P. 1
daftar pustaka,,diare

daftar pustaka,,diare

|Views: 408|Likes:
merupakan pembahasan materi
merupakan pembahasan materi

More info:

Published by: Rina Nur Apriyanti Chuabbie on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2014

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI DIARE Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Diare adalah penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. Di Indonesia, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Sementara UNICEF (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak) memperkirakan bahwa, setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare. Di Indonesia, setiap tahun 100.000 balita meninggal karena diare Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi tubuh. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.

PENYEBAB Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), memakan makanan yang asam,pedas,atau bersantan secara berlebihan, dan kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali mual dan muntah. Beberapa perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diare pada balita( Depkes RI, 2007),yaitu :

7

1. Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pertama pada kehidupan. Pada balita yang tidak diberi ASI resiko menderita diare lebih besar daripada balita yang diberi ASI penuh, dan kemungkinan menderita dehidrasi berat lebih besar. 2. Menggunakan botol susu, penggunaan botol ini memudahkan

pencemaran oleh kuman karena botol susah dibersihkan. Penggunaan botol yang tidak bersih atau sudah dipakai selama berjam-jam dibiarkan dilingkungan yang panas, sering menyebabkan infeksi usus yang parah karena botol dapat tercemar oleh kuman-kuman/bakteri penyebab diare. Sehingga balita yang menggunakan botol tersebut beresiko terinfeksi diare 3. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar, bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar, makanan akan tercermar dan kuman akan berkembang biak. 4. Menggunakan air minum yang tercemar. 5. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak 6. Tidak membuang tinja dengan benar, seringnya beranggapan bahwa tinja tidak berbahaya, padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. Selain itu tinja binatang juga dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

8

(4) keracunan yang dapat disebabkan. madu). Termasuk dalam kelompok pertama adalah sorbitol(ada dalam obat bebas gula dan permen serte buah-buahan tertentu). Entamoeba histolitica. Norwalk dan norwalk like agen dan adenovirus. garam magnesium (antasida. berbagai buah. Strongyloides. ikan. Ascaris. Staphyiccoccus aureus. (2) alergi. 2004). Giardia labila. fruktosa (jeruk. Hal ini biasanya berhubungan dengan peningkatan beratnya (pada lakilaki>235 g/hari dan perempuan>175g/hari) dan frekuensinya (>2 perhari). Clostridium perfringens. Coli. Salmonela. b) virus misal: Rotavirus.Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam golongan enam besar. Penyebab diare secara lengkap adalah sebagai berikut: (1) infeksi yang dapat disebabkan: a) bakteri. Campylobacter dan aeromonas. lemon. golongan vibrio. Belantudium coli dan Crypto. Trichiuris. PATOFISIOLOGI Istilah diare digunakan jika feses kehilangan konsistensi normalnya yang padat. tetapi yang sering ditemukan di lapangan adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan. (3) malabsorbsi. a) keracunan bahan kimiawi dan b) keracunan oleh bahan yang dikandung dan diproduksi: jasat renik. E. laktasif) serta anion. misal: cacing perut. Zat yang tidak diserap bersifat aktif 9 . misal: Shigella. Macam-macam diare: Diare osmotic : terjadi akibat asupan sejumlah makanan yang sukar diserap bahkan dalam keadaan normal atau pada malabsorbsi. bacillus cereus. c) parasit. (5) Imunodefisiensi dan (6) sebab-sebab lain (Widaya. buah-buahan dan sayur-sayuran. protozoa. Blastsistis huminis.

Namun. asupan zat yang tidak diserap sebesar 150 mmol dalam 250 mL air akan memulai sekresi air secara osmitik di duodenum sehingga volumenya meningkat hingga 750 mL. K dan HCO3. Akan tetapi. jika jumlah yang tidak diserap >80 g/hari atau bakteri usus dihancurkan oleh antibiotic .secara osmotic pada usus halus sehingga menarik air ke dalam lumen. Hanya gas yang dihasilkan dalam jumlah besar yang akan memberikan bukti terjadinya malabsorbsi karbohidrat. Toksin kolera menyebabkan diare massif (hingga 1000mL/jan) yang dapat secara cepat mengancam nyawa akibat kehilangan air. yang bersama-sama dengan air akan diserap di dalam kolon. cAMP dibentuk dalam jumlah yang lebih besar jika terdapat misal laktasif dan toksin bakteri tertentu (kolera). Dan hal ini tergambarkan dalam beberapa percobaan. Diare sekretorik : dalam pemahaman yang lebih sempit terjadi jika sekresi Cl di mukosa usus halus diaktifkan. Kanal ini akan lebih sering membuka ketika konsentrasi cAMP intrasel meningkat. Cl secara sekunder aktif diperkaya oleh pembawa simport Na-K-2Cl basolateral dan disekeresi melalui kanal Cl di dalam lumen. Misalnya. Pada malabsorbsi karbohidrat. penurunan absorbsi Na di usus halus bagian atas menyebabkan penyerapan air menjadi berkurang . akan terjadi diare. Pembentukan VIP (vasoactive intestinal peptide) yang berlebihan oleh sel tumor pulau pancreas 10 . bakteri di dalam usus besar dapat memetabolisme karbohidrat yang tidak diserap hingga sekitar 80 g/hari menjadi asam organic yang berguna untuk menghasilkan energi. Di dalam sel mukosa . Aktivitas osmotic dari karbohidrat yang tidak diserap juga menyebabkan sekresi air.

garam empedu yang tidak diserap akan dehidroksilasi oleh bakteri dikolon. akan mempercepat aliran yang melalui kolon (absorbsi air menurun). Selain itu. darah dan lendir dalam kotoran. Metabolit garam empedu yang terbentuk akan merangsang sekresi NaCl dan H2O dikolon. dapat pula mengalami sakit 11 . panas. juga terjadi kekurangan absorbsi aktif Na pada segmen usus yang direseksi. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan serum elektrolit. Infeksi bisa secara tiba-tiba menyebabkan diare. Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi empat kali atau lebih dalam sehari. GEJALA Diare dapat menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit.juga menyebabkan tingginya kadar cAMP di mukosa usus sehingga mengakibatkan diare yang berlebihan dan mengancam nyawa yang biasa disebut dengan colera pankreatik Terdapat beberapa alasan mengapa diare terjadi setelah reaksi ileum dan sebagian kolon. Akhirnya. yang normalnya diabsorbsi di ileum. demam. muntah. penurunan nafsu makan atau kelesuan. Kehidupan bayi jarang dapat dipertahankan apabila defisit melampaui 15% (Soegijanto. yang kadang disertai: muntah. tidak nafsu makan. rasa mual dan muntah-muntah dapat mendahului diare yang disebabkan oleh infeksi virus. Garam empedu. terutama natrium dan kalium dan sering disertai dengan asidosis metabolik. tinja berdarah. badan lesu atau lemah. Selain itu. Setiap kehilangan berat badan yang melampaui 1% dalam sehari merupakan hilangnya air dari tubuh. 2002).

Gangguan bakteri dan parasit kadangkadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi (Amiruddin. 1986). seperti :Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. serta gejala. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari. sedang atau berat. gejala muntah dapat timbul sebelum dan sesudah diare. PENULARAN Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung. selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering. suhu tubuh meningkat. tinja mungkin disertai lendir atau darah. Dehidrasi merupakan gejala yang segera terjadi akibat pengeluaran cairan tinja yang berulang-ulang. mata dan ubunubun besar menjadi cekung. Dehidrasi terjadi akibat kehilangan air dan elektrolit yang melebihi pemasukannya (Suharyono. turgor berkurang. Bermain dengan mainan yang terkontaminasi. nafsu makan berkurang.perut dan kejang perut. apalagi pada bayi sering memasukan tangan/mainan/apapun kedalam mulut. 2007). baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor. gelisah. Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar mencucian dan pemakaian botol 12 . dan sakit kepala. Bila penderita kehilangan cairan dan elektrolit. gejala dehidrasi mulai nampak.gejala lain seperti flu misalnya agak demam.Menurut Ngastisyah (2005) gejala diare yang sering ditemukan mula-mula pasien cengeng. Kehilangan cairan akibat diare menyebabkan dehidrasi yang dapat bersifat ringan. yaitu berat badan menurun. nyeri otot atau kejang.

dan pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) yang meliputi pencegahan terhadap cacat dan rehabilitasi (Nasry Noor. 1997).Pencegahan Primer Pencegahan primer penyakit diare dapat ditujukan pada faktor penyebab. 1. PENCEGAHAN Pada dasarnya ada tiga tingkatan pencegahan penyakit secara umum yakni: pencegahan tingkat pertama (Primary Prevention) yang meliputi promosi kesehatan dan pencegahan khusus.susu yang tidak bersih. pencegahan tingkat kedua (Secondary Prevention) yang meliputi diagnosis dini serta pengobatan yang tepat. perbaikan lingkungan biologis dilakukan untuk memodifikasi lingkungan. 13 . lingkungan dan faktor pejamu. sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari pejamu maka dapat dilakukan peningkatan status gizi dan pemberian imunisasi. Peningkatan air bersih dan sanitasi lingkungan. Untuk faktor penyebab dilakukan berbagai upaya agar mikroorganisme penyebab diare dihilangkan.

2006). obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan. pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare seperti bakteri atau parasit. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien. Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan. Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. sampai radang. Pencegahan Sekunder Pencegahan tingkat kedua ini ditujukan kepada sianak yang telah menderita diare atau yang terancam akan menderita yaitu dengan menentukan diagnosa dini dan pengobatan yang cepat dan tepat.2. bakteri. Dokter akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri. 14 . 3. Jadi pada tahap ini penderita diare diusahakan pengembalian fungsi fisik. Pencegahan Tertier Pencegahan tingkat ketiga adalah penderita diare jangan sampai mengalami kecatatan dan kematian akibat dehidrasi. Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai petunjuk dokter (Fahrial Syam. serta untuk mencegah terjadinya akibat samping dan komplikasi. Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare. parasit. parasit. Obat diare dibagi menjadi tiga.

Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan. Anak yang menderita diare selain diperhatikan kebutuhan fisik juga kebutuhan psikologis harus dipenuhi dan kebutuhan sosial dalam berinteraksi atau bermain dalam pergaulan dengan teman sepermainan. karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinya akibat samping dari penyakit diare. Yang perlu diingat pengobatan bukan memberi obat untuk menghentikan diare. Diare akut dapat disembuhkan hanya dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja. PENGOBATAN Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus. maka tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan. Rehabilitasi juga dilakukan terhadap mental penderita dengan tetap memberikan kesempatan dan ikut memberikan dukungan secara mental kepada anak.psikologis semaksimal mungkin. karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik 15 . Usaha yang dapat dilakukan yaitu dengan terus mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga keseimbangan cairan.

Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah: • Ingat menghentikan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik.( 14 hari) dimana diare makin berisi . Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk. untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa).dan akan memperburuk saluran tersebut. • Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang terbaik untuk mengobati diarenya. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus 16 . Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini. Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak gula. bahkan beberapa anak akan menolaknya. Bila sudah disertai muntah. Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh. akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari . Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini. Dan sembuh. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi. • • Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda Penanganan Yang dehidrasi terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti biasa. berkurang frekuensi nya dan sembuh.dari air ( watery) mulai berampas.

serta bakteri non-patogen yang tumbuh berlebihan.memerlukan nutrisi untuk pembentukan kembali. bisa karena penyakit-penyakit seperti kanker usus besar. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti biasanya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini. V.eltor. Diare yang sifatnya kronik. Yang terbanyak adalah diare karena infeksi bakteri E. mencret berdarah dan berlendir. kerusakan mukosa usus. Di situ bakteri memperbanyak diri. 2. kanker pankreas. dll.cholerae. Entamoeba hystolytica. a.2 Faktor Makanan Yang Terkontaminasi Dengan Penyakit Diare 2. gangguan imunologik.2. menghasilkan toksin yang selanjutnya diserap ke dalam darah. V. coli atau yang agak jarang Shigella. Diare bakterial atau invasif terjadi kalau bakteri dalam makanan yang terinfeksi masuk menyerbu ke dalam mukosa. tentu harus segera diobati. menimbulkan gejala yang hebat: demam tinggi.1 Kebiasaan Jajan Sembarangan Diare juga bisa karena enterotoksin atau racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium dan Staphylococcus yang menghasilkan endotoksin atau parasit. peradangan usus besar yang berkepanjangan. 17 . Supaya tidak mengakibatkan diare yang berkepanjangan (lebih dari 14 hari). Salmonella sp. cacingan.l. kejang.

Sementara rahang bawah bergerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut.3. Kuman-kuman tersebut ditularkan dengan perantara air atau bahan yang tercemar tinja yang 18 . Speech. penulis Childhood. Hal lain yang ditakutkan adalah kegiatan mengisap empeng ini akan terus melekat.Anak yang menggunakan empeng itu sering diare dan juga kurus karena kurangnya asupan gizi.3Faktor Prilaku Kebiasaan Anak Dengan Penyakit Diare 2.2 Kebiasaan Anak Mengempeng Penggunaan empeng hingga lebih dari usia dua tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut.Karena saat mengisap empeng. Tentunya ini akan menjadi lebih sulit dihentikan jika sudah menjadi kebiasaan. rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Language. bahkan hingga anak memasuki usia sekolah. Sebahagian besar kuman infeksius penyebab diare ditularkan melalui jalur oral. Banyak dampak kesehatan yang timbul pada anak dengan kebiasaan mengempeng. 2. Sementara itu. and Listening Problems: What Every Parent Should Know.2.1.Kebiasaan mencuci tangan Diare merupakan salah satu penyakit yang penularannya berkaitan dengan penerapan perilaku hidup sehat. Dari badan kurus sampai diare. menurut Patricia Hamaguchi.2. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. kebiasaan mengisap empeng juga bisa menimbulkan masalah bahasa dan pengucapan kata.

karena lewat tangan yang tidak bersih makanan atau minuman tercemar kuman penyakit masuk ke tubuh manusia. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun adalah perilaku amat penting bagi upaya mencegah diare. Pemutusan rantai penularan penyakit seperti ini sangat berhubungan dengan penyediaan fasilitas yang dapat menghalangi pencemaran sumber perantara oleh tinja serta menghalangi masuknya sumber perantara tersebut kedalam tubuh melalui mulut. Tidak hanya anak yang sakit. orang tua yang tidak mempunyai kebiasaan mencuci tangan sebelum merawat anak. Heller (1998) juga mendapatkan adanya hubungan antara kebiasaan cuci tangan ibu dengan kejadian diare pada anak di BetimBrazil. Kejadian diare makanan terutama yang berhubungan langsung dengan makanan anak seperti botol susu. tangan memegang peranan penting. 2003). Pada penularan seperti ini. anak mempunyai risiko lebih besar terkena diare. cara menyimpan makanan serta tempat keluarga membuang tinja anak (Howard & Bartram. sebelum makan atau memberi makan anak dan sebelum menyiapkan makanan. Tinja anak. terutama yang sedang menderita diare merupakan sumber penularan diare bagi penularan diare bagi orang lain. Anak kecil juga merupakan sumber penularan penting diare.mengandung mikroorganisme patogen dengan melalui air minum. setelah menangani tinja anak. Hubungan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare dikemukakan oleh Bozkurt et al (2003) di Turki. Kebiasaan mencuci tangan diterapkan setelah buang air besar. anak 19 .

4. memelihara kebersihan diri dengan baik seperti memotong kuku dan mencuci tangan sebelum makan.1 Pemberian air susu ibu (ASI) 20 .sehatpun tinjanya juga dapat menjadi carrier asimptomatik yang sering kurang mendapat perhatian.3. Kuku sebaiknya selalu dipotong pendek untuk menghindari penularan kuman dan bakteri dari tangan ke mulut. kebiasaan ibu membuang tinja anak di tempat terbuka merupakan faktor risiko yang besar terhadap kejadian diare dibandingkan dengan kebiasaan ibu membuang tinja anak di jamban.4 Faktor Pengetahuan ibu Terhadap Penyakit Diare 2. 1990). Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aulia dkk. makanan dan minuman yang baik dan bersih. (1994) di Sumatera Selatan. Oleh karena itu cara membuang tinja anak penting sebagai upaya mencegah terjadinya diare (Sunoto dkk.Kebiasaan memotong kuku Usaha pencegahan penyakit diare antara lain: menjaga kebersihan badan. 2. 2.2.. memakai alas kaki. membuang air besar di jamban (kakus). kebersihan lingkungan dengan baik. Kebersihan perorangan penting untuk pencegahan.

pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir secara penuh mempunyai daya lindung empat kali lebih besar terhadap diare dari pada pemberian ASI yang disertai dengan susu botol. air gula atau susu formula terutama pada awal kehidupan anak. Bayi dengan air susu buatan (ASB) mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang selain mendapat susu tambahan juga mendapatkan ASI. Bayi yang memperoleh ASI mempunyai morbiditas dan mortalitas diare lebih rendah. ASI mempunyai khasiat preventif secara imunologik dengan adanya antibodi dan zat-zat lain yang dikandungnya. Untuk menyusui dengan aman dan nyaman ibu jangan memberikan cairan tambahan seperti air. risiko mendapatkan diare adalah 30 kali lebih besar dibanding dengan bayi yang tidak diberi ASI (Depkes. 1988). Memberikan ASI segera setelah bayi lahir. dan keduanya mempunyai risiko diare lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang sepenuhnya mendapatkan ASI.2 Mencuci tangan dan Peralatan Makan Anak 21 . ASI turut memberikan perlindungan terhadap diare. Risiko relatif ini tinggi dalam bulan-bulan pertama kehidupan (Suryono. serta berikan ASI sesuai kebutuhan. 2000). 2. ASI saja sudah cukup untuk menjaga pertumbuhan sampai umur 4-6 bulan. Pada bayi yang tidak diberi ASI pada enam bulan pertama kehidupannya.4.ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi komponen zat makanan tersedia dalam bentuk yang ideal dan seimbang untuk dicerna dan diserap secara optimal oleh bayi.

Selain dari peranan air sebagai kebutuhan pokok manusia. dan pemenuhan kebutuhan yang lain.Penyediaan air bersih Air adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Biasakan mencuci alat-alat makan dan minum dengan air bersih serta membilas dengan air matang sebelum dipakai. Air 22 . Sumber air yang sering digunakan oleh masyarakat adalah: air permukaan yang merupakan air sungai. 2. maka untuk keperluan tersebut WHO menetapkan kebutuhan per orang per hari untuk hidup sehat 60 liter. minum.Dengan cara seperti ini dapat mengurangi resiko anak untuk terkena diare. Air tanah yang tergantung kedalamannya bisa disebut air tanah dangkal atau air tanah dalam.5. Air dipakai untuk keperluan makan. mandi. sebelum memegang bayi.5 Faktor Sanitasi Terhadap Penyakit Diare 2. dan setelah membersihkan bayi dan anak balita dari buang air besar. merebus/menyeduh botol susu bayi dan balita sebelum dipakai. setelah buang air besar. 1984). dan danau. juga dapat berperan besar dalam penularan beberapa penyakit menular termasuk diare (Sanropie.1.Karena memutus perjalanan dari penyakit tersebut. bahkan hampir 70% tubuh manusia mengandung air.Biasakan mencuci tangan memakai sabun dan air bersih yang mengalir sebelum menyiapkan makanan bayi dan anak balita.

Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan air bersih mempunyai 23 . 1996). sumur gali. Air dapat juga menjadi sumber penularan penyakit. perlindungan mata air. maka dari sumber air yang ada dapat dibangun bermacam-macam saran penyediaan air bersih yang dapat berupa perpipaan. sehingga orang tidak dapat membersihkan dirinya dengan baik. Peran air dalam terjadinya penyakit menular dapat berupa. sumur pompa tangan. penampungan air hujan. dan air sebagai sarang hospes sementara penyakit (Soemirat. mata air dan artesis. Air harus ditampung dalam wadah yang bersih dan pengambilan air dalam wadah dengan menggunakan gayung yang bersih. bila jumlah air bersih tidak mencukupi.angkasa yaitu air yang berasal dari atmosfir seperti hujan dan salju (Soemirat. Untuk pemenuhan kebutuhan manusia akan air. dan untuk minum air harus di masak. Sumber air bersih harus jauh dari kandang ternak dan kakus paling sedikit sepuluh meter dari sumber air. dan sumur artesis (Sanropie. sarang insekta penyebar penyakit. Dengan memahami daur/siklus air di alam semesta ini. a) air angkasa seperti hujan dan air salju. air sebagai penyebar mikroba patogen. c) air permukaan yang meliputi sungai dan telaga. maka sumber air dapat diklasifikasikan menjadi. 1996). 1984). b) air tanah seperti air sumur. Untuk mencegah terjadinya diare maka air bersih harus diambil dari sumber yang terlindungi atau tidak terkontaminasi.

2.6 KERANGKA KONSEP VARIABEL BEBAS VARIABEL FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIARE PADA BALITA PENYAKIT DIARE 1.FAKTOR PENGETAHUAN IBU 24 .resiko menderita diare lebih kecil bila dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mendapatkan air besih (Andrianto.FAKTOR SANITASI 3.FAKTOR KEBIASAAN ANAK 2. 1995).

25 .

26 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->