H.M. FISIKA A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012 PESTISIDA BAGI LINGKUNGAN . OLEH : ERLYTA INTAN PERWITASARI K2309019 PEND.Pd.PAPER PESTISIDA BAGI LINGKUNGAN Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah IPA TERPADU Dosen Pengampu : Prof. Dr. Widha Sunarno.

misalnya dicampur minyak untuk melarutkannya. 2010):  tiap pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya  hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan. Pestisida mencakup bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh jasad hidup yang mengganggu tumbuhan. dan supaya pestisida dapat digunakan efektif. maka peredaran. bubuk yang dicampur sebagai pengencer. 280/1973 tentang pendaftaran. pestisida digunakan bersama-sama dengan bahan lain. Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati. dan bahan yang bersifat sinergis untuk penambah daya racun. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa (Faizal. yang terdiri dari kata pest yang berarti hama dan cide yang berarti mematikan/beracun. Permentan No. 7 Tahun 1973. aplikasi dan lisensi pestisida. penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. diedarkan dan digunakan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam izin pestisida itu Selain diatur pada dengan Peraturan Pemerintah No. 429/1973 tentang pengepakan dan pelabelan pestisida. air pengencer. diedarkan dan digunakan  pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian hanya boleh disimpan. tepung untuk mempermudah dalam pengenceran atau penyebaran dan penyemprotannya. 7 Tahun 1973. Pada umumnya.Pengertian Pestisida Pestisida berasal dari kosakata bahasa Inggris. Pesticide. . penyimpanan dan penggunaan pestisida juga diatur pada Kepmentan No. atrakan untuk pengumpan.

bakteri atau jasad renik lainnya yang terdapat pada manusia dan binatang. terutama pangan.Kepmentan No. bakteri. 01/2006 tentang rekomendasi pemupukan dan penghematan pupuk. 944/1984 tentang pembatasan pestisida. Menurut The United States Enviromental Pesticide Control Act. dan Kepmentan No. Bangsa Cina menggunakan pestisida dengan bahan arsenat untuk kegiatan pertaniaannya. jasad renik yang dianggap hama. gulma. dalam bidang perumahan terutama untuk pengendalian rayap atau gangguan serangga yang lain. mencegah. Sejarah Pestisida Pestisida merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung keberhasilkan peningkatan produksi pangan.  Semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan. binatang pengerat. Pestisida berguna untuk mengendalikan berbagai hama serta mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman sehingga dapat memaksimalkan hasil pertanian. virus. atau menangkis gangguan serangga. . pestisida dapat didefinisikan sebagai berikut. kecuali virus. 12/1992 tentang budidaya pertanian.  Semua zat atau campuran zat yang digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman atau pengering tanaman (Djojosumarto. UU No. Pestisida tidak hanya berperan dalam mengendalikan jasad-jasad pengganggu dalam bidang pertanian saja. Kepmentan No. dalam bidang kesehatan dan rumah tangga untuk mengendalikan vektor (penular) penyakit manusia dan binatang pengganggu kenyamanan lingkungan. dengan memakai senyawa arsenat. nematoda. namun juga diperlukan dalam bidang kehutanan terutama untuk pengawetan kayu dan hasil hutan yang lainnya. Pestisida pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Cina pada tahun 900 M. 6/1995 tentang perlindungan tanaman. 2004).

Zeidler. daerah Malaysia dan sekitarnya menggunakan bubuk pohon deris. baru kemudian dipakai untuk menyemprot atau disiramkan pada tanaman. Penggolongan Pestisida Ada banyak penggolongan/jenis-jenis pestisida yang beredar di pasaran dan senantiasa digunakan baik yang ditujukan kepada hewan. Dengan pembuatan dan metode yang masih sederhana tembakau mulai dipakai untuk bahan psetisida. berdasarkan cara kerja. berdasarkan struktur kimianya dan berdasarkan bentuknya.Karena belum ada penemuan-penemuan baru. Hingga pada tahun 1960. Semenjak diketemukannya bahan-bahan aktif dari tumbuh-tumbuhan tersebut. Karena bahan-bahan yang telah digunakan pada pestisida yang telah dikembangkan dirasa belum memuaskan maka tercipta DDT (Dicholro Diphenil Trichloroetana) pada tahun 1874 oleh seorang warga negara Jerman. Berbagai upaya pemikiran mulai dilontarkan untuk mendapatkan jenis-jenis pestisida baru yang lebih ampuh. yang mengendalikan jenis serangga maupun hewan yang berpotensi sebagai organisme pengganggu tananam (OPT). perkembangan pestisida semakin melonjak. secara tidak sengaja racun tembakau mulai dipakai sebagai bahan pestisida dan diperkenalkan pada masyarakat Eropa. Pestisida mempunyai sifat-sifat fisik. yang diperoleh dari bunga Pyrentrum Aneraria Forium. maupun derivat-derivatnya. Tembakau direndam didalam air selama satu hari satu malam. Ternyata racun nikotin pada tembakau cukup efektif pula sebagai obat sekaligus racun pembasmi hama. antara lain: berdasarkan sasaran yang akan dikendalikan. Barulah kemudian diketemukan pestisida sintetis dari senyawa Dinitro dan Thiosianat. Pada akhirnya pembuatan DDT berkembang pesat di industri pestisida. Dan semenjak itu makin banyak pestisida sintetis buatan manusia. . baik yang betul-betul berbeda dengan DDT. dan Anerin I dan II. kimia dan daya kerja yang berbeda-beda karena itu dikenal banyak macam pestisida. Berbeda dengan di daratan eropa. tumbuhan maupun jazad renik. penggunaan pestisida dengan bahan arsenat ini bertahan cukup lama meskipun hama-hama juga sudah menunjukkan kekebalan terhadap pestisida jenis ini. Disamping itu juga dipakai bahan aktif Pirenthin I dan II. yang mengandung bahan aktif Rotenon sebagai zat pembunuh. Pestisida dapat digolongkan menurut berbagai cara tergantung pada kepentingannya.

Fungisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun dan bisa digunakan untuk memberantas dan mencegah fungi/cendawan. siput setengah telanjang. 6. 3. Bakterisida. 4. ini mengandung bahan aktif Sedangkan jika dilihat dari cara kerja pestisida tersebut dalam membunuh hama dapat dibedakan lagi menjadi tiga golongan. digunakan untuk mengendalikan nematoda/cacing. 8. 2001): 1. yaitu siput telanjang. bekicot. Racun perut Pestisida yang termasuk golongan ini pada umumnya dipakai untuk membasmi serangga-serangga pengunyah. atau dengan melalui saluran nafas. Akarisida atau sering juga disebut dengan mitisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk membunuh tungau. 7. dan labalaba.Penggolongan pestisida berdasarkan sasaran yang akan dikendalikan yaitu (Wudianto. yaitu (Ekha. 5. sumpil. Disebut bakterisida karena senyawa beracun yang bisa membunuh bakteri. 1988): 1. Nematisida. serta trisipan yang banyak terdapat di tambak. 2. Insektisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang bisa mematikan semua jenis serangga. 2. penjilat dan penggigit. Herbisida adalah bahan senyawa beracun yang dapat dimanfaatkan untuk membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma. Racun gas Jenis racun yang disebut juga fumigant ini digunakan terbatas pada ruanganruangan tertutup. . 3. misalnya tikus. Daya bunuhnya melalui perut. Racun kontak Pestisida jenis racun kontak. Rodentisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat. menembus saluran darah. Moluskisida adalah pestisida untuk membunuh moluska. membunuh hewan sasaran dengan masuk ke dalam tubuh melalui kulit. caplak.

Kes RI Dirjen P2M dan PL 2000 dalam Meliala 2005. 2. Dieldrin. Umumnya golongan ini mempunyai sifat: merupakan racun yang universal.Menurut Dep. Golongan ini mempunyai sifat sebagai berikut : mirip dengan sifat pestisida organophosfat. berdasarkan struktur kimianya pestisida dapat digolongkan menjadi : 1. Golongan organophosfat misalnya diazonin dan basudin Golongan ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : merupakan racun yang tidak selektif degradasinya berlangsung lebih cepat atau kurang persisten di lingkungan. Golongan carbamat termasuk baygon. tidak terakumulasi dalam sistem kehidupan. lebih toksik terhadap manusia dari pada organokhlor. degradasinya berlangsung sangat lambat larut dalam lemak. menimbulkan resisten pada berbagai serangga dan memusnahkan populasi predator dan serangga parasit. Golongan organochlorin misalnya DDT. degradasi tetap cepat diturunkan dan . bayrusil. Endrin dan lain-lain. dan lain-lain. 3.

sihalometrin. Berperan memacu proses pernafasan sehingga energi berlebihan dari yang diperlukan akibatnya menimbulkan proses kerusakan jaringan. permetrin. Salah satu pernafasan dalam sel hidup melalui proses pengubahan ADP(Adenesone-5- diphosphate) dengan bantuan energi sesuai dengan kebutuhan dan diperoleh dari rangkaian pengaliran elektronik potensial tinggi ke yang lebih rendah sampai dengan reaksi proton dengan oksigen dalam sel. Jenis pyretroid yang relatif stabil terhadap sinar matahari adalah : deltametrin.dieliminasi namun pestisida ini aman untuk hewan. fluvalinate. Sedangkan jenis pyretroid yang sintetis yang stabil terhadap sinar matahari dan sangat beracun bagi serangga adalah : difetrin. siflutrin. Fumigant. sipermetrin. Salah satu insektisida tertua di dunia. Senyawa dinitrofenol misalnya morocidho 40EC. 5. Biasanya fumigant merupakan cairan atau zat padat yang murah menguap atau menghasilkan gas yang . flusitrinate. Fumigant adalah senyawa atau campuran yang menghasilkan gas atau uap atau asap untuk membunuh serangga . merupakan campuran dari beberapa ester yang disebut pyretrin yang diekstraksi dari bunga dari genus Chrysanthemum. 6. dan tikus. bakteri. tralometrin. Pyretroid. 4. fenvalerate. cacing. fenpropatrin. tetapi toksik yang kuat untuk tawon.

7. Rotenoida. naftalene. Minyak bumi yang dipakai sebagai insektisida dan miksida. Hasil alam : Nikotinoida. Br.mengandung halogen yang radikal (Cl. BHC. sevin Dinitrofenol: dinex Thiosianat: lethane Sulfonat. biothion Karbamat: furadan. Misanya senyawa kimia seperti penicillin yang dihasilkan dari mikroorganisme ini mempunyai efek sebagai bakterisida dan fungisida. seperti arsenat. formaldehid. Heterosiklik: kepone. Piretroinoida. ethylendibromide. Minyak tanah yang juga digunakan sebagai herbisida. Antibiotik. sulfon. 2. mirex. Organik :        Organo klorin: DDT. fluorida. fostin. pestisida dapat dibedakan atas:  Pestisida kontak. dll. F). misalnya chlorofikrin. Anorganik : garam-garam beracun. sintetik a. Clordane. dll Organofosfat: malathion. berarti mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena sasaran. Dari segi racunnya. Metilbromida. 8. . dll. terbagi menjadi: 1. metylbromide. b. Penggolongan pestisida menurut asal dan sifat kimianya. tembaga sulfat dan garam mercuri. Endrin. sulfida. dll. Petroleum.

Dalam penggunaannya pestisida ini harus dihembuskan menggunakan alat khusus yang disebut duster. melainkan hanya tercampur saja. Tepung hembus. 2001). atau dicampur dengan pelarut aktif yang bertindak sebagai karier. pengadukan hanya dilakukan sekali pada waktu pencampuran. harus terlebih dulu dibasahi air. Hama akan mati kalau mengisap cairan tanaman. serta efektivitasnya (Wudianto. atau dicampur bahanbahan organik seperti walnut. talk. Pestisida jenis ini tidak larut dalam air.   Pestisida fumigan. kemudahan aplikasi. Tepung yang larut dalam air (water-soluble powder = SP) Jenis pestisida ini sepintas mirip dengan bentuk WP. Tepung yang dapat disuspensi dalam air (wettablebpowder = WP) Pestisida berbentuk tepung kering agak pekat ini belum dapat secara langsung digunakan secara langsung untuk memberantas jasad sasaran. Butiran (Granula=G) Pestisida ini berbentuk butiran padat yang merupakan campuran bahan aktif berbentuk cair dengan butiran yang mudah menyerap bahan aktif. misalnya belerang. Formulasi ini perlu dipertimbangkan sebelum membeli untuk disesuaikan dengan ketersediaan alat yang ada. 1. Hasil campurannya dengan air disebut suspensi. 3. Perbedaanya jenis ini larut dalam air jadi dalam penggunaanya dalam penyemprotan. Formulasi Pestisida Bentuk pestisida yang merupakan formulasi ada berbagai macam. penggunaan juga dicampur dengan air. berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas Pestisida sistemik. 2. 4. Oleh karena itu. Penggunaanya cukup ditaburkan atau dibenamkan disekitar perakaran atau dicampur dengan media tanaman. Pestisida lambung. berarti dapat ditranslokasikan ke berbagai bagian tanaman melalui jaringan. sewaktu disemprotkan harus sering diaduk atau tangki penyemprot digoyang-goyang. berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida. debu (dust=D) Bentuk tepung kering yang hanya terdiri atas bahan aktif. .

10. 11. 8. Suspensi (flowable concentrate = F) Formulasi ini merupakan campuran bahan aktif yang ditambahkan pelarut serbuk yang dicampur dengan sejumlah kecil air. Dalam penggunannya. 6. Cairan (emulsifiable = EC) Bentuk pestisida ini adalah cairan pekat yang terdiri dari campuran bahan aktif dengan perantara emulsi.5. Powder concentrate (PC) Formulasi ini berbentuk tepung. rumah kaca. Ready Mix Bait (RMB) . Ultra Low Volume (ULV) Pestisida bentuk ini merupakan jenis khusus dari formulasi S(solution). Pestisida jenis ini biasanya tergolong Rodentisida yaitu untuk memberantas tikus. Formulasi jenis ini banyak digunakan di rumah tangga. Bentuk murninya merupakan cairan atau bentuk padat yang larut dalam solven minimum. penggunaanya dicampur dengan umpan dan tinggi dan diaplikasikan dipasang di luar rumah. Konsentrat ini mengandung pestisida berkonsentrasi langsung tanpa penambahan air. Umpan beracun (Poisonous Bait = B) Umpan beracun merupakan formulasi yang terdiri dari bahan aktif pestisida digabungkan dengan bahan lainnya yang disukai oleh jasad pengganggu. 7. 9. Aerosol (A) Aerosol merupakan formulasi yang terdiri dari campuran bahan aktif berkadar rendah dengan zat pelarut yang mudah menguap (minyak) kemudian dimasukkan ke dalam kaleng yang diberi tekanan gas propelan. biasanya dicampur dengan bahan pelarut berupa air. Solution(S) Solution merupakan formulasi yang dibuat dengan melarutkan pestisida ke dalam pelarut organik dan dapat digunakan dalam pengendalian jasad pengganggu secara langsung tanpa perlu dicampur dengan bahan lain. Hasil pengecerannya atau cairan semprotnya disebut emulsi. atau perkarangan. 12. Hasilnya adalah seperti pasta yang disebut campuran pasta.

degradasi enzimatik dan translokasi. pestisida dalam tanaman hilang sama sekali karena proses pertumbuhan tanaman itu sendiri. sedangkan residu ialah bahan kimia pestisida yang terdapat di atas atau di dalam suatu benda dengan implikasi penuaan (aging). 14. Formulasi ini berupa umpan beracun siap pakai untuk tikus. yakni proses menghilangnya residu berlangsung cepat (proses desipasi). penghilangan residu pestisida mengikuti hukum kinetika pertama. Istilah residu tidak sinonim dengan arti deposit. Seperti halnya reaksi-reaksi kimia lain. 13. Pekatan yang dapat larut dalam air (Water Soluble Concentrate = WSC) Merupakan formulasi berbentuk cairan yang larut dalam air. Dinamika pestisida di alam akan mengalami dua tahapan reaksi. pencucian. Terhindarnya insektisida yang ditranslokasikan dari proses pengrusakan dimungkinkan oleh faktor-faktor lingkungan yang kurang merusak sehingga terjadi proses penyimpanan (residu persisten). Residu dapat hilang atau terurai dan proses ini kadang-kadang berlangsung dengan derajat yang konstan. Faktor-faktor yang mempengaruhi ialah penguapan. pelapukan (weathering). Penggunaanya dicampurkan dengan sedikit air sehingga terbentuk suatu pasta. Untuk perlakuan benih digunakan formulasi ini. Hasil pengecerannya dengan air disebut larutan. yakni derajat/kecepatan menghilangnya pestisida berhubungan dengan banyaknya pestisida yang diaplikasi (deposit). Terjadinya dua proses ini disebabkan karena deposit dapat diserap dan dipindahkan ke tempat lain sehingga terhindar dari pengrusakan di tempat semula.Formulasi ini berbentuk segi empat (blok) besar dengan bobot 300gram dan blok kecil dengan bobot 10-20 gram serta pellet. perubahan (alteration) atau kedua-duanya. Dalam jumlah yang sedikit (skala ppm). Seed Treatment (ST) Formulasi ini berbentuk tepung. Deposit ialah bahan kimia pestisida yang terdapat pada suatu permukaan pada saat segera setelah penyemprotan atau aplikasi pestisida. Kemungkinan lain adalah pestisida akan bereaksi dan mengalami degradasi sehingga hilangnya residu berlangsung cepat. Residu Pestisida Dinamika pestisida dalam ekosistem lingkungan dikenal istilah residu. atau sebaliknya proses menghilangnya residu berlangsung lambat (proses persistensi). .

batang. 3) Ada kemungkinan munculnya hama spesies baru yang tahan terhadap takaran pestisida yang diterapkan. Penggunaan pestisida. dan buah. dan akhirnya jenis burung itu akan punah. jelas akan mempercepat dan memperbesar tingkat pencemaran pestisida . Bila seorang ibu menyusui memakan makanan dari tumbuhan yang telah tercemar pestisida maka bayi yang disusui menanggung resiko yang lebih besar untuk teracuni oleh pestisida tersebut daripada sang ibu. tubuh mahluk hidup itu telah tercemar pestisida. Bila dibiarkan terus tentu saja perkembangbiakan burung itu akan terhenti. Pestisida yang sukar terurai akan berkumpul pada hewan pemakan tumbuhan tersebut termasuk manusia. Tentu saja akan sangat berbahaya bila ikan tersebut termakan oleh burung-burung atau manusia. Konsentrasi pestisida yang tinggi dalam air dapat membunuh organisme air diantaranya ikan dan udang. disamping bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian tapi juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan pertanian dan juga terhadap kesehatan manusia. Adapun dampak negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan pestisida diantaranya : 1) Tanaman yang diberi pestisida dapat menyerap pestisida yang kemudian terdistribusi ke dalam akar. Dalam penerapan di bidang pertanian. Dan kemudian racun ini akan terkumpul dalam tubuh bayi (bioakumulasi). Setelah diteliti ternyata burung-burung tersebut banyak yang tercemar oleh pestisida organiklor yang menjadi penyebab rusaknya dinding telur burung itu sehingga gagal ketika dierami.Dampak Penggunaan Pestisida Peningkatan kegiatan agroindustri selain meningkatkan produksi pertanian juga menghasilkan limbah dari kegiatan tersebut. Hama ini baru musnah bila takaran pestisida diperbesar jumlahnya. Sementara dalam kadar rendah dapat meracuni organisme kecil seperti plankton. 2) Pestisida yang tidak dapat terurai akan terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem biota air (kehidupan air). ternyata tidak semua pestisida mengenai sasaran. Kurang lebih hanya 20 persen pestisida mengenai sasaran sedangkan 80 persen lainnya jatuh ke tanah. Secara tidak langsung dan tidak sengaja. daun. Bila plankton ini termakan oleh ikan maka ia akan terakumulasi dalam tubuh ikan. Akibatnya. Zat beracun ini akan pindah ke tubuh bayi lewat air susu yang diberikan. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah turunnya populasi burung pelikan coklat dan burung kasa dari daerah Artika sampai daerah Antartika.

tertinggal atau larut pada aliran permukaan. Penumpahan yang tidak disengaja atau membuang bahan-bahan kimia yang berlebihan pada permukaan air akan meningkatkan konsentrasi pestisida di air. 2010). akan menghasilkan sisa-sisa air yang mengandung pestisida. air tanah. Pestisida bergerak dari lahan pertnaian menuju aliran sungai dan danau yang dibawa oleh hujan atau penguapan. Sebagian menguap dan menyebar di atmosfer dimana akan diuraikan oleh sinar ultraviolet atau diserap hujan dan jatuh ke tanah. sifat beracun bahan pestisida dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. karena senyawa ini peka terhadap sinar matahari dan tidak mudah terurai Penyemprotan dan pengaplikasian dari bahan-bahan kimia pertanian selalu berdampingan dengan masalah pencemaran lingkungan sejak bahan-bahan kimia tersebut dipergunakan di lingkungan. Pestisida dapat merusak ekosistem air yang berada disekitar lahan pertanian. Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian. Apabila masuk ke dalam rantai makanan. Tingkat kerusakan yang disebabkan oleh senyawa organoklorin lebih tinggi dibandingkan senyawa lain. Pestisida yang paling banyak menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan manusia adalah pestisida sintetik. Sifat mobil yang dimiliki akan berpengaruh terhadap . 2010). terdapat pada lapisan tanah dan larut bersama dengan aliran air tanah. bayi lahir cacat. air permukaan. tanah dan tanaman. CAIDS (Chemically Acquired Deficiency Syndrom) dan sebagainya Pada masa sekarang ini dan masa mendatang. Jika pestisida digunakan. yaitu golongan organoklorin. Kualitas air dipengaruhi oleh pestisida berhubungan dengan keberadaan dan tingkat keracunannya. Air yang mengandung pestisida ini akan mengalir melalui sungai atau aliran irigasi (Dhavie. tidak terkecuali manusia yang menjadi pelaku utamanya (Aditya. Sebagian besar bahan-bahan kimia pertanian yang disemprotkan jatuh ke tanah dan didekomposisi oleh mikroorganisme. mutasi. orang lebih menyukai produk pertanian yang alami dan bebas dari pengaruh pestisida walaupun produk pertanian tersebut di dapat dengan harga yang lebih mahal dari produk pertanian yang menggunakan pestisida.pada mahluk hidup dan lingkungan kehidupan. Penggunaan pestisida oleh petani dapat tersebar di lingkungan sekitarnya. dimana kemampuannya untuk diangkut adalah fungsi dari kelarutannya dan kemampuan diserap oleh partikel-partikel tanah.

Gangguan pestisida oleh residunya terhadap tanah biasanya terlihat pada tingkat kejenuhan karena tingginya kandungan pestisida persatuan volume tanah. Penimbunan pestisida terjadi ketika pestisida tergantung di udara sebagai partikel yang dibawa oleh angin ke daerah lain dan berpotensi mencemari lingkungan. sangat merugikan manusia. Aliran permukaan seperti sungai. Pestisida di udara terjadi melalui proses penguapan oleh foto-dekomposisi sinar matahari terhadap badan air dan tumbuhan. Penggunaan pestisida menyumbang sekitar 6 persen dari total tingkat ozon troposfer. Selain itu. Pestisida sebagai salah satu agen pencemar ke dalam lingkungan baik melalui udara. bahan pencemar tersebut mampu terakumulasi. Pencegahan Pencemaran Pestisida Bagaimanapun juga pestisida adalah racun. Selain pada itu masuknya pestisida diudara disebabkan oleh driff yaitu proses penyebaran pestisida ke udara melalui penyemprotan oleh petani yang terbawa angin. Pestisida yang diterapkan untuk tanaman dapat menguap dan mungkin tertiup oleh angin ke sekitarnya sehingga berpotensi menjadi ancaman bagi satwa liar. danau dan waduk yang tercemar pestisida akan mengalami proses dekomposisi bahan pencemar. Kerugian yang ditimbulkan oleh pestisida. Dan pada tingkat tertentu. kualitas tanah dan udara. . Akumulasi pestisida yang terlalu berat di udara pada akhirnya akan menambah parah pencemaran udara. kualitas air. atau pestisida dapat menempel pada partikel yang berhembus dalam angin. air maupun tanah dapat berakibat langsung terhadap komunitas hewan. tumbuhan dan terlebih manusia. Unsur-unsur hara alami pada tanah makin terdesak dan sulit melakukan regenerasi hingga mengakibatkan tanahtanah masam dan tidak produktif (Sulistiyono. tetesan pestisida yang disemprot atau partikel dari pestisida digunakan sebagai debu mungkin dapat terbawa angin ke daerah lain. Penurunan kualitas air tanah serta kemungkinan terjangkitnya penyakit akibat pencemaran air merupakan implikasi langsung dari masuknya pestisida ke dalam lingkungan. seperti partikel debu. Pestisida yang disemprotkan pada ladang dan digunakan untuk fumigasi tanah dapat mengeluarkan zat kimia yang disebut senyawa organik yang mudah menguap yang dapat bereaksi dengan bahan kimia lainnya dan membentuk polutan yang disebut ozon troposfer. Manusia harus bertanggung jawab terhadap kerusakan yang timbul.kehidupan organisme non sasaran. 2004) Pestisida dapat berkontribusi dengan polusi udara.

memilih varietas yang tahan lama. tindakan pencegahan terhadap pencemaran atau keracunan yang mungkin timbul antara lain: Ketahuilah atau pahamilah dengan yakin tentang kegunaan dari suatu jenis pestisida. Cara-cara yang dapat ditempuh untuk mencegah atau mengurangi serangga hama antara lain: pengaturan jenis tanaman dan waktu tanam. tanyakan pada penyuluh apakah sudah saatnya digunakan pestisida. pemanfaatan daya tarik seks pada serangga sterilisasi Cara-cara tersebut di atas memang tidak memiliki efek yang cepat dan merata dibanding pestisida. Manusia adalah pelaku utama pemberantasan hama. Hasilnya. penggunaan hormon serangga. Mengingat akibat sampingan yang terlalu berat atau bahkan menyebabkan rusaknya lingkungan dan merosotnya hasil panen. Karenanya bila dibutuhkan pemberantasan hama yang sifatnya segera. karena belum tentu suatu jenis hama harus diberantas dengan pestisida. dan hewan lainnya dari bahaya pestisida. Jangan sampai terjadi salah berantas. penggunaan pestisida memang merupakan pilihan yang paling baik dan tepat.misalnya herbisida jangan digunakan untuk membasmi serangga.karena semua kegiatan pencegahan hama adalah hasil karya manusia dan di tujukan untuk pemenuhan kebutuhannya. Karena itu selain perlindungan terhadap tanah. Cara yang paling baik untuk mencegah pencemaran pestisida adalah dengan tidak menggunakan pestisida sebagai pemberantas hama. serangga yang dimaksud belum tentu mati.Jika memang pestisidalah yang digunakan. . Ikuti petunjuk-petunjuk mengenai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pabrik atau petugas penyuluh. air. penggunaan pestisida mulai dikurangi. memanfaatkan musuh-musuh alami serangga. sedangkan tanah atau tanaman telah terlanjur tercemar. Jangan terlalu tergesa-gesa menggunakan pestisida. perlindungan pertama justru harus diberikan terhadap manusia.

Jangan salah pakai pestisida. ini berarti hanya akan memperbesar peluang terjadinya pencemaran. Jangan sampai tercecer di sekitar tanaman. Selain satu jenis pestisida biasanya hanya digunakan untuk suatu jenis hama tertentu. Perhatikan dengan tepat jumlah larutan yang dibuat agar tidak terdapat sisa setelah pemakaian. Jika penyuluh sudah menganjurkan untuk menggunakan pestisida. Dengan semakin meluasnya hama akan membutuhkan penggunaan pestisida dalam jumlah besar. cepatlah dilakukan.Jangan telat memberantas hama. gunakan tempat yang khusus untuk itu. Jika pestisida yang akan digunakan harus dibuat larutan terlebih dahulu. larutan jangan sampai tercecer ke tempat lain. Pada waktu mengaduk. . terkadang usia tanaman yang berbeda menghendaki jenis pestisida yang berbeda pula Pahamilah dengan baik cara pemakaian pestisida.

Dampak Penggunaan Pestisida.Referensi: Anonim. Isu Dan Pengelolaan Lingkungan dalam Revitalisasi Pertanian Pohan. 24 November 2012) Fatmawati. Dan A.blogspot.P. 25 November 2012) .com/2012/05/makalah-perlindungan-tanaman-dampak.scribd. Subagyono. Pestisida Dan Pencemarannya.com/doc/3116466/PESTISIDA-DAN-PENGGUNAANNYA (diakses pada minggu. 24 November 2012) Anonim.blogspot. Dampak Pestisisda Terhadap Lingkungan.com/2011/02/pengaruh-pestisida-terhadap-lingkungan. Setiyanto. http://enisangsutradara99.html (diakses pada minggu. http://biotis. Rudi C Tarumingkeng. Pengaruh Pestisida terhadap Lingkungan. http://edowartferdiansyah. http://coretanfhatma. Pestisida dan Penggunaannya. Irsal Las. 11 Desember 2012) Anonim. Makalah Perlindungan Tanaman. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara.php?option=com_content&view=article&id=82:apa-itupastisida&catid=14:berita (diakses pada minggu. 25 November 2012) Edowart Sitorus. http://srwahyuni.html (diakses pada minggu.html (diakses pada minggu.blogspot.html (diakses pada minggu. K. Pencemaran Tanah Akibat Penggunaan Pestisida Pada Kegiatan Pertanian. 11 Desember 2012) Azis Wahid.com/2008/11/pencemaran-tanah-akibat-penggunaan. http://www.co.id/index.com/2012/02/dampak-penggunaan-pestisida.blogspot.