1_perkuatan-tanah

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING PERENCANAAN GERUSAN BANGUNAN PENGAMAN TEBING TERHADAP

Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan masalah perencanaan bangunan pengaman tebing sungai jalan terhadap gerusan. Perencanaan yang akan diuraikan adalah langkah-langkah desain dan dasar-dasar desain. Pengaman tebing yang akan diuraikan adalah pengaman dengan jenis fleksibel (flexsible revetment) dan kaku (rigid revetment).

Selain pengaman tebing, akan diuraikan juga bangunan pengarah aliran dan peredam energi. Kedua bangunan ini akan melindungi tebing sungai terhadap gerusan secara tidak langsung.

Jenis pengaman tebing lainnya yang akan diuraikan adalah jenis bangunan dari tanaman (bioengineerinng). Pengaman ini memerlukan tumbuhan untuk membuat bangunan pengaman. Bangunan jenis ini cocok untuk daerah yang sulit mendapatkan bahan bangunan.

Tabel 8.1 menjelaskan jenis bangunan pengaman yang akan diuraikan proses desain dan langkah-langkahnya.

Tabel 8-1. Klasifikasi struktur pengaman tebing jalan di sungai

Jenis Pengaman Revetment

Bangunan 1. Riprap 2. Bronjongan (Gabion) Rigid (kaku) 1. Retaining Wall 2. Sheet pile Bangunan Pengarah Aliran 1. Krib (Groin) 2. Spur Bangunan Peredam Energi Chek Dam

Tipe Fleksibel

By : Salmani, MS, MT.

Page 1

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Konsep Disain

Dalam mendesain suatu dinding pengaman (revetment) harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang akan mempengaruhi jenis dan ukuran (desain) dari dinding pengaman. Faktor-faktor tersebut terdiri dari : 1. Debit desain 2. Jenis aliran 3. Geometri penampang 4. Aliran di tikungan 5. Tahanan aliran (Flow resistance) 6. Jenis pengamanan (revetment)

Debit Desain

Debit aliran yang digunakan untuk desain atau analisis bangunan jalan disekitar sungai biasanya menggunakan debit banjir ulangan dengan periode ulang 10 sampai 50 tahun. Dalam kebanyakan kasus, debit banjir ini dapat digunakan untuk mendesain riprap dan beberapa macam dinding pengaman sungai. Tetapi seorang perencana harus memperhatikan beberapa keadaan khusus, seperti debit yang kecil dapat menyebabkan kerusakan hidraulik terhadap kestabilan riprap. Oleh karena itu, seorang perencana dianjurkan untuk memperhatikan beberapa macam debit desain agar dapat digunakan untuk kondisi riprap yang direncanakan. Disarankan untuk menggunakan debit desain antara 5 – 10 tahun. Cara perhitungan debit desain disesuaikan pada SNI M-18-1989-F.

1 Jenis Aliran

Jenis aliran untuk saluran terbuka dapat diklasifikan menjadi tiga, yaitu : 1. Seragam (uniform), berubah lambat laun atau berubah tiba-tiba. 2. Tunak (steady) atau tak tunak (unsteady). 3. Subkritis atau superkritis.

Jenis aliran yang digunakan dalam konsep desain ini diasumsikan seragam, tunak (steady) dan subkritis. Jenis aliran ini juga dapat digunakan untuk aliran

By : Salmani, MS, MT.

Page 2

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
berubah lambat laun. Sedangkan untuk penggunaan jenis aliran berubah tibatiba, tak tunak atau super kritis akan dijelaskan selanjutnya.

Kondisi aliran berubah tiba-tiba dan tak tunak biasanya terjadi pada aliran yang membesar, berkontraksi dan balik. Kondisi ini terjadi biasanya pada daerah sungai yang dilintasi jembatan. Aliran superkirits atau mendekati superkritis biasanya terjadi pada penyempitan jembatan dan saluran dengan kelandaian yang curam.

Penelitian telah dilakukan bahwa aliran superkritis jarang terjadi di saluran alam (sungai). Tetapi, aliran yang terjadi pada saluran curam dan penyempitan saluran biasa aliran transisi yang terjadi diantara subkritis dan superkritis. Eksperimen yang telah dilakukan oleh U.S. Army Corps of Engineer menunjukkan bahwa aliran transisi terjadi pada bilangan Froude antara 0,89 dan 1,13. Ketika aliran terjadi diantara bilangan tersebut, maka terjadi kondisi tidak stabil pada gaya inersia dan gaya gravitasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang yang tidak normal, lompatan hidraulik (hydraulic jump), perubahan lokal kemiringan muka air, dan turbulensi.

Aliran tidak seragam, tak tunak dan mendekati superkritis menyebabkan tegangan pada batas saluran yang berbeda pada aliran seragam, tunak dan subkritis.

2 Geometri Penampang

Geometri penampang saluran yang diperlukan seperti kedalaman aliran, lebar basah, jari-jari hidraulik dan sebagainya dalam mendesain pengaman sungai digunakan untuk pemasangan pengaman sungai. Geometri penampang saluran selalu berubah untuk jangka waktu panjang, sehingga pemeriksaan perubahan penampang diperlukan. Pemeriksaan perubahaan penampang sangat subjektif, tetapi tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mendapatkan kondisi penampang yang terburuk untuk desain sehingga pengaman sungai dapat dibuat stabil. Informasi yang digunakan dalam memeriksa saluran adalah informasi keadaan geometri saluran yang dahulu, sekarang dan photo udara saluran. Dan perlu

By : Salmani, MS, MT.

Page 3

kestabilan tepi/pinggir sungai dapat mencapai kedalaman 1. Meskipun nilai superelevasi aliran sangat kecil By : Salmani. Pertimbangan terakhir dari penentuan geometri penampang saluran adalah kestabilan tepi/pinggir sungai. MS.8.1. untuk merubah penampang saluran sampai 50 persen dari rata-rata penampang saluran. maka data penampang saluran yang terdahulu dapat digunakan dengan mengadakan perubahan seperti diatas atau menggunakan data penampang yang terdekat.3. tetapi hingga masa depan. Aliran Di Tikungan Kondisi aliran di tikungan adalah sangat kompleks. karena dipengaruhi adanya distorsi bentuk aliran. Gambar 8-1 menunjukkan contoh perubahan penampang geometri saluran. i. Berdasarkan pengamatan atas data tahunan. Hubungan antara peningkatan kecepatan dan tegangan geser untuk desain riprap akan dijelaskan pada butir 8.1. Pengaman sungai didesain bukan untuk hanya saat ini. Dianjurkan bagi perencana. kestabilan saluran hanya pada bagian tertentu saluran. Berdasarkan pengamatan. aliran tidak seragam dan aliran tidak simetris. Dua aspek penting pada aliran di tikungan saluran yang mempengaruhi desain pengaman sungai. sehingga diperlukkan perkiraan profil saluran yang akan terjadi pada masa depan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperhatikan. Bila data tentang penampang saluran tidak tersedia. peningkatan kecepatan dan tegangan geser yang diakibatkan aliran tidak seragam di tikungan saluran. Page 4 . Kedua. Dan diperlukan lebih dari satu penampang geometri saluran untuk mendesain pengaman sungai. Aliran di tikungan saluran dipengaruhi oleh gaya sentrifugal. parameter geometri penampang saluran dapat berubah rata-rata bertambah 52 persen dan berkurang 40 persen untuk jangka waktu yang panjang. MT. superelevasi aliran di tikungan saluran yang akan dibangun pengaman sungai. Masalah pertama yang akan timbul dalam pemeriksaan geometri penampang adalah menentukan profil dasar saluran yang ada. Pertama. Masalah ini dapat diatasi dengan mensurvei dasar bagian saluran yang akan dipasang pengaman sungai. Pembahasan hal ini telah diberikan pada bagian-bagian sebelumnya.7 dari kedalaman rata-rata.

5. geometri saluran.2. Besarnya superelevasi dapat menggunakan persamaan 5. Kekasaran suatu saluran dapat ditentukan dari keadaan fisik saluran. By : Salmani. Keadaan fisik tersebut seperti dasar saluran.4. MS. namun penting untuk menentukan besarnya freeboard. vegetasi yang tumbuh di saluran dan sebagainya. MT. ii. Hambatan Aliran Salah satu komponen penting dalam analisis hidraulik dari pengaman saluran. seperti riprap adalah koefisien kekasaran Manning. ketidakteraturan saluran. Untuk menentukan koefisien kekasaran Manning „n‟ pada saluran alam dalam mendesain pengaman saluran dapat melihat pada bab 5. Page 5 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dibadingkan kedalaman saluran.

MS. MT. Page 6 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING iii. Namun perlu diperhatikan panjang pengaman. Page 7 . Dari ilustrasi itu. kriteria diatas merupakan dasar untuk menentukan perlindungan. Kriteria ini berdasarkan analisis aliran di saluran yang simetrik sedangkan untuk di lapangan kondisi ini sangat jarang ditemui. sehingga pengamanan untuk bagian upstream tidak terlalu panjang dan untuk bagian downstream tidak terlalu pendek. Untuk perlindungan saluran yang lurus dianjurkan untuk menambah perlindungan minimal satu kali lebar saluran setelah tempat terjadinya erosi. panjang perlindungan yang dibutuhkan adalah minimal satu kali lebar saluran pada upstream. Pengaman tepi/pinggir saluran juga dipengaruhi oleh bangunan yang ada di sekitar saluran. seperti jembatan. pengaman yang diperlukan lebih panjang daripada panjang erosi yang dialami tepi/pinggir sungai. Perlindungan untuk saluran yang lurus berbeda dengan yang berbelok. yaitu memanjang (longitudinal) dan vertikal. tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tempat terjadinya erosi. maka pilar tersebut dapat sebagai titik kontrol untuk kestabilan tepi By : Salmani. Perlindungan Tepi Sungai Perlindungan tepi diperlukan untuk melindungi bagian tepi/pinggir sungai. 1. Penyelidikan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui panjang perlindungan yang digunakan. Untuk keperluan lapangan. dapat ditentukan bahwa panjang minimum yang diperlukan adalah 1 kali lebar sungai pada downstream dan 1. Perlindungai ini terdiri dari dua. Perlindungan memanjang (Horizontal) Perlindungan memanjang diperlukan untuk melindungi tepi/pinggir sungai yang mengalami erosi sepanjang tepi saluran tersebut. MS. Sacara umum. Salah satu kriteria untuk menentukan batas ukuran memanjang dari pengaman yang diperlukan diilustrasikan pada gambar 8-2. Kalau pilar jembatan berada dekat tepi/pinggir saluran. Untuk downstream.5 kali lebar saluran pada upstream. MT. Faktor lain yang menentukan adalah proses erosi yang terjadi. Sedangkan untuk saluran yang berbelok.

Kalau tidak ada aliran yang berkontraksi (menyempit) atau membesar.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING saluran. MT. maka pengamanan perlu dibuat dengan panjang empat kali lebar sungai ke arah downstream. Gambar 8-2. Lokasi pilar jembatan biasanya menentukan batas gerakan aliran. MS. Page 8 . Tetapi bila sebaliknya. maka pengaman tidak perlu dibuat. Luas longitudinal dari perlindungan revetment H By : Salmani.

23 dengan faktor koreksi pada tabel 8-1. tanaman yang tumbuh di saluran dan gelombang yang naik ke tepi saluran. Perlindungan Vertikal Selain perlindungan horizontal. MT. diperlukan perlindungan pada arah vertikal. Freeboard merupakan ketinggian yang digunakan untuk meliputi kejadian yang tidak terduga. Sebagai nilai minimum.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Untuk gelombang yang tingginya kurang dari 0. diketahui banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tinggi freeboard (jagaan). Perlindungan vertikal memerlukan desain ketinggian dan pondasi perlindungan. Selain tinggi gelombang. disarankan untuk menggunakan nilai freeboard sebesar 0. Perkiraan ketinggian gelombang yang diakibatkan oleh angin dan kapal yang lewat di sungai tidak seperti memperkirakan gelombang dari sumber bangkitan gelombang pada umumnya. Gelombang yang naik ke tepi saluran merupakan fungsi dari desain ketinggian gelombang. superelevasi di tikungan saluran. Tinggi gelombang dikarenakan kapal yang lewat di saluran dapat diperkirakan dari pengamatan. Dari uraian diatas. perlu diperkiraan juga besarnya gelombang yang naik ke tepi saluran sebagai hasil gelombang yang membentur saluran. kemiringan tepi saluran dan karakteristik permukaan tepi saluran. lompatan hidraulik dan aliran tak tentu akibat pilar jembatan dan sambungan saluran. durasi angin dan kedalaman air. periode gelombang. 1. Page 9 . MS. Selain itu juga. Kejadian tersebut seperti gelombang yang dihasilkan angin maupun kapal yang lewat di sungai. Definisi tinggi gelombang dapat dilihat pada gambar 8-3. Desain Ketinggian Perlindungan Desain ketinggian perlindungan dari riprap merupakan ketinggian air saluran ditambah freeboard.61 m untuk jangkauan By : Salmani. Sedangkan untuk tinggi gelombang yang diakibatkan dari angin merupakan fungsi dari panjang fetch.61 m dapat dihitung dengan grafik 8 pada gambar 8. kecepatan angin. kejadian yang tidak dapat diperhitungkan seperti pengendapan pasir.30 sampai 0.

MT.11 (8. MS.66 m untuk D50 < 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING yang pendek dan 0.1) (8. Kedalaman maksimal penggerusan harus memperhatikan terjadinya degradasi saluran seperti proses penggerusan alami dan pengisian tanah. Dalam mendesain pengaman tepi/pinggir saluran. Disarankan juga dalam penentuan tinggi jagaan untuk menyelidiki kondisi gelombang dan aliran pada musim tertentu. memperkirakan kedalaman penggerusan sangat penting sehingga pengaman dapat diletakkan pada lapisan tanah yang tepat untuk mencegah terjadinya penggerusan ke bawah (undermining).0015 m hs = 1. Kedalaman Pondasi Pengaman Penggerusan tanah ke bawah dari pengaman merupakan salah satu mekanisme utama yang menentukan kegagalan pengamanan.0015m By : Salmani. USA). melihat catatan tinggi gelombang yang ada dan mewawancarai orang yang mengetahui kondisi masa lalu ketika membuat pengaman. Kedalaman maksimum penggerusan berkenaan dengan penggerusan alami dan pengisian tanah pada saluran lurus maupun menikung dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : hs = 3.91 m untuk jangkauan yang panjang (kriteria jangkauan diusulkan ole Federal Emergency Management Agency.2) untuk D50 > 0.61 sampai 0. Page 10 . 2.14 D50 dimana : hs = kemungkinan kedalaman maksimum penggerusan (m) D50 = diameter rata-rata batuan dasar saluran (m) –0.

MT. MS. Ukuran Batuan Stabilitas riprap merupakan fungsi dari ukuran batuan yang digunakan. gabion dan bioengineering. yaitu diameter dan berat batuan. Kemiringan riprap hampir sama dengan kemiringan tebing saluran (sungai) b. Erosi partikel adalah fenomena hidraulik yang dihasilkan ketika gaya seret yang terjadi akibat aliran air yang melebihi gaya tahan batuan riprap. Deskripsi Riprap adalah bangunan pengaman yang melindungi tebing dari gerusan dengan menggunakan lapisan batuan. Salah satu kegagalan riprap atau keruntuhan riprap adalah erosi partikel. 1. Riprap a. Page 11 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. By : Salmani. Dasar-Dasar Desain Dasar-dasar desain untuk membuat riprap terdiri dari Ukuran batuan Gradasi batuan Ketebalan lapisan riprap Desain filter Penanganan tepi riprap (ujung riprap) Stabilitas c. yaitu riprap. Bangunan Pengaman Tebing (Revetment) 3 Jenis Fleksibel (Flexible Revetment) Dalam bagian ini hanya dibahas beberapa jenis bangunan pengaman tebing fleksibel.

5K11. Kecepatan ijin Saluran akan stabil bila kecepatan yang dihitung lebih kecil dari kecepatan ijin.3) K1 Dimana : 1 sin 2 sin 2 0. MS. Hubungan Dengan Desain Desain riprap berdasarkan gaya seret ijin yang diwakili dengan kecepatan aliran.65 dan faktor kestabilan adalah 1.3) diatas diasumsikan bahwa spesific gravity batuan adalah 2.2. Persamaan (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dua metode atau pendekatan yang digunakan dalam membahas ketahanan batuan terhadap erosi adalah : 1. Aliran yang diasumsikan berubah lambat laun.00594 va3/(davg0. Gaya seret ijin Gaya seret ijin berfokus pada tegangan yang terjadi pada lapisan antara aliran air dan material yang membentuk batas saluran. 2.4) : sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Kecepatan dan kedalaman rata-rata dapat dilihat pada gambar 8-4. Untuk faktor koreksi C dapat dilihat sebagai berikut : C = Csg x Csf (8. Gaya seret ijin merupakan pendekatan yang sering dipakai karena secara ilmiah dapat dibuktikan. MT. Hubungannya dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut : D50 = 0.5) Dimana D50 = ukuran tengah batuan riprap C = faktor koreksi va = kecepatan rata-rata di saluran utama davg = kedalaman rata-rata di saluran utama (8. Page 12 . d.5) By : Salmani.5 (8.

2 jari/lebar saluran yang berbelok > 30 m.0 – 1.2)1. Faktor stabilitas merupakan pencerminan dari tingkat ketidakpastian pada kondisi hidraulik. berbelok dengan jari-jari 1.1. benturan akibat gelombang mulai diperhitungkan Aliran mendekati berubah tiba-tiba.61 m. MS.6 10<R<30.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2) (8. Faktor stabilitas digunakan untuk memperbesar ukuran batuan agar lebih aman digunakan. tinggi gelombang akibat angin atau kapal sebesar 0.3). saluran relatif lurus atau berbelok dengan jari.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Csg = 2. benturan akibat gelombang hampir tidak ada. aliran diasumsikan berubah lambat laut.30 sampai 0. benturan akibat gelombang yang kuat. sedikit parameter ketidakpastian Aliran berubah lambat laun.0 m). Persamaan (8. MT. Page 13 . belokan yang tajam ( R<10 1. banyak parameter ketidakpastian KONDISI By : Salmani.6 – 2.6) Faktor stabilitas merupakan perbandingan antara tegangan geser kritis batuan riprap dengan gaya seret rata-rata yang dihasilkan oleh aliran air di lapangan.5 dimana : SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.12/(SG – 1)1.3 – 1. Faktor stabilitas untuk berbagai kondisi saluran FAKTOR STABILITAS Aliran seragam. Tabel di bawah ini menjelaskan pemilihan faktor stabilitas yang tergantung dari kondisi aliran yag terjadi : Tabel 8-2. terjadi turbulensi di pilar jembatan. adanya turbulensi aliran. Sedangkan kedaan di lapangan sangat berbeda atau banyak ketidakpastian.

0 D50 sampai 1. Spesifikasi batuan riprap harus berada pada batas kedua kurva gradasi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING e.2 D50 sampai 1. Page 14 .4 D50 0.5 D50 sampai 1.20 SG 1 cot s (8.6 D50 Berat Batuan Persentasi Gradasi (kg) Lebih kecil dari 3.7 D50 1.1 W 50 sampai 0.4 D50 1.0 W 50 sampai 2. Batuan harus mempunyai gradasi yang baik dengan ketebalan riprap.0 W 50 sampai 5. MS.. Sedangkan tabel 8-4 menyajikan enam contoh kelas gradasi. Gradasi batuan Ukuran Batuan (m) 1. Gradasi Batuan Gradasi batuan riprap mempengaruhi ketahanan riprap terhadap penggerusan.75 W 50 85 1. Tabel 8-3. Erosi Gelombang Gelombang yang diakibatkan oleh angin maupun kapal yang lewat di sungai dapat menyebabkan erosi pada tebing saluran.7) dimana: W 50 = berat batuan rata-rata batuan riprap (N) s = berat jenis batuan (N/m3) SG = spesific gravity batuan riprap f. Gradasi batuan sebaiknya dapat diatur sehingga tidak membuat biaya yang mahal.4 D50 sampai 0..0 W 50 sampai 1. MT.2 W 50 15 By : Salmani. Tabel 8-3 merupakan salah satu panduan untuk menentukan batas gradasi.0 W 50 100 2.5 W 50 50 0. Persamaan gelombang yang digunakan untuk hubungan antara ukuran riprap dengan tinggi gelombang adalah (persamaan Hudson) : W50 H3 3 2.

Batu yang paling kecil dengan ukuran 5 atau 10 persen sebaiknya tidak melebihi 20 persen dari berat. MS. berat dan campuran. Setiap sampel beratnya 4.45 metric ton 0. maka ukuran pada tabel 8-3 dapat dikurangi seperti pada tabel 8-4. Untuk membantu pengawas.87 907 5 Light 0.10 1814 100 0.0 kg. Satu sampel ditempatkan di lapangan dan satunya di penambangan.87 907 100 0. Gradasi riprap yang digunakan di lapangan diawasi dengan visual.12 2.40 91 50 0.12 2.68 454 50 0.55 227 50 0. dua atau lebih contoh batuan riprap untuk gradasi disiapkan melalui penyusunan. Sebagian besar keadaan.5 kg sampai 9.23 metric ton 0.40 91 100 0.29 34 10 0. MT. Contoh gradasi untuk beberapa kelas riprap Kelas RipRap Facing Ukuran Batuan Berat Batuan Persentase riprap (m) (kg) Lebih kecil dari 0. Berat batuan riprap sebaiknya mempunyai gradasi yang baik dari yang paling kecil sampai paling besar.68 454 100 0.68 454 5 1. g.55 227 5 1.29 34 50 0.87 907 50 0.55 227 100 0. Page 15 .10 1814 50 0.37 3629 100 1.3 10 0. gradasi seragam yang berada pada D50 dan D100 akan mengghasil D85.81 metric ton Bila spesifikasi batuan di lapangan lebih kecil dari ukuran batuan pada tabel 8-3.3 10 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-4.91 metric ton 1. Ketebalan Lapisan By : Salmani.

Persyaratan ini dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut : D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 5 D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 40 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Filter adalah lapisan antara tanah dasar dengan riprap yang terdiri dari kerikil. Jika lubang filter terlalu kecil. MS. Persyaratan tambahan untuk stabilitas adalah perbandingan 15 persen ukuran batuan kasar dengan 15 persen ukuran pasir halus sebaiknya melebihi 5 tetapi kurang dari 40. menyebarkan beban riprap agar terjadi penurunan tanah yang merata dan dapat melepaskan tekanan hidrostatis yang berada dalam tanah. Yang harus diperhatikan dalam desain dari filter yang terbuat dari kerikil dan lapisan buatan (geotextile) adalah kestabilan tebing yang digunakan untuk riprap. Kalau satu lapisan tidak mencukupi.8) Pertidaksamaan sebelah kiri bertujuan untuk mencegah piping melalui filter. perbandingan antara filter ketebalan riprap sebesar 5 persen atau kurang dapat menghasilkan keadaan yang stabil. Filter mencegah perpindahan partikel pasir dari tanah dasar ke riprap melalui ruang udara (void). By : Salmani. satu atau lebih lapisan diperlukan lagi. Untuk daerah diatas permukaan air. batuan kecil atau lapisan buatan (seperti geotextile). filter dapat mencegah erosi. MT. maka akan terjadi aliran piping yang berlebihan melalui filter sehingga dapat menyebabkan erosi dan keruntuhan tanah di bawah filter. Rasio perbandingan filter adalah perbandingan antara 15 persen ukuran batuan kasar (riprap) (D15) dengan 85 persen ukuran pasir halus (D85). maka akan terjadi tekanan hidrostatik di bawah filter yang dapat menyebabkan bidang runtuh sepanjang filter. Kalau lubang filter terlalu besar. Filter seharusnya ditempatkan di tanah yang nonkohesif untuk membuat drainase bawah permukaan. Filter Kerikil Untuk riprap batuan. Bahan filter ditempat di lapisan antara tanah dasar dan lapisan filter (blanket). h. Page 16 . bagian tengah agar permeabilitas dapat tercapai untuk struktur tanah dasar dan bagian kanan untuk kriteria keseragaman.

2. Filter buatan mempunyai konsistensi dan bahan yang berkualitas baik 4. Aktivitas bakteri didalam tanah atau diatas filter dapat mempengaruhi sistem hidraulik dari filter buatan 5. Filter buatan mempunyai kekuatan yang merata. ada juga filter buatan yang terdiri dari buatan pabrik seperti geotekstil. MS. Ketebalan dari satu lapisan filter sebaiknya ditingkatkan sampai batas mininum ketika kurva gradasi material filter menjauhi dari kurva paralel.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diantara lapisan-lapisan filter kalau lebih dari satu lapisan filter dan diantara lapisan filter dengan batuan riprap. Bukti eksperimen menunjukkan bahwa ketika tebing terkena gelombang. Filter buatan dapat memberikan keruntuhan transional ketika digunakan pada riprap yang dipasang pada tebing yang curam. Disini akan dibahas keuntungan dan kerugian menggunakan filter buatan (filter sudah jadi). Keuntungan menggunakan filter buatan (jadi) : 1. 4. 6. Pemasangan yang cepat dan hemat tenaga kerja 2. MT. Kerugian menggunakan filter buatan (jadi) : 1. tanah nonkohesif akan berpindah ke bawah menuju saluran (sungai) dibawah filter sedangkan pada filter kerikil tidak terjadi. By : Salmani. Ketika kurva gradasi filter yang digunakan mendekati paralel. Page 17 . Filter buatan lebih ekonomis dibandingkan filter kerikil 3. maka ketebalannya harus minimum. Pemasangan filter buatan harus hati-hati agar tidak terkena sinar ultraviolet 3. i. Pemasangan filter buatan agak sulit di bawah permukaan air. Ketahanan filter buatan di bawah tanah belum teruji sepanjang waktu proyek rekayasa. Filter buatan (Fabric Layer) Selain kerikil yang digunakan sebagai filter. Ketebalan dari lapisan filter sebaiknya diantara 150 mm sampai 380 mm untuk lapisan tunggal atau dari 100 mm sampai 200 mm untuk satu lapisan dengan banyak lapisan filter (blanket).

MS. Penanganan ujung Ujung-ujung riprap seperti kaki dan kepala memerlukan penanganan khusus. Page 18 . yaitu sayap. Bahan (material) pengaman kaki harus diletakkan di pangkal kaki sepanjang riprap (lihat gambar 8-6).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Fungsi dari filter buatan adalah membuat drainase dan filtrasi dari air. Untuk lebih jelasnya. Volume batuan yang digunakan harus mempunyai satu atau dua kali volume batuan yang digunakan untuk menutupi penggerusan setebal riprap. Penentuan ukuran batuan untuk kaki dipengaruhi oleh kedalaman penggerusan yang akan terjadi atau diprediksikan akan terjadi. Kalau hal ini terjadi. kaki dan kepala. biasanya pembuat filter buatan memberikan petunjuk (manual) agar dapat menggunakan filter dengan baik. MT. maka kemiringan riprap akan mendekati 1V : 2H. Kalau pangkal kaki tidak dapat digali. Dan harus diperhatikan bahwa pemasangan batuan pada kaki tidak mempengaruhi desain saluran. Kedua fungsi tersebut harus terjadi selama riprap dipasang. Perhatikan pada saat pemasangan material pada kaki sehingga material tidak mound dan membentuk flow dike. Kaki riprap sebaiknya didesain seperti pada gambar 8-6. Sayap Sayap dari dinding pengaman sebaiknya didesain dengan mengikuti gambar 8-5 Kaki Penggerusan ke bawah adalah salah satu mekanisme penyebab keruntuhan dinding. flow dike sepanjang kaki dapat menyebabkan konsentrasi aliran sepanjang saluran yang dapat menyebabkan tegangan sepanjang dinding pengaman sehingga terjadi keruntuhan. j. tetap diperlukan desain. batuan kecil diletakkan di dasar saluran (lihat alternatif desain pada gambar 8-6). lapisan riprap (blanket rirap) harus dibatasi tebalnya. filter buatan harus membuat air dapat melalui tanah. Meskipun filter buatan mudah menggunakannya. maka batuan pada kaki akan jatuh ke dalam lubang hasil penggerusan. Ketika penggerusan terjadi. By : Salmani. Dengan kata lain.

Page 19 . MS. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS. Page 20 .

MT. Page 21 . sudut dan kepadatan Hubungan antara faktor-faktor diatas dapat dinyatakan dalam persamaan matematik sebagai berikut : e2Wscos = e1Ws sin cos + e3 Fd cos + e4F1 (8. b. karakteristik batuan termasuk geometri. besar dan arah kecepatan aliran di sekitar riprap.9) untuk lebih jelas lihat gambar 8-7. Stabilitas Riprap Stabilitas riprap tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : a. c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING k. MS. sudut kemiringan tebing. By : Salmani.

maka penyederhanaan desain dapat dilakukan.11) dimana tan 1 cos 2 sin sin tan (8. sudut kemiringan tebing dan sudut batuan didapat dari persamaan 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Faktor stabilitas terhadap rotasi didefinisikan sebagai perbandingan antara momen tahanan partikel yang berotasi terhadap berat yang tenggelam dan momen gaya air yang menyebabkan rotasi partikel dari posisi semula.15) tan 1 tan 2 sin By : Salmani.14 dengan = 0.12 dan 8. Secara umum dapat dinyatakan pada persamaan matematik : FS e2Ws cos e1Ws sin cos e3 Fd cos e4 Fl (8. sudut antara o kecepatan lapangan dengan bidang horizontal yang menghasilkan gaya seret berada pada tebing dengan sudut . SG adalah spesific gravity. Page 22 .14) dimana: Ds adalah ukuran batuan. l. angka stabilitas. Penyederhanaan desain untuk riprap Ketika kecepatan sepanjang tebing tidak mempunyai komponen arah ke bawah (seperti kecepatan sepanjang tebing arah horizontal). Untuk aliran horizontal sepanjang tebing.12) 2l o S s 1 Ds ' (8. MT. MS.13) 1 sin( 2 ) (8.10) Selain itu faktor kestabilan dapat didefinisikan sebagai : SF ' cos tan tan sin cos (8. maka (8. persamaan yang berhubungan dengan faktor stabilitas.

20) m. MT.18) (8.17) dimana : (8.16 dimasukan ke persamaan 8.11.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ' 1 sin 2 (8. dan detail desain revetment (revetment detail design). Flow chart yang menjelaskan prosedur desain diperlihatkan pada gambar 8-8. By : Salmani.19) Sm tan tan 2 Sm SF 2 cos SF. Prosedur Desain Prosedur perencanaan rock riprap terdiri dari tiga bagian utama: analisis data awal (preliminary data analysis). Page 23 .16) Persamaan 8. ukuran batuan (rock sizing). MS.Sm (8. didapat : SF Sm 2 S m sec 2 4 (8.15 dan 8.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ANALISIS AWAL DATA MULAI Pengumpulan Data Penentuan Debit Rencana Perubahan penampang melintang rencana PENENTUAN UKURAN BATU Hitung kekasaran luas N Y Aliran seragam ? Hitung parameter hidraulik lain N Elevasi muka air tetap (backwater) Evaluasi kedalaman aliran seragam Koreksi sudut tebing Penentuan ukuran riprap Masukkan keliling basah yang melapisi ? Y Ukuran hitung dengan By : Salmani. sama asumsi ? Page 24 Y A . MS. MT.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Penentuan tinggi

Y

Erosi gelombang

?

gelombang Hitung ukuran batu yang stabil

N Pemilihan ukuran batu
Gradasi riprap Ketebalan selimut

DETAIL DESAIN

Panjang pengaman

Desain filter

Desain detail ujung/tepi SELESAI

Gambar 8-8. Flow Chart Prosedur Perencanaan riprap

By : Salmani, MS, MT.

Page 25

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

1) Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll).

Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1)

Langkah 3.

Tentukan perkiraan perubahan (development) penampang

melintang rencana (lihat subbab 8.2.1). 2) Menentukan Ukuran batuan (Rock Sizing) Prosedur ini untuk menentukan ukuran batuan yang digunakan dalam desain agar keruntuhan riprap akibat erosi partikel dapat dicegah. Langkah 4. Hitung elevasi muka air rencana. A. Untuk menentukan elevasi muka air rencana, besarnya nilai kekasaran "n" Manning's dapat diperkirakan dengan memakai prosedur pada subbab 8.2.5. Jika riprap direncanakan untuk melapis seluruh keliling basah, ukuran riprap diperlukan untuk menentukan koefisien kekasaran "n". (lihat formulir 4 pada gambar 8.14). B. Jika penampang berbentuk trapezium, dan aliran dapat dianggap seragam, gunakan desain chart seperti dalam referensi 3. C. Jika penampang irregular atau aliran tidak seragam, elevasi muka air ditentukan dengan menggunakan analisis backwater curve atau

menggunakan program komputer seperti DUFLOW, HEC-2, dan lain-lain. D. Analisis backwater harus didasarkan pada conveyance weighting aliran pada saluran utama, bantaran kiri dan kanan. Langkah 5. Tentukan kedalaman dan kecepatan rata-rata rencana. A. Kedalaman rata-rata dan kecepatan pada umumnya digunakan sebagai parameter desain.

By : Salmani, MS, MT.

Page 26

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
B. Jika riprap didesain untuk pengaman tebing saluran, abutment, atau pilar dilokasi bantaran banjir, kecepatan dan kedalaman rata-rata di bantaran banjir yang digunakan. Langkah 6. Hitung faktor koreksi sudut tebing K1. Faktor koreksi sudut tebing adalah

K1
Dimana:

1

sin 2 sin 2

0.5

: sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 4 pada gambar 8.19

Langkah partikel.

7. Tentukan ukuran riprap yang diperlukan untuk menahan erosi

A. Tentukan ukuran rata-rata batuan riprap dengan persamaan

D50

3 0.00594Va

d0.5 K1.5 avg 1

Dimana: D50 = ukuran rata-rata batuan riprap (m) Va = kecepatan rata-rata di tengah saluran (m/s) davg = kedalaman rata-rata aliran di tengah saluran Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 1 pada gambar 8.16. B. Pada dugaan awal, faktor koreksi saluran digunakan. Tentukan faktor koreksi spesifik graviti rock riprap dan faktor stabilitas dengan persamaan C = Csg x Csf Dimana: Csg = 2,12/(SG – 1)1.5 SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.2)1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2)

By : Salmani, MS, MT.

Page 27

Tebal lapisan tidak boleh kurang dari 300 mm untuk penempatan praktis. Pilih ukuran D50 riprap akhir. untuk melindungi lapisan dari gelombang akibat angin atau kapal yang lewat. Jika D50 digunakan dalam penentuan Manning's 'n' untuk perhitungan backwater. B. SG (spesific gravity) = 2.21). Tebal lapisan yang diperoleh dari no (1) dan (2) harus ditambah 50 persen untuk riprap yang ditempatkan di bawah air. Formulir dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan batas gradasi untuk menentukan tebal lapisan riprap melalui kriteria sebagai berikut : 1.5 kali diameter lingkaran batuan D50(W 50). 2. maka lihat formulir 2 pada gambar 8. bisa dengan menambah ukuran batuan. Contoh klasifikasi gradasi riprap berdasarkan AASHTO dapat dilihat table 8-3. Tebal lapisan riprap tidak boleh kurang dari diameter lingkaran batuan D100(W 100) atau lebih kecil dari 1. Langkah 10. MT. Untuk menentukan gradasi material dapat dilihat pada tabel 8-2.13). kembali kelangkah 4 dan ulangi langkah 4 sampai 7.20 SG 1 cot s dimana s adalah berat jenis batuan (N/m3). 3. Hitung ukuran rock riprap yang telah dikoreksi : D'50 = C(CP/A)D50 Langkah 8. dan tentukan ketebalan lapisan riprap. H adalah tinggi gelombang. 4.22 untuk menentukan ukuran batuan yang diperlukan untuk menahan aksi gelombang. By : Salmani. Page 28 . tentukan gradasi material (lihat Formulir 3 pada gambar 8. A. Jika gelombang permukaan turut diperhitungkan. D. MS. Tentukan tinggi gelombang signifikan (grafik 6 pada gambar 8. Tambahan tebal lapisan antara 150 – 300 mm. Langkah 9. Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan grafik 7 pada gambar 8. Spesific gravity diasumsi 2.65.65. Jika riprap direncanakan untuk pilar atau abutment diterapkan koreksi pier/abutment (CP/A) atau 3. Gunakan persamaan W50 H3 3 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C.12.38.

MT. b.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Detail Dinding Panahan (Revetment Details) Langkah 11.1) Langkah 12. Tentukan ketebalan Langkah 14. MS. n. Page 29 . By : Salmani. Desain lapisan filter mengikuti persyaratan dengan persamaan sebagai berikut : D15 coarser layer D85 Finer layer lapisan. Desain rincian daerah sudut (flanks and toe).1. Tentukan panjang pengamanan yang diperlukan (lihat bab 8. termasuk didalamnya broken concrete. perlu diperhatikan dengan baik seperti pemasangan riprap di dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang telah diarahkan oleh engineer. Desain daerah tersebut dapat dilihat subbab 8. Rock riprap Terdiri dari batu kali dengan filter blanket atau slope dengan rongga minimum serta batuan bergradasi baik.1.3. rock spoils. Spesifikasi Material 1) Deskripsi Dalam pemasangan material ini. Tipe-tipe riprap adalah : a. dan steel furnace slag.14 tentang konsep desain. Langkah 15 Hitung kestabilan riprap dengan menggunakan persamaan matematis yang ada bagian langkah desain kestabilan riprap. Tentukan tinggi pengaman yang sesuai (lihat bab 8.1) Langkah 13. dan gradasinya. Rubble Terdiri dari material sisa konstruksi. 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Tentukan ukuran material filter yang sesuai.

Kelayakan batuan akan dipertimbangkan dengan tes uji kelayakan.482 kg/m3 yaitu 1. Pada lokasi dimana batuan yang terkena air garam. Jika menggunakan AASHTO Test T 96. Page 30 . Apabila tidak ada tes uji tersebut. Shale dan batuan dengan lapisan berserpih juga tidak dizinkan. perlu dilakukan sulfate soundness test (AASHTO Test T 104 untuk batuan dasar menggunakan sodium sulfat). shale dan bahan organik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2) Material Syarat-syarat materialnya adalah: a. ketahanan bebatuan tersebut akan diperiksa dengan beberapa tes seperti dibawah ini : Tes abrasi. MS. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. MT. contoh batuan yang sesuai haruslah sudah ada minimum 25 hari sebelum pemasangan riprap dimulai. dalam bentuk angular. Kehilangan dari batuan pada hasil tes ini tidak boleh mencapai 10% untuk 5 kali siklus. Batuan bulat (rounded stone) atau boulder tidak diperbolehkan kecuali telah diizinkan sebelumnya.000 kg/m3 dikalikan berat jenis (bulk-saturated-surface-dry basis. AASHTO Test T 85). Rock riprap Batuan yang digunakan haruslah keras. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Jika tes dibutuhkan. Tes freezing and thawing (AASHTO Test T 103 untuk prosedur A ledge rock) digunakan untuk melihat ketahanan terhadap cuaca. By : Salmani. Asal batuan juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan batuan. Dan tidak boleh mengalami kehilangan lebih dari 10% dari 12 kali siklus. tahan lama. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Berat minimum haruslah 2. tahan terhadap cuaca dan air. maka batuan tidak boleh mengalami kehilangan sebesar 40% setelah 500 kali putaran. spoil.

dan buruh juga perlu diperhatikan oleh kontraktor. Semua material yang lembut atau berongga dipindahkan ke bagian dalam tanah dan digantikan dengan material alami lainnya. spoil. By : Salmani. Daerah pengisian dipadatkan sebagai embankment. MT.27 kg setiap gradasi. Kontraktor haruslah menyediakan 2 contoh sampel batuan sedikitnya 2. Page 31 . pepohonan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Riprap haruslah menggunakan batuan well-graded. shale dan bahan organik. Untuk Toe trench digali dan dijaga sampai riprap telah diletakkan. Sampel-sampel ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan gradasi riprap. dan objek material lainnya yang mengganggu kerataan permukaan slope. dalam bentuk angular. b. Peralatan mekanik. Kontrol terhadap gradasi perlu diperhatikan. tunggul. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. pengaturan lokasi. Perbedaan pendapat antara engineer dan kontraktor dapat diselesaikan dengan memeriksa gradasi dari 2 buah truk yang dipilih secara acak. Dalam pemilihan material yang digunakan perlu perhatian dan pengalaman yang lebih. Sampel yang lain juga harus ada di lokasi. MS. Rubble Material yang digunakan haruslah keras (hard). dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Batuan yang lebih kecil dari 10% dari batuan dasar tidak diperbolehkan untuk digunakan sebanyak 10% dari setiap beratnya. tahan terhadap cuaca dan air. tahan lama (durable). 3) Syarat-Syarat Konstruksi A. Umum Tebing yang dilindungi oleh riprap haruslah bebas dari semak-semak. Contoh sampel pada lokasi konstruksi merupakan bagian dari penyelesaian pengerjaan awal riprap. tidak mengalami tekanan yang berlebihan.

Dan Pengontrolan Erosi 2. c. Geotextile dengan ketahanan yang lebih tinggi tidak boleh lebih dari 30 hari. Standard Kualitas Minimum a. 200 Sieve (9). Sieve) By : Salmani. sebagai contoh tahan selama bertahun-tahun (5 – 25 tahun). b. Tipe riprap akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah di modifikasi oleh ketentuan khusus. Tanah dengan 50% atau kurang dari berat partikel lolos pada US No. Syarat-syarat Fisik dapat dilihat pada Table 8 dibawah ini Table 8. Sifat Hidraulik Minimum a.6 mm (lebih besar dari #30 US Std. Daerah yang dijaga haruslah terbebas dari material sisa dan begitu juga permukaannya. Geotextile dengan ketahanan rendah terhadap sinar ultraviolet (lebih dari 30% kehilangan pada 500 jam ASTM D-4355) tidak boleh terkena sinar matahari lebih dari 7 hari. tetapi jarang ditemukan. Filter blanket atau filter fabric diletakkan pada slope yang telah disediakan atau daerah dengan perlindungan pondasi seperti tertera pada Table 8 sebelum batuan diletakkan. Fiber yang digunakan pabrik untuk geotextile terdiri dari rangkaian sintetis polymer dengan komposisi sedikitnya 85% dari beratnya terdiri dari polyolafin. Ketahanan Pipa (Soil Retention) (8) 1. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Perlindungan terhadap struktur pondasi harus dilakukan secepatnya setelah konstruksi pondasi diizinkan untuk dimulai. 1. MS. polyester atau polyamide. Penyaringan. AOS (10) kurang dari 0. Syarat Minimum Yang Dianjurkan Untuk Fabric Sintetis (Geotextile) Yang Digunakan pada Noncritical (1)/ Nonsevere Drainage (2). Page 32 . Catatan : geotextile dapat dibuat untuk menahan lebih lama sinar ultraviolet.

By : Salmani. Perawatan termasuk didalamnya perbaikan yang rusak akibat beberapa sebab. Batuan yang lebih besar dan seluruh batuan haruslah terdistribusi baik dan gradasi seperti yang diarahkan oleh engineer. Jangan sampai terjadi pergeseran pada material dasar. MT. Material yang menjadi pelindung riprap (riprap protection) diletakkan jangan sampai menumpuk. Tanah yang lebih dari 50% berat partikel lolos US No.3 mm (lebih besar dari #50 US Std. MS. Kontraktor haruslah menjaga riprap sampai semua pekerjaan dari kontrak telah selesai. AOS (10) kurang dari 0. Sieve) b. Permeabilitas K dari fabric (11) lebih besar dari K tanah. Page 33 . Maksud dari meletakkan seluruh material pada tempatnya guna menghasilkan pemadatan riprap protection yang baik. 200 Sieve (9). Pemindahan dengan tangan atau peralatan mekanik mungkin akan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. Pemasangan riprap pada lapisan dengan menggunakan chute atau metode lainnya jangan sampai mengakibatkan segregasi. B. Keseluruhan batuan diletakkan pada alur dan grade serta ketebalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Kontraktor menjaga riprap protection sampai diterima langsung dan material yang dipindahkan untuk alur dan grade tidak menambah biaya bagi pemerintah. Riprap protection diletakkan pada konjungsi dalam konstruksi embankment yang pembuatan dari riprap protection penting untuk pelaksanaannya dan mencegah tercampurnya embankment dengan riprap. Rock Riprap Batuan riprap diletakkan pada slope yang telah disediakan dan harus menjadikan batuan yang bergradasi baik (well-graded) dengan rongga (voids) yang minimum.

MS. kondisi hidraulik. Page 34 . Severe applications termasuk draining gap graded atau pipeable soil. Contoh penggunaan very sharp angular agregate. atau kedalaman trench lebih dari 3 m. Erosi Kontrol Kelas B dimana fabric yang digunakan dilindungi oleh sand cushion atau “zero drop height”. 8. ketebalan lapisan mesti ditingkatkan dan metode yang digunakan harus dapat meminimalisasikan segregasi. atau biaya perbaikan yang terlalu membebani biaya instalasi. Desain hasil analisa engineering yang sesuai antara tanah. gradien hidraulik yang tinggi atau kebalikannya. 4. potensial untuk kerusakan struktur. derajat kepadatan yang tinggi. MT. Filtrasi dan Drainase Kelas B adalah dimana fabric yang digunakan dengan permukaan smooth graded tanpa sharp angular.91 m dan berat batuan tidak melebihi 113 kg. 3. 7. Nilai ini disadari lebih kecil dari biasanya pada literatur pabrik. Semua nilai mewakili nilai rata-rata. 5. Percobaan lapangan dibutuhkan dimana tinggi batuan tidak melebihi 0. 6. 2. Permasalahan tanah yang tidak boleh By : Salmani. atau kocyclic flow conditions. Catatan : 1. Contoh letak ketinggian batuan kurang dari 0. contoh nilai untuk sampel (rata-rata dari seluruh hasil spesimen) harus sama atau lebih besar dari 2 sigma confidence level. dan geotextile adalah penting (khusunya untuk aplikasi kritis/severe). Penerapan filtrasi dan drainase kelas A untuk fabric dimana pada pemasangan lebih berat daripada kelas B. dan trench kurang dari 3 m. pemadatan yang ringan.91 m atau berat batu lebih dari 113 kg. Erosi Kontrol Kelas A adalah dimana fabric dengan kondisi instalasi lebih berat daripada kelas B.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Jika riprap dan material filter diletakkan di bawah air. Penggunaan dalam kondisi darurat (Critical applications) menyebabkan resiko kehilangan umur konstruksi.

Profil saluran eksisting menunjukkan bahwa kemiringan dasar bagian ruas yang lurus adalah 0. MS. 9. MT.65. maka hanya digunakan gradasi tanah yang lolos #4 US Std.018 m D15 = 0. Kurva gradasi menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. Dua contoh diberikan. Page 35 .032 m D50 = 0.0049. Kapasitas saluran 141. Grafik 4 By : Salmani. dan tanah seragam dengan 85% lolos ayakan #100. contoh 1 rencana riprap sebagai pelapis saluran.001 m K (permeability) = 3. Akibat realignment saluran. Material saluran terdiri dari butiran dari pasir sampai kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3. Bila protected soil berukuran partikel lebih besar dari #4 US Std.11). Sieve dalam pemilihan fabric. Rencanakan riprap sebagai pelapis saluran yang stabil. Grafik-grafik yang digunakan dalam contoh ini diberikan pada Formulir 1 (gambar 8. Kondisi lainnya : Aliran dapat dianggap seragam atau berubah lambat laun. terjadi pengurangan panjang dari 381 m sampai 305 m. AOS untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 6 Permeabilitas untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 5 o.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING digunakan adalah lumpur. Sieve size. Contoh 2 rencana riprap sebagai pengamanan tebing.6 m3/s.5 X 10-4 m/s rock riprap yang tersedia mempunyai specific gravity (SG) 2. 1) Contoh 1 Suatu ruas saluran sepanjang 381 m merupakan hasil realignment agar diperoleh lahan untuk pelebaran suatu jalan yang ada (eksisting). Contoh perencanaan riprap Berikut ini diberikan contoh bagaimana menggunakan metode desain dan prosedur seperti yang dijelaskan di atas. 10.

Lihat subbab 8.00 untuk saluran alam yang halus n2 : variasi penampang melintang n2 = 0. Langkah 4.43 m nb = 0.17).16). Desain potongan melintang. Grafik 2 (gambar 8. Asumsi awal. gunakan persamaan 4 untuk perhitungan base n. dan Formulir 4 (gambar 8. Lihat subbab 8. Debit pada saluran utama sama dengan debit rencana karena saluran utama dapat menampung debit rencana.3 Seperti dijelaskan.16 anggap R = 2. Gunakan prosedur seperti yang dijelaskan pada bab 5. Kumpulkan Data lapangan lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. MT.2. penampang direncanakan berbentuk trapesium.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING (gambar 8.38 R-0.2.13).1 m dengan kemiringan slope samping 1V:2H. dan lain-lain.2.1 Diberikan sebagai 119 m3/s.0049 > 0. Hitung elevasi muka air rencana. geometric. site topography. lihat Formulir 1 pada gambar 8. (a) Tentukan koefisien kekasaran dengan menggunakan Formulir 4 (lihat subbab 8.002 Oleh karenanya. Page 36 . Langkah 2. Grafik 3 (gambar 8.18).3225 Sf 0.14).11. nb = 0. Debit rencana.19). Langkah 3. lebar dasar 6. Grafik 1 (gambar 8.5). Langkah 1. MS.00 bila bentuk penampang melintang tetap n3 : pengaruh hambatan By : Salmani. Formulir 3 (gambar 8.037 n1 : faktor ketidakteraturan n1 = 0. Data lapangan lain berupa site history. n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4 )m nb : base channel "n" slope = 0.

1 + 6.16)-0. Persamaan Manning's dapat digunakan untuk menentukan kedalaman normal (gunakan program komputer.60 m (dasar saluran seragam) (Kolom 4 dari Formulir 1) Langkah 6.038 n = (0. Page 37 .1)/2 = 47. chart dan tabel.16 nb = 0. d = 3.00+0.16 R = 2.60 m Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.003 sedikit (anggap sedikit tumbuh di riprap) m : derajat meander m = 1.040 (b) Hitung kedalaman aliran.6(4) + 6.037+0.8 m2 (Kolom 2 dari Formulir 1) Va = Q/A = 141.38 (2. oleh sebab itu. Faktor koreksi sudut tebing.60 m (Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.00+0.003)1 = 0. Tentukan parameter rencana A = 3.040 seperti yang digunakan ditas.6(3.041 yang mendekati 0.11) Langkah 5.43 Oleh sebab itu.038 + 0.3225 (0. atau chart dan tabel yang tersedia dalam buku hidraulika saluran terbuka) Q = (1/n) A R2/3 S1\2 ganti d = 3. MT.003)1 n = 0. R = A/P R = 47. By : Salmani.2=2.0049)0.9/22. kembali ke langkah 4a nb = 0.0 jika ruas lurus n = (0.16 tidak sama dengan yang diasumsikan = 2. MS.00 jika tidak ada hambatan n4 : jumlah tanaman n4 = 0.00+0.96 m/s (Kolom 3 dari Formulir 1) da = d = 3. atau perhitungan secara manual).8 = 2.11 Hitung jari-jari hidraulik untuk membandingkan dengan nilai yang digunakan pada langkah 4a (gunakan program komputer yang tersedia.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n3 = 0.6/47.

(c) tidak ada pilar atau abutment untuk evaluasi dalam contoh ini.131 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Langkah 8. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 =0.29 m T = 0. f = 41° (Grafik 4) K1 = 0. MS. Tentukan ukuran riprap. Gelombang permukaan.58 m By : Salmani. Gelombang permukaan tidak diperhitungkan pada contoh ini. Langkah 10. MT. oleh sebab itu: Cp/a = 1 (Kolom 12 dari Formulir 1) (d) Ukuran riprap yang dikoreksi Untuk dasar saluran: D'50 = D50 = 0.29 m (untuk seluruh penampang basah) lihat Formulir 1. Page 38 .65 (diberikan) (Kolom 10 dari Formulir 1) faktor kemantapan = 1. Gradasi: lihat Formulir 1. Tentukan ukuran Riprap. dan ketebalan lapisan.085 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Untuk tebing saluran: D'50 = D50 = 0.085 m (Kolom 8 dari Formulir 1) untuk tebing saluran D50 = 0.131 m (Kolom 8 dari Formulir 1) (b) spesifik gravity (SG) Riprap = 2. l (a) Gunakan Grafik 1 untuk dasar saluran D50 = 0.2 (aliran seragam) C = 1 dari Grafik 2. tidak dapat digunakan Langkah 9.73 (Grafik 3) Langkah 7.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING = 1V:2H (Kolom 5 dari Formulir 1). Gradasi. Ukuran D50: D50 = 0.

Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 soil Dan. MT. Langkah 12.18 180 0.032 6 5 D15 riprap D15 soil 0.60 m lihat Formulir 1.2. Langkah 13. MS. (a) ukuran material filter: D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. Panjang vertikal pengamanan. 0. perencanaan lapisan filter. Coba 50 mm filter dengan kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3 pada gambar 8.94 5 By : Salmani.6.001 40 Oleh sebab itu.40 m gunakan T = 0.6.18 0. Pelapisan dengan riprap ditetapkan pada sepanjang ruas lurus.2.13.030 0. Panjang pengamanan. Lihat subbab 8. Lihat subbab 8. Page 39 . 0. Langkah 11.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0. suatu lapisan filter diperlukan.032 0. Riprap meliputi semua keliling basah sampai kepuncak lereng.

Detail ujung sudut (edge).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 filter D15 soil 0.11).18 0.0049 diambil Maka : o = 400 = 900 = 0.75 b By : Salmani. Lintasan penampang basah bagian dalam. material filter 50 mm adalah sesuai. (juga lihat sketsa pada Formulir 1 pada gambar 8.030 0. MT. (b) Ketebalan lapisan filter: Jika kurva gradasi tanah dan kurva gradasi lapisan filter bukan mendekati paralel.60 DS = 0. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. detail ujung sudut dapat dilihat pada Gambar 8-7. Page 40 .061 3 5 D15 filter D15 soil 0. Langkah 15 : Stabilitas riprap Dalam contoh soal ini diketahui : SS = 2. 0.001 30 5 dan 40 Oleh sebab itu. MS.030 6 5 dan 40 Dengan demikian. Langkah 14.18 0. gunakan ketebalan lapisan 200 mm. filter pada interface tanah adalah cocok (OK).65 =26.131 m (dari perhitungan pada langkah sebelumnya) = 1000 kg/m3 S = 0.

12 tan 400 Sin26.23 ( 2. 1 Sin(90 0 2 0) Sehingga diperoleh: FS Cos 26.12.75 0.548 1.60 tan 400 0. 3.s = 1000. MS.64 kg/m2 o = 0. maka bilangan stabilitas untuk partikel bidang datar : η 1. 0.35 x tan 40 =0 Berdasarkan (lereng) : dan maka dapat dihitung angka stabilitas partikel pada tebing ' 0.1 ok.37 1.95 x13 . Kondisi tambahan yang diperlukan adalah : Aliran berubah lambat laun.3.0049 = 17. 2) Contoh 2 Site yang diilustrasikan pada gambar 8-1 mengalami pergerakan lateral menuju route 1 (lihat gambar 8-1a). Rencanakan revetment riprap yang stabil untuk menghindari erosi tebing.60 Cos 0 0. Page 41 .65 1 )x1000 x0 .2. MT.131 0. Karakteristik saluran seperti yang diuraikan dalam subbab 8. d. By : Salmani.6 0 Sin 90 0 0 9 .12 selanjutnya sudut antara arah pergerakan partikel dan bidang vertikal : tan 1 Cos 90 0 2 Sin 26 .23 kg/m2 Berdasarkan data yang sudah ada.75 x 17.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b = b.64 = 13.6.12 = 0.

D15 = 0.0013 m. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Survey topographic menunjukkan: Kemiringan saluran = 0.15 m. Penyelesaian: Langkah 1. MT. Tinggi tebing sepanjang tergerus tebing (cut bank) mendekati 2. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus daerah hilir ujung tikungan. Tanah tebing adalah pasir berlanau seperti dapat dilihat pada kurva gradasi pada Formulir 3 pada gambar 8-13.8 m . Formulir dan grafik yang digunakan dalam contoh 2 ini sama dengan pada contoh 1. erosi juga diamati pada daerah hilir tikungan dan udik sampai ke titik seperempat tikungan.60. dan dapat dianggap sebagai angular. Kumpulkan Data Lapangan. Jari-jari tikungan = 365. MS.0005 m. K (permeabilitas) = 1 x 10-6 m/s Bahan riprap yang tersedia mempunyai specifik gravity (SG) 2.2. Kurva gradasi tersebut menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0.0024 1. Lihat kasus yang diberikan dalam subbab 8. D50 =0.00014 m. Lebar saluran = 91. Lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini.7 m.4 m 2.3. Dasar saluran dilapisi dengan material batu sesar (cobble) dengan ukuran diameter D50 sekitar 0. Page 42 .

By : Salmani.112 m3/s. Dari analisis backwater pada ruas ini.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-9. Gambar 8-9 meilustrasikan bagian saluran eksisting. Langkah 4. diperoleh bahwa debit pada saluran utama (Qmc) adalah 982. Debit rencana.3. Gunakan prosedur dari Formulir 4. Potongan melintang sungai pada contoh 2.5. Hanya tebing saluran yang diperkuat. tinggi tebing sepanjang tebing yang tergerus adalah 2. Lihat subbab 8. dan batas the encroachment pada saluran pada lahan yang berdekatan. mengilustrasikan aliran dan kedalaman gerusan potensial Langkah 2.1. penampang saluran akan tetap seperti saluran eksisting dengan sudut tebing sesuai untuk mendukung revetment riprap. MS. MT. Hitung elevasi muka air rencana. Seperti telah diberikan. kemiringan slope yang digunakan 1V:2H. (a) Tentukan koefisien kekasaran. Desain penampang melintang. Diberikan 1.6 m3/s.7 m. Langkah 3. oleh sebab itu. Page 43 .2. Lihat subbab 8. Untuk meminimalkan kehilangan vegetasi tebing.

MT.000 + 0.005 jika perubahan penampang jarang menggeser aliran (occasional shape changes cause flow shifting) n3: efek hambatan n3 = 0. Langkah 5.3225 Sf 0. Dari analisis backwater : (semua harga saluran utama). Maksimum kedalaman saluran utama ditentukan menjadi: dmax = 4. kolom 1 pada Formulir 1 pada gambar 8.38 R-0. By : Salmani.1 minor to appreciable n = (0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4) m nb: base channel "n" kemiringan = 0. Kedalaman aliran ditentukan dari analisis backwater.16 anggap R = 3.05 m nb = 0. Page 44 .2 m (dari analisis backwater) Anggap R (3 m) mendekati nilai R aktual.000 tidak ada tanaman m: derajat meander m = 1. "n" Seperti yang dihitung adalah OK.6 m.005 kecil – untuk slope tererosi sedang (moderately eroded side slopes) n2: variasi penampang melintang n2 = 0.028 + 0.002 gunakan persamaan 4 untuk perhitungan harga nb.028 n1: faktor ketidakteraturan n1 = 0. oleh sebab itu. Tentukan parameter rencana lainnya. nb = 0.005 + 0.11 Jari-jari hidraulik untuk saluran utama: R = 3. MS.000) 1.10 n = 0.000 tidak ada hambatan n4: jumlah tanaman n4 = 0.042 Ini menunjukkan nilai "n" di ruas saluran yang digunakan untuk analisis backwater curve. (b) Hitung kedalaman aliran.0024 > 0.005 + 0.

55 m Gradasi: lihat Formulir 1. kolom 12 pada Formulir 1 (d) Ukuran riprap yang dikorosi: D'50 = D50 = (1. kolom 5 pada Formulir 1 = 410. (a) Gunakan gunakan grafik 1 pada gambar 8. kolom 3 pada Formulir 1 da = d = 3.0) = 0.17 (c) tidak ada piers atau abutments. kolom 10 pada Formulir 1. (aliran berubah lambat laun. = 1V:2H. gradasi. Langkah 10. Faktor-faktor koreksi sudut tebing. Ukuran D50: D50 = 0.6)(1.27 m. Tentukan ukuran riprap. dan ketebalan lapisan. MS.73.55) T = 1.66 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING A =838.84 m/s.60 (diberikan). kolom 9 pada Formulir 1.2 m2.10 m By : Salmani. tidak dapat digunakan Langkah 9. kolom 8 pada Formulir 1 (b) spesifik gravity = 2.19) K1 = 0. Gelombang permukaan. Page 45 . D50 = 0. C = 1. Tentukan ukuran riprap.44 m. MT. kolom 7 pada Formulir 1 (dari grafik 3 pada gambar 8. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 = 2(0.6. kolom 2 pada Formulir 1 Va = 3.11. Gelombang permukaan tidak diperhitungakan.6 lihat grafik 2 pada gambar 8. tikungan tajam – jari-jari tikungan terhadap lebar = 4). kolom 6 pada Formulir 1 (dari grafik 4 pada gambar 8.20) Langkah 7. oleh sebab itu : Cp/a = 1. kolom 4 pada Formulir 1 Langkah 6. Faktor stabilitas = 1. kolom 13 pada Formulir 1 Langkah 8.

Lihat subbab 8.2. atau suatu volume batu yang cukup akan ditempatkan pada tapak tebing untuk pengamanan kedalaman gerusan yang diperlukan. Page 46 . Lihat subbab 8. MT. Panjang vertikal pengamanan.1 = 6. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus pada daerah hilir tikungan. Langkah 12. MS.11 ds = 2. Langkah 13.6. erosi juga diamati di hilir apex tikungan dan udik sampai pada titik seperempat tikungan.7 m Material tebing harus ditempatkan sampai pada kedalaman ini. 0. Penetapan riprap untuk pengamanan tebing mulai dari suatu titik 91.68 m gunakan T = 1.10 m Langkah 11. (a) ukuran material filter: Formulir 5 pada gambar 8F-5.0 D50-0.15 0.6: ds = 2. Perencanaan lapisan filter. Kedalaman gerusan dievaluasi seperti yang diilustrasikan dalam subbab 8.0(0. Panjang pengamanan.14 m Penambahan ini untuk mengantisipasi kedalaman maksimum potensi gerusan: 4.0013 115 5 By : Salmani.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0.11 =2.6 + 2. Riprap pada seluruh tebing saluran dari atas tebing sampai kedalaman bawah merupakan cara untuk mengantisipasi gerusan.2. D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan.5 W) hilir ujung tikungan.4 m (W) udik pada bank entrance sampai ke suatu titik 137 m (1.55)-0.6.

0.0047 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 riprap D15 filter 0.00014 1071 40 Oleh sebab itu.15 0. (b) detail tapak (toe): lihat gambar 8-10. filter granular. material filter 13 mm cukup memadai. MT.03 5 5 D15 riprap D15 filter 0.6 5 dan 40 Oleh sebab itu.15 0. MS.0047 32 5 dan 40 Oleh sebab itu.2 = 3. 7 5 D15 filter D15 tan ah 0. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. 0. (b) Ketebalan lapisan filter: Gunakan ketebalan lapisan 200 mm. Langkah 14. 6. suatu lapisan filter diperlukan. Page 47 .0047 0. Lihat Formulir 3 untuk tanah. Detail sudut.15 0.0013 3.00013 33 . (a) detail sayap (flank): lihat gambar 8-10. filter pada interface tanah adalah OK.5 m kuantitas batuan (Rock quantity) yang diperlukan dibawah dasar eksisting: By : Salmani.3.7. Coba 13 mm filter kerikil halus dengan karakteristik gradasi seperti yang diilustrasikan dalam Formulir 3. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 tan ah Dan. dan kurva gradasi riprap. Potensi kedealaman gerusan di bawah dasar saluran eksisting pada tebing (d's) merupakan kedalaman gerusan yang dihitung dalam langkah 12 minus elevasi dasar yang ada pada tebing: lihat gambar 8-10.

D50 = 0.60 .61 > 1.38 m2 Tapak saluran trapezium kedalaman 1.27 m . = 400.0283 d's (sin-1 )(T)(1. kestabilan riprap pada contoh 2 juga dihitung dengan menggunakan formula yang sama.5) = 9.60 . Langkah 15 : Stabilitas riprap Sama seperti pada contoh 1. maka diperoleh : ok.24) (0. S = 0.66 m . = 900.83 m (deep trapezoidal toe trench) dengan kemiringan samping 1V:2H dan 1V:1H. SF = 1. dan SF = 1. dan suatu lebar dasar 1.5) dengan: Rq = jumlah riprap yang diperlukan per m tebing (m2) = sudut tebing terhadap sudut datar (degrees) T = ketebalan lapisan riprap (m) Rq = (3.048) (2. Page 48 . MS.60 By : Salmani. d = 3.0024 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rq = 0.9144) (1.60.8 m mengandung volume yang cukup. Dari data dan hasil perhitungan di atas diperoleh: Ss= 2. Diambil = 26. MT.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 49 . MT. MS.

Elevasi Permukaan Air 2. Koreksi D50 = 8 + 11 + 12 14.22 m 6.38 jika diambil secara umum) Gambar 8-11.61 m 2 1 1. Faktor Stabilitas 10. Formulir ukuran riprap By : Salmani. Kedalaman Rata-rata Saluran Utama 5.. Ukuran Riprap Proyek……………………………………………………………………………… Uraian ………………………………………………………………………. Luas Basah Saluran Utama 3.……….22 m AASSHTO Gradasi : D100 gunakan Ukuran Persen (m) Lebih halus 100 50 5 . MS. Diperiksa Oleh/tanggal :…………………/……………………… Lembar……………………dari……………………. (m) 1 A (m2) 2 Va (m/sec) 3 d3 (m) 4 K1 D50 (m) 8 SF Ss C CP/A D50 (m) 13 Catatan 5 6 7 9 10 11 12 14 Sketsa Rencana : Karakteristik Riprap : UKURAN : KETEBALAN : 20 50 3. Sudut Geser Alam Riprap (grafik 4) 7.10 Karakteristik Buatan : Butiran : Ukuran (m) Persen Lebih Halus 85 50 15 1. Kecepatan Rata-rata Saluran Utama 4. Catatan atau Komentar 1. Koreksi untuk Pilar/Abutment Correction (3. Faktor Koreksi Ukuran Riprap (grafik 2) 12. Koreksi Sudut Tebing (chart 3) 8. Sketsa Penampang : Q RB Q Total QMC QLB Q TOTAL QMC QLB QRB Karakteristik Tanah D15 D50 D85 Kedalaman of WS.1 m Fabric : AOS' < Perm > Ukuran Buka Rata-rata 13. Kemiringan Tebing 6. Ukuran Riprap (grafik 1) 9.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 1. Disiapkan Oleh/tanggal :…………………/………….. MT. Page 1 . Spesifikasi Gravitasi Riprap 11..

.12.. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 2 Proyek :…………………………………………………………………………………………………. Formulir Ukuran riprap . Digunakan…………………….………ft.:….. D100……………………./…………… Disiapkan Oleh/Tanggal Uraian :………………………………………………………………… Diperiksa Oleh/Tanggal :………/………… Lembar……dari…… Kecepatan Angin (mph) fetch (m) Hb (m) 1 e Rv Ho 2 Faktor Koreksi 3 Rv (ft. Jenis………………. Page 2 .Erosi Gelombang By : Salmani. Ketebalan Revetment : 2D 50……………………………ft.) 5 Ukuran Riprap : D50…………………ft. MS.) 4 D50 (ft....ft. Gambar 8.

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8. Page 3 .13 Formulir 3 Gradasi Material By : Salmani.

000 harga n 0. n3 (2)tanpa penyempitan Vegetasi. Diperiksa Oleh/Tanggal : ……………… ………………………………………………………………… Lembar………dari… Perkiraan harga n FAKTOR Harga awal n.092 da) nb = 0. MS.0049.5 < da / D50 < 35 untuk 35 < da / D50 < 30. Formulir 4 Evaluasi Kekasaran By : Salmani.……………………………………….040 0. n4 (2) belokan.000 0.040 nb = {0... persamaan 4 tak beraturan. m (2) sedikit vegetasi (beberapa tumbuh dipermukaan riprap) mendekati lurus bobot n ditambah harga n (3) n yang digunakan untuk 1.167 (2) lihat referensi (17) (3) n = m(n1+n2+n3+n4) nb = 0.328 (D50)0. n1 (2) Kekasaran saluran pada kondisi alamiah menikung. Page 4 . Evaluasi Kekasaran PROYEK : Contoh 1 ………………………………………… Disiapkan Oleh/Tanggal :…………… URAIAN : ………………….5} / (1. nb (1. MT.003 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 4. n2 (2) ukuran dan bentuk dari potongan melintang penyempitann.000 0.000 0.14.429 D50 0..037 0.3225 Sf R -0.2) Uraian Kondisi Kemiringan = 0.000 0.16 untuk aliran pegunungan yang tidak kontinyu Gambar 8.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 5./……… Uraian :…………………………………………………………………………………………… oleh/ Tanggal : …. Gambar 8. MT.3 mm Permeabilitas Permeabilitas Tanah < Permeabilitas Buatan Seleksi Spesifikasi Saringan Buatan………………………………………………………………. SARINGAN BERBUTIR : LAPISAN URAIAN D15 ft./……… Diperiksa lembar………dari……….15 Formulir 5 Perancangan Saringan By : Salmani. Page 5 . Perancangan Saringan Proye :………………………………………………………………………………………………….. Disiapkan oleh/Tanggal :…….. RASIO D15 Kasar D85 Halus <5< D15 Kasar D85 Halus <40 RANGKUMAN : URAIAN LAPISAN D15 D85 KETEBALAN SARINGAN BUATAN : Jenis bentuk fisik : Sifat Hidraulik Tahanan Pipa < 50% Saringan # 200 AOS < 0. MS.6 mm < 50% saringan # 200 AOS < 0.. D85 ft.

8 3. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-16: 1.0 6.0 Contoh Diketahui Va = 2.4 3. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 0.5 1. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.1 0.0 0. By : Salmani.73 Dic ari: D50 S olusi D50 = 0. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.0 K1 0.10 8.08 d 15 a ve D50 Va 1.0 2.0 4.5 0. 3.0 4.13 Gambar 8-16. 4. Page 6 . 5.0 0.0 0.96 m d (ave) = 3.0 1.6 2.0 8. MT.036 0. 2.4 0.0 2.3 0.0 0. MS. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.2 1. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1). Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .0 0.6 m K1 = 0.3 6.0 1.

9 1.3 2.8 1. MS.2 1.5 / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR OREKS I S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.5 2.5 1.0 1.7 2. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-17: 1.0 0.5 CONT OH DIKET AHUI S = 2. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik 3.9 3.2 2.8 1. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor) 2.2 F DICARI : C S oluS I C = 1.1 2.4 1.0 2.6 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.1 2.0 4.61 S 1.0 5.5 2.0 0. MT.8 3.4 2.0 Gambar 8-17.0 1.7 2. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C By : Salmani.6 1.3 1.65 S S = 1.6 1.5 1.0 C S F 2. Page 7 .0 0.

3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 4.5:1 40 10 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S 0 T angat ajam = 41 Dic ari K1 S olusi K1 = 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1 . Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. By : Salmani. K1 = 1- S in 2 2 0. Tentukan nilai θ dan Ф.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. 2. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1.73 Gambar 8-18.5:1 30 2:1 25 K1 -10 -30 -50 -60 30 -70 35 2. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. Page 8 . MS. MT. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-18: 1. 4.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) 35 (0) 1.

08 0. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-19: 1. MS. Va dan K1 pada masing-masing garis grafik.5 12 1 2 Example Given Va = 4. MT. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.2 D50 (m) 0.0 0.4 2 0.8 2 1 1.25 5 5 3 0. By : Salmani.15 0. Page 9 .06 d avg 12 10 9 8 7 6 4 Va (m/s) 8 7 6 0.00594V a / (d a vg K1 ) D50 = Median Riprap S (m) ize Va = Average Velocity main channel (m/s) d avg = Average Depth in main channe (m)l K1 = Bank angle correc tion term 3 12 -3.72 Find : D50 S olution D50 = 0.6 0. 4.2 0. Tarik garis lurus dari titik davg ke Va terus ke K1 sampai memotong garis grafik D50. Va dan K1.6 0.3 4 3 0. Tentukan nilai davg .75 (m)l K1 = 0. Plot nilai davg .1 K1 1. 2. 3.69 (m) Gambar 8-19.9 (m/s) d avg = 2.4 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D50 = 0.0 0.

3 0.8 1.4 0. By : Salmani.2 0. 2.04 0.4 0.8 1.0 (ft) Gambar 8-20.0 2.06 0.2 0.1 0. 3.3 0.1 0. MT.6 0. Tarik garis lurus dari titik h menuju slope melalui garis grafik D50 4.0 3. Page 10 . Plot nilai h dan slope pada masing-masing garis grafik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 45 0.6 0. Sudut alamiah riprap sehubungan dengan ukuran rata-rata dan bentuk batu Ukuran Batuan Tengah (D50) Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-20: 1. Tentukan nilai h dan slope.08 0.0 (m) Batu pecah besar udut alam iah S 40 S angat Curam S angat Bulat 35 30 0.0 4. MS. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.

Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.5 0. 5. MT.06 H Cot 1/3 1:5.0 0.5 0.57 D50= U kuran T enga h Rip ra p H= T inggi Gelombang = S udut T ebing T erhadap Horizontal Gambar 8-21.1 0. By : Salmani.2 0.0 1:2. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 . 3. 2. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING H (m) 3 D50(m ) 1.5 1 0.6 1:1.5 0.0 1:6.4 1:2. Page 11 .12 0. Hubungan Ukuran Riprap yang Diperlukan Dari Hudson Untuk Menahan Erosi Gelombang Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-21: 1.6 0.08 1:4.15 1:3.4 0.8 0.0 D50= 0.5 1.3 0. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.0 H 1 0.8 0. MS.0 1:3.2 2 S lope 1:1. 4. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).2 0. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.

0 2.5 2. MT.5 3.5 1.8 2.5 1.2 1.6 0.7 2. 3.61 S S = 1.61 S / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR ORE I KS S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2. Page 12 .0 0.0 1.0 S = 2.0 1.1 1.0 5. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C.4 1. 4.3 1.3 2.0 4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.5 2. MS.60 F Gambar 8-22.6 1. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik.8 1.7 2.9 3.4 2. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor).5 1.8 C S F 1.0 CONT OH DIKET AHUI DICARI : C S olusi C = 1. 2. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C.2 2.9 1.1 2.0 0.0 2. By : Salmani.6 2. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph gambar 8-22: 1.

Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph (grafik 3).5:1 K1 -10 30 30 2:1 -30 -50 -60 -70 35 25 2. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-23: 1. 3.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. MT. MS. By : Salmani.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) (0) 35 1. Tentukan nilai θ dan Ф.5:1 10 40 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S angat T ajam D50 = 0. 2.73 Gambar 8-23.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = 1S in 2 2 0.56 m Dic ari K1 S olusi 0 = 41 K1 = 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. 4. Page 13 .

8. MS.1.3.1.1 Deskripsi Gabion merupakan batuan yang diisikan ke dalam sebuah wadah yang terbuat kawat atau plastik. maka perlu digunakan penguat di belakang gabion.1.3. Hal-hal yang utama dalam mendesain gabion adalah : 1. yaitu batu dengan matras dan bronjongan. Karena matras gabion terletak dangkal dan mudah untuk bergerak.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Pergerakan (pergeseran) tanah melalui wadah dapat menyebabkan penggerusan ke bawah terhadap struktur tanah dan dapat menyebabkan gabion mengalami keruntuhan. Page 14 . maka perlu diperhatikan dalam mendesain matras sehingga matras dapat menahan gaya By : Salmani. Penggunaan filter buatan di belakang atau dibawah wadah gabion sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah menuju gabion. Atau kaki gabion dapat dilindungi dengan matras yang akan jatuh ke daerah penggerusan dan tidak mempengaruhi kestabilan tebing maupun tanah dasar yang dilindungi.2. Kalau perlindungan tebing tidak sampai ke atas permukaan air saluran. Wadah membentuk dnding atau matras untuk mengendalikan erosi sepanjang tebing saluran.1. 3. MT.2 Dasar – Dasar Desain Tipe gabion dalam penggunaan ada dua. 2.2 Bronjongan (Gabion) dan Matras 8. Perlindungan kaki dan badan gabion. Dasar (kaki) gabion harus mempunyai kedalaman lebih besar dari kedalaman penggerusan yang akan terjadi.2. 8.2. Stabilitas pondasi.3.3. Gabion harus didesain agar dapat menahan gaya air dalam aliran. Kecepatan partikel dan tegangan geser batas yang harus ditahan gabion.3 Pertimbangan Utama dalam Desain Pertimbangan utama dalam mendesain gabion adalah kecepatan yang terjadi pada permukaan gabion.

Dimana K1 ditentukan dari tabel dibawah ini. Ukuran batuan yang digunakan untuk matras gabion dapat ditentukan dari persamaan sebagai berikut : 0. = diameter batuan rata-rata = kedalaman aliran lokal = percepatan gravitasi = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centerline. MT. 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 R W (8.22) = koefisien stabilitas (digunakan 0. Tetapi. = faktor keamanan (minimum 1.21) Cv dimana : CS Cv 1.1) = kecepatan rata-rata kedalaman = lebar permukaan air dari saluran utama = berat jenis batu = berat jenis air.5 2 .25 pada ujung dike dan saluran dari beton. matras telah digunakan pada saluran dengan aliran berkecepatan tinggi dan tidak terjadi apapun pada matras. Page 15 .2 log (8.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv minimum = 1 Cv Dm d g K1 R Sf v W s w = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING akibat air. Namun proyek konstruksi yang memakai matras untuk gabion tetap harus menaruh perhatian. MS.283 0 . By : Salmani.

23) dengan tegangan geser pada tebing ( m) merupakan 75 persen dari tegangan geser dasar saluran. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Table 8-5 Koefisien K1 Kemiringan Tebing 1V : 1H 1V : 1.5H 1V : 2H 1V : 3H < 1V : 4H K1 0.1( s w )dm (8. direkomendasikan ukuran batuan harus diperbesar untuk membatasi deformasi. yaitu : c 0 . maka gabion tidak dapat menahan deformasi yang telah disebutkan sebelumnya. Kalau b b m > c atau m > s. Hal ini dapat mengurangi deformasi yang dapat terjadi ketika ukuran batuan tidak terlalu besar untuk menahan gaya dari air.88 0. Bagaimanapun juga.24) dan tegangan geser kritis untuk tebing adalah s c 1 Sin 2 0 . Hasil dari deformasi matras adalah tegangan pada wadah dan meningkatkan ketahanan pada aliran dan dapat menyebabkan keruntuhan pada wadah. persamaan tegangan geser untuk dasar saluran : b w Berikut ini xS xd (8.0 Persamaan diatas dikembangkan untuk mendesain ukuran batuan untuk menahan pergerakan batuan pengisi pada matras.25) dimana Sebuah desain akan diterima bila < c dan m < s. MS. Kalau nilainya dan m.46 0. b (8. Stabilitas gabion terhadap tegangan geser sangat penting.4304 adalah sudut tebing dari bidang horisontal. By : Salmani.8 1. Page 16 . harus diperiksa apakah mereka melebihi 120 dari kurang dari 120 dari b dan .71 0.. Nilai ini akan dibandingkan dengan tegangan geser kritis untuk dasar saluran.

3. Gabion dengan wadah tetap yang digunakan untuk stabilitas tebing harus ditempatkan miring 6 derajat dari arah vertikal tanah dengan keadaan berundakundak ke arah luar tanah dasar.4 Stabilitas tanah dasar dan material tebing Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain gabion adalah stabilitas pondasi gabion. By : Salmani. 8. filter kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan air pada permukaan gabion sampai kecepatan mencapai batas tertentu. dan kecepatan ijin maksimum untuk jenis tanah yang lain adalah ve. MT. maka undakan harus ditempatkan di belakang gabion (tanah dasar). Kecepatan air yang bergerak melewati gabion dan filter diperkirakan vb 1 Dm nf 2 2/3 S1 / 2 (8.27) Kalau vf lebih besar dua sampai empat kali lebih besar dari ve. kecepatan ijin maksimum pada permukaan tanah.2.1d1/2 dan vf adalah vf 1 f Dm 2 2/3 S .26) Kecepatan batas untuk masing-masing tanah berbeda. Disarankan menggunakan cerucuk dengan diamter 15 cm dan panjang 4 m. Batas untuk tanah kohesif didapat dari grafik. Page 17 . MS. Pemilihan yang paling mudah adalah pilih batuan lalu pilih kedalaman wadah minimal dua kali ukuran batuan yang terbesar.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penelitian telah menunjukkan bahwa batuan didalam matras gabion sebaiknya mempunyai besar diameter tidak lebih dari dua kali diameter batuan yang paling kecil dan kedalaman matras sebaiknya minimal dua kali dari ukuran batuan terbesar. dan dibandingkan dengan vf. Hal ini menyangkut stabilitas geoteknik dan ketahanan tanah di bawah gabion terhadap gaya erosi akibat pergerakan air melalui gabion. kecepatan residu di dasar contohnya dibawah matras atau filter buatan. Bila permukaan gabion datar yang ke arah aliran air. ve untuk tanah halus sama dengan 16.1.Va1 / 2 (8. Salah satu faktor yang menentukan dalam stabilitas adalah kecepatan air yang melalui gabion dan mencapai tanah di belakang gabion.

Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana.5 Prosedur desain gabion Prosedur perencanaan gabion dapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1.1.025) diperoleh kecepatan aliran (v) dan kedalaman rata-rata . kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan Faktor koreksi kemiringan samping k1 Tentukan ukuran batu bronjongan (gabion) dm Cek terhadap geser ? Ya Tidak Cek lapisan dasar dan material tebing ? Ya Tidak Membutuhkan f ilter dan Tentukan ukuran f ilter Cek Stabilitas struktur gabion (bronjongan) Gambar 8-24.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memeriksa filter dapat dipakai gunakan ukuran rata-rata kerikil filter dm untuk persamaan 6. ukuran kerikil 8. MT. dengan menggunakan persamaan Manning (kalau tidak data. MS. Page 18 . Potongan Melintang 2. Kalau kecepatan Vf masih telalu tinggi.2. ? Flow chart perencanaan gabion Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis SELESAI Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) By : Salmani. kekas ar an dasar s ungai.3. koefisien Manning dapat diambil n = 0. Perubahan penampang melintang 3.

= diameter batuan rata-rata (m) = kedalaman aliran local (m) = percepatan gravitasi (9.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv 1. 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 dimana : CS Cv = koefisien stabilitas (digunakan 0. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 ditentukan dari tabel 8-5 diatas (hubungan antara K1 dan kemiringan tebing).283 0 . Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan : 0.2 log R W Cv minimum = 1 Cv dm d g K1 R Sf v W s = 1.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.81 m/dt2) = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centreline (m) = faktor keamanan (minimum 1.5 2 . MT. Tegangan geser pada dasar saluran dapat dihitung dengan rumus : By : Salmani. Page 19 .1) = kecepatan rata-rata kedalaman (m/dt) = lebar permukaan air dari saluran utama (m) = berat jenis batu (kg/m3) = berat jenis air (kg/m3) w Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion. MS.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b w xS xd dimana : S = kemiringan permukaan air atau dasar saluran. Page 20 . Kondisi ini meliputi stabilitas geoteknik dan tahanan tanah di bawah konstruksi gabion terhadap gaya erosi.75 b Untuk tegangan geser kritis pada dasar saluran dihitung dengan persamaan : c 0. Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Untuk menghitung stabilitas lapisan dasar dan material tebing sangat tergantung pada stabilitas pondasi gabion.4304 dimana = sudut rotasi tebing terhadap horizontal. Salah satu faktor paling kritis dalam penentuan stabilitas ini adalah kecepatan yang melewati gabion dan ruas tanah dibelakang gabion. MS. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Kecepatan aliran di bawah filter yang dibuat yaitu air yang bergerak melalui gabion dan lapisan filter. Dari hasil perhitungan tegangan geser. MT. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing. Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada tebing digunakan rumus : m 0 . By : Salmani.1( s w ) Dm Adapun pada tebingnya digunakan rumus : s c 1 Sin 2 0 . Pada tebing saluran .

MT. Batasan kecepatan yang diizinkan untuk tanah kohesif ditentukan dari grafik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diestimasikan 1/2 sampai dengan 1/4 kecepatan pada matres gabion dan interfase filter. vb = kecepatan aliran pada matras (m/dt) nf = 0. Kegunaan filter kerikil ini By : Salmani. v1 / 2 a .02 untuk filter yang dibuat ( sintetis ) = 0. yaitu kecepatan maksimum yang terjadi pada interfase tanah.1 d1/2 Sedangkan untuk vf menggunakan rumus : vf dimana : va Dm 1 dm 2 f 2/3 S. sedangkan kecepatan maksimum untuk tipe-tipe tanah yang lain ditentukan dengan menghitung ve. Chen. Hasilnya dibandingkan terhadap vf. Adapun persamaan ve untuk tanah gembur adalah : ve = 16. dan Swanson (1984). kecepatan pada matras gabion (vb) adalah : vb dimana : 1 nf Dm 2 2/3 S1 / 2 SI . Page 21 . MS. = kecepatan rata-rata saluran (m/dt) = diameter batuan rata-rata (m) Jika vf > (2-4) ve.022 untuk material filter dari krikil (gravel) S = kemiringan permukaan air atau dasar. maka filter dari kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan aliran pada interfase tanah di bawah kontruksi gabion. Menurut Simons. yaitu kecepatan pada dasar di bawah matras gabion dan filter yang dibuat.

2.3. Ukuran maksimum batu diukur normal ke slope dan tidak melebihi ketebalan mattress. Lacing wire (kawat pengikat) Kawat pengikat berukuran No 9 gage galvanized atau telah ditentukan. 2) Material 1. 2. dan dipasang anchor ke slope-nya. MT. Wire enclosure Kawat yang digunakan untuk mattress atau unit blok haruslah berukuran dan berdimensi seperti rencana.6 Spesifikasi Material 1) Penjelasan Penting untuk meletakkan dengan baik gabion (bronjongan) pada dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang diarahkan oleh engineer untuk mendapatkan hasil yang baik. Rock Batuan yang digunakan untuk mengisi harus bergradasi baik dan 70% dari beratnya tidak boleh melebihi dari dimensi terkecil kawat. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING adalah untuk mendapatkan kecepatan vf sedemikian rupa tidak membahayakan lapisan dasar. 8. Page 22 . By : Salmani. seperti untuk revetment atau untuk toe protection untuk tipe lain dari riprap. 3. saling dihubungkan.1. diisi oleh batuan. Gabion (bronjongan) terdiri dari anyaman berbentuk keranjang (basket) yang terbuat dari kawat. Langkah 4 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Detail konstruksi tergantung dari kegunaannya.

dan lapisan perlindungan pada daerah yang diinginkan.2. Serta terikat dengan lainnya dengan interval 0. rencanakan tipe revetment dari gabion. dan setiap 2. Bagian dari wire enclosure dapat dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin. 8.1. diikat.2 m untuk tanah padat (lempung) dan 1. serta kemiringan dasar 1 : 1000. perlu direncanakan perkuatan tebing sehingga bahaya keruntuhan/erosi dapat teratasi. Bagian sisi keliling dari wire enclosed haruslah aman tersambung sehingga sambungan tersebut menghampiri nilai kekuatan pada kawat tersebut.3. maka stake akan menjadi satu kesatuan. Jarak maksimum setiap stake tergantung pada konfigurasi basket dengan jarak minimum setiap 1. Untuk mengatasi hal ini. By : Salmani. MT.8 m untuk tanah longgar (pasir).50 m3 dengan lebar dasar 25 meter.31 m untuk membentuk structure).5H. Untuk mengatasi masalah tersebut.3.1. struktur sambungan terus (continuous connected Mattress pada sisi slope saluran mesti terikat pada bank dengan anchor stake sedalam 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Syarat-Syarat Konstruksi Syarat-syarat konnstruksi dapat dilihat pada Section 7.7 Contoh perencanaan gabion Suatu konstruksi jalan disepanjang tikungan saluran mengalami keruntuhan/erosi akibat aliran yang terjadi pada saluran tersebut. Sketsa kondisi kasus dapat dilihat pada gambar di bawah gambar 8-25. Serta diletakkan. Counterfort dapat digunakan untuk tambahan pada slope mattress.8 untuk slope 1V : 2. Anchor stake dipasang pada sisi dalam sudut dari diafragma basket sepanjang upslope (tertinggi) dinding basket. dan diisi untuk memenuhi syarat keseragaman. Stake slope mattres dibutuhkan meskipun counterfort digunakan atau tidak. Saluran tersebut mengalirkan debit 125.5H dan lebih curam. kemiringan tebing 1:1.7 m untuk slope kurang dari 1V : 2. kerapatan. MS. Page 23 .

Dalam contoh soal ini : s = 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-25.2 t/m3 By : Salmani. Kasus gerusan pada sungai dengan menggunakan pengaman Gabion Penyelesaian: Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. MT.46. dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil n = 0.025) diperoleh kecepatan aliran (v) 2m/dt dan kedalaman rata-rata 2.3 m. MS. Page 24 . Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan yang telah disebutkan di atas. dengan menggunakan tabel 1 diperoleh K1 = 0. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) Berdasarkan kemiringan tebing saluran yang akan diperkuat yaitu IV : 1H.

3) Dm = 0.2 log R W 150 W 29 .81x 2.73 kg m2 Sedangkan tegangan geser kritis pada dasar : By : Salmani.46 Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING w = 1 t/m3 = 1. MS. Gunakan pers.6 m. 8.3 1. MT. maka dengan menggunakan persamaan 8.3x0.14) x(2.5 = 9. Page 25 .24) : m 0 .2 1 0. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.1) x(1.0 9.3 2.001 x 2. Sf g W Gunakan persamaan 8. 8.75 x 2.22: Cv 1.6 = 29.5 25 2.095 m. Dm 10 cm 1 2.5 x(0.283 0 .81 m/dt2 = B + 2 x h = 25 + 4.21 diperoleh : Dm 1.23 b 1000 x 0 .6 1.283 0 .3 kg m2 Sehinggga diperoleh tegangan geser pada tebing (pers.2 log Cv = 1.14 Berdasarkan parameter yang telah diketahui tersebut.

001)1 / 2 . Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Berdasarkan prosedur desain di atas dan dari perhitungan pada langkah sebelumnya diperoleh : Dm = 0.001)1 / 2 By : Salmani.10 12 kg m 2.99 kg/m2 Dari hasil perhitungan tegangan geser. 2/3 (0. 0.4 1 Sin 2 10 0 0 .25) : = 10 maka.02 2 2/3 (0.1 m. MS. Dengan mengambil 8. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. Dengan demikian untuk filter sintetis diperoleh : vb vb 1 0. MT.1 0. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing.1 0.22 m / dt. s 11.022 2 0. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran .4304 s = 10. Pada tebing saluran .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c 0 . vb diperoleh : vb vb 1 0.20 m / dt. Page 26 . tegangan geser pada tebing diperoleh (pers.1( 2200 1000 ) 0 . Sedangkan bila lapisan filter kerikil yang digunakan.

maka kecepatan aliran di bawah lapisan filter sintetis : vu = (0. Page 27 .244 m/dt Kecepatan residu pada dasar : vf 1 0. By : Salmani.0. MT.05 .1 2 / 3 ( ) (0. saluran yang telah diperkuat tebingnya dengan gabion dapat dilihat pada gambar 8-26.02 2 vf 9. maka filter dari krikil tidak diperlukan.1(2.3)1 / 2 = 24.11) m/dt Dikarenakan kecepatan di bawah lapisan sintetis sangat kecil.6x10 3 m / dt Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan : vf < (2 .4) ve. Berdasarkan harga vb. Dari semua perhitungan tersebut di atas. MS.42 cm/dt = 0.001)( 2)1 / 2 0. maka kemungkinan terjadinya kerusakan lapisan dasar sangat kecil.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Kecepatan maksimum pada interface tanah : ve 16.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

Gambar 8-26. Rencana Gabion Langkah 6 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.3.2 Jenis Kaku (Rigid Revetment)

8.3.2.1 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

8.3.2.1.1 Deskripsi
Dinding penahan tanah adalah dinding pengaman gerusan yang terbuat dari pasangan batu kali dengan campuran semen atau beton. Dinding pengaman ini bersifat tetap.

By : Salmani, MS, MT.

Page 28

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

8.3.2.1.2 Dasar-Dasar Desain
Jenis-jenis dinding penahan tanah (retaining wall) adalah gravity wall, semigravity wall dan cantilever wall. Gravity Wall adalah dinding penahan tanah dengan mengandalkan gaya gravitasi sebagai gaya penahan beban. Dinding ini tidak terdapat tegangan tarik. Semi-gravity Walls memerlukan baja untuk mengurangi massa beton. Cantilever Wall berbentuk dinding T dan bertindak sebagai kantilever. Biasanya terbuat dari beton bertulang.

Dalam mendesain dinding pengaman tipe ini, yang harus diperhatikan adalah stabilitas dinding. Dinding harus stabil terhadap gaya guling (overturning), gaya gelincir (sliding) dan daya dukung.

1) Gaya Guling Gaya guling dapat menyebabkan dinding penahan tanah terguling apabila tidak dapat menahan gaya akibat beban. Beban yang dapat menyebabkan dinding penahan tanah ini terguling adalah tekanan tanah horizontal. Sedangkan yang menahan agar dinding tidak terguling adalah gaya berat, tekanan aktif dan berat tanah timbunan. Agar lebih jelas dapat melihat gambar pada contoh perencanaan dinding penahan tanah.

Kestabilan dinding penahan tanah adalah perbandingan antara jumlah gaya yang membuat dengan gaya penahan guling. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

SF

Mr Mo

(8.28)

dimana: Mr : momen yang menahan dinding agar tidak guling Mo : momen yang membuat dinding terguling. 2) Gaya Gelincir (Sliding) Gaya gelincir dapat menyebabkan dinding penahan tanah tergelincir hingga jatuh. Gaya gelincir ditentukan oleh tekanan tanah horizontal akibat tanah di

By : Salmani, MS, MT.

Page 29

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
belakang dinding. Sedangkan gaya tahannya adalah berat dinding dan tekanan pasif.

Dinding dapat dikatakan aman apabila angka keamanan melebihi yang disayaratkan. Angka keamanan :

SF

Re sisting forces driving

(8.29)

3. Daya Dukung Daya dukung tanah diperlukan untuk menahan beban akibat berat dinding penahan tanah. Besarnya daya dukung ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

q

V 6e 1 A B

(8.30)

dimana: V = jumlah gaya vertikal yang bekerja A = luas penampang kaki dinding e = eksentrisitas yang dihitung dengan V . x

M dan
(8.30a)

e

B 2

X.

B = lebar dinding pengaman.

By : Salmani, MS, MT.

Page 30

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. By : Salmani. Flow chart perencanaan retaining wall Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Langkah ini akan mendapatkan nilai-nilai parameter hidraulis yang digunakan untuk perhitungan dinding penahan tanah.3. MS. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan jenis dan dimensi retaining w all Tentukan kedalaman tapak dan pondasi Cek stabilitas ? Ya Tidak Tentukan jenis dan ukuran pengaman kaki SELESAI Gambar 8-27. kekas ar an dasar s ungai. MT. Potongan Melintang 2. Page 31 .2.3 Prosedur Desain Prosedur desaindapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Penentuan nilai parameter ini melalui catatan-catatan hidraulis yang ada maupun survei di lapangan.1. Perubahan penampang melintang 3.

Ph = Pa cos (8. Bila tidak stabil. lebar dasar. maka kembali ke langkah 2.32) Tekanan tanah horizontal. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Tentukan bentuk dan jenis retaining wall yang akan digunakan. a. maka akan dihitung stabilitasnya. MT. maka ukuran dimensinya dapat diubah sehingga diperoleh hasil yang kuat dan ekonomis. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. MS. Tentukan juga dimensi dari retaining wall.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Berdasarkan catatan debit. Page 32 . Apabila bentuk retaining wall ini tidak dapat memenuhi persyaratan kekuatan.33 (8. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : hs h1 dimana: a 1. Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu.33) By : Salmani. Tekanan tanah aktif.31) h1 : kedalaman di hilir hs : kedalaman penggerusan Fr : bilangan froude. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas.025) diperoleh tinggi aliran dan kecepatan rata-rata. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Dari desain awal pada langkah 2 telah dibuat bentuk awal dari retaining wall. 40 Fr0. Guling (overturning) Yang mempengaruhi gaya guling secara keseluruhan adalah sebagai berikut :.1 h1 0 . Pa 1 / 2 H 2 Ka (8.

W = jumlah berat tanah yang menimbun retaining wall Kemudian hitung momen guling Momen guling (Ph) = Jumlah gaya terjadi pada retaining wall x jarak antara titik acuan guling dengan resultan (jumlah gaya yang terjadi).f (8. MS. Menurut Bowles (1968). Pp 1 2 f H 2 kp (8. f tan 2 3 (8. FR V .36) Tekanan tanah pasif. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.34) SF Mr Mo Bila SF > SFpersyaratan. .x M Page 33 By : Salmani. MT. Gelincir (Sliding) Koefisien geser. V . maka retaining wall aman b. Kp diperoleh dari hubungan kemiringan tanah timbun ( ). Angka keamanan guling (8.35) Gaya geser. Pv = Pa sin Berat tanah timbun.29) c.37) Angka keaman untuk gelincir dengan persamaan (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tekanan tanah vertikal.

(8.4 Spesifikasi Material Material yang digunakan tergantung dari jenis retaining wall yang digunakan.3.30.8.1. 8.2. dapat dihitung : Bt = 2H. Lebar Toe Apron (Bt). Material yang biasa digunakan untuk retaining wall adalah pasangan batu kali yang direkatkan dengan semen maupun beton bertulang. MT. (8. Bila digunakan dari quarrystone . Bahannya bisa digunakan dari quarrystone atau riprap. MS.3. Perencanaan riprap dapat dilihat pada detail perhitungan riprap. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar. Langkah 5 : Penguatan kaki struktur Agar kaki struktur aman terhadap gerusan maka perlu digunakan perkuatan kaki (Toe Apron) pada struktur retaining wall.1. NS 3 N S ( SG 1 )3 a 1. maka parameter yang dihitung adalah seperti berikut ini.2.5 Contoh Perencanaan retaining wall By : Salmani. maka dihitung dengan persamaan 8.38) Wmin H3 . Bila digunakan quarrystone. Page 34 .30a) d.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dengan: V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling Titik eksentrisitas dihitung dengan rumus (8.39) 8.

MS. MT. Kemiringan tebing saluran mendekati 1V:1H.50 m.2 kg/cm2 Rencanakan retaining wall.0001. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 360 Berat jenis tanah dasar ( a) = 2200 kg/m3 Berat jenis tanah timbun ( f) = 2100 kg/m3 Daya dukung tanah izin (qa) = 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Pengamanan tebing saluran/sungai yang sekaligus merupakan bagian dari badan jalan dapat ditempuh dengan beberapa cara.30 m dan kecepatan rata-rata 0.70 m. Dengan demikian tinggi tebing (3. 0. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0. Dari gambar di atas dapat ditulis : H a1 b C = 5 m. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. = H/7 = 5/7 0. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit.6 x 5 = 3 m. antara lain dengan menggunakan retaining wall. By : Salmani. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. dan lebar dasar 25 m. Adapun bentuk dan dimensi retaining wall yang akan digunakan seperti gambar 8-28.81 m /dt. = H/12 = 5/12 = 0.025) diperoleh tinggi aliran 2. 3 Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 40.50 m) yang akan diamankan.40 m. lebar dasar. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Retaining wall direncanakan untuk tipe gravitasi. Page 35 .65 m/dt. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 3. agar tebing saluran (sekaligus menjadi tebing jalan) aman terhadap keruntuhan/gerusan.

MT.0. d3 qa = 0.70 m = d2 = 0.40 = 0.40 m. Desain Retaining Wall Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. MS.70 .2 kg/cm2 Gambar 8-28. Page 36 . formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : By : Salmani.30 m = 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D d1 = C = 0.

Guling (overturning) Dari tabel 6.65 9 .3 ) 6 1. a.1 2. Pv 8 . Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Untuk kemiringan tanah timbun ( ) diambil 100 terhadap horizontal. Pa 1 / 2 H 2 Ka 1 (2. W ( 4 . MT.3 0.11 momen (t/m) 2.1 h1 0 .84 m Berdasarkan kedalam gerusan yang terjadi.295 Cos 10 0 Tekanan tanah vertikal.295 Sin 10 10 1. 1968) untuk ( ) = 100 dan ( ) = 360 diperoleh Ka = 0.81( 2 . 40 Fr0.5 meter. Tekanan tanah aktif.316 8.14 0. Berat (t) 1/2 (0.3 0.42)(4.9 ) 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING hs h1 a 1.21 By : Salmani.316. MS.3 (Bowles.15 ( 2 .3 hS = 0. 4 0 .2) = 1. Perhitungan Stabilitas dinding No 1.1)(5) 2 .10 ) 6 .169 t / m 2 Tekanan tanah tanah horizontal.99 lengan (m) 1.3)(2.295 t / m 2 2 8 .3 0 . maka tapak pondasi retaining wall direncanakan sedalam 1.0. Ph 8 .14 hS 2. Page 37 .65 m/dt (dari langkah 1) Fr 1 0 . dan kecepatan aliran 0.44 t / m 2 Berat tanah timbun.28 t 2 Tabel 8-6.33 disini a diambil 6 meter.

68 t Angka keamanan untuk gelincir.78 1.50 5.41 1.01 1.5) 2 (3.44 = 6. FR V .21 1.40 t/m Angka keamanan guling (SF) = 42.22 1.42 V = 23.15( 4 . Pp 1 2 f H 2 kp 1 (2. 5.2 (Bowles.45 1.f FR = 23.40)(4.13) = 17. FS 10 . Gelincir (Sliding) Koefisien geser.440 3.5 (ok ) By : Salmani.55 42.48 9.96 13.3)(2.2 ) 2 tanah 3x0.83 2.444) = 10. 4.5 ( ok ) b.93 2.1)(1.68 8. 3.444 3 Gaya geser.2) Pv 5 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2.55 (0.25) 2 7.3 ) ( 2 . 1968) untuk ( ) = 100 diperoleh Kp = 3.7(2. Menurut tabel 6. f tan 2 3 tan 2 ( 36 0 ) 0 . MS.49 Momen guling (Ph) = (8.169 2.40 2 .169) x (2.25.2) = 3.62 = 1.36 7. Page 38 .94 6. MT.01 17 .280 4.36 t Tekanan tanah pasif. (0.

08 ) 3 . Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.04m.46) 1 3. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.x dimana: M V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling X 42.01 17 .55 1.1 0. e B 2 X 3 1.40 23. V .46 m. maka dihitung: q V 6e 1 A B qmax 23. MS.507 kg / cm 2 15.1 3 1.2kg / cm 2 q m in 23.04 2 0 .55 6(0.07 t / m 2 ok 3. Berarti titik berat berada pada pusat massa (ok). d. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c.63 t / m 2 By : Salmani. Page 39 .55 (0.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Retaining wall cukup aman, baik terhadap guling, geser dan daya dukung pondasi. Namun sebaliknya pondasi diperkuat dengan pemasangan cerucuk dengan diameter 15 cm dan panjang 4 m.

Langkah 5 : Pengaman kaki dari bahaya gerusan Untuk aman terhadap gerusan pada kaki retaining wall, maka perlu digunakan penguat pada struktur tersebut. Tipe penguat ini dapat digunakan dari riprap (rock riprap) atau quarry stone.

Penentuan ukuran rock riprap Ukuran rock riprap dapat dihitung dengan rumus;

D50 y
dimana;

K Ss

V2 1 gy

K = 0,89, karena tipe retaining wall berupa spill through Ss = 2,65

g

9.81m / det 2 , maka dari persamaan (2), diperoleh;

D50 2.3

0.89 (0.65) 2 2.65 1 9.81x 2.3

D50 = 0,024 m. Diambil D50 = 3 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada contoh perhitungan riprap. Penentuan ukuran quarrystone Bila digunakan quarrystone, maka lebar Toe Apron (Bt), dapat dihitung : Bt = 2H, Bt = 2 x 2,30 m = 4,60m. Berat quarrystone ;

Wmin

H3 ; NS 3 N S ( SG 1 )3
a

1,8.

By : Salmani, MS, MT.

Page 40

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

2 ,65( 2 ,3 )3 ( 1,8 )3 ( 2 ,65 1 )3
= 1,23 ton

8.3.2.2 Tiang pancang (Sheet Pile)

8.3.2.2.1 Deskripsi
Sheet pile merupakan salah satu jenis retaining wall. Sheet pile terbuat dari baja, beton, kayu atau sheet pile dari plastik yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk dinding yang kontinu sepanjang tebing saluran.

8.3.2.2.2 Dasar-Dasar Desain
Dalam mendesain sheet pile perlu diperhatikan adalah kedalaman sheet pile dan jenis tanah. Kedalaman sheet pile menentukan kekuatan dari sheet pile tersebut. Kekuatan dari sheet pile berada pada ujungnya dan gesekan pada selimut sheet pile. Jenis tanah juga menentukan kekuatan sheet pile. Tanah kohesif dan nonkohesif akan berbeda dalam menentukan kekuatan sheet pile.

Kedalaman sheet pile dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y

4

pp
'

K'

Y

3

8Ra Y2 ' ' K

6Ra
'

K'

2

2y K

'

'

p

' p

Y

6Ra yp 'p
'

2 4Ra 2

K'

0

(8.40)
sehingga dapat diperoleh y , dimana y adalah kedalaman sheet pile. Parameter yang digunakan dalam penentuan kedalaman sheet pile adalah

pa
pa

p a1
h1 K a

p a 2 ( Tekanan tanah aktif)
' ' h2 K a

(8.40a) (8.40b)

Ra

p a1

h1 2

p a1 h2

pa 2

h2 2

pa

a (Resultan gaya) 2

(8.40c)

By : Salmani, MS, MT.

Page 41

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
K‟ = Kp – Ka (Koefisien tanah) (8.40d)

p 'p

h1 K p

h2

a

'

' Kp

'

' aKa (Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan

sheet pile).

(8.40e)

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat gambar pada contoh perencanaan.

8.3.2.2.3 Langkah-Langkah Desain
Langkah-langkah desain dari sheet pile dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

By : Salmani, MS, MT.

Page 42

kekas ar an dasar s ungai. MT. Page 43 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Perubahan penampang melintang 3. Potongan Melintang 2. kecepatan dan kedalaman rata-rata Sketsa Kondisi tipe turap (sheet pile) Tentukan koefisien tanah aktif dan pasif Tentukan kedalaman sheet pile (D=y+a) Cek kedalaman turap ? Tidak Ya Tentukan kedalaman gerusan pada kaki Tentukan ukuran batu untuk perlidungan kaki SELESAI Gambar 8-29 Flow Chart Langkah Desain Sheet Pile By : Salmani. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MS.

Dengan demikian tinggi tebing (6.0 m dan kecepatan rata-rata 0.0 meter. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 300 Berat jenis tanah ( ) = 1950 kg/m3 Berat jenis tanah terendam ( ‟) = 1060 kg/m3 Rencanakan struktur turap. MS. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0. MT. Adapun bentuk dan dimensi sheet pile yang akan digunakan seperti gambar 8-30.3. Tebing saluran mendekati tegak lurus.2. Page 44 . Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 91 m3/dt. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 6. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. lebar dasar. Langkah 2 : Sketsa kondisi tipe sheet pile yang diberikan Sheet pile direncanakan dengan tipe „centilever sheet pilling‟. By : Salmani. agar tebing saluran aman terhadap keruntuhan maupun gerusan.025) diperoleh tinggi aliran mendekati 3. dan lebar dasar 40 m. pengamanan tebing saluran/sungai (bagian dari badan jalan) dapat juga dilakukan dengan menggunakan turap (sheet pile).76 m/dt. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit.2.4 Contoh perencanaan sheet pile Selain dengan retaining wall.0 m) yang akan diamankan.0001.

Data dan Rencana Sheet Pile By : Salmani. Page 45 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-30. MS.

0.67 Tekanan tanah aktif. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Kp = Kp‟ = 3. pa pa p a1 h1 K a pa 2 ' ' h2 K a pa pa 1948 .6412 k / m2 By : Salmani.86 m Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan sheet pile.06983 11948 . 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Ka = Ka‟ = 0.05 1058 . Ra Ra p a1 h1 2 p a1 h2 pa 2 h2 2 pa a 2 11948 .333 = 2. p 'p p 'p h1 K p h2 a ' ' Kp ' ' aKa 30086.345 pa 2 h2 a 2 h2 3 pa1h2 a h2 2 pa1 h1 a h2 2 h1 3 y 2.333.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Penentuan koefisien tanah aktif dan pasif Dari tabel 6-3 (Bowles. MT.94 3007 kg / m 2 diperoleh: a pa ' K a 1.345 k / m Jumlah momen terhadap garis perpotongan sheet pile. Page 46 . Ra y y 1 2 p a a ( 3 a) 2 34145 . K = K‟ = Kp – Ka = 3.06 m Gaya resultan (Ra).0 – 0. Dari tabel 6-4 (Bowles. MS.

77 Y 2 414 .65 meter.2 kg / m 3 pp ' K' 10. pp pp ' p 'p ' ' Kp ' Ka Y 18820. By : Salmani.423 0 dengan cara coba-coba didapat Y = 6.83 k / m2 pp ' ' Kp ' Ka Y ' p 'p 48907. MS.63 m 8Ra ' K' 6 Ra ' ' 2 33. Page 47 . FH Ra pp ' p 'p z 2 pp Y 2 FH 4.165 m 3 6 Ra yp 'p ' 841.63 Y 3 33.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 : Penentuan kedalaman sheet pile (D) Kedalaman sheet pile dari tekanan tanah pasif.495 meter.01 0 ok. Y4 10 . MT.47 k / m 2 didapat : z = 1.423 m 4 K diperoleh. Y4 ' pp ' K' Y3 8Ra Y2 ' ' K 6Ra ' K' 2 2y 'K ' p 'p Y 6Ra yp 'p ' 2 4Ra 2 K' 0 K' 2830 .77 m 2 2y 'K ' 2 4 Ra ' 2 K p 'p 414.165 Y 841. Kontrol: z p pY pp 2 Ra p 'p' dimana.

10 3 0.14)0.15 0.33 hs = 0.81 x3 = = 0. karena sheet pile dianggap dinding vertikal By : Salmani.15 h1 0.4 (0.8).33 h1 = 3 m V1 = 0.14 Dari persamaan (1) diperoleh. K Ss V2 1 gy K = 1.76 9.06 D 10 meter Langkah 5 : Perhitungan gerusan pada kaki sheet pile Sama seperti pada kasus retaining wall. maka kedalaman sheet pile yang diperlukan adalah: D 1.10m V1 gy1 0.65 1.86 m.14 (< 0. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan penambahan 30 % (keamanan).76 m/det a Fr1 = 0. Langkah 5 : Penentuan ukuran rock riprap Berdasarkan bilangan Froude = 0.30 Y a D 1. maka ukuran riprap dapat dihitung dengan rumus. D50 y dimana.4 Fr 1 0.02. MS.30 6. Page 48 . yaitu: hs h1 dimana. persamaan untuk menghitung gerusan pada kaki sheet pile dapat juga digunakan dari Liu. hs 3 2. a 2. et al (1961) dan Grill (1972).

036 m. Dinding pengaman jenis ini akan digunakan bila daerah tesebut sulit untuk menemukan bahan konstruksi seperti semen dan pasir.3. By : Salmani. Plastik mempunyai struktur yang lebih rendah daripada material struktur lainnya. Dibutuhkan struktur pengait seperti cantilever. Kayu : interlocking dengan sendiri ke tepi tanah. D50 3 1.65 g 9. Diambil D50 = 5 cm. 2. Baja : interlocking. Bisa digunakan permanen untuk dinding yang tingginya sedang sampai tinggi sekali 5. 4. MS. Page 49 . 8. Rolled Steel.76) 2 2. diperoleh. beton pracetak. Beton : pracetak.02 (0.65 1 9. 3.81m / det 2 . maka dari persamaan (2). Biasanya digetarkan ke dalam tanah. kayu atau plastik pile. perbedaan berat rolled steel sheet pile dapat menancapkan ke dalam tanah. pile beton lebih lama umur pelayanannya tetapi harganya mahal.81x3 D50 = 0. MT. Berikut ini akan diperkenalkan dinding pengaman yang terbuat dari tanaman yang dapat digunakan dan sesuai dengan keadaan di Indonesia. Baja material yang paling sering digunakan. Dapat berguna di aliran dengan tingkat abrasi yang tinggi dan dimana dinding memikul gaya axial.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ss = 2.3 Bioengineering Bioengineering merupakan jenis dinding pengaman gerusan dengan menggunakan tumbuhan atau tanaman. Plastik : kerapatan yang tinggi. Pile beton lebih rumit pemasangannya dibandingkan pile baja. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat sheet pile adalah : 1. interloking antar plastik. Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh perhitungan detail riprap.

Tentukan masalah akibat dari erosi Tentukan tujuan (dikarenakan masalah erosi) Contoh : .Meningkatkan habitat perikanan Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Politik Ekonomi Klimatologi Kondisi fisik Kondisi tanah Kondisi biologi Peralatan dan Material (Bahan) Rencana Pembangunan Pengadaan Tanaman Implementasi Proyek Persiapan Lahan dan Konstruksi Penanaman Pengawasan Pemeliharaan By : Salmani. Pemasangan pengaman bioengineering di sekitar kawasan yang dilewati sapi adalah usaha yang kurang baik karena sapi tersebut akan memakan tanaman bioengineering sesudah dipasang. MT. tetapi kadang digunakan untuk hal lain. Bagianbagian perencanaan ini dapat dilihat pada gambar 8-31. Aktivitas di sekitar pengaman yang mempengaruhi erosi harus diperhatikan. Page 50 .3.1 Konsep Desain Penggunaan bioengineering (pengaman dari tanaman) diutamakan untuk mengontrol erosi. Perencanaan pengaman bantaran dari bioengineering harus melibatkan aspek-aspek di sekitar pengaman. Bagian-bagian dari perencanaan bioengineering terdiri penanganan kerusakan yang potensial dan aspek ekonomi dan politik. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.3. Perencanaan bioengineering di sebuah saluran harus dievaluasi sebagai satu kesatuan sistem.Meningkatkan kualitas air .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-31 Langkah-Langkah Perencanaan dan Implementasi dari Pekerjaan Bioengineering Langkah-langkah diatas dijabarkan berikut ini. 8.3.3.1.1. seperti penggusuran lahan di sekitar bantaran saluran.3. Hal ini akan memerlukan keahlian antar disiplin ilmu yang minimal terdiri dari insinyur. peningkatan kualitas air.2 Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Proyek pengendalian erosi di bantaran sungai/saluran mempunyai beberapa komponen. MS. Tujuan-tujuan yang akan dicapai tidak hanya ditimbulkan oleh masalah fisik akibat erosi tetapi juga oleh masalah hukum. tetapi dapat juga dalam penyediaan habitat ikan dan hewan liar. Page 51 . klimatologi. ekonomi. tanah dan komponen biologi. Setiap komponen dapat memiliki penghambat yang harus diselesaikan. fisik. Masalah yang timbul biasanya adalah akibat erosi seperti permasalahan kualitas air. Komponen-komponen yang berkaitan dengan penghambat adalah saling terlepas dan harus diperhatikan. 8. Hal ini akan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab. perikanan yang sedikit dan lainnya. MT.1 Penentuan Masalah dan Tujuan Tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang muncul atau masalah yang diperlukan untuk sebuah proyek. hidrologis.3. perlindungan sumberdaya alam atau maksud lainnya. peneliti kehidupan makhluk hidup dan ekonomi. sosiologi dan hukum. Pertanyaan dan jawaban yang By : Salmani. Komponen ini seperti politik. Tujuan dari proyek biasanya ditentukan oleh permasalahan tersebut.

geomorpologi seperti catatan arus. Dari parameter fisik yang telah disebutkan. Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting untuk proyek pengendalian erosi. seorang perencana harus mengetahui data hidrologi dan geomorfologi dari saluran. bentuk. maka harus menggunakan tanda-tanda kedalaman di sekitar saluran. Proyek bioengineering biasanya lebih murah dibandingkan dengan struktur lainnya. hidrologi dan geomorfologi merupakan faktor yang penting. kedalaman dan lainnya. Kalau tidak ada catatan mengenai data kedalaman muka air dari saluran. frekuensi air. bentuk penampang. Page 52 . pengadaan tanaman dilakukan. timing.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING muncul akan memandu ke dalam rencana pengembangan. Komponen fisik meliputi parameter proyek seperti kestabilan tanah seperti penurunan tanah. suhu dan evapotrasnpirasi. Setelah rencana pengembangan disetujui. kelembaban. variabel ekonomi akan mempengaruhi keputusan akhir dalam memilih tanaman dan kepadatan tanaman sesuai dengan pra-desain dan pemeliharaan. suhu. Untuk menentukan tanaman yang digunakan dan jenisnya serta waktu penanamannnya. pengetahuan penduduk di sekitar saluran dan data lain yang didapat dari tanaman lokal dan tanah yang menunjukkan periodisitas banjir. Klimatologi akan mempengaruhi pemilihan tanaman yang akan ditanam dan penanganannya setelah penanaman. Tanaman yang digunakan untuk daerah yang mempunyai musim hujan yang tinggi dan kering akan berbeda dengan daerah yang mempunyai musim kering lebih banyak dibandingkan musim hujan. Bagaimanapun juga. By : Salmani. impelementasinya dapat dilakukan. Setelah atau bersamaan dengan pengadaan tanaman. penyinaran matahari dan lainnya. hidrodinamik seperti sumber air permukaan dan tanah. MS. Komponen klimatologi meliputi beberapa aspek seperti hujan. Komponen politik yang meliputi faktor manusia yang buruk dan jalan kaki yang dibuat dan kendaraan off road dapat menjadi faktor yang positif dalam perbaikan lingkungan. MT. Desain dari pengaman tumbuhan (pengaman hijau)/bioengineering harus meliputi pembiayaan untuk pengawasan dan penanaman dan pengaturan lokasi untuk mencapai tujuan. Hal ini akan menyangkut peraturan pemerintah yang berlaku dan tekanan dari masyarakat seperti penggunaan tanaman yang berasal dari daerah tersebut.

1. Di dalam bioengineering.2 V : 1 H. Pemindahan tanah sangat mahal dan harus diperhatikan untuk keadaan ekonomi. Sedangkan tanaman parasit harus disingkirkan. Tanaman yang digunakan harus mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap banjir.3 Rencana pembangunan By : Salmani. perencana harus mempelajari dan mengevaluasi tanaman yang tumbuh atau digunakan di seluruh bagian bantaran. Tanah dengan lapisan humus 10 cm diharapkan. MS. Kemiringan yang sering digunakan adalah kurang dari 1 – 1. struktur.3. Page 53 . 8. Tekstur tanah. Kemiringan untuk tanah berpasir adalah 30o. Komponen tanah meliputi parameter tanah seperti tekstur. Tanaman juga harus tahan terhadap keadaan kering. sedangkan lempung dapat lebih curam. curam dan tidak dapat ditanami harus dibentuk sehingga dapat ditanami. Tanah yang kurang atau tidak sesuai dengan bioengineering dapat diperbaiki dengan teknik atau metode perbaikan tanah tergantung dari permasalahan yang timbul. Bagian bawah pengaman hijau harus tahan banjir sedangkan bagian atas lebih sedikit tahan. kondisi bantaran dan jenis tanaman harus dikaji sebanyak mungkin. seperti piping atau sadding. Tanaman asli yang tumbuh di bantaran atau yang sudah tumbuh lama digunakan dengan normal.3. Tebing yang curam dimana penggerusan di kaki terjadi memerlukan perlindungan seperti riprap. kandungan kimia dan sebagainya. Untuk menggunakan bioengineering yang efektif. Termasuk habitat yang diperlukan untuk tanaman dan binatang serta rencana yang telah dibuat sehingga menemukan persyaratan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen. Bantaran yang telah tererosi. Untuk menjamin kestabilan bantaran dan perlindungan kaki. Komponen biologi adalah salah satu komponen penting dan saling terkait dengan komponen lainnya.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Karakteristik geomorfologi seperti geometri bantaran sangat menentukan dalam desain bioengineering. maka perlu perbaikan kondisi tanah. Struktur yang khusus digunakan untuk penanganan selain drainase kalau geomorfologi turut menyumbang dalam erosi. daya tahan erosi. struktur dan kedalaman mempengaruhi kandungan air di tanah dan perlu diperhatikan ketika menentukan tampungan air atau air irigasi selama musim kering. MT. kesuburan.

Peralatan dan teknik penanaman tergantung dari jenis vegetasinya serta ukuran proyek dan kondisi lapangan. Ketersediaan tanaman dari beberapa spesies. MT. jenis spesies yang akan menyerang tanaman.3. Perizinan ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. setiap komponen harus dianalisis termasuk faktor atau parameter dan apa saja yang akan mempengaruhi pembangunan tanaman untuk bioengineering dan stabilitas bantaran. Panduan secara umum untuk analisis tempat adalah observasi keadaan tempat proyek di upstream maupun downstream.5 Perizinan Setelah analisis kondisi lapangan dan pengerjaan mulai dilaksanakan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencana pembangunan merupakan hal yang puncak dari tahapan yang sebelumnya.3. Hal lain yang perlu diperhatikan hama dan penyakit yang dibawa oleh tanaman tersebut. ukuran dan kualitas sering menjadi batasan dalam menentukan pemilihan tanaman dan pengadaan tanaman. Dari pengamatan akan didapat tentang referensi tempat seperti tanaman yang akan digunakan. MS.3. Page 54 .1. Dalam analisis tempat. perizinan untuk membangun diperlukan.3.4 Peralatan dan Material Dalam rencana pembangunan. Beberapa tanaman yang asli tumbuh di sekitar saluran sangat sulit untuk dikembangbiakan dan tumbuh dan banyak jenis tanaman yang tertentu By : Salmani. Hama dan penyakit tersebut jangan sampai menyebar ke daerah sekitar saluran.6 Pengadaan Tanaman Indikator tanaman yang paling baik digunakan untuk bioengineering adalah tanaman yang tumbuh di sekitar saluran secara alami. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanaman adalah undang-undang (aturan) mengenai pengadaan tanaman.1.1.3. 8. Analisis tempat sebelum tanaman dibeli atau proyek diimplementasi merupakan hal yang penting. peralatan dan material diperlukan untuk menangani masalah tanaman dan penanamannya.3. 8. 8.

8. yaitu hanya menggali dengan pacul dan memasukan stek (batang tanaman) sampai memindahkan akar tanaman yang besar.7 Implementasi Implementasi (pelaksanaan) adalah kegiatan lanjutan dari perencanaan pembangunan dan terintegrasi dengan proses perencanaan.3. 8.1. MT.1. untuk By : Salmani. MS.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING tidak tersedia di pasaran atau kualitasnya rendah. klimatologi.3. penanaman dan pengawasan serta pemeliharaan. Teknik yang lain adalah menyebarkan bibit tanaman.3. 8.3.3. gelombang yang tinggi serta arus yang terjadi. Tahap ini memerlukan detail pekerjaan. 8. kemungkinan perusakan oleh binatang.10 Penanganan bioengineering Seluruh bantaran saluran harus ditangani agar mencapai kemampuan maksimum untuk melindungi permukaan bantaran dan kaki dari erosi.8 Teknik Penanaman Ada beberapa teknik penanaman dalam bioengineering mulai dari yang sederhana.1. Teknik penanaman yang telah disebutkan harus dikombinasikan dengan material bangunan atau struktur untuk membentuk struktur yang tahan erosi.1. Page 55 . sangat disarankan untuk mengidentifikasi tanaman sebanyak mungkin dan mempergunakan sedikit mungkin jenis tanaman yang ada. Untuk lebih mudah dalam memilih tanaman yang digunakan untuk pengaman hijau ini.3. Implementasi ini terdiri dari persiapan lapangan dan konstruksi.3. hydroseeding dan lainnya. Intensitas dan frekuensi dari pengawasan dan pemeliharaan tergantung dari kondisi lapangan.9 Pengawasan dan pemeliharaan Pengawasan dan pemeliharaan merupakan bagian yang penting dari perencanaan dan pembangunan pengaman bioengineering ini. Kerjasama antar pemilik disiplin ilmu dalam perencanaan sangatlah penting dan harus terjaga sampai proyek ini selesai.

Bangunan Pengarah Aliran 8. peningkatan kualitas air. Penanaman tumbuhan pada daerah mungkin terlalu lebar atau akan timbul kesulitan karena geomorfologi saluran. MT.4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING habitat binatang. tanaman maupun gabungan dari material tersebut. Penanganan zona kaki menggunakan batu-batuan. Penanganan yang akan sangat diperhatikan adalah penangan zona kaki bioengineering.1 Groin (Krib) 8. yaitu dengan riprap. Seluruh daerah bantaran harus ditangani dengan sistematik.5. Page 56 . geotekstil. b.1 Prosedur Perencanaan Prosedur perencanaan dari groin krib dapat disajikan dalam bentuk flowchart sebagai berikut : By : Salmani.4. kayu. Penanganan Zona Kaki Zona kaki merupakan zona yang mudah terkena erosi sehingga dapat membentuk lubang. MS. Penanganan seluruh bantaran dapat dilihat pada bab 6. Salah penanganan zona kaki yang mudah adalah dengan menggunakan batu-batuan.1.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Page 57 . Potongan Melintang 2. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MT. Perubahan penampang melintang 3. MS. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan tinggi krib Tentukan sudut orientasi krib Tentukan jarak antar groin Tentukan jarak panjang pengunci Tentukan lebar puncak Tentukan ukuran material Cek Stabilitas ? Tidak Ya SELESAI By : Salmani. kekas ar an dasar s ungai.

ada beberapa formula yang dapat digunakan. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-32.41) Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. MT. 1994 . Flow chart perencanaan groin Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi.3 . untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L W 3 (8. yaitu : LaGrone.43) Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. S = (4 5) L (8.5L W 0 . Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing.4 m atau LKmin = 4 D100 (8.44) By : Salmani. MS.42) Saele. S max 1 L 1 R 2 0. 1995 . Menurut Saele (1994) . 5 (8. LKmin = 2.8 L W 0. S R 1. Page 58 .

karena kayu direndam di dalam air. Page 59 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Menurut LaGrone (1995) . Material yang digunakan tergantung dari kondisi biaya yang dianggarkan. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall 8.4.1. Kayu yang digunakan harus tahan terhadap air. Jadi dalam hal ini. By : Salmani.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat groin (krib) adalah dari susunan kayu atau sheet pile. MT.5 (8.3 5 R 0 . MS. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. Untuk : R > 5 W dan S LK = Stg -L L tg (8.46) Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan.45) Untuk : R > 5 W dan S < tg LK L W 2 L 0 .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. By : Salmani. Penyelesaian : Lihat gambar 8-33. WSPRO. MS. Parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. terlebih dahulu harus diketahui kondisi hidraulik eksisting pada tikungan tersebut. Rencana groin Secara prosedur sebelum dilakukan perencanaan groin. Sudut ekspansi untuk mengunci groin dalam tebing ditetapkan sebesar 20o. Dalam contoh soal ini diketahui lebar saluran/sungai 25 m. Perhitungan parameter hidraulik ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. Page 60 . Rencanakan struktur groin tersebut.1.3 Contoh Perencanaan groin Salah satu cara untuk menstabilkan/memantapkan tikungan saluran/sungai adalah dengan menggunakan konstruksi Groin. B Gambar 8-33. MT.4. maupun HEC-RAS. HEC-2. agar tikungan sungai aman dari gerusan akibat aliran yang terjadi. jari-jari tikungan saluran/sungai (terhadap garis as/center line) adalah 150 m.

MS. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. MT. ada beberapa formula yang dapat digunakan. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). Page 61 . yaitu : LaGrone.25 m diambil panjang groin (L) = 5 m. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik. Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. By : Salmani. Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L B 10 B 3 L B 4 B = 25 m B 10 B 4 2.5 m 6. 1995 . Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi.

Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus.5 25 = 19. S = (4 5) 5 = (20 – 25) m untuk itu diambil jarak antara groin (S) = 20 m.3 Sedangkan menurut Saele . Page 62 . MT. R = 150 m B = 25 m S = 20 m L=5m = 200 maka digunakan rumus : LK = 20.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING S max 150 1 5 1 150 2 0 . Tg 200 .2 m Diambil LK = 2.5. ok R > 5B S L tg By : Salmani. Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi.40 m 0 .5 Smax = 38. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing.8 5 25 0 . MS.5 LK = 2.41 m S 150 1.3 m > 1.4 m.

1 Prosedur Perencanaan Tahapan desain spur terdiri dari penentuan batas bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. MS. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan.4. 2. Pemilihan Tipe Spur Tipe spur yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel 8-7. 1. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. By : Salmani. 8.2. pemilihan tipe spur dan desain pemasangan spur yang terdiri dari panjang spur. arah spur. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait.2 Spur 8.2.6. Jadi dalam hal ini. permeabilitas. Penentuan Batas Bantaran/Tepi Sungai yang akan Dilindungi Panjang bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi dapat melihat pada bab 8. tinggi. Page 63 .4. profil dan jarak antar spur. MT.

MT. Page 64 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS.

MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-7 Tipe Spur dan Metode Pemilihan By : Salmani. Page 65 . MS.

Hubungan permeabilitas spur dengan kedalaman gerusan dan arah spur dapat dilihat pada gambar 8-34 dan 8-35. Panjang spur yang baik digunakan adalah lebih besar dari 20 persen dari lebar sungai atau . Lminimum = 0. By : Salmani.2 x lebar sungai Langkah 2: Tentukan arah spur (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Spur dengan permeabilitas lebih dari 35 persen akan memperpendek panjang spur. MS. MT.47) Spur yang mengarah ke upstream atau downstream akan berbeda dalam hal kinerjanya. Spur yang ke arah upstream tidak sebaik spur yang kearah downstream. Tetapi harus diperhatikan panjang spur dan arah spur. Desain Pemasangan Spur Langkah 1 Tentukan Panjang Spur Panjang spur tergantung dari panjang sungai/saluran yang akan diperbaiki. Arah spur sebaiknya 90o diukur dari pinggiran sungai. jarak antar spur dipengaruhi oleh arah spur. Permeabilitas lebih dari 70 persen dapat mencegah terjadinya erosi pada bantaran sedangkan permeabilitas kurang dari 35 persen dapat terjadi erosi seperti halnya pada spur yang impermeabel. Untuk spur yang lebih dari satu. semakin banyak air yang dapat menembus dinding spur. Page 66 . Semakin tinggi permeabilitas. Arah spur yang pertama sebaiknya 150o dari pinggir sungai. Langkah 3: Tentukan Permeabilitas Spur Permeabilitas spur menentukan banyaknya air atau aliran air yang melewati/menembus spur.

Grafik permeabilitas spur dan orientasi vs kedalaman gerusan relatif pada ujung spur Gambar 8-35. MS. Permeabilitas dan arah spur vs sudut ekspansi By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-34. MT. Page 67 .

Bentuk puncak dari spur sebaiknya miring dari bantaran menuju sungai. Gambar 8-36.2. 8.4.4.48) 4.3 Contoh Perencanaan spur Kasus degradasi/migrasi pada tikungan saluran/sungai (eksisting) seperti gambar 8-36. Perlindungan Kaki Kaki spur dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 Tentukan Tinggi Spur Spur yang impermeabel sebaiknya tidak melebihi tinggi bantaran. MT. Page 68 . Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. Denah kasus penerapan Spur By : Salmani. Langkah 5 Tentukan Jarak Spur Jarak antar spur (s) dapat ditentukan dengan rumus : S = L cot Dimana: S = jarak antara ujung spur (m) L = panjang spur (m) = pebesaran sudut pada ujung spur (8. MS.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. 8.2.

Sudut ekspansi yang digunakan adalah 170 untuk panjang spur sekitar 20 % lebar saluran. Rencana Penempatan Spur By : Salmani. konsentrik terhadap garis tebing yang diinginkan. MT. Untuk itu tipe deflector spur/permeabel retarder atau impermeabel deflector spur direkomendasikan untuk digunakan dalam kasus ini. Penyelesaian : Langkah 1 : Gambarkan Lokasi Thalweg Pada prinsipnya sebelum dilakukan penggambaran thalweq. Parameter yang paling penting dalam perencanaan spur ini adalah „streamline‟ pada tikungan saluran. Langkah 2 : Gambarkan kurva yang mulus melalui ujung spur. Dalam contoh ini dianggap streamline sudah diketahui. Lihat gambar 8. terlebih dahulu harus dihitung parameter hidraulik untuk kasus eksisting. Perhitungan parameter ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya.37. MS. Gambar 8-37.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk mengatasi permasalahan ini diminta untuk merencanakan Spur yang dapat berfungsi sebagai : Menghentikan / mencegah perpindahan meander sebelum badan jalan yang melintasi saluran rusak / runtuh. Page 69 . Sket lokasi thalweg yang diinginkan secara mulus (smooth) dari arah aliran udik melalui kurva menuju garis lurus/sejajar arah aliran di bagian hilir.

Maka jarak spur no.1 pada bagian hilir dari kasus yang ditinjau dengan membentuk sudut ekpansi 170. 1 (L1) = 20% x 50 = 10 m. 1 Tempatkan spur no. Page 70 .71 Spur dipasang pada sudut 900 terhadap tangen yang merupakan kontruksi yang paling ekonomis Langkah 4 : Untuk spur yang lain (spur di hulu dari spur pertama) ditempatkan dengan menggunakan persamaan yang sama seperti diatas. maka panjang busur (gambar 8-38) yang dibutuhkan sehingga kasus ini dapat teratasi adalah : By : Salmani. Hitung jarak dengan spur berikutnya : Panjang efektif spur no.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Posisi/lokasi Spur no. MT. 1 dengan spur berikutnya adalah : S1 = L1 cotg 170 10 ~ 33 1 0 . MS.305731 32. Dengan penempatan spur seperti ini akan terjadi deposisi pada dasar antara garis tebing yang diinginkan dengan garis tebing yang tererosi (eksisting) Berdasarkan garis tebing yang diinginkan.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Gambar 8-38. Posisi /jarak lintasan penempatan Spur

PB

α x 2 rr o 360 70 x 2 . 250 360 305m
11

Sehingga jumlah spur yang harus dipasang adalah 305/32,71 +1 = 10,24 buah. Langkah 5 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur spur harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.4.3 Guide Bank

8.4.3.1

Prosedur Perencanaan

Prosedur perencanaan guidebank terdiri dari panjang guidebank, tinggi dan riprap.
MULAI

Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah

Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana, kekas ar an dasar s ungai, kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan debit yang melew ati bantaran kiri dan kanan

A By : Salmani, MS, MT.

Page 71

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Tentukan debit dengan jarak 30 m dari bantaran Tentukan panjang, tinggi dan lebar guide bank

Cek Stabilitas ?

Tidak

Ya

Tentukan perlindungan kaki

SELESAI

Gambar 8-39. Flow Chart Perencanaan GuideBanks

a. Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll). Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1).

Langkah 3. Tentukan melintang rencana.

perkiraan

perubahan

(development)

penampang

By : Salmani, MS, MT.

Page 72

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
b. Dimensi guidebank Langkah 4 Tentukan debit yang melewati bantaran kiri dan kanan (Qf) Qf = V x kedalaman x lebar bersih saluran Langkah 5 Tentukan debit dengan jarak 30 m dari pilar (Q30 m) dan Qf/Q30 m Q30 m = V x kedalaman bantaran x 30 m Langkah 6 Tentukan panjang Guidebank (Ls) Panjang guide ditentukan dari nomograh antara Ls dan Qf/Q30 m (gambar 8-40) Gambar

Gambar 8-40. Nomogram untuk menentukan panjang tebing penuntun (guidebank)

Petunjuk Penggunaan Nomograph padagambar 8-40:
1. Tentukan nilai Qf , Q30 dan Va. 2. Hitung Qf /Q30 .

By : Salmani, MS, MT.

Page 73

6 m dari freeboard diatas permukaan air desain. Lebar atas guidebank antara 3 sampai 4 m dengan kemiringan pinggir 1V : 2H atau kurang. Perlindungan Kaki Kaki guidebank dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. Langkah 7 Tentukan ketinggian dan lebar guide bank Tinggi minimum guidebank adalah 0. MT. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. By : Salmani.4. sedangkan untuk bantaran 0. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. Adapun lebar dasar saluran utama 75 m.4. Sungai tersebut mempunyai debit aliran rencana 300 m 3/detik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. 8. Desain untuk riprap ini dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. 4. Kemiringan tebing. Kemiringan dasar saluran seragam 0. Langkah 8 Tentukan Ukuran Batuan Guidebank terdiri dari batuan yang tersusun (riprap).025.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi.3. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada perencanaan riprap.3. 8. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. Page 74 . Tarik garis lurus dari titik Qf /Q30 yang dihitung (sumbu vertikal) sampai garis Va yang dipakai dan tarik lagi garis ke bawah memotong sumbu horozontal.035. c. Baca titik perpotongan antara garis lurus (garis vertikal) dengan garis sumbu horizontal untuk nilai Ls.0001. MS.3 Contoh Perencanaan guide bank Pada suatu saluran/sungai yang dilintasi (crosing) oleh jalan jembatan seperti gambar di bawah.

Page 75 . Pada prinsipnya parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. Dalam contoh ini digunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan rumus Manning untuk memperoleh kedalaman normal serta kecepatannya. Gambar 8-41.41. V 1 2 / 3 1/ 2 R S n Amc Pmc A eb P eb (Bmc Bmc B xh eb B eb m h )h mc mc 2 1 m2(h mc h ) eb 1 m 2. Denah rencana Guidebank Penyelesaian : Langkah 1 : Tentukan parameter rencana hidraulik yaitu kedalaman dan kecepatan pada kondisi debit rencana. Lihat gambar 8. HEC-2. MS. WSPRO. MT. maupun HEC-RAS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencanakan struktur guidebank pada kedua sisi (kiri dan kanan) sehingga bukaan jembatan diperoleh selebar 85 m.h . eb Q = Qmc + Qeb By : Salmani.

8h 30h 57.143h mc mc eb 8/ 3 5/ 3 5/ 3 0. MT.( R 2 / 3 S 1 / 2 ) eb eb n 1 2 100h . Kecepatan pada saluran utama : By : Salmani.0001 1 / 2 eb 0. MS.143h 5 / 3 eb 5/ 3 30h 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dimana : hmc heb Bmc Pmc Amc m Beb Aeb Peb Qmc Qeb : kedalaman aliran di saluran utama : kedalaman aliran di bantaran : lebar dasar saluran utama : keliling basah penampang saluran utama : luas penampang basah saluran utama : kemiringan tebing : lebar dasar bantaran : luas penampang basah bantaran : keliling basah penampang bantaran : debit aliran di saluran utama : debit aliran di bantaran Sehingga diperoleh: Q 300 Bmc 1 2 / 3 1/ 2 mh h R S mc mc n 1 2 B .8h 57.025 mc 300 300 75 2h 0.4h mc mc 5/ 3 5/ 3 57.0001 1/ 2 0.143h 300 mc mc eb 8/ 3 0 Dengan mengambil tinggi aliran di bantaran (heb) = 1 m. Page 76 . maka diperoleh kedalaman di saluran utama (hmc) = 3.035 eb 75 2 H H 1 h 2 / 3 0. h 2 / 3 0.h .35 m.

23896 )( 0. v Luas penampang basah : Amc Alb Qmc Qlb = (75 + 2 x 3.35) 3.025 1 ( 2.286 x 1 x 50 = 14. By : Salmani.035 0. maka Qf adalah debit yang dihitung untuk bantaran kiri maupun kanan pada langkah pertama yaitu 28. abutment jembatan ditempatkan pada jarak 50 m dari tebing saluran utama.35 )2 / 3( 0.695 x 0. Dengan anggapan aliran seragam maka : Qf = Veb x heb x50 m = 0.231 m3/dt = 57.0001 )1 / 2 bantaran 0. Kalau kedua abutment (kiri dan kanan) ditempatkan pada tebing bantaran.3 m3/dt masing-masing untuk sebelah kiri dan kanan.35 = 273. MS.0001 )1 / 3 0. baik abutment kiri maupun kanan.025 v 0. (300) = 100. Page 77 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 1 2 / 3 1/ 2 R S n 1 h 2 / 3S 1/ 2 0. MT.025 mc 1 ( 3.896 /dt 1 v ( 1 )2 / 3( 0.896 = 2 x 100 x 0.286m/dt.286 Q Q Qtat.431 m3/dt Langkah 2 : Tentukan debit pada bantaran kiri dan kanan (Qf) Debit ini sangat tergantung pada posisi abutment jembatan.65 m2 (saluran utama ) = (100 x 1) = 273.6 m3/dt (untuk satu sisi).00 m2 (bantaran untuk satu sisi) = 245. 0.20 m3/dt = 302. Tetapi dalam contoh ini.01 ).

By : Salmani.695 m2 Berdasarkan luas penampang basah bukaan tersebut. maka : Q30 = Veb x hmc x 30 m = 0.58 = 1. Kriteria perencanaan/perhitungan dari parameter ini dapat merujuk pada referensi-referensi terkait. Berdasarkan Q30m maka diperoleh : Qf/Q30m = 14. antara lain tinggi jagaan (elevasi guidebank terdapat elevasi muka air) dan lebar puncak guidebank.695 0.1} = 273.58 m3/dt baik untuk bantaran kiri maupun kanan (untuk satu sisi). maka pada prinsipnya untuk kasus ini keberadaan guidebank tidak terlalu dibutuhkan. maka dengan menggunakan nomograf gambar 8-40. MS.3/8.80 m / dt Sesuai dengan harga Qf/Q30m pada langkah ke tiga dan harga Vn2. Karena dalam kasus ini aliran dianggap seragam.667 Langkah 4 : Tentukan panjang guidebank ( Ls ) Untuk memperoleh panjang guidebank. Langkah 5 : Spesifikasi tambahan Kalaupun guidebank diadakan/digunakan. maka diperoleh panjang guidebank (Ls) kurang dari 15 m. harus dihitung dahulu penampang basah aliran pada bukaan jembatan ( An2 ).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Tentukan Q30m dan Qf / Q30m untuk bantaran kiri dan kanan Q30m maksudnya adalah debit yang melewati pada bantaran sejauh 30 m dari batas saluran utama. maka diperoleh kecepatan rata-ratanya ( Vn2 ) : Vn 2 Q An 2 300 373. MT. Page 78 . Karena Ls yang dibutuhkan terlalu pendek.695 + 2 x 50 = 373. An2 = Amc + 2 { 50 .286 x 1 x 30 = 8. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Adapun perhitungan tipe revetment ini dapat dilihat dalam contoh perhitungan detail riprap. c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bahan material guidebank dapat digunakan tipe rock riprap. Prosedur perencanaan By : Salmani. MS. Bangunan Peredam Energi i. Page 79 . Langkah 6 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur check dam harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Check Dam 1. MT.

MS. hilir dan tinggi bangunan drop (drop structure). By : Salmani. Page 80 . kecepatan dan kedalaman rata-rata Hitung kehilangan energi Hitung kedalaman gerusan pada kaki Tentukan panjang. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MT. Perubahan penampang melintang 3. tinggi dan lebar (dimensi) cek dam Cek Stabilitas ? Tidak Ya Tentukan perlindungan kaki SELESAI Gambar 8-42. Potongan Melintang 2. MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Flow Chart Perencanaan Check Dam Langkah 1: Hitung Parameter Hidraulik Hitung parameter hidraulik. yaitu debit rencana. kekas ar an dasar s ungai. lebar dan profil saluran dan kedalaman di hulu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Prosedur perencanaan secara ringkas dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 2 Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht). a. atau Zd (8.54 . Riprap By : Salmani. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs (8.51) (8. beberapa parameter lain yang perlu dihitung: Debit persatuan lebar = Q/B Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap. Yu Ht 2 Vu 2g Zu 2 Vu 2g Yd Zu 2 Vd 2g Zd Yd Ht 2 Vd 2g . Tinjau bagian hulu dan hilir.dm. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini.49) Yu Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR. Langkah 3 : Pengaman struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.50) Untuk memperkuat struktur tersebut.225 x q0. MT. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0. MS. Page 81 .

52) Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas NS 1 K ht 1.5 – 1.8 e ( 1 K )2 ht K1 / 3 H (8.8 1 .5 – 1.54) 2.3 K 1/ 3 H NS = 1. MT.0) hd masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone (0. Prosedur perhitungannya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.53) atau K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht (8. Page 82 .5 1. MS. b.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memperkuat kaki struktur tersebut dapat digunakan tipe revetment dari riprap.0) Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H Berat batu toe : (8. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk check dam adalah struktur beton. Check dam merupakan bangunan yang terendam dalam air sehingga bangunan tersebut harus kuat. Quarrystone hs = (0. By : Salmani.

43.4 m dari elevasi dasar awal.1. hu = 3.Kedalaman aliran setelah terjadi drop (hd) = 2. Kondisi tersebut dapat didekati dengan membuat bangunan terjunan (drop structure) yang akan menstabilkan dasar saluran dan mengurangi kemiringan saluran di bagian udik.Kedalaman aliran di hulu ( sebelum terjadi drop). Gambar 8-43.4 m Dalam kasus ini diminta untuk menghitung gerusan yang terjadi pada kaki struktur drop (Check Dam) serta cara memperkuatnya sehingga dapat diatasi gerusan tersebut. .25 m. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan elevasi dasar setinggi 1. MT.Lebar saluran (B) = 35 m .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Page 83 .Debit rencana (Q) = 170 m3 / dt.Tinggi drop (h) = 1. By : Salmani. MS.5. Rencana Check Dam Adapun parameter hidraulik lain adalah: . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8.95 m .3 Contoh Perencanaan check dam Suatu lokasi sekitar pondasi jembatan (eksisting) pada suatu saluran/sungai terjadi degradasi. .

95 = 2.9) 2 3.65 m/dt Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli.9 (1.54 .65) 2 2.4 2 x9.54 – 2.81 4.225 (4.dm.86 m3/dt/m' Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu = 4.763 3.06 m By : Salmani.089 1.1335 x 2. beberapa parameter lain yang perlu dihitung : Debit persatuan lebar = Q/B = 170/35 = 4.49 m/dt Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd = 4. MT.3485 – 2.9.95 = 1. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penyelesaian : Langkah 1 : Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht). hu Ht Vu2 2g hu Zu Vu2 2g hd Zu Vd2 2g Zd hd Ht Vd2 2g .86)0. Page 84 .86/3.95 0 2 x9. dimana : K = 1. Tinjau bagian hulu dan hilir.81 Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.25 = 1.674)0.225 x q0.25 1.95 = 2. MS. atau Zd (1.86/2. dm = hd = 2.95 m hs = 1.674m (1.

MT. Diambil D50 = 20 cm. maka dari persamaan (2).06 = 3.65 1 9.81 x 2.17 m. Dari data cek dam terdahulu diketahui bahwa. By : Salmani. D50 2. maka ukuran rock riprap untuk pengaman pada kaki cekdam digunakan persamaan dari rumus Isbash.81m / det 2 .81x 2. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. Kedalaman aliran di hilir 2.02 SG = 2. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs = 1.65) 2 2. K Ss V2 1 gh K = 1. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.31 Berdasarkan bilangan froude di atas.95 m Kecepatan aliran di hilir 1.95 = = 0. yaitu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Pengamanan struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.95 D50 = 0.95 1.65 9.4 + 2.46 m a.65 m/det Fr = V1 gh1 1. Page 85 . Perhitungan detailnya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.65 g 9. diperoleh. D50 hmc dimana.02 (1. MS. rock riprap Untuk memperkuat struktur tersebut.

Page 86 . hs hd 2.0 masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H = 2 x 2.41 ton = 8410 kg By : Salmani.06 2.8 e atau NS = 1.8 K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht Dengan menggunakan Ns = 1. Quarrystone Bila digunakan quarrystone.95 3 1.2 .95 = 5.65.3 K 1/ 3 H 1. MT.90 m 6m Berat batu toe : Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas 1 . maka perlu ditinjau dulu parameter berikut.95 0.8.65 1 )3 = 8. MS. berat minimum material quarrystone adalah : Wmin 2 .5 1.8( 2 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b.5 ( 1 K )2 ht K1 / 3 H NS 1 K ht 1.

9 1. Tabel 8-8 di bawah ini digunakan untuk perhitungan gerusan pada jembatan. Koefisien tipe pilar dan Faktor koreksi arah aliran dijembatan Koefisien Tipe Pilar Tipe-tipe pilar (a) hidung persegi (b) hidung bundar (c) silinder K1 1. Abutment dan Pilar Jembatan Untuk perencanaan abutment dan pilar jembatan yang tahan terhadap gerusan. prosedurnya mengikuti langkah-langkah pada Bab V dalam manual ini.5 L/a = 8 1.9 L/a = 12 1.0 2.3 3. MT.0 2.0 2.0 Faktor koreksi arah aliran pada jembatan Sudut 0 15 30 45 90 L/a = 4 1.5 4.1 1. MS.0 (d) hidung tajam (e) kelompok silinder sudut = arah aliran L = panjang pilar Proses perencanaan abutment dan pilar jembatan dapat dilhat pada flow chart sebagai berikut : By : Salmani.3 5.5 3. Tabel 8-8.5 3.0 0. Page 87 .3 2.0 1.0 1.5 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d.0 2.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. kondisi dasar dan tipe abutment dan pilar Tentukan kedalaman gerusan lokal pada abutment dan pilar Tentukan ukuran batuan untuk riparap pada abutment dan pilar Cek Stabilitas struktur ? Tidak Ya SELESAI Gambar 8-44. a/y1. kecepatan dan kedalaman rata-rata Cek tegangan geser di saluran utama dan bantaran ? Tidak Ya Diperlukan penangan khusus agar tegangan geser dapat teratasi Tentukan alokasi abutment dan pilar. Potongan Melintang 2. kekas ar an dasar s ungai. aliran bantaran. MT. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Perubahan penampang melintang 3. Flow Chart Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan By : Salmani. MS. Page 88 .

MS.035.0001.23m3/dt. Page 89 . D75 = 6 mm. yaitu : kedalaman aliran di saluran utama (h1) = 3. Debit saluran utama (Qmc) = 245.45. Sungai tersebut mempunyai debit rencana 300 m3/detik.0 m. Kemiringan tebing.1 Contoh Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan Suatu jalan jembatan melintasi (crossing) pada suatu saluran/sungai seperti gambar 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.6. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. MT.025.35 m kedalaman aliran di bantaran (kiri-kanan). Gambar 8-45. h0 = 1.91 kg/m2 Bantaran dilapisi oleh vegetasi kelas A D50 = 5 mm. Kecepatan aliran di saluran utama (Vmc) = 0. Data lain yang diketahui: Tegangan geser izin pada bantaran ( o) = 19. sedangkan untuk bantaran 0. cukup menggunakan hasil dari perhitungan pada kasus guidebank.896 m/dt. Posisi abutment di bantaran Penyelesaian: Langkah 1: Hitung parameter hidraulis aliran Karena kondisi saluran/sungai sama seperti pada contoh soal guidebank. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. By : Salmani. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. Lebar dasar saluran utama 75 m. Kemiringan dasar saluran seragam 0. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. beberapa parameter hidraulis tidak perlu dihitung lagi.

0164 xD75 0.286 9.088 xD75 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING debit di bantaran (Qeb) = 28.035 x1100 x 0.60 m3/dt.088 x 6 mm 0.286 x (1. Page 90 .896 9.81 x3. maka dapat dihitung bilangan Froude (Fr) pada bantaran dan saluran utama.412 kg / m2 Tegangan geser yang terjadi pada bantaran. Berdasarkan parameter tersebut di atas.22 satuan SI o n 2 v 2 Rh 1 / 3 Tegangan geser yang terjadi pada saluran utama. MS. Pada bantaran Fr = V gh 0.35 = 0.09 Saluran utama Fr = 0.0) 2 1/ 3 0.286 m/dt.025 x1100 x 0.896 x (3. MT. o 0.0 = = 0.53 kg / m 2 o> c satuan British satuan SI c c c Untuk saluran utama By : Salmani. (untuk satu sisi) Kecepatan aliran di bantaran (Veb) = 0.81x1. o 0.16 Langkah 2: Perhitungan tegangan geser Tegangan geser yang terjadi dapat dihitung dengan formula berikut.35) 2 1/ 3 0.385 kg / m2 Tegangan geser kritis (izin) di saluran utama ( c) c 0. o f v2 8 n2 v 2 Rh 1 / 3 satuan British 2.

Langkah 4: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada abutment Menurut Laursen.43 Fr0. kondisi dasar.5h1 1. 1980. Langkah 3: Tentukan lokasi abutment. tipe abutment.0 hs 1 11.7 25 1. 2.27 K1K 2 a' h1 0. a h1 h 2. a/y1. Kondisi sedimen dasar bergerak dan tipe abutment berlaku umum. aliran bantaran. maka perhitungan gerusan pada abutment dapat menggunakan tiga formula.09 0 Dengan cara coba-coba diperoleh hs = 7.20 m.9x473.75 s 1. yaitu Laursen‟s (1980).61 1 K1 = 1. hs y1 dimana. MT. Berdasarkan kondisi di atas. Menurut Froehlich.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bantaran o< c.50 hs 1 11.75 s h1 hs 1 11.7 1 1.5 1.65 + 200) m2 = 473. Froelich‟s‟s (1987) dan Laursen‟s (1980) untuk o< c.50 By : Salmani. Dalam kasus ini lokasi abutment di bantaran.46 < 25. abutment diletakkan 25 meter dari tebing bantaran (a = 25 m).9 Atot = 0.35 = 7. dan K2 = 1 Atot = (273.0 hs h 2.7 1 1 9. Ada aliran dibantaran. Page 91 . dengan demikian a/y1 = 25/3. MS.50 m2 Ae = 0.

h 2.0 0. Diambil a‟ = a = 25 meter. Page 92 .0x0.15 m2 Ve = Q Ae 300 426.70 9. Dari persamaan 20 diperoleh. MS.81 x1. Menurut Laursen.27(1)(1) 1.61 1 hs = 3. 1980 untuk o< c.1ho 7/6 1 1 qo = ho Vo = 1.15 m3/det.286x25 = 7. Qo qmcho dimana.286 m2/det Qo = q o a = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ae = 426.23 m 3 / det By : Salmani.70 m/det. q mc 245 .75 s ho hs 4. MT. hs 1.. dan Fr1 = Ve gh1 0.0 = = 0.22.43 (0.0 25 2.15 = 0.286 = 0.22)0.50 m.

50 x 3. ada 4 formula yang dapat digunakan. (1975). 2.872 245. Persamaan Colorado State University’s Menurut Richardson et al. MT.50 Sehingga.43 y1 : kedalaman aliran pada lokasi pilar Fr = 0.0. Persamaan Jani and Fisher (1979). maka. Untuk menghitung gerusan lokal pada pilar jembatan. 0. berarti dasarnya hs a 2 Fr Frc 0. Dari tabel 8-7. Dalam langkah 2 di atas diperloeh untuk saluran utama bergerak.65 x Fr 0.25 h ( 1 )0. 14. dimana L = panjang pilar . untuk L/a=4. MS. a = tebal pilar. Tipe pilar round-nose dengan L/a = 8.65 hS 3.0 x1.0 2.06 meter.0 h 2.75 s 1. 1. diperoleh K2= 1..0 hs 1 4. gerusan pada pilar jembatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: hS h1 a 2.35 x 0.43 hs = 2.50 a By : Salmani. dengan bentuk pilar ujung bulat diperoleh K1= 1. Page 93 .0 x1.16 0.0 xK1 xK 2 x h1 0. dimana L = panjang pilar dan a = lebar pilar.20.16 Dari tabel 8-6. Langkah 5: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada pilar Pilar diletakkan di tengah-tengah saluran utama seperti gambar berikut. Untuk dasar bergerak (Fr – Frc)> 0.23x1.1 7/6 1 dengan cara coba-coba diperoleh hs = 0.20 m.35 1. o > c .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperoleh.

30 a a = lebar pilar Fr = 0.25 h ( 1 )0. 1. Tarik garis lurus dari titik D50 menuju garis satuan yang dinginkan. Page 94 .16 Penentuan harga Frc Penentuan harga bilangan Froude kritis dilakukan dengan menggunakan nomograph di bawah ini. Plot nilai D50 pada garis grafik (sumbu horizontal) 3. By : Salmani. Batas anjuran tegangan geser untuk kanal Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-46: 1. Tentukan nilai D50 2. MT. Gambar 8-46.20. berlaku : hs a dimana.84 Frc 0. selanjutnya tarik horizontal menuju garis grafik (sumbu vertikal) 4. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai . MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING untuk 0 < Fr – Frc < 0.

29x10-7 m2/det 11 . 7 D50 0. MS.U*c. MT. Page 95 .29 .10 m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan demikian dapat ditentukan Frc sebagai berikut: . 11 .D50 diambil 0.33 By : Salmani.864 .10 0. diperoleh 8x10-3 kg/m2.6 U *c dimana = 9.0012 m.K = D50. . .0012 = 83. dengan D50 = 100 mm.10 8. c = U *c c = 8x10 103 3 = 8. maka.10 3 = 0.6 x9.Dari diagram Lane‟s pada gambar 8-46. . .864x10-3 m/det.

MS. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai X.Bilangan Froude kritis.0.10 = 0. MT. Hitung ks / 3.10 ln 11 x3. Dari gambar 8-47 diperoleh X = 1. . Tarik garis lurus dari titik ks / 5.86 .0 0. Plot nilai ks / pada garis grafik sumbu horizontal menuju garis grafik X (sumbu vertikal) 4. By : Salmani.05 m/det. Faktor pengali Einsten X pada persamaan kecepatan logaritmik Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-47: 1.35 x1. Page 96 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-47.Vc Vc U*c ln 11h1 X D50 3 = 8. . Tentukan nilai ks dan 2.

28 m.0 diperoleh hs = 2.35 = = 8. Bila a  18 .0 diperoleh hs = 0.1K1K 2 K3 a  18 .15 0. 3.45K1K 2 K 3 1 / 0.25 ( 3. By : Salmani. MS. MT. a D50 0.20. berarti 0 < Fr – Frc < 0. maka. Maka untuk air jernih. berarti < 18. maka ys diambil yang terbesar antara kedua rumus di atas.7x10-3 Fr – Frc = 0.81 m.84 Frc 0. hs 1.25 ( 3.35 030 ) 1.16 – 8. D50 hs a a D50 0.81 x3.05 9.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Frc = Vc gh1 0. Persamaan University of Auckland (UAK).50 ) 1. hs a 1. hs 1.10 .1513. D50 hs a Bila 2.7x10-3 = 0.53 = 10.30 a Berdasarkan criteria di atas.28 m. Page 97 . maka digunakan kondisi pertama. dimana a = lebar pilar. digunakan.0 2 0. Maka diambil harga terbesar yaitu ys = 2.84 8.25 h ( 1 )0.35 0. jadi.7 x10 3 0.0 1.

3 untuk pilar singular-nose. a ' = lebar pilar yang diproyeksikan tegak lurus terhadap hampiran a ' aliran. untuk bentuk ujung bulat (rounded).35 1. maka. Page 98 .20 8 0.53 Maka diperoleh ys = 3.0 untuk pilar round-nose. diperoleh.99 m.0 0. K1 = 0. MT.0 1.08 1 Maka diperoleh ys = 2. dan a ' = a cos + L sin dimana. MS.0)(1.70 untuk pilar sharp-nose. K2 = faktor koreksi Diperoleh: = 0. diambil = 2.32K1 a 0. K2 = 1 (table 8-8) K3 = faktor koreksi akibat gradasi sedimen. untuk itu froehlich mengambil.46 Fr 0. dari table 8-7 diperoleh K1 = 1.16) 0.0)(1. K1 = 1. Froehlich‟s (1988) dikembangkan untuk persamaan berikut: ys dimana. Dengan menggunakan analisis regresi linear pada 83 pengukuran lapangan terhadap gerusan pilar. hs 1. 4. a' 0.0 0. K1 = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = koefisien untuk tipe pilar.32K1 8 1. ys 0. By : Salmani. a‟ = L = 8 m.10 0.10 0. L = panjang pilar = sudut yang menuju pilar bila = 90o. Persamaan Froehlich (1988) untuk dasar bergerak.45(1.0 0.0) 0.46 (0.62 y1 a 0.62 3.05 m.08 1 K1 = koefisien untuk tipe pilar.20 a' D50 0.

20 Tabel 8-10 . Tabel 8-9 . 4. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang riprap.20 3. Hasil perhitungan gerusan pada pilar Nomor 1.89 Untuk mengatasi gerusan yang terjadi pada abutment maupun pada pilar.06 2.89 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 1. 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan.99 Ys/y1 0. 3.28 3. Metoda Laursen.50 0.81 m/dt2) = kedalaman aliran pada bukaan jembatan (m) = 0.50 0. MT. untuk bilangan Froude dapat digunakan rumus berikut. yang dalam hal ini digunakan rock riprap. 2.02 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) By : Salmani. Hasil perhitungan gerusan pada abutment Nomor 1. MS. 1979 University of Auckland Froechlich. 1980 Froechlich. 1988 ys 2.68 0.20 Ys/y1 7.20 3. Page 99 .61 0.80 ukuran rock riprap pada abutment D50 y K V2 ( Ss 1) g y dimana : D50 V Ss g y K = diameter tengah batu (m) = kecepatan rata-rata aliran (m/dt) = spesifik gravity rock riprap = percepatan gravitasi (9.91 0. untuk o< c ys (m) 7. Langkah 6 : Penentuan rock riprap pada abutment Menurut Isbash. 3.05 2. yaitu: 0. 1990. Metoda Colorado States University Jain and Fisher. 1987 Laursen.

yaitu: D50 0..02 0.81. 1993. yaitu: D50 y K V2 ( Ss 1) g y 0.2862 (2.9.09.50 untuk ujung pilar bulat 1. 1990 untuk menghitung diameter batu (dalam satuan meter. kecepatan aliran (V) dikoreksi dengan koefisien 0. maka ukuran rock riprap yang digunakan adalah: D50 1. Langkah 7 : Penentuan rock riprap pada pilar Menurut Richardson et al.70 untuk pilar persegi Untuk lokasi pilar dekat tebing.0 5.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Sedangkan untuk bilangan Froude > 0.65 1) 9.0 D50 1.7. maka kecepatannya dikoreksi dengan koefisien 1.692 K V ( Ss 1) 2 g 2 dimana : D50 V Ss g K = diameter tengah batu (m) = kecepatan pada pilar (m/dt) = spesific gravity rock riprap (biasanya 2. MT.69 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) Pada lokasi abutment.81 m/dt2) = 1. bilangan Froude = 0. Page 100 . MS.61 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 0.14 dimana : K = 0. Sedangkan bila lokasi pilar berada pada tikungan saluran utama. media air tawar) menggunakan rumus berikut. By : Salmani.65) = percepatan gravitasi (9.80 dapat digunakan persamaan dari Kilgore.15 x 10 3 m Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap.1.

MT. ii. MS.692 1.5).5 . Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur (abutment dan pilar) Kestabilan struktur abutment dan pilar harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.81 0. 9. 0.1. Deskripsi Geotekstil dapat digunakan untuk mengendalikan gerusan di jalan yang berada dekat sungai. Perencanaan (desain) Pengaman dari Geotekstil 1. dan lokasi pilar di tengah-tengah saluran utama (V dikali dengan 1.896 (2. Durabilitas (Ketahanan). e. By : Salmani.65 1) 2 . Geotekstil biasanya digunakan bersamaan dengan jenis pengaman gerusan jalan lainnya. Geotektil berbentuk bahan yang tersusun dengan bentuk anyaman tertentu sesuai dengan fungsinya.7). Geotekstil i.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dalam contoh soal ini. Kriteria Perencanaan Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengaman jalan dari geotekstil sebagai berikut : a. Page 101 .11 m 2 Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. bentuk pilar mempunyai ujung bulat (K = 1.7 . seperti riprap. D50 D50 0.

6 m) dan berat kurang dari 250 pounds. riprap. Page 102 . Hal yang paling penting dalam mendesain material penutup adalah menjaga ruang udara (void) relatif kecil (tertutup). Kelas B : geotekstil hanya dilapisi oleh pasir atau tidak dijatuhi beban. Kekuatan dan Ketahanan terhadap gerusan Kekuatan yang penting dari geotekstil yang digunakan untuk pengaman jalan akibat gerusan adalah kekuatan tarik. biologi. Material yang melindungi geotekstil harus sama permeabilitasnya dengan geotekstl. Material penutup geotekstil harus dapat melindungi dari gaya hidraulik. tidak mudah berlubang dan tidak mudah hancur. Khususnya ketahanan terhadap sinar ultra violet. By : Salmani. Kalau material tidak sama permeabilitasnya. menyajikan rekomendasi kekuatan minimum yang dibutuhkan dari geotekstil Tipe Kekuatan Kekuatan tarik Panjang tarik (%) Tidak mudah berlubang Tidak mudah robek Ketahanan terhadap abrasi Kekuatan jalinan bahan Metode Tes Keadaan Geotekstil Kelas A Kelas B 90 15 40 30 25 50 140 ASTM D 4632 200 ASTM D 4632 15 ASTM D 4833 80 ASTM D 4533 50 ASTM D 3884 55 ASTM D 4632 180 Ketahanan terhadap kehancuran ASTM D 3786 320 Keterangan : Kelas A : geotekstil berada pada keadaan yang lebih buruk dari kelas B seperti geotekstil dijatuhi beban dengan tinggi kurang dari 3 ft (0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Geotekstil yang digunakan harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi seperti kondisi akibat fisik. stabilitas. MS. blok beton dan sebagainya. c. panas dan sinar ultra violet. kekuatan tahan terhadap robekan. Material Penutup. Tabel 8-11. MT. maka material yang halus seperti pasir harus diletakkan diantara geotekstil dan material penutup. b. sinar ultraviolet dan tetap menjaga agar menyatu dengan tanah. geotekstil yang digunakan harus diuji ketahanan terhadap sinar ultra violet selama minimal 30 hari. Geotekstil biasanya ditutupi oleh material seperti batu.

Geotekstil yang telah diletakkan jangan dibiarkan terkena sinar matahari lebih dari 1 minggu dan tidak lebih dari 1 bulan untuk geotekstil yang terlindungi serta geotekstil yang tidak tahan terkena sinar ultra violet. jahitan atau alat yang lain. c. pasir dan batuan. geotekstil diletakkan lebih panjang pada arah paralel bantaran. geotekstil dan material penutup diletakkan sepanjang bantaran pada kedalaman dibawah permukaan air rata-rata untuk meminimalisir gerusan. Penempatan (overlapping). b. geotekstil diletakkan sepanjang bagian atas bantaran atau 2 ft diatas tinggi air maksimum. Sambungan jahitan merupakan sambungan yang By : Salmani. MS. Persiapan lahan Lahan atau tempat yang digunakan untuk memasang (meletakkan) geotekstil harus bersih dari tanaman. Pengait (Anchorage) Pada bagian kaki sungai. dimana arus paralel dengan bantaran. maka dianjurkan menggunakan pengait pada bagian atas maupun bawah. Kalau pergerakan air terlalu kuat. Untuk penempatan dibawah air sambungannya selebar 3 ft.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. 2. Geotekstil sebaiknya diberikan pengait untuk mencegah gaya keatas uplift atau penggerusan. sambungan gotekstil dan pengait. Sambungan antara geotekstil sebaiknya menimpa sambungan lainnya selebar 12 inchi sepanjang sambungan. Penempatan Geotekstil Geotekstil diletakkan secara menyeluruh (tanpa digulung) langsung dengan hati-hati di atas tanah dengan kemiringan yang rata. Sambungan menggunakan sambungan las. Sedangkan untuk bantaran bagian atas. batuan dan sebagainya. Geotekstil yang diletakkan harus bebas dari tegangan tarik. lem . MT. Rekomendasi peletakan geotekstil adalah 3 ft dibawah permukaan air rata-rata atau di dasar sungai bila permukaan air kurang dari 3 ft. Kalau digunakan untuk melindungi bantaran sungai. Kondisi Konstruksi Dalam memasang (konstruksi) geotekstil harus diperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Page 103 .

Jarak antara pengait tergantung dari kemiringan. Spesifikasi tersebut dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan pada saat pembelian geotekstil. Page 104 . Pengait yang lebih panjang digunakan untuk tanah berpasir. d. Banyaknya jahitan lebih besar dari 90% dari luas sambungan. Pengait digunakan untuk mengamankan geotekstil dan sambungan. Jarak pengait terhadap kemiringan samping Kemiringan Jarak Pengait (ft) Lebih curam dari 1 V : 3 H 2 1 V : 3 H sampai 4 H Lebih datar dari 1V : 4 H 3 5 Diameter pengait yang digunakan adalah 3/16 inch. Penempatan material tidak boleh dijatuhi karena dapat merusak geotekstil kecuali untuk tes. MS. Penempatan material penutup Penempatan material penutup untuk tanah yang miring mulai dari bawah menuju keatas. MT. Tata cara desain lainnya tergantung pada spesifikasi geotekstil yang digunakan. By : Salmani. Jarak antara pengait dapat dilihat pada tabel 8-12 berikut. dengan panjang 18 inch.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING baik untuk geotekstil. Tabel 8-12.

MS. Page 105 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful