BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING PERENCANAAN GERUSAN BANGUNAN PENGAMAN TEBING TERHADAP

Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan masalah perencanaan bangunan pengaman tebing sungai jalan terhadap gerusan. Perencanaan yang akan diuraikan adalah langkah-langkah desain dan dasar-dasar desain. Pengaman tebing yang akan diuraikan adalah pengaman dengan jenis fleksibel (flexsible revetment) dan kaku (rigid revetment).

Selain pengaman tebing, akan diuraikan juga bangunan pengarah aliran dan peredam energi. Kedua bangunan ini akan melindungi tebing sungai terhadap gerusan secara tidak langsung.

Jenis pengaman tebing lainnya yang akan diuraikan adalah jenis bangunan dari tanaman (bioengineerinng). Pengaman ini memerlukan tumbuhan untuk membuat bangunan pengaman. Bangunan jenis ini cocok untuk daerah yang sulit mendapatkan bahan bangunan.

Tabel 8.1 menjelaskan jenis bangunan pengaman yang akan diuraikan proses desain dan langkah-langkahnya.

Tabel 8-1. Klasifikasi struktur pengaman tebing jalan di sungai

Jenis Pengaman Revetment

Bangunan 1. Riprap 2. Bronjongan (Gabion) Rigid (kaku) 1. Retaining Wall 2. Sheet pile Bangunan Pengarah Aliran 1. Krib (Groin) 2. Spur Bangunan Peredam Energi Chek Dam

Tipe Fleksibel

By : Salmani, MS, MT.

Page 1

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Konsep Disain

Dalam mendesain suatu dinding pengaman (revetment) harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang akan mempengaruhi jenis dan ukuran (desain) dari dinding pengaman. Faktor-faktor tersebut terdiri dari : 1. Debit desain 2. Jenis aliran 3. Geometri penampang 4. Aliran di tikungan 5. Tahanan aliran (Flow resistance) 6. Jenis pengamanan (revetment)

Debit Desain

Debit aliran yang digunakan untuk desain atau analisis bangunan jalan disekitar sungai biasanya menggunakan debit banjir ulangan dengan periode ulang 10 sampai 50 tahun. Dalam kebanyakan kasus, debit banjir ini dapat digunakan untuk mendesain riprap dan beberapa macam dinding pengaman sungai. Tetapi seorang perencana harus memperhatikan beberapa keadaan khusus, seperti debit yang kecil dapat menyebabkan kerusakan hidraulik terhadap kestabilan riprap. Oleh karena itu, seorang perencana dianjurkan untuk memperhatikan beberapa macam debit desain agar dapat digunakan untuk kondisi riprap yang direncanakan. Disarankan untuk menggunakan debit desain antara 5 – 10 tahun. Cara perhitungan debit desain disesuaikan pada SNI M-18-1989-F.

1 Jenis Aliran

Jenis aliran untuk saluran terbuka dapat diklasifikan menjadi tiga, yaitu : 1. Seragam (uniform), berubah lambat laun atau berubah tiba-tiba. 2. Tunak (steady) atau tak tunak (unsteady). 3. Subkritis atau superkritis.

Jenis aliran yang digunakan dalam konsep desain ini diasumsikan seragam, tunak (steady) dan subkritis. Jenis aliran ini juga dapat digunakan untuk aliran

By : Salmani, MS, MT.

Page 2

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
berubah lambat laun. Sedangkan untuk penggunaan jenis aliran berubah tibatiba, tak tunak atau super kritis akan dijelaskan selanjutnya.

Kondisi aliran berubah tiba-tiba dan tak tunak biasanya terjadi pada aliran yang membesar, berkontraksi dan balik. Kondisi ini terjadi biasanya pada daerah sungai yang dilintasi jembatan. Aliran superkirits atau mendekati superkritis biasanya terjadi pada penyempitan jembatan dan saluran dengan kelandaian yang curam.

Penelitian telah dilakukan bahwa aliran superkritis jarang terjadi di saluran alam (sungai). Tetapi, aliran yang terjadi pada saluran curam dan penyempitan saluran biasa aliran transisi yang terjadi diantara subkritis dan superkritis. Eksperimen yang telah dilakukan oleh U.S. Army Corps of Engineer menunjukkan bahwa aliran transisi terjadi pada bilangan Froude antara 0,89 dan 1,13. Ketika aliran terjadi diantara bilangan tersebut, maka terjadi kondisi tidak stabil pada gaya inersia dan gaya gravitasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang yang tidak normal, lompatan hidraulik (hydraulic jump), perubahan lokal kemiringan muka air, dan turbulensi.

Aliran tidak seragam, tak tunak dan mendekati superkritis menyebabkan tegangan pada batas saluran yang berbeda pada aliran seragam, tunak dan subkritis.

2 Geometri Penampang

Geometri penampang saluran yang diperlukan seperti kedalaman aliran, lebar basah, jari-jari hidraulik dan sebagainya dalam mendesain pengaman sungai digunakan untuk pemasangan pengaman sungai. Geometri penampang saluran selalu berubah untuk jangka waktu panjang, sehingga pemeriksaan perubahan penampang diperlukan. Pemeriksaan perubahaan penampang sangat subjektif, tetapi tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mendapatkan kondisi penampang yang terburuk untuk desain sehingga pengaman sungai dapat dibuat stabil. Informasi yang digunakan dalam memeriksa saluran adalah informasi keadaan geometri saluran yang dahulu, sekarang dan photo udara saluran. Dan perlu

By : Salmani, MS, MT.

Page 3

Berdasarkan pengamatan atas data tahunan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperhatikan. Gambar 8-1 menunjukkan contoh perubahan penampang geometri saluran. i. kestabilan tepi/pinggir sungai dapat mencapai kedalaman 1. sehingga diperlukkan perkiraan profil saluran yang akan terjadi pada masa depan.1. Kedua.8. kestabilan saluran hanya pada bagian tertentu saluran. superelevasi aliran di tikungan saluran yang akan dibangun pengaman sungai. tetapi hingga masa depan. Masalah ini dapat diatasi dengan mensurvei dasar bagian saluran yang akan dipasang pengaman sungai. Dan diperlukan lebih dari satu penampang geometri saluran untuk mendesain pengaman sungai. parameter geometri penampang saluran dapat berubah rata-rata bertambah 52 persen dan berkurang 40 persen untuk jangka waktu yang panjang. Hubungan antara peningkatan kecepatan dan tegangan geser untuk desain riprap akan dijelaskan pada butir 8. aliran tidak seragam dan aliran tidak simetris. Page 4 . Pembahasan hal ini telah diberikan pada bagian-bagian sebelumnya. Pertimbangan terakhir dari penentuan geometri penampang saluran adalah kestabilan tepi/pinggir sungai. Dianjurkan bagi perencana. Aliran di tikungan saluran dipengaruhi oleh gaya sentrifugal. untuk merubah penampang saluran sampai 50 persen dari rata-rata penampang saluran. Pertama. Aliran Di Tikungan Kondisi aliran di tikungan adalah sangat kompleks. Bila data tentang penampang saluran tidak tersedia. maka data penampang saluran yang terdahulu dapat digunakan dengan mengadakan perubahan seperti diatas atau menggunakan data penampang yang terdekat.1. peningkatan kecepatan dan tegangan geser yang diakibatkan aliran tidak seragam di tikungan saluran. MS. Meskipun nilai superelevasi aliran sangat kecil By : Salmani. Dua aspek penting pada aliran di tikungan saluran yang mempengaruhi desain pengaman sungai. Berdasarkan pengamatan. karena dipengaruhi adanya distorsi bentuk aliran.7 dari kedalaman rata-rata. Pengaman sungai didesain bukan untuk hanya saat ini. MT.3. Masalah pertama yang akan timbul dalam pemeriksaan geometri penampang adalah menentukan profil dasar saluran yang ada.

Keadaan fisik tersebut seperti dasar saluran. MT. ii. MS. Hambatan Aliran Salah satu komponen penting dalam analisis hidraulik dari pengaman saluran.4.2. vegetasi yang tumbuh di saluran dan sebagainya. Untuk menentukan koefisien kekasaran Manning „n‟ pada saluran alam dalam mendesain pengaman saluran dapat melihat pada bab 5. geometri saluran. Page 5 . seperti riprap adalah koefisien kekasaran Manning. ketidakteraturan saluran. Besarnya superelevasi dapat menggunakan persamaan 5. By : Salmani. Kekasaran suatu saluran dapat ditentukan dari keadaan fisik saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dibadingkan kedalaman saluran.5. namun penting untuk menentukan besarnya freeboard.

MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT. Page 6 .

Kriteria ini berdasarkan analisis aliran di saluran yang simetrik sedangkan untuk di lapangan kondisi ini sangat jarang ditemui. Untuk keperluan lapangan. seperti jembatan. yaitu memanjang (longitudinal) dan vertikal. Pengaman tepi/pinggir saluran juga dipengaruhi oleh bangunan yang ada di sekitar saluran.5 kali lebar saluran pada upstream. 1. sehingga pengamanan untuk bagian upstream tidak terlalu panjang dan untuk bagian downstream tidak terlalu pendek. Faktor lain yang menentukan adalah proses erosi yang terjadi. Perlindungan untuk saluran yang lurus berbeda dengan yang berbelok. Page 7 . MT. Sedangkan untuk saluran yang berbelok. Kalau pilar jembatan berada dekat tepi/pinggir saluran. Perlindungan memanjang (Horizontal) Perlindungan memanjang diperlukan untuk melindungi tepi/pinggir sungai yang mengalami erosi sepanjang tepi saluran tersebut. Salah satu kriteria untuk menentukan batas ukuran memanjang dari pengaman yang diperlukan diilustrasikan pada gambar 8-2. Untuk perlindungan saluran yang lurus dianjurkan untuk menambah perlindungan minimal satu kali lebar saluran setelah tempat terjadinya erosi. Sacara umum. kriteria diatas merupakan dasar untuk menentukan perlindungan. panjang perlindungan yang dibutuhkan adalah minimal satu kali lebar saluran pada upstream. tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tempat terjadinya erosi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING iii. dapat ditentukan bahwa panjang minimum yang diperlukan adalah 1 kali lebar sungai pada downstream dan 1. Untuk downstream. MS. Penyelidikan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui panjang perlindungan yang digunakan. pengaman yang diperlukan lebih panjang daripada panjang erosi yang dialami tepi/pinggir sungai. maka pilar tersebut dapat sebagai titik kontrol untuk kestabilan tepi By : Salmani. Namun perlu diperhatikan panjang pengaman. Perlindungan Tepi Sungai Perlindungan tepi diperlukan untuk melindungi bagian tepi/pinggir sungai. Perlindungai ini terdiri dari dua. Dari ilustrasi itu.

Tetapi bila sebaliknya. Kalau tidak ada aliran yang berkontraksi (menyempit) atau membesar. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING saluran. Luas longitudinal dari perlindungan revetment H By : Salmani. MS. maka pengamanan perlu dibuat dengan panjang empat kali lebar sungai ke arah downstream. Lokasi pilar jembatan biasanya menentukan batas gerakan aliran. Gambar 8-2. Page 8 . maka pengaman tidak perlu dibuat.

1. Freeboard merupakan ketinggian yang digunakan untuk meliputi kejadian yang tidak terduga. superelevasi di tikungan saluran. Untuk gelombang yang tingginya kurang dari 0. Perlindungan vertikal memerlukan desain ketinggian dan pondasi perlindungan. MS. Desain Ketinggian Perlindungan Desain ketinggian perlindungan dari riprap merupakan ketinggian air saluran ditambah freeboard. disarankan untuk menggunakan nilai freeboard sebesar 0. tanaman yang tumbuh di saluran dan gelombang yang naik ke tepi saluran. perlu diperkiraan juga besarnya gelombang yang naik ke tepi saluran sebagai hasil gelombang yang membentur saluran. Kejadian tersebut seperti gelombang yang dihasilkan angin maupun kapal yang lewat di sungai. diketahui banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tinggi freeboard (jagaan).61 m untuk jangkauan By : Salmani. Selain tinggi gelombang. Page 9 . periode gelombang. Sedangkan untuk tinggi gelombang yang diakibatkan dari angin merupakan fungsi dari panjang fetch. Selain itu juga. kejadian yang tidak dapat diperhitungkan seperti pengendapan pasir.23 dengan faktor koreksi pada tabel 8-1. Gelombang yang naik ke tepi saluran merupakan fungsi dari desain ketinggian gelombang.61 m dapat dihitung dengan grafik 8 pada gambar 8. durasi angin dan kedalaman air. kemiringan tepi saluran dan karakteristik permukaan tepi saluran. Perkiraan ketinggian gelombang yang diakibatkan oleh angin dan kapal yang lewat di sungai tidak seperti memperkirakan gelombang dari sumber bangkitan gelombang pada umumnya. Tinggi gelombang dikarenakan kapal yang lewat di saluran dapat diperkirakan dari pengamatan. kecepatan angin.30 sampai 0. Dari uraian diatas. Perlindungan Vertikal Selain perlindungan horizontal. lompatan hidraulik dan aliran tak tentu akibat pilar jembatan dan sambungan saluran. diperlukan perlindungan pada arah vertikal. Sebagai nilai minimum.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Definisi tinggi gelombang dapat dilihat pada gambar 8-3. MT.

2) untuk D50 > 0.0015 m hs = 1.1) (8. melihat catatan tinggi gelombang yang ada dan mewawancarai orang yang mengetahui kondisi masa lalu ketika membuat pengaman. MT. memperkirakan kedalaman penggerusan sangat penting sehingga pengaman dapat diletakkan pada lapisan tanah yang tepat untuk mencegah terjadinya penggerusan ke bawah (undermining). MS.61 sampai 0. Disarankan juga dalam penentuan tinggi jagaan untuk menyelidiki kondisi gelombang dan aliran pada musim tertentu. USA). Dalam mendesain pengaman tepi/pinggir saluran.66 m untuk D50 < 0.0015m By : Salmani. Kedalaman Pondasi Pengaman Penggerusan tanah ke bawah dari pengaman merupakan salah satu mekanisme utama yang menentukan kegagalan pengamanan. Page 10 .11 (8. Kedalaman maksimal penggerusan harus memperhatikan terjadinya degradasi saluran seperti proses penggerusan alami dan pengisian tanah. Kedalaman maksimum penggerusan berkenaan dengan penggerusan alami dan pengisian tanah pada saluran lurus maupun menikung dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : hs = 3.14 D50 dimana : hs = kemungkinan kedalaman maksimum penggerusan (m) D50 = diameter rata-rata batuan dasar saluran (m) –0.91 m untuk jangkauan yang panjang (kriteria jangkauan diusulkan ole Federal Emergency Management Agency. 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING yang pendek dan 0.

Deskripsi Riprap adalah bangunan pengaman yang melindungi tebing dari gerusan dengan menggunakan lapisan batuan. Erosi partikel adalah fenomena hidraulik yang dihasilkan ketika gaya seret yang terjadi akibat aliran air yang melebihi gaya tahan batuan riprap. yaitu diameter dan berat batuan. Page 11 . Ukuran Batuan Stabilitas riprap merupakan fungsi dari ukuran batuan yang digunakan. By : Salmani. MT. Riprap a. yaitu riprap. Kemiringan riprap hampir sama dengan kemiringan tebing saluran (sungai) b.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. Salah satu kegagalan riprap atau keruntuhan riprap adalah erosi partikel. gabion dan bioengineering. Bangunan Pengaman Tebing (Revetment) 3 Jenis Fleksibel (Flexible Revetment) Dalam bagian ini hanya dibahas beberapa jenis bangunan pengaman tebing fleksibel. 1. Dasar-Dasar Desain Dasar-dasar desain untuk membuat riprap terdiri dari Ukuran batuan Gradasi batuan Ketebalan lapisan riprap Desain filter Penanganan tepi riprap (ujung riprap) Stabilitas c. MS.

Aliran yang diasumsikan berubah lambat laun.5 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dua metode atau pendekatan yang digunakan dalam membahas ketahanan batuan terhadap erosi adalah : 1.4) : sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Kecepatan dan kedalaman rata-rata dapat dilihat pada gambar 8-4.2. Gaya seret ijin merupakan pendekatan yang sering dipakai karena secara ilmiah dapat dibuktikan. 2. Kecepatan ijin Saluran akan stabil bila kecepatan yang dihitung lebih kecil dari kecepatan ijin.00594 va3/(davg0. Page 12 . MS.5K11. Gaya seret ijin Gaya seret ijin berfokus pada tegangan yang terjadi pada lapisan antara aliran air dan material yang membentuk batas saluran.3) diatas diasumsikan bahwa spesific gravity batuan adalah 2.3) K1 Dimana : 1 sin 2 sin 2 0. MT. Hubungannya dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut : D50 = 0. d. Persamaan (8. Hubungan Dengan Desain Desain riprap berdasarkan gaya seret ijin yang diwakili dengan kecepatan aliran.5) Dimana D50 = ukuran tengah batuan riprap C = faktor koreksi va = kecepatan rata-rata di saluran utama davg = kedalaman rata-rata di saluran utama (8.65 dan faktor kestabilan adalah 1. Untuk faktor koreksi C dapat dilihat sebagai berikut : C = Csg x Csf (8.5) By : Salmani.

1. belokan yang tajam ( R<10 1. benturan akibat gelombang mulai diperhitungkan Aliran mendekati berubah tiba-tiba.3 – 1.6 10<R<30.0 m). Faktor stabilitas untuk berbagai kondisi saluran FAKTOR STABILITAS Aliran seragam.5 dimana : SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.6 – 2. saluran relatif lurus atau berbelok dengan jari. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Csg = 2. Faktor stabilitas merupakan pencerminan dari tingkat ketidakpastian pada kondisi hidraulik. banyak parameter ketidakpastian KONDISI By : Salmani.61 m.2)1. adanya turbulensi aliran.30 sampai 0. terjadi turbulensi di pilar jembatan.2 jari/lebar saluran yang berbelok > 30 m. Persamaan (8. aliran diasumsikan berubah lambat laut. Tabel di bawah ini menjelaskan pemilihan faktor stabilitas yang tergantung dari kondisi aliran yag terjadi : Tabel 8-2. MT. sedikit parameter ketidakpastian Aliran berubah lambat laun.3). benturan akibat gelombang hampir tidak ada. Faktor stabilitas digunakan untuk memperbesar ukuran batuan agar lebih aman digunakan. Sedangkan kedaan di lapangan sangat berbeda atau banyak ketidakpastian. Page 13 .12/(SG – 1)1.0 – 1. berbelok dengan jari-jari 1.6) Faktor stabilitas merupakan perbandingan antara tegangan geser kritis batuan riprap dengan gaya seret rata-rata yang dihasilkan oleh aliran air di lapangan. tinggi gelombang akibat angin atau kapal sebesar 0.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2) (8. benturan akibat gelombang yang kuat.

Tabel 8-3 merupakan salah satu panduan untuk menentukan batas gradasi.5 D50 sampai 1.. Spesifikasi batuan riprap harus berada pada batas kedua kurva gradasi.1 W 50 sampai 0. Tabel 8-3..4 D50 sampai 0.7 D50 1.75 W 50 85 1.0 W 50 sampai 2. Batuan harus mempunyai gradasi yang baik dengan ketebalan riprap.2 D50 sampai 1. MS.0 W 50 100 2. Gradasi batuan Ukuran Batuan (m) 1. Sedangkan tabel 8-4 menyajikan enam contoh kelas gradasi.4 D50 0. Gradasi Batuan Gradasi batuan riprap mempengaruhi ketahanan riprap terhadap penggerusan.5 W 50 50 0. Persamaan gelombang yang digunakan untuk hubungan antara ukuran riprap dengan tinggi gelombang adalah (persamaan Hudson) : W50 H3 3 2.7) dimana: W 50 = berat batuan rata-rata batuan riprap (N) s = berat jenis batuan (N/m3) SG = spesific gravity batuan riprap f. Gradasi batuan sebaiknya dapat diatur sehingga tidak membuat biaya yang mahal.20 SG 1 cot s (8.0 W 50 sampai 1. Page 14 .0 D50 sampai 1.6 D50 Berat Batuan Persentasi Gradasi (kg) Lebih kecil dari 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING e.4 D50 1.2 W 50 15 By : Salmani.0 W 50 sampai 5. Erosi Gelombang Gelombang yang diakibatkan oleh angin maupun kapal yang lewat di sungai dapat menyebabkan erosi pada tebing saluran. MT.

berat dan campuran. Ketebalan Lapisan By : Salmani.87 907 50 0.87 907 100 0.87 907 5 Light 0.12 2.81 metric ton Bila spesifikasi batuan di lapangan lebih kecil dari ukuran batuan pada tabel 8-3.91 metric ton 1.23 metric ton 0. Berat batuan riprap sebaiknya mempunyai gradasi yang baik dari yang paling kecil sampai paling besar. Untuk membantu pengawas. maka ukuran pada tabel 8-3 dapat dikurangi seperti pada tabel 8-4. dua atau lebih contoh batuan riprap untuk gradasi disiapkan melalui penyusunan. g. Gradasi riprap yang digunakan di lapangan diawasi dengan visual.10 1814 100 0.29 34 10 0.12 2.55 227 5 1.37 3629 100 1. Sebagian besar keadaan.40 91 100 0.40 91 50 0. MS. MT.3 10 0.68 454 5 1. gradasi seragam yang berada pada D50 dan D100 akan mengghasil D85.55 227 100 0.68 454 100 0.45 metric ton 0.29 34 50 0. Setiap sampel beratnya 4. Contoh gradasi untuk beberapa kelas riprap Kelas RipRap Facing Ukuran Batuan Berat Batuan Persentase riprap (m) (kg) Lebih kecil dari 0.68 454 50 0.0 kg.55 227 50 0. Batu yang paling kecil dengan ukuran 5 atau 10 persen sebaiknya tidak melebihi 20 persen dari berat.5 kg sampai 9.10 1814 50 0. Page 15 .3 10 0. Satu sampel ditempatkan di lapangan dan satunya di penambangan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-4.

Filter mencegah perpindahan partikel pasir dari tanah dasar ke riprap melalui ruang udara (void).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Filter adalah lapisan antara tanah dasar dengan riprap yang terdiri dari kerikil. MS. Filter Kerikil Untuk riprap batuan. By : Salmani. maka akan terjadi tekanan hidrostatik di bawah filter yang dapat menyebabkan bidang runtuh sepanjang filter. Persyaratan ini dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut : D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 5 D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 40 (8. Yang harus diperhatikan dalam desain dari filter yang terbuat dari kerikil dan lapisan buatan (geotextile) adalah kestabilan tebing yang digunakan untuk riprap. MT. Page 16 . bagian tengah agar permeabilitas dapat tercapai untuk struktur tanah dasar dan bagian kanan untuk kriteria keseragaman. maka akan terjadi aliran piping yang berlebihan melalui filter sehingga dapat menyebabkan erosi dan keruntuhan tanah di bawah filter. filter dapat mencegah erosi. menyebarkan beban riprap agar terjadi penurunan tanah yang merata dan dapat melepaskan tekanan hidrostatis yang berada dalam tanah. batuan kecil atau lapisan buatan (seperti geotextile).8) Pertidaksamaan sebelah kiri bertujuan untuk mencegah piping melalui filter. perbandingan antara filter ketebalan riprap sebesar 5 persen atau kurang dapat menghasilkan keadaan yang stabil. satu atau lebih lapisan diperlukan lagi. Rasio perbandingan filter adalah perbandingan antara 15 persen ukuran batuan kasar (riprap) (D15) dengan 85 persen ukuran pasir halus (D85). Filter seharusnya ditempatkan di tanah yang nonkohesif untuk membuat drainase bawah permukaan. Kalau satu lapisan tidak mencukupi. Jika lubang filter terlalu kecil. Persyaratan tambahan untuk stabilitas adalah perbandingan 15 persen ukuran batuan kasar dengan 15 persen ukuran pasir halus sebaiknya melebihi 5 tetapi kurang dari 40. h. Bahan filter ditempat di lapisan antara tanah dasar dan lapisan filter (blanket). Untuk daerah diatas permukaan air. Kalau lubang filter terlalu besar.

Ketahanan filter buatan di bawah tanah belum teruji sepanjang waktu proyek rekayasa. Aktivitas bakteri didalam tanah atau diatas filter dapat mempengaruhi sistem hidraulik dari filter buatan 5. Filter buatan mempunyai kekuatan yang merata. 6. By : Salmani. Filter buatan dapat memberikan keruntuhan transional ketika digunakan pada riprap yang dipasang pada tebing yang curam. i. Page 17 . Kerugian menggunakan filter buatan (jadi) : 1. Filter buatan (Fabric Layer) Selain kerikil yang digunakan sebagai filter. Ketika kurva gradasi filter yang digunakan mendekati paralel. Ketebalan dari satu lapisan filter sebaiknya ditingkatkan sampai batas mininum ketika kurva gradasi material filter menjauhi dari kurva paralel. 4. 2. MT. Pemasangan filter buatan harus hati-hati agar tidak terkena sinar ultraviolet 3. Filter buatan mempunyai konsistensi dan bahan yang berkualitas baik 4. Keuntungan menggunakan filter buatan (jadi) : 1. ada juga filter buatan yang terdiri dari buatan pabrik seperti geotekstil. Disini akan dibahas keuntungan dan kerugian menggunakan filter buatan (filter sudah jadi). MS. Ketebalan dari lapisan filter sebaiknya diantara 150 mm sampai 380 mm untuk lapisan tunggal atau dari 100 mm sampai 200 mm untuk satu lapisan dengan banyak lapisan filter (blanket).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diantara lapisan-lapisan filter kalau lebih dari satu lapisan filter dan diantara lapisan filter dengan batuan riprap. Filter buatan lebih ekonomis dibandingkan filter kerikil 3. Bukti eksperimen menunjukkan bahwa ketika tebing terkena gelombang. tanah nonkohesif akan berpindah ke bawah menuju saluran (sungai) dibawah filter sedangkan pada filter kerikil tidak terjadi. Pemasangan yang cepat dan hemat tenaga kerja 2. maka ketebalannya harus minimum. Pemasangan filter buatan agak sulit di bawah permukaan air.

Dengan kata lain. Perhatikan pada saat pemasangan material pada kaki sehingga material tidak mound dan membentuk flow dike. Kalau hal ini terjadi. Ketika penggerusan terjadi. j. yaitu sayap. Kaki riprap sebaiknya didesain seperti pada gambar 8-6. filter buatan harus membuat air dapat melalui tanah. Penanganan ujung Ujung-ujung riprap seperti kaki dan kepala memerlukan penanganan khusus. tetap diperlukan desain. lapisan riprap (blanket rirap) harus dibatasi tebalnya. Sayap Sayap dari dinding pengaman sebaiknya didesain dengan mengikuti gambar 8-5 Kaki Penggerusan ke bawah adalah salah satu mekanisme penyebab keruntuhan dinding. By : Salmani. MT. Kedua fungsi tersebut harus terjadi selama riprap dipasang. Penentuan ukuran batuan untuk kaki dipengaruhi oleh kedalaman penggerusan yang akan terjadi atau diprediksikan akan terjadi. Volume batuan yang digunakan harus mempunyai satu atau dua kali volume batuan yang digunakan untuk menutupi penggerusan setebal riprap. Untuk lebih jelasnya. Dan harus diperhatikan bahwa pemasangan batuan pada kaki tidak mempengaruhi desain saluran. Meskipun filter buatan mudah menggunakannya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Fungsi dari filter buatan adalah membuat drainase dan filtrasi dari air. Bahan (material) pengaman kaki harus diletakkan di pangkal kaki sepanjang riprap (lihat gambar 8-6). MS. maka batuan pada kaki akan jatuh ke dalam lubang hasil penggerusan. biasanya pembuat filter buatan memberikan petunjuk (manual) agar dapat menggunakan filter dengan baik. batuan kecil diletakkan di dasar saluran (lihat alternatif desain pada gambar 8-6). kaki dan kepala. Kalau pangkal kaki tidak dapat digali. Page 18 . maka kemiringan riprap akan mendekati 1V : 2H. flow dike sepanjang kaki dapat menyebabkan konsentrasi aliran sepanjang saluran yang dapat menyebabkan tegangan sepanjang dinding pengaman sehingga terjadi keruntuhan.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT. MS. Page 19 .

MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 20 . MS.

c. karakteristik batuan termasuk geometri. MS. Stabilitas Riprap Stabilitas riprap tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : a.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING k. sudut dan kepadatan Hubungan antara faktor-faktor diatas dapat dinyatakan dalam persamaan matematik sebagai berikut : e2Wscos = e1Ws sin cos + e3 Fd cos + e4F1 (8. besar dan arah kecepatan aliran di sekitar riprap. b. By : Salmani. MT.9) untuk lebih jelas lihat gambar 8-7. Page 21 . sudut kemiringan tebing.

14) dimana: Ds adalah ukuran batuan. sudut kemiringan tebing dan sudut batuan didapat dari persamaan 8. l. Secara umum dapat dinyatakan pada persamaan matematik : FS e2Ws cos e1Ws sin cos e3 Fd cos e4 Fl (8. Penyederhanaan desain untuk riprap Ketika kecepatan sepanjang tebing tidak mempunyai komponen arah ke bawah (seperti kecepatan sepanjang tebing arah horizontal).13) 1 sin( 2 ) (8. maka penyederhanaan desain dapat dilakukan.14 dengan = 0.12) 2l o S s 1 Ds ' (8. Page 22 . persamaan yang berhubungan dengan faktor stabilitas. angka stabilitas. MT. maka (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Faktor stabilitas terhadap rotasi didefinisikan sebagai perbandingan antara momen tahanan partikel yang berotasi terhadap berat yang tenggelam dan momen gaya air yang menyebabkan rotasi partikel dari posisi semula.11) dimana tan 1 cos 2 sin sin tan (8.12 dan 8.10) Selain itu faktor kestabilan dapat didefinisikan sebagai : SF ' cos tan tan sin cos (8.15) tan 1 tan 2 sin By : Salmani. MS. Untuk aliran horizontal sepanjang tebing. SG adalah spesific gravity. sudut antara o kecepatan lapangan dengan bidang horizontal yang menghasilkan gaya seret berada pada tebing dengan sudut .

20) m. MT.17) dimana : (8.18) (8. didapat : SF Sm 2 S m sec 2 4 (8.15 dan 8. Page 23 .16) Persamaan 8. Prosedur Desain Prosedur perencanaan rock riprap terdiri dari tiga bagian utama: analisis data awal (preliminary data analysis).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ' 1 sin 2 (8. ukuran batuan (rock sizing). MS. dan detail desain revetment (revetment detail design).16 dimasukan ke persamaan 8.11.Sm (8. By : Salmani. Flow chart yang menjelaskan prosedur desain diperlihatkan pada gambar 8-8.19) Sm tan tan 2 Sm SF 2 cos SF.

sama asumsi ? Page 24 Y A . MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ANALISIS AWAL DATA MULAI Pengumpulan Data Penentuan Debit Rencana Perubahan penampang melintang rencana PENENTUAN UKURAN BATU Hitung kekasaran luas N Y Aliran seragam ? Hitung parameter hidraulik lain N Elevasi muka air tetap (backwater) Evaluasi kedalaman aliran seragam Koreksi sudut tebing Penentuan ukuran riprap Masukkan keliling basah yang melapisi ? Y Ukuran hitung dengan By : Salmani. MT.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Penentuan tinggi

Y

Erosi gelombang

?

gelombang Hitung ukuran batu yang stabil

N Pemilihan ukuran batu
Gradasi riprap Ketebalan selimut

DETAIL DESAIN

Panjang pengaman

Desain filter

Desain detail ujung/tepi SELESAI

Gambar 8-8. Flow Chart Prosedur Perencanaan riprap

By : Salmani, MS, MT.

Page 25

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

1) Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll).

Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1)

Langkah 3.

Tentukan perkiraan perubahan (development) penampang

melintang rencana (lihat subbab 8.2.1). 2) Menentukan Ukuran batuan (Rock Sizing) Prosedur ini untuk menentukan ukuran batuan yang digunakan dalam desain agar keruntuhan riprap akibat erosi partikel dapat dicegah. Langkah 4. Hitung elevasi muka air rencana. A. Untuk menentukan elevasi muka air rencana, besarnya nilai kekasaran "n" Manning's dapat diperkirakan dengan memakai prosedur pada subbab 8.2.5. Jika riprap direncanakan untuk melapis seluruh keliling basah, ukuran riprap diperlukan untuk menentukan koefisien kekasaran "n". (lihat formulir 4 pada gambar 8.14). B. Jika penampang berbentuk trapezium, dan aliran dapat dianggap seragam, gunakan desain chart seperti dalam referensi 3. C. Jika penampang irregular atau aliran tidak seragam, elevasi muka air ditentukan dengan menggunakan analisis backwater curve atau

menggunakan program komputer seperti DUFLOW, HEC-2, dan lain-lain. D. Analisis backwater harus didasarkan pada conveyance weighting aliran pada saluran utama, bantaran kiri dan kanan. Langkah 5. Tentukan kedalaman dan kecepatan rata-rata rencana. A. Kedalaman rata-rata dan kecepatan pada umumnya digunakan sebagai parameter desain.

By : Salmani, MS, MT.

Page 26

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
B. Jika riprap didesain untuk pengaman tebing saluran, abutment, atau pilar dilokasi bantaran banjir, kecepatan dan kedalaman rata-rata di bantaran banjir yang digunakan. Langkah 6. Hitung faktor koreksi sudut tebing K1. Faktor koreksi sudut tebing adalah

K1
Dimana:

1

sin 2 sin 2

0.5

: sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 4 pada gambar 8.19

Langkah partikel.

7. Tentukan ukuran riprap yang diperlukan untuk menahan erosi

A. Tentukan ukuran rata-rata batuan riprap dengan persamaan

D50

3 0.00594Va

d0.5 K1.5 avg 1

Dimana: D50 = ukuran rata-rata batuan riprap (m) Va = kecepatan rata-rata di tengah saluran (m/s) davg = kedalaman rata-rata aliran di tengah saluran Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 1 pada gambar 8.16. B. Pada dugaan awal, faktor koreksi saluran digunakan. Tentukan faktor koreksi spesifik graviti rock riprap dan faktor stabilitas dengan persamaan C = Csg x Csf Dimana: Csg = 2,12/(SG – 1)1.5 SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.2)1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2)

By : Salmani, MS, MT.

Page 27

5 kali diameter lingkaran batuan D50(W 50). 4. Tebal lapisan tidak boleh kurang dari 300 mm untuk penempatan praktis. Contoh klasifikasi gradasi riprap berdasarkan AASHTO dapat dilihat table 8-3.13). Langkah 9. Jika D50 digunakan dalam penentuan Manning's 'n' untuk perhitungan backwater. Formulir dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan batas gradasi untuk menentukan tebal lapisan riprap melalui kriteria sebagai berikut : 1. Jika riprap direncanakan untuk pilar atau abutment diterapkan koreksi pier/abutment (CP/A) atau 3. Langkah 10. Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan grafik 7 pada gambar 8. Tambahan tebal lapisan antara 150 – 300 mm. Pilih ukuran D50 riprap akhir. 3. tentukan gradasi material (lihat Formulir 3 pada gambar 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C. Tebal lapisan riprap tidak boleh kurang dari diameter lingkaran batuan D100(W 100) atau lebih kecil dari 1. 2. MS. Jika gelombang permukaan turut diperhitungkan. untuk melindungi lapisan dari gelombang akibat angin atau kapal yang lewat. By : Salmani. D.12. Gunakan persamaan W50 H3 3 2. B. H adalah tinggi gelombang. Tentukan tinggi gelombang signifikan (grafik 6 pada gambar 8. Page 28 .20 SG 1 cot s dimana s adalah berat jenis batuan (N/m3). SG (spesific gravity) = 2. Spesific gravity diasumsi 2. kembali kelangkah 4 dan ulangi langkah 4 sampai 7. A. Untuk menentukan gradasi material dapat dilihat pada tabel 8-2.22 untuk menentukan ukuran batuan yang diperlukan untuk menahan aksi gelombang. dan tentukan ketebalan lapisan riprap. maka lihat formulir 2 pada gambar 8.38. bisa dengan menambah ukuran batuan.65. Tebal lapisan yang diperoleh dari no (1) dan (2) harus ditambah 50 persen untuk riprap yang ditempatkan di bawah air.65. MT. Hitung ukuran rock riprap yang telah dikoreksi : D'50 = C(CP/A)D50 Langkah 8.21).

n.1. Tentukan ketebalan Langkah 14. Tipe-tipe riprap adalah : a. Langkah 15 Hitung kestabilan riprap dengan menggunakan persamaan matematis yang ada bagian langkah desain kestabilan riprap.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Detail Dinding Panahan (Revetment Details) Langkah 11.1) Langkah 13. MS.14 tentang konsep desain. Tentukan panjang pengamanan yang diperlukan (lihat bab 8. Rock riprap Terdiri dari batu kali dengan filter blanket atau slope dengan rongga minimum serta batuan bergradasi baik. termasuk didalamnya broken concrete.3. perlu diperhatikan dengan baik seperti pemasangan riprap di dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang telah diarahkan oleh engineer. dan steel furnace slag. Rubble Terdiri dari material sisa konstruksi. b. Desain lapisan filter mengikuti persyaratan dengan persamaan sebagai berikut : D15 coarser layer D85 Finer layer lapisan. Tentukan tinggi pengaman yang sesuai (lihat bab 8.1. dan gradasinya.1) Langkah 12. Spesifikasi Material 1) Deskripsi Dalam pemasangan material ini. MT. 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Tentukan ukuran material filter yang sesuai. Desain rincian daerah sudut (flanks and toe). By : Salmani. Page 29 . rock spoils. Desain daerah tersebut dapat dilihat subbab 8.

Rock riprap Batuan yang digunakan haruslah keras. Tes freezing and thawing (AASHTO Test T 103 untuk prosedur A ledge rock) digunakan untuk melihat ketahanan terhadap cuaca. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. perlu dilakukan sulfate soundness test (AASHTO Test T 104 untuk batuan dasar menggunakan sodium sulfat). tidak mengalami tekanan yang berlebihan. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Apabila tidak ada tes uji tersebut. MS.000 kg/m3 dikalikan berat jenis (bulk-saturated-surface-dry basis. Jika tes dibutuhkan. AASHTO Test T 85). MT. dalam bentuk angular. Berat minimum haruslah 2. Jika menggunakan AASHTO Test T 96.482 kg/m3 yaitu 1. contoh batuan yang sesuai haruslah sudah ada minimum 25 hari sebelum pemasangan riprap dimulai. Kehilangan dari batuan pada hasil tes ini tidak boleh mencapai 10% untuk 5 kali siklus. By : Salmani. spoil. Kelayakan batuan akan dipertimbangkan dengan tes uji kelayakan. shale dan bahan organik. tahan lama. Pada lokasi dimana batuan yang terkena air garam. Asal batuan juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan batuan. maka batuan tidak boleh mengalami kehilangan sebesar 40% setelah 500 kali putaran. ketahanan bebatuan tersebut akan diperiksa dengan beberapa tes seperti dibawah ini : Tes abrasi. Page 30 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2) Material Syarat-syarat materialnya adalah: a. tahan terhadap cuaca dan air. Dan tidak boleh mengalami kehilangan lebih dari 10% dari 12 kali siklus. Batuan bulat (rounded stone) atau boulder tidak diperbolehkan kecuali telah diizinkan sebelumnya. Shale dan batuan dengan lapisan berserpih juga tidak dizinkan.

dan objek material lainnya yang mengganggu kerataan permukaan slope. 3) Syarat-Syarat Konstruksi A. pengaturan lokasi. Kontrol terhadap gradasi perlu diperhatikan. spoil. MS. Rubble Material yang digunakan haruslah keras (hard). Sampel-sampel ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan gradasi riprap. Peralatan mekanik. dalam bentuk angular. Page 31 . Untuk Toe trench digali dan dijaga sampai riprap telah diletakkan. tahan lama (durable). b.27 kg setiap gradasi. tahan terhadap cuaca dan air. Perbedaan pendapat antara engineer dan kontraktor dapat diselesaikan dengan memeriksa gradasi dari 2 buah truk yang dipilih secara acak.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Riprap haruslah menggunakan batuan well-graded. dan buruh juga perlu diperhatikan oleh kontraktor. Semua material yang lembut atau berongga dipindahkan ke bagian dalam tanah dan digantikan dengan material alami lainnya. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. By : Salmani. Kontraktor haruslah menyediakan 2 contoh sampel batuan sedikitnya 2. shale dan bahan organik. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Umum Tebing yang dilindungi oleh riprap haruslah bebas dari semak-semak. Dalam pemilihan material yang digunakan perlu perhatian dan pengalaman yang lebih. tunggul. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. MT. Batuan yang lebih kecil dari 10% dari batuan dasar tidak diperbolehkan untuk digunakan sebanyak 10% dari setiap beratnya. Contoh sampel pada lokasi konstruksi merupakan bagian dari penyelesaian pengerjaan awal riprap. Daerah pengisian dipadatkan sebagai embankment. Sampel yang lain juga harus ada di lokasi. pepohonan.

AOS (10) kurang dari 0. MT. Syarat-syarat Fisik dapat dilihat pada Table 8 dibawah ini Table 8. tetapi jarang ditemukan. Daerah yang dijaga haruslah terbebas dari material sisa dan begitu juga permukaannya. Geotextile dengan ketahanan rendah terhadap sinar ultraviolet (lebih dari 30% kehilangan pada 500 jam ASTM D-4355) tidak boleh terkena sinar matahari lebih dari 7 hari. Sieve) By : Salmani. MS. 1. Ketahanan Pipa (Soil Retention) (8) 1. 200 Sieve (9). Tanah dengan 50% atau kurang dari berat partikel lolos pada US No. Page 32 . Catatan : geotextile dapat dibuat untuk menahan lebih lama sinar ultraviolet. Standard Kualitas Minimum a.6 mm (lebih besar dari #30 US Std. Penyaringan. b.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Perlindungan terhadap struktur pondasi harus dilakukan secepatnya setelah konstruksi pondasi diizinkan untuk dimulai. Geotextile dengan ketahanan yang lebih tinggi tidak boleh lebih dari 30 hari. polyester atau polyamide. Syarat Minimum Yang Dianjurkan Untuk Fabric Sintetis (Geotextile) Yang Digunakan pada Noncritical (1)/ Nonsevere Drainage (2). c. Sifat Hidraulik Minimum a. Fiber yang digunakan pabrik untuk geotextile terdiri dari rangkaian sintetis polymer dengan komposisi sedikitnya 85% dari beratnya terdiri dari polyolafin. Dan Pengontrolan Erosi 2. Tipe riprap akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah di modifikasi oleh ketentuan khusus. Filter blanket atau filter fabric diletakkan pada slope yang telah disediakan atau daerah dengan perlindungan pondasi seperti tertera pada Table 8 sebelum batuan diletakkan. sebagai contoh tahan selama bertahun-tahun (5 – 25 tahun).

Material yang menjadi pelindung riprap (riprap protection) diletakkan jangan sampai menumpuk. Pemindahan dengan tangan atau peralatan mekanik mungkin akan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu. Maksud dari meletakkan seluruh material pada tempatnya guna menghasilkan pemadatan riprap protection yang baik. Permeabilitas K dari fabric (11) lebih besar dari K tanah. Page 33 . B. Kontraktor menjaga riprap protection sampai diterima langsung dan material yang dipindahkan untuk alur dan grade tidak menambah biaya bagi pemerintah. AOS (10) kurang dari 0. By : Salmani. Rock Riprap Batuan riprap diletakkan pada slope yang telah disediakan dan harus menjadikan batuan yang bergradasi baik (well-graded) dengan rongga (voids) yang minimum. Kontraktor haruslah menjaga riprap sampai semua pekerjaan dari kontrak telah selesai. Pemasangan riprap pada lapisan dengan menggunakan chute atau metode lainnya jangan sampai mengakibatkan segregasi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Keseluruhan batuan diletakkan pada alur dan grade serta ketebalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Tanah yang lebih dari 50% berat partikel lolos US No. 200 Sieve (9). MT. Riprap protection diletakkan pada konjungsi dalam konstruksi embankment yang pembuatan dari riprap protection penting untuk pelaksanaannya dan mencegah tercampurnya embankment dengan riprap. Sieve) b. Batuan yang lebih besar dan seluruh batuan haruslah terdistribusi baik dan gradasi seperti yang diarahkan oleh engineer. MS. Perawatan termasuk didalamnya perbaikan yang rusak akibat beberapa sebab.3 mm (lebih besar dari #50 US Std. Jangan sampai terjadi pergeseran pada material dasar.

Contoh letak ketinggian batuan kurang dari 0. Erosi Kontrol Kelas A adalah dimana fabric dengan kondisi instalasi lebih berat daripada kelas B. atau biaya perbaikan yang terlalu membebani biaya instalasi. 8. gradien hidraulik yang tinggi atau kebalikannya. Nilai ini disadari lebih kecil dari biasanya pada literatur pabrik. dan trench kurang dari 3 m. Page 34 . atau kocyclic flow conditions. pemadatan yang ringan. Filtrasi dan Drainase Kelas B adalah dimana fabric yang digunakan dengan permukaan smooth graded tanpa sharp angular. Penerapan filtrasi dan drainase kelas A untuk fabric dimana pada pemasangan lebih berat daripada kelas B. Desain hasil analisa engineering yang sesuai antara tanah. Contoh penggunaan very sharp angular agregate. 2. Permasalahan tanah yang tidak boleh By : Salmani. kondisi hidraulik. 4. Severe applications termasuk draining gap graded atau pipeable soil.91 m dan berat batuan tidak melebihi 113 kg. Erosi Kontrol Kelas B dimana fabric yang digunakan dilindungi oleh sand cushion atau “zero drop height”. Semua nilai mewakili nilai rata-rata. ketebalan lapisan mesti ditingkatkan dan metode yang digunakan harus dapat meminimalisasikan segregasi. Catatan : 1. 5. MS. Penggunaan dalam kondisi darurat (Critical applications) menyebabkan resiko kehilangan umur konstruksi. potensial untuk kerusakan struktur. contoh nilai untuk sampel (rata-rata dari seluruh hasil spesimen) harus sama atau lebih besar dari 2 sigma confidence level.91 m atau berat batu lebih dari 113 kg. 7. Percobaan lapangan dibutuhkan dimana tinggi batuan tidak melebihi 0. dan geotextile adalah penting (khusunya untuk aplikasi kritis/severe). 3. atau kedalaman trench lebih dari 3 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Jika riprap dan material filter diletakkan di bawah air. MT. derajat kepadatan yang tinggi. 6.

terjadi pengurangan panjang dari 381 m sampai 305 m. MS. Profil saluran eksisting menunjukkan bahwa kemiringan dasar bagian ruas yang lurus adalah 0. 10.5 X 10-4 m/s rock riprap yang tersedia mempunyai specific gravity (SG) 2.0049.6 m3/s. Rencanakan riprap sebagai pelapis saluran yang stabil. Grafik 4 By : Salmani. Grafik-grafik yang digunakan dalam contoh ini diberikan pada Formulir 1 (gambar 8. contoh 1 rencana riprap sebagai pelapis saluran. maka hanya digunakan gradasi tanah yang lolos #4 US Std. Material saluran terdiri dari butiran dari pasir sampai kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3. Dua contoh diberikan.11). 9. Bila protected soil berukuran partikel lebih besar dari #4 US Std. Sieve size.65.032 m D50 = 0. Kapasitas saluran 141. Contoh 2 rencana riprap sebagai pengamanan tebing. Sieve dalam pemilihan fabric. MT. dan tanah seragam dengan 85% lolos ayakan #100. Kondisi lainnya : Aliran dapat dianggap seragam atau berubah lambat laun.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING digunakan adalah lumpur. Kurva gradasi menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. 1) Contoh 1 Suatu ruas saluran sepanjang 381 m merupakan hasil realignment agar diperoleh lahan untuk pelebaran suatu jalan yang ada (eksisting). AOS untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 6 Permeabilitas untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 5 o. Contoh perencanaan riprap Berikut ini diberikan contoh bagaimana menggunakan metode desain dan prosedur seperti yang dijelaskan di atas. Akibat realignment saluran. Page 35 .018 m D15 = 0.001 m K (permeability) = 3.

5). penampang direncanakan berbentuk trapesium. Data lapangan lain berupa site history. Langkah 2. Kumpulkan Data lapangan lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Grafik 3 (gambar 8.3 Seperti dijelaskan.14).2. Debit rencana. dan Formulir 4 (gambar 8.16).11. Hitung elevasi muka air rencana. MT. Formulir 3 (gambar 8. Page 36 . Langkah 4. Debit pada saluran utama sama dengan debit rencana karena saluran utama dapat menampung debit rencana. geometric. n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4 )m nb : base channel "n" slope = 0. lebar dasar 6. Gunakan prosedur seperti yang dijelaskan pada bab 5. Langkah 1.2.19).3225 Sf 0. lihat Formulir 1 pada gambar 8. MS. dan lain-lain.43 m nb = 0.38 R-0. nb = 0.0049 > 0. site topography. Langkah 3.00 bila bentuk penampang melintang tetap n3 : pengaruh hambatan By : Salmani.1 m dengan kemiringan slope samping 1V:2H.037 n1 : faktor ketidakteraturan n1 = 0.16 anggap R = 2.1 Diberikan sebagai 119 m3/s. Grafik 2 (gambar 8. Grafik 1 (gambar 8. Asumsi awal. Lihat subbab 8. Desain potongan melintang.2. gunakan persamaan 4 untuk perhitungan base n.002 Oleh karenanya. Lihat subbab 8.17).00 untuk saluran alam yang halus n2 : variasi penampang melintang n2 = 0.13). (a) Tentukan koefisien kekasaran dengan menggunakan Formulir 4 (lihat subbab 8.18).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING (gambar 8.

16 R = 2.60 m (dasar saluran seragam) (Kolom 4 dari Formulir 1) Langkah 6.038 + 0.16 nb = 0.040 (b) Hitung kedalaman aliran.8 m2 (Kolom 2 dari Formulir 1) Va = Q/A = 141. oleh sebab itu. Persamaan Manning's dapat digunakan untuk menentukan kedalaman normal (gunakan program komputer. By : Salmani. MT.16)-0.003)1 n = 0.3225 (0.00+0.9/22.38 (2. d = 3.11) Langkah 5.1 + 6.60 m Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.96 m/s (Kolom 3 dari Formulir 1) da = d = 3.6/47.040 seperti yang digunakan ditas. R = A/P R = 47.16 tidak sama dengan yang diasumsikan = 2.8 = 2.43 Oleh sebab itu.00+0.003)1 = 0. atau perhitungan secara manual).003 sedikit (anggap sedikit tumbuh di riprap) m : derajat meander m = 1.038 n = (0.60 m (Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.2=2.6(3.00 jika tidak ada hambatan n4 : jumlah tanaman n4 = 0.1)/2 = 47.037+0.6(4) + 6.0049)0. kembali ke langkah 4a nb = 0. Page 37 . atau chart dan tabel yang tersedia dalam buku hidraulika saluran terbuka) Q = (1/n) A R2/3 S1\2 ganti d = 3. Faktor koreksi sudut tebing. MS.00+0. Tentukan parameter rencana A = 3.11 Hitung jari-jari hidraulik untuk membandingkan dengan nilai yang digunakan pada langkah 4a (gunakan program komputer yang tersedia.0 jika ruas lurus n = (0. chart dan tabel.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n3 = 0.041 yang mendekati 0.

65 (diberikan) (Kolom 10 dari Formulir 1) faktor kemantapan = 1. Tentukan ukuran Riprap. Gradasi: lihat Formulir 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING = 1V:2H (Kolom 5 dari Formulir 1). l (a) Gunakan Grafik 1 untuk dasar saluran D50 = 0. f = 41° (Grafik 4) K1 = 0.73 (Grafik 3) Langkah 7. MS. oleh sebab itu: Cp/a = 1 (Kolom 12 dari Formulir 1) (d) Ukuran riprap yang dikoreksi Untuk dasar saluran: D'50 = D50 = 0. Page 38 . Gelombang permukaan tidak diperhitungkan pada contoh ini.29 m T = 0. Ukuran D50: D50 = 0.131 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Langkah 8. dan ketebalan lapisan. tidak dapat digunakan Langkah 9.58 m By : Salmani.2 (aliran seragam) C = 1 dari Grafik 2.085 m (Kolom 8 dari Formulir 1) untuk tebing saluran D50 = 0.131 m (Kolom 8 dari Formulir 1) (b) spesifik gravity (SG) Riprap = 2. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 =0. Langkah 10. Gradasi.085 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Untuk tebing saluran: D'50 = D50 = 0. Gelombang permukaan. Tentukan ukuran riprap. (c) tidak ada pilar atau abutment untuk evaluasi dalam contoh ini. MT.29 m (untuk seluruh penampang basah) lihat Formulir 1.

Pelapisan dengan riprap ditetapkan pada sepanjang ruas lurus.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0. 0.6.032 6 5 D15 riprap D15 soil 0.2. Langkah 13.18 180 0. Panjang pengamanan.030 0.001 40 Oleh sebab itu.2.60 m lihat Formulir 1.40 m gunakan T = 0. Langkah 12. Page 39 .18 0.94 5 By : Salmani. MT. Lihat subbab 8. (a) ukuran material filter: D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. perencanaan lapisan filter. MS. suatu lapisan filter diperlukan. Riprap meliputi semua keliling basah sampai kepuncak lereng. Coba 50 mm filter dengan kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3 pada gambar 8. 0.6. Langkah 11.13. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 soil Dan. Panjang vertikal pengamanan. Lihat subbab 8.032 0.

18 0.030 0. Langkah 15 : Stabilitas riprap Dalam contoh soal ini diketahui : SS = 2. gunakan ketebalan lapisan 200 mm.18 0. (b) Ketebalan lapisan filter: Jika kurva gradasi tanah dan kurva gradasi lapisan filter bukan mendekati paralel.131 m (dari perhitungan pada langkah sebelumnya) = 1000 kg/m3 S = 0. 0.0049 diambil Maka : o = 400 = 900 = 0. Page 40 .11).030 6 5 dan 40 Dengan demikian. material filter 50 mm adalah sesuai. (juga lihat sketsa pada Formulir 1 pada gambar 8.60 DS = 0.75 b By : Salmani. MS.001 30 5 dan 40 Oleh sebab itu. filter pada interface tanah adalah cocok (OK). Langkah 14. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 filter D15 soil 0. detail ujung sudut dapat dilihat pada Gambar 8-7. Detail ujung sudut (edge).65 =26. MT.061 3 5 D15 filter D15 soil 0. Lintasan penampang basah bagian dalam.

95 x13 . Karakteristik saluran seperti yang diuraikan dalam subbab 8.12 selanjutnya sudut antara arah pergerakan partikel dan bidang vertikal : tan 1 Cos 90 0 2 Sin 26 . Page 41 . By : Salmani.23 ( 2.64 kg/m2 o = 0.2.60 tan 400 0. Kondisi tambahan yang diperlukan adalah : Aliran berubah lambat laun.548 1.65 1 )x1000 x0 .64 = 13. Rencanakan revetment riprap yang stabil untuk menghindari erosi tebing.60 Cos 0 0.1 ok.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b = b.6 0 Sin 90 0 0 9 .6. d. 1 Sin(90 0 2 0) Sehingga diperoleh: FS Cos 26. MT. MS.0049 = 17.3.23 kg/m2 Berdasarkan data yang sudah ada. 3. 2) Contoh 2 Site yang diilustrasikan pada gambar 8-1 mengalami pergerakan lateral menuju route 1 (lihat gambar 8-1a).37 1.75 x 17.75 0.s = 1000. 0.12.131 0.35 x tan 40 =0 Berdasarkan (lereng) : dan maka dapat dihitung angka stabilitas partikel pada tebing ' 0. maka bilangan stabilitas untuk partikel bidang datar : η 1.12 tan 400 Sin26.12 = 0.

15 m. Lebar saluran = 91. Jari-jari tikungan = 365.3. Formulir dan grafik yang digunakan dalam contoh 2 ini sama dengan pada contoh 1. D50 =0.0005 m.0013 m.4 m 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Survey topographic menunjukkan: Kemiringan saluran = 0.8 m . Page 42 .00014 m. Penyelesaian: Langkah 1. Tanah tebing adalah pasir berlanau seperti dapat dilihat pada kurva gradasi pada Formulir 3 pada gambar 8-13. dan dapat dianggap sebagai angular. K (permeabilitas) = 1 x 10-6 m/s Bahan riprap yang tersedia mempunyai specifik gravity (SG) 2.7 m. By : Salmani.0024 1. Tinggi tebing sepanjang tergerus tebing (cut bank) mendekati 2. D15 = 0.2. MT. Lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Kumpulkan Data Lapangan. Dasar saluran dilapisi dengan material batu sesar (cobble) dengan ukuran diameter D50 sekitar 0. MS. Kurva gradasi tersebut menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. Lihat kasus yang diberikan dalam subbab 8. erosi juga diamati pada daerah hilir tikungan dan udik sampai ke titik seperempat tikungan.60. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus daerah hilir ujung tikungan.

diperoleh bahwa debit pada saluran utama (Qmc) adalah 982.7 m. (a) Tentukan koefisien kekasaran. Untuk meminimalkan kehilangan vegetasi tebing. Page 43 . MS. Debit rencana. Hanya tebing saluran yang diperkuat. dan batas the encroachment pada saluran pada lahan yang berdekatan. kemiringan slope yang digunakan 1V:2H. tinggi tebing sepanjang tebing yang tergerus adalah 2. Gunakan prosedur dari Formulir 4. Hitung elevasi muka air rencana. Langkah 4.6 m3/s. Desain penampang melintang. penampang saluran akan tetap seperti saluran eksisting dengan sudut tebing sesuai untuk mendukung revetment riprap. Diberikan 1.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-9. Potongan melintang sungai pada contoh 2. Gambar 8-9 meilustrasikan bagian saluran eksisting.1. mengilustrasikan aliran dan kedalaman gerusan potensial Langkah 2. oleh sebab itu.3. Lihat subbab 8. Seperti telah diberikan.5. By : Salmani. Dari analisis backwater pada ruas ini. Langkah 3.112 m3/s. MT. Lihat subbab 8.

38 R-0. Page 44 .005 jika perubahan penampang jarang menggeser aliran (occasional shape changes cause flow shifting) n3: efek hambatan n3 = 0.005 kecil – untuk slope tererosi sedang (moderately eroded side slopes) n2: variasi penampang melintang n2 = 0.005 + 0.042 Ini menunjukkan nilai "n" di ruas saluran yang digunakan untuk analisis backwater curve. By : Salmani.2 m (dari analisis backwater) Anggap R (3 m) mendekati nilai R aktual.000 + 0. oleh sebab itu. MT.0024 > 0. Kedalaman aliran ditentukan dari analisis backwater. kolom 1 pada Formulir 1 pada gambar 8. (b) Hitung kedalaman aliran. nb = 0.000) 1.11 Jari-jari hidraulik untuk saluran utama: R = 3.6 m. Dari analisis backwater : (semua harga saluran utama).16 anggap R = 3.000 tidak ada tanaman m: derajat meander m = 1.028 n1: faktor ketidakteraturan n1 = 0.05 m nb = 0. Langkah 5.3225 Sf 0.005 + 0.002 gunakan persamaan 4 untuk perhitungan harga nb. Maksimum kedalaman saluran utama ditentukan menjadi: dmax = 4. MS.1 minor to appreciable n = (0.000 tidak ada hambatan n4: jumlah tanaman n4 = 0. Tentukan parameter rencana lainnya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4) m nb: base channel "n" kemiringan = 0.028 + 0.10 n = 0. "n" Seperti yang dihitung adalah OK.

kolom 13 pada Formulir 1 Langkah 8. Gelombang permukaan tidak diperhitungakan. Page 45 .11. Faktor-faktor koreksi sudut tebing. MS. kolom 7 pada Formulir 1 (dari grafik 3 pada gambar 8.10 m By : Salmani.6 lihat grafik 2 pada gambar 8. C = 1. Tentukan ukuran riprap. tidak dapat digunakan Langkah 9.73.6)(1.0) = 0. Gelombang permukaan.44 m. kolom 10 pada Formulir 1.17 (c) tidak ada piers atau abutments. Langkah 10. kolom 2 pada Formulir 1 Va = 3.20) Langkah 7. Ukuran D50: D50 = 0. kolom 8 pada Formulir 1 (b) spesifik gravity = 2. (aliran berubah lambat laun.84 m/s. gradasi. kolom 9 pada Formulir 1. oleh sebab itu : Cp/a = 1.2 m2.6. Tentukan ukuran riprap. kolom 6 pada Formulir 1 (dari grafik 4 pada gambar 8. (a) Gunakan gunakan grafik 1 pada gambar 8. kolom 12 pada Formulir 1 (d) Ukuran riprap yang dikorosi: D'50 = D50 = (1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING A =838. MT.66 m. tikungan tajam – jari-jari tikungan terhadap lebar = 4).55) T = 1. dan ketebalan lapisan. kolom 5 pada Formulir 1 = 410. D50 = 0. Faktor stabilitas = 1. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 = 2(0.60 (diberikan). kolom 4 pada Formulir 1 Langkah 6. kolom 3 pada Formulir 1 da = d = 3.19) K1 = 0.27 m.55 m Gradasi: lihat Formulir 1. = 1V:2H.

Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus pada daerah hilir tikungan. Langkah 12.0 D50-0.55)-0. (a) ukuran material filter: Formulir 5 pada gambar 8F-5.6 + 2.5 W) hilir ujung tikungan.10 m Langkah 11.11 ds = 2.2.0013 115 5 By : Salmani. erosi juga diamati di hilir apex tikungan dan udik sampai pada titik seperempat tikungan. Panjang pengamanan.4 m (W) udik pada bank entrance sampai ke suatu titik 137 m (1. D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0. Riprap pada seluruh tebing saluran dari atas tebing sampai kedalaman bawah merupakan cara untuk mengantisipasi gerusan.11 =2. MS. Langkah 13. Perencanaan lapisan filter. Page 46 .15 0. Lihat subbab 8. Lihat subbab 8.6: ds = 2. Penetapan riprap untuk pengamanan tebing mulai dari suatu titik 91. 0. atau suatu volume batu yang cukup akan ditempatkan pada tapak tebing untuk pengamanan kedalaman gerusan yang diperlukan.6.7 m Material tebing harus ditempatkan sampai pada kedalaman ini. MT.2.68 m gunakan T = 1. Panjang vertikal pengamanan. Kedalaman gerusan dievaluasi seperti yang diilustrasikan dalam subbab 8.6.2.0(0.1 = 6.14 m Penambahan ini untuk mengantisipasi kedalaman maksimum potensi gerusan: 4.

0047 0. MT. (a) detail sayap (flank): lihat gambar 8-10. 0. Page 47 . 0. dan kurva gradasi riprap.0013 3. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan.7. (b) detail tapak (toe): lihat gambar 8-10. Coba 13 mm filter kerikil halus dengan karakteristik gradasi seperti yang diilustrasikan dalam Formulir 3. filter granular. filter pada interface tanah adalah OK. suatu lapisan filter diperlukan.15 0.3.6 5 dan 40 Oleh sebab itu. Potensi kedealaman gerusan di bawah dasar saluran eksisting pada tebing (d's) merupakan kedalaman gerusan yang dihitung dalam langkah 12 minus elevasi dasar yang ada pada tebing: lihat gambar 8-10.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 riprap D15 filter 0.0047 0.15 0.0047 32 5 dan 40 Oleh sebab itu. MS.5 m kuantitas batuan (Rock quantity) yang diperlukan dibawah dasar eksisting: By : Salmani.03 5 5 D15 riprap D15 filter 0.15 0. 6. 7 5 D15 filter D15 tan ah 0. (b) Ketebalan lapisan filter: Gunakan ketebalan lapisan 200 mm. material filter 13 mm cukup memadai. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 tan ah Dan. Lihat Formulir 3 untuk tanah. Langkah 14.00013 33 .00014 1071 40 Oleh sebab itu. Detail sudut.2 = 3.

8 m mengandung volume yang cukup.0283 d's (sin-1 )(T)(1. maka diperoleh : ok.60 . = 900.048) (2. D50 = 0. Diambil = 26.60 By : Salmani.60.24) (0. dan suatu lebar dasar 1.83 m (deep trapezoidal toe trench) dengan kemiringan samping 1V:2H dan 1V:1H.5) = 9.66 m .5) dengan: Rq = jumlah riprap yang diperlukan per m tebing (m2) = sudut tebing terhadap sudut datar (degrees) T = ketebalan lapisan riprap (m) Rq = (3.61 > 1. S = 0. kestabilan riprap pada contoh 2 juga dihitung dengan menggunakan formula yang sama. SF = 1. = 400. Page 48 .0024 .27 m .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rq = 0.60 . MT.9144) (1. Langkah 15 : Stabilitas riprap Sama seperti pada contoh 1. d = 3. dan SF = 1. Dari data dan hasil perhitungan di atas diperoleh: Ss= 2.38 m2 Tapak saluran trapezium kedalaman 1. MS.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS. Page 49 . MT.

Elevasi Permukaan Air 2. Ukuran Riprap Proyek……………………………………………………………………………… Uraian ………………………………………………………………………. Sudut Geser Alam Riprap (grafik 4) 7.61 m 2 1 1. (m) 1 A (m2) 2 Va (m/sec) 3 d3 (m) 4 K1 D50 (m) 8 SF Ss C CP/A D50 (m) 13 Catatan 5 6 7 9 10 11 12 14 Sketsa Rencana : Karakteristik Riprap : UKURAN : KETEBALAN : 20 50 3. Catatan atau Komentar 1.. Faktor Koreksi Ukuran Riprap (grafik 2) 12. Kecepatan Rata-rata Saluran Utama 4.. Spesifikasi Gravitasi Riprap 11.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 1. Kedalaman Rata-rata Saluran Utama 5. Page 1 .1 m Fabric : AOS' < Perm > Ukuran Buka Rata-rata 13.22 m 6. Koreksi untuk Pilar/Abutment Correction (3. Koreksi D50 = 8 + 11 + 12 14. Kemiringan Tebing 6. Sketsa Penampang : Q RB Q Total QMC QLB Q TOTAL QMC QLB QRB Karakteristik Tanah D15 D50 D85 Kedalaman of WS. MS. Diperiksa Oleh/tanggal :…………………/……………………… Lembar……………………dari…………………….22 m AASSHTO Gradasi : D100 gunakan Ukuran Persen (m) Lebih halus 100 50 5 . MT. Faktor Stabilitas 10.……….10 Karakteristik Buatan : Butiran : Ukuran (m) Persen Lebih Halus 85 50 15 1.38 jika diambil secara umum) Gambar 8-11. Ukuran Riprap (grafik 1) 9.. Formulir ukuran riprap By : Salmani. Disiapkan Oleh/tanggal :…………………/…………. Luas Basah Saluran Utama 3. Koreksi Sudut Tebing (chart 3) 8.

/…………… Disiapkan Oleh/Tanggal Uraian :………………………………………………………………… Diperiksa Oleh/Tanggal :………/………… Lembar……dari…… Kecepatan Angin (mph) fetch (m) Hb (m) 1 e Rv Ho 2 Faktor Koreksi 3 Rv (ft. Digunakan…………………….12.ft.. Page 2 . Gambar 8... D100……………………. Ketebalan Revetment : 2D 50……………………………ft. Formulir Ukuran riprap . Jenis………………..BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 2 Proyek :…………………………………………………………………………………………………. MT.Erosi Gelombang By : Salmani.. MS..) 5 Ukuran Riprap : D50…………………ft.………ft.:….) 4 D50 (ft.

Page 3 .13 Formulir 3 Gradasi Material By : Salmani. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8. MT.

……………………………………….003 1.040 0..167 (2) lihat referensi (17) (3) n = m(n1+n2+n3+n4) nb = 0. m (2) sedikit vegetasi (beberapa tumbuh dipermukaan riprap) mendekati lurus bobot n ditambah harga n (3) n yang digunakan untuk 1.5} / (1.040 nb = {0.092 da) nb = 0. persamaan 4 tak beraturan.000 harga n 0. Page 4 .429 D50 0. Formulir 4 Evaluasi Kekasaran By : Salmani. n3 (2)tanpa penyempitan Vegetasi.5 < da / D50 < 35 untuk 35 < da / D50 < 30. nb (1.000 0..037 0.14.2) Uraian Kondisi Kemiringan = 0.000 0.000 0.16 untuk aliran pegunungan yang tidak kontinyu Gambar 8. n4 (2) belokan. MS. n1 (2) Kekasaran saluran pada kondisi alamiah menikung.328 (D50)0. Evaluasi Kekasaran PROYEK : Contoh 1 ………………………………………… Disiapkan Oleh/Tanggal :…………… URAIAN : ………………….3225 Sf R -0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 4. n2 (2) ukuran dan bentuk dari potongan melintang penyempitann. MT.000 0. Diperiksa Oleh/Tanggal : ……………… ………………………………………………………………… Lembar………dari… Perkiraan harga n FAKTOR Harga awal n.0049..

Perancangan Saringan Proye :…………………………………………………………………………………………………./……… Diperiksa lembar………dari………. MS... Disiapkan oleh/Tanggal :…….6 mm < 50% saringan # 200 AOS < 0. D85 ft. MT. SARINGAN BERBUTIR : LAPISAN URAIAN D15 ft. Gambar 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 5../……… Uraian :…………………………………………………………………………………………… oleh/ Tanggal : ….3 mm Permeabilitas Permeabilitas Tanah < Permeabilitas Buatan Seleksi Spesifikasi Saringan Buatan………………………………………………………………. Page 5 . RASIO D15 Kasar D85 Halus <5< D15 Kasar D85 Halus <40 RANGKUMAN : URAIAN LAPISAN D15 D85 KETEBALAN SARINGAN BUATAN : Jenis bentuk fisik : Sifat Hidraulik Tahanan Pipa < 50% Saringan # 200 AOS < 0.15 Formulir 5 Perancangan Saringan By : Salmani.

1 0.0 1.08 d 15 a ve D50 Va 1.0 4.2 1. MS.0 0.0 4.0 Contoh Diketahui Va = 2. 2.0 1.4 3.5 0.0 0. Page 6 . MT. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1). 3.6 2.036 0. By : Salmani.13 Gambar 8-16.4 0.0 8.0 2.0 0.3 6.5 1. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-16: 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 . 4.10 8.6 m K1 = 0.96 m d (ave) = 3.73 Dic ari: D50 S olusi D50 = 0.3 0. 5. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.0 0. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.0 6.0 2.8 3.0 0. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).0 K1 0.

3 1.0 Gambar 8-17. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-17: 1.6 2.0 2.4 1.0 0. MS. Page 7 .2 F DICARI : C S oluS I C = 1.5 2.0 0.5 2.0 4.6 1.8 1. MT. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik 3.8 1.6 1.1 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.5 / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR OREKS I S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.0 C S F 2.5 1.9 1.4 2.7 2.9 3.8 3.7 2.2 2.0 1. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C By : Salmani.5 CONT OH DIKET AHUI S = 2.1 2. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor) 2.0 5.5 1.61 S 1.0 1.2 1.3 2.65 S S = 1.0 0.

By : Salmani. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. K1 = 1- S in 2 2 0.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) 35 (0) 1. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-18: 1. MT. Page 8 . Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. 2.5:1 40 10 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S 0 T angat ajam = 41 Dic ari K1 S olusi K1 = 0.5:1 30 2:1 25 K1 -10 -30 -50 -60 30 -70 35 2. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 4.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3.73 Gambar 8-18. 3. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. Tentukan nilai θ dan Ф. 4. MS.

3 4 3 0.4 2 0. Va dan K1. Page 9 .6 0. Va dan K1 pada masing-masing garis grafik. Tarik garis lurus dari titik davg ke Va terus ke K1 sampai memotong garis grafik D50.0 0. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-19: 1. 2. By : Salmani. Tentukan nilai davg .06 d avg 12 10 9 8 7 6 4 Va (m/s) 8 7 6 0.25 5 5 3 0. 4. Plot nilai davg .9 (m/s) d avg = 2. MS.8 2 1 1.2 0.00594V a / (d a vg K1 ) D50 = Median Riprap S (m) ize Va = Average Velocity main channel (m/s) d avg = Average Depth in main channe (m)l K1 = Bank angle correc tion term 3 12 -3.69 (m) Gambar 8-19.1 K1 1.4 0.0 0. 3.6 0.72 Find : D50 S olution D50 = 0.5 12 1 2 Example Given Va = 4.08 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.15 0.2 D50 (m) 0.75 (m)l K1 = 0. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D50 = 0.

0 (m) Batu pecah besar udut alam iah S 40 S angat Curam S angat Bulat 35 30 0.8 1.0 4.8 1.0 2. 2.4 0. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 45 0. Page 10 . MT.0 (ft) Gambar 8-20.6 0.2 0.2 0. 3.4 0. Sudut alamiah riprap sehubungan dengan ukuran rata-rata dan bentuk batu Ukuran Batuan Tengah (D50) Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-20: 1.3 0.1 0.0 3.04 0. Tentukan nilai h dan slope. Plot nilai h dan slope pada masing-masing garis grafik.06 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.08 0.6 0. By : Salmani.1 0. Tarik garis lurus dari titik h menuju slope melalui garis grafik D50 4.3 0.

5 1.2 0.4 1:2.4 0. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).5 1 0. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.1 0. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1. By : Salmani.0 1:2. Page 11 .57 D50= U kuran T enga h Rip ra p H= T inggi Gelombang = S udut T ebing T erhadap Horizontal Gambar 8-21. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1). MT.8 0.15 1:3.8 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.12 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING H (m) 3 D50(m ) 1.3 0.0 1:6.0 H 1 0. Hubungan Ukuran Riprap yang Diperlukan Dari Hudson Untuk Menahan Erosi Gelombang Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-21: 1.2 0.2 2 S lope 1:1.06 H Cot 1/3 1:5.5 0. 2.08 1:4. 3.6 1:1. 5.5 0.5 0.0 1:3. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .0 D50= 0. MS.6 0.0 0. 4.

5 1.0 1.61 S / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR ORE I KS S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.6 1. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C.9 3.7 2.0 2. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. 4. MT. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor).0 4.0 S = 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.5 1.3 2.6 2.4 2.1 1.7 2.0 1. MS.0 0.0 0. 3.8 C S F 1.2 2.0 CONT OH DIKET AHUI DICARI : C S olusi C = 1.4 1.6 0.60 F Gambar 8-22.5 2. Page 12 .61 S S = 1.1 2.8 2.8 1.5 3.2 1.5 1.0 2. 2. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph gambar 8-22: 1.9 1.3 1.5 2. By : Salmani. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik.0 5.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = 1S in 2 2 0. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. MT.56 m Dic ari K1 S olusi 0 = 41 K1 = 0. 3. Page 13 .5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) (0) 35 1. Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-23: 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1. 4. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. Tentukan nilai θ dan Ф.5:1 10 40 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S angat T ajam D50 = 0. MS. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph (grafik 3).5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. 2. By : Salmani.73 Gambar 8-23.5:1 K1 -10 30 30 2:1 -30 -50 -60 -70 35 25 2.

Gabion harus didesain agar dapat menahan gaya air dalam aliran. 3. MS. maka perlu diperhatikan dalam mendesain matras sehingga matras dapat menahan gaya By : Salmani.2.1. Hal-hal yang utama dalam mendesain gabion adalah : 1. Kalau perlindungan tebing tidak sampai ke atas permukaan air saluran. Karena matras gabion terletak dangkal dan mudah untuk bergerak. Wadah membentuk dnding atau matras untuk mengendalikan erosi sepanjang tebing saluran. Kecepatan partikel dan tegangan geser batas yang harus ditahan gabion. Stabilitas pondasi.2.3. Dasar (kaki) gabion harus mempunyai kedalaman lebih besar dari kedalaman penggerusan yang akan terjadi.3 Pertimbangan Utama dalam Desain Pertimbangan utama dalam mendesain gabion adalah kecepatan yang terjadi pada permukaan gabion.3. Page 14 . Penggunaan filter buatan di belakang atau dibawah wadah gabion sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah menuju gabion.2 Bronjongan (Gabion) dan Matras 8.1. Perlindungan kaki dan badan gabion. 8. Pergerakan (pergeseran) tanah melalui wadah dapat menyebabkan penggerusan ke bawah terhadap struktur tanah dan dapat menyebabkan gabion mengalami keruntuhan.3. yaitu batu dengan matras dan bronjongan. 2.1.2. 8.2 Dasar – Dasar Desain Tipe gabion dalam penggunaan ada dua.1. maka perlu digunakan penguat di belakang gabion. MT.3.1 Deskripsi Gabion merupakan batuan yang diisikan ke dalam sebuah wadah yang terbuat kawat atau plastik. Atau kaki gabion dapat dilindungi dengan matras yang akan jatuh ke daerah penggerusan dan tidak mempengaruhi kestabilan tebing maupun tanah dasar yang dilindungi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.

2 log (8. = diameter batuan rata-rata = kedalaman aliran lokal = percepatan gravitasi = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centerline. Page 15 .25 pada ujung dike dan saluran dari beton. By : Salmani. Ukuran batuan yang digunakan untuk matras gabion dapat ditentukan dari persamaan sebagai berikut : 0. Dimana K1 ditentukan dari tabel dibawah ini. = faktor keamanan (minimum 1. Tetapi. MS. 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 R W (8.5 2 .21) Cv dimana : CS Cv 1. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING akibat air. matras telah digunakan pada saluran dengan aliran berkecepatan tinggi dan tidak terjadi apapun pada matras.1) = kecepatan rata-rata kedalaman = lebar permukaan air dari saluran utama = berat jenis batu = berat jenis air.283 0 .22) = koefisien stabilitas (digunakan 0. Namun proyek konstruksi yang memakai matras untuk gabion tetap harus menaruh perhatian.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv minimum = 1 Cv Dm d g K1 R Sf v W s w = 1.

MT. harus diperiksa apakah mereka melebihi 120 dari kurang dari 120 dari b dan .25) dimana Sebuah desain akan diterima bila < c dan m < s.4304 adalah sudut tebing dari bidang horisontal. Stabilitas gabion terhadap tegangan geser sangat penting. Bagaimanapun juga.8 1.71 0. Kalau nilainya dan m. maka gabion tidak dapat menahan deformasi yang telah disebutkan sebelumnya.23) dengan tegangan geser pada tebing ( m) merupakan 75 persen dari tegangan geser dasar saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Table 8-5 Koefisien K1 Kemiringan Tebing 1V : 1H 1V : 1.46 0.. Hasil dari deformasi matras adalah tegangan pada wadah dan meningkatkan ketahanan pada aliran dan dapat menyebabkan keruntuhan pada wadah.88 0.1( s w )dm (8. b (8. Nilai ini akan dibandingkan dengan tegangan geser kritis untuk dasar saluran. By : Salmani. yaitu : c 0 . Hal ini dapat mengurangi deformasi yang dapat terjadi ketika ukuran batuan tidak terlalu besar untuk menahan gaya dari air. Kalau b b m > c atau m > s.0 Persamaan diatas dikembangkan untuk mendesain ukuran batuan untuk menahan pergerakan batuan pengisi pada matras.5H 1V : 2H 1V : 3H < 1V : 4H K1 0. direkomendasikan ukuran batuan harus diperbesar untuk membatasi deformasi. MS.24) dan tegangan geser kritis untuk tebing adalah s c 1 Sin 2 0 . Page 16 . persamaan tegangan geser untuk dasar saluran : b w Berikut ini xS xd (8.

Hal ini menyangkut stabilitas geoteknik dan ketahanan tanah di bawah gabion terhadap gaya erosi akibat pergerakan air melalui gabion.2. Pemilihan yang paling mudah adalah pilih batuan lalu pilih kedalaman wadah minimal dua kali ukuran batuan yang terbesar. By : Salmani. dan kecepatan ijin maksimum untuk jenis tanah yang lain adalah ve.1d1/2 dan vf adalah vf 1 f Dm 2 2/3 S . dan dibandingkan dengan vf. Bila permukaan gabion datar yang ke arah aliran air. kecepatan residu di dasar contohnya dibawah matras atau filter buatan. MS. ve untuk tanah halus sama dengan 16. MT.3.1. Batas untuk tanah kohesif didapat dari grafik. Kecepatan air yang bergerak melewati gabion dan filter diperkirakan vb 1 Dm nf 2 2/3 S1 / 2 (8.Va1 / 2 (8.26) Kecepatan batas untuk masing-masing tanah berbeda.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penelitian telah menunjukkan bahwa batuan didalam matras gabion sebaiknya mempunyai besar diameter tidak lebih dari dua kali diameter batuan yang paling kecil dan kedalaman matras sebaiknya minimal dua kali dari ukuran batuan terbesar.4 Stabilitas tanah dasar dan material tebing Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain gabion adalah stabilitas pondasi gabion. 8. Gabion dengan wadah tetap yang digunakan untuk stabilitas tebing harus ditempatkan miring 6 derajat dari arah vertikal tanah dengan keadaan berundakundak ke arah luar tanah dasar. Page 17 . Salah satu faktor yang menentukan dalam stabilitas adalah kecepatan air yang melalui gabion dan mencapai tanah di belakang gabion.27) Kalau vf lebih besar dua sampai empat kali lebih besar dari ve. filter kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan air pada permukaan gabion sampai kecepatan mencapai batas tertentu. maka undakan harus ditempatkan di belakang gabion (tanah dasar). kecepatan ijin maksimum pada permukaan tanah. Disarankan menggunakan cerucuk dengan diamter 15 cm dan panjang 4 m.

025) diperoleh kecepatan aliran (v) dan kedalaman rata-rata . Kalau kecepatan Vf masih telalu tinggi. MT.2. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. koefisien Manning dapat diambil n = 0. Perubahan penampang melintang 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memeriksa filter dapat dipakai gunakan ukuran rata-rata kerikil filter dm untuk persamaan 6. Potongan Melintang 2.3. dengan menggunakan persamaan Manning (kalau tidak data. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan Faktor koreksi kemiringan samping k1 Tentukan ukuran batu bronjongan (gabion) dm Cek terhadap geser ? Ya Tidak Cek lapisan dasar dan material tebing ? Ya Tidak Membutuhkan f ilter dan Tentukan ukuran f ilter Cek Stabilitas struktur gabion (bronjongan) Gambar 8-24. kekas ar an dasar s ungai.5 Prosedur desain gabion Prosedur perencanaan gabion dapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1.1. Page 18 . ? Flow chart perencanaan gabion Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis SELESAI Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) By : Salmani. MS. ukuran kerikil 8.

1) = kecepatan rata-rata kedalaman (m/dt) = lebar permukaan air dari saluran utama (m) = berat jenis batu (kg/m3) = berat jenis air (kg/m3) w Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.25 pada ujung dike dan saluran dari beton. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran. = diameter batuan rata-rata (m) = kedalaman aliran local (m) = percepatan gravitasi (9.81 m/dt2) = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centreline (m) = faktor keamanan (minimum 1. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan : 0.283 0 .5 2 . 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 dimana : CS Cv = koefisien stabilitas (digunakan 0. MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 ditentukan dari tabel 8-5 diatas (hubungan antara K1 dan kemiringan tebing). Tegangan geser pada dasar saluran dapat dihitung dengan rumus : By : Salmani.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv 1.2 log R W Cv minimum = 1 Cv dm d g K1 R Sf v W s = 1. Page 19 .

Kondisi ini meliputi stabilitas geoteknik dan tahanan tanah di bawah konstruksi gabion terhadap gaya erosi. Salah satu faktor paling kritis dalam penentuan stabilitas ini adalah kecepatan yang melewati gabion dan ruas tanah dibelakang gabion.75 b Untuk tegangan geser kritis pada dasar saluran dihitung dengan persamaan : c 0. MS. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Untuk menghitung stabilitas lapisan dasar dan material tebing sangat tergantung pada stabilitas pondasi gabion. Pada tebing saluran . MT. Kecepatan aliran di bawah filter yang dibuat yaitu air yang bergerak melalui gabion dan lapisan filter. Page 20 .1( s w ) Dm Adapun pada tebingnya digunakan rumus : s c 1 Sin 2 0 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b w xS xd dimana : S = kemiringan permukaan air atau dasar saluran. By : Salmani. Dari hasil perhitungan tegangan geser.4304 dimana = sudut rotasi tebing terhadap horizontal. Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada tebing digunakan rumus : m 0 . saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing.

Hasilnya dibandingkan terhadap vf. Kegunaan filter kerikil ini By : Salmani. MS. v1 / 2 a . Chen. = kecepatan rata-rata saluran (m/dt) = diameter batuan rata-rata (m) Jika vf > (2-4) ve. Menurut Simons. yaitu kecepatan maksimum yang terjadi pada interfase tanah. MT. kecepatan pada matras gabion (vb) adalah : vb dimana : 1 nf Dm 2 2/3 S1 / 2 SI .022 untuk material filter dari krikil (gravel) S = kemiringan permukaan air atau dasar. dan Swanson (1984).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diestimasikan 1/2 sampai dengan 1/4 kecepatan pada matres gabion dan interfase filter. vb = kecepatan aliran pada matras (m/dt) nf = 0.02 untuk filter yang dibuat ( sintetis ) = 0. Adapun persamaan ve untuk tanah gembur adalah : ve = 16. maka filter dari kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan aliran pada interfase tanah di bawah kontruksi gabion. Page 21 . sedangkan kecepatan maksimum untuk tipe-tipe tanah yang lain ditentukan dengan menghitung ve. Batasan kecepatan yang diizinkan untuk tanah kohesif ditentukan dari grafik. yaitu kecepatan pada dasar di bawah matras gabion dan filter yang dibuat.1 d1/2 Sedangkan untuk vf menggunakan rumus : vf dimana : va Dm 1 dm 2 f 2/3 S.

Langkah 4 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Page 22 . seperti untuk revetment atau untuk toe protection untuk tipe lain dari riprap.6 Spesifikasi Material 1) Penjelasan Penting untuk meletakkan dengan baik gabion (bronjongan) pada dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang diarahkan oleh engineer untuk mendapatkan hasil yang baik. Detail konstruksi tergantung dari kegunaannya. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING adalah untuk mendapatkan kecepatan vf sedemikian rupa tidak membahayakan lapisan dasar.1. MS. 2) Material 1. diisi oleh batuan. Lacing wire (kawat pengikat) Kawat pengikat berukuran No 9 gage galvanized atau telah ditentukan. 2. Gabion (bronjongan) terdiri dari anyaman berbentuk keranjang (basket) yang terbuat dari kawat.2. Wire enclosure Kawat yang digunakan untuk mattress atau unit blok haruslah berukuran dan berdimensi seperti rencana. 3.3. saling dihubungkan. dan dipasang anchor ke slope-nya. Rock Batuan yang digunakan untuk mengisi harus bergradasi baik dan 70% dari beratnya tidak boleh melebihi dari dimensi terkecil kawat. Ukuran maksimum batu diukur normal ke slope dan tidak melebihi ketebalan mattress. 8. MT.

2 m untuk tanah padat (lempung) dan 1. Serta terikat dengan lainnya dengan interval 0. Sketsa kondisi kasus dapat dilihat pada gambar di bawah gambar 8-25.1.7 m untuk slope kurang dari 1V : 2.8 m untuk tanah longgar (pasir). Page 23 . Saluran tersebut mengalirkan debit 125. serta kemiringan dasar 1 : 1000.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Syarat-Syarat Konstruksi Syarat-syarat konnstruksi dapat dilihat pada Section 7.1. dan lapisan perlindungan pada daerah yang diinginkan. 8. By : Salmani.5H dan lebih curam. dan diisi untuk memenuhi syarat keseragaman. kemiringan tebing 1:1. kerapatan. Counterfort dapat digunakan untuk tambahan pada slope mattress. Bagian dari wire enclosure dapat dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin. Untuk mengatasi hal ini.5H. Bagian sisi keliling dari wire enclosed haruslah aman tersambung sehingga sambungan tersebut menghampiri nilai kekuatan pada kawat tersebut. MS. perlu direncanakan perkuatan tebing sehingga bahaya keruntuhan/erosi dapat teratasi. Anchor stake dipasang pada sisi dalam sudut dari diafragma basket sepanjang upslope (tertinggi) dinding basket. struktur sambungan terus (continuous connected Mattress pada sisi slope saluran mesti terikat pada bank dengan anchor stake sedalam 1.3. Stake slope mattres dibutuhkan meskipun counterfort digunakan atau tidak. dan setiap 2. Jarak maksimum setiap stake tergantung pada konfigurasi basket dengan jarak minimum setiap 1. Serta diletakkan. Untuk mengatasi masalah tersebut.31 m untuk membentuk structure).3. diikat. MT. maka stake akan menjadi satu kesatuan.50 m3 dengan lebar dasar 25 meter.7 Contoh perencanaan gabion Suatu konstruksi jalan disepanjang tikungan saluran mengalami keruntuhan/erosi akibat aliran yang terjadi pada saluran tersebut.8 untuk slope 1V : 2. rencanakan tipe revetment dari gabion.

025) diperoleh kecepatan aliran (v) 2m/dt dan kedalaman rata-rata 2. dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil n = 0.3 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-25. MT. dengan menggunakan tabel 1 diperoleh K1 = 0. Page 24 . Dalam contoh soal ini : s = 2. Kasus gerusan pada sungai dengan menggunakan pengaman Gabion Penyelesaian: Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. MS. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) Berdasarkan kemiringan tebing saluran yang akan diperkuat yaitu IV : 1H. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan yang telah disebutkan di atas.46.2 t/m3 By : Salmani.

MT.283 0 .2 log Cv = 1.73 kg m2 Sedangkan tegangan geser kritis pada dasar : By : Salmani.0 9.6 = 29.001 x 2.5 = 9.24) : m 0 .3) Dm = 0.46 Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion. Sf g W Gunakan persamaan 8.81x 2.14) x(2.2 log R W 150 W 29 .3 2. Page 25 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING w = 1 t/m3 = 1. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran. maka dengan menggunakan persamaan 8.3 1.6 m. 8.23 b 1000 x 0 .3 kg m2 Sehinggga diperoleh tegangan geser pada tebing (pers.14 Berdasarkan parameter yang telah diketahui tersebut. 8.75 x 2.2 1 0.6 1.1) x(1.283 0 .095 m. MS. Dm 10 cm 1 2.81 m/dt2 = B + 2 x h = 25 + 4.22: Cv 1.3x0.5 x(0. Gunakan pers.5 25 2.21 diperoleh : Dm 1.

10 12 kg m 2. vb diperoleh : vb vb 1 0.1 m.1 0. Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Berdasarkan prosedur desain di atas dan dari perhitungan pada langkah sebelumnya diperoleh : Dm = 0. Sedangkan bila lapisan filter kerikil yang digunakan.99 kg/m2 Dari hasil perhitungan tegangan geser.25) : = 10 maka. tegangan geser pada tebing diperoleh (pers. s 11. Dengan demikian untuk filter sintetis diperoleh : vb vb 1 0. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran .001)1 / 2 By : Salmani.1( 2200 1000 ) 0 .022 2 0.1 0.4 1 Sin 2 10 0 0 . Page 26 . MT.22 m / dt. 2/3 (0. MS.20 m / dt.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c 0 .02 2 2/3 (0. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing. Pada tebing saluran .4304 s = 10. 0.001)1 / 2 . Dengan mengambil 8.

MS.0. maka kecepatan aliran di bawah lapisan filter sintetis : vu = (0.1 2 / 3 ( ) (0.1(2.6x10 3 m / dt Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan : vf < (2 . Dari semua perhitungan tersebut di atas.02 2 vf 9. By : Salmani. saluran yang telah diperkuat tebingnya dengan gabion dapat dilihat pada gambar 8-26.244 m/dt Kecepatan residu pada dasar : vf 1 0.3)1 / 2 = 24.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Kecepatan maksimum pada interface tanah : ve 16.11) m/dt Dikarenakan kecepatan di bawah lapisan sintetis sangat kecil.001)( 2)1 / 2 0. MT.42 cm/dt = 0. Berdasarkan harga vb.4) ve.05 . maka filter dari krikil tidak diperlukan. maka kemungkinan terjadinya kerusakan lapisan dasar sangat kecil. Page 27 .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

Gambar 8-26. Rencana Gabion Langkah 6 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.3.2 Jenis Kaku (Rigid Revetment)

8.3.2.1 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

8.3.2.1.1 Deskripsi
Dinding penahan tanah adalah dinding pengaman gerusan yang terbuat dari pasangan batu kali dengan campuran semen atau beton. Dinding pengaman ini bersifat tetap.

By : Salmani, MS, MT.

Page 28

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

8.3.2.1.2 Dasar-Dasar Desain
Jenis-jenis dinding penahan tanah (retaining wall) adalah gravity wall, semigravity wall dan cantilever wall. Gravity Wall adalah dinding penahan tanah dengan mengandalkan gaya gravitasi sebagai gaya penahan beban. Dinding ini tidak terdapat tegangan tarik. Semi-gravity Walls memerlukan baja untuk mengurangi massa beton. Cantilever Wall berbentuk dinding T dan bertindak sebagai kantilever. Biasanya terbuat dari beton bertulang.

Dalam mendesain dinding pengaman tipe ini, yang harus diperhatikan adalah stabilitas dinding. Dinding harus stabil terhadap gaya guling (overturning), gaya gelincir (sliding) dan daya dukung.

1) Gaya Guling Gaya guling dapat menyebabkan dinding penahan tanah terguling apabila tidak dapat menahan gaya akibat beban. Beban yang dapat menyebabkan dinding penahan tanah ini terguling adalah tekanan tanah horizontal. Sedangkan yang menahan agar dinding tidak terguling adalah gaya berat, tekanan aktif dan berat tanah timbunan. Agar lebih jelas dapat melihat gambar pada contoh perencanaan dinding penahan tanah.

Kestabilan dinding penahan tanah adalah perbandingan antara jumlah gaya yang membuat dengan gaya penahan guling. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

SF

Mr Mo

(8.28)

dimana: Mr : momen yang menahan dinding agar tidak guling Mo : momen yang membuat dinding terguling. 2) Gaya Gelincir (Sliding) Gaya gelincir dapat menyebabkan dinding penahan tanah tergelincir hingga jatuh. Gaya gelincir ditentukan oleh tekanan tanah horizontal akibat tanah di

By : Salmani, MS, MT.

Page 29

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
belakang dinding. Sedangkan gaya tahannya adalah berat dinding dan tekanan pasif.

Dinding dapat dikatakan aman apabila angka keamanan melebihi yang disayaratkan. Angka keamanan :

SF

Re sisting forces driving

(8.29)

3. Daya Dukung Daya dukung tanah diperlukan untuk menahan beban akibat berat dinding penahan tanah. Besarnya daya dukung ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

q

V 6e 1 A B

(8.30)

dimana: V = jumlah gaya vertikal yang bekerja A = luas penampang kaki dinding e = eksentrisitas yang dihitung dengan V . x

M dan
(8.30a)

e

B 2

X.

B = lebar dinding pengaman.

By : Salmani, MS, MT.

Page 30

MS. kekas ar an dasar s ungai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. MT.2. Potongan Melintang 2.3 Prosedur Desain Prosedur desaindapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Page 31 . Penentuan nilai parameter ini melalui catatan-catatan hidraulis yang ada maupun survei di lapangan. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan jenis dan dimensi retaining w all Tentukan kedalaman tapak dan pondasi Cek stabilitas ? Ya Tidak Tentukan jenis dan ukuran pengaman kaki SELESAI Gambar 8-27. Perubahan penampang melintang 3.1. Flow chart perencanaan retaining wall Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Langkah ini akan mendapatkan nilai-nilai parameter hidraulis yang digunakan untuk perhitungan dinding penahan tanah.3. By : Salmani.

Apabila bentuk retaining wall ini tidak dapat memenuhi persyaratan kekuatan. Tekanan tanah aktif.025) diperoleh tinggi aliran dan kecepatan rata-rata. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : hs h1 dimana: a 1.33 (8. MS. lebar dasar. Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. maka kembali ke langkah 2. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. MT. 40 Fr0. Bila tidak stabil. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Dari desain awal pada langkah 2 telah dibuat bentuk awal dari retaining wall.1 h1 0 . maka akan dihitung stabilitasnya. a.33) By : Salmani.32) Tekanan tanah horizontal. Guling (overturning) Yang mempengaruhi gaya guling secara keseluruhan adalah sebagai berikut :. Pa 1 / 2 H 2 Ka (8. Ph = Pa cos (8. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Tentukan bentuk dan jenis retaining wall yang akan digunakan.31) h1 : kedalaman di hilir hs : kedalaman penggerusan Fr : bilangan froude.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Berdasarkan catatan debit. Tentukan juga dimensi dari retaining wall. maka ukuran dimensinya dapat diubah sehingga diperoleh hasil yang kuat dan ekonomis. Page 32 .

f tan 2 3 (8. FR V . .x M Page 33 By : Salmani. Menurut Bowles (1968).34) SF Mr Mo Bila SF > SFpersyaratan. Gelincir (Sliding) Koefisien geser. MS. V .37) Angka keaman untuk gelincir dengan persamaan (8. W = jumlah berat tanah yang menimbun retaining wall Kemudian hitung momen guling Momen guling (Ph) = Jumlah gaya terjadi pada retaining wall x jarak antara titik acuan guling dengan resultan (jumlah gaya yang terjadi). Kp diperoleh dari hubungan kemiringan tanah timbun ( ).36) Tekanan tanah pasif. Pv = Pa sin Berat tanah timbun.35) Gaya geser.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tekanan tanah vertikal.29) c. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut. maka retaining wall aman b.f (8. Angka keamanan guling (8. Pp 1 2 f H 2 kp (8. MT.

Lebar Toe Apron (Bt). dapat dihitung : Bt = 2H. 8.1. (8. Page 34 . MT.8. maka dihitung dengan persamaan 8. Perencanaan riprap dapat dilihat pada detail perhitungan riprap.4 Spesifikasi Material Material yang digunakan tergantung dari jenis retaining wall yang digunakan.30a) d.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dengan: V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling Titik eksentrisitas dihitung dengan rumus (8. Bila digunakan quarrystone. NS 3 N S ( SG 1 )3 a 1. Langkah 5 : Penguatan kaki struktur Agar kaki struktur aman terhadap gerusan maka perlu digunakan perkuatan kaki (Toe Apron) pada struktur retaining wall.2. maka parameter yang dihitung adalah seperti berikut ini.30. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar. MS. Bahannya bisa digunakan dari quarrystone atau riprap.39) 8.3.1. (8. Bila digunakan dari quarrystone .38) Wmin H3 . Material yang biasa digunakan untuk retaining wall adalah pasangan batu kali yang direkatkan dengan semen maupun beton bertulang.2.5 Contoh Perencanaan retaining wall By : Salmani.

Page 35 . = H/7 = 5/7 0. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Retaining wall direncanakan untuk tipe gravitasi. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 360 Berat jenis tanah dasar ( a) = 2200 kg/m3 Berat jenis tanah timbun ( f) = 2100 kg/m3 Daya dukung tanah izin (qa) = 3.0001. 3 Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 40. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0.65 m/dt. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit.2 kg/cm2 Rencanakan retaining wall. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada.50 m) yang akan diamankan. antara lain dengan menggunakan retaining wall.81 m /dt. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0. By : Salmani.30 m dan kecepatan rata-rata 0.40 m.025) diperoleh tinggi aliran 2.70 m. lebar dasar.50 m. 0. Adapun bentuk dan dimensi retaining wall yang akan digunakan seperti gambar 8-28. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 3. Dari gambar di atas dapat ditulis : H a1 b C = 5 m. MS. agar tebing saluran (sekaligus menjadi tebing jalan) aman terhadap keruntuhan/gerusan. dan lebar dasar 25 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Pengamanan tebing saluran/sungai yang sekaligus merupakan bagian dari badan jalan dapat ditempuh dengan beberapa cara. MT.6 x 5 = 3 m. Dengan demikian tinggi tebing (3. = H/12 = 5/12 = 0. Kemiringan tebing saluran mendekati 1V:1H.

d3 qa = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D d1 = C = 0.30 m = 3. MT. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : By : Salmani.2 kg/cm2 Gambar 8-28.70 .70 m = d2 = 0. MS.40 = 0.40 m.0. Page 36 . Desain Retaining Wall Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu.

1)(5) 2 .1 h1 0 .84 m Berdasarkan kedalam gerusan yang terjadi.169 t / m 2 Tekanan tanah tanah horizontal.15 ( 2 . Tekanan tanah aktif. Berat (t) 1/2 (0.316.3 0.1 2. Ph 8 . 4 0 . Page 37 . Pv 8 . Guling (overturning) Dari tabel 6. Perhitungan Stabilitas dinding No 1. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Untuk kemiringan tanah timbun ( ) diambil 100 terhadap horizontal.65 m/dt (dari langkah 1) Fr 1 0 . MT. 40 Fr0.2) = 1.10 ) 6 . maka tapak pondasi retaining wall direncanakan sedalam 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING hs h1 a 1. 1968) untuk ( ) = 100 dan ( ) = 360 diperoleh Ka = 0.44 t / m 2 Berat tanah timbun. a.295 Cos 10 0 Tekanan tanah vertikal.316 8.42)(4.99 lengan (m) 1.65 9 .11 momen (t/m) 2.81( 2 .14 hS 2.21 By : Salmani.14 0.295 Sin 10 10 1.3)(2.33 disini a diambil 6 meter.295 t / m 2 2 8 .28 t 2 Tabel 8-6. Pa 1 / 2 H 2 Ka 1 (2.3 hS = 0.9 ) 1.3 ) 6 1. W ( 4 . MS.5 meter.0.3 0 .3 (Bowles. dan kecepatan aliran 0.3 0.

FS 10 .5 ( ok ) b.83 2.25.25) 2 7.13) = 17. 5.45 1.2 (Bowles.5 (ok ) By : Salmani. 1968) untuk ( ) = 100 diperoleh Kp = 3.68 t Angka keamanan untuk gelincir. 3.48 9.3)(2.22 1. 4. (0.1)(1.55 (0.7(2.68 8.01 17 .3 ) ( 2 .01 1.40 t/m Angka keamanan guling (SF) = 42.50 5. f tan 2 3 tan 2 ( 36 0 ) 0 .96 13. Pp 1 2 f H 2 kp 1 (2.5) 2 (3.f FR = 23.2 ) 2 tanah 3x0.169 2.41 1.2) Pv 5 . Gelincir (Sliding) Koefisien geser.440 3.78 1. Page 38 .94 6.42 V = 23.444) = 10.44 = 6.49 Momen guling (Ph) = (8.93 2.40)(4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2.15( 4 .444 3 Gaya geser. MS.2) = 3.36 7. MT.36 t Tekanan tanah pasif.40 2 .62 = 1. FR V .169) x (2.55 42. Menurut tabel 6.21 1.280 4.

MS.1 3 1.04 2 0 .55 6(0. d.46 m. Page 39 . V .46) 1 3.507 kg / cm 2 15. maka dihitung: q V 6e 1 A B qmax 23.55 (0.07 t / m 2 ok 3.55 1.01 17 .08 ) 3 .63 t / m 2 By : Salmani. MT.x dimana: M V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling X 42. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.1 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c.04m. Berarti titik berat berada pada pusat massa (ok). e B 2 X 3 1.2kg / cm 2 q m in 23.40 23. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Retaining wall cukup aman, baik terhadap guling, geser dan daya dukung pondasi. Namun sebaliknya pondasi diperkuat dengan pemasangan cerucuk dengan diameter 15 cm dan panjang 4 m.

Langkah 5 : Pengaman kaki dari bahaya gerusan Untuk aman terhadap gerusan pada kaki retaining wall, maka perlu digunakan penguat pada struktur tersebut. Tipe penguat ini dapat digunakan dari riprap (rock riprap) atau quarry stone.

Penentuan ukuran rock riprap Ukuran rock riprap dapat dihitung dengan rumus;

D50 y
dimana;

K Ss

V2 1 gy

K = 0,89, karena tipe retaining wall berupa spill through Ss = 2,65

g

9.81m / det 2 , maka dari persamaan (2), diperoleh;

D50 2.3

0.89 (0.65) 2 2.65 1 9.81x 2.3

D50 = 0,024 m. Diambil D50 = 3 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada contoh perhitungan riprap. Penentuan ukuran quarrystone Bila digunakan quarrystone, maka lebar Toe Apron (Bt), dapat dihitung : Bt = 2H, Bt = 2 x 2,30 m = 4,60m. Berat quarrystone ;

Wmin

H3 ; NS 3 N S ( SG 1 )3
a

1,8.

By : Salmani, MS, MT.

Page 40

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

2 ,65( 2 ,3 )3 ( 1,8 )3 ( 2 ,65 1 )3
= 1,23 ton

8.3.2.2 Tiang pancang (Sheet Pile)

8.3.2.2.1 Deskripsi
Sheet pile merupakan salah satu jenis retaining wall. Sheet pile terbuat dari baja, beton, kayu atau sheet pile dari plastik yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk dinding yang kontinu sepanjang tebing saluran.

8.3.2.2.2 Dasar-Dasar Desain
Dalam mendesain sheet pile perlu diperhatikan adalah kedalaman sheet pile dan jenis tanah. Kedalaman sheet pile menentukan kekuatan dari sheet pile tersebut. Kekuatan dari sheet pile berada pada ujungnya dan gesekan pada selimut sheet pile. Jenis tanah juga menentukan kekuatan sheet pile. Tanah kohesif dan nonkohesif akan berbeda dalam menentukan kekuatan sheet pile.

Kedalaman sheet pile dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y

4

pp
'

K'

Y

3

8Ra Y2 ' ' K

6Ra
'

K'

2

2y K

'

'

p

' p

Y

6Ra yp 'p
'

2 4Ra 2

K'

0

(8.40)
sehingga dapat diperoleh y , dimana y adalah kedalaman sheet pile. Parameter yang digunakan dalam penentuan kedalaman sheet pile adalah

pa
pa

p a1
h1 K a

p a 2 ( Tekanan tanah aktif)
' ' h2 K a

(8.40a) (8.40b)

Ra

p a1

h1 2

p a1 h2

pa 2

h2 2

pa

a (Resultan gaya) 2

(8.40c)

By : Salmani, MS, MT.

Page 41

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
K‟ = Kp – Ka (Koefisien tanah) (8.40d)

p 'p

h1 K p

h2

a

'

' Kp

'

' aKa (Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan

sheet pile).

(8.40e)

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat gambar pada contoh perencanaan.

8.3.2.2.3 Langkah-Langkah Desain
Langkah-langkah desain dari sheet pile dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

By : Salmani, MS, MT.

Page 42

Potongan Melintang 2. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Perubahan penampang melintang 3. kecepatan dan kedalaman rata-rata Sketsa Kondisi tipe turap (sheet pile) Tentukan koefisien tanah aktif dan pasif Tentukan kedalaman sheet pile (D=y+a) Cek kedalaman turap ? Tidak Ya Tentukan kedalaman gerusan pada kaki Tentukan ukuran batu untuk perlidungan kaki SELESAI Gambar 8-29 Flow Chart Langkah Desain Sheet Pile By : Salmani. kekas ar an dasar s ungai. Page 43 . MT.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. agar tebing saluran aman terhadap keruntuhan maupun gerusan. Tebing saluran mendekati tegak lurus. Langkah 2 : Sketsa kondisi tipe sheet pile yang diberikan Sheet pile direncanakan dengan tipe „centilever sheet pilling‟.2. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. By : Salmani.3.0001. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 300 Berat jenis tanah ( ) = 1950 kg/m3 Berat jenis tanah terendam ( ‟) = 1060 kg/m3 Rencanakan struktur turap.025) diperoleh tinggi aliran mendekati 3. Dengan demikian tinggi tebing (6. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 91 m3/dt.0 m) yang akan diamankan. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 6. Page 44 . dan kemiringan dasar saluran sekitar 0. MS. dan lebar dasar 40 m.4 Contoh perencanaan sheet pile Selain dengan retaining wall. lebar dasar. pengamanan tebing saluran/sungai (bagian dari badan jalan) dapat juga dilakukan dengan menggunakan turap (sheet pile). secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada.0 m dan kecepatan rata-rata 0.0 meter. MT.76 m/dt. Adapun bentuk dan dimensi sheet pile yang akan digunakan seperti gambar 8-30.2.

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-30. Page 45 . Data dan Rencana Sheet Pile By : Salmani.

p 'p p 'p h1 K p h2 a ' ' Kp ' ' aKa 30086. Ra Ra p a1 h1 2 p a1 h2 pa 2 h2 2 pa a 2 11948 .86 m Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan sheet pile.333 = 2.06983 11948 .94 3007 kg / m 2 diperoleh: a pa ' K a 1.0.6412 k / m2 By : Salmani. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Kp = Kp‟ = 3. pa pa p a1 h1 K a pa 2 ' ' h2 K a pa pa 1948 .05 1058 .345 pa 2 h2 a 2 h2 3 pa1h2 a h2 2 pa1 h1 a h2 2 h1 3 y 2.345 k / m Jumlah momen terhadap garis perpotongan sheet pile. Page 46 . MS.67 Tekanan tanah aktif. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Ka = Ka‟ = 0. Ra y y 1 2 p a a ( 3 a) 2 34145 .333. MT.06 m Gaya resultan (Ra).0 – 0. K = K‟ = Kp – Ka = 3. Dari tabel 6-4 (Bowles.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Penentuan koefisien tanah aktif dan pasif Dari tabel 6-3 (Bowles.

77 Y 2 414 . MS. Page 47 .83 k / m2 pp ' ' Kp ' Ka Y ' p 'p 48907.63 m 8Ra ' K' 6 Ra ' ' 2 33. FH Ra pp ' p 'p z 2 pp Y 2 FH 4.77 m 2 2y 'K ' 2 4 Ra ' 2 K p 'p 414.423 0 dengan cara coba-coba didapat Y = 6. pp pp ' p 'p ' ' Kp ' Ka Y 18820. Kontrol: z p pY pp 2 Ra p 'p' dimana.65 meter.2 kg / m 3 pp ' K' 10. Y4 ' pp ' K' Y3 8Ra Y2 ' ' K 6Ra ' K' 2 2y 'K ' p 'p Y 6Ra yp 'p ' 2 4Ra 2 K' 0 K' 2830 .47 k / m 2 didapat : z = 1.01 0 ok.165 m 3 6 Ra yp 'p ' 841.423 m 4 K diperoleh.495 meter.63 Y 3 33. MT. By : Salmani. Y4 10 .165 Y 841.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 : Penentuan kedalaman sheet pile (D) Kedalaman sheet pile dari tekanan tanah pasif.

06 D 10 meter Langkah 5 : Perhitungan gerusan pada kaki sheet pile Sama seperti pada kasus retaining wall.30 Y a D 1.81 x3 = = 0.76 9. maka ukuran riprap dapat dihitung dengan rumus.10 3 0. MT. yaitu: hs h1 dimana.86 m.14)0.8).4 Fr 1 0. Page 48 .33 hs = 0.30 6. karena sheet pile dianggap dinding vertikal By : Salmani.02. D50 y dimana.14 Dari persamaan (1) diperoleh. hs 3 2.15 h1 0.76 m/det a Fr1 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan penambahan 30 % (keamanan). a 2. Langkah 5 : Penentuan ukuran rock riprap Berdasarkan bilangan Froude = 0.33 h1 = 3 m V1 = 0.15 0. maka kedalaman sheet pile yang diperlukan adalah: D 1.4 (0. MS.10m V1 gy1 0. et al (1961) dan Grill (1972). persamaan untuk menghitung gerusan pada kaki sheet pile dapat juga digunakan dari Liu.65 1. K Ss V2 1 gy K = 1.14 (< 0.

4. Plastik mempunyai struktur yang lebih rendah daripada material struktur lainnya. pile beton lebih lama umur pelayanannya tetapi harganya mahal. interloking antar plastik. 8. Dibutuhkan struktur pengait seperti cantilever. Page 49 .036 m. MS.02 (0. Baja material yang paling sering digunakan. Plastik : kerapatan yang tinggi.65 g 9. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ss = 2. D50 3 1. Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh perhitungan detail riprap. Diambil D50 = 5 cm. Baja : interlocking. 2.81x3 D50 = 0. Dapat berguna di aliran dengan tingkat abrasi yang tinggi dan dimana dinding memikul gaya axial. By : Salmani. 3. Biasanya digetarkan ke dalam tanah. Pile beton lebih rumit pemasangannya dibandingkan pile baja.81m / det 2 . Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat sheet pile adalah : 1. Rolled Steel. Kayu : interlocking dengan sendiri ke tepi tanah.65 1 9.3 Bioengineering Bioengineering merupakan jenis dinding pengaman gerusan dengan menggunakan tumbuhan atau tanaman. diperoleh. Dinding pengaman jenis ini akan digunakan bila daerah tesebut sulit untuk menemukan bahan konstruksi seperti semen dan pasir. Beton : pracetak. maka dari persamaan (2).3. Berikut ini akan diperkenalkan dinding pengaman yang terbuat dari tanaman yang dapat digunakan dan sesuai dengan keadaan di Indonesia. perbedaan berat rolled steel sheet pile dapat menancapkan ke dalam tanah. kayu atau plastik pile. Bisa digunakan permanen untuk dinding yang tingginya sedang sampai tinggi sekali 5.76) 2 2. beton pracetak.

tetapi kadang digunakan untuk hal lain. MT.Meningkatkan habitat perikanan Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Politik Ekonomi Klimatologi Kondisi fisik Kondisi tanah Kondisi biologi Peralatan dan Material (Bahan) Rencana Pembangunan Pengadaan Tanaman Implementasi Proyek Persiapan Lahan dan Konstruksi Penanaman Pengawasan Pemeliharaan By : Salmani.3.1 Konsep Desain Penggunaan bioengineering (pengaman dari tanaman) diutamakan untuk mengontrol erosi. Bagianbagian perencanaan ini dapat dilihat pada gambar 8-31. Tentukan masalah akibat dari erosi Tentukan tujuan (dikarenakan masalah erosi) Contoh : .Meningkatkan kualitas air .3. Page 50 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Bagian-bagian dari perencanaan bioengineering terdiri penanganan kerusakan yang potensial dan aspek ekonomi dan politik. MS. Pemasangan pengaman bioengineering di sekitar kawasan yang dilewati sapi adalah usaha yang kurang baik karena sapi tersebut akan memakan tanaman bioengineering sesudah dipasang. Perencanaan bioengineering di sebuah saluran harus dievaluasi sebagai satu kesatuan sistem. Perencanaan pengaman bantaran dari bioengineering harus melibatkan aspek-aspek di sekitar pengaman. Aktivitas di sekitar pengaman yang mempengaruhi erosi harus diperhatikan.

MS.1 Penentuan Masalah dan Tujuan Tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang muncul atau masalah yang diperlukan untuk sebuah proyek.3. tanah dan komponen biologi.1. peningkatan kualitas air. 8. Komponen ini seperti politik. ekonomi. perlindungan sumberdaya alam atau maksud lainnya. perikanan yang sedikit dan lainnya.1. sosiologi dan hukum.2 Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Proyek pengendalian erosi di bantaran sungai/saluran mempunyai beberapa komponen. Pertanyaan dan jawaban yang By : Salmani. Komponen-komponen yang berkaitan dengan penghambat adalah saling terlepas dan harus diperhatikan. hidrologis. klimatologi. tetapi dapat juga dalam penyediaan habitat ikan dan hewan liar. Tujuan-tujuan yang akan dicapai tidak hanya ditimbulkan oleh masalah fisik akibat erosi tetapi juga oleh masalah hukum. Hal ini akan memerlukan keahlian antar disiplin ilmu yang minimal terdiri dari insinyur.3. Setiap komponen dapat memiliki penghambat yang harus diselesaikan.3. Page 51 . Masalah yang timbul biasanya adalah akibat erosi seperti permasalahan kualitas air. seperti penggusuran lahan di sekitar bantaran saluran.3. Hal ini akan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab. Tujuan dari proyek biasanya ditentukan oleh permasalahan tersebut. 8. fisik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-31 Langkah-Langkah Perencanaan dan Implementasi dari Pekerjaan Bioengineering Langkah-langkah diatas dijabarkan berikut ini. peneliti kehidupan makhluk hidup dan ekonomi. MT.

bentuk. Kalau tidak ada catatan mengenai data kedalaman muka air dari saluran. suhu. maka harus menggunakan tanda-tanda kedalaman di sekitar saluran. impelementasinya dapat dilakukan. Komponen fisik meliputi parameter proyek seperti kestabilan tanah seperti penurunan tanah. hidrologi dan geomorfologi merupakan faktor yang penting. Hal ini akan menyangkut peraturan pemerintah yang berlaku dan tekanan dari masyarakat seperti penggunaan tanaman yang berasal dari daerah tersebut. pengadaan tanaman dilakukan. timing. Setelah rencana pengembangan disetujui. Tanaman yang digunakan untuk daerah yang mempunyai musim hujan yang tinggi dan kering akan berbeda dengan daerah yang mempunyai musim kering lebih banyak dibandingkan musim hujan. kelembaban. Desain dari pengaman tumbuhan (pengaman hijau)/bioengineering harus meliputi pembiayaan untuk pengawasan dan penanaman dan pengaturan lokasi untuk mencapai tujuan. Klimatologi akan mempengaruhi pemilihan tanaman yang akan ditanam dan penanganannya setelah penanaman. pengetahuan penduduk di sekitar saluran dan data lain yang didapat dari tanaman lokal dan tanah yang menunjukkan periodisitas banjir. variabel ekonomi akan mempengaruhi keputusan akhir dalam memilih tanaman dan kepadatan tanaman sesuai dengan pra-desain dan pemeliharaan. Bagaimanapun juga. MS. MT. Untuk menentukan tanaman yang digunakan dan jenisnya serta waktu penanamannnya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING muncul akan memandu ke dalam rencana pengembangan. Page 52 . hidrodinamik seperti sumber air permukaan dan tanah. Proyek bioengineering biasanya lebih murah dibandingkan dengan struktur lainnya. bentuk penampang. Dari parameter fisik yang telah disebutkan. Setelah atau bersamaan dengan pengadaan tanaman. frekuensi air. kedalaman dan lainnya. seorang perencana harus mengetahui data hidrologi dan geomorfologi dari saluran. By : Salmani. Komponen politik yang meliputi faktor manusia yang buruk dan jalan kaki yang dibuat dan kendaraan off road dapat menjadi faktor yang positif dalam perbaikan lingkungan. penyinaran matahari dan lainnya. geomorpologi seperti catatan arus. Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting untuk proyek pengendalian erosi. suhu dan evapotrasnpirasi. Komponen klimatologi meliputi beberapa aspek seperti hujan.

struktur.1. Bagian bawah pengaman hijau harus tahan banjir sedangkan bagian atas lebih sedikit tahan. daya tahan erosi. Tekstur tanah. Page 53 . kondisi bantaran dan jenis tanaman harus dikaji sebanyak mungkin. perencana harus mempelajari dan mengevaluasi tanaman yang tumbuh atau digunakan di seluruh bagian bantaran. Komponen tanah meliputi parameter tanah seperti tekstur. Bantaran yang telah tererosi.2 V : 1 H. Untuk menggunakan bioengineering yang efektif. Tanah dengan lapisan humus 10 cm diharapkan. Struktur yang khusus digunakan untuk penanganan selain drainase kalau geomorfologi turut menyumbang dalam erosi. Tebing yang curam dimana penggerusan di kaki terjadi memerlukan perlindungan seperti riprap. MT. seperti piping atau sadding. struktur dan kedalaman mempengaruhi kandungan air di tanah dan perlu diperhatikan ketika menentukan tampungan air atau air irigasi selama musim kering. Sedangkan tanaman parasit harus disingkirkan. 8. curam dan tidak dapat ditanami harus dibentuk sehingga dapat ditanami.3. Termasuk habitat yang diperlukan untuk tanaman dan binatang serta rencana yang telah dibuat sehingga menemukan persyaratan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen. Pemindahan tanah sangat mahal dan harus diperhatikan untuk keadaan ekonomi. Kemiringan yang sering digunakan adalah kurang dari 1 – 1. Di dalam bioengineering.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Karakteristik geomorfologi seperti geometri bantaran sangat menentukan dalam desain bioengineering. Kemiringan untuk tanah berpasir adalah 30o. kandungan kimia dan sebagainya. Tanah yang kurang atau tidak sesuai dengan bioengineering dapat diperbaiki dengan teknik atau metode perbaikan tanah tergantung dari permasalahan yang timbul.3. MS. sedangkan lempung dapat lebih curam. Tanaman yang digunakan harus mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap banjir.3 Rencana pembangunan By : Salmani. maka perlu perbaikan kondisi tanah. Tanaman juga harus tahan terhadap keadaan kering. Untuk menjamin kestabilan bantaran dan perlindungan kaki. kesuburan. Komponen biologi adalah salah satu komponen penting dan saling terkait dengan komponen lainnya. Tanaman asli yang tumbuh di bantaran atau yang sudah tumbuh lama digunakan dengan normal.

jenis spesies yang akan menyerang tanaman. Analisis tempat sebelum tanaman dibeli atau proyek diimplementasi merupakan hal yang penting. peralatan dan material diperlukan untuk menangani masalah tanaman dan penanamannya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencana pembangunan merupakan hal yang puncak dari tahapan yang sebelumnya. Beberapa tanaman yang asli tumbuh di sekitar saluran sangat sulit untuk dikembangbiakan dan tumbuh dan banyak jenis tanaman yang tertentu By : Salmani. Perizinan ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. MS. Hama dan penyakit tersebut jangan sampai menyebar ke daerah sekitar saluran.1. Dalam analisis tempat. 8. Ketersediaan tanaman dari beberapa spesies. ukuran dan kualitas sering menjadi batasan dalam menentukan pemilihan tanaman dan pengadaan tanaman.3. Page 54 . Panduan secara umum untuk analisis tempat adalah observasi keadaan tempat proyek di upstream maupun downstream.3. Dari pengamatan akan didapat tentang referensi tempat seperti tanaman yang akan digunakan.1. 8.3. MT. Peralatan dan teknik penanaman tergantung dari jenis vegetasinya serta ukuran proyek dan kondisi lapangan.3. Hal lain yang perlu diperhatikan hama dan penyakit yang dibawa oleh tanaman tersebut. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanaman adalah undang-undang (aturan) mengenai pengadaan tanaman.1. setiap komponen harus dianalisis termasuk faktor atau parameter dan apa saja yang akan mempengaruhi pembangunan tanaman untuk bioengineering dan stabilitas bantaran.3.5 Perizinan Setelah analisis kondisi lapangan dan pengerjaan mulai dilaksanakan.3. 8. perizinan untuk membangun diperlukan.4 Peralatan dan Material Dalam rencana pembangunan.6 Pengadaan Tanaman Indikator tanaman yang paling baik digunakan untuk bioengineering adalah tanaman yang tumbuh di sekitar saluran secara alami.

7 Implementasi Implementasi (pelaksanaan) adalah kegiatan lanjutan dari perencanaan pembangunan dan terintegrasi dengan proses perencanaan. 8. sangat disarankan untuk mengidentifikasi tanaman sebanyak mungkin dan mempergunakan sedikit mungkin jenis tanaman yang ada.1.9 Pengawasan dan pemeliharaan Pengawasan dan pemeliharaan merupakan bagian yang penting dari perencanaan dan pembangunan pengaman bioengineering ini.3. Teknik penanaman yang telah disebutkan harus dikombinasikan dengan material bangunan atau struktur untuk membentuk struktur yang tahan erosi. 8.10 Penanganan bioengineering Seluruh bantaran saluran harus ditangani agar mencapai kemampuan maksimum untuk melindungi permukaan bantaran dan kaki dari erosi. Kerjasama antar pemilik disiplin ilmu dalam perencanaan sangatlah penting dan harus terjaga sampai proyek ini selesai. 8.3. yaitu hanya menggali dengan pacul dan memasukan stek (batang tanaman) sampai memindahkan akar tanaman yang besar. penanaman dan pengawasan serta pemeliharaan. Intensitas dan frekuensi dari pengawasan dan pemeliharaan tergantung dari kondisi lapangan.3.8 Teknik Penanaman Ada beberapa teknik penanaman dalam bioengineering mulai dari yang sederhana.3. MT. klimatologi.3. MS. gelombang yang tinggi serta arus yang terjadi. Implementasi ini terdiri dari persiapan lapangan dan konstruksi.3. untuk By : Salmani. 8. Tahap ini memerlukan detail pekerjaan. Page 55 . Untuk lebih mudah dalam memilih tanaman yang digunakan untuk pengaman hijau ini.3. Teknik yang lain adalah menyebarkan bibit tanaman. kemungkinan perusakan oleh binatang.1. hydroseeding dan lainnya.1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING tidak tersedia di pasaran atau kualitasnya rendah.1.3.

4. Penanganan zona kaki menggunakan batu-batuan. kayu. Salah penanganan zona kaki yang mudah adalah dengan menggunakan batu-batuan. peningkatan kualitas air. Penanganan seluruh bantaran dapat dilihat pada bab 6.5. Bangunan Pengarah Aliran 8. b. geotekstil.4. MT. Penanganan Zona Kaki Zona kaki merupakan zona yang mudah terkena erosi sehingga dapat membentuk lubang.1. tanaman maupun gabungan dari material tersebut. MS. Page 56 . Seluruh daerah bantaran harus ditangani dengan sistematik.1 Groin (Krib) 8. yaitu dengan riprap. Penanganan yang akan sangat diperhatikan adalah penangan zona kaki bioengineering.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING habitat binatang.1 Prosedur Perencanaan Prosedur perencanaan dari groin krib dapat disajikan dalam bentuk flowchart sebagai berikut : By : Salmani. Penanaman tumbuhan pada daerah mungkin terlalu lebar atau akan timbul kesulitan karena geomorfologi saluran.

Perubahan penampang melintang 3. MS. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MT. Page 57 . Potongan Melintang 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kekas ar an dasar s ungai. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan tinggi krib Tentukan sudut orientasi krib Tentukan jarak antar groin Tentukan jarak panjang pengunci Tentukan lebar puncak Tentukan ukuran material Cek Stabilitas ? Tidak Ya SELESAI By : Salmani.

44) By : Salmani. S max 1 L 1 R 2 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-32. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing. ada beberapa formula yang dapat digunakan. Flow chart perencanaan groin Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi. 1994 .5L W 0 . Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. 5 (8.4 m atau LKmin = 4 D100 (8. S = (4 5) L (8. S R 1.3 . Menurut Saele (1994) . LKmin = 2. MT. 1995 .43) Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin.41) Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. Page 58 .42) Saele. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W).8 L W 0. MS. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L W 3 (8. yaitu : LaGrone.

Kayu yang digunakan harus tahan terhadap air.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat groin (krib) adalah dari susunan kayu atau sheet pile. MT. By : Salmani. Jadi dalam hal ini. Untuk : R > 5 W dan S LK = Stg -L L tg (8. Page 59 .45) Untuk : R > 5 W dan S < tg LK L W 2 L 0 .1. Material yang digunakan tergantung dari kondisi biaya yang dianggarkan.3 5 R 0 . karena kayu direndam di dalam air.46) Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Menurut LaGrone (1995) .5 (8.4. MS.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. maupun HEC-RAS. Dalam contoh soal ini diketahui lebar saluran/sungai 25 m. Perhitungan parameter hidraulik ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. Sudut ekspansi untuk mengunci groin dalam tebing ditetapkan sebesar 20o. jari-jari tikungan saluran/sungai (terhadap garis as/center line) adalah 150 m. agar tikungan sungai aman dari gerusan akibat aliran yang terjadi. MT. MS.4. HEC-2.1. Rencanakan struktur groin tersebut. terlebih dahulu harus diketahui kondisi hidraulik eksisting pada tikungan tersebut. Penyelesaian : Lihat gambar 8-33. Page 60 .3 Contoh Perencanaan groin Salah satu cara untuk menstabilkan/memantapkan tikungan saluran/sungai adalah dengan menggunakan konstruksi Groin. WSPRO. Rencana groin Secara prosedur sebelum dilakukan perencanaan groin. By : Salmani. Parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. B Gambar 8-33.

ada beberapa formula yang dapat digunakan. Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L B 10 B 3 L B 4 B = 25 m B 10 B 4 2. MT. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik. yaitu : LaGrone. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi.25 m diambil panjang groin (L) = 5 m. Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran.5 m 6. By : Salmani. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). MS. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. 1995 . Page 61 .

S = (4 5) 5 = (20 – 25) m untuk itu diambil jarak antara groin (S) = 20 m.5 Smax = 38.41 m S 150 1.5. Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. MT. R = 150 m B = 25 m S = 20 m L=5m = 200 maka digunakan rumus : LK = 20.5 LK = 2.3 Sedangkan menurut Saele . MS.4 m. Tg 200 . Page 62 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING S max 150 1 5 1 150 2 0 .3 m > 1.5 25 = 19.2 m Diambil LK = 2.8 5 25 0 . ok R > 5B S L tg By : Salmani.40 m 0 . Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing.

arah spur.4. 1. permeabilitas. MS. Penentuan Batas Bantaran/Tepi Sungai yang akan Dilindungi Panjang bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi dapat melihat pada bab 8.1 Prosedur Perencanaan Tahapan desain spur terdiri dari penentuan batas bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi. MT.6. 2. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Pemilihan Tipe Spur Tipe spur yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel 8-7. pemilihan tipe spur dan desain pemasangan spur yang terdiri dari panjang spur. profil dan jarak antar spur. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan.4. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. Page 63 . 8.2. Jadi dalam hal ini. By : Salmani.2.2 Spur 8. tinggi.

MS. Page 64 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

Page 65 . MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-7 Tipe Spur dan Metode Pemilihan By : Salmani. MT.

Page 66 . Hubungan permeabilitas spur dengan kedalaman gerusan dan arah spur dapat dilihat pada gambar 8-34 dan 8-35. Tetapi harus diperhatikan panjang spur dan arah spur. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Untuk spur yang lebih dari satu. jarak antar spur dipengaruhi oleh arah spur. By : Salmani. MS. Desain Pemasangan Spur Langkah 1 Tentukan Panjang Spur Panjang spur tergantung dari panjang sungai/saluran yang akan diperbaiki. Arah spur sebaiknya 90o diukur dari pinggiran sungai. Spur yang ke arah upstream tidak sebaik spur yang kearah downstream. Permeabilitas lebih dari 70 persen dapat mencegah terjadinya erosi pada bantaran sedangkan permeabilitas kurang dari 35 persen dapat terjadi erosi seperti halnya pada spur yang impermeabel.2 x lebar sungai Langkah 2: Tentukan arah spur (8.47) Spur yang mengarah ke upstream atau downstream akan berbeda dalam hal kinerjanya. Semakin tinggi permeabilitas. Langkah 3: Tentukan Permeabilitas Spur Permeabilitas spur menentukan banyaknya air atau aliran air yang melewati/menembus spur. Panjang spur yang baik digunakan adalah lebih besar dari 20 persen dari lebar sungai atau . Arah spur yang pertama sebaiknya 150o dari pinggir sungai. semakin banyak air yang dapat menembus dinding spur. Spur dengan permeabilitas lebih dari 35 persen akan memperpendek panjang spur. Lminimum = 0.

Permeabilitas dan arah spur vs sudut ekspansi By : Salmani. Grafik permeabilitas spur dan orientasi vs kedalaman gerusan relatif pada ujung spur Gambar 8-35. Page 67 . MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-34.

Gambar 8-36. Bentuk puncak dari spur sebaiknya miring dari bantaran menuju sungai.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). Langkah 5 Tentukan Jarak Spur Jarak antar spur (s) dapat ditentukan dengan rumus : S = L cot Dimana: S = jarak antara ujung spur (m) L = panjang spur (m) = pebesaran sudut pada ujung spur (8. 8. MT. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile.48) 4.2. Page 68 . Perlindungan Kaki Kaki spur dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. MS. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 Tentukan Tinggi Spur Spur yang impermeabel sebaiknya tidak melebihi tinggi bantaran. 8.3 Contoh Perencanaan spur Kasus degradasi/migrasi pada tikungan saluran/sungai (eksisting) seperti gambar 8-36.4.4. Denah kasus penerapan Spur By : Salmani.2.

Dalam contoh ini dianggap streamline sudah diketahui. terlebih dahulu harus dihitung parameter hidraulik untuk kasus eksisting.37. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk mengatasi permasalahan ini diminta untuk merencanakan Spur yang dapat berfungsi sebagai : Menghentikan / mencegah perpindahan meander sebelum badan jalan yang melintasi saluran rusak / runtuh. Lihat gambar 8. Sket lokasi thalweg yang diinginkan secara mulus (smooth) dari arah aliran udik melalui kurva menuju garis lurus/sejajar arah aliran di bagian hilir. Gambar 8-37. Page 69 . MS. Penyelesaian : Langkah 1 : Gambarkan Lokasi Thalweg Pada prinsipnya sebelum dilakukan penggambaran thalweq. Rencana Penempatan Spur By : Salmani. Parameter yang paling penting dalam perencanaan spur ini adalah „streamline‟ pada tikungan saluran. Langkah 2 : Gambarkan kurva yang mulus melalui ujung spur. konsentrik terhadap garis tebing yang diinginkan. Perhitungan parameter ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. Untuk itu tipe deflector spur/permeabel retarder atau impermeabel deflector spur direkomendasikan untuk digunakan dalam kasus ini. Sudut ekspansi yang digunakan adalah 170 untuk panjang spur sekitar 20 % lebar saluran.

maka panjang busur (gambar 8-38) yang dibutuhkan sehingga kasus ini dapat teratasi adalah : By : Salmani.305731 32. Page 70 . Hitung jarak dengan spur berikutnya : Panjang efektif spur no. Maka jarak spur no. 1 dengan spur berikutnya adalah : S1 = L1 cotg 170 10 ~ 33 1 0 .71 Spur dipasang pada sudut 900 terhadap tangen yang merupakan kontruksi yang paling ekonomis Langkah 4 : Untuk spur yang lain (spur di hulu dari spur pertama) ditempatkan dengan menggunakan persamaan yang sama seperti diatas. 1 (L1) = 20% x 50 = 10 m. 1 Tempatkan spur no. MS. Dengan penempatan spur seperti ini akan terjadi deposisi pada dasar antara garis tebing yang diinginkan dengan garis tebing yang tererosi (eksisting) Berdasarkan garis tebing yang diinginkan. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Posisi/lokasi Spur no.1 pada bagian hilir dari kasus yang ditinjau dengan membentuk sudut ekpansi 170.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Gambar 8-38. Posisi /jarak lintasan penempatan Spur

PB

α x 2 rr o 360 70 x 2 . 250 360 305m
11

Sehingga jumlah spur yang harus dipasang adalah 305/32,71 +1 = 10,24 buah. Langkah 5 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur spur harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.4.3 Guide Bank

8.4.3.1

Prosedur Perencanaan

Prosedur perencanaan guidebank terdiri dari panjang guidebank, tinggi dan riprap.
MULAI

Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah

Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana, kekas ar an dasar s ungai, kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan debit yang melew ati bantaran kiri dan kanan

A By : Salmani, MS, MT.

Page 71

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Tentukan debit dengan jarak 30 m dari bantaran Tentukan panjang, tinggi dan lebar guide bank

Cek Stabilitas ?

Tidak

Ya

Tentukan perlindungan kaki

SELESAI

Gambar 8-39. Flow Chart Perencanaan GuideBanks

a. Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll). Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1).

Langkah 3. Tentukan melintang rencana.

perkiraan

perubahan

(development)

penampang

By : Salmani, MS, MT.

Page 72

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
b. Dimensi guidebank Langkah 4 Tentukan debit yang melewati bantaran kiri dan kanan (Qf) Qf = V x kedalaman x lebar bersih saluran Langkah 5 Tentukan debit dengan jarak 30 m dari pilar (Q30 m) dan Qf/Q30 m Q30 m = V x kedalaman bantaran x 30 m Langkah 6 Tentukan panjang Guidebank (Ls) Panjang guide ditentukan dari nomograh antara Ls dan Qf/Q30 m (gambar 8-40) Gambar

Gambar 8-40. Nomogram untuk menentukan panjang tebing penuntun (guidebank)

Petunjuk Penggunaan Nomograph padagambar 8-40:
1. Tentukan nilai Qf , Q30 dan Va. 2. Hitung Qf /Q30 .

By : Salmani, MS, MT.

Page 73

Sungai tersebut mempunyai debit aliran rencana 300 m 3/detik.0001. Perlindungan Kaki Kaki guidebank dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. c. 8. 8. Tarik garis lurus dari titik Qf /Q30 yang dihitung (sumbu vertikal) sampai garis Va yang dipakai dan tarik lagi garis ke bawah memotong sumbu horozontal.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Page 74 . sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada perencanaan riprap. Lebar atas guidebank antara 3 sampai 4 m dengan kemiringan pinggir 1V : 2H atau kurang. Desain untuk riprap ini dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m.4.025. Langkah 7 Tentukan ketinggian dan lebar guide bank Tinggi minimum guidebank adalah 0.4. Langkah 8 Tentukan Ukuran Batuan Guidebank terdiri dari batuan yang tersusun (riprap). Adapun lebar dasar saluran utama 75 m. 4. By : Salmani. Baca titik perpotongan antara garis lurus (garis vertikal) dengan garis sumbu horizontal untuk nilai Ls.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. MS. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H.6 m dari freeboard diatas permukaan air desain. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. MT. Kemiringan dasar saluran seragam 0.035.3 Contoh Perencanaan guide bank Pada suatu saluran/sungai yang dilintasi (crosing) oleh jalan jembatan seperti gambar di bawah.3. Kemiringan tebing. sedangkan untuk bantaran 0.3.

maupun HEC-RAS. HEC-2.h . MT. WSPRO. eb Q = Qmc + Qeb By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencanakan struktur guidebank pada kedua sisi (kiri dan kanan) sehingga bukaan jembatan diperoleh selebar 85 m. V 1 2 / 3 1/ 2 R S n Amc Pmc A eb P eb (Bmc Bmc B xh eb B eb m h )h mc mc 2 1 m2(h mc h ) eb 1 m 2. Page 75 .41. Denah rencana Guidebank Penyelesaian : Langkah 1 : Tentukan parameter rencana hidraulik yaitu kedalaman dan kecepatan pada kondisi debit rencana. MS. Dalam contoh ini digunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan rumus Manning untuk memperoleh kedalaman normal serta kecepatannya. Pada prinsipnya parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. Lihat gambar 8. Gambar 8-41.

0001 1/ 2 0.0001 1 / 2 eb 0.143h mc mc eb 8/ 3 5/ 3 5/ 3 0.h .143h 5 / 3 eb 5/ 3 30h 0.8h 30h 57. MT. h 2 / 3 0.4h mc mc 5/ 3 5/ 3 57. Page 76 .143h 300 mc mc eb 8/ 3 0 Dengan mengambil tinggi aliran di bantaran (heb) = 1 m.035 eb 75 2 H H 1 h 2 / 3 0.35 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dimana : hmc heb Bmc Pmc Amc m Beb Aeb Peb Qmc Qeb : kedalaman aliran di saluran utama : kedalaman aliran di bantaran : lebar dasar saluran utama : keliling basah penampang saluran utama : luas penampang basah saluran utama : kemiringan tebing : lebar dasar bantaran : luas penampang basah bantaran : keliling basah penampang bantaran : debit aliran di saluran utama : debit aliran di bantaran Sehingga diperoleh: Q 300 Bmc 1 2 / 3 1/ 2 mh h R S mc mc n 1 2 B .( R 2 / 3 S 1 / 2 ) eb eb n 1 2 100h .025 mc 300 300 75 2h 0. maka diperoleh kedalaman di saluran utama (hmc) = 3. MS. Kecepatan pada saluran utama : By : Salmani.8h 57.

01 ). By : Salmani.6 m3/dt (untuk satu sisi).35 = 273.35) 3.231 m3/dt = 57.65 m2 (saluran utama ) = (100 x 1) = 273. Dengan anggapan aliran seragam maka : Qf = Veb x heb x50 m = 0.025 v 0.3 m3/dt masing-masing untuk sebelah kiri dan kanan. 0. Page 77 .035 0.025 mc 1 ( 3.23896 )( 0. Kalau kedua abutment (kiri dan kanan) ditempatkan pada tebing bantaran. baik abutment kiri maupun kanan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 1 2 / 3 1/ 2 R S n 1 h 2 / 3S 1/ 2 0.695 x 0. v Luas penampang basah : Amc Alb Qmc Qlb = (75 + 2 x 3.00 m2 (bantaran untuk satu sisi) = 245.20 m3/dt = 302. abutment jembatan ditempatkan pada jarak 50 m dari tebing saluran utama.0001 )1 / 2 bantaran 0. MT. (300) = 100. maka Qf adalah debit yang dihitung untuk bantaran kiri maupun kanan pada langkah pertama yaitu 28.35 )2 / 3( 0.286 x 1 x 50 = 14.431 m3/dt Langkah 2 : Tentukan debit pada bantaran kiri dan kanan (Qf) Debit ini sangat tergantung pada posisi abutment jembatan.286 Q Q Qtat.025 1 ( 2. MS.0001 )1 / 3 0.896 = 2 x 100 x 0.896 /dt 1 v ( 1 )2 / 3( 0. Tetapi dalam contoh ini.286m/dt.

1} = 273.667 Langkah 4 : Tentukan panjang guidebank ( Ls ) Untuk memperoleh panjang guidebank. MT.695 m2 Berdasarkan luas penampang basah bukaan tersebut.80 m / dt Sesuai dengan harga Qf/Q30m pada langkah ke tiga dan harga Vn2. Karena dalam kasus ini aliran dianggap seragam. Karena Ls yang dibutuhkan terlalu pendek. Langkah 5 : Spesifikasi tambahan Kalaupun guidebank diadakan/digunakan. harus dihitung dahulu penampang basah aliran pada bukaan jembatan ( An2 ). maka diperoleh panjang guidebank (Ls) kurang dari 15 m.3/8. By : Salmani. maka pada prinsipnya untuk kasus ini keberadaan guidebank tidak terlalu dibutuhkan. maka dengan menggunakan nomograf gambar 8-40.695 + 2 x 50 = 373. Berdasarkan Q30m maka diperoleh : Qf/Q30m = 14. MS. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.695 0. maka diperoleh kecepatan rata-ratanya ( Vn2 ) : Vn 2 Q An 2 300 373. antara lain tinggi jagaan (elevasi guidebank terdapat elevasi muka air) dan lebar puncak guidebank. An2 = Amc + 2 { 50 . Page 78 . Kriteria perencanaan/perhitungan dari parameter ini dapat merujuk pada referensi-referensi terkait.58 m3/dt baik untuk bantaran kiri maupun kanan (untuk satu sisi).58 = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Tentukan Q30m dan Qf / Q30m untuk bantaran kiri dan kanan Q30m maksudnya adalah debit yang melewati pada bantaran sejauh 30 m dari batas saluran utama. maka : Q30 = Veb x hmc x 30 m = 0.286 x 1 x 30 = 8.

Page 79 . Bangunan Peredam Energi i. c. Langkah 6 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur check dam harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Check Dam 1. Adapun perhitungan tipe revetment ini dapat dilihat dalam contoh perhitungan detail riprap.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bahan material guidebank dapat digunakan tipe rock riprap. MS. Prosedur perencanaan By : Salmani. MT.

Flow Chart Perencanaan Check Dam Langkah 1: Hitung Parameter Hidraulik Hitung parameter hidraulik. kekas ar an dasar s ungai. Perubahan penampang melintang 3. yaitu debit rencana. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Prosedur perencanaan secara ringkas dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. MT. lebar dan profil saluran dan kedalaman di hulu. MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kecepatan dan kedalaman rata-rata Hitung kehilangan energi Hitung kedalaman gerusan pada kaki Tentukan panjang. tinggi dan lebar (dimensi) cek dam Cek Stabilitas ? Tidak Ya Tentukan perlindungan kaki SELESAI Gambar 8-42. MS. Page 80 . hilir dan tinggi bangunan drop (drop structure). Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Potongan Melintang 2.

Tinjau bagian hulu dan hilir.50) Untuk memperkuat struktur tersebut. atau Zd (8. beberapa parameter lain yang perlu dihitung: Debit persatuan lebar = Q/B Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli. a. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 2 Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht). Yu Ht 2 Vu 2g Zu 2 Vu 2g Yd Zu 2 Vd 2g Zd Yd Ht 2 Vd 2g .51) (8. Riprap By : Salmani.54 . maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0. MS. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. Page 81 . Langkah 3 : Pengaman struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.dm. MT. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.49) Yu Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.225 x q0.

5 – 1.52) Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas NS 1 K ht 1. Quarrystone hs = (0. Page 82 .3 K 1/ 3 H NS = 1. Check dam merupakan bangunan yang terendam dalam air sehingga bangunan tersebut harus kuat.0) Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H Berat batu toe : (8.0) hd masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone (0.53) atau K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht (8. MT.8 e ( 1 K )2 ht K1 / 3 H (8. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk check dam adalah struktur beton.5 – 1.5 1. b.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memperkuat kaki struktur tersebut dapat digunakan tipe revetment dari riprap. Prosedur perhitungannya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap. MS.54) 2. By : Salmani.8 1 .

4 m Dalam kasus ini diminta untuk menghitung gerusan yang terjadi pada kaki struktur drop (Check Dam) serta cara memperkuatnya sehingga dapat diatasi gerusan tersebut.Debit rencana (Q) = 170 m3 / dt.5.95 m . MT. hu = 3.Lebar saluran (B) = 35 m . Kondisi tersebut dapat didekati dengan membuat bangunan terjunan (drop structure) yang akan menstabilkan dasar saluran dan mengurangi kemiringan saluran di bagian udik. Gambar 8-43.1.Kedalaman aliran di hulu ( sebelum terjadi drop). .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan elevasi dasar setinggi 1. .43. Page 83 .Tinggi drop (h) = 1.3 Contoh Perencanaan check dam Suatu lokasi sekitar pondasi jembatan (eksisting) pada suatu saluran/sungai terjadi degradasi. By : Salmani.25 m.Kedalaman aliran setelah terjadi drop (hd) = 2. Rencana Check Dam Adapun parameter hidraulik lain adalah: .4 m dari elevasi dasar awal. MS.

95 0 2 x9.65) 2 2.4 2 x9.3485 – 2. beberapa parameter lain yang perlu dihitung : Debit persatuan lebar = Q/B = 170/35 = 4. MS. dm = hd = 2.25 1.1335 x 2.dm. hu Ht Vu2 2g hu Zu Vu2 2g hd Zu Vd2 2g Zd hd Ht Vd2 2g .089 1.674)0.95 = 2.25 = 1.81 4.86/3. MT.763 3. Tinjau bagian hulu dan hilir. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.95 m hs = 1.95 = 2.86/2.225 x q0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penyelesaian : Langkah 1 : Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht).9 (1. Page 84 .54 – 2.86)0. dimana : K = 1. atau Zd (1.06 m By : Salmani.9) 2 3.49 m/dt Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd = 4.81 Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.9.86 m3/dt/m' Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu = 4.674m (1.95 = 1.54 .225 (4.65 m/dt Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli.

Page 85 .65 m/det Fr = V1 gh1 1. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini.46 m a. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs = 1. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap. yaitu. MS.95 D50 = 0.31 Berdasarkan bilangan froude di atas.95 1. rock riprap Untuk memperkuat struktur tersebut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Pengamanan struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh. Diambil D50 = 20 cm.17 m. maka dari persamaan (2). MT.4 + 2.65 9. maka ukuran rock riprap untuk pengaman pada kaki cekdam digunakan persamaan dari rumus Isbash. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.65) 2 2. D50 2. D50 hmc dimana. Kedalaman aliran di hilir 2.95 = = 0.06 = 3.95 m Kecepatan aliran di hilir 1. K Ss V2 1 gh K = 1.81x 2. By : Salmani.81m / det 2 .65 1 9.81 x 2. Dari data cek dam terdahulu diketahui bahwa.02 SG = 2. diperoleh.65 g 9.02 (1.

0 masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H = 2 x 2. maka perlu ditinjau dulu parameter berikut.8( 2 .41 ton = 8410 kg By : Salmani.90 m 6m Berat batu toe : Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas 1 . hs hd 2.5 ( 1 K )2 ht K1 / 3 H NS 1 K ht 1.8 e atau NS = 1.95 3 1. berat minimum material quarrystone adalah : Wmin 2 .3 K 1/ 3 H 1.95 = 5.65 1 )3 = 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. MT. MS.5 1.2 . Page 86 .06 2.8 K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht Dengan menggunakan Ns = 1. Quarrystone Bila digunakan quarrystone.8.95 0.65.

5 L/a = 8 1.0 1. Tabel 8-8.3 2.0 2. MS. Tabel 8-8 di bawah ini digunakan untuk perhitungan gerusan pada jembatan.5 3. prosedurnya mengikuti langkah-langkah pada Bab V dalam manual ini.0 1. Abutment dan Pilar Jembatan Untuk perencanaan abutment dan pilar jembatan yang tahan terhadap gerusan. Page 87 .0 Faktor koreksi arah aliran pada jembatan Sudut 0 15 30 45 90 L/a = 4 1.9 L/a = 12 1. MT.0 2.5 2.3 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d.0 2.3 5.0 (d) hidung tajam (e) kelompok silinder sudut = arah aliran L = panjang pilar Proses perencanaan abutment dan pilar jembatan dapat dilhat pada flow chart sebagai berikut : By : Salmani.5 3.0 2.5 4.9 1. Koefisien tipe pilar dan Faktor koreksi arah aliran dijembatan Koefisien Tipe Pilar Tipe-tipe pilar (a) hidung persegi (b) hidung bundar (c) silinder K1 1.1 1.0 0.

Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. kecepatan dan kedalaman rata-rata Cek tegangan geser di saluran utama dan bantaran ? Tidak Ya Diperlukan penangan khusus agar tegangan geser dapat teratasi Tentukan alokasi abutment dan pilar. Perubahan penampang melintang 3. aliran bantaran. Flow Chart Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan By : Salmani. Potongan Melintang 2. Page 88 . MS. kekas ar an dasar s ungai. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kondisi dasar dan tipe abutment dan pilar Tentukan kedalaman gerusan lokal pada abutment dan pilar Tentukan ukuran batuan untuk riparap pada abutment dan pilar Cek Stabilitas struktur ? Tidak Ya SELESAI Gambar 8-44. a/y1.

MT. By : Salmani. beberapa parameter hidraulis tidak perlu dihitung lagi. MS.91 kg/m2 Bantaran dilapisi oleh vegetasi kelas A D50 = 5 mm. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H.23m3/dt.6. h0 = 1.35 m kedalaman aliran di bantaran (kiri-kanan). D75 = 6 mm.45.035.1 Contoh Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan Suatu jalan jembatan melintasi (crossing) pada suatu saluran/sungai seperti gambar 8. Debit saluran utama (Qmc) = 245.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.0 m. Sungai tersebut mempunyai debit rencana 300 m3/detik. Gambar 8-45. Kemiringan tebing. Data lain yang diketahui: Tegangan geser izin pada bantaran ( o) = 19. Kecepatan aliran di saluran utama (Vmc) = 0. yaitu : kedalaman aliran di saluran utama (h1) = 3. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. sedangkan untuk bantaran 0. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. Page 89 .025. Kemiringan dasar saluran seragam 0.896 m/dt. Posisi abutment di bantaran Penyelesaian: Langkah 1: Hitung parameter hidraulis aliran Karena kondisi saluran/sungai sama seperti pada contoh soal guidebank. cukup menggunakan hasil dari perhitungan pada kasus guidebank.0001. Lebar dasar saluran utama 75 m.

81x1. MS.025 x1100 x 0.35) 2 1/ 3 0.0) 2 1/ 3 0. Page 90 .286 9. (untuk satu sisi) Kecepatan aliran di bantaran (Veb) = 0.896 x (3.385 kg / m2 Tegangan geser kritis (izin) di saluran utama ( c) c 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING debit di bantaran (Qeb) = 28.088 xD75 0.0164 xD75 0. o f v2 8 n2 v 2 Rh 1 / 3 satuan British 2.412 kg / m2 Tegangan geser yang terjadi pada bantaran. o 0. MT.09 Saluran utama Fr = 0.035 x1100 x 0.60 m3/dt.16 Langkah 2: Perhitungan tegangan geser Tegangan geser yang terjadi dapat dihitung dengan formula berikut. Pada bantaran Fr = V gh 0. maka dapat dihitung bilangan Froude (Fr) pada bantaran dan saluran utama.0 = = 0.896 9. Berdasarkan parameter tersebut di atas.81 x3.53 kg / m 2 o> c satuan British satuan SI c c c Untuk saluran utama By : Salmani.35 = 0.286 m/dt. o 0.22 satuan SI o n 2 v 2 Rh 1 / 3 Tegangan geser yang terjadi pada saluran utama.088 x 6 mm 0.286 x (1.

9x473. Langkah 3: Tentukan lokasi abutment. 1980. MT.7 1 1.7 1 1 9. Froelich‟s‟s (1987) dan Laursen‟s (1980) untuk o< c. Kondisi sedimen dasar bergerak dan tipe abutment berlaku umum. maka perhitungan gerusan pada abutment dapat menggunakan tiga formula.09 0 Dengan cara coba-coba diperoleh hs = 7.46 < 25.35 = 7. 2. dan K2 = 1 Atot = (273. MS.61 1 K1 = 1.5h1 1. Langkah 4: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada abutment Menurut Laursen. a h1 h 2. tipe abutment.27 K1K 2 a' h1 0.50 By : Salmani.50 hs 1 11.75 s h1 hs 1 11. Menurut Froehlich.5 1. yaitu Laursen‟s (1980).43 Fr0.65 + 200) m2 = 473. Dalam kasus ini lokasi abutment di bantaran.20 m. Berdasarkan kondisi di atas.75 s 1. kondisi dasar. hs y1 dimana.50 m2 Ae = 0.0 hs 1 11. aliran bantaran. Ada aliran dibantaran. dengan demikian a/y1 = 25/3. Page 91 .0 hs h 2. a/y1. abutment diletakkan 25 meter dari tebing bantaran (a = 25 m).9 Atot = 0.7 25 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bantaran o< c.

0 25 2.22. hs 1.70 9.23 m 3 / det By : Salmani.43 (0.15 m3/det.70 m/det. dan Fr1 = Ve gh1 0.50 m.27(1)(1) 1.286 = 0. Dari persamaan 20 diperoleh.286 m2/det Qo = q o a = 0.1ho 7/6 1 1 qo = ho Vo = 1. h 2.15 = 0.22)0. MT. Qo qmcho dimana. q mc 245 .0 0.. 1980 untuk o< c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ae = 426.75 s ho hs 4. MS. Diambil a‟ = a = 25 meter.0 = = 0.0x0. Page 92 .286x25 = 7.15 m2 Ve = Q Ae 300 426. Menurut Laursen.61 1 hs = 3.81 x1.

75 s 1. Untuk menghitung gerusan lokal pada pilar jembatan.872 245.65 x Fr 0. diperoleh K2= 1. o > c .0 2.65 hS 3. dimana L = panjang pilar .23x1. Dalam langkah 2 di atas diperloeh untuk saluran utama bergerak.25 h ( 1 )0. Page 93 . MT.43 hs = 2. dimana L = panjang pilar dan a = lebar pilar. Persamaan Jani and Fisher (1979).35 1.. Persamaan Colorado State University’s Menurut Richardson et al. a = tebal pilar. (1975).50 a By : Salmani. dengan bentuk pilar ujung bulat diperoleh K1= 1. 1.1 7/6 1 dengan cara coba-coba diperoleh hs = 0. Tipe pilar round-nose dengan L/a = 8. Langkah 5: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada pilar Pilar diletakkan di tengah-tengah saluran utama seperti gambar berikut.0 x1.0 h 2.20 m.06 meter.16 Dari tabel 8-6.0 hs 1 4.0 x1.0 xK1 xK 2 x h1 0. Untuk dasar bergerak (Fr – Frc)> 0. 0. 14. ada 4 formula yang dapat digunakan.35 x 0. gerusan pada pilar jembatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: hS h1 a 2.20. maka.50 x 3.43 y1 : kedalaman aliran pada lokasi pilar Fr = 0. berarti dasarnya hs a 2 Fr Frc 0. MS. 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperoleh.16 0.0.50 Sehingga. untuk L/a=4. Dari tabel 8-7.

Tarik garis lurus dari titik D50 menuju garis satuan yang dinginkan. MT.84 Frc 0. berlaku : hs a dimana. Gambar 8-46.20. Plot nilai D50 pada garis grafik (sumbu horizontal) 3.30 a a = lebar pilar Fr = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING untuk 0 < Fr – Frc < 0. Batas anjuran tegangan geser untuk kanal Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-46: 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai .16 Penentuan harga Frc Penentuan harga bilangan Froude kritis dilakukan dengan menggunakan nomograph di bawah ini. Tentukan nilai D50 2. selanjutnya tarik horizontal menuju garis grafik (sumbu vertikal) 4. 1.25 h ( 1 )0. MS. Page 94 . By : Salmani.

U*c.10 8.10 3 = 0. Page 95 . c = U *c c = 8x10 103 3 = 8.6 U *c dimana = 9.K = D50.864 . .Dari diagram Lane‟s pada gambar 8-46.0012 = 83. MS.33 By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan demikian dapat ditentukan Frc sebagai berikut: .6 x9.864x10-3 m/det. 11 .10 0.D50 diambil 0. MT.10 m. dengan D50 = 100 mm. .29x10-7 m2/det 11 . . 7 D50 0.0012 m. . diperoleh 8x10-3 kg/m2.29 . maka.

35 x1. Hitung ks / 3. MS.0. .10 = 0. By : Salmani.05 m/det.Vc Vc U*c ln 11h1 X D50 3 = 8. Dari gambar 8-47 diperoleh X = 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai X.10 ln 11 x3.86 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-47.Bilangan Froude kritis. MT. Plot nilai ks / pada garis grafik sumbu horizontal menuju garis grafik X (sumbu vertikal) 4. Tentukan nilai ks dan 2.0 0. Page 96 . . Faktor pengali Einsten X pada persamaan kecepatan logaritmik Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-47: 1. Tarik garis lurus dari titik ks / 5.

D50 hs a a D50 0. berarti < 18. jadi. hs 1.0 diperoleh hs = 0. maka digunakan kondisi pertama. Bila a  18 .45K1K 2 K 3 1 / 0.25 h ( 1 )0. hs 1. a D50 0. maka.84 Frc 0. Persamaan University of Auckland (UAK). MS.20.10 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Frc = Vc gh1 0.30 a Berdasarkan criteria di atas.05 9.1513. berarti 0 < Fr – Frc < 0.50 ) 1. MT. By : Salmani.84 8. Page 97 .25 ( 3.0 diperoleh hs = 2.7x10-3 Fr – Frc = 0.7x10-3 = 0.1K1K 2 K3 a  18 . maka ys diambil yang terbesar antara kedua rumus di atas.35 = = 8.15 0.53 = 10.0 1.81 m.28 m.81 x3. 3.25 ( 3.35 030 ) 1.16 – 8. hs a 1.35 0.7 x10 3 0.0 2 0.28 m. Maka diambil harga terbesar yaitu ys = 2. dimana a = lebar pilar. Maka untuk air jernih. D50 hs a Bila 2. digunakan.

Dengan menggunakan analisis regresi linear pada 83 pengukuran lapangan terhadap gerusan pilar. a ' = lebar pilar yang diproyeksikan tegak lurus terhadap hampiran a ' aliran. By : Salmani. Persamaan Froehlich (1988) untuk dasar bergerak. L = panjang pilar = sudut yang menuju pilar bila = 90o. dan a ' = a cos + L sin dimana.16) 0. K2 = 1 (table 8-8) K3 = faktor koreksi akibat gradasi sedimen. K1 = 0.05 m.35 1.46 Fr 0. diambil = 2.10 0. hs 1. a' 0.0)(1. dari table 8-7 diperoleh K1 = 1.0 0. K2 = faktor koreksi Diperoleh: = 0. ys 0. MS.62 3. Page 98 .3 untuk pilar singular-nose. MT.20 8 0. diperoleh.08 1 Maka diperoleh ys = 2.53 Maka diperoleh ys = 3.08 1 K1 = koefisien untuk tipe pilar. Froehlich‟s (1988) dikembangkan untuk persamaan berikut: ys dimana.0)(1.62 y1 a 0.0) 0.99 m.0 0.0 1. K1 = 1. untuk itu froehlich mengambil. untuk bentuk ujung bulat (rounded).70 untuk pilar sharp-nose.32K1 8 1. maka.0 untuk pilar round-nose.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = koefisien untuk tipe pilar.45(1.0 0.32K1 a 0.20 a' D50 0. 4.46 (0. K1 = 1. a‟ = L = 8 m.10 0.

28 3. Hasil perhitungan gerusan pada pilar Nomor 1.68 0.20 Tabel 8-10 . Langkah 6 : Penentuan rock riprap pada abutment Menurut Isbash.61 0. 3.81 m/dt2) = kedalaman aliran pada bukaan jembatan (m) = 0. 1987 Laursen. MS. 3. 4. 2.50 0.20 3.20 3. 1988 ys 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan.99 Ys/y1 0. Hasil perhitungan gerusan pada abutment Nomor 1. Tabel 8-9 .20 Ys/y1 7. yaitu: 0. Metoda Colorado States University Jain and Fisher.91 0. 2.89 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 1. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang riprap.05 2. yang dalam hal ini digunakan rock riprap. 1979 University of Auckland Froechlich.02 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) By : Salmani. Metoda Laursen. Page 99 . untuk o< c ys (m) 7.06 2. untuk bilangan Froude dapat digunakan rumus berikut. 1980 Froechlich.80 ukuran rock riprap pada abutment D50 y K V2 ( Ss 1) g y dimana : D50 V Ss g y K = diameter tengah batu (m) = kecepatan rata-rata aliran (m/dt) = spesifik gravity rock riprap = percepatan gravitasi (9.50 0. MT. 1990.89 Untuk mengatasi gerusan yang terjadi pada abutment maupun pada pilar.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Sedangkan untuk bilangan Froude > 0. Page 100 .0 5. Langkah 7 : Penentuan rock riprap pada pilar Menurut Richardson et al. maka ukuran rock riprap yang digunakan adalah: D50 1.692 K V ( Ss 1) 2 g 2 dimana : D50 V Ss g K = diameter tengah batu (m) = kecepatan pada pilar (m/dt) = spesific gravity rock riprap (biasanya 2. kecepatan aliran (V) dikoreksi dengan koefisien 0.65) = percepatan gravitasi (9. maka kecepatannya dikoreksi dengan koefisien 1. MT.65 1) 9. 1993.0 D50 1.7.61 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 0.15 x 10 3 m Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. 1990 untuk menghitung diameter batu (dalam satuan meter. Sedangkan bila lokasi pilar berada pada tikungan saluran utama.69 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) Pada lokasi abutment.81. By : Salmani. bilangan Froude = 0. yaitu: D50 0.81 m/dt2) = 1.50 untuk ujung pilar bulat 1. media air tawar) menggunakan rumus berikut.14 dimana : K = 0. MS..2862 (2.02 0.1.9.80 dapat digunakan persamaan dari Kilgore. yaitu: D50 y K V2 ( Ss 1) g y 0.70 untuk pilar persegi Untuk lokasi pilar dekat tebing.09.

D50 D50 0.7 .896 (2. By : Salmani.81 0. seperti riprap. ii. e. 9.11 m 2 Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur (abutment dan pilar) Kestabilan struktur abutment dan pilar harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. 0.65 1) 2 .692 1. Geotekstil i. Durabilitas (Ketahanan). Geotektil berbentuk bahan yang tersusun dengan bentuk anyaman tertentu sesuai dengan fungsinya.7).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dalam contoh soal ini. Kriteria Perencanaan Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengaman jalan dari geotekstil sebagai berikut : a. Geotekstil biasanya digunakan bersamaan dengan jenis pengaman gerusan jalan lainnya. MS. Page 101 . bentuk pilar mempunyai ujung bulat (K = 1. Deskripsi Geotekstil dapat digunakan untuk mengendalikan gerusan di jalan yang berada dekat sungai.1.5). dan lokasi pilar di tengah-tengah saluran utama (V dikali dengan 1. MT. Perencanaan (desain) Pengaman dari Geotekstil 1.5 .

menyajikan rekomendasi kekuatan minimum yang dibutuhkan dari geotekstil Tipe Kekuatan Kekuatan tarik Panjang tarik (%) Tidak mudah berlubang Tidak mudah robek Ketahanan terhadap abrasi Kekuatan jalinan bahan Metode Tes Keadaan Geotekstil Kelas A Kelas B 90 15 40 30 25 50 140 ASTM D 4632 200 ASTM D 4632 15 ASTM D 4833 80 ASTM D 4533 50 ASTM D 3884 55 ASTM D 4632 180 Ketahanan terhadap kehancuran ASTM D 3786 320 Keterangan : Kelas A : geotekstil berada pada keadaan yang lebih buruk dari kelas B seperti geotekstil dijatuhi beban dengan tinggi kurang dari 3 ft (0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Geotekstil yang digunakan harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi seperti kondisi akibat fisik. Geotekstil biasanya ditutupi oleh material seperti batu. c. sinar ultraviolet dan tetap menjaga agar menyatu dengan tanah. Hal yang paling penting dalam mendesain material penutup adalah menjaga ruang udara (void) relatif kecil (tertutup). Tabel 8-11. Page 102 . stabilitas. panas dan sinar ultra violet. MS. biologi.6 m) dan berat kurang dari 250 pounds. riprap. Kelas B : geotekstil hanya dilapisi oleh pasir atau tidak dijatuhi beban. MT. Material yang melindungi geotekstil harus sama permeabilitasnya dengan geotekstl. Khususnya ketahanan terhadap sinar ultra violet. Kekuatan dan Ketahanan terhadap gerusan Kekuatan yang penting dari geotekstil yang digunakan untuk pengaman jalan akibat gerusan adalah kekuatan tarik. By : Salmani. b. blok beton dan sebagainya. tidak mudah berlubang dan tidak mudah hancur. kekuatan tahan terhadap robekan. maka material yang halus seperti pasir harus diletakkan diantara geotekstil dan material penutup. Kalau material tidak sama permeabilitasnya. Material penutup geotekstil harus dapat melindungi dari gaya hidraulik. Material Penutup. geotekstil yang digunakan harus diuji ketahanan terhadap sinar ultra violet selama minimal 30 hari.

jahitan atau alat yang lain. maka dianjurkan menggunakan pengait pada bagian atas maupun bawah. MS. batuan dan sebagainya. Geotekstil yang diletakkan harus bebas dari tegangan tarik. Kalau digunakan untuk melindungi bantaran sungai. Persiapan lahan Lahan atau tempat yang digunakan untuk memasang (meletakkan) geotekstil harus bersih dari tanaman. geotekstil diletakkan sepanjang bagian atas bantaran atau 2 ft diatas tinggi air maksimum. Sambungan menggunakan sambungan las. Sedangkan untuk bantaran bagian atas. Geotekstil yang telah diletakkan jangan dibiarkan terkena sinar matahari lebih dari 1 minggu dan tidak lebih dari 1 bulan untuk geotekstil yang terlindungi serta geotekstil yang tidak tahan terkena sinar ultra violet. Kondisi Konstruksi Dalam memasang (konstruksi) geotekstil harus diperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. pasir dan batuan. sambungan gotekstil dan pengait. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. b. c. Sambungan jahitan merupakan sambungan yang By : Salmani. Pengait (Anchorage) Pada bagian kaki sungai. lem . Kalau pergerakan air terlalu kuat. Geotekstil sebaiknya diberikan pengait untuk mencegah gaya keatas uplift atau penggerusan. Page 103 . Penempatan Geotekstil Geotekstil diletakkan secara menyeluruh (tanpa digulung) langsung dengan hati-hati di atas tanah dengan kemiringan yang rata. dimana arus paralel dengan bantaran. geotekstil dan material penutup diletakkan sepanjang bantaran pada kedalaman dibawah permukaan air rata-rata untuk meminimalisir gerusan. Sambungan antara geotekstil sebaiknya menimpa sambungan lainnya selebar 12 inchi sepanjang sambungan. geotekstil diletakkan lebih panjang pada arah paralel bantaran. Rekomendasi peletakan geotekstil adalah 3 ft dibawah permukaan air rata-rata atau di dasar sungai bila permukaan air kurang dari 3 ft. 2. Untuk penempatan dibawah air sambungannya selebar 3 ft. Penempatan (overlapping).

d. Pengait digunakan untuk mengamankan geotekstil dan sambungan. Pengait yang lebih panjang digunakan untuk tanah berpasir. Page 104 . MS. Tabel 8-12.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING baik untuk geotekstil. Tata cara desain lainnya tergantung pada spesifikasi geotekstil yang digunakan. Penempatan material tidak boleh dijatuhi karena dapat merusak geotekstil kecuali untuk tes. dengan panjang 18 inch. Penempatan material penutup Penempatan material penutup untuk tanah yang miring mulai dari bawah menuju keatas. MT. Jarak antara pengait tergantung dari kemiringan. Jarak antara pengait dapat dilihat pada tabel 8-12 berikut. Banyaknya jahitan lebih besar dari 90% dari luas sambungan. By : Salmani. Jarak pengait terhadap kemiringan samping Kemiringan Jarak Pengait (ft) Lebih curam dari 1 V : 3 H 2 1 V : 3 H sampai 4 H Lebih datar dari 1V : 4 H 3 5 Diameter pengait yang digunakan adalah 3/16 inch. Spesifikasi tersebut dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan pada saat pembelian geotekstil.

Page 105 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful