BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING PERENCANAAN GERUSAN BANGUNAN PENGAMAN TEBING TERHADAP

Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan masalah perencanaan bangunan pengaman tebing sungai jalan terhadap gerusan. Perencanaan yang akan diuraikan adalah langkah-langkah desain dan dasar-dasar desain. Pengaman tebing yang akan diuraikan adalah pengaman dengan jenis fleksibel (flexsible revetment) dan kaku (rigid revetment).

Selain pengaman tebing, akan diuraikan juga bangunan pengarah aliran dan peredam energi. Kedua bangunan ini akan melindungi tebing sungai terhadap gerusan secara tidak langsung.

Jenis pengaman tebing lainnya yang akan diuraikan adalah jenis bangunan dari tanaman (bioengineerinng). Pengaman ini memerlukan tumbuhan untuk membuat bangunan pengaman. Bangunan jenis ini cocok untuk daerah yang sulit mendapatkan bahan bangunan.

Tabel 8.1 menjelaskan jenis bangunan pengaman yang akan diuraikan proses desain dan langkah-langkahnya.

Tabel 8-1. Klasifikasi struktur pengaman tebing jalan di sungai

Jenis Pengaman Revetment

Bangunan 1. Riprap 2. Bronjongan (Gabion) Rigid (kaku) 1. Retaining Wall 2. Sheet pile Bangunan Pengarah Aliran 1. Krib (Groin) 2. Spur Bangunan Peredam Energi Chek Dam

Tipe Fleksibel

By : Salmani, MS, MT.

Page 1

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Konsep Disain

Dalam mendesain suatu dinding pengaman (revetment) harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang akan mempengaruhi jenis dan ukuran (desain) dari dinding pengaman. Faktor-faktor tersebut terdiri dari : 1. Debit desain 2. Jenis aliran 3. Geometri penampang 4. Aliran di tikungan 5. Tahanan aliran (Flow resistance) 6. Jenis pengamanan (revetment)

Debit Desain

Debit aliran yang digunakan untuk desain atau analisis bangunan jalan disekitar sungai biasanya menggunakan debit banjir ulangan dengan periode ulang 10 sampai 50 tahun. Dalam kebanyakan kasus, debit banjir ini dapat digunakan untuk mendesain riprap dan beberapa macam dinding pengaman sungai. Tetapi seorang perencana harus memperhatikan beberapa keadaan khusus, seperti debit yang kecil dapat menyebabkan kerusakan hidraulik terhadap kestabilan riprap. Oleh karena itu, seorang perencana dianjurkan untuk memperhatikan beberapa macam debit desain agar dapat digunakan untuk kondisi riprap yang direncanakan. Disarankan untuk menggunakan debit desain antara 5 – 10 tahun. Cara perhitungan debit desain disesuaikan pada SNI M-18-1989-F.

1 Jenis Aliran

Jenis aliran untuk saluran terbuka dapat diklasifikan menjadi tiga, yaitu : 1. Seragam (uniform), berubah lambat laun atau berubah tiba-tiba. 2. Tunak (steady) atau tak tunak (unsteady). 3. Subkritis atau superkritis.

Jenis aliran yang digunakan dalam konsep desain ini diasumsikan seragam, tunak (steady) dan subkritis. Jenis aliran ini juga dapat digunakan untuk aliran

By : Salmani, MS, MT.

Page 2

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
berubah lambat laun. Sedangkan untuk penggunaan jenis aliran berubah tibatiba, tak tunak atau super kritis akan dijelaskan selanjutnya.

Kondisi aliran berubah tiba-tiba dan tak tunak biasanya terjadi pada aliran yang membesar, berkontraksi dan balik. Kondisi ini terjadi biasanya pada daerah sungai yang dilintasi jembatan. Aliran superkirits atau mendekati superkritis biasanya terjadi pada penyempitan jembatan dan saluran dengan kelandaian yang curam.

Penelitian telah dilakukan bahwa aliran superkritis jarang terjadi di saluran alam (sungai). Tetapi, aliran yang terjadi pada saluran curam dan penyempitan saluran biasa aliran transisi yang terjadi diantara subkritis dan superkritis. Eksperimen yang telah dilakukan oleh U.S. Army Corps of Engineer menunjukkan bahwa aliran transisi terjadi pada bilangan Froude antara 0,89 dan 1,13. Ketika aliran terjadi diantara bilangan tersebut, maka terjadi kondisi tidak stabil pada gaya inersia dan gaya gravitasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang yang tidak normal, lompatan hidraulik (hydraulic jump), perubahan lokal kemiringan muka air, dan turbulensi.

Aliran tidak seragam, tak tunak dan mendekati superkritis menyebabkan tegangan pada batas saluran yang berbeda pada aliran seragam, tunak dan subkritis.

2 Geometri Penampang

Geometri penampang saluran yang diperlukan seperti kedalaman aliran, lebar basah, jari-jari hidraulik dan sebagainya dalam mendesain pengaman sungai digunakan untuk pemasangan pengaman sungai. Geometri penampang saluran selalu berubah untuk jangka waktu panjang, sehingga pemeriksaan perubahan penampang diperlukan. Pemeriksaan perubahaan penampang sangat subjektif, tetapi tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mendapatkan kondisi penampang yang terburuk untuk desain sehingga pengaman sungai dapat dibuat stabil. Informasi yang digunakan dalam memeriksa saluran adalah informasi keadaan geometri saluran yang dahulu, sekarang dan photo udara saluran. Dan perlu

By : Salmani, MS, MT.

Page 3

Pembahasan hal ini telah diberikan pada bagian-bagian sebelumnya. Dianjurkan bagi perencana. Pengaman sungai didesain bukan untuk hanya saat ini. aliran tidak seragam dan aliran tidak simetris.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperhatikan. Dua aspek penting pada aliran di tikungan saluran yang mempengaruhi desain pengaman sungai. maka data penampang saluran yang terdahulu dapat digunakan dengan mengadakan perubahan seperti diatas atau menggunakan data penampang yang terdekat. Dan diperlukan lebih dari satu penampang geometri saluran untuk mendesain pengaman sungai. kestabilan saluran hanya pada bagian tertentu saluran. kestabilan tepi/pinggir sungai dapat mencapai kedalaman 1. Meskipun nilai superelevasi aliran sangat kecil By : Salmani.1. MS. tetapi hingga masa depan.8. superelevasi aliran di tikungan saluran yang akan dibangun pengaman sungai. untuk merubah penampang saluran sampai 50 persen dari rata-rata penampang saluran. Masalah ini dapat diatasi dengan mensurvei dasar bagian saluran yang akan dipasang pengaman sungai. Bila data tentang penampang saluran tidak tersedia. Gambar 8-1 menunjukkan contoh perubahan penampang geometri saluran. Berdasarkan pengamatan. Masalah pertama yang akan timbul dalam pemeriksaan geometri penampang adalah menentukan profil dasar saluran yang ada.1. Hubungan antara peningkatan kecepatan dan tegangan geser untuk desain riprap akan dijelaskan pada butir 8. sehingga diperlukkan perkiraan profil saluran yang akan terjadi pada masa depan. Aliran di tikungan saluran dipengaruhi oleh gaya sentrifugal. Pertama. Pertimbangan terakhir dari penentuan geometri penampang saluran adalah kestabilan tepi/pinggir sungai. Aliran Di Tikungan Kondisi aliran di tikungan adalah sangat kompleks. MT. peningkatan kecepatan dan tegangan geser yang diakibatkan aliran tidak seragam di tikungan saluran. i.7 dari kedalaman rata-rata. Kedua. karena dipengaruhi adanya distorsi bentuk aliran. Berdasarkan pengamatan atas data tahunan.3. parameter geometri penampang saluran dapat berubah rata-rata bertambah 52 persen dan berkurang 40 persen untuk jangka waktu yang panjang. Page 4 .

2. ketidakteraturan saluran. Kekasaran suatu saluran dapat ditentukan dari keadaan fisik saluran. Hambatan Aliran Salah satu komponen penting dalam analisis hidraulik dari pengaman saluran. ii.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dibadingkan kedalaman saluran. MS. By : Salmani. namun penting untuk menentukan besarnya freeboard.5. seperti riprap adalah koefisien kekasaran Manning. Besarnya superelevasi dapat menggunakan persamaan 5. vegetasi yang tumbuh di saluran dan sebagainya. geometri saluran. Untuk menentukan koefisien kekasaran Manning „n‟ pada saluran alam dalam mendesain pengaman saluran dapat melihat pada bab 5.4. Page 5 . MT. Keadaan fisik tersebut seperti dasar saluran.

Page 6 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS. MT.

Perlindungai ini terdiri dari dua. dapat ditentukan bahwa panjang minimum yang diperlukan adalah 1 kali lebar sungai pada downstream dan 1. seperti jembatan. Dari ilustrasi itu. Sedangkan untuk saluran yang berbelok. Kriteria ini berdasarkan analisis aliran di saluran yang simetrik sedangkan untuk di lapangan kondisi ini sangat jarang ditemui. Untuk perlindungan saluran yang lurus dianjurkan untuk menambah perlindungan minimal satu kali lebar saluran setelah tempat terjadinya erosi. Untuk keperluan lapangan. MT. sehingga pengamanan untuk bagian upstream tidak terlalu panjang dan untuk bagian downstream tidak terlalu pendek. panjang perlindungan yang dibutuhkan adalah minimal satu kali lebar saluran pada upstream. Pengaman tepi/pinggir saluran juga dipengaruhi oleh bangunan yang ada di sekitar saluran. Page 7 . Penyelidikan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui panjang perlindungan yang digunakan. Salah satu kriteria untuk menentukan batas ukuran memanjang dari pengaman yang diperlukan diilustrasikan pada gambar 8-2. 1. Perlindungan Tepi Sungai Perlindungan tepi diperlukan untuk melindungi bagian tepi/pinggir sungai. Untuk downstream.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING iii. maka pilar tersebut dapat sebagai titik kontrol untuk kestabilan tepi By : Salmani. Faktor lain yang menentukan adalah proses erosi yang terjadi.5 kali lebar saluran pada upstream. Sacara umum. Namun perlu diperhatikan panjang pengaman. Perlindungan memanjang (Horizontal) Perlindungan memanjang diperlukan untuk melindungi tepi/pinggir sungai yang mengalami erosi sepanjang tepi saluran tersebut. Perlindungan untuk saluran yang lurus berbeda dengan yang berbelok. MS. tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat tempat terjadinya erosi. yaitu memanjang (longitudinal) dan vertikal. Kalau pilar jembatan berada dekat tepi/pinggir saluran. kriteria diatas merupakan dasar untuk menentukan perlindungan. pengaman yang diperlukan lebih panjang daripada panjang erosi yang dialami tepi/pinggir sungai.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING saluran. Tetapi bila sebaliknya. maka pengamanan perlu dibuat dengan panjang empat kali lebar sungai ke arah downstream. Gambar 8-2. Luas longitudinal dari perlindungan revetment H By : Salmani. maka pengaman tidak perlu dibuat. Page 8 . MT. Kalau tidak ada aliran yang berkontraksi (menyempit) atau membesar. MS. Lokasi pilar jembatan biasanya menentukan batas gerakan aliran.

tanaman yang tumbuh di saluran dan gelombang yang naik ke tepi saluran. superelevasi di tikungan saluran. Definisi tinggi gelombang dapat dilihat pada gambar 8-3. MS. disarankan untuk menggunakan nilai freeboard sebesar 0. 1. Dari uraian diatas. Desain Ketinggian Perlindungan Desain ketinggian perlindungan dari riprap merupakan ketinggian air saluran ditambah freeboard. kecepatan angin. Tinggi gelombang dikarenakan kapal yang lewat di saluran dapat diperkirakan dari pengamatan.30 sampai 0. kejadian yang tidak dapat diperhitungkan seperti pengendapan pasir.61 m dapat dihitung dengan grafik 8 pada gambar 8. Freeboard merupakan ketinggian yang digunakan untuk meliputi kejadian yang tidak terduga. Perlindungan vertikal memerlukan desain ketinggian dan pondasi perlindungan. Sebagai nilai minimum.61 m untuk jangkauan By : Salmani. diketahui banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tinggi freeboard (jagaan). periode gelombang. Perkiraan ketinggian gelombang yang diakibatkan oleh angin dan kapal yang lewat di sungai tidak seperti memperkirakan gelombang dari sumber bangkitan gelombang pada umumnya. kemiringan tepi saluran dan karakteristik permukaan tepi saluran. MT. durasi angin dan kedalaman air.23 dengan faktor koreksi pada tabel 8-1. Kejadian tersebut seperti gelombang yang dihasilkan angin maupun kapal yang lewat di sungai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. diperlukan perlindungan pada arah vertikal. Untuk gelombang yang tingginya kurang dari 0. Selain tinggi gelombang. Page 9 . Sedangkan untuk tinggi gelombang yang diakibatkan dari angin merupakan fungsi dari panjang fetch. lompatan hidraulik dan aliran tak tentu akibat pilar jembatan dan sambungan saluran. Perlindungan Vertikal Selain perlindungan horizontal. Selain itu juga. perlu diperkiraan juga besarnya gelombang yang naik ke tepi saluran sebagai hasil gelombang yang membentur saluran. Gelombang yang naik ke tepi saluran merupakan fungsi dari desain ketinggian gelombang.

2) untuk D50 > 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING yang pendek dan 0. 2. MT. memperkirakan kedalaman penggerusan sangat penting sehingga pengaman dapat diletakkan pada lapisan tanah yang tepat untuk mencegah terjadinya penggerusan ke bawah (undermining). Dalam mendesain pengaman tepi/pinggir saluran. Kedalaman maksimal penggerusan harus memperhatikan terjadinya degradasi saluran seperti proses penggerusan alami dan pengisian tanah. melihat catatan tinggi gelombang yang ada dan mewawancarai orang yang mengetahui kondisi masa lalu ketika membuat pengaman. Kedalaman Pondasi Pengaman Penggerusan tanah ke bawah dari pengaman merupakan salah satu mekanisme utama yang menentukan kegagalan pengamanan.1) (8.0015m By : Salmani. Page 10 .66 m untuk D50 < 0.0015 m hs = 1. Disarankan juga dalam penentuan tinggi jagaan untuk menyelidiki kondisi gelombang dan aliran pada musim tertentu. MS.91 m untuk jangkauan yang panjang (kriteria jangkauan diusulkan ole Federal Emergency Management Agency.11 (8.14 D50 dimana : hs = kemungkinan kedalaman maksimum penggerusan (m) D50 = diameter rata-rata batuan dasar saluran (m) –0.61 sampai 0. Kedalaman maksimum penggerusan berkenaan dengan penggerusan alami dan pengisian tanah pada saluran lurus maupun menikung dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : hs = 3. USA).

Dasar-Dasar Desain Dasar-dasar desain untuk membuat riprap terdiri dari Ukuran batuan Gradasi batuan Ketebalan lapisan riprap Desain filter Penanganan tepi riprap (ujung riprap) Stabilitas c. Riprap a. yaitu diameter dan berat batuan. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b. MT. By : Salmani. yaitu riprap. Kemiringan riprap hampir sama dengan kemiringan tebing saluran (sungai) b. Salah satu kegagalan riprap atau keruntuhan riprap adalah erosi partikel. 1. Bangunan Pengaman Tebing (Revetment) 3 Jenis Fleksibel (Flexible Revetment) Dalam bagian ini hanya dibahas beberapa jenis bangunan pengaman tebing fleksibel. Deskripsi Riprap adalah bangunan pengaman yang melindungi tebing dari gerusan dengan menggunakan lapisan batuan. Page 11 . Ukuran Batuan Stabilitas riprap merupakan fungsi dari ukuran batuan yang digunakan. gabion dan bioengineering. Erosi partikel adalah fenomena hidraulik yang dihasilkan ketika gaya seret yang terjadi akibat aliran air yang melebihi gaya tahan batuan riprap.

Hubungannya dapat dilihat pada persamaan sebagai berikut : D50 = 0.3) diatas diasumsikan bahwa spesific gravity batuan adalah 2. Persamaan (8.65 dan faktor kestabilan adalah 1. Page 12 . Untuk faktor koreksi C dapat dilihat sebagai berikut : C = Csg x Csf (8. 2.4) : sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Kecepatan dan kedalaman rata-rata dapat dilihat pada gambar 8-4. Gaya seret ijin Gaya seret ijin berfokus pada tegangan yang terjadi pada lapisan antara aliran air dan material yang membentuk batas saluran. MT.00594 va3/(davg0. d. Hubungan Dengan Desain Desain riprap berdasarkan gaya seret ijin yang diwakili dengan kecepatan aliran. Aliran yang diasumsikan berubah lambat laun.5 (8. Kecepatan ijin Saluran akan stabil bila kecepatan yang dihitung lebih kecil dari kecepatan ijin.3) K1 Dimana : 1 sin 2 sin 2 0. Gaya seret ijin merupakan pendekatan yang sering dipakai karena secara ilmiah dapat dibuktikan.2. MS.5) Dimana D50 = ukuran tengah batuan riprap C = faktor koreksi va = kecepatan rata-rata di saluran utama davg = kedalaman rata-rata di saluran utama (8.5K11.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dua metode atau pendekatan yang digunakan dalam membahas ketahanan batuan terhadap erosi adalah : 1.5) By : Salmani.

terjadi turbulensi di pilar jembatan. banyak parameter ketidakpastian KONDISI By : Salmani. tinggi gelombang akibat angin atau kapal sebesar 0. belokan yang tajam ( R<10 1. sedikit parameter ketidakpastian Aliran berubah lambat laun. adanya turbulensi aliran. benturan akibat gelombang hampir tidak ada. Faktor stabilitas digunakan untuk memperbesar ukuran batuan agar lebih aman digunakan.12/(SG – 1)1. saluran relatif lurus atau berbelok dengan jari. Sedangkan kedaan di lapangan sangat berbeda atau banyak ketidakpastian. benturan akibat gelombang mulai diperhitungkan Aliran mendekati berubah tiba-tiba. berbelok dengan jari-jari 1.0 – 1.3). MS.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2) (8. MT. aliran diasumsikan berubah lambat laut.6 – 2.1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Csg = 2.30 sampai 0.5 dimana : SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1. Faktor stabilitas merupakan pencerminan dari tingkat ketidakpastian pada kondisi hidraulik. Persamaan (8.2 jari/lebar saluran yang berbelok > 30 m.0 m). Page 13 .2)1.61 m. benturan akibat gelombang yang kuat. Faktor stabilitas untuk berbagai kondisi saluran FAKTOR STABILITAS Aliran seragam.6 10<R<30. Tabel di bawah ini menjelaskan pemilihan faktor stabilitas yang tergantung dari kondisi aliran yag terjadi : Tabel 8-2.3 – 1.6) Faktor stabilitas merupakan perbandingan antara tegangan geser kritis batuan riprap dengan gaya seret rata-rata yang dihasilkan oleh aliran air di lapangan.

4 D50 1..0 W 50 sampai 2.2 D50 sampai 1.0 W 50 100 2.6 D50 Berat Batuan Persentasi Gradasi (kg) Lebih kecil dari 3.5 D50 sampai 1. Tabel 8-3.0 W 50 sampai 5. Batuan harus mempunyai gradasi yang baik dengan ketebalan riprap. Gradasi Batuan Gradasi batuan riprap mempengaruhi ketahanan riprap terhadap penggerusan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING e.0 D50 sampai 1. Gradasi batuan Ukuran Batuan (m) 1.1 W 50 sampai 0.4 D50 sampai 0. Persamaan gelombang yang digunakan untuk hubungan antara ukuran riprap dengan tinggi gelombang adalah (persamaan Hudson) : W50 H3 3 2. Spesifikasi batuan riprap harus berada pada batas kedua kurva gradasi.7) dimana: W 50 = berat batuan rata-rata batuan riprap (N) s = berat jenis batuan (N/m3) SG = spesific gravity batuan riprap f.5 W 50 50 0. Tabel 8-3 merupakan salah satu panduan untuk menentukan batas gradasi.2 W 50 15 By : Salmani. Page 14 . MT.75 W 50 85 1.0 W 50 sampai 1. Gradasi batuan sebaiknya dapat diatur sehingga tidak membuat biaya yang mahal. Erosi Gelombang Gelombang yang diakibatkan oleh angin maupun kapal yang lewat di sungai dapat menyebabkan erosi pada tebing saluran.7 D50 1. MS.20 SG 1 cot s (8..4 D50 0. Sedangkan tabel 8-4 menyajikan enam contoh kelas gradasi.

12 2.29 34 50 0.10 1814 50 0. gradasi seragam yang berada pada D50 dan D100 akan mengghasil D85. MS. g.81 metric ton Bila spesifikasi batuan di lapangan lebih kecil dari ukuran batuan pada tabel 8-3.29 34 10 0.55 227 50 0.23 metric ton 0. Untuk membantu pengawas.12 2. Ketebalan Lapisan By : Salmani.91 metric ton 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-4.55 227 100 0.87 907 5 Light 0. maka ukuran pada tabel 8-3 dapat dikurangi seperti pada tabel 8-4.40 91 50 0.87 907 100 0.55 227 5 1.5 kg sampai 9. Sebagian besar keadaan. Berat batuan riprap sebaiknya mempunyai gradasi yang baik dari yang paling kecil sampai paling besar.0 kg. dua atau lebih contoh batuan riprap untuk gradasi disiapkan melalui penyusunan. Contoh gradasi untuk beberapa kelas riprap Kelas RipRap Facing Ukuran Batuan Berat Batuan Persentase riprap (m) (kg) Lebih kecil dari 0. Gradasi riprap yang digunakan di lapangan diawasi dengan visual. Page 15 .10 1814 100 0.68 454 5 1.68 454 50 0.37 3629 100 1. Batu yang paling kecil dengan ukuran 5 atau 10 persen sebaiknya tidak melebihi 20 persen dari berat. berat dan campuran.87 907 50 0.3 10 0. MT. Setiap sampel beratnya 4.3 10 0.68 454 100 0. Satu sampel ditempatkan di lapangan dan satunya di penambangan.40 91 100 0.45 metric ton 0.

Filter seharusnya ditempatkan di tanah yang nonkohesif untuk membuat drainase bawah permukaan. Filter Kerikil Untuk riprap batuan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Filter adalah lapisan antara tanah dasar dengan riprap yang terdiri dari kerikil. bagian tengah agar permeabilitas dapat tercapai untuk struktur tanah dasar dan bagian kanan untuk kriteria keseragaman. filter dapat mencegah erosi. By : Salmani. Kalau lubang filter terlalu besar.8) Pertidaksamaan sebelah kiri bertujuan untuk mencegah piping melalui filter. maka akan terjadi tekanan hidrostatik di bawah filter yang dapat menyebabkan bidang runtuh sepanjang filter. Bahan filter ditempat di lapisan antara tanah dasar dan lapisan filter (blanket). perbandingan antara filter ketebalan riprap sebesar 5 persen atau kurang dapat menghasilkan keadaan yang stabil. Page 16 . Kalau satu lapisan tidak mencukupi. satu atau lebih lapisan diperlukan lagi. MS. Rasio perbandingan filter adalah perbandingan antara 15 persen ukuran batuan kasar (riprap) (D15) dengan 85 persen ukuran pasir halus (D85). Untuk daerah diatas permukaan air. Jika lubang filter terlalu kecil. Yang harus diperhatikan dalam desain dari filter yang terbuat dari kerikil dan lapisan buatan (geotextile) adalah kestabilan tebing yang digunakan untuk riprap. Persyaratan tambahan untuk stabilitas adalah perbandingan 15 persen ukuran batuan kasar dengan 15 persen ukuran pasir halus sebaiknya melebihi 5 tetapi kurang dari 40. Persyaratan ini dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut : D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 5 D15 (CoarserLay er ) D85 ( FinerLayer ) 40 (8. batuan kecil atau lapisan buatan (seperti geotextile). maka akan terjadi aliran piping yang berlebihan melalui filter sehingga dapat menyebabkan erosi dan keruntuhan tanah di bawah filter. menyebarkan beban riprap agar terjadi penurunan tanah yang merata dan dapat melepaskan tekanan hidrostatis yang berada dalam tanah. MT. h. Filter mencegah perpindahan partikel pasir dari tanah dasar ke riprap melalui ruang udara (void).

Ketahanan filter buatan di bawah tanah belum teruji sepanjang waktu proyek rekayasa. Pemasangan yang cepat dan hemat tenaga kerja 2. MT. 4. Pemasangan filter buatan harus hati-hati agar tidak terkena sinar ultraviolet 3. Filter buatan (Fabric Layer) Selain kerikil yang digunakan sebagai filter. Filter buatan mempunyai konsistensi dan bahan yang berkualitas baik 4. Filter buatan dapat memberikan keruntuhan transional ketika digunakan pada riprap yang dipasang pada tebing yang curam. Disini akan dibahas keuntungan dan kerugian menggunakan filter buatan (filter sudah jadi). 2. Ketebalan dari lapisan filter sebaiknya diantara 150 mm sampai 380 mm untuk lapisan tunggal atau dari 100 mm sampai 200 mm untuk satu lapisan dengan banyak lapisan filter (blanket).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diantara lapisan-lapisan filter kalau lebih dari satu lapisan filter dan diantara lapisan filter dengan batuan riprap. Filter buatan lebih ekonomis dibandingkan filter kerikil 3. Pemasangan filter buatan agak sulit di bawah permukaan air. Aktivitas bakteri didalam tanah atau diatas filter dapat mempengaruhi sistem hidraulik dari filter buatan 5. i. Bukti eksperimen menunjukkan bahwa ketika tebing terkena gelombang. Page 17 . 6. Ketika kurva gradasi filter yang digunakan mendekati paralel. Kerugian menggunakan filter buatan (jadi) : 1. maka ketebalannya harus minimum. Filter buatan mempunyai kekuatan yang merata. MS. Keuntungan menggunakan filter buatan (jadi) : 1. ada juga filter buatan yang terdiri dari buatan pabrik seperti geotekstil. By : Salmani. tanah nonkohesif akan berpindah ke bawah menuju saluran (sungai) dibawah filter sedangkan pada filter kerikil tidak terjadi. Ketebalan dari satu lapisan filter sebaiknya ditingkatkan sampai batas mininum ketika kurva gradasi material filter menjauhi dari kurva paralel.

Volume batuan yang digunakan harus mempunyai satu atau dua kali volume batuan yang digunakan untuk menutupi penggerusan setebal riprap. Kalau pangkal kaki tidak dapat digali. Page 18 . Meskipun filter buatan mudah menggunakannya. lapisan riprap (blanket rirap) harus dibatasi tebalnya. MT. Kaki riprap sebaiknya didesain seperti pada gambar 8-6. tetap diperlukan desain. Kalau hal ini terjadi. Untuk lebih jelasnya. Kedua fungsi tersebut harus terjadi selama riprap dipasang. j. Dan harus diperhatikan bahwa pemasangan batuan pada kaki tidak mempengaruhi desain saluran. maka batuan pada kaki akan jatuh ke dalam lubang hasil penggerusan. Perhatikan pada saat pemasangan material pada kaki sehingga material tidak mound dan membentuk flow dike. Ketika penggerusan terjadi. By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Fungsi dari filter buatan adalah membuat drainase dan filtrasi dari air. Penanganan ujung Ujung-ujung riprap seperti kaki dan kepala memerlukan penanganan khusus. Dengan kata lain. Bahan (material) pengaman kaki harus diletakkan di pangkal kaki sepanjang riprap (lihat gambar 8-6). yaitu sayap. Penentuan ukuran batuan untuk kaki dipengaruhi oleh kedalaman penggerusan yang akan terjadi atau diprediksikan akan terjadi. flow dike sepanjang kaki dapat menyebabkan konsentrasi aliran sepanjang saluran yang dapat menyebabkan tegangan sepanjang dinding pengaman sehingga terjadi keruntuhan. Sayap Sayap dari dinding pengaman sebaiknya didesain dengan mengikuti gambar 8-5 Kaki Penggerusan ke bawah adalah salah satu mekanisme penyebab keruntuhan dinding. maka kemiringan riprap akan mendekati 1V : 2H. filter buatan harus membuat air dapat melalui tanah. MS. batuan kecil diletakkan di dasar saluran (lihat alternatif desain pada gambar 8-6). kaki dan kepala. biasanya pembuat filter buatan memberikan petunjuk (manual) agar dapat menggunakan filter dengan baik.

MS. Page 19 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT.

MT. MS. Page 20 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING k. sudut kemiringan tebing. sudut dan kepadatan Hubungan antara faktor-faktor diatas dapat dinyatakan dalam persamaan matematik sebagai berikut : e2Wscos = e1Ws sin cos + e3 Fd cos + e4F1 (8. MS. MT.9) untuk lebih jelas lihat gambar 8-7. b. karakteristik batuan termasuk geometri. Page 21 . Stabilitas Riprap Stabilitas riprap tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : a. By : Salmani. besar dan arah kecepatan aliran di sekitar riprap.

Untuk aliran horizontal sepanjang tebing. sudut antara o kecepatan lapangan dengan bidang horizontal yang menghasilkan gaya seret berada pada tebing dengan sudut .13) 1 sin( 2 ) (8. Page 22 . angka stabilitas. persamaan yang berhubungan dengan faktor stabilitas.14 dengan = 0. sudut kemiringan tebing dan sudut batuan didapat dari persamaan 8. MT.10) Selain itu faktor kestabilan dapat didefinisikan sebagai : SF ' cos tan tan sin cos (8.11) dimana tan 1 cos 2 sin sin tan (8.12) 2l o S s 1 Ds ' (8.12 dan 8. maka (8. Penyederhanaan desain untuk riprap Ketika kecepatan sepanjang tebing tidak mempunyai komponen arah ke bawah (seperti kecepatan sepanjang tebing arah horizontal). l.14) dimana: Ds adalah ukuran batuan. maka penyederhanaan desain dapat dilakukan. MS.15) tan 1 tan 2 sin By : Salmani. SG adalah spesific gravity.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Faktor stabilitas terhadap rotasi didefinisikan sebagai perbandingan antara momen tahanan partikel yang berotasi terhadap berat yang tenggelam dan momen gaya air yang menyebabkan rotasi partikel dari posisi semula. Secara umum dapat dinyatakan pada persamaan matematik : FS e2Ws cos e1Ws sin cos e3 Fd cos e4 Fl (8.

15 dan 8. By : Salmani. dan detail desain revetment (revetment detail design). Page 23 . didapat : SF Sm 2 S m sec 2 4 (8. Prosedur Desain Prosedur perencanaan rock riprap terdiri dari tiga bagian utama: analisis data awal (preliminary data analysis).19) Sm tan tan 2 Sm SF 2 cos SF. MS.18) (8. MT.16 dimasukan ke persamaan 8.16) Persamaan 8.Sm (8.11.17) dimana : (8. Flow chart yang menjelaskan prosedur desain diperlihatkan pada gambar 8-8. ukuran batuan (rock sizing).BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ' 1 sin 2 (8.20) m.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING ANALISIS AWAL DATA MULAI Pengumpulan Data Penentuan Debit Rencana Perubahan penampang melintang rencana PENENTUAN UKURAN BATU Hitung kekasaran luas N Y Aliran seragam ? Hitung parameter hidraulik lain N Elevasi muka air tetap (backwater) Evaluasi kedalaman aliran seragam Koreksi sudut tebing Penentuan ukuran riprap Masukkan keliling basah yang melapisi ? Y Ukuran hitung dengan By : Salmani. sama asumsi ? Page 24 Y A . MT. MS.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Penentuan tinggi

Y

Erosi gelombang

?

gelombang Hitung ukuran batu yang stabil

N Pemilihan ukuran batu
Gradasi riprap Ketebalan selimut

DETAIL DESAIN

Panjang pengaman

Desain filter

Desain detail ujung/tepi SELESAI

Gambar 8-8. Flow Chart Prosedur Perencanaan riprap

By : Salmani, MS, MT.

Page 25

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

1) Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll).

Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1)

Langkah 3.

Tentukan perkiraan perubahan (development) penampang

melintang rencana (lihat subbab 8.2.1). 2) Menentukan Ukuran batuan (Rock Sizing) Prosedur ini untuk menentukan ukuran batuan yang digunakan dalam desain agar keruntuhan riprap akibat erosi partikel dapat dicegah. Langkah 4. Hitung elevasi muka air rencana. A. Untuk menentukan elevasi muka air rencana, besarnya nilai kekasaran "n" Manning's dapat diperkirakan dengan memakai prosedur pada subbab 8.2.5. Jika riprap direncanakan untuk melapis seluruh keliling basah, ukuran riprap diperlukan untuk menentukan koefisien kekasaran "n". (lihat formulir 4 pada gambar 8.14). B. Jika penampang berbentuk trapezium, dan aliran dapat dianggap seragam, gunakan desain chart seperti dalam referensi 3. C. Jika penampang irregular atau aliran tidak seragam, elevasi muka air ditentukan dengan menggunakan analisis backwater curve atau

menggunakan program komputer seperti DUFLOW, HEC-2, dan lain-lain. D. Analisis backwater harus didasarkan pada conveyance weighting aliran pada saluran utama, bantaran kiri dan kanan. Langkah 5. Tentukan kedalaman dan kecepatan rata-rata rencana. A. Kedalaman rata-rata dan kecepatan pada umumnya digunakan sebagai parameter desain.

By : Salmani, MS, MT.

Page 26

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
B. Jika riprap didesain untuk pengaman tebing saluran, abutment, atau pilar dilokasi bantaran banjir, kecepatan dan kedalaman rata-rata di bantaran banjir yang digunakan. Langkah 6. Hitung faktor koreksi sudut tebing K1. Faktor koreksi sudut tebing adalah

K1
Dimana:

1

sin 2 sin 2

0.5

: sudut bantaran dengan bidang horizontal : sudut batuan riprap Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 4 pada gambar 8.19

Langkah partikel.

7. Tentukan ukuran riprap yang diperlukan untuk menahan erosi

A. Tentukan ukuran rata-rata batuan riprap dengan persamaan

D50

3 0.00594Va

d0.5 K1.5 avg 1

Dimana: D50 = ukuran rata-rata batuan riprap (m) Va = kecepatan rata-rata di tengah saluran (m/s) davg = kedalaman rata-rata aliran di tengah saluran Persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan melihat grafik 1 pada gambar 8.16. B. Pada dugaan awal, faktor koreksi saluran digunakan. Tentukan faktor koreksi spesifik graviti rock riprap dan faktor stabilitas dengan persamaan C = Csg x Csf Dimana: Csg = 2,12/(SG – 1)1.5 SG = spesifik gravitasi batuan riprap Csf = (FS/1.2)1.5 FS = faktor stabilitas (lihat tabel 8-2)

By : Salmani, MS, MT.

Page 27

Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan grafik 7 pada gambar 8.38. Gunakan persamaan W50 H3 3 2. 4.13). Tambahan tebal lapisan antara 150 – 300 mm. 3. Tebal lapisan yang diperoleh dari no (1) dan (2) harus ditambah 50 persen untuk riprap yang ditempatkan di bawah air.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C. Jika riprap direncanakan untuk pilar atau abutment diterapkan koreksi pier/abutment (CP/A) atau 3.65. D.21).22 untuk menentukan ukuran batuan yang diperlukan untuk menahan aksi gelombang. Untuk menentukan gradasi material dapat dilihat pada tabel 8-2. tentukan gradasi material (lihat Formulir 3 pada gambar 8.5 kali diameter lingkaran batuan D50(W 50). Tentukan tinggi gelombang signifikan (grafik 6 pada gambar 8. Pilih ukuran D50 riprap akhir. Tebal lapisan tidak boleh kurang dari 300 mm untuk penempatan praktis.65. Hitung ukuran rock riprap yang telah dikoreksi : D'50 = C(CP/A)D50 Langkah 8. Jika gelombang permukaan turut diperhitungkan. By : Salmani. bisa dengan menambah ukuran batuan. H adalah tinggi gelombang. dan tentukan ketebalan lapisan riprap.12. 2. maka lihat formulir 2 pada gambar 8. Spesific gravity diasumsi 2. MT. Jika D50 digunakan dalam penentuan Manning's 'n' untuk perhitungan backwater. Contoh klasifikasi gradasi riprap berdasarkan AASHTO dapat dilihat table 8-3. SG (spesific gravity) = 2. Page 28 .20 SG 1 cot s dimana s adalah berat jenis batuan (N/m3). MS. A. Tebal lapisan riprap tidak boleh kurang dari diameter lingkaran batuan D100(W 100) atau lebih kecil dari 1. Formulir dapat dijadikan sebagai alat untuk menentukan batas gradasi untuk menentukan tebal lapisan riprap melalui kriteria sebagai berikut : 1. Langkah 9. kembali kelangkah 4 dan ulangi langkah 4 sampai 7. untuk melindungi lapisan dari gelombang akibat angin atau kapal yang lewat. B. Langkah 10.

Rubble Terdiri dari material sisa konstruksi. Langkah 15 Hitung kestabilan riprap dengan menggunakan persamaan matematis yang ada bagian langkah desain kestabilan riprap.3. Page 29 . Tentukan panjang pengamanan yang diperlukan (lihat bab 8.1) Langkah 12. 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Tentukan ukuran material filter yang sesuai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Detail Dinding Panahan (Revetment Details) Langkah 11. rock spoils. Desain rincian daerah sudut (flanks and toe). termasuk didalamnya broken concrete.1) Langkah 13. b. MT. Tipe-tipe riprap adalah : a. dan gradasinya.1. Desain daerah tersebut dapat dilihat subbab 8. Tentukan ketebalan Langkah 14. By : Salmani. n. Tentukan tinggi pengaman yang sesuai (lihat bab 8. perlu diperhatikan dengan baik seperti pemasangan riprap di dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang telah diarahkan oleh engineer.1. Rock riprap Terdiri dari batu kali dengan filter blanket atau slope dengan rongga minimum serta batuan bergradasi baik.14 tentang konsep desain. dan steel furnace slag. Spesifikasi Material 1) Deskripsi Dalam pemasangan material ini. Desain lapisan filter mengikuti persyaratan dengan persamaan sebagai berikut : D15 coarser layer D85 Finer layer lapisan. MS.

482 kg/m3 yaitu 1. Berat minimum haruslah 2. Pada lokasi dimana batuan yang terkena air garam. Batuan bulat (rounded stone) atau boulder tidak diperbolehkan kecuali telah diizinkan sebelumnya. Dan tidak boleh mengalami kehilangan lebih dari 10% dari 12 kali siklus. perlu dilakukan sulfate soundness test (AASHTO Test T 104 untuk batuan dasar menggunakan sodium sulfat). tidak mengalami tekanan yang berlebihan. spoil. tahan terhadap cuaca dan air.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2) Material Syarat-syarat materialnya adalah: a. Jika tes dibutuhkan. Jika menggunakan AASHTO Test T 96. Tes freezing and thawing (AASHTO Test T 103 untuk prosedur A ledge rock) digunakan untuk melihat ketahanan terhadap cuaca. By : Salmani.000 kg/m3 dikalikan berat jenis (bulk-saturated-surface-dry basis. contoh batuan yang sesuai haruslah sudah ada minimum 25 hari sebelum pemasangan riprap dimulai. AASHTO Test T 85). Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. Apabila tidak ada tes uji tersebut. Page 30 . Kehilangan dari batuan pada hasil tes ini tidak boleh mencapai 10% untuk 5 kali siklus. Shale dan batuan dengan lapisan berserpih juga tidak dizinkan. Rock riprap Batuan yang digunakan haruslah keras. ketahanan bebatuan tersebut akan diperiksa dengan beberapa tes seperti dibawah ini : Tes abrasi. Kelayakan batuan akan dipertimbangkan dengan tes uji kelayakan. shale dan bahan organik. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Asal batuan juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan batuan. dalam bentuk angular. MT. maka batuan tidak boleh mengalami kehilangan sebesar 40% setelah 500 kali putaran. MS. tahan lama.

spoil. tahan lama (durable). Dalam pemilihan material yang digunakan perlu perhatian dan pengalaman yang lebih. b. MS. tidak mengalami tekanan yang berlebihan. dan objek material lainnya yang mengganggu kerataan permukaan slope. Peralatan mekanik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Riprap haruslah menggunakan batuan well-graded. Sampel yang lain juga harus ada di lokasi. Perbedaan pendapat antara engineer dan kontraktor dapat diselesaikan dengan memeriksa gradasi dari 2 buah truk yang dipilih secara acak. By : Salmani. Page 31 . Kontraktor haruslah menyediakan 2 contoh sampel batuan sedikitnya 2. Batuan yang lebih kecil dari 10% dari batuan dasar tidak diperbolehkan untuk digunakan sebanyak 10% dari setiap beratnya. dan memenuhi gradasi yang telah disyaratkan. Lebar dan ketebalan dari batuan harus kurang dari 1/3 dari panjangnya. dalam bentuk angular. Umum Tebing yang dilindungi oleh riprap haruslah bebas dari semak-semak. 3) Syarat-Syarat Konstruksi A. tunggul. Contoh sampel pada lokasi konstruksi merupakan bagian dari penyelesaian pengerjaan awal riprap.27 kg setiap gradasi. Rubble Material yang digunakan haruslah keras (hard). MT. pengaturan lokasi. dan buruh juga perlu diperhatikan oleh kontraktor. tahan terhadap cuaca dan air. Kontrol terhadap gradasi perlu diperhatikan. Semua material yang lembut atau berongga dipindahkan ke bagian dalam tanah dan digantikan dengan material alami lainnya. pepohonan. Untuk Toe trench digali dan dijaga sampai riprap telah diletakkan. Daerah pengisian dipadatkan sebagai embankment. Sampel-sampel ini digunakan sebagai referensi dalam penentuan gradasi riprap. shale dan bahan organik.

Sifat Hidraulik Minimum a. MT. Tipe riprap akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah di modifikasi oleh ketentuan khusus. Catatan : geotextile dapat dibuat untuk menahan lebih lama sinar ultraviolet. 200 Sieve (9). tetapi jarang ditemukan. sebagai contoh tahan selama bertahun-tahun (5 – 25 tahun).6 mm (lebih besar dari #30 US Std. Dan Pengontrolan Erosi 2. Daerah yang dijaga haruslah terbebas dari material sisa dan begitu juga permukaannya. Tanah dengan 50% atau kurang dari berat partikel lolos pada US No. AOS (10) kurang dari 0. Sieve) By : Salmani. Syarat-syarat Fisik dapat dilihat pada Table 8 dibawah ini Table 8. Geotextile dengan ketahanan rendah terhadap sinar ultraviolet (lebih dari 30% kehilangan pada 500 jam ASTM D-4355) tidak boleh terkena sinar matahari lebih dari 7 hari. 1. b. Filter blanket atau filter fabric diletakkan pada slope yang telah disediakan atau daerah dengan perlindungan pondasi seperti tertera pada Table 8 sebelum batuan diletakkan. Syarat Minimum Yang Dianjurkan Untuk Fabric Sintetis (Geotextile) Yang Digunakan pada Noncritical (1)/ Nonsevere Drainage (2). Geotextile dengan ketahanan yang lebih tinggi tidak boleh lebih dari 30 hari. Penyaringan. MS. Page 32 . polyester atau polyamide. Ketahanan Pipa (Soil Retention) (8) 1. Fiber yang digunakan pabrik untuk geotextile terdiri dari rangkaian sintetis polymer dengan komposisi sedikitnya 85% dari beratnya terdiri dari polyolafin.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Perlindungan terhadap struktur pondasi harus dilakukan secepatnya setelah konstruksi pondasi diizinkan untuk dimulai. c. Standard Kualitas Minimum a.

Page 33 . Jangan sampai terjadi pergeseran pada material dasar. MS. 200 Sieve (9). Riprap protection diletakkan pada konjungsi dalam konstruksi embankment yang pembuatan dari riprap protection penting untuk pelaksanaannya dan mencegah tercampurnya embankment dengan riprap. Sieve) b. Maksud dari meletakkan seluruh material pada tempatnya guna menghasilkan pemadatan riprap protection yang baik. Pemindahan dengan tangan atau peralatan mekanik mungkin akan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu. Perawatan termasuk didalamnya perbaikan yang rusak akibat beberapa sebab. By : Salmani. Permeabilitas K dari fabric (11) lebih besar dari K tanah. Tanah yang lebih dari 50% berat partikel lolos US No.3 mm (lebih besar dari #50 US Std. AOS (10) kurang dari 0. Material yang menjadi pelindung riprap (riprap protection) diletakkan jangan sampai menumpuk.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2. MT. Pemasangan riprap pada lapisan dengan menggunakan chute atau metode lainnya jangan sampai mengakibatkan segregasi. Rock Riprap Batuan riprap diletakkan pada slope yang telah disediakan dan harus menjadikan batuan yang bergradasi baik (well-graded) dengan rongga (voids) yang minimum. Kontraktor menjaga riprap protection sampai diterima langsung dan material yang dipindahkan untuk alur dan grade tidak menambah biaya bagi pemerintah. Kontraktor haruslah menjaga riprap sampai semua pekerjaan dari kontrak telah selesai. Batuan yang lebih besar dan seluruh batuan haruslah terdistribusi baik dan gradasi seperti yang diarahkan oleh engineer. Keseluruhan batuan diletakkan pada alur dan grade serta ketebalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. B.

Contoh penggunaan very sharp angular agregate. kondisi hidraulik. 4. Nilai ini disadari lebih kecil dari biasanya pada literatur pabrik. contoh nilai untuk sampel (rata-rata dari seluruh hasil spesimen) harus sama atau lebih besar dari 2 sigma confidence level. gradien hidraulik yang tinggi atau kebalikannya. derajat kepadatan yang tinggi. Penerapan filtrasi dan drainase kelas A untuk fabric dimana pada pemasangan lebih berat daripada kelas B. atau kedalaman trench lebih dari 3 m. MT. Catatan : 1. 7. Percobaan lapangan dibutuhkan dimana tinggi batuan tidak melebihi 0.91 m dan berat batuan tidak melebihi 113 kg. Desain hasil analisa engineering yang sesuai antara tanah. 6. Erosi Kontrol Kelas A adalah dimana fabric dengan kondisi instalasi lebih berat daripada kelas B. 2. Erosi Kontrol Kelas B dimana fabric yang digunakan dilindungi oleh sand cushion atau “zero drop height”.91 m atau berat batu lebih dari 113 kg.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Jika riprap dan material filter diletakkan di bawah air. Page 34 . ketebalan lapisan mesti ditingkatkan dan metode yang digunakan harus dapat meminimalisasikan segregasi. Contoh letak ketinggian batuan kurang dari 0. Severe applications termasuk draining gap graded atau pipeable soil. 8. Semua nilai mewakili nilai rata-rata. 3. dan trench kurang dari 3 m. MS. pemadatan yang ringan. Filtrasi dan Drainase Kelas B adalah dimana fabric yang digunakan dengan permukaan smooth graded tanpa sharp angular. atau biaya perbaikan yang terlalu membebani biaya instalasi. potensial untuk kerusakan struktur. atau kocyclic flow conditions. Penggunaan dalam kondisi darurat (Critical applications) menyebabkan resiko kehilangan umur konstruksi. dan geotextile adalah penting (khusunya untuk aplikasi kritis/severe). 5. Permasalahan tanah yang tidak boleh By : Salmani.

6 m3/s.65. 9. Bila protected soil berukuran partikel lebih besar dari #4 US Std. Akibat realignment saluran. maka hanya digunakan gradasi tanah yang lolos #4 US Std. Grafik 4 By : Salmani.001 m K (permeability) = 3.018 m D15 = 0. Material saluran terdiri dari butiran dari pasir sampai kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3. AOS untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 6 Permeabilitas untuk geotextile dicari dengan TF #25 method 5 o.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING digunakan adalah lumpur. Sieve size. Contoh 2 rencana riprap sebagai pengamanan tebing. 10. contoh 1 rencana riprap sebagai pelapis saluran. Dua contoh diberikan. Kurva gradasi menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0.032 m D50 = 0. terjadi pengurangan panjang dari 381 m sampai 305 m.5 X 10-4 m/s rock riprap yang tersedia mempunyai specific gravity (SG) 2. Contoh perencanaan riprap Berikut ini diberikan contoh bagaimana menggunakan metode desain dan prosedur seperti yang dijelaskan di atas.0049. MS. dan tanah seragam dengan 85% lolos ayakan #100. Grafik-grafik yang digunakan dalam contoh ini diberikan pada Formulir 1 (gambar 8. Rencanakan riprap sebagai pelapis saluran yang stabil. 1) Contoh 1 Suatu ruas saluran sepanjang 381 m merupakan hasil realignment agar diperoleh lahan untuk pelebaran suatu jalan yang ada (eksisting). Kapasitas saluran 141.11). Page 35 . Profil saluran eksisting menunjukkan bahwa kemiringan dasar bagian ruas yang lurus adalah 0. Sieve dalam pemilihan fabric. MT. Kondisi lainnya : Aliran dapat dianggap seragam atau berubah lambat laun.

16 anggap R = 2.2.38 R-0.037 n1 : faktor ketidakteraturan n1 = 0.00 bila bentuk penampang melintang tetap n3 : pengaruh hambatan By : Salmani. Hitung elevasi muka air rencana. Asumsi awal. Desain potongan melintang. Data lapangan lain berupa site history.11.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING (gambar 8.2.2.14).19). gunakan persamaan 4 untuk perhitungan base n. site topography. dan lain-lain.18). Langkah 3. Debit pada saluran utama sama dengan debit rencana karena saluran utama dapat menampung debit rencana.002 Oleh karenanya. lihat Formulir 1 pada gambar 8. MS.00 untuk saluran alam yang halus n2 : variasi penampang melintang n2 = 0.17). Page 36 . Langkah 1. Langkah 4. nb = 0. n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4 )m nb : base channel "n" slope = 0.1 m dengan kemiringan slope samping 1V:2H. dan Formulir 4 (gambar 8. geometric. Lihat subbab 8.16). MT. Grafik 3 (gambar 8.3225 Sf 0. Grafik 2 (gambar 8.5).3 Seperti dijelaskan.13). Gunakan prosedur seperti yang dijelaskan pada bab 5.1 Diberikan sebagai 119 m3/s. Lihat subbab 8. Grafik 1 (gambar 8.43 m nb = 0. Kumpulkan Data lapangan lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. penampang direncanakan berbentuk trapesium. Formulir 3 (gambar 8. Langkah 2.0049 > 0. Debit rencana. lebar dasar 6. (a) Tentukan koefisien kekasaran dengan menggunakan Formulir 4 (lihat subbab 8.

8 = 2.0049)0.16 R = 2.2=2. atau perhitungan secara manual).0 jika ruas lurus n = (0.00 jika tidak ada hambatan n4 : jumlah tanaman n4 = 0.38 (2.11) Langkah 5.43 Oleh sebab itu.040 (b) Hitung kedalaman aliran. MS.8 m2 (Kolom 2 dari Formulir 1) Va = Q/A = 141.003 sedikit (anggap sedikit tumbuh di riprap) m : derajat meander m = 1.003)1 n = 0. Tentukan parameter rencana A = 3.96 m/s (Kolom 3 dari Formulir 1) da = d = 3.00+0.038 + 0. Persamaan Manning's dapat digunakan untuk menentukan kedalaman normal (gunakan program komputer.3225 (0.16 tidak sama dengan yang diasumsikan = 2. R = A/P R = 47.6(3.038 n = (0.6/47.1 + 6.003)1 = 0. chart dan tabel. d = 3. oleh sebab itu.16 nb = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n3 = 0.00+0. atau chart dan tabel yang tersedia dalam buku hidraulika saluran terbuka) Q = (1/n) A R2/3 S1\2 ganti d = 3.037+0. Faktor koreksi sudut tebing.60 m (Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8. MT. Page 37 .9/22.1)/2 = 47. kembali ke langkah 4a nb = 0. By : Salmani.00+0.040 seperti yang digunakan ditas.6(4) + 6.11 Hitung jari-jari hidraulik untuk membandingkan dengan nilai yang digunakan pada langkah 4a (gunakan program komputer yang tersedia.60 m Kolom 1 dari Formulir 1 pada gambar 8.60 m (dasar saluran seragam) (Kolom 4 dari Formulir 1) Langkah 6.16)-0.041 yang mendekati 0.

131 m (Kolom 8 dari Formulir 1) (b) spesifik gravity (SG) Riprap = 2.085 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Untuk tebing saluran: D'50 = D50 = 0. Page 38 . Gradasi. Gelombang permukaan tidak diperhitungkan pada contoh ini.085 m (Kolom 8 dari Formulir 1) untuk tebing saluran D50 = 0.65 (diberikan) (Kolom 10 dari Formulir 1) faktor kemantapan = 1. l (a) Gunakan Grafik 1 untuk dasar saluran D50 = 0.131 m (Kolom 13 dari Formulir 1) Langkah 8.73 (Grafik 3) Langkah 7.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING = 1V:2H (Kolom 5 dari Formulir 1).2 (aliran seragam) C = 1 dari Grafik 2. dan ketebalan lapisan.58 m By : Salmani. MT. Gradasi: lihat Formulir 1. (c) tidak ada pilar atau abutment untuk evaluasi dalam contoh ini. Tentukan ukuran Riprap. Langkah 10. MS.29 m T = 0.29 m (untuk seluruh penampang basah) lihat Formulir 1. Gelombang permukaan. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 =0. tidak dapat digunakan Langkah 9. Tentukan ukuran riprap. f = 41° (Grafik 4) K1 = 0. Ukuran D50: D50 = 0. oleh sebab itu: Cp/a = 1 (Kolom 12 dari Formulir 1) (d) Ukuran riprap yang dikoreksi Untuk dasar saluran: D'50 = D50 = 0.

Lihat subbab 8.2.030 0.40 m gunakan T = 0. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 soil Dan. Pelapisan dengan riprap ditetapkan pada sepanjang ruas lurus. MS. Riprap meliputi semua keliling basah sampai kepuncak lereng. Page 39 .2.032 0. Panjang pengamanan. perencanaan lapisan filter.001 40 Oleh sebab itu. MT. suatu lapisan filter diperlukan. (a) ukuran material filter: D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. Langkah 12. Langkah 13.6.032 6 5 D15 riprap D15 soil 0.18 0. 0.60 m lihat Formulir 1. Panjang vertikal pengamanan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0.18 180 0.94 5 By : Salmani. Coba 50 mm filter dengan kerikil kasar dengan gradasi seperti pada Formulir 3 pada gambar 8. Langkah 11.6.13. 0. Lihat subbab 8.

(b) Ketebalan lapisan filter: Jika kurva gradasi tanah dan kurva gradasi lapisan filter bukan mendekati paralel.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 filter D15 soil 0. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. MT. 0.0049 diambil Maka : o = 400 = 900 = 0.11).18 0. detail ujung sudut dapat dilihat pada Gambar 8-7.75 b By : Salmani.18 0. MS. Page 40 . filter pada interface tanah adalah cocok (OK).001 30 5 dan 40 Oleh sebab itu. Langkah 15 : Stabilitas riprap Dalam contoh soal ini diketahui : SS = 2.65 =26. gunakan ketebalan lapisan 200 mm. (juga lihat sketsa pada Formulir 1 pada gambar 8.131 m (dari perhitungan pada langkah sebelumnya) = 1000 kg/m3 S = 0. material filter 50 mm adalah sesuai.030 6 5 dan 40 Dengan demikian. Langkah 14. Lintasan penampang basah bagian dalam. Detail ujung sudut (edge).60 DS = 0.030 0.061 3 5 D15 filter D15 soil 0.

6 0 Sin 90 0 0 9 . By : Salmani.60 Cos 0 0. 2) Contoh 2 Site yang diilustrasikan pada gambar 8-1 mengalami pergerakan lateral menuju route 1 (lihat gambar 8-1a). Rencanakan revetment riprap yang stabil untuk menghindari erosi tebing.75 0. 0.35 x tan 40 =0 Berdasarkan (lereng) : dan maka dapat dihitung angka stabilitas partikel pada tebing ' 0.12 = 0. 3.64 = 13.131 0.0049 = 17.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b = b. MS.23 kg/m2 Berdasarkan data yang sudah ada.95 x13 .23 ( 2.37 1.s = 1000.12.6. 1 Sin(90 0 2 0) Sehingga diperoleh: FS Cos 26. MT.75 x 17. Karakteristik saluran seperti yang diuraikan dalam subbab 8.60 tan 400 0.1 ok.12 selanjutnya sudut antara arah pergerakan partikel dan bidang vertikal : tan 1 Cos 90 0 2 Sin 26 . maka bilangan stabilitas untuk partikel bidang datar : η 1.64 kg/m2 o = 0.2.3.12 tan 400 Sin26.548 1. Page 41 . Kondisi tambahan yang diperlukan adalah : Aliran berubah lambat laun.65 1 )x1000 x0 . d.

Page 42 .0013 m. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus daerah hilir ujung tikungan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Survey topographic menunjukkan: Kemiringan saluran = 0.2.0024 1.4 m 2. Kurva gradasi tersebut menunjukkan karakteristik tanah sebagai berikut: D85 = 0. Lihat kasus yang diberikan dalam subbab 8.7 m. Kumpulkan Data Lapangan. Jari-jari tikungan = 365. Lebar saluran = 91.15 m. D15 = 0. K (permeabilitas) = 1 x 10-6 m/s Bahan riprap yang tersedia mempunyai specifik gravity (SG) 2. erosi juga diamati pada daerah hilir tikungan dan udik sampai ke titik seperempat tikungan. Tanah tebing adalah pasir berlanau seperti dapat dilihat pada kurva gradasi pada Formulir 3 pada gambar 8-13. Tinggi tebing sepanjang tergerus tebing (cut bank) mendekati 2. MS. Dasar saluran dilapisi dengan material batu sesar (cobble) dengan ukuran diameter D50 sekitar 0. D50 =0. Lihat informasi yang diberikan dalam contoh ini. Penyelesaian: Langkah 1. By : Salmani. MT. Formulir dan grafik yang digunakan dalam contoh 2 ini sama dengan pada contoh 1.8 m .0005 m.00014 m. dan dapat dianggap sebagai angular.60.3.

112 m3/s. Seperti telah diberikan. Page 43 . Debit rencana.3. oleh sebab itu. Dari analisis backwater pada ruas ini. Diberikan 1. Hanya tebing saluran yang diperkuat. kemiringan slope yang digunakan 1V:2H. MT.1. Lihat subbab 8. (a) Tentukan koefisien kekasaran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-9. tinggi tebing sepanjang tebing yang tergerus adalah 2. dan batas the encroachment pada saluran pada lahan yang berdekatan. penampang saluran akan tetap seperti saluran eksisting dengan sudut tebing sesuai untuk mendukung revetment riprap. Potongan melintang sungai pada contoh 2. Lihat subbab 8. Langkah 4. diperoleh bahwa debit pada saluran utama (Qmc) adalah 982. Hitung elevasi muka air rencana. MS.5. Untuk meminimalkan kehilangan vegetasi tebing. By : Salmani. Desain penampang melintang. mengilustrasikan aliran dan kedalaman gerusan potensial Langkah 2. Langkah 3. Gambar 8-9 meilustrasikan bagian saluran eksisting.6 m3/s.2.7 m. Gunakan prosedur dari Formulir 4.

000) 1.028 + 0.0024 > 0. (b) Hitung kedalaman aliran.10 n = 0. Page 44 .16 anggap R = 3. Kedalaman aliran ditentukan dari analisis backwater.6 m. nb = 0.042 Ini menunjukkan nilai "n" di ruas saluran yang digunakan untuk analisis backwater curve.000 + 0. MT.3225 Sf 0.005 jika perubahan penampang jarang menggeser aliran (occasional shape changes cause flow shifting) n3: efek hambatan n3 = 0.05 m nb = 0.38 R-0. By : Salmani.000 tidak ada tanaman m: derajat meander m = 1.2 m (dari analisis backwater) Anggap R (3 m) mendekati nilai R aktual. MS. "n" Seperti yang dihitung adalah OK. Dari analisis backwater : (semua harga saluran utama).005 kecil – untuk slope tererosi sedang (moderately eroded side slopes) n2: variasi penampang melintang n2 = 0.002 gunakan persamaan 4 untuk perhitungan harga nb.005 + 0.005 + 0. Maksimum kedalaman saluran utama ditentukan menjadi: dmax = 4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING n = (nb +n1 +n2 +n3 +n4) m nb: base channel "n" kemiringan = 0.028 n1: faktor ketidakteraturan n1 = 0.000 tidak ada hambatan n4: jumlah tanaman n4 = 0. Langkah 5. oleh sebab itu. kolom 1 pada Formulir 1 pada gambar 8.11 Jari-jari hidraulik untuk saluran utama: R = 3. Tentukan parameter rencana lainnya.1 minor to appreciable n = (0.

tidak dapat digunakan Langkah 9.6 lihat grafik 2 pada gambar 8.84 m/s.17 (c) tidak ada piers atau abutments.27 m.0) = 0. kolom 5 pada Formulir 1 = 410. kolom 2 pada Formulir 1 Va = 3. kolom 9 pada Formulir 1. D50 = 0. kolom 7 pada Formulir 1 (dari grafik 3 pada gambar 8. (a) Gunakan gunakan grafik 1 pada gambar 8. kolom 10 pada Formulir 1.20) Langkah 7. Langkah 10. C = 1. kolom 4 pada Formulir 1 Langkah 6.6. Ukuran D50: D50 = 0.55) T = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING A =838. MS.60 (diberikan).11. tikungan tajam – jari-jari tikungan terhadap lebar = 4). Tentukan ukuran riprap. = 1V:2H. Page 45 . kolom 8 pada Formulir 1 (b) spesifik gravity = 2. Gelombang permukaan.44 m. (aliran berubah lambat laun. kolom 12 pada Formulir 1 (d) Ukuran riprap yang dikorosi: D'50 = D50 = (1. kolom 6 pada Formulir 1 (dari grafik 4 pada gambar 8. Faktor stabilitas = 1. kolom 13 pada Formulir 1 Langkah 8.2 m2.6)(1. kolom 3 pada Formulir 1 da = d = 3.19) K1 = 0. MT. Ketebalan lapisan (T): T = 2 D50 = 2(0. oleh sebab itu : Cp/a = 1. Tentukan ukuran riprap.55 m Gradasi: lihat Formulir 1.10 m By : Salmani.73. Gelombang permukaan tidak diperhitungakan. gradasi. dan ketebalan lapisan. Faktor-faktor koreksi sudut tebing.66 m.

Panjang pengamanan.4 m (W) udik pada bank entrance sampai ke suatu titik 137 m (1. Page 46 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING atau T = D100 = 0. Panjang vertikal pengamanan. MT.0(0. Perencanaan lapisan filter.6: ds = 2.0 D50-0.55)-0.0013 115 5 By : Salmani.68 m gunakan T = 1. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa tebing secara umum tergerus pada daerah hilir tikungan.2. Langkah 12.10 m Langkah 11.6. Penetapan riprap untuk pengamanan tebing mulai dari suatu titik 91.6 + 2. Kedalaman gerusan dievaluasi seperti yang diilustrasikan dalam subbab 8.1 = 6.6. Lihat subbab 8. Langkah 13.15 0. atau suatu volume batu yang cukup akan ditempatkan pada tapak tebing untuk pengamanan kedalaman gerusan yang diperlukan. Riprap pada seluruh tebing saluran dari atas tebing sampai kedalaman bawah merupakan cara untuk mengantisipasi gerusan. D15 coarser layer D85 Finer layer 5 D15 coarser layer D15 Finer layer 40 Untuk riprap pada interface tanah: D15 riprap D85 tan ah Dan. Lihat subbab 8. 0.11 =2. MS. (a) ukuran material filter: Formulir 5 pada gambar 8F-5.2. erosi juga diamati di hilir apex tikungan dan udik sampai pada titik seperempat tikungan.2.5 W) hilir ujung tikungan.11 ds = 2.7 m Material tebing harus ditempatkan sampai pada kedalaman ini.14 m Penambahan ini untuk mengantisipasi kedalaman maksimum potensi gerusan: 4.

(b) Ketebalan lapisan filter: Gunakan ketebalan lapisan 200 mm. 7 5 D15 filter D15 tan ah 0. MS.3.00014 1071 40 Oleh sebab itu.15 0. (b) detail tapak (toe): lihat gambar 8-10.2 = 3. suatu lapisan filter diperlukan. Coba 13 mm filter kerikil halus dengan karakteristik gradasi seperti yang diilustrasikan dalam Formulir 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D15 riprap D15 filter 0. material filter 13 mm cukup memadai. Detail sudut.00013 33 . filter granular. Langkah 14.7.15 0. 0. (a) detail sayap (flank): lihat gambar 8-10. filter pada interface tanah adalah OK. 6. Untuk filter pada interface tanah: D15 filter D85 tan ah Dan. Potensi kedealaman gerusan di bawah dasar saluran eksisting pada tebing (d's) merupakan kedalaman gerusan yang dihitung dalam langkah 12 minus elevasi dasar yang ada pada tebing: lihat gambar 8-10.03 5 5 D15 riprap D15 filter 0.15 0. MT. Page 47 . dan kurva gradasi riprap. 0.0013 3.0047 0. Untuk riprap pada filter interface: D15 riprap D85 filter Dan. Lihat Formulir 3 untuk tanah.5 m kuantitas batuan (Rock quantity) yang diperlukan dibawah dasar eksisting: By : Salmani.6 5 dan 40 Oleh sebab itu.0047 0.0047 32 5 dan 40 Oleh sebab itu.

Langkah 15 : Stabilitas riprap Sama seperti pada contoh 1. Diambil = 26.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rq = 0.27 m . = 400. Dari data dan hasil perhitungan di atas diperoleh: Ss= 2. S = 0.38 m2 Tapak saluran trapezium kedalaman 1. d = 3. = 900. MS.60 . dan suatu lebar dasar 1. Page 48 . MT.048) (2. maka diperoleh : ok.0283 d's (sin-1 )(T)(1.24) (0.5) dengan: Rq = jumlah riprap yang diperlukan per m tebing (m2) = sudut tebing terhadap sudut datar (degrees) T = ketebalan lapisan riprap (m) Rq = (3.5) = 9. dan SF = 1.66 m . D50 = 0.61 > 1.0024 .60 .8 m mengandung volume yang cukup.60.9144) (1. kestabilan riprap pada contoh 2 juga dihitung dengan menggunakan formula yang sama.60 By : Salmani.83 m (deep trapezoidal toe trench) dengan kemiringan samping 1V:2H dan 1V:1H. SF = 1.

Page 49 . MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MS.

Kedalaman Rata-rata Saluran Utama 5. Koreksi Sudut Tebing (chart 3) 8.22 m AASSHTO Gradasi : D100 gunakan Ukuran Persen (m) Lebih halus 100 50 5 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 1..38 jika diambil secara umum) Gambar 8-11. Catatan atau Komentar 1.1 m Fabric : AOS' < Perm > Ukuran Buka Rata-rata 13. MT. Elevasi Permukaan Air 2.22 m 6.. Page 1 . Sudut Geser Alam Riprap (grafik 4) 7. Faktor Stabilitas 10. Diperiksa Oleh/tanggal :…………………/……………………… Lembar……………………dari……………………. Koreksi untuk Pilar/Abutment Correction (3. Spesifikasi Gravitasi Riprap 11.……….61 m 2 1 1. Faktor Koreksi Ukuran Riprap (grafik 2) 12. Sketsa Penampang : Q RB Q Total QMC QLB Q TOTAL QMC QLB QRB Karakteristik Tanah D15 D50 D85 Kedalaman of WS.10 Karakteristik Buatan : Butiran : Ukuran (m) Persen Lebih Halus 85 50 15 1. (m) 1 A (m2) 2 Va (m/sec) 3 d3 (m) 4 K1 D50 (m) 8 SF Ss C CP/A D50 (m) 13 Catatan 5 6 7 9 10 11 12 14 Sketsa Rencana : Karakteristik Riprap : UKURAN : KETEBALAN : 20 50 3. Ukuran Riprap Proyek……………………………………………………………………………… Uraian ………………………………………………………………………. Luas Basah Saluran Utama 3. Disiapkan Oleh/tanggal :…………………/………….. Kecepatan Rata-rata Saluran Utama 4. Kemiringan Tebing 6. Ukuran Riprap (grafik 1) 9. MS. Koreksi D50 = 8 + 11 + 12 14. Formulir ukuran riprap By : Salmani.

D100…………………….. Ketebalan Revetment : 2D 50……………………………ft. Page 2 .12.ft...………ft. MT.) 4 D50 (ft. Jenis………………. MS. Gambar 8.. Formulir Ukuran riprap .) 5 Ukuran Riprap : D50…………………ft. Digunakan……………………..BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 2 Proyek :…………………………………………………………………………………………………./…………… Disiapkan Oleh/Tanggal Uraian :………………………………………………………………… Diperiksa Oleh/Tanggal :………/………… Lembar……dari…… Kecepatan Angin (mph) fetch (m) Hb (m) 1 e Rv Ho 2 Faktor Koreksi 3 Rv (ft.:…..Erosi Gelombang By : Salmani.

MT.13 Formulir 3 Gradasi Material By : Salmani. MS. Page 3 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8.

0049. MT.000 0.……………………………………….092 da) nb = 0.000 0.003 1.040 0. Formulir 4 Evaluasi Kekasaran By : Salmani. Page 4 ..2) Uraian Kondisi Kemiringan = 0. nb (1. n4 (2) belokan.14.167 (2) lihat referensi (17) (3) n = m(n1+n2+n3+n4) nb = 0. n3 (2)tanpa penyempitan Vegetasi.429 D50 0. n2 (2) ukuran dan bentuk dari potongan melintang penyempitann.5 < da / D50 < 35 untuk 35 < da / D50 < 30.040 nb = {0.3225 Sf R -0. MS..037 0. Diperiksa Oleh/Tanggal : ……………… ………………………………………………………………… Lembar………dari… Perkiraan harga n FAKTOR Harga awal n.5} / (1. Evaluasi Kekasaran PROYEK : Contoh 1 ………………………………………… Disiapkan Oleh/Tanggal :…………… URAIAN : ………………….000 0. m (2) sedikit vegetasi (beberapa tumbuh dipermukaan riprap) mendekati lurus bobot n ditambah harga n (3) n yang digunakan untuk 1.328 (D50)0. n1 (2) Kekasaran saluran pada kondisi alamiah menikung. persamaan 4 tak beraturan.000 harga n 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 4..16 untuk aliran pegunungan yang tidak kontinyu Gambar 8.000 0.

3 mm Permeabilitas Permeabilitas Tanah < Permeabilitas Buatan Seleksi Spesifikasi Saringan Buatan………………………………………………………………../……… Diperiksa lembar………dari……….. D85 ft.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Formulir 5./……… Uraian :…………………………………………………………………………………………… oleh/ Tanggal : ….6 mm < 50% saringan # 200 AOS < 0.15 Formulir 5 Perancangan Saringan By : Salmani. MS.. Page 5 . MT. SARINGAN BERBUTIR : LAPISAN URAIAN D15 ft. RASIO D15 Kasar D85 Halus <5< D15 Kasar D85 Halus <40 RANGKUMAN : URAIAN LAPISAN D15 D85 KETEBALAN SARINGAN BUATAN : Jenis bentuk fisik : Sifat Hidraulik Tahanan Pipa < 50% Saringan # 200 AOS < 0. Gambar 8. Disiapkan oleh/Tanggal :……. Perancangan Saringan Proye :………………………………………………………………………………………………….

Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 . 3. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik. 4.1 0.6 m K1 = 0.8 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 0.0 Contoh Diketahui Va = 2.6 2. MT. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).0 K1 0. Page 6 . 5. By : Salmani.0 8.0 1.0 2.10 8. MS.08 d 15 a ve D50 Va 1.73 Dic ari: D50 S olusi D50 = 0. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-16: 1.0 0.96 m d (ave) = 3.2 1.0 0.0 0.13 Gambar 8-16.0 2.0 0.4 0.3 0.0 0.3 6. 2.5 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.0 4.4 3. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1.0 1.036 0.5 1.0 4.0 6. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).

8 3.6 1.6 1.9 3.4 2.5 CONT OH DIKET AHUI S = 2.5 2.1 2.0 0.8 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.1 2.61 S 1. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor) 2.5 1. MT.2 F DICARI : C S oluS I C = 1. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik 3. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-17: 1. Page 7 .7 2.4 1.65 S S = 1.8 1. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C By : Salmani.0 1.0 C S F 2.0 1.9 1.6 2.0 4.2 1.0 2.0 Gambar 8-17.3 1.5 / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR OREKS I S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.2 2.5 1.3 2.5 2. MS.0 5.0 0.0 0.7 2.

Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1 . By : Salmani. 2. MT. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C. 3. MS. 4. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-18: 1.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. Page 8 .73 Gambar 8-18.5:1 40 10 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S 0 T angat ajam = 41 Dic ari K1 S olusi K1 = 0. K1 = 1- S in 2 2 0. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. Tentukan nilai θ dan Ф.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) 35 (0) 1.5:1 30 2:1 25 K1 -10 -30 -50 -60 30 -70 35 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 4.

08 0. 2. Tentukan nilai davg .06 d avg 12 10 9 8 7 6 4 Va (m/s) 8 7 6 0. 3.00594V a / (d a vg K1 ) D50 = Median Riprap S (m) ize Va = Average Velocity main channel (m/s) d avg = Average Depth in main channe (m)l K1 = Bank angle correc tion term 3 12 -3. Va dan K1. 4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D50 = 0.1 K1 1.3 4 3 0. Hubungan Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-19: 1. MS.5 12 1 2 Example Given Va = 4. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50. By : Salmani.4 2 0.2 D50 (m) 0. MT. Plot nilai davg .4 0. Va dan K1 pada masing-masing garis grafik.0 0.15 0.69 (m) Gambar 8-19.75 (m)l K1 = 0.6 0. Page 9 .8 2 1 1.9 (m/s) d avg = 2.2 0.6 0.72 Find : D50 S olution D50 = 0.0 0. Tarik garis lurus dari titik davg ke Va terus ke K1 sampai memotong garis grafik D50.25 5 5 3 0.

0 (ft) Gambar 8-20.0 3.6 0.4 0. Page 10 . By : Salmani.0 2.3 0. MS. 3.4 0. Tentukan nilai h dan slope. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai D50.1 0.3 0.06 0.04 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 45 0.0 (m) Batu pecah besar udut alam iah S 40 S angat Curam S angat Bulat 35 30 0.1 0.08 0.0 4.2 0.2 0. 2. Plot nilai h dan slope pada masing-masing garis grafik. Tarik garis lurus dari titik h menuju slope melalui garis grafik D50 4. MT.8 1.8 1.6 0. Sudut alamiah riprap sehubungan dengan ukuran rata-rata dan bentuk batu Ukuran Batuan Tengah (D50) Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-20: 1.

08 1:4.0 H 1 0.5 1 0. Tarik garis dari havg ke vavg dan perpanjang sampai garis polos yang terletak diantara vavg dan K1. 3. MT. MS.12 0.0 1:6. 2.8 0.2 2 S lope 1:1.1 0. Tentukan havg (kedalaman rata-rata).5 1. 5. 4. Baca hasilnya pada perpotongan garis perpanjang dengan garis grafik D50 .2 0.0 1:2.6 0. Tarik garis lurus dari titik perpotongan di garis polos yang terletak diantara vavg dan K1 melalui K1 sampai garis grafik D50.3 0. Plot masing-masing nilai parameter pada masing-masing garis grafik.15 1:3. Hubungan Ukuran Riprap yang Diperlukan Dari Hudson Untuk Menahan Erosi Gelombang Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-21: 1.0 1:3.0 0. kecepatan rata (vavg) dan faktor koreksi tebing (K1).8 0.57 D50= U kuran T enga h Rip ra p H= T inggi Gelombang = S udut T ebing T erhadap Horizontal Gambar 8-21.5 0.4 1:2.2 0.5 0. By : Salmani.6 1:1.06 H Cot 1/3 1:5.5 0. Page 11 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING H (m) 3 D50(m ) 1.0 D50= 0.4 0.

1 2.0 4.5 1.0 S = 2.6 2. 3. 4. MT.5 1.0 1.0 2. Tentukan nilai Ss dan SF (Safety Factor).5 2.6 1. Page 12 .5 1.9 1.4 1. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai C.1 1. Plot nilai Ss dan SF pada masing-masing garis grafik.7 2.2 2. Tarik garis lurus dari titik Ss menuju SF melalui garis grafik C. MS.0 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING C = 1.3 1.7 2.9 3.5 2.60 F Gambar 8-22.4 2. 2.0 2.5 3.8 C S F 1.3 2. Faktor Koreksi untuk Ukuran Riprap Petunjuk Penggunaan Nomograph gambar 8-22: 1.8 1.61 S S = 1.8 2.6 0.2 1.0 5. By : Salmani.0 CONT OH DIKET AHUI DICARI : C S olusi C = 1.61 S / (S -1) 1-5 F S C = D50 FAKT K OR ORE I KS S = F OR ST F AKT ABILIT AS S = GRAVIT BAT ASI U S S S 2.0 0.0 0.

73 Gambar 8-23. Tarik garis lurus dari titik θ menuju Ф melalui garis grafik K1. Page 13 . Tentukan nilai θ dan Ф.5 S in = S udut T ebing dengan Horizontal = S udut Material repose (lihat grafik 3) (0) (0) 35 1. MS. 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = 1S in 2 2 0. By : Salmani. MT.5:1 -80 20 3:1 -85 -90 3. Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-23: 1. 3.5:1 K1 -10 30 30 2:1 -30 -50 -60 -70 35 25 2. Plot nilai θ dan Ф pada masing-masing garis grafik.5:1 10 40 -92 Contoh 1: Diketahui : = IV : 2H S angat T ajam D50 = 0. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai K1. Faktor Koreksi Sudut Tebing (K1) Nomograph (grafik 3).56 m Dic ari K1 S olusi 0 = 41 K1 = 0. 4.

maka perlu digunakan penguat di belakang gabion.3. Karena matras gabion terletak dangkal dan mudah untuk bergerak. MT.1. 8. 3. Penggunaan filter buatan di belakang atau dibawah wadah gabion sangat penting untuk mencegah pergerakan tanah menuju gabion. Perlindungan kaki dan badan gabion. Kalau perlindungan tebing tidak sampai ke atas permukaan air saluran.1. Kecepatan partikel dan tegangan geser batas yang harus ditahan gabion.3.3.2.2.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.1 Deskripsi Gabion merupakan batuan yang diisikan ke dalam sebuah wadah yang terbuat kawat atau plastik.3. Gabion harus didesain agar dapat menahan gaya air dalam aliran.2 Bronjongan (Gabion) dan Matras 8. Page 14 .1. Pergerakan (pergeseran) tanah melalui wadah dapat menyebabkan penggerusan ke bawah terhadap struktur tanah dan dapat menyebabkan gabion mengalami keruntuhan. Stabilitas pondasi. 2.2 Dasar – Dasar Desain Tipe gabion dalam penggunaan ada dua.1. MS. Wadah membentuk dnding atau matras untuk mengendalikan erosi sepanjang tebing saluran. Atau kaki gabion dapat dilindungi dengan matras yang akan jatuh ke daerah penggerusan dan tidak mempengaruhi kestabilan tebing maupun tanah dasar yang dilindungi. Hal-hal yang utama dalam mendesain gabion adalah : 1. yaitu batu dengan matras dan bronjongan. 8. maka perlu diperhatikan dalam mendesain matras sehingga matras dapat menahan gaya By : Salmani.3 Pertimbangan Utama dalam Desain Pertimbangan utama dalam mendesain gabion adalah kecepatan yang terjadi pada permukaan gabion. Dasar (kaki) gabion harus mempunyai kedalaman lebih besar dari kedalaman penggerusan yang akan terjadi.

MT. = faktor keamanan (minimum 1. Tetapi. Ukuran batuan yang digunakan untuk matras gabion dapat ditentukan dari persamaan sebagai berikut : 0.1) = kecepatan rata-rata kedalaman = lebar permukaan air dari saluran utama = berat jenis batu = berat jenis air. = diameter batuan rata-rata = kedalaman aliran lokal = percepatan gravitasi = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centerline. matras telah digunakan pada saluran dengan aliran berkecepatan tinggi dan tidak terjadi apapun pada matras.1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv minimum = 1 Cv Dm d g K1 R Sf v W s w = 1.5 2 . Namun proyek konstruksi yang memakai matras untuk gabion tetap harus menaruh perhatian.283 0 . 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 R W (8.2 log (8. MS.21) Cv dimana : CS Cv 1.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.22) = koefisien stabilitas (digunakan 0. By : Salmani. Page 15 . Dimana K1 ditentukan dari tabel dibawah ini.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING akibat air.

yaitu : c 0 . Hal ini dapat mengurangi deformasi yang dapat terjadi ketika ukuran batuan tidak terlalu besar untuk menahan gaya dari air. Hasil dari deformasi matras adalah tegangan pada wadah dan meningkatkan ketahanan pada aliran dan dapat menyebabkan keruntuhan pada wadah.1( s w )dm (8. maka gabion tidak dapat menahan deformasi yang telah disebutkan sebelumnya. b (8.5H 1V : 2H 1V : 3H < 1V : 4H K1 0.88 0.25) dimana Sebuah desain akan diterima bila < c dan m < s.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Table 8-5 Koefisien K1 Kemiringan Tebing 1V : 1H 1V : 1. direkomendasikan ukuran batuan harus diperbesar untuk membatasi deformasi. Stabilitas gabion terhadap tegangan geser sangat penting. Page 16 .71 0. harus diperiksa apakah mereka melebihi 120 dari kurang dari 120 dari b dan . By : Salmani.46 0. Bagaimanapun juga. Kalau nilainya dan m.8 1.23) dengan tegangan geser pada tebing ( m) merupakan 75 persen dari tegangan geser dasar saluran. persamaan tegangan geser untuk dasar saluran : b w Berikut ini xS xd (8.24) dan tegangan geser kritis untuk tebing adalah s c 1 Sin 2 0 .0 Persamaan diatas dikembangkan untuk mendesain ukuran batuan untuk menahan pergerakan batuan pengisi pada matras. MT. Nilai ini akan dibandingkan dengan tegangan geser kritis untuk dasar saluran. Kalau b b m > c atau m > s. MS..4304 adalah sudut tebing dari bidang horisontal.

kecepatan ijin maksimum pada permukaan tanah. MS. Salah satu faktor yang menentukan dalam stabilitas adalah kecepatan air yang melalui gabion dan mencapai tanah di belakang gabion.27) Kalau vf lebih besar dua sampai empat kali lebih besar dari ve. Kecepatan air yang bergerak melewati gabion dan filter diperkirakan vb 1 Dm nf 2 2/3 S1 / 2 (8. Hal ini menyangkut stabilitas geoteknik dan ketahanan tanah di bawah gabion terhadap gaya erosi akibat pergerakan air melalui gabion. Batas untuk tanah kohesif didapat dari grafik. Gabion dengan wadah tetap yang digunakan untuk stabilitas tebing harus ditempatkan miring 6 derajat dari arah vertikal tanah dengan keadaan berundakundak ke arah luar tanah dasar. maka undakan harus ditempatkan di belakang gabion (tanah dasar). 8.1d1/2 dan vf adalah vf 1 f Dm 2 2/3 S .4 Stabilitas tanah dasar dan material tebing Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain gabion adalah stabilitas pondasi gabion. ve untuk tanah halus sama dengan 16. dan dibandingkan dengan vf. filter kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan air pada permukaan gabion sampai kecepatan mencapai batas tertentu.3. Disarankan menggunakan cerucuk dengan diamter 15 cm dan panjang 4 m. dan kecepatan ijin maksimum untuk jenis tanah yang lain adalah ve. Pemilihan yang paling mudah adalah pilih batuan lalu pilih kedalaman wadah minimal dua kali ukuran batuan yang terbesar. kecepatan residu di dasar contohnya dibawah matras atau filter buatan.26) Kecepatan batas untuk masing-masing tanah berbeda. By : Salmani.Va1 / 2 (8.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penelitian telah menunjukkan bahwa batuan didalam matras gabion sebaiknya mempunyai besar diameter tidak lebih dari dua kali diameter batuan yang paling kecil dan kedalaman matras sebaiknya minimal dua kali dari ukuran batuan terbesar. MT.1. Bila permukaan gabion datar yang ke arah aliran air. Page 17 .2.

Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memeriksa filter dapat dipakai gunakan ukuran rata-rata kerikil filter dm untuk persamaan 6.3.5 Prosedur desain gabion Prosedur perencanaan gabion dapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Page 18 . ukuran kerikil 8. kekas ar an dasar s ungai. Kalau kecepatan Vf masih telalu tinggi. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Potongan Melintang 2.1. Perubahan penampang melintang 3. ? Flow chart perencanaan gabion Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis SELESAI Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. MT. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan Faktor koreksi kemiringan samping k1 Tentukan ukuran batu bronjongan (gabion) dm Cek terhadap geser ? Ya Tidak Cek lapisan dasar dan material tebing ? Ya Tidak Membutuhkan f ilter dan Tentukan ukuran f ilter Cek Stabilitas struktur gabion (bronjongan) Gambar 8-24.025) diperoleh kecepatan aliran (v) dan kedalaman rata-rata .2. dengan menggunakan persamaan Manning (kalau tidak data. MS. koefisien Manning dapat diambil n = 0.

maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan : 0. Page 19 . 50 Dm S f CS Cv d s w w v gdK1 dimana : CS Cv = koefisien stabilitas (digunakan 0.81 m/dt2) = faktor koreksi kemiringan samping = Radius tikungan saluran utama terhadap centreline (m) = faktor keamanan (minimum 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 ditentukan dari tabel 8-5 diatas (hubungan antara K1 dan kemiringan tebing). Tegangan geser pada dasar saluran dapat dihitung dengan rumus : By : Salmani.5 2 .1) = koefisien distribusi kecepatan : Cv 1. MS.25 pada ujung dike dan saluran dari beton.283 0 .1) = kecepatan rata-rata kedalaman (m/dt) = lebar permukaan air dari saluran utama (m) = berat jenis batu (kg/m3) = berat jenis air (kg/m3) w Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.2 log R W Cv minimum = 1 Cv dm d g K1 R Sf v W s = 1. MT. = diameter batuan rata-rata (m) = kedalaman aliran local (m) = percepatan gravitasi (9.

Kecepatan aliran di bawah filter yang dibuat yaitu air yang bergerak melalui gabion dan lapisan filter.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b w xS xd dimana : S = kemiringan permukaan air atau dasar saluran.75 b Untuk tegangan geser kritis pada dasar saluran dihitung dengan persamaan : c 0.1( s w ) Dm Adapun pada tebingnya digunakan rumus : s c 1 Sin 2 0 .4304 dimana = sudut rotasi tebing terhadap horizontal. Pada tebing saluran . Salah satu faktor paling kritis dalam penentuan stabilitas ini adalah kecepatan yang melewati gabion dan ruas tanah dibelakang gabion. Page 20 . Kondisi ini meliputi stabilitas geoteknik dan tahanan tanah di bawah konstruksi gabion terhadap gaya erosi. By : Salmani. Sedangkan tegangan geser yang terjadi pada tebing digunakan rumus : m 0 . saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi. MT. Dari hasil perhitungan tegangan geser. b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing. MS. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran . Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Untuk menghitung stabilitas lapisan dasar dan material tebing sangat tergantung pada stabilitas pondasi gabion.

vb = kecepatan aliran pada matras (m/dt) nf = 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diestimasikan 1/2 sampai dengan 1/4 kecepatan pada matres gabion dan interfase filter. Page 21 . v1 / 2 a . Batasan kecepatan yang diizinkan untuk tanah kohesif ditentukan dari grafik. Menurut Simons. maka filter dari kerikil diperlukan untuk mengurangi kecepatan aliran pada interfase tanah di bawah kontruksi gabion.022 untuk material filter dari krikil (gravel) S = kemiringan permukaan air atau dasar. = kecepatan rata-rata saluran (m/dt) = diameter batuan rata-rata (m) Jika vf > (2-4) ve.1 d1/2 Sedangkan untuk vf menggunakan rumus : vf dimana : va Dm 1 dm 2 f 2/3 S. yaitu kecepatan maksimum yang terjadi pada interfase tanah.02 untuk filter yang dibuat ( sintetis ) = 0. Adapun persamaan ve untuk tanah gembur adalah : ve = 16. yaitu kecepatan pada dasar di bawah matras gabion dan filter yang dibuat. dan Swanson (1984). sedangkan kecepatan maksimum untuk tipe-tipe tanah yang lain ditentukan dengan menghitung ve. Kegunaan filter kerikil ini By : Salmani. MT. kecepatan pada matras gabion (vb) adalah : vb dimana : 1 nf Dm 2 2/3 S1 / 2 SI . Hasilnya dibandingkan terhadap vf. Chen. MS.

2. Ukuran maksimum batu diukur normal ke slope dan tidak melebihi ketebalan mattress. Detail konstruksi tergantung dari kegunaannya. Wire enclosure Kawat yang digunakan untuk mattress atau unit blok haruslah berukuran dan berdimensi seperti rencana.3.6 Spesifikasi Material 1) Penjelasan Penting untuk meletakkan dengan baik gabion (bronjongan) pada dasar dan sisi slope dari saluran atau seperti yang diarahkan oleh engineer untuk mendapatkan hasil yang baik.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING adalah untuk mendapatkan kecepatan vf sedemikian rupa tidak membahayakan lapisan dasar. Langkah 4 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. By : Salmani. MS. diisi oleh batuan. 2. Rock Batuan yang digunakan untuk mengisi harus bergradasi baik dan 70% dari beratnya tidak boleh melebihi dari dimensi terkecil kawat. saling dihubungkan. 2) Material 1. MT.1. seperti untuk revetment atau untuk toe protection untuk tipe lain dari riprap. dan dipasang anchor ke slope-nya. Page 22 . Gabion (bronjongan) terdiri dari anyaman berbentuk keranjang (basket) yang terbuat dari kawat. 8. 3. Lacing wire (kawat pengikat) Kawat pengikat berukuran No 9 gage galvanized atau telah ditentukan.

By : Salmani. Untuk mengatasi masalah tersebut. struktur sambungan terus (continuous connected Mattress pada sisi slope saluran mesti terikat pada bank dengan anchor stake sedalam 1. 8. MS. Jarak maksimum setiap stake tergantung pada konfigurasi basket dengan jarak minimum setiap 1. MT. Untuk mengatasi hal ini.8 untuk slope 1V : 2.7 m untuk slope kurang dari 1V : 2.3. Serta terikat dengan lainnya dengan interval 0. rencanakan tipe revetment dari gabion. perlu direncanakan perkuatan tebing sehingga bahaya keruntuhan/erosi dapat teratasi.7 Contoh perencanaan gabion Suatu konstruksi jalan disepanjang tikungan saluran mengalami keruntuhan/erosi akibat aliran yang terjadi pada saluran tersebut.1.31 m untuk membentuk structure).3. Stake slope mattres dibutuhkan meskipun counterfort digunakan atau tidak. Bagian sisi keliling dari wire enclosed haruslah aman tersambung sehingga sambungan tersebut menghampiri nilai kekuatan pada kawat tersebut.2 m untuk tanah padat (lempung) dan 1. maka stake akan menjadi satu kesatuan. kerapatan.1. kemiringan tebing 1:1. Saluran tersebut mengalirkan debit 125.50 m3 dengan lebar dasar 25 meter. Sketsa kondisi kasus dapat dilihat pada gambar di bawah gambar 8-25. dan setiap 2.5H. dan diisi untuk memenuhi syarat keseragaman. Page 23 . dan lapisan perlindungan pada daerah yang diinginkan. Serta diletakkan.2. Bagian dari wire enclosure dapat dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin.5H dan lebih curam. diikat. Counterfort dapat digunakan untuk tambahan pada slope mattress. serta kemiringan dasar 1 : 1000.8 m untuk tanah longgar (pasir). Anchor stake dipasang pada sisi dalam sudut dari diafragma basket sepanjang upslope (tertinggi) dinding basket.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3) Syarat-Syarat Konstruksi Syarat-syarat konnstruksi dapat dilihat pada Section 7.

Kasus gerusan pada sungai dengan menggunakan pengaman Gabion Penyelesaian: Langkah 1 : Penentuan Parameter Hidraulis Berdasarkan data hidraulis dan geometrik saluran. Langkah 3 : Penentuan Ukuran Batu Gabion Untuk mendapatkan ukuran batu tengah dari gabion dapat ditentukan berdasarkan persamaan yang telah disebutkan di atas.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-25. MT. Langkah 2 : Penentuan Faktor Koreksi Kemiringan Samping ( K1) Berdasarkan kemiringan tebing saluran yang akan diperkuat yaitu IV : 1H.46.3 m.025) diperoleh kecepatan aliran (v) 2m/dt dan kedalaman rata-rata 2. Page 24 .2 t/m3 By : Salmani. MS. dengan menggunakan tabel 1 diperoleh K1 = 0. dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil n = 0. Dalam contoh soal ini : s = 2.

75 x 2. Gunakan pers.3 1.3 2.3) Dm = 0. maka perlu diperhitungkan gaya geser yang terjadi akibat aliran.095 m.46 Langkah 4 : Kontrol Terhadap Geser Untuk menghindari kerusakan struktur gabion.14) x(2. 8.81x 2.2 log Cv = 1.5 x(0. MT.283 0 .0 9.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING w = 1 t/m3 = 1.24) : m 0 . MS.6 m.001 x 2.2 log R W 150 W 29 .283 0 . Page 25 .21 diperoleh : Dm 1. 8.14 Berdasarkan parameter yang telah diketahui tersebut. maka dengan menggunakan persamaan 8. Dm 10 cm 1 2.5 25 2.6 = 29.1) x(1.81 m/dt2 = B + 2 x h = 25 + 4. Sf g W Gunakan persamaan 8.3 kg m2 Sehinggga diperoleh tegangan geser pada tebing (pers.2 1 0.3x0.23 b 1000 x 0 .73 kg m2 Sedangkan tegangan geser kritis pada dasar : By : Salmani.22: Cv 1.5 = 9.6 1.

vb diperoleh : vb vb 1 0.4 1 Sin 2 10 0 0 . b < < c (ok) s m (ok) Dengan demikian baik pada dasar maupun tebing.25) : = 10 maka. baik pada dasar maupun pada tebing saluran diperoleh : Pada dasar saluran .001)1 / 2 .10 12 kg m 2.001)1 / 2 By : Salmani.22 m / dt. MT.20 m / dt. Langkah 5 : Stabilitas Lapisan Dasar dan Material Tebing Berdasarkan prosedur desain di atas dan dari perhitungan pada langkah sebelumnya diperoleh : Dm = 0. Page 26 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c 0 .1 0.4304 s = 10. 2/3 (0.022 2 0. Dengan demikian untuk filter sintetis diperoleh : vb vb 1 0. saluran dengan diperkuat oleh kontruksi gabion aman terhadap gaya geser yang terjadi.1( 2200 1000 ) 0 . Pada tebing saluran . 0. tegangan geser pada tebing diperoleh (pers. Dengan mengambil 8.99 kg/m2 Dari hasil perhitungan tegangan geser. Sedangkan bila lapisan filter kerikil yang digunakan.1 0.1 m. MS. s 11.02 2 2/3 (0.

maka filter dari krikil tidak diperlukan.42 cm/dt = 0. MS. maka kecepatan aliran di bawah lapisan filter sintetis : vu = (0. saluran yang telah diperkuat tebingnya dengan gabion dapat dilihat pada gambar 8-26.02 2 vf 9.11) m/dt Dikarenakan kecepatan di bawah lapisan sintetis sangat kecil.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Kecepatan maksimum pada interface tanah : ve 16.1(2.6x10 3 m / dt Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan : vf < (2 . MT.001)( 2)1 / 2 0. Dari semua perhitungan tersebut di atas. Berdasarkan harga vb. maka kemungkinan terjadinya kerusakan lapisan dasar sangat kecil.1 2 / 3 ( ) (0.0. Page 27 . By : Salmani.4) ve.3)1 / 2 = 24.05 .244 m/dt Kecepatan residu pada dasar : vf 1 0.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

Gambar 8-26. Rencana Gabion Langkah 6 : Perhitungan stabilitas struktur gabion Kestabilan struktur gabion harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.3.2 Jenis Kaku (Rigid Revetment)

8.3.2.1 Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

8.3.2.1.1 Deskripsi
Dinding penahan tanah adalah dinding pengaman gerusan yang terbuat dari pasangan batu kali dengan campuran semen atau beton. Dinding pengaman ini bersifat tetap.

By : Salmani, MS, MT.

Page 28

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

8.3.2.1.2 Dasar-Dasar Desain
Jenis-jenis dinding penahan tanah (retaining wall) adalah gravity wall, semigravity wall dan cantilever wall. Gravity Wall adalah dinding penahan tanah dengan mengandalkan gaya gravitasi sebagai gaya penahan beban. Dinding ini tidak terdapat tegangan tarik. Semi-gravity Walls memerlukan baja untuk mengurangi massa beton. Cantilever Wall berbentuk dinding T dan bertindak sebagai kantilever. Biasanya terbuat dari beton bertulang.

Dalam mendesain dinding pengaman tipe ini, yang harus diperhatikan adalah stabilitas dinding. Dinding harus stabil terhadap gaya guling (overturning), gaya gelincir (sliding) dan daya dukung.

1) Gaya Guling Gaya guling dapat menyebabkan dinding penahan tanah terguling apabila tidak dapat menahan gaya akibat beban. Beban yang dapat menyebabkan dinding penahan tanah ini terguling adalah tekanan tanah horizontal. Sedangkan yang menahan agar dinding tidak terguling adalah gaya berat, tekanan aktif dan berat tanah timbunan. Agar lebih jelas dapat melihat gambar pada contoh perencanaan dinding penahan tanah.

Kestabilan dinding penahan tanah adalah perbandingan antara jumlah gaya yang membuat dengan gaya penahan guling. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

SF

Mr Mo

(8.28)

dimana: Mr : momen yang menahan dinding agar tidak guling Mo : momen yang membuat dinding terguling. 2) Gaya Gelincir (Sliding) Gaya gelincir dapat menyebabkan dinding penahan tanah tergelincir hingga jatuh. Gaya gelincir ditentukan oleh tekanan tanah horizontal akibat tanah di

By : Salmani, MS, MT.

Page 29

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
belakang dinding. Sedangkan gaya tahannya adalah berat dinding dan tekanan pasif.

Dinding dapat dikatakan aman apabila angka keamanan melebihi yang disayaratkan. Angka keamanan :

SF

Re sisting forces driving

(8.29)

3. Daya Dukung Daya dukung tanah diperlukan untuk menahan beban akibat berat dinding penahan tanah. Besarnya daya dukung ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

q

V 6e 1 A B

(8.30)

dimana: V = jumlah gaya vertikal yang bekerja A = luas penampang kaki dinding e = eksentrisitas yang dihitung dengan V . x

M dan
(8.30a)

e

B 2

X.

B = lebar dinding pengaman.

By : Salmani, MS, MT.

Page 30

3 Prosedur Desain Prosedur desaindapat dilihat pada flowchart sebagai berikut : MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. By : Salmani. Flow chart perencanaan retaining wall Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Langkah ini akan mendapatkan nilai-nilai parameter hidraulis yang digunakan untuk perhitungan dinding penahan tanah.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. kekas ar an dasar s ungai.2. MS. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana.3. MT. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan jenis dan dimensi retaining w all Tentukan kedalaman tapak dan pondasi Cek stabilitas ? Ya Tidak Tentukan jenis dan ukuran pengaman kaki SELESAI Gambar 8-27. Potongan Melintang 2.1. Perubahan penampang melintang 3. Penentuan nilai parameter ini melalui catatan-catatan hidraulis yang ada maupun survei di lapangan. Page 31 .

32) Tekanan tanah horizontal. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas.1 h1 0 . Guling (overturning) Yang mempengaruhi gaya guling secara keseluruhan adalah sebagai berikut :. lebar dasar.31) h1 : kedalaman di hilir hs : kedalaman penggerusan Fr : bilangan froude.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Berdasarkan catatan debit. Bila tidak stabil. MS. Ph = Pa cos (8. Apabila bentuk retaining wall ini tidak dapat memenuhi persyaratan kekuatan.33 (8.025) diperoleh tinggi aliran dan kecepatan rata-rata.33) By : Salmani. maka kembali ke langkah 2. a. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu. Tekanan tanah aktif. MT. Tentukan juga dimensi dari retaining wall. maka ukuran dimensinya dapat diubah sehingga diperoleh hasil yang kuat dan ekonomis. maka akan dihitung stabilitasnya. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Dari desain awal pada langkah 2 telah dibuat bentuk awal dari retaining wall. Page 32 . formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : hs h1 dimana: a 1. Pa 1 / 2 H 2 Ka (8. 40 Fr0. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Tentukan bentuk dan jenis retaining wall yang akan digunakan.

Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tekanan tanah vertikal.37) Angka keaman untuk gelincir dengan persamaan (8. . Pv = Pa sin Berat tanah timbun. Gelincir (Sliding) Koefisien geser. W = jumlah berat tanah yang menimbun retaining wall Kemudian hitung momen guling Momen guling (Ph) = Jumlah gaya terjadi pada retaining wall x jarak antara titik acuan guling dengan resultan (jumlah gaya yang terjadi). f tan 2 3 (8.29) c.35) Gaya geser. V .34) SF Mr Mo Bila SF > SFpersyaratan. MS. Menurut Bowles (1968).f (8.x M Page 33 By : Salmani. Angka keamanan guling (8. Kp diperoleh dari hubungan kemiringan tanah timbun ( ).36) Tekanan tanah pasif. maka retaining wall aman b. Pp 1 2 f H 2 kp (8. FR V .

4 Spesifikasi Material Material yang digunakan tergantung dari jenis retaining wall yang digunakan. NS 3 N S ( SG 1 )3 a 1. maka parameter yang dihitung adalah seperti berikut ini. 8. Bila digunakan dari quarrystone . MS.3.30. MT.2. Bahannya bisa digunakan dari quarrystone atau riprap. dapat dihitung : Bt = 2H.3. Page 34 . maka dihitung dengan persamaan 8. Lebar Toe Apron (Bt). (8. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar. Perencanaan riprap dapat dilihat pada detail perhitungan riprap.1. Langkah 5 : Penguatan kaki struktur Agar kaki struktur aman terhadap gerusan maka perlu digunakan perkuatan kaki (Toe Apron) pada struktur retaining wall. Material yang biasa digunakan untuk retaining wall adalah pasangan batu kali yang direkatkan dengan semen maupun beton bertulang.2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING dengan: V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling Titik eksentrisitas dihitung dengan rumus (8.1.30a) d.39) 8. Bila digunakan quarrystone.5 Contoh Perencanaan retaining wall By : Salmani.8. (8.38) Wmin H3 .

antara lain dengan menggunakan retaining wall. = H/7 = 5/7 0.81 m /dt.50 m) yang akan diamankan. Dari gambar di atas dapat ditulis : H a1 b C = 5 m. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas. 0. lebar dasar. Adapun bentuk dan dimensi retaining wall yang akan digunakan seperti gambar 8-28. Dengan demikian tinggi tebing (3.65 m/dt.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Pengamanan tebing saluran/sungai yang sekaligus merupakan bagian dari badan jalan dapat ditempuh dengan beberapa cara. MT. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada. Langkah 2 : Penentuan tipe Retaining Wall (dinding penahan tanah) Retaining wall direncanakan untuk tipe gravitasi.40 m. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 3. Kemiringan tebing saluran mendekati 1V:1H. agar tebing saluran (sekaligus menjadi tebing jalan) aman terhadap keruntuhan/gerusan.025) diperoleh tinggi aliran 2. = H/12 = 5/12 = 0.50 m.70 m. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0. dan lebar dasar 25 m.30 m dan kecepatan rata-rata 0.2 kg/cm2 Rencanakan retaining wall. Page 35 . maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0.0001. By : Salmani. 3 Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 40. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 360 Berat jenis tanah dasar ( a) = 2200 kg/m3 Berat jenis tanah timbun ( f) = 2100 kg/m3 Daya dukung tanah izin (qa) = 3.6 x 5 = 3 m. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. MS.

MT.70 m = d2 = 0. d3 qa = 0. Desain Retaining Wall Langkah 3 : Penentuan tapak pondasi berdasarkan gerusan dasar yang terjadi Menurut Liu.0.70 . formula untuk perhitungan gerusan dapat ditulis : By : Salmani.30 m = 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING D d1 = C = 0.40 m. MS.2 kg/cm2 Gambar 8-28. Page 36 .40 = 0.

3 0 .15 ( 2 .316 8.2) = 1.169 t / m 2 Tekanan tanah tanah horizontal. MS.33 disini a diambil 6 meter.14 hS 2. Berat (t) 1/2 (0.65 9 . Guling (overturning) Dari tabel 6.14 0.295 Sin 10 10 1. MT.1)(5) 2 .81( 2 . Pv 8 .1 2.9 ) 1.99 lengan (m) 1.295 t / m 2 2 8 .3)(2. Langkah 4 : Perhitungan Stabilitas Retaining Wall Untuk kemiringan tanah timbun ( ) diambil 100 terhadap horizontal. W ( 4 .316.42)(4.3 hS = 0.44 t / m 2 Berat tanah timbun.10 ) 6 . 4 0 .65 m/dt (dari langkah 1) Fr 1 0 . Ph 8 .3 0.3 ) 6 1. Page 37 .11 momen (t/m) 2.295 Cos 10 0 Tekanan tanah vertikal.3 (Bowles.5 meter.0. maka tapak pondasi retaining wall direncanakan sedalam 1.3 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING hs h1 a 1. Tekanan tanah aktif. Perhitungan Stabilitas dinding No 1.28 t 2 Tabel 8-6. 40 Fr0. Pa 1 / 2 H 2 Ka 1 (2.1 h1 0 . dan kecepatan aliran 0.21 By : Salmani. 1968) untuk ( ) = 100 dan ( ) = 360 diperoleh Ka = 0.84 m Berdasarkan kedalam gerusan yang terjadi. a.

7(2.55 42.40)(4. MS.3)(2.15( 4 .5 ( ok ) b.25.3 ) ( 2 . Gelincir (Sliding) Koefisien geser.25) 2 7. Page 38 .1)(1.68 t Angka keamanan untuk gelincir.2) = 3. 3.2 ) 2 tanah 3x0.48 9. FR V . MT.444) = 10.78 1.169 2.50 5.169) x (2.44 = 6.01 17 .94 6.2 (Bowles. (0.2) Pv 5 .36 7.93 2.36 t Tekanan tanah pasif.13) = 17. f tan 2 3 tan 2 ( 36 0 ) 0 . FS 10 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 2.40 2 .444 3 Gaya geser.96 13.01 1.55 (0.41 1.f FR = 23.440 3.280 4.42 V = 23. 5.68 8.40 t/m Angka keamanan guling (SF) = 42.5 (ok ) By : Salmani.21 1.62 = 1. Pp 1 2 f H 2 kp 1 (2. 1968) untuk ( ) = 100 diperoleh Kp = 3. 4.45 1.49 Momen guling (Ph) = (8.22 1. Menurut tabel 6.5) 2 (3.83 2.

46) 1 3. V .04 2 0 . Page 39 .04m. MT.507 kg / cm 2 15. MS. maka dihitung: q V 6e 1 A B qmax 23.55 6(0.1 0.63 t / m 2 By : Salmani.2kg / cm 2 q m in 23. Daya Dukung Untukl menguji daya dukung yang dapat ditahan oleh tanah dasar.x dimana: M V : jumlah gaya vertikal yang bekerja M : selisih momen tahanan dengan momen guling X 42. e B 2 X 3 1. Berarti titik berat berada pada pusat massa (ok).01 17 . d.40 23.08 ) 3 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING c.55 1. Perhitungan Titik Resultan Tapak Dinding (location of the resultant on the footing) Untuk menentukan lokasi (titik) ini dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut.1 3 1.55 (0.07 t / m 2 ok 3.46 m.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Retaining wall cukup aman, baik terhadap guling, geser dan daya dukung pondasi. Namun sebaliknya pondasi diperkuat dengan pemasangan cerucuk dengan diameter 15 cm dan panjang 4 m.

Langkah 5 : Pengaman kaki dari bahaya gerusan Untuk aman terhadap gerusan pada kaki retaining wall, maka perlu digunakan penguat pada struktur tersebut. Tipe penguat ini dapat digunakan dari riprap (rock riprap) atau quarry stone.

Penentuan ukuran rock riprap Ukuran rock riprap dapat dihitung dengan rumus;

D50 y
dimana;

K Ss

V2 1 gy

K = 0,89, karena tipe retaining wall berupa spill through Ss = 2,65

g

9.81m / det 2 , maka dari persamaan (2), diperoleh;

D50 2.3

0.89 (0.65) 2 2.65 1 9.81x 2.3

D50 = 0,024 m. Diambil D50 = 3 cm. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada contoh perhitungan riprap. Penentuan ukuran quarrystone Bila digunakan quarrystone, maka lebar Toe Apron (Bt), dapat dihitung : Bt = 2H, Bt = 2 x 2,30 m = 4,60m. Berat quarrystone ;

Wmin

H3 ; NS 3 N S ( SG 1 )3
a

1,8.

By : Salmani, MS, MT.

Page 40

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

2 ,65( 2 ,3 )3 ( 1,8 )3 ( 2 ,65 1 )3
= 1,23 ton

8.3.2.2 Tiang pancang (Sheet Pile)

8.3.2.2.1 Deskripsi
Sheet pile merupakan salah satu jenis retaining wall. Sheet pile terbuat dari baja, beton, kayu atau sheet pile dari plastik yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk dinding yang kontinu sepanjang tebing saluran.

8.3.2.2.2 Dasar-Dasar Desain
Dalam mendesain sheet pile perlu diperhatikan adalah kedalaman sheet pile dan jenis tanah. Kedalaman sheet pile menentukan kekuatan dari sheet pile tersebut. Kekuatan dari sheet pile berada pada ujungnya dan gesekan pada selimut sheet pile. Jenis tanah juga menentukan kekuatan sheet pile. Tanah kohesif dan nonkohesif akan berbeda dalam menentukan kekuatan sheet pile.

Kedalaman sheet pile dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y

4

pp
'

K'

Y

3

8Ra Y2 ' ' K

6Ra
'

K'

2

2y K

'

'

p

' p

Y

6Ra yp 'p
'

2 4Ra 2

K'

0

(8.40)
sehingga dapat diperoleh y , dimana y adalah kedalaman sheet pile. Parameter yang digunakan dalam penentuan kedalaman sheet pile adalah

pa
pa

p a1
h1 K a

p a 2 ( Tekanan tanah aktif)
' ' h2 K a

(8.40a) (8.40b)

Ra

p a1

h1 2

p a1 h2

pa 2

h2 2

pa

a (Resultan gaya) 2

(8.40c)

By : Salmani, MS, MT.

Page 41

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
K‟ = Kp – Ka (Koefisien tanah) (8.40d)

p 'p

h1 K p

h2

a

'

' Kp

'

' aKa (Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan

sheet pile).

(8.40e)

Untuk lebih jelasnya, dapat melihat gambar pada contoh perencanaan.

8.3.2.2.3 Langkah-Langkah Desain
Langkah-langkah desain dari sheet pile dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut.

By : Salmani, MS, MT.

Page 42

kekas ar an dasar s ungai. MS. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Perubahan penampang melintang 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. MT. Potongan Melintang 2. Page 43 . kecepatan dan kedalaman rata-rata Sketsa Kondisi tipe turap (sheet pile) Tentukan koefisien tanah aktif dan pasif Tentukan kedalaman sheet pile (D=y+a) Cek kedalaman turap ? Tidak Ya Tentukan kedalaman gerusan pada kaki Tentukan ukuran batu untuk perlidungan kaki SELESAI Gambar 8-29 Flow Chart Langkah Desain Sheet Pile By : Salmani.

pengamanan tebing saluran/sungai (bagian dari badan jalan) dapat juga dilakukan dengan menggunakan turap (sheet pile).2. Langkah 2 : Sketsa kondisi tipe sheet pile yang diberikan Sheet pile direncanakan dengan tipe „centilever sheet pilling‟.0001.025) diperoleh tinggi aliran mendekati 3.2. Penyelesaian: Langkah 1 : Perhitungan parameter hidraulik/kapasitas saluran Berdasarkan catatan debit. Adapun bentuk dan dimensi sheet pile yang akan digunakan seperti gambar 8-30. lebar dasar.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.0 meter. dan kemiringan dasar saluran sekitar 0.4 Contoh perencanaan sheet pile Selain dengan retaining wall. Tebing saluran mendekati tegak lurus. Sedangkan catatan debit untuk saluran/sungai tersebut sebesar 91 m3/dt. Dalam contoh ini tinggi tebing yang harus diamankan 6. maka dengan menggunakan persamaan Manning (koefisien Manning diambil 0. MS.0 m dan kecepatan rata-rata 0. Data lain adalah: Sudut geser tanah ( ) = 300 Berat jenis tanah ( ) = 1950 kg/m3 Berat jenis tanah terendam ( ‟) = 1060 kg/m3 Rencanakan struktur turap. Dengan demikian tinggi tebing (6. kemiringan dasar dan tebing untuk saluran/sungai tersebut di atas.3. agar tebing saluran aman terhadap keruntuhan maupun gerusan. By : Salmani. MT. secara hidrolis lebih dari cukup untuk menampung/mengalirkan debit aliran yang ada.76 m/dt. Page 44 . dan lebar dasar 40 m.0 m) yang akan diamankan.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-30. MS. Page 45 . MT. Data dan Rencana Sheet Pile By : Salmani.

1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Ka = Ka‟ = 0. Ra y y 1 2 p a a ( 3 a) 2 34145 .06983 11948 .86 m Tekanan tanah pasif pada titik perpotongan sheet pile. Ra Ra p a1 h1 2 p a1 h2 pa 2 h2 2 pa a 2 11948 .94 3007 kg / m 2 diperoleh: a pa ' K a 1.6412 k / m2 By : Salmani.333 = 2.67 Tekanan tanah aktif.345 k / m Jumlah momen terhadap garis perpotongan sheet pile. p 'p p 'p h1 K p h2 a ' ' Kp ' ' aKa 30086. pa pa p a1 h1 K a pa 2 ' ' h2 K a pa pa 1948 .06 m Gaya resultan (Ra). Page 46 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Penentuan koefisien tanah aktif dan pasif Dari tabel 6-3 (Bowles. MS.05 1058 .345 pa 2 h2 a 2 h2 3 pa1h2 a h2 2 pa1 h1 a h2 2 h1 3 y 2. 1968) untuk ( ) = 00 dan ( ) = 300 diperoleh Kp = Kp‟ = 3.0 – 0.0. MT.333. Dari tabel 6-4 (Bowles. K = K‟ = Kp – Ka = 3.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 : Penentuan kedalaman sheet pile (D) Kedalaman sheet pile dari tekanan tanah pasif.77 m 2 2y 'K ' 2 4 Ra ' 2 K p 'p 414. Y4 10 .495 meter.165 Y 841.2 kg / m 3 pp ' K' 10. FH Ra pp ' p 'p z 2 pp Y 2 FH 4.165 m 3 6 Ra yp 'p ' 841. Page 47 .423 0 dengan cara coba-coba didapat Y = 6.83 k / m2 pp ' ' Kp ' Ka Y ' p 'p 48907.63 Y 3 33. MT. By : Salmani.423 m 4 K diperoleh. MS. pp pp ' p 'p ' ' Kp ' Ka Y 18820.65 meter. Kontrol: z p pY pp 2 Ra p 'p' dimana.01 0 ok.47 k / m 2 didapat : z = 1.77 Y 2 414 . Y4 ' pp ' K' Y3 8Ra Y2 ' ' K 6Ra ' K' 2 2y 'K ' p 'p Y 6Ra yp 'p ' 2 4Ra 2 K' 0 K' 2830 .63 m 8Ra ' K' 6 Ra ' ' 2 33.

MS.02.10 3 0. maka kedalaman sheet pile yang diperlukan adalah: D 1. persamaan untuk menghitung gerusan pada kaki sheet pile dapat juga digunakan dari Liu.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan penambahan 30 % (keamanan).4 Fr 1 0.76 m/det a Fr1 = 0.33 hs = 0.06 D 10 meter Langkah 5 : Perhitungan gerusan pada kaki sheet pile Sama seperti pada kasus retaining wall.14)0. MT.15 0.81 x3 = = 0.10m V1 gy1 0. D50 y dimana. karena sheet pile dianggap dinding vertikal By : Salmani.65 1. maka ukuran riprap dapat dihitung dengan rumus. et al (1961) dan Grill (1972). Page 48 . yaitu: hs h1 dimana.30 6.8).14 (< 0. Langkah 5 : Penentuan ukuran rock riprap Berdasarkan bilangan Froude = 0.14 Dari persamaan (1) diperoleh. hs 3 2.76 9. K Ss V2 1 gy K = 1.30 Y a D 1.4 (0.15 h1 0. a 2.33 h1 = 3 m V1 = 0.86 m.

Pile beton lebih rumit pemasangannya dibandingkan pile baja. Dapat berguna di aliran dengan tingkat abrasi yang tinggi dan dimana dinding memikul gaya axial. Biasanya digetarkan ke dalam tanah. 2.65 g 9.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ss = 2.3 Bioengineering Bioengineering merupakan jenis dinding pengaman gerusan dengan menggunakan tumbuhan atau tanaman. Bisa digunakan permanen untuk dinding yang tingginya sedang sampai tinggi sekali 5. Diambil D50 = 5 cm. Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat sheet pile adalah : 1. Rolled Steel. 4. 8. 3. Baja material yang paling sering digunakan.036 m. D50 3 1. maka dari persamaan (2). Plastik : kerapatan yang tinggi. interloking antar plastik.65 1 9. Plastik mempunyai struktur yang lebih rendah daripada material struktur lainnya.3. MT. diperoleh. perbedaan berat rolled steel sheet pile dapat menancapkan ke dalam tanah. Kayu : interlocking dengan sendiri ke tepi tanah. beton pracetak. Baja : interlocking. Dibutuhkan struktur pengait seperti cantilever. Page 49 .81m / det 2 . Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh perhitungan detail riprap. Beton : pracetak. Dinding pengaman jenis ini akan digunakan bila daerah tesebut sulit untuk menemukan bahan konstruksi seperti semen dan pasir.76) 2 2.02 (0. kayu atau plastik pile.81x3 D50 = 0. pile beton lebih lama umur pelayanannya tetapi harganya mahal. MS. Berikut ini akan diperkenalkan dinding pengaman yang terbuat dari tanaman yang dapat digunakan dan sesuai dengan keadaan di Indonesia. By : Salmani.

3. Perencanaan bioengineering di sebuah saluran harus dievaluasi sebagai satu kesatuan sistem. MT. Perencanaan pengaman bantaran dari bioengineering harus melibatkan aspek-aspek di sekitar pengaman. Bagian-bagian dari perencanaan bioengineering terdiri penanganan kerusakan yang potensial dan aspek ekonomi dan politik. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Tentukan masalah akibat dari erosi Tentukan tujuan (dikarenakan masalah erosi) Contoh : . Pemasangan pengaman bioengineering di sekitar kawasan yang dilewati sapi adalah usaha yang kurang baik karena sapi tersebut akan memakan tanaman bioengineering sesudah dipasang.Meningkatkan habitat perikanan Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Politik Ekonomi Klimatologi Kondisi fisik Kondisi tanah Kondisi biologi Peralatan dan Material (Bahan) Rencana Pembangunan Pengadaan Tanaman Implementasi Proyek Persiapan Lahan dan Konstruksi Penanaman Pengawasan Pemeliharaan By : Salmani.Meningkatkan kualitas air .1 Konsep Desain Penggunaan bioengineering (pengaman dari tanaman) diutamakan untuk mengontrol erosi. Aktivitas di sekitar pengaman yang mempengaruhi erosi harus diperhatikan. tetapi kadang digunakan untuk hal lain.3. Page 50 . Bagianbagian perencanaan ini dapat dilihat pada gambar 8-31.

8. Masalah yang timbul biasanya adalah akibat erosi seperti permasalahan kualitas air. seperti penggusuran lahan di sekitar bantaran saluran. Pertanyaan dan jawaban yang By : Salmani.3.1.3. Komponen-komponen yang berkaitan dengan penghambat adalah saling terlepas dan harus diperhatikan. MS. Hal ini akan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab. perlindungan sumberdaya alam atau maksud lainnya. hidrologis.1. perikanan yang sedikit dan lainnya.1 Penentuan Masalah dan Tujuan Tujuan yang akan dicapai berdasarkan masalah yang muncul atau masalah yang diperlukan untuk sebuah proyek. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-31 Langkah-Langkah Perencanaan dan Implementasi dari Pekerjaan Bioengineering Langkah-langkah diatas dijabarkan berikut ini. Tujuan dari proyek biasanya ditentukan oleh permasalahan tersebut.2 Pertanyaan yang muncul beserta jawabannya menyangkut komponen dari proyek Proyek pengendalian erosi di bantaran sungai/saluran mempunyai beberapa komponen. ekonomi.3. 8. tanah dan komponen biologi. tetapi dapat juga dalam penyediaan habitat ikan dan hewan liar. Hal ini akan memerlukan keahlian antar disiplin ilmu yang minimal terdiri dari insinyur. klimatologi. sosiologi dan hukum. Setiap komponen dapat memiliki penghambat yang harus diselesaikan. peneliti kehidupan makhluk hidup dan ekonomi. Komponen ini seperti politik. Tujuan-tujuan yang akan dicapai tidak hanya ditimbulkan oleh masalah fisik akibat erosi tetapi juga oleh masalah hukum. peningkatan kualitas air. fisik. Page 51 .3.

maka harus menggunakan tanda-tanda kedalaman di sekitar saluran. Proyek bioengineering biasanya lebih murah dibandingkan dengan struktur lainnya. Komponen fisik meliputi parameter proyek seperti kestabilan tanah seperti penurunan tanah. Klimatologi akan mempengaruhi pemilihan tanaman yang akan ditanam dan penanganannya setelah penanaman. timing. kedalaman dan lainnya. Kalau tidak ada catatan mengenai data kedalaman muka air dari saluran.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING muncul akan memandu ke dalam rencana pengembangan. frekuensi air. Desain dari pengaman tumbuhan (pengaman hijau)/bioengineering harus meliputi pembiayaan untuk pengawasan dan penanaman dan pengaturan lokasi untuk mencapai tujuan. geomorpologi seperti catatan arus. suhu dan evapotrasnpirasi. Bagaimanapun juga. suhu. bentuk penampang. Dari parameter fisik yang telah disebutkan. variabel ekonomi akan mempengaruhi keputusan akhir dalam memilih tanaman dan kepadatan tanaman sesuai dengan pra-desain dan pemeliharaan. MS. hidrodinamik seperti sumber air permukaan dan tanah. Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting untuk proyek pengendalian erosi. Komponen politik yang meliputi faktor manusia yang buruk dan jalan kaki yang dibuat dan kendaraan off road dapat menjadi faktor yang positif dalam perbaikan lingkungan. MT. Setelah atau bersamaan dengan pengadaan tanaman. By : Salmani. Setelah rencana pengembangan disetujui. penyinaran matahari dan lainnya. impelementasinya dapat dilakukan. bentuk. pengetahuan penduduk di sekitar saluran dan data lain yang didapat dari tanaman lokal dan tanah yang menunjukkan periodisitas banjir. seorang perencana harus mengetahui data hidrologi dan geomorfologi dari saluran. Untuk menentukan tanaman yang digunakan dan jenisnya serta waktu penanamannnya. Komponen klimatologi meliputi beberapa aspek seperti hujan. Hal ini akan menyangkut peraturan pemerintah yang berlaku dan tekanan dari masyarakat seperti penggunaan tanaman yang berasal dari daerah tersebut. hidrologi dan geomorfologi merupakan faktor yang penting. Page 52 . kelembaban. Tanaman yang digunakan untuk daerah yang mempunyai musim hujan yang tinggi dan kering akan berbeda dengan daerah yang mempunyai musim kering lebih banyak dibandingkan musim hujan. pengadaan tanaman dilakukan.

Untuk menggunakan bioengineering yang efektif.3. curam dan tidak dapat ditanami harus dibentuk sehingga dapat ditanami. Kemiringan untuk tanah berpasir adalah 30o. maka perlu perbaikan kondisi tanah. Page 53 . Struktur yang khusus digunakan untuk penanganan selain drainase kalau geomorfologi turut menyumbang dalam erosi. struktur dan kedalaman mempengaruhi kandungan air di tanah dan perlu diperhatikan ketika menentukan tampungan air atau air irigasi selama musim kering. Bantaran yang telah tererosi.3 Rencana pembangunan By : Salmani.1. kesuburan. Tanaman juga harus tahan terhadap keadaan kering. Komponen biologi adalah salah satu komponen penting dan saling terkait dengan komponen lainnya. Kemiringan yang sering digunakan adalah kurang dari 1 – 1. sedangkan lempung dapat lebih curam. Komponen tanah meliputi parameter tanah seperti tekstur.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Karakteristik geomorfologi seperti geometri bantaran sangat menentukan dalam desain bioengineering. Bagian bawah pengaman hijau harus tahan banjir sedangkan bagian atas lebih sedikit tahan. Tanaman yang digunakan harus mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap banjir. 8. daya tahan erosi. Tanaman asli yang tumbuh di bantaran atau yang sudah tumbuh lama digunakan dengan normal. MT. Tanah yang kurang atau tidak sesuai dengan bioengineering dapat diperbaiki dengan teknik atau metode perbaikan tanah tergantung dari permasalahan yang timbul. Tanah dengan lapisan humus 10 cm diharapkan. kandungan kimia dan sebagainya.2 V : 1 H. MS. perencana harus mempelajari dan mengevaluasi tanaman yang tumbuh atau digunakan di seluruh bagian bantaran. kondisi bantaran dan jenis tanaman harus dikaji sebanyak mungkin. Termasuk habitat yang diperlukan untuk tanaman dan binatang serta rencana yang telah dibuat sehingga menemukan persyaratan yang dibutuhkan untuk masing-masing komponen. Tebing yang curam dimana penggerusan di kaki terjadi memerlukan perlindungan seperti riprap.3. Di dalam bioengineering. struktur. Untuk menjamin kestabilan bantaran dan perlindungan kaki. Pemindahan tanah sangat mahal dan harus diperhatikan untuk keadaan ekonomi. Tekstur tanah. Sedangkan tanaman parasit harus disingkirkan. seperti piping atau sadding.

3. Dari pengamatan akan didapat tentang referensi tempat seperti tanaman yang akan digunakan. Page 54 . Beberapa tanaman yang asli tumbuh di sekitar saluran sangat sulit untuk dikembangbiakan dan tumbuh dan banyak jenis tanaman yang tertentu By : Salmani.3. Panduan secara umum untuk analisis tempat adalah observasi keadaan tempat proyek di upstream maupun downstream.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencana pembangunan merupakan hal yang puncak dari tahapan yang sebelumnya.1. 8. 8. Ketersediaan tanaman dari beberapa spesies. Analisis tempat sebelum tanaman dibeli atau proyek diimplementasi merupakan hal yang penting. Peralatan dan teknik penanaman tergantung dari jenis vegetasinya serta ukuran proyek dan kondisi lapangan. 8.1.4 Peralatan dan Material Dalam rencana pembangunan. Hama dan penyakit tersebut jangan sampai menyebar ke daerah sekitar saluran.5 Perizinan Setelah analisis kondisi lapangan dan pengerjaan mulai dilaksanakan. perizinan untuk membangun diperlukan. Dalam analisis tempat. jenis spesies yang akan menyerang tanaman. Perizinan ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.6 Pengadaan Tanaman Indikator tanaman yang paling baik digunakan untuk bioengineering adalah tanaman yang tumbuh di sekitar saluran secara alami. setiap komponen harus dianalisis termasuk faktor atau parameter dan apa saja yang akan mempengaruhi pembangunan tanaman untuk bioengineering dan stabilitas bantaran.3. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanaman adalah undang-undang (aturan) mengenai pengadaan tanaman.3.1. MS.3.3. peralatan dan material diperlukan untuk menangani masalah tanaman dan penanamannya. ukuran dan kualitas sering menjadi batasan dalam menentukan pemilihan tanaman dan pengadaan tanaman. MT. Hal lain yang perlu diperhatikan hama dan penyakit yang dibawa oleh tanaman tersebut.

3. Teknik yang lain adalah menyebarkan bibit tanaman. MS. Untuk lebih mudah dalam memilih tanaman yang digunakan untuk pengaman hijau ini. 8. untuk By : Salmani.3. Kerjasama antar pemilik disiplin ilmu dalam perencanaan sangatlah penting dan harus terjaga sampai proyek ini selesai. yaitu hanya menggali dengan pacul dan memasukan stek (batang tanaman) sampai memindahkan akar tanaman yang besar. 8.3. gelombang yang tinggi serta arus yang terjadi.1.1.3. Page 55 . MT.1. 8.8 Teknik Penanaman Ada beberapa teknik penanaman dalam bioengineering mulai dari yang sederhana. hydroseeding dan lainnya. kemungkinan perusakan oleh binatang.3.3.7 Implementasi Implementasi (pelaksanaan) adalah kegiatan lanjutan dari perencanaan pembangunan dan terintegrasi dengan proses perencanaan. Implementasi ini terdiri dari persiapan lapangan dan konstruksi.3.3. Teknik penanaman yang telah disebutkan harus dikombinasikan dengan material bangunan atau struktur untuk membentuk struktur yang tahan erosi. sangat disarankan untuk mengidentifikasi tanaman sebanyak mungkin dan mempergunakan sedikit mungkin jenis tanaman yang ada.9 Pengawasan dan pemeliharaan Pengawasan dan pemeliharaan merupakan bagian yang penting dari perencanaan dan pembangunan pengaman bioengineering ini. penanaman dan pengawasan serta pemeliharaan.10 Penanganan bioengineering Seluruh bantaran saluran harus ditangani agar mencapai kemampuan maksimum untuk melindungi permukaan bantaran dan kaki dari erosi.1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING tidak tersedia di pasaran atau kualitasnya rendah. Intensitas dan frekuensi dari pengawasan dan pemeliharaan tergantung dari kondisi lapangan. Tahap ini memerlukan detail pekerjaan. klimatologi. 8.

geotekstil. peningkatan kualitas air. Salah penanganan zona kaki yang mudah adalah dengan menggunakan batu-batuan. MT.4. yaitu dengan riprap.5. tanaman maupun gabungan dari material tersebut. kayu. Penanganan zona kaki menggunakan batu-batuan. Seluruh daerah bantaran harus ditangani dengan sistematik. Page 56 . MS.1. Penanganan yang akan sangat diperhatikan adalah penangan zona kaki bioengineering. Penanganan Zona Kaki Zona kaki merupakan zona yang mudah terkena erosi sehingga dapat membentuk lubang.1 Groin (Krib) 8. Penanaman tumbuhan pada daerah mungkin terlalu lebar atau akan timbul kesulitan karena geomorfologi saluran.4. Bangunan Pengarah Aliran 8. b.1 Prosedur Perencanaan Prosedur perencanaan dari groin krib dapat disajikan dalam bentuk flowchart sebagai berikut : By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING habitat binatang. Penanganan seluruh bantaran dapat dilihat pada bab 6.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. MT. MS. Page 57 . Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. kekas ar an dasar s ungai. kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan tinggi krib Tentukan sudut orientasi krib Tentukan jarak antar groin Tentukan jarak panjang pengunci Tentukan lebar puncak Tentukan ukuran material Cek Stabilitas ? Tidak Ya SELESAI By : Salmani. Perubahan penampang melintang 3.

5L W 0 .44) By : Salmani. Page 58 . maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing. Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus. Menurut Saele (1994) .3 .43) Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi. Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. 1994 . S = (4 5) L (8. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. MS.8 L W 0. LKmin = 2. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L W 3 (8. yaitu : LaGrone. S R 1. S max 1 L 1 R 2 0. 1995 . MT.4 m atau LKmin = 4 D100 (8. ada beberapa formula yang dapat digunakan. 5 (8. Flow chart perencanaan groin Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi.41) Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-32.42) Saele. Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W).

Page 59 .5 (8.3 5 R 0 . Material yang digunakan tergantung dari kondisi biaya yang dianggarkan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Menurut LaGrone (1995) . tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall 8. karena kayu direndam di dalam air. MT.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk membuat groin (krib) adalah dari susunan kayu atau sheet pile.4. By : Salmani. Jadi dalam hal ini.46) Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m.45) Untuk : R > 5 W dan S < tg LK L W 2 L 0 . penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. MS.1. Kayu yang digunakan harus tahan terhadap air. Untuk : R > 5 W dan S LK = Stg -L L tg (8.

Perhitungan parameter hidraulik ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya.3 Contoh Perencanaan groin Salah satu cara untuk menstabilkan/memantapkan tikungan saluran/sungai adalah dengan menggunakan konstruksi Groin. Sudut ekspansi untuk mengunci groin dalam tebing ditetapkan sebesar 20o. B Gambar 8-33. MT. Dalam contoh soal ini diketahui lebar saluran/sungai 25 m. Rencana groin Secara prosedur sebelum dilakukan perencanaan groin. Rencanakan struktur groin tersebut. maupun HEC-RAS. terlebih dahulu harus diketahui kondisi hidraulik eksisting pada tikungan tersebut. Penyelesaian : Lihat gambar 8-33. Parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.4. By : Salmani. Page 60 . WSPRO. jari-jari tikungan saluran/sungai (terhadap garis as/center line) adalah 150 m. HEC-2. agar tikungan sungai aman dari gerusan akibat aliran yang terjadi. MS.1.

Langkah 4 : Jarak Antara Groin (spacing) Untuk menentukan spacing. 1995 . Langkah 3 : Panjang Groin Panjang groin rencana tidak melampaui 1/3 lebar rata-rata saluran (W). Posisi ini merupakan posisi standar pada perencanaan groin. yaitu : LaGrone.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 1 : Penentu Tinggi Groin Tinggi groin direncanakan tidak melampaui tinggi tebing karena erosi pada daerah tebing dapat bertambah pada elevasi muka air tinggi. untuk lebih jelasnya dapat ditulis : L B 10 B 3 L B 4 B = 25 m B 10 B 4 2. baik terhadap aliran hulu maupun arah aliran di hilir. ada beberapa formula yang dapat digunakan. MS. Langkah 2 : Sudut /Orientasi Groin ditempatkan tegak lurus arah aliran. Page 61 .5 m 6.25 m diambil panjang groin (L) = 5 m. MT. Oleh sebab itu tinggi groin yang direncanakan sangat bergantung pada hasil perhitungan parameter hidraulik. By : Salmani.

Langkah 5 : Panjang Pengunci (length of key) Untuk menjaga agar groin tidak terbawa arus atau runtuh pada saat aliran tinggi.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING S max 150 1 5 1 150 2 0 . Tg 200 .2 m Diambil LK = 2. MT.40 m 0 . MS. maka groin tersebut harus dikunci kedalam tebing. Panjang pengunci ini bervariasi untuk setiap kasus.5 LK = 2.3 Sedangkan menurut Saele . ok R > 5B S L tg By : Salmani.4 m.5 Smax = 38. Page 62 .8 5 25 0 .41 m S 150 1.5.3 m > 1.5 25 = 19. S = (4 5) 5 = (20 – 25) m untuk itu diambil jarak antara groin (S) = 20 m. R = 150 m B = 25 m S = 20 m L=5m = 200 maka digunakan rumus : LK = 20.

6.1 Prosedur Perencanaan Tahapan desain spur terdiri dari penentuan batas bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi. Pemilihan Tipe Spur Tipe spur yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel 8-7.2 Spur 8. 8.2. By : Salmani. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur groin harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. MT. permeabilitas. tapi tidak kurang dari (2 3) D100 Langkah 7 : Ukuran Material (material sizing) Untuk menentukan ukuran material groin sangat tergantung dari jenis material yang digunakan. tinggi.2. penentuan ukuran material dapat merujuk ke referensi terkait. MS.4. 1. Page 63 . profil dan jarak antar spur. Jadi dalam hal ini. Penentuan Batas Bantaran/Tepi Sungai yang akan Dilindungi Panjang bantaran/tepi sungai yang akan dilindungi dapat melihat pada bab 8. pemilihan tipe spur dan desain pemasangan spur yang terdiri dari panjang spur. 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 6 : Lebar Puncak Lebar puncak Groin bervariasi sekitar 1 m sampai 4 m.4. arah spur.

MS. Page 64 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani. MT.

MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Tabel 8-7 Tipe Spur dan Metode Pemilihan By : Salmani. Page 65 . MT.

Permeabilitas lebih dari 70 persen dapat mencegah terjadinya erosi pada bantaran sedangkan permeabilitas kurang dari 35 persen dapat terjadi erosi seperti halnya pada spur yang impermeabel. Spur dengan permeabilitas lebih dari 35 persen akan memperpendek panjang spur. Page 66 . Lminimum = 0. Panjang spur yang baik digunakan adalah lebih besar dari 20 persen dari lebar sungai atau . jarak antar spur dipengaruhi oleh arah spur. Semakin tinggi permeabilitas. Arah spur sebaiknya 90o diukur dari pinggiran sungai. Spur yang ke arah upstream tidak sebaik spur yang kearah downstream. By : Salmani. MT. Desain Pemasangan Spur Langkah 1 Tentukan Panjang Spur Panjang spur tergantung dari panjang sungai/saluran yang akan diperbaiki.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3. Langkah 3: Tentukan Permeabilitas Spur Permeabilitas spur menentukan banyaknya air atau aliran air yang melewati/menembus spur.2 x lebar sungai Langkah 2: Tentukan arah spur (8. Tetapi harus diperhatikan panjang spur dan arah spur. Arah spur yang pertama sebaiknya 150o dari pinggir sungai. semakin banyak air yang dapat menembus dinding spur. MS. Untuk spur yang lebih dari satu. Hubungan permeabilitas spur dengan kedalaman gerusan dan arah spur dapat dilihat pada gambar 8-34 dan 8-35.47) Spur yang mengarah ke upstream atau downstream akan berbeda dalam hal kinerjanya.

MT. Page 67 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-34. Grafik permeabilitas spur dan orientasi vs kedalaman gerusan relatif pada ujung spur Gambar 8-35. Permeabilitas dan arah spur vs sudut ekspansi By : Salmani. MS.

Denah kasus penerapan Spur By : Salmani. MT.2. Bentuk puncak dari spur sebaiknya miring dari bantaran menuju sungai.4.3 Contoh Perencanaan spur Kasus degradasi/migrasi pada tikungan saluran/sungai (eksisting) seperti gambar 8-36.48) 4.4.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 4 Tentukan Tinggi Spur Spur yang impermeabel sebaiknya tidak melebihi tinggi bantaran. Gambar 8-36. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. Page 68 .2. Perlindungan Kaki Kaki spur dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. MS.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. 8. 8. Langkah 5 Tentukan Jarak Spur Jarak antar spur (s) dapat ditentukan dengan rumus : S = L cot Dimana: S = jarak antara ujung spur (m) L = panjang spur (m) = pebesaran sudut pada ujung spur (8.

konsentrik terhadap garis tebing yang diinginkan. MS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk mengatasi permasalahan ini diminta untuk merencanakan Spur yang dapat berfungsi sebagai : Menghentikan / mencegah perpindahan meander sebelum badan jalan yang melintasi saluran rusak / runtuh. Sket lokasi thalweg yang diinginkan secara mulus (smooth) dari arah aliran udik melalui kurva menuju garis lurus/sejajar arah aliran di bagian hilir.37. Penyelesaian : Langkah 1 : Gambarkan Lokasi Thalweg Pada prinsipnya sebelum dilakukan penggambaran thalweq. MT. Dalam contoh ini dianggap streamline sudah diketahui. Langkah 2 : Gambarkan kurva yang mulus melalui ujung spur. Gambar 8-37. Parameter yang paling penting dalam perencanaan spur ini adalah „streamline‟ pada tikungan saluran. Page 69 . Rencana Penempatan Spur By : Salmani. terlebih dahulu harus dihitung parameter hidraulik untuk kasus eksisting. Sudut ekspansi yang digunakan adalah 170 untuk panjang spur sekitar 20 % lebar saluran. Lihat gambar 8. Perhitungan parameter ini didasarkan pada data aliran yang ada serta data geometriknya. Untuk itu tipe deflector spur/permeabel retarder atau impermeabel deflector spur direkomendasikan untuk digunakan dalam kasus ini.

Maka jarak spur no. Page 70 . MS. MT. Hitung jarak dengan spur berikutnya : Panjang efektif spur no. 1 dengan spur berikutnya adalah : S1 = L1 cotg 170 10 ~ 33 1 0 .305731 32.71 Spur dipasang pada sudut 900 terhadap tangen yang merupakan kontruksi yang paling ekonomis Langkah 4 : Untuk spur yang lain (spur di hulu dari spur pertama) ditempatkan dengan menggunakan persamaan yang sama seperti diatas.1 pada bagian hilir dari kasus yang ditinjau dengan membentuk sudut ekpansi 170. Dengan penempatan spur seperti ini akan terjadi deposisi pada dasar antara garis tebing yang diinginkan dengan garis tebing yang tererosi (eksisting) Berdasarkan garis tebing yang diinginkan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Posisi/lokasi Spur no. maka panjang busur (gambar 8-38) yang dibutuhkan sehingga kasus ini dapat teratasi adalah : By : Salmani. 1 (L1) = 20% x 50 = 10 m. 1 Tempatkan spur no.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
Gambar 8-38. Posisi /jarak lintasan penempatan Spur

PB

α x 2 rr o 360 70 x 2 . 250 360 305m
11

Sehingga jumlah spur yang harus dipasang adalah 305/32,71 +1 = 10,24 buah. Langkah 5 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur spur harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall.

8.4.3 Guide Bank

8.4.3.1

Prosedur Perencanaan

Prosedur perencanaan guidebank terdiri dari panjang guidebank, tinggi dan riprap.
MULAI

Pengumpulan data lapangan : 1. Potongan Melintang 2. Perubahan penampang melintang 3. Data tanah

Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana, kekas ar an dasar s ungai, kecepatan dan kedalaman rata-rata Tentukan debit yang melew ati bantaran kiri dan kanan

A By : Salmani, MS, MT.

Page 71

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING

A

Tentukan debit dengan jarak 30 m dari bantaran Tentukan panjang, tinggi dan lebar guide bank

Cek Stabilitas ?

Tidak

Ya

Tentukan perlindungan kaki

SELESAI

Gambar 8-39. Flow Chart Perencanaan GuideBanks

a. Analisis data awal (Preliminary Data Analysis)

Langkah 1. Kumpulkan data lapangan yang diperlukan yang meliputi (survey penampang melintang saluran, data tanah, foto udara (aerial photographs), studi kasus, dll). Langkah 2. Tentukan debit rencana. (lihat subbab 8.2.1).

Langkah 3. Tentukan melintang rencana.

perkiraan

perubahan

(development)

penampang

By : Salmani, MS, MT.

Page 72

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING
b. Dimensi guidebank Langkah 4 Tentukan debit yang melewati bantaran kiri dan kanan (Qf) Qf = V x kedalaman x lebar bersih saluran Langkah 5 Tentukan debit dengan jarak 30 m dari pilar (Q30 m) dan Qf/Q30 m Q30 m = V x kedalaman bantaran x 30 m Langkah 6 Tentukan panjang Guidebank (Ls) Panjang guide ditentukan dari nomograh antara Ls dan Qf/Q30 m (gambar 8-40) Gambar

Gambar 8-40. Nomogram untuk menentukan panjang tebing penuntun (guidebank)

Petunjuk Penggunaan Nomograph padagambar 8-40:
1. Tentukan nilai Qf , Q30 dan Va. 2. Hitung Qf /Q30 .

By : Salmani, MS, MT.

Page 73

Desain untuk riprap ini dapat dilihat pada bagian perencanaan riprap. Kemiringan dasar saluran seragam 0.6 m dari freeboard diatas permukaan air desain. Kemiringan tebing.3 Contoh Perencanaan guide bank Pada suatu saluran/sungai yang dilintasi (crosing) oleh jalan jembatan seperti gambar di bawah.2 Spesifikasi Material Material yang digunakan sama dengan material yang digunakan pada riprap atau gabion (bronjongan). baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. sedangkan untuk bantaran 0. Adapun lebar dasar saluran utama 75 m. 8. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. Perlindungan Kaki Kaki guidebank dapat dilindungi dengan riprap sepanjang spur. MS.035. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi. By : Salmani. Jenis perlindungan yang lain adalah dengan pondasi pile. Page 74 .025. 8. Langkah 7 Tentukan ketinggian dan lebar guide bank Tinggi minimum guidebank adalah 0.3. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m. Langkah 8 Tentukan Ukuran Batuan Guidebank terdiri dari batuan yang tersusun (riprap). Sungai tersebut mempunyai debit aliran rencana 300 m 3/detik. c. Baca titik perpotongan antara garis lurus (garis vertikal) dengan garis sumbu horizontal untuk nilai Ls. MT. 4.4. Lebar atas guidebank antara 3 sampai 4 m dengan kemiringan pinggir 1V : 2H atau kurang. Tarik garis lurus dari titik Qf /Q30 yang dihitung (sumbu vertikal) sampai garis Va yang dipakai dan tarik lagi garis ke bawah memotong sumbu horozontal.4.3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 3.0001. Prosedur penentuan riprap dapat dilihat pada perencanaan riprap.

Denah rencana Guidebank Penyelesaian : Langkah 1 : Tentukan parameter rencana hidraulik yaitu kedalaman dan kecepatan pada kondisi debit rencana. WSPRO.h . Pada prinsipnya parameter ini akan lebih baik bila dihitung dengan program komputer seperti DUFLOW. V 1 2 / 3 1/ 2 R S n Amc Pmc A eb P eb (Bmc Bmc B xh eb B eb m h )h mc mc 2 1 m2(h mc h ) eb 1 m 2. MS.41. Page 75 . Dalam contoh ini digunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan rumus Manning untuk memperoleh kedalaman normal serta kecepatannya. HEC-2. Gambar 8-41. Lihat gambar 8. maupun HEC-RAS.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Rencanakan struktur guidebank pada kedua sisi (kiri dan kanan) sehingga bukaan jembatan diperoleh selebar 85 m. eb Q = Qmc + Qeb By : Salmani. MT.

Kecepatan pada saluran utama : By : Salmani. MT. h 2 / 3 0.0001 1/ 2 0.143h mc mc eb 8/ 3 5/ 3 5/ 3 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dimana : hmc heb Bmc Pmc Amc m Beb Aeb Peb Qmc Qeb : kedalaman aliran di saluran utama : kedalaman aliran di bantaran : lebar dasar saluran utama : keliling basah penampang saluran utama : luas penampang basah saluran utama : kemiringan tebing : lebar dasar bantaran : luas penampang basah bantaran : keliling basah penampang bantaran : debit aliran di saluran utama : debit aliran di bantaran Sehingga diperoleh: Q 300 Bmc 1 2 / 3 1/ 2 mh h R S mc mc n 1 2 B .35 m. MS.143h 5 / 3 eb 5/ 3 30h 0.4h mc mc 5/ 3 5/ 3 57.025 mc 300 300 75 2h 0.h .8h 57.035 eb 75 2 H H 1 h 2 / 3 0.143h 300 mc mc eb 8/ 3 0 Dengan mengambil tinggi aliran di bantaran (heb) = 1 m.0001 1 / 2 eb 0. maka diperoleh kedalaman di saluran utama (hmc) = 3.8h 30h 57.( R 2 / 3 S 1 / 2 ) eb eb n 1 2 100h . Page 76 .

0.035 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 1 2 / 3 1/ 2 R S n 1 h 2 / 3S 1/ 2 0. (300) = 100.6 m3/dt (untuk satu sisi). maka Qf adalah debit yang dihitung untuk bantaran kiri maupun kanan pada langkah pertama yaitu 28. Dengan anggapan aliran seragam maka : Qf = Veb x heb x50 m = 0.896 /dt 1 v ( 1 )2 / 3( 0. MS. baik abutment kiri maupun kanan.896 = 2 x 100 x 0.231 m3/dt = 57.00 m2 (bantaran untuk satu sisi) = 245.20 m3/dt = 302.0001 )1 / 2 bantaran 0.35 )2 / 3( 0.01 ). By : Salmani.025 v 0.286 x 1 x 50 = 14.35) 3.35 = 273.431 m3/dt Langkah 2 : Tentukan debit pada bantaran kiri dan kanan (Qf) Debit ini sangat tergantung pada posisi abutment jembatan. v Luas penampang basah : Amc Alb Qmc Qlb = (75 + 2 x 3.286m/dt. Tetapi dalam contoh ini. MT. abutment jembatan ditempatkan pada jarak 50 m dari tebing saluran utama.025 mc 1 ( 3.23896 )( 0.286 Q Q Qtat.65 m2 (saluran utama ) = (100 x 1) = 273.0001 )1 / 3 0.025 1 ( 2. Page 77 .3 m3/dt masing-masing untuk sebelah kiri dan kanan. Kalau kedua abutment (kiri dan kanan) ditempatkan pada tebing bantaran.695 x 0.

Karena dalam kasus ini aliran dianggap seragam.695 m2 Berdasarkan luas penampang basah bukaan tersebut. maka diperoleh panjang guidebank (Ls) kurang dari 15 m. Karena Ls yang dibutuhkan terlalu pendek. MS.667 Langkah 4 : Tentukan panjang guidebank ( Ls ) Untuk memperoleh panjang guidebank. Page 78 .80 m / dt Sesuai dengan harga Qf/Q30m pada langkah ke tiga dan harga Vn2. maka pada prinsipnya untuk kasus ini keberadaan guidebank tidak terlalu dibutuhkan. MT. An2 = Amc + 2 { 50 . harus dihitung dahulu penampang basah aliran pada bukaan jembatan ( An2 ). By : Salmani.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Tentukan Q30m dan Qf / Q30m untuk bantaran kiri dan kanan Q30m maksudnya adalah debit yang melewati pada bantaran sejauh 30 m dari batas saluran utama. antara lain tinggi jagaan (elevasi guidebank terdapat elevasi muka air) dan lebar puncak guidebank. Kriteria perencanaan/perhitungan dari parameter ini dapat merujuk pada referensi-referensi terkait.1} = 273. Berdasarkan Q30m maka diperoleh : Qf/Q30m = 14.286 x 1 x 30 = 8. maka : Q30 = Veb x hmc x 30 m = 0.58 m3/dt baik untuk bantaran kiri maupun kanan (untuk satu sisi).58 = 1. maka dengan menggunakan nomograf gambar 8-40. maka diperoleh kecepatan rata-ratanya ( Vn2 ) : Vn 2 Q An 2 300 373.3/8.695 + 2 x 50 = 373. Langkah 5 : Spesifikasi tambahan Kalaupun guidebank diadakan/digunakan.695 0. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

MT. Prosedur perencanaan By : Salmani. MS. Check Dam 1. Langkah 6 : Perhitungan kestabilan struktur Kestabilan struktur check dam harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. Bangunan Peredam Energi i. Page 79 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bahan material guidebank dapat digunakan tipe rock riprap. c. Adapun perhitungan tipe revetment ini dapat dilihat dalam contoh perhitungan detail riprap.

Potongan Melintang 2.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Prosedur perencanaan secara ringkas dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. kecepatan dan kedalaman rata-rata Hitung kehilangan energi Hitung kedalaman gerusan pada kaki Tentukan panjang. tinggi dan lebar (dimensi) cek dam Cek Stabilitas ? Tidak Ya Tentukan perlindungan kaki SELESAI Gambar 8-42. kekas ar an dasar s ungai. yaitu debit rencana. lebar dan profil saluran dan kedalaman di hulu. MS. hilir dan tinggi bangunan drop (drop structure). MT. Perubahan penampang melintang 3. By : Salmani. MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Page 80 . Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana. Flow Chart Perencanaan Check Dam Langkah 1: Hitung Parameter Hidraulik Hitung parameter hidraulik.

Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap. maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.dm. Riprap By : Salmani. beberapa parameter lain yang perlu dihitung: Debit persatuan lebar = Q/B Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli. MS.51) (8. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. Langkah 3 : Pengaman struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.50) Untuk memperkuat struktur tersebut. a.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 2 Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht). maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs (8.54 .225 x q0. MT. Yu Ht 2 Vu 2g Zu 2 Vu 2g Yd Zu 2 Vd 2g Zd Yd Ht 2 Vd 2g . Page 81 .49) Yu Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR. atau Zd (8. Tinjau bagian hulu dan hilir.

8 e ( 1 K )2 ht K1 / 3 H (8. Check dam merupakan bangunan yang terendam dalam air sehingga bangunan tersebut harus kuat. MT. Prosedur perhitungannya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.8 1 . Page 82 . Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk check dam adalah struktur beton.52) Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas NS 1 K ht 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk memperkuat kaki struktur tersebut dapat digunakan tipe revetment dari riprap. Quarrystone hs = (0.5 1.54) 2.53) atau K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht (8. MS.0) hd masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone (0.0) Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H Berat batu toe : (8. b.3 K 1/ 3 H NS = 1. By : Salmani.5 – 1.5 – 1.

Debit rencana (Q) = 170 m3 / dt. Gambar 8-43. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan elevasi dasar setinggi 1.5.25 m. .Tinggi drop (h) = 1.Kedalaman aliran di hulu ( sebelum terjadi drop). By : Salmani.Kedalaman aliran setelah terjadi drop (hd) = 2. MS. Page 83 . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 8. MT. Rencana Check Dam Adapun parameter hidraulik lain adalah: . .43.3 Contoh Perencanaan check dam Suatu lokasi sekitar pondasi jembatan (eksisting) pada suatu saluran/sungai terjadi degradasi. hu = 3.1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8.Lebar saluran (B) = 35 m .4 m Dalam kasus ini diminta untuk menghitung gerusan yang terjadi pada kaki struktur drop (Check Dam) serta cara memperkuatnya sehingga dapat diatasi gerusan tersebut.95 m . Kondisi tersebut dapat didekati dengan membuat bangunan terjunan (drop structure) yang akan menstabilkan dasar saluran dan mengurangi kemiringan saluran di bagian udik.4 m dari elevasi dasar awal.

hu Ht Vu2 2g hu Zu Vu2 2g hd Zu Vd2 2g Zd hd Ht Vd2 2g .49 m/dt Kecepatan rata-rata di hilir : Vd = q/hd = 4.1335 x 2.3485 – 2.763 3.674)0.54 – 2. Tinjau bagian hulu dan hilir.9) 2 3.95 m hs = 1.225 (4.4 2 x9.86 m3/dt/m' Kecepatan rata-rata di udik : Vu = q/hu = 4. MT.86)0.95 = 2.86/3.95 = 2. dimana : K = 1.06 m By : Salmani.54 . maka dapat diperoleh kedalaman gerusan : hs = K Ht0.95 0 2 x9.25 1.dm.81 Langkah 2 : Hitung kedalaman gerusan pada kaki (toe) struktur tersebut Dengan menggunakan persamaan USBR.95 = 1.86/2.9.65) 2 2.225 x q0.25 = 1. dm = hd = 2.9 (1.81 4.65 m/dt Kehilangan energi dihitung dengan persamaan Bernauli.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Penyelesaian : Langkah 1 : Hitung kehilangan energi akibat adanya struktur tersebut Sebelum menghitung kehilangan energi (Ht).674m (1. beberapa parameter lain yang perlu dihitung : Debit persatuan lebar = Q/B = 170/35 = 4. atau Zd (1. MS. Page 84 .089 1.

maka tinggi check dam (struktur drop) yang perlu diperkuat adalah : hmc + hs = 1. Perhitungan detailnya dapat dilihat pada detail perhitungan contoh soal riprap.95 m Kecepatan aliran di hilir 1.65 9.02 SG = 2. yaitu.65 g 9.17 m.65 1 9. rock riprap Untuk memperkuat struktur tersebut.95 1. Page 85 . D50 2.65) 2 2. Dari data cek dam terdahulu diketahui bahwa.06 = 3.02 (1. maka ukuran rock riprap untuk pengaman pada kaki cekdam digunakan persamaan dari rumus Isbash.81m / det 2 . Kedalaman aliran di hilir 2.65 m/det Fr = V1 gh1 1. perlu digunakan suatu dinding penahan (revetment) pada kaki (toe) struktur ini. By : Salmani.31 Berdasarkan bilangan froude di atas.81 x 2. MT.4 + 2. MS. maka dari persamaan (2). K Ss V2 1 gh K = 1. Dalam kasus ini dicoba untuk menggunakan quarrystone atau riprap.95 = = 0.46 m a.95 D50 = 0. Diambil D50 = 20 cm. D50 hmc dimana.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Langkah 3 : Pengamanan struktur Check Dam Berdasarkan kedalaman gerusan yang diperoleh.81x 2. diperoleh.

2 . Quarrystone Bila digunakan quarrystone.8 K 2 kht sin 2 kB1 sin h 2 kht Dengan menggunakan Ns = 1. berat minimum material quarrystone adalah : Wmin 2 . MT.8.3 K 1/ 3 H 1. maka perlu ditinjau dulu parameter berikut.5 ( 1 K )2 ht K1 / 3 H NS 1 K ht 1.65. hs hd 2. Page 86 .8( 2 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING b.95 0.95 = 5.0 masuk dalam kriteria penggunaan toe dari quarrystone Lebar toe Apron (Bt) : Bt = 2 H = 2 x 2.65 1 )3 = 8.5 1.95 3 1.41 ton = 8410 kg By : Salmani.90 m 6m Berat batu toe : Wmin a H3 3 3 N S SG 1 dimana NS = angka stabilitas 1 . MS.06 2.8 e atau NS = 1.

Tabel 8-8. Abutment dan Pilar Jembatan Untuk perencanaan abutment dan pilar jembatan yang tahan terhadap gerusan.0 2.3 2.5 4. MT.1 1. Koefisien tipe pilar dan Faktor koreksi arah aliran dijembatan Koefisien Tipe Pilar Tipe-tipe pilar (a) hidung persegi (b) hidung bundar (c) silinder K1 1.3 3.0 Faktor koreksi arah aliran pada jembatan Sudut 0 15 30 45 90 L/a = 4 1.5 3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d.3 5.9 1. Page 87 .9 L/a = 12 1.5 L/a = 8 1.0 1.0 1. prosedurnya mengikuti langkah-langkah pada Bab V dalam manual ini.0 2.5 2.5 3.0 (d) hidung tajam (e) kelompok silinder sudut = arah aliran L = panjang pilar Proses perencanaan abutment dan pilar jembatan dapat dilhat pada flow chart sebagai berikut : By : Salmani. MS.0 0.0 2.0 2. Tabel 8-8 di bawah ini digunakan untuk perhitungan gerusan pada jembatan.

kecepatan dan kedalaman rata-rata Cek tegangan geser di saluran utama dan bantaran ? Tidak Ya Diperlukan penangan khusus agar tegangan geser dapat teratasi Tentukan alokasi abutment dan pilar. Flow Chart Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan By : Salmani. Page 88 . a/y1. kondisi dasar dan tipe abutment dan pilar Tentukan kedalaman gerusan lokal pada abutment dan pilar Tentukan ukuran batuan untuk riparap pada abutment dan pilar Cek Stabilitas struktur ? Tidak Ya SELESAI Gambar 8-44. Perubahan penampang melintang 3. MS. aliran bantaran. Potongan Melintang 2. MT. kekas ar an dasar s ungai.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING MULAI Pengumpulan data lapangan : 1. Data tanah Tentukan parameter hidraulik sungai seperti : debit r encana.

Sungai tersebut mempunyai debit rencana 300 m3/detik.6. Kecepatan aliran di saluran utama (Vmc) = 0. Koefisien Manning (n) untuk saluran utama adalah 0. Kemiringan dasar saluran seragam 0. MT. Kemiringan tebing. h0 = 1.0001. Data lain yang diketahui: Tegangan geser izin pada bantaran ( o) = 19. By : Salmani. sedangkan untuk bantaran 0. sedangkan bentuk sungai terdiri dari saluran utama (main channel) dan bantaran pada dua sisi.1 Contoh Perencanaan Abutment dan Pilar Jembatan Suatu jalan jembatan melintasi (crossing) pada suatu saluran/sungai seperti gambar 8. Lebar dasar saluran utama 75 m.23m3/dt. Debit saluran utama (Qmc) = 245. Posisi abutment di bantaran Penyelesaian: Langkah 1: Hitung parameter hidraulis aliran Karena kondisi saluran/sungai sama seperti pada contoh soal guidebank.35 m kedalaman aliran di bantaran (kiri-kanan).025. D75 = 6 mm.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING 8. Page 89 .896 m/dt. dan lebar bantaran mempunyai ukuran yang sama yaitu 100 m.0 m. yaitu : kedalaman aliran di saluran utama (h1) = 3.91 kg/m2 Bantaran dilapisi oleh vegetasi kelas A D50 = 5 mm. baik pada saluran utama maupun bantaran adalah IV:2H. Gambar 8-45. beberapa parameter hidraulis tidak perlu dihitung lagi. MS. cukup menggunakan hasil dari perhitungan pada kasus guidebank.45.035.

o 0.035 x1100 x 0. Page 90 .088 xD75 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING debit di bantaran (Qeb) = 28.0 = = 0.16 Langkah 2: Perhitungan tegangan geser Tegangan geser yang terjadi dapat dihitung dengan formula berikut.22 satuan SI o n 2 v 2 Rh 1 / 3 Tegangan geser yang terjadi pada saluran utama.412 kg / m2 Tegangan geser yang terjadi pada bantaran. maka dapat dihitung bilangan Froude (Fr) pada bantaran dan saluran utama.286 m/dt.385 kg / m2 Tegangan geser kritis (izin) di saluran utama ( c) c 0.286 9.09 Saluran utama Fr = 0.0164 xD75 0. o 0.81 x3.896 9.088 x 6 mm 0.286 x (1. o f v2 8 n2 v 2 Rh 1 / 3 satuan British 2.896 x (3.35 = 0.53 kg / m 2 o> c satuan British satuan SI c c c Untuk saluran utama By : Salmani.60 m3/dt.0) 2 1/ 3 0.35) 2 1/ 3 0. Pada bantaran Fr = V gh 0. Berdasarkan parameter tersebut di atas.025 x1100 x 0. (untuk satu sisi) Kecepatan aliran di bantaran (Veb) = 0. MT. MS.81x1.

Langkah 4: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada abutment Menurut Laursen.09 0 Dengan cara coba-coba diperoleh hs = 7.0 hs h 2.7 1 1.43 Fr0. tipe abutment.50 m2 Ae = 0.9 Atot = 0. yaitu Laursen‟s (1980).50 By : Salmani. Berdasarkan kondisi di atas. a h1 h 2.50 hs 1 11.65 + 200) m2 = 473.75 s h1 hs 1 11. hs y1 dimana. Page 91 .7 1 1 9.9x473. Kondisi sedimen dasar bergerak dan tipe abutment berlaku umum. abutment diletakkan 25 meter dari tebing bantaran (a = 25 m).5 1. a/y1. kondisi dasar. 1980. Froelich‟s‟s (1987) dan Laursen‟s (1980) untuk o< c.20 m. aliran bantaran. Ada aliran dibantaran. MS. dengan demikian a/y1 = 25/3.27 K1K 2 a' h1 0. MT. Langkah 3: Tentukan lokasi abutment.35 = 7.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Untuk bantaran o< c.5h1 1.0 hs 1 11. Dalam kasus ini lokasi abutment di bantaran. maka perhitungan gerusan pada abutment dapat menggunakan tiga formula. Menurut Froehlich. dan K2 = 1 Atot = (273.75 s 1.46 < 25. 2.61 1 K1 = 1.7 25 1.

22)0. h 2.23 m 3 / det By : Salmani.50 m. Qo qmcho dimana.0x0.27(1)(1) 1. Diambil a‟ = a = 25 meter. Menurut Laursen.81 x1.61 1 hs = 3. Dari persamaan 20 diperoleh.0 25 2. MS. hs 1.286x25 = 7.43 (0..286 m2/det Qo = q o a = 0. dan Fr1 = Ve gh1 0.286 = 0.0 0.0 = = 0. q mc 245 .15 m3/det.75 s ho hs 4.70 9.1ho 7/6 1 1 qo = ho Vo = 1. Page 92 .15 = 0.70 m/det.15 m2 Ve = Q Ae 300 426.22. MT. 1980 untuk o< c.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Ae = 426.

65 hS 3.0 x1.65 x Fr 0. Dari tabel 8-7. Page 93 . 0.0 x1. untuk L/a=4. Untuk menghitung gerusan lokal pada pilar jembatan. MT. 2. dimana L = panjang pilar dan a = lebar pilar.20 m.75 s 1. a = tebal pilar.872 245. 14. Tipe pilar round-nose dengan L/a = 8.06 meter. dimana L = panjang pilar . diperoleh K2= 1.20. o > c . MS.50 a By : Salmani. 1.0 xK1 xK 2 x h1 0.43 y1 : kedalaman aliran pada lokasi pilar Fr = 0.1 7/6 1 dengan cara coba-coba diperoleh hs = 0.50 Sehingga.35 1.50 x 3. berarti dasarnya hs a 2 Fr Frc 0. Langkah 5: Perhitungan kedalaman gerusan lokal pada pilar Pilar diletakkan di tengah-tengah saluran utama seperti gambar berikut. gerusan pada pilar jembatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: hS h1 a 2. (1975).0 2.16 0.0 h 2. ada 4 formula yang dapat digunakan.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING diperoleh.0.16 Dari tabel 8-6.35 x 0. maka.23x1. Untuk dasar bergerak (Fr – Frc)> 0. Dalam langkah 2 di atas diperloeh untuk saluran utama bergerak.43 hs = 2.25 h ( 1 )0. Persamaan Colorado State University’s Menurut Richardson et al. Persamaan Jani and Fisher (1979)..0 hs 1 4. dengan bentuk pilar ujung bulat diperoleh K1= 1.

Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai .16 Penentuan harga Frc Penentuan harga bilangan Froude kritis dilakukan dengan menggunakan nomograph di bawah ini. Batas anjuran tegangan geser untuk kanal Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-46: 1. Gambar 8-46.84 Frc 0. MS. By : Salmani. MT. 1. Page 94 . berlaku : hs a dimana. Tarik garis lurus dari titik D50 menuju garis satuan yang dinginkan.30 a a = lebar pilar Fr = 0.25 h ( 1 )0. Tentukan nilai D50 2. Plot nilai D50 pada garis grafik (sumbu horizontal) 3.20.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING untuk 0 < Fr – Frc < 0. selanjutnya tarik horizontal menuju garis grafik (sumbu vertikal) 4.

BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dengan demikian dapat ditentukan Frc sebagai berikut: .864 .0012 m.Dari diagram Lane‟s pada gambar 8-46. 7 D50 0.29x10-7 m2/det 11 . Page 95 . maka.6 U *c dimana = 9.6 x9.864x10-3 m/det.D50 diambil 0. diperoleh 8x10-3 kg/m2.10 8. .29 . c = U *c c = 8x10 103 3 = 8. .0012 = 83.10 0. MS.33 By : Salmani.U*c.K = D50.10 3 = 0. dengan D50 = 100 mm. 11 . . MT.10 m. .

Bilangan Froude kritis.0.10 = 0. Faktor pengali Einsten X pada persamaan kecepatan logaritmik Petunjuk Penggunaan Nomograph pada gambar 8-47: 1. Dari gambar 8-47 diperoleh X = 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Gambar 8-47. . MS. Hitung ks / 3. Baca titik perpotongan antara garis lurus dengan garis grafik nilai X.0 0. . Tentukan nilai ks dan 2. Tarik garis lurus dari titik ks / 5.35 x1.05 m/det.86 . MT. Page 96 . Plot nilai ks / pada garis grafik sumbu horizontal menuju garis grafik X (sumbu vertikal) 4.10 ln 11 x3. By : Salmani.Vc Vc U*c ln 11h1 X D50 3 = 8.

7x10-3 Fr – Frc = 0. Maka diambil harga terbesar yaitu ys = 2.7x10-3 = 0.10 . D50 hs a Bila 2.25 ( 3.20. hs 1. MT.1K1K 2 K3 a  18 . maka.0 diperoleh hs = 2.50 ) 1.0 diperoleh hs = 0. hs a 1.84 Frc 0. Bila a  18 . digunakan.1513. 3.15 0.30 a Berdasarkan criteria di atas.25 h ( 1 )0.16 – 8.45K1K 2 K 3 1 / 0.05 9. By : Salmani. berarti < 18. maka ys diambil yang terbesar antara kedua rumus di atas. MS.53 = 10.81 m. Persamaan University of Auckland (UAK).35 030 ) 1.7 x10 3 0. Maka untuk air jernih. D50 hs a a D50 0. jadi. hs 1.25 ( 3.28 m. berarti 0 < Fr – Frc < 0.0 1.35 = = 8. a D50 0.84 8. Page 97 .35 0.0 2 0. dimana a = lebar pilar. maka digunakan kondisi pertama.81 x3.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Frc = Vc gh1 0.28 m.

maka. K1 = 0. K1 = 1.32K1 8 1. Page 98 . Persamaan Froehlich (1988) untuk dasar bergerak. MS.62 3.0 1.10 0. MT. ys 0.08 1 Maka diperoleh ys = 2.0 untuk pilar round-nose. K2 = 1 (table 8-8) K3 = faktor koreksi akibat gradasi sedimen.0 0. Froehlich‟s (1988) dikembangkan untuk persamaan berikut: ys dimana.53 Maka diperoleh ys = 3.3 untuk pilar singular-nose. dari table 8-7 diperoleh K1 = 1. diambil = 2. hs 1.62 y1 a 0. a' 0. 4.05 m. a ' = lebar pilar yang diproyeksikan tegak lurus terhadap hampiran a ' aliran. By : Salmani. untuk bentuk ujung bulat (rounded).46 Fr 0. untuk itu froehlich mengambil.20 8 0.70 untuk pilar sharp-nose.0 0. K1 = 1.0 0.0) 0.10 0.45(1.32K1 a 0.99 m.20 a' D50 0.16) 0.0)(1.46 (0. dan a ' = a cos + L sin dimana.0)(1.35 1. L = panjang pilar = sudut yang menuju pilar bila = 90o. a‟ = L = 8 m. K2 = faktor koreksi Diperoleh: = 0.08 1 K1 = koefisien untuk tipe pilar. diperoleh.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING K1 = koefisien untuk tipe pilar. Dengan menggunakan analisis regresi linear pada 83 pengukuran lapangan terhadap gerusan pilar.

50 0.81 m/dt2) = kedalaman aliran pada bukaan jembatan (m) = 0.89 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 1.50 0.05 2. yang dalam hal ini digunakan rock riprap.68 0.89 Untuk mengatasi gerusan yang terjadi pada abutment maupun pada pilar. 2.99 Ys/y1 0. Tabel 8-9 . untuk o< c ys (m) 7. Metoda Colorado States University Jain and Fisher. Hasil perhitungan gerusan pada abutment Nomor 1.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan.20 Tabel 8-10 . 2. untuk bilangan Froude dapat digunakan rumus berikut.80 ukuran rock riprap pada abutment D50 y K V2 ( Ss 1) g y dimana : D50 V Ss g y K = diameter tengah batu (m) = kecepatan rata-rata aliran (m/dt) = spesifik gravity rock riprap = percepatan gravitasi (9. MS. 1980 Froechlich.02 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) By : Salmani. yaitu: 0. 4.20 3.61 0. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasang riprap. Metoda Laursen. Langkah 6 : Penentuan rock riprap pada abutment Menurut Isbash. 1987 Laursen. 1979 University of Auckland Froechlich. Page 99 .28 3.06 2. Hasil perhitungan gerusan pada pilar Nomor 1. MT.20 Ys/y1 7. 3.20 3. 1988 ys 2. 3. 1990.91 0.

9. media air tawar) menggunakan rumus berikut. kecepatan aliran (V) dikoreksi dengan koefisien 0.69 untuk dinding vertikal abutment (vertical wall abutment) Pada lokasi abutment. maka kecepatannya dikoreksi dengan koefisien 1. Sedangkan bila lokasi pilar berada pada tikungan saluran utama.692 K V ( Ss 1) 2 g 2 dimana : D50 V Ss g K = diameter tengah batu (m) = kecepatan pada pilar (m/dt) = spesific gravity rock riprap (biasanya 2.15 x 10 3 m Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap.0 5.65) = percepatan gravitasi (9. Page 100 .0 D50 1. 1990 untuk menghitung diameter batu (dalam satuan meter.50 untuk ujung pilar bulat 1.81 m/dt2) = 1. bilangan Froude = 0.70 untuk pilar persegi Untuk lokasi pilar dekat tebing.61 untuk limpahan melalui abutment (spill-through abutment) 0.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Sedangkan untuk bilangan Froude > 0.. MT.65 1) 9.80 dapat digunakan persamaan dari Kilgore.14 dimana : K = 0.81. yaitu: D50 0.7.1.09. MS. 1993. yaitu: D50 y K V2 ( Ss 1) g y 0. Langkah 7 : Penentuan rock riprap pada pilar Menurut Richardson et al.2862 (2.02 0. By : Salmani. maka ukuran rock riprap yang digunakan adalah: D50 1.

65 1) 2 . bentuk pilar mempunyai ujung bulat (K = 1. seperti riprap.7 .11 m 2 Untuk perhitungan detail tentang rock riprap dapat dilihat pada contoh soal revetment tipe rock riprap. 0.7). e.81 0. By : Salmani. Perencanaan (desain) Pengaman dari Geotekstil 1. Langkah 8 : Perhitungan kestabilan struktur (abutment dan pilar) Kestabilan struktur abutment dan pilar harus diperhitungkan terhadap: Guling Geser Daya dukung Detail perhitungannya dapat dilihat pada contoh perhitungan retaining wall. 9.1.692 1. D50 D50 0. dan lokasi pilar di tengah-tengah saluran utama (V dikali dengan 1. Geotektil berbentuk bahan yang tersusun dengan bentuk anyaman tertentu sesuai dengan fungsinya. Durabilitas (Ketahanan). Kriteria Perencanaan Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengaman jalan dari geotekstil sebagai berikut : a. ii. Geotekstil biasanya digunakan bersamaan dengan jenis pengaman gerusan jalan lainnya.5 . Page 101 . MT. MS. Geotekstil i.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Dalam contoh soal ini.896 (2. Deskripsi Geotekstil dapat digunakan untuk mengendalikan gerusan di jalan yang berada dekat sungai.5).

Material penutup geotekstil harus dapat melindungi dari gaya hidraulik. Material Penutup. sinar ultraviolet dan tetap menjaga agar menyatu dengan tanah. tidak mudah berlubang dan tidak mudah hancur. maka material yang halus seperti pasir harus diletakkan diantara geotekstil dan material penutup. Page 102 . kekuatan tahan terhadap robekan. stabilitas. geotekstil yang digunakan harus diuji ketahanan terhadap sinar ultra violet selama minimal 30 hari. blok beton dan sebagainya. panas dan sinar ultra violet. MS. By : Salmani. Kalau material tidak sama permeabilitasnya.6 m) dan berat kurang dari 250 pounds. Kelas B : geotekstil hanya dilapisi oleh pasir atau tidak dijatuhi beban. Kekuatan dan Ketahanan terhadap gerusan Kekuatan yang penting dari geotekstil yang digunakan untuk pengaman jalan akibat gerusan adalah kekuatan tarik. Hal yang paling penting dalam mendesain material penutup adalah menjaga ruang udara (void) relatif kecil (tertutup). Material yang melindungi geotekstil harus sama permeabilitasnya dengan geotekstl.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING Geotekstil yang digunakan harus mempunyai ketahanan terhadap berbagai kondisi seperti kondisi akibat fisik. b. riprap. c. biologi. Tabel 8-11. MT. Geotekstil biasanya ditutupi oleh material seperti batu. menyajikan rekomendasi kekuatan minimum yang dibutuhkan dari geotekstil Tipe Kekuatan Kekuatan tarik Panjang tarik (%) Tidak mudah berlubang Tidak mudah robek Ketahanan terhadap abrasi Kekuatan jalinan bahan Metode Tes Keadaan Geotekstil Kelas A Kelas B 90 15 40 30 25 50 140 ASTM D 4632 200 ASTM D 4632 15 ASTM D 4833 80 ASTM D 4533 50 ASTM D 3884 55 ASTM D 4632 180 Ketahanan terhadap kehancuran ASTM D 3786 320 Keterangan : Kelas A : geotekstil berada pada keadaan yang lebih buruk dari kelas B seperti geotekstil dijatuhi beban dengan tinggi kurang dari 3 ft (0. Khususnya ketahanan terhadap sinar ultra violet.

2. pasir dan batuan. lem . Geotekstil yang telah diletakkan jangan dibiarkan terkena sinar matahari lebih dari 1 minggu dan tidak lebih dari 1 bulan untuk geotekstil yang terlindungi serta geotekstil yang tidak tahan terkena sinar ultra violet. Rekomendasi peletakan geotekstil adalah 3 ft dibawah permukaan air rata-rata atau di dasar sungai bila permukaan air kurang dari 3 ft. Kalau digunakan untuk melindungi bantaran sungai. Sambungan menggunakan sambungan las. batuan dan sebagainya. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING d. geotekstil diletakkan sepanjang bagian atas bantaran atau 2 ft diatas tinggi air maksimum. Penempatan (overlapping). maka dianjurkan menggunakan pengait pada bagian atas maupun bawah. dimana arus paralel dengan bantaran. Geotekstil yang diletakkan harus bebas dari tegangan tarik. Sambungan jahitan merupakan sambungan yang By : Salmani. jahitan atau alat yang lain. Geotekstil sebaiknya diberikan pengait untuk mencegah gaya keatas uplift atau penggerusan. Penempatan Geotekstil Geotekstil diletakkan secara menyeluruh (tanpa digulung) langsung dengan hati-hati di atas tanah dengan kemiringan yang rata. c. Untuk penempatan dibawah air sambungannya selebar 3 ft. Kalau pergerakan air terlalu kuat. Persiapan lahan Lahan atau tempat yang digunakan untuk memasang (meletakkan) geotekstil harus bersih dari tanaman. sambungan gotekstil dan pengait. Sedangkan untuk bantaran bagian atas. Sambungan antara geotekstil sebaiknya menimpa sambungan lainnya selebar 12 inchi sepanjang sambungan. Page 103 . b. MS. Pengait (Anchorage) Pada bagian kaki sungai. geotekstil dan material penutup diletakkan sepanjang bantaran pada kedalaman dibawah permukaan air rata-rata untuk meminimalisir gerusan. Kondisi Konstruksi Dalam memasang (konstruksi) geotekstil harus diperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. geotekstil diletakkan lebih panjang pada arah paralel bantaran.

dengan panjang 18 inch. MT.BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING baik untuk geotekstil. Tata cara desain lainnya tergantung pada spesifikasi geotekstil yang digunakan. MS. Pengait digunakan untuk mengamankan geotekstil dan sambungan. Pengait yang lebih panjang digunakan untuk tanah berpasir. Jarak antara pengait dapat dilihat pada tabel 8-12 berikut. Spesifikasi tersebut dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan pada saat pembelian geotekstil. Page 104 . By : Salmani. Tabel 8-12. d. Banyaknya jahitan lebih besar dari 90% dari luas sambungan. Jarak antara pengait tergantung dari kemiringan. Penempatan material tidak boleh dijatuhi karena dapat merusak geotekstil kecuali untuk tes. Penempatan material penutup Penempatan material penutup untuk tanah yang miring mulai dari bawah menuju keatas. Jarak pengait terhadap kemiringan samping Kemiringan Jarak Pengait (ft) Lebih curam dari 1 V : 3 H 2 1 V : 3 H sampai 4 H Lebih datar dari 1V : 4 H 3 5 Diameter pengait yang digunakan adalah 3/16 inch.

MS. MT. Page 105 .BAHAN AJAR PERBAIKAN /TANAH / TEBING By : Salmani.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful