P. 1
1_perkuatan-tanah

1_perkuatan-tanah

|Views: 62|Likes:
Published by evarahdiba

More info:

Published by: evarahdiba on Feb 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING PERENCANAAN GERUSAN BANGUNAN PENGAMAN TEBING TERHADAP

Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan masalah perencanaan bangunan pengaman tebing sungai jalan terhadap gerusan. Perencanaan yang akan diuraikan adalah langkah-langkah desain dan dasar-dasar desain. Pengaman tebing yang akan diuraikan adalah pengaman dengan jenis fleksibel (flexsible revetment) dan kaku (rigid revetment).

Selain pengaman tebing, akan diuraikan juga bangunan pengarah aliran dan peredam energi. Kedua bangunan ini akan melindungi tebing sungai terhadap gerusan secara tidak langsung.

Jenis pengaman tebing lainnya yang akan diuraikan adalah jenis bangunan dari tanaman (bioengineerinng). Pengaman ini memerlukan tumbuhan untuk membuat bangunan pengaman. Bangunan jenis ini cocok untuk daerah yang sulit mendapatkan bahan bangunan.

Tabel 8.1 menjelaskan jenis bangunan pengaman yang akan diuraikan proses desain dan langkah-langkahnya.

Tabel 8-1. Klasifikasi struktur pengaman tebing jalan di sungai

Jenis Pengaman Revetment

Bangunan 1. Riprap 2. Bronjongan (Gabion) Rigid (kaku) 1. Retaining Wall 2. Sheet pile Bangunan Pengarah Aliran 1. Krib (Groin) 2. Spur Bangunan Peredam Energi Chek Dam

Tipe Fleksibel

By : Salmani, MS, MT.

Page 1

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Konsep Disain

Dalam mendesain suatu dinding pengaman (revetment) harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang akan mempengaruhi jenis dan ukuran (desain) dari dinding pengaman. Faktor-faktor tersebut terdiri dari : 1. Debit desain 2. Jenis aliran 3. Geometri penampang 4. Aliran di tikungan 5. Tahanan aliran (Flow resistance) 6. Jenis pengamanan (revetment)

Debit Desain

Debit aliran yang digunakan untuk desain atau analisis bangunan jalan disekitar sungai biasanya menggunakan debit banjir ulangan dengan periode ulang 10 sampai 50 tahun. Dalam kebanyakan kasus, debit banjir ini dapat digunakan untuk mendesain riprap dan beberapa macam dinding pengaman sungai. Tetapi seorang perencana harus memperhatikan beberapa keadaan khusus, seperti debit yang kecil dapat menyebabkan kerusakan hidraulik terhadap kestabilan riprap. Oleh karena itu, seorang perencana dianjurkan untuk memperhatikan beberapa macam debit desain agar dapat digunakan untuk kondisi riprap yang direncanakan. Disarankan untuk menggunakan debit desain antara 5 – 10 tahun. Cara perhitungan debit desain disesuaikan pada SNI M-18-1989-F.

1 Jenis Aliran

Jenis aliran untuk saluran terbuka dapat diklasifikan menjadi tiga, yaitu : 1. Seragam (uniform), berubah lambat laun atau berubah tiba-tiba. 2. Tunak (steady) atau tak tunak (unsteady). 3. Subkritis atau superkritis.

Jenis aliran yang digunakan dalam konsep desain ini diasumsikan seragam, tunak (steady) dan subkritis. Jenis aliran ini juga dapat digunakan untuk aliran

By : Salmani, MS, MT.

Page 2

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
berubah lambat laun. Sedangkan untuk penggunaan jenis aliran berubah tibatiba, tak tunak atau super kritis akan dijelaskan selanjutnya.

Kondisi aliran berubah tiba-tiba dan tak tunak biasanya terjadi pada aliran yang membesar, berkontraksi dan balik. Kondisi ini terjadi biasanya pada daerah sungai yang dilintasi jembatan. Aliran superkirits atau mendekati superkritis biasanya terjadi pada penyempitan jembatan dan saluran dengan kelandaian yang curam.

Penelitian telah dilakukan bahwa aliran superkritis jarang terjadi di saluran alam (sungai). Tetapi, aliran yang terjadi pada saluran curam dan penyempitan saluran biasa aliran transisi yang terjadi diantara subkritis dan superkritis. Eksperimen yang telah dilakukan oleh U.S. Army Corps of Engineer menunjukkan bahwa aliran transisi terjadi pada bilangan Froude antara 0,89 dan 1,13. Ketika aliran terjadi diantara bilangan tersebut, maka terjadi kondisi tidak stabil pada gaya inersia dan gaya gravitasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang yang tidak normal, lompatan hidraulik (hydraulic jump), perubahan lokal kemiringan muka air, dan turbulensi.

Aliran tidak seragam, tak tunak dan mendekati superkritis menyebabkan tegangan pada batas saluran yang berbeda pada aliran seragam, tunak dan subkritis.

2 Geometri Penampang

Geometri penampang saluran yang diperlukan seperti kedalaman aliran, lebar basah, jari-jari hidraulik dan sebagainya dalam mendesain pengaman sungai digunakan untuk pemasangan pengaman sungai. Geometri penampang saluran selalu berubah untuk jangka waktu panjang, sehingga pemeriksaan perubahan penampang diperlukan. Pemeriksaan perubahaan penampang sangat subjektif, tetapi tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mendapatkan kondisi penampang yang terburuk untuk desain sehingga pengaman sungai dapat dibuat stabil. Informasi yang digunakan dalam memeriksa saluran adalah informasi keadaan geometri saluran yang dahulu, sekarang dan photo udara saluran. Dan perlu

By : Salmani, MS, MT.

Page 3

Hubungan antara peningkatan kecepatan dan tegangan geser untuk desain riprap akan dijelaskan pada butir 8. MS. kestabilan tepi/pinggir sungai dapat mencapai kedalaman 1. sehingga diperlukkan perkiraan profil saluran yang akan terjadi pada masa depan. Berdasarkan pengamatan atas data tahunan. Kedua. tetapi hingga masa depan. parameter geometri penampang saluran dapat berubah rata-rata bertambah 52 persen dan berkurang 40 persen untuk jangka waktu yang panjang.8. Dianjurkan bagi perencana. Aliran Di Tikungan Kondisi aliran di tikungan adalah sangat kompleks. Pembahasan hal ini telah diberikan pada bagian-bagian sebelumnya. i. Masalah pertama yang akan timbul dalam pemeriksaan geometri penampang adalah menentukan profil dasar saluran yang ada.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperhatikan. Masalah ini dapat diatasi dengan mensurvei dasar bagian saluran yang akan dipasang pengaman sungai. Dan diperlukan lebih dari satu penampang geometri saluran untuk mendesain pengaman sungai. Aliran di tikungan saluran dipengaruhi oleh gaya sentrifugal.1. untuk merubah penampang saluran sampai 50 persen dari rata-rata penampang saluran. MT. aliran tidak seragam dan aliran tidak simetris.3. maka data penampang saluran yang terdahulu dapat digunakan dengan mengadakan perubahan seperti diatas atau menggunakan data penampang yang terdekat.1. peningkatan kecepatan dan tegangan geser yang diakibatkan aliran tidak seragam di tikungan saluran. superelevasi aliran di tikungan saluran yang akan dibangun pengaman sungai. kestabilan saluran hanya pada bagian tertentu saluran. Pertama. Pengaman sungai didesain bukan untuk hanya saat ini. Berdasarkan pengamatan. Gambar 8-1 menunjukkan contoh perubahan penampang geometri saluran. Pertimbangan terakhir dari penentuan geometri penampang saluran adalah kestabilan tepi/pinggir sungai. karena dipengaruhi adanya distorsi bentuk aliran. Dua aspek penting pada aliran di tikungan saluran yang mempengaruhi desain pengaman sungai. Meskipun nilai superelevasi aliran sangat kecil By : Salmani.7 dari kedalaman rata-rata. Page 4 . Bila data tentang penampang saluran tidak tersedia.

Keadaan fisik tersebut seperti dasar saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dibadingkan kedalaman saluran. By : Salmani.4. Untuk menentukan koefisien kekasaran Manning „n‟ pada saluran alam dalam mendesain pengaman saluran dapat melihat pada bab 5. Hambatan Aliran Salah satu komponen penting dalam analisis hidraulik dari pengaman saluran.5. seperti riprap adalah koefisien kekasaran Manning. namun penting untuk menentukan besarnya freeboard. ii. geometri saluran. vegetasi yang tumbuh di saluran dan sebagainya. Besarnya superelevasi dapat menggunakan persamaan 5. MT. MS. Kekasaran suatu saluran dapat ditentukan dari keadaan fisik saluran.2. Page 5 . ketidakteraturan saluran.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 6 . MS. MT.

maka pilar tersebut dapat sebagai titik kontrol untuk kestabilan tepi By : Salmani. yaitu memanjang (longitudinal) dan vertikal. Perlindungan memanjang (Horizontal) Perlindungan memanjang diperlukan untuk melindungi tepi/pinggir sungai yang mengalami erosi sepanjang tepi saluran tersebut. Faktor lain yang menentukan adalah proses erosi yang terjadi. MT. Dari ilustrasi itu. tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tempat terjadinya erosi. sehingga pengamanan untuk bagian upstream tidak terlalu panjang dan untuk bagian downstream tidak terlalu pendek. dapat ditentukan bahwa panjang minimum yang diperlukan adalah 1 kali lebar sungai pada downstream dan 1.5 kali lebar saluran pada upstream.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING iii. kriteria diatas merupakan dasar untuk menentukan perlindungan. Salah satu kriteria untuk menentukan batas ukuran memanjang dari pengaman yang diperlukan diilustrasikan pada gambar 8-2. Penyelidikan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui panjang perlindungan yang digunakan. Namun perlu diperhatikan panjang pengaman. Perlindungan untuk saluran yang lurus berbeda dengan yang berbelok. Perlindungai ini terdiri dari dua. 1. Untuk downstream. Perlindungan Tepi Sungai Perlindungan tepi diperlukan untuk melindungi bagian tepi/pinggir sungai. Pengaman tepi/pinggir saluran juga dipengaruhi oleh bangunan yang ada di sekitar saluran. Untuk keperluan lapangan. Kalau pilar jembatan berada dekat tepi/pinggir saluran. MS. seperti jembatan. Sedangkan untuk saluran yang berbelok. Sacara umum. panjang perlindungan yang dibutuhkan adalah minimal satu kali lebar saluran pada upstream. pengaman yang diperlukan lebih panjang daripada panjang erosi yang dialami tepi/pinggir sungai. Page 7 . Kriteria ini berdasarkan analisis aliran di saluran yang simetrik sedangkan untuk di lapangan kondisi ini sangat jarang ditemui. Untuk perlindungan saluran yang lurus dianjurkan untuk menambah perlindungan minimal satu kali lebar saluran setelah tempat terjadinya erosi.

Gambar 8-2. maka pengaman tidak perlu dibuat. maka pengamanan perlu dibuat dengan panjang empat kali lebar sungai ke arah downstream. Page 8 . MT. Lokasi pilar jembatan biasanya menentukan batas gerakan aliran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING saluran. Kalau tidak ada aliran yang berkontraksi (menyempit) atau membesar. MS. Tetapi bila sebaliknya. Luas longitudinal dari perlindungan revetment H By : Salmani.

MT. Desain Ketinggian Perlindungan Desain ketinggian perlindungan dari riprap merupakan ketinggian air saluran ditambah freeboard. diperlukan perlindungan pada arah vertikal. kejadian yang tidak dapat diperhitungkan seperti pengendapan pasir. MS. Untuk gelombang yang tingginya kurang dari 0. Perlindungan vertikal memerlukan desain ketinggian dan pondasi perlindungan. superelevasi di tikungan saluran. Page 9 . Dari uraian diatas.61 m dapat dihitung dengan grafik 8 pada gambar 8. Perkiraan ketinggian gelombang yang diakibatkan oleh angin dan kapal yang lewat di sungai tidak seperti memperkirakan gelombang dari sumber bangkitan gelombang pada umumnya. tanaman yang tumbuh di saluran dan gelombang yang naik ke tepi saluran.23 dengan faktor koreksi pada tabel 8-1. 1. kemiringan tepi saluran dan karakteristik permukaan tepi saluran. periode gelombang. Kejadian tersebut seperti gelombang yang dihasilkan angin maupun kapal yang lewat di sungai. Sebagai nilai minimum.30 sampai 0. Selain itu juga. Perlindungan Vertikal Selain perlindungan horizontal. Gelombang yang naik ke tepi saluran merupakan fungsi dari desain ketinggian gelombang.61 m untuk jangkauan By : Salmani. Freeboard merupakan ketinggian yang digunakan untuk meliputi kejadian yang tidak terduga. perlu diperkiraan juga besarnya gelombang yang naik ke tepi saluran sebagai hasil gelombang yang membentur saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Selain tinggi gelombang. Definisi tinggi gelombang dapat dilihat pada gambar 8-3. Sedangkan untuk tinggi gelombang yang diakibatkan dari angin merupakan fungsi dari panjang fetch. Tinggi gelombang dikarenakan kapal yang lewat di saluran dapat diperkirakan dari pengamatan. disarankan untuk menggunakan nilai freeboard sebesar 0. durasi angin dan kedalaman air. lompatan hidraulik dan aliran tak tentu akibat pilar jembatan dan sambungan saluran. kecepatan angin. diketahui banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tinggi freeboard (jagaan).

Kedalaman maksimum penggerusan berkenaan dengan penggerusan alami dan pengisian tanah pada saluran lurus maupun menikung dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : hs = 3. melihat catatan tinggi gelombang yang ada dan mewawancarai orang yang mengetahui kondisi masa lalu ketika membuat pengaman.61 sampai 0.1) (8.2) untuk D50 > 0. 2.91 m untuk jangkauan yang panjang (kriteria jangkauan diusulkan ole Federal Emergency Management Agency.11 (8. USA).0015m By : Salmani. Page 10 .66 m untuk D50 < 0.14 D50 dimana : hs = kemungkinan kedalaman maksimum penggerusan (m) D50 = diameter rata-rata batuan dasar saluran (m) –0. MS. Dalam mendesain pengaman tepi/pinggir saluran.0015 m hs = 1. memperkirakan kedalaman penggerusan sangat penting sehingga pengaman dapat diletakkan pada lapisan tanah yang tepat untuk mencegah terjadinya penggerusan ke bawah (undermining). Kedalaman maksimal penggerusan harus memperhatikan terjadinya degradasi saluran seperti proses penggerusan alami dan pengisian tanah. Disarankan juga dalam penentuan tinggi jagaan untuk menyelidiki kondisi gelombang dan aliran pada musim tertentu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING yang pendek dan 0. Kedalaman Pondasi Pengaman Penggerusan tanah ke bawah dari pengaman merupakan salah satu mekanisme utama yang menentukan kegagalan pengamanan. MT.

MS. Deskripsi Riprap adalah bangunan pengaman yang melindungi tebing dari gerusan dengan menggunakan lapisan batuan. Riprap a. gabion dan bioengineering.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. yaitu diameter dan berat batuan. Salah satu kegagalan riprap atau keruntuhan riprap adalah erosi partikel. Page 11 . Dasar-Dasar Desain Dasar-dasar desain untuk membuat riprap terdiri dari Ukuran batuan Gradasi batuan Ketebalan lapisan riprap Desain filter Penanganan tepi riprap (ujung riprap) Stabilitas c. Bangunan Pengaman Tebing (Revetment) 3 Jenis Fleksibel (Flexible Revetment) Dalam bagian ini hanya dibahas beberapa jenis bangunan pengaman tebing fleksibel. Ukuran Batuan Stabilitas riprap merupakan fungsi dari ukuran batuan yang digunakan. Kemiringan riprap hampir sama dengan kemiringan tebing saluran (sungai) b. 1. MT. Erosi partikel adalah fenomena hidraulik yang dihasilkan ketika gaya seret yang terjadi akibat aliran air yang melebihi gaya tahan batuan riprap. yaitu riprap. By : Salmani.

Gaya seret ijin merupakan pendekatan yang sering dipakai karena secara ilmiah dapat dibuktikan.3) diatas diasumsikan bahwa spesific gravity batuan adalah 2. 2.5) Dimana D50 = ukuran tengah batuan riprap C = faktor koreksi va = kecepatan rata-rata di saluran utama davg = kedalaman rata-rata di saluran utama (8.5) By : Salmani. Page 12 .5 (8. Aliran yang diasumsikan berubah lambat laun. Hubungannya dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut : D50 = 0. Kecepatan ijin Saluran akan stabil bila kecepatan yang dihitung lebih kecil dari kecepatan ijin. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dua metode atau pendekatan yang digunakan dalam membahas ketahanan batuan terhadap erosi adalah : 1. Untuk faktor koreksi C dapat dilihat sebagai berikut : C = Csg x Csf (8. d.3) K1 Dimana : 1 sin 2 sin 2 0.5K11. Gaya seret ijin Gaya seret ijin berfokus pada tegangan yang terjadi pada lapisan antara aliran air dan material yang membentuk batas saluran. Persamaan (8.2.4) : sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Kecepatan dan kedalaman rata-rata dapat dilihat pada gambar 8-4. Hubungan Dengan Desain Desain riprap berdasarkan gaya seret ijin yang diwakili dengan kecepatan aliran. MT.00594 va3/(davg0.65 dan faktor kestabilan adalah 1.

0 m). terjadi turbulensi di pilar jembatan. saluran relatif lurus atau berbelok dengan jari.3). benturan akibat gelombang mulai diperhitungkan Aliran mendekati berubah tiba-tiba. Tabel di bawah ini menjelaskan pemilihan faktor stabilitas yang tergantung dari kondisi aliran yag terjadi : Tabel 8-2. benturan akibat gelombang hampir tidak ada. Faktor stabilitas merupakan pencerminan dari tingkat ketidakpastian pada kondisi hidraulik. MS.6 10<R<30. Page 13 . Faktor stabilitas digunakan untuk memperbesar ukuran batuan agar lebih aman digunakan.3 – 1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2) (8.1. berbelok dengan jari-jari 1. adanya turbulensi aliran. benturan akibat gelombang yang kuat. banyak parameter ketidakpastian KONDISI By : Salmani.2 jari/lebar saluran yang berbelok > 30 m.2)1. aliran diasumsikan berubah lambat laut.0 – 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Csg = 2. belokan yang tajam ( R<10 1. Persamaan (8. sedikit parameter ketidakpastian Aliran berubah lambat laun.6) Faktor stabilitas merupakan perbandingan antara tegangan geser kritis batuan riprap dengan gaya seret rata-rata yang dihasilkan oleh aliran air di lapangan.61 m. Faktor stabilitas untuk berbagai kondisi saluran FAKTOR STABILITAS Aliran seragam.5 dimana : SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1. Sedangkan kedaan di lapangan sangat berbeda atau banyak ketidakpastian.12/(SG – 1)1. MT. tinggi gelombang akibat angin atau kapal sebesar 0.6 – 2.30 sampai 0.

Gradasi batuan sebaiknya dapat diatur sehingga tidak membuat biaya yang mahal.0 W 50 100 2.5 D50 sampai 1. MT.4 D50 1. Erosi Gelombang Gelombang yang diakibatkan oleh angin maupun kapal yang lewat di sungai dapat menyebabkan erosi pada tebing saluran. MS.7 D50 1. Gradasi batuan Ukuran Batuan (m) 1.6 D50 Berat Batuan Persentasi Gradasi (kg) Lebih kecil dari 3.2 W 50 15 By : Salmani.5 W 50 50 0.0 W 50 sampai 5.20 SG 1 cot s (8.75 W 50 85 1.4 D50 sampai 0..1 W 50 sampai 0.7) dimana: W 50 = berat batuan rata-rata batuan riprap (N) s = berat jenis batuan (N/m3) SG = spesific gravity batuan riprap f.2 D50 sampai 1.0 D50 sampai 1.4 D50 0. Sedangkan tabel 8-4 menyajikan enam contoh kelas gradasi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING e.. Page 14 . Gradasi Batuan Gradasi batuan riprap mempengaruhi ketahanan riprap terhadap penggerusan. Tabel 8-3.0 W 50 sampai 2.0 W 50 sampai 1. Spesifikasi batuan riprap harus berada pada batas kedua kurva gradasi. Persamaan gelombang yang digunakan untuk hubungan antara ukuran riprap dengan tinggi gelombang adalah (persamaan Hudson) : W50 H3 3 2. Batuan harus mempunyai gradasi yang baik dengan ketebalan riprap. Tabel 8-3 merupakan salah satu panduan untuk menentukan batas gradasi.

dua atau lebih contoh batuan riprap untuk gradasi disiapkan melalui penyusunan. Ketebalan Lapisan By : Salmani.55 227 5 1.10 1814 50 0. MT.68 454 5 1.81 metric ton Bila spesifikasi batuan di lapangan lebih kecil dari ukuran batuan pada tabel 8-3.91 metric ton 1. Page 15 .87 907 5 Light 0.3 10 0.10 1814 100 0.68 454 100 0.37 3629 100 1. Batu yang paling kecil dengan ukuran 5 atau 10 persen sebaiknya tidak melebihi 20 persen dari berat.23 metric ton 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-4.29 34 10 0.55 227 100 0. g.68 454 50 0.12 2. Gradasi riprap yang digunakan di lapangan diawasi dengan visual. Contoh gradasi untuk beberapa kelas riprap Kelas RipRap Facing Ukuran Batuan Berat Batuan Persentase riprap (m) (kg) Lebih kecil dari 0. MS. Untuk membantu pengawas.5 kg sampai 9.45 metric ton 0.87 907 100 0.55 227 50 0. Berat batuan riprap sebaiknya mempunyai gradasi yang baik dari yang paling kecil sampai paling besar.12 2. Sebagian besar keadaan. Setiap sampel beratnya 4.3 10 0. maka ukuran pada tabel 8-3 dapat dikurangi seperti pada tabel 8-4.0 kg. Satu sampel ditempatkan di lapangan dan satunya di penambangan.40 91 50 0. berat dan campuran.40 91 100 0.87 907 50 0. gradasi seragam yang berada pada D50 dan D100 akan mengghasil D85.29 34 50 0.

filter dapat mencegah erosi. Untuk daerah diatas permukaan air. Rasio perbandingan filter adalah perbandingan antara 15 persen ukuran batuan kasar (riprap) (D15) dengan 85 persen ukuran pasir halus (D85). satu atau lebih lapisan diperlukan lagi. MS. Bahan filter ditempat di lapisan antara tanah dasar dan lapisan filter (blanket). Persyaratan tambahan untuk stabilitas adalah perbandingan 15 persen ukuran batuan kasar dengan 15 persen ukuran pasir halus sebaiknya melebihi 5 tetapi kurang dari 40. perbandingan antara filter ketebalan riprap sebesar 5 persen atau kurang dapat menghasilkan keadaan yang stabil. maka akan terjadi tekanan hidrostatik di bawah filter yang dapat menyebabkan bidang runtuh sepanjang filter. menyebarkan beban riprap agar terjadi penurunan tanah yang merata dan dapat melepaskan tekanan hidrostatis yang berada dalam tanah. h. Page 16 . Filter seharusnya ditempatkan di tanah yang nonkohesif untuk membuat drainase bawah permukaan. MT. Kalau satu lapisan tidak mencukupi. Kalau lubang filter terlalu besar. Yang harus diperhatikan dalam desain dari filter yang terbuat dari kerikil dan lapisan buatan (geotextile) adalah kestabilan tebing yang digunakan untuk riprap. Filter Kerikil Untuk riprap batuan. bagian tengah agar permeabilitas dapat tercapai untuk struktur tanah dasar dan bagian kanan untuk kriteria keseragaman. By : Salmani. Persyaratan ini dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut : D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 5 D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 40 (8. Filter mencegah perpindahan partikel pasir dari tanah dasar ke riprap melalui ruang udara (void). Jika lubang filter terlalu kecil. maka akan terjadi aliran piping yang berlebihan melalui filter sehingga dapat menyebabkan erosi dan keruntuhan tanah di bawah filter.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Filter adalah lapisan antara tanah dasar dengan riprap yang terdiri dari kerikil. batuan kecil atau lapisan buatan (seperti geotextile).8) Pertidaksamaan sebelah kiri bertujuan untuk mencegah piping melalui filter.

MT. Ketahanan filter buatan di bawah tanah belum teruji sepanjang waktu proyek rekayasa. Filter buatan dapat memberikan keruntuhan transional ketika digunakan pada riprap yang dipasang pada tebing yang curam. Pemasangan yang cepat dan hemat tenaga kerja 2. tanah nonkohesif akan berpindah ke bawah menuju saluran (sungai) dibawah filter sedangkan pada filter kerikil tidak terjadi. Aktivitas bakteri didalam tanah atau diatas filter dapat mempengaruhi sistem hidraulik dari filter buatan 5. ada juga filter buatan yang terdiri dari buatan pabrik seperti geotekstil. Disini akan dibahas keuntungan dan kerugian menggunakan filter buatan (filter sudah jadi). Pemasangan filter buatan agak sulit di bawah permukaan air. 4. Filter buatan mempunyai kekuatan yang merata.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diantara lapisan-lapisan filter kalau lebih dari satu lapisan filter dan diantara lapisan filter dengan batuan riprap. Ketebalan dari satu lapisan filter sebaiknya ditingkatkan sampai batas mininum ketika kurva gradasi material filter menjauhi dari kurva paralel. maka ketebalannya harus minimum. Ketika kurva gradasi filter yang digunakan mendekati paralel. By : Salmani. 2. Pemasangan filter buatan harus hati-hati agar tidak terkena sinar ultraviolet 3. Filter buatan lebih ekonomis dibandingkan filter kerikil 3. Kerugian menggunakan filter buatan (jadi) : 1. 6. Ketebalan dari lapisan filter sebaiknya diantara 150 mm sampai 380 mm untuk lapisan tunggal atau dari 100 mm sampai 200 mm untuk satu lapisan dengan banyak lapisan filter (blanket). MS. Keuntungan menggunakan filter buatan (jadi) : 1. Bukti eksperimen menunjukkan bahwa ketika tebing terkena gelombang. Filter buatan (Fabric Layer) Selain kerikil yang digunakan sebagai filter. i. Page 17 . Filter buatan mempunyai konsistensi dan bahan yang berkualitas baik 4.

Sayap Sayap dari dinding pengaman sebaiknya didesain dengan mengikuti gambar 8-5 Kaki Penggerusan ke bawah adalah salah satu mekanisme penyebab keruntuhan dinding. Dengan kata lain. maka kemiringan riprap akan mendekati 1V : 2H. Penanganan ujung Ujung-ujung riprap seperti kaki dan kepala memerlukan penanganan khusus. Ketika penggerusan terjadi. Kalau hal ini terjadi. Penentuan ukuran batuan untuk kaki dipengaruhi oleh kedalaman penggerusan yang akan terjadi atau diprediksikan akan terjadi. Kaki riprap sebaiknya didesain seperti pada gambar 8-6. yaitu sayap. Untuk lebih jelasnya. lapisan riprap (blanket rirap) harus dibatasi tebalnya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Fungsi dari filter buatan adalah membuat drainase dan filtrasi dari air. By : Salmani. Dan harus diperhatikan bahwa pemasangan batuan pada kaki tidak mempengaruhi desain saluran. Volume batuan yang digunakan harus mempunyai satu atau dua kali volume batuan yang digunakan untuk menutupi penggerusan setebal riprap. MT. maka batuan pada kaki akan jatuh ke dalam lubang hasil penggerusan. Perhatikan pada saat pemasangan material pada kaki sehingga material tidak mound dan membentuk flow dike. Meskipun filter buatan mudah menggunakannya. Bahan (material) pengaman kaki harus diletakkan di pangkal kaki sepanjang riprap (lihat gambar 8-6). Kalau pangkal kaki tidak dapat digali. biasanya pembuat filter buatan memberikan petunjuk (manual) agar dapat menggunakan filter dengan baik. batuan kecil diletakkan di dasar saluran (lihat alternatif desain pada gambar 8-6). filter buatan harus membuat air dapat melalui tanah. Page 18 . kaki dan kepala. j. Kedua fungsi tersebut harus terjadi selama riprap dipasang. MS. flow dike sepanjang kaki dapat menyebabkan konsentrasi aliran sepanjang saluran yang dapat menyebabkan tegangan sepanjang dinding pengaman sehingga terjadi keruntuhan. tetap diperlukan desain.

Page 19 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT. MS.

MS. Page 20 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT.

MS. sudut kemiringan tebing. karakteristik batuan termasuk geometri. By : Salmani.9) untuk lebih jelas lihat gambar 8-7. sudut dan kepadatan Hubungan antara faktor-faktor diatas dapat dinyatakan dalam persamaan matematik sebagai berikut : e2Wscos = e1Ws sin cos + e3 Fd cos + e4F1 (8. MT. b. Stabilitas Riprap Stabilitas riprap tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : a. c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING k. besar dan arah kecepatan aliran di sekitar riprap. Page 21 .

Page 22 . MS.12) 2l o S s 1 Ds ' (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Faktor stabilitas terhadap rotasi didefinisikan sebagai perbandingan antara momen tahanan partikel yang berotasi terhadap berat yang tenggelam dan momen gaya air yang menyebabkan rotasi partikel dari posisi semula. sudut antara o kecepatan lapangan dengan bidang horizontal yang menghasilkan gaya seret berada pada tebing dengan sudut .10) Selain itu faktor kestabilan dapat didefinisikan sebagai : SF ' cos tan tan sin cos (8. maka penyederhanaan desain dapat dilakukan. angka stabilitas. Penyederhanaan desain untuk riprap Ketika kecepatan sepanjang tebing tidak mempunyai komponen arah ke bawah (seperti kecepatan sepanjang tebing arah horizontal). Secara umum dapat dinyatakan pada persamaan matematik : FS e2Ws cos e1Ws sin cos e3 Fd cos e4 Fl (8.13) 1 sin( 2 ) (8. maka (8.14 dengan = 0.12 dan 8. MT.15) tan 1 tan 2 sin By : Salmani.14) dimana: Ds adalah ukuran batuan. SG adalah spesific gravity. l. sudut kemiringan tebing dan sudut batuan didapat dari persamaan 8.11) dimana tan 1 cos 2 sin sin tan (8. Untuk aliran horizontal sepanjang tebing. persamaan yang berhubungan dengan faktor stabilitas.

dan detail desain revetment (revetment detail design).19) Sm tan tan 2 Sm SF 2 cos SF. By : Salmani.17) dimana : (8.16) Persamaan 8.Sm (8. ukuran batuan (rock sizing). MS.20) m. MT. Page 23 . Flow chart yang menjelaskan prosedur desain diperlihatkan pada gambar 8-8. didapat : SF Sm 2 S m sec 2 4 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ' 1 sin 2 (8.11.18) (8. Prosedur Desain Prosedur perencanaan rock riprap terdiri dari tiga bagian utama: analisis data awal (preliminary data analysis).16 dimasukan ke persamaan 8.15 dan 8.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ANALISIS AWAL DATA MULAI Pengumpulan Data Penentuan Debit Rencana Perubahan penampang melintang rencana PENENTUAN UKURAN BATU Hitung kekasaran luas N Y Aliran seragam ? Hitung parameter hidraulik lain N Elevasi muka air tetap (backwater) Evaluasi kedalaman aliran seragam Koreksi sudut tebing Penentuan ukuran riprap Masukkan keliling basah yang melapisi ? Y Ukuran hitung dengan By : Salmani. MS. sama asumsi ? Page 24 Y A . MT.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Penentuan tinggi

Y

Erosi gelombang

?

gelombang Hitung ukuran batu yang stabil

N Pemilihan ukuran batu
Gradasi riprap Ketebalan selimut

DETAIL DESAIN

Panjang pengaman

Desain filter

Desain detail ujung/tepi SELESAI

Gambar 8-8. Flow Chart Prosedur Perencanaan riprap

By : Salmani, MS, MT.

Page 25

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

1) Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll).

Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1)

Langkah 3.

Tentukan perkiraan perubahan (development) penampang

melintang rencana (lihat subbab 8.2.1). 2) Menentukan Ukuran batuan (Rock Sizing) Prosedur ini untuk menentukan ukuran batuan yang digunakan dalam desain agar keruntuhan riprap akibat erosi partikel dapat dicegah. Langkah 4. Hitung elevasi muka air rencana. A. Untuk menentukan elevasi muka air rencana, besarnya nilai kekasaran "n" Manning's dapat diperkirakan dengan memakai prosedur pada subbab 8.2.5. Jika riprap direncanakan untuk melapis seluruh keliling basah, ukuran riprap diperlukan untuk menentukan koefisien kekasaran "n". (lihat formulir 4 pada gambar 8.14). B. Jika penampang berbentuk trapezium, dan aliran dapat dianggap seragam, gunakan desain chart seperti dalam referensi 3. C. Jika penampang irregular atau aliran tidak seragam, elevasi muka air ditentukan dengan menggunakan analisis backwater curve atau

menggunakan program komputer seperti DUFLOW, HEC-2, dan lain-lain. D. Analisis backwater harus didasarkan pada conveyance weighting aliran pada saluran utama, bantaran kiri dan kanan. Langkah 5. Tentukan kedalaman dan kecepatan rata-rata rencana. A. Kedalaman rata-rata dan kecepatan pada umumnya digunakan sebagai parameter desain.

By : Salmani, MS, MT.

Page 26

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
B. Jika riprap didesain untuk pengaman tebing saluran, abutment, atau pilar dilokasi bantaran banjir, kecepatan dan kedalaman rata-rata di bantaran banjir yang digunakan. Langkah 6. Hitung faktor koreksi sudut tebing K1. Faktor koreksi sudut tebing adalah

K1
Dimana:

1

sin 2 sin 2

0.5

: sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 4 pada gambar 8.19

Langkah partikel.

7. Tentukan ukuran riprap yang diperlukan untuk menahan erosi

A. Tentukan ukuran rata-rata batuan riprap dengan persamaan

D50

3 0.00594Va

d0.5 K1.5 avg 1

Dimana: D50 = ukuran rata-rata batuan riprap (m) Va = kecepatan rata-rata di tengah saluran (m/s) davg = kedalaman rata-rata aliran di tengah saluran Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 1 pada gambar 8.16. B. Pada dugaan awal, faktor koreksi saluran digunakan. Tentukan faktor koreksi spesifik graviti rock riprap dan faktor stabilitas dengan persamaan C = Csg x Csf Dimana: Csg = 2,12/(SG – 1)1.5 SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.2)1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2)

By : Salmani, MS, MT.

Page 27

Spesific gravity diasumsi 2. 4. Jika riprap direncanakan untuk pilar atau abutment diterapkan koreksi pier/abutment (CP/A) atau 3. dan tentukan ketebalan lapisan riprap. D. Tambahan tebal lapisan antara 150 – 300 mm.5 kali diameter lingkaran batuan D50(W 50).65. Pilih ukuran D50 riprap akhir.13). B. maka lihat formulir 2 pada gambar 8. kembali kelangkah 4 dan ulangi langkah 4 sampai 7. Tebal lapisan tidak boleh kurang dari 300 mm untuk penempatan praktis. Tentukan tinggi gelombang signifikan (grafik 6 pada gambar 8.21). Page 28 . Langkah 10. 2. Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan grafik 7 pada gambar 8. Untuk menentukan gradasi material dapat dilihat pada tabel 8-2. SG (spesific gravity) = 2. H adalah tinggi gelombang.20 SG 1 cot s dimana s adalah berat jenis batuan (N/m3).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C. A. Hitung ukuran rock riprap yang telah dikoreksi : D'50 = C(CP/A)D50 Langkah 8.12. tentukan gradasi material (lihat Formulir 3 pada gambar 8. Jika gelombang permukaan turut diperhitungkan.38. MT. 3. Tebal lapisan yang diperoleh dari no (1) dan (2) harus ditambah 50 persen untuk riprap yang ditempatkan di bawah air. Langkah 9. untuk melindungi lapisan dari gelombang akibat angin atau kapal yang lewat. MS. Gunakan persamaan W50 H3 3 2. Jika D50 digunakan dalam penentuan Manning's 'n' untuk perhitungan backwater. Contoh klasifikasi gradasi riprap berdasarkan AASHTO dapat dilihat table 8-3. Formulir dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan batas gradasi untuk menentukan tebal lapisan riprap melalui kriteria sebagai berikut : 1.22 untuk menentukan ukuran batuan yang diperlukan untuk menahan aksi gelombang.65. bisa dengan menambah ukuran batuan. Tebal lapisan riprap tidak boleh kurang dari diameter lingkaran batuan D100(W 100) atau lebih kecil dari 1. By : Salmani.

Desain rincian daerah sudut (flanks and toe). dan gradasinya. Tipe-tipe riprap adalah : a. perlu diperhatikan dengan baik seperti pemasangan riprap di dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang telah diarahkan oleh engineer. Rock riprap Terdiri dari batu kali dengan filter blanket atau slope dengan rongga minimum serta batuan bergradasi baik. Tentukan ketebalan Langkah 14. By : Salmani. Page 29 .1. n.14 tentang konsep desain.1. termasuk didalamnya broken concrete. Rubble Terdiri dari material sisa konstruksi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Detail Dinding Panahan (Revetment Details) Langkah 11. MS. Spesifikasi Material 1) Deskripsi Dalam pemasangan material ini. dan steel furnace slag.1) Langkah 12. Desain daerah tersebut dapat dilihat subbab 8.3. Desain lapisan filter mengikuti persyaratan dengan persamaan sebagai berikut : D15 coarser layer D85 Finer layer lapisan. MT. Langkah 15 Hitung kestabilan riprap dengan menggunakan persamaan matematis yang ada bagian langkah desain kestabilan riprap. rock spoils. b.1) Langkah 13. 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Tentukan ukuran material filter yang sesuai. Tentukan tinggi pengaman yang sesuai (lihat bab 8. Tentukan panjang pengamanan yang diperlukan (lihat bab 8.

Kelayakan batuan akan dipertimbangkan dengan tes uji kelayakan. shale dan bahan organik. contoh batuan yang sesuai haruslah sudah ada minimum 25 hari sebelum pemasangan riprap dimulai. By : Salmani. Dan tidak boleh mengalami kehilangan lebih dari 10% dari 12 kali siklus. dalam bentuk angular. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Jika menggunakan AASHTO Test T 96. Page 30 . tidak mengalami tekanan yang berlebihan. tahan lama. MS. Asal batuan juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan batuan. Shale dan batuan dengan lapisan berserpih juga tidak dizinkan. AASHTO Test T 85).482 kg/m3 yaitu 1. Pada lokasi dimana batuan yang terkena air garam. MT. Rock riprap Batuan yang digunakan haruslah keras. Batuan bulat (rounded stone) atau boulder tidak diperbolehkan kecuali telah diizinkan sebelumnya. Jika tes dibutuhkan. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya.000 kg/m3 dikalikan berat jenis (bulk-saturated-surface-dry basis. maka batuan tidak boleh mengalami kehilangan sebesar 40% setelah 500 kali putaran. Kehilangan dari batuan pada hasil tes ini tidak boleh mencapai 10% untuk 5 kali siklus.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2) Material Syarat-syarat materialnya adalah: a. ketahanan bebatuan tersebut akan diperiksa dengan beberapa tes seperti dibawah ini : Tes abrasi. tahan terhadap cuaca dan air. Berat minimum haruslah 2. spoil. Apabila tidak ada tes uji tersebut. Tes freezing and thawing (AASHTO Test T 103 untuk prosedur A ledge rock) digunakan untuk melihat ketahanan terhadap cuaca. perlu dilakukan sulfate soundness test (AASHTO Test T 104 untuk batuan dasar menggunakan sodium sulfat).

Rubble Material yang digunakan haruslah keras (hard). Sampel-sampel ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan gradasi riprap. Perbedaan pendapat antara engineer dan kontraktor dapat diselesaikan dengan memeriksa gradasi dari 2 buah truk yang dipilih secara acak. Untuk Toe trench digali dan dijaga sampai riprap telah diletakkan. Daerah pengisian dipadatkan sebagai embankment. pepohonan. pengaturan lokasi. Batuan yang lebih kecil dari 10% dari batuan dasar tidak diperbolehkan untuk digunakan sebanyak 10% dari setiap beratnya. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Contoh sampel pada lokasi konstruksi merupakan bagian dari penyelesaian pengerjaan awal riprap. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. dan buruh juga perlu diperhatikan oleh kontraktor. tahan lama (durable). Dalam pemilihan material yang digunakan perlu perhatian dan pengalaman yang lebih.27 kg setiap gradasi. Umum Tebing yang dilindungi oleh riprap haruslah bebas dari semak-semak. 3) Syarat-Syarat Konstruksi A. Page 31 . tunggul. b.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Riprap haruslah menggunakan batuan well-graded. Sampel yang lain juga harus ada di lokasi. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Peralatan mekanik. dalam bentuk angular. Kontraktor haruslah menyediakan 2 contoh sampel batuan sedikitnya 2. MS. Kontrol terhadap gradasi perlu diperhatikan. By : Salmani. Semua material yang lembut atau berongga dipindahkan ke bagian dalam tanah dan digantikan dengan material alami lainnya. spoil. dan objek material lainnya yang mengganggu kerataan permukaan slope. MT. tahan terhadap cuaca dan air. shale dan bahan organik.

Tanah dengan 50% atau kurang dari berat partikel lolos pada US No. Syarat-syarat Fisik dapat dilihat pada Table 8 dibawah ini Table 8. Syarat Minimum Yang Dianjurkan Untuk Fabric Sintetis (Geotextile) Yang Digunakan pada Noncritical (1)/ Nonsevere Drainage (2). Geotextile dengan ketahanan rendah terhadap sinar ultraviolet (lebih dari 30% kehilangan pada 500 jam ASTM D-4355) tidak boleh terkena sinar matahari lebih dari 7 hari. MS. 200 Sieve (9). MT.6 mm (lebih besar dari #30 US Std. Tipe riprap akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah di modifikasi oleh ketentuan khusus. Dan Pengontrolan Erosi 2. Ketahanan Pipa (Soil Retention) (8) 1. Fiber yang digunakan pabrik untuk geotextile terdiri dari rangkaian sintetis polymer dengan komposisi sedikitnya 85% dari beratnya terdiri dari polyolafin. Standard Kualitas Minimum a. Daerah yang dijaga haruslah terbebas dari material sisa dan begitu juga permukaannya. c. b. Page 32 . Penyaringan. Geotextile dengan ketahanan yang lebih tinggi tidak boleh lebih dari 30 hari. Catatan : geotextile dapat dibuat untuk menahan lebih lama sinar ultraviolet. tetapi jarang ditemukan. AOS (10) kurang dari 0. sebagai contoh tahan selama bertahun-tahun (5 – 25 tahun). Sifat Hidraulik Minimum a. polyester atau polyamide. 1. Sieve) By : Salmani. Filter blanket atau filter fabric diletakkan pada slope yang telah disediakan atau daerah dengan perlindungan pondasi seperti tertera pada Table 8 sebelum batuan diletakkan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Perlindungan terhadap struktur pondasi harus dilakukan secepatnya setelah konstruksi pondasi diizinkan untuk dimulai.

Material yang menjadi pelindung riprap (riprap protection) diletakkan jangan sampai menumpuk. Perawatan termasuk didalamnya perbaikan yang rusak akibat beberapa sebab. Page 33 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Pemasangan riprap pada lapisan dengan menggunakan chute atau metode lainnya jangan sampai mengakibatkan segregasi. MT. Keseluruhan batuan diletakkan pada alur dan grade serta ketebalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. MS.3 mm (lebih besar dari #50 US Std. Maksud dari meletakkan seluruh material pada tempatnya guna menghasilkan pemadatan riprap protection yang baik. 200 Sieve (9). B. Batuan yang lebih besar dan seluruh batuan haruslah terdistribusi baik dan gradasi seperti yang diarahkan oleh engineer. Rock Riprap Batuan riprap diletakkan pada slope yang telah disediakan dan harus menjadikan batuan yang bergradasi baik (well-graded) dengan rongga (voids) yang minimum. Tanah yang lebih dari 50% berat partikel lolos US No. Jangan sampai terjadi pergeseran pada material dasar. Kontraktor haruslah menjaga riprap sampai semua pekerjaan dari kontrak telah selesai. Pemindahan dengan tangan atau peralatan mekanik mungkin akan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu. Kontraktor menjaga riprap protection sampai diterima langsung dan material yang dipindahkan untuk alur dan grade tidak menambah biaya bagi pemerintah. Riprap protection diletakkan pada konjungsi dalam konstruksi embankment yang pembuatan dari riprap protection penting untuk pelaksanaannya dan mencegah tercampurnya embankment dengan riprap. Permeabilitas K dari fabric (11) lebih besar dari K tanah. Sieve) b. By : Salmani. AOS (10) kurang dari 0.

contoh nilai untuk sampel (rata-rata dari seluruh hasil spesimen) harus sama atau lebih besar dari 2 sigma confidence level. Penerapan filtrasi dan drainase kelas A untuk fabric dimana pada pemasangan lebih berat daripada kelas B. Contoh letak ketinggian batuan kurang dari 0. Page 34 . Percobaan lapangan dibutuhkan dimana tinggi batuan tidak melebihi 0. atau biaya perbaikan yang terlalu membebani biaya instalasi. 7. gradien hidraulik yang tinggi atau kebalikannya.91 m dan berat batuan tidak melebihi 113 kg. 3. 6. ketebalan lapisan mesti ditingkatkan dan metode yang digunakan harus dapat meminimalisasikan segregasi. atau kedalaman trench lebih dari 3 m. Permasalahan tanah yang tidak boleh By : Salmani. Erosi Kontrol Kelas A adalah dimana fabric dengan kondisi instalasi lebih berat daripada kelas B. Desain hasil analisa engineering yang sesuai antara tanah. Catatan : 1. 4. MT.91 m atau berat batu lebih dari 113 kg. Contoh penggunaan very sharp angular agregate. Semua nilai mewakili nilai rata-rata. 5. Erosi Kontrol Kelas B dimana fabric yang digunakan dilindungi oleh sand cushion atau “zero drop height”. atau kocyclic flow conditions. 2. MS. Nilai ini disadari lebih kecil dari biasanya pada literatur pabrik. derajat kepadatan yang tinggi. potensial untuk kerusakan struktur. dan geotextile adalah penting (khusunya untuk aplikasi kritis/severe). kondisi hidraulik. 8. Filtrasi dan Drainase Kelas B adalah dimana fabric yang digunakan dengan permukaan smooth graded tanpa sharp angular. dan trench kurang dari 3 m. Severe applications termasuk draining gap graded atau pipeable soil. Penggunaan dalam kondisi darurat (Critical applications) menyebabkan resiko kehilangan umur konstruksi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Jika riprap dan material filter diletakkan di bawah air. pemadatan yang ringan.

Profil saluran eksisting menunjukkan bahwa kemiringan dasar bagian ruas yang lurus adalah 0.001 m K (permeability) = 3. Kurva gradasi menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0.018 m D15 = 0. 10. Sieve size. 1) Contoh 1 Suatu ruas saluran sepanjang 381 m merupakan hasil realignment agar diperoleh lahan untuk pelebaran suatu jalan yang ada (eksisting). Page 35 . Grafik-grafik yang digunakan dalam contoh ini diberikan pada Formulir 1 (gambar 8. Bila protected soil berukuran partikel lebih besar dari #4 US Std. dan tanah seragam dengan 85% lolos ayakan #100. Material saluran terdiri dari butiran dari pasir sampai kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3. 9. MT. Contoh 2 rencana riprap sebagai pengamanan tebing. maka hanya digunakan gradasi tanah yang lolos #4 US Std. Kapasitas saluran 141. terjadi pengurangan panjang dari 381 m sampai 305 m.6 m3/s. Akibat realignment saluran. Kondisi lainnya : Aliran dapat dianggap seragam atau berubah lambat laun. Sieve dalam pemilihan fabric.11).5 X 10-4 m/s rock riprap yang tersedia mempunyai specific gravity (SG) 2. MS. Rencanakan riprap sebagai pelapis saluran yang stabil.032 m D50 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING digunakan adalah lumpur. contoh 1 rencana riprap sebagai pelapis saluran. AOS untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 6 Permeabilitas untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 5 o. Dua contoh diberikan. Grafik 4 By : Salmani. Contoh perencanaan riprap Berikut ini diberikan contoh bagaimana menggunakan metode desain dan prosedur seperti yang dijelaskan di atas.0049.65.

Gunakan prosedur seperti yang dijelaskan pada bab 5. Debit pada saluran utama sama dengan debit rencana karena saluran utama dapat menampung debit rencana.2. Grafik 2 (gambar 8.11.18). Lihat subbab 8. (a) Tentukan koefisien kekasaran dengan menggunakan Formulir 4 (lihat subbab 8. penampang direncanakan berbentuk trapesium. Page 36 .13). site topography.1 Diberikan sebagai 119 m3/s.002 Oleh karenanya. Formulir 3 (gambar 8. lebar dasar 6. Lihat subbab 8.2. nb = 0. Langkah 4.00 untuk saluran alam yang halus n2 : variasi penampang melintang n2 = 0.14).19). Langkah 1. Debit rencana.037 n1 : faktor ketidakteraturan n1 = 0.3 Seperti dijelaskan.5). Asumsi awal. Data lapangan lain berupa site history. geometric. Desain potongan melintang.1 m dengan kemiringan slope samping 1V:2H. dan lain-lain.43 m nb = 0. Langkah 3. MT.2. Kumpulkan Data lapangan lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. dan Formulir 4 (gambar 8.38 R-0. Hitung elevasi muka air rencana.17). n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4 )m nb : base channel "n" slope = 0.0049 > 0. Langkah 2. Grafik 1 (gambar 8. Grafik 3 (gambar 8. gunakan persamaan 4 untuk perhitungan base n.16 anggap R = 2.00 bila bentuk penampang melintang tetap n3 : pengaruh hambatan By : Salmani.3225 Sf 0.16). MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING (gambar 8. lihat Formulir 1 pada gambar 8.

Page 37 .040 seperti yang digunakan ditas. Tentukan parameter rencana A = 3.1)/2 = 47.16 R = 2.11 Hitung jari-jari hidraulik untuk membandingkan dengan nilai yang digunakan pada langkah 4a (gunakan program komputer yang tersedia. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n3 = 0.037+0.2=2.96 m/s (Kolom 3 dari Formulir 1) da = d = 3.3225 (0.00+0.16 nb = 0.6(4) + 6.00+0.60 m (dasar saluran seragam) (Kolom 4 dari Formulir 1) Langkah 6.003)1 n = 0.60 m Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.38 (2.040 (b) Hitung kedalaman aliran. chart dan tabel.6/47. Faktor koreksi sudut tebing.43 Oleh sebab itu.003 sedikit (anggap sedikit tumbuh di riprap) m : derajat meander m = 1. atau chart dan tabel yang tersedia dalam buku hidraulika saluran terbuka) Q = (1/n) A R2/3 S1\2 ganti d = 3.041 yang mendekati 0. d = 3.0049)0.16 tidak sama dengan yang diasumsikan = 2.6(3.1 + 6.16)-0.038 n = (0.00+0.003)1 = 0. R = A/P R = 47. By : Salmani.9/22.038 + 0. kembali ke langkah 4a nb = 0.0 jika ruas lurus n = (0.8 = 2. MS. atau perhitungan secara manual). oleh sebab itu.60 m (Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8. Persamaan Manning's dapat digunakan untuk menentukan kedalaman normal (gunakan program komputer.00 jika tidak ada hambatan n4 : jumlah tanaman n4 = 0.11) Langkah 5.8 m2 (Kolom 2 dari Formulir 1) Va = Q/A = 141.

Gelombang permukaan.73 (Grafik 3) Langkah 7. (c) tidak ada pilar atau abutment untuk evaluasi dalam contoh ini.58 m By : Salmani.085 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Untuk tebing saluran: D'50 = D50 = 0. tidak dapat digunakan Langkah 9. Page 38 . Gelombang permukaan tidak diperhitungkan pada contoh ini.2 (aliran seragam) C = 1 dari Grafik 2. l (a) Gunakan Grafik 1 untuk dasar saluran D50 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING = 1V:2H (Kolom 5 dari Formulir 1). Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 =0. Tentukan ukuran riprap.29 m (untuk seluruh penampang basah) lihat Formulir 1. MS. Ukuran D50: D50 = 0.29 m T = 0.131 m (Kolom 8 dari Formulir 1) (b) spesifik gravity (SG) Riprap = 2.131 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Langkah 8.65 (diberikan) (Kolom 10 dari Formulir 1) faktor kemantapan = 1. dan ketebalan lapisan.085 m (Kolom 8 dari Formulir 1) untuk tebing saluran D50 = 0. Tentukan ukuran Riprap. f = 41° (Grafik 4) K1 = 0. MT. oleh sebab itu: Cp/a = 1 (Kolom 12 dari Formulir 1) (d) Ukuran riprap yang dikoreksi Untuk dasar saluran: D'50 = D50 = 0. Gradasi: lihat Formulir 1. Langkah 10. Gradasi.

Panjang vertikal pengamanan. Langkah 12. MT. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 soil Dan.18 180 0. Lihat subbab 8. Page 39 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0. 0.6.2.032 0.2.40 m gunakan T = 0.030 0.032 6 5 D15 riprap D15 soil 0.001 40 Oleh sebab itu. 0. Langkah 13.18 0.60 m lihat Formulir 1.6. Lihat subbab 8. Panjang pengamanan. Pelapisan dengan riprap ditetapkan pada sepanjang ruas lurus.94 5 By : Salmani. Coba 50 mm filter dengan kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3 pada gambar 8. perencanaan lapisan filter. Langkah 11. Riprap meliputi semua keliling basah sampai kepuncak lereng.13. (a) ukuran material filter: D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. MS. suatu lapisan filter diperlukan.

030 0.131 m (dari perhitungan pada langkah sebelumnya) = 1000 kg/m3 S = 0. gunakan ketebalan lapisan 200 mm.061 3 5 D15 filter D15 soil 0.0049 diambil Maka : o = 400 = 900 = 0. Page 40 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 filter D15 soil 0.030 6 5 dan 40 Dengan demikian. Lintasan penampang basah bagian dalam. filter pada interface tanah adalah cocok (OK). Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. detail ujung sudut dapat dilihat pada Gambar 8-7.60 DS = 0. (b) Ketebalan lapisan filter: Jika kurva gradasi tanah dan kurva gradasi lapisan filter bukan mendekati paralel.001 30 5 dan 40 Oleh sebab itu.11). (juga lihat sketsa pada Formulir 1 pada gambar 8.75 b By : Salmani. MT. Detail ujung sudut (edge).18 0.18 0. Langkah 14. MS. Langkah 15 : Stabilitas riprap Dalam contoh soal ini diketahui : SS = 2.65 =26. material filter 50 mm adalah sesuai. 0.

35 x tan 40 =0 Berdasarkan (lereng) : dan maka dapat dihitung angka stabilitas partikel pada tebing ' 0. Page 41 .12 = 0. MT.6.60 tan 400 0.6 0 Sin 90 0 0 9 .65 1 )x1000 x0 . d.75 0.37 1. Rencanakan revetment riprap yang stabil untuk menghindari erosi tebing.23 kg/m2 Berdasarkan data yang sudah ada.23 ( 2. Kondisi tambahan yang diperlukan adalah : Aliran berubah lambat laun. 3. MS. By : Salmani.0049 = 17.131 0. 0.64 kg/m2 o = 0. 1 Sin(90 0 2 0) Sehingga diperoleh: FS Cos 26.12.95 x13 . 2) Contoh 2 Site yang diilustrasikan pada gambar 8-1 mengalami pergerakan lateral menuju route 1 (lihat gambar 8-1a).2. Karakteristik saluran seperti yang diuraikan dalam subbab 8.548 1.64 = 13.1 ok.12 tan 400 Sin26.s = 1000.75 x 17.60 Cos 0 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b = b.3. maka bilangan stabilitas untuk partikel bidang datar : η 1.12 selanjutnya sudut antara arah pergerakan partikel dan bidang vertikal : tan 1 Cos 90 0 2 Sin 26 .

2.4 m 2.0005 m. K (permeabilitas) = 1 x 10-6 m/s Bahan riprap yang tersedia mempunyai specifik gravity (SG) 2.7 m. Kumpulkan Data Lapangan. dan dapat dianggap sebagai angular.00014 m. Lihat kasus yang diberikan dalam subbab 8. Dasar saluran dilapisi dengan material batu sesar (cobble) dengan ukuran diameter D50 sekitar 0.3.8 m . D50 =0. MS. Page 42 .0013 m. erosi juga diamati pada daerah hilir tikungan dan udik sampai ke titik seperempat tikungan.0024 1. Jari-jari tikungan = 365. Penyelesaian: Langkah 1. Lebar saluran = 91. By : Salmani. Tanah tebing adalah pasir berlanau seperti dapat dilihat pada kurva gradasi pada Formulir 3 pada gambar 8-13.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Survey topographic menunjukkan: Kemiringan saluran = 0. Lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Kurva gradasi tersebut menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. D15 = 0. Tinggi tebing sepanjang tergerus tebing (cut bank) mendekati 2. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus daerah hilir ujung tikungan.60. Formulir dan grafik yang digunakan dalam contoh 2 ini sama dengan pada contoh 1. MT.15 m.

Untuk meminimalkan kehilangan vegetasi tebing. Diberikan 1.5. kemiringan slope yang digunakan 1V:2H. MT.6 m3/s. Hitung elevasi muka air rencana. penampang saluran akan tetap seperti saluran eksisting dengan sudut tebing sesuai untuk mendukung revetment riprap. Desain penampang melintang. Gunakan prosedur dari Formulir 4. MS. Debit rencana. Gambar 8-9 meilustrasikan bagian saluran eksisting. Hanya tebing saluran yang diperkuat. By : Salmani.112 m3/s. Langkah 4.7 m.1. mengilustrasikan aliran dan kedalaman gerusan potensial Langkah 2. Langkah 3. Potongan melintang sungai pada contoh 2. Page 43 . Seperti telah diberikan. diperoleh bahwa debit pada saluran utama (Qmc) adalah 982. (a) Tentukan koefisien kekasaran. Dari analisis backwater pada ruas ini.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-9. Lihat subbab 8.2. tinggi tebing sepanjang tebing yang tergerus adalah 2. dan batas the encroachment pada saluran pada lahan yang berdekatan. oleh sebab itu. Lihat subbab 8.

05 m nb = 0.005 kecil – untuk slope tererosi sedang (moderately eroded side slopes) n2: variasi penampang melintang n2 = 0.005 + 0.10 n = 0. Langkah 5.042 Ini menunjukkan nilai "n" di ruas saluran yang digunakan untuk analisis backwater curve.11 Jari-jari hidraulik untuk saluran utama: R = 3.0024 > 0.3225 Sf 0.000 tidak ada hambatan n4: jumlah tanaman n4 = 0. nb = 0. "n" Seperti yang dihitung adalah OK.028 + 0.6 m. kolom 1 pada Formulir 1 pada gambar 8. (b) Hitung kedalaman aliran. Kedalaman aliran ditentukan dari analisis backwater. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4) m nb: base channel "n" kemiringan = 0. oleh sebab itu. Tentukan parameter rencana lainnya. MS.2 m (dari analisis backwater) Anggap R (3 m) mendekati nilai R aktual.38 R-0. Page 44 . Dari analisis backwater : (semua harga saluran utama).005 + 0.000 + 0. MT.16 anggap R = 3. Maksimum kedalaman saluran utama ditentukan menjadi: dmax = 4.000) 1.000 tidak ada tanaman m: derajat meander m = 1.1 minor to appreciable n = (0.002 gunakan persamaan 4 untuk perhitungan harga nb.028 n1: faktor ketidakteraturan n1 = 0.005 jika perubahan penampang jarang menggeser aliran (occasional shape changes cause flow shifting) n3: efek hambatan n3 = 0.

27 m.6)(1. kolom 9 pada Formulir 1. Langkah 10.20) Langkah 7.2 m2. kolom 6 pada Formulir 1 (dari grafik 4 pada gambar 8. D50 = 0.19) K1 = 0. kolom 7 pada Formulir 1 (dari grafik 3 pada gambar 8.0) = 0. kolom 5 pada Formulir 1 = 410.60 (diberikan). C = 1. (aliran berubah lambat laun.6 lihat grafik 2 pada gambar 8. (a) Gunakan gunakan grafik 1 pada gambar 8. Faktor stabilitas = 1. Gelombang permukaan. Gelombang permukaan tidak diperhitungakan. MT. Faktor-faktor koreksi sudut tebing. kolom 8 pada Formulir 1 (b) spesifik gravity = 2. kolom 13 pada Formulir 1 Langkah 8.55) T = 1.73. tidak dapat digunakan Langkah 9. = 1V:2H. kolom 10 pada Formulir 1.55 m Gradasi: lihat Formulir 1. Ukuran D50: D50 = 0. oleh sebab itu : Cp/a = 1. Tentukan ukuran riprap. Tentukan ukuran riprap. gradasi.11.10 m By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING A =838. kolom 3 pada Formulir 1 da = d = 3. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 = 2(0. kolom 12 pada Formulir 1 (d) Ukuran riprap yang dikorosi: D'50 = D50 = (1. dan ketebalan lapisan. Page 45 .6.44 m.66 m. tikungan tajam – jari-jari tikungan terhadap lebar = 4).17 (c) tidak ada piers atau abutments.84 m/s. MS. kolom 4 pada Formulir 1 Langkah 6. kolom 2 pada Formulir 1 Va = 3.

Riprap pada seluruh tebing saluran dari atas tebing sampai kedalaman bawah merupakan cara untuk mengantisipasi gerusan. Lihat subbab 8.0013 115 5 By : Salmani.10 m Langkah 11. MS.11 ds = 2.2.0 D50-0.11 =2. Langkah 12. D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan.6.1 = 6. Lihat subbab 8.5 W) hilir ujung tikungan.2. Penetapan riprap untuk pengamanan tebing mulai dari suatu titik 91. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus pada daerah hilir tikungan. Panjang pengamanan.6: ds = 2.7 m Material tebing harus ditempatkan sampai pada kedalaman ini.6 + 2.4 m (W) udik pada bank entrance sampai ke suatu titik 137 m (1.2.15 0. 0. Panjang vertikal pengamanan.0(0.6.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0. MT.68 m gunakan T = 1. atau suatu volume batu yang cukup akan ditempatkan pada tapak tebing untuk pengamanan kedalaman gerusan yang diperlukan. Perencanaan lapisan filter. erosi juga diamati di hilir apex tikungan dan udik sampai pada titik seperempat tikungan. Page 46 . Langkah 13.14 m Penambahan ini untuk mengantisipasi kedalaman maksimum potensi gerusan: 4. (a) ukuran material filter: Formulir 5 pada gambar 8F-5.55)-0. Kedalaman gerusan dievaluasi seperti yang diilustrasikan dalam subbab 8.

Lihat Formulir 3 untuk tanah.0047 0. 0. MT. filter granular. (b) Ketebalan lapisan filter: Gunakan ketebalan lapisan 200 mm.15 0. material filter 13 mm cukup memadai. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan.2 = 3. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 tan ah Dan. 6. (a) detail sayap (flank): lihat gambar 8-10.3. 0.15 0.00014 1071 40 Oleh sebab itu. suatu lapisan filter diperlukan. Detail sudut.0047 0.5 m kuantitas batuan (Rock quantity) yang diperlukan dibawah dasar eksisting: By : Salmani.0047 32 5 dan 40 Oleh sebab itu.00013 33 .03 5 5 D15 riprap D15 filter 0.0013 3.7.15 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 riprap D15 filter 0. dan kurva gradasi riprap. 7 5 D15 filter D15 tan ah 0. Potensi kedealaman gerusan di bawah dasar saluran eksisting pada tebing (d's) merupakan kedalaman gerusan yang dihitung dalam langkah 12 minus elevasi dasar yang ada pada tebing: lihat gambar 8-10. (b) detail tapak (toe): lihat gambar 8-10. Page 47 . MS. Coba 13 mm filter kerikil halus dengan karakteristik gradasi seperti yang diilustrasikan dalam Formulir 3. filter pada interface tanah adalah OK. Langkah 14.6 5 dan 40 Oleh sebab itu.

SF = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rq = 0. MT. = 400.0283 d's (sin-1 )(T)(1.8 m mengandung volume yang cukup. Langkah 15 : Stabilitas riprap Sama seperti pada contoh 1. S = 0.5) = 9. MS.83 m (deep trapezoidal toe trench) dengan kemiringan samping 1V:2H dan 1V:1H.9144) (1. Page 48 . D50 = 0.048) (2.60 .38 m2 Tapak saluran trapezium kedalaman 1. dan suatu lebar dasar 1.61 > 1. kestabilan riprap pada contoh 2 juga dihitung dengan menggunakan formula yang sama. dan SF = 1. Dari data dan hasil perhitungan di atas diperoleh: Ss= 2.24) (0.60.66 m . Diambil = 26. = 900.60 . d = 3. maka diperoleh : ok.60 By : Salmani.5) dengan: Rq = jumlah riprap yang diperlukan per m tebing (m2) = sudut tebing terhadap sudut datar (degrees) T = ketebalan lapisan riprap (m) Rq = (3.27 m .0024 .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT. Page 49 . MS.

……….. Formulir ukuran riprap By : Salmani.38 jika diambil secara umum) Gambar 8-11. Ukuran Riprap Proyek……………………………………………………………………………… Uraian ……………………………………………………………………….22 m AASSHTO Gradasi : D100 gunakan Ukuran Persen (m) Lebih halus 100 50 5 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 1.10 Karakteristik Buatan : Butiran : Ukuran (m) Persen Lebih Halus 85 50 15 1. MT. Koreksi untuk Pilar/Abutment Correction (3. Luas Basah Saluran Utama 3.. Page 1 . Kecepatan Rata-rata Saluran Utama 4.61 m 2 1 1.1 m Fabric : AOS' < Perm > Ukuran Buka Rata-rata 13. Kemiringan Tebing 6. Faktor Stabilitas 10. Sketsa Penampang : Q RB Q Total QMC QLB Q TOTAL QMC QLB QRB Karakteristik Tanah D15 D50 D85 Kedalaman of WS. Disiapkan Oleh/tanggal :…………………/…………. Elevasi Permukaan Air 2. Koreksi D50 = 8 + 11 + 12 14.22 m 6. Ukuran Riprap (grafik 1) 9. MS. (m) 1 A (m2) 2 Va (m/sec) 3 d3 (m) 4 K1 D50 (m) 8 SF Ss C CP/A D50 (m) 13 Catatan 5 6 7 9 10 11 12 14 Sketsa Rencana : Karakteristik Riprap : UKURAN : KETEBALAN : 20 50 3. Spesifikasi Gravitasi Riprap 11. Kedalaman Rata-rata Saluran Utama 5. Faktor Koreksi Ukuran Riprap (grafik 2) 12. Koreksi Sudut Tebing (chart 3) 8. Diperiksa Oleh/tanggal :…………………/……………………… Lembar……………………dari…………………….. Sudut Geser Alam Riprap (grafik 4) 7. Catatan atau Komentar 1.

D100…………………….12. Gambar 8.... Formulir Ukuran riprap .:….) 5 Ukuran Riprap : D50…………………ft.ft. Digunakan…………………….Erosi Gelombang By : Salmani..………ft. Ketebalan Revetment : 2D 50……………………………ft. Page 2 . MT.. MS. Jenis……………….BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 2 Proyek :………………………………………………………………………………………………….) 4 D50 (ft../…………… Disiapkan Oleh/Tanggal Uraian :………………………………………………………………… Diperiksa Oleh/Tanggal :………/………… Lembar……dari…… Kecepatan Angin (mph) fetch (m) Hb (m) 1 e Rv Ho 2 Faktor Koreksi 3 Rv (ft.

13 Formulir 3 Gradasi Material By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8. MT. Page 3 . MS.

092 da) nb = 0.2) Uraian Kondisi Kemiringan = 0.167 (2) lihat referensi (17) (3) n = m(n1+n2+n3+n4) nb = 0. Evaluasi Kekasaran PROYEK : Contoh 1 ………………………………………… Disiapkan Oleh/Tanggal :…………… URAIAN : ………………….5} / (1.. n3 (2)tanpa penyempitan Vegetasi.000 0.037 0. n2 (2) ukuran dan bentuk dari potongan melintang penyempitann.000 0. MT.……………………………………….003 1.. Page 4 .000 0. MS.040 0.. Diperiksa Oleh/Tanggal : ……………… ………………………………………………………………… Lembar………dari… Perkiraan harga n FAKTOR Harga awal n.16 untuk aliran pegunungan yang tidak kontinyu Gambar 8.0049.040 nb = {0. persamaan 4 tak beraturan. n4 (2) belokan. nb (1. n1 (2) Kekasaran saluran pada kondisi alamiah menikung.429 D50 0.328 (D50)0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 4.3225 Sf R -0.000 harga n 0.14.5 < da / D50 < 35 untuk 35 < da / D50 < 30. Formulir 4 Evaluasi Kekasaran By : Salmani. m (2) sedikit vegetasi (beberapa tumbuh dipermukaan riprap) mendekati lurus bobot n ditambah harga n (3) n yang digunakan untuk 1.000 0.

Gambar 8.6 mm < 50% saringan # 200 AOS < 0./……… Diperiksa lembar………dari……….. Perancangan Saringan Proye :…………………………………………………………………………………………………. MS.3 mm Permeabilitas Permeabilitas Tanah < Permeabilitas Buatan Seleksi Spesifikasi Saringan Buatan………………………………………………………………. SARINGAN BERBUTIR : LAPISAN URAIAN D15 ft.15 Formulir 5 Perancangan Saringan By : Salmani. Disiapkan oleh/Tanggal :……. Page 5 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 5.. RASIO D15 Kasar D85 Halus <5< D15 Kasar D85 Halus <40 RANGKUMAN : URAIAN LAPISAN D15 D85 KETEBALAN SARINGAN BUATAN : Jenis bentuk fisik : Sifat Hidraulik Tahanan Pipa < 50% Saringan # 200 AOS < 0./……… Uraian :…………………………………………………………………………………………… oleh/ Tanggal : …. MT. D85 ft..

0 0. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik. Page 6 .0 1.036 0. MS.0 8.6 m K1 = 0.3 6.4 3.96 m d (ave) = 3.0 6.0 2.0 0.13 Gambar 8-16.0 4.0 0. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.5 1.0 K1 0. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).73 Dic ari: D50 S olusi D50 = 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.4 0.2 1.0 2. 2.0 1. 3.0 4. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).3 0. 5. 4.0 0.1 0. By : Salmani.0 Contoh Diketahui Va = 2. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-16: 1.8 3.0 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 0. MT.6 2.5 0. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .08 d 15 a ve D50 Va 1.10 8.

8 3.9 1.6 1. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor) 2.0 5.2 F DICARI : C S oluS I C = 1.61 S 1.5 / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR OREKS I S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.0 1.0 0. MT. Page 7 .8 1.0 0.7 2.6 2.5 CONT OH DIKET AHUI S = 2.0 C S F 2.0 0.1 2.9 3.8 1.5 1. MS.6 1.0 1.3 1.65 S S = 1.4 1. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik 3.7 2. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-17: 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.2 2.4 2.0 4.2 1.3 2. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C By : Salmani.5 2.5 2.5 1.0 Gambar 8-17.0 2.1 2.

73 Gambar 8-18.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-18: 1.5:1 30 2:1 25 K1 -10 -30 -50 -60 30 -70 35 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 4. By : Salmani. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. 2.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) 35 (0) 1. MT. K1 = 1- S in 2 2 0. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. 3. Tentukan nilai θ dan Ф.5:1 40 10 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S 0 T angat ajam = 41 Dic ari K1 S olusi K1 = 0. 4. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1 . MS. Page 8 .

Plot nilai davg .72 Find : D50 S olution D50 = 0.06 d avg 12 10 9 8 7 6 4 Va (m/s) 8 7 6 0.69 (m) Gambar 8-19.2 D50 (m) 0. By : Salmani. Tarik garis lurus dari titik davg ke Va terus ke K1 sampai memotong garis grafik D50. MT.75 (m)l K1 = 0.00594V a / (d a vg K1 ) D50 = Median Riprap S (m) ize Va = Average Velocity main channel (m/s) d avg = Average Depth in main channe (m)l K1 = Bank angle correc tion term 3 12 -3. 3. 4. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-19: 1.6 0.8 2 1 1.1 K1 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.08 0. Page 9 . 2.4 2 0.3 4 3 0. Tentukan nilai davg . Va dan K1.4 0. Va dan K1 pada masing-masing garis grafik.0 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D50 = 0. MS.15 0.2 0.5 12 1 2 Example Given Va = 4.0 0.25 5 5 3 0.6 0.9 (m/s) d avg = 2.

0 4. Plot nilai h dan slope pada masing-masing garis grafik.8 1.6 0. Tentukan nilai h dan slope. Page 10 .2 0. MT. MS.0 2.0 (m) Batu pecah besar udut alam iah S 40 S angat Curam S angat Bulat 35 30 0.1 0.0 3.0 (ft) Gambar 8-20. By : Salmani.3 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.4 0.1 0. Tarik garis lurus dari titik h menuju slope melalui garis grafik D50 4. 2.04 0.4 0.06 0.3 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 45 0.6 0. 3. Sudut alamiah riprap sehubungan dengan ukuran rata-rata dan bentuk batu Ukuran Batuan Tengah (D50) Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-20: 1.08 0.2 0.8 1.

0 1:2.6 0.6 1:1. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING H (m) 3 D50(m ) 1. Page 11 .0 1:3.0 0.3 0.5 1. 3. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.4 1:2.5 1 0.0 D50= 0.1 0.12 0.57 D50= U kuran T enga h Rip ra p H= T inggi Gelombang = S udut T ebing T erhadap Horizontal Gambar 8-21.8 0. 5.0 H 1 0.15 1:3.5 0. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .2 0. Tentukan havg (kedalaman rata-rata). kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1). Hubungan Ukuran Riprap yang Diperlukan Dari Hudson Untuk Menahan Erosi Gelombang Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-21: 1.5 0.8 0. 2. MS.0 1:6. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1. 4. MT. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.4 0.2 2 S lope 1:1.08 1:4.2 0.5 0.06 H Cot 1/3 1:5.

0 2.6 0. 3.0 1.0 S = 2.3 1.0 2.9 3.6 2.7 2. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C.1 1.8 C S F 1.3 2.8 2.5 1.2 1.6 1. 4.9 1.4 2.5 3. Page 12 .5 2.0 CONT OH DIKET AHUI DICARI : C S olusi C = 1. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik.61 S / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR ORE I KS S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.8 1. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph gambar 8-22: 1.5 1.4 1.1 2.0 0.5 1. By : Salmani.0 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.2 2.0 4. MS.7 2. 2.5 2.60 F Gambar 8-22.0 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. MT.0 5. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor).61 S S = 1.

73 Gambar 8-23. By : Salmani. Page 13 .5:1 K1 -10 30 30 2:1 -30 -50 -60 -70 35 25 2. MT. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. Tentukan nilai θ dan Ф. MS. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph (grafik 3). 3.5:1 10 40 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S angat T ajam D50 = 0. Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-23: 1. 4.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) (0) 35 1.56 m Dic ari K1 S olusi 0 = 41 K1 = 0. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = 1S in 2 2 0. 2.

MT. maka perlu digunakan penguat di belakang gabion.3.1.2. Kecepatan partikel dan tegangan geser batas yang harus ditahan gabion.3 Pertimbangan Utama dalam Desain Pertimbangan utama dalam mendesain gabion adalah kecepatan yang terjadi pada permukaan gabion. Hal-hal yang utama dalam mendesain gabion adalah : 1. Wadah membentuk dnding atau matras untuk mengendalikan erosi sepanjang tebing saluran.1. Pergerakan (pergeseran) tanah melalui wadah dapat menyebabkan penggerusan ke bawah terhadap struktur tanah dan dapat menyebabkan gabion mengalami keruntuhan. maka perlu diperhatikan dalam mendesain matras sehingga matras dapat menahan gaya By : Salmani.2.3. Perlindungan kaki dan badan gabion.3. Atau kaki gabion dapat dilindungi dengan matras yang akan jatuh ke daerah penggerusan dan tidak mempengaruhi kestabilan tebing maupun tanah dasar yang dilindungi.3. MS. Dasar (kaki) gabion harus mempunyai kedalaman lebih besar dari kedalaman penggerusan yang akan terjadi. 2. Penggunaan filter buatan di belakang atau dibawah wadah gabion sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah menuju gabion.1. Page 14 .1 Deskripsi Gabion merupakan batuan yang diisikan ke dalam sebuah wadah yang terbuat kawat atau plastik. Karena matras gabion terletak dangkal dan mudah untuk bergerak.1.2. Gabion harus didesain agar dapat menahan gaya air dalam aliran. yaitu batu dengan matras dan bronjongan. 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Stabilitas pondasi. 3.2 Dasar – Dasar Desain Tipe gabion dalam penggunaan ada dua.2 Bronjongan (Gabion) dan Matras 8. 8. Kalau perlindungan tebing tidak sampai ke atas permukaan air saluran.

50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 R W (8.283 0 .1) = kecepatan rata-rata kedalaman = lebar permukaan air dari saluran utama = berat jenis batu = berat jenis air.25 pada ujung dike dan saluran dari beton. MS. Tetapi.5 2 .21) Cv dimana : CS Cv 1. = diameter batuan rata-rata = kedalaman aliran lokal = percepatan gravitasi = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centerline. = faktor keamanan (minimum 1. MT. Namun proyek konstruksi yang memakai matras untuk gabion tetap harus menaruh perhatian. Page 15 .1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv minimum = 1 Cv Dm d g K1 R Sf v W s w = 1. matras telah digunakan pada saluran dengan aliran berkecepatan tinggi dan tidak terjadi apapun pada matras. Ukuran batuan yang digunakan untuk matras gabion dapat ditentukan dari persamaan sebagai berikut : 0. By : Salmani.22) = koefisien stabilitas (digunakan 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING akibat air. Dimana K1 ditentukan dari tabel dibawah ini.2 log (8.

0 Persamaan diatas dikembangkan untuk mendesain ukuran batuan untuk menahan pergerakan batuan pengisi pada matras.8 1.1( s w )dm (8.5H 1V : 2H 1V : 3H < 1V : 4H K1 0. yaitu : c 0 . Nilai ini akan dibandingkan dengan tegangan geser kritis untuk dasar saluran. Hasil dari deformasi matras adalah tegangan pada wadah dan meningkatkan ketahanan pada aliran dan dapat menyebabkan keruntuhan pada wadah. Kalau b b m > c atau m > s. Hal ini dapat mengurangi deformasi yang dapat terjadi ketika ukuran batuan tidak terlalu besar untuk menahan gaya dari air. persamaan tegangan geser untuk dasar saluran : b w Berikut ini xS xd (8.46 0. Kalau nilainya dan m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Table 8-5 Koefisien K1 Kemiringan Tebing 1V : 1H 1V : 1.71 0. Page 16 .25) dimana Sebuah desain akan diterima bila < c dan m < s. maka gabion tidak dapat menahan deformasi yang telah disebutkan sebelumnya. direkomendasikan ukuran batuan harus diperbesar untuk membatasi deformasi.88 0.4304 adalah sudut tebing dari bidang horisontal.24) dan tegangan geser kritis untuk tebing adalah s c 1 Sin 2 0 . MS. b (8. Stabilitas gabion terhadap tegangan geser sangat penting. Bagaimanapun juga.. MT. harus diperiksa apakah mereka melebihi 120 dari kurang dari 120 dari b dan .23) dengan tegangan geser pada tebing ( m) merupakan 75 persen dari tegangan geser dasar saluran. By : Salmani.

Page 17 .Va1 / 2 (8. MT. kecepatan ijin maksimum pada permukaan tanah. By : Salmani. Gabion dengan wadah tetap yang digunakan untuk stabilitas tebing harus ditempatkan miring 6 derajat dari arah vertikal tanah dengan keadaan berundakundak ke arah luar tanah dasar. 8.3. Pemilihan yang paling mudah adalah pilih batuan lalu pilih kedalaman wadah minimal dua kali ukuran batuan yang terbesar. MS. Kecepatan air yang bergerak melewati gabion dan filter diperkirakan vb 1 Dm nf 2 2/3 S1 / 2 (8. dan dibandingkan dengan vf. filter kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan air pada permukaan gabion sampai kecepatan mencapai batas tertentu.4 Stabilitas tanah dasar dan material tebing Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain gabion adalah stabilitas pondasi gabion.27) Kalau vf lebih besar dua sampai empat kali lebih besar dari ve. Hal ini menyangkut stabilitas geoteknik dan ketahanan tanah di bawah gabion terhadap gaya erosi akibat pergerakan air melalui gabion.1d1/2 dan vf adalah vf 1 f Dm 2 2/3 S . Batas untuk tanah kohesif didapat dari grafik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penelitian telah menunjukkan bahwa batuan didalam matras gabion sebaiknya mempunyai besar diameter tidak lebih dari dua kali diameter batuan yang paling kecil dan kedalaman matras sebaiknya minimal dua kali dari ukuran batuan terbesar. kecepatan residu di dasar contohnya dibawah matras atau filter buatan. Disarankan menggunakan cerucuk dengan diamter 15 cm dan panjang 4 m. ve untuk tanah halus sama dengan 16.26) Kecepatan batas untuk masing-masing tanah berbeda.1. maka undakan harus ditempatkan di belakang gabion (tanah dasar).2. Bila permukaan gabion datar yang ke arah aliran air. dan kecepatan ijin maksimum untuk jenis tanah yang lain adalah ve. Salah satu faktor yang menentukan dalam stabilitas adalah kecepatan air yang melalui gabion dan mencapai tanah di belakang gabion.

5 Prosedur desain gabion Prosedur perencanaan gabion dapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Perubahan penampang melintang 3.025) diperoleh kecepatan aliran (v) dan kedalaman rata-rata . dengan menggunakan persamaan Manning (kalau tidak data. MT.1. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. ukuran kerikil 8. kekas ar an dasar s ungai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memeriksa filter dapat dipakai gunakan ukuran rata-rata kerikil filter dm untuk persamaan 6. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) By : Salmani. koefisien Manning dapat diambil n = 0.2. Kalau kecepatan Vf masih telalu tinggi. MS. Page 18 . kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan Faktor koreksi kemiringan samping k1 Tentukan ukuran batu bronjongan (gabion) dm Cek terhadap geser ? Ya Tidak Cek lapisan dasar dan material tebing ? Ya Tidak Membutuhkan f ilter dan Tentukan ukuran f ilter Cek Stabilitas struktur gabion (bronjongan) Gambar 8-24. ? Flow chart perencanaan gabion Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis SELESAI Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. Potongan Melintang 2.3.

= diameter batuan rata-rata (m) = kedalaman aliran local (m) = percepatan gravitasi (9. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan : 0.5 2 . Tegangan geser pada dasar saluran dapat dihitung dengan rumus : By : Salmani. MS.81 m/dt2) = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centreline (m) = faktor keamanan (minimum 1. Page 19 . 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 dimana : CS Cv = koefisien stabilitas (digunakan 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 ditentukan dari tabel 8-5 diatas (hubungan antara K1 dan kemiringan tebing).2 log R W Cv minimum = 1 Cv dm d g K1 R Sf v W s = 1. MT. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.283 0 .1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv 1.1) = kecepatan rata-rata kedalaman (m/dt) = lebar permukaan air dari saluran utama (m) = berat jenis batu (kg/m3) = berat jenis air (kg/m3) w Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.

Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Untuk menghitung stabilitas lapisan dasar dan material tebing sangat tergantung pada stabilitas pondasi gabion.1( s w ) Dm Adapun pada tebingnya digunakan rumus : s c 1 Sin 2 0 . Dari hasil perhitungan tegangan geser. Page 20 . Pada tebing saluran .75 b Untuk tegangan geser kritis pada dasar saluran dihitung dengan persamaan : c 0.4304 dimana = sudut rotasi tebing terhadap horizontal. Kecepatan aliran di bawah filter yang dibuat yaitu air yang bergerak melalui gabion dan lapisan filter.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b w xS xd dimana : S = kemiringan permukaan air atau dasar saluran. MT. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Kondisi ini meliputi stabilitas geoteknik dan tahanan tanah di bawah konstruksi gabion terhadap gaya erosi. By : Salmani. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing. Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada tebing digunakan rumus : m 0 . Salah satu faktor paling kritis dalam penentuan stabilitas ini adalah kecepatan yang melewati gabion dan ruas tanah dibelakang gabion. MS.

022 untuk material filter dari krikil (gravel) S = kemiringan permukaan air atau dasar. dan Swanson (1984). Page 21 . Menurut Simons. maka filter dari kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan aliran pada interfase tanah di bawah kontruksi gabion.02 untuk filter yang dibuat ( sintetis ) = 0. Batasan kecepatan yang diizinkan untuk tanah kohesif ditentukan dari grafik. MT. Adapun persamaan ve untuk tanah gembur adalah : ve = 16. Kegunaan filter kerikil ini By : Salmani. yaitu kecepatan pada dasar di bawah matras gabion dan filter yang dibuat. MS. vb = kecepatan aliran pada matras (m/dt) nf = 0. = kecepatan rata-rata saluran (m/dt) = diameter batuan rata-rata (m) Jika vf > (2-4) ve. kecepatan pada matras gabion (vb) adalah : vb dimana : 1 nf Dm 2 2/3 S1 / 2 SI .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diestimasikan 1/2 sampai dengan 1/4 kecepatan pada matres gabion dan interfase filter. yaitu kecepatan maksimum yang terjadi pada interfase tanah. v1 / 2 a . sedangkan kecepatan maksimum untuk tipe-tipe tanah yang lain ditentukan dengan menghitung ve. Chen. Hasilnya dibandingkan terhadap vf.1 d1/2 Sedangkan untuk vf menggunakan rumus : vf dimana : va Dm 1 dm 2 f 2/3 S.

6 Spesifikasi Material 1) Penjelasan Penting untuk meletakkan dengan baik gabion (bronjongan) pada dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang diarahkan oleh engineer untuk mendapatkan hasil yang baik. 2) Material 1. Lacing wire (kawat pengikat) Kawat pengikat berukuran No 9 gage galvanized atau telah ditentukan. dan dipasang anchor ke slope-nya. saling dihubungkan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING adalah untuk mendapatkan kecepatan vf sedemikian rupa tidak membahayakan lapisan dasar. Langkah 4 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Wire enclosure Kawat yang digunakan untuk mattress atau unit blok haruslah berukuran dan berdimensi seperti rencana.3. 8.1. Gabion (bronjongan) terdiri dari anyaman berbentuk keranjang (basket) yang terbuat dari kawat. 3. By : Salmani. Detail konstruksi tergantung dari kegunaannya. diisi oleh batuan. Rock Batuan yang digunakan untuk mengisi harus bergradasi baik dan 70% dari beratnya tidak boleh melebihi dari dimensi terkecil kawat.2. Page 22 . 2. seperti untuk revetment atau untuk toe protection untuk tipe lain dari riprap. Ukuran maksimum batu diukur normal ke slope dan tidak melebihi ketebalan mattress. MT. MS.

Bagian sisi keliling dari wire enclosed haruslah aman tersambung sehingga sambungan tersebut menghampiri nilai kekuatan pada kawat tersebut.3. Counterfort dapat digunakan untuk tambahan pada slope mattress.5H. Anchor stake dipasang pada sisi dalam sudut dari diafragma basket sepanjang upslope (tertinggi) dinding basket. Bagian dari wire enclosure dapat dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin. By : Salmani. Untuk mengatasi hal ini.3.50 m3 dengan lebar dasar 25 meter. dan diisi untuk memenuhi syarat keseragaman.31 m untuk membentuk structure).7 Contoh perencanaan gabion Suatu konstruksi jalan disepanjang tikungan saluran mengalami keruntuhan/erosi akibat aliran yang terjadi pada saluran tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut. dan lapisan perlindungan pada daerah yang diinginkan. struktur sambungan terus (continuous connected Mattress pada sisi slope saluran mesti terikat pada bank dengan anchor stake sedalam 1.7 m untuk slope kurang dari 1V : 2.2 m untuk tanah padat (lempung) dan 1.8 untuk slope 1V : 2. Stake slope mattres dibutuhkan meskipun counterfort digunakan atau tidak. dan setiap 2. serta kemiringan dasar 1 : 1000. perlu direncanakan perkuatan tebing sehingga bahaya keruntuhan/erosi dapat teratasi. kemiringan tebing 1:1. Serta diletakkan. Jarak maksimum setiap stake tergantung pada konfigurasi basket dengan jarak minimum setiap 1. 8. kerapatan. maka stake akan menjadi satu kesatuan.8 m untuk tanah longgar (pasir). Sketsa kondisi kasus dapat dilihat pada gambar di bawah gambar 8-25.1. rencanakan tipe revetment dari gabion.1.5H dan lebih curam. Page 23 . Saluran tersebut mengalirkan debit 125. Serta terikat dengan lainnya dengan interval 0. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Syarat-Syarat Konstruksi Syarat-syarat konnstruksi dapat dilihat pada Section 7. MT.2. diikat.

dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil n = 0.46.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-25. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan yang telah disebutkan di atas. MT. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) Berdasarkan kemiringan tebing saluran yang akan diperkuat yaitu IV : 1H. Page 24 . MS.2 t/m3 By : Salmani.025) diperoleh kecepatan aliran (v) 2m/dt dan kedalaman rata-rata 2.3 m. Dalam contoh soal ini : s = 2. dengan menggunakan tabel 1 diperoleh K1 = 0. Kasus gerusan pada sungai dengan menggunakan pengaman Gabion Penyelesaian: Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran.

MT.24) : m 0 .3x0.283 0 .73 kg m2 Sedangkan tegangan geser kritis pada dasar : By : Salmani.5 25 2.2 log Cv = 1.0 9.1) x(1. maka dengan menggunakan persamaan 8.14 Berdasarkan parameter yang telah diketahui tersebut.81x 2.81 m/dt2 = B + 2 x h = 25 + 4.095 m.001 x 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING w = 1 t/m3 = 1. 8. Sf g W Gunakan persamaan 8. 8.3 2.5 = 9.3) Dm = 0.6 m.3 kg m2 Sehinggga diperoleh tegangan geser pada tebing (pers. Gunakan pers.75 x 2.6 = 29.46 Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.5 x(0.2 1 0.22: Cv 1.21 diperoleh : Dm 1.6 1.14) x(2. Page 25 . MS.3 1.2 log R W 150 W 29 .23 b 1000 x 0 .283 0 . Dm 10 cm 1 2.

1 m. MS.022 2 0.10 12 kg m 2.22 m / dt.1 0.1 0. s 11.001)1 / 2 By : Salmani.4 1 Sin 2 10 0 0 . saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi.4304 s = 10.20 m / dt. Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Berdasarkan prosedur desain di atas dan dari perhitungan pada langkah sebelumnya diperoleh : Dm = 0. Dengan demikian untuk filter sintetis diperoleh : vb vb 1 0.1( 2200 1000 ) 0 . 2/3 (0. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing. Pada tebing saluran .99 kg/m2 Dari hasil perhitungan tegangan geser. MT. tegangan geser pada tebing diperoleh (pers.02 2 2/3 (0. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Sedangkan bila lapisan filter kerikil yang digunakan. Page 26 .25) : = 10 maka. vb diperoleh : vb vb 1 0.001)1 / 2 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c 0 . 0. Dengan mengambil 8.

001)( 2)1 / 2 0. MT.0.4) ve.1 2 / 3 ( ) (0. saluran yang telah diperkuat tebingnya dengan gabion dapat dilihat pada gambar 8-26. Berdasarkan harga vb.02 2 vf 9. By : Salmani.244 m/dt Kecepatan residu pada dasar : vf 1 0. Page 27 .05 . maka filter dari krikil tidak diperlukan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Kecepatan maksimum pada interface tanah : ve 16.6x10 3 m / dt Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan : vf < (2 . Dari semua perhitungan tersebut di atas.11) m/dt Dikarenakan kecepatan di bawah lapisan sintetis sangat kecil. MS.1(2. maka kecepatan aliran di bawah lapisan filter sintetis : vu = (0.42 cm/dt = 0.3)1 / 2 = 24. maka kemungkinan terjadinya kerusakan lapisan dasar sangat kecil.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

Gambar 8-26. Rencana Gabion Langkah 6 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.3.2 Jenis Kaku (Rigid Revetment)

8.3.2.1 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

8.3.2.1.1 Deskripsi
Dinding penahan tanah adalah dinding pengaman gerusan yang terbuat dari pasangan batu kali dengan campuran semen atau beton. Dinding pengaman ini bersifat tetap.

By : Salmani, MS, MT.

Page 28

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

8.3.2.1.2 Dasar-Dasar Desain
Jenis-jenis dinding penahan tanah (retaining wall) adalah gravity wall, semigravity wall dan cantilever wall. Gravity Wall adalah dinding penahan tanah dengan mengandalkan gaya gravitasi sebagai gaya penahan beban. Dinding ini tidak terdapat tegangan tarik. Semi-gravity Walls memerlukan baja untuk mengurangi massa beton. Cantilever Wall berbentuk dinding T dan bertindak sebagai kantilever. Biasanya terbuat dari beton bertulang.

Dalam mendesain dinding pengaman tipe ini, yang harus diperhatikan adalah stabilitas dinding. Dinding harus stabil terhadap gaya guling (overturning), gaya gelincir (sliding) dan daya dukung.

1) Gaya Guling Gaya guling dapat menyebabkan dinding penahan tanah terguling apabila tidak dapat menahan gaya akibat beban. Beban yang dapat menyebabkan dinding penahan tanah ini terguling adalah tekanan tanah horizontal. Sedangkan yang menahan agar dinding tidak terguling adalah gaya berat, tekanan aktif dan berat tanah timbunan. Agar lebih jelas dapat melihat gambar pada contoh perencanaan dinding penahan tanah.

Kestabilan dinding penahan tanah adalah perbandingan antara jumlah gaya yang membuat dengan gaya penahan guling. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

SF

Mr Mo

(8.28)

dimana: Mr : momen yang menahan dinding agar tidak guling Mo : momen yang membuat dinding terguling. 2) Gaya Gelincir (Sliding) Gaya gelincir dapat menyebabkan dinding penahan tanah tergelincir hingga jatuh. Gaya gelincir ditentukan oleh tekanan tanah horizontal akibat tanah di

By : Salmani, MS, MT.

Page 29

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
belakang dinding. Sedangkan gaya tahannya adalah berat dinding dan tekanan pasif.

Dinding dapat dikatakan aman apabila angka keamanan melebihi yang disayaratkan. Angka keamanan :

SF

Re sisting forces driving

(8.29)

3. Daya Dukung Daya dukung tanah diperlukan untuk menahan beban akibat berat dinding penahan tanah. Besarnya daya dukung ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

q

V 6e 1 A B

(8.30)

dimana: V = jumlah gaya vertikal yang bekerja A = luas penampang kaki dinding e = eksentrisitas yang dihitung dengan V . x

M dan
(8.30a)

e

B 2

X.

B = lebar dinding pengaman.

By : Salmani, MS, MT.

Page 30

Potongan Melintang 2.3 Prosedur Desain Prosedur desaindapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan jenis dan dimensi retaining w all Tentukan kedalaman tapak dan pondasi Cek stabilitas ? Ya Tidak Tentukan jenis dan ukuran pengaman kaki SELESAI Gambar 8-27. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Perubahan penampang melintang 3.1. Flow chart perencanaan retaining wall Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Langkah ini akan mendapatkan nilai-nilai parameter hidraulis yang digunakan untuk perhitungan dinding penahan tanah.2. By : Salmani. kekas ar an dasar s ungai. Penentuan nilai parameter ini melalui catatan-catatan hidraulis yang ada maupun survei di lapangan. Page 31 . MS.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. MT.

Ph = Pa cos (8. Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu.025) diperoleh tinggi aliran dan kecepatan rata-rata. Pa 1 / 2 H 2 Ka (8.32) Tekanan tanah horizontal.1 h1 0 . formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : hs h1 dimana: a 1. Tentukan juga dimensi dari retaining wall. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Tentukan bentuk dan jenis retaining wall yang akan digunakan. Bila tidak stabil.33) By : Salmani. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. Apabila bentuk retaining wall ini tidak dapat memenuhi persyaratan kekuatan. lebar dasar. MS. maka kembali ke langkah 2. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Dari desain awal pada langkah 2 telah dibuat bentuk awal dari retaining wall. maka ukuran dimensinya dapat diubah sehingga diperoleh hasil yang kuat dan ekonomis.31) h1 : kedalaman di hilir hs : kedalaman penggerusan Fr : bilangan froude. MT. Tekanan tanah aktif.33 (8. Guling (overturning) Yang mempengaruhi gaya guling secara keseluruhan adalah sebagai berikut :. maka akan dihitung stabilitasnya. a. Page 32 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Berdasarkan catatan debit. 40 Fr0. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0.

MT. MS.35) Gaya geser. V . maka retaining wall aman b.29) c. Angka keamanan guling (8.36) Tekanan tanah pasif. f tan 2 3 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tekanan tanah vertikal. Pp 1 2 f H 2 kp (8. Menurut Bowles (1968).37) Angka keaman untuk gelincir dengan persamaan (8. Gelincir (Sliding) Koefisien geser.f (8. FR V . . Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut. W = jumlah berat tanah yang menimbun retaining wall Kemudian hitung momen guling Momen guling (Ph) = Jumlah gaya terjadi pada retaining wall x jarak antara titik acuan guling dengan resultan (jumlah gaya yang terjadi).x M Page 33 By : Salmani.34) SF Mr Mo Bila SF > SFpersyaratan. Kp diperoleh dari hubungan kemiringan tanah timbun ( ). Pv = Pa sin Berat tanah timbun.

2. Lebar Toe Apron (Bt). Bila digunakan dari quarrystone .3.38) Wmin H3 . Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar. Page 34 . MT. (8.8.1.3.30. Perencanaan riprap dapat dilihat pada detail perhitungan riprap. dapat dihitung : Bt = 2H. maka dihitung dengan persamaan 8. Bila digunakan quarrystone.39) 8. Langkah 5 : Penguatan kaki struktur Agar kaki struktur aman terhadap gerusan maka perlu digunakan perkuatan kaki (Toe Apron) pada struktur retaining wall. (8.30a) d. maka parameter yang dihitung adalah seperti berikut ini.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dengan: V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling Titik eksentrisitas dihitung dengan rumus (8.5 Contoh Perencanaan retaining wall By : Salmani. NS 3 N S ( SG 1 )3 a 1.4 Spesifikasi Material Material yang digunakan tergantung dari jenis retaining wall yang digunakan. 8. Material yang biasa digunakan untuk retaining wall adalah pasangan batu kali yang direkatkan dengan semen maupun beton bertulang. Bahannya bisa digunakan dari quarrystone atau riprap.2. MS.1.

3 Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 40. MS. Kemiringan tebing saluran mendekati 1V:1H. = H/7 = 5/7 0. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. dan lebar dasar 25 m. Adapun bentuk dan dimensi retaining wall yang akan digunakan seperti gambar 8-28. antara lain dengan menggunakan retaining wall.50 m.2 kg/cm2 Rencanakan retaining wall. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Retaining wall direncanakan untuk tipe gravitasi. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 3. lebar dasar.6 x 5 = 3 m.025) diperoleh tinggi aliran 2. By : Salmani.81 m /dt. = H/12 = 5/12 = 0.40 m.30 m dan kecepatan rata-rata 0. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. 0. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 360 Berat jenis tanah dasar ( a) = 2200 kg/m3 Berat jenis tanah timbun ( f) = 2100 kg/m3 Daya dukung tanah izin (qa) = 3. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit.0001.70 m. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. Page 35 .50 m) yang akan diamankan. agar tebing saluran (sekaligus menjadi tebing jalan) aman terhadap keruntuhan/gerusan. MT.65 m/dt. Dengan demikian tinggi tebing (3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Pengamanan tebing saluran/sungai yang sekaligus merupakan bagian dari badan jalan dapat ditempuh dengan beberapa cara. Dari gambar di atas dapat ditulis : H a1 b C = 5 m. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.

40 m. MT.30 m = 3. MS.70 .70 m = d2 = 0. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D d1 = C = 0.2 kg/cm2 Gambar 8-28. d3 qa = 0.0.40 = 0. Desain Retaining Wall Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. Page 36 .

14 0.3 0 .84 m Berdasarkan kedalam gerusan yang terjadi.42)(4.3 ) 6 1.65 m/dt (dari langkah 1) Fr 1 0 .3 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING hs h1 a 1.99 lengan (m) 1. Guling (overturning) Dari tabel 6.169 t / m 2 Tekanan tanah tanah horizontal.65 9 .316 8. 40 Fr0. Berat (t) 1/2 (0. Perhitungan Stabilitas dinding No 1. W ( 4 .5 meter.15 ( 2 .33 disini a diambil 6 meter.3)(2.316.11 momen (t/m) 2. Tekanan tanah aktif.44 t / m 2 Berat tanah timbun.295 Sin 10 10 1.295 Cos 10 0 Tekanan tanah vertikal.14 hS 2.3 (Bowles.295 t / m 2 2 8 .1)(5) 2 . Pa 1 / 2 H 2 Ka 1 (2. Ph 8 . MS.81( 2 . maka tapak pondasi retaining wall direncanakan sedalam 1.3 0.2) = 1. 4 0 .21 By : Salmani.0.3 hS = 0. dan kecepatan aliran 0.10 ) 6 . Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Untuk kemiringan tanah timbun ( ) diambil 100 terhadap horizontal. MT. a. 1968) untuk ( ) = 100 dan ( ) = 360 diperoleh Ka = 0. Page 37 .1 h1 0 .9 ) 1.28 t 2 Tabel 8-6. Pv 8 .1 2.

5.48 9.55 (0. Gelincir (Sliding) Koefisien geser.50 5.3)(2.36 7.444) = 10. Pp 1 2 f H 2 kp 1 (2.f FR = 23.5 (ok ) By : Salmani.01 1. 4. MS.49 Momen guling (Ph) = (8. (0.13) = 17.2) = 3. f tan 2 3 tan 2 ( 36 0 ) 0 .1)(1.40)(4.96 13.169) x (2.41 1. Menurut tabel 6. Page 38 .68 t Angka keamanan untuk gelincir.280 4.01 17 .36 t Tekanan tanah pasif.68 8.40 2 .15( 4 .440 3. FS 10 .21 1.40 t/m Angka keamanan guling (SF) = 42. MT.45 1.62 = 1.2) Pv 5 .93 2. 3.5) 2 (3.83 2.2 (Bowles.42 V = 23.94 6.22 1.169 2.5 ( ok ) b.444 3 Gaya geser.25) 2 7.7(2. 1968) untuk ( ) = 100 diperoleh Kp = 3.25.55 42.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2.78 1.3 ) ( 2 .2 ) 2 tanah 3x0. FR V .44 = 6.

maka dihitung: q V 6e 1 A B qmax 23.507 kg / cm 2 15. Berarti titik berat berada pada pusat massa (ok).07 t / m 2 ok 3. V .1 3 1. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut. e B 2 X 3 1.46) 1 3.04 2 0 . MS.04m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c. Page 39 .08 ) 3 .46 m.40 23.55 1.63 t / m 2 By : Salmani.55 (0.55 6(0. d. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar. MT.x dimana: M V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling X 42.1 0.2kg / cm 2 q m in 23.01 17 .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Retaining wall cukup aman, baik terhadap guling, geser dan daya dukung pondasi. Namun sebaliknya pondasi diperkuat dengan pemasangan cerucuk dengan diameter 15 cm dan panjang 4 m.

Langkah 5 : Pengaman kaki dari bahaya gerusan Untuk aman terhadap gerusan pada kaki retaining wall, maka perlu digunakan penguat pada struktur tersebut. Tipe penguat ini dapat digunakan dari riprap (rock riprap) atau quarry stone.

Penentuan ukuran rock riprap Ukuran rock riprap dapat dihitung dengan rumus;

D50 y
dimana;

K Ss

V2 1 gy

K = 0,89, karena tipe retaining wall berupa spill through Ss = 2,65

g

9.81m / det 2 , maka dari persamaan (2), diperoleh;

D50 2.3

0.89 (0.65) 2 2.65 1 9.81x 2.3

D50 = 0,024 m. Diambil D50 = 3 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada contoh perhitungan riprap. Penentuan ukuran quarrystone Bila digunakan quarrystone, maka lebar Toe Apron (Bt), dapat dihitung : Bt = 2H, Bt = 2 x 2,30 m = 4,60m. Berat quarrystone ;

Wmin

H3 ; NS 3 N S ( SG 1 )3
a

1,8.

By : Salmani, MS, MT.

Page 40

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

2 ,65( 2 ,3 )3 ( 1,8 )3 ( 2 ,65 1 )3
= 1,23 ton

8.3.2.2 Tiang pancang (Sheet Pile)

8.3.2.2.1 Deskripsi
Sheet pile merupakan salah satu jenis retaining wall. Sheet pile terbuat dari baja, beton, kayu atau sheet pile dari plastik yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk dinding yang kontinu sepanjang tebing saluran.

8.3.2.2.2 Dasar-Dasar Desain
Dalam mendesain sheet pile perlu diperhatikan adalah kedalaman sheet pile dan jenis tanah. Kedalaman sheet pile menentukan kekuatan dari sheet pile tersebut. Kekuatan dari sheet pile berada pada ujungnya dan gesekan pada selimut sheet pile. Jenis tanah juga menentukan kekuatan sheet pile. Tanah kohesif dan nonkohesif akan berbeda dalam menentukan kekuatan sheet pile.

Kedalaman sheet pile dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y

4

pp
'

K'

Y

3

8Ra Y2 ' ' K

6Ra
'

K'

2

2y K

'

'

p

' p

Y

6Ra yp 'p
'

2 4Ra 2

K'

0

(8.40)
sehingga dapat diperoleh y , dimana y adalah kedalaman sheet pile. Parameter yang digunakan dalam penentuan kedalaman sheet pile adalah

pa
pa

p a1
h1 K a

p a 2 ( Tekanan tanah aktif)
' ' h2 K a

(8.40a) (8.40b)

Ra

p a1

h1 2

p a1 h2

pa 2

h2 2

pa

a (Resultan gaya) 2

(8.40c)

By : Salmani, MS, MT.

Page 41

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
K‟ = Kp – Ka (Koefisien tanah) (8.40d)

p 'p

h1 K p

h2

a

'

' Kp

'

' aKa (Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan

sheet pile).

(8.40e)

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat gambar pada contoh perencanaan.

8.3.2.2.3 Langkah-Langkah Desain
Langkah-langkah desain dari sheet pile dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

By : Salmani, MS, MT.

Page 42

Perubahan penampang melintang 3. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. kekas ar an dasar s ungai. kecepatan dan kedalaman rata-rata Sketsa Kondisi tipe turap (sheet pile) Tentukan koefisien tanah aktif dan pasif Tentukan kedalaman sheet pile (D=y+a) Cek kedalaman turap ? Tidak Ya Tentukan kedalaman gerusan pada kaki Tentukan ukuran batu untuk perlidungan kaki SELESAI Gambar 8-29 Flow Chart Langkah Desain Sheet Pile By : Salmani. Page 43 . Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MS.

Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 91 m3/dt.2. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. agar tebing saluran aman terhadap keruntuhan maupun gerusan. Page 44 .4 Contoh perencanaan sheet pile Selain dengan retaining wall.0 meter. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 6. By : Salmani. MS. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. MT. Langkah 2 : Sketsa kondisi tipe sheet pile yang diberikan Sheet pile direncanakan dengan tipe „centilever sheet pilling‟.025) diperoleh tinggi aliran mendekati 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.0 m dan kecepatan rata-rata 0. Adapun bentuk dan dimensi sheet pile yang akan digunakan seperti gambar 8-30.2. lebar dasar. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 300 Berat jenis tanah ( ) = 1950 kg/m3 Berat jenis tanah terendam ( ‟) = 1060 kg/m3 Rencanakan struktur turap.0001.0 m) yang akan diamankan.3. Dengan demikian tinggi tebing (6.76 m/dt. pengamanan tebing saluran/sungai (bagian dari badan jalan) dapat juga dilakukan dengan menggunakan turap (sheet pile). Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0. Tebing saluran mendekati tegak lurus. dan lebar dasar 40 m.

MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-30. Page 45 . MS. Data dan Rencana Sheet Pile By : Salmani.

MT.06 m Gaya resultan (Ra). p 'p p 'p h1 K p h2 a ' ' Kp ' ' aKa 30086.0. Dari tabel 6-4 (Bowles.6412 k / m2 By : Salmani.345 pa 2 h2 a 2 h2 3 pa1h2 a h2 2 pa1 h1 a h2 2 h1 3 y 2. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Kp = Kp‟ = 3.06983 11948 .345 k / m Jumlah momen terhadap garis perpotongan sheet pile.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Penentuan koefisien tanah aktif dan pasif Dari tabel 6-3 (Bowles. pa pa p a1 h1 K a pa 2 ' ' h2 K a pa pa 1948 .0 – 0. MS. Ra Ra p a1 h1 2 p a1 h2 pa 2 h2 2 pa a 2 11948 .333. Ra y y 1 2 p a a ( 3 a) 2 34145 .67 Tekanan tanah aktif. K = K‟ = Kp – Ka = 3.86 m Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan sheet pile.05 1058 . Page 46 .94 3007 kg / m 2 diperoleh: a pa ' K a 1. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Ka = Ka‟ = 0.333 = 2.

165 m 3 6 Ra yp 'p ' 841.423 0 dengan cara coba-coba didapat Y = 6. Y4 10 .2 kg / m 3 pp ' K' 10. Kontrol: z p pY pp 2 Ra p 'p' dimana.47 k / m 2 didapat : z = 1.63 m 8Ra ' K' 6 Ra ' ' 2 33. Y4 ' pp ' K' Y3 8Ra Y2 ' ' K 6Ra ' K' 2 2y 'K ' p 'p Y 6Ra yp 'p ' 2 4Ra 2 K' 0 K' 2830 . Page 47 . MS.83 k / m2 pp ' ' Kp ' Ka Y ' p 'p 48907.495 meter.77 m 2 2y 'K ' 2 4 Ra ' 2 K p 'p 414.165 Y 841. By : Salmani.65 meter.01 0 ok.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 : Penentuan kedalaman sheet pile (D) Kedalaman sheet pile dari tekanan tanah pasif.423 m 4 K diperoleh. FH Ra pp ' p 'p z 2 pp Y 2 FH 4.77 Y 2 414 . pp pp ' p 'p ' ' Kp ' Ka Y 18820. MT.63 Y 3 33.

MT.14 Dari persamaan (1) diperoleh.8).86 m.30 Y a D 1.14 (< 0.33 h1 = 3 m V1 = 0. MS.76 m/det a Fr1 = 0. Langkah 5 : Penentuan ukuran rock riprap Berdasarkan bilangan Froude = 0. Page 48 . maka ukuran riprap dapat dihitung dengan rumus. persamaan untuk menghitung gerusan pada kaki sheet pile dapat juga digunakan dari Liu.14)0. et al (1961) dan Grill (1972).81 x3 = = 0.10m V1 gy1 0.10 3 0.02. a 2. maka kedalaman sheet pile yang diperlukan adalah: D 1. karena sheet pile dianggap dinding vertikal By : Salmani.15 h1 0. D50 y dimana.4 Fr 1 0.30 6. yaitu: hs h1 dimana.65 1.76 9. K Ss V2 1 gy K = 1.4 (0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan penambahan 30 % (keamanan).15 0.06 D 10 meter Langkah 5 : Perhitungan gerusan pada kaki sheet pile Sama seperti pada kasus retaining wall.33 hs = 0. hs 3 2.

diperoleh. maka dari persamaan (2).3 Bioengineering Bioengineering merupakan jenis dinding pengaman gerusan dengan menggunakan tumbuhan atau tanaman. interloking antar plastik. Biasanya digetarkan ke dalam tanah. Bisa digunakan permanen untuk dinding yang tingginya sedang sampai tinggi sekali 5.3. 8.81m / det 2 .65 1 9. Dinding pengaman jenis ini akan digunakan bila daerah tesebut sulit untuk menemukan bahan konstruksi seperti semen dan pasir. Dibutuhkan struktur pengait seperti cantilever. pile beton lebih lama umur pelayanannya tetapi harganya mahal. MT. 3. Baja material yang paling sering digunakan.81x3 D50 = 0.02 (0. Plastik mempunyai struktur yang lebih rendah daripada material struktur lainnya.036 m. By : Salmani. Beton : pracetak. Baja : interlocking. Kayu : interlocking dengan sendiri ke tepi tanah. Page 49 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ss = 2. Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh perhitungan detail riprap. Berikut ini akan diperkenalkan dinding pengaman yang terbuat dari tanaman yang dapat digunakan dan sesuai dengan keadaan di Indonesia. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat sheet pile adalah : 1. 4. D50 3 1. Plastik : kerapatan yang tinggi. Rolled Steel. 2. kayu atau plastik pile. beton pracetak.76) 2 2. Dapat berguna di aliran dengan tingkat abrasi yang tinggi dan dimana dinding memikul gaya axial.65 g 9. Diambil D50 = 5 cm. Pile beton lebih rumit pemasangannya dibandingkan pile baja. perbedaan berat rolled steel sheet pile dapat menancapkan ke dalam tanah. MS.

Bagianbagian perencanaan ini dapat dilihat pada gambar 8-31.Meningkatkan habitat perikanan Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Politik Ekonomi Klimatologi Kondisi fisik Kondisi tanah Kondisi biologi Peralatan dan Material (Bahan) Rencana Pembangunan Pengadaan Tanaman Implementasi Proyek Persiapan Lahan dan Konstruksi Penanaman Pengawasan Pemeliharaan By : Salmani.Meningkatkan kualitas air . MS.3. Perencanaan pengaman bantaran dari bioengineering harus melibatkan aspek-aspek di sekitar pengaman. Perencanaan bioengineering di sebuah saluran harus dievaluasi sebagai satu kesatuan sistem.3. MT. Page 50 .1 Konsep Desain Penggunaan bioengineering (pengaman dari tanaman) diutamakan untuk mengontrol erosi. Tentukan masalah akibat dari erosi Tentukan tujuan (dikarenakan masalah erosi) Contoh : . Aktivitas di sekitar pengaman yang mempengaruhi erosi harus diperhatikan. Pemasangan pengaman bioengineering di sekitar kawasan yang dilewati sapi adalah usaha yang kurang baik karena sapi tersebut akan memakan tanaman bioengineering sesudah dipasang. tetapi kadang digunakan untuk hal lain.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Bagian-bagian dari perencanaan bioengineering terdiri penanganan kerusakan yang potensial dan aspek ekonomi dan politik.

1.1. sosiologi dan hukum. fisik. tanah dan komponen biologi. Hal ini akan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab. Tujuan dari proyek biasanya ditentukan oleh permasalahan tersebut.3.3. Komponen ini seperti politik.1 Penentuan Masalah dan Tujuan Tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang muncul atau masalah yang diperlukan untuk sebuah proyek. klimatologi. perlindungan sumberdaya alam atau maksud lainnya.3. Hal ini akan memerlukan keahlian antar disiplin ilmu yang minimal terdiri dari insinyur. hidrologis. ekonomi. seperti penggusuran lahan di sekitar bantaran saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-31 Langkah-Langkah Perencanaan dan Implementasi dari Pekerjaan Bioengineering Langkah-langkah diatas dijabarkan berikut ini. Komponen-komponen yang berkaitan dengan penghambat adalah saling terlepas dan harus diperhatikan. Pertanyaan dan jawaban yang By : Salmani. peningkatan kualitas air. MT. Page 51 . MS. Setiap komponen dapat memiliki penghambat yang harus diselesaikan. Masalah yang timbul biasanya adalah akibat erosi seperti permasalahan kualitas air.3.2 Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Proyek pengendalian erosi di bantaran sungai/saluran mempunyai beberapa komponen. perikanan yang sedikit dan lainnya. tetapi dapat juga dalam penyediaan habitat ikan dan hewan liar. Tujuan-tujuan yang akan dicapai tidak hanya ditimbulkan oleh masalah fisik akibat erosi tetapi juga oleh masalah hukum. 8. peneliti kehidupan makhluk hidup dan ekonomi. 8.

kedalaman dan lainnya. hidrologi dan geomorfologi merupakan faktor yang penting. geomorpologi seperti catatan arus. Bagaimanapun juga. impelementasinya dapat dilakukan. MS. pengadaan tanaman dilakukan. Desain dari pengaman tumbuhan (pengaman hijau)/bioengineering harus meliputi pembiayaan untuk pengawasan dan penanaman dan pengaturan lokasi untuk mencapai tujuan. kelembaban. suhu dan evapotrasnpirasi. Hal ini akan menyangkut peraturan pemerintah yang berlaku dan tekanan dari masyarakat seperti penggunaan tanaman yang berasal dari daerah tersebut. Proyek bioengineering biasanya lebih murah dibandingkan dengan struktur lainnya. bentuk penampang. Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting untuk proyek pengendalian erosi. Kalau tidak ada catatan mengenai data kedalaman muka air dari saluran. bentuk. variabel ekonomi akan mempengaruhi keputusan akhir dalam memilih tanaman dan kepadatan tanaman sesuai dengan pra-desain dan pemeliharaan. seorang perencana harus mengetahui data hidrologi dan geomorfologi dari saluran. MT. By : Salmani. Tanaman yang digunakan untuk daerah yang mempunyai musim hujan yang tinggi dan kering akan berbeda dengan daerah yang mempunyai musim kering lebih banyak dibandingkan musim hujan. Dari parameter fisik yang telah disebutkan. timing. Setelah rencana pengembangan disetujui. Setelah atau bersamaan dengan pengadaan tanaman. Untuk menentukan tanaman yang digunakan dan jenisnya serta waktu penanamannnya. hidrodinamik seperti sumber air permukaan dan tanah. pengetahuan penduduk di sekitar saluran dan data lain yang didapat dari tanaman lokal dan tanah yang menunjukkan periodisitas banjir. Komponen politik yang meliputi faktor manusia yang buruk dan jalan kaki yang dibuat dan kendaraan off road dapat menjadi faktor yang positif dalam perbaikan lingkungan. Page 52 . Klimatologi akan mempengaruhi pemilihan tanaman yang akan ditanam dan penanganannya setelah penanaman. Komponen klimatologi meliputi beberapa aspek seperti hujan. maka harus menggunakan tanda-tanda kedalaman di sekitar saluran. Komponen fisik meliputi parameter proyek seperti kestabilan tanah seperti penurunan tanah.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING muncul akan memandu ke dalam rencana pengembangan. frekuensi air. suhu. penyinaran matahari dan lainnya.

Di dalam bioengineering.3. Struktur yang khusus digunakan untuk penanganan selain drainase kalau geomorfologi turut menyumbang dalam erosi. Untuk menggunakan bioengineering yang efektif. struktur dan kedalaman mempengaruhi kandungan air di tanah dan perlu diperhatikan ketika menentukan tampungan air atau air irigasi selama musim kering.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Karakteristik geomorfologi seperti geometri bantaran sangat menentukan dalam desain bioengineering. kesuburan. sedangkan lempung dapat lebih curam. Tekstur tanah. MT. maka perlu perbaikan kondisi tanah. Tanaman juga harus tahan terhadap keadaan kering. Bagian bawah pengaman hijau harus tahan banjir sedangkan bagian atas lebih sedikit tahan. daya tahan erosi. Tanah yang kurang atau tidak sesuai dengan bioengineering dapat diperbaiki dengan teknik atau metode perbaikan tanah tergantung dari permasalahan yang timbul.1. Komponen biologi adalah salah satu komponen penting dan saling terkait dengan komponen lainnya. kandungan kimia dan sebagainya. Kemiringan yang sering digunakan adalah kurang dari 1 – 1. Tebing yang curam dimana penggerusan di kaki terjadi memerlukan perlindungan seperti riprap. perencana harus mempelajari dan mengevaluasi tanaman yang tumbuh atau digunakan di seluruh bagian bantaran. curam dan tidak dapat ditanami harus dibentuk sehingga dapat ditanami. Pemindahan tanah sangat mahal dan harus diperhatikan untuk keadaan ekonomi. Termasuk habitat yang diperlukan untuk tanaman dan binatang serta rencana yang telah dibuat sehingga menemukan persyaratan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen. Tanah dengan lapisan humus 10 cm diharapkan. Tanaman asli yang tumbuh di bantaran atau yang sudah tumbuh lama digunakan dengan normal.3. Untuk menjamin kestabilan bantaran dan perlindungan kaki. struktur. 8. Komponen tanah meliputi parameter tanah seperti tekstur. MS. Sedangkan tanaman parasit harus disingkirkan. Page 53 . Tanaman yang digunakan harus mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap banjir. Kemiringan untuk tanah berpasir adalah 30o. Bantaran yang telah tererosi. kondisi bantaran dan jenis tanaman harus dikaji sebanyak mungkin. seperti piping atau sadding.3 Rencana pembangunan By : Salmani.2 V : 1 H.

Hama dan penyakit tersebut jangan sampai menyebar ke daerah sekitar saluran.5 Perizinan Setelah analisis kondisi lapangan dan pengerjaan mulai dilaksanakan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanaman adalah undang-undang (aturan) mengenai pengadaan tanaman. setiap komponen harus dianalisis termasuk faktor atau parameter dan apa saja yang akan mempengaruhi pembangunan tanaman untuk bioengineering dan stabilitas bantaran. perizinan untuk membangun diperlukan. 8. jenis spesies yang akan menyerang tanaman. ukuran dan kualitas sering menjadi batasan dalam menentukan pemilihan tanaman dan pengadaan tanaman. Perizinan ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.3. Dalam analisis tempat.1.1. 8.4 Peralatan dan Material Dalam rencana pembangunan.1.3.6 Pengadaan Tanaman Indikator tanaman yang paling baik digunakan untuk bioengineering adalah tanaman yang tumbuh di sekitar saluran secara alami. Beberapa tanaman yang asli tumbuh di sekitar saluran sangat sulit untuk dikembangbiakan dan tumbuh dan banyak jenis tanaman yang tertentu By : Salmani. Peralatan dan teknik penanaman tergantung dari jenis vegetasinya serta ukuran proyek dan kondisi lapangan. Dari pengamatan akan didapat tentang referensi tempat seperti tanaman yang akan digunakan.3. Analisis tempat sebelum tanaman dibeli atau proyek diimplementasi merupakan hal yang penting. 8. Page 54 . Ketersediaan tanaman dari beberapa spesies. Hal lain yang perlu diperhatikan hama dan penyakit yang dibawa oleh tanaman tersebut. Panduan secara umum untuk analisis tempat adalah observasi keadaan tempat proyek di upstream maupun downstream.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencana pembangunan merupakan hal yang puncak dari tahapan yang sebelumnya. MS.3.3. peralatan dan material diperlukan untuk menangani masalah tanaman dan penanamannya.3. MT.

MS. klimatologi. 8. Untuk lebih mudah dalam memilih tanaman yang digunakan untuk pengaman hijau ini.3. kemungkinan perusakan oleh binatang. Implementasi ini terdiri dari persiapan lapangan dan konstruksi.8 Teknik Penanaman Ada beberapa teknik penanaman dalam bioengineering mulai dari yang sederhana. 8.1. Kerjasama antar pemilik disiplin ilmu dalam perencanaan sangatlah penting dan harus terjaga sampai proyek ini selesai. sangat disarankan untuk mengidentifikasi tanaman sebanyak mungkin dan mempergunakan sedikit mungkin jenis tanaman yang ada.7 Implementasi Implementasi (pelaksanaan) adalah kegiatan lanjutan dari perencanaan pembangunan dan terintegrasi dengan proses perencanaan. Teknik penanaman yang telah disebutkan harus dikombinasikan dengan material bangunan atau struktur untuk membentuk struktur yang tahan erosi.3. 8.3. MT.3. Page 55 . penanaman dan pengawasan serta pemeliharaan.1. yaitu hanya menggali dengan pacul dan memasukan stek (batang tanaman) sampai memindahkan akar tanaman yang besar.3. hydroseeding dan lainnya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING tidak tersedia di pasaran atau kualitasnya rendah.3. 8.3. Intensitas dan frekuensi dari pengawasan dan pemeliharaan tergantung dari kondisi lapangan.1. untuk By : Salmani.3.9 Pengawasan dan pemeliharaan Pengawasan dan pemeliharaan merupakan bagian yang penting dari perencanaan dan pembangunan pengaman bioengineering ini. Teknik yang lain adalah menyebarkan bibit tanaman. gelombang yang tinggi serta arus yang terjadi. Tahap ini memerlukan detail pekerjaan.1.10 Penanganan bioengineering Seluruh bantaran saluran harus ditangani agar mencapai kemampuan maksimum untuk melindungi permukaan bantaran dan kaki dari erosi.

Seluruh daerah bantaran harus ditangani dengan sistematik. Salah penanganan zona kaki yang mudah adalah dengan menggunakan batu-batuan. peningkatan kualitas air. MT.4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING habitat binatang.1 Groin (Krib) 8. geotekstil. Penanganan seluruh bantaran dapat dilihat pada bab 6.4. Page 56 . kayu.5. yaitu dengan riprap. MS. Penanganan yang akan sangat diperhatikan adalah penangan zona kaki bioengineering.1 Prosedur Perencanaan Prosedur perencanaan dari groin krib dapat disajikan dalam bentuk flowchart sebagai berikut : By : Salmani. tanaman maupun gabungan dari material tersebut. Penanaman tumbuhan pada daerah mungkin terlalu lebar atau akan timbul kesulitan karena geomorfologi saluran.1. Penanganan zona kaki menggunakan batu-batuan. Bangunan Pengarah Aliran 8. b. Penanganan Zona Kaki Zona kaki merupakan zona yang mudah terkena erosi sehingga dapat membentuk lubang.

Perubahan penampang melintang 3. Page 57 . Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MS. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan tinggi krib Tentukan sudut orientasi krib Tentukan jarak antar groin Tentukan jarak panjang pengunci Tentukan lebar puncak Tentukan ukuran material Cek Stabilitas ? Tidak Ya SELESAI By : Salmani. Potongan Melintang 2. kekas ar an dasar s ungai.

5 (8.4 m atau LKmin = 4 D100 (8. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. S R 1. Menurut Saele (1994) .41) Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. LKmin = 2. ada beberapa formula yang dapat digunakan. Flow chart perencanaan groin Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi. yaitu : LaGrone.43) Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi.42) Saele. 1995 . maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin.8 L W 0. MT. S = (4 5) L (8. S max 1 L 1 R 2 0. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. 1994 . Page 58 . MS. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-32.3 . untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L W 3 (8.44) By : Salmani.5L W 0 .

penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait.4. MT.46) Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. karena kayu direndam di dalam air.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Menurut LaGrone (1995) . Untuk : R > 5 W dan S LK = Stg -L L tg (8. Material yang digunakan tergantung dari kondisi biaya yang dianggarkan.45) Untuk : R > 5 W dan S < tg LK L W 2 L 0 . tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. Jadi dalam hal ini.3 5 R 0 . MS. By : Salmani. Kayu yang digunakan harus tahan terhadap air. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall 8. Page 59 .1.5 (8.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat groin (krib) adalah dari susunan kayu atau sheet pile.

4. Rencana groin Secara prosedur sebelum dilakukan perencanaan groin. MT. agar tikungan sungai aman dari gerusan akibat aliran yang terjadi. Penyelesaian : Lihat gambar 8-33. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. jari-jari tikungan saluran/sungai (terhadap garis as/center line) adalah 150 m. maupun HEC-RAS. Perhitungan parameter hidraulik ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. B Gambar 8-33. Rencanakan struktur groin tersebut. Sudut ekspansi untuk mengunci groin dalam tebing ditetapkan sebesar 20o.3 Contoh Perencanaan groin Salah satu cara untuk menstabilkan/memantapkan tikungan saluran/sungai adalah dengan menggunakan konstruksi Groin. Dalam contoh soal ini diketahui lebar saluran/sungai 25 m. Page 60 . terlebih dahulu harus diketahui kondisi hidraulik eksisting pada tikungan tersebut. WSPRO. MS.1. HEC-2. Parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW.

Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L B 10 B 3 L B 4 B = 25 m B 10 B 4 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi.5 m 6. Page 61 . yaitu : LaGrone. Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. MT. Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing.25 m diambil panjang groin (L) = 5 m. MS. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). ada beberapa formula yang dapat digunakan. By : Salmani. 1995 .

Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. ok R > 5B S L tg By : Salmani.2 m Diambil LK = 2. Page 62 .5 LK = 2. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing.8 5 25 0 . Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING S max 150 1 5 1 150 2 0 .5 25 = 19.41 m S 150 1. R = 150 m B = 25 m S = 20 m L=5m = 200 maka digunakan rumus : LK = 20.3 Sedangkan menurut Saele . MS.3 m > 1.5 Smax = 38.40 m 0 .5. MT. Tg 200 . S = (4 5) 5 = (20 – 25) m untuk itu diambil jarak antara groin (S) = 20 m.4 m.

Penentuan Batas Bantaran/Tepi Sungai yang akan Dilindungi Panjang bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi dapat melihat pada bab 8. 2. Jadi dalam hal ini.2. 8.4.2. MS. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.6. profil dan jarak antar spur.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. 1.1 Prosedur Perencanaan Tahapan desain spur terdiri dari penentuan batas bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi. Page 63 . MT. By : Salmani. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. Pemilihan Tipe Spur Tipe spur yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel 8-7. pemilihan tipe spur dan desain pemasangan spur yang terdiri dari panjang spur. tinggi. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. permeabilitas.4.2 Spur 8. arah spur.

MS. Page 64 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-7 Tipe Spur dan Metode Pemilihan By : Salmani. Page 65 .

Spur yang ke arah upstream tidak sebaik spur yang kearah downstream. Arah spur yang pertama sebaiknya 150o dari pinggir sungai.2 x lebar sungai Langkah 2: Tentukan arah spur (8. Lminimum = 0. MS. Hubungan permeabilitas spur dengan kedalaman gerusan dan arah spur dapat dilihat pada gambar 8-34 dan 8-35. By : Salmani. Semakin tinggi permeabilitas. MT. semakin banyak air yang dapat menembus dinding spur. Panjang spur yang baik digunakan adalah lebih besar dari 20 persen dari lebar sungai atau . Page 66 .47) Spur yang mengarah ke upstream atau downstream akan berbeda dalam hal kinerjanya. Arah spur sebaiknya 90o diukur dari pinggiran sungai. Langkah 3: Tentukan Permeabilitas Spur Permeabilitas spur menentukan banyaknya air atau aliran air yang melewati/menembus spur. jarak antar spur dipengaruhi oleh arah spur. Permeabilitas lebih dari 70 persen dapat mencegah terjadinya erosi pada bantaran sedangkan permeabilitas kurang dari 35 persen dapat terjadi erosi seperti halnya pada spur yang impermeabel. Spur dengan permeabilitas lebih dari 35 persen akan memperpendek panjang spur.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Tetapi harus diperhatikan panjang spur dan arah spur. Desain Pemasangan Spur Langkah 1 Tentukan Panjang Spur Panjang spur tergantung dari panjang sungai/saluran yang akan diperbaiki. Untuk spur yang lebih dari satu.

Grafik permeabilitas spur dan orientasi vs kedalaman gerusan relatif pada ujung spur Gambar 8-35. Permeabilitas dan arah spur vs sudut ekspansi By : Salmani. MT. Page 67 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-34. MS.

4. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 Tentukan Tinggi Spur Spur yang impermeabel sebaiknya tidak melebihi tinggi bantaran. Perlindungan Kaki Kaki spur dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur.2. Denah kasus penerapan Spur By : Salmani. MT.4.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. Bentuk puncak dari spur sebaiknya miring dari bantaran menuju sungai. Langkah 5 Tentukan Jarak Spur Jarak antar spur (s) dapat ditentukan dengan rumus : S = L cot Dimana: S = jarak antara ujung spur (m) L = panjang spur (m) = pebesaran sudut pada ujung spur (8.48) 4. MS. 8.2. Page 68 . 8.3 Contoh Perencanaan spur Kasus degradasi/migrasi pada tikungan saluran/sungai (eksisting) seperti gambar 8-36. Gambar 8-36.

Gambar 8-37.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk mengatasi permasalahan ini diminta untuk merencanakan Spur yang dapat berfungsi sebagai : Menghentikan / mencegah perpindahan meander sebelum badan jalan yang melintasi saluran rusak / runtuh. Sudut ekspansi yang digunakan adalah 170 untuk panjang spur sekitar 20 % lebar saluran. Untuk itu tipe deflector spur/permeabel retarder atau impermeabel deflector spur direkomendasikan untuk digunakan dalam kasus ini. Dalam contoh ini dianggap streamline sudah diketahui. konsentrik terhadap garis tebing yang diinginkan. Sket lokasi thalweg yang diinginkan secara mulus (smooth) dari arah aliran udik melalui kurva menuju garis lurus/sejajar arah aliran di bagian hilir. Penyelesaian : Langkah 1 : Gambarkan Lokasi Thalweg Pada prinsipnya sebelum dilakukan penggambaran thalweq. Perhitungan parameter ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. Rencana Penempatan Spur By : Salmani. Parameter yang paling penting dalam perencanaan spur ini adalah „streamline‟ pada tikungan saluran. MS. MT.37. Lihat gambar 8. terlebih dahulu harus dihitung parameter hidraulik untuk kasus eksisting. Page 69 . Langkah 2 : Gambarkan kurva yang mulus melalui ujung spur.

Page 70 . 1 dengan spur berikutnya adalah : S1 = L1 cotg 170 10 ~ 33 1 0 . maka panjang busur (gambar 8-38) yang dibutuhkan sehingga kasus ini dapat teratasi adalah : By : Salmani.1 pada bagian hilir dari kasus yang ditinjau dengan membentuk sudut ekpansi 170. MS.71 Spur dipasang pada sudut 900 terhadap tangen yang merupakan kontruksi yang paling ekonomis Langkah 4 : Untuk spur yang lain (spur di hulu dari spur pertama) ditempatkan dengan menggunakan persamaan yang sama seperti diatas. Maka jarak spur no. 1 (L1) = 20% x 50 = 10 m. Hitung jarak dengan spur berikutnya : Panjang efektif spur no. Dengan penempatan spur seperti ini akan terjadi deposisi pada dasar antara garis tebing yang diinginkan dengan garis tebing yang tererosi (eksisting) Berdasarkan garis tebing yang diinginkan. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Posisi/lokasi Spur no.305731 32. 1 Tempatkan spur no.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Gambar 8-38. Posisi /jarak lintasan penempatan Spur

PB

α x 2 rr o 360 70 x 2 . 250 360 305m
11

Sehingga jumlah spur yang harus dipasang adalah 305/32,71 +1 = 10,24 buah. Langkah 5 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur spur harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.4.3 Guide Bank

8.4.3.1

Prosedur Perencanaan

Prosedur perencanaan guidebank terdiri dari panjang guidebank, tinggi dan riprap.
MULAI

Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah

Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana, kekas ar an dasar s ungai, kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan debit yang melew ati bantaran kiri dan kanan

A By : Salmani, MS, MT.

Page 71

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Tentukan debit dengan jarak 30 m dari bantaran Tentukan panjang, tinggi dan lebar guide bank

Cek Stabilitas ?

Tidak

Ya

Tentukan perlindungan kaki

SELESAI

Gambar 8-39. Flow Chart Perencanaan GuideBanks

a. Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll). Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1).

Langkah 3. Tentukan melintang rencana.

perkiraan

perubahan

(development)

penampang

By : Salmani, MS, MT.

Page 72

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
b. Dimensi guidebank Langkah 4 Tentukan debit yang melewati bantaran kiri dan kanan (Qf) Qf = V x kedalaman x lebar bersih saluran Langkah 5 Tentukan debit dengan jarak 30 m dari pilar (Q30 m) dan Qf/Q30 m Q30 m = V x kedalaman bantaran x 30 m Langkah 6 Tentukan panjang Guidebank (Ls) Panjang guide ditentukan dari nomograh antara Ls dan Qf/Q30 m (gambar 8-40) Gambar

Gambar 8-40. Nomogram untuk menentukan panjang tebing penuntun (guidebank)

Petunjuk Penggunaan Nomograph padagambar 8-40:
1. Tentukan nilai Qf , Q30 dan Va. 2. Hitung Qf /Q30 .

By : Salmani, MS, MT.

Page 73

Kemiringan dasar saluran seragam 0.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). 4.6 m dari freeboard diatas permukaan air desain. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. Lebar atas guidebank antara 3 sampai 4 m dengan kemiringan pinggir 1V : 2H atau kurang. Baca titik perpotongan antara garis lurus (garis vertikal) dengan garis sumbu horizontal untuk nilai Ls. Langkah 7 Tentukan ketinggian dan lebar guide bank Tinggi minimum guidebank adalah 0.025.3 Contoh Perencanaan guide bank Pada suatu saluran/sungai yang dilintasi (crosing) oleh jalan jembatan seperti gambar di bawah. 8. Desain untuk riprap ini dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. MS. Page 74 . Kemiringan tebing.4. Langkah 8 Tentukan Ukuran Batuan Guidebank terdiri dari batuan yang tersusun (riprap). Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada perencanaan riprap. c. Adapun lebar dasar saluran utama 75 m. By : Salmani.4. Perlindungan Kaki Kaki guidebank dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur.3. MT.0001. Sungai tersebut mempunyai debit aliran rencana 300 m 3/detik. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0.3. sedangkan untuk bantaran 0. Tarik garis lurus dari titik Qf /Q30 yang dihitung (sumbu vertikal) sampai garis Va yang dipakai dan tarik lagi garis ke bawah memotong sumbu horozontal.035. 8.

eb Q = Qmc + Qeb By : Salmani.41. Lihat gambar 8.h . Gambar 8-41. maupun HEC-RAS. Denah rencana Guidebank Penyelesaian : Langkah 1 : Tentukan parameter rencana hidraulik yaitu kedalaman dan kecepatan pada kondisi debit rencana. Dalam contoh ini digunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan rumus Manning untuk memperoleh kedalaman normal serta kecepatannya. MS. WSPRO.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencanakan struktur guidebank pada kedua sisi (kiri dan kanan) sehingga bukaan jembatan diperoleh selebar 85 m. Page 75 . HEC-2. MT. V 1 2 / 3 1/ 2 R S n Amc Pmc A eb P eb (Bmc Bmc B xh eb B eb m h )h mc mc 2 1 m2(h mc h ) eb 1 m 2. Pada prinsipnya parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW.

035 eb 75 2 H H 1 h 2 / 3 0.025 mc 300 300 75 2h 0. h 2 / 3 0.h .4h mc mc 5/ 3 5/ 3 57. Page 76 .143h mc mc eb 8/ 3 5/ 3 5/ 3 0.0001 1/ 2 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dimana : hmc heb Bmc Pmc Amc m Beb Aeb Peb Qmc Qeb : kedalaman aliran di saluran utama : kedalaman aliran di bantaran : lebar dasar saluran utama : keliling basah penampang saluran utama : luas penampang basah saluran utama : kemiringan tebing : lebar dasar bantaran : luas penampang basah bantaran : keliling basah penampang bantaran : debit aliran di saluran utama : debit aliran di bantaran Sehingga diperoleh: Q 300 Bmc 1 2 / 3 1/ 2 mh h R S mc mc n 1 2 B .8h 30h 57.0001 1 / 2 eb 0.143h 300 mc mc eb 8/ 3 0 Dengan mengambil tinggi aliran di bantaran (heb) = 1 m.35 m. MS.143h 5 / 3 eb 5/ 3 30h 0.( R 2 / 3 S 1 / 2 ) eb eb n 1 2 100h .8h 57. maka diperoleh kedalaman di saluran utama (hmc) = 3. MT. Kecepatan pada saluran utama : By : Salmani.

695 x 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 1 2 / 3 1/ 2 R S n 1 h 2 / 3S 1/ 2 0.896 = 2 x 100 x 0.025 v 0.35) 3.01 ). Page 77 .286 x 1 x 50 = 14.6 m3/dt (untuk satu sisi). maka Qf adalah debit yang dihitung untuk bantaran kiri maupun kanan pada langkah pertama yaitu 28.0001 )1 / 3 0.35 )2 / 3( 0.3 m3/dt masing-masing untuk sebelah kiri dan kanan. MS.035 0.35 = 273.0001 )1 / 2 bantaran 0. MT. By : Salmani.025 1 ( 2. baik abutment kiri maupun kanan.23896 )( 0.431 m3/dt Langkah 2 : Tentukan debit pada bantaran kiri dan kanan (Qf) Debit ini sangat tergantung pada posisi abutment jembatan. Kalau kedua abutment (kiri dan kanan) ditempatkan pada tebing bantaran. Tetapi dalam contoh ini. Dengan anggapan aliran seragam maka : Qf = Veb x heb x50 m = 0. (300) = 100. abutment jembatan ditempatkan pada jarak 50 m dari tebing saluran utama.025 mc 1 ( 3. 0.286 Q Q Qtat.00 m2 (bantaran untuk satu sisi) = 245. v Luas penampang basah : Amc Alb Qmc Qlb = (75 + 2 x 3.20 m3/dt = 302.286m/dt.231 m3/dt = 57.896 /dt 1 v ( 1 )2 / 3( 0.65 m2 (saluran utama ) = (100 x 1) = 273.

1} = 273. harus dihitung dahulu penampang basah aliran pada bukaan jembatan ( An2 ).3/8. maka diperoleh panjang guidebank (Ls) kurang dari 15 m.695 + 2 x 50 = 373. By : Salmani. MS. maka dengan menggunakan nomograf gambar 8-40. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. maka : Q30 = Veb x hmc x 30 m = 0. Karena dalam kasus ini aliran dianggap seragam.667 Langkah 4 : Tentukan panjang guidebank ( Ls ) Untuk memperoleh panjang guidebank.286 x 1 x 30 = 8. maka diperoleh kecepatan rata-ratanya ( Vn2 ) : Vn 2 Q An 2 300 373. antara lain tinggi jagaan (elevasi guidebank terdapat elevasi muka air) dan lebar puncak guidebank. Kriteria perencanaan/perhitungan dari parameter ini dapat merujuk pada referensi-referensi terkait. Page 78 . MT.695 m2 Berdasarkan luas penampang basah bukaan tersebut. Langkah 5 : Spesifikasi tambahan Kalaupun guidebank diadakan/digunakan. Karena Ls yang dibutuhkan terlalu pendek.58 = 1.80 m / dt Sesuai dengan harga Qf/Q30m pada langkah ke tiga dan harga Vn2.58 m3/dt baik untuk bantaran kiri maupun kanan (untuk satu sisi). An2 = Amc + 2 { 50 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Tentukan Q30m dan Qf / Q30m untuk bantaran kiri dan kanan Q30m maksudnya adalah debit yang melewati pada bantaran sejauh 30 m dari batas saluran utama.695 0. Berdasarkan Q30m maka diperoleh : Qf/Q30m = 14. maka pada prinsipnya untuk kasus ini keberadaan guidebank tidak terlalu dibutuhkan.

Bangunan Peredam Energi i.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bahan material guidebank dapat digunakan tipe rock riprap. MT. Check Dam 1. Langkah 6 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur check dam harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. MS. Adapun perhitungan tipe revetment ini dapat dilihat dalam contoh perhitungan detail riprap. Prosedur perencanaan By : Salmani. c. Page 79 .

tinggi dan lebar (dimensi) cek dam Cek Stabilitas ? Tidak Ya Tentukan perlindungan kaki SELESAI Gambar 8-42. lebar dan profil saluran dan kedalaman di hulu. yaitu debit rencana. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. hilir dan tinggi bangunan drop (drop structure). By : Salmani. kecepatan dan kedalaman rata-rata Hitung kehilangan energi Hitung kedalaman gerusan pada kaki Tentukan panjang.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Prosedur perencanaan secara ringkas dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. Potongan Melintang 2. kekas ar an dasar s ungai. MT. Page 80 . MS. MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Flow Chart Perencanaan Check Dam Langkah 1: Hitung Parameter Hidraulik Hitung parameter hidraulik.

dm. Riprap By : Salmani. Page 81 . beberapa parameter lain yang perlu dihitung: Debit persatuan lebar = Q/B Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 2 Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht). a. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs (8. MS.225 x q0. atau Zd (8. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.49) Yu Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.51) (8. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0. Yu Ht 2 Vu 2g Zu 2 Vu 2g Yd Zu 2 Vd 2g Zd Yd Ht 2 Vd 2g .54 . Tinjau bagian hulu dan hilir. Langkah 3 : Pengaman struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.50) Untuk memperkuat struktur tersebut.

Prosedur perhitungannya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.8 e ( 1 K )2 ht K1 / 3 H (8. Quarrystone hs = (0.5 – 1.0) hd masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone (0.3 K 1/ 3 H NS = 1. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk check dam adalah struktur beton.0) Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H Berat batu toe : (8.53) atau K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht (8. By : Salmani. Check dam merupakan bangunan yang terendam dalam air sehingga bangunan tersebut harus kuat. MS.8 1 .5 – 1. MT.52) Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas NS 1 K ht 1. b. Page 82 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memperkuat kaki struktur tersebut dapat digunakan tipe revetment dari riprap.54) 2.5 1.

Kondisi tersebut dapat didekati dengan membuat bangunan terjunan (drop structure) yang akan menstabilkan dasar saluran dan mengurangi kemiringan saluran di bagian udik. MS.Kedalaman aliran di hulu ( sebelum terjadi drop).43. hu = 3.95 m . Rencana Check Dam Adapun parameter hidraulik lain adalah: .Kedalaman aliran setelah terjadi drop (hd) = 2. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan elevasi dasar setinggi 1.4 m Dalam kasus ini diminta untuk menghitung gerusan yang terjadi pada kaki struktur drop (Check Dam) serta cara memperkuatnya sehingga dapat diatasi gerusan tersebut. . MT.4 m dari elevasi dasar awal.5. By : Salmani.Tinggi drop (h) = 1. Page 83 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.Lebar saluran (B) = 35 m . .25 m.1.Debit rencana (Q) = 170 m3 / dt. Gambar 8-43. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8.3 Contoh Perencanaan check dam Suatu lokasi sekitar pondasi jembatan (eksisting) pada suatu saluran/sungai terjadi degradasi.

674)0.225 (4.65) 2 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penyelesaian : Langkah 1 : Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht).95 = 2.674m (1.95 = 2.81 4.65 m/dt Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli. MS.86/3.9) 2 3.86)0.81 Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.3485 – 2. dm = hd = 2.089 1.54 – 2. hu Ht Vu2 2g hu Zu Vu2 2g hd Zu Vd2 2g Zd hd Ht Vd2 2g .54 . dimana : K = 1. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.95 = 1.4 2 x9.25 1. Tinjau bagian hulu dan hilir.95 m hs = 1.06 m By : Salmani. Page 84 .86 m3/dt/m' Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu = 4.49 m/dt Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd = 4.9. beberapa parameter lain yang perlu dihitung : Debit persatuan lebar = Q/B = 170/35 = 4. MT.9 (1.1335 x 2.763 3.86/2.225 x q0.dm.25 = 1.95 0 2 x9. atau Zd (1.

K Ss V2 1 gh K = 1.46 m a.65 1 9. Dari data cek dam terdahulu diketahui bahwa.95 = = 0.06 = 3. Diambil D50 = 20 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.65 m/det Fr = V1 gh1 1. Page 85 .81x 2. D50 hmc dimana. By : Salmani.65 g 9.81m / det 2 .81 x 2.02 (1. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini.95 m Kecepatan aliran di hilir 1. MT.02 SG = 2. yaitu. diperoleh. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs = 1.95 D50 = 0.17 m.95 1. Kedalaman aliran di hilir 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Pengamanan struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh. maka ukuran rock riprap untuk pengaman pada kaki cekdam digunakan persamaan dari rumus Isbash. D50 2. MS. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.65 9.4 + 2. maka dari persamaan (2). rock riprap Untuk memperkuat struktur tersebut.65) 2 2.31 Berdasarkan bilangan froude di atas.

8 e atau NS = 1.41 ton = 8410 kg By : Salmani.65 1 )3 = 8.0 masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H = 2 x 2.8 K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht Dengan menggunakan Ns = 1.8. Page 86 .3 K 1/ 3 H 1. Quarrystone Bila digunakan quarrystone.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. MT.90 m 6m Berat batu toe : Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas 1 .2 .65. hs hd 2.5 1. maka perlu ditinjau dulu parameter berikut.95 = 5.5 ( 1 K )2 ht K1 / 3 H NS 1 K ht 1.95 0.95 3 1. berat minimum material quarrystone adalah : Wmin 2 .06 2.8( 2 . MS.

0 1.3 5.5 2. prosedurnya mengikuti langkah-langkah pada Bab V dalam manual ini.0 2.1 1.0 (d) hidung tajam (e) kelompok silinder sudut = arah aliran L = panjang pilar Proses perencanaan abutment dan pilar jembatan dapat dilhat pada flow chart sebagai berikut : By : Salmani.0 2.0 Faktor koreksi arah aliran pada jembatan Sudut 0 15 30 45 90 L/a = 4 1. Page 87 .3 3.9 L/a = 12 1. Tabel 8-8 di bawah ini digunakan untuk perhitungan gerusan pada jembatan. MS.0 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. Tabel 8-8. Abutment dan Pilar Jembatan Untuk perencanaan abutment dan pilar jembatan yang tahan terhadap gerusan.9 1.5 3.5 4.0 2.0 1.3 2.5 3. MT.0 0. Koefisien tipe pilar dan Faktor koreksi arah aliran dijembatan Koefisien Tipe Pilar Tipe-tipe pilar (a) hidung persegi (b) hidung bundar (c) silinder K1 1.5 L/a = 8 1.

kondisi dasar dan tipe abutment dan pilar Tentukan kedalaman gerusan lokal pada abutment dan pilar Tentukan ukuran batuan untuk riparap pada abutment dan pilar Cek Stabilitas struktur ? Tidak Ya SELESAI Gambar 8-44. Perubahan penampang melintang 3. kekas ar an dasar s ungai. Potongan Melintang 2. kecepatan dan kedalaman rata-rata Cek tegangan geser di saluran utama dan bantaran ? Tidak Ya Diperlukan penangan khusus agar tegangan geser dapat teratasi Tentukan alokasi abutment dan pilar. Page 88 . Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. aliran bantaran. Flow Chart Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan By : Salmani. MT. MS. a/y1.

Posisi abutment di bantaran Penyelesaian: Langkah 1: Hitung parameter hidraulis aliran Karena kondisi saluran/sungai sama seperti pada contoh soal guidebank. Debit saluran utama (Qmc) = 245. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. Kecepatan aliran di saluran utama (Vmc) = 0. Gambar 8-45.91 kg/m2 Bantaran dilapisi oleh vegetasi kelas A D50 = 5 mm. Page 89 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. D75 = 6 mm.896 m/dt. Sungai tersebut mempunyai debit rencana 300 m3/detik. Data lain yang diketahui: Tegangan geser izin pada bantaran ( o) = 19. yaitu : kedalaman aliran di saluran utama (h1) = 3. Lebar dasar saluran utama 75 m.0 m.035.45. Kemiringan tebing.0001. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi.35 m kedalaman aliran di bantaran (kiri-kanan). By : Salmani.23m3/dt. sedangkan untuk bantaran 0. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. MS.6. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. Kemiringan dasar saluran seragam 0.1 Contoh Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan Suatu jalan jembatan melintasi (crossing) pada suatu saluran/sungai seperti gambar 8. h0 = 1. MT. cukup menggunakan hasil dari perhitungan pada kasus guidebank.025. beberapa parameter hidraulis tidak perlu dihitung lagi.

0) 2 1/ 3 0.035 x1100 x 0.81x1.385 kg / m2 Tegangan geser kritis (izin) di saluran utama ( c) c 0. o f v2 8 n2 v 2 Rh 1 / 3 satuan British 2. (untuk satu sisi) Kecepatan aliran di bantaran (Veb) = 0.286 9.286 x (1.53 kg / m 2 o> c satuan British satuan SI c c c Untuk saluran utama By : Salmani.896 9.60 m3/dt.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING debit di bantaran (Qeb) = 28. MS.09 Saluran utama Fr = 0. MT. Pada bantaran Fr = V gh 0.088 x 6 mm 0.412 kg / m2 Tegangan geser yang terjadi pada bantaran. maka dapat dihitung bilangan Froude (Fr) pada bantaran dan saluran utama.896 x (3.22 satuan SI o n 2 v 2 Rh 1 / 3 Tegangan geser yang terjadi pada saluran utama. Berdasarkan parameter tersebut di atas.0164 xD75 0. Page 90 . o 0.35 = 0.025 x1100 x 0.16 Langkah 2: Perhitungan tegangan geser Tegangan geser yang terjadi dapat dihitung dengan formula berikut.286 m/dt.81 x3.35) 2 1/ 3 0.0 = = 0. o 0.088 xD75 0.

Berdasarkan kondisi di atas.27 K1K 2 a' h1 0.65 + 200) m2 = 473.7 25 1. dan K2 = 1 Atot = (273. Page 91 . kondisi dasar.0 hs h 2. Menurut Froehlich.50 m2 Ae = 0.35 = 7.46 < 25.7 1 1 9. Langkah 4: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada abutment Menurut Laursen.7 1 1.75 s h1 hs 1 11.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bantaran o< c.0 hs 1 11.09 0 Dengan cara coba-coba diperoleh hs = 7. yaitu Laursen‟s (1980).43 Fr0. Froelich‟s‟s (1987) dan Laursen‟s (1980) untuk o< c. Ada aliran dibantaran. a/y1. MT. abutment diletakkan 25 meter dari tebing bantaran (a = 25 m). 1980.5h1 1. maka perhitungan gerusan pada abutment dapat menggunakan tiga formula. a h1 h 2. Kondisi sedimen dasar bergerak dan tipe abutment berlaku umum.50 hs 1 11.75 s 1. hs y1 dimana.50 By : Salmani. MS. 2. dengan demikian a/y1 = 25/3. Langkah 3: Tentukan lokasi abutment. tipe abutment.9x473.20 m. aliran bantaran.5 1.9 Atot = 0.61 1 K1 = 1. Dalam kasus ini lokasi abutment di bantaran.

dan Fr1 = Ve gh1 0.1ho 7/6 1 1 qo = ho Vo = 1.27(1)(1) 1.0 0.0 = = 0. Page 92 .81 x1. hs 1.286x25 = 7.22)0..22. MS.70 m/det.15 m2 Ve = Q Ae 300 426. Menurut Laursen.15 = 0.23 m 3 / det By : Salmani.15 m3/det. 1980 untuk o< c. h 2. q mc 245 .61 1 hs = 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ae = 426.286 = 0.43 (0. Qo qmcho dimana. Dari persamaan 20 diperoleh.50 m.0x0.286 m2/det Qo = q o a = 0. MT.70 9.0 25 2.75 s ho hs 4. Diambil a‟ = a = 25 meter.

20 m.06 meter. Untuk dasar bergerak (Fr – Frc)> 0.1 7/6 1 dengan cara coba-coba diperoleh hs = 0. diperoleh K2= 1.50 a By : Salmani. berarti dasarnya hs a 2 Fr Frc 0. maka. ada 4 formula yang dapat digunakan. dengan bentuk pilar ujung bulat diperoleh K1= 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperoleh.50 Sehingga.0 x1. Tipe pilar round-nose dengan L/a = 8.43 hs = 2. o > c . Dalam langkah 2 di atas diperloeh untuk saluran utama bergerak..0 2.872 245. MS. 14.16 Dari tabel 8-6. Untuk menghitung gerusan lokal pada pilar jembatan.0 hs 1 4.25 h ( 1 )0.0 h 2. 1.35 1.0 xK1 xK 2 x h1 0. Persamaan Jani and Fisher (1979).20.65 x Fr 0.0 x1.50 x 3. (1975).43 y1 : kedalaman aliran pada lokasi pilar Fr = 0. untuk L/a=4.75 s 1. 0.0.23x1. MT. a = tebal pilar. Langkah 5: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada pilar Pilar diletakkan di tengah-tengah saluran utama seperti gambar berikut. Persamaan Colorado State University’s Menurut Richardson et al. gerusan pada pilar jembatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: hS h1 a 2. dimana L = panjang pilar . Dari tabel 8-7. Page 93 .16 0.35 x 0.65 hS 3. 2. dimana L = panjang pilar dan a = lebar pilar.

84 Frc 0. Tentukan nilai D50 2. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai . MS. Tarik garis lurus dari titik D50 menuju garis satuan yang dinginkan.25 h ( 1 )0. berlaku : hs a dimana.16 Penentuan harga Frc Penentuan harga bilangan Froude kritis dilakukan dengan menggunakan nomograph di bawah ini. 1. Batas anjuran tegangan geser untuk kanal Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-46: 1. Gambar 8-46. Plot nilai D50 pada garis grafik (sumbu horizontal) 3.30 a a = lebar pilar Fr = 0. Page 94 . selanjutnya tarik horizontal menuju garis grafik (sumbu vertikal) 4. By : Salmani.20. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING untuk 0 < Fr – Frc < 0.

Page 95 . MS. 7 D50 0.29x10-7 m2/det 11 . maka.0012 m.0012 = 83.864x10-3 m/det.K = D50.29 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan demikian dapat ditentukan Frc sebagai berikut: .33 By : Salmani.Dari diagram Lane‟s pada gambar 8-46. dengan D50 = 100 mm.10 3 = 0.10 0. . c = U *c c = 8x10 103 3 = 8.6 x9.6 U *c dimana = 9. . diperoleh 8x10-3 kg/m2. .10 8. 11 .U*c.D50 diambil 0.864 . .10 m.

Hitung ks / 3. Tarik garis lurus dari titik ks / 5. Tentukan nilai ks dan 2.10 = 0. Plot nilai ks / pada garis grafik sumbu horizontal menuju garis grafik X (sumbu vertikal) 4.86 . MT.35 x1. MS. By : Salmani.0 0. Faktor pengali Einsten X pada persamaan kecepatan logaritmik Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-47: 1.0. .Bilangan Froude kritis. Page 96 .10 ln 11 x3. .Vc Vc U*c ln 11h1 X D50 3 = 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-47. Dari gambar 8-47 diperoleh X = 1.05 m/det. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai X.

Maka diambil harga terbesar yaitu ys = 2. jadi. hs a 1.16 – 8. Page 97 . maka.1513.84 8.20. berarti < 18.7x10-3 = 0.28 m. D50 hs a a D50 0.25 ( 3.84 Frc 0.35 030 ) 1. digunakan. maka digunakan kondisi pertama. MT.15 0. By : Salmani.0 2 0. a D50 0. dimana a = lebar pilar.81 m. D50 hs a Bila 2.0 diperoleh hs = 0.35 0.25 ( 3.7 x10 3 0.10 . 3.81 x3.28 m.30 a Berdasarkan criteria di atas. hs 1.1K1K 2 K3 a  18 .50 ) 1. maka ys diambil yang terbesar antara kedua rumus di atas. Bila a  18 . Persamaan University of Auckland (UAK). MS.0 diperoleh hs = 2.0 1.05 9.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Frc = Vc gh1 0.53 = 10.45K1K 2 K 3 1 / 0.7x10-3 Fr – Frc = 0. berarti 0 < Fr – Frc < 0.25 h ( 1 )0.35 = = 8. hs 1. Maka untuk air jernih.

0)(1. a' 0. maka.62 3. Persamaan Froehlich (1988) untuk dasar bergerak.99 m.0 0.32K1 a 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = koefisien untuk tipe pilar. untuk itu froehlich mengambil. Dengan menggunakan analisis regresi linear pada 83 pengukuran lapangan terhadap gerusan pilar.62 y1 a 0. dan a ' = a cos + L sin dimana. diambil = 2. a‟ = L = 8 m.0 untuk pilar round-nose.70 untuk pilar sharp-nose.08 1 Maka diperoleh ys = 2.20 a' D50 0. MS.0 0.35 1. L = panjang pilar = sudut yang menuju pilar bila = 90o. MT. 4.45(1.10 0. hs 1. K2 = 1 (table 8-8) K3 = faktor koreksi akibat gradasi sedimen. By : Salmani. diperoleh.20 8 0.10 0. K2 = faktor koreksi Diperoleh: = 0.0)(1.16) 0. K1 = 1. ys 0.0 1. a ' = lebar pilar yang diproyeksikan tegak lurus terhadap hampiran a ' aliran. K1 = 0.46 Fr 0.53 Maka diperoleh ys = 3.3 untuk pilar singular-nose.08 1 K1 = koefisien untuk tipe pilar. K1 = 1. untuk bentuk ujung bulat (rounded). Froehlich‟s (1988) dikembangkan untuk persamaan berikut: ys dimana.0) 0.05 m.46 (0.0 0. dari table 8-7 diperoleh K1 = 1.32K1 8 1. Page 98 .

06 2.02 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) By : Salmani. 4.20 Ys/y1 7. untuk o< c ys (m) 7.20 Tabel 8-10 . 3. yang dalam hal ini digunakan rock riprap.05 2. Metoda Laursen. 1980 Froechlich. 1990.89 Untuk mengatasi gerusan yang terjadi pada abutment maupun pada pilar. Hasil perhitungan gerusan pada pilar Nomor 1.61 0. Metoda Colorado States University Jain and Fisher. 3. MS.20 3. 2. 2. 1988 ys 2. 1979 University of Auckland Froechlich.89 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 1.20 3. MT.50 0. Page 99 .68 0. 1987 Laursen. yaitu: 0. Tabel 8-9 . Hasil perhitungan gerusan pada abutment Nomor 1. untuk bilangan Froude dapat digunakan rumus berikut. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang riprap. Langkah 6 : Penentuan rock riprap pada abutment Menurut Isbash.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan.81 m/dt2) = kedalaman aliran pada bukaan jembatan (m) = 0.28 3.99 Ys/y1 0.91 0.80 ukuran rock riprap pada abutment D50 y K V2 ( Ss 1) g y dimana : D50 V Ss g y K = diameter tengah batu (m) = kecepatan rata-rata aliran (m/dt) = spesifik gravity rock riprap = percepatan gravitasi (9.50 0.

By : Salmani.69 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) Pada lokasi abutment..65 1) 9.1. Page 100 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Sedangkan untuk bilangan Froude > 0.80 dapat digunakan persamaan dari Kilgore. yaitu: D50 y K V2 ( Ss 1) g y 0. 1993.70 untuk pilar persegi Untuk lokasi pilar dekat tebing. Langkah 7 : Penentuan rock riprap pada pilar Menurut Richardson et al. media air tawar) menggunakan rumus berikut.0 D50 1.14 dimana : K = 0. bilangan Froude = 0. MS.7. kecepatan aliran (V) dikoreksi dengan koefisien 0.65) = percepatan gravitasi (9. 1990 untuk menghitung diameter batu (dalam satuan meter.15 x 10 3 m Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap.0 5. maka ukuran rock riprap yang digunakan adalah: D50 1.692 K V ( Ss 1) 2 g 2 dimana : D50 V Ss g K = diameter tengah batu (m) = kecepatan pada pilar (m/dt) = spesific gravity rock riprap (biasanya 2. MT.2862 (2.09.81 m/dt2) = 1.81.61 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 0. maka kecepatannya dikoreksi dengan koefisien 1.02 0.50 untuk ujung pilar bulat 1.9. Sedangkan bila lokasi pilar berada pada tikungan saluran utama. yaitu: D50 0.

Durabilitas (Ketahanan).1. MS. MT.5 . Deskripsi Geotekstil dapat digunakan untuk mengendalikan gerusan di jalan yang berada dekat sungai.81 0. 9.5). Page 101 . Kriteria Perencanaan Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengaman jalan dari geotekstil sebagai berikut : a. seperti riprap. dan lokasi pilar di tengah-tengah saluran utama (V dikali dengan 1.7 .65 1) 2 .7). Geotekstil i.11 m 2 Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. Geotektil berbentuk bahan yang tersusun dengan bentuk anyaman tertentu sesuai dengan fungsinya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dalam contoh soal ini. bentuk pilar mempunyai ujung bulat (K = 1. e. ii. Geotekstil biasanya digunakan bersamaan dengan jenis pengaman gerusan jalan lainnya. D50 D50 0. By : Salmani. 0. Perencanaan (desain) Pengaman dari Geotekstil 1.896 (2.692 1. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur (abutment dan pilar) Kestabilan struktur abutment dan pilar harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

geotekstil yang digunakan harus diuji ketahanan terhadap sinar ultra violet selama minimal 30 hari. riprap. maka material yang halus seperti pasir harus diletakkan diantara geotekstil dan material penutup. MS. Tabel 8-11. By : Salmani. kekuatan tahan terhadap robekan.6 m) dan berat kurang dari 250 pounds. Kekuatan dan Ketahanan terhadap gerusan Kekuatan yang penting dari geotekstil yang digunakan untuk pengaman jalan akibat gerusan adalah kekuatan tarik. c. b. Material penutup geotekstil harus dapat melindungi dari gaya hidraulik. Page 102 . Khususnya ketahanan terhadap sinar ultra violet. Material Penutup. menyajikan rekomendasi kekuatan minimum yang dibutuhkan dari geotekstil Tipe Kekuatan Kekuatan tarik Panjang tarik (%) Tidak mudah berlubang Tidak mudah robek Ketahanan terhadap abrasi Kekuatan jalinan bahan Metode Tes Keadaan Geotekstil Kelas A Kelas B 90 15 40 30 25 50 140 ASTM D 4632 200 ASTM D 4632 15 ASTM D 4833 80 ASTM D 4533 50 ASTM D 3884 55 ASTM D 4632 180 Ketahanan terhadap kehancuran ASTM D 3786 320 Keterangan : Kelas A : geotekstil berada pada keadaan yang lebih buruk dari kelas B seperti geotekstil dijatuhi beban dengan tinggi kurang dari 3 ft (0. Kalau material tidak sama permeabilitasnya. blok beton dan sebagainya. MT. stabilitas. Material yang melindungi geotekstil harus sama permeabilitasnya dengan geotekstl. panas dan sinar ultra violet.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Geotekstil yang digunakan harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi seperti kondisi akibat fisik. Kelas B : geotekstil hanya dilapisi oleh pasir atau tidak dijatuhi beban. biologi. sinar ultraviolet dan tetap menjaga agar menyatu dengan tanah. tidak mudah berlubang dan tidak mudah hancur. Geotekstil biasanya ditutupi oleh material seperti batu. Hal yang paling penting dalam mendesain material penutup adalah menjaga ruang udara (void) relatif kecil (tertutup).

geotekstil dan material penutup diletakkan sepanjang bantaran pada kedalaman dibawah permukaan air rata-rata untuk meminimalisir gerusan. c. geotekstil diletakkan lebih panjang pada arah paralel bantaran. maka dianjurkan menggunakan pengait pada bagian atas maupun bawah. dimana arus paralel dengan bantaran. batuan dan sebagainya. Sambungan menggunakan sambungan las. Rekomendasi peletakan geotekstil adalah 3 ft dibawah permukaan air rata-rata atau di dasar sungai bila permukaan air kurang dari 3 ft. Kalau pergerakan air terlalu kuat. Geotekstil sebaiknya diberikan pengait untuk mencegah gaya keatas uplift atau penggerusan. lem . Page 103 . Sambungan jahitan merupakan sambungan yang By : Salmani. geotekstil diletakkan sepanjang bagian atas bantaran atau 2 ft diatas tinggi air maksimum. Untuk penempatan dibawah air sambungannya selebar 3 ft. Geotekstil yang diletakkan harus bebas dari tegangan tarik. pasir dan batuan. Sedangkan untuk bantaran bagian atas. Geotekstil yang telah diletakkan jangan dibiarkan terkena sinar matahari lebih dari 1 minggu dan tidak lebih dari 1 bulan untuk geotekstil yang terlindungi serta geotekstil yang tidak tahan terkena sinar ultra violet. sambungan gotekstil dan pengait. Kalau digunakan untuk melindungi bantaran sungai. Penempatan Geotekstil Geotekstil diletakkan secara menyeluruh (tanpa digulung) langsung dengan hati-hati di atas tanah dengan kemiringan yang rata. b. Pengait (Anchorage) Pada bagian kaki sungai. Sambungan antara geotekstil sebaiknya menimpa sambungan lainnya selebar 12 inchi sepanjang sambungan. jahitan atau alat yang lain. MS. Kondisi Konstruksi Dalam memasang (konstruksi) geotekstil harus diperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. MT. Persiapan lahan Lahan atau tempat yang digunakan untuk memasang (meletakkan) geotekstil harus bersih dari tanaman. Penempatan (overlapping).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. 2.

Penempatan material penutup Penempatan material penutup untuk tanah yang miring mulai dari bawah menuju keatas. Page 104 . Tabel 8-12. Banyaknya jahitan lebih besar dari 90% dari luas sambungan. Penempatan material tidak boleh dijatuhi karena dapat merusak geotekstil kecuali untuk tes. d. MT. Tata cara desain lainnya tergantung pada spesifikasi geotekstil yang digunakan. MS. dengan panjang 18 inch. Spesifikasi tersebut dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan pada saat pembelian geotekstil. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING baik untuk geotekstil. Pengait digunakan untuk mengamankan geotekstil dan sambungan. Jarak antara pengait tergantung dari kemiringan. Jarak pengait terhadap kemiringan samping Kemiringan Jarak Pengait (ft) Lebih curam dari 1 V : 3 H 2 1 V : 3 H sampai 4 H Lebih datar dari 1V : 4 H 3 5 Diameter pengait yang digunakan adalah 3/16 inch. Jarak antara pengait dapat dilihat pada tabel 8-12 berikut. Pengait yang lebih panjang digunakan untuk tanah berpasir.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS. MT. Page 105 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->