MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

---------

ETIKA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BERDASARKAN KONSTITUSI1
Oleh: Moh. Mahfud MD.2

Pengantar Bahwa negara ini sedang mengalami berbagai persoalan, tentu kita semua telah mahfum. Tidak hanya pada sektor atau bidang tertentu saja, persoalan telah muncul di hampir semua sendi kehidupan berbangsa. Kecenderungan yang ada, persoalan itu semakin hari bukannya semakin menyederhana tetapi kian kompleks dan rumit. Ini bisa terjadi bukan karena kita tidak melakukan apapun untuk mengatasinya. Setiap persoalan telah coba kita atasi dan hadapi dengan menerapkan pendekatan-pendekatan tertentu. Pun demikian, reformasi segala bidang sudah ditempuh untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Itu sebabnya, reformasi pada 1998 dilakukan, dengan harapan kondisi segera berubah dan lebih baik. Sekarang, setelah lebih kurang 14 tahun reformasi dilakukan, persoalanpersoalan itu tak juga dapat tuntas diselesaikan. Ada beberapa bidang yang mendapat klaim agak sedikit membaik, seperti bidang ekonomi misalnya, namun tidak sedikit yang makin terpuruk seperti bidang hukum, politik, dan sosial. Dulu, reformasi dilakukan antara lain untuk memperbaiki hukum dan politik yang kurang memberikan makna bagi kemaslahatan rakyat. Setelah reformasi, bukannya tambah baik, hukum dan politik tetap lebih sering dibelokkan menjadi instrumen untuk mencapai atau melanggengkan kekuasaan. Hukum dengan segenap institusinya juga tak mampu meredam kecenderungan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan praktik-praktik kotor lainnya. Politik dipraktikkan dengan perilaku yang minim kesantunan. menguat Praktiknya, politik direduksi untuk alasan kekuasaan bukan sebuah proses mewujudkan kebaikan bersama. Politik identitas semakin mengalahkan visi kebersamaan sebagai bangsa seiring rasa saling percaya di
Makalah pada Kuliah Perdana Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Senin, 17 September 2012 di Gedung Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta. 2 Ketua Mahkamah Konstitusi RI.
1

1

Suatu bangsa dikatakan berperadaban tinggi ditentukan oleh bagaimana warga bangsa bertindak sesuai dengan aturan main yang disepakati bersama. Perilaku dan sikap taat pada aturan main memungkinkan aktifitas dan relasi antar sesama warga berjalan secara wajar. etika yang juga sering disebut unggah-ungguh. tak ada pegangan bagi rakyat mengenai hendak dibawa kemana bangsa ini dijalankan. dan apa yang secara substansi mengandung kebaikan dan sebaliknya. tetap saja problem tak kunjung tuntas teratasi selama kita belum mampu membenahi etika berbangsa dan bernegara. apa yang pantas. Betapapun sistem diubah dan diganti. etika akan menjelaskan mana tingkah laku yang baik. Sebab. Untuk itu. Pada gilirannya. etika telah mendarah daging dimiliki dan diterapkan dalam kerangka penghormatan terhadap nilai kebaikan. sopan santun. kemanusiaan. maka banyak yang kemudian meyakini bahwa problem sebenarnya bukanlah soal sistem belaka. upaya menemukan solusi harus disertai upaya mengingat dan memperkuat kembali prinsip-prinsip fundamen etis-moral dan karakter bangsa berdasarkan falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam konstitusi kita. Distrust itu telah menimbulkan disorientasi. Bahkan etika adalah barometer peradaban bangsa. Masyarakat Jawa misalnya. melainkan berkait dengan soal etika berbangsa dan bernegara yang meredup. Jadi. tata krama. efisien. dan budi pekerti membuatnya mampu secara baik menempatkan diri dalam pergaulan sosial. UUD 1945. sama-sama membahayakan bagi integrasi bangsa dan negara. Dasar Prinsip Etika Bernegara Etika merupakan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. sosial. baik hukum. Bagi bangsa timur seperti Indonesia. Begitu pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. dan tanpa hambatan berarti. Hal ini mengisyaratkan bahwa upaya perbaikan kondisi bangsa ini haruslah memperhatikan fakta bahwa krisis ini bertalian erat dengan krisis etika dan moralitas. Setelah segala cara memperbaiki sistem. inti persoalannya sekarang ialah soal melemahnya etika berbangsa dan bernegara. dan ekonomi dilakukan dan tak juga menunjukkan hasil.antara sesama warga bangsa yang memudar pelan-pelan. dituntut dan diajarkan untuk memahami benar tentang arti penting etika. dan keadilan 2 . dan itu akan sangat menentukan keberhasilan dalam hidup bermasyarakat. yang dalam skala kecil atau besar. disorientasi itu pun berpeluang mencetak pembangkangan (disobedience). politik.

yang kemudian nilai-nilai itu dijabarkan ke dalam pasal-pasal UUD 1945. para penyusun UUD berhasil menggali dan mengakomodir nilai-nilai etika dan moral dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. dan lain-lain untuk dituangkan ke dalam UUD 1945. dan visi kebangsaan itu kemudian bersintesis dalam karakter keindonesiaan. Dalam hal ini negara berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Pokok pikiran ini menunjukkan bahwa negara Indonesia demokrasi. mengatasi segala paham golongan maupun perseorangan. Hal ini sangat simetris dan sinergis dengan tujuan bernegara dan berkonstitusi yakni mengarahkan kepada moral kehidupan berbangsa. dan keadilan. 3 3 . Beragam pemikiran dan gagasan mengenai politik. persatuan. Prinsip-prinsip dasar Pancasila yang dituangkan dalam UUD 1945 dan disahkan PPKI pada 18 Agustus 1945. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Itu sebabnya. bernegara. berperikemanusiaan. yang pada perkembangannya dirumuskan oleh founding peoples ke dalam Pancasila. demokrasi. kita masih yakin dan percaya. mencerdaskan kehidupan bangsa. Pokok pikiran keempat menyatakan bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Bahkan secara natural-genetis. melainkan melewati proses penggalian mendalam. nilai ketuhanan ditempatkan sebagai Pembukaan UUD 1945 memuat 4 (empat) pokok pikiran.kolektif. ekonomi. ideologi. Karena itu. yaitu negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. sosial. Pokok pikiran kedua menyatakan bahwa negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di dalam Pancasila itu. tidaklah hadir hanya sebagai intuitif dan tiba-tiba jatuh dari langit. baik di bidang politik. fundamen etis dan moral bangsa. etika mengalir menjadi bagian dari kultur sosial dan antropologis bangsa Indonesia. pemikiran mengenai prinsip-prinsip dasar berbangsa dan bernegara sebenarnya telah muncul dan dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya. Di dalam Pembukaan UUD 1945. Pokok pikiran ketiga menyatakan bahwa negara berkedaulatan rakyat. dan selanjutnya disepakati sebagai dasar dan orientasi bernegara. Pokok pikiran pertama menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara persatuan. di dalam diri anak bangsa mengalir sifat-sifat luhur manusia. Melalui Pancasila inilah. Akhirnya. para pendiri negara menggariskan prinsip-prinsip dasar etis bernegara yang demikian jelas dan visioner. Nilai-nilai luhur itu kemudian disepakati untuk diformalisasi dengan sebutan Pancasila. UUD 1945 sejatinya merupakan sintesa nilai etika dan moral yang diangkat dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dikenal religius. berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. yaitu kedaulatan ditangan rakyat. Meskipun baru dibahas dan dikemukakan dalam sidang BPUPKI menjelang Indonesia merdeka. dan bermasyarakat yang lebih baik. berbagai pemikiran yang mengarah kepada kepada gagasan terciptanya konstruksi kebangsaan dan kemerdekaan Indonesia. nilai etika dan moral terdapat di seluruh Pokok Pikiran3. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pengakuan dan pemuliaan hak-hak dasar warga negara secara adil dan beradab merupakan prasyarat yang tak boleh diabaikan dalam bernegara.sumber etika dan spiritualitas pada posisi yang sangat penting sebagai fundamen etik kehidupan berbangsa dan bernegara. ada toleransi. persatuan. Dalam prinsip semacam ini. penghormatan terhadap kemanusiaan. melalui Pancasila dan UUD 1945. Persatuan itu dikelola dalam konsepsi kebangsaan yang mengekspresikan persatuan dalam keragaman dan keragaman dalam persatuan. negara Indonesia merdeka dikonstruksi di atas perbedaan. meskipun identik dengan cara meraih kekuasaan. karena Indonesia melindungi hidupnya semua agama dan keyakinan serta mengembangkan agama untuk bisa memainkan peran yang berkaitan dengan penguatan etika sosial. sehingga perbedaan itu bukanlah masalah tetapi justru menjadi sumber kekuatan. ada ruang hidup untuk bisa menerima dan menghormati perbedaan yang ada. Pilihan para pendiri negara untuk menyandarkan politik pada prinsip demokrasi deliberatif yang mengedepankan pemusyawaratan dan bukan menang-menangan. UUD menggariskan politik sebagai seni yang mengandung kesantunan dan etika yang diukur dari pengutamaan moral. kemanusiaan. Pancasila juga menekankan prinsip persatuan kebangsaan yang mengatasi paham golongan dan perseorangan. serta berorientasi mewujudkan keadilan sosial. Inilah prinsip-prinsip mendasar yang dijadikan acuan dalam merumuskan kehidupan demokratis berbasis etika dan moralitas. dan persatuan tersebut diaktualisasikan dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat melalui prinsip musyawarah mufakat. Penegasannya. merupakan keputusan terbaik untuk mengatasi segala paham golongan maupun 4 . prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara yang dibangun oleh para pendiri negara diarahkan untuk memajukan kepentingan umum (bonnum commune) dalam kerangka nilai-nilai ketuhanan. Dalam pemikiran Pancasila. Dalam berpolitik misalnya. Indonesia bukanlah negara agama dan bukan pula negara sekuler. dan demokrasi menjadi landasan etik bagi upaya mewujudkan keadilan sosial dengan semangat kekeluargaan. Dalam Pancasila terkandung pula prinsip bahwa nilai ketuhanan. mengedepankan persatuan. hukum alam. nilai-nilai kemanusiaan universal yang bersumber dari hukum Tuhan. Intinya. Perlu diketahui. Nilai-nilai ketuhanan. mengembangkan demokrasi. kemanusiaan. dan sifat-sifat sosial manusia juga meruapakan fundamen penting bagi etika politik kehidupan bernegara.

Karena itu. dalam hal ini tetap dijunjung tinggi sebagai sesuatu yang manusiawi dan alamiah. 5 . Senyatanya. yang hanya menyuguhkan kebohongan dan janji-janji kosong para demagog yang jelas-jelas mengancam demokrasi. Padahal. saling mengisi. panggung sosial. hanya menarik dibicarakan dalam konteks akademis di bangku-bangku kuliah. Drama yang kita lihat belakangan ini. Problem Implementasi Etika Dewasa Ini Yang terjadi di masyarakat belakangan ini. etika dalam politik akan memberikan jaminan bahwa politik itu ada untuk meningkatkan harkat martabat sekaligus meninggikan akhlak bangsa. politik tanpa etika melahirkan sinetron demokrasi. etika seringkali tak lagi dijadikan acuan tindakan dan perilaku. dalam arti. Padahal jelas. Pembukaan UUD 1945 menyelaraskannya dengan filosofi. UUD 1945 mengepankan prinsip kesejahteraan sosial dalam setiap aktifitas perekonomian yang berorientasi pada keadilan sosial. seperti pernah dikatakan oleh Franz-Magnis Suseno. Pergeseran nilai akibat transaksi informasi global dan pola pikir pragmatismaterialisme telah berimbas pada peminggiran etika. keserasian. HAM akan terpenuhi manakala manusia juga menunaikan kewajiban asasinya. budaya. etika politik sudah lama tiarap. dan saling menunjang dalam rangka mencapai sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Interaksi antar pelaku dalam ekonomi dilandasi oleh semangat keseimbangan. Kompetisi politik terreduksi hanya pada persoalan kalah dan menang dalam meraih jabatan politik dan kekuasaan. Terkait dengan implementasi hak asasi manusia (HAM). etika politik sekedar pemanis bibir saja. Barangkali. maupun di arena penegakan hukum. Etika mengalami proses marginalisasi secara serius sedemikian rupa. Dalam konteks filsafati. serta struktur kemasyarakatan Indonesia. terutama di waktu sekarang ini.perseorangan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya. Demikian halnya dengan bidang ekonomi. pengabaian moral dan etika berlangsung secara massif di hampir semua segi kehidupan berbangsa dan bernegara. etika politik itu hanya academic exercise. baik di pentas politik. hampir semua mementaskan aktor dengan perilaku miskin etika. Di pentas politik. Pembangunan ekonomi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan. tegaknya HAM harus diartikan sebagai keseimbangan tegaknya hak asasi dengan kewajiban asasi. Perbedaan.

Pelajar ilmu hukum pasti paham bahwa hukum itu adalah formalisasi dari nilai-nilai agama. Jika di hulu anggaran sudah dilakukan dengan menghalalkan pasti cara. Karena itu. Sebaliknya. maka seharusnya ia malu dan lalu mengundurkan diri tanpa perlu menunggu putusan pengadilan. Saat ini. seseorang yang melanggar etika seharusnya merasa lebih berdosa daripada melanggar hukum karena pada dasarnya etika merupakan dasar hukum. Karena persepsi kegiatan dan anggaran untuk keuntungan pribadi tersebut. Hukum itu ada karena etika. berlomba-lombalah para pejabat pemerintahan mengajukan dan mendapatkan anggaran sebanyak-banyaknya walaupun tidak rasional jika dibandingkan dengan kemampuan jabatan dan organisasi yang dimiliki untuk menjalankan program tersebut. bukankah pengadilan belum membuktikan kalau saya bersalah. Padahal. Bahkan untuk memperoleh anggaran itupun sudah dilakukan dengan ketidakjujuran data serta melakukan penyuapan terhadap lembaga yang menentukan anggaran. Hilanglah semangat kerja keras. etika. etika aparat pemerintahan semakin merosot. Banyak pejabat negara yang sedang mendapat sorotan masyarakat karena diduga terlibat dalam kasus hukum tertentu. banyak pejabat negara yang berperilaku tidak etis atau melanggar etika. dengan enteng menjawab. jika ada seorang pemimpin atau pejabat negara sudah terbukti melanggar etika. Hilanglah kejujuran digantikan dengan manipulasi untuk pertanggungjawaban keuangan. dan kesusilaan yang semua menjadi kaidah-kaidah dalam bermasyarakat 6 . digantikan dengan prinsip mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan kerja sesedikit mungkin.Di bidang pemerintahan. buat apa mundur. status dan jabatan yang dikuasai adalah peluang untuk mencari keuntungan pribadi sehingga tidak akan bekerja dengan baik jika tidak menerima imbalan dan akan selalu mempresepsikan setiap tugas dan fungsi yang diemban dari sisi materi. hukum merupakan nilai etik yang diundangkan. tentu dengan dalam pelaksanaan yang dan pada pertanggungjawabannya dipenuhi kebohongan. Aparat pemerintahan saat ini kebanyakan melihat status dan jabatan yang disandang bukan sebagai amanat untuk mengabdi pada bangsa dan negara sehingga harus bekerja keras dalam menjalankan amanat tersebut. Proyek-proyek negara yang dibiayai dari uang rakyat dilihat sebagai lahan untuk menambah pendapatan sehingga sebanyak mungkin dikeruk untuk keuntungan pribadi. akhirnya merugikan rakyat.

Ada pula pakar dari perguruan tinggi yang diminta menyampaikan pendapat ahli di persidangan tetapi pendapatnya tidak mengacu pada pakem ilmiah-akademis melainkan bergantung pesanan dan pendapatan. apakah itu agama. Dan apabila seseorang sudah bisa membohongi diri sendiri. kaidah-kaidah itu harus dijadikan landasan dalam penegakan hukum. yang ada dan persoalan makin rumit dan kian meruncing. ada akademisi yang suka ”menjual” keahlian untuk menuliskan tesis atau disertasi orang lain dengan imbalan tertentu. Perbedaan latar belakang. Sebagian lain malah menganggap korupsi sebagai budaya. perbedaan pendapat lebih sering diselesaikan dengan menggunakan ”okol” ketimbang ”okol” akal. Di bidang sosial. misalnya orang membeli gelar akademik dan suka mencuri karya keilmuan orang lain (plagiasi). mulai dari pergeseran nilai sebagai imbas modernitas. mudah sekali menyulut konflik meski dipicu oleh persoalan-persoalan sepele. Dulu. Oleh sebab itulah. orang bisa punya artikel. Sekarang ini banyak orang yang suka melanggar etika akademis dan etika keilmuan. atau bahkan karya ilmiah tanpa harus memiliki tradisi berpikir ilmiah dengan cara menyewa ghost writer lalu mengklaim hasil tulisan itu sebagai karyanya. Mereka yang mengabaikan etika ilmiah akademik itu merupakan orang yang tidak keberatan membohongi diri sendiri. aliran. suku. Pada kasus lain. Orang korupsi itu hanya soal kesempatan. itulah ciri koruptor atau calon koruptor. atau perbedaan lainnya. derasnya arus informasi yang tak terbendung. padahal ia tak paham substansinya.untuk kemudian diformalkan menjadi aturan hukum. etika dalam pergaulan antar sesama warga semakin tergerus oleh berbagai hal. Korupsi di negeri ini kian mengerikan dan merajalela. Artinya. etika di dunia pendidikan juga nyata-nyata semakin dipinggirkan. orang menulis buku dan menerbitkan merupakan prestasi akademik luar biasa yang membanggakan. akal alih-alih menyelesaikan melemahnya masalah. Tak berhenti sampai di situ. maka dia tidak sungkan untuk membohongi orang lain. kalau pun ada 7 . kemerosotan etika di dunia pendidikan turut berkontribusi banyak dalam keterpurukan moral dan etika bangsa. Dewasa ini. menjadi sangat lentur karena sikap permisif masyarakat terhadap hal-hal yang sesungguhnya merupakan bentuk penyimpangan sosial. salah satunya karena dianggap wajar. Tetapi sekarang. Kecenderungan lebih menggunakan ketimbang menunjukkan penghargaan penghormatan terhadap nilai dan martabat manusia. buku. Terlebih lagi. keyakinan. sampai dengan menyeruaknya kembali politik identitas. Akibatnya. ukuran etis atau tidak.

Hal serupa terjadi di bidang ekonomi. Alhasil. Tentu kita miris dengan fenomena ini. Padahal. maka ini bukan lain adalah suara sirine tanda bahaya bagi negara ini. jika saja etika untuk memperoleh proyek pemerintah dipegang teguh. korupsi dan suap akan bisa dicegah. saat ini kita melihat bagaimana aktivitas ekonomi yang dijalankan justru mengesampingkan etika. teori pemberantasan korupsi dari gudang sudah habis. Penegakan hukum yang hanya sekedar menekankan dan mengedepankan formalitas-prosedural di atas etika dan moral keadilan publik sebagai sukma hukum. yang terjadi sekarang adalah hukum dibuat dan ditegakkan tanpa bertumpu pada etika. para penegak hukum sering berhenti pada keinginan menegakkan bunyi pasal-pasal undang-undang itu sendiri tanpa melibatkan moral dan etika. Di bidang hukum. Seperti sering saya katakan. moral. Manakala etika tidak lagi dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun demikian. Salah satu sebabnya karena terjadinya pelanggaran etika melalui politik kompromistis-transaksional saat pembahasan di lembaga legislatif. Di dalam konstitusi memang ada ketentuan tentang negara dalam bahaya dalam arti serangan dari luar. Pelanggaran-pelanggaran atas etika terjadi pula dalam bidang ekonomi terkait dengan lemahnya etika pemerintahan di birokrasi. sementara negara terus menerus digerogoti. dan hati nurani sehingga menjauhi rasa keadilan. Saya pernah bertemu dengan pengusaha yang mengaku terpaksa menyuap pejabat karena pejabatnya yang minta disuap sehingga kalau tidak menyuap dia akan kalah atau dikalahkan oleh orang lain yang berani menyuap lebih tinggi. Saya sering menyebut kondisi negara saat ini sedang dalam bahaya. Maraknya kasus korupsi berupa suap dalam bentuk commitment fee atau kick back dalam proyek misalnya. Semua teori dan cara sudah disarankan namun seolah tak ada yang mempan. Di ranah penegakan hukum. menujukkan bagaimana aktivitas ekonomi telah mengesampingkan etika. menyebabkan keadilan seringkali gagal diwujudkan. karena ekonomi tanpa etika sama halnya dengan kejahatan. Saat ini kita juga dapat melihat dikesampingkannya etika aktivitas ekonomi terhadap lingkungan hidup yang mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat saat ini dan di masa yang akan datang. Ekonomi tidak bisa dilepaskan dari etika dan moral. dari 8 .kesempatan tapi tak korupsi. dianggap sebagai orang yang sok bersih. Aturan hukum yang dibuat seringkali tak membawa perbaikan yang diinginkan. kita sendiri tidak tahu bagaimana cara memberantasnya.

dan 2. bahkan oleh para pejabat negara. dalam segala hal. Hal ini karena salah satu faktor penyebab runtuhnya rezim Orde Baru juga ialah masalah etika bernegara yang dilupakan. saling mencitai. Ketetapan ini sesungguhnya saat ini masih berlaku. tetapi bersamaan dengan itu terjadi pula pengikisan atau pemiskinan nilai-nilai moral. yaitu malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. penghormatan terhadap nilai kebaikan. Tak dapat disangkal bahwa Orde Baru berhasil memajukan pembangunan fisik atau ekonomi. baik formal maupun informal pada setiap lapisan masyarakat. Untuk mengembalikan dan meningkatkan etika bernegara pada tahun 2001 MPR membuat Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Untuk itu juga perlu ditumbuhkan kembali budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku para pemimpin. tulus. Etika Sosial Budaya Etika sosial dan budaya bertolak dari rasa kemanusiaan yang mendalam dengan menampilkan kembali sikap jujur. Etika Politik dan Pemerintahan 9 . sehingga negara dapat menyatakan perang. namun keadaan sekarang ini lebih bahaya karena ancaman itu justru datang dari dalam negara. Perlu menumbuhkembangkan kembali budaya malu. saling menghargai. Solusi Menguatkan Etika Sebenarnya. dan saling menolong di antara sesama manusia dan warga bangsa. Itu sesuatu yang ironis mengingat jati diri bangsa Indonesia sesungguhnya dibingkai oleh nalar untuk memberikan keadilan. mengapresiasi orang lain secara berkeadaban dan manusiawi. saling peduli. Ancaman bahaya itu ialah terjadinya penggerogotan dan pembusukan dari dalam negara ini sendiri. kemanusiaan. mulai hilangnya etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah disadari sejak awal reformasi.negara lain. toleran. saling memahami. namun sayang telah dilupakan. Krisis etika telah membuat kita sulit menemukan orang-orang dengan perangai santun. Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2001 menentukan Etika Kehidupan Berbangsa meliputi: 1.

Selain menimbulkan kesenjangan. perekonomian kapitalisme tidak berpijak pada perekonomian riil. pemusatan modal juga mengganggu keseimbangan pasar karena produksi tetap dijalankan sedangkan kemampuan membeli tidak ada. tidak arogan. mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi. Intinya. yang menghasilkan pemusatan kekuasaan atau modal hanya pada segelintir orang. 10 . Premis mendasar kapitalisme tersebut memunculkan sekurangkurangnya 3 (tiga) keburukan. berkeadilan. sportif. Krisis pun terjadi dan akan menjadi bagian dari kapitalisme itu sendiri. Oleh karena itu. Etika ini diwujudkan dalam bentuk sikap yang bertata krama dalam perilaku politik yang toleran. tidak berpura-pura. berjiwa besar. kebijakan ekonomi yang mengarah kepada KKN dan diskriminasi. dan siap untuk mundur dari jabatan publik apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan masyarakat. persaingan bebas. daya tahan ekonomi dan kemampuan saing. Minimnya etika di bidang ini lebih menimbulkan akibat negatif seiring dengan munculnya dominasi kapitalisme yang bersandar pada premis kaum libertarian bahwa kebebasan hasrat manusia harus dijamin dan hanya dengan kebebasan hasrat itulah akan dicapai kemajuan di bidang ekonomi. Pertama. amanah. terutama kebebasan untuk berusaha menjalankan aktivitas ekonomi dengan segala cara. Kedua. dengan menghalalkan segala cara. jauh dari sikap munafik serta tidak melakukan kebohongan publik. siap melayani.Etika Politik dan Pemerintahan mengandung misi kepada setiap pejabat dan elit politik untuk bersikap jujur. dan terciptanya suasana kondusif untuk pemberdayaan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil melalui kebijakan secara berkesinambungan. tidak manipulatif dan berbagai tindakan yang tidak terpuji lainnya. rendah hati. maka persaingan pun terjadi dan pemilik modal lebih besar keluar sebagai pemenang. Karena keserakahan yang dibiarkan bebas. Etika ini mencegah terjadinya praktik-praktik monopoli. Etika Ekonomi dan Bisnis Persaingan yang jujur. tidak boleh ada batasan terhadap kebebasan keserakahan manusia ini. memiliki keteladanan. kapitalisme percaya bahwa nafsu keserakahan (greed) manusialah yang akan mendatangkan kemajuan. 3. oligopoli.

dan komunikatif dalam kegiatan membaca. inventif. berkarya. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan Dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa. terutama maraknya praktik korupsi. cipta. Perdagangan ini mengakibatkan nilai dan jumlah uang yang beredar “seolah-olah” semakin besar dan bertambah nilainya. 5. Etika Keilmuan Etika ini dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 4. meneliti. Banyak perdagangan yang bersifat semu dan berorientasi pada pemuas kesenangan serta mengejar keuntungan. namun tidak diiringi pertumbuhan sektor riil. dan karya. yang tercermin dalam perilaku kreatif. Misalnya. Etika ini meniscayakan penegakan hukum secara adil. inovatif. dan menghindarkan penggunaan hukum secara salah sebagai alat kekuasaan dan bentuk-bentuk manipulasi hukum lainnya. Suatu saat. belajar. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya.Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan industri atau perdagangan barang dan jasa. perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap setiap warganegara di hadapan hukum.. sistem yang mengumbar keserakahan dan persaingan bebas yang menghalalkan segala cara telah merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara. Ketiga. perdagangan mata uang dan logam mulia. serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. tentu akan mengalami puncak dan ambruk karena tidak memiliki aktivitas ekonomi riil sebagai dasarnya. menulis. ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum dan seluruh peraturan yang berpihak pada keadilan. 11 . Keseluruhan aturan hukum yang menjamin tegaknya supremasi dan kepastian hukum sejalan dengan upaya pemenuhan rasa keadilan yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat.

Etika. pelaksanaan. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa dalam kehidupan pribadi. masyarakat. Secara kolektif kita harus segera menyadari kembali bahwa semua perilaku dan tindakan kita haruslah berbasis pada etika dan moral dan mendudukannya sebagai ukuran paling penting.6. Mengupayakan agar setiap program pembangunan dan keseluruhan aktivitas kehidupan berbangsa dijiwai oleh nilai-nilai etika dan akhlak mulia. dan negara melalui pendidikan masyarakat. Mengarahkan orientasi pendidikan yang mengutamakan aspek pengenalan menjadi pendidikan yang bersifat terpadu dengan menekankan ajaran etika yang bersumber dari ajaran agama dan budaya luhur bangsa serta pendidikan watak dan budi pekerti yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual. bangsa. serta amal kebajikan. sebagai ajaran-ajaran moral yang menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dan buruk merupakan ajaran yang bersifat konstan sehingga persoalan bernegara. keluarga. dan mengaktualisasikan dalam realitas kehidupan Untuk itu. memperkuat etika berbangsa dapat dilakukan melalui ajaran nilai dan moral yang menjadi Di sumber etika serta dalam Ketetapan Nomor aktualisasinya dalam kehidupan bernegara. harus ada upaya untuk membebaskan bangsa dari situasi dan lilitan bahaya ini. informal. Untuk menyelamatkan negara dan bangsa dari kehancuran akibat perilaku minim etika. sebaiknya kita harus segera mengembalikan etika dan moral keadilan publik ke dalam setiap bidang kehidupan kita. 2. bernegara adalah: VI/MPR/2001 ditentukan pula arah kebijakan untuk memperkuat etika 1. pendidikan sesungguhnya adalah bagaimana menanamkan etika. mengontekstualisasikan. baik pada tahap perencanaan. kematangan emosional dan spiritual. maupun evaluasi. Etika Lingkungan Etika lingkungan menegaskan pentingnya kesadaran menghargai dan melestarikan lingkungan hidup serta penataan tata ruang secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. Atas dasar itu semua. dimensi12 formal. 3. dan pemimpin . pemimpin bangsa. dan nonformal dan pemberian contoh keteladanan oleh para pemimpin negara. Sebab secara kodrat.

berapa jam pun penataran itu diberikan. Atas dasar itulah. Dengan sendirinya perubahan etika bernegara yang terjadi di kalangan aparat sesungguhnya mencerminkan perubahan yang terjadi di masyarakat. Untuk dapat melakukan hal ini. dan berkeadilan. persoalan etika bernegara tidak dapat diselesaikan hanya oleh negara dan para aparatnya. berkeadaban. Sebab. Dalam proses pendidikan karakter ini peran keteladanan jauh lebih besar dibanding dengan proses verbal. apapun itu. ***** 13 . Semua cara tentu harus ditempuh untuk memperkuat etika bernegara. keteladanan aparat dan pimpinan pemerintahan akan berpengaruh lebih tinggi terhadap upaya memperkuat etika bernegara di kalangan masyarakat dibanding dengan model penataran. terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan. tentu harus ada kesadaran terlebih dahulu di kalangan masyarakat serta organisasi masyarakat dan politik tentang pentingnya etika berbangsa dan bernegara. Namun. aparat dan pimpinan adalah model bagi anggota masyarakat. Semuanya saling terkait sehingga harus dilakukan secara simultan. akan berpotensi besar membahayakan masa depan dan menggagalkan tujuan kita mewujudkan kehidupan bangsa dan negara yang demokratis. Di era demokrasi saat ini. pendidikan etika merupakan pendidikan karakter yang berbeda dengan pendidikan sebagai transfer pengetahuan. Keteladanan dalam menegakkan kejujuran ilmiah dan keberanian dalam menegakkan kebebasan akademik serta kebebasan mimbar akademik menjadi hal yang sangat penting untuk ditumbuhsuburkan di kampus-kampus.dimensi etis dan keluhuran bangsa ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kultur dan jati diri bangsa. nilai-nilai etika dan moral harus benar-benar hidup di dalam sanubari dan kehidupan kita. Negara dalam geraknya diwakili oleh aparat yang juga merupakan anggota masyarakat. Perilaku dosen dan pimpinan perguruan tinggi lebih besar pengaruhnya terhadap pembentukan etika mahasiswa dibanding kuliah tentang etika di kelas. masyarakat memiliki peran besar untuk menentukan pemimipin yang beretika sekaligus mampu memperkuat etika berbangsa dan bernegara. Kedua. kalau tidak bersumber atau dilandasi oleh etika dan moral. Sebaliknya. Pertama. Demikian pula.

Filsafat dan Ideologi Pancasila. Kusuma. Jakarta. Badan Penerbit Fakultas Hukum Unibersitas Indonesia. ____________________. 1964. Perdebatan Hukum Tata Negara. 2007. ____________________. 2004. Andi Publisher . Kristiadi. Jakarta. Negara Paripurna: Historisitas. Yogyakarta. Moral. Jakarta. Bandung 1986. Yudi Latif.. Gramedia Pustaka Utama. PT Gramedia Pustaka Utama. Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu. Penerbit Kanisius. dan Aktualitas Pancasila. Kartohadiprodjo. Jakarta. Materi Studium Generale untuk Matrikulasi Program Doktor Ilmu Huku Universitas Diopnegoro. Jakarta. Yogyakarta. Moh. Rasionalitas.Daftar Bacaan A. Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Lahirnja Pantja Sila. Lahirnya Undang Dasar: Memuat Salinan Dokumen Otentik Badan Oentoek Menyelidiki Oesaha2 Persiapan Kemerdekaan. Jakarta. 2006. 14 . Sistem Filsafat Pancasila: Tegak sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 1945. dan Politik. Mahfud MD. Mohammad Noor Syam. S. LP3ES. Yogyakarta. Demokrasi dan Etika Bernegara.1991. Gramedia. 23 Agustus 2008. Hukum. 2008. ______________. 2011. Franz Magnis-Suseno.B. 2009. Semarang. Etika Politik. Rajawali Pers. Jakarta. Slamet Sutrisno. Bina Cipta. Soekarno. Departemen Penerangan. Makalah yang disajikan dalam Kongres Pancasila yang diselenggarakan UGM-MKRI pada 30-31 Mei dan 1 Juni 2009 di Kampus UGM. Pancasila dan/dalam Undang-Undang Dasar 1945. 1988. ______________. Demokrasi Pancasila: Sebuah Telaah J. Memantapkan Filosofis. dalam Tjamkan Pantja Sila. 1994.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful