A. KABINET MASA DEMOKRASI LIBERAL a.

KABINET NATSIR (6 September 1950 – 21 Maret 1951) Merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh partai Masyumi. Dipimpin Oleh : Muhammad Natsir Program 1. 2. 3. 4. 5. Hasil :

Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman. Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan. Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang. Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat. :

Berlangsung perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat. Kendala/ Masalah yang dihadapi :

Upaya memperjuangkan masalah Irian Barat dengan Belanda mengalami jalan buntu (kegagalan).

Timbul masalah keamanan dalam negeri yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS. Berakhirnya kekuasaan kabinet :

Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden. b. KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3 April 1952)Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan PNI. Dipimpin Oleh: Sukiman Wiryosanjoyo Program :

1. Menjamin keamanan dan ketentraman 2. Mengusahakan kemakmuran rakyat dan memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani. 3. Mempercepat persiapan pemilihan umum.

Program luar negeri : Penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda. Jawa Tengah. DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden.    Adanya krisis moral yang ditandai dengan munculnya korupsi yang terjadi pada setiap lembaga pemerintahan dan kegemaran akan barang-barang mewah. Hasil : Kendala/ Masalah yang dihadapi : . Sulawesi Selatan. Menjalankan politik luar negeri secara bebas aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya. serta menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif. meningkatkan pendidikan rakyat. Hubungan Sukiman dengan militer kurang baik tampak dengan kurang tegasnya tindakan pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa Barat. Program dalam negeri : Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante. meningkatkan kemakmuran rakyat. 2. Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah melanggar politik luar negara Indonesia yang bebas aktif karena lebih condong ke blok barat bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke dalam blok barat. Dipimpin Oleh : Mr. Dimana dalam MSA terdapat pembatasan kebebasan politik luar negeri RI karena RI diwajibkan memperhatiakan kepentingan Amerika. Hasil : Tidak terlalu berarti sebab programnya melanjtkan program Natsir hanya saja terjadi perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan programnya. Pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia.4. dan pemulihan keamanan. KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3 Juni 1953) Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam biangnya. seperti awalnya program Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman selanjutnya diprioritaskan untuk menjamin keamanan dan ketentraman Kendala/ Masalah yang dihadapi  : Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran. : Berakhirnya kekuasaan kabinet Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut. Wilopo Program : 1. DPR. c. dan DPRD). Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA). Masalah Irian barat belum juga teratasi.

Merupakan upaya pemerintah untuk menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang dikalangan partai politik sebab dipandang akan membahayakan kedudukannya. Sehingga pada tanggal 16 Maret 1953 muncullah aksi kekerasan untuk mengusir para petani liar Indonesia yang dianggap telah mengerjakan tanah tanpa izin tersebut. Intinya peristiwa Tanjung Morawa merupakan peristiwa bentrokan antara aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Konflik semakin diperparah dengan adanya surat yang menjelekkan kebijakan Kolonel Gatot Subroto dalam memulihkan keamanana di Sulawesi Selatan. Sesuai dengan perjanjian KMB pemerintah mengizinkan pengusaha asing untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-tanah perkebunan.  Munculnya peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Munculnya gerakan sparatisme dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa. d. Akibatnya terjadi bentrokan senjata dan beberapa petani terbunuh. Inti peristiwa ini adalah gerakan sejumlah perwira angkatan darat guna menekan Sukarno agar membubarkan kabinet. Peristiwa ini diperkuat dengan munculnya masalah intern dalam TNI sendiri yang berhubungan dengan kebijakan KSAD A. Semua itu disebabkan karena rasa ketidakpuasan akibat alokasi dana dari pusat ke daerah yang tidak seimbang. Terjadi peristiwa 17 Oktober 1952. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden. Sementara itu TNI-AD yang dipimpin Nasution menghadap presiden dan menyarankan agar parlemen dibubarkan. Tetapi saran tersebut ditolak.H Nasution yang ditentang oleh Kolonel Bambang Supeno sehingga ia mengirim petisi mengenai penggantian KSAD kepada menteri pertahanan yang dikirim ke seksi pertahanan parlemen sehingga menimbulkan perdebatan dalam parlemen. Terjadi defisit kas negara karena penerimaan negara yang berkurang banyak terlebih setelah terjadi penurunana hasil panen sehingga membutuhkan biaya besar untuk mengimport beras. Ali Sastroamijoyo . KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955) Kabinet ini merupakan koalisi antara PNI dan NU.  Keadaan ini menyebabkan muncul demonstrasi di berbagai daerah menuntut dibubarkannya parlemen. Muncullah mosi tidak percaya dan menuntut diadakan reformasi dan reorganisasi angkatan perang dan mengecam kebijakan KSAD. Tanah perkebunan di Deli yang telah ditinggalkan pemiliknya selama masa Jepang telah digarap oleh para petani di Sumatera Utara dan dianggap miliknya.   Adanya kondisi krisis ekonomi yang disebabkan karena jatuhnya harga barang-barang eksport Indonesia sementara kebutuhan impor terus meningkat. Dipimpin Oleh : Mr. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Para petani tidak mau pergi sebab telah dihasut oleh PKI.

dan Aceh. Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. Penyelesaian Pertikaian politik : Persiapan Pemilihan Umum untuk memilih anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955. Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru 3. dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan. Sulawesi Selatan. Wakil KSAD-pun menolak melakukan serah terima dengan KSAD baru. maraknya korupsi. pemberantasan korupsi 4. Keadaan ekonomi yang semakin memburuk. 2.Program 1. Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Bahkan ketika terjadi upacara pelantikan pada 27 Juni 1955 tidak seorangpun panglima tinggi yang hadir meskipun mereka berada di Jakarta. Masalah desentralisasi. Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB. Sebagai gantinya mentri pertahanan menunjuk Kolonel Bambang Utoyo tetapi panglima AD menolak pemimpin baru tersebut karena proses pengangkatannya dianggap tidak menghiraukan norma-norma yang berlaku di lingkungan TNI-AD. Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Hasil   : Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu. 3. yaitu mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat kepada pemerintah. : Kendala/ Masalah yang dihadapi   Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga dapat terselesaikan. Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan. inflasi. e. Perjuangan pengembalian Irian Barat . Pembebasan Irian Barat secepatnya.    Berakhirnya kekuasaan kabinet : Nu menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden. seperti DI/TII di Jawa Barat. 4. Bambang Sugeng sebagai Kepala Staf AD mengajukan permohonan berhenti dan disetujui oleh kabinet. KABINET BURHANUDDIN HARAHAP (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956) Dipimpin Oleh Program : Burhanuddin Harahap : 1. 2. NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya. Mengembalikan kewibawaan pemerintah. Masalah TNI –AD yang merupakan kelanjutan dari Peristiwa 17 Oktober 1952.

Menghasilkan 4 partai politik besar yang memperoleh suara terbanyak. Perjuangan pengembalian Irian Barat Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD. Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai. Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi. dan NU. dan PKI. 5. sebagai berikut. Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif. Perjuangan Diplomasi Menyelesaikan masalah Irian Barat dengan pembubaran Uni IndonesiaBelanda. Pemberantasan korupsi dengan menangkap para pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi militer. yaitu PNI. Akan dibentuk kabinet baru yang harus bertanggungjawab pada parlemen yang baru pula. NU. Hasil  : Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante). Berakhirnya kekuasaan kabinet : Dengan berakhirnya pemilu maka tugas kabinet Burhanuddin dianggap selesai. Dipimpin Oleh : Ali Sastroamijoyo Program : Program kabinet ini disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun yang memuat program jangka panjang. 4.  Pembatalan KMB. Selain itu program pokoknya adalah. Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955 dengan mengangkat Kolonel AH Nasution sebagai Staf Angkatan Darat pada 28 Oktober 1955. Masyumi. 3. 1.     Kendala/ Masalah yang dihadapi : Banyaknya mutasi dalam lingkungan pemerintahan dianggap menimbulkan ketidaktenangan. Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet sehingga kabinetpun jatuh. 2. Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat.5. Terbinanya hubungan antara Angkatan Darat dengan Kabinet Burhanuddin. Masyumi. f. KABINET ALI SASTROAMIJOYO II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957) Kabinet ini merupakan hasil koalisi 3 partai yaitu PNI. . Menyehatkan perimbangan keuangan negara.

Dewan Gajah di Sumatera Utara. sedangkan PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer. Juanda Program : Programnya disebut Panca Karya sehingga sering juga disebut sebagai Kabinet Karya. Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB. menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Dibentuk karena Kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-undang Dasar pengganti UUDS 1950.  Pemulihan keamanan dan ketertiban. g. Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena pemerintah pusat dianggap mengabaikan pembangunan di daerahnya. Serta terjadinya perebutan kekuasaan antara partai politik. Melaksanakan keputusan KAA. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai tuntutan daerah. Dewan Garuda di Sumatra Selatan. Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya pada orang Cina karena memang merekalah yang kuat ekonominya. Muncullah peraturan yang dapat melindungi pengusaha nasional. Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan. Hasil : Mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment. :    Berakhirnya kekuasaan kabinet Mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi membuat kabinet hasil Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan mandatnya pada presiden. pembangunan lima tahun. KABINET DJUANDA ( 9 April 1957. programnya yaitu :    Membentuk Dewan Nasional Normalisasi keadaan Republik Indonesia Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB . Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara. Kendala/ Masalah yang dihadapi   : Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat.5 Juli 1959) Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. Muncul pergolakan/kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer seperti Dewan Banteng di Sumatera Tengah. Dipimpin Oleh : Ir.

menghadapi masalah ekonomi serta keuangan yang sangat buruk. perjuangan pengembalian Irian Barat. :    Kendala/ Masalah yang dihadapi Kegagalan Menghadapi pergolakan di daerah sebab pergolakan di daerah semakin meningkat. Musyawarah ini membahas masalah pembangunan nasional dan daerah. Terbentuknya Dewan Nasional sebagai badan yang bertujuan menampung dan menyalurkan pertumbuhan kekuatan yang ada dalam masyarakat dengan presiden sebagai ketuanya. dan pembagian wilayah RI. Peristiwa ini menyebabkan keadaan negara semakin memburuk karena mengancam kesatuan negara. Keadaan ekonomi dan keuangan yang semakin buruk sehingga program pemerintah sulit dilaksanakan. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Berakhir saat presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulailah babak baru sejarah RI yaitu Demokrasi Terpimpin. yang mengatur mengenai laut pedalaman dan laut teritorial. Hal ini menyebabkan hubungan pusat dan daerah menjadi terhambat. . Terjadi peristiwa Cikini. Hasil  : Mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia melalui Deklarasi Djuanda. Sebagai titik tolak untuk menegakkan sistem demokrasi terpimpin. Mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah.  Perjuangan pengembalian Irian Jaya Mempergiat/mempercepat proses Pembangunan Semua itu dilakukan untuk menghadapi pergolakan yang terjadi di daerah. Melalui deklarasi ini menunjukkan telah terciptanya Kesatuan Wilayah Indonesia dimana lautan dan daratan merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat. yaitu peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno di depan Perguruan Cikini saat sedang menghadir pesta sekolah tempat putra-purinya bersekolah pada tanggal 30 November 1957. Munculnya pemberontakan seperti PRRI/Permesta. Diadakan Musyawarah Nasional Pembangunan untuk mengatasi masalah krisis dalam negeri tetapi tidak berhasil dengan baik. pembangunan angkatan perang.

Ia mengajukan surat kepada Mentri Pertahanan dan Presiden dengan tembusan kepada parlemen berisi soal tersebut dan meminta agar Kol. kembali diangkat menjadi KSAD (7 November 1955). yaitu Kol. A. Setelah pemerintah mengadakan operasi. e. A. Manai Sophian selaku anggota parlemen mengajukan mosi agar pemerintah segera membentuk panitia untuk mempelajari masalahnya dan mengajukan pemecahannya. tidak ada satupun perwira AD yang hadir. Bambang Utoyo sebagai KSAD yang baru. yang setelah intinya dapat ditumpas. Jasin mengambil prakarsa mengadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berhasil mengembalikan Daud Beureueh ke masyarakat (Desember 1962). Pemberontakan di Jawa Tengah Pengaruh DI meluas di Jawa Tengah. Sementara belum terpilih KSAD yang baru. Kol. Panglima Kodam I/Iskandar Muda. Selama empat belas tahun memberontak. Bambang Supeno tidak menyetujui kebijaksanaan Kol. Kahar akan diberikan pangkat letkol. sisanya bergabung dengan DI/TII.H. tanggal 17 Agustus 1951. bekas KSAD yang lama. Tegal. Di lingkunganAngkatan Darat juga terjadi perembesan pemberontakan ini. Sebagian dari mereka mengadakan gerilya di Merbabu-Merapi Complex (MMC). Hal ini dianggap usaha campur tangan parlemen terhadap tubuh Angkatan Darat. Nasution akhirnya mengundurkan diri. tetapi saat pelantikan. tetapi akan berusaha segera mempercepat pemilu. d.H. pemerintah membentuk pasukan khusus yang diberi namaBanteng Raiders. A. Untuk menghadapi mereka. Juni 1954 kekuatan mereka bisa dipatahkan. Peristiwa ini menyebabkan kabinet Ali-Wongso jatuh.B. Jabatan ini akhirnya digantikan oleh Kol. ia bersama anak buahnya melarikan diri ke hutan dan mengacau. Presiden menolak tuntutan ini dewngan alasan tidak ingin menjadi seorang diktator. Bambang Sugeng. namun akhirnya berhasi dilumpuhkan setelah salah seorang anak buahnya. sehingga Batalyon 426 di Kudus dan Magelang juga memberontak dan bergabung dengan DI/TII (Desember 1951). M. pimpinan KSAD dipegang oleh Wakil KSAD yaitu Kol. Nasution selaku KSAD. seorang ulama dan pejuang kemerdekaan yang pernah menjabat gubernur Militer Daerah Aceh tahun 1947. Pemimpinnya adalah Daud Beureueh. Kol. Pemberontakan Kahar Muzakar Kahar Muzakar adalah putra Sulawesi yang pada zaman perang kemerdekaan berjuang di Jawa. A. Kemudian pemerintah mengangkat Kol. sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam Corps Cadangan Nasional. Simatupang. Nasution. yaitu di daerah Brebes. Bambang Sugeng mengundurkan diri dari jabatannya. Kol. Nasution diganti.H. Januari 1952 menyatakan diri ikut sebagai bagian anggota Kartosuwiryo. Tuntutannya ditolak tetapi kepada anggotanya yang memenuhi syarat diperbolehkan masuk.a. Karena dianggap bahwa pemerintah belum mampu menyelesaiakan persolan tersebut. Di Kebumen pemberontakan dilakukan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) di bawah pimpinan Kyai Somalangu. Kemudian pada masa Kabinet Burhanudin Harahap. . Ia berhasil ditembak oleh pasukan Divisi Siliwangi pada bulan Februari 1965. c. Setelah kembali ke Sulawesi bergabung dengan Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan pada tahun 1950 menuntut agar pasukannya masuk APRIS. b. Pada mulanya mereka dapat menguasai sebagian besar daerah Aceh termasuk kota-kotanya. 27 Juni 1955. Zulkifli Lubis. yaitu Bahar Matiliu menyerahkan diri. Pemberontakan di Aceh Pengikut DI di Aceh memproklamirkan daerahnya sebagai bagian dari NII pada tanggal 20 September 1953. Peristiwa 17 Oktober 1952 Peristiwa ini bersumber pada kericuhan yang terjadi di lingkungan Angkatan Darat. Peristiwa 27 Juni 1955 Peristiwa ini merupakan lanjutan peristiwa sebelumnya. mereka menyingkir ke hutan. diikuti oleh Mayjen T. dan Pekalongan yang dihadapi pemerintah dengan operasi-operasi militer. tetapi pada saat pelantikannya.H. Pimpinan AD mendesak kepada Presiden untuk membubarkan Parlemen. Desakan ini jugas dilakukan oleh rakyat dengan mengadakan demonstrasi ke gedung parlemen dan Istana Merdeka.

Dewan Garuda di Sumatra Selatan (Kol. Maukar dengan mempergunakan pesawat Mig 17. sehingga upacara batal. dengan tujuan agar pemerintah mau berunding dengan PRRI dan Permesta. Komandan Resimen IV Tentara Teritorium (TT) I di Padang. Pemberontakan ini ditumpas dengaan operasi militer selama beberapa tahun. Dewan-dewan Daerah Diawali dengan pembentukan Bewan Banteng oleh Kol (pensiun) Ismail Lengah di Padang (20 November 1956). Hatta dan Sultan Hamengku Buwono IX agar membentuk zaken kabinet dan agar Presiden kembali sebagai Presiden Konstitusional. segerombolan prajurit pasukan kehormatan maju dan menolak pelantikan tersebut. Pemerintah berusaha mengatasi masalah tersebut dengan mengadakan perundingan dan janji pemerataan pembangunan. Para pelaku dapat ditangkap. tetapi menimbulkan banyak korban. Yaitu ketika Komodor Udara Hubertus Suyono dilantik menjadi Staf Angkatan Udara di Pangkalan Udara Cililitan (Halim Perdanakusuma). Usaha tersebut sia-sia. H. beserta para tokoh Masyumi dan dewan daerah mengadakan rapat di Sungai Dareh. Hal tersebut diikuti oleh Sulawesi Utara di bawah pimpinan Letkol D. Usaha tersebut gagal.J. Tindakan tersebut diikuti oleh daerah-daerah lain seperti pembentukan Dewan Gajah di Sumatra Utara (Kol. Kemudian terjadi lagi. Manguni.N. dengan ketuanya Ahmad Husein. Samual). g. dan dijatuhi hukuman mati. Sumatra Barat (9 Januari 1958). Moh. Akhirnya Husein membentuk Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berikut pembentukan kabinetnya dengan Syafrudin Prawiranegara sebaga Perdana Mentri (15 Februari 1958).Peristiwa di Angkatan Perang yang bersifat liberal juga terjadi pada tanggal 14 Desember 1955. Simbolon). M. Pelakunya Letnan Udara II D. Kemudian mereka meninggalkan barisdan diikuti oleh pasukan pembawa panji-panji Angkatan Udara.A. Akhmad Husein mengultimatum pemerintah agar Kabinet Juanda dalam waktu 5×24 jam menyerahkan mandat kepada Drs. Keesokan harinya pada saat rapat akbar di Padang. Dilakukan Maukar bersama kelompoknya. Usaha Pembunuhan terhadap Kepala Negara Rasa tidak puas golongan ekstrim kanan memuncak dan dilampiaskan dalam bentuk usaha pembunuhan terhadap Presiden Soekarno di Perguruan Cikini Jakarta (30 November 1957). f. h. Ultimatum tersebut ditolak oleh Pemerintah. Peristiwa-peristiwa ini dilatarbelakangi oleh karena pembangunan yang tidak merata. padahal daerah-daerah tersebut telah memberikan devisa bagi negara. Istana Merdeka dan Bogor ditembakinya dari udara (9 Maret 1960). Akhirnya operasi militerpun dilancarkan (17 Desember 1957). Pemberontakan PRRI dan Permesta Akhmad Husein. Mereka mengajukan tuntutan kepada pemerintah pusat tentang otonomi daerah. dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara (Letkol. Usaha kedua terjadi pada saat Idhul Adha di halaman Istana Jakarta. Mereka malah mengambil alaih pemerintahan daerah Sumatra Tengah dari Gubernur Ruslan Mulyodiharjo (20 Desember 1956).V. Namun usaha tersebut tidak berhasil. . Somba yang membentuk Gerakan Piagam Perjuangan Semerta (Permesta). Barlian). Larangan KSAD agar tentara tidak berpolitik tidak dihiraukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful