BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING PERENCANAAN GERUSAN BANGUNAN PENGAMAN TEBING TERHADAP

Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan masalah perencanaan bangunan pengaman tebing sungai jalan terhadap gerusan. Perencanaan yang akan diuraikan adalah langkah-langkah desain dan dasar-dasar desain. Pengaman tebing yang akan diuraikan adalah pengaman dengan jenis fleksibel (flexsible revetment) dan kaku (rigid revetment).

Selain pengaman tebing, akan diuraikan juga bangunan pengarah aliran dan peredam energi. Kedua bangunan ini akan melindungi tebing sungai terhadap gerusan secara tidak langsung.

Jenis pengaman tebing lainnya yang akan diuraikan adalah jenis bangunan dari tanaman (bioengineerinng). Pengaman ini memerlukan tumbuhan untuk membuat bangunan pengaman. Bangunan jenis ini cocok untuk daerah yang sulit mendapatkan bahan bangunan.

Tabel 8.1 menjelaskan jenis bangunan pengaman yang akan diuraikan proses desain dan langkah-langkahnya.

Tabel 8-1. Klasifikasi struktur pengaman tebing jalan di sungai

Jenis Pengaman Revetment

Bangunan 1. Riprap 2. Bronjongan (Gabion) Rigid (kaku) 1. Retaining Wall 2. Sheet pile Bangunan Pengarah Aliran 1. Krib (Groin) 2. Spur Bangunan Peredam Energi Chek Dam

Tipe Fleksibel

By : Salmani, MS, MT.

Page 1

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Konsep Disain

Dalam mendesain suatu dinding pengaman (revetment) harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang akan mempengaruhi jenis dan ukuran (desain) dari dinding pengaman. Faktor-faktor tersebut terdiri dari : 1. Debit desain 2. Jenis aliran 3. Geometri penampang 4. Aliran di tikungan 5. Tahanan aliran (Flow resistance) 6. Jenis pengamanan (revetment)

Debit Desain

Debit aliran yang digunakan untuk desain atau analisis bangunan jalan disekitar sungai biasanya menggunakan debit banjir ulangan dengan periode ulang 10 sampai 50 tahun. Dalam kebanyakan kasus, debit banjir ini dapat digunakan untuk mendesain riprap dan beberapa macam dinding pengaman sungai. Tetapi seorang perencana harus memperhatikan beberapa keadaan khusus, seperti debit yang kecil dapat menyebabkan kerusakan hidraulik terhadap kestabilan riprap. Oleh karena itu, seorang perencana dianjurkan untuk memperhatikan beberapa macam debit desain agar dapat digunakan untuk kondisi riprap yang direncanakan. Disarankan untuk menggunakan debit desain antara 5 – 10 tahun. Cara perhitungan debit desain disesuaikan pada SNI M-18-1989-F.

1 Jenis Aliran

Jenis aliran untuk saluran terbuka dapat diklasifikan menjadi tiga, yaitu : 1. Seragam (uniform), berubah lambat laun atau berubah tiba-tiba. 2. Tunak (steady) atau tak tunak (unsteady). 3. Subkritis atau superkritis.

Jenis aliran yang digunakan dalam konsep desain ini diasumsikan seragam, tunak (steady) dan subkritis. Jenis aliran ini juga dapat digunakan untuk aliran

By : Salmani, MS, MT.

Page 2

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
berubah lambat laun. Sedangkan untuk penggunaan jenis aliran berubah tibatiba, tak tunak atau super kritis akan dijelaskan selanjutnya.

Kondisi aliran berubah tiba-tiba dan tak tunak biasanya terjadi pada aliran yang membesar, berkontraksi dan balik. Kondisi ini terjadi biasanya pada daerah sungai yang dilintasi jembatan. Aliran superkirits atau mendekati superkritis biasanya terjadi pada penyempitan jembatan dan saluran dengan kelandaian yang curam.

Penelitian telah dilakukan bahwa aliran superkritis jarang terjadi di saluran alam (sungai). Tetapi, aliran yang terjadi pada saluran curam dan penyempitan saluran biasa aliran transisi yang terjadi diantara subkritis dan superkritis. Eksperimen yang telah dilakukan oleh U.S. Army Corps of Engineer menunjukkan bahwa aliran transisi terjadi pada bilangan Froude antara 0,89 dan 1,13. Ketika aliran terjadi diantara bilangan tersebut, maka terjadi kondisi tidak stabil pada gaya inersia dan gaya gravitasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang yang tidak normal, lompatan hidraulik (hydraulic jump), perubahan lokal kemiringan muka air, dan turbulensi.

Aliran tidak seragam, tak tunak dan mendekati superkritis menyebabkan tegangan pada batas saluran yang berbeda pada aliran seragam, tunak dan subkritis.

2 Geometri Penampang

Geometri penampang saluran yang diperlukan seperti kedalaman aliran, lebar basah, jari-jari hidraulik dan sebagainya dalam mendesain pengaman sungai digunakan untuk pemasangan pengaman sungai. Geometri penampang saluran selalu berubah untuk jangka waktu panjang, sehingga pemeriksaan perubahan penampang diperlukan. Pemeriksaan perubahaan penampang sangat subjektif, tetapi tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mendapatkan kondisi penampang yang terburuk untuk desain sehingga pengaman sungai dapat dibuat stabil. Informasi yang digunakan dalam memeriksa saluran adalah informasi keadaan geometri saluran yang dahulu, sekarang dan photo udara saluran. Dan perlu

By : Salmani, MS, MT.

Page 3

Page 4 . Pertimbangan terakhir dari penentuan geometri penampang saluran adalah kestabilan tepi/pinggir sungai. Dianjurkan bagi perencana. kestabilan tepi/pinggir sungai dapat mencapai kedalaman 1. sehingga diperlukkan perkiraan profil saluran yang akan terjadi pada masa depan. MT. Pembahasan hal ini telah diberikan pada bagian-bagian sebelumnya. superelevasi aliran di tikungan saluran yang akan dibangun pengaman sungai.3. Pertama.1. Bila data tentang penampang saluran tidak tersedia.7 dari kedalaman rata-rata. Aliran Di Tikungan Kondisi aliran di tikungan adalah sangat kompleks. peningkatan kecepatan dan tegangan geser yang diakibatkan aliran tidak seragam di tikungan saluran. Hubungan antara peningkatan kecepatan dan tegangan geser untuk desain riprap akan dijelaskan pada butir 8.8. karena dipengaruhi adanya distorsi bentuk aliran. Aliran di tikungan saluran dipengaruhi oleh gaya sentrifugal. Dan diperlukan lebih dari satu penampang geometri saluran untuk mendesain pengaman sungai. Pengaman sungai didesain bukan untuk hanya saat ini. tetapi hingga masa depan. untuk merubah penampang saluran sampai 50 persen dari rata-rata penampang saluran. maka data penampang saluran yang terdahulu dapat digunakan dengan mengadakan perubahan seperti diatas atau menggunakan data penampang yang terdekat. Masalah pertama yang akan timbul dalam pemeriksaan geometri penampang adalah menentukan profil dasar saluran yang ada. Kedua.1. Dua aspek penting pada aliran di tikungan saluran yang mempengaruhi desain pengaman sungai. i. aliran tidak seragam dan aliran tidak simetris. Berdasarkan pengamatan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperhatikan. Berdasarkan pengamatan atas data tahunan. Masalah ini dapat diatasi dengan mensurvei dasar bagian saluran yang akan dipasang pengaman sungai. Gambar 8-1 menunjukkan contoh perubahan penampang geometri saluran. MS. kestabilan saluran hanya pada bagian tertentu saluran. Meskipun nilai superelevasi aliran sangat kecil By : Salmani. parameter geometri penampang saluran dapat berubah rata-rata bertambah 52 persen dan berkurang 40 persen untuk jangka waktu yang panjang.

ii. ketidakteraturan saluran. Kekasaran suatu saluran dapat ditentukan dari keadaan fisik saluran.2. Untuk menentukan koefisien kekasaran Manning „n‟ pada saluran alam dalam mendesain pengaman saluran dapat melihat pada bab 5. Page 5 .4. Keadaan fisik tersebut seperti dasar saluran. MS. Besarnya superelevasi dapat menggunakan persamaan 5. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dibadingkan kedalaman saluran.5. Hambatan Aliran Salah satu komponen penting dalam analisis hidraulik dari pengaman saluran. geometri saluran. By : Salmani. seperti riprap adalah koefisien kekasaran Manning. vegetasi yang tumbuh di saluran dan sebagainya. namun penting untuk menentukan besarnya freeboard.

MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 6 . MS.

tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tempat terjadinya erosi. Perlindungan Tepi Sungai Perlindungan tepi diperlukan untuk melindungi bagian tepi/pinggir sungai. pengaman yang diperlukan lebih panjang daripada panjang erosi yang dialami tepi/pinggir sungai. Perlindungan memanjang (Horizontal) Perlindungan memanjang diperlukan untuk melindungi tepi/pinggir sungai yang mengalami erosi sepanjang tepi saluran tersebut. Dari ilustrasi itu. Perlindungan untuk saluran yang lurus berbeda dengan yang berbelok. dapat ditentukan bahwa panjang minimum yang diperlukan adalah 1 kali lebar sungai pada downstream dan 1. Perlindungai ini terdiri dari dua. Sacara umum. seperti jembatan. Faktor lain yang menentukan adalah proses erosi yang terjadi. MS. Untuk downstream. Salah satu kriteria untuk menentukan batas ukuran memanjang dari pengaman yang diperlukan diilustrasikan pada gambar 8-2.5 kali lebar saluran pada upstream. Page 7 . Penyelidikan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui panjang perlindungan yang digunakan. Kalau pilar jembatan berada dekat tepi/pinggir saluran. yaitu memanjang (longitudinal) dan vertikal. panjang perlindungan yang dibutuhkan adalah minimal satu kali lebar saluran pada upstream. Untuk keperluan lapangan. 1. Namun perlu diperhatikan panjang pengaman. Kriteria ini berdasarkan analisis aliran di saluran yang simetrik sedangkan untuk di lapangan kondisi ini sangat jarang ditemui. Untuk perlindungan saluran yang lurus dianjurkan untuk menambah perlindungan minimal satu kali lebar saluran setelah tempat terjadinya erosi. maka pilar tersebut dapat sebagai titik kontrol untuk kestabilan tepi By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING iii. sehingga pengamanan untuk bagian upstream tidak terlalu panjang dan untuk bagian downstream tidak terlalu pendek. MT. Sedangkan untuk saluran yang berbelok. Pengaman tepi/pinggir saluran juga dipengaruhi oleh bangunan yang ada di sekitar saluran. kriteria diatas merupakan dasar untuk menentukan perlindungan.

Page 8 . Lokasi pilar jembatan biasanya menentukan batas gerakan aliran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING saluran. Luas longitudinal dari perlindungan revetment H By : Salmani. maka pengamanan perlu dibuat dengan panjang empat kali lebar sungai ke arah downstream. Gambar 8-2. MT. MS. maka pengaman tidak perlu dibuat. Tetapi bila sebaliknya. Kalau tidak ada aliran yang berkontraksi (menyempit) atau membesar.

disarankan untuk menggunakan nilai freeboard sebesar 0. Kejadian tersebut seperti gelombang yang dihasilkan angin maupun kapal yang lewat di sungai. durasi angin dan kedalaman air. kecepatan angin.30 sampai 0. Gelombang yang naik ke tepi saluran merupakan fungsi dari desain ketinggian gelombang. tanaman yang tumbuh di saluran dan gelombang yang naik ke tepi saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Desain Ketinggian Perlindungan Desain ketinggian perlindungan dari riprap merupakan ketinggian air saluran ditambah freeboard. MS. diketahui banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tinggi freeboard (jagaan). Freeboard merupakan ketinggian yang digunakan untuk meliputi kejadian yang tidak terduga. Page 9 .61 m untuk jangkauan By : Salmani. superelevasi di tikungan saluran. Perkiraan ketinggian gelombang yang diakibatkan oleh angin dan kapal yang lewat di sungai tidak seperti memperkirakan gelombang dari sumber bangkitan gelombang pada umumnya. Sedangkan untuk tinggi gelombang yang diakibatkan dari angin merupakan fungsi dari panjang fetch. Selain itu juga. diperlukan perlindungan pada arah vertikal. Perlindungan Vertikal Selain perlindungan horizontal. kejadian yang tidak dapat diperhitungkan seperti pengendapan pasir. Definisi tinggi gelombang dapat dilihat pada gambar 8-3. Perlindungan vertikal memerlukan desain ketinggian dan pondasi perlindungan. Selain tinggi gelombang. 1. Sebagai nilai minimum. Tinggi gelombang dikarenakan kapal yang lewat di saluran dapat diperkirakan dari pengamatan. kemiringan tepi saluran dan karakteristik permukaan tepi saluran. Dari uraian diatas. MT. lompatan hidraulik dan aliran tak tentu akibat pilar jembatan dan sambungan saluran. perlu diperkiraan juga besarnya gelombang yang naik ke tepi saluran sebagai hasil gelombang yang membentur saluran. periode gelombang. Untuk gelombang yang tingginya kurang dari 0.61 m dapat dihitung dengan grafik 8 pada gambar 8.23 dengan faktor koreksi pada tabel 8-1.

melihat catatan tinggi gelombang yang ada dan mewawancarai orang yang mengetahui kondisi masa lalu ketika membuat pengaman. Page 10 .61 sampai 0.1) (8.91 m untuk jangkauan yang panjang (kriteria jangkauan diusulkan ole Federal Emergency Management Agency. MS.2) untuk D50 > 0.11 (8.66 m untuk D50 < 0. 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING yang pendek dan 0. USA). Kedalaman maksimal penggerusan harus memperhatikan terjadinya degradasi saluran seperti proses penggerusan alami dan pengisian tanah. Disarankan juga dalam penentuan tinggi jagaan untuk menyelidiki kondisi gelombang dan aliran pada musim tertentu. Dalam mendesain pengaman tepi/pinggir saluran. MT.0015 m hs = 1.14 D50 dimana : hs = kemungkinan kedalaman maksimum penggerusan (m) D50 = diameter rata-rata batuan dasar saluran (m) –0. memperkirakan kedalaman penggerusan sangat penting sehingga pengaman dapat diletakkan pada lapisan tanah yang tepat untuk mencegah terjadinya penggerusan ke bawah (undermining). Kedalaman maksimum penggerusan berkenaan dengan penggerusan alami dan pengisian tanah pada saluran lurus maupun menikung dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : hs = 3. Kedalaman Pondasi Pengaman Penggerusan tanah ke bawah dari pengaman merupakan salah satu mekanisme utama yang menentukan kegagalan pengamanan.0015m By : Salmani.

Kemiringan riprap hampir sama dengan kemiringan tebing saluran (sungai) b. Salah satu kegagalan riprap atau keruntuhan riprap adalah erosi partikel. Dasar-Dasar Desain Dasar-dasar desain untuk membuat riprap terdiri dari Ukuran batuan Gradasi batuan Ketebalan lapisan riprap Desain filter Penanganan tepi riprap (ujung riprap) Stabilitas c. yaitu riprap. Page 11 . By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. Erosi partikel adalah fenomena hidraulik yang dihasilkan ketika gaya seret yang terjadi akibat aliran air yang melebihi gaya tahan batuan riprap. Deskripsi Riprap adalah bangunan pengaman yang melindungi tebing dari gerusan dengan menggunakan lapisan batuan. MS. gabion dan bioengineering. Bangunan Pengaman Tebing (Revetment) 3 Jenis Fleksibel (Flexible Revetment) Dalam bagian ini hanya dibahas beberapa jenis bangunan pengaman tebing fleksibel. yaitu diameter dan berat batuan. 1. MT. Ukuran Batuan Stabilitas riprap merupakan fungsi dari ukuran batuan yang digunakan. Riprap a.

65 dan faktor kestabilan adalah 1.5 (8. Untuk faktor koreksi C dapat dilihat sebagai berikut : C = Csg x Csf (8. Aliran yang diasumsikan berubah lambat laun. Gaya seret ijin merupakan pendekatan yang sering dipakai karena secara ilmiah dapat dibuktikan. MT. 2.00594 va3/(davg0.5) By : Salmani.2.5K11.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dua metode atau pendekatan yang digunakan dalam membahas ketahanan batuan terhadap erosi adalah : 1. Gaya seret ijin Gaya seret ijin berfokus pada tegangan yang terjadi pada lapisan antara aliran air dan material yang membentuk batas saluran. Kecepatan ijin Saluran akan stabil bila kecepatan yang dihitung lebih kecil dari kecepatan ijin. Hubungan Dengan Desain Desain riprap berdasarkan gaya seret ijin yang diwakili dengan kecepatan aliran. MS. Hubungannya dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut : D50 = 0.3) diatas diasumsikan bahwa spesific gravity batuan adalah 2.4) : sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Kecepatan dan kedalaman rata-rata dapat dilihat pada gambar 8-4.5) Dimana D50 = ukuran tengah batuan riprap C = faktor koreksi va = kecepatan rata-rata di saluran utama davg = kedalaman rata-rata di saluran utama (8. Persamaan (8.3) K1 Dimana : 1 sin 2 sin 2 0. d. Page 12 .

MT.0 m).6) Faktor stabilitas merupakan perbandingan antara tegangan geser kritis batuan riprap dengan gaya seret rata-rata yang dihasilkan oleh aliran air di lapangan. Page 13 .1. Persamaan (8. benturan akibat gelombang yang kuat. Faktor stabilitas digunakan untuk memperbesar ukuran batuan agar lebih aman digunakan. Faktor stabilitas untuk berbagai kondisi saluran FAKTOR STABILITAS Aliran seragam. sedikit parameter ketidakpastian Aliran berubah lambat laun.2 jari/lebar saluran yang berbelok > 30 m.6 – 2.61 m. banyak parameter ketidakpastian KONDISI By : Salmani.30 sampai 0. benturan akibat gelombang hampir tidak ada. aliran diasumsikan berubah lambat laut.2)1.3 – 1.3). Tabel di bawah ini menjelaskan pemilihan faktor stabilitas yang tergantung dari kondisi aliran yag terjadi : Tabel 8-2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Csg = 2.6 10<R<30.5 dimana : SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1. Faktor stabilitas merupakan pencerminan dari tingkat ketidakpastian pada kondisi hidraulik. terjadi turbulensi di pilar jembatan. MS. benturan akibat gelombang mulai diperhitungkan Aliran mendekati berubah tiba-tiba. adanya turbulensi aliran. saluran relatif lurus atau berbelok dengan jari. belokan yang tajam ( R<10 1. tinggi gelombang akibat angin atau kapal sebesar 0.12/(SG – 1)1. berbelok dengan jari-jari 1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2) (8. Sedangkan kedaan di lapangan sangat berbeda atau banyak ketidakpastian.0 – 1.

Page 14 . Spesifikasi batuan riprap harus berada pada batas kedua kurva gradasi. Gradasi batuan Ukuran Batuan (m) 1.5 W 50 50 0. MT.2 D50 sampai 1.0 W 50 sampai 2.0 W 50 sampai 5. Gradasi batuan sebaiknya dapat diatur sehingga tidak membuat biaya yang mahal.6 D50 Berat Batuan Persentasi Gradasi (kg) Lebih kecil dari 3.4 D50 1. Sedangkan tabel 8-4 menyajikan enam contoh kelas gradasi.7) dimana: W 50 = berat batuan rata-rata batuan riprap (N) s = berat jenis batuan (N/m3) SG = spesific gravity batuan riprap f.20 SG 1 cot s (8.0 W 50 sampai 1. Gradasi Batuan Gradasi batuan riprap mempengaruhi ketahanan riprap terhadap penggerusan. Persamaan gelombang yang digunakan untuk hubungan antara ukuran riprap dengan tinggi gelombang adalah (persamaan Hudson) : W50 H3 3 2. Tabel 8-3 merupakan salah satu panduan untuk menentukan batas gradasi. Tabel 8-3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING e.2 W 50 15 By : Salmani. MS..4 D50 sampai 0.75 W 50 85 1.4 D50 0.5 D50 sampai 1.0 D50 sampai 1. Batuan harus mempunyai gradasi yang baik dengan ketebalan riprap.7 D50 1.0 W 50 100 2. Erosi Gelombang Gelombang yang diakibatkan oleh angin maupun kapal yang lewat di sungai dapat menyebabkan erosi pada tebing saluran.1 W 50 sampai 0..

Untuk membantu pengawas.40 91 100 0.87 907 100 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-4.81 metric ton Bila spesifikasi batuan di lapangan lebih kecil dari ukuran batuan pada tabel 8-3. dua atau lebih contoh batuan riprap untuk gradasi disiapkan melalui penyusunan. Berat batuan riprap sebaiknya mempunyai gradasi yang baik dari yang paling kecil sampai paling besar. Setiap sampel beratnya 4.87 907 50 0. Page 15 . Batu yang paling kecil dengan ukuran 5 atau 10 persen sebaiknya tidak melebihi 20 persen dari berat.5 kg sampai 9.55 227 5 1. Sebagian besar keadaan. Satu sampel ditempatkan di lapangan dan satunya di penambangan.45 metric ton 0.12 2. Gradasi riprap yang digunakan di lapangan diawasi dengan visual.3 10 0.12 2.23 metric ton 0.37 3629 100 1. g. berat dan campuran. maka ukuran pada tabel 8-3 dapat dikurangi seperti pada tabel 8-4.29 34 10 0.40 91 50 0.55 227 100 0.0 kg.68 454 100 0.91 metric ton 1.10 1814 50 0.10 1814 100 0.68 454 50 0.3 10 0. gradasi seragam yang berada pada D50 dan D100 akan mengghasil D85.55 227 50 0.87 907 5 Light 0. Ketebalan Lapisan By : Salmani.68 454 5 1. MS. MT. Contoh gradasi untuk beberapa kelas riprap Kelas RipRap Facing Ukuran Batuan Berat Batuan Persentase riprap (m) (kg) Lebih kecil dari 0.29 34 50 0.

Rasio perbandingan filter adalah perbandingan antara 15 persen ukuran batuan kasar (riprap) (D15) dengan 85 persen ukuran pasir halus (D85). MT.8) Pertidaksamaan sebelah kiri bertujuan untuk mencegah piping melalui filter. Persyaratan tambahan untuk stabilitas adalah perbandingan 15 persen ukuran batuan kasar dengan 15 persen ukuran pasir halus sebaiknya melebihi 5 tetapi kurang dari 40. Untuk daerah diatas permukaan air. batuan kecil atau lapisan buatan (seperti geotextile). Bahan filter ditempat di lapisan antara tanah dasar dan lapisan filter (blanket). Kalau satu lapisan tidak mencukupi. bagian tengah agar permeabilitas dapat tercapai untuk struktur tanah dasar dan bagian kanan untuk kriteria keseragaman. filter dapat mencegah erosi. Page 16 . h. maka akan terjadi aliran piping yang berlebihan melalui filter sehingga dapat menyebabkan erosi dan keruntuhan tanah di bawah filter. menyebarkan beban riprap agar terjadi penurunan tanah yang merata dan dapat melepaskan tekanan hidrostatis yang berada dalam tanah. By : Salmani. Jika lubang filter terlalu kecil. Persyaratan ini dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut : D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 5 D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 40 (8. Yang harus diperhatikan dalam desain dari filter yang terbuat dari kerikil dan lapisan buatan (geotextile) adalah kestabilan tebing yang digunakan untuk riprap. maka akan terjadi tekanan hidrostatik di bawah filter yang dapat menyebabkan bidang runtuh sepanjang filter. MS. satu atau lebih lapisan diperlukan lagi. Filter Kerikil Untuk riprap batuan. perbandingan antara filter ketebalan riprap sebesar 5 persen atau kurang dapat menghasilkan keadaan yang stabil. Filter seharusnya ditempatkan di tanah yang nonkohesif untuk membuat drainase bawah permukaan. Kalau lubang filter terlalu besar. Filter mencegah perpindahan partikel pasir dari tanah dasar ke riprap melalui ruang udara (void).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Filter adalah lapisan antara tanah dasar dengan riprap yang terdiri dari kerikil.

Pemasangan yang cepat dan hemat tenaga kerja 2. Bukti eksperimen menunjukkan bahwa ketika tebing terkena gelombang. By : Salmani. Filter buatan lebih ekonomis dibandingkan filter kerikil 3. Page 17 . i. Ketebalan dari satu lapisan filter sebaiknya ditingkatkan sampai batas mininum ketika kurva gradasi material filter menjauhi dari kurva paralel. 4. Ketahanan filter buatan di bawah tanah belum teruji sepanjang waktu proyek rekayasa. Filter buatan dapat memberikan keruntuhan transional ketika digunakan pada riprap yang dipasang pada tebing yang curam. Kerugian menggunakan filter buatan (jadi) : 1. tanah nonkohesif akan berpindah ke bawah menuju saluran (sungai) dibawah filter sedangkan pada filter kerikil tidak terjadi. Filter buatan (Fabric Layer) Selain kerikil yang digunakan sebagai filter. Aktivitas bakteri didalam tanah atau diatas filter dapat mempengaruhi sistem hidraulik dari filter buatan 5. ada juga filter buatan yang terdiri dari buatan pabrik seperti geotekstil.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diantara lapisan-lapisan filter kalau lebih dari satu lapisan filter dan diantara lapisan filter dengan batuan riprap. 2. Keuntungan menggunakan filter buatan (jadi) : 1. Pemasangan filter buatan harus hati-hati agar tidak terkena sinar ultraviolet 3. Disini akan dibahas keuntungan dan kerugian menggunakan filter buatan (filter sudah jadi). Filter buatan mempunyai kekuatan yang merata. Filter buatan mempunyai konsistensi dan bahan yang berkualitas baik 4. Ketebalan dari lapisan filter sebaiknya diantara 150 mm sampai 380 mm untuk lapisan tunggal atau dari 100 mm sampai 200 mm untuk satu lapisan dengan banyak lapisan filter (blanket). maka ketebalannya harus minimum. Pemasangan filter buatan agak sulit di bawah permukaan air. MS. Ketika kurva gradasi filter yang digunakan mendekati paralel. MT. 6.

Meskipun filter buatan mudah menggunakannya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Fungsi dari filter buatan adalah membuat drainase dan filtrasi dari air. flow dike sepanjang kaki dapat menyebabkan konsentrasi aliran sepanjang saluran yang dapat menyebabkan tegangan sepanjang dinding pengaman sehingga terjadi keruntuhan. Page 18 . kaki dan kepala. Kalau pangkal kaki tidak dapat digali. Ketika penggerusan terjadi. lapisan riprap (blanket rirap) harus dibatasi tebalnya. Dan harus diperhatikan bahwa pemasangan batuan pada kaki tidak mempengaruhi desain saluran. Kalau hal ini terjadi. j. Penentuan ukuran batuan untuk kaki dipengaruhi oleh kedalaman penggerusan yang akan terjadi atau diprediksikan akan terjadi. Volume batuan yang digunakan harus mempunyai satu atau dua kali volume batuan yang digunakan untuk menutupi penggerusan setebal riprap. MT. By : Salmani. Untuk lebih jelasnya. Perhatikan pada saat pemasangan material pada kaki sehingga material tidak mound dan membentuk flow dike. tetap diperlukan desain. batuan kecil diletakkan di dasar saluran (lihat alternatif desain pada gambar 8-6). Bahan (material) pengaman kaki harus diletakkan di pangkal kaki sepanjang riprap (lihat gambar 8-6). Penanganan ujung Ujung-ujung riprap seperti kaki dan kepala memerlukan penanganan khusus. filter buatan harus membuat air dapat melalui tanah. biasanya pembuat filter buatan memberikan petunjuk (manual) agar dapat menggunakan filter dengan baik. Sayap Sayap dari dinding pengaman sebaiknya didesain dengan mengikuti gambar 8-5 Kaki Penggerusan ke bawah adalah salah satu mekanisme penyebab keruntuhan dinding. maka batuan pada kaki akan jatuh ke dalam lubang hasil penggerusan. yaitu sayap. maka kemiringan riprap akan mendekati 1V : 2H. Kedua fungsi tersebut harus terjadi selama riprap dipasang. Kaki riprap sebaiknya didesain seperti pada gambar 8-6. MS. Dengan kata lain.

MT. Page 19 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS.

Page 20 . MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT.

karakteristik batuan termasuk geometri.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING k. b. MS. Stabilitas Riprap Stabilitas riprap tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : a. besar dan arah kecepatan aliran di sekitar riprap. Page 21 . MT. By : Salmani. sudut dan kepadatan Hubungan antara faktor-faktor diatas dapat dinyatakan dalam persamaan matematik sebagai berikut : e2Wscos = e1Ws sin cos + e3 Fd cos + e4F1 (8. sudut kemiringan tebing. c.9) untuk lebih jelas lihat gambar 8-7.

maka (8.14 dengan = 0.13) 1 sin( 2 ) (8.15) tan 1 tan 2 sin By : Salmani. Secara umum dapat dinyatakan pada persamaan matematik : FS e2Ws cos e1Ws sin cos e3 Fd cos e4 Fl (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Faktor stabilitas terhadap rotasi didefinisikan sebagai perbandingan antara momen tahanan partikel yang berotasi terhadap berat yang tenggelam dan momen gaya air yang menyebabkan rotasi partikel dari posisi semula.12) 2l o S s 1 Ds ' (8. SG adalah spesific gravity. Penyederhanaan desain untuk riprap Ketika kecepatan sepanjang tebing tidak mempunyai komponen arah ke bawah (seperti kecepatan sepanjang tebing arah horizontal).10) Selain itu faktor kestabilan dapat didefinisikan sebagai : SF ' cos tan tan sin cos (8.12 dan 8. persamaan yang berhubungan dengan faktor stabilitas. angka stabilitas. l.14) dimana: Ds adalah ukuran batuan. sudut antara o kecepatan lapangan dengan bidang horizontal yang menghasilkan gaya seret berada pada tebing dengan sudut . sudut kemiringan tebing dan sudut batuan didapat dari persamaan 8. Untuk aliran horizontal sepanjang tebing.11) dimana tan 1 cos 2 sin sin tan (8. Page 22 . MT. maka penyederhanaan desain dapat dilakukan. MS.

By : Salmani. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ' 1 sin 2 (8. MS. Flow chart yang menjelaskan prosedur desain diperlihatkan pada gambar 8-8.16) Persamaan 8.19) Sm tan tan 2 Sm SF 2 cos SF. didapat : SF Sm 2 S m sec 2 4 (8.18) (8.15 dan 8.17) dimana : (8. Prosedur Desain Prosedur perencanaan rock riprap terdiri dari tiga bagian utama: analisis data awal (preliminary data analysis).20) m. ukuran batuan (rock sizing).16 dimasukan ke persamaan 8.Sm (8. dan detail desain revetment (revetment detail design).11. Page 23 .

MS. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ANALISIS AWAL DATA MULAI Pengumpulan Data Penentuan Debit Rencana Perubahan penampang melintang rencana PENENTUAN UKURAN BATU Hitung kekasaran luas N Y Aliran seragam ? Hitung parameter hidraulik lain N Elevasi muka air tetap (backwater) Evaluasi kedalaman aliran seragam Koreksi sudut tebing Penentuan ukuran riprap Masukkan keliling basah yang melapisi ? Y Ukuran hitung dengan By : Salmani. sama asumsi ? Page 24 Y A .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Penentuan tinggi

Y

Erosi gelombang

?

gelombang Hitung ukuran batu yang stabil

N Pemilihan ukuran batu
Gradasi riprap Ketebalan selimut

DETAIL DESAIN

Panjang pengaman

Desain filter

Desain detail ujung/tepi SELESAI

Gambar 8-8. Flow Chart Prosedur Perencanaan riprap

By : Salmani, MS, MT.

Page 25

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

1) Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll).

Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1)

Langkah 3.

Tentukan perkiraan perubahan (development) penampang

melintang rencana (lihat subbab 8.2.1). 2) Menentukan Ukuran batuan (Rock Sizing) Prosedur ini untuk menentukan ukuran batuan yang digunakan dalam desain agar keruntuhan riprap akibat erosi partikel dapat dicegah. Langkah 4. Hitung elevasi muka air rencana. A. Untuk menentukan elevasi muka air rencana, besarnya nilai kekasaran "n" Manning's dapat diperkirakan dengan memakai prosedur pada subbab 8.2.5. Jika riprap direncanakan untuk melapis seluruh keliling basah, ukuran riprap diperlukan untuk menentukan koefisien kekasaran "n". (lihat formulir 4 pada gambar 8.14). B. Jika penampang berbentuk trapezium, dan aliran dapat dianggap seragam, gunakan desain chart seperti dalam referensi 3. C. Jika penampang irregular atau aliran tidak seragam, elevasi muka air ditentukan dengan menggunakan analisis backwater curve atau

menggunakan program komputer seperti DUFLOW, HEC-2, dan lain-lain. D. Analisis backwater harus didasarkan pada conveyance weighting aliran pada saluran utama, bantaran kiri dan kanan. Langkah 5. Tentukan kedalaman dan kecepatan rata-rata rencana. A. Kedalaman rata-rata dan kecepatan pada umumnya digunakan sebagai parameter desain.

By : Salmani, MS, MT.

Page 26

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
B. Jika riprap didesain untuk pengaman tebing saluran, abutment, atau pilar dilokasi bantaran banjir, kecepatan dan kedalaman rata-rata di bantaran banjir yang digunakan. Langkah 6. Hitung faktor koreksi sudut tebing K1. Faktor koreksi sudut tebing adalah

K1
Dimana:

1

sin 2 sin 2

0.5

: sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 4 pada gambar 8.19

Langkah partikel.

7. Tentukan ukuran riprap yang diperlukan untuk menahan erosi

A. Tentukan ukuran rata-rata batuan riprap dengan persamaan

D50

3 0.00594Va

d0.5 K1.5 avg 1

Dimana: D50 = ukuran rata-rata batuan riprap (m) Va = kecepatan rata-rata di tengah saluran (m/s) davg = kedalaman rata-rata aliran di tengah saluran Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 1 pada gambar 8.16. B. Pada dugaan awal, faktor koreksi saluran digunakan. Tentukan faktor koreksi spesifik graviti rock riprap dan faktor stabilitas dengan persamaan C = Csg x Csf Dimana: Csg = 2,12/(SG – 1)1.5 SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.2)1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2)

By : Salmani, MS, MT.

Page 27

Tambahan tebal lapisan antara 150 – 300 mm. B. A. Tentukan tinggi gelombang signifikan (grafik 6 pada gambar 8. Jika gelombang permukaan turut diperhitungkan. Contoh klasifikasi gradasi riprap berdasarkan AASHTO dapat dilihat table 8-3. untuk melindungi lapisan dari gelombang akibat angin atau kapal yang lewat.65. Tebal lapisan tidak boleh kurang dari 300 mm untuk penempatan praktis. MS. 4. 2. Formulir dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan batas gradasi untuk menentukan tebal lapisan riprap melalui kriteria sebagai berikut : 1. Jika D50 digunakan dalam penentuan Manning's 'n' untuk perhitungan backwater. Langkah 9. H adalah tinggi gelombang. MT. tentukan gradasi material (lihat Formulir 3 pada gambar 8. Tebal lapisan yang diperoleh dari no (1) dan (2) harus ditambah 50 persen untuk riprap yang ditempatkan di bawah air.12. dan tentukan ketebalan lapisan riprap. Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan grafik 7 pada gambar 8. maka lihat formulir 2 pada gambar 8. Tebal lapisan riprap tidak boleh kurang dari diameter lingkaran batuan D100(W 100) atau lebih kecil dari 1. Spesific gravity diasumsi 2.21). 3. Gunakan persamaan W50 H3 3 2. bisa dengan menambah ukuran batuan. SG (spesific gravity) = 2.20 SG 1 cot s dimana s adalah berat jenis batuan (N/m3).22 untuk menentukan ukuran batuan yang diperlukan untuk menahan aksi gelombang. Hitung ukuran rock riprap yang telah dikoreksi : D'50 = C(CP/A)D50 Langkah 8. Page 28 .65.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C.13). kembali kelangkah 4 dan ulangi langkah 4 sampai 7. Langkah 10. By : Salmani. Untuk menentukan gradasi material dapat dilihat pada tabel 8-2. D. Pilih ukuran D50 riprap akhir. Jika riprap direncanakan untuk pilar atau abutment diterapkan koreksi pier/abutment (CP/A) atau 3.5 kali diameter lingkaran batuan D50(W 50).38.

14 tentang konsep desain. Desain daerah tersebut dapat dilihat subbab 8. Desain lapisan filter mengikuti persyaratan dengan persamaan sebagai berikut : D15 coarser layer D85 Finer layer lapisan. dan gradasinya. rock spoils. Tentukan ketebalan Langkah 14. Langkah 15 Hitung kestabilan riprap dengan menggunakan persamaan matematis yang ada bagian langkah desain kestabilan riprap.1) Langkah 13. Tipe-tipe riprap adalah : a. b.1) Langkah 12. termasuk didalamnya broken concrete. MT. MS. Tentukan tinggi pengaman yang sesuai (lihat bab 8. Desain rincian daerah sudut (flanks and toe). Rock riprap Terdiri dari batu kali dengan filter blanket atau slope dengan rongga minimum serta batuan bergradasi baik. Rubble Terdiri dari material sisa konstruksi. dan steel furnace slag. perlu diperhatikan dengan baik seperti pemasangan riprap di dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang telah diarahkan oleh engineer.3. Page 29 . Spesifikasi Material 1) Deskripsi Dalam pemasangan material ini.1. Tentukan panjang pengamanan yang diperlukan (lihat bab 8. 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Tentukan ukuran material filter yang sesuai. n.1. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Detail Dinding Panahan (Revetment Details) Langkah 11.

contoh batuan yang sesuai haruslah sudah ada minimum 25 hari sebelum pemasangan riprap dimulai. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. tahan lama. ketahanan bebatuan tersebut akan diperiksa dengan beberapa tes seperti dibawah ini : Tes abrasi. dalam bentuk angular. MT. Jika tes dibutuhkan. spoil. Rock riprap Batuan yang digunakan haruslah keras. Apabila tidak ada tes uji tersebut. Kehilangan dari batuan pada hasil tes ini tidak boleh mencapai 10% untuk 5 kali siklus. Batuan bulat (rounded stone) atau boulder tidak diperbolehkan kecuali telah diizinkan sebelumnya. maka batuan tidak boleh mengalami kehilangan sebesar 40% setelah 500 kali putaran. AASHTO Test T 85). tahan terhadap cuaca dan air.482 kg/m3 yaitu 1. Pada lokasi dimana batuan yang terkena air garam. Jika menggunakan AASHTO Test T 96. MS. Shale dan batuan dengan lapisan berserpih juga tidak dizinkan. By : Salmani. perlu dilakukan sulfate soundness test (AASHTO Test T 104 untuk batuan dasar menggunakan sodium sulfat). Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya.000 kg/m3 dikalikan berat jenis (bulk-saturated-surface-dry basis. shale dan bahan organik. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. Kelayakan batuan akan dipertimbangkan dengan tes uji kelayakan. Dan tidak boleh mengalami kehilangan lebih dari 10% dari 12 kali siklus. Berat minimum haruslah 2. Page 30 . Asal batuan juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan batuan. Tes freezing and thawing (AASHTO Test T 103 untuk prosedur A ledge rock) digunakan untuk melihat ketahanan terhadap cuaca.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2) Material Syarat-syarat materialnya adalah: a.

shale dan bahan organik. Kontrol terhadap gradasi perlu diperhatikan. Dalam pemilihan material yang digunakan perlu perhatian dan pengalaman yang lebih.27 kg setiap gradasi. dan objek material lainnya yang mengganggu kerataan permukaan slope. spoil. dan buruh juga perlu diperhatikan oleh kontraktor. Rubble Material yang digunakan haruslah keras (hard). Peralatan mekanik. pengaturan lokasi. Sampel-sampel ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan gradasi riprap. Semua material yang lembut atau berongga dipindahkan ke bagian dalam tanah dan digantikan dengan material alami lainnya. By : Salmani. b. Untuk Toe trench digali dan dijaga sampai riprap telah diletakkan. Kontraktor haruslah menyediakan 2 contoh sampel batuan sedikitnya 2. tahan terhadap cuaca dan air.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Riprap haruslah menggunakan batuan well-graded. Sampel yang lain juga harus ada di lokasi. MT. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Perbedaan pendapat antara engineer dan kontraktor dapat diselesaikan dengan memeriksa gradasi dari 2 buah truk yang dipilih secara acak. Page 31 . dalam bentuk angular. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Umum Tebing yang dilindungi oleh riprap haruslah bebas dari semak-semak. 3) Syarat-Syarat Konstruksi A. tunggul. Batuan yang lebih kecil dari 10% dari batuan dasar tidak diperbolehkan untuk digunakan sebanyak 10% dari setiap beratnya. pepohonan. MS. tahan lama (durable). Daerah pengisian dipadatkan sebagai embankment. Contoh sampel pada lokasi konstruksi merupakan bagian dari penyelesaian pengerjaan awal riprap.

1. Daerah yang dijaga haruslah terbebas dari material sisa dan begitu juga permukaannya. MS. Geotextile dengan ketahanan yang lebih tinggi tidak boleh lebih dari 30 hari. Ketahanan Pipa (Soil Retention) (8) 1. Catatan : geotextile dapat dibuat untuk menahan lebih lama sinar ultraviolet. Tanah dengan 50% atau kurang dari berat partikel lolos pada US No. Dan Pengontrolan Erosi 2. sebagai contoh tahan selama bertahun-tahun (5 – 25 tahun). Filter blanket atau filter fabric diletakkan pada slope yang telah disediakan atau daerah dengan perlindungan pondasi seperti tertera pada Table 8 sebelum batuan diletakkan. Standard Kualitas Minimum a.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Perlindungan terhadap struktur pondasi harus dilakukan secepatnya setelah konstruksi pondasi diizinkan untuk dimulai. Tipe riprap akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah di modifikasi oleh ketentuan khusus. polyester atau polyamide. tetapi jarang ditemukan. b. Syarat-syarat Fisik dapat dilihat pada Table 8 dibawah ini Table 8. Sifat Hidraulik Minimum a. Syarat Minimum Yang Dianjurkan Untuk Fabric Sintetis (Geotextile) Yang Digunakan pada Noncritical (1)/ Nonsevere Drainage (2). AOS (10) kurang dari 0. 200 Sieve (9). c. Fiber yang digunakan pabrik untuk geotextile terdiri dari rangkaian sintetis polymer dengan komposisi sedikitnya 85% dari beratnya terdiri dari polyolafin.6 mm (lebih besar dari #30 US Std. Page 32 . Geotextile dengan ketahanan rendah terhadap sinar ultraviolet (lebih dari 30% kehilangan pada 500 jam ASTM D-4355) tidak boleh terkena sinar matahari lebih dari 7 hari. Penyaringan. Sieve) By : Salmani. MT.

MS. Permeabilitas K dari fabric (11) lebih besar dari K tanah. Material yang menjadi pelindung riprap (riprap protection) diletakkan jangan sampai menumpuk. Kontraktor menjaga riprap protection sampai diterima langsung dan material yang dipindahkan untuk alur dan grade tidak menambah biaya bagi pemerintah. Perawatan termasuk didalamnya perbaikan yang rusak akibat beberapa sebab. Kontraktor haruslah menjaga riprap sampai semua pekerjaan dari kontrak telah selesai. Keseluruhan batuan diletakkan pada alur dan grade serta ketebalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Maksud dari meletakkan seluruh material pada tempatnya guna menghasilkan pemadatan riprap protection yang baik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. MT. Pemasangan riprap pada lapisan dengan menggunakan chute atau metode lainnya jangan sampai mengakibatkan segregasi. Riprap protection diletakkan pada konjungsi dalam konstruksi embankment yang pembuatan dari riprap protection penting untuk pelaksanaannya dan mencegah tercampurnya embankment dengan riprap. B. Tanah yang lebih dari 50% berat partikel lolos US No. Pemindahan dengan tangan atau peralatan mekanik mungkin akan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu. Jangan sampai terjadi pergeseran pada material dasar. Rock Riprap Batuan riprap diletakkan pada slope yang telah disediakan dan harus menjadikan batuan yang bergradasi baik (well-graded) dengan rongga (voids) yang minimum. AOS (10) kurang dari 0. Sieve) b.3 mm (lebih besar dari #50 US Std. Batuan yang lebih besar dan seluruh batuan haruslah terdistribusi baik dan gradasi seperti yang diarahkan oleh engineer. By : Salmani. Page 33 . 200 Sieve (9).

Desain hasil analisa engineering yang sesuai antara tanah. 4. Nilai ini disadari lebih kecil dari biasanya pada literatur pabrik.91 m dan berat batuan tidak melebihi 113 kg. 6. MT. Percobaan lapangan dibutuhkan dimana tinggi batuan tidak melebihi 0. ketebalan lapisan mesti ditingkatkan dan metode yang digunakan harus dapat meminimalisasikan segregasi. Penerapan filtrasi dan drainase kelas A untuk fabric dimana pada pemasangan lebih berat daripada kelas B. potensial untuk kerusakan struktur. contoh nilai untuk sampel (rata-rata dari seluruh hasil spesimen) harus sama atau lebih besar dari 2 sigma confidence level. Semua nilai mewakili nilai rata-rata. Contoh letak ketinggian batuan kurang dari 0. dan geotextile adalah penting (khusunya untuk aplikasi kritis/severe). Erosi Kontrol Kelas B dimana fabric yang digunakan dilindungi oleh sand cushion atau “zero drop height”. 5.91 m atau berat batu lebih dari 113 kg. pemadatan yang ringan. Page 34 . 2. 3. atau biaya perbaikan yang terlalu membebani biaya instalasi. gradien hidraulik yang tinggi atau kebalikannya. 8. dan trench kurang dari 3 m. Penggunaan dalam kondisi darurat (Critical applications) menyebabkan resiko kehilangan umur konstruksi. atau kedalaman trench lebih dari 3 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Jika riprap dan material filter diletakkan di bawah air. MS. Catatan : 1. 7. Permasalahan tanah yang tidak boleh By : Salmani. kondisi hidraulik. derajat kepadatan yang tinggi. Erosi Kontrol Kelas A adalah dimana fabric dengan kondisi instalasi lebih berat daripada kelas B. atau kocyclic flow conditions. Contoh penggunaan very sharp angular agregate. Filtrasi dan Drainase Kelas B adalah dimana fabric yang digunakan dengan permukaan smooth graded tanpa sharp angular. Severe applications termasuk draining gap graded atau pipeable soil.

018 m D15 = 0. Profil saluran eksisting menunjukkan bahwa kemiringan dasar bagian ruas yang lurus adalah 0.6 m3/s. Contoh 2 rencana riprap sebagai pengamanan tebing. Page 35 . Grafik 4 By : Salmani. Kapasitas saluran 141.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING digunakan adalah lumpur. maka hanya digunakan gradasi tanah yang lolos #4 US Std. Bila protected soil berukuran partikel lebih besar dari #4 US Std.5 X 10-4 m/s rock riprap yang tersedia mempunyai specific gravity (SG) 2. Sieve dalam pemilihan fabric.001 m K (permeability) = 3. Kondisi lainnya : Aliran dapat dianggap seragam atau berubah lambat laun. Grafik-grafik yang digunakan dalam contoh ini diberikan pada Formulir 1 (gambar 8. Material saluran terdiri dari butiran dari pasir sampai kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3. Kurva gradasi menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. 10.032 m D50 = 0.0049. MT. dan tanah seragam dengan 85% lolos ayakan #100. contoh 1 rencana riprap sebagai pelapis saluran. Rencanakan riprap sebagai pelapis saluran yang stabil. terjadi pengurangan panjang dari 381 m sampai 305 m.65. MS. Akibat realignment saluran. Contoh perencanaan riprap Berikut ini diberikan contoh bagaimana menggunakan metode desain dan prosedur seperti yang dijelaskan di atas. 1) Contoh 1 Suatu ruas saluran sepanjang 381 m merupakan hasil realignment agar diperoleh lahan untuk pelebaran suatu jalan yang ada (eksisting).11). 9. AOS untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 6 Permeabilitas untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 5 o. Sieve size. Dua contoh diberikan.

43 m nb = 0. geometric. lihat Formulir 1 pada gambar 8.11. Lihat subbab 8.16 anggap R = 2.17). lebar dasar 6. dan lain-lain. Grafik 2 (gambar 8.002 Oleh karenanya. Gunakan prosedur seperti yang dijelaskan pada bab 5.3225 Sf 0. Debit pada saluran utama sama dengan debit rencana karena saluran utama dapat menampung debit rencana. MS. Lihat subbab 8. nb = 0. Langkah 1.14).18). MT.2. penampang direncanakan berbentuk trapesium.3 Seperti dijelaskan.1 m dengan kemiringan slope samping 1V:2H. (a) Tentukan koefisien kekasaran dengan menggunakan Formulir 4 (lihat subbab 8. Kumpulkan Data lapangan lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Asumsi awal.037 n1 : faktor ketidakteraturan n1 = 0. Debit rencana. gunakan persamaan 4 untuk perhitungan base n.00 untuk saluran alam yang halus n2 : variasi penampang melintang n2 = 0.00 bila bentuk penampang melintang tetap n3 : pengaruh hambatan By : Salmani. Langkah 3.19).2. Langkah 2. Hitung elevasi muka air rencana. Grafik 3 (gambar 8. n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4 )m nb : base channel "n" slope = 0.2. Langkah 4. Data lapangan lain berupa site history.1 Diberikan sebagai 119 m3/s.16). dan Formulir 4 (gambar 8. Formulir 3 (gambar 8.13).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING (gambar 8.38 R-0. Grafik 1 (gambar 8.5). Desain potongan melintang. Page 36 . site topography.0049 > 0.

43 Oleh sebab itu.9/22.16 nb = 0.00+0. chart dan tabel.16 tidak sama dengan yang diasumsikan = 2.11) Langkah 5.1 + 6.003)1 n = 0. Page 37 .041 yang mendekati 0. MT.3225 (0.8 = 2.8 m2 (Kolom 2 dari Formulir 1) Va = Q/A = 141.1)/2 = 47.60 m (Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.38 (2.038 n = (0. Persamaan Manning's dapat digunakan untuk menentukan kedalaman normal (gunakan program komputer.60 m Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n3 = 0.96 m/s (Kolom 3 dari Formulir 1) da = d = 3.2=2. atau perhitungan secara manual). d = 3.003)1 = 0.6(3. kembali ke langkah 4a nb = 0.00+0.16 R = 2. MS.16)-0.040 seperti yang digunakan ditas. R = A/P R = 47.037+0. oleh sebab itu. atau chart dan tabel yang tersedia dalam buku hidraulika saluran terbuka) Q = (1/n) A R2/3 S1\2 ganti d = 3. Tentukan parameter rencana A = 3.040 (b) Hitung kedalaman aliran.0 jika ruas lurus n = (0.6(4) + 6.0049)0. By : Salmani. Faktor koreksi sudut tebing.11 Hitung jari-jari hidraulik untuk membandingkan dengan nilai yang digunakan pada langkah 4a (gunakan program komputer yang tersedia.038 + 0.6/47.003 sedikit (anggap sedikit tumbuh di riprap) m : derajat meander m = 1.00+0.60 m (dasar saluran seragam) (Kolom 4 dari Formulir 1) Langkah 6.00 jika tidak ada hambatan n4 : jumlah tanaman n4 = 0.

tidak dapat digunakan Langkah 9.131 m (Kolom 8 dari Formulir 1) (b) spesifik gravity (SG) Riprap = 2. l (a) Gunakan Grafik 1 untuk dasar saluran D50 = 0. Gradasi: lihat Formulir 1. MT. Tentukan ukuran Riprap. Page 38 .2 (aliran seragam) C = 1 dari Grafik 2.65 (diberikan) (Kolom 10 dari Formulir 1) faktor kemantapan = 1.58 m By : Salmani.085 m (Kolom 8 dari Formulir 1) untuk tebing saluran D50 = 0. Gelombang permukaan. oleh sebab itu: Cp/a = 1 (Kolom 12 dari Formulir 1) (d) Ukuran riprap yang dikoreksi Untuk dasar saluran: D'50 = D50 = 0.29 m T = 0. MS. f = 41° (Grafik 4) K1 = 0. (c) tidak ada pilar atau abutment untuk evaluasi dalam contoh ini.29 m (untuk seluruh penampang basah) lihat Formulir 1. Gelombang permukaan tidak diperhitungkan pada contoh ini. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 =0. Ukuran D50: D50 = 0.131 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Langkah 8. Langkah 10.085 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Untuk tebing saluran: D'50 = D50 = 0. Tentukan ukuran riprap.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING = 1V:2H (Kolom 5 dari Formulir 1). dan ketebalan lapisan. Gradasi.73 (Grafik 3) Langkah 7.

Riprap meliputi semua keliling basah sampai kepuncak lereng. Langkah 12. Langkah 11. Coba 50 mm filter dengan kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3 pada gambar 8. Lihat subbab 8.18 180 0.6. Page 39 .2. Langkah 13. suatu lapisan filter diperlukan. Lihat subbab 8.032 6 5 D15 riprap D15 soil 0.032 0. 0.2.60 m lihat Formulir 1. Pelapisan dengan riprap ditetapkan pada sepanjang ruas lurus.001 40 Oleh sebab itu.40 m gunakan T = 0. Panjang pengamanan. Panjang vertikal pengamanan. 0. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 soil Dan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0.18 0.94 5 By : Salmani. MT.030 0. perencanaan lapisan filter.13. MS.6. (a) ukuran material filter: D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan.

0.001 30 5 dan 40 Oleh sebab itu. Page 40 .061 3 5 D15 filter D15 soil 0.030 0. gunakan ketebalan lapisan 200 mm.18 0. detail ujung sudut dapat dilihat pada Gambar 8-7. (juga lihat sketsa pada Formulir 1 pada gambar 8.75 b By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 filter D15 soil 0.60 DS = 0. (b) Ketebalan lapisan filter: Jika kurva gradasi tanah dan kurva gradasi lapisan filter bukan mendekati paralel. MS. Lintasan penampang basah bagian dalam. MT. material filter 50 mm adalah sesuai. filter pada interface tanah adalah cocok (OK). Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan.11). Langkah 15 : Stabilitas riprap Dalam contoh soal ini diketahui : SS = 2.18 0.65 =26. Detail ujung sudut (edge).0049 diambil Maka : o = 400 = 900 = 0. Langkah 14.030 6 5 dan 40 Dengan demikian.131 m (dari perhitungan pada langkah sebelumnya) = 1000 kg/m3 S = 0.

12 = 0.75 0.0049 = 17.548 1. MT.2. Kondisi tambahan yang diperlukan adalah : Aliran berubah lambat laun. Karakteristik saluran seperti yang diuraikan dalam subbab 8.60 tan 400 0.23 kg/m2 Berdasarkan data yang sudah ada.12 selanjutnya sudut antara arah pergerakan partikel dan bidang vertikal : tan 1 Cos 90 0 2 Sin 26 .35 x tan 40 =0 Berdasarkan (lereng) : dan maka dapat dihitung angka stabilitas partikel pada tebing ' 0. 2) Contoh 2 Site yang diilustrasikan pada gambar 8-1 mengalami pergerakan lateral menuju route 1 (lihat gambar 8-1a).64 kg/m2 o = 0. By : Salmani.65 1 )x1000 x0 .3. 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b = b.75 x 17.131 0.23 ( 2. 1 Sin(90 0 2 0) Sehingga diperoleh: FS Cos 26.6.64 = 13.12. 3.6 0 Sin 90 0 0 9 . maka bilangan stabilitas untuk partikel bidang datar : η 1. MS. d.37 1. Rencanakan revetment riprap yang stabil untuk menghindari erosi tebing.12 tan 400 Sin26.s = 1000. Page 41 .95 x13 .1 ok.60 Cos 0 0.

Dasar saluran dilapisi dengan material batu sesar (cobble) dengan ukuran diameter D50 sekitar 0.2. D15 = 0. D50 =0.3.0013 m. erosi juga diamati pada daerah hilir tikungan dan udik sampai ke titik seperempat tikungan. Lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Tanah tebing adalah pasir berlanau seperti dapat dilihat pada kurva gradasi pada Formulir 3 pada gambar 8-13. Lihat kasus yang diberikan dalam subbab 8. Formulir dan grafik yang digunakan dalam contoh 2 ini sama dengan pada contoh 1.00014 m.15 m.8 m .7 m. MS.4 m 2. Tinggi tebing sepanjang tergerus tebing (cut bank) mendekati 2. Penyelesaian: Langkah 1. Kurva gradasi tersebut menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. Lebar saluran = 91. dan dapat dianggap sebagai angular.0024 1.0005 m. Page 42 . Kumpulkan Data Lapangan. By : Salmani. MT.60. K (permeabilitas) = 1 x 10-6 m/s Bahan riprap yang tersedia mempunyai specifik gravity (SG) 2. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus daerah hilir ujung tikungan. Jari-jari tikungan = 365.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Survey topographic menunjukkan: Kemiringan saluran = 0.

(a) Tentukan koefisien kekasaran. Diberikan 1. Hitung elevasi muka air rencana. oleh sebab itu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-9.7 m. Dari analisis backwater pada ruas ini. By : Salmani. diperoleh bahwa debit pada saluran utama (Qmc) adalah 982. Langkah 3. kemiringan slope yang digunakan 1V:2H. mengilustrasikan aliran dan kedalaman gerusan potensial Langkah 2. Langkah 4. Potongan melintang sungai pada contoh 2. dan batas the encroachment pada saluran pada lahan yang berdekatan. Lihat subbab 8. Gunakan prosedur dari Formulir 4. MS. Gambar 8-9 meilustrasikan bagian saluran eksisting.5.1.3.2. Lihat subbab 8. Untuk meminimalkan kehilangan vegetasi tebing. tinggi tebing sepanjang tebing yang tergerus adalah 2. penampang saluran akan tetap seperti saluran eksisting dengan sudut tebing sesuai untuk mendukung revetment riprap.6 m3/s. Page 43 . Desain penampang melintang. Seperti telah diberikan. MT. Hanya tebing saluran yang diperkuat.112 m3/s. Debit rencana.

028 n1: faktor ketidakteraturan n1 = 0.0024 > 0.6 m.002 gunakan persamaan 4 untuk perhitungan harga nb. Tentukan parameter rencana lainnya. Maksimum kedalaman saluran utama ditentukan menjadi: dmax = 4. MS.000 + 0. Langkah 5.005 jika perubahan penampang jarang menggeser aliran (occasional shape changes cause flow shifting) n3: efek hambatan n3 = 0. nb = 0.10 n = 0.000) 1.05 m nb = 0. Dari analisis backwater : (semua harga saluran utama). oleh sebab itu.000 tidak ada tanaman m: derajat meander m = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4) m nb: base channel "n" kemiringan = 0.11 Jari-jari hidraulik untuk saluran utama: R = 3.2 m (dari analisis backwater) Anggap R (3 m) mendekati nilai R aktual. (b) Hitung kedalaman aliran.028 + 0.3225 Sf 0.005 + 0.000 tidak ada hambatan n4: jumlah tanaman n4 = 0.005 kecil – untuk slope tererosi sedang (moderately eroded side slopes) n2: variasi penampang melintang n2 = 0.16 anggap R = 3. Page 44 . Kedalaman aliran ditentukan dari analisis backwater.005 + 0.1 minor to appreciable n = (0. MT.042 Ini menunjukkan nilai "n" di ruas saluran yang digunakan untuk analisis backwater curve. kolom 1 pada Formulir 1 pada gambar 8. "n" Seperti yang dihitung adalah OK.38 R-0. By : Salmani.

6 lihat grafik 2 pada gambar 8. kolom 4 pada Formulir 1 Langkah 6. kolom 6 pada Formulir 1 (dari grafik 4 pada gambar 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING A =838.60 (diberikan). kolom 9 pada Formulir 1.2 m2. Faktor stabilitas = 1.55 m Gradasi: lihat Formulir 1.6. Gelombang permukaan. D50 = 0. kolom 7 pada Formulir 1 (dari grafik 3 pada gambar 8.17 (c) tidak ada piers atau abutments. kolom 13 pada Formulir 1 Langkah 8. (aliran berubah lambat laun.27 m. kolom 10 pada Formulir 1. Page 45 . kolom 8 pada Formulir 1 (b) spesifik gravity = 2.20) Langkah 7. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 = 2(0. kolom 3 pada Formulir 1 da = d = 3. Gelombang permukaan tidak diperhitungakan. dan ketebalan lapisan.66 m. kolom 2 pada Formulir 1 Va = 3. Tentukan ukuran riprap.6)(1. MS. kolom 12 pada Formulir 1 (d) Ukuran riprap yang dikorosi: D'50 = D50 = (1. gradasi.84 m/s. Faktor-faktor koreksi sudut tebing. tidak dapat digunakan Langkah 9.0) = 0. kolom 5 pada Formulir 1 = 410. oleh sebab itu : Cp/a = 1. tikungan tajam – jari-jari tikungan terhadap lebar = 4). = 1V:2H.10 m By : Salmani.73. Langkah 10. Tentukan ukuran riprap.19) K1 = 0. MT. (a) Gunakan gunakan grafik 1 pada gambar 8.55) T = 1. Ukuran D50: D50 = 0.44 m.11. C = 1.

6. Riprap pada seluruh tebing saluran dari atas tebing sampai kedalaman bawah merupakan cara untuk mengantisipasi gerusan.7 m Material tebing harus ditempatkan sampai pada kedalaman ini. Panjang vertikal pengamanan.2.11 =2. (a) ukuran material filter: Formulir 5 pada gambar 8F-5.0013 115 5 By : Salmani. Langkah 13.6 + 2. Kedalaman gerusan dievaluasi seperti yang diilustrasikan dalam subbab 8. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus pada daerah hilir tikungan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0.14 m Penambahan ini untuk mengantisipasi kedalaman maksimum potensi gerusan: 4. Langkah 12.0(0.15 0. D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. MT. Perencanaan lapisan filter. erosi juga diamati di hilir apex tikungan dan udik sampai pada titik seperempat tikungan.5 W) hilir ujung tikungan. Lihat subbab 8.1 = 6. MS.0 D50-0.2.6: ds = 2. Page 46 . 0. Penetapan riprap untuk pengamanan tebing mulai dari suatu titik 91.2.68 m gunakan T = 1.10 m Langkah 11.6.55)-0.11 ds = 2.4 m (W) udik pada bank entrance sampai ke suatu titik 137 m (1. Lihat subbab 8. Panjang pengamanan. atau suatu volume batu yang cukup akan ditempatkan pada tapak tebing untuk pengamanan kedalaman gerusan yang diperlukan.

Page 47 .0047 32 5 dan 40 Oleh sebab itu. 0.6 5 dan 40 Oleh sebab itu. filter pada interface tanah adalah OK.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 riprap D15 filter 0. 7 5 D15 filter D15 tan ah 0.00013 33 . suatu lapisan filter diperlukan.0013 3. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. MT. 6.0047 0. 0. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 tan ah Dan.00014 1071 40 Oleh sebab itu. Lihat Formulir 3 untuk tanah.7.15 0. filter granular. Coba 13 mm filter kerikil halus dengan karakteristik gradasi seperti yang diilustrasikan dalam Formulir 3. (b) detail tapak (toe): lihat gambar 8-10. Potensi kedealaman gerusan di bawah dasar saluran eksisting pada tebing (d's) merupakan kedalaman gerusan yang dihitung dalam langkah 12 minus elevasi dasar yang ada pada tebing: lihat gambar 8-10. Langkah 14. (a) detail sayap (flank): lihat gambar 8-10.15 0.2 = 3. Detail sudut. MS.0047 0.03 5 5 D15 riprap D15 filter 0.15 0.3.5 m kuantitas batuan (Rock quantity) yang diperlukan dibawah dasar eksisting: By : Salmani. (b) Ketebalan lapisan filter: Gunakan ketebalan lapisan 200 mm. material filter 13 mm cukup memadai. dan kurva gradasi riprap.

maka diperoleh : ok. Page 48 .60 . dan SF = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rq = 0.9144) (1.60 By : Salmani.5) dengan: Rq = jumlah riprap yang diperlukan per m tebing (m2) = sudut tebing terhadap sudut datar (degrees) T = ketebalan lapisan riprap (m) Rq = (3.38 m2 Tapak saluran trapezium kedalaman 1. kestabilan riprap pada contoh 2 juga dihitung dengan menggunakan formula yang sama.0283 d's (sin-1 )(T)(1.24) (0.048) (2.27 m . dan suatu lebar dasar 1. S = 0. D50 = 0.60.83 m (deep trapezoidal toe trench) dengan kemiringan samping 1V:2H dan 1V:1H.0024 . = 900.66 m . MT. d = 3. MS. SF = 1.8 m mengandung volume yang cukup. Dari data dan hasil perhitungan di atas diperoleh: Ss= 2.5) = 9.61 > 1.60 . = 400. Diambil = 26. Langkah 15 : Stabilitas riprap Sama seperti pada contoh 1.

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 49 .

Koreksi Sudut Tebing (chart 3) 8..38 jika diambil secara umum) Gambar 8-11.10 Karakteristik Buatan : Butiran : Ukuran (m) Persen Lebih Halus 85 50 15 1. Luas Basah Saluran Utama 3. (m) 1 A (m2) 2 Va (m/sec) 3 d3 (m) 4 K1 D50 (m) 8 SF Ss C CP/A D50 (m) 13 Catatan 5 6 7 9 10 11 12 14 Sketsa Rencana : Karakteristik Riprap : UKURAN : KETEBALAN : 20 50 3.22 m AASSHTO Gradasi : D100 gunakan Ukuran Persen (m) Lebih halus 100 50 5 . Faktor Stabilitas 10.22 m 6. Kecepatan Rata-rata Saluran Utama 4. Koreksi untuk Pilar/Abutment Correction (3.. Formulir ukuran riprap By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 1. Elevasi Permukaan Air 2. Page 1 . Sketsa Penampang : Q RB Q Total QMC QLB Q TOTAL QMC QLB QRB Karakteristik Tanah D15 D50 D85 Kedalaman of WS. Ukuran Riprap (grafik 1) 9. Catatan atau Komentar 1. Koreksi D50 = 8 + 11 + 12 14.……….1 m Fabric : AOS' < Perm > Ukuran Buka Rata-rata 13. Faktor Koreksi Ukuran Riprap (grafik 2) 12. MT. Kedalaman Rata-rata Saluran Utama 5. Ukuran Riprap Proyek……………………………………………………………………………… Uraian ……………………………………………………………………….61 m 2 1 1. Kemiringan Tebing 6. Disiapkan Oleh/tanggal :…………………/…………. MS. Diperiksa Oleh/tanggal :…………………/……………………… Lembar……………………dari……………………. Sudut Geser Alam Riprap (grafik 4) 7. Spesifikasi Gravitasi Riprap 11..

ft. MT.. MS. Jenis………………. Gambar 8..12. Page 2 .………ft..Erosi Gelombang By : Salmani./…………… Disiapkan Oleh/Tanggal Uraian :………………………………………………………………… Diperiksa Oleh/Tanggal :………/………… Lembar……dari…… Kecepatan Angin (mph) fetch (m) Hb (m) 1 e Rv Ho 2 Faktor Koreksi 3 Rv (ft.) 5 Ukuran Riprap : D50…………………ft.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 2 Proyek :………………………………………………………………………………………………….. Formulir Ukuran riprap .:…..) 4 D50 (ft. Ketebalan Revetment : 2D 50……………………………ft. D100…………………….. Digunakan…………………….

MS.13 Formulir 3 Gradasi Material By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8. MT. Page 3 .

040 0.167 (2) lihat referensi (17) (3) n = m(n1+n2+n3+n4) nb = 0.000 0. n3 (2)tanpa penyempitan Vegetasi.328 (D50)0.000 0. MS.16 untuk aliran pegunungan yang tidak kontinyu Gambar 8.……………………………………….0049.2) Uraian Kondisi Kemiringan = 0. n1 (2) Kekasaran saluran pada kondisi alamiah menikung. Page 4 .000 harga n 0. MT.003 1.5} / (1.000 0. Diperiksa Oleh/Tanggal : ……………… ………………………………………………………………… Lembar………dari… Perkiraan harga n FAKTOR Harga awal n. n2 (2) ukuran dan bentuk dari potongan melintang penyempitann.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 4.. Formulir 4 Evaluasi Kekasaran By : Salmani.5 < da / D50 < 35 untuk 35 < da / D50 < 30.429 D50 0.037 0.. nb (1.092 da) nb = 0. n4 (2) belokan.000 0. m (2) sedikit vegetasi (beberapa tumbuh dipermukaan riprap) mendekati lurus bobot n ditambah harga n (3) n yang digunakan untuk 1. persamaan 4 tak beraturan.040 nb = {0.14.. Evaluasi Kekasaran PROYEK : Contoh 1 ………………………………………… Disiapkan Oleh/Tanggal :…………… URAIAN : ………………….3225 Sf R -0.

RASIO D15 Kasar D85 Halus <5< D15 Kasar D85 Halus <40 RANGKUMAN : URAIAN LAPISAN D15 D85 KETEBALAN SARINGAN BUATAN : Jenis bentuk fisik : Sifat Hidraulik Tahanan Pipa < 50% Saringan # 200 AOS < 0.3 mm Permeabilitas Permeabilitas Tanah < Permeabilitas Buatan Seleksi Spesifikasi Saringan Buatan………………………………………………………………. Gambar 8..15 Formulir 5 Perancangan Saringan By : Salmani. D85 ft.. Perancangan Saringan Proye :…………………………………………………………………………………………………. Disiapkan oleh/Tanggal :……. Page 5 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 5. MT./……… Uraian :…………………………………………………………………………………………… oleh/ Tanggal : …. MS.6 mm < 50% saringan # 200 AOS < 0. SARINGAN BERBUTIR : LAPISAN URAIAN D15 ft./……… Diperiksa lembar………dari………..

5 0. MS.0 6.1 0.0 K1 0.0 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 0.8 3.3 6.0 4.13 Gambar 8-16. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.96 m d (ave) = 3.4 0. MT.036 0.0 0. 2.3 0.6 2.0 2.0 0.0 8.0 0.5 1.0 0.2 1.6 m K1 = 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50. Tentukan havg (kedalaman rata-rata). Page 6 .10 8.4 3. 3.0 4. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-16: 1.0 1.0 Contoh Diketahui Va = 2. By : Salmani.0 0.0 1. 5.73 Dic ari: D50 S olusi D50 = 0. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1). Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .08 d 15 a ve D50 Va 1. 4.

5 1.3 2.5 CONT OH DIKET AHUI S = 2.0 C S F 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik 3.0 0.5 / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR OREKS I S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.4 1.9 1.0 1. MS.61 S 1.5 2.1 2.2 F DICARI : C S oluS I C = 1.0 2.6 2.0 Gambar 8-17.8 1.8 1.6 1.8 3.4 2.9 3.7 2. MT.6 1.5 1.0 5.7 2.3 1. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor) 2.0 1.0 0. Page 7 .1 2.5 2.65 S S = 1.0 4.2 1.0 0.2 2. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C By : Salmani. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-17: 1.

5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) 35 (0) 1. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 4. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. MS. MT. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. 2. K1 = 1- S in 2 2 0. Page 8 . 3. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. 4. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-18: 1. Tentukan nilai θ dan Ф.5:1 30 2:1 25 K1 -10 -30 -50 -60 30 -70 35 2.73 Gambar 8-18.5:1 40 10 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S 0 T angat ajam = 41 Dic ari K1 S olusi K1 = 0.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1 .

Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.4 2 0.0 0.69 (m) Gambar 8-19.4 0.5 12 1 2 Example Given Va = 4. 2.6 0.15 0. 4.2 D50 (m) 0. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-19: 1.2 0.6 0.06 d avg 12 10 9 8 7 6 4 Va (m/s) 8 7 6 0.72 Find : D50 S olution D50 = 0.9 (m/s) d avg = 2. Va dan K1. Va dan K1 pada masing-masing garis grafik. Tarik garis lurus dari titik davg ke Va terus ke K1 sampai memotong garis grafik D50.0 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D50 = 0. MS. Plot nilai davg .3 4 3 0. Tentukan nilai davg .75 (m)l K1 = 0.08 0.1 K1 1. Page 9 . By : Salmani.8 2 1 1. MT. 3.25 5 5 3 0.00594V a / (d a vg K1 ) D50 = Median Riprap S (m) ize Va = Average Velocity main channel (m/s) d avg = Average Depth in main channe (m)l K1 = Bank angle correc tion term 3 12 -3.

Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.04 0. 2.0 3.1 0. 3.1 0. By : Salmani.0 4.3 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 45 0. Plot nilai h dan slope pada masing-masing garis grafik. Tentukan nilai h dan slope. MS. Tarik garis lurus dari titik h menuju slope melalui garis grafik D50 4.8 1.4 0.6 0. Sudut alamiah riprap sehubungan dengan ukuran rata-rata dan bentuk batu Ukuran Batuan Tengah (D50) Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-20: 1. MT.08 0.8 1.4 0.6 0.3 0.0 (m) Batu pecah besar udut alam iah S 40 S angat Curam S angat Bulat 35 30 0.2 0.06 0.2 0.0 (ft) Gambar 8-20. Page 10 .0 2.

1 0. 5.5 0.0 1:6.2 0. Tentukan havg (kedalaman rata-rata). MS.5 1 0.0 H 1 0. Page 11 . Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.0 D50= 0.5 1.5 0.6 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING H (m) 3 D50(m ) 1.0 1:3.2 0.6 1:1.57 D50= U kuran T enga h Rip ra p H= T inggi Gelombang = S udut T ebing T erhadap Horizontal Gambar 8-21. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .2 2 S lope 1:1.15 1:3.06 H Cot 1/3 1:5.12 0.3 0.0 1:2. Hubungan Ukuran Riprap yang Diperlukan Dari Hudson Untuk Menahan Erosi Gelombang Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-21: 1. 2. 3.4 0.0 0.5 0. By : Salmani. 4.8 0. MT.4 1:2.8 0. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).08 1:4. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.

60 F Gambar 8-22.61 S / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR ORE I KS S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.5 3.6 0.1 1.8 2.0 2. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C.7 2.0 S = 2.5 1. 2. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph gambar 8-22: 1.9 3. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor).5 1.6 1.9 1.0 CONT OH DIKET AHUI DICARI : C S olusi C = 1.8 1. Page 12 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.0 1. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik.5 1.0 0.0 5.0 2.5 2. 3.2 1.0 4.3 2.2 2.0 1.5 2.7 2.1 2.6 2. 4.8 C S F 1.61 S S = 1. MT.0 0. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C.3 1. MS.4 2. By : Salmani.4 1.

5:1 K1 -10 30 30 2:1 -30 -50 -60 -70 35 25 2. By : Salmani. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik.56 m Dic ari K1 S olusi 0 = 41 K1 = 0. Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-23: 1. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = 1S in 2 2 0. MS. Page 13 .5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3.5:1 10 40 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S angat T ajam D50 = 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1. 3. 4. Tentukan nilai θ dan Ф. 2. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph (grafik 3).73 Gambar 8-23. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) (0) 35 1.

Dasar (kaki) gabion harus mempunyai kedalaman lebih besar dari kedalaman penggerusan yang akan terjadi.1. Kalau perlindungan tebing tidak sampai ke atas permukaan air saluran.3 Pertimbangan Utama dalam Desain Pertimbangan utama dalam mendesain gabion adalah kecepatan yang terjadi pada permukaan gabion. Wadah membentuk dnding atau matras untuk mengendalikan erosi sepanjang tebing saluran. Karena matras gabion terletak dangkal dan mudah untuk bergerak.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.1.2 Bronjongan (Gabion) dan Matras 8. Pergerakan (pergeseran) tanah melalui wadah dapat menyebabkan penggerusan ke bawah terhadap struktur tanah dan dapat menyebabkan gabion mengalami keruntuhan.1. yaitu batu dengan matras dan bronjongan.1 Deskripsi Gabion merupakan batuan yang diisikan ke dalam sebuah wadah yang terbuat kawat atau plastik. Page 14 . Hal-hal yang utama dalam mendesain gabion adalah : 1.2. Gabion harus didesain agar dapat menahan gaya air dalam aliran.3. Kecepatan partikel dan tegangan geser batas yang harus ditahan gabion.2.2 Dasar – Dasar Desain Tipe gabion dalam penggunaan ada dua. 8. 3. 8. Atau kaki gabion dapat dilindungi dengan matras yang akan jatuh ke daerah penggerusan dan tidak mempengaruhi kestabilan tebing maupun tanah dasar yang dilindungi.3.1.3. MS. maka perlu digunakan penguat di belakang gabion. 2. MT. Stabilitas pondasi. maka perlu diperhatikan dalam mendesain matras sehingga matras dapat menahan gaya By : Salmani. Perlindungan kaki dan badan gabion. Penggunaan filter buatan di belakang atau dibawah wadah gabion sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah menuju gabion.3.

matras telah digunakan pada saluran dengan aliran berkecepatan tinggi dan tidak terjadi apapun pada matras. By : Salmani.283 0 .5 2 .25 pada ujung dike dan saluran dari beton.21) Cv dimana : CS Cv 1. Ukuran batuan yang digunakan untuk matras gabion dapat ditentukan dari persamaan sebagai berikut : 0. MS. 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 R W (8. = diameter batuan rata-rata = kedalaman aliran lokal = percepatan gravitasi = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centerline. = faktor keamanan (minimum 1. Tetapi.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv minimum = 1 Cv Dm d g K1 R Sf v W s w = 1. Namun proyek konstruksi yang memakai matras untuk gabion tetap harus menaruh perhatian.2 log (8. Dimana K1 ditentukan dari tabel dibawah ini.1) = kecepatan rata-rata kedalaman = lebar permukaan air dari saluran utama = berat jenis batu = berat jenis air. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING akibat air. Page 15 .22) = koefisien stabilitas (digunakan 0.

direkomendasikan ukuran batuan harus diperbesar untuk membatasi deformasi. Hasil dari deformasi matras adalah tegangan pada wadah dan meningkatkan ketahanan pada aliran dan dapat menyebabkan keruntuhan pada wadah. MS. Kalau nilainya dan m.25) dimana Sebuah desain akan diterima bila < c dan m < s. maka gabion tidak dapat menahan deformasi yang telah disebutkan sebelumnya.71 0. Nilai ini akan dibandingkan dengan tegangan geser kritis untuk dasar saluran.46 0. yaitu : c 0 .23) dengan tegangan geser pada tebing ( m) merupakan 75 persen dari tegangan geser dasar saluran. Hal ini dapat mengurangi deformasi yang dapat terjadi ketika ukuran batuan tidak terlalu besar untuk menahan gaya dari air.1( s w )dm (8. b (8.4304 adalah sudut tebing dari bidang horisontal. Page 16 .8 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Table 8-5 Koefisien K1 Kemiringan Tebing 1V : 1H 1V : 1. Kalau b b m > c atau m > s.5H 1V : 2H 1V : 3H < 1V : 4H K1 0. MT.24) dan tegangan geser kritis untuk tebing adalah s c 1 Sin 2 0 .. By : Salmani. persamaan tegangan geser untuk dasar saluran : b w Berikut ini xS xd (8.0 Persamaan diatas dikembangkan untuk mendesain ukuran batuan untuk menahan pergerakan batuan pengisi pada matras.88 0. harus diperiksa apakah mereka melebihi 120 dari kurang dari 120 dari b dan . Stabilitas gabion terhadap tegangan geser sangat penting. Bagaimanapun juga.

Va1 / 2 (8. Pemilihan yang paling mudah adalah pilih batuan lalu pilih kedalaman wadah minimal dua kali ukuran batuan yang terbesar. MS.1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penelitian telah menunjukkan bahwa batuan didalam matras gabion sebaiknya mempunyai besar diameter tidak lebih dari dua kali diameter batuan yang paling kecil dan kedalaman matras sebaiknya minimal dua kali dari ukuran batuan terbesar. dan dibandingkan dengan vf. dan kecepatan ijin maksimum untuk jenis tanah yang lain adalah ve. Kecepatan air yang bergerak melewati gabion dan filter diperkirakan vb 1 Dm nf 2 2/3 S1 / 2 (8. Hal ini menyangkut stabilitas geoteknik dan ketahanan tanah di bawah gabion terhadap gaya erosi akibat pergerakan air melalui gabion. Gabion dengan wadah tetap yang digunakan untuk stabilitas tebing harus ditempatkan miring 6 derajat dari arah vertikal tanah dengan keadaan berundakundak ke arah luar tanah dasar. Bila permukaan gabion datar yang ke arah aliran air.27) Kalau vf lebih besar dua sampai empat kali lebih besar dari ve.2. 8. Disarankan menggunakan cerucuk dengan diamter 15 cm dan panjang 4 m.1d1/2 dan vf adalah vf 1 f Dm 2 2/3 S . kecepatan residu di dasar contohnya dibawah matras atau filter buatan.4 Stabilitas tanah dasar dan material tebing Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain gabion adalah stabilitas pondasi gabion.3. Page 17 . maka undakan harus ditempatkan di belakang gabion (tanah dasar). MT. kecepatan ijin maksimum pada permukaan tanah. By : Salmani. filter kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan air pada permukaan gabion sampai kecepatan mencapai batas tertentu.26) Kecepatan batas untuk masing-masing tanah berbeda. Salah satu faktor yang menentukan dalam stabilitas adalah kecepatan air yang melalui gabion dan mencapai tanah di belakang gabion. ve untuk tanah halus sama dengan 16. Batas untuk tanah kohesif didapat dari grafik.

kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan Faktor koreksi kemiringan samping k1 Tentukan ukuran batu bronjongan (gabion) dm Cek terhadap geser ? Ya Tidak Cek lapisan dasar dan material tebing ? Ya Tidak Membutuhkan f ilter dan Tentukan ukuran f ilter Cek Stabilitas struktur gabion (bronjongan) Gambar 8-24.1.3. koefisien Manning dapat diambil n = 0. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) By : Salmani. ? Flow chart perencanaan gabion Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis SELESAI Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran.2. Potongan Melintang 2. Page 18 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memeriksa filter dapat dipakai gunakan ukuran rata-rata kerikil filter dm untuk persamaan 6. dengan menggunakan persamaan Manning (kalau tidak data.025) diperoleh kecepatan aliran (v) dan kedalaman rata-rata . MS. Kalau kecepatan Vf masih telalu tinggi. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. kekas ar an dasar s ungai.5 Prosedur desain gabion Prosedur perencanaan gabion dapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. ukuran kerikil 8. Perubahan penampang melintang 3.

maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.5 2 .1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv 1.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 ditentukan dari tabel 8-5 diatas (hubungan antara K1 dan kemiringan tebing). Page 19 .2 log R W Cv minimum = 1 Cv dm d g K1 R Sf v W s = 1.283 0 . 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 dimana : CS Cv = koefisien stabilitas (digunakan 0. MT.1) = kecepatan rata-rata kedalaman (m/dt) = lebar permukaan air dari saluran utama (m) = berat jenis batu (kg/m3) = berat jenis air (kg/m3) w Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion. MS.81 m/dt2) = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centreline (m) = faktor keamanan (minimum 1. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan : 0. = diameter batuan rata-rata (m) = kedalaman aliran local (m) = percepatan gravitasi (9. Tegangan geser pada dasar saluran dapat dihitung dengan rumus : By : Salmani.

Page 20 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b w xS xd dimana : S = kemiringan permukaan air atau dasar saluran. Kecepatan aliran di bawah filter yang dibuat yaitu air yang bergerak melalui gabion dan lapisan filter. Salah satu faktor paling kritis dalam penentuan stabilitas ini adalah kecepatan yang melewati gabion dan ruas tanah dibelakang gabion. Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada tebing digunakan rumus : m 0 . Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Untuk menghitung stabilitas lapisan dasar dan material tebing sangat tergantung pada stabilitas pondasi gabion. MT. Pada tebing saluran . baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi.1( s w ) Dm Adapun pada tebingnya digunakan rumus : s c 1 Sin 2 0 . b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing. Kondisi ini meliputi stabilitas geoteknik dan tahanan tanah di bawah konstruksi gabion terhadap gaya erosi. MS.4304 dimana = sudut rotasi tebing terhadap horizontal. By : Salmani.75 b Untuk tegangan geser kritis pada dasar saluran dihitung dengan persamaan : c 0. Dari hasil perhitungan tegangan geser.

Adapun persamaan ve untuk tanah gembur adalah : ve = 16.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diestimasikan 1/2 sampai dengan 1/4 kecepatan pada matres gabion dan interfase filter. Menurut Simons. Chen. MT. Kegunaan filter kerikil ini By : Salmani. MS. yaitu kecepatan pada dasar di bawah matras gabion dan filter yang dibuat.022 untuk material filter dari krikil (gravel) S = kemiringan permukaan air atau dasar. dan Swanson (1984). vb = kecepatan aliran pada matras (m/dt) nf = 0. Page 21 . kecepatan pada matras gabion (vb) adalah : vb dimana : 1 nf Dm 2 2/3 S1 / 2 SI . yaitu kecepatan maksimum yang terjadi pada interfase tanah.1 d1/2 Sedangkan untuk vf menggunakan rumus : vf dimana : va Dm 1 dm 2 f 2/3 S. sedangkan kecepatan maksimum untuk tipe-tipe tanah yang lain ditentukan dengan menghitung ve. Batasan kecepatan yang diizinkan untuk tanah kohesif ditentukan dari grafik. = kecepatan rata-rata saluran (m/dt) = diameter batuan rata-rata (m) Jika vf > (2-4) ve.02 untuk filter yang dibuat ( sintetis ) = 0. v1 / 2 a . maka filter dari kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan aliran pada interfase tanah di bawah kontruksi gabion. Hasilnya dibandingkan terhadap vf.

1.6 Spesifikasi Material 1) Penjelasan Penting untuk meletakkan dengan baik gabion (bronjongan) pada dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang diarahkan oleh engineer untuk mendapatkan hasil yang baik. Ukuran maksimum batu diukur normal ke slope dan tidak melebihi ketebalan mattress. 8. 2. Rock Batuan yang digunakan untuk mengisi harus bergradasi baik dan 70% dari beratnya tidak boleh melebihi dari dimensi terkecil kawat.2. MT. Detail konstruksi tergantung dari kegunaannya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING adalah untuk mendapatkan kecepatan vf sedemikian rupa tidak membahayakan lapisan dasar. saling dihubungkan. 3. MS. Wire enclosure Kawat yang digunakan untuk mattress atau unit blok haruslah berukuran dan berdimensi seperti rencana.3. Lacing wire (kawat pengikat) Kawat pengikat berukuran No 9 gage galvanized atau telah ditentukan. Gabion (bronjongan) terdiri dari anyaman berbentuk keranjang (basket) yang terbuat dari kawat. By : Salmani. 2) Material 1. Langkah 4 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Page 22 . diisi oleh batuan. dan dipasang anchor ke slope-nya. seperti untuk revetment atau untuk toe protection untuk tipe lain dari riprap.

2 m untuk tanah padat (lempung) dan 1. Counterfort dapat digunakan untuk tambahan pada slope mattress. 8. Stake slope mattres dibutuhkan meskipun counterfort digunakan atau tidak. dan lapisan perlindungan pada daerah yang diinginkan. Page 23 . maka stake akan menjadi satu kesatuan.3.2.1. Serta terikat dengan lainnya dengan interval 0.7 Contoh perencanaan gabion Suatu konstruksi jalan disepanjang tikungan saluran mengalami keruntuhan/erosi akibat aliran yang terjadi pada saluran tersebut.1. struktur sambungan terus (continuous connected Mattress pada sisi slope saluran mesti terikat pada bank dengan anchor stake sedalam 1.50 m3 dengan lebar dasar 25 meter.31 m untuk membentuk structure).5H dan lebih curam. Bagian dari wire enclosure dapat dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin. Untuk mengatasi masalah tersebut.7 m untuk slope kurang dari 1V : 2. kemiringan tebing 1:1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Syarat-Syarat Konstruksi Syarat-syarat konnstruksi dapat dilihat pada Section 7. Saluran tersebut mengalirkan debit 125. Sketsa kondisi kasus dapat dilihat pada gambar di bawah gambar 8-25. rencanakan tipe revetment dari gabion. Untuk mengatasi hal ini.8 m untuk tanah longgar (pasir). perlu direncanakan perkuatan tebing sehingga bahaya keruntuhan/erosi dapat teratasi.5H. diikat. serta kemiringan dasar 1 : 1000. dan diisi untuk memenuhi syarat keseragaman. Bagian sisi keliling dari wire enclosed haruslah aman tersambung sehingga sambungan tersebut menghampiri nilai kekuatan pada kawat tersebut. Serta diletakkan. MT. MS. By : Salmani.3. dan setiap 2. kerapatan.8 untuk slope 1V : 2. Anchor stake dipasang pada sisi dalam sudut dari diafragma basket sepanjang upslope (tertinggi) dinding basket. Jarak maksimum setiap stake tergantung pada konfigurasi basket dengan jarak minimum setiap 1.

Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) Berdasarkan kemiringan tebing saluran yang akan diperkuat yaitu IV : 1H. MS.46. dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil n = 0. Page 24 . dengan menggunakan tabel 1 diperoleh K1 = 0.2 t/m3 By : Salmani. Dalam contoh soal ini : s = 2. Kasus gerusan pada sungai dengan menggunakan pengaman Gabion Penyelesaian: Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-25.025) diperoleh kecepatan aliran (v) 2m/dt dan kedalaman rata-rata 2.3 m. MT. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan yang telah disebutkan di atas.

Page 25 .21 diperoleh : Dm 1.73 kg m2 Sedangkan tegangan geser kritis pada dasar : By : Salmani. MS. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.6 1.095 m.2 log R W 150 W 29 .1) x(1.6 = 29. MT.81x 2.3x0.283 0 .5 25 2.14) x(2.75 x 2.283 0 .3) Dm = 0.3 kg m2 Sehinggga diperoleh tegangan geser pada tebing (pers.2 1 0.2 log Cv = 1. Gunakan pers.24) : m 0 .5 = 9.46 Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion. maka dengan menggunakan persamaan 8.23 b 1000 x 0 . 8.14 Berdasarkan parameter yang telah diketahui tersebut.5 x(0. Sf g W Gunakan persamaan 8.3 1.001 x 2. 8.22: Cv 1.0 9. Dm 10 cm 1 2.6 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING w = 1 t/m3 = 1.81 m/dt2 = B + 2 x h = 25 + 4.3 2.

Pada tebing saluran .022 2 0. s 11.22 m / dt. Dengan demikian untuk filter sintetis diperoleh : vb vb 1 0. MS.1( 2200 1000 ) 0 . b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing.1 m.4304 s = 10.10 12 kg m 2.001)1 / 2 By : Salmani. 0.02 2 2/3 (0.4 1 Sin 2 10 0 0 . MT.1 0. Page 26 . saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. Sedangkan bila lapisan filter kerikil yang digunakan. Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Berdasarkan prosedur desain di atas dan dari perhitungan pada langkah sebelumnya diperoleh : Dm = 0. tegangan geser pada tebing diperoleh (pers.99 kg/m2 Dari hasil perhitungan tegangan geser. 2/3 (0. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Dengan mengambil 8.20 m / dt.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c 0 .1 0. vb diperoleh : vb vb 1 0.25) : = 10 maka.001)1 / 2 .

05 . By : Salmani. saluran yang telah diperkuat tebingnya dengan gabion dapat dilihat pada gambar 8-26.42 cm/dt = 0. MS. Page 27 .0. maka kecepatan aliran di bawah lapisan filter sintetis : vu = (0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Kecepatan maksimum pada interface tanah : ve 16.4) ve.001)( 2)1 / 2 0.11) m/dt Dikarenakan kecepatan di bawah lapisan sintetis sangat kecil. Dari semua perhitungan tersebut di atas. MT.1 2 / 3 ( ) (0.1(2. maka filter dari krikil tidak diperlukan. maka kemungkinan terjadinya kerusakan lapisan dasar sangat kecil.02 2 vf 9. Berdasarkan harga vb.244 m/dt Kecepatan residu pada dasar : vf 1 0.6x10 3 m / dt Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan : vf < (2 .3)1 / 2 = 24.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

Gambar 8-26. Rencana Gabion Langkah 6 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.3.2 Jenis Kaku (Rigid Revetment)

8.3.2.1 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

8.3.2.1.1 Deskripsi
Dinding penahan tanah adalah dinding pengaman gerusan yang terbuat dari pasangan batu kali dengan campuran semen atau beton. Dinding pengaman ini bersifat tetap.

By : Salmani, MS, MT.

Page 28

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

8.3.2.1.2 Dasar-Dasar Desain
Jenis-jenis dinding penahan tanah (retaining wall) adalah gravity wall, semigravity wall dan cantilever wall. Gravity Wall adalah dinding penahan tanah dengan mengandalkan gaya gravitasi sebagai gaya penahan beban. Dinding ini tidak terdapat tegangan tarik. Semi-gravity Walls memerlukan baja untuk mengurangi massa beton. Cantilever Wall berbentuk dinding T dan bertindak sebagai kantilever. Biasanya terbuat dari beton bertulang.

Dalam mendesain dinding pengaman tipe ini, yang harus diperhatikan adalah stabilitas dinding. Dinding harus stabil terhadap gaya guling (overturning), gaya gelincir (sliding) dan daya dukung.

1) Gaya Guling Gaya guling dapat menyebabkan dinding penahan tanah terguling apabila tidak dapat menahan gaya akibat beban. Beban yang dapat menyebabkan dinding penahan tanah ini terguling adalah tekanan tanah horizontal. Sedangkan yang menahan agar dinding tidak terguling adalah gaya berat, tekanan aktif dan berat tanah timbunan. Agar lebih jelas dapat melihat gambar pada contoh perencanaan dinding penahan tanah.

Kestabilan dinding penahan tanah adalah perbandingan antara jumlah gaya yang membuat dengan gaya penahan guling. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

SF

Mr Mo

(8.28)

dimana: Mr : momen yang menahan dinding agar tidak guling Mo : momen yang membuat dinding terguling. 2) Gaya Gelincir (Sliding) Gaya gelincir dapat menyebabkan dinding penahan tanah tergelincir hingga jatuh. Gaya gelincir ditentukan oleh tekanan tanah horizontal akibat tanah di

By : Salmani, MS, MT.

Page 29

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
belakang dinding. Sedangkan gaya tahannya adalah berat dinding dan tekanan pasif.

Dinding dapat dikatakan aman apabila angka keamanan melebihi yang disayaratkan. Angka keamanan :

SF

Re sisting forces driving

(8.29)

3. Daya Dukung Daya dukung tanah diperlukan untuk menahan beban akibat berat dinding penahan tanah. Besarnya daya dukung ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

q

V 6e 1 A B

(8.30)

dimana: V = jumlah gaya vertikal yang bekerja A = luas penampang kaki dinding e = eksentrisitas yang dihitung dengan V . x

M dan
(8.30a)

e

B 2

X.

B = lebar dinding pengaman.

By : Salmani, MS, MT.

Page 30

kekas ar an dasar s ungai. MT. Flow chart perencanaan retaining wall Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Langkah ini akan mendapatkan nilai-nilai parameter hidraulis yang digunakan untuk perhitungan dinding penahan tanah. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan jenis dan dimensi retaining w all Tentukan kedalaman tapak dan pondasi Cek stabilitas ? Ya Tidak Tentukan jenis dan ukuran pengaman kaki SELESAI Gambar 8-27. Perubahan penampang melintang 3. By : Salmani. Potongan Melintang 2.3 Prosedur Desain Prosedur desaindapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Penentuan nilai parameter ini melalui catatan-catatan hidraulis yang ada maupun survei di lapangan. Page 31 .1.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.2. MS. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana.

31) h1 : kedalaman di hilir hs : kedalaman penggerusan Fr : bilangan froude.025) diperoleh tinggi aliran dan kecepatan rata-rata. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : hs h1 dimana: a 1. Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. Guling (overturning) Yang mempengaruhi gaya guling secara keseluruhan adalah sebagai berikut :. 40 Fr0. MS. Tekanan tanah aktif. a.33 (8. Ph = Pa cos (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Berdasarkan catatan debit. Page 32 .33) By : Salmani. Pa 1 / 2 H 2 Ka (8.1 h1 0 .32) Tekanan tanah horizontal. Bila tidak stabil. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Dari desain awal pada langkah 2 telah dibuat bentuk awal dari retaining wall. MT. Tentukan juga dimensi dari retaining wall. lebar dasar. maka ukuran dimensinya dapat diubah sehingga diperoleh hasil yang kuat dan ekonomis. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Tentukan bentuk dan jenis retaining wall yang akan digunakan. maka akan dihitung stabilitasnya. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. maka kembali ke langkah 2. Apabila bentuk retaining wall ini tidak dapat memenuhi persyaratan kekuatan.

x M Page 33 By : Salmani.29) c. Menurut Bowles (1968). FR V .f (8. MT. f tan 2 3 (8. maka retaining wall aman b. Pp 1 2 f H 2 kp (8.37) Angka keaman untuk gelincir dengan persamaan (8.35) Gaya geser. MS. W = jumlah berat tanah yang menimbun retaining wall Kemudian hitung momen guling Momen guling (Ph) = Jumlah gaya terjadi pada retaining wall x jarak antara titik acuan guling dengan resultan (jumlah gaya yang terjadi). Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tekanan tanah vertikal. Angka keamanan guling (8. V . Kp diperoleh dari hubungan kemiringan tanah timbun ( ). Pv = Pa sin Berat tanah timbun. . Gelincir (Sliding) Koefisien geser.34) SF Mr Mo Bila SF > SFpersyaratan.36) Tekanan tanah pasif.

38) Wmin H3 . MS.1. Bila digunakan dari quarrystone .3.4 Spesifikasi Material Material yang digunakan tergantung dari jenis retaining wall yang digunakan.2. Bahannya bisa digunakan dari quarrystone atau riprap.8. Lebar Toe Apron (Bt).3.5 Contoh Perencanaan retaining wall By : Salmani. maka dihitung dengan persamaan 8.30a) d. dapat dihitung : Bt = 2H.2. Perencanaan riprap dapat dilihat pada detail perhitungan riprap. (8. NS 3 N S ( SG 1 )3 a 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dengan: V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling Titik eksentrisitas dihitung dengan rumus (8. Page 34 . Material yang biasa digunakan untuk retaining wall adalah pasangan batu kali yang direkatkan dengan semen maupun beton bertulang.1.30. MT. Bila digunakan quarrystone. (8. 8.39) 8. Langkah 5 : Penguatan kaki struktur Agar kaki struktur aman terhadap gerusan maka perlu digunakan perkuatan kaki (Toe Apron) pada struktur retaining wall. maka parameter yang dihitung adalah seperti berikut ini. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.

Kemiringan tebing saluran mendekati 1V:1H.025) diperoleh tinggi aliran 2. Dari gambar di atas dapat ditulis : H a1 b C = 5 m.81 m /dt. MT.0001. 3 Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 40. 0. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 360 Berat jenis tanah dasar ( a) = 2200 kg/m3 Berat jenis tanah timbun ( f) = 2100 kg/m3 Daya dukung tanah izin (qa) = 3. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.65 m/dt.6 x 5 = 3 m.50 m) yang akan diamankan. lebar dasar.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Pengamanan tebing saluran/sungai yang sekaligus merupakan bagian dari badan jalan dapat ditempuh dengan beberapa cara.50 m. Dengan demikian tinggi tebing (3.30 m dan kecepatan rata-rata 0. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 3. agar tebing saluran (sekaligus menjadi tebing jalan) aman terhadap keruntuhan/gerusan. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Retaining wall direncanakan untuk tipe gravitasi.2 kg/cm2 Rencanakan retaining wall. Page 35 . By : Salmani. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. Adapun bentuk dan dimensi retaining wall yang akan digunakan seperti gambar 8-28. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. MS. dan lebar dasar 25 m. = H/12 = 5/12 = 0.40 m. = H/7 = 5/7 0. antara lain dengan menggunakan retaining wall.70 m.

Desain Retaining Wall Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu.40 = 0. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D d1 = C = 0. MT.40 m. Page 36 . d3 qa = 0.0. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : By : Salmani.70 .70 m = d2 = 0.30 m = 3.2 kg/cm2 Gambar 8-28.

9 ) 1.1 2.3 0.2) = 1.3)(2. Pv 8 . maka tapak pondasi retaining wall direncanakan sedalam 1.0. 40 Fr0.295 Cos 10 0 Tekanan tanah vertikal.44 t / m 2 Berat tanah timbun.28 t 2 Tabel 8-6. W ( 4 . MT. Pa 1 / 2 H 2 Ka 1 (2.3 (Bowles.65 9 . 1968) untuk ( ) = 100 dan ( ) = 360 diperoleh Ka = 0.5 meter.1 h1 0 .169 t / m 2 Tekanan tanah tanah horizontal.14 0.1)(5) 2 . a.84 m Berdasarkan kedalam gerusan yang terjadi.10 ) 6 .14 hS 2.316.42)(4.81( 2 . Tekanan tanah aktif.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING hs h1 a 1. MS.99 lengan (m) 1. Guling (overturning) Dari tabel 6.3 ) 6 1.316 8. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Untuk kemiringan tanah timbun ( ) diambil 100 terhadap horizontal.3 hS = 0.15 ( 2 . 4 0 .33 disini a diambil 6 meter. Berat (t) 1/2 (0.21 By : Salmani.295 t / m 2 2 8 .11 momen (t/m) 2.3 0 .295 Sin 10 10 1.65 m/dt (dari langkah 1) Fr 1 0 .3 0. dan kecepatan aliran 0. Perhitungan Stabilitas dinding No 1. Page 37 . Ph 8 .

1)(1.5 ( ok ) b.2) = 3. 5.f FR = 23.68 t Angka keamanan untuk gelincir.440 3.48 9. MT.36 7.40 2 . Gelincir (Sliding) Koefisien geser.444 3 Gaya geser.5) 2 (3.40 t/m Angka keamanan guling (SF) = 42. Menurut tabel 6.83 2.3)(2.45 1. MS.55 42.280 4.01 1.15( 4 .50 5.49 Momen guling (Ph) = (8.42 V = 23.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2.40)(4.41 1.94 6. 3.36 t Tekanan tanah pasif.62 = 1.25. f tan 2 3 tan 2 ( 36 0 ) 0 . 1968) untuk ( ) = 100 diperoleh Kp = 3.25) 2 7.169) x (2.78 1.5 (ok ) By : Salmani. Pp 1 2 f H 2 kp 1 (2.22 1.2) Pv 5 .21 1.55 (0.93 2.7(2. FS 10 . FR V . Page 38 .01 17 .68 8.444) = 10.169 2.44 = 6.13) = 17. (0.2 ) 2 tanah 3x0.96 13.3 ) ( 2 . 4.2 (Bowles.

04 2 0 .01 17 . Page 39 . V .1 0. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut. maka dihitung: q V 6e 1 A B qmax 23. MS.63 t / m 2 By : Salmani. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.04m.55 6(0.1 3 1. Berarti titik berat berada pada pusat massa (ok).46 m.55 (0.08 ) 3 .x dimana: M V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling X 42.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c. e B 2 X 3 1.07 t / m 2 ok 3.46) 1 3.40 23.55 1. d.507 kg / cm 2 15. MT.2kg / cm 2 q m in 23.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Retaining wall cukup aman, baik terhadap guling, geser dan daya dukung pondasi. Namun sebaliknya pondasi diperkuat dengan pemasangan cerucuk dengan diameter 15 cm dan panjang 4 m.

Langkah 5 : Pengaman kaki dari bahaya gerusan Untuk aman terhadap gerusan pada kaki retaining wall, maka perlu digunakan penguat pada struktur tersebut. Tipe penguat ini dapat digunakan dari riprap (rock riprap) atau quarry stone.

Penentuan ukuran rock riprap Ukuran rock riprap dapat dihitung dengan rumus;

D50 y
dimana;

K Ss

V2 1 gy

K = 0,89, karena tipe retaining wall berupa spill through Ss = 2,65

g

9.81m / det 2 , maka dari persamaan (2), diperoleh;

D50 2.3

0.89 (0.65) 2 2.65 1 9.81x 2.3

D50 = 0,024 m. Diambil D50 = 3 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada contoh perhitungan riprap. Penentuan ukuran quarrystone Bila digunakan quarrystone, maka lebar Toe Apron (Bt), dapat dihitung : Bt = 2H, Bt = 2 x 2,30 m = 4,60m. Berat quarrystone ;

Wmin

H3 ; NS 3 N S ( SG 1 )3
a

1,8.

By : Salmani, MS, MT.

Page 40

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

2 ,65( 2 ,3 )3 ( 1,8 )3 ( 2 ,65 1 )3
= 1,23 ton

8.3.2.2 Tiang pancang (Sheet Pile)

8.3.2.2.1 Deskripsi
Sheet pile merupakan salah satu jenis retaining wall. Sheet pile terbuat dari baja, beton, kayu atau sheet pile dari plastik yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk dinding yang kontinu sepanjang tebing saluran.

8.3.2.2.2 Dasar-Dasar Desain
Dalam mendesain sheet pile perlu diperhatikan adalah kedalaman sheet pile dan jenis tanah. Kedalaman sheet pile menentukan kekuatan dari sheet pile tersebut. Kekuatan dari sheet pile berada pada ujungnya dan gesekan pada selimut sheet pile. Jenis tanah juga menentukan kekuatan sheet pile. Tanah kohesif dan nonkohesif akan berbeda dalam menentukan kekuatan sheet pile.

Kedalaman sheet pile dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y

4

pp
'

K'

Y

3

8Ra Y2 ' ' K

6Ra
'

K'

2

2y K

'

'

p

' p

Y

6Ra yp 'p
'

2 4Ra 2

K'

0

(8.40)
sehingga dapat diperoleh y , dimana y adalah kedalaman sheet pile. Parameter yang digunakan dalam penentuan kedalaman sheet pile adalah

pa
pa

p a1
h1 K a

p a 2 ( Tekanan tanah aktif)
' ' h2 K a

(8.40a) (8.40b)

Ra

p a1

h1 2

p a1 h2

pa 2

h2 2

pa

a (Resultan gaya) 2

(8.40c)

By : Salmani, MS, MT.

Page 41

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
K‟ = Kp – Ka (Koefisien tanah) (8.40d)

p 'p

h1 K p

h2

a

'

' Kp

'

' aKa (Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan

sheet pile).

(8.40e)

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat gambar pada contoh perencanaan.

8.3.2.2.3 Langkah-Langkah Desain
Langkah-langkah desain dari sheet pile dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

By : Salmani, MS, MT.

Page 42

Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Page 43 . MS. kecepatan dan kedalaman rata-rata Sketsa Kondisi tipe turap (sheet pile) Tentukan koefisien tanah aktif dan pasif Tentukan kedalaman sheet pile (D=y+a) Cek kedalaman turap ? Tidak Ya Tentukan kedalaman gerusan pada kaki Tentukan ukuran batu untuk perlidungan kaki SELESAI Gambar 8-29 Flow Chart Langkah Desain Sheet Pile By : Salmani. Perubahan penampang melintang 3. MT. kekas ar an dasar s ungai. Potongan Melintang 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1.

Langkah 2 : Sketsa kondisi tipe sheet pile yang diberikan Sheet pile direncanakan dengan tipe „centilever sheet pilling‟.0 m dan kecepatan rata-rata 0. Page 44 . By : Salmani. pengamanan tebing saluran/sungai (bagian dari badan jalan) dapat juga dilakukan dengan menggunakan turap (sheet pile). Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 300 Berat jenis tanah ( ) = 1950 kg/m3 Berat jenis tanah terendam ( ‟) = 1060 kg/m3 Rencanakan struktur turap. Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 91 m3/dt.0 m) yang akan diamankan. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.025) diperoleh tinggi aliran mendekati 3. dan lebar dasar 40 m. Adapun bentuk dan dimensi sheet pile yang akan digunakan seperti gambar 8-30.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. agar tebing saluran aman terhadap keruntuhan maupun gerusan. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. lebar dasar.76 m/dt.3. Dengan demikian tinggi tebing (6.0 meter.0001. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit.2.2. MT.4 Contoh perencanaan sheet pile Selain dengan retaining wall. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 6. Tebing saluran mendekati tegak lurus. MS.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-30. Page 45 . Data dan Rencana Sheet Pile By : Salmani. MS. MT.

6412 k / m2 By : Salmani. K = K‟ = Kp – Ka = 3.67 Tekanan tanah aktif.06 m Gaya resultan (Ra).05 1058 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Penentuan koefisien tanah aktif dan pasif Dari tabel 6-3 (Bowles. Ra Ra p a1 h1 2 p a1 h2 pa 2 h2 2 pa a 2 11948 .333 = 2.0 – 0.333. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Kp = Kp‟ = 3.86 m Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan sheet pile. Ra y y 1 2 p a a ( 3 a) 2 34145 . pa pa p a1 h1 K a pa 2 ' ' h2 K a pa pa 1948 .345 k / m Jumlah momen terhadap garis perpotongan sheet pile. Dari tabel 6-4 (Bowles.0. p 'p p 'p h1 K p h2 a ' ' Kp ' ' aKa 30086.94 3007 kg / m 2 diperoleh: a pa ' K a 1. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Ka = Ka‟ = 0. MT.345 pa 2 h2 a 2 h2 3 pa1h2 a h2 2 pa1 h1 a h2 2 h1 3 y 2. Page 46 . MS.06983 11948 .

MS.01 0 ok.423 m 4 K diperoleh.65 meter.2 kg / m 3 pp ' K' 10. Y4 ' pp ' K' Y3 8Ra Y2 ' ' K 6Ra ' K' 2 2y 'K ' p 'p Y 6Ra yp 'p ' 2 4Ra 2 K' 0 K' 2830 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 : Penentuan kedalaman sheet pile (D) Kedalaman sheet pile dari tekanan tanah pasif.83 k / m2 pp ' ' Kp ' Ka Y ' p 'p 48907. Kontrol: z p pY pp 2 Ra p 'p' dimana. MT.423 0 dengan cara coba-coba didapat Y = 6. By : Salmani.63 m 8Ra ' K' 6 Ra ' ' 2 33.165 m 3 6 Ra yp 'p ' 841.77 m 2 2y 'K ' 2 4 Ra ' 2 K p 'p 414. Y4 10 .495 meter.77 Y 2 414 .47 k / m 2 didapat : z = 1. FH Ra pp ' p 'p z 2 pp Y 2 FH 4.165 Y 841.63 Y 3 33. pp pp ' p 'p ' ' Kp ' Ka Y 18820. Page 47 .

8). a 2.02. persamaan untuk menghitung gerusan pada kaki sheet pile dapat juga digunakan dari Liu. K Ss V2 1 gy K = 1.76 9.10 3 0. hs 3 2. Page 48 .33 hs = 0. yaitu: hs h1 dimana.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan penambahan 30 % (keamanan).76 m/det a Fr1 = 0.30 Y a D 1.10m V1 gy1 0.65 1.4 Fr 1 0. MT.4 (0.14 (< 0.33 h1 = 3 m V1 = 0.15 h1 0.86 m.06 D 10 meter Langkah 5 : Perhitungan gerusan pada kaki sheet pile Sama seperti pada kasus retaining wall. karena sheet pile dianggap dinding vertikal By : Salmani.14)0.14 Dari persamaan (1) diperoleh. maka ukuran riprap dapat dihitung dengan rumus. et al (1961) dan Grill (1972).81 x3 = = 0. D50 y dimana. maka kedalaman sheet pile yang diperlukan adalah: D 1. MS.30 6. Langkah 5 : Penentuan ukuran rock riprap Berdasarkan bilangan Froude = 0.15 0.

Dinding pengaman jenis ini akan digunakan bila daerah tesebut sulit untuk menemukan bahan konstruksi seperti semen dan pasir. Plastik mempunyai struktur yang lebih rendah daripada material struktur lainnya. beton pracetak.3. Baja material yang paling sering digunakan. Dibutuhkan struktur pengait seperti cantilever.036 m. diperoleh.81m / det 2 . MS. Beton : pracetak.76) 2 2. Diambil D50 = 5 cm. Rolled Steel. pile beton lebih lama umur pelayanannya tetapi harganya mahal. Biasanya digetarkan ke dalam tanah. MT. Baja : interlocking. Bisa digunakan permanen untuk dinding yang tingginya sedang sampai tinggi sekali 5. 3. maka dari persamaan (2). Page 49 . Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat sheet pile adalah : 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ss = 2.3 Bioengineering Bioengineering merupakan jenis dinding pengaman gerusan dengan menggunakan tumbuhan atau tanaman. Dapat berguna di aliran dengan tingkat abrasi yang tinggi dan dimana dinding memikul gaya axial. 8. D50 3 1. Berikut ini akan diperkenalkan dinding pengaman yang terbuat dari tanaman yang dapat digunakan dan sesuai dengan keadaan di Indonesia. interloking antar plastik. perbedaan berat rolled steel sheet pile dapat menancapkan ke dalam tanah.81x3 D50 = 0.65 g 9.65 1 9. kayu atau plastik pile. 2. Plastik : kerapatan yang tinggi. 4. By : Salmani.02 (0. Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh perhitungan detail riprap. Pile beton lebih rumit pemasangannya dibandingkan pile baja. Kayu : interlocking dengan sendiri ke tepi tanah.

tetapi kadang digunakan untuk hal lain. Pemasangan pengaman bioengineering di sekitar kawasan yang dilewati sapi adalah usaha yang kurang baik karena sapi tersebut akan memakan tanaman bioengineering sesudah dipasang.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. MT. Tentukan masalah akibat dari erosi Tentukan tujuan (dikarenakan masalah erosi) Contoh : .Meningkatkan habitat perikanan Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Politik Ekonomi Klimatologi Kondisi fisik Kondisi tanah Kondisi biologi Peralatan dan Material (Bahan) Rencana Pembangunan Pengadaan Tanaman Implementasi Proyek Persiapan Lahan dan Konstruksi Penanaman Pengawasan Pemeliharaan By : Salmani.Meningkatkan kualitas air . Page 50 . MS. Bagian-bagian dari perencanaan bioengineering terdiri penanganan kerusakan yang potensial dan aspek ekonomi dan politik. Perencanaan pengaman bantaran dari bioengineering harus melibatkan aspek-aspek di sekitar pengaman. Perencanaan bioengineering di sebuah saluran harus dievaluasi sebagai satu kesatuan sistem. Bagianbagian perencanaan ini dapat dilihat pada gambar 8-31.3. Aktivitas di sekitar pengaman yang mempengaruhi erosi harus diperhatikan.1 Konsep Desain Penggunaan bioengineering (pengaman dari tanaman) diutamakan untuk mengontrol erosi.

fisik. MS.2 Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Proyek pengendalian erosi di bantaran sungai/saluran mempunyai beberapa komponen. perikanan yang sedikit dan lainnya. peneliti kehidupan makhluk hidup dan ekonomi. Komponen ini seperti politik. seperti penggusuran lahan di sekitar bantaran saluran. Pertanyaan dan jawaban yang By : Salmani. Tujuan-tujuan yang akan dicapai tidak hanya ditimbulkan oleh masalah fisik akibat erosi tetapi juga oleh masalah hukum. tanah dan komponen biologi.3.1. peningkatan kualitas air. MT.3.1 Penentuan Masalah dan Tujuan Tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang muncul atau masalah yang diperlukan untuk sebuah proyek. sosiologi dan hukum. ekonomi. perlindungan sumberdaya alam atau maksud lainnya. Tujuan dari proyek biasanya ditentukan oleh permasalahan tersebut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-31 Langkah-Langkah Perencanaan dan Implementasi dari Pekerjaan Bioengineering Langkah-langkah diatas dijabarkan berikut ini. Masalah yang timbul biasanya adalah akibat erosi seperti permasalahan kualitas air. Komponen-komponen yang berkaitan dengan penghambat adalah saling terlepas dan harus diperhatikan. klimatologi. 8. tetapi dapat juga dalam penyediaan habitat ikan dan hewan liar.1. Hal ini akan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab.3. Page 51 . 8. Setiap komponen dapat memiliki penghambat yang harus diselesaikan. hidrologis. Hal ini akan memerlukan keahlian antar disiplin ilmu yang minimal terdiri dari insinyur.3.

Hal ini akan menyangkut peraturan pemerintah yang berlaku dan tekanan dari masyarakat seperti penggunaan tanaman yang berasal dari daerah tersebut. timing. Tanaman yang digunakan untuk daerah yang mempunyai musim hujan yang tinggi dan kering akan berbeda dengan daerah yang mempunyai musim kering lebih banyak dibandingkan musim hujan. frekuensi air. kelembaban. Desain dari pengaman tumbuhan (pengaman hijau)/bioengineering harus meliputi pembiayaan untuk pengawasan dan penanaman dan pengaturan lokasi untuk mencapai tujuan. seorang perencana harus mengetahui data hidrologi dan geomorfologi dari saluran. bentuk. Setelah rencana pengembangan disetujui. hidrodinamik seperti sumber air permukaan dan tanah. pengadaan tanaman dilakukan. geomorpologi seperti catatan arus. Page 52 . penyinaran matahari dan lainnya. Komponen klimatologi meliputi beberapa aspek seperti hujan. Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting untuk proyek pengendalian erosi. hidrologi dan geomorfologi merupakan faktor yang penting. kedalaman dan lainnya. Bagaimanapun juga. suhu dan evapotrasnpirasi. MS. variabel ekonomi akan mempengaruhi keputusan akhir dalam memilih tanaman dan kepadatan tanaman sesuai dengan pra-desain dan pemeliharaan. impelementasinya dapat dilakukan. Untuk menentukan tanaman yang digunakan dan jenisnya serta waktu penanamannnya. Komponen politik yang meliputi faktor manusia yang buruk dan jalan kaki yang dibuat dan kendaraan off road dapat menjadi faktor yang positif dalam perbaikan lingkungan. maka harus menggunakan tanda-tanda kedalaman di sekitar saluran. Kalau tidak ada catatan mengenai data kedalaman muka air dari saluran. Klimatologi akan mempengaruhi pemilihan tanaman yang akan ditanam dan penanganannya setelah penanaman. bentuk penampang.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING muncul akan memandu ke dalam rencana pengembangan. Setelah atau bersamaan dengan pengadaan tanaman. Proyek bioengineering biasanya lebih murah dibandingkan dengan struktur lainnya. pengetahuan penduduk di sekitar saluran dan data lain yang didapat dari tanaman lokal dan tanah yang menunjukkan periodisitas banjir. suhu. Dari parameter fisik yang telah disebutkan. MT. Komponen fisik meliputi parameter proyek seperti kestabilan tanah seperti penurunan tanah. By : Salmani.

perencana harus mempelajari dan mengevaluasi tanaman yang tumbuh atau digunakan di seluruh bagian bantaran. Tekstur tanah. Komponen biologi adalah salah satu komponen penting dan saling terkait dengan komponen lainnya.2 V : 1 H. Tebing yang curam dimana penggerusan di kaki terjadi memerlukan perlindungan seperti riprap. Kemiringan yang sering digunakan adalah kurang dari 1 – 1. Di dalam bioengineering. Pemindahan tanah sangat mahal dan harus diperhatikan untuk keadaan ekonomi. Tanah yang kurang atau tidak sesuai dengan bioengineering dapat diperbaiki dengan teknik atau metode perbaikan tanah tergantung dari permasalahan yang timbul. Tanaman yang digunakan harus mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap banjir.3. struktur. daya tahan erosi. 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Karakteristik geomorfologi seperti geometri bantaran sangat menentukan dalam desain bioengineering. Untuk menggunakan bioengineering yang efektif. seperti piping atau sadding. Tanaman juga harus tahan terhadap keadaan kering. Kemiringan untuk tanah berpasir adalah 30o. Tanaman asli yang tumbuh di bantaran atau yang sudah tumbuh lama digunakan dengan normal. Komponen tanah meliputi parameter tanah seperti tekstur. Bantaran yang telah tererosi. MS. kesuburan. MT. Tanah dengan lapisan humus 10 cm diharapkan. Bagian bawah pengaman hijau harus tahan banjir sedangkan bagian atas lebih sedikit tahan. Termasuk habitat yang diperlukan untuk tanaman dan binatang serta rencana yang telah dibuat sehingga menemukan persyaratan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen. kandungan kimia dan sebagainya.1. Untuk menjamin kestabilan bantaran dan perlindungan kaki. kondisi bantaran dan jenis tanaman harus dikaji sebanyak mungkin. curam dan tidak dapat ditanami harus dibentuk sehingga dapat ditanami. maka perlu perbaikan kondisi tanah. sedangkan lempung dapat lebih curam. struktur dan kedalaman mempengaruhi kandungan air di tanah dan perlu diperhatikan ketika menentukan tampungan air atau air irigasi selama musim kering. Sedangkan tanaman parasit harus disingkirkan.3 Rencana pembangunan By : Salmani. Page 53 .3. Struktur yang khusus digunakan untuk penanganan selain drainase kalau geomorfologi turut menyumbang dalam erosi.

8. Hal lain yang perlu diperhatikan hama dan penyakit yang dibawa oleh tanaman tersebut. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanaman adalah undang-undang (aturan) mengenai pengadaan tanaman.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencana pembangunan merupakan hal yang puncak dari tahapan yang sebelumnya. jenis spesies yang akan menyerang tanaman. 8. Panduan secara umum untuk analisis tempat adalah observasi keadaan tempat proyek di upstream maupun downstream.3.1. MT.1.1.3.6 Pengadaan Tanaman Indikator tanaman yang paling baik digunakan untuk bioengineering adalah tanaman yang tumbuh di sekitar saluran secara alami. Hama dan penyakit tersebut jangan sampai menyebar ke daerah sekitar saluran. setiap komponen harus dianalisis termasuk faktor atau parameter dan apa saja yang akan mempengaruhi pembangunan tanaman untuk bioengineering dan stabilitas bantaran. ukuran dan kualitas sering menjadi batasan dalam menentukan pemilihan tanaman dan pengadaan tanaman.3.3.5 Perizinan Setelah analisis kondisi lapangan dan pengerjaan mulai dilaksanakan. Perizinan ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Ketersediaan tanaman dari beberapa spesies. Analisis tempat sebelum tanaman dibeli atau proyek diimplementasi merupakan hal yang penting.3. Peralatan dan teknik penanaman tergantung dari jenis vegetasinya serta ukuran proyek dan kondisi lapangan. Beberapa tanaman yang asli tumbuh di sekitar saluran sangat sulit untuk dikembangbiakan dan tumbuh dan banyak jenis tanaman yang tertentu By : Salmani. peralatan dan material diperlukan untuk menangani masalah tanaman dan penanamannya. perizinan untuk membangun diperlukan. 8. Dari pengamatan akan didapat tentang referensi tempat seperti tanaman yang akan digunakan.3. MS. Dalam analisis tempat.4 Peralatan dan Material Dalam rencana pembangunan. Page 54 .

1. penanaman dan pengawasan serta pemeliharaan. klimatologi. Teknik yang lain adalah menyebarkan bibit tanaman. yaitu hanya menggali dengan pacul dan memasukan stek (batang tanaman) sampai memindahkan akar tanaman yang besar. 8. kemungkinan perusakan oleh binatang.3.3.3.1. Page 55 . Kerjasama antar pemilik disiplin ilmu dalam perencanaan sangatlah penting dan harus terjaga sampai proyek ini selesai. gelombang yang tinggi serta arus yang terjadi. Untuk lebih mudah dalam memilih tanaman yang digunakan untuk pengaman hijau ini.10 Penanganan bioengineering Seluruh bantaran saluran harus ditangani agar mencapai kemampuan maksimum untuk melindungi permukaan bantaran dan kaki dari erosi.1.3.1. Teknik penanaman yang telah disebutkan harus dikombinasikan dengan material bangunan atau struktur untuk membentuk struktur yang tahan erosi. untuk By : Salmani.8 Teknik Penanaman Ada beberapa teknik penanaman dalam bioengineering mulai dari yang sederhana.3. 8.3. Intensitas dan frekuensi dari pengawasan dan pemeliharaan tergantung dari kondisi lapangan.9 Pengawasan dan pemeliharaan Pengawasan dan pemeliharaan merupakan bagian yang penting dari perencanaan dan pembangunan pengaman bioengineering ini. hydroseeding dan lainnya. Implementasi ini terdiri dari persiapan lapangan dan konstruksi.3. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING tidak tersedia di pasaran atau kualitasnya rendah. 8. MT.3. sangat disarankan untuk mengidentifikasi tanaman sebanyak mungkin dan mempergunakan sedikit mungkin jenis tanaman yang ada.7 Implementasi Implementasi (pelaksanaan) adalah kegiatan lanjutan dari perencanaan pembangunan dan terintegrasi dengan proses perencanaan. Tahap ini memerlukan detail pekerjaan. 8.

4.1 Prosedur Perencanaan Prosedur perencanaan dari groin krib dapat disajikan dalam bentuk flowchart sebagai berikut : By : Salmani. geotekstil. yaitu dengan riprap.1 Groin (Krib) 8. MT. Bangunan Pengarah Aliran 8. Salah penanganan zona kaki yang mudah adalah dengan menggunakan batu-batuan.4. MS. kayu. Penanganan zona kaki menggunakan batu-batuan. Penanaman tumbuhan pada daerah mungkin terlalu lebar atau akan timbul kesulitan karena geomorfologi saluran. Penanganan yang akan sangat diperhatikan adalah penangan zona kaki bioengineering. Penanganan Zona Kaki Zona kaki merupakan zona yang mudah terkena erosi sehingga dapat membentuk lubang. Penanganan seluruh bantaran dapat dilihat pada bab 6.1. peningkatan kualitas air. b. tanaman maupun gabungan dari material tersebut.5. Seluruh daerah bantaran harus ditangani dengan sistematik. Page 56 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING habitat binatang.

MS. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Perubahan penampang melintang 3. MT. Potongan Melintang 2. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan tinggi krib Tentukan sudut orientasi krib Tentukan jarak antar groin Tentukan jarak panjang pengunci Tentukan lebar puncak Tentukan ukuran material Cek Stabilitas ? Tidak Ya SELESAI By : Salmani. kekas ar an dasar s ungai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Page 57 .

4 m atau LKmin = 4 D100 (8. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L W 3 (8. Menurut Saele (1994) . S R 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-32. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran.43) Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi.3 . Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing. MS. S = (4 5) L (8. 1995 . 1994 . S max 1 L 1 R 2 0.5L W 0 . Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus.44) By : Salmani.41) Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. ada beberapa formula yang dapat digunakan. Flow chart perencanaan groin Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi.8 L W 0. Page 58 . MT.42) Saele. yaitu : LaGrone. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. 5 (8. LKmin = 2.

2 Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat groin (krib) adalah dari susunan kayu atau sheet pile.46) Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall 8. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. By : Salmani. Kayu yang digunakan harus tahan terhadap air.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Menurut LaGrone (1995) . Material yang digunakan tergantung dari kondisi biaya yang dianggarkan. MT. Untuk : R > 5 W dan S LK = Stg -L L tg (8.45) Untuk : R > 5 W dan S < tg LK L W 2 L 0 . penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. MS.3 5 R 0 . Page 59 .5 (8. Jadi dalam hal ini.4.1. karena kayu direndam di dalam air.

maupun HEC-RAS. Penyelesaian : Lihat gambar 8-33. Parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW.1. MS. B Gambar 8-33. agar tikungan sungai aman dari gerusan akibat aliran yang terjadi. Dalam contoh soal ini diketahui lebar saluran/sungai 25 m. Rencanakan struktur groin tersebut. Sudut ekspansi untuk mengunci groin dalam tebing ditetapkan sebesar 20o. Page 60 . HEC-2. Rencana groin Secara prosedur sebelum dilakukan perencanaan groin.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Perhitungan parameter hidraulik ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. MT. By : Salmani. WSPRO.3 Contoh Perencanaan groin Salah satu cara untuk menstabilkan/memantapkan tikungan saluran/sungai adalah dengan menggunakan konstruksi Groin. jari-jari tikungan saluran/sungai (terhadap garis as/center line) adalah 150 m. terlebih dahulu harus diketahui kondisi hidraulik eksisting pada tikungan tersebut.4.

ada beberapa formula yang dapat digunakan. yaitu : LaGrone. Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). MS. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L B 10 B 3 L B 4 B = 25 m B 10 B 4 2.25 m diambil panjang groin (L) = 5 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. MT. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. By : Salmani. 1995 . Page 61 . Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik.5 m 6.

ok R > 5B S L tg By : Salmani. MT.40 m 0 . R = 150 m B = 25 m S = 20 m L=5m = 200 maka digunakan rumus : LK = 20. Tg 200 . Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi.5 Smax = 38. MS.41 m S 150 1. Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing.4 m.2 m Diambil LK = 2.8 5 25 0 .5 LK = 2.5.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING S max 150 1 5 1 150 2 0 . S = (4 5) 5 = (20 – 25) m untuk itu diambil jarak antara groin (S) = 20 m.3 m > 1.5 25 = 19.3 Sedangkan menurut Saele . Page 62 .

8. By : Salmani.4.6. arah spur. MT.2 Spur 8. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan.4.2. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Penentuan Batas Bantaran/Tepi Sungai yang akan Dilindungi Panjang bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi dapat melihat pada bab 8.2. Jadi dalam hal ini. pemilihan tipe spur dan desain pemasangan spur yang terdiri dari panjang spur. tinggi. Page 63 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. 2. permeabilitas. MS. Pemilihan Tipe Spur Tipe spur yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel 8-7. profil dan jarak antar spur.1 Prosedur Perencanaan Tahapan desain spur terdiri dari penentuan batas bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. 1.

Page 64 . MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT.

MT. Page 65 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-7 Tipe Spur dan Metode Pemilihan By : Salmani. MS.

Arah spur yang pertama sebaiknya 150o dari pinggir sungai. Lminimum = 0. MT. Spur yang ke arah upstream tidak sebaik spur yang kearah downstream. Semakin tinggi permeabilitas.2 x lebar sungai Langkah 2: Tentukan arah spur (8. Tetapi harus diperhatikan panjang spur dan arah spur. By : Salmani. semakin banyak air yang dapat menembus dinding spur. Permeabilitas lebih dari 70 persen dapat mencegah terjadinya erosi pada bantaran sedangkan permeabilitas kurang dari 35 persen dapat terjadi erosi seperti halnya pada spur yang impermeabel. Panjang spur yang baik digunakan adalah lebih besar dari 20 persen dari lebar sungai atau . Desain Pemasangan Spur Langkah 1 Tentukan Panjang Spur Panjang spur tergantung dari panjang sungai/saluran yang akan diperbaiki. Spur dengan permeabilitas lebih dari 35 persen akan memperpendek panjang spur. Page 66 . Hubungan permeabilitas spur dengan kedalaman gerusan dan arah spur dapat dilihat pada gambar 8-34 dan 8-35. Langkah 3: Tentukan Permeabilitas Spur Permeabilitas spur menentukan banyaknya air atau aliran air yang melewati/menembus spur.47) Spur yang mengarah ke upstream atau downstream akan berbeda dalam hal kinerjanya. jarak antar spur dipengaruhi oleh arah spur. Arah spur sebaiknya 90o diukur dari pinggiran sungai. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Untuk spur yang lebih dari satu.

Grafik permeabilitas spur dan orientasi vs kedalaman gerusan relatif pada ujung spur Gambar 8-35. Page 67 . MS. Permeabilitas dan arah spur vs sudut ekspansi By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-34. MT.

Langkah 5 Tentukan Jarak Spur Jarak antar spur (s) dapat ditentukan dengan rumus : S = L cot Dimana: S = jarak antara ujung spur (m) L = panjang spur (m) = pebesaran sudut pada ujung spur (8.3 Contoh Perencanaan spur Kasus degradasi/migrasi pada tikungan saluran/sungai (eksisting) seperti gambar 8-36.4. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. Perlindungan Kaki Kaki spur dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur.48) 4. Denah kasus penerapan Spur By : Salmani. 8.2. Page 68 .4. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 Tentukan Tinggi Spur Spur yang impermeabel sebaiknya tidak melebihi tinggi bantaran. 8. Gambar 8-36. MS. MT.2. Bentuk puncak dari spur sebaiknya miring dari bantaran menuju sungai.

Gambar 8-37. Dalam contoh ini dianggap streamline sudah diketahui. Sket lokasi thalweg yang diinginkan secara mulus (smooth) dari arah aliran udik melalui kurva menuju garis lurus/sejajar arah aliran di bagian hilir. Rencana Penempatan Spur By : Salmani. Parameter yang paling penting dalam perencanaan spur ini adalah „streamline‟ pada tikungan saluran. Untuk itu tipe deflector spur/permeabel retarder atau impermeabel deflector spur direkomendasikan untuk digunakan dalam kasus ini. MS. terlebih dahulu harus dihitung parameter hidraulik untuk kasus eksisting. Langkah 2 : Gambarkan kurva yang mulus melalui ujung spur. Lihat gambar 8. Perhitungan parameter ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk mengatasi permasalahan ini diminta untuk merencanakan Spur yang dapat berfungsi sebagai : Menghentikan / mencegah perpindahan meander sebelum badan jalan yang melintasi saluran rusak / runtuh. konsentrik terhadap garis tebing yang diinginkan. MT. Page 69 . Sudut ekspansi yang digunakan adalah 170 untuk panjang spur sekitar 20 % lebar saluran. Penyelesaian : Langkah 1 : Gambarkan Lokasi Thalweg Pada prinsipnya sebelum dilakukan penggambaran thalweq.37.

1 (L1) = 20% x 50 = 10 m.305731 32. MS. MT. Hitung jarak dengan spur berikutnya : Panjang efektif spur no. Dengan penempatan spur seperti ini akan terjadi deposisi pada dasar antara garis tebing yang diinginkan dengan garis tebing yang tererosi (eksisting) Berdasarkan garis tebing yang diinginkan. Maka jarak spur no.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Posisi/lokasi Spur no.1 pada bagian hilir dari kasus yang ditinjau dengan membentuk sudut ekpansi 170. Page 70 .71 Spur dipasang pada sudut 900 terhadap tangen yang merupakan kontruksi yang paling ekonomis Langkah 4 : Untuk spur yang lain (spur di hulu dari spur pertama) ditempatkan dengan menggunakan persamaan yang sama seperti diatas. 1 Tempatkan spur no. 1 dengan spur berikutnya adalah : S1 = L1 cotg 170 10 ~ 33 1 0 . maka panjang busur (gambar 8-38) yang dibutuhkan sehingga kasus ini dapat teratasi adalah : By : Salmani.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Gambar 8-38. Posisi /jarak lintasan penempatan Spur

PB

α x 2 rr o 360 70 x 2 . 250 360 305m
11

Sehingga jumlah spur yang harus dipasang adalah 305/32,71 +1 = 10,24 buah. Langkah 5 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur spur harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.4.3 Guide Bank

8.4.3.1

Prosedur Perencanaan

Prosedur perencanaan guidebank terdiri dari panjang guidebank, tinggi dan riprap.
MULAI

Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah

Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana, kekas ar an dasar s ungai, kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan debit yang melew ati bantaran kiri dan kanan

A By : Salmani, MS, MT.

Page 71

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Tentukan debit dengan jarak 30 m dari bantaran Tentukan panjang, tinggi dan lebar guide bank

Cek Stabilitas ?

Tidak

Ya

Tentukan perlindungan kaki

SELESAI

Gambar 8-39. Flow Chart Perencanaan GuideBanks

a. Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll). Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1).

Langkah 3. Tentukan melintang rencana.

perkiraan

perubahan

(development)

penampang

By : Salmani, MS, MT.

Page 72

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
b. Dimensi guidebank Langkah 4 Tentukan debit yang melewati bantaran kiri dan kanan (Qf) Qf = V x kedalaman x lebar bersih saluran Langkah 5 Tentukan debit dengan jarak 30 m dari pilar (Q30 m) dan Qf/Q30 m Q30 m = V x kedalaman bantaran x 30 m Langkah 6 Tentukan panjang Guidebank (Ls) Panjang guide ditentukan dari nomograh antara Ls dan Qf/Q30 m (gambar 8-40) Gambar

Gambar 8-40. Nomogram untuk menentukan panjang tebing penuntun (guidebank)

Petunjuk Penggunaan Nomograph padagambar 8-40:
1. Tentukan nilai Qf , Q30 dan Va. 2. Hitung Qf /Q30 .

By : Salmani, MS, MT.

Page 73

By : Salmani. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada perencanaan riprap.4. Langkah 7 Tentukan ketinggian dan lebar guide bank Tinggi minimum guidebank adalah 0.3. Adapun lebar dasar saluran utama 75 m. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. Page 74 .025.4. 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Langkah 8 Tentukan Ukuran Batuan Guidebank terdiri dari batuan yang tersusun (riprap).3 Contoh Perencanaan guide bank Pada suatu saluran/sungai yang dilintasi (crosing) oleh jalan jembatan seperti gambar di bawah.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). c. Kemiringan dasar saluran seragam 0. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H.3.0001.035. Perlindungan Kaki Kaki guidebank dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. Lebar atas guidebank antara 3 sampai 4 m dengan kemiringan pinggir 1V : 2H atau kurang. Baca titik perpotongan antara garis lurus (garis vertikal) dengan garis sumbu horizontal untuk nilai Ls.6 m dari freeboard diatas permukaan air desain. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. Sungai tersebut mempunyai debit aliran rencana 300 m 3/detik. Desain untuk riprap ini dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. Tarik garis lurus dari titik Qf /Q30 yang dihitung (sumbu vertikal) sampai garis Va yang dipakai dan tarik lagi garis ke bawah memotong sumbu horozontal. 8. sedangkan untuk bantaran 0. 4. MT. Kemiringan tebing. MS. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0.

Denah rencana Guidebank Penyelesaian : Langkah 1 : Tentukan parameter rencana hidraulik yaitu kedalaman dan kecepatan pada kondisi debit rencana. Dalam contoh ini digunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan rumus Manning untuk memperoleh kedalaman normal serta kecepatannya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencanakan struktur guidebank pada kedua sisi (kiri dan kanan) sehingga bukaan jembatan diperoleh selebar 85 m. eb Q = Qmc + Qeb By : Salmani. Lihat gambar 8. maupun HEC-RAS. HEC-2. Pada prinsipnya parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. Page 75 . MS. MT.h . WSPRO.41. V 1 2 / 3 1/ 2 R S n Amc Pmc A eb P eb (Bmc Bmc B xh eb B eb m h )h mc mc 2 1 m2(h mc h ) eb 1 m 2. Gambar 8-41.

h 2 / 3 0. maka diperoleh kedalaman di saluran utama (hmc) = 3.143h 300 mc mc eb 8/ 3 0 Dengan mengambil tinggi aliran di bantaran (heb) = 1 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dimana : hmc heb Bmc Pmc Amc m Beb Aeb Peb Qmc Qeb : kedalaman aliran di saluran utama : kedalaman aliran di bantaran : lebar dasar saluran utama : keliling basah penampang saluran utama : luas penampang basah saluran utama : kemiringan tebing : lebar dasar bantaran : luas penampang basah bantaran : keliling basah penampang bantaran : debit aliran di saluran utama : debit aliran di bantaran Sehingga diperoleh: Q 300 Bmc 1 2 / 3 1/ 2 mh h R S mc mc n 1 2 B .4h mc mc 5/ 3 5/ 3 57.35 m.035 eb 75 2 H H 1 h 2 / 3 0.8h 30h 57. Page 76 .0001 1/ 2 0. Kecepatan pada saluran utama : By : Salmani.8h 57.143h mc mc eb 8/ 3 5/ 3 5/ 3 0. MS.025 mc 300 300 75 2h 0.0001 1 / 2 eb 0.143h 5 / 3 eb 5/ 3 30h 0. MT.( R 2 / 3 S 1 / 2 ) eb eb n 1 2 100h .h .

65 m2 (saluran utama ) = (100 x 1) = 273. baik abutment kiri maupun kanan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 1 2 / 3 1/ 2 R S n 1 h 2 / 3S 1/ 2 0.286 x 1 x 50 = 14.286 Q Q Qtat. (300) = 100.286m/dt.896 /dt 1 v ( 1 )2 / 3( 0.0001 )1 / 2 bantaran 0. Tetapi dalam contoh ini. maka Qf adalah debit yang dihitung untuk bantaran kiri maupun kanan pada langkah pertama yaitu 28.0001 )1 / 3 0.025 mc 1 ( 3. MS. Page 77 . 0.695 x 0. MT.20 m3/dt = 302.00 m2 (bantaran untuk satu sisi) = 245. abutment jembatan ditempatkan pada jarak 50 m dari tebing saluran utama. v Luas penampang basah : Amc Alb Qmc Qlb = (75 + 2 x 3.23896 )( 0.025 v 0. Dengan anggapan aliran seragam maka : Qf = Veb x heb x50 m = 0.35) 3. By : Salmani.01 ). Kalau kedua abutment (kiri dan kanan) ditempatkan pada tebing bantaran.896 = 2 x 100 x 0.431 m3/dt Langkah 2 : Tentukan debit pada bantaran kiri dan kanan (Qf) Debit ini sangat tergantung pada posisi abutment jembatan.025 1 ( 2.035 0.35 = 273.6 m3/dt (untuk satu sisi).231 m3/dt = 57.3 m3/dt masing-masing untuk sebelah kiri dan kanan.35 )2 / 3( 0.

1} = 273. By : Salmani.80 m / dt Sesuai dengan harga Qf/Q30m pada langkah ke tiga dan harga Vn2.667 Langkah 4 : Tentukan panjang guidebank ( Ls ) Untuk memperoleh panjang guidebank.695 + 2 x 50 = 373. Langkah 5 : Spesifikasi tambahan Kalaupun guidebank diadakan/digunakan.286 x 1 x 30 = 8. harus dihitung dahulu penampang basah aliran pada bukaan jembatan ( An2 ). Karena Ls yang dibutuhkan terlalu pendek.695 m2 Berdasarkan luas penampang basah bukaan tersebut. maka diperoleh kecepatan rata-ratanya ( Vn2 ) : Vn 2 Q An 2 300 373. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. antara lain tinggi jagaan (elevasi guidebank terdapat elevasi muka air) dan lebar puncak guidebank. maka pada prinsipnya untuk kasus ini keberadaan guidebank tidak terlalu dibutuhkan. Page 78 .695 0. Berdasarkan Q30m maka diperoleh : Qf/Q30m = 14. MT. maka dengan menggunakan nomograf gambar 8-40. An2 = Amc + 2 { 50 . Karena dalam kasus ini aliran dianggap seragam.58 m3/dt baik untuk bantaran kiri maupun kanan (untuk satu sisi).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Tentukan Q30m dan Qf / Q30m untuk bantaran kiri dan kanan Q30m maksudnya adalah debit yang melewati pada bantaran sejauh 30 m dari batas saluran utama. MS. Kriteria perencanaan/perhitungan dari parameter ini dapat merujuk pada referensi-referensi terkait.3/8.58 = 1. maka : Q30 = Veb x hmc x 30 m = 0. maka diperoleh panjang guidebank (Ls) kurang dari 15 m.

Page 79 . Check Dam 1. MT. Langkah 6 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur check dam harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bahan material guidebank dapat digunakan tipe rock riprap. Adapun perhitungan tipe revetment ini dapat dilihat dalam contoh perhitungan detail riprap. MS. Bangunan Peredam Energi i. Prosedur perencanaan By : Salmani.

MT. Perubahan penampang melintang 3. hilir dan tinggi bangunan drop (drop structure). tinggi dan lebar (dimensi) cek dam Cek Stabilitas ? Tidak Ya Tentukan perlindungan kaki SELESAI Gambar 8-42. yaitu debit rencana. MS. Page 80 . lebar dan profil saluran dan kedalaman di hulu. Flow Chart Perencanaan Check Dam Langkah 1: Hitung Parameter Hidraulik Hitung parameter hidraulik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Prosedur perencanaan secara ringkas dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. Potongan Melintang 2. MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kekas ar an dasar s ungai. kecepatan dan kedalaman rata-rata Hitung kehilangan energi Hitung kedalaman gerusan pada kaki Tentukan panjang. By : Salmani. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana.

Yu Ht 2 Vu 2g Zu 2 Vu 2g Yd Zu 2 Vd 2g Zd Yd Ht 2 Vd 2g . beberapa parameter lain yang perlu dihitung: Debit persatuan lebar = Q/B Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli.dm. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs (8. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.225 x q0. Page 81 . atau Zd (8.54 . a. Tinjau bagian hulu dan hilir. Riprap By : Salmani. Langkah 3 : Pengaman struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh. MT. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. MS.49) Yu Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 2 Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht).50) Untuk memperkuat struktur tersebut.51) (8.

5 – 1.5 1.0) hd masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone (0. MT. b. By : Salmani.54) 2. Quarrystone hs = (0. Prosedur perhitungannya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.8 1 . Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk check dam adalah struktur beton.52) Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas NS 1 K ht 1. Check dam merupakan bangunan yang terendam dalam air sehingga bangunan tersebut harus kuat.0) Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H Berat batu toe : (8. Page 82 .8 e ( 1 K )2 ht K1 / 3 H (8.53) atau K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht (8.5 – 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memperkuat kaki struktur tersebut dapat digunakan tipe revetment dari riprap. MS.3 K 1/ 3 H NS = 1.

Page 83 .5. Kondisi tersebut dapat didekati dengan membuat bangunan terjunan (drop structure) yang akan menstabilkan dasar saluran dan mengurangi kemiringan saluran di bagian udik.25 m. Rencana Check Dam Adapun parameter hidraulik lain adalah: .Kedalaman aliran setelah terjadi drop (hd) = 2.Lebar saluran (B) = 35 m . hu = 3.3 Contoh Perencanaan check dam Suatu lokasi sekitar pondasi jembatan (eksisting) pada suatu saluran/sungai terjadi degradasi. MT.Tinggi drop (h) = 1. Gambar 8-43. .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. .43.Kedalaman aliran di hulu ( sebelum terjadi drop). By : Salmani. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan elevasi dasar setinggi 1.Debit rencana (Q) = 170 m3 / dt. MS.4 m Dalam kasus ini diminta untuk menghitung gerusan yang terjadi pada kaki struktur drop (Check Dam) serta cara memperkuatnya sehingga dapat diatasi gerusan tersebut.4 m dari elevasi dasar awal.1.95 m . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8.

86 m3/dt/m' Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu = 4.86)0.3485 – 2. dm = hd = 2.dm.86/3.089 1. Page 84 . MS.95 = 2.49 m/dt Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd = 4.65) 2 2.4 2 x9.25 1. dimana : K = 1.54 – 2.95 = 2.65 m/dt Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli.06 m By : Salmani.95 = 1.674m (1.86/2.95 0 2 x9.9.81 4. Tinjau bagian hulu dan hilir.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penyelesaian : Langkah 1 : Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht).763 3.95 m hs = 1. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.81 Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR. beberapa parameter lain yang perlu dihitung : Debit persatuan lebar = Q/B = 170/35 = 4. MT. hu Ht Vu2 2g hu Zu Vu2 2g hd Zu Vd2 2g Zd hd Ht Vd2 2g .674)0.1335 x 2.54 .225 (4.225 x q0.9) 2 3.9 (1.25 = 1. atau Zd (1.

65 1 9.65 9.02 SG = 2.31 Berdasarkan bilangan froude di atas. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap. diperoleh. Diambil D50 = 20 cm. Page 85 . rock riprap Untuk memperkuat struktur tersebut. K Ss V2 1 gh K = 1. maka ukuran rock riprap untuk pengaman pada kaki cekdam digunakan persamaan dari rumus Isbash. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap. By : Salmani.65) 2 2. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini.81 x 2. Kedalaman aliran di hilir 2.46 m a.02 (1. MT. maka dari persamaan (2).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Pengamanan struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.95 m Kecepatan aliran di hilir 1.81x 2. D50 2.65 m/det Fr = V1 gh1 1.95 = = 0.81m / det 2 .17 m.95 D50 = 0.65 g 9. MS. D50 hmc dimana.4 + 2. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs = 1. Dari data cek dam terdahulu diketahui bahwa.06 = 3. yaitu.95 1.

95 = 5. Page 86 .8( 2 .0 masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H = 2 x 2. maka perlu ditinjau dulu parameter berikut.3 K 1/ 3 H 1.65 1 )3 = 8.95 0.8 K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht Dengan menggunakan Ns = 1. MT.90 m 6m Berat batu toe : Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas 1 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b.8 e atau NS = 1.06 2. Quarrystone Bila digunakan quarrystone.2 .5 1. hs hd 2.95 3 1.8. MS. berat minimum material quarrystone adalah : Wmin 2 .65.41 ton = 8410 kg By : Salmani.5 ( 1 K )2 ht K1 / 3 H NS 1 K ht 1.

0 1.0 2.1 1.5 3.5 2.3 3.0 1.0 2. prosedurnya mengikuti langkah-langkah pada Bab V dalam manual ini.5 3.3 5. Koefisien tipe pilar dan Faktor koreksi arah aliran dijembatan Koefisien Tipe Pilar Tipe-tipe pilar (a) hidung persegi (b) hidung bundar (c) silinder K1 1.9 1.3 2. Tabel 8-8 di bawah ini digunakan untuk perhitungan gerusan pada jembatan.9 L/a = 12 1.5 L/a = 8 1.5 4. Abutment dan Pilar Jembatan Untuk perencanaan abutment dan pilar jembatan yang tahan terhadap gerusan. MS. Tabel 8-8.0 Faktor koreksi arah aliran pada jembatan Sudut 0 15 30 45 90 L/a = 4 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. MT.0 2. Page 87 .0 0.0 (d) hidung tajam (e) kelompok silinder sudut = arah aliran L = panjang pilar Proses perencanaan abutment dan pilar jembatan dapat dilhat pada flow chart sebagai berikut : By : Salmani.0 2.

MT. Page 88 . kondisi dasar dan tipe abutment dan pilar Tentukan kedalaman gerusan lokal pada abutment dan pilar Tentukan ukuran batuan untuk riparap pada abutment dan pilar Cek Stabilitas struktur ? Tidak Ya SELESAI Gambar 8-44.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. aliran bantaran. Potongan Melintang 2. kekas ar an dasar s ungai. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MS. a/y1. Perubahan penampang melintang 3. Flow Chart Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan By : Salmani. kecepatan dan kedalaman rata-rata Cek tegangan geser di saluran utama dan bantaran ? Tidak Ya Diperlukan penangan khusus agar tegangan geser dapat teratasi Tentukan alokasi abutment dan pilar.

1 Contoh Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan Suatu jalan jembatan melintasi (crossing) pada suatu saluran/sungai seperti gambar 8. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H.0 m. Data lain yang diketahui: Tegangan geser izin pada bantaran ( o) = 19.6. Kemiringan dasar saluran seragam 0. Sungai tersebut mempunyai debit rencana 300 m3/detik.23m3/dt.0001.025. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. MT. cukup menggunakan hasil dari perhitungan pada kasus guidebank.45.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. By : Salmani.035. Gambar 8-45. MS. D75 = 6 mm.91 kg/m2 Bantaran dilapisi oleh vegetasi kelas A D50 = 5 mm. Posisi abutment di bantaran Penyelesaian: Langkah 1: Hitung parameter hidraulis aliran Karena kondisi saluran/sungai sama seperti pada contoh soal guidebank.896 m/dt. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. Kecepatan aliran di saluran utama (Vmc) = 0. Debit saluran utama (Qmc) = 245. yaitu : kedalaman aliran di saluran utama (h1) = 3. beberapa parameter hidraulis tidak perlu dihitung lagi. sedangkan untuk bantaran 0. h0 = 1. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. Lebar dasar saluran utama 75 m.35 m kedalaman aliran di bantaran (kiri-kanan). Page 89 . Kemiringan tebing.

53 kg / m 2 o> c satuan British satuan SI c c c Untuk saluran utama By : Salmani.0) 2 1/ 3 0.286 m/dt.35) 2 1/ 3 0.035 x1100 x 0.412 kg / m2 Tegangan geser yang terjadi pada bantaran.025 x1100 x 0. (untuk satu sisi) Kecepatan aliran di bantaran (Veb) = 0. MT.81x1.0 = = 0.896 9. Pada bantaran Fr = V gh 0.286 x (1.35 = 0.088 x 6 mm 0.896 x (3. Berdasarkan parameter tersebut di atas.09 Saluran utama Fr = 0.286 9. o 0.81 x3.22 satuan SI o n 2 v 2 Rh 1 / 3 Tegangan geser yang terjadi pada saluran utama.088 xD75 0. o f v2 8 n2 v 2 Rh 1 / 3 satuan British 2. MS. maka dapat dihitung bilangan Froude (Fr) pada bantaran dan saluran utama. Page 90 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING debit di bantaran (Qeb) = 28.16 Langkah 2: Perhitungan tegangan geser Tegangan geser yang terjadi dapat dihitung dengan formula berikut.0164 xD75 0. o 0.385 kg / m2 Tegangan geser kritis (izin) di saluran utama ( c) c 0.60 m3/dt.

1980.9x473. dengan demikian a/y1 = 25/3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bantaran o< c.20 m.43 Fr0. Froelich‟s‟s (1987) dan Laursen‟s (1980) untuk o< c. Dalam kasus ini lokasi abutment di bantaran.75 s h1 hs 1 11.0 hs h 2.5 1.0 hs 1 11. yaitu Laursen‟s (1980). Menurut Froehlich. MS.09 0 Dengan cara coba-coba diperoleh hs = 7. aliran bantaran. a/y1.65 + 200) m2 = 473.75 s 1.61 1 K1 = 1.50 hs 1 11.7 25 1. tipe abutment. abutment diletakkan 25 meter dari tebing bantaran (a = 25 m).35 = 7. dan K2 = 1 Atot = (273.50 m2 Ae = 0.7 1 1 9. maka perhitungan gerusan pada abutment dapat menggunakan tiga formula.27 K1K 2 a' h1 0.9 Atot = 0. hs y1 dimana.5h1 1. MT.50 By : Salmani. kondisi dasar. Kondisi sedimen dasar bergerak dan tipe abutment berlaku umum. Langkah 3: Tentukan lokasi abutment. Page 91 .7 1 1. Berdasarkan kondisi di atas. Langkah 4: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada abutment Menurut Laursen. a h1 h 2. 2. Ada aliran dibantaran.46 < 25.

75 s ho hs 4. h 2. hs 1. 1980 untuk o< c.70 9.0 25 2.15 m3/det. Menurut Laursen.43 (0.27(1)(1) 1.286 = 0.70 m/det. Dari persamaan 20 diperoleh.15 m2 Ve = Q Ae 300 426.15 = 0.0x0.22.286x25 = 7.22)0. Diambil a‟ = a = 25 meter.0 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ae = 426. q mc 245 . MT. Qo qmcho dimana..23 m 3 / det By : Salmani. dan Fr1 = Ve gh1 0.286 m2/det Qo = q o a = 0.81 x1.0 = = 0. MS. Page 92 .1ho 7/6 1 1 qo = ho Vo = 1.61 1 hs = 3.50 m.

Langkah 5: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada pilar Pilar diletakkan di tengah-tengah saluran utama seperti gambar berikut. berarti dasarnya hs a 2 Fr Frc 0. Persamaan Jani and Fisher (1979).75 s 1.20 m. 0. MT.16 0. Persamaan Colorado State University’s Menurut Richardson et al.0 h 2. maka. dimana L = panjang pilar dan a = lebar pilar. Tipe pilar round-nose dengan L/a = 8. untuk L/a=4. dengan bentuk pilar ujung bulat diperoleh K1= 1.35 1. a = tebal pilar. 1.43 hs = 2. (1975).0 xK1 xK 2 x h1 0. diperoleh K2= 1.50 Sehingga.43 y1 : kedalaman aliran pada lokasi pilar Fr = 0.0 x1. dimana L = panjang pilar .65 x Fr 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperoleh. MS.20.0.872 245. ada 4 formula yang dapat digunakan. 2.06 meter. Dalam langkah 2 di atas diperloeh untuk saluran utama bergerak.1 7/6 1 dengan cara coba-coba diperoleh hs = 0.23x1. 14.16 Dari tabel 8-6.35 x 0.0 hs 1 4.0 x1. Dari tabel 8-7. Untuk menghitung gerusan lokal pada pilar jembatan..0 2.50 x 3. Page 93 . gerusan pada pilar jembatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: hS h1 a 2. o > c .25 h ( 1 )0.65 hS 3. Untuk dasar bergerak (Fr – Frc)> 0.50 a By : Salmani.

Plot nilai D50 pada garis grafik (sumbu horizontal) 3. 1. Tentukan nilai D50 2. Batas anjuran tegangan geser untuk kanal Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-46: 1.25 h ( 1 )0.30 a a = lebar pilar Fr = 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai . MT. berlaku : hs a dimana. By : Salmani.20.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING untuk 0 < Fr – Frc < 0. MS. Page 94 .16 Penentuan harga Frc Penentuan harga bilangan Froude kritis dilakukan dengan menggunakan nomograph di bawah ini. Tarik garis lurus dari titik D50 menuju garis satuan yang dinginkan.84 Frc 0. Gambar 8-46. selanjutnya tarik horizontal menuju garis grafik (sumbu vertikal) 4.

10 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan demikian dapat ditentukan Frc sebagai berikut: . diperoleh 8x10-3 kg/m2.10 3 = 0.10 8.29x10-7 m2/det 11 . MT. Page 95 . 11 .K = D50. dengan D50 = 100 mm.29 .33 By : Salmani.6 x9. .0012 m.864 . . MS. . c = U *c c = 8x10 103 3 = 8. 7 D50 0.U*c. . maka.D50 diambil 0.864x10-3 m/det.10 0.6 U *c dimana = 9.0012 = 83.Dari diagram Lane‟s pada gambar 8-46.

.10 ln 11 x3. .0 0.86 . Tentukan nilai ks dan 2.Bilangan Froude kritis.10 = 0. MS. Hitung ks / 3. Tarik garis lurus dari titik ks / 5.35 x1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-47.Vc Vc U*c ln 11h1 X D50 3 = 8.05 m/det. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai X. MT. Faktor pengali Einsten X pada persamaan kecepatan logaritmik Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-47: 1.0. Page 96 . By : Salmani. Dari gambar 8-47 diperoleh X = 1. Plot nilai ks / pada garis grafik sumbu horizontal menuju garis grafik X (sumbu vertikal) 4.

berarti 0 < Fr – Frc < 0.53 = 10. Persamaan University of Auckland (UAK).50 ) 1.20.81 x3.25 h ( 1 )0.1K1K 2 K3 a  18 .7x10-3 = 0. a D50 0. jadi. D50 hs a Bila 2. dimana a = lebar pilar. maka digunakan kondisi pertama.0 1. maka ys diambil yang terbesar antara kedua rumus di atas. maka.35 030 ) 1. digunakan.35 0. D50 hs a a D50 0. Page 97 . MS.81 m.15 0.28 m.7 x10 3 0.05 9.7x10-3 Fr – Frc = 0.25 ( 3.84 Frc 0.35 = = 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Frc = Vc gh1 0.84 8. Bila a  18 . 3.0 diperoleh hs = 0. hs a 1. MT.0 diperoleh hs = 2. By : Salmani. hs 1.1513. hs 1.45K1K 2 K 3 1 / 0.16 – 8.0 2 0. Maka diambil harga terbesar yaitu ys = 2.28 m. Maka untuk air jernih.10 . berarti < 18.25 ( 3.30 a Berdasarkan criteria di atas.

ys 0. a‟ = L = 8 m.45(1. MT.35 1. a' 0. untuk bentuk ujung bulat (rounded). untuk itu froehlich mengambil. hs 1. L = panjang pilar = sudut yang menuju pilar bila = 90o.46 Fr 0.32K1 a 0.0 0. By : Salmani.10 0.62 y1 a 0. K2 = 1 (table 8-8) K3 = faktor koreksi akibat gradasi sedimen.08 1 K1 = koefisien untuk tipe pilar.70 untuk pilar sharp-nose. K1 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = koefisien untuk tipe pilar. MS.32K1 8 1. diambil = 2.0 0.62 3.08 1 Maka diperoleh ys = 2.0)(1. K1 = 1.20 a' D50 0.0 untuk pilar round-nose.0 1. Persamaan Froehlich (1988) untuk dasar bergerak. diperoleh.0 0. K2 = faktor koreksi Diperoleh: = 0. maka. dari table 8-7 diperoleh K1 = 1.3 untuk pilar singular-nose. K1 = 1.10 0.99 m.16) 0. 4. a ' = lebar pilar yang diproyeksikan tegak lurus terhadap hampiran a ' aliran. Page 98 .20 8 0.05 m.46 (0.0) 0.53 Maka diperoleh ys = 3. Dengan menggunakan analisis regresi linear pada 83 pengukuran lapangan terhadap gerusan pilar.0)(1. dan a ' = a cos + L sin dimana. Froehlich‟s (1988) dikembangkan untuk persamaan berikut: ys dimana.

1980 Froechlich. 1990. Tabel 8-9 .02 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) By : Salmani. Page 99 . untuk bilangan Froude dapat digunakan rumus berikut. 4. Hasil perhitungan gerusan pada pilar Nomor 1. 1988 ys 2. yang dalam hal ini digunakan rock riprap.89 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 1. 3.68 0.20 3.20 Ys/y1 7.99 Ys/y1 0.20 Tabel 8-10 .89 Untuk mengatasi gerusan yang terjadi pada abutment maupun pada pilar. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang riprap.91 0. Langkah 6 : Penentuan rock riprap pada abutment Menurut Isbash.80 ukuran rock riprap pada abutment D50 y K V2 ( Ss 1) g y dimana : D50 V Ss g y K = diameter tengah batu (m) = kecepatan rata-rata aliran (m/dt) = spesifik gravity rock riprap = percepatan gravitasi (9. 3.20 3.05 2. 1979 University of Auckland Froechlich. MS. untuk o< c ys (m) 7. 2. 2. yaitu: 0. Hasil perhitungan gerusan pada abutment Nomor 1.50 0.81 m/dt2) = kedalaman aliran pada bukaan jembatan (m) = 0.61 0. Metoda Colorado States University Jain and Fisher. Metoda Laursen.28 3. MT.50 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan. 1987 Laursen.06 2.

0 5.70 untuk pilar persegi Untuk lokasi pilar dekat tebing. 1993. Langkah 7 : Penentuan rock riprap pada pilar Menurut Richardson et al.65) = percepatan gravitasi (9. maka kecepatannya dikoreksi dengan koefisien 1.2862 (2. MT.61 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 0. By : Salmani. yaitu: D50 0.81. maka ukuran rock riprap yang digunakan adalah: D50 1. bilangan Froude = 0.69 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) Pada lokasi abutment.9.65 1) 9.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Sedangkan untuk bilangan Froude > 0.692 K V ( Ss 1) 2 g 2 dimana : D50 V Ss g K = diameter tengah batu (m) = kecepatan pada pilar (m/dt) = spesific gravity rock riprap (biasanya 2. kecepatan aliran (V) dikoreksi dengan koefisien 0.1.80 dapat digunakan persamaan dari Kilgore.02 0. MS.7.50 untuk ujung pilar bulat 1.14 dimana : K = 0. media air tawar) menggunakan rumus berikut. Sedangkan bila lokasi pilar berada pada tikungan saluran utama. Page 100 ..09. 1990 untuk menghitung diameter batu (dalam satuan meter.15 x 10 3 m Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. yaitu: D50 y K V2 ( Ss 1) g y 0.81 m/dt2) = 1.0 D50 1.

dan lokasi pilar di tengah-tengah saluran utama (V dikali dengan 1. By : Salmani.692 1. MS.5). Geotekstil i.65 1) 2 . e. Page 101 . Durabilitas (Ketahanan).7 .11 m 2 Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. seperti riprap. 9.896 (2. Deskripsi Geotekstil dapat digunakan untuk mengendalikan gerusan di jalan yang berada dekat sungai. 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dalam contoh soal ini.5 .7). Kriteria Perencanaan Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengaman jalan dari geotekstil sebagai berikut : a. ii. MT. D50 D50 0. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur (abutment dan pilar) Kestabilan struktur abutment dan pilar harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Geotektil berbentuk bahan yang tersusun dengan bentuk anyaman tertentu sesuai dengan fungsinya.1. Perencanaan (desain) Pengaman dari Geotekstil 1. Geotekstil biasanya digunakan bersamaan dengan jenis pengaman gerusan jalan lainnya. bentuk pilar mempunyai ujung bulat (K = 1.81 0.

Tabel 8-11. Material penutup geotekstil harus dapat melindungi dari gaya hidraulik. geotekstil yang digunakan harus diuji ketahanan terhadap sinar ultra violet selama minimal 30 hari. Material yang melindungi geotekstil harus sama permeabilitasnya dengan geotekstl. Kelas B : geotekstil hanya dilapisi oleh pasir atau tidak dijatuhi beban. c. biologi. riprap. Material Penutup. kekuatan tahan terhadap robekan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Geotekstil yang digunakan harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi seperti kondisi akibat fisik. Geotekstil biasanya ditutupi oleh material seperti batu. blok beton dan sebagainya. MT. menyajikan rekomendasi kekuatan minimum yang dibutuhkan dari geotekstil Tipe Kekuatan Kekuatan tarik Panjang tarik (%) Tidak mudah berlubang Tidak mudah robek Ketahanan terhadap abrasi Kekuatan jalinan bahan Metode Tes Keadaan Geotekstil Kelas A Kelas B 90 15 40 30 25 50 140 ASTM D 4632 200 ASTM D 4632 15 ASTM D 4833 80 ASTM D 4533 50 ASTM D 3884 55 ASTM D 4632 180 Ketahanan terhadap kehancuran ASTM D 3786 320 Keterangan : Kelas A : geotekstil berada pada keadaan yang lebih buruk dari kelas B seperti geotekstil dijatuhi beban dengan tinggi kurang dari 3 ft (0. b. Kekuatan dan Ketahanan terhadap gerusan Kekuatan yang penting dari geotekstil yang digunakan untuk pengaman jalan akibat gerusan adalah kekuatan tarik. MS. Hal yang paling penting dalam mendesain material penutup adalah menjaga ruang udara (void) relatif kecil (tertutup). panas dan sinar ultra violet. maka material yang halus seperti pasir harus diletakkan diantara geotekstil dan material penutup. Khususnya ketahanan terhadap sinar ultra violet. stabilitas. Kalau material tidak sama permeabilitasnya. sinar ultraviolet dan tetap menjaga agar menyatu dengan tanah. Page 102 . By : Salmani.6 m) dan berat kurang dari 250 pounds. tidak mudah berlubang dan tidak mudah hancur.

b. Pengait (Anchorage) Pada bagian kaki sungai. Untuk penempatan dibawah air sambungannya selebar 3 ft. MT. geotekstil dan material penutup diletakkan sepanjang bantaran pada kedalaman dibawah permukaan air rata-rata untuk meminimalisir gerusan. Page 103 . Geotekstil sebaiknya diberikan pengait untuk mencegah gaya keatas uplift atau penggerusan. Geotekstil yang telah diletakkan jangan dibiarkan terkena sinar matahari lebih dari 1 minggu dan tidak lebih dari 1 bulan untuk geotekstil yang terlindungi serta geotekstil yang tidak tahan terkena sinar ultra violet. maka dianjurkan menggunakan pengait pada bagian atas maupun bawah. Penempatan Geotekstil Geotekstil diletakkan secara menyeluruh (tanpa digulung) langsung dengan hati-hati di atas tanah dengan kemiringan yang rata. Sambungan antara geotekstil sebaiknya menimpa sambungan lainnya selebar 12 inchi sepanjang sambungan. c. Kalau digunakan untuk melindungi bantaran sungai. dimana arus paralel dengan bantaran. jahitan atau alat yang lain. Persiapan lahan Lahan atau tempat yang digunakan untuk memasang (meletakkan) geotekstil harus bersih dari tanaman. batuan dan sebagainya. pasir dan batuan. Geotekstil yang diletakkan harus bebas dari tegangan tarik. Kalau pergerakan air terlalu kuat. Rekomendasi peletakan geotekstil adalah 3 ft dibawah permukaan air rata-rata atau di dasar sungai bila permukaan air kurang dari 3 ft. 2. MS. geotekstil diletakkan lebih panjang pada arah paralel bantaran. Sambungan menggunakan sambungan las. Sambungan jahitan merupakan sambungan yang By : Salmani. Penempatan (overlapping). geotekstil diletakkan sepanjang bagian atas bantaran atau 2 ft diatas tinggi air maksimum.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. Kondisi Konstruksi Dalam memasang (konstruksi) geotekstil harus diperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. lem . sambungan gotekstil dan pengait. Sedangkan untuk bantaran bagian atas.

By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING baik untuk geotekstil. Pengait yang lebih panjang digunakan untuk tanah berpasir. Page 104 . MT. Spesifikasi tersebut dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan pada saat pembelian geotekstil. Jarak antara pengait dapat dilihat pada tabel 8-12 berikut. Pengait digunakan untuk mengamankan geotekstil dan sambungan. MS. Jarak pengait terhadap kemiringan samping Kemiringan Jarak Pengait (ft) Lebih curam dari 1 V : 3 H 2 1 V : 3 H sampai 4 H Lebih datar dari 1V : 4 H 3 5 Diameter pengait yang digunakan adalah 3/16 inch. Penempatan material penutup Penempatan material penutup untuk tanah yang miring mulai dari bawah menuju keatas. Banyaknya jahitan lebih besar dari 90% dari luas sambungan. Tata cara desain lainnya tergantung pada spesifikasi geotekstil yang digunakan. d. Penempatan material tidak boleh dijatuhi karena dapat merusak geotekstil kecuali untuk tes. dengan panjang 18 inch. Tabel 8-12. Jarak antara pengait tergantung dari kemiringan.

Page 105 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS.