Tahap perkembangan kepribadian menurut freud a.

Tahap Oral (mulut) Tahapan ini berlangsung selama 18 bulan pertama kehidupan. Mulut merupakan sumber kenikmatan utama. Dua macam aktivitas oral di sini, yaitu menggigit dan menelan makanan, merupakan prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari. Kenikmatan yang diperoleh dari inkorporasi oral dapat dipindahkan ke bentuk-bentuk inkorporasi lain, seperti kenikmatan setelah memperoleh pengetahuan dan harta. Misalnya, orang yang senang ditipu adalah orang yang mengalami fiksasi pada taraf kepribadian inkorporatif oral. Orang seperti itu akan mudah menelan apa saja yang dikatakan orang lain. b. Tahap Anal Tahapan ini berlangsung antara usia 1 dan 3 tahun. Kenikmatan akan dialami anak dalam fungsi pembuangan, misalnya menahan dan bermain-main dengan feces, atau juga senang bermain-main dengan lumpur dan kesenangan melukis dengan jari. c. Tahap Phallic Tahapan ini berlangsung antara usia 3 dan 6 tahun. Tahap ini sesuai dengan nama genital laki-laki (phalus), sehingga meupakan daerah kenikmatan seksual laki-laki. Sebaliknya pada anak wanita merasakan kekurangan akan penis karena hanya mempunyai klitoris, sehingga terjadi penyimpangan jalan antara anak wanita dan laki-laki. Lebih lanjut, pada tahap ini anak akan mengalami Oedipus complex, yaitu keinginan yang mendalam untuk menggantikan orang tua yang sama jenis kelamin dengannya dan menikmati afeksi dari orang tua yang berbeda jenis kelamin dnegannya. Misalnya anak laki-laki akan mengalami konflik oedipus, ia mempunyai keinginan untuk bermain-main dengan penisnya. Dengan penis tersebut ia juga ingin merasakan kenikmatan pada ibunya. d. Tahap Latency Tahapan ini berlangsung antara kira-kira usia 6 tahun dan masa pubertas. Merupakan tahap yang paling baik dalam perkembangan kecerdasan (masa sekolah), dan dalam tahap ini seksualitas seakan-akan mengendap, tidak lagi aktif dan menjadi laten. e. Tahap Genital Tahapan ini berlangsung antara kira-kira dari masa pubertas dan seterusnya. Bersamaan dengan pertumbuhannya, alat-alat genital menjadi sumber kenikmatan dalam tahap ini, sedangkan kecenderungan-kecenderungan lain akan ditekan.

punya anak dan ikut dalam kegiatan sosial. Usia anak dibagi menjadi 3 tahap. 3. kawin. kegagalan di masa lalu bukan dijadikan beban tapi dijadikan pengalaman yang kemudian digunakan sebagai stimuli untuk belajar lebih baik dari kegagalan tersebut. Usia Pertengahan. Pemuda berjuang untuk mandiri secara fisik dan psikis dari orangtuanya. Tahapan Perkembangan Kepribadian TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN 1. Prinsip mekanistik akan membuat manusia menjadi sengsara karena terpenjara oleh masa lalu. Ditandai dengan aktualisasi diri. tahap dualistik yakni anak dapat berfikir secara obyektif dan subyektif terjadi pada usia 8 – 12 tahun. memiliki pekerjaan. Usia Pemuda. Tahap-tahap perkembangan menurut Jung terdiri atas 4 tahap. Jung beranggapan bahwa semua peristiwa disebabkan oleh sesuatu yang terjadi di masa lalu (mekanistik) dan kejadian sekarang ditentukan oleh tujuan (purpose). mulai berfikir verbal dan logika pada usia 6 – 8 tahun. prinsip purposif memubat orang mempunyai perasan penuh harapan. Dari keduanya dapat diambil sisi positifnya. Usia anak (Childhood). biasanya sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 4. 2. yakni anarkis pada anak kesadaran masaih kacau pada usia 0 – 6 tahun. Fungsi jiwa sebagian besar bekerja secara tak sadar. Sigmund Freud Sigmund Freud adalah dokter muda dari Wina mengemukaakan gagasan bahawa kesadaran itu hanyalah sebagian kecil saja dari kehidupan mental. hal inilah yang kemudian mengarahkan pada tujuan yang akan diraih di masa mendatang. Manusia tidak bebas menentukan tujuan atau membuat rencana karena masa lalu tidak dapat diubah. tahap monarkis yakni anak ditandai dengan perkembangan ego. sedangkan bagian terbesarnya adalah justru kesadaran atau alam tak sadaryang diibaratkan sebagai gunung es yang terapung dimana bagian yang muncul dipermukaan air . Usia Tua. ada sesuatu yang membuat orang berjuang dan bekerja. impian dan harapan. Terlepas dari kegagalan seseorang harus memiliki angan. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Sebaliknya.Perkembangan Kepribadian Menurut Carl Gustav Jung Perkembangan kepribadian menurut pandangan Carl Gustav Jung lebih lengkap dibandingkan dengan Freud. fikiran dan kesadaran ego mulai tenggelam.

2. mendapat perindungan dari orang lain. yakni fase oral. Freud yakin bahwa struktur dasar kepribadian sudah terbentuk pada usia 5 tahun dan perkembangan kepribadian sesudah usia 5 tahun sebagian besar hanya merupakn elborasi dari struktur dasar tadi. senang makan. Freud yakin toilet training adalah bentuk mulaidari belajar memuaskan id dan superego sekaligus. terbawa sampai dewasa dalam bentuk yang lebih bervariasi. menggigit pensil. sesudah dwasa orang menjadi tidak pernah puas. atau gampang ditipu (mudah menelan perkataan orang lain0. yakni orang menjadi senang/fiksasi mengumpulkan pengetahuan atau mengumpulkan harta benda. menisap rokok. kateksis dan anti kateksis berpusat pada fungsi eliminer (pembuangankotoran). Aru sesudah itu. serta menelan dan memuntahkan makanan (kalau makanan tidak memuaskan). Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi 3 tahapan yakni tahap infatil (0 . tingkah laku menggigit dan menguyah (sesudah gigi tumbuh).(alam sadar) yang lebih kecil daripada bagian yang tenggelam (alam tak sadar). khususnya ibu.12 than) dan tahap genital (> 12 tahun). Oral agression personality ditandai oleh kesenangan berdebat dan sikap sarkatik. Fase Anal (usia 1 – 3 tahun) Pada fase ini dubur merupakan daerah pokok ktivitas dinamik. Anehnya. Tahap infatil yang faling menentukan dalam membentuk kepribadin. fase anal. dan fase falis. Kenikmatan yang diperoleh dari aktivitas menyuap/menelan (oral incorforation) dan menggigit (oral agression) dipandang sebagai prototip dari bermacam sifat pada masa yang akan datang. Perkembangan kepribadian ditentukan oleh perkembangan insting seks. Perkembangan insting seks berarti perubahan kateksis seks dan perkembangan bilogis menyiapkan bagian tubuh untuk dipilh menjadi pusat kepuasan seksul (arogenus) zone). kebutuhan id dalam bentuk kenikmatan sesudah defakasi dan kebutuhan superego dalam bentuk hambatan sosial . sampai berkata-kata kotor/sarkastik. Pada umumnya kemasakan kepribadian dapat dicapi pada usia 20 tahun. ketidakpuasan pada fase oral. Makan/minum menjadi sumber kenikmatannya. menggunjing orang lain. tamak (memakan apa saja) dalam mengumpulkan harta. terbagi menjadi 3 fase. Mengeluarkan faces menghilangkan perasaan tekanan yang tidak menyenangkan dari akumulasi sisa makanan. tahap laten (5 . muncul kapan saja ketika orang merasa cemas dan tidak aman pada masa yang akan datang. Kenikmatan atau kepuasan diperoleh dari ransangan terhadap bibir-rongga mulut-kerongkongan. Mulut sebagai daerah erogen. mulai dari menguyah permen karet. Kepuasan yang berlebihan pada masa oral akan membentuk oran incorporation personality pada masa dewasa. impuls seksual mengalami represi. Perasaan tergantung ini pada tingkat tertentu tetap ada dalam diri setiap orang. perhatian anak banyak tercurah kepada pengembangan kognitif dan keterampilan. ltihan defakasi (toilet training) memaksa nak untuk belajar menunda kepuasan bebas dari tegangan anal. secara bilogis terjadi perkembangan puberts yang membangunkan impuls seksual dari represinya untuk berkembang mencapai kemasakan. yang terkait dengan perkembangan bilogis.5 tahun).energi bisa berubah dari suatu keadaan atau bentuk kekeadaan yang lainnya tetapi tidak akan hilang dari sistem komik secara keseluruhan . Menurut hukum kelangsungan . Sebaliknya. bersumber dari sikap protes bayi (menggigit) terhadap perlakuan ibunya dalam menyusui. 1. Freud adalah teoritisi pertama yang memusatkan perhatiannya kepada perkembangn kepribadian dan menekankan pentingnya peran masa bayi dan awal-anak dalam membentuk karakter seseorang. Tahap ini secara khusus ditandai oleh berkembangnya perasaan ketergantungan. Pada tahap laten. Fase Oral (usia 0 – 1 tahun) Pada fase ini mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamik atau daerah kepuasan seksual yang dipilih oleh insting seksual. Dia mendasari teorinya dari analisis mengeksplorasi jia pasien antara lain dengan mengembalikan mereka ke pengalaman masa kanak-kanaknya. Pemberian nama fase-fase perkembangan infatil sesuai dengan bagian tubuh – daerah erogen – yang menjadi kateksis seksual pada fase itu. Freud mengajukan gagasannya bahwa energi fisik bisa diubah menjadi energi psikis dan sebaliknya adapun yang menjembatani energi fisik dengan kepribadian adalah (kepribadian yang paling dasar) dengan naluri naluri. Sepanjang tahap anal. Freud jarang sekali meneliti anak secara langsung. sehingga tahp ini disebut juga tahap seksual infatil.

anak (laki dan perempuan) sama-sama mencintai ibuny yang telah memenuhi kebutuhan mereka dan memandang ayah sebagai saingan dalam merebut kasih sayang ibu. Electra complex menjadi reda ketika gadis menyerah tidak lagi mengembangkan seksual kepad ayahnya. Pada anak perempuan. Fase Fhalis (usia 3 – 5/6 tahun) Pada fase ini alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting. Gejala ini disebut cemas dikebiri atau castrationanxiety. identifikasi kemudian menjadi sarana tepenting untuk mengembangkan superego adalah warisan dari oedipus complex. Enerji untuk mengembangkan superego adalah enerji yang semula dipakai dalam proses odipus. Misalnya. akan membuat anak bebas melampiaskan tegangannya dengan mengelurkan kotoran di tempat dan waktu yang tidak tepat. 4. deskruktif. dan mengidentifikasikan diri kembali kepada ibunya. Odipus kompleks adalah kateksis obyek kepada orang tua yang berlawanan jenis serta permusuhan terhadap orang tua sejenis. jika ibu terlalu keras. Semua hambatan bentuk kontrol diri (self control) dan penguasaan diri (self mastery). Pada saat yang sama terjadi peningkatan gairah seksual anak kepada orang tuanya yang mengawali berbagai perganian kateksis obyek yang penting. 2. Dia cemas penisnya akan dipotong oleh ayahnya. Anak laki-laki ingin memiliki ibunya dan menyingkirkan ayahnya. Perbedaan hakekat odipus kompleks pada laki-laki dan wanita ini (disebut oleh pakar psikoanalisis pengikut freud : electra complex) merupakan dasar dari perbedaan psikologik di antara pria dan wanita. anak mendapat pengertian bahwa mengeluarkan faces adalah aktivitas yang penting. anak akan menahan facesnya dan mengalami sembelit. rasa sayang kepada ibu segera berubah menjadi kecewa dan benci sesudah mengetahui kelaminnya berbeda dengan anak laki-laki. Proses peredaan ini berjalan lebih lambat dibanding pada anak laki-laki dan juga kurang total atau sempurna. Ini adalah prototip tingkahlaku keras kepala dan kikir (anal retentiveness personality). prototif dari. yang sesudah itu ditekan(repressed) ke ketidaksadaran. dampak toilet training terhadap kepribadian di masa depan tergantung kepada sikap dan metode orang tua dalam melatih. Kecemasan inilah yang kemudian mendorong laki-laki mengidentifikasi iri dengan ayahnya. Tidak seperti pada lakilaki. Sebaliknya ibu yang membiarkan anak tanpa toilet training. 3. sifat kreatif dan produktif. Perkembangan terpenting pada masa ini adalah timbulnya Oedipus complex. Apabila ibu bersifat membimbing dengan kasih sayang (dan pujian kalau anak defakasi secara teratur). Penyerahan enerji yang lamban pada wanita . persaingan dengan ayah berakibat anak cemas kalau-kalau ayah memakai kekuasaannya untuk memenangkan persaingan merebut ibunya. sehingga anak perempuan itu mentransfer cintanya kepada ayahnya yang memiliki organ berharga (yang juga ingin dimilikinya). identifikasi menjadi ritual akhir dari odipus kompleks. odipuskompleks pada wanita tidak direpres. Tetapi perasaan cinta itu bercampur dengan perasan iri penis (penis elvy) baik kepada ayah maupun kepada laki-laki secara umum. Berasal dari fase anal. Pada mulanya. seperti kepuasan ayahnya. yang diikuti fenomena castration anxiey (pada laki-laki) dan penis envy (pada perempuan). yang di masa mendatang muncul sebagai sifat ketidakteraturan/jorok. sebaliknya anak perempuan ingin memilki ayahnya dan menyingkirkan ibunya. semaunya sendiri.atau tuntutan sosial untuk mengontrol kebutuhan defakasi. 3. atau kekerasa/kekejaman (anal exspulsiveness personality). Pada anak laki-laki. anak secara tidak langsung memperoleh kepuasan impuls seksual kepada ibunya. Identifikasi ini mempunyai beberpa manfaat : 1. cinta kepada ayah tetap menetap walaupun mengalami modifikasi karena hambatan realistik pemuasan seksual itu sendiri. Mastrubasi menimbulkan kenikmatan yang besar. Ibuya dianggap bertanggung jawab tergadap kastrasi kela innya. perasaan erotik kepada ibu 9yang berbahaya) diubah menjadi sikap menurut/sayang kepada ibu.

Menurut Freud. Fase Latent (usia 5/6 – 12/13 tahun) Dari usia 5 atau 6 tahun sampai remaja. dan orang lain diingkan hanya karena memberikan bentuk-bentuk tambahan dari kenikmatan jasmaniah. Anak menadi lebih mudah mmpelajari sesuatu dibandingkan dengan masa sebelum da sesudahnya (masa pubertas). Fase Genikal (usia 12/13 – dewasa) Fase ini dimulai dengan perubahan biokimia dan fisiologi dalam diri remaja. alih-lih bgian dari perkembangan psikoseksual. penurunan minat seksual itu akibat dari tidak adanya daerah erogen baru yang dimunculkan oleh perkembangan biologis. Terjadi perubahan dari anak yang narkistik menjadi dewasa yang berorientasi sosial. Fase laten juga ditandai dengan percepatan pembentukan super ego. lebih fleksibel. orang tua bekerjasama dengan anak berusaha merepres impuls seks agar enerji dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk sublimasi dan pembentukan superego. buah dada. kateksis genital mempunyai sifat narkistik. disebut periode laten.membuat superego wanita lebih lemah/lunak. Fase genital berlanjut sampai orang tutup usia. untuk mencapai perkembangan kepribadian yang stabl. Ini ditandai dengan kemasaka . dibanding superego laki-laki. dll) dan pertumbuhan tandasesual primer. Pada fase genital. khususnya bidang intelektual. individu mempunyai kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendiri. seperti. Perbadinganantara odipus kompleks laki-laki dan perempuan. dimana puncak perkembangan seksual dicapai ketika orang dewasa mengalami kemasakan kepibadian. berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Pada fase laten ini anak mengembangkan kemampuan sublimasi. perkawinan dan keluarga. atletik. Anak Laki-laki Anak Laki-laki Identifikasi/mencintai ibu Identifikasi/mencintai ibu Benci ayah yang menjadi saingan Fenis envy Cemas dikebiri Benci ibu – cinta kepada ayah Identiikasi kepada ayah Identiikasi kepada ibu Oedipus berhenti seketika Superego berkembang kuat Oedipus kompleks berhenti secara teratur Superego berkembang lemah Ikhtisar Oedips Compleks pada anak-anak laki-laki dan perempuan 5. diikhtisarkan pada tabel 2. yakni mengganti kepuasanlibido dengan kepuasan nonseksual. cinta lain jenis. anak mngalami periode perbedaan impuls seksual. rambut. menyiapkan karir. keterampilan dan hubungan teman sebaya. realistik dan altruistik. 4. Sistem endoktrin memproduksi hormon-hormon yang memicu pertumbuhan tanda-tanda seksual sekunder (suara. Jadi fase laten lebih sebagai fenomena biologis. impuls seks itu mulai disalurkan ke obyek di luar. Pada fase falis. Impuls pregenital bangun kembali dan membawa aktivitas dinamis yang harus diadaptasi.

2. merepres perasaan berdosa. Menunda kepuasan : dilakukan karena obyek pemuas yang belum tersedia. Periode Praoperasional (usia 2 – 7 tahun) 3. mengalami kepuasan melalui hubungan cinta heteroseksual tanpa diikuti dengan perasaan berdosa atau perasaan bersalah. menjadi lebih bertanggung jawab. 2. Teori ini digolongkan ke dalam konstrktivisme.tanggung jawab seksual sekaligus tanggung jawab sosial. muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks. yang bagi Piaget berarti. Teorinya memberkan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh tehadap perkembangan konsep kecerdasan. Periode Operasional Konkrit (usia 8 – 11 tahun) 4. dan dipakai dalam konflik antara id-ego-superego dalam menagani libido itu. tetapi lebih sebagai upaya memperoleh tingkat kepuasan yang lebih besar pada masa yang akan datang. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. terlibat dalam organisasi sosial. Periode Sensorimotor (usia 0 – 2 tahun) Menurut Piaget. Identifikasi memiliki tujuan-tujuan kelompok. bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Periode Sensorimotor (usia 0 – 2 tahun) 2. Penyaluran kebutuhan insting ke obyek di luar yang altruistik itu telah menjadi cukup stabil. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berorelasi dengan dan semakin canggih seiring penambahan usia : 1. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan: 1. ditinjau dari dinamika kepribadian Freud : 1.sekema tentang bagaimana seseorang merefresi lingkungannya – dalam tahapan-tahapan perkembangan. tidak lagi harus mendapat bantuan kontrol dari lingkungan. saat seseorang memperoleh cara baru dalam mempresentasikan informasi secara mental. Enerji itulah yang kemudian dipakai untuk aktif menangani masalah-masalah kehidupan dewasa. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. sehinggaakan membebaskan begitu banyak enerji psikis yang semula dipakai untuk mengontrol libido. 3. Sub-tahapan skema refleks. teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan konitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. menunda kepuasan. yang berarti tidak seperti.sublimasi-sublimasi dan identifikasi-identifikasi. Periode Operasional Formal (usia 11 tahun sampai dewasa) 1. Untuk pengembangan teori ini. Tanggung jawab : kontrol tingkah laku dilakukan oleh superego berlangsung efektif. seorang psikolg Swiss yang hidup tahun 1896 – 1980. kemampuan untuk secara lebih cepat merefresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. dalam bentuk kebiasaan-kebiasaan melakukan pemindahan-pemindahan. Jean Piaget Perkembangan kognitif. politi dan kehidupan sosial yang harmonis. 4. belajar bekerja. dikembangkan oleh Jean Piaget. Pemindahan/sulimasi : mengganti kepuasan seksual menjadi kepuasan dalam bidang seni. budaya dan keindahan. . teori Nativisme (yang menggambarkn perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan). Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata -. Berikut beberapa gambaran tingkah laku dewasa yang masak. Piagetmemperoleh Erasmus Prize. Pemasan impuls libido melalui hubungan seksual memungkinkan kontrol fisiologis terhadap impuls genital itu.

Tetapi seiring pendewasaan. Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil. atau karakteristik lain. bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder. saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek). kemudian kembali ke keadaan awal. dari usia enam minggu sampai empat bulan dan 3. kemudian Ujang . anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri. Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. lalu meninggalkan ruangan. 6. 4. Tahapan Operasional Konkrit (usia 8 – 11 tahun) Tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah: Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran. Konservasi—memahami bahwa kuantitas. jumlah sebelumnya. mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. mereka cenderung egosentris. mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan. Di permulaan tahapan ini. tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun. bentuk. Sebagai contoh. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain. Menurut Piaget. Sub-tahapan awal representasi simbolik. anak mengembangkan keterampilan berbahasanya. atau ciri lainnya. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan. ukurannya. muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan. atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder. yaitu. berhubungan terutama dengan tahapan awal kkreativitas. Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi. Bagaimanapun. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan) Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Untuk itu. Dalam tahapan ini. 3. 8-4 akan sama dengan 4. berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Sebagai contoh. 2. muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan. bila diberi benda berbeda ukuran. panjang. tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak. Contohnya. Dengan mengamati urutan permainan. kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda. Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya.2. 5. Dalam tahapan ini. mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda. Tahapan praoperasional (usia 2 – 7 tahun) Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai.

menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis. Sehingga dalam pandangan Piaget. mungkin anak melihat seekor burung unta. misalnya dengan burung. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang. bukti logis. menalar secara logis. karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak.memindahkan boneka itu ke dalam laci. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Dalam contoh di atas. tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi) Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir. Tahapan Operasional Formal (usia 11 tahun sampai dewasa) Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah kecil. sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit. berwarna kuning. dan nilai. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan. melihat burung kenari dan memberinya label "burung" adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak. namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Sebagai contoh. atau mengganti skema yang sebelumnya ada. • Universal (tidak terkait budaya) • Bisa digeneralisasi: representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan • Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis • • Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya. Dalam proses ini . Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. perkembangan psikoseksual. Dengan berinteraksi tersebut. setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini. 4. bukan hanya perbedaan kuantitatif Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. seorang anak mungkin memiliki skema tentang sejenis binatang. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih. dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi. Dalam tahapan ini. seseorang akan memperoleh skema. Informasi umum mengenai tahapan-tahapan Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • Walau tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi urutannya selalu sama. Dilihat dari faktor biologis. Bila pengalaman awal anak berkaitan dengan burung kenari. penalaran moral. Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. dan perkembangan sosial. dan mencicit. menambah. seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta. tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya).. Suatu saat. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini. kognitif. Proses ini bersifat subjektif.

ungkapan ini mengandung arti bahwa anak ketika lahir sudah membahwa segi-segi moral (hal-hal yang baik dan buruk. melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label "burung" adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak. Pandangan ini dikenal dengan Noble Savage. Rousseau menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman. Operasi ini memungkinkannya untuk dapat memecahkan masalah secara logis. peristiwa dan kegiatan (tingkah laku yang nampak) 6-11 tahun Anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki.dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Melalui kedua proses penyesuaian tersebut. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas. baik dengan orang atau objek (benda).Operasi Konkret 4. tidak hanya dengan objek-objek konkret. benar dan salah yang dapat berkembang secara alami dengan baik). 11 tahun Periode ini merupakan operasi mental tingkat tinggi. but everything degenates in the hand of man” artinga segala-galanya adalah baik sebagaimana ke luar dari tangan sang pencipta. Remaja sudah dapat berpikir abstrak dan memecahkan masalah melalui pengujian semua alternatif yang ada. mengurangi dan mengubah. dia menegaskan bahwa “All thinhs are good as they come out of the hand of their creator. dan menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa. Dalam contoh di atas. menolak. Rousseau dalam bukunya Emile ou L’education (1762). hal itu dikarenakan pengaruh lingkungan dan pendidikan. Praoperasional DESKRIPSI PERKEMBANGAN Pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik. jika kemudia terdapat penyimpangan dan keburukan. sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Sensorimotor 2. Oleh karena itu anak harus dibiarkan untuk memperoleh pengetahuan dengan caranya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan. yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium. Skema-skemanya baru berbentuk refleksrefleks sederhana. seperti : menggenggam atau mengisap 2-6 tahun Anak mulai menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasi dunia (lingkungan) secara kognitif. Di sini anak sampai dewasa (remaja) sudah dapat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak. Mereka dapat menambah. pandangan bahwa anak memiliki sifat bawaan yang buruk (innate bad). Tahap I : 0 – 2 tahun usia asuhan Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasamani dan panca indera Tahap III : 12-15 tahun pendidikan akal . USIA 0-2 tahun 3. Simbol-simbol itu seperti : katakata dan bilangan yang dapat menggantikan objek. Sebaliknya Rousseau beranggapan bahwa sejak lahir anak adalah makhluk aktif dan skua bereksplorasi.Operasi Formal Rousseau Jean Jaccques Rousseau (1712-1778) filosof Perancis abad ke 18 berpandangan bahwa anak berbeda secara kualitatif dengan orang dewasa...Secara singkat tahapan perkembangan menurut Piaget dapat digambarkan sebagai berikut : Tahapan Perkembangan Kognitif Menurut Piaget PERIODE 1. segala-galanya memburuk dalam tangan manusia.

2. Kondisi badan anak nampak langsing.Kowara.Erosco Syamsu Yusuf IN dan Juntika Nuriichsan .0 – 7. yaitu: 1. DAFTAR PUSTAKA Alwisol .0. sukar bergaul dan sulit didekati 3. Pada saat ini kondisi fisik anak kembali langsing.UPI . Fullungsperiode I Yaitu pada umur 0.0 – 20. Yusuf.0 –13. Strecungsperiode II Yaitu pada umur 13. Kondisi fisik anak kembali menggemuk 4. Bandung . Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.0. Psikologi Kepribadian. mudah bergaul dan mudah didekati.2007.1986. Syamsu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.0. Pada masa ini dalam keadaan pendek. Teori Kepribadian . . 2004. Strecungsperiode I Yaitu pada umur 3. Malang : UMM Press E. Krestmer Kretschmer membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) fase. 3. sikap anak cenderung tertutup. bersikap terbuka.0 – 3. gemuk.Tahap IV : 15-20 tahun pendidikan watak dan agama .0.2004. Bandung : PT . Teori Teori Kepribadian. Fullungsperiode II Yaitu pada umur 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful