P. 1
Teori Etika Bisnis Dan Pengertian Teori- Teorinya

Teori Etika Bisnis Dan Pengertian Teori- Teorinya

|Views: 102|Likes:
Published by Iccaa Rusda

More info:

Published by: Iccaa Rusda on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

TUGAS ETIKA BISNIS S7K DOSEN : IBU DETTA ANGGOTA KELOMPOK 6 : 1. MELISA RUSDA 2. CLAUDIA SABRINA 3. YULIANA 4.

ADE SAPUTRA 5. TAOFIK MULYADI 6. DEWANTORO

Oleh karena itu harus dibedakan dengan ajaran moral. Perhatian etika untuk bisnis seumur dengan bisnis itu sendiri. patokan-patokan. disadari juga kegiatan ini tidak terlepas dari masalah etika. Etiket berasal dari bahasa Prancis „etiquette‟ yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. khotbah-khotbah. sebuah bisnis yang baik harus memiliki etika dan tanggung jawab sosial. serta kumpulan peraturan dan ketetapan baik lisan maupun tertulis. dan agama. Sejak manusia terjun ke bidang perniagaan.TEORI ETIKA BISNIS DAN PENGERTIAN NYA Definisi Etika Bisnis Definisi Etika bisnis Sepanjang sejarah. namun perusahaan itu sendiri juga akan mendapatkan keuntungan secara langsung. Karena itu pula “etika bisnis” bisa berbeda artinya. etika berasal dari bahasa Latin „ethos‟ yang berarti falsafah moral dan dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya. Etika sebagai praksis berarti nilai-nilai dan . Sementara itu. Pada nantinya. Etika harus dibedakan dengan etiket. kegiatan perdagangan ataupun bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Yang dimaksud ajaran moral adalah wejangan-wejangan. Pengertian etika sering kali disamakan dengan pengertian moral. Sedangkan etika adalah pemikiran yang kritis dan mendasar mengenai ajaran moral. Sesuai fungsinya baik secara makro maupun mikro. tidak hanya lingkungan makro dan mikronya saja yang mendapat keuntungan. tentang bagaimana manusia harus hidup dan ia bertindak agar menjadi manusia yang baik. Kata “etika” dan “etis” tidak selalu dipakai pada arti yang sama. susila. jika suatu bisnis dijalankan berdasarkan etika dan tanggung jawab sosial.

dibedakan menjadi dua jenis etika (Bertens. 2005). yaitu (Bertens. walaupun seharusnya dipraktekkan. ada juga yang mengemukakan pengertian etika bisnis secara sederhana adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan berbisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu.BahasaJerman à Unternehmensethik (etikausaha). Sedangkan etis merupakan sifat dari tindakan yang sesuai dengan etika. Pada kesempatan lain. Kesemuanya ini mencakup bagaimana menjalankan bisnis secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. salah. 2000): 1. B. Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa Menurut bahasa Yunani Kuno. etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari dia selalu berusaha dalam kerangka „etis‟. 2. yaitu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara ekonomi/sosial.norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekan. dan penerapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis (Muslich. ada banyak pengertian tentang etika bisnis. industri. Definisi etika bisnis sendiri sangat beraneka ragam tetapi memiliki satu pengertian yang sama. ekonomi. Ada juga yang mendefinisikan etika bisnis sebagai batasan-batasan sosial. bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum. Yang terpenting bagi pelaku bisnis adalah bagaimana menempatkan etika pada kedudukan yang pantas di dunia bisnis. 3. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika) Etika bisnis memiliki padanan kata yang bervariasi. juga masyarakat. b. Analisis Arti Etika Untuk menganalisis arti-arti etika. 2000): 1. Nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan walaupun seharusnya dipraktekkan. Etika sebagai Praktis a.1998:4).BahasaBelanda à bedrijfsethiek (etikaperusahaan). Bahasa Inggris à corporate ethics (etika korporasi). Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). Dari berbagai pendapat diatas. C. . perusahaan. dan hukum yang bersumber dari nilai-nilai moral masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan dalam setiap aktivitasnya (Amirullah & Imam Hardjanto. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar. yaitu tidak merugikan siapapun secara moral. buruk. baik. dan tidak bergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. karena dalam bisinis seringkali ditemukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh hukum. Tugas pelaku bisnis adalah berorientasi pada norma-norma moral. Apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral. dan tanggung jawab.

etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an di Eropa Barat. Menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang. Perkembangan Etika Bisnis Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000): 1. Economics. Pemikiran moral à berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Telah didirikan International Society for Business. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebutEuropean Business Ethics Network (EBEN). 4. Dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah. b. yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. 3. 5. Berbicara tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya. Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an tidak terbatas lagi pada dunia Barat. and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo. Plato.2. d. Situasi Dahulu Pada awal sejarah filsafat. 2. Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen. c. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. penolakan terhadap establishment (kemapanan). Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS. E. Masa Peralihan: tahun 1960-an ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS). D. Etika sebagai Refleksi a. Aristoteles. revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis). Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility. Pengertian Etika Bisnis . dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.

dan Komisi) 7. dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility) 3. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas. politik. institusi. Menghindari sifat 5K (Katabelece. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah 9. dan perilaku bisnis (Velasquez. Korporasi Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. kebijakan. 3. Sistematik Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi. Pengendalian diri 2. Dalam menciptakan etika bisnis. praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan. hukum. Kongkalikong. 2. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati 11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu 1. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan. tindakan dan karakter individual. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mampu menyatakan yang benar itu benar 8. Individu Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. 2005). Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi 4. antara lain adalah: 1. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama 10. Prinsip-Prinsip dalam etika bisnis . Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan” 6. Menciptakan persaingan yang sehat 5.Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Kolusi. F. Koneksi.

baik internal maupun eksternal perusahaan. Budaya perusahaan ini mula pertama dibangun atas dasar visi atau filsafat bisnis pendiri suatu perusahaan sebagai penghayatan pribadi orang tersebut mengenai bisnis yang baik. agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya. pebisnis dituntut agar menjalankan bisnis sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak.Etika bisnis mempunyai prinsip-prinsip yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar mempunyai standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasional perusahaan. Pertama-tama membangun apa yang dikenal sebagai budaya perusahaan (corporate culture). serta dapat dipertanggung jawabkan. 2) Prinsip integritas moral Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan. kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Prinsip kejujuran Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Ketiga. 2) Prinsip kejujuran Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. 3) Prinsip tidak berniat jahat Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. sesungguhnya banyak perusahaan besar telah mengambil langkah yang tepat ke arah penerapan prinsip-prinsip etika bisnis ini. kendati prinsip yang dianut bisa beragam. Visi ini kemudian diberlakukan bagi perusahaannya. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu. jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. Prinsip keadilan Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif. Sony Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip-prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut : Prinsip otonomi Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan. Kedua. Maka terbangunlah . 1) Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle) Pada prinsip ini. Muchlish (1998:31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut : 1) Prinsip otonomi Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. 2. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya. maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut. yang berarti visi ini kemudian menjadi sikap dan perilaku organisasi dari perusahaan tersebut baik keluar maupun kedalam. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak. Selain yang tersebut di atas.

Banyaknya kompetitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik 2. Salah satu hal tersebut adalah untuk mencapai keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Untuk mempertahankan produk perusahaan tetap menjadi yang utama. Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan. Etika bisnis dalam suatu perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting. 2. Orang yang tidak disukai atau tidak menyukai dirinya sendiri cenderung menjadi pendusta. prihatin dan rasa tersiksa) akan lebih mempunyai rasa melawan terhadap godaan untuk berbuat curang. Gwynn Nettler dalam bukunya Lying. 3. yaitu untuk membentuk suatu bisnis yang kokoh dan kuat dan mempunyai daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan untuk menciptakan nilai yang tinggi. bingung dan tidak dapat menangguhkan keinginan memuaskan hatinya. faktor pertama adalah faktor yang memiliki pengaruh paling kuat. pengembangan tanggung jawab sosial. Selain ketiga faktor tersebut. menciptakan persaingan yang sehat. menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan. Tolok ukur dalam etika bisnis adalah standar moral. cenderung berbuat curang. Ingin menguasai pasar. apakah keputusan ini dinilai baik atau buruk oleh masyarakat. apakah keputusan ini berdampak baik atau buruk bagi orang lain. Cheating and Stealing memberikan kesimpulan tentang sebabsebab seseorang berbuat curang. 4. Berkembang tidaknya sebuah etos bisnis ditentukan oleh gaya kepemimpinan dalam perusahaan tersebut. tanpa memikirkan dampak buruk yang terjadi selanjutnya.sebuah etos bisnis. atau apakah keputusan ini melanggar hukum. Dari ketiga faktor tersebut. masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi. yaitu : 1. Orang yang sering mengalami kegagalan cenderung sering melakukan kecurangan. Iklan hanya bertujuan untuk menjelek-jelekkan produk iklan lain. Etos inilah yang menjadi jiwa yang menyatukan sekaligus juga menyemangati seluruh karyawan untuk bersikap dan berpola perilaku yang kurang lebih sama berdasarkan prinsip yang dianut perusahaan. Iklan dibuat hanya untuk mengunggulkann produk sendiri. tanpa ada keunggulan dari produk tersebut. Ingin menambah pangsa pasar 3.Faktor-faktor pebisnis melakukan pelanggaran etika bisnis Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pebisnis dilatarbelakangi oleh berbagai hal. dibuatlah iklan dengan sindiran-sindiran pada produk lain. Orang yang memiliki hati nurani (mempunyai rasa takut. mempertahankan jati diri. Orang yang hanya menuruti kata hatinya. Faktor lain yang membuat pebisnis melakukan pelanggaran antara lain : 1. antara lain pengendalian diri. sebuah kebiasaan yang ditanamkan kepada semua karyawan sejak diterima masuk dalam perusahaan maupun secara terus menerus dievaluasi dalam konteks penyegaran di perusahaan tersebut. dan lain sebagainya. Dalam menciptakan etika bisnis perlu diperhatikan beberapa hal. 3. mampu menyatakan hal yang benar. .

Mereka yang egoisme etis tetap saja menolong orang lain. Dua aliran etika teleologi : . arah. rancangan. maksud. 8. Jadi. sehingga mudah tergerak untuk berbohong. g. 7. Kesempatan yang mudah untuk berbuat curang atau mencuri.Egoisme Etis . 9. Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan. sasaran. kecenderungan. Perjuangan untuk menyelamatkan nyawa mendorong untuk berlaku tidak jujur. 6. atau tujuan di alam maupun dalam sejarah. bukan berarti egoisme etis menafikan tindakan menolong. Orang yang cerdas (intelligent) cenderung menjadi lebih jujur dari pada orang yang dungu (ignorant). akan mendorong orang melakukannya. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu. Etika Teleologi dari kata Yunani. menurut egoisme etis. telos = tujuan. tujuan. teleologi merupakan sebuah studi filosofis mengenai bukti perencanaan.Utilitarianisme * Egoisme Etis Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan. Orang yang berkedudukan menengah atau tinggi cenderung menjadi lebih jujur. Dalam arti umum. teleologi merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan dan “kebijaksanaan” objektif di luar manusia . seseorang tidak mempunyai kewajiban alami terhadap orang lain. Seseorang tidak mempunyai kewajiban moral selain untuk menjalankan apa yang paling baik bagi kita sendiri. Contoh dari etika teleology : Setiap agama mempunyai tuhan dan kepercayaan yang berbeda beda dan karena itu aturan yg ada di setiap agama pun perbeda beda . main curang dan mencuri akan meningkat apabila orang mendapat tekanan yang besar untuk mencapai tujuan yang dirasakannya sangat penting.Teori Etika Bisnis Definisi dan Contoh : 1. fungsi. Kehendak berbohong. Meski mementingkan diri sendiri. akhir. Masing-masing individu mempunyai kebutuhan yang berbeda dan karena itu menempati tingkat yang berbeda. berlaku curang atau menjadi pencuri. Teori. Dalam bidang lain. asal kepentingan .5. 10. atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

dan menguntungkan atau tidak. karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak c. Dalam pemahaman teori Deontologi memang terkesan berbeda dengan Utilitarisme. Hak . berfaedah. tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Sebaliknya. tak berfaedah. berdusta untuk membantu orang lain. jadi harus diabaikan dampak-dampak yang ditimbulkan. Dari prinsip ini. Contoh : R. b. Salah sendiri orang lain mau membeli rokok sang pembunuh ini”. Contoh : Misalkan kita tidak boleh mencuri. bukan tindakan yang ikhlas tanpa berharap pamrih tertentu. Sebaliknya. misalnya. Teori Hak Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna. dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. namun berpengharapan para penggila olahraga ini (pemain atau penonton) menjadi perokok aktif maupun pasif. Egoisme etis harus meneguhkan hati. Menolong di sini adalah tindakan berpengharapan. Orang-orang altruisme akan berpikir rokok merupakan komoditas yang “mematikan” banyak orang. memiliki kekayaan US$ 11 miliar dan menempati perigkat pertama. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. maka dalam Deontologi benar-benar melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. Contoh : Industri rokok “menolong” kemajuan olahraga dengan menggelontorkan dana sebanyak-banyaknya.diri itu bertautan dengan kepentingan orang lain. Yang mana? Jikalau mereka altruisme. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik. Karena itu. dan merugikan. bisa dipastikan tak akan berbisnis rokok. tersusunlah teori tujuan perbuatan. yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat. Jika dalam Utilitarisme menggantungkan moralitas perbuatan pada konsekuensi. Deontologi Istilah deontologi berasal dari kata Yunani „deon‟ yang berarti kewajiban. mencelakai orang lain melalui perbuatan ataupun ucapan.Budi dan Michael Hartono. menolong yang dilakukan adalah berdasarkan keterpautan kepentingan diri sendiri. maka harus dicegah utnuk memperbanyak alat pembunuh itu. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. * Utilitarianisme berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. “Ini cuma bisnis. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya. egoisme etis mengabaikan rokok yang disepadankan dengan alat pembunuh. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Angka kekayaan ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan total kekayaan 40 orangterkaya sebanyak US$ 71 miliar. Kekayaan ini diperoleh dari antara lain kelapa sawit dan industri rokok (Djarum). Jelas. Atau menolong yang lain merupakan tindakan efektif untuk menciptrakan keuntungan bagi diri sendiri. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat. sesungguhnya sudah bisa melihat karakter egoisme etis pada mereka.

Contoh Memikirkan diri sendiri “Saya ingin menjadi yang terbaik diantara teman-teman yang lain di kelas.teman yang lainnya oleh karena itu saya harus sering maju ke depan kelas dan harus sering menjawab semua pertanyaan dari dosen agar mendapatkan nilai yang terbaik dibandingkan dengan temen . d.didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. 2000). F. Dalam arti. Contoh – Contoh Teori Etika 1. bahwa manusia meruapakan suatu tujuan pada dirirnya (an end in itself). Maka. supaya saya bisa mendapatkan ipk yang baik sesuai dengan ke inginan saya”. Sebab kebebasan itu adl suatu kekuatan pendorong bagi produksi krn ia benar-benar menjadi hak manusia yg menggambarkan kehormatan kemanusiaan. Seperti yang diungkapkan Immanuel Kant. Contoh Utilitarianisme “Saya membersihkan dan mengambil sampah. Teori Keutamaan (Virtue) memandang sikap atau akhlak seseorang. merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. teori hak pun cocok diterapkan dengan suasana demokratis. semua manusia dari berbagai lapisan kehidupan harus mendapat perlakuan yang sama. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. atau murah hati dan sebagainya.salokan air supaya air selokan bisa mengalir tidak tersumbat lagi. Etika Teleologi Contoh : “Saya belajar setiap pulang dari kuliah. . Karena itu manusia harus selalu dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan sematamata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan lain (Bertens. Contoh keutamaan : Kebijaksanaan Keadilan Suka bekerja keras Hidup yang baik misalnya. Contoh : Kaum kapitalis memandang kebebasan adl suatu kebutuhan bagi individu utk menciptakan keserasian antara dirinya dan masyarakat.sampah yang menyangkut di selokan . atau jujur. bila tersumbat dan tergenang air akan menjadi tempat bersarangnya nyamuk sehingga menimbulkan wabah penyakit demam berdarah. jadi saya tidak perduli dengan teman .teman yang lainnya”.

Deontologi Contoh : “Setiap hari saya harus mengerjakan PR adek saya menurut saya ini baik karena adek saya bisa belajar pelajaran lain selain mengerjakan PR tetapi ada kalanya ini merupakan perbuatan buruk karena kalo saya selalu membantu adek saya mengerjakan PR setiap hari bagaimana adek saya bisa pintar kalo setiap ada PR selalu saya yang mengerjakan. tetapi ini juga merupakan kewajiban saya sebagai kakak harus membantu adek”. 2. 3. 4. Teori Hak Contoh : “Saya seorang mahasiswa yang tinggal di Negara Indonesia kewajiban saya sebagai warga Negara Indonesia adalah belajar dan hak saya sebagai warga Negara Indonesia adalah mendapatkan perlindungan dan mendapatkan keamanan yang layak”. . Teori Keutamaan Contoh : “Selain sebagai mahasiswa yang mempunyai tugas belajar saya juga mempunyai kehidupan yang baik dirumah karena saya mempunyai orang tua yang selalu adil dan bijaksana terhadap saya dan keluarga saya yang lainnya”.ini sangat berbahaya buat kita dan masyarakat lain”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->