P. 1
Contoh Laporan

Contoh Laporan

|Views: 2,168|Likes:
Published by Sumadiyasa
Tugas
Tugas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Sumadiyasa on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2015

pdf

text

original

a. Analisis Instrumen dengan CIPP di SMP N 3 Seririt

No Komponen

Aspek

Pencapaian

Ideal

Skor Persentase
(%)

1 Content

a. Instrumen

Alat

Pengumpulan

Data

b. Sarana dan

Prasarana

c. Personil BK

19

7

14

12

1

14

63,15%

14,28%

100%

Jumlah

40

27

67,5%

2 Input

a. Data Siswa

b. Standar

Dukungan

Sistem

32

27

21

17

65,62%

62,96%

Jumlah

59

38

64,40%

3 Process

a. Manajemen

dan

Dukungan

Sistem

22

17

77,27%

Jumlah

22

17

77,27%

4 Product

a. Evaluasi

Hasil

Layanan BK

16

14

87,50%

Jumlah

16

14

87,50

43

· Contens

Jika dilihat dari persentase pencapaian Content di SMP N 3 Seririt di atas

menunjukan pada level 67,5% dan jika dilihat dari kriteria keberhasilan hal

ini menunjukan bahwa SMP N 3 Seririt berada pada level C (cukup baik).

kemudian jika dilihat secara lebih rinci ternyata mengalami kekurangan yang

paling menonjol yaitu pada aspek Sarana dan Prasarana yang menunjukan

pada persentase 14,28 %. Seperti yang terdapat dalam intrument yang

mengalami kekurangan pada sarana dan prasarananya yaitu :

1. Tidak adanya ruang kerja BK seperti Komputer, meja kerja, internet,

lemari yang memadai.

2. Tidak terdapatnya ruang konseling individu yang aman dan nyaman

bagi klien.

3. Tidak terdapatnya ruangan konseling kelompok yang aman dan nyaman

bagi klien.

4. Tidak terdapatnya ruangan diblio yang fasilitasnya seperti daftar buku (

katalog, rak buku, ruang baca, buku daftar pengunjung, dan internet.

5. Tidak terdapatnya ruangan relaksasi atau disensitisasi/ sensitisasi yang

bersih, sehat, nyaman dan nyaman.

6. Tidak terdapatnya ruang tamu yang berisi kursi dan meja tamu, buku

tamu, jam dinding, tulisan atau gambar.

Jika dilihat dari aspek instrumen alat pengumpul datanya yang menunjukan

persentase pencapaian pada level 63,15% dan di identifikasi kekurangannya

dari instrumen yang telah disebarkan yaitu,

1. Tidak melaksanakan tes intelegensi dalam pengumpulan data.

2. Tidak melaksanakn tes bakat dalam pengumpulan data.

3. Tidak melaksanakan tes minat dalam pengumpulan data.

4. Tidak melaksanakan tes kepribadian dalam pengumpulan data.

5. Tidak memiliki jadwal piket guru pembimbing.

6. Tidak terdapat media audio seperti radio, perekam pita magnetik,

laboratorium bimbingan dan konseling.

44

· Input

Jika dilihat dari evaluasi input SMP Negeri 3 Seririt berada pada level

64,40% hal ini jika dibandingkan dengan standar kriteria keberhasiln berada

pada nilai C ( Cukup Baik ). Ternyata kekurangannya berada pada aspek data

siswa yaitu:

1. Belum pernah mengadakan tes IQ

2. Kurangnya kordinasi dengan guru mata pelajaran dalam membahas

masalah siswa.

3. Tidak pernah melaksanakan tes bakat

4. Tidak pernah melaksanakan tes minat

5. Tidak memiliki ukuran yang ideal untuk setiap alat penyimpanan data

siswa.

6. Aministrasi siswa belum memenuhi syarat kelengkapan.

Dan kekurangan pada aspek standar dukung sistem yaitu :

1. Belum menempuh PPK ( Pendidikan Profesi Konselor ).

2. Belum mengetahui perkembangan terupdate tentang program layanan

BK.

3. Pelaksanaan program tidak melibatkan semua pihak sekolah yang

terkait.

4. Program layanan banyak tidak sesuai dengan jadwal penyelenggaran.

5. Keberdaan Osis belum mampu mendukung penyelegaraan program BK

disekolah.

· Process

Jika dilihat dari evaluasi proses SMP Negeri 3 Seririt berada pada level

77,27 % ini jika dibandingkan dengan standar kriteria keberhasiln berada

pada nilai B ( Baik ). Ternyata kekurangannya berada pada aspek manajemen

dan dukungan sistem yaitu:

1. Wali kelas belum mensosialisasikan keberadaan layanan BK pada

siswa.

45

2. Wali kelas belum mampu mengidentifikasi siswa yang memerlukan

layanan bimbingan konseling.

3. Guru mata pelajaran belum mampu memantau perkmbangan dan

kemajuan siswa terutama yang telah mendapatkan layanan BK.

4. Staf administrasi sekolah belum membantu dalam meadministrasikan

seluruh kegiatan BK.

· Pruduct

Jika dilihat dari evaluasi Products SMP Negeri 3 Seririt berada pada level

87,50 % hal ini jika dibandingkan dengan standar kriteria keberhasiln berada

pada nilai A ( Amat Baik ) namun masih memiliki kekurangan pada aspek

hasil layanan BK yaitu:

1. Tidak menjalankan dukungan sistem secara optimal.

2. Tidak banyak mengunakan instrumen dalam melaksanakan layanan

individual.

¯ Analisis Instrumen dengan CIPP di SMA N 1 Kubutambahan

No Komponen

Aspek

Pencapaian

Ideal

Skor

Persentase

(%)

1 Content

d. Instrumen

Alat

Pengumpulan

Data

e. Sarana dan

Prasarana

f. Personil BK

19

7

14

17

1

13

89,47%

14,28%

92,85%

Jumlah

40

31

77,50%

2 Input

c. Data Siswa

d. Standar

Dukungan

32

27

16

18

50,00%

66,66%

46

· Contens

Jika dilihat dari persentase pencapaian Content di SMA N 1

Kubutambahan di atas menunjukan pada level 77,50% dan jika dilihat dari

kriteria keberhasilan hal ini menunjukan bahwa SMA N 1 Kubutambahan

berada pada level B ( baik). kemudian jika dilihat secara lebih rinci ternyata

mengalami kekurangan yang paling menonjol yaitu pada aspek Sarana dan

Prasarana yang menunjukan pada persentase 14,28 %. Seperti yang terdapat

dalam intrument yang mengalami kekurangan pada sarana dan prasarananya

yaitu :

1. Tida menjalankan dukungan sistem di sekolah.

2. Dalam melakukan kegiatan tidak dikoordinasikan secara sistematik.

3. Tidak menyertakan layanan responsif dalam program semesteran di

sekolah.

Jika dilihat dari aspek instrumen alat pengumpul datanya yang

menunjukan persentase pencapaian pada level 89,47% dan di identifikasi

kekurangannya dari instrumen yang telah disebarkan yaitu :

Sistem

Jumlah

59

34

57,62%

3 Process

b. Manajemen

dan

Dukungan

Sistem

22

17

77,27%

Jumlah

22

17

77,27%

4 Product

a. Evaluasi

Hasil

Layanan BK

16

14

87,50%

Jumlah

16

14

87,50%

47

1. Tidak terdapat media audio seperti radio, perekam pita magnetik,

laoratoriaun BK, yang membantu dalam proses Bimbingan dan

Konseling.

2. Tidak menggunakan komputer di dalam pelayanan Bimbingan dan

Konseling.

Jika dilihat dari aspek personil BK yang menunjukan persentase

pencapaian pada level 92,85% dan di identifikasi kekurangannya dari

instrumen yang telah disebarkan yaitu :

1. Belum pernah mengikuti sertifikasi profesi BK.

· Input

Jika dilihat dari evaluasi input SMA Negeri 1 Kubutambahan berada

pada level 57,62% hal ini jika dibandingkan dengan standar kriteria

keberhasiln berada pada nilai C ( Cukup Baik ). Ternyata kekurangannya

berada pada aspek data siswa yaitu :

1. Tidak digunakannya tes IQ untuk mengukur keerdasan siswa.

2. Tidak banyak berkoordnasi dengan guru mata pelajaran dalam membahas

masalah belajar siswa.

3. Tidak memiliki komputer yang memnuhi syarat kelayakan sebagai

tempat penyimpanan data siswa.

4. Tidak memiliki ukuran ideal setiap alat penyimpanan data siswa.

5. Jarang menyelenggarakan pengumpulan data siswa.

6. Tidak terdapat ruangan yang ideal sebagai tempat penyimpanan data

siswa.

7. Ruangan peyimpanan data tidak bisa difungsikan secara efektif.

8. Ruangan belajar siswa belum memnuhi syarat sebagai tempat belajar.

9. Banyak peralatan BK yang tidak dapat difungsikan dengan baik.

10. Tidak banyak memiliki alat yang digunakan untuk kegiatan belajar siswa.

Dan kekurangan pada aspek standar dukung sistem yaitu :

1. Belum menempuh program pendidikan konselor ( PPK ).

48

2. Belum mengetahui perkembangan terupdate tentang program pelayanan

BK.

3. Banyak program layanan BK yang terselenggara tidak sesuai dengan

jadwal yang direncanakan.

4. Keberadaan OSIS belum mampu mendukung penyelenggaraan program

BK di sekolah.

· Process

Jika dilihat dari evaluasi proses SMA Negeri 1 Kubutambahan berada

pada level 77,27% ini jika dibandingkan dengan standar kriteria keberhasiln

berada pada nilai B ( Baik ). Ternyata kekurangannya berada pada aspek

manajemen dan dukungan sistem yaitu:

1. Belum banyak berkordinasi dengan Kepala Sekolah terkait dengan

program layanan BK.

2. Wali kelas belum mensosialisasikan keberadaan layanan BK.

3. Wali kelas belum mengidentidikasi siswa yang memerlukan layanan

BK.

4. Banyak guru mata pelajaran yang belum mampu memantau

perkembangan dan kemajuan siswa terutama yang telah mendapatkan

layanan BK.

5. OSIS di sekolah belum bekerja sama dengan konselor dalam

menangani masalah siswa di sekolah.

· Pruduct

Jika dilihat dari evaluasi Products SMA N 1 Kubutambahan berada pada

level 87,50 % hal ini jika dibandingkan dengan standar kriteria keberhasiln

berada pada nilai A ( Amat Baik ) namun masih memiliki kekurangan pada

aspek hasil layanan BK yaitu:

1. Tidak menjalankan dukungan sistem di sekolah

2. Tidak tidak menyertakan layanan responsif dalam penyusunan

program semesteran.

49

4.3 Perbandingan kualitas pelayanan Bimbingan dan Konseling

berdasarkan model evaluasi CIPP di SMP N 3 Seririt dan SMA N 1

Kubutambahan.

Berdasarkan analisis evaluasi CIPP secara umum didapatkan hasil di

SMP N 3 Seririt dan SMA N 1 Kubutambahan berada pada level 69,06

dengan kriteria keberhasilan baik (B). Hal ini mengindikasikan bahwa

diantara kedua sekolah tersebut tidak ada perbedaan-perbedaan yang

singnifikan terhadap atribut dan pelaksanaan bimbingan konseling disana.

Namun ketika diteliti secara mendalam, dianalisis dari aspek-aspek sesuai

dengan evaluasi program CIPP terdapat banyak perbedaan-perbedaan

didalamnya seperti halnya SMP N 3 Seririt keberadaan instrument alat

pengumpul data hanya menunjukan pada persentase 63,15% sedangkan di

SMA N 1 Kubutambahan persentasenya lebih besar yaitu 89,47%. Hal ini

secara sepihak dapat dikatakan bahwa keberadaan sekolah berpengaruh pada

kuantitas alat pengumpul data yang ada disamping didukung pula oleh

manajemen sekolah yang baik. Selain instrument alat pengumpul data

perbedaan juga terjadi pada aspek standar dukungan system di SMP n 3

Seririt menunjukan angka 62,96% sedangkan di SMA N 1 Kubutambahan

66,66% .

Jadi aspek-aspek diataslah yang kiranya bisa dianalisis perbedaanya

secara signifikan. Sedangkan pada aspek-aspek yang lain dianalisis menjadi

sebuah persamaan walaupun ada perbedaan sedikit tapi itu dianggap sebagai

persentase kesalahan evaluasi. Jika dilihat secara umum keberadaan BK saat

ini banyak mengalami kekurangan. Dari sisi personil memang bisa dicermati

persentasenya cukup besar, tetapi hal itu tidak didukung oleh aspek-aspek

pendukung lainnya dalam pemaksimalan hasil kerja pelayanan Bimbingan

Konseling. Diantaranya keberadaan sarana dan prasarana yang ada di dua

sekolah tersebut cukup memperihatinkan yang menunjukan persentase pada

14,28%. Hal ini berarti saat ini perlu mendapat perhatian yang lebih dari

pihak-pihak yang terkait.

50

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->