SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PEMBUATAN APRON BARU DENGAN RIGID PAVEMENT K-400 (120 x 200) BANDAR UDARA DJALALUDDIN

GORONTALO TAHUN ANGGARAN 2012

1-1-1.1–1

I. PERSYARATAN UMUM

SEKSI 1 - 1 PERSIAPAN

1.

Direksi Keet Kontraktor diwajibkan membuat Direksi keet luas sekitar 40 m² dan gudang-gudang bahan dengan luas 50 m2. Spesifikasi mengenai pembuatan direksi keet tersebut harus disesuaikan dengan gambar rencana dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis di lapangan. Direksi keet terdiri dari pondasi bata, dinding triplek, rangka kayu borneo, atap seng gelombang dan lantai di-floor/diplester. Perlengkapan pada Direksi keet terdiri dari beberapa set meja, kursi tamu, papan tulis/white board, file kabinet, gambar rencana, time schedule, grafik cuaca, buku tamu dan buku harian mingguan standar. Selain perlengkapan tersebut pada Direksi keet harus terdapat utilitas seperti jaringan listrik, jaringan air bersih, dan jaringan telepon.

2.

Pemasangan Patok dan Pengukuran A. Persyaratan umum untuk Pengukuran dan Persiapan Kerja. 1) 2) Perlindungan terhadap titik acuan (reference point)/marka yang diperlukan. Melakukan semua pekerjaan dengan hati-hati dalam rangka

melindungi/mempertahankan semua benchmarks, monumen dan titik acuan lain. 3) Apabila ternyata ada “reference marks or point” tergeser atau terganggu maka kontraktor harus melaporkan ke Konsultan Pengawas serta Direksi Teknis dan secara hati-hati memasang kembali sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. B. Persyaratan Umum 1) Yang menjadi lingkup pekerjaan pengukuran meliputi “Traverse Survey, Center Line Survey, Profile leveling cross section survey and existing services survey” pada lokasi yang menjadi lingkup pekerjaan di bawah kontrak untuk persiapan pelaksanaan pekerjaan lebih lanjut. Semua hasil

1-1-1.1–2

pengukuran dan informasi ketinggian harus di transfer dalam bentuk gambar dan disampaikan ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan. Apabila hasil pengukuran dan gambar sudah

betul/akurat dan memuaskan maka Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis serta Kontraktor akan menanda tangani gambar tersebut, dimana gambar tersebut harus menjadi acuan pelaksanaan konstruksi. 2) Pelaksanaan pengukuran harus dilaksanakan oleh personil yang mendapat kendali langsung oleh tenaga ahli pengukuran (Geodetic Engineer) dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. C. Bench Marks Existing 1) 2) System koordinat X dan Y sesuai dengan gambar rencana. Terdapat beberapa Bench Marks di lokasi proyek seperti yang terdapat pada gambar rencana yang dapat dipakai sebagai acuan.

D.

Metoda Pengukuran Kontraktor harus menyampaikan proposal metoda pelaksanaan pengukuran dimana metoda tersebut harus dilaksanakan mengikuti standar internasional. Pelaksanaan pengukuran belum dapat dimulai sebelum proposal metoda pelaksanaan tersebut disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Kontraktor harus memperhatikan hal-hal di bawah ini selama melakukan pelaksanaan pengukuran. 1) Tranverse Survey a) Semua ukuran harus pertama. “Triangle survey adopting a traverse method” harus digunakan untuk menentukan titik awal untuk setiap pengukuran area. Sudut horizontal harus diukur tiga kali untuk kedua arah jarum jam dan berlawanan jalur jam dan sudut yang dipakai adalah rata-rata dari enam pembacaan. dimulai dan berakhir pada bench mark yang

1-1-1.1–3

b)

Pengukuran jarak harus dilakukan dua kali. Rata-rata dari dua pengukuran yang diambil sebagai ukuran jarak. Hal ini apabila dua ukuran tersebut tidak berbeda melebihi dari toleransi standard.

c)

Kesalahan “angular and linier” akhir tidak boleh melebihi ketentuanketentuan standar.

2) Levelling Survey a) “Levelling survey” harus dimulai dan berakhir pada bench mark yang permanen. c) Toleransi kesalahan akhir tidak boleh melebihi dari 10 √D dalam satuan mm, dimana D adalah jarak loop (loop distance) dalam km. d) Akurasi peralatan harus dalam batas-batas toleransi spesifikasi produsen/pabrik peralatan.

3) Centerline Survey and Profil Levelling a) Kontraktor harus memasang patok, paku untuk memudahkan

penentuan lokasi dari titik awal dan levelling pada setiap interval 20 m sepanjang “center ine” dari area pengukuran. b) Semua elevasi dari titik-titik ini dan titik-titik yang mengalami perubahan elevasi, tapi perkerasan dan bangunan sepanjang Cross Section Levelling harus tercatat.

4) Cross Section Levelling a) “Cross Section Levelling” harus dilaksanakan tegak lurus terhadap arah “center line” yang telah ditentukan untuk setiap pengukuran kawasan pada setiap interval 3 m sepanjang “center line”. b) Sepanjang arah tegak lurus “center line” elevasi/level harus diukur setiap interval 5 m dan setiap perubahan titik/point, tapi perkerasan, struktur lain seperti drainase, pagar dan lain-lain.

1-1-1.1–4

5) Penyusunan Data dan Pembuatan Peta (Compiling and Mapping) a) Data pengukuran lapangan harus disusun dan diproses dengan cara yang akan dijelaskan berikut ini. b) Data pengukuran selanjutnya diketik dan ditanda tangani oleh pengawas lapangan (field supervisor) yang harus berisi item-item di bawah ini : Nama dan koordinat dari benchmark yang digunakan sebagai titik acuan (referensi acuan) untuk pertalian dan titik utama (linkage and principal points). Perhitungan ketidakcocokan evaluasi antara elevasi point utama awal dan elevasi point utama akhir. Nama dan type peralatan yang dipakai. Ukuran panjang poligon. Metoda perhitungan sudut dan koreksi poligon. Lokasi peta dan uraian benchmark harus disampaikan dalam gambar. Semua sketsa lapangan dan hasil perhitungan. Koordinat dan elevasi dari titik kritis/utama dan kemiringan elevasi pada titik pertemuan selama pelaksanaan survey lapangan, termasuk titik awal dan titik akhir pada area survey. Hasil pengukuran harus diproses untuk menunjukan semua level, kontur setiap 25 cm interval dan data lapangan dan diplot pada gambar dengan ukuran A1 dengan skala sebagai berikut :    Layout Plan Skala 1 : 1000. Profil Skala Vertikal 1 : 100, Horizontal 1 : 1000. Potongan Melintang Skala 1 : 100 untuk vertikal dan horizontal.

1-1-1.1–5

E.

Bench Marks Sementara Setiap interval 500 m harus dibuatkan bench marks sementara. Lokasi dan

konstruksi bench marks sementara harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

F.

Persyaratan Gambar Topografi 1) Selama satu minggu sesudah pelaksanaan pengukuran selesai Kontraktor harus sudah menyampaikan gambar blue print tiga set ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk pengecekan dan persetujuan/approval. 2) Sudah mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Kontraktor harus menyampaikan gambar topografi hasil pengukuran ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebanyak 5 (lima) set blue print dan 1 (satu) set asli kalkir. 3) Lima set blue print gambar topografi harus dijilid dengan rapi dengan cover yang mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

G.

Kontraktor harus menyediakan patok dari kayu kaso ukuran 4-6 cm, tinggi 200 cm atau sesuai kebutuhan, dicat warna putih dan hitam, tiap satu km dibutuhkan 80 buah patok.

H.

Pengukuran dilakukan Kontraktor bersama Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, dari mulai Sta. awal sampai Sta. akhir.

3.

Papan Nama Proyek Kontraktor harus menyediakan papan nama proyek berukulan 120 x 80 cm yang terbuat dari triplek, diberi rangka kayu kaso ukuran 4 – 6 cm, dan tiang dengan ukuran 5 – 7 cm dicat dengan warna yang sesuai dengan gambar rencana dan

diberi penamaan sesuai informasi dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

1-1-1.1–6

M. 1-1-1.S.1 gr dan dilengkapi dengan panstraddle atau stationery support yang lain. B. 200. Bilamana hasil pengujian tidak memuaskan.1–7 . C. terdiri dari analytical balance sensitive 0.T. Centrefuge extractor untuk bitumen dari bituminous paving mixture. Kontraktor harus menyelenggarakan pengujian bahan-bahan dan keterampilan untuk pengendalian mutu yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi dan menurut perintah Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pengujian untuk persetujuan material dan komposisi campuran akan dilaksanakan oleh laboratorium indefenden yang sesuai dengan pengaturan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.SEKSI 1 . dan harus melengkapi pengujian-pengujian untuk menunjukkan terpenuhinya spesifikasi. B. C. Alat-alat untuk menentukan besarnya berat jenis dan void ratio dalam campuran bituminous. picnometer dengan isi 500 atau 750 ml. kontraktor harus melakukan pekerjaan-pekerjaan perbaikan dan peningkatannya jika diperlukan oleh Direksi Teknis atau Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 2. Dua set A. 3. Biaya pengujian yang ditentukan dalam bab ini harus dimasukan dalam item pembayaran secara lumsump. Pemenuhan Terhadap Spesifikasi Semua pengujian harus memenuhi seperangkat standar di dalam spesifikasi. Kontraktor harus menyediakan laboratorium lapangan untuk kebutuhan pengujian lapangan.2 PENGUJIAN LAPANGAN 1. dan tidak ada pembayaran terpisah yang akan dibuat untuk pengujian. Sieves berkisar dari 3” sampai No. Pengujian khusus di laboratorium pusat harus juga dilaksanakan bila diminta demikian oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Alat-alat yang harus disediakan oleh kontraktor adalah sebagai berikut : A. Pengukuran dan Pembayaran Kontraktor harus bertanggungjawab membayar biaya-biaya semua pengujian yang dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan spesifikasi. Umum A.

Dua 4” diamond crown drills dengan portable core drilling machine untuk drilling cilinder dari perkerasan bituminous dan semen beton. Compaction set lengkap untuk penentuan moisture density yang berhubungan dengan tanah dengan memakai modified compaction test menurut A. Alat untuk penentuan liquid limit dan plastic limit dari tanah menurut A.S.T.S. D-1883-67 dan CBR Lapangan (Proofing Ring).D. H.T.S. Field Density set / sand cone lengkap untuk penentuan kepadatan tanah dengan memakai metode sand replacment menurut A.S.M. I.T.M. E. F.M D423-61T dan D-424-59. D1557-66. Alat untuk penentuan California Bearing Ratio laboratorium dari tanah yang dipadatkan menurut A. 1-1-1.T.1–8 . G.T.M.M.S. D-1559-65. Alat Marshall lengkap untuk penentuan dari resistance to plastic flow menurut A. D-1556-64.

potongan melintang asli harus direkam dan diperlihatkan.3 PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. sebagian apron lama harus diukur. kontraktor harus menyediakan staf teknik berpengalaman yang cocok sebagaimana ditentukan dan memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. dan untuk menentukan pengukuran ketebalan serta lebarnya konstruksi baru. Uraian Untuk menjamin kualitas. semen. 2. Kontraktor harus menyediakan contoh-contoh semua bahan-bahan yang diperlukan untuk 1-1-1. Sertifikat ujian pabrik pembuat harus diserahkan untuk semua item-item yang dibuat pabrik termasuk baja tulangan.SEKSI 1 . Staf teknik tersebut jika dan bilamana diminta harus mengatur pekerjaan lapangan. kontraktor harus mempelajari gambar-gambar kontrak dan bersama-sama dengan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis mengadakan pemeriksaan daerah proyek. aspal. Semua Bahan yang dipasok harus sesuai dengan spesifikasi dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Mengendalikan dan mengorganisir tenaga kerja kontraktor dan memelihara catatan-catatan serta dokumentasi proyek. 3) Pada daerah-daerah perkerasan dimana satu pekerjaan perataan dan/atau lapis permukaan harus dibangun. serta penampang melintang diambil pada interval tertentu untuk menentukan kelandaian dan kemiringan melintang. Pengendalian Mutu Bahan dan Keterampilan Kerja A. serta melakukan pemeriksaan yang terinci semua pekerjaan yang diusulkan. alat konstruksi dan kayu. B. melakukan pengujian lapangan untuk pengendalian mutu bahanbahan dan keterampilan kerja. Umum A.1–9 . 1) Patok-patok stasiun harus diperiksa 2) Pada lokasi dimana pelebaran harus dilaksanakan. Pemeriksaan Lapangan Sebelum pengaturan lapangan dan pengukuran. kapur. ukuran-ukuran dan penampilan pekerjaan yang benar. satu profil memanjang sepanjang sumbu taxiway.

pengujian dan mendapatkan persetujuan sebelum digunakan dilapangan dan bilamana Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis meminta demikian. sertifikasi selanjutnya harus dilakukan atau pengujian-pengujian dilaksanakan untuk menjamin kualitas. asphalt treated base course harus disiapkan dan diuji sesuai dengan spesifikasi dan tidak ada campuran boleh digunakan pada pekerjaan-pekerjaan terkecuali ia memenuhi persyaratan spesifikasi dan memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 3. Disain campuran untuk aspal. termasuk pengorganisasian tenaga dan peralatan kontraktor dan bertanggung jawab bagi pengadaan bahan-bahan yang sesuai dengan persyaratan kontrak. 1-1-1. Pimpinan lapangan harus memiliki pengalaman paling sedikit selama sepuluh tahun pada pekerjaan proyek dan harus tenaga ahli di bidang sipil yang mampu. Semua ketrampilan kerja harus memenuhi uraian dan persyaratan spesifikasi dokumen kontrak dan harus dilaksanakan sampai memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Kontraktor harus menyediakan layanan pelaksana lapangan dan quality control yang mampu dan berpengalaman untuk mengendalikan pekerjaan lapangan dalam kontrak. pengujian dan pengukuran.1–10 . B. C. Untuk perbaikan-perbaikan kecil dan pekerjaan pemeliharaan. Bahan harus diuji di lapangan atau di laboratorium atas permintaan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dan kontraktor harus membantu dan menyediakan peralatan dan tenaga untuk pemeriksaan. persyaratan ini dapat tidak harus dan tergantung kepada konfirmasi tertulis dari pemimpin proyek. Kontraktor harus menunjukan seorang pimpinan lapangan untuk memberikan nasihat dan mengatur pekerjaan kontrak. kualitas dan keterampilan kerja. harus direkam dengan baik dan dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pengelola Lapangan dari Kontraktor A. sesuai dengan syarat-syarat kontrak. D. termasuk pengawas lapangan. B. E. Hasil semua pengujian termasuk pemeriksaan kualitas bahan dilapangan dan disain campuran.

4. ketinggian perkerasan. Pengaturan Pekerjaan di Lapangan A. Bilamana tidak ada patok stasiun yang ditemukan. beserta patok stasiun yang dipasang secara benar akan diambil sebagai acuan untuk pengaturan lapangan pekerjaan-pekerjaan proyek. Kontraktor harus mengadakan survai secara cermat dan memasang patok beton (Bench Marks) pada lokasi yang tetap. Alinyemen runway. Kebersihan Peralatan. menjamin bahwa akan diberikan perhatian yang penuh terhadap pengendalian pengaruh lingkungan dan bahwa semua penyediaan disain serta persyaratan spesifikasi yang berhubungan dengan polusi lingkungan dan perlindungan lahan serta lintasan air disekitarnya akan ditaati. Kontraktor tidak boleh menggunakan kendaraan-kendaraan yang memancarkan suara sangat keras (gaduh). sepanjang proyek untuk memungkinkan disain.1–11 . drainase samping dan gorong-gorong. B. survai perkerasan. Untuk mencegah polusi debu selama musim kering. Pengendalian Kebersihan Lingkungan. Kontraktor harus melakukan penyiraman secara teratur kepada jalan angkutan tanah atau jalan angkutan kerilkil dan harus menutupi truk angkutan dengan terpal. Pengendalian Lingkungan. A. dan Keselamatan Kerja. atau pengaturan dilapangan pekerjaan yang harus dibuat. Persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis atas garis dan ketinggian tersebut akan diperoleh sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi 1-1-1. B. dan di dalam daerah pemukiman suatu sarigan kegaduhan harus dipasang serta dipelihara selalu dalam kondisi baik pada semua peralatan dengan motor. Perkantoran dan lain-lain. Jika dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. dan juga untuk maksud sebagai referensi dimasa depan. Kontraktor harus memasang tonggak-tonggak konstruksi untuk membuat garis dan kelandaian bagi pembetulan ujung perkerasan. Kontraktor harus. 5. C. Kontraktor harus juga menghindari penggunaan peralatan berat yang berisik dalam daerah-daerah tertentu sampai larut malam atau dalam daerah-daerah rawan seperti dekat Pemukiman. patok-patok marka atau patok-patok referensi akan didirikan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelum dimulainya pekerjaan-pekerjaan kontrak. di bawah pengendalian Kontraktor. D. sesuai dengan gambar-gambar proyek menurut perintah Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. lebar bahu runway. C.

F. personil. Penampang melintang tersebut harus digambar pada profil dengan skala dan ukuran-ukuran ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. serta garis-garis dan permukaan penyelesaian yang diusulkan harus kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan dan tandatangan.1–12 . Pekerjaan-pekerjaan ini harus ditata di lapangan di bawah pengendalian dan pengaturan penuh oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pelebaran dan pembangunan baru. atau satu jarak lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1. serta dalam satu kesesuaian yang tinggi terhadap gambar-gambar dan spesifikasi. Jika diharuskan demikian oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.berikut sebagai modifikasi (perubahan) yang mungkin diperlukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis yang harus dilaksanakan tanpa penundaan. Kontraktor harus menyediakan semua instrumen yang diperlukan. E. penampang melintang harus diambil pada setiap jarak 5 meter. serta untuk suatu pengesahan yang diperlukan. digunakan sebagai satu dasar untuk penghitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan. D. Yang asli dan satu copy akan ditahan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dan dua copy yang sudah ditanda tangani dikembalikan kepada Kontraktor. Setiap koreksi atau perubahan dalam alinyemen atau ketinggian harus atas dasar penyelidikan serta pengujian lapangan lebih lanjut dan harus dilaksanakan sebagaimana yang diperlukan dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. tenaga dan bahan yang diminta untuk pemeriksaan penataan di lapangan atau pekerjaan lapangan yang relevan.

B.4 STANDAR RUJUKAN 1. Selama Pelaksanaan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis mempunyai wewenang untuk menolak bahan-bahan.SEKSI 1 . keterampilan kerja atau kedua-duanya sebagaimana yang diminta oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis atau yang ditentukan oleh dokumen kontrak memenuhi atau melebihi yang ditentukan dalam standarstandar yang diminta. dan harus masuk copy hasil-hasil pengujian yang resmi. dan menentukan bahwa bahan-bahan tersebut memenuhi dan melebihi persyaratan khusus. C. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk penyediaan bahan-bahan dan keterampilan kerja yang diperlukan untuk memenuhi atau melampaui peraturanperaturan khusus atau standar-standar yang dinyatakan demikian dalam spesifikasi-spesifikasi atau yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Tanggung Jawab Kontraktor Ini adalah tanggungjawab kontraktor untuk melengkapi bukti yang diperlukan bahwa bahan-bahan. Bukti-bukti tersebut harus dalam bentuk yang dimintakan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis. barang-barang dan pekerjaan-pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan tanpa konpensasi bagi kontraktor. B. Peraturan-peraturan dan standar yang dijadikan acuan dalam dokumen kontrak akan membentuk persyaratan kualitas untuk berbagai jenis pekerjaan yang harus di selenggarakan beserta cara-cara yang digunakan untuk pengujianpengujian yang memenuhi persyaratan-persyaratan ini. Umum A. 2. Selama Pengadaan Kontraktor harus bertanggung jawab untuk melakukan pengujian semua bahanbahan yang diperlukan dalam pekerjaan. Jaminan Kualitas A.1–13 . 1-1-1.

Persyaratan Standard Kontraktor harus mengerahkan 3 (tiga) set copy standard yang relevan dengan spesifikasi pekerjaan.D. 1-1-1. Standard International yang secara umum dan luas digunakan sebagai acuan harus menjadi acuan utama untuk pelaksanaan standard lain seperti Standard Jepang dan Indonesia dapat digunakan apabila tidak ada uraian (“articles”) yang dapat digunakan pada standard International. JIS. Standar-standar Standar-standar terpakai yang menjadi acuan termasuk.1–14 . namun tidak terbatas pada standar tersebut dicantumkan di bawah : 1) 2) 3) 4) BUKU BUKU PETUNJUK PELAKSANAAN BINA MARGA STANDAR INDUSTRI INDONESIA (SII) PERSYARATAN UMUM BAHAN BANGUNAN DI INDONESIA (PUBI-1982) PERATURAN BETON BERTULANG INDONESIA (NI-2-1971) DAN (SK SNI03XXX-2002) 5) PERATURAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA INDONESIA (PPBBI-1984) DAN (SNI03-179-2002) 6) AASHTO = AMERICAN ASSOCIATE OF STATE HIGHWAY AND TRANSPORTATION OFFICIALS (BAGIAN 1 DAN 2) 7) 8) 9) ASTM BS = AMERICAN SOCIETY FOR TESTING AND MATERIALS = BRITISH STANDARDS INSTITUTION MPBJ = MANUAL PEMERIKSAAN BAHAN JALAN = American Welding Society = Japanese Industrial Standard = Standard Industrial Indonesia = Persyaratan Umum Bahan bangunan di Indonesia (1982) = American Concrete Institute Standard = International Standards Organization = Federal Aviation Administration 10) AWS 11) JIS 12) SII 13) PUBI 14) ACI 15) ISO 16) FAA E. seperti : ASTM. SNI dan lain-lain 14 (empat belas) hari sebelum item pekerjaan dimulai. F. AASTO.

Untuk kekuatan. pasir dan agregat harus diperoleh dari suatu sumber yang disetujui. ukuran. B. Persetujuan sebuah sumber tidak berarti bahwa semua bahan-bahan dalam sumber tersebut disetujui. memperoleh dan memproses bahan-bahan alam yang sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi ini serta harus memberitahu Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis paling sedikit 30 hari sebelumnya atau suatu jangka waktu lain yang dinyatakan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis bahwa bahan tersebut digunakan dalam pekerjaan. Penyerahan 1) Sebelum mengadakan satu pesanan atau sebelum perubahan satu daerah galian untuk suatu bahan. sertifikat uji pabrik pembuat diperlukan sebelum 1-1-1. buatan. atau dalam kasus tanah. Umum A. 2) Kontraktor harus menyelenggarakan. semen.SEKSI 1 . tipe dan kualitas harus seperti yang ditentukan pada gambar rencana atau spesifikasi-spesifikasi lain yang dikeluarkan atau yang disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. menempatkan. 3) Dalam kasus bahan-bahan aspal. dan kayu struktural dan bahanbahan lainnya. Contoh tersebut harus disertai informasi mengenai sumber.5 BAHAN-BAHAN DAN PENYIMPANAN 1. lokasi sumber. dan setiap klasifikasi lain yang diperlukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk memenuhi persyaratan-persyaratan spesifikasi. kontraktor harus menyediakan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis contoh-contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan. Uraian Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1) 2) Memenuhi dengan standar dan spesifikasi yang dapat dipakai. Laporan ini harus berisi semua informasi yang diperlukan.1–15 . 3) Semua produksi harus baru.

Ini adalah tanggung jawab kontraktor untuk mengadakan identifikasi dan memeriksa kecocokan semua sumber-sumber bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sumber bahan-bahan A. 1-1-1. hutan lindung. Pengiriman bahan ke lapangan harus dilakukan dalam jam kerja proyek dan untuk bahan aspal langsung dilakukan pemeriksaan penetrasi dan titik lembek.persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis diberikan. B. hilangnya tanah produktif secara lain berpengaruh berlawan dengan daerah sekelilingnya. yang disediakan sebagai satu petunjuk saja. Bahan-bahan tidak boleh digunakan untuk maksud-maksud lain daripada yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Selanjutnya bahan yang sudah sampai di lapangan harus diuji ulang dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 4) Tidak boleh ada kegiatan pada lokasi sumber bahan yang akan menimbulkan erosi atau longsoran tanah. diperlihatkan dalam dokumendokumen atau yang diberikan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.1–16 . 2) Sumber bahan tidak boleh dipilih dalam sumber alam dilindungi. Sumber-sumber 1) Lokasi sumber bahan yang mungkin. 2. atau dalam daerah yang mudah terjadi longsoran atau erosi. 3) Kontraktor akan menentukan berapa banyak peralatan dan pekerjaan yang diperlukan untuk memproduksi bahan-bahan tersebut memenuhi spesifikasi ini. Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis memberikan persetujuan ini secara tertulis. Persetujuan 1) Pemesanan bahan-bahan akan diberikan jika Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis telah memberikan persetujuan untuk menggunakannya. Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan menolak atau menerima bahan-bahan dari sumber-sumber bahan atas dasar persyaratan kualitas yang ditentukan dalam kontrak.

Apabila terjadi tumpang tindih pelaksanaan antara beberapa kontraktor. C. Prinsip Dasar Seksi ini menetapkan ketentuan-ketentuan untuk transportasi dan penanganan tanah. 3. dan perlengkapan. Umum Bahan-bahan harus disimpan dalam cara sedemikian rupa sehingga bahanbahan tersebut tidak rusak dan kualitasnya dilindungi dan sedemikian sehingga bahan tersebut selalu siap digunakan serta dengan mudah dapat diperiksa oleh 1-1-1. Pembatasan Beban Lalu Lintas Bilamana diperlukan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dapat mendapat batas beban dan muatan sumbu untuk melindungi jalan atau jembatan yang ada di lingkungan proyek. Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada Peraturan Pemerintah. maupun untuk pekerjaan dengan Sub Kontraktor atau perusahaan utilitas dan lainnya yang dipandang perlu. Peraturan Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.1–17 . maka Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis mempunyai keluasan penuh untuk memerintahkan setiap kontraktor dan berhak untuk menentukan urutan pekerjaan selanjutnya untuk menjaga kelancaran penyelesaian seluruh proyek. Pengangkutan A. maupun ketentuan-ketentuan tentang pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pengusaha jasa harus bertanggung jawab atas setiap kerusakan jalan maupun jembatan yang disebabkan oleh kegiatan pelaksanaan pekerjaan. maka Direksi dapat menolak bahan tersebut dan minta diganti.2) Jika kualitas atau gradasi bahan tersebut tidak sesuai dengan kualitas yang telah disetujui Direksi. bahan-bahan lain. 4. B. Koordinasi Kontraktor harus memperhatikan koordinasi yang diperlukan dalam kegiatan transportasi baik untuk pekerjaan yang sedang dilaksanakan atau yang sedang dilaksanakan dalam bentuk-bentuk lainnya. Peraturan Kawasan Bandara Medan Baru yang berlaku. Penyimpanan Bahan A. peralatan. bahan campuran panas.

daerah lalu lintas berat lainnya serta penumpukan material lainnya. C.1–18 . Penyimpanan Bahan-bahan Aspal Tempat Penimbunan drum-drum aspal harus pada ketinggian yang layak dan dibersihkan dari tumbuh-tumbuhan rendah dan sampah-sampah. Cara penumpukan untuk berbagai bahan-bahan aspal adalah sebagai berikut : 1) Drum-drum yang berisi oli pembersih harus ditumpuk diatas ujung dengan lubang pengisian arah ke atas dan dimiringkan (dengan menempatkan 1-1-1. Tempat penyimpanan harus bersih dan bebas dari sampah dan air.Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Penyimpanan diatas hak milik pribadi hanya akan diizinkan jika telah diperbolehkan secara tertulis oleh pemilik atau penyewa yang diberi kuasa. dan bila diperlukan satu lapisan alas dasar pelindung harus disediakan. kapur dan bahan-bahan sejenis harus dilindungi secocoknya dari hujan dan banjir. Tinggi tumpukan maksimum adalah lima meter. Tempat penyimpanan berisi semen. 4) Tumpukan agregate untuk ATB dan AC harus dilindungi dari hujan untuk menceagah kejenuhan agregat yang akan menguraingi mutu bahan yang di hampar. khususnya selama musim kering. 5) Kontraktor harus melaksanakan penyiraman yang teratur pada jalan-jalan angkutan. B. 2) Masing-masing jenis berbagai agregat harus ditumpuk secara terpisah. harus ditempat-tempat yang memadai dan tidak boleh menimbulkan kemacetan lalu-lintas dan membendung lintasan air. Penumpukan Agregat 1) Agregat batu harus ditumpuk dalam satu cara yang disetujui sedemikian sehingga tidak ada segregasi serta untuk menjamin gradasi yang memadai. 3) Penempatan tumpukan material dan peralatan. atau dipisahkan dengan partisi kayu. Bahan-bahan tidak boleh bercampur dengan tanah dasar. bebas penggalian air dan kalau perlu ditinggikan.

1–19 . 3) Drum-drum emulsi aspal dapat ditumpuk diatas ujung atau diatas sisinya tetapi bila disimpan untuk suatu jangka waktu yang panjang. Pekerjaan-pekerjaan Lapangan untuk Sumber Bahan 1) Kontraktor akan menyelenggarakan semua pengaturan untuk membuka sumber bahan. Pengukuran dan Pembayaran A. dan aspal cut back harus ditumpuk diatas sisinya dengan lubang pengisian di sebelah atas. royalty (pajak) dan biaya-biaya semacam. 5. 2) Drum-drum yang berisi minyak tanah. D. Agregat dan kerikil harus ditumpuk secara rapi menurut ukuran mal. Penutup lubang harus diuji mengenai kekencangannya ketika ditumpuk dan pada selang waktu yang teratur sewaktu penyimpanan. Aspal dalam drum-drum harus ditumpuk seperti diuraikan pada item (3) diatas dan dibentuk ke dalam tempat yang teratur (tidak berserakan sepanjang jalan). Bahan-bahan yang dltumpuk di pinggir lalan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan memberikan petunjuk mengenai lokasi yang tepat untuk menumpuk bahan-bahan di pinggir jalan. drum-drum tersebut harus digulingkan secara teratur. Tempat penumpukan harus dibersihkan dari tumbuhan rendah dan sampah. bebas dari menjadi adonan dan kering serta sama sekali tidak boleh melampaui batas jalan tersebut dimana bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan bahaya atau kemacetan lalu lintas yang lewat. bensin. Royalty (Keuntungan) Semua biaya untuk kompensasi bagi pemilik lahan atau sumber bahan. tanah dengan drainase yang baik. B. akan dimasukan dalam harga satuan dalam bahan-bahan yang bersangkutan serta tidak ada pembayaran terpisah kepada kontraktor untuk biaya-biaya ini. dengan sumbu memanjang tumpukan tersebut biasanya sejajar dengan garis tengah jalan. misalnya sewa. 1-1-1. dan semua tempat yang dipilih harus keras. dan bila perlu tanah tersebut ditinggikan dengan grader. kecuali diperintahkan lain oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis.sebuah sisinya diatas sepotong kayu) untuk mencegah terkumpulnya air diatas tutup drum.

Umum A.2) Semua biaya yang diperlukan untuk pembukaan sumber-sumber bahan. dilengkapi dengan catatan-catatan berikut : Tanggal Nomor dan Jadwal Proyek Nama dan alamat Kontraktor Nomor dan judul masing-masing dokumen rekaman Sertifikat bahwa masing-masing dokumen yang diserahkan adalah lengkap dan akurat Tanda tangan Kontraktor atau wakilnya yang diberi kuasa 1-1-1. dan tidak ada pembayaran terpisah bagi pekerjaan ini. atau tanggal lain menurut perintah Pimpinan Proyek. B. SEKSI 1 . serta menimbun kembali lapangan tersebut setelah galian diselesaikan. Kontraktor akan menyimpan satu rekaman pekerjaan kontrak dan akan menyelesaikan rekaman semua perubahan pekerjaan dalam kontrak sejak dimulai sampai selesainya pekerjaan proyek dan harus memindahkan informasi akhir tersebut ke dalam Dokumen Rekaman Akhir sebelum penyelesaian pekerjaan. Persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis terhadap dokumen ini diperlukan untuk persetujuan pembayaran.1–20 . 2) Kontraktor akan menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuannya Dokumen Rekaman Proyek Akhir (final) pada waktu permohonan untuk Sertifikat Penyelesaian Utama. seperti pembongkaran tanah selimut dan tanah bagian atas. Penyerahan-penyerahan 1) Kontraktor akan meyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk persetujuan-nya rekaman proyek tersebut yang selalu dilaksanakan pada hari ke 25 tiap-tiap bulan.6 DOKUMEN REKAMAN PROYEK 1. akan disediakan dalam harga satuan.

1–21 . C. dan sebagainya disetujui. Bahan Rekaman Proyek Segera setelah semua bahan. Dokumen Rekaman Proyek A. Perangkat Dokumen Proyek Dengan pemenangan kontrak. Dokumen rekaman tersebut tidak boleh digunakan untuk tujuan pelaksanaan dan dokumen itu harus dapat diperoleh setiap waktu untuk pemeriksaan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Penyimpanan Dokumen proyek tersebut harus disimpan di dalam kantor lapangan dalam satu file dan rak dan Kontraktor harus menjaga serta melindunginya dari kerusakan dan hilang sampai pekerjaan selesai serta harus memindahkan data rekaman tersebut kepada Dokumen Rekaman Proyek Akhir (final). Pemeliharaan Dokumen Pelaksanaan Proyek A. 4. Kontraktor harus memberi tanda pada setiap dokumen dengan judul “Dokumen Rekaman Proyek – Dokumen Kerja”. bahan-bahan runway. Dokumen tersebut akan meliputi : 1) Persyaratan Umum Kontrak 2) Gambar Rencana Kontrak 3) Spesifikasi 4) Addendum 5) Modifikasi-modifikasi lain terhadap Kontrak (jika ada) 6) Catatan Pengujian Lapangan (jika ada). aspal. agregat. Kontraktor harus melimpahkan tanggung jawab pemeliharaan Dokumen Rekaman kepada salah seorang staf yang ditunjuk sebagaimana yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelumnya. dengan huruf cetak setinggi 5 cm.2. maka semua contoh yang telah disetujui harus disiapkan dengan baik di lapangan. Segera setelah diterimanya Dokumen Kerja (Job Set). 3. B. Kontraktor akan mendapatkan seperangkat lengkap semua dokumen dari Pimpinan Proyek tanpa beban biaya. campuran aspal panas. Pemeliharaan 1-1-1. yang berkaitan dengan Kontrak. B.

Pada saat penyelesaian kontrak. maka Kontraktor harus mencari cara yang cocok untuk melindungi Dokumen Kerja tersebut untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. kemungkinan sejumlah Dokumen Kerja harus dikeluarkan untuk mencatat masukan-masukan baru dan untuk pemeriksaan dan dalam kondisi-kondisi yang demikian kegiatan seperti ini akan dilaksanakan.1–22 . 1-1-1.

akar. Apabila bekas tanaman-tanaman atau tonggaktonggak harus dibakar. PEKERJAAN TANAH SEKSI 2 . tunggul-tunggul kayu dan material lain yang tidak berguna. 5. DAN STRIPPING 1. Pembersihan/Clearing Terdiri dari pekerjaan pembersihan dan pembuangan pohon.1 CLEARING. Banyaknya tanah bagian teratas yang dikupas ditentukan dalam meter persegi. dan hasil pengupasan sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu. Stripping Top Soil Semua tanah bagian teratas sampai sedalam yang diperintahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen atau sekurang-kurangnya 20 cm harus dibuang dari daerahdaerah yang akan direncanakan sebagai lapisan teratas. 4.1–23 . 1-1-1. 3. Penggusuran/Grubbing Tanah yang digusur dari pekerjaan jika terdapat bekas pohon. hasil pembersihan. dari hasil pembersihan serta pembongkaran yang sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu. Penempatan Tanah Buangan Semua bahan-bahan bongkaran. maka pembakarannya dapat dilakukan dengan ijin Pejabat Pembuat Komitmen dan diijinkan oleh Hukum atau Peraturan setempat. pada waktu pengangkatan stripping. dan dipadatkan berlapislapis serta diperoleh kepadatan yang sama dengan kepadatan tanah sekitarnya.II. 2. Bila pengupasan Topsoil diperlukan dalam perencanaan. harus bongkar sampai bersih dan semua lubang-lubang yang terjadi akibat gusuran harus ditutup dengan bahan/ material lain yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. GRUBBING. pembongkaran dari lapisan teratas harus diatur sedemikian rupa sehingga penempatannya sesuai dengan petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen. semak belukar dan material lain yang tidak digunakan termasuk pemindahan pagar apabila diperlukan. apabila diijinkan pembakaran harus dilakukan pengawasan. topsoil akan ditempatkan di lokasi yang disetujui. Pengukuran Banyaknya pembersihan serta pembongkaran ditentukan dalam meter persegi. mengganggu.

perlengkapan. Uraian 1) Pekerjaan ini terdiri dari penggalian. ukuran cm dari pohon. Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. untuk pembuangan bahanbahan yang tidak cocok dan tanah bagian atas. perlengkapan. Untuk pembersihan pohon. untuk pekerjaan stabilisasi dan pembuangan tanah longsoran. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak per meter-persegi untuk clearing. pembuangan atau penumpukan tanah atau batu ataupun bahan-bahan lainnya dari jalan kendaraan dan sekitarnya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan kontrak yang diterima. dan yang diperlukan. kelandaian dan 1-1-1. pembuatan parit atau pondasi pipa. saluransaluran atau bangunan-bangunan lainnya. akan dibayar menurut schedule dari ukuran pohon. penanganan. dan alat-alat . 2) Pekerjaan ini biasanya diperlukan untuk pembuatan jalan air dan selokanselokan. volume dari pohon. ditentukan menurut ukuran diameter.Volume dari clearing dan gubbing ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m2 untuk pekerjaan tanah clearing dan grubbing. SEKSI 2 – 2 GALIAN 1.1–24 . untuk galian bahan konstruksi atau pun pembuangan bahan-bahan buangan dan pada umumnya pembentukan kembali daerah jalan. dan yang diperlukan. sesuai dengan spesifikasi ini dan dalam pemenuhan yang sangat bertanggung jawab terhadap garis batas. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Umum A. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak untuk clearing pohon. gorong-gorong. dan alat-alat . Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. 6.

3) Terkecuali untuk tujuan pembayaran. Galian biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu dan masih dapat dilakukan dengan penggaru (ripper) tinggal yang ditarik oleh traktor dengan berat maksimum 15 ton dan tenaga kuda netto maksimum 180 PK (tenaga kuda) a) Galian biasa untuk material timbunan Bahan galian yang memenuhi persyaratan yang akan digunakan sebagai material timbunan harus bebas dari bahan-bahan organik dalam jumlah yang merusak. Galian biasa dibedakan menjadi dua kelompok yaitu galian biasa untuk material timbunan dan galian biasa sebagai bahan bangunan. D. persyaratan bab ini berlaku untuk semua pekerjaan galian yang dilaksanakan dalam hubungan dengan kontrak. Ini tidak termasuk bahan batuan yang dalam pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dapat dibuat lepas dan dipecahpecah oleh gandengan pembelah hidrolis atau bulldozer. Standar Rujukan AASHTO Division 200 Earthwork Section 203 Excavation and Embankment. C.potongan melintang yang ditunjukkan pada gambar rencana atau seperti diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Toleransi Ukuran 1-1-1. rumput. rockbreaker atau jackhammer atau peralatan lain yang sejenisnya. b) Galian biasa sebagai bahan konstruksi Bahan galian yang tidak memenuhi persyaratan sebagai bahan timbunan atau material galian dianggap sehingga tidak diperlukan dalam konstruksi bila Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis menentukan demikian. Definisi 1) Galian batu terdiri dari penggalian batu-batu besar dengan volume satu meter kubik atau lebih besar atau bahan konglomerat padat yang keras yang dalam pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis tidak praktis untuk menggali tanpa menggunakan peralatan kerja memerlukan peledakan (blasting). 2) Semua penggalian lain akan dianggap sebagai galian biasa.1–25 . seperti daun. dan semua galian di klasifikasikan dalam satu atau dua kategori. B. akar dan kotoran. termasuk pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dalam Bab-bab lain.

2) Sesudah masing-masing penggalian untuk lapis tanah dasar. sedangkan untuk galian perkerasan tidak boleh berbeda lebih dari 1 cm dari yang disyaratkan. seperti penyangga. Penggunaan dan Pembuangan Bahan-bahan Galian 1) Semua bahan-bahan yang cocok yang digali didalam batas-batas dan lingkup kerja proyek. Penjadwalan Pekerjaan 1) Pembuatan parit atau penggalian lainnya memotong jalan kendaraan harus dilaksanakan dengan menggunakan pelaksanaan setengah lebar atau secara lain diadakan perlindungan sehingga jalan tersebut dijaga tetap terbuka untuk lalu lintas pada setiap waktu. penguatan. formasi atau pondasi dipadatkan. dan tidak ada bahan alas dasar atau bahan lainnya akan dipasang sampai Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis telah menyetujui kedalaman penggalian dan kualitas serta kekerasan bahan pondasi. F. kontraktor harus memberitahukan hal tersebut kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pekerjaan yang tidak memenuhi toleransi ini harus diperbaiki sehingga diterima Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. dimana mungkin akan digunakan dengan cara yang 1-1-1. dinding pemutus aliran rembesan (cut off) dan bangunanbangunan untuk pembelokan sementara aliran sungai serta harus mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sesuai dengan gambar-gambar. E.Kelandaian. Permukaan galian tanah maupun batu yang tidak sesuai dan terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin pengaliran air yang bebas dari permukaan itu tanpa terjadi genangan. 2) Kontraktor harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis gambar rincian semua bangunan sementara yang diusulkan untuk digunakan. ketinggian dan garis batasnya harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pemeriksaan di Lapangan 1) Untuk setiap pekerjaan galian yang dibayar di bawah Bab ini. sebelum Kontraktor memulai pekerjaan.1–26 . cofferdam (bangunan sementara). sebelum melakukan pekerjaan galian yang dimaksudkan menjadi perlindungan dengan bangunan-bangunan yang diusulkan tersebut. garis batas dan formasi akhir setelah penggalian tidak boleh berbeda dari yang ditentukan lebih besar 2 cm pada setiap titik. G.

3) Setiap bahan yang melebihi kebutuhan untuk timbunan. 1-1-1. 2) Bahan-bahan galian yang berisikan tanah-tanah sangat organis. Bila diperlukan. pemadatan atau maksud-maksud sejenisnya. akan diklasifikasikan sebagai tidak cocok digunakan sebagai urugan dalam pekerjaan. dan juga tanah yang mudah mengembang. 4) Kontraktor akan bertanggung jawab untuk semua penyelenggaraan dan biaya-biaya bagi pembuangan bahan-bahan lebihan atau bahan tidak cocok. terkecuali pipa-pipa atau struktur telah selesai dipasang dan ditutup dengan paling sedikit 60 cm urugan dipadatkan. dinding pemotong aliran rembesan atau saranasarana lain yang mengeluarkan air dari galian.5 meter dari ujung parit terbuka atau galian pondasi. untuk pembuatan formasi pematang atau untuk urugan kembali. gambut. Pengamanan Pekerjaan Galian 1) Selama pekerjaan penggalian. kontraktor harus menopang struktur-struktur disekitarnya yang mungkin menjadi tidak stabil atau menjadi berbahaya oleh pekerjaan galian. harus dibuang dan diratakan dalam lapisanlapisan tipis oleh Kontraktor diluar Jalan seperti yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 3) Bendungan sementara. struktur atau mesin-mesin disekitarnya harus dijaga pada seluruh waktu. H. berisikan akar-akar atau barang-barang tumbuhan yang banyak. yang menurut pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan menghalangi pemadatan bahan lapisan di atasnya atau dapat menimbulkan suatu penurunan yang tidak dikehendaki atau kehancuran. serta harus dipasang penyangga dan penguat yang memadai bila permukaan galian yang tidak ditahan dengan cara lain dapat menjadi tidak stabil. atau setiap bahan yang disetujui Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis menjadi bahan yang tidak cocok untuk urugan.1–27 . 2) Alat-alat berat untuk pemindahan tanah. harus didisain secara baik dan cukup kuat untuk menjamin tidak terjadinya roboh mendadak. termasuk pengangkutannya dan mendapatkan izin dari pemilik atau penyewa lahan dimana buangan tersebut dilakukan. tidak diizinkan berdiri atau beroperasi lebih dekat dari 1. kemiringan galian yang stabil yang mampu menyangga bangunan-bangunan.paling efektif.

kabel-kabel. harus diurug kembali dengan urugan terpilih atau bahan pondasi bawah/pondasi atas yang mana yang dapat diterapkan. I.1–28 . Prosedur Umum 1) Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan sekecil mungkin terjadi gangguan terhadap bahan-bahan di bawah dan di luar batas galian yang ditentukan sebelumnya. sehingga diterima Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 5) Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mengadakan perlindungan bagi setiap pipa bawah tanah yang berfungsi. 2. bahan itu secara keseluruhan harus dipadatkan atau dibuang seluruhnya dan diganti dengan urugan yang cocok.dimungkinkan mampu mengalirkan secara cepat bahaya banjir pada struktur. konduit atau struktur di bawah permukaan lain yang dapat dipengaruhi dan harus bertanggung jawab untuk biaya perbaikan setiap kerusakan yang disebabkan oleh operasinya. 2) Bila bahan tersebut yang nampak keluar di atas garis formasi atau tanah dasar atau permukaan pondasi adalah lepas-lepas atau lunak atau secara lain tidak cocok dalam pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1. sehingga diterima Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 2) Daerah yang telah terlanjur digali. seperti diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 4) Semua galian terbuka harus dipasang rintangan yang memadai untuk menghindari tenaga kerja atau lain-lainnya jatuh dengan tidak sengaja ke dalam galian dan setiap galian terbuka di dalam daerah badan jalan atau bahu jalan. sebagai tambahan harus diberi marka pada malam hari dengan drum dicat putih (atau semacamnya) dengan lampu merah. Pelaksanaan Pekerjaan A. Perbaikan Penggalian yang Tidak Diterima Pekerjaan galian yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang diberikan harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : 1) Bahan-bahan yang tersisa (karena penggalian yang tidak efisien) harus dibuang dengan galian berikutnya. atau daerah dimana telah bercerai berai atau berjatuhan.

atau di atas bagian dasar parit pipa atau galian pondasi struktur. harus digali sesuai dengan ketentuan-ketentuan Spesifikasi ini. atau mengoperasikan daerah galian yang ada. bagian tersebut harus digali terus sedalam 20 cm sampai satu permukaan yang merata dan halus. 2) Persetujuan untuk membuka satu daerah galian baru. peralatan dan tenaga kerja. harus diperoleh dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis sebelum suatu operasi galian dimulai. Daerah-daerah yang baru selesai digali.3) Dimana batu. Kontraktor harus menjaga galian tersebut bebas air dan harus melengkapi dengan pompa-pompa. atau penggalian permukaan untuk perkerasan dan bahu jalan. 6) Sejauh mungkin dan seperti diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. serta membuat tempat air mengumpul. 5) Untuk perlindungan tebing terhadap erosi. akan dibuatkan saluran cut off (penutup aliran rembesan) dan saluran pada kaki tebing sebagaimana ditunjukan pada Gambar Rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis di lapangan. apakah berada dalam kawasan Proyek atau dimana saja. Penggalian untuk Bahan Urugan 1) Lubang-lubang bahan galian. 4) Setiap bahan muatan diatas harus disingkirkan dari tebing yang tidak stabil sebelum penggalian dan talud tebing halus dipotong menurut sudut rencana talud.1–29 . saluran sementara atau tanggul sementara seperlunya untuk mengeluarkan atau membuang air dari daerah-daerah disekitar galian. Tidak ada runcingan-runcingan batu akan ditinggalkan menonjol dari permukaan yang nampak keluar dan semua bahan-bahan yang lepaslepas harus dibuang. lapisan keras atau bahan tidak dapat dihancurkan lainnya ditemukan berada di atas garis formasi untuk saluran yang dilapisi. secepatnya harus dilindungi juga dengan penyediaan lempengan rumput atau tanaman-tanaman lain yang disetujui. Untuk tebing yang tinggi harus dibuatkan barometer pada setiap ketinggian tebing 5.0 m yang sesuai dengan gambar standar. Profil galian yang telah ditetapkan harus dikembalikan dengan pengurugan kembali dan dipadatkan dengan bahan pilihan yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1. B.

Pengukuran Volume galian ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m3 untuk pekerjaan galian. 4.3) Lubang-lubang harus dilarang atau dibatasi dimana lubang-lubang tersebut mengganggu drainase asli atau drainase yang didisain. semua struktur sementara seperti tanggul sementara atau penyangga penguat. C. harus dibuang dalam satu cara sehingga tidak merusak jalan air. dan mempunyai kemiringan yang cukup menjamin limpasan bebas air permukaan. 6) Semua lubang galian bahan atau sumber bahan yang digunakan oleh Kontraktor harus ditinggalkan dalam kondisi yang rapih dan teratur dengan sisi dan talud yang stabil setelah pekerjaan selesai. 5) Ujung dari satu lubang galian bahan tidak boleh lebih dekat dari 2 meter dari kaki satu tanggul atau 10 meter dari bagian puncak satu galian. 2) Bahan-bahan yang dikumpulkan dari bangunan-bangunan sementara tersebut tetap menjadi milik kontraktor atau mungkin jika disetujui dianggap cocok oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Semua permukaan akhir urugan yang nampak keluar harus cukup halus dan seragam.1–30 . 3. harus dibongkar oleh Kontraktor setelah selesainya struktur permanen atau pekerjaan lain untuk mana galian itu telah dilaksanakan. Pembongkaran Bangunan Sementara 1) Kecuali diperintahkan lain oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1. lubang-lubang galian bahan diatas sisi jalan yang lebih tinggi. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. harus dibuat landai dan dibuat mengalirkan air untuk membawa semua air permukaan ke saluran tepi dan ke gorong-gorong di dekatnya tanpa terjadi genangan. disatukan ke dalam pekerjaan permanen dan dibayar dibawah item pembayaran yang relevan dimasukkan ke dalam Daftar Penawaran. 4) Di sisi daerah yang miring. 3) Setiap bahan galian yang dapat diizinkan sementara dipasang di dalam satu jalan air.

c) Urugan pilihan digunakan untuk kondisi tanah lunak seperti rawarawa. kemiringan dan ketinggian penampang melintang yang ditentukan atau disetujui. atau tanah yang selalu terendam air dimana diperlukan satu tanah urugan dengan plastisitas rendah (bahan 1-1-1. Definisi 1) Urugan yang dicakup oleh persyaratan-persyaratan bab ini di bawah satu atau Dua kategori.3 URUGAN 1. OL. Dalam hal tertentu. GP. 2) Pekerjaan tersebut tidak termasuk pemasangan bahan filter pilihan sebagai alas dasar untuk pipa atau saluran beton. mengangkut. atas petunjuk dari Pemberi Tugas. pengurugan kembali parit-parit atau galian disekeliling pipa atau struktur serta pengurugan sampai kepada garis batas. GM. a) Urugan biasa Material yang sesuai yang akan dipergunakan dalam spesifikasi ini mencakup semua material yang dalam klasifikasi test ASTM D 2487 dikenal sebagai GW. SP atau SM.1–31 . MH. seperti penimbuan kembali borrow pits atau timbunan diluar areal perkerasan/rencana perkerasan dan struktur. b) Urugan pilihan Material pilihan yang akan dipergunakan dalam bab ini mencakup material yang termasuk dalam klasifikasi GW. SW. CL. material (inorganik) yang diklasifikasikan sebagai SC. penempatan dan memadatkan tanah atas bahan berbutir yang disetujui untuk pembangunan pematang. ML. GC. Uraian 1) Pekerjaan ini terdiri dari mendapatkan. tanah payau. Material yang tidak sesuai adalah material yang menurut ASTM D2487 dikenal sebagai SC. MH dan CH dapat digunakan pada daerah timbunan yang tidak penting. B. atau sebagai bahan drainase porous yang disediakan untuk drainase di bawah permukaan. Umum A.SEKSI 2 . ML. Bahan-bahan ini dimasukkan dalam Spesifikasi-spesifikasi ini. OH dan PT. GP dan GM.

berbutir). d) Permukaan akhir talud pematang tidak boleh berbeda dari garis profil yang ditentukan lebih dari 10 cm. harus dipakai sebagai urugan biasa. dan mempunyai kemiringan yang cukup menjamin limpasan bebas alr permukaan. b) Ketinggian dan kemiringan akhir pematang tanah dasar dan bahu jalan. d) Urugan yang diperlukan untuk tujuan umum seperti diuraikan diatas dan tidak termasuk urugan pilihan. setelah pemadatan tidak boleh ada dua sentimeter lebih tinggi atau 2 cm lebih rendah dari yang ditentukan atau disetujui. pada Optimum Moisture 1-1-1. talud yang terjal atau tanah dasar harus ditimbun sampai ketinggian dan pemadatan yang tertentu. c) Pada daerah airstrip untuk lapisan teratas setebal 150 mm harus dipakai material timbunan tertentu yang sudah disetujui Pejabat Pembuat Komitmen. semua lapisan timbunan yang berada pada elevasi 1 m sampai dengan 3 m di bawah permukaan subgrade harus dipadatkan sekurang kurangnya 90% terhadap Maximum Dry Density Content. dan juga dimana stabilisasi tanggul. 2) Persyaratan Pemadatan untuk Urugan a) Kecuali untuk areal dimana akan dibuat konstruksi perkerasan. Urugan pilihan dari bahan sirtu dengan persyaratan t  1. c) Semua permukaan akhir urugan yang nampak keluar harus cukup halus dan seragam. 3) Toleransi Ukuran a) Semua timbunan yang lebih dari 30 cm dibawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95 % MDD pada OMC.1–32 . e) Timbunan tidak boleh dihampar dalam lapisan dengan tebal padat lebih dari 20 cm atau dalam lapisan dengan tebal padat kurang dari 10 cm. b) Semua timbunan dibawah struktur konstruksi sampai kedalaman 300 mm harus dipadatkan sampai mencapai 100% MDD pada OMC.8 ton/m3 dan sudut geser   20 .

bersama-sama dengan hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa bahan tersebut memenuhi Spesifikasi.2. dan membuang atau menambah bahanbahan yang diperlukan diikuti dengan pembentukan dan pemadatan kembali. dalam hal batas-batas kandungan kelembutan seperti yang ditentukan dan diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. masing-masing lapisan harus dipadatkan menyeluruh dengan peralatan pemadatan yang cocok dan memadai yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sampai kepada persyaratan-persyaratan kepadatan berikut : Lapisan-lapisan yang lebih dari 30 cm dibawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95% kepadatan kering standar maksimum yang ditetapkan sesuai AASHTO T99. Satu pernyataan mengenai asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan sebagai bahan urugan pilihan.4) Contoh-contoh a) Kontraktor halus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis hal-hal berikut ini paling sedikit 14 hari sebelum mulai digunakannya setiap bahan sebagai urugan : Dua contoh bahan dengan berat masing-masing 50 kg. salah satu dari bahan tersebut akan diterima oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebagai acuan selama jangka waktu kontrak. 6) Perbaikan Urugan yang Tidak Diterima atau tidak stabil a) Urugan terakhir yang tidak memenuhi penampang melintang yang ditentukan atau disetujui atau dengan toleransi permukaan yang ditentukan dalam tabel 2. harus diperbaiki dengan menggaruk bahan tersebut sampai kedalaman 15 cm atau seperti penebaran urugan. b) Urugan tidak boleh dipasang. 5) Penjadwalan Pekerjaan a) Bagian baru pematang landasan atau rekonstruksi harus dibangun setengah lebar.3. kecuali disediakan satu pengalihan sehingga jalan tersebut dijaga terbuka untuk lalu lintas pada setiap waktu. b) Urugan yang terlalu basah untuk pemadatan. Untuk tanah- 1-1-1. dihampar atau dipadatkan selama hujan atau dibawah kondisi basah dan pemadatan tidak dapat dikontrol. harus diperbaiki dengan membuat terurai permukaan tersebut.1–33 .

tanah yang berisi lebih dari 10% bahan-bahan yang tertahan diatas saringan 19 mm, maka kepadatan kering maksimum yang didapat harus disesuaikan untuk bahan-bahan oversize (kelewat besar) tersebut seperti diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Lapisan-lapisan di dalam 30 cm atau kurang, dibawah permukaan tanah dasar, harus dipadatkan sampai 100% kepadatan kering standar maksimum yang ditetapkan sesuai AASHTO T99.

0,3 = 100% OMC

0,3 – 0,7 m  95% OMC

1 – 3 m  90% OMC

-

Tergantung kepada jenis pelaksanaan dan persyaratan khusus Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, pengujian-pengujian kepadatan di lapangan dengan methoda kerucut pasir harus dilakukan di atas masing-masing lapisan urugan yang telah didapatkan, sesuai dengan AASHTO T191 (PB. 0103-76) dan jika hasil sesuatu pengujian menunjukan bahwa kepadatannya kurang dari kepadatan yang diminta, Kontraktor harus memperbaiki pekerjaan tersebut sesuai dengan kedalaman penuh lapisan dan dilokasi yang ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, yang tidak boleh berjarak lebih dari 200 m.

c)

Pemadatan urugan tanah harus dilakukan hanya bila kadar air bahan tersebut berada didalam batas 3% kurang dari kadar air optimum sampai 1% lebih dari kadar air optimum. Kadar air optimum akan ditetapkan sebagai kadar air dimana kepadatan kering maksimum dicapai bila tanah tersebut dipadatkan sesuai dengan AASHTO T99.

d)

Urugan timbunan harus dipadatkan dimulai pada ujung paling luar serta masuk ketengah dalam satu cara dimana masing-masing bagian menerima desakan pemadatan yang sama.

1-1-1.1–34

e)

Jika bahan urugan harus ditempatkan di atas kedua sisi sebuah pipa atau saluran beton atau struktur, pelaksanaannya harus sedemikian sehingga urugan tersebut dibentuk sampai ketinggian yang hampir sama di atas kedua sisi struktur.

f)

Terkecuali disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, urugan disekitar ujung satu box culvert tidak boleh ditempatkan lebih tinggi dari dasar dinding belakang atau kepala box culvert sampai bangunan atas dipasang.

g)

Urugan ditempat-tempat yang sulit dicapai oleh peralatan pemadatan harus ditempatkan dalam lapisan-lapisan horisontal dengan bahanbahan lepas ketebalan tidak melebihi 20 cm dan dipadatkan menyeluruh menggunakan mesin pemadat yang disetujui. Harus diberikan perhatian khusus untuk menjamin tercapainya pemadatan yang diterima di bawah dan di samping pipa-pipa, untuk mencegah rongga-rongga dan untuk menjamin pipa-pipa tersebut mendapat dukungan sepenuhnya.

2.

Pengendalian Mutu A. Test Laboratorium Test untuk kondisi kualitas bahan urugan harus dilaksanakan kedua-duanya untuk sumber pengadaan dan test ditempat seperti diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, untuk dapat memenuhi persyaratan-persyaratan Spesifikasi ini. Test Laboratorium berikut ini dijadikan rujukan (referensi). Tabel 2.3.1 Test Laboratorium Bahan Urugan ` ASTM D 421 ASTM D 422 ASTM D 427 ASTM D 854 ASTM D1556 ASTM D1557 ASTM D1883 ASTM D2167 ASTM D2217 Judul Singkat Dry preparation dari sample tanah Particle size analysis Shrinkage factors Specific Gravity tanah In-situ density, sand cone Moisture-Density relation (metoda D) Bearing Ratio of laboratory compacted In-situ density, rubber balloon Wet preparation dari sample tanah

1-1-1.1–35

ASTM D2487 ASTM D4318

Classification of soils Liquid Limit, Plastic Limit and Plasticity of soils

B.

Pengendalian Lapangan Test Pengendalian Lapangan berikut ini harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan Spesifikasi. Kontraktor harus menyediakan semua bantuan yang diperlukan dalam bentuk tenaga kerja, pengangkutan dan pengujian.

Tabel 2.3.2 Persyaratan Pengendalian Lapangan Test Pengendalian a. Pengujian kepadatan urugan padat  di lapangan (Test Kerucut Pasir) (AASHTO T 191) (SNI 03-1976-1990)  Untuk kepadatan pemasangan. Harus dilaksanakan setiap layer/lapis 20 cm dan untuk setiap 1000 m3 bahan timbunan sampai kedalaman penuh.  Urugan ditempatkan dalam lapisan di bawah formasi konstruksi, harus diuji setiap 200 m.  Untuk urugan kembali di sekeliling struktur atau di dalam parit goronggorong, paling sedikit satu test untuk setiap bagian urugan kembali selesai dipasang. b. Penentuan CBR Lapangan Urugan  Padat Dengan oleh m2. menggunakan alat CBR dan lapangan, di lokasi yang diminta Konsultan Pengawas Teknis dan dilakukan setiap 1000 dan Prosedur menentukan hubungan kadar air

c. Pengujian Test)

Permukaan

(Surface 

Permukaan kerataan

harus serta

diuji

untuk

ketepatan

1-1-1.1–36

2) Percobaan pemadatan merupakan suatu demonstrasi pekerjaan oleh Kontraktor untuk mendapatkan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen tentang metoda yang diusulkan. kemiringan dan ketinggian yang diperlukan. C. Pekerjaan percobaan ini tidak dibayar. dengan ketebalan yang sama tetapi dengan kadar air yang berbeda dengan : Sekurang kurangnya 10 lintasan dengan pneumatic tyred dengan berat yang akan ditentukan kemudian oleh Pejabat Pembuat Komitmen pada saat percobaan.kemiringan Jika perlu bagian yang kurang rata maupun kemiringan atau ketinggian kurang tepat maka tanahnya harus dibuang. Pejabat Pembuat Komitmen berhak memerintahkan Kontraktor untuk mengulanginya. Kontraktor harus menyerahkan metoda kerja pemadatan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapatkan persetujuan tentang cara kerja yang akan dilaksanakan. 1-1-1. dipadatkan lagi. Kontraktor harus menyampaikan semua hasil tes kepada Pejabat Pembuat Komitmen. Bilamana dalam demonstrasi tersebut kualitas yang dipersyaratkan tidak dapat dicapai. Percobaan Pemadatan 1) Sebelum pekerjaan pemadatan tanah dilakukan. ditimbun kembali. 4) Prosedur percobaan meliputi areal percobaan dengan luas tidak kurang dari 30 meter x 15 meter pada lokasi yang telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 3) Percobaan pemadatan termasuk tes laboratorium dan tes lapangan sesuai yang disyaratkan. sampai diperoleh kerataan. Kontraktor harus melaksanakan percobaan pemadatan dengan setiap material yang akan dipakai untuk timbunan baik itu material dari luar maupun dari hasil ekskavasi.1–37 .  Permukaan yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 12 mm jika ditest dengan tongkat lurus panjang 3 meter yang dilaksanakan sejajar tegak lurus dengan garis tengah.

3. maka Pejabat Pembuat Komitmen akan memberikan persetujuan terhadap metoda yang diusulkan Kontraktor. jumlah lintasan dan tebal hamparan sebelum dipadatkan. Untuk keperluan ini mungkin subgrade perlu dijenuhkan dengan air selama beberapa jam sebelum pekerjan percobaan pemadatan dilaksanakan. Usulan Kontraktor harus mencakup juga jumlah dan tipe peralatan. 7) Bila Pejabat Pembuat Komitmen berpendapat bahwa hasil pemadatan percobaan telah sesuai dengan yang dipersyaratkan. 8) Selanjutnya dalam pelaksanaan pekerjaan pemadatan Kontraktor harus tetap mengikuti prosedur yang telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen untuk setiap material yang akan dipadatkan dan hasil pemadatan harus memenuhi persyaratan. - Metoda lain persyaratan. 1-1-1. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan tanah sesuai dengan gambar dan persyaratan yang telah ditentukan. Pengukuran Volume urugan ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m3 untuk pekerjaan urugan. yang diusulkan Kontraktor untuk dapat mencapai 5) Dengan cara tersebut pemadatan maksimum yang dapat dicapai dengan kadar air dan peralatan tertentu. Kontraktor harus menyampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen usulan metoda pemadatan untuk setiap jenis material yang akan dipakai dalam pekerjaan. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan.1–38 . 6) Menindak lanjuti pemadatan percobaan. cara memperoleh kadar air yang diperlukan. 2. 9) Meskipun metoda dan rencana Kontraktor telah disetujui Pejabat Pembuat Komitmen. Bila Pejabat Pembuat Komitmen tidak menyetujui usulan Kontraktor maka Kontraktor harus menyerahkan secara tertulis amandemen usulan untuk pemadatan dan bila diperlukan mengadakan percobaan ulang. berat dan tekanan roda bila dipakai pneumatic tired roller.- Sekurang kurangnya 10 lintasan menggunakan peralatan lain sesuai petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen.

Tanah dasar tersebut meluas sampai lebar penuh dasar konstruksi seperti ditunjukkan pada gambar. 2) Gorong-gorong. sebelum penyiapan tanah dasar dimulai. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari menyiapkan tanah dasar yang langsung terletak di bawah konstruksi landasan. Toleransi Ukuran 1) Kemiringan dan ketinggian akhir setelah pemadatan. dan sampai disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. dalam keadaan siap menerima struktur perkerasan atau bahu landasan. B. Pengendalian Lalu Lintas 1) Pengendalian lalu lintas harus dilakukan oleh kontraktor sesuai dengan persyaratan umum kontrak. galian batu atau diatas bahan filter porous. Umum A. selama pelaksanaan pekerjaan dan Kontraktor harus melarang lalu lintas tersebut bilamana mungkin dengan menyediakan satu jalan pengalihan atau pembangunan setengah lebar. Penjadwalan Pekerjaan 1) Semua pekerjaan drainase tepi jalan disebelah tanah dasar harus diselesaikan dan dapat berfungsi sampai satu tingkat yang dapat menyediakan drainase yang efektif bagi limpasan air permukaan dari tanah dasar selama hujan ataupun sebagian hasil banjir dari daerah sekitarnya. timbunan pilihan.SEKSI 2 – 4 PENYIAPAN TANAH DASAR 1. dan dapat dibentuk di atas timbunan biasa. D. 2) Permukaan akhir tanah dasar akan dibuat miring melintang jalan seperti yang ditetapkan atau ditunjukkan pada gambar dan dibuat cukup rata serta seragam untuk menjamin limpasan air permukaan yang bebas. C. 1-1-1. 2) Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap semua konsekwensi lalu lintas yang dizinkan lewat di atas tanah dasar. pipa porous dan bangunan-bangunan kecil lainnya yang diletakkan di bawah tanah dasar harus diselesaikan sepenuhnya dengan urugan padat. tidak boleh berbeda satu sentimeter lebih tinggi atau lebih rendah dari pada yang ditetapkan atau diatur di lapangan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.1–39 .

setiap alur bebas roda.1–40 . Pemadatan Tanah Dasar Pemadatan lapisan tanah di bawah permukaan tanah dasar harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan spesifikasi yang diberikan pada Sub Bab sebelumnya. dan harus dipasang seperti yang ditetapkan pada Bab sebelumnya. 3) Kontraktor akan memperbaiki sebagaimana diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 3. Bilamana diminta oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis ketinggian lapangan harus diperiksa dengan alat survai ketinggian. Pekerjaan tersebut akan dimasukkan untuk pembayaran di bawah bab ini. dan Seksi "Urugan". 2. timbunan pilihan atau galian tanah dasar yang ada.Perbaikan Penyiapan Tanah Dasar yang Tidak Diterima 1) Persyaratan yang ditetapkan dalam Seksi "Galian". terkecuali Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis menganggap kerusakan-kerusakan tersebut disebabkan oleh kelalaian kontraktor. harus diterapkan untuk semua penyiapan tanah dasar dimana relevan (berkaitan). C. Kontraktor harus menyediakan dan menggunakan mal logam dan mistar logam untuk memeriksa punggung atau kemiringan melintang. Bahan-bahan Bahan tanah dasar dan kualitasnya harus sesuai dengan persyaratan yang berkaitan untuk timbunan biasa. Bahanbahan yang digunakan dalam masing-masing keadaan harus seperti diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.E. Penyiapan Lapangan Penggalian dan pengurugan untuk tanah dasar harus seperti yang ditetapkan pada Bab sebelumnya spesifikasi ini. 2) Kontraktor akan memperbaiki atas biaya kontraktor sampai disetujui Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pelaksanaan Pekerjaan A. B. Spesifikasi-spesifikasi ini : 1-1-1. gundukan dan kerusakan-kerusakan lain yang diakibatkan oleh lalu lintas atau tenaga kerja kontraktor atas tanah dasar yang sudah selesai. atau dari kebanjiran ataupun kasus alami lainnya. setiap kemerosotan tanah dasar disebabkan oleh kekeringan dan retak-retak.

1-1-1. Pengukuran Banyaknya pembersihan serta pembongkaran ditentukan dalam meter persegi. perlu dipasang bahan perbaikan tanah dasar bawah atau bahan timbunan pilihan sampai ketebalan yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. CBR minimum untuk tanah dasar sesuai gambar rencana yang disesuaikan dengan lokasi landasan yaitu minimal 6 %. 5. dan alat-alat . Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. volume dari pohon.1) Lapisan-lapisan yang lebih dari 30 cm di bawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95% kepadatan kering maksimum yang ditetapkan sesuai dengan AASHTO T99. Banyaknya tanah bagian teratas yang dikupas ditentukan dalam meter persegi. ukuran cm dari pohon. 6. akan dibayar menurut schedule dari ukuran pohon. perlengkapan. Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. Bilamana hal ini tidak dapat dicapai. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak per meter-persegi untuk clearing. dan sampai permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum. perlengkapan. dan yang diperlukan. Untuk pembersihan pohon. Volume dari clearing dan gubbing ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m2 untuk pekerjaan tanah clearing dan grubbing. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak untuk clearing pohon. Pengendalian Mutu Pengujian-pengujian kualitas untuk kepadatan di lapangan dan daya dukung harus dilakukan untuk setiap 200 m panjang sesuai dengan persyaratan spesifikasi Seksi sebelumnya. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. dari hasil pembersihan serta pembongkaran yang sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu.1–41 . 2) Lapisan-lapisan yang berada pada 30 cm atau kurang. dan yang diperlukan. 4. dan hasil pengupasan sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu. ditentukan menurut ukuran diameter. dan alat-alat .

1-1-1.1–42 .

III. PEKERJAAN KONSTRUKSI

SEKSI 3 – 1 GRANULAR BASE COURSE

1.

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang tercakup dalam pasal ini terdiri dari melengkapi semua perlengkapan, peralatan, bahan dan kerja serta melaksanakan semua pelaksanaan yang berhubungan dengan pembangunan base course, setebal sesuai dengan persyaratan kontrak, spesifikasi serta gambar yang dapat digunakan dan disetujui.

2.

Bahan Aggregate harus terdiri dari batu pecah, fine aggregate yang merupakan hasil screening yang diperoleh dari pemecahan batu (minimum pecah 3 sisi). Batu pecah dari batu gunung, batu kali yang dipecah sedemikian hingga butirannya yang ukurannya sesuai dengan persyaratan dan harus bebas dari kelebihan bahan bahan yang gepeng/ flat, panjang / elongated, lunak atau hancur, kotor dan bahan lainnya yang tidak diinginkan. Gradasi itu harus memenuhi persyaratan gradasi limit seperti tabel dibawah ini : Tabel 3.1.1 Gradasi Agregat Base Course % Lapisan bobot Saringan A.S.T.M 3” 3” 1.5” ¾” 3/8” No. 4 No. 8 No. 40 No. 200 100 80100 60100 4560 3050 normal size of aggregate 1.5” 100 100 80100 6580 4060 30-

1-1-1.1–43

2040 1030 010 *Digunakan ukuran agregat maksimum 1,5” A. Agregat

50 1530 0-10

Cara yang dipakai dalam menghasilkan batu pecah adalah sedemikian rupa sehingga hasil pemecahannya adalah mempunyai gradasi yang sama/ sesuai. Pemecahan itu harus menghasilkan bahan pecah yang mempunyai gradasi dengan syarat, bahan tersebut semuanya tertinggal disaringan No. 4 dan yang harus sekurang - kurangnya 90 % berat mempunyai satu muka bidang pecah. Apabila perlu, batu pecah itu harus disaring sebelum dipecah untuk memenuhi persyaratan ini. Semua bahan yang mutunya rendah harus dibuang. Batu pecah harus terdiri dari bahan yang keras, awet / tahan aus, dan tidak mempunyai bagian yang panjang /elongated, lunak/soft atau hancur serta harus bebas dari kotoran - kotoran bahan - bahan lain yang tidak diinginkan tidak lebih dari 5 % dan harus mempunyai nilai Los Angeles Abrassion test 40 % setelah 500 putaran seperti yang ditentukan oleh ASTM C 131 - 81 Los Angeles Roller Test (Abrassion test). Bahan - bahan pecahan tidak boleh menunjukan kenyataan akan hancur atau menunjukan satu total kehilangan yang lebih besar dari 12% jika dikenakan 5 putaran / cycles dari pada sodium sulphate Accelerated Soundness Test dengan menggunakan ASTM C - 88 - 76. Semua bahan yang lolos saringan No. 4 yang dihasilkan dalam proses pemecahan, baik kerikil maupun batu kali, harus disatukan dalam bahan base kecuali jika terdapat satu jumlah yang berlebihan yang apabila dimasukan tidak akan memenuhi persyaratan gradasi. B. Bahan Halus Tambahan Apabila bahan halus tambahan, melebihi dari bahan yang memang terdapat dalam bahan base course, perlu untuk membentuk gradasi bagi pembuatan dari pada gradasi yang dispesifikasikan, atau untuk pengikatan bahan base, atau untuk penggantian kepadatan tanah dari pada bahan yang tertapis dengan

1-1-1.1–44

saringan No.40, maka bahan tersebut dicampur secara seragam dan diaduk dengan bahan base course pada mesin pemecah atau oleh sebuah mesin yang diuji. Tidak akan ada pekerjaan ulangan dari pada bahan base course ditempat untuk memperoleh gradasi yang dispesifikasikan. Bahan halus tambahan untuk maksud ini harus diperoleh dari pemecahan batu kali atau kerikil.

1-1-1.1–45

dimana 1-1-1. Trial Compaction Sebelum dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus melakukan uji pemadatan di luar area yang akan dikerjaan dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Bahan itu akan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang seragam dan memuaskan. Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen. sebelum pelaksanaan itu dimulai. Operasi Dalam PITS dan Quarries Semua pekerjaan yang ada sangkut pautnya dengan pembersihan/ clearing dan pengupasan/ striping fidder quarries dan pits termasuk pembuangan bahan-bahan yang tidak diinginkan harus dilakukan oleh Kontraktor atas biaya sendiri. 5. 4.1–46 .Tabel 3. Perlengkapan Semua perlengkapan yang diperlukan untuk pelaksanaan-pelaksanaan ini harus dalam keadaan siap (tersedia) untuk bekerja dan telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Uji pemadatan dimaksudkan untuk mengetahui jumlah lintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan dan CBR sesuai dengan yang disyaratkan.1.2 Kondisi Kualitas Untuk Bahan Base Course Uraian CBR CBR terendam Kehilangan putaran) Campuran lempung dan butir – butir mudah pecah dalam agregat Perbandingan % lolos #200 dan No. 40 Soundness Tes (Sodium Sulphate) Maksimum 5% berat karena Abrasi (500 Batas Tes Minimum 90% Minimum 80% Maksimum 40% Maksimum 5% Maksimum 12% 3.

atau sebab-sebab lainnya. Mempersiapkan Lapis Base Course Lapis Base course harus diuji dan diterima baik oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebelum kegiatan penempatan /placing dan penghamparan/ spreading material base coourse dimulai. A. Harus dijaga benarbenar supaya bahan dari underlying course tidak tercampur teraduk dengan bahan aggregate base.1–47 . Selanjutnya dari hasil uji pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan. Tidak diadakan penghamparan kecuali jika telah disetujui. Pemeriksaan mengenai kemiringan antara tepi-tepi lapisan perkerasan/ pavement harus memakai grade stakes. steel pins atau mal-mal yang ditempatkan pada jalurjalur yang sejajar dalam garis tengah lapisan teratas itu dan berselang-seling yang cukup untuk menutup garis tali atau check boards ditempat antara stakes.perbedaan tiap segmen adalah pada jumlah lintasan pemadatan. Bahan itu harus dibentuk menjadi bagian yang sama / uniform section. maka dijadikan dasar dalam pelaksanaan. pins atau mal-mal dimaksud. Untuk melindungi base course dan untuk menjamin pengaliran air/drainage yang baik. dan dalam jumlah tertentu untuk mencapai tebal lapisan aggregate base serta kepadatan sesudah dipadatkan. harus diperbaiki dan digilas sampai benar-benar padat sebelum base course ditempatkan diatasnya. 6. Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan. 1-1-1. Setiap tempat bekas roda kendaraan atau bagian yang lunak. Pelaksanaan Penghamparan Bahan aggregate base harus ditempatkan di underlying course sedemikian rupa untuk memperoleh adukan base yang sesuai dengan susunan gradasi dengan kadar air yang disyaratkan. penebaran base akan dimulai sepanjang garis tengah landasan atau taxiway pada bagian yang tertinggi atau pada sisi lapisan teratas yang tertinggi dengan kemiringan satu jurusan. atau perbaikan kecil. maka uji pemadatan dapat di ulang kembali. yang tampak dikarenakan keadaan pengaliran air/drainase kurang baik. Pejabat Pembuat Komitmen akan menguji adukan untuk menetapkan bahwa pengadukan tersebut lengkap dan lagi memuaskan dan kadar air yang telah sesuai dengan persyaratan harus dijaga benar-benar sebelum pemadatan dimulai.

B. C. Setiap pembasahan (penambahan air) yang dianggap perlu harus dijaga berada dalam batas-batas ini. Selama pekerjaan penempatan dan penebaran berlangsung. subbase atau shoulder dalam adukan / aggregate base. Gradasi aggregate yang sudah ditebarkan harus seragam dan tidak mengandung pemecahan. Kontraktor diwajibkan mengadakan test untuk menetapkan kepadatan maksimum serta kadar air yang dari pada aggregate base itu. Pneumatic Tire Roller dan Vibro Roller sampai benar-benar padat dan jika perlu dengan penambahan air.1–48 .pemecahan atau unsur-unsur bahan yang halus ataupun kasar pada suatu tempat. Penggilasan harus berlangsung bertahap dari tepi-tepi ke pusat jalur yang sedang dilaksanakan dari satu sisi menuju ke arah bahan yang telah ditebarkan sebelumnya dengan overlapping uniformly tiap jejak roda belakang yang terdahulu dengan setengah lebar jejak semacam itu dan seterusnya sampai daerah lapisan seluruhnya selesai digilas oleh roda belakang. Harus disediakan mesin penggilas dalam jumlah yang mencukupi untuk pelaksanaan yang memuaskan bagi pemadatan bahan yang telah ditempatkan / dihamparkan seperti disyaratkan di atas. Penyelesaian Pemadatan Konstruksi base coure dikerjakan berlapis-lapis tersebut sedemikian dapat mencapai struktur yang homogen. Bahan aggregate base harus mempunyai kadar air yang memuaskan pada saat pengilasan dimulai. Penggilasan harus berlangsung terus menerus sampai batu 1-1-1. Aggregate dimaksudkan tidak boleh ditebar melebihi 1500 meter persegi sebelum digilas. lurus kemiringan dan cross section sampai adukan ini dalam keadaan yang baik untuk pemadatan. maka disyaratkan untuk mencegah tercampurnya bahan untuk subgrade. Tiada bahan apapun boleh ditempatkan dipemukaan yang lunak atau berlumpur. dan sama.Apabila perlu. kecuali diperkenankan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. aggregate base harus digaru hingga diperoleh permukaan yang rata. kemudian dipadatkan dengan menggunakan Smoothwheel Rollers dengan berat 8 – 12 ton. Setiap perbedaan kecil harus dibetulkan dengan pembasahan (penambahan air) jika dipandang perlu. Cara Pemadatan Lapisan aggregate harus dilaksanakan berlapis-lapis yang tebal setiap lapisannya tidak boleh kurang dari 6 cm atau lebih tebal dari 10 cm.

Sepanjang tempat yang tak dapat dimasuki mesin penggilas. D.1–49 . menurut pendapatnya perbaikan semacam itu menimbulkan kerusakan. Penggarukan dan penggilasan harus dilakukan ganti bergantian menurut keperluan atau petunjuk agar memperoleh base course itu tidak akan digilas apabila underlying course lunak atau ada pemindahan / pergerakan pada agregate basenya. kepadatan yang tidak rata. harus dalam jumlah serta peralatan yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Setiap kerusakan yang ditimbulkan pada lapisan aggregate base karena kegiatan alat perlengkapan melalui base course itu harus diperbaiki oleh kontraktor melalui biaya sendiri. menurut keperluan. Penambahan air yang selama penggilasan apabila perlu.itu benar-benar tersusun baik. bahan base course ditumpuk sungguh-sungguh dengan alat-alat tumbuk mekanis (mechanical tampers). Pada umumnya. 1-1-1. Apabila penggilasan itu menghasilkan ketidakrataan melebihi 10 mm jika diuji dengan tongkat lurus 3 meter. dan akhirnya digilas. asal tidak menimbulkan kerusakan dan perlengkapan semacam itu berjalan melalui seluruh lebar lapisan aggregate base untuk menghindari roda kendaraan. Perlindungan/Protection Pekerjaan pada lapisan aggregate base tidak boleh dilakukan apabila subgradenya basah. peralatan untuk keperluan perbaikan kecil boleh jalan melalui bagian-bagian lapisan aggregate base yang telah selesai. kemudian ditimbuni dengan bahan yang sama dipakai untuk pembuatan lapisan itu. akan tetapi Pejabat Pembuat Komitmen akan berwenang penuh untuk memberhentikan semua perbaikan kecil yang meliputi lapisan aggregate yang sudah selesai atau yang sebagian selesai apabila. maka permukaan yang tidak rata harus dibongkar. celah-celah antara bahan dikurangi sampai jumlah minimum sehingga gerakan batu didepan penggilasan penggilasan tidak kelihatan lagi. Penggilasan harus berlangsung terus sampai bahan base selesai dipadatkan mempunyai kepadatan tidak kurang dari 100% dari kepadatan seperti yang ditetapkan oleh ASTM D-1557 dan minimal mempunyai nilai CBR 80 %.

menggilas. Pengendalian Lapangan Test Pengendalian lapangan harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan spesifikasi harus dikerjakan oleh kontraktor dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Laporan hasil uji kepadatan lapangan. kontraktor harus melakukan semua pekerjaan pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga agar lapisan aggregate base tetap dalam keadaan yang memuaskan untuk priming.1–50 .rata pada keseluruhan dalam lapisan agregate base kurang dari 80 % dari kadar air optimum campuran aggregate base. Setelah priming maka permukaan harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari bahan yang tidak diinginkan. Apabila pembersihan dianggap perlu atau apabila prime coat terganggu. Apabila kesusutan base lebih dari 10 mm Kontraktor harus memperbaiki daerah-daerah itu dengan cara mengupas menambah campuran base yang memadai. Kontraktor harus mengganti atas biayanya. permukaan lapisan aggregate base mengering itu harus dijaga agar tetap basah dengan menambah air sampai saat prime coat digunakan.E. Berikut persyaratan pengendalian di lapangan. Lapisan aggregate base harus dalam keadaan kering setiap saat. Pemeliharaan Setelah lapisan aggreate base selesai. atas bahan base ditempat-tempat yang dibor untuk keperluan pengetesan. membuat bentuk kembali dan menyelesaikan sesuai dengan persyaratan teknis pelaksanaan ini. Sebelum persiapan dimulai untuk penggunaan lapisan berikutnya lapisan aggregate base harus dibiarkan mengering hingga kadar air rata . Pengeringan tidak boleh berlangsung sedemikian lamanya hingga permukaan lapisan aggregate base menjadi berdebu dengan akibat kehilangan unsur pengikat. 3. harus memuat tentang titik koordinat dan elevasi hasil pengujian tersebut. Apabila selama masa pemulihan. maka pekerjaan yang bersifat memulihkan harus diadakan atas biaya kontraktor sendiri. 1-1-1.

visual dan ketebalan Dilakukan untuk setiap 200 panjang lapisan Base Course yang dipasang b.1–51 . Lapis Base Course ( Test Kerucut pasir) AASHTO T 191. PB0103-76 Harus dilakukan untuk dan tiap 20 setiap 1000 m2 cm. kurang kurang rata tepat maupun kemiringan atau digaru tanahnya. untuk tebal lapis pekerjaan kepadatan test laboratorium kepadatan maksimum. sampai diperoleh kerataan serta kemiringan dan ketinggian yang diperlukan. 1-1-1. Ketebalan Course dan keseragaman Base Prosedur Pemeriksaan pengukuran setiap hari.1. menentukan dengan kepadatan untuk kering membandingkan terhadap c.Tabel 3. Penentuan CBR di tempat lapis Base Course Dengan menggunakan field CBR dan dilaksanakan minimum setiap 1000 m2 area runway pada lapis akhir/final levell d.3 Persyaratan Pengendalian Lapangan Test Pengendalian a. kembali. Test Kepadatan di tempat. Pengujian permukaan / Surface Test Permukaan untuk harus diuji serta kerataan ketepatan kemiringan dan tinggi tiap bagian yang terdapat ketingian harus dibangun dipadatkan lagi.

e. Toleransi ketebalan ± 1 cm terhadap tebal design 4.Permukaan yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 12 mm jika ditest dengan tongkat lurus dari 3 meter yang dilaksanakan sejajar serta tegak lurus dengan garis tengah. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Ukuran Jumlah bayaran harus ditatapkan dengan menghitung banyaknya jumlah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan.1–52 . 5. 1-1-1.

material halus secara alami berasal dari pemecahan agregat sendiri. memenuhi gradasi. Cetakan samping harus dibuka sebelum lajur disampingnya dibuat. pencampuran. penghamparan dan pemadatan aggregate. atau hasil daur ulang dapat dicampurkan kedalam material base sepanjang memenuhi persyaratan gradasi. Pekerjaan ini meliputi penyediaan. B. Bahan A.1–53 . Cement Treated Base harus dibuat dalam satu deretan dari lajur paralel. 2) Gravel yang dipecah maupun yang tidak dipecah harus merupakan batuan yang keras. disaring dulu. memenuhi kualitas. 5) Gradasi harus memenuhi batasan dalam tabel berikut ini apabila diuji dengan metoda ASTM C 136 dan ASTM D 75 Bila perlu guna memenuhi persyaratan atau mengeliminasi kelebihan partikel halus. dan tidak mengandung batuan pipih.SEKSI 3 – 2 CEMENT TREARED BASE COURSE 1. Lingkup Pekerjaan A. Sambungan konstruksi memanjang harus dicetak dengan cetakan sementara yang dipasang sesuai ketinggian dan kemiringan yang dipersyaratkan sedemikian sehingga memungkinkan pemadatan dan penyelesaiannya. 3) Metoda yang dipakai untuk memproduksi batu pecah harus dapat menghasilkan produksi yang konsisten. semen dan air sehubungan dengan persyaratan dalam spesifikasi ini dan harus sesuai dengan dimensi dan potongan melintang yang tertera dalam gambar serta garis dan kemiringan yang ditentukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Agregat 1) Aggregate yang dipakai dapat dari batu pecah. 2. memanjang. hasil pecahan 1-1-1. bebas dari kotoran dan material lain yang tidak layak untuk konstruksi. 4 hasil dari pemecahan batu. tahan terhadap keausan. 4) Semua material yang lolos saringan No. gravel.

sampai halus.2. 6) Gradasi dalam tabel tersebut adalah batasan yang menentukan kelayakan agregat yang dapat dipakai sebagai sumber material.100 25 .75 mm) No.4 mm) bila digunakan sebagai lapis pondasi perkerasan beton semen.1 Gradasi Agregat Untuk CTB Persentase Lolos Saringan Ukuran Saringan 2 in (51 mm) No. potongan potongan kayu dan plastik harus dibuang dari agregat base.1–54 . 7) Bagian dari agregat base.50 0 . 40 (450 ìm) No.Tabel 3.35 1 Ukuran agregat maksimum 1 in (25. lanau.80 10 . gypsum. 10 (1. 40 harus mempunyai Liquid Limit tidak lebih dari 25 % dan Plasticity Index lebih dari 6 % apabila diuji dengan metoda ASTM D 423 dan ASTM D 424.80 mm) No. Gradasi akhir ditentukan berdasarkan batasan tabel tersebut dan harus merata dari kasar Tabel 3.100 37 .80 15 . 4 (4.2 Syarat-syarat Kualitas Agregate CTBC Jenis Pengujian Batas Penguji an Indeks Plastisitas Kehilangan berat karena Abrasi 500 putaran 0–6% 0 – 35 % Hasil kali indeks Plastisitas dengan prosentase lolos 75 micron 25 % 1-1-1. 80 (210 ìm) Gradasi A 100 1 Gradasi B 100 1 45 .100 45 . 8) Material yang tidak layak seperti lempung.25 55 .2. termasuk material yang dicampur yang lolos saringan No.

Sample yang dipadatkan pada OMC akan ditentukan kuat desaknya (compressive strength) sesudah 7 hari dan direndam selama 24 jam. Air Air yang dipakai untuk mencampur dan mengawetkan adukan harus bersih. minyak. C. harus diadakan tes laboratorium terhadap contoh agregat. Semen Portland Semua Portland yang dipakai harus dari merek yang sudah lazim dipakai di Indonesia dan memenuhi persyaratan ASTM C 150 untuk semen tipe I. Sebelum pekerjaan dimulai. Kadar Semen A. 3. semen dan air untuk menentukan jumlah semen yang diperlukan guna memenuhi persyaratan.Batas Cair 0 – 25 % Bagian yang lemah CBR 0–2% Minimal 100 Soundness Rongga dalam Agregat Mineral pada kepadatan minimum <9% Minimal 14 B. C. B. Kadar semen yang akan dipakai adalah kadar semen terhadap berat yang menghasilkan karakteristik kuat laboratorium pada 7 hari tidak kurang dari 1-1-1. alkali. Kadar semen harus ditentukan berdasarkan percobaan laboratorium (laboratory test) dan percobaan campuran (trial mix). Spesimen tes dibuat dengan kadar semen berbeda beda dan dipadatkan sesuai ASTM D 1557 dan kadar air optimum ditentukan untuk setiap kadar semen. asam. bahan-bahan organik. garan atau kotoran lainnya yang merugikan. tidak mengandung bahan-bahan yang dapat mengurangi kualitas seperti lumpur. Dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen semen dengan additive puzzolan mungkin dipakai dengan syarat kandungan puzzolan tidak lebih dari 30 % berat.1–55 .

2.1–56 . Kontraktor harus melakukan uji pemadatan di luar area yang akan dikerjaan dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Selanjutnya dari hasil uji pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan. berdasarkan tes terhadap sekurang kurangnya 6 silinder.52 kg/cm2. Karakteristik kuat desak ditentukan dengan rumus X6 – 1 x Sd6 dimana. maka dijadikan dasar dalam 54 120 ASTM D 1633-63 Metode Penguj ian 1-1-1.3 Persyaratan Hasil Pelaksanaan Pengujian Batas – Batas Kekuat an Kuat Tekan (tes silinder) Kg/cm2 7 Hari 28 Hari CBR % Min. Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen. dimana perbedaan tiap segmen adalah pada jumlah lintasan pemadatan. X6 = rata rata dari 6 tes Sd6 = standar devisi dari 6 tes Tabel 3.100 AASHTO T 19372 4. Trial Compaction Sebelum dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan. Uji pemadatan dimaksudkan untuk mengetahui jumlah lintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan dan CBR sesuai dengan yang disyaratkan.

Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan. 5. untuk tebal lapis pekerjaan kepadatan test laboratorium kepadatan maksimum. maka uji pemadatan dapat di ulang kembali. Pengujian permukaan / Surface Test Permukaan harus diuji 1-1-1. Lapis Base Course ( Test Kerucut pasir) AASHTO T 191. visual dan ketebalan Dilakukan untuk setiap 200 panjang lapisan CTB yang dipasang b. menentukan dengan kepadatan untuk kering membandingkan terhadap c. PB0103-76 Harus dilakukan untuk dan tiap 20 setiap 1000 m2 cm.4 Persyaratan Pengendalian Lapangan Test Pengendalian a. Test Kepadatan di tempat.2. Pengendalian Lapangan Pengujian-pengujian pengendalian lapangan berikut ini harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan Spesifikasi. harus dilaksanakan oleh Kontraktor di bawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Tabel 3.1–57 .pelaksanaan. Membuat lubang uji dan pengisian kembali dengan bahan CTB dipadatkan dengan baik. Penentuan CBR di tempat lapis Base Course Dengan menggunakan field CBR dan dilaksanakan minimum setiap 1000 m2 area runway pada lapis akhir/final levell d. Laporan hasil uji kepadatan lapangan. Ketebalan dan keseragaman CTB Prosedur Pemeriksaan pengukuran setiap hari. harus memuat tentang titik koordinat dan elevasi hasil pengujian tersebut.

quarry yang telah disetujui. Peralatan 1) Semua peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini harus dalam kondisi baik dan harus sudah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebelum pekerjaan dimulai. 1-1-1. B. Batasan Cuaca Cement Treated Base tidak boleh dihampar pada waktu hari hujan. e. yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 10 mm jika ditest dengan tongkat lurus dari 3 meter yang dilaksanakan sejajar serta tegak lurus dengan garis tengah. Metode Pelaksanaan A.1–58 . Pekerjaan di Pit dan Quarry Material diperoleh dari borrow pit. C.untuk kerataan serta ketepatan kemiringan dan tinggi tiap bagian yang terdapat ketingian harus dibangun dipadatkan lagi. kembali. kurang kurang rata tepat maupun kemiringan atau digaru tanahnya. sampai diperoleh kerataan serta kemiringan dan ketinggian yang Permukaan diperlukan. material harus diambil untuk ditangani sedemikian rupa sehingga material yang didapat seragam dan sesuai dengan yang diharapkan. Toleransi ketebalan ± 5 mm terhadap tebal design 6.

Cetakan dan Penghamparan 1) Penghamparan Cement Treated Base dapat dilaksanakan dengan menggunakan cetakan atau dengan menggunakan alat penghamparan tanpa cetakan samping. 6) Persiapan Lapisan Bawah Hamparan (Underlying Course). D. 4) Lapisan dibawah lapisan teratas dapat dihampar dengan menggunakan motor grader. atau mal (forms) yang ditempatkan berupa lajur lajur sejajar dengan sumbu dari perkerasan (landasan. lapisan teratas dari cement treated base harus dihampar dengan menggunakan menchanical paver.2) Kontraktor harus menyediakan air dilokasi dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan ini. b) Lapisan bawah ini harus sudah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebelum penghamparan dimulai. dalam interval sedemikian sehingga memungkinkan benang-benang dapat direntang diantara stakes. c) Pengecekan ketinggian dan kemiringan hamparan dapat dilakukan dengan grade stakes. 3) Peralatan untuk melaksanakan pekerjaan ini harus mempunyai kapasitas yang cukup untuk mencampur material/ agregat + semen dan air dengan proporsi sedemikian sehingga dapat dihasilkan cement treated base course dengan gradasi dan konsistensi sesuai persyaratan. a) Sebelum cement treated base dihampar. atau mal tersebut. elevasi dan kemiringan sesuai gambar 1-1-1. panjang minimum adalah 3 meter dan harus mempunyai ketebalan sama dengan tebal padat base course dan dapat menghasilkan alignment yang bagus. taxiway. steelpins. 3) Agar ketinggian dan kemiringan sesuai persyaratan dan gambar dapat terpenuhi. pins. jalan dsb). 2) Bila menggunakan cetakan kayu atau metal. 5) Bila Kontraktor menggunakan alat penghampar.1–59 . lapisan dibawahnya harus disiapkan sesuai yag dipersyaratkan. Cetakan harus ditempatkan sesuai dengan garis. power shovel atau peralatan yang sejenis. rencana. peralatan dan supply material harus mampu menghampar dan memadatkan dalam ketebalan dan kontur yang memenuhi persyaratan.

semua harus dituangkan sedemikian sehingga dapat terdistribusi merata dalam agregat selama pencampuran (mixing). Air tidak boleh dituang sebelum Satu tempat berisi agregat yang tertinggal diatas saringan No. 4) Bagian dalam mixer harus selalu dibersihkan sehingga tidak ada sisi campuran yang mengeras yang tertinggal didalamnya. Perbandingan agregat dan semen dapat berdasarkan berat ataupun volume. 7) Waktu mixing dalam continous plant tidak boleh kurang dari 30 detik. 1-1-1. 5) Apapun plant yang digunakan. dapat sistem batching maupun menerus (continous). kecuali bila dapat dibuktikan bahwa dengan waktu kurang ldari 30 detik persyaratan kadar semen dan kuat desak dapat dicapai secara konsisten. E.d) Untuk melindungi lapisan bawahnya (underlying course) dan agar drainase berfungsi dengan baik. 4 dan tempat satunya lagi berisi agregat yang F. lolos saringan No.1–60 . agregat masuk kedalam mixer. Pencampuran 1) Cement Treated Base harus dicampur di mixing plant sentral. penghamparan CTB harus dimulai dari tengah pada perkerasan yang berbentuk punggung (crowned) atau pada bagian tertinggi pada perkerasan yang miring kesatu arah. Peralatan pencampuran ini harus dilengkapi dengan alat pengukur sehingga Pejabat Pembuat Komitmen dapat mencek jumlah air per batch atau debit aliran pada continous plant. 2) Agregat untuk CTB harus dipisahkan paling tidak dalam dua ukuran dan setiap ukuran harus disimpan terpisah. 3) Dalam semua mesin pengaduk proses air dapat berdasarkan berat atau volume. Apabila permukaannya kering maka harus dibasahi secukupnya akan tetapi tidak boleh sampai menyebabkan lapisan bawah tersebut menjadi lumpur pada saat campuran akan diletakkan. 6) Pemasukan material kedalam batching plant atau tingkat pemasukan (rate of feed) dalam continous mixer tidak boleh melebihi kapasitas mixing plant. Penempatan 1) Penggunaan mixer dengan cara penugasan yang diluncurkan (chute) diijinkan bila dengan cara ini dapat dijamin tidak terjadi segragasi. 4. 2) Pada lampiran bawahnya (underlying course) sudah tidak terdapat alur alur atau bagian bagian yang lunak.

3) Truk untuk transport campuran base course ini harus dilengkapi dengan tutup pelindung (protective cover). ketepatan serta keseragaman tebal dan lebar. dicapai kepadatannya yang diminta. sesudah pemadatan material base dirapikan (trimmed) dengan motor grader sesuai dengan ketinggian yang tertera dalam gambar. 5) Penyelesaian harus sampai permukaan lapisan sesuai dengan gambar potongan melintang dengan toleransi ± 10 mm diatas atau dibawah permukaan rencana dan bila diuji dengan batang lurus sepanjang 3 meter 1-1-1. 4) Bilamana perlu. Pemadatan 1) Segera sesudah dihampar. material base harus dipadatkan dan tenggang waktu antara penghamparan dan penyelesaian rolling terakhir tidak boleh lebih dari 45 menit agar dapat dicapai kepadatan optimum. lapisan yang akan ditumpangi harus dibasahi 7) Tenggang waktu antara mixing dan penghamparan tidak boleh lebih dari 30 menit. 2) Alat pemadat (roller) yang harus tersedia dalam jumlah dan kapasitas yang cukup agar spesifikasi terpenuhi antara lain vibro roller. 4) Material base harus dihampar diatas underlaying course yang telah disiapkan dengan ketebalan sedemikian sehingga bila dipadatkan permukaannya sesuai dengan ketinggian dan dimensi yang dipersyaratkan. Kapasitas truk sekurang kurangnya 10 ton. meletakkan lapisan berikutnya. secukupnya agar terjadi ikatan yang kuat. 3) Rute peralatan pemadatan harus direncana secara seksama untuk menghindari terjadinya alur alur akibat jejak roda kendaraan atau traktor. PTR dan tandem roller.1–61 . maka permukaan lapisan terbawah harus dikasarkan dengan garu agar terjadi ikatan yang kuat dengan lapisan diatasnya. 8) Peralatan untuk menghapar material base harus dapat menghasilkan lapisan base dengan ketelitian. 5) CTB harus dibuat secara berlapis lapis dengan ketebalan sesudah dipadatkan tidak lebih dari 250 mm. Batasan ini dapat diabaikan bila Kontraktor dapat membuktikan dengan tebal lebih dari 250 mm dapat 6) Bila pembutan CTB dilaksanakan secara berlapis lapis. G. Lapisan kedua dan seterusnya dapat Sebelum dihampar dan dipadatkan 24 jam sesudah lapisan terbawah.

Pre-cracking Pemecahan (precracking) lapisan CTB dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pecah karena susut yang tidak terkendali.000 m luas cement treated base. baik itu dengan vibratory plate maupun dengan cutting wheel. Kepadatan yang dipersyaratkan adalan 98 % dari kepadatan laboratorium pada OMC. Kepadatan lapangan ditentukan dengan metoda ASTM D 1556. sembungan konstruksi melintang (tranverse construction joint) harus dibuat dengan suatu header atau memotong kembali material yang sudah dipadatkan untuk membentuk potongan melintang yang vertikal. material lain yang layak atau metoda lain yang disetujui. 6) Tes kepadatan lapangan harus dilakukan sekurang kurangnya satu kali untuk setiap 1. I. Metoda pemecahan dapat dipilih dari beberapa metoda berikut : 1) 2) Menggergaji setelah CTB mengeras Membuat retakan pada CTB yang belum mengeras dengan menggunakan vibrtory plate dan pembuatan retakan. 2) Permukaan inii harus ditutup dengan tanah basah.1–62 . H. Setiap lapisan CTB harus dipecah (precrack) menjadi kotak kotak berukuran 3.50 m².yang diletakkan sejajar atau tegak lurus terhadap sumbu perkerasan. 7) Semua peralatan dan kendaraan yang menurut pendapat Pejabat Pembuat Komitmen dapat merusak CTB atau material curring tidak diijinkan melewati base course yang sudah jadi dalam 24 jam pertama dari waktu curring. 3) Memotong sambungan pada CTB yang belum mengeras dengan menggunakan cutting wheel. 1-1-1. Sambungan Konstruksi (Construction Joint) 1) Setiap hari pada akhir penghamparan. tidak boleh ada perbedaan tinggi sebesar 6 mm pada setiap titik.50 x 3. Retakan yang dibuat harus sekurang kurangnya sepertiga tebal dari lapisan. retakan buatan tersebut harus diisi dengan aspal cair untuk menghindarkan retakan tersebut menyambung kembali karena pekerjaan pemadatan atau sebab lainnya. Apabila Kontraktor memilih membuat retakan pada saat cTB belum mengering.

Tambahan sampel mungkin diperlukan untuk menentukan luas area yang harus diperbaiki. Bahan yang dapan menahan air atau karung karung goni dapat digunakan untuk keperluan ini. 2) Bila hasil tes sampel tidak memenuhi persyaratan. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Dalam kondisi apapun permukaan CTB yang baru diletakkan dan dipadatkan tidak boleh menjadi kering. 5) Pelaksanaan pemadatan pada tempat yang berdampingan dengan construction joint harus sedemikian sehingga pemadatan merata pada seluruh lapisan. 1-1-1.1–63 . penghamparan dan pemadatan material base course tanpa merusak pekerjaan yang dilaksanakan sebelumnya. dapat digunakan cetakan samping atau dibentuk dengan cara memotong tegak lurus material yang sudah dipadatkan. 8. Ukuran Jumlah bayaran harus ditatapkan dengan menghitung banyaknya jumlah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan. 7. pada bagian lebar konstruksi. 4) Bila lingitudinal construction joint diperlukan. K. maka konstruksi ini harus dilindungi dari pengeringan selama 7 hari dengan cara membasahi dengan air. Lokasi core ditentukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen secara acak. Proteksi dan Curing 1) Sesudah lapisan cement treated base selesai dilaksanakan sesuai spesifikasi.000 m2 dari cement treated base yang sudah berumur 7 hari guna menentukan kuat desaknya. 2) Metoda curing harus segera dimulai dan tidak boleh lebih dari 12 jam sesudah penyelesaian pekerjaan CTB.3) Proteksi terhadap construction joint memungkinkan penempatan. Kuat Desak Lapangan 1) Kontraktor harus mengambil sampel dengan core drill sebanyak 4 buah untuk setiap 2. area tersebut harus diganti oleh Kontraktor atas biayanya sendiri. 6) Sebelum meletakan material baru menyambung konstruksi yang sudah padat. J. permukaan joint harus dibersihkan dan dibasahi.

45 0. backfill concrete pada stone masonry Dasar.(mm) 37 K400 25 19 37 K300 25 19 37 K250 25 19 K125 Rasio Air / Semen Maks.45 0.60 Kadar Semen Miin. Mutu beton dinyatakan dengan simbol K.45 0. haunch dan sekitar gorong-gorong pipa Tabel 4.1–64 .50 0. yang dibuat sesuai dengan Spesifikasi ini dan garis. dan sesuai dengan ketentuan dari Konsultan Pengawas.1 Batasan Proporsi Takaran Campuran Pada Umumnya Mutu Beto n K500 Ukuran Agregat Maks. (terhadap berat) 0. (kg/m3 dari campuran) 450 356 370 400 300 320 350 290 310 340 250 1-1-1.IV.45 0. Lingkup kerja Pekerjaan ini meliputi pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut jenis-jenis beton bertulang atau tidak bertulang.375 0. PEKERJAAN BETON SEKSI 4 – 1 BETON STRUKTUR 1.45 0.45 0.50 0. air. Misalnya K 400 berarti beton dengan kuat tekan karakteristik 400 kg/cm2. agregat kasar dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambahan. Kelas beton diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya sebagai berikut : P E Concrete pavement Levelling concrete.1 Uraian A. B.50 0. ketinggian. kelandaian dan ukuran yang tertera pada gambar. Kelas dan Mutu beton serta penggunaannya Beton semen portland harus berupa campuran semen.1.

Menentukan perbandingan campuran dan takaran berat Pekerjaan beton struktur dapat mulai dikerjakan bila campurannya telah disetujui oleh Konsultan Pengawas.C. Perbandingan campuran. Kontraktor harus membuat campuran percobaan di laboratorium dengan disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Konsultan Pengawas akan menentukan perbandingan berdasarkan campuran percobaan yang dilakukan dengan memakai material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan.1–65 . takaran berat untuk beton ditentukan seperti di bawah ini dan harus dilakukan bila material yang disediakan oleh Kontraktor sudah disetujui. Tetapi nilai-nilai tersebut hanya perkiraan saja.1.2. dan disesuaikan dengan ketentuan di bawah ini. sehingga probabilitas nilai kekuatan beton pada pelaksanaan yang lebih rendah dari kekuatan minimum yang ditentukan. Campuran percobaan ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai kuat tekan atau kekuatan lentur sesuai dengan ketentuan (preliminary test result) dengan margin yang cukup. Perbandingan campuran untuk campuran percobaan tersebut didasarkan pada nilai-nilai dalam Tabel 4. 1) Campuran percobaan Selambat-lambatnya 35 hari sebelum pekerjaan beton dimulai.1. dengan ketentuan sebagai berikut : a) b) c) Perbandingan air dan semen merupakan nilai maksimum mutlak Kadar semen merupakan nilai minimum mutlak Nilai kuat tekan minimum diambil dari nilai kekuatan rata-rata minimum pada pelaksanaan. untuk memudahkan Kontraktor.2. tidak lebih dari 5 %. 1-1-1. pada Tabel 4.

Tabel 4.0 160 400 791 1077 **) KELAS E 1) * 5. kecuali bila Konsultan Pengawas secara tertulis menyetujui uji silinder untuk tujuan pengendalian.1–66 .2.0 +/.1. hasil uji silinder merupakan jawaban terakhir.2 Standar Proporsi Campuran Beton Untuk Struktur URAIAN Ukuran Maksimum Agregat Kasar (mm) Slump (cm) 2) Perbandingan semen / air W/C (%) Kadar air W (kg/m3) Kadar semen C (kg/m3) Agregat halus S (kg/m3) Agregat kasar G (kg/m3) Kuat tekan minimum pada umur 28 hari dengan tes silinder (kg/cm2) 4) 5) Kuat tekan minimum pada umur 28 hari dengan tes kubus (kg/cm2) 3) Kekuatan lentur minimum 28 hari (kg/cm2) 6) Catatan : 1) 2) 3) 4) 5) Jenis beton sebagaimana Pasal 1. 6) Kuat lentur diuji dengan Metode Pembebanan Tiga Titik menurut AASHTO T 97.(b) Slump harus ditentukan menurut AASHTO T 119 atau JIS A 1101 Uji kuat beton menurut “Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971” Uji kuat beton menurut AASHTO T22 dan 23 Bila ada perselisihan mengenai kesesuaian dengan Spesifikasi ini.5 70.2 158 225 773 1317 105 1-1-1. 50 **) 125 KELAS P 1) * 5 +/.5 40.2.

5 cm.2. atau pasir hasil crusher atau pasir yang modulus kehalusannya lebih dari 2. dan 1-1-1.75). agregat halus harus dikurangi dan agregat kasar ditambah. Bila modulus kehalusan pasir kurang dari 2.15 mm dan kemudian dibagi 100. Ukuran agregat kasar yang ditentukan tidak perlu dipilih dengan fraksi ukuran yang berbeda.75. maka hal itu bisa digunakan bila ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. takaran beratnya harus disesuaikan dengan cara mengalikan berat pada tabel dengan specific gravity yang bersangkutan lalu dibagi 2.1. sehingga perlu tambahan semen. 3) Perbandingan campuran dan takaran berat.75. Berdasarkan beratnya. Bila penggunaan agregat kasar dengan ukuran lain itu menghasilkan beton yang kadar airnya melebihi ketentuan.45.1–67 .1. sedangkan bila dikombinasikan harus bisa memenuhi gradasi. Untuk agregat dengan specific gravity berbeda. persentase jumlah pasir berubah 1% terhadap berat total agregat kasar dan agregat halus. 2. 1. dari material yang tertahan pada setiap saringan standard ASTM ukuran 7. Namun 2 fraksi ukuran bisa digunakan bila ukuran maksimumnya lebih dari 2.65 pada keadaan permukaan kering jenuh. tidak ada kompensasi untuk Kontraktor atas tambahan semen itu. jumlah agregat halus harus ditambah dan agregat kasar dikurangi.*) Tergantung dari tebal slab beton serta mutu beton **) Dianjurkan minimum fc' = 400 kg/cm2 2) Berat agregat per meter kubik beton dalam Tabel 4. Konsultan Pengawas harus menentukan kilogram berat agregat halus dan kasar (dalam kondisi permukaan kering jenuh) untuk per meter kubik kelas beton tertentu.2 adalah berdasarkan pemakaian agregat dengan bulk specific gravity 2. Untuk setiap perubahan modulus kehalusan sebesar 0.75. kontraktor dapat menggunakan agregat kasar dengan ukuran selain pada Tabel 4.30 dan 0. 0.60. pasir alam bergradasi seragam yang mempunyai modulus kehalusan sebesar 2. 0. Modulus kehalusan agregat halus harus dihitung dengan menambah persentase kumulatif. agregat kasar bergradasi seragam dengan ukuran tertentu.18.65 Bila digunakan pasir pecah (angular).36.10 (sebanding dengan 2. Bila disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Bila salah satu ukuran fraksi atau lebih yang digunakan tidak memenuhi gradasi yang ditentukan.

maka perbandingan campuran harus diubah oleh Konsultan Pengawas agar kadar semen tetap dalam batas yang ditentukan. 7) Penyesuaian untuk material baru. 4) Penyesuaian (workability). Bila kadar semen pada beton. tetapi kadar semen yang telah ditentukan tetap tidak berubah dan Konsultan Pengawas boleh meminta Kontraktor untuk mengadakan pengendalian yang lebih ketat pada prosedur penakarannya. kadar air tidak boleh melebihi ketentuan.1. tetapi volume agregat kasar dan agregat halus diukur dengan takaran masing-masing harus sesuai dengan ketentuan Konsultan Pengawas. tidak mungkin membuat beton dengan konsistensi yang dikehendaki tanpa melebihi kadar air maksimum yang ditentukan dalam Tabel 16. Dalam hal ini penimbangan tidak diperlukan. maka Konsultan Pengawas dapat merubah ketentuan berat agregat. placeability untuk berbagai kemudahan mungkin dalam diperoleh dengan pelaksanaannya beton dengan perbandingan Bila ternyata dan workability tidak yang dikehendaki campuran yang telah ditentukan Konsultan Pengawas. berbeda lebih dari plus atau minus 2% dari yang ditentukan dalam Tabel 4. Selain itu. dan material baru tidak boleh digunakan sebelum konsultan Pengawas menyetujuinya dan membuat rumus perbandingan campuran yang baru berdasarkan campuran percobaan bila penggantian material baru 1-1-1. maka Konsultan Pengawas harus menaikkan kadar semen sehingga kadar air maksimum tidak melebihi ketentuan. Kontraktor dapat mengganti alat timbangan dengan alat pengukur volume yang disetujui Konsultan Pengawas. Sumber material tidak boleh diganti sebelum memberitahu Konsultan Pengawas.perbandingan tersebut harus tidak diubah kecuali dengan ketentuan seperti pada paragraf berikut. 5) Penyesuaian untuk berbagai hasil campuran.2. 6) Penyesuaian untuk kelebihan kadar air. setelah diuji menurut AASHTO T 121.1–68 . Konsultan Pengawas juga harus menentukan takaran berat bahan agregat setelah menentukan kadar airnya mengoreksi berat volume pada keadaan kering permukaan jenuh untuk suatu kadar air tertentu. Bila dengan kadar semen yang ditentukan. Dalam mengukur agregat untuk struktur dengan volume beton kurang dari 25 meter kubik.1.

atau dengan interval lainnya sesuai dengan kebutuhan. Pengujian tekan dengan selinder harus sesuai dengan ketentuan AASHTO T 22 (ASTM C 39). selama penanganan. demikian juga setiap struktur dan bagian struktur juga harus diuji kekuatan dan slump-nya. bila diperlukan untuk proyek. atau sesuai permintaan. dengan AASHTO T 141 (ASTM C 172) dan AASHTO T 23 (ASTM C 31). Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menjaga dan mencegah kerusakan contoh beton untuk pengujian. Contoh tersebut harus dibuat berpasangan. E. bila tidak memungkinkan. D. Tanpa memperhitungkan volumenya. 2) Kuat tekan dan kuat lentur Nilai kuat tekan dan kuat lentur dalam pelaksanaan (site working strength) pada umur beton 28 hari tidak boleh kurang dari kekuatan minimum 1-1-1. Pemeriksaan dan pengujian beton merupakan wewenang Konsultan Pengawas. dan ia bisa menaikkan ketentuan nilai kekuatan dan persyaratan beton. maka harus tidak ada kompensasi atas tambahan material semen tersebut. pengangkutan dan penyimpanannya. dan tidak boleh kurang dari 8 (delapan) pasang @ 2 buah untuk setiap 100 m kubik beton atau bagian beton yang dicor dalam satu kali pekerjaan. Satu contoh bahan dari setiap pasangan diuji pada umur 7 hari dan 28 hari. Untuk kuat lentur beton ditentukan berdasarkan uji balok sesuai dengan ketentuan ASTM C78. untuk menentukan kekuatan beton. Kontaktor harus menyediakan contoh (spesimen) beton untuk diuji pada umur 7 hari dan 28 hari sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. Contoh beton untuk pengujian harus diuji oleh Kontraktor di laboratorium lapangan atau di laboratorium yang letak dan kelengkapannya memadai. Ketentuan kekuatan beton 1) Persiapan spesimen Kuat tekan ulimate beton harus ditentukan pada contoh yang dibuat menurut “Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971” atau. setiap produksi atau pembuatan campuran beton harus diuji baik kekuatan maupun slumpnya. Silinder uji yang dibuat di laboratorium harus sesuai dengan AASHTO T 126 (ASTM C 192).menyebabkan perlu tambahan jumlah semen. Contoh beton Untuk menilai kesesuaian mutu beton selama pelaksanaan kerja.1–69 .

dengn persamaan N i 1 (X  X ) S N 1 dimana : X = hasil masing-masing benda uji N = jumlah total dari hasil uji Nilai-nilai untuk faktor K adalah :    1. Bila nilai rata-rata dari keempat hasil uji kuat tekan yang berurutan itu pada beton umur 7 hari lebih rendah dari 70% nilai minimum untuk beton usia 28 hari (untuk kuat tekan).83 8 0.44 N K 1-1-1. tanpa tambahan pembayaran.2. sesuai kelas betonnya.48 16 0.menurut Tabel 4.17 6 0. sampai modifikasi campuran itu menghasilkan rumus campuran yang disetujui.1. maka beton yang diproduksi pada saat pengambilan contoh tersebut dianggap semua tidak memenuhi syarat.67 10 0. 3) Kekuatan karakteristik Kekuatan karakteristik berbagai kelas beton harus ditentukan segera setelah 20 hasil pengujian yang pertama masing-masing kelas sudah tersedia.58 12 0.1–70 . Bila ternyata hasil uji contoh tersebut tidak memenuhi syarat. maka kadar semen dari beton itu harus ditambah sekurang-kurangnya 20 kg per meter kubik beton padat. setelah pengujian beton umur 28 hari. S = standar deviasi. atau di bawah 80% dari nilai minimum kekuatan lentur pada umur 28 hari.52 14 0.64 untuk desain campuran untuk hasil uji pelaksanaan tertera pada tabel berikut ini : 4 1. Kekuatan karakteristik dihitung dengan persamaan : X0 = X – KS dimana : X0 = kekuatan karakteristik X = rata-rata dari serangkaian hasil pengujian K = faktor yang berdasarkan pada persentase hasil uji yang diijinkan lebih rendah dari kekuatan karakteristik.

Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mencegah kerusakan pada contoh uji selama pembuatan dan pengangkutannya.2. Dokumen hasil uji harus mencakup apakah beton itu sesuai atau tidak. maka pekerjaan beton tersebut dapat diterima untuk dibayar.Bila kekuatan karakteristik lebih rendah dari kekuatan kerja minimum menurut Tabel 4. Kontraktor bertanggung jawab untuk membuat penyesuaian seperlunya untuk membuat beton sesuai ketentuan Spesifikasi. 6) Dokumen hasil pengujian Dokumen hasil pengujian harus disimpan oleh Konsultan Pengawas. Tetapi bila hasil tersebut memperlihatkan nilai yang tidak sesuai dengan Spesifikasi.1. atau bila hasil itu diragukan. Konsultan Pengawas harus memeriksa kuat tekan dengan cara uji pecah (crushed test) pada contoh uji yang diambil dengan alat rotary core bore pada titik tertentu yang ditentukan Konsultan Pengawas pada struktur yang telah dibangun. tetapi selalu terbuka untuk Kontraktor. Apabila pengujian tersebut memperlihatkan kekuatan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditentukan pada Spesifikasi ini.1–71 . 5) Pemeliharaan contoh beton Biaya membuat contoh beton dan mengadakan pengujian. 1-1-1. Kontraktor harus menaikkan kadar semen sebagaimana cara dalam butir (ii) di atas sampai dihasilkan perbandingan campuran yang sesuai. Konsultan Pengawas dapat memerintahkan Kontraktor untuk membongkar bagian-bagian tersebut dan memperbaikinya sesuai ketentuan Spesifikasi ini atas biaya Kontraktor. atau sampai ada perbaikan kontrol kualitas agar kekuatan rata-rata meningkat atau variasi kekuatan semakin kecil. 4) Penyimpangan dari ketentuan kuat tekan Bila hasil uji kuat tekan dan uji kuat lentur tidak sesuai dengan ketentuan menurut pasal ini. Pelaksanaan pengujian harus dilaksanakan oleh petugas-petugas yang ditunjuk dan dengan alat-alat yang memadai. sudah termasuk pada harga satuan beton semen Portland. termasuk biaya pembuatan tempat contoh beton yang kuat dan biaya pengapalan atau pengangkutan contoh beton uji dari lokasi kerja ke laboratorium. sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.

tumbuhan atau zat lainnya yang merusak hasil pekerjaan. rumput. garam. Semen Kontraktor harus menggunakan satu jenis / tipe semen dari satu merek. waktu pembuatan (setting time). penyusutan kekuatan adukan lebih dari 10% dibandingkan dengn air suling. B. cukup menjadi alasan ditolaknya air yang tengah diuji itu. alkali.2 Material A. Semen haus memenuhi persyaratan SII 0013 – 77 “Semen Portland” atau J1S R 5210 “Portland Cement” atau AASHTO M 85 (Type I). material lembut lainnya dengan sifat sama. perubahan waktu pengikat lebih kurang 30 menit. C. pengawetan. keras dan awet. Agregat halus 1) Agregat halus untuk beton harus terdiri dari pasir alam atau. atau bahan asing lainnya tidak ikut terbawa. Perbandingan harus memakai cara uji semen standar untuk kekerasan. bila disetujui Konsultan Pengawas. asam. Air Air yang dipergunakan untuk beton harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. gula. Air yang dipergunakan dalam pencampuran.1. harus sesuai dengan ketentuan dari bagian ini.2–72 . Bila diminta oleh Konsultan Pengawas. E. Petunjuk dari kekerasan. yang tidak dibahas dalam pasal ini. dan kekuatan adukan. dengan mutu yang sama untuk satu proyek. Admixture (campuran tambahan) Admixture tidak boleh digunakan tanpa pesetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas . D. mempunyai butir yang bersih. atau pekerjaan lainnya harus bersih dan bebas dari minyak. Kontraktor harus menyerahkan contoh admixture kepada Konsultan Pengawas paling lambat 28 hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan struktur tertentu atau bagian dari struktur yang harus memakai material admixture itu. Semen yang digunakan pada pekerjaan beton adalah semen Portland. serta harus bersih dan bebas 1-1-1. kecuali bila ada petunjuk lain dalam Gambar atau dari Konsultan Pengawas. air harus diuji dengan diperbandingkan terhadap air suling. Umum Semua material yang harus disediakan dan dipergunakan. Bila sumber air dangkal pengambilannya harus sedemikian rupa agar lumpur.

kecuali bila perbandingan campuran disesuaikan. harus ditentukan cara penanganannya dengan petunjuk dari Konsultan Pengawas. lumpur. dan kotoran lainnya.36 1.5 4.75 2.18 0. Bila modulus kehalusan berbeda-beda lebih dari 0. dalam jumlah melebihi batas toleransi. 1-1-1.20 dari nilai yang digunakan untuk menentukan perbandingan campuran beton. 3) Kadar zat yang mengganggu dalam agregat halus tidak boleh melebihi batas yang ditentukan dalam Tabel 4.3. dan diajukan oleh Kontrakor.1.1. Ketentuan gradasi di atas merupakan batas ekstrim yang harus digunakan dalam menentukan kesesuaian material dari setiap sumber. dengan persetujuan Konsultan Pengawas. harus dibuat suatu penentu modulus kehalusan untuk contoh masing-masing sumber.1. Untuk menentukan kadar keseragaman gradasi.300 0.dari debu.2–73 .3. Tabel 4. bahan organik.3 Gradasi agregat halus Ukuran saringan ( mm) Kumulatif presentase berat yang lolos 9. 2) Agregat halus harus bergradasi merata dan harus memenuhi ketentuan gradasi seperti pada Tabel 4. lempung.600 0. maka agregat halus itu harus ditolak.150 100 95 – 100 80 – 100 50 – 85 25 – 60 10 – 30 2 .10 Analisa saringan agregat halus harus dilakukan menurut J1S A 1102 (Method of Test for Sieve Analysis of Aggregate and Fineness Modulus) atau AASHTO T 27. Terhadap zat pengganggu lainnya yang tidak tercakup dalam tabel itu. Gradasi material dari satu sumber tidak boleh berlainan komposisi melebihi batas ketentuan.

kuat desak contoh adukan yang menggunakan pasir tersebut lebih dari 95% kekuatan pada adukan dengan pasir yang sama yang dicuci dengan larutan 3% sodium hidroksida dan kemudian dicuci dengan air.075 mm terdiri dari debu dengan patokan yang bersih dari lempung atau serpihan. dengan syarat. Penentuan kandungan kotoran organik dalam pasir alam dilakukan menurut AASHTO T 21 (Metode Uji Kotoran Organik dalam Pasir) atau J1S A 1105. Tabel 4. 4) Kekerasan agregat halus harus memenuhi kehilangan berat tidak lebih dari 10% bila diuji dengan sodium sulfat atau 15% dengan magnesium sulfat melalui pengujian AASHTO T 104 (Sulfate Soundness Test). bila material yang lebih halus dari saringan / pengayak 0. harus ditolak. pasir yang tidak memenuhi ketentuan di atas masih dapat digunakan. Tetapi.075 mm harus dilakukan menurut J1S A 1103 (uji material agregat yang lewat saringan 0.1. atau AASHTO T 11.Pengujian untuk material yang lebih halus dari saringan 0.4 Sifat agregat halus Batas Zat Pengganggu dalam Agregat Halus (% Berat) Zat Gumpalan Lempung Material yang lebih halus dari saringan 0.075 mm : Beton yang akan mengalami abrasi Beton lainnya Meterial yang mengapung dalam cairan dengan Specific gravity Keterangan : 1) Untuk agregat pecah.0 0. Apabila agregat yang harus diuji menunjukkan warna yang lebih gelap dari warna standar berdasarkan colourmetric test.074 mm). 5) Semua agregat halus harus bersih dari kotoran organik.0 5. presentase ini dapat dinaikkan sampai 5 dan 7 2) Ketentuan ini tidak berlaku pada pasir buatan dari ampas tanur tinggi.5 1) 1) 2) Maksimum 1.0 1-1-1.2–74 . serta disetujui oleh Konsultan Pengawas. Umur contoh 3.

5 4.8 38.1 25. 4 No. 4 (50.36 2"-1" 100 90-100 35-70 0-15 --0-5 ------# 57 1"-No. F. 4 (38.5 Gradasi agregat kasar Persentase Lolos Saringan Ukuran Saringan 2" sampai No. ampas tanur tinggi.0 19.1 mm . Agregat kasar 1) Agregat kasar harus terdiri dari satu atau lebih dari satu material berikut : batu pecah. kerikil. 2-1/2 2 1-1/2 1 3/4 1/2 3/8 No.8 mm 4.75mm) #3 in. mempunyai butir-butir yang bersih.adukan yang harus diuji adalah 7 hari dan 28 hari. Agregat kasar harus bersih dan bebas dari butiran-butiran yang panjang atau bulat.0 12.4 ------100 90-100 --20-55 0-10 0-5 ----100 95-100 --25-60 --0-10 0-5 1-1/2" sampai No.1. mempunyai dengan sifat yang sama.4. atau material lembam lainnya yang disetujui dengan sifat yang sama.5 9.0 mm4. “Pengaruh Kotoran Organik dalam Agregat Halus terhadap kekuatan adukan”.75mm) # 57 1"-No. keras dan awet. 8 mm 63 50. 4 (25.2–75 .4 ----100 95-100 --25-60 --0-10 0-5 #4 1-1/2"3/4" --100 90-100 20-55 0-15 --0-5 ----# 67 3/4"No. Kekuatan Kompresi contoh adukan harus ditentukan menurut AASHTO T 71.75 2.75mm) 1" sampai No. untuk semen Portland normal.4 1-1-1. bahan organik dan bahan pengganggu lainnya dalam melebihi batas toleransi. 2) Agregat kasar harus bergradasi merata dan harus memenuhi ketentuan gradasi berikut ini : Tabel 4.

Material yang mengapung dalam cairan.6 Sifat agregat kasar Batas kadar zat pengganggu dalam agregat kasar (persentase berat) Zat .5. 2) 5) Ketentuan ini tidak berlaku pada pasir buatan dari ampas tanur tinggi Pengujian untuk material yang lebih halus dari saringan 0.075 mm terdiri dari debu yang butirannya bersih dari lempung dan serpihan (shale). dengan 1. maka persentase ini dapat dinaikkan menjadi 1.1.25 1. 4) Kadar zat pengganggu dalam agregat kasar tidak boleh melebihi batas dalam Tabel 6. atau AASHTO T 112. Tabel 4. bila material yang lebih halus di saringan 0. 1-1-1. 3) Kekerasan dari agregat kasar harus memenuhi kehilangan berat tidak lebih dari 30% dengan Uji Abrasi Los Angeles (AASHTO T 96) dan fraksi halus harus memenuhi kehilangan berat tidak lebih dari 12% dengan sodium sulfat atau 15% dengan megnesium sulfat melalui pengujian AASHTO T 104.Material yang lebih halus dari saringan 0.5.075 mm harus dilakukan menurut JIS A 1103 (Metode Tes Jumlah Material yang Lewat Saringan 0.0 1) specific gravity 1.Gumpalan lempung .074 mm dalam Agregat). atau AASHTO T 11. Penanganan zat pengganggu lebih yang tidak tercakup dalam tabel itu harus ditentukan berdasarkan petunjuk Kosultan Pengawas.0 1) Maksimum . Pengujian untuk partikel yang halus harus dilakukan menurut JIS A 1126 (Metode Uji untuk Partikel Halus dalam Agregat Kasar dengan menggunakan Scratch Tester).2–76 .075 mm 0.95 Keterangan : 1) Untuk agregat pecah.Dalam menetapkan ukuran maksimum batuan harus selalu mempertimbangkan jarak bersih antar tulangan pada setiap struktur beton.

Semen yang disimpan oleh Kontraktor lebih dari 60 hari harus disetujui dulu oleh Kontultan Pengawas. bila harus digunakan. Semen harus disimpan di gudang anti lembab dengan ketinggian lantai sekurangkurangnya 30 cm dari tanah. untuk mencapai hasil kerja yang ditentukan. tipe. 1-1-1.G. H. Pengujian agregat Sebelum digunakan. harus sudah berada di lokasi kerja sebelum pekerjaan dimulai.3 Peralatan Dan Alat-Alat Bantu Peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untk menangani material dan melaksanakan pekerjaan. atau dari pabrik lain harus disimpan terpisah. peralatan tersebut harus diperbaiki. ketika digunakan oleh Kontraktor. sedemikian rupa mudah untuk diperiksa dan digunakan. atau bila peralatan itu terbukti tidak memadai. Uji agregat yang sedang digunakan harus berdasarkan perintah Konsultan Pengawas. Bila Konsultan Pengawas mengijinkan penggunaannya. atau diganti atau ditambah. Bila peralatan itu tidak dipelihara kebaikan kerjanya. dan harus ditangani sedemikian rupa agar tidak terjadi segregasi. 2) Penyimpanan agregat Agregat halus dan agregat kasar harus disimpan terpisah agar tidak tecampuri material asing satu sama lain. Semen dari karung bekas tidak boleh digunakan. 1. Semen yang menjadi basah atau keadaannya tidak memadai tidak boleh digunakan. Agregat dari sumber yang berbeda tidak boleh disimpan dalam tempat yang sama tanpa izin dari konsultan Pengawas. Agregat harus disimpan sedemikian rupa agar kadar air selalu merata. sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. dengan jenis. Agregat harus disimpan terlindung dari sorotan langsung sinar matahari. kapasitas dan kondisi mekanis yang disetujui Konsultan Pengawas.3–77 . Semen karung tidak boleh ditumpuk lebih dari 13 sak. Penyimpangan material 1) Penyimpangan semen Semen dapat diangkut dengan bin yang disetujui di pabrik. hasil uji agregat dari setiap sumber harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. semen dari berbagai merek.

Harus disediakan juga alat kontrol sehingga begitu jumlah yang dikehendaki dalam hopper timbangan hampir terpenuhi.A. maka harus disediakan bin (tempat penyimpanan). hopper dan timbangan semen. gandar dan suku cadang lainnya yang terbuka harus selalu bersih. Untuk membuang kelebihan jumlah material dalam hopper. hopper timbangan dan timbangan agregat halus dan untuk masing-masing fraksi untuk agregat kasar. Tiang tumpu. Bila digunakan semen curah.3–78 . Bila menggunakan timbangan palang (beam type) harus ada alat yang dapat menunjukkan bahwa beban dalam hopper timbangan hampir mencapai berat yang diinginkan. Alat tersebut harus selalu dijaga agar sesuai dengan ketentuan untuk melakukan mekanisme penimbangan yang benar. Setiap kompartemen harus dapat mengeluarkan material secukupnya dan dengan lancar ke hopper timbangan. harus disediakan lubang atau sarana lainnya. Batching Plant harus dilengkapi bin.5% untuk berbagai pemakaian. Tempat penyimpanan material tersebut harus kedap air. 3) Timbangan Timbangan agregat dan semen harus dari tipe palang (beam type) ataupun tipe cakram non-pegas. sesuai dengan permintaan Konsultan Pengawas. Alat timbangan harus mempunyai ketetapan sampai 0. 2) Bin dan hopper Pada batching plant harus disediakan bin dengan kompartemen- kompartemen (ruang) terpisah yang memadai untuk agregat halus dan untuk setiap fraksi agregat kasar. Batching plant dan peralatannya 1) Umum Semua material untuk campuran harus ditakar perbandingannya menurut berat. Untuk memeriksa ketepatan. Perlengkapan untuk mencampur komponen lain dari campuran harus disediakan pada batching plant. Alat petunjuk ini harus bisa menunjukkan 1-1-1. harus disediakan sepuluh anak timbangan dengan berat masing-masing 25 kg. Hopper timbangan harus dapat mengosongkan seluruh material tanpa sisa. material mengalir pelan-pelan dan berhenti setelah jumlah tepatnya tercapai. bisa jenis stasioner ataupun jenis yang dapat berpindah-pindah.

angka timbangan sekurang-kurangnya 100 kg dan sampai beban ekstra 25 kg. dan alat penghitung ini harus dihidupkan bersamaan dengan dimulainya pelaksanaan 1-1-1. Semua alat penimbang dan penunjuk harus bisa dilihat keseluruhannya oleh operator pada waktu mengisi hopper. Penanganan harus dilakukan sebaik-baiknya. B. sampai material campuran teraduk dalam waktu tertentu setelah semua material berada dalam mixer. tempat air. di pusat khusus pengadukan. atau menurut sak standar. Penakaran harus sedemikian rupa agar berat material hasil campuran sesuai dengan ketentuan. Bila diukur menurut beratnya. dan memungkinkannya sambil harus bisa menangani alat kontrol. Pengadukan dapat dilakukan di lokasi kerja. harus disediakan hopper dan timbangan tersendiri dengan dilengkapi alat untuk mentransfer semen dari hopper ke timbangn. dengan toleransi 1% untuk semen dan 2% untuk agregat. Mixer harus dilengkapi dengan hopper pengisi yang memadai. Level Pembuangan harus bisa terkunci secara otomatis. agregat dan air secara merata dalam waktu tertentu dan mengeluarkan adukan tanpa segregasi. dan alat pengukur air yang dengan ketepatan sampai batas 1%. Pada setiap mixer harus tertera lempeng logam dari pabrik yang menunjukkan keterangan kapasitas drum dalam hal volume beton adukan dan kecepatan rotasi drum adukan. Dalam interval waktu tertentu mixer harus dibersihkan. 3) Truck Mixer atau Transit Mixer Mixer ini harus dilengkapi alat penghitung bertenaga listrik untuk memperlihatkan jumlah putaran drum atau mata pisaunya. 2) Mixer yang berada di lokasi kerja harus tipe drum yang mampu mengaduk semen.3–79 . Mata pisau (bladé) pick-up dan throw-over dalam drum harus diganti bila telah mengalami keausan 10%. Harus dilakukan kontrol agar air hanya bisa dipakai bila mixer sedang berisi. Semen dapat diukur menurut beratnya. Mixer 1) Beton harus diaduk dalam pengaduk campuran (batch mixer).

dan harus bisa membuat beton menjadi merosot 2 cm pada daerah dengan radius 45 cm. Kecuali bila akan dipakai hanya sebagai agitator truck mixer. beton harus dipadatkan (consolidated) dengan vibrator mekanik yang bekerja di dalam beton.pengadukan pada kecepatan tertentu. dan selain itu. Bila perlu. 1-1-1. dan cetakan fleksibel yang memadai harus dibuat sesuai dengan radius tersebut. vibrasi harus dibantu dengan pemadat dengan tangan menggunakan alat yang memadai untuk menjamin kepadatan yang memadai.3–80 . 3) Cetakan harus bisa dibongkar dengan mudah dan aman. Jumlah vibrator yang digunakan harus cukup untuk memadatkan beton secara memadai dalam waktu 10 menit setelah dicor ke cetakan. Vibrator Kecuali bila ada ketentuan lain. garis dan ukuran yang ditentukan dalam Gambar. dan harus kokoh sehingga bentuknya tidak berubah bila diisi. atau karena pengeringan dan pembasahan. Tipe vibrator yang digunakan harus disetujui Konsultan Pengawas. vibrasi dan lain-lain. harus sesuai dengan bentuk. Mixer harus bisa mengaduk bahan-bahan beton secara merata. Toleransi cetakan adalah sebagai berikut : . dan bisa mengeluarkan beton secara merata tanpa segregasi. . D.Tinggi cetakan tidak boleh bervariasi lebih dari 6 mm. penopang. Isi mixer tidak boleh melebihi 60% volume kotor drum. C. dan alat lain. agar posisi dan bentuknya tetap sesuai dengan ketentuan dalam Gambar. 4) Cetakan lengkung harus beradius sesuai dengan ketentuan gambar. dan mempunyai frekuensi minimum 3500 getaran per menit. harus disediakan vibrator cadangan. dan harus cukup rapat agar material tidak bocor.Bagian atas cetakan tidak boleh bergeser dari rencana sebenarnya lebih dari 3 mm untuk panjang 3 m. 2) Cetakan harus dilengkapi dengan rangka. harus dilengkapi dengan alat pengukur jumlah air untuk setiap takaran. Jumlah air yang dicapai harus sesuai ketentuan dengan toleransi lebih kurang 1%. Sambungan pada tepi atau bidang harus horisontal atau pun vertikal setepat mungkin. penjepit. Cetakan 1) Cetakan harus terbuat dari pelat baja dengan ketebalan minimum 6 mm dan satu segmen cetakan tidak boleh kurang dari 3 m panjangnya.

Cetakan harus diminyaki sebelum tulangan baja dipasang dan selain itu. Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan gergaji beton (Concrete Saw) dengan jumlah yang memadai. F. Penyedia Jasa harus menyediakan minimum 1 (satu) buah gergaji beton yang stand by (cadangan) dalam kondisi yang baik. sebelum beton dicorkan. Pada kecepatan yang memadai tanpa/tidak ada pergerakan melintang. Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas penerangan listrik yang cukup. siap digunakan menggergaji beton. digerakkan sendiri (“Self-prapeled”) dan direncanakan khusus hanya untuk menghamparkan. 6) Cetakan harus bebas dari debu. pelumas. Alat ini harus dilengkapi dengan peralatan kontrol elektronik atau hidraulik horizontal dan vertikal. pergerakan memanjang atau pergerakan vertikal yang tidak stabil atau tidak ada perpindahan (“displascement”). Konsultan Pengawas harus memeriksa dan menyetujuinya. Peralatan ini harus cukup berat dan cukup bertenaga untuk melaksanakan lebar satu jalur maksimum perkerasan beton sesuai dengan gambar rencana. cetakan kayu harus disirami air segera sebelum beton dicor. selalu dipelihara di lokasi kerja dan setiap waktu pelaksanaan pemotongan beton. 1-1-1. Slip Form Pavers (Alat Perata) "Slip Form Paver harus bertenaga penuh (”fully energized’’). Dilarang menggunakan material atau cara yang akan mengakibatkan material melekat pada beton atau menghitamkan beton. dengan power yang cukup untuk menyelesaikan pemotongan dengan ukuran yang diperlukan dan dengan kapasitas yang cukup. memadatkan dan penyelesaian perkerasan beton dengan tingkat kepadatan. Untuk pelaksanaan pemotongan beton di malam hari.atau bahan asing lainnya. Gergaji Beton (Concrete Saw) Apabila pembentukan joint dipersyaratkan dengan dipotong/digergaji.5) Setelah cetakan terpasang pada tempatnya. E. toleransi dan potongan yang benar. Penyedia Jasa harus menyediakan pisau gergaji (saw blades) dalam jumlah yang cukup banyak.3–81 .

1. Dengan menggunakan jenis instalasi dan peralatan yang sama seperti yang akan digunakan dalam pekerjaan. Perbandingan sebenarnya antara air beton terhadap semen untuk agregat dalam keadaan permukaan kering harus ditentukan berdasarkan syarat-syarat kekuatan dan kemudahan pengerjaan tetapi dalam hal apapun tidak boleh melebihi 0.2 harus ditetapkan dengan memperhatikan berat tekan beton yang akan memberikan berat tarik lentur yang sesuai dengan yang disyaratkan. Pelaksanaan Pencampuran dan Penakaran Untuk pengadukan di tempat kerja. bak kendaraan.G. 1-1-1. Perbandingan bahan dan berat penakaran harus menggunakan cara-cara yang ditetapkan. selama dalam perjalanan atau waktu dikeluarkan.4 Pelaksanaan Pencampuran A. yaitu: Mistar pengecek kerataan permukaan Alat perata dengan tangan Penghalus permukaan dari kayu dan peralatan kecil lainnya. Untuk beton dengan mutu yang sama dengan berat tarik lentur minimum 50 kg/cm2. Perkakas – perkakas lain Perkakas-perkakas lain yang termasuk dalam daftar berikut ini harus disediakan dalam jumlah yang cukup dan ditambah dengan perkakas lain yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas. agregat harus diangkut dari batching plant ke mixer dalam bak takaran. B.55 berdasarkan massa.4–82 . atau kontainer lainnya yang kapasitas dan konstruksinya cukup memadai untuk mengangkut material. Pemisahan kelompok-kelompok material harus memadai sehingga material tidak bocor dari satu kompartemen kekompartemen lain. Campuran percobaan dianggap dapat diterima asal memenuhi semua persyaratan campuran yang ditetapkan seperti tersebut di bawah ini : Mutu beton minimal harus mempunyai berat tarik lentur minimum 50 kg/cm2. Pencampuran Percobaan (Mix Design) Penyedia Jasa harus memastikan perbandingan campuran dan bahan yang diusulkan dengan membuat dan menguji campuran-campuran percobaan dengan disaksikan Konsultan Pengawas.1. maka batasan kadar semen diberikan dalam Tabel 4.

di pusat pencampuran.50 mm seperti yang ditentukan oleh ASTM C143. atau kombinasi keduanya. maka lamanya pengadukan harus lebih dari 11/2 menit sejak semua material dimasukkan ke dalam mixer. dicor. dengan tanpa pengaliran yang tak semestinya. Bila hasil pengujian tersebut tidak ada. drum harus berkecepatan rotasi menurut ketentuan pabrik. Selama pengadukan. 1-1-1. - Beton tersebut harus merupakan jenis yang memililki sifat kemudahan pengerjaan yang sesuai untuk mencapai pemadatan penuh dengan instalasi yang digunakan. Beton harus diaduk sebanyak volume beton yang harus segera diperlukan atau dikerjakan. pada mixer truk. atau diselesaikan. Lamanya pengadukan harus ditentukan oleh Konsultan Pengawas menurut JIS A 119 (Method of test for variation in unit weight of air free mortar in freshly mixed concrete). Untuk metode ”Vibrated Slip-form Concrete” Slump harus diantara 13 mm . Volume setiap batch tidak boleh melebihi kapasitas mixer yang ditentukan pabrik. dalam hal mana berat lentur karakteristik harus tidak boleh kurang dari 50 kg/cm2. namun lamanya pengadukan jangan lebih dari tiga kali jangka waktu di atas. tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. Pengisian air ke dalam mixer dimulai sebelum pengisian semen dan agregat. C. Dilarang menggunakan mixer yang kapasitasnya kurang dari kapasitas batch satu sak semen. 2) Pengadukan di tempat pekerjaan Beton harus diaduk dalam batch mixer yang tipe dan kapasitasnya disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pengadukan beton 1) Umum Beton harus diaduk di tempat pekerjaan. kecuali bila ada sistem penerangan dengan lampu yang memadai. Slump campuran beton untuk metode “Side form Concrete” antara 25 mm . beton tidak boleh diaduk. Mata pisau (blade) pick-up dalam drum mixer yang sudah menyusut 2 cm atau lebih harus diganti. Bila cahaya alam kurang.4–83 .- Kekuatan beton harus diawasi dengan cara pengujian sesuai ASTM C31 dan ASTM C78 atau Standar Nasional Indonesia yang sesuai SNI 03-2823-1992. dan beton yang kekentalannya tidak sesuai ketentuan pada saat pengecoran tidak boleh digunakan.38 mm.

Penggunaan admixture untuk menambah workability atau mempercepat waktu pengerasan tidak boleh dilakukan. dan beton tidak boleh dicorkan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui cetakan dan perancahnya. Bila pengadukan dihentikan untuk waktu yang cukup lama. D.5–84 . Umum Kontraktor harus menyediakan Pelaksana dan Supervisi yang berpengalaman di lokasi pekerjaan untuk mengontrol pekerjaan. pasir dan semen yang cukup untuk menutupi permukaan dalam dari drum tanpa mengurangi jumlah bahan adukan yang ditentukan. Untuk mengencangkan internal forms. kecuali bila ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. Melembekkan kembali adukan beton Dilarang melembekkan kembali adukan beton yang telah mengeras dengan menambah air atau cara lainnya. 1-1-1.1. Seluruh isi mixer harus dikeluarkan dari drum sebelum material campuran berikutnya dimasukkan.5 Metode Pelaksanaan A. material campuran yang petama dimasukkan ke dalam mixer harus memiliki kadar air. mixer harus bersih. Bila pengadukan dimulai lagi. Adanya persetujuan dari Konsultan Pengawas tidak mengurangi tanggungjawab Kontraktor dalam penyelesaian struktur sebaik-baiknya. Beton yang tidak memenuhi batas slump pada saat dicorkan tidak boleh digunakan. Konsultan Pengawas harus memeriksa seluruh cetakan (formwork) dan perancah. Kekentalan Slump harus diukur menurut AASHTO T 119 atau JIS A 1101. B. 1. Pelaksanaan pekerjaan lain selain beton harus sesuai dengan ketentuan bagian lain atau pasal lain untuk beberapa pekerjaan yang menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan beton.2. E.Mengaduk kembali beton yang telah mengeras tidak boleh dilakukan. Baut bentuk U dan suku cadangan lainnya harus dapat menahan daya apung cetakan. Cetakan (formwork) Sebelum beton dicor. harus digunakan baut bentuk – U dan metoda penopang atau penguat cetakan ini harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Cetakan dalam (internal form) harus didudukkan pada posisi yang tepat sehingga tidak rusak waktu beton dicor. dan harus memenuhi ketentuan Tabel 4.

C. sehingga sampai mengering sebelum akhirnya tertutup dengan beton. untuk menjaga agar tulangan beton tidak ada yang lepas pada waktu beton dicor dan bila ada tulangan harus dibetulkan sebelum pengecoran diteruskan.Untuk formwork. Bila perlu. dan vibrator tidak boleh digunakan untuk menyebarkan beton dalam cetakan. D. 2) Pengecoran Penyedia Jasa harus memberitahu Konsultan Pengawas secara tertulis sekurang-kurangnya 24 jam sebelum bermaksud untuk memulai suatu pengecoran beton atau meneruskan pengecoran beton jika operasi-operasi 1-1-1. Penuangan / pengecoran beton 1) Umum Beton harus dicor dalam batas waktu menurut pasal 4. pipa. atau menurut petunjuk Konsultan Pengawas dan tidak boleh dicorkan dari ketinggian melebihi 1. maka harus dibuat sekat. Alat-alat tesebut harus selalu bersih dari beton atau mortar yang melekat. cetakan dan baja tulangan harus dibersihkan dengan sikat kawat sebelum beton dicor ke cetakan.(c). Campuran beton jangan sampai memerciki cetakan dan tulangan. Selama pengecoran beton. Bila sudah melimpah lebih dulu. Pengecoran beton harus sedemikian rupa agar tidak terjadi segregasi dan perubahan kedudukan tulangan dan harus dihamparkan berupa lapisan horisontal. Beton harus dicorkan secara kontinyu keseluruh bagian struktur atau antara sambungan bila ada dalam Gambar. dan sambungan yang diakibatkannya dianggap sebagai sambungan konstruksi. beton dicorkan ke dalam cetakan dengan sekop tangan. Talang.5m.5–85 . Tulangan beton Konsultan Pengawas harus memeriksa tulangan beton yang telah terpasang dan menyetujuinya bila sesuai dengan ketentuan Pasal 3. dan diatur seperti di bawah ini. harus dipertimbangkan faktor lendutan sesuai dengan Gambar kerja yang dibuat oleh Kontraktor dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. saat sebelum beton dicor. atau corong yang digunakan sebagai alat bantu pengecoran beton harus deletakkan sedemikian rupa agar beton tidak mengalami seregasi.5. harus ada tukang pasang tulangan beton yang berpengalaman. Bila dalam keadaan darurat pengecoran beon harus dihentikan sebelum selesai.

Beton jangan dicorkan dalam air ang mengalir. Beton harus dicor dengan cara sedemikian rupa untuk menghindari segregasi/pemisahan partikel-partikel halus dan kasar dalam campuran. Meskipun ada pemberitahuan persetujuan untuk melaksanakan.telah ditunda lebih dari 24 jam. bila personil Konsultan Pengawas tidak hadir menyaksikan seluruh operasi pencampuran dan pengecoran. 3) Menuang beton di dalam air Beton tidak boleh dicor di dalam air tanpa persetujuan dan pengawasan dari Konsultan Pengawas. beton harus dicor dalam bentuk massa padat.5–86 . kelas beton dan tanggal serta waktu pengecoran beton. Pada tempat perletakan beton air harus dijaga agar tenang. 1-1-1. Dalam satu kali pengecoran yang kontinyu harus diletakkan sekat beton. dan tidak boleh diganggu setelah dicor. sifat pekerjaan. tidak ada beton boleh dicor. dan metode seperti berikut ini : Untuk mencegah segregasi. Beton harus dicor dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga beton yang baru dicor menyatu dengan beton yang dicor sebelumnya sementara yang baru dicor masih plastis. Beton harus dicor ke dalam acuan sedekat mungkin dengan posisi akhirnya untuk menghindari pengaliran campuran beton dan tidak diijinkan untuk mengalirkan campuran beton lebih dari 1 (satu) meter dari posisi pengecoran. Bila menggunakan tabung atau pipa. Pemberitahuan tertulis tersebut harus termasuk lokasi pekerjaan. Pengecoran beton harus diteruskan dengan tanpa berhenti sampai pada suatu sambungan konstruksi yang tetah ditentukan dan disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan tersebut diselesaikan. Metode pengecoran atau pengecoran beton harus teratur agar tercipta permukaan yang horisontal. memakai alat tabung atau pipa atau ember (bucket) atau alat lain. sekat ini harus terdiri dari sebuah tabung atau pipa dengan diameter tidak kurang dari 25 cm dikerjakan pada bagian-bagian yang mempunyai kopeling flens (flanged coupling) yang dipasang dengan paking. Beton yang tidak dicor pada posisi akhirnya dalam acuan setelah 30 menit sejak air ditambahkan pada campuran yang bersangkutan tidak boleh digunakan.

4) Penghamparan beton dengan mesin Beton harus dihampar dengan mesin (Concrete Paver) dengan bentang min 6 m. Konsultan Pengawas akan menentukan kapan pekerjaan ini bisa dimulai. beralat penggetar. Rancangan mesin penghampar dengan corong curah. Beton tersebut harus diendapkan/dihamparkan secara merata sampai suatu ketinggian sedikit lebih tinggi dari ketebalan yang disyaratkan dan kemudian harus dicetak secara mekanis menjadi sesuai dengan permukaan yang benar. Ujung pengeluaran (discharge end) terbenam dalam beton dan tabung tremie harus berisi beton secukupnya agar air tidak masuk. untuk mencegah air ke lubang pengeluaran dan mencegah adukan beton teraduk-aduk. Bila beton dicorkan dengan ember (bottom-dump bucket). dan untuk menyesuaikan penghamparan dengan cepat akibat adanya variasi-variasi ini.20 meter kubik. Material-material yang tidak berguna harus disingkirkan dan permukan yang tampak dengan digosok. dan gerakan waktu turun untuk memperlambat arus pengeluaran. maka kapasitas ember tidak boleh kurang dari 1.5–87 . ember harus dinaikkan perlahan-lahan. dan dilengkapi dengan penutup bagian atas yang dipasang longgar.Penopang tabung tremie jangan sampai menghambat gerakan ujung pengeluaran di atas beton. Tabung tremie ini harus diisi dengan metode sedemikian rupa agar beton tidak rusak karena air. Mesin tersebut harus dirancang untuk mencegah segregasi dan beton yang dicampur. yang dipasang pada rel harus sedemikian rupa sehingga elevasi permukaan beton yang dicetak adalah sama dengan elevasi yang direncanakan. Bagian bawah harus dapat dibuka ke bawah ketika beton akan dicor. Perlengkapan juga harus dibuat untuk penghamparan dengan ketebalan yang berbeda dalam arah tebar perkerasan. Selama pengeluaran isinya. yang dirancang untuk menghilangkan prapemadatan sebagai akibat segregasi beton dari berbagai ketinggian atau ketebalan. dikupas dan lainlain cara asal jangan merusak sekat. 1-1-1. Ember harus diisi penuh dan diturunkan perlahan-lahan sampai tiba pada permukaan dimana beton akan dicor. Mesin pencetak harus mampu mencetak beton dengan tinggi/elevasi permukaan yang tepat untuk konstruksi berlapis tunggal. Pengeringan dikerjakan bila sekat beton (concrete seal) sudah cukup kuat menahan tekanan-tekanan.

1-1-1. harus mencetak beton yang bersangkutan sehingga memiliki elevasi yang tepat dengan sebilah pisau perata. balok atau pelat. maka plat-plat yang berdampingan berikutnya harus dibangun dengan menjaga mesin pencelah perkerasan beton pada rel-rel yang beralas rata yang berbobot tidak kurang dari 15 kg/m diletakan diatas beton yang telah diselesaikan untuk menunjang roda-roda ber-flens. pada setiap sisi dari pelat beton yang sedang diperkeras. harus berputar atau perlengkapan berputar.5–88 . Batang ini harus ditunjang pada suatu kereta yang ketinggiannya harus dikontrol berdasarkan tinggi rata-rata dari sekurang-kurangnya 4 titik yang ditempatkan secara merata dengan jarak antara sekurang-kurangnya 3. dan beton tersebut harus dipadatkan secara seksama di sekeliling tulangan tersebut 5) Pemadatan dan Penyelesaian dengan Mesin Mesin pencetak perkerasan beton dengan menggunakan vibrasi permukaan. dan kemudian harus memadatkan beton tersebut dengan vibrasi atau dengan kombinasi vibrasi dan penumbukan mekanis.5 m dari rel penunjang.Beton harus dihampar dalam satu lapisan yaitu suatu pola (jig) berjalan harus digunakan untuk mempertahankan tulangan pada posisinya atau tulangan tersebut harus ditunjang dengan penunjang-penunjang logam pabrikasi atau ditanamkan dalam beton yang belum dipadatkan dengan cara mekanis. Peralatan tersebut kemudian harus menyelesaikan permukaan beton tersebut dengan menggunakan suatu batang perata yang bergoyang melintang atau miring. Rel (track) bertapal karet yang dapat berjalan di atas permukaan beton yang telah diselesaikan juga dapat diterima. Untuk pengecoran perkerasan beton disamping lajur yang sudah dicor. Suatu batang perata lain untuk pekerjaan penyelesaian yang bergoyang secara melintang miring harus disediakan setelah setiap mesin pembentuk sambungan melintang dalam keadaan basah. Batang perata bergoyang tersebut harus berpenampang persegi dan harus membentangi seluruh lebar pelat yang bersangkutan dan berbobot tidak kurang dari 170 kg/m. atau menggantikan roda-roda yang ber-flens tersebut pada satu sisi mesin dengan roda-roda tanpa flens bertapak karet. Cara penunjangan tulangan harus mempertahankan tulangan yang bersangkutan dalam plat beton padat pada suatu kedalaman dibawah permukaan akhir.

balok vibrasi harus ditarik kembali 1. atau bila tempat kerja yang bersangkutan sedemikian terbatas sehingga menyebabkan penggunaan cara-cara yang ditetapkan menjadi tidak praktis dan dengan persetujuan Konsultan Pengawas. 6) Pemadatan dan Penyelesaian dengan Balok Vibrasi Terkendali Bilamana pelat-pelat berukuran kecil atau tidak beraturan. Kalau tidak. Kemudian permukaan tersebut harus diratakan menggunakan sebuah alat straight-edge penggaruk dengan panjang mata pisau tidak kurang dari 1. Beton tersebut harus dipadatkan dengan menggunakan sebuah balok penggetar/pemadat dari kayu bertapal baja berukuran tidak kurang dari lebar 75 mm dan tebal 225 mm.5–89 . Beton yang akan dipadatkan dengan balok vibrasi harus dicetak dengan suatu permukaan sedemikian sehingga permukaan setelah semua udara yang terkandung dikeluarkan dengan pemadatan berada di atas acuanacuan sisi. Roda-roda tanpa flens harus berjalan cukup jauh dari tepi plat untuk menghindari kerusakan pada pinggiran plat yang bersangkutan. Jika permukaan tergaruk secara meluas oleh alat straight-edge tersebut. maka beton harus dicor secara merata tanpa pra-pemadatan atau segregasi dan dipadatkan dengan cara berikut ini.5 m. maka suatu lintasan balok bervibrasi harus dilakukan. Setelah setiap 1. balok penggetar tersebut diangkat dan digerakkan maju ke muka dengan sedikit demi sedikit tidak melebihi ukuran lebar balok tersebut.8 m sekurang-kurangnya 2 lintasan. yang menunjukkan ketidakrataan permukaan.Bilamana digunakan roda-roda tanpa ftens atau rel bertapal karet. suatu alat pemadat balok kembar bervibrasi dengan kekuatan tenaga yang ekivalen dapat digunakan bila tebal lapisan beton yang dipadatkan melebihi 200 mm. maka permukaan plat beton yang dilewati harus segera dibersihkan dan disikat secara seksama di depan mesin untuk membersihkan semua lumpur dan serpihan pasir/kerikil. 1-1-1. maka tambahan vibrasi bagian dalam (internal vibrating) secukupnya harus diberikan meliputi seluruh lebar pelat untuk menghasilkan pemadatan sepenuhnya. diikuti dengan lintasan lanjutan menggunakan alat straight-edge penggaruk. kemudian perlahan-lahan didorong maju sambil melakukan penggetaran di atas permukaan yang telah dipadatkan untuk memberikan suatu permukaan akhir yang halus.5 m panjang pelat dipadatkan. dengan suatu masukan energi tidak kurang dari 250 watt/meter lebar pelat.

Berkas kawat sapu yang digunakan harus pada mulanya berukuran panjang 100 mm terbuat dari kawat berukuran 32 gauge. Berkas-berkas tersebut masing-masing harus diganti bila berkas yang terpendek telah aus menjadi 90 mm. permukaan perkerasan beton yang akan digunakan sebagai permukaan Apron harus diberi alur (groove) atau disikat dalam arah tegak lurus terhadap garis sumbu jalur pesawat yang bersangkutan. Sapu tersebut harus tediri dari 2 baris berkas-bertas kawat yang berjarak antar sumbu 20 mm dan berkas-berkas dalam satu baris harus berjarak 10 mm pusat ke pusat dan dipasang ditengah-tengah celah antara berkasberkas pada baris lainnya.5 meter melintasi seluruh permukaan. Penyelesaian dengan penyikatan harus dilaksanakan dengan sebuah sapu kawat yang lebarnya kurang dari 450 mm. dengan menggunakan straight-edge berukuran 3 meter yang disetujui dan diletakkan diatas permukaan yang bersangkutan pada posisi yang berurutan dan saling meliputi (overlap) 1. Penyelesaian Permukaan Selama Konstruksi Awal Perkerasan Slab Apron Setelah penyelesaian sambungan-sambungan dan lintasan terakhir dari balok. Setiap bagian permukaan yang jika diuji dalam arah membujur. Perhatian khusus harus diberikan bila memeriksa sambungan melintang untuk menjamin bahwa kriteria ini terpenuhi. Penyimpangan permukaan maksimum yang diperbolehkan dibawah alat sraightedge 3 meter yang ditempatkan dalam segala arah beton yang akan dilapis ulang dengan suatu lapisan aspal tidak boleh melebihi 10 mm. finishing dan sebelum penerapan media perawat.6 Pekerjaan Penyelesaian A. Bagian-bagian yang dibongkar tersebut harus sekurang-kurangnya sepanjang 3 meter dan untuk seluruh tebal dan lebar pelat yang bersangkutan. Bila perbedaan atau penyimpangan terhadap alat pengujian lebih dari 8 mm. Persyaratan Permukaan Setelah beton cukup mengeras. maka perkerasan harus dibongkar dan diganti oleh Penyedia Jasa atas biayanya sendiri. 1-1-1.1. menunjukkan suatu perbedaan atau menyimpang dari alat pengujian lebih dari 4 mm tetapi tidak lebih dari 8 mm harus diberi tanda dan segera digerinda dengan suatu alat gerinda yang disetujui sampai perbedaan tersebut tidak lebih dari 4 mm.6–90 . permukaan yang bersangkutan selanjutnya harus diuji untuk diperiksa kebenarannya (trueness). B.

maka harus dibuat selalu basah agar tidak menyusut. sebelum dirawat dengan dilapisi bahan ini. Material penutup ini tidak boleh dibersihkan dari permukaan concrete slab sebelum beton mencapai umur 21 hari. atau bila air permukaan sudah hilang. Kontraktor dapat menggunakan bahan pengawet selaput cair (liquid membrane curing compound) dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Bahan ini harus disemprotkan pada permukaan beton satu kali lapisan atau lebih dengan kecepatan sesuai instruksi dari pabrik pembuatnya. Bahan pengawet selaput harus digunakan setelah cetakan dibongkar. 1) Metoda air Seluruh permukaan yang terbuka selain slab. Material-material harus tetap basah selama jangka waktu tersebut. Bila cetakan dari kayu boleh tetap di tempat selama jangka waktu perawatan. tanah atau material lain yang memadai dan harus selalu basah sekurang-kurangnya selama tujuh hari. Konsultan Pengawas akan menentukan permukaan beton yang harus dirawat dan metode yang digunakan. Seluruh concrete slab harus secepat mungkin ditutupi dengan pasir. Perawatan beton Segera setelah cetakan beton dibongkar dan finishing sudah selesai. Selama masa finishing. Bila bahan pengawet selaput pecah atau rusak sebelum berakhirnya perioda perawatan. 1-1-1.C. atau kain lain yang dibasahi sekurang-kurangnya selama 7 hari. harus dilindungi dari sinar matahari dan seluruh struktur harus dilapisi / ditutup kain goni. daerah yang rusak akan segera diperbaiki dengan memberikan tambahan material pengawet selaput. beton harus dilindungi dengan metode perawatan air. seluruh beton harus dilakukan perawatan dengan salah satu metode berikut.6–91 . 2) Selaput pengawet (membrane – forming curing compound) Seluruh permukaan harus di-finishing dulu.

pelaksanaannya tidak boleh dimulai sebelum beton mencapai persentase kekuatan tertentu seperti tertera dalam tabel di bawah ini.6–92 . maka waktu yang tertera dalam tabel di bawah itu harus dianggap sebagai batas minimum.5 cm di bawah permukaan beton. Lubanglubang. semua kawat-kawat pengikat (projecting wires). sebelum dipastikan beton tersebut sudah mencapai kekuatan cukup. tetapi tanpa agregat. 2) Penambalan (patching) Segera setelah pembongkaran cetakan.D. Bila pelaksanaan pekerjaan di lapangan tidak dikontrol dengan uji kuat tekan. atau alat-alat logam yang digunakan untuk mengikat cetakan harus dibongkar atau dtpotong sekurang-kurangnya 2. dengan perbandingan campuran sama dengan yang dipergunakan untuk pekerjaan pokok. cetakan dan falsework tidak boleh dibongkar sebelum ada ijin dari Konsultan Pengawas. Pembongkaran formwork dan falsework 1) Waktu pembongkaran Cetakan (formwork) dan perancah (falsework) tidak boleh dibongkar tanpa persetujuan Konsultan Pengawas. Rangka dan balok penopangnya harus dibongkar bersamaan dengan cetakan dan potongan kayu cetakan tidak ada yang boleh tertinggal di dalam beton. Beton standar Early strength concrete Plat lantai (floor slab) 14 hari 7 hari Persentase kekuatan disain 70% Cetakan dan falsework pada bagian bawah beton tidak boleh dibongkar. 1-1-1. tanpa memperhatikan umur beton. Persetujuan tersebut tetap tidak membebaskan tanggung jawab Kontraktor untuk melakukan pekerjaan dengan baik. lekukan dan rongga-rongga yang terletak pada permukaan beton harus ditambal dengan mortar (adonan) semen. Bila tidak ada ketentuan kekuatan. Bila waktu untuk membongkar cetakan dan penopangnya ditentukan berdasarkan uji kekuatan beton. Sisa-sisa mortar (adukan) dan semua ketidak rataan akibat sambungan cetakan harus dibersihkan sampai hilang.

3) Penyebab hasil kerja ditolak Bila lubang-lubang atau rongga-rongga kecil terlalu banyak (keropos). deck beton harus ditempa dengan mal lengkung untuk membuat penampang melintang yang benar dan harus di-finishing dengan tangan sampai sesuai dengan permukaan beton yang ditentukan. 1-1-1. Permukaan kerb harus digosok dengan alat dari kayu sampai halus tetapi tidak licin. Finishing biasa (ordinary finishing). harus sesuasi dengan ketentuan (iii). Kontraktor harus membongkar dan mengulangi pekerjaan pada bagian struktur tersebut. dengan biaya sendiri.6–93 . Warna tambalan harus sama dengan warna beton sekitarnya dan rapih. 3) Finishing biasa (ordinary finish) Ordinary finish adalah finishing pada permukaan setelah cetakan dibongkar. 1) Deck beton (concrete decks) Segera setelah beton dicor. dimana lubang-lubang bekas ikatan cetakan ditambal dan kerusakankerusakan kecil pada permukaan diperbaiki. Permukaan footpath harus agak dikasarkan secara merata dengan disikat arah melintang jalan. Permukaan beton harus rata. Hasil finishing harus agak dikasarkan secara merata dengan disikat (brooming). maka bagian struktur yang berlubang terlalu banyak itu harus ditolak. Pekerjaan finishing pada beton Semua permukaan beton harus tetap tampak (exposed) pada pekerjaan yang sudah selesai. 2) Permukaan kerb dan footpath Permukaan kerb dan footpath yang tampak harus di-finishing sesuai dengan garis dan kelandainnya. kecuali bila ada ketentuan lain. tidak ada lekukan dan warnanya cukup merata / sama. dan dengan perintah tertulis dari Konsultan Pengawas. Permukaan yang sudah selesai tidak boleh berbeda lebih dari 10 mm pada pemeriksaan dengan mal datar (straight edge) 4 m yang di pasang sejajar dengan garis 10 mm pada pemeriksaan dengan mal lengkung (template) yang dipasang melintang memotong badan jalan. E.Permukaan tambalan adonan semen ini harus digosok dengan penggosok kayu sebelum pengikatan awal terjadi.

01(5) : tentang “Urugan kembali dan timbunan untuk struktur” dari Spesifikasi ini. pasta. sebelum beton berumur 28 hari atau sebelum ada petunjuk dan Uji contoh bahwa beton sudah mencapai kekuatan umur 28 hari. permukaan harus digosok lagi dengan kain goni untuk membuang butir / partikel lepas. urugan tidak boleh diletakkan sebelum dinding penahan. 1-1-1. 4) Finishing gosok (rubbed finish) Setelah cetakan dibongkar. finishing akhir adalah dengan menggosok permukaan dengan batu karborundum halus dan air. adonan tambalan pada permukaan beton harus sudah kering. Permukaan akhir tidak boleh mempunyai tambalan. Kecuali bila ada dalam Gambar. caps. dan bagian atas dinding harus ditempa dengan mal datar dan digosok sampai grade yang ditentukan.Permukaan yang tidak rata dan penampilannya jelek.6–94 . beton harus segera digosok bila kondisi sudah mengijinkan. Permukaan yang harus di-finishing harus digosok dengan batu karborundum medium kasar. Setelah penggosokan akhir itu selesai dan permukaan menjadi kering. Adonan terdiri dari semen dan pasir halus dengn perbandingan yang sama dengan beton yang sedang di-finishing. Pasta hasil penggosokan ini harus dibiarkan tetap pada permukaan. Penggosokan harus terus sampai seluruh permukaan halus dan sama warna. menggunakan sedikit adukan (mortar) semen pada permukaannya. bubuk-bubuk dan bekas-bekas lain yang tidak dikehendaki. Bila ada genangan air di balik dinding. Beton pada jembatan. 5) Pengurugan (backfill and road fill) Rongga-rongga hasil penggalian yang tidak terisi penuh oleh struktur beton harus diurug dan dipadatkan dengan material yang semestinya sesuasi dengan ketentuan S5. beton harus dibasahi air. Sebelum dibasahi. Penggosokan harus sampai menghilangkan bekas-bekas cetakan dan segala ketidakrataan. Segera sebelum digosok. Setelah semua beton diatas permukaan itu dihilangkan. permukaan beton tidak boleh dilapisi adukan semen (mortar). sekat-sekat atau dinding spandrel berumur 28 hari. lubang-lubang ditambal. dan permukaan menjadi rata. harus ditempa dengan mal datar dan digosok menurut ketentuan item (iv) Finishing Gosok (Rubbed finish). Balok pelengkung (arches) dan slabs tidak boleh diurug.

permukaan beton harus ditutupi agar terlindung dari air hujan hingga balok beton tetap kering. gas pembakar (gas burner) dan lain-lain. 1-1-1. Ketebalan optimal lapisan perekat untuk setiap permukaan beton adalah 1 mm.6) Pembebanan (loading) Lalu lintas atau peralatan konstruksi ukuran besar tidak boleh masuk melintasi struktur beton bertulang sebelum jangka waktu 28 hari sejak pengecoran terakhir beton. Bila ada zat yang melekat. harus diadakan pengujian contoh extra. Bila pekerjaan perlindungan ini harus dilakukan padahal balok PC masih basah.6–95 . (b) Pembersihan minyak dan debu Setelah permukaan sambungan halus dan rata. Bila struktur beton itu harus digunakan lebih dini / awal. Struktur beton sudah dapat digunakan bila pengujian menunjukkan bahwa beton sudah mencapai kekuatan umur 28 hari. gunakanlah larutan organik. (b) Cara pemakaian Perekat harus dipakai secara menyeluruh pada kedua permukaan dengan menggunakan karet atau sudip (spatula) dari logam. maka harus dilakukan pengeringan dengan alat lampu obor. untuk membuang butir-butir lepas (sheath) yang menonjol pada permukaan sambungan. kecuali secara berikut ini. F. 2) Pemakaian perekat (a) Mencampur dan mengaduk Setelah pekerjaan permukaan selesai. Perekat (adhesive) 1) Metode pelaksanaan pekerjaan (a) Penghalusan permukaan Permukaan balok beton yang harus diberi perekatan harus disikat dengan sikat kawat sampai halus. debu dan kotoran harus dibersihkan dengan pompaan udara atau cara lainnya. (c) Pengeringan beton Setelah melepaskan cetakan dari balok beton (PC). bahan dan pengeras harus dicampur dengan perbandingan tertentu dan diaduk merata.

Tidak ada pengurangan yang akan dilakukan untuk volume yang ditempati oleh pipa dengan garis tengah kurang dari 20 cm atau oleh benda lainnya yang tertanam seperti "water-stop". penyelesaian akhir permukaan. selongsong pipa (conduit) atau lubang sulingan (weephole). Karena dengan penekanan awal. Kontraktor harus menyingkirkan segala falsework dan lain-lain. maka harus disisakan daerah 10 – 20 mm sekeliling lubang sheath tetap tidak terlapisi perekat. Cara Pengukuran 1) Beton akan diukur dengan jumlah meter kubik pekerjaan beton yang digunakan dan diterima sesuai dengan dimensi yang ditunjukkan pada Gambar atau yang diperintahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.dan perekat harus melebar menyeberang sambungan bila balok itu bersambungan. penyediaan pipa sulingan. 3) Pembersihan Setelah pekerjaan struktur selesai dan sebelum persetujuan akhir dari Konsultan pengawas.7 Pengukuran A. 1. harus disingkirkan dari lokasi kerja sampai lokasi menjadi bersih dan rapih sesuai dengan perintah Konsultan Pengawas. 2) Tidak ada pengukuran tambahan atau yang lainnya yang akan dilakukan untuk cetakan. lalu diberi tekanan awal (prestressing). Material galian atau material yang tidak berguna dll. tertekan de dalam lubang sheath. 3) Tidak ada pengukuran dan pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pelat (plate) beton pracetak untuk acuan yang terletak di bawah lantai (slab) 1-1-1. (c) Penyambungan Suhu udara pada waktu balok disambungkan harus antara 5 sampai 35 derajad selsius dan penekanan awal (first – prestressing) harus selesai selambat-lambatnya dalam batas waktu umur kerusakan perekat (pot life time). pekerjaan pelengkap lainnya untuk penyelesaian pekerjaan beton. baja tulangan. dan biaya dari pekerjaan tersebut telah dianggap termasuk dalam harga penawaran untuk Pekerjaan Beton. sampai 1 meter di bawah garis tanah yang sudah selesai. lubang sheath bisa ditutupi dengan pita getah (gum tape). perancah untuk balok dan lantai pemompaan.Untuk hasil yang memuaskan.7–96 . perekat harus melebar ke luas daerah sambungan dan pada waktu yang sama.

pekerjaan akhir dan perawatan beton. dan untuk semua biaya lainnya yang perlu dan lazim untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya. juga tidak untuk tiap pengujian atau pekerjaan tambahan atau bahan pelengkap lainnya yang diperlukan untuk mencapai mutu yang disyaratkan untuk pekerjaan beton. B. kuantitas yang akan diukur untuk pembayaran haruslah sejumlah yang harus dibayar bila mana pekerjaan semula telah memenuhi ketentuan. B. Pekerjaan semacam ini dianggap telah termasuk di dalam harga penawaran untuk beton sebagai acuan. 1-1-1. lubang sulingan. Pengukuran Untuk Pekerjaan Beton Yang Diperbaiki 1) Bilamana pekerjaan telah diperbaiki. acuan. bahan drainase porous. Harga dan pembayaran harus merupakan kompensasi penuh untuk seluruh penyediaan dan pemasangan seluruh bahan yang tidak dibayar dalam Mata Pembayaran lain. Pembayaran A. termasuk water stop. perancah untuk pencampuran. akan dibayar pada Harga Kontrak untuk Mata Pembayaran dan menggunakan satuan pengukuran meter kubik (m3). 2) Tidak ada pembayaran tambahan akan dilakukan untuk tiap peningkatan kadar semen atau setiap bahan tambah (aditif). baja tulangan dan mata pembayaran lainnya yang berhubungan dengan struktur yang telah selesai dan diterima akan diukur untuk dibayarkan seperti disyaratkan dalam Spesifikasi ini. Bilamana beton dengan mutu (kekuatan) yang lebih tinggi diperkenankan untuk digunakan di lokasi untuk mutu (kekuatan) beton yang lebih rendah. Beton Struktur haruslah beton yang disyaratkan atau disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagai K250 atau lebih tinggi dan Beton Tak Bertulang haruslah beton yang disyaratkan atau disetujui untuk K175 atau K125.7–97 . pengecoran. maka volumenya harus diukur sebagai beton dengan mutu (kekuatan) yang lebih rendah. 5) Beton yang telah dicor dan diterima harus diukur dan dibayar sebagai beton struktur atau beton tidak bertulang. 4) Kuantitas bahan untuk landasan.beton. 6. Kuantitas yang diterima dari berbagai mutu beton yang ditentukan sebagaimana yang disyaratkan di atas.

Lapisan Alas Bila wet lean concrete ini ditentukan untuk levelling course. pemeliharaan dan pekerjaan insidenal lainnya yang berkaitan. Alas yang sudah rata ini harus dapat dipadatkan dengan roller yang paling besar yang dapat dipakai. 200 dan yang fraksi halusnya nonplastis. pengawetan. kerataan finishing dan permukaannya oleh Konsultan Pengawas. diperbaiki atau direkonstruksi sebagaimana perintah Konsultan Pengawas. Tidak ada pembayaran langsung untuk pekerjaan pembongkaran. maka sebelum dilaksanakan. peralatan. semen dan air harus memenuhi ketentuan Pasal 2 Pekerjaan Beton dalam Spesifikasi ini. 1-1-1. material. alas pasir harus dibasahi 4. dengan air. pengadukan. termasuk persiapan lapisan alas. dan instruksi Konsultan Pengawas. pemadatan. Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan Gambar Rencana. lapisan alas harus bersih dari kotoran. atau rekonstruksi ini. Daerah yang tidak memenuhi ketentuan Spesifikasi haris dibongkar. pengangkutan dan penyiapan agregat. atau bahan asing lainnya. pencampuran. dan diperiksa kepadatannya. dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. perbaikan. Sebelum pengerjaan wet lean concrete. Pasir dengan kadar air yang memadai dihamparkan diatas subgrade dan diratakan. karena merupakan tanggung jawab kontraktor. Lapisan Alas Pasir (Sand Bedding) Bila wet lean concrete ditentukan untuk pekerjaan pelebaran jalan. 2. pengangkutan. dan pelaksanaan semua pekerjaan yang berkaitan dengan pembuatan lapisan perawatan (levelling course) dan pekerjaan pelebaran perkerasan dengan wet lean concrete. batu lepas. Uraian Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Material Agregat. Spesifikasi.7–98 . penuangan. Ukuran maksimum agregat harus dipilih oleh Kontraktor dan disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian wet lean concrete. maka beton itu harus diletakkan diatas alas yang sudah rata terdiri pasir alam setebal 4 cm. lumpur. 3. finishing.SEKSI 4 – 2 LEAN CONCRETE 1. Pasir alam yang tertinggal (tidak lolos) saringan No. dapat digunakan.

8. dan dengan sambungan yang saling menindih (overlap) sekurang-kurangnya 300 mm dan dijaga sedemikian rupa untuk mencegah penguapan. wet lean concrete harus di lepa (floating) sampai permukaan rata dan tak ada permukaan yang lebih rendah ataupun daerah yang terbuka. untuk jangka waktu tidak kurang dari 7 hari. Sambungan konstruksi melintang harus dibuat pada akhir setiap pekerjaan pada hari itu.7–99 .8 m. Sambungan Sambungan longitudinal harus berjarak sekurang-kurangnya 20 cm dari sambungan longitudinal perkerasan beton yang akan dihampar di atasnya. setelah finishing selesai. dengan landai dan elevasi tertentu. 7. Finishing Setelah pemadatan dan diratakan sampai bidang dan elevasi yang benar. 9. disebar dan dipadatkan menurut pekerjaan Beton. 10.5. Penghamparan Dan Pemadatan Wet lean concrete harus dicampur. Perbandingan Campuran Perbandingan jumlah semen dan agregat dalam kondisi kering jenuh (saturated surface dry condition) harus memadai untuk memenuhi ketentuan kuat pecah beton menurut Pasal ini. Perawatan untuk permukaan harus dilaksanakan dengan 1-1-1. 6. dijaga agar tidak lepas dari permukaan. dituang. salah satu metode berikut : Dilapisi penutup sampai lapisan perkerasan berikutnya dihamparkan dengan lembaran plastik kedap air. dan untuk menjaga konsistensi campuran. Perawatan Beton (Curing) Wet lean concrete harus segera dirawat. dan harus membentuk permukaan vertikal melintang yang benar. Perbandingan itu tidak boleh kurang dari 1 : 2 : 4. Cetakan (Acuan) Wet lean concrete untuk levelling course harus dituang dalam cetakan baja atau kayu secara cut-off screeding. Kemudian permukaan harus diuji dengan paling sedikit dua kali geseran mal datar (straight-edge) dengan bilah mal tidak kurang dari 1. Seluruh permukaan disemprot merata dengan bahan white pigmented curing compound. Pencampuran. diangkut. Pengangkutan.

dan kondisi kelembaban dijaga agar tetap selama masa perawatan. segregasi. nilai kuat pecah beton yang rendah belum tentu menyebabkan hasil pekerjaan ditolak.7–100 . penambalan permukaan tidak boleh dilakukan 14. Mal datar harus dipergunakan dengan cara overlap ½ dari panjangnya. tidak boleh lebih dari 1 cm pada mal datar (straight edge) 3 m ketika diterapkan sejajar dengan dan tegak lurus dari garis sumbu (centre line) banda jalan. Satu silinder mewakili 50 m wet lean concrete yang dihamparkan. Material tersebut harus dibongkar sampai seluruh ketebalan lapisan. 12. 13. Ketentuan Kuat Pecah Beton (Crushing Strenght) Kuat pecah beton rata-rata pada umur 7 hari dari setiap kelompok (group) contoh (spesimen) yang diambil pada setiap pelaksanaan pekerjaan tidak boleh kurang dari 30 kg/ cm². dan diganti dengan material campuran yang baru sesuai dengan Spesifikasi. Penyimpangan pada permukaan yang sudah selesai tidak boleh lebih dari 3 cm dari elevasi yang direncanakan. 11. Kerataan Permukaan Wet let concrete harus dibentuk dan diselesaikan sesuai dengan garis. Penyimpangan permukaan ini juga. dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. sampai hasilnya menunjukkan bahwa campuran tersebut memenuhi syarat. yang dibuat dari beton material wet lean concrete yang diambil di lapangan. Bila rata-rata kuat pecah beton pada lebih dari satu kelompok diantara lima kelompok yang berurutan ternyata kurang 30 kg/ cm². Pengujian Kekuatan Untuk ini harus disediakan silinder test kuat tekan beton (compressives strength). landai dan penampang permukaan seperti tertera pada Gambar Rencana. maka kadar semen harus ditambah sesuai dengan persetujuan Konsultan Pengawas. serta daerah yang tidak memenuhi ketentuan kerataan permukaan.Saluran permukaan disemprot air secara kontinyu. Konsultan Pengawas akan menentukan daerah yang keropos. Penolakan Pekerjaan Bila ketentuan-ketentuan kuat pecah beton diikuti. Perbedaan penyimpangan dari elevasi yang dikehendaki untuk lapisan perata (levelling course) Perbaikan dengan cara 1-1-1. dan tidak kurang dari tiga silinder harus dibuat setiap hari. cacat atau rusak.

16. Ukuran Jumlah bayaran harus ditatapkan dengan menghitung banyaknya jumlah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan.7–101 . peralatan dan kendaraan yang diperlukan untuk meneruskan pekerjaan diperbolehkan memasuki daerah wet lean concrete. sebelum menghamparkan lapisan berikutnya. Setelah masa perawatan. selama 7 hari pertama masa perawatan. 1-1-1. atas tanggungan biaya Kontraktor sendiri. tidak boleh lebih dari 1. 15.5 cm. Pemeliharaan Peralatan ataupun kendaraan lalu-lintas. 17. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Kerusakan akibat apapun harus diperbaiki dengan mengganti lapisan pada daerah itu. termasuk kendaraan untuk keperluan pelaksanaan. Wet lean concrete harus dijaga agar selalu dalam kondisi baik.untuk perkerasan beton antara dua titik dalam jarak 20 m. tidak boleh memasuki permukaan yang sudah selesai.

maka cara pengerjaannya 1-1-1. B. bila batang tulangan dibengkokkan dengan pemanasan. diadakan uji pembengkokkan batang tulangan dengan beberapa diameter lengkung pembengkokkan. Baja tulangan ulir harus diangkut dan dipelihara lurus atau dibengkokkan dengan bentuk seperti terlihat pada Gambar. Batang berdiameter 10 mm atau lebih : SII 0136-80 (Grade BJTD 40). 3. Penulangan anyaman baja harus mengikuti AASHTO M 55. atau AASHTO M31 (Grade 60). diletakkan diatas tanah dan harus disimpan dalam bangunan atau tertutup dengan baik. Gambar dan petunjuk Konsultan Pengawas. Batang berdiameter 10 mm atau kurang : SII 0136-80 (Grade BJTP 24). 3) Kecuali bila ditentukan lain. Tidak boleh dibengkokkan dan diluruskan kembali atau dibengkokkan dua kali pada titik yang sama pada baja tulangan. Material Baja tulangan harus sesuai dengan ketentuan Spesifikasi berikut ini.SEKSI 4 – 3 BAJA TULANGAN 1. A. atau AASHTO M 31 (Grade 40). dan harus dilakukan sedemikian rupa agar sifat baja tidak berubah. Pembuatan (pabrikasi) 1) Batang-batang tulangan harus dibuat secara akurat menurut bentuk dan ukuran dalam gambar.7–102 . JIS G 3112 (Grade SR 24). 2) Sebelum dipasang di lapangan harus diuji. pembuatan dan pemasangan batang-batang baja tulangan dengan tipe dan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi. 2. dan pengerjaannya jangan sampai merusak material baja itu. Baja tulangan tidak boleh disimpan. atau JIS G 3112 (Grade SD 40A). Uraian Pekerjaan ini meliputi penyediaan. semua batang tulangan yang harus dibengkokkan maka harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Pelaksanaan Pekerjaan A.

9 mm atau lebih. kecuali bila tertera dalam gambar atau ada ketentuan lain. 4) Jarak batang-batang tulangan dari cetakkan harus dijaga agar tidak berubah. balok adukan penopang dari logam.7–103 . lumpur. serpihan yang mudah lepas. B. 1-1-1. Konsultan Pengawas bila batang tulangan telah terlalu lama terpasang. harus dibersihkan dan diperiksa lagi oleh Konsultan Pengawas sebelum dilakukan pengecoran beton. harus digunakan. Kontraktor harus menguji mutu batang tulangan dengan tanggungan biaya sendiri. 3) Batang tulangan harus diikat pada setiap titik pertemuan dengan kawat besi yang diperkuat. 5) Setelah ditempatkan. 6) Bila Konsultan Pengawas perlu memeriksa mutu batang tulangan. 4) Batang tulangan yang tidak bisa diluruskan tidak boleh digunakan. kotoran. dengan gantungan logam (metal hanger). bila perlu. Penyambungan 1) Bila batang tulangan harus disambung pada titik-titik selain yang ditentukan Gambar. 2) Batang-batang tulangan harus ditempatkan pada kedudukan semestinya sehingga tetap kokoh pada waktu beton dicor. dari cat minyak. yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. dengan diameter 0. Pemasangan 1) Sebelum dipasang. 5) Untuk pemotongan dan pembengkokkan. C. batang tulangan harus dibersihkan dari karat. dan harus dilakukan sedemikian rupa agar sifat fisik baja tidak berubah. kedudukan dan cara penyambungan harus didasarkan pada perhitungan kekuatan beton. dengan cara menurut ketentuan Konsultan Pengawas. batang-batang tulangan harus diperiksa oleh Batang tulangan yang dibutuhkan untuk keperluan sehubungan dengan cara pelaksanaan struktur. harus disediakan pekerja yang ahli dan alat-alat yang memadai. atau bahan asing lainnya yang dapat merusak ikatan. atau penopang lainnya yang disetujui Konsultan Pengawas. Batang tulangan yang telah tertanam sebagian dalam beton tidak boleh dibengkokkan.harus disetujui dulu oleh Konsultan Pengawas. atau dengan jepitan yang sesuai.

batang harus dilingkarkan dengan panjang tertentu dan diikat kawat pada beberapa titik temu dengan kawat besi diameter yang lebih besar dari 0. yang harus disambung nantinya. 3) Batang tulangan yang tampak.7–104 . 4) Pengelasan baja tulangan harus dikerjakan hanya bila ada detailnya dalam gambar.2) Pada sambungan melingkar. atau ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. harus dilindungi dengan semestinya dari kerusakan dan karat. penggantinya harus sama atau lebih besar. 5) Penggantian batang tulangan dengan ukuran yang berada dari ketentuan dapat dilakukan bila ada ijin khusus dari Konsultan Pengawas. 1-1-1. Bila batang baja tulangan harus diganti.9 mm.

untuk sambungan antar struktur sesuai dengan Gambar dan sebagaimana diperintahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 2) Kontraktor harus menyerahkan rincian sambungan yang lengkap untuk mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. termasuk gambar kerja dan sertifikat pabrik pembuatnya untuk produk dan bahan yang digunakan di dalamnya.7–105 . Bahan penutup sambungan harus mempunyai konsistensi yang merata selama pelaksanaan penuangannya sehingga mampu secara sempurna menutup celah sambungan tanpa mengakibatkan terbentuknya rongga-rongga udara yang besar dan terputus atau rusaknya bahan penutup. Pada gambar sambungan ekspansi melintang dan sambungan konstruksi yang tegak lurus sambungan memanjang. Pengajuan Kesiapan Kerja 1) Kontraktor harus menyerahkan rincian dari semua bahan pengisi (filler) penutup (sealer) sambungan yang diusulkan untuk digunakan untuk mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. Penutup sambungan/joint yang dituang harus terbuat dari suatu campuran yang membentuk suatu bahan yang bersifat kenyal dan lekat. yang secara efektif dapat menutup dan melindungi sambungan beton terhadap masuknya air dan benda asing lainnya.SEKSI 4 – 4 SAMBUNGAN (JOINT) Umum A. B. dan setiap bahan pengisi (filler) dan penutup (sealer). Rincian setiap modifikasi terhadap pekerjaan struktur harus juga diserahkan. 1-1-1. dan menerus dari tepi yang satu ke tepi perkerasan yang lain dari seluruh pelat perkerasan yang terhubung sebagai satu unit perkerasan. Uraian Pekerjaan ini akan terdiri dari pemasokan dan pemasangan sambungan yang terbuat dari logam atau elastomer. serta tidak akan melekat pada ban kendaraan akibat naiknya temperatur perkerasan. Joint/sambungan akan ditempatkan sesuai dengan detail gambar.

mengalir atau bergelembung harus dikeluarkan dan diganti. dengan panjang. Kontraktor juga harus bertanggungjawab atas pemeliharaan rutin dari semua sambungan ekspansi yang telah selesai dan diterima selama Periode Kontrak termasuk Periode Pemeliharaan. ukuran dan ditempatkan seperti yang ditentukan dalam Gambar.7–106 . Sambungan (Joint) Sambungan harus dibuat dengan tipe. A. dan jarak seperti yang ditentukan dalam gambar. 2) Penutup (sealer) yang gagal mengeras. Kontraktor harus bertanggungjawab untuk melindungi dan menjaga keamanan sambungan tersebut selama periode Kontrak. ukuran. Sambungan Ekspansi (expansion joints) Batang baja polos / dowel (Grade BJTP 32). D. untuk mencegah perubahan. Bagaimanapun juga. selama atau sesudah pemasangan yang disebabkan oleh kelalaian dalam penanganan. 1-1-1. Semua sambungan tersebut harus diperiksa pada saat tiba di tempat kerja dan setiap kerusakan harus dilaporkan secara tertulis kepada Pejabat Pembuat Komitmen. dipasang dengan besi penahan (chair) atau penahan lainnya yang disetujui.C. penyimpanan. pemasangan atau operasi selanjutnya di lapangan harus dikeluarkan dan diganti. Pemeliharaan Pekerjaan Yang Telah Diterima Tanpa mengurangi kewajiban Kontraktor untuk melaksanakan perbaikan terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan atau gagal sebagaimana disyaratkan di atas. Pekerjaan pemeliharaan rutin tersebut harus dilaksanakan sesuai Spesifikasi ini dan harus dibayar terpisah. 3) Sambungan yang rusak sebelum. Dowel dengan ukuran dan jarak sesuai dengan gambar dapat dibengkokkan dengan sudut tegak lurus acuan dari lajur yang dilaksanakan dan diluruskan kembali sampai posisi tertentu sebelum beton pada lajur yang berdekatan dihamparkan. Semua sambungan harus dilindungi agar tidak kemasukan material yang tidak dikehendaki sebelum ditutup dengan bahan pengisi. Perbaikan Atas Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan 1) Bahan pengisi sambungan (joint filler) yang belum mengisi celah sambungan sampai penuh sebelum penutupan (sealing) harus dikeluarkan dan diisi kembali dengan bahan pengisi sampai penuh.

kecuali jika cetakan-cetakan khusus digunakan pada waktu beton dalam keadaan plastis. ukuran.B. harus merupakan sambungan kontraksi atau sambungan ekspansi. untuk mencegah perubahan. C. yang bukan sambungansambungan darurat. Alur-alur tersebut dapat dibentuk pada waktu beton masih dalam keadaan plastis atau digergaji setelah beton mengeras. 1-1-1. Bila tertera dalam Gambar dan bila lajur perkerasan yang berdekatan dilaksanakan terpisah. Jika alur-alur tersebut dibuat dengan digergaji. Bagian alur yang akan ditutup/disegel harus mempunyai sisi yang benar-benar vertikal dan sejajar. untuk mencegah perubahan. untuk ini garis sumbu cetakan harus vertikal. maka kontraktor harus membentuknya sebagai berikut : 1) Sambungan kontraksi Celah-celah harus digergaji sampai kedalaman yang disyaratkan dan harus mempunyai lebar yang memadai tidak lebih dari 20 mm. dan jarak seperti yang ditentukan dalam gambar dan dipasang dengan besi penahan (chair) atau penahan lainnya yang disetujui. Sambungan-sambungan darurat pada perkerasan beton hanya boleh dipasang bila terjadi kerusakan mesin atau cuaca yang merugikan dan tidak boleh dibangun/dibuat kurang dari 3 m dari suatu sambungan ekspansi atau kontraksi. Sambungan Pengunci (key joints) Batang baja Ulir / Tie Bar (Grade BJTD 40) dengan ukuran panjang. Alur Pada Sambungan Alur-alur dipermukaan beton pada sambungan-sambungan harus dibentuk dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. D. acuan baja harus digunakan untuk membentuk "keyway" (takikan) sepanjang sambungan pengunci. dan jarak seperti yang ditentukan dalam gambar dan dipasang dengan besi penahan (chair) atau penahan lainnya yang disetujui.7–107 . Sambungan-sambungan darurat tersebut harus dibentuk dengan bantuan suatu bagian acuan yang dibor dan dibelah (splít cross) melalui mana tulangan biasa dan batang-batang pengikat harus lewat. Sambungan Konstruksi (construction joints) Batang baja polos / Dowel (Grade BJTP 32) dengan ukuran panjang. ukuran. Sambungan-sambungan yang dibuat pada akhir kerja.

Material penutup (joint sealer) yang digunakan pada setiap sambungan harus sesuai dengan yang tertera pada Gambar atau perintah Pejabat Pembuat Komitmen. E. atau penggergajian awal harus diselesaikan secepat mungkin dan selalu dalam batas waktu 18 jam dari setelah pemadatan akhir beton.2) Sambungan ekspansi Celah-celah harus digergaji sampai kedalaman dan lebar penuh yang diperlukan untuk segel seperti diperlihatkan dalam Gambar. Sebelum ditutup. Alur-alur sambungan ekspansi dan sambungan konstruksi yang lebih lebar dari 5 mm harus disegel permanen atau sementara sebelum lalu lintas menggunakan perkerasan yang bersangkutan. Menutup Sambungan (sealing joint) Sambungan harus ditutup segera sesudah selesai proses perawatan (curing) beton dan sebelum jalan terbuka untuk lalu lintas. termasuk bahan perawatan (membrane curing compound) dan permukaan sambungan harus bersih dan kering ketika diisi dengan material penutup. Celah-celah yang kurang lebar harus digergaji sampai lebar dan kedalaman penuh yang disyaratkan dan segera dipasangi segel permanen. Bagian logam harus dilindungi terhadap korosi. setiap sambungan harus dibersihkan dari material yang tidak dikehendaki. termasuk kendaraan Kontraktor. Bahan Pengisi Sambungan (Joint Filler) 1-1-1. Struktur Sambungan Ekspansi (Expansion Joint Structure) Jenis struktur sambungan ekspansi tergantung pada jumlah pergerakan lantai yang diperlukan dan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. B. Bila alur dibentuk/dicetak. sambungan baja bergerigi (steel finger joint) dan sambungan berpenutup neoprene harus mempunyai bentuk yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Sambungan pelat atau siku. Bahan A.7–108 . Bagian baja dan baut jangkar harus sesuai dengan AASHTO M120 Kelas A. tersebut dapat Kontraktor diperoleh harus dalam memperagakan batas toleransi hingga yang memuaskan Pejabat Pembuat Komitmen bahwa permukaan akhir yang melalui sambungan bersangkutan.

84 atau AASHTO M213 . Sambungan vertikal dan miring harus ditutup dengan sambungan Expandite Plastic. E.Bahan pengisi sambungan harus dari jenis kenyal yang tidak dikeluarkan pracetak (premoulded non-extruding resilient type). 1-1-1.81. Sebagai alternatif. Thioflex 600 dua bagian persenyawaan polysulfida. dempul bitumen. Penutup Sambungan (Joint Sealer) Bahan untuk penutup sambungan horisontal harus sesuai dengan AASHTO M173 . Bahan sambungan untuk dasar (primer) dan penutup (sealer) sambungan harus dicampur dan digunakan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya. C.  Silicone sealants Penggunaan panas atau dingin dalam penuangannya tidak disetujui kecuali kontraktor dapat meyakinkan Pejabat Pembuat Komitmen dengan menunjukan demonstrasi dalam cara instalasi dengan hasil yang memuaskan. Sebelum menggunakan material tersebut maka kontraktor akan menyerahkan sertifikat yang menunjukan bahwa material itu memenuhi persyaratan dan sesuai dengan ketentuan. Persenyawaan dasar sambungan (joint priming compound) harus sebagaimana yang disarankan oleh pabrik bahan penutup yang dipilih untuk digunakan.  Preformed self-expanding cork strips. Joint Sealer A. sesuai dengan AASHTO M153 . atau bahan sejenis yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen.7–109 . Bahan-bahan Lain Semua bahan lainnya yang diperlukan untuk sambungan harus sesuai dengan Gambar dan disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. D. penutup dari bitumen karet yang dicor panas seperti Expandite Plastic Grade 99 atau yang sejenis dapat digunakan dengan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. Waterstops Jenis dan bahan waterstops harus terinci dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Jenis Joint Sealer Tipe Joint Sealer sebagai berikut :  Preformed elastomeric strips.84 : Hot Poured Elastic Sealer.

1-1-1.7–110 .4. Preformed elastomeric joint sealer untuk force-deflection memenuhi persyaratan pada tabel berikut : Tabel 4. Sealer akan mempunyai daya tahan pada 300 mm interval ± 2 mm dipermukaan surface pada saat pembuatan. 12 mm and larger joint sealer: 20 50 525 N/m min 2 100 N/m max 10 mm and smaller joint sealer: 350 N/m min 2 100 N/m max Required Force Spesimens yang digunakan untuk menentukan hubungan original forcedeflection akan menjadi panas didalam tungku/oven pada saat berumur 70 jam pada 100°C dibawah 50% deflection. Sesudah panasnya memenuhi umurnya specimen akan diperlakukan lagi untuk di test force deflection dan harus memenuhi persyaratan ketentuan di tabel dibawah ini.1 Spesifikasi Deflection Based on Nominal Width (%) a. Spesifikasi Joint Sealer 1) Preformed Elastomeric Joint Sealer Preformed elastomeric joint sealers harus memenuhi ketentuan yang disyaratan dalam ASTM D2628. Kedalaman keseluruhan tidak melebihi 50 mm ketika sealer mendapat beban/ compressed lateral maka tidak akan terjadi deflection 50%. Joint sealer harus mempunyai panjang/kedalaman yang cukup antara kedua sisi dinding/celah beton.B. 20 50 b.

84 % ± 5 % Solids content % by mass Film strength : 25 ± 3.7–111 . Lubricant adhesive akan digunakan dalam 9 bulan dari pembuatan.Tabel 4. dicampur dengan bahan pelarut yang mudah menguap. Yang ditunjukan tanggal dari pembuatan dalam kontainer. 20 50 12 mm and larger joint sealer: 260 N/m min 2 100 N/m max 10 mm and smaller joint sealer: 175 N/m min 2 100 N/m max Required Force Lubricant–adhesive yang digunakan untuk preformed elastomeric sealers merupakan campuran yang sama berdasarkan polymer seperti sealer.    Average net mass per litre : 7. 20 50 b. 2) Preformed Self-Expanding Cork Joint Sealer 1-1-1.4. Hal ini harus mengikuti tambahan sifat fisis. 750% minimum elongation before breaking. Sifat yang merekat dari lubricant-adhesive akan seperti yang dilaksanakan yang sesuai dengan peralatan instalasi.0 (ASTM D553) : 15 Mpa minimum tensile strength.1 Spesifikasi Deflection Based on Nominal Width (%) a.

after 24 hours immersion (kPa)  Lateral free swell in water at 27 ± 1 degree C a. after 168 hours immersion (% of initial width)  Longitudinal free swell in water at 27 ± 1 degree C after 168 hours immersion (% of initial length)  Longitudinal shrinkage on drying for 12 days at 40-50 degreec after168 hours immersion in water (% of initial length)  Lateral expansion in boiling water after 1 hour immersion (expanded width as % of initial width)  Compression and recovery a. recovery after 1 hour following compression to 50% of uncompressed - F 1-1-1.4. after 6 hours immersion (kPa) b.3 Cork joint sealers dibuat dari preformed self-expanding cork dan ditentukan dengan persyaratan Requirement Property Test Method : DHC Method MT RA 100 Appendix Max.Tabel 4. after 24 hours immersion (% of initial width) b. pressure required to compress to 50% of uncompressed width(kPa) 500 F 60 180 2 B B C C D 2 D - E b.7–112 . Density (kg/m3) - A  Lateral restraining pressure in water at 27 ± 1 degree C a.

H Resistance to test fuel (48 hours No evidence of. immersion in test fuel) a. Contoh harus meliputi lima belas (15) specimens dari tiap lebar yang ditentukan. c.e. Dislodgement of cork particles due to test treatment b.7–113 . 1-1-1. Loss or resilience i. Minimum 2 minggu sebelum dimulai penempatan beton. Dislodgement of surface particles of cork when the faces of the material are rubbed with fingers. masing-masing menjadi 11 5 mm kedalamannya x 5 mm panjangnya dan tiga (3) specimen dari setiap lebar yang ditentukan. Compliance with compression. harus menyerahkan contoh material yang diusulkan untuk digunakan supaya mendapat persetujuan dari pengawas. Bagian atas surface dari seluruh selfexpanding cork akan di taped. may be broken into pieces more easily. J J J Penyediaan cork di factory-bonded panjangnya harus sesuai dengan lebar alur perkerasan untuk joint melintang/tranversal atau 4 m panjangnya untuk joint memanjang/longitudinal. width(recovered width uncompressed width) as a % of Extrusion of free edge following compressed to 50% of uncompressed width with 3 edges restrained (mm)  Accelerated weathering - 6 G No evidence of disintegration. masing-masing 40 mm kedalamnya x 900 mm panjangnya. recovery and extrusion requirements.Requirement Property Test Method : DHC Method MT RA 100 Appendix Max.

2 Persyaratan Silicone Sealants Test Method ASTM-D-792 MIL-S-8802 MIL-S-8802 ASTM D 2240 T1192 T1193 Description Specific Gravity Extrusion Rate Tack Free Time Durometer Durability Requirements 1. Sambungan silicon sealent berwarna abu-abu akan disimpan dan di instalasi menurut petunjuk tertulis dari perusahaan pembuat.7–114 . Bahan ini harus selalu dilindungi dari kerusakan dan bilamana ditempatkan harus bebas dari kotoran. ditutupi. Penyimpanan Bahan Bahan sambungan yang dikirim ke lapangan harus disimpan. 1-1-1. Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengawas.3) Silicone Sealants Silicone joint sealant dibentuk menggunakan silicone sealant yang sesuai dengan persyaratan pada tabel berikut dibawah.1 to 1. Sedikitnya empat minggu sebelum instalasi dari pekerjaan sealent.000 hours ASTM C 793-7 at No cracks.55 90 to 250 g per min 30 to 70 min 10 to 25 Extension to 70% Compression to 50% to 35N average strength minimum peel ASTM C794 Adhesion Concrete Accelerated Weathering 5. pada landasan di atas permukaan tanah. gemuk atau benda-benda asing lainnya. Tabel 4. blisters or bond loss Pelaksanaan A. minyak.4. bukti sertifikat dari lembaga/badan test yang berwenang yang dicatatkan dengan menunjukkan bahwa sealent tersebut memenuhi persyaratan pada tabel dibawah ini.

Bahan pengisi (filler) sambungan tidak boleh diisi sampai melebihi rongga yang seharusnya diisi dengan penutup (sealer) kecuali bilamana lembaran bahan pengisi yang terpisah digunakan sebagai cetakan. Ukuran celah sambungan ekspansi harus sesuai dengan temperatur rata-rata jembatan pada saat pemasangan. Luas yang lebih kecil dari 0. Pencampuran. Bahan tersebut harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terpasang dengan kokoh dalam rongga dan terekat dengan baik pada satu tepi dari beton. Tepi yang kasar atau tidak teratur tidak diperkenankan.B. Ukuran celah harus sesuai (compatible) dengan temperatur jalan/jembatan rata-rata pada saat pemasangan. Temperatur ini harus ditentukan sesuai dengan pengaturan yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Bahan penutup tuang panas adalah jenis bahan penutup yang dalam pelaksanaannya perlu dipanaskan dahulu untuk memperoleh tingkat kecairan 1-1-1.25 m2 harus dibuat dalam satu lembaran. Bahan tersebut harus dipotong dengan perkakas yang tajam untuk memberikan tepi yang rapi. untuk memastikan bahwa bahan tidak terlepas selama operasi pelaksanaan berikutnya atau pergerakan dari struktur. Posisi semua baut yang dicor di dalam beton atau semua lubang bor yang dibuat dalam beton harus ditentukan dengan akurat dengan menggunakan mal. jika perlu. Struktur Sambungan Ekspansi Sambungan harus dapat meredam getaran dan suara dan merupakan struktur yang kedap air. Bahan pengisi sambungan harus digunakan dalam lembaran yang sebesar mungkin.7–115 . Struktur sambungan ekspansi harus dipasang sesuai dengan Gambar dan petunjuk pabrik pembuatnya. C. penggunaan dan perawatan semua bahan jenis patent harus memenuhi ketentuan pabrik pembuatnya. Penutup sambungan harus dikerjakan sampai penyelesaian yang halus dengan menggunakan sebuah spatula atau alat yang sejenis. Uliran skrup harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari karat. menggunakan paku tembaga. Penutup sambungan harus sedikit cembung atau sedikit cekung terhadap permukaan sambungan pada saat mengeras. Jalan alih harus disediakan dan dipelihara untuk melindungi semua sambungan ekspansi dari beban kendaraan sampai sambungan ini diterima dan Pejabat Pembuat Komitmen mengijinkan pembongkaran jalan alih tersebut. Pengisi Sambungan Pracetak dan Penutup Sambungan Elastis Sambungan harus dibentuk dengan akurat memenuhi garis dan elevasi sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Temperatur ini harus ditentukan sesuai dengan pengaturan yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.

yang tidak mengakibatkan terlampuinya batas pengaliran bahan. Pembayaran Kuantitas yang diukur sebagaimana disyaratkan di atas akan dibayar dengan Harga Kontrak untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 1-1-1. Bahan penutup sambungan/joint pelaksanaan dingin (Cold application Type) Bahan penutup sambungan Polychloropren Elastomeric. Harga dan pembayaran ini harus dianggap kompensasi penuh untuk penyediaan dan pemasangan semua bahan. tenaga kerja. perkakas. spesifikasi untuk pelumasan dalam pemasangan bahan penutup jadi yang ditekan (Lubricant For Installation of Performed Compression Seal in Concrete Pavement) Pengukuran Pengukuran struktur sambungan ekspansi akan berupa jumlah meter panjang sambungan yang selesai dipasang di tempat dan diterima. Waterstops. Temperatur pemanasan aman adalah temperatur pemanasan maksimum yang diijinkan. bahan pengisi sambungan ekspansi pracetak. penutup sambungan pracetak. dan penutup sambungan elastis yang dituang tidak akan diukur jika tidak ditentukan dalam mata pembayaran yang terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Semua jenis sambungan lainnya akan dibayar dengan memasukkannya ke dalam harga satuan untuk mata pembayaran lainnya dimana sambungan tersebut dikerjakan atau dimana sambungan itu dihubungkan dan tidak dibayar dalam mata pembayaran yang terpisah. peralatan dan biaya tambahan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang diuraikan.tertentu dan dimasukkan ke celah sambungan dengan cara dituangkan.7–116 .

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi. Tanda-tanda landasan harus dicat putih. perlengkapan.Satuan Uraian Pengukuran Expansion Joint Tipe Asphaltic Plug Expansion Joint Tipe Rubber 1 (celah 21 -41 mm) Expansion Joint Tipe Rubber 2 (celah 32 -62 mm) Expansion Joint Tipe Rubber 3 (celah 42 -82 mm) Joint Filler untuk Sambungan Konstruksi Expansion Joint Tipe Baja Bersudut Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang SEKSI 5 . sedangkan tanda-tanda lainnya harus kuning. 2.7–117 . Material-Material Cat untuk tanda-tanda pada asphalt concrete (AC) dan pada concrete pavement harus ada cat khusus lalu – lintas dari pabrik. atau cat lain yang disetujui. material dan pekerjaan serta pelaksanaan semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan marking dan permukaan-permukaan. dari spesifikasi pasal ini terdiri dari penyediaan semua instalasi. Bahan pencampur air supaya tidak mudah licin dan terbakar akibat gesekan terutama pada waktu landing. Dasar material dari cat synthetic emulsion. tergantung kepada persyaratan-persyaratan dari kontrak dan gambar-gambar yang dipergunakan.1 MARKING 1. Spesifikasi cat marka sebagaimana dalam tabel berikut : 1-1-1.

Pembatasan Cuaca Pengecatan dikerjakan hanya apabila permukaannya kering dan bersih serta cuaca tidak terlampau berangin.1. 4.Tabel 5.03 Water 5 % (with brush) 2-3 m²/Kg 60~70µ ( 1 coat ) 1-1-1.7–118 . Cuaca yang cocok ditentukan oleh Pemberi Tugas. Mesin pemberi tanda yang disetujui ialah atomizing spray-type marking machine cocok untuk pemakaian cat lalu lintas. Peralatan Semua peralatan untuk pekerjaan dan termasuk alat-alat yang diperlukan untuk membersihkan permukaan yang ada.5 ± 0. 30 minutes 2 hours after 2 hours 8 hours Keterangan Synthetic Emulsion 90-95 KU (25˚C) 1. Ia akan menghasilkan ketebalan yang sama dan rata pada pelaksanaan yang dikehendaki dan direncanakan sedemikian rupa untuk mengerjakan tanda-tanda dari cross-sections dan tepi harus jelas dan nyata tanpa cipratan dan dalam batas keseluruhan seperti ditentukan. 1 Spesifikasi cat marka bandar udara Uraian Type of Paint /Tipe Cat Viscosity/Kekentalan Specific Gravity/Berat Jenis Dilution Dilution Ratio Standard Coverage/Daya Tutup Recommended Dry Film Thickness Drying Time/Waktu Kering (30ºC) : Set to touch Dry Hard Over Coating Totally Dry 3. pemberian tanda dengan mesin dan alat pembantu semacam untuk menyelesaikan pekerjaan harus mendapat persetujuan Pemberi Tugas. berdebu atau berkabut.

Penyesuaian yang cocok diadakan pada penyemprotan atau penyemprotan- penyemprotan dari mesin tunggal.7–119 . atau dengan mengadakan peralatan tambahan yang mampu mengecat dengan lebar yang dikehendaki. Penggunaan cat dengan menggunakan mesin. Cat tidak meleleh. minyak. setiap perbedaan tepi melebihi 1 Lebar dari pada centimeter. apabila dilaksanakan dengan sikat. Pelaksanaan Tanda-tanda dilaksanakan dilokasi sesuai dimensi dan letak seperti tertera dalam gambar-gambar. Cat sebelum digunakan harus dicampur sesuai dengan instruksi pabrik. Semua permukaan harus dilindungi dari segala kerusakan. Cat pada ketentuan asli tanpa tambahan thiner harus langsung dicampur dan digunakan pada tanda / marking harus seperti direncanakan dan ada dalam toleransi 5 persen. tirai pelindung atau penutup yang diperlukan. Semua pengecatan dilakukan oleh tenaga-tenaga Ahli dan berpengalaman. semua marking harus dilindungi sementara selama cat belum kering. lapis pertama harus kering terlebih dahulu sebelum lapisan kedua dilaksanakan. Pengecatan tidak boleh dilaksanakan sebelum permukaan yang akan di cat disetujui oleh Pemberi Tugas. 5. Cat yang baru harus dilindungi dari semua lalu lintas baik kendaraan maupun pejalan kaki. bendera-bendera dan / atau barikade-barikade. Dalam mengerjakan strip-strip lurus. Kontraktor harus bertanggung jawab menempatkan tanda perintang yang sesuai. Pembersihan dan persiapan permukaan yang akan di coated. Perlindungan Sesudah pelaksanaan mengecat. dan lain-lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan cat. Permukaan dibersihkan dan bebas dari pasir. Pelaksanaan penjelasan dilaksanakan lapis demi lapis. kotoran. kering atau lentur bila dilaksanakan pada permukaan asphalt. Pengecatan harus menggunakan alat-alat yang sesuai. tanpa lubang maupun tonjolan. debu dan benda asing lainnya sehingga permukaan jalan benar-benar bersih. permukaan perkerasan dengan marking machine.Ukuran dari macam-macam tanda dan strip-strip diadakan seperti dilihat dalam gambar-gambar. dalam 15 meter harus dihapus dan harus dibetulkan. 6. 1-1-1. perlu persetujuan / penjelasan Pemberi Tugas. Kontraktor melengkapi data teknis dari kualitas material-material dipesan untuk pekerjaan.

7. 8. material atau pekerja harus diganti sesuai dengan petunjuk Pemberi Tugas atas biaya Kontraktor. 9. 1-1-1. Kegagalan Pelaksanaan Disebabkan Oleh Material Dan Pelaksanaannya Apabila material tidak memenuhi persyaratan atau rencana tidak dilaksanakan menurut persyaratan atau pekerjaan tidak cukup.7–120 . Pengukuran Volume marking diukur sesuai dengan meter persegi yang telah dilaksanakan dan sesuai dengan gambar-gambar yang disetujui. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful