P. 1
Makalah Muamalah

Makalah Muamalah

|Views: 323|Likes:
Published by Zack Cullen Caspian
Makalah mata kuliah Muamalah pada saat Semester 5, makalah terbanyak yang saya buat.
Makalah mata kuliah Muamalah pada saat Semester 5, makalah terbanyak yang saya buat.

More info:

Published by: Zack Cullen Caspian on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/12/2015

$4.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH MATA KULIAH MUAMALAH KELOMPOK 15

Dosen : AANG KUNAEPI S.Ag., M.Ag.

Disusun Oleh:

Nama/NIM : Ahmad Zaky Ghozali / 10523409

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2013

DAFTAR ISI

BAYI TABUNG ATAU INSEMINASI BUATAN DALAM ISLAM ............................................... 3 1.1 1.2 1.3 1.4 Pengertian Inseminasi ...................................................................................... 3 Teknik Pembuatannya...................................................................................... 3 Hukum Melakukan Inseminasi ......................................................................... 4 Kesimpulan ...................................................................................................... 5

ADOPSI DAN STATUS HUKUM ANAKNYA ......................................................................... 6

ZINA DAN STATUS ANAK ZINA ......................................................................................... 9

HOMOSEKSUAL, LESBIAN, ONANI/MASTURBASI............................................................ 11 4.1 4.2 4.3 Homoseksual ................................................................................................. 11 Lesbian .......................................................................................................... 14 Onani (istimna’bil yadi, bhs. Arab).................................................................. 15

BUNUH DIRI DAN EUTHANASIA ..................................................................................... 17 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 Pengertian Bunuh Diri .................................................................................... 17 Hukum Bunuh Diri.......................................................................................... 17 Pengertian Euthanasia ................................................................................... 18 Macam-Macam Euthanasia ............................................................................ 19 Hukum Euthanasia ......................................................................................... 20

TRANSFUSI DARAH, HUBUNGAN ANTARA DONOR DAN RESIPIEN .................................. 25 6.1 6.2 Transfusi Darah .............................................................................................. 25 Hubungan antara Donor dan Resipien ............................................................ 27

MENJUALBELIKAN DARAH DALAM HUKUM ISLAM ........................................................ 28

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 31

2

1 BAYI TABUNG ATAU INSEMINASI BUATAN DALAM ISLAM

1.1 Pengertian Inseminasi
Kata inseminasi berasal dari bahasa Inggris “insemination‖ yang artinya pembuahan atau penghamilan secara teknologi, bukan secara alamiah. Kata inseminasi itu sendiri, dimaksudkan oleh dokter Arab, dengan istilah ُ dari fi‘il (kata kerja)

‫الرَّ ْلفِيْخ‬

‫لَ َّخ- ُلَ ِّخ‬ ُ َ

menjadi

ْ ‫ذَ ْل ِيذًا‬

yang berarti mengawinkan atau

mempertemukan (memadukan).

Kata talqih yang sama pengertiannya dengan inseminasi, diambil oleh dokter ahli kandungan bangsa Arab, dalam upaya pembuahan terhadap wanita yang menginginkan kehamilan. Sedangkan pengertian bayi tabung disebutnya sebagai istilah:

ْ ‫ِ ف ُ ْ َوَاتِيد‬ ِ ْ

yang artinya jabang bayi; yaitu sel telur yang telah

dibuahi oleh sperma yang telah dibiakkan dalam tempat pembiakan (cawan) yang sudah siap untuk diletakkan ke dalam rahim seorang ibu.

1.2 Teknik Pembuatannya
Untuk melakukan sinseminasi buatan (al-taqih al-Shina‘iyah); yaitu sepasang suami-istri yang menginginkan kehamilan, diharapkan selalu berkonsultasi dengan dokter ahli dengan memeriksakan dirinya, apakah keduanya bisa membuahi atau dibuahi, untuk mendapatkan keturunan atau tidak.

Ada beberapa teknik inseminasi buatan yang telah dikembangkan di dunia kedokteran, antara lain ialah : a) Fertilization in Vitro (FIV) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di Vitro (tabung), dan setelah terjadi pembuahan, lalu lalu ditransper dirahim isteri.
3

Inseminasi yang dilarang (Inseminasi Heterolog) ini selain menimbulkan kemudaratan bagi pasangan suami isteri tersebut di mata agama juga menimbulkan pula kemudaratan bagi anak. sejak itu pula berlaku larangan dokter yang harus dipatuhi oleh ibu. bahkan dihilangkan. dengan 4 .3 Hukum Melakukan Inseminasi Upaya inseminasi buatan dan bayi tabung. untuk mencegah agar suami-istri tidak lagi mengalami kesulitan akibat tidak hamil dengan cara senggama. Teknik kedua ini lebih alamiah dari pada teknik pertama. 1. Setidaknya dalam pandangan hukum Islam anak yang dihasilkan dari Inseminasi Heterolog. Selain itu. antara lain: a) Kerja keras sehingga terlalu capek b) Tidak makan atau minum sesuatu yang mengandung unsur alkohol c) Tidak boleh melakukan senggama selama 15 hari atau 3 minggu sejak bayi tabung itu diletakkan ke dalam rahim. maka kemudaratan-kemudaratan itu perlu dihindari.b) Gamet Intra Felopian Tuba (GIFT) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum isteri. maka segera ditahan di saluran telur (tuba palupi). dibolehkan dalam Islam jika perpaduan sperma dengan ovum itu bersumber dari suami-istri yang sah (Inseminasi Homolog). Dan yang dilarang adalah inseminasi buatan dan bayi tabung yang berasal dari perpaduan sperma dan ovum dari orang lain (Inseminasi Heterolog). maka perlu ditolong oleh dokter ahli. akan dikatakan sebagai anak hasil zina. Hal ini sesuai dengan kaidah Fiqhiyah yang mengatakan : ‫ا َ لُر َ ُيُرَاا‬ ‫َّض‬ ‫ُر‬ Artinya: Kemudaratan itu harus dihilangkan. Sejak bayi tabung itu dimasukkan ke dalam rahim seorang ibu. dan setelah dicampur terjadi pembuahan. sebab sperma hanya bisa membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi (pancaran mani) melalui hubungan seksual. Berdasarkan hal demikian.

b. dan dapat sesudahnya. 1. juga bertentangan dengan norma agama dan moral. 5 . Inseminasi buatan dengan sel sperma danovum dari suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya ke dalam rahim wanita lain (ibu titipan) diperbolehkan Islam. c. Dari uraian-uraian di atas. Inseminasi buatan dengan sperma dan/atau ovum donor diharamkan (dilarang keras) Islam. Dan sebaliknya. yang diambil dari zat sperma dengan ovum suami-istri yang sah. jika keadaan kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukannya (ada hajat. karena selain bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. jadi bukan untuk kelinci percobaan atau main-main).4 Kesimpulan Inseminasi adalah teknik pembuahan (fertilisasi) antara sperma suami dan sel telur isteri yang masing-masing diambil kemudian disatukan di luar kandungan (in vitro) – sebagai lawan ―di dalam kandungan‖ (in vivo). Pemeritah hendaknya hanya mengizinkan dan melayani permintaan bayi tabung dengan sel sperma dan ovum suami istri yang bersangkutan tanpa ditransfer ke dalam rahim wanita lain (ibu titipan). bila bersumber dari orang lain. maka dikategorikan perbuatan zina. Dan status anak hasil inseminasi macam ini sah menurut Islam. d. dapat ditarik sebuah pemikiran bahwa : a. dan pemerintah menyulitkan persoalan hukum hendaknya juga melarang keras dengan sanksi-sanksi hukumannya kepada dokter dan siapa saja yang melakukan inseminasi buatan pada manusia dengan sperma dan/atau ovum donor. serta merendahkan harkat manusia sejajar dengan hewan yang diiseminasi tanpa perlu adanya perkawinan. Pemerintah hendaknya melarang berdirinya Bank Nuthfah/Sperma dan Bank Ovum untuk pembuatan bayi tabung.cara inseminasi buatan dan bayi tabung. Hukumnya sama dengan zina dan anak yang lahir dari hasil inseminasi macam ini/bayi tabung ini statusnya sama dengan anak yang lahir di luar perkawinan yang sah.

Adopsi berasal dari kata ―adoptie‖ bahasa Belanda atau ―adopt‖(adoption) bahasa Inggris. Dalam bahasa Arab disebut ―tabanni‖ yang menurut Prof. 2. dan hak-hak lainnya sebagai hubungan anak dan orang tua. Hukum Adopsi diperkuat dalam Al-Qur‘an Surat Al-Ahzab ayat 4-5. dan ditanam dalam rahim istri tersebut (bukan rahim orang lain) dan tidak diperbolehkan. 2 ADOPSI DAN STATUS HUKUM ANAKNYA Secara etimologi. yang berarti pengangkatan anak. adopsi mempunyai dua pengertian. bayi yang dihasilkan dari inseminasi ini memiliki dua macam yakni diperbolehkan dengan catatan sperma yang diambil merupakan sperma yang berasal dari suami istri yang sah. jika seperma yang diambil berasal dari laki-laki lain begitu pula dari wanita lain.Secara hukum. Menurut istilah di kalangan agama dan adat di masyarakat. tanpa memberi status anak kandung kepadanya. dan diperlakukan oleh orang tua angkatnya seperti anak sendiri. Mengambil anak orang lain untuk diberi status sebagai anak kandung sehingga ia berhak memakai nasab orang tua angkatnya dan mewarisi harta peninggalannya. mengangkat anak. sebagai berikut: َّ ُ ُ َ َ ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ‫ما جع َ َّللاُ لِزج ٍ مه قَ ْلثَيه فِي جُفًِ َما جع َ أَسَ جكم لَّلئِي‬ ِّ ُ َ َّ َ َ َّ ِ ْ ُ ْ ْ ُ َ ْ ُ ْ ْ ُ ِ ْ َ َ َ َ ْ ُ َّ َّ ْ ِ َ ِ ‫ذُظَاٌزَُن مىٍُه أُمٍَاذِكم َما جع َ أَدعيَاءكم أَتىَاءكم ذلِكم قَُلُكم‬ ‫دعٌُُم ِلتَائٍِم‬ ِْ ِ ْ ُ ْ َّ َ ْ ُ ِ َ ْ َّ ْ َ َ َ ُ َ ‫تِؤَفُ ٌكم ََّللاُ َ ُُو ْلذ َّ ٌَُُ ٍَ ِ للثِي‬ َّ ِ َ ْ َ ‫ٌُُ أَقلطُ عى َ َّللاِ فَئِن لَّم ذَعلَمُ آتَاءٌُم فَئِخُ وُكم فِي ل ِّ ه‬ ُْ َ ْ ْ ُ ْ ْ ِ ) 4( 6 . yaitu: 1. Mahmud Yunus diartikan dengan ― mengambil anak angkat‖ sedang dalam Kamus Munjid diartikan―ittikhadzahu ibnan‖ . Mengambil anak orang lain untuk diasuh dan dididik dengan penuh perhatian dan kasih sayang. yaitu ― menjadikannya sebagai anak.

Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya. Pemeliharaan itu harus didasarkan atas penyantunan semata-mata. sesuai dengan anjuran Allah. Anak angkatmu bukanlah anak kandungmu. miskin. b. Panggillah mereka(anak-anak angkat itu ) memakai nama bapak-bapak mereka.(4). c. terlantar. tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah tidak menjadikan dua hati dalam dada manusia. dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar. Menurut hukum Islam pengangkatan anak hanya dapat dibenarkan apabila memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:  Tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua biologis dan keluarga. Agama Islam mendorong seorang muslim untuk memelihara anak orang lain yang tidak mampu. Panggillah anak angkatmu menurut nama bapaknya. 7 . bahwa yang dilarang adalah pengangkatan anak sebagai anak kandung dalam segala hal.ْ َّ َ َّ ِ َ ِ ْ َ ٌ ُ ُْْ َ َ َ ُْ َ َ َ ‫َمُ لِيكم َلَيْس علَيكم جىَاح فِيما أَخطَؤْذُم تًِ َلَكه ما ذَعم َ خ‬ )5( ― ‫قُلُُتُكم َكان َّللاُ غفُُر رديما‬ ً ِ َّ ً َ َّ َ َ َ ْ ُ …dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu(sendiri). itulah yang lebih adil pada sisi Allah dan jika kamu tidak mengetahui bapakbapak mereka. Tetapi tidak dibolehkan memutuskan hubungan dan hakhak itu dengan orang tua kandungnya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan lain-lain. Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulut saja.(5). Tidak boleh karena ada udang dibalik batu dan hal-hal lain yang mengikat. Dari ketentuan di atas sudah jelas. maka (panggillah mereka)sebagai saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Surat Al-Ahzab ayat 4-5 tersebut dalam garis besarnya dapat dirumuskan sebagai berikut: a.

dan memperhatikan pula penabdian dan jasa anak angkat terhadap rumah tangga orang tua angkat termasuk kehidupan ekonominya. Hubungan yang sangat akrab antara anak angkat dan orang tua angkat merupakan suatu kesatuan keluarga yang utuh yang diikat oleh rasa kasih sayang yang murni.  Arang tua angkat tidak dapat bertindak sebagai wali dalam perkawinan terhadap anak angkatnya. apalagi kalau mereka yang bersangkutan menurut pembagian harta warisan menurut hukum adat yang belum tentu mencerminkan rasa keadilan menurut pandangan Islam. Dan apabila orang tua angkat waktu masih hidup lalai memberi hibah atau wasiat kepada anak angkat. Sikap orang tua angkat atau ahli warisnya dan sebaliknya dengan pendekatan hibah atau wasiat.  Anak angkat tidak boleh mempergunakan nama orang tua angkatnya secara langsung kecuali sekadar sebagai tanda pengenal/alamat. secara moral orang tua angkat dituntut memberi hibah atau wasiat sebagian hartanya untuk kesejahteraan anak angkatnya. Dari ketentuan tersebut di atas dapat diketahui bahwa prinsip pengangkatan anak menurut hukum Islam adalah bersifat pengasuhan anak dengan tujuan agar seorang anak tidak sampai terlantar atau menderita dalam pertumbuhan dan perkembangannya. 8 . maka sesuai dengan asas keadilan yang dijunjung tinggi oleh Islam . demikian juga orang tua angkat tidak berkedudukan sebagai pewaris dari anak angkatnya. Anak angkat tidak berkedudukan sebagai pewaris dari orang tua angkat. Demikian pula hendaknya anak angkat yang telah mampu mandiri dan sejahtera hidupnya. selain sesuai dengan asas keadilan Islam juga untuk menghindari konflik antara orang tua angkat/ ahli warisnya dan anak angkat ahli warisnya. melainkan tetap sebagai pewaris dari orang tua kandungnya. maka seyogyanya ahli waris orang tua angkatnya bersedia memberi hibah yang pantas dari harta peninggalan orang tua angkat yang sesuai dengan pengabdian dan jasa anak angkat. bersikap etis dan manusiawi terhadap orang tua angkatnya dengan memberi hibah atau wasiat untuk kesejahteraan orang tua angkatnya yang telah berjasa membesarkan dan mendidiknya.

Nur ayat 2) 9 . maka dalam kasus ini kedua-dua orang itu tidak boleh didakwa dibawah kes zina dan tidak boleh dikenakan hukuman hudud. hendaklah kamu sebat tiaptiap seorang dari kedua-duanya 100 kali sebat. jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari Akhirat. Mengikut peruntukan hukuman syarak yang disebutkan di dalam Al-Qur‘an dan Al-Hadith yang dikuatkuasakan dalam undang-undang Qanun Jinayah Syar‘iyyah bahawa orang yang melakukan perzinaan itu apabila sabit kesalahan di dalam mahkamah wajib dikenakan hukuman hudud. dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum Agama Allah. sedangkan perempuan itu bukan isterinya atau lelaki tadi menyangka bahawa perkahwinannya dengan perempuan yang disetubuhinya itu sah mengikut hukum syarak. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta‘ala yang bermaksud: ― Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina. dan persetubuhan itu tidak termasuk dalam takrif (persetubuhan yang meragukan). iaitu disebat sebanyak 100 kali sebat. sedangkan sebenarnya perkahwinan mereka itu tidak sah. kerana persetubuhan mereka itu adalah termasuk dalam wati‘ subhah iaitu persetubuhan yang meragukan.3 ZINA DAN STATUS ANAK ZINA Zina adalah persetubuhan yang dilakukan oleh seorang lelaki dengan seorang perempuan tanpa nikah yang sah mengikut hukum syarak (bukan pasangan suami isteri) dan kedua-duanya orang yang mukallaf. Jika seorang lelaki melakukan persetubuhan dengan seorang perempuan. dan lelaki itu menyangka bahawa perempuan yang disetubuhinya itu ialah isterinya.(Surah An. dan hendaklah disaksikan hukuman siksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman‖.

mendahului perkawinan ibunya. Al-Thabrani dan Al-Baihaqi dari Al Aswad bin Sari) Diperkuat dengan firman Allah dalam surat Al-Najm. sepakat Ulama Hukum Islam menetapkan bahwa status anak itu termasuk anak hasil zina bila laki-laki yang mengawininya bukan yang menghamilinya.Mengenai bayi yang lahir dari perzinaan. 2. Nasrani atau Majusi‖ (Hadits riwayat Abu Ya‘la. bila ibunya dikawini setelah kandungannya berumur 4 bulan keatas. dan keterampilan yang berguna untuk bekal hidupnya dimasyarakat nanti. diberi pendidikan. meskipun kandungannya baru beberapa hari. Ada yang menetapkan bahwa bayi itu termasuk anak hasil zina. maka bayi yang dilahirkannya bukan anak suaminya yang sah. maka bayi yang dilahirkannya termasuk anak suaminya yang sah. Oleh karena itu anak hasil zina harus diperlakukan secara manusiawi. anak hasil zina itu suci dari segala dosa orang yang menyebabkan eksistensinya didunia ini. dan bila kurang dari umur kandungan tersebut. sebab masa hamil yang paling sedikit berdasarkan Al Qur‘an surat Al Baqarah ayat 233 dan surat Al Ahqaf ayat 15 adalah 6 bulan. maka ―sang ayah‖ berhak menolak keabsahan anak itu menjadi anaknya. akan tetapi bila yang mengawini itu termasuk orang yang menghamilinya. Sedangkan masa 10 . sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW Artinya : ―Semua anak yang dilahirkan atas kesucian/kebersihan (dari segala dosa) dan pembawaan agama Tauhid. Maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anaknya Yahudi. kemudian dikawini oleh orang yang menghamilinya. Karena keberadaannya dalam kandungan. Perlu ditambahkan bahwa anak yang lahir sebelum 6 bulan dari perkawinan. pengajaran. sehingga ia jelas bicaranya. menuturkan dilihat secara hukum perdata Islam. Masjfuk Zuhdi dalam bukunya Masailul Fiqhiyah. yaitu : 1. maka terjadi dua macam pendapat dikalangan ulama hukum. H. Drs. Ada lagi yang menetapkan bahwa bila ibunya sudah hamil. Sedangkan menurut Prof. maka bayi tersebut termasuk anak hasil zina. ayat 38 yang artinya : ―Bahwasannya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain‖.

khususnya ilmu kandungan. 4 tahun menurut mazhab Syafi‘i dan 5 tahun menurut mazhab Maliki. Arab) yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun menurut hokum pidana di Indonesia (vide pasal 292 KUHP). ONANI/MASTURBASI 4. setahun menurut Muhammad bin Abdul Hakm al-Maliki. yang belum tentu mengerti ilmu kesehatan. sedangkan lesbian dilakukan dengan cara melakukan masturbasi satu sama lain atau dengan cara lainnya untuk mendapatkan orgasme (puncak kenikmatan atau climax of the sex act) Perbuatan kaum homo. karena bertentangan dengan norma agama. bhs.1 Homoseksual Homoseksual adalah hubungan seksual antara orang-orang yang sama kelaminnya. bhs. homoseksual (liwath) termasuk dosa besar. norma susila. bhs. Menurut hokum fiqh jinayah(hokum pidana Islam). Arab) dilakukan dengan cara memasukan penis (zakar. 2 tahun menurut mazhab Hanafi. baik seks antar sesame pria (homoseksual). disebut lesbian (female homosex). 4 HOMOSEKSUAL. Perbedaan pendapat tersebut disebabkan karena hanya didasarkan atas informasi dari sebagian wanita yang dijadikan responden. maupun seks antar sesame wanita (lesbian) merupakan kejahatan (jarimah/jinayah. baik sesame pria maupun sesame wanita. bhs. namun biasanya istilah homosex itu dipakai untuk sex antar pria. Arab). Pendapat fuqaha tentang masalah ini berbeda-beda mulai dari 9 bulan menurut mazhab Dzahiri. Arab) kedalam anus (dubur. Lawan homosex adalah heterosex.hamil yang terlama dari seorang wanita hamil tidak ada nash yang jelas didalam Al Qur‘an dan Sunnah. dan bertentangan pula dengan sunnatulloh (God‘s Law/ Natur Of law) dan fitrah manusia(human Nature) sebab Alloh SWT menjadikan manusia terdiri dari pria 11 . sedangkan untuk sex antar wanita. artinya hubungan seksual antara orang-orang yang berbeda kelaminnya (seorang pria dengan seorang seorang wanita). Homoseksual (liwath. LESBIAN.

karena mempunyai dampak yang negative terhadap kehidupan pribadi dan masyarakat antara lain adalah sebagai berikut : 1.dan wanita adalah untuk berpasang-pasangan sebagai suami istri untuk mendapatkan keturunan yang sah dan untuk memperoleh ketenangan dan kasih saying. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. karena suaminya bias tidak mampu menjalankan tugas sebagai suami. serta ia tidak mendapatkan keturunan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir‖. dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Menurut Dr. bahwa Islam melarang keras homosex. tetapi justeru tertarik kepada pria sama kelaminnya. sebagaimana tersebut dalam Al-Qur‘an Surat Al-Nahl ayat 72 : ‫ََّللاُ جع َ لَكم مه أَوفُلكم أَسَ جًا َجع َ لَكم مه أَسَ جكم تَىِيه‬ َ ُْ ِ َ ْ ْ ِ ُْ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ ْ ْ ِ ْ ُ َ َ َّ َ ْ ‫َدفَ َ جً َرسقَكم مه لطَّيِّثَاخ ۚ أَفَثِالثَا ِ ِ ُؤمىُُن َتِىِعمد َّللاِ ٌُم‬ َ ِ ُْ َ َ َ ْ َّ ِ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ )16:72( ‫َكفُزَُن‬ َ Artinya :‖Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu. sekalipun ia subur 12 . Tidak tertarik kepada wanita.maka istrinya menjadi korban (merana). dan si istri hidup tanpa ketenangan dan kasih saying. dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" Firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 21 ُ ْ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ‫َمه آ َاذًِ أَن خلَ َ لَكم مه أَوفُلكم أَسَ جًا لِرَلكىُُ إِلَيٍَا َجع‬ َ َ َ ْ َ ْ ُْ ِ ْ ْ ِ ُْ َّ )30:21( ‫تَيىَكم مُدجً َردْ محً ۚ إِن فِي ذلِ َ ِل َاخ لِ َُ ٍ َرَفَكزَُن‬ َ َّ ْ ٍ َ َ َ َ َ َّ َ َ ْ ُ ْ Artinya:‖dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. anak-anak dan cucu-cucu. Akibatnya kalau si homo itu kawin. Muhammad Rashfi di dalam kitabnya Al-Islam Wa al-Thib sebagaimana dikutip oleh Sayid Sabiq.

Pendapat kedua ini sebenarnya memakai qias didalam menetapkan hukumannya. khususnya di Amerika Serikat. ( لذ ث‬ ُ َّ ُ َّ ِ َِ َ Artinya : ―apabila seorang pria melakukan hubungan sex dengan pria lain. maka kedua-duanya adalah berbuat zina‖. 13 . yang menyebabkan penderitanya kekurangan/kehilangan daya ketahanan tubuhnya. tetapi mereka Pendapat pertama antara lain Imam Syafi‘I. homosex. Penyakit AIDS.2. ternyata 73 % akibat hubungan free sex. tidak stabil jiwanya. Para Ahlu hokum fiqh sekalipun telah sepakat berbeda pendapat tentang mengharamkan hukumannya. berdasarkan hadits Nabi. berhias. Misalnya ia bergaya sesama seperti wanita dalam berpakaian. Abu Yusuf dan lain-lain. terutama homosex. dan dirajam (stoning to death) untuk pelaku yang sudah kawin. hukumnya disamakan dengan hukuiman zina. maka bunuhlah sipelaku dan yang diperlakukan (pasangannya). riwayat Khomsah (lima Ahli Hadits Kecuali AlNasai)dari Ibnu Abbas : ْ ‫مه َج ْ ذُمُْ يُ َعم ْ عم َ قَُْ َ لُُْ ٍ فَاقرُلُُْ ْلفَاع َ َ ْلمفعُُْ و‬ َ َْ َ ِ ُ َ َ ْ َ َ َ َ ْ Artinya:‖Barangsiapa menjumpai orang yang berbuat homosex seperti praktek kaum luth. 3. Gangguan syaraf otak. Penyakit AIDS ini belum ditemukan obatnya dan telah membawa korban banyak sekali di Barat. khalifah Abu Bakar dan Ali pernah menghukum mati terhadap pasangan homosex. Berdasarkan suevei di Amerika Serikat pada Tahun 1985 terhadap 12. dan bertingkah laku. yakni hukuman dera dan pengasingan untuk yang belum kawin. dan timbul tingkah laku yang aneh-aneh pada pria pasangan si homo.pasangan homosex dihukum mati. berdasarkan Hadits Nabi : َ )‫ِذ أَذَ لزج ُ لزج َ فٍَُما سَ ويان. 4. dan 2. yang akibatnya bias melemahkan daya pikiran dan semangat/ kemauannya.000 penderita AIDS. 17% karena pecandu narkotik atau sejenisnya. Pendapat kedua antara lain Al-Auzai. Menurut Al-Mundziri.5% akibat transfuse darah. Kelainan jiwanya yang akibatnya mencintai sesame kelamin.

dan Al-Tirmidzi : ََ ِ َ َِ َْ ‫َل َىظُز لزج ُ إِلَ عُرج لزج َ ََل ْلمزْ أَجُ إِلَ عُرج ْلمزْ أَج ََل‬ ُ َّ ُ ْ َ َ َ َ ُ َّ ِ َ ْ َ ُ‫َغضُّ لزج ُ إَلَ لزج ِ فِ لثَُّب ْلُ د ِ ََل خ َ غضُ ْلمزْ أَج‬ ُ َ ََ ِ َ ِ ْ ُ ُ َّ ُ َّ َ ِ ‫لثَُّب ْلُ د‬ ِ َ ِ ْ ِ‫ْلمزْ أَج ف‬ ِ َ َ‫إِل‬ Artinya:‖ janganlah pria melihat aurat pria lain dan janganlah wanita melihat aurat wanita lain dan janganlah bersentuhan pria dengan pria lain dibawah sehelai selimut/kain. padahal ada nash nya. karena berdasarkan nas Shahih (Hadits) yang jelas maknanya. hukumannya lebih ringan daripada homoseksual.2 Lesbian Mengenai perbuatan lesbian (female homosexual). Abu daud. seperti halnya seorang pria bersentuhan langsung (pacaran) 14 . karena memakai dalil qias. sejenis hukuman yang bertujuan edukatif. bukan hukuman ta‘zir 4. dan besar ringanya hukuman tazir diserahkan kepada pengadilan (Hakim). Hukuman Ta‘zir dijatuhkan terhadap kejahatan atau pelanggaran yang tidak ditentukan macam dan kadar hukumannya oleh nas Al-Qur‘an dan Hadits. sedangkan pendapat kedua dianggap lemah. dan janganlah pula wanita bersentuhan dengan wanita lain dibawah sehelai selimut/kain‖ Menurut Sayid Sabiq. karena bahaya/risikonya lebih ringan dibandingkan dengan bahaya homosexual. lesbian ini dihukum ta‘zir. Menurut Al-Syaukani. karena lesbian itu bersentuhan langsung tanpa memasukan alat kelaminnya. Arab). atau sahaq (bhs. Jadi. karena bertentangan dengan nash yang telah menetapkan hukuman mati (hukuman had). pelaku homosex dihukum ta‘zir.Pendapat ketiga antara lain Abu Hanifah. dan sebab hadits yang dipakainya lemah. pendapat pertama adalah yang kuat. para ahli fiqh juga sepakat mengharamkannya. Demikianpula pendapat ketiga. Muslim. juga dipandang lemah. berdasarkan Hadits Nabi riwayat Ahmad. suatu hukuman yang macam dan berat ringannya diserahkan kepada pengadilan.

tetapi dalam keadaan gawat. ialah budak yang didapat dalam peperangan untuk membela agama. Arab). Yang dimaksud budak disini.dengan wanita bukan istrinya tanpa memasukan penisnya kedalam vagina. Perbuatan semacam ini tetap haram. Syafii dan Zaidi mengharamkan secara Mutlak.Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas‖. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. maka ia boleh. Arab) Onani (istimna‘bil yadi. para ahli Hukum Fiqh berbeda pendapat tentang hukumnya. Ulama Hanafi secara prinsip mengharamkan onani. Pendapat pertama.3 Onani (istimna’bil yadi. bahkan wajib berbuat onani demi menyelamatkan dirinya dari perbuatan zina yang jauh lebih besar dosa dan bahayanya daripada onani. berdasarkan Al-Qur‘an Surat Al-Mu‘minun ayat 5-7: ‫َ لَّذ هَ ٌُم لِفُزَُجٍم دافِظُُنَ ( 5:32إَِل علَ أَسَ جٍم أََْ ما ملَكد أَ ْماوٍُُم فَئِوٍَُّم غيز ملُُميهَ ( 6:32) فَمه‬ َ َّ ِ َ ُ َْ ْ َ ِْ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ِْ ِ َ ْ ْ ِ َ َ َ َ َ َ ْ ُ َ ُ ))23:7( َ‫ترَغ َر ء ذلِ َ فَؤَُلَئِ َ ٌُم ْلعادَن‬ Artinya :‖dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.kecuali terhadap isteriisteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]. kecuali kalau orang takut berbuat zina (karena terdorong nafsu seksnya yang kuat). sekalipun bukan zina. atau khawatir 15 . tetapi dapat dikenakan hukuman ta‘zir seperti lesbian diatas. bhs. Ayat ini dengan jelas memerintahkan kepada kita agar menjaga kehormatan alat kelamin (penis). Hal ini sejalan dengan kaidah fiqh َ َ ٌ‫ِرْ ذِكابُ أَخ ُّ للزر ْه َ جة‬ ِ َ ِ َ َ َّ Artinya:‖Wajib menempuh bahaya yang lebih ringan diantara dua bahaya‖ Pendapat ketiga. yakni orang yang memuncak nafsu seksnya dan khawatir berbuat zina. yakni masturbasi dengan tangan sendiri. bhs. Namun. Ulama Maliki. Ulama Hambali mengharamkan onani. Pendapat kedua. Islam memandangnya sebagai perbuatan yang tidak etis dan tidak pantas dilakukan. kecuali terhadap istri dan budak kita. 4.

16 . Juga bias melemahkan potensi kelaminnya. seorang ahli tafsir. tidak berdosa.terganggu kesehatannya. murid Ibnu Abbas. tetapi tidak etis. artinya ketika hawa nafsu seksual memuncak agama memberikan jalan alternative dengan menyalurkan kedalam bentuk lain seperti onani. Ibnu Abbas. sedangkan ia tidak mempunyai istri atau amat (budak wanita). Dan hokum mubah berbuat onaniini berlaku baik untuk pria maupun wanita. Hal ini sesuai dengan kaidah Fiqh : ‫ماأُتِيخ لِللزَُرج ُ َ َّ ر تِ َ َ رٌَا‬ ُ َ ْ َ ِ َ ْ َّ ِ Artinya: ― sesuatu yang diperbolehkan karena darurat. Tetapi tidak boleh dijadikan kebiasaan atau rutinitas sehari-hari. ― Orang Islam dahulu melakukannya dalam waktu peperangan (jauh dari keluarga/istri)‖. lebih cenderung kepada pendapat yang kedua dan ketiga yaitu membolehkannya dengan dasar keadaan gawat. karna belum menikah ataupun belum mempunyai penyaluran seksual yang sah menurut agama. Al-Hasan. Ibnu Hazm memandang makruh onani. dan lain-lain membolehkan onani. ―Orang Islam dahulu (sahabat Nabi) mentoleransi para remaja/pemudanya melakukan onani/masturbasi‖. Kata Al-Hasan. Sudah barang tentu yang diperbolehkan dalam keadaan terpaksa (darurat) itu dibatasi seminimal mungkin penggunaannya. maka ia tidak berdosa berbuat onani. Menurut pendapat kedua dan ketiga diatas. dalam hal ini perbuatan onani itu. Pendapat kelima. serta kemampuan ejakulasinya. Apalagi kalau dalam keadaan di medan perang atau masa remaja. dan ia tidak mampu kawin. onani hanya diperbolehkan dalam keadaan terpaksa. Dan kata Mujahid. Sebab kalaupun dilakukan secara rutinitas akibatnya bias mengganggu kesehatan jasmani dan kesehatan rohani (mental). sehingga menjadi sebab gagalnya sel sperma pria menerobos masuk untuk bertemu dengan sel telur wanita (ovum). sebab seperti kaidah usul fiqh tadi hanya sekedarnya saja dalam keadaan tertentu tidak dijadikan aktivitas rutinitas. Menurut hemat penulis. hanya boleh sekadarnya saja‖ Kaidah fiqh ini berdasarkan firman Alloh dalam Al-Qur‘an Surat AlBaqarah ayat173 : Pendapat keempat.

luka atau menyakiti diri sendiri. ia akan menjatuhkan (dirinya) selama-lamanya. dosa bunuh diri bisa diampuni. percobaan atau ancaman verbal. Dan barangsiapa bunuh diri dengan minum racun. Muslim. sebagaimana firman-Nya: َّ ‫إِنَّ َّللاَ ََل يَغفِر أَنْ يُشرك بِه ويَغفِر ما دُون ََٰذلِك لِمهْ يَشَاء‬ ُ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ِ َ َ ْ “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung.5 BUNUH DIRI DAN EUTHANASIA 5. individu secara sadar dan berhasrat dan berupaya melaksanakan hasratnya untuk mati. sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa bunuh diri dengan besi.” (Qs. karena adanya ancaman khusus baginya. maka di neraka jahanam nanti besi itu selalu di tangannya. An-Nisa: 48) Footnote : [1] Clinton dalam Mental Health Nursing Practice (1995: 262) 17 . ia menusuk-nusukkannya ke perutnya selama-lamanya.[1] 5. yang akan mengakibat kan kematian.1 Pengertian Bunuh Diri Suatu upaya yang disadari dan bertujuan untuk mengakhiri kehidupan. 109) Jika Allah berkehendak. maka di neraka jahanam nanti. dan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki. Perilaku bunuh diri meliputi isyarat-isyarat.” (HR. maka di neraka jahanam nanti ia akan terus meminumnya selama-lamanya.2 Hukum Bunuh Diri Bunuh diri adalah dosa besar.

euthanasia berarti tindakan agar kesakitan atau penderitaan yang dialami seseorang yang akan meninggal diperingan.5. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah qatlu ar-rahma atau taysir al-maut. 2008 [3] Farid Ma'ruf pada 26 Januari 2007 18 . Menurut istilah kedokteran. bagus. terhormat atau gracefully and with dignity. euthanasia tidak dapat diartikan sebagai pembunuhan atau upaya menghilangkan nyawa seseorang. tindakan euthanasia ini telah mendapat izin dan legalitas negara. euthanasia berarti mati dengan tenang dan baik. euthanasia dapat diartikan sebagai mati dengan baik. Di beberapa negara eropa dan sebagian Amerika Serikat. Footnote : [2] Aspek Hukum dalam Pelaksanaan Euthanasia di Indonesia Maret 15. Jadi secara etimologis. Tindakan ini muncul akibat terjadinya penderitaan yang berkepanjangan dari pasien.[2] Sejak abad 19 terminologi euthanasia dipakai untuk penghindaran rasa sakit dan peringanan pada umumnya bagi yang sedang menghadapi kematian dengan pertolongan dokter. dan Thanatos yang berarti mati. sedangkan Suetonis penulis Romawi dalam bukunya Vita Caesarum mengatakan bahwa euthanasia berarti ―mati cepat tanpa derita‖.[3] Euthanasia merupakan tindakan penghentian kehidupan manusia baik dengan cara menyuntikkan zat tertentu atau dengan meminum pil atau dengan cara lainnya. Sedangkan secara harafiah. Juga berarti mempercepat kematian seseorang yang ada dalam kesakitan dan penderitaan hebat menjelang kematiannya.3 Pengertian Euthanasia Euthanasia berasal dari bahasa Yunani. yaitu eu yang berarti indah. Menurut Philo (50-20 SM). Pada umumnya mereka beranggapan bahwa menentukan hidup dan mati seseorang adalah hak asasi yang harus dijunjung tinggi.

minuman dan udara. tetapi menghentikan pernapasannya sekaligus. Euthanasia pasif. 2. atau alat bantu buatan. Footnote : [4] http://zumrohhasanah. 3. makanan.4 Macam-Macam Euthanasia 1. Euthanasia Aktif Euthanasia aktif artinya mengambil kehidupan seseorang untuk mengurangi penderitaannya. Euthanasia Pasif Euthanasia pasif artinya membiarkan si sakit mati secara alamiah tanpa bantuan alat bantu seperti pemberian obat.Kode Etik Kedokteran Indonesia menggunakan euthanasia dalam tiga arti: 1.wordpress.com/ 19 . Mengakhiri penderitaan & hidup seorang sakit dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri & keluarganya. Euthanasia pasif alamiah berarti menghentikan pemberian penunjang hidup alamiah seperti makanan. misalkan ada seseorang menderita kanker ganas dengan rasa sakit yang luar biasa sehingga pasien sering kali pingsan.[4] 5. dokter yakin yang bersangkutan akan meninggal dunia. Waktu hidup akan berakhir. Dalam hal ini. Ada aspek kesengajaan mematikan orang tersebut. Sedangkan euthanasia pasif bukan alamiah berarti menghentikan penggunaan alat bantu mekanik buatan misalnya mencabut respirator (alat bantu pernapasan) atau organ-organ buatan. diringankan penderitaan si sakit dengan memberi obat penenang. Kemudian dokter memberinya obat dengan takaran tinggi (overdosis) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya. membiarkan kematian. 2. Euthanasia pasif biasanya dibedakan atas euthanasia pasif alamiah dengan bukan alamiah. misalnya dengan menyuntikkan zat kimia tertentu untuk mempercepat proses kematiannya. buat yang beriman dengan nama Tuhan di bibir. Berpindahnya ke alam baka dengan tenang dan aman tanpa penderitaan. Euthanasia pasif alamiah sama dengan pembunuhan sebab dengan sengaja membiarkan si sakit mati tanpa makan-minum (membunuh pelan-pelan).

euthanasia bisa juga dibedakan atas euthanasia voluter dan euthanasia non-voluter:  Voluntary Euthanasia Permohonan diajukan pasien karena. misalnya gangguan atau penyakit jasmani yang dapat mengakibatkan kematian segera yang keadaannya diperburuk oleh keadaan fisik dan jiwa yang tidak menunjang. Auto euthanasia. Berikut ini solusi syariah terhadap euthanasia. Selain itu. baik euthanasia aktif maupun euthanasia pasif.Sedangkan mencabut alat bantu yang mungkin hanya berfungsi memperpanjang ‗penderitaan‘ tidak sama dengan membunuh sebab memang si sakit tidak sengaja dimatikan melainkan dibiarkan mati secara alamiah. Dengan penolakan tersebut ia membuat sebuah codicil (pernyataan tertulis tangan). misalnya seseorang yang menderita sindroma Tay Sachs.5 Hukum Euthanasia Syariah Islam merupakan syariah sempurna yang mampu mengatasi segala persoalan di segala waktu dan tempat. Keputusan atau keinginan untuk mati berada pada pihak orang tua atau yang bertanggung jawab. 5. Maka euthanasia voluter sering disamakan dengan bunuh diri. 1) Euthanasia Aktif 20 . Seorang pasien menolak secara tegas dengan sadar untuk menerima perawatan medis &dia mengetahui bahwa hal ini akan memperpendek atau mengakhiri hidupnya.  Involuntary Euthanasia Keinginan yang diajukan pasien untuk mati tidak dapat dilakukan karena. sedangkan euthanasia non-voluter sering disamakan dengan pembunuhan.Yang pertama berarti si sakit menghendaki dan meminta sendiri dan mengetahui kematiannya. 3. Auto euthanasia pada dasarnya adalah euthanasia pasif atas permintaan.

Dokter yang melakukan euthanasia aktif. oleh pemerintahan Islam (Khilafah). qishash tidak dilaksanakan.” (QS An-Nisaa` : 29). Misalnya firman Allah SWT : “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. misalnya dengan memberikan suntikan mematikan. jelaslah bahwa haram hukumnya bagi dokter melakukan euthanasia aktif. maupun membunuh diri sendiri. walaupun atas permintaan pasien sendiri atau keluarganya. walaupun niatnya baik yaitu untuk meringankan penderitaan pasien. Baik pembunuhan jiwa orang lain. meminta diyat (tebusan). atau memaafkan/menyedekahkan. Sebab tindakan itu termasuk ke dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-‗amad) yang merupakan tindak pidana (jarimah) dan dosa besar.Syariah Islam mengharamkan euthanasia aktif. karena termasuk dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-‗amad). yaitu dalil-dalil yang mengharamkan pembunuhan. menurut hukum pidana Islam akan dijatuhi qishash (hukuman mati karena membunuh). Hukumnya tetap haram.” (QS AlAn‘aam : 151) “Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain).” (QS Al-Baqarah : 178) Namun jika keluarga terbunuh (waliyyul maqtuul) menggugurkan qishash (dengan memaafkan). Dalil-dalil dalam masalah ini sangatlah jelas. kecuali karena tersalah (tidak sengaja)…” (QS An-Nisaa` : 92) “Dan janganlah kamu membunuh dirimu. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dari dalil-dalil di atas. sesuai firman Allah : “Telah diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Selanjutnya mereka mempunyai dua pilihan lagi. Firman Allah SWT : 21 .

sebenarnya faktanya termasuk dalam praktik menghentikan pengobatan. Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan keyakinan dokter bahwa pengobatan yag dilakukan tidak ada gunanya lagi dan tidak memberikan harapan sembuh kepada pasien. hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. 1990: 111). Bagaimanakah hukumnya menurut Syariah Islam? Jawaban untuk pertanyaan itu. pasien tidak mendapatkan manfaat (hikmah) dari ujian sakit yang diberikan Allah kepada-Nya.700 gram perak (1 dirham = 2.25 gram emas). 1990: 113). Karena itu.“Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. misalnya dengan cara menghentikan alat pernapasan buatan dari tubuh pasien. atau 12. Jika dibayar dalam bentuk dinar (uang emas) atau dirham (uang perak). Alasan ini hanya melihat aspek lahiriah (empiris).‖Tidaklah menimpa kepada seseorang muslim suatu musibah. kesusahan.000 dirham. kecuali Allah menghapuskan kesalahan atau dosanya dengan musibah yang menimpanya itu. padahal di balik itu ada aspek-aspek lainnya yang tidak diketahui dan tidak dijangkau manusia. berdasarkan hadits Nabi riwayat An-Nasa`i (Al-Maliki.” (QS Al-Baqarah : 178) Diyat untuk pembunuhan sengaja adalah 100 ekor unta di mana 40 ekor di antaranya dalam keadaan bunting. Dengan mempercepat kematian pasien dengan euthanasia aktif. yaitu pengampunan dosa. maupun penyakit. Tidak dapat diterima. Rasulullah SAW bersabda. maka diyatnya adalah 1000 dinar. atau senilai 35.975 gram perak) (Al-Maliki. Yakni. 2) Euthanasia Pasif Adapun hukum euthanasia pasif. atau senilai 4250 gram emas (1 dinar = 4. sakit. bahkan duri yang menusuknya. 22 . apakah berobat itu wajib. bergantung kepada pengetahuan kita tentang hukum berobat (at-tadaawi) itu sendiri. dokter menghentikan pengobatan kepada pasien.‖ (HR Bukhari dan Muslim). dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). kesedihan. alasan euthanasia aktif yang sering dikemukakan yaitu kasihan melihat penderitaan pasien sehingga kemudian dokter memudahkan kematiannya. baik kesulitan.

adalah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya: ―Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit. kamu bersabar dan akan 23 . bukan menunjukkan kewajiban (li al-wujub). Hadits di atas menunjukkan Rasulullah SAW memerintahkan untuk berobat. Maka berobatlah kalian!‖ (HR Ahmad. Menurut ilmu Ushul Fiqih. Dalam hadits itu tidak terdapat suatu indikasi pun bahwa tuntutan itu bersifat wajib. Bahkan. mengobati atau berobat itu hukumnya mandub (sunnah). Menurut jumhur ulama. Menurut Abdul Qadim Zallum (1998:68) hukum berobat adalah mandub. di mana pada satu sisi Nabi SAW menuntut umatnya untuk berobat. ada qarinah (indikasi) bahwa tuntutan itu bukanlah tuntutan yang tegas (wajib). Tidak wajib. bahwa seorang perempuan hitam pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata. sedangkan di sisi lain. atau makruh? Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat.mubah.mandub. tapi tuntutan yag tidak tegas (sunnah). tidak wajib. Namun sebagian ulama ada yang mewajibkan berobat. perintah (al-amr) itu hanya memberi makna adanya tuntutan (li ath-thalab). Dia ciptakan pula obatnya. 1953) Jadi. Ini sesuai kaidah ushul : ―Al-Ashlu fi al-amri li ath-thalab‖ ―Perintah itu pada asalnya adalah sekedar menunjukkan adanya tuntutan. seperti dikemukakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Utomo. 2003:180). Di antara hadits-hadits tersebut. hadits riwayat Imam Ahmad di atas hanya menuntut kita berobat. Hal ini berdasarkan berbagai hadits. qarinah yang ada dalam hadits-hadits lain justru menunjukkan bahwa perintah di atas tidak bersifat wajib.‖Jika kamu mau. seperti kalangan ulama Syafiiyah dan Hanabilah. Di antaranya ialah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. dari Anas RA). Hadits-hadits lain itu membolehkan tidak berobat.‖Sesungguhnya aku terkena penyakit ayan (epilepsi) dan sering tersingkap auratku [saat kambuh]. Berdoalah kepada Allah untuk kesembuhanku!‖ Nabi SAW berkata.‖ (An-Nabhani.

maka para dokter berhak menghentikan pengobatan. bahwa perintah berobat adalah perintah sunnah. hukum berobat adalah sunnah (mandub). 24 . Berdasarkan penjelasan di atas. karena organ-organ ini pun akan segera tidak berfungsi. bukan perintah wajib. Jika memasang alat-alat ini hukumnya sunnah. dokter tidak dapat dapat dikatakan berdosa dan tidak dapat dimintai tanggung jawab mengenai tindakannya itu (Zallum. bukan wajib. Utomo.‖Baiklah aku akan bersabar. Jadi setelah mencabut alat-alat tersebut dari tubuh pasien. 2003:182). Karena itu.‖ Maka Nabi SAW lalu berdoa untuknya. Dengan demikian. apakah dokter berhak mencabutnya dari pasien yag telah kritis keadaannya? Abdul Qadim Zallum (1998:69) mengatakan bahwa jika para dokter telah menetapkan bahwa si pasien telah mati organ otaknya. tetap tidak akan dapat mengembalikan kehidupan kepada pasien. 1998:69. Kesimpulannya. aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu. bukan wajib (Zallum. Meskipun sebagian organ vital lainnya masih bisa berfungsi.‖ lalu dia berkata lagi. seperti menghentikan alat bantu pernapasan dan sebagainya. jelaslah pengobatan atau berobat hukumnya sunnah.‖ Perempuan itu berkata. hukum euthanasia pasif dalam arti menghentikan pengobatan dengan mencabut alat-alat bantu pada pasien – setelah matinya/rusaknya organ otak—hukumnya boleh (jaiz) dan tidak haram bagi dokter. Jika hadits ini digabungkan dengan hadits pertama di atas yang memerintahkan berobat. 1996:500. Sebab pada dasarnya penggunaan alat-alat bantu tersebut adalah termasuk aktivitas pengobatan yang hukumnya sunnah. Zuhaili. Kematian otak tersebut berarti secara pasti tidak memungkinkan lagi kembalinya kehidupan bagi pasien. maka hadits terakhir ini menjadi indikasi (qarinah). maka hukum pemasangan alat-alat bantu kepada pasien adalah sunnah. maka berdoalah kepada Allah agar auratku tidak tersingkap. 1998:69). termasuk dalam hal ini memasang alat-alat bantu bagi pasien.mendapat surga. (HR Bukhari) Hadits di atas menunjukkan bolehnya tidak berobat. Jika tidak mau. karena termasuk aktivitas berobat yang hukumnya sunnah.‖Sesungguhnya auratku sering tersingkap [saat ayanku kambuh].

. maupun diserahkan kepada palang merah[1]atau bank darah untuk disimpan sewaktu-waktu yang nantinya digunakan menolong orang yang memerlukan. kita sebagai umat muslim boleh saja mentransfusikan darah untuk orang non-muslim (Katolik. $yd$uŠômr& !$uK¯Rr'x6sù $uŠômr& }¨$¨Y9$# $Yè‹ÏJy_ 4 . dalam surat Al-Maidah ayat 32 yang berbunyi : ô`tBur . Budha. (TQS. Karena menyumbangkan darah dengan ikhlash itu adalah termasuk amal kemanusiaan yang sangat dihargai dan dianjurkan (mandub/recommanded) oleh Islam. Jika pasien tidak mempunyai wali. walinya. Maka seolaholah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Penerima sumbangan darah tidak disyaratkan harus sama dengan donornya mengenai agama/kepercayaan. dan sebaliknya demi menolong dan saling menghormati harkat dan martabat sesame umat manusia (human dignity). dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. sebagai sang Khalik alam semesta termasuk manusia berkenan memuliakan manusia. atau washi-nya (washi adalah orang yang ditunjuk untuk mengawasi dan mengurus pasien).. Hindu. sesuai dengan firman Allah Swt.1 Transfusi Darah Tranfusi darah yang dalam Bahasa Belanda dikenal dengan sebutan blood transfusi. 6 TRANSFUSI DARAH. adalah memindahkan darah dari seseorang kepada orang lain untuk menyelamatkan jiwanya. dan sebagainya. 1992 : 522-523). baik darahnya itu disumbangkan secara langsung kepada orang yang memerlukan tranfusi darah. HUBUNGAN ANTARA DONOR DAN RESIPIEN 6. . suku bangsa. Sebab Allah Swt. . sebagaimana dapat dilihat 25 . . . . .Namun untuk bebasnya tanggung jawab dokter. atau washi. Artinya : . misalkan kepada anggota keluarga sendiri. bukan komersialisasi. sebab dapat menyelamatkan jiwa manusia. disyaratkan adanya izin dari pasien. maka wajib diperlukan izin dari pihak penguasa (Al-Hakim/Ulil Amri) (Audah. Al-Maidah : 32)[2] Oleh karenanya. dan sebagainya). . Agama Islam tidak melarang seorang muslim maupun muslimah menyumbangkan darahnya untuk tujuan kemanusian.

dengan jalan menolong sesama manusia. bahkan donor darah itu ibadah. untuk memperoleh maslahah dan dan menghindari mafsadah (bahaya/risiko). free sex. Dan menurut hasil penelitian dibeberapa laboratorium ternama dunia bahwa AIDS ini bisa menular melalui jalur transfusi darah.a : Sesungguhnya perbuatan itu didahului dengan niat. walaupun berbeda dalam hal keyakinan. dan menghormati sesamanya (mutual respect). Yang diriwatkan oleh ‗Umar bin Khatab r. kecuali kalau ada dalil yang mengharamkannya. terutama kesehatan donor darah harus benar-benar bebas dari penyakit mematikan yang menularyang dideritanya. maka sudah seharusnyalah manusia dapat tolong menolong.dalam firmannya yang termaktub pada Al-Qur‘an Surat Al-Isra ayat 70 yang berbunyi : ô‰s)s9ur $oYøB§•x. Dalam Al-Qur‘an tidak ada satu ayat dan hadist pun yang secara ekplisit atau dengan nash yang sharih (clear statement) melarang transfusi darah. baik bagi pendonor maupun bagi penerima sumbangan darah. Artinya : dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam (manusia). sudah tentu transfusi darah itu harus dilakukan setelah melalui pemeriksaan yang teliti terhadap kesehatan kedua-duanya. ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä . . . jika dilakukan dengan mencari keridhaan Allah Swt. Namun.. Penyakit ini telah menyebabkan kematian yang banyak dan sampai sekarang masih belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. seperti penyakit AIDS[4]. dan sesungguhnya tiap-tiap perbuatan itu tergantung kepada apa yang diniatkannya. berdasarkan kaidah hukum fikih Islam yang berbunyi : Artinya : Bahwasanya pada prinsipnya segala sesuatu itu boleh hukumnya. . 26 . dan hal-hal yang sejenisnya. dengan demikian transfusi darah diperbolehkan. (TQS AlIsraa :70)[3] Berdasarkan ayat diatas. Adapun dalil syar‘i yang bisa menjadi pegangan untuk membolehkan transfusi darah tanpa mengenal batas agama dan sebagainya. Hal ini dapat dipahami dari hadist Nabi Muhammad saw. . suntukan tato dan narkoba.

2. Demikian pula seseorang yang masih hidup tidak boleh menyumbangkan ginjalnya karena dapat membahayakan hidupnya sendiri. Mahram karena adanya hubungan persusuan. Persyaratan medis ini harus dipenuhi. Bahaya itu tidak boleh dihilangkan dengan bahaya lain (yang lebih besar bahayanya) Misalnya seseorang yang memerlukan transfusdarah karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi/tanah longsor yang menjalami operasi. Misalnya seorang pria yang terinfeksi AIDS tidak boleh kawin sebelum sembuh. Maka jelaslah bahwa transfusi darah tidak mengakibatkan hubungan kemahraman antara pendonor dengan resipien. dan sebagainya. Mahram karena adanya hubungan perkawinan. Sebab faktor-faktor yang dapat menyebabkan kemahraman sudah ditentukan oleh Islam sebagaimana tersebut dalam surat An-Nisa ayat 23[8]. 3. misalnya hubungan antara seorang dengan wanita yang pernah menyusuinya atau dengan orang yang sepersususan dengannya dan sebagainya. Bahaya itu harus dicegah (dihilangkan) Misalnya bahaya penularan penyakit harus dihindari dengan sterilisasi. 3. 2. ialah : 1. bukan masalah agama. kecuali mengawini seorang wanita bersama bibinya secara poligamis dilarang berdasarkan hadist Nabi Muhamma saw. tidak boleh menerima darah orang yang menderita penyakit AIDS. Tidak boleh membuat mudharat (bahaya) kepada dirinya sendiri dan tidak pula membuat mudharat kepada orang lain. Kemudian pada ayat berikutnya (An-Nisa ayat 24[9]) ditegaskan bahwa selain wanitawanita yang tersebut dalam surat An-Nisa ayat 23 di atas adalah halal dinikahi. Karena itu perkawinan antara pendonor dengan resipien dizinkan oleh agama (Hukum Islam). sebab bisa mendatangkan bahaya lainnya yang lebih besar/berakibat fatal. misalnya antara anak dengan ibunya atau saudaranya sekandung/sebapak/seibu dan sebagainya.Dari pemaparan diatas jelaslah bahwa persyaratan dibolehkannya transfusi darah itu berkaitan dengan masalah medis. Mahram karena adanya hubungan nasab.[5] 6. 27 . misalnya antara seorang dengan mertuanya atau anak tiri dari isteri yang telah disetubuhi dan sebagainya. berdasarkan mafhum mukhalafah Surat An-Nisa ayat 23-24 tersebut di atas. karena dikhawatirkan dapat membahayakan pasangannya yakni tertular virus aids.2 Hubungan antara Donor dan Resipien Transfusi darah itu tidak membawa akibat hukum kemahraman[7]antara donor dan resipien. Sebab tidak ada hubungan kemahraman. karena adanya kaidah-kaidah hukum Islam sebagai berikut : 1.

muliakan dan tidak pantas untuk diperjualbelikan. “ (QS Al-Maidah : 3)[10] Disamping itu terdapat pula nash yang menegaskan haramnya darah secara muqayyad[11]. dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. darah. yaitu amal kemanusiaan semata. . guna menyelamatkan jiwa sesama manusia. . terutama Sila I dan II. kecelakaan. Islam membolehkan jual beli barang najis yang ada manfaatnya seperti kotoran hewan. . Menurut mazhab Hanafi dan Dzahiri. jual beli darah manusia itu tidak etis disamping bukan termasuk barang yang diperbolehkan untuk diperjualbelikan karena termasuk bagian manusia yang Allah Swt. (daging hewan) . seperti kotoran hewan yang untuk keperluan rabuk. . yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. (QS Surat Al-An’am :145)*12+ Dari kedua ayat diatas dapat dipahami bahwa darah yang mengalir termasuk didalammnya darah manusia dihukumkan sebagai najis. خ ْنزير لاحْ م أاو مسْ فُوحً ا دمًا أاو م ْي اتة‬ ‫ِ ِ ٍ ا ْ ا‬ Artinya : Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu. karena bertentangan dengan tujuan dan misi semula yang uhur. mazhab ini membolehkan jual beli darah manusia. Karena itu. daging babi. . karena besar sekali manfaatnya bagi manusia guna menololng jiwa sesama manusia yang memerlukan transfusi darah karena operasi. seharusnya jual beli darah manusia itu dilarang baik menurut hukum Islam maupun hukum positif di Indonesia. atau darah yang mengalir atau daging babi . maka hal itu diperbolehkan sebagai hadiah daan sekadar engganti makanan ataupun 28 . . seperti firman Allah Swt. jual beli darah ini bertentangan dengan moral agama dan moral Pancasila. dalam Surat Al-Maidah ayat 3 sebagai berikut : “diharamkan bagimu (memakan) bangkai. Apabila praktik transfusi darah itu memberikan imbalan sukarela kepada donor atau penghargaan apapun baik berupa materi maupun non materi tanpa ikatan dan transaksi. kecuali barang najis yang ada manfaatnya bagi manusia. dan sebagainya.7 MENJUALBELIKAN DARAH DALAM HUKUM ISLAM Mengingat darah termasuk salah satu yang diharamkan sebagai mana disebutkan dalam firman Allah Swt.[13]Maka secara analogis (qiyas). kecuali kalau makanan itu bangkai. yang terdapat dalam Surat Al-An’am ayat 145 : ْ ‫ُِ ا‬ ‫ايكون أانْ إَِل ايطعمه طاعم علاى مُحرَّ مًا لايَّ إِ أُوحي ما في أاجد َل قُل‬ ِ ‫ِ ا ا‬ ‫ُ ا‬ ‫ا‬ ‫َّ ْ ا ُ ُ ا ِ ٍ ا‬ ً ‫ا ْ ا‬ ‫. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. Namun menurut pendapat Masjfuk Juhdi.

atau bahkan mendapatkan pelayanan gratis bilamana ia memerlukan bantuan darah sehingga masyarakat akan rajin menyumbangkan darahnya sebagai bentuk tolong-menolong dan benar-benar menjadi tabungan darah baik untuk dirinya maupun orang lain sehingga terjalin hubungan yang simbiosis mutualis. [7] Yang dimaksud kemahraman disini adalah adanya larangan untuk kawin. Donor dan Transfusi Darah serta Hukum Bisnis Stok Darah. [5] Masjfuk Juhdi. Dengan demikian praktik menjual belikan darah baik secara langsung maupun melalui rumah sakit dapat dihindarkan karena sebenarnya transfusi darah terlaksana berkat kerjasama sosial yang murni subsidi silang melalui koordinasi pemerintah dan bukan menjadi objek komersial sebagaimana dilarang Syari’at Islam dan bertentangan dengan pri kemanusiaan. Footnote : [1] Palang merah (red cross) merupakan organisasi yang berorientasi kepada misi kemanusiaan. 2011 dalam http. [4] Penyakit AIDS adalah suatu penyakit mematikan yang dapat menyebabkan penderitanya kekurangan/kehilangan daya ketahanan tubuhnya. Haji Masagung. termasuk didalamnya mengumpulkan darah dari donator untuk digunakan bagi yang memelurkan. sehingga setiap individu tanpa dibatasi status ekonomi dan sosialnya berkesempatan untuk mendapatkan bantuan darah setiap saat bilamana membutuhkannya sebab di sini harus berlaku hukum barang siapa menanam kebaikan maka ia berhak memanen pahala dan ganjaran kebaikannya. Quran In MS-Word Ver 1.ac. Lihat Tim Kajian Dakwah Al Hikmah.//alhikmah.id/2011/donor-dan-transfusi-darah-serta-hukum-bisnis-stok-darah. (Jakarta : CV. 50 [6] Resipien adalah orang yang menerima sumbangan darah dari pendonor. demi menyelamatkan jiwa manusia. Masail Fiqhiyah. Namun di Dunia Arab istilah palang merah tidak ditemukan dikarenakan lambang tersebut identik salib merah yang notabennya adalah milik orang Kristiani/Nasrani. Dunia Arab dan di negara-negara Islam lainnya lebih cendrung menggunakan simbol yang berasal dari agama Islam yakni bulan sabit yang menandakan siklus bulan hijriyah sebagai perjalanan syiar Islam.minuman untuk membantu memulihkan tenaga.[14]Ada baiknya bila pemerintah memikirkan dan merumuskan kebijakan dalam hal ini seperti memberikan semacam voucher setiap donor yang dapat dipergunakannya sebagai kartu diskon atau servis ekstra dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit bilamana orang yang berdonor darah memerlukan pelayanan kesehatan. h. tanggal 08 Agustus 2011 [2] Terjemahan menurut Mohamad Taufiq.3. sehingga erat hubungannya dengan misi Salib yaitu penyebara agama Nasrani. 1987). [8] Bunyi lengkap Surat An-Nisa ayat 23 adalah : َّ ُ ُ َّ َ ِ ْ ُ َ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ َّ َ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ َ ْ ُ َّ ْ ُ ْ َ ْ َ ِّ ُ ‫دزمد علَيكم أُمٍَاذُكم َتَىَاذُكم َأَخُ ذُكم َعماذُكم َخاَلذُكم َتَىَاخ ْ َر َتَىَاخ ْ ُخد َأُمٍَاذُكم لَّلذِي أَرْ ضعىَكم‬ ُْ ْ َ ُ ْ ‫َأَخُ ذُكم مِهَ لزضاعح َأُمٍاخ ولائكم َرتائثُكم لَّلذي في دجُُركم مهْ ولائكم لَّلذي دخ ْلرُم تٍهَّ فَئِنْ لَم ذَكُوُُ دخ ْلرُم‬ ْ َ َ ُْ َ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ َّ ُ ُ ِ َ ِ ِ ْ ُ ِ ُ ِ ِ َّ ُ ُ ِ َ َ َ ْ ُ ِ َ ِ ُ َ َّ َ ِ َ َ َّ diakses 29 . 2006 [3] Ibid. oleh karenanya diwilayah tersebut lebih dikenal Bulan Sabit Merah (hilal ahmar/red crescent) untuk organisai sosial kemanusiaan semacam palang merah.

op. (Jakarta : Pustaka Amani. [13] Sayyid Sabiq. 30 . Fiqh Al-Sunnah. h. op. Bidayatul Mujtahid (Terj. Cet. 1981). cit. op. h. Jil. [11] Ibnu Rusyd.. III. II. 130-131 [14] Tim Kajian Dakwah Al Hikmah. 169-171 [12] Mohamad Taufiq. (Libanon : Dar Al-Fikr. cit. Imam Ghazali Said dan Achmad Zaidun)... 2002).َ َّ ِ َ َ َ ُْ ْ َ َ ُ َ ِ ‫تٍِهَّ فََّل جىَاح علَيكم َدَّلئِ ُ أَتىَائِكم لَّذ هَ مهْ أَصْ َّلتِكم َأَنْ ذَجْ معُُ تَيْهَ ْ ُخرَيه إَِل ما قَ ْ سلَ َ إنَّ َّللاَ كانَ غفُُر‬ ً َ َ ِ ِ ُُ ْ َ ُْ َ َ َّ ِ ْ ْ َ ‫رديما‬ ً ِ َ [9] Bunyi lengkap Surat An-Nisa ayat 24 adalah : ُ ْ ُ َ ُ َ ‫َ ْلمذْ صىَاخ مِهَ لىِّلاء إَِل ما ملَكَد أَ ْ ماوُكم كرَاب َّللاِ علَيكم َأُد َّ لَكم ما َر ء ذلِكم أَنْ ذَثرَغُ تِؤَمُ لِكم مذْ صىِيهَ غيز‬ َ َْ ِ ُ ُْ َ ْ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ِ َ ْ ُ ْ َ َّ َ ِ ْ ُ َ ْ َ َ َّ ِ َ ِْ ِ ْ ْ ْ ْ َ َ َّ ْ ِ ِ ْ َْ َ َ ُْ ْ َ َ ُ ََ َ ِ َ‫ملافِذِيهَ فَما سرَمرَعرُم تًِ مىٍُهَّ فَآذٌُُُهَّ أُجُُرٌُهَّ فَز لحً ََل جىَاح علَيكم فِيما ذَز ضيرُم تًِ مهْ تَع ِ ْلفَز لح إِنَّ َّللاَ كان‬ ِ َ ِ َ َ ُ ‫عليما دكيما‬ ً ِ َ ً َِ [10] Mohamad Taufiq. cit.

USt.Mutawalli Asy-Sya‘rawi.Adopsi ― Suatu Tinjauan Dari Tiga Sistem Hukum‖. 2008 Clinton dalam Mental Health Nursing Practice (1995: 262) Farid Ma'ruf pada 26 Januari 2007 http://zumrohhasanah.M.DAFTAR PUSTAKA Zaini. KUHP. M. Terbit terang. ― Masailul Fiqhiyah ― . Al-Tasyri‘ Al-jinai al-Islami Muqaranan bil Qonun al-Wadhi Moelyanto. gema insane press. Jakarta: Kalam Mulia.com/ 31 . Jakarta. Jakarta. hlm. H. Drs. 1981 Abdul Qadir ‗Audah. Drs. Drs. Jakarta: CV. Fiqh al-Sunnah.Jakarta : Sinar Grafika.wordpress. edisi II Cetakan ke-7. Mahjuddin.I. 2002. Muderis.1997. Masjfuk Zuhdi.prof. Juz. Masjfuk Zuhdi. H. Masjfuk. II. Masail Fiqhiyah. Darul fiqr. Haji Masagung. 1985. Masailul Fiqhiyah. Moh. Zuhdi. 2000.Dr. Jakarta : Toko Gunung Agung.127 Aspek Hukum dalam Pelaksanaan Euthanasia di Indonesia Maret 15. Drs. Prof. Malang. Saifulloh Al Aziz S.Pd. Prof. Dosa Dosa Besar .1995. Fiqih Islam Lengkap pedoman hukum ibadah umat islam dengan berbagai permasalahannya.1994 Sayid Sabiq. Masail Fiqhiyah. Surabaya H. Libanon. Bina Aksara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->