kompetensi Subbab C 1. artinya katalis diperoleh kembali. 11.2–dibromobutana Br H3C CH H2 C Br CH2 H3C Esai Emisi beta. 45. Jika dalam setiap tahap menunjukkan sifat radioaktif. 23.3–dibromobutana CH3 H2 H2 C CH C Br Br 1. 7. 47. E B 25. 39. Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida dengan nomor atom mendekati stabil. 35. tetapi membentuk 239Pu. D D 21. b d e Tes Kompetensi Subbab B 1. Evaluasi Kompetensi Bab 5 A. C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O Berat I2 = 1. C E 19. E Esai Plarutan = 23. b. a. 1. 9. C6H12O6 + O2 → CO2 + H2O 0 –2 3. Katalis yang digunakan harus bersifat radioaktif.5. Bab 6 Senyawa Organik Tes Kompetensi Subbab A 1.1–dibromobutana Br H2 C CH Br CH2 2. kemudian hasil reaksi pada setiap tahap dan produk reaksi akhir diisolasi dan dideteksi sifat radioaktifannya. 1 n ⎯⎯ 1 p + -1 e →1 0 1. Nuklida radioaktif: (a) a. 9. Oleh karena partikel alfa bermuatan positif maka kekuatan tolakan inti atom emas jauh lebih besar dibandingkan dengan inti atom nitrogen. 7. 5. produk tidak menunjukkan sifat radioaktif. Karena gugus fungsi merupakan bagian reaktif dari senyawa karbon yang menentukan sifat fisika dan kimia senyawa karbon. agar mengurangi jumlah neutron dan meningkatkan jumlah proton sehingga terbentuk 0 kestabilan inti. 9. Rem adalah satuan dosis radiasi yang menghubungkan secara e uivalen energi radiasi dengan jenis radiasinya.607 ×10–9 sma. sedangkan pada reaksi fusi hingga saat ini masih terus diteliti.

b. 7. H3C H2 C H C OH H2 C CH3 IUPAC: 3–pentanol 3. Tidak. Apendiks 1 279 . b. H3 C CH3 H2 H2 C C C CH3 CH3 b.4dinitrofenilhidrazin membentuk suatu endapan kuning. Rumus umum amina: R3N.6–dimetiloktan–4–ol H3C H2 C H2 C H2 C H2 C OH Tes Kompetensi Subbab E O NH2 O C OH O 1. a. Air nira banyak mengandung glukosa melalui proses fermentasi berubah menjadi alkohol. dengan R dapat berupa atom H atau alkil.2–dibromo–2–metilpropana 1. 1–klorobutana + H2O ⎯⎯ 1–butanol + HCl → 5. Glukosa Etanol Isomer posisi struktur: H3C H2 C CH3 H3C HC O CH3 H2 C O CH3 H3C H2 C O H2 C CH3 O H2 C H3C C H2 H2 C C H2 O C H2 CH3 CH O O C C H2 CH3 C O CH3 7. H C OH CH3 Tidak beralasan sebab asetaldehid mudah menguap dan habis dalam waktu tidak lama. H3C H2 C H2 C H C H2 C C H Tes Kompetensi Subbab F 1. H3C C CH3 CH3 Isomer fungsional: H3C H2 C H2 C H2 C OH H3C H2 C H C OH CH3 H3C CH H2 C CH3 OH H3C C OH CH3 CH3 d. a. Sebab eter pada umumnya kurang polar. Sebab gula pasir mengandung glukosa yang memiliki gugus fungsional aldehid. C6H12O6 ⎯⎯ 2C2H5OH + 2CO2 → b. C O CH2 CH3 b. trivial: isopentil alkohol c. H3C O H2 C C H2 H2 C C H2 OH O C O O H2 C C H2 H2 C O CH3 CH CH3 9. H3 C H2 C H C H C H2 C C2H5 C C2H5 O H2 C C H 1. trivial: pentil alkohol H3C H2 C H2 C H C OH CH3 IUPAC: 2–pentanol. c. Sehingga larut dalam benzena (nonpolar) f. H2 C H3C C H2 H2 C C H2 C O CH3 5. a. Jika dilihat dari strukturnya. 6. sebab keduanya dapat bereaksi dengan 2. H2N H2 C C H2 C H2 H2 C CH NH2 O C OH c.CH3 H3C C Br CH3 H2 C Br H3C CH H C Br Br c. H3C C C H2 CH3 Tes Kompetensi Subbab D 1. H3C H C H C H2 C memiliki isomer apapun. H3C C C O H C Br O C H g.1–dibromo–2–metilpropana 3. 3. a. O H3C C H . H3C CH IUPAC: 1–pentanol. 9. C2H4O tidak Tes Kompetensi Subbab C 1. H3C C O H C CH2 e. a. H2C HO C OH b. 3.

9. 39. 5–bromokuinolin 280 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . c. 7. 2–etilasetofenon. H2C2O4 ⎯⎯ CO + CO2 + H2O → 3 5. 23. Esai o–aminometilbenzena. pentil metil eter metoksi pentana c. a. O CH3 C CH3 H2 C H2 C H2 C CH3 b. 25. Pilihan ganda D 11. O C OH CH3 H2C C H C CH2 H OH CH3 3. atau 2–etilfenil metilketon c. (b) 2–propanol. Cl Evaluasi Kompetensi Bab 6 A. B B 15. E C C D A 31. D 21. pentil metil keton 2–heptanon b. 1. Cl Cl Bab 7 Senyawa Aromatik Tes Kompetensi Subbab A NH2 1. B A 15. Nama senyawa tersebut berturut-turut: a. D 45. c. B. Br2 b. para–: CH3 OH CH3 H3C OH OH 3. 2–hidroksimetilbenzena o–hidroksitoluena 2–metilfenol. 35. B. 3. 3–bromopiridin. Struktur hidroksimetilbenzena pada posisi orto–. o–hidroksitoluena. 1. H C OH C CH3 HO H C CH3 CH3 .4. B 3. 25. 7. sedangkan pada alkena elektron p terlokalisasi pada atom karbon tertentu. E B 17. asam oksalat K 2 Cr 2 O 7 H 2 SO 4 dipanaskan. m–aminometilbenzena. C C 13. 37. E B 17. (c) 2– kloropropena a. –asetil–p–aminofenol (4–hidroksiasetanilida) b. 1. Jika dilihat dari strukturnya maka molekul-molekul pada posisi orto– memerlukan ruang lebih ruah dibandingkan para– dan meta– yang menyebabkan gaya antarmolekul lebih lemah sehingga titik didih dan titik leleh lebih rendah. b. E 21. OH H2C HO CH2 HO O C OH C O 3HC C OSOH 3 H2 Etilen glikol b. 5. Senyawa F dihilangkan untuk menghindari oksidasi lebih lanjut. 9. 2–metoksi pirola 3–metilpirola 5. A E 19. O c. b.3. a. m–dihidroksibenzena 3–hidroksifenol. COOH b. 29. meta–. H2C H C H C CH2 CH3 H2 C a. o–hidroksikarboksilbenzena. fenol a. E 7. asam benzo–2– dioat atau o–karboksilbenzoat. 7. A C 13.6–trinitrotoluena Tes Kompetensi Subbab B 1. Tes Kompetensi Subbab C 1. dan p–hidroksikarboksilbenzena. klorobenzena a. A 43. atau 2–metilfenol b. heksanal heksanoildehida (a) 2–kloropropana. H3C CH3 3. 27. Evaluasi Kompetensi Bab 7 A. 29. E 33. D B 19. 27. a. 2. 5. 23. p– aminometilbenzena. asam heksanoat d. Pilihan ganda B 11. B E B C A 41. 33. 1. A A C A E 31. 3. HO C . A 35. Esai a.7–dikloro–8–hidroksikuinolina CH3 . Sebab dalam benzena membentuk ikatan p terdelokalisasi. 5.

7. Jika CuSO4 berlebih akan terbentuk endapan putih dari Cu(OH)2 yang dapat mengganggu analisis. D 21. Karena adanya cabang pada struktur LDPE menyebabkan polimer jenis ini kurang rapat dibandingkan HDPE sehingga LDPE kurang tegar dan mudah sobek. 1. portein struktural. Penggolongan protein berdasarkan struktur: primer. Apendiks 1 281 . Pilihan ganda C 11. b– –glukosa Glukosa Dapat Tes Kompetensi Subbab C 1. PP tidak berwarna menjadi merah jambu. 5. D C 17. sedangkan b–sheet membentuk lapisan yang planar. protein regulator dan pertahanan. a. 5. tersier. C17H29–COOH + Br2 ⎯⎯ C17H29(Br2)–COOH → Minyak curah banyak mengandung asam lemak jenuh. Polimerisasi ionik Tes Kompetensi Subbab B 1. dan triptofan (mengandung inti benzena) sehingga berwarna kuning. 1. sekunder. sedangkan bagian kepala sabun yang bersifat polar akan larut dalam air. 27. Penggolongan protein berdasarkan fungsinya: protein sebagai enzim. Hal ini disebabkan oleh bagian ekor sabun yang bersifat nonpolar akan melarutkan butiran minyak. a. dan (d) alpukat. Asam lemak tidak jenuh mengandung ikatan rangkap sebagai sumber awan elektron yang memiliki tolakan terhadap ikatan rangkap yang lain sehingga terjadi tolak-menolak. 23. Bab 9 Lemak Tes Kompetensi Subbab A 1. . D D 19. protein transport. 3. dan kuarterner. 3. 5. 29. protein bahan makanan. Tes Kompetensi Subbab C 1. 3. 9. E Struktur LDPE 3.064 M. gaya antarmolekul asam lemak menjadi lemah. D A 15. 7. 3. Kulit kita terdiri dari protein yang boleh jadi mengandung asam amino seperti tirosin. 25. protein kontraktil. a– –glukosa b. Lapisan yang dibentuk oleh gugus karbohidrat yang bermuatan negatif mengelilingi butiran minyak. (b) telur (tapi kolesterol tinggi). Jika emulsi minyak-air yang tidak stabil ditambahkan sabun maka akan terbentuk emulsi yang stabil. (c) terigu. 3. [a– –glukosa] = 0. yang pada gilirannya minyak yang banyak mengandung ikatan rangkap (sawit) memiliki titik beku rendah dibandingkan minyak curah. C B A C A 31. sedangkan minyak sawit mengandung banyak asam lemak tidak jenuh. E 35. aitu: (a) daging ayam. 7. [b– –glukosa] = 0. Esai • Bentuk polimer tidak bercabang • Banyak ikatan silang antar rantai polimer b. C D 13. 3.Bab 8 Makromolekul Tes Kompetensi Subbab A 1. 7.036 M a –heliks membentuk spiral. 5. 5. 7. fenilalanin. Tes Kompetensi Subbab B Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. B. Akibatnya. Struktur HDPE: Evaluasi Kompetensi Bab 8 A. B 33.

Renaturasi protein adalah pengubahan kembali bentuk struktur protein yang terdenaturasi. 9. Pilihan ganda E 17. B 23. 5. dan banyak terdapat dalam hewan. b. B. Adapun minyak cair pada suhu kamar. Esai Lemak Padat pada suhu kamar. C 25. 7. Untuk menjaga keseimbangan hormon. 11. 5. 7. 45. Evaluasi Kompetensi Semester Semester 2 A. 9. Aldehid. 7. 1. mengandung asam lemak takjenuh. D C 27. 37. 1. D B 29. C D B D C B E 3. H2C 7. 39. Keton NH2 N2H4 Pada suhu dan tekanan tinggi dengan katalis asam. A C B A A 3.85) Reaksi AlCl3 dan LiH: a. Mentega dari jenis stearat. 7. A A 25. A D 15. b. 13. 43. 1. 5. LiCl. 23. 5. 21. 41. 3. sebab LiCl senyawa ion yang tidak larut dalam pelarut organik (etoksietana). Ikatan rangkap pada asam palmitoleat diadisi oleh bromin.56 torr Berat Zn = 0. a. 29. Denaturasi protein adalah ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. Pilihan ganda B 11. 1. B. b. 9. c. 1. B B 19. B B 13. 25. sedangkan AlCl3 adalah senyawa kovalen. E Esai Plarutan = 23. 15. E A 21. 1. B E 19. 3.456 g Indium (Ar = 114. A D A C E 31. 39. mengandung asam lemak jenuh. AlCl3 + 4LiH ⎯⎯ LiAlH4 + 3LiCl(s) → b. c. 35. D E 17. 33. a.Evaluasi Kompetensi Bab 9 A. 3. A D 19. 37. Gliserol dan sabun dari jenis Na–stearat dan Na– palmitoleat. C C 31. H (fluroetilena) F C 282 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . D Esai O H2 C H3C C H H C C H H C C H C C H C C H2 O C CH3 33. 3. C C 13. c. B. D 21. D D 15. E D 23. 9. a. A Evaluasi Kompetensi Kimia Akhir Tahun A. 35. 5. B A 17. dan banyak terdapat dalam tanaman. 5. Pilihan ganda E 11. 27. Perbedaannya disebabkan adanya ikatan rangkap (tidak jenuh) pada minyak. Keton.

6 8.91 0.00117 0.8 0.59 1.53 0.0055 0.55 0.580 2.47 13.720 705 685 913 2.800 1.87 2.720 (menyublim) 3.Apendiks 2 Tabel 1 Sifat Fisik Beberapa Unsur Unsur Simbol Nomor Atom Al Ar As Ba S Be Fe B Br Cs K Ca C C Cl Co Kr Cr Xe Li Mg Mn Hg Na Ne Ni N O Ag Pt Rb Se Zn Si Sc Sr Cu Sn Pb Ti U V 13 18 33 56 16 4 26 5 35 55 19 20 6 6 17 27 36 24 54 3 12 25 80 11 10 28 7 8 47 78 37 34 30 14 21 38 29 50 82 22 92 23 Atom Pada Suhu 25°C 27 40 75 137 32 9 56 11 80 133 39 40 12 12 35.28 11.160 3.99 2.760 3.97 0.5 21.96 1.400 2.100 2.760 3.620 2.455 –210 –219 962 1.19 0.540 2.030 –7 2 63 840 3.53 4.53 2.78 3.81 7.640 445 2.384 2.34 4.135 1.00346 7.47 3.51 19.5 59 84 52 131 7 24 55 201 23 20 59 14 16 108 195 85 79 65 28 45 88 64 119 207 48 238 51 s g s s s s s s s s s s s g s g s g s s s s g s g g s s s s s s s s s s s s s s Titik Leleh (°C) Titik Didih (°C) Kerapatan Gas pada 25°C (g cm–3) Aluminium Argon Arsen Barium Belerang Berilium Besi Boron Brom Cesium Kalium Kalsium Karbon (grafit) Karbon (intan) Klor Kobalt Kripton Krom Xenon Litium Magnesium Mangan Merkuri Natrium Neon Nikel Nitrogen Oksigen Perak Platina Rubidium Selenium Seng Silikon Skandium Stronsium Tembaga Timah Timbal Titanium Uranium Vanadium 660 –189 613 (menyublim) 710 115 1.494 –157 1.250 –39 98 –249 1.09 Sumber: Chemistry For You.900 –153 2.7 0.25 3.084 232 327 1.470 2.600 –108 1. 2001 Apendiks 1 283 .95 0.300 4.772 39 220 420 1.74 7.490 4.00084 8.920 2.120 357 900 –246 2.33 2.45 1.700 59 184 777 1.53 1.360 1.150 –196 –183 2.14 2.285 1.000 3.720 1.00299 8.12 4.670 1.00133 10.93 7.00166 5.860 –112 180 650 1.550 –101 1.05 6.350 –186 1.86 1.85 7.540 769 1.827 –34 2.410 1.

2001 Tabel 3 Besaran Fisika Satuan SI Besaran Fisika massa waktu arus listrik suhu termodinamik kandungan zat frekuensi energi tekanan muatan listrik beda potensial listrik aktivitas daya kapasitansi listrik Nama Satuan SI kilogram detik ampere kelvin mol hertz joule pascal coulomb volt bec uerel watt faraday Lambang Satuan SI kg s A K mol Hz J Pa C V B W F 284 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .Tabel 2 Muatan Beberapa Ion Ion Positif Muatan 1+ Nama Ion amonium tembaga(l) hidrogen litium kalium perak natrium barium kalsium tembaga(ll) besi(ll) timbal(ll) magnesium nikel(ll) stronsium seng aluminium besi(lll) Rumus NH4+ Cu+ H+ Li+ K+ Ag+ Na+ Ba2+ Ca2+ Cu2+ Fe2+ Pb2+ Mg2+ Ni2+ Sr2+ Zn2+ AI3+ Fe3+ Muatan 1– Ion Negatif Nama Ion bromida Klorida hidroksida fluorida iodida nitrat karbonat oksida sulfat sulfida Rumus Br– Cl– OH– F– I– NO3– CO32– O2– SO42– S2– 2+ 2– 3+ 3– nitrida fosfat N3– PO43– Sumber: Chemistry For You.

Tabel Periodik Unsur Apendiks 2 285 .

• 106 Atom pusat Kation logam unsur transisi yang terdapat dalam ion atau senyawa kompleks. 7s. 5p. • 235 Diagram fasa Diagram yang menggambarkan perubahan fasa suatu zat. 2s. dapat berupa senyawa. 5d. • 73 Detergen alam Garam asam lemak yang berasal dari minyak hewan atau minyak sayuran yang memiliki anion gugus fungsi ion sulfat atau ion sulfonat. misalnya dengan pengecatan atau penyepuhan logam. dan biasanya berasal dari lemak hewan. 4d. • 248 Asam lemak Asam karboksilat yang memiliki rantai panjang. • 249 Asam basa Lewis Asam lewis adalah atom atau senyawa yang menerima pasangan elektron (akseptor elektron). akibat elektron yang berpasangan. • 248 Asam lemak tidak jenuh Asam lemak yang mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya rendah. sedangkan basa lewis adalah atom atau senyawa yang mendonorkan pasangan elektron bebas (donor elektron) yang digunakan untuk ikatan. dan biasanya berasal dari minyak nabati (tumbuhan). 4p. atau campuran komponen. • 106 Aturan Aufbau Aturan yang menyatakan urutan pengisian elektron dalam orbital berdasarkan kenaikan energi (1s. • 260 Detergen sintetik Garam asam lemak yang memiliki gugus fungsi berbeda dari sabun berasal dari minyak bumi. 6d). seperti dua alotrop karbon: intan dan grafit. • 105 B Bilangan koordinasi Jumlah atom donor yang terikat pada atom pusat. • 260 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. • 255 Asam lemak jenuh Asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap pada ikatan karbon sehingga titik lelehnya tinggi. 4f. 4s. • 252 C Cahaya tampak Cahaya atau gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi berkisar di antara cahaya inframerah sampai cahaya ultraviolet. 2p. yang terdiri atas spektrum warna merah-kuning-hijau-biru-ungu. • 12 Diamagnetik Sifat yang tidak dipengaruhi oleh medan magnet. • 105 (pelapisan) Suatu metode untuk mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam. • 238 Deposit mineral Sumber batuan mineral yang terdapat di alam. • 52 D Dehidrasi Pelepasan molekul air dari suatu zat atau dari suatu reaksi kimia. 3d. • 88 Amorf Bentuk padatan yang bukan kristalin dan tidak memiliki keteraturan kisinya. 3s. terbentuk melalui berbagai proses yang dipengaruh tekanan dan suhu bumi. • 233 Asam lemak esensial Asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi melalui makanan. larutan padat. • 227 (paduan logam) Bahan yang terdiri atas campuran dua logam atau lebih. • 108 Bilangan penyabunan Bilangan yang menunjukkan berapa mg larutan basa (KOH) yang diperlukan untuk membentuk 1 gram sabun secara sempuna. • 179 286 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 5f. • 77 Alotrop Keberadaan unsur dalam dua bentuk atau lebih. contohnya pada asam karboksilat melalui ikatan hidrogen antara oksigen dari gugus karbonil suatu asam karboksilat dan hidrogen dari gugus hidroksil asam karboksilat yang lainnya. 6p. ditandai dengan (d) atau (+). • 103 Aturan Pauli Tidak ada dua elektron yang memiliki empat bilangan kuantum yang sama (jika elektron berpasangan spinnya harus berlawanan). 5s.Senarai A Aldosa Monosakarida yang mengandung gugus aldehid. dimana atom karbon berkisar antara 12–22. • 88 Antaraksi van der aals Gaya tarik di antara atom atau molekul yang dapat ditimbulkan oleh gaya elektrostatik antara dua molekul dan polarisasi molekul tetangga • 238 Asam amino Molekul yang mengandung gugus amino (–NH2) dan gugus karboksil (–COOH). • 168 Denaturasi protein Ikatan-ikatan yang lemah pada protein dapat pecah atau rusak akibat perlakuan tertentu. 3p. • 105 Dimer Penggabungan dua molekul yang sama. atau logam dengan nonlogam. 6s.

• 183 F Faktor van t Hoff ( ) Persamaan yang menyatakan perbandingan banyaknya jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol ion-ionnya dalam larutan. • 42 Emulsi Koloid yang terbentuk dari tersuspensinya partikel-partikel kecil. biasanya dispersi minyak dalam air atau dispersi air dalam minyak. tempat terjadinya reaksi oksidasi. • 34. • 37 Gaya tegangan permukaan Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan. • 47 Hukum Kekekalan Massa Hukum yang menyatakan perbandingan massa hasil reaksi sama dengan massa pereaksi. • 105 Eksoergik Proses yang melibatkan pelepasan energi.Distilasi bertingkat Suatu metode pemisahan campuran cairan menjadi cairan murni berdasarkan perbedaan titik didihnya. misalnya peluruhan radioaktif. • 107 Ikatan peptida Ikatan C–N antarasam amino yang terbentuk dari reaksi kondensasi antara gugus karboksil asam amino satu dengan gugus amino dari asam amino yang lain membentuk protein. • 6 I Ikatan glikosidik Ikatan yang menghubungkan dua monosakarida dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor 1 dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2. • 94 Hukum I Faraday Massa zat yang bereaksi dalam elektrode sebanding dengan muatan listrik yang terlibat dalam sel. • 259 Higroskopis Sifat suatu zat yang dapat menyerap air dari udara. • 14 E Eksitasi elektron Perpindahan elektron akibat dikenai energi (cahaya) dari keadaan dasar menuju keadaan yang energinya lebih tinggi. • 2 G Gaya Gerak Listrik (GGL) Usaha atau kerja yang diperlukan untuk mendorong aliran elektron melalui rangkaian luar dan menggerakkan ion-ion dalam larutan menuju elektrode. • 196 Insulator Bahan yang bersifat tidak dapat menghantarkan arus listrik. Zat ini menyublim pada suhu – 78°C (195 K) dan tekanan standar. • 155 Hidrofil Sifat kelarutan (kesukaan) terhadap pelarut air. • 259 Energi ikat inti (Ei) Selisih energi antara energi nuklida hasil sintesis dengan energi nukleon penyusunnya. • 259 Hidrofob Sifat taklarut (ketidaksukaan) terhadap pelarut air. yang hidrogennya terikat pada atom elektronegatif. tidak melewati fasa cair (meleleh). P = Po X. tempat terjadinya reaksi reduksi. • 47 Elektrode Kutub atau terminal sel terjadinya reaksi dalam sel elektrokimia yang terdiri atas anode. • 28 Hukum Kekekalan Muatan Hukum yang menyatakan muatan sebelum terjadi reaksi sama dengan sesudah terjadi reaksi. • 260 H Haloalkana Senyawa karbon mengandung halogen. • 63 Karbondioksida berwujud padat. digunakan sebagai pendingin. • 45 Hukum II Faraday Massa ekuivalen zat yang diendapkan akan sama jika muatan listrik yang mengalir tetap. • 28 Hukum Raoult Tekanan uap parsial pelarut (dengan zat terlarut di dalamnya) berbanding lurus dengan fraksi molnya. • 126 Esterifikasi Pembuatan ester dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam sulfat. • 19 Fraksi mol Komposisi suatu zat dalam larutan. • 229 Ikatan hidrogen Interaksi elektrostatik antarmolekul. • 127 (penyepuhan) Suatu metode elektrolisis untuk melapisi permukaan logam oleh logam lain yang lebih stabil tehadap cuaca atau menambahkan nilai estetika (keindahannya). • 71 Ikatan kovalen koordinasi Ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama elektron ikatan yang berasal dari salah satu atom. • 233 Ikatan rangkap konjugasi Ikatan rangkap selang seling dengan ikatan tunggal atau disebut juga elektronnya dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). dimana proton hidrogen berinteraksi dengan pasangan elektron bebas pada atom elektronegatif dari molekul yang ada didekatnya. dimana terjadi penguraian suatu zat atau reaksi kimia yang disebabkan oleh adanya arus listrik searah. 4. 42 Elektrolisis Kebalikan dari elektrokimia. • 88 Senarai 287 . dan 6 pada monosakarida yang lain membentuk disakarida. dan katode.

• 63 Konfigurasi oktet Konfigurasi elektron yang terisi penuh dan bersifat tidak reaktif. • 35 K Karbohidrat Senyawa polihidroksi-aldehid atau polihidroksi-keton dan turunannya. • 248 M Masa ekuivalen at Massa relatif zat per satuan Ar . • 7 Membran semipermeabel Membran berpori yang dapat dilalui oleh zat pelarut. tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. pemurnian logam. yang terdapat dalam semua hewan dan dapat disintesis dari konsumsi makanan. pembuatan aloi. seperti konfigurasi elektron gas mulia. • 235 Ligan Anion atau molekul netral yang terikat pada atom pusat. dengan cara reaksi antara alkil halida dan alkoksi atau fenoksi. • 227 Mutarotasi Rotasi optik dengan nilai yang khas untuk setiap sakarida. • 225 Ion karbonium Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan positif pada atom karbon.Inti atom Bagian tengah atom yang mengemban sebagian besar massa atom. • 45 e− Massa molekul relatif (Mr) Jumlah massa atom relatif dari semua atom yang menyusun molekul itu. • 249 Lemak nabati Lemak yang berasal dari tumbuhan. memiliki muatan positif. • 256 Konduktor Bahan yang bersifat dapat menghantarkan arus listrik. • 134 Ion karbanion Zat antara dalam beberapa reaksi organik yang memiliki muatan negatif pada atom karbon. • 126. • 227 Kolesterol Salah satu jenis lemak pada dinding pembuluh darah (arteri). dapat disebut juga sebagai isomer struktur. • 222 Monosakarida Sakarida atau karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi molekul yang lebih sederhana secara hidrolisis. • 156 J Jembatan garam Atau disebut juga rangkaian dalam. seperti mentega. yang disebabkan ketegaran suatu molekul. berfungsi untuk menetralkan kelebihan ion-ion hasil reaksi reduksi-oksidasi dalam sel elektrokimia sehingga reaksi berlangsung terus menerus. dirumuskan dengan m eq = 288 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . yang disebabkan perubahan muatannya. tetapi tidak dapat dilalui zat terlarut. dengan rumus R3C+. • 259 Monomer Molekul yang massanya kecil yang bergabung dengan sesamanya membentuk dimer. tetapi susunan atomnya berbeda dalam ruang. • 227 Karsinogen Zat yang berpotensi menimbulkan kanker. • 156 Isomer struktur Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. ditandai dengan (l) atau (–). • 248 Asam amino yang dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kiri. dan polisakarida. yang digolongkan ke dalam monosakarida. • 224 Isomer Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul dan gugus fungsi sama. 31 Metode illiamson Metode sintesis eter. • 167 Isomer posisi Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekul sama. 127 Inti metastabil Keadaan tereksitasi pada atom atau inti yang memiliki umur paruh yang cukup panjang. • 63 L Larutan elektrolit Zat yang terurai dalam larutan menjadi jumlah mol ion-ionnya sesuai derajat ionisasinya. dan telur. daging. • 106 Lipid golongan senyawa bioorganik yang tidak larut dalam air yang berasal dari hewan dan tumbuhan. • 30. • 15 Metalurgi Cabang ilmu yang berkaitan dengan produksi logam dari bijihnya. • 18 Larutan nonelektrolit Zat yang terhidrasi dalam larutan menjadi molekul-molekulnya (tidak terjadi ionisasi). disakarida. trimer. • 169 Misel Bagian dari mekanisme sabun sebagai pengemulsi. • 2 Ketosa Monosakarida yang mengandung gugus keton. dengan rumus R3C–. • 18 Lemak hewani Lemak yang berasal dari hewan. • 204 Kemolalan Jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. • 155 Isomer fungsional Perbedaan struktur yang memiliki rumus molekulnya sama. dan dehidrasi alkohol oleh asam sulfat. dimana gugus fungsi sabun yang bermuatan negatif membentuk lapisan melingkar yang mengelilingi setiap butiran minyak. karena terdiri atas satu atau lebih nukleon. dan polimer. tetapi gugus fungsinya berbeda. oligosaksarida. • 116 Metode setengah reaksi Metode penyetaraan reaksi reduksi-oksidasi berdasarkan transfer elektron. dan pemanfaatan logam.

00 volt . dimana bentuknya dapat dipertahankan hanya dengan pendinginan. kecuali dengan perlakuan kimia. • 175 Pereaksi Grignard Senyawa logam haloalkana dari magnesium.3– dihidroksibutanadioat. • 223 Polimerisasi kondensasi Reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu disertai penyingkiran molekul kecil. • 93 Proses Hall Heroult Suatu metode komersial pembuatan alumunium melalui elektrolisis alumunium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit (NaAlF6). digunakan untuk mendeteksi gula pereduksi dan aldehid dalam larutan yang akan membentuk endapan merah bata (tembaga(I) oksida) jika hasilnya positif. • 125 O Oksidator Zat yang mengalami reduksi. • 130 Nuklida radioaktif Jenis inti atom yang yang tidak stabil sehingga mengalami peluruhan partikel dan atau radiasi elektromagnetik. dengan rumus RMgX. • 229 N Notasi sel elektrokimia Aturan penulisan reaksi reduksi-oksidasi yang terjadi dalam sel elektrokimia. dimana bentuknya tidak dapat diubah. • 104 P Paramagnetik Sifat yang dipengaruhi oleh medan magnet. • 222 Polimerisasi adisi Reaksi pembentukan polimer yang melibatkan radikal bebas atau ion dengan senyawa yang memiliki ikatan rangkap. • 38. yang diakibatkan oleh adanya elektron yang tidak berpasangan. • 39. yaitu sistem larutan dengan konsentrasi 1 M.bentuk dari isomer a menjadi isomer b atau sebaliknya jika sakarida dilarutkan dalam air. • 38 Potensial reduksi standar Potensial reduksi (daya oksidator) yang diukur pada keadaan standar. yang memiliki daya penetrasi terhadap materi yang dilaluinya dan mampu mengionisasi atom atau molekul. • 133 Suatu proses pembersihan logam dari oksida dengan menggunakan asam klorida (HCl). • 94 Proses Ostwald Suatu proses pembuatan asam nitrat (HNO3) secara komersial dengan melewati beberapa tahapan reaksi. • 72 Pirolisis Penguraian senyawa kimia akibat suhu tinggi. • 222 Polimer termoplastik Bentuk polimer lurus dan bercabang. 225 Potensial elektrode standar Potensial elektrode hidrogen yang dijadikan elektrode standar pada penentuan potensial reduksi standar. 40 Orbital hibrida Hibridisasi atau penggabungan orbital dalam suatu atom menjadi setara. • 255 Protein Polimer biologi yang tersusun dari monomer asam amino (banyak juga mengandung ion logam atau molekul organik kompleks) dengan rentang massa berkisar dari 6000 sampai puluhan ribu. • 93 Prostaglandin Zat yang terbentuk dari asam arakidonat (asam lemak esensial) yang serupa hormon. 93 Proses Haber Suatu proses pembuatan amonia (NH3) secara komersial dari reaksi antara N2 dan H2. yaitu proton dan neutron. • 52 Pereaksi Fehling Pereaksi yang terdiri atas larutan tembaga(II) sulfat dan natrium tartrat 2. • 85 Proses kontak Pembuatan asam sulfat (H2SO4) secara komersial melalui beberapa tahapan reaksi dan menggunakan katalis platina atau V2O5. 39 Proses Frasch Suatu proses penambangan deposit belerang (S8) dengan menggunakan tabung yang terdiri atas sejumlah pipa konsentris. • 165 Perunut radioaktif Isotop radioaktif yang ditambahkan dalam bahan kimia atau makhluk hidup guna mempelajari sistem itu. biasanya digunakan untuk mensintesis alkohol. tekanan 1 atm (sel yang melibatkan gas) dan suhu 25°C. kemudian tumpang tindih dengan orbital dari atom lain membentuk orbital molekul. • 126. • 83 Pita kestabilan Grafik yang menyatakan kestabilan inti berdasarkan perbandingan proton dan neutron. • 92. • 35 Nukleon Partikel penyusun inti. tersusun dari monomer yang berulang. 127 Polimer Senyawa yang memiliki massa molekul besar dengan struktur berupa rantai. • 105 Pasivasi pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. • 233 R Radikal bebas Atom atau gugus atom yang sangat reaktif karena mengandung elektron valensi yang tidak berpasangan. • 222 Polimer termoset Polimer yang memiliki ikatan silang yang banyak dan kuat. • 158 Senarai 289 . • 223. dimana 0 H + → H2 = 0.

dimana energi listrik dihasilkan dari aliran elektron searah pada kompartemen luar (kawat eksternal) yang dipasangkan pada elektrode yang dicelupkan dalam larutan elektrolit. dan padat secara bersama-sama. • 235 T Tanur sembur Perangkat atau alat eksperimen untuk proses metalurgi besi. 250 Sel volta Atau sel elektrokimia.Reaksi adisi Reaksi kimia yang melibatkan substitusi ion atau radikal bebas pada ikatan tak jenuh. • 3 Termit Suatu proses pengelasan lokal pada material besi melalui reaksi yang sangat eksotermis. • 184. • 204 at pengkelat Atau disebut juga ligan polidentant. • 8 Titik tripel Titik. • 171 Reaksi fusi reaksi nuklida-nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom yang lebih besar. • 175 Titik didih Suhu pada saat tekanan udara jenuh suatu cairan sama dengan tekanan atmosfer luar. hijau atau kuning. • 232 Tes biuret Uji protein dengan menggunakan natrium hidroksida pekat dan larutan CuSO4 yang ditambahkan setetes demi setes. • 138 Reaksi Friedel craft Reaksi alkilasi atau asilasi benzena dengan katalis AlCl3 atau AlBrO3. • 86 Tes Benedict Uji glukosa dalam urine dengan menggunakan larutan tembaga(II) sulfat. • 119 Reaksi fisi Reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida yang nomor atomnya mendekati stabil disertai pelepasan sejumlah energi dan neutron. 138 Reaksi eksoterm Reaksi kimia yang menghasilkan kalor (panas) pada lingkungannya. • 138 Reduktor Zat yang mengalami oksidasi. tetapi tergantung pada konsentrasinya. • 90 Sifat koligatif larutan Sifat yang tidak tergantung pada jenis zat terlarut. • 116. • 141 Reaksi kesetimbangan Reaksi ke arah produk dan ke arah pereaksi memiliki laju yang sama. seperti cita rasa. • 13 Transmutasi inti Transformasi dari suatu unsur menjadi unsur lain melalui pemboman inti oleh partikel. • 15 Tekanan uap Tekanan yang ditimbulkan molekulmolekul fasa uap. • 239 Tes Tollen Metode untuk membedakan aldehid dan keton dengan menggunakan larutan AgNO3 dalam amonia berlebih. dan tekanan osmosis. dan natrium sitrat jika positif akan terbentuk endapan Cu2O berwarna merah bata. • 4 290 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII .40 Resonansi Delokalisasi elektron pi yang menstabilkan suatu molekul sehingga sukar untuk bereaksi. dan pembiak) yang terdiri atas pipapipa berisi bahan bakar radioaktif dan batang pengendali neutron. merupakan triester dari gliserol (polihidroksi) dan asam lemak. aroma. kenaikan titik didih. • 109 at terlarut Zat yang sukar menguap. 129 Trigliserida Sebutan lain dari lemak atau minyak. • 196. bentuk. • 1 Stereoisomer Atau disebut juga isomer optis suatu senyawa karena dapat memutar arah bidang polarisasi. 117 Tekanan osmotik larutan Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke larutan yang lebih pekat. natrium karbonat. warna. • 128. fusi. di mana pada suhu dan tekanan tersebut terjadi kesetimbangan fasa antara gas. • 34 Semikonduktor Bahan yang kekuatan daya hantar listriknya bergantung pada suhu. • 133 Reaksi substitusi Reaksi pergantian suatu atom atau molekul dengan atom atau molekul lainnya. • 197 Reaksi berantai Sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta. • 197 Reaktor nuklir Tempat terjadinya reaksi nuklir (reaksi fisi. • 248 Z at aditif Zat kimia yang ditambahkan kedalam makanan atau obat-obatan untuk memperoleh sifatsifat tertentu. selain itu dapat juga untuk mensintesis aldehid. dan tahan lama. • 39. akan menghasilkan warna ungu jika positif. cair. penurunan titik beku. dimana campuran serbuk dari besi(III) oksida dengan alumunium menghasilkan lelehan alumunium oksida dan besi. disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti-inti yang lain. memiliki dua atau lebih atom donor yang dapat mengikat ion logam. Sifat-sifat itu antara lain penurunan tekanan uap. 197 S Safonikasi atau penyabunan Suatu proses pembentukan sabun (garam dari asam lemak) yang berasal dari pengolahan lemak (hidrolisis ester) dengan larutan NaOH atau KOH pekat.

106. 9. 208. 237. 169. 195. 91 alumina 86. 89 arena 198 arus listrik 42. 202 beril 79 besi tuang 116. 87 benzena 2. 204. 116 bilangan asam 251. 171. 164. 236. 165. 167. 110 aturan Aufbau103 Pauli 105 B bahan bakar nuklir 69. 241 air berat 140 ringan 140 aktivitas 134. 163. 231 amina 185. 210. 239. 237 antrasena 207. 205. 117 bijih logam 72. 209 arang 88. 166. 165. 82. 202 nitrasi 199. 168. 207. 166. 10. 89. 209. 238 antibodi 136. 108. 161. 107. 84 alumunium oksida 84. 162. 83 alkaloid 211 alkohol 154. 240. 260 primer 160. 47 searah 42. 108. 164. 77. 111. 43. 87 aluminosilikat 74. 44 asam amino 233. 236. 46. 158. 186 amorf 88. 73 -asam nukleat 211 -basa Lewis 82. 171. 43. 248. 253 bioorganik 248 b–sheet 235. 164. 28. 200. 197. 107 atom karbon primer 160 sekunder 160 tersier 160 atom pusat 106. 249. 112. 159 a –heliks 235. 76. 236 C cahaya tampak 105 cairan elektrolit 72 celestit 79 Indeks 291 . 240 esensial 234 arakidonat 255 asetat 177. 141 barit 79 batubara 88. 211. 181. 254. 86 amilum 230. 109. 257 esensial 255 kekuatan 71 okso 69. 29 maksimum 105 penyabunan 252. 29. 186 primer 185. 86. 91. 258. 238. 156. 256. 137 alkali 73. 196. 91 batu kapur 79 bauksit 84. 183. 253. 170. 176 tersier 160. 140. 165. 79. 8. 139. 164. 109. 74. 111 oksidasi (biloks) 27. 178. 253 koordinasi 107. 80. 136. 232. 253 iodin 252. 183 asetat glasial 180 halida 71 hidrogen halida 71 lemak 247. 213 asilasi 201 halogenasi 199.160. 181 sekunder 160. 256. 234. 159. 71. 248. 251. 250. 186 tersier 185. 165 alotrop 88. 198. 30 perubahan 28. 186 sekunder 185. 45. 249.Indeks A adisi kuantitatif iodin 250 aerosol 72. 199. 203. 89 antaraksi van der Waals 68. 253 ester 252. 75. 180. 44. 255. 212. 78 tanah 79. 177. 184. 201. 235. 180.

42. 260. 132 ionisasi 63. 53 corundum 84. 73 292 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 128. 134 positron 126. 248. 130. 20 elektron penangkapan 126. 181 karbonil 170. 43. 90 255 fosfolipid 253. 86 D daya penetrasi (tembus) 128. 14 diamagnetik 105. 46 emisi 126. 46. 225. 80 natrium257. 74 elektrolit18. 93 monoatomik 63 mulia 62. 173. 169 azo 203 hidroksil 160. 68 London 66 tarik inti 65.citra internal 135 coating 52. 179. 75. 128. 13. 181. 119 eksotermis 86 eksplosif 65. 47. 174 H hemoglobin 236. 128. 249. 64. 134 fraksi mol2. 44. 258 grafit 88. 237 halit 69. 90. 131. 75. 186 dinamit 84. 179 ferosilikon 81. 254 fotosintesis 133. 45. 252. 119 energi ikat inti 126. 73. 182 karboksilat 177. 178. 230 distilasi 62. 40. 127. 164. 249 etsa gelas 72 F fenantrena 207. 38. 49 Hoffman 43 stoikiometri 45 electroplating 47 elektrokimia 27. 129. 198 hidrogen 36. 133 deposit mineral 73 desalinasi 17 desinfektan 70. 129 gamma 128. 39. 180 dimer 87. 112 diazonium 203 dikarboksilat 179. 252 dolomit 79 dry ice 10. 67 geiger 134 gipsum 91 glikogen 230 gliserol 9. 12. 89. 105 elektrode 35. 37. 87 detektor 137 detergen 77. 208 gugus alkoksi 166. 261 alam 260 sintetik 260 de torotary 235 diagram fasa 12. 258. 35. 184. 209 fermentasi 163. 161. 38. 43. 91. 163. 129 alfa 126. 3. 89. 171. 14 E eksoergik 127 eksoterm 116. 129 tereksitasi 105 valensi 65. 250. 19. 129 beta 126. 48. 178. 179. 36. 140. 260 gas alam 64. 64. 127. 162. 54. 127. 65 gaya gerak listrik 37. 128. 129 emulsi 259. 6 freon 72 G garam amonium 93. 128. 42. 19 halida 71. 127. 39 elektrolisis 27. 84. 130 epoksida 167 esens buatan 184 esterifikasi 183. 202 disakarida 229. 80 energitika 126. 259. 186 chili 70 dapur 1. 260 endoterm 116. 134. 36. 38. 117. 180. 104. 33. 4. 63. 184. 92.

249 takjenuh 247. 257 nabati 248. 162. 20. 17 hipotonik 16. 78. 65 kopolimer 223 krenasi 16. 70. 30. 111 muatan 107. 3 kinetika 126. 211 hibrida 88. 19. 29. 129 ion kompleks 107. 127 metastabil 134. 156. 127 kobaltit 111. 117 kolesterol 253. 212 L laju polimerisasi 224. 21 homopolimer 223 hukum Faraday 45 I 45 II 47 kekekalan 28 energi 127 massa 28. 126. 256 konduktor 63. 80. 238 kovalen koordinasi 107 peptida 233 pi 208 rangkap konjugasi 196. 89. 30.haloalkana 154. 110. 90 intan 88. 116. 234. 108. 19. 108. 230. 108. 256. van’t 19 faktor 19. 17 heterosiklik 207. 256 hewani248. 17 kristal 65. 114 kokas 88. 91 kromatografi 134 kuinolina 211. 253. 109. 156. 231 hidrogen 71. 165. 167. 168. 35 K kapur tohor 82. 249. 83. 209. 88. 155 halobenzena 199 halogen 66. 106 88 sp2 3 sp 88 sp3d2 104 hidrida 75. 71 hemolisis 16. 68. 67. 88. 134 radioaktif 133. 109 polidentant 108. 135. 17 isotop nonradioaktif 133. 249 Indeks 293 . 74 levoratory235 ligan 106. 31. 17 Hoff. 20 nonelektrolit 18. 257 lepidolit 73. 104. 127 kestabilan 126. 210 higroskopis 94 hipertonik 16. 20 lemak 247. 182 isotonik 16. 89 inti atom 125. 127 Raoult 6. 109 limbah nuklir 141 lipid 248. 127 momentum 127 muatan 28. 174 struktur 155. 197 ilmenit 111 insulator 88. 236. 109. 109 isomer cis-trans 155 fungsional 155. 110 monodentant 108. 136 J jembatan garam 34. 107. 256. 135 transmutasi 128. 73. 117 karbanion 225 karbohidrat 227 karbonium 224 karnalit 73 karsinogen 204 kemolalan 2. 115 konfigurasi oktet 63. 248. 235. 163. 182 posisi 155. 69. 134. 225 larutan elektrolit 18. 7 Human Placenton actogen 136 I ikatan glikosidik 229. 165 hidrofil 259 hidrofob 259 hidrogenasi 163. 251. 249 jenuh 248.

118 panjang gelombang 64 ikatan 66. 130. 118 pereaksi Fehling 175 Grignard 165. 234. 29. 127. 208. 159. 116. 131. 163. 260 misel 259 moderator 140 molekul diatom 66. 133 beta 128. 131. 53 perbedaan 32. 41. 37 reduksi standar38. 127. 87 metalurgi 90. 113 oligosakarida 227. 256 P a P 255. 239 pengapungan (flotasi) 119 penghentian ujung 226 penyabunan 184. 229 orbital hibrida 104. 209. 32.M magnesit 81 massa ekuivalen zat 45. 89. 47 kritis 139 molekul relatif 7. 40 kuat 67. 139. 129. 186 paramagnetik 102. 127. 86. 250. 117. 31. 132 nukleosintesis 126. 74 positron 126. 223 termoset 222. 171. 105. 16. 229. 30. 39. 66. 130 radioaktif 125. 210 neutron 126. 127 ringan 126. 258 perapian terbuka 117. 231 polisiklik207. 256 255. 141 O oksidator28. 209. 129. 91 momen magnet 105 monomer 222. 94. 94 Haber 93 Hall 85 294 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 166 ninhidrin 240 xantoprotein 238 P 255. 129. 126. 67. 112. 119 pita kestabilan 126. 166 Lucas 165. 176. 225. 84. 119 oksidasi 37. 88. 105. 138. 38. 117. 230 mutarotasi 229 N naftalena 207. 16 menyublim 10. 115. 50. 29. 67. 226 polisakarida 230. 106 partikel alfa 127. 223 sintetik 207 termoplastik 222. 228. 129 pasir kuarsa 89. 131. 127 plasma 141 polihidroksi 227 polimer 222. 85 pati 163. 140 analisis aktivasi 134 batang pengendali 139. 93. 128. 231. 226 monosakarida 227. 40. 129. 30. 119. 91. 256 a pickling 71. 208. 137. 90 pasivasi 52. 223. 136 potensial elektrode standar 38. 33 Williamson 169 minyak bumi 78. 67. 68 proses Bessemer 117 Frasch 92. 127. 224. 140 nitrida 80 nonadiposa 254 nukleon 130. 72 piridina 212 pirola 213 pirolisis 83 pirometalurgi 116. 41. 9. 130 nuklida 125. 180 nukleon 130. 252. 229. 44. 223 polimerisasi anion 225 kation 224 adisi 223 kondensasi 223. 11. 121 metode setengah reaksi 28. 128. 86. 39. 210 pollusit 73. 132 partikel subinti 131 membran semipermeabel 15. 107 ozon 91 P paduan logam (alloi) 76. 225. 128.

230 semikonduktor 89. 6. 33 basa 32. 260 tekanan osmotik 15. 140 eksoterm 119 eksotermal 200. 236 tersier 235. 129. 250. 112 S sabun 184. 18. 199. 32. 140. 139. 36. 30. 83. 257 biner 71 hanus 252.kontak 94 Ostwald 93. 253 ionik 69. 187 termit 86 tes Benedict 232 Biuret 239 Millon 239 Molisch 232 nitroprusida 239 Indeks 295 . 183. 37. 75. 184 penyabunan 184. 140 kesetimbangan 133. 197 rombik 92. 257. 130. 29. 54 selulosa 229. 235. 238. 236 stronsianat 79 struktur kuartener 235. 42. 258 redoks 27. 198 terkalsinasi 118 terlokalisasi 186. 90 senyawa amina 185. 236 subkritis 139 sulfida 91. 78 spodumen 73. 252. 84. 252 resonansi196. 200. 141. 113 refluks 156. 250. 88. 33. 128. 21 silika 72. 137. 35. 140. 51 reaksi adisi 197. 37. 132 peluruhan 126. 210 reaktor nuklir 138. 5. 33 substitusi 157. 35. 224 Radio mmuno Assay (R A)136 radioaktif 125. 18. 45. 89. 250. 131. 127. 35 luar 34. 136 segienam datar 88 sel elektrokimia 27. 128. 113 kuat 75. 36 volta 34. 31. 126. 132 R radikal bebas 158. 45 notasi 35. 87 sifat koligatif 1. 41. 200. 187. 94 solvay 78 prostaglandin 255. 118. 258. 114 soda ash 77. 86 scan 135. 16. 251. 201 fisi 138. 79. 129. 15 tembaga blister 119 terdelokalisasi 186. 19. 118 silikon ultramurni 90 silvit 73 sinar kosmik 137 skintilasi 135 smaltit 111. 51. 256 prostalisin 257 protein 233. 8. 28. 7. 86 rutil 111. 88. 128. 39. 94 T tanur sembur 117. 95 ruby 84. 236 primer 235 sekunder 235. 210 sulfonasi 203. 119 teflon 72 tegangan permukaan 3. 223. 186 antarhalogen 68. 127. 93. 138. 5. 197. 74. 69. 2. 82. 259. 14. 237. 139. 212. 140 Friedel-craft 171. 141 pembiak 138 reduktor 29. 74 stereoisomer 235. 106 kovalen 69. 34 dalam suasana asam 30. 253 berantai 138. 199. 126. 236. 139. 118 silikat 73. 36. 260 safir 84. 40. 33. 142 inti 130. 30. 20 uap larutan 4. 200. 129 perunut 133 rangkaian dalam 34. 239 denaturasi 238 proton 104. 176 fusi 138. 252.

9. 6. 19. 256. 23 kenaikan 8. 244 tetrahedral 88. 253. 251. 11. 108. 257 alkalimetri 251 asidimetri 252. 252. 255 trigonal planar 87 trikarboksilat 179 tromboksin 257 U unsur transisi 101. 251. 102. 11. 107. 12. 12. 21 molal 10 penurunan 10. 12.Sakaguchi 240 Tollen 175 xantoprotein 242. 9. 179. 21 titik didih 8. 103. 208 pelambat 224 penghambat 224 pengkelat 109 terlarut nonvolatile 5. 11. 253 iodometri 253 radiometri 134 triester 248. 104. 109 titik beku 10. 14. 21. 253. 179. 19. 15 titrasi 73. 14. 19. 10. 111 V vanadit 111. 18. 21 molal 9 titik tripel 13. 254. 13. 106. 105. 257 W witerit 79 Z zat aditif 204 antara 134. 249 trigliserida 248. 134. 14. 14 296 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . 113 viskositas 63 vitamin 131.

Mc Kane. Brown communications. 1985. and Williams.. L. New ork: John Wiley Sons.J. International Chemistry Olympiad.. Bandung: Penerbit ITB. 2nd Edition. Clark.E. hemistry... rama Widya. periment in eneral hemistry. E. 2001. A.. 3rd Edition. hemistry The Molecular cience. et. C (editor). 2nd Edition. 8th Edition. G. Spain: Heinemann Educational .1990. Penerjemaah: Sdn Sasbadi... G. L.. Olmsted. W. Bowen. 1991. USA: Prentice-Hall International. LeMay. H. C. and Bursten.. Edisi ke-3. New ork: John Wiley Sons. 4th Edition. Bodner. Liana. New ork: John Wiley Sons. Inc. S.. J. Theodore. Maria. hemistry ith norganic ualitative Analysis. J. 2003.K. hemistry. George. Inc.D. and Stern. Crowd. Jakarta: Erlangga. Campbell. hemistry.Daftar Pustaka Association of Greek Chemists. Malone. Chang. Malone. 1994. and Fullick. and Jennifer. J. Inc. Kimia rganik. Jilid 2. New ork: Mc Graw–Hill. 2nd Edition. 2000. Kau. and Leo. hemistry. 1990. Inc Chang. T. 2000. T.M. R. 2th Edition. Form GR0027. and Karp. C. New ork: John Wiley and Sons. H. Linder. R. Drews. 1994. jian dan PM . B. 2000. 2000. Derbogosian.B. Bursten. H. P 2000.. and Therald. 3rd Edition. 1997. 1995. 1996. L. Brum. M.R. hemistry The entral cience. New ork: Sauders College Publishing. Brady. K. and Mary K. iology: ploring ife. and Wrighton. Darrel. periments and ercises in asic hemistry. Moore. Tropische ruchte. Graduate Record Examination (GRE). cience n ocus hemistry or evel. Singapore: Longman.. 3rd Edition. and Maria. Heinemann Advanced cience hemistry. New ork: John Wiley Sons. Brown. 1995. Ho to tudy cience. and Fay. Inc... Ebbing. 5th Edition. G. 2002. 2nd Edition. 1997.al.. dan Metabolisme. Inc. Fullick. Mark. James. Dubu ue: Wm. K.R. 4th Edition. Sidney: Jacaranda. Briggs.. Penerjemaah: Hadyana Pudjaatmaka. Brown.... 2nd Edition. 2000.. 35th Edition. utrisi. Penerjemaah: Harry Firman.. and Stedjee. 7th Edition. Ltd. 3rd Edition. 5th Edition. Moelller. eneral hemistry. R..A. Inc. hemical onnections. eneral hemistry. San Diego: Harcourt Brace Jovanovich Publisher. New ork: Freeman and Company. Inc. G. Kimia Polimer. W... R. Moloney.C.. Hutton. and Bruce. S. dan Lasmi.. Verlag Periplus Edition. 1994. Murov. New Jersey: Prentice Hall International.. Penerjemaah: Aminuddin Parakkasi. Maida. Donald. Bimbingan Pemantapan Kimia: Persiapan langan mum. New ork: Mc Graw–Hill. Sholto. 7th Edition.. New Jersey: Pretice–Hall... 1991. iochemistry. Jakarta: UI-Press.. asic oncepts of hemistry. Mc uarrie.M. Inc. L. 4th Edition.. L. M. D. USA: Saunder College Publishing... and Humiston. 1989. Santina. asic oncepts of hemistry. and Pardue. Millio. A. Inc. Mc Murry.. Raphael. E. New ork: John Wiley Sons. 1989.. Fessenden dan Fessenden.L. Boston: Houghton Mifflin Company. Dubu ue: Wim. Rock. hemistry Test Practice ook. F. Inc. Apendiks 1 297 .. Educational Testing Service (ETS). Singapore: Berkeley Books Pte. 2nd Edition. 1995. 2002. Eugene. J. National and Kapodistrian University of Athens. R. Malaysia. Bandung: CV . eneral hemistry. and Peter. 1994. Brown. otany. Publisher. New ork: Mc Graw–Hill. antuan tudi engkap PM Kimia. A. Preparatory Problems and orked olution. K. hemistry an perimental cience. Lemay.. iokimia. F.

. Edisi Bahasa Indonesia. and Norman. Sasanti W dan Purbo Hadiwidjoyo. Stanley. hemistry or You. Bandung: Gracia Indah Bestari. Hammond.Oxtoby. . S.. David. Rosenberg. Toon. 1988. Ryan. and Steven. . cd. New ork: McGraw-Hill. Kimia Dasar II: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini. i s. 2000. . hemistry A ourse for evel. Jerome. and Lawrence. Oxford Ensiklopledi Pelajar: iografi. com . . R. ca . teksfiles. C Heath and Company .. Proyek LPTK. . com . ollege hemistry. Schaum’s Outline Series. Sumber Lain: Microsoft ncarta Reference ibrary. Inc. H.org vancouversider. (tanpa tahun). S. Nachtrieb. 1995. Kimia Dasar I: erdasarkan Prinsip-prinsip Terkini. eric. J. Kuala Lumpur: Fajar Bakti SDN. com uned. J. N. 1st Edition.. Kimia rganik . and George. Edisi Bahasa Indonesia. amadeo. Jakarta: Balai Pustaka. Dubu ue: Wm. 1993. Kimia Lengkap SPPM. canamplastics. Pine. Jendela IPTEK: Materi. S. Sabirin. Seri Peperiksaan. edu nobelpriza. Retsu. edu . H. W. Principles of Modern hemistry. 8th Edition. 2005 .com ikipedia. 2005. 1985.. Jakarta: PT. ccccd. 1989. 1997.. James. com .Brown Communications. gourmentsleuth. . 2003. 1997. B. . Donald. Johnson. blog. on. 1987. . . Epstein.. M. bairnet. Ltd. .. ougou Kagashi. to V cheung . Edisi ke-4...R. 1997. Jilid 9. A. ihsc. Jakarta: Erlangga.. Kimia rganik asar. M. Christopher. Edisi ke-1.org ne s. com . Hendrickson. com . . 1001 Plus Soal dan Pembahasan Kimia: eleksi Penerimaan Mahasis a aru. org nusa eb. L. Spain: Stanley Thornes (Publishers). Jendela IPTEK: Kimia. mpbdp. . S. ntroductory hemistry.. Bandung: Gracia Indah Bestari. Pusat Penerjemah FSUI. . 3rd Edition. Cram. . come. harvard. Bandung: Penerbit ITB. es und. Sunarya. Jakarta: Balai Pustaka. Pukenoodles. Sunarya.. Sevenair. edu uni. 1997.. Widyadara.C..s. com ingscorp. 2003. com . Tim Penerjemah. autotumn indz. Edisi ke-1.P and Burkett. 2001. Tokyo: Keirinkan.. T. L. Revised National Curriculum Edition For GCSE. Edisi Bahasa Indonesia. com . Prescott. Depdikbud. ironorchid. Pusat Penerjemah FSUI.b oklahomafood. Philadelphia: Saunders Golden Sunburst Series. Zumdahl. com 298 Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk SMA Kelas XII . . 2nd Edition Lexington: D. Singapore: Federal Publication. Chemistry. FMIPA UGM. com olgastift. com . Penerjemaah: Roehyati Joedodibroto. regensburg.

.

.

Jld lengkap) ISBN 978-979-068-724-0 Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.184.ISBN 978-979-068-721-9 (No.19.- .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful