P. 1
Contoh Laporan

Contoh Laporan

|Views: 2,160|Likes:
Published by Sumadiyasa
Tugas
Tugas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Sumadiyasa on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2015

pdf

text

original

Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu Evaluation. Dalam buku

“Essentials of Educational Evaluation”, Edwind Wand dan Gerald W. Brown,

mengatakan bahwa : “Evaluation rafer to the act or prosses to determining the

value of something”. Jadi menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu

tindakan atau suatu proses utnuk menentukan nilai dari pada sesuatu. Sesuai

dengan pendapat tersebut maka evaluasi pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai

segala sesuatu dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah yang

diharapkan oleh Departemen Pendidikan, telah dijabarkan dalam pedoman khusus

Bimbingan dan Penyuluhan, kurikulum 1975 buku IIIc.

Perlu dijelaskan disini bahwa evaluasi tidak sama artinya dengan

pengukuran (measurement). Pengertian pengukuran (measurement) Wand dan

Brown mengatakan : “Measurement means the art or prosses of exestaining the

extent or quantity of something”. Jadi pengukuran adalah suatu tindakan atau

proses untuk menentukan luas atau kuantitas dari pada sesuatu.

Dari definisi evaluasi atau penilaian dan pengukuran (measurement) yang disebut

diatas, maka dapat diketahui perbedaannya dengan jelas antara arti penilaian dan

pengukuran. Sehingga pengukuran akan memberikan jawaban terhadap

pertanyaan “How Much”, sedangkan penilaian akan memberikan jawaban dari

pertanyaan “What Value”.

Walaupun ada perbedaan antara pengukuran dan penilaian, namun keduanya

tidak dapat dipisahkan. Karena antara pengukuran dan penilaian terdapat

hubungan yang sangat erat. Penilaian yang tepat terhadap sesuatu terlebih dahulu

harus didasarkan atas hasil pengukuran-pengukuran. Pada akhir pelaksanaan

4

program Bimbingan dan Konseling selalu tercantum suatu kegiatan yang telah

dilaksanakan sesuai dengan rencana tertentu.

Pendapat “Good” yang dikutip oleh I.Jumhur dan Moch. Surya (1975 :154),

tentang evaluasi adalah : “Proses menentukan atau mempertimbangkan nilai atau

jumlah sesuatu melaluipenilaian yang dilakukan dengan seksama”.

Sejalan dengan rumusan diatas, Arthur Jones memberikan batasan tentang

evaluasi adalah sebagai berikut : “Proses yang menunjukkan kepada kita sampai

berapa jauh tujuan – tujuan program sekolah dapat dilaksanakan”.

Lebih jauh Moch. Surya mengemukakan menilai bimbingan pada

hakekatnya mengetahui secara pasti tentang bagaimana organisasi dan

administrasi program itu, bagaimana guru-guru dan petugas-petugas bimbingan

lainnya dapat berpartisipasi bagaimana pelaksanaan konseling dan bagaimana

catatan-catatan kumulatif dapat dikumpulkan. Uraian tersebut merupakan

penjabaran dari proses kegiatan Bimbingan dan Konseling, yang akhirnya perlu

pula diketahui bagaimana hasil dari pelaksanaan kegiatan itu. Dengan kata lain

bahwa penilaian yang dilakukan terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling

ditujukan untuk menilai bagaimana kesesuaian program, bagaimana pelaksanaan

yang dilakukan oleh para petugas Bimbingan, dan bagaimana pula hasil yang

diperoleh dari pelaksanaan program tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa evaluasi terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling, mengandung tiga

aspek penilaian, yaitu:

A. Penilaian terhadap program Bimbingan dan Konseling.

B. Penilaian terhadap proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.

C. Penilaian terhadap hasil (Product) dari pelaksanaan kegiatan pelayanan

Bimbingan dan Konseling.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->