Tahap perkembangan kepribadian menurut freud a.

Tahap Oral (mulut) Tahapan ini berlangsung selama 18 bulan pertama kehidupan. Mulut merupakan sumber kenikmatan utama. Dua macam aktivitas oral di sini, yaitu menggigit dan menelan makanan, merupakan prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari. Kenikmatan yang diperoleh dari inkorporasi oral dapat dipindahkan ke bentuk-bentuk inkorporasi lain, seperti kenikmatan setelah memperoleh pengetahuan dan harta. Misalnya, orang yang senang ditipu adalah orang yang mengalami fiksasi pada taraf kepribadian inkorporatif oral. Orang seperti itu akan mudah menelan apa saja yang dikatakan orang lain. b. Tahap Anal Tahapan ini berlangsung antara usia 1 dan 3 tahun. Kenikmatan akan dialami anak dalam fungsi pembuangan, misalnya menahan dan bermain-main dengan feces, atau juga senang bermain-main dengan lumpur dan kesenangan melukis dengan jari. c. Tahap Phallic Tahapan ini berlangsung antara usia 3 dan 6 tahun. Tahap ini sesuai dengan nama genital laki-laki (phalus), sehingga meupakan daerah kenikmatan seksual laki-laki. Sebaliknya pada anak wanita merasakan kekurangan akan penis karena hanya mempunyai klitoris, sehingga terjadi penyimpangan jalan antara anak wanita dan laki-laki. Lebih lanjut, pada tahap ini anak akan mengalami Oedipus complex, yaitu keinginan yang mendalam untuk menggantikan orang tua yang sama jenis kelamin dengannya dan menikmati afeksi dari orang tua yang berbeda jenis kelamin dnegannya. Misalnya anak laki-laki akan mengalami konflik oedipus, ia mempunyai keinginan untuk bermain-main dengan penisnya. Dengan penis tersebut ia juga ingin merasakan kenikmatan pada ibunya. d. Tahap Latency Tahapan ini berlangsung antara kira-kira usia 6 tahun dan masa pubertas. Merupakan tahap yang paling baik dalam perkembangan kecerdasan (masa sekolah), dan dalam tahap ini seksualitas seakan-akan mengendap, tidak lagi aktif dan menjadi laten. e. Tahap Genital Tahapan ini berlangsung antara kira-kira dari masa pubertas dan seterusnya. Bersamaan dengan pertumbuhannya, alat-alat genital menjadi sumber kenikmatan dalam tahap ini, sedangkan kecenderungan-kecenderungan lain akan ditekan.

sedangkan bagian terbesarnya adalah justru kesadaran atau alam tak sadaryang diibaratkan sebagai gunung es yang terapung dimana bagian yang muncul dipermukaan air . fikiran dan kesadaran ego mulai tenggelam. mulai berfikir verbal dan logika pada usia 6 – 8 tahun. Prinsip mekanistik akan membuat manusia menjadi sengsara karena terpenjara oleh masa lalu. Tahap-tahap perkembangan menurut Jung terdiri atas 4 tahap. Jung beranggapan bahwa semua peristiwa disebabkan oleh sesuatu yang terjadi di masa lalu (mekanistik) dan kejadian sekarang ditentukan oleh tujuan (purpose). kegagalan di masa lalu bukan dijadikan beban tapi dijadikan pengalaman yang kemudian digunakan sebagai stimuli untuk belajar lebih baik dari kegagalan tersebut. impian dan harapan. Usia anak (Childhood). Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. ada sesuatu yang membuat orang berjuang dan bekerja. 2. hal inilah yang kemudian mengarahkan pada tujuan yang akan diraih di masa mendatang. Dari keduanya dapat diambil sisi positifnya. Usia Pemuda. prinsip purposif memubat orang mempunyai perasan penuh harapan. tahap monarkis yakni anak ditandai dengan perkembangan ego. Manusia tidak bebas menentukan tujuan atau membuat rencana karena masa lalu tidak dapat diubah. Usia Tua. memiliki pekerjaan. punya anak dan ikut dalam kegiatan sosial. Sigmund Freud Sigmund Freud adalah dokter muda dari Wina mengemukaakan gagasan bahawa kesadaran itu hanyalah sebagian kecil saja dari kehidupan mental. Usia Pertengahan. Fungsi jiwa sebagian besar bekerja secara tak sadar. 3. Ditandai dengan aktualisasi diri. yakni anarkis pada anak kesadaran masaih kacau pada usia 0 – 6 tahun. Pemuda berjuang untuk mandiri secara fisik dan psikis dari orangtuanya. Usia anak dibagi menjadi 3 tahap. 4. Sebaliknya. biasanya sudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. tahap dualistik yakni anak dapat berfikir secara obyektif dan subyektif terjadi pada usia 8 – 12 tahun. Terlepas dari kegagalan seseorang harus memiliki angan.Perkembangan Kepribadian Menurut Carl Gustav Jung Perkembangan kepribadian menurut pandangan Carl Gustav Jung lebih lengkap dibandingkan dengan Freud. Tahapan Perkembangan Kepribadian TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN 1. kawin.

Freud jarang sekali meneliti anak secara langsung. khususnya ibu. Kepuasan yang berlebihan pada masa oral akan membentuk oran incorporation personality pada masa dewasa. Aru sesudah itu. Fase Anal (usia 1 – 3 tahun) Pada fase ini dubur merupakan daerah pokok ktivitas dinamik. menggigit pensil. sehingga tahp ini disebut juga tahap seksual infatil. Sepanjang tahap anal.(alam sadar) yang lebih kecil daripada bagian yang tenggelam (alam tak sadar). Pada tahap laten. yang terkait dengan perkembangan bilogis. perhatian anak banyak tercurah kepada pengembangan kognitif dan keterampilan. ltihan defakasi (toilet training) memaksa nak untuk belajar menunda kepuasan bebas dari tegangan anal. Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi 3 tahapan yakni tahap infatil (0 . kateksis dan anti kateksis berpusat pada fungsi eliminer (pembuangankotoran). Pemberian nama fase-fase perkembangan infatil sesuai dengan bagian tubuh – daerah erogen – yang menjadi kateksis seksual pada fase itu. sesudah dwasa orang menjadi tidak pernah puas. Pada umumnya kemasakan kepribadian dapat dicapi pada usia 20 tahun. menggunjing orang lain. Freud yakin toilet training adalah bentuk mulaidari belajar memuaskan id dan superego sekaligus. impuls seksual mengalami represi. fase anal. yakni orang menjadi senang/fiksasi mengumpulkan pengetahuan atau mengumpulkan harta benda. Dia mendasari teorinya dari analisis mengeksplorasi jia pasien antara lain dengan mengembalikan mereka ke pengalaman masa kanak-kanaknya. Sebaliknya. Freud yakin bahwa struktur dasar kepribadian sudah terbentuk pada usia 5 tahun dan perkembangan kepribadian sesudah usia 5 tahun sebagian besar hanya merupakn elborasi dari struktur dasar tadi. Perkembangan kepribadian ditentukan oleh perkembangan insting seks. terbawa sampai dewasa dalam bentuk yang lebih bervariasi. Perkembangan insting seks berarti perubahan kateksis seks dan perkembangan bilogis menyiapkan bagian tubuh untuk dipilh menjadi pusat kepuasan seksul (arogenus) zone). terbagi menjadi 3 fase. tamak (memakan apa saja) dalam mengumpulkan harta. 2. Anehnya. mulai dari menguyah permen karet.12 than) dan tahap genital (> 12 tahun). 1.5 tahun). Freud mengajukan gagasannya bahwa energi fisik bisa diubah menjadi energi psikis dan sebaliknya adapun yang menjembatani energi fisik dengan kepribadian adalah (kepribadian yang paling dasar) dengan naluri naluri. sampai berkata-kata kotor/sarkastik. secara bilogis terjadi perkembangan puberts yang membangunkan impuls seksual dari represinya untuk berkembang mencapai kemasakan. atau gampang ditipu (mudah menelan perkataan orang lain0. yakni fase oral.energi bisa berubah dari suatu keadaan atau bentuk kekeadaan yang lainnya tetapi tidak akan hilang dari sistem komik secara keseluruhan . kebutuhan id dalam bentuk kenikmatan sesudah defakasi dan kebutuhan superego dalam bentuk hambatan sosial . Fase Oral (usia 0 – 1 tahun) Pada fase ini mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamik atau daerah kepuasan seksual yang dipilih oleh insting seksual. tingkah laku menggigit dan menguyah (sesudah gigi tumbuh). Menurut hukum kelangsungan . tahap laten (5 . Tahap ini secara khusus ditandai oleh berkembangnya perasaan ketergantungan. bersumber dari sikap protes bayi (menggigit) terhadap perlakuan ibunya dalam menyusui. ketidakpuasan pada fase oral. senang makan. Freud adalah teoritisi pertama yang memusatkan perhatiannya kepada perkembangn kepribadian dan menekankan pentingnya peran masa bayi dan awal-anak dalam membentuk karakter seseorang. Makan/minum menjadi sumber kenikmatannya. muncul kapan saja ketika orang merasa cemas dan tidak aman pada masa yang akan datang. mendapat perindungan dari orang lain. Tahap infatil yang faling menentukan dalam membentuk kepribadin. menisap rokok. Kenikmatan yang diperoleh dari aktivitas menyuap/menelan (oral incorforation) dan menggigit (oral agression) dipandang sebagai prototip dari bermacam sifat pada masa yang akan datang. Mulut sebagai daerah erogen. Oral agression personality ditandai oleh kesenangan berdebat dan sikap sarkatik. Perasaan tergantung ini pada tingkat tertentu tetap ada dalam diri setiap orang. Kenikmatan atau kepuasan diperoleh dari ransangan terhadap bibir-rongga mulut-kerongkongan. Mengeluarkan faces menghilangkan perasaan tekanan yang tidak menyenangkan dari akumulasi sisa makanan. serta menelan dan memuntahkan makanan (kalau makanan tidak memuaskan). dan fase falis.

Berasal dari fase anal. rasa sayang kepada ibu segera berubah menjadi kecewa dan benci sesudah mengetahui kelaminnya berbeda dengan anak laki-laki. yang diikuti fenomena castration anxiey (pada laki-laki) dan penis envy (pada perempuan). anak (laki dan perempuan) sama-sama mencintai ibuny yang telah memenuhi kebutuhan mereka dan memandang ayah sebagai saingan dalam merebut kasih sayang ibu. Pada saat yang sama terjadi peningkatan gairah seksual anak kepada orang tuanya yang mengawali berbagai perganian kateksis obyek yang penting. 3. Misalnya. akan membuat anak bebas melampiaskan tegangannya dengan mengelurkan kotoran di tempat dan waktu yang tidak tepat. Ibuya dianggap bertanggung jawab tergadap kastrasi kela innya. jika ibu terlalu keras. dan mengidentifikasikan diri kembali kepada ibunya. Gejala ini disebut cemas dikebiri atau castrationanxiety. cinta kepada ayah tetap menetap walaupun mengalami modifikasi karena hambatan realistik pemuasan seksual itu sendiri. yang di masa mendatang muncul sebagai sifat ketidakteraturan/jorok. Kecemasan inilah yang kemudian mendorong laki-laki mengidentifikasi iri dengan ayahnya. sebaliknya anak perempuan ingin memilki ayahnya dan menyingkirkan ibunya. Odipus kompleks adalah kateksis obyek kepada orang tua yang berlawanan jenis serta permusuhan terhadap orang tua sejenis. Proses peredaan ini berjalan lebih lambat dibanding pada anak laki-laki dan juga kurang total atau sempurna.atau tuntutan sosial untuk mengontrol kebutuhan defakasi. Penyerahan enerji yang lamban pada wanita . Fase Fhalis (usia 3 – 5/6 tahun) Pada fase ini alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting. Semua hambatan bentuk kontrol diri (self control) dan penguasaan diri (self mastery). 4. Electra complex menjadi reda ketika gadis menyerah tidak lagi mengembangkan seksual kepad ayahnya. deskruktif. Apabila ibu bersifat membimbing dengan kasih sayang (dan pujian kalau anak defakasi secara teratur). anak mendapat pengertian bahwa mengeluarkan faces adalah aktivitas yang penting. identifikasi kemudian menjadi sarana tepenting untuk mengembangkan superego adalah warisan dari oedipus complex. Enerji untuk mengembangkan superego adalah enerji yang semula dipakai dalam proses odipus. Perkembangan terpenting pada masa ini adalah timbulnya Oedipus complex. Mastrubasi menimbulkan kenikmatan yang besar. Anak laki-laki ingin memiliki ibunya dan menyingkirkan ayahnya. semaunya sendiri. sehingga anak perempuan itu mentransfer cintanya kepada ayahnya yang memiliki organ berharga (yang juga ingin dimilikinya). Pada anak perempuan. Pada anak laki-laki. atau kekerasa/kekejaman (anal exspulsiveness personality). anak secara tidak langsung memperoleh kepuasan impuls seksual kepada ibunya. Ini adalah prototip tingkahlaku keras kepala dan kikir (anal retentiveness personality). anak akan menahan facesnya dan mengalami sembelit. perasaan erotik kepada ibu 9yang berbahaya) diubah menjadi sikap menurut/sayang kepada ibu. sifat kreatif dan produktif. dampak toilet training terhadap kepribadian di masa depan tergantung kepada sikap dan metode orang tua dalam melatih. yang sesudah itu ditekan(repressed) ke ketidaksadaran. Tidak seperti pada lakilaki. Tetapi perasaan cinta itu bercampur dengan perasan iri penis (penis elvy) baik kepada ayah maupun kepada laki-laki secara umum. 3. odipuskompleks pada wanita tidak direpres. persaingan dengan ayah berakibat anak cemas kalau-kalau ayah memakai kekuasaannya untuk memenangkan persaingan merebut ibunya. Identifikasi ini mempunyai beberpa manfaat : 1. Pada mulanya. 2. Dia cemas penisnya akan dipotong oleh ayahnya. identifikasi menjadi ritual akhir dari odipus kompleks. prototif dari. Sebaliknya ibu yang membiarkan anak tanpa toilet training. Perbedaan hakekat odipus kompleks pada laki-laki dan wanita ini (disebut oleh pakar psikoanalisis pengikut freud : electra complex) merupakan dasar dari perbedaan psikologik di antara pria dan wanita. seperti kepuasan ayahnya.

seperti. dimana puncak perkembangan seksual dicapai ketika orang dewasa mengalami kemasakan kepibadian. Fase genital berlanjut sampai orang tutup usia. orang tua bekerjasama dengan anak berusaha merepres impuls seks agar enerji dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk sublimasi dan pembentukan superego. alih-lih bgian dari perkembangan psikoseksual.membuat superego wanita lebih lemah/lunak. Anak menadi lebih mudah mmpelajari sesuatu dibandingkan dengan masa sebelum da sesudahnya (masa pubertas). Pada fase laten ini anak mengembangkan kemampuan sublimasi. Jadi fase laten lebih sebagai fenomena biologis. untuk mencapai perkembangan kepribadian yang stabl. Impuls pregenital bangun kembali dan membawa aktivitas dinamis yang harus diadaptasi. khususnya bidang intelektual. anak mngalami periode perbedaan impuls seksual. Ini ditandai dengan kemasaka . Fase laten juga ditandai dengan percepatan pembentukan super ego. Fase Genikal (usia 12/13 – dewasa) Fase ini dimulai dengan perubahan biokimia dan fisiologi dalam diri remaja. penurunan minat seksual itu akibat dari tidak adanya daerah erogen baru yang dimunculkan oleh perkembangan biologis. Anak Laki-laki Anak Laki-laki Identifikasi/mencintai ibu Identifikasi/mencintai ibu Benci ayah yang menjadi saingan Fenis envy Cemas dikebiri Benci ibu – cinta kepada ayah Identiikasi kepada ayah Identiikasi kepada ibu Oedipus berhenti seketika Superego berkembang kuat Oedipus kompleks berhenti secara teratur Superego berkembang lemah Ikhtisar Oedips Compleks pada anak-anak laki-laki dan perempuan 5. Fase Latent (usia 5/6 – 12/13 tahun) Dari usia 5 atau 6 tahun sampai remaja. 4. dibanding superego laki-laki. rambut. impuls seks itu mulai disalurkan ke obyek di luar. disebut periode laten. cinta lain jenis. Perbadinganantara odipus kompleks laki-laki dan perempuan. diikhtisarkan pada tabel 2. Terjadi perubahan dari anak yang narkistik menjadi dewasa yang berorientasi sosial. kateksis genital mempunyai sifat narkistik. lebih fleksibel. individu mempunyai kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendiri. Pada fase genital. buah dada. Menurut Freud. Sistem endoktrin memproduksi hormon-hormon yang memicu pertumbuhan tanda-tanda seksual sekunder (suara. menyiapkan karir. berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Pada fase falis. realistik dan altruistik. dll) dan pertumbuhan tandasesual primer. atletik. yakni mengganti kepuasanlibido dengan kepuasan nonseksual. keterampilan dan hubungan teman sebaya. perkawinan dan keluarga. dan orang lain diingkan hanya karena memberikan bentuk-bentuk tambahan dari kenikmatan jasmaniah.

mengalami kepuasan melalui hubungan cinta heteroseksual tanpa diikuti dengan perasaan berdosa atau perasaan bersalah. Teorinya memberkan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh tehadap perkembangan konsep kecerdasan. menunda kepuasan.sekema tentang bagaimana seseorang merefresi lingkungannya – dalam tahapan-tahapan perkembangan. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. .tanggung jawab seksual sekaligus tanggung jawab sosial. teori Nativisme (yang menggambarkn perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan). Teori ini digolongkan ke dalam konstrktivisme. Periode Sensorimotor (usia 0 – 2 tahun) Menurut Piaget. Periode Operasional Konkrit (usia 8 – 11 tahun) 4. dikembangkan oleh Jean Piaget. bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. budaya dan keindahan. tetapi lebih sebagai upaya memperoleh tingkat kepuasan yang lebih besar pada masa yang akan datang. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan: 1. politi dan kehidupan sosial yang harmonis. Jean Piaget Perkembangan kognitif. muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks. merepres perasaan berdosa. tidak lagi harus mendapat bantuan kontrol dari lingkungan. teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan konitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. dan dipakai dalam konflik antara id-ego-superego dalam menagani libido itu. Enerji itulah yang kemudian dipakai untuk aktif menangani masalah-masalah kehidupan dewasa. ditinjau dari dinamika kepribadian Freud : 1. 2. Pemasan impuls libido melalui hubungan seksual memungkinkan kontrol fisiologis terhadap impuls genital itu. sehinggaakan membebaskan begitu banyak enerji psikis yang semula dipakai untuk mengontrol libido. belajar bekerja. 4. yang bagi Piaget berarti. menjadi lebih bertanggung jawab. Pemindahan/sulimasi : mengganti kepuasan seksual menjadi kepuasan dalam bidang seni. terlibat dalam organisasi sosial. Periode Sensorimotor (usia 0 – 2 tahun) 2. Penyaluran kebutuhan insting ke obyek di luar yang altruistik itu telah menjadi cukup stabil. Periode Praoperasional (usia 2 – 7 tahun) 3. Sub-tahapan skema refleks. Menunda kepuasan : dilakukan karena obyek pemuas yang belum tersedia. seorang psikolg Swiss yang hidup tahun 1896 – 1980. Identifikasi memiliki tujuan-tujuan kelompok.sublimasi-sublimasi dan identifikasi-identifikasi. Tanggung jawab : kontrol tingkah laku dilakukan oleh superego berlangsung efektif. 2. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata -. Piagetmemperoleh Erasmus Prize. dalam bentuk kebiasaan-kebiasaan melakukan pemindahan-pemindahan. Untuk pengembangan teori ini. kemampuan untuk secara lebih cepat merefresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. saat seseorang memperoleh cara baru dalam mempresentasikan informasi secara mental. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Berikut beberapa gambaran tingkah laku dewasa yang masak. Periode Operasional Formal (usia 11 tahun sampai dewasa) 1. 3. yang berarti tidak seperti. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berorelasi dengan dan semakin canggih seiring penambahan usia : 1.

Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek). Di permulaan tahapan ini. dari usia enam minggu sampai empat bulan dan 3. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah: Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran. Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier.2. Dalam tahapan ini. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. lalu meninggalkan ruangan. anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8. 5. 8-4 akan sama dengan 4. 2. Sebagai contoh. Sub-tahapan awal representasi simbolik. 4. 6. Contohnya. berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan. berhubungan terutama dengan tahapan awal kkreativitas. Tahapan Operasional Konkrit (usia 8 – 11 tahun) Tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder. panjang. atau ciri lainnya. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan) Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri. Konservasi—memahami bahwa kuantitas. Dalam tahapan ini. Tetapi seiring pendewasaan. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi. Sebagai contoh. mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak. Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah. mereka cenderung egosentris. atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil. bentuk. jumlah sebelumnya. kemudian Ujang . 3. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Untuk itu. muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan. Bagaimanapun. mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya. Tahapan praoperasional (usia 2 – 7 tahun) Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan. Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder. Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. atau karakteristik lain. anak mengembangkan keterampilan berbahasanya. anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. bila diberi benda berbeda ukuran. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. kemudian kembali ke keadaan awal. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan. mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda. muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan. air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain. bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak. yaitu. ukurannya. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dengan mengamati urutan permainan. termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda. Menurut Piaget. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer. tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun.

tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi) Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir. setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Dilihat dari faktor biologis. seseorang akan memperoleh skema. Dalam proses ini . menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. perkembangan psikoseksual.memindahkan boneka itu ke dalam laci. Informasi umum mengenai tahapan-tahapan Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • Walau tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi urutannya selalu sama. bukti logis. tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya). dan perkembangan sosial. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. atau mengganti skema yang sebelumnya ada. dan mencicit. Suatu saat. kognitif. Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. misalnya dengan burung. dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. 4. karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur. Dalam tahapan ini. menalar secara logis. penalaran moral. skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Proses ini bersifat subjektif. Dengan berinteraksi tersebut. Sehingga dalam pandangan Piaget.. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini. Tahapan Operasional Formal (usia 11 tahun sampai dewasa) Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Sebagai contoh. informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi. anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah kecil. Dalam contoh di atas. Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. • Universal (tidak terkait budaya) • Bisa digeneralisasi: representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan • Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis • • Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini. berwarna kuning. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang. menambah. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih. seorang anak mungkin memiliki skema tentang sejenis binatang. melihat burung kenari dan memberinya label "burung" adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak. Bila pengalaman awal anak berkaitan dengan burung kenari. sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak. mungkin anak melihat seekor burung unta. dan nilai. namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta. bukan hanya perbedaan kuantitatif Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan.

Sensorimotor 2. mengurangi dan mengubah. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas.. jika kemudia terdapat penyimpangan dan keburukan. Oleh karena itu anak harus dibiarkan untuk memperoleh pengetahuan dengan caranya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan. segala-galanya memburuk dalam tangan manusia. yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. benar dan salah yang dapat berkembang secara alami dengan baik). Skema-skemanya baru berbentuk refleksrefleks sederhana. dan menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa. Rousseau menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman. Rousseau dalam bukunya Emile ou L’education (1762). Pandangan ini dikenal dengan Noble Savage.Operasi Konkret 4. but everything degenates in the hand of man” artinga segala-galanya adalah baik sebagaimana ke luar dari tangan sang pencipta.dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali.Secara singkat tahapan perkembangan menurut Piaget dapat digambarkan sebagai berikut : Tahapan Perkembangan Kognitif Menurut Piaget PERIODE 1. seperti : menggenggam atau mengisap 2-6 tahun Anak mulai menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasi dunia (lingkungan) secara kognitif. Dalam contoh di atas. Mereka dapat menambah. Tahap I : 0 – 2 tahun usia asuhan Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasamani dan panca indera Tahap III : 12-15 tahun pendidikan akal . Remaja sudah dapat berpikir abstrak dan memecahkan masalah melalui pengujian semua alternatif yang ada. sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label "burung" adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak. baik dengan orang atau objek (benda). Melalui kedua proses penyesuaian tersebut. dia menegaskan bahwa “All thinhs are good as they come out of the hand of their creator. menolak.. hal itu dikarenakan pengaruh lingkungan dan pendidikan. USIA 0-2 tahun 3. Sebaliknya Rousseau beranggapan bahwa sejak lahir anak adalah makhluk aktif dan skua bereksplorasi. peristiwa dan kegiatan (tingkah laku yang nampak) 6-11 tahun Anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Di sini anak sampai dewasa (remaja) sudah dapat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak.Operasi Formal Rousseau Jean Jaccques Rousseau (1712-1778) filosof Perancis abad ke 18 berpandangan bahwa anak berbeda secara kualitatif dengan orang dewasa. ungkapan ini mengandung arti bahwa anak ketika lahir sudah membahwa segi-segi moral (hal-hal yang baik dan buruk. pandangan bahwa anak memiliki sifat bawaan yang buruk (innate bad). tidak hanya dengan objek-objek konkret. Simbol-simbol itu seperti : katakata dan bilangan yang dapat menggantikan objek. 11 tahun Periode ini merupakan operasi mental tingkat tinggi. Operasi ini memungkinkannya untuk dapat memecahkan masalah secara logis. Praoperasional DESKRIPSI PERKEMBANGAN Pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik.

Fullungsperiode I Yaitu pada umur 0. 2. Psikologi Kepribadian.0. sikap anak cenderung tertutup.0 – 20.UPI .0 –13. Pada saat ini kondisi fisik anak kembali langsing. bersikap terbuka. Strecungsperiode II Yaitu pada umur 13. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Tahap IV : 15-20 tahun pendidikan watak dan agama .0.0. Bandung : PT . Malang : UMM Press E. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kondisi badan anak nampak langsing.0 – 7.Erosco Syamsu Yusuf IN dan Juntika Nuriichsan .0. Pada masa ini dalam keadaan pendek. 2004. Kondisi fisik anak kembali menggemuk 4. Krestmer Kretschmer membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) fase. mudah bergaul dan mudah didekati. Yusuf. Strecungsperiode I Yaitu pada umur 3.0 – 3. yaitu: 1.1986. Syamsu. . Teori Teori Kepribadian. 3. Bandung . DAFTAR PUSTAKA Alwisol .2004.Kowara. gemuk. Teori Kepribadian . Fullungsperiode II Yaitu pada umur 7.2007. sukar bergaul dan sulit didekati 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful