BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING PERENCANAAN GERUSAN BANGUNAN PENGAMAN TEBING TERHADAP

Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan masalah perencanaan bangunan pengaman tebing sungai jalan terhadap gerusan. Perencanaan yang akan diuraikan adalah langkah-langkah desain dan dasar-dasar desain. Pengaman tebing yang akan diuraikan adalah pengaman dengan jenis fleksibel (flexsible revetment) dan kaku (rigid revetment).

Selain pengaman tebing, akan diuraikan juga bangunan pengarah aliran dan peredam energi. Kedua bangunan ini akan melindungi tebing sungai terhadap gerusan secara tidak langsung.

Jenis pengaman tebing lainnya yang akan diuraikan adalah jenis bangunan dari tanaman (bioengineerinng). Pengaman ini memerlukan tumbuhan untuk membuat bangunan pengaman. Bangunan jenis ini cocok untuk daerah yang sulit mendapatkan bahan bangunan.

Tabel 8.1 menjelaskan jenis bangunan pengaman yang akan diuraikan proses desain dan langkah-langkahnya.

Tabel 8-1. Klasifikasi struktur pengaman tebing jalan di sungai

Jenis Pengaman Revetment

Bangunan 1. Riprap 2. Bronjongan (Gabion) Rigid (kaku) 1. Retaining Wall 2. Sheet pile Bangunan Pengarah Aliran 1. Krib (Groin) 2. Spur Bangunan Peredam Energi Chek Dam

Tipe Fleksibel

By : Salmani, MS, MT.

Page 1

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Konsep Disain

Dalam mendesain suatu dinding pengaman (revetment) harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang akan mempengaruhi jenis dan ukuran (desain) dari dinding pengaman. Faktor-faktor tersebut terdiri dari : 1. Debit desain 2. Jenis aliran 3. Geometri penampang 4. Aliran di tikungan 5. Tahanan aliran (Flow resistance) 6. Jenis pengamanan (revetment)

Debit Desain

Debit aliran yang digunakan untuk desain atau analisis bangunan jalan disekitar sungai biasanya menggunakan debit banjir ulangan dengan periode ulang 10 sampai 50 tahun. Dalam kebanyakan kasus, debit banjir ini dapat digunakan untuk mendesain riprap dan beberapa macam dinding pengaman sungai. Tetapi seorang perencana harus memperhatikan beberapa keadaan khusus, seperti debit yang kecil dapat menyebabkan kerusakan hidraulik terhadap kestabilan riprap. Oleh karena itu, seorang perencana dianjurkan untuk memperhatikan beberapa macam debit desain agar dapat digunakan untuk kondisi riprap yang direncanakan. Disarankan untuk menggunakan debit desain antara 5 – 10 tahun. Cara perhitungan debit desain disesuaikan pada SNI M-18-1989-F.

1 Jenis Aliran

Jenis aliran untuk saluran terbuka dapat diklasifikan menjadi tiga, yaitu : 1. Seragam (uniform), berubah lambat laun atau berubah tiba-tiba. 2. Tunak (steady) atau tak tunak (unsteady). 3. Subkritis atau superkritis.

Jenis aliran yang digunakan dalam konsep desain ini diasumsikan seragam, tunak (steady) dan subkritis. Jenis aliran ini juga dapat digunakan untuk aliran

By : Salmani, MS, MT.

Page 2

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
berubah lambat laun. Sedangkan untuk penggunaan jenis aliran berubah tibatiba, tak tunak atau super kritis akan dijelaskan selanjutnya.

Kondisi aliran berubah tiba-tiba dan tak tunak biasanya terjadi pada aliran yang membesar, berkontraksi dan balik. Kondisi ini terjadi biasanya pada daerah sungai yang dilintasi jembatan. Aliran superkirits atau mendekati superkritis biasanya terjadi pada penyempitan jembatan dan saluran dengan kelandaian yang curam.

Penelitian telah dilakukan bahwa aliran superkritis jarang terjadi di saluran alam (sungai). Tetapi, aliran yang terjadi pada saluran curam dan penyempitan saluran biasa aliran transisi yang terjadi diantara subkritis dan superkritis. Eksperimen yang telah dilakukan oleh U.S. Army Corps of Engineer menunjukkan bahwa aliran transisi terjadi pada bilangan Froude antara 0,89 dan 1,13. Ketika aliran terjadi diantara bilangan tersebut, maka terjadi kondisi tidak stabil pada gaya inersia dan gaya gravitasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang yang tidak normal, lompatan hidraulik (hydraulic jump), perubahan lokal kemiringan muka air, dan turbulensi.

Aliran tidak seragam, tak tunak dan mendekati superkritis menyebabkan tegangan pada batas saluran yang berbeda pada aliran seragam, tunak dan subkritis.

2 Geometri Penampang

Geometri penampang saluran yang diperlukan seperti kedalaman aliran, lebar basah, jari-jari hidraulik dan sebagainya dalam mendesain pengaman sungai digunakan untuk pemasangan pengaman sungai. Geometri penampang saluran selalu berubah untuk jangka waktu panjang, sehingga pemeriksaan perubahan penampang diperlukan. Pemeriksaan perubahaan penampang sangat subjektif, tetapi tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mendapatkan kondisi penampang yang terburuk untuk desain sehingga pengaman sungai dapat dibuat stabil. Informasi yang digunakan dalam memeriksa saluran adalah informasi keadaan geometri saluran yang dahulu, sekarang dan photo udara saluran. Dan perlu

By : Salmani, MS, MT.

Page 3

Dianjurkan bagi perencana. kestabilan saluran hanya pada bagian tertentu saluran. i.8. Pertama. Aliran Di Tikungan Kondisi aliran di tikungan adalah sangat kompleks. Berdasarkan pengamatan. Dua aspek penting pada aliran di tikungan saluran yang mempengaruhi desain pengaman sungai. Pertimbangan terakhir dari penentuan geometri penampang saluran adalah kestabilan tepi/pinggir sungai. Masalah ini dapat diatasi dengan mensurvei dasar bagian saluran yang akan dipasang pengaman sungai. Page 4 . Pembahasan hal ini telah diberikan pada bagian-bagian sebelumnya. Dan diperlukan lebih dari satu penampang geometri saluran untuk mendesain pengaman sungai. aliran tidak seragam dan aliran tidak simetris. superelevasi aliran di tikungan saluran yang akan dibangun pengaman sungai. Aliran di tikungan saluran dipengaruhi oleh gaya sentrifugal. kestabilan tepi/pinggir sungai dapat mencapai kedalaman 1. Gambar 8-1 menunjukkan contoh perubahan penampang geometri saluran. Hubungan antara peningkatan kecepatan dan tegangan geser untuk desain riprap akan dijelaskan pada butir 8. Bila data tentang penampang saluran tidak tersedia. Pengaman sungai didesain bukan untuk hanya saat ini. Berdasarkan pengamatan atas data tahunan. Meskipun nilai superelevasi aliran sangat kecil By : Salmani. MT.3. peningkatan kecepatan dan tegangan geser yang diakibatkan aliran tidak seragam di tikungan saluran. Masalah pertama yang akan timbul dalam pemeriksaan geometri penampang adalah menentukan profil dasar saluran yang ada. maka data penampang saluran yang terdahulu dapat digunakan dengan mengadakan perubahan seperti diatas atau menggunakan data penampang yang terdekat. karena dipengaruhi adanya distorsi bentuk aliran.1.7 dari kedalaman rata-rata. sehingga diperlukkan perkiraan profil saluran yang akan terjadi pada masa depan. Kedua. parameter geometri penampang saluran dapat berubah rata-rata bertambah 52 persen dan berkurang 40 persen untuk jangka waktu yang panjang.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperhatikan.1. MS. untuk merubah penampang saluran sampai 50 persen dari rata-rata penampang saluran. tetapi hingga masa depan.

seperti riprap adalah koefisien kekasaran Manning. namun penting untuk menentukan besarnya freeboard. MT. geometri saluran. Page 5 . MS. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dibadingkan kedalaman saluran. Besarnya superelevasi dapat menggunakan persamaan 5. Hambatan Aliran Salah satu komponen penting dalam analisis hidraulik dari pengaman saluran.2. Kekasaran suatu saluran dapat ditentukan dari keadaan fisik saluran. vegetasi yang tumbuh di saluran dan sebagainya. Keadaan fisik tersebut seperti dasar saluran. ketidakteraturan saluran.5.4. Untuk menentukan koefisien kekasaran Manning „n‟ pada saluran alam dalam mendesain pengaman saluran dapat melihat pada bab 5. ii.

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 6 .

pengaman yang diperlukan lebih panjang daripada panjang erosi yang dialami tepi/pinggir sungai. panjang perlindungan yang dibutuhkan adalah minimal satu kali lebar saluran pada upstream. Faktor lain yang menentukan adalah proses erosi yang terjadi. Penyelidikan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui panjang perlindungan yang digunakan. 1. Dari ilustrasi itu. MS. Sacara umum. kriteria diatas merupakan dasar untuk menentukan perlindungan. Untuk perlindungan saluran yang lurus dianjurkan untuk menambah perlindungan minimal satu kali lebar saluran setelah tempat terjadinya erosi. Perlindungan memanjang (Horizontal) Perlindungan memanjang diperlukan untuk melindungi tepi/pinggir sungai yang mengalami erosi sepanjang tepi saluran tersebut. tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tempat terjadinya erosi. Perlindungan Tepi Sungai Perlindungan tepi diperlukan untuk melindungi bagian tepi/pinggir sungai. Salah satu kriteria untuk menentukan batas ukuran memanjang dari pengaman yang diperlukan diilustrasikan pada gambar 8-2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING iii. MT.5 kali lebar saluran pada upstream. Sedangkan untuk saluran yang berbelok. Kalau pilar jembatan berada dekat tepi/pinggir saluran. Kriteria ini berdasarkan analisis aliran di saluran yang simetrik sedangkan untuk di lapangan kondisi ini sangat jarang ditemui. Untuk keperluan lapangan. seperti jembatan. dapat ditentukan bahwa panjang minimum yang diperlukan adalah 1 kali lebar sungai pada downstream dan 1. Untuk downstream. yaitu memanjang (longitudinal) dan vertikal. Pengaman tepi/pinggir saluran juga dipengaruhi oleh bangunan yang ada di sekitar saluran. maka pilar tersebut dapat sebagai titik kontrol untuk kestabilan tepi By : Salmani. Page 7 . Perlindungan untuk saluran yang lurus berbeda dengan yang berbelok. Namun perlu diperhatikan panjang pengaman. Perlindungai ini terdiri dari dua. sehingga pengamanan untuk bagian upstream tidak terlalu panjang dan untuk bagian downstream tidak terlalu pendek.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING saluran. MT. Lokasi pilar jembatan biasanya menentukan batas gerakan aliran. Tetapi bila sebaliknya. Gambar 8-2. MS. maka pengaman tidak perlu dibuat. Kalau tidak ada aliran yang berkontraksi (menyempit) atau membesar. Page 8 . maka pengamanan perlu dibuat dengan panjang empat kali lebar sungai ke arah downstream. Luas longitudinal dari perlindungan revetment H By : Salmani.

Gelombang yang naik ke tepi saluran merupakan fungsi dari desain ketinggian gelombang.30 sampai 0. Selain itu juga. tanaman yang tumbuh di saluran dan gelombang yang naik ke tepi saluran. diperlukan perlindungan pada arah vertikal. kecepatan angin.61 m dapat dihitung dengan grafik 8 pada gambar 8. Selain tinggi gelombang. lompatan hidraulik dan aliran tak tentu akibat pilar jembatan dan sambungan saluran. perlu diperkiraan juga besarnya gelombang yang naik ke tepi saluran sebagai hasil gelombang yang membentur saluran. Sedangkan untuk tinggi gelombang yang diakibatkan dari angin merupakan fungsi dari panjang fetch. Perkiraan ketinggian gelombang yang diakibatkan oleh angin dan kapal yang lewat di sungai tidak seperti memperkirakan gelombang dari sumber bangkitan gelombang pada umumnya. Perlindungan Vertikal Selain perlindungan horizontal. periode gelombang. Page 9 . Desain Ketinggian Perlindungan Desain ketinggian perlindungan dari riprap merupakan ketinggian air saluran ditambah freeboard. MT. kemiringan tepi saluran dan karakteristik permukaan tepi saluran. Untuk gelombang yang tingginya kurang dari 0. diketahui banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tinggi freeboard (jagaan).23 dengan faktor koreksi pada tabel 8-1. Perlindungan vertikal memerlukan desain ketinggian dan pondasi perlindungan. Tinggi gelombang dikarenakan kapal yang lewat di saluran dapat diperkirakan dari pengamatan. Kejadian tersebut seperti gelombang yang dihasilkan angin maupun kapal yang lewat di sungai. kejadian yang tidak dapat diperhitungkan seperti pengendapan pasir. Freeboard merupakan ketinggian yang digunakan untuk meliputi kejadian yang tidak terduga. superelevasi di tikungan saluran.61 m untuk jangkauan By : Salmani. MS. disarankan untuk menggunakan nilai freeboard sebesar 0. Sebagai nilai minimum. Dari uraian diatas. 1. durasi angin dan kedalaman air.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Definisi tinggi gelombang dapat dilihat pada gambar 8-3.

61 sampai 0. Kedalaman maksimal penggerusan harus memperhatikan terjadinya degradasi saluran seperti proses penggerusan alami dan pengisian tanah. MT. Page 10 .91 m untuk jangkauan yang panjang (kriteria jangkauan diusulkan ole Federal Emergency Management Agency.0015 m hs = 1. USA). memperkirakan kedalaman penggerusan sangat penting sehingga pengaman dapat diletakkan pada lapisan tanah yang tepat untuk mencegah terjadinya penggerusan ke bawah (undermining).14 D50 dimana : hs = kemungkinan kedalaman maksimum penggerusan (m) D50 = diameter rata-rata batuan dasar saluran (m) –0. melihat catatan tinggi gelombang yang ada dan mewawancarai orang yang mengetahui kondisi masa lalu ketika membuat pengaman.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING yang pendek dan 0. Disarankan juga dalam penentuan tinggi jagaan untuk menyelidiki kondisi gelombang dan aliran pada musim tertentu.66 m untuk D50 < 0. Kedalaman Pondasi Pengaman Penggerusan tanah ke bawah dari pengaman merupakan salah satu mekanisme utama yang menentukan kegagalan pengamanan.2) untuk D50 > 0.0015m By : Salmani. Kedalaman maksimum penggerusan berkenaan dengan penggerusan alami dan pengisian tanah pada saluran lurus maupun menikung dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : hs = 3.11 (8. 2. Dalam mendesain pengaman tepi/pinggir saluran.1) (8. MS.

Dasar-Dasar Desain Dasar-dasar desain untuk membuat riprap terdiri dari Ukuran batuan Gradasi batuan Ketebalan lapisan riprap Desain filter Penanganan tepi riprap (ujung riprap) Stabilitas c. By : Salmani. Kemiringan riprap hampir sama dengan kemiringan tebing saluran (sungai) b. Riprap a.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. Salah satu kegagalan riprap atau keruntuhan riprap adalah erosi partikel. Deskripsi Riprap adalah bangunan pengaman yang melindungi tebing dari gerusan dengan menggunakan lapisan batuan. Ukuran Batuan Stabilitas riprap merupakan fungsi dari ukuran batuan yang digunakan. Erosi partikel adalah fenomena hidraulik yang dihasilkan ketika gaya seret yang terjadi akibat aliran air yang melebihi gaya tahan batuan riprap. yaitu riprap. 1. MS. yaitu diameter dan berat batuan. Bangunan Pengaman Tebing (Revetment) 3 Jenis Fleksibel (Flexible Revetment) Dalam bagian ini hanya dibahas beberapa jenis bangunan pengaman tebing fleksibel. MT. Page 11 . gabion dan bioengineering.

00594 va3/(davg0. Gaya seret ijin Gaya seret ijin berfokus pada tegangan yang terjadi pada lapisan antara aliran air dan material yang membentuk batas saluran. Hubungannya dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut : D50 = 0. Untuk faktor koreksi C dapat dilihat sebagai berikut : C = Csg x Csf (8. Kecepatan ijin Saluran akan stabil bila kecepatan yang dihitung lebih kecil dari kecepatan ijin.5 (8.5) Dimana D50 = ukuran tengah batuan riprap C = faktor koreksi va = kecepatan rata-rata di saluran utama davg = kedalaman rata-rata di saluran utama (8. Persamaan (8.5) By : Salmani. d.3) K1 Dimana : 1 sin 2 sin 2 0.2. MT. MS.65 dan faktor kestabilan adalah 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dua metode atau pendekatan yang digunakan dalam membahas ketahanan batuan terhadap erosi adalah : 1.3) diatas diasumsikan bahwa spesific gravity batuan adalah 2. Gaya seret ijin merupakan pendekatan yang sering dipakai karena secara ilmiah dapat dibuktikan.4) : sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Kecepatan dan kedalaman rata-rata dapat dilihat pada gambar 8-4.5K11. 2. Aliran yang diasumsikan berubah lambat laun. Page 12 . Hubungan Dengan Desain Desain riprap berdasarkan gaya seret ijin yang diwakili dengan kecepatan aliran.

Sedangkan kedaan di lapangan sangat berbeda atau banyak ketidakpastian. Persamaan (8.0 – 1.1. belokan yang tajam ( R<10 1.61 m. benturan akibat gelombang yang kuat. tinggi gelombang akibat angin atau kapal sebesar 0.30 sampai 0. adanya turbulensi aliran. banyak parameter ketidakpastian KONDISI By : Salmani. sedikit parameter ketidakpastian Aliran berubah lambat laun. benturan akibat gelombang hampir tidak ada. Faktor stabilitas digunakan untuk memperbesar ukuran batuan agar lebih aman digunakan.2)1. saluran relatif lurus atau berbelok dengan jari. aliran diasumsikan berubah lambat laut. Faktor stabilitas merupakan pencerminan dari tingkat ketidakpastian pada kondisi hidraulik.5 dimana : SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1. Tabel di bawah ini menjelaskan pemilihan faktor stabilitas yang tergantung dari kondisi aliran yag terjadi : Tabel 8-2. Page 13 .12/(SG – 1)1. MT. Faktor stabilitas untuk berbagai kondisi saluran FAKTOR STABILITAS Aliran seragam.6 – 2. berbelok dengan jari-jari 1.6) Faktor stabilitas merupakan perbandingan antara tegangan geser kritis batuan riprap dengan gaya seret rata-rata yang dihasilkan oleh aliran air di lapangan.0 m).2 jari/lebar saluran yang berbelok > 30 m.3).3 – 1. benturan akibat gelombang mulai diperhitungkan Aliran mendekati berubah tiba-tiba.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Csg = 2.6 10<R<30.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2) (8. MS. terjadi turbulensi di pilar jembatan.

2 D50 sampai 1. Spesifikasi batuan riprap harus berada pada batas kedua kurva gradasi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING e.7) dimana: W 50 = berat batuan rata-rata batuan riprap (N) s = berat jenis batuan (N/m3) SG = spesific gravity batuan riprap f.. MT. Tabel 8-3. Erosi Gelombang Gelombang yang diakibatkan oleh angin maupun kapal yang lewat di sungai dapat menyebabkan erosi pada tebing saluran. Sedangkan tabel 8-4 menyajikan enam contoh kelas gradasi. Persamaan gelombang yang digunakan untuk hubungan antara ukuran riprap dengan tinggi gelombang adalah (persamaan Hudson) : W50 H3 3 2. Tabel 8-3 merupakan salah satu panduan untuk menentukan batas gradasi. Gradasi batuan sebaiknya dapat diatur sehingga tidak membuat biaya yang mahal.0 W 50 sampai 1..4 D50 sampai 0.5 D50 sampai 1.1 W 50 sampai 0.0 W 50 sampai 2. Gradasi Batuan Gradasi batuan riprap mempengaruhi ketahanan riprap terhadap penggerusan.7 D50 1.20 SG 1 cot s (8.5 W 50 50 0.4 D50 1. MS. Gradasi batuan Ukuran Batuan (m) 1.75 W 50 85 1.4 D50 0. Batuan harus mempunyai gradasi yang baik dengan ketebalan riprap.0 W 50 sampai 5. Page 14 .6 D50 Berat Batuan Persentasi Gradasi (kg) Lebih kecil dari 3.2 W 50 15 By : Salmani.0 D50 sampai 1.0 W 50 100 2.

Contoh gradasi untuk beberapa kelas riprap Kelas RipRap Facing Ukuran Batuan Berat Batuan Persentase riprap (m) (kg) Lebih kecil dari 0. berat dan campuran.10 1814 100 0. Setiap sampel beratnya 4.0 kg.91 metric ton 1.55 227 100 0.87 907 50 0.68 454 5 1. Satu sampel ditempatkan di lapangan dan satunya di penambangan.10 1814 50 0. Sebagian besar keadaan. Untuk membantu pengawas.55 227 5 1.12 2.3 10 0.87 907 100 0.55 227 50 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-4. maka ukuran pada tabel 8-3 dapat dikurangi seperti pada tabel 8-4.37 3629 100 1.68 454 100 0.12 2.40 91 100 0.23 metric ton 0.45 metric ton 0.5 kg sampai 9.40 91 50 0. gradasi seragam yang berada pada D50 dan D100 akan mengghasil D85.87 907 5 Light 0. Batu yang paling kecil dengan ukuran 5 atau 10 persen sebaiknya tidak melebihi 20 persen dari berat. Berat batuan riprap sebaiknya mempunyai gradasi yang baik dari yang paling kecil sampai paling besar.3 10 0. Gradasi riprap yang digunakan di lapangan diawasi dengan visual.68 454 50 0. g. Ketebalan Lapisan By : Salmani. MS.29 34 10 0.81 metric ton Bila spesifikasi batuan di lapangan lebih kecil dari ukuran batuan pada tabel 8-3. dua atau lebih contoh batuan riprap untuk gradasi disiapkan melalui penyusunan. Page 15 . MT.29 34 50 0.

Kalau satu lapisan tidak mencukupi. Bahan filter ditempat di lapisan antara tanah dasar dan lapisan filter (blanket). batuan kecil atau lapisan buatan (seperti geotextile). menyebarkan beban riprap agar terjadi penurunan tanah yang merata dan dapat melepaskan tekanan hidrostatis yang berada dalam tanah. Jika lubang filter terlalu kecil. MT. Untuk daerah diatas permukaan air. maka akan terjadi tekanan hidrostatik di bawah filter yang dapat menyebabkan bidang runtuh sepanjang filter. By : Salmani. Filter seharusnya ditempatkan di tanah yang nonkohesif untuk membuat drainase bawah permukaan. Filter Kerikil Untuk riprap batuan. Rasio perbandingan filter adalah perbandingan antara 15 persen ukuran batuan kasar (riprap) (D15) dengan 85 persen ukuran pasir halus (D85). satu atau lebih lapisan diperlukan lagi. MS. Filter mencegah perpindahan partikel pasir dari tanah dasar ke riprap melalui ruang udara (void). maka akan terjadi aliran piping yang berlebihan melalui filter sehingga dapat menyebabkan erosi dan keruntuhan tanah di bawah filter.8) Pertidaksamaan sebelah kiri bertujuan untuk mencegah piping melalui filter. Persyaratan ini dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut : D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 5 D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 40 (8. Persyaratan tambahan untuk stabilitas adalah perbandingan 15 persen ukuran batuan kasar dengan 15 persen ukuran pasir halus sebaiknya melebihi 5 tetapi kurang dari 40. Kalau lubang filter terlalu besar. h. perbandingan antara filter ketebalan riprap sebesar 5 persen atau kurang dapat menghasilkan keadaan yang stabil. filter dapat mencegah erosi. bagian tengah agar permeabilitas dapat tercapai untuk struktur tanah dasar dan bagian kanan untuk kriteria keseragaman.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Filter adalah lapisan antara tanah dasar dengan riprap yang terdiri dari kerikil. Yang harus diperhatikan dalam desain dari filter yang terbuat dari kerikil dan lapisan buatan (geotextile) adalah kestabilan tebing yang digunakan untuk riprap. Page 16 .

Bukti eksperimen menunjukkan bahwa ketika tebing terkena gelombang. 2. Ketebalan dari satu lapisan filter sebaiknya ditingkatkan sampai batas mininum ketika kurva gradasi material filter menjauhi dari kurva paralel. Ketebalan dari lapisan filter sebaiknya diantara 150 mm sampai 380 mm untuk lapisan tunggal atau dari 100 mm sampai 200 mm untuk satu lapisan dengan banyak lapisan filter (blanket). Ketahanan filter buatan di bawah tanah belum teruji sepanjang waktu proyek rekayasa. Filter buatan mempunyai kekuatan yang merata. 4. Pemasangan filter buatan harus hati-hati agar tidak terkena sinar ultraviolet 3. ada juga filter buatan yang terdiri dari buatan pabrik seperti geotekstil. tanah nonkohesif akan berpindah ke bawah menuju saluran (sungai) dibawah filter sedangkan pada filter kerikil tidak terjadi. Pemasangan yang cepat dan hemat tenaga kerja 2. By : Salmani. Filter buatan lebih ekonomis dibandingkan filter kerikil 3. maka ketebalannya harus minimum. Disini akan dibahas keuntungan dan kerugian menggunakan filter buatan (filter sudah jadi). Filter buatan dapat memberikan keruntuhan transional ketika digunakan pada riprap yang dipasang pada tebing yang curam. MS. Aktivitas bakteri didalam tanah atau diatas filter dapat mempengaruhi sistem hidraulik dari filter buatan 5. Ketika kurva gradasi filter yang digunakan mendekati paralel. Keuntungan menggunakan filter buatan (jadi) : 1. Page 17 . Filter buatan mempunyai konsistensi dan bahan yang berkualitas baik 4. Filter buatan (Fabric Layer) Selain kerikil yang digunakan sebagai filter. i.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diantara lapisan-lapisan filter kalau lebih dari satu lapisan filter dan diantara lapisan filter dengan batuan riprap. Pemasangan filter buatan agak sulit di bawah permukaan air. MT. Kerugian menggunakan filter buatan (jadi) : 1. 6.

Penanganan ujung Ujung-ujung riprap seperti kaki dan kepala memerlukan penanganan khusus. flow dike sepanjang kaki dapat menyebabkan konsentrasi aliran sepanjang saluran yang dapat menyebabkan tegangan sepanjang dinding pengaman sehingga terjadi keruntuhan. Kedua fungsi tersebut harus terjadi selama riprap dipasang. Sayap Sayap dari dinding pengaman sebaiknya didesain dengan mengikuti gambar 8-5 Kaki Penggerusan ke bawah adalah salah satu mekanisme penyebab keruntuhan dinding. filter buatan harus membuat air dapat melalui tanah. By : Salmani. j. MT. biasanya pembuat filter buatan memberikan petunjuk (manual) agar dapat menggunakan filter dengan baik. Perhatikan pada saat pemasangan material pada kaki sehingga material tidak mound dan membentuk flow dike. Kalau pangkal kaki tidak dapat digali. Ketika penggerusan terjadi. lapisan riprap (blanket rirap) harus dibatasi tebalnya. Dan harus diperhatikan bahwa pemasangan batuan pada kaki tidak mempengaruhi desain saluran. maka batuan pada kaki akan jatuh ke dalam lubang hasil penggerusan. tetap diperlukan desain. yaitu sayap. MS. Kaki riprap sebaiknya didesain seperti pada gambar 8-6. Bahan (material) pengaman kaki harus diletakkan di pangkal kaki sepanjang riprap (lihat gambar 8-6). Penentuan ukuran batuan untuk kaki dipengaruhi oleh kedalaman penggerusan yang akan terjadi atau diprediksikan akan terjadi. Untuk lebih jelasnya. Meskipun filter buatan mudah menggunakannya. kaki dan kepala. Page 18 . maka kemiringan riprap akan mendekati 1V : 2H.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Fungsi dari filter buatan adalah membuat drainase dan filtrasi dari air. Volume batuan yang digunakan harus mempunyai satu atau dua kali volume batuan yang digunakan untuk menutupi penggerusan setebal riprap. Dengan kata lain. Kalau hal ini terjadi. batuan kecil diletakkan di dasar saluran (lihat alternatif desain pada gambar 8-6).

MS. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 19 .

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 20 .

karakteristik batuan termasuk geometri. sudut dan kepadatan Hubungan antara faktor-faktor diatas dapat dinyatakan dalam persamaan matematik sebagai berikut : e2Wscos = e1Ws sin cos + e3 Fd cos + e4F1 (8. besar dan arah kecepatan aliran di sekitar riprap.9) untuk lebih jelas lihat gambar 8-7.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING k. Page 21 . sudut kemiringan tebing. By : Salmani. Stabilitas Riprap Stabilitas riprap tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : a. b. c. MS. MT.

angka stabilitas. Page 22 . SG adalah spesific gravity.11) dimana tan 1 cos 2 sin sin tan (8. Secara umum dapat dinyatakan pada persamaan matematik : FS e2Ws cos e1Ws sin cos e3 Fd cos e4 Fl (8. persamaan yang berhubungan dengan faktor stabilitas.10) Selain itu faktor kestabilan dapat didefinisikan sebagai : SF ' cos tan tan sin cos (8. Penyederhanaan desain untuk riprap Ketika kecepatan sepanjang tebing tidak mempunyai komponen arah ke bawah (seperti kecepatan sepanjang tebing arah horizontal). Untuk aliran horizontal sepanjang tebing.14) dimana: Ds adalah ukuran batuan.12) 2l o S s 1 Ds ' (8. sudut kemiringan tebing dan sudut batuan didapat dari persamaan 8. maka (8. MT.14 dengan = 0. sudut antara o kecepatan lapangan dengan bidang horizontal yang menghasilkan gaya seret berada pada tebing dengan sudut .15) tan 1 tan 2 sin By : Salmani.12 dan 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Faktor stabilitas terhadap rotasi didefinisikan sebagai perbandingan antara momen tahanan partikel yang berotasi terhadap berat yang tenggelam dan momen gaya air yang menyebabkan rotasi partikel dari posisi semula.13) 1 sin( 2 ) (8. maka penyederhanaan desain dapat dilakukan. l. MS.

17) dimana : (8. MS.11. dan detail desain revetment (revetment detail design). didapat : SF Sm 2 S m sec 2 4 (8. Prosedur Desain Prosedur perencanaan rock riprap terdiri dari tiga bagian utama: analisis data awal (preliminary data analysis). ukuran batuan (rock sizing).16) Persamaan 8.16 dimasukan ke persamaan 8.Sm (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ' 1 sin 2 (8. Flow chart yang menjelaskan prosedur desain diperlihatkan pada gambar 8-8.19) Sm tan tan 2 Sm SF 2 cos SF. MT. Page 23 . By : Salmani.18) (8.20) m.15 dan 8.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ANALISIS AWAL DATA MULAI Pengumpulan Data Penentuan Debit Rencana Perubahan penampang melintang rencana PENENTUAN UKURAN BATU Hitung kekasaran luas N Y Aliran seragam ? Hitung parameter hidraulik lain N Elevasi muka air tetap (backwater) Evaluasi kedalaman aliran seragam Koreksi sudut tebing Penentuan ukuran riprap Masukkan keliling basah yang melapisi ? Y Ukuran hitung dengan By : Salmani. MT. MS. sama asumsi ? Page 24 Y A .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Penentuan tinggi

Y

Erosi gelombang

?

gelombang Hitung ukuran batu yang stabil

N Pemilihan ukuran batu
Gradasi riprap Ketebalan selimut

DETAIL DESAIN

Panjang pengaman

Desain filter

Desain detail ujung/tepi SELESAI

Gambar 8-8. Flow Chart Prosedur Perencanaan riprap

By : Salmani, MS, MT.

Page 25

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

1) Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll).

Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1)

Langkah 3.

Tentukan perkiraan perubahan (development) penampang

melintang rencana (lihat subbab 8.2.1). 2) Menentukan Ukuran batuan (Rock Sizing) Prosedur ini untuk menentukan ukuran batuan yang digunakan dalam desain agar keruntuhan riprap akibat erosi partikel dapat dicegah. Langkah 4. Hitung elevasi muka air rencana. A. Untuk menentukan elevasi muka air rencana, besarnya nilai kekasaran "n" Manning's dapat diperkirakan dengan memakai prosedur pada subbab 8.2.5. Jika riprap direncanakan untuk melapis seluruh keliling basah, ukuran riprap diperlukan untuk menentukan koefisien kekasaran "n". (lihat formulir 4 pada gambar 8.14). B. Jika penampang berbentuk trapezium, dan aliran dapat dianggap seragam, gunakan desain chart seperti dalam referensi 3. C. Jika penampang irregular atau aliran tidak seragam, elevasi muka air ditentukan dengan menggunakan analisis backwater curve atau

menggunakan program komputer seperti DUFLOW, HEC-2, dan lain-lain. D. Analisis backwater harus didasarkan pada conveyance weighting aliran pada saluran utama, bantaran kiri dan kanan. Langkah 5. Tentukan kedalaman dan kecepatan rata-rata rencana. A. Kedalaman rata-rata dan kecepatan pada umumnya digunakan sebagai parameter desain.

By : Salmani, MS, MT.

Page 26

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
B. Jika riprap didesain untuk pengaman tebing saluran, abutment, atau pilar dilokasi bantaran banjir, kecepatan dan kedalaman rata-rata di bantaran banjir yang digunakan. Langkah 6. Hitung faktor koreksi sudut tebing K1. Faktor koreksi sudut tebing adalah

K1
Dimana:

1

sin 2 sin 2

0.5

: sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 4 pada gambar 8.19

Langkah partikel.

7. Tentukan ukuran riprap yang diperlukan untuk menahan erosi

A. Tentukan ukuran rata-rata batuan riprap dengan persamaan

D50

3 0.00594Va

d0.5 K1.5 avg 1

Dimana: D50 = ukuran rata-rata batuan riprap (m) Va = kecepatan rata-rata di tengah saluran (m/s) davg = kedalaman rata-rata aliran di tengah saluran Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 1 pada gambar 8.16. B. Pada dugaan awal, faktor koreksi saluran digunakan. Tentukan faktor koreksi spesifik graviti rock riprap dan faktor stabilitas dengan persamaan C = Csg x Csf Dimana: Csg = 2,12/(SG – 1)1.5 SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.2)1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2)

By : Salmani, MS, MT.

Page 27

Jika gelombang permukaan turut diperhitungkan. Gunakan persamaan W50 H3 3 2. tentukan gradasi material (lihat Formulir 3 pada gambar 8. Langkah 10. untuk melindungi lapisan dari gelombang akibat angin atau kapal yang lewat. Tebal lapisan riprap tidak boleh kurang dari diameter lingkaran batuan D100(W 100) atau lebih kecil dari 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C. 3. Pilih ukuran D50 riprap akhir. Jika D50 digunakan dalam penentuan Manning's 'n' untuk perhitungan backwater. 2. Formulir dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan batas gradasi untuk menentukan tebal lapisan riprap melalui kriteria sebagai berikut : 1. bisa dengan menambah ukuran batuan. Contoh klasifikasi gradasi riprap berdasarkan AASHTO dapat dilihat table 8-3. Hitung ukuran rock riprap yang telah dikoreksi : D'50 = C(CP/A)D50 Langkah 8. Untuk menentukan gradasi material dapat dilihat pada tabel 8-2.20 SG 1 cot s dimana s adalah berat jenis batuan (N/m3). Tebal lapisan tidak boleh kurang dari 300 mm untuk penempatan praktis. MT. Jika riprap direncanakan untuk pilar atau abutment diterapkan koreksi pier/abutment (CP/A) atau 3. SG (spesific gravity) = 2. D. Tambahan tebal lapisan antara 150 – 300 mm. MS. Tentukan tinggi gelombang signifikan (grafik 6 pada gambar 8.21). dan tentukan ketebalan lapisan riprap. Langkah 9.5 kali diameter lingkaran batuan D50(W 50). Tebal lapisan yang diperoleh dari no (1) dan (2) harus ditambah 50 persen untuk riprap yang ditempatkan di bawah air.38.13).65.12. A.65. maka lihat formulir 2 pada gambar 8. B. kembali kelangkah 4 dan ulangi langkah 4 sampai 7. H adalah tinggi gelombang. By : Salmani. 4. Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan grafik 7 pada gambar 8. Spesific gravity diasumsi 2. Page 28 .22 untuk menentukan ukuran batuan yang diperlukan untuk menahan aksi gelombang.

Tipe-tipe riprap adalah : a. Tentukan tinggi pengaman yang sesuai (lihat bab 8. 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Tentukan ukuran material filter yang sesuai. dan gradasinya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Detail Dinding Panahan (Revetment Details) Langkah 11. Page 29 . b.1. Desain daerah tersebut dapat dilihat subbab 8. perlu diperhatikan dengan baik seperti pemasangan riprap di dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang telah diarahkan oleh engineer. Rock riprap Terdiri dari batu kali dengan filter blanket atau slope dengan rongga minimum serta batuan bergradasi baik. By : Salmani. Spesifikasi Material 1) Deskripsi Dalam pemasangan material ini. Tentukan ketebalan Langkah 14.1) Langkah 13. Tentukan panjang pengamanan yang diperlukan (lihat bab 8. MT. termasuk didalamnya broken concrete. dan steel furnace slag. MS.1) Langkah 12. Desain lapisan filter mengikuti persyaratan dengan persamaan sebagai berikut : D15 coarser layer D85 Finer layer lapisan. Langkah 15 Hitung kestabilan riprap dengan menggunakan persamaan matematis yang ada bagian langkah desain kestabilan riprap.14 tentang konsep desain. n. Rubble Terdiri dari material sisa konstruksi. rock spoils.3. Desain rincian daerah sudut (flanks and toe).1.

maka batuan tidak boleh mengalami kehilangan sebesar 40% setelah 500 kali putaran. Asal batuan juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan batuan. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Batuan bulat (rounded stone) atau boulder tidak diperbolehkan kecuali telah diizinkan sebelumnya. contoh batuan yang sesuai haruslah sudah ada minimum 25 hari sebelum pemasangan riprap dimulai. Page 30 . Jika menggunakan AASHTO Test T 96. Jika tes dibutuhkan. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. Kehilangan dari batuan pada hasil tes ini tidak boleh mencapai 10% untuk 5 kali siklus. Berat minimum haruslah 2. Dan tidak boleh mengalami kehilangan lebih dari 10% dari 12 kali siklus. shale dan bahan organik. By : Salmani.482 kg/m3 yaitu 1. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. tahan terhadap cuaca dan air. Shale dan batuan dengan lapisan berserpih juga tidak dizinkan. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2) Material Syarat-syarat materialnya adalah: a. spoil. Kelayakan batuan akan dipertimbangkan dengan tes uji kelayakan. perlu dilakukan sulfate soundness test (AASHTO Test T 104 untuk batuan dasar menggunakan sodium sulfat). Rock riprap Batuan yang digunakan haruslah keras. Apabila tidak ada tes uji tersebut. AASHTO Test T 85). ketahanan bebatuan tersebut akan diperiksa dengan beberapa tes seperti dibawah ini : Tes abrasi. dalam bentuk angular. tahan lama. Tes freezing and thawing (AASHTO Test T 103 untuk prosedur A ledge rock) digunakan untuk melihat ketahanan terhadap cuaca. MT. Pada lokasi dimana batuan yang terkena air garam.000 kg/m3 dikalikan berat jenis (bulk-saturated-surface-dry basis.

Sampel-sampel ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan gradasi riprap. Dalam pemilihan material yang digunakan perlu perhatian dan pengalaman yang lebih. dan buruh juga perlu diperhatikan oleh kontraktor. Umum Tebing yang dilindungi oleh riprap haruslah bebas dari semak-semak. Untuk Toe trench digali dan dijaga sampai riprap telah diletakkan. pengaturan lokasi. dalam bentuk angular. b. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. MT. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Contoh sampel pada lokasi konstruksi merupakan bagian dari penyelesaian pengerjaan awal riprap. Semua material yang lembut atau berongga dipindahkan ke bagian dalam tanah dan digantikan dengan material alami lainnya. Rubble Material yang digunakan haruslah keras (hard). Perbedaan pendapat antara engineer dan kontraktor dapat diselesaikan dengan memeriksa gradasi dari 2 buah truk yang dipilih secara acak. Peralatan mekanik. Kontraktor haruslah menyediakan 2 contoh sampel batuan sedikitnya 2. By : Salmani. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. 3) Syarat-Syarat Konstruksi A. MS. shale dan bahan organik.27 kg setiap gradasi. Kontrol terhadap gradasi perlu diperhatikan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Riprap haruslah menggunakan batuan well-graded. pepohonan. Page 31 . tahan terhadap cuaca dan air. Daerah pengisian dipadatkan sebagai embankment. Sampel yang lain juga harus ada di lokasi. dan objek material lainnya yang mengganggu kerataan permukaan slope. spoil. Batuan yang lebih kecil dari 10% dari batuan dasar tidak diperbolehkan untuk digunakan sebanyak 10% dari setiap beratnya. tunggul. tahan lama (durable).

Tanah dengan 50% atau kurang dari berat partikel lolos pada US No. polyester atau polyamide. Geotextile dengan ketahanan yang lebih tinggi tidak boleh lebih dari 30 hari. Dan Pengontrolan Erosi 2. MT. 1. Sifat Hidraulik Minimum a. 200 Sieve (9). Fiber yang digunakan pabrik untuk geotextile terdiri dari rangkaian sintetis polymer dengan komposisi sedikitnya 85% dari beratnya terdiri dari polyolafin. Daerah yang dijaga haruslah terbebas dari material sisa dan begitu juga permukaannya. Geotextile dengan ketahanan rendah terhadap sinar ultraviolet (lebih dari 30% kehilangan pada 500 jam ASTM D-4355) tidak boleh terkena sinar matahari lebih dari 7 hari. Tipe riprap akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah di modifikasi oleh ketentuan khusus. tetapi jarang ditemukan. Ketahanan Pipa (Soil Retention) (8) 1.6 mm (lebih besar dari #30 US Std.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Perlindungan terhadap struktur pondasi harus dilakukan secepatnya setelah konstruksi pondasi diizinkan untuk dimulai. sebagai contoh tahan selama bertahun-tahun (5 – 25 tahun). Penyaringan. AOS (10) kurang dari 0. Filter blanket atau filter fabric diletakkan pada slope yang telah disediakan atau daerah dengan perlindungan pondasi seperti tertera pada Table 8 sebelum batuan diletakkan. Page 32 . Sieve) By : Salmani. Syarat Minimum Yang Dianjurkan Untuk Fabric Sintetis (Geotextile) Yang Digunakan pada Noncritical (1)/ Nonsevere Drainage (2). Syarat-syarat Fisik dapat dilihat pada Table 8 dibawah ini Table 8. Standard Kualitas Minimum a. c. MS. Catatan : geotextile dapat dibuat untuk menahan lebih lama sinar ultraviolet. b.

AOS (10) kurang dari 0. B.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Pemasangan riprap pada lapisan dengan menggunakan chute atau metode lainnya jangan sampai mengakibatkan segregasi. Maksud dari meletakkan seluruh material pada tempatnya guna menghasilkan pemadatan riprap protection yang baik. Material yang menjadi pelindung riprap (riprap protection) diletakkan jangan sampai menumpuk. By : Salmani. MT. Batuan yang lebih besar dan seluruh batuan haruslah terdistribusi baik dan gradasi seperti yang diarahkan oleh engineer. MS. Page 33 . Pemindahan dengan tangan atau peralatan mekanik mungkin akan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu. Keseluruhan batuan diletakkan pada alur dan grade serta ketebalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Rock Riprap Batuan riprap diletakkan pada slope yang telah disediakan dan harus menjadikan batuan yang bergradasi baik (well-graded) dengan rongga (voids) yang minimum. Permeabilitas K dari fabric (11) lebih besar dari K tanah. Perawatan termasuk didalamnya perbaikan yang rusak akibat beberapa sebab. Tanah yang lebih dari 50% berat partikel lolos US No. Kontraktor menjaga riprap protection sampai diterima langsung dan material yang dipindahkan untuk alur dan grade tidak menambah biaya bagi pemerintah. Jangan sampai terjadi pergeseran pada material dasar.3 mm (lebih besar dari #50 US Std. Riprap protection diletakkan pada konjungsi dalam konstruksi embankment yang pembuatan dari riprap protection penting untuk pelaksanaannya dan mencegah tercampurnya embankment dengan riprap. Kontraktor haruslah menjaga riprap sampai semua pekerjaan dari kontrak telah selesai. Sieve) b. 200 Sieve (9).

2. Desain hasil analisa engineering yang sesuai antara tanah. 7. MS. 6. Filtrasi dan Drainase Kelas B adalah dimana fabric yang digunakan dengan permukaan smooth graded tanpa sharp angular. gradien hidraulik yang tinggi atau kebalikannya. contoh nilai untuk sampel (rata-rata dari seluruh hasil spesimen) harus sama atau lebih besar dari 2 sigma confidence level. 4. MT.91 m atau berat batu lebih dari 113 kg. dan geotextile adalah penting (khusunya untuk aplikasi kritis/severe). Permasalahan tanah yang tidak boleh By : Salmani. Semua nilai mewakili nilai rata-rata. ketebalan lapisan mesti ditingkatkan dan metode yang digunakan harus dapat meminimalisasikan segregasi. Erosi Kontrol Kelas B dimana fabric yang digunakan dilindungi oleh sand cushion atau “zero drop height”. atau kedalaman trench lebih dari 3 m. Nilai ini disadari lebih kecil dari biasanya pada literatur pabrik. atau biaya perbaikan yang terlalu membebani biaya instalasi. kondisi hidraulik. Penerapan filtrasi dan drainase kelas A untuk fabric dimana pada pemasangan lebih berat daripada kelas B. derajat kepadatan yang tinggi. pemadatan yang ringan. Erosi Kontrol Kelas A adalah dimana fabric dengan kondisi instalasi lebih berat daripada kelas B. Severe applications termasuk draining gap graded atau pipeable soil. 8. Contoh letak ketinggian batuan kurang dari 0. Penggunaan dalam kondisi darurat (Critical applications) menyebabkan resiko kehilangan umur konstruksi. atau kocyclic flow conditions.91 m dan berat batuan tidak melebihi 113 kg. Catatan : 1. Percobaan lapangan dibutuhkan dimana tinggi batuan tidak melebihi 0. 5. dan trench kurang dari 3 m. Page 34 . 3. Contoh penggunaan very sharp angular agregate.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Jika riprap dan material filter diletakkan di bawah air. potensial untuk kerusakan struktur.

Rencanakan riprap sebagai pelapis saluran yang stabil. terjadi pengurangan panjang dari 381 m sampai 305 m. MS. Contoh perencanaan riprap Berikut ini diberikan contoh bagaimana menggunakan metode desain dan prosedur seperti yang dijelaskan di atas.001 m K (permeability) = 3. Sieve size. MT. Sieve dalam pemilihan fabric. 9. Page 35 . dan tanah seragam dengan 85% lolos ayakan #100. Grafik-grafik yang digunakan dalam contoh ini diberikan pada Formulir 1 (gambar 8. Kapasitas saluran 141.6 m3/s. 1) Contoh 1 Suatu ruas saluran sepanjang 381 m merupakan hasil realignment agar diperoleh lahan untuk pelebaran suatu jalan yang ada (eksisting). Grafik 4 By : Salmani. Kurva gradasi menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. Kondisi lainnya : Aliran dapat dianggap seragam atau berubah lambat laun. Profil saluran eksisting menunjukkan bahwa kemiringan dasar bagian ruas yang lurus adalah 0.5 X 10-4 m/s rock riprap yang tersedia mempunyai specific gravity (SG) 2. Akibat realignment saluran. 10.032 m D50 = 0.11). AOS untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 6 Permeabilitas untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 5 o. maka hanya digunakan gradasi tanah yang lolos #4 US Std. Contoh 2 rencana riprap sebagai pengamanan tebing.0049.65. Bila protected soil berukuran partikel lebih besar dari #4 US Std.018 m D15 = 0. contoh 1 rencana riprap sebagai pelapis saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING digunakan adalah lumpur. Material saluran terdiri dari butiran dari pasir sampai kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3. Dua contoh diberikan.

site topography. Langkah 4. n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4 )m nb : base channel "n" slope = 0. penampang direncanakan berbentuk trapesium.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING (gambar 8. Grafik 3 (gambar 8. geometric. Grafik 2 (gambar 8. Formulir 3 (gambar 8.037 n1 : faktor ketidakteraturan n1 = 0. Desain potongan melintang.2.16 anggap R = 2.2.17). nb = 0.16).00 untuk saluran alam yang halus n2 : variasi penampang melintang n2 = 0. Debit rencana.0049 > 0.43 m nb = 0. gunakan persamaan 4 untuk perhitungan base n.11. Data lapangan lain berupa site history. Grafik 1 (gambar 8. Lihat subbab 8. lebar dasar 6.18).19). dan lain-lain.002 Oleh karenanya.13). dan Formulir 4 (gambar 8. Langkah 1. Hitung elevasi muka air rencana. lihat Formulir 1 pada gambar 8.3 Seperti dijelaskan. Page 36 .38 R-0. MT. Asumsi awal. Kumpulkan Data lapangan lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini.5). Debit pada saluran utama sama dengan debit rencana karena saluran utama dapat menampung debit rencana. Gunakan prosedur seperti yang dijelaskan pada bab 5. Langkah 3.1 Diberikan sebagai 119 m3/s.3225 Sf 0. Langkah 2.2. MS.1 m dengan kemiringan slope samping 1V:2H.14).00 bila bentuk penampang melintang tetap n3 : pengaruh hambatan By : Salmani. Lihat subbab 8. (a) Tentukan koefisien kekasaran dengan menggunakan Formulir 4 (lihat subbab 8.

11) Langkah 5.60 m (dasar saluran seragam) (Kolom 4 dari Formulir 1) Langkah 6.00 jika tidak ada hambatan n4 : jumlah tanaman n4 = 0.8 m2 (Kolom 2 dari Formulir 1) Va = Q/A = 141.038 n = (0. atau chart dan tabel yang tersedia dalam buku hidraulika saluran terbuka) Q = (1/n) A R2/3 S1\2 ganti d = 3. By : Salmani.040 seperti yang digunakan ditas.3225 (0.43 Oleh sebab itu.037+0.00+0.6/47.003)1 n = 0. d = 3.16)-0.96 m/s (Kolom 3 dari Formulir 1) da = d = 3.9/22.003)1 = 0.2=2. oleh sebab itu.11 Hitung jari-jari hidraulik untuk membandingkan dengan nilai yang digunakan pada langkah 4a (gunakan program komputer yang tersedia. chart dan tabel.1 + 6. kembali ke langkah 4a nb = 0. MT.16 nb = 0.00+0. Page 37 .38 (2. Faktor koreksi sudut tebing.0 jika ruas lurus n = (0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n3 = 0.1)/2 = 47.16 R = 2.16 tidak sama dengan yang diasumsikan = 2. R = A/P R = 47. Persamaan Manning's dapat digunakan untuk menentukan kedalaman normal (gunakan program komputer.040 (b) Hitung kedalaman aliran.6(4) + 6.60 m Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8. MS.60 m (Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.038 + 0.0049)0.00+0.8 = 2. Tentukan parameter rencana A = 3.003 sedikit (anggap sedikit tumbuh di riprap) m : derajat meander m = 1. atau perhitungan secara manual).041 yang mendekati 0.6(3.

29 m T = 0. Gelombang permukaan. Gradasi: lihat Formulir 1. MT.085 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Untuk tebing saluran: D'50 = D50 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING = 1V:2H (Kolom 5 dari Formulir 1).73 (Grafik 3) Langkah 7. l (a) Gunakan Grafik 1 untuk dasar saluran D50 = 0. Langkah 10. Ukuran D50: D50 = 0.131 m (Kolom 8 dari Formulir 1) (b) spesifik gravity (SG) Riprap = 2. Tentukan ukuran Riprap.29 m (untuk seluruh penampang basah) lihat Formulir 1.58 m By : Salmani. dan ketebalan lapisan. oleh sebab itu: Cp/a = 1 (Kolom 12 dari Formulir 1) (d) Ukuran riprap yang dikoreksi Untuk dasar saluran: D'50 = D50 = 0. f = 41° (Grafik 4) K1 = 0.65 (diberikan) (Kolom 10 dari Formulir 1) faktor kemantapan = 1. Page 38 .2 (aliran seragam) C = 1 dari Grafik 2. Gelombang permukaan tidak diperhitungkan pada contoh ini. tidak dapat digunakan Langkah 9. MS. Tentukan ukuran riprap.085 m (Kolom 8 dari Formulir 1) untuk tebing saluran D50 = 0. Gradasi. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 =0. (c) tidak ada pilar atau abutment untuk evaluasi dalam contoh ini.131 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Langkah 8.

13.6.030 0.2. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 soil Dan.40 m gunakan T = 0. suatu lapisan filter diperlukan. 0.2.94 5 By : Salmani. Panjang vertikal pengamanan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0. Coba 50 mm filter dengan kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3 pada gambar 8.18 180 0. Lihat subbab 8. Langkah 13. MT. Lihat subbab 8. (a) ukuran material filter: D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan.18 0. Langkah 12.6. Page 39 . MS.001 40 Oleh sebab itu. 0.032 0. Riprap meliputi semua keliling basah sampai kepuncak lereng. Pelapisan dengan riprap ditetapkan pada sepanjang ruas lurus. perencanaan lapisan filter.60 m lihat Formulir 1.032 6 5 D15 riprap D15 soil 0. Langkah 11. Panjang pengamanan.

Page 40 .18 0.030 0.18 0.061 3 5 D15 filter D15 soil 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 filter D15 soil 0.11).60 DS = 0.75 b By : Salmani. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. Langkah 15 : Stabilitas riprap Dalam contoh soal ini diketahui : SS = 2. Detail ujung sudut (edge).001 30 5 dan 40 Oleh sebab itu. (juga lihat sketsa pada Formulir 1 pada gambar 8.65 =26. gunakan ketebalan lapisan 200 mm.030 6 5 dan 40 Dengan demikian.131 m (dari perhitungan pada langkah sebelumnya) = 1000 kg/m3 S = 0.0049 diambil Maka : o = 400 = 900 = 0. filter pada interface tanah adalah cocok (OK). MT. MS. detail ujung sudut dapat dilihat pada Gambar 8-7. Lintasan penampang basah bagian dalam. 0. Langkah 14. material filter 50 mm adalah sesuai. (b) Ketebalan lapisan filter: Jika kurva gradasi tanah dan kurva gradasi lapisan filter bukan mendekati paralel.

2) Contoh 2 Site yang diilustrasikan pada gambar 8-1 mengalami pergerakan lateral menuju route 1 (lihat gambar 8-1a). Karakteristik saluran seperti yang diuraikan dalam subbab 8. MS. 1 Sin(90 0 2 0) Sehingga diperoleh: FS Cos 26.37 1.6.12 = 0.12 tan 400 Sin26.23 kg/m2 Berdasarkan data yang sudah ada.23 ( 2.s = 1000.35 x tan 40 =0 Berdasarkan (lereng) : dan maka dapat dihitung angka stabilitas partikel pada tebing ' 0. By : Salmani.6 0 Sin 90 0 0 9 .12. Kondisi tambahan yang diperlukan adalah : Aliran berubah lambat laun.64 = 13.3.12 selanjutnya sudut antara arah pergerakan partikel dan bidang vertikal : tan 1 Cos 90 0 2 Sin 26 . d.60 tan 400 0. Page 41 .131 0. 0. MT.60 Cos 0 0.548 1.75 x 17.65 1 )x1000 x0 .75 0.95 x13 .1 ok.64 kg/m2 o = 0. maka bilangan stabilitas untuk partikel bidang datar : η 1.2. Rencanakan revetment riprap yang stabil untuk menghindari erosi tebing.0049 = 17.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b = b. 3.

7 m.60. Penyelesaian: Langkah 1. Lihat kasus yang diberikan dalam subbab 8.00014 m. Jari-jari tikungan = 365. K (permeabilitas) = 1 x 10-6 m/s Bahan riprap yang tersedia mempunyai specifik gravity (SG) 2. MS.8 m .0005 m. Lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini.0024 1.0013 m. Dasar saluran dilapisi dengan material batu sesar (cobble) dengan ukuran diameter D50 sekitar 0. By : Salmani. Lebar saluran = 91.4 m 2. Kumpulkan Data Lapangan. Tanah tebing adalah pasir berlanau seperti dapat dilihat pada kurva gradasi pada Formulir 3 pada gambar 8-13.15 m. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus daerah hilir ujung tikungan.3. Tinggi tebing sepanjang tergerus tebing (cut bank) mendekati 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Survey topographic menunjukkan: Kemiringan saluran = 0.2. Page 42 . D50 =0. MT. erosi juga diamati pada daerah hilir tikungan dan udik sampai ke titik seperempat tikungan. Kurva gradasi tersebut menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. D15 = 0. dan dapat dianggap sebagai angular. Formulir dan grafik yang digunakan dalam contoh 2 ini sama dengan pada contoh 1.

(a) Tentukan koefisien kekasaran. dan batas the encroachment pada saluran pada lahan yang berdekatan. Untuk meminimalkan kehilangan vegetasi tebing. By : Salmani. Langkah 4. Hanya tebing saluran yang diperkuat. Diberikan 1. diperoleh bahwa debit pada saluran utama (Qmc) adalah 982. Potongan melintang sungai pada contoh 2. penampang saluran akan tetap seperti saluran eksisting dengan sudut tebing sesuai untuk mendukung revetment riprap. Debit rencana.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-9.7 m. tinggi tebing sepanjang tebing yang tergerus adalah 2.1.5. Gambar 8-9 meilustrasikan bagian saluran eksisting. Page 43 . Lihat subbab 8. kemiringan slope yang digunakan 1V:2H. MT. Seperti telah diberikan.112 m3/s. Desain penampang melintang.3. Lihat subbab 8. Langkah 3. MS. Dari analisis backwater pada ruas ini. oleh sebab itu. Gunakan prosedur dari Formulir 4. Hitung elevasi muka air rencana.6 m3/s. mengilustrasikan aliran dan kedalaman gerusan potensial Langkah 2.

16 anggap R = 3.005 + 0. Langkah 5. oleh sebab itu.005 jika perubahan penampang jarang menggeser aliran (occasional shape changes cause flow shifting) n3: efek hambatan n3 = 0.000) 1.0024 > 0. Kedalaman aliran ditentukan dari analisis backwater.005 + 0. Maksimum kedalaman saluran utama ditentukan menjadi: dmax = 4.042 Ini menunjukkan nilai "n" di ruas saluran yang digunakan untuk analisis backwater curve.3225 Sf 0.6 m. kolom 1 pada Formulir 1 pada gambar 8.028 n1: faktor ketidakteraturan n1 = 0.000 tidak ada hambatan n4: jumlah tanaman n4 = 0. By : Salmani. Page 44 .000 tidak ada tanaman m: derajat meander m = 1. Tentukan parameter rencana lainnya. MT. nb = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4) m nb: base channel "n" kemiringan = 0. (b) Hitung kedalaman aliran.2 m (dari analisis backwater) Anggap R (3 m) mendekati nilai R aktual.38 R-0.028 + 0.05 m nb = 0. MS.10 n = 0. "n" Seperti yang dihitung adalah OK.000 + 0.002 gunakan persamaan 4 untuk perhitungan harga nb.1 minor to appreciable n = (0.11 Jari-jari hidraulik untuk saluran utama: R = 3.005 kecil – untuk slope tererosi sedang (moderately eroded side slopes) n2: variasi penampang melintang n2 = 0. Dari analisis backwater : (semua harga saluran utama).

20) Langkah 7. Page 45 .19) K1 = 0. kolom 12 pada Formulir 1 (d) Ukuran riprap yang dikorosi: D'50 = D50 = (1. dan ketebalan lapisan.17 (c) tidak ada piers atau abutments. tidak dapat digunakan Langkah 9. D50 = 0. Langkah 10. (aliran berubah lambat laun. Gelombang permukaan. kolom 5 pada Formulir 1 = 410. kolom 10 pada Formulir 1.6)(1. kolom 8 pada Formulir 1 (b) spesifik gravity = 2. Faktor-faktor koreksi sudut tebing. kolom 13 pada Formulir 1 Langkah 8.6.0) = 0. (a) Gunakan gunakan grafik 1 pada gambar 8. = 1V:2H. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 = 2(0.6 lihat grafik 2 pada gambar 8.2 m2. kolom 9 pada Formulir 1.44 m.73.84 m/s. gradasi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING A =838.60 (diberikan).55 m Gradasi: lihat Formulir 1. Ukuran D50: D50 = 0. kolom 4 pada Formulir 1 Langkah 6. Tentukan ukuran riprap. kolom 6 pada Formulir 1 (dari grafik 4 pada gambar 8. kolom 3 pada Formulir 1 da = d = 3.11. kolom 7 pada Formulir 1 (dari grafik 3 pada gambar 8. kolom 2 pada Formulir 1 Va = 3.66 m. MT. Tentukan ukuran riprap.55) T = 1. tikungan tajam – jari-jari tikungan terhadap lebar = 4). Gelombang permukaan tidak diperhitungakan. Faktor stabilitas = 1. MS.27 m. C = 1.10 m By : Salmani. oleh sebab itu : Cp/a = 1.

68 m gunakan T = 1. atau suatu volume batu yang cukup akan ditempatkan pada tapak tebing untuk pengamanan kedalaman gerusan yang diperlukan.0(0.14 m Penambahan ini untuk mengantisipasi kedalaman maksimum potensi gerusan: 4.2.11 ds = 2.7 m Material tebing harus ditempatkan sampai pada kedalaman ini.6 + 2.15 0. Lihat subbab 8. erosi juga diamati di hilir apex tikungan dan udik sampai pada titik seperempat tikungan.4 m (W) udik pada bank entrance sampai ke suatu titik 137 m (1.5 W) hilir ujung tikungan. Lihat subbab 8. D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus pada daerah hilir tikungan.6: ds = 2.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0.2. Page 46 . Perencanaan lapisan filter.10 m Langkah 11. Langkah 13. MS. 0.55)-0. Penetapan riprap untuk pengamanan tebing mulai dari suatu titik 91.6. Riprap pada seluruh tebing saluran dari atas tebing sampai kedalaman bawah merupakan cara untuk mengantisipasi gerusan. MT.11 =2.0 D50-0.6. Langkah 12. Panjang pengamanan. (a) ukuran material filter: Formulir 5 pada gambar 8F-5.0013 115 5 By : Salmani. Panjang vertikal pengamanan.1 = 6. Kedalaman gerusan dievaluasi seperti yang diilustrasikan dalam subbab 8.

0.03 5 5 D15 riprap D15 filter 0. Langkah 14. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan.6 5 dan 40 Oleh sebab itu.7.0047 0. filter granular.0047 32 5 dan 40 Oleh sebab itu.0013 3. dan kurva gradasi riprap. 0. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 tan ah Dan. suatu lapisan filter diperlukan.2 = 3. (b) detail tapak (toe): lihat gambar 8-10.5 m kuantitas batuan (Rock quantity) yang diperlukan dibawah dasar eksisting: By : Salmani.3. Lihat Formulir 3 untuk tanah. Potensi kedealaman gerusan di bawah dasar saluran eksisting pada tebing (d's) merupakan kedalaman gerusan yang dihitung dalam langkah 12 minus elevasi dasar yang ada pada tebing: lihat gambar 8-10. filter pada interface tanah adalah OK.15 0.00014 1071 40 Oleh sebab itu. (a) detail sayap (flank): lihat gambar 8-10. 7 5 D15 filter D15 tan ah 0.15 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 riprap D15 filter 0.15 0. MS. Detail sudut.00013 33 . (b) Ketebalan lapisan filter: Gunakan ketebalan lapisan 200 mm.0047 0. Coba 13 mm filter kerikil halus dengan karakteristik gradasi seperti yang diilustrasikan dalam Formulir 3. 6. material filter 13 mm cukup memadai. MT. Page 47 .

MT.27 m . kestabilan riprap pada contoh 2 juga dihitung dengan menggunakan formula yang sama. Dari data dan hasil perhitungan di atas diperoleh: Ss= 2.61 > 1. S = 0. maka diperoleh : ok. dan SF = 1.60 By : Salmani. d = 3.60 . = 400.66 m .38 m2 Tapak saluran trapezium kedalaman 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rq = 0. D50 = 0.5) dengan: Rq = jumlah riprap yang diperlukan per m tebing (m2) = sudut tebing terhadap sudut datar (degrees) T = ketebalan lapisan riprap (m) Rq = (3. = 900.5) = 9.8 m mengandung volume yang cukup. MS.83 m (deep trapezoidal toe trench) dengan kemiringan samping 1V:2H dan 1V:1H.048) (2.9144) (1.60 . SF = 1. Diambil = 26.0024 . Page 48 . dan suatu lebar dasar 1. Langkah 15 : Stabilitas riprap Sama seperti pada contoh 1.0283 d's (sin-1 )(T)(1.24) (0.60.

MS. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 49 .

Koreksi D50 = 8 + 11 + 12 14.22 m 6.. MS. Kedalaman Rata-rata Saluran Utama 5. Koreksi untuk Pilar/Abutment Correction (3.………. Ukuran Riprap (grafik 1) 9. Catatan atau Komentar 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 1.10 Karakteristik Buatan : Butiran : Ukuran (m) Persen Lebih Halus 85 50 15 1. Faktor Koreksi Ukuran Riprap (grafik 2) 12. Elevasi Permukaan Air 2. Page 1 . Sketsa Penampang : Q RB Q Total QMC QLB Q TOTAL QMC QLB QRB Karakteristik Tanah D15 D50 D85 Kedalaman of WS.1 m Fabric : AOS' < Perm > Ukuran Buka Rata-rata 13. Luas Basah Saluran Utama 3.61 m 2 1 1. Diperiksa Oleh/tanggal :…………………/……………………… Lembar……………………dari……………………. Kemiringan Tebing 6. Kecepatan Rata-rata Saluran Utama 4.. Disiapkan Oleh/tanggal :…………………/………….22 m AASSHTO Gradasi : D100 gunakan Ukuran Persen (m) Lebih halus 100 50 5 . MT.. Faktor Stabilitas 10. Ukuran Riprap Proyek……………………………………………………………………………… Uraian ………………………………………………………………………. Sudut Geser Alam Riprap (grafik 4) 7. Formulir ukuran riprap By : Salmani. Spesifikasi Gravitasi Riprap 11. (m) 1 A (m2) 2 Va (m/sec) 3 d3 (m) 4 K1 D50 (m) 8 SF Ss C CP/A D50 (m) 13 Catatan 5 6 7 9 10 11 12 14 Sketsa Rencana : Karakteristik Riprap : UKURAN : KETEBALAN : 20 50 3.38 jika diambil secara umum) Gambar 8-11. Koreksi Sudut Tebing (chart 3) 8.

Digunakan…………………….) 5 Ukuran Riprap : D50…………………ft. Gambar 8.:…. Jenis………………. Formulir Ukuran riprap .………ft.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 2 Proyek :…………………………………………………………………………………………………... MT./…………… Disiapkan Oleh/Tanggal Uraian :………………………………………………………………… Diperiksa Oleh/Tanggal :………/………… Lembar……dari…… Kecepatan Angin (mph) fetch (m) Hb (m) 1 e Rv Ho 2 Faktor Koreksi 3 Rv (ft.... Page 2 .ft.. MS. Ketebalan Revetment : 2D 50……………………………ft.Erosi Gelombang By : Salmani.12.) 4 D50 (ft. D100…………………….

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8. Page 3 . MS. MT.13 Formulir 3 Gradasi Material By : Salmani.

167 (2) lihat referensi (17) (3) n = m(n1+n2+n3+n4) nb = 0. persamaan 4 tak beraturan. Formulir 4 Evaluasi Kekasaran By : Salmani. Evaluasi Kekasaran PROYEK : Contoh 1 ………………………………………… Disiapkan Oleh/Tanggal :…………… URAIAN : ………………….3225 Sf R -0.000 0. nb (1.000 0.14.003 1.5 < da / D50 < 35 untuk 35 < da / D50 < 30.000 0. Diperiksa Oleh/Tanggal : ……………… ………………………………………………………………… Lembar………dari… Perkiraan harga n FAKTOR Harga awal n.037 0.040 nb = {0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 4. n1 (2) Kekasaran saluran pada kondisi alamiah menikung. Page 4 .429 D50 0. n4 (2) belokan.000 0. n3 (2)tanpa penyempitan Vegetasi.0049.……………………………………….. n2 (2) ukuran dan bentuk dari potongan melintang penyempitann.092 da) nb = 0.5} / (1..2) Uraian Kondisi Kemiringan = 0.16 untuk aliran pegunungan yang tidak kontinyu Gambar 8. m (2) sedikit vegetasi (beberapa tumbuh dipermukaan riprap) mendekati lurus bobot n ditambah harga n (3) n yang digunakan untuk 1. MT.328 (D50)0.000 harga n 0. MS..040 0.

15 Formulir 5 Perancangan Saringan By : Salmani.. D85 ft./……… Diperiksa lembar………dari……….BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 5. RASIO D15 Kasar D85 Halus <5< D15 Kasar D85 Halus <40 RANGKUMAN : URAIAN LAPISAN D15 D85 KETEBALAN SARINGAN BUATAN : Jenis bentuk fisik : Sifat Hidraulik Tahanan Pipa < 50% Saringan # 200 AOS < 0. MT.3 mm Permeabilitas Permeabilitas Tanah < Permeabilitas Buatan Seleksi Spesifikasi Saringan Buatan………………………………………………………………. SARINGAN BERBUTIR : LAPISAN URAIAN D15 ft./……… Uraian :…………………………………………………………………………………………… oleh/ Tanggal : …. Page 5 .6 mm < 50% saringan # 200 AOS < 0. Gambar 8.. Disiapkan oleh/Tanggal :……. Perancangan Saringan Proye :………………………………………………………………………………………………….. MS.

2 1.73 Dic ari: D50 S olusi D50 = 0. 4. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).0 4. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.0 0.0 0. 2.036 0.3 0. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).13 Gambar 8-16.0 K1 0.0 0. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.4 3. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-16: 1.0 4.0 Contoh Diketahui Va = 2.6 m K1 = 0. 3.5 0.1 0.5 1.4 0. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .08 d 15 a ve D50 Va 1.8 3. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.6 2.0 8.96 m d (ave) = 3.3 6.0 2.0 0. MS. Page 6 .10 8. MT.0 0. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 0.0 6.0 1. 5.0 1.0 2.

5 / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR OREKS I S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2. MS.0 0.6 1. MT.4 1.0 1.8 1.0 4.3 1. Page 7 .0 Gambar 8-17.5 1.2 1.3 2.0 1.1 2.1 2.0 0.9 3.5 CONT OH DIKET AHUI S = 2.5 2. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor) 2.0 C S F 2.0 5.65 S S = 1.2 F DICARI : C S oluS I C = 1.7 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.6 2.0 2.5 2. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik 3.7 2.5 1. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C By : Salmani.8 1.9 1.6 1.8 3.2 2. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-17: 1.0 0.61 S 1.4 2.

MT. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3.5:1 40 10 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S 0 T angat ajam = 41 Dic ari K1 S olusi K1 = 0. By : Salmani.73 Gambar 8-18. 3. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 4. MS.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) 35 (0) 1. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-18: 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. K1 = 1- S in 2 2 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1 . 2. Page 8 .5:1 30 2:1 25 K1 -10 -30 -50 -60 30 -70 35 2. 4. Tentukan nilai θ dan Ф.

Plot nilai davg .2 D50 (m) 0.9 (m/s) d avg = 2. 3.6 0.5 12 1 2 Example Given Va = 4. Va dan K1 pada masing-masing garis grafik. 4.08 0.75 (m)l K1 = 0.06 d avg 12 10 9 8 7 6 4 Va (m/s) 8 7 6 0.3 4 3 0.1 K1 1.15 0.4 0. Tentukan nilai davg .69 (m) Gambar 8-19.0 0. MT.8 2 1 1. Tarik garis lurus dari titik davg ke Va terus ke K1 sampai memotong garis grafik D50. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-19: 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D50 = 0. By : Salmani.4 2 0.72 Find : D50 S olution D50 = 0.0 0.25 5 5 3 0. 2.2 0. Page 9 .00594V a / (d a vg K1 ) D50 = Median Riprap S (m) ize Va = Average Velocity main channel (m/s) d avg = Average Depth in main channe (m)l K1 = Bank angle correc tion term 3 12 -3. Va dan K1. MS.6 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.

06 0. Tentukan nilai h dan slope.6 0.4 0.4 0.1 0.2 0. MT. 2.0 4.8 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 45 0.0 (m) Batu pecah besar udut alam iah S 40 S angat Curam S angat Bulat 35 30 0.08 0. Sudut alamiah riprap sehubungan dengan ukuran rata-rata dan bentuk batu Ukuran Batuan Tengah (D50) Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-20: 1. Tarik garis lurus dari titik h menuju slope melalui garis grafik D50 4.3 0.2 0.1 0.0 3.6 0. 3. Page 10 . By : Salmani.04 0.3 0.8 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50. MS.0 2.0 (ft) Gambar 8-20. Plot nilai h dan slope pada masing-masing garis grafik.

4.0 1:3. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1). MS.8 0. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).8 0.6 1:1. By : Salmani. Page 11 .2 0.2 2 S lope 1:1. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.1 0.0 1:2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING H (m) 3 D50(m ) 1.0 0. 3.0 1:6. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.06 H Cot 1/3 1:5. 2. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .5 0.0 D50= 0. 5.2 0.5 0.15 1:3.08 1:4.0 H 1 0. Hubungan Ukuran Riprap yang Diperlukan Dari Hudson Untuk Menahan Erosi Gelombang Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-21: 1.3 0.5 1.6 0.4 0.5 1 0.12 0. MT.57 D50= U kuran T enga h Rip ra p H= T inggi Gelombang = S udut T ebing T erhadap Horizontal Gambar 8-21.4 1:2.5 0.

8 1.0 1.6 2.0 0. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor).5 1.7 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C.2 2. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik.5 2.0 1.61 S S = 1. 2.0 0. 4. MS.3 1.2 1.1 1.0 S = 2.8 C S F 1.5 2. By : Salmani. Page 12 .61 S / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR ORE I KS S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.1 2. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C.0 2.5 1.9 1. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph gambar 8-22: 1. MT.0 4.5 1. 3.0 2.4 1.6 1.6 0.0 CONT OH DIKET AHUI DICARI : C S olusi C = 1.9 3.5 3.60 F Gambar 8-22.8 2.3 2.4 2.7 2.0 5.

MT. Page 13 . By : Salmani. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3.5:1 10 40 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S angat T ajam D50 = 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1.73 Gambar 8-23. 4. Tentukan nilai θ dan Ф. 3.5:1 K1 -10 30 30 2:1 -30 -50 -60 -70 35 25 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = 1S in 2 2 0. 2. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph (grafik 3).56 m Dic ari K1 S olusi 0 = 41 K1 = 0.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) (0) 35 1. MS. Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-23: 1.

3. yaitu batu dengan matras dan bronjongan.3. 3.1.2.1.2.1. Atau kaki gabion dapat dilindungi dengan matras yang akan jatuh ke daerah penggerusan dan tidak mempengaruhi kestabilan tebing maupun tanah dasar yang dilindungi.1 Deskripsi Gabion merupakan batuan yang diisikan ke dalam sebuah wadah yang terbuat kawat atau plastik. Kalau perlindungan tebing tidak sampai ke atas permukaan air saluran. Hal-hal yang utama dalam mendesain gabion adalah : 1. 8.2. Penggunaan filter buatan di belakang atau dibawah wadah gabion sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah menuju gabion. Perlindungan kaki dan badan gabion. Kecepatan partikel dan tegangan geser batas yang harus ditahan gabion.1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.2 Dasar – Dasar Desain Tipe gabion dalam penggunaan ada dua. Dasar (kaki) gabion harus mempunyai kedalaman lebih besar dari kedalaman penggerusan yang akan terjadi.3 Pertimbangan Utama dalam Desain Pertimbangan utama dalam mendesain gabion adalah kecepatan yang terjadi pada permukaan gabion. Page 14 .3. 8. maka perlu diperhatikan dalam mendesain matras sehingga matras dapat menahan gaya By : Salmani. Karena matras gabion terletak dangkal dan mudah untuk bergerak. MT. Pergerakan (pergeseran) tanah melalui wadah dapat menyebabkan penggerusan ke bawah terhadap struktur tanah dan dapat menyebabkan gabion mengalami keruntuhan. 2. maka perlu digunakan penguat di belakang gabion. MS. Wadah membentuk dnding atau matras untuk mengendalikan erosi sepanjang tebing saluran. Stabilitas pondasi.3. Gabion harus didesain agar dapat menahan gaya air dalam aliran.2 Bronjongan (Gabion) dan Matras 8.

= diameter batuan rata-rata = kedalaman aliran lokal = percepatan gravitasi = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centerline.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv minimum = 1 Cv Dm d g K1 R Sf v W s w = 1.21) Cv dimana : CS Cv 1. = faktor keamanan (minimum 1.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.2 log (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING akibat air. MT. matras telah digunakan pada saluran dengan aliran berkecepatan tinggi dan tidak terjadi apapun pada matras. Namun proyek konstruksi yang memakai matras untuk gabion tetap harus menaruh perhatian.1) = kecepatan rata-rata kedalaman = lebar permukaan air dari saluran utama = berat jenis batu = berat jenis air.5 2 . Tetapi. MS.22) = koefisien stabilitas (digunakan 0. Ukuran batuan yang digunakan untuk matras gabion dapat ditentukan dari persamaan sebagai berikut : 0.283 0 . 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 R W (8. Page 15 . By : Salmani. Dimana K1 ditentukan dari tabel dibawah ini.

Hasil dari deformasi matras adalah tegangan pada wadah dan meningkatkan ketahanan pada aliran dan dapat menyebabkan keruntuhan pada wadah.0 Persamaan diatas dikembangkan untuk mendesain ukuran batuan untuk menahan pergerakan batuan pengisi pada matras.71 0. yaitu : c 0 . Bagaimanapun juga.25) dimana Sebuah desain akan diterima bila < c dan m < s. Stabilitas gabion terhadap tegangan geser sangat penting. b (8.4304 adalah sudut tebing dari bidang horisontal. Hal ini dapat mengurangi deformasi yang dapat terjadi ketika ukuran batuan tidak terlalu besar untuk menahan gaya dari air. MS. direkomendasikan ukuran batuan harus diperbesar untuk membatasi deformasi.5H 1V : 2H 1V : 3H < 1V : 4H K1 0. Kalau nilainya dan m. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Table 8-5 Koefisien K1 Kemiringan Tebing 1V : 1H 1V : 1. Kalau b b m > c atau m > s. persamaan tegangan geser untuk dasar saluran : b w Berikut ini xS xd (8. Nilai ini akan dibandingkan dengan tegangan geser kritis untuk dasar saluran. harus diperiksa apakah mereka melebihi 120 dari kurang dari 120 dari b dan .24) dan tegangan geser kritis untuk tebing adalah s c 1 Sin 2 0 . MT.1( s w )dm (8.88 0.8 1.. Page 16 .23) dengan tegangan geser pada tebing ( m) merupakan 75 persen dari tegangan geser dasar saluran.46 0. maka gabion tidak dapat menahan deformasi yang telah disebutkan sebelumnya.

Kecepatan air yang bergerak melewati gabion dan filter diperkirakan vb 1 Dm nf 2 2/3 S1 / 2 (8.4 Stabilitas tanah dasar dan material tebing Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain gabion adalah stabilitas pondasi gabion.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penelitian telah menunjukkan bahwa batuan didalam matras gabion sebaiknya mempunyai besar diameter tidak lebih dari dua kali diameter batuan yang paling kecil dan kedalaman matras sebaiknya minimal dua kali dari ukuran batuan terbesar. dan kecepatan ijin maksimum untuk jenis tanah yang lain adalah ve. filter kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan air pada permukaan gabion sampai kecepatan mencapai batas tertentu. Page 17 . Hal ini menyangkut stabilitas geoteknik dan ketahanan tanah di bawah gabion terhadap gaya erosi akibat pergerakan air melalui gabion.Va1 / 2 (8. kecepatan ijin maksimum pada permukaan tanah. Disarankan menggunakan cerucuk dengan diamter 15 cm dan panjang 4 m. MS. 8. Batas untuk tanah kohesif didapat dari grafik. Salah satu faktor yang menentukan dalam stabilitas adalah kecepatan air yang melalui gabion dan mencapai tanah di belakang gabion. maka undakan harus ditempatkan di belakang gabion (tanah dasar).27) Kalau vf lebih besar dua sampai empat kali lebih besar dari ve.2. By : Salmani.26) Kecepatan batas untuk masing-masing tanah berbeda. Gabion dengan wadah tetap yang digunakan untuk stabilitas tebing harus ditempatkan miring 6 derajat dari arah vertikal tanah dengan keadaan berundakundak ke arah luar tanah dasar. dan dibandingkan dengan vf.1. Bila permukaan gabion datar yang ke arah aliran air. MT.1d1/2 dan vf adalah vf 1 f Dm 2 2/3 S .3. ve untuk tanah halus sama dengan 16. kecepatan residu di dasar contohnya dibawah matras atau filter buatan. Pemilihan yang paling mudah adalah pilih batuan lalu pilih kedalaman wadah minimal dua kali ukuran batuan yang terbesar.

ukuran kerikil 8.3. MS.1. MT. Potongan Melintang 2. Page 18 . kekas ar an dasar s ungai.5 Prosedur desain gabion Prosedur perencanaan gabion dapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memeriksa filter dapat dipakai gunakan ukuran rata-rata kerikil filter dm untuk persamaan 6. koefisien Manning dapat diambil n = 0. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) By : Salmani.2. Kalau kecepatan Vf masih telalu tinggi. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. dengan menggunakan persamaan Manning (kalau tidak data. ? Flow chart perencanaan gabion Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis SELESAI Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. Perubahan penampang melintang 3.025) diperoleh kecepatan aliran (v) dan kedalaman rata-rata . kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan Faktor koreksi kemiringan samping k1 Tentukan ukuran batu bronjongan (gabion) dm Cek terhadap geser ? Ya Tidak Cek lapisan dasar dan material tebing ? Ya Tidak Membutuhkan f ilter dan Tentukan ukuran f ilter Cek Stabilitas struktur gabion (bronjongan) Gambar 8-24.

1) = kecepatan rata-rata kedalaman (m/dt) = lebar permukaan air dari saluran utama (m) = berat jenis batu (kg/m3) = berat jenis air (kg/m3) w Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.81 m/dt2) = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centreline (m) = faktor keamanan (minimum 1.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.2 log R W Cv minimum = 1 Cv dm d g K1 R Sf v W s = 1. Tegangan geser pada dasar saluran dapat dihitung dengan rumus : By : Salmani. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 ditentukan dari tabel 8-5 diatas (hubungan antara K1 dan kemiringan tebing).5 2 .1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv 1.283 0 . Page 19 . Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan : 0. 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 dimana : CS Cv = koefisien stabilitas (digunakan 0. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran. = diameter batuan rata-rata (m) = kedalaman aliran local (m) = percepatan gravitasi (9. MS.

Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Untuk menghitung stabilitas lapisan dasar dan material tebing sangat tergantung pada stabilitas pondasi gabion.4304 dimana = sudut rotasi tebing terhadap horizontal. Kondisi ini meliputi stabilitas geoteknik dan tahanan tanah di bawah konstruksi gabion terhadap gaya erosi. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Salah satu faktor paling kritis dalam penentuan stabilitas ini adalah kecepatan yang melewati gabion dan ruas tanah dibelakang gabion.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b w xS xd dimana : S = kemiringan permukaan air atau dasar saluran. Page 20 . Dari hasil perhitungan tegangan geser. Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada tebing digunakan rumus : m 0 . MS. Kecepatan aliran di bawah filter yang dibuat yaitu air yang bergerak melalui gabion dan lapisan filter. MT. Pada tebing saluran . b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi.1( s w ) Dm Adapun pada tebingnya digunakan rumus : s c 1 Sin 2 0 . By : Salmani.75 b Untuk tegangan geser kritis pada dasar saluran dihitung dengan persamaan : c 0.

02 untuk filter yang dibuat ( sintetis ) = 0. yaitu kecepatan maksimum yang terjadi pada interfase tanah. vb = kecepatan aliran pada matras (m/dt) nf = 0. Kegunaan filter kerikil ini By : Salmani. MS. MT. yaitu kecepatan pada dasar di bawah matras gabion dan filter yang dibuat. Page 21 . Adapun persamaan ve untuk tanah gembur adalah : ve = 16. Hasilnya dibandingkan terhadap vf.1 d1/2 Sedangkan untuk vf menggunakan rumus : vf dimana : va Dm 1 dm 2 f 2/3 S. kecepatan pada matras gabion (vb) adalah : vb dimana : 1 nf Dm 2 2/3 S1 / 2 SI . sedangkan kecepatan maksimum untuk tipe-tipe tanah yang lain ditentukan dengan menghitung ve. Batasan kecepatan yang diizinkan untuk tanah kohesif ditentukan dari grafik. maka filter dari kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan aliran pada interfase tanah di bawah kontruksi gabion.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diestimasikan 1/2 sampai dengan 1/4 kecepatan pada matres gabion dan interfase filter. v1 / 2 a . = kecepatan rata-rata saluran (m/dt) = diameter batuan rata-rata (m) Jika vf > (2-4) ve. Menurut Simons. dan Swanson (1984).022 untuk material filter dari krikil (gravel) S = kemiringan permukaan air atau dasar. Chen.

saling dihubungkan. diisi oleh batuan. 2.2. 8. seperti untuk revetment atau untuk toe protection untuk tipe lain dari riprap. MS. Lacing wire (kawat pengikat) Kawat pengikat berukuran No 9 gage galvanized atau telah ditentukan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING adalah untuk mendapatkan kecepatan vf sedemikian rupa tidak membahayakan lapisan dasar. Rock Batuan yang digunakan untuk mengisi harus bergradasi baik dan 70% dari beratnya tidak boleh melebihi dari dimensi terkecil kawat.3. Wire enclosure Kawat yang digunakan untuk mattress atau unit blok haruslah berukuran dan berdimensi seperti rencana. Ukuran maksimum batu diukur normal ke slope dan tidak melebihi ketebalan mattress. Langkah 4 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Page 22 . dan dipasang anchor ke slope-nya.1.6 Spesifikasi Material 1) Penjelasan Penting untuk meletakkan dengan baik gabion (bronjongan) pada dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang diarahkan oleh engineer untuk mendapatkan hasil yang baik. 3. Detail konstruksi tergantung dari kegunaannya. 2) Material 1. Gabion (bronjongan) terdiri dari anyaman berbentuk keranjang (basket) yang terbuat dari kawat. MT. By : Salmani.

8 untuk slope 1V : 2. 8. dan diisi untuk memenuhi syarat keseragaman.31 m untuk membentuk structure). rencanakan tipe revetment dari gabion.2 m untuk tanah padat (lempung) dan 1. perlu direncanakan perkuatan tebing sehingga bahaya keruntuhan/erosi dapat teratasi.50 m3 dengan lebar dasar 25 meter. diikat. Stake slope mattres dibutuhkan meskipun counterfort digunakan atau tidak.8 m untuk tanah longgar (pasir). Counterfort dapat digunakan untuk tambahan pada slope mattress. kemiringan tebing 1:1. maka stake akan menjadi satu kesatuan. Page 23 .1.5H dan lebih curam.5H. Bagian sisi keliling dari wire enclosed haruslah aman tersambung sehingga sambungan tersebut menghampiri nilai kekuatan pada kawat tersebut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Syarat-Syarat Konstruksi Syarat-syarat konnstruksi dapat dilihat pada Section 7. Untuk mengatasi hal ini. By : Salmani. struktur sambungan terus (continuous connected Mattress pada sisi slope saluran mesti terikat pada bank dengan anchor stake sedalam 1. Jarak maksimum setiap stake tergantung pada konfigurasi basket dengan jarak minimum setiap 1. serta kemiringan dasar 1 : 1000. dan setiap 2.3. Bagian dari wire enclosure dapat dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin. dan lapisan perlindungan pada daerah yang diinginkan.7 m untuk slope kurang dari 1V : 2. Sketsa kondisi kasus dapat dilihat pada gambar di bawah gambar 8-25.1. MT.3. Serta terikat dengan lainnya dengan interval 0. MS. Saluran tersebut mengalirkan debit 125.7 Contoh perencanaan gabion Suatu konstruksi jalan disepanjang tikungan saluran mengalami keruntuhan/erosi akibat aliran yang terjadi pada saluran tersebut. Anchor stake dipasang pada sisi dalam sudut dari diafragma basket sepanjang upslope (tertinggi) dinding basket.2. Untuk mengatasi masalah tersebut. Serta diletakkan. kerapatan.

MT.3 m.025) diperoleh kecepatan aliran (v) 2m/dt dan kedalaman rata-rata 2. dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil n = 0. dengan menggunakan tabel 1 diperoleh K1 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-25. Dalam contoh soal ini : s = 2.2 t/m3 By : Salmani. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) Berdasarkan kemiringan tebing saluran yang akan diperkuat yaitu IV : 1H. Page 24 . MS. Kasus gerusan pada sungai dengan menggunakan pengaman Gabion Penyelesaian: Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran.46. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan yang telah disebutkan di atas.

73 kg m2 Sedangkan tegangan geser kritis pada dasar : By : Salmani.23 b 1000 x 0 .21 diperoleh : Dm 1.283 0 .5 25 2.3x0. Page 25 .001 x 2. MT.14 Berdasarkan parameter yang telah diketahui tersebut.6 = 29.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING w = 1 t/m3 = 1.75 x 2.3 kg m2 Sehinggga diperoleh tegangan geser pada tebing (pers.81 m/dt2 = B + 2 x h = 25 + 4.0 9.3) Dm = 0.1) x(1. Sf g W Gunakan persamaan 8.6 1.46 Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.095 m. Dm 10 cm 1 2. maka dengan menggunakan persamaan 8. 8.6 m.3 1.3 2. MS.81x 2. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.5 x(0. 8.5 = 9.24) : m 0 .2 1 0.22: Cv 1.2 log Cv = 1.2 log R W 150 W 29 .14) x(2. Gunakan pers.283 0 .

22 m / dt. Page 26 .1 0.10 12 kg m 2. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Pada tebing saluran .022 2 0.02 2 2/3 (0. Sedangkan bila lapisan filter kerikil yang digunakan. Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Berdasarkan prosedur desain di atas dan dari perhitungan pada langkah sebelumnya diperoleh : Dm = 0. vb diperoleh : vb vb 1 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c 0 . b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing.001)1 / 2 .25) : = 10 maka. tegangan geser pada tebing diperoleh (pers. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. MT. Dengan demikian untuk filter sintetis diperoleh : vb vb 1 0. s 11.20 m / dt.1 0. 2/3 (0.4 1 Sin 2 10 0 0 . MS. 0.4304 s = 10.99 kg/m2 Dari hasil perhitungan tegangan geser.1( 2200 1000 ) 0 .1 m.001)1 / 2 By : Salmani. Dengan mengambil 8.

MT. maka kemungkinan terjadinya kerusakan lapisan dasar sangat kecil.4) ve.1 2 / 3 ( ) (0.6x10 3 m / dt Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan : vf < (2 . MS. Dari semua perhitungan tersebut di atas.0.1(2.05 . Page 27 .02 2 vf 9.11) m/dt Dikarenakan kecepatan di bawah lapisan sintetis sangat kecil.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Kecepatan maksimum pada interface tanah : ve 16. saluran yang telah diperkuat tebingnya dengan gabion dapat dilihat pada gambar 8-26. maka kecepatan aliran di bawah lapisan filter sintetis : vu = (0. By : Salmani.3)1 / 2 = 24. maka filter dari krikil tidak diperlukan. Berdasarkan harga vb.42 cm/dt = 0.244 m/dt Kecepatan residu pada dasar : vf 1 0.001)( 2)1 / 2 0.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

Gambar 8-26. Rencana Gabion Langkah 6 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.3.2 Jenis Kaku (Rigid Revetment)

8.3.2.1 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

8.3.2.1.1 Deskripsi
Dinding penahan tanah adalah dinding pengaman gerusan yang terbuat dari pasangan batu kali dengan campuran semen atau beton. Dinding pengaman ini bersifat tetap.

By : Salmani, MS, MT.

Page 28

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

8.3.2.1.2 Dasar-Dasar Desain
Jenis-jenis dinding penahan tanah (retaining wall) adalah gravity wall, semigravity wall dan cantilever wall. Gravity Wall adalah dinding penahan tanah dengan mengandalkan gaya gravitasi sebagai gaya penahan beban. Dinding ini tidak terdapat tegangan tarik. Semi-gravity Walls memerlukan baja untuk mengurangi massa beton. Cantilever Wall berbentuk dinding T dan bertindak sebagai kantilever. Biasanya terbuat dari beton bertulang.

Dalam mendesain dinding pengaman tipe ini, yang harus diperhatikan adalah stabilitas dinding. Dinding harus stabil terhadap gaya guling (overturning), gaya gelincir (sliding) dan daya dukung.

1) Gaya Guling Gaya guling dapat menyebabkan dinding penahan tanah terguling apabila tidak dapat menahan gaya akibat beban. Beban yang dapat menyebabkan dinding penahan tanah ini terguling adalah tekanan tanah horizontal. Sedangkan yang menahan agar dinding tidak terguling adalah gaya berat, tekanan aktif dan berat tanah timbunan. Agar lebih jelas dapat melihat gambar pada contoh perencanaan dinding penahan tanah.

Kestabilan dinding penahan tanah adalah perbandingan antara jumlah gaya yang membuat dengan gaya penahan guling. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

SF

Mr Mo

(8.28)

dimana: Mr : momen yang menahan dinding agar tidak guling Mo : momen yang membuat dinding terguling. 2) Gaya Gelincir (Sliding) Gaya gelincir dapat menyebabkan dinding penahan tanah tergelincir hingga jatuh. Gaya gelincir ditentukan oleh tekanan tanah horizontal akibat tanah di

By : Salmani, MS, MT.

Page 29

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
belakang dinding. Sedangkan gaya tahannya adalah berat dinding dan tekanan pasif.

Dinding dapat dikatakan aman apabila angka keamanan melebihi yang disayaratkan. Angka keamanan :

SF

Re sisting forces driving

(8.29)

3. Daya Dukung Daya dukung tanah diperlukan untuk menahan beban akibat berat dinding penahan tanah. Besarnya daya dukung ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

q

V 6e 1 A B

(8.30)

dimana: V = jumlah gaya vertikal yang bekerja A = luas penampang kaki dinding e = eksentrisitas yang dihitung dengan V . x

M dan
(8.30a)

e

B 2

X.

B = lebar dinding pengaman.

By : Salmani, MS, MT.

Page 30

Potongan Melintang 2.3 Prosedur Desain Prosedur desaindapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Flow chart perencanaan retaining wall Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Langkah ini akan mendapatkan nilai-nilai parameter hidraulis yang digunakan untuk perhitungan dinding penahan tanah.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. MS. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan jenis dan dimensi retaining w all Tentukan kedalaman tapak dan pondasi Cek stabilitas ? Ya Tidak Tentukan jenis dan ukuran pengaman kaki SELESAI Gambar 8-27.2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. By : Salmani. Penentuan nilai parameter ini melalui catatan-catatan hidraulis yang ada maupun survei di lapangan. kekas ar an dasar s ungai. Page 31 .1. MT.3.

Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Tentukan bentuk dan jenis retaining wall yang akan digunakan. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : hs h1 dimana: a 1. Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. maka ukuran dimensinya dapat diubah sehingga diperoleh hasil yang kuat dan ekonomis. Guling (overturning) Yang mempengaruhi gaya guling secara keseluruhan adalah sebagai berikut :. maka akan dihitung stabilitasnya. Bila tidak stabil.33 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Berdasarkan catatan debit. MT. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. MS. Tentukan juga dimensi dari retaining wall. maka kembali ke langkah 2. Apabila bentuk retaining wall ini tidak dapat memenuhi persyaratan kekuatan.31) h1 : kedalaman di hilir hs : kedalaman penggerusan Fr : bilangan froude. Pa 1 / 2 H 2 Ka (8. Ph = Pa cos (8. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0.32) Tekanan tanah horizontal.1 h1 0 .025) diperoleh tinggi aliran dan kecepatan rata-rata. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Dari desain awal pada langkah 2 telah dibuat bentuk awal dari retaining wall. 40 Fr0. a.33) By : Salmani. Page 32 . lebar dasar. Tekanan tanah aktif.

29) c. Menurut Bowles (1968).34) SF Mr Mo Bila SF > SFpersyaratan.f (8. Kp diperoleh dari hubungan kemiringan tanah timbun ( ).37) Angka keaman untuk gelincir dengan persamaan (8. W = jumlah berat tanah yang menimbun retaining wall Kemudian hitung momen guling Momen guling (Ph) = Jumlah gaya terjadi pada retaining wall x jarak antara titik acuan guling dengan resultan (jumlah gaya yang terjadi). FR V . f tan 2 3 (8. V . MS.36) Tekanan tanah pasif. Angka keamanan guling (8. . Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.x M Page 33 By : Salmani. Pv = Pa sin Berat tanah timbun. Gelincir (Sliding) Koefisien geser. Pp 1 2 f H 2 kp (8. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tekanan tanah vertikal.35) Gaya geser. maka retaining wall aman b.

Page 34 . (8. Bahannya bisa digunakan dari quarrystone atau riprap.2.30a) d.1.3.38) Wmin H3 .8.39) 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dengan: V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling Titik eksentrisitas dihitung dengan rumus (8. NS 3 N S ( SG 1 )3 a 1. dapat dihitung : Bt = 2H. MT. 8. maka parameter yang dihitung adalah seperti berikut ini. Lebar Toe Apron (Bt). Langkah 5 : Penguatan kaki struktur Agar kaki struktur aman terhadap gerusan maka perlu digunakan perkuatan kaki (Toe Apron) pada struktur retaining wall. Bila digunakan dari quarrystone .2.1. Perencanaan riprap dapat dilihat pada detail perhitungan riprap. maka dihitung dengan persamaan 8. MS.30.3. Material yang biasa digunakan untuk retaining wall adalah pasangan batu kali yang direkatkan dengan semen maupun beton bertulang.4 Spesifikasi Material Material yang digunakan tergantung dari jenis retaining wall yang digunakan.5 Contoh Perencanaan retaining wall By : Salmani. Bila digunakan quarrystone. (8. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.

agar tebing saluran (sekaligus menjadi tebing jalan) aman terhadap keruntuhan/gerusan.0001.025) diperoleh tinggi aliran 2.81 m /dt. Dari gambar di atas dapat ditulis : H a1 b C = 5 m. dan lebar dasar 25 m. MT. Kemiringan tebing saluran mendekati 1V:1H. Adapun bentuk dan dimensi retaining wall yang akan digunakan seperti gambar 8-28. MS. Page 35 . Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Retaining wall direncanakan untuk tipe gravitasi.6 x 5 = 3 m.65 m/dt. By : Salmani.50 m) yang akan diamankan. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. = H/12 = 5/12 = 0.30 m dan kecepatan rata-rata 0. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. 0.70 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Pengamanan tebing saluran/sungai yang sekaligus merupakan bagian dari badan jalan dapat ditempuh dengan beberapa cara.50 m. antara lain dengan menggunakan retaining wall. 3 Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 40. lebar dasar. = H/7 = 5/7 0. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 360 Berat jenis tanah dasar ( a) = 2200 kg/m3 Berat jenis tanah timbun ( f) = 2100 kg/m3 Daya dukung tanah izin (qa) = 3. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 3. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0.40 m. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.2 kg/cm2 Rencanakan retaining wall. Dengan demikian tinggi tebing (3.

Page 36 .70 m = d2 = 0. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : By : Salmani.0. MT.70 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D d1 = C = 0. MS.30 m = 3.40 = 0.40 m. Desain Retaining Wall Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. d3 qa = 0.2 kg/cm2 Gambar 8-28.

14 0. 4 0 .3 ) 6 1.28 t 2 Tabel 8-6. Ph 8 .1)(5) 2 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING hs h1 a 1. MT.3 0.14 hS 2.5 meter.0.10 ) 6 .65 9 .316.1 h1 0 .81( 2 .1 2.295 Cos 10 0 Tekanan tanah vertikal. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Untuk kemiringan tanah timbun ( ) diambil 100 terhadap horizontal. W ( 4 . Page 37 .3 hS = 0.65 m/dt (dari langkah 1) Fr 1 0 .3 0. 40 Fr0.99 lengan (m) 1.3 (Bowles.21 By : Salmani. dan kecepatan aliran 0. Berat (t) 1/2 (0.15 ( 2 . Pv 8 . a.11 momen (t/m) 2.316 8. Guling (overturning) Dari tabel 6.295 Sin 10 10 1. Tekanan tanah aktif. Perhitungan Stabilitas dinding No 1.2) = 1.3 0 .42)(4. maka tapak pondasi retaining wall direncanakan sedalam 1.169 t / m 2 Tekanan tanah tanah horizontal.44 t / m 2 Berat tanah timbun. 1968) untuk ( ) = 100 dan ( ) = 360 diperoleh Ka = 0. Pa 1 / 2 H 2 Ka 1 (2.3)(2.9 ) 1.295 t / m 2 2 8 .33 disini a diambil 6 meter.84 m Berdasarkan kedalam gerusan yang terjadi. MS.

5 ( ok ) b. Page 38 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2.440 3.1)(1.3)(2.68 t Angka keamanan untuk gelincir.45 1.280 4.25.44 = 6.444) = 10. 5.36 7.2 ) 2 tanah 3x0. MT.21 1.22 1.62 = 1.169) x (2. MS.55 (0.68 8.40 2 .78 1.444 3 Gaya geser.7(2.2) Pv 5 .94 6. FS 10 .13) = 17. Menurut tabel 6.5 (ok ) By : Salmani.169 2. 1968) untuk ( ) = 100 diperoleh Kp = 3.25) 2 7.3 ) ( 2 . FR V .55 42.f FR = 23.42 V = 23.50 5.41 1.15( 4 .01 17 .01 1.2 (Bowles. f tan 2 3 tan 2 ( 36 0 ) 0 .36 t Tekanan tanah pasif.40)(4.96 13.5) 2 (3.93 2. Pp 1 2 f H 2 kp 1 (2. 4.2) = 3. Gelincir (Sliding) Koefisien geser.83 2.48 9.40 t/m Angka keamanan guling (SF) = 42. (0. 3.49 Momen guling (Ph) = (8.

1 3 1. d. Berarti titik berat berada pada pusat massa (ok).63 t / m 2 By : Salmani.08 ) 3 .07 t / m 2 ok 3.1 0. V . MS. MT. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.55 6(0. maka dihitung: q V 6e 1 A B qmax 23.40 23.04 2 0 .46) 1 3.x dimana: M V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling X 42.46 m.55 (0. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.04m.01 17 . Page 39 . e B 2 X 3 1.507 kg / cm 2 15.2kg / cm 2 q m in 23.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c.55 1.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Retaining wall cukup aman, baik terhadap guling, geser dan daya dukung pondasi. Namun sebaliknya pondasi diperkuat dengan pemasangan cerucuk dengan diameter 15 cm dan panjang 4 m.

Langkah 5 : Pengaman kaki dari bahaya gerusan Untuk aman terhadap gerusan pada kaki retaining wall, maka perlu digunakan penguat pada struktur tersebut. Tipe penguat ini dapat digunakan dari riprap (rock riprap) atau quarry stone.

Penentuan ukuran rock riprap Ukuran rock riprap dapat dihitung dengan rumus;

D50 y
dimana;

K Ss

V2 1 gy

K = 0,89, karena tipe retaining wall berupa spill through Ss = 2,65

g

9.81m / det 2 , maka dari persamaan (2), diperoleh;

D50 2.3

0.89 (0.65) 2 2.65 1 9.81x 2.3

D50 = 0,024 m. Diambil D50 = 3 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada contoh perhitungan riprap. Penentuan ukuran quarrystone Bila digunakan quarrystone, maka lebar Toe Apron (Bt), dapat dihitung : Bt = 2H, Bt = 2 x 2,30 m = 4,60m. Berat quarrystone ;

Wmin

H3 ; NS 3 N S ( SG 1 )3
a

1,8.

By : Salmani, MS, MT.

Page 40

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

2 ,65( 2 ,3 )3 ( 1,8 )3 ( 2 ,65 1 )3
= 1,23 ton

8.3.2.2 Tiang pancang (Sheet Pile)

8.3.2.2.1 Deskripsi
Sheet pile merupakan salah satu jenis retaining wall. Sheet pile terbuat dari baja, beton, kayu atau sheet pile dari plastik yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk dinding yang kontinu sepanjang tebing saluran.

8.3.2.2.2 Dasar-Dasar Desain
Dalam mendesain sheet pile perlu diperhatikan adalah kedalaman sheet pile dan jenis tanah. Kedalaman sheet pile menentukan kekuatan dari sheet pile tersebut. Kekuatan dari sheet pile berada pada ujungnya dan gesekan pada selimut sheet pile. Jenis tanah juga menentukan kekuatan sheet pile. Tanah kohesif dan nonkohesif akan berbeda dalam menentukan kekuatan sheet pile.

Kedalaman sheet pile dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y

4

pp
'

K'

Y

3

8Ra Y2 ' ' K

6Ra
'

K'

2

2y K

'

'

p

' p

Y

6Ra yp 'p
'

2 4Ra 2

K'

0

(8.40)
sehingga dapat diperoleh y , dimana y adalah kedalaman sheet pile. Parameter yang digunakan dalam penentuan kedalaman sheet pile adalah

pa
pa

p a1
h1 K a

p a 2 ( Tekanan tanah aktif)
' ' h2 K a

(8.40a) (8.40b)

Ra

p a1

h1 2

p a1 h2

pa 2

h2 2

pa

a (Resultan gaya) 2

(8.40c)

By : Salmani, MS, MT.

Page 41

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
K‟ = Kp – Ka (Koefisien tanah) (8.40d)

p 'p

h1 K p

h2

a

'

' Kp

'

' aKa (Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan

sheet pile).

(8.40e)

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat gambar pada contoh perencanaan.

8.3.2.2.3 Langkah-Langkah Desain
Langkah-langkah desain dari sheet pile dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

By : Salmani, MS, MT.

Page 42

MT. Page 43 . kekas ar an dasar s ungai. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Perubahan penampang melintang 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kecepatan dan kedalaman rata-rata Sketsa Kondisi tipe turap (sheet pile) Tentukan koefisien tanah aktif dan pasif Tentukan kedalaman sheet pile (D=y+a) Cek kedalaman turap ? Tidak Ya Tentukan kedalaman gerusan pada kaki Tentukan ukuran batu untuk perlidungan kaki SELESAI Gambar 8-29 Flow Chart Langkah Desain Sheet Pile By : Salmani. MS. Potongan Melintang 2.

pengamanan tebing saluran/sungai (bagian dari badan jalan) dapat juga dilakukan dengan menggunakan turap (sheet pile). Adapun bentuk dan dimensi sheet pile yang akan digunakan seperti gambar 8-30.0 meter. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. dan lebar dasar 40 m.0001. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas.0 m dan kecepatan rata-rata 0. lebar dasar. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Tebing saluran mendekati tegak lurus. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 300 Berat jenis tanah ( ) = 1950 kg/m3 Berat jenis tanah terendam ( ‟) = 1060 kg/m3 Rencanakan struktur turap. By : Salmani. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. MT.025) diperoleh tinggi aliran mendekati 3.2.76 m/dt. Dengan demikian tinggi tebing (6. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 91 m3/dt.3. Langkah 2 : Sketsa kondisi tipe sheet pile yang diberikan Sheet pile direncanakan dengan tipe „centilever sheet pilling‟.2. Page 44 . Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 6. agar tebing saluran aman terhadap keruntuhan maupun gerusan.0 m) yang akan diamankan. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.4 Contoh perencanaan sheet pile Selain dengan retaining wall.

Data dan Rencana Sheet Pile By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-30. MT. MS. Page 45 .

Dari tabel 6-4 (Bowles.06983 11948 . MS.67 Tekanan tanah aktif. pa pa p a1 h1 K a pa 2 ' ' h2 K a pa pa 1948 . 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Ka = Ka‟ = 0. K = K‟ = Kp – Ka = 3. p 'p p 'p h1 K p h2 a ' ' Kp ' ' aKa 30086.333.86 m Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan sheet pile.6412 k / m2 By : Salmani. Ra Ra p a1 h1 2 p a1 h2 pa 2 h2 2 pa a 2 11948 .94 3007 kg / m 2 diperoleh: a pa ' K a 1.05 1058 . Ra y y 1 2 p a a ( 3 a) 2 34145 .0 – 0.345 pa 2 h2 a 2 h2 3 pa1h2 a h2 2 pa1 h1 a h2 2 h1 3 y 2. MT.333 = 2.0. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Kp = Kp‟ = 3.06 m Gaya resultan (Ra). Page 46 .345 k / m Jumlah momen terhadap garis perpotongan sheet pile.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Penentuan koefisien tanah aktif dan pasif Dari tabel 6-3 (Bowles.

77 m 2 2y 'K ' 2 4 Ra ' 2 K p 'p 414.2 kg / m 3 pp ' K' 10. Y4 ' pp ' K' Y3 8Ra Y2 ' ' K 6Ra ' K' 2 2y 'K ' p 'p Y 6Ra yp 'p ' 2 4Ra 2 K' 0 K' 2830 .495 meter. Page 47 . By : Salmani. MT.01 0 ok.423 0 dengan cara coba-coba didapat Y = 6.165 m 3 6 Ra yp 'p ' 841.423 m 4 K diperoleh. pp pp ' p 'p ' ' Kp ' Ka Y 18820.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 : Penentuan kedalaman sheet pile (D) Kedalaman sheet pile dari tekanan tanah pasif.63 Y 3 33. MS. Y4 10 .165 Y 841. FH Ra pp ' p 'p z 2 pp Y 2 FH 4.77 Y 2 414 .83 k / m2 pp ' ' Kp ' Ka Y ' p 'p 48907.65 meter.47 k / m 2 didapat : z = 1. Kontrol: z p pY pp 2 Ra p 'p' dimana.63 m 8Ra ' K' 6 Ra ' ' 2 33.

86 m.4 Fr 1 0.33 hs = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan penambahan 30 % (keamanan).33 h1 = 3 m V1 = 0. MT.15 0.65 1. Page 48 . yaitu: hs h1 dimana.10 3 0.06 D 10 meter Langkah 5 : Perhitungan gerusan pada kaki sheet pile Sama seperti pada kasus retaining wall.30 Y a D 1.02. maka ukuran riprap dapat dihitung dengan rumus.14)0.76 m/det a Fr1 = 0.76 9. Langkah 5 : Penentuan ukuran rock riprap Berdasarkan bilangan Froude = 0. maka kedalaman sheet pile yang diperlukan adalah: D 1. et al (1961) dan Grill (1972). K Ss V2 1 gy K = 1. persamaan untuk menghitung gerusan pada kaki sheet pile dapat juga digunakan dari Liu.14 (< 0.81 x3 = = 0. MS. a 2. hs 3 2.15 h1 0.10m V1 gy1 0.14 Dari persamaan (1) diperoleh. karena sheet pile dianggap dinding vertikal By : Salmani.30 6.4 (0. D50 y dimana.8).

kayu atau plastik pile.3 Bioengineering Bioengineering merupakan jenis dinding pengaman gerusan dengan menggunakan tumbuhan atau tanaman. 8. beton pracetak.81x3 D50 = 0.3. Beton : pracetak. diperoleh. Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh perhitungan detail riprap.02 (0. Bisa digunakan permanen untuk dinding yang tingginya sedang sampai tinggi sekali 5. Kayu : interlocking dengan sendiri ke tepi tanah. Diambil D50 = 5 cm.65 g 9. Baja material yang paling sering digunakan. Biasanya digetarkan ke dalam tanah.81m / det 2 . D50 3 1. Pile beton lebih rumit pemasangannya dibandingkan pile baja. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat sheet pile adalah : 1. Page 49 . pile beton lebih lama umur pelayanannya tetapi harganya mahal. MS.036 m. MT.65 1 9. Dibutuhkan struktur pengait seperti cantilever. Dapat berguna di aliran dengan tingkat abrasi yang tinggi dan dimana dinding memikul gaya axial. 3. Plastik mempunyai struktur yang lebih rendah daripada material struktur lainnya. Rolled Steel.76) 2 2. maka dari persamaan (2). 4. Baja : interlocking. 2. Plastik : kerapatan yang tinggi. interloking antar plastik. Berikut ini akan diperkenalkan dinding pengaman yang terbuat dari tanaman yang dapat digunakan dan sesuai dengan keadaan di Indonesia. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ss = 2. Dinding pengaman jenis ini akan digunakan bila daerah tesebut sulit untuk menemukan bahan konstruksi seperti semen dan pasir. perbedaan berat rolled steel sheet pile dapat menancapkan ke dalam tanah.

MT. Perencanaan pengaman bantaran dari bioengineering harus melibatkan aspek-aspek di sekitar pengaman. Perencanaan bioengineering di sebuah saluran harus dievaluasi sebagai satu kesatuan sistem.3.3. tetapi kadang digunakan untuk hal lain.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Pemasangan pengaman bioengineering di sekitar kawasan yang dilewati sapi adalah usaha yang kurang baik karena sapi tersebut akan memakan tanaman bioengineering sesudah dipasang. Tentukan masalah akibat dari erosi Tentukan tujuan (dikarenakan masalah erosi) Contoh : .1 Konsep Desain Penggunaan bioengineering (pengaman dari tanaman) diutamakan untuk mengontrol erosi.Meningkatkan habitat perikanan Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Politik Ekonomi Klimatologi Kondisi fisik Kondisi tanah Kondisi biologi Peralatan dan Material (Bahan) Rencana Pembangunan Pengadaan Tanaman Implementasi Proyek Persiapan Lahan dan Konstruksi Penanaman Pengawasan Pemeliharaan By : Salmani. MS. Page 50 .Meningkatkan kualitas air . Bagian-bagian dari perencanaan bioengineering terdiri penanganan kerusakan yang potensial dan aspek ekonomi dan politik. Aktivitas di sekitar pengaman yang mempengaruhi erosi harus diperhatikan. Bagianbagian perencanaan ini dapat dilihat pada gambar 8-31.

hidrologis.3. Hal ini akan memerlukan keahlian antar disiplin ilmu yang minimal terdiri dari insinyur. seperti penggusuran lahan di sekitar bantaran saluran. sosiologi dan hukum.3.2 Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Proyek pengendalian erosi di bantaran sungai/saluran mempunyai beberapa komponen. Komponen-komponen yang berkaitan dengan penghambat adalah saling terlepas dan harus diperhatikan. peningkatan kualitas air.1 Penentuan Masalah dan Tujuan Tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang muncul atau masalah yang diperlukan untuk sebuah proyek. Pertanyaan dan jawaban yang By : Salmani. Setiap komponen dapat memiliki penghambat yang harus diselesaikan.1. peneliti kehidupan makhluk hidup dan ekonomi. MS. 8. Tujuan-tujuan yang akan dicapai tidak hanya ditimbulkan oleh masalah fisik akibat erosi tetapi juga oleh masalah hukum.3. Komponen ini seperti politik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-31 Langkah-Langkah Perencanaan dan Implementasi dari Pekerjaan Bioengineering Langkah-langkah diatas dijabarkan berikut ini. klimatologi.1. Tujuan dari proyek biasanya ditentukan oleh permasalahan tersebut. ekonomi. perikanan yang sedikit dan lainnya. tanah dan komponen biologi. Hal ini akan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab. 8. MT. Page 51 . tetapi dapat juga dalam penyediaan habitat ikan dan hewan liar. Masalah yang timbul biasanya adalah akibat erosi seperti permasalahan kualitas air. perlindungan sumberdaya alam atau maksud lainnya. fisik.3.

Proyek bioengineering biasanya lebih murah dibandingkan dengan struktur lainnya. Komponen klimatologi meliputi beberapa aspek seperti hujan. MS. frekuensi air. geomorpologi seperti catatan arus. bentuk. penyinaran matahari dan lainnya. Tanaman yang digunakan untuk daerah yang mempunyai musim hujan yang tinggi dan kering akan berbeda dengan daerah yang mempunyai musim kering lebih banyak dibandingkan musim hujan. variabel ekonomi akan mempengaruhi keputusan akhir dalam memilih tanaman dan kepadatan tanaman sesuai dengan pra-desain dan pemeliharaan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING muncul akan memandu ke dalam rencana pengembangan. hidrodinamik seperti sumber air permukaan dan tanah. bentuk penampang. Setelah atau bersamaan dengan pengadaan tanaman. kelembaban. Kalau tidak ada catatan mengenai data kedalaman muka air dari saluran. impelementasinya dapat dilakukan. pengetahuan penduduk di sekitar saluran dan data lain yang didapat dari tanaman lokal dan tanah yang menunjukkan periodisitas banjir. By : Salmani. suhu dan evapotrasnpirasi. Komponen politik yang meliputi faktor manusia yang buruk dan jalan kaki yang dibuat dan kendaraan off road dapat menjadi faktor yang positif dalam perbaikan lingkungan. Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting untuk proyek pengendalian erosi. suhu. Komponen fisik meliputi parameter proyek seperti kestabilan tanah seperti penurunan tanah. maka harus menggunakan tanda-tanda kedalaman di sekitar saluran. Page 52 . seorang perencana harus mengetahui data hidrologi dan geomorfologi dari saluran. Setelah rencana pengembangan disetujui. Desain dari pengaman tumbuhan (pengaman hijau)/bioengineering harus meliputi pembiayaan untuk pengawasan dan penanaman dan pengaturan lokasi untuk mencapai tujuan. kedalaman dan lainnya. Klimatologi akan mempengaruhi pemilihan tanaman yang akan ditanam dan penanganannya setelah penanaman. hidrologi dan geomorfologi merupakan faktor yang penting. Dari parameter fisik yang telah disebutkan. Untuk menentukan tanaman yang digunakan dan jenisnya serta waktu penanamannnya. pengadaan tanaman dilakukan. timing. Bagaimanapun juga. MT. Hal ini akan menyangkut peraturan pemerintah yang berlaku dan tekanan dari masyarakat seperti penggunaan tanaman yang berasal dari daerah tersebut.

Komponen tanah meliputi parameter tanah seperti tekstur. Tanaman yang digunakan harus mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap banjir. MT.3.1. kondisi bantaran dan jenis tanaman harus dikaji sebanyak mungkin. curam dan tidak dapat ditanami harus dibentuk sehingga dapat ditanami. Di dalam bioengineering. Kemiringan untuk tanah berpasir adalah 30o.3 Rencana pembangunan By : Salmani. Tebing yang curam dimana penggerusan di kaki terjadi memerlukan perlindungan seperti riprap. Komponen biologi adalah salah satu komponen penting dan saling terkait dengan komponen lainnya. seperti piping atau sadding. sedangkan lempung dapat lebih curam. Termasuk habitat yang diperlukan untuk tanaman dan binatang serta rencana yang telah dibuat sehingga menemukan persyaratan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Karakteristik geomorfologi seperti geometri bantaran sangat menentukan dalam desain bioengineering. Tanah yang kurang atau tidak sesuai dengan bioengineering dapat diperbaiki dengan teknik atau metode perbaikan tanah tergantung dari permasalahan yang timbul.2 V : 1 H. Struktur yang khusus digunakan untuk penanganan selain drainase kalau geomorfologi turut menyumbang dalam erosi. Bagian bawah pengaman hijau harus tahan banjir sedangkan bagian atas lebih sedikit tahan. kesuburan.3. 8. Tanaman asli yang tumbuh di bantaran atau yang sudah tumbuh lama digunakan dengan normal. Kemiringan yang sering digunakan adalah kurang dari 1 – 1. Bantaran yang telah tererosi. Tekstur tanah. Pemindahan tanah sangat mahal dan harus diperhatikan untuk keadaan ekonomi. Tanaman juga harus tahan terhadap keadaan kering. Tanah dengan lapisan humus 10 cm diharapkan. struktur. maka perlu perbaikan kondisi tanah. struktur dan kedalaman mempengaruhi kandungan air di tanah dan perlu diperhatikan ketika menentukan tampungan air atau air irigasi selama musim kering. Sedangkan tanaman parasit harus disingkirkan. Untuk menggunakan bioengineering yang efektif. Page 53 . daya tahan erosi. kandungan kimia dan sebagainya. MS. Untuk menjamin kestabilan bantaran dan perlindungan kaki. perencana harus mempelajari dan mengevaluasi tanaman yang tumbuh atau digunakan di seluruh bagian bantaran.

perizinan untuk membangun diperlukan. Page 54 .4 Peralatan dan Material Dalam rencana pembangunan.1. peralatan dan material diperlukan untuk menangani masalah tanaman dan penanamannya. ukuran dan kualitas sering menjadi batasan dalam menentukan pemilihan tanaman dan pengadaan tanaman. Ketersediaan tanaman dari beberapa spesies. setiap komponen harus dianalisis termasuk faktor atau parameter dan apa saja yang akan mempengaruhi pembangunan tanaman untuk bioengineering dan stabilitas bantaran.3.3. jenis spesies yang akan menyerang tanaman. Hal lain yang perlu diperhatikan hama dan penyakit yang dibawa oleh tanaman tersebut.3. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencana pembangunan merupakan hal yang puncak dari tahapan yang sebelumnya.1.1. Dari pengamatan akan didapat tentang referensi tempat seperti tanaman yang akan digunakan.3. Analisis tempat sebelum tanaman dibeli atau proyek diimplementasi merupakan hal yang penting.3. Perizinan ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. 8.3. MS. 8.5 Perizinan Setelah analisis kondisi lapangan dan pengerjaan mulai dilaksanakan. Hama dan penyakit tersebut jangan sampai menyebar ke daerah sekitar saluran. Panduan secara umum untuk analisis tempat adalah observasi keadaan tempat proyek di upstream maupun downstream. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanaman adalah undang-undang (aturan) mengenai pengadaan tanaman. Beberapa tanaman yang asli tumbuh di sekitar saluran sangat sulit untuk dikembangbiakan dan tumbuh dan banyak jenis tanaman yang tertentu By : Salmani. Peralatan dan teknik penanaman tergantung dari jenis vegetasinya serta ukuran proyek dan kondisi lapangan. 8.6 Pengadaan Tanaman Indikator tanaman yang paling baik digunakan untuk bioengineering adalah tanaman yang tumbuh di sekitar saluran secara alami. Dalam analisis tempat.

9 Pengawasan dan pemeliharaan Pengawasan dan pemeliharaan merupakan bagian yang penting dari perencanaan dan pembangunan pengaman bioengineering ini. Untuk lebih mudah dalam memilih tanaman yang digunakan untuk pengaman hijau ini.7 Implementasi Implementasi (pelaksanaan) adalah kegiatan lanjutan dari perencanaan pembangunan dan terintegrasi dengan proses perencanaan. Tahap ini memerlukan detail pekerjaan. penanaman dan pengawasan serta pemeliharaan.3. MT.3. yaitu hanya menggali dengan pacul dan memasukan stek (batang tanaman) sampai memindahkan akar tanaman yang besar. hydroseeding dan lainnya.1.3. Intensitas dan frekuensi dari pengawasan dan pemeliharaan tergantung dari kondisi lapangan. MS. Page 55 . Kerjasama antar pemilik disiplin ilmu dalam perencanaan sangatlah penting dan harus terjaga sampai proyek ini selesai.3.1. Implementasi ini terdiri dari persiapan lapangan dan konstruksi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING tidak tersedia di pasaran atau kualitasnya rendah. 8.1. Teknik penanaman yang telah disebutkan harus dikombinasikan dengan material bangunan atau struktur untuk membentuk struktur yang tahan erosi. 8.1. gelombang yang tinggi serta arus yang terjadi. kemungkinan perusakan oleh binatang. untuk By : Salmani.3. 8. klimatologi.3.8 Teknik Penanaman Ada beberapa teknik penanaman dalam bioengineering mulai dari yang sederhana. Teknik yang lain adalah menyebarkan bibit tanaman.3.10 Penanganan bioengineering Seluruh bantaran saluran harus ditangani agar mencapai kemampuan maksimum untuk melindungi permukaan bantaran dan kaki dari erosi. sangat disarankan untuk mengidentifikasi tanaman sebanyak mungkin dan mempergunakan sedikit mungkin jenis tanaman yang ada. 8.3.

kayu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING habitat binatang. MT.5.1 Prosedur Perencanaan Prosedur perencanaan dari groin krib dapat disajikan dalam bentuk flowchart sebagai berikut : By : Salmani.1 Groin (Krib) 8. Penanganan yang akan sangat diperhatikan adalah penangan zona kaki bioengineering.1.4. Salah penanganan zona kaki yang mudah adalah dengan menggunakan batu-batuan. b. MS. Penanganan zona kaki menggunakan batu-batuan. Penanaman tumbuhan pada daerah mungkin terlalu lebar atau akan timbul kesulitan karena geomorfologi saluran. Bangunan Pengarah Aliran 8. tanaman maupun gabungan dari material tersebut.4. Penanganan Zona Kaki Zona kaki merupakan zona yang mudah terkena erosi sehingga dapat membentuk lubang. yaitu dengan riprap. Penanganan seluruh bantaran dapat dilihat pada bab 6. Page 56 . geotekstil. peningkatan kualitas air. Seluruh daerah bantaran harus ditangani dengan sistematik.

kekas ar an dasar s ungai. Page 57 . MS. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan tinggi krib Tentukan sudut orientasi krib Tentukan jarak antar groin Tentukan jarak panjang pengunci Tentukan lebar puncak Tentukan ukuran material Cek Stabilitas ? Tidak Ya SELESAI By : Salmani. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1.

5 (8.43) Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. Flow chart perencanaan groin Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi. Menurut Saele (1994) .42) Saele. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L W 3 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-32.3 . LKmin = 2. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin.5L W 0 . Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W).4 m atau LKmin = 4 D100 (8. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. ada beberapa formula yang dapat digunakan. S R 1. MT. 1995 . MS. 1994 . S max 1 L 1 R 2 0.8 L W 0.44) By : Salmani. Page 58 . Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus.41) Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. yaitu : LaGrone. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing. S = (4 5) L (8.

Kayu yang digunakan harus tahan terhadap air.45) Untuk : R > 5 W dan S < tg LK L W 2 L 0 .5 (8. By : Salmani. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall 8. karena kayu direndam di dalam air. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Menurut LaGrone (1995) . Untuk : R > 5 W dan S LK = Stg -L L tg (8. MS.46) Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m.3 5 R 0 . Jadi dalam hal ini.1. Page 59 .4.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat groin (krib) adalah dari susunan kayu atau sheet pile. Material yang digunakan tergantung dari kondisi biaya yang dianggarkan. MT. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait.

agar tikungan sungai aman dari gerusan akibat aliran yang terjadi.3 Contoh Perencanaan groin Salah satu cara untuk menstabilkan/memantapkan tikungan saluran/sungai adalah dengan menggunakan konstruksi Groin.1. MT. Page 60 . WSPRO. Rencanakan struktur groin tersebut. Penyelesaian : Lihat gambar 8-33. Dalam contoh soal ini diketahui lebar saluran/sungai 25 m. HEC-2. jari-jari tikungan saluran/sungai (terhadap garis as/center line) adalah 150 m.4. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. MS. terlebih dahulu harus diketahui kondisi hidraulik eksisting pada tikungan tersebut. Rencana groin Secara prosedur sebelum dilakukan perencanaan groin. Sudut ekspansi untuk mengunci groin dalam tebing ditetapkan sebesar 20o. B Gambar 8-33. Perhitungan parameter hidraulik ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. maupun HEC-RAS.

Page 61 . Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L B 10 B 3 L B 4 B = 25 m B 10 B 4 2. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi.5 m 6. By : Salmani. ada beberapa formula yang dapat digunakan. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik. 1995 . MT. yaitu : LaGrone. Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. MS.25 m diambil panjang groin (L) = 5 m.

5 25 = 19. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing.3 m > 1. S = (4 5) 5 = (20 – 25) m untuk itu diambil jarak antara groin (S) = 20 m.40 m 0 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING S max 150 1 5 1 150 2 0 .3 Sedangkan menurut Saele . MS.5 LK = 2.8 5 25 0 . Page 62 .5. R = 150 m B = 25 m S = 20 m L=5m = 200 maka digunakan rumus : LK = 20. Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus.5 Smax = 38.41 m S 150 1. Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi.2 m Diambil LK = 2. MT.4 m. Tg 200 . ok R > 5B S L tg By : Salmani.

2.4. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. 1. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. 8.6. Page 63 .1 Prosedur Perencanaan Tahapan desain spur terdiri dari penentuan batas bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi.2. permeabilitas. MT. pemilihan tipe spur dan desain pemasangan spur yang terdiri dari panjang spur. tinggi.2. Penentuan Batas Bantaran/Tepi Sungai yang akan Dilindungi Panjang bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi dapat melihat pada bab 8. By : Salmani. arah spur. Jadi dalam hal ini. profil dan jarak antar spur. MS.2 Spur 8.4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. Pemilihan Tipe Spur Tipe spur yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel 8-7.

MT. Page 64 . MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

MT. Page 65 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-7 Tipe Spur dan Metode Pemilihan By : Salmani. MS.

jarak antar spur dipengaruhi oleh arah spur. semakin banyak air yang dapat menembus dinding spur. Hubungan permeabilitas spur dengan kedalaman gerusan dan arah spur dapat dilihat pada gambar 8-34 dan 8-35. MT. Desain Pemasangan Spur Langkah 1 Tentukan Panjang Spur Panjang spur tergantung dari panjang sungai/saluran yang akan diperbaiki. Spur yang ke arah upstream tidak sebaik spur yang kearah downstream. Arah spur sebaiknya 90o diukur dari pinggiran sungai. Spur dengan permeabilitas lebih dari 35 persen akan memperpendek panjang spur. Panjang spur yang baik digunakan adalah lebih besar dari 20 persen dari lebar sungai atau . Arah spur yang pertama sebaiknya 150o dari pinggir sungai.47) Spur yang mengarah ke upstream atau downstream akan berbeda dalam hal kinerjanya. Permeabilitas lebih dari 70 persen dapat mencegah terjadinya erosi pada bantaran sedangkan permeabilitas kurang dari 35 persen dapat terjadi erosi seperti halnya pada spur yang impermeabel. Untuk spur yang lebih dari satu. Semakin tinggi permeabilitas. Page 66 .2 x lebar sungai Langkah 2: Tentukan arah spur (8. Tetapi harus diperhatikan panjang spur dan arah spur. MS. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Lminimum = 0. Langkah 3: Tentukan Permeabilitas Spur Permeabilitas spur menentukan banyaknya air atau aliran air yang melewati/menembus spur.

Permeabilitas dan arah spur vs sudut ekspansi By : Salmani. Grafik permeabilitas spur dan orientasi vs kedalaman gerusan relatif pada ujung spur Gambar 8-35. Page 67 . MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-34.

Gambar 8-36.4. MS. Page 68 . Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. 8. MT. Langkah 5 Tentukan Jarak Spur Jarak antar spur (s) dapat ditentukan dengan rumus : S = L cot Dimana: S = jarak antara ujung spur (m) L = panjang spur (m) = pebesaran sudut pada ujung spur (8. Bentuk puncak dari spur sebaiknya miring dari bantaran menuju sungai. Denah kasus penerapan Spur By : Salmani. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan).2.48) 4.3 Contoh Perencanaan spur Kasus degradasi/migrasi pada tikungan saluran/sungai (eksisting) seperti gambar 8-36.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 Tentukan Tinggi Spur Spur yang impermeabel sebaiknya tidak melebihi tinggi bantaran.4. Perlindungan Kaki Kaki spur dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur.2. 8.

Langkah 2 : Gambarkan kurva yang mulus melalui ujung spur. Parameter yang paling penting dalam perencanaan spur ini adalah „streamline‟ pada tikungan saluran. Penyelesaian : Langkah 1 : Gambarkan Lokasi Thalweg Pada prinsipnya sebelum dilakukan penggambaran thalweq. Dalam contoh ini dianggap streamline sudah diketahui. Perhitungan parameter ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. Untuk itu tipe deflector spur/permeabel retarder atau impermeabel deflector spur direkomendasikan untuk digunakan dalam kasus ini. Sket lokasi thalweg yang diinginkan secara mulus (smooth) dari arah aliran udik melalui kurva menuju garis lurus/sejajar arah aliran di bagian hilir. MT. terlebih dahulu harus dihitung parameter hidraulik untuk kasus eksisting. Lihat gambar 8. Sudut ekspansi yang digunakan adalah 170 untuk panjang spur sekitar 20 % lebar saluran. konsentrik terhadap garis tebing yang diinginkan. MS.37. Rencana Penempatan Spur By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk mengatasi permasalahan ini diminta untuk merencanakan Spur yang dapat berfungsi sebagai : Menghentikan / mencegah perpindahan meander sebelum badan jalan yang melintasi saluran rusak / runtuh. Gambar 8-37. Page 69 .

1 Tempatkan spur no. 1 (L1) = 20% x 50 = 10 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Posisi/lokasi Spur no.1 pada bagian hilir dari kasus yang ditinjau dengan membentuk sudut ekpansi 170. MT. Maka jarak spur no.305731 32. MS.71 Spur dipasang pada sudut 900 terhadap tangen yang merupakan kontruksi yang paling ekonomis Langkah 4 : Untuk spur yang lain (spur di hulu dari spur pertama) ditempatkan dengan menggunakan persamaan yang sama seperti diatas. Hitung jarak dengan spur berikutnya : Panjang efektif spur no. 1 dengan spur berikutnya adalah : S1 = L1 cotg 170 10 ~ 33 1 0 . maka panjang busur (gambar 8-38) yang dibutuhkan sehingga kasus ini dapat teratasi adalah : By : Salmani. Page 70 . Dengan penempatan spur seperti ini akan terjadi deposisi pada dasar antara garis tebing yang diinginkan dengan garis tebing yang tererosi (eksisting) Berdasarkan garis tebing yang diinginkan.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Gambar 8-38. Posisi /jarak lintasan penempatan Spur

PB

α x 2 rr o 360 70 x 2 . 250 360 305m
11

Sehingga jumlah spur yang harus dipasang adalah 305/32,71 +1 = 10,24 buah. Langkah 5 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur spur harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.4.3 Guide Bank

8.4.3.1

Prosedur Perencanaan

Prosedur perencanaan guidebank terdiri dari panjang guidebank, tinggi dan riprap.
MULAI

Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah

Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana, kekas ar an dasar s ungai, kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan debit yang melew ati bantaran kiri dan kanan

A By : Salmani, MS, MT.

Page 71

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Tentukan debit dengan jarak 30 m dari bantaran Tentukan panjang, tinggi dan lebar guide bank

Cek Stabilitas ?

Tidak

Ya

Tentukan perlindungan kaki

SELESAI

Gambar 8-39. Flow Chart Perencanaan GuideBanks

a. Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll). Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1).

Langkah 3. Tentukan melintang rencana.

perkiraan

perubahan

(development)

penampang

By : Salmani, MS, MT.

Page 72

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
b. Dimensi guidebank Langkah 4 Tentukan debit yang melewati bantaran kiri dan kanan (Qf) Qf = V x kedalaman x lebar bersih saluran Langkah 5 Tentukan debit dengan jarak 30 m dari pilar (Q30 m) dan Qf/Q30 m Q30 m = V x kedalaman bantaran x 30 m Langkah 6 Tentukan panjang Guidebank (Ls) Panjang guide ditentukan dari nomograh antara Ls dan Qf/Q30 m (gambar 8-40) Gambar

Gambar 8-40. Nomogram untuk menentukan panjang tebing penuntun (guidebank)

Petunjuk Penggunaan Nomograph padagambar 8-40:
1. Tentukan nilai Qf , Q30 dan Va. 2. Hitung Qf /Q30 .

By : Salmani, MS, MT.

Page 73

Perlindungan Kaki Kaki guidebank dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. Baca titik perpotongan antara garis lurus (garis vertikal) dengan garis sumbu horizontal untuk nilai Ls. Kemiringan dasar saluran seragam 0.025. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. Langkah 8 Tentukan Ukuran Batuan Guidebank terdiri dari batuan yang tersusun (riprap).0001.4.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. 4. Sungai tersebut mempunyai debit aliran rencana 300 m 3/detik.6 m dari freeboard diatas permukaan air desain. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile.3 Contoh Perencanaan guide bank Pada suatu saluran/sungai yang dilintasi (crosing) oleh jalan jembatan seperti gambar di bawah. 8. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. Lebar atas guidebank antara 3 sampai 4 m dengan kemiringan pinggir 1V : 2H atau kurang. MT. Desain untuk riprap ini dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. Langkah 7 Tentukan ketinggian dan lebar guide bank Tinggi minimum guidebank adalah 0. Adapun lebar dasar saluran utama 75 m. Tarik garis lurus dari titik Qf /Q30 yang dihitung (sumbu vertikal) sampai garis Va yang dipakai dan tarik lagi garis ke bawah memotong sumbu horozontal. sedangkan untuk bantaran 0. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada perencanaan riprap. Kemiringan tebing. c. By : Salmani. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m.4. Page 74 . MS.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan).3. 8.035.

41. Gambar 8-41. Lihat gambar 8. Denah rencana Guidebank Penyelesaian : Langkah 1 : Tentukan parameter rencana hidraulik yaitu kedalaman dan kecepatan pada kondisi debit rencana. V 1 2 / 3 1/ 2 R S n Amc Pmc A eb P eb (Bmc Bmc B xh eb B eb m h )h mc mc 2 1 m2(h mc h ) eb 1 m 2.h . Dalam contoh ini digunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan rumus Manning untuk memperoleh kedalaman normal serta kecepatannya. Page 75 . maupun HEC-RAS. WSPRO. MT. MS. HEC-2. Pada prinsipnya parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencanakan struktur guidebank pada kedua sisi (kiri dan kanan) sehingga bukaan jembatan diperoleh selebar 85 m. eb Q = Qmc + Qeb By : Salmani.

4h mc mc 5/ 3 5/ 3 57.8h 30h 57. maka diperoleh kedalaman di saluran utama (hmc) = 3.143h mc mc eb 8/ 3 5/ 3 5/ 3 0. h 2 / 3 0.025 mc 300 300 75 2h 0.0001 1 / 2 eb 0.8h 57.35 m. Page 76 .0001 1/ 2 0.143h 5 / 3 eb 5/ 3 30h 0.h . MT.035 eb 75 2 H H 1 h 2 / 3 0.( R 2 / 3 S 1 / 2 ) eb eb n 1 2 100h .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dimana : hmc heb Bmc Pmc Amc m Beb Aeb Peb Qmc Qeb : kedalaman aliran di saluran utama : kedalaman aliran di bantaran : lebar dasar saluran utama : keliling basah penampang saluran utama : luas penampang basah saluran utama : kemiringan tebing : lebar dasar bantaran : luas penampang basah bantaran : keliling basah penampang bantaran : debit aliran di saluran utama : debit aliran di bantaran Sehingga diperoleh: Q 300 Bmc 1 2 / 3 1/ 2 mh h R S mc mc n 1 2 B .143h 300 mc mc eb 8/ 3 0 Dengan mengambil tinggi aliran di bantaran (heb) = 1 m. MS. Kecepatan pada saluran utama : By : Salmani.

01 ).3 m3/dt masing-masing untuk sebelah kiri dan kanan.025 v 0. Tetapi dalam contoh ini. maka Qf adalah debit yang dihitung untuk bantaran kiri maupun kanan pada langkah pertama yaitu 28.286m/dt.35 = 273. abutment jembatan ditempatkan pada jarak 50 m dari tebing saluran utama. MT.025 mc 1 ( 3.65 m2 (saluran utama ) = (100 x 1) = 273. Kalau kedua abutment (kiri dan kanan) ditempatkan pada tebing bantaran.286 x 1 x 50 = 14.431 m3/dt Langkah 2 : Tentukan debit pada bantaran kiri dan kanan (Qf) Debit ini sangat tergantung pada posisi abutment jembatan.35 )2 / 3( 0.231 m3/dt = 57.035 0.23896 )( 0.20 m3/dt = 302.025 1 ( 2. Dengan anggapan aliran seragam maka : Qf = Veb x heb x50 m = 0. MS. Page 77 .286 Q Q Qtat.896 = 2 x 100 x 0. v Luas penampang basah : Amc Alb Qmc Qlb = (75 + 2 x 3. By : Salmani.00 m2 (bantaran untuk satu sisi) = 245.6 m3/dt (untuk satu sisi).0001 )1 / 3 0.35) 3.896 /dt 1 v ( 1 )2 / 3( 0.0001 )1 / 2 bantaran 0. 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 1 2 / 3 1/ 2 R S n 1 h 2 / 3S 1/ 2 0. baik abutment kiri maupun kanan.695 x 0. (300) = 100.

maka pada prinsipnya untuk kasus ini keberadaan guidebank tidak terlalu dibutuhkan. antara lain tinggi jagaan (elevasi guidebank terdapat elevasi muka air) dan lebar puncak guidebank. maka : Q30 = Veb x hmc x 30 m = 0. Page 78 .286 x 1 x 30 = 8.3/8. maka dengan menggunakan nomograf gambar 8-40.695 0. harus dihitung dahulu penampang basah aliran pada bukaan jembatan ( An2 ).58 m3/dt baik untuk bantaran kiri maupun kanan (untuk satu sisi). By : Salmani.58 = 1.1} = 273.695 m2 Berdasarkan luas penampang basah bukaan tersebut. maka diperoleh panjang guidebank (Ls) kurang dari 15 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Tentukan Q30m dan Qf / Q30m untuk bantaran kiri dan kanan Q30m maksudnya adalah debit yang melewati pada bantaran sejauh 30 m dari batas saluran utama. maka diperoleh kecepatan rata-ratanya ( Vn2 ) : Vn 2 Q An 2 300 373. MT. Karena Ls yang dibutuhkan terlalu pendek. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.80 m / dt Sesuai dengan harga Qf/Q30m pada langkah ke tiga dan harga Vn2. Kriteria perencanaan/perhitungan dari parameter ini dapat merujuk pada referensi-referensi terkait. Karena dalam kasus ini aliran dianggap seragam. MS. Berdasarkan Q30m maka diperoleh : Qf/Q30m = 14.667 Langkah 4 : Tentukan panjang guidebank ( Ls ) Untuk memperoleh panjang guidebank. Langkah 5 : Spesifikasi tambahan Kalaupun guidebank diadakan/digunakan.695 + 2 x 50 = 373. An2 = Amc + 2 { 50 .

Langkah 6 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur check dam harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bahan material guidebank dapat digunakan tipe rock riprap. Prosedur perencanaan By : Salmani. MT. MS. Adapun perhitungan tipe revetment ini dapat dilihat dalam contoh perhitungan detail riprap. Page 79 . Bangunan Peredam Energi i. c. Check Dam 1.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Prosedur perencanaan secara ringkas dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. kecepatan dan kedalaman rata-rata Hitung kehilangan energi Hitung kedalaman gerusan pada kaki Tentukan panjang. Perubahan penampang melintang 3. tinggi dan lebar (dimensi) cek dam Cek Stabilitas ? Tidak Ya Tentukan perlindungan kaki SELESAI Gambar 8-42. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. lebar dan profil saluran dan kedalaman di hulu. By : Salmani. yaitu debit rencana. Page 80 . hilir dan tinggi bangunan drop (drop structure). kekas ar an dasar s ungai. MS. MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Flow Chart Perencanaan Check Dam Langkah 1: Hitung Parameter Hidraulik Hitung parameter hidraulik. Potongan Melintang 2. MT.

54 . Riprap By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 2 Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht).225 x q0. MT. a. Page 81 . maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs (8. Yu Ht 2 Vu 2g Zu 2 Vu 2g Yd Zu 2 Vd 2g Zd Yd Ht 2 Vd 2g . MS. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.51) (8. Langkah 3 : Pengaman struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. beberapa parameter lain yang perlu dihitung: Debit persatuan lebar = Q/B Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli.dm. atau Zd (8. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.50) Untuk memperkuat struktur tersebut. Tinjau bagian hulu dan hilir.49) Yu Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.

Page 82 .0) Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H Berat batu toe : (8. MS.0) hd masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone (0.3 K 1/ 3 H NS = 1. Quarrystone hs = (0. By : Salmani.53) atau K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht (8. Prosedur perhitungannya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap. Check dam merupakan bangunan yang terendam dalam air sehingga bangunan tersebut harus kuat. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk check dam adalah struktur beton.5 1.8 e ( 1 K )2 ht K1 / 3 H (8.54) 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memperkuat kaki struktur tersebut dapat digunakan tipe revetment dari riprap.5 – 1.5 – 1.52) Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas NS 1 K ht 1.8 1 . b. MT.

Page 83 .95 m .43. . Gambar 8-43.Tinggi drop (h) = 1. MT. Kondisi tersebut dapat didekati dengan membuat bangunan terjunan (drop structure) yang akan menstabilkan dasar saluran dan mengurangi kemiringan saluran di bagian udik. hu = 3.4 m dari elevasi dasar awal.Kedalaman aliran di hulu ( sebelum terjadi drop).Kedalaman aliran setelah terjadi drop (hd) = 2. By : Salmani.3 Contoh Perencanaan check dam Suatu lokasi sekitar pondasi jembatan (eksisting) pada suatu saluran/sungai terjadi degradasi.4 m Dalam kasus ini diminta untuk menghitung gerusan yang terjadi pada kaki struktur drop (Check Dam) serta cara memperkuatnya sehingga dapat diatasi gerusan tersebut.25 m. MS.Debit rencana (Q) = 170 m3 / dt. Rencana Check Dam Adapun parameter hidraulik lain adalah: . Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan elevasi dasar setinggi 1. .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.Lebar saluran (B) = 35 m . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8.1.5.

25 = 1. Page 84 .06 m By : Salmani. atau Zd (1.95 = 1.674)0.1335 x 2.674m (1.86)0.95 m hs = 1.81 4.54 – 2.9) 2 3. beberapa parameter lain yang perlu dihitung : Debit persatuan lebar = Q/B = 170/35 = 4.9 (1.86/2.95 = 2.65) 2 2.225 x q0.dm.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penyelesaian : Langkah 1 : Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht).763 3.25 1.089 1.65 m/dt Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli. dimana : K = 1.81 Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.95 0 2 x9. hu Ht Vu2 2g hu Zu Vu2 2g hd Zu Vd2 2g Zd hd Ht Vd2 2g .54 .225 (4. dm = hd = 2. MS. Tinjau bagian hulu dan hilir.4 2 x9.95 = 2.86 m3/dt/m' Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu = 4. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.3485 – 2.49 m/dt Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd = 4. MT.9.86/3.

65 9.06 = 3. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.65 g 9.81x 2. maka ukuran rock riprap untuk pengaman pada kaki cekdam digunakan persamaan dari rumus Isbash. diperoleh.17 m. Diambil D50 = 20 cm. D50 2.95 D50 = 0.95 = = 0.65) 2 2. Dari data cek dam terdahulu diketahui bahwa. Page 85 . D50 hmc dimana. rock riprap Untuk memperkuat struktur tersebut.95 1. maka dari persamaan (2).65 1 9.02 SG = 2.65 m/det Fr = V1 gh1 1.81m / det 2 . maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs = 1. Kedalaman aliran di hilir 2. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.4 + 2. By : Salmani.31 Berdasarkan bilangan froude di atas.02 (1. MS.81 x 2. MT.46 m a. K Ss V2 1 gh K = 1.95 m Kecepatan aliran di hilir 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Pengamanan struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh. yaitu.

8.0 masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H = 2 x 2.65.5 ( 1 K )2 ht K1 / 3 H NS 1 K ht 1.95 3 1. MT.8( 2 . maka perlu ditinjau dulu parameter berikut.95 = 5.3 K 1/ 3 H 1.65 1 )3 = 8. Page 86 .8 e atau NS = 1.2 . MS.8 K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht Dengan menggunakan Ns = 1. hs hd 2. berat minimum material quarrystone adalah : Wmin 2 .90 m 6m Berat batu toe : Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas 1 .41 ton = 8410 kg By : Salmani. Quarrystone Bila digunakan quarrystone.95 0.06 2.5 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b.

5 2.1 1. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d.5 4.0 2.9 L/a = 12 1.3 3.0 1.0 0.3 2.5 L/a = 8 1.0 Faktor koreksi arah aliran pada jembatan Sudut 0 15 30 45 90 L/a = 4 1.3 5.0 2. Koefisien tipe pilar dan Faktor koreksi arah aliran dijembatan Koefisien Tipe Pilar Tipe-tipe pilar (a) hidung persegi (b) hidung bundar (c) silinder K1 1.5 3. Tabel 8-8 di bawah ini digunakan untuk perhitungan gerusan pada jembatan. Tabel 8-8.0 (d) hidung tajam (e) kelompok silinder sudut = arah aliran L = panjang pilar Proses perencanaan abutment dan pilar jembatan dapat dilhat pada flow chart sebagai berikut : By : Salmani. Abutment dan Pilar Jembatan Untuk perencanaan abutment dan pilar jembatan yang tahan terhadap gerusan.0 1.5 3.0 2. prosedurnya mengikuti langkah-langkah pada Bab V dalam manual ini.0 2. Page 87 .9 1. MS.

Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Page 88 . kondisi dasar dan tipe abutment dan pilar Tentukan kedalaman gerusan lokal pada abutment dan pilar Tentukan ukuran batuan untuk riparap pada abutment dan pilar Cek Stabilitas struktur ? Tidak Ya SELESAI Gambar 8-44. Flow Chart Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan By : Salmani. Potongan Melintang 2. a/y1. MT. aliran bantaran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kecepatan dan kedalaman rata-rata Cek tegangan geser di saluran utama dan bantaran ? Tidak Ya Diperlukan penangan khusus agar tegangan geser dapat teratasi Tentukan alokasi abutment dan pilar. Perubahan penampang melintang 3. kekas ar an dasar s ungai. MS.

beberapa parameter hidraulis tidak perlu dihitung lagi. By : Salmani. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H.35 m kedalaman aliran di bantaran (kiri-kanan). Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. Gambar 8-45. h0 = 1. D75 = 6 mm. Page 89 . yaitu : kedalaman aliran di saluran utama (h1) = 3.45.1 Contoh Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan Suatu jalan jembatan melintasi (crossing) pada suatu saluran/sungai seperti gambar 8. cukup menggunakan hasil dari perhitungan pada kasus guidebank. Sungai tersebut mempunyai debit rencana 300 m3/detik.6.23m3/dt. MT.896 m/dt.0001.91 kg/m2 Bantaran dilapisi oleh vegetasi kelas A D50 = 5 mm. sedangkan untuk bantaran 0. Data lain yang diketahui: Tegangan geser izin pada bantaran ( o) = 19. Posisi abutment di bantaran Penyelesaian: Langkah 1: Hitung parameter hidraulis aliran Karena kondisi saluran/sungai sama seperti pada contoh soal guidebank. Lebar dasar saluran utama 75 m.0 m.035.025. Kecepatan aliran di saluran utama (Vmc) = 0. Kemiringan dasar saluran seragam 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. MS. Debit saluran utama (Qmc) = 245. Kemiringan tebing.

Pada bantaran Fr = V gh 0.088 x 6 mm 0. Page 90 .412 kg / m2 Tegangan geser yang terjadi pada bantaran. maka dapat dihitung bilangan Froude (Fr) pada bantaran dan saluran utama.09 Saluran utama Fr = 0.81 x3.025 x1100 x 0. o 0.60 m3/dt.896 9.286 x (1.0164 xD75 0. o f v2 8 n2 v 2 Rh 1 / 3 satuan British 2. (untuk satu sisi) Kecepatan aliran di bantaran (Veb) = 0.35 = 0. Berdasarkan parameter tersebut di atas.35) 2 1/ 3 0.896 x (3.53 kg / m 2 o> c satuan British satuan SI c c c Untuk saluran utama By : Salmani.22 satuan SI o n 2 v 2 Rh 1 / 3 Tegangan geser yang terjadi pada saluran utama.385 kg / m2 Tegangan geser kritis (izin) di saluran utama ( c) c 0.286 m/dt.81x1. o 0.286 9.088 xD75 0. MT.0) 2 1/ 3 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING debit di bantaran (Qeb) = 28. MS.16 Langkah 2: Perhitungan tegangan geser Tegangan geser yang terjadi dapat dihitung dengan formula berikut.0 = = 0.035 x1100 x 0.

Froelich‟s‟s (1987) dan Laursen‟s (1980) untuk o< c.7 1 1. Ada aliran dibantaran.75 s 1.27 K1K 2 a' h1 0. MT. Menurut Froehlich. dan K2 = 1 Atot = (273. Page 91 . abutment diletakkan 25 meter dari tebing bantaran (a = 25 m). yaitu Laursen‟s (1980).20 m. Langkah 3: Tentukan lokasi abutment.5h1 1.9x473. Berdasarkan kondisi di atas. 1980. Kondisi sedimen dasar bergerak dan tipe abutment berlaku umum.65 + 200) m2 = 473. MS. 2. maka perhitungan gerusan pada abutment dapat menggunakan tiga formula.50 By : Salmani.50 m2 Ae = 0.7 25 1. a/y1. dengan demikian a/y1 = 25/3.5 1.0 hs 1 11. tipe abutment.46 < 25.43 Fr0.35 = 7.50 hs 1 11. hs y1 dimana. a h1 h 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bantaran o< c. kondisi dasar. Dalam kasus ini lokasi abutment di bantaran.75 s h1 hs 1 11. aliran bantaran.7 1 1 9.09 0 Dengan cara coba-coba diperoleh hs = 7.9 Atot = 0. Langkah 4: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada abutment Menurut Laursen.0 hs h 2.61 1 K1 = 1.

15 m3/det.0 = = 0.75 s ho hs 4. Qo qmcho dimana.70 9.286 = 0.286 m2/det Qo = q o a = 0.15 m2 Ve = Q Ae 300 426. h 2.22.15 = 0. Menurut Laursen.70 m/det..1ho 7/6 1 1 qo = ho Vo = 1.22)0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ae = 426. 1980 untuk o< c.23 m 3 / det By : Salmani.0 25 2.27(1)(1) 1.43 (0.0 0. q mc 245 .50 m.61 1 hs = 3. Diambil a‟ = a = 25 meter. MT. dan Fr1 = Ve gh1 0.81 x1. hs 1. Dari persamaan 20 diperoleh. Page 92 .0x0. MS.286x25 = 7.

dimana L = panjang pilar . untuk L/a=4.25 h ( 1 )0.0 x1.43 hs = 2. diperoleh K2= 1.0 2. MT. berarti dasarnya hs a 2 Fr Frc 0.20.0 x1. ada 4 formula yang dapat digunakan.0 h 2. 0. Persamaan Colorado State University’s Menurut Richardson et al.50 a By : Salmani.1 7/6 1 dengan cara coba-coba diperoleh hs = 0.0 hs 1 4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperoleh.872 245.50 x 3. dengan bentuk pilar ujung bulat diperoleh K1= 1..35 1. Tipe pilar round-nose dengan L/a = 8. Untuk menghitung gerusan lokal pada pilar jembatan. Dari tabel 8-7. Persamaan Jani and Fisher (1979). Langkah 5: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada pilar Pilar diletakkan di tengah-tengah saluran utama seperti gambar berikut. MS.0 xK1 xK 2 x h1 0.43 y1 : kedalaman aliran pada lokasi pilar Fr = 0.23x1.65 x Fr 0. Page 93 . dimana L = panjang pilar dan a = lebar pilar. 2.0.75 s 1. gerusan pada pilar jembatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: hS h1 a 2.06 meter. o > c .50 Sehingga. 1. (1975).16 Dari tabel 8-6.16 0.65 hS 3. maka. a = tebal pilar.35 x 0. Dalam langkah 2 di atas diperloeh untuk saluran utama bergerak. 14. Untuk dasar bergerak (Fr – Frc)> 0.20 m.

30 a a = lebar pilar Fr = 0. By : Salmani. 1. MT.20. Batas anjuran tegangan geser untuk kanal Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-46: 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai . Page 94 . berlaku : hs a dimana. Gambar 8-46.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING untuk 0 < Fr – Frc < 0. MS.16 Penentuan harga Frc Penentuan harga bilangan Froude kritis dilakukan dengan menggunakan nomograph di bawah ini.25 h ( 1 )0. Plot nilai D50 pada garis grafik (sumbu horizontal) 3. Tarik garis lurus dari titik D50 menuju garis satuan yang dinginkan.84 Frc 0. Tentukan nilai D50 2. selanjutnya tarik horizontal menuju garis grafik (sumbu vertikal) 4.

U*c.6 x9.10 0.Dari diagram Lane‟s pada gambar 8-46. 11 .0012 m.10 m. Page 95 . 7 D50 0.33 By : Salmani.10 3 = 0. .29 . diperoleh 8x10-3 kg/m2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan demikian dapat ditentukan Frc sebagai berikut: . .0012 = 83.864x10-3 m/det. maka. MT. MS.10 8. dengan D50 = 100 mm.864 .D50 diambil 0.6 U *c dimana = 9.K = D50. c = U *c c = 8x10 103 3 = 8. . .29x10-7 m2/det 11 .

Bilangan Froude kritis.05 m/det.0 0.0. . . Hitung ks / 3.35 x1.86 . Plot nilai ks / pada garis grafik sumbu horizontal menuju garis grafik X (sumbu vertikal) 4. By : Salmani. Faktor pengali Einsten X pada persamaan kecepatan logaritmik Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-47: 1. Dari gambar 8-47 diperoleh X = 1.10 = 0. Tentukan nilai ks dan 2. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai X.10 ln 11 x3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-47. MT. MS. Page 96 .Vc Vc U*c ln 11h1 X D50 3 = 8. Tarik garis lurus dari titik ks / 5.

7x10-3 = 0. maka.28 m. Page 97 . 3.7x10-3 Fr – Frc = 0. D50 hs a a D50 0.84 Frc 0.35 = = 8. jadi.0 1.35 030 ) 1.0 diperoleh hs = 0.15 0. hs 1.81 x3. MS. Bila a  18 .0 2 0.20.25 h ( 1 )0.45K1K 2 K 3 1 / 0. Persamaan University of Auckland (UAK). MT. maka ys diambil yang terbesar antara kedua rumus di atas. dimana a = lebar pilar.50 ) 1. By : Salmani.28 m. D50 hs a Bila 2.10 .1513.16 – 8.7 x10 3 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Frc = Vc gh1 0.53 = 10.81 m.1K1K 2 K3 a  18 . Maka diambil harga terbesar yaitu ys = 2.25 ( 3.84 8. berarti < 18. digunakan.05 9.35 0.25 ( 3. maka digunakan kondisi pertama. berarti 0 < Fr – Frc < 0. hs 1.0 diperoleh hs = 2. hs a 1. Maka untuk air jernih.30 a Berdasarkan criteria di atas. a D50 0.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = koefisien untuk tipe pilar.53 Maka diperoleh ys = 3.10 0. K1 = 0.0 0.46 (0.20 8 0. Dengan menggunakan analisis regresi linear pada 83 pengukuran lapangan terhadap gerusan pilar. diperoleh.0 1.08 1 K1 = koefisien untuk tipe pilar. a ' = lebar pilar yang diproyeksikan tegak lurus terhadap hampiran a ' aliran. Page 98 . maka. untuk bentuk ujung bulat (rounded).32K1 a 0. dari table 8-7 diperoleh K1 = 1.0) 0.10 0.20 a' D50 0. By : Salmani.62 y1 a 0. a' 0. Persamaan Froehlich (1988) untuk dasar bergerak.99 m. ys 0.0)(1. hs 1. K2 = 1 (table 8-8) K3 = faktor koreksi akibat gradasi sedimen. MS. K2 = faktor koreksi Diperoleh: = 0. L = panjang pilar = sudut yang menuju pilar bila = 90o. Froehlich‟s (1988) dikembangkan untuk persamaan berikut: ys dimana. K1 = 1.0 0. MT.46 Fr 0. dan a ' = a cos + L sin dimana.08 1 Maka diperoleh ys = 2. diambil = 2.62 3.35 1.32K1 8 1. K1 = 1.16) 0.0 untuk pilar round-nose. 4.0)(1.05 m. a‟ = L = 8 m.45(1.0 0. untuk itu froehlich mengambil.70 untuk pilar sharp-nose.3 untuk pilar singular-nose.

MT.05 2.28 3. 1980 Froechlich. untuk bilangan Froude dapat digunakan rumus berikut.20 3. Hasil perhitungan gerusan pada abutment Nomor 1. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang riprap.02 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) By : Salmani.50 0. yang dalam hal ini digunakan rock riprap.80 ukuran rock riprap pada abutment D50 y K V2 ( Ss 1) g y dimana : D50 V Ss g y K = diameter tengah batu (m) = kecepatan rata-rata aliran (m/dt) = spesifik gravity rock riprap = percepatan gravitasi (9. 1979 University of Auckland Froechlich.89 Untuk mengatasi gerusan yang terjadi pada abutment maupun pada pilar.99 Ys/y1 0.20 Tabel 8-10 . 1990. MS.50 0. 3. Hasil perhitungan gerusan pada pilar Nomor 1.91 0.20 3.20 Ys/y1 7.61 0. Tabel 8-9 . Page 99 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan. 1988 ys 2. untuk o< c ys (m) 7. 2. 1987 Laursen.81 m/dt2) = kedalaman aliran pada bukaan jembatan (m) = 0. 4. Metoda Laursen.89 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 1.06 2. 2. Metoda Colorado States University Jain and Fisher. yaitu: 0.68 0. 3. Langkah 6 : Penentuan rock riprap pada abutment Menurut Isbash.

maka ukuran rock riprap yang digunakan adalah: D50 1.61 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 0.02 0. maka kecepatannya dikoreksi dengan koefisien 1. MS. media air tawar) menggunakan rumus berikut.65) = percepatan gravitasi (9.692 K V ( Ss 1) 2 g 2 dimana : D50 V Ss g K = diameter tengah batu (m) = kecepatan pada pilar (m/dt) = spesific gravity rock riprap (biasanya 2.81 m/dt2) = 1. kecepatan aliran (V) dikoreksi dengan koefisien 0.1.81.15 x 10 3 m Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. MT.14 dimana : K = 0. 1990 untuk menghitung diameter batu (dalam satuan meter.2862 (2.65 1) 9..50 untuk ujung pilar bulat 1.9. yaitu: D50 0. 1993. Sedangkan bila lokasi pilar berada pada tikungan saluran utama.0 D50 1. bilangan Froude = 0. By : Salmani.70 untuk pilar persegi Untuk lokasi pilar dekat tebing. yaitu: D50 y K V2 ( Ss 1) g y 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Sedangkan untuk bilangan Froude > 0. Page 100 .0 5.69 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) Pada lokasi abutment.7.09. Langkah 7 : Penentuan rock riprap pada pilar Menurut Richardson et al.80 dapat digunakan persamaan dari Kilgore.

ii. Deskripsi Geotekstil dapat digunakan untuk mengendalikan gerusan di jalan yang berada dekat sungai. Durabilitas (Ketahanan). 9. Kriteria Perencanaan Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengaman jalan dari geotekstil sebagai berikut : a.7 . Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur (abutment dan pilar) Kestabilan struktur abutment dan pilar harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.7). MS. e. seperti riprap.1.11 m 2 Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. D50 D50 0. Geotekstil biasanya digunakan bersamaan dengan jenis pengaman gerusan jalan lainnya. Perencanaan (desain) Pengaman dari Geotekstil 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dalam contoh soal ini. dan lokasi pilar di tengah-tengah saluran utama (V dikali dengan 1. Geotekstil i.896 (2.692 1.81 0.65 1) 2 . By : Salmani. bentuk pilar mempunyai ujung bulat (K = 1. MT.5). Geotektil berbentuk bahan yang tersusun dengan bentuk anyaman tertentu sesuai dengan fungsinya.5 . Page 101 . 0.

Hal yang paling penting dalam mendesain material penutup adalah menjaga ruang udara (void) relatif kecil (tertutup). Khususnya ketahanan terhadap sinar ultra violet. c. stabilitas. Kekuatan dan Ketahanan terhadap gerusan Kekuatan yang penting dari geotekstil yang digunakan untuk pengaman jalan akibat gerusan adalah kekuatan tarik. maka material yang halus seperti pasir harus diletakkan diantara geotekstil dan material penutup. By : Salmani. Material Penutup. Kelas B : geotekstil hanya dilapisi oleh pasir atau tidak dijatuhi beban. menyajikan rekomendasi kekuatan minimum yang dibutuhkan dari geotekstil Tipe Kekuatan Kekuatan tarik Panjang tarik (%) Tidak mudah berlubang Tidak mudah robek Ketahanan terhadap abrasi Kekuatan jalinan bahan Metode Tes Keadaan Geotekstil Kelas A Kelas B 90 15 40 30 25 50 140 ASTM D 4632 200 ASTM D 4632 15 ASTM D 4833 80 ASTM D 4533 50 ASTM D 3884 55 ASTM D 4632 180 Ketahanan terhadap kehancuran ASTM D 3786 320 Keterangan : Kelas A : geotekstil berada pada keadaan yang lebih buruk dari kelas B seperti geotekstil dijatuhi beban dengan tinggi kurang dari 3 ft (0. Material penutup geotekstil harus dapat melindungi dari gaya hidraulik. b. panas dan sinar ultra violet. biologi. MT. MS. Material yang melindungi geotekstil harus sama permeabilitasnya dengan geotekstl. Page 102 . tidak mudah berlubang dan tidak mudah hancur. Kalau material tidak sama permeabilitasnya. blok beton dan sebagainya.6 m) dan berat kurang dari 250 pounds.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Geotekstil yang digunakan harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi seperti kondisi akibat fisik. geotekstil yang digunakan harus diuji ketahanan terhadap sinar ultra violet selama minimal 30 hari. sinar ultraviolet dan tetap menjaga agar menyatu dengan tanah. Tabel 8-11. Geotekstil biasanya ditutupi oleh material seperti batu. kekuatan tahan terhadap robekan. riprap.

MS. jahitan atau alat yang lain.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. Kalau digunakan untuk melindungi bantaran sungai. sambungan gotekstil dan pengait. Untuk penempatan dibawah air sambungannya selebar 3 ft. Geotekstil yang telah diletakkan jangan dibiarkan terkena sinar matahari lebih dari 1 minggu dan tidak lebih dari 1 bulan untuk geotekstil yang terlindungi serta geotekstil yang tidak tahan terkena sinar ultra violet. Sambungan antara geotekstil sebaiknya menimpa sambungan lainnya selebar 12 inchi sepanjang sambungan. geotekstil dan material penutup diletakkan sepanjang bantaran pada kedalaman dibawah permukaan air rata-rata untuk meminimalisir gerusan. Penempatan Geotekstil Geotekstil diletakkan secara menyeluruh (tanpa digulung) langsung dengan hati-hati di atas tanah dengan kemiringan yang rata. Kondisi Konstruksi Dalam memasang (konstruksi) geotekstil harus diperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. batuan dan sebagainya. Page 103 . dimana arus paralel dengan bantaran. Rekomendasi peletakan geotekstil adalah 3 ft dibawah permukaan air rata-rata atau di dasar sungai bila permukaan air kurang dari 3 ft. Sedangkan untuk bantaran bagian atas. Sambungan menggunakan sambungan las. Geotekstil yang diletakkan harus bebas dari tegangan tarik. Geotekstil sebaiknya diberikan pengait untuk mencegah gaya keatas uplift atau penggerusan. 2. b. lem . Sambungan jahitan merupakan sambungan yang By : Salmani. c. pasir dan batuan. MT. geotekstil diletakkan sepanjang bagian atas bantaran atau 2 ft diatas tinggi air maksimum. Kalau pergerakan air terlalu kuat. Pengait (Anchorage) Pada bagian kaki sungai. Penempatan (overlapping). geotekstil diletakkan lebih panjang pada arah paralel bantaran. Persiapan lahan Lahan atau tempat yang digunakan untuk memasang (meletakkan) geotekstil harus bersih dari tanaman. maka dianjurkan menggunakan pengait pada bagian atas maupun bawah.

Penempatan material tidak boleh dijatuhi karena dapat merusak geotekstil kecuali untuk tes. Spesifikasi tersebut dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan pada saat pembelian geotekstil. Jarak antara pengait tergantung dari kemiringan. d. Jarak antara pengait dapat dilihat pada tabel 8-12 berikut. MS. Penempatan material penutup Penempatan material penutup untuk tanah yang miring mulai dari bawah menuju keatas. Tabel 8-12. Page 104 . Pengait yang lebih panjang digunakan untuk tanah berpasir. Banyaknya jahitan lebih besar dari 90% dari luas sambungan. Pengait digunakan untuk mengamankan geotekstil dan sambungan. Tata cara desain lainnya tergantung pada spesifikasi geotekstil yang digunakan. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING baik untuk geotekstil. Jarak pengait terhadap kemiringan samping Kemiringan Jarak Pengait (ft) Lebih curam dari 1 V : 3 H 2 1 V : 3 H sampai 4 H Lebih datar dari 1V : 4 H 3 5 Diameter pengait yang digunakan adalah 3/16 inch. dengan panjang 18 inch. MT.

MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS. Page 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful