AUXIN Auxin adalah salah satu hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan

(growth and development) suatu tanaman. Hasil penemuan Kogl dan Konstermans (1934) dan Thymann (1935) mengemukakan bahwa Indole Acetic Acid (IAA) adalah suatu auxin. Metabolisme Auxin Hasil penelitian terhadap metabolisme auxin menunjukan bahwa konsentrasi auxin di dalam tanaman mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi IAA ini adalah : a. Sintesis Auxin b. Pemecahan Auxin c. In-aktifnya IAA sebagai akibat proses pemecahan molekul. Sebagaimana diketahui, IAA adalah endogeneous auxin yang terbentuk dari Trypthopan yang merupakan suatu senyawa dengan inti Indole dan selalu terdapat dalam jaringan tanaman di dalam proses biosintesis. Trypthopan berubah menjadi IAA dengan membentuk Indole pyruvic acid dan Indole-3-acetaldehyde. Tetapi IAA ini dapat pula terbentuk dari Tryptamine yang selanjutnya menjadi Indole-3-acetaldehyde, selanjutnya menjadi Indole-3-acetid acid (IAA). Sedangkan mengenai perubahan Indole-3acetonitrile menjadi IAA dengan bantuan enzym nitrilase prosesnya masih belum diketahui. Pemecahan IAA dapat pula terjadi di dalam alam. Hal ini sebagai akibat adanya photo oksidasi dan enzyme. Dalam peristiwa photo oksidasi ini, pigmen pada tanaman akan menyerap cahaya kemudian energi ini dapat mengoksidasi IAA. Adapun pigmen yang berperan dalam photo oksidasi ialah Ribovlavin dan B-Carotene.

berpengaruh terhadap aktivitas auxin. b. Sedangkan di daerah perakaran yang kandungan auxinnya rendah. Auxin sebagai salah satu hormon tumbuh bagi tanaman mempunyai peranan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Thimann dan went (1966). d. ternyata aktivitas IAA oksidasinya rendah. aktivitas auxsin ditentukan oleh : a. maka aktivitas IAA oksidasi menjadi rendah. Keempat persyaratan diatas merupakan faktor yang menentukan terhadap aktivitas auxin. Di dalam daerah meristematic yang kadar auxinnya tinggi.Ada hubungan yang berbanding terbalik antara aktivitas oksidasi IAA dengan kandungan IAA dalam tanaman. Struktur Molekul Dan Aktivitas Auxin Menurut Koeffli. Arti Auxin bagi Fisiologi Tanaman. Dilihat dari segi fisiologi. ternyata aktivitas IAA oksidasinya tinggi. Tentang sifat dari rantai keasaman. hormon tumbuh ini berpengaruh terhadap : . Rantai yang mempunyai karboksil grup dipisahkan oleh karbon atau karbon dan oksigen akan memberikan aktivitas yang normal. pemisahan karboksil grup (-COOH) dari struktur cincin. adanya rantai keasaman (acid chain) c. Dalam hal ini apabila kandungan IAA tinggi. begitu pula sebaliknya. Adanya pengaturan ruangan antara struktur cincin dengan rantai keasaman. Koeffli (1966) menerangkan bahwa posisi dan panjang rantai keasaman. adanya struktur cincin yang tidak jenuh. Proses lain yang menyebabkan inaktifnya IAA ialah karena adanya degradasi oleh photo oksidasi atau aktivitas suatu enzym.

Abisission h. meningkatkan sintesis protein. menunjukan bahwa terdapat indikasi yaitu auxin dapat menaikan tekanan osmotik. Respirasi a.a. Parthenocarpy g. menyebabkan pengurangan tekanan pada dinding sel. Geotropisme d. Phototropisme c. maka tanaman tersebut akan membengkok ke arah datangnya sinar. Pembentukan callus (callus formation) dan i. Pengembangan sel b. Membengkoknya tanaman tersebut adalah karena terjadinya pemanjangan sel pada bagian sel yang tidak tersinari lebih besar dibanding . Pengembangan sel Dari hasil studi tentang pengaruh auxin terhadap perkembangan sel. Phototropisme Suatu tanaman apabila disinari suatu cahaya. kehadiran auxin meningkatkan difusi masuknya air ke dalam sel. Dalam hubungannya dengan permeabilitas sel. Hal ini ditunjang oleh pendapat Cleland dan Brustrom (1961) bahwa auxin mendukung peningkatan permeabilitas masuknya air ke dalam sel. b. meningkatkan plastisitas dan pengembangan dinding sel. Pertumbuhan akar (root initiation) f. meningkatkan permeabilitas sel terhadap air. Apical dominasi e.

Sedangkan geotropisme positif adalah organ-organ tanaman yang tumbuh kearah bawah sesuai dengan gravitasi bumi. telah dibuktikan oleh Dolk pd tahun 1936 (dalam Wareing dan Phillips 1970). maka akumulasi auxin akan berada di dagian bawah. apabila suatu tanaman (celeoptile) diletakan secara horizontal. Untuk membuktikan pengaruh geotropisme terhadap akumulasi auxin. Terjadinya phototropisme ini disebabkan karena tidak samanya penyebaran auxin di bagian tanaman yang tidak tersinari dengan bagian tanaman yang tersinari. Bila organ tanaman yang tumbuh berlawanan dengan gravitasi bumi. Keadaan auxin dalam proses geotropisme ini. Sedangkan bahan yang bersifat padat berada di bagian bawah. d.dengan sel yang ada pada bagian tanaman yang tersinari. Dengan adanya gravitasi maka letak bahan yang bersifat cair akan berada di atas. Bahan-bahan yang dipengaruhi gravitasi dinamakan statolith (misalnya pati) dan sel yang terpengaruh oleh gravitasi dinamakan statocyste (termasuk statolith). c. Geotropisme Geotropisme adalah pengaruh gravitasi bumi terhadap pertumbuhan organ tanaman. Hal ini menunjukan adanya transportasi auxin ke arah bawah sebagai akibat dari pengaruh geotropisme. Perbedaan rangsangan (respond) tanaman terhadap penyinaran dinamakan phototropisme. Pada bagian tanaman yang tidak tersinari konsentrasi auxinnya lebih tinggi dibanding dengan bagian tanaman yang tersinari. maka keadaan tersebut dinamakan geotropisme negatif. Contohnya seperti pertumbuhan batang sebagai organ tanaman. Sel-sel tanaman terdiri dari berbagai komponen bahan cair dan bahan padat. Contohnya tumbuhnya akar sebagai organ tanaman ke arah bawah. Dari hasil eksperimennya diperoleh petunjuk bahwa auxin yang terkumpul di bagian bawah memperlihatkan lebih banyak dibanding dengan bagian atas. tumbuhnya kearah atas. Apical dominance .

f. pucuk tanaman kacang (apical bud) dibuang. Hal ini membuktikan bahwa auxin yang ada di apical bud menghambat tumbuhnya tunas lateral. Dari ujung tanaman yang terpotong itu diletakan blok agar yang mengandung auxin. Luckwil (1956) telah melakukan suatu eksperimen dengan menggunakan zat kimia NAA (Naphthalene acetic acid). maka pertumbuhan tunas akan tumbuh ke arah samping yang dikenal dengan "tunas lateral" misalnya saja terjadi pemotongan pada ujung batang (pucuk). perpanjangan akar (root initiation) dalam hubungannya dengan pertumbuhan akar. Perlu dikemukakan pula di sini. IAA (Indole acetid acid) dan IAN (Indole-3-acetonitrile) yang ditreatment pada kecambah kacang. Pertumbuhan batang (stem growth) Di dalam alam. Dari perlakuan tersebut ternyata bahwa tidak terjadi pertumbuhan tunas pada ketiak daun. Dalam eksperimennya. pemberian konsentrasi IAA yang relatif tinggi pada akar. pertumbuhan ujung batang yang dilengkapi dengan daun muda apabila mengalami hambatan. Dalam . bahwa menurut Delvin (1975).Di dalam pola pertumbuhan tanaman. Fenomena ini kita namakan "apical dominance" Hubungan antara auxin dengan apical dominance pada suatu tanaman telah dibuktikan oleh Skoog dan Thimann (1975). kemungkinan tanaman tersebut akan terhenti pertumbuhannya. sebagai akibat treatment tersebut menyebabkan tumbuhnya tunas di ketiak daun. jaringan-jaringan muda terdapat pada apical meristem. Apabila ujung coleoptile dipotong. maka akan tumbuh tunas pada ketiak daun. hubungan antara auxin dengan pertumbuhan batang nyata erat sekali. Dari hasil eksperimennya diperoleh petunjuk bahwa ketiga jenis auxin ini mendorong pertumbuhan primordia akar. akan menyebabkan terhambatnya perpanjangan akar tetapi meningkatkan jumlah akar. e. Di dalam tanaman. Hubungannya dengan pertumbuhan tanaman peranan auxin sangat erat sekali.

telah dibuktikan oleh Crane dalam tahun 1949 dengan menggunakan . Keadaan seperti ini disebabkan tidak dialaminya pembuahan pada perkembangan buah. Keadaan ini akibat hasil pembelahan sel dan/atau pengembangan sel. h. Seperti . Keadaan perkembangan ini selalu diikuti oleh peningkatan ukuran buah. Hasil penelitian Muir (1942) menunjukan pula bahwa kandungan auxin pada ovary yang mengalami pembuahan (pollination) meningkat bila dibandingkan dengan ovary yang tidak mengalami pembuahan. Mengenai hubungannya dengan auxin.gambar diatas diperoleh petunjuk bahwa kandungan auxin yang paling tinggi terdapat pada pucuk yang paling rendah (basal). Parthenocarpy Di dalam alam sering kita menjumpai buah yang tidak berbiji. Pertumbuhan buah (fruit growth) Peningkatan volume buah ada hubungannya dengan pertumbuhan buah. Suatu anggapan mengenai peranan auxin dalam pertumbuhan buah. fase pembelahan sel biasanya overlap dengan pengembangan sel (cell enlargementh). diterangkan oleh Muller-Thurgau dalam tahun 1898 bahwa endosperma dan embrio di dalam biji menghasilkan auxin yang menstimulasi pertumbuhan endosperma. Menurut Weaver (1972). Seperti dikemukakan massart (1902) hasil eksperimennya menunjukan bahwa pembengkakan dinding ovary bunga anggrek dapat distimulasi oleh tepung sari yang telah mati. Pada tahun 1934 Yasuda berhasil menemukan penyebab Parthenocarpy dengan menggunakan ekstrak tepung sari pada bunga mentimun. g. Gustafon telah menemukan terjadinya Parthenocarpy dengan menggunakan IAA yang dicampur dengan lanolin pada stigma. hormon auxin bertalian erat. Strawberry dan tanaman famili mentimun. Hasil analisisnya menunjukan bahwa ekstrak tersebut mengandung auxin. Di dalam proses Parthenocarpy. Di dalam fisiologi. keadaan seperti ini dinamakan Parthenocarpy. Anggur. Selanjutnya pada tahun1936.

kekeringan. buah atau batang.4. Disini sel-sel baru akan berdiferensiasi ke dalam periderm dan membentuk suatu lapisan pelindung (Weaver. Pembentukan lapisan abscission (abscission layer). panas. Di dalam proses abscission. Dalam hubungannya dengan hormon tumbuh. Menurut Addicot (1964) maka dalam proses abscission ini faktor alami seperti . 1958) menerangkan bahwa pengaruh auxin terhadap abscission ditentukan oleh konsentrasi auxin itu sendiri. i. Teori lain (Biggs dan Leopold 1957. akan berpengaruh terhadap abscission. kadang-kadang diikuti oleh susunan cell division proximal. Konsentrasi auxin yang tinggi akan menghambat terjadinya abscission. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa pertumbuhan buah lebih cepat 60 hari dari fase normal rata-rata 120 hari. dingin. sedangkan auxin dengan konsentrasi rendah akan mempercepat terjadinya abscission. maka tidak akan terjadi abscission. anggur. Addicot et al (1955) mengemukakan sbb: Abscission akan terjadi apabila jumlah auxin yang ada di daerah proksimal (proximal region) sama atau lebih dari jumlah auxin yang terdapat di daerah distal (distal region). daun.2. 1972). 5-T sebagai exogenous auxin yang diaplikasikan pada blak berry. Abscission Abscission adalah suatu proses secara alami terjadinya pemisahan bagian/organ tanaman dari tanaman. Mengenai hubungan antara abscission dengan zat tumbuh auxin. . Tetapi apabila jumlah auxin yang berada di daerah distal lebih besar dari daerah proximal. maka mungkin hormon ini akan mendukung atau menghambat proses tersebut. strawberry dan jeruk. Dengan kata lain proses abscission ini akan terlambat. bunga. akan terjadi perubahan-perubahan metabolisme dalam dinding sel dan perubahan secara kimia dari pectin dalam midle lamella. seperti .

Ciri dari fenomena ini selalu diikuti dengan kematian. penyakit atau perubahan fisik lainnya. Senescence yang terjadi seluruh bagian daun dan buah (decideus senescence) 4. menurunnya fase pertumbuhan (growth rate) dan kemampuan tumbuh (vigor) serta diikuti dengan kepekaan (susceptibility) terhadap tantangan lingkungan. yang akhirnya buah dan daun terlepas dari batang pokok. Di dalam alam. j. senescence terjadi pada daun. Namun di dalam tanaman. batang dan buah.Teori terakhir dikemukakan oleh Robinstein dan Leopold (1964) yang menerangkan bahwa respon abscission pada daun terhadap auxin dapat dibagi kedalam dua fase jika perlakuan auxin diberikan setelah daun terlepas. Keadaan seperti ini diikuti oleh meningkatnya abscission serta daun dan buah berguguran dari batang pokok. istilah ini diartikan. Fase pertama. Semua organ tumbuh mengalami senescence (over-all senescence) 2. Begitu pula pertumbuhan dan pigmentasi warna hijau berubah menjadi warna kuning. . Menurut Leopold (1961) ada empat bentuk senescence yang terjadi pada tanaman yaitu : 1. dan fase kedua auxin dengan konsentrasi yang sama akan mendukung terjadinya abscission. Senescence yang terjadi pada bagian atas (top senescence) 3. Senescence berkembang dari daun paling bawah menuju kearah atas (progresive senescence) Ciri-ciri terjadinya senescence dapat ditemukan pada morfologi dan perubahan di dalam organ atau seluruh tubuh tanaman. Senescence Menurut Alex Comport (1956) dalam Leopold (1961) "senescence" adalah suatu penurunan kemampuan tumbuh (viability) disertai dengan kenaikan vulnerability suatu organisme. auxin akan menghambat abscission.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful