BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING PERENCANAAN GERUSAN BANGUNAN PENGAMAN TEBING TERHADAP

Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan masalah perencanaan bangunan pengaman tebing sungai jalan terhadap gerusan. Perencanaan yang akan diuraikan adalah langkah-langkah desain dan dasar-dasar desain. Pengaman tebing yang akan diuraikan adalah pengaman dengan jenis fleksibel (flexsible revetment) dan kaku (rigid revetment).

Selain pengaman tebing, akan diuraikan juga bangunan pengarah aliran dan peredam energi. Kedua bangunan ini akan melindungi tebing sungai terhadap gerusan secara tidak langsung.

Jenis pengaman tebing lainnya yang akan diuraikan adalah jenis bangunan dari tanaman (bioengineerinng). Pengaman ini memerlukan tumbuhan untuk membuat bangunan pengaman. Bangunan jenis ini cocok untuk daerah yang sulit mendapatkan bahan bangunan.

Tabel 8.1 menjelaskan jenis bangunan pengaman yang akan diuraikan proses desain dan langkah-langkahnya.

Tabel 8-1. Klasifikasi struktur pengaman tebing jalan di sungai

Jenis Pengaman Revetment

Bangunan 1. Riprap 2. Bronjongan (Gabion) Rigid (kaku) 1. Retaining Wall 2. Sheet pile Bangunan Pengarah Aliran 1. Krib (Groin) 2. Spur Bangunan Peredam Energi Chek Dam

Tipe Fleksibel

By : Salmani, MS, MT.

Page 1

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Konsep Disain

Dalam mendesain suatu dinding pengaman (revetment) harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang akan mempengaruhi jenis dan ukuran (desain) dari dinding pengaman. Faktor-faktor tersebut terdiri dari : 1. Debit desain 2. Jenis aliran 3. Geometri penampang 4. Aliran di tikungan 5. Tahanan aliran (Flow resistance) 6. Jenis pengamanan (revetment)

Debit Desain

Debit aliran yang digunakan untuk desain atau analisis bangunan jalan disekitar sungai biasanya menggunakan debit banjir ulangan dengan periode ulang 10 sampai 50 tahun. Dalam kebanyakan kasus, debit banjir ini dapat digunakan untuk mendesain riprap dan beberapa macam dinding pengaman sungai. Tetapi seorang perencana harus memperhatikan beberapa keadaan khusus, seperti debit yang kecil dapat menyebabkan kerusakan hidraulik terhadap kestabilan riprap. Oleh karena itu, seorang perencana dianjurkan untuk memperhatikan beberapa macam debit desain agar dapat digunakan untuk kondisi riprap yang direncanakan. Disarankan untuk menggunakan debit desain antara 5 – 10 tahun. Cara perhitungan debit desain disesuaikan pada SNI M-18-1989-F.

1 Jenis Aliran

Jenis aliran untuk saluran terbuka dapat diklasifikan menjadi tiga, yaitu : 1. Seragam (uniform), berubah lambat laun atau berubah tiba-tiba. 2. Tunak (steady) atau tak tunak (unsteady). 3. Subkritis atau superkritis.

Jenis aliran yang digunakan dalam konsep desain ini diasumsikan seragam, tunak (steady) dan subkritis. Jenis aliran ini juga dapat digunakan untuk aliran

By : Salmani, MS, MT.

Page 2

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
berubah lambat laun. Sedangkan untuk penggunaan jenis aliran berubah tibatiba, tak tunak atau super kritis akan dijelaskan selanjutnya.

Kondisi aliran berubah tiba-tiba dan tak tunak biasanya terjadi pada aliran yang membesar, berkontraksi dan balik. Kondisi ini terjadi biasanya pada daerah sungai yang dilintasi jembatan. Aliran superkirits atau mendekati superkritis biasanya terjadi pada penyempitan jembatan dan saluran dengan kelandaian yang curam.

Penelitian telah dilakukan bahwa aliran superkritis jarang terjadi di saluran alam (sungai). Tetapi, aliran yang terjadi pada saluran curam dan penyempitan saluran biasa aliran transisi yang terjadi diantara subkritis dan superkritis. Eksperimen yang telah dilakukan oleh U.S. Army Corps of Engineer menunjukkan bahwa aliran transisi terjadi pada bilangan Froude antara 0,89 dan 1,13. Ketika aliran terjadi diantara bilangan tersebut, maka terjadi kondisi tidak stabil pada gaya inersia dan gaya gravitasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang yang tidak normal, lompatan hidraulik (hydraulic jump), perubahan lokal kemiringan muka air, dan turbulensi.

Aliran tidak seragam, tak tunak dan mendekati superkritis menyebabkan tegangan pada batas saluran yang berbeda pada aliran seragam, tunak dan subkritis.

2 Geometri Penampang

Geometri penampang saluran yang diperlukan seperti kedalaman aliran, lebar basah, jari-jari hidraulik dan sebagainya dalam mendesain pengaman sungai digunakan untuk pemasangan pengaman sungai. Geometri penampang saluran selalu berubah untuk jangka waktu panjang, sehingga pemeriksaan perubahan penampang diperlukan. Pemeriksaan perubahaan penampang sangat subjektif, tetapi tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mendapatkan kondisi penampang yang terburuk untuk desain sehingga pengaman sungai dapat dibuat stabil. Informasi yang digunakan dalam memeriksa saluran adalah informasi keadaan geometri saluran yang dahulu, sekarang dan photo udara saluran. Dan perlu

By : Salmani, MS, MT.

Page 3

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperhatikan. Meskipun nilai superelevasi aliran sangat kecil By : Salmani. Dianjurkan bagi perencana. kestabilan tepi/pinggir sungai dapat mencapai kedalaman 1. Aliran di tikungan saluran dipengaruhi oleh gaya sentrifugal. Dua aspek penting pada aliran di tikungan saluran yang mempengaruhi desain pengaman sungai. Pembahasan hal ini telah diberikan pada bagian-bagian sebelumnya. superelevasi aliran di tikungan saluran yang akan dibangun pengaman sungai. Gambar 8-1 menunjukkan contoh perubahan penampang geometri saluran. MS. Page 4 . Berdasarkan pengamatan atas data tahunan. peningkatan kecepatan dan tegangan geser yang diakibatkan aliran tidak seragam di tikungan saluran. Kedua. Berdasarkan pengamatan.1. tetapi hingga masa depan. i. Masalah ini dapat diatasi dengan mensurvei dasar bagian saluran yang akan dipasang pengaman sungai. karena dipengaruhi adanya distorsi bentuk aliran. Pertama. Aliran Di Tikungan Kondisi aliran di tikungan adalah sangat kompleks. kestabilan saluran hanya pada bagian tertentu saluran.3. Dan diperlukan lebih dari satu penampang geometri saluran untuk mendesain pengaman sungai.8. sehingga diperlukkan perkiraan profil saluran yang akan terjadi pada masa depan. Masalah pertama yang akan timbul dalam pemeriksaan geometri penampang adalah menentukan profil dasar saluran yang ada. parameter geometri penampang saluran dapat berubah rata-rata bertambah 52 persen dan berkurang 40 persen untuk jangka waktu yang panjang. aliran tidak seragam dan aliran tidak simetris. MT. Pengaman sungai didesain bukan untuk hanya saat ini.1. Bila data tentang penampang saluran tidak tersedia. Hubungan antara peningkatan kecepatan dan tegangan geser untuk desain riprap akan dijelaskan pada butir 8. untuk merubah penampang saluran sampai 50 persen dari rata-rata penampang saluran. maka data penampang saluran yang terdahulu dapat digunakan dengan mengadakan perubahan seperti diatas atau menggunakan data penampang yang terdekat.7 dari kedalaman rata-rata. Pertimbangan terakhir dari penentuan geometri penampang saluran adalah kestabilan tepi/pinggir sungai.

MS. Besarnya superelevasi dapat menggunakan persamaan 5. ketidakteraturan saluran. MT. geometri saluran. ii. namun penting untuk menentukan besarnya freeboard. vegetasi yang tumbuh di saluran dan sebagainya. Page 5 . By : Salmani. seperti riprap adalah koefisien kekasaran Manning. Untuk menentukan koefisien kekasaran Manning „n‟ pada saluran alam dalam mendesain pengaman saluran dapat melihat pada bab 5.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dibadingkan kedalaman saluran.5. Keadaan fisik tersebut seperti dasar saluran. Kekasaran suatu saluran dapat ditentukan dari keadaan fisik saluran.2.4. Hambatan Aliran Salah satu komponen penting dalam analisis hidraulik dari pengaman saluran.

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 6 .

5 kali lebar saluran pada upstream. Untuk perlindungan saluran yang lurus dianjurkan untuk menambah perlindungan minimal satu kali lebar saluran setelah tempat terjadinya erosi. Perlindungai ini terdiri dari dua. Page 7 . Sacara umum. 1. pengaman yang diperlukan lebih panjang daripada panjang erosi yang dialami tepi/pinggir sungai. Perlindungan memanjang (Horizontal) Perlindungan memanjang diperlukan untuk melindungi tepi/pinggir sungai yang mengalami erosi sepanjang tepi saluran tersebut. sehingga pengamanan untuk bagian upstream tidak terlalu panjang dan untuk bagian downstream tidak terlalu pendek. Penyelidikan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui panjang perlindungan yang digunakan. MS. Untuk keperluan lapangan. Sedangkan untuk saluran yang berbelok. Pengaman tepi/pinggir saluran juga dipengaruhi oleh bangunan yang ada di sekitar saluran. Untuk downstream. yaitu memanjang (longitudinal) dan vertikal. maka pilar tersebut dapat sebagai titik kontrol untuk kestabilan tepi By : Salmani. kriteria diatas merupakan dasar untuk menentukan perlindungan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING iii. panjang perlindungan yang dibutuhkan adalah minimal satu kali lebar saluran pada upstream. Perlindungan untuk saluran yang lurus berbeda dengan yang berbelok. seperti jembatan. Salah satu kriteria untuk menentukan batas ukuran memanjang dari pengaman yang diperlukan diilustrasikan pada gambar 8-2. Dari ilustrasi itu. Kalau pilar jembatan berada dekat tepi/pinggir saluran. Namun perlu diperhatikan panjang pengaman. Perlindungan Tepi Sungai Perlindungan tepi diperlukan untuk melindungi bagian tepi/pinggir sungai. Faktor lain yang menentukan adalah proses erosi yang terjadi. Kriteria ini berdasarkan analisis aliran di saluran yang simetrik sedangkan untuk di lapangan kondisi ini sangat jarang ditemui. MT. tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tempat terjadinya erosi. dapat ditentukan bahwa panjang minimum yang diperlukan adalah 1 kali lebar sungai pada downstream dan 1.

Gambar 8-2. Kalau tidak ada aliran yang berkontraksi (menyempit) atau membesar. maka pengamanan perlu dibuat dengan panjang empat kali lebar sungai ke arah downstream.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING saluran. Lokasi pilar jembatan biasanya menentukan batas gerakan aliran. Page 8 . Luas longitudinal dari perlindungan revetment H By : Salmani. maka pengaman tidak perlu dibuat. MT. Tetapi bila sebaliknya. MS.

Perlindungan Vertikal Selain perlindungan horizontal. Selain tinggi gelombang. Definisi tinggi gelombang dapat dilihat pada gambar 8-3. kecepatan angin. Page 9 . periode gelombang.23 dengan faktor koreksi pada tabel 8-1. Untuk gelombang yang tingginya kurang dari 0.30 sampai 0. Sedangkan untuk tinggi gelombang yang diakibatkan dari angin merupakan fungsi dari panjang fetch. kemiringan tepi saluran dan karakteristik permukaan tepi saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. MT.61 m dapat dihitung dengan grafik 8 pada gambar 8. Selain itu juga. durasi angin dan kedalaman air. Tinggi gelombang dikarenakan kapal yang lewat di saluran dapat diperkirakan dari pengamatan. Sebagai nilai minimum. Gelombang yang naik ke tepi saluran merupakan fungsi dari desain ketinggian gelombang. 1. Kejadian tersebut seperti gelombang yang dihasilkan angin maupun kapal yang lewat di sungai. lompatan hidraulik dan aliran tak tentu akibat pilar jembatan dan sambungan saluran. Dari uraian diatas. superelevasi di tikungan saluran. MS. diperlukan perlindungan pada arah vertikal. Freeboard merupakan ketinggian yang digunakan untuk meliputi kejadian yang tidak terduga. diketahui banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tinggi freeboard (jagaan). Perkiraan ketinggian gelombang yang diakibatkan oleh angin dan kapal yang lewat di sungai tidak seperti memperkirakan gelombang dari sumber bangkitan gelombang pada umumnya. Perlindungan vertikal memerlukan desain ketinggian dan pondasi perlindungan. disarankan untuk menggunakan nilai freeboard sebesar 0. Desain Ketinggian Perlindungan Desain ketinggian perlindungan dari riprap merupakan ketinggian air saluran ditambah freeboard. kejadian yang tidak dapat diperhitungkan seperti pengendapan pasir. tanaman yang tumbuh di saluran dan gelombang yang naik ke tepi saluran.61 m untuk jangkauan By : Salmani. perlu diperkiraan juga besarnya gelombang yang naik ke tepi saluran sebagai hasil gelombang yang membentur saluran.

Page 10 . melihat catatan tinggi gelombang yang ada dan mewawancarai orang yang mengetahui kondisi masa lalu ketika membuat pengaman.2) untuk D50 > 0. Kedalaman maksimum penggerusan berkenaan dengan penggerusan alami dan pengisian tanah pada saluran lurus maupun menikung dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : hs = 3. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING yang pendek dan 0.1) (8.11 (8. memperkirakan kedalaman penggerusan sangat penting sehingga pengaman dapat diletakkan pada lapisan tanah yang tepat untuk mencegah terjadinya penggerusan ke bawah (undermining).91 m untuk jangkauan yang panjang (kriteria jangkauan diusulkan ole Federal Emergency Management Agency.66 m untuk D50 < 0. 2. Kedalaman maksimal penggerusan harus memperhatikan terjadinya degradasi saluran seperti proses penggerusan alami dan pengisian tanah.0015 m hs = 1. USA).61 sampai 0. Dalam mendesain pengaman tepi/pinggir saluran.0015m By : Salmani. Disarankan juga dalam penentuan tinggi jagaan untuk menyelidiki kondisi gelombang dan aliran pada musim tertentu. MS. Kedalaman Pondasi Pengaman Penggerusan tanah ke bawah dari pengaman merupakan salah satu mekanisme utama yang menentukan kegagalan pengamanan.14 D50 dimana : hs = kemungkinan kedalaman maksimum penggerusan (m) D50 = diameter rata-rata batuan dasar saluran (m) –0.

gabion dan bioengineering. Ukuran Batuan Stabilitas riprap merupakan fungsi dari ukuran batuan yang digunakan. Kemiringan riprap hampir sama dengan kemiringan tebing saluran (sungai) b. Salah satu kegagalan riprap atau keruntuhan riprap adalah erosi partikel. Dasar-Dasar Desain Dasar-dasar desain untuk membuat riprap terdiri dari Ukuran batuan Gradasi batuan Ketebalan lapisan riprap Desain filter Penanganan tepi riprap (ujung riprap) Stabilitas c. MS. yaitu diameter dan berat batuan. yaitu riprap. Deskripsi Riprap adalah bangunan pengaman yang melindungi tebing dari gerusan dengan menggunakan lapisan batuan. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. MT. 1. Bangunan Pengaman Tebing (Revetment) 3 Jenis Fleksibel (Flexible Revetment) Dalam bagian ini hanya dibahas beberapa jenis bangunan pengaman tebing fleksibel. Erosi partikel adalah fenomena hidraulik yang dihasilkan ketika gaya seret yang terjadi akibat aliran air yang melebihi gaya tahan batuan riprap. Riprap a. Page 11 .

2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dua metode atau pendekatan yang digunakan dalam membahas ketahanan batuan terhadap erosi adalah : 1. Gaya seret ijin merupakan pendekatan yang sering dipakai karena secara ilmiah dapat dibuktikan.5) By : Salmani. Untuk faktor koreksi C dapat dilihat sebagai berikut : C = Csg x Csf (8. Gaya seret ijin Gaya seret ijin berfokus pada tegangan yang terjadi pada lapisan antara aliran air dan material yang membentuk batas saluran. 2.4) : sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Kecepatan dan kedalaman rata-rata dapat dilihat pada gambar 8-4.5K11.00594 va3/(davg0.5) Dimana D50 = ukuran tengah batuan riprap C = faktor koreksi va = kecepatan rata-rata di saluran utama davg = kedalaman rata-rata di saluran utama (8. Aliran yang diasumsikan berubah lambat laun. d. MT. Persamaan (8. Kecepatan ijin Saluran akan stabil bila kecepatan yang dihitung lebih kecil dari kecepatan ijin.5 (8. Hubungannya dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut : D50 = 0. Hubungan Dengan Desain Desain riprap berdasarkan gaya seret ijin yang diwakili dengan kecepatan aliran. MS.3) K1 Dimana : 1 sin 2 sin 2 0. Page 12 .3) diatas diasumsikan bahwa spesific gravity batuan adalah 2.65 dan faktor kestabilan adalah 1.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Csg = 2. adanya turbulensi aliran. tinggi gelombang akibat angin atau kapal sebesar 0.3).5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2) (8.1.12/(SG – 1)1. benturan akibat gelombang hampir tidak ada.30 sampai 0. belokan yang tajam ( R<10 1.6 – 2. Faktor stabilitas untuk berbagai kondisi saluran FAKTOR STABILITAS Aliran seragam. Sedangkan kedaan di lapangan sangat berbeda atau banyak ketidakpastian. aliran diasumsikan berubah lambat laut. sedikit parameter ketidakpastian Aliran berubah lambat laun.0 – 1. benturan akibat gelombang yang kuat.2)1. Tabel di bawah ini menjelaskan pemilihan faktor stabilitas yang tergantung dari kondisi aliran yag terjadi : Tabel 8-2.3 – 1. Faktor stabilitas digunakan untuk memperbesar ukuran batuan agar lebih aman digunakan. banyak parameter ketidakpastian KONDISI By : Salmani.5 dimana : SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1. terjadi turbulensi di pilar jembatan. benturan akibat gelombang mulai diperhitungkan Aliran mendekati berubah tiba-tiba.2 jari/lebar saluran yang berbelok > 30 m. Faktor stabilitas merupakan pencerminan dari tingkat ketidakpastian pada kondisi hidraulik. MT.0 m).6 10<R<30. saluran relatif lurus atau berbelok dengan jari.61 m. MS. berbelok dengan jari-jari 1.6) Faktor stabilitas merupakan perbandingan antara tegangan geser kritis batuan riprap dengan gaya seret rata-rata yang dihasilkan oleh aliran air di lapangan. Page 13 . Persamaan (8.

Gradasi batuan sebaiknya dapat diatur sehingga tidak membuat biaya yang mahal.2 W 50 15 By : Salmani.7) dimana: W 50 = berat batuan rata-rata batuan riprap (N) s = berat jenis batuan (N/m3) SG = spesific gravity batuan riprap f. Persamaan gelombang yang digunakan untuk hubungan antara ukuran riprap dengan tinggi gelombang adalah (persamaan Hudson) : W50 H3 3 2.5 W 50 50 0.0 W 50 sampai 2. Gradasi batuan Ukuran Batuan (m) 1.0 W 50 100 2.0 W 50 sampai 1.4 D50 1.2 D50 sampai 1. Page 14 ..5 D50 sampai 1.. MT.75 W 50 85 1. Erosi Gelombang Gelombang yang diakibatkan oleh angin maupun kapal yang lewat di sungai dapat menyebabkan erosi pada tebing saluran. Spesifikasi batuan riprap harus berada pada batas kedua kurva gradasi.4 D50 0.1 W 50 sampai 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING e.4 D50 sampai 0. MS. Batuan harus mempunyai gradasi yang baik dengan ketebalan riprap.7 D50 1.0 D50 sampai 1.0 W 50 sampai 5. Sedangkan tabel 8-4 menyajikan enam contoh kelas gradasi. Tabel 8-3. Tabel 8-3 merupakan salah satu panduan untuk menentukan batas gradasi. Gradasi Batuan Gradasi batuan riprap mempengaruhi ketahanan riprap terhadap penggerusan.20 SG 1 cot s (8.6 D50 Berat Batuan Persentasi Gradasi (kg) Lebih kecil dari 3.

g.29 34 10 0.68 454 50 0.10 1814 50 0. gradasi seragam yang berada pada D50 dan D100 akan mengghasil D85.5 kg sampai 9. MT. Page 15 . Gradasi riprap yang digunakan di lapangan diawasi dengan visual. Batu yang paling kecil dengan ukuran 5 atau 10 persen sebaiknya tidak melebihi 20 persen dari berat.45 metric ton 0. Sebagian besar keadaan.55 227 5 1.55 227 50 0.91 metric ton 1.12 2.68 454 100 0.87 907 50 0. dua atau lebih contoh batuan riprap untuk gradasi disiapkan melalui penyusunan.23 metric ton 0. maka ukuran pada tabel 8-3 dapat dikurangi seperti pada tabel 8-4. Ketebalan Lapisan By : Salmani.40 91 100 0. berat dan campuran.40 91 50 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-4.87 907 5 Light 0.3 10 0.37 3629 100 1. Berat batuan riprap sebaiknya mempunyai gradasi yang baik dari yang paling kecil sampai paling besar.29 34 50 0.12 2. MS.55 227 100 0.3 10 0. Satu sampel ditempatkan di lapangan dan satunya di penambangan.68 454 5 1. Untuk membantu pengawas.0 kg. Contoh gradasi untuk beberapa kelas riprap Kelas RipRap Facing Ukuran Batuan Berat Batuan Persentase riprap (m) (kg) Lebih kecil dari 0.87 907 100 0.10 1814 100 0. Setiap sampel beratnya 4.81 metric ton Bila spesifikasi batuan di lapangan lebih kecil dari ukuran batuan pada tabel 8-3.

Kalau lubang filter terlalu besar.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Filter adalah lapisan antara tanah dasar dengan riprap yang terdiri dari kerikil. bagian tengah agar permeabilitas dapat tercapai untuk struktur tanah dasar dan bagian kanan untuk kriteria keseragaman. Jika lubang filter terlalu kecil. By : Salmani. Filter Kerikil Untuk riprap batuan. Filter seharusnya ditempatkan di tanah yang nonkohesif untuk membuat drainase bawah permukaan. h. Yang harus diperhatikan dalam desain dari filter yang terbuat dari kerikil dan lapisan buatan (geotextile) adalah kestabilan tebing yang digunakan untuk riprap. satu atau lebih lapisan diperlukan lagi. Filter mencegah perpindahan partikel pasir dari tanah dasar ke riprap melalui ruang udara (void). MS. Bahan filter ditempat di lapisan antara tanah dasar dan lapisan filter (blanket). filter dapat mencegah erosi. Rasio perbandingan filter adalah perbandingan antara 15 persen ukuran batuan kasar (riprap) (D15) dengan 85 persen ukuran pasir halus (D85). batuan kecil atau lapisan buatan (seperti geotextile). menyebarkan beban riprap agar terjadi penurunan tanah yang merata dan dapat melepaskan tekanan hidrostatis yang berada dalam tanah. maka akan terjadi aliran piping yang berlebihan melalui filter sehingga dapat menyebabkan erosi dan keruntuhan tanah di bawah filter. Persyaratan tambahan untuk stabilitas adalah perbandingan 15 persen ukuran batuan kasar dengan 15 persen ukuran pasir halus sebaiknya melebihi 5 tetapi kurang dari 40. Persyaratan ini dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut : D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 5 D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 40 (8. Kalau satu lapisan tidak mencukupi. maka akan terjadi tekanan hidrostatik di bawah filter yang dapat menyebabkan bidang runtuh sepanjang filter. Untuk daerah diatas permukaan air. MT. perbandingan antara filter ketebalan riprap sebesar 5 persen atau kurang dapat menghasilkan keadaan yang stabil. Page 16 .8) Pertidaksamaan sebelah kiri bertujuan untuk mencegah piping melalui filter.

Filter buatan mempunyai konsistensi dan bahan yang berkualitas baik 4. Ketahanan filter buatan di bawah tanah belum teruji sepanjang waktu proyek rekayasa. Keuntungan menggunakan filter buatan (jadi) : 1. Disini akan dibahas keuntungan dan kerugian menggunakan filter buatan (filter sudah jadi). 6. Pemasangan filter buatan agak sulit di bawah permukaan air. Kerugian menggunakan filter buatan (jadi) : 1. Pemasangan filter buatan harus hati-hati agar tidak terkena sinar ultraviolet 3. Pemasangan yang cepat dan hemat tenaga kerja 2. i. tanah nonkohesif akan berpindah ke bawah menuju saluran (sungai) dibawah filter sedangkan pada filter kerikil tidak terjadi. Bukti eksperimen menunjukkan bahwa ketika tebing terkena gelombang. Ketebalan dari satu lapisan filter sebaiknya ditingkatkan sampai batas mininum ketika kurva gradasi material filter menjauhi dari kurva paralel. Ketebalan dari lapisan filter sebaiknya diantara 150 mm sampai 380 mm untuk lapisan tunggal atau dari 100 mm sampai 200 mm untuk satu lapisan dengan banyak lapisan filter (blanket). 4. Filter buatan lebih ekonomis dibandingkan filter kerikil 3. Ketika kurva gradasi filter yang digunakan mendekati paralel. Filter buatan mempunyai kekuatan yang merata. Filter buatan dapat memberikan keruntuhan transional ketika digunakan pada riprap yang dipasang pada tebing yang curam. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diantara lapisan-lapisan filter kalau lebih dari satu lapisan filter dan diantara lapisan filter dengan batuan riprap. Filter buatan (Fabric Layer) Selain kerikil yang digunakan sebagai filter. 2. By : Salmani. MS. maka ketebalannya harus minimum. Page 17 . Aktivitas bakteri didalam tanah atau diatas filter dapat mempengaruhi sistem hidraulik dari filter buatan 5. ada juga filter buatan yang terdiri dari buatan pabrik seperti geotekstil.

Dan harus diperhatikan bahwa pemasangan batuan pada kaki tidak mempengaruhi desain saluran. Volume batuan yang digunakan harus mempunyai satu atau dua kali volume batuan yang digunakan untuk menutupi penggerusan setebal riprap. biasanya pembuat filter buatan memberikan petunjuk (manual) agar dapat menggunakan filter dengan baik. lapisan riprap (blanket rirap) harus dibatasi tebalnya. Ketika penggerusan terjadi. Sayap Sayap dari dinding pengaman sebaiknya didesain dengan mengikuti gambar 8-5 Kaki Penggerusan ke bawah adalah salah satu mekanisme penyebab keruntuhan dinding. Penanganan ujung Ujung-ujung riprap seperti kaki dan kepala memerlukan penanganan khusus. maka batuan pada kaki akan jatuh ke dalam lubang hasil penggerusan. Kalau hal ini terjadi. Meskipun filter buatan mudah menggunakannya. MT. tetap diperlukan desain. Kaki riprap sebaiknya didesain seperti pada gambar 8-6. flow dike sepanjang kaki dapat menyebabkan konsentrasi aliran sepanjang saluran yang dapat menyebabkan tegangan sepanjang dinding pengaman sehingga terjadi keruntuhan. Untuk lebih jelasnya. filter buatan harus membuat air dapat melalui tanah. kaki dan kepala. j. Perhatikan pada saat pemasangan material pada kaki sehingga material tidak mound dan membentuk flow dike. batuan kecil diletakkan di dasar saluran (lihat alternatif desain pada gambar 8-6). Penentuan ukuran batuan untuk kaki dipengaruhi oleh kedalaman penggerusan yang akan terjadi atau diprediksikan akan terjadi. MS. Bahan (material) pengaman kaki harus diletakkan di pangkal kaki sepanjang riprap (lihat gambar 8-6).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Fungsi dari filter buatan adalah membuat drainase dan filtrasi dari air. Dengan kata lain. yaitu sayap. Kedua fungsi tersebut harus terjadi selama riprap dipasang. Kalau pangkal kaki tidak dapat digali. By : Salmani. maka kemiringan riprap akan mendekati 1V : 2H. Page 18 .

MT. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. Page 19 .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS. MT. Page 20 .

karakteristik batuan termasuk geometri. Stabilitas Riprap Stabilitas riprap tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : a. By : Salmani.9) untuk lebih jelas lihat gambar 8-7. b. besar dan arah kecepatan aliran di sekitar riprap. MS. Page 21 . MT. c. sudut dan kepadatan Hubungan antara faktor-faktor diatas dapat dinyatakan dalam persamaan matematik sebagai berikut : e2Wscos = e1Ws sin cos + e3 Fd cos + e4F1 (8. sudut kemiringan tebing.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING k.

12 dan 8.11) dimana tan 1 cos 2 sin sin tan (8. angka stabilitas. sudut antara o kecepatan lapangan dengan bidang horizontal yang menghasilkan gaya seret berada pada tebing dengan sudut .12) 2l o S s 1 Ds ' (8. Penyederhanaan desain untuk riprap Ketika kecepatan sepanjang tebing tidak mempunyai komponen arah ke bawah (seperti kecepatan sepanjang tebing arah horizontal).10) Selain itu faktor kestabilan dapat didefinisikan sebagai : SF ' cos tan tan sin cos (8. maka (8.15) tan 1 tan 2 sin By : Salmani. persamaan yang berhubungan dengan faktor stabilitas. MT. MS. Untuk aliran horizontal sepanjang tebing. maka penyederhanaan desain dapat dilakukan.13) 1 sin( 2 ) (8. Page 22 . sudut kemiringan tebing dan sudut batuan didapat dari persamaan 8. Secara umum dapat dinyatakan pada persamaan matematik : FS e2Ws cos e1Ws sin cos e3 Fd cos e4 Fl (8.14) dimana: Ds adalah ukuran batuan. SG adalah spesific gravity. l.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Faktor stabilitas terhadap rotasi didefinisikan sebagai perbandingan antara momen tahanan partikel yang berotasi terhadap berat yang tenggelam dan momen gaya air yang menyebabkan rotasi partikel dari posisi semula.14 dengan = 0.

By : Salmani. Page 23 .Sm (8. dan detail desain revetment (revetment detail design). MT.15 dan 8. Prosedur Desain Prosedur perencanaan rock riprap terdiri dari tiga bagian utama: analisis data awal (preliminary data analysis).16) Persamaan 8.18) (8.17) dimana : (8. didapat : SF Sm 2 S m sec 2 4 (8.20) m.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ' 1 sin 2 (8. MS.11. Flow chart yang menjelaskan prosedur desain diperlihatkan pada gambar 8-8. ukuran batuan (rock sizing).19) Sm tan tan 2 Sm SF 2 cos SF.16 dimasukan ke persamaan 8.

MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ANALISIS AWAL DATA MULAI Pengumpulan Data Penentuan Debit Rencana Perubahan penampang melintang rencana PENENTUAN UKURAN BATU Hitung kekasaran luas N Y Aliran seragam ? Hitung parameter hidraulik lain N Elevasi muka air tetap (backwater) Evaluasi kedalaman aliran seragam Koreksi sudut tebing Penentuan ukuran riprap Masukkan keliling basah yang melapisi ? Y Ukuran hitung dengan By : Salmani. MS. sama asumsi ? Page 24 Y A .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Penentuan tinggi

Y

Erosi gelombang

?

gelombang Hitung ukuran batu yang stabil

N Pemilihan ukuran batu
Gradasi riprap Ketebalan selimut

DETAIL DESAIN

Panjang pengaman

Desain filter

Desain detail ujung/tepi SELESAI

Gambar 8-8. Flow Chart Prosedur Perencanaan riprap

By : Salmani, MS, MT.

Page 25

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

1) Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll).

Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1)

Langkah 3.

Tentukan perkiraan perubahan (development) penampang

melintang rencana (lihat subbab 8.2.1). 2) Menentukan Ukuran batuan (Rock Sizing) Prosedur ini untuk menentukan ukuran batuan yang digunakan dalam desain agar keruntuhan riprap akibat erosi partikel dapat dicegah. Langkah 4. Hitung elevasi muka air rencana. A. Untuk menentukan elevasi muka air rencana, besarnya nilai kekasaran "n" Manning's dapat diperkirakan dengan memakai prosedur pada subbab 8.2.5. Jika riprap direncanakan untuk melapis seluruh keliling basah, ukuran riprap diperlukan untuk menentukan koefisien kekasaran "n". (lihat formulir 4 pada gambar 8.14). B. Jika penampang berbentuk trapezium, dan aliran dapat dianggap seragam, gunakan desain chart seperti dalam referensi 3. C. Jika penampang irregular atau aliran tidak seragam, elevasi muka air ditentukan dengan menggunakan analisis backwater curve atau

menggunakan program komputer seperti DUFLOW, HEC-2, dan lain-lain. D. Analisis backwater harus didasarkan pada conveyance weighting aliran pada saluran utama, bantaran kiri dan kanan. Langkah 5. Tentukan kedalaman dan kecepatan rata-rata rencana. A. Kedalaman rata-rata dan kecepatan pada umumnya digunakan sebagai parameter desain.

By : Salmani, MS, MT.

Page 26

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
B. Jika riprap didesain untuk pengaman tebing saluran, abutment, atau pilar dilokasi bantaran banjir, kecepatan dan kedalaman rata-rata di bantaran banjir yang digunakan. Langkah 6. Hitung faktor koreksi sudut tebing K1. Faktor koreksi sudut tebing adalah

K1
Dimana:

1

sin 2 sin 2

0.5

: sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 4 pada gambar 8.19

Langkah partikel.

7. Tentukan ukuran riprap yang diperlukan untuk menahan erosi

A. Tentukan ukuran rata-rata batuan riprap dengan persamaan

D50

3 0.00594Va

d0.5 K1.5 avg 1

Dimana: D50 = ukuran rata-rata batuan riprap (m) Va = kecepatan rata-rata di tengah saluran (m/s) davg = kedalaman rata-rata aliran di tengah saluran Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 1 pada gambar 8.16. B. Pada dugaan awal, faktor koreksi saluran digunakan. Tentukan faktor koreksi spesifik graviti rock riprap dan faktor stabilitas dengan persamaan C = Csg x Csf Dimana: Csg = 2,12/(SG – 1)1.5 SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.2)1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2)

By : Salmani, MS, MT.

Page 27

dan tentukan ketebalan lapisan riprap. Pilih ukuran D50 riprap akhir.21). SG (spesific gravity) = 2. Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan grafik 7 pada gambar 8. Hitung ukuran rock riprap yang telah dikoreksi : D'50 = C(CP/A)D50 Langkah 8. Tentukan tinggi gelombang signifikan (grafik 6 pada gambar 8.65. MS. Jika gelombang permukaan turut diperhitungkan.22 untuk menentukan ukuran batuan yang diperlukan untuk menahan aksi gelombang. 4. Tebal lapisan riprap tidak boleh kurang dari diameter lingkaran batuan D100(W 100) atau lebih kecil dari 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C. Jika D50 digunakan dalam penentuan Manning's 'n' untuk perhitungan backwater. Untuk menentukan gradasi material dapat dilihat pada tabel 8-2. H adalah tinggi gelombang. kembali kelangkah 4 dan ulangi langkah 4 sampai 7. Gunakan persamaan W50 H3 3 2. Formulir dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan batas gradasi untuk menentukan tebal lapisan riprap melalui kriteria sebagai berikut : 1.20 SG 1 cot s dimana s adalah berat jenis batuan (N/m3).13). Jika riprap direncanakan untuk pilar atau abutment diterapkan koreksi pier/abutment (CP/A) atau 3. bisa dengan menambah ukuran batuan. 2.38. 3. untuk melindungi lapisan dari gelombang akibat angin atau kapal yang lewat. Langkah 9. Tebal lapisan yang diperoleh dari no (1) dan (2) harus ditambah 50 persen untuk riprap yang ditempatkan di bawah air. tentukan gradasi material (lihat Formulir 3 pada gambar 8. MT. By : Salmani. Langkah 10. Spesific gravity diasumsi 2. A.5 kali diameter lingkaran batuan D50(W 50). D. Contoh klasifikasi gradasi riprap berdasarkan AASHTO dapat dilihat table 8-3.12.65. Page 28 . Tebal lapisan tidak boleh kurang dari 300 mm untuk penempatan praktis. Tambahan tebal lapisan antara 150 – 300 mm. maka lihat formulir 2 pada gambar 8. B.

Rubble Terdiri dari material sisa konstruksi.1) Langkah 12. Spesifikasi Material 1) Deskripsi Dalam pemasangan material ini. perlu diperhatikan dengan baik seperti pemasangan riprap di dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang telah diarahkan oleh engineer. Desain daerah tersebut dapat dilihat subbab 8. dan steel furnace slag. Tentukan tinggi pengaman yang sesuai (lihat bab 8. n.1. Page 29 .3.1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Detail Dinding Panahan (Revetment Details) Langkah 11. Tentukan ketebalan Langkah 14. MT. Desain lapisan filter mengikuti persyaratan dengan persamaan sebagai berikut : D15 coarser layer D85 Finer layer lapisan.1) Langkah 13. MS. termasuk didalamnya broken concrete. Tipe-tipe riprap adalah : a. rock spoils. By : Salmani. b.14 tentang konsep desain. 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Tentukan ukuran material filter yang sesuai. Rock riprap Terdiri dari batu kali dengan filter blanket atau slope dengan rongga minimum serta batuan bergradasi baik. Tentukan panjang pengamanan yang diperlukan (lihat bab 8. Desain rincian daerah sudut (flanks and toe). Langkah 15 Hitung kestabilan riprap dengan menggunakan persamaan matematis yang ada bagian langkah desain kestabilan riprap. dan gradasinya.

Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. spoil. Jika tes dibutuhkan. dalam bentuk angular. ketahanan bebatuan tersebut akan diperiksa dengan beberapa tes seperti dibawah ini : Tes abrasi. Pada lokasi dimana batuan yang terkena air garam. Apabila tidak ada tes uji tersebut. tahan terhadap cuaca dan air. shale dan bahan organik. Kelayakan batuan akan dipertimbangkan dengan tes uji kelayakan. contoh batuan yang sesuai haruslah sudah ada minimum 25 hari sebelum pemasangan riprap dimulai. Berat minimum haruslah 2. Asal batuan juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan batuan. AASHTO Test T 85). tahan lama. Tes freezing and thawing (AASHTO Test T 103 untuk prosedur A ledge rock) digunakan untuk melihat ketahanan terhadap cuaca. Rock riprap Batuan yang digunakan haruslah keras.000 kg/m3 dikalikan berat jenis (bulk-saturated-surface-dry basis.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2) Material Syarat-syarat materialnya adalah: a. Jika menggunakan AASHTO Test T 96. Dan tidak boleh mengalami kehilangan lebih dari 10% dari 12 kali siklus.482 kg/m3 yaitu 1. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. Batuan bulat (rounded stone) atau boulder tidak diperbolehkan kecuali telah diizinkan sebelumnya. Shale dan batuan dengan lapisan berserpih juga tidak dizinkan. Kehilangan dari batuan pada hasil tes ini tidak boleh mencapai 10% untuk 5 kali siklus. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. MT. perlu dilakukan sulfate soundness test (AASHTO Test T 104 untuk batuan dasar menggunakan sodium sulfat). Page 30 . maka batuan tidak boleh mengalami kehilangan sebesar 40% setelah 500 kali putaran. By : Salmani. MS.

Batuan yang lebih kecil dari 10% dari batuan dasar tidak diperbolehkan untuk digunakan sebanyak 10% dari setiap beratnya. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. b. Rubble Material yang digunakan haruslah keras (hard). Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Semua material yang lembut atau berongga dipindahkan ke bagian dalam tanah dan digantikan dengan material alami lainnya. Sampel yang lain juga harus ada di lokasi. dalam bentuk angular. Kontraktor haruslah menyediakan 2 contoh sampel batuan sedikitnya 2. Peralatan mekanik. shale dan bahan organik. spoil. dan buruh juga perlu diperhatikan oleh kontraktor. MT. tunggul. MS. Contoh sampel pada lokasi konstruksi merupakan bagian dari penyelesaian pengerjaan awal riprap. By : Salmani. Page 31 . pengaturan lokasi. tahan terhadap cuaca dan air. Dalam pemilihan material yang digunakan perlu perhatian dan pengalaman yang lebih.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Riprap haruslah menggunakan batuan well-graded. 3) Syarat-Syarat Konstruksi A. Umum Tebing yang dilindungi oleh riprap haruslah bebas dari semak-semak. Daerah pengisian dipadatkan sebagai embankment. tahan lama (durable). Sampel-sampel ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan gradasi riprap.27 kg setiap gradasi. Untuk Toe trench digali dan dijaga sampai riprap telah diletakkan. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. pepohonan. dan objek material lainnya yang mengganggu kerataan permukaan slope. Kontrol terhadap gradasi perlu diperhatikan. Perbedaan pendapat antara engineer dan kontraktor dapat diselesaikan dengan memeriksa gradasi dari 2 buah truk yang dipilih secara acak.

Filter blanket atau filter fabric diletakkan pada slope yang telah disediakan atau daerah dengan perlindungan pondasi seperti tertera pada Table 8 sebelum batuan diletakkan. Geotextile dengan ketahanan rendah terhadap sinar ultraviolet (lebih dari 30% kehilangan pada 500 jam ASTM D-4355) tidak boleh terkena sinar matahari lebih dari 7 hari. c.6 mm (lebih besar dari #30 US Std. Syarat Minimum Yang Dianjurkan Untuk Fabric Sintetis (Geotextile) Yang Digunakan pada Noncritical (1)/ Nonsevere Drainage (2). Daerah yang dijaga haruslah terbebas dari material sisa dan begitu juga permukaannya. 200 Sieve (9). b. sebagai contoh tahan selama bertahun-tahun (5 – 25 tahun). Dan Pengontrolan Erosi 2. MT. Tanah dengan 50% atau kurang dari berat partikel lolos pada US No. Standard Kualitas Minimum a. Catatan : geotextile dapat dibuat untuk menahan lebih lama sinar ultraviolet. tetapi jarang ditemukan. Penyaringan. Fiber yang digunakan pabrik untuk geotextile terdiri dari rangkaian sintetis polymer dengan komposisi sedikitnya 85% dari beratnya terdiri dari polyolafin. polyester atau polyamide.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Perlindungan terhadap struktur pondasi harus dilakukan secepatnya setelah konstruksi pondasi diizinkan untuk dimulai. Sieve) By : Salmani. AOS (10) kurang dari 0. Syarat-syarat Fisik dapat dilihat pada Table 8 dibawah ini Table 8. MS. Page 32 . Tipe riprap akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah di modifikasi oleh ketentuan khusus. Ketahanan Pipa (Soil Retention) (8) 1. Sifat Hidraulik Minimum a. 1. Geotextile dengan ketahanan yang lebih tinggi tidak boleh lebih dari 30 hari.

Permeabilitas K dari fabric (11) lebih besar dari K tanah. Page 33 . Keseluruhan batuan diletakkan pada alur dan grade serta ketebalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Batuan yang lebih besar dan seluruh batuan haruslah terdistribusi baik dan gradasi seperti yang diarahkan oleh engineer. Jangan sampai terjadi pergeseran pada material dasar. Rock Riprap Batuan riprap diletakkan pada slope yang telah disediakan dan harus menjadikan batuan yang bergradasi baik (well-graded) dengan rongga (voids) yang minimum. Kontraktor menjaga riprap protection sampai diterima langsung dan material yang dipindahkan untuk alur dan grade tidak menambah biaya bagi pemerintah. Maksud dari meletakkan seluruh material pada tempatnya guna menghasilkan pemadatan riprap protection yang baik. AOS (10) kurang dari 0. Pemindahan dengan tangan atau peralatan mekanik mungkin akan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu. Kontraktor haruslah menjaga riprap sampai semua pekerjaan dari kontrak telah selesai. Sieve) b. Pemasangan riprap pada lapisan dengan menggunakan chute atau metode lainnya jangan sampai mengakibatkan segregasi. Riprap protection diletakkan pada konjungsi dalam konstruksi embankment yang pembuatan dari riprap protection penting untuk pelaksanaannya dan mencegah tercampurnya embankment dengan riprap.3 mm (lebih besar dari #50 US Std. B. MT. MS. By : Salmani. Perawatan termasuk didalamnya perbaikan yang rusak akibat beberapa sebab. Material yang menjadi pelindung riprap (riprap protection) diletakkan jangan sampai menumpuk.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. 200 Sieve (9). Tanah yang lebih dari 50% berat partikel lolos US No.

Penggunaan dalam kondisi darurat (Critical applications) menyebabkan resiko kehilangan umur konstruksi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Jika riprap dan material filter diletakkan di bawah air. dan geotextile adalah penting (khusunya untuk aplikasi kritis/severe). potensial untuk kerusakan struktur. 3. 2. MS. MT. ketebalan lapisan mesti ditingkatkan dan metode yang digunakan harus dapat meminimalisasikan segregasi. 4. 6. Nilai ini disadari lebih kecil dari biasanya pada literatur pabrik. Penerapan filtrasi dan drainase kelas A untuk fabric dimana pada pemasangan lebih berat daripada kelas B. Contoh letak ketinggian batuan kurang dari 0. pemadatan yang ringan. Erosi Kontrol Kelas A adalah dimana fabric dengan kondisi instalasi lebih berat daripada kelas B. Catatan : 1. Percobaan lapangan dibutuhkan dimana tinggi batuan tidak melebihi 0. derajat kepadatan yang tinggi. Page 34 . Desain hasil analisa engineering yang sesuai antara tanah. Permasalahan tanah yang tidak boleh By : Salmani. Filtrasi dan Drainase Kelas B adalah dimana fabric yang digunakan dengan permukaan smooth graded tanpa sharp angular.91 m dan berat batuan tidak melebihi 113 kg. 8. 7.91 m atau berat batu lebih dari 113 kg. atau biaya perbaikan yang terlalu membebani biaya instalasi. contoh nilai untuk sampel (rata-rata dari seluruh hasil spesimen) harus sama atau lebih besar dari 2 sigma confidence level. kondisi hidraulik. 5. atau kedalaman trench lebih dari 3 m. atau kocyclic flow conditions. Semua nilai mewakili nilai rata-rata. Contoh penggunaan very sharp angular agregate. Erosi Kontrol Kelas B dimana fabric yang digunakan dilindungi oleh sand cushion atau “zero drop height”. dan trench kurang dari 3 m. gradien hidraulik yang tinggi atau kebalikannya. Severe applications termasuk draining gap graded atau pipeable soil.

11). Profil saluran eksisting menunjukkan bahwa kemiringan dasar bagian ruas yang lurus adalah 0. Akibat realignment saluran. Grafik-grafik yang digunakan dalam contoh ini diberikan pada Formulir 1 (gambar 8. 9.018 m D15 = 0.032 m D50 = 0. MT. Material saluran terdiri dari butiran dari pasir sampai kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3. terjadi pengurangan panjang dari 381 m sampai 305 m. Kapasitas saluran 141. MS. contoh 1 rencana riprap sebagai pelapis saluran. Dua contoh diberikan. Rencanakan riprap sebagai pelapis saluran yang stabil. dan tanah seragam dengan 85% lolos ayakan #100.0049. 1) Contoh 1 Suatu ruas saluran sepanjang 381 m merupakan hasil realignment agar diperoleh lahan untuk pelebaran suatu jalan yang ada (eksisting). Kurva gradasi menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. maka hanya digunakan gradasi tanah yang lolos #4 US Std. 10. Sieve size. Contoh perencanaan riprap Berikut ini diberikan contoh bagaimana menggunakan metode desain dan prosedur seperti yang dijelaskan di atas. Bila protected soil berukuran partikel lebih besar dari #4 US Std. Contoh 2 rencana riprap sebagai pengamanan tebing.5 X 10-4 m/s rock riprap yang tersedia mempunyai specific gravity (SG) 2. Sieve dalam pemilihan fabric. Page 35 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING digunakan adalah lumpur.001 m K (permeability) = 3. Grafik 4 By : Salmani.6 m3/s. AOS untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 6 Permeabilitas untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 5 o. Kondisi lainnya : Aliran dapat dianggap seragam atau berubah lambat laun.65.

MS. Langkah 3.38 R-0. Lihat subbab 8. site topography. dan Formulir 4 (gambar 8.1 m dengan kemiringan slope samping 1V:2H. Debit rencana. Grafik 3 (gambar 8.14). geometric.3225 Sf 0.00 bila bentuk penampang melintang tetap n3 : pengaruh hambatan By : Salmani. Hitung elevasi muka air rencana. Debit pada saluran utama sama dengan debit rencana karena saluran utama dapat menampung debit rencana. Kumpulkan Data lapangan lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Page 36 . Grafik 2 (gambar 8.2. gunakan persamaan 4 untuk perhitungan base n.5).18). lihat Formulir 1 pada gambar 8.002 Oleh karenanya.16 anggap R = 2.11. Asumsi awal.17). penampang direncanakan berbentuk trapesium.037 n1 : faktor ketidakteraturan n1 = 0. nb = 0.13).0049 > 0. MT.1 Diberikan sebagai 119 m3/s.00 untuk saluran alam yang halus n2 : variasi penampang melintang n2 = 0. Desain potongan melintang. Lihat subbab 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING (gambar 8. Grafik 1 (gambar 8.16). Gunakan prosedur seperti yang dijelaskan pada bab 5.19). Formulir 3 (gambar 8.43 m nb = 0. n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4 )m nb : base channel "n" slope = 0. Langkah 2. dan lain-lain. Data lapangan lain berupa site history.2.2. Langkah 4. (a) Tentukan koefisien kekasaran dengan menggunakan Formulir 4 (lihat subbab 8. Langkah 1. lebar dasar 6.3 Seperti dijelaskan.

60 m (Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.16 tidak sama dengan yang diasumsikan = 2.3225 (0.60 m (dasar saluran seragam) (Kolom 4 dari Formulir 1) Langkah 6. Faktor koreksi sudut tebing.60 m Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8. R = A/P R = 47.16)-0.00+0.16 R = 2.037+0.43 Oleh sebab itu.0049)0. d = 3.11) Langkah 5.0 jika ruas lurus n = (0. MS. chart dan tabel. atau perhitungan secara manual).2=2.8 = 2.003 sedikit (anggap sedikit tumbuh di riprap) m : derajat meander m = 1.00+0.38 (2.040 seperti yang digunakan ditas.9/22.00+0. kembali ke langkah 4a nb = 0.6(3. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n3 = 0. Tentukan parameter rencana A = 3.6(4) + 6.16 nb = 0. Persamaan Manning's dapat digunakan untuk menentukan kedalaman normal (gunakan program komputer.003)1 = 0.038 n = (0.11 Hitung jari-jari hidraulik untuk membandingkan dengan nilai yang digunakan pada langkah 4a (gunakan program komputer yang tersedia.040 (b) Hitung kedalaman aliran.041 yang mendekati 0. atau chart dan tabel yang tersedia dalam buku hidraulika saluran terbuka) Q = (1/n) A R2/3 S1\2 ganti d = 3. By : Salmani.8 m2 (Kolom 2 dari Formulir 1) Va = Q/A = 141.00 jika tidak ada hambatan n4 : jumlah tanaman n4 = 0.038 + 0.1)/2 = 47.96 m/s (Kolom 3 dari Formulir 1) da = d = 3. oleh sebab itu.6/47. Page 37 .003)1 n = 0.1 + 6.

Gelombang permukaan tidak diperhitungkan pada contoh ini. oleh sebab itu: Cp/a = 1 (Kolom 12 dari Formulir 1) (d) Ukuran riprap yang dikoreksi Untuk dasar saluran: D'50 = D50 = 0. Tentukan ukuran riprap. Gelombang permukaan. MS. Gradasi: lihat Formulir 1. Langkah 10.73 (Grafik 3) Langkah 7. Page 38 .65 (diberikan) (Kolom 10 dari Formulir 1) faktor kemantapan = 1.085 m (Kolom 8 dari Formulir 1) untuk tebing saluran D50 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING = 1V:2H (Kolom 5 dari Formulir 1). dan ketebalan lapisan. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 =0.29 m T = 0.085 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Untuk tebing saluran: D'50 = D50 = 0. Gradasi.131 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Langkah 8.58 m By : Salmani.29 m (untuk seluruh penampang basah) lihat Formulir 1.2 (aliran seragam) C = 1 dari Grafik 2. Ukuran D50: D50 = 0. l (a) Gunakan Grafik 1 untuk dasar saluran D50 = 0. f = 41° (Grafik 4) K1 = 0. (c) tidak ada pilar atau abutment untuk evaluasi dalam contoh ini.131 m (Kolom 8 dari Formulir 1) (b) spesifik gravity (SG) Riprap = 2. Tentukan ukuran Riprap. tidak dapat digunakan Langkah 9. MT.

2. Lihat subbab 8.18 180 0.60 m lihat Formulir 1.6. Langkah 13.40 m gunakan T = 0. Riprap meliputi semua keliling basah sampai kepuncak lereng. Panjang vertikal pengamanan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0.001 40 Oleh sebab itu.94 5 By : Salmani. perencanaan lapisan filter.032 6 5 D15 riprap D15 soil 0. Page 39 . Langkah 12. 0. 0. Pelapisan dengan riprap ditetapkan pada sepanjang ruas lurus.030 0. Lihat subbab 8.032 0. Coba 50 mm filter dengan kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3 pada gambar 8. suatu lapisan filter diperlukan.13. (a) ukuran material filter: D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 soil Dan.6.2. Panjang pengamanan. MS.18 0. Langkah 11. MT.

60 DS = 0.75 b By : Salmani.0049 diambil Maka : o = 400 = 900 = 0.18 0. (b) Ketebalan lapisan filter: Jika kurva gradasi tanah dan kurva gradasi lapisan filter bukan mendekati paralel.18 0. filter pada interface tanah adalah cocok (OK). Langkah 15 : Stabilitas riprap Dalam contoh soal ini diketahui : SS = 2.030 6 5 dan 40 Dengan demikian. material filter 50 mm adalah sesuai. 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 filter D15 soil 0. (juga lihat sketsa pada Formulir 1 pada gambar 8. Langkah 14. Page 40 .131 m (dari perhitungan pada langkah sebelumnya) = 1000 kg/m3 S = 0. Detail ujung sudut (edge). MS.65 =26. detail ujung sudut dapat dilihat pada Gambar 8-7. gunakan ketebalan lapisan 200 mm.030 0. MT.11).061 3 5 D15 filter D15 soil 0.001 30 5 dan 40 Oleh sebab itu. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. Lintasan penampang basah bagian dalam.

12 selanjutnya sudut antara arah pergerakan partikel dan bidang vertikal : tan 1 Cos 90 0 2 Sin 26 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b = b. MT.60 tan 400 0.3.60 Cos 0 0.12 tan 400 Sin26. 2) Contoh 2 Site yang diilustrasikan pada gambar 8-1 mengalami pergerakan lateral menuju route 1 (lihat gambar 8-1a). 0.131 0.35 x tan 40 =0 Berdasarkan (lereng) : dan maka dapat dihitung angka stabilitas partikel pada tebing ' 0.12.37 1.s = 1000.64 = 13.64 kg/m2 o = 0.6 0 Sin 90 0 0 9 .1 ok.23 ( 2. 1 Sin(90 0 2 0) Sehingga diperoleh: FS Cos 26.65 1 )x1000 x0 .6.2. Page 41 . Karakteristik saluran seperti yang diuraikan dalam subbab 8.75 x 17.95 x13 .23 kg/m2 Berdasarkan data yang sudah ada. 3.75 0. Kondisi tambahan yang diperlukan adalah : Aliran berubah lambat laun.548 1. By : Salmani. MS. maka bilangan stabilitas untuk partikel bidang datar : η 1. Rencanakan revetment riprap yang stabil untuk menghindari erosi tebing.12 = 0.0049 = 17. d.

By : Salmani.3. Penyelesaian: Langkah 1. Kumpulkan Data Lapangan. dan dapat dianggap sebagai angular. D50 =0. D15 = 0.60. Page 42 .0024 1. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus daerah hilir ujung tikungan. MS.15 m. Tinggi tebing sepanjang tergerus tebing (cut bank) mendekati 2. erosi juga diamati pada daerah hilir tikungan dan udik sampai ke titik seperempat tikungan. Kurva gradasi tersebut menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0.4 m 2. Tanah tebing adalah pasir berlanau seperti dapat dilihat pada kurva gradasi pada Formulir 3 pada gambar 8-13. Lebar saluran = 91.0013 m.0005 m.00014 m. Dasar saluran dilapisi dengan material batu sesar (cobble) dengan ukuran diameter D50 sekitar 0. Lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Formulir dan grafik yang digunakan dalam contoh 2 ini sama dengan pada contoh 1. Lihat kasus yang diberikan dalam subbab 8.7 m.2.8 m . K (permeabilitas) = 1 x 10-6 m/s Bahan riprap yang tersedia mempunyai specifik gravity (SG) 2. Jari-jari tikungan = 365.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Survey topographic menunjukkan: Kemiringan saluran = 0. MT.

1. dan batas the encroachment pada saluran pada lahan yang berdekatan. Hitung elevasi muka air rencana. Hanya tebing saluran yang diperkuat. Lihat subbab 8. Diberikan 1. diperoleh bahwa debit pada saluran utama (Qmc) adalah 982. mengilustrasikan aliran dan kedalaman gerusan potensial Langkah 2. By : Salmani. Untuk meminimalkan kehilangan vegetasi tebing. MT.6 m3/s. Langkah 3. kemiringan slope yang digunakan 1V:2H. penampang saluran akan tetap seperti saluran eksisting dengan sudut tebing sesuai untuk mendukung revetment riprap. Debit rencana.3. Gambar 8-9 meilustrasikan bagian saluran eksisting.7 m.5. Potongan melintang sungai pada contoh 2.2. Dari analisis backwater pada ruas ini. Lihat subbab 8. Seperti telah diberikan. oleh sebab itu. Desain penampang melintang. Page 43 . Langkah 4.112 m3/s. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-9. tinggi tebing sepanjang tebing yang tergerus adalah 2. (a) Tentukan koefisien kekasaran. Gunakan prosedur dari Formulir 4.

16 anggap R = 3.000 tidak ada tanaman m: derajat meander m = 1. Tentukan parameter rencana lainnya. By : Salmani.6 m.05 m nb = 0.002 gunakan persamaan 4 untuk perhitungan harga nb.005 jika perubahan penampang jarang menggeser aliran (occasional shape changes cause flow shifting) n3: efek hambatan n3 = 0.1 minor to appreciable n = (0.000 tidak ada hambatan n4: jumlah tanaman n4 = 0.000) 1.11 Jari-jari hidraulik untuk saluran utama: R = 3. (b) Hitung kedalaman aliran. Dari analisis backwater : (semua harga saluran utama). Page 44 .005 + 0.10 n = 0. kolom 1 pada Formulir 1 pada gambar 8. oleh sebab itu.0024 > 0.005 + 0. Kedalaman aliran ditentukan dari analisis backwater. Maksimum kedalaman saluran utama ditentukan menjadi: dmax = 4.005 kecil – untuk slope tererosi sedang (moderately eroded side slopes) n2: variasi penampang melintang n2 = 0.028 n1: faktor ketidakteraturan n1 = 0.38 R-0. MT.000 + 0. nb = 0.042 Ini menunjukkan nilai "n" di ruas saluran yang digunakan untuk analisis backwater curve. Langkah 5. MS.3225 Sf 0.2 m (dari analisis backwater) Anggap R (3 m) mendekati nilai R aktual. "n" Seperti yang dihitung adalah OK.028 + 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4) m nb: base channel "n" kemiringan = 0.

kolom 4 pada Formulir 1 Langkah 6. Gelombang permukaan. kolom 8 pada Formulir 1 (b) spesifik gravity = 2. kolom 12 pada Formulir 1 (d) Ukuran riprap yang dikorosi: D'50 = D50 = (1.44 m. kolom 7 pada Formulir 1 (dari grafik 3 pada gambar 8. oleh sebab itu : Cp/a = 1.6)(1. kolom 5 pada Formulir 1 = 410.11. gradasi. C = 1. Faktor-faktor koreksi sudut tebing. kolom 10 pada Formulir 1. (a) Gunakan gunakan grafik 1 pada gambar 8. tikungan tajam – jari-jari tikungan terhadap lebar = 4). Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 = 2(0. Tentukan ukuran riprap.20) Langkah 7. Faktor stabilitas = 1. kolom 9 pada Formulir 1.19) K1 = 0. Page 45 .60 (diberikan). kolom 13 pada Formulir 1 Langkah 8. Gelombang permukaan tidak diperhitungakan. kolom 3 pada Formulir 1 da = d = 3. tidak dapat digunakan Langkah 9. dan ketebalan lapisan. (aliran berubah lambat laun.84 m/s.17 (c) tidak ada piers atau abutments.27 m.10 m By : Salmani. kolom 6 pada Formulir 1 (dari grafik 4 pada gambar 8.55) T = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING A =838. kolom 2 pada Formulir 1 Va = 3. MT. Tentukan ukuran riprap. = 1V:2H.73.0) = 0. D50 = 0. Langkah 10.66 m.6. Ukuran D50: D50 = 0.6 lihat grafik 2 pada gambar 8.55 m Gradasi: lihat Formulir 1. MS.2 m2.

0013 115 5 By : Salmani. 0.15 0. Langkah 13.68 m gunakan T = 1.6 + 2.2. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus pada daerah hilir tikungan. Riprap pada seluruh tebing saluran dari atas tebing sampai kedalaman bawah merupakan cara untuk mengantisipasi gerusan. MT.7 m Material tebing harus ditempatkan sampai pada kedalaman ini.11 =2.2.11 ds = 2. Penetapan riprap untuk pengamanan tebing mulai dari suatu titik 91.4 m (W) udik pada bank entrance sampai ke suatu titik 137 m (1.2.14 m Penambahan ini untuk mengantisipasi kedalaman maksimum potensi gerusan: 4.0 D50-0. (a) ukuran material filter: Formulir 5 pada gambar 8F-5. erosi juga diamati di hilir apex tikungan dan udik sampai pada titik seperempat tikungan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0.6: ds = 2. Panjang pengamanan.0(0.10 m Langkah 11.1 = 6. Page 46 . Lihat subbab 8.6.55)-0. Perencanaan lapisan filter.5 W) hilir ujung tikungan. D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. Panjang vertikal pengamanan. Langkah 12.6. Lihat subbab 8. atau suatu volume batu yang cukup akan ditempatkan pada tapak tebing untuk pengamanan kedalaman gerusan yang diperlukan. MS. Kedalaman gerusan dievaluasi seperti yang diilustrasikan dalam subbab 8.

filter granular. 7 5 D15 filter D15 tan ah 0. MS.0047 0. Langkah 14.00013 33 .0047 32 5 dan 40 Oleh sebab itu. (a) detail sayap (flank): lihat gambar 8-10. (b) Ketebalan lapisan filter: Gunakan ketebalan lapisan 200 mm. Coba 13 mm filter kerikil halus dengan karakteristik gradasi seperti yang diilustrasikan dalam Formulir 3.15 0.15 0. dan kurva gradasi riprap.6 5 dan 40 Oleh sebab itu. Page 47 . Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan.00014 1071 40 Oleh sebab itu.3.2 = 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 riprap D15 filter 0. (b) detail tapak (toe): lihat gambar 8-10. filter pada interface tanah adalah OK. Detail sudut. suatu lapisan filter diperlukan. Potensi kedealaman gerusan di bawah dasar saluran eksisting pada tebing (d's) merupakan kedalaman gerusan yang dihitung dalam langkah 12 minus elevasi dasar yang ada pada tebing: lihat gambar 8-10. MT.15 0. material filter 13 mm cukup memadai. Lihat Formulir 3 untuk tanah.0047 0.03 5 5 D15 riprap D15 filter 0.0013 3.7. 0. 0. 6. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 tan ah Dan.5 m kuantitas batuan (Rock quantity) yang diperlukan dibawah dasar eksisting: By : Salmani.

048) (2.60 By : Salmani. Page 48 .0283 d's (sin-1 )(T)(1.83 m (deep trapezoidal toe trench) dengan kemiringan samping 1V:2H dan 1V:1H.5) dengan: Rq = jumlah riprap yang diperlukan per m tebing (m2) = sudut tebing terhadap sudut datar (degrees) T = ketebalan lapisan riprap (m) Rq = (3. SF = 1. dan SF = 1. MS.24) (0. Diambil = 26. D50 = 0.60. Langkah 15 : Stabilitas riprap Sama seperti pada contoh 1.0024 .61 > 1.8 m mengandung volume yang cukup. Dari data dan hasil perhitungan di atas diperoleh: Ss= 2. dan suatu lebar dasar 1. S = 0. kestabilan riprap pada contoh 2 juga dihitung dengan menggunakan formula yang sama. maka diperoleh : ok.38 m2 Tapak saluran trapezium kedalaman 1. d = 3.60 .60 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rq = 0. = 400. MT. = 900.66 m .27 m .9144) (1.5) = 9.

MT. Page 49 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS.

22 m 6. Faktor Stabilitas 10. Sudut Geser Alam Riprap (grafik 4) 7. Kemiringan Tebing 6..………. Diperiksa Oleh/tanggal :…………………/……………………… Lembar……………………dari……………………. Faktor Koreksi Ukuran Riprap (grafik 2) 12. Koreksi D50 = 8 + 11 + 12 14. Formulir ukuran riprap By : Salmani. Ukuran Riprap (grafik 1) 9.38 jika diambil secara umum) Gambar 8-11.. MS. MT.10 Karakteristik Buatan : Butiran : Ukuran (m) Persen Lebih Halus 85 50 15 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 1. Sketsa Penampang : Q RB Q Total QMC QLB Q TOTAL QMC QLB QRB Karakteristik Tanah D15 D50 D85 Kedalaman of WS.. Page 1 . Catatan atau Komentar 1. Koreksi untuk Pilar/Abutment Correction (3. (m) 1 A (m2) 2 Va (m/sec) 3 d3 (m) 4 K1 D50 (m) 8 SF Ss C CP/A D50 (m) 13 Catatan 5 6 7 9 10 11 12 14 Sketsa Rencana : Karakteristik Riprap : UKURAN : KETEBALAN : 20 50 3. Ukuran Riprap Proyek……………………………………………………………………………… Uraian ……………………………………………………………………….61 m 2 1 1. Koreksi Sudut Tebing (chart 3) 8. Disiapkan Oleh/tanggal :…………………/…………. Spesifikasi Gravitasi Riprap 11. Luas Basah Saluran Utama 3. Kecepatan Rata-rata Saluran Utama 4.1 m Fabric : AOS' < Perm > Ukuran Buka Rata-rata 13.22 m AASSHTO Gradasi : D100 gunakan Ukuran Persen (m) Lebih halus 100 50 5 . Elevasi Permukaan Air 2. Kedalaman Rata-rata Saluran Utama 5.

D100……………………. Ketebalan Revetment : 2D 50……………………………ft. MS../…………… Disiapkan Oleh/Tanggal Uraian :………………………………………………………………… Diperiksa Oleh/Tanggal :………/………… Lembar……dari…… Kecepatan Angin (mph) fetch (m) Hb (m) 1 e Rv Ho 2 Faktor Koreksi 3 Rv (ft. Page 2 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 2 Proyek :…………………………………………………………………………………………………. Formulir Ukuran riprap .:….ft.) 4 D50 (ft..………ft.) 5 Ukuran Riprap : D50…………………ft. MT. Jenis……………….12.... Digunakan……………………. Gambar 8.Erosi Gelombang By : Salmani..

MT.13 Formulir 3 Gradasi Material By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8. Page 3 . MS.

429 D50 0.040 nb = {0. n4 (2) belokan. Formulir 4 Evaluasi Kekasaran By : Salmani.5 < da / D50 < 35 untuk 35 < da / D50 < 30.0049. n3 (2)tanpa penyempitan Vegetasi. MS.167 (2) lihat referensi (17) (3) n = m(n1+n2+n3+n4) nb = 0.14.003 1. persamaan 4 tak beraturan. Evaluasi Kekasaran PROYEK : Contoh 1 ………………………………………… Disiapkan Oleh/Tanggal :…………… URAIAN : ………………….3225 Sf R -0.000 0.328 (D50)0.000 0...092 da) nb = 0.000 0.16 untuk aliran pegunungan yang tidak kontinyu Gambar 8. n1 (2) Kekasaran saluran pada kondisi alamiah menikung. Diperiksa Oleh/Tanggal : ……………… ………………………………………………………………… Lembar………dari… Perkiraan harga n FAKTOR Harga awal n.2) Uraian Kondisi Kemiringan = 0. n2 (2) ukuran dan bentuk dari potongan melintang penyempitann. m (2) sedikit vegetasi (beberapa tumbuh dipermukaan riprap) mendekati lurus bobot n ditambah harga n (3) n yang digunakan untuk 1. MT.000 0.037 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 4. Page 4 .5} / (1.………………………………………..000 harga n 0. nb (1.040 0.

MS. SARINGAN BERBUTIR : LAPISAN URAIAN D15 ft. Disiapkan oleh/Tanggal :……. D85 ft. Perancangan Saringan Proye :…………………………………………………………………………………………………. Page 5 .15 Formulir 5 Perancangan Saringan By : Salmani. MT. Gambar 8..BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 5.3 mm Permeabilitas Permeabilitas Tanah < Permeabilitas Buatan Seleksi Spesifikasi Saringan Buatan………………………………………………………………. RASIO D15 Kasar D85 Halus <5< D15 Kasar D85 Halus <40 RANGKUMAN : URAIAN LAPISAN D15 D85 KETEBALAN SARINGAN BUATAN : Jenis bentuk fisik : Sifat Hidraulik Tahanan Pipa < 50% Saringan # 200 AOS < 0./……… Uraian :…………………………………………………………………………………………… oleh/ Tanggal : ….6 mm < 50% saringan # 200 AOS < 0.../……… Diperiksa lembar………dari……….

96 m d (ave) = 3. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).08 d 15 a ve D50 Va 1.0 8. 5. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 . MT. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-16: 1.0 0.0 0.1 0.6 m K1 = 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.4 3.0 4.0 2.8 3. By : Salmani. 4. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.5 0.3 6.0 Contoh Diketahui Va = 2.0 0. Tentukan havg (kedalaman rata-rata). 2.10 8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 0.73 Dic ari: D50 S olusi D50 = 0.4 0.3 0.5 1.0 6.0 0.0 4.0 0.0 1.0 K1 0. MS.2 1. 3.0 2. Page 6 .0 1.13 Gambar 8-16.6 2. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.036 0.

3 1.0 0. MS.1 2.4 1.61 S 1.5 / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR OREKS I S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.2 F DICARI : C S oluS I C = 1.5 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.4 2. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik 3.5 1.0 C S F 2.0 1.6 1. Page 7 .0 Gambar 8-17.8 3.6 2.0 4.5 2.7 2.0 0.0 5.3 2.65 S S = 1.5 CONT OH DIKET AHUI S = 2.9 3.2 2.9 1. MT.0 2.8 1.2 1.7 2.0 0.1 2. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor) 2.5 1.6 1. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-17: 1.0 1.8 1. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C By : Salmani.

5:1 40 10 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S 0 T angat ajam = 41 Dic ari K1 S olusi K1 = 0.5:1 30 2:1 25 K1 -10 -30 -50 -60 30 -70 35 2. 2. K1 = 1- S in 2 2 0. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. Tentukan nilai θ dan Ф. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 4. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1 . Page 8 . 3.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) 35 (0) 1. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-18: 1. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. MS.73 Gambar 8-18. 4. MT.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3.

0 0.6 0.25 5 5 3 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.8 2 1 1. 4.4 2 0. Plot nilai davg . MT. 2.4 0. Va dan K1 pada masing-masing garis grafik. Tentukan nilai davg .08 0.69 (m) Gambar 8-19.3 4 3 0. Va dan K1.15 0.5 12 1 2 Example Given Va = 4.0 0.6 0. Tarik garis lurus dari titik davg ke Va terus ke K1 sampai memotong garis grafik D50.2 0. Page 9 .72 Find : D50 S olution D50 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D50 = 0. MS.9 (m/s) d avg = 2.2 D50 (m) 0.00594V a / (d a vg K1 ) D50 = Median Riprap S (m) ize Va = Average Velocity main channel (m/s) d avg = Average Depth in main channe (m)l K1 = Bank angle correc tion term 3 12 -3.75 (m)l K1 = 0. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-19: 1. 3. By : Salmani.06 d avg 12 10 9 8 7 6 4 Va (m/s) 8 7 6 0.1 K1 1.

3 0.8 1.3 0. MT. Tarik garis lurus dari titik h menuju slope melalui garis grafik D50 4.4 0. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 45 0.1 0.1 0.06 0.0 4.0 3.08 0.0 2. 3.0 (m) Batu pecah besar udut alam iah S 40 S angat Curam S angat Bulat 35 30 0.6 0.0 (ft) Gambar 8-20.2 0.04 0.2 0.6 0. Sudut alamiah riprap sehubungan dengan ukuran rata-rata dan bentuk batu Ukuran Batuan Tengah (D50) Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-20: 1. Plot nilai h dan slope pada masing-masing garis grafik. Page 10 . By : Salmani. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.8 1. 2. Tentukan nilai h dan slope.4 0.

5 0.12 0.5 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING H (m) 3 D50(m ) 1. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).6 1:1.4 1:2. MS.2 0. 2.0 1:3. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .0 1:2.2 2 S lope 1:1. Page 11 .0 D50= 0.8 0.08 1:4. Hubungan Ukuran Riprap yang Diperlukan Dari Hudson Untuk Menahan Erosi Gelombang Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-21: 1.6 0. By : Salmani. 4.8 0. MT. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.57 D50= U kuran T enga h Rip ra p H= T inggi Gelombang = S udut T ebing T erhadap Horizontal Gambar 8-21. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).0 1:6.06 H Cot 1/3 1:5.15 1:3.2 0.5 1 0.0 0.5 0.3 0. 3.5 0. 5.4 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.0 H 1 0. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.1 0.

8 C S F 1.8 2. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C.1 2.0 5.5 1.3 1.0 1.0 CONT OH DIKET AHUI DICARI : C S olusi C = 1. 2.9 3.1 1.0 S = 2.9 1. 4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.6 2.7 2.0 0.0 2.5 2.4 2.60 F Gambar 8-22.7 2.61 S / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR ORE I KS S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.0 1.0 4.0 0. MS.5 1. Page 12 . Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph gambar 8-22: 1.4 1. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C.0 2. MT.5 2.5 1.61 S S = 1. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor).3 2. 3.5 3.8 1.2 2.6 0.6 1. By : Salmani.2 1.

Page 13 . Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph (grafik 3). MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = 1S in 2 2 0. 3. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) (0) 35 1. MS. 2. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1.5:1 10 40 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S angat T ajam D50 = 0. Tentukan nilai θ dan Ф.73 Gambar 8-23. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. By : Salmani.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3.5:1 K1 -10 30 30 2:1 -30 -50 -60 -70 35 25 2. Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-23: 1.56 m Dic ari K1 S olusi 0 = 41 K1 = 0. 4.

3.1. Penggunaan filter buatan di belakang atau dibawah wadah gabion sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah menuju gabion. Dasar (kaki) gabion harus mempunyai kedalaman lebih besar dari kedalaman penggerusan yang akan terjadi. Pergerakan (pergeseran) tanah melalui wadah dapat menyebabkan penggerusan ke bawah terhadap struktur tanah dan dapat menyebabkan gabion mengalami keruntuhan. yaitu batu dengan matras dan bronjongan.2. maka perlu digunakan penguat di belakang gabion. Atau kaki gabion dapat dilindungi dengan matras yang akan jatuh ke daerah penggerusan dan tidak mempengaruhi kestabilan tebing maupun tanah dasar yang dilindungi.3. 2. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Perlindungan kaki dan badan gabion. Wadah membentuk dnding atau matras untuk mengendalikan erosi sepanjang tebing saluran.3 Pertimbangan Utama dalam Desain Pertimbangan utama dalam mendesain gabion adalah kecepatan yang terjadi pada permukaan gabion. Stabilitas pondasi. Karena matras gabion terletak dangkal dan mudah untuk bergerak.2 Dasar – Dasar Desain Tipe gabion dalam penggunaan ada dua.3. maka perlu diperhatikan dalam mendesain matras sehingga matras dapat menahan gaya By : Salmani. Hal-hal yang utama dalam mendesain gabion adalah : 1. Kecepatan partikel dan tegangan geser batas yang harus ditahan gabion.1. 3.1 Deskripsi Gabion merupakan batuan yang diisikan ke dalam sebuah wadah yang terbuat kawat atau plastik. 8. Gabion harus didesain agar dapat menahan gaya air dalam aliran.3.2 Bronjongan (Gabion) dan Matras 8.2. 8. Page 14 .1. MS. Kalau perlindungan tebing tidak sampai ke atas permukaan air saluran.2.1.

1) = kecepatan rata-rata kedalaman = lebar permukaan air dari saluran utama = berat jenis batu = berat jenis air.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING akibat air. Ukuran batuan yang digunakan untuk matras gabion dapat ditentukan dari persamaan sebagai berikut : 0. Page 15 . MS.283 0 . Namun proyek konstruksi yang memakai matras untuk gabion tetap harus menaruh perhatian. = diameter batuan rata-rata = kedalaman aliran lokal = percepatan gravitasi = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centerline. By : Salmani. 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 R W (8. matras telah digunakan pada saluran dengan aliran berkecepatan tinggi dan tidak terjadi apapun pada matras.2 log (8. Tetapi. Dimana K1 ditentukan dari tabel dibawah ini. MT. = faktor keamanan (minimum 1.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.22) = koefisien stabilitas (digunakan 0.21) Cv dimana : CS Cv 1.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv minimum = 1 Cv Dm d g K1 R Sf v W s w = 1.5 2 .

Kalau nilainya dan m.. harus diperiksa apakah mereka melebihi 120 dari kurang dari 120 dari b dan . yaitu : c 0 .25) dimana Sebuah desain akan diterima bila < c dan m < s. Hal ini dapat mengurangi deformasi yang dapat terjadi ketika ukuran batuan tidak terlalu besar untuk menahan gaya dari air.88 0. direkomendasikan ukuran batuan harus diperbesar untuk membatasi deformasi.8 1.4304 adalah sudut tebing dari bidang horisontal. Stabilitas gabion terhadap tegangan geser sangat penting. Nilai ini akan dibandingkan dengan tegangan geser kritis untuk dasar saluran. Hasil dari deformasi matras adalah tegangan pada wadah dan meningkatkan ketahanan pada aliran dan dapat menyebabkan keruntuhan pada wadah. MS. By : Salmani.23) dengan tegangan geser pada tebing ( m) merupakan 75 persen dari tegangan geser dasar saluran.71 0. Page 16 . maka gabion tidak dapat menahan deformasi yang telah disebutkan sebelumnya.1( s w )dm (8. persamaan tegangan geser untuk dasar saluran : b w Berikut ini xS xd (8.5H 1V : 2H 1V : 3H < 1V : 4H K1 0. Kalau b b m > c atau m > s. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Table 8-5 Koefisien K1 Kemiringan Tebing 1V : 1H 1V : 1. Bagaimanapun juga. b (8.46 0.24) dan tegangan geser kritis untuk tebing adalah s c 1 Sin 2 0 .0 Persamaan diatas dikembangkan untuk mendesain ukuran batuan untuk menahan pergerakan batuan pengisi pada matras.

filter kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan air pada permukaan gabion sampai kecepatan mencapai batas tertentu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penelitian telah menunjukkan bahwa batuan didalam matras gabion sebaiknya mempunyai besar diameter tidak lebih dari dua kali diameter batuan yang paling kecil dan kedalaman matras sebaiknya minimal dua kali dari ukuran batuan terbesar.4 Stabilitas tanah dasar dan material tebing Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain gabion adalah stabilitas pondasi gabion.27) Kalau vf lebih besar dua sampai empat kali lebih besar dari ve. Disarankan menggunakan cerucuk dengan diamter 15 cm dan panjang 4 m. kecepatan residu di dasar contohnya dibawah matras atau filter buatan. kecepatan ijin maksimum pada permukaan tanah. Bila permukaan gabion datar yang ke arah aliran air. 8. ve untuk tanah halus sama dengan 16. Salah satu faktor yang menentukan dalam stabilitas adalah kecepatan air yang melalui gabion dan mencapai tanah di belakang gabion. maka undakan harus ditempatkan di belakang gabion (tanah dasar). MT.1d1/2 dan vf adalah vf 1 f Dm 2 2/3 S . MS.1. Batas untuk tanah kohesif didapat dari grafik. dan dibandingkan dengan vf. Gabion dengan wadah tetap yang digunakan untuk stabilitas tebing harus ditempatkan miring 6 derajat dari arah vertikal tanah dengan keadaan berundakundak ke arah luar tanah dasar. By : Salmani. Pemilihan yang paling mudah adalah pilih batuan lalu pilih kedalaman wadah minimal dua kali ukuran batuan yang terbesar. Page 17 .Va1 / 2 (8.2. Hal ini menyangkut stabilitas geoteknik dan ketahanan tanah di bawah gabion terhadap gaya erosi akibat pergerakan air melalui gabion.26) Kecepatan batas untuk masing-masing tanah berbeda. dan kecepatan ijin maksimum untuk jenis tanah yang lain adalah ve. Kecepatan air yang bergerak melewati gabion dan filter diperkirakan vb 1 Dm nf 2 2/3 S1 / 2 (8.3.

025) diperoleh kecepatan aliran (v) dan kedalaman rata-rata . ukuran kerikil 8.3. ? Flow chart perencanaan gabion Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis SELESAI Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) By : Salmani. kekas ar an dasar s ungai. Kalau kecepatan Vf masih telalu tinggi. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. dengan menggunakan persamaan Manning (kalau tidak data. MS.1. Perubahan penampang melintang 3. MT. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan Faktor koreksi kemiringan samping k1 Tentukan ukuran batu bronjongan (gabion) dm Cek terhadap geser ? Ya Tidak Cek lapisan dasar dan material tebing ? Ya Tidak Membutuhkan f ilter dan Tentukan ukuran f ilter Cek Stabilitas struktur gabion (bronjongan) Gambar 8-24. Page 18 . Potongan Melintang 2.2.5 Prosedur desain gabion Prosedur perencanaan gabion dapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memeriksa filter dapat dipakai gunakan ukuran rata-rata kerikil filter dm untuk persamaan 6. koefisien Manning dapat diambil n = 0.

283 0 . MT.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv 1. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.1) = kecepatan rata-rata kedalaman (m/dt) = lebar permukaan air dari saluran utama (m) = berat jenis batu (kg/m3) = berat jenis air (kg/m3) w Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion. Page 19 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 ditentukan dari tabel 8-5 diatas (hubungan antara K1 dan kemiringan tebing).25 pada ujung dike dan saluran dari beton.2 log R W Cv minimum = 1 Cv dm d g K1 R Sf v W s = 1.5 2 . = diameter batuan rata-rata (m) = kedalaman aliran local (m) = percepatan gravitasi (9. MS. 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 dimana : CS Cv = koefisien stabilitas (digunakan 0. Tegangan geser pada dasar saluran dapat dihitung dengan rumus : By : Salmani. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan : 0.81 m/dt2) = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centreline (m) = faktor keamanan (minimum 1.

75 b Untuk tegangan geser kritis pada dasar saluran dihitung dengan persamaan : c 0. Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada tebing digunakan rumus : m 0 . Kondisi ini meliputi stabilitas geoteknik dan tahanan tanah di bawah konstruksi gabion terhadap gaya erosi. Pada tebing saluran . Salah satu faktor paling kritis dalam penentuan stabilitas ini adalah kecepatan yang melewati gabion dan ruas tanah dibelakang gabion. Kecepatan aliran di bawah filter yang dibuat yaitu air yang bergerak melalui gabion dan lapisan filter. By : Salmani. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b w xS xd dimana : S = kemiringan permukaan air atau dasar saluran. MT.1( s w ) Dm Adapun pada tebingnya digunakan rumus : s c 1 Sin 2 0 . Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Untuk menghitung stabilitas lapisan dasar dan material tebing sangat tergantung pada stabilitas pondasi gabion. Page 20 . b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing.4304 dimana = sudut rotasi tebing terhadap horizontal. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Dari hasil perhitungan tegangan geser.

maka filter dari kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan aliran pada interfase tanah di bawah kontruksi gabion. Chen. yaitu kecepatan pada dasar di bawah matras gabion dan filter yang dibuat. Page 21 . vb = kecepatan aliran pada matras (m/dt) nf = 0.02 untuk filter yang dibuat ( sintetis ) = 0. = kecepatan rata-rata saluran (m/dt) = diameter batuan rata-rata (m) Jika vf > (2-4) ve. dan Swanson (1984). Batasan kecepatan yang diizinkan untuk tanah kohesif ditentukan dari grafik. Menurut Simons. v1 / 2 a . Kegunaan filter kerikil ini By : Salmani. yaitu kecepatan maksimum yang terjadi pada interfase tanah.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diestimasikan 1/2 sampai dengan 1/4 kecepatan pada matres gabion dan interfase filter.022 untuk material filter dari krikil (gravel) S = kemiringan permukaan air atau dasar. kecepatan pada matras gabion (vb) adalah : vb dimana : 1 nf Dm 2 2/3 S1 / 2 SI . Adapun persamaan ve untuk tanah gembur adalah : ve = 16. Hasilnya dibandingkan terhadap vf. MT. MS.1 d1/2 Sedangkan untuk vf menggunakan rumus : vf dimana : va Dm 1 dm 2 f 2/3 S. sedangkan kecepatan maksimum untuk tipe-tipe tanah yang lain ditentukan dengan menghitung ve.

1. 8. Rock Batuan yang digunakan untuk mengisi harus bergradasi baik dan 70% dari beratnya tidak boleh melebihi dari dimensi terkecil kawat.2. Ukuran maksimum batu diukur normal ke slope dan tidak melebihi ketebalan mattress. Detail konstruksi tergantung dari kegunaannya. saling dihubungkan. MS. Lacing wire (kawat pengikat) Kawat pengikat berukuran No 9 gage galvanized atau telah ditentukan. MT. Wire enclosure Kawat yang digunakan untuk mattress atau unit blok haruslah berukuran dan berdimensi seperti rencana. Gabion (bronjongan) terdiri dari anyaman berbentuk keranjang (basket) yang terbuat dari kawat. diisi oleh batuan.6 Spesifikasi Material 1) Penjelasan Penting untuk meletakkan dengan baik gabion (bronjongan) pada dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang diarahkan oleh engineer untuk mendapatkan hasil yang baik. Page 22 . Langkah 4 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. By : Salmani. 2) Material 1.3. dan dipasang anchor ke slope-nya. 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING adalah untuk mendapatkan kecepatan vf sedemikian rupa tidak membahayakan lapisan dasar. seperti untuk revetment atau untuk toe protection untuk tipe lain dari riprap. 2.

maka stake akan menjadi satu kesatuan. Untuk mengatasi masalah tersebut. serta kemiringan dasar 1 : 1000. Bagian dari wire enclosure dapat dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin.3. dan setiap 2. perlu direncanakan perkuatan tebing sehingga bahaya keruntuhan/erosi dapat teratasi. Serta diletakkan. Serta terikat dengan lainnya dengan interval 0.7 Contoh perencanaan gabion Suatu konstruksi jalan disepanjang tikungan saluran mengalami keruntuhan/erosi akibat aliran yang terjadi pada saluran tersebut.7 m untuk slope kurang dari 1V : 2.8 m untuk tanah longgar (pasir). Counterfort dapat digunakan untuk tambahan pada slope mattress. Sketsa kondisi kasus dapat dilihat pada gambar di bawah gambar 8-25.3.2. rencanakan tipe revetment dari gabion. Anchor stake dipasang pada sisi dalam sudut dari diafragma basket sepanjang upslope (tertinggi) dinding basket. Saluran tersebut mengalirkan debit 125. kemiringan tebing 1:1.31 m untuk membentuk structure). MS.1. Jarak maksimum setiap stake tergantung pada konfigurasi basket dengan jarak minimum setiap 1.2 m untuk tanah padat (lempung) dan 1.1.50 m3 dengan lebar dasar 25 meter. Bagian sisi keliling dari wire enclosed haruslah aman tersambung sehingga sambungan tersebut menghampiri nilai kekuatan pada kawat tersebut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Syarat-Syarat Konstruksi Syarat-syarat konnstruksi dapat dilihat pada Section 7. Page 23 . dan lapisan perlindungan pada daerah yang diinginkan.8 untuk slope 1V : 2.5H. By : Salmani. diikat. MT. Untuk mengatasi hal ini. 8. dan diisi untuk memenuhi syarat keseragaman.5H dan lebih curam. struktur sambungan terus (continuous connected Mattress pada sisi slope saluran mesti terikat pada bank dengan anchor stake sedalam 1. kerapatan. Stake slope mattres dibutuhkan meskipun counterfort digunakan atau tidak.

3 m. dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil n = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-25.025) diperoleh kecepatan aliran (v) 2m/dt dan kedalaman rata-rata 2. MS. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) Berdasarkan kemiringan tebing saluran yang akan diperkuat yaitu IV : 1H. Kasus gerusan pada sungai dengan menggunakan pengaman Gabion Penyelesaian: Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran.2 t/m3 By : Salmani. Page 24 . Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan yang telah disebutkan di atas.46. MT. dengan menggunakan tabel 1 diperoleh K1 = 0. Dalam contoh soal ini : s = 2.

23 b 1000 x 0 .6 = 29.3 kg m2 Sehinggga diperoleh tegangan geser pada tebing (pers. Dm 10 cm 1 2. 8. MS.81 m/dt2 = B + 2 x h = 25 + 4.22: Cv 1.001 x 2.81x 2. Sf g W Gunakan persamaan 8. 8. MT.5 x(0.3) Dm = 0.1) x(1. maka dengan menggunakan persamaan 8.2 1 0.095 m. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.14) x(2.5 = 9.21 diperoleh : Dm 1.283 0 .6 m.0 9.3 2.73 kg m2 Sedangkan tegangan geser kritis pada dasar : By : Salmani.24) : m 0 .3 1. Gunakan pers.6 1. Page 25 .2 log Cv = 1.283 0 .46 Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.75 x 2.5 25 2.3x0.14 Berdasarkan parameter yang telah diketahui tersebut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING w = 1 t/m3 = 1.2 log R W 150 W 29 .

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c 0 . baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Berdasarkan prosedur desain di atas dan dari perhitungan pada langkah sebelumnya diperoleh : Dm = 0.1( 2200 1000 ) 0 .02 2 2/3 (0.1 m.001)1 / 2 . Dengan demikian untuk filter sintetis diperoleh : vb vb 1 0.20 m / dt. 0. Page 26 .022 2 0. tegangan geser pada tebing diperoleh (pers.001)1 / 2 By : Salmani. Pada tebing saluran . vb diperoleh : vb vb 1 0. 2/3 (0. s 11. Sedangkan bila lapisan filter kerikil yang digunakan.10 12 kg m 2. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing.99 kg/m2 Dari hasil perhitungan tegangan geser.1 0. MS.25) : = 10 maka.4 1 Sin 2 10 0 0 .1 0.4304 s = 10. MT. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. Dengan mengambil 8.22 m / dt.

05 . MT.6x10 3 m / dt Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan : vf < (2 .001)( 2)1 / 2 0. maka filter dari krikil tidak diperlukan. maka kemungkinan terjadinya kerusakan lapisan dasar sangat kecil. MS. By : Salmani.11) m/dt Dikarenakan kecepatan di bawah lapisan sintetis sangat kecil.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Kecepatan maksimum pada interface tanah : ve 16.02 2 vf 9.1(2.42 cm/dt = 0. Dari semua perhitungan tersebut di atas.4) ve.244 m/dt Kecepatan residu pada dasar : vf 1 0. maka kecepatan aliran di bawah lapisan filter sintetis : vu = (0.3)1 / 2 = 24. Berdasarkan harga vb.1 2 / 3 ( ) (0. saluran yang telah diperkuat tebingnya dengan gabion dapat dilihat pada gambar 8-26. Page 27 .0.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

Gambar 8-26. Rencana Gabion Langkah 6 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.3.2 Jenis Kaku (Rigid Revetment)

8.3.2.1 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

8.3.2.1.1 Deskripsi
Dinding penahan tanah adalah dinding pengaman gerusan yang terbuat dari pasangan batu kali dengan campuran semen atau beton. Dinding pengaman ini bersifat tetap.

By : Salmani, MS, MT.

Page 28

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

8.3.2.1.2 Dasar-Dasar Desain
Jenis-jenis dinding penahan tanah (retaining wall) adalah gravity wall, semigravity wall dan cantilever wall. Gravity Wall adalah dinding penahan tanah dengan mengandalkan gaya gravitasi sebagai gaya penahan beban. Dinding ini tidak terdapat tegangan tarik. Semi-gravity Walls memerlukan baja untuk mengurangi massa beton. Cantilever Wall berbentuk dinding T dan bertindak sebagai kantilever. Biasanya terbuat dari beton bertulang.

Dalam mendesain dinding pengaman tipe ini, yang harus diperhatikan adalah stabilitas dinding. Dinding harus stabil terhadap gaya guling (overturning), gaya gelincir (sliding) dan daya dukung.

1) Gaya Guling Gaya guling dapat menyebabkan dinding penahan tanah terguling apabila tidak dapat menahan gaya akibat beban. Beban yang dapat menyebabkan dinding penahan tanah ini terguling adalah tekanan tanah horizontal. Sedangkan yang menahan agar dinding tidak terguling adalah gaya berat, tekanan aktif dan berat tanah timbunan. Agar lebih jelas dapat melihat gambar pada contoh perencanaan dinding penahan tanah.

Kestabilan dinding penahan tanah adalah perbandingan antara jumlah gaya yang membuat dengan gaya penahan guling. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

SF

Mr Mo

(8.28)

dimana: Mr : momen yang menahan dinding agar tidak guling Mo : momen yang membuat dinding terguling. 2) Gaya Gelincir (Sliding) Gaya gelincir dapat menyebabkan dinding penahan tanah tergelincir hingga jatuh. Gaya gelincir ditentukan oleh tekanan tanah horizontal akibat tanah di

By : Salmani, MS, MT.

Page 29

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
belakang dinding. Sedangkan gaya tahannya adalah berat dinding dan tekanan pasif.

Dinding dapat dikatakan aman apabila angka keamanan melebihi yang disayaratkan. Angka keamanan :

SF

Re sisting forces driving

(8.29)

3. Daya Dukung Daya dukung tanah diperlukan untuk menahan beban akibat berat dinding penahan tanah. Besarnya daya dukung ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

q

V 6e 1 A B

(8.30)

dimana: V = jumlah gaya vertikal yang bekerja A = luas penampang kaki dinding e = eksentrisitas yang dihitung dengan V . x

M dan
(8.30a)

e

B 2

X.

B = lebar dinding pengaman.

By : Salmani, MS, MT.

Page 30

Page 31 . Penentuan nilai parameter ini melalui catatan-catatan hidraulis yang ada maupun survei di lapangan. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan jenis dan dimensi retaining w all Tentukan kedalaman tapak dan pondasi Cek stabilitas ? Ya Tidak Tentukan jenis dan ukuran pengaman kaki SELESAI Gambar 8-27.3 Prosedur Desain Prosedur desaindapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. MT. Perubahan penampang melintang 3. Potongan Melintang 2.1.2. Flow chart perencanaan retaining wall Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Langkah ini akan mendapatkan nilai-nilai parameter hidraulis yang digunakan untuk perhitungan dinding penahan tanah.3. kekas ar an dasar s ungai. MS. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana.

Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Tentukan bentuk dan jenis retaining wall yang akan digunakan.31) h1 : kedalaman di hilir hs : kedalaman penggerusan Fr : bilangan froude. Ph = Pa cos (8. 40 Fr0. Tekanan tanah aktif. MT. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Dari desain awal pada langkah 2 telah dibuat bentuk awal dari retaining wall. maka ukuran dimensinya dapat diubah sehingga diperoleh hasil yang kuat dan ekonomis. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : hs h1 dimana: a 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Berdasarkan catatan debit. a.33 (8. Guling (overturning) Yang mempengaruhi gaya guling secara keseluruhan adalah sebagai berikut :. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. maka akan dihitung stabilitasnya. MS.32) Tekanan tanah horizontal. Tentukan juga dimensi dari retaining wall. lebar dasar. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. Apabila bentuk retaining wall ini tidak dapat memenuhi persyaratan kekuatan. Bila tidak stabil.33) By : Salmani. maka kembali ke langkah 2. Pa 1 / 2 H 2 Ka (8.1 h1 0 . Page 32 . Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu.025) diperoleh tinggi aliran dan kecepatan rata-rata.

Pp 1 2 f H 2 kp (8. f tan 2 3 (8.35) Gaya geser.29) c. maka retaining wall aman b.36) Tekanan tanah pasif.34) SF Mr Mo Bila SF > SFpersyaratan. Menurut Bowles (1968). MS. V . FR V .f (8.37) Angka keaman untuk gelincir dengan persamaan (8. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tekanan tanah vertikal. .x M Page 33 By : Salmani. W = jumlah berat tanah yang menimbun retaining wall Kemudian hitung momen guling Momen guling (Ph) = Jumlah gaya terjadi pada retaining wall x jarak antara titik acuan guling dengan resultan (jumlah gaya yang terjadi). Pv = Pa sin Berat tanah timbun. Kp diperoleh dari hubungan kemiringan tanah timbun ( ). MT. Gelincir (Sliding) Koefisien geser. Angka keamanan guling (8.

Lebar Toe Apron (Bt). (8.2.3. Perencanaan riprap dapat dilihat pada detail perhitungan riprap.2. NS 3 N S ( SG 1 )3 a 1. maka parameter yang dihitung adalah seperti berikut ini. 8. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dengan: V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling Titik eksentrisitas dihitung dengan rumus (8.30a) d. Page 34 .38) Wmin H3 . dapat dihitung : Bt = 2H. Langkah 5 : Penguatan kaki struktur Agar kaki struktur aman terhadap gerusan maka perlu digunakan perkuatan kaki (Toe Apron) pada struktur retaining wall. Bahannya bisa digunakan dari quarrystone atau riprap. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar. maka dihitung dengan persamaan 8.39) 8.3. Bila digunakan quarrystone. MS.8.30.5 Contoh Perencanaan retaining wall By : Salmani. (8.4 Spesifikasi Material Material yang digunakan tergantung dari jenis retaining wall yang digunakan.1. Bila digunakan dari quarrystone .1. Material yang biasa digunakan untuk retaining wall adalah pasangan batu kali yang direkatkan dengan semen maupun beton bertulang.

Page 35 . 0. Adapun bentuk dan dimensi retaining wall yang akan digunakan seperti gambar 8-28. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.50 m. agar tebing saluran (sekaligus menjadi tebing jalan) aman terhadap keruntuhan/gerusan.40 m. MS. MT.025) diperoleh tinggi aliran 2. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada.30 m dan kecepatan rata-rata 0. By : Salmani. Kemiringan tebing saluran mendekati 1V:1H.70 m. Dari gambar di atas dapat ditulis : H a1 b C = 5 m.0001. Dengan demikian tinggi tebing (3.81 m /dt. 3 Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 40. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Retaining wall direncanakan untuk tipe gravitasi.65 m/dt.6 x 5 = 3 m.2 kg/cm2 Rencanakan retaining wall. = H/7 = 5/7 0. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. antara lain dengan menggunakan retaining wall.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Pengamanan tebing saluran/sungai yang sekaligus merupakan bagian dari badan jalan dapat ditempuh dengan beberapa cara. lebar dasar. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 360 Berat jenis tanah dasar ( a) = 2200 kg/m3 Berat jenis tanah timbun ( f) = 2100 kg/m3 Daya dukung tanah izin (qa) = 3. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. = H/12 = 5/12 = 0. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 3. dan lebar dasar 25 m.50 m) yang akan diamankan.

2 kg/cm2 Gambar 8-28. Page 36 .30 m = 3.0. Desain Retaining Wall Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. MS. formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : By : Salmani.70 .70 m = d2 = 0.40 = 0.40 m. d3 qa = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D d1 = C = 0. MT.

Guling (overturning) Dari tabel 6.3 0 .44 t / m 2 Berat tanah timbun.1 2.295 Sin 10 10 1.10 ) 6 .99 lengan (m) 1. Ph 8 .65 m/dt (dari langkah 1) Fr 1 0 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING hs h1 a 1. Berat (t) 1/2 (0. MT.3 0.3 ) 6 1. a.169 t / m 2 Tekanan tanah tanah horizontal.3 hS = 0.295 Cos 10 0 Tekanan tanah vertikal.14 hS 2.1)(5) 2 .9 ) 1. MS. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Untuk kemiringan tanah timbun ( ) diambil 100 terhadap horizontal. 40 Fr0.42)(4.0. W ( 4 . 1968) untuk ( ) = 100 dan ( ) = 360 diperoleh Ka = 0.2) = 1. 4 0 .14 0.3 (Bowles.15 ( 2 .65 9 . maka tapak pondasi retaining wall direncanakan sedalam 1.1 h1 0 . dan kecepatan aliran 0.33 disini a diambil 6 meter.316 8.3)(2. Pa 1 / 2 H 2 Ka 1 (2. Tekanan tanah aktif.21 By : Salmani.5 meter.84 m Berdasarkan kedalam gerusan yang terjadi.316. Page 37 .11 momen (t/m) 2.295 t / m 2 2 8 . Pv 8 .28 t 2 Tabel 8-6. Perhitungan Stabilitas dinding No 1.3 0.81( 2 .

5) 2 (3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. FS 10 .25) 2 7.78 1.22 1.21 1.5 ( ok ) b.41 1.36 t Tekanan tanah pasif.5 (ok ) By : Salmani.44 = 6.169) x (2.25.45 1.440 3.f FR = 23.7(2. Menurut tabel 6. f tan 2 3 tan 2 ( 36 0 ) 0 .13) = 17.1)(1.2) = 3.96 13. 1968) untuk ( ) = 100 diperoleh Kp = 3.62 = 1. 4.50 5.36 7.55 42.40)(4.93 2.40 2 .42 V = 23.40 t/m Angka keamanan guling (SF) = 42.2 (Bowles.444) = 10. 3.01 1.2 ) 2 tanah 3x0. 5.01 17 .444 3 Gaya geser.15( 4 .94 6.169 2.3)(2.55 (0.68 t Angka keamanan untuk gelincir. MT. MS.3 ) ( 2 . Pp 1 2 f H 2 kp 1 (2.68 8. Page 38 .280 4.48 9.2) Pv 5 .83 2. Gelincir (Sliding) Koefisien geser.49 Momen guling (Ph) = (8. FR V . (0.

55 6(0.55 (0. maka dihitung: q V 6e 1 A B qmax 23. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c.01 17 . Page 39 .55 1. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.40 23.1 3 1. e B 2 X 3 1. Berarti titik berat berada pada pusat massa (ok). V . MS.08 ) 3 .04 2 0 .2kg / cm 2 q m in 23.63 t / m 2 By : Salmani. d.1 0.07 t / m 2 ok 3.507 kg / cm 2 15.04m.x dimana: M V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling X 42.46 m.46) 1 3.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Retaining wall cukup aman, baik terhadap guling, geser dan daya dukung pondasi. Namun sebaliknya pondasi diperkuat dengan pemasangan cerucuk dengan diameter 15 cm dan panjang 4 m.

Langkah 5 : Pengaman kaki dari bahaya gerusan Untuk aman terhadap gerusan pada kaki retaining wall, maka perlu digunakan penguat pada struktur tersebut. Tipe penguat ini dapat digunakan dari riprap (rock riprap) atau quarry stone.

Penentuan ukuran rock riprap Ukuran rock riprap dapat dihitung dengan rumus;

D50 y
dimana;

K Ss

V2 1 gy

K = 0,89, karena tipe retaining wall berupa spill through Ss = 2,65

g

9.81m / det 2 , maka dari persamaan (2), diperoleh;

D50 2.3

0.89 (0.65) 2 2.65 1 9.81x 2.3

D50 = 0,024 m. Diambil D50 = 3 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada contoh perhitungan riprap. Penentuan ukuran quarrystone Bila digunakan quarrystone, maka lebar Toe Apron (Bt), dapat dihitung : Bt = 2H, Bt = 2 x 2,30 m = 4,60m. Berat quarrystone ;

Wmin

H3 ; NS 3 N S ( SG 1 )3
a

1,8.

By : Salmani, MS, MT.

Page 40

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

2 ,65( 2 ,3 )3 ( 1,8 )3 ( 2 ,65 1 )3
= 1,23 ton

8.3.2.2 Tiang pancang (Sheet Pile)

8.3.2.2.1 Deskripsi
Sheet pile merupakan salah satu jenis retaining wall. Sheet pile terbuat dari baja, beton, kayu atau sheet pile dari plastik yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk dinding yang kontinu sepanjang tebing saluran.

8.3.2.2.2 Dasar-Dasar Desain
Dalam mendesain sheet pile perlu diperhatikan adalah kedalaman sheet pile dan jenis tanah. Kedalaman sheet pile menentukan kekuatan dari sheet pile tersebut. Kekuatan dari sheet pile berada pada ujungnya dan gesekan pada selimut sheet pile. Jenis tanah juga menentukan kekuatan sheet pile. Tanah kohesif dan nonkohesif akan berbeda dalam menentukan kekuatan sheet pile.

Kedalaman sheet pile dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y

4

pp
'

K'

Y

3

8Ra Y2 ' ' K

6Ra
'

K'

2

2y K

'

'

p

' p

Y

6Ra yp 'p
'

2 4Ra 2

K'

0

(8.40)
sehingga dapat diperoleh y , dimana y adalah kedalaman sheet pile. Parameter yang digunakan dalam penentuan kedalaman sheet pile adalah

pa
pa

p a1
h1 K a

p a 2 ( Tekanan tanah aktif)
' ' h2 K a

(8.40a) (8.40b)

Ra

p a1

h1 2

p a1 h2

pa 2

h2 2

pa

a (Resultan gaya) 2

(8.40c)

By : Salmani, MS, MT.

Page 41

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
K‟ = Kp – Ka (Koefisien tanah) (8.40d)

p 'p

h1 K p

h2

a

'

' Kp

'

' aKa (Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan

sheet pile).

(8.40e)

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat gambar pada contoh perencanaan.

8.3.2.2.3 Langkah-Langkah Desain
Langkah-langkah desain dari sheet pile dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

By : Salmani, MS, MT.

Page 42

MT. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. MS. kekas ar an dasar s ungai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. kecepatan dan kedalaman rata-rata Sketsa Kondisi tipe turap (sheet pile) Tentukan koefisien tanah aktif dan pasif Tentukan kedalaman sheet pile (D=y+a) Cek kedalaman turap ? Tidak Ya Tentukan kedalaman gerusan pada kaki Tentukan ukuran batu untuk perlidungan kaki SELESAI Gambar 8-29 Flow Chart Langkah Desain Sheet Pile By : Salmani. Page 43 .

Langkah 2 : Sketsa kondisi tipe sheet pile yang diberikan Sheet pile direncanakan dengan tipe „centilever sheet pilling‟.2. agar tebing saluran aman terhadap keruntuhan maupun gerusan. MS. pengamanan tebing saluran/sungai (bagian dari badan jalan) dapat juga dilakukan dengan menggunakan turap (sheet pile). Dengan demikian tinggi tebing (6.3. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. Adapun bentuk dan dimensi sheet pile yang akan digunakan seperti gambar 8-30.2. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Tebing saluran mendekati tegak lurus.0 m) yang akan diamankan.76 m/dt. lebar dasar. By : Salmani. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.025) diperoleh tinggi aliran mendekati 3.4 Contoh perencanaan sheet pile Selain dengan retaining wall. Page 44 . Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 91 m3/dt. dan lebar dasar 40 m.0 m dan kecepatan rata-rata 0. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 300 Berat jenis tanah ( ) = 1950 kg/m3 Berat jenis tanah terendam ( ‟) = 1060 kg/m3 Rencanakan struktur turap.0 meter. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 6. MT.0001. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0.

Data dan Rencana Sheet Pile By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-30. MS. Page 45 . MT.

0.06 m Gaya resultan (Ra). Ra y y 1 2 p a a ( 3 a) 2 34145 . Ra Ra p a1 h1 2 p a1 h2 pa 2 h2 2 pa a 2 11948 .345 k / m Jumlah momen terhadap garis perpotongan sheet pile. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Kp = Kp‟ = 3.06983 11948 . Page 46 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Penentuan koefisien tanah aktif dan pasif Dari tabel 6-3 (Bowles.86 m Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan sheet pile.6412 k / m2 By : Salmani.05 1058 .94 3007 kg / m 2 diperoleh: a pa ' K a 1.333. pa pa p a1 h1 K a pa 2 ' ' h2 K a pa pa 1948 . Dari tabel 6-4 (Bowles. MT. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Ka = Ka‟ = 0.0 – 0.345 pa 2 h2 a 2 h2 3 pa1h2 a h2 2 pa1 h1 a h2 2 h1 3 y 2. K = K‟ = Kp – Ka = 3. p 'p p 'p h1 K p h2 a ' ' Kp ' ' aKa 30086.333 = 2.67 Tekanan tanah aktif. MS.

2 kg / m 3 pp ' K' 10.63 m 8Ra ' K' 6 Ra ' ' 2 33.63 Y 3 33. Page 47 . By : Salmani.77 m 2 2y 'K ' 2 4 Ra ' 2 K p 'p 414.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 : Penentuan kedalaman sheet pile (D) Kedalaman sheet pile dari tekanan tanah pasif.01 0 ok.423 m 4 K diperoleh. Kontrol: z p pY pp 2 Ra p 'p' dimana.83 k / m2 pp ' ' Kp ' Ka Y ' p 'p 48907. pp pp ' p 'p ' ' Kp ' Ka Y 18820.423 0 dengan cara coba-coba didapat Y = 6.165 Y 841. MT. Y4 10 . FH Ra pp ' p 'p z 2 pp Y 2 FH 4. MS.47 k / m 2 didapat : z = 1.495 meter.77 Y 2 414 .165 m 3 6 Ra yp 'p ' 841. Y4 ' pp ' K' Y3 8Ra Y2 ' ' K 6Ra ' K' 2 2y 'K ' p 'p Y 6Ra yp 'p ' 2 4Ra 2 K' 0 K' 2830 .65 meter.

81 x3 = = 0.76 9.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan penambahan 30 % (keamanan).15 0.4 (0.33 h1 = 3 m V1 = 0.10 3 0.06 D 10 meter Langkah 5 : Perhitungan gerusan pada kaki sheet pile Sama seperti pada kasus retaining wall.86 m. Langkah 5 : Penentuan ukuran rock riprap Berdasarkan bilangan Froude = 0. yaitu: hs h1 dimana. K Ss V2 1 gy K = 1.30 6.8). maka ukuran riprap dapat dihitung dengan rumus.76 m/det a Fr1 = 0.30 Y a D 1.02. maka kedalaman sheet pile yang diperlukan adalah: D 1. D50 y dimana.4 Fr 1 0. persamaan untuk menghitung gerusan pada kaki sheet pile dapat juga digunakan dari Liu.14 Dari persamaan (1) diperoleh.15 h1 0.33 hs = 0. et al (1961) dan Grill (1972). Page 48 .14 (< 0. MT. MS. hs 3 2.10m V1 gy1 0.65 1. a 2. karena sheet pile dianggap dinding vertikal By : Salmani.14)0.

Pile beton lebih rumit pemasangannya dibandingkan pile baja.02 (0. Plastik mempunyai struktur yang lebih rendah daripada material struktur lainnya. 3. Dibutuhkan struktur pengait seperti cantilever.81m / det 2 . Baja material yang paling sering digunakan.036 m. Bisa digunakan permanen untuk dinding yang tingginya sedang sampai tinggi sekali 5. Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh perhitungan detail riprap. maka dari persamaan (2). beton pracetak.3 Bioengineering Bioengineering merupakan jenis dinding pengaman gerusan dengan menggunakan tumbuhan atau tanaman. By : Salmani. Page 49 . 8.65 1 9. kayu atau plastik pile. Dinding pengaman jenis ini akan digunakan bila daerah tesebut sulit untuk menemukan bahan konstruksi seperti semen dan pasir. Rolled Steel. Beton : pracetak. MS.76) 2 2. Berikut ini akan diperkenalkan dinding pengaman yang terbuat dari tanaman yang dapat digunakan dan sesuai dengan keadaan di Indonesia. D50 3 1. MT. Diambil D50 = 5 cm. Biasanya digetarkan ke dalam tanah. 2.81x3 D50 = 0. Kayu : interlocking dengan sendiri ke tepi tanah. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat sheet pile adalah : 1. Dapat berguna di aliran dengan tingkat abrasi yang tinggi dan dimana dinding memikul gaya axial. perbedaan berat rolled steel sheet pile dapat menancapkan ke dalam tanah. 4. Plastik : kerapatan yang tinggi. pile beton lebih lama umur pelayanannya tetapi harganya mahal.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ss = 2. Baja : interlocking. interloking antar plastik. diperoleh.65 g 9.

Perencanaan pengaman bantaran dari bioengineering harus melibatkan aspek-aspek di sekitar pengaman. MT. Bagian-bagian dari perencanaan bioengineering terdiri penanganan kerusakan yang potensial dan aspek ekonomi dan politik.Meningkatkan kualitas air .3. Page 50 . Aktivitas di sekitar pengaman yang mempengaruhi erosi harus diperhatikan.3. Pemasangan pengaman bioengineering di sekitar kawasan yang dilewati sapi adalah usaha yang kurang baik karena sapi tersebut akan memakan tanaman bioengineering sesudah dipasang.1 Konsep Desain Penggunaan bioengineering (pengaman dari tanaman) diutamakan untuk mengontrol erosi. Perencanaan bioengineering di sebuah saluran harus dievaluasi sebagai satu kesatuan sistem. tetapi kadang digunakan untuk hal lain.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.Meningkatkan habitat perikanan Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Politik Ekonomi Klimatologi Kondisi fisik Kondisi tanah Kondisi biologi Peralatan dan Material (Bahan) Rencana Pembangunan Pengadaan Tanaman Implementasi Proyek Persiapan Lahan dan Konstruksi Penanaman Pengawasan Pemeliharaan By : Salmani. Tentukan masalah akibat dari erosi Tentukan tujuan (dikarenakan masalah erosi) Contoh : . MS. Bagianbagian perencanaan ini dapat dilihat pada gambar 8-31.

tanah dan komponen biologi. seperti penggusuran lahan di sekitar bantaran saluran. Tujuan dari proyek biasanya ditentukan oleh permasalahan tersebut.1. Hal ini akan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab. klimatologi.3. Komponen ini seperti politik. peneliti kehidupan makhluk hidup dan ekonomi. Komponen-komponen yang berkaitan dengan penghambat adalah saling terlepas dan harus diperhatikan. peningkatan kualitas air. ekonomi. Tujuan-tujuan yang akan dicapai tidak hanya ditimbulkan oleh masalah fisik akibat erosi tetapi juga oleh masalah hukum. MT. Pertanyaan dan jawaban yang By : Salmani. Page 51 . 8. perlindungan sumberdaya alam atau maksud lainnya.3. 8.1 Penentuan Masalah dan Tujuan Tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang muncul atau masalah yang diperlukan untuk sebuah proyek. Masalah yang timbul biasanya adalah akibat erosi seperti permasalahan kualitas air. hidrologis.2 Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Proyek pengendalian erosi di bantaran sungai/saluran mempunyai beberapa komponen. MS. Setiap komponen dapat memiliki penghambat yang harus diselesaikan. tetapi dapat juga dalam penyediaan habitat ikan dan hewan liar. Hal ini akan memerlukan keahlian antar disiplin ilmu yang minimal terdiri dari insinyur. perikanan yang sedikit dan lainnya.3.3.1. fisik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-31 Langkah-Langkah Perencanaan dan Implementasi dari Pekerjaan Bioengineering Langkah-langkah diatas dijabarkan berikut ini. sosiologi dan hukum.

variabel ekonomi akan mempengaruhi keputusan akhir dalam memilih tanaman dan kepadatan tanaman sesuai dengan pra-desain dan pemeliharaan. kedalaman dan lainnya. Kalau tidak ada catatan mengenai data kedalaman muka air dari saluran. frekuensi air. Untuk menentukan tanaman yang digunakan dan jenisnya serta waktu penanamannnya. impelementasinya dapat dilakukan. bentuk penampang. pengetahuan penduduk di sekitar saluran dan data lain yang didapat dari tanaman lokal dan tanah yang menunjukkan periodisitas banjir. Komponen politik yang meliputi faktor manusia yang buruk dan jalan kaki yang dibuat dan kendaraan off road dapat menjadi faktor yang positif dalam perbaikan lingkungan. Tanaman yang digunakan untuk daerah yang mempunyai musim hujan yang tinggi dan kering akan berbeda dengan daerah yang mempunyai musim kering lebih banyak dibandingkan musim hujan. suhu. kelembaban. suhu dan evapotrasnpirasi. MS. maka harus menggunakan tanda-tanda kedalaman di sekitar saluran. Dari parameter fisik yang telah disebutkan. Komponen fisik meliputi parameter proyek seperti kestabilan tanah seperti penurunan tanah. Hal ini akan menyangkut peraturan pemerintah yang berlaku dan tekanan dari masyarakat seperti penggunaan tanaman yang berasal dari daerah tersebut. Setelah rencana pengembangan disetujui. seorang perencana harus mengetahui data hidrologi dan geomorfologi dari saluran. By : Salmani. hidrologi dan geomorfologi merupakan faktor yang penting. Proyek bioengineering biasanya lebih murah dibandingkan dengan struktur lainnya. geomorpologi seperti catatan arus. Komponen klimatologi meliputi beberapa aspek seperti hujan. penyinaran matahari dan lainnya. Bagaimanapun juga. Desain dari pengaman tumbuhan (pengaman hijau)/bioengineering harus meliputi pembiayaan untuk pengawasan dan penanaman dan pengaturan lokasi untuk mencapai tujuan. Setelah atau bersamaan dengan pengadaan tanaman. Page 52 . timing. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING muncul akan memandu ke dalam rencana pengembangan. pengadaan tanaman dilakukan. bentuk. Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting untuk proyek pengendalian erosi. Klimatologi akan mempengaruhi pemilihan tanaman yang akan ditanam dan penanganannya setelah penanaman. hidrodinamik seperti sumber air permukaan dan tanah.

3 Rencana pembangunan By : Salmani. kandungan kimia dan sebagainya. Tekstur tanah.1. seperti piping atau sadding. Struktur yang khusus digunakan untuk penanganan selain drainase kalau geomorfologi turut menyumbang dalam erosi. Untuk menjamin kestabilan bantaran dan perlindungan kaki. MS. struktur. Tanaman juga harus tahan terhadap keadaan kering. Tanah dengan lapisan humus 10 cm diharapkan. Termasuk habitat yang diperlukan untuk tanaman dan binatang serta rencana yang telah dibuat sehingga menemukan persyaratan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen. Tanaman yang digunakan harus mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap banjir. 8. maka perlu perbaikan kondisi tanah. Tanah yang kurang atau tidak sesuai dengan bioengineering dapat diperbaiki dengan teknik atau metode perbaikan tanah tergantung dari permasalahan yang timbul. sedangkan lempung dapat lebih curam. perencana harus mempelajari dan mengevaluasi tanaman yang tumbuh atau digunakan di seluruh bagian bantaran. Pemindahan tanah sangat mahal dan harus diperhatikan untuk keadaan ekonomi.3. kondisi bantaran dan jenis tanaman harus dikaji sebanyak mungkin. Bagian bawah pengaman hijau harus tahan banjir sedangkan bagian atas lebih sedikit tahan.3. Tebing yang curam dimana penggerusan di kaki terjadi memerlukan perlindungan seperti riprap. Page 53 . daya tahan erosi. curam dan tidak dapat ditanami harus dibentuk sehingga dapat ditanami. Kemiringan yang sering digunakan adalah kurang dari 1 – 1. Komponen biologi adalah salah satu komponen penting dan saling terkait dengan komponen lainnya. Sedangkan tanaman parasit harus disingkirkan. Kemiringan untuk tanah berpasir adalah 30o.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Karakteristik geomorfologi seperti geometri bantaran sangat menentukan dalam desain bioengineering. Tanaman asli yang tumbuh di bantaran atau yang sudah tumbuh lama digunakan dengan normal. struktur dan kedalaman mempengaruhi kandungan air di tanah dan perlu diperhatikan ketika menentukan tampungan air atau air irigasi selama musim kering. Di dalam bioengineering.2 V : 1 H. kesuburan. Bantaran yang telah tererosi. Untuk menggunakan bioengineering yang efektif. Komponen tanah meliputi parameter tanah seperti tekstur. MT.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanaman adalah undang-undang (aturan) mengenai pengadaan tanaman. peralatan dan material diperlukan untuk menangani masalah tanaman dan penanamannya.3.3.5 Perizinan Setelah analisis kondisi lapangan dan pengerjaan mulai dilaksanakan.1. Ketersediaan tanaman dari beberapa spesies.1. MS. MT. Beberapa tanaman yang asli tumbuh di sekitar saluran sangat sulit untuk dikembangbiakan dan tumbuh dan banyak jenis tanaman yang tertentu By : Salmani. Analisis tempat sebelum tanaman dibeli atau proyek diimplementasi merupakan hal yang penting. 8. Hama dan penyakit tersebut jangan sampai menyebar ke daerah sekitar saluran. setiap komponen harus dianalisis termasuk faktor atau parameter dan apa saja yang akan mempengaruhi pembangunan tanaman untuk bioengineering dan stabilitas bantaran. Dalam analisis tempat.6 Pengadaan Tanaman Indikator tanaman yang paling baik digunakan untuk bioengineering adalah tanaman yang tumbuh di sekitar saluran secara alami. Dari pengamatan akan didapat tentang referensi tempat seperti tanaman yang akan digunakan. jenis spesies yang akan menyerang tanaman. Panduan secara umum untuk analisis tempat adalah observasi keadaan tempat proyek di upstream maupun downstream. Peralatan dan teknik penanaman tergantung dari jenis vegetasinya serta ukuran proyek dan kondisi lapangan.3.1. 8. Hal lain yang perlu diperhatikan hama dan penyakit yang dibawa oleh tanaman tersebut.3.3. Perizinan ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Page 54 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencana pembangunan merupakan hal yang puncak dari tahapan yang sebelumnya.3. ukuran dan kualitas sering menjadi batasan dalam menentukan pemilihan tanaman dan pengadaan tanaman. 8. perizinan untuk membangun diperlukan.4 Peralatan dan Material Dalam rencana pembangunan.

1.8 Teknik Penanaman Ada beberapa teknik penanaman dalam bioengineering mulai dari yang sederhana.1.7 Implementasi Implementasi (pelaksanaan) adalah kegiatan lanjutan dari perencanaan pembangunan dan terintegrasi dengan proses perencanaan. 8.1.3. Tahap ini memerlukan detail pekerjaan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING tidak tersedia di pasaran atau kualitasnya rendah.3. MS. 8. 8.3. untuk By : Salmani. sangat disarankan untuk mengidentifikasi tanaman sebanyak mungkin dan mempergunakan sedikit mungkin jenis tanaman yang ada. MT. gelombang yang tinggi serta arus yang terjadi. kemungkinan perusakan oleh binatang. Teknik penanaman yang telah disebutkan harus dikombinasikan dengan material bangunan atau struktur untuk membentuk struktur yang tahan erosi.1.3. Teknik yang lain adalah menyebarkan bibit tanaman.3. Untuk lebih mudah dalam memilih tanaman yang digunakan untuk pengaman hijau ini.3. yaitu hanya menggali dengan pacul dan memasukan stek (batang tanaman) sampai memindahkan akar tanaman yang besar. Implementasi ini terdiri dari persiapan lapangan dan konstruksi.3. Kerjasama antar pemilik disiplin ilmu dalam perencanaan sangatlah penting dan harus terjaga sampai proyek ini selesai.10 Penanganan bioengineering Seluruh bantaran saluran harus ditangani agar mencapai kemampuan maksimum untuk melindungi permukaan bantaran dan kaki dari erosi. 8. penanaman dan pengawasan serta pemeliharaan. klimatologi. Page 55 .9 Pengawasan dan pemeliharaan Pengawasan dan pemeliharaan merupakan bagian yang penting dari perencanaan dan pembangunan pengaman bioengineering ini.3. hydroseeding dan lainnya. Intensitas dan frekuensi dari pengawasan dan pemeliharaan tergantung dari kondisi lapangan.

1 Prosedur Perencanaan Prosedur perencanaan dari groin krib dapat disajikan dalam bentuk flowchart sebagai berikut : By : Salmani. yaitu dengan riprap. kayu. Penanganan seluruh bantaran dapat dilihat pada bab 6. tanaman maupun gabungan dari material tersebut.1.4. Penanganan Zona Kaki Zona kaki merupakan zona yang mudah terkena erosi sehingga dapat membentuk lubang.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING habitat binatang. MT. Penanganan zona kaki menggunakan batu-batuan. Seluruh daerah bantaran harus ditangani dengan sistematik. b.5. Penanaman tumbuhan pada daerah mungkin terlalu lebar atau akan timbul kesulitan karena geomorfologi saluran. Salah penanganan zona kaki yang mudah adalah dengan menggunakan batu-batuan. geotekstil.1 Groin (Krib) 8. Penanganan yang akan sangat diperhatikan adalah penangan zona kaki bioengineering.4. Page 56 . Bangunan Pengarah Aliran 8. peningkatan kualitas air. MS.

Page 57 . Potongan Melintang 2. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan tinggi krib Tentukan sudut orientasi krib Tentukan jarak antar groin Tentukan jarak panjang pengunci Tentukan lebar puncak Tentukan ukuran material Cek Stabilitas ? Tidak Ya SELESAI By : Salmani. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Perubahan penampang melintang 3. kekas ar an dasar s ungai. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. MS.

yaitu : LaGrone. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. Flow chart perencanaan groin Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W).44) By : Salmani. MT.43) Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. 5 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-32. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L W 3 (8.41) Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. LKmin = 2. S = (4 5) L (8. Page 58 . ada beberapa formula yang dapat digunakan. 1995 . Menurut Saele (1994) . maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing.42) Saele. S max 1 L 1 R 2 0.5L W 0 . Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. 1994 .4 m atau LKmin = 4 D100 (8. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin.3 . MS.8 L W 0. S R 1.

MT. Page 59 . Jadi dalam hal ini.4. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. Untuk : R > 5 W dan S LK = Stg -L L tg (8.3 5 R 0 .2 Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat groin (krib) adalah dari susunan kayu atau sheet pile. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. Kayu yang digunakan harus tahan terhadap air.45) Untuk : R > 5 W dan S < tg LK L W 2 L 0 .5 (8.1. karena kayu direndam di dalam air. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall 8. MS. Material yang digunakan tergantung dari kondisi biaya yang dianggarkan. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Menurut LaGrone (1995) .46) Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m.

3 Contoh Perencanaan groin Salah satu cara untuk menstabilkan/memantapkan tikungan saluran/sungai adalah dengan menggunakan konstruksi Groin.4. Dalam contoh soal ini diketahui lebar saluran/sungai 25 m. agar tikungan sungai aman dari gerusan akibat aliran yang terjadi. Rencanakan struktur groin tersebut.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Page 60 . Rencana groin Secara prosedur sebelum dilakukan perencanaan groin. Parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. B Gambar 8-33. Perhitungan parameter hidraulik ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. MT. terlebih dahulu harus diketahui kondisi hidraulik eksisting pada tikungan tersebut.1. Penyelesaian : Lihat gambar 8-33. maupun HEC-RAS. Sudut ekspansi untuk mengunci groin dalam tebing ditetapkan sebesar 20o. WSPRO. jari-jari tikungan saluran/sungai (terhadap garis as/center line) adalah 150 m. MS. By : Salmani. HEC-2.

MS.5 m 6.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi. ada beberapa formula yang dapat digunakan. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L B 10 B 3 L B 4 B = 25 m B 10 B 4 2. Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik. By : Salmani. MT. yaitu : LaGrone.25 m diambil panjang groin (L) = 5 m. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. Page 61 . 1995 .

Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. ok R > 5B S L tg By : Salmani.5 LK = 2. Tg 200 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING S max 150 1 5 1 150 2 0 .2 m Diambil LK = 2.3 Sedangkan menurut Saele .3 m > 1. Page 62 . MT. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing. MS.4 m.8 5 25 0 .41 m S 150 1.5 25 = 19. S = (4 5) 5 = (20 – 25) m untuk itu diambil jarak antara groin (S) = 20 m.40 m 0 .5 Smax = 38. R = 150 m B = 25 m S = 20 m L=5m = 200 maka digunakan rumus : LK = 20.5.

profil dan jarak antar spur. pemilihan tipe spur dan desain pemasangan spur yang terdiri dari panjang spur. 1. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m. Pemilihan Tipe Spur Tipe spur yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel 8-7.2. By : Salmani. 2. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. 8. permeabilitas. Jadi dalam hal ini.1 Prosedur Perencanaan Tahapan desain spur terdiri dari penentuan batas bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi.4. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. Penentuan Batas Bantaran/Tepi Sungai yang akan Dilindungi Panjang bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi dapat melihat pada bab 8.6. MT. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.2 Spur 8. arah spur. tinggi. Page 63 .2.4.

MS. Page 64 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

MT. Page 65 . MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-7 Tipe Spur dan Metode Pemilihan By : Salmani.

Lminimum = 0. Spur dengan permeabilitas lebih dari 35 persen akan memperpendek panjang spur. Langkah 3: Tentukan Permeabilitas Spur Permeabilitas spur menentukan banyaknya air atau aliran air yang melewati/menembus spur. Semakin tinggi permeabilitas. jarak antar spur dipengaruhi oleh arah spur. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Tetapi harus diperhatikan panjang spur dan arah spur. Spur yang ke arah upstream tidak sebaik spur yang kearah downstream. By : Salmani.47) Spur yang mengarah ke upstream atau downstream akan berbeda dalam hal kinerjanya. Arah spur sebaiknya 90o diukur dari pinggiran sungai.2 x lebar sungai Langkah 2: Tentukan arah spur (8. Hubungan permeabilitas spur dengan kedalaman gerusan dan arah spur dapat dilihat pada gambar 8-34 dan 8-35. semakin banyak air yang dapat menembus dinding spur. MS. Page 66 . Permeabilitas lebih dari 70 persen dapat mencegah terjadinya erosi pada bantaran sedangkan permeabilitas kurang dari 35 persen dapat terjadi erosi seperti halnya pada spur yang impermeabel. Untuk spur yang lebih dari satu. Arah spur yang pertama sebaiknya 150o dari pinggir sungai. Panjang spur yang baik digunakan adalah lebih besar dari 20 persen dari lebar sungai atau . Desain Pemasangan Spur Langkah 1 Tentukan Panjang Spur Panjang spur tergantung dari panjang sungai/saluran yang akan diperbaiki.

MT. Grafik permeabilitas spur dan orientasi vs kedalaman gerusan relatif pada ujung spur Gambar 8-35.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-34. Page 67 . Permeabilitas dan arah spur vs sudut ekspansi By : Salmani. MS.

2.4. 8. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. Perlindungan Kaki Kaki spur dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. Langkah 5 Tentukan Jarak Spur Jarak antar spur (s) dapat ditentukan dengan rumus : S = L cot Dimana: S = jarak antara ujung spur (m) L = panjang spur (m) = pebesaran sudut pada ujung spur (8. MS. Gambar 8-36.48) 4. 8. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 Tentukan Tinggi Spur Spur yang impermeabel sebaiknya tidak melebihi tinggi bantaran. Denah kasus penerapan Spur By : Salmani. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. Bentuk puncak dari spur sebaiknya miring dari bantaran menuju sungai.2.3 Contoh Perencanaan spur Kasus degradasi/migrasi pada tikungan saluran/sungai (eksisting) seperti gambar 8-36.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). Page 68 .4.

MT. Lihat gambar 8. Untuk itu tipe deflector spur/permeabel retarder atau impermeabel deflector spur direkomendasikan untuk digunakan dalam kasus ini. Sket lokasi thalweg yang diinginkan secara mulus (smooth) dari arah aliran udik melalui kurva menuju garis lurus/sejajar arah aliran di bagian hilir.37. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk mengatasi permasalahan ini diminta untuk merencanakan Spur yang dapat berfungsi sebagai : Menghentikan / mencegah perpindahan meander sebelum badan jalan yang melintasi saluran rusak / runtuh. Perhitungan parameter ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. Dalam contoh ini dianggap streamline sudah diketahui. Rencana Penempatan Spur By : Salmani. Penyelesaian : Langkah 1 : Gambarkan Lokasi Thalweg Pada prinsipnya sebelum dilakukan penggambaran thalweq. Page 69 . konsentrik terhadap garis tebing yang diinginkan. Sudut ekspansi yang digunakan adalah 170 untuk panjang spur sekitar 20 % lebar saluran. Langkah 2 : Gambarkan kurva yang mulus melalui ujung spur. Gambar 8-37. terlebih dahulu harus dihitung parameter hidraulik untuk kasus eksisting. Parameter yang paling penting dalam perencanaan spur ini adalah „streamline‟ pada tikungan saluran.

MS. 1 dengan spur berikutnya adalah : S1 = L1 cotg 170 10 ~ 33 1 0 .305731 32. Hitung jarak dengan spur berikutnya : Panjang efektif spur no. Dengan penempatan spur seperti ini akan terjadi deposisi pada dasar antara garis tebing yang diinginkan dengan garis tebing yang tererosi (eksisting) Berdasarkan garis tebing yang diinginkan. MT. 1 (L1) = 20% x 50 = 10 m.1 pada bagian hilir dari kasus yang ditinjau dengan membentuk sudut ekpansi 170. 1 Tempatkan spur no.71 Spur dipasang pada sudut 900 terhadap tangen yang merupakan kontruksi yang paling ekonomis Langkah 4 : Untuk spur yang lain (spur di hulu dari spur pertama) ditempatkan dengan menggunakan persamaan yang sama seperti diatas. Page 70 . Maka jarak spur no. maka panjang busur (gambar 8-38) yang dibutuhkan sehingga kasus ini dapat teratasi adalah : By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Posisi/lokasi Spur no.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Gambar 8-38. Posisi /jarak lintasan penempatan Spur

PB

α x 2 rr o 360 70 x 2 . 250 360 305m
11

Sehingga jumlah spur yang harus dipasang adalah 305/32,71 +1 = 10,24 buah. Langkah 5 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur spur harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.4.3 Guide Bank

8.4.3.1

Prosedur Perencanaan

Prosedur perencanaan guidebank terdiri dari panjang guidebank, tinggi dan riprap.
MULAI

Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah

Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana, kekas ar an dasar s ungai, kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan debit yang melew ati bantaran kiri dan kanan

A By : Salmani, MS, MT.

Page 71

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Tentukan debit dengan jarak 30 m dari bantaran Tentukan panjang, tinggi dan lebar guide bank

Cek Stabilitas ?

Tidak

Ya

Tentukan perlindungan kaki

SELESAI

Gambar 8-39. Flow Chart Perencanaan GuideBanks

a. Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll). Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1).

Langkah 3. Tentukan melintang rencana.

perkiraan

perubahan

(development)

penampang

By : Salmani, MS, MT.

Page 72

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
b. Dimensi guidebank Langkah 4 Tentukan debit yang melewati bantaran kiri dan kanan (Qf) Qf = V x kedalaman x lebar bersih saluran Langkah 5 Tentukan debit dengan jarak 30 m dari pilar (Q30 m) dan Qf/Q30 m Q30 m = V x kedalaman bantaran x 30 m Langkah 6 Tentukan panjang Guidebank (Ls) Panjang guide ditentukan dari nomograh antara Ls dan Qf/Q30 m (gambar 8-40) Gambar

Gambar 8-40. Nomogram untuk menentukan panjang tebing penuntun (guidebank)

Petunjuk Penggunaan Nomograph padagambar 8-40:
1. Tentukan nilai Qf , Q30 dan Va. 2. Hitung Qf /Q30 .

By : Salmani, MS, MT.

Page 73

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. By : Salmani.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan).4.3 Contoh Perencanaan guide bank Pada suatu saluran/sungai yang dilintasi (crosing) oleh jalan jembatan seperti gambar di bawah.0001. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada perencanaan riprap. c. Desain untuk riprap ini dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. sedangkan untuk bantaran 0. Perlindungan Kaki Kaki guidebank dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. MS.4. Langkah 8 Tentukan Ukuran Batuan Guidebank terdiri dari batuan yang tersusun (riprap). Kemiringan dasar saluran seragam 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus (garis vertikal) dengan garis sumbu horizontal untuk nilai Ls. 4. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. MT. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. Adapun lebar dasar saluran utama 75 m. Sungai tersebut mempunyai debit aliran rencana 300 m 3/detik.035.3. 8. Tarik garis lurus dari titik Qf /Q30 yang dihitung (sumbu vertikal) sampai garis Va yang dipakai dan tarik lagi garis ke bawah memotong sumbu horozontal. 8.025. Lebar atas guidebank antara 3 sampai 4 m dengan kemiringan pinggir 1V : 2H atau kurang. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. Langkah 7 Tentukan ketinggian dan lebar guide bank Tinggi minimum guidebank adalah 0. Page 74 . Kemiringan tebing.3.6 m dari freeboard diatas permukaan air desain.

MS. Denah rencana Guidebank Penyelesaian : Langkah 1 : Tentukan parameter rencana hidraulik yaitu kedalaman dan kecepatan pada kondisi debit rencana. V 1 2 / 3 1/ 2 R S n Amc Pmc A eb P eb (Bmc Bmc B xh eb B eb m h )h mc mc 2 1 m2(h mc h ) eb 1 m 2. Gambar 8-41. HEC-2.41. Pada prinsipnya parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. maupun HEC-RAS. eb Q = Qmc + Qeb By : Salmani. MT. Page 75 .h .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencanakan struktur guidebank pada kedua sisi (kiri dan kanan) sehingga bukaan jembatan diperoleh selebar 85 m. Lihat gambar 8. WSPRO. Dalam contoh ini digunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan rumus Manning untuk memperoleh kedalaman normal serta kecepatannya.

MT. Kecepatan pada saluran utama : By : Salmani.h .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dimana : hmc heb Bmc Pmc Amc m Beb Aeb Peb Qmc Qeb : kedalaman aliran di saluran utama : kedalaman aliran di bantaran : lebar dasar saluran utama : keliling basah penampang saluran utama : luas penampang basah saluran utama : kemiringan tebing : lebar dasar bantaran : luas penampang basah bantaran : keliling basah penampang bantaran : debit aliran di saluran utama : debit aliran di bantaran Sehingga diperoleh: Q 300 Bmc 1 2 / 3 1/ 2 mh h R S mc mc n 1 2 B . maka diperoleh kedalaman di saluran utama (hmc) = 3.143h 300 mc mc eb 8/ 3 0 Dengan mengambil tinggi aliran di bantaran (heb) = 1 m.035 eb 75 2 H H 1 h 2 / 3 0.8h 57.4h mc mc 5/ 3 5/ 3 57.35 m. MS.8h 30h 57. Page 76 .0001 1 / 2 eb 0. h 2 / 3 0.143h mc mc eb 8/ 3 5/ 3 5/ 3 0.143h 5 / 3 eb 5/ 3 30h 0.0001 1/ 2 0.025 mc 300 300 75 2h 0.( R 2 / 3 S 1 / 2 ) eb eb n 1 2 100h .

896 = 2 x 100 x 0. 0.65 m2 (saluran utama ) = (100 x 1) = 273.695 x 0. v Luas penampang basah : Amc Alb Qmc Qlb = (75 + 2 x 3. Tetapi dalam contoh ini. maka Qf adalah debit yang dihitung untuk bantaran kiri maupun kanan pada langkah pertama yaitu 28. Page 77 .0001 )1 / 2 bantaran 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 1 2 / 3 1/ 2 R S n 1 h 2 / 3S 1/ 2 0.3 m3/dt masing-masing untuk sebelah kiri dan kanan. MS.23896 )( 0.896 /dt 1 v ( 1 )2 / 3( 0.035 0.6 m3/dt (untuk satu sisi). Dengan anggapan aliran seragam maka : Qf = Veb x heb x50 m = 0. abutment jembatan ditempatkan pada jarak 50 m dari tebing saluran utama.0001 )1 / 3 0.01 ). By : Salmani.20 m3/dt = 302.35 )2 / 3( 0.35) 3.00 m2 (bantaran untuk satu sisi) = 245.286 Q Q Qtat. MT.431 m3/dt Langkah 2 : Tentukan debit pada bantaran kiri dan kanan (Qf) Debit ini sangat tergantung pada posisi abutment jembatan.35 = 273. baik abutment kiri maupun kanan.286m/dt.231 m3/dt = 57.025 1 ( 2. (300) = 100.025 v 0.025 mc 1 ( 3. Kalau kedua abutment (kiri dan kanan) ditempatkan pada tebing bantaran.286 x 1 x 50 = 14.

80 m / dt Sesuai dengan harga Qf/Q30m pada langkah ke tiga dan harga Vn2. antara lain tinggi jagaan (elevasi guidebank terdapat elevasi muka air) dan lebar puncak guidebank. Karena dalam kasus ini aliran dianggap seragam. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. MS. Page 78 . harus dihitung dahulu penampang basah aliran pada bukaan jembatan ( An2 ). By : Salmani.58 = 1. maka diperoleh kecepatan rata-ratanya ( Vn2 ) : Vn 2 Q An 2 300 373.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Tentukan Q30m dan Qf / Q30m untuk bantaran kiri dan kanan Q30m maksudnya adalah debit yang melewati pada bantaran sejauh 30 m dari batas saluran utama. Langkah 5 : Spesifikasi tambahan Kalaupun guidebank diadakan/digunakan. Karena Ls yang dibutuhkan terlalu pendek. MT. Kriteria perencanaan/perhitungan dari parameter ini dapat merujuk pada referensi-referensi terkait.286 x 1 x 30 = 8. Berdasarkan Q30m maka diperoleh : Qf/Q30m = 14.667 Langkah 4 : Tentukan panjang guidebank ( Ls ) Untuk memperoleh panjang guidebank.58 m3/dt baik untuk bantaran kiri maupun kanan (untuk satu sisi).1} = 273. An2 = Amc + 2 { 50 .695 0.3/8. maka : Q30 = Veb x hmc x 30 m = 0.695 m2 Berdasarkan luas penampang basah bukaan tersebut. maka dengan menggunakan nomograf gambar 8-40. maka diperoleh panjang guidebank (Ls) kurang dari 15 m.695 + 2 x 50 = 373. maka pada prinsipnya untuk kasus ini keberadaan guidebank tidak terlalu dibutuhkan.

c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bahan material guidebank dapat digunakan tipe rock riprap. Adapun perhitungan tipe revetment ini dapat dilihat dalam contoh perhitungan detail riprap. MS. Bangunan Peredam Energi i. MT. Langkah 6 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur check dam harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Check Dam 1. Prosedur perencanaan By : Salmani. Page 79 .

Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Page 80 . Potongan Melintang 2. By : Salmani. kekas ar an dasar s ungai. MT. Flow Chart Perencanaan Check Dam Langkah 1: Hitung Parameter Hidraulik Hitung parameter hidraulik. MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. tinggi dan lebar (dimensi) cek dam Cek Stabilitas ? Tidak Ya Tentukan perlindungan kaki SELESAI Gambar 8-42. lebar dan profil saluran dan kedalaman di hulu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Prosedur perencanaan secara ringkas dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. hilir dan tinggi bangunan drop (drop structure). kecepatan dan kedalaman rata-rata Hitung kehilangan energi Hitung kedalaman gerusan pada kaki Tentukan panjang. yaitu debit rencana. MS. Perubahan penampang melintang 3.

dm. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.225 x q0. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.50) Untuk memperkuat struktur tersebut. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 2 Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht). Page 81 . Riprap By : Salmani.54 . MT. Yu Ht 2 Vu 2g Zu 2 Vu 2g Yd Zu 2 Vd 2g Zd Yd Ht 2 Vd 2g . MS. atau Zd (8. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs (8.51) (8.49) Yu Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR. a. beberapa parameter lain yang perlu dihitung: Debit persatuan lebar = Q/B Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli. Tinjau bagian hulu dan hilir. Langkah 3 : Pengaman struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.

8 e ( 1 K )2 ht K1 / 3 H (8. Page 82 . MS.54) 2. MT.0) hd masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone (0. By : Salmani.5 – 1.53) atau K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memperkuat kaki struktur tersebut dapat digunakan tipe revetment dari riprap. Quarrystone hs = (0. b.5 1.8 1 . Prosedur perhitungannya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap. Check dam merupakan bangunan yang terendam dalam air sehingga bangunan tersebut harus kuat.52) Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas NS 1 K ht 1. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk check dam adalah struktur beton.0) Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H Berat batu toe : (8.5 – 1.3 K 1/ 3 H NS = 1.

MT.3 Contoh Perencanaan check dam Suatu lokasi sekitar pondasi jembatan (eksisting) pada suatu saluran/sungai terjadi degradasi.43. Gambar 8-43. By : Salmani. Kondisi tersebut dapat didekati dengan membuat bangunan terjunan (drop structure) yang akan menstabilkan dasar saluran dan mengurangi kemiringan saluran di bagian udik. hu = 3. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan elevasi dasar setinggi 1.95 m . .4 m dari elevasi dasar awal. MS.Debit rencana (Q) = 170 m3 / dt.Kedalaman aliran setelah terjadi drop (hd) = 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.Kedalaman aliran di hulu ( sebelum terjadi drop).25 m.Lebar saluran (B) = 35 m .Tinggi drop (h) = 1. Rencana Check Dam Adapun parameter hidraulik lain adalah: . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8. Page 83 .4 m Dalam kasus ini diminta untuk menghitung gerusan yang terjadi pada kaki struktur drop (Check Dam) serta cara memperkuatnya sehingga dapat diatasi gerusan tersebut. .5.1.

95 = 2.49 m/dt Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd = 4.86 m3/dt/m' Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu = 4.dm.3485 – 2. dm = hd = 2.674)0. hu Ht Vu2 2g hu Zu Vu2 2g hd Zu Vd2 2g Zd hd Ht Vd2 2g .95 m hs = 1. Tinjau bagian hulu dan hilir.4 2 x9.089 1.225 (4.54 – 2. atau Zd (1.65 m/dt Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli.9. beberapa parameter lain yang perlu dihitung : Debit persatuan lebar = Q/B = 170/35 = 4.9) 2 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penyelesaian : Langkah 1 : Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht). Page 84 . maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.86/2.9 (1.86)0.81 Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.763 3.95 0 2 x9. dimana : K = 1.81 4.25 1.65) 2 2. MS.86/3.95 = 1.225 x q0.25 = 1.1335 x 2. MT.06 m By : Salmani.95 = 2.54 .674m (1.

Dari data cek dam terdahulu diketahui bahwa.81x 2.95 m Kecepatan aliran di hilir 1.81 x 2.46 m a. Page 85 .65 1 9. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap. diperoleh. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.06 = 3. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Pengamanan struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.65 m/det Fr = V1 gh1 1. Diambil D50 = 20 cm.65) 2 2.02 (1.4 + 2.95 1. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. D50 hmc dimana. D50 2.95 = = 0. yaitu. maka ukuran rock riprap untuk pengaman pada kaki cekdam digunakan persamaan dari rumus Isbash. Kedalaman aliran di hilir 2. rock riprap Untuk memperkuat struktur tersebut. maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs = 1.95 D50 = 0. By : Salmani.31 Berdasarkan bilangan froude di atas.65 9.02 SG = 2. MT.65 g 9.81m / det 2 . maka dari persamaan (2).17 m. K Ss V2 1 gh K = 1.

5 1.5 ( 1 K )2 ht K1 / 3 H NS 1 K ht 1. MS.95 0.95 3 1.8 e atau NS = 1. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b.8 K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht Dengan menggunakan Ns = 1.65 1 )3 = 8.41 ton = 8410 kg By : Salmani. maka perlu ditinjau dulu parameter berikut.8( 2 .0 masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H = 2 x 2.3 K 1/ 3 H 1.65.90 m 6m Berat batu toe : Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas 1 . Quarrystone Bila digunakan quarrystone.95 = 5.8.06 2. berat minimum material quarrystone adalah : Wmin 2 . Page 86 . hs hd 2.2 .

3 3. Tabel 8-8. Page 87 . prosedurnya mengikuti langkah-langkah pada Bab V dalam manual ini.5 4. MS. Tabel 8-8 di bawah ini digunakan untuk perhitungan gerusan pada jembatan. Abutment dan Pilar Jembatan Untuk perencanaan abutment dan pilar jembatan yang tahan terhadap gerusan.0 1.5 2.5 L/a = 8 1.5 3. Koefisien tipe pilar dan Faktor koreksi arah aliran dijembatan Koefisien Tipe Pilar Tipe-tipe pilar (a) hidung persegi (b) hidung bundar (c) silinder K1 1.3 2.5 3.0 2.0 2.0 2.0 2.0 (d) hidung tajam (e) kelompok silinder sudut = arah aliran L = panjang pilar Proses perencanaan abutment dan pilar jembatan dapat dilhat pada flow chart sebagai berikut : By : Salmani.0 Faktor koreksi arah aliran pada jembatan Sudut 0 15 30 45 90 L/a = 4 1.0 0.9 L/a = 12 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. MT.0 1.1 1.3 5.9 1.

kondisi dasar dan tipe abutment dan pilar Tentukan kedalaman gerusan lokal pada abutment dan pilar Tentukan ukuran batuan untuk riparap pada abutment dan pilar Cek Stabilitas struktur ? Tidak Ya SELESAI Gambar 8-44. Flow Chart Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan By : Salmani. Perubahan penampang melintang 3. kekas ar an dasar s ungai. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. kecepatan dan kedalaman rata-rata Cek tegangan geser di saluran utama dan bantaran ? Tidak Ya Diperlukan penangan khusus agar tegangan geser dapat teratasi Tentukan alokasi abutment dan pilar. aliran bantaran. MT. Page 88 . a/y1. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2.

Data lain yang diketahui: Tegangan geser izin pada bantaran ( o) = 19.025.0001. Debit saluran utama (Qmc) = 245.91 kg/m2 Bantaran dilapisi oleh vegetasi kelas A D50 = 5 mm. MS.45. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m.35 m kedalaman aliran di bantaran (kiri-kanan). Kemiringan dasar saluran seragam 0. By : Salmani.035.6. MT. Page 89 . cukup menggunakan hasil dari perhitungan pada kasus guidebank.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. Lebar dasar saluran utama 75 m.896 m/dt. beberapa parameter hidraulis tidak perlu dihitung lagi. Kemiringan tebing. Sungai tersebut mempunyai debit rencana 300 m3/detik. Posisi abutment di bantaran Penyelesaian: Langkah 1: Hitung parameter hidraulis aliran Karena kondisi saluran/sungai sama seperti pada contoh soal guidebank. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. sedangkan untuk bantaran 0.23m3/dt. yaitu : kedalaman aliran di saluran utama (h1) = 3. h0 = 1. D75 = 6 mm. Kecepatan aliran di saluran utama (Vmc) = 0.1 Contoh Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan Suatu jalan jembatan melintasi (crossing) pada suatu saluran/sungai seperti gambar 8. Gambar 8-45.0 m. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi.

Page 90 .53 kg / m 2 o> c satuan British satuan SI c c c Untuk saluran utama By : Salmani.286 m/dt.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING debit di bantaran (Qeb) = 28.0 = = 0.412 kg / m2 Tegangan geser yang terjadi pada bantaran. o 0.896 x (3.22 satuan SI o n 2 v 2 Rh 1 / 3 Tegangan geser yang terjadi pada saluran utama.09 Saluran utama Fr = 0.286 9. (untuk satu sisi) Kecepatan aliran di bantaran (Veb) = 0.16 Langkah 2: Perhitungan tegangan geser Tegangan geser yang terjadi dapat dihitung dengan formula berikut.286 x (1.35) 2 1/ 3 0. MT. o 0. o f v2 8 n2 v 2 Rh 1 / 3 satuan British 2.81x1. maka dapat dihitung bilangan Froude (Fr) pada bantaran dan saluran utama. Pada bantaran Fr = V gh 0.025 x1100 x 0. MS.896 9.088 x 6 mm 0.0164 xD75 0.60 m3/dt.35 = 0.088 xD75 0.035 x1100 x 0.385 kg / m2 Tegangan geser kritis (izin) di saluran utama ( c) c 0.0) 2 1/ 3 0. Berdasarkan parameter tersebut di atas.81 x3.

65 + 200) m2 = 473.50 By : Salmani.50 hs 1 11. yaitu Laursen‟s (1980). Froelich‟s‟s (1987) dan Laursen‟s (1980) untuk o< c.61 1 K1 = 1.35 = 7.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bantaran o< c. Page 91 .46 < 25.75 s h1 hs 1 11. tipe abutment.9 Atot = 0. a h1 h 2.9x473. Dalam kasus ini lokasi abutment di bantaran. MS. maka perhitungan gerusan pada abutment dapat menggunakan tiga formula.75 s 1.5 1.7 1 1 9.0 hs 1 11. kondisi dasar. dan K2 = 1 Atot = (273.5h1 1. hs y1 dimana.7 25 1. Berdasarkan kondisi di atas.0 hs h 2. aliran bantaran.09 0 Dengan cara coba-coba diperoleh hs = 7. a/y1.43 Fr0. 2.7 1 1.27 K1K 2 a' h1 0. Menurut Froehlich. Langkah 4: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada abutment Menurut Laursen. abutment diletakkan 25 meter dari tebing bantaran (a = 25 m).20 m. dengan demikian a/y1 = 25/3. 1980.50 m2 Ae = 0. MT. Kondisi sedimen dasar bergerak dan tipe abutment berlaku umum. Langkah 3: Tentukan lokasi abutment. Ada aliran dibantaran.

Diambil a‟ = a = 25 meter.61 1 hs = 3. dan Fr1 = Ve gh1 0.1ho 7/6 1 1 qo = ho Vo = 1. Menurut Laursen. MS.0 25 2.0x0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ae = 426.43 (0.75 s ho hs 4.0 = = 0..70 m/det.22.81 x1.15 m2 Ve = Q Ae 300 426.23 m 3 / det By : Salmani. Qo qmcho dimana.15 = 0. Page 92 .70 9. MT. Dari persamaan 20 diperoleh. q mc 245 .15 m3/det.286x25 = 7. h 2.50 m.27(1)(1) 1.286 m2/det Qo = q o a = 0.286 = 0.22)0. hs 1. 1980 untuk o< c.0 0.

1. o > c . Tipe pilar round-nose dengan L/a = 8.75 s 1.1 7/6 1 dengan cara coba-coba diperoleh hs = 0.872 245. 14.65 hS 3. Page 93 . gerusan pada pilar jembatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: hS h1 a 2. MS. maka.16 0. Untuk menghitung gerusan lokal pada pilar jembatan.0 h 2.35 x 0. 2. dengan bentuk pilar ujung bulat diperoleh K1= 1. Persamaan Colorado State University’s Menurut Richardson et al. a = tebal pilar. dimana L = panjang pilar .43 y1 : kedalaman aliran pada lokasi pilar Fr = 0. (1975). Persamaan Jani and Fisher (1979).50 Sehingga.65 x Fr 0.0. Langkah 5: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada pilar Pilar diletakkan di tengah-tengah saluran utama seperti gambar berikut. MT.43 hs = 2. 0.20 m. dimana L = panjang pilar dan a = lebar pilar. Untuk dasar bergerak (Fr – Frc)> 0. diperoleh K2= 1.0 hs 1 4.06 meter.0 x1.25 h ( 1 )0.0 xK1 xK 2 x h1 0.20.16 Dari tabel 8-6.50 a By : Salmani.50 x 3. berarti dasarnya hs a 2 Fr Frc 0. untuk L/a=4. Dalam langkah 2 di atas diperloeh untuk saluran utama bergerak.35 1..BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperoleh. ada 4 formula yang dapat digunakan.0 x1.0 2. Dari tabel 8-7.23x1.

MT. Gambar 8-46. selanjutnya tarik horizontal menuju garis grafik (sumbu vertikal) 4. Batas anjuran tegangan geser untuk kanal Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-46: 1. Tarik garis lurus dari titik D50 menuju garis satuan yang dinginkan. berlaku : hs a dimana.84 Frc 0. Tentukan nilai D50 2.30 a a = lebar pilar Fr = 0. By : Salmani.25 h ( 1 )0.20.16 Penentuan harga Frc Penentuan harga bilangan Froude kritis dilakukan dengan menggunakan nomograph di bawah ini. 1. MS. Plot nilai D50 pada garis grafik (sumbu horizontal) 3. Page 94 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING untuk 0 < Fr – Frc < 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai .

. MT.864x10-3 m/det. diperoleh 8x10-3 kg/m2.Dari diagram Lane‟s pada gambar 8-46.6 U *c dimana = 9. . 7 D50 0.6 x9. c = U *c c = 8x10 103 3 = 8. .864 .29 .0012 = 83.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan demikian dapat ditentukan Frc sebagai berikut: . dengan D50 = 100 mm. .10 8.10 3 = 0.33 By : Salmani. MS. 11 .0012 m.10 m. Page 95 .U*c.K = D50.10 0.29x10-7 m2/det 11 . maka.D50 diambil 0.

05 m/det. Dari gambar 8-47 diperoleh X = 1.10 ln 11 x3.35 x1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-47. Tarik garis lurus dari titik ks / 5. Plot nilai ks / pada garis grafik sumbu horizontal menuju garis grafik X (sumbu vertikal) 4. Tentukan nilai ks dan 2. Hitung ks / 3. Page 96 . By : Salmani.Bilangan Froude kritis. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai X.0.0 0.Vc Vc U*c ln 11h1 X D50 3 = 8. .10 = 0. Faktor pengali Einsten X pada persamaan kecepatan logaritmik Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-47: 1. .86 . MT. MS.

25 h ( 1 )0.0 diperoleh hs = 2.10 .81 m.7x10-3 Fr – Frc = 0.0 2 0.05 9.28 m. hs 1.35 0.1K1K 2 K3 a  18 . hs a 1. hs 1.0 1. Page 97 . By : Salmani. Maka diambil harga terbesar yaitu ys = 2. MT.7 x10 3 0.0 diperoleh hs = 0. digunakan. maka digunakan kondisi pertama.15 0. MS. Bila a  18 . Maka untuk air jernih. D50 hs a Bila 2.81 x3. 3. maka ys diambil yang terbesar antara kedua rumus di atas.35 = = 8.50 ) 1.84 Frc 0.25 ( 3. D50 hs a a D50 0. berarti 0 < Fr – Frc < 0.30 a Berdasarkan criteria di atas.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Frc = Vc gh1 0. berarti < 18.16 – 8. maka. dimana a = lebar pilar.84 8. jadi.28 m. Persamaan University of Auckland (UAK).1513.25 ( 3.20. a D50 0.7x10-3 = 0.35 030 ) 1.45K1K 2 K 3 1 / 0.53 = 10.

maka.99 m. untuk itu froehlich mengambil.10 0.70 untuk pilar sharp-nose.32K1 a 0.0 0. Dengan menggunakan analisis regresi linear pada 83 pengukuran lapangan terhadap gerusan pilar.0) 0. MS.3 untuk pilar singular-nose.45(1. 4. a' 0. untuk bentuk ujung bulat (rounded).62 y1 a 0.16) 0.0 0. K2 = 1 (table 8-8) K3 = faktor koreksi akibat gradasi sedimen.0)(1.0 untuk pilar round-nose. ys 0.46 (0. Froehlich‟s (1988) dikembangkan untuk persamaan berikut: ys dimana. Page 98 . K1 = 1.0 0. K1 = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = koefisien untuk tipe pilar.08 1 K1 = koefisien untuk tipe pilar. dan a ' = a cos + L sin dimana. K1 = 1.46 Fr 0. a‟ = L = 8 m.0 1. By : Salmani. MT.05 m.20 a' D50 0.20 8 0. diambil = 2. K2 = faktor koreksi Diperoleh: = 0.32K1 8 1.53 Maka diperoleh ys = 3. dari table 8-7 diperoleh K1 = 1. a ' = lebar pilar yang diproyeksikan tegak lurus terhadap hampiran a ' aliran. hs 1. Persamaan Froehlich (1988) untuk dasar bergerak.10 0. diperoleh.0)(1.35 1.08 1 Maka diperoleh ys = 2. L = panjang pilar = sudut yang menuju pilar bila = 90o.62 3.

1987 Laursen.20 3. MS.20 Ys/y1 7. Langkah 6 : Penentuan rock riprap pada abutment Menurut Isbash. 1988 ys 2. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang riprap. Metoda Colorado States University Jain and Fisher. untuk bilangan Froude dapat digunakan rumus berikut. 3.50 0. Metoda Laursen.28 3. MT.05 2. 3. 1979 University of Auckland Froechlich.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan.81 m/dt2) = kedalaman aliran pada bukaan jembatan (m) = 0.50 0.89 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 1. 2. Tabel 8-9 .89 Untuk mengatasi gerusan yang terjadi pada abutment maupun pada pilar.91 0.02 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) By : Salmani.61 0. Hasil perhitungan gerusan pada pilar Nomor 1. untuk o< c ys (m) 7.20 3. 1980 Froechlich. Hasil perhitungan gerusan pada abutment Nomor 1. Page 99 .99 Ys/y1 0.20 Tabel 8-10 . 1990.80 ukuran rock riprap pada abutment D50 y K V2 ( Ss 1) g y dimana : D50 V Ss g y K = diameter tengah batu (m) = kecepatan rata-rata aliran (m/dt) = spesifik gravity rock riprap = percepatan gravitasi (9. yang dalam hal ini digunakan rock riprap. 2.68 0. 4. yaitu: 0.06 2.

Sedangkan bila lokasi pilar berada pada tikungan saluran utama.15 x 10 3 m Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. 1993. maka kecepatannya dikoreksi dengan koefisien 1.02 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Sedangkan untuk bilangan Froude > 0.50 untuk ujung pilar bulat 1. Page 100 .65 1) 9. media air tawar) menggunakan rumus berikut.14 dimana : K = 0.9.09.0 5.7.1. bilangan Froude = 0.61 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 0.2862 (2. kecepatan aliran (V) dikoreksi dengan koefisien 0. MS.. Langkah 7 : Penentuan rock riprap pada pilar Menurut Richardson et al.692 K V ( Ss 1) 2 g 2 dimana : D50 V Ss g K = diameter tengah batu (m) = kecepatan pada pilar (m/dt) = spesific gravity rock riprap (biasanya 2.80 dapat digunakan persamaan dari Kilgore.65) = percepatan gravitasi (9.81 m/dt2) = 1. yaitu: D50 y K V2 ( Ss 1) g y 0.69 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) Pada lokasi abutment. yaitu: D50 0.81.0 D50 1. By : Salmani. MT.70 untuk pilar persegi Untuk lokasi pilar dekat tebing. 1990 untuk menghitung diameter batu (dalam satuan meter. maka ukuran rock riprap yang digunakan adalah: D50 1.

By : Salmani. Geotekstil i.692 1. Geotekstil biasanya digunakan bersamaan dengan jenis pengaman gerusan jalan lainnya. Perencanaan (desain) Pengaman dari Geotekstil 1. Geotektil berbentuk bahan yang tersusun dengan bentuk anyaman tertentu sesuai dengan fungsinya.65 1) 2 . bentuk pilar mempunyai ujung bulat (K = 1. Durabilitas (Ketahanan). dan lokasi pilar di tengah-tengah saluran utama (V dikali dengan 1.7 . D50 D50 0.81 0. Kriteria Perencanaan Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengaman jalan dari geotekstil sebagai berikut : a.5). 0.896 (2.5 . ii. Page 101 . 9. seperti riprap. MT.11 m 2 Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur (abutment dan pilar) Kestabilan struktur abutment dan pilar harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.7). MS.1. e. Deskripsi Geotekstil dapat digunakan untuk mengendalikan gerusan di jalan yang berada dekat sungai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dalam contoh soal ini.

geotekstil yang digunakan harus diuji ketahanan terhadap sinar ultra violet selama minimal 30 hari. tidak mudah berlubang dan tidak mudah hancur. Page 102 . Khususnya ketahanan terhadap sinar ultra violet. blok beton dan sebagainya. riprap.6 m) dan berat kurang dari 250 pounds. b. Geotekstil biasanya ditutupi oleh material seperti batu. kekuatan tahan terhadap robekan. MS. Kalau material tidak sama permeabilitasnya. sinar ultraviolet dan tetap menjaga agar menyatu dengan tanah. Kelas B : geotekstil hanya dilapisi oleh pasir atau tidak dijatuhi beban. maka material yang halus seperti pasir harus diletakkan diantara geotekstil dan material penutup. Hal yang paling penting dalam mendesain material penutup adalah menjaga ruang udara (void) relatif kecil (tertutup). Material Penutup. stabilitas. Tabel 8-11. Kekuatan dan Ketahanan terhadap gerusan Kekuatan yang penting dari geotekstil yang digunakan untuk pengaman jalan akibat gerusan adalah kekuatan tarik. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Geotekstil yang digunakan harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi seperti kondisi akibat fisik. biologi. menyajikan rekomendasi kekuatan minimum yang dibutuhkan dari geotekstil Tipe Kekuatan Kekuatan tarik Panjang tarik (%) Tidak mudah berlubang Tidak mudah robek Ketahanan terhadap abrasi Kekuatan jalinan bahan Metode Tes Keadaan Geotekstil Kelas A Kelas B 90 15 40 30 25 50 140 ASTM D 4632 200 ASTM D 4632 15 ASTM D 4833 80 ASTM D 4533 50 ASTM D 3884 55 ASTM D 4632 180 Ketahanan terhadap kehancuran ASTM D 3786 320 Keterangan : Kelas A : geotekstil berada pada keadaan yang lebih buruk dari kelas B seperti geotekstil dijatuhi beban dengan tinggi kurang dari 3 ft (0. c. panas dan sinar ultra violet. Material penutup geotekstil harus dapat melindungi dari gaya hidraulik. Material yang melindungi geotekstil harus sama permeabilitasnya dengan geotekstl. By : Salmani.

Page 103 . pasir dan batuan. Geotekstil yang telah diletakkan jangan dibiarkan terkena sinar matahari lebih dari 1 minggu dan tidak lebih dari 1 bulan untuk geotekstil yang terlindungi serta geotekstil yang tidak tahan terkena sinar ultra violet.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. Untuk penempatan dibawah air sambungannya selebar 3 ft. Sambungan antara geotekstil sebaiknya menimpa sambungan lainnya selebar 12 inchi sepanjang sambungan. lem . jahitan atau alat yang lain. Kalau pergerakan air terlalu kuat. geotekstil diletakkan lebih panjang pada arah paralel bantaran. Persiapan lahan Lahan atau tempat yang digunakan untuk memasang (meletakkan) geotekstil harus bersih dari tanaman. MT. geotekstil diletakkan sepanjang bagian atas bantaran atau 2 ft diatas tinggi air maksimum. geotekstil dan material penutup diletakkan sepanjang bantaran pada kedalaman dibawah permukaan air rata-rata untuk meminimalisir gerusan. MS. Kalau digunakan untuk melindungi bantaran sungai. Rekomendasi peletakan geotekstil adalah 3 ft dibawah permukaan air rata-rata atau di dasar sungai bila permukaan air kurang dari 3 ft. sambungan gotekstil dan pengait. Geotekstil sebaiknya diberikan pengait untuk mencegah gaya keatas uplift atau penggerusan. b. Kondisi Konstruksi Dalam memasang (konstruksi) geotekstil harus diperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. maka dianjurkan menggunakan pengait pada bagian atas maupun bawah. Penempatan (overlapping). 2. Pengait (Anchorage) Pada bagian kaki sungai. batuan dan sebagainya. Sambungan menggunakan sambungan las. Sambungan jahitan merupakan sambungan yang By : Salmani. c. Penempatan Geotekstil Geotekstil diletakkan secara menyeluruh (tanpa digulung) langsung dengan hati-hati di atas tanah dengan kemiringan yang rata. Geotekstil yang diletakkan harus bebas dari tegangan tarik. dimana arus paralel dengan bantaran. Sedangkan untuk bantaran bagian atas.

MT. dengan panjang 18 inch. Page 104 . By : Salmani. Pengait digunakan untuk mengamankan geotekstil dan sambungan. Tabel 8-12. Tata cara desain lainnya tergantung pada spesifikasi geotekstil yang digunakan. Penempatan material penutup Penempatan material penutup untuk tanah yang miring mulai dari bawah menuju keatas. Penempatan material tidak boleh dijatuhi karena dapat merusak geotekstil kecuali untuk tes.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING baik untuk geotekstil. Jarak pengait terhadap kemiringan samping Kemiringan Jarak Pengait (ft) Lebih curam dari 1 V : 3 H 2 1 V : 3 H sampai 4 H Lebih datar dari 1V : 4 H 3 5 Diameter pengait yang digunakan adalah 3/16 inch. d. Jarak antara pengait tergantung dari kemiringan. Spesifikasi tersebut dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan pada saat pembelian geotekstil. Pengait yang lebih panjang digunakan untuk tanah berpasir. Jarak antara pengait dapat dilihat pada tabel 8-12 berikut. Banyaknya jahitan lebih besar dari 90% dari luas sambungan. MS.

MS. Page 105 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT.