Aspek-Aspek dalam c-GMP 02/09/2010 · by sarmoko · in c-GMP

6 Votes

Pedoman CPOB sesuai dengan Badan POM meliputi 12 aspek yaitu: manajemen mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri dan audit mutu, penanganan keluhan produk dan penarikan kembali produk dan produk kembalian, dokumentasi, pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak, kualifikasi dan validasi.

1. MANAJEMEN MUTU

Industri farmasi harus mampu membuat obat agar sesuai dengan tujuan penggunaannya, memenuhi persyaratan yang tercantum dalam dokumen izin edar dan tidak menimbulkan resiko yang membahayakan penggunanya. Diperlukan adanya manajemen mutu untuk dapat mencapai tujuan mutu secara konsisten yang didesain secara menyeluruh dan diterapkan secara benar.

Unsur dasar manajemen mutu adalah :

Suatu sistem mutu yang tepat mencakup struktur organisasi, prosedur, proses dan sumber daya.

Tindakan sistematis diperlukan untuk mendapatkan kepastian dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, sehingga produk (atau jasa layanan) yang dihasilkan selalu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Keseluruhan tindakan tersebut disebut Pemastian Mutu.

Dalam aspek manajemen mutu terdapat hal-hal penting, yaitu:

Pemastian mutu (QA)

Pemastian mutu merupakan totalitas semua pengukuran yang dibuat dengan tujuan untuk memastikan bahwa obat dihasilkan dengan mutu yang sesuai dengan tujuan pemakaiannya.

Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)

Bagian dari pemastian mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan dikehendaki secara konsisten untuk mencapai standar mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan dan dipersyaratkan dalam izin edar dan spesifikasi produk. CPOB mencakup semua produksi dan pengawasan mutu.

Pengawasan mutu (QC)

Bagian dari CPOB yang berhubungan dengan pengambilan sampel, spesifikasi dan pengujian yang diperlukan dan relevan telah dilakukan dan bahan yang belum diluluskan tidak digunakan serta produk yang belum diluluskan tidak dapat dijual atau dipasok sebelum mutunya dinilai dan dinyatakan memenuhi syarat. Fungsi/badan ini hendaknya bersifat independen dari bagian lain.

Pengkajian mutu produk

Pengkajian mutu produk dilakukan secara berkala terhadap semua obat terdaftar, termasuk produk ekspor untuk membuktikan konsistensi proses, kesesuaian dari spesifikasi bahan awal, bahan pengemas dan obat jadi, untuk melihat trend dan mengidentifikasi perbaikan yang biasanya dilakukan tiap tahun dan didokumentasikan, dengan mempertimbangkan kajian ulang sebelumnya.

produk antara. sehingga dapat menghambat. atau menolaknya bila tidak cocok dengan spesifikasinya atau bila tidak dibuat sesuai dengan prosedur yang disetujui dan kondisi yang ditentukan. baik dengan manajer pengawasan mutu maupun manajer teknik. Masing-masing bagian diberi wewenang penuh dan sarana yang cukup untuk melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Seorang manajer pengawasan mutu memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh dalam seluruh tugas pengawasan mutu yaitu dalam penyusunan. serta mempunyai sikap dan kesadaran tinggi untuk melaksanakan sesuai CPOB. keterampilan dan kemampuan sesuai dengan bidangnya. Seorang manajer produksi memiliki wewenang serta tanggung jawab penuh untuk mengelola produksi obat. bertanggung jawab atas kualitas obat. terlatih dan memiliki pengalaman praktis yang memadai dibidang Industri Farmasi dan keterampilan dalam kepemimpinan sehingga memungkinkan melaksanakan tugas secara profesional. kebersihan pabrik dan validasi proses produksi. seorang manajer pengawasan mutu memiliki wewenang untuk meluluskan bahan awal. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah: Organisasi. latihan personalia. membatasi tanggung jawab bagian tersebut dan menimbulkan pertentangan kepentingan pribadi atau finansial. Manajer produksi dan manajer pengawasan mutu bersama-sama bertanggung jawab atau ikut bertanggung jawab dalam penyusunan dan pengesahan prosedur-prosedur tertulis. Selain itu. PERSONALIA Jumlah karyawan di semua bagian hendaknya memiliki cukup pengetahuan. kalibrasi alat-alat pengukur. verifikasi dan pelaksanaan seluruh prosedur pengawasan mutu. pemberian persetujuan terhadap pemasok bahan . seorang manajer produksi dan pengawasan mutu harus seorang apoteker yang terampil. pemantauan dan pengawasan lingkungan pembuatan obat. kualifikasi dan tanggung jawab Bagian produksi dan bagian pengawasan mutu dalam struktur organisasi perusahaan farmasi dipimpin oleh apoteker yang berlainan agar tangggung jawab dan wewenang kedua bagian tersebut jelas.2. Selain itu. Kedua bagian tersebut tidak boleh mempunyai kepentingan lain di luar organisasi pabrik. produk ruahan dan obat jadi bila produk tersebut sesuai dengan spesifikasinya. memiliki kesehatan mental dan fisik yang baik sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan sebagaimana mestinya.

dapat ditunjuk tenaga yang terampil dalam jumlah yang sesuai untuk melaksanakan supervisi langsung di bagian produksi dan pengawasan mutu.dan kontraktor. Pelatihan mengenai CPOB dilaksanakan menurut program tertulis yang telah disetujui oleh manajer produksi dan manajer pengawasan. Perhatian khusus dalam pelatihan diberikan bagi mereka yang bekerja diruang steril dan bagi mereka yang bekerja menggunakan bahan yang mempunyai risiko tinggi yang berbahaya. prestasi karyawan dinilai untuk menentukan apakah mereka telah memiliki kualifikasi yang memadai untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. pengamanan produk dan bahan terhadap kerusakan dan kemunduran mutu dan dalam penyimpanan catatan-catatan. 3. Disamping staf tersebut di atas hendaklah tersedia tenaga yang terlatih secara teknis dalam jumlah yang memadai untuk melaksanakan kegiatan produksi dan pengawasan mutu yang sesuai dengan prosedur dan spesifikasi yang telah ditentukan. Latihan mengenai CPOB harus dilakukan secara berkesinambungan dan dengan frekuensi yang memadai untuk menjamin agar para karyawan memahami dan mengerti betul dengan persyaratan CPOB yang berkaitan dengan tugasnya. Pelatihan ini diberikan oleh tenaga ahli. menimbulkan sensitisasi. toksik. Setelah mengadakan pelatihan. Karyawan dilatih mengenai kegiatan yang sesuai dengan tugasnya dan mengenai prinsip CPOB. Catatan pelatihan karyawan mengenai CPOB disimpan dan efektivitas program pelatihan hendaklah dinilai secara berkala. BANGUNAN DAN FASILITAS . serta memahami petunjuk kerja yang tertulis. baik yang berhubungan langsung dengan proses produksi obat maupun tidak. Pelatihan Pelatihan diberikan pada seluruh karyawan. Tenaga penunjang untuk membantu tenaga inti tersebut di atas. Tanggung jawab yang diberikan kepada setiap karyawan tidak boleh berlebihan sehingga dapat menimbulkan risiko terhadap mutu obat.

2) Tata letak ruang yang sedemikian rupa untuk memungkinkan kegiatan produksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. permukaannya rata dan memungkinkan pembersihan secara cepat dan efisien. dan bila perlu mudah didesinfeksi. Sarana kerja yang memadai sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko terjadinya kekeliruan. lantai dan langit-langit harus licin. yang mungkin dilakukan dalam sarana yang sama atau dalam sarana yang berdampingan. konstruksi serta letak yang memadai agar memudahkan dalam pelaksanaan kerja. . bebas dari keretakan dan sambungan terbuka serta mudah dibersihkan. Syarat-syarat bangunan dan fasilitas menurut CPOB adalah sebagai berikut: Lokasi bangunan dirancang untuk mencegah terjadinya pencemaran dari lingkungan sekelilingnya. Pertimbangan yang diperlukan dalam menentukan rancang bangun dan tata letak bangunan adalah sebagai berikut: 1) Kesesuaian dengan kegiatan lain. lantai dan langit-langit dalam daerah-daerah kritis dibentuk lengkungan. pencemaran silang dan berbagai kesalahan lain yang dapat menurunkan mutu obat dapat dihindarkan dan dikendalikan. rembesan melalui tanah serta masuk dan bersarangnya hewan. Permukaan bagian dalam ruangan. tanah dan air. Bangunan harus mendapatkan penerangan yang efektif dan mempunyai ventilasi dengan fasilitas pengendali udara. Lantai dan dinding di daerah pengolahan dibuat dari bahan kedap air. Gedung dirancang dan dipelihara agar terlindung dari pengaruh cuaca. pembersihan dan pemeliharaan yang baik. dinding. banjir.Bangunan untuk pembuatan obat memiliki ukuran. seperti pencemaran dari udara. Sudut-sudut antara dinding. rancang bangun.

2) Peralatan dapat dibersihkan dengan mudah baik bagian dalam maupun bagian luar serta peralatan tersebut tidak boleh menimbulkan akibat yang merugikan terhadap produk. Tersedianya sarana penyimpanan dengan kondisi khusus. sehingga mutu yang dirancang bagi tiap produk obat terjadi secara seragam dari batch ke batch serta untuk memudahkan pembersihan dan peralatannya. . kelembaban dan keamanan tertentu. ruangan bahan baku dan ruangan pengolahan produksi. ukuran yang memadai serta ditempatkan dengan tepat. 4. Syarat-syarat peralatan yang ditentukan CPOB adalah sebagai berikut: Desain dan konstruksi 1) Peralatan yang digunakan tidak boleh bereaksi atau menimbulkan akibat bagi bahan yang diolah. Pembagian kelas ruangan dilakukan untuk memisahkan ruangan di dalam bangunan produksi. PERALATAN Peralatan yang digunakan dalam pembuatan obat memiliki rancang bangun dan konstruksi yang tepat. Pencegahan kontaminasi silang dilakukan terhadap produk oleh bahan biologi aktif atau produk obat seperti steroid tertentu atau bahan sitotoksik yang dalam jumlah sangat sedikit yang dapat menyebabkan efek fisiologis. misalnya ruangan ganti pakaian.Obat yang mengandung golongan penisilin dan sefalosporin diproduksi pada bangunan terpisah yang dilengkapi peralatan pengendali udara khusus untuk produksi obat tersebut. Pembuatan saluran air limbah harus cukup besar dan mempunyai bak kontrol yang baik. misalnya: suhu.

atau ditempatkan di daerah di mana digunakan bahan yang mudah terbakar. kemurnian air. ventilasi. 4) Peralatan yang digunakan untuk menimbang. 3) Tiap peralatan utama hendaklah diberi nomor pengenal yang jelas. 5) Sistem-sistem penunjang seperti sistem pemanas. penyulingan air dan fasilitas yang lainnya hendaklah divalidasi untuk memastikan bahwa sistem-sistem tersebut senantiasa berfungsi sesuai dengan tujuan. uap.3) Semua peralatan yang dipakai dalam pengolahan bahan kimia yang mudah terbakar. pengatur suhu udara. . udara bertekanan atau hampa udara hendaklah dipasang sedemikian rupa sehingga mudah dicapai selama kegiatan berlangsung. menguji dan mencatat hendaklah dikalibrasi menurut suatu program dan prosedur yang tepat. hendaklah dilengkapi dengan perlengkapan elektris yang kedap eksplosif serta dibumikan dengan sempurna. tangki. mengukur. Pemasangan dan penempatan 1) Pemasangan dan penempatan peralatan diatur sedemikian rupa sehingga proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien. mutu atau kemurnian produk. 2) Saluran air. selubung pipa uap atau pipa pendingin hendaklah diberi isolasi yang baik untuk mencegah kemungkinan terjadinya cacat dan memperkecil kehilangan energi. air minum. 2) Prosedur-prosedur tertulis untuk perawatan peralatan dibuat dan dipatuhi. 4) Semua pipa. Pemeliharaan 1) Peralatan dirawat menurut jadwal yang tepat agar tetap berfungsi dengan baik dan mencegah terjadinya pencemaran yang dapat merubah identitas.

4) Semua karyawan melaporkan keadaan yang dapat merugikan produk. dan setiap hal yang dapat merupakan sumber pencemaran produk. Catatan untuk peralatan yang digunakan khusus untuk satu produk saja dapat dimasukkan ke dalam catatan produksi batch produk tertentu. Sumber pencemaran hendaklah dihilangkan melalui suatu program sanitasi dan higiene yang menyeluruh dan terpadu. 6) Karyawan menggunakan pakaian pelindung untuk keamanan sendiri. peralatan dan perlengkapan. Personalia 1) Semua karyawan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dan selama bekerja. 3) Tiap karyawan yang mengidap suatu penyakit yang dapat merugikan kualitas produk dilarang menangani bahan-bahan sampai sembuh kembali. Ruang lingkup sanitasi dan higiene meliputi personalia.3) Catatan mengenai pelaksanaan pemeliharaan dan pemakaian suatu peralatan utama dicatat dalam buku catatan harian. SANITASI DAN HIGIENI Tingkat sanitasi dan higiene yang tinggi diterapkan pada setiap aspek pembuatan obat. a. . 5) Pemakaian sarung tangan untuk menghindari sentuhan langsung antara tangan dengan bahan dan produk. produksi serta wadahnya. 5. dan pemeriksaan mata secara berkala. 2) Semua karyawan menerapkan higiene perorangan yang baik . bangunan.

dan bahan pembersih tidak boleh mencemari peralatan dan bahan-bahan. penyiapan dan konsumsi makanan dibatasi di daerah khusus dan memenuhi standar kebersihan. bahan fumigasi. 6) Sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk dan dikumpulkan di dalam wadah yang sesuai. 4) Tempat pencucian diletakkan di luar daerah steril. dan minum dilarang di daerah produksi. dan daerah lain yang dapat merugikan produk. 2) Toilet dengan ventilasi yang baik tersedia dengan cukup. laboratorium. 8) Karyawan diinstruksikan agar mencuci tangan sebelum memasuki daerah produksi. 5) Penyimpanan. insektisida. . 10) Prosedur perorangan diberlakukan bagi semua orang. makan. Bangunan dan fasilitas 1) Gedung dirancang dan dibangun dengan tepat untuk memudahkan pelaksanaan sanitasi yang baik. 7) Rodentisida. b. Bila mungkin hendaknya dilengkapi dengan suatu sistem yang baik.7) Hanya petugas yang berwenang yang boleh memasuki bangunan dan fasilitas daerah terbatas. 9) Merokok. 3) Tempat penyimpanan pakaian memadai.

8) Ada prosedur tertulis (SOP/Standart Operation Prosedure) yang menunjukkkan penanggungjawab sanitasi dan higiene. dan inspeksi diri disimpan. dijaga dan disimpan dalam kondisi yang bersih serta diperiksa kembali kebersihannya sebelum dipakai. Validasi prosedur pembersihan dan sanitasi Prosedur sanitasi dan higiene divalidasi dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan prosedur yang bersangkutan cukup efektif dan selalu memenuhi persyaratan. 5) Catatan pembersihan. 6. sterilisasi. c. PRODUKSI Produksi dilaksanakan dengan prosedur yang telah ditetapkan yang senantiasa dapat menjamin produk obat yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan. dan sedapat mungkin dihindari pencemaran produk. Bahan awal . 2) Pembersihan dilakukan dengan cara vakum atau basah. 3) Pembersihan dan penyimpanan alat dan bahan pembersih dilakukan dalam ruangan yang terpisah dari pengolahan. sanitasi. 4) Prosedur yang tertulis untuk pembersih dan sanitasi dibuat dipatuhi dan dilaksanakan. Pembersihan dan Peralatan 1) Peralatan dibersihkan.

6) Label dipasang oleh petugas yang ditunjuk oleh penanggung jawab pengawasan mutu. 4) Pada saat penerimaan barang dilakukan pemeriksaan visual. 3) Untuk setiap kiriman dan batch diberi nomor rujukan yang menunjukkan identitas yang jelas. 7) Persediaan awal diperiksa dalam selang waktu tertentu. Validasi Proses . 5) Kiriman bahan awal dikarantina sampai disetujui dan diluluskan untuk dipakai.1) Semua pemasukan. 9) Bahan awal yang cenderung rusak potensinya dalam penyimpanan dinyatakan batas umurnya. 11) Tersedianya daerah penyerahan yang tersisa untuk mencegah adanya kontaminasi silang. disimpan terpisah dan secepatnya dimusnahkan atau dikembalikan ke pemasok. 8) Bahan awal yang tidak stabil oleh pengaruh suhu. dan sisa bahan dicatat. meliputi keterangan mengenai persediaan. 2) Setiap bahan awal hendaklah memenuhi spesifikasi dan diberi label dengan nama yang dinyatakan dalam spesifikasi. pengeluaran. dan contoh yang diambil petugas. diuji terhadap spesifikasi bahan yang bersangkutan. 12) Semua bahan awal yang tidak memenuhi syarat diberi tanda silang. 10) Pengeluaran bahan awal dilakukan oleh petugas yang berwenang. disimpan dalam suhu udara yang diatur.

3) Sistem penomoran menjamin bahwa nomor tidak digunakan berulang dan memudahkan penandaan suatu produk bila terjadi sesuatu. 2) Sebelum suatu proses pengolahan induk diterapkan hendaklah dilakukan langkah-langkah untuk membuktikan kecocokan dengan pelaksanaan produksi. Penimbangan dan Penyerahan . Pencemaran Pencemaran kimiawi atau mikroba terhadap suatu obat yang dapat merugikan kesehatan atau mengurangi daya terapetik atau mempengaruhi kualitas suatu produk.1) Semua proses produksi divalidasi dengan tepat dan dilaksanakan dengan tepat menurut prosedur yang telah ditentukan dan hasilnya disimpan. 3) Perubahan peralatan atau bahan disertai dengan tindakan validasi ulang. tidak dapat diterima. 4) Proses dan prosedur yang kritis dievaluasi kembali secara rutin. Sistem penomoran batch dan lot 1) Sistem penomoran dijabarkan secara rinci 2) Sistem penomoran saling berkaitan dengan produk yang dibuat. 4) Pemberian nomor dicatat dalam buku harian.

Pengolahan . pengukuran dilakukan pembuktian kebenaran ketepatan identitas dan jumlah bahan.1) Metode penanganan. 6) Pada setiap penimbangan. perhitungan dan penyerahan bahan dan produk tercakup dalam prosedur tertulis. 9) Bahan baku produk yang diserahkan diperiksa ulang untuk meminimalkan resiko penyalahgunaan dan kesalahan bahan baku yang akan diproduksi. bahan pengemas. 4) Sebelum dilakukan penimbangan dilakukan pemeriksaan terhadap penandaan. 3) Bahan dan produk yang boleh diserahkan hanya yang telah diluluskan oleh pengawasan mutu. 7) Kebersihan tempat penimbangan dan penyerahan dijaga. dan ketelitian alat timbang sesuai dengan jumlah bahan. penimbangan. 2) Semua pengeluaran bahan dan produk didokumentasikan. 5) Kapasitas. Pengembalian Semua bahan awal. ketepatan. 8) Penimbangan dan penyerahan menggunakan peralatan yang cocok dan bersih. produk antara dan produk ruahan yang dikembalikan ke gudang penyimpanan adalah produk yang memenuhi persyaratan spesifikasi yang telah ditetapkan dan didokumentasikan dengan benar serta direkonsilasi.

dan karenanya perlu dipasang sistem penghisap untuk mencegah penyebaran debu. 8) Seluruh pengawasan dalam proses harus dicatat dan diteliti. diperhatikan masalah pencemaran silang. 7) Semua produk diberi label yang tepat dan dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. 4) Semua kegiatan pengolahan mengikuti prosedur tertulis yang telah ditentukan dan penyimpangan dilaporkan dengan alasan dan penjelasan. penanganannya menimbulkan masalah debu. Produk hendaklah dilindungi dari pencemaran dan jangan sampai ada produk yang tertinggal dalam peralatan. 10) Dalam seluruh tahap pengolahan.1) Semua bahan yang dipakai diperiksa dahulu. 5) Wadah dan penutup bahan dan produk bersih. 6) Semua wadah dan peralatan yang berisi bahan dan produk diberi label yang tepat. . Bahan dan produk kering 1) Bahan dan produk kering. 2) Kondisi daerah pengolahan dipantau dan dikendalikan. 3) Peralatan yang digunakan diperiksa terlebih dahulu. 9) Hasil sesungguhnya dicatat dan dicocokkan dangan hasil teoritis.

krim dan salep dibuat terlindung dari pencemaranmikroba dan pencemaran lainnya. 5) Pengisian kapsul keras. Untuk bahan yang berisiko tinggi menggunakan kantong pelindung. Kegiatan pengemasan Pengawasan selama proses Bahan dan produk yang ditolak. Mesin pencampur. Parameter dan operasional tercantum dalam Dokumen Produksi Induk. Mesin dilengkapi dengan fasilitas memadai. dipulihkan dan dikembalikan Karantina dan penyerahan produk jadi Catatan pengendalian dan pengiriman obat . 4) Penyalutan. Pada pembuatan dan penggunaan larutan atau suspensi dicegah terjadinya pencemaran. Produk cairan. prosedural dan penandaan. Bahan pengemas. 3) Pencetakan tablet. 6) Pemberian tanda tablet bersalut dan kapsul harus jelas dan dapat dimengerti.2) Pencampuran dan granulasi. kapsul kosong sebagai bahan awal. disimpan dalam kondisi yang baik. dilakukan pengendalian secara fisik. pengayak dan pengaduk dilengkapi dengan sistem pengendalian debu. Menggunakan alat spray yang bekerja secara otomatis dan sudah divalidasi daya semprotnya.

bahan pengemas. peralatan instrumen yang cocok untuk prosedur dan kalibrasi secara berkala. produk antara. produk antara. menetapkan tanggal kadaluwarsa. Dokumentasi . spesifikasi dan prosedur pengujian yang divalidasi dengan fasilitas yang digunakan. mengevaluasi obat kembalian. dan obat jadi Yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah spesifikasi. pengujian terhadap bahan baku. pengemas. personalia terlatih dan bertanggung jawab. ikut serta dalam program inspeksi diri dan memberikan rekomendasi untuk pembuatan obat oleh pihak lain atas dasar kontrak. uji pirogenitas serta pengawasan lingkungan secara berkala terhadap mutu kimiawi dan mikrobiologi dari air dan lingkungan produksi. PENGAWASAN MUTU Pengawasan mutu merupakan bagian yang essensial dari CPOB agar tiap obat yang dibuat memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. produk antara. mengevaluasi keluhan. uji sterilisasi untuk produk steril. menyusun rencana pengambilan contoh. menyetujui penunjukan pemasok. produk ruahan. cara pengambilan contoh. catatan pengujian menyangkut seluruh aspek yang diperlukan dan contoh tertinggal yang disimpan dipergunakan dalam pengujian selanjutnya. penyiapan. mengevaluasi pengujian ulang. Di dalam pengawasan mutu hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: Cara berlaboratorium pengawasan mutu yang baik Laboratorium pengujian meliputi bangunan dan alat-alat penunjang lengkap dan memadai. menyimpan catatan. produk ruahan dan obat jadi. meneliti catatan sebelum produk didistribusikan. instruksi. Pengawasan terhadap bahan awal. menyediakan baku pembanding. pereaksi dan media pembiakan yang sesuai dengan monografi bersangkutan. produk ruahan dan produk jadi Pengiriman dan pengangkutan 7. Tugas pokok pengawasan mutu meliputi penyusunan prosedur.Penyimpanan bahan awal. meluluskan atau menolak bahan-bahan dan produk.

Pengambilan sampel dilakukan terhadap bahan awal dan bahan pengemas. dan pengendalian cemaran udara. Jumlah sampel tertinggal minimal 2 kali dari jumlah yang dibutuhkan untuk pengujian. catatan validasi metode analisis (bila diperlukan). prosedur pengambilan sampel. produk ruahan dan produk jadi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.Dokumentasi penting yang berkaitan dengan pengawasan mutu. Jumlah sampel yang diambil hendaknya ditentukan secara statistik dan dicantumkan dalam pola pengambilan sampel. Semua dokumentasi yang terkait catatan bets disimpan selama 1 tahun setelah tanggal daluarsa bets bersangkutan. pemantauan mikrobiologis pada lingkungan produksi dilakukan secara berkala. untuk sampel bahan awal disimpan 2 tahun setelah tanggal pelulusan produk terkait. laporan dan/atau sertifikat analisis/data pemantauan lingkungan (bila diperlukan). Untuk sampel produk jadi hendaknya disimpan dalam kondisi yang sama dengan kondisi pemasaran sebagaimana yang tertera pada label. bila stabilitasnya memungkinkan. prosedur pencatatan dan pengujian (termasuk lembarkerja analisis dan/atau buku catatan laboratorium). . prosedur dan catatan kalibrasi instrumen serta perawatan peralatan. yang berisi: Spesifikasi. kecuali uji sterilitas. Personil yang mengambil sampel harus memperoleh pelatihan awal dan pelatihan secara berkala. Pengendalian terhadap lingkungan hendaknya dilakukan sebagai berikut: pemantauan terhadap air untuk proses dilakukan secara berkala. Persyaratan pengujian Pengujian dilakukan terhadap bahan awal. Pengambilan Sampel Pengambilan sampel merupakan kegiatan yang penting dari sistem pemastian mutu. Sampel pertinggal dengan identitas lengkap yang mewakili tiap bets bahan awal. Sampel tertinggal dari tiap bets hendaknya disimpan hingga 1 tahun setelah tanggal daluwarsa. Semua pengawasan selama proses dilakukan menurut metode yang disetujui oleh badan Pengawasan Mutu dan hasilnya dicatat. Setelah batas waktu penyimpanan untuk bahan awal. pemantauan terhadap lingkungan sekitar area produksi untuk mendeteksi produk lain yang dapat mencemari produk yang dilakukan secara berkala. produk antara. bahan pengemas. Kegiatan pengambilan sampel dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah kontaminasi atau efek lain yang berpengaruh terhadap mutu.

. bahan tersebut diuji ulang dan dinyatakan lulus sebelum digunakan selama proses. Dilakukan pengujian bahan tambahan pada produk jadi hasil pengolahan ulang. dan metode pengujian. INSPEKSI DIRI DAN AUDIT MUTU Tujuan inspeksi diri adalah untuk melakukan penilaian apakah seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu selalu memenuhi CPOB. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: Hal-hal yang diinspeksi adalah mencakup karyawan. kondisi penyimpanan. penyimpanan. perubahan formula dan batch yang diluluskan. kesimpulan dan usulan tindakan perbaikan. dokumentasi. Penelitian stabilitas dilakukan terhadap produk baru. penilaian. 8. Tim inspeksi diri ditunjuk oleh pemimpin perusahaan sekurang-kurangnya tiga orang dari bidang yang berlainan dan paham mengenai CPOB. produk ruahan dan produk jadi tersebut habis dilakukan pengujian ulang. dan program ini dipatuhi dan mencakup jumlah. pemeliharaan gedung dan peralatan. pengawasan mutu. sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Berdasarkan hasil uji tersebut bahan atau produk dapat diluluskan kembali untuk digunakan atau ditolak.produk antara. produksi. Pelaksanaan dan selang waktu inspeksi diri sesuai kebutuhan. bangunan. Bila bahan disimpan pada kondisi tidak sesuai. kemasan baru. Laporan inspeksi diri mencakup hasil. peralatan. Tindak lanjut inspeksi diri berdasarkan laporan dilakukan oleh pemimpin perusahaan. bahan awal obat dan obat jadi. Studi stabilitas dirancang untuk mengetahui stabilitas dari produk. Bagian pengawasan mutu ikut serta dalam pembuatan prosedur pengolahan induk dan prosedur pengemasan induk.

pengolahan kembali. dokumen dalam pengawasan mutu. Tindak lanjut dilakukan berupa tindakan perbaikan. Obat kembalian yang tidak dapat diolah ulang hendaknya dimusnahkan dan dibuat prosedurnya. dokumen penyimpanan dan distribusi. produk ruahan dan obat jadi. yang dapat diolah ulang dan yang tidak dapat diolah ulang. reaksi-reaksi alergi. dokumen untuk peralatan khusus. dan setiap pemusnahan dibuatkan berita acara yang ditandatangani oleh pelaksana dan saksi. penelitian.Audit mutu berguna sebagai pelengkap dari inspeksi diri. DOKUMENTASI Dokumentasi pembuatan obat merupakan bagian dari sistem informasi dan manajemen yang meliputi spesifikasi bahan baku. Prosedur penanganan obat kembalian mencakup jumlah. . produk antara. Hal ini dilakukan bila ada produk yang menimbulkan efek samping atau masalah medis lainnya yang menyangkut fisik. bahan pengemas. Penanganan Terhadap Produk. pemeriksaan dan pengawasan mutu yang seksama. Obat kembalian dapat digolongkan sebagai berikut: yang masih memenuhi spesifikasi yang dapat digunakan. prosedur dan catatan tentang inspeksi diri. dokumen dalam produksi. 9. pembersihan dan pengendalian ruangan serta peralatan. Pencatatan dilakukan untuk penanganan obat kembalian dan dilaporkan. 10. pedoman dan catatan tentang pelatihan CPOB bagi karyawan. dokumen dalam pemeliharaan. karantina. dokumen dalam pengamanan keluhan obat dan obat jadi. efek toksik. Penanganan keluhan dan laporan hendaknya dicatat dan secepatnya ditangani kemudian dilakukan penelitian dan evaluasi. Penarikan Kembali Produk dan Produk Kembalian Penarikan kembali obat jadi berupa penarikan kembali satu atau beberapa batch. Daftar pemasok yang disetujui hendaknya ditinjau ulang secara berkala dan dievaluasi secara teratur. Audit mutu juga dapat diperluas terhadap pemasok dan penerima kontrak. yang meliputi pemeriksaan dan penilaian semua atau sebagian dari sistem manajemen mutu dengan tujuan spesifik untuk meningkatkan mutu umumnya dilaksanakan oleh spesialis dari luar atau independen atau tim khusus. penarikan obat dan dilaporkan kepada pemerintah yang berwenang.

acuan dokumen yang digunakan. struktur organisasi kegiatan validasi. Kontrak harus menyatakan secara jelas prosedur pelulusan tiap bets produk yang menjadi tanggung jawab kabag pemastian mutu (QA). protokol. peralatan dan proses yang akan divalidasi. tepat dan jelas dalam RIV (Rencana Induk Validasi). sistem. format dokumen. Laporan harus dibuat yang mengacu pada protokol kualifikasi dan/atau protokol validasi yang mencakup seluruh hasil yang diperoleh serta penyimpangan yang terjadi dan perbaikan yang telah dilakukan dan didokumentasikan. Dokumentasi Protokol validasi tertulis dibuat untuk merinci kualifikasi dan validasi yang akan dilakukan. ringkasan fasilitas. RIV sekurang-kurangnya mencakup: kebijaksanaan validasi.11. pengendalian perubahan. KUALIFIKASI DAN VALIDASI Perencanaan validasi Semua kegiatan validasi hendaknya direncanakan dahulu dan di dokumentasikan sementara secara singkat. Protokol harus dikaji dan disetujui oleh kabag QA. Setelah kualifikasi selesai diberikan persetujuan tertulis untuk dapat melanjutkan tahap kualifikasi dan validasi. Pembuatan dan Analisis Berdasarkan Kontrak Dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat menyebabkan produk atau pekerjaan dengan mutu yang tidak memuaskan. serta merinci langkah kritis dan kriteria penerimaan. Kualifikasi . Kontrak tertulis antara pemberi dan penerima kontrak harus dibuat secara jelas menentukan tanggung jawab dan kewajiban masing-masing pihak. dan laporan validasi. perencanaan dan jadwal pelaksanaan. 12.

Penyelesaian KO fasilitas. KO minimal mencakup: pengujian tentang proses. pipa dan sarana penunjang dan instrumen sesuai spesifikasi dan gambar teknik yang didesain. 2) Kualifikasi Instalasi (KI) Dilakukan terhadap fasilitas. sistem atau peralatan yang baru. pemilihan operator dan perawatan preventif. 5) Kualifikasi fasilitas. fasilitas. sistem dan peralatan. ketentuan dan persyaratan kalibrasi. pengoprasian dan pembersihan. Penyelesaian formal KO mencakup: kalibrasi. sistem dan peralatan. dan verifikasi bahan konstruksi. 4) Kualifikasi Kinerja (KK) KK dilakukan setelah KO selesai.1) Kualifikasi Desain (KD) Merupakan unsur pertama dalam melakukan validasi terhadap fasilitas. peralatan dan sistem terpasang yang telah oprasional . meskipun dalam beberapa kasus KK disatukan dengan KO. prosedur. bahan penganti yang memenuhi spesifikasi atau produk simulasi yang dilakukan berdasarkan pengetahuan tentang proses. pengumpulan dan penyusunan dokumen pengoprasian dan perawatan peralatan dari pemasok. 3) Kualifikasi Oprasional (KO) KO dapat dilakukan setelah KI. dan pengujian yang meliputi satu atau beberapa kondisi yang mencakup batas oprasional atas dan bawah. sistem dan peralatan dilengkapi dengan persetujuan tertulis. KK minimal mencakup: Pengujian dengan menggunakan bahan baku. sistem dan peralatan baru atau yang dimodifikasi. Persyaratan minimal untuk melakukan KI adalah: instalasi peralatan. dan uji yang meliputi satu atau beberapa kondisi yang mencakup batas atas dan bawah.

Validasi pembersihan Pembersihan dilakukan dengan metode analisis yang tervalidasi yang memiliki kepekaan untuk mendeteksi residu atau cemaran serta memiliki batas deteksi yang peka untuk mendeteksi tingkat residu atau cemaran. Syarat metode tersebut telah tervalidasi adalah dengan melaksanakan prosedur 3 kali secara berurutan dengan hasil memenuhi persyaratan. perawatan preventif serta prosedur dan catatan pelatihan operator harus didokumentasikan. Pengendalian perubahan . Validasi ini tidak berlaku jika terjadi perubahan formula. peralatan dan prosedur pembuatan. Validasi proses Terdapat 3 macam cara untuk melaksanakan validasi proses: 1) Validasi prospektif Validasi proses sebelum produk dipasarkan.Agar dapat mendukung dan memverifikasi parameter operasional dan batas variabel kritis pengoprasian alat. Prosedur pembersian untuk produk dan proses serupa dilakukan pembersian pada rentang interval waktu tertentu. Selain itu kalibrasi. prosedur. pengoprasian dan pembersihan. 3) Validasi retrospektif Validasi yang dilakukan pada proses yang sudah berjalan (diambil dari data-data sebelumnya). 2) Validasi konkuren Validasi proses dilakukan selama proses produksi rutin.

repeatability. intermediate precision. Karakteristik validasi yang umumnya perlu diperhatikan. linieritas. termasuk analisis resiko. Jika terjadi perubahan maka dibutuhkan validasi ulang/revalidasi. Artikel terkait: Good Manufacturing Practices in China [Link] Quality by Design: Adding Another Dimension to Outsourcing [Link] pdf format: Quality by Design Adding Another Dimension to Outsourcing . Kemungkinan dampak perubahan fasilitas. yaitu: akurasi. batas kuantifikasi/LOQ. batas deteksi/LOD. dan uji kuantitatif zat aktif dalam sampel bahan atau obat atau komponen obat tertentu. peralatan dan proses termasuk proses pembersihan secara berkala dievaluasi untuk konfirmasi bahwa validasi yang telah dilakukan masih absah. Validasi ulang (revalidasi) Fasilitas. uji batas impuritas. uji kuantitatif kemurnian kandungan. spesifikasi. Validasi metode analisis Tujuannya adalah untuk mengetahui bahwa metode analisis sesuai tujuan penggunaanya. bila diperlukan kualifikasi dan validasi ulang harus dipikirkan kebutuhan dan cakupannya. Validasi metode analisis umumnya dilakukan 4 tahapan: uji identitas. sistem dan peralatan terhadap produk hendaklah dievaluasi. presisi.Prosedur pengendalian perubahan hendaknya memastikan bahwa data pendukung cukup untuk menunjukkan bahwa proses yang diperbaiki akan menghasilkan suatu produk yang sesuai mutu yang diinginkan dan konsisten dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. sistem. dan rentang.

Effects of the 2006 Proposed Revisions to Annex 1 of the European Union Good Manufacturing Practices [Link] Isolator Decontamination Using Chlorine Dioxide Gas [Link PDF] Establishing Global GMP Compliance with an Enterprise Calibration Management System [Link PDF] Comparative Evaluation of Three Active Air Samplers for the Monitoring of Airborne Microorganisms [Link PDF] .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful