SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PEMBUATAN APRON BARU DENGAN RIGID PAVEMENT K-400 (120 x 200) BANDAR UDARA DJALALUDDIN

GORONTALO TAHUN ANGGARAN 2012

1-1-1.1–1

I. PERSYARATAN UMUM

SEKSI 1 - 1 PERSIAPAN

1.

Direksi Keet Kontraktor diwajibkan membuat Direksi keet luas sekitar 40 m² dan gudang-gudang bahan dengan luas 50 m2. Spesifikasi mengenai pembuatan direksi keet tersebut harus disesuaikan dengan gambar rencana dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis di lapangan. Direksi keet terdiri dari pondasi bata, dinding triplek, rangka kayu borneo, atap seng gelombang dan lantai di-floor/diplester. Perlengkapan pada Direksi keet terdiri dari beberapa set meja, kursi tamu, papan tulis/white board, file kabinet, gambar rencana, time schedule, grafik cuaca, buku tamu dan buku harian mingguan standar. Selain perlengkapan tersebut pada Direksi keet harus terdapat utilitas seperti jaringan listrik, jaringan air bersih, dan jaringan telepon.

2.

Pemasangan Patok dan Pengukuran A. Persyaratan umum untuk Pengukuran dan Persiapan Kerja. 1) 2) Perlindungan terhadap titik acuan (reference point)/marka yang diperlukan. Melakukan semua pekerjaan dengan hati-hati dalam rangka

melindungi/mempertahankan semua benchmarks, monumen dan titik acuan lain. 3) Apabila ternyata ada “reference marks or point” tergeser atau terganggu maka kontraktor harus melaporkan ke Konsultan Pengawas serta Direksi Teknis dan secara hati-hati memasang kembali sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. B. Persyaratan Umum 1) Yang menjadi lingkup pekerjaan pengukuran meliputi “Traverse Survey, Center Line Survey, Profile leveling cross section survey and existing services survey” pada lokasi yang menjadi lingkup pekerjaan di bawah kontrak untuk persiapan pelaksanaan pekerjaan lebih lanjut. Semua hasil

1-1-1.1–2

pengukuran dan informasi ketinggian harus di transfer dalam bentuk gambar dan disampaikan ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan. Apabila hasil pengukuran dan gambar sudah

betul/akurat dan memuaskan maka Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis serta Kontraktor akan menanda tangani gambar tersebut, dimana gambar tersebut harus menjadi acuan pelaksanaan konstruksi. 2) Pelaksanaan pengukuran harus dilaksanakan oleh personil yang mendapat kendali langsung oleh tenaga ahli pengukuran (Geodetic Engineer) dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. C. Bench Marks Existing 1) 2) System koordinat X dan Y sesuai dengan gambar rencana. Terdapat beberapa Bench Marks di lokasi proyek seperti yang terdapat pada gambar rencana yang dapat dipakai sebagai acuan.

D.

Metoda Pengukuran Kontraktor harus menyampaikan proposal metoda pelaksanaan pengukuran dimana metoda tersebut harus dilaksanakan mengikuti standar internasional. Pelaksanaan pengukuran belum dapat dimulai sebelum proposal metoda pelaksanaan tersebut disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Kontraktor harus memperhatikan hal-hal di bawah ini selama melakukan pelaksanaan pengukuran. 1) Tranverse Survey a) Semua ukuran harus pertama. “Triangle survey adopting a traverse method” harus digunakan untuk menentukan titik awal untuk setiap pengukuran area. Sudut horizontal harus diukur tiga kali untuk kedua arah jarum jam dan berlawanan jalur jam dan sudut yang dipakai adalah rata-rata dari enam pembacaan. dimulai dan berakhir pada bench mark yang

1-1-1.1–3

b)

Pengukuran jarak harus dilakukan dua kali. Rata-rata dari dua pengukuran yang diambil sebagai ukuran jarak. Hal ini apabila dua ukuran tersebut tidak berbeda melebihi dari toleransi standard.

c)

Kesalahan “angular and linier” akhir tidak boleh melebihi ketentuanketentuan standar.

2) Levelling Survey a) “Levelling survey” harus dimulai dan berakhir pada bench mark yang permanen. c) Toleransi kesalahan akhir tidak boleh melebihi dari 10 √D dalam satuan mm, dimana D adalah jarak loop (loop distance) dalam km. d) Akurasi peralatan harus dalam batas-batas toleransi spesifikasi produsen/pabrik peralatan.

3) Centerline Survey and Profil Levelling a) Kontraktor harus memasang patok, paku untuk memudahkan

penentuan lokasi dari titik awal dan levelling pada setiap interval 20 m sepanjang “center ine” dari area pengukuran. b) Semua elevasi dari titik-titik ini dan titik-titik yang mengalami perubahan elevasi, tapi perkerasan dan bangunan sepanjang Cross Section Levelling harus tercatat.

4) Cross Section Levelling a) “Cross Section Levelling” harus dilaksanakan tegak lurus terhadap arah “center line” yang telah ditentukan untuk setiap pengukuran kawasan pada setiap interval 3 m sepanjang “center line”. b) Sepanjang arah tegak lurus “center line” elevasi/level harus diukur setiap interval 5 m dan setiap perubahan titik/point, tapi perkerasan, struktur lain seperti drainase, pagar dan lain-lain.

1-1-1.1–4

5) Penyusunan Data dan Pembuatan Peta (Compiling and Mapping) a) Data pengukuran lapangan harus disusun dan diproses dengan cara yang akan dijelaskan berikut ini. b) Data pengukuran selanjutnya diketik dan ditanda tangani oleh pengawas lapangan (field supervisor) yang harus berisi item-item di bawah ini : Nama dan koordinat dari benchmark yang digunakan sebagai titik acuan (referensi acuan) untuk pertalian dan titik utama (linkage and principal points). Perhitungan ketidakcocokan evaluasi antara elevasi point utama awal dan elevasi point utama akhir. Nama dan type peralatan yang dipakai. Ukuran panjang poligon. Metoda perhitungan sudut dan koreksi poligon. Lokasi peta dan uraian benchmark harus disampaikan dalam gambar. Semua sketsa lapangan dan hasil perhitungan. Koordinat dan elevasi dari titik kritis/utama dan kemiringan elevasi pada titik pertemuan selama pelaksanaan survey lapangan, termasuk titik awal dan titik akhir pada area survey. Hasil pengukuran harus diproses untuk menunjukan semua level, kontur setiap 25 cm interval dan data lapangan dan diplot pada gambar dengan ukuran A1 dengan skala sebagai berikut :    Layout Plan Skala 1 : 1000. Profil Skala Vertikal 1 : 100, Horizontal 1 : 1000. Potongan Melintang Skala 1 : 100 untuk vertikal dan horizontal.

1-1-1.1–5

E.

Bench Marks Sementara Setiap interval 500 m harus dibuatkan bench marks sementara. Lokasi dan

konstruksi bench marks sementara harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

F.

Persyaratan Gambar Topografi 1) Selama satu minggu sesudah pelaksanaan pengukuran selesai Kontraktor harus sudah menyampaikan gambar blue print tiga set ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk pengecekan dan persetujuan/approval. 2) Sudah mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Kontraktor harus menyampaikan gambar topografi hasil pengukuran ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebanyak 5 (lima) set blue print dan 1 (satu) set asli kalkir. 3) Lima set blue print gambar topografi harus dijilid dengan rapi dengan cover yang mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

G.

Kontraktor harus menyediakan patok dari kayu kaso ukuran 4-6 cm, tinggi 200 cm atau sesuai kebutuhan, dicat warna putih dan hitam, tiap satu km dibutuhkan 80 buah patok.

H.

Pengukuran dilakukan Kontraktor bersama Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, dari mulai Sta. awal sampai Sta. akhir.

3.

Papan Nama Proyek Kontraktor harus menyediakan papan nama proyek berukulan 120 x 80 cm yang terbuat dari triplek, diberi rangka kayu kaso ukuran 4 – 6 cm, dan tiang dengan ukuran 5 – 7 cm dicat dengan warna yang sesuai dengan gambar rencana dan

diberi penamaan sesuai informasi dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

1-1-1.1–6

2 PENGUJIAN LAPANGAN 1. Kontraktor harus menyediakan laboratorium lapangan untuk kebutuhan pengujian lapangan. dan tidak ada pembayaran terpisah yang akan dibuat untuk pengujian. 200. B. 3. Bilamana hasil pengujian tidak memuaskan. picnometer dengan isi 500 atau 750 ml. 2. C.M.T. Umum A. kontraktor harus melakukan pekerjaan-pekerjaan perbaikan dan peningkatannya jika diperlukan oleh Direksi Teknis atau Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.SEKSI 1 . Pengujian untuk persetujuan material dan komposisi campuran akan dilaksanakan oleh laboratorium indefenden yang sesuai dengan pengaturan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sieves berkisar dari 3” sampai No. Centrefuge extractor untuk bitumen dari bituminous paving mixture.S. Alat-alat yang harus disediakan oleh kontraktor adalah sebagai berikut : A. Pengukuran dan Pembayaran Kontraktor harus bertanggungjawab membayar biaya-biaya semua pengujian yang dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan spesifikasi. Pemenuhan Terhadap Spesifikasi Semua pengujian harus memenuhi seperangkat standar di dalam spesifikasi.1–7 . Pengujian khusus di laboratorium pusat harus juga dilaksanakan bila diminta demikian oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Kontraktor harus menyelenggarakan pengujian bahan-bahan dan keterampilan untuk pengendalian mutu yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi dan menurut perintah Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Dua set A.1 gr dan dilengkapi dengan panstraddle atau stationery support yang lain. C. terdiri dari analytical balance sensitive 0. B. 1-1-1. dan harus melengkapi pengujian-pengujian untuk menunjukkan terpenuhinya spesifikasi. Biaya pengujian yang ditentukan dalam bab ini harus dimasukan dalam item pembayaran secara lumsump. Alat-alat untuk menentukan besarnya berat jenis dan void ratio dalam campuran bituminous.

Compaction set lengkap untuk penentuan moisture density yang berhubungan dengan tanah dengan memakai modified compaction test menurut A. 1-1-1. Dua 4” diamond crown drills dengan portable core drilling machine untuk drilling cilinder dari perkerasan bituminous dan semen beton.T.S.T.D.M D423-61T dan D-424-59. I.M.T.M. Alat untuk penentuan California Bearing Ratio laboratorium dari tanah yang dipadatkan menurut A. E.S. F.S.M.S. D-1883-67 dan CBR Lapangan (Proofing Ring). D-1556-64.M. Alat untuk penentuan liquid limit dan plastic limit dari tanah menurut A.1–8 .S. D1557-66. Alat Marshall lengkap untuk penentuan dari resistance to plastic flow menurut A. D-1559-65. Field Density set / sand cone lengkap untuk penentuan kepadatan tanah dengan memakai metode sand replacment menurut A.T. H. G.T.

Kontraktor harus menyediakan contoh-contoh semua bahan-bahan yang diperlukan untuk 1-1-1. Semua Bahan yang dipasok harus sesuai dengan spesifikasi dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. aspal. dan untuk menentukan pengukuran ketebalan serta lebarnya konstruksi baru. kontraktor harus menyediakan staf teknik berpengalaman yang cocok sebagaimana ditentukan dan memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. serta penampang melintang diambil pada interval tertentu untuk menentukan kelandaian dan kemiringan melintang. Pengendalian Mutu Bahan dan Keterampilan Kerja A.SEKSI 1 .3 PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Staf teknik tersebut jika dan bilamana diminta harus mengatur pekerjaan lapangan. Uraian Untuk menjamin kualitas. 1) Patok-patok stasiun harus diperiksa 2) Pada lokasi dimana pelebaran harus dilaksanakan. B. melakukan pengujian lapangan untuk pengendalian mutu bahanbahan dan keterampilan kerja.1–9 . kapur. sebagian apron lama harus diukur. satu profil memanjang sepanjang sumbu taxiway. ukuran-ukuran dan penampilan pekerjaan yang benar. 2. kontraktor harus mempelajari gambar-gambar kontrak dan bersama-sama dengan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis mengadakan pemeriksaan daerah proyek. semen. potongan melintang asli harus direkam dan diperlihatkan. 3) Pada daerah-daerah perkerasan dimana satu pekerjaan perataan dan/atau lapis permukaan harus dibangun. Sertifikat ujian pabrik pembuat harus diserahkan untuk semua item-item yang dibuat pabrik termasuk baja tulangan. alat konstruksi dan kayu. Pemeriksaan Lapangan Sebelum pengaturan lapangan dan pengukuran. Umum A. serta melakukan pemeriksaan yang terinci semua pekerjaan yang diusulkan. Mengendalikan dan mengorganisir tenaga kerja kontraktor dan memelihara catatan-catatan serta dokumentasi proyek.

B. 3. Untuk perbaikan-perbaikan kecil dan pekerjaan pemeliharaan. termasuk pengorganisasian tenaga dan peralatan kontraktor dan bertanggung jawab bagi pengadaan bahan-bahan yang sesuai dengan persyaratan kontrak. Bahan harus diuji di lapangan atau di laboratorium atas permintaan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dan kontraktor harus membantu dan menyediakan peralatan dan tenaga untuk pemeriksaan. sesuai dengan syarat-syarat kontrak. E. Pimpinan lapangan harus memiliki pengalaman paling sedikit selama sepuluh tahun pada pekerjaan proyek dan harus tenaga ahli di bidang sipil yang mampu. Kontraktor harus menunjukan seorang pimpinan lapangan untuk memberikan nasihat dan mengatur pekerjaan kontrak. Disain campuran untuk aspal. persyaratan ini dapat tidak harus dan tergantung kepada konfirmasi tertulis dari pemimpin proyek. C. Hasil semua pengujian termasuk pemeriksaan kualitas bahan dilapangan dan disain campuran. pengujian dan pengukuran. Pengelola Lapangan dari Kontraktor A. harus direkam dengan baik dan dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. kualitas dan keterampilan kerja. sertifikasi selanjutnya harus dilakukan atau pengujian-pengujian dilaksanakan untuk menjamin kualitas. termasuk pengawas lapangan. Semua ketrampilan kerja harus memenuhi uraian dan persyaratan spesifikasi dokumen kontrak dan harus dilaksanakan sampai memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Kontraktor harus menyediakan layanan pelaksana lapangan dan quality control yang mampu dan berpengalaman untuk mengendalikan pekerjaan lapangan dalam kontrak. B.1–10 . 1-1-1. D. asphalt treated base course harus disiapkan dan diuji sesuai dengan spesifikasi dan tidak ada campuran boleh digunakan pada pekerjaan-pekerjaan terkecuali ia memenuhi persyaratan spesifikasi dan memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.pengujian dan mendapatkan persetujuan sebelum digunakan dilapangan dan bilamana Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis meminta demikian.

patok-patok marka atau patok-patok referensi akan didirikan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelum dimulainya pekerjaan-pekerjaan kontrak. lebar bahu runway. sesuai dengan gambar-gambar proyek menurut perintah Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.1–11 . Kontraktor harus. Persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis atas garis dan ketinggian tersebut akan diperoleh sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi 1-1-1. C. dan di dalam daerah pemukiman suatu sarigan kegaduhan harus dipasang serta dipelihara selalu dalam kondisi baik pada semua peralatan dengan motor. dan Keselamatan Kerja.4. menjamin bahwa akan diberikan perhatian yang penuh terhadap pengendalian pengaruh lingkungan dan bahwa semua penyediaan disain serta persyaratan spesifikasi yang berhubungan dengan polusi lingkungan dan perlindungan lahan serta lintasan air disekitarnya akan ditaati. Kebersihan Peralatan. atau pengaturan dilapangan pekerjaan yang harus dibuat. Kontraktor tidak boleh menggunakan kendaraan-kendaraan yang memancarkan suara sangat keras (gaduh). Pengendalian Lingkungan. Kontraktor harus mengadakan survai secara cermat dan memasang patok beton (Bench Marks) pada lokasi yang tetap. 5. Bilamana tidak ada patok stasiun yang ditemukan. survai perkerasan. dan juga untuk maksud sebagai referensi dimasa depan. Pengaturan Pekerjaan di Lapangan A. beserta patok stasiun yang dipasang secara benar akan diambil sebagai acuan untuk pengaturan lapangan pekerjaan-pekerjaan proyek. Perkantoran dan lain-lain. C. ketinggian perkerasan. D. Jika dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. A. Kontraktor harus juga menghindari penggunaan peralatan berat yang berisik dalam daerah-daerah tertentu sampai larut malam atau dalam daerah-daerah rawan seperti dekat Pemukiman. Untuk mencegah polusi debu selama musim kering. B. Kontraktor harus melakukan penyiraman secara teratur kepada jalan angkutan tanah atau jalan angkutan kerilkil dan harus menutupi truk angkutan dengan terpal. sepanjang proyek untuk memungkinkan disain. drainase samping dan gorong-gorong. Kontraktor harus memasang tonggak-tonggak konstruksi untuk membuat garis dan kelandaian bagi pembetulan ujung perkerasan. B. di bawah pengendalian Kontraktor. Alinyemen runway. Pengendalian Kebersihan Lingkungan.

Untuk pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pelebaran dan pembangunan baru. serta dalam satu kesesuaian yang tinggi terhadap gambar-gambar dan spesifikasi. atau satu jarak lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. penampang melintang harus diambil pada setiap jarak 5 meter. Penampang melintang tersebut harus digambar pada profil dengan skala dan ukuran-ukuran ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. tenaga dan bahan yang diminta untuk pemeriksaan penataan di lapangan atau pekerjaan lapangan yang relevan. digunakan sebagai satu dasar untuk penghitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan. E. Setiap koreksi atau perubahan dalam alinyemen atau ketinggian harus atas dasar penyelidikan serta pengujian lapangan lebih lanjut dan harus dilaksanakan sebagaimana yang diperlukan dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pekerjaan-pekerjaan ini harus ditata di lapangan di bawah pengendalian dan pengaturan penuh oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1. D. serta untuk suatu pengesahan yang diperlukan. Kontraktor harus menyediakan semua instrumen yang diperlukan.1–12 . personil.berikut sebagai modifikasi (perubahan) yang mungkin diperlukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis yang harus dilaksanakan tanpa penundaan. serta garis-garis dan permukaan penyelesaian yang diusulkan harus kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan dan tandatangan. Jika diharuskan demikian oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. F. Yang asli dan satu copy akan ditahan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dan dua copy yang sudah ditanda tangani dikembalikan kepada Kontraktor.

1–13 . Kontraktor harus bertanggung jawab untuk penyediaan bahan-bahan dan keterampilan kerja yang diperlukan untuk memenuhi atau melampaui peraturanperaturan khusus atau standar-standar yang dinyatakan demikian dalam spesifikasi-spesifikasi atau yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. keterampilan kerja atau kedua-duanya sebagaimana yang diminta oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis atau yang ditentukan oleh dokumen kontrak memenuhi atau melebihi yang ditentukan dalam standarstandar yang diminta.SEKSI 1 . dan menentukan bahwa bahan-bahan tersebut memenuhi dan melebihi persyaratan khusus. B. Tanggung Jawab Kontraktor Ini adalah tanggungjawab kontraktor untuk melengkapi bukti yang diperlukan bahwa bahan-bahan. dan harus masuk copy hasil-hasil pengujian yang resmi. B. Selama Pelaksanaan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis mempunyai wewenang untuk menolak bahan-bahan. 1-1-1. Umum A. C. Selama Pengadaan Kontraktor harus bertanggung jawab untuk melakukan pengujian semua bahanbahan yang diperlukan dalam pekerjaan. barang-barang dan pekerjaan-pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan tanpa konpensasi bagi kontraktor. Jaminan Kualitas A.4 STANDAR RUJUKAN 1. 2. Bukti-bukti tersebut harus dalam bentuk yang dimintakan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis. Peraturan-peraturan dan standar yang dijadikan acuan dalam dokumen kontrak akan membentuk persyaratan kualitas untuk berbagai jenis pekerjaan yang harus di selenggarakan beserta cara-cara yang digunakan untuk pengujianpengujian yang memenuhi persyaratan-persyaratan ini.

SNI dan lain-lain 14 (empat belas) hari sebelum item pekerjaan dimulai. namun tidak terbatas pada standar tersebut dicantumkan di bawah : 1) 2) 3) 4) BUKU BUKU PETUNJUK PELAKSANAAN BINA MARGA STANDAR INDUSTRI INDONESIA (SII) PERSYARATAN UMUM BAHAN BANGUNAN DI INDONESIA (PUBI-1982) PERATURAN BETON BERTULANG INDONESIA (NI-2-1971) DAN (SK SNI03XXX-2002) 5) PERATURAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA INDONESIA (PPBBI-1984) DAN (SNI03-179-2002) 6) AASHTO = AMERICAN ASSOCIATE OF STATE HIGHWAY AND TRANSPORTATION OFFICIALS (BAGIAN 1 DAN 2) 7) 8) 9) ASTM BS = AMERICAN SOCIETY FOR TESTING AND MATERIALS = BRITISH STANDARDS INSTITUTION MPBJ = MANUAL PEMERIKSAAN BAHAN JALAN = American Welding Society = Japanese Industrial Standard = Standard Industrial Indonesia = Persyaratan Umum Bahan bangunan di Indonesia (1982) = American Concrete Institute Standard = International Standards Organization = Federal Aviation Administration 10) AWS 11) JIS 12) SII 13) PUBI 14) ACI 15) ISO 16) FAA E. F.1–14 .D. JIS. Standard International yang secara umum dan luas digunakan sebagai acuan harus menjadi acuan utama untuk pelaksanaan standard lain seperti Standard Jepang dan Indonesia dapat digunakan apabila tidak ada uraian (“articles”) yang dapat digunakan pada standard International. Standar-standar Standar-standar terpakai yang menjadi acuan termasuk. 1-1-1. AASTO. seperti : ASTM. Persyaratan Standard Kontraktor harus mengerahkan 3 (tiga) set copy standard yang relevan dengan spesifikasi pekerjaan.

Uraian Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1) 2) Memenuhi dengan standar dan spesifikasi yang dapat dipakai. buatan.5 BAHAN-BAHAN DAN PENYIMPANAN 1.SEKSI 1 . pasir dan agregat harus diperoleh dari suatu sumber yang disetujui. Persetujuan sebuah sumber tidak berarti bahwa semua bahan-bahan dalam sumber tersebut disetujui. Penyerahan 1) Sebelum mengadakan satu pesanan atau sebelum perubahan satu daerah galian untuk suatu bahan. dan kayu struktural dan bahanbahan lainnya. tipe dan kualitas harus seperti yang ditentukan pada gambar rencana atau spesifikasi-spesifikasi lain yang dikeluarkan atau yang disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Laporan ini harus berisi semua informasi yang diperlukan. ukuran. 3) Dalam kasus bahan-bahan aspal. 2) Kontraktor harus menyelenggarakan. semen. kontraktor harus menyediakan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis contoh-contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan. dan setiap klasifikasi lain yang diperlukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk memenuhi persyaratan-persyaratan spesifikasi. Umum A. Contoh tersebut harus disertai informasi mengenai sumber.1–15 . Untuk kekuatan. atau dalam kasus tanah. lokasi sumber. 3) Semua produksi harus baru. sertifikat uji pabrik pembuat diperlukan sebelum 1-1-1. menempatkan. B. memperoleh dan memproses bahan-bahan alam yang sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi ini serta harus memberitahu Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis paling sedikit 30 hari sebelumnya atau suatu jangka waktu lain yang dinyatakan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis bahwa bahan tersebut digunakan dalam pekerjaan.

hutan lindung. Pengiriman bahan ke lapangan harus dilakukan dalam jam kerja proyek dan untuk bahan aspal langsung dilakukan pemeriksaan penetrasi dan titik lembek. 1-1-1. 2. yang disediakan sebagai satu petunjuk saja. Selanjutnya bahan yang sudah sampai di lapangan harus diuji ulang dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sumber bahan-bahan A. atau dalam daerah yang mudah terjadi longsoran atau erosi. 3) Kontraktor akan menentukan berapa banyak peralatan dan pekerjaan yang diperlukan untuk memproduksi bahan-bahan tersebut memenuhi spesifikasi ini.persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis diberikan. Ini adalah tanggung jawab kontraktor untuk mengadakan identifikasi dan memeriksa kecocokan semua sumber-sumber bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sumber-sumber 1) Lokasi sumber bahan yang mungkin. diperlihatkan dalam dokumendokumen atau yang diberikan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.1–16 . 2) Sumber bahan tidak boleh dipilih dalam sumber alam dilindungi. hilangnya tanah produktif secara lain berpengaruh berlawan dengan daerah sekelilingnya. Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan menolak atau menerima bahan-bahan dari sumber-sumber bahan atas dasar persyaratan kualitas yang ditentukan dalam kontrak. Bahan-bahan tidak boleh digunakan untuk maksud-maksud lain daripada yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. B. Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis memberikan persetujuan ini secara tertulis. 4) Tidak boleh ada kegiatan pada lokasi sumber bahan yang akan menimbulkan erosi atau longsoran tanah. Persetujuan 1) Pemesanan bahan-bahan akan diberikan jika Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis telah memberikan persetujuan untuk menggunakannya.

B. 4. maka Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis mempunyai keluasan penuh untuk memerintahkan setiap kontraktor dan berhak untuk menentukan urutan pekerjaan selanjutnya untuk menjaga kelancaran penyelesaian seluruh proyek. bahan campuran panas. Pembatasan Beban Lalu Lintas Bilamana diperlukan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dapat mendapat batas beban dan muatan sumbu untuk melindungi jalan atau jembatan yang ada di lingkungan proyek. C. Prinsip Dasar Seksi ini menetapkan ketentuan-ketentuan untuk transportasi dan penanganan tanah. bahan-bahan lain.1–17 . Peraturan Kawasan Bandara Medan Baru yang berlaku. Pengusaha jasa harus bertanggung jawab atas setiap kerusakan jalan maupun jembatan yang disebabkan oleh kegiatan pelaksanaan pekerjaan. Koordinasi Kontraktor harus memperhatikan koordinasi yang diperlukan dalam kegiatan transportasi baik untuk pekerjaan yang sedang dilaksanakan atau yang sedang dilaksanakan dalam bentuk-bentuk lainnya. maupun untuk pekerjaan dengan Sub Kontraktor atau perusahaan utilitas dan lainnya yang dipandang perlu. Penyimpanan Bahan A. Peraturan Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota. maka Direksi dapat menolak bahan tersebut dan minta diganti. Umum Bahan-bahan harus disimpan dalam cara sedemikian rupa sehingga bahanbahan tersebut tidak rusak dan kualitasnya dilindungi dan sedemikian sehingga bahan tersebut selalu siap digunakan serta dengan mudah dapat diperiksa oleh 1-1-1. dan perlengkapan.2) Jika kualitas atau gradasi bahan tersebut tidak sesuai dengan kualitas yang telah disetujui Direksi. 3. maupun ketentuan-ketentuan tentang pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Apabila terjadi tumpang tindih pelaksanaan antara beberapa kontraktor. Pengangkutan A. peralatan. Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada Peraturan Pemerintah.

Bahan-bahan tidak boleh bercampur dengan tanah dasar. daerah lalu lintas berat lainnya serta penumpukan material lainnya. dan bila diperlukan satu lapisan alas dasar pelindung harus disediakan. Penyimpanan Bahan-bahan Aspal Tempat Penimbunan drum-drum aspal harus pada ketinggian yang layak dan dibersihkan dari tumbuh-tumbuhan rendah dan sampah-sampah. B. 2) Masing-masing jenis berbagai agregat harus ditumpuk secara terpisah. Tempat penyimpanan berisi semen. kapur dan bahan-bahan sejenis harus dilindungi secocoknya dari hujan dan banjir. bebas penggalian air dan kalau perlu ditinggikan. C. atau dipisahkan dengan partisi kayu.1–18 . Tinggi tumpukan maksimum adalah lima meter. Penumpukan Agregat 1) Agregat batu harus ditumpuk dalam satu cara yang disetujui sedemikian sehingga tidak ada segregasi serta untuk menjamin gradasi yang memadai. khususnya selama musim kering. 4) Tumpukan agregate untuk ATB dan AC harus dilindungi dari hujan untuk menceagah kejenuhan agregat yang akan menguraingi mutu bahan yang di hampar.Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Penyimpanan diatas hak milik pribadi hanya akan diizinkan jika telah diperbolehkan secara tertulis oleh pemilik atau penyewa yang diberi kuasa. Tempat penyimpanan harus bersih dan bebas dari sampah dan air. 3) Penempatan tumpukan material dan peralatan. 5) Kontraktor harus melaksanakan penyiraman yang teratur pada jalan-jalan angkutan. Cara penumpukan untuk berbagai bahan-bahan aspal adalah sebagai berikut : 1) Drum-drum yang berisi oli pembersih harus ditumpuk diatas ujung dengan lubang pengisian arah ke atas dan dimiringkan (dengan menempatkan 1-1-1. harus ditempat-tempat yang memadai dan tidak boleh menimbulkan kemacetan lalu-lintas dan membendung lintasan air.

1-1-1.sebuah sisinya diatas sepotong kayu) untuk mencegah terkumpulnya air diatas tutup drum. bensin. Tempat penumpukan harus dibersihkan dari tumbuhan rendah dan sampah. Bahan-bahan yang dltumpuk di pinggir lalan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan memberikan petunjuk mengenai lokasi yang tepat untuk menumpuk bahan-bahan di pinggir jalan. bebas dari menjadi adonan dan kering serta sama sekali tidak boleh melampaui batas jalan tersebut dimana bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan bahaya atau kemacetan lalu lintas yang lewat. Royalty (Keuntungan) Semua biaya untuk kompensasi bagi pemilik lahan atau sumber bahan.1–19 . misalnya sewa. dan bila perlu tanah tersebut ditinggikan dengan grader. 2) Drum-drum yang berisi minyak tanah. Pekerjaan-pekerjaan Lapangan untuk Sumber Bahan 1) Kontraktor akan menyelenggarakan semua pengaturan untuk membuka sumber bahan. D. dengan sumbu memanjang tumpukan tersebut biasanya sejajar dengan garis tengah jalan. kecuali diperintahkan lain oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis. dan semua tempat yang dipilih harus keras. drum-drum tersebut harus digulingkan secara teratur. Penutup lubang harus diuji mengenai kekencangannya ketika ditumpuk dan pada selang waktu yang teratur sewaktu penyimpanan. dan aspal cut back harus ditumpuk diatas sisinya dengan lubang pengisian di sebelah atas. royalty (pajak) dan biaya-biaya semacam. B. Pengukuran dan Pembayaran A. tanah dengan drainase yang baik. 5. akan dimasukan dalam harga satuan dalam bahan-bahan yang bersangkutan serta tidak ada pembayaran terpisah kepada kontraktor untuk biaya-biaya ini. 3) Drum-drum emulsi aspal dapat ditumpuk diatas ujung atau diatas sisinya tetapi bila disimpan untuk suatu jangka waktu yang panjang. Aspal dalam drum-drum harus ditumpuk seperti diuraikan pada item (3) diatas dan dibentuk ke dalam tempat yang teratur (tidak berserakan sepanjang jalan). Agregat dan kerikil harus ditumpuk secara rapi menurut ukuran mal.

akan disediakan dalam harga satuan.2) Semua biaya yang diperlukan untuk pembukaan sumber-sumber bahan.1–20 . dan tidak ada pembayaran terpisah bagi pekerjaan ini. SEKSI 1 . B. Persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis terhadap dokumen ini diperlukan untuk persetujuan pembayaran. Penyerahan-penyerahan 1) Kontraktor akan meyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk persetujuan-nya rekaman proyek tersebut yang selalu dilaksanakan pada hari ke 25 tiap-tiap bulan. atau tanggal lain menurut perintah Pimpinan Proyek. Kontraktor akan menyimpan satu rekaman pekerjaan kontrak dan akan menyelesaikan rekaman semua perubahan pekerjaan dalam kontrak sejak dimulai sampai selesainya pekerjaan proyek dan harus memindahkan informasi akhir tersebut ke dalam Dokumen Rekaman Akhir sebelum penyelesaian pekerjaan. 2) Kontraktor akan menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuannya Dokumen Rekaman Proyek Akhir (final) pada waktu permohonan untuk Sertifikat Penyelesaian Utama.6 DOKUMEN REKAMAN PROYEK 1. Umum A. seperti pembongkaran tanah selimut dan tanah bagian atas. serta menimbun kembali lapangan tersebut setelah galian diselesaikan. dilengkapi dengan catatan-catatan berikut : Tanggal Nomor dan Jadwal Proyek Nama dan alamat Kontraktor Nomor dan judul masing-masing dokumen rekaman Sertifikat bahwa masing-masing dokumen yang diserahkan adalah lengkap dan akurat Tanda tangan Kontraktor atau wakilnya yang diberi kuasa 1-1-1.

Kontraktor harus melimpahkan tanggung jawab pemeliharaan Dokumen Rekaman kepada salah seorang staf yang ditunjuk sebagaimana yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelumnya. agregat. maka semua contoh yang telah disetujui harus disiapkan dengan baik di lapangan. dan sebagainya disetujui. Dokumen Rekaman Proyek A. 3.2. B. Kontraktor harus memberi tanda pada setiap dokumen dengan judul “Dokumen Rekaman Proyek – Dokumen Kerja”.1–21 . Bahan Rekaman Proyek Segera setelah semua bahan. aspal. Segera setelah diterimanya Dokumen Kerja (Job Set). Penyimpanan Dokumen proyek tersebut harus disimpan di dalam kantor lapangan dalam satu file dan rak dan Kontraktor harus menjaga serta melindunginya dari kerusakan dan hilang sampai pekerjaan selesai serta harus memindahkan data rekaman tersebut kepada Dokumen Rekaman Proyek Akhir (final). Pemeliharaan Dokumen Pelaksanaan Proyek A. Dokumen rekaman tersebut tidak boleh digunakan untuk tujuan pelaksanaan dan dokumen itu harus dapat diperoleh setiap waktu untuk pemeriksaan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pemeliharaan 1-1-1. Dokumen tersebut akan meliputi : 1) Persyaratan Umum Kontrak 2) Gambar Rencana Kontrak 3) Spesifikasi 4) Addendum 5) Modifikasi-modifikasi lain terhadap Kontrak (jika ada) 6) Catatan Pengujian Lapangan (jika ada). Kontraktor akan mendapatkan seperangkat lengkap semua dokumen dari Pimpinan Proyek tanpa beban biaya. Perangkat Dokumen Proyek Dengan pemenangan kontrak. 4. yang berkaitan dengan Kontrak. dengan huruf cetak setinggi 5 cm. bahan-bahan runway. B. campuran aspal panas. C.

Pada saat penyelesaian kontrak.1–22 . maka Kontraktor harus mencari cara yang cocok untuk melindungi Dokumen Kerja tersebut untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1. kemungkinan sejumlah Dokumen Kerja harus dikeluarkan untuk mencatat masukan-masukan baru dan untuk pemeriksaan dan dalam kondisi-kondisi yang demikian kegiatan seperti ini akan dilaksanakan.

5. harus bongkar sampai bersih dan semua lubang-lubang yang terjadi akibat gusuran harus ditutup dengan bahan/ material lain yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. DAN STRIPPING 1. pada waktu pengangkatan stripping. Bila pengupasan Topsoil diperlukan dalam perencanaan.1 CLEARING. GRUBBING. tunggul-tunggul kayu dan material lain yang tidak berguna.II. 2.1–23 . semak belukar dan material lain yang tidak digunakan termasuk pemindahan pagar apabila diperlukan. akar. apabila diijinkan pembakaran harus dilakukan pengawasan. maka pembakarannya dapat dilakukan dengan ijin Pejabat Pembuat Komitmen dan diijinkan oleh Hukum atau Peraturan setempat. Banyaknya tanah bagian teratas yang dikupas ditentukan dalam meter persegi. Penempatan Tanah Buangan Semua bahan-bahan bongkaran. hasil pembersihan. dan hasil pengupasan sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu. dari hasil pembersihan serta pembongkaran yang sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu. PEKERJAAN TANAH SEKSI 2 . dan dipadatkan berlapislapis serta diperoleh kepadatan yang sama dengan kepadatan tanah sekitarnya. topsoil akan ditempatkan di lokasi yang disetujui. pembongkaran dari lapisan teratas harus diatur sedemikian rupa sehingga penempatannya sesuai dengan petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen. Pembersihan/Clearing Terdiri dari pekerjaan pembersihan dan pembuangan pohon. Penggusuran/Grubbing Tanah yang digusur dari pekerjaan jika terdapat bekas pohon. 1-1-1. 4. Pengukuran Banyaknya pembersihan serta pembongkaran ditentukan dalam meter persegi. Stripping Top Soil Semua tanah bagian teratas sampai sedalam yang diperintahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen atau sekurang-kurangnya 20 cm harus dibuang dari daerahdaerah yang akan direncanakan sebagai lapisan teratas. mengganggu. 3. Apabila bekas tanaman-tanaman atau tonggaktonggak harus dibakar.

Umum A. Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak per meter-persegi untuk clearing. ditentukan menurut ukuran diameter.Volume dari clearing dan gubbing ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m2 untuk pekerjaan tanah clearing dan grubbing. akan dibayar menurut schedule dari ukuran pohon. dan alat-alat . ukuran cm dari pohon. untuk galian bahan konstruksi atau pun pembuangan bahan-bahan buangan dan pada umumnya pembentukan kembali daerah jalan. perlengkapan. gorong-gorong. dan yang diperlukan.1–24 . untuk pembuangan bahanbahan yang tidak cocok dan tanah bagian atas. 2) Pekerjaan ini biasanya diperlukan untuk pembuatan jalan air dan selokanselokan. dan yang diperlukan. kelandaian dan 1-1-1. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. perlengkapan. pembuatan parit atau pondasi pipa. Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. volume dari pohon. penanganan. Untuk pembersihan pohon. Uraian 1) Pekerjaan ini terdiri dari penggalian. dan alat-alat . SEKSI 2 – 2 GALIAN 1. untuk pekerjaan stabilisasi dan pembuangan tanah longsoran. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak untuk clearing pohon. pembuangan atau penumpukan tanah atau batu ataupun bahan-bahan lainnya dari jalan kendaraan dan sekitarnya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan kontrak yang diterima. 6. saluransaluran atau bangunan-bangunan lainnya. sesuai dengan spesifikasi ini dan dalam pemenuhan yang sangat bertanggung jawab terhadap garis batas.

Galian biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu dan masih dapat dilakukan dengan penggaru (ripper) tinggal yang ditarik oleh traktor dengan berat maksimum 15 ton dan tenaga kuda netto maksimum 180 PK (tenaga kuda) a) Galian biasa untuk material timbunan Bahan galian yang memenuhi persyaratan yang akan digunakan sebagai material timbunan harus bebas dari bahan-bahan organik dalam jumlah yang merusak. akar dan kotoran. 3) Terkecuali untuk tujuan pembayaran. Galian biasa dibedakan menjadi dua kelompok yaitu galian biasa untuk material timbunan dan galian biasa sebagai bahan bangunan. B.potongan melintang yang ditunjukkan pada gambar rencana atau seperti diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. dan semua galian di klasifikasikan dalam satu atau dua kategori. Ini tidak termasuk bahan batuan yang dalam pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dapat dibuat lepas dan dipecahpecah oleh gandengan pembelah hidrolis atau bulldozer. rockbreaker atau jackhammer atau peralatan lain yang sejenisnya. seperti daun. Definisi 1) Galian batu terdiri dari penggalian batu-batu besar dengan volume satu meter kubik atau lebih besar atau bahan konglomerat padat yang keras yang dalam pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis tidak praktis untuk menggali tanpa menggunakan peralatan kerja memerlukan peledakan (blasting).1–25 . termasuk pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dalam Bab-bab lain. Standar Rujukan AASHTO Division 200 Earthwork Section 203 Excavation and Embankment. D. b) Galian biasa sebagai bahan konstruksi Bahan galian yang tidak memenuhi persyaratan sebagai bahan timbunan atau material galian dianggap sehingga tidak diperlukan dalam konstruksi bila Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis menentukan demikian. Toleransi Ukuran 1-1-1. rumput. persyaratan bab ini berlaku untuk semua pekerjaan galian yang dilaksanakan dalam hubungan dengan kontrak. C. 2) Semua penggalian lain akan dianggap sebagai galian biasa.

dan tidak ada bahan alas dasar atau bahan lainnya akan dipasang sampai Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis telah menyetujui kedalaman penggalian dan kualitas serta kekerasan bahan pondasi. E. 2) Kontraktor harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis gambar rincian semua bangunan sementara yang diusulkan untuk digunakan. G. Permukaan galian tanah maupun batu yang tidak sesuai dan terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin pengaliran air yang bebas dari permukaan itu tanpa terjadi genangan. sebelum Kontraktor memulai pekerjaan. seperti penyangga. dinding pemutus aliran rembesan (cut off) dan bangunanbangunan untuk pembelokan sementara aliran sungai serta harus mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sesuai dengan gambar-gambar. Penggunaan dan Pembuangan Bahan-bahan Galian 1) Semua bahan-bahan yang cocok yang digali didalam batas-batas dan lingkup kerja proyek. dimana mungkin akan digunakan dengan cara yang 1-1-1. 2) Sesudah masing-masing penggalian untuk lapis tanah dasar. F. kontraktor harus memberitahukan hal tersebut kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. sedangkan untuk galian perkerasan tidak boleh berbeda lebih dari 1 cm dari yang disyaratkan. sebelum melakukan pekerjaan galian yang dimaksudkan menjadi perlindungan dengan bangunan-bangunan yang diusulkan tersebut. garis batas dan formasi akhir setelah penggalian tidak boleh berbeda dari yang ditentukan lebih besar 2 cm pada setiap titik. Penjadwalan Pekerjaan 1) Pembuatan parit atau penggalian lainnya memotong jalan kendaraan harus dilaksanakan dengan menggunakan pelaksanaan setengah lebar atau secara lain diadakan perlindungan sehingga jalan tersebut dijaga tetap terbuka untuk lalu lintas pada setiap waktu.Kelandaian. Pemeriksaan di Lapangan 1) Untuk setiap pekerjaan galian yang dibayar di bawah Bab ini.1–26 . penguatan. formasi atau pondasi dipadatkan. Pekerjaan yang tidak memenuhi toleransi ini harus diperbaiki sehingga diterima Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. ketinggian dan garis batasnya harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. cofferdam (bangunan sementara).

termasuk pengangkutannya dan mendapatkan izin dari pemilik atau penyewa lahan dimana buangan tersebut dilakukan. kontraktor harus menopang struktur-struktur disekitarnya yang mungkin menjadi tidak stabil atau menjadi berbahaya oleh pekerjaan galian. 2) Alat-alat berat untuk pemindahan tanah. dinding pemotong aliran rembesan atau saranasarana lain yang mengeluarkan air dari galian. dan juga tanah yang mudah mengembang. 4) Kontraktor akan bertanggung jawab untuk semua penyelenggaraan dan biaya-biaya bagi pembuangan bahan-bahan lebihan atau bahan tidak cocok. Pengamanan Pekerjaan Galian 1) Selama pekerjaan penggalian. terkecuali pipa-pipa atau struktur telah selesai dipasang dan ditutup dengan paling sedikit 60 cm urugan dipadatkan. 1-1-1. H. struktur atau mesin-mesin disekitarnya harus dijaga pada seluruh waktu. akan diklasifikasikan sebagai tidak cocok digunakan sebagai urugan dalam pekerjaan. 3) Setiap bahan yang melebihi kebutuhan untuk timbunan.paling efektif. atau setiap bahan yang disetujui Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis menjadi bahan yang tidak cocok untuk urugan. kemiringan galian yang stabil yang mampu menyangga bangunan-bangunan. harus dibuang dan diratakan dalam lapisanlapisan tipis oleh Kontraktor diluar Jalan seperti yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Bila diperlukan. harus didisain secara baik dan cukup kuat untuk menjamin tidak terjadinya roboh mendadak. tidak diizinkan berdiri atau beroperasi lebih dekat dari 1. gambut.1–27 . berisikan akar-akar atau barang-barang tumbuhan yang banyak. 3) Bendungan sementara. untuk pembuatan formasi pematang atau untuk urugan kembali. yang menurut pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan menghalangi pemadatan bahan lapisan di atasnya atau dapat menimbulkan suatu penurunan yang tidak dikehendaki atau kehancuran. pemadatan atau maksud-maksud sejenisnya. 2) Bahan-bahan galian yang berisikan tanah-tanah sangat organis.5 meter dari ujung parit terbuka atau galian pondasi. serta harus dipasang penyangga dan penguat yang memadai bila permukaan galian yang tidak ditahan dengan cara lain dapat menjadi tidak stabil.

4) Semua galian terbuka harus dipasang rintangan yang memadai untuk menghindari tenaga kerja atau lain-lainnya jatuh dengan tidak sengaja ke dalam galian dan setiap galian terbuka di dalam daerah badan jalan atau bahu jalan. 2. Perbaikan Penggalian yang Tidak Diterima Pekerjaan galian yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang diberikan harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : 1) Bahan-bahan yang tersisa (karena penggalian yang tidak efisien) harus dibuang dengan galian berikutnya. bahan itu secara keseluruhan harus dipadatkan atau dibuang seluruhnya dan diganti dengan urugan yang cocok. I. sehingga diterima Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.dimungkinkan mampu mengalirkan secara cepat bahaya banjir pada struktur.1–28 . Prosedur Umum 1) Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan sekecil mungkin terjadi gangguan terhadap bahan-bahan di bawah dan di luar batas galian yang ditentukan sebelumnya. 2) Bila bahan tersebut yang nampak keluar di atas garis formasi atau tanah dasar atau permukaan pondasi adalah lepas-lepas atau lunak atau secara lain tidak cocok dalam pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. konduit atau struktur di bawah permukaan lain yang dapat dipengaruhi dan harus bertanggung jawab untuk biaya perbaikan setiap kerusakan yang disebabkan oleh operasinya. Pelaksanaan Pekerjaan A. seperti diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. atau daerah dimana telah bercerai berai atau berjatuhan. sehingga diterima Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 5) Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mengadakan perlindungan bagi setiap pipa bawah tanah yang berfungsi. 1-1-1. kabel-kabel. sebagai tambahan harus diberi marka pada malam hari dengan drum dicat putih (atau semacamnya) dengan lampu merah. harus diurug kembali dengan urugan terpilih atau bahan pondasi bawah/pondasi atas yang mana yang dapat diterapkan. 2) Daerah yang telah terlanjur digali.

atau penggalian permukaan untuk perkerasan dan bahu jalan. lapisan keras atau bahan tidak dapat dihancurkan lainnya ditemukan berada di atas garis formasi untuk saluran yang dilapisi.1–29 . secepatnya harus dilindungi juga dengan penyediaan lempengan rumput atau tanaman-tanaman lain yang disetujui. 4) Setiap bahan muatan diatas harus disingkirkan dari tebing yang tidak stabil sebelum penggalian dan talud tebing halus dipotong menurut sudut rencana talud. Tidak ada runcingan-runcingan batu akan ditinggalkan menonjol dari permukaan yang nampak keluar dan semua bahan-bahan yang lepaslepas harus dibuang. bagian tersebut harus digali terus sedalam 20 cm sampai satu permukaan yang merata dan halus. 1-1-1. Daerah-daerah yang baru selesai digali. Penggalian untuk Bahan Urugan 1) Lubang-lubang bahan galian. harus diperoleh dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis sebelum suatu operasi galian dimulai. atau mengoperasikan daerah galian yang ada. serta membuat tempat air mengumpul. 6) Sejauh mungkin dan seperti diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 2) Persetujuan untuk membuka satu daerah galian baru.0 m yang sesuai dengan gambar standar. harus digali sesuai dengan ketentuan-ketentuan Spesifikasi ini. 5) Untuk perlindungan tebing terhadap erosi. saluran sementara atau tanggul sementara seperlunya untuk mengeluarkan atau membuang air dari daerah-daerah disekitar galian. apakah berada dalam kawasan Proyek atau dimana saja. B. Untuk tebing yang tinggi harus dibuatkan barometer pada setiap ketinggian tebing 5. atau di atas bagian dasar parit pipa atau galian pondasi struktur. akan dibuatkan saluran cut off (penutup aliran rembesan) dan saluran pada kaki tebing sebagaimana ditunjukan pada Gambar Rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis di lapangan. Kontraktor harus menjaga galian tersebut bebas air dan harus melengkapi dengan pompa-pompa. Profil galian yang telah ditetapkan harus dikembalikan dengan pengurugan kembali dan dipadatkan dengan bahan pilihan yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. peralatan dan tenaga kerja.3) Dimana batu.

semua struktur sementara seperti tanggul sementara atau penyangga penguat. 6) Semua lubang galian bahan atau sumber bahan yang digunakan oleh Kontraktor harus ditinggalkan dalam kondisi yang rapih dan teratur dengan sisi dan talud yang stabil setelah pekerjaan selesai. Pengukuran Volume galian ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m3 untuk pekerjaan galian.3) Lubang-lubang harus dilarang atau dibatasi dimana lubang-lubang tersebut mengganggu drainase asli atau drainase yang didisain. Pembongkaran Bangunan Sementara 1) Kecuali diperintahkan lain oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 2) Bahan-bahan yang dikumpulkan dari bangunan-bangunan sementara tersebut tetap menjadi milik kontraktor atau mungkin jika disetujui dianggap cocok oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1.1–30 . 5) Ujung dari satu lubang galian bahan tidak boleh lebih dekat dari 2 meter dari kaki satu tanggul atau 10 meter dari bagian puncak satu galian. harus dibuang dalam satu cara sehingga tidak merusak jalan air. lubang-lubang galian bahan diatas sisi jalan yang lebih tinggi. 4) Di sisi daerah yang miring. 4. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. harus dibongkar oleh Kontraktor setelah selesainya struktur permanen atau pekerjaan lain untuk mana galian itu telah dilaksanakan. Semua permukaan akhir urugan yang nampak keluar harus cukup halus dan seragam. C. 3) Setiap bahan galian yang dapat diizinkan sementara dipasang di dalam satu jalan air. harus dibuat landai dan dibuat mengalirkan air untuk membawa semua air permukaan ke saluran tepi dan ke gorong-gorong di dekatnya tanpa terjadi genangan. 3. dan mempunyai kemiringan yang cukup menjamin limpasan bebas air permukaan. disatukan ke dalam pekerjaan permanen dan dibayar dibawah item pembayaran yang relevan dimasukkan ke dalam Daftar Penawaran.

kemiringan dan ketinggian penampang melintang yang ditentukan atau disetujui. GC. OH dan PT.SEKSI 2 . Dalam hal tertentu. GP dan GM. pengurugan kembali parit-parit atau galian disekeliling pipa atau struktur serta pengurugan sampai kepada garis batas. b) Urugan pilihan Material pilihan yang akan dipergunakan dalam bab ini mencakup material yang termasuk dalam klasifikasi GW. atau sebagai bahan drainase porous yang disediakan untuk drainase di bawah permukaan. c) Urugan pilihan digunakan untuk kondisi tanah lunak seperti rawarawa. OL. seperti penimbuan kembali borrow pits atau timbunan diluar areal perkerasan/rencana perkerasan dan struktur. MH. GM. GP.3 URUGAN 1. mengangkut. Uraian 1) Pekerjaan ini terdiri dari mendapatkan. ML. B. MH dan CH dapat digunakan pada daerah timbunan yang tidak penting. penempatan dan memadatkan tanah atas bahan berbutir yang disetujui untuk pembangunan pematang. ML. SW. atau tanah yang selalu terendam air dimana diperlukan satu tanah urugan dengan plastisitas rendah (bahan 1-1-1. a) Urugan biasa Material yang sesuai yang akan dipergunakan dalam spesifikasi ini mencakup semua material yang dalam klasifikasi test ASTM D 2487 dikenal sebagai GW. tanah payau. Definisi 1) Urugan yang dicakup oleh persyaratan-persyaratan bab ini di bawah satu atau Dua kategori. material (inorganik) yang diklasifikasikan sebagai SC. atas petunjuk dari Pemberi Tugas.1–31 . Bahan-bahan ini dimasukkan dalam Spesifikasi-spesifikasi ini. Material yang tidak sesuai adalah material yang menurut ASTM D2487 dikenal sebagai SC. CL. SP atau SM. Umum A. 2) Pekerjaan tersebut tidak termasuk pemasangan bahan filter pilihan sebagai alas dasar untuk pipa atau saluran beton.

setelah pemadatan tidak boleh ada dua sentimeter lebih tinggi atau 2 cm lebih rendah dari yang ditentukan atau disetujui. pada Optimum Moisture 1-1-1.8 ton/m3 dan sudut geser   20 . semua lapisan timbunan yang berada pada elevasi 1 m sampai dengan 3 m di bawah permukaan subgrade harus dipadatkan sekurang kurangnya 90% terhadap Maximum Dry Density Content. e) Timbunan tidak boleh dihampar dalam lapisan dengan tebal padat lebih dari 20 cm atau dalam lapisan dengan tebal padat kurang dari 10 cm. 2) Persyaratan Pemadatan untuk Urugan a) Kecuali untuk areal dimana akan dibuat konstruksi perkerasan. d) Urugan yang diperlukan untuk tujuan umum seperti diuraikan diatas dan tidak termasuk urugan pilihan.1–32 . c) Pada daerah airstrip untuk lapisan teratas setebal 150 mm harus dipakai material timbunan tertentu yang sudah disetujui Pejabat Pembuat Komitmen.berbutir). Urugan pilihan dari bahan sirtu dengan persyaratan t  1. harus dipakai sebagai urugan biasa. b) Semua timbunan dibawah struktur konstruksi sampai kedalaman 300 mm harus dipadatkan sampai mencapai 100% MDD pada OMC. b) Ketinggian dan kemiringan akhir pematang tanah dasar dan bahu jalan. talud yang terjal atau tanah dasar harus ditimbun sampai ketinggian dan pemadatan yang tertentu. dan juga dimana stabilisasi tanggul. c) Semua permukaan akhir urugan yang nampak keluar harus cukup halus dan seragam. 3) Toleransi Ukuran a) Semua timbunan yang lebih dari 30 cm dibawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95 % MDD pada OMC. d) Permukaan akhir talud pematang tidak boleh berbeda dari garis profil yang ditentukan lebih dari 10 cm. dan mempunyai kemiringan yang cukup menjamin limpasan bebas alr permukaan.

dalam hal batas-batas kandungan kelembutan seperti yang ditentukan dan diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. kecuali disediakan satu pengalihan sehingga jalan tersebut dijaga terbuka untuk lalu lintas pada setiap waktu. dihampar atau dipadatkan selama hujan atau dibawah kondisi basah dan pemadatan tidak dapat dikontrol. b) Urugan tidak boleh dipasang. Untuk tanah- 1-1-1. 5) Penjadwalan Pekerjaan a) Bagian baru pematang landasan atau rekonstruksi harus dibangun setengah lebar. dan membuang atau menambah bahanbahan yang diperlukan diikuti dengan pembentukan dan pemadatan kembali.4) Contoh-contoh a) Kontraktor halus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis hal-hal berikut ini paling sedikit 14 hari sebelum mulai digunakannya setiap bahan sebagai urugan : Dua contoh bahan dengan berat masing-masing 50 kg. 6) Perbaikan Urugan yang Tidak Diterima atau tidak stabil a) Urugan terakhir yang tidak memenuhi penampang melintang yang ditentukan atau disetujui atau dengan toleransi permukaan yang ditentukan dalam tabel 2. b) Urugan yang terlalu basah untuk pemadatan.1–33 . masing-masing lapisan harus dipadatkan menyeluruh dengan peralatan pemadatan yang cocok dan memadai yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sampai kepada persyaratan-persyaratan kepadatan berikut : Lapisan-lapisan yang lebih dari 30 cm dibawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95% kepadatan kering standar maksimum yang ditetapkan sesuai AASHTO T99. harus diperbaiki dengan membuat terurai permukaan tersebut. salah satu dari bahan tersebut akan diterima oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebagai acuan selama jangka waktu kontrak. harus diperbaiki dengan menggaruk bahan tersebut sampai kedalaman 15 cm atau seperti penebaran urugan.2.3. bersama-sama dengan hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa bahan tersebut memenuhi Spesifikasi. Satu pernyataan mengenai asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan sebagai bahan urugan pilihan.

tanah yang berisi lebih dari 10% bahan-bahan yang tertahan diatas saringan 19 mm, maka kepadatan kering maksimum yang didapat harus disesuaikan untuk bahan-bahan oversize (kelewat besar) tersebut seperti diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Lapisan-lapisan di dalam 30 cm atau kurang, dibawah permukaan tanah dasar, harus dipadatkan sampai 100% kepadatan kering standar maksimum yang ditetapkan sesuai AASHTO T99.

0,3 = 100% OMC

0,3 – 0,7 m  95% OMC

1 – 3 m  90% OMC

-

Tergantung kepada jenis pelaksanaan dan persyaratan khusus Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, pengujian-pengujian kepadatan di lapangan dengan methoda kerucut pasir harus dilakukan di atas masing-masing lapisan urugan yang telah didapatkan, sesuai dengan AASHTO T191 (PB. 0103-76) dan jika hasil sesuatu pengujian menunjukan bahwa kepadatannya kurang dari kepadatan yang diminta, Kontraktor harus memperbaiki pekerjaan tersebut sesuai dengan kedalaman penuh lapisan dan dilokasi yang ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, yang tidak boleh berjarak lebih dari 200 m.

c)

Pemadatan urugan tanah harus dilakukan hanya bila kadar air bahan tersebut berada didalam batas 3% kurang dari kadar air optimum sampai 1% lebih dari kadar air optimum. Kadar air optimum akan ditetapkan sebagai kadar air dimana kepadatan kering maksimum dicapai bila tanah tersebut dipadatkan sesuai dengan AASHTO T99.

d)

Urugan timbunan harus dipadatkan dimulai pada ujung paling luar serta masuk ketengah dalam satu cara dimana masing-masing bagian menerima desakan pemadatan yang sama.

1-1-1.1–34

e)

Jika bahan urugan harus ditempatkan di atas kedua sisi sebuah pipa atau saluran beton atau struktur, pelaksanaannya harus sedemikian sehingga urugan tersebut dibentuk sampai ketinggian yang hampir sama di atas kedua sisi struktur.

f)

Terkecuali disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, urugan disekitar ujung satu box culvert tidak boleh ditempatkan lebih tinggi dari dasar dinding belakang atau kepala box culvert sampai bangunan atas dipasang.

g)

Urugan ditempat-tempat yang sulit dicapai oleh peralatan pemadatan harus ditempatkan dalam lapisan-lapisan horisontal dengan bahanbahan lepas ketebalan tidak melebihi 20 cm dan dipadatkan menyeluruh menggunakan mesin pemadat yang disetujui. Harus diberikan perhatian khusus untuk menjamin tercapainya pemadatan yang diterima di bawah dan di samping pipa-pipa, untuk mencegah rongga-rongga dan untuk menjamin pipa-pipa tersebut mendapat dukungan sepenuhnya.

2.

Pengendalian Mutu A. Test Laboratorium Test untuk kondisi kualitas bahan urugan harus dilaksanakan kedua-duanya untuk sumber pengadaan dan test ditempat seperti diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, untuk dapat memenuhi persyaratan-persyaratan Spesifikasi ini. Test Laboratorium berikut ini dijadikan rujukan (referensi). Tabel 2.3.1 Test Laboratorium Bahan Urugan ` ASTM D 421 ASTM D 422 ASTM D 427 ASTM D 854 ASTM D1556 ASTM D1557 ASTM D1883 ASTM D2167 ASTM D2217 Judul Singkat Dry preparation dari sample tanah Particle size analysis Shrinkage factors Specific Gravity tanah In-situ density, sand cone Moisture-Density relation (metoda D) Bearing Ratio of laboratory compacted In-situ density, rubber balloon Wet preparation dari sample tanah

1-1-1.1–35

ASTM D2487 ASTM D4318

Classification of soils Liquid Limit, Plastic Limit and Plasticity of soils

B.

Pengendalian Lapangan Test Pengendalian Lapangan berikut ini harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan Spesifikasi. Kontraktor harus menyediakan semua bantuan yang diperlukan dalam bentuk tenaga kerja, pengangkutan dan pengujian.

Tabel 2.3.2 Persyaratan Pengendalian Lapangan Test Pengendalian a. Pengujian kepadatan urugan padat  di lapangan (Test Kerucut Pasir) (AASHTO T 191) (SNI 03-1976-1990)  Untuk kepadatan pemasangan. Harus dilaksanakan setiap layer/lapis 20 cm dan untuk setiap 1000 m3 bahan timbunan sampai kedalaman penuh.  Urugan ditempatkan dalam lapisan di bawah formasi konstruksi, harus diuji setiap 200 m.  Untuk urugan kembali di sekeliling struktur atau di dalam parit goronggorong, paling sedikit satu test untuk setiap bagian urugan kembali selesai dipasang. b. Penentuan CBR Lapangan Urugan  Padat Dengan oleh m2. menggunakan alat CBR dan lapangan, di lokasi yang diminta Konsultan Pengawas Teknis dan dilakukan setiap 1000 dan Prosedur menentukan hubungan kadar air

c. Pengujian Test)

Permukaan

(Surface 

Permukaan kerataan

harus serta

diuji

untuk

ketepatan

1-1-1.1–36

dipadatkan lagi.1–37 . ditimbun kembali. Pekerjaan percobaan ini tidak dibayar. 3) Percobaan pemadatan termasuk tes laboratorium dan tes lapangan sesuai yang disyaratkan. kemiringan dan ketinggian yang diperlukan.kemiringan Jika perlu bagian yang kurang rata maupun kemiringan atau ketinggian kurang tepat maka tanahnya harus dibuang. Pejabat Pembuat Komitmen berhak memerintahkan Kontraktor untuk mengulanginya. 1-1-1. dengan ketebalan yang sama tetapi dengan kadar air yang berbeda dengan : Sekurang kurangnya 10 lintasan dengan pneumatic tyred dengan berat yang akan ditentukan kemudian oleh Pejabat Pembuat Komitmen pada saat percobaan. Bilamana dalam demonstrasi tersebut kualitas yang dipersyaratkan tidak dapat dicapai. Kontraktor harus menyampaikan semua hasil tes kepada Pejabat Pembuat Komitmen. Percobaan Pemadatan 1) Sebelum pekerjaan pemadatan tanah dilakukan. 4) Prosedur percobaan meliputi areal percobaan dengan luas tidak kurang dari 30 meter x 15 meter pada lokasi yang telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Kontraktor harus melaksanakan percobaan pemadatan dengan setiap material yang akan dipakai untuk timbunan baik itu material dari luar maupun dari hasil ekskavasi. Kontraktor harus menyerahkan metoda kerja pemadatan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapatkan persetujuan tentang cara kerja yang akan dilaksanakan.  Permukaan yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 12 mm jika ditest dengan tongkat lurus panjang 3 meter yang dilaksanakan sejajar tegak lurus dengan garis tengah. 2) Percobaan pemadatan merupakan suatu demonstrasi pekerjaan oleh Kontraktor untuk mendapatkan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen tentang metoda yang diusulkan. sampai diperoleh kerataan. C.

berat dan tekanan roda bila dipakai pneumatic tired roller. Pengukuran Volume urugan ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m3 untuk pekerjaan urugan. Bila Pejabat Pembuat Komitmen tidak menyetujui usulan Kontraktor maka Kontraktor harus menyerahkan secara tertulis amandemen usulan untuk pemadatan dan bila diperlukan mengadakan percobaan ulang. 3. Untuk keperluan ini mungkin subgrade perlu dijenuhkan dengan air selama beberapa jam sebelum pekerjan percobaan pemadatan dilaksanakan. maka Pejabat Pembuat Komitmen akan memberikan persetujuan terhadap metoda yang diusulkan Kontraktor. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan tanah sesuai dengan gambar dan persyaratan yang telah ditentukan. 6) Menindak lanjuti pemadatan percobaan. Usulan Kontraktor harus mencakup juga jumlah dan tipe peralatan. Kontraktor harus menyampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen usulan metoda pemadatan untuk setiap jenis material yang akan dipakai dalam pekerjaan. cara memperoleh kadar air yang diperlukan. 7) Bila Pejabat Pembuat Komitmen berpendapat bahwa hasil pemadatan percobaan telah sesuai dengan yang dipersyaratkan.1–38 . 8) Selanjutnya dalam pelaksanaan pekerjaan pemadatan Kontraktor harus tetap mengikuti prosedur yang telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen untuk setiap material yang akan dipadatkan dan hasil pemadatan harus memenuhi persyaratan. yang diusulkan Kontraktor untuk dapat mencapai 5) Dengan cara tersebut pemadatan maksimum yang dapat dicapai dengan kadar air dan peralatan tertentu. 9) Meskipun metoda dan rencana Kontraktor telah disetujui Pejabat Pembuat Komitmen. 2. 1-1-1. jumlah lintasan dan tebal hamparan sebelum dipadatkan.- Sekurang kurangnya 10 lintasan menggunakan peralatan lain sesuai petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. - Metoda lain persyaratan.

sebelum penyiapan tanah dasar dimulai. timbunan pilihan. C. Umum A. 2) Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap semua konsekwensi lalu lintas yang dizinkan lewat di atas tanah dasar.SEKSI 2 – 4 PENYIAPAN TANAH DASAR 1. Penjadwalan Pekerjaan 1) Semua pekerjaan drainase tepi jalan disebelah tanah dasar harus diselesaikan dan dapat berfungsi sampai satu tingkat yang dapat menyediakan drainase yang efektif bagi limpasan air permukaan dari tanah dasar selama hujan ataupun sebagian hasil banjir dari daerah sekitarnya. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari menyiapkan tanah dasar yang langsung terletak di bawah konstruksi landasan. tidak boleh berbeda satu sentimeter lebih tinggi atau lebih rendah dari pada yang ditetapkan atau diatur di lapangan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 1-1-1. dan sampai disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. D.1–39 . pipa porous dan bangunan-bangunan kecil lainnya yang diletakkan di bawah tanah dasar harus diselesaikan sepenuhnya dengan urugan padat. Tanah dasar tersebut meluas sampai lebar penuh dasar konstruksi seperti ditunjukkan pada gambar. Toleransi Ukuran 1) Kemiringan dan ketinggian akhir setelah pemadatan. B. galian batu atau diatas bahan filter porous. selama pelaksanaan pekerjaan dan Kontraktor harus melarang lalu lintas tersebut bilamana mungkin dengan menyediakan satu jalan pengalihan atau pembangunan setengah lebar. dalam keadaan siap menerima struktur perkerasan atau bahu landasan. 2) Permukaan akhir tanah dasar akan dibuat miring melintang jalan seperti yang ditetapkan atau ditunjukkan pada gambar dan dibuat cukup rata serta seragam untuk menjamin limpasan air permukaan yang bebas. 2) Gorong-gorong. Pengendalian Lalu Lintas 1) Pengendalian lalu lintas harus dilakukan oleh kontraktor sesuai dengan persyaratan umum kontrak. dan dapat dibentuk di atas timbunan biasa.

Bahanbahan yang digunakan dalam masing-masing keadaan harus seperti diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. B. harus diterapkan untuk semua penyiapan tanah dasar dimana relevan (berkaitan). gundukan dan kerusakan-kerusakan lain yang diakibatkan oleh lalu lintas atau tenaga kerja kontraktor atas tanah dasar yang sudah selesai. 3) Kontraktor akan memperbaiki sebagaimana diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.Perbaikan Penyiapan Tanah Dasar yang Tidak Diterima 1) Persyaratan yang ditetapkan dalam Seksi "Galian". atau dari kebanjiran ataupun kasus alami lainnya.1–40 . timbunan pilihan atau galian tanah dasar yang ada. 2) Kontraktor akan memperbaiki atas biaya kontraktor sampai disetujui Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.E. terkecuali Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis menganggap kerusakan-kerusakan tersebut disebabkan oleh kelalaian kontraktor. C. Pemadatan Tanah Dasar Pemadatan lapisan tanah di bawah permukaan tanah dasar harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan spesifikasi yang diberikan pada Sub Bab sebelumnya. Pekerjaan tersebut akan dimasukkan untuk pembayaran di bawah bab ini. Bilamana diminta oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis ketinggian lapangan harus diperiksa dengan alat survai ketinggian. 3. Pelaksanaan Pekerjaan A. setiap alur bebas roda. Bahan-bahan Bahan tanah dasar dan kualitasnya harus sesuai dengan persyaratan yang berkaitan untuk timbunan biasa. Penyiapan Lapangan Penggalian dan pengurugan untuk tanah dasar harus seperti yang ditetapkan pada Bab sebelumnya spesifikasi ini. dan harus dipasang seperti yang ditetapkan pada Bab sebelumnya. Kontraktor harus menyediakan dan menggunakan mal logam dan mistar logam untuk memeriksa punggung atau kemiringan melintang. setiap kemerosotan tanah dasar disebabkan oleh kekeringan dan retak-retak. Spesifikasi-spesifikasi ini : 1-1-1. 2. dan Seksi "Urugan".

Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. dan sampai permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum. dan yang diperlukan. Bilamana hal ini tidak dapat dicapai. ditentukan menurut ukuran diameter. 6. dan alat-alat . Untuk pembersihan pohon. Pengukuran Banyaknya pembersihan serta pembongkaran ditentukan dalam meter persegi. ukuran cm dari pohon. Pengendalian Mutu Pengujian-pengujian kualitas untuk kepadatan di lapangan dan daya dukung harus dilakukan untuk setiap 200 m panjang sesuai dengan persyaratan spesifikasi Seksi sebelumnya. volume dari pohon. Banyaknya tanah bagian teratas yang dikupas ditentukan dalam meter persegi. perlengkapan. dan hasil pengupasan sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu.1) Lapisan-lapisan yang lebih dari 30 cm di bawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95% kepadatan kering maksimum yang ditetapkan sesuai dengan AASHTO T99.1–41 . Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak per meter-persegi untuk clearing. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak untuk clearing pohon. akan dibayar menurut schedule dari ukuran pohon. CBR minimum untuk tanah dasar sesuai gambar rencana yang disesuaikan dengan lokasi landasan yaitu minimal 6 %. dan yang diperlukan. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. dari hasil pembersihan serta pembongkaran yang sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu. Volume dari clearing dan gubbing ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m2 untuk pekerjaan tanah clearing dan grubbing. 5. perlu dipasang bahan perbaikan tanah dasar bawah atau bahan timbunan pilihan sampai ketebalan yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja. 1-1-1. perlengkapan. 2) Lapisan-lapisan yang berada pada 30 cm atau kurang. dan alat-alat . 4.

1-1-1.1–42 .

III. PEKERJAAN KONSTRUKSI

SEKSI 3 – 1 GRANULAR BASE COURSE

1.

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang tercakup dalam pasal ini terdiri dari melengkapi semua perlengkapan, peralatan, bahan dan kerja serta melaksanakan semua pelaksanaan yang berhubungan dengan pembangunan base course, setebal sesuai dengan persyaratan kontrak, spesifikasi serta gambar yang dapat digunakan dan disetujui.

2.

Bahan Aggregate harus terdiri dari batu pecah, fine aggregate yang merupakan hasil screening yang diperoleh dari pemecahan batu (minimum pecah 3 sisi). Batu pecah dari batu gunung, batu kali yang dipecah sedemikian hingga butirannya yang ukurannya sesuai dengan persyaratan dan harus bebas dari kelebihan bahan bahan yang gepeng/ flat, panjang / elongated, lunak atau hancur, kotor dan bahan lainnya yang tidak diinginkan. Gradasi itu harus memenuhi persyaratan gradasi limit seperti tabel dibawah ini : Tabel 3.1.1 Gradasi Agregat Base Course % Lapisan bobot Saringan A.S.T.M 3” 3” 1.5” ¾” 3/8” No. 4 No. 8 No. 40 No. 200 100 80100 60100 4560 3050 normal size of aggregate 1.5” 100 100 80100 6580 4060 30-

1-1-1.1–43

2040 1030 010 *Digunakan ukuran agregat maksimum 1,5” A. Agregat

50 1530 0-10

Cara yang dipakai dalam menghasilkan batu pecah adalah sedemikian rupa sehingga hasil pemecahannya adalah mempunyai gradasi yang sama/ sesuai. Pemecahan itu harus menghasilkan bahan pecah yang mempunyai gradasi dengan syarat, bahan tersebut semuanya tertinggal disaringan No. 4 dan yang harus sekurang - kurangnya 90 % berat mempunyai satu muka bidang pecah. Apabila perlu, batu pecah itu harus disaring sebelum dipecah untuk memenuhi persyaratan ini. Semua bahan yang mutunya rendah harus dibuang. Batu pecah harus terdiri dari bahan yang keras, awet / tahan aus, dan tidak mempunyai bagian yang panjang /elongated, lunak/soft atau hancur serta harus bebas dari kotoran - kotoran bahan - bahan lain yang tidak diinginkan tidak lebih dari 5 % dan harus mempunyai nilai Los Angeles Abrassion test 40 % setelah 500 putaran seperti yang ditentukan oleh ASTM C 131 - 81 Los Angeles Roller Test (Abrassion test). Bahan - bahan pecahan tidak boleh menunjukan kenyataan akan hancur atau menunjukan satu total kehilangan yang lebih besar dari 12% jika dikenakan 5 putaran / cycles dari pada sodium sulphate Accelerated Soundness Test dengan menggunakan ASTM C - 88 - 76. Semua bahan yang lolos saringan No. 4 yang dihasilkan dalam proses pemecahan, baik kerikil maupun batu kali, harus disatukan dalam bahan base kecuali jika terdapat satu jumlah yang berlebihan yang apabila dimasukan tidak akan memenuhi persyaratan gradasi. B. Bahan Halus Tambahan Apabila bahan halus tambahan, melebihi dari bahan yang memang terdapat dalam bahan base course, perlu untuk membentuk gradasi bagi pembuatan dari pada gradasi yang dispesifikasikan, atau untuk pengikatan bahan base, atau untuk penggantian kepadatan tanah dari pada bahan yang tertapis dengan

1-1-1.1–44

saringan No.40, maka bahan tersebut dicampur secara seragam dan diaduk dengan bahan base course pada mesin pemecah atau oleh sebuah mesin yang diuji. Tidak akan ada pekerjaan ulangan dari pada bahan base course ditempat untuk memperoleh gradasi yang dispesifikasikan. Bahan halus tambahan untuk maksud ini harus diperoleh dari pemecahan batu kali atau kerikil.

1-1-1.1–45

Operasi Dalam PITS dan Quarries Semua pekerjaan yang ada sangkut pautnya dengan pembersihan/ clearing dan pengupasan/ striping fidder quarries dan pits termasuk pembuangan bahan-bahan yang tidak diinginkan harus dilakukan oleh Kontraktor atas biaya sendiri. Perlengkapan Semua perlengkapan yang diperlukan untuk pelaksanaan-pelaksanaan ini harus dalam keadaan siap (tersedia) untuk bekerja dan telah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen.1–46 .2 Kondisi Kualitas Untuk Bahan Base Course Uraian CBR CBR terendam Kehilangan putaran) Campuran lempung dan butir – butir mudah pecah dalam agregat Perbandingan % lolos #200 dan No. Kontraktor harus melakukan uji pemadatan di luar area yang akan dikerjaan dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Uji pemadatan dimaksudkan untuk mengetahui jumlah lintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan dan CBR sesuai dengan yang disyaratkan.1. 40 Soundness Tes (Sodium Sulphate) Maksimum 5% berat karena Abrasi (500 Batas Tes Minimum 90% Minimum 80% Maksimum 40% Maksimum 5% Maksimum 12% 3. Trial Compaction Sebelum dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan. 5. Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen.Tabel 3. sebelum pelaksanaan itu dimulai. dimana 1-1-1. Bahan itu akan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang seragam dan memuaskan. 4.

steel pins atau mal-mal yang ditempatkan pada jalurjalur yang sejajar dalam garis tengah lapisan teratas itu dan berselang-seling yang cukup untuk menutup garis tali atau check boards ditempat antara stakes. maka dijadikan dasar dalam pelaksanaan. Pemeriksaan mengenai kemiringan antara tepi-tepi lapisan perkerasan/ pavement harus memakai grade stakes. Tidak diadakan penghamparan kecuali jika telah disetujui.1–47 . Mempersiapkan Lapis Base Course Lapis Base course harus diuji dan diterima baik oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebelum kegiatan penempatan /placing dan penghamparan/ spreading material base coourse dimulai. penebaran base akan dimulai sepanjang garis tengah landasan atau taxiway pada bagian yang tertinggi atau pada sisi lapisan teratas yang tertinggi dengan kemiringan satu jurusan. 6. Selanjutnya dari hasil uji pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan. Untuk melindungi base course dan untuk menjamin pengaliran air/drainage yang baik. Bahan itu harus dibentuk menjadi bagian yang sama / uniform section. atau perbaikan kecil. yang tampak dikarenakan keadaan pengaliran air/drainase kurang baik. dan dalam jumlah tertentu untuk mencapai tebal lapisan aggregate base serta kepadatan sesudah dipadatkan. A. Harus dijaga benarbenar supaya bahan dari underlying course tidak tercampur teraduk dengan bahan aggregate base.perbedaan tiap segmen adalah pada jumlah lintasan pemadatan. pins atau mal-mal dimaksud. Setiap tempat bekas roda kendaraan atau bagian yang lunak. maka uji pemadatan dapat di ulang kembali. harus diperbaiki dan digilas sampai benar-benar padat sebelum base course ditempatkan diatasnya. 1-1-1. Pelaksanaan Penghamparan Bahan aggregate base harus ditempatkan di underlying course sedemikian rupa untuk memperoleh adukan base yang sesuai dengan susunan gradasi dengan kadar air yang disyaratkan. atau sebab-sebab lainnya. Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan. Pejabat Pembuat Komitmen akan menguji adukan untuk menetapkan bahwa pengadukan tersebut lengkap dan lagi memuaskan dan kadar air yang telah sesuai dengan persyaratan harus dijaga benar-benar sebelum pemadatan dimulai.

Cara Pemadatan Lapisan aggregate harus dilaksanakan berlapis-lapis yang tebal setiap lapisannya tidak boleh kurang dari 6 cm atau lebih tebal dari 10 cm. B. C. Harus disediakan mesin penggilas dalam jumlah yang mencukupi untuk pelaksanaan yang memuaskan bagi pemadatan bahan yang telah ditempatkan / dihamparkan seperti disyaratkan di atas.Apabila perlu. maka disyaratkan untuk mencegah tercampurnya bahan untuk subgrade. kecuali diperkenankan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.pemecahan atau unsur-unsur bahan yang halus ataupun kasar pada suatu tempat. Penggilasan harus berlangsung terus menerus sampai batu 1-1-1. Setiap pembasahan (penambahan air) yang dianggap perlu harus dijaga berada dalam batas-batas ini. Tiada bahan apapun boleh ditempatkan dipemukaan yang lunak atau berlumpur. Kontraktor diwajibkan mengadakan test untuk menetapkan kepadatan maksimum serta kadar air yang dari pada aggregate base itu. lurus kemiringan dan cross section sampai adukan ini dalam keadaan yang baik untuk pemadatan. dan sama. Aggregate dimaksudkan tidak boleh ditebar melebihi 1500 meter persegi sebelum digilas. kemudian dipadatkan dengan menggunakan Smoothwheel Rollers dengan berat 8 – 12 ton. Penggilasan harus berlangsung bertahap dari tepi-tepi ke pusat jalur yang sedang dilaksanakan dari satu sisi menuju ke arah bahan yang telah ditebarkan sebelumnya dengan overlapping uniformly tiap jejak roda belakang yang terdahulu dengan setengah lebar jejak semacam itu dan seterusnya sampai daerah lapisan seluruhnya selesai digilas oleh roda belakang. Penyelesaian Pemadatan Konstruksi base coure dikerjakan berlapis-lapis tersebut sedemikian dapat mencapai struktur yang homogen. Gradasi aggregate yang sudah ditebarkan harus seragam dan tidak mengandung pemecahan. subbase atau shoulder dalam adukan / aggregate base. Bahan aggregate base harus mempunyai kadar air yang memuaskan pada saat pengilasan dimulai. Selama pekerjaan penempatan dan penebaran berlangsung.1–48 . aggregate base harus digaru hingga diperoleh permukaan yang rata. Pneumatic Tire Roller dan Vibro Roller sampai benar-benar padat dan jika perlu dengan penambahan air. Setiap perbedaan kecil harus dibetulkan dengan pembasahan (penambahan air) jika dipandang perlu.

menurut pendapatnya perbaikan semacam itu menimbulkan kerusakan. 1-1-1. menurut keperluan. Penggilasan harus berlangsung terus sampai bahan base selesai dipadatkan mempunyai kepadatan tidak kurang dari 100% dari kepadatan seperti yang ditetapkan oleh ASTM D-1557 dan minimal mempunyai nilai CBR 80 %.1–49 . Perlindungan/Protection Pekerjaan pada lapisan aggregate base tidak boleh dilakukan apabila subgradenya basah. kepadatan yang tidak rata. kemudian ditimbuni dengan bahan yang sama dipakai untuk pembuatan lapisan itu. peralatan untuk keperluan perbaikan kecil boleh jalan melalui bagian-bagian lapisan aggregate base yang telah selesai. Setiap kerusakan yang ditimbulkan pada lapisan aggregate base karena kegiatan alat perlengkapan melalui base course itu harus diperbaiki oleh kontraktor melalui biaya sendiri. dan akhirnya digilas. akan tetapi Pejabat Pembuat Komitmen akan berwenang penuh untuk memberhentikan semua perbaikan kecil yang meliputi lapisan aggregate yang sudah selesai atau yang sebagian selesai apabila. D. maka permukaan yang tidak rata harus dibongkar. Sepanjang tempat yang tak dapat dimasuki mesin penggilas. Pada umumnya. harus dalam jumlah serta peralatan yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. celah-celah antara bahan dikurangi sampai jumlah minimum sehingga gerakan batu didepan penggilasan penggilasan tidak kelihatan lagi. Apabila penggilasan itu menghasilkan ketidakrataan melebihi 10 mm jika diuji dengan tongkat lurus 3 meter. asal tidak menimbulkan kerusakan dan perlengkapan semacam itu berjalan melalui seluruh lebar lapisan aggregate base untuk menghindari roda kendaraan. bahan base course ditumpuk sungguh-sungguh dengan alat-alat tumbuk mekanis (mechanical tampers). Penggarukan dan penggilasan harus dilakukan ganti bergantian menurut keperluan atau petunjuk agar memperoleh base course itu tidak akan digilas apabila underlying course lunak atau ada pemindahan / pergerakan pada agregate basenya. Penambahan air yang selama penggilasan apabila perlu.itu benar-benar tersusun baik.

rata pada keseluruhan dalam lapisan agregate base kurang dari 80 % dari kadar air optimum campuran aggregate base. 1-1-1. maka pekerjaan yang bersifat memulihkan harus diadakan atas biaya kontraktor sendiri. Kontraktor harus mengganti atas biayanya.E. Pengendalian Lapangan Test Pengendalian lapangan harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan spesifikasi harus dikerjakan oleh kontraktor dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pemeliharaan Setelah lapisan aggreate base selesai. permukaan lapisan aggregate base mengering itu harus dijaga agar tetap basah dengan menambah air sampai saat prime coat digunakan. Sebelum persiapan dimulai untuk penggunaan lapisan berikutnya lapisan aggregate base harus dibiarkan mengering hingga kadar air rata . menggilas.1–50 . Setelah priming maka permukaan harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari bahan yang tidak diinginkan. Lapisan aggregate base harus dalam keadaan kering setiap saat. membuat bentuk kembali dan menyelesaikan sesuai dengan persyaratan teknis pelaksanaan ini. Berikut persyaratan pengendalian di lapangan. atas bahan base ditempat-tempat yang dibor untuk keperluan pengetesan. Pengeringan tidak boleh berlangsung sedemikian lamanya hingga permukaan lapisan aggregate base menjadi berdebu dengan akibat kehilangan unsur pengikat. harus memuat tentang titik koordinat dan elevasi hasil pengujian tersebut. Apabila kesusutan base lebih dari 10 mm Kontraktor harus memperbaiki daerah-daerah itu dengan cara mengupas menambah campuran base yang memadai. kontraktor harus melakukan semua pekerjaan pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga agar lapisan aggregate base tetap dalam keadaan yang memuaskan untuk priming. Laporan hasil uji kepadatan lapangan. 3. Apabila pembersihan dianggap perlu atau apabila prime coat terganggu. Apabila selama masa pemulihan.

sampai diperoleh kerataan serta kemiringan dan ketinggian yang diperlukan.3 Persyaratan Pengendalian Lapangan Test Pengendalian a. kembali. Test Kepadatan di tempat.1–51 . kurang kurang rata tepat maupun kemiringan atau digaru tanahnya.1. Pengujian permukaan / Surface Test Permukaan untuk harus diuji serta kerataan ketepatan kemiringan dan tinggi tiap bagian yang terdapat ketingian harus dibangun dipadatkan lagi. PB0103-76 Harus dilakukan untuk dan tiap 20 setiap 1000 m2 cm. menentukan dengan kepadatan untuk kering membandingkan terhadap c. untuk tebal lapis pekerjaan kepadatan test laboratorium kepadatan maksimum. Ketebalan Course dan keseragaman Base Prosedur Pemeriksaan pengukuran setiap hari. Penentuan CBR di tempat lapis Base Course Dengan menggunakan field CBR dan dilaksanakan minimum setiap 1000 m2 area runway pada lapis akhir/final levell d. Lapis Base Course ( Test Kerucut pasir) AASHTO T 191. 1-1-1.Tabel 3. visual dan ketebalan Dilakukan untuk setiap 200 panjang lapisan Base Course yang dipasang b.

e. Toleransi ketebalan ± 1 cm terhadap tebal design 4.1–52 .Permukaan yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 12 mm jika ditest dengan tongkat lurus dari 3 meter yang dilaksanakan sejajar serta tegak lurus dengan garis tengah. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. 1-1-1. 5. Ukuran Jumlah bayaran harus ditatapkan dengan menghitung banyaknya jumlah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan.

4 hasil dari pemecahan batu. B. atau hasil daur ulang dapat dicampurkan kedalam material base sepanjang memenuhi persyaratan gradasi. 2. bebas dari kotoran dan material lain yang tidak layak untuk konstruksi. Cement Treated Base harus dibuat dalam satu deretan dari lajur paralel. Sambungan konstruksi memanjang harus dicetak dengan cetakan sementara yang dipasang sesuai ketinggian dan kemiringan yang dipersyaratkan sedemikian sehingga memungkinkan pemadatan dan penyelesaiannya. 4) Semua material yang lolos saringan No. pencampuran. memanjang. memenuhi gradasi. semen dan air sehubungan dengan persyaratan dalam spesifikasi ini dan harus sesuai dengan dimensi dan potongan melintang yang tertera dalam gambar serta garis dan kemiringan yang ditentukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. gravel. 5) Gradasi harus memenuhi batasan dalam tabel berikut ini apabila diuji dengan metoda ASTM C 136 dan ASTM D 75 Bila perlu guna memenuhi persyaratan atau mengeliminasi kelebihan partikel halus. dan tidak mengandung batuan pipih. tahan terhadap keausan. hasil pecahan 1-1-1. Agregat 1) Aggregate yang dipakai dapat dari batu pecah. material halus secara alami berasal dari pemecahan agregat sendiri. Cetakan samping harus dibuka sebelum lajur disampingnya dibuat. memenuhi kualitas. disaring dulu.SEKSI 3 – 2 CEMENT TREARED BASE COURSE 1. penghamparan dan pemadatan aggregate. 2) Gravel yang dipecah maupun yang tidak dipecah harus merupakan batuan yang keras. Lingkup Pekerjaan A. 3) Metoda yang dipakai untuk memproduksi batu pecah harus dapat menghasilkan produksi yang konsisten.1–53 . Pekerjaan ini meliputi penyediaan. Bahan A.

Gradasi akhir ditentukan berdasarkan batasan tabel tersebut dan harus merata dari kasar Tabel 3.25 55 .75 mm) No.4 mm) bila digunakan sebagai lapis pondasi perkerasan beton semen.1–54 .100 37 . 40 (450 ìm) No. potongan potongan kayu dan plastik harus dibuang dari agregat base.100 25 . 80 (210 ìm) Gradasi A 100 1 Gradasi B 100 1 45 .80 mm) No.80 10 .80 15 .1 Gradasi Agregat Untuk CTB Persentase Lolos Saringan Ukuran Saringan 2 in (51 mm) No. 10 (1. 4 (4. 40 harus mempunyai Liquid Limit tidak lebih dari 25 % dan Plasticity Index lebih dari 6 % apabila diuji dengan metoda ASTM D 423 dan ASTM D 424. 8) Material yang tidak layak seperti lempung. 7) Bagian dari agregat base. lanau.Tabel 3.2. gypsum.100 45 .50 0 . sampai halus.2. termasuk material yang dicampur yang lolos saringan No.35 1 Ukuran agregat maksimum 1 in (25. 6) Gradasi dalam tabel tersebut adalah batasan yang menentukan kelayakan agregat yang dapat dipakai sebagai sumber material.2 Syarat-syarat Kualitas Agregate CTBC Jenis Pengujian Batas Penguji an Indeks Plastisitas Kehilangan berat karena Abrasi 500 putaran 0–6% 0 – 35 % Hasil kali indeks Plastisitas dengan prosentase lolos 75 micron 25 % 1-1-1.

garan atau kotoran lainnya yang merugikan. Semen Portland Semua Portland yang dipakai harus dari merek yang sudah lazim dipakai di Indonesia dan memenuhi persyaratan ASTM C 150 untuk semen tipe I.1–55 . Sample yang dipadatkan pada OMC akan ditentukan kuat desaknya (compressive strength) sesudah 7 hari dan direndam selama 24 jam. Air Air yang dipakai untuk mencampur dan mengawetkan adukan harus bersih.Batas Cair 0 – 25 % Bagian yang lemah CBR 0–2% Minimal 100 Soundness Rongga dalam Agregat Mineral pada kepadatan minimum <9% Minimal 14 B. alkali. Dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen semen dengan additive puzzolan mungkin dipakai dengan syarat kandungan puzzolan tidak lebih dari 30 % berat. 3. Kadar semen harus ditentukan berdasarkan percobaan laboratorium (laboratory test) dan percobaan campuran (trial mix). minyak. Kadar semen yang akan dipakai adalah kadar semen terhadap berat yang menghasilkan karakteristik kuat laboratorium pada 7 hari tidak kurang dari 1-1-1. tidak mengandung bahan-bahan yang dapat mengurangi kualitas seperti lumpur. B. bahan-bahan organik. Kadar Semen A. asam. C. Spesimen tes dibuat dengan kadar semen berbeda beda dan dipadatkan sesuai ASTM D 1557 dan kadar air optimum ditentukan untuk setiap kadar semen. harus diadakan tes laboratorium terhadap contoh agregat. Sebelum pekerjaan dimulai. semen dan air untuk menentukan jumlah semen yang diperlukan guna memenuhi persyaratan. C.

3 Persyaratan Hasil Pelaksanaan Pengujian Batas – Batas Kekuat an Kuat Tekan (tes silinder) Kg/cm2 7 Hari 28 Hari CBR % Min. Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen. berdasarkan tes terhadap sekurang kurangnya 6 silinder. Uji pemadatan dimaksudkan untuk mengetahui jumlah lintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan dan CBR sesuai dengan yang disyaratkan.2.52 kg/cm2. Trial Compaction Sebelum dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan.1–56 . maka dijadikan dasar dalam 54 120 ASTM D 1633-63 Metode Penguj ian 1-1-1. X6 = rata rata dari 6 tes Sd6 = standar devisi dari 6 tes Tabel 3. Kontraktor harus melakukan uji pemadatan di luar area yang akan dikerjaan dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Karakteristik kuat desak ditentukan dengan rumus X6 – 1 x Sd6 dimana.100 AASHTO T 19372 4. dimana perbedaan tiap segmen adalah pada jumlah lintasan pemadatan. Selanjutnya dari hasil uji pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan.

Pengendalian Lapangan Pengujian-pengujian pengendalian lapangan berikut ini harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan Spesifikasi. Lapis Base Course ( Test Kerucut pasir) AASHTO T 191. Test Kepadatan di tempat. Membuat lubang uji dan pengisian kembali dengan bahan CTB dipadatkan dengan baik. PB0103-76 Harus dilakukan untuk dan tiap 20 setiap 1000 m2 cm.pelaksanaan. Laporan hasil uji kepadatan lapangan. maka uji pemadatan dapat di ulang kembali. visual dan ketebalan Dilakukan untuk setiap 200 panjang lapisan CTB yang dipasang b.4 Persyaratan Pengendalian Lapangan Test Pengendalian a. Pengujian permukaan / Surface Test Permukaan harus diuji 1-1-1. Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan. untuk tebal lapis pekerjaan kepadatan test laboratorium kepadatan maksimum. menentukan dengan kepadatan untuk kering membandingkan terhadap c. 5. Ketebalan dan keseragaman CTB Prosedur Pemeriksaan pengukuran setiap hari. Tabel 3. harus memuat tentang titik koordinat dan elevasi hasil pengujian tersebut. Penentuan CBR di tempat lapis Base Course Dengan menggunakan field CBR dan dilaksanakan minimum setiap 1000 m2 area runway pada lapis akhir/final levell d.2.1–57 . harus dilaksanakan oleh Kontraktor di bawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

Metode Pelaksanaan A. B. Peralatan 1) Semua peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini harus dalam kondisi baik dan harus sudah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebelum pekerjaan dimulai. quarry yang telah disetujui. kurang kurang rata tepat maupun kemiringan atau digaru tanahnya.untuk kerataan serta ketepatan kemiringan dan tinggi tiap bagian yang terdapat ketingian harus dibangun dipadatkan lagi. 1-1-1. Toleransi ketebalan ± 5 mm terhadap tebal design 6. sampai diperoleh kerataan serta kemiringan dan ketinggian yang Permukaan diperlukan. material harus diambil untuk ditangani sedemikian rupa sehingga material yang didapat seragam dan sesuai dengan yang diharapkan. kembali. Batasan Cuaca Cement Treated Base tidak boleh dihampar pada waktu hari hujan. e. Pekerjaan di Pit dan Quarry Material diperoleh dari borrow pit. yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 10 mm jika ditest dengan tongkat lurus dari 3 meter yang dilaksanakan sejajar serta tegak lurus dengan garis tengah.1–58 . C.

peralatan dan supply material harus mampu menghampar dan memadatkan dalam ketebalan dan kontur yang memenuhi persyaratan. 3) Peralatan untuk melaksanakan pekerjaan ini harus mempunyai kapasitas yang cukup untuk mencampur material/ agregat + semen dan air dengan proporsi sedemikian sehingga dapat dihasilkan cement treated base course dengan gradasi dan konsistensi sesuai persyaratan. taxiway. elevasi dan kemiringan sesuai gambar 1-1-1. a) Sebelum cement treated base dihampar. 4) Lapisan dibawah lapisan teratas dapat dihampar dengan menggunakan motor grader. Cetakan harus ditempatkan sesuai dengan garis. 3) Agar ketinggian dan kemiringan sesuai persyaratan dan gambar dapat terpenuhi. c) Pengecekan ketinggian dan kemiringan hamparan dapat dilakukan dengan grade stakes. atau mal (forms) yang ditempatkan berupa lajur lajur sejajar dengan sumbu dari perkerasan (landasan. lapisan teratas dari cement treated base harus dihampar dengan menggunakan menchanical paver. atau mal tersebut. pins. steelpins. dalam interval sedemikian sehingga memungkinkan benang-benang dapat direntang diantara stakes. rencana. b) Lapisan bawah ini harus sudah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebelum penghamparan dimulai. 5) Bila Kontraktor menggunakan alat penghampar.2) Kontraktor harus menyediakan air dilokasi dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan ini. D. jalan dsb). 6) Persiapan Lapisan Bawah Hamparan (Underlying Course). 2) Bila menggunakan cetakan kayu atau metal.1–59 . lapisan dibawahnya harus disiapkan sesuai yag dipersyaratkan. Cetakan dan Penghamparan 1) Penghamparan Cement Treated Base dapat dilaksanakan dengan menggunakan cetakan atau dengan menggunakan alat penghamparan tanpa cetakan samping. panjang minimum adalah 3 meter dan harus mempunyai ketebalan sama dengan tebal padat base course dan dapat menghasilkan alignment yang bagus. power shovel atau peralatan yang sejenis.

Air tidak boleh dituang sebelum Satu tempat berisi agregat yang tertinggal diatas saringan No. penghamparan CTB harus dimulai dari tengah pada perkerasan yang berbentuk punggung (crowned) atau pada bagian tertinggi pada perkerasan yang miring kesatu arah. Apabila permukaannya kering maka harus dibasahi secukupnya akan tetapi tidak boleh sampai menyebabkan lapisan bawah tersebut menjadi lumpur pada saat campuran akan diletakkan. 4. agregat masuk kedalam mixer. Pencampuran 1) Cement Treated Base harus dicampur di mixing plant sentral.1–60 . Penempatan 1) Penggunaan mixer dengan cara penugasan yang diluncurkan (chute) diijinkan bila dengan cara ini dapat dijamin tidak terjadi segragasi. 2) Pada lampiran bawahnya (underlying course) sudah tidak terdapat alur alur atau bagian bagian yang lunak. 6) Pemasukan material kedalam batching plant atau tingkat pemasukan (rate of feed) dalam continous mixer tidak boleh melebihi kapasitas mixing plant. 7) Waktu mixing dalam continous plant tidak boleh kurang dari 30 detik.d) Untuk melindungi lapisan bawahnya (underlying course) dan agar drainase berfungsi dengan baik. 4) Bagian dalam mixer harus selalu dibersihkan sehingga tidak ada sisi campuran yang mengeras yang tertinggal didalamnya. dapat sistem batching maupun menerus (continous). 5) Apapun plant yang digunakan. 3) Dalam semua mesin pengaduk proses air dapat berdasarkan berat atau volume. 4 dan tempat satunya lagi berisi agregat yang F. kecuali bila dapat dibuktikan bahwa dengan waktu kurang ldari 30 detik persyaratan kadar semen dan kuat desak dapat dicapai secara konsisten. 2) Agregat untuk CTB harus dipisahkan paling tidak dalam dua ukuran dan setiap ukuran harus disimpan terpisah. 1-1-1. lolos saringan No. Perbandingan agregat dan semen dapat berdasarkan berat ataupun volume. E. Peralatan pencampuran ini harus dilengkapi dengan alat pengukur sehingga Pejabat Pembuat Komitmen dapat mencek jumlah air per batch atau debit aliran pada continous plant. semua harus dituangkan sedemikian sehingga dapat terdistribusi merata dalam agregat selama pencampuran (mixing).

lapisan yang akan ditumpangi harus dibasahi 7) Tenggang waktu antara mixing dan penghamparan tidak boleh lebih dari 30 menit. material base harus dipadatkan dan tenggang waktu antara penghamparan dan penyelesaian rolling terakhir tidak boleh lebih dari 45 menit agar dapat dicapai kepadatan optimum. PTR dan tandem roller.1–61 . Kapasitas truk sekurang kurangnya 10 ton. Batasan ini dapat diabaikan bila Kontraktor dapat membuktikan dengan tebal lebih dari 250 mm dapat 6) Bila pembutan CTB dilaksanakan secara berlapis lapis. ketepatan serta keseragaman tebal dan lebar. sesudah pemadatan material base dirapikan (trimmed) dengan motor grader sesuai dengan ketinggian yang tertera dalam gambar.3) Truk untuk transport campuran base course ini harus dilengkapi dengan tutup pelindung (protective cover). dicapai kepadatannya yang diminta. 5) Penyelesaian harus sampai permukaan lapisan sesuai dengan gambar potongan melintang dengan toleransi ± 10 mm diatas atau dibawah permukaan rencana dan bila diuji dengan batang lurus sepanjang 3 meter 1-1-1. Pemadatan 1) Segera sesudah dihampar. 3) Rute peralatan pemadatan harus direncana secara seksama untuk menghindari terjadinya alur alur akibat jejak roda kendaraan atau traktor. Lapisan kedua dan seterusnya dapat Sebelum dihampar dan dipadatkan 24 jam sesudah lapisan terbawah. 2) Alat pemadat (roller) yang harus tersedia dalam jumlah dan kapasitas yang cukup agar spesifikasi terpenuhi antara lain vibro roller. 4) Material base harus dihampar diatas underlaying course yang telah disiapkan dengan ketebalan sedemikian sehingga bila dipadatkan permukaannya sesuai dengan ketinggian dan dimensi yang dipersyaratkan. 5) CTB harus dibuat secara berlapis lapis dengan ketebalan sesudah dipadatkan tidak lebih dari 250 mm. G. secukupnya agar terjadi ikatan yang kuat. meletakkan lapisan berikutnya. maka permukaan lapisan terbawah harus dikasarkan dengan garu agar terjadi ikatan yang kuat dengan lapisan diatasnya. 4) Bilamana perlu. 8) Peralatan untuk menghapar material base harus dapat menghasilkan lapisan base dengan ketelitian.

50 m². material lain yang layak atau metoda lain yang disetujui. 7) Semua peralatan dan kendaraan yang menurut pendapat Pejabat Pembuat Komitmen dapat merusak CTB atau material curring tidak diijinkan melewati base course yang sudah jadi dalam 24 jam pertama dari waktu curring.50 x 3. retakan buatan tersebut harus diisi dengan aspal cair untuk menghindarkan retakan tersebut menyambung kembali karena pekerjaan pemadatan atau sebab lainnya. 1-1-1. Metoda pemecahan dapat dipilih dari beberapa metoda berikut : 1) 2) Menggergaji setelah CTB mengeras Membuat retakan pada CTB yang belum mengeras dengan menggunakan vibrtory plate dan pembuatan retakan. Sambungan Konstruksi (Construction Joint) 1) Setiap hari pada akhir penghamparan. Retakan yang dibuat harus sekurang kurangnya sepertiga tebal dari lapisan. H. sembungan konstruksi melintang (tranverse construction joint) harus dibuat dengan suatu header atau memotong kembali material yang sudah dipadatkan untuk membentuk potongan melintang yang vertikal. Setiap lapisan CTB harus dipecah (precrack) menjadi kotak kotak berukuran 3. 6) Tes kepadatan lapangan harus dilakukan sekurang kurangnya satu kali untuk setiap 1. 2) Permukaan inii harus ditutup dengan tanah basah. Pre-cracking Pemecahan (precracking) lapisan CTB dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pecah karena susut yang tidak terkendali. I.yang diletakkan sejajar atau tegak lurus terhadap sumbu perkerasan. Apabila Kontraktor memilih membuat retakan pada saat cTB belum mengering. Kepadatan lapangan ditentukan dengan metoda ASTM D 1556. tidak boleh ada perbedaan tinggi sebesar 6 mm pada setiap titik.1–62 . 3) Memotong sambungan pada CTB yang belum mengeras dengan menggunakan cutting wheel. baik itu dengan vibratory plate maupun dengan cutting wheel.000 m luas cement treated base. Kepadatan yang dipersyaratkan adalan 98 % dari kepadatan laboratorium pada OMC.

7. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. K. dapat digunakan cetakan samping atau dibentuk dengan cara memotong tegak lurus material yang sudah dipadatkan. Kuat Desak Lapangan 1) Kontraktor harus mengambil sampel dengan core drill sebanyak 4 buah untuk setiap 2. Dalam kondisi apapun permukaan CTB yang baru diletakkan dan dipadatkan tidak boleh menjadi kering. 2) Bila hasil tes sampel tidak memenuhi persyaratan. 1-1-1. 5) Pelaksanaan pemadatan pada tempat yang berdampingan dengan construction joint harus sedemikian sehingga pemadatan merata pada seluruh lapisan.1–63 . 4) Bila lingitudinal construction joint diperlukan. Proteksi dan Curing 1) Sesudah lapisan cement treated base selesai dilaksanakan sesuai spesifikasi. penghamparan dan pemadatan material base course tanpa merusak pekerjaan yang dilaksanakan sebelumnya.3) Proteksi terhadap construction joint memungkinkan penempatan. 6) Sebelum meletakan material baru menyambung konstruksi yang sudah padat. Ukuran Jumlah bayaran harus ditatapkan dengan menghitung banyaknya jumlah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan. pada bagian lebar konstruksi. Lokasi core ditentukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen secara acak. J.000 m2 dari cement treated base yang sudah berumur 7 hari guna menentukan kuat desaknya. 2) Metoda curing harus segera dimulai dan tidak boleh lebih dari 12 jam sesudah penyelesaian pekerjaan CTB. maka konstruksi ini harus dilindungi dari pengeringan selama 7 hari dengan cara membasahi dengan air. Tambahan sampel mungkin diperlukan untuk menentukan luas area yang harus diperbaiki. 8. Bahan yang dapan menahan air atau karung karung goni dapat digunakan untuk keperluan ini. area tersebut harus diganti oleh Kontraktor atas biayanya sendiri. permukaan joint harus dibersihkan dan dibasahi.

60 Kadar Semen Miin.375 0. Mutu beton dinyatakan dengan simbol K. haunch dan sekitar gorong-gorong pipa Tabel 4. Lingkup kerja Pekerjaan ini meliputi pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut jenis-jenis beton bertulang atau tidak bertulang.45 0. (kg/m3 dari campuran) 450 356 370 400 300 320 350 290 310 340 250 1-1-1.(mm) 37 K400 25 19 37 K300 25 19 37 K250 25 19 K125 Rasio Air / Semen Maks. ketinggian. dan sesuai dengan ketentuan dari Konsultan Pengawas.45 0. kelandaian dan ukuran yang tertera pada gambar.50 0.IV. (terhadap berat) 0.50 0.1. Kelas dan Mutu beton serta penggunaannya Beton semen portland harus berupa campuran semen. backfill concrete pada stone masonry Dasar. Kelas beton diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya sebagai berikut : P E Concrete pavement Levelling concrete.45 0. B.1–64 .1 Batasan Proporsi Takaran Campuran Pada Umumnya Mutu Beto n K500 Ukuran Agregat Maks.1 Uraian A.45 0. PEKERJAAN BETON SEKSI 4 – 1 BETON STRUKTUR 1. agregat kasar dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambahan.45 0.50 0. Misalnya K 400 berarti beton dengan kuat tekan karakteristik 400 kg/cm2. yang dibuat sesuai dengan Spesifikasi ini dan garis.45 0. air.

tidak lebih dari 5 %. Perbandingan campuran untuk campuran percobaan tersebut didasarkan pada nilai-nilai dalam Tabel 4. Tetapi nilai-nilai tersebut hanya perkiraan saja. Perbandingan campuran. 1-1-1. dengan ketentuan sebagai berikut : a) b) c) Perbandingan air dan semen merupakan nilai maksimum mutlak Kadar semen merupakan nilai minimum mutlak Nilai kuat tekan minimum diambil dari nilai kekuatan rata-rata minimum pada pelaksanaan.1. Menentukan perbandingan campuran dan takaran berat Pekerjaan beton struktur dapat mulai dikerjakan bila campurannya telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. Campuran percobaan ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai kuat tekan atau kekuatan lentur sesuai dengan ketentuan (preliminary test result) dengan margin yang cukup. sehingga probabilitas nilai kekuatan beton pada pelaksanaan yang lebih rendah dari kekuatan minimum yang ditentukan. 1) Campuran percobaan Selambat-lambatnya 35 hari sebelum pekerjaan beton dimulai.1–65 .1. takaran berat untuk beton ditentukan seperti di bawah ini dan harus dilakukan bila material yang disediakan oleh Kontraktor sudah disetujui.C.2. untuk memudahkan Kontraktor. Kontraktor harus membuat campuran percobaan di laboratorium dengan disaksikan oleh Konsultan Pengawas.2. dan disesuaikan dengan ketentuan di bawah ini. pada Tabel 4. Konsultan Pengawas akan menentukan perbandingan berdasarkan campuran percobaan yang dilakukan dengan memakai material yang harus dipergunakan dalam pekerjaan.

2 Standar Proporsi Campuran Beton Untuk Struktur URAIAN Ukuran Maksimum Agregat Kasar (mm) Slump (cm) 2) Perbandingan semen / air W/C (%) Kadar air W (kg/m3) Kadar semen C (kg/m3) Agregat halus S (kg/m3) Agregat kasar G (kg/m3) Kuat tekan minimum pada umur 28 hari dengan tes silinder (kg/cm2) 4) 5) Kuat tekan minimum pada umur 28 hari dengan tes kubus (kg/cm2) 3) Kekuatan lentur minimum 28 hari (kg/cm2) 6) Catatan : 1) 2) 3) 4) 5) Jenis beton sebagaimana Pasal 1. kecuali bila Konsultan Pengawas secara tertulis menyetujui uji silinder untuk tujuan pengendalian.2 158 225 773 1317 105 1-1-1. hasil uji silinder merupakan jawaban terakhir.1.(b) Slump harus ditentukan menurut AASHTO T 119 atau JIS A 1101 Uji kuat beton menurut “Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971” Uji kuat beton menurut AASHTO T22 dan 23 Bila ada perselisihan mengenai kesesuaian dengan Spesifikasi ini.2. 50 **) 125 KELAS P 1) * 5 +/.5 40.0 160 400 791 1077 **) KELAS E 1) * 5.1–66 .0 +/.5 70.2.Tabel 4. 6) Kuat lentur diuji dengan Metode Pembebanan Tiga Titik menurut AASHTO T 97.

agregat kasar bergradasi seragam dengan ukuran tertentu. sedangkan bila dikombinasikan harus bisa memenuhi gradasi.65 pada keadaan permukaan kering jenuh. 0. 0.*) Tergantung dari tebal slab beton serta mutu beton **) Dianjurkan minimum fc' = 400 kg/cm2 2) Berat agregat per meter kubik beton dalam Tabel 4. 2. Bila salah satu ukuran fraksi atau lebih yang digunakan tidak memenuhi gradasi yang ditentukan. dari material yang tertahan pada setiap saringan standard ASTM ukuran 7.75.36. Modulus kehalusan agregat halus harus dihitung dengan menambah persentase kumulatif.60. kontraktor dapat menggunakan agregat kasar dengan ukuran selain pada Tabel 4. 3) Perbandingan campuran dan takaran berat. 1. tidak ada kompensasi untuk Kontraktor atas tambahan semen itu. Bila penggunaan agregat kasar dengan ukuran lain itu menghasilkan beton yang kadar airnya melebihi ketentuan.30 dan 0.1. Berdasarkan beratnya.2 adalah berdasarkan pemakaian agregat dengan bulk specific gravity 2.75.45.15 mm dan kemudian dibagi 100. agregat halus harus dikurangi dan agregat kasar ditambah. Bila modulus kehalusan pasir kurang dari 2. maka hal itu bisa digunakan bila ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. pasir alam bergradasi seragam yang mempunyai modulus kehalusan sebesar 2. jumlah agregat halus harus ditambah dan agregat kasar dikurangi.10 (sebanding dengan 2. Namun 2 fraksi ukuran bisa digunakan bila ukuran maksimumnya lebih dari 2. sehingga perlu tambahan semen.75).18.1–67 . Untuk agregat dengan specific gravity berbeda. takaran beratnya harus disesuaikan dengan cara mengalikan berat pada tabel dengan specific gravity yang bersangkutan lalu dibagi 2. atau pasir hasil crusher atau pasir yang modulus kehalusannya lebih dari 2. Konsultan Pengawas harus menentukan kilogram berat agregat halus dan kasar (dalam kondisi permukaan kering jenuh) untuk per meter kubik kelas beton tertentu.1. Ukuran agregat kasar yang ditentukan tidak perlu dipilih dengan fraksi ukuran yang berbeda. Untuk setiap perubahan modulus kehalusan sebesar 0.65 Bila digunakan pasir pecah (angular). Bila disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen.75. dan 1-1-1.2. persentase jumlah pasir berubah 1% terhadap berat total agregat kasar dan agregat halus.5 cm.

Kontraktor dapat mengganti alat timbangan dengan alat pengukur volume yang disetujui Konsultan Pengawas. maka Konsultan Pengawas dapat merubah ketentuan berat agregat. Dalam mengukur agregat untuk struktur dengan volume beton kurang dari 25 meter kubik. kadar air tidak boleh melebihi ketentuan.1. 4) Penyesuaian (workability). maka Konsultan Pengawas harus menaikkan kadar semen sehingga kadar air maksimum tidak melebihi ketentuan. berbeda lebih dari plus atau minus 2% dari yang ditentukan dalam Tabel 4. 7) Penyesuaian untuk material baru.1. 6) Penyesuaian untuk kelebihan kadar air. Sumber material tidak boleh diganti sebelum memberitahu Konsultan Pengawas. tetapi kadar semen yang telah ditentukan tetap tidak berubah dan Konsultan Pengawas boleh meminta Kontraktor untuk mengadakan pengendalian yang lebih ketat pada prosedur penakarannya. tetapi volume agregat kasar dan agregat halus diukur dengan takaran masing-masing harus sesuai dengan ketentuan Konsultan Pengawas. Dalam hal ini penimbangan tidak diperlukan. Bila dengan kadar semen yang ditentukan. dan material baru tidak boleh digunakan sebelum konsultan Pengawas menyetujuinya dan membuat rumus perbandingan campuran yang baru berdasarkan campuran percobaan bila penggantian material baru 1-1-1. Selain itu.1–68 .2.perbandingan tersebut harus tidak diubah kecuali dengan ketentuan seperti pada paragraf berikut. setelah diuji menurut AASHTO T 121. 5) Penyesuaian untuk berbagai hasil campuran. Konsultan Pengawas juga harus menentukan takaran berat bahan agregat setelah menentukan kadar airnya mengoreksi berat volume pada keadaan kering permukaan jenuh untuk suatu kadar air tertentu. tidak mungkin membuat beton dengan konsistensi yang dikehendaki tanpa melebihi kadar air maksimum yang ditentukan dalam Tabel 16. maka perbandingan campuran harus diubah oleh Konsultan Pengawas agar kadar semen tetap dalam batas yang ditentukan. Bila kadar semen pada beton. placeability untuk berbagai kemudahan mungkin dalam diperoleh dengan pelaksanaannya beton dengan perbandingan Bila ternyata dan workability tidak yang dikehendaki campuran yang telah ditentukan Konsultan Pengawas.

setiap produksi atau pembuatan campuran beton harus diuji baik kekuatan maupun slumpnya.1–69 . bila diperlukan untuk proyek. Kontaktor harus menyediakan contoh (spesimen) beton untuk diuji pada umur 7 hari dan 28 hari sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. atau sesuai permintaan. atau dengan interval lainnya sesuai dengan kebutuhan.menyebabkan perlu tambahan jumlah semen. Untuk kuat lentur beton ditentukan berdasarkan uji balok sesuai dengan ketentuan ASTM C78. selama penanganan. untuk menentukan kekuatan beton. Pengujian tekan dengan selinder harus sesuai dengan ketentuan AASHTO T 22 (ASTM C 39). 2) Kuat tekan dan kuat lentur Nilai kuat tekan dan kuat lentur dalam pelaksanaan (site working strength) pada umur beton 28 hari tidak boleh kurang dari kekuatan minimum 1-1-1. dan ia bisa menaikkan ketentuan nilai kekuatan dan persyaratan beton. Contoh tersebut harus dibuat berpasangan. Ketentuan kekuatan beton 1) Persiapan spesimen Kuat tekan ulimate beton harus ditentukan pada contoh yang dibuat menurut “Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971” atau. bila tidak memungkinkan. E. dan tidak boleh kurang dari 8 (delapan) pasang @ 2 buah untuk setiap 100 m kubik beton atau bagian beton yang dicor dalam satu kali pekerjaan. dengan AASHTO T 141 (ASTM C 172) dan AASHTO T 23 (ASTM C 31). D. Satu contoh bahan dari setiap pasangan diuji pada umur 7 hari dan 28 hari. Pemeriksaan dan pengujian beton merupakan wewenang Konsultan Pengawas. Contoh beton Untuk menilai kesesuaian mutu beton selama pelaksanaan kerja. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menjaga dan mencegah kerusakan contoh beton untuk pengujian. pengangkutan dan penyimpanannya. Tanpa memperhitungkan volumenya. Contoh beton untuk pengujian harus diuji oleh Kontraktor di laboratorium lapangan atau di laboratorium yang letak dan kelengkapannya memadai. Silinder uji yang dibuat di laboratorium harus sesuai dengan AASHTO T 126 (ASTM C 192). maka harus tidak ada kompensasi atas tambahan material semen tersebut. demikian juga setiap struktur dan bagian struktur juga harus diuji kekuatan dan slump-nya.

sesuai kelas betonnya.2.67 10 0. dengn persamaan N i 1 (X  X ) S N 1 dimana : X = hasil masing-masing benda uji N = jumlah total dari hasil uji Nilai-nilai untuk faktor K adalah :    1.83 8 0.64 untuk desain campuran untuk hasil uji pelaksanaan tertera pada tabel berikut ini : 4 1. Bila nilai rata-rata dari keempat hasil uji kuat tekan yang berurutan itu pada beton umur 7 hari lebih rendah dari 70% nilai minimum untuk beton usia 28 hari (untuk kuat tekan).1–70 .1.52 14 0. Kekuatan karakteristik dihitung dengan persamaan : X0 = X – KS dimana : X0 = kekuatan karakteristik X = rata-rata dari serangkaian hasil pengujian K = faktor yang berdasarkan pada persentase hasil uji yang diijinkan lebih rendah dari kekuatan karakteristik. maka beton yang diproduksi pada saat pengambilan contoh tersebut dianggap semua tidak memenuhi syarat.58 12 0.menurut Tabel 4.17 6 0. atau di bawah 80% dari nilai minimum kekuatan lentur pada umur 28 hari. maka kadar semen dari beton itu harus ditambah sekurang-kurangnya 20 kg per meter kubik beton padat. sampai modifikasi campuran itu menghasilkan rumus campuran yang disetujui. tanpa tambahan pembayaran.48 16 0. setelah pengujian beton umur 28 hari.44 N K 1-1-1. Bila ternyata hasil uji contoh tersebut tidak memenuhi syarat. S = standar deviasi. 3) Kekuatan karakteristik Kekuatan karakteristik berbagai kelas beton harus ditentukan segera setelah 20 hasil pengujian yang pertama masing-masing kelas sudah tersedia.

1-1-1. atau sampai ada perbaikan kontrol kualitas agar kekuatan rata-rata meningkat atau variasi kekuatan semakin kecil. Pelaksanaan pengujian harus dilaksanakan oleh petugas-petugas yang ditunjuk dan dengan alat-alat yang memadai. 6) Dokumen hasil pengujian Dokumen hasil pengujian harus disimpan oleh Konsultan Pengawas.Bila kekuatan karakteristik lebih rendah dari kekuatan kerja minimum menurut Tabel 4.1. sudah termasuk pada harga satuan beton semen Portland. Konsultan Pengawas dapat memerintahkan Kontraktor untuk membongkar bagian-bagian tersebut dan memperbaikinya sesuai ketentuan Spesifikasi ini atas biaya Kontraktor. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mencegah kerusakan pada contoh uji selama pembuatan dan pengangkutannya. atau bila hasil itu diragukan.1–71 . Kontraktor bertanggung jawab untuk membuat penyesuaian seperlunya untuk membuat beton sesuai ketentuan Spesifikasi. 4) Penyimpangan dari ketentuan kuat tekan Bila hasil uji kuat tekan dan uji kuat lentur tidak sesuai dengan ketentuan menurut pasal ini. sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Dokumen hasil uji harus mencakup apakah beton itu sesuai atau tidak.2. tetapi selalu terbuka untuk Kontraktor. termasuk biaya pembuatan tempat contoh beton yang kuat dan biaya pengapalan atau pengangkutan contoh beton uji dari lokasi kerja ke laboratorium. Apabila pengujian tersebut memperlihatkan kekuatan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditentukan pada Spesifikasi ini. Tetapi bila hasil tersebut memperlihatkan nilai yang tidak sesuai dengan Spesifikasi. 5) Pemeliharaan contoh beton Biaya membuat contoh beton dan mengadakan pengujian. Kontraktor harus menaikkan kadar semen sebagaimana cara dalam butir (ii) di atas sampai dihasilkan perbandingan campuran yang sesuai. Konsultan Pengawas harus memeriksa kuat tekan dengan cara uji pecah (crushed test) pada contoh uji yang diambil dengan alat rotary core bore pada titik tertentu yang ditentukan Konsultan Pengawas pada struktur yang telah dibangun. maka pekerjaan beton tersebut dapat diterima untuk dibayar.

Semen yang digunakan pada pekerjaan beton adalah semen Portland. garam. air harus diuji dengan diperbandingkan terhadap air suling. dan kekuatan adukan. harus sesuai dengan ketentuan dari bagian ini. D. mempunyai butir yang bersih. asam. Air yang dipergunakan dalam pencampuran. Semen haus memenuhi persyaratan SII 0013 – 77 “Semen Portland” atau J1S R 5210 “Portland Cement” atau AASHTO M 85 (Type I). E. Agregat halus 1) Agregat halus untuk beton harus terdiri dari pasir alam atau. B. gula. atau pekerjaan lainnya harus bersih dan bebas dari minyak. Umum Semua material yang harus disediakan dan dipergunakan. rumput. C. pengawetan. Air Air yang dipergunakan untuk beton harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. cukup menjadi alasan ditolaknya air yang tengah diuji itu. Petunjuk dari kekerasan. alkali. perubahan waktu pengikat lebih kurang 30 menit. atau bahan asing lainnya tidak ikut terbawa. serta harus bersih dan bebas 1-1-1. Perbandingan harus memakai cara uji semen standar untuk kekerasan.1. waktu pembuatan (setting time). tumbuhan atau zat lainnya yang merusak hasil pekerjaan. Admixture (campuran tambahan) Admixture tidak boleh digunakan tanpa pesetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas . penyusutan kekuatan adukan lebih dari 10% dibandingkan dengn air suling. dengan mutu yang sama untuk satu proyek. yang tidak dibahas dalam pasal ini. keras dan awet.2 Material A. Bila sumber air dangkal pengambilannya harus sedemikian rupa agar lumpur. material lembut lainnya dengan sifat sama. bila disetujui Konsultan Pengawas. kecuali bila ada petunjuk lain dalam Gambar atau dari Konsultan Pengawas. Kontraktor harus menyerahkan contoh admixture kepada Konsultan Pengawas paling lambat 28 hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan struktur tertentu atau bagian dari struktur yang harus memakai material admixture itu. Bila diminta oleh Konsultan Pengawas.2–72 . Semen Kontraktor harus menggunakan satu jenis / tipe semen dari satu merek.

75 2. dan diajukan oleh Kontrakor. Gradasi material dari satu sumber tidak boleh berlainan komposisi melebihi batas ketentuan. Untuk menentukan kadar keseragaman gradasi.18 0. lumpur. Ketentuan gradasi di atas merupakan batas ekstrim yang harus digunakan dalam menentukan kesesuaian material dari setiap sumber. dalam jumlah melebihi batas toleransi.10 Analisa saringan agregat halus harus dilakukan menurut J1S A 1102 (Method of Test for Sieve Analysis of Aggregate and Fineness Modulus) atau AASHTO T 27. Terhadap zat pengganggu lainnya yang tidak tercakup dalam tabel itu.3. bahan organik. maka agregat halus itu harus ditolak.600 0. 3) Kadar zat yang mengganggu dalam agregat halus tidak boleh melebihi batas yang ditentukan dalam Tabel 4.20 dari nilai yang digunakan untuk menentukan perbandingan campuran beton.300 0.36 1. kecuali bila perbandingan campuran disesuaikan.dari debu.1. harus dibuat suatu penentu modulus kehalusan untuk contoh masing-masing sumber.150 100 95 – 100 80 – 100 50 – 85 25 – 60 10 – 30 2 . Bila modulus kehalusan berbeda-beda lebih dari 0. dan kotoran lainnya.5 4.1. 2) Agregat halus harus bergradasi merata dan harus memenuhi ketentuan gradasi seperti pada Tabel 4. harus ditentukan cara penanganannya dengan petunjuk dari Konsultan Pengawas.1.3. 1-1-1. lempung.3 Gradasi agregat halus Ukuran saringan ( mm) Kumulatif presentase berat yang lolos 9.2–73 . dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Tabel 4.

0 0. atau AASHTO T 11. Tabel 4. Apabila agregat yang harus diuji menunjukkan warna yang lebih gelap dari warna standar berdasarkan colourmetric test.5 1) 1) 2) Maksimum 1.1. Tetapi.075 mm : Beton yang akan mengalami abrasi Beton lainnya Meterial yang mengapung dalam cairan dengan Specific gravity Keterangan : 1) Untuk agregat pecah.Pengujian untuk material yang lebih halus dari saringan 0.074 mm). dengan syarat. Penentuan kandungan kotoran organik dalam pasir alam dilakukan menurut AASHTO T 21 (Metode Uji Kotoran Organik dalam Pasir) atau J1S A 1105.2–74 . serta disetujui oleh Konsultan Pengawas.0 5. harus ditolak.075 mm terdiri dari debu dengan patokan yang bersih dari lempung atau serpihan. pasir yang tidak memenuhi ketentuan di atas masih dapat digunakan.0 1-1-1. presentase ini dapat dinaikkan sampai 5 dan 7 2) Ketentuan ini tidak berlaku pada pasir buatan dari ampas tanur tinggi. 5) Semua agregat halus harus bersih dari kotoran organik.4 Sifat agregat halus Batas Zat Pengganggu dalam Agregat Halus (% Berat) Zat Gumpalan Lempung Material yang lebih halus dari saringan 0. Umur contoh 3.075 mm harus dilakukan menurut J1S A 1103 (uji material agregat yang lewat saringan 0. 4) Kekerasan agregat halus harus memenuhi kehilangan berat tidak lebih dari 10% bila diuji dengan sodium sulfat atau 15% dengan magnesium sulfat melalui pengujian AASHTO T 104 (Sulfate Soundness Test). kuat desak contoh adukan yang menggunakan pasir tersebut lebih dari 95% kekuatan pada adukan dengan pasir yang sama yang dicuci dengan larutan 3% sodium hidroksida dan kemudian dicuci dengan air. bila material yang lebih halus dari saringan / pengayak 0.

5 4.0 mm4.75 2. 4 (38.8 38.36 2"-1" 100 90-100 35-70 0-15 --0-5 ------# 57 1"-No.75mm) 1" sampai No. ampas tanur tinggi. 4 (50.0 19.5 9.4 ----100 95-100 --25-60 --0-10 0-5 #4 1-1/2"3/4" --100 90-100 20-55 0-15 --0-5 ----# 67 3/4"No.1 mm .1 25. “Pengaruh Kotoran Organik dalam Agregat Halus terhadap kekuatan adukan”.5 Gradasi agregat kasar Persentase Lolos Saringan Ukuran Saringan 2" sampai No. kerikil. keras dan awet.4. Kekuatan Kompresi contoh adukan harus ditentukan menurut AASHTO T 71. 2-1/2 2 1-1/2 1 3/4 1/2 3/8 No.4 1-1-1. 4 (25.75mm) # 57 1"-No. untuk semen Portland normal. 4 No.75mm) #3 in. F. atau material lembam lainnya yang disetujui dengan sifat yang sama. Agregat kasar harus bersih dan bebas dari butiran-butiran yang panjang atau bulat. 2) Agregat kasar harus bergradasi merata dan harus memenuhi ketentuan gradasi berikut ini : Tabel 4. Agregat kasar 1) Agregat kasar harus terdiri dari satu atau lebih dari satu material berikut : batu pecah. bahan organik dan bahan pengganggu lainnya dalam melebihi batas toleransi. 8 mm 63 50. mempunyai dengan sifat yang sama.adukan yang harus diuji adalah 7 hari dan 28 hari.4 ------100 90-100 --20-55 0-10 0-5 ----100 95-100 --25-60 --0-10 0-5 1-1/2" sampai No.2–75 .8 mm 4. mempunyai butir-butir yang bersih.0 12.1.

1-1-1. 2) 5) Ketentuan ini tidak berlaku pada pasir buatan dari ampas tanur tinggi Pengujian untuk material yang lebih halus dari saringan 0.Dalam menetapkan ukuran maksimum batuan harus selalu mempertimbangkan jarak bersih antar tulangan pada setiap struktur beton. atau AASHTO T 112. Pengujian untuk partikel yang halus harus dilakukan menurut JIS A 1126 (Metode Uji untuk Partikel Halus dalam Agregat Kasar dengan menggunakan Scratch Tester). Penanganan zat pengganggu lebih yang tidak tercakup dalam tabel itu harus ditentukan berdasarkan petunjuk Kosultan Pengawas.1. Tabel 4.Material yang lebih halus dari saringan 0. dengan 1.25 1.075 mm 0. 3) Kekerasan dari agregat kasar harus memenuhi kehilangan berat tidak lebih dari 30% dengan Uji Abrasi Los Angeles (AASHTO T 96) dan fraksi halus harus memenuhi kehilangan berat tidak lebih dari 12% dengan sodium sulfat atau 15% dengan megnesium sulfat melalui pengujian AASHTO T 104.5.2–76 .075 mm harus dilakukan menurut JIS A 1103 (Metode Tes Jumlah Material yang Lewat Saringan 0.074 mm dalam Agregat).0 1) Maksimum . atau AASHTO T 11.0 1) specific gravity 1. maka persentase ini dapat dinaikkan menjadi 1.5. 4) Kadar zat pengganggu dalam agregat kasar tidak boleh melebihi batas dalam Tabel 6. bila material yang lebih halus di saringan 0.Gumpalan lempung .075 mm terdiri dari debu yang butirannya bersih dari lempung dan serpihan (shale).6 Sifat agregat kasar Batas kadar zat pengganggu dalam agregat kasar (persentase berat) Zat .Material yang mengapung dalam cairan.95 Keterangan : 1) Untuk agregat pecah.

atau dari pabrik lain harus disimpan terpisah. harus sudah berada di lokasi kerja sebelum pekerjaan dimulai. sedemikian rupa mudah untuk diperiksa dan digunakan. Agregat dari sumber yang berbeda tidak boleh disimpan dalam tempat yang sama tanpa izin dari konsultan Pengawas. dan harus ditangani sedemikian rupa agar tidak terjadi segregasi. ketika digunakan oleh Kontraktor. Agregat harus disimpan terlindung dari sorotan langsung sinar matahari. Semen harus disimpan di gudang anti lembab dengan ketinggian lantai sekurangkurangnya 30 cm dari tanah.3 Peralatan Dan Alat-Alat Bantu Peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untk menangani material dan melaksanakan pekerjaan. Bila peralatan itu tidak dipelihara kebaikan kerjanya. Uji agregat yang sedang digunakan harus berdasarkan perintah Konsultan Pengawas. 1-1-1. atau bila peralatan itu terbukti tidak memadai. kapasitas dan kondisi mekanis yang disetujui Konsultan Pengawas. bila harus digunakan. Bila Konsultan Pengawas mengijinkan penggunaannya. Semen dari karung bekas tidak boleh digunakan. 1. 2) Penyimpanan agregat Agregat halus dan agregat kasar harus disimpan terpisah agar tidak tecampuri material asing satu sama lain. tipe. dengan jenis. semen dari berbagai merek. Pengujian agregat Sebelum digunakan. untuk mencapai hasil kerja yang ditentukan. peralatan tersebut harus diperbaiki. Agregat harus disimpan sedemikian rupa agar kadar air selalu merata. hasil uji agregat dari setiap sumber harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Penyimpangan material 1) Penyimpangan semen Semen dapat diangkut dengan bin yang disetujui di pabrik. Semen karung tidak boleh ditumpuk lebih dari 13 sak. H. sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. atau diganti atau ditambah. Semen yang menjadi basah atau keadaannya tidak memadai tidak boleh digunakan.3–77 .G. Semen yang disimpan oleh Kontraktor lebih dari 60 hari harus disetujui dulu oleh Kontultan Pengawas.

Alat timbangan harus mempunyai ketetapan sampai 0. hopper dan timbangan semen. 3) Timbangan Timbangan agregat dan semen harus dari tipe palang (beam type) ataupun tipe cakram non-pegas. Setiap kompartemen harus dapat mengeluarkan material secukupnya dan dengan lancar ke hopper timbangan. Tempat penyimpanan material tersebut harus kedap air. Bila digunakan semen curah. Batching Plant harus dilengkapi bin. Hopper timbangan harus dapat mengosongkan seluruh material tanpa sisa. Untuk membuang kelebihan jumlah material dalam hopper. maka harus disediakan bin (tempat penyimpanan). Harus disediakan juga alat kontrol sehingga begitu jumlah yang dikehendaki dalam hopper timbangan hampir terpenuhi. Tiang tumpu. harus disediakan lubang atau sarana lainnya. harus disediakan sepuluh anak timbangan dengan berat masing-masing 25 kg. 2) Bin dan hopper Pada batching plant harus disediakan bin dengan kompartemen- kompartemen (ruang) terpisah yang memadai untuk agregat halus dan untuk setiap fraksi agregat kasar.5% untuk berbagai pemakaian.3–78 . Bila menggunakan timbangan palang (beam type) harus ada alat yang dapat menunjukkan bahwa beban dalam hopper timbangan hampir mencapai berat yang diinginkan. bisa jenis stasioner ataupun jenis yang dapat berpindah-pindah. gandar dan suku cadang lainnya yang terbuka harus selalu bersih.A. Perlengkapan untuk mencampur komponen lain dari campuran harus disediakan pada batching plant. sesuai dengan permintaan Konsultan Pengawas. Alat tersebut harus selalu dijaga agar sesuai dengan ketentuan untuk melakukan mekanisme penimbangan yang benar. material mengalir pelan-pelan dan berhenti setelah jumlah tepatnya tercapai. Untuk memeriksa ketepatan. hopper timbangan dan timbangan agregat halus dan untuk masing-masing fraksi untuk agregat kasar. Batching plant dan peralatannya 1) Umum Semua material untuk campuran harus ditakar perbandingannya menurut berat. Alat petunjuk ini harus bisa menunjukkan 1-1-1.

dan alat penghitung ini harus dihidupkan bersamaan dengan dimulainya pelaksanaan 1-1-1. Mata pisau (bladé) pick-up dan throw-over dalam drum harus diganti bila telah mengalami keausan 10%. agregat dan air secara merata dalam waktu tertentu dan mengeluarkan adukan tanpa segregasi. 2) Mixer yang berada di lokasi kerja harus tipe drum yang mampu mengaduk semen. Penakaran harus sedemikian rupa agar berat material hasil campuran sesuai dengan ketentuan. Mixer 1) Beton harus diaduk dalam pengaduk campuran (batch mixer). Semen dapat diukur menurut beratnya.angka timbangan sekurang-kurangnya 100 kg dan sampai beban ekstra 25 kg. dan memungkinkannya sambil harus bisa menangani alat kontrol. Harus dilakukan kontrol agar air hanya bisa dipakai bila mixer sedang berisi. atau menurut sak standar. dan alat pengukur air yang dengan ketepatan sampai batas 1%.3–79 . Pengadukan dapat dilakukan di lokasi kerja. Semua alat penimbang dan penunjuk harus bisa dilihat keseluruhannya oleh operator pada waktu mengisi hopper. Pada setiap mixer harus tertera lempeng logam dari pabrik yang menunjukkan keterangan kapasitas drum dalam hal volume beton adukan dan kecepatan rotasi drum adukan. di pusat khusus pengadukan. dengan toleransi 1% untuk semen dan 2% untuk agregat. Bila diukur menurut beratnya. Level Pembuangan harus bisa terkunci secara otomatis. harus disediakan hopper dan timbangan tersendiri dengan dilengkapi alat untuk mentransfer semen dari hopper ke timbangn. Mixer harus dilengkapi dengan hopper pengisi yang memadai. tempat air. 3) Truck Mixer atau Transit Mixer Mixer ini harus dilengkapi alat penghitung bertenaga listrik untuk memperlihatkan jumlah putaran drum atau mata pisaunya. Penanganan harus dilakukan sebaik-baiknya. sampai material campuran teraduk dalam waktu tertentu setelah semua material berada dalam mixer. Dalam interval waktu tertentu mixer harus dibersihkan. B.

Vibrator Kecuali bila ada ketentuan lain. Mixer harus bisa mengaduk bahan-bahan beton secara merata. atau karena pengeringan dan pembasahan. . Sambungan pada tepi atau bidang harus horisontal atau pun vertikal setepat mungkin. garis dan ukuran yang ditentukan dalam Gambar.Bagian atas cetakan tidak boleh bergeser dari rencana sebenarnya lebih dari 3 mm untuk panjang 3 m. Tipe vibrator yang digunakan harus disetujui Konsultan Pengawas. 1-1-1. penopang. Kecuali bila akan dipakai hanya sebagai agitator truck mixer. dan bisa mengeluarkan beton secara merata tanpa segregasi. dan cetakan fleksibel yang memadai harus dibuat sesuai dengan radius tersebut. harus dilengkapi dengan alat pengukur jumlah air untuk setiap takaran. 3) Cetakan harus bisa dibongkar dengan mudah dan aman. C. agar posisi dan bentuknya tetap sesuai dengan ketentuan dalam Gambar. vibrasi dan lain-lain. dan harus cukup rapat agar material tidak bocor. Jumlah vibrator yang digunakan harus cukup untuk memadatkan beton secara memadai dalam waktu 10 menit setelah dicor ke cetakan. dan selain itu. vibrasi harus dibantu dengan pemadat dengan tangan menggunakan alat yang memadai untuk menjamin kepadatan yang memadai. 4) Cetakan lengkung harus beradius sesuai dengan ketentuan gambar. dan harus kokoh sehingga bentuknya tidak berubah bila diisi. Isi mixer tidak boleh melebihi 60% volume kotor drum. Bila perlu.Tinggi cetakan tidak boleh bervariasi lebih dari 6 mm.pengadukan pada kecepatan tertentu. penjepit. 2) Cetakan harus dilengkapi dengan rangka. Jumlah air yang dicapai harus sesuai ketentuan dengan toleransi lebih kurang 1%. dan mempunyai frekuensi minimum 3500 getaran per menit. beton harus dipadatkan (consolidated) dengan vibrator mekanik yang bekerja di dalam beton. Cetakan 1) Cetakan harus terbuat dari pelat baja dengan ketebalan minimum 6 mm dan satu segmen cetakan tidak boleh kurang dari 3 m panjangnya.3–80 . Toleransi cetakan adalah sebagai berikut : . dan harus bisa membuat beton menjadi merosot 2 cm pada daerah dengan radius 45 cm. D. dan alat lain. harus sesuai dengan bentuk. harus disediakan vibrator cadangan.

6) Cetakan harus bebas dari debu. cetakan kayu harus disirami air segera sebelum beton dicor. Dilarang menggunakan material atau cara yang akan mengakibatkan material melekat pada beton atau menghitamkan beton. dengan power yang cukup untuk menyelesaikan pemotongan dengan ukuran yang diperlukan dan dengan kapasitas yang cukup. memadatkan dan penyelesaian perkerasan beton dengan tingkat kepadatan. selalu dipelihara di lokasi kerja dan setiap waktu pelaksanaan pemotongan beton. Konsultan Pengawas harus memeriksa dan menyetujuinya. Alat ini harus dilengkapi dengan peralatan kontrol elektronik atau hidraulik horizontal dan vertikal. Peralatan ini harus cukup berat dan cukup bertenaga untuk melaksanakan lebar satu jalur maksimum perkerasan beton sesuai dengan gambar rencana. Pada kecepatan yang memadai tanpa/tidak ada pergerakan melintang. Cetakan harus diminyaki sebelum tulangan baja dipasang dan selain itu. Penyedia Jasa harus menyediakan minimum 1 (satu) buah gergaji beton yang stand by (cadangan) dalam kondisi yang baik. Penyedia Jasa harus menyediakan pisau gergaji (saw blades) dalam jumlah yang cukup banyak.5) Setelah cetakan terpasang pada tempatnya. pelumas. Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan gergaji beton (Concrete Saw) dengan jumlah yang memadai. Slip Form Pavers (Alat Perata) "Slip Form Paver harus bertenaga penuh (”fully energized’’). Untuk pelaksanaan pemotongan beton di malam hari.3–81 . pergerakan memanjang atau pergerakan vertikal yang tidak stabil atau tidak ada perpindahan (“displascement”). F. Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas penerangan listrik yang cukup. toleransi dan potongan yang benar. E. siap digunakan menggergaji beton. Gergaji Beton (Concrete Saw) Apabila pembentukan joint dipersyaratkan dengan dipotong/digergaji. 1-1-1. sebelum beton dicorkan. digerakkan sendiri (“Self-prapeled”) dan direncanakan khusus hanya untuk menghamparkan.atau bahan asing lainnya.

Perbandingan sebenarnya antara air beton terhadap semen untuk agregat dalam keadaan permukaan kering harus ditentukan berdasarkan syarat-syarat kekuatan dan kemudahan pengerjaan tetapi dalam hal apapun tidak boleh melebihi 0.1. Pemisahan kelompok-kelompok material harus memadai sehingga material tidak bocor dari satu kompartemen kekompartemen lain. Pencampuran Percobaan (Mix Design) Penyedia Jasa harus memastikan perbandingan campuran dan bahan yang diusulkan dengan membuat dan menguji campuran-campuran percobaan dengan disaksikan Konsultan Pengawas. 1. Perkakas – perkakas lain Perkakas-perkakas lain yang termasuk dalam daftar berikut ini harus disediakan dalam jumlah yang cukup dan ditambah dengan perkakas lain yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas.2 harus ditetapkan dengan memperhatikan berat tekan beton yang akan memberikan berat tarik lentur yang sesuai dengan yang disyaratkan. selama dalam perjalanan atau waktu dikeluarkan. agregat harus diangkut dari batching plant ke mixer dalam bak takaran. Dengan menggunakan jenis instalasi dan peralatan yang sama seperti yang akan digunakan dalam pekerjaan. Untuk beton dengan mutu yang sama dengan berat tarik lentur minimum 50 kg/cm2. B. maka batasan kadar semen diberikan dalam Tabel 4. Perbandingan bahan dan berat penakaran harus menggunakan cara-cara yang ditetapkan. bak kendaraan. atau kontainer lainnya yang kapasitas dan konstruksinya cukup memadai untuk mengangkut material. Pelaksanaan Pencampuran dan Penakaran Untuk pengadukan di tempat kerja.55 berdasarkan massa. Campuran percobaan dianggap dapat diterima asal memenuhi semua persyaratan campuran yang ditetapkan seperti tersebut di bawah ini : Mutu beton minimal harus mempunyai berat tarik lentur minimum 50 kg/cm2.4 Pelaksanaan Pencampuran A.4–82 .G. 1-1-1. yaitu: Mistar pengecek kerataan permukaan Alat perata dengan tangan Penghalus permukaan dari kayu dan peralatan kecil lainnya.

Pengisian air ke dalam mixer dimulai sebelum pengisian semen dan agregat. Bila hasil pengujian tersebut tidak ada. Mata pisau (blade) pick-up dalam drum mixer yang sudah menyusut 2 cm atau lebih harus diganti. dan beton yang kekentalannya tidak sesuai ketentuan pada saat pengecoran tidak boleh digunakan. di pusat pencampuran. 1-1-1. dalam hal mana berat lentur karakteristik harus tidak boleh kurang dari 50 kg/cm2. maka lamanya pengadukan harus lebih dari 11/2 menit sejak semua material dimasukkan ke dalam mixer. Untuk metode ”Vibrated Slip-form Concrete” Slump harus diantara 13 mm . Slump campuran beton untuk metode “Side form Concrete” antara 25 mm . atau kombinasi keduanya. tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. Dilarang menggunakan mixer yang kapasitasnya kurang dari kapasitas batch satu sak semen. kecuali bila ada sistem penerangan dengan lampu yang memadai. atau diselesaikan. beton tidak boleh diaduk. Pengadukan beton 1) Umum Beton harus diaduk di tempat pekerjaan. - Beton tersebut harus merupakan jenis yang memililki sifat kemudahan pengerjaan yang sesuai untuk mencapai pemadatan penuh dengan instalasi yang digunakan. dicor. Bila cahaya alam kurang. drum harus berkecepatan rotasi menurut ketentuan pabrik. C.38 mm. namun lamanya pengadukan jangan lebih dari tiga kali jangka waktu di atas. Selama pengadukan. 2) Pengadukan di tempat pekerjaan Beton harus diaduk dalam batch mixer yang tipe dan kapasitasnya disetujui oleh Konsultan Pengawas.- Kekuatan beton harus diawasi dengan cara pengujian sesuai ASTM C31 dan ASTM C78 atau Standar Nasional Indonesia yang sesuai SNI 03-2823-1992. Volume setiap batch tidak boleh melebihi kapasitas mixer yang ditentukan pabrik. Beton harus diaduk sebanyak volume beton yang harus segera diperlukan atau dikerjakan. dengan tanpa pengaliran yang tak semestinya.50 mm seperti yang ditentukan oleh ASTM C143. Lamanya pengadukan harus ditentukan oleh Konsultan Pengawas menurut JIS A 119 (Method of test for variation in unit weight of air free mortar in freshly mixed concrete). pada mixer truk.4–83 .

5–84 . dan beton tidak boleh dicorkan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui cetakan dan perancahnya. Adanya persetujuan dari Konsultan Pengawas tidak mengurangi tanggungjawab Kontraktor dalam penyelesaian struktur sebaik-baiknya. Bila pengadukan dimulai lagi. 1-1-1. pasir dan semen yang cukup untuk menutupi permukaan dalam dari drum tanpa mengurangi jumlah bahan adukan yang ditentukan. Cetakan dalam (internal form) harus didudukkan pada posisi yang tepat sehingga tidak rusak waktu beton dicor. dan harus memenuhi ketentuan Tabel 4. Beton yang tidak memenuhi batas slump pada saat dicorkan tidak boleh digunakan. E. D. Melembekkan kembali adukan beton Dilarang melembekkan kembali adukan beton yang telah mengeras dengan menambah air atau cara lainnya.1. Konsultan Pengawas harus memeriksa seluruh cetakan (formwork) dan perancah. 1.Mengaduk kembali beton yang telah mengeras tidak boleh dilakukan. material campuran yang petama dimasukkan ke dalam mixer harus memiliki kadar air.2. Seluruh isi mixer harus dikeluarkan dari drum sebelum material campuran berikutnya dimasukkan. Untuk mengencangkan internal forms. Penggunaan admixture untuk menambah workability atau mempercepat waktu pengerasan tidak boleh dilakukan.5 Metode Pelaksanaan A. kecuali bila ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. Pelaksanaan pekerjaan lain selain beton harus sesuai dengan ketentuan bagian lain atau pasal lain untuk beberapa pekerjaan yang menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan beton. harus digunakan baut bentuk – U dan metoda penopang atau penguat cetakan ini harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Umum Kontraktor harus menyediakan Pelaksana dan Supervisi yang berpengalaman di lokasi pekerjaan untuk mengontrol pekerjaan. Cetakan (formwork) Sebelum beton dicor. Bila pengadukan dihentikan untuk waktu yang cukup lama. Baut bentuk U dan suku cadangan lainnya harus dapat menahan daya apung cetakan. B. mixer harus bersih. Kekentalan Slump harus diukur menurut AASHTO T 119 atau JIS A 1101.

Penuangan / pengecoran beton 1) Umum Beton harus dicor dalam batas waktu menurut pasal 4. dan vibrator tidak boleh digunakan untuk menyebarkan beton dalam cetakan. dan sambungan yang diakibatkannya dianggap sebagai sambungan konstruksi.5–85 . Talang. atau corong yang digunakan sebagai alat bantu pengecoran beton harus deletakkan sedemikian rupa agar beton tidak mengalami seregasi.Untuk formwork. harus dipertimbangkan faktor lendutan sesuai dengan Gambar kerja yang dibuat oleh Kontraktor dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Bila perlu. Bila dalam keadaan darurat pengecoran beon harus dihentikan sebelum selesai. Tulangan beton Konsultan Pengawas harus memeriksa tulangan beton yang telah terpasang dan menyetujuinya bila sesuai dengan ketentuan Pasal 3. sehingga sampai mengering sebelum akhirnya tertutup dengan beton. 2) Pengecoran Penyedia Jasa harus memberitahu Konsultan Pengawas secara tertulis sekurang-kurangnya 24 jam sebelum bermaksud untuk memulai suatu pengecoran beton atau meneruskan pengecoran beton jika operasi-operasi 1-1-1. D. Campuran beton jangan sampai memerciki cetakan dan tulangan. Bila sudah melimpah lebih dulu. atau menurut petunjuk Konsultan Pengawas dan tidak boleh dicorkan dari ketinggian melebihi 1. Selama pengecoran beton. pipa. Beton harus dicorkan secara kontinyu keseluruh bagian struktur atau antara sambungan bila ada dalam Gambar. C. harus ada tukang pasang tulangan beton yang berpengalaman. maka harus dibuat sekat. Pengecoran beton harus sedemikian rupa agar tidak terjadi segregasi dan perubahan kedudukan tulangan dan harus dihamparkan berupa lapisan horisontal. dan diatur seperti di bawah ini.5. cetakan dan baja tulangan harus dibersihkan dengan sikat kawat sebelum beton dicor ke cetakan.(c). Alat-alat tesebut harus selalu bersih dari beton atau mortar yang melekat. saat sebelum beton dicor. untuk menjaga agar tulangan beton tidak ada yang lepas pada waktu beton dicor dan bila ada tulangan harus dibetulkan sebelum pengecoran diteruskan.5m. beton dicorkan ke dalam cetakan dengan sekop tangan.

telah ditunda lebih dari 24 jam. Beton harus dicor ke dalam acuan sedekat mungkin dengan posisi akhirnya untuk menghindari pengaliran campuran beton dan tidak diijinkan untuk mengalirkan campuran beton lebih dari 1 (satu) meter dari posisi pengecoran. Beton yang tidak dicor pada posisi akhirnya dalam acuan setelah 30 menit sejak air ditambahkan pada campuran yang bersangkutan tidak boleh digunakan. beton harus dicor dalam bentuk massa padat. kelas beton dan tanggal serta waktu pengecoran beton. memakai alat tabung atau pipa atau ember (bucket) atau alat lain. sekat ini harus terdiri dari sebuah tabung atau pipa dengan diameter tidak kurang dari 25 cm dikerjakan pada bagian-bagian yang mempunyai kopeling flens (flanged coupling) yang dipasang dengan paking. Pengecoran beton harus diteruskan dengan tanpa berhenti sampai pada suatu sambungan konstruksi yang tetah ditentukan dan disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan tersebut diselesaikan. 3) Menuang beton di dalam air Beton tidak boleh dicor di dalam air tanpa persetujuan dan pengawasan dari Konsultan Pengawas. Meskipun ada pemberitahuan persetujuan untuk melaksanakan. tidak ada beton boleh dicor. Bila menggunakan tabung atau pipa.5–86 . dan tidak boleh diganggu setelah dicor. Pemberitahuan tertulis tersebut harus termasuk lokasi pekerjaan. dan metode seperti berikut ini : Untuk mencegah segregasi. Dalam satu kali pengecoran yang kontinyu harus diletakkan sekat beton. Pada tempat perletakan beton air harus dijaga agar tenang. Beton jangan dicorkan dalam air ang mengalir. Beton harus dicor dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga beton yang baru dicor menyatu dengan beton yang dicor sebelumnya sementara yang baru dicor masih plastis. 1-1-1. sifat pekerjaan. bila personil Konsultan Pengawas tidak hadir menyaksikan seluruh operasi pencampuran dan pengecoran. Beton harus dicor dengan cara sedemikian rupa untuk menghindari segregasi/pemisahan partikel-partikel halus dan kasar dalam campuran. Metode pengecoran atau pengecoran beton harus teratur agar tercipta permukaan yang horisontal.

dan untuk menyesuaikan penghamparan dengan cepat akibat adanya variasi-variasi ini. Bagian bawah harus dapat dibuka ke bawah ketika beton akan dicor. ember harus dinaikkan perlahan-lahan. Konsultan Pengawas akan menentukan kapan pekerjaan ini bisa dimulai.5–87 . Selama pengeluaran isinya. Pengeringan dikerjakan bila sekat beton (concrete seal) sudah cukup kuat menahan tekanan-tekanan. yang dirancang untuk menghilangkan prapemadatan sebagai akibat segregasi beton dari berbagai ketinggian atau ketebalan. 4) Penghamparan beton dengan mesin Beton harus dihampar dengan mesin (Concrete Paver) dengan bentang min 6 m. Rancangan mesin penghampar dengan corong curah. dan gerakan waktu turun untuk memperlambat arus pengeluaran. Mesin pencetak harus mampu mencetak beton dengan tinggi/elevasi permukaan yang tepat untuk konstruksi berlapis tunggal. Material-material yang tidak berguna harus disingkirkan dan permukan yang tampak dengan digosok. Bila beton dicorkan dengan ember (bottom-dump bucket). Ember harus diisi penuh dan diturunkan perlahan-lahan sampai tiba pada permukaan dimana beton akan dicor. Perlengkapan juga harus dibuat untuk penghamparan dengan ketebalan yang berbeda dalam arah tebar perkerasan. Tabung tremie ini harus diisi dengan metode sedemikian rupa agar beton tidak rusak karena air. untuk mencegah air ke lubang pengeluaran dan mencegah adukan beton teraduk-aduk. Mesin tersebut harus dirancang untuk mencegah segregasi dan beton yang dicampur.20 meter kubik. 1-1-1. Ujung pengeluaran (discharge end) terbenam dalam beton dan tabung tremie harus berisi beton secukupnya agar air tidak masuk. yang dipasang pada rel harus sedemikian rupa sehingga elevasi permukaan beton yang dicetak adalah sama dengan elevasi yang direncanakan. maka kapasitas ember tidak boleh kurang dari 1. Beton tersebut harus diendapkan/dihamparkan secara merata sampai suatu ketinggian sedikit lebih tinggi dari ketebalan yang disyaratkan dan kemudian harus dicetak secara mekanis menjadi sesuai dengan permukaan yang benar.Penopang tabung tremie jangan sampai menghambat gerakan ujung pengeluaran di atas beton. beralat penggetar. dikupas dan lainlain cara asal jangan merusak sekat. dan dilengkapi dengan penutup bagian atas yang dipasang longgar.

5 m dari rel penunjang. pada setiap sisi dari pelat beton yang sedang diperkeras. 1-1-1. dan kemudian harus memadatkan beton tersebut dengan vibrasi atau dengan kombinasi vibrasi dan penumbukan mekanis. Peralatan tersebut kemudian harus menyelesaikan permukaan beton tersebut dengan menggunakan suatu batang perata yang bergoyang melintang atau miring. harus berputar atau perlengkapan berputar. harus mencetak beton yang bersangkutan sehingga memiliki elevasi yang tepat dengan sebilah pisau perata. dan beton tersebut harus dipadatkan secara seksama di sekeliling tulangan tersebut 5) Pemadatan dan Penyelesaian dengan Mesin Mesin pencetak perkerasan beton dengan menggunakan vibrasi permukaan. atau menggantikan roda-roda yang ber-flens tersebut pada satu sisi mesin dengan roda-roda tanpa flens bertapak karet. Suatu batang perata lain untuk pekerjaan penyelesaian yang bergoyang secara melintang miring harus disediakan setelah setiap mesin pembentuk sambungan melintang dalam keadaan basah. maka plat-plat yang berdampingan berikutnya harus dibangun dengan menjaga mesin pencelah perkerasan beton pada rel-rel yang beralas rata yang berbobot tidak kurang dari 15 kg/m diletakan diatas beton yang telah diselesaikan untuk menunjang roda-roda ber-flens. Batang perata bergoyang tersebut harus berpenampang persegi dan harus membentangi seluruh lebar pelat yang bersangkutan dan berbobot tidak kurang dari 170 kg/m. Cara penunjangan tulangan harus mempertahankan tulangan yang bersangkutan dalam plat beton padat pada suatu kedalaman dibawah permukaan akhir. Batang ini harus ditunjang pada suatu kereta yang ketinggiannya harus dikontrol berdasarkan tinggi rata-rata dari sekurang-kurangnya 4 titik yang ditempatkan secara merata dengan jarak antara sekurang-kurangnya 3. Rel (track) bertapal karet yang dapat berjalan di atas permukaan beton yang telah diselesaikan juga dapat diterima. Untuk pengecoran perkerasan beton disamping lajur yang sudah dicor.Beton harus dihampar dalam satu lapisan yaitu suatu pola (jig) berjalan harus digunakan untuk mempertahankan tulangan pada posisinya atau tulangan tersebut harus ditunjang dengan penunjang-penunjang logam pabrikasi atau ditanamkan dalam beton yang belum dipadatkan dengan cara mekanis. balok atau pelat.5–88 .

5 m.5–89 . maka tambahan vibrasi bagian dalam (internal vibrating) secukupnya harus diberikan meliputi seluruh lebar pelat untuk menghasilkan pemadatan sepenuhnya. 1-1-1. Kalau tidak. suatu alat pemadat balok kembar bervibrasi dengan kekuatan tenaga yang ekivalen dapat digunakan bila tebal lapisan beton yang dipadatkan melebihi 200 mm. Beton tersebut harus dipadatkan dengan menggunakan sebuah balok penggetar/pemadat dari kayu bertapal baja berukuran tidak kurang dari lebar 75 mm dan tebal 225 mm. 6) Pemadatan dan Penyelesaian dengan Balok Vibrasi Terkendali Bilamana pelat-pelat berukuran kecil atau tidak beraturan. atau bila tempat kerja yang bersangkutan sedemikian terbatas sehingga menyebabkan penggunaan cara-cara yang ditetapkan menjadi tidak praktis dan dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Jika permukaan tergaruk secara meluas oleh alat straight-edge tersebut. kemudian perlahan-lahan didorong maju sambil melakukan penggetaran di atas permukaan yang telah dipadatkan untuk memberikan suatu permukaan akhir yang halus. balok vibrasi harus ditarik kembali 1. maka beton harus dicor secara merata tanpa pra-pemadatan atau segregasi dan dipadatkan dengan cara berikut ini. maka permukaan plat beton yang dilewati harus segera dibersihkan dan disikat secara seksama di depan mesin untuk membersihkan semua lumpur dan serpihan pasir/kerikil.8 m sekurang-kurangnya 2 lintasan. maka suatu lintasan balok bervibrasi harus dilakukan. balok penggetar tersebut diangkat dan digerakkan maju ke muka dengan sedikit demi sedikit tidak melebihi ukuran lebar balok tersebut. diikuti dengan lintasan lanjutan menggunakan alat straight-edge penggaruk. Beton yang akan dipadatkan dengan balok vibrasi harus dicetak dengan suatu permukaan sedemikian sehingga permukaan setelah semua udara yang terkandung dikeluarkan dengan pemadatan berada di atas acuanacuan sisi. Setelah setiap 1. dengan suatu masukan energi tidak kurang dari 250 watt/meter lebar pelat.Bilamana digunakan roda-roda tanpa ftens atau rel bertapal karet. Roda-roda tanpa flens harus berjalan cukup jauh dari tepi plat untuk menghindari kerusakan pada pinggiran plat yang bersangkutan.5 m panjang pelat dipadatkan. yang menunjukkan ketidakrataan permukaan. Kemudian permukaan tersebut harus diratakan menggunakan sebuah alat straight-edge penggaruk dengan panjang mata pisau tidak kurang dari 1.

dengan menggunakan straight-edge berukuran 3 meter yang disetujui dan diletakkan diatas permukaan yang bersangkutan pada posisi yang berurutan dan saling meliputi (overlap) 1. maka perkerasan harus dibongkar dan diganti oleh Penyedia Jasa atas biayanya sendiri. Perhatian khusus harus diberikan bila memeriksa sambungan melintang untuk menjamin bahwa kriteria ini terpenuhi.5 meter melintasi seluruh permukaan. Sapu tersebut harus tediri dari 2 baris berkas-bertas kawat yang berjarak antar sumbu 20 mm dan berkas-berkas dalam satu baris harus berjarak 10 mm pusat ke pusat dan dipasang ditengah-tengah celah antara berkasberkas pada baris lainnya. Bagian-bagian yang dibongkar tersebut harus sekurang-kurangnya sepanjang 3 meter dan untuk seluruh tebal dan lebar pelat yang bersangkutan. Berkas-berkas tersebut masing-masing harus diganti bila berkas yang terpendek telah aus menjadi 90 mm. Penyelesaian dengan penyikatan harus dilaksanakan dengan sebuah sapu kawat yang lebarnya kurang dari 450 mm. Berkas kawat sapu yang digunakan harus pada mulanya berukuran panjang 100 mm terbuat dari kawat berukuran 32 gauge. finishing dan sebelum penerapan media perawat. B. Persyaratan Permukaan Setelah beton cukup mengeras. Penyimpangan permukaan maksimum yang diperbolehkan dibawah alat sraightedge 3 meter yang ditempatkan dalam segala arah beton yang akan dilapis ulang dengan suatu lapisan aspal tidak boleh melebihi 10 mm.6 Pekerjaan Penyelesaian A. Bila perbedaan atau penyimpangan terhadap alat pengujian lebih dari 8 mm. permukaan yang bersangkutan selanjutnya harus diuji untuk diperiksa kebenarannya (trueness).6–90 . 1-1-1. menunjukkan suatu perbedaan atau menyimpang dari alat pengujian lebih dari 4 mm tetapi tidak lebih dari 8 mm harus diberi tanda dan segera digerinda dengan suatu alat gerinda yang disetujui sampai perbedaan tersebut tidak lebih dari 4 mm. permukaan perkerasan beton yang akan digunakan sebagai permukaan Apron harus diberi alur (groove) atau disikat dalam arah tegak lurus terhadap garis sumbu jalur pesawat yang bersangkutan. Penyelesaian Permukaan Selama Konstruksi Awal Perkerasan Slab Apron Setelah penyelesaian sambungan-sambungan dan lintasan terakhir dari balok.1. Setiap bagian permukaan yang jika diuji dalam arah membujur.

daerah yang rusak akan segera diperbaiki dengan memberikan tambahan material pengawet selaput.C. Material penutup ini tidak boleh dibersihkan dari permukaan concrete slab sebelum beton mencapai umur 21 hari. Kontraktor dapat menggunakan bahan pengawet selaput cair (liquid membrane curing compound) dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Seluruh concrete slab harus secepat mungkin ditutupi dengan pasir. atau bila air permukaan sudah hilang. beton harus dilindungi dengan metode perawatan air. 2) Selaput pengawet (membrane – forming curing compound) Seluruh permukaan harus di-finishing dulu. atau kain lain yang dibasahi sekurang-kurangnya selama 7 hari. Bila cetakan dari kayu boleh tetap di tempat selama jangka waktu perawatan. Bahan ini harus disemprotkan pada permukaan beton satu kali lapisan atau lebih dengan kecepatan sesuai instruksi dari pabrik pembuatnya. Konsultan Pengawas akan menentukan permukaan beton yang harus dirawat dan metode yang digunakan. Bila bahan pengawet selaput pecah atau rusak sebelum berakhirnya perioda perawatan. sebelum dirawat dengan dilapisi bahan ini. 1-1-1. tanah atau material lain yang memadai dan harus selalu basah sekurang-kurangnya selama tujuh hari. Material-material harus tetap basah selama jangka waktu tersebut. Perawatan beton Segera setelah cetakan beton dibongkar dan finishing sudah selesai. Selama masa finishing. harus dilindungi dari sinar matahari dan seluruh struktur harus dilapisi / ditutup kain goni. seluruh beton harus dilakukan perawatan dengan salah satu metode berikut. Bahan pengawet selaput harus digunakan setelah cetakan dibongkar. 1) Metoda air Seluruh permukaan yang terbuka selain slab.6–91 . maka harus dibuat selalu basah agar tidak menyusut.

Bila tidak ada ketentuan kekuatan. Rangka dan balok penopangnya harus dibongkar bersamaan dengan cetakan dan potongan kayu cetakan tidak ada yang boleh tertinggal di dalam beton. semua kawat-kawat pengikat (projecting wires). tanpa memperhatikan umur beton. maka waktu yang tertera dalam tabel di bawah itu harus dianggap sebagai batas minimum. Persetujuan tersebut tetap tidak membebaskan tanggung jawab Kontraktor untuk melakukan pekerjaan dengan baik.6–92 . lekukan dan rongga-rongga yang terletak pada permukaan beton harus ditambal dengan mortar (adonan) semen.5 cm di bawah permukaan beton. Bila pelaksanaan pekerjaan di lapangan tidak dikontrol dengan uji kuat tekan. Sisa-sisa mortar (adukan) dan semua ketidak rataan akibat sambungan cetakan harus dibersihkan sampai hilang. tetapi tanpa agregat.D. 2) Penambalan (patching) Segera setelah pembongkaran cetakan. Beton standar Early strength concrete Plat lantai (floor slab) 14 hari 7 hari Persentase kekuatan disain 70% Cetakan dan falsework pada bagian bawah beton tidak boleh dibongkar. pelaksanaannya tidak boleh dimulai sebelum beton mencapai persentase kekuatan tertentu seperti tertera dalam tabel di bawah ini. sebelum dipastikan beton tersebut sudah mencapai kekuatan cukup. cetakan dan falsework tidak boleh dibongkar sebelum ada ijin dari Konsultan Pengawas. Pembongkaran formwork dan falsework 1) Waktu pembongkaran Cetakan (formwork) dan perancah (falsework) tidak boleh dibongkar tanpa persetujuan Konsultan Pengawas. Lubanglubang. dengan perbandingan campuran sama dengan yang dipergunakan untuk pekerjaan pokok. 1-1-1. Bila waktu untuk membongkar cetakan dan penopangnya ditentukan berdasarkan uji kekuatan beton. atau alat-alat logam yang digunakan untuk mengikat cetakan harus dibongkar atau dtpotong sekurang-kurangnya 2.

Kontraktor harus membongkar dan mengulangi pekerjaan pada bagian struktur tersebut. dengan biaya sendiri. 3) Penyebab hasil kerja ditolak Bila lubang-lubang atau rongga-rongga kecil terlalu banyak (keropos). maka bagian struktur yang berlubang terlalu banyak itu harus ditolak.Permukaan tambalan adonan semen ini harus digosok dengan penggosok kayu sebelum pengikatan awal terjadi. 1) Deck beton (concrete decks) Segera setelah beton dicor. harus sesuasi dengan ketentuan (iii). Permukaan yang sudah selesai tidak boleh berbeda lebih dari 10 mm pada pemeriksaan dengan mal datar (straight edge) 4 m yang di pasang sejajar dengan garis 10 mm pada pemeriksaan dengan mal lengkung (template) yang dipasang melintang memotong badan jalan. 1-1-1. tidak ada lekukan dan warnanya cukup merata / sama. Pekerjaan finishing pada beton Semua permukaan beton harus tetap tampak (exposed) pada pekerjaan yang sudah selesai. Warna tambalan harus sama dengan warna beton sekitarnya dan rapih. Permukaan footpath harus agak dikasarkan secara merata dengan disikat arah melintang jalan. kecuali bila ada ketentuan lain. deck beton harus ditempa dengan mal lengkung untuk membuat penampang melintang yang benar dan harus di-finishing dengan tangan sampai sesuai dengan permukaan beton yang ditentukan. Permukaan kerb harus digosok dengan alat dari kayu sampai halus tetapi tidak licin. dimana lubang-lubang bekas ikatan cetakan ditambal dan kerusakankerusakan kecil pada permukaan diperbaiki. 2) Permukaan kerb dan footpath Permukaan kerb dan footpath yang tampak harus di-finishing sesuai dengan garis dan kelandainnya. Hasil finishing harus agak dikasarkan secara merata dengan disikat (brooming). 3) Finishing biasa (ordinary finish) Ordinary finish adalah finishing pada permukaan setelah cetakan dibongkar. Permukaan beton harus rata. dan dengan perintah tertulis dari Konsultan Pengawas. Finishing biasa (ordinary finishing).6–93 . E.

Kecuali bila ada dalam Gambar. Balok pelengkung (arches) dan slabs tidak boleh diurug. 5) Pengurugan (backfill and road fill) Rongga-rongga hasil penggalian yang tidak terisi penuh oleh struktur beton harus diurug dan dipadatkan dengan material yang semestinya sesuasi dengan ketentuan S5.6–94 . Permukaan yang harus di-finishing harus digosok dengan batu karborundum medium kasar. dan bagian atas dinding harus ditempa dengan mal datar dan digosok sampai grade yang ditentukan. dan permukaan menjadi rata. Setelah penggosokan akhir itu selesai dan permukaan menjadi kering. sebelum beton berumur 28 hari atau sebelum ada petunjuk dan Uji contoh bahwa beton sudah mencapai kekuatan umur 28 hari. bubuk-bubuk dan bekas-bekas lain yang tidak dikehendaki. adonan tambalan pada permukaan beton harus sudah kering. harus ditempa dengan mal datar dan digosok menurut ketentuan item (iv) Finishing Gosok (Rubbed finish). Permukaan akhir tidak boleh mempunyai tambalan. 1-1-1. sekat-sekat atau dinding spandrel berumur 28 hari. beton harus segera digosok bila kondisi sudah mengijinkan. menggunakan sedikit adukan (mortar) semen pada permukaannya. Beton pada jembatan. pasta. beton harus dibasahi air. Adonan terdiri dari semen dan pasir halus dengn perbandingan yang sama dengan beton yang sedang di-finishing. 4) Finishing gosok (rubbed finish) Setelah cetakan dibongkar. Penggosokan harus terus sampai seluruh permukaan halus dan sama warna. Sebelum dibasahi. Setelah semua beton diatas permukaan itu dihilangkan. finishing akhir adalah dengan menggosok permukaan dengan batu karborundum halus dan air. Pasta hasil penggosokan ini harus dibiarkan tetap pada permukaan. Bila ada genangan air di balik dinding. lubang-lubang ditambal.01(5) : tentang “Urugan kembali dan timbunan untuk struktur” dari Spesifikasi ini. permukaan beton tidak boleh dilapisi adukan semen (mortar). permukaan harus digosok lagi dengan kain goni untuk membuang butir / partikel lepas. Penggosokan harus sampai menghilangkan bekas-bekas cetakan dan segala ketidakrataan. caps. urugan tidak boleh diletakkan sebelum dinding penahan. Segera sebelum digosok.Permukaan yang tidak rata dan penampilannya jelek.

(b) Pembersihan minyak dan debu Setelah permukaan sambungan halus dan rata. 2) Pemakaian perekat (a) Mencampur dan mengaduk Setelah pekerjaan permukaan selesai. Bila pekerjaan perlindungan ini harus dilakukan padahal balok PC masih basah. Ketebalan optimal lapisan perekat untuk setiap permukaan beton adalah 1 mm. Struktur beton sudah dapat digunakan bila pengujian menunjukkan bahwa beton sudah mencapai kekuatan umur 28 hari.6) Pembebanan (loading) Lalu lintas atau peralatan konstruksi ukuran besar tidak boleh masuk melintasi struktur beton bertulang sebelum jangka waktu 28 hari sejak pengecoran terakhir beton. untuk membuang butir-butir lepas (sheath) yang menonjol pada permukaan sambungan. (c) Pengeringan beton Setelah melepaskan cetakan dari balok beton (PC). gas pembakar (gas burner) dan lain-lain. harus diadakan pengujian contoh extra. maka harus dilakukan pengeringan dengan alat lampu obor. kecuali secara berikut ini. debu dan kotoran harus dibersihkan dengan pompaan udara atau cara lainnya. gunakanlah larutan organik.6–95 . F. Bila struktur beton itu harus digunakan lebih dini / awal. bahan dan pengeras harus dicampur dengan perbandingan tertentu dan diaduk merata. (b) Cara pemakaian Perekat harus dipakai secara menyeluruh pada kedua permukaan dengan menggunakan karet atau sudip (spatula) dari logam. Bila ada zat yang melekat. Perekat (adhesive) 1) Metode pelaksanaan pekerjaan (a) Penghalusan permukaan Permukaan balok beton yang harus diberi perekatan harus disikat dengan sikat kawat sampai halus. 1-1-1. permukaan beton harus ditutupi agar terlindung dari air hujan hingga balok beton tetap kering.

Karena dengan penekanan awal. 2) Tidak ada pengukuran tambahan atau yang lainnya yang akan dilakukan untuk cetakan. selongsong pipa (conduit) atau lubang sulingan (weephole). penyelesaian akhir permukaan. 3) Pembersihan Setelah pekerjaan struktur selesai dan sebelum persetujuan akhir dari Konsultan pengawas. 3) Tidak ada pengukuran dan pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pelat (plate) beton pracetak untuk acuan yang terletak di bawah lantai (slab) 1-1-1. harus disingkirkan dari lokasi kerja sampai lokasi menjadi bersih dan rapih sesuai dengan perintah Konsultan Pengawas.7–96 . sampai 1 meter di bawah garis tanah yang sudah selesai. perancah untuk balok dan lantai pemompaan. pekerjaan pelengkap lainnya untuk penyelesaian pekerjaan beton. Material galian atau material yang tidak berguna dll. Tidak ada pengurangan yang akan dilakukan untuk volume yang ditempati oleh pipa dengan garis tengah kurang dari 20 cm atau oleh benda lainnya yang tertanam seperti "water-stop".Untuk hasil yang memuaskan. lubang sheath bisa ditutupi dengan pita getah (gum tape). (c) Penyambungan Suhu udara pada waktu balok disambungkan harus antara 5 sampai 35 derajad selsius dan penekanan awal (first – prestressing) harus selesai selambat-lambatnya dalam batas waktu umur kerusakan perekat (pot life time). penyediaan pipa sulingan. baja tulangan.dan perekat harus melebar menyeberang sambungan bila balok itu bersambungan. Kontraktor harus menyingkirkan segala falsework dan lain-lain. maka harus disisakan daerah 10 – 20 mm sekeliling lubang sheath tetap tidak terlapisi perekat. lalu diberi tekanan awal (prestressing). perekat harus melebar ke luas daerah sambungan dan pada waktu yang sama. Cara Pengukuran 1) Beton akan diukur dengan jumlah meter kubik pekerjaan beton yang digunakan dan diterima sesuai dengan dimensi yang ditunjukkan pada Gambar atau yang diperintahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.7 Pengukuran A. dan biaya dari pekerjaan tersebut telah dianggap termasuk dalam harga penawaran untuk Pekerjaan Beton. tertekan de dalam lubang sheath. 1.

maka volumenya harus diukur sebagai beton dengan mutu (kekuatan) yang lebih rendah. B. baja tulangan dan mata pembayaran lainnya yang berhubungan dengan struktur yang telah selesai dan diterima akan diukur untuk dibayarkan seperti disyaratkan dalam Spesifikasi ini. kuantitas yang akan diukur untuk pembayaran haruslah sejumlah yang harus dibayar bila mana pekerjaan semula telah memenuhi ketentuan. lubang sulingan. Beton Struktur haruslah beton yang disyaratkan atau disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagai K250 atau lebih tinggi dan Beton Tak Bertulang haruslah beton yang disyaratkan atau disetujui untuk K175 atau K125. Pengukuran Untuk Pekerjaan Beton Yang Diperbaiki 1) Bilamana pekerjaan telah diperbaiki. juga tidak untuk tiap pengujian atau pekerjaan tambahan atau bahan pelengkap lainnya yang diperlukan untuk mencapai mutu yang disyaratkan untuk pekerjaan beton. termasuk water stop. 2) Tidak ada pembayaran tambahan akan dilakukan untuk tiap peningkatan kadar semen atau setiap bahan tambah (aditif). Harga dan pembayaran harus merupakan kompensasi penuh untuk seluruh penyediaan dan pemasangan seluruh bahan yang tidak dibayar dalam Mata Pembayaran lain. acuan. B. 6. Pekerjaan semacam ini dianggap telah termasuk di dalam harga penawaran untuk beton sebagai acuan.7–97 . pengecoran.beton. 1-1-1. 4) Kuantitas bahan untuk landasan. perancah untuk pencampuran. Bilamana beton dengan mutu (kekuatan) yang lebih tinggi diperkenankan untuk digunakan di lokasi untuk mutu (kekuatan) beton yang lebih rendah. 5) Beton yang telah dicor dan diterima harus diukur dan dibayar sebagai beton struktur atau beton tidak bertulang. pekerjaan akhir dan perawatan beton. Kuantitas yang diterima dari berbagai mutu beton yang ditentukan sebagaimana yang disyaratkan di atas. akan dibayar pada Harga Kontrak untuk Mata Pembayaran dan menggunakan satuan pengukuran meter kubik (m3). dan untuk semua biaya lainnya yang perlu dan lazim untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya. Pembayaran A. bahan drainase porous.

dan pelaksanaan semua pekerjaan yang berkaitan dengan pembuatan lapisan perawatan (levelling course) dan pekerjaan pelebaran perkerasan dengan wet lean concrete. material. pengangkutan dan penyiapan agregat. atau bahan asing lainnya. dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pasir alam yang tertinggal (tidak lolos) saringan No. Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan Gambar Rencana. atau rekonstruksi ini. 3. lapisan alas harus bersih dari kotoran. termasuk persiapan lapisan alas.7–98 .SEKSI 4 – 2 LEAN CONCRETE 1. Spesifikasi. pemadatan. 1-1-1. dan diperiksa kepadatannya. dengan air. pengawetan. 2. 200 dan yang fraksi halusnya nonplastis. batu lepas. Ukuran maksimum agregat harus dipilih oleh Kontraktor dan disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian wet lean concrete. maka sebelum dilaksanakan. perbaikan. diperbaiki atau direkonstruksi sebagaimana perintah Konsultan Pengawas. Daerah yang tidak memenuhi ketentuan Spesifikasi haris dibongkar. dapat digunakan. Lapisan Alas Bila wet lean concrete ini ditentukan untuk levelling course. penuangan. Lapisan Alas Pasir (Sand Bedding) Bila wet lean concrete ditentukan untuk pekerjaan pelebaran jalan. Material Agregat. Tidak ada pembayaran langsung untuk pekerjaan pembongkaran. Uraian Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. peralatan. kerataan finishing dan permukaannya oleh Konsultan Pengawas. alas pasir harus dibasahi 4. karena merupakan tanggung jawab kontraktor. semen dan air harus memenuhi ketentuan Pasal 2 Pekerjaan Beton dalam Spesifikasi ini. Alas yang sudah rata ini harus dapat dipadatkan dengan roller yang paling besar yang dapat dipakai. pengangkutan. pencampuran. lumpur. pengadukan. Sebelum pengerjaan wet lean concrete. finishing. pemeliharaan dan pekerjaan insidenal lainnya yang berkaitan. Pasir dengan kadar air yang memadai dihamparkan diatas subgrade dan diratakan. maka beton itu harus diletakkan diatas alas yang sudah rata terdiri pasir alam setebal 4 cm. dan instruksi Konsultan Pengawas.

Sambungan Sambungan longitudinal harus berjarak sekurang-kurangnya 20 cm dari sambungan longitudinal perkerasan beton yang akan dihampar di atasnya. Perbandingan itu tidak boleh kurang dari 1 : 2 : 4. dan untuk menjaga konsistensi campuran. dengan landai dan elevasi tertentu. salah satu metode berikut : Dilapisi penutup sampai lapisan perkerasan berikutnya dihamparkan dengan lembaran plastik kedap air. Kemudian permukaan harus diuji dengan paling sedikit dua kali geseran mal datar (straight-edge) dengan bilah mal tidak kurang dari 1. Perbandingan Campuran Perbandingan jumlah semen dan agregat dalam kondisi kering jenuh (saturated surface dry condition) harus memadai untuk memenuhi ketentuan kuat pecah beton menurut Pasal ini. 10. Sambungan konstruksi melintang harus dibuat pada akhir setiap pekerjaan pada hari itu. untuk jangka waktu tidak kurang dari 7 hari. dituang. dijaga agar tidak lepas dari permukaan. 9.8 m. wet lean concrete harus di lepa (floating) sampai permukaan rata dan tak ada permukaan yang lebih rendah ataupun daerah yang terbuka. setelah finishing selesai.5. Pengangkutan. Perawatan untuk permukaan harus dilaksanakan dengan 1-1-1. disebar dan dipadatkan menurut pekerjaan Beton. Cetakan (Acuan) Wet lean concrete untuk levelling course harus dituang dalam cetakan baja atau kayu secara cut-off screeding. 8. dan harus membentuk permukaan vertikal melintang yang benar. Perawatan Beton (Curing) Wet lean concrete harus segera dirawat. 7. 6. Finishing Setelah pemadatan dan diratakan sampai bidang dan elevasi yang benar. diangkut. Pencampuran.7–99 . Penghamparan Dan Pemadatan Wet lean concrete harus dicampur. Seluruh permukaan disemprot merata dengan bahan white pigmented curing compound. dan dengan sambungan yang saling menindih (overlap) sekurang-kurangnya 300 mm dan dijaga sedemikian rupa untuk mencegah penguapan.

7–100 . nilai kuat pecah beton yang rendah belum tentu menyebabkan hasil pekerjaan ditolak. Satu silinder mewakili 50 m wet lean concrete yang dihamparkan. 11.Saluran permukaan disemprot air secara kontinyu. maka kadar semen harus ditambah sesuai dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Pengujian Kekuatan Untuk ini harus disediakan silinder test kuat tekan beton (compressives strength). dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penyimpangan permukaan ini juga. serta daerah yang tidak memenuhi ketentuan kerataan permukaan. Penyimpangan pada permukaan yang sudah selesai tidak boleh lebih dari 3 cm dari elevasi yang direncanakan. 13. segregasi. dan kondisi kelembaban dijaga agar tetap selama masa perawatan. dan tidak kurang dari tiga silinder harus dibuat setiap hari. sampai hasilnya menunjukkan bahwa campuran tersebut memenuhi syarat. landai dan penampang permukaan seperti tertera pada Gambar Rencana. Konsultan Pengawas akan menentukan daerah yang keropos. 12. tidak boleh lebih dari 1 cm pada mal datar (straight edge) 3 m ketika diterapkan sejajar dengan dan tegak lurus dari garis sumbu (centre line) banda jalan. Mal datar harus dipergunakan dengan cara overlap ½ dari panjangnya. Ketentuan Kuat Pecah Beton (Crushing Strenght) Kuat pecah beton rata-rata pada umur 7 hari dari setiap kelompok (group) contoh (spesimen) yang diambil pada setiap pelaksanaan pekerjaan tidak boleh kurang dari 30 kg/ cm². Kerataan Permukaan Wet let concrete harus dibentuk dan diselesaikan sesuai dengan garis. yang dibuat dari beton material wet lean concrete yang diambil di lapangan. Perbedaan penyimpangan dari elevasi yang dikehendaki untuk lapisan perata (levelling course) Perbaikan dengan cara 1-1-1. Penolakan Pekerjaan Bila ketentuan-ketentuan kuat pecah beton diikuti. cacat atau rusak. Bila rata-rata kuat pecah beton pada lebih dari satu kelompok diantara lima kelompok yang berurutan ternyata kurang 30 kg/ cm². dan diganti dengan material campuran yang baru sesuai dengan Spesifikasi. Material tersebut harus dibongkar sampai seluruh ketebalan lapisan. penambalan permukaan tidak boleh dilakukan 14.

7–101 . selama 7 hari pertama masa perawatan. Pemeliharaan Peralatan ataupun kendaraan lalu-lintas. Wet lean concrete harus dijaga agar selalu dalam kondisi baik.5 cm. sebelum menghamparkan lapisan berikutnya.untuk perkerasan beton antara dua titik dalam jarak 20 m. Kerusakan akibat apapun harus diperbaiki dengan mengganti lapisan pada daerah itu. tidak boleh lebih dari 1. termasuk kendaraan untuk keperluan pelaksanaan. Setelah masa perawatan. tidak boleh memasuki permukaan yang sudah selesai. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. 16. 17. atas tanggungan biaya Kontraktor sendiri. peralatan dan kendaraan yang diperlukan untuk meneruskan pekerjaan diperbolehkan memasuki daerah wet lean concrete. Ukuran Jumlah bayaran harus ditatapkan dengan menghitung banyaknya jumlah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan. 15. 1-1-1.

pembuatan dan pemasangan batang-batang baja tulangan dengan tipe dan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi. semua batang tulangan yang harus dibengkokkan maka harus dibengkokkan dalam keadaan dingin.SEKSI 4 – 3 BAJA TULANGAN 1. Baja tulangan ulir harus diangkut dan dipelihara lurus atau dibengkokkan dengan bentuk seperti terlihat pada Gambar. atau AASHTO M 31 (Grade 40). Gambar dan petunjuk Konsultan Pengawas.7–102 . diletakkan diatas tanah dan harus disimpan dalam bangunan atau tertutup dengan baik. maka cara pengerjaannya 1-1-1. dan harus dilakukan sedemikian rupa agar sifat baja tidak berubah. atau AASHTO M31 (Grade 60). diadakan uji pembengkokkan batang tulangan dengan beberapa diameter lengkung pembengkokkan. Batang berdiameter 10 mm atau kurang : SII 0136-80 (Grade BJTP 24). bila batang tulangan dibengkokkan dengan pemanasan. 2) Sebelum dipasang di lapangan harus diuji. Baja tulangan tidak boleh disimpan. 3. 3) Kecuali bila ditentukan lain. Tidak boleh dibengkokkan dan diluruskan kembali atau dibengkokkan dua kali pada titik yang sama pada baja tulangan. A. B. atau JIS G 3112 (Grade SD 40A). Pembuatan (pabrikasi) 1) Batang-batang tulangan harus dibuat secara akurat menurut bentuk dan ukuran dalam gambar. Penulangan anyaman baja harus mengikuti AASHTO M 55. 2. Uraian Pekerjaan ini meliputi penyediaan. Material Baja tulangan harus sesuai dengan ketentuan Spesifikasi berikut ini. JIS G 3112 (Grade SR 24). dan pengerjaannya jangan sampai merusak material baja itu. Pelaksanaan Pekerjaan A. Batang berdiameter 10 mm atau lebih : SII 0136-80 (Grade BJTD 40).

batang-batang tulangan harus diperiksa oleh Batang tulangan yang dibutuhkan untuk keperluan sehubungan dengan cara pelaksanaan struktur. balok adukan penopang dari logam. bila perlu.9 mm atau lebih. dari cat minyak. 6) Bila Konsultan Pengawas perlu memeriksa mutu batang tulangan. Penyambungan 1) Bila batang tulangan harus disambung pada titik-titik selain yang ditentukan Gambar. batang tulangan harus dibersihkan dari karat. dengan diameter 0. yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. harus digunakan. kedudukan dan cara penyambungan harus didasarkan pada perhitungan kekuatan beton. Batang tulangan yang telah tertanam sebagian dalam beton tidak boleh dibengkokkan. 3) Batang tulangan harus diikat pada setiap titik pertemuan dengan kawat besi yang diperkuat. kecuali bila tertera dalam gambar atau ada ketentuan lain. serpihan yang mudah lepas. 2) Batang-batang tulangan harus ditempatkan pada kedudukan semestinya sehingga tetap kokoh pada waktu beton dicor. 4) Batang tulangan yang tidak bisa diluruskan tidak boleh digunakan. 4) Jarak batang-batang tulangan dari cetakkan harus dijaga agar tidak berubah. Kontraktor harus menguji mutu batang tulangan dengan tanggungan biaya sendiri. C. dan harus dilakukan sedemikian rupa agar sifat fisik baja tidak berubah. atau penopang lainnya yang disetujui Konsultan Pengawas. 1-1-1. Pemasangan 1) Sebelum dipasang. Konsultan Pengawas bila batang tulangan telah terlalu lama terpasang. B. dengan cara menurut ketentuan Konsultan Pengawas. 5) Setelah ditempatkan.harus disetujui dulu oleh Konsultan Pengawas. atau bahan asing lainnya yang dapat merusak ikatan. dengan gantungan logam (metal hanger). 5) Untuk pemotongan dan pembengkokkan. atau dengan jepitan yang sesuai. kotoran.7–103 . lumpur. harus dibersihkan dan diperiksa lagi oleh Konsultan Pengawas sebelum dilakukan pengecoran beton. harus disediakan pekerja yang ahli dan alat-alat yang memadai.

harus dilindungi dengan semestinya dari kerusakan dan karat. 4) Pengelasan baja tulangan harus dikerjakan hanya bila ada detailnya dalam gambar.2) Pada sambungan melingkar. 5) Penggantian batang tulangan dengan ukuran yang berada dari ketentuan dapat dilakukan bila ada ijin khusus dari Konsultan Pengawas. atau ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. penggantinya harus sama atau lebih besar.9 mm. yang harus disambung nantinya. batang harus dilingkarkan dengan panjang tertentu dan diikat kawat pada beberapa titik temu dengan kawat besi diameter yang lebih besar dari 0. 3) Batang tulangan yang tampak. Bila batang baja tulangan harus diganti. 1-1-1.7–104 .

1-1-1. Penutup sambungan/joint yang dituang harus terbuat dari suatu campuran yang membentuk suatu bahan yang bersifat kenyal dan lekat.7–105 . untuk sambungan antar struktur sesuai dengan Gambar dan sebagaimana diperintahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. serta tidak akan melekat pada ban kendaraan akibat naiknya temperatur perkerasan.SEKSI 4 – 4 SAMBUNGAN (JOINT) Umum A. B. Joint/sambungan akan ditempatkan sesuai dengan detail gambar. dan setiap bahan pengisi (filler) dan penutup (sealer). Pada gambar sambungan ekspansi melintang dan sambungan konstruksi yang tegak lurus sambungan memanjang. Uraian Pekerjaan ini akan terdiri dari pemasokan dan pemasangan sambungan yang terbuat dari logam atau elastomer. Bahan penutup sambungan harus mempunyai konsistensi yang merata selama pelaksanaan penuangannya sehingga mampu secara sempurna menutup celah sambungan tanpa mengakibatkan terbentuknya rongga-rongga udara yang besar dan terputus atau rusaknya bahan penutup. yang secara efektif dapat menutup dan melindungi sambungan beton terhadap masuknya air dan benda asing lainnya. 2) Kontraktor harus menyerahkan rincian sambungan yang lengkap untuk mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. Pengajuan Kesiapan Kerja 1) Kontraktor harus menyerahkan rincian dari semua bahan pengisi (filler) penutup (sealer) sambungan yang diusulkan untuk digunakan untuk mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. termasuk gambar kerja dan sertifikat pabrik pembuatnya untuk produk dan bahan yang digunakan di dalamnya. dan menerus dari tepi yang satu ke tepi perkerasan yang lain dari seluruh pelat perkerasan yang terhubung sebagai satu unit perkerasan. Rincian setiap modifikasi terhadap pekerjaan struktur harus juga diserahkan.

A. untuk mencegah perubahan. Semua sambungan harus dilindungi agar tidak kemasukan material yang tidak dikehendaki sebelum ditutup dengan bahan pengisi.C. Pemeliharaan Pekerjaan Yang Telah Diterima Tanpa mengurangi kewajiban Kontraktor untuk melaksanakan perbaikan terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan atau gagal sebagaimana disyaratkan di atas. D. 2) Penutup (sealer) yang gagal mengeras. Perbaikan Atas Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan 1) Bahan pengisi sambungan (joint filler) yang belum mengisi celah sambungan sampai penuh sebelum penutupan (sealing) harus dikeluarkan dan diisi kembali dengan bahan pengisi sampai penuh. Kontraktor juga harus bertanggungjawab atas pemeliharaan rutin dari semua sambungan ekspansi yang telah selesai dan diterima selama Periode Kontrak termasuk Periode Pemeliharaan. dan jarak seperti yang ditentukan dalam gambar. ukuran dan ditempatkan seperti yang ditentukan dalam Gambar. Kontraktor harus bertanggungjawab untuk melindungi dan menjaga keamanan sambungan tersebut selama periode Kontrak. pemasangan atau operasi selanjutnya di lapangan harus dikeluarkan dan diganti. Semua sambungan tersebut harus diperiksa pada saat tiba di tempat kerja dan setiap kerusakan harus dilaporkan secara tertulis kepada Pejabat Pembuat Komitmen. Dowel dengan ukuran dan jarak sesuai dengan gambar dapat dibengkokkan dengan sudut tegak lurus acuan dari lajur yang dilaksanakan dan diluruskan kembali sampai posisi tertentu sebelum beton pada lajur yang berdekatan dihamparkan. Sambungan (Joint) Sambungan harus dibuat dengan tipe. dengan panjang. mengalir atau bergelembung harus dikeluarkan dan diganti. penyimpanan. 3) Sambungan yang rusak sebelum. Bagaimanapun juga.7–106 . ukuran. Pekerjaan pemeliharaan rutin tersebut harus dilaksanakan sesuai Spesifikasi ini dan harus dibayar terpisah. dipasang dengan besi penahan (chair) atau penahan lainnya yang disetujui. 1-1-1. Sambungan Ekspansi (expansion joints) Batang baja polos / dowel (Grade BJTP 32). selama atau sesudah pemasangan yang disebabkan oleh kelalaian dalam penanganan.

Sambungan-sambungan yang dibuat pada akhir kerja. 1-1-1. maka kontraktor harus membentuknya sebagai berikut : 1) Sambungan kontraksi Celah-celah harus digergaji sampai kedalaman yang disyaratkan dan harus mempunyai lebar yang memadai tidak lebih dari 20 mm.7–107 . kecuali jika cetakan-cetakan khusus digunakan pada waktu beton dalam keadaan plastis. C. untuk mencegah perubahan. Sambungan Konstruksi (construction joints) Batang baja polos / Dowel (Grade BJTP 32) dengan ukuran panjang. Sambungan-sambungan darurat tersebut harus dibentuk dengan bantuan suatu bagian acuan yang dibor dan dibelah (splít cross) melalui mana tulangan biasa dan batang-batang pengikat harus lewat. Alur Pada Sambungan Alur-alur dipermukaan beton pada sambungan-sambungan harus dibentuk dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. ukuran. acuan baja harus digunakan untuk membentuk "keyway" (takikan) sepanjang sambungan pengunci. dan jarak seperti yang ditentukan dalam gambar dan dipasang dengan besi penahan (chair) atau penahan lainnya yang disetujui. ukuran. yang bukan sambungansambungan darurat. Sambungan-sambungan darurat pada perkerasan beton hanya boleh dipasang bila terjadi kerusakan mesin atau cuaca yang merugikan dan tidak boleh dibangun/dibuat kurang dari 3 m dari suatu sambungan ekspansi atau kontraksi. untuk ini garis sumbu cetakan harus vertikal. Bila tertera dalam Gambar dan bila lajur perkerasan yang berdekatan dilaksanakan terpisah. untuk mencegah perubahan. D. dan jarak seperti yang ditentukan dalam gambar dan dipasang dengan besi penahan (chair) atau penahan lainnya yang disetujui. Alur-alur tersebut dapat dibentuk pada waktu beton masih dalam keadaan plastis atau digergaji setelah beton mengeras. Bagian alur yang akan ditutup/disegel harus mempunyai sisi yang benar-benar vertikal dan sejajar.B. harus merupakan sambungan kontraksi atau sambungan ekspansi. Sambungan Pengunci (key joints) Batang baja Ulir / Tie Bar (Grade BJTD 40) dengan ukuran panjang. Jika alur-alur tersebut dibuat dengan digergaji.

2) Sambungan ekspansi Celah-celah harus digergaji sampai kedalaman dan lebar penuh yang diperlukan untuk segel seperti diperlihatkan dalam Gambar. Menutup Sambungan (sealing joint) Sambungan harus ditutup segera sesudah selesai proses perawatan (curing) beton dan sebelum jalan terbuka untuk lalu lintas. Bahan Pengisi Sambungan (Joint Filler) 1-1-1. tersebut dapat Kontraktor diperoleh harus dalam memperagakan batas toleransi hingga yang memuaskan Pejabat Pembuat Komitmen bahwa permukaan akhir yang melalui sambungan bersangkutan. Sambungan pelat atau siku. Material penutup (joint sealer) yang digunakan pada setiap sambungan harus sesuai dengan yang tertera pada Gambar atau perintah Pejabat Pembuat Komitmen. sambungan baja bergerigi (steel finger joint) dan sambungan berpenutup neoprene harus mempunyai bentuk yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. B. Bila alur dibentuk/dicetak.7–108 . atau penggergajian awal harus diselesaikan secepat mungkin dan selalu dalam batas waktu 18 jam dari setelah pemadatan akhir beton. termasuk bahan perawatan (membrane curing compound) dan permukaan sambungan harus bersih dan kering ketika diisi dengan material penutup. Sebelum ditutup. Celah-celah yang kurang lebar harus digergaji sampai lebar dan kedalaman penuh yang disyaratkan dan segera dipasangi segel permanen. Alur-alur sambungan ekspansi dan sambungan konstruksi yang lebih lebar dari 5 mm harus disegel permanen atau sementara sebelum lalu lintas menggunakan perkerasan yang bersangkutan. Bagian baja dan baut jangkar harus sesuai dengan AASHTO M120 Kelas A. Bahan A. Struktur Sambungan Ekspansi (Expansion Joint Structure) Jenis struktur sambungan ekspansi tergantung pada jumlah pergerakan lantai yang diperlukan dan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. setiap sambungan harus dibersihkan dari material yang tidak dikehendaki. termasuk kendaraan Kontraktor. Bagian logam harus dilindungi terhadap korosi. E.

atau bahan sejenis yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Sambungan vertikal dan miring harus ditutup dengan sambungan Expandite Plastic.  Silicone sealants Penggunaan panas atau dingin dalam penuangannya tidak disetujui kecuali kontraktor dapat meyakinkan Pejabat Pembuat Komitmen dengan menunjukan demonstrasi dalam cara instalasi dengan hasil yang memuaskan. D. Sebelum menggunakan material tersebut maka kontraktor akan menyerahkan sertifikat yang menunjukan bahwa material itu memenuhi persyaratan dan sesuai dengan ketentuan.  Preformed self-expanding cork strips. penutup dari bitumen karet yang dicor panas seperti Expandite Plastic Grade 99 atau yang sejenis dapat digunakan dengan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. Thioflex 600 dua bagian persenyawaan polysulfida. E. Bahan sambungan untuk dasar (primer) dan penutup (sealer) sambungan harus dicampur dan digunakan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya.84 atau AASHTO M213 .81. sesuai dengan AASHTO M153 . Waterstops Jenis dan bahan waterstops harus terinci dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Bahan-bahan Lain Semua bahan lainnya yang diperlukan untuk sambungan harus sesuai dengan Gambar dan disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Persenyawaan dasar sambungan (joint priming compound) harus sebagaimana yang disarankan oleh pabrik bahan penutup yang dipilih untuk digunakan.7–109 . Jenis Joint Sealer Tipe Joint Sealer sebagai berikut :  Preformed elastomeric strips. Joint Sealer A. Sebagai alternatif. Penutup Sambungan (Joint Sealer) Bahan untuk penutup sambungan horisontal harus sesuai dengan AASHTO M173 . dempul bitumen. 1-1-1.84 : Hot Poured Elastic Sealer.Bahan pengisi sambungan harus dari jenis kenyal yang tidak dikeluarkan pracetak (premoulded non-extruding resilient type). C.

1 Spesifikasi Deflection Based on Nominal Width (%) a. 1-1-1. 12 mm and larger joint sealer: 20 50 525 N/m min 2 100 N/m max 10 mm and smaller joint sealer: 350 N/m min 2 100 N/m max Required Force Spesimens yang digunakan untuk menentukan hubungan original forcedeflection akan menjadi panas didalam tungku/oven pada saat berumur 70 jam pada 100°C dibawah 50% deflection. Joint sealer harus mempunyai panjang/kedalaman yang cukup antara kedua sisi dinding/celah beton. Spesifikasi Joint Sealer 1) Preformed Elastomeric Joint Sealer Preformed elastomeric joint sealers harus memenuhi ketentuan yang disyaratan dalam ASTM D2628. 20 50 b. Preformed elastomeric joint sealer untuk force-deflection memenuhi persyaratan pada tabel berikut : Tabel 4. Sesudah panasnya memenuhi umurnya specimen akan diperlakukan lagi untuk di test force deflection dan harus memenuhi persyaratan ketentuan di tabel dibawah ini. Kedalaman keseluruhan tidak melebihi 50 mm ketika sealer mendapat beban/ compressed lateral maka tidak akan terjadi deflection 50%. Sealer akan mempunyai daya tahan pada 300 mm interval ± 2 mm dipermukaan surface pada saat pembuatan.4.7–110 .B.

2) Preformed Self-Expanding Cork Joint Sealer 1-1-1. Yang ditunjukan tanggal dari pembuatan dalam kontainer.7–111 . Lubricant adhesive akan digunakan dalam 9 bulan dari pembuatan.    Average net mass per litre : 7. Sifat yang merekat dari lubricant-adhesive akan seperti yang dilaksanakan yang sesuai dengan peralatan instalasi.84 % ± 5 % Solids content % by mass Film strength : 25 ± 3.0 (ASTM D553) : 15 Mpa minimum tensile strength. 20 50 b. 750% minimum elongation before breaking.Tabel 4. Hal ini harus mengikuti tambahan sifat fisis.4. 20 50 12 mm and larger joint sealer: 260 N/m min 2 100 N/m max 10 mm and smaller joint sealer: 175 N/m min 2 100 N/m max Required Force Lubricant–adhesive yang digunakan untuk preformed elastomeric sealers merupakan campuran yang sama berdasarkan polymer seperti sealer. dicampur dengan bahan pelarut yang mudah menguap.1 Spesifikasi Deflection Based on Nominal Width (%) a.

after 6 hours immersion (kPa) b.3 Cork joint sealers dibuat dari preformed self-expanding cork dan ditentukan dengan persyaratan Requirement Property Test Method : DHC Method MT RA 100 Appendix Max. Density (kg/m3) - A  Lateral restraining pressure in water at 27 ± 1 degree C a.Tabel 4. after 24 hours immersion (kPa)  Lateral free swell in water at 27 ± 1 degree C a. after 168 hours immersion (% of initial width)  Longitudinal free swell in water at 27 ± 1 degree C after 168 hours immersion (% of initial length)  Longitudinal shrinkage on drying for 12 days at 40-50 degreec after168 hours immersion in water (% of initial length)  Lateral expansion in boiling water after 1 hour immersion (expanded width as % of initial width)  Compression and recovery a. after 24 hours immersion (% of initial width) b.4. pressure required to compress to 50% of uncompressed width(kPa) 500 F 60 180 2 B B C C D 2 D - E b. recovery after 1 hour following compression to 50% of uncompressed - F 1-1-1.7–112 .

Contoh harus meliputi lima belas (15) specimens dari tiap lebar yang ditentukan. immersion in test fuel) a.7–113 . may be broken into pieces more easily. c. Minimum 2 minggu sebelum dimulai penempatan beton. Compliance with compression.e. H Resistance to test fuel (48 hours No evidence of. masing-masing menjadi 11 5 mm kedalamannya x 5 mm panjangnya dan tiga (3) specimen dari setiap lebar yang ditentukan. J J J Penyediaan cork di factory-bonded panjangnya harus sesuai dengan lebar alur perkerasan untuk joint melintang/tranversal atau 4 m panjangnya untuk joint memanjang/longitudinal. 1-1-1. Dislodgement of surface particles of cork when the faces of the material are rubbed with fingers. recovery and extrusion requirements. Loss or resilience i. Dislodgement of cork particles due to test treatment b. masing-masing 40 mm kedalamnya x 900 mm panjangnya. harus menyerahkan contoh material yang diusulkan untuk digunakan supaya mendapat persetujuan dari pengawas. width(recovered width uncompressed width) as a % of Extrusion of free edge following compressed to 50% of uncompressed width with 3 edges restrained (mm)  Accelerated weathering - 6 G No evidence of disintegration.Requirement Property Test Method : DHC Method MT RA 100 Appendix Max. Bagian atas surface dari seluruh selfexpanding cork akan di taped.

Tabel 4.2 Persyaratan Silicone Sealants Test Method ASTM-D-792 MIL-S-8802 MIL-S-8802 ASTM D 2240 T1192 T1193 Description Specific Gravity Extrusion Rate Tack Free Time Durometer Durability Requirements 1. Sambungan silicon sealent berwarna abu-abu akan disimpan dan di instalasi menurut petunjuk tertulis dari perusahaan pembuat. minyak.000 hours ASTM C 793-7 at No cracks. Sedikitnya empat minggu sebelum instalasi dari pekerjaan sealent. ditutupi. pada landasan di atas permukaan tanah. gemuk atau benda-benda asing lainnya. Penyimpanan Bahan Bahan sambungan yang dikirim ke lapangan harus disimpan.3) Silicone Sealants Silicone joint sealant dibentuk menggunakan silicone sealant yang sesuai dengan persyaratan pada tabel berikut dibawah. Bahan ini harus selalu dilindungi dari kerusakan dan bilamana ditempatkan harus bebas dari kotoran. bukti sertifikat dari lembaga/badan test yang berwenang yang dicatatkan dengan menunjukkan bahwa sealent tersebut memenuhi persyaratan pada tabel dibawah ini.4.7–114 . blisters or bond loss Pelaksanaan A. 1-1-1. Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengawas.1 to 1.55 90 to 250 g per min 30 to 70 min 10 to 25 Extension to 70% Compression to 50% to 35N average strength minimum peel ASTM C794 Adhesion Concrete Accelerated Weathering 5.

Bahan pengisi sambungan harus digunakan dalam lembaran yang sebesar mungkin. Penutup sambungan harus sedikit cembung atau sedikit cekung terhadap permukaan sambungan pada saat mengeras. Luas yang lebih kecil dari 0.25 m2 harus dibuat dalam satu lembaran.7–115 . Bahan pengisi (filler) sambungan tidak boleh diisi sampai melebihi rongga yang seharusnya diisi dengan penutup (sealer) kecuali bilamana lembaran bahan pengisi yang terpisah digunakan sebagai cetakan. penggunaan dan perawatan semua bahan jenis patent harus memenuhi ketentuan pabrik pembuatnya. Temperatur ini harus ditentukan sesuai dengan pengaturan yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Bahan tersebut harus dipotong dengan perkakas yang tajam untuk memberikan tepi yang rapi. Bahan tersebut harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terpasang dengan kokoh dalam rongga dan terekat dengan baik pada satu tepi dari beton. Temperatur ini harus ditentukan sesuai dengan pengaturan yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. untuk memastikan bahwa bahan tidak terlepas selama operasi pelaksanaan berikutnya atau pergerakan dari struktur. Bahan penutup tuang panas adalah jenis bahan penutup yang dalam pelaksanaannya perlu dipanaskan dahulu untuk memperoleh tingkat kecairan 1-1-1. Tepi yang kasar atau tidak teratur tidak diperkenankan. C. Posisi semua baut yang dicor di dalam beton atau semua lubang bor yang dibuat dalam beton harus ditentukan dengan akurat dengan menggunakan mal. Jalan alih harus disediakan dan dipelihara untuk melindungi semua sambungan ekspansi dari beban kendaraan sampai sambungan ini diterima dan Pejabat Pembuat Komitmen mengijinkan pembongkaran jalan alih tersebut. jika perlu. Ukuran celah harus sesuai (compatible) dengan temperatur jalan/jembatan rata-rata pada saat pemasangan. Pengisi Sambungan Pracetak dan Penutup Sambungan Elastis Sambungan harus dibentuk dengan akurat memenuhi garis dan elevasi sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Struktur sambungan ekspansi harus dipasang sesuai dengan Gambar dan petunjuk pabrik pembuatnya. Uliran skrup harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari karat. menggunakan paku tembaga.B. Pencampuran. Penutup sambungan harus dikerjakan sampai penyelesaian yang halus dengan menggunakan sebuah spatula atau alat yang sejenis. Struktur Sambungan Ekspansi Sambungan harus dapat meredam getaran dan suara dan merupakan struktur yang kedap air. Ukuran celah sambungan ekspansi harus sesuai dengan temperatur rata-rata jembatan pada saat pemasangan.

tenaga kerja. yang tidak mengakibatkan terlampuinya batas pengaliran bahan. penutup sambungan pracetak. Bahan penutup sambungan/joint pelaksanaan dingin (Cold application Type) Bahan penutup sambungan Polychloropren Elastomeric. spesifikasi untuk pelumasan dalam pemasangan bahan penutup jadi yang ditekan (Lubricant For Installation of Performed Compression Seal in Concrete Pavement) Pengukuran Pengukuran struktur sambungan ekspansi akan berupa jumlah meter panjang sambungan yang selesai dipasang di tempat dan diterima.7–116 .tertentu dan dimasukkan ke celah sambungan dengan cara dituangkan. perkakas. bahan pengisi sambungan ekspansi pracetak. Pembayaran Kuantitas yang diukur sebagaimana disyaratkan di atas akan dibayar dengan Harga Kontrak untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. dan penutup sambungan elastis yang dituang tidak akan diukur jika tidak ditentukan dalam mata pembayaran yang terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Temperatur pemanasan aman adalah temperatur pemanasan maksimum yang diijinkan. Semua jenis sambungan lainnya akan dibayar dengan memasukkannya ke dalam harga satuan untuk mata pembayaran lainnya dimana sambungan tersebut dikerjakan atau dimana sambungan itu dihubungkan dan tidak dibayar dalam mata pembayaran yang terpisah. peralatan dan biaya tambahan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang diuraikan. 1-1-1. Harga dan pembayaran ini harus dianggap kompensasi penuh untuk penyediaan dan pemasangan semua bahan. Waterstops.

7–117 . material dan pekerjaan serta pelaksanaan semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan marking dan permukaan-permukaan. Bahan pencampur air supaya tidak mudah licin dan terbakar akibat gesekan terutama pada waktu landing. 2. atau cat lain yang disetujui. tergantung kepada persyaratan-persyaratan dari kontrak dan gambar-gambar yang dipergunakan. Tanda-tanda landasan harus dicat putih.Satuan Uraian Pengukuran Expansion Joint Tipe Asphaltic Plug Expansion Joint Tipe Rubber 1 (celah 21 -41 mm) Expansion Joint Tipe Rubber 2 (celah 32 -62 mm) Expansion Joint Tipe Rubber 3 (celah 42 -82 mm) Joint Filler untuk Sambungan Konstruksi Expansion Joint Tipe Baja Bersudut Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang Meter Panjang SEKSI 5 .1 MARKING 1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi. Spesifikasi cat marka sebagaimana dalam tabel berikut : 1-1-1. sedangkan tanda-tanda lainnya harus kuning. Dasar material dari cat synthetic emulsion. perlengkapan. Material-Material Cat untuk tanda-tanda pada asphalt concrete (AC) dan pada concrete pavement harus ada cat khusus lalu – lintas dari pabrik. dari spesifikasi pasal ini terdiri dari penyediaan semua instalasi.

berdebu atau berkabut. pemberian tanda dengan mesin dan alat pembantu semacam untuk menyelesaikan pekerjaan harus mendapat persetujuan Pemberi Tugas.5 ± 0. Peralatan Semua peralatan untuk pekerjaan dan termasuk alat-alat yang diperlukan untuk membersihkan permukaan yang ada. 1 Spesifikasi cat marka bandar udara Uraian Type of Paint /Tipe Cat Viscosity/Kekentalan Specific Gravity/Berat Jenis Dilution Dilution Ratio Standard Coverage/Daya Tutup Recommended Dry Film Thickness Drying Time/Waktu Kering (30ºC) : Set to touch Dry Hard Over Coating Totally Dry 3.1. Mesin pemberi tanda yang disetujui ialah atomizing spray-type marking machine cocok untuk pemakaian cat lalu lintas.Tabel 5. 30 minutes 2 hours after 2 hours 8 hours Keterangan Synthetic Emulsion 90-95 KU (25˚C) 1. Cuaca yang cocok ditentukan oleh Pemberi Tugas. Pembatasan Cuaca Pengecatan dikerjakan hanya apabila permukaannya kering dan bersih serta cuaca tidak terlampau berangin. 4. Ia akan menghasilkan ketebalan yang sama dan rata pada pelaksanaan yang dikehendaki dan direncanakan sedemikian rupa untuk mengerjakan tanda-tanda dari cross-sections dan tepi harus jelas dan nyata tanpa cipratan dan dalam batas keseluruhan seperti ditentukan.7–118 .03 Water 5 % (with brush) 2-3 m²/Kg 60~70µ ( 1 coat ) 1-1-1.

1-1-1. Cat sebelum digunakan harus dicampur sesuai dengan instruksi pabrik. Permukaan dibersihkan dan bebas dari pasir. Pelaksanaan Tanda-tanda dilaksanakan dilokasi sesuai dimensi dan letak seperti tertera dalam gambar-gambar. kering atau lentur bila dilaksanakan pada permukaan asphalt. lapis pertama harus kering terlebih dahulu sebelum lapisan kedua dilaksanakan. Perlindungan Sesudah pelaksanaan mengecat. kotoran. bendera-bendera dan / atau barikade-barikade. Pembersihan dan persiapan permukaan yang akan di coated. dan lain-lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan cat. Cat yang baru harus dilindungi dari semua lalu lintas baik kendaraan maupun pejalan kaki. permukaan perkerasan dengan marking machine. Pengecatan tidak boleh dilaksanakan sebelum permukaan yang akan di cat disetujui oleh Pemberi Tugas. 5. Cat pada ketentuan asli tanpa tambahan thiner harus langsung dicampur dan digunakan pada tanda / marking harus seperti direncanakan dan ada dalam toleransi 5 persen. Penyesuaian yang cocok diadakan pada penyemprotan atau penyemprotan- penyemprotan dari mesin tunggal. Kontraktor melengkapi data teknis dari kualitas material-material dipesan untuk pekerjaan. Pengecatan harus menggunakan alat-alat yang sesuai.7–119 . dalam 15 meter harus dihapus dan harus dibetulkan.Ukuran dari macam-macam tanda dan strip-strip diadakan seperti dilihat dalam gambar-gambar. minyak. Pelaksanaan penjelasan dilaksanakan lapis demi lapis. perlu persetujuan / penjelasan Pemberi Tugas. Semua permukaan harus dilindungi dari segala kerusakan. tirai pelindung atau penutup yang diperlukan. Kontraktor harus bertanggung jawab menempatkan tanda perintang yang sesuai. setiap perbedaan tepi melebihi 1 Lebar dari pada centimeter. Semua pengecatan dilakukan oleh tenaga-tenaga Ahli dan berpengalaman. apabila dilaksanakan dengan sikat. 6. semua marking harus dilindungi sementara selama cat belum kering. Dalam mengerjakan strip-strip lurus. Cat tidak meleleh. tanpa lubang maupun tonjolan. atau dengan mengadakan peralatan tambahan yang mampu mengecat dengan lebar yang dikehendaki. debu dan benda asing lainnya sehingga permukaan jalan benar-benar bersih. Penggunaan cat dengan menggunakan mesin.

Kegagalan Pelaksanaan Disebabkan Oleh Material Dan Pelaksanaannya Apabila material tidak memenuhi persyaratan atau rencana tidak dilaksanakan menurut persyaratan atau pekerjaan tidak cukup. 8. material atau pekerja harus diganti sesuai dengan petunjuk Pemberi Tugas atas biaya Kontraktor.7–120 . 9. 1-1-1.7. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Pengukuran Volume marking diukur sesuai dengan meter persegi yang telah dilaksanakan dan sesuai dengan gambar-gambar yang disetujui.