MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

---------

ETIKA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BERDASARKAN KONSTITUSI1
Oleh: Moh. Mahfud MD.2

Pengantar Bahwa negara ini sedang mengalami berbagai persoalan, tentu kita semua telah mahfum. Tidak hanya pada sektor atau bidang tertentu saja, persoalan telah muncul di hampir semua sendi kehidupan berbangsa. Kecenderungan yang ada, persoalan itu semakin hari bukannya semakin menyederhana tetapi kian kompleks dan rumit. Ini bisa terjadi bukan karena kita tidak melakukan apapun untuk mengatasinya. Setiap persoalan telah coba kita atasi dan hadapi dengan menerapkan pendekatan-pendekatan tertentu. Pun demikian, reformasi segala bidang sudah ditempuh untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Itu sebabnya, reformasi pada 1998 dilakukan, dengan harapan kondisi segera berubah dan lebih baik. Sekarang, setelah lebih kurang 14 tahun reformasi dilakukan, persoalanpersoalan itu tak juga dapat tuntas diselesaikan. Ada beberapa bidang yang mendapat klaim agak sedikit membaik, seperti bidang ekonomi misalnya, namun tidak sedikit yang makin terpuruk seperti bidang hukum, politik, dan sosial. Dulu, reformasi dilakukan antara lain untuk memperbaiki hukum dan politik yang kurang memberikan makna bagi kemaslahatan rakyat. Setelah reformasi, bukannya tambah baik, hukum dan politik tetap lebih sering dibelokkan menjadi instrumen untuk mencapai atau melanggengkan kekuasaan. Hukum dengan segenap institusinya juga tak mampu meredam kecenderungan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan praktik-praktik kotor lainnya. Politik dipraktikkan dengan perilaku yang minim kesantunan. menguat Praktiknya, politik direduksi untuk alasan kekuasaan bukan sebuah proses mewujudkan kebaikan bersama. Politik identitas semakin mengalahkan visi kebersamaan sebagai bangsa seiring rasa saling percaya di
Makalah pada Kuliah Perdana Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Senin, 17 September 2012 di Gedung Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta. 2 Ketua Mahkamah Konstitusi RI.
1

1

Bahkan etika adalah barometer peradaban bangsa. Begitu pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. UUD 1945. Hal ini mengisyaratkan bahwa upaya perbaikan kondisi bangsa ini haruslah memperhatikan fakta bahwa krisis ini bertalian erat dengan krisis etika dan moralitas. maka banyak yang kemudian meyakini bahwa problem sebenarnya bukanlah soal sistem belaka. sosial. dan itu akan sangat menentukan keberhasilan dalam hidup bermasyarakat. melainkan berkait dengan soal etika berbangsa dan bernegara yang meredup. dan keadilan 2 . politik. efisien. upaya menemukan solusi harus disertai upaya mengingat dan memperkuat kembali prinsip-prinsip fundamen etis-moral dan karakter bangsa berdasarkan falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam konstitusi kita.antara sesama warga bangsa yang memudar pelan-pelan. tak ada pegangan bagi rakyat mengenai hendak dibawa kemana bangsa ini dijalankan. Setelah segala cara memperbaiki sistem. Pada gilirannya. apa yang pantas. Dasar Prinsip Etika Bernegara Etika merupakan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Perilaku dan sikap taat pada aturan main memungkinkan aktifitas dan relasi antar sesama warga berjalan secara wajar. Betapapun sistem diubah dan diganti. sopan santun. Distrust itu telah menimbulkan disorientasi. baik hukum. Suatu bangsa dikatakan berperadaban tinggi ditentukan oleh bagaimana warga bangsa bertindak sesuai dengan aturan main yang disepakati bersama. dan budi pekerti membuatnya mampu secara baik menempatkan diri dalam pergaulan sosial. inti persoalannya sekarang ialah soal melemahnya etika berbangsa dan bernegara. Masyarakat Jawa misalnya. dan ekonomi dilakukan dan tak juga menunjukkan hasil. dituntut dan diajarkan untuk memahami benar tentang arti penting etika. tetap saja problem tak kunjung tuntas teratasi selama kita belum mampu membenahi etika berbangsa dan bernegara. etika yang juga sering disebut unggah-ungguh. tata krama. dan apa yang secara substansi mengandung kebaikan dan sebaliknya. etika telah mendarah daging dimiliki dan diterapkan dalam kerangka penghormatan terhadap nilai kebaikan. Sebab. etika akan menjelaskan mana tingkah laku yang baik. Bagi bangsa timur seperti Indonesia. Jadi. kemanusiaan. disorientasi itu pun berpeluang mencetak pembangkangan (disobedience). yang dalam skala kecil atau besar. dan tanpa hambatan berarti. sama-sama membahayakan bagi integrasi bangsa dan negara. Untuk itu.

kolektif. Dalam hal ini negara berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. dan bermasyarakat yang lebih baik. 3 3 . berperikemanusiaan. yang pada perkembangannya dirumuskan oleh founding peoples ke dalam Pancasila. Prinsip-prinsip dasar Pancasila yang dituangkan dalam UUD 1945 dan disahkan PPKI pada 18 Agustus 1945. Pokok pikiran kedua menyatakan bahwa negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UUD 1945 sejatinya merupakan sintesa nilai etika dan moral yang diangkat dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dikenal religius. tidaklah hadir hanya sebagai intuitif dan tiba-tiba jatuh dari langit. di dalam diri anak bangsa mengalir sifat-sifat luhur manusia. ideologi. yang kemudian nilai-nilai itu dijabarkan ke dalam pasal-pasal UUD 1945. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. pemikiran mengenai prinsip-prinsip dasar berbangsa dan bernegara sebenarnya telah muncul dan dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya. Pokok pikiran ini menunjukkan bahwa negara Indonesia demokrasi. Pokok pikiran ketiga menyatakan bahwa negara berkedaulatan rakyat. bernegara. demokrasi. dan keadilan. Di dalam Pembukaan UUD 1945. nilai ketuhanan ditempatkan sebagai Pembukaan UUD 1945 memuat 4 (empat) pokok pikiran. persatuan. berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. mengatasi segala paham golongan maupun perseorangan. Nilai-nilai luhur itu kemudian disepakati untuk diformalisasi dengan sebutan Pancasila. Beragam pemikiran dan gagasan mengenai politik. baik di bidang politik. Hal ini sangat simetris dan sinergis dengan tujuan bernegara dan berkonstitusi yakni mengarahkan kepada moral kehidupan berbangsa. etika mengalir menjadi bagian dari kultur sosial dan antropologis bangsa Indonesia. dan visi kebangsaan itu kemudian bersintesis dalam karakter keindonesiaan. melainkan melewati proses penggalian mendalam. Pokok pikiran pertama menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara persatuan. Meskipun baru dibahas dan dikemukakan dalam sidang BPUPKI menjelang Indonesia merdeka. sosial. dan lain-lain untuk dituangkan ke dalam UUD 1945. kita masih yakin dan percaya. Karena itu. Jauh sebelum Indonesia merdeka. nilai etika dan moral terdapat di seluruh Pokok Pikiran3. berbagai pemikiran yang mengarah kepada kepada gagasan terciptanya konstruksi kebangsaan dan kemerdekaan Indonesia. fundamen etis dan moral bangsa. yaitu negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Itu sebabnya. ekonomi. para pendiri negara menggariskan prinsip-prinsip dasar etis bernegara yang demikian jelas dan visioner. yaitu kedaulatan ditangan rakyat. Di dalam Pancasila itu. Melalui Pancasila inilah. dan selanjutnya disepakati sebagai dasar dan orientasi bernegara. mencerdaskan kehidupan bangsa. Pokok pikiran keempat menyatakan bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. para penyusun UUD berhasil menggali dan mengakomodir nilai-nilai etika dan moral dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan secara natural-genetis. Akhirnya.

Nilai-nilai ketuhanan. ada ruang hidup untuk bisa menerima dan menghormati perbedaan yang ada. mengembangkan demokrasi. UUD menggariskan politik sebagai seni yang mengandung kesantunan dan etika yang diukur dari pengutamaan moral. Perlu diketahui. meskipun identik dengan cara meraih kekuasaan. kemanusiaan. Pancasila juga menekankan prinsip persatuan kebangsaan yang mengatasi paham golongan dan perseorangan. Indonesia bukanlah negara agama dan bukan pula negara sekuler. dan sifat-sifat sosial manusia juga meruapakan fundamen penting bagi etika politik kehidupan bernegara.sumber etika dan spiritualitas pada posisi yang sangat penting sebagai fundamen etik kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam Pancasila terkandung pula prinsip bahwa nilai ketuhanan. Intinya. sehingga perbedaan itu bukanlah masalah tetapi justru menjadi sumber kekuatan. ada toleransi. prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara yang dibangun oleh para pendiri negara diarahkan untuk memajukan kepentingan umum (bonnum commune) dalam kerangka nilai-nilai ketuhanan. Dalam berpolitik misalnya. Inilah prinsip-prinsip mendasar yang dijadikan acuan dalam merumuskan kehidupan demokratis berbasis etika dan moralitas. dan demokrasi menjadi landasan etik bagi upaya mewujudkan keadilan sosial dengan semangat kekeluargaan. Persatuan itu dikelola dalam konsepsi kebangsaan yang mengekspresikan persatuan dalam keragaman dan keragaman dalam persatuan. persatuan. melalui Pancasila dan UUD 1945. hukum alam. Pilihan para pendiri negara untuk menyandarkan politik pada prinsip demokrasi deliberatif yang mengedepankan pemusyawaratan dan bukan menang-menangan. negara Indonesia merdeka dikonstruksi di atas perbedaan. penghormatan terhadap kemanusiaan. mengedepankan persatuan. Penegasannya. Pengakuan dan pemuliaan hak-hak dasar warga negara secara adil dan beradab merupakan prasyarat yang tak boleh diabaikan dalam bernegara. Dalam prinsip semacam ini. Dalam pemikiran Pancasila. dan persatuan tersebut diaktualisasikan dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat melalui prinsip musyawarah mufakat. nilai-nilai kemanusiaan universal yang bersumber dari hukum Tuhan. karena Indonesia melindungi hidupnya semua agama dan keyakinan serta mengembangkan agama untuk bisa memainkan peran yang berkaitan dengan penguatan etika sosial. kemanusiaan. serta berorientasi mewujudkan keadilan sosial. merupakan keputusan terbaik untuk mengatasi segala paham golongan maupun 4 .

UUD 1945 mengepankan prinsip kesejahteraan sosial dalam setiap aktifitas perekonomian yang berorientasi pada keadilan sosial. Perbedaan. serta struktur kemasyarakatan Indonesia. etika politik sudah lama tiarap. Padahal. Dalam konteks filsafati. keserasian. etika politik itu hanya academic exercise. etika politik sekedar pemanis bibir saja. Barangkali. Demikian halnya dengan bidang ekonomi. dalam arti. HAM akan terpenuhi manakala manusia juga menunaikan kewajiban asasinya. Drama yang kita lihat belakangan ini. pengabaian moral dan etika berlangsung secara massif di hampir semua segi kehidupan berbangsa dan bernegara. yang hanya menyuguhkan kebohongan dan janji-janji kosong para demagog yang jelas-jelas mengancam demokrasi. Pembangunan ekonomi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan.perseorangan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya. budaya. etika seringkali tak lagi dijadikan acuan tindakan dan perilaku. politik tanpa etika melahirkan sinetron demokrasi. Karena itu. tegaknya HAM harus diartikan sebagai keseimbangan tegaknya hak asasi dengan kewajiban asasi. terutama di waktu sekarang ini. baik di pentas politik. Padahal jelas. Senyatanya. dan saling menunjang dalam rangka mencapai sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Problem Implementasi Etika Dewasa Ini Yang terjadi di masyarakat belakangan ini. Pergeseran nilai akibat transaksi informasi global dan pola pikir pragmatismaterialisme telah berimbas pada peminggiran etika. Terkait dengan implementasi hak asasi manusia (HAM). seperti pernah dikatakan oleh Franz-Magnis Suseno. panggung sosial. hanya menarik dibicarakan dalam konteks akademis di bangku-bangku kuliah. Interaksi antar pelaku dalam ekonomi dilandasi oleh semangat keseimbangan. Kompetisi politik terreduksi hanya pada persoalan kalah dan menang dalam meraih jabatan politik dan kekuasaan. Di pentas politik. etika dalam politik akan memberikan jaminan bahwa politik itu ada untuk meningkatkan harkat martabat sekaligus meninggikan akhlak bangsa. dalam hal ini tetap dijunjung tinggi sebagai sesuatu yang manusiawi dan alamiah. Etika mengalami proses marginalisasi secara serius sedemikian rupa. 5 . Pembukaan UUD 1945 menyelaraskannya dengan filosofi. maupun di arena penegakan hukum. saling mengisi. hampir semua mementaskan aktor dengan perilaku miskin etika.

seseorang yang melanggar etika seharusnya merasa lebih berdosa daripada melanggar hukum karena pada dasarnya etika merupakan dasar hukum. Saat ini. Jika di hulu anggaran sudah dilakukan dengan menghalalkan pasti cara. akhirnya merugikan rakyat. berlomba-lombalah para pejabat pemerintahan mengajukan dan mendapatkan anggaran sebanyak-banyaknya walaupun tidak rasional jika dibandingkan dengan kemampuan jabatan dan organisasi yang dimiliki untuk menjalankan program tersebut. Padahal. Karena persepsi kegiatan dan anggaran untuk keuntungan pribadi tersebut. dan kesusilaan yang semua menjadi kaidah-kaidah dalam bermasyarakat 6 . Karena itu. dengan enteng menjawab. Banyak pejabat negara yang sedang mendapat sorotan masyarakat karena diduga terlibat dalam kasus hukum tertentu. jika ada seorang pemimpin atau pejabat negara sudah terbukti melanggar etika. maka seharusnya ia malu dan lalu mengundurkan diri tanpa perlu menunggu putusan pengadilan. etika. tentu dengan dalam pelaksanaan yang dan pada pertanggungjawabannya dipenuhi kebohongan. Pelajar ilmu hukum pasti paham bahwa hukum itu adalah formalisasi dari nilai-nilai agama. digantikan dengan prinsip mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan kerja sesedikit mungkin. Hukum itu ada karena etika. buat apa mundur. bukankah pengadilan belum membuktikan kalau saya bersalah. Bahkan untuk memperoleh anggaran itupun sudah dilakukan dengan ketidakjujuran data serta melakukan penyuapan terhadap lembaga yang menentukan anggaran. banyak pejabat negara yang berperilaku tidak etis atau melanggar etika. hukum merupakan nilai etik yang diundangkan. Sebaliknya. status dan jabatan yang dikuasai adalah peluang untuk mencari keuntungan pribadi sehingga tidak akan bekerja dengan baik jika tidak menerima imbalan dan akan selalu mempresepsikan setiap tugas dan fungsi yang diemban dari sisi materi.Di bidang pemerintahan. Hilanglah kejujuran digantikan dengan manipulasi untuk pertanggungjawaban keuangan. etika aparat pemerintahan semakin merosot. Proyek-proyek negara yang dibiayai dari uang rakyat dilihat sebagai lahan untuk menambah pendapatan sehingga sebanyak mungkin dikeruk untuk keuntungan pribadi. Hilanglah semangat kerja keras. Aparat pemerintahan saat ini kebanyakan melihat status dan jabatan yang disandang bukan sebagai amanat untuk mengabdi pada bangsa dan negara sehingga harus bekerja keras dalam menjalankan amanat tersebut.

aliran. kaidah-kaidah itu harus dijadikan landasan dalam penegakan hukum. itulah ciri koruptor atau calon koruptor. salah satunya karena dianggap wajar. akal alih-alih menyelesaikan melemahnya masalah. kalau pun ada 7 . Tak berhenti sampai di situ. Di bidang sosial. Dulu. atau perbedaan lainnya. Kecenderungan lebih menggunakan ketimbang menunjukkan penghargaan penghormatan terhadap nilai dan martabat manusia. ada akademisi yang suka ”menjual” keahlian untuk menuliskan tesis atau disertasi orang lain dengan imbalan tertentu. orang menulis buku dan menerbitkan merupakan prestasi akademik luar biasa yang membanggakan. Akibatnya. Ada pula pakar dari perguruan tinggi yang diminta menyampaikan pendapat ahli di persidangan tetapi pendapatnya tidak mengacu pada pakem ilmiah-akademis melainkan bergantung pesanan dan pendapatan. buku. Mereka yang mengabaikan etika ilmiah akademik itu merupakan orang yang tidak keberatan membohongi diri sendiri. Korupsi di negeri ini kian mengerikan dan merajalela. yang ada dan persoalan makin rumit dan kian meruncing. perbedaan pendapat lebih sering diselesaikan dengan menggunakan ”okol” ketimbang ”okol” akal. kemerosotan etika di dunia pendidikan turut berkontribusi banyak dalam keterpurukan moral dan etika bangsa. maka dia tidak sungkan untuk membohongi orang lain. Orang korupsi itu hanya soal kesempatan. atau bahkan karya ilmiah tanpa harus memiliki tradisi berpikir ilmiah dengan cara menyewa ghost writer lalu mengklaim hasil tulisan itu sebagai karyanya. orang bisa punya artikel. Perbedaan latar belakang. Sekarang ini banyak orang yang suka melanggar etika akademis dan etika keilmuan. mulai dari pergeseran nilai sebagai imbas modernitas.untuk kemudian diformalkan menjadi aturan hukum. sampai dengan menyeruaknya kembali politik identitas. derasnya arus informasi yang tak terbendung. keyakinan. menjadi sangat lentur karena sikap permisif masyarakat terhadap hal-hal yang sesungguhnya merupakan bentuk penyimpangan sosial. padahal ia tak paham substansinya. Oleh sebab itulah. Tetapi sekarang. etika di dunia pendidikan juga nyata-nyata semakin dipinggirkan. mudah sekali menyulut konflik meski dipicu oleh persoalan-persoalan sepele. Artinya. misalnya orang membeli gelar akademik dan suka mencuri karya keilmuan orang lain (plagiasi). Terlebih lagi. Sebagian lain malah menganggap korupsi sebagai budaya. Dan apabila seseorang sudah bisa membohongi diri sendiri. ukuran etis atau tidak. suku. etika dalam pergaulan antar sesama warga semakin tergerus oleh berbagai hal. Dewasa ini. apakah itu agama. Pada kasus lain.

korupsi dan suap akan bisa dicegah. Saat ini kita juga dapat melihat dikesampingkannya etika aktivitas ekonomi terhadap lingkungan hidup yang mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat saat ini dan di masa yang akan datang. saat ini kita melihat bagaimana aktivitas ekonomi yang dijalankan justru mengesampingkan etika. sementara negara terus menerus digerogoti. Ekonomi tidak bisa dilepaskan dari etika dan moral. Saya pernah bertemu dengan pengusaha yang mengaku terpaksa menyuap pejabat karena pejabatnya yang minta disuap sehingga kalau tidak menyuap dia akan kalah atau dikalahkan oleh orang lain yang berani menyuap lebih tinggi. Di bidang hukum. menujukkan bagaimana aktivitas ekonomi telah mengesampingkan etika. Padahal. Penegakan hukum yang hanya sekedar menekankan dan mengedepankan formalitas-prosedural di atas etika dan moral keadilan publik sebagai sukma hukum. Pelanggaran-pelanggaran atas etika terjadi pula dalam bidang ekonomi terkait dengan lemahnya etika pemerintahan di birokrasi. Saya sering menyebut kondisi negara saat ini sedang dalam bahaya. Maraknya kasus korupsi berupa suap dalam bentuk commitment fee atau kick back dalam proyek misalnya. Di ranah penegakan hukum. kita sendiri tidak tahu bagaimana cara memberantasnya. teori pemberantasan korupsi dari gudang sudah habis. moral. jika saja etika untuk memperoleh proyek pemerintah dipegang teguh. Aturan hukum yang dibuat seringkali tak membawa perbaikan yang diinginkan. Namun demikian.kesempatan tapi tak korupsi. Di dalam konstitusi memang ada ketentuan tentang negara dalam bahaya dalam arti serangan dari luar. dianggap sebagai orang yang sok bersih. dari 8 . karena ekonomi tanpa etika sama halnya dengan kejahatan. yang terjadi sekarang adalah hukum dibuat dan ditegakkan tanpa bertumpu pada etika. Manakala etika tidak lagi dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua teori dan cara sudah disarankan namun seolah tak ada yang mempan. Seperti sering saya katakan. para penegak hukum sering berhenti pada keinginan menegakkan bunyi pasal-pasal undang-undang itu sendiri tanpa melibatkan moral dan etika. Hal serupa terjadi di bidang ekonomi. menyebabkan keadilan seringkali gagal diwujudkan. Salah satu sebabnya karena terjadinya pelanggaran etika melalui politik kompromistis-transaksional saat pembahasan di lembaga legislatif. Alhasil. dan hati nurani sehingga menjauhi rasa keadilan. Tentu kita miris dengan fenomena ini. maka ini bukan lain adalah suara sirine tanda bahaya bagi negara ini.

Krisis etika telah membuat kita sulit menemukan orang-orang dengan perangai santun. yaitu malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. toleran. mengapresiasi orang lain secara berkeadaban dan manusiawi. Etika Politik dan Pemerintahan 9 . tetapi bersamaan dengan itu terjadi pula pengikisan atau pemiskinan nilai-nilai moral. Hal ini karena salah satu faktor penyebab runtuhnya rezim Orde Baru juga ialah masalah etika bernegara yang dilupakan. Ancaman bahaya itu ialah terjadinya penggerogotan dan pembusukan dari dalam negara ini sendiri. baik formal maupun informal pada setiap lapisan masyarakat. tulus. penghormatan terhadap nilai kebaikan. Etika Sosial Budaya Etika sosial dan budaya bertolak dari rasa kemanusiaan yang mendalam dengan menampilkan kembali sikap jujur. saling peduli. kemanusiaan. mulai hilangnya etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah disadari sejak awal reformasi. Untuk mengembalikan dan meningkatkan etika bernegara pada tahun 2001 MPR membuat Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Perlu menumbuhkembangkan kembali budaya malu. dan saling menolong di antara sesama manusia dan warga bangsa. Ketetapan ini sesungguhnya saat ini masih berlaku. dalam segala hal. saling memahami. Tak dapat disangkal bahwa Orde Baru berhasil memajukan pembangunan fisik atau ekonomi. bahkan oleh para pejabat negara. namun sayang telah dilupakan. Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2001 menentukan Etika Kehidupan Berbangsa meliputi: 1. Solusi Menguatkan Etika Sebenarnya. sehingga negara dapat menyatakan perang. dan 2. saling menghargai.negara lain. Itu sesuatu yang ironis mengingat jati diri bangsa Indonesia sesungguhnya dibingkai oleh nalar untuk memberikan keadilan. namun keadaan sekarang ini lebih bahaya karena ancaman itu justru datang dari dalam negara. Untuk itu juga perlu ditumbuhkan kembali budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku para pemimpin. saling mencitai.

tidak arogan. berjiwa besar. oligopoli. terutama kebebasan untuk berusaha menjalankan aktivitas ekonomi dengan segala cara. Kedua. dan siap untuk mundur dari jabatan publik apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan masyarakat. kapitalisme percaya bahwa nafsu keserakahan (greed) manusialah yang akan mendatangkan kemajuan. maka persaingan pun terjadi dan pemilik modal lebih besar keluar sebagai pemenang. memiliki keteladanan. siap melayani. Premis mendasar kapitalisme tersebut memunculkan sekurangkurangnya 3 (tiga) keburukan. Krisis pun terjadi dan akan menjadi bagian dari kapitalisme itu sendiri. 10 . Etika ini mencegah terjadinya praktik-praktik monopoli. kebijakan ekonomi yang mengarah kepada KKN dan diskriminasi. berkeadilan. tidak berpura-pura. rendah hati. Intinya. Oleh karena itu. tidak manipulatif dan berbagai tindakan yang tidak terpuji lainnya. amanah. daya tahan ekonomi dan kemampuan saing. yang menghasilkan pemusatan kekuasaan atau modal hanya pada segelintir orang. sportif. Selain menimbulkan kesenjangan. Etika Ekonomi dan Bisnis Persaingan yang jujur. perekonomian kapitalisme tidak berpijak pada perekonomian riil. Pertama. pemusatan modal juga mengganggu keseimbangan pasar karena produksi tetap dijalankan sedangkan kemampuan membeli tidak ada. Karena keserakahan yang dibiarkan bebas. persaingan bebas. dengan menghalalkan segala cara. 3. jauh dari sikap munafik serta tidak melakukan kebohongan publik. tidak boleh ada batasan terhadap kebebasan keserakahan manusia ini.Etika Politik dan Pemerintahan mengandung misi kepada setiap pejabat dan elit politik untuk bersikap jujur. Minimnya etika di bidang ini lebih menimbulkan akibat negatif seiring dengan munculnya dominasi kapitalisme yang bersandar pada premis kaum libertarian bahwa kebebasan hasrat manusia harus dijamin dan hanya dengan kebebasan hasrat itulah akan dicapai kemajuan di bidang ekonomi. mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi. Etika ini diwujudkan dalam bentuk sikap yang bertata krama dalam perilaku politik yang toleran. dan terciptanya suasana kondusif untuk pemberdayaan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil melalui kebijakan secara berkesinambungan.

berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. perdagangan mata uang dan logam mulia.Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan industri atau perdagangan barang dan jasa. ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum dan seluruh peraturan yang berpihak pada keadilan. 4. perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap setiap warganegara di hadapan hukum. 5. 11 . dan komunikatif dalam kegiatan membaca. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. cipta. namun tidak diiringi pertumbuhan sektor riil. belajar. Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan Dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial. inovatif. Ketiga. berkarya.. sistem yang mengumbar keserakahan dan persaingan bebas yang menghalalkan segala cara telah merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. tentu akan mengalami puncak dan ambruk karena tidak memiliki aktivitas ekonomi riil sebagai dasarnya. menulis. Suatu saat. yang tercermin dalam perilaku kreatif. Etika Keilmuan Etika ini dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Misalnya. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa. inventif. Etika ini meniscayakan penegakan hukum secara adil. terutama maraknya praktik korupsi. Keseluruhan aturan hukum yang menjamin tegaknya supremasi dan kepastian hukum sejalan dengan upaya pemenuhan rasa keadilan yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat. dan karya. dan menghindarkan penggunaan hukum secara salah sebagai alat kekuasaan dan bentuk-bentuk manipulasi hukum lainnya. Banyak perdagangan yang bersifat semu dan berorientasi pada pemuas kesenangan serta mengejar keuntungan. meneliti. Perdagangan ini mengakibatkan nilai dan jumlah uang yang beredar “seolah-olah” semakin besar dan bertambah nilainya.

6. dan pemimpin . sebagai ajaran-ajaran moral yang menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dan buruk merupakan ajaran yang bersifat konstan sehingga persoalan bernegara. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa dalam kehidupan pribadi. informal. Etika Lingkungan Etika lingkungan menegaskan pentingnya kesadaran menghargai dan melestarikan lingkungan hidup serta penataan tata ruang secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. bangsa. 3. Sebab secara kodrat. pelaksanaan. dan mengaktualisasikan dalam realitas kehidupan Untuk itu. baik pada tahap perencanaan. pemimpin bangsa. pendidikan sesungguhnya adalah bagaimana menanamkan etika. dan negara melalui pendidikan masyarakat. serta amal kebajikan. bernegara adalah: VI/MPR/2001 ditentukan pula arah kebijakan untuk memperkuat etika 1. Mengarahkan orientasi pendidikan yang mengutamakan aspek pengenalan menjadi pendidikan yang bersifat terpadu dengan menekankan ajaran etika yang bersumber dari ajaran agama dan budaya luhur bangsa serta pendidikan watak dan budi pekerti yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual. maupun evaluasi. Secara kolektif kita harus segera menyadari kembali bahwa semua perilaku dan tindakan kita haruslah berbasis pada etika dan moral dan mendudukannya sebagai ukuran paling penting. mengontekstualisasikan. sebaiknya kita harus segera mengembalikan etika dan moral keadilan publik ke dalam setiap bidang kehidupan kita. Untuk menyelamatkan negara dan bangsa dari kehancuran akibat perilaku minim etika. kematangan emosional dan spiritual. Mengupayakan agar setiap program pembangunan dan keseluruhan aktivitas kehidupan berbangsa dijiwai oleh nilai-nilai etika dan akhlak mulia. Atas dasar itu semua. harus ada upaya untuk membebaskan bangsa dari situasi dan lilitan bahaya ini. memperkuat etika berbangsa dapat dilakukan melalui ajaran nilai dan moral yang menjadi Di sumber etika serta dalam Ketetapan Nomor aktualisasinya dalam kehidupan bernegara. dan nonformal dan pemberian contoh keteladanan oleh para pemimpin negara. masyarakat. Etika. keluarga. 2. dimensi12 formal.

Demikian pula. Semuanya saling terkait sehingga harus dilakukan secara simultan. masyarakat memiliki peran besar untuk menentukan pemimipin yang beretika sekaligus mampu memperkuat etika berbangsa dan bernegara. Pertama. apapun itu. Di era demokrasi saat ini. Dengan sendirinya perubahan etika bernegara yang terjadi di kalangan aparat sesungguhnya mencerminkan perubahan yang terjadi di masyarakat. Untuk dapat melakukan hal ini. dan berkeadilan. Atas dasar itulah. kalau tidak bersumber atau dilandasi oleh etika dan moral.dimensi etis dan keluhuran bangsa ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kultur dan jati diri bangsa. akan berpotensi besar membahayakan masa depan dan menggagalkan tujuan kita mewujudkan kehidupan bangsa dan negara yang demokratis. Semua cara tentu harus ditempuh untuk memperkuat etika bernegara. Sebaliknya. aparat dan pimpinan adalah model bagi anggota masyarakat. keteladanan aparat dan pimpinan pemerintahan akan berpengaruh lebih tinggi terhadap upaya memperkuat etika bernegara di kalangan masyarakat dibanding dengan model penataran. Kedua. Negara dalam geraknya diwakili oleh aparat yang juga merupakan anggota masyarakat. Namun. pendidikan etika merupakan pendidikan karakter yang berbeda dengan pendidikan sebagai transfer pengetahuan. tentu harus ada kesadaran terlebih dahulu di kalangan masyarakat serta organisasi masyarakat dan politik tentang pentingnya etika berbangsa dan bernegara. Dalam proses pendidikan karakter ini peran keteladanan jauh lebih besar dibanding dengan proses verbal. Keteladanan dalam menegakkan kejujuran ilmiah dan keberanian dalam menegakkan kebebasan akademik serta kebebasan mimbar akademik menjadi hal yang sangat penting untuk ditumbuhsuburkan di kampus-kampus. berapa jam pun penataran itu diberikan. Perilaku dosen dan pimpinan perguruan tinggi lebih besar pengaruhnya terhadap pembentukan etika mahasiswa dibanding kuliah tentang etika di kelas. ***** 13 . Sebab. terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan. berkeadaban. nilai-nilai etika dan moral harus benar-benar hidup di dalam sanubari dan kehidupan kita. persoalan etika bernegara tidak dapat diselesaikan hanya oleh negara dan para aparatnya.

Slamet Sutrisno. Yogyakarta. Filsafat dan Ideologi Pancasila. 2008. 2011. Materi Studium Generale untuk Matrikulasi Program Doktor Ilmu Huku Universitas Diopnegoro. 2004. Makalah yang disajikan dalam Kongres Pancasila yang diselenggarakan UGM-MKRI pada 30-31 Mei dan 1 Juni 2009 di Kampus UGM. Jakarta. Jakarta. 23 Agustus 2008. Yudi Latif.Daftar Bacaan A. Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern.1991. ______________. Jakarta. Yogyakarta. Jakarta. Etika Politik. Penerbit Kanisius. 1994. Memantapkan Filosofis. 14 . Moral.. Rajawali Pers. dan Aktualitas Pancasila. Kusuma. Bina Cipta. 2007. PT Gramedia Pustaka Utama. Perdebatan Hukum Tata Negara. LP3ES. Jakarta. ______________. dalam Tjamkan Pantja Sila. Kristiadi. Franz Magnis-Suseno. Rasionalitas. 2009. Jakarta. ____________________. Mohammad Noor Syam. Kartohadiprodjo. S. ____________________. Bandung 1986. Andi Publisher . 1988. Yogyakarta. 1964. Demokrasi dan Etika Bernegara. Negara Paripurna: Historisitas. dan Politik. Departemen Penerangan. Lahirnya Undang Dasar: Memuat Salinan Dokumen Otentik Badan Oentoek Menyelidiki Oesaha2 Persiapan Kemerdekaan. 2006. Sistem Filsafat Pancasila: Tegak sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 1945. Soekarno. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Moh. Gramedia. Pancasila dan/dalam Undang-Undang Dasar 1945. Semarang.B. Mahfud MD. Badan Penerbit Fakultas Hukum Unibersitas Indonesia. Lahirnja Pantja Sila. Hukum. Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu. Demokrasi Pancasila: Sebuah Telaah J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful