P. 1
7 hambatan kreativitas

7 hambatan kreativitas

|Views: 31|Likes:
Published by Shendi Suryana

More info:

Published by: Shendi Suryana on Feb 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2013

pdf

text

original

.

.

Hambatan 1: Rasa Takut  “Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih cepat?” “Ah. bos! Jadi lebih baik saya kerjakan saja sesuai dengan yang diperintahkan. saya takut gagal. takut dimarahi.” Yah. takut salah. rasa takut gagal. dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif . saya pasti dimarahi. Kalau saya gagal atau salah.

Hambatan 1: Rasa Takut Tahukah Anda bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden. akhirnya menemukan ‘post-it’ notes? . berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden?  Tahukah Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat.

Kesuksesan. ataupun menciptakan sesuatu yang baru . Apa lagi yang harus saya cemaskan?” Ternyata bukan masalah saja yang bisa menjadi hambatan. belajar sesuatu yang baru. kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya.” “Saya sudah sukses. serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru.Hambatan 2: Rasa Puas  “Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru? Dengan begini saja saya sudah nyaman.

pernah tergilas oleh para pemain baru di industri ini karena Apple telah terpaku pada keberhasilannya sebagai yang nomor satu.Hambatan 2: Rasa Puas  Apple Computer yang pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer. belajar dari kesalahan. sehingga menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang baru pada target pasar sampai perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang berhasil menggeser kedudukan Apple. . Namun. Apple berusaha bangkit kembali dengan produkproduk baru andalan mereka.

Mungkin Anda perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi ‘kehausan’ Anda akan kreativitas. berarti rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk memanfaatkan kemampuan Anda untuk berpikir kreatif.” Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan? Jika ya.Hambatan 3: Rutinitas Tinggi  “Coba-coba yang baru? Aduh mana sempat? Pekerjaan rutin saja tidak ada habis-habisnya. misalnya baca buku tiap minggu (anda bisa menemukan ide brilian yang bisa Anda adaptasi. . atau perbaiki). perluas lingkungan sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa mendukung Anda ke jenjang sukses).

Hambatan 3: Rutinitas Tinggi  Tahukah Anda bahwa Mariah Carey sengaja menyisihkan waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi latar untuk memperluas pergaulannya? Mariah berusaha masuk ke lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional sebelum akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia mensponsori album pertamanya yang langsung menjadi hit dunia? .

biarlah atasan saya saja yang memikirkannya. susah. Lagipula memikirkan cara baru bukan tugas saya. ataupun mencoba yang baru.” “Memikirkan cara lain? Wah. . Aduh.” Ini merupakan beberapa contoh kemalasan mental yang menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru. Biar yang lain saja yang belajar. Terlalu banyak yang harus saya pelajari.Hambatan 4: Kemalasan Mental  “Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. sekarang saja sudah banyak yang harus saya pikirkan.

Edison malas berpikir untuk mengasah kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimeneksperimen berikutnya? .Hambatan 4: Kemalasan Mental  Tahukah Anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar? Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada kegagalan pertama.

Hal ini bisa saja terjadi karena proses pengambilan keputusan yang lama. .Kesalahan 5: Birokrasi  “Saya bosan menyampaikan ide lagi. Kondisi seperti ini sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. atau karena proses birokrasi yang terlalu berliku-liku. Ide saya yang enam bulan lalu saya sampaikan. belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak?” Seringkali karyawan atau pelanggan mengeluh karena ide atau usulan mereka tidak ditanggapi.

. banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri menjadi unit-unit bisnis yang lebih kecil untuk memperpendek birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide segar bagi para pelanggan ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di bidang manajemen. semakin panjang proses birokrasi.Kesalahan 5: Birokrasi  Biasanya semakin besar organisasi. sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai birokrasi yang panjang.

lebih efektif. kesulitan. kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik. .Kesalahan 6: Terpaku pada masalah  Masalah seperti kegagalan. lebih cepat. kekalahan. kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah.

.Kesalahan 6: Terpaku pada masalah  Tahukah Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan dalam menjual resep ayam goreng tepungnya? Namun. ia memanfaatkan kreativitasnya sampai akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut dengan mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng tepung. Idenya ini terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai salah satu pebisnis waralaba terbesar di dunia. ia tidak terpaku pada kesulitan tersebut.

tidak usah berkarir di luar rumah. . dan hanya bertugas untuk melayani keluarga saja.Kesalahan 7: “Stereotyping”  Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir kreatif. tidak perlu pendidikan tinggi. masyarakat menganggap bahwa sudah sewajarnyalah jika wanita tinggal di rumah saja. Misalnya saja pada zaman Kartini.

menikmati kreasi arsitek dan seniman wanita. mendapatkan hasil didikan guru wanita. bahkan presiden (pimpinan negara) wanita . atau bahkan dipimpin oleh seorang presiden direktur.Kesalahan 7: “Stereotyping”  Apa jadinya jika wanita-wanita hebat seperti Kartini. Dewi Sartika. mengirim diplomat wanita sebagai duta Indonesia. misalnya: mendapatkan layanan dokter wanita. Tjut Njak Dhien menerima saja semua pandangan umum yang berlaku di masyarakat saat itu? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati jasa yang diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional.

Tetapi. . orang yang memiliki dan bisa mengoptimalkan kreativitas mereka bisa menggeser mereka yang tidak memanfaatkan kreativitas mereka.Kesimpulan : Kreativitas memang masih harus ditunjang dengan senjata sukses lainnya.

Kenali hambatannya. dan ambil tindakan untuk mengasah kembali kreativitas Anda.Kesimpulan :  Lalu. Jadi sudah siapkah Anda untuk membuat kreativitas Anda agar semakin berkilau? Selamat mencoba . atasi. bagaimana jika Anda mengalami hambatan untuk mengoptimalkan kreativitas Anda? Tidak perlu panik. semakin diasah semakin berkilau. Kreativitas itu ibarat sebuah intan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->