P. 1
Spektek

Spektek

|Views: 145|Likes:
Published by masthink
Buku 3
Buku 3

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: masthink on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. MOBILISASI & DEMOBILISASI
  • 1.2. MOBILISASI & DEMOBILISASI KAPAL KERUK
  • 1.3. PERSIAPAN LAPANGAN
  • 1.4.1. Umum
  • 1.4.2. Pekerjaan Pengukuran
  • 1.4.3. Pekerjaan Pengukuran Sebelum Pelaksanaan Konstruksi (MC 0%)
  • 1.4.4. Pekerjaan Pengukuran Selama Pelaksanaan Konstruksi
  • 1.4.5. Pekerjaan Pengukuran Setelah Pelaksanaan Konstruksi (MC 100%)
  • 1.5. PAPAN NAMA
  • 1.6. DIREKSI KEET
  • 2.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 2.2. PELAKSANAAN PEMBERSIHAN
  • 3.1. UMUM
  • 3.2. MOBILISASI dan DEMOBILISASI
  • 3.3. PELAKSANAAN
  • 3.4. PEMINDAHAN HASIL GALIAN
  • 3.5. PERHITUNGAN VOLUME GALIAN
  • 4.1.1. Umum
  • 4.1.2. Mobilisasi & Demobilisasi Kapal Keruk
  • 4.1.3. Lokasi Pekerjaan Pengerukan
  • 4.1.4. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Pengerukan
  • 4.1.5. Metode Pelaksanaan dan Rencana Pekerjaan Pengerukan
  • 4.1.6. Mulai Pelaksanaan Pekerjaan Pengerukan
  • 4.1.7. Peningkatan Efisiensi Pekerjaan Pengerukan
  • 4.1.8. Pemeliharaan
  • 4.2.2. Persyaratan Kapal Keruk dan Peralatan Penunjang Lainnya
  • 4.2.3. Peralatan Penunjang
  • 4.2.4. Pengoperasian Kapal Keruk
  • 4.2.5. Pemeliharaan Peralatan Keruk
  • 4.2.6. Pengukuran dan Pembayaran Volume Pengerukan
  • 4.3.1. Umum
  • 4.3.2. Rencana Kerja dan Syarat-sarat Pipa Pembuang
  • 4.3.3. Pemeliharaan Pipa Pembuang Sedimen
  • 4.4.1. Umum
  • 4.4.2. Manajemen dan Syarat-syarat Disposal Area
  • 4.4.3. Pemeliharaan Disposal Area
  • 4.4.4. Pengukuran dan Pembayaran
  • 4.5.2. Keselamatan Kerja pada Operasi Kapal Keruk
  • 4.5.3. Keselamatan Kerja pada Pipa Pembuangan
  • 5.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 5.2. PEKERJAAN PERSIAPAN
  • 5.3. PELAKSANAAN PEKERJAAN
  • 6.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 6.2. KONSTRUKSI PENGUAT
  • 6.3. HAMPARAN
  • 6.4. BAHAN
  • 7.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 7.2. RENCANA KERJA DAN GAMBAR-GAMBAR DETAIL
  • 7.3. PERLINDUNGAN TERHADAP AIR
  • 7.4. KELEBIHAN PENGGALIAN
  • 7.5. PERAPIHAN PERMUKAAN GALIAN
  • 9.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 9.2. HAMPARAN
  • 9.3. PEMADATAN
  • 10.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 10.2. SYARAT-SYARAT UMUM
  • 10.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
  • 11.1.1.Uraian
  • 11.1.2.Standar Rujukan
  • 11.1.3.Pengajuan Kesiapan Kerja
  • 11.1.4.Jadwal Kerja
  • 11.2. BAHAN
  • 11.3. PEMASANGAN GEOTEKSTIL UNTUK PERKUATAN TANAH
  • 11.4.1. Pengukuran
  • 11.4.2. Dasar Pembayaran
  • 12.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 12.2. BAHAN
  • 12.3. PERSIAPAN
  • 12.4. PEMANCANGAN
  • 13.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 13.2. PENGANGKUTAN
  • 13.3. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
  • 13.4.1. Umum
  • 13.4.2. Pelaksanaan Tiang Beton Mini Pile
  • 13.4.3. Toleransi Pemancangan Tiang Pancang
  • 13.4.4. Catatan Selama Pekerjaan
  • 13.5.1. Loading Test
  • 13.5.2. Pile Driving Analysis (PDA) Test
  • 13.6. PEKERJAAN PENGELASAN
  • 14.1. LINGKUP PEKERJAAN
  • 14.2.1. SEMEN
  • 14.2.2. BAHAN TAMBAHAN (ADMIXTURE)
  • 14.3.1. PASIR
  • 14.3.2. AGREGAT KASAR
  • 14.4. AIR
  • 14.5.1. KOMPOSISI
  • 14.5.2. KELAS DAN MUTU BETON
  • 14.5.3. UJI CAMPURAN BETON
  • 14.6.1. UMUM
  • 14.6.2. PENYIAPAN TEMPAT PENGECORAN
  • 14.6.3. SUHU
  • 14.6.4. PENGECORAN DALAM AIR
  • 14.6.5. PENGECORAN DAN PEMADATAN
  • 14.7. PERBAIKAN
  • 14.8. PEKERJAAN PENYELESAIAN DAN PENYEMPURNAAN
  • 14.9.1. UMUM
  • 14.9.2. PERAWATAN DENGAN AIR
  • 14.9.3. PERAWATAN DENGAN UAP
  • 14.10. PENGUJIAN KUALITAS BETON
  • 14.11. ACUAN
  • 14.12.1.BAHAN (MATERIAL) DAN UKURAN BAJA
  • 14.12.2.PEMBENGKOKAN/PEMBENTUKAN DAN PEMBERSIHAN
  • 14.12.3.PEMASANGAN
  • 14.13.1. ADUKAN TANPA SUSUT DAN ADUKAN ENCER
  • 14.13.2.LOBANG-LOBANG REMBESAN
  • 14.13.3.SAMBUNGAN PADA BETON
  • 14.14.1.UMUM
  • 14.14.2. PELAKSANAAN
  • 15.1. UMUM
  • 15.2. BAHAN
  • 15.3.1. Pelaksanaan Pekerjaan
  • 15.3.2. Selang waktu antara persiapan permukaan dan pengecatan
  • 15.3.3. Pelaksanaan Pengecatan
  • 15.3.4. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas
  • 15.3.5. Pekerjaan Epoxy untuk Pengecatan Dinding
  • 16.1. DOKUMENTASI
  • 16.2.1. Laporan Prestasi Pekerjaan
  • 16.2.2. Schedule Waktu Pelaksanaan
  • 17.1. Rencana daftar isi RMK adalah sebagai berikut :
  • 17.2. Bahan untuk pembuatan RMK adalah sebagai berikut :

SPESIFIKASI TEKNIS

Pada dasarnya untuk dapat memahami dan menghayati dengan sebaik-baiknya seluruh seluk beluk pekerjaan ini, Penyedia Jasa diwajibkan mempelajari secara seksama seluruh Gambar Kerja serta Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis seperti yang akan diuraikan dalam Bab ini. Di dalam hal terdapat ketidakjelasan, perbedaan-perbedaan dan atau kesimpangsiuran informasi di dalam pelaksanaan, Penyedia Jasa diwajibkan mengadakan pertemuan dengan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Konsultan Perencana untuk mendapatkan kejelasan pelaksanaan. Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa meliputi bagian-bagian pekerjaan yang dinyatakan dalam Gambar Kerja serta Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini.

BAGIAN 1 - PEKERJAAN PERSIAPAN

1.1.

MOBILISASI & DEMOBILISASI Penyedia Jasa sebelum melaksanakan pekerjaan yang menggunakan peralatan berat akan melakukan Mobilisasi, begitu juga sesudah pelaksanaan pekerjaan akan melakukan Demobilisasi. Penyedia Jasa terlebih dahulu mengajukan daftar jenis peralatan yang akan dilakukan Mobilisasi dan Demobilisasi kepada Pengguna Jasa untuk mendapat persetujuan Direksi. Dalam melakukan Mobilisasi dan Demobilisasi, Penyedia Jasa harus mengurus ijin yang terkait dengan penggunaan jalan dan prasarana yang rusak akibat pekerjaan ini dan merupakan tanggung jawab Penyedia Jasa.

1.2.

MOBILISASI & DEMOBILISASI KAPAL KERUK Penyedia Jasa harus menyerahkan jadwal mobilisasi peralatan pengerukan dan metode pelaksanaan mobilisasi kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan yang meliputi pembongkaran kapal keruk dari lokasi asal, pemuatan (loading) komponen kapal keruk ke alat transportasi, mobilisasi dari tempat asal ke lokasi perakitan dekat lokasi pekerjaan, pembongkaran muatan komponen dari alat transportasi (unloading), perakitan komponen kapal keruk di lokasi perakitan, mobilisasi kapal keruk ke lokasi pengerukan termasuk trial test pengoperasian kapal keruk. Dasar perhitungan yang dipertimbangkan adalah transportasi dari kota Jakarta sampai kota Palembang.

Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis
Survey, Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati, Keramasan, Borang, Boang, Juaro, Batang, Selincah, Nyiur di Kota Palembang

Hal | 1

Sebelum mobilisasi kapal keruk, Pengguna Jasa melaksanakan uji coba dan pemeriksaan di lokasi asal kapal keruk. Hasil pemeriksaan dituangkan ke dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan untuk masing-masing kapal keruk. Bila disetujui, baru dilaksanakan mobilisasi. Seluruh biaya yang ditimbulkan sudah harus diperhitungkan dalam harga satuan. 1.3. PERSIAPAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan, daerah kerja harus dibersihkan dari pepohonan, semak belukar, sisa-sisa bangunan, sampah, akar-akar pohon, dan semua material tersebut harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua, lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai, serta areal diratakan dan dirapikan kembali sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan. 1.4. PEKERJAAN PENGUKURAN / UITZET 1.4.1. Umum

Penyedia Jasa harus mengerjakan pekerjaan pengukuran baik pada lokasi kolam maupun pada areal buangan (disposal area) sesuai dengan prosedur, persyaratan toleransi dan ketelitian, persyaratan peralatan dan bahan, persyaratan hasil akhir dan persyaratan kualifikasi personil yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa. Pekerjaan pengukuran mencakup tiga tahap, yaitu : 1. Pekerjaan pengukuran sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai (MC 0%). 2. Pekerjaan pengkuran selama berlangsungnya pelaksanaan konstruksi. 3. Pekerjaan pengukuran setelah pelaksanaan konstruksi selesai (MC 100%). Biaya semua pekerjaan pengukuran harus dimasukkan ke dalam harga satuan pekerjaan tiap jenis kegiatan pokok yang ditetapkan dalam penawaran. Apabila Penyedia Jasa tidak dapat menyediakan semua persyaratan yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa pada jadwalnya, Direksi dapat menunjuk pihak ketiga dan seluruh biaya untuk itu dibebankan kepada Penyedia Jasa. Pekerjaan pengukuran harus selalu di bawah pengawasan Direksi atau pejabat/petugas lain yang ditunjuknya. Setelah memenuhi persyaratan-persyaratan seperti tersebut di atas dan telah mendapat persetujuan dari Pengguna Jasa, hasil pengukuran baru diizinkan untuk proses lanjut.

Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis
Survey, Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati, Keramasan, Borang, Boang, Juaro, Batang, Selincah, Nyiur di Kota Palembang

Hal | 2

1.4.2.

Pekerjaan Pengukuran a. Titik Tetap /Bench Mark (BM) BM yang akan digunakan sebagai referensi elevasi dan koordinat akan ditetapkan oleh Direksi di lapangan. Apabila BM tidak dijumpai di lapangan, Penyedia Jasa harus memasang baru dan mengikatkannya ke sistem BM yang ditetapkan oleh Direksi, sekurang-kurangnya dua buah. Biaya pembuatan, pemasangan dan pengikatannya dibebankan kepada Penyedia Jasa. Setiap BM yang rusak diakibatkan oleh Penyedia Jasa akan segera diganti dengan yang baru oleh Pengguna Jasa. Biaya pembuatan, pemasangan dan pengikatannya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa. b. Pekerjaan Pengukuran Sebelum memulai pekerjaan pengukuran, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan metode dan peralatan yang akan digunakan untuk pengukuran situasi dan detail dari letak tampang melintang. Pekerjaan pengukuran harus dilakukan bersama-sama dengan pengawas pengukuran. Hasil pengukuran harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Patok-patok dan hurufnya harus dicatat dengan warna :  Patok tanggul : warna biru, huruf putih.  Patok galian : warna hijau muda, huruf merah.  Patok Krib : warna biru, huruf merah.  Patok bendung/chek dam : warna kuning dan putih , huruf merah.  Patok pasangan batu : warna biru dan putih huruf merah..  Patok poligon dan water pass : warna putih huruf merah.  Patok bantu batas tanah : warna biru, huruf putih. Patok-patok harus dibuat dari kayu kelas II dengan ukuran diameter 10 cm, dipancang ke dalam tanah 60 cm dan di atas tanah 40 cm, kecuali patok poligon dan waterpass diameter 6 cm, dipancang 50 cm, diatas tanah 25 cm.

-

-

c.

Peralatan Ukur Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan ukur dengan perlengkapannya, juru-juru ukur dan pekerja-pekerja yang diperlukan. Apabila Penyedia Jasa tidak dapat menyediakan semua peralatan ukur

Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis
Survey, Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati, Keramasan, Borang, Boang, Juaro, Batang, Selincah, Nyiur di Kota Palembang

Hal | 3

1.20 x 1. Boang.3. dan pengukuran profil melintang pada patok-patok utama konstruksi tersebut. Direksi dapat menunjuk pihak ketiga dan seluruh biaya untuk itu menjadi beban Penyedia Jasa. Semua patokpatok pengukuran termasuk bench mark yang terdapat pada daerah / lokasi pekerjaan harus tetap dipelihara dan dijaga dengan baik sampai pekerjaan tersebut diterima oleh pihak Pengguna Jasa untuk kedua kalinya. Pekerjaan pengukuran selama pelaksanaan harus berpedoman pada titik-titik tetap yang berlaku dan patok-patok hasil pengukuran sebelumnya serta data/informasi yang tercantum dalam gambar pelaksanaan (Construction Drawings). Batang. perhitungan volume dan kegiatan-kegiatan lainnya. PAPAN NAMA Penyedia Jasa diwajibkan membuat dan memasang papan nama ditempat-tempat yang ditunjukkan / ditentukan oleh Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari satu bulan setelah memulai pekerjaan. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey.4. steak out.80) m2 seperti pada gambar standar dan dipasang di muka depan Direksi Keet. Keramasan. Juaro. Borang. pengukuran profil melintang. pengukuran waterpas. uitzet).4.5. Pekerjaan Pengukuran Selama Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan pengukuran selama pelaksanaan konstruksi untuk maksud-maksud pelurusan as.5. penetapan titik detail konstruksi elevasi dasar galian. Pekerjaan Pengukuran Sebelum Pelaksanaan Konstruksi (MC 0%) Ada dua jenis pekerjaan pengukuran yang sangat penting sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai yang harus dikerjakan Penyedia Jasa. yaitu: 1.atau sebagian perlengkapannya. 2. 1. Pengukuran untuk memindah titik-titik utama konstruksi yang tergambar di gambar pelaksanaan menjadi patok-patok utama konstruksi di lapangan (setting out. 1. pengecekan dimensi konstruksi. Ukuran papan nama (1. perhitungan dan penggambaran. Pekerjaan Pengukuran Setelah Pelaksanaan Konstruksi (MC 100%) Pekerjaan pengukuran setelah pelaksanaan konstruksi selesai dilakukan untuk mendapatkan gambar pengukuran yang menjadi dasar pembuatan gambar purna-laksana (as-built drawings). Nyiur di Kota Palembang Hal | 4 .4. pengukuran situasi. kontrol posisi vertikal atau horizontal. pengukuran poligon. Pengukuran untuk mendapatkan gambar-gambar pengukuran yang akan digunakan untuk pembuatan gambar pelaksanaan (Construction Drawing).4. Pekerjaan pengukuran untuk pembuatan gambar purna-laksana harus mengikuti ketentuan-ketentuan berikut : Pekerjaan pemasangan patok-patok poligon. Selincah. 1. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.

Keramasan. 7. kursi. data cuaca. sepatu.Sesudah penyerahan pekerjaan. 5. 1. buku saran direksi. dan gudang harus sudah selesai sebelum pekerjaan fisik/ konstruksi dimulai. Kantor lapangan (direksi keet) dilengkap dengan peralatan kantor (meja. Untuk kelancaran komunikasi antara Direksi Pekerjaan/Pengawas. Juaro. Borang. Boang. Penyedia Jasa harus menyediakan kantor lapangan di lokasi pekerjaan untuk Direksi Pekerjaan dan Pelaksana Lapangan. Biaya untuk membuat. harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan setelah semua pekerjaan selesai seluruhnya. 3. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. 6. whiteboard) dan peralatan kerja yang diperlukan. photo-photo pelaksanaan dan lain sebagainya harus selalu ada dan dipelihara serta disimpan secara baik di kantor lapangan. kotak obat P3K dan lain-lain yang dipandang perlu. 4. Bentuk. Semua sarana administrasi pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan seperti gambar-gambar kerja. 2. Barak kerja dan gudang material harus dipelihara dan dijaga sehingga bahan material yang akan dipakai tidak rusak saat akan digunakan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Barak Kerja. Pelaksanaan penyediaan Direksi Keet.6. Biaya untuk pembuatan Direksi Keet dan perlengkapannya serta pembongkarannya ketika pekerjaan dinyatakan selesai menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa dan diperhitungkan dalam harga satuan pekerjaan sebagai “Lump Sum” dalam Rencana Anggaran Biaya. Penyedia Jasa harus melengkapi alat komunikasi yang dapat diandalkan misalnya handy talkie dalam jumlah yang cukup. memasang serta pembongkaran / pemindahan papan nama tersebut harus sudah diperhitungkan dalam harga satuan pekerjaan sebagai “Lump Sump“ dalam Rencana Anggaran Biaya. Nyiur di Kota Palembang Hal | 5 . lokasi serta tata ruang barak kerja dan gudang material harus dipersiapkan oleh Penyedia Jasa dalam bentuk gambar rencana dan dikonsultasikan kepada Direksi Pekerjaan. Selincah. ukuran. DIREKSI KEET 1. buku tamu. misalnya topi. maka Penyedia Jasa harus membongkar papan nama tersebut. Batang. buku laporan kemajuan fisik. Konsultan Pengawas dan Pelaksana Lapangan. jas hujan. penerangan. Selain itu Penyedia Jasa juga harus membangun Gudang Material tempat menyimpan bahan material serta alat-alat yang akan dan sedang dipakai selama pelaksanaan pekerjaan. Semua sarana administrasi pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan.

1. 1. Batu-batu besar.1. Setelah pembersihan selesai dilakukan. Penyedia Jasa harus memberitahukan Direksi Pekerjaan sebelum mulai mengerjakan pembersihan. rumput-rumput. 3. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pembersihan ini dapat berupa pembersihan dari enceng gondok. Penyedia Jasa harus melaksanakan pekerjaan pembersihan pada Kolam Retensi sesuai dengan yang terdapat dalam gambar atau yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Borang. 2. sampah-sampah. 5. kayu dan rintangan-rintangan lain yang mungkin ditemui dalam pembersihan eceng gondok harus dibuang. Juaro. Selincah. Batang.PEMBERSIHAN ENCENG GONDOK 2. sehingga penampang. peil dan pengukurannya dapat dilakukan pada keadaan yang belum terganggu. 2. 2. Eceng Gondok hasil pembersihan dipindahkan dengan menggunakan dump truck ke tempat pembuangan akhir di luar lokasi yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa. Nyiur di Kota Palembang Hal | 6 .2.BAGIAN 2 . Pembersihan dilaksanakan secara manual dengan memakai perahu yang ditempatkan ke dalam kolam retensi. Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Pengguna Jasa akan hal ini. 3. Keramasan. PELAKSANAAN PEMBERSIHAN Pembersihan harus mempunyai ukuran dan bentuk yang sesuai seperti yang tercantum dalam gambar rencana atau menurut perintah Direksi Pekerjaan. 4. tumbuh-tumbuhan yang mengapung di dalam kolam retensi. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Boang.

Selincah. 3. Biaya yang ditimbulkan dari ketentuan ini sudah diperhitungkan dalam harga satuan. Penyedia Jasa harus merapikan semua penggalian permanen sampai garis dan ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar. MOBILISASI dan DEMOBILISASI 1. tanggul-tanggul penahan lumpur serta perlengkapan untuk keselamatan kerja. Penyedia Jasa harus memberitahukan dan meminta persetujuan terhadap jenis/kapasitas excavator yang akan digunakan kepada Direksi Pekerjaan. Boang.2. Penyedia jasa harus memperkerjakan tenaga-tenaga operator yang ahli. Pengguna Jasa dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk mengembalikan dan mengganti alat tersebut yang sesuai dengan spesifikasi. Penyedia Jasa harus mendatangkan kelokasi (mobilisasi) dan mengembalikan (demobilisasi) alat berat / excavator sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen lelang dengan menggunakan alat angkutan darat (triler/truck besar). Untuk alat berat yang dioperasikan pada tanah lunak/rawa harus menggunakan alat bantuan metting. Semua pekerjaan galian harus dilakukan sesuai garis batas galian.1. Borang. PELAKSANAAN 1. 2. Nyiur di Kota Palembang Hal | 7 . Apabila jenis kapasitas excavator didatangkan tidak sesuai dengan spesifikasi dan tidak ada persetujuan Direksi Pekerjaan.BAGIAN 3 – PENGGALIAN DENGAN ALAT BERAT 3. Keramasan. Jika suatu penggalian telah dilakukan dan dirapikan. Penyedia jasa harus menyerahkan uraian lengkap dan metode-metode yang diusulkan kepada Pengguna Jasa untuk mendapatkan persetujuannya. Sebelum dilakukan mobilisasi. Direksi harus diberi tahu supaya ia dapat memeriksa penggalian yang telah diselesaikan Sebelum mengadakan penggalian dengan alat berat. Juaro. Batang. 3. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.3. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. tingkat. berijazah untuk menangani mesin-mesin alat berat. ketinggian ukuran yang ditunjukkan dalam gambar atau atas saran yang ditunjukkan oleh Direksi. Uraian-uraian ini harus termasuk lokasi serta persiapan-persiapan dari daerah pembuangan angkutan material galian. Segala resiko dan biaya yang diakibatkan oleh pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi ini menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa dan telah diperhitungkan dalam harga satuan. 3. UMUM Pekerjaan Galian dilakukan dengan menggunakan alat berat yaitu : 6 unit Excavator Long arm 3. 2.

4. 5.

Daerah pembuangan harus dipersiapkan dan disetujui dulu oleh Penyedia Jasa. Sebelum mengadakan penggalian dengan alat berat. Persiapan-persiapan harus meliputi ketentuan volumenya yang cukup dan tindakan untuk mengetahui material yang tergali. Penyedia jasa harus merancang dan memikul seluruh pembiayaan untuk mendapatkan air bagi kelebihan itu. Penyedia jasa dianggap sudah cukup mengetahui tentang sifat bahan yang akan digali oleh penyelidikannya sendiri. Sehubungan pekerjaan dipengaruhi oleh pasang surut dan debit sungai yang bervariasi maka ada kemungkinan gerakan dan aliran sungai akan mengendapkan sediment pada daerah yang telah digali. Untuk penggalian ulang hasil pengendapan tidak dilakukan penghitungan volume. Bahan hasil galian hanya diperbolehkan dibuang pada lokasi yang disetujui Direksi dan Penyedia jasa harus mengusahakan untuk mencegah kembalinya bahan hasil galian ke sungai dan mencegah tertumpuknya bahan hasil galian ke tambak perikanan, saluran irigasi atau saluran Drainase. Apabila terjadi klaim atas kesalahan ini, maka menjadi tanggung jawab Penyedia jasa.

6.

7.

8.

9.

3.4.

PEMINDAHAN HASIL GALIAN 1. Pemindahan ke Lokasi Pembuangan Sementara Tanah galian yang akan dibuang pada lokasi pembuangan tetap dapat ditempatkan sementara di lokasi galian sepanjang tidak mengganggu pekerjaan dengan ketentuan ketinggian tanah timbunan maksimum 1 m. Batas waktu penimbunan tanah sementara maksimum selama 2 (dua) hari sejak penimbunan tanah ditumpahkan. Dan bila ternyata tanah galian pada daerah timbunan sementara tersebut masuk kembali pada lubang galian maka pekerjaan ini masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Pada pembuangan tanah galian di lokasi sementara adalah merupakan satu kesatuan dalam pembuangan tanah bekas galian pada daerah lokasi tetap (tidak ada perhitungan harga satuan tersendiri). 2. Pemindahan ke Lokasi penyimpanan Tanah Tetap Untuk Bahan Timbunan Kembali Tanah yang digali harus sesuai dengan rencana penggalian yang ada dalam gambar dan harus dibuang pada lokasi/tempat yang ditujukan dalam gambar atau yang disetujui oleh Direksi. Material yang akan dipakai untuk bahan timbunan kembali serta mendapat persetujuan dari Direksi ditempatkan dan dihamparkan secara merata dengan ketebalan hamparan tanah yang memungkinkan untuk pengeringan serta terpisah dari bahan galian yang tidak terpakai (dibuang). Pemindahan ke Lokasi Pembuangan Tanah Tetap/Tidak Dipakai Tanah bekas galian yang kurang baik atau kelebihan dari timbunan yang dibutuhkan harus dibuang pada lokasi yang telah disetujui oleh Direksi.

3.

Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis
Survey, Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati, Keramasan, Borang, Boang, Juaro, Batang, Selincah, Nyiur di Kota Palembang

Hal | 8

Semua bekas galian yang tidak dipakai harus diratakan/dirapikan serta lokasinya telah ditentukan oleh Direksi. Atas saran/petunjuk Direksi, Penyedia Jasa harus memperbaiki kembali pembuangan tanah yang mengakibatkan terjadinya lingkungan yang kurang baik dan segala resiko yang timbul menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa. 3.5. PERHITUNGAN VOLUME GALIAN Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan galian (MC.100) dihitung berdasarkan volume galian yang berada diatas tanggul dengan ketentuan galian telah mencapai elevasi dasar rencana. Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan galian setiap klasifikasi material harus dibuat menurut batas, tingkatan dan ukuran yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi. Pengukuran tersebut didasarkan pada permukaan tanah asli sebelum galian hingga permukaan galian seperti disebut diatas. Klasifikasi material yang digali ditentukan Direksi berdasarkan analisa dan pertimbangan Direksi. Pembayaran dilakukan berdasarkan kuantitas yang diukur sebelum pekerjaan galian dimulai hingga galian selesai dilaksanakan dan harga satuan per meter kubik seperti yang dicantumkan dalam daftar kuantitas dan harga. Harga satuan pekerjaan galian tersebut sudah mencakup biaya pekerja, bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan untuk menggali, perataan, pencegahan longsoran, penimbunan kembali di tempat menurut petunjuk Direksi, pengangkutan bahan ke tempat penimbunan, pembuangan tanah yang tidak digunakan dan lain-lain pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis
Survey, Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati, Keramasan, Borang, Boang, Juaro, Batang, Selincah, Nyiur di Kota Palembang

Hal | 9

BAGIAN 4 - PENGGALIAN DENGAN KAPAL KERUK
4.1. RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT PEKERJAAN PENGERUKAN 4.1.1. Umum 1. Butir ini secara khusus menetapkan rencana kerja dan syarat-syarat rinci dalam Pelaksanaan Pengerukan. Penyedia Jasa harus merancang dan merencanakan skema pelaksanaan secara rinci untuk memenuhi syaratsyarat dibutuhkan dalam Pekerjaan Pengerukan. 2. Penyedia Jasa harus melakukan survei dan inspeksi terhadap lokasi pekerjaan serta kondisi kerja secara terperinci. Penyedia Jasa dapat meminta kepada Pengguna Jasa segala informasi sebagai acuan, jika dibutuhkan. Informasi yang diminta harus relevan dan berkaitan dengan gambar, dokumen dan lain-lain. Lokasi pekerjaan seperti ditunjukkan dalam gambar. Penyedia Jasa harus menyerahkan Rencana Aksi (Action Plan) dimulai dari mobilisasi peralatan, bahan dan personil dan metode pelaksanaan sampai selesai untuk mendapatkan persetujuan dalam 7 (tujuh) hari kalender setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pengguna Jasa. Pelaksanaan pekerjaan tidak diperbolehkan sebelum rencana dan metode pelaksanaan disetujui atau diterima oleh Pengguna Jasa.

3.

4.1.2.

Mobilisasi & Demobilisasi Kapal Keruk Penyedia Jasa harus menyerahkan jadwal mobilisasi peralatan pengerukan dan metode pelaksanaan mobilisasi kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan yang meliputi pembongkaran kapal keruk dari lokasi asal, pemuatan (loading) komponen kapal keruk ke alat transportasi, mobilisasi dari tempat asal ke lokasi perakitan dekat lokasi pekerjaan, pembongkaran muatan komponen dari alat transportasi (unloading), perakitan komponen kapal keruk di lokasi perakitan, mobilisasi kapal keruk ke lokasi pengerukan termasuk trial test pengoperasian kapal keruk. Sebelum mobilisasi kapal keruk, Pengguna Jasa melaksanakan uji coba dan pemeriksaan di lokasi asal kapal keruk. Hasil pemeriksaan dituangkan ke dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan untuk masing-masing kapal keruk. Bila disetujui, baru dilaksanakan mobilisasi. Seluruh biaya yang ditimbulkan sudah harus diperhitungkan dalam harga satuan.

4.1.3.

Lokasi Pekerjaan Pengerukan Pekerjaan pengerukan meliputi pekerjaan memperdalam kolam retensi yang ada sehingga memiliki elevasi dasar – 2,25 m, dan membentuk kolam retensi menjadi bentuk persegi panjang dengan ukuran 200 m x 1200 m, serta ditengah terdapat area berbentuk lingkaran lonjong (elips) dengan diameter 800 m dan 600 m. Penyedia Jasa harus secara detail merancang dan merencanakan pekerjaan pengerukan di lokasi pengerukan sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan.

Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis
Survey, Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati, Keramasan, Borang, Boang, Juaro, Batang, Selincah, Nyiur di Kota Palembang

Hal | 10

Informasi harus lengkap meliputi kapasitas pompa. kedalaman pengerukan.1. 4. kedalaman pengerukan Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Rencana Disposal Area termasuk penentuan lokasi disposal area. 3.5. dari pasal bagian ini. pembagian areal pengerukan. Secara prinsip pekerjaan pengerukan diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Pekerjaan pengerukan oleh tiap kapal keruk boleh dimulai dari arah mana saja.4. meliputi volume sedimen buangan yang bisa ditampung. Borang. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. serta kapasitas volume disposal area. Juaro. Informasi teknis secara terperinci dari masing-masing kapal keruk harus dilampirkan untuk evaluasi. Pekerjaan pengerukan oleh tiap kapal keruk harus dilakukan sesuai dengan kedalaman yang telah ditentukan. Rencana lokasi penampungan dan area buangan seperti ditunjukkan dalam gambar. penyusunan dan pembagian sekat serta metode pembuangan harus diajukan oleh Penyedia Jasa sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. d. b. Keramasan. jumlah kapal keruk. Nyiur di Kota Palembang Hal | 11 .1. Pekerjaan pengerukan harus diulangi sampai kedalaman sesuai dengan ketentuan dalam butir 4. kapasitas masingmasing. Penyedia Jasa harus menyusun atau merencanakan kembali pekerjaan pengerukan sehubungan dengan sedimentasi yang terjadi selama pelaksanaan pengerukan.4. e. yang mencakup hal-hal di bawah ini namun tidak dibatasi. jarak buang maksimum. c. Gambar tersebut hanya sebagai referensi. Kapal keruk baru diizinkan untuk beroperasi bila tanggul di areal pembuangan (disposal area) telah siap. karena yang dikeruk adalah kolam retensi. sedimentasi yang terjadi merupakan tanggung jawab dari Penyedia Jasa. 4. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Pengerukan Penyedia Jasa harus secara rinci menempatkan masing-masing kapal keruk pada posisi yang tepat untuk melaksanakan pekerjaan pengerukan sesuai dengan kapasitas masing-masing kapal keruk yang dimilki atau disewa oleh Penyedia Jasa dan kapasitas volume pada areal pembuangan (disposal area). Batang. sebagai berikut : a. Kelebihan kedalaman tidak dihitung sebagai tambahan volume. Selincah. Boang. 5.1.2. Estimasi kapasitas pengerukan berdasarkan jam operasi. dalam pasal bagian ini. Rencana pengerukan meliputi jumlah kapal keruk. Sampai dengan penyerahan pekerjaan. lokasi dan areal pengerukan masing-masing kapal keruk serta prosedur pengerukan. 2. kurva kinerja.3. Metode Pelaksanaan dan Rencana Pekerjaan Pengerukan Metode Pelaksanaan dan Rencana Pekerjaan Pengerukan diserahkan Penyedia Jasa kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Rencana mobilisasi meliputi mobilisasi personil dan peralatan yang sesuai dengan dalam butir 4.1.

Umum Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. dan penggantian komponen peralatan kapal keruk. dan struktur yang dibutuhkan dalam disposal area. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Penyedia Jasa harus menjaga pekerjaan pemeliharaan secara berkala. Selincah. maka Pengguna Jasa berhak untuk membatalkan dan memutus kontrak secara sepihak.7. Batang. Biaya pemeliharaan sudah termasuk dalam harga satuan kontrak. Boang. h. PERALATAN KAPAL KERUK 4. Semua peralatan utama (kapal keruk) dan peralatan penunjang harus sudah di lokasi pekerjaan dalam 2 (dua) bulan sejak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Gambar konstruksi dari disposal area. Jika Penyedia Jasa tidak mampu memulai pekerjaan sesuai dengan ketentuan diatas.f. jalan kerja untuk masuk ke disposal area serta kelestarian lingkungan hidup disekitar tempat pengerukan. Sistem penanganan keselamatan dan kesehatan kerja. peralatan pemindah tanah. waktu operasi kapal keruk. i. maksimum yang bisa dilakukan. Juaro. Gambar-gambar yang menunjukkan lokasi masing-masing kapal keruk. Sistem shift dari kapal keruk.2. Nyiur di Kota Palembang Hal | 12 . layout dari pemasangan pipa-pipa buang. Mulai Pelaksanaan Pekerjaan Pengerukan Penyedia Jasa harus melaksanakan pekerjaan pengerukan sesuai dengan Jadwal Waktu Pelaksanaan yang disetujui dalam kontrak. spillway. 4. pekerjaan sipil di disposal area. Sedang peralatan lain seperti Excavator harus sudah dimobilisasi paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterimanya SPMK. j. Komunikasi dan sistem serta prosedur kondisi darurat. Keramasan.1. reparasi. 4. k.2. 4.1. merupakan tanggung jawab Penyedia Jasa. sistem drainase.1. meliputi konstruksi tanggul. Borang. l. Jika perbaikan kinerja tidak dilakukan dalam batas-batas toleransi waktu yang diberikan. dengan menyediakan segala komponen peralatan kapal keruk yang dibutuhkan. Metode dan prosedur pengukuran volume material hasil kerukan. serta jarak dari masing-masing kapal keruk ke lokasi disposal area.6. dan memastikan semua komponen peralatan dalam kondisi yang baik. Peningkatan Efisiensi Pekerjaan Pengerukan Jika konsentrasi material hasil kerukan (dredged material) yang diuji harian atau volume pengerukan bulanan tidak memenuhi / sesuai rencana dalam kontrak.8. 4. Hal lain yang relevan sehubungan dengan pekerjaan pengerukan. maka Pengguna Jasa berhak untuk membatalkan dan memutus kontrak.1. Pemeliharaan Untuk pemeliharaan. maka Penyedia Jasa harus segera meningkatkan kinerja alat pengerukan atau menambah dan jam kerja tenaga kerja untuk meningkatkan pekerjaan dengan segera. g. serta perhitungan hidrolik dari pompa pembuang.

diuji. Penyedia Jasa harus menyediakan kapal keruk yang memiliki kapasitas solid minimal 300 m3/jam. Jenis peralatan keruk harus type cutter suction pump.00 m. sampai dengan -2.2. Konsentrasi dari material keruk yang dipindahkan (slurry dredged material) harus tidak lebih kecil dari 10%. 3.000 m3. Tidak ada biaya tambahan jika Penyedia Jasa harus mengganti peralatan kapal keruk dan atau peralatan tambahan lainnya.2. dan peralatan penunjang lainnya.1. Jenis peralatan keruk harus memenuhi persyaratan dibawah ini : 1. manufaktur atau pensuplaian. dan instalasi dari peralatan kapal keruk dan peralatan penunjang yang akan digunakan pada pekerjaan pengerukan. instalasi. Boang. Peralatan kapal keruk dengan segala fasilitasnya serta peralatan penunjang lainnya. Harga satuan juga sudah memperhitungkan biaya depresiasi dari peralatan kapal keruk. Berdasarkan ini Penyedia Jasa sudah memperhitungkan kecukupan kapal keruk. dirakit. dalam waktu 4 bulan. didatangkan serta dipasang. Juaro. 2. Pengadaan kapal keruk bisa merupakan milik sendiri atau disewa oleh Penyedia Jasa. non self propelling dredger. alat untuk berpindah (ship shifting unit). mesin diesel (diesel engine) dan generator juga peralatan penunjang lainnya untuk mengontrol dan berpindah. pompa hisap dan pompa buang sepanjang minimal 1 Km. Penyedia Jasa harus mengeluarkan (demobilisasi) semua peralatan kapal keruk. Kecepatan Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey.25 m. Peralatan kapal keruk dan peralatan penunjang. 2. Nyiur di Kota Palembang Hal | 13 . 4. Borang. Biaya pengadaan. 4. Kecepatan pembuangan material keruk (slurry dredged material) dalam pipa buang harus lebih cepat daripada kecepatan deposit kritis (critical deposit velocity) yang menyebabkan pengendapan dan penyumbatan pipa. 5. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. adalah peralatan utama untuk pekerjaan pengerukan. Butir ini secara khusus menetapkan rencana kerja dan syarat-syarat secara terperinci terhadap kebutuhan perencanaan. Persyaratan Kapal Keruk dan Peralatan Penunjang Lainnya Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan keruk (milik sendiri atau sewa) untuk melaksanakan pekerjaan ini. operasi. dengan jam kerja efektif minimal 10 jam perhari serta 25 hari dalam 1 bulan. dan peralatan fasilitas penunjang lainnya setelah kontrak dinyatakan selesai. 3. testing. Setiap kapal harus dilengkapi unit untuk menggali dan mengeruk. Peralatan keruk harus bisa melakukan pengerukan dari +0. 4. perakitan.100. Selincah. karena sudah diperhitungkan dalam harga satuan. Batang. Penyedia Jasa tidak diperbolehkan mengajukan klaim sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas. Keramasan. dioperasikan dan dipelihara oleh Penyedia Jasa. dan pemeliharaan kapal keruk dan peralatan penunjang lainnya sudah diperhitungkan dalam harga satuan yang ditawarkan. sebagai jaminan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang disyaratkan. dengan estimasi perhitungan volume material yang akan dikeruk sebesar kurang lebih 1.

Juaro. Kurva kinerja pompa pengerukan harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk bahan evaluasi dan serta referensi.4. dan lainlain. membuat kapal keruk melakukan penyesuaian terhadap variasi ketinggian muka air. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. 8. 4. Keramasan. fitting dan lain-lain. Borang. Kapal keruk harus mempunyai peralatan angkur atau spud yang memadai untuk memberi jaminan keamanan dan kestabilan kapal keruk waktu melaksanakan pengerukan. katup. Peralatan penunjang lainnya. Peralatan konstruksi yang memadai untuk bekerja pada areal pengerukan dan disposal area seperti excavator. Kapal pengangkut (conveyance boat) untuk mengangkut material solar. sistem persediaan air bersih.2. Pengoperasian Kapal Keruk Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. 2. Selincah. tangki solar. impeller. 4. back dan front liner harus terbuat dari material yang tahan terhadap korosi karena material keruk dan awet. Alat perpindahan pada kapal keruk (ship shifting unit) harus mudah untuk memindahkan kapal keruk dari posisi lama ke posisi baru dimana kapal keruk akan melakukan pengerukan.deposit kritis dalam pipa buang ditentukan berdasarkan rumus Durand yang dikembangkan pada tahun 1956. Nyiur di Kota Palembang Hal | 14 . Peralatan pompa harus digerakkan oleh mesin diesel dengan efisiensi tinggi dan mudah untuk operasi dan pemeliharaan. Batang. kaitannya dengan waktu dan jumlah kapal keruk yang harus disediakan. Penyedia Jasa dengan biaya sendiri harus mendapatkan sendiri data-data tanah.3. Biaya-biaya ini sudah diperhitungkan dalam perhitungan harga satuan. 5. kecukupan pelampung. seperti tangki air bersih. dan bertanggung jawab terhadap kapasitas produksi dengan data tanah tersebut. Boang. 7. Fasilitas dari kapal keruk harus sudah termasuk sistem sanitari. 6. Peralatan Penunjang Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan penunjang namun tidak terbatas hanya peralatan berikut untuk melaksanakan pekerjaan pengerukan : 1. 4. atau formula lain yang setara. Semua biaya yang timbul akibat dari sistem kontrol ini sudah diperhitungkan dalam harga satuan. dan pemadam kebakaran. operator dan anak buah kapal ke tempat kerja yaitu di kapal keruk maupun di tempat pembuangan material (disposal area).2. Truk maupun crane untuk mengangkut material berat seperti pipa-pipa. 3. dump truk untuk membawa sedimen hasil pengerukan ke disposal area. Bahan casing pompa. Ship shifting juga harus bisa mengatur posisi vertikal kapal keruk sesuai dengan variasi tinggi muka air. Angkur-angkur harus secara otomatis.

truk dengan crane dan peralatan penunjang lainnya sesuai dengan petunjuk operasi & perawatan yang dikeluarkan oleh pabrikan.2. Setiap perpindahan kapal keruk. Pengukuran bulanan harus ditentukan pada hari tertentu dalam bulan tersebut untuk mengukur kemajuan pekerjaan selama satu bulan. d. Secara bertahap ladder diturunkan.5. kapal pengangkut. Anjir dari kayu dolken ini dicat dan diberi skala ukuran yang telah disetujui oleh Direksi. b. Batang. Pengukuran dan Pembayaran Volume Pengerukan 1.2. 2. Pengukuran Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Pemeliharaan Peralatan Keruk Pengguna Jasa harus merencanakan jadwal pemeliharaan secara berkala untuk semua peralatan keruk meliputi kapal keruk. yaitu rencana pengerukan dan perpindahan kapal keruk yang telah disetujui sampai lokasi pengerukan yang tepat. Operator kapal keruk harus senantiasa berkomunikasi atau bekerjasama dengan penanggungjawab disposal area agar sistem pengerukan berjalan lancar. kemudian mulai melakukan pengerukan terhadap material yang akan dipindahkan dengan kapasitas penuh.4 dari spesifikasi teknis.1. 4. 2. Operator harus memperhatikan variasi dari ketinggian muka air selama pelaksanaan pengerukan atau mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kapal keruk dari kerusakan dan kecelakaan. Mulai melaksanakan pengerukan dengan pompa untuk membuang air. Pada waktu berhenti melakukan pengerukan. Keramasan. Boang. c. Pekerjaan pemeliharaan harus dilaksanakan menurut jadwal. Volume pengerukan yang diletakkan pada disposal area harus diukur secara berkala dibawah pengawasan Direksi Pekerjaan. 3. Di awal pengerukan. tapi tidak boleh mengganggu operasi normal pengerukan. Operator kapal keruk harus mengikuti prosedur pengerukan pada butir 4. Juaro. Borang. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.1. lakukan langkah kebalikan dari prosedur ini. Operator kapal keruk harus menyesuaikan posisi dan kedalaman pengerukan sesuai dengan konsentrasi dari material keruk serta panjang dari pipa buang. Penyedia Jasa harus menyiapkan anjir – anjir terdiri dari kayu dolken berukuran 7–10 cm yang ditempatkan sedemikian rupa di disposal area untuk memudahkan pengukuran sesuai petunjuk oleh Direksi Pekerjaan. pola pengerukan harus mengikuti sistem dibawah ini untuk menghindari tersumbatnya pipa buang dari sedimen. Buka katup pintu diujung pipa buang di darat.6. 4. e. Penyedia Jasa harus mengambil sampling pengukuran hasil kerukan dengan menggunakan gelas ukur paling sedikit 5 sampling dan diuji di laboratorium untuk mengetahui perbandingan material solid dan cair. Nyiur di Kota Palembang Hal | 15 . a. Selincah. 3.

Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Rencana Kerja dan Syarat-sarat Pipa Pembuang 1. Borang. 4. Juaro.3. pipa karet dan sambungan karet untuk membuat suatu konstruksi pipa apung yang fleksibel. Tata letak dan pemasangan pipa apung harus disesuaikan dengan posisi kapal keruk dan posisi disposal area. 6. 4. Pembayaran harus dilakukan dalam hitungan volume (m3) dikalikan dengan harga satuan yang sudah ditentukan dalam kontrak. Jalur bagi kapal angkutan untuk solar. PIPA PEMBUANG MATERIAL HASIL KERUKAN / SEDIMEN 4. 3. Kelebihan volume pengerukan akibat kesalahan dalam menentukan batasbatas pekerjaan tidak dibayar dan merupakan tanggung jawab dari Penyedia Jasa sendiri. Pipa apung terdiri dari pipa baja. Boang.terhadap elevasi lumpur dilakukan pada waktu lumpur dalam keadaan basah (setengah kering).3. pemasangan dan pengujian pipa pembuang. 5. Pipa pembuang sedimen adalah bagian dari peralatan keruk dan harus dipunyai oleh Penyedia Jasa. pengadaan. Keramasan. Umum 1.1. 4. Pipa pembuang meliputi pipa apung dan pipa darat. operator dan anak buah kapal harus diperhitungkan sehingga tidak terganggu oleh adanya pipa apung. Pipa pembuang sedimen terdiri dari pipa apung dan pipa darat sepanjang minimal 1 Km. dan instalasi dari pipa pembuangan material hasil kerukan / sedimen yang akan digunakan pada pekerjaan pengerukan.3. 2. Kecukupan dari ponton yang menyangga pipa apung juga harus sudah diperhitungkan sehingga tidak mengganggu dan merusak konstruksi yang ada. Butir ini secara khusus menetapkan rencana kerja dan syarat-syarat rinci terhadap kebutuhan perencanaan. dan melakukan pemeriksaan bersama alat ukur yang akan digunakan serta melakukan kalibrasi terhadap alat pengukuran tersebut. Nyiur di Kota Palembang Hal | 16 . Selincah. 2. Sebelum pengukuran dimulai Penyedia Jasa harus mengajukan untuk melakukan pengukuran. Di dalam harga satuan telah mencakup depresiasi pipa pembuang sehingga Penyedia Jasa tidak dapat mengklaim pembayaran untuk mengganti pipa baru atau pendukung pipa atau aksesoris lainnya bilamana mengalami kerusakan. Ditengah atau pada jarak yang ditentukan antara kapal keruk dan pipa apung dipasang pontoon Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap perancangan.2. Batang. pengadaan. Semua biaya yang timbul dari komponen pipa pembuang ini sudah termasuk dalam harga satuan pengerukan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga dalam kontrak.

Pengecatan pipa baja untuk mencegah karat harus dilakukan secara berkala oleh Penyedia Jasa. Dukungan penguat dari pipa darat akan dipasang jika diperlukan. perancangan area pembuangan dan fasilitas yang ada seperti tanggul. Besarnya tekanan kerja pipa pembuang harus disesuaikan dengan pompa pada kapal keruk. Tekanan kerja dari semua katup. Borang. serta menentukan jalur pipa buang. Pengguna Jasa harus menugaskan petugas ahli untuk memeriksa kondisi pipa buang secara berkala. 5. Batang. 4. atau sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Semua tata letak jaringan pipa darat harus tidak boleh mengganggu lalu lintas disekitar pekerjaan. dan pipa fitting yang memadai juga harus digunakan pada pipa darat. 2. atau pipa-pipa penyangga yang rusak maka Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk mengganti atau mereparasi bagian tersebut segera. Pemeliharaan Pipa Pembuang Sedimen 1. Butir ini secara khusus menetapkan rencana kerja dan syarat-syarat rinci terhadap kebutuhan perencanaan. fitting dan sambungan harus sesuai dengan sistem kapal keruk selama melaksanakan pekerjaan pengerukan. kecukupan peralatan.4. Jika terdapat kerusakan. Gambar kerja yang menggambarkan posisi disposal area. dump truck. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. jalur pipa. Umum 1. 3. Juaro. 6. bulldozer.3. Pipa darat harus dipasang sesuai dengan lokasi disposal area dan variasi medan harus dipertimbangkan dalam tata letak pipa. Diameter pipa ditentukan minimal 16”. Pengguna Jasa harus melakukan investigasi kondisi area pembuangan dan memilah serta menentukan kecukupan masing-masing area pembuangan dari material yang akan dikeruk pada lokasi pengerukan.3. tanggul. 2. kebocoran.1. Boang. Katup pelepasan udara otomatis harus dipasang pada bagian atas setiap bagian vertikal dari pipa. Disposal area lain yang diusulkan diluar dari gambar yang sudah diberikan harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.elbow atau peralatan yang disesuaikan sehingga tidak mengganggu ketika kapal keruk pindah tempat ditempat kerukan yang baru. fasilitas penerangan dan lain-lain harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Pipa buang harus dilengkapi dengan katup yang memadai untuk menyesuaikan kecepatan dari slury material yang dikeruk. pengawasan selama pelaksanaan pekerjaan pengerukan. spillway. grader. 4. backhoe.4. Tekanan kerja dari katup harus sesuai dengan tekanan sistem kerja kapal keruk. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Sambungan karet fleksibel yang memadai harus digunakan untuk menghubungkan pipa apung. LOKASI PEMBUANGAN (Disposal Area) 4. kebutuhan peralatan yang dibutuhkan dalam disposal area seperti excavator. loader. sambungan lepas. Nyiur di Kota Palembang Hal | 17 . 4. Selincah. Keramasan.

Penyedia Jasa harus memperhatikan tinggi dari tanggul disposal area harus berada minimal 30 cm diatas material keruk yang dipindahkan. 4. Boang. 2. 5. serta keamanan disposal area secara keseluruhan. material dan peralatan yang diperlukan. Manajemen dan Syarat-syarat Disposal Area 1. Pengguna Jasa berhak untuk menggunakan material hasil kerukan yang sudah diukur dan dibayar. adalah milik Pengguna Jasa. 4. Borang. Batang. Jika terjadi kerusakan tanggul.3. inspeksi secara berkala. Pemeliharaan Disposal Area 1. Disposal area harus dikelilingi oleh tanggul dengan ketinggian dan lebar yang yang cukup. Pengguna Jasa harus menjaga disposal area dari jarahan orang lain atau pihak lain yang akan menggunakan kembali disposal area tersebut. 2. bahan bakar dan lain-lain untuk pembuatan tanggul disposal area. perataan material di disposal area telah tercakup dalam harga satuan pekerjaan disposal area dalam Rencana Anggaran Biaya. atau pipa drainase tersumbat maka Penyedia Jasa harus memperbaiki secepat mungkin. Hasil pengukuran MC 0% harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Disposal area harus dilengkapi dengan sistem pembuangan yang memadai dan spillway dilapisi dengan lapisan serat ijuk bersifat tembus air untuk mengalirkan air yang sudah bersih keluar dari disposal area 3. pekerja. Penyedia Jasa harus menugaskan seorang petugas yang bertanggung jawab terhadap manajemen disposal area meliputi pengawasan tanggul. 7. Papan atau tanda peringatan harus dipasang disekitar disposal area oleh Penyedia Jasa selama penimbunan material hasil kerukan untuk mencegah personil yang tidak berhak memasuki areal kerja. Pemeliharaan jalan akses ke disposal area harus dilakukan Penyedia Jasa selama periode pekerjaan pengerukan berlangsung.2. Pengguna Jasa harus menugaskan seorang petugas untuk memeriksa tanggul di sekeliling disposal area secara berkala. Jika diperlukan tanggul harus diperkuat dengan bronjong. Keramasan.4.4. Penyedia Jasa harus melakukan perlindungan serta pemeliharaan terhadap lingkungan hidup sekitar jalan akses dan disposal area. operator. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Biaya untuk disposal area termasuk fasilitas-fasilitasnya. MC 0% untuk mengukur elevasi dasar disposal area harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa sebelum disposal area ditimbun material hasil kerukan. 4. Selincah. Material keruk yang ditempatkan ke disposal area.3. Nyiur di Kota Palembang Hal | 18 . Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. batu kosong atau gebalan rumput sebagaimana ditunjukkan dalam gambar atau sesuai pengarahan dari Direksi Pekerjaan. oli. Juaro. 6.

Pengguna Jasa harus menugaskan seorang petugas yang ahli dalam hal keamanan. KESELAMATAN KERJA DAN TINDAKAN PENCEGAHAN DALAM PENGERUKAN 4.2.5.1. 3. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey.5. Keselamatan Kerja pada Operasi Kapal Keruk 1. Keselamatan kerja adalah hal paling penting dalam melaksanakan pekerjaan pengerukan. Harga satuan sudah memperhitungkan segala aspek peralatan. dan material yang dibutuhkan. Operasional dari kapal keruk harus berjarak minimal 50 (lima puluh) meter dari konstruksi bangunan yang ada untuk menghindari kerusakan atau berdasarkan arahan dari Direksi Pekerjaan. Boang. Angkur-angkur dari operasi kapal keruk harus memadai dan tidak merusak struktur bangunan disekitarnya. Selincah. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. 2. Biaya pemeliharaan dan manajemen di disposal area merupakan bagian dari harga satuan tanggul. Batang. 4. sistem pembuangan material keruk dan disposal area. Penyedia Jasa harus sepenuhnya memahami dan mengerti struktur dari hidrolik kapal keruk maupun sistem pembuangan di disposal area. Juaro. Nyiur di Kota Palembang Hal | 19 .5. tidak peduli properti tersebut milik Pengguna Jasa atau milik Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab penuh untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja atau kerusakan properti. 3.4. upah tenaga kerja. Penyedia Jasa harus mematuhi keselamatan kerja dan tindakan pencegahan yang disyaratkan dalam pasal ini atau peraturan daerah setempat yang mengatur keselamatan kerja dan tindakan pencegahan dalam melaksanakan pengerukan. Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran untuk disposal area berdasarkan panjang tanggul yang dibangun dengan satuan meter. 2. Kapal keruk harus dilengkapi dengan penerangan yang memadai untuk bekerja di malam hari. Keramasan. 4. Umum 1. Petugas tersebut bertugas untuk memeriksa dan menjamin apakah proses kerja sudah memenuhi standar keamanan dan keselamatan kerja serta mengambil beberapa tindakan sesegera mungkin jika ditemukan ada kecacatan dalam pelaksanaan pekerjaan pengerukan.4. Butir ini secara khusus menetapkan rencana kerja dan syarat-syarat rinci terhadap keselamatan kerja dan tindakan pencegahan dalam pekerjaan pengerukan meliputi pengoperasian kapal keruk.4. Borang. 4. keselamatan kerja dan tindakan pencegahannya.

Borang. Perahu pengangkut harus dinavigasikan pada alur yang sudah ditentukan dan mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Pada area dimana terdapat jalur angkutan. 2. alat pemadam kebakaran. Untuk mengambil tindakan yang tepat selagi situasi darurat. Juaro. maka Penyedia Jasa harus menempatkan petugasnya untuk tetap berada di kapal keruk terutama pada musim penghujan. Kapal keruk harus dilengkapi dengan peralatan keselamatan kerja yang memadai.4. Keramasan. dan kayu mengambang harus di bersihkan lebih dulu oleh Penyedia Jasa untuk menghindari penyumbatan pada pipa buang. Sampah. dan hal hal lain yang dibutuhkan. maka pipa apung harus dibawah muka air (submerged) pada kedalaman tertentu yang tidak mengganggu jalur transportasi. Nyiur di Kota Palembang Hal | 20 . perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan. Boang.3. 5. 4. Dan pipa buang yang dilewati oleh perahu pengangkut harus dilengkapi sinyal alarm atau lampu alarm pada malam hari. seperti pelampung. Pengaturan pipa apung harus mempertimbangkan jalur angkutan perahu pengangkut. Selincah. BAGIAN 5 – PEKERJAAN PINTU AIR Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Keselamatan Kerja pada Pipa Pembuangan 1. Batang.5. tumbuhan air. 6. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.

4. harus ditimbun dengan bahan yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. 2. lantai kerja. 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr diletakkan di sela-sela cerucuk pada lantai setebal 10 cm. Semua lobang atau galian yang timbul akibat adanya pemindahan bahan-bahan yang tidak diperlukan seperti tersebut di atas. Borang. Pembersihan ini tidak boleh mengganggu atau merusak bangunan-bangunan yang ada seperti saluran dan lain-lain. Pekerjaan Pengeringan Penyedia Jasa harus membuat kistdam dan menyediakan pompa air dan alat bantu lainnya yang diperlukan untuk menjaga galian agar tetap dalam keadaan kering. 5. PEKERJAAN PERSIAPAN Kegiatan pembersihan di lokasi yang akan dibangun pintu air harus dibersihkan dari semak.5. 5. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan pekerjaan pemasangan pintu air meliputi : 1.6 m. panjang 3 m’. 2 (dua) unit Pintu Air dengan 6 daun.2. Selincah. Seluruh cerucuk gelam harus diruncingkan terlebih dahulu baru dipancangkan sampai tanah keras sebagai tiang bawah lantai bangunan harus sesuai kedalaman yang ditentukan / disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Juaro. Hal | 21 Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. LINGKUP PEKERJAAN Pembuatan pintu air terdiri dari : 1. Mengenai pekerjaan beton dan lain-lain (semen.2 m dan h = 1. Letak pembuatan pintu air ditetapkan atas persetujuan Direksi Pekerjaan. Boang. 3 Pekerjaan Kayu Bangunan harus dibangun di atas cerucuk gelam  10 cm. 1 (satu) unit Pintu Air dengan 4 daun. Nyiur di Kota Palembang . Penyedia Jasa harus bertanggungjawabuntuk menyediakan pengamanan apa saja yang dianggap perlu dan harus memperbaiki setiap kerusakan atas biaya sendiri akibat kelalaian pelaksanaan.3. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Batang.1. Masing-masing daun pintu dengan ukuran b = 1. Pekerjaan beton lantai kerja ad. Untuk pekerjaan kayu stok balok harus disugu dan dilapisi cat. tiang pancang mini pile) berturut-turut harus mengacu pada Spesifikasi Teknis ini. 2. rumput dan sampah lainnya dan dibuang dari areal tersebut. Pekerjaan beton bertulang ad. Keramasan. Pekerjaan Tanah Semua pekerjaan tanah harus meliputi semua pekerjaan baik galian dan timbunan kembali disekitar bangunan sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr pada pondasi lantai dan dinding bangunan dan pembesian. adukan.

7. Pemancangan mini pile triangle (32 x 32 x 32) cm terletak pada ujung sayap dan lantai bangunan. kistdam dibongkar hingga bersih sehingga tidak menghambat jalannya air. Boang.6. 8. Juaro. Keramasan. 10. dicat meni besi dan selanjutnya baru dilaksanakan pengecatan berwarna yang bermutu. Batang. Pekerjaan pengecatan dilaksanakan pada daun pintu air dan sponing diamplas terlebih dahulu hingga bersih. Selincah. Pekerjaan besi untuk ralling pagar. Borang. Pembongkaran kistdam. Setelah pekerjaan dinyatakan selesai oleh Direksi Pekerjaan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. trash rack harus diberi angker dan dicat. Nyiur di Kota Palembang Hal | 22 . Pekerjaan pintu air dilaksanakan dengan pabrikasi. BAGIAN 6 . Pekerjaan Tiang Pancang. 9.KISTDAM Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey.

KONSTRUKSI PENGUAT Untuk melakukan pekerjaan Kistdam memerlukan bahan seperti Kayu Sheet Pile yang dapat dibuat dari material dolken/kayu gelam.6.2. LINGKUP PEKERJAAN Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. peralatan yang dipergunakan. Sebelum membuat suatu konstruksi penahan rembesan (kistdam). Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Setelah pekerjaan konstruksi utama selesai dikerjakan. Batang. overhead dan keuntungan Penyedia Jasa. Selincah. BAHAN Bahan untuk pekerjaan tanggul/timbunan harus dipilih bahan-bahan yang homogen. 6. Nyiur di Kota Palembang Hal | 23 . dan (b) Urugan karung yang dibuat. Pekerjaan konstruksi Kistdam meliputi pekerjaan Sheet pile kayu gelam yang dipancang untuk membendungkan aliran sungai yang akan dikerjakan supaya apa yang kita kerjakan bisa dilaksanakan dengan rapi dan baik. 6. Bahan pengisi karung tersebut diambil dari penggalian-penggalian yang diperlukan atau dari daerah-daerah yang direncanakan. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Penyedia Jasa diwajibkan membuat perlindungan terhadap pengaruh aliran atau rembesan terhadap areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi. Penyedia Jasa harus membongkar dan membersihkan material kistdam sehingga tidak mengganggu aliran sungai. HAMPARAN 1.4. (a) Bahan penutup yang dibuat dari tumpukan karung harus disusun secara bertahap mulai dari lapisan bawah sampai lapisan atas. bahan material yang dipakai. Bahan timbunan adalah karung plastik yang diisi tanah dengan ukuran sesuai gambar. Pada keadaan ini. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. sehingga air tidak akan tembus/mengalir ke bagian hilir. Boang. Penyedia jasa harus bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan bangunan yang terjadi akibat kelalaiannya dalam melaksanakan pekerjaan penimbunan kistdam. dengan dimensi sesuai dengan gambar yang telah disetujui direksi lapangan/pengawas lapangan. 6. nantinya harus dilapisi dengan lapisan kedap air (terpal plastik).3. Borang. 2. Penyedia Jasa diwajibkan membuat gambar rencana terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. Keramasan.1. Juaro. Perhitungan volume dan pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan kistdam tersebut di atas sudah harus meliputi upah tenaga.

2.3. selama pelaksanaan pembendungan. akar-akar dan bahan organik lain. pengeringan dan pembuangan air tanpa ijin Direksi. Penyedia Jasa harus menyediakan semua tenaga kerja. Direksi tidak dapat menerima suatu alasan kerusakan akibat pengambilan keputusan yang dilakukan Penyedia Jasa. BAGIAN 7 . Boang. 7. 5. selama masa pelaksanaan pekerjaan. Keramasan. Bahan yang berkualitas baik biasanya berwarna coklat. sedang bahan-bahan yang berkualitas kurang baik biasanya berwarna lebih gelap atau lebih terang. LINGKUP PEKERJAAN 1.1. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Penyedia Jasa harus melindungi pekerjaan ini dari kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh hujan. Selincah. peralatan dan bahanbahan yang diperlukan dalam pelaksanaan dan pemeliharaan pembendungan sementara. banjir. humus. Nyiur di Kota Palembang Hal | 24 .DEWATERING 7.bersih dan bebas dari Lumpur. PERLINDUNGAN TERHADAP AIR Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. 3. lokasi harus dibersihkan kecuali ditentukan lain oleh Direksi. bebas dari genangan ataupun rembesan air. Juaro. 2. adanya pembelokan-pembelokan aliran dan kejadian semacam yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kontrak. pengeringan dan pembuangan air dari lokasi pekerjaan selama dalam pelaksanaan. penyudetan. RENCANA KERJA DAN GAMBAR-GAMBAR DETAIL Penyedia Jasa harus membuat rencana kerja dan gambar-gambar detail untuk pekerjaan pembendungan. Batang. Bahan-bahan hasil galian tebing alur dan dari tanggul yang ada biasanya cocok untuk tanggul. 7. aliran air pada permukaan tanah. pengeringan dan pembuangan air yang harus diajukan kepada Direksi untuk diperiksa. penyudetan. 4. air tanah dan saluran pembuang. dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pengumuman pemenang. Pada prinsipnya. Setelah pekerjaan selesai sesuai dengan persetujuan Direksi. Penyedia Jasa tidak diperkenankan mengganggu atau mencemari aliran air. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Borang.

Penyedia Jasa harus menyelenggarakan dan memelihara pekerjaan-pekerjaan yang mungkin diperlukan untuk mencegah masuknya air ke dalam galian. Selincah.3. LINGKUP PEKERJAAN Penggalian harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga memungkinkan dikerjakan dengan baik. Keramasan. pengeringan dan pembuangan air harus dilaksanakan dengan cara yang dapat disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Nyiur di Kota Palembang Hal | 25 . 2. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Genangan air harus dialirkan ke tempat-tempat dimana air tidak akan mengalir kembali ke galian-galian dengan cara yang tidak akan menyebabkan erosi atau gangguan lain. Penyedia Jasa harus mengadakan. pengecoran beton. Penyedia Jasa harus menjaga agar galian bebas dari air selama masa pembangunan dan menjamin adanya peralatan pompa yang cukup dan siap dioperasikan di lapangan setiap waktu guna menghindari terputusnya kontinuitas pengeringan air. Boang. Sebelum memulai pekerjaan-pekerjaan galian. memasang. menjaga dan menjalankan peralatan pompa yang diperlukan serta peralatan-peralatan lain untuk pengeringan di lokasi galian dan menjaga agar pekerjaan pondasi bebas dari genangan air. Penyedia Jasa harus mengajukan rencana kerja lengkap yang memuat metode pelaksanaan. dapat membuat penyokong bagi tebing galian dan masih cukup ruangan untuk pembuatan acuan. Borang. BAGIAN 8 – GALIAN TANAH PADA PONDASI BANGUNAN 7. PEKERJAAN PENGERINGAN Sebelum melaksanakan pekerjaan bangunan yang membutuhkan pengeringan (dewatering) dengan alat pompa. 7. Cara menjaga galian bebas dari air.1. dan melaksanakan timbunan termasuk pemadatan dan kegiatan pekerjaan lainnya. Batang. CARA PENGGALIAN Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. tahap-tahap pekerjaan dan dan kebutuhan waktu pengeringan dan dimintakan persetujuan Direksi Pekerjaan paling lambat 15 hari sebelum pelaksanaan pembangunan. 7.2. Penyedia Jasa harus menjamin setiap waktu adanya peralatan yang baik dan cukup di lapangan guna menghindari terputusnya pekerjaan pengeringan. Juaro.1.

guna mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan secara tertulis sekurang-kurangnya 14 hari sebelum dimulainya pekerjaan. PERAPIHAN PERMUKAAN GALIAN Setiap permukaan galian harus dirapihkan dengan cara manual atau alat lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Batang. 7. Hal ini dilakukan setelah pembersihan semua lumpur pada waktu akan menempatkan konstruksi di atasnya. Dasar galian yang akan menerima beton. Nyiur di Kota Palembang Hal | 26 . sehingga bidang pondasi atau bagian lain dari bangunan atau timbunan yang berhubungan langsung dengan tanah asli bisa berhubungan baik. atau dengan cara yang mungkin dibenarkan atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Juaro. BAGIAN 9 – TIMBUNAN TANAH PADA BANGUNAN Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. termasuk detail dari konstruksi penahan yang mungkin diperlukan. Boang. 0. sehingga keamanan penggaliannya terjamin. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. pasangan batu atau isian dipadatkan.Penyedia Jasa harus menyampaikan usul mengenai cara-cara penggalian. Selincah. Borang.5. KELEBIHAN PENGGALIAN Penggalian yang melebihi batas yang ditentukan pada gambar atau yang tidak diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan harus diisi kembali oleh Penyedia Jasa dengan tanah yang dipadatkan sebagaimana yang dikehendaki Direksi Pekerjaan. 7. Keramasan.15 m yang terakhir dari galian harus dirapikan dengan tangan. tanpa menuntut suatu tambahan biaya.4. Apabila tanah dasar pondasi atau bagian lain yang dianggap peka oleh Direksi Pekerjaan maka Penyedia Jasa wajib memperbaikinya sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan atas biaya Penyedia Jasa.

alat (b) Penyedia Jasa harus bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan bangunan yang terjadi akibat kelalaiannya dalam melaksanakan pekerjaan pemadatan urugan /timbunan. pemadatnya harus mendapat persetujuan dahulu dari Pengawas. Selincah.1. Kadar air bahan harus disesuaikan sebelum pemadatan yaitu dengan cara pembasahan atau pengeringan sesuai yang disyaratkan.2. 3. 9. Bahan tersebut diambil dari penggalian-penggalian yang diperlukan atau dari daerah-daerah yang direncanakan. Bahan urugan/timbunan pada umumnya adalah tanah dan lempung berpasir yang tidak mengandung humus atau bahan-bahan organik. terlebih dahulu Penyedia Jasa harus memasang karung berisi pasir dan geotextile sesuai dengan gambar yang telah disetujui atau menurut petunjuk Direksi / Pengawas Lapangan. kekedapan dan kestabilan yang terbaik. PEMADATAN Urugan / timbunan harus dipadatkan dengan alat pemadat yang telah disetujui Direksi Pekerjaan atau Pengguna Jasa BAGIAN 10 .kotoran dan bahanbahan lain yang kurang baik. ketebalan lapisan tersebut adalah 30 cm sebelum 2. LINGKUP PEKERJAAN Sebelum pelaksanaan pekerjaan penimbunan tanah dimulai. 9. 4. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. (b) (c) Urugan yang dipadatkan harus bebas dari kotoran . Batang. (a) Bahan-bahan yang akan dipadatkan harus dihamparkan lapis demi lapis secara horizontal dan pada ketebalan tertentu hingga dapat memenuhi tingkat kepadatan yang ditentukan. Juaro. Nyiur di Kota Palembang Hal | 27 . Keramasan. Pemadatan urugan/timbunan didekat bangunan-bangunan. (a) Pada penghamparan dan pemadatan urugan/timbunan untuk menempatkan pipa saluran-saluran di dalam tanah (conduits) maka bahan-bahan tanah timbunan harus dihamparkan dan dipadatkan lapis demi lapis pada kedua sisi pipa tersebut untuk mencegah pergeseran pipa. Boang. HAMPARAN 1. sedang cara-cara pemadatan yang dilakukan harus dapat menghasilkan tingkat kepadatan.9. Borang.URUGAN PASIR Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Maksimum dipadatkan. dan selanjutnya Penyedia Jasa baru mengadakan pelaksanaan pekerjaan timbunan dan memadatkan pada tempat-tempat bangunan atau ditempat lain.3.

Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. dirapikan (manual) adalah kegiatan penimbunan baik untuk jalan. Bahan pasir urug yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih. Nyiur di Kota Palembang Hal | 28 . Apabila dipandang perlu. 2. Direksi Pekerjaan / Konsultan Pengawas dapat meminta kepada Penyedia Jasa. 10.2. Air yang diperlukan untuk penyiraman adalah air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak.10. Juaro. Batang. atau seperti yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan / Konsultan Pengawas. asam alkali dan bahan-bahan organis lainnya serta memenuhi syarat yang ditentukan oleh NI-3 pasal 10. Boang. Keramasan. LINGKUP PEKERJAAN yang dimaksud dengan pekerjaan timbunan pasir urug dipadatkan. BAGIAN 11 . Penyedia Jasa wajib menjaga kualitas material selama penggalian. Borang.3. Penimbunan dilaksanakan secara lapis perlapis dan dipadatkan sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. 10. lalu dipadatkan hingga mencapai tebal 20 cm. 2. supaya air yang dipakai untuk keperluan ini diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah. filter atau sesuatu sesuai dengan gambar dengan mempergunakan bahan timbunan dari luar lokasi dengan jenis dan kualitas yang tertentu.1. tajam dan keras. 3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Bahan pasir urug yang akan digunakan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi Pekerjaan / Konsultan Pengawas. Biaya yang ditimbulkan untuk keperluan pemeriksaan Laboratorium ini menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa dan sudah diperhitungan dalam harga satuan. SYARAT-SYARAT UMUM 1. Selincah. Pelapisan pasir urug harus dilakukan lapis demi lapis. bebas lumpur dan bebas dari tanah lempung.GEOTEXTILE Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. pengangkutan dan penghamparan sehingga diperoleh bahan yang memenuhi persyaratan.

Borang. Juaro.Pengajuan Kesiapan Kerja Paling lambat 14 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk pemasangan setiap bahan. 11. UMUM.600 kg/cm2 yang telah lisensi dari pabrik dengan spesifikasi tidak lolos tanah. perkiraan volume pemasangan.4. Geotekstil dipasang segera setelah lahan dibersihkan (land clearingi). peralatan. Boang. Bahan geotextile dari jenis Non Woven yang terbuat dari poliester yang mempunyai kuat tarik minimum 1. tenaga kerja.1.Jadwal Kerja Fabrikasi sambungan dimulai minimal 3 hari sebelum dipasang atau langsung saat dihamparkan pada lahan. Rencana Kapasitas Produksi. format-format Laporan Pekerjaan.1. Nyiur di Kota Palembang Hal | 29 . contoh yang mewakili harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Keramasan. Batang. Rencana Bagan Organisasi.2. Load ASTM D 4533-91 : : : : Metode Pengujian Pore Size O95 Metode Pengujian Strip Tensile Strength & Elongation Metode Pengujian Grap Tensile Strength & Elongation Metode Pengujian Trapezoidal Tear Strength 11. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.1.3. Selincah. dan sebagainya untuk dievaluasi oleh Direksi Pekerjaan. BAHAN Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Penyedia Jasa diharuskan mengajukan metoda pelaksanaan pemasangan geotekstil dengan menyertakan Rencana Gambar Kerja.2.1. 11. serta perlengkapan lainnya untuk melaksanakan pemasangan geotekstil sesuai dengan persyaratan yang diuraikan berikut ini. Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan secara tertulis bilamana pemasangan bahan telah selesai dan sebelum pekerjaan tersebut ditimbun kembali dengan bahan atau pekerjaan lainnya.1.1. Penyedia Jasa diharuskan menunjukkan semacam Surat Referensi Kerja dengan menyebutkan merek dan tipe geotekstil serta nama Proyek yang menggunakannya di Indonesia.11. 11. Load ASTM D 4632-91 at Max. Pemberitahuan akan selesainya pekerjaan harus disertai laporan hasil pekerjaan pemasangan berdasarkan Gambar Kerja yang telah disetujui. 11.Standar Rujukan ASTM : ASTM D 4751-95 ASTM D 4595-94 at Max. Penyedia Jasa diharuskan mengajukan contoh geotekstil yang akan digunakan dengan ukuran minimum 20 cm x 15 cm beserta brosur dan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh pabrik.Uraian Penyedia Jasa harus menyediakan bahan geotextil.

Pemasangan geotekstil harus dipastikan tidak terusakkan oleh benda-benda tajam dalam tanah dangkal dan sisa-sisa akar-akar pepohonan yang tajam menyembul dalam tanah. Geotekstil yang digunakan merupakan suatu bahan berbentuk lembaran tipis (non woven) dari bahan sintesis yang tembus air (porous). Penyambungan geotekstil dilakukan dengan overleap yang sudah ditentukan toleransi dimensinya dan dijahit dengan benang khusus untuk geotekstil.1. antara lain berdasarkan berat tarik bahan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. dan dapat juga sebagai lapisan pemisah. 11. kemampuan dirembesi air. Selain beratnya. Nyiur di Kota Palembang Hal | 30 . Juaro.4. Batang.4. Sambungan geotekstil tidak diperbolehkan searah dengan gaya tarik. hanya sebagai penutup saja.1. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN 11. geotekstil juga dibedakan spesifikasinya. Kemudian diangkur pada kiri dan kanan lahan sesuai dengan toleransi dimensi sesuai spesifikasi. di atas geotekstil diurug dengan tanah lapis demi lapis dan dipadatkan sesuai spesifikasi pemadatan tanah. ketahanan terhadap coblosan (penetrasi). Pemasangan awal lembaran geotekstil harus dibuat dalam kondisi kencang tertarik. Selincah. Keramasan. Geotekstil jenis yang dianyam atau woven berfungsi terutama untuk menahan tarik (gaya tarik) di dalam tanah. dengan arah memanjang bahan selalu disamakan dengan arah kemungkinan terjadinya daya tarik yang terbesar dalam tanah. Pengukuran Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. misalnya jahitan antara sisi overleap dari satu lajur geotekstil dengan lajur geotekstil di sebelahnya. Setelah satu lapisan geotekstil terhampar. tidak boleh kendor sebelum bahan geotekstil diurug oleh tanah. 11. Geotekstil ini dari pabriknya didatangkan dalam bentuk gulungan. PEMASANGAN GEOTEKSTIL UNTUK PERKUATAN TANAH Pekerjaan geotekstil meliputi penghamparan bahan geotekstil secara teratur pada permukaan tanah yang telah diratakan dengan menghampar bahan secara tersusun sejajar. batas ulur. kecuali bila potensi kerusakan tersebut sudah diantisipasi sebelumnya dan sudah diperhitungkan dalam perhitungan kekuatan dan ketahanan bahan. Boang. Geotekstil non woven tipe 300 yang artinya (umumnya) memiliki berat 300 gr/m2 dengan ketebalan sesuai produksinya. Geotekstil diidentifikasikan terutama berdasarkan berat parameter persegi luas lembaran. Sambungan geotekstil dijahit dengan ketentuan sebagai berikut : Jahitan tidak untuk menahan gaya tarik. 2.3. Jahitan hanya untuk menutup bagian-bagian yang tidak struktural dan tidak untuk menahan tarik. Borang.

peralatan. Batang. Boang. Dasar Pembayaran Pekerjaan yang diukur seperti yang disyaratkan di atas haruslah dibayar menurut Harga Satuan Kontrak. Pengukuran luas pemasangan geotekstil hanya berlaku pada Gambar Kerja yang telah disetujui.Pengukuran hasil pekerjaan geotekstil dilakukan berdasarkan luas geotekstil yang telah terpasang dihitung seluas hamparan lahan yang dipasang geotekstil ditambah uncompacted material serta panjang angkur kanan dan kiri pada sepanjang ruas jalan yang dipasang geotekstil. Selincah. Harga pembayaran tersebut telah merupakan kompensasi penuh untuk seluruh pekerja. 11. BAGIAN 12 –PEMASANGAN CERUCUK GELAM Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. bahan. Juaro. Keramasan. Nyiur di Kota Palembang Hal | 31 . Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.4.2. Borang. dan biaya tambahan lainnya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang memenuhi ketentuan seperti yang diuraikan dalam bagian ini.

d. Bahan untuk cerucuk adalah dari kayu gelam atau kayu lain yang berkualitas sama seperti ditentukan dalam gambar atau menurut persetujuan Direksi Pekerjaan. Borang. Pemasangan cerucuk gelam. pada semua tahap selama pemancangan dan sampai penggabungannya di dalam bangunan di atasnya. Boang. 3. tidak lapuk.3. Tiang-tiang pancang satu dengan yang lain harus mempunyai bentuk yang hampir sama atau mendekati dan tidak boleh lebih kecil dari yang tercantum dalam gambar. BAHAN 1. Kayu untuk tiang pancang harus tua benar. kepala tiang 2. 2. retak memanjang.1. Juaro. harus dikupas. LINGKUP PEKERJAAN Penyedia Jasa harus mengadakan serta memasang cerucuk dari kayu gelam pada tempat yang telah ditentukan dan dengan ukuran dia. Selincah. retak melingkar. 12. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Nyiur di Kota Palembang Hal | 32 . Penanganan tiang-tiang harus menggunakan ikatan tali atau kawat. Kerusakan-kerusakan tersebut dengan ketentuan : a. Keramasan. Kayu-kayu yang mempunyai banyak lubang atau kumpulan lubang-lubang kecil tidak boleh digunakan. PERSIAPAN 1. 3. b. 15 – 20 Cm dengan panjang 4 meter seperti ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. e. Ujung-ujung tiang dipotong tegak lurus dengan sumbu-sumbu tiang.2. harus secukupnya ditunjang dan ditahan dengan alat-alat penghantar. Batang. Luas retak melingkar tidak boleh lebih besar dari ½ diameter tiang. 12. Perbedaan diameter tiang pangkal dan akhir tidak boleh lebih dari 1/3 diameter rata-rata. harus diruncingkan dahulu sebelum dipancang. Kedalaman diameter pokok tidak lebih kecil dari 3 Cm atau dengan kedalaman lebih kecil dari 1/5 tiang. kuda-kuda dan penyangga sementara atau peralatan pengarah lainnya untuk memelihara posisi dan kelurusannya dan untuk mencegah kegagalan yang disebabkan oleh bengkok atau melengkung. tidak cacat dan tidak berlubang. Ujung tiang yang masuk ke dalam tanah. pasak dan cara-cara lain yang serupa tidak diperbolehkan. Pengaturan harus sedemikian rupa sehingga kerusakan pada tiang pancang. Tiang-tiang harus diawetkan dengan bahan pengawet “ Coal Tar Creosote “ (TER) atau dipoles sampai tiga kali dengan bahan pengawet tersebut dalam selang waktu 24 jam setiap polesan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.12. Tiang-tiang harus bebas dari kerusakan-kerusakan yang dapat merugikan kekuatan dan ketahanannya seperti : busuk. Penggunaan pengait. 4. Pemeliharaan harus dikerjakan sebaik mungkin agar dapat dihindari kerusakan pada permukaan tiang yang telah diawetkan. Tiang harus bebas dari pokok yang berdiameter 10 Cm atau kelompok pokok yang mempunyai diameter lebih dari 3 Cm. Tiang pancang tidak boleh bengkok atau melengkung lebih dari ½ diameter pangkal tiang. c. 4.

(b) Apabila luas kepala tiang lebih besar dari pada kepala pemukul maka tiang krib dari kayu harus dilengkapi dengan pelindung yang sesuai agar dapat menerima pukulan-pukulan darinya atau diseluruh permukaan tiang.4. Keramasan. Tiang-tiang harus dipancangkan seteliti mungkin menurut garis dan kedalaman yang dipersyaratkan. PEMANCANGAN 1. 3. Selincah. Batang. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Semua cerucuk harus betul-betul dipotong menurut bidang horizontal pada elevasi yang disyaratkan kecuali ditetapkan lain dalam gambar.pancang tidak akan terjadi. 4. Penyimpangan yang terjadi tidak boleh melebihi 10 cm arah vertikal atau terhadap kemiringan yang ditetapkan untuk setiap panjang 5 m. 12. Juaro. Borang. Nyiur di Kota Palembang Hal | 33 . (a) Kepala cerucuk gelam harus dilindungi agar tidak pecah dengan memasangkan blok besi atau dengan menggunakan cicin dari besi tempa.TIANG PANCANG Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Cerucuk harus dipancang dengan alat yang telah disetujui oleh Direksi sampai diperoleh penurunan yang terkecil atau sampai elevasi yang tertera dalam gambar atau sesuai dengan ketentuan Proyek. BAGIAN 13 . Boang.

Selincah. PEMANCANGAN TIANG PANCANG BETON ( MINI PILE TRIANGULAR) 13. Borang. Keramasan. Pekerjaan Pile Driving Analysis (PDA) test tiang pancang. Kontraktor harus melakukan pengukuran untuk menentukan posisi dari tiap titik pancang.4. 3. Juaro.13. Boang. PENGANGKUTAN Penyedia Jasa harus sudah mempertimbangkan kekuatan tiang pancang selama pengangkutan dari pabrik ke lokasi pekerjaan.4. Kecepatan pemancangan dan kemudahan dalam manuver peralatan pancang. Penggunaan jalan masuk ke lokasi pekerjaan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa. Kemungkinan pecah atau patah pada tiang beton pada saat pemancangan tiang. Batang. Dalam memilih alat pancang. 13. 13. Direksi Pekerjaan berhak menolak tiang pancang tersebut. tempat penempatan alat pancang dan lainlain yang berhubungan dengan pemancangan. Penyedia Jasa harus mempelajari hasil penyelidikan tanah.1. Umum 1. Pekerjaan pemancangan tiang pancang. 4. 13.2. 3. meliputi pekerjaan pemancangan tiang pancang Mini Pile Triangular ukuran 32 x 32 x 32 cm.2. kondisi tanah. Bila terjadi kerusakan selama pengangkutan yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan tiang pancang. Pekerjaan pemancangan yang diuraikan di sini. 2. Daya dukung yang dijinkan. Metoda pelaksanaan yang diajukan harus memperhitungkan hal-hal sebagai berikut : 1. Nyiur di Kota Palembang Hal | 34 . Pengadaan tiang pancang beton mini pile Triangular TPC – 320-A. 4. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Pelaksanaan Tiang Beton Mini Pile 1.1. 3. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Sebelum dilaksanakan pemancangan tiang pancang beton. 2. dan mengajukan metoda pelaksanaannya kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan tertulis dan disetujui oleh Direksi Pelaksana. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pada pekerjaan tiang pancang ini ialah: 1. Kemungkinan terjadinya ketidaktepatan dalam posisi dan arah pemancangan.4. 13.3. Pemancangan harus dilakukan dengan alat pancang yang dilengkapi dengan pembimbing (Leader) dan alat-alat penumpu sehingga tiangtiang dapat dipancang dengan tepat dan aman. Pemancangan tiang harus dikerjakan secara terus menerus sampai Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. 2. kontraktor sudah harus memperhitungkan macam-macam faktor seperti jenis tiang yang dipancang.

yang diperkirakan = 0. Boang. Borang. Jika pada waktu pemancangan didapati lapisan tanah keras pada kedalaman yang berbeda dengan yang disyaratkan pada gambar kerja. Salah satu rumus yang dapat digunakan untuk mengevaluasi daya dukung tiang pancang tekan antara lain adalah : 2 e h Wr h Wr  n Wp 1 R x x Wr  Wp SF S K 2 Dimana : R = daya dukung tiang pancang (ton) Wr = berat alat pukul (ton) eh = efficiency = 85% Wp = berat tiang pancang (ton) S = penetrasi pada pukulan terakhir = 0. Penyedia Jasa harus membuat perhitungan daya dukung tiang pancang berdasarkan hasil pemancangan (Kalendering) yang tergantung dari jenis alat pancang dan ukuran tiang. Batang. Keramasan. Pemancangan akan diteruskan/dihentikan sesuai dengan keputusan dari Konsultan Pengawas dan Perencana. Toleransi Pemancangan Tiang Pancang 1. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. 13.4.3. Nyiur di Kota Palembang Hal | 35 . Juaro. Penyedia Jasa wajib memberikan laporan pada Konsultan Pengawas dan Perencana. Ukuran tiang pancang tidak boleh lebih kecil dari ukuran yang Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. sehingga pemancangan tidak mungkin dilanjutkan.25 cm/pukulan K = k1 + k2 + k3 = perpendekan elastis total dari kepala tiang pancang.5 cm n = koefisien restitusi = 0.5 (baik untuk tiang beton maupun tiang pipa baja) SF = angka keamanan (=4) 3. Meskipun demikian apabila dari hasil kalendering maupun loading test kedalaman tersebut tidak memenuhi daya dukung yang dijinkan maka tiang harus diperdalam lagi sampai mencapai daya dukung yang dijinkan.mencapai kedalaman atau daya dukung yang telah disyaratkan. Kedalaman Tiang Pancang Perkiraan kedalaman tiang pancang berdasarkan hasil soil test adalah sesuai dengan gambar kerja. Selincah. 2.

: 1). 3. Beban percobaan total harus sebesar 200% dari design load. yang dapat dihitung dengan rumus dinamis). c. Catatan Selama Pekerjaan Penyedia Jasa diwajibkan membuat catatan untuk masing-masing tiang yang dibuat tentang : 1. Syarat-syarat pelaksanaan loading test mencakup hal-hal sebagai berikut Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Tiap 10 cm. 4. b. Akibat dari tidak terpenuhinya toleransi pada butir 1 dan butir 2 di atas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Penyedia Jasa.6 m sebelum tanah keras yang direncanakan. 2. Tiap 25 cm. dilakukan pada kedalaman 0 m .5. dilakukan pada kedalaman 0 m .5. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. dicantumkan pada gambar kerja. 3. Pencatatan kalendering. 1).2 m sebelum tanah keras yang direncanakan. Prosedur percobaan pembebanan harus mengikuti syarat-syarat ASTM D-1143-81.1143-74 dan ASTM D. yaitu: Loading test yang dilakukan merupakan aksial loading test untuk tiang tekan. Laporan yang dibuat harus mencakup apa yang tercantum dalam ASTM D. dilakukan pada kedalaman 4 m .4 m sebelum tanah keras yang direncanakan.2 m sebelum tanah keras yang direncanakan. 3). Tanggal/jam dimulainya dan selesainya pemancangan. Tiang yang digunakan sebagai pile driving test kalendering dicatat : a. maksimum 5. dilakukan pada kedalaman 2 m .3689-78. Batang. Resultan beban-beban percobaan harus segaris dengan sumbu memanjang tiang. LOADING TEST DAN DRIVING TEST TIANG PANCANG 13. 13. Borang. 3. 13. 2. 2). Keramasan. Bergesernya pusat tiang dari rencana. Prosedur pembebanan. Pemancangan pile driving test dan tiang lainnya dihentikan setelah kalenderingnya memenuhi syarat (daya dukung tiang memenuhi yang disyaratkan. Tiang yang tidak digunakan sebagai pile driving test kalendering dicatat : Tiap 10 cm. Boang.1. Tiap 50 cm. 4).4. Selincah.4.2.0 cm dari kedua sumbu utama. Elevasi dasar tiang pancang dan elevasi tanah asli. Juaro. Ukuran tiang pancang. yaitu Penyedia Jasa harus menanggung semua biaya tambahan redesign dan biaya tambahan volume dan pekerjaan. Loading Test 1. Nyiur di Kota Palembang Hal | 36 .

coupling. Jika terjadi failure. Ukuran panjang tiang seperti tertulis dalam gambar kerja adalah ukuran Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. 6). Umum. Boang. 5).Pembebanan dilakukan menurut prosedur "Slow Maintained Load Test" dengan cyclic loading berdasarkan ASTM D. Nyiur di Kota Palembang Hal | 37 . Alat instalasi tiang. pembacaan dilakukan pada setiap interval tidak lebih dari 20 menit. Juaro. Jack hidrolis beserta sistemnya yang terdiri dari ramp hidrolis.2. Pelaksanaan dan data testing. Selincah. pembacaan dilakukan segera sebelum pengurangan beban pertama dilakukan. 13. Displacement akhir yang merupakan permanent set (displacement) total dikurangi perpendekan/perpanjangan elastis dari 1 tiang pancang) adalah maksimum 0. d. Apabila digunakan sistem pembebanan dengan tiang angkur. 4).1143-81. Borang. pompa hidrolis dan pressure gauge sebelum digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu. Hasil loading test (berupa tabel & grafik). Pile Driving Analysis (PDA) Test 1. f.25 inch. Semua alat ukur seperti dial gauge. pressure gauge harus dikalibrasi oleh instansi/badan pemerintah yang berwenang.5. sehingga pembebanan dapat dikontrol dalam batas 5% dari pada beban total. Di bawah tiap beban termasuk beban nol harus dilakukan pembacaan awal dan pembacaan akhir. Selama pengurangan beban. maka tidak dijinkan menggunakan used pile untuk tiang angkur. 2). Keramasan. Lokasi tiang percobaan secara keseluruhan h. Sertifikat dan data pengetesan alat-alat ukur. Data hasil penyelidikan tanah yang terdekat dengan tiang percobaan g. Prosedur pembacaan displacement tiang. Data pelaksanaan pemancangan tiang percobaan termasuk data tiang. c. Sertifikat kalibrasi hanya berlaku untuk satu proyek dan untuk waktu satu bulan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. e. b. 3). Laporan mengenai hasil loading test harus mencakup hal -hal sebagai berikut: a. Batang.

6. seluruh permukaan yang akan dilas dan daerah-daerah di sekitamya harus dibersihkan dari karat. 2. Sebagai akibat adanya percobaan ini. Bahan-bahan baja yang perlu dipotong harus dikerjakan secara akurat dengan mengunakan oxy acetylene. 4.kelengkapannya yang memenuhi persyaratan B. Keramasan. C. Pemotongan dan pengelasan. Selincah. 4. pengalaman kerja dan keterangan-keterangan lain yang diperlukan. Borang. Lokasi dan jumlah tiang yang akan ditest adalah sesuai dengan lokasi titik pondasi.4301. Penyedia Jasa harus memberikan daftar kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Lapangan menyetujui mengenai tukang-tukang las yang dipekerjakan. 5. Lingkup pekerjaan pengelasan meliputi pengelasan untuk sambungan tiang pancang Mini Pile serta lain-lain pekerjaan pengelasan yang diperlukan. kelengkapan .4313 dan J Z. D. nama-nama mereka. Penyambungan tiang-tiang pancang yang dilakukan dengan las harus dilakukan dengan cara pengelasan manual seperti ditentukan dalam JIS Z. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. 3.G dan berpengalaman minimal 2 tahun termasuk 2 proyek/pekerjaan berturut-turut sebelum bekerja pada pekerjaan dimaksud. Contoh-contoh electrode pengetesannya harus disampaikan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya.G. Juaro.normal. 2. 3.9301. Batang. Cara penggunaan electrode tersebut agar diperhatikan sesuai dengan brosur dan apabila perlu memakai penahan terhadap angin keras.4311. 13. akan diperhitungkan pekerjaan tambah kurang untuk perubahan panjang tiang pancang antara yang tercantum dalam gambar kerja dengan kenyataan yang dilaksanakan.3312 atau B. Tiang-tiang yang telah ditest akan tetap dipakai sebagai salah satu dari tiang pondasi. Tempat pembuatan las lengkung. D. Boang. jumlah tiang yang ditest adalah tiang yang lokasinya akan ditentukan kemudian. Pemotongan bahan-bahan yang panjang dan yang bengkok harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi perubahan bentuk lebih lanjut dan harus dapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Pengawas. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.3605 dan sesuai dengan gambar kerja. PEKERJAAN PENGELASAN 1. Semua pekerjaan las hanya boleh dikerjakan oleh tukang-tukang las yang ahli dengan kualifikasi 3.S 639. Tukang-tukang las tersebut harus ditest oleh suatu badan yang independent yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi serta lulus sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan yaitu 3. Peralatan-peralatan dan dipakai harus sesuai Electrode-electrode yang akan dipakai harus memenuhi persyaratan dari D. Nyiur di Kota Palembang Hal | 38 . Daftar ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi.S 638 atau JIS. Sebelum pelaksanaan.

7. Penyelesaian permukaan. ketidaksempurnaan creter dan retak-retak. apakah sudah lurus dan mengikuti persyaratan pekerjaan las mengenai sudut-sudut lekukan. Sebelum pengelasan berlangsung. lekukanlekukan. Pemeriksaan tidak hanya terbatas pada pemeriksaan visual saja tetapi mencakup pula test radiographik (ultrasonic). Pemeriksaan pekerjaan las. Z. Borang. bahan-bahan sisa (slag) serta kotoran-kotoran lainnya dan harus dikeringkan dahulu.3146. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk memperbaiki las yang tidak memenuhi syarat seperti keropos. Batang. Nyiur di Kota Palembang Hal | 39 . Bagian yang telah selesai dilas harus bersih dan goresan-goresan. Jika untuk perbaikan kesalahan tersebut di atas dianggap perlu menambah las. maka pelaksanaannya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi. Dalam hal ini Penyedia Jasa harus mempersiapkan segala sesuatunya agar test dapat dilaksanakan. Selincah. bahan-bahan yang akan dilas harus dipegang kuat-kuat dalam posisi yang benar. Boang. miring kelebihan. 6. Konsultan Pengawas dapat memerintahkan kepada Penyedia Jasa apabila perlu pada setiap sambungan las agar diperiksa dan ditest dengan ultrasonic atau radiographik. Apabila menurut pandangan Konsultan Pengawas mempunyai kesalahankesalahan geometrik yang akan menimbulkan konsentrasi tegangan atau "notch effect" karena tidak tepatnya letak las. Pemeriksaan visual mencakup pengecekan pemasangan sambungan yang dilas mengenai. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Kekurangan bahan isi untuk las harus dicegah dan pelaksanaan harus hati-hati. Keramasan. permukaanpermukaan bagian yang dilas dan bagian-bagian yang terbuka. Pengelasan tidak boleh dilakukan pada waktu hujan. BAGIAN 14 . kontraktor harus memperbaiki dengan mengkikir.cat. jika telah diambil langkah-langkah pengamanan terhadap pengaruh cuaca buruk tersebut. sisa-sisa bahan las dan cacat-cacat lain yang ada selama pelaksanaan. pemberian bahan las dan kecepatannya harus sedemikian rupa sehingga las berbentuk V dan seluruhnya terisi dengan bahan-bahan isi. Selama pengelasan. Perbaikan dengan mengulangi las di atasnya tidak dijinkan. Pekerjaan las harus diperiksa atau disaksikan oleh Konsultan Pengawas dan sesuai dengan persyaratan dalam JIS. seperti masuknya slag ke dalam las.BETON Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Pengelasan pada las tumpul harus dihentikan dengan hati-hati dan teliti serta celah antara bagianbagian yang dilas harus dibuat tepat seperti dalam gambar. Pekerjaan las dalam cuaca buruk hanya dapat dilakukan atas persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi. tumpang tindih (overlap). atau kurang tebalnya "throat" atau ukuran. Juaro.

Selincah. membatu. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.2 SEMEN DAN BAHAN TAMBAHAN 14. Nyiur di Kota Palembang Hal | 40 . Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Direksi kapan dan di mana semen itu dihasilkan. metode yang digunakan. SEMEN 1. kapasitas. Tanpa persetujuan tertulis. Juaro. 2. Semen harus disimpan dalam ruangan yang bebas dari gangguan cuaca/hujan dengan menyusun setingi minimum 30 cm di atas tanah dengan maximum tumpukan/susunan 13 zak. Setelah lebih dari 90 hari sejak tanggal pengiriman ke lapangan.1. Bila Penyedia Jasa menggunakan spesi dari hasil campuran beton yang sudah jadi (ready mixed concrete) maka Penyedia Jasa selambat-lambatnya dalam waktu 10 (sepuluh) hari sebelum pelaksanaan dimulai memberitahukan secara tertulis kepada Direksi tentang nama pabrik/supplier. 14. Penyedia Jasa tidak diperbolehkan mendatangkan/menggunakan campuran beton yang sudah jadi (ready mixed concrete). Semen yang digunakan dalam pekerjaan beton harus semen buatan dalam negeri dengan kualitas sama dengan Portland Cement (PC) atau sesuai dengan standard Indonesia SNI 2049-90-A/JIS R 5210.2. 3. harus menyertakan rencana campuran beton (Mix Design Method). Penyedia Jasa harus bersedia untuk memberitahu kepada Direksi dalam proses pemeriksaan ini. penanganan pengangkutan pencampuran dari spesi beton. 4. Borang. 14. Selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum pelaksanaan.1. Semua pekerjaan konstruksi beton harus dibuat menurut gambar rencana atau sesuai Petunjuk Direksi. 3. Penyedia Jasa harus mengajukan rencana kerja kepada Direksi yang meliputi peralatan yang digunakan untuk proses. 2.2. Semen yang telah ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat 2 x 24 jam. dan Direksi senantiasa berhak memeriksa bahan tersebut. semen harus dibuang/tidak boleh digunakan. Batang. jenis I. lokasi. LINGKUP PEKERJAAN 1.2. reputasi dari produksinya dan lain-lain sesuai yang dibutuhkan oleh Direksi. jumlah tenaga kerja serta gambar. Boang. guna mendapatkan persetujuan dari Direksi. BAHAN TAMBAHAN (ADMIXTURE) Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. dapat ditolak penggunaannya tanpa melalui tes lagi. Keramasan. Untuk semen yang diragukan mutu karena kerusakan akibat salah penyimpanan dan dianggap rusak.14.

Keramasan.3.1. 14. AGREGAT 14. 2. Semua biaya yang diperlukan untuk bahan tambahan harus sudah menjadi satu kesatuan dengan harga beton. karang. Nyiur di Kota Palembang Hal | 41 . No.8 jika diselidiki dengan saringan standard untuk beton SKSNI T 15-91-03 atau dengan ketentuan sebagai berikut : 2. bebas dari gumpalan tanah liat. Selincah. Batang. Pasir alam adalah pasir yang didapat dai sungai atau sumber alam lainnya yang dapat disetujui oleh Direksi.3. Pasir yang digunakan harus bersih. Borang. Penyedia Jasa harus memperoleh ijin yang diperlukan dan membayar kewajiban atas pengambilan bahan tersebut. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Boang.3-2. Saringan Prosentase Tertinggal Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. bahan organik dan alkali dan bahan-bahan lain yang dapat merusak mutu beton. Untuk memperbaiki mutu beton. Bahan tambahan yang digunakan untuk beton harus sesuai dengan standar SNI 03-2495-1991 (SKSNI-18-1990-03)/ASTM C. waktu pengikatan dan pengerasan maupun untuk maksud-maksud lain dapat dipakai bahan admixture. 3. 3.260 atau yang setara sesuai dengan petunjuk Direksi. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi contoh pasir yang akan digunakan untuk diadakan uji kualitas. Semua pasir yang dipakai adalah pasir dengan ukuran butir maksimum 5 mm dan modulus kehalusan antara 2. guna mendapatkan persetujuan dari Direksi. Juaro.1. Bila akan menggunakan admixture. sifat-sifat pengerjaan. PASIR 1. Jumlah prosentase segala macam bahan yang dapat merusak tidak boleh lebih dari 2 %. Penyedia Jasa memberitahukan secara tertulis kepada Direksi mengenai sumber alam/quarry. Penyedia Jasa harus mengadakan test terhadap bahan tambahan atas permintaan Direksi dengan biaya sendiri. Pasir buatan adalah pasir yang dihasilkan oleh mesin pemecah batu. Penyedia Jasa harus mengajukan surat ijin tertulis kepada Direksi.

4 dengan kekuatan tekan tidak boleh kurang dari 400 kg/cm2.4. Agregat kasar harus bersih dan bebas dari bagian-bagian yang halus seperti lumpur.2. Juaro. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Agregat harus ditimbun dengan cara sedemikian sehingga terhindar dari tercampurnya dengan bahan lain dan pemisahan gradasi. Standard) 4 8 16 30 50 100 pan 14. Agregat kasar mempunyai modulus kehalusan butir antara 6 – 7. 3. 14. AIR Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. debu dan partikel lain yang lembut. Keramasan. Nyiur di Kota Palembang Hal | 42 .5 mm. Agregat kasar harus bergradasi baik dengan ukuran butir antara 5 . 5. alkali dan bahan organik atau dari substansi yang dapat merusak mutu beton dalam jumlah banyak. atau bila diselidiki dengan saringan standar harus sesuai dengan standar Indonesia untuk beton SKSNI T 15-91-03. Batang. Borang. AGREGAT KASAR 1. Batu pecah yang digunakan setelah diuji abrasinya harus lebih kecil 40% dari berat batu yang terabrasi. 0 – 15 6 – 15 10 – 25 10 – 30 15 – 35 12 – 20 3–7 2.3.S. Agregat harus didapat dari sumber yang disetujui oleh Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa harus memperoleh ijin dan membayar kewajiban karena pengambilan bahan tersebut.(U. Selincah. Boang. 4. Batu yang digunakan adalah batu pecah yang berasal dari gunung batu atau dari batu besar yang bermutu kwarsa dan tras mempunyai berat jenis minimal 2.40 mm atau sesuai dengan petunjuk Direksi.

bahan organik. garam dan kotoran lain dalam jumlah yang dapat merusak. Boang. 14. Borang. air. Penyedia Jasa harus menunjukkan sumber air yang digunakan serta uji terhadap mutu/kualitas air. Batang. Beton harus dibentuk dari unsur-unsur Portland Cement (PC). 14. Nyiur di Kota Palembang Hal | 43 .5. Bila diperlukan oleh Direksi.5. KELAS DAN MUTU BETON Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.Air yang dipakai untuk campuran beton harus bebas dari lumpur. sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia SKSNI T 15-91-03. ADUKAN BETON. Selincah. KOMPOSISI. asam. Keramasan.5. Penyedia Jasa harus membuat Perancangan campuran adukan beton (Mix Design Method) sesuai mutu yang akan dibuat/direncakan Direksi. pasir dan kerikil (agregat kasar) dan dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diaduk hingga homogen dengan kekentalan yang baik. Juaro. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa untuk keperluan pengadaan pengetesan mutu air harus sudah dimasukkan dalam harga penawaran volume batu tiap meter kubiknya. minyak. 14.1.2.

Bilamana tidak ditentukan lain. Borang. sesuai tabel di bawah ini. Batang.350 f’c=35 125 15 175 20 225 25 Struktur Struktur 300 30 350 35 Pengujian dengan Diuji analisa saringan Diuji 30 425 35 ’bk (f’c) adalah kekuatan tekan karakterisitik yang ditentukan dari hasil percobaan benda uji. ’bm (f’crt)1 adalah harga kekuatan tekan rata-rata.175 f’c=20 K.300 f’c=30 K. Mutu B0 B1 ’bk(kg/cm2) f’c(MPa) ’bm(kg/cm2) f’crt(Mpa) S=46(S=4 MPa) 200 15 250 20 300 25 375 Struktur Struktur Pengujian dengan analisa saringan Struktur Pengujian dengan Diuji analisa saringan Pengujian dengan Diuji analisa saringan Pengujian dengan analisa saringan Diuji Katagori Bangunan (tujuan) Non-struktur Struktur Pengawasan Mutu Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan mata Kekuatan Tekan Tidak diuji Tidak diuji K. Boang. maka kekuatan desak dari beton adalah kekuatan tekan hancur dari contoh kubus yang diuji pada umur 28 (dua puluh delapan) hari.Kelas dan mutu beton harus sesuai dengan standard Indonesia NI-2. Selincah. Nyiur di Kota Palembang Hal | 44 . Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Juaro.225 f’c=25 K. Keramasan. Rumus untuk menghitung ’bk (f’c) adalah sebagai berikut : Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey.125 f’c=15 K. SKSNI T 15-91-03.

dianjurkan untuk menggunakan slump sebagai berikut : Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Borang. Selincah. Boang. M = k.Sd Σ f’c f’c. Nyiur di Kota Palembang Hal | 45 .82 Sd Σ’ (f’c – f’cr)2 Sd = n-1  ’bm = Σ n Kuat tekan rata-rata (f’cr) f’cr = f’c + M .’bk = ’bm – 1.rt = n dengan : n ’b = jumlah benda uji (minimum 20 buah) = kekuatan tekan tiap benda uji (kg/cm2) ’bm = kekuatan tekan beton rata-rata (kg/cm2) S = deviasi standar (kg/cm2) dengan : M Sd f’cr f’c n f’c f’c. MPa k = 1. Batang. Keramasan.rt Sd = nilai tambah. Juaro.64 S Σ’(’b .’bm)2 S= n-1 f’c = f’c + 0. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.64 = Standar Deviasi (MPa Standar) = Kuat tekan rata-rata (MPa) = Kuat tekan yang disyaratkan (MPa) = Jumlah benda uji (minimum 20 buah) = Kekuatan tekan tiap benda uji (MPa) = Kekuatan tekan beton rata-rata (MPa) = Deviasi Standar Untuk mencegah adukan beton yang terlalu kental atau terlalu encer.

Penyedia Jasa harus mengadakan uji coba campuran beton untuk tiap kelas mutu beton di bawah pengawasan Direksi. UJI CAMPURAN BETON 60 (enam puluh) hari sebelum dimulai pekerjaan pembetonan. kolom dan dinding Perkerasan jalan Pembetonan masal Slump (cm) Maximum 12.0 2. pelat pondasi dan pondasi telapak bertulang Pondasi telapak tidak bertulang. Bila ternyata dari hasil uji tegangan tidak memenuhi.5 9.Jenis Pekerjaan Dinding. Dalam setiap uji campuran.5 Minimum 5. maka Penyedia Jasa harus membongkar dengan memperbaiki campuran/adukannya atas biaya sendiri. Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan yang cukup jumlahnya guna mengadakan uji mutu campuran. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.5.1.0 7.5.3. maka dengan persetujuan Direksi. Bilamana Direksi telah menyetujui campuran beton untuk tiap-tiap kelas beton. Nyiur di Kota Palembang Hal | 46 . 1. Penyedia Jasa harus membuat masing-masing 3 (tiga) silinder benda uji untuk diuji pada umur 3 (tiga) hari dan umur 28 (dua puluh delapan) hari. kaison dan konstruksi bawah tanah Pelat.5 7. asal memenuhi hal-hal sebagai berikut : a) Beton dapat dikerjakan dengan baik. 14.0 2. dapat dipakai nilai slump yang menyimpang dari tabel di atas.5 Untuk maksud-maksud dan alasan tertentu.0 15.4. Boang. b) Tidak terjadi pemisahan dalam adukan. c) Mutu beton yang disyaratkan tetap terpenuhi. Juaro. maka sebelum pengecoran.PENGADUKAN DAN PENGANGKUTAN Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Pengecoran hanya dapat dilaksanakan di bawah pengawasan Direksi untuk menjamin mutu beton yang sesuai dengan kelasnya. Borang. Batang. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa yang berkaitan dengan pekerjaan ini harus sudah diperhitungkan dalam harga penawaran volume beton tiap meter kubiknya.5 7. Selincah. Keramasan. balok.5 5.

5. Pada waktu menggunakan Concrete Mixer maka pengisian bahan beton yang akan diaduk harus sedemikian sehingga pada saat dituangkan ke dalam acuan maupun pada waktu pengambilan contoh (sampling) tidak terjadi pemisahan (segregasi). Alat pengaduk harus mampu mengaduk/mencampur semua bahan-bahan menjadi campuran yang merata dan pada penuangannya tidak terjadi pemisahan. dan dijamin tidak ada pemisahan bahan-bahan adukan. Keramasan. Boang. Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan dan bahan yang cukup dan memadai selama proses pengadukan. Pengangkutan adukan beton harus lancar sehingga tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang telah dicor dengan yang akan dicor. Truck mixer dan pengaduk harus dioperasikan dalam batas-batas kapasitas dan kecepatan perputaran yang telah ditetapkan oleh pabrik alat tersebut. rapat air dan harus dilengkapi dengan peralatan yang teliti untuk mengukur jumlah air. 6. Tidak diperkenankan mengaduk dalam jumlah yang lebih dengan menambah air agar kekentalan bisa bertahan lama. 3. 10.6. 8. Pengangkutan adukan beton dengan peralatan seperti agitator truck. Urutan memasukkan bahan-bahan ke dalam alat pengaduk serta lama waktu mengaduk harus sepengetahuan Direksi. talang miring hanya dapat dilakukan dengan persetujuan dari Direksi. Penyedia Jasa harus mencampur beton dengan alat pengaduk yang baik yaitu Batch Mixer atau Portable Concrete Mixer dengan kapasitas yang sesuai dengan besarnya pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyediakan satu set atau lebih alat komunikasi antara tempat-tempat pengadukan dan tempat pengecoran beton. Juaro. pengadukan beton dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang ditentukan Direksi. Apabila diperlukan jangka waktu lebih lama lagi oleh karena proses pengangkutan harus ditambahkan bahan penghambat pengikatan sesuai petunjuk Direksi. Tidak ada Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. 2. Bilamana diperlukan oleh Direksi.1. 9. belt conveyor.6. UMUM Pengecoran beton tidak dapat dimulai sebelum cetakan beton/acuan. Selincah. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Alat pengaduk harus diperlengkapi dengan alat-alat pengukur yang teliti dan pengatur terhadap setiap bahan yang dimasukkan. Truck Mixer harus bertipe Revolving Drum. Adukan beton sudah harus dicor dalam waktu 1-2 jam setelah pengadukan dengan air dimulai. Nyiur di Kota Palembang Hal | 47 . 7. Pengangkutan. 14. Dalam membuat campuran beton diperbolehkan menggunakan Truck Mixer dan harus mendapat persetujuan dari Direksi. Borang. Penyedia Jasa tidak dibenarkan melakukan pengecoran dalam genangan air dan dalam aliran air atau dalam kondisi hujan. tulangan dan bagian-bagian yang harus ditanam terpasang dengan lengkap dan telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi.1. PENGECORAN BETON 14. Kecuali ditentukan lain oleh Direksi. 4. Batang.

2.3. Borang.5. Pemisahan yang berlebihan karena menjatuhkan beton dari suatu ketinggian yang cukup besar atau membentur acuan atau tulangan tidak diperbolehkan. 14. Nyiur di Kota Palembang Hal | 48 . Pada permukaan sambungan beton harus dibersihkan dan dibasahi dahulu sebelum dicor atau sesuai petunjuk Direksi. PENGECORAN DALAM AIR Pengecoran beton tidak dapat dilaksanakan di bawah air kecuali ditentukan lain oleh Direksi dengan pengawasan yang ketat.4.pembayaran khusus untuk pengadaan. SUHU Suhu beton sewaktu dicor/dituang tidak boleh dari 320 C dan tidak boleh kurang 4.50 C. semua permukaan yang akan dicor harus dibersihkan dari bahan-bahan minyak. 14. Beton hanya bisa dicor pada waktu Direksi ada di tempat pekerjaan dan Penyedia Jasa harus menyampaikan pemberitahuan yang layak akan maksud pengecoran itu. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Untuk permukaan dasar tanah/pasir harus diratakan dan dibasahi sebelum dicor.6. Bila suhu beton melebihi 320 C seperti yang ditetapkan oleh Direksi. Keramasan. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh lebih dari 1 (satu) meter agar tidak terjadi pemisahan atas bahan-bahannya. pemeliharaan alat komunikasi tersebut di atas. kayu atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi peningkatan mutu beton.6.6. Juaro. Beton harus dituang ke acuan secepat mungkin dan dengan cara-cara sedemikan segingga tidak menyebabkan pemisahan bahan atau hilangnya slump. Penyedia Jasa harus menyediakan Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Nilai slump yang terjadi harus di bawah 10 cm dengan dilakukan pengecoran sesuai metode-metode yang disarankan oleh Direksi guna menjamin konsistensi dan mutu beton. Boang. Batang. PENYIAPAN TEMPAT PENGECORAN Segera sebelum pengecoran. Penambahan volume semen (PC) sangat diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga faktor semen tidak boleh lebih besar dari 0. 14. bahan organik. maka Kontraktor harus mengambil langkah-langkah pendinginan misal dengan mendinginkan agregat/menyiram air. 3.6.47. 14.2. PENGECORAN DAN PEMADATAN 1. Untuk permukaan pasangan batu/pondasi batu harus dibasahi dahulu sebelum pengecoran. Selincah.

adukan beton harus dipadatkan selama pengecoran dengan cara penggetaran dengan menggunakan alat penggetar mekanis (vibrator). Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. (c) (d) Untuk semua permukaan yang dibentuk lain. Selincah.5 m. PERBAIKAN 1. Borang. Nyiur di Kota Palembang Hal | 49 . 14. 5. maka Penyedia Jasa harus memperbaiki sesuai petunjuk Direksi atas pembiayaan Penyedia Jasa. perubahan-perubahan secara tibatiba harus tidak melebihi 10 mm. 14. Boang. Pada setiap pengecoran (Concrete Placing) harus diadakan pemeriksaan Slump dan pengambilan kubus (cylinder sample) untuk kuat tekan (compression test) pada umur 3 hari.4. Pekerjaan perbaikan beton harus dilaksanakan segera setelah acuan dibongkar. Juaro. Untuk beton yang telah mengeras sehingga sulit untuk dicor. Untuk penyempurnaan dapat digunakan campuran semen dan pasir yang mutunya lebih baik dari campuran betonnya. 7. Beton-beton dituang secara menerus dalam lapisan kira-kira horizontal. 2. Acuan untuk permukaan yang terbuka (exposed) untuk pandangan atau untuk saluran-saluran harus dikerjakan seteliti mungkin dan dengan penuh keahlian serta harus kuat. Untuk mencegah adanya rongga dalam beton. 3.(a) Ketidak-teraturan permukaan yang dibentuk akibat pengecoran tidak boleh melebihi sepanjang 1. (b) Pada permukaan-permukaan yang akan tertutup tanah. Penyelesaian dan penyempurnaan hasil pekerjaan harus dilakukan sesuai gambar rencana kecuali ditentukan lain oleh Direksi. peluncur jatuh yang baik untuk mengendalikan dan menahan jatuhnya beton. 4.8. 6. Pekerjaan penyempurnaan dari permukaan beton harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang ahli dan di bawah pengawasan Direksi. 2.5 cm. harus dikupas. Bilamana setelah pembongkaran acuan beberapa beton dijumpai tidak sesuai bentuknya dengan gambar atau menyimpang dari ukuran atau elevasi seperti dalam gambar atau terdapat permukaan-permukaan yang rusak. tidak perlu penanganan kecuali untuk perbaikan-perbaikan dan koreksi-koreksi penurunan yang melebihi 2. Mengolah lagi campuran beton bekas tidak diperbolehkan.7. 3. sepenuhnya dibatasi dan diisi dengan bahan pengisi yang disetujui sampai penuh/rapat. Keramasan. tidak boleh terjadi rongga-rongga dan harus menutup seluruh permukaan acuan. PEKERJAAN PENYELESAIAN DAN PENYEMPURNAAN 1. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. harus dibuang dan tidak ada perhitungan pembayaran. 7 hari dan 28 hari masing-masing 3 (tiga) buah. Tempat-tempat atau bagian-bagian yang diperbaiki. Batang.

9. 14. Beton harus terlindung dari hujan deras selama 12 (dua belas) jam. aliran air selama 14 (empat belas) hari dan sengatan matahari selama 3 (tiga) hari sesudah pengecoran. PERAWATAN DENGAN UAP Bila perawatan yang dipakai oleh pabrik pembuat beton pracetak maka Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Direksi.3.(a) (b) Permukaan-permukaan yang terbentuk yang akan ditutup dengan urugan harus diratakan sehingga didapat satu permukaan yang seragam. yang meliputi perawatan. cembung atau tidak lurus. Selama masa pelaksanaan.9.9. 5.2. PENGUJIAN KUALITAS BETON 1. Batang. Permukaan-permukaan yang terbuka dan terpengaruh oleh cuaca harus diberi kemiringan untuk drainase. Pada setiap pengecoran harus dibuat benda uji. Penyedia Jasa harus mengajukan cara-cara/metode perawatan dan perlindungan beton kepada Direksi sebelum pelaksanaan pengecoran dimulai. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. PERAWATAN DENGAN AIR Beton secara teratur harus disiram air sampai 21 (dua puluh satu) hari setelah pengecoran. Juaro. 14.10.9. UMUM Semua beton yang sudah dicor harus dirawat sesuai spesifikasi yang telah ditentukan oleh Direksi. Boang.Permukaan. Perawatan yang digunakan harus menjaga kelembaban beton. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mendapat persetujuannya. 14. mutu beton harus diperiksa secara terus-menerus. Pada tempat-tempat atau bagian-bagian untuk pejalan kaki atau lalu lintas kendaraan harus disempurnakan dengan sapu lidi. Keramasan. karpet atau pasir dalam karung yang selalu dibasahi dengan air. Permukaan-pernukaan yang terbuka dengan maksud untuk pandangan atau mengalirkan air harus disempurnakan dengan alat dari logam yang keras. yang terlihat tidak boleh memperlihatkan retakan-retakan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Selincah. PERAWATAN DAN PERLINDUNGAN BETON 14. 6. 14. Peralihan permukaan tidak boleh lebih dari 7 mm dan tidak boleh secara tiba-tiba. Borang. Nyiur di Kota Palembang Hal | 50 . Untuk menjaga kelembaban dapat dilakukan dengan cara menutup seluruh permukaan beton dengan karung.1.

b) Adukan benda uji harus mengambil langsung dari tempat pengadukan beton dan dituangkan dalam cetakan benda uji. tekanan dikerjakan pada bidang-bidang sisi dari kubus yang menempel pada bidang-bidang yang rata di dalam cetakan. Boang. 3. Selincah. Cetakan dapat dibuat dari logam. Acuan/concrete form harus disesuaikan dengan berbagai bentuk. ukuran benda uji harus ditentukan dengan ketelitian sampai mm. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. d) Benda uji yang baru dicetak harus disimpan di tempat yang bebas dari getaran dan ditutup dengan karuing basah selama 24 jam. kemudian diletakkan di atas bidang alas yang rata yang tidak menyerap air. Cetakan harus kuat dan kokoh untuk menyangga beban beton dan penggetaran secara mekanis selama pengecoran. Batang. e) Sebelum diadakan uji kekuatan. 5. 14. Cetakan beton boleh dibongkar/dibuka bila beton sudah keras dengan tidak merusak betonnya atau sesuai petunjuk/Direksi. bidang-bidang. Tekanan harus dinaikkan berangsur-angsur dengan kecepatan 4 kg/cm2 per detik. g) Pada saat benda uji tersebut hancur akibat pengujian beban.2. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. cetakan harus dilapisi dengan vaselin atau minyak agar beton tidak lengket dengan cetakan. Keramasan. 3. ACUAN 1. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana tertera pada gambar rencana atau sesuai petunjuk Direksi. Cetakan sebelumnya dilapisi dengan vaselin atau minyak agar mudah dilepaskan dari betonnya. kemudian adukan beton diisikan sekaligus. 2. Juaro. Kemudian benda uji disimpan pada tempat yang suhunya sama dengan di luar. Pada adukan beton yang kental. 4. Borang. Pesawat penguji tidak boleh mempunyai kesalahan yang melampui 3 % pada setiap pembebanan di atas 10% dari kapasitas maksimum. papan kayu yang dipasah halus atau lainnya sesuai petunjuk Direksi. Pembuatan dan pemeriksaan benda uji harus memenuhi hal-hal berikut : a) Benda uji silinder dibuat dengan cetakan sesuai standar SKSNI T 15-1991-03. Nyiur di Kota Palembang Hal | 51 . Tegangan ijin untuk desak dan geser beton setelah benda uji berumur 28 (dua puluh delapan) hari harus lebih besar dari tegangan ijin yang diisyaratkan. adukan beton diisikan ke dalam cetakan dalam 3 (tiga) lapis yang kira-kira sama tebalnya dengan tiap-tiap lapis ditusuktusuk 10 (sepuluh) kali dengan tongkat baja berdiameter 16 mm dengan ujung dibulatkan. cetakan harus diberi sambungan ke atas.11. f) Pada pengujian. Sebelum dituangi beton. setelah itu baru dibuka dari cetakannya. c) Pada adukan beton yang encer. kayu lapis (plywood). beban tertinggi ditunjukkan oleh pesawat penguji.

BESI TULANGAN 14. Pengelasan tulangan tak diizinkan kecuali atas persetujuan Direksi untuk keperluan tersendiri.12. Nyiur di Kota Palembang Hal | 52 . 14. SKSNI T 15-1991-03 dan harus dietujui oleh Direksi.PEMASANGAN 1. Semua baja tulangan baik pada ujung maupun sambungan harus dikaitkan pada sebuah pasak dengan diameter tidak kurang dari 2 (dua) kali penampang nominal baja tulangan. Ujung kait dengan bengkok 180 derajat harus ditambah dengan bagian lurus yang mempunyai panjang tidak kurang dari 65 mm. Keadaan bersih harus selalu dijaga sampai saat pengecoran. 14.12. Keramasan. kecuali ditentukan lain oleh gambar. secara tertulis. 2. 7. sehingga tidak akan terjadi penurunan batang. Ujung-ujung dari kawat pengikat ini harus dibengkok ke arah dalam menjauhi permukaan beton.14. Panjang sambungan harus 48 kali diameter batang. Kursi-kursi. kedudukan-kedudukan tersebut tidak berubah. Selincah. Penulangan harus dikerjakan seteliti mungkin pada kedudukan terkunci sedemikian sehingga pada waktu pengecoran. Juaro. minyak dan pelapisan yang dapat merusak daya lekat beton. Boang. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. 2. Penyedia Jasa harus membuat daftar ulangan (bar bending) yang disetujui oleh Direksi.3. Pada tiap persilangan antara baja-baja tulangan harus diikat dengan kawat ikat yang berdiameter tak kurang dari 1. 4.1. harus bersih dan serpih-serpih. Dalam segala hal untuk besi beton horisontal digunakan penunjang yang tepat.PEMBENGKOKAN/PEMBENTUKAN DAN PEMBERSIHAN 1. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. penggantung-penggantung atau pengatur jarak digunakan untuk maksud ini. 6. Rangka tulangan harus diganjal dengan balok beton cakar ayam atau lainnya sesuai dengan gambar. 5. Besi beton harus dipasang dengan teliti sesuai dengan gambar dan dipastikan tidak terjadi pergeseran dengan mengikat dengan kawat.2. 3.12. Semua baja tulangan beton harus baru serta dari mutu dan ukuran yang sesuai dengan standard Indonesia untuk beton NI-2.12. karat. Baja tulangan harus dibengkok/dibentuk dengan teliti dengan bentuk dan ukuran pada gambar rencana. Sambungan batang-batang baja tulangan dapat dilakukan hanya bila dalam gambar. Batang.BAHAN (MATERIAL) DAN UKURAN BAJA 1.25 mm. Kontraktor harus membuat ganjalan balok beton sesuai dengan petunjuk Direksi. Penyedia Jasa dapat diminta untuk memberikan surat keterangan tentang pengujian oleh pabrik dari semua baja tulangan beton yang disetujui oleh Direksi. 2. Bila tulangan beton sebelum dipasang. Borang.

4. pasir dan air yang sesuai dengan persyaratan pada pasal 14.3.3 dan 14. Nyiur di Kota Palembang Hal | 53 . 14. Permukaan terbuka dengan adukan tanpa susut dan adukan encer harus dirawat selama 72 (tujuh puluh dua) jam dengan menutupinya dengan 2. 3. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. harus tidak kurang dari yang tersebut di bawah ini. Juaro.13. Permukaan dari balok beton horisontal berukuran kurang lebih 7. Baja tulangan beton untuk plat (slab) langsung di atas tanah harus didukung dengan balok beton yang dicetak lebih dahulu. adukan dan adukan tanpa susut encer tak boleh diusik atau digetarkan. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Borang. Bagian Konstruksi Dengan Acuan dan Dilapisi Adukan Semen Pasir 20 25 20 40 - Dengan Acuan dan “Exposed” Tanpa Acuan Pelat Balok Dinding Kolom Pondasi Tiang Pancang 30 40 30 50 50 40 65 65 5 75 65 - 14. ADUKAN TANPA SUSUT DAN ADUKAN ENCER 1. Selang waktu antara pencampuran adukan dan pengisian tidak boleh lebih dari 30 menit.13.4. Setelah dituang.1. Pemborong harus menyediakan semua bahan yang diperlukan. dalam mm. PEKERJAAN LAIN 14. Selincah. 5. Keramasan.2. Boang. Batang. Sebelum penempatan adukan tanpa susut dan adukan encer tersebut permukaan beton harus dibuat kasar dan dibersihkan dari semua kotoran yang mengganggu dan kemudian dicuci dengan air. Adukan harus dimampatkan agar pengisian adukan sempurna. Tebal selimut beton. Jarak terkecil antara batang paralel harus datu diameter batang tetapi jarak terbuka tidak boleh kurang dari 1.25 cm x 10 cm. 4. yaitu semen.2 kali ukuran terbesar agregat. Adukan tanpa susut dan adukan encer harus digunakan apabila ditunjukkan dalam gambar dan apabila diperlukan untuk pemasangan peralatan atau pekerjaan logam. Permukaan beton harus dibiarkan dalam keadaan basah paling tidak 12 (dua belas) jam sebelum adukan dituang.

Bidang permukaan dari sambungan cor horisontal harus dipersiapkan untuk menerima sambungan berikutnya dengan menggunakan semprotan pasir (sand blasting) atau diadakan pemotongan dengan semprotan air bertekanan (air-water-jet). Boang. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Nyiur di Kota Palembang Hal | 54 . harus bersih.LOBANG-LOBANG REMBESAN Lobang Rembesan (weep hole) ditempatkan sesuai dengan gambar atau atas petunjuk Direksi. Bidang permukaan dari sambungan cor sebelum diadakan pengecoran lanjut. 14. SAMBUNGAN MUAI (CONSTRUCTION JOINT) Sambungan muai sebagaimana ditunjukkan pada gambar dibuat pada tempat-tempat yang sudah ditentukan. Dapat berupa lobang. Selincah. kasar dan terlebih dahulu dibasahi. PERANCAH 14. 14. Permukaan beton bagian pertama harus bersih dan ditutup dengan komponen pelapis sebelum beton bagian kedua dicor. Material ini adalah bahan lembaran yang terbuat dari seratserat kayu dan mengandung bitumen 20 %. 14. Mengenai penggunaan metoda Air-Water Cutting atau Wet Sandblasting atau pembuangan air sisa akibat metoda pemotongan dengan semprotan air. Keramasan. pipa atau corong yang terpendam dalam beton atau lobang bor. 2.SAMBUNGAN PADA BETON 1. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati.goni basah atau pasir basah atau cara-cara lain sesuai dengan petunjuk Direksi. Apabila tidak tercantum dalam gambar rencana. Borang. SAMBUNGAN COR (CONSTRUCTION JOINT) Letak-letak sambungan cor sesuai dengan yang telah disetujui Direksi.13. Penyedia Jasa harus mengajukan gambar perancah tersebut untuk disetujui oleh Direksi.1.UMUM Perancah adalah konstruksi yang mendukung acuan dan beton muda yaitu sebelum beton mengeras mencapai kekuatan yang diisyaratkan dan sebelum beton mendapat bentuknya yang permanen.2. Juaro. Batang.14. Bahan yang digunakan harus sesuai ASTM D 1751. harus dilaksanakan atas persetujuan Direksi.13.14.3.

sedang konstruksinya sendiri harus kokoh terhadap pembebanan yang akan ditanggungnya. 3.14. harus direncanakan sedemikian rupa agar sedikit mungkin menghambat jalannya air. Penyedia Jasa harus memperhitungkan dan membuat langkah-langkah persiapan yang perlu sehubungan dengan pelendutan perancah akibat gaya-gaya dan bekerja kepadanya sedemikian sehingga pada akhir pekerjaan beton. serta diusahakan mengadakan patok-patok di sekeliling perancah dan dimana perlu agar perancah terhindar dari kerusakan akibat tumbukan kapal.2. Perancah harus dibuat dari kayu. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Batang. permukaan dan bentuk konstruksi beton sesuai dengan kedudukan dan bentuk yang seharusnya menurut gambar rencana. BAGIAN 15 . Pemakaian bambu untuk hal ini tidak dianjurkan.PENGECATAN Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. PELAKSANAAN 1. Bila perancah itu sebelum atau selama pekerjaan pengecoran beton berlangsung menunjukkan tanda-tanda penurunan yang besar. Selincah. Perancah harus dibuat di atas pondasi yang kuat dan kokoh. 4. Juaro. 6.14. baja atau beton cetak yang bermutu baik dan tidak mudah lapuk. Untuk perancah yang dipasang pada sungai-sungai dengan aliran air yang deras. Pembongkaran kembali perancah dilaksanakan setelah beton mencapai kekuatan karateristiknya dan cukup umurnya atau sesuai instruksi Direksi. yang dikhawatirkan akan menghancurkan perancah. termasuk gayagaya pratekan dan gaya lainnya yang mungkin akan ada. Borang. Nyiur di Kota Palembang Hal | 55 . terhindar dari bahaya penggerusan dan penurunan. Ruang untuk lintas kapal/harus ditandai agar mudah terlihat dan diberi penerangan yang secukupnya pada malam hari. sehingga menurut pendapat Direksi hal itu akan menyebabkan kedudukan akhir sesuai dengan gambar rencana tidak akan dapat dicapai atau menurut pendapatnya penurunan tersebut akan sangat membahayakan dari konstruksi. 2. 5. Boang. maka Direksi dapat memerintahkan untuk membongkar pekerjaan beton yang sudah dilaksanakan dan mengharuskan kontraktor untuk memperkuat perancah tersebut sehingga cukup kuat. Keramasan. 7. Pada tempat-tempat dimana sungai tersebut juga digunakan untuk lalu lintas kapal/perahu. harus diusahakan adanya ruangan yang cukup agar kapal-kapal dapat dengan aman melewatinya. terutama apabila sering terjadi banjir.

Wood primer sealer untuk permukaan kayu yang akan menerima cat akhir berbahan dasar minyak. Untuk menetapkan suatu standar kualitas. Undercoat. Penyedia Jasa harus mengajukan daftar tertulis dari semua bahan yang akan dipakai untuk disetujui oleh Direksi Pekerjaan.2. Nyiur di Kota Palembang Hal | 56 . Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. tenaga dan semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. dan masih jelas menunjukkan nama/merek dagang. Keramasan.1. kayu. Boang.15. ditengah-tengah dan akhir. . ICI atau Levis-Akzo Nobel. politur/teak oil.2. 2. tanggal pembuatan pabrik. 3. Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup patri/segel. Semua bahan harus sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat. petunjuk dari pabrik dan nama pabrik pembuat. Selincah. Konsultan Pengawas berhak menguji contoh-contoh sebelum memberikan persetujuan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan. Borang. enamel.Water-based sealer untuk permukaan plesteran. UMUM Pekerjaan ini mencakup semua pekerjaan yang berhubungan dan seharusnya dilaksanakan dalam pengecatan dengan bahan-bahan emulsi. warna. Juaro. BAHAN 15. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. .Masonry sealer untuk permukaan plesteran yang akan menerima cat akhir berbahan dasar minyak. Yang dicat adalah semua permukaan baja/besi. Cat Dasar. Selambat-lambatnya sebulan sebelum pekerjaan pengecatan dimulai. Batang. Cat dasar yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut atau setara : . Umum 1. plesteran tembok dan beton. yang semuanya harus masih absah pada saat pemakaiannya. nomor takaran pabrik. papan gipsum dan panel kalsium silikat. 15. Pemakaian bahan-bahan pengering atau bahan-bahan lainnya tanpa persetujuan Direksi Pekerjaan tidak diperbolehkan. beton. pendempulan. Standar Rujukan : PUBB 1973 NI-3 Steel Structures Painting Council (SSPC) Swedish Standard Institution (SIS) British Standard (BS) Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat. baik yang dilaksanakan sebagai pekerjaan permulaan. disyaratkan bahwa semua cat yang dipakai harus berdasarkan/mengambil acuan pada cat-cat hasil produksi Mowilex. nomor formula atau spesifikasi cat.1. cat dasar. dan permukaan-permukaan lain yang disebut dalam Gambar Kerja dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis.

Permukaan Plesteran dan Beton. instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang berhubungan langsung dengan permukaan yang akan dicat. Cat Akhir. Borang. permukaan polesan mesin.Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya. . Minyak dan lemak harus dihilangkan dengan memakai kain bersih dan zat pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan mempunyai titik nyala di atas 380 C. Batang. atau yang setara: . beton. harus dilepas. . Boang. Cat Epoxy digunakan untuk permukaan dinding sesuai gambar rencana dan jadwal finishing dengan ketebalan 600 mikron untuk dinding dan 1000 mikron untuk lantai. sebelum persiapan permukaan dan pengecatan dimulai. kayu dan besi/baja. Keramasan. Cat akhir yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut. papan gipsum dan panel kalsium silikat.3. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Permukaan plesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya selang waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka. PELAKSANAAN 15.3. Juaro. 4. beton.Pengecatan harus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang tersebut. Pelaksanaan Pekerjaan Pembersihan.Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa sehingga debu dan pencemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh diatas permukaan cat yang baru dan basah. . Bahan yang digunakan adalah setara produk Akzo-Nobel atau Ever New.Khusus untuk bagian luar yang tidak terlindung atap dipakai jenis Weathershield. . Umum. -` Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan atau pelaksanaan pengecatan. ditutupi atau dilindungi.Emulsion khusus untuk permukaan eksterior plesteran. Persiapan dan Perawatan Awal Permukaan. Epoxy. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. pelat.Emulsion untuk permukaan interior plesteran.1. . Semua pekerjaan plesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi-tepinya dan ditambal dengan plesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi rata dengan plesteran sekelilingnya. 1. . Selincah.High quality solvet-based high quality gloss finish untuk permukaan interior plesteran dengan cat dasar masonry sealer. papan gipsum dan panel kalsium silikat. Nyiur di Kota Palembang Hal | 57 . 15. 5.Undercoat digunakan untuk permukaan bidang baru yang belum pernah dicat sebelumnya.

oli atau gemuk dan permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai. lumpur. minyak gemuk dan sebagainya harus dibersihkan dengan zat pelarut yang sesuai dan kemudian dilap dengan kain bersih. Boang. Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut untuk menghilangkan debu. Bagian-bagian yang tergores atau berkarat harus dibersihkan dengan sikat kawat sampai bersih. debu. Batang. baik sebelum atau sesudah pemasangan dengan cara segera merawat permukaan karat yang terdeteksi. kotoran. aspal. Keramasan. pelapisan cat dasar pada semua permukaan barang besi/baja dapat dilakukan sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan. Selincah. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Hal ini dapat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan memberikan selang waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat diserap. lemak. Semua debu. gemuk. b. adukan yang berlebihan dan tetesan-tetesan adukan. Bahan dasar yang diaplikasikan di pabrik/bengkel harus dari merk yang sama dengan cat akhir yang akan diaplikasikan di lokasi proyek dan memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi Teknis ini. untuk menutup permukaan yang berpori. Permukaan gypsum harus kering. sisa pengamplasan serta kotoran lainnya. lemak dan serbuk kayu gergajian. Barang besi/baja yang telah dilapis dasar di pabrik/bengkel harus dilindungi terhadap karat. dilanjutkan dengan pengecatan sesuai ketentuan Spesifikasi ini. Permukaan Kayu harus bersih dari minyak. Nyiur di Kota Palembang Hal | 58 . 3. dan kemudian dicat kembali (touch-up) dengan bahan cat yang sama dengan yang telah disetujui. Permukaan Kayu. kotoran.Permukaan plesteran yang akan dicat harus dipersiapkan dengan menghilangkan bunga garam kering. a. bubuk besi. minyak. Borang. Juaro. sesuai standar St 2/SP-2. minyak. Besi/Baja Baru. permukaan plesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan. Permukaan Gypsum. 4. 2. Kemudian permukaan gypsum tersebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus untuk gypsum. sebelum pelapisan cat dimulai. sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan. Setelah cat dasar ini mengering. Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan benda-benda asing lainnya harus dibersihkan secara mekanis dengan sikat kawat atau penyemprotan pasir/sand blasting sesuai standar Sa21/2. Permukaan Barang Besi/Baja. Sesudah pembersihan selesai. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Besi/Baja dilapis dasar di pabrik/bengkel. kapur. bebas dari debu.

Beton.3. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. secepat mungkin setelah persiapan-persiapan di atas selesai.2. Bersihkan permukaan dari kotoran-kotoran. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. a. Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah sempurna dan semua lapisan harus diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang sama. tetesan cat. penonjolan. d. Harus diberi selang waktu yang cukup di antara pengecatan berikutnya untuk memberikan kesempatan pengeringan yang sempurna. beton. Permukaan yang sudah dirapikan harus bebas dari aliran punggung cat. disesuaikan dengan keadaan cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat dimaksud. Umum. termasuk bagian tepi. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion.3. Selang waktu antara persiapan permukaan dan pengecatan Permukaan yang sudah dibersihkan. perbedaan warna tekstur. 2. Juaro. Boang.c. Selincah. agar bisa memperoleh ketebalan lapisan yang sama dengan permukaanpermukaan di sekitarnya. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. Permukaan Eksterior Plesteran. dirawat dan/atau disiapkan untuk dicat harus mendapatkan lapisan pertama atau cat dasar seperti yang disyaratkan. Harus diperhatikan bahwa hal ini harus dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada permukaan yang sudah disiapkan di atas. 15. Pengecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan cat kering). Nyiur di Kota Palembang Hal | 59 . bekas olesan kuas. Borang. c. Keramasan. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion khusus eksterior / weathershield. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Permukaan interior plesteran. atau disikat dengan sikat kawat. sudut dan ceruk/lekukan. a. Besi/Baja Lapis Seng/Galvanized. harus telah diberi lapisan cat dasar terlebih dahulu. debu dan sisa-sisa pengasaran. Permukaan besi /baja atau kayu yang terletak bersebelahan dengan permukaan yang akan menerima cat dengan bahan dasar air. sebelum pengaplikasian cat dasar. c. Pelaksanaan Pengecatan 1. Proses Pengecatan. Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan permukaan. gypsum.3. Batang. sesuai ketentuan berikut : b. Permukaan besi/baja berlapis seng/galvanized yang akan dilapisi cat warna harus dikasarkan terlebih dahulu dengan bahan kimia khusus yang diproduksi untuk maksud tersebut. b. 15.

2. Pencampuran dan Pengenceran. a. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. Metoda Pengecatan. Cat dasar untuk permukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan. rol atau semprotan. maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi jumlah 0. Cat dasar untuk permukaan beton. suhu. Boang. c. a. disaring secara menyeluruh dan juga agar seragam konsistensinya selama pengecatan. Keramasan. Bila disyaratkan oleh keadaan permukaan. cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras. Permukaan Interior dan Eksterior Plesteran dengan Cat Akhir Berbahan Dasar Minyak. b. Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab Penyedia Jasa untuk memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di bawahnya). Permukaan Kayu. Pada saat pengerjaan. Undercoat : 1 (satu) lapis undercoat. Borang. 3. Cat harus diaduk. d. Penyimpanan. Cat dasar untuk permukaan papan gypsum diberikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. d. Batang. Cat Dasar : 1 (satu) lapis masonry sealer. Permukaan Besi/Baja. membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya.d. f. Selincah. c. Cat Dasar : 1 (satu) lapis wood primer sealer. Juaro. Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas. b. e. plesteran.5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter cat. Nyiur di Kota Palembang Hal | 60 . Cat Dasar : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc chromate primer. cuaca dan metoda pengecatan. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. gypsum board diberikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol.

Boang.3. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan. Keramasan. Selincah. prosedur dan persiapan yang harus dilakukan adalah permukaan dinding. Nyiur di Kota Palembang Hal | 61 .15. Pertemuan plafon dengan dinding harus melengkung dengan R.4.3.5. Juaro. Setelah permukaan benar-benar rata dan kering barulah pekerjaan pelapisan dengan Epoxy bisa dimulai setelah mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. maka barang-barang yang dilepas harus harus dipasang kembali oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya. Batang. Pengecatan dilakukan sesuai prosedur produk yang dipakai sampai memperoleh ketebalan 600 mikron. Pekerjaan ini harus dilakukan berulangkali untuk mendapatkan permukaan yang benar-benar rata dan mendapatkan persetujuan pengawas lapangan. Borang. Minimal 10 cm dan permukaan tidak boleh ada celah atau pemutusan permukaan. 15. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Pekerjaan Epoxy untuk Pengecatan Dinding Sebelum dilakukan pekerjaan finishing dinding dengan cat Epoxy. Untuk mendapatkan permukaan yang benar-benar rata permukaan dinding harus menggunakan dempul yang khusus untuk epoxy. Pelaksanaan pekerjaan ini harus dilakukan oleh tukang yang berpengalaman dan yang telah direkomendasikan oleh pabrik.

saat awal sebelum mulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan (0%). DOKUMENTASI Sejak awal akan mulai melaksanakan pekerjaan.BAGIAN 16 – DOKUMENTASI DAN LAPORAN 16. atas permintaan Direksi Pekerjaan. Selanjutnya photo dokumentasi harus dicetak ukuran kartu pos. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau sesuai dengan pengarahan Direksi Pekerjaan. masing-masing rangkap 5 (lima). Penyedia Jasa diwajibkan membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dan video. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Borang. Juaro. Disamping photo dokumentasi utama tersebut. . Penyedia Jasa bisa melaksanakan pengambilan photo dokumentasi dan video kegiatan pelaksanaan pekerjaan lainnya yang dianggap berguna dan cukup mempunyai nilai penting untuk didokumentasikan. harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan pekerjaan sejak dari awal sampai akhir pelaksanaan pekerjaan. sehingga secara kronologis bisa merupakan satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut. Photo dokumentasi dan video kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut. selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada akhir pelaksanaan pekerjaan. Nyiur di Kota Palembang Hal | 62 . Photo dokumentasi tersebut diambil pada titik dan arah yang sama untuk setiap tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan : . dan sudah harus bisa memberikan gambaran secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan.saat selesai pelaksanaan pekerjaan (100%). Semua biaya yang timbul akibat pembuatan photo dokumentasi tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Penyedia Jasa serta sudah harus diperhitungkan termasuk “overhead” pada analisa harga satuan. Boang. Selincah. Batang.1. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. . Keramasan. dengan distribusi 1 (satu) copy dipasang di direksi keet dan 4 (empat) copy lainnya ditata rapi pada album photo dan diserahkan bersama video kepada Pengguna Jasa.saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50%.

Nyiur di Kota Palembang Hal | 63 . bulanan serta laporan hasil test dan perhitungan laboratorium. Data cuaca di lokasi proyek. Laporan bulanan prestasi pelaksanaan pekerjaan. Volume masing-masing item pekerjaan. Schedule Waktu Pelaksanaan Guna mengevaluasi kemajuan prestasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selincah. Teknis pekerjaan yang dilaksanakan dari waktu ke waktu dan lain-lain. Semua laporan tersebut harus mendapat pengesahan dari Pengawas Pekerjaan untuk laporan harian. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “overhead” pada analisa harga satuan. Target rencana kumulatif pelaksanaan tiap minggu (% bobot). Bobot masing-masing item pekerjaan. Borang. pada awal sebelum dimulainya pekerjaan. Peralatan yang dipakai. Laporan dan perhitungan hasil test laboratorium. Laporan mingguan prestasi pelaksanaan pekerjaan. Juaro.2.2. Penyedia Jasa diwajibkan membuat schedule waktu pelaksanaan pekerjaan secara detail yang meliputi : Waktu kegiatan masing-masing item pekerjaan. Keramasan. Penyedia Jasa diwajibkan membuat : Laporan harian prestasi pelaksanaan pekerjaan. Prestasi kumulatf pelaksanaan tiap minggu (% bobot). Target rencana pelaksanaan tiap minggu (% bobot). Prestasi pelaksanaan tiap minggu (% bobot). Keterangan lainnya yang diperlukan. 16.16.2. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Penyedia Jasa.1. Batang. Laporan Prestasi Pekerjaan Sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pengguna Jasa sampai selesainya pelaksanaan pekerjaan. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. serta dari Direksi Pekerjaan untuk laporan mingguan. Boang. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey.2. LAPORAN 16. Isi laporan-laporan tersebut meliputi : Tenaga kerja yang bekerja.

Standar prosedur. Bahan untuk pembuatan RMK adalah sebagai berikut : a.BAGIAN 17 – RENCANA MUTU KONTRAK Penyedia Jasa diwajibkan membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebanyak 4 (empat) set dijilid rapi dan diserahkan ke Direksi Pekerjaan di awal pelaksanaan pekerjaan. jadi masih dapat bertambah atau berkurang. Spesifikasi teknis tiap-tiap pekerjaan. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Penyedia Jasa. c. Daftar sistem prosedur. standar desain dan instruksi kerja. standar produk dan instruksi kerja. Keramasan. 17. Borang. e. Bagan alir pelaksanaan pekerjaan.2. Daftar alat kerja. Nyiur di Kota Palembang Hal | 64 . Rencana daftar isi RMK adalah sebagai berikut : a. Informasi pemilik proyek. Ringkasan spesifikasi teknik atau dokumen pendukung. f. h. j. Dokumen Lelang – Buku III – Spesifikasi Teknis Survey. Oleh karena itu pembuatan rencana mutu ini harus dapat menyesuaikan diri dengan rencana kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakannya. Uraian tugas jabatan. Namun daftar isi rencana mutu ini masih dapat berubah susunannya maupun judulnya. Jadual pelaksanaan pekerjaan. Daftar simak. disusun sebagai panduan dalam pembuatan rencana mutu pekerjaan konstruksi atau desain. Struktur organisasi. m. c. Jadual inspeksi dan test. Lingkup pekerjaan. b. Investigasi dan Desain (SID) Pengendalian Banjir Sungai Musi Sub DAS Kertapati. Daftar gambar teknik atau dokumen pendukung. d. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Kriteria penerimaan dan rencana inspeksi dan test. i. e. k. Boang. Jadual pelaksanaan pekerjaan. 17. b. l. Organisasi pelaksana pekerjaan Uraian tugas jabatan setiap pejabat pelaksana pekerjaan. Juaro. Gambar teknik tiap-tiap pekerjaan. Adapun daftar isi RMK seperti tertulis dibawah ini. Daftar peralatan yang digunakan dan yang dipasang. g. d. f. Batang. g. Selincah.1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->