P. 1
Dasar Dasar Akuntansi

Dasar Dasar Akuntansi

|Views: 1,343|Likes:
Published by fahrimuharam
Akuntansi
Akuntansi

More info:

Published by: fahrimuharam on Feb 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/10/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

Sections

  • I.1 Jenis Perusahaan dan Bentuk Organisasinya
  • I.2 Para Pengguna Informasi Akuntansi
  • I.3 Bidang Pekerjaan Akuntansi
  • I.4 Asumsi Dasar Akuntansi
  • I.5 Persamaan Dasar Akuntansi
  • I.6 Laporan Keuangan
  • I.7 Soal-soal Latihan
  • II.1 Kegunaaan dan Karakteristik Akun
  • II.2 Saldo Normal Akun
  • II.4 Buku besar
  • II.5 Neraca Saldo
  • II.6 Soal-soal Latihan
  • III.1 Konsep Penandingan
  • III.2 Sifat dan Proses Penyesuaian
  • III.3 Perbedaan antara Koreksi dengan Penyesuaian
  • III.4 Penyesuaian atas Aktiva Tetap
  • III.5 Soal-soal dan Latihan
  • IV.1 Siklus Akuntansi
  • IV.2 Penggunaan Neraca Lajur
  • IV.3 Menyiapkan Ayat Jurnal Penutup
  • IV.4 Menyiapkan Neraca Saldo
  • IV.5 Ayat Jurnal Pembalik
  • IV.7 Ilustrasi Penyesuian Siklus Akuntansi
  • IV.8 Ilustrasi Problem
  • V.1 Karakteristik Perusahaan Dagang
  • V.2 Sistem Pencatatan Perpetual
  • V.3 Sistem Pencatatan Periodik
  • V.4 Penyesuaian atas Persediaan Barang Dagangan
  • V.5 Laporan Keuangan
  • V.6 Ilustrasi Penyelesaian Siklus Akuntansi
  • V.7 Soal-soal Latihan
  • VI. 1 Pengertian dam Tujuan Pengendalian Internal
  • VI.2 Perinsip-perinsip Pengendalian Internal
  • VI.3 Keterbatasan Pengendalian Internal
  • VII.1 Sifat Kas dan Pentingnya Pengendalian Atas Kas
  • VII.2 Pengendalian Internal Atas Penerimaan Kas
  • VII.3 Pengendalian Internal Atas Pembayaran Kas
  • VII.4 Penggunaan Rekening Bank
  • VII.5 Rekonsiliasi Bank
  • VII.6 Dana Kas Kecil
  • VII.7 Penyajian Kas di Neraca
  • VII.8 Soal-soal Latihan
  • VIII.3 Pengakuan atas Usaha
  • VIII.4 Piutang Usaha yang Tidak Dapat Tertagih
  • VIII.6 Metode Pencadangan
  • VIII.7 Karakteristik dan Akuntansi Piutang Wesel
  • VIII.8 Ilustrasi Problem
  • VIII.9 Soal-soal Latihan
  • IX.1 Dasar Persediaan
  • IX.2 Pengendalian Internal atas Persediaan
  • IX.3 Kesalahan dalam Perhitungan Persediaan
  • IX.6. Penilaian Persediaan dalam Sistem Pencatatan Periodik
  • IX.7. Penilaian Persediaan Selain Harga Perolehan
  • IX.8 Penyajian Persediaan Barang dagangan Neraca
  • IX.9 Estimasi Persediaan
  • X.1 Sifat Aktiva Tetap
  • X.2 Harga Perolehan dan Cara Aktiva Tetap di Peroleh
  • X.3 Pengeluaran Modal dan Pendapatan
  • X.4 Makna Penyusutan
  • X.5 Faktor-faktor yang Memperngaruhi beban
  • X.6 Metode Penyusutan
  • X.7 Pelepasan Aktiva Tetap
  • XI. 1 Pengertian dan Sumber Standar Akuntansi
  • XI.2 Penetapan dan Implementasi Standar Akuntansi
  • XI.3 Kerangka Kerja Konseptual dan Asumsi Dasar
  • XI.5 Keterbatasan Neraca

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. DAFTAR ISI ................................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. MODUL I PENGENALAN MENGENAI PERUSAHAAN DAN AKUNTANSI .............................................................. MODUL II TAHAP PENCATATAN ....................................................... 3 15 33 57 95 2

MODUL III TAHAP PENYESUAIAN ...................................................... MODUL IV PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI ............................ MODUL V AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG ............

MODUL VI PENGENDALIAN INTERNAL ............................................ 157 MODUL VII KAS DAN PENGENDALIANNYA ...................................... 169 MODUL VIII AKUNTANSI UNTUK PIUTANG ........................................ 199 MODUL IX PERSEDIAAN ...................................................................... 233 MODUL X AKTIVA TETAP ................................................................... 259

MODUL XI STANDAR AKUNTANSI DAL LAPORAN KEUANGAN ... 286 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 302

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lampiran 2. Lampiran 3.

Halaman Judul Buku Pengantar Akuntansi 1 ..................... 303 Lembar Persetujuan Buku Pengantar Akuntansi 1 ............. 304 Format Buku Pengantar Akuntansi 1 ................................. 305

Modul Pengantar Akuntansi 1 2

Politeknik Negeri Sriwijaya

MODUL I PENGENALAN MENGENAI PERUSAHAAN DAN AKUNTANSI

Tujuan Materi:
Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini, Anda diharapkan dapat: 1. Memahami jenis dan bentuk perusahaan 2. Mengidentifikasi para pengguna informasi akuntansi 3. Menjelaskan bidang pekerjaan yang ada dalam dunia akuntansi 4. Memahami asumsi dasar yang melandasi proses penyusunan laporan akuntansi 5. Menyatakan persamaan dasar akuntansi, serta menjelaskan

penegrtian aktiva, kewajiban, dan modal (ekuitas) 6. Memahami tujuan dan urutan laporan keuangan berdasarkan proses penyajiannya.

Modul Pengantar Akuntansi 1

3

I.1 Jenis Perusahaan dan Bentuk Organisasinya Perusahaan adalah sebuah organisasi yang beroperasi dengan tujuan menghasilkan keuntungan dengan cara menjual produk (barang dan atau jasa) kepada para pelanggannya. Tujuan operasional dari sebagian besar perusahaan adalah untuk memaksimalkan laba. Disamping itu, ada juga jenis perusahaan yang memang dalam kegiatan usahanya lebih diprioritaskan pada pelayanan secara maksimal kepada masyarakat; jenis organisasi ini dinamakan organisasi nir-laba (non profit). Contoh organisasi nir-laba adalah yayasan (rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi ) dan badan atau instansi pemerintah. Ditinjau dari jenis usahanya (produk yang dijual), perusahaan dibedakan menjadi:  Perusahaan Manufaktur (Manufacturing Business) Perusahaan jenis ini terlebih dahulu mengubah (merakit) input atau bahan mentah (raw material) menjadi output atau barang jadi (finished goods/final goods), baru kemudian di jual kepada para pelanggan (distributor). Contoh perusahaan manufaktur, diantaranya adalah: perusahaan perakit mobil, computer, perusahaan pembuat (pabrik) obat, tas, sepatu, pabrik pengahsil keramik, dan sebagainya.  Perusahaan Dagang (Merchandising Business) Perusahaan jenis ini menjual produk (barang jadi), akan tetapi perusahaan tidak membuat atau menghasilkan sendiri produk yang akan dijualnya melainkan memperolehnya dari perusahaan lain. Contohnya perusahaan dagang, diantaranya adalah: Indomaret, Alfa-Mart, Carrefour, Gramedia, dan sebagainya.  Perusahaan Jasa (Service Business) Perusahaan jenis ini tidak menjual barang tetapi menjual jasa kepada pelanggan. Contoh perusahaan jasa diantaranya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan transportasi (jasa angkut), pelayanan kesehatan (rumah sakit), jasa konsultan, telekomunikasi, dan sebagainya.

Modul Pengantar Akuntansi 1 4

Politeknik Negeri Sriwijaya

Ditinjau dari karakteristik bentuk organisasinya, perusahaan dibedakan menjadi:  Perusahaan Perorangan (Proprietorship) Perusahaan ini dimiliki oleh satu orang, sehingga apabila perusahaan memperoleh keuntungan atau kerugian (profit or lose) maka seluruh keuntungan akan dinikmati sendiri dan seluruh kerugian akan ditanggung sendiri oleh sipemilik tunggal. Pemilik perusahaan bertanggung jawab secara pribadi atas seluruh kewajiban maupun tuntunan hukum yang ditujukan kepada perusahaan, dengan kata lain apabila perusahaan bangkrut, maka para kreditur berhak untuk menyita kekayaan (asset) pribadi si pemilik perussahaan. Dalam melakukan pengambilan keputusan bisnis, seluruhnya berada di dalam kendali satu orang. Kelemahan dari bentuk perusahaan perorangan ini adalah bahwa sumber dana/keuangan yang tersedia bagi perusahaan hanya sebatas pada jumlah modal yang dimiliki oleh satu orang. Untuk tujuan pajak penghasilan, berlaku ketentuan non-taxable entity, yang artinya bahwa pengahasilan yang diperoleh perusahaan akan dikenakan pajak hanya pada level individu, bukan pada entitas/perusahaan.  Perusahaan Persekutuan (Partnership) Perusahaan ini dimiliki oleh dua orang atau lebih, yang dibentuk atas dasar kepercayaan. Dalam partnership, keahlian yang dimiliki oleh salah seorang anggota sekutu dapat dikombinasikan dengan sumber daya (modal) yang dimiliki oleh anggota sekutu lainnya. Sebagai contoh misalnya Tn. X memiliki keahlian dalam meresparasi mesin bubut, tetapi tidak memiliki modal untuk membuka bengkel, kemudian bergabung dengan Tn. Y sebagai pemilik modal, membentuk firma (perusahaan persekutuan). Net income maupun net loss yang timbul akan didistribusikan diantara para sekutu (partner) menurut kesepakatan bersama. Masing-masing sekutu memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas (unlimited liability) kepada kreditur atas seluruh utang/kewajiban yang ditimbulkan oleh perusahaan. Karakteristik lainnya dari perusahaan

Modul Pengantar Akuntansi 1

5

persekutuan adalah mutual agency, yang artinya bahwa setiap anggota sekutu adalah agent bagi perusahaan, yang mana tindakan dari masing-masing sekutu akan mengikat perusahaan secara keseluruhan dan menjadi kewajiban bagi seluruh anggota sekutu. Partnership sama halnya dengan proprietorship, yaitu sebuah non-taxable entity dimana perusahaan/ entitas tidak dikenakan pajak. Dalam partnership juga berlaku ketentuan co-ownership of property, artinnya bahwa aktifa yang ada dalam perusahaan merupakan milik bersama. Partnership memiliki umur yang terbatas (limited life), artinya bahwa perusahaan dapat dibubarkan apabila ada seseorang anggota sekutu yang mengundurkan diri; dan lalu jika kegiatan bisnisnya masih ingin dilanjutkan, maka partnership yang baru dapat dibentuk kembali dengan membuat perjanjian/kesepakatan firma yang baru (kesepakatan mengenai perbandingan jumlah modal yang baru, rasio pembagian laba/rugi yang baru, dan sebagainya).  Perusahaan Perseroan (Corporation) Kepemilikan persero terbagi kedalam lembar saham. Modal perusahaan diperoleh dari hasil penjualan saham kepada para pemegang saham (stockholders), yang dinamakan sebagai modal saham (capital stock) atau modal disetor (paid-in capital). Keunggulan utama dari bentuk persero adalah potensi atau kemampuan perusahaan untuk meningkatkan/mendapatkan sejumlah sebesar dana/sumber daya ekonomis dengan cara menerbitkan dan menjual saham. Dalam persero berlaku ketentuan limited liability, artinya bahwa kewajiban pemegang saham kepada kreditur perusahaan hanya sebatas pada besarnya investasi atau jumlah sahan yang dibeli. Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik di bursa efek (pasar modal) dinamakan public corporation, sedangkan persero sahamnya tidak diperdagangkan kepada public melainkan hanya kepada sekolompok kecil investor dinamakan nonpublic (private) corporation. Persero memiliki umur yang tidak terbatas (asumsi berkesimanbungan usaha), artinya bahwa persero tidak akan berhenti beroperasi (dibubarkan) dengan

Modul Pengantar Akuntansi 1 6

I. akuntansi dapat didefinisikan sebagai sebuah system informasi yang memberikan laporan kepada para pengguna informasi akuntansi atau kepada pihak-pihak yang memeiliki kepentingan (stakeholder) terhadap hasil kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. maka mereka Modul Pengantar Akuntansi 1 7 . ketentuan pajak berganda ini timbul mengingat terdapatnya dua pihak (badan) yang saling terpisah satu sama lain yang dianggap turut menikmati laba. yaitu sebuah taxable entity dimana pajak dikenakan baik pada tingkat individu (pajak atas deviden yang diterima investor) maupun juga perusahaan. yaitu pemakai internal dan pemakai eksternal. Para pengguna informasi akuntasni ini dikelompokkan kedalam dua kategori. Yang termasuk dalam kategori pemakai internal antara lain:  Direktur dan Manajer Kuangan Untuk menentukan mampu tidaknya perusahaan dalam melunasi hutangnya secara tepat waktu kepada kreditur (bankir.Politeknik Negeri Sriwijaya adanya pengunduran diri salah seorang investor yang melepas kepemilikan sahamnya dari perseroan. Dalam persero. yaitu perusahaan selaku badan hukum dan para investornya selaku individu. supplier). Persero tidak seperti halnya proprietorship dan partnership. Kelemahan bentuk persero ini cenderung mengarah pada timbulnya pajak berganda (double tax). yang mana laba perusahaan yang telah dikenakan pajak akan dipajakkan kembali pada waktu sebagian dari laba ini didistribusikan kepada para investor dalam bentuk deviden yang dikenakan pajak adalah berasal dari laba perusahaan yang telah dikenakan pajak terlebih dahulu sebelum pada akhirnya sebagian dari laba tersebut didistribusikan kepada para pemegang saham. Informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan sangat berbeda-beda (bervariasi) tergantung pada jenis keputusan yang dihendak diambil.2 Para Pengguna Informasi Akuntansi Secara umum.

Modul Pengantar Akuntansi 1 8 . Dalam hal ini.  Badan Pengawas Pasar Modal. pihak Bapepam sangat berkepentingan terhadap kinerja keuangan emiten dengan tujuan untuk melindungi para investor. Yang termasuk dalam kategori pemakai eksternal  Investor (penanaman modal). berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan (wajib pajak) dalam hal perhitungan dan penetapan besarnya pajak penghasilan yang harus disetor ke kas negara. seperti supplier dan bankir. kreditur dapat memperkecil resiko dengan cara mencari tahu seberapa besar tingkat bonafiditas dan likuiditas debetur lewat laporan keuangan debetur bersangkutan. menggunakan informasi akuntansi investee (penerima modal) untuk mengambil keputusan dalam hal membeli atau melepas saham investasinya. mewajibkan public corporation (emiten) untuk melampirkan laporan keuangan secara rutin kepada Bapepam. ). Investor sebagai pihak luar dari investee dapat menilai prospek terhadap dana yang akan (telah) diinvestasikannya lewat laporan keuangan investee. yang pada akhirnya juga sebagai dasar untuk menetapkan harga jual produk per unit. menggunakan informasi akuntansi debetur untuk mengevaluasi besarnya tingkat resiko dari pemberian kredit atau pinjaman uang.  Manajer dan Supervisor Produksi Mereka membutuhkan informasi akuntansi biaya untuk menentukan besarnya harga pokok produksi. Dalam hal ini. investor perlu secara cermat dan hati-hati dalam menanggapi setiap perkembangan kondisi kesehatan keuangan investee. Dalam hal ini.  Kreditur.  Pemerintah. maka mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai besarnya penjualan (trend penjualan).  Direktur Operasional dan Manajer Pemasaran Untuk menentukan efektif tidaknya saluran distribusi produk maupun aktivitas pemasaran yang telah dilakukan perusahaan.membutuhkan informasi akuntansi mengenai besarnya uang kas yang tersedia di perusahaan pada saat menjelang jatuh temponya pinjaman / hutang. apakah menguntungkan (profitabel) atau tidak.

  Akuntansi Umum (General Accounting) melakukan pencatatan atas transaksi harian dan menyiapkan laporan keuangan. dan lain sebagainya.3 Bidang Pekerjaan Akuntansi Akuntansi dibedakan menjadi akuntansi keuangan (financial accounting) yang memberikan informasi akuntansi/keuangan bagi pemakai eksternal dan akuntansi manajerial (Manajerial/management accounting) yang memberikan informasi keuangan/akuntansi bagi kepentingan pemakai internal. Berbagai macam jenis pekerjaan/profesi yang ada dalam bidang akuntansi adalah:  Pemeriksaaan Eksternal (External Auditing) dilakukan oleh akuntan public/auditor eksternal. menggunakan informasi akuntansi untuk memprediksi situasi perekonomian. Praktisi. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) menentukan serta menyiapkan laporan harga pokok produksi dan mengarah kepada akuntansi untuk perusahaan manufaktur.  Sistem Informasi Akuntansi (Accounting information System) merancang system pemrosesan data akuntansi. I.Politeknik Negeri Sriwijaya  Ekonom. Pemeriksaan Internal (Internal Auditing) auditor internal mengevaluasi efiensi dan efektivitas kinerja unit/devisi maupun perusahaan secara keseluruhan serta memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional perusahaan Modul Pengantar Akuntansi 1 9 . yang memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan klien. Data informasi diolah (input) diproses sedemikian rupa secara system menghasilkan sebuah informasi (output) yang berguna dalam pengambilan keputusan   Akuntansi Pajak (Tax Acoounting) menyiapkan dan melaporkan perhitungan pajak penghasilan serta malakukan perencanaan pajak. dan Analis. menentukan besarnya tingkat inflasi. pertumbuhan pendapatan nasional.

seperti bulanan. Dalam perinsip akuntansi yang berlaku umum. dimana aktiva yang dibeli pada umumnya akan dicatat sebesar harga perolehannya. tiga bulanan.  Accounting / Time Period Assumption (Asumsi Periode Akuntansi) Informasi akuntansi dibutuhkan atas dasar ketepatan waktu (timely basis).4 Asumsi Dasar Akuntansi Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat standar yang berlaku umum dan diterima universal. atau tahunan. Standar ini dinamakan sebagai perinsipperinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles) yang diperlukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan yang baku. Laporan keuangan yang telah disusun manajemen berdasarkan standar/perinsip akuntasni yang berlaku umum ini merupakan salah satu bentuk dari pertanggungjawaban manajemen kepada investor selaku pemilik dana. Asumsi ini memungkinkan akuntansi untuk meng-kwitansikan (mengukur) setiap transaksi bisnis/peristiwa ekonomi kedalam nilai mata uang yang terkait langsung dengan penerapan konsep biaya (cost concept) yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan.telah “berjalan” sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen.  Economic / Business Entity Assumption (Asumsi Kesatuan Usaha) Adanya pemisahan pencatatan antara transaksi perusahaan dengan transaksi pemilik sebagai individu dan transaksi entitas ekonomi lainnya. I. Umur aktivitas akuntansi perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa periode. Asumsi dasar tersebut adalah:  Monetary Unit Assumption (Asumsi Unit Moneter) Data transaksi yang akan dilaporkan dalam pencatatn akuntansi harus dapat dinyatakan dalam satuan mata uang (unit moneter). terdapat empat asumsi dasar yang melandasi proses penyusunan laporan akuntansi secara keseluruhan. Modul Pengantar Akuntansi 1 10 .

Contoh dari aktiva meliputi: uang kas. melainkan dicatat sebesar nilai pada saat perusahaan dilikuidasi. I. asuransi dan sewa dibayar dimuka. karena aktiva tetap yang dibeli tidak akan dicatat sebesar harga perolehannya. Contohnya adalah  Utang Usaha (Accounts Payable) Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar/ melunasi utangnya kepada supplier sebagai akibat dari pembelian barang dagangan secara kredit. Kreditur dan pihak lainnya disini memiliki hak/klaim atas assets perusahaan. penyusutan atas aktiva tetap dan penggolongan aktiva serta kewajiban ke dalam lancar dan tidak lancar timbul karena adanya asumsi kesinambungan usaha. tanah bangunan. peralatan/perabot toko. Modul Pengantar Akuntansi 1 11 . piutang usaha. pemerintah). banker) dan pihak lainnya (karyawan. maka berarti tidak aka nada penyusutan atas aktiva tetap.Politeknik Negeri Sriwijaya  Going Concert Assumption (Asumsi kesinambungan Usaha) Perusahaan didirikan dengan maksud untuk tidak dilikuidasi (dibubarkan) dalam jangka waktu dekat. persediaan barang dagangan.5 Persamaan Dasar Akuntansi Sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dinamakan aktiva/harta/kekayaan (assets) yang selanjutnya digunakan (dimanfaatkan atau dikonsumsi) oleh perusahaan demi lancarnya kegiatan operasional sehari-hari.  Pinjaman Bank (Bank Loans) Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar/melunasi utangnya kepada pihak bank (bankir) sebagai akibat dari transaksi peminjaman utang bank. tetapi perusahaan diharapkan akan terus beroperasi (exist) dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Jika tidak ada asumsi ini. perlengkapan toko dan kantor. dan aktiva lainnya Utang (liabilities) merupakan kewajiban perusahaan kepada kreditur (supplier. Jadi dalam taktik akuntansi yang berlaku umum.

Dibeli perlengkapan berupa alat tulis kantor secara kredit dengan harga Rp 5. Transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2008 adalah sebagai berikut: 1 Januari Tn.   Utang Pajak Penghasilan (Income Yaxes Payable) Perusahaan membayar memiliki pajak kewajiban yang (berdasarkan undang-undang) pemerintah untuk atas terUtang kepada penghasilan/keuntungan yang diperoleh perusahaan. dan ekuitas dapat dirumuskan ke dalam sebuah persamaan akuntansi sebagai berikut: Assets = Liabilities + Equity Rumusan persamaan akuntansi diatas sifatnya baku (mutlak).000. kewajiban. Hubungan antara kekayaan.000. dimana karyawan telah memberikan jasanya kepada perusahaan. Taxler memulai usaha jasanya sebagais seorang konsultan (perusahaan perorangan) dalam bidang perpajakan.000.000.- Modul Pengantar Akuntansi 1 12 .- 3 Januari 6 Januari Dibayar sewa kantor untuk bulan Januari sebesar Rp 8.000. Tn. Ekuitas (equity) merupakan hak pemilik atau pemegang saham atas asset perusahaan. Utang Gaji (Salaries Payable) Perusahaan memiliki kewajiban untuk memayar utangnya kepada karyawan atas gaji karyawan yang belum dibayarkan.000. assets yang masih ada barulah merupakan hak pemilik/pemegang saham. Taxler menyetor uang kas kedalam perusahaan sebagai modal awal sebesar Rp 95. Ilustrasi: Pada tanggal 1 Januari 2008. ini mengandung makna kreditur memiliki hak yang pertama atas kekayaan perusahaan. dimana liabilities harus ditempatkan lebih dahulu sebelum equity.

000.000.000.Dibayar gaji karyawan sebesar Rp 25.000 30Jan ( 1.000 ( 7.000) 31Jan (25.000.000.000 = = (5.500.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 13 .000 13Jan ( 7.000.000) 33.500.- 17 Januari Dibayar utang atas pembelian perlengkapan pada tanggal 6 Januari lalu 22 Januari Diterima sebagian pembayaran atas jasa yang telah diberikan pada tanggal 15 Januari yang lalu sebesar Rp 20.000.000.000) 3Jan ( 8.000.000.000.000) = = = 33.000.000.000.000.- 15 Januari Membebankan tagihan kepada klien atas jasa yang telah diberikan Tn.000) 15Jan 17Jan ( 5.000) 96.Politeknik Negeri Sriwijaya 10 Januari Dibayar beban iklan.000) 78.000 6Jan 10Jan ( 500. Taxler mengambil uang tunai untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 7.000 = 5.atas jasa yang telah diberikan kepada klien 13 Januari Tn.000.000) 22Jan 20.- 30 Januari 31 Januari Dibayar beban listrik dan telepon sebesar Rp 1. yang dimuat dalam surat kabar harian kompas sebesar Rp 500.- 12 Januari Diterima uang sebesar Rp 10. Taxler sebesar Rp 33.000.000.000.000.000) ( 25.000.000 ( 1.000.- Persamaan akuntansi dari ilustrasi diatas adalah: Kas + Piutang Usaha +Perlengkapan= Utang + Ekuitas 1Jan 95.000.000.000.000.000.000 95.000.000 + 5.000) 12Jan 10.000.000= ( 500.500.000.000.000 + 10.000.000 ( 8.000) (20.000 = = 5.000.000) = = 13..000.

Laporan keuangan merupakan produk akhir serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan neraca adalah untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan. Laporan akuntansi ini dinamakan laporan keuangan. Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan wajar dan sesuai dengan perinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai posisi keuangan. kewajiban. terutama sebagai dasar pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan kelak. 3. dan ekuitas perusahaan per tanggal tertentu. hasil usaha dan perubahan lain dalam posisi keuangan. Modul Pengantar Akuntansi 1 14 . Urutan laporan keuangan berdasarkan proses penyajiannya adalah sebagai berikut: 1. kinerja. Laporan Laba Rugi merupakan laporan yang sistematis tentang pendapatan dan beban perusahaan untuk satu periode tertentu yang memuat hasil usaha perusahaan. Laporan Ekuitas Pemilik adalah sebuah laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan dalam ekuitas pemilik suatu perusahaab untuk satu periode waktu tertentu (laporan perubahan modal) dan laba bersih. Neraca adalah sebuah laporan yang sistematis tentang posisi aktiva. sebaliknya ekuitas pemilik akan berkurang dengan adanya prive (penarikan/pengambilan untuk kepentingan pribadi) dan rugi bersih. yaitu laba/rugi bersih. serta perubahan posisi keuangan.6 Laporan Keuangan Setelah data transaksi dicatat kedalam jurnal dan diposting ke dalam buku besar (ledger). laporan akuntansi disiapkan untuk memberikan informasi yang berguna bagi para pemakai laporan (users).I. yang merupakan hasil dari pendapatan dikurangi beban 2.

000 200.790.410.000 150.000 ( 300. Laporan Arus Kas adalah sebuah laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar secara terperinci.000 5.000 20.000 500.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 15 .000) 20.210.000.000 340. Contoh format laporan keuangan pada perusahaan perorangan: Micro Service Laporan Laba Rugi Untuk Bulan Yang Berakhir 31 Januari 2008 Pendapatan Jasa Beban-beban: Beban Gaji Beban Sewa Beban Iklan Beban Perlengkapan Beban Penyusutan Perlengkapan Beban Rupa-rupa Total Beban Laba Bersih Micro Service Laporan Ekuitas Pemilik Untuk Bulan Yang Berakhir 31 Januari 2008 Modal Santo Awal Laba Bersih Kenaikan Modal Pemilik Prive Modal Santo Akhir Micro Service Neraca 17.500.000 3.000 400.710.000) 3.Politeknik Negeri Sriwijaya 4.000 (1.210.000 200.

400 3.000 EKUITAS PEMILIK Modal Santo Total Ekuitas Catatan: 1.000 6.000 Kapan Kantor 45. piutang usaha.410.410.600 1.000) (1. 2.000 960.000 24.000 I. Jasa Modal Deskripsi Modul Pengantar Akuntansi 1 16 .000) 1. Sedangkan beberapa contoh komponen dari Neraca adalah kas. Laporan Ekuitas Pemilik. Urutan laporan keuangan berdasarkan proses penyajiannya. perlengkapan.000 KEWAJIBAN Utang Usaha 1. dan Laporan Arus Kas.000 20.350.100.410.000 21. mosal.000 Investasi 1. Prive merupakan komponen dari Laporan Ekuitas Pemilik 3. 3.000 (18. 4. haruslah selalu dimulai dari Laporan Laba Rugi.000 16. utang usaha.31 Januari 2008 AKTIVA Kas Piutang Usaha Perlengkapan Total Aktiva 4. Kewajiban & 21.000.Peralatan Utang Usaha 45.7 Soal-soal Latihan Soal 1 Dibawah ini adalah hasil analisis transaksi dari sebuah perusahaan pada bulan Maret 2008 yang disajikan dalam persamaan dasar akuntansi (dalam ribuan rupiah) Kas Piutang Perleng. 5000 Pendapatan 4. Pendapatan dan beban merupakan komponen/item/unsure dari Laporan Laba Rugi 2.

000) (1. Hitunglah laba bersih yang dihasilkan selama bulan Maret 2008 Soal 2 Pada awal bulan September 2008 UD.500) (500) 2.600 (1. 23.000.600) (1.1.000.000.1. (1.500.500) (500) Prive 5. kewajiban.000) (1.000.000) 9.000 24.000.000.000.200) Beban Gaji 10. dan jumlah beban: Kas Piutang Usaha Pendapatan Jasa Perlengkapan Kosmetik Beban Iklan Peralatan Hutang Wesel Hutang Usaha Beban Perlengkapan Rp 14.25.600.- Modul Pengantar Akuntansi 1 17 .200.500.900 44. (1.900 Diminta: a. (3. Beauty Group memulai usaha jasa perawatan kulit wajah.000.13.000.000) (2.-.000. 6.000.2. 11. 7. Investasi awal berupa uang tunai sebesar Rp 30.7.800 0 1.000.Politeknik Negeri Sriwijaya (1.200) 1. 400 (400) Beban Utilitas 12.000 3.000.000.000) Beban Sewa 8.000. Tuliskan secara singkat transaksi-transaksi yang telah terjadi selama bulan Maret 2008 berdasarkan informasi siatas! b.4. Data berikut ini memberikan informasi keuangan pada tanggal 30 September 2008 tentang posisi aktiva.000.000 (3.

dan Neraca per 30 September 2008! Modul Pengantar Akuntansi 1 18 .300.800.000.500. Laporan Ekuitas Pemilik.000. Cathrine selaku pemilik perusahaan selama bulan September 2008 tidak melakukan penambahan investasi.- Diminta: Susunlah Laporan Laba Rugi.Beban Gaji Beban Utilitas 1.000.- Ny. namun telah mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp 2.

Meyiapkan neraca saldo dan menjelaskan tujuan serta keterbatasannya. Anda daiharapkan dapat: 1. Menjelaskan karakteristik akun dan kegunaannya 2. Mengidentifikasi jurnal umum dan jurnal khusus 5. Modul Pengantar Akuntansi 1 19 . Menjelaskan serta menyiapkan buku besar umum dan buku besar pembantu 6. Memahami saldo normal dan makna debet kredit akun 3. Menganalisis transaksi dan mencatatnya ke dalam jurnal 4.Politeknik Negeri Sriwijaya MODUL II TAHAP PENCATATAN Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini.

dan ekuitas.7 1. HUTANG 2.3 Hutang Usaha Sewa Diterima di Muka 3.1 Kegunaaan dan Karakteristik Akun Catatan akuntansi yang terinci dan terpisah dinamakan sebagai akun (perkiraan).1 Modal Modul Pengantar Akuntansi 1 20 . Daftar (list) yang mengenai keseluruhan kode-kode (nomor) dan nama akun dinamakan sebagai bagan perkiraan. kewajiban.1 2.II.5 1. EKUITAS PEMILIK 3.4 1.8 Perlengkapan kantor Asuransi dibayar dimuka Peralatan Kantor Perabot Kantor 2. Jadi akun adalah catatan akuntansi mengenai kenaikan atau penurunan saldo masing-masing aktiva. Kode akun yang akan digunakan oleh perusahaan untuk mencatat dan mengklasifikasikan setiap transaksi bisnis (peristiwa ekonomi) yang terjadi Contoh chart of accounts (COA): 1. AKTIVA Kas Piutang Usaha 1.

1 5.3 Beban Gaji Beban Iklan Beban Sewa Kantor 5. penyusunannya selalu dimulai dari aktiva tetap berwujud yang memiliki umur ekonomi (masa manfaat) yang paling lama. Akun beban rupa-rupa ini haruslah ditempatkan paling akhir dalam daftar akun.2 Prive 4. namun bentuk format yang paling umum digunakan dalam keseharian praktik akuntansi adalah model buku besar yang akan dijelaskan nanti di sub modul 2.9 Beban Rupa-rupa Sedangkan untuk aktiva tetap. Bentuk format yang paling sederhana untuk menunjukkan kenaikan atau penurunan saldo masing-masing komponen laporan keuangan adalah dengan menggunakan model T account. Aktiva beban rupa-rupa dibuat untuk “menampung” seluruh pengeluaranpengeluaran yang jumlahnya relative kecil dan jarang terjadi sehingga tidak perlu dibuatkan akun khusus untuk mencatat pengeluaran-pengeluaran tersebut. Dinamakan T account karena memang bentuk formatnya seperti huruf T. Beban Utilitas 5. dan seterusnya.2 5.4 Nama Akun Model T account: Mutasi Debet Mutasi Kredit Modul Pengantar Akuntansi 1 21 . BEBAN 5. PENDAPATAN 4.Politeknik Negeri Sriwijaya 3.2 4.4. yang biasanya dimulai dengan utang usaha.1 4. Penyusunan COA untuk utang dimulai dari utang jangka pendek yang sifatnya paling lancar.3 Pendapatan Usaha Pendapatan Sewa Pendapatan Bunga 5.

pencatatan transaksi kedalam jurnal dilakukan atas dasar double-entry system dimana salah satu dari dua akun tersebut akan dicatat disebelah debet dan akun satunya lagi dicatat sebelah kredit dalam sebuah jurnal. maka utang yang berkurang tersebut harus dicatat disebelah debet. Sebaliknya.(Db) (Kr) II. maka transaksi tersebut harus dicatat dengan mendebet aktiva yang bersangkutan. Sebaliknya jika efek dari suatu transaksi akan mengurangi aktiva. jika terdapat transaksi yang sifatnya menambah jumlah kewajiban perusahaan. Jadi. Dr Saldo Awal xx Pemasukan Kas Kr Pengeluaran xx Saldo akhir xx yy xx Yy Dr Saldo Awal xx Jual Produk xx yy Kas Penagiha Kr xx Saldo akhir xx yy Utang (kewajiban) memiliki saldo normal disebelah kredi. jika efek dari suatu transaksi sifatnya mengurangi jumlah kewajiban. Aktiva memiliki saldo normal di sebelah Debet. Jika terdapat transaksi yang sifatnya menambah aktiva perusahaan. kita perlu memahami terlebih dahulu saldo normal dan makna debet kredit akun. Ayat Jurnal yang perlu dibuat dari ilustrasi diatas adalah: Modul Pengantar Akuntansi 1 22 . maka transaksi tersebut harus dicatat dengan mengkredit kewajiban yang bersangkutan.2 Saldo Normal Akun Dalam akuntansi. maka aktiva yang berkurang tersebut harus dicatat disebelah kredit.

000.1 1.000 2.000.000 1.1 5.000.1 1.1 2.000.000.000.4 2.000 400.000 7.Politeknik Negeri Sriwijaya Tgl 1 Feb Nama Akun Kas Modal Thomas Beban Sewa Kantor Kas Peralatan Kantor Kas Utang Perabot Kantor Kas Perlangkapan Kantor Kas Kas Pendapatan Usaha Hutang Kas Kas Piutang Usaha Pendapatan Usaha Perlengkapan Kantor Hutang Beban Gaji Kas Hutang Kas Beban Utilitas Kas COA 1.000 14.1 5.4 1.000.000 4.000 3.1 1.000 2.1 4.000 10.400.000 400.000.000 1.000.000 250.000 3.000 1.2 4.000 400.000 7.4 1.000 1.850.500.1 1.000.8 1.500.000.000.1 1.1 5.1 1.850.000 250.400.000 1.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 23 .500.1 2.500.000 3.000 Kr 30.000 1.1 1.7 1.1 3.1 1.000 1.1 2.1 1.1 Dr 30.1 1.3 1.000 2.000 400.

Jurnal khusus dibagi menjadi:  Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penjualan barang dagangan dari supplier secara kredit.  Jurnal pembayaran kas digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pengeluaran kas.  Jurnal Pembelian digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pembelian barang dagangan dari supplier secara kredit. Contoh transaksi yang dicatat dalam jurnal umum adalah retur pembelian. Untuk transaksi pembelian barang dagangan yang dilakukan secara secara tunai akan dicatat dalam jurnal pembayaran kas.4 Buku besar Modul Pengantar Akuntansi 1 24 . pengeluaran kas untuk pelunasan utang serta pembelian peralatan dan perlengkapan kantor secara tunai akan dicatat dalam buku jurnal ini.Jurnal dibedakan menjadi dua. Contoh lainnya adalah penerimaan kas dari pinjaman serta penjualan tunai peralatan dan perabot kantor yang tidak terpakai. Jurnal koreksi. retur penjualan. Untuk transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara secara tunai akan dicatat dalam jurnal penerimaan kas. II. Penerimaan kas langsung dari pelanggan dalam transaksi penjualan barang dagangan secara tunai dan penerimaan kas dari hasil penagihan piutang akan dicatat dalam buku jurnal ini. Pengeluaran kas langsung dari pelanggan dalam transaksi pembelian barang dagangan secara tunai. yaitu jurnal umum dan jurnal khusus.  Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan kas. serta transaksi pembelian peralatan dan peerlengkapan kantor secara kredit. jurnal penutup tergolong ke dalam jurnal umum. jurnal penyesuaian. Jurnal umum dibuat atas transaksi yang tidak dicatata dalam jurnal khusus.

Buku besar dibedakan menjadi dua. Untuk perusahaan computerized system. berikut adalah buku besar umum yang dibuat: Modul Pengantar Akuntansi 1 25 . piutang usaha dan seterusnya). yaitu buku besar umum dan buku besar pembantu. Buku besar umum selalu dibuat atas seluruh akun laporan keuangan. Intinya adalah bahwa setiap saldo akun yang masih “tercerai berai” dalam jurnal diakumulasikan kedalam buku besar sesuai dengan masing-masing akun.akun. Thomas Nelson diatas. Buku besar dibuat dengan urutan akun seperti yang tercantum pada bagan perkiraan. proses posting jurnal kebuku besar tidak lagi dilakukan secara manual tetapi akan langsung terposting secara otomatis lewat program komputer. Accounts Receivable Accounts Payable Customer A Customer B Customer C Supplier A Supplier B Supplier C Ilustrasi: Dengan menggunakan data transaksi Kantor Akuntan Publik Drs. Dan akan memperlihatkan secara terincimengenai setiap perubahan (mutasi debet dan mutasi kredit) yang ditimbulkan dari seluruh transaski yang terjadi selama periode akuntansi.Politeknik Negeri Sriwijaya Setelah transaksi dianalisis dan dicatatat kedalam jurnal. yang dimulai dengan akun neraca (kas. langkah selanjutnya adalah mem-posting (memindah-bukukan) setiap saldo akun yang terdapat pada jurnal kedalam buku besar masing-masing.

000 10.400.000 Ref Debet 1.000 7.000 8.400.800.000.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 26 .450.500.300.0000.000.000 16Feb PT. Thomas Bayar sewa kantor Beli Komputer 3Feb 4Feb Beli meja & kursi kantor Beli Kertas Print dan alat tulis 11Feb PT.000 400.000 8.400.000. Wahana Mandiri 1.000 1.850.000 1.000 10.000 Kredit Saldo 30.950.000 13.Wahana Mandiri 25Feb Bayar gaji bulan Feb 27Feb Bayar Utang 28Feb Bayar Utilitas 2.950.000 23.000.000 Kredit Saldo 1.000.000 Kredit Saldo 1.000 Kredit Saldo 14.600.2 Piutang Usaha Tgl Keterangan Ref Debet 1.000.1.500.7 Peralatan Kantor Tgl 2Feb Keterangan Komputer Ref Debet 14.4 Perlengkapan Kantor Tgl 4Feb Keterangan Kertas Print & alat tulis kantor 19Feb Kertas print 400.000 3.000 1.000 10.000.000 Ref Debet 30.500.950.000 1.000 8.000.000 250.1 Kas Tgl 1Feb 2Feb Keterangan Setoran Tn.000 2.000 1.000.000.000 8.550. Lingga Internusa 13Feb Bayar utang 16Feb PT.000 8.000.000 1.000 10.

000.000 Kredit Saldo 7.900.000 11Feb PT.350.000 400.000 2.500.000 Saldo 4.850.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 27 .000 Kredit Saldo 3.1 Hutang Tgl 2Feb Keterangan Beli Komputer 1.000.1 Modal Tn.1 Beban Gaji Tgl Keterangan Ref Debet 2.000 400.000 Ref Debet Kredit 4.000.000 Saldo 1.0000 13Feb Bayar hutang Komputer 19Feb Beli kertas print 27Feb Bayar hutang kertas print 3.000 3.1 Pendapatan Usaha Tgl Keterangan Ref Debet Kredit 1.000.Politeknik Negeri Sriwijaya 1 1. Thomas Tgl 1Feb Keterangan Setoran Tunai Ref Debet Kredit 30.000. Langga Internusa 16Feb PT.000 2.000 4.000.000.500.000 Saldo 30.8 Perabot kantor Tgl 3Feb Keterangan Meja & kursi Ref Debet 3.000 25Feb Gaji Karyawan Februari 5.500.000.850.000 5.3 Beban Sewa Kantor Tgl 2Feb Keterangan Sewa kantor bulan Feb Ref Debet 7.000.000 2.000 2.000 Kredit Saldo 2.500.000. Wahana Mandiri 5.

Perlu ditekankan disini bahwa neraca saldo dibuat hanya untuk membuktikan bahwa jumlah debet dengan kredit telah sama. maka hal ini belum tentu (tidak menjamin) bahwa semua transaksi telah dicatat secara benar dalam jurnal. Sebaliknya jika antara jumlah debet dengan jumlah kredit dalam neraca saldo sama. maka berarti terdapat kesalahan posting. Terdapat transaksi bisnis yang dijurnal secara ganda. Dalam hal ini.   Terdapat transaksi bisnis yang tidak dijurnal (terlewatkan). Langkah awal dalam menyiapkan neraca saldo adalah menentukan saldo akhir per periode laporan akuntansi untuk setiap akun. Neraca saldo tidak menjamin dalam hal kelengkapan dan ke akuratan data transaksi.5.5 Neraca Saldo Neraca saldo diperlukan untuk memastikan bahwa tidak adanya kesalah didalam memposting jumlah debet/kredit dari jurnal kebuku besar. Kecocokan antara jumlah debet dengan jumlah kredit ini harus dibuktikan pada setiap akhir periode laporan akuntansi. Antara jumlah debet dengan jumlah kredit dalam neraca saldo akan tetap sama. J2. Jika antara jumlah kredit dan debet dalam neraca saldo tidak sama. Modul Pengantar Akuntansi 1 28 . II. meskipun akun yang digunakan salah tetapi antara sisi debit dan kredit akan tetap seimbang dalan jumlah yang sama.000 Kredit Saldo 250. Seluruh saldo akhir tersebut akan dipindahkan ke neraca saldo.000 28Feb Listrik & telepon Feb Catatan: Kolom refrence diisi dengan nomor jurnal (J1. dan seterusnya) dimana jumlah debet/kredit yang diposting ke buku besar diambil dari jurnal bersangkutan.4 Beban Utilitas Tgl Keterangan Ref Debet 250. meskipun:  Terdapat kesalahan identifikasi akun dalam pembuatan ayat jurnal.

500.850.000 7.1 4.000 5.850. Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Juli 2008 adalah sebagai berikut: Modul Pengantar Akuntansi 1 29 .4 1.6 Soal-soal Latihan Soal 1 Kurniawan pada tanggal 30 Juni 2008 mendirikan perusahaan jasa radio swasta dengan nama “Merdu BroadcastingStaion”.000 2.000 37.7 1.3 5.000.1 5.8 2. Thomas Nelson Neraca Saldo 29 Februari 2008 Kode Akun 1.000 30.000.000 3.000 14.000.800.000 1.000 Nama Akun Debet Kredit II.500.000 250.1 3.000 8. Thomas Pendapatan Usaha Beban Gaji Beban Sewa Kantor Beban Utilitas 2.000.1 1.000.000 37.4 Kas Pitang usaha Perlengkapan Kantor Peralatan Kantor Perabot Kantor Hutang Modal Tn.300.Politeknik Negeri Sriwijaya Ilustrasi: Dengan menggunakan saldo saldo akhir dar i maasing-masing akun yang ada pada buku besar KAP Drs.350.1 5. berikut ini adalah tampilan neraca saldo dibuat: KAP Drs.2 1. Thomas Nelson diatas.000 1.

17 Juli Diterima hasil penagihan piutang sebesar Rp 6.untuk bulan Juli 2008 23Juli Untuk menambah persediaan uang kas perusahaan.000.000.. sebesar Rp 12. Agung atas pembelian perlengkapan kantor yang telah dilakukan pada tanggal 5 Juli 2008 yang lalu.000.000.500.dan sisanya akan dibayar kemudian 3 Juli Dibayar sewa ruangan kantor untuk jangka waktu 1 tahun sebesar Rp 12..diterima tunai.000.000.000. Agung.000. Dari jumlah ini.000.- Modul Pengantar Akuntansi 1 30 .. 10 Juli Dibayar hutang pembelian peralatan kepada Toko Elektronik sebesar Rp 30.000.000. 8 Juli Pendapatan jasa yang diperhitungkan/dibebankan kepada pelanggan (para pemasang iklan) sebesar Rp 18.dan sisanya akan dibayar kemudian.000.000.500. 200.000.000..1 Juli Kurniawan memindahkan uang tunaai sebesar Rp.000.dari Toko Elektronik.000..000. Pemindahan uang ini dimaksudkan sebagai setoran modal awal.dari CV.000. Transaksi ini dibayar tunai sebesar Rp 2..000..kepada CV.(dari transaksi pada tanggal 8 Jili 2008 yang lalu) 19Juli Dibayar hutang perusahaan sebesarRp 2.-.000. 2Juli Dibeli peralatan siaran seharga Rp 100.5 Juli Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp 4.000.-.000.000. 20Juli Diterima uang sebagai hasil pendapatan jasa dari sebuah perusahaan minuman yang mengiklankan produknya melalui siaran radio sebesar Rp 500.15Juli Dibeli tambahan peralatan dari Toko Elektronik seharga Rp 42.000. Uang muka yang telah dibayarkan sebesar Rp 12.12 Juli Dibayar beban iklan yang dimuat surat kabar harian Kompas untuk bulan Juli 2008 sebesar Rp 400.000. Transaksi ini dibayar tunai sebesar Rp 70..000.000. Kurniawan meminjam uang dari bank sebesar Rp 30..dari rekening pribadinya kebank kedalam rekenina perusahaan.

dari perusahaan sebesar Rp Diminta: Catatlah transaksi-transaksi tersebut diatas dalam jurnal umum! Soal 2 Pada tanggal 1 Maret 2008 Tn.000.000. Aktiva yang disetor kedalam perusahaan sebagai modal awal adalah berupa: − Kas − Perlengkapan − Peralatan Rp 2.000. Dari jumlah ini.-.000. Transaksi ini dibayar tunai sebesar Rp 500.000.- Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Maret 2008 adalah sebagai berikut: 2 Maret 3 Maret Dibayar sewa ruangan untuk bulan Maret sebesar Rp 200.- Modul Pengantar Akuntansi 1 31 .000.27 Juli Pendapatan Jasa yang diperhiitungkan/dibebankan kepada langganan (para pemasang iklan) sebesar Rp 5.000.Rp 500.000.000.Diterima dari pelanggan atas jasa servis sebesar Rp 700.000.Politeknik Negeri Sriwijaya 26 Juli Dibayar utang pembelian peralatan kepada Toko Elektronik sebesar Rp 30.000.000. 5 Maret 7 Maret 9 Maret Dibayar pemasangan iklan sebesar Rp 150.000.000.000.000.Dibayar sebagian utang Rp 500.untuk keperluan pribadi 29 Juli Dibayar gaji karyawan untuk bulan Juli 2008 sebesar Rp 8.000.000..000..000. Vicky Alexander selaku pemilik tunggal perusahaan mendirikan usaha perorangan (proprietorship) yang bergerak dalam bidang jasa servis elektonik dengan nama “Performance Service”.000.000.diterima tunai 28 Juli Kurniawan mengambil uang tunai 10.000. sebesar Rp 2.31 Juli Beban sewa yang diperhitungkan untuk bulan Juli 2008 adalah sebesar Rp 1.sedangkan sisanya akan dibayar kemudian..Dibeli peralatan seharga Rp 2.000.000.700.- Rp 15.30 Juli Beban perlangkapan kantor yang diperhitungkan oleh perusahaan untuk bulan Juli 2008 sebesar Rp 2.-.

000. Buatlah ayat jurnal umum yang diperluakn untuk mencatat tarnsaksitransaksi diatas dalam pembukuan “Performance Service”! b. Diminta: a..15 Maret Dibeli tunai tambahan perlengkapan seharga Rp 200. dan Neraca! Soal 3 Pada tanggal 3 Februari 2008 Tn.600.500. Laporan Ekuitas Pemilik. Selama bulan Februari 2008. Aneka sebesar Rp 3.000. Setelah mem-posting masing-masing ayat jurnal diatas ke dalam buku besar.27 Maret Diterima sebagian pelunasan dari pelanggan.28 Maret dibayar gaji karyawan sebesar Rp 500.000.-.untuk investasi awal kedalam perusahaannya. transaksi-transaksi yang telah terjadi adalah sebagai berikut: 3 Feb Tn.- Modul Pengantar Akuntansi 1 32 .500..25 Maret Dibayar untuk beban rupa-rupa sebesar Rp 200.500.sedangkans isanya akan ditagih kemudian.200. 21 Maret Diambil uang tunai untuk keperluan pemilik sebesar Rp 300.000. Thian Akwet mendirikan sebuah perusahaan perorangan yang bergerak dalam bidang jasa broker penjualan rumah.000.000. 5 Feb Membayar sewa kantor senilai Rp 17.000..11 Maret Diterima tunai dari jasa servise sebesar Rp 1.000.17 Maret Diperhitungkan kepada langganan atas jasa servis yang telah diberikan senilai Rp 1..dimana dalam transaksi ini dibayar tunai sebesar Rp 5.13 Feb Menerima komisi penjualan rumah sebesar Rp 17.000.000. Dari jumlah tersebut diterima tunai sebesar Rp 500. Thian Akwet mencairkan deposito pribadinya sebesar Rp 50.000. susunlah Laporan Laba Rugi.31 Maret Perlengkapan yang masih belum terpakai senilai Rp 300. atas jasa yang telah diserahkan pada tanggal 17 Maret yang lalu sebesar Rp 200.000.000.000.000.sedangkan sisanya akan dilunasi kemudian 11 Feb Membeli perlengkapan kantor secara kredit dari UD.31 Maret Peralatan disusutkan sebesar 2% perbulan.000.

listrik. besarnya perlengkapan kantor yang sudah terpakai adalah Rp 1.600.Politeknik Negeri Sriwijaya 18 Feb Membayar pemasangan iklan di koran Kompas untuk bulan Februari 2008 sebesar Rp 3.000.atas transaksi pembelian perlengkapan kantor secara kredit yang telah dilakukan pada tanggal 11 Februari yang lalu 26 Feb membayar rekening air.250.dan mencatat (memperhitungkan) gaji yang masih harus dibayar atas karyawan yang sedang dinas atau berada diluar kota sebesar Rp 500. dan telepon untuk bulan Februari 2008 sebesar Rp 3.- 26 Feb 26 Feb Komisi yang masih harus diterima sebesar Rp 10.500.- 27 Feb Selama bulan Februari 2008.000.000..000.Tn.- Diminta: Buatlah ayat jurnal umum yang diperlukan untuk mencatat transaksitransaksi diatas! Modul Pengantar Akuntansi 1 33 . Aneka sebesar Rp 1.000. Thian Akwet mengambil perlengkapan kantor sebesar Rp 600.- 20 Feb Mencatat pendapatan komisi penjualan rumah sebesar Rp 32.500.000.000..000.yang akan diterima bulan depan 24 Feb membayar sebagian hutang usaha kepada UD.800.000.000..000.000.untuk keperluan pribadi 27 Feb Membayar gaji karyawan sebesar Rp 1.sedangkan besarnya penyusutan atas peralatan kantor adalah Rp 3.000.

5. Membedakan antara pencatatan akuntansi yang berbasis kas dengan akrual. Menyiapkan ayat jurnal penyesuaian untuk biaya yang dibayar dimuka dan pendapatan yang diterima di muka. Anda diharapkan dapat: 1. Memahami tujuan jurnal penyesuaian. 3. 6. Menyiapkan ayat jurnal koreksi 8. Mengidentifikasi item-item yang memerlukan penyesuaian. Modul Pengantar Akuntansi 1 34 . Menyiapkan ayat jurnal penyesuaian untuk beban yang masih harus dibayar dan pendapatan yang masih harus diterima.MODUL III TAHAP PENYESUAIAN Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini. 7. Menjelaskan konsep penandingan dalam kaitannya dengan asumsi periode akuntansi 2. Memahami penyesuaian atas aktiva tetap. 4.

dimana kepemilikan modalnya hanya dimiliki oleh saru atau beberapa orang saja. Dasar pencatatan cash basis pada umumnya masih diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang tergolong kecil.1 Konsep Penandingan Untuk menentukan besarnya jumlah pendapatand an beban secara tepat dalam periode yang tepat. Sedangkan apabila dasar pencatatan akuntansi yang digunakan adalah accural basis. maka baik untuk pendapatan maupun beban akan dilaporkan dalam laporan laba rugi dalam periode dimana pendapatan dan beban tersebut terjadi. Sedangkan untuk perusahaanperusahaan yang tergolong menengah ke atas.Politeknik Negeri Sriwijaya III. Modul Pengantar Akuntansi 1 35 . Jadi dapat disimpulkan disini bahwa transaksi pendapatan dan beban yang akan dilaporkan dalam laporan laba rugi adalah transaksi-transaksi yang secara nyata melibatkan arus uang kas masuk (untuk pendapatan) ataupun arus uang kas keluar (untuk beban).2 Sifat dan Proses Penyesuaian Pada akhir periode akuntansi. Besarnya pendapatan bersih (net income) atau rugi bersih (net loss) yang dihasilkan dari selisih antara pendapatan atau jumlah uang bersih uang kas yang dikeluarkan. diharuskan oleh perinsipperinsip akuntasni yang berlaku umum untuk menerapkan accural basis sebagai dasar pencatatan akuntansinya bahwa penerapan dasar akural diharapkan bisa memberikan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan kepada para investor selaku pemilik dana dana/modal. dalam laporan keuangan tanpa mengalami perubahan. yaitu cash basis dan accural basis Apabila dasar pencatatan akuntansi yang digunakan adalah cash basis maka pendapatan dan beban akan dilaporkan dalam laporan laba rugi (income statement) dalam periode dimana uang kas diterima (untuk pendapatan) atau uang kas dibayarkan (untuk beban). III. tanpa memerhatikan arus uang kas masuk ataupuan arus uang kas keluar. banyak saldo akun dalam buku besar yang dapat segera dilaporkan. ada dua pilihan yang tersedia yang dapat dijadikan dasar pencatatan oleh akuntan. khususnya untuk perusahaanperusahaan yagn modalnya dimiliki oleh banya investor.

akun piutang bunga dan akun pendapatan bunga yang timbul atas jumlah bunga yang belum diterima uangnya tetapi pendapatannya telah terjadi. ada juga beberapa akun aygn perlu disesuaikan. Dalam pencatatan beban/utang akural ini. dan lain-lain. Accured Expenses / Acccured Liabilities Sepanjang periode. yakni beban yang masih harus dibayar/beban akural/utang akural. Sebagai contoh adalah bahwa besarnya saldo perlengkapan yang mencerminkan : harga pokok perlengkapan pada awal periode ditambah dengan harga pokok perlengkapan yang diperoleh/dibeli sepanjang periode.Akan tetapi. Modul Pengantar Akuntansi 1 36 . Contoh lainnya adalah penyesuaian untuk akun beban gaji yang timbul atas jumlah gaji yang belum dibayarkan tetapi bebeannya telah terjadi. Pada akhir priode akuntansi adalah perlu untuk menentukan dan mencatat beban-beban yang telah terjadi ini meskipun belum dibayarkan. Penyesuaian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk memperbaharui (updating) data laporan keuangan agar sesuai dengan konsep akural dan konsep penandingan yang berlaku dalam akuntansi. akun beban disebet dan akun utang di kredit. akun beban dibayar dimuka. Ayat jurnal yang membuat saldo akun menjadi up to date pada akhir periode akuntansi dinamakan adjusting jurnal entry. Jadi. haruslaah disesuaikan dengan besarnya jumlah perlengkapan yang telah dipergunakan sepajang periode untuk mengetahui saldo akhir perlengkapan yang masih tersisa. pendapatan yang masih harus diterima/pendapatan akural/piutang akural. Pada perinsipnya ada empat item yang memerlukan penyesuaian. dalam ayat jurnal penyesuaian selalu melibatkan akun pendapatan atau akun beban dan akun aktiva atau akun kewajiban. beban-beban tertentu mungkin telah terjadi tetapi pembayarannya belum dilakukan sampai periode berikutnya. Setiap ayat juurnal penyesuiaan sekurang-kurangnya akan mempengaruhi satu akun laporan rugi laba dan satu akun neraca. beban yang ditanggguhkan atau biaya dibayar dimuka dan pendapatan yang ditangguhkan atau pendapatan diterima dimuka.

Ayat jurnal penyesuaian perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Dr. dan tanggal 31 Desember 2008 (Rabu). Perusahaan membayar upah karyawan pada setiap hari sabtu. Hutang Upah Dr. Beban Bunga xxx Kr. meskipun pemabayarannya baru akan dilakukan lagi pada hari Sabtu pertama di tahun 2009 nanti.Politeknik Negeri Sriwijaya Contoh ayat jurnal penyesuian untuk mencatat accured expense or accured liability adalah sebagai berikut: Dr. Perusahaan menetapkan jumlah hari kerja dalam seminggu adalah sebanyak 6 hari. Beban Upah 3/6 x Rp 20juta = Rp 10 juta Kr. Hutang Upah Modul Pengantar Akuntansi 1 37 . 30 Desember 2008 (Selasa). haruslah diakui sebagai bagian dari beban upah karyawan tahun 2008. yaitu mulai dari hari Senin hingga Sabtu. Periode akuntansi (pembukuan) perusahaan berakhir tanggal 31 Desember 2008. Berdasarkan pencatatan secara accural basis. Hutang Bunga Misalkan: 1. Beban Upah xxx Kr. upah karyawan selama 3 hari yaitu untuk tanggal 29 Desember 2008 (Senin). di mana pembayaran upah terakhir untuk tahun 2008 ini jatuh pada tanggal 27 Desember 2008 (hari Sabtu). Besarnya total upah karyawan yang dibayarkan untuk setiap 6 hari kerja adalah Rp 20juta.

Dalam pencatatan atas atas pendapatan akural ini. Piutang Bunga xxx Kr. yaitu tepatnya pada tanggal 1 Maret 2009. akun aktiva di debet dan akun pandapatan di kredit. Beban Bunga 4/12 x 9% x Rp 100 juta = Rp 3 juta Kr. pendapatan tertentu mungkin telah terjadi tetapi penagihan kas belum dilakukan sampai pada periode berikutnya. Pada akhir periode akuntansi adalah perlu untuk menentukan dan mencatat pendapatan yang telah terjadi ini meskipun belum diterima uangnya. November.2. Periode akuntansi (pembukuan) perusahaan berakhir pada tanggal 31 Desember 2008. beserta bunganya pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo. Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Dr. pengeluaran-pengeluaran tertentu (yang telah dibayarkan) dicatat pada pembukuan namun atas barang atau jasa yang belum Modul Pengantar Akuntansi 1 38 . dan Desember) yang sudah terjadi (berlangsung) di tahun 2008 haruslah diakui sebagai beban tahun 2008. Contoh ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat accured revenue or accured asset adalah sebagai berikut: Dr. Pinjaman ini berjangka waktu 6 bulan. Besarnya tingkat suku bunga pinjaman yang disepakati bersama adalah 9% per tahun. bunga pinjaman selama 4 bulan (September. Oktober. Pendapatan Bunga Deferred Expenses / Prepaid Expenses Sepanjang periode. Pada tanggal 1 September 2008. berdasarkan pencatatan secara accural basis. Hutang Bunga Accured Revenues / Accured Assets Sepanjang periode. meskipun pembayarannya baru akan dilakukan pada tanggal 1 Maret 2009 nanti. perusahaan memperoleh pinjaman uang dari Bank senilai Rp 100juta.

Untuk bagian dari pengeluaran-pengeluaran yang baru akan digunakan dalam periode berikutnya memerlukan pengakuan sebagai aktiva (karena belum terpakai). Kedua metode ini jika diterapkan secara konsisten akan menghasilkan nilai akhir yang sama. Kas Modul Pengantar Akuntansi 1 39 . Perusahaan akan memilih salah satu dari kedua metode yang ada dan menerapkannya pada masing-masing periode. maka: Dr. Pada akhir periode akuntansi adalah perlu untuk menentukan secara tepat mana bagian dari pengeluaran-pengeluaran tersebut yang sudah dipakai/dimanfaatkan selama periode berjalan (yang telah menjadi beban) dan mana bagian dari pengeluaran-pengeluaran tersebut yang akan digunakan/ditangguhkan untuk periode berikutnya (defered expenses). Pengeluaranpengeluaran mungkin awalnya telah dicatat sebesar debet ke akun aktiva terlebih dahulu atau bisa juga langsung ke akun beban. Akun aktiva yang masih tersisa dengan saldo debet menunjukkan bagian dari jumlah pengeluaran di periode berjalan akan dapat dipakai nanti pada periode mendatang. maka ayat jurnal penyesuaian (pada akhir periode akuntansi) mensyaratkan bahwa akun beban akan di debet atas bagian dari jumlah pengeluaran yang telah terpakai selama periode berjalan dan lawannya yaitu akun aktiva akan dikredit sebesar jumlah prepid yang telah berkurang karena pemakaian. dan periode akuntansi (pembukuan) perusahaan diasumsikan berakhir tanggal 31 Desember 2008. Sebagai contoh misalkan pada tanggal 1 Januari 2008 perusahaan membayar dimuka premi asuransi sebesar $ 120 untuk masa pertanggungan 3 tahun. Asuransai Dibayar Dimuka $ 120 Kr.Politeknik Negeri Sriwijaya digunakan. jika kedua metode tersebut sama-sama benar/diperkenankan. Jika pencatatan atas pembayaran premi asuransi tersebut mula-mula diakui sebagai aktiva terlebih dahulu. Mula-mula didebet ke akun aktiva Jika akun aktiva mula-mula didebet dalam ayat jurnal umum. Metode penyesuaian untuk prepaid expenses tergantung pada bagian mana pengeluaran/pengeluaran tadi awalnya di catat di dalam akun.

maka ayat jurnal penyesuaian (pada akhir periode akuntansi) mengharuskankan bahwa akun aktiva akan di debet atas bagian dari jumlah pengeluaran yang belum terpakai selama periode berjalan dan akun beban akan dikredit. Asuransi Dibayar Dimuka $ 120 x 2/3 = $ 80 Kr. hanya saja pencatatan atas pembayaran premi asuransi tersebut mula-mula diakui langsung sebagai beban. Akun beban masih tersisa dengan saldo debet menunjukkan bagian dari jumlah pengeluaran yang telah dipakai/dimanfaatkan selama periode berjalan . Ayat jurnal umum yang dibuat pada tanggal 1 Januari 2008 (pada saat pembayaran dimuka) adalah: Dr. Beban Asuransi $ 120 x 1/3 = $ 40 Kr. Kas Sedangkan ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Dr. Beban Asuransi Deferred revenues / Unearned Revenues Pembayaran-pembayaran mungkin akan diterima dari pelanggan sebelum dikirim atau sebelum jasa diberikan. Beban Asuransi $ 120 Kr.Sedangkan ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Dr. sebagai contoh:idem diatas. Jumlah yang diterima di muka akan di catat dengan mendebet akun aktiva (kas) dan kreditnya bisa dengan menggunakan dua Modul Pengantar Akuntansi 1 40 . Asuransi Dibayar Dimuka Mula-mula didebet ke akun BEBAN Jika akun beban mula-mula didebet dalam ayat jurnal umum.

uang hasil penjualan tiket diterima dahulu sebelum pertunjukan berlangsung. yaitu langsung diakui sebagai akun pendapatan atau bisa juga terlebih dahulu diakui sebagai akun hutang (pendapatan diterima di muka). Majalah akan segera dikirim jika uang telah diterima terlebih dahulu dari si pelanggan. Contoh umum dari pendapatan yang diterima di muka adalah: penerimaan uang langganan majalah/surat kabar dari pelanggan. Sebagai contoh misalkan bahwa pada tanggal 1 Januari 2008. Pada akhir periode akuntansi adalah perlu untuk menentukan mana bagian dari jumlah penerimaan tersebut yang benar-benar telah menjadi pendapatan untuk periode berjalan dan mana bagian dari jumlah penerimaan tersebut (yang diterima di peride berjalan) yang akan ditangguhkan sebagai pendapatan untuk periode mendatang (deferred revenues). penerimaan uang dari hasil penjualan tiket. dan lain sebagainya. Mula-mula dikredit ke akun Jika akun pendapatan mula-mula di kredit dalam ayat jurnal umum. si penyewa rumah baru bisa menggunakan fasilitas rumah sewaannya setelah membayar terlebih dahulu uang sewa kepada pemilik. penerimaan uang kuliah dari mahasiswa. perusahaan menerima di muka pembayaran uang sewa ruangan yang tidak terpakai dari si penyewa sebesar $ 120 untuk masa sewa selama 3 tahun. inti daripada unearned revenues adalah bahwa uang telah diterima di muka. Metode penyesuaian untuk pendapatan yang ditangguhkan tergantung pada apakjah penerimaan pendapatan atas barang yang belum dikirim atay atas jasa yang belum diberikan pada awalnya dicatat sebesar kredit ke akun pendapatan atau akun hutang. maka ayat jurnal penyesuaian (pada akhir periode akuntansi) mengharuskan bahwa akun hutang akan dikredit sebesar bagian dari jumlah penerimaan yang ditangguhkan sebagai pendapatan untuk periode mendatang dan akun pendapatan akan didebet. penerimaan di muka atas uang sewa dari si penyewa. Jika Modul Pengantar Akuntansi 1 41 . Akun pendapatan lalu akan tersisa dengan saldo kredit yang menggambarkan atau menunjukkan bagian dari jumlah penerimaan yang telah menjadi pendapatan selama eriode berjalan. Sesungghunya. dan seterusnya.Politeknik Negeri Sriwijaya akun. tetapi barang atau jasa belum diberikan.

hanya saja pencatatan atas penerimaan uang sewa di muka tersebut mula-mula diakui sebagai hutang terlebih dahulu. ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Dr.pencatatan atas penerimaan uang sewa di muka tersebut mula-mula langsung diakui sebagai pendapatan. dan periode akuntansi (pembukuan) perusahaan diasumsikan berakhir tanggal 31 Desember 2008. maka ayat jurnal penyesuaian (pada akhir periode akuntansi) mensyaratkan bahwa akun pendapatan akan di kredit sebesar bagian dari jumlah penerimaan yang telah menjadi pendapatan periode berjalan dan lawannya yaitu akun hutang akan di debet. maka: akun yg dibuat pada tanggal 1 januari 2008 adalah: Dr. Ayat jurnal umum yang dibuat pada tanggal 1 Januari 2008 (pada saat menerima pembayaran di muka) adalah: Dr. Kas $ 120 Kr. Pendapatan Sewa Diterima di Muka Sedangkan. ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Modul Pengantar Akuntansi 1 42 . Akun hutang yang masih tersisa dengan saldo kredit menunjukkan bagian dari jumlah penerimaan di periode berjalan yang akan ditangguhkan sebagai pendapatan untuk periode mendatang. Sebagai contoh: idem diatas. Pendapatan Sewa Ditrerima di Muka Mula-mula di kredit ke akun hutang (pendapatan diterima di muka) Jika akun hutang mula-mula dikredit dalam ayat jurnal umum. Kas  $ 120 Kr. Pendapatan Sewa  $ 120 x 2/3 = $ 80 Kr. Pendapatan Sewa Sedangkan.

3 Perbedaan antara Koreksi dengan Penyesuaian Adalah penting untuk dapat membedakan antara juenal koreksi dengan jurnal penyesuaian. pelajarilah secara cermat. III. dibuat dengan tujuan untuk memperbaharui data akuntansi supaya menjadi lebih akurat. Pendapatan Sewa Perlu diperhatikan di sini bahwa kedua metode tetap akan menghasilkan nilai akhir yang sama.Politeknik Negeri Sriwijaya Dr. Dalam akuntansi. akuntan akan/perlu membuat jurnal penyesuaian atas transaksi yang pada awalnya mulanya telah dicatat secara benar (tidak salah dalam membukukan nilai maupun tidak salah dalam penggunaan akun) dalam rangka memperbaharui data akuntansi dengan cara menentukan secara tepat : berapa besarnya bagian dari jumlah penerimaan yang diteruma di muka yang telah menjadi pendapatan untuk periode berjalan. Secara garis besar dapat disimpulkan di sini bahwa jurnal koreksi dibuat atas kesalahan yang terjadi dalam awal mulanya transaksi tersebut dicatat dan dibukukan (baik salah nilai maupun akun). berapa besarnya bagian dari jumlah pengeluaran periode berjalan yang akan ditangguhkan sebagai beban untuk Modul Pengantar Akuntansi 1 43 . melainkan untuk memenuhi konsep akrual dan deferral dalam akuntansi. Untuk dapat memahaminya dengan baik dari penggunaan kedua metode di atas. jurnal koreksi perlu dibuat dengan maksud untuk mengoreksi nilai transaksi yang telah salah dibukukan dan atau juga untuk mengoreksi penggunaan klasifikasi akun yang salah (salah dalam mengidentifikasi akun). Sedangkan jurnal penyesuaia. Sedangkan jurnal penyesuaian dibuat bukan untuk memperbaiki kesalahan yung terjadi dalam awalnya transaksi dicatat. berapa besarnya bagian dari jumlah penerimaan yang diterima di muka (dalam periode berjalan) yang akan ditangguhkan sebagai pengeluaran yang telah menjadi beban untuk periode berjalan. seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Jadi. Pendapatan Sewa Diterima di Muka $ 120 x 1/3 = $ 40 Kr.

terdapat beberapa kemungkinan tansaksi trersebut salah dicatat: 1.secara kredit.500. Ini adalah koreksi atas kesalahan dalam mengidentifikasi akun peralatan kantor Mula-mula dicatat: Dr. Ayt jurnal transaksi yang seharusnya dibuat oleh bagian pembukuan perusahaan pada awal pencatatan adalah dengan mendebet akun peralatan kantor dan mengkredit akun hutang senilai Rp 7. Pembelian peralatan kantor namun dicatat sebagaui pembelian perlengkapan kantor. Perlengkapan Kantor Modul Pengantar Akuntansi 1 44 . dan berapa besarnya jumlah pendapatan periode berjalan yang harus diakui meskipun penagihan kasnya belum diterima. Dalam hal ini. jurnal koreksi perlu dibuat dengan cara mendebet akun yang benar (yang seharusnya). berapa besarnya jumlah beban periode berjalan yang harus diakui meskipun pembayarannya belum dilakukan. dan mengkredit kembali akun yang telah salah di debet yaitu akun perlengkapan kantor sebesar jumlah yang sama. Contoh dan proses penyesuaian telah diberikan dan dijelaskan secara rinci pada bagian sebelumnya. dalam contoh ini.Kr.000.Hutang Jurnal koreksi: Dr.periode mendatang. mula-mula transaksi tersebut telah dicatat dengan mendebet akun perlengkapan kantor dan mengkredit akunhutang sebesar nilai transaksi. Dalam contoh kasus ini. yaitu akun peralatan kantor.500.000.-. akun hutang serta nilai transaksi tidaklah terpengaruh karena telah dicatat/dibukukan secara benar.000. Perlengkapan Kantor Rp 7.500. Namun. Jadi. Misalkan bahwa pada tanggal 6 September 2008 perusahaan membeli peralatan kantor seharga Rp 7.000..500. Peralatan Kantor Rp 7. Berikut ini adalah contoh transaksi yang memerlukan ayat jurnal koreksi.

Pembelian peralatan kantor secara kredit namun dicatat sebagai permbelian perlengkapan kantor secara tunai. dan mendebet kembali akun yang telah salah di kredit yaitu akun kas sebesar jumlah yang sama. Jadi. karena di samping jurnal koreksi tersebut di atas (jurnal koreksi yang telah mengeliminasi msing-masing akun yang salah) juga perlu dibuat jurnal koreksi untuk mnencatat transaksi yang seharusnya (yang sebenarnya). akun peralatan kantor serta nilai transaksi tidaklah terpengaruh karena dicatat/dibukukan secara benar.Kas 3. Jadi. Perlengkapan Kantor Rp 7. Dalam hal ini. Pembelian peralatan kantor secara kredit namun dicatat sebagai pembelian peralatan kantor secara tunai. mula-mula transaksi tersebut telah dicatat dengan mendebet akun peralatan kantor dan mengkredit akun kas sebesar nilai transaksi. Peralatan Kantor Rp 7. akun peralatan kantor dan mengkredit akun hutang. Jurnal koreksi belum selesai sampai di sini. Dalam contoh kasus ini. Jadi. jurnal koreksi perlu dibuat dengan cara mengkredit akun yang benar (yang seharusnya). Dalam hal ini.500.000.00. jurnal koreksi berikutnya perlu dibuat lagi dengan cara mendebet.Politeknik Negeri Sriwijaya 2. Mula-mula dicatat: Dr. mula-mula transaksi tersebut telah dicatat dengan mendebet akun perlengkapan akun perlengkapan kantor dan mengkredit akun kas sebesar nilai transaksi. Dalam kasus Modul Pengantar Akuntansi 1 45 .Hutang Jurnal koreksi: Dr.500. Ini adalah koreksi atas kesalahan dalam mengidentifikasi akun hutang. jurnal koreksi perlu dibuat dengan cara mendebet kembali akun yang telah salah di kredit yaitu akun kas dan mengkredit kembalu akun yang telah salah di debet yaitu akun perlengkapan kantor sebesar jumlah yang sama. yaitu akun hutang.

Perlengkapan Kantor Dr.namun dicatat sebagai pembelian peralatan kantor secara kredit senilai Rp 5. Mula-mula dicatat: Dr. Jadi.500.500. Ini adalah koreksi atas kesalahan dalam mengidentifikasi akun peralatan kantor dan akun hutang.Kas Jurnal koreksi: Dr.500.000.Kr.000.000.. Ini adalah koreksi atas kesalahan dalam membukukan nilai transaksi. Peralatan Kantor Rp 2. yaitu masing-masing sebesar Rp 2. nilai transaksi telah dicatat/dibukukan secara benar. Mula-mula dicatat: Dr.500. Peralatan Kantor Rp 7.000. namun sebesar nilai transaksi yang salh yaitu hanya Rp 5.500.000. Pembelian peralatan kantor secara kredit senilai Rp 7. jurnal koreksi perlu dibuat dengan cara mendebet kekurangan saldo untuk akun peralatan kantor dan mengkredit kekurangan saldo untuk akun hutang.000.ini. mula-mula transaksi tersebut telah dicatat dengan mendebet akun peralatan kantor dan mengkredit akun hutang. Peralatan Kantor Rp 5.-.500.000.000.-. Dalam hal ini.500.000.000.500.000.Hutang Jurnal koreksi: Dr. Perlengkapan Kantor Rp 7. Hutang Modul Pengantar Akuntansi 1 46 . Kas Rp 7.Hutang 4.Kr.000.bukannya Rp 7..-.

Pembelian peralatan kantor secara kredit senilai Rp 7. hutang Rp 10.500. yaitu akun peralatan kantor dengan saldo debet dan akun hutang dengan saldo kredit.000. Peralatan Kantor Perhatikanlah dengan cermat bahwa apabila kedua jurnal di atas digabung maka akan diperoleh kondisi jurnal yang seharusnya. namun sebesar nilai transaksi yang salah yaitu Rp 17. pelajarilah terlebih dahulu dengan baik kelima kemungkinan yang telah dijelaskan di atas.Politeknik Negeri Sriwijaya Perhatikanlah dengan cermat bahwa apabila kedua jurnal di atas digabung maka akan diperoleh kondisi jurnal yang seharusnya.500.000.000.000.000.000.000. Setelah memperoleh pemahaman yang cukup Modul Pengantar Akuntansi 1 47 . yaitu akun peralatan kantor dengan saldo debet dan akun hutang dengan saldo kredit. Peralatan Kantor Rp 17.buannya Rp 7.Hutang Jurnal koreksi: Dr. masingmasing akan menjadi sebesar Rp 7. Jadi mula-mula transaksi tersebut telah dicatat dengan mendebet akun peralatan kantor dan mengkredit akun hutang.500.500.Kr..-.500.000.-. Dalm hal ini.namun dicatat sebagai pembelian peralatan kantor secara kresit dengan senilai Rp 17. Ini juga adalah koreksi atas kesalahan dalam membukukan nilai transaksi. Mula-mula dicatat: Dr. masingmasing akan menjadi sebesar Rp 7.-.. jurnal koreksi perlu dibuat dengan cara mengkredit kelebihan saldo untuk akun peralatan kantor dan mendebet kelebihan saldo untuk akun hutang.-.500.-. yaitu masing-masing sebesar Rp 10.000. Bagaimana dengan jurnal koreksi yang perlu dibuat apabila kesalahan yang terjadi sekaligus meliputi baik kesalahan dalam pencatatan akun maupun kesalahan dalam pencatatan nilai transaksi? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini.500.000.000. 5.

trademark (merek dagang). kendaraan operasional. Contoh aktiva tetap adalah tanah.baik. copyright (hak cipta). Tanah memiliki umur ekonomis (economic life) atau masa manfaat (benefit life) yang tidak terbatas (unlimited life). Jadi. bangunan. tentu saja nantinya secara sistematis dan periodik akan disusutkan. franchies (waralaba). Dalam akuntansi. gas. atau logam tertentu. peralatan toko. costumer list (daftar pelanggan). dalam akuntansi. Aktiva tetap ini memiliki umur ekonomis yang terbatas (limited life). mineral. tidak semua aktiva berwujud diamortisasi. tergantung pada kepastian umur apakah terbatas atau tidak terbatas. belerang. Berbeda dengan aktiva tidak berwujud (intangible assets). ekonomi. yang di mana tidak memiliki wujud fisik dan dihasilkan sebagai akibat dari sebuah kontrak hukum. penyusutannya dinamakan depresiasi. dan perabot toko. Sama halnya dengan aktiva tetap. bukan menurun. dan sebagainya. Untuk tanah seperti ini. batu. maupun kontrak sosial. patent. Aktiva tidak berwujud yang memiliki umur Modul Pengantar Akuntansi 1 48 . Contoh dari aktiva tidak berwujud adalah goodwill (nama baik). peralatan kantor. barulah pikirkan secara cermat apa dampak dari kesalahan tersebut jika tibul secara bersamaan. penyusutannya dinamakan depresi. aktiva tetap merupakan aktiva yang berwujud (tangible assets). Berbeda dengan tanah (sumber daya alam) yang berisi kandungan minyak. Contohnya adalah tanah yang memuat kandungan tembaga. penyusutan untuk aktiva tidak berwujud dinamakan amortisasi. Tanah merupakan satu-satunya aktiva tetap yang tidak disusutkan (non depreciable assets) karena nilainya akan selalu cenderung naik. Sedangkan untuk aktiva tetap lainnya yang dapat disusutkan (depreciable assets). dan broadcast (ijin penyiaran). III. perabot kantor. batu bara. yang secara rutin akan dimanfaatkan atau digali untuk diambil kandungannya.4 Penyesuaian atas Aktiva Tetap Aktiva tetap (fixed assets) adalah aktiva yang secara fisik dapat dilihat keberadaannya dan sifatnya relatif permanen serta memiliki masa kegunaan (useful life) yang panjang. pasir.

Walupun goodwill. trademark. tetapi pada prinsipnya sama seperti izin penyiaran yang dimana hampir dapat diperpanjang secara rutin. (2) transfer secara sistematis dan periodik dari harga perolehan/cost menjadi beban/expense atau dapat juga diartikan sebagai bagian dari harga perolehan yang telah menjadi kadaluarsa (expired) karena Modul Pengantar Akuntansi 1 49 . Pertama kali pada saat sebuah aktiva tetap diperoleh/diakuisisi. Aktiva tidak berwujud yang tidak diamortisasi adalah goodwill. Jika faktor ekonomi mengindikasikan bahwa merek dagang akan terus memiliki nilai yang dapat diduga di masa yang akan datang. tentu saja belum ada penyusutan yang dicatat/diakui dalam pembukuan perusahaan (karena belum dipakai). Merek dagang juga tidak diamortisasi karena memang tidak memiliki batasan nilai ekonomis (berbeda dengan waralaba dan paten). dan hanya aktiva tidak berwujud yang memiliki umur yang terbatas (pasti) saja yang akan diamortisasi. Penyusutan dapat diartikan sebagai: (1) menurunnya kagunaan dari suatu aktiva tetap. sehingga aktiva tidak berwujud ini dikatakan memiliki umur yang tidak terbatas dan oleh karena itu tidaklah diamortisasi.Politeknik Negeri Sriwijaya yang tidak terbatas (tidak pasti) tidaklah diamortisasi. Merek dagang meskipun memiliki batasan waktu. jurnal penyesuaianperlu dibuat untuk mengakui bagian dari jumlah harga perolehan aktiva tetap yang sudah menjadi beban (depreciation expense) karena pemakaian. dan broadcast license tidak diamortisasi tetapi mereka tetap perlu ditinjau ulang atas kemungkinan terjadinya penurunan nilai (impairment). Ijin penyiaran ini nantinya akan secara otomatis dapat diperpanjang setiapkurun waktu tertantu asalkan tayangannya tidak menimbulkan dampak sosial yang negatif atau merugikan publik dan tidak melanggar undang-undang penyiaran. Sedangkan untuk goodwill tidaklah diamortisasi karena memang telah menimbulkan beragam kontroversi akuntansi terutama dalam hal pemilihan metode untuk penggabungan usaha. Topik mengenai goodwill dan penurunan nilai akan dibahas nanti secara rinci dalam buku Akuntansi Lanjutan. maka masa kegunaan dari merek dagang ini akan menjadi tidak terbatas. trademark. dan broadcast license. Nantinya (pada akhir periode akuntansi) setelah aktiva tetap tersebut dipakai.

biaya angkut. metode unit produksi/metode output produktif (units of production method/productive output method). Contoh pengeluaran-pengeluaran lainnya adalah biaya pajak. metode saldo menurun ganda (double declining balance method). dan metode jam operasional/metode jam jasa (operating hours method/service hours method). Ada beberapa metode penyusutan aktiva tetap yang diperkenankan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. karena seluruh jumlah yang dikeluarkan / dibayarkan nilainya tercantum dalam berkas dokumen pendukung transaksi pembelian. dan lain sebagainya. Karena sifatnya yang obyektif ini. biaya pemasangan. Estimasi nilai residu ( estimated residual value ) merupakan taksiran mengenai nilai sisa ( salvage value) aktiva tetap yang diperkirankan masih Modul Pengantar Akuntansi 1 50 . Adapun formula rumus yang digunakan untuk menghitung besarnya penyusutan per tahun adalah: Penyusutan/tahun = ( Harga Perolehan – Estimasi Nilai Residu ) : Estimasi Umur Ekonomis Keterangan: 1. maka seringkali harga perolehan dikatakan memiliki atau mencerminkan karakteristik dapat diukur / diuji (verifability) 2. biaya asuransi ( jika diasuransikan ).pemakaian. metode jumlah angka tahun (sum of the years’ digits method). bukan subyektif ( estimasi ). Harga perolehan ini sifatnya obyektif. Perhitungan penyusutan aktiva tetap dengan metode gris lurus akan menghasilkan jumlah penyusutan yang sama besar untuk masing-masing tahun sepanjang umur ekonomi / masa manfaatnya. Jadi. Harga perolehan merupakan jumlah seluruh pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk dijadikan aktiva tetap yang baru dibeli / diperoleh tersebut siap untuk digunakan. harga perolehan ini meliputi tidak hanya sebesar harga beli saja tetapi juga termasuk penegeluaran-pengeluaran lainnya yang dikorbankan agar supaya aktiva tetap yang baru dibeli / diperoleh tersebut berada dalam kondisi siap pakai. yaitu metode garis lurus (straight line method).

Estimasi umur ekonomis merupakan taksiran mengenai lamanya sebuah aktiva tetap dapat memberikan manfaat / kegunaan bagi perusahaan... misalkan bahwa sebuah peralatan toko dibeli dengan harga Rp 8. Nilai sisa aktiva tetap tersebut diperkirakan sebesar Rp 1. Ayat jurnal penyesuaian yang harus dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Dr.Politeknik Negeri Sriwijaya akan tetap ada di akhir umur ekonomisnya.000.000. Nilai residu ini ditentukan secara objektif tergantung pada penilaian menajemen perusahaan msing-masing. Perusahaan mengestimasi bahwa peralatan toko tersebut memiliki umur ekonomis 10 tahun.000.000. akan dibahas nanti secara lebih terinci dalam Modul 10 ( Akuntansi Untuk Aktiva Tetap ). Untuk mengilustrasikan ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat sehubungan dengan penyusutan ( pemakaian ) aktiva tetap selama periode. yaitu terhitung mulai tanggal 1 April 2008 hingga 31 Desember 2008 ).( untuk masa pemakaian selama 9 bulan.. apabila peralatan toko tersebut dibeli pada tanggal 1 April 2008.000. namun tetap harus memenuhi asas kewajaran.000.500.. maka besarnya beban penyusutan per 31 Desember 2008 akan menjadi 9/12 x Rp 750. Akumulasi penyusutan – peralatan toko (Rp 8. Perusahaan menggunakan metode garis lurus dalam menghitung beban penyusutan periodiknya. Perhitungan penyusutan aktiva tetap denganmenggunakan metode lainnya.pada akhir masa pemanfaatnya. Beban penyusutan – peralatan toko Kr.pada tanggal 1 Januari 2008. 3. Modul Pengantar Akuntansi 1 51 . selain metode garis lurus.5 juta – Rp 1 juta):10 = Rp 750.- Akan tetapi.= Rp 562. Umur ekonomis ini juga ditentukan secara subyektif yaitu tergantung pada penilaian manajemen perusahaan masing-msing.

000 Setelah Penyesuaian 3.telah dicatat sebagai pembelian tunai 3.000. Pembelian peralatan secara kredit seharga Rp 16.000 3.000 675.200.970.000 91.200.000 Diminta: atas! Buatlah ayat jurnal penyesuaian sehubungan denagn informasi di Soal 2 Data berikut merupakan transaksi-transaksi yang terjadi didalam sebuah perusahaan yang ternyata telah salah di bukukan.600.425.050..000 2.000 7.800.telah dicatat sebagai pembelian secara kredit Rp 650.000 60.000 5.000. Pembelian perlengkapan secara kredit seharga Rp 630.000 0 0 600.III. Hard Cute Corporation pada tanggal 31 Desember 2008 sebelum dan setelah penyesuaian: Nama Akun Piutang Usaha Perlengkapan Asuransi Dibayar Dimuka Hutang Gaji Hutang Utilitas Sewa Diterima Dimuka Pendapatan Jasa Beban Gaji Beban Utilitas Beban Asuransi Beban Perlengkapan Pendapatan Sewa Sebelum Penyesuaian 0 2..000 475.- Modul Pengantar Akuntansi 1 52 .2.000. Ayat jurnal yang salah ini telah dimasukkan pada perkiraan yang bersangkutan dalam buku besar.950.000 2. Pembelian perlengkapan secara tunai seharga Rp 560.250.telah dicatat kedalam perkiraan yang bersangkutan sebesar Rp 603.020.250.000.000 5.000 0 94.5 Soal-soal dan Latihan Soal 1 Berikut ini adalah saldo perkiraan.000.000 0 0 7.400..000 63.000.125.450.000 1.000 4.perkiraan dalam buku besar PT. 1.000.

telah salah dijurnal: Piutang Usaha Pendapatan Jasa Rp 20.000.000..000. Pembelian peralatan seharga Rp 45.275.Rp 20.135.Rp 15.langganan sebesar Rp 20.000.000.Rp 15. Penerimaan uang tunai sebesar Rp 15.000.atas penyerahan jasa yang telah diselesaikan pada hari ini..yang dibayar tunai Rp 15.000..dan sisanya akan dilunasi satu bulan kemudian. Pembayaran gaji karyawan sebesar Rp 8.000.Politeknik Negeri Sriwijaya 4.Rp 9.000.000.Rp 30.- 11.telah salah di jurnal: Kas Peralatan 10.000.000. Penerimaan pembayaran dari salah seorang Rp 9.000.000.000.000. Pengembalian atas perlengkapan yang telah dibeli secara kredit seharga Rp 452..000.135..Rp 6.000.- 7.000.- 9. telah salah dijurnal: Perlengkapan Kas Hutang Bank Rp 45.000.000.telah salah dijurnal: Kas Pendapatan Komisi Rp 4..Rp 6.telah salah dijurnal: Kas Perlengkapan Rp 542.- 8.000.000.000.000. Penerimaan tunai pendapatan komisi sebesar Rp 4.- Modul Pengantar Akuntansi 1 53 .000.135.000. telah salah dijurnal: Piutang Usaha Pendapatan Jasa Rp 15.275.000..telah dicatat sebagai pembayaran beban sewa.000.000.000. Pembayaran hutang perusahaan sebesar Rp 6.Rp 4..telah salah di jurnal: Piutang Usaha Kas 6.000.000. Penambahan investasi oleh pemilik kedalam perusahaan berupa sebuah peralatan seharga Rp 9.000.000.000.Rp 542.000.000.275.000. 5.

000.- Buatlah ayat jurnal koreksi yang diperluakn untuk memperbaiki kesalahan pencatatan tersebut di atas! Soal 3 Buatlah ayat jurnal koreksi yang diperlukan dengan membuat terlebih dahulu jurnal yang seharusnya..142. atas kesalahan-kesalahan dalam pencatatan transaksitransaksi berikut di bawah ini: a.500.124.- b.Rp 3.000.142.000.000.000.000. Pada tanggal 27 September 2008..000.Rp 300.000.- d.000. perusahaan menerima bunga sebesar Rp 300.Jurnal yang telah keliru dibuat adalah: Kas Pendapatan Penjualan Rp 6.000. Pelunasan hutang usaha oleh perusahaan sebesar Rp 3.000.000.Rp 6.untuk masa pertanggungan 2 tahun.12..Rp 4.Jurnal yang telah keliru dibuat adalah: Peralatan Kantor Pendapatan Komisi Rp 4. Pada tanggal 12 April 2008. Pada tanggal 20 Juni 2008.500.000.- c.000.telah salah di jurnal: Hutang Bank Pendapatan Komisi Diminta: Rp 3.000.000.500.000. Pada tanggal 5 Maret 2008.- Modul Pengantar Akuntansi 1 54 . perusahaan menerima uang hasil penagihan dari pelanggan senilai Rp 6. Jurnal yang telah keliru dibuat adalah: Beban Iklan Kas Rp 4.000. perusahaan membayar premi asuransi kerugian senilai Rp 12.sebagai hasil dari uang simpanan yang ada di bank Jurnal yang telah keliru dibuat adalah: Kas Beban Bunga Rp 300.000. perusahaan membayar sewa gedung kantor untuk bulan Maret 2008 sebesar Rp 4.000.000.Rp 4.

100 28. Penystn.750 95.500 6.000 195.000 239.100 28.500 0 Jasa Diterima Setelah Penyesuaian Db Kr Kr Kas Piutang Usaha Perlengkapan Asuransi Dibayar Dimuka Peralatan Akm.000.750 95.500.000.Politeknik Negeri Sriwijaya e.000 114. Truks Hutang Usaha Hutang Gaji Pendapatan Dimuka 7.000 22.000 5.000 5.500 1.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 55 . Kilat Elektronik Neraca Saldo 31 Desember 2008 ( dalam ribuan rupiah ) Nama Perkiraan Sebelum Penyesuaian Db 7.000.000 Modal Prive 243. Pnystn.000 54.500.000 123.Jurnal yang telah keliru dibuat adalah: Pendapatan Penjualan Piutang Usaha Rp 1.000 195.500 6. Kilat Elektronik merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perbaikan elektronik.500 4. karena rusak sebesar Rp 1.000 54.500.950 3. Peralatan Truk Akm.950 3.500 5.Rp 1.- Soal 4 CV. Pada tanggal 4 Desember 2008 perusahaan menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya secara kredit kepada pelanggan.500 110. Berikut ini adalah neraca saldo sebelum dan setelah penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008: CV.500 24.000 110.

Kendaraan Bermotor Prive 400.000 22.000 6.000 135.700.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 56 .000 12.250.000 18.500 0 2.000.700 3.000 15.000 Diminta: Buatlah ayat jurnal penyesuaian sehubungan dengan informasi di atas! Soal 5 Berikut ini adalah saldi perkiraan-perkiraan yang tidak terstruktur.000 12.000.000 125.500 9.500 179.Pendapatan Jasa Beban Gaji Beban Sewa Beban Perlengkapan Beban Pnystn.000.000.000.000 0 0 0 4.000 10.000 565.500 2.700 3.000 565.000.500 545.000.000 545. Peralatan Beban Pnystn.000 41.500 6.000 4.500.850.300 4. Truk Beban Utilitas Beban Pajak Penghasilan Beban Asuransi Beban Rupa-Rupa 175.000 4. Jagat Saputra pada tanggal 31 Desember 2008 sebelum penyesuaian: Modal Piutang Usaha Kendaraan Bermotor Kas Peralatan Kantor Hutang Usaha Perlengkapan Beban Upah Wesel Bayar Perawatan (mobil) Dibayar Dimuka Asuransi Dibayar Dimuka Iklan Dibayar Dimuka Akm.250.000.000 2.000 80.000 28.500 18.500 2. Pnyst. yang tampak dalam buku besar CV.000.

000. Peralatan Kantor Beban Rupa-Rupa Beban Bunga 1. e.000. Setiap bulannya. dibayar pada tanggal 1 September 2008 untuk 24 kali pemasangan iklan. Beban penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus: 1. b. Asuransi dibayar dimuka.000 Data lainnya yang diketahui untuk penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut: a. dibayar pada tanggal 4 Agustus 2008 untuk premi asuransi dengan masa pertanggungan 12 bulan. Peralatan kantor memiliki nilai residu sebesar Rp 6. penayangan iklan akan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu masing-masing pada setiap tanggal 10 dan tanggal 20.dengan umur ekonomis 10 tahun 2. yaitu untuk tanggal 29.000 500. belum termasuk didalamnya upah untuk 3 hari kerja pegawai harian. Kendaraan bermotor memiliki nilai residu sebesar Rp 5.Politeknik Negeri Sriwijaya Akm. yang terhitung mulai tanggal 1 November 2008 berdasarkan kontrak kerja.000 dengan umur ekonomis 10 tahun Diminta: Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 Desember 2008 dalam pembukuan CV. Jagat Saputra! Modul Pengantar Akuntansi 1 57 . terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2008. Pnystn. terhitung sejak tanggal 10 September 2008.d.250.200.30 dan 31 Desember 2008 karena pada hari Sabtu (hari gajian) terakhir jatuh pada tanggal 27 Desember 2008.300. Perawatan dibayar dimuka adalah pengeluaran untuk pemeliharaan atas 4 buah kendaraan bermotor selama 5 bulan. Besarnya upah mingguan (untuk 6 hari kerja) adalah Rp 1. Iklan dibayar dimuka.000 250. Dalam beban upah. c.000.

MODUL IV PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini. Menjelaskan isi dan tujuan neraca saldo setelah penutupan 6. Memahami tahapan-tahapan yang ada dalam siklus akuntansi 2. Menyiapkan jurnal penutup 5. Memahami ayat jurnal pembalik 7. Menjelaskan kegunaan kertas kerja 3. Modul Pengantar Akuntansi 1 58 . Mengidentifikasi klasifikasineraca bentuk standar. Anda daiharapkan dapat: 1. Memahami tahapan-tahapan dalam menyiapkan kertas kerja 4.

4. 2. 9. Memposting data jurnal penutup kemasing-masing buku besar terkait. Membuat ayat jurnal penutup 8. yang belum di jelaskan sepenuhnya pada bagian sebelumnya.Politeknik Negeri Sriwijaya IV. menyiapkan ayat jurnal penyesuaian. dan yang diakhiri dengan membuat laporan dinamakan siklus akuntansi (accounting cycle ). Menganalisis data penyesuaian dan membuat ayat jurnal penyesuaian. tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi dapat diurutkan sebagai berikut: 1. Lalu data akuntansi yang ada dalam jurnal di posting kedalam buku besar. Pada modul ini akan dibahas secara lengkap mengenai tahapan-tahapan dalam proses penyesuaian siklus akuntansi. Memposting data jurnal penyesuaian ke masing-masing buku besar akun yang terkait. 5. Modul Pengantar Akuntansi 1 59 . Secara lebih rinci. Seluruh data transaaksi ini yang telah tercatat dalam jurnal lalu akan dipindah-bukukan ( diposting ) kedalam buku besar sesuai dengan klasifikasi masing-masing akun terkait. Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis dan menjurnal transaksi. Langkah selanjutnya adalah mneyiapkan neraca saldo. Produk akhir dari siklus akuntansi ini adalah laporan keuangan. 6. 3. Mula-mula dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasi yang terkandung dalam dokumen tersebut di catat dalam jurnal. neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance)dan laporan keuangan disiapkan 7. Dengan menggunakan pilihan bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (wrocksheet) . Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar akun “didaftar” ( dipindahkan ) ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal debet dengan keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal kredit.1 Siklus Akuntansi Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa seluruh transaksi bisnis yang terjadidalam perusahaan mula-mula akan dianalisis ( dalam rangka mengidentifikasi akun ) dan dicatat kedalam jurnal. dan menyiapkan laporan keuangan. Menyiapkan neraca saldo penutupan (post-closing trial balance). menganalisis data penyesuaian.

dan Neraca) Jurnal Penutup dan posting ke Buku Besar Neraca Saldo Setelah Penutupan Kertas Kerja Modul Pengantar Akuntansi 1 60 . Dalam kondisi ini. hingga menghasilkan laporan keuangan dan berbagai laporan lainnya yang dibutuhkan perusahaan.Untuk perusahaan yang telah memiliki sistem komputerisasi akuntansi yaitu sebuah perangkat lunak (software) yang memuat program pemrosesan data dan pelaporan akuntansi. Perubahan Modal. akan secara otomatis memposting jurnal ke buku besar. kertas kerja tetntu saja tidak lagi dibutuhkan. Jika digambarkan dalam bagan arus. tahapan siklus akuntansi akan tampak sebagai berikut: Transaksi Dokumen Sumber Data (Pendukung Transaksi) Analisis Transaksi (indentifikasi akun) dan Buat Jurnal Posting Jurnal ke Buku Besar Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian Jurnal Penyesuaian (updating) dan posting ke Buku Besar Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Laporan keuangan (Laba Rugi.

Kertas kerja ini juga tidak diperlukan lagi dalam perusahaan kecil yagn dimana hanya memiliki sedikit transaksi. dan sedikit penyesuaian. Fungsi kertas kerja ini hanya sebagai alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan yang telah dilakukan secara manual. sedikit akun. Menyiapkan neraca saldo sebelum penyesuaian (un-adjusted trial balance)kedalam kertas kerja. Memasukkan data jurnal penyesuaian ke kolom penyesuaian yang ada dalam kertas kerja. kolom neraca saldo setelah penyesuaian. Kertas kerja juga sesungguhnya berguna sebagai alat bantu untuk memahami alur data akuntansi. 2. kolom laba rugi. Hal ini dilakukan dengan cara memindahkan (to list) seluruh saldo akhir terdapat pada masing-masing buku kerja akun (saldo akhir sebelum penyesuaian) kedalam kolom neraca saldo sebelum penyesuaian yang ada dalam kertas kerja.2 Penggunaan Neraca Lajur Akuntan seringkali menggunakan kertas kerja (worksheet) berupa neraca lajur untuk mengumpulkan dan meringkas data yang mereka butuhkan dalam rangka menyiapkan laporan keuangan. seperti jurnal dan buku besar yang memang dibutuhkan sebagai bagian dari siklus akuntansi. Adapun urutan tahapan dalam meyiapkan kertas kerja adalah sebagai berikut: 1. Sebagai alat bantu (pilihan). Hal ini dilakuakn dengan cara memindahkan besarnya tiap-tiap nilai penyesuaian akun yang ada dalam ayat jurnal penyesuaian sesuai dengan Modul Pengantar Akuntansi 1 61 . kolom penyesuaian. mulai dari neraca saldo sebelum penyesuaian hingga menghasilkan laporan keuangan sebagai produk akhir dari siklus akuntansi. laporan keuangan dapat disiapkan langsung dari neraca saldo setelah penyesuaian tanpa menggunakan alat bantu neraca lajur sebagai kertas kerja. yang memuat kolom neraca saldo sebelum penyesuaian. dan kolom neraca.Politeknik Negeri Sriwijaya IV. Pada perusahaan kecil. Kertas kerja menjadi tidak diperlukan terutama bagi perusahaan yang sudah memiliki sistem komputerisasi akuntansi yang baik dan memadai. Kertas kerja ini berbentuk multikolom. kertas kerja ini merupakan catatan akuntansi yang sifatnya tidak permanen oleh semodul itu tidak permanen oleh semodul itu tidak termasuk sebagai bagian dari catatan akuntansi formal lainnya.

Saldo akun yang terdapat dalam kolom laba rugi dan kolom neraca inilah yang nantinya akan dipakai dalam menyusun laporan keuangan. 5. Sebagai contoh. Memasukkan saldo yang telah di sesuaikan kedalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance) yang ada dalam kertas kerja. 4. saldo akun hutang usaha yang ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom neraca dengan saldo kredit. Memindahkan tiap saldo masing-masing akun yang ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian kedalam kolom laporan keuangan. maka tambahan akun baru tersebut akan disisipkan tepat di bawah total jumlah neraca saldo. 3. saldo akun beban yang ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom laba rugi dengan saldo debet. Untuk masing-masing kolom (baik kolom laba rugi maupun kolom neraca). Kolom neraca saldo setelah penyesuaian ini merupakan hasil gabungan antara data yang terdapat dalam kolom neraca saldo sebelum penyesuaian sesuai dengan data yang ada dalam kolom penyesuaian. akun mana yang akan ditransfer kedalam kolom laba rugi dan juga akun mana yang akan ditransfer kedalam kolom neraca. Jika nama akun yang digunakan dalam ayat jurnal penyesuaian ternyata belum terdapat dalam neraca saldo (yang telah disiapkan pada tahapan pertama di atas). saldo akun kas yang ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom neraca dengan saldo debet. hitunglah total saldo debet dan total saldo kreditnya dengan cara menjumlahkan seluruh saldo akun dari atas sampai ke bawah sesuai dengan saldo akun yang ada pada masing-masing kolom. dan seterusnya. saldo akun pendapatan yang ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom laba rugi dengan saldo kredit. Besarnya selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom laba rugi harus sama dengan besarnya selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom neraca. hanya saja posisi untuk masing-masing selisih tersebut Modul Pengantar Akuntansi 1 62 . Hal ini dilakukan dengan cara memilah-milah secara tepat.posisi nilai debet dan kredit masing-masing akum.

. dan sebaliknya jika total saldo debet untuk kolom laba rugi melebihi total saldo kredit untuk kolom laba rugi.-..000.000. yaitu Rp 10. jika posisi selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom laba rugi berada disebelah debet. maka posisi selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom neraca akan berada disebelah kredit. Sedangkan untuk kolom/lajur neraca dengan total saldo debet Rp 85..000.000.baik untuk selisih antara debet dan kredit pada kolom laba rugi maupun baik untuk selisih antara debet dan kredit pada kolom neraca. hanya saja posisi selisih tersebut masing-masing saling berlawanan. Artinya. Jadi misalkan jika saldo kas yagn dilaporkan dalaam neraca per 31 Desember 2008 berjumlah Rp Modul Pengantar Akuntansi 1 63 .000..juga.dan total saldo kredit Rp 75. dengan besarnya sama.000.akn memiliki posisi selisih di sebelah debet.. Sebagai contoh: untuk kolom/lajur laba rugi dengan total saldo debet Rp 30.akan memiliki posisi selisih di sebelah kredit. IV. Jika total saldo kredit untuk kolom laba rugi melebihi total saldo debet untuk kolom laba rugi..Politeknik Negeri Sriwijaya akan saling berlawanan antara kolom laba rugi dengan kolom neraca. yaitu sebesar Rp 10.000.000.3 Menyiapkan Ayat Jurnal Penutup Sebelum masuk pada pembahasan mengenai ayat jurnal penutup perlu diingat kembali bahwa neraca sesungguhnya adalah sebuah laporan yang akan menggambarkan mengenai kondisi atau posisi keuangan perusahaan per tanggal tertentu (sampai dengan tanggal pelaporan) sedangkan laporan laba rugi adalah sebuah laporn yang mencerminkan kinerja (performance) manajemen dan profitabilitas perusahaan untuk satu periode waktu tertentu.000.000. maka akan menghasilkan laba bersih. Perhatikanlah bahwa besarnya selisih tersebut masing-masing memiliki nilai yang sama.dan total saldo kredit Rp 40. yaitu sebesar Rp 10.000.000. maka akan menghasilkan rugi bersih. Besarnya laba bersih (net income) atau rugi bersih (net loss) ditentukan dengan cara membandingkan antara total saldo debet dengan total saldo kredit yang ada pada kolom laba rugi.000.000.

dimana akun prive dan seluruh akun laba rugi ini nantinya akan ditutup pada setiap akhir periode akuntansi. yang hanya diperhitungkan untuk sepanjang satu tahun saja yaitu sepnajang tahun 2008.-.000. Sedangkan untuk akun prive dan seluruh akun yang ada dalam laporan laba rugi memiliki sifat sementara. maka akan diperoleh laba bersih (beban lebih besar dari pendapatan) maka sefatnya akan mengurangi modal.000. Prive memiliki sifat mengurangi modal.-. sedangkan beban memiliki saldo normal yang berlawanan dengan saldo normal untuk pendapatan dan modal. pada akhirnya akan ditransfer ke akun neraca.000. Ingat kembali bahwa pendapatan memiliki sifat menambah modal. sedangkan beban memiliki sifat mengurangi modal.000. dimana akun-akun neraca ini tidak akan ditutup pada setiap akhir periode akuntansi dan saldonya akan dibawa terus ke periode-periode akuntansi berikutnya. Pendapatan dan modal samasama memiliki saldo normal di sebelah kredit. bahwa laporan laba rugi tetap perlu/harus dibuat untuk memperoleh gambaran mengenai kinerja manajemen perusahaan dan untuk mengetahui berapa besarnya tingkat keuntungan/kerugian yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan sepanjang satu tahun tertentu. yaitu akun modal. Seluruh akun neraca dikatakan memiliki sifat yang permanen dan akumulatif (“gulung-menggulung”). Sedangkan jika salo pendapatan dilaporkan dalam laporan laba rugi untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 berjumlah Rp 750. Sehubungan dengan penutupan (membuat nihil atau membuat saldo akun menjadi nol) terhadap saldo akun-akun laporan laba rugi. Jika pendapatan lebih besar dari beban.400. Nilai saldo yang melekat pada setiap akun laporan laba rugi. maka berarti jumlah saldo pendapatan ini merupakan hasil dari transaksi yang terjadi. Modul Pengantar Akuntansi 1 64 . maka berarti jumlah saldo ini merupakan saldo kas akumulatif yang dihasilkan lewat tarnsaksi-transaksi kas yang terjadi sampai dengan tanggal pelaporan yaitu per tanggal 31 Desember 2008. dan bagaimana dengan nilai saldo yang melekat pada setiap akun laporan laba rugi tersebut/ sekali lagi. lalu timbul pertanyaan: kalau begitu untuk apa laporan laba rugi dibuat.

(3) mentransfer jumlah laba bersih/rugi bersih ke akun modal.000. Sebagai kesimpulan. dengan ketentuan bahwa jika laba bersih maka akun modal akan di kredit (debetnya adalah akun ikhtisar laba rugi) dan sebaliknya juka rugi bersih maka akun modal akan di debet (kreditnya adalah akun ikhtisar laba rugi).Rp 7.000. Beban Bunga Kr. bahwa pada setiap akhir periode akuntansi setelah laporan keuangan disusun.800.000. Beban Iklan Kr.Rp Rp Rp Rp Rp Rp 900. Hal ini dilakukan dengan cara mentransfer seluruh akun yang sifatnya sementara (temporary/nominal accounts) ke akun yang sifatnya permanen (permanent/real accounts).000. Pendapatan Jasa Kr.- Modul Pengantar Akuntansi 1 65 .400. Beban Gaji Kr.- Menutup akun beban: Dr. (2) mentransfer akun beban yang memiliki saldo normalderbit kesebelah kredit dan kemudian mendebuit akun ikhtisar laba rugi. bagian akuntansi perusahaan perlu menyiapkan ayat jurnal penutup (closing entries). yaitu akun modal.200.000. Beban Penyusutan Kr.000. Ikhtisar Laba Rugi Rp 7.000. Beban Asuransi Rp 6.000.500. Ikhtisar Laba Rugi Kr.000.Politeknik Negeri Sriwijaya Jurnal penutup dilakukan dengan cara: (1) mentransfer akun pendapatan yang memiliki saldo normal kredit kesebelah debet dan kemudian mengkredit akun ikhtisar laba rugi (income summary). Beban Utilitas Kr. Berikut ini adalah contoh ayat jurnal penutup yang disiapkan pada akhir periode akuntansi: Menutup akun pendapatan: Dr.Rp 3. Beban Perlengkapan Kr.900. (4) mentransfer akun prive yang memiliki saldo normal debet kesebelah kredit dan kemudian mendebet akun modal.000.200.900.300.300.

600.Rp 6. Prive Rp 800.600.000. perlengkapan. dan seterusnya) yang akan dibawa sebagai saldo awal untuk periode akuntani berikutnya.000. Modal Kr. karena memang telah ditutup lewat ayat jurnal penutup sehingga bersaldo nol.000. Jadi.4 Menyiapkan Neraca Saldo Prosedur akuntansi yang terakhir. Neraca saldo setelah penutupan ini sesungguhnya dapat digunakan sebagai alat untuk membuktikan bahwa proses penjurnalan dan pemostingan ayat jurnal penutup telah dilakukan secara tepat dan lengkap.000. laporan inilah hanyalah berisi saldo akhir dari masing-masing akun neraca (kas.300. Ikhtisar Laba Rugi Kr. dalam neraca saldo setelah penutupan ini sudah tidak lagi saldo akun prive dan saldo akun-akun laporan laba rugi. Saldo laba bersih ini tidak lain adalah selisih antara total saldo akun pendapatan dengan total saldo akun beban (Rp 7.Rp 1. Neraca saldo setelah penutupan ini juga dibuat untuk membuktikan bahwa keseimbangan dalam persamaan Modul Pengantar Akuntansi 1 66 .-) ditutup dan ditransfer ke perkiraan modal.. Modal Rp 1.900.-).- Menutup akun prive: Dr. hutang usaha. Akun ikhtisar laba rugi ini hanya digunakan pada waktu membuat ayat jurnal penutup dan sesungguhnya merupakan akun sementara dari akun modal. piutang usaha. Sesuai dengan namanya.000.000.600. adalah menyiapkan neraca saldo setelah penutupan (post-closing trial balance).Rp 800.Menutup jumlah laba bersih: Dr. setelah ayat jurnal penutup dibuat dan diposting ke masing-masing buku besar akun terkait.000..- Perlu diperhatikan di sini secara cermat bahwa besarnya saldo laba bersih (Rp 1. IV.

Ada 4 hal (item) yang perlu dibuatkan ayat jurnal pembalik.kan dibuat pada setiap awal periode akuntansi dengan cara membalik ayat jurnal penyesuaian yang telah dibuat pada akhir periode akuntansi sebelumnya. biaya iklan dibayar dimuka (prepaid advertising) yang mula-mula dicatat sebagai beban iklan (advertising expense). yaitu: 1. sedangkan pendapatan lain-lain (other income).5 Ayat Jurnal Pembalik Dalam akuntansi. ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan yang masih harus diterima/pendapatan akural/piutang akural.Politeknik Negeri Sriwijaya akuntansi telah dipenuhi pada akhir periode akuntansi setelah melewati berbagai tahapan siklus akuntansi. pembuatan ayat jurnal pembalik (reversing entries) adalah sifatnya pilihan (optional). Ayat jurnal penyesuaian atas beban yang masih harus dibayar/beban akural/hutang akural. Modul Pengantar Akuntansi 1 67 . seperti pendapatan bunga yang masih harus diterima (piutang bunga). seperti beban upah yang masih harus dibayar (hutang upah) dan beban bunga yang masih harus dibayar (hutnag bunga) 2. seperti biaya sewa dibayar di muka (prepaid rent) yang mula dicatat sebagai beban sewa (rent expense). 3. dan biaya asuransi dibayar dimuka (prepaid insurance) yang mula-mula dicatat sebagai beban asuransi (insurance expense). Ingat kembali bahwa unearned rent revenue merupakan komponen dari neraca yaitu sebagai hutang. 4. ayat jurnal penyesuaian atas biaya dibayar di muka yang mula-mula dicatat langsung sebagai beban bukan sebagai aktiva/prepaid. IV. Ayat jurnal pembalik ini biasanya a. Ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan diterima dimuka yang mula-mula dicatat langsung sebagai pendapatan bukan sebagai hutang. dan lain-lain. seperti pendapatan sewa diterima dimuka (unearned rent revenue) yang mula-mula dicatat sebagai pendapatan sewa (rent revenue).

Kas Rp 4.00 Modul Pengantar Akuntansi 1 68 .000.00 Rp 4.-. Berdasarkan pencatatan secara accural basis.000. Pinjaman ini berjangka waktu 6 bulan.000. bunga pinjaman selama 4 bulan (September.000. Perusahaan akan menerima kembali nilai pokok pinjaman beserta bunganya pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo.000.000 . tentu saja akan dipengaruhi oleh ada tidaknya ayat jurnal pembalik yang dibuat pada awal periode tersebut.500.000 . yaitu tepatnya pada tanggal 1 Maret 2009. Oktober.Jurnal untuk periode berikutnya. November. dan Desember) yang sudah berlangsung dalam tahun 2008 ini haruslah diakui sebagai pendapatan tahun 2008 dalam pembukuan kreditur.000. Besarnya tingkat suku bunga pinjaman yang disepakati oleh kedua pihak adalah sebesar 9% per tahun. Beban Bunga Rp 3. meskipun pembayarannya baru akan diterima nanti pada tanggal 1 Maret 2009.00 Rp 3. Beban Kr.00 12 Kemudian.000.000.00  Rp 3. Sebagai contoh untuk mengilustrasikan efek yang ditimbulkan dari perbedaan antara dibuatnya ayat jurnal pembalik dengan tidak dibuatnya jurnal pembalik (karena optional tadi) adalah misalkan bahwa pada tanggal 1 September 2008 perusahaan memberikan pinjaman uang kepada debetur senilai Rp 100. Periode akuntansi perusahaan berakhir pada tanggal 31 Desember 2008.500.000 .000. ayat jurnal yang perlu dibuat pada tanggal 1 Maret 2009 adalah menjadi sebagai berikut (di luar pokok pinjaman) : Dr. Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Dr. Utang Bunga Kr. Utang Bunga Sedangkan ayat jurnal pembalik yang seandainya dibuat pada tanggal 1 Januari 2009 akan menjadi : Dr. Beban Bunga Kr. yang terkait dengan 4 itemdi atas.00 4 x 9% x Rp 100 .

Berdasarkan pencatatan secara accrual basis. meskipun pembayarannya baru akan dilakukan pada tanggal 1 Maret 2009 nanti. November.00 12 Namun. Pendapatan Bunga Rp 4.000.000 . Oktober.500.000.500. Periode pembukuan perusahaan (selaku debitur) akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2008. Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 adalah: Modul Pengantar Akuntansi 1 69 .Politeknik Negeri Sriwijaya Keterangan : 6 x 9% x Rp 100 .000.000.00  Rp 4.000.000.000.-.5 juta (untuk 2 bulan). jika seandainya ayat jurnal pembalik tidak ada maka ayat jurnal yang harus dibuat pada tanggal 1 Maret 2009 akan menjadi sebagai berikut (di luar pokok pinjaman) : Dr. dan Desember) yang sudah terjadi ditahun 2008 ini haruslah diakui sebagai beban tahun 2008 oleh debitur. perusahaan memperoleh penjaman uang dari Bank Mandiri (selaku kreditur) senilai Rp 100.000. Sebagai contoh lainnya untuk mengilustrasikan efek yang ditimbulkan dari ada tidaknya ayat jurnal pembalik adalah misalkan bahwa pada tanggal 1 September 2008.00 haruslah diakui sebagai beban tahun 2008 (untuk 4 bulan).Rp 1.Rp 3. Perusahaan diharuskan untuk mengembalikan nilai pokok pinjaman beserta bunganya pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo.000. bunga pinjaman selama 4 bulan (September. yaitu tepatnya pada tanggal 1 Maret 2009. Piutang Bunga Kr. point penting yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa bunga sebesar Rp 3. Kas Kr.- Tanpa melihat apakah ayat jurnal pembalik dibuat atau tidak.000.500 . Pinjaman ini berjangka waktu 6 bulan. Besarnya tingkat suku bungapinjaman yang disepakati oleh kedua pihak adalah 9% per tahun. sedangkan besarnya beban bunga yang harus diakui dalam tahun 2009 hanyalah sebesar Rp 1.

000.00 Rp 4. Beban Kr.000.00  Rp 3.500.Dr.000.000.00  Rp 4.000.000.00 Kemudian.000.00 12 Rp 4.000.000. point penting yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa bunga sebesar Rp 3.00 Tanpa melihat apakah ayat jurnal pembalik dibuat atau tidak.000 .5 juta (untuk 2 bulan). ayat jurnal yang perlu dibuat pada tanggal 1 Maret 2009 adalah menjadi sebagai berikut (di luar pokok pinjaman) : Dr.500. Kas Rp 3.500.00 4 x 9% x Rp 100 .00 12 Sedangkan ayat jurnal pembalik yang seandainya dibuat pada tanggal 1 Januari 2009 akan menjadi : Dr. Utang Bunga Kr.000.500.00 haruslah diakui sebagai beban tahun 2008 (untuk 4 bulan).00 Rp 1. sedangkan besarnya beban bunga yang harus diakui dalam tahun 2009 hanyalah sebesar Rp 1.000.000.000.000 .000. Utang Bunga Keterangan : Rp 3. Beban Bunga Kr.000. Beban Bunga Rp 3.00 Rp 3. Beban Bunga Kr. Kas Keterangan : 6 x 9% x Rp 100 . jika seandainya ayat jurnal pembalik tidak ada maka ayat jurnal yang harus dibuat pada tanggal 1 Maret 2009 akan menjadi sebagai berikut (di luar pokok pinjaman) : Dr. Utang Bunga Dr.000.000.000.000 .00 Rp 4.000 .000. Modul Pengantar Akuntansi 1 70 .00 Namun.500 .00 Rp 3.

aktiva tetap. melalui klasifikasi ini pula para pengguna laporan neraca akan dapat : 1. total aktiva. Aktiva lancar terdiri dari kas dan sumber daya ekonomi lainnya yang diperkirakan akan dapat direalisasi menjadi kas (contohnya piutang) atau dapat dijual (contohnya persediaan barang dagangan) atau dapat dikonsumsi (contohnya perlengkapan. 6 Klasifikasi Neraca (Standar) Laporan keuangan akan menjadi lebih berguna bagi manajemen. Memprediksi jumlah total klaim kreditur atas aktiva perusahaan. 3. Memperoleh gambaran mengenai jumlah perbandingan antara total kewajiban dengan total aktiva. dan modal. Mempersiapkan kebutuhan dana jangka panjang untuk memenuhi kewajiban tidak lancar. Memperoleh gambaran mengenai besarnya komposisi utang lancar dan utang jangka panjang terhadap total utang. dan investor ketika akun-akun yang ada dalam laporan diklasifikasikan secara tepat ke dalam masing-masing kelompok sesuai dengan karakteristiknya. Kas Modul Pengantar Akuntansi 1 71 . kreditur. 5. Memprediksi kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya yang akan segera jatuh tempo lewat aktiva lancar yang dimilikinya. Memperoleh gambaran mengenai besarnya komposisi utang lancar dan utang jangka panjang terhadap total utang. utang jangka panjang. 6. aktiva tetap. dan besarnya modal yang dimiliki perusahaan. utang jangka panjang. Memprediksi jumlah total klaim pemilik dana atau investor atas aktiva perusahaan. 7. Lebih lanjut. 4. dalam kurun waktu satu tahun periode akuntansi.Politeknik Negeri Sriwijaya IV. Klasifikasi akun neraca yang standar terbagi menjadi : aktiva lancar. Ingat kembali bahwa penyajian untuk akun aktiva lancar dalam neraca disusun berdasarkan urutan tingkat likuiditasnya. jumlah utang lancar. Klasifikasi secara tepat terhadap akun-akun neraca berguna untuk memberikan gambaran yang sesungguhnya mengenai besarnya jumlah aktiva lancar. sewa dibayar di muka). utang lancar. 2. asuransi dibayar di muka. total kewajiban.

lebih lancar dibanding piutang dan persediaan. aktiva tetap diklasifikasikan menjadi dua. utang gaji dan upah. Akumulasi penyusutan ini sifatnya sebagai akun pengurang (contra account) dari harga perolehan aktiva tetap. Utang lancar ini harus segera dilunasi dalam jangka waktu satu tahun. Pada prinsipnya. Utang lancar meliputi utang usaha. dan seterusnya. Di samping itu. yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Untuk akhir tahun pertama sejak tanggal perolehan. pinjaman bank yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun atau maksimum satu tahun. Sedangkan besarnya akumulasi penyusutan sampai dengan akhir tahun ke dua yang akan dilaporkan dalam neraca adalah jumlah antara akumulasi penyusutan yang telah dilaporkan dalam laporan neraca akhir tahun pertama dengan beban penyusutan untuk tahun ke dua. otomatis besarnya beban penyusutan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi akan sama dengan besarnya akumulasi penyusutan yang dilaporkan dalam neraca. serta besar nilainya material yang tergantung pada kebijakan manajemen perusahaan masing-masing dalam hal kapitalisasi. yang dimiliki perusahaan dengan maksud untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari dan bukan untuk dijual. Harga perolehan aktiva tetap dikurangi dengan akumulasi penyusutan akan diperoleh nilai buku (book value). piutang lebih lancar dibanding persediaan. di mana akumulasi penyusutan memiliki saldo normal di sebelah kredit atau kebalikan dari saldo normal untuk harga perolehan aktiva tetap. Aktiva tetap akan disajikan dalam neraca sebesar harga perolehannya. dan seterusnya). untuk aktiva tetap berwujud juga harus disajikan besarnya akumulasi penyusutan. aktiva tetap adalah sumber daya ekonomi yang memiliki masa kegunaan lebih dari satu tahun periode akuntansi. yaitu yang merupakan total beban penyusutan mulai dari tahun pertama sejak aktiva tetap tersebut diperoleh hingga tahun pelaporan. Utang lancar adalah kewajiban-kewajiban yang diperkirakan akan dibayar dengan menggunakan aktiva lancar yang ada atau melalui pembentukan utang lancar lainnya. Seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. dan seterusnya. peralatan. Aktiva tetap berwujud akan disajikan dalam neraca berdasarkan urutan lamanya umur kegunaan aktiva tetap bersangkutan (tanah. bangunan. Modul Pengantar Akuntansi 1 72 .

dan utang jangka panjang lainnya. besarnya bagian kepemilikian dari masing-masing anggota sekutu akan tercermin lewat masing-masing akun modal. dan seterusnya sesuai dengan berapa banyak anggota sekutu yang ada dalam perusahaan. Di mana. Sedangkan untuk perusahaan yang memiliki bentuk organisasi persekutuan (partnership). dan utang lancar lainnnya. Cahyo. yaitu akun yang mencerminkan modal dari si pemilik tunggal perusahaan. Utang dalam kategori ini meliputi utang obligasi (bonds payable) . Modal yang disetor ini merupakan modal sahan (capital stock). Komponen modal yang terdapat dalam laporan neraca sangatlah beragam atau berbeda-beda tergantung pada bentuk karakteristik organisasi perusahaan. Period retained earning merupakan hasil pengurangan laba bersih (net income) periode berjalan dengan deviden (pembagian hasil keuntungan kepada investor).Politeknik Negeri Sriwijaya utang bunga. misalnya akun modal Tn. hanya ada satu akun modal saja. period retained earning = net income – dividend. ada dua sumber utama modal. yaitu kumpulan dari besarnya saldo laba ditahan yang dihasilkan dalam satu periode ke periode berikutnya. akun modal Tn. akun modal Tn. Sedangkan kewajiban-kewajiban yang diperkirakan akan dibayar setelah satu tahun diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang. Modul Pengantar Akuntansi 1 73 . yang kemudian sisanya diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan. bagian utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu satu tahun. yaitu modal disetor (paid in capital atau contributed capital) dan laba ditahan (ending retained earning). ending retained earning = beginning retained earning + period retained earning. Saldo laba ditahan yang dilaporkan dalam neraca merupakan saldo akhir yang sifatnya akumulatif (gulung-menggulung). utang pajak. wesel bayar jangka panjang (long term notes payable).utang hipotik (mortgages payable). Sedangkan untuk perseroan (corporation). pinjaman bank jangka panjang (long term bank loans). Untuk perusahaan perorangan (proprietorship). Jadi. Budi. Ari.

ilustrasi mengenai penyelesaian siklus akuntansi (dengan menggunakan alat bantu worksheet) akan langsung diberikan untuk perusahaan dagang yang akan diuraikan nanti dalam Modul 5 (Akuntansi untuk perusahaan dagang). maka dalam buku ini.7 Ilustrasi Penyesuian Siklus Akuntansi Akuntansi untuk perusahaan jasa relative lebih simple disbanding perusahaan dagang. Namun pada intinya.8 Ilustrasi Problem Soal 1 Felixia Beatrice Artistik merupakan sebuah perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang pertamanan (landscaping). yaitu metode perpetual dan metode periodic / fisik. Karena akuntansi untuk perusahaan dagang relative lebih rumit dibanding perusahaan jasa. belum lagi kerumitan ditambah dengan altternatif metode penilaian yang ada dalam menghitung besarnya harga pokok persediaan barang dagangan. Perkiraan-perkiraan dalam buku besar perusahaan pada tanggal 30 November 2008 menunjukkan saldo sebagai berikut : Modul Pengantar Akuntansi 1 74 . Penutupan buku perusahaan dilakukan pada setiap tanggal 31 Desember. proses (alur) penyelesaian siklus akuntansi untuk perusahaan jasa dan perusahaan dagang adalah hampir sama.IV. terdapat dua alternative metode akuntansi yang diperkenankan oleh prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam hal mencatat persediaan barang dagangannya. Hal ini disemodulkan untuk perusahaan dagang. IV.

000.00 Rp 214.000.000.00.000.000.00 (catat dalam perkiraan Modul Pengantar Akuntansi 1 75 .000.00 sedangkan sisanya akan dilunasi di kemudian hari.00 Rp 016.400.00 Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Desember 2008 yang belum dibukukan oleh perusahaan adalah sebagai berikut : 1 Desember Dibeli dari PT Imora sebuah kendaraan dan peralatan kantor.000.Politeknik Negeri Sriwijaya Nomor Perkiraan 101 103 104 107 108 151 152 153 154 201 202 203 204 301 302 303 401 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 Nama Perkiraan Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Asuransi Dibayar di Muka Iklan Dibayar di Muka Kendaraan Akumulasi Penyusutan – Kendaraan Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor Utang Usaha Utang Bank Utang Gaji dan Upah Utang Bunga Modal Ny.00 Rp 180.00 Rp 049.000.000.000. Felixia Prive Ny. 5 Desember Dibayar biaya iklan pada majalah bulanan Karting untuk 6 kali pemasangan sebesar Rp 5.00 Rp 070.00 Rp 006.000.000.200.00 Rp 002.000.00 Rp 040.850.000.000.900.000.000. masing-masing senilai Rp 36.000.000.00 Rp 012.400.000.500.00 Rp 014.00 Rp 059.00 dan Rp 12.00 sebagai pembayaran untuk pekerjaan merancang dan membangun sebuah taman.160.000.500.000.340.000.00 Rp 036.00 Rp 005.000.00 Rp 140. Dibayar tunah Rp 38.000.000.000.000.300.000.00 Rp 009. Felixia Ikhtisar Laba – Rugi Pendapatan Jasa Beban Gaji dan Upah Beban Asuransi Beban Iklan Beban Perlengkapan Kantor Beban Listrik dan Telepon Beban Pemeliharaan Beban Penyusutan – Kendaraan Beban Penyusutan – Peralatan Kantor Beban Bunga Beban Rupa-rupa Saldo Rp 058.000.00 Rp 004.000.150.000.000.000. 4 Desember Diterima tunai sebesar Rp 17.000.00 Rp 028.

600. Modul Pengantar Akuntansi 1 76 . sedangkan sisanya akan ditagih nanti di kemudian hari.000.nomor 108).000.00.700. 24 Desember Dibayar upah karyawan harian.3) pemasangan iklan sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 baru dilakukan sebanyak satu kali. 8 Desember Dibeli tunai perlengkapan kantor seharga Rp 3.2) asuransi dibayar di muka merupakan pembayaran premi asuransi untuk jangka waktu 6 bulan yang terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2008. dan tunjangan hari Natal sebesar Rp 18.000.00 31 Desember Dibayar utang parkir.000. Pemasangan iklan akan dilakukan pada setiap tanggal 5 yang terhitung mulai hari ini. 20 Desember Telah diselesaikan pembuatan dekorasi atas sebuah taman di Hotel Megah dengan total faktur sebesar Rp 17.1) nilai perlengkapan kantor yang sudah terpakai sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 6.000.00 Diminta : a) Catatlah transaksi-transaksi diatas dalam bentuk jurnal umum! b) Pindahkan data yang terdapat dalam jurnal umum ke dalam perkiraanperkiraan yang bersangkutan di buku besar ! c) Susunlah neraca saldo per 31 Desember 2008 sebelum penyesuian ! d) Buatlah ayat jurnal penyesuian.000.000.850.500.000.000. telah diterima tunai Rp 12.000. sumbangan- sumbangan.00.300.d.00 17 Desember Diambil uang tunai dari kas perusahaan sebesar Rp 9.600. keamanan.000. gaji bulanan. kebersihan.000. d. dan lain-lain sebesar Rp 2.00 12 Desember Dibayar beban pemeliharaan kendaraan operasional perusahaan sebesar Rp 6. yaitu tanggal 5 Desember.000.00 untuk keperluan pribadi pemilik.000.00 28 Desember Dibayar utang usaha kepada kreditur sebesar Rp 19.000. Dalam transaksi ini.00 14 Desember Dibayar upah tenaga kerja honorer sebesar Rp 9.00 10 Desember Diterima pelunasan dari debitur sebesar Rp 25.500. apabila pada tanggal 31 Desember 2008 diperoleh data tambahan untuk penyesuian sebagai berikut: d.

000 5Des Iklan Dibayar Dimuka Kas 108 101 5.000 38.000 3. Tanggal 31 Desember 2008 jatuh pada hari Kamis.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 77 .500.850.00. d.500.000.000 25.000 8Des Perlengkapan Kantor Kas 104 101 3.400.000.000 5.-. d.000 kr 4Des Kas Pendapatan Jasa 101 401 17.850.000 10Des Kas Piutang Usaha 101 103 25.400.5) bungan atas pinjaman bank selama 30 hari belum dibayar.Politeknik Negeri Sriwijaya d.000. Atas peralatan kantor dan kendaraan yang dibeli pada tanggal 1 Desember 2008 juga belum dilakukan penyusutan.000 12. Tingkat bunga pinjaman adalah sebesar 18% per tahun (1 tahun = 360 hari).400.000.000.4) penyusutan tahunan atas aktiva tetap ditentukan sebesar 20% dari harga perolehannya.000 10.000 17.000. e) Pindahkan data yang terdapat dalam jurnal penyesuian ke dalm perkiraanperkiraan yang bersangkutan di buku besar ! f) Susunlah neraca saldo per 31 Desember 2008 setelah penyesuian ! Penyelesaian Tgl 1Des Nama Perkiraan Kendaraan Peralatan Kantor Kas Hutang Usaha COA 151 153 101 201 Dr 36.6) upah karyawan harian dibayar sekali seminggu pada setiap hari sabtu sore untuk 6 hari kerja (Senin sampai dengan Sabtu) sebesar Rp 2.

700.000 19.300.100.000 31Des Beban Rupa-rupa Kas 510 101 101.000.000 9.000 20Des Beban Listrik & Telepon Kas 505 101 650.440.000 6.000 17.000.600.500. Kas 2.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 78 .000 650.000 20.340. Imora Pendapatan Jasa Biaya Iklan Kartini Perlengkapan Kantor Ref Debet 58.500.400.000 28Des Hutang Usaha Kas 201 101 19.340.340.000 22Des Kas Piutang Usaha Pendapatan Jasa 101 103 401 12.590.12Des Beban Pemeliharaan Kas 506 101 6.000 18.300.000 32.000 17.000 Kredit Saldo 58.000.000 2.000 24Des Beban Gaji & Upah Kas 501 101 18.000 Tgl 1Des 1Des 4Des 5Des 8Des Keterangan Saldo akhir November PT.000.000 28.600.000 9.000 5.000 38.500.840.000 37.600.700.500.000 14Des Beban Gaji & Upah Kas 17Des Prive Kas 501 101 302 101 9.000.000 3.000 5.000 9.850.

000 650.150.000 6.000 Kredit Saldo 0 5.940.000 8.850.700.940.000 25.Piutang Usaha 53.000 40.000 Kredit Saldo 9.100.200.000 27.000 28.000 3.000.000 10Des Pelunasan Debitur 22Des Hotel Megah 5.000 103.000 340.590.390.000 37.240.000.090.000 2.000 108.000 Kredit Saldo 59.000 34.000 103.000.390.000 9.000 2.000 21.000. Iklan Dibayar dimuka Tgl 1Des 5Des Keterangan Saldo akhir November Kartini Ref Debet 0 5.000 Kredit Saldo 4.740.000 9.000 12.000 19.000 Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 59.150.000.200. Perlengkapan Kantor Tgl 1Des 8Des Keterangan Saldo akhir November Dibeli Tunai Ref Debet 4.000 18.400.000 47.300.600.200.000 39.000.000.000 104.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 79 .Piutang Usaha Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 9.400.300.500.500.Politeknik Negeri Sriwijaya 10Des Pelunasan Debitur 12Des Beban Pemeliharaan 14Des Beban Gaji & Upah 17Des Prive 20Des Beban Listrik & Telepon 22Des Hotel Megah 24Des Beban Gaji & Upah 28Des Hutang Usaha 31Des Beban Rupa-rupa 25.

000.000 Ref Debet Kredit 28.000 10.000 152.000 202.000.000.000 Kredit Saldo 180. Kendaraan Tgl 1Des 1Des Keterangan Saldo akhir November Imora Ref Debet 180.000. Hutang Usaha Tgl 1Des 1Des Keterangan Saldo akhir November PT. Hutang Gaji & Upah Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet Kredit 0 Saldo 0 Ref Debet Kredit 40. Hutang Bank Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November 203.000.000.000 154.000 216.000.000.000 Saldo 14.000.000 Ref Debet Kredit 14.000.000.000 Saldo 36.000.000.000 12. Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor Tgl 1Jan Keterangan Saldo akhir November 201.000 82.151.000.000 Saldo 28.000 38.Kendaraan Tgl 1Jan Keterangan Saldo akhir November 153. Imora Ref Debet 70. Imora 19.000 36.000.000.000 Saldo 40.000.000.000 19.000 28Des Dibayar Tunai Modul Pengantar Akuntansi 1 80 .000 Ref Debet Kredit 36.000. Akumulasi Pemyusutan . Peralatan Kantor Tgl 1Des 5Des Keterangan Saldo akhir November PT.000 Kredit Saldo 70.000.

600.000 158. Felixia Tgl 1Jan Keterangan Saldo awal Tahun 2008 Ref Debet Kredit 214.000 18. Beban Asuransi Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet Kredit 0 Saldo 0 Modul Pengantar Akuntansi 1 81 .000.500. Felixia Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 16.300. Prive Ny.000 22Des Hotel Megah 501 Beban Gaji & Upah Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 49.300.000.000.700. Pendapatan Jasa Tgl 1Des 4Des Keterangan Saldo akhir November Diterima Tunai Ref Debet Kredit Saldo 140.000 Saldo 214.900.000 25.000 17.000 9.000 302.000 77.300.000 17. Bulanan 502.700.000.000.000 140.000 Kredit Saldo 16.000 9. Modal Ny.Politeknik Negeri Sriwijaya 203.000 Kredit Saldo 49.900. Hutang Bunga Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet Kredit 0 Saldo 0 301.000.400.000 14Des Tenaga Kerja Honorer 24Des Karyawan Harian.000 58.000 176.000 17Des Tunai 401.000.300.

503. Beban Perlenkapan Kantor Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet Kredit 0 Saldo 0 505. Beban Penyusutan Tgl 1Jan Keterangan Saldo akhir November Ref Debet Kredit 0 Saldo 0 508.500.000 Kredit Saldo 6.000 19.000 6.000 20Des Dibayar Tunai 506.850.000 7.000 Kredit Saldo 12.500.000 650. Beban Iklan Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet Kredit 0 Saldo 0 504.000 12Des Dibayar Tunai 507. Beban Pemeliharaan Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 12.500.850. Beban Listrik & Telepon Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 6.000. Beban Penyusutan – Peralatan Kantor Tgl 1Jan Keterangan Saldo akhir November Ref Debet Kredit 0 Saldo 0 Modul Pengantar Akuntansi 1 82 .500.

000 2.000 31Des Parkir.000.000 176.000 14.000 77.000 40.000.000.000. dll c) Felixia Beatrice Artistil Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian 31-Des-08 No.000 39.000 8.000.600.000 82.300.000 25. Perkiraa an 101 103 104 107 108 151 152 153 154 201 202 203 204 301 302 303 401 501 502 Nama Perkiraan Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Asuransi Dibayar Di Muka Iklan Dibayar Di Muka Kendaraan Akumulasi PenyusutanKendaraan Peralatan kantor Akumulasi PenyusutanPeralatan Kantor Hutang Usaha Hutang Bang Hutang Gaji dan Upah Hutang Bunga Modal Ny.160.000 214.400.000 9.400.000 Kredit Saldo 5. Kebersihan.000.400.300.000 510.000. Beban Bunga Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 2.000.000.000 216.000. Beban Rupa-rupa Tgl 1Des Keterangan Saldo akhir November Ref Debet 5.000 8.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 83 .000 Kredit 36.000 19.000. Felixia Ikhtisar Laba-Rugi Pendapatan Jasa Beban Gaji dan Upah Beban Asuransi Debet 340.Politeknik Negeri Sriwijaya 509.160.000 Kredit Saldo 2. Felixia Prive Ny.000 5.000.

503 504 505 506 507 508 509 510 Beban Iklan Beben Perlengkapan Kantor Beban Listrik dan Telpon Beban Pemeliharaan Beban PenyusutanKendaraan Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Beban bunga Beban Rupa-Rupa 7.000.000 204 501 1.000 Dr 6.000 900.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 84 .000 6.000.000 4.000 19.500.000 14.000 600.500.000 154 509 600.000 8.000 499.000.000.000.200.600.160.000 2.600.600.000 152 36.000.000 d) Tgl 31Des 31Des Nama Perkiraan Beban Perlengkapan Kantor Perlengkapan Kantor Beban Asuransi Asuransi Muka Beban Iklan Dibayar Di COA 504 104 502 4.000 499.600.000 107 503 900.000 203 1. Penystn-Peralatan Kantor Beban Bunga Hutang Bunga Beban gaji dan Upah Hutang Gaji dan Upah 508 14. Kendaraan PenyusutanPenyusutan108 507 36.500.200.000 Iklan Dibayar Di Muka 31Des Beban Kendaraan Akm.000 Kr 31Des 31Des 31Des Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Akm.

000 17.700. Piutang Usaha Keterangan Saldo akhir 01-Des November 10-Des Pelunasan Debitur 22-Des Hotel Megah 5.840.000.000 Tgl Ref.340.000 3.100.000 38.000 9. Debet 59.000 Kredit Saldo 59.000 12.000. Kas Ref.Politeknik Negeri Sriwijaya e) Tgl Keterangan 101.440.000 340.000 32.000 650.000 47.000 18.740.000 2.000 19.500.240.000 37.000 103.300.390.000 25.590.000 2.000 40.390.200.000 27.200.000 39.600.500.340.000 34.090.000 Kredit Saldo 58.000 25.000. Debet 58.400.590.000 28.000 28.000 20.200.300.940.850.000.000 21.000 9.000 6.000 53.500.940.340.000 5. Imora 04-Des Pendapatan Jasa 05-Des Biaya Iklan-Kartini 08-Des Perlengkapan Kantor 10-Des Pelunasan Debitur 12-Des Beban Pemeliharaan 14-Des Beban Gaji & Upah 17-Des Prive 20-Des Beban Listrik & Telpon 22-Des Hotel Megah 24-Des Beban Gaji & Upah 28-Des Hutang Usaha 31-Des Beban Rupa-Rupa Modul Pengantar Akuntansi 1 85 .000 37.000.000 01-Des Saldo akhir November 01-Des PT.

000. Debet 180.000 Kredit Saldo 9.000 108.000 Kredit Saldo 4. Imora Ref.Saldo akhir Des November 01Des PT. Debet 4.600.500.000 Saldo 36.000. Debet 9.400.150.000 107.000 4.000 8.400.850.000.000.000 216. Akumulasi Penyusutan-Kendaraan Tgl 01Jan 31Des Keterangan Saldo awal tahun 2008 Ayat Jurnal Penyesuaian Ref.500.000 4.000 4.104.000.600.150.000. Iklan Dibayar Di Muka Tgl 01Des 05Des 31Des Keterangan Saldo akhir November Kartini Ayat Jurnal Penyesuaian Ref.000.000 3.000.000.000 152.000 36. Peralatan Kantor Modul Pengantar Akuntansi 1 86 . 5.000.000 153. Asuransi Dibayar Di Muka Tgl 01Des 31Des Keterangan Saldo akhir November Ayat Jurnal Penyesuaian Ref.500.000 36. Debet Kredit 36.000 2.000 Debet Kredit Saldo 5.000 6.000 151. Perlengkapan Kantor Tgl 01Des 08Des 31Des Keterangan Saldo akhir November Dibeli Tunai Ayat Jurnal Penyesuaian Ref. Kendaraan Tgl Keterangan 01.000 Kredit Saldo 180.000 900.000 72.000.

000 203.000. Hutang Bank Ref. Imora Tgl 01Jan 31Des Keterangan Saldo awal Tahun 2008 Ayat Jurnal Penyesuaian Ref.000 Saldo 204.000.000 19.000 Tgl Keterangan 01. Debet 600. Debet Kredit 14.000.000.000 202.000 154.000 301.000 Kredit 1. Debet 1.Saldo akhir Des November 01Des PT.200. Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor Ref.000 12.000.000.000.Politeknik Negeri Sriwijaya Tgl Keterangan 01.000.000 14.000 19.000 28. Debet Kredit 40. Felixia Modul Pengantar Akuntansi 1 87 .000 201.200.000 Kredit Saldo 600. Hutang Usaha Ref.000.000 28.600. Modal Ny.000 Tgl 01Des 01Des 28Des Keterangan Saldo akhir November PT. Hutang Gaji & Upah Tgl Keterangan 01Des Saldo akhir November 31Des Ayat jurnal Penyesuaian Ref.600.000 38.000 82. Debet Saldo 14.000 10. Hutang Bunga Tgl Keterangan 01Des Saldo akhir November 31Des Ayat Jurnal Penyesuaian Ref.000.000. Imora Dibayar Tunai Kredit Saldo 28.000.000.000.000 Kredit Saldo 70. Debet 70.Saldo akhir Des November Saldo 40.

000 Kredit Saldo 16.000.Tgl Keterangan 01Jan Saldo awal Tahun 2008 Ref.500.300.000 58.000 502.000 501.900.600.700.000 158.000.600. Pendapatan Jasa Ref Tgl Keterangan . Debet 16.000 77.900.000 Tgl Keterangan 01.000 1.000 176.000 25.000 401.Saldo akhir Des November 17Des Tunai 302.400.000 18.300.000 9.700.000 22-Des Hotel Megah 17.000 Kredi t Saldo 49. Debet Kredit 214.600. Prive Ny.500. Debet Kredit 01-Des Saldo akhir November 140.000. Beban Gaji & Upah Saldo 140.300.500. Debet 4.000 9.000 Saldo 214.000.300.000.000. Debet 49.000 04-Des Diterima Tunai 17.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 88 . Bulanan Ayat Jurnal Penyesuaian Ref. Felixia Ref.000 Kredit Saldo 4.Ayat Jurnal Des Penyesuaian Ref.000 Tgl 01Des 14Des 24Des 31Des Keterangan Saldo akhir November Tenaga Kerja Honorer Karyaran Harian. Beban Asuransi Tgl Keterangan 01Des Saldo akhir November 31.000.000 78.

Ayat Jurnal Des Penyesuaian 900.36.500.000 504. Beban Perlengkapan Kantor Tgl.- 507.- 12 Des Dibayar Tunai 6. Debet Kredi t 1 Des Saldo Akhir November 6.000 Kredit Saldo 0 31 Des Ayat Jurnal Penyesuaian 6. Kredi t Tgl Keterangan Debet 01Des Saldo akhir November 31. Beban Listrik dan Telepon Tgl.000.500.Ref.000.Politeknik Negeri Sriwijaya 503.000.- 6. Debet 0 Saldo 900. 1 Des Keterangan Saldo Akhir November Ref.000.- 506. Keterangan Ref. 1 Jan Keterangan Saldo Awal Tahun 2008 Ref.000.00 0. Beban Penyusutan-Kendaraan Tgl. Debet 12. 1 Jan Keterangan Saldo Awal Tahun 2008 31 Des Ayat Jurnal Penyesuaian 36. Debet 0 Kredit Saldo 0 Modul Pengantar Akuntansi 1 89 .000.500. Beban Pemeliharaan Tgl.6.000.- 7.600.000 .000.- 19.000.500.600.000.Kredit Saldo 12.850.- 505.000.Saldo 2 Des Dibayar Tunai 650.000.850. Beban Iklan Ref .000.

1 Des Keterangan Saldo Akhir November Ref.000.600. Debet 0 Kredit Saldo 0 509.2.- 510.000.400.Kredit Saldo 2.600.500.400.216.14.4.000.000. Felixia Beatrice Artistik Neraca Saldo Setelah Penyesuaian 31 Desember 2008 No.000. 1 Des 31 Des Keterangan Saldo Akhir November Ayat Jurnal Penyesuaian Ref. Debet 5. Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Tgl. 1 Jan Keterangan Saldo Awal Tahun 2008 31 Des Ayat Jurnal Penyesuaian 14.39.000.760.000. Beban Bunga Tgl.000.000.4.000.2. Beban Rupa-rupa Tgl.300.000.000.200.Nama Perkiraan Debet Kredit Modul Pengantar Akuntansi 1 90 . Perkiraan 101 103 104 107 108 151 Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Asuransi Dibayar di Muka Iklan Dibayar di Muka Kendaraan 340.8.000.000.000.2.160. Debet 2.Ref.500.000.Kredit Saldo 5.200.000.508.160. dll.000. kebersihan.000.- 31 Des Parkir.

000.000.000.- 0 176.300.000.000.600.600. Ny.Politeknik Negeri Sriwijaya 152 153 154 201 202 203 204 301 302 303 401 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 Akumulasi Penyusutan-Kendaraan Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor Hutang Usaha Hutang Bank Hutang Gaji dan Upah Hutang Bunga Modal.200.600..600.200.000.214.36.000.4.552.- 28.40.000.000.000.900.500.7.000.- Soal 2 Tuan Nico memulai usaha jasa konsultasi manajemen sejak tanggal 1 Juni 2008.000. Felixia Ikhtisar Laba-Rugi Pendapatan Jasa Beban Gaji dan Upah Beban Gaji Beban Iklan Beban Perlengkapan Kantor Beban Listrik dan Telepon Beban Pemeliharaan Beban Penyusutan-Kendaraan Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Beban Bunga Beban Rupa-rupa 78.000.14.000.000.- 72.000.000.000.000.8.000.760.600.1.000.2.19.000.000.0 82.000. Perkiraan neraca saldo pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut: Modul Pengantar Akuntansi 1 91 .000.500.000.000.000. Ny.19.000.000.000.- 552.25.000. Felixia Prive.6.

6.000.560 Beban Perlengkapan 38.000.750.1.220 Hutang Gaji No.000.15.500.000.2.7.000.000.000.7.400. Perkiraa n 100 110 120 130 135 200 230 300 400 510 520 Kas Piutang Usaha Asuransi Dibayar di Muka Perlengkapan Peralatan Kantor Hutang Usaha Pendapatan Jasa Diterima di muka Modal Nico Pendapatan Jasa Beban Gaji Beban Sewa 4.21.4.136 Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor No.550 Beban Utilitas No.4.- Modul Pengantar Akuntansi 1 92 .540 Beban Asuransi No.000.530 Beban Penyusutan-Peralatan Kantor No.750.150.2.000.Nico Konsultan Neraca Saldo 30 Juni 2008 No.000.Nama Perkiraan Debet Kredit 38.000.000.Sebagai tambahan data kode akun adalah: No.900.000.000.000.000.000.210 Hutang Utilitas No.000.000.150.

Politeknik Negeri Sriwijaya Data tambahan untuk penyesuaian saldo akun adalah: 1) Saldo fisik perlengkapan yang ada pada tanggal 30 Juni 2008 bernilai . 5) Beban gaji terhutang pada akhir bulan Juni sebesar . 4) Pendapatan yang ditangguhkan sebesar .000.1.per bulan selama 60 bulan.300.150.000.000.500. 3) Jangka waktu asuransi adalah 1 tahun. tanpa nilai residu.3000..000 150.telah menjadi penghasilan pada akhir bulan Juni 2008. 7) Faktur atas pekerjaan yang telah diselesaikan selama bulan ini(bulan Juni) sebesar . dibayar tanggal 2 Juni 2008.000 Nama Perkiraan COA Dr Kr Modul Pengantar Akuntansi 1 93 ..000. Diminta: a) Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 Juni 2008! b) Pindahkan data yang terdapat dalam jurnal penyesuaian ke dalam perkiraan-perkiraan yang bersangkutan di buku besar! c) Susunlah neraca saldo per 30 juni 2008 setelah penyesuaian! Penyelesaian a) Tangg al 30 Juni Beban Perlengkapan Perlengkapan 30 Juni Beban Utilitas Hutang Utilitas 560 130 550 210 150.000 700.2.1. Peralatan kantor ini disusutkan sebesaar .500..belum dicatat.6) Umur ekonomis peralatan kantor adalah 5 tahun.2) Faktur(tagihan) untuk beban utilitas sebesar .-belum dibukukan dan tidak akan dibayar sampai bulan mendatang.000.000 700.000.250.

000 1.000.000 200.000 3.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 94 .000 2. Penyusutan-Peralatan Kantor 250.000 Piutang Usaha Pendapatan Jasa 3.500.000.000 250.500.30 Juni Beban Asuransi Asuransi Dibayar di Muka 540 120 230 400 510 220 530 136 110 400 200.000 30 Juni Pendapatan Jasa diterima di Muka Pendapatan Jasa 30 Juni Beban Gaji Hutang Gaji 30 Juni Beban Penyusutan-Peralatan Kantor 30 Juni Akm.000 1.500.500.000 2.

9.250.050.000.000.1.000.000.1.200.1.000.250.000.500.000.000.500.200.000.000.150.15.2. Perkiraan 100 110 120 130 135 136 200 210 220 230 300 400 510 520 530 540 550 560 Kas Piutang Usaha Asuransi dibayar di Muka Perlengkapan Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor Hutang Usaha Hutang Utilitas Hutang Gaji Pendapatan Jasa diterima di Muka Modal Nico Pendapatan Jasa Beban Gaji Beban Sewa Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Beban Asuransi Beban Utilitas Beban Perlengkapan 43.5.7.Politeknik Negeri Sriwijaya c) Nico Konsultan Neraca Saldo setelah Penyesuaian 30 Juni 2008 No.000.700.1.750.000.000.500.300.43.000.000.050.000.4.000.150.21.000.13.750.400.000.000.500.000.Nama Perkiraan Debet Kredit Modul Pengantar Akuntansi 1 95 .000.000.

Anda daiharapkan dapat: 1. Menjelaskan ayat jurnal dalam sistem pencatatan persediaan perpetual. Modul Pengantar Akuntansi 1 96 . Memahami dan menyiapkan laporan keuangan untuk perusahaan dagang.MODUL V AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini. Menjelaskan ayat jurnal dalam sistem pencatatan persediaan periodik. Menentukan harga pokok penjualan dalam system pencatatan persediaan periodik. Menyiapkan ayat jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan (periodic dan perpetual) 6. 5. 2. 4. Mengidentifikasi perbedaan antara perusahaan jasa dan dagang. 3.

Politeknik Negeri Sriwijaya V.ingat kembali mengenei konsep penandingan yang telah dibahas pada Modul 3 yang lalu. akun persediaan Modul Pengantar Akuntansi 1 97 . Perusahaan dagang dan perusahaan jasa sama-sama menjual produk. perusahaan berdasrkan jenis usahanya atau berdasarkan jenis produk yang dihasilkan/ yang dijual dapat dibedakan menjadi tiga.1 Karakteristik Perusahaan Dagang Seperti yang telah diuraikan dalam modul 1 dimuka bahwa. Aktivitas perusahaan dagang meliputi pembelian barang dagangan dari supplier(pemasok) dan kemudian menjual kembali barang dagangan yang telah dibelinya tersebut kepada konsumen/ pelanggan dengan maksud transaksi penjualan ini akan dilaporkan sebagai pendapatan penjualan dan harga pokok dari barang yang dijual akan diakui sebagai beban yang dinamakan harga pokok penjualan. Barang dagangan ini akan dilaporkan sebagai aktiva lancar dalam neraca. perbedaannya adalah bahwa produk yang ditawarkan oleh perusahaan jasa tentu saja berupa jasa sedangkan perusahaan dagang menjual produk yang berupa barang dagangan.ingat kembali bahwa aktiva lancar disajikan dalam neraca sesuai dengan urutan tingkat likuiditasnya. dan perusahaan jasa. Pendapatan penjualan setelah dikurangi dengan harga poko penjualan akan diperleh laba kotor. Barang dagangan yang masih tersedia sampai dengan akhir periode akuntansi dinamakan persediaan barang dagangan. Jumlah ini dinamakan laba kotor karena masih belum memperhitungkan beban operasional yang telah dikeluarkan dalam rangka penciptaan/ pembentukan pendapatan. perusahaan dagang. yaitu perusahaan manufaktur. Untuk bentuk laporan neraca yang sederhana dari sebuah perusahaan dagang.

barang dagangan ini akan disajikan dengan urutan setelah akun kas dan akun piutang usaha(piutang dagang)yang berarti bahwa kas dan piutang usaha sifatnya lebih lancar disbanding persediaan barang dagangan.2 Sistem Pencatatan Perpetual Dalam sistem perpetual. retur pembelian. Dengan sistem pencatatan perpetual. potongan pembelian. dan akun ongkos angkut masuk tidak akan pernah digunakan. Pembelian tunai dicatat dengan menaikkan saldo akun persediaan barang dagangan dan mengurangi saldo akun kas. Setiap pembelian seharusnya didukung/ dilengkapi dengan dokumen yang akan memberikan bukti tertulis dari adanya transaksi tersebut. Perusahaan dagang secara sistematis akan selalu menyelenggarakan catatan persediaan untuk menentukan berapa besarnya barang dagangan yang tersedia untuk dijual dan juga berapa yang telah laku terjual. Sistem pencatatan ini akan secara terus-menerus menunjukkan berapa besarnya saldo persediaan barang dagangan yang ada digudang untuk masing-masing jenis persediaan. sedangkan pembelian secara kredit tentu saja akan menambah saldo akun hutang usaha bagi Modul Pengantar Akuntansi 1 98 . Mencatat Pembelian Pembelian barang dagangan dari pemasok dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit. V. Seluruh akun-akun tersebut digantikan dengan akun persediaan barang dagangan. Terdapat dua metode akuntansi yang lazim dipakai dalam mencatat persediaan barang dagangan. harga pokok dari barang yang dijual ditentukan setiap kali penjualan terjadi. catatan mengenai harga poko dari masing-masing barang dagangan yang dibeli maupun yang dijual diselenggarakan secara teerinci. Yang perlu diperhatikan dalam mencatat transaksi barang dagangan dengan menggunakan metode/ sistem perpetual ini adalah bahwa akun pembelian. Transaksi pembelian umumnya baru akan dicatat ketika barang sudah akan diterima dari pemasok/penjual. yaitu metode atau sistem pencatatan perpetual dan metode atau system pencatatan periodic/fisik.

Dalam kasus seperti ini. atau pembeli akan menerima pengembalian kas jika awalnya pembelian telah dilakukan secara tunai. Transaksi ini dikenal sebagai penesuaian harga beli. Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat transaksi pembelian adalah sebagai berikut: Dr. Transaksi ini dikenal sebagai retur pembelian. karena salinan faktur penjualan yang disiapkan dan dikirim oleh si penjual akan menjadi faktur pembelian bagi si pembeli. Lalu si pembeli akan memperoleh pengurangan hutang jika awalnya pembelian dilakukan secara kredit. Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat transaksi retur pembelian atau penyesuaian harga beli adalah sebagai berikut: Modul Pengantar Akuntansi 1 99 . sedangkan untuk pembelian secara kredit akan didukung dengan faktur pembelian.Hutang Usaha (Apabila pembelian dilakukan secara kredit) xxx xxx Retur Pembelian dan Penyesuaian Harga Beli Pembeli bisa jadi tidak puas dengan barang yang dipesannya dari penjual.Politeknik Negeri Sriwijaya perusahaan yang membeli. pembeli dapat mengembalikan barang yang telah diterimanya tersebut kepada si penjual. Jadi. Persediaan Barang Dagang Kr. si pembeli tidk perlu menyiapkan faktur pembelian. Faktur pemebelian ini merupakan salinan faktur penjualan yang dikirim oleh si penjual. Barang yang diterimanya mungkin saja rusak. Pembeli bisa juga memilih untuk tidak mengembalikan barang yang telah dibelinya tersebut kepada penjual asalkan penjual bersedia untuk memberikan penyesuaian atau pengurangan harga dari harga beli semula. Setiap pembelian tunai harus didukung dengan bukti pembayaran. cacat.Kas (Apabila pembelian dilakukan secara tunai) Dr. atau bahkan tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembeli. Persediaan Barang Dagangan Kr.

Namun secara logika akuntansi. Oleh semodul itu. ongkos angkut barang yang harus ditanggung oleh pembeli ini akan dicatat dalam pembukuan pembeli sebagai ongkos angkut masuk. Oleh semodul itu. Ongkos angkut masuk ini sifatnya akan menambah harga pokok dari barang yang dibeli. Persediaan Barang Dagangan (Apabila walnya pembelian dilakukan secara tunai) Dr. dimana Modul Pengantar Akuntansi 1100 . Persediaan Barang Dagangan xxx (Apabila pembelian awalnya dilakukan secara kredit) OngkosAngkut Dalam setiap transaksi jual beli barng dagangan seharusnya disepakati apakah penjual atau pembeli yang akan membayar atau menanggung semua ongkos angkut barang yaitu franko gudang penjual dan frnako gudang pembeli. Franko gudang penjual berarti bahwa penjual tidak memiliki kewajiban untuk menanggung ongkos angkut barang dari gudang penjual ke gudang pembeli. Apabila persediaaan dicatat dengan menggunakan sistem perpetual. dalam sistem pencatatan perpetual. melainkan pembelilah yang harus menanggung ongkos angkut barang tersebut. Hutang Usaha Kr. Kas xxx Kr. maka akun ongkos angkut masuk ini akan digantikan dengan akun persediaan barang dagangan. Perhatikanalah bahwa ongkos angkut masuk sifatnya menambah harga pokok dari barang yang dibeli. yang berarti seolah-olah ongkos angkut masuk ini akan menambah nilai persediaan barang dagangan. kedua sistem pencatatan ini sesungguhnya memiliki nalar berfikir yang sama atau sejalan. akun ongkos angkut masuk digantikan dengan akun persediaan barang dagangan dengan posisi pencatatan di sebelah debet. Ingat kembali bahwa dalam sistem pencatatan perpetual tidak mengenal akun ongkos masuk.Dr.

Akun ongkos angkut keluar ini akan dicatat di sebelah debet dalam jurnal. Dalam hal ini. meskipun penjual menalanginya terlebih dahulu ongkos angkut tersebut. sedangkan bagi si pembeli akan mendebet akun hutang usaha dan mengkredit akun kas. Dalam laporan laba rugi penjual. Sedangkan bagi si penjual. yaitu beban penjualan. hanya saja bukan akun kas yang dikredit melainkan akun hutang usaha. Sedangkan untuk franko gudang pembeli. Kenapa demikian? Nanti pada sub modul 5. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa beban ongkos angkut ini bukanlah menjadi tanggungan penjual sehingga tidak akan pernah ada akun ongkos angkut keluar dalam pembukuan penjual.Kas xxx Kadangkala ongkos angkut masuk yang menjadi beban atau tanggungan pembeli ini dapat ditalangi dulu oleh penjual.5 (yaitu sub modul yang akan membahas mengenai laporan keuangan perusahaan dagang) kita akan Modul Pengantar Akuntansi 1 101 . (freigth out atau transportation out atau delivery expense). akun ongkos angkut keluar ini diklasifikasikan sebagai beban operasional. ongkos angkut barang dari gudang penjual ke gudang pembeli menjadi tanggunan penjua. Ayat jurnal yang perlu dibuat dalam pembukuan pembeli adalah sebagai berikut: Dr. Oleh semodul itu. tagihan penjual ke pembeli nantinya akan menjadi bertambah sebesar ongkos angkut tersebut. Persediaan Barang Dagangan Kr. Nantinya pada waktu tagihan ongkos angkut yang telah dihalangi terlebih dahulu oleh si penjual ini dibayar oleh si pembeli maka penjual akan mendebet akun kas dan mengkredit kembali akun piutang usaha. baik dengan sistem pencatatan periodik maupun peual.Politeknik Negeri Sriwijaya posisi debet ini menunjukkan bahwa nilai persediaan barang dagangan seolaholah bertambah. Pembeli akan mencatatnya dalam pembukuan dengan cara yang sama seperti jurnaldiata. jurnal akan dibuat dengan cara mendebet akun piutang usaha dan mengkredit akun kas. Akun ongkos angkut keluar ini tetap akn dipergunakan dalam pembukuan penjual.ogkos angkut barang yang harus ditanggung oleh penjual ini akan dicatat dalam pembukuan penjual sebagai ongkos angkut keluar.

maka tidak akan pernah ada pengertian ongkos angkut masuk dalam pembukuan pembeli(ongkos angkut masuk barang ke gudang pembeli ini menjadi tanggungan penjual sebagia ongkos angkut keluar. Barang tersebut baru akn diterima oleh pembeli (perusahaan B) pada tanggal 4 Januari 2009 tahun berikutnya. meskipun barang tersebut belum sampai diterima pembeli. Pada tanggal 28 Desember 2008 barang tersebut dibongkar dari gudang penjual dan dimuat ke perusahaan ekspedisi (pengiriman barang lewat laut) untuk diantar ke gudang pembeli. Jadi. Barang yang masih dalam perjalanan ini sudah bukan lagi merupakan tanggungan atau milik penjual sejak barang tersebut dibongkar dari gudang penjual. bahwa karena persyaratan pengakutan yang berlakku adalah franko gudang pembeli (di mana pembeli terima beres). barang tersebut sudah bukan lagi milik penjual tetapi telah menjadi milik atau tanggung jawab penuh pembeli. apabila masing-masing perusahaan membuat neraca per 31 Desember 2008 (di mana akhir periode akuntansi sama dengan Modul Pengantar Akuntansi 1102 . jika syarat penjualannya adalah franko gudang penjual maka begitu barang keluar dari gudang penjual. Sedangkan jika syarat penjualannya adalah franko gudang pembeli maka kepemilikan barang baru akan beralih dari penjual ke pembeli apabila brang tersebut benar-benar telah diterima atau sampai ke gudang pembeli. perusahaan A menjual barang dagangan ke perusahaan B dengan syarat pengangkutan yang berlaku adalah franko gudang penjual. baik dalam sistem pencatatan periodik maupun perpetual.melihat bhwa untuk akun ongkos angkut keluar ini bukanlah merupakan komponen dalam menghitung besarnya harga pokok penjualan. Sebagi contoh. sehingga akun ini tetap akan sama dipergunakan. Perlu juga diperhatikan di sini.Ongkos Angkut keluar xxx Kr. di mana barang akan diantar atau menjadi tanggungan penjual sampai dengan tempat tujuan atau gudang pembeli). Ayat jurnal yang perlu dibuat dalam pembukuan penjual adalah sebagai berikut: Dr.Kas Dalam hal status kepemilikan barang.

jika syarat pengangkutan yang berlaku dalah franko gudang pembeli. Jadi. Sebaliknya. Tanggal 4 Januari 2009 setelah barang sampai di tempat tujuan (gudang pembeli). pembayarn yang baru dilakukan antara tanggal 12 Januari sampaqi dengan tanggal 31 Januari tidaklah mendapat potongan tunai. di mana tanggal 31 Januari ini merupakan batas waktu akhir bagi si pembeli untuk Modul Pengantar Akuntansi 1 103 . n/30 yang artinya bahwa pembeli akan mendapatkan potongan tunai sebesar 2% dari nilai transaksi pembelian apabila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari sejak tanggal pembelian dan jika potongan tunai tidak dimanfaatkan oleh si pembeli maka batas waktu akhir bagi si pembeli untuk melunasi seluruh utangnya kepada penjual adalah paling lambat 30 hari sejak tanggal pembelian. Pada tanggal 31 Desember 2008. dan berapa batas waktu akhir bagi si pembeli untuk membayar seluruh utangnya ke si penjual (credit net period). maka nilai persediaan barang dagangan yang masih dalam perjalanan tersebut harus dikeluarkan dari neraca perusahaan A tetapi diperhitungka dalam neraca perusahaan B. Persyaratan kredit ini secara khusus menunjukkan berapa besarnya potongan tunai (cash discounts) yang dapat dimanfaatkan oleh si pembeli apabila si pembeli melakukan pembayaran dalam periode waktu yang segera.Politeknik Negeri Sriwijaya tahun kalender). maka sejak saat itulah kepemilikan barang baru akan beralih dari penjual ke pembeli. Salah satu contoh dari persyaratan kredit adalah 2/10. maka potongan tunai akan diperoleh pembeli jika pembayarannya dilakukan antara tanggal 1 Januari hingga 11 Januari. Potongan Pembelian Persyaratan kredit (credit terms) tertentu dalam transaksi pembelian yang dilakukan secara kredit memungkinkan pembeli untuk mendapatkan potongtan tunai apabila si pembeli melakukan pembayran dalam waktu yang segera. dan belum dapat dianggap sebagai persediaan barang daganganh di neraca B. maka barang tersebut masih tetap menjadi milik atau tanggungan penjual hingga 4 Januari 2009. jika transaksi pembelian dilakukan pada tanggal 1 Januari 2008. berapa lamanya periode potongan (discount period). nilai persediaan barang dagangan yang dalam perjalanan ini masih tetap harus diperhitungkan dalam neraca penjual.

yang terhitung dari tanggal 1 Januari hingga tanggal 31 Januari dinamakan sebagai periode bersih kredit/utang. Retur pembelian dan penyesuaian harga beli.n/eom yang artinya bahwa pembeli akan mendapatkan potongan tunai sebesar 1% dari nilai transaksi pembelian apabila pembayran dilakukan dalam waktu 15 hari sejak tanggal pembelian dan jika potongan tunai tidak dimanfaatkan oleh si pembeli maka batas waktu akhir bagi si pembeli untuk melunasi seluruh utangnya kepada penjual paling lambat akhir bulan (end of month). dinamakan sebagia perioide potongan. Contoh lainnya dari persyaratan kredit adalah 1/15. Ingat kembali bahwa dalam sistem pencatatan perpetual tidak mengenal akun potongan pembelian.membayar/melunasi seluruh utangnya. Ayat jurnal yang perlu dibuat oleh pembeli pada saat melakukan pembayaran utangnya dengan memanfaatkan potongan tunai (dalam periode potongan) adalah sebagai berikut: Dr. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung besarnya potongan pembelian. pastikanlah bahwa pembayaran utang memang telah dilakukan dalam periode potongan seperti yang tercantum pada persyaratan kredit. jumlah potongan pembelian ini akan mengurangi saldo akun persediaan barang dagangan. jika ada. Persyaratan kredit. yang dicatat dalam jurnal sebelah kredit (yang berarti potongan pembelian ini seolah-olah mengurangi nilai persediaan barang dagangan). Waktu yang lamanya 10 hari ini. Ketika tagihan dibayar dalam periode potongan. termasuk besarnya persentase potongan tuani 2. Kas xxx xxx Modul Pengantar Akuntansi 1104 . yaitu: 1. sedangkan waktu yang lamanya 30 hari. Akun potongan pembelian yang sifatnya mengurangi harga pokok dari barang yang dibeli ini akan digantikan dengan akun persediaan barang dagangan. potongan pembelian didasarkan pada nilai tagihan setelah dikurangi dengan retur pembelian dan penyesuaian harga beli. Utang Usaha Kr. yang terhitung mulai dari tanggal 1 Januari hingga tanggal 11 Juanuari.

Harga Pokok Penjualan xxx Kr. pendapatan penjualan terjadi ketika barang ditansfer dari penjual ke pembeli. Penjualan (apabila penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit) Dr. Persediaan Barang dagangan xxx Namun. Piutang Usaha xxx Kr. sama dengan pendapatan jasa. Umumnya.Politeknik Negeri Sriwijaya Kr. yaitu: Dr. sedangkan penyesuaian/pengurangan Modul Pengantar Akuntansi 1 105 . Utang Usaha Kr. Penjualan (apabila penjualn barang dagangan dilakukan secara tunai) Dr. Persediaan Barang Dagangan Retur Penjualan dan Penyesuaian Harga Jual Retur penjualan (sales returns) terjadi apabila perusahaan menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya kepada pelanggan sebagai akibat adanya kerusakan barng atau barang yang dijual/dikirimnya tidak sesuai dengan criteria/spesifikasi pesanan pelanggan. jika pembeli gagal untuk memanfaatkan potongan yang ada maka ayat jurnal yang dibuat oleh pembeli padea saat melakukan pembayaran utangnya adalah: Dr. Kas xxx xxx Mencatat Penjualan Pendapatan penjualan. Kas xxx Kr. dicatat ketika pendapatan sudah terjadi (berlangsung). Ada 2 ayat jurnal yang perlu dinuat sekaligus oleh penjual pada saat melakukan transaksi penjualan.

Kas (apabial awalnya penjualan barang dagangan dilakukan secara tunai) Dr. yaitu di sebelah debet. Harga Pokok Penjualan (menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya) Ayat jurnal yang dibuat penjual pada saat memberikan penyesuaian/pengurangan harga jual kepada pelanggannya. Persediaan Barang Dagangan xxx Kr. yaitu: Dr. Kas (apabila awalnya penjualan barang dagangan dilakukan secara tunai) Dr. Piutang Usaha (apabila awalnya penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit) Modul Pengantar Akuntansi 1106 .terhadap harga jual (sales allowances) diberikan kepada pelanggan di mana dalam hal ini perusahaan tidak menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya. Ayat jurnal yang dibuat oleh penjual pada saat menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya. Retur Penjualan xxx Kr. Penyesuaian Harga Jual xxx Kr. Retur Penjualan xxx Kr. Kalau akun penjualan dan penyesuaian saldo normal untuk akun penjualan. Piutang Usaha (apabiala awalnya penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit) Dr. yaitu: Dr. Retur penjualan dan penyesuaian harga jual merupakan akun pengurang (contra account) dari akun penjualan. Penyesuaian Harga Jual xxx Kr.

Persyaratn kredit. Ayat jurnal yang akan dibuat oleh penjual pada saat menerima pembayaran utang dari pelanggan yang memanfaatkan potongan tunai (dalam periode potongan) adalah sebagai berikut: Dr. yaitu: 1. potongan penjualan merupakan akun pengurang (contra account) dari akun penjualan. Kas Dr. pastikannlah bahwa pembeli memang telah melakukan pembayaran utangnya kepada perusahaan dalam periode potongan seperti yang tercantum pada persyaratan kredit. Sama seperti npada potongan pembelian. Saldo normal dari akun potongan penjualan adalah di sebelah debet. 2. Potongan Penjualan Kr. Piutang Usaha Modul Pengantar Akuntansi 1 107 . Piutang usaha xxx xxx xxx Namun. termasuk besarnya presentase potongan tunai. Kas xxx Kr. potongan penjualan didasarkan pada nilai faktur setelah dikurangi dengan retur penjualan dan penyesuaian harga jual. jika pembeli gagal untuk memanfaatkan potongan yang ada maka ayat jurnal yang dibuat oleh penjual pada saat menerima pembayaran utang dari pelanggan adalah: Dr. penjual biasanya akan menawarkan pembeli potongan tuani untuk pembayaran yang bias dilakukan dalam waktu yang segera sesuai dengan periode potongan yang tercantum pada credit terms.Politeknik Negeri Sriwijaya Potongan Penjualan Seperti telah disebutkan di atas pada waktu membahas mengenai potongan pembelian. Retur penjualan dan penyesuaian harga jual. ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung besarnya potongan penjualan. jika ada Sama seperti retur penjualn dan penyesuaian harga jual.

maka akunini nantinya pada akhir Modul Pengantar Akuntansi 1108 . retur pembelian dan penyesuaian harga beli.V. retur pembelian dan oenyesuaian harga beli. dengan sistem periodik. hal ini dikarenakan bahwa ongkos angkut keluar dan potongan penjualan bukanlah merupakan komponen dalam menghitung besarnya harga pokok penjualan. pembelian barang dagangan akan dicatat dengan menggunakan akun pembelian bukan akun persediaan barang dagangan seperti yang dilakukan pada sistem pencatatan perpetual. potongan pembellian. Demikian juga untuk akun retur pennjualan & penyesuaian harga jual yang samasama akan tetap digunakan baik dalam sistem pencatatan perpetual. termasuk akun ongkos angkut masuk. hanya saja bedanya adalah bahwa dalam sistem pencatatan perpetual. Dalam sistem periodik maupun perpetual tidak ada perbedaan dalam hal pencatatan atas akun ongkos angkut keluar dan potongan penjualan. Juga. yaitu untuk mencatat pengurangan harga pokok penjualan di sebelah kredit dsn menambah kembali saldo akun persediaan barang dagangan yang diterimanya di sebelah debet. potongan pembelilan. Pembelian ini akan menambah besarnya nilai barang yang tersedia untuk dijual.3 Sistem Pencatatan Periodik Dengan sistem periodik. Ingatlah kembali bahwa point utama yang membedakan antara sistem pencatatan periodik dengan sistem pencatatan perpetual adalah terletak pada komponen penentu harga pokok penjualan. Mencatat Pembelian Akun pembelian yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian dalam sistem periodik merupakan akaun/perkiraan sementara yang memiliki saldo normal di sebelah debet. Pengurangan nilai barang yang tersedia untuk dijual dengan nilai persediaan akhir akan diperoleh besarnya harga pokok penjualan. dan ongkos masuk. di mana dalam sistem pencatatan perpetual tidaklah mengenal akun pembelian. akun-akun berikut ini secara teisah (masing-masing) akan digunakan. jurnal untuk mencatat transaksi retur penjualan akan diikuti dengan satu ayat jurnal lagi. Karena pembelian merupakan akun sementara.

Retur pembelian dan penyesuaian harga beli ini merupakan akun pengurang dari akun pembelian karena sifatnya yang akan mengurangi pembelian ke jumlah bersihnya. Utang Usaha (apabila pembelian dilakukan secara kredit) Retur Pembelian dan Penyesuaian Harga Beli Akun retur pembelian dan penyesuaian harga beli yang digunakan dalam sistem pencatatan periodik merupakan akun/perkiraan sementara yang memiliki saldo normal di sebelah kredit (berlawanan dengan saldo normal untuk akun pembelian). Kas (apabila pembelian dilakuakan secara tunai) Dr. maka kaun ini nantinya pada akhir tahun haruslah ditutup ke perkiraan ikhtisar laba rugi agar saldo akhirnya menjadi nol dan tidak dibawa ke perode akuntansi tahun berikutnya.Retur pembelian & penyesuaian harga beli (apabial awalnya pembelian dilakukan secara tuanai) Dr.Politeknik Negeri Sriwijaya tahun haruslah ditutup ke perkiraan ikhtisar laba rugi agar supaya saldo akhirnya menjadi nol dan tidak dibawa ke periode akuntansi tahun berikutnya. Kas xxx Kr.Pembelian xxx Kr. Ayat jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi pembellian adalah sebagai berikut: Dr.Pembelian xxx Kr. Utang Usaha Modul Pengantar Akuntansi 1 109 . Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat transaksi retur pembelian atau penyesuaian harga beli adalah sebagai berikut: Dr. Karena retur pembelian dan penyesuaian harga beli merupakan akun sementara.

maka ayat jurnal yang perlu dibuat oleh penjual untuk mencatat ongkos angkut keluar adalah sebagai berikut: Dr. Akun ongkos angkut masuk maupun keluar ini juga merupakan akun sementara yang nantinya pada akhir tahun haruslah ditutup ke perkiraan ikhtisar laba rugi. Ongkos angkut masuk juga merupakan komponen dalam menghitung besarnya harga pokok penjualan. di mana ongkos angkut masuk ini sifatnya menambah jumlah pembelian bersih sebagai harga pokok dari barang yang dibeli. Apabila persyaratan pengangkutan yang disepakati adalah FOB destination point. Ongkos angkut masuk xxx Kr.Retur pembelian & penyesuaian harga beli (apabila awalnya pembelian dilakukan secara kredit) Ongkos Angkut Sama seperti akun pembelian. Kas (jika dibayar langsung oleh pembeli) Dr. Utang Usaha (jika ditalangi terlebih dahulu oleh penjual) sedangkan ongkos angkut keluar bukanlah merupakan komponen dalam menghitung besarnya harga pokok penjualan. akun ongkos angkut masuk maupun akun ongkos angkut keluar memiliki saldo normal di sebelah debet. Ongkos Angkut Keluar Modul Pengantar Akuntansi 1110 .xxx Kr. Ongkos angkut masuk xxx Kr. Sesuai dengan prinsip biaya (harga perolehan). maka yat jurnal yang perlu dibuat oleh pembeli untuk mencatat ongkos angkut masuk adalah sebagai berikut: Dr. harga pokok dari barang yang dibeli sudah seharusnya memperhitungkan besarnya ongkos angkut masuk yang dikeluarkan pembeli untuk membawa barang dari tempat penjual. Apabial persyaratan pengangkutan yang disepakati adalah FOB shipping poit.

Kas Perhatikanlah bahwa ayat jurnal diatas sama seperti ayat jurnal yang dibuat oleh penjual dalam sistem pencatatan perpetual. Penjualan (apabila penjualan barang dagangan dilakukan secara tunai) Dr. Potongan Pembelian Akun potongan pembelian yang digunakan dalam sistem pencatatn periodik merupakan akun/perkiraan sementara yang memiliki saldo normal si sebelah kredit (berlawanan dengan saldo normal untuk akun pembelian).Penjualan (apabila penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit) Modul Pengantar Akuntansi 1 111 . Piutang Usaha xxx Kr. Potongan Pembelian xxx xxx xxx Mencatat Penjualan Ayat jurnal yang perlu dibuat oleh penjual pada saat melakukan transaksi pebjualan. Kas xxx Kr. yaitu: Dr. Kas Kr. Ayat jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi potongan pembelian adalah sebagai berikut: Dr. Akun ini nantinya pada akhir tahun akan ditutup ke perkiraan ikhtisar laba rugi. Utang Usaha Kr. Potongan pembelian dan retur pembelian sama-sama merupakan akun pengurang dari akun pembelian karena sifatnya yang akan mengurangi pembelian ke jumlah bersihnya.Politeknik Negeri Sriwijaya xxx Kr.

4 Penyesuaian atas Persediaan Barang Dagangan Apabila perusahaan menggunakan metode atau sistem periodik/fisik dalam mencatat barang dagangannya. Kas Dr. Retur penjualan & penyesuaian harga jual xxx Kr. di mana dalam sistem periodik tidak ada ayat jurnal untuk mencatat besarnya harga pokok dari barang yang dijual. Piutang Usaha xxx xxx xxx Perhatikanlah bahwa ayat jurnal diatas sama seperti ayat jurnal yang dibuat oleh penjual dalam sistem pencatatan perpetual V. Potongan Penjualan Kr. yaitu: Dr. maka pada setiap akhir periode akuntansi Modul Pengantar Akuntansi 1112 . Kas (apabila awalnya penjualan barang dagangan dilakukan secara tuani) Dr. Retur penjualan & penyesuaian harga jual xxx Kr. Retur Penjualan dan Penyesuaian Harga Jual Ayat jurnal yang dibuat oleh penjual pada saat meneriam kembali barang dagangan yang telah dijualnya atau pada saat memberikan penyesuaian/pengurangan harag jual kepada pelanggannya.Bandingkanlah ayat juranl di atas dengan sistem perpetual. Piutang Usaha (apabial awalnya penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit) Potongan Penjualan Ayat jurnal yang akan dibuat oleh penjual pada saat menerima pembayaran utang dari pelanggan yang memanfaatkan potongan tuani (dalam periode potongan) adalah sebagai berikut: Dr.

metode perpetual lebih baik disbanding metode periodik/fisik. oleh karena pada akhir periode akuntansi besarnya jumlah persediaan barang dagangan menurut hasil perhitungan fisik berbeda dengan jumlah saldo Modul Pengantar Akuntansi 1 113 . Persediaan Barang Dagangan Mencatat saldo persediaan akhir: Dr. Ikhtisar Laba Rugi xxx Kr. kapanpun pihak manajemen ingin mengetahui berapa besarnya posisi persediaan barang dagangan yang ada di gudang. Dengan demikian. Ayat jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai berikut: Menghapus saldo persediaan awal: Dr. beda dengan metode atu sistem periodik/fisik. terutama dalam hal pengamanan atas persediaan dan tersedianya catatan akuntansi yang lebih akurat dan tepat. bagian akuntansi akan membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat besarnya persediaan akhir yang ada di gudang (posisi persediaan per tanggal laporan). Nantinya. Persediaan Barang Dagangan xxx Kr. saldo buku besar akun ini akan setiap mencerminkan berapa jumlah barang dagangan yang tersedia untuk dijual. Ikhtisar Laba Rugi Apabila perusahaan menggunakan metode atau sistem perpetual dalam mencatat barang dagangannya. Dari segi pengendalian intern (internal control). maka data mengenai saldo persediaan barang dagangan akan langsung tersedia saat itu juga dalam buku besar tanpa harus menunggu dilakukannya perhitungan fisik. Jadi. penyesuaian terhadap besarnya saldo akun persediaan barng dagangan dengan menggunakan metode perpetual biasanya tetap akan diperlukan.Politeknik Negeri Sriwijaya setelah dilakukan perhitungan fisik atas besarnya persediaan barang dagangan yang ada. sepanjang periode akuntansi. di mana besarnya jumlah persediaan barang dagangan baru akan dapat diketahui setelah perhitungan fisik dilakukan (berarti tidak dapat diketahui setiap saat). Namun demikian. maka kaun persediaan barang dagangan secara teisah diselenggarakan dalam buku besar (ledger).

Untuk penyajian neraca. Laporan laba rugi untuk perusahaan dagang dapat disusun dalam dua bentuk pilihan. beban penjualan. hilang.yang ditunjukkan dalam buku besar (catatan persediaan). perbedaan yang ada hanyalah dalam hal akun persediaan barang dagangan yang tentu saja akun ini tidak ada (tidak tampak) dalam neraca perusahaan jasa. Persediaan Barang Dagangan V. Seluruh pendapatan. yaitu bentuk langsung (single-step) atau bentuk bertahap (multiple-step). Dengan Modul Pengantar Akuntansi 1114 . saldo persediaan barang dagangan yang tertera dalam buku besar menunjukan jumlah yang lebih besar dibanding jumlah yang diperoleh berdasarkan hasil perhitungan fisik. Laporan laba rugi dengan bentuk langsung menekankan pada total pendapatan dan total beban sebagai factor penentu laba/rugi bersih. baik yang berasal dari kegiatan normal bisnis perusahaan (yaitu pendapatan penjualan bersih) maupun yang bukan berasl dari kegiatan normal bisnis perusahaan atau pendapatan lainnya (seperti pendapatan bunga dan pendapatan sewa) akan digabung menjadi satu jumlah sebagai total pendapatan. mulai dari harga pokok penjualan (COGS). beban umum dan administrasi hingnga beban bunga (beban lainnya) akn digabung menjadi satu jumlah sebagai total beban. ataupun kesalahan dalam mencatat atau menghitung persediaan. Perbedaan ini mungkin dapat terjadi karena adanya brang yang dicuri. ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat adalah sebagai berikut: Dr. 173 juta. 160 juata.000. Laba/rugi bersih dihitung dari selisih antara total pendapatan dengan toatal beban. Harga Pokok Penjualan Rp 13. demikian juga untuk penyajian neraca.00 Kr. Sebagai contoh. Umumnya. Dalam hal ini. Demikian juaga untuk seluruh beban. Namun berdasarkan hasil perhitungan fisik yang telah dilakukan pada akhir tahun menunjukkan hanya sebesar .5 Laporan Keuangan Laporan ekuitas pemilik untuk perusahaan dagang disajikan dengan cara yang sama seperti pada perusahaan jasa yang telah diberikan contohnya dalam modul 1 terdahulu. dalam catatan (buku besar) persediaan menunjukkan saldo akhir sebesar .000.

baik meliputi penjualan tunai maupun penjualan secara kredit. beban operasional. Penjualan merupakan total jumlah yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dagangan yang dijual perusahaan. dalam laporan laba rugi bentuk langsung ini tidak merinci berapa besarnya laba kotor. pendapatan operasional. dan besarnya pendapatan/beban lain-lain. Contoh format laporan laba rugi bentuk langsung: UD. Penjualan dikurangi dengan retur dan penyesuaian harga jual potongan penjualan akan diperoleh penjualan besih ( net sales ).Surya Prabha Utama Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Pendapatan: Pendapatan Penjualan Bersih Pendapatan Sewa Total Pendapatan Beban: Harga Pokok Penjualan Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Beban Bunga Total Beban Laba/Rugi Bersih yyy yyy yyy yyy + YYY ZZZ xxx xxx + XXX Sedangkan untuk laporan laba rugi dengan bertahap. pendapatan operasional ini akan ditambah dan dikurangi dengan pendapatan lain-lain atau beban lain-lain untuk menentukan besarnya laba/rugi bersih. Pendapatan penjualan bersih akan dikurangkan dengan harga pokok penjualan untuk menentukan besarnya pendapatan operasional. laporan laba rugi bentuk ini menunjukan tahapan-tahapan dalam menentukan laba rugi bersih. Modul Pengantar Akuntansi 1 115 .Politeknik Negeri Sriwijaya demikian. Lalu.

Bagi si pembeli tentu saja akan menghemat jumlah uang yang akan dibayarkan sedangkan si penjual. Potongan penjualan diberikan oleh perusahaan kepada pelangganya yang melakukan pembayaran lebih awal atau selama periode potongan sesuai persaratan kredit yang ada. Beban penjualn adalah beban-beban yang terkait langsung dengan segala aktifitas yang mendukung operasional penjulana barupa dagang. yaitu beban penjualan ( selling expenses ) dan beban umum dan adminisrtasi ( general and administrative expenses ). Beban operasional ( operating expenses ) dapat dibedakan menjadi dua. sedangkan penyesuaian/pengurangan terhadap harga jual diberikan kepada pelanggan dimana dalam hal ini perusahaa tidak menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya. beban perlengkapan/ keperluan tokoh. Contoh format laporan laba rugi bentuk bertahap (dengan asistem pencatatan perpetual). contoh beban gaji/upah karyawan tokoh ( bagian penualan ). sedangkan beban umum dan administrasi dikeluarkan dalam rangka mendukung aktifitas /urutan kantor (administasi ) dan opersi umum. beban iklan. Potongan penjualan sesungguhnya tidak hanya bermanfaat bagi si pembeli saja tetapi juga bagi sipenjual. dan beban penyusutan peralatan tokoh .Ingatlah kembali bahwa retur penjualan terjadi apabila perusahaan menerima kembali barang dagangan yang telah dijual kepada pelanggan sebagai akibat adanya kerusakan barang atau barang yang dijual/dikirimnya tidak sesuai dengan criteria /spekulasi pesana pelanggan. Modul Pengantar Akuntansi 1116 . potongan penjualan yang dimanfaatkan olehsi pembeli ini akan mempeendek/ mempersingkat waktu penagihan kas ( waktu yang diperlukan untuk mengopservasi piutang dagang menjadi kas ).

Surya Prabha Utama Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Pendapatan Penjualan : Penjualan Retur & Penyesuaian Harga Jual Potongan Penjualan Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan : Laba Kotor Beban Operasional : Beban Penjulan : Beban Upah Karyawan Tokoh Beban Perlengkapan Tokoh Beban Sewa Tokoh Beban Iklan Beban Penyusutan Peralatan Toko Beban Penjulan Lainnya Total Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Beban Upah Karyawan Kantor Beban Perlengkapan Kantor Beban Penyusutan Peralatan Kantor Beban Umum dan Administrasi Lainnya Total Beban Umum & Administrasi Total Beban Operasional Laba Operasional Pendapatan/Beban Lain-lain Pendapatan Sewa Total Pendapatan/Beban lain-lain Laba /Rugi Bersih xxx (xxx) (xxx) xxx (xxx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xxx) xxx xxx xxx xxx Modul Pengantar Akuntansi 1 117 .Politeknik Negeri Sriwijaya UD.

Apabila pencatat persedian barang dagangan dilakukan dengan menggunakan system periodic/fisik, maka besarnya harga pokok penjualan dihitung dengan acara sebagai berikut :

Harga Pokok Penjualan : Persedian Barang Dagang (awal) Pembeli Retur & Penyesuaian Harga Beli Potongan Pembelian Pembeli Besih Ongkos Angkutan Masuk Harga Pokok Barang Yang Dibeli Harga Pokok Barang Yang Dijual Persediana Barang Dagangan (akhir) Harga Pokok Penjualan xxx (xxx) (xxx) xxx xxx xxx xxx (xxx) xxx xxx

Harga pokok penjualan diatas tertentu saja baru dapat setelah saldo persedian akhir diketahui melalui pemeriksaan fisik atas barang dagangan yang masih ada di gudang per akhir periode akuntansi ( pertanggal laporan ). Pembelian merupakan total jumlah yang dibebankan atas pemasok atas barang yang dibeli perusaha baik meliputi barang yang dibeli tunai maupun secara kredit. Pembelian dikurangi dengan retur & penyesuaian haraga beli dan potongan pembeli akan diperoleh pembelian bersih ( net purchuses ). Pembelian bersih ditambah dengan ongkos angkut masuk besarnya harga pokok dari barang yang dibeli. Ingat kembali bahwa ongkos masuk akan diperoleh besarnya harga pokok dari barang yang dibeli. Ingat kembali bahwa ongkos masuk angkut masuk ( freight in atau transportation in ) ini merupakan beben angkut ynag dikeluarkan /ditanggung perusahaan untuk membawa barang yang dibeli dari pemasok /penjual ke gedung perusahan.

Modul Pengantar Akuntansi 1118

Politeknik Negeri Sriwijaya

V.6 Ilustrasi Penyelesaian Siklus Akuntansi Untuk mengilustrasikan penyelesaian siklus pada perusahaan dagang dengan system pencatatan periodik, berikut ini adalah saldo perkiraan-perkiraan dalam buku besar UD. Surya Praba Utama pada akhir periode akuntansi 31 Desember 2008 sebelum penyesuaian. : ( dalam ribuan Rupiah ) Kas………………………………………………… Piutang Usaha……………………………………... Persedian Barang Dagang………………………… Perlengkapan Tokoh……………………………… Asuransi Dibayar di Muka………………………... Tanah dan Gedung Kantor………………………... Akumulasi Pentusutan Gedung Kantor…………... Peralatan Toko………………………………….... Akumulasi Penyusutan Gedung Tokoh…………… Peralatan Kantor………………………………….. Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor…………... Utang Usaha……………………………………… Pendapatan Sewa Diterima Dimuka……………… Modal Surya……………………………………… Prive Surya………………………………………. Penjualan………………………………………… Retur & Penyesuaian Harga Jual………………… Pembelian………………………………………… Potongan Pembelian……………………………… Ongkos Angkut Masuk…………………………… Beban Upah Karyawan Toko…………………….. Beban Upah Karyawan Kantor…………………... Beban Sewa Toko………………………………... Beban Penjualan Lainnya………………………… 36.904 51.000 45.600 9.800 7.650 130.000 9.000 70.000 44.800 45.000 28.800 22.181 9.000 176.825 11.000 580.000 7.424 401.200 9.000 9.000 22.180 17.840 2.100 6.680

Modul Pengantar Akuntansi 1

119

Beban Umum & Administrasi Lainnya……………

6.228

Data yang tersedia untuk penyesuaian per 31 Desember 2008 yaitu : 1) Berdasarkan hasil Pemeriksaan Fisik tehadap barang yang ada digudang diperoleh nilai . 57.200,000,2) 3) Sisa perlengkapan tokoh yang masih ada . 3.300.000,Nilai tanah . 35.000.000,- , harga gedung kantor . 95.000.000 diperoleh pada 1 januari 2006. gedung kantor ditaksir memiliki umur ekonomis 20 tahun. Dengan nilai residu . 5.000.000,-, penyusutan dihitung mengunakan metode garis lurus. 4) 5) Peralatan toko dan kantor disusut sebesar . 10.080.000,- dan . 6.480.000,Upah Karyawan per hari sebesar . 30.000,- dalam 1 minggu ada 6 hari kerja dan pembayaran dilakukan pada hari sabtu. Jumlah karyawan toko ada 10 orang dan kantor ada 6 orang. Tanggal 31 desember jatuh pada hari kamis. 6) Asuransi dibayar dimuka masa pertanggungan 1 mei 2008 samapai 1 mei 2009. 7) Pendapatan sewa dibayar dimuka dari hasil penyewaan ruang kantor yang tidak teakai, untuk periode 1 maret 2008 samapai 1 September 2009. 8) Letak yang strategis , perusahaan menyawa ruang kantor dari pihak lain dan sewa ruang dibayar untuk periode 3 bulan terhitung mulai tanggal 1 Desember 2008.

Langkah pertama yang dilakukan yaitu ilustrasi diatas adalah ayat jurnal penyesuaian. Berikut adalah ayat jurnal penyesuaaian yang dibuat dalam pembukuan UD. Surya Prabha Utama pada tanggal 31 Desember 2008.

Modul Pengantar Akuntansi 1120

Politeknik Negeri Sriwijaya

UD. Surya Prabha Utama Ayat Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2008 No Nama Perkiraan Dr Kr

Modul Pengantar Akuntansi 1

121

1.

Ikhtisar Laba Rugi Persedian Barang Dagangan Persedian Barang Dagangan Ikhtisar Laba Rugi

45.600.000 45.600.000 57.200.000 57.200.000 6.500.000 6.500.000 4.500.000 4.500.000 10.080.000 10.080.000 6.480.000 6.480.000 1.200.000 720.000 1.920.000 5.100.000 5.100.000 5.000.0000 5.000.0000 1.400.000 1.400.000

2.

Beban Perlengkapan Toko Perlengkapan Toko

3.

Beban Penyusutan Peralatan Toko Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor

4.

Beban Penyusutan Peralatan Toko Akumulasi Penyusutan Peralatan Toko Beban Penyusutan Perlatan Toko Akumulasi Penyusutan Peralatan Toko

5.

Beban Upah karyawan Toko Beban Upah karyawan Kantor Utang Upah karyawan

6.

Beban Asuransi Asuransi Dibayar Dimuka

7.

Pendapatan Sewa Diterima di Muka Pendapatan Sewa

8.

Sewa Toko Dibayar di Muka Beban sewa toko

Ayat jurnal penyesuaian diatas lalau diposting kebuku besar masing-masing akun terkait. Dalam contoh diatas perusahaan mengunakan neraca lanjur sebagai alat Bantu untuk menyiapkan laporan keuangan.

Modul Pengantar Akuntansi 1122

Politeknik Negeri Sriwijaya

Berikut ini adalah neraca lanjur yang dibuat UD. Surya Prabha Utama untuk periode 31 Desember 2008 UD. Surya Prabha Utama Neraca Lanjur Untuk tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Nama Perkiraan
Kas Piutang Usaha Persedian Barang Dagang Perlengkapan Toko Asuransi Dibayar di Muka Tanah dan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor Peralatan Tokoh Akumulasi Penyusutan Gedung Tokoh Peralatan Kantor. Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor Utang Usaha Pendapatan Sewa Diterima Dimuka Modal Surya Prive Surya Penjualan Retur & Penyesuaian Harga Jual Pembelian Potongan Pembelian

Neraca saldo Dr Kr
36.904 51.000 45.600 9.800 7.650 130.000 70.000 45.000

Penyesuaian Dr Kr

Seltlh penyesuaian Dr Kr
36.904 51.000 57.200 3.300 2,550 130.000 13.500 70.000 54.880 45.000 35.280 22.181 4.000 176825 11.000 580.000

Laba Rugi Dr Kr

Neraca Dr
36.904 51.000 57.200 3.300 2,550 130.000 70.000 45.000 13.500 54.880 35.280 22.181 4.000 176825

Kr

57.200 45.600 6.500 5.100 4.500 10.080 5.000 6.480

9.000 44.800 28.800 22.181 9.000 176.825 580.000

11.000 7.424 401.200

11.000 580.000 7.424 401.200

9.000

7.424 401.200 9.000

9.000

Modul Pengantar Akuntansi 1

123

768 651.000 22.100 4.840 2.780 143.680 6.200 408.000 6.920 143.200 1920 6.228 45.180 17.200 651.600 5.500 1.100 4.786 551.400 Seltlh penyesuaian Dr Dr 9.500 1.228 879.480 57.100 6.768 408.100 6.000 959.786 1.600 5.606 45.080 6.840 2.680 6.200 720 1.400 959.200 1.480 57.354 1.180 17.000 22.680 6.500 5.100 6.500 10.080 6.600 5.780 Laba bersih 308.228 45.100 4.432 99.180 17.920 6.400 408.606 Penyesuaian Dr Kr 1.354 Modul Pengantar Akuntansi 1124 .500 10.000 22.400 5.200 Laba Rugi Kr Dr 9.000 651.Nama Perkiraan Ongkos Angkut Masuk Beban Upah Karyawan Toko Beban Upah Karyawan Kantor Beban Sewa Toko Beban Penjualan Lainnya Beban Umum & Administrasi Lainnya Iktisar laba Rugi Beban asuransi Beban Penyusutan-Gedung Kantor Beban Penyusutan-Peralatan Toko Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Utang Upah karyawan Beban Perlengkapan Kantor Pendapatan Sewa Sewa Toko dibayar Di Muka Neraca saldo Dr Kr 9.354 5.840 2.500 10.586 99.200 Neraca Kr Dr 879.080 6.480 57.

200 Potongan Pembelian ( 9.380 700 6.500 6.424) 572.000 5.340 18.976 23.600 401.000 99.480 5. Surya Prabha Utama Laporan laba Rugi Untuk tahun yang Berakhir 312 Desember 2008 Pendapatan Penjualan : Penjualan Retur & Penyesuaian Harga Jual Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan : Persediaan Barang Dagangan (awal) Pembelian 401.100 6.Politeknik Negeri Sriwijaya UD.228 40.000) Pembelian Bersih 392.000 (7.000 Harga Pokok Barang yang Dibeli Harga Pokok Barang Yang Tersedia Untuk Dijual Persedia Barang Dagangan (akhir) Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasional : Beban Penjulan : Beban Upah Karyawan Tokoh Beban Sewa Toko Beban Perlengkapan Tokoh Beban Penyusutan Peralatan Toko Beban Penjulan Lainnya Total Beban Penjulana Beban Umum dan Administrasi: Beban Upah Karyawan Kantor Beban Penyusutan Gedung Kantor Beban Penyusutan Peralatan Kantor Beban Asuransi Beban Umum dan Administrasi Lainnya Total Beban Umum & Administrasi Total Beban Operasional Laba Operasional Pendapatan/Beban Lain-lain Pendapatan Sewa Total Pendapatan/Beban lain-lain Laba Bersih 580.680 47.800 (57.200) (389.768 5.500 10.080 6.576 45.768 Modul Pengantar Akuntansi 1 125 .200 446.868 (83.600) 182.200 Ongkos Angkut Masuk 9.560 4.208) 94.

593 Total Aktiva lancar Aktiva Tetap : Tanah Dan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor Peralatan Tokoh Akumulasi penyusutan peralatan Toko Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor Total Aktiva tetap TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN Kewajiban Lancar : Utang Usaha Utang Upah Karyawan Pendapatan Sewa Diterima Di Muka Total Kewajiban lancar EKUITAS PEMILIK Modal surya Total Ekuitas Pemilik TOTAL KEWAJIBAN & MODAL PEMILIK 152.101 265.400 176.000 3.UD. Surya Prabha Utama Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 AKTIVA Aktiva Lancar: Kas Persedian Barang Dagang Perlengkapan Toko Asuransi Dibayar di Muka Sewa Toko Dibayar Dimuka 36.354 130.768 276.880) 45.904 51.593 265.500) 70.000 (54.694 Modul Pengantar Akuntansi 1126 .181 1.920 4.825 99.300 2.000 (13.000 28.280) 141. Surya Prabha Utama Laporan laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Modal Surya (Awal) Laba Bersih Kenaiakan Modal Pemilik Prive Modal Surya (akhiri) UD.593 (11.340 293.694 22.000 (35.593 293.550 1.000) 565.

000 Modul Pengantar Akuntansi 1 127 .680 6.480 5.380 18.Politeknik Negeri Sriwijaya Kemudian Ayat Jurnal Penutup ( closing entries ) yang dibuat UD.000 Ikhtisar laba Rugi Retur & Penyesuaian Harga Jual Pembelian Ongkos Angkut Masuk Beban Upah Karyawan Toko Beban Upah Karyawan Kantor Beban Sewa Toko Beban Penjualan lainnya Beban Umum & Administrasi Lainnya Beban Perlengkapan Toko Beban Penyusutan Gedung Kantor Beban Penyusutan Peralatan Toko Beban Penyusutan Peralatan Kantor Beban Asuransi (untuk menutup akun yang bersaldo normal debet) 505.000 594.000 11.500 10.832 7.768 Modal Surya Prive Surya (untuk menutup akun prive) 11. Penjualan 580.768 99.000 23.000 5.500 4.200 9.080 6.228 6. Surya Prabha Utama periode akhir 31 Desember 2008.000 Potongan Pembelian Pendapatan Sewa Ikhtisar Laba Rugi (untuk menutup akun yang bersaldo normal kredit) 9.560 700 6.100 Ikhtisar laba Rugi Modal Surya (untuk menutup saldo lebih besar) 99.424 401.

000 Kredit 13.354 B. Surya Prabha Utama Neraca Saldo Setelah Penutupan 31 Desember 2008 Nama Perkiraan Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagangan Perlengkapan Toko Asuransi Dibayar di Muka Sewa Toko Dibayar Dimuka Tanah dan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor Peralatan Toko Akumulasi Penyusutan Peralatan Toko Peralatan Kantor Akumulasi penyusutan Peralatan Kantor Utang Usaha Utang Upah Karyawan Pendapatan Sewa Diterima di muka Modal Surya Debet 36.300 2.200 3. 53. berikut ini adalah saldo perkiraanperkiraan dalam buku besar UD.593 397. Sistem Pencatatan Perpetual Untuk mengilustrasikan penyelesaian siklus kauntansi pada perusahaan dagang dengan system pencatatan perpetual.……………….354 397.550 1.400 130...000 54880 45.280 22.181 1.000 265.904 51. Surya Prabha Utama pada tanggal 1 Desember 2007 Kas……………………………………………….000 57.558 51.000 Modul Pengantar Akuntansi 1128 .920 4.500 70.000 35.UD.………… Piutang Usaha…………………………….

... Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor .. Asuransi Dibayar di Muka Tanah dan Gedung Kantor ............................................ Besarnya freight costs yang dibayar adalah Rp 400....................................................... Peralatan Toko ........ Ida Bagus seharga Rp 5............ Penjualan ....200 398....924 1.............000 178....................... Beban Sewa Toko ...............000...000 574................................Politeknik Negeri Sriwijaya Persedian Barang Dagang…………………........................450 16.......135 11..........500 7.............................................650 130.................................dengan credit terms 2/10....... Prive Surya ...000 44.......................................000................... Dijual barang dagangan kepada Tn................................800 22............................................. Peralatan Kantor .000 28.... Pendapatan Sewa Diterima di Muka .................……………… Perlengkapan Toko ……………………………………….......000 9.......................181 9... Akumulasi Penyusutan-Peralatan Toko .....000 6................................................ Jason seharga Rp 6................................000.............................................. Beban Umum dan Administrasi Lainnya ..............................000...6 Des...... sedangkan freight terms yang berlaku Modul Pengantar Akuntansi 1 129 ................................................... . n/30.............. Utang Usaha ..................... Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Desember 2007 adalah sebagai berikut : 2 Des.....228 Akumulasi Penyusutan-Gedung Kantor ..............................dengan credit terms 2/10..................100 6............. Retur & Penyesuaian Harga Jual . Dibeli barang dagangan dari Tn. Modal Surya ...... Beban Upah Karyawan Toko ..............780 14.....800 45.. Beban Upah Karyawan Kantor ........................246 9...........000...........000 70................................ Potongan Penjualan ... sedangkan freight term yang berlaku adalah FOB shipping point...........600 2.680 6. 35..... n/30............................ Harga Pokok Penjualan ......... Beban Penjualan Lainnya ............

8 Des. termasuk setelah memperhitungkan pengurangan harga yang diperolehnya pada tanggal 7 Desember.000. 9 Des. Diterima hasil penagihan piutang dari Tn. Hal ini terjadi karena barang yang dikirim ke Tn.- 18 Des..000. Dalam hal ini. perusahaan menalangi ongkos angkut terlebih dahulu dari gudang penjual ke gudang pembeli sebesar Rp 100.000. Dibeli perlengkapan took secara tunai sebesar Rp 300.400. Dibeli barang dagangan dari Tn. termasuk setelah memperhitungkan retur penjualan pada tanggal 9 Desember.240.000. Jason atas transaksi penjualan barang dagangan yang telah dilakukan pada tanggal 6 Desember yang lalu sebesar Rp 500. Dibayar upah karyawan untuk bagian took dan bagian kantor masingmasing sebesar Rp 5.dan Rp 3.000. Diterima kembali barang dagangan dari Tn.12 Des. Diperoleh pengurangan harga dari Tn. 14 Des. Hal ini terjadi karena adanya sedikit kerusakan fisik pada sebagian barang yang telah diterimanya dari Tn.000.000.-. Harga pokok barang dagangan yang dijual adalah Rp 3.- 21 Des. Jason atas transaksi penjualan barang dagangan yang telah dilakukan pada tanggal 6 Desember yang lalu. Jason ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi pesanannya.-. Dibayar utang usaha kepada Tn.adalah FOB shipping point.-.7 Des. Ida Bagus atas transaksi pembelian barang dagangan yang telah dilakukan pada tanggal 2 Desember yang lalu.000.000. Ida Bagus. Ida Bagus atas transaksi pembelian barang dagangan yang telah dilakukan pada tanggal 2 Desember yang lalu sebesar Rp 200.000.- Data yang tersedia untuk penyesuaian per 31 Desember 2007 yaitu : Modul Pengantar Akuntansi 1130 . Ferry secara tunai sebesar Rp 8.000. Harga pokok barang dagangan yang dikembalikan adalah Rp 250.

Modul Pengantar Akuntansi 1 131 .per orang untuk 1 hari.5) Untuk bulan Desember tahun 2007.480. 4) Untuk tahun 2007.sedangkan harga bangunan kantor Rp 95. Berikut adalah ayat jurnal yang dibuat dalam pembukuan UD.. perusahaan me4nyewa sebuah ruangan dari pihak lain yang dijadikan sebagai ruangan took ini dibayar pada tanggal 30 November 2007 untuk periode 3 bulan.dan Rp 6. 6) Asuransi dibayar dimuka merupakan pembayaran polis asuransi untuk masa pertanggungan 1 Mei 2007 sampai dengan 1 Mei 2008.000.300. Jumlah karyawan took sebanyak 10 orang dan karyawan kantor sebanyak 6 orang.000. Langkah pertama yang perlu dilakukan dari contoh ilustrasi di atas adalah membuat ayat jurnal. dengan salvage value sebesar Rp 5.000.3) Nilai tanah sebesar Rp 35.000. Dalam satu minggu terdapat 6 hari kerja dan pembayaran dilakukan setiap 3 minggu sekali.000. yang terhitung mulai tanggal 1 Desember 2007. Surya Prabha Utama untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Desember 2007. tariff upah karyawan sebesar Rp 30. 7) Pendapatan sewa diterima di muka timbul dari hasil penyewaan ruangan kantor yang tidak terpakai kepada pihak lain. yaitu pada hari Senin.000.080. Beban asuransi ini ditanggung oleh bagian administrasi dan umum.000. Penyusutan dihitung dengan menggunakan straight line method.000.000.000. untuk periode 1 Maret 2007 sampai dengan 1 September 2008. peralatan took dan peralatan kantor masing-masing disusutkan sebesar Rp 10.Politeknik Negeri Sriwijaya 1) Dari hasil stock opname diperoleh nilai persediaan akhir sebesar Rp 43.. Bangunan kantor tersebut ditaksir memiliki economic life 20 tahun. Tanggal 31 Desember 2007 jatuh pada hari Kamis dan pembayaran upah terakhir telah dilakukan pada hari Senin tanggal 21 Desember 2007 yang lalu. 8) Karena letaknya yang strategis.2) Sisa Perlengkapan took yang ada sebesar Rp 3.yang diperoleh pada tanggal 1 januari 2005.-..100.000.

000 400.640.000 100.000.UD.000.000 500.400.000.000.000.000 8.000 5.800.000.000 3.000 5.400.000 300.000 250. Surya Prabha Utama Ayat Jurnal Desember 2007 Tanggal 2 Nama Perkiraan Persediaan Barang Dagangan Utang Usaha Kas 6 Piutang Usaha Penjualan Kas Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan 7 Utang Usaha Persediaan Barang Dagangan 8 Utang Usaha Kas Persediaan Barang Dagangan 9 Retur & Penyesuaian harga jual Piutang Usaha Persediaan Barang Dagangan Harga Pokok Penjualan 12 Kas Potongan Penjualan Piutang Usaha 14 Perlengkapan Toko Kas 18 Persediaan Barang Dagangan Kas 21 Beban Upah Karyawan Toko Beban Upah Karyawan Kantor Kas 5.000 8.000 D 5. Modul Pengantar Akuntansi 1132 .000 200.000 200.000 3.000 3.000 500.000 6.000 96.000 4.000 6.240.000 K Ayat jurnal di atas lalu diposting ke buku besar masing-masing akun terkait.000 5.000 8.704.490.100.000 4.000 250.000 300.600.000 110.

000 Re f D 53.Des 09.446.400.000.Des 02.000 3.558.000 53.000 37.000 5.Des penyesuaian Tn.000.000 500.000 37.000 100.000 48.558.000 6.Des 02.350.490.Des Keterangan Saldo Akhir November Barang Dagangan Talangan Ongkos 06.000 400.000 37.246.000 300.Des Keterangan Saldo Akhir November Tn.Des 08.000.058.640.Des 12.Des 09.000 K Saldo 51.544.000 Re f D 35. Jason Perlengkapan Toko Barang Dagangan Beban Upah 5.000 37.Des 14.Des Keterangan Saldo Akhir November Tn.Des Angkut Utang Usaha Piutang Tn.354. Ida Bagus-potongan Retur Tn.600.Des 06. Jason Tn. Ida Bagus07.000 8.000 4.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 133 .Des 06.646.000 5.000 56.000 8.000 Piutang Usaha Tangga l 01.Des 18.904.000 53.000 53.000.000.844.000 51.000 Persediaan Barang Dagangan Tangga l 01.Des 21.158. Jason Retur Tn.000 40.100.600.646. Ida Bagus Tn.246.000 53.Des 12.Des 08. Jason Tn.000 200.600.000 57.Politeknik Negeri Sriwijaya Kas Tangga l 01.000 36. Jason Re f D 51.000 45.100. Jason 250.000 96.704.544.000 K Saldo 53.000 K Saldo 35.

800.000 Perlengkapan Toko Tangga l 01.000 9.000 0 Akumulasi Penyusutan-Gedung Kantor Tangga l 01.650.000 K Saldo 9.000 45.000 Tanah dan Gedung Kantor Tangga l Keterangan Re f D K Saldo 130.000.500.600.Des Tn.000 Saldo 9.18.000 Asuransi dibayar di muka Tangga l 01.650.Des 14.000.000 300.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 7.000 Peralatan Toko Tangga Keterangan Re D K Saldo Modul Pengantar Akuntansi 1134 .000.500.Des Keterangan Saldo awal Tahun 2007 Re f D K 9.000.00 01. Ferry 8.Des Saldo Akhir November 130.000 K Saldo 7.Des Keterangan Saldo Akhir November Tunai Re f D 9.000.

Politeknik Negeri Sriwijaya l 01. Ida Bagus Tn.000.000 27.Des Keterangan Saldo awal Tahun 2007 Re f D K 28. Ida Bagus07.000 Re f D K 22.Des 08.181.981.000 Akumulasi Penyusutan-Peralatan Toko Tangga l 01.Des Penyesuaian Tn.000.800.000 Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor Tangga l 01.000 K Saldo 45.Des 02.000 Peralatan Kantor Tangga l 01.Des Keterangan Saldo Akhir November Tn.000 70.000.800.800.000 Saldo 22.000.800.000 26.000 Utang Usaha Tangga l 01.800.000 Saldo 28.Des Keterangan Saldo awal Tahun 2007 Re f D K 44.000 Saldo 44.Des Saldo Akhir November f 70.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 135 .000.000 5.181.000 4.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 45.181.000 22. Ida Bagus 200.181.

Des Tn. Jason 6.000 K Saldo 6.000 0 580.000.00 01.924.000.Des Saldo awal Tahun 2007 178.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D K 9.924.000.000.135.135.000.000.000 0 Prive Surya Tangga l 01.00 01.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 11.00 06.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 6.000.000 Modul Pengantar Akuntansi 1136 .000 Saldo 9.000 K Saldo 11.Pendapatan Sewa Diterima di Muka Tangga l 01.000 0 Retur dan Penyesuaian Harga Jual Tangga l 01.000 Modal Surya Tangga l Keterangan Re f D K Saldo 178.000.000 Penjualan Tangga l Keterangan Re f D K Saldo 574.Des Saldo Akhir November 574.

780.450.00 09.424.200.000 0 401.180.200.000 Beban Upah Karyawan Kantor Tangga l Keterangan Re f D K Saldo Modul Pengantar Akuntansi 1 137 .310.000 Harga Pokok Penjualan Tangga l Keterangan Re f D K Saldo 398.000 1.780.000 K Saldo 16.000 K Saldo 1.00 06.000 0 401.000 Potongan Penjualan Tangga l 01. Jason 3.00 01.000 7.000 22.Des Retur Tn.000 5.Des 12.Politeknik Negeri Sriwijaya 09. Jason 500.Des Tn.450. Jason 250.000.200.400.Des 12.000 0 Beban Upah Karyawan Toko Tangga l 01.Des Tn.Des Keterangan Saldo Akhir November Tunai Re f D 16.Des Saldo Akhir November 398.Des Keterangan Saldo Akhir November Tn. Jason Re f D 1.000 110.450.

000 45.600.000 Setelah itu. masing-masing saldo akun yang terdapat dalam buku besar dipindahkan ke neraca saldo sebelum penyesuaian.228.100.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 6.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 6.228.680.000 K Saldo 6.240. UD.000 Beban Umum & Administrasi Lainnya Tangga l 01.904 51.840.600.01.000 K Saldo 6.000 Beban Sewa Toko Tangga l 01.000 3.000 K Saldo 2. Berikut ini adalah neraca saldo sebelum penyesuaian yang dibuat UD.000 17.Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 2.000 Beban Penjualan Lainnya Tangga l 01. Surya Prabha Utama Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian 31 Desember 2007 (dalam ribuan rupiah) Nama Perkiraan Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagangan D 36.680.Des 12.100.Des Saldo Akhir November Tunai 14. Surya Prabha Utama pada tanggal 31 Desember 2007.600 K Modul Pengantar Akuntansi 1138 .000 14.

000 K 2.181 9.680 6.650 130.000 6.000 9.000 580. Surya Prabha Utama Ayat Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2007 No.000 44.840 2.800 7.000 7.000 2.228 871.Politeknik Negeri Sriwijaya Perlengkapan Toko Asuransi Dibayar di muka Tanah dan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan-Gedung Kantor Peralatan Toko Akumulasi Penyusutan-Peralatan Toko Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor Utang Usaha Pendapatan Sewa Diterima di Muka Modal Surya Prive Surya Penjualan Retur & Penyesuaian Harga Jual Potongan Penjualan Harga Pokok Penjualan Beban Upah Karyawan Toko Beban Upah Karyawan Kantor Beban Sewa Toko Beban Penjualan Lainnya Beban Umum & Administrasi Lainnya 9.916 UD. Beban Perlengkapan Toko Perlengkapan Toko 6.500.310 401.500.500.800 22.424 1. Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan D 2. Nama Perkiraan 1.916 871.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 139 .100 6.200 22.500.000 70.000 178.135 11.180 17.000 28.800 45.

558.3. Beban Upah Karyawan Toko Beban Upah Karyawan Kantor Utang Upah Karyawan 2.Des 08.Des 06.000 4.000 5.000 53.080.354. Pendapatan Sewa Diterima di Muka Pendapatan Sewa 5.Des 12.000 4.080. Jason 5.000 10.480.000 6.000 400. Beban Asuransi Asuransi Dibayar di Muka 5.704.100.000 5.000 Re f D 53.000 100.100.000 5.620.Des Keterangan Saldo Akhir November Barang Dagangan Talangan Ongkos Angkut Utang Usaha Piutang Tn.158.500.000 1.000 Ayat jurnal penyesuaian di atas lalu di posting ke buku besar masingmasing akun terkait. Kas Tangga l 01. Sewa Toko Dibayar di Muka Beban Sewa Toko 1.000 48.000 4. Beban Penyusutan-Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan-Gedung Kantor 4.Des 02.000 53.490.058.400.700.320.000 Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor 6.000 K Saldo 53.000.000 53.000 8.000 1.000 Modul Pengantar Akuntansi 1140 .000 6.500.558. Beban Penyusutan-Peralatan Toko Akumulasi Penyusutan-Peralatan Toko 10.000.480.000 4.000 7.844.400.

000 Modul Pengantar Akuntansi 1 141 .Des 31.600.000 45.000.Des 06.000 Persediaan Barang Dagangan Tangga l 01.Des 09.Des 08.800. Ida Bagus07.000 37.000 51.000 37.Des 09.000.Des penyesuaian Tn.000 2.600.000 56.500.000 K Saldo 51.446.000.544.000 9.Des 14.Des 18.646.Des Keterangan Saldo Akhir November Tn.Des 06.246.000 K Saldo 35. Jason Tn. Ferry Ayat Jurnal Penyesuaian 250.000 57.Des Keterangan Saldo Akhir November Tn.350.400.100.Des 21.000 3.000 36.000 53. Jason Tn.000 37. Ida Bagus Tn.000 K Saldo 9.100.000 96. Jason Tn.640.000 6.000.Des 02.000.000 5.000 37.100.000 8.000 300.500.Des Perlengkapan Toko Barang Dagangan Beban Upah 300.600.246.Des Keterangan Saldo Akhir November Tunai Re f D 9.000 Re f D 35. Jason Retur Tn.000 200.000 43.000 40.000 Piutang Usaha Tangga l 01.Des 18.Des 12.000 500.Politeknik Negeri Sriwijaya 14.000 8.904.600.000 Perlengkapan Toko Tangga l 01.500.000 5. Jason Re f D 51. Ida Bagus-potongan Retur Tn.544.000 8.000.000 45.646.

000 Asuransi dibayar di muka Tangga l 01.000 Saldo 9.500.00 01.000 2.Des Keterangan Saldo Akhir November Ayat Jurnal Penyesuaian Re f D 0 1.650.000 5.000 K Saldo 7.000 Sewa Toko Dibayar di Muka Tangga l 01.650.000.000.Des Keterangan Saldo awal Tahun 2007 Ayat Jurnal Penyesuaian Re f D K 9.Des 31.000 K Saldo 0 1.Des 31.Des Keterangan Saldo Akhir November Ayat Jurnal Penyesuaian Re f D 7.550.000 0 Akumulasi Penyusutan-Gedung Kantor Tangga l 01.000 Modul Pengantar Akuntansi 1142 .000 13.000 4.000 3.100.000.Des 31.300.000 Tanah dan Gedung Kantor Tangga l Keterangan Re f D K Saldo 130.500.000.Des Saldo Akhir November 130.Des Ayat Jurnal Penyesuaian 6.500.31.400.400.

000 Akumulasi Penyusutan-Peralatan Toko Tangga l 01.800.800. Debet Kredit 22.800.000 27.000 Penyesuaian Saldo 28.000 Tgl 1 Jan 31 Des Akumulasi Penyusutan .Des Keterangan Saldo Akhir November Re f D 70. 45.880.000 Tgl 1-Dec 2-Dec 7-Dec 8-Dec Keterangan Saldo Akhir November Tn.000 K Saldo 70.181.000.000 22.000 2007 Ayat Jurnal 6.Politeknik Negeri Sriwijaya Peralatan Toko Tangga l 01.981.000 54. Ida Bagus Penyesuaian Tn.000. Ida Bagus Tn.Des 31.000 5.000 10.000 4.Peralatan Kantor Ref Keterangan .000 Modul Pengantar Akuntansi 1 143 .000.Des Keterangan Saldo awal Tahun 2007 Ayat Jurnal Penyesuaian Re f D K 44.280.181.000.000 35.000 Tgl 1-Dec Keterangan Saldo Akhir November Peralatan Kantor Ref Debet .080. Ida Bagus Hutang Usaha Ref .800.000 Kredit Saldo 45.181.181.000 26. Debet Kredit Saldo Awal Tahun 28.480.000 200.000 Saldo 44.000.800.000 Saldo 22.

Debet Kredit Saldo Akhir 1-Dec November 0 31.Ayat Jurnal Dec Penyesuaian 5.Ayat Jurnal Dec Penyesuaian 4.000.000. Debet Kredit Saldo Akhir 1-Dec November 9.000.000 4.135. Debet Kredit Saldo 178.000 Saldo 0 4.000 Saldo 9.000 Pendapatan Sewa Diterima di Muka Ref Tgl Keterangan .000.000 574.320.000 178. Jason Penjualan Ref .000. Debet 11.000 Tgl Keterangan Saldo awal Tahun 1-Jan 2007 Modal Surya Ref .000 31.000.000 Prive Surya Ref .000.00 0 Tgl Keterangan 1Dec Saldo Akhir November 6Dec Tn.Hutang Upah Karyawan Ref Tgl Keterangan .000.000.320.000 6.000 Tgl Keterangan 1Dec Saldo Akhir November Kredit Saldo 11.000.000 Modul Pengantar Akuntansi 1144 . Debet Kredit Saldo 574.000 58.135.

0 00 401.780.200.924.500.000 2.924.000 110.00 0 24.400.780.700. Debet 1.450.00 0 Modul Pengantar Akuntansi 1 145 .000 5.00 Dec Saldo Akhir November 0 6Dec Tn.000 Saldo 16.424.000 7.700.200.000 Kredit Saldo 1.000.880.000 1.310.000 Tgl Keterangan 1Dec Saldo Akhir November 12Dec Tn Jason Potongan Penjualan Ref . Debet Kredit Saldo Akhir November Tunai Ayat Jurnal Penyesuaian 16.000 Saldo 398.000 Harga Pokok Penjualan Ref Tgl Keterangan .200.000 Kredit 250.180.Ayat Jurnal Dec Penyesuaian 2.0 00 Tgl 1Dec 21Dec 31Dec Beban Upah Karyawan Toko Ref Keterangan .0 00 403.450.00 0 22.450. Debet 1398. Jason 3.Politeknik Negeri Sriwijaya Tgl 1Dec Saldo Akhir November 9Dec Tn Jason Retur & Penyesuaian Harga Jual Ref Keterangan .000 500. Jason 31.000 Saldo 6.0 00 401.000 9Dec Retur Tn. Debet Kredit 6.

460.000 3.Peralatan Toko Re Tgl Keterangan f Debet Kredit 1-Jan Saldo Awal Tahun 2007 0 31Dec Ayat Jurnal Penyesuaian 1.400.620.100.000 Beban Penjualan Lainnya Re Tgl Keterangan f Debet 1-Dec Saldo Akhir November 6.00 0 19.Gedung Kantor Keterangan Re Debet Kredit Saldo Modul Pengantar Akuntansi 1146 .000 Kredit Saldo 0 6.000 Saldo 0 1.000 31Dec Ayat Jurnal Penyesuaian Kredit 1.600.000 1.Beban Sewa Toko Re Tgl Keterangan f Debet 1-Dec Saldo Akhir November 2.500.680.080.080.00 0 17.00 0 Tgl Beban Penyusutan .000 1-Dec Saldo Akhir November 21Dec Tunai 31Dec Ayat Jurnal Penyesuaian Saldo 14.240.600.000 Beban Penyusutan .000 Beban Perlengkapan Toko Re Tgl Keterangan f Debet 1-Jan Saldo Awal Tahun 2007 0 31Dec Ayat Jurnal Penyesuaian 6.500.00 0 Saldo 2.680.000 700.000 Tgl Beban Upah Karyawan Kantor Re Keterangan f Debet Kredit 14.100.840.000 Kredit Saldo 6.

diasumsikan bahwa perusahaan menggunakan neraca lajur sebagai alat Bantu untuk menyiapkan laporan keuangan.500.000 0 4.228.000 Beban Umum & Administrasi Lainnya Tgl Keterangan Ref Debet Kredit 1-Dec Saldo Akhir November 6.000 Dalam contoh ilustrasi ini.500.000 Beban Asuransi Tgl Keterangan Ref Debet 1-Dec Saldo Akhir November 0 31Dec Ayat Jurnal Penyesuian 5.000 Saldo 6.Oleh semodul itu.Politeknik Negeri Sriwijaya f 1-Jan Saldo Awal Tahun 2007 31Dec AYAT Jurnal Penyesuian 0 4.000 Pendapatan Sewa Tgl Keterangan Ref Debet 1-Dec Saldo Akhir November 0 31Dec Ayat Junal Penyesuaian Kredit Saldo 0 5.100.228.480.000 Tgl 1 J an 31Dec Ayat Jurnal Penyesuaian Beban Penyusutan .000 5.Peralatan Kantor Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Awal Tahun 2007 0 6.000.000 Kredit Saldo 0 5.000 Saldo 0 6.000. Surya Prabha Utama untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007: Modul Pengantar Akuntansi 1 147 .100. Berikut ini adalah neraca lajur yang dibuat UD. data yang ada dalam ayat jurnal penyesuaian tadi juga dipindahkan ke kolom penyesuaian yang ada pada neraca lajur sesuai dengan posisi debet dan kreditnya.480.

Modul Pengantar Akuntansi 1148 .

000 54.000 45.00 0 Nama Perkiraan Kas Piutang Usaha Persedian Barang Dagang Perlengkapan Toko Asuransi Dibayar di Muka Tanah dan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor Peralatan Tokoh Akumulasi Penyusutan Gedung Toko Peralatan Kantor.500 54.000 35.000 57.181 4.800 45.300 2.000 45.880 45.00 0 70.904 51.000 176.480 11.800 7.000 Laba Rugi Dr Kr Neraca Dr 36.000 6.424 401.000 10.310 9.82 5 580.000 57.000 Kr 57.600 9.Politeknik Negeri Sriwijaya UD.08 0 5.500 13.000 7.181 4.550 130.000 Modul Pengantar Akuntansi 1 149 .100 4.880 35.424 1.000 9.000 176825 45.000 7.000 44.424 11.60 0 6.200 3.800 22.280 22.200 580. Surya Prabha Utama Neraca Lanjur Untuk tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Neraca saldo Dr Kr 36.904 51.650 130. Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor Utang Usaha Pendapatan Sewa Diterima Dimuka Modal Surya Prive Surya Penjualan Retur & Penyesuaian Harga Jual Potongan Penjualan Penyesuaian Dr Kr Seltlh penyesuaian Dr Kr 36.000 7.20 0 9.550 130.000 70.280 22.500 70.000 176825 11.000 580.000 13.200 3.000 28.181 9.300 2.904 51.500 5.

200 1920 6.500 10.180 17.780 6.200 651.680 6.600 5.000 959.200 Laba Rugi Kr Dr 9.840 2.680 6.500 10.100 6.840 2.000 22.920 308.000 22.400 143.200 1.768 408. Surya Prabha Utama Neraca Lanjur Untuk tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Nama Perkiraan Ongkos Angkut Masuk Beban Upah Karyawan Toko Beban Upah Karyawan Kantor Beban Sewa Toko Beban Penjualan Lainnya Beban Umum & Administrasi Lainnya Iktisar laba Rugi Beban asuransi Beban Penyusutan-Gedung Kantor Beban Penyusutan-Peralatan Toko Beban Penyusutan-Peralatan Kantor Utang Upah karyawan Beban Perlengkapan Kantor Pendapatan Sewa Sewa Toko dibayar Di Muka Neraca saldo Dr Kr 9.354 1.080 6.228 45.354 5.786 551.400 959.000 651.UD.400 408.606 Penyesuaian Dr Kr 1.600 5.228 879.500 1.840 2.586 99.606 45.000 143.080 6.100 6.100 4.500 5.680 6.100 4.920 6.100 6.432 99.000 22.200 408.480 57.768 651.228 45.180 17.480 57.080 6.780 5.500 10.180 17.100 4.480 57.400 Seltlh penyesuaian Dr Dr 9.200 Neraca Kr Dr 879.500 1.786 1.600 5.200 720 1.354 Laba bersih Modul Pengantar Akuntansi 1150 .

460 4.266 (403.500 10.000 (7.700) 167.100 6.228 41.Surya Prabha Utama: UD.480 5.310) 571.424) (1.080 6.500 6.768 Modul Pengantar Akuntansi 1 151 . berikut ini adalah tampilan laporan keuangan dari UD. Surya Prabha Utama Laporan Rugi Laba Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2007 Pendapatan Penjualan: Penjualan Retur & Penyesuaian Harga Jual Potongan Penjualan Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan : Laba Kotor Beban Operasional: Beban Penjualan: Beban Upah Karyawan Toko Beban Sewa Toko Beban Perlengkapan Toko Beban Penyusutan Peralatan Toko Beban Penjualan Lainnya Total Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi: Beban Upah Karyawan Kantor Beban Penyusutan Gedung Kantor Beban Penyusutan Peralatan Kantor Beban Asuransi Beban Umum dan Administrasi Lainnya Total Beban Umum 580.680 48.566 24.840 19.880 700 6.Politeknik Negeri Sriwijaya Dengan bantuan neraca lajur di atas.

958 UD.958 260.300 2.000) 249.000 81.& Administrasi Total Beban Operasional Laba Operasional Pendapatan / Beban Lain-Lain: Pendapatan Sewa Total Pendapatan / Beban Lain-Lain Laba Bersih (90.904 51.093 (11.000 5.400 Modul Pengantar Akuntansi 1152 .608) 76.000 43.100 3.958 5.Surya Prabha Utama Laporan Ekuitas Pemilik Untuk Tahun Ynag Berakhir 31 Desember 2007 Modal Surya (awal) Laba Bersih Kenaikan Modal pemilik Prive Modal Surya (akhir) 178.Surya Prabha Utama Neraca 31 Desember 2007 AKTIVA Aktiva Lancar: Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagangan Perlengkapan Toko Asuransi Dibayar Di Muka Sewa Toko Di Bayar Di Muka 36.093 UD.135 81.550 1.

000 30.501 45.Politeknik Negeri Sriwijaya Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap: Tanah dan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor 138.594 Sedangkan ayat jurnal penutup (closing entries) yang dibuat oleh UD.254 130.093 249.500) Peralatan Toko 70.880) Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor Total Aktiva Tetap TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN Kewajiban Lancar: Hutang Usaha Hutang Upah Karyawan Pendapatan Sewa Dibayar Di Muka Total Kewajiban Lancar EKUITAS PEMILIK Modal Surya Total Ekiuts Pemilik TOTAL KEWAJIBAN & MODAL PEMILIK 249.Surya Prabha Utama untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut: Modul Pengantar Akuntansi 1 153 .000 (13.280) 141.000 Aakumulasi Penyusutan Peralatan Toko (54.093 279.320 4.181 4.594 22.340 279.000 (35.

228 6.Penjualan Pendapatan Sewa Ikhtisar Laba Rugi (untuk menutup akun yang bersaldo normal kredit) Ikhtisar Laba Rugi Retur & Penyesuaian Harga Jual Potongan Penjualan Harga Pokok Penjualan Beban Upah Karyawan Toko Beban Upah Karyawan Kantor Beban Sewa Toko Beban Penjualan Lainnya Beban Umum & Administrasi Lainnya Beban Perlengkapan Toko Beban Penyusutan Gedung Kantor Beban Penyusutan Peralatan Toko Beban Penyusutan Peralatan Kantor Beban Asuransi (untuk menutup akun yang bersaldo normal debet) Ikhtisar Laba Rugi Modal Surya Modal Surya Prive Surya (untuk menutup akun prive) 580. berikut ini adalah tampilan neraca saldo setelah penutupan(yang hanya memuat saldo dari akun yang sifatnya permanen.000 Setelah ayat jurnal penutup di atas di-posting ke buku besar masing-masing akun (akun sementara) terkait.500 4.080 6.424 1.000 585.880 19.000 503.500 10.680 6.480 5. sedangkan saldo dari akun yang sifatnya sementara telah menjadi nol karena telah ditutup melalui ayat jurnal penutup Modul Pengantar Akuntansi 1154 .042 7.310 403.958 81.100 81.700 24.000 11.460 700 6.958 11.000 5.

000.Peralatan Toko Peralatan Kantor Akumulasi Penyusutan .254 V.000 unit dengan harga Rp.per unit dan membayar ongkos angkut sebesar Rp.15. Surya Prabha Utama Neraca Saldo Setelah Penutupan 31 Desember 2007 Nama Perkiraan Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagangan Perlengkapan Toko Asuransi Dibayar Di Muka Sewa Toko Dibayar Di Muka Tanah dan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan .880 45.100 3.000 70.500 54.Gedung Kantor Peralatan Toko Akumulasi Penyusutan .320 4.Peralatan Kantor Hutang Usaha Hutang Upah Karyawan Pendapatan Sewa Diterima Di Muka Modal Surya Debet 36.000 35.254 383.7 Soal-soal Latihan Soal 1 Berikut ini adalah transaksi-transaksi dari PT.000 249.090 383.300 2. Modul Pengantar Akuntansi 1 155 .000 43.280 22.400 130.000. 150.550 1..Politeknik Negeri Sriwijaya UD. Evergray Corporation selama bulan Maret 2008 yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang dagangan: 3 Maret Membeli barang dagangan secara tunai sebanyak 1.904 51.181 4.000 Kredit 13.

7 Maret Mengembalikabarang dagangan yang telah dibeli pada tanggal 3 dan 6 Maret yang lalu. 12 Maret Membeli barang dagangan secara kredit dari PT. 6 Maret Membeli barang dagangan secara kredit sebanyak 1. 100.000. Total harga jual sebesar Rp.000.-..dengan perincian 250 unit dari barang dagangan yang dibeli pada tanggal 3 Maret dan sisanya yang dibeli pada tanggal 6 Maret. Syarat pengangkutan Modul Pengantar Akuntansi 1156 .- 5 Maret Menjual barang dagangan secara kredit sebanyak 500 unit.000. 100. Syarat pengangkutan adalah FOB shipping point dengan credit term 2/15.000.-. Interland sebanyak 2000 unit dengan harga Rp.000.. Credit term 1/15.4 Maret Membeli barang dagangan secara kredit dari PT. 25. n/30. 11 Maret Membayar hutang atas transaksi pembelian barang dagangan yang telah dilakukan padda tanggal 6 Maret yang lalu. 17 Maret Membayar hutang atas transaksi pembelian barang dagangan yang telah dilakukan pada tanggal 4 Maret yang lalu.per unit. masing-masing sebanyak 250 unit dan 300 unit. 2. 14 Maret Menerima pengembalian atas barang dagangan yang telah dijual pada tanggal 5 Maret yang lalu sebanyak 100 unit. perusahaan harus menanggung dan membayar ongkos kirim ke gudang pembeli sebesar Rp. Syarat pengangkutan adalah FOB destination point dengn credit term 1/10. n/30.10.per unit.20.. 2000.. n/30 dan membayar ongkos angkut sebesar Rp.000.000 unit dengan total harga sebesar Rp.500.2000. Haili sebanyak 1000 unit dengan harga Rp. 20 Maret Menjual barang dagangan secara tunai kepada PT. Coerce sebanyak 900 unit dengan harga Rp. 15 Maret Menjual barang dagangan secara tunai sebanyak 800 unit debgab total nilai sebesar Rp.per unit.-.000.000.. n/45. Ongkos angkut yang dibayarkan adalah sebesar Rp. 20 Maret Menerima bayaran atas transaksi penjualan yang dilakukanpada tanggal 5 Maret.100. Dalam hal ini.dengan syarat pengangkutan FOB shippimg point dan credit term yang berlaku adalah 2/15.000.

100.dibayar terlebih dahulu oleh penjual.-. Interland.000. Ongkos angkut pembelian barang yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. Evergray Corporation. Syarat pengangkutan adalah FOB shipping point dengan credit term 1/10.ditanggung oleh pembeli.. Haili mengembalikan barang ddagangan sebanyak 50 unit. Inti Keramik seharga Rp. 25 Maret Membeli secara kredit1000 unit barang dagangan sebesar Rp. n/30 FOB destination point.dengan syarat 2/10. 200.dengan 4/10...000.. Surya Prabha Ungu sebesar Rp.-. 100. n/30. physical (periodic) method dalam mencatat 05 Juli Dibeli barang dagangan secara kredit dari CV.-.-. 120.000.000.000. 300. 250. Diminta: Buatlah aat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi –transaksi di atas pada pembukuan PT.000. 50. n/30 FOB shipping point. jika perusahaan menggunakan persediaannya! Soal 2 Berikut ini adalah transaksi jual beli yang dilakukan oleh PD. 25 Maret Melakukan pembayaran kepada PT.000. 100. 03 Juli Dibeli barang dagangan secara tunai dari CV.000. Sinar Terang seharga Rp. Sistem pencatatan barang dagangan yang digunakan adalah system perpetual.-.Surya Prabha Ungu dalam bulan Juli 2008. Biaya pengiriman terlebih dahulu dibayarkan oleh PD.000.000. 22 Maret PT.000. Harga pokok barang dagangan yang dijul sebesar Rp.Politeknik Negeri Sriwijaya adalah FOB destination point. Modul Pengantar Akuntansi 1 157 .000. Ongkos angkut sebesar Rp. 70. 08 Juli Dijual barang dagangan kepada Fa. 2.000. Ongkos angkut yang dibayarkan sebesar Rp. Makmur Indah seharga Rp.

000.000. PANORAMA pada tanggal 08 April yang lalu yaitu sebesar Rp.-.40.10. Makmur Indah atas pengembalian barang dagangan yang tidak sesuai dengan pesanan senilai Rp 25.000.000.-.150.500. 08 April UD.- 10 April 13 April Modul Pengantar Akuntansi 1158 .Harga pokok brang yang dikembalikan senilai adalah Rp.500.Panorama dan UD.000. Inti Keramik yang dibelinya pada tanggal 03 Juli lalu sebesar Rp.65.000.-.n/eom. PD Surya Prabha langsung menerima kembali pembayaran kas sebesar nilai barang yang dikembalikan.-.-dengansyarat 1/15.-.000.000.3. PANORAMA menjual barnag dagangan sebesar Rp.000. RODEGAMA seharga Rp. Diminta: Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk menctat transaksi-transaksi diatas pada pembukuan PT.000. RODEGAMA dengan syarat 2/10.000.09 Juli PD. PANORAMA menjual barang dangangan kepada UD.000.300. 17.100. Evergray Corporation.000.000.Harga pokok dengan dagangan yang dijual adalahsebesar Rp.Harga Pokok barang dagangan yang di jual adalah sebesar Rp.n/30 dan membayar ongkos angkut sampai dengan gudang pembeli sebesar Rp.1. 5.-. UD.Ongkos angkut sebesar Rp.000.000. Harga pokok barang dagangan dikembalikan sebesar Rp.Redogama selama bulan April 2007.000. Surya Prabha mengembalikan barang dagangan yang rusak kepada CV.000. 11 Juli Dikirim nota kredit kepadas Fa.FOB shipping point.kepada UD.-..000. Atas transaksi ini.-di bayar tunai. UD RODEGAMA mengembalikan sebagaian barang yang rusak yang telah dibelinya dari UD. jika perusahaan menggunakan persediannya! physical (periodic) method dalam mencatat Soal 3 Berikut ini merupakan transaksi dagang yang berhubungan dengan UD.

10.000..dibayarkan terlebih dahulu oleh UD.Desemlim sebesar Rp. 2 Juli Dibeli barang dagangan secara tunai dari CV. Desemlim selama bulan Juli 2008. RODEGAMA menjual brang dangangan kepada PD.-.Sistem pencatatan dagangan yang digunakan adalah system periodik.000.-.000. Diminta Catatlah jurnal transaksi di atas pada pembukaan UD.FOB shipping point Harga Pokok barang daganagna yang di jual adalah sebesar 40% dari harga jualnya. 400.Biaya pengiriman terlebih dahulu dibayarkan oleh UD.000.Ongkos angkut pembelian yang dikeluarkan adalah Rp. RODEGAMA melunasi seluruh utangnya kepada UD. 75. ASTRIKA seharga Rp.000.dengan syarat 2/10.Ongkos angkut sebesar Rp.RODEGAMA dan akan di tambahkan ke dalam faktur sebagai nilai tagihan. 6 Juli Diterima kas sebesar Rp. 22 April 29 April UD.ntuk pengembalian barang dagangan yang telah dibelinya dari CV.000.50. UD.Meicy seharga Rp.PANORAMA atas pembelian brang dagangan yang telah di lakukanya pada tanggal 10 April yang lalu..PANORAMA dan UD RODEGAMA dengan menggunakan Pertual Inventory System Soal 4 Berikut ini merupakan transaksi jual beli yang dilakukan oleh persaan dagang UD.( ditanggung oleh pembeli ) 5 Juli Dijual barang dagangan kepada Firma Jims seharga Rp.000..000.Meicy.dengan syarat 4/10.500.000. 8 Juli Dikirimkan nota kredit kepada Firma Jims atas pengembalian barang dagang yang rusak senilai Rp. RODEGAMA melunasi seluruh kewajibanya kepada UD.300.n/30 FOB shipping point.800.PANORAMA atas pembelian barang dangangn yang telah dilakukanya pada tanggal 08 April yang lalu.000.000..25.n/30.- Modul Pengantar Akuntansi 1 159 .Politeknik Negeri Sriwijaya 17 April UD.

30.Gladies atas pengembalian barang daganagan yang rusak senilai Rp. Modul Pengantar Akuntansi 1160 .biaya pengiriman sebeasr Rp.500.000.Gladies seharga Rp.150.200.100.n/30..dengan syarat 2/10.000.000.Desemlim. 19 Juli Dibayar seluruh utang kepada UD./150.Desemlim adalah sebesar Rp.11 Juli Dibeli barang dari UD.n/30 FOB shipping point.Gladies.000.- 15 Juli Dikirimkan nota debet kepada UD.000.telah dibayarkan terlebih dahulu oleh UD. Novlin sebesar Rp.- 17 Juli Diterima pembayaran dari Firma Jims sebagaia pelunasan seluruh utangnya kepada UD.. 12 Juli Dijual barang dagangan kepada CV.telah di bayarkan terlebih dahulu oleh UD.Desemlim.Biaya pengiriman sebesar Rp.Gladies Diminta Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untukl mencatat transaksitransaski di atas pada pembukaan UD.000.000.FOB shipping point.dengan syarat 2/10.000..

Menjelaskan tujuan pengendalian internal. Anda daiharapkan dapat: 1. 3. 2. Memahami prinsip-prinsip pengendalian internal. Menjelaskan pengertian pengendalian internal. Mengidentiikasi keterbatasan pengendalian internal Modul Pengantar Akuntansi 1 161 . 4.Politeknik Negeri Sriwijaya MODUL VI PENGENDALIAN INTERNAL Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini.

hokum bisnis.Bahkan tidak hanya dari segi operasional saja yang akan berjalan dengan tertib dan baik sesuai prosedur.Untuk menjalankan pengendalian internal secara baik tentu saja harus diikuti dengan kerelaan perusahaan untuk mengeluarkan beberapa tambahan biaya.anti korupsi dan sebagainya.Kecurangan karyawan ini adalah tindakanyan disengaja dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Pengendalaian internal adalah seperangkat kebisajakan prosedur untuk melindungi aktiva atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan.Contoh bentuk kecurangn karyawan yang sering dilakukan dan hamper selalu dijumpai pada sebagian besar perusahaan adalah melaporkan biaya perjalanan dinas dan penggantian pengobatan melebihi dari jumlah sesungguhnya dikeluarkan. Modul Pengantar Akuntansi 1162 .serta memastikan tersedianya informasi akuntansi perusahaan yang akurat sertamemastikan bahwa semua ketetntuan ( peratuaran ) hokum/undang-undang serta kebijakan manajemen telah dipatuhi atau dijalankan sebagaimana mestinya oleh seluruh karyawan perusahaan.factor efisiensi dan efektifitas dari terapanya pengendalian internal. Dengan adanya atau penerapan system pengendalian internal secara ketat maka di haraokan bahwa seluruh kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan denga baik menuju tercapainya maksimalisasi profit.undangundang.VI. Salah satu hal yang paling riskan dalam pengendalian internal adalah kecurangan yang dilakukan oleh karyawan ( Employment Fraud ). 1 Pengertian dam Tujuan Pengendalian Internal Pengendalian internal biasanya akan mutlak di perlukan seiring dengan tumbuhnya dan berklembangnya trasnsaksi/bisnis perusahaan.akan tetetapi dari segi financial perusahaanjuga dapat termonitor denmgan baik.Sistem pengendalian internal akan di jumpai dalam perusahaan yang di mana kategori ukuran bisnisnya adalah menengah ke atas.menjamin tersedianya informasi akuntansi perusaahn yang akurat.pasar modal.Pada dasarnya.Yang di maksud dengan ketentuan di sinibisa saja meliputi peraturan di bidang perpajakan.

Pengupahan dan pengajian pengendalian internal dijalankan dengan tujuan untuk memastikan bahwa uang kas perusahaan dikeluarkan memang ntuk membayar karyawan yang sah. 5.Upah/gaju yan berlaku dan jumlah jam kerja actual karyawan. Pengiriman dan penjualan barang dagangan: pengendalian internal dijalankan dengan tujuan untuk memastikan bahwa pengiriman dan penjualan barang dagangan memang telah dilakukan sesuai dengan prosedur. Penerimaan dan pembayaran kas: pengendalian internal dijalankan dengan tujuan untuk memastikan bahwa kas telah diterima dengan baik/semestinya oleh perusahaan. Penyimpanan barang dagangan di gudang.termasuk tersedianya secara lengkap dokumen pendukung transaksi.Pengendalian internal disini juga di butuhkan untuke menghindari terjadinya penggelapan/penyelewengan oleh oknum karyawan tertentu atas besarnya potongan pembelian yang di peroleh dari supplier. 4. 3. 2. pengendalian internal dijalankan dengan tujuan untuk memastikan bahwa barang dagangan telah aman Modul Pengantar Akuntansi 1 163 . serta untuk menghindari terjadinya pembayaran berganda.Barang yang dipesan dan yang dibeli sesuai dengan spesifikasi kebutuhan perusahaan serta telah mendapatkan otorisasi (persetujuan) yang layak dari pejaba yang berwenang. termasuk tersedianya dokumen pendukung transaksi.Pengendalian internal di sini uga dibutuhkan untuk menghindari teradinya karyawan fiktif.yang sesuai dengan tarif. serta memastikan hahwa pengeluaran kas hanyalah dilakukan untuk membayar beban perusahaan yang telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.Politeknik Negeri Sriwijaya Berikut ini adalah beberapa contoh utama yang memerlukan pengendalia internal secara baik : 1. Pengendalian internal di sini juga dibutuhkan untuk menghindari terjadinya penjualan fiktif. Barang yang dikrim dan yang dijual sesuai dengan spesifikasi pesanan pelanggan serta telah mendapatkan otorisasi dari pejabat yang berwenang. Pemesanan dan pembelian barang pengendalian internal dijalankan dengan tujuan untuk memastikan bahwa pemesanan dan pembelian barang memang telah dilakukan sesuai dengan prosedur.

karakteristik yang paling utama (paling penting) dari pengendalian internal adalah penetapan tanggung jawab ke masing-masing karyawan secara spesifik. Penanganan atas aktiva tetap : pengendalian internal dijalankan dengan tujuan untuk memastikan bahwa aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan telah digunakan sebagaimana mestinya dan hanya untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Sebagai contoh.2 Perinsip-perinsip Pengendalian Internal Untuk mengamankan aktiva dan meningkatkan keakuratan serta keandalan catatan (informasi) akuntansi. Segala macam jenis (alat) pengamanan dapat dilakukan (digunakan) di sini. Dalam hal ini. dan jika tidak sempat menyetornya maka uang kas tersebut haruslah disimpan di dalam sebuah lemari (brankas) besi/baja. Masingmasing prinsip pengendalian internal akan dijelaskan sebagai berikut. salah satu cara untuk mengamankan. Dalam hal ini. sifat/jenis bisnis perusahaan. termasuk filosofi manajemen perusahaan. Penetapan Tanggung Jawab Sesungguhnya. inventarisasi atas aktiva tetap perlu dilakukan supaya keberadaan aktiva tetap ini secara fisik dapat diawasi dengan mudah dan seksama. perusahaan secara spesifik harus jelas menetapkan tugas penyimpanan uang kas Modul Pengantar Akuntansi 1164 .tersimpan di gudang. Pengendalian atas pekerjaan tertentu akan menjadi lebih efektif jika hanya ada satu orang saja yang bertanggung jawab atas sebuah tugas/pekerjaan tertentu tersebut. perusahaan biasanya akan menerapkan 5 (lima) prinsip pengendalian internal tertentu. 6. Tentu saja ukuran dan luasnya pengendalian internal disesuaikan dengan besar kecilnya bisnis perusahaan. VI. Penetapan tanggung Jawab di sini agar supaya masingmasing karyawan dapat bekerja sesuai dengan tugas-tugas tertentu (secara spesifik) yang telah dipercayakan kepadanya.uang kas perusahaan adalah dengan menyetor uang kas hasil kegiatan operasional perusahaan secara harian ke bank.

yang di mana biasanya manajer keuangan kantor Pusat berhak. Hal ini sangatlah masuk akal jika disesuaikan/ditinjau dari jumlah omset (hasil operasional) yang dihasilkan oleh masing-masing kantor cabang.Politeknik Negeri Sriwijaya ke dalam brankas hanya kepada satu orang tertentu saja. Contoh lainnya adalah bahwa hal yang lazim bagi sebuah perusahaan yang besar yang memiliki banyak kantor cabang untuk memberikan / membatasi otorisasi kepada masing-masing pimpinan cabangnya dalam hal penandatanganan cek untuk kepentingan pembayaran. Namun jika tugas penyimpanan uang kas ke dalam brankas diberikan kepada dua orang atau lebih maka akan lebih sulit untuk menentukan siapa sesunguhnya yang harus bertanggung jawab jika terjadi kehilangan atas uang kas tersebut. bukan manajer penjualan yang memiliki wewenang (otorisasi) untuk kelayakan kredit dari si calon pembeli. Biasanya seorang pimpinan dari kantor cabang yang besar akan memiliki batas otorisasi pengeluaran uang yang relatif lebih besar juga dibanding dengan dari kantor cabang yang agak kecil. seandainya terdapat pencurian atau kehilangan uang kas maka perusahaan dapat dengan segera meminta pertanggungjawaban dari satu orang tersebut. Jadi. selaku orang yang memang benar-benar memiliki wewenang (otorisasi) untuk memberikan kredit (granting credit) kepada si calon pembeli untuk menjamin pengendalian internal yang baik. Sebagai contoh dalam sebuah perusahaan dagang (merchandising business) yang meliputi penjualan barang dagangan secara kredit. maka biasanya setiap transaksi penjualan kredit (apalagi untuk pelanggan baru) haruslah terlebih dahulu meminta persetujuan (Credit approval) dari manajer kredit. Penetapan tanggung jawab di sini tentu saja meliputi pemberian otorisasi untuk menyetujui (approve) atas sebuah transaksi. menandatangani pengeluaran cek untuk kepentingan pembayaran hanya Modul Pengantar Akuntansi 1 165 . maka dalam kasus pemberian kredit ini sebaiknya manajer kreditlah. di mana hanya orang inilah yang nantinya akan memiliki kode akses untuk membuka brankas tempat penyimpanan uang kas tersebut. karena hanya dialah yang memiliki kode akses untuk membuka brankas uang kas perusahaan. Batas otorisasi juga akan tampak jelas atas wewenang manaier keuangan yang bekerja di perusahaan yang besar. kepada para pelanggannya.

Ketika aktivitas pemesanan. dan seterusnya sesuai dengan tingkatan atau jenjang yang lebih tinggi yang ada dalam struktur organisasi perusahaan. dan pembayaran. 2. penerimaan barang. sangatlah penting kalau pekerjaan yang berbeda seharusnya dikerjakan oleh karyawan yang berbeda pula. Harus adanya pemisahan tugas antara karyawan yang menangani pekerjaan pencatatan aktiva dengan karyawan yang menangani langsung aktiva secara fisik (operasional). Ada 2 (dua) bentuk yang paling umum dari penerapan prinsip pemisahan tugas ini. maka otorisasi pengeluaran cek secara otomatis akan berada di bawah wewenang langsung direktur keuangan. rasionalisasi dari pemisahan tugas adalah bahwa tugas/pekerjaan dari seorang karyawan seharusnya dapat memberikan dasar yang memadai untuk mengevaluasi pekerjaan karyawan lainnya.sampai pada batas tertentu jika melebihi batas wewenangnya. maka masing-masing "unsur" dari Aktivitas pembelian haruslah ditangani secara terpisah oleh masingmasing karyawan yang berbeda. yaitu: 1. Bagian penerimaan barang secara terpisah dari bagian lainya Modul Pengantar Akuntansi 1166 . Pemisahan Tugas Pemisahan tugas di sini maksudnya adalah pemisahan fungsi atau pembagian kerja. Sesungguhnya. seharusnya untuk menjamin pengendalian internal yang baik dari aktivitas pembelian. hasil pekerjaan seorang karyawan dapat diperiksa silang (cross check) kebenarannya oleh karyawan lainnya. Pekerjaan yang berbeda. Ketika seorang karyawan bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan. seharusnya dikerjakan oleh karyawan berbeda pula. Jadi. penerimaan. dan pembayaran ditangani oleh orang yang berbeda maka resiko kesalahan maupun kecurangan dapat diperkecil. Oleh semodul itu. biasanya potensi munculnya kesalahan maupun kecurangan akan meningkat. Sebagai contoh yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai adalah dalam aktivitas pembelian atau pengadaan barang. Aktivitas pembelian barang meliputi pemesanan.

Ketika aktivitas penjualan. Demikian juga. Seharusnya untuk menjamin pengendalian internal yang baik dari aktivitas penjualan. lalu bagian penagihan akan menyiapkan faktur penjualan (sales invoice) setelah membandingkan pesanan penjualan tersebut dengan laporan pengiriman barang (shipping report). maupun kualitasnya) apakah barang yang diterimanya telah sesuai dengan apa yang dipesan oleh bagian pemesanan barang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. pengiriman barang ke pelanggan. maka kemungkinan terjadinya tagihan palsu (fictitious invoices) akan muncul di sini. Pemisahan tugas (pekerjaan yang berbeda seharusnya dikerjakan dan perlu diterapkan dalam aktivitas penjualan karyawan yang berbeda) juga perlu diterapkan dalam aktivitas penjualan barang dagangan. dan penerimaan pembayaran ditangani oleh orang yang berbeda maka resiko kesalahan maupun kecurangan dapat diperkecil. bentuk kecurangan ini dikenal dengan istilah laping). maka berbagai kemungkinan resiko yang akan muncul seiring dengan aktivitas penjualan ini diantaranya adalah: Modul Pengantar Akuntansi 1 167 . maka masing-masing "unsur" dari aktivitas penjualan ini juga seharusnya ditangani secara terpisah oleh masing-masing karyawan yang berbeda. dan penerimaan pembayaran. Setelah itu. harganya.Politeknik Negeri Sriwijaya akan bertugas untuk memeriksa (jenis barang yang dipesan. orang yang berhak melakukan pernbayaran atas barang yang telah dipesan oleh bagian pemesanan dan telah diterima dengan baik oleh bagian penerimaan barang adalah orang yang memang benar-benar memiliki otorisasi dari perusahaan untuk melakukan pembayaran atas pengadaan barang tersebut jika bagian pemesanan/penerimaan barang juga rnerangkap pekerjaan pembayaran. pengiriman barang ke pelanggan. jika masingmasing "unsur" dari aktivitas penjualan ini tidak dipisahkan. Bagian penjualan secara terpisah dari bagian lainnya hanya akan bertugas untuk melakukan transaksi penjualan. bagian pengiriman barang akan mengirim barang ke pelanggan atas dasar bukti pesanan penjualan (sales order). kwantitasnya. penagihan. Aktivitas penjualan meliputi penjualan. penagihan. Bagian penerimaan pembayaran harus dipisahkan dari bagian penagihan untuk menghindari penggelapan uang kas oleh bagian penerimaan pembayaran (dalam ilmu akuntansi.

maka demi menjamin pengendalian internal yang baik.1. diperlukan pemisahan tugas antara karyawan yang menangani pekerjaan pencatatan aktiva dengan karyawan yang menangani langsung aktiva secara fisik (operasional). Oleh karena itu. penghitungan bonus akan menjadi lebih tepat jika bukan berdasarkan nilai penjualan yang telah terjadi tetapi lebih kepada jumlah piutang yang telah berhasil ditagih (berdasarkan tingkat kolektibilitas). 2. Pemisahan tanggung jawab pencatatan dari Modul Pengantar Akuntansi 1168 . Nantinya setelah bonus akhir tahun diterima. Adanya karyawan bagian penjualan yang berusaha untuk rnenjual barang dengan harga yang terlalu tinggi. atau ke kerabat dekat kenalannya. Ketika seorang karyawan menyelenggarakan catatan aktiva. Untuk memberikan dasar yang memadai atas pertanggungjawaban aktiva. yang tujuannya tidak lain adalah untuk memperbesar komisi akhir tahun. Barang sesungguhnya tidak ada yang terjual tetapi dibuat menjadi seolah-olah terjual dengan cara mengirimnya ke diri sendiri. Ini yang dinamakan sebagai penjualan palsu (fictitious sales). apa yang akan terjadi jika seorang karyawan yang memegang/menangani langsung aktiva secara fisik juga merangkap pekerjaan pencatatan? Kemungkinan besar dapat dipastikan bahwa aktiva perusahaan tersebut nantinya akan diselewengkan penggunaannya (bukan lagi dimanfaatkan untuk kepentingan operasional perusahaan melainkan dipakai untuk kepentingan/tujuan pribadi). Kalau bonus penjualan dihitung dengan berdasarkan nilai penjualan. dengan tujuan untuk menggelapkan kelebihan selisih harga jualnya. lalu di awal tahun berikutnya barang tersebut akan dikembalikan dengan seolah-olah telah terjadi retur penjualan dari pelanggan. karyawan yang berbeda harus ditunjuk secara khusus untuk menangani fisik aktiva. Karyawan yang menangani langsung aktiva secara fisik seharusnya tidak boleh menyelenggarakan atau memiliki akses terhadap catatan akuntansi untuk aktiva bersangkutan. dikhawatirkan faktor kelayakak kredit dari pelanggan akan menjadi diabaikan. Coba pikirkan dan renungkanlah.

Politeknik Negeri Sriwijaya penyimpanan/penanganan aktiva khususnya sangat penting untuk kas. Dalam aktivitas pembelian atau pengadaan barang. Dokumentasi Dokumen memberikan bukti bahwa transaksi bisnis atau peristiwa ekonomi telah terjadi. bagian penyimpanan barang (gudang). Nantinya. Deegan menumbuhkan atau memberikan tanda tangan (atau inisial) ke dalam dokumen. bagian penerimaan barang. dan bagian pembayaran. Bagian akuntansi bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembukuan saldo kas. Dokumen juga seharusnya bernomor urut tercetak (preprinted premimbered) dan seluruh dokumen tersebut seharusnya dapat dipertanggungjawabkan. mencegah terjadinya pencatatan transaksi secara berganda serta juga membantu untuk mencegah terjadinya transaksi yang tidak dicatat. akurat. bagian akuntansi (pencatatan) haruslah memiliki pemisahan tugas dengan bagian pemesanan barang. Dokumen ini sebagai sumber bukti (pendukung) transaksi seharusnya dapat dengan segera diteruskan ke bagian/departemen akuntansi untuk menjamin pencatatan transaksi secara tepat waktu. bagian pengiriman barang. Demikian juga halnya dengan aktivitas penjualan barang dagangan. Dokumentasi atas transaksi seharusnya dibuat ketika transaksi terjadi. orang yang bertanggung jawab atas terjadinya sebuah transaksi atau peristiwa dapat diidentifikasi dengan mudah. Bagian akuntansi (pencatatan) haruslah memiliki pemisahan tugas dengan bagian kasir. dan aktiva tetap. bagian penagihan. sedangkan kasir adalah bagian yang akan bertugas untuk menangani fisik kas harian. dimana bagian akuntansi (pencatatan) harus memiliki pemisahan tugas dengan bagian penjualan. dan memenuhi kriteria kehandalan catatan akuntansi. dan bagian penerimaan pembayaran (kasir). Dokumen yang bernomor urut sangat membantu untuk. Sedangkan dokumen yang bernomor urut tercetak dilakukan untuk menghindari terjadinya dokumen atas transaksi fiktif. Pemisahan tugas ini diperlukan untuk menetapkan pertanggungjawaban atas kas. Modul Pengantar Akuntansi 1 169 . pekerjaan bagian akuntansi akan saling cross check dengan bagian kasir. persediaan.

Penggunaan password system. Pengendalian Fisik. 2. 4. Prinsip ini meliputi peninjauan ulang. mekanik. surat permintaan pembelian. termasuk kartu absen. Pengendalian fisik terutama terkait dengan pengamanan aktiva. seperti faktur penjualan. maka : Modul Pengantar Akuntansi 1170 . dan lain-lain. dan sebagainya. Pengecekan Independen atau Verifikasi Internal Kebanyakan sistem pengendalian internal memberikan pengecekan independen atau verifikasi internal. Dokumen haruslah dapat memberikan keyakinan yang memadai bahwa seluruh aktiva telah dikendalikan dengan pantas dan bahwa seluruh transaksi telah dicatat dengan benar. Penggunaan kamera dan televisi monitor. 3. Pengendalian mekanik dan elektronik juga mengamankan aktiva. dan elektronik: 1. dan elektronik sangatlah penting.Dokumen juga sesungguhnya sangat berfungsi sebagai penghantar informasi ke seluruh bagian organisasi. Adanya sistem pemadam kebakaran atau alarm yang memadai. Uang kas dan surat-surat berharga sebaiknya disimpan dalam safe deposite box. 5. jurnal penjualan. dan Elektronik Penggunaan pengendalian fisik. perbandingan dan pencocokan data yang telah disiapkan oleh karyawan lainnya yang berbeda. 6. Berikut ini adalah beberapa macam contoh dari penggunaan pepgendalian fisik. Untuk memperoleh manfaat yang maksimum dari pengecekan independen atau verifikasi internal. Tidak semua atau sembarang karyawan dapat keluar masuk gudang tempat penyimpanan persediaan barang dagangan. Dokumen ini mencakup berbagai macam unsur. Catatan-catatan akuntansi yang penting juga harus disimpan dalam filling cabinet yang terkunci. Mekanik. mekanik.

Pada dasrnya.3 Keterbatasan Pengendalian Internal Sistem pengendalian internal persahaan pada umumya dirancang untuk memberikan jaminan yang memaai bahwa aktiva perusahaan telah diamankan secar tepat dan bahwa catatan akuntansi dapat diandalkan. 2. Kebutuhan akan pengecekan independen meningkat karena struktur pengendalian internal cenderung berubah setiap saat kalau tidak terdapat mekanisme penelaahan yang sering. Verifikasi seharusnya dilakukan secara periodik/berkala atau bias juga dilakukan atas dasar dadakan. VI. Modul Pengantar Akuntansi 1 171 . atau menjadi ceroboh jika tidak ada orang yang meninjau ulang dan mengevaluasi hasil pekerjaannya. Auditor internal disini adalah karyawan perusahaan yang bertugas secara terus menerus untuk melakukan evaluasi mengenai keefisienan dan keefektifan sistem pengendalian internal perusahaan. Verifikasi sebaiknya dilakukan oleh orang yang independen. konsepn jaminan yang memadai ini sangat terkait langsung dengan sebuah asumsi yang mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mebentuk/menrapkan prosedur pengendalian seharusnya jangan samapai melebihi manfaat yang diperkirakan akan timbul / dihasilkan dari pelaksanaan prosedur pengendalian tersebut. Cara yang paling murah untuk melakukan verifikasi internal adalah dengan menerapkan pemisahan tugas seperti yang telah dibahas sebelumnya. Salah saji baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja mungkin dapat saja terjadi tanpa melihat kualitas dari sistem pengendalian yang selama ini telah dijalankan. Pegawai mungkin akan menjadi lupa atau dengan sengaja tidak mengikuti prosedur. 3.Politeknik Negeri Sriwijaya 1. Dalam perusahaan besar. Ketidakcocokan / ketidaksesuaian dan kekecualian seharusnya dilaporkan ke tingkatan manajemen yang memang dapat mengambil tindakan korektif secara tepat. pengecekan independen sering dilakukanoleh auditor internal.

Modul Pengantar Akuntansi 1172 . Sebuah sistem pengendalian yang baik akan dapat menjadi tidak efektif oleh adanya karyawan yang kelelahan. sebagai contoh. termasuk sistem pngendalian internal yang dijalankan perusahaan. Demikian jug halnya dengan kolusi. dimana kolusi ini akan dapat secara signifikan mengurangi keefektifan sebuah sistem dan mengeliminasi proteksi yang ditawarkan dari pemisahan tugas. mengingat satu karyawan mungkin saja dapat merangkap mengerjakan beberapa pekerjaan yang berbeda sekaligus. atau bersikap acuh tak acuh.Faktor manusia adalah factor yang sangat penting sekali dalam setiap pelaksanaan sistem pengendalian internal. ceroboh. Belum lagi adanya sebuah pandangan umum yang mengatakan bahwa pada prinsipnya di dunia ini tidak ada sesuatu yang begitu sempurna. mungkin akan sangat sulit untuk menerapkan pemisahan tugas atau memberikan pengecekan independen / verifikasi internal. Dalam perusahaan berskala kecil. ukuran perusahaan juga akan dapat memicu keterbatasan pengendalian internal. Terakhir.

5. 2. 6. Mencatat transaksi kas kecil. Menjelaskan penggunaan rekening bank dan kaitannya dengan pengendalian kas. Modul Pengantar Akuntansi 1 173 . Menyiapkan rekonsiliasi bank dan ayat jurnal yang diperlukan. Menjelaskan sifat kas dan pentingnya pengendalian atas kas.Politeknik Negeri Sriwijaya MODUL VII KAS DAN PENGENDALIANNYA Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini. Memahami bagaimana kas disajikan dalam neraca. Anda daiharapkan dapat: 1. 7. Memperoleh gambaran mengenai prosedur dasar dalam pengendalian internal atas penerimaan kas. Memperoleh gambaran mengenai prosedur dasar dalam pengendalian internal atas pembayaran kas. 3. 4.

perusahaan dapat membeli barang dagangan dari supplier. Sisa uang kas perusahaan yang tidak tersimpan di bank umumnya tersedia di kasir perusahaan untuk memenuhi pembayaran-pembayaran yang jumlahnya relatif kecil(sebagai dana kas kecil / petty cash fund) dan juga untuk memenuhi keperluan pembayaran khusus. uang kertas. money orders). rekening bank yang kedua digunakan untuk keperluan membayar utang usaha ke supplier. Dalam siklus normal bisnis (operasi) perusahaan. Beberapa rekening bank ini memang secara khusus di buka oleh perusahaan dengan tujuan untuk mengakomodir masing-masing keperluan yang berbeda. lalu menjual kembali barang dagangan tersebut ke Modul Pengantar Akuntansi 1174 .VII. setelah itu baru diikuti dengan akun piutang usaha. perusahaan menbagi kas menjadi dua kelompok. dimanipulasi.1 Sifat Kas dan Pentingnya Pengendalian Atas Kas Kas meliputi uang logam. poswel (kiriman uang lewat pos. dan diselewengkan. cek. Kas merupakan aktiva yang paling lancar disbanding aktiva lainnya. Perangko bukanlah merupakan kas melainkan biaya yang dibayar dimuka (prepaid expense) atau beban yang ditangguhkan (deferred expense). misalkan saja perusahaan X yang memiliki empat macam rekening bank yang berbeda. Sebagai contoh. kas merupakan sesuatu yang krusial. Dengan kas yang dimliki. Oleh semodul itu. Rekening bank yang berbeda secara khusus digunakan sebagai tempat untuk menampung seluruh hasil penerimaan tagihan dari pelanggan. kas merupakan aktiva yang paling banyak digemari untuk dicuri. dan deposito. dan rekening bank yang keempat (terakhir) dibuka secara khusus oleh perusahaan untuk keperluan pembayaran selain gaji dan utang usaha. umumnya perusahaan tidak hanya memiliki satu rekening bank saja tetapi beberapa rekeningbank sekaligus pada saat yang bersamaan. yaitu uang yang tersedia di kasir perusahaan (cash on hand) dan uang yang tersimpan di bank (cash in bank). Dalam neraca kas selalu disajikan pada urutan pertama. Pada umumnya. dan seterusnya sesuai dengan urutan tingkat likuiditasnya. rekening bank yang ketiga digunakan khusus untuk keperluan pembayaran gaji. Dalam praktik.

yaitu melalui penjualann tunai (baik untuk perusahaan dagang maupun perusahaan jasa). berikut ini adalah beberapa penerapan prinsip pengendalian internal atas penerimaan kas: 1. ataupun sebagai hasil penagihan piutang usaha dari pelanggan (dalam hal penjualan kredit). hasil penjualan aktiva tetap yang tidak terpakai. deviden. 2. setoran pemilik. struk/cash Modul Pengantar Akuntansi 1 175 .. maka untuk mengamankan penerimaan kas ini diperlukanlah sebuah sistem pengendalian internal yang sangat baik dan ekstra hati-hati. Adanya pemisahan tugas (segregation of duties) antara individu yang menerima kas. hasil penerbitan dan penjualan saham. hasil pinjaman bank. piutang usaha ini lalu di tagih (dikonversi) menghasilkan kas. Banyak sekali transaksi yang baik secara langsung ataupun tidak langsung memengaruhi penerimaan dan pembayaran kas. yang sebagian besar dilakukan secara kredit. Secara garis besar. sewa. Setiap transaksi penerimaan kas harus didukung oleh dokumen (sebagai bukti transaksi).Politeknik Negeri Sriwijaya pelanggan. Hanya karyawan tertentu saja yang secara khusus ditugaskan untuk menangani penerimaan kas.2 Pengendalian Internal Atas Penerimaan Kas Sebagian besar penerimaan kas perusahaan tentu saja berasal dari hasil kegiatan normal bisnisnya. obligasi dan sebagainya. mencatat/membukukan penerimaan kas. dan yang menyimpan kas. Untuk mengamankan kas dan menjamin keakuratan (ketepatan penyajian) atas catatan akuntansi kas. seperti slip berita pembayaran (pengiriman) uang/remittance advices (dalam kasus penerimaan uang lewat pos/mail receipts). dan seterusnya di mana siklus akan berulang kembali. Contoh sumber penerimaan kas lainnya ini adalah berasal dari pendapatan bunga. pengendalian internal yang efektif atas kas mutlak diperlukan VII. Mengingat kas merupakan aktiva yang paling lancar dibanding aktiva lainnya. timbullah piutang usaha. 3. Sedangkan penerimaan kas lainnya timbul dari kegiatan non-operasional perusahaan.

lalu dibuatkan buku besar. lalu akan diserahkan oleh departemen kasir ke bagian keuangan. hal ini dilakukan untuk menghindari sikap saling menuduh atau memudahkan pertanggungjawaban langsung apabila terjadi kehilangan atas uang kas tersebut. maka simpanlah uang kas tadi dalam safe deposite box. Misalnya saja dalam kasus penerimaan uang lewat konter penjualan. Salinan bukti setor bank ini. dan salinan bukti setor uang tunai ke bank(deposite slips). Departemen kasir (kepala kasir) akan mengisi formulir setoran bank dan kemudian menyetorkan uang kas tadi ke bank. untuk selanjutnya oleh bagian akuntansi akan dipergunakan sebagai dasar pencatatan transaksi ke dalam jurnal (tentu saja setelah melewati proses analisis transaksi dan identifikasi akun). 5. Sedangkan salinan lembar kedua dari ringkasan total penerimaan kas harian tadi yang telah disiapkan oleh departemen kasir diserahkan kebagian keuangan. Uang kas hasil penerimaan penjualan harian atau hasil penagihan piutang dari pelanggan harus disetor ke bank setiap hari oleh departemen kasir. Dilakukannya pengecekan independen atau verifikasi internal.register record (dalam ksaus penerimaan uang lewat konter penjualan/counter receipts). sedangkan bagian keuangan juga akan memverifikasi (mengecek) kebenaran atas jumlah penerimaan kas harian ini dengan cara Modul Pengantar Akuntansi 1176 . dan setrusnya sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada dalam siklus akuntansi. Seluruh uang kas harian yang diterima perusahaan dipegang oleh departemen kasir (kepala kasir). 4. dan hanya satu orang tertentu saja yang ditunjuk atau memiliki kode akses untuk membukanya. Salinan lembar pertama dari ringkasan total penerimaan kas harian yang telah disiapkan oleh departemen kasir diserahkan ke departemen akuntansi. Jika uang kas hasil penerimaan penjualan harian atau hasil penagihan piutang tersebut tidak sempat disetorkan ke bank. Dokumen asli yang memuat ringkasan total penerimaan kas harian itu sendiri tetap akan di simpan di departemen kasir. dimana biasanya supervisor akan memverifikasi (mengecek) kebenaran atas jumlah penerimaan kas harian yang telah dihasilkan oleh operator mesin register kas dengan cara mencocokkan antara total catatan register kas dengan total fisik uang kas actual.

Politeknik Negeri Sriwijaya membandingkan antara salinan lembar ke dua dari ringkasan total penerimaan kas harian dengan salinan bukti setor bank. Sama seperti cash register records. Slip ini berisi keterangan pembayaran. Kas di sini biasanya dalam bentuk checks atau money orders. Bank tidak akan memberikan kas atas cek yang telah diberi stempel ini melainkan akan diperhitungkan langsung secara otomatis sebagai setoran ke rekening bank perushaan. Cek akan diterima oleh perusahaan bersamaan dengan slip berita pembayaran (pengiriman) uang/remittance advices. Hal ini dilakukan untuk menutup kemungkinan bahwa cek akan dipakai untuk kepentingan pribadi. 6. serta jumlah tagihan bersih setelah dikurangi dengan potonganpotongan atau penyesuaian (pengurangan) harga. Daftar ini menunjukkan nama pengirim (pembuat) cek. Modul Pengantar Akuntansi 1 177 . yang memuat mengenai tanggal penerbitan (pembayaran) cek. remittance advices ini berfungsi sebagai catatan penerimaan kas pertama kalinya. tujuan pembayaran beserta jumlahnya. Pengendalian atas Penerimaan Uang Lewat Pos Dalam hal ini. Mengikat karyawan yang menangani penerimaan kas dengan uang pertanggungan. Slip ini biasanya merupakan bagian dari faktur tagihan yang telah dikirimkan pertama kali ke pelanggan pada waktu terjadinya penjualan. Karyawan yang membuka kiriman ini seharusnya pertama kali mencocokkan antara jumlah kas yang diterima dengan jumlah yang tertera dalam slip berita pembayaran. uang diterima lewat kiriman pos ketika pelanggan membayar tagihan mereka. Karyawan yang membuka kiriman tadi juga akan menyiapkan sebuah list (daftar) yang berisi cek yang diterima setiap hari. Karyawan yang membuka kiriman ini lalu akan memberikan stempel “Hanya Untuk Disetorkan” (“For Deposit Only”) pada cek yang diterimanya. yang kemudian dikembalikan lagi oleh pelanggan yang bersangkutan bersamaan dengan pembayarannya. nomor tagihan. dan juga untuk memastikan ketepatan pembukuan dalam rekening pelanggan yang bersangkutan.

bagian keuangan akan mem-fotocopy salinan bukti setor bank tadi untuk selanjutnya diserahkan ke bagian akuntansi. bahkan akan mengidentifikasi kode barang (barcode) melalui mesin scanner. department stote. berikut remittance advices dan daftar cek. Kita akan membayar jumlah keseluruhan nilai belanjaan kita berdasarkan struk yang telah dicetak dari mesin register kas tadi. Giant. Wendy’s dan lain-lainnya). retail store. atau fast-food restaurants (seperti Carrefour. dan supermarket sejenis lainnya. lalu nilai setiap item belanjaan tersebut akan muncul di layer monitor mesin register kas beserta jumlah totalnya yang harus dibayar. Bagian keuangan lalu akan membandingkan antara salinan dari ringkasan total penerimaan kas harian (yang memuat penerimaan uang lewat pos) dengan salinan bukti setor bank. kita semua pasti pernah atau bahkan telah puluhan kali pergi berbelanja ke hypermarket/supermarket. minimarket.Seluruh cek yang diterima akan diserahkan ke departemen kasir (kepala kasir). klerek. Toko Buku Gramedia. McDonald’s. Dalam beberapa kasus. bukti setor departemen kasir ke bank yang brupa salinan deposite slip dan salinan lembar kedua dari ringkasan total penerimaan kas harian akan diserahkan kebagian keuangan. berdasarkan cek yang diterima berikut slip berita pembayaran dan daftar cek akan mengisi formulir setoran bank dan membuat ringkasan total penerimaan kas harian (daily cash summary). Pengendalian atas Penerimaan Uang Lewat konter Penjualan Hamper dapat dipastikan. Operator mesin register kas (klerek) akan menghitung jumlah keseluruhan nilai barang yang kita beli (pesan) dengan cara memasukkan (menginput) satu per satu setiap item belanjaan. Superindo. Kepala kasir. Salinan lembar pertama dari ringkasan total penerimaan kas harian ini akan diteruskan oleh kepala kasir ke departemen akuntansi sebagai dasar pencatatan atas transaksi penerimaan uang lewat pos. Hero. Cobalah perhatikan pada saat kita hendak mulai membayar belanjaan yang kita beli (pesan). yang Modul Pengantar Akuntansi 1178 . seperti konter-konter penjualan yang ada di Carrefour. Alfamart. Superindo. Hero. Indomaret. Pada akhirnya.

Data belanjaan yang telah terekam dalam mesin register kas dan di cetak dalam bentuk struk ini berguna sebagai alat control. baik kesalahan yang tidak disengaja maupun kekurangan yang disengaja oleh karyawan klerek. Hal ini berarti bahwa kekurangan yang terjadi (diluar sistem perusahaan) akan menjadi tanggungan karyawan yang bersangkutan. 400. biasanya supervisor akan memberikan modal (dana) kas awal kepada setiap operator register kas untuk uang kembalian (change fund). atau dengan kata lain untuk memastikan keakuratan nilai belanjaan.dimana besarnya total penjualan adalah Rp. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya kekeliruan. Dana untuk uang kembalian ini akan tersedia dalam laci masing-masing klerek.(berdasarkan jumlah yang tercantum dalam keseluruhan struk Modul Pengantar Akuntansi 1 179 . Apabila kekurangan yang terjadi memang dikarenakan sistem pembulatan ke bawah yang diterpkan perusahaan. yang menjamin bahwa belanjaan kita telah di bebankan dengan benar. Pada awal shift. Sebagai contoh: berikut ini adalah ayat jurnal yang perlu dibuat dalam pembukuan perusahaan untuk mencatat beban kekurangan kas sebesar Rp. 4. pihak perusahaan tidak akan mentoleransi kekurangan yang terjadi dalam penghitungan fisik atas jumlah uang kas yang harus ada di akhir shift tugas karyawan klereknya (kecuali jika kekurangan tersebut memang dikarenkan sistem pembulatan ke bawah yang di terapkan perusahaan). Pada saat kita membayar.150. pada setiap akhir shift.. setiap operator register kas akan mempertanggungjawabkan uang kembalian tersebut ditambah dengan uang kas yang telah dihasilkan lewat penjualan dalam konternya. kuantitas. maka pihak perusahaan akan mencatat kekurangan kas tersebut ke dalam sebuah akun.Politeknik Negeri Sriwijaya kemudian secara otomatis memunculkan nama jenis barang belanjaan beserta harganya dalam layer monitor. Akun ini akan masuk dalam laporan laba rugi sebagai beban operasional lain-lain. jangan lupa bahwa seharusnya kita memeriksa kembali secara cermat setiap jumlah barang yang dibeli (dipesan). Nanti. dengan cara membandingkan antara data yang terekam dalam struk dengan fisik barang belanjaan (jenis barang. dan harga). Pada umumnya.270.. yaitu akun “beban atas kekurangan penerimaan kas”.

-: Kas Bebas Pengeluaran Kas Penjualan Rp 4.270.269. berdasarkan uang kas yang diterima dari supervisor berikut catatan register kas dan laporan perhitungan kas akan mengisi formulir setoran bank dan membuat ringkasan total penerimaan kas harian ( daily cash summary ). Salinan lembar pertama dari ringkasan total penerimaan kas harian ini akan diteruskan oleh kepala kasir ke departemen akuntansi sebagai dasar pencatatan atas transaksi penjualan harian. kedalam sebuah laporan perhitungan kas ( cash count sheets ) dalam bentuk memo. Memo ini akan diparaf baik oleh klerek yang bersangkutan maupun supervisor.400 Rp 4.269. Bagian keuangan lalu akan membandingkan antara salinan dari ringkasan total penerimaan kas harian Modul Pengantar Akuntansi 1180 . dan sebaiknya akun selisih penerimaan kas akan dikredit jika terjadi kelebihan penerimaan kas). Bukti sector departemen kasir ke bank yang berupa salinan deposit slip dan salinan lembar kedua dari ringkasan total penerimaan kas harian akan diserahkan ke bagian keuangan.150 Sebaliknya jika perusahaan menerapkan kebijakan atau sistem pembulatan keatas.penjualan shift saat itu) sedangkan fisik uang kas actual yang ada adalah hanya sebesar Rp. Akun ini akan masuk dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan operasional lain-lain. Dalam praktik. Setelah uang kas diperiksa dan dihitung oleh supervisor. supervisor akan mencatatnya. 4. Kepala kasir. Memo yang telah di paraf ini dan catatan register kas dari masingmasing klerek berikut uang kas-nya kemudian diserahkan ke departemen kasir (kepala kasir). ada juga perusahaan yang menggunakan akun “selisih penerimaan kas” untuk membukukan baik kekurangan penerimaan kas maupun kelebihan penerimaan kas (dimana akun selisih penerimaan kas akan di debet jika terjadi kekurangan penerimaan kas. maka akun “pendapatan atas kelebihan penerimaan kas” akan dikredit sebesar sebesar selisihnya ( yaitu selisih antara jumlah yang tercantum dalam struk dengan jumlah fisik uang kas yang ada ).750.750.

Politeknik Negeri Sriwijaya ini dengan salinan bukti setor bank. Di samping itu. Pengecualian dibuat untuk pengeluaran-pengeluaran tertentu yang jumlahnya relative kecil. untuk membayar utang kepada pemasok. VII. budgeting juga dapat menjadi sebagai salah satu alat kontrol untuk memastikan bahwa uang kas telah digunakan secara efisien. Modul Pengantar Akuntansi 1 181 . pengendalian internal atas pengeluaran kas akan lebih efektif ketika pembayaran dilakukan dengan menggunakan cek atau transfer lewat rekening bank. dimana pengeluaran-pengeluaran ini mungkin dapat dibiayai lewat dana kas kecil (petty cash fund). bankir. Pengendalian internal sesungguhnya juga harus dapat menjamin bahwa setiap kejadian ekonomi yang sifatnya akan menghemat pengeluaran kas benarbenar telah di manfaatkan dengan semestinya untuk kepentingan perusahaan. serta bisa juga kas di keluarkan untuk membeli aktiva. atau pihak kreditur lainnya. manager keuangan perusahaan secara berkala akan menyusun anggaran pengeluaran kas dengan penuh hati-hati.3 Pengendalian Internal Atas Pembayaran Kas Kas mungkin dikeluarkan untuk berbagai tujuan (alasan). Atau bagian keuangan dapat juga membandingkan antara salinan laporan perhitungan kas yang dibuat oleh supervisor dengan salinan bukti setor bank. dan nantinya pada setiap akhir periode kinerja dari anggaran pengeluaran kas ini akan dievaluasi secara cermat untuk mengetahui lebih lanjut faktor-faktor penyemodul terjadinya pengeluaran kas yang menyimpang jauh dari atau di luar anggaran. dari pada dengan melibatkan uang kas secara langsung. Biasanya. Pada umumnya. seperti misalnya untuk membayar beban-beban tertentu (baik sebagai pengeluaran operasional maupun non operasional). bagian keuangan akan mem-fotocopy salinan bukti setor bank tadi untuk selanjutnya diserahkan kebagian akuntansi. Pengendalian internal atas pembayaran kas seharusnya memberikan jaminan yang memadai bahwa pembayaran hanya dilakukan untuk transaksitransaksi yang benar-benar telah diotorisasi dengan semestinya. Pada akhirnya.

Sudah dapat dipastikan apa yang akan terjadi apabila bagian pembelian juga merangkap dengan bagian pembayaran dan pembukuan. pengendalian internal baru diterapkan oleh perusahaan dengan skala bisnis ukuran menengah ke atas. seorang manager mungkin dapat dengan leluasa menandatangani setiap cek tanpa limit otorisasi. tetapi potongan dagang ( trade discounts ) juga akan atau dapat dimanipulasi. yang di mana kegiatan operasionalnya sudah semakin kompleks dan jenjang otorisasi mulai semakin meluas (bertingkat). Dalam hal ini. kemungkinan besar dapat di pastikan bahwa akan terjadi yang namanya employee fraud ( tindakan kecurangan yang dilakukan oleh karyawan ). Pada perusahaan kecil.bukan untuk kepentingan pribadi oknum karyawan tertentu. Sebagai contoh. Pada umumnya. Pada prinsipnya. maka tidak hanya potongan pembelian. Untuk menjamin pengendalian internal yang baik maka pemisahan tugas (segregation of duties ) sangat mutlak diperlukan. seharusnya kalau pengendalian internal telah diterapkan dengan baik. manfaat yang akan diperoleh dari penerapan pengendalian internal harus lebih besar di banding pengorbanan yang dikeluarkan. seperti yang sering terjadi dalam kasus di perusahaan dagang. Potongan pembelian diberikan oleh pemasok kepada perusahaan atas pembayaran yang dilakukan dalam waktu yang segera sesuai dengan periode potongan yang tertera dalam credit term. maka biasanya manager keuangan atau kepala cabang memiliki batas-batas jumlah tertentu dalam hal penandatangan cek atau melakukan pembayaran. Sedangkan potongan dagang adalah potongan langsung yang diberikan oleh pemasok kepada perusahaan atas pembelian barang dalam jumlah atau partai besar. Kalau pengendalian internal tidak diterapkan dengan baik. maka dapat dipastikan bahwa tidak akan mungkin seorang karyawan dapat dengan leluasa melakukan penggelapan kas atas potongan pembelian (purchase discounts) yang diberikan oleh pemasok. Penerapan atas pengendalian internal mengharuskan perusahaan untuk mau tidak mau mengeluarkan tambahan biaya. Sedangkan untuk perusahaan dengan skala bisinis ukuran menengah ke atas. Sebagai contoh bahwa manager keuangan yang Modul Pengantar Akuntansi 1182 .

Contoh yang paling sering terjadi adalah Melebih-lebihkan jumlah penggantian atas biaya perjalanan dinas (seperti biaya makan. Adanya pemisahan tugas (segregation of duties) antara individu yang menyetujui pembayaran kas. maka harus mendapat otorisasi khusus dari pimpinan yang ada diatasnya. Secara garis besar berikut ini adalah beberapa penerapan prinsip pengendalian internal atas pembayaran kas dengan menggunakan cek : 1. Perlu juga diperhatikan bahwa dokumen tagihan yang telah dibayar lunas harus segera diberi stempel “lunas” (“paid”) untuk menghidar terjadinya pengulangan kembali oleh oknum karyawan yang tidak bertanggung jawab. dan yang mencatat/ membukukan pengeluaran kas. transport. Dalam praktik. bensin dan lain-lain) juga klaim atas penggantian biaya kesehatan (biaya berobat maupun penggantian kacamata). Masalah pengendalian internal lainnya yang tidak kalah penting (disamping masalah pemisahan tugas dan limit otorisasi seperti yang telah di bahas di atas) adalah mengenai masalah keabsahan dokumen. tetapi mungkin kepala cabang Cirebon hanya memiliki batas otorisasi maksimum 20 juta rupiah. Sehingga jika kebutuhan pembayaran melebihi jumlah tersebut. dalam hal ini misalnya adalah otorisasi dari direktur keuangan. banyak sekali tindakan kecurangan yang terjadi sebagai akibat dari lemahnya pengendalian internal. Perusahaan yang memiliki beberapa kantor cabang juga biasanya akan memberlakukan batas otorisasi pembayaran kas atau penandatangan cek yang bervariasi antara kepala cabang yang satu dengan kepala cabang lainnya. Seringkali dokumen bukti pembayaran kas dimanipulasi. Modul Pengantar Akuntansi 1 183 . 2. Hanya pejabat tertentu saja yang secara khusus memiliki otorisasi untuk menandatangani cek (biasanya manajer keuangan). Hal ini dapat dimengerti sehubungan dengan kebutuhan dana kas opersaional yang berbeda. melakukan pembayaran kas. Misalnya saja bahwa kepala cabang Surabaya diperbolehkan (memiliki otorisasi) untuk melakukan pembayaran kas atau penandatangan cek sampai dengan 40 juta rupiah.Politeknik Negeri Sriwijaya ada di kantor pusat mungkin hanya boleh menyetujui pembayaran-pembayaran yang jumlahnya tidak melebihi 50 juta rupiah. atau uang.

Modul Pengantar Akuntansi 1184 . VII. Setiap kali deposan menyetor uang ke bank maka hal ini merupakan kewajiban bagi bank. Selain itu. Hubungan yang ada antara deposan (depositor) dengan bank (depository) adalah hnbungan timbal balik. sebaliknya jika deposan melakukan penarikan uang maka hal ini akan mengurangi kewajiban bank. cetak jumlah nilai cek yang akan dibayarkan dan tujuan serta penerimaan pembayaran dengan menggunakan mesin cetak. sekaligus memperkecil resiko terjadinya kehilangan atas uang kas. Dilakukan pengecekan independen atau verivikasi internal. Simpanlah blankko cek yang belum terpakai (yang telah bernomor urut tercetak tadi) dlam save deposit box.3. Di samping itu. Menggunkan cek yang telah bernomor urut tercetak. dan hanya satu orang tertentu saja yang ditunjuk atau meniliki akses untuk membukanya. Pemanfaatan rekning bank dapat mengurangi jumlah uang kas yang harus dibawa kesana kemari. 6. setiap cek harus dilampiri dengan bukti tagihan. Jumlah saldi uang kas deposan yang ada di bank secara terus menerus harus dicocokan antara menurut catatan perusahaan dengan catatan bank. transaksi dicatat oleh perusahaan dan juga sekaligus bank. 5. Bandingkan antara cek dengan bukti tagihan dan cocokanlah dengan laporan bank atau rekening Koran bulanan. dengan rekening bank memungkinkan pencatatan berganda atas seluruh transaksi perusahaan yang melalui bank.4 Penggunaan Rekening Bank Sebagian besar dari kita hampir dapat dipastikan sudah tidak asing lagi dengan rekening bank. Perusahaan dapat mengamankan kasnya dengan cara menyimpannya dibank. Faktur tagihan yang telah dibayar lunas (invoices) yang telah dibayar lunas harus diberi stempel lunas (“paid”). seperti telah disebutkan diatas bahwa sering kali perusahaan memanfaatkan cek atau transfer uang lewat rekening bank untuk melakukan pembayaran kas. 4. Penggunaan rekening bank sanga efektif terutama dalam menunjang pengendalian atas kas.

rekening Koran yang memuat Modul Pengantar Akuntansi 1 185 . meminta bank untuk membayarkan sejumlah uang ke individu atau entitas tertentu. penerima cek akan memisah remittance advices kan terlebih dahulu. sedangkan untuk nasabah corporate.Politeknik Negeri Sriwijaya Cek adalah dokumen tertulis yang ditandatangani oleh deposan. Sedangkan rekening Koran yang rutin dikirim oleh bank sifatnya bulanan. Nama dan alamat deposan biasanya bercetak pada setiap lembar cek. Sebelum cek disetorkan di bank. sehingga cek-cek tersebut tetap dapat dengan mudah ditelusuri bai oleh pembuat cek maupun bank. Pembuat atau penarik cek adalah orang yang menandatangani atau menerbitkan cek dan meminta bank untuk melakukan pembayaran. sama-sama memuat mengenai tanggal dan sandi transaksi mutasi debet. Setiap bulan. Nasabah perorangan biasanya akan mendatangi bank bersangkutan untuk mencetak setiap transaksi bank yang terjadi ke dalam buku tabungan. Bank adalah pihak dimana cek tersebut ditarik. dan saldo. nasabah akan menerima rekening kiran yang meringkas seluruh transaksi bank selama satu bulan terakhir. Laporan Bank (Rekening Koran) Rekening Koran memuat hal yang sama dengan buku tabungan. Ada tiga pihak yang terlibat dalam proses penerbitan sampai pencairan cek yaitu pembuat atau penarik cek. Di dalamnya. biasanya rekening Koran memuat transaksi bulanan akan dikirim langsung oleh bank ke nasabah yang bersangkutan. Disamping itu cek haruslah bernomor urut tercetak. Maka bank akan menggantinya dengan buku tabungan yang baru. Sebagai contoh . dan penerima cek. Bedanya adalah kalau buku tabungan dibuka untuk nasabah (deposan) perorangan. Sedangkan penerimaan cek adalah pihak dimana cek terhutang atau pihak dimana pembayaran ditujukan. Dalam satu buku tabungan biasanya bisa menampung rincian transaksaksi dari beberapa periode (tergantung pada sedikit atau banyaknya transaksi bank yang terjadi). mutasi kredit. bank. sedangkan rekening Koran untuk nasabah corporate (entitas). Penerima cek lalu dapat menggunakan remittance advices ini sebagai bukt rincian penerimaan kas. Jika seluruh halaman yang ada dalam buku tabungan telah terpakai.

lalu apabila ternyata setoran cek tersebut tidak ada atau tidak cukup dannya. (pada kolom mutasi kredit) baik dalam buku tabungan maupun rekening Koran. maka bank akan kembali menerbitkan nota debet atas nasabah bersangkutan untuk membatalkan nota kredit yang tadi. Dalam hal ini. Sedangkan untuk nasabah corporate seperti yang telah disinggung diatas.transaksi bank selama bulan januari baru akan diterima oleh perusahaan di bulan februari . kiriman uang masuk maupun pendapatan bunga yang menjadi hak (milik) nasabah akan menambah jumlah kewajiban bank terhadap nasabah bersangkutan (ingat kembali bahwa kewajiban memiliki saldo normal disebelah kredit). bahwa dengan rekening bank akan memungkinkan pencatatan berganda atas seluruh transaksi perusahaan yang Modul Pengantar Akuntansi 1186 . maka bank akan kembali menerbitkan nota debet atas nasabah bersangkutan. seperti penarikan uang.5 Rekonsiliasi Bank Bagi nasabah perorangan. Ini artinya adalah bahwa setiap setoran yang dilakukan nasabah. Pada waktu bank menerima setoran cek dari nasabahnya. Dalam rekening Koran juga biasanya memuat mengenai ringkasan transaksi. pajak dan cek yang dikembalikan karena tidak cukup dana (not sufficient fund cheek). hampir dapat dipastikan tidak menyelenggarakan catatan tersendiri atas saldo rekening banknya. beban administrasi. VII. yang berarti juga saldo nasabah ikut bertambah. Perhatikan bahwa setiap setoran uang. kiriman masuk (baik dari hasil penagihan piutang wesel dari pelanggan maupun penerimaan pinjaman) serta pendapatan bunga akan dicatat oleh bank yang bersangkutan disebelah kredit. nasabah bersangkutan biasanya hanya akan mengandalkan pencatatan tunggal yang dilakukan oleh bank lewat buku tabungan. dan seterusnya. Sistem akuntansi atau pencatatan yang ada dalam buku tabungan maupun rekening Koran mewakili kepentingan bank. Bank biasanya akan menerbitkan nota kredit (credit memorandum) untuk transaksi-transaksi yang sifatnya mengurangi kewajiban bank terhadap nasabah (mengurangi saldo nasabah).

sebagai pembuktian atas saldo akhir cash in bank periode berjalan (proof of cash). Jadi dapat disimpulkan disini bahwa tujuan dari pada rekonsiliasi bank adalah untuk mencocokan besarnya saldo akhir cash in bank antara menurut catatan perusahaan dengan tekening Koran yang diterbitkan oleh bank. oleh semodul itu rekonsilisasi dua kolom biasanya dilakukan untuk menetapkan atau mendapatkan saldi akhir cash in bank yang benar atau sesungguhnya (corrected balance). Namun yang hanya akan dibahas dalan buku ini adalah rekonsiliasi dua kolom. Untuk tujuan pengendalian internal. Berikut ini adalah beberapa penyemodul timbulnya perbedaan saldo antara catatan menurut perusahaan dengan rekening Koran yang diterbitkan oleh bank : Modul Pengantar Akuntansi 1 187 . Sisi pertama memuat mengenai rincian koreksi atas saldo akhir cash in bank menurut catatan bank.Politeknik Negeri Sriwijaya melalui bank. Untuk kepentingan pemeriksaan akuntansi (financial auditing) atas saldo cash in bank . begitu perusahaan menerima rekening Koran bulanan (yang dikirim secara rutin oleh bank) maka perusahaan akan mengecek kebenaran atau kecocokan saldo rekeningnya antara saldo menurut catatan perusahaan (depositors records/ balance per books) dengan catatan menurut bank (bank statement / balance per bank). Dalam hal ini sangat mungkin sekali terjadinya perbedaan saldo (saldo akhir cash in bank) diantara kedua catatan tersebut. Jadi dapat yaitu sesuai dengan saldo yang sebenarnya (corrected balance). yang artinya bahwa transaksai akan dicatat baik oleh perusahaan dan juga sekaligus oleh bank. tampilan laporannya atau penyajiannya akan dibagi menjadi dua bagian (sisi). biasanya rekonsisliasi bank yang dipergunakan adalah rekonsiliasi empat kolom. Empat kolom yang dimaksud adalah merinci masing-masing saldo akhir cash in bank (baik saldo akhir menurut catatan bank maupun perusahaan) dengan cara menambahkan jumlah total setoeran atu pemasukan kas selama periode berjalan. sedangkan sisi yang satunya lagi memuat rincian koreksi atas saldo akhir cash in bank menurut catatan perusahaan. proses rekonsiliasi akan berakhir apabila masing-masing saldi akhir cash in bank dari kedua sisi (antara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan) telah sama. yaitu sesuai dengan saldo yang sebenarnya (corrected balance). Untuk rekonsiliasi dua kolom.

Untuk tujuan rekonsiliasi bank. 3. Untuk tujuan rekonsiliasi. tetapi belum masuk dalam catatan rekening Koran bank (belum dikredi oleh bank bersangkutan. cek tidak cukup dana ini lalu akan dibebankan kembali kepelanggan bersangkutan. yaitu dengan cara Modul Pengantar Akuntansi 1188 . Deposit in Transit (setotan dalam perjalanan) Setoran yang telah diperhitungkan dalamcatatan perusahaan sebagai penambah saldo cash in bank. Outstanding Cheeks (cek yang masih beredar) Pihak perusahaan didalam pembukuan sudah mengurangi besarnya saldo cash in bank sebagai pembayaran ke kreditur/supplier tersebut belum juga dicairkan ke bank sehingga saldo cash in bank menurut rekening Koran bank belum mencerminkan pembayaran tersebut (belum diterbitkan oleh bank yang bersangkutan). cek yang masih beredar ini sifatnya akan mengoreksi (mengurangi) besarnya saldo cash in bank menurut rekening Koran (catatan bank). yang namun ternyata setelah disetor kebank cek tersebut tidak bisa dicairkan (ditolak oleh bank) karena tidak cukup dana/cek kosong. Begitu perusahaan menerima cek pembayaran dari pelanggan pihak perusahaan di dalam pembukuannya tentu saja akan segera menambahkan besarnya penerimaan ini kedalam saldo cash in bank dan mengkredit akun piutang usaha atas nama pelanggan bersangkutan). cek yang dikembalikan oleh bank karena tidak cukup dana ini sifatnya akan mengoreksi (mengurangi) kembali besarnya saldo cash in bank menurut catatan perusahaan. Not Sufficient Fud Cheek (cek tidak cukup dana). 2.1. Dalam pembukuan perusahaan (lewat jurnal koreksi). Untuk tujuan rekonsiliasi bank setoran dalam perjalanan ini sifatnya akan mengoreksi (menambah) besarnya saldo cash in bank menurut rekening Koran (catatan bank).

Caranya adalah dengan mendebet akun cash in bank sebesar nilai nomina wesel tagihan di tambah bunganya. Modul Pengantar Akuntansi 1 189 . 5. Hal ini berarti bahwa dalam bulan dimana piutang wesel tersebut ditagih. maka perusahaan baru akan mengetahui hasil penagihan tagihan ini (berserta bunganya) pada awal bulan berikutnya. Apabila tagihan piutang wesel dilakukan oleh bank. telah terjadi perbedaan saldo cash in bank antara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan. Interest Income (bunga bank atas saldo rekening perusahaan yang mengendap atau sering dikenal sebagai jasa giro) yang belum dicatat dalam jurnal atau pembukuan perusahaan. dan mengktredit akun piutang wesel pelanggan bersangkutan (sebesar nilai nominal tadi) serta juga mengkredit akun pendapatan bunga atas wesel tagih tersebut. sehingga untuk kecococokan saldo maka pihak perusahaan lah yang dalam pembukuannya harus mengoreksi saldo cash in bank catatannya. maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan menambah saldo cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Perusahaan dalam pembukuannya belum mencatat hasil penerimaan tagihan tersebut (beserta bunganya). Untuk tujuan rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana piutang wesel ditagih. Notes Plus Interset Collected by Bank (penagihan piutang wesel beserta bunganya lewat bank) yang belum dicatat dalam jurnal atau pembukuan perusahaan. yaitu pada saat perusahaan menerima rekening Koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana piutang wesel ditagih). 4.Politeknik Negeri Sriwijaya memunculkan kembali akun piutang usaha dan dan mengedit akun cash in bank. karena baru mengetahui di bulan berikutnya. Jadi dalam hal ini pihak bank lah yang pertama kali mengetahui terlebih dahulu dan mengkredit penerimaan piutang wesel tersebut beserta bunganya ke dalam rekening perusahaan.

biaya penagihan piutang lewat bank. Perusahaan Modul Pengantar Akuntansi 1190 . telah terjadi perbedaan saldo cash in bank antara menurut catatan perusahaan dengan menurut perusahaan. 6. Bank Service Changes (biaya jasa bank) yang belum dicatat dalam jurnal atas pembukuan perusahaan Biaya-biaya ini meliputi biaya administrasi. maka plerusahaan di dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan menambah saldo cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Perusahaan biasanya baru akan mengetahui besarnya biasanya adimistrasi bulan berjalan pada awal bulan berikutnya. yaitu pada saat perusahaan menerima rekening Koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana jasa giro dihasilkan). Jadi dalam hal ini pihak bank lah yang pertama kali mengetahui terlebih dahulu dan mengkredit jumlah jasa giro tersebut kedalam rekening perusahaan. Hal ini berarti bahwa dalam di mana jasa giro tersebut di hasilkan. Perusahaan dalam pembukuannya belum mencatat hasil jasa giro tersebut. telah trejadi perbedaan saldo cash in bank anatara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan. Caranya adalah dengan mendebet akun cash in bank dan mengkredit akun pendapatan bunga sebesar jasa giro yang diperoleh. biaya cetak buku cek dan biaya lainnya yang dibebankan ke rekening nasabah sehubungan dengan pemanfaatan fasilitas atau jasa yang diberikan bank.Perusahaan biasanya baru akan mengetahui hasil pendapatan bunga atas saldo rekeningnya yang telah mengendap selama bulan berjalan pada awal bulan berikutnya. karena baru mengetahui di bulan berikutnya. biaya kliring. yaitu pada saat perusahaan menerima rekening Koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana biaya administrasi dibebankan). Untuk tujuan rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana jasa giro dihasilkan. sehingga untuk kecocokan saldo maka pihak perusahaanlah yang dalam pembukuannya harus mengkoreksi saldo cash in bank catatannya. Hal ini berarti bahwa dalam bulan dimana biaya administrasi tersebut dibebankan.

-.-. jika jumlah tertentu telah salah dicatat oleh perusahaan. Untuk tujuan rekonsiliasi bank.000. disertai dengan pembuatan jurnal koreksi.Politeknik Negeri Sriwijaya dlam pembukuaanya belaum mencatat besarnya biaya administrasi tersebut. namun ternyata salah dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan dalam pembukuan sebesar Rp 20. pembayaran hutang ke supplier dengan menggunakan cek sebesar Rp 20. Dalam hal ini tujuan rekonsiliasi Modul Pengantar Akuntansi 1 191 . Demikian juga jika jumlah tertentu telah salah (keliru) dicatat oleh bank. tanpa perlu mebuat jurnal koreksi dalam pembukuan perusahaan. maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambajkan atau dikurangkan dari saldo cash in bank menurut catatan perusahaan.-.. Bisa juga terjadi bahwa pembayaran hutang ke supplier dengan menggunakan cek sebesar Rp 20.650. Error In Recording (kesalahan dalam pencatatan) Kesalahan dalam pencatatan bisa saja terjadi baik dilakukan bank maupun perusahaan. apabila kesalahan pencatatan dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri. 7.000. karena baru mengetahui jumlahnya dibulan berikutnya.000. Perusahaan hanya akan membuat jurnal koreksi dalam pembukuannya.-.000. Untuk tujua rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana biaya administrasi dibebankan.500.000. Lalu perusahaan dalam pembukuannya akan membuat jurnal koreksi dengan cara mendebet akun cash in bank dan mengkredit akun hutang sebesar Rp 90. maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan mengurangi saldi cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. perusahaan akan menambah kembali saldo cash in bank menurut catatan perusahaan sebesar Rp.560.ternyata telah salah dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan dalam pembukuan sebesar Rp 20.. maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambahkan atau dikurangkan dari saldo cash in bank menurut catatan bank. Sebagai contoh kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan: misalkan. 90.-. Dalam hal ini untuk tujuan rekonsiliasi bank.560.000.

900.000. Dalam hal ini untuk tujuan rekonsiliasi. Bank telah menagih untuk PT Kencana Mulia sebuah wesel tagih berikut bunganya sebesar Rp 4..000.000.belum tampak dalam rekening Koran bank bulan Juli 2008. Setoran uang pada tanggal 31 Juli 2008 sebesar Rp 7.Sedangkan contoh kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh bank : misalnya bahwa setoran perusahaan sebesar Rp 5.400. perusahaan akan menambah saldo cash in bank menurut catatan bank sebesar dua kali yaitu Rp 10.500.- Modul Pengantar Akuntansi 1192 . e.000. Dalam hal ini pihak bank membebankan biaya penagihan sebesar Rp 50.namun telah salah didebet oleh bank sejumlah yang sama.000.. Bank telah keliru membebankan pengeluaran cek PT Kencana Mula sebesar Rp 401.-.700.-..600.000.-..000.800.498.000. c.000. namun didebet ke rekening perusahaan. perusahaan akan mengurangkan lagi saldo cash in bank menurut catatan perusahaan sebesar Rp 60. Lalu perusahaan dalam pembukuannya akan membuat jurnal koreksi dengan cara mendebet akun hutang usaha dan mengkredit akun cash in bank sebesar Rp 60.-. sedangkan saldo menurut bank Rp 24.000. perusahaan akan menambahkan saldo cash in bank menurut catatan bank sebesar Rp 5.ke dalam rekening PT Kencana Mulia.100.-.b.000. Bisa juga terjadi bahwa penarikan yang dilakukan oleh perusahaan lain sebesar Rp 5.000.000. Nilai nominal wesel tersebut adalah Rp 4. Ilustrasi Rekonsiliasi Bank : PT Kencana Mulia telah mengumpulkan data sebagai berikut yang diperlukan untuk menyusun rekonsilisasi bank per tanggal 31 Juli 2008 : a.000.000. Cek yang telah dikeluarkan oleh perusahaan tetapi belum jga diuangkan oleh supplier sampai dengan akhir bulan juli 2008 sebesar Rp 8.kepada PT Kencana Mulia.-. seolah-olah dianggap sebagai penarikan.perusahaan. Saldo menurut perusahaan Rp 25.-. Perusahaan dalam pembukuannya tidak akan membuat jurnal koreksi. d. Perusahaan dalam pembukuannya juga tidak akan membuat jurnal koreksi.000. Dalam hal ini untuk tujuan rekonsiliasi.

000.600.228.000.ditolak oleh bank karena tidak ada dananya.600. j. Bagian Akuntansi PT Kencana Mulia mencatat akun kas disebelah debet dan akun hutang disebelah kredit dalam jurnal g.i. Diminta : a. Bank telah membebankan biaya administrasi sebesar Rp 120. Bank telah mengkredit rekening perusahaan untuk jasa giro bulan Juli 2008 Rp 230.kedalam rekening perusahaan tetapi hal ini belum dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan.Politeknik Negeri Sriwijaya f... Cek dari pelangggan yaitu PT Lonely Green sebesar Rp 4. Pembayaran hutang kepada kreditur sebaesar Rp 825. h..tapi hal ini belum dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan..telah keliru dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan sebesar Rp 779. Buatlah rekonsiliasi saldo Bank dan saldo buku untuk mencari saldo cash in bank yang benar pada 31 Juli 2008 b. Membuat Jurnal yang diperlukan Modul Pengantar Akuntansi 1 193 .000.. Penerimaan uang sebagai hasil dari penagihan ke pelanggan sebesar Rp 797.000.telah keliru dicatat dalam pembukuan perusahaan.

......................000 Modul Pengantar Akuntansi 1194 ..........................498..... Kesalahan dalam pencatatan ...000 230.. Jasa giro ......................228...........000 Piutang wesel dan bunga ditagih oleh bank .......................................................... ( 4.........................................650......... ( Biaya administrasi........000 Saldo menurut catatan perusahaan .................000............................................ ( 401..... Kesalahan dalam pencatatan ...............................000 18.................400 8............000 Kesalahan dalam pencatatan ....................... 24............000 ) Biaya penagihan .. 25..........000 ) Saldo buku yang benar ..000 1.....................600 7..............700.......000 ) Saldo bank yang benar ...........................PT Kencana Mulia Rekonsiliasi Bank 31 Juli 2008 (dalam Rp) Saldo menurut catatan bank ..000 Cek tidak cukup dana ...............................100........... Cek yang masih beredar ....................000 ) 120...... ( 50..................800. 24.900.. 4....000............ Setoran dalam perjalanan ................24.......

..6 Dana Kas Kecil ... Seperti telah disinggung diatas bahwa pada umumnya pengendalian internal atas pengeluaran kas akan lebih egektif ketika pembayaran dilakukan dengan menggunakan cek atau transfer lewat rekening bank.000 4.......650........ Akan menjadi sangat tidak praktis apabila perusahaan menggunakan cek atau transfer Modul Pengantar Akuntansi 1 195 .000 Kas Piutang Usaha 18....000 Kas Piutang Wesel Pendapatan Bunga 4...... dimana pengeluaran-pengeluaran ini dapat dibiayai langsung dengan menggunkan dana kas kecil (petty cash fund)....500..228..000 230.....000 Biaya Administrasi Lainya Kas 170...000 Kas Pendapatan Bunga 230....000 200..000 VII..... dari pada dengan melibatkan uang akas secara langsung.......228.........000 1.Politeknik Negeri Sriwijaya Utang Usaha Kas 1...000 18....... Pengecualian dibuat untuk pengeluaran-pengeluaran tertentu yang jumlahnya relatif kecil......000 4......650....700.....000 170........000 Piutang Usaha Kas 4.............

Dana kas kecil pertama dibentuk dengan cara mengestimasi terlebih dahulu jumlah kas yang dibutuhkan untuk melakukan pembayaran pembayaran sepanjang interval periode tertentu. Dengan menggunakan sistem ini . Kebanyakan dana kas kecil dibentuk atas dasar jumlah yang tetap. tidak ada ayat jurnal tambahan yang diperlukan atas akun kas kecil. alas meja tamu yang ada di frot office. yang dinamakan system dana tetap (imprest fund system). dan lain-lain. Uang hasil pencairan ce tersebut lalu disimpan oleh seorang karyawan yang memang secara khusus ditunjuk dan diberi wewenang atas nama perusahaan untuk membayarkan kas dari kas kecil tadi. Alasan perlu dibuatnya (dibentuknya) sebuah sistem dana kas kecil adalah bahwa pembayaran-pembayaran yang jumlahnya relative kecil ini yang sering terjadi. Oleh semodul itu agar pengeluaran-pengeluaran ini juga dapat tetap dimonitori secara baik maka pengendalian internal mutlak diperlukan caranya dengan membentuk sistem dana kas kecil. mungkin pada akhirnya juga dapat menjadi suatu jumlah tertentu yang cukup gignifikan jika ditotal. cek lalu akan dibuat dan dicairkan sebesar jumlah estimasi yang telah disetujui tadi. membyar langganan Koran (secara harian). vas bunga. bisa mingguan atau bulanan. perusahaan biasanya akan membatasi jumlah maksimum tertentu dan jenis-jenis pembayaran yang boleh dilakukan atas dana kecil. Setelah estimasi kebutuhan kas disetujui oleh pejabat yang berwenang (biasanya oleh manajer atau direktur keuangan). karyawan yang menangani dana kas kecil tadi akan mencatat setiap rincian pembayaran dalam masing-masing formulir penerimaan kas kecil (petty cahs receipt atau petty cash voucher) yang bernomor urut terletak dan ditandatangani baik oleh karyawan yang bersangkutan (karyawan yang membayar/ menangani kas kecil) maupun oleh pihak yang menerima pembayaran atas kas kecil. Ayat jurnal atas pembentukan dana kas kecil ini dibuat dengan cara mendebet akun kas kecil dan mengkredit akun kas (cash in bank). Untuk tujuan pengendalian. Setiap kas kecil dibayarkan.lewat rekening bank hanya untuk membeli perangko. kecuali manajemen perusahaan memang bermaksud mengubahnya (menambah atau mengurangi) jumlah kas kecil yang sudah dibentuk. Formulir yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Modul Pengantar Akuntansi 1196 .

Politeknik Negeri Sriwijaya ini berisi mengenai tanggal dan jumlah pembayaran . bagian keuangan lalu akan menyetujui permintaan pengisian atau penggantian kembali kas kecil dilanjutkan oleh petty cash custodian dan cek akan dibuat sebesar jumlah penggantian tersebut. dan nama akun yang akan dibebankan (misalnya bahwa kas kecil yang dibayarkan untuk membeli vas bunga akan dibebankan ke akun beban lain-lain. tidak ada ayat jurnal yang dibuat untuk mencatat pembayaran kas kecil. Seluruh dokumen pendukung (seperti faktur tagihan) harus dilampirkan bersama dengan formulir penerimaan kas kecil. jumlah nya haru sama dengan total dana kas kecil yang pertama kali dibentuk. jenis atau tujuan pembayaran. perlu adanya pemeriksaan secata tiba-tiba yang dilakukan oleh seoran independen (auditor internal) untuk memastikan bahwa dana kas kecil telah dikelola dengan baik (tidak dimanipulasi/diselewengkan) Dengan sistem dana tetap. Jika tidak ada masalah. Seluruh petty cash receipt beserta dokumen pendukungnya akan dianjutkan ke bagian keuangan untuk selanjutnya diverifikasi mengenai kelayakan dan keabsahan pembayaraan kas kecil yang telah dilakukan oleh petty cash custodian. dilakukan atas inisiatif karyawan kas kecil bersangkutan (petty cash custodian). seluruh dokumen pendukung akan diberi stempel “Lunas” Modul Pengantar Akuntansi 1 197 . Pada saat yang bersamaan. Permintaan pengisian atau penggantian kembali kas kecil. denikian juga kas kecil yang dikeluarkan untuk membayar ongkos angkutan pembelian barang dagangan akan dibebankan kedalam akun freight-in ongkos angkut masuk dan seterusnya). Sepanjang waktu. sebesar jumlah kas kecil yang telah dibayarkan (seperti yang tercantum dalan petty cash receipt). besarnya penggunaan dana kas kecil (seperti tercantum dalam petty cash recept) ditambah dengan sisa kas yang masih ada dalam dana kas kecil . Dana kas kecil ini akan diisi kembali pada interval periode tertetu atau ketika jumlah uang yang ada dalam dana kas kecil telah mencapai tingkat minimum. Untuk menjamin pengendalian internal atas jumlah dana kas kecil ini. Etek akuntansi dari setiap pembayaran kas kecil baru akan dakui atau dicatat dalam pembukuan (melalui jurnal akuntansi) ketika kas kecil yang tealh dibayarkan tersebut diisi kembali. nama identitas penerima pembayaran.

maka dalam jurnal pengisian kembali dalam kas kecil. Jika terjadi selisih pembayaraan karena pembulatan. sedangkan akun “pemdapatan atas kekurangan atas pembayaran kas” akan dilaporkan sebagai pendapatan lainnya. Pengisian kembali kas kecil akan menjadikan dana kas kecil kembali ke jumlah semula yang dibentuk. akun ongkos angkut masuk. seluruh akun yang telah dibebankan atas pengeluaran kas kecil ( seperti akun beban lainlain. akun “beban atas kelebihan pembayaran kas” akan didebet atau sebaliknya akun “pendapatan atas kekurangan pembayaran kas” akan dikredit. dan seterusnya) seperti yang tercantum dalam petty cash receipt akan didebet dan mengkredit akun kas (cash in bank). Jurnal pembentukan kas kecil: Kas kecil Kas xxx xxx Jurnal pembayaran kas kecil: Tidak Ada Ayat Jurnal (No Entry) Jurnal pengisiian dana kas kecil: Onkos Angkut Masuk Beban lain-lain Kas xxx xxx xxx Perhatiakan bahwa dengan menggunakan sistem dana tetap.untuk menghindari terjadinya pembayaran berganda atau diuangkannya kembali faktur tagihan. akun “beban atas kelebihan pembayaran kas” ini akan dilaporkan sebagai beban lainnya. misalnya bahwa pengeliaran kas kecil yang dilaporkan dalam Modul Pengantar Akuntansi 1198 . Akun kas kecil tidak akan dipegaruhi oleh jurnal pengisiian kembali dana kas kecil. Ketika dana kas diisi kembali. Dalam laporan laba rugi. akun kas kecil hanya akan dibuat (didebet) pada saat pembentukan dana kas kecil. Sebagai contoh. Ingat juga bahwa kas kecil yang akan diisi kembali hanyalah sejumlah besar pengeluaran yang telah diringkas dalam petty cash receipt.

Dalam praktik. 1.701. perusahaan dapat juga menggunakn metode sistem dana tidak tetap (fluctuating fund sistem) dalam melakukan pencatatan atau pembukuan atas dana kas kecilnya. Dengan asumsi bahwa dana kas kecil yang pertama kali telah dibentuk adalah sebesar Rp.600..400.Politeknik Negeri Sriwijaya petty cash receipt adalah Rp. 299. dan sebaliknya akun selisih pembayaran kas akan dikredit jika terjadi kekurangan pembayaran kas).000. Berikut adalah ayat jurnal yang perlu dibuat apabila perusahaan memilih untuk menggunakan metodesistem dana tidak tetap: Jurnal pembentukan dana kas kecil: Kas kecil Kas xxx xxx Jurnal pembayaran kas kecil: Onkos Angkut Masuk Beban lain-lain Kas xxx xxx xxx Jurnal pengisian kembali dana kas kecil: Kas kecil Kas xxx xxx Modul Pengantar Akuntansi 1 199 .400. 299.-.000.(seharusnya Rp.-.700.dan sisa kas kecil ada saat ini adalah hanya sebesar Rp. ada juga paerusahaan yang menggunakan akun “selisih pembayaran kas” untuk membukukan baik kelebihan pembayaran kas maupun kekurangan pembayaran kas (dimana akun selisih pembayaran kas akan didebet jika terjadi kelebihan pembayaran ka. Hal ini berarti bahwa permintaan pengisian kembali dana kas kecil akan menjadi sebesar Rp.-.000..-) maka terdapat selisih kelebihan pembyaran kas sebesar Rp.000. 1. 2. Sebagai alternatif dari imprest fund system.

Jadi. Dalam keseharian praktik akuntansi. atau disalah-gunakan oleh oknu karyaan taeratentu sehingga memerlukan penerapan pengendalian internal yang baik (memadai). Perbedaan saldo kas antara rekening koran bank dengan buku perusahaan disemodulkan oleh: a). dan seterusnya.276. lalu diikuti dengan piutang usaha.-. 1. Perusahaan telah membukukan penerimaan cek dari PT. Kas lebih lancar dibanding piutang dan persediaan. persediaan dan seterusnya. Contoh dari setara kas adalah sertifikat depositoyang diterbikan bank.911.. kas akan diuruta atau ditempatkan sebagai komponen utama dari aktiva lancar dalam neraca.500. diselewengkan. Modul Pengantar Akuntansi 1200 . 658.sedangkan saldo kas menurut buku perusahaan pada tanggal yang sama adalah Rp.765.000. Investasi ini memang pada awalnya sengaja dilakukan oleh perusahaan yang untuk sementara waktu memang berlebih atau tidak terpakai dalam kegiatan operasional perusahaan. kas merupakan aktiva yang paling likuid (lancar). surat berharga yang dikeluarkan VII. piutang lebih lancar dibanding persediaan.985.tetapi ternyata belum “terlihat” dalam rekening koran.8 Soal-soal Latihan Soal 1 PT.500. Sedangkan setara kas adalah investasi yang sangat likuid yang dapat dikonversi atau dicairkan menjadi uang kas dalam jangka waktu yang sangat segera.7 Penyajian Kas di Neraca Ingat kembali bahwa penyajian aktiva lancar dalam neraca disusun berdasarkan urutan tingkat liquiditasnya. 113.VII. Beberapa perusahaan menggunakan istilah “kas dan setara kas” dalam melaporkan kas-nya. Novo Pratama menerima rekening koran dari Bank Buana yang menunjukkan saldo kas perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp. Karena kas merupakan aktiva yang paling likuid yang dimiliki perusahaan. Kas sendiri terdiri dari uang kas yang disimpan di bank (cash in bank) dan uang kas yang tersedia diperusahaan (cash on hand). Akuatin sebesar Rp. biasanya kurang dari tiga bulan (90 hari). kas sebagai kativa paling lancar ini seringkali atau merupakan objek yang paling “digemari” untuk dicuri.

363..yang telah diberikan pada PT.b).000.000. 570.ternyata tidak ada dananya.000.jangka waktu 3 bulan dan tingkat suku bunga 12% p.000.- g). Atas transaksi ini perusahaan belum membukukannya.- Diminta: a). Setoran pada tanggal 31Desember 2005 dengan bukti setor nomor 00249 sebesar RP. e). Arwana Indah sebesar Rp. 300. Indo sampai dengan tanggal 31 Desember 2008.000. Sari Sarana Buana sebesar Rp.572.000.000. Saldo menurut perusahaan Rp. 181.000.dicatat Rp.Politeknik Negeri Sriwijaya b). 523. Perusahaan telah melakukan kesalahan pencatatan atas penerimaan cek dari PT. Indo sebagai pembayaran hutang perusahaan ternyata belum juga dicairkan oleh PT.sedangkan saldo menurut bank Rp. Membuat jurnal koreksi yang diperlukan! Soal 2 Berdasarkan catatan PT. Bank telah melakukan penagihan atas wesel tagih perusahaan yang bernilai nominal sebesar Rp. Obelix dan laporan PT. Buatlah rekonsialiasi saldo bank dan saldo buku untuk mencatat saldo cash in bank yang benar per tanggal 31 Desember 2008! b).700.000.. 325..800. Mandiri.000.yang dicatat Rp. Tbk pada tanggal 31 Desember 2007 diperoleh data sebagai berikut: a). 150. yang seharusnya berjumlah Rp... c).750.000.000. f). Modul Pengantar Akuntansi 1 201 . Cek perusahaan senilai Rp..000.000. Cek yang diterima oleh perusahaan PT.000. 204.a. 250.- d). 209. 750. Kesalahan catat telah dilaukakan oleh perusahaan atas pembayaran utang kepada PT.000.000.. Yana Kasih Sejahtera.belum tampak pada laporan bank Mandiri bulan Desember 2007. Terdapat biaya administrasi bank yang belum dicatat oleh perusahaan sebesar Rp.

c).

Hasil penagihan piutang wesel oleh bank Mandiri pada tanggal 21 Desember 2007 sebesar Rp. 40.200.000.- belum dicatat oleh PT. Obelix. Nilai piutang wesel tersebut adalah Rp. 40.000.000.-

d).

PT. Obelix telah keliru mencatat penerimaan kas dari pelunasan piutang Tn. Madijo pada tanggal 23 Desember 2007. jumlah yang seharusnya adalah sebesar Rp. 85.400.000.- namun telah dicatat Rp. 55.400.000.-

e).

Setoran cek nomor 0117 dari Tn. Sofyan Sugioko sebesar Rp. 15.000.000.telah dikembalikan oleh pihak Bank Mandiri karena tidak ada dananya.

f).

Cek yang masih beredar (belum dicairkan/diuangkan oleh supplier) sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 adalah sebesar Rp. 120.000.000.Setoran dari UD. Obelix’ frend sebesar Rp. 4.000.000.- telah dicatat (dikredit) oleh bank Mandiri sebagai setoran PT. Obelix.

g).

h).

Pembayaran utang usaha dengan cek nomor 0443 kepada UD. Widya Atma telah keliru dicatat oleh PT. Obelix sebesar Rp. 6.000.000.- sedangkan jumlah yang seharusnya Rp. 9.000.000.-

i).

PT. Obelix belum mencatat hal berikut dalam pembukuannya, yang mana telah diaperhitungkan oleh bank Mandiri: jasa giro dan biaya administrasi bank bulan Desember 2005 masing- masing sebesar Rp. 750.000.- dan Rp.350.000.-

Diminta: a). Buatlah rekonsiliasi saldo bank dan saldo buku untuk mencari saldo cash in bank yang benar per tanggal 31 Desember 2005! b). Membuat jurnal koreksi yang diperlukan!

Modul Pengantar Akuntansi 1202

Politeknik Negeri Sriwijaya

MODUL VIII AKUNTANSI UNTUK PIUTANG

Tujuan Materi:
Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini, Anda daiharapkan dapat:

1. Mengidentifikasi klasifikasi piutang. 2. Memperoleh gambaaran mengenai prosedur dasar dalam pengendalian internal atas piutang usaha. 3. Menyiapkan ayat jurnal untuk mencatat transaksi piutang usaha. 4. Menyiapkan ayat jurnal untuk mencatat piutang tak tertagih dengan menggunakan metode hapus langsung. 5. Menyiapkan ayat jurnal untuk mencatat estimasi piutang tak tertagih dengan meggunakan metode pencadangan . 6. Menjelaskan karakteristik wesel (promes). 7. Menyiapkan ayat jurnal untuk mencatat transaksi piutang wesel.

Modul Pengantar Akuntansi 1

203

VIII. Klasifikasi Piutang Istilah piutang mengacu pada sejumlah tagihan yang akan diterima oleh perusahaan (umumnya dalam bentuk kas) dari pihak lain, baik sebagai akibat penyerahan barang dan jasa secara kredit (untuk piutang pelanggan yang terdiri dari atas piutang usaha dan memungkinkan piutang wesel), memberikan pinjaman (untuk piutang karyawan, piutang debitur yang biasanya langsung dalam bentuk piutang wesel, dan piutang bunga), maupun sebagai akibat kelebihan pembayaran kas kepada pihak lain (untuk piutang pajak). Sebagian besar piutang timbul dari penyerahan barang dan jasa secara kredit kepada pelanggan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada umumnya pelanggan akan menjadi lebih tertarik untuk membeli sebuah produk yang ditawarkan secara kredit oleh perusahaan (penjual), dan hal ini rupanya juga menjadi salah satu trik bagi perusahaan untuk meningkatkan besarnya omset penjualan yang akan tampak dalam laporan laba ruginya. Piutang yang timbul dari penjualan atau penyerahan barang dan jasa secara kredit ini diklasifikasikan sebagai piutang usaha, yang kemudian tidak tertutup kemungkinan akan berganti menjadi piutang wesel. Dalam perusahaan dagang tentunya, jumlah piutang usaha biasanya memiliki porsi atau bagian yang cukup signifikan atas keseluruhan jumlah aktiva lancar. Sebagai contoh dalam pelaporan neraca pada periode tertentu, perusahaan Coca Cola memiliki jumlah porsi piutang usaha sebesar 28,5% atas total aktiva lancarnya, demikian juga dengan PepsiCo yang memiliki jumlah porsi piutang usaha sebesar 39,5% atas total aktiva lancar yang dimilikinya. Jika digambar dalam sebuah himpunan bagian, maka kira-kira besarnya porsi piutang usaha atas keseluruhan jumlah aktiva lancar akan tampak sebagai berikut. T

Dalam hal ini, misalnya T adalah himpunan aktiva lancar. Sedangkan daerah yang diarsir menunjukkan besarnya porsi piutang usaha atas keseluruhan

Modul Pengantar Akuntansi 1204

Politeknik Negeri Sriwijaya

aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. Cukup signifikan bukan? Dari bagan di atas juga tampak bahwa piutang usaha (daerah yang diarsir) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari total aktiva lancar (himpunan T). Sedangkan sisanya yang tidak diarsir merupakan komponen aktiva lancar lainnya, seperti kas dan setara kas, investasi jangka pendek, persedian barang dagang, dan biaya dibayar dimuka (seperti perlengkapan, dan sebagainya). Dalam praktik, piutang pada umumnya diklasifikan menjadi : 1. Piutang Usaha (Accounts Receivable) Yaitu jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang usaha memiliki saldo normal di sebelah debet sesuai dengan saldo normal untuk aktiva. Piutang usaha biasanya diperkirakan akan dapat ditagih dalam jangka waktu yang relatif pendek, biasanya dalam waktu 30 hingga 60 hari. Setelah ditagih, secara pembukuan, piutang usaha akan berkurang di sebelah kredit. Piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar (current assests). 2. Piutang Wesel (Notes Receivable) Yaitu tagihan perusahaan kepada pembuat wesel. Pembuat wesel di sini adalah pihak yang telah berUtang kepada perusahaan, baik melalui peminjaman sejumlah uang. Pihak yang berutang berjanji kepada perusahaan (selaku pihak yang diutangkan) untuk membayar sejumlah uang tertentu berikut bunganya dalam kurun waktu yang telah disepakati. Janji pembayaran tersebut ditulis secara formal dalam sebuah wesel atau promes (promissory note). Perhatikanlah baik-baik bahwa piutang wesel mengharuskan debitur untuk membayar bunga. Bagi pihak yang berjanji untuk membayar (dalam hal ini adalah pembuat wesel), instrumen kreditnya dinamakan wesel bayar, yang tidak lain akan dicatat sebagai utang wesel. Sedangkan bagi pihak yang dijanjikan untuk menerima pembayaran, instrumennya dinamakan wesel tagih, yang akan dicatat dalam pembukuan sebagai piutang wesel.

Modul Pengantar Akuntansi 1

205

Piutang wesel sama seperti piutang usaha memiliki saldo nominal di sebelah debet sesuai dengan saldo normal untuk aktiva. Setelah ditagih (diterima pembayaran), piutang wesel juga akan berkurang di sebelah kredit. Piutang wesel diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar atau aktiva tidak lancar. Piutang wesel yang timbul sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit akan dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva lancar, sedangkan piutang wesel yang timbul dari transaksi pemberian pinjaman sejumlah uang kepada debitur akan dilaporkan dalam neraca kreditur sebagai aktiva lancar ataupun aktiva tidak lancar, tergantung pada lamanya jangka waktu pinjaman. 3. Piutang Lain-lain (Others Receivable) Piutang lain-lain umumnya diklasifikasikan dan dilaporkan secara terpisah dalam neraca. Contohnya adalah piutang bunga, piutang deviden (tagihan kepada investee sebagai hasil atas investasi), piutang pajak (tagihan perusahaan kepada pemerintah berupa restitusi atau pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak), dan tagihan kepada karyawan. Jika piutang dapat ditagih dalam jangka waktu satu tahun atau sepanjang siklus normal operasional perusahaan, yang mana yang lebih lama, maka piutang lain-lain ini akan diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Di luar itu, tagihan akan dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva tidak lancar. Siklus normal operasional perusahaan (normal operating cycle) adalah lamanya waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan mulai dari pembelian barang dagangan dari pemasok, menjualnya kepada pelanggan secara kredit sampai pada diterimanya penagihan piutang usaha atau piutang dagang. Piutang lainlain memiliki saldo nominal di sebelah debet dan tetap akan berkurang di sebelah kredit. Untuk menentukan batasan lancar dan tidak lancar, perhatikanlah contoh berikut ini : Jika lamanya siklus normal operasional perusahaan adalah 10 bulan, maka pengertian lancar di sini adalah maksimum 12 bulan (satu tahun). Jadi piutang yang baru dapat ditagih setelah satu tahun lebih akan diklasifikasikan sebagai

Modul Pengantar Akuntansi 1206

Politeknik Negeri Sriwijaya

tidak lancar. Namun jika lamanya siklus normal operasional perusahaan adalah 14 bulan, maka pengertian lancar di sini adalah maksimum 14 bulan. Jadi piutang yang baru dapat ditagih setelah 14 bulan lebih akan dikatakan sebagai tidak lancar. Di samping klasifikasi yang umum seperti di atas, piutang juga dapat diklasifikasikan sebagai piutang dagang dan non dagang atau piutang lancar dan tidak lancar. Piutang dagang (trade receivables) dihasilkan dari kegiatan normal bisnis perusahaan, yaitu penjualan secara kredit barang atau jasa ke pelanggan. Piutang dagang yang dibutuhkan dengan sebuah janji tertulis secara formal oleh pelanggan untuk membayar, diklasifikasikan sebagai piutang wesel (notes receivable). Dalam kebanyakan kasus akan, akan tetapi, piutang dagang merupakan piutang kepada pelanggan yang tanpa adanya jaminan dari pelanggan untuk membayar atau “open accounts”, yang sering dikenal sebagai piutang usaha (accounts receivable) meliputi seluruh jenis piutang lainnya, seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu piutang bunga, piutang deviden, piutang pajak, tagihan kepada perusahaan asosiasi, dan tagihan kepada karyawan. Jika piutang diklasifikasikan sebagai piutang lancar dan tidak lancar, maka piutang lancar meliputi seluruh piutang yang diperkirakan akan dapat ditagih dalam jangka waktu satu tahun atau sepanjang siklus normal operasional perusahaan, yang mana yang lebih lama. Untuk tujuan klasifikasi, seluruh piutang dagang (trade receivables) dianggap sebagai piutang lancar. Sedangkan untuk setiap unsur piutang non dagang (nontrade receivables) memerlukan analisis lebih lanjut untuk menentukan apakah dapat ditagih dalam jangka waktu satu tahun atau lebih. Piutang tidak lancar akan dilaporkan dalam neraca sebagai investasi atau aktiva tidak lancar lainnya. Sebagai kesimpulan, piutang usaha adalah piutang dagang dan oleh karenya bersifat lancar; piutang wesel bisa merupakan piutang dagang dan oleh karenanya bersifat lancar, tetapi bisa juga merupakan piutang non dagang baik lancar atau tidak lancar.

Modul Pengantar Akuntansi 1

207

begitu komisi diperoleh. Dalam praktik.VII. kemungkinan besar risiko akan muncul terutama terhadap calon pembeli dengan peringkat kredit yang buruk. Nanti. baik dari segi pengamanan atas perolehan fisik kas. seolaholah telah terjadi retur dari pembeli. Dalam Modul Pengantar Akuntansi 1208 . Persetujuan pemberian kredit hanya boleh dilakukan oleh manajer kredit. 2 Pengendalian Internal atas Piutang Usaha Prinsip-prinsip pengendalian internal yang telah dibahas dalam Modul 6 yang lalu dapat digunakan sebagai dasar dalam penetapan pengendalian atas piutang usaha (piutang dagang). sampai pada tersedianya data catatan akuntansi yang akurat. padahal penjualan tersebut dilakukan secara fiktif (barang tidak dijual ke pelanggan sungguhan namun. maka dikhawatirkan (terutama apabila komisi penjualan ditetapkan berdasarkan pada besarnya omset penjualan) seluruh proposal kredit (tanpa kecuali) yang diajukan calon pembeli akan langsung disetujui tanpa adanya evaluasi terlebih dahulu. Bagian penjualan tidak boleh merangkap bagian kredit. Dalam hal ini. di mana oknum bagian penjualan akan membuat seolaholah penjualan barang dagangan ke pelanggan sungguhan terjadi. disembunyikan). seringkali menimbulkan peluang terjadinya tindakan kecurangan. pemisahan tugas (termasuk masalah otorisasi persetujuan kredit). Tidak mustahil. Setiap pengajuan kredit yang dilakukan oleh calon pembeli haruslah diuji atau dievaluasi terlebih dahulu kelayakan kreditnya. ketiadaan pemisahan tugas antara fungsi penjualan dengan fungsi kredit. ditambah lagi dengan kurang tepatnya dasar penghitungan komisi. Kalau kita berbicara mengenai pengendalian internal atas piutang usaha. maka sesungguhnya yang menjadi pusat perhatian kita adalah bagimana pengamanan yang akan efisien dan efektif dilakukan atas piutang usaha. oknum karyawan tadi akan mengembalikan barang yang telah disembunyikannya. Seperti kita ketahui. Manajer penjualan tidaklah memiliki otorisasi atau wewenang untuk menyetujui proposal kredit pelanggan. Apabila bagian penjualan merangkap bagian kredit. penerapan pengendalian internal memang tidak terlepas dari biaya-biaya tambahan yang harus dikorbankan perusahaan. karyawan bagian penjualan akan berusaha memperbesar komisi penjualan dengan cara yang tidak benar.

maka harus adanya pemisahan fungsi antara bagian persetujuan kredit. yaitu : Dr. bagian pencatatan (akuntansi). ingat kembali bahwa perusahaan pada dasarnya harus mempertimbangkan atau membandingkan antara besarnya biaya tambahan yang akan dikeluarkan (dalam rangka efektifnya pemisahan tugas) dengan manfaat yang diperoleh. Penjualan Modul Pengantar Akuntansi 1 209 . yaitu pada saat membahas mengenai akuntansi unuk perusahaan dagang. dan pada akhirnya penagihan (baik tanpa ataupun disertai dengan pemberian potongan penjualan). Fungsi persetujuan kredit dan fungsi pembukuan memegang peranan sebagai pengecek keabsahan penjualan. Piutang Usaha xxx Kr. komisi penjualan akan dihitung berdasarkan pada besarnya piutang usaha (yang ditimbulkan dari penjualan kredi) yang telah berhasil ditagih atau dikonversi menjadi uang kas. Ayat jurnal yang perlu dibuat oleh penjual pada saat melakukan transaksi penjualan barang dagangan secara kredit. maka dasar penghitungan komisi haruslah berdasarkan pada tingkat kolektibilitas piutang. jika kita berbicara mengenai pemisahan tugas (dalam kaitannya dengan pengendalian internal atas piutang usaha). yang kemudian dapat diikuti dengan transaksi retur penjualan.Politeknik Negeri Sriwijaya hal ini. bukan omset penjualan. yang lalu. Atas dasar pertimbangan cost dan benefit tadi. Karyawan yang menangani pencatatan piutang usaha tidak boleh ikut terlibat dalam aktivitas penagihan. bagian penjualan. apabila perusahaan pada akhirnya lebih memilih untuk merangkap kedua fungsi (antara fungsi persetujuan kredit dengan fungsi penjualan). penyesuaian atau pengurangan harga jual. dan bagian penagihan. VIII. secara normatif. akun piutang usaha pertama kali akan timbul oleh karena penjualan barang dagangan secara kredit.3 Pengakuan atas Usaha Seperti telah disinggung dalam Modul 5. Akan tetapi. Artinya.

4 Piutang Usaha yang Tidak Dapat Tertagih Begitu piutang usaha dicatat. Dalam hal ini. yaitu : Dr. Piutang usaha yang dilaporkan dalm neraca ini haruslah benar-benar menunjukkan suatu jumlah yang kemungkinan besar dapat ditagih. Beban yang timbul atas tidak tertagihnya piutang usaha atau kredit macet akan dicatat dalam pembukuan sebagai beban operasional. yaitu dengan menggunakan istilah akun : beban kredit Modul Pengantar Akuntansi 1210 . nantinya akan dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva lancar. Kas Dr. Potongan Penjualan Kr. Piutang Usaha Ayat jurnal yang akan dibuat oleh penjual pada saat menerima pembayaran utang dari pelanggan yang memanfaatkan potongan tunai (selama periode potongan) adalah sebagai berikut : Dr. ayat jurnal yang perlu dibuat oleh pemberi jasa dalam pembukuaannya adalah sebagai berikut. akun piutang usaha akan timbul apabila perusahaan belum menerima pembayaran atas jasa yang secara substansial pelanggan.Ayat jurnal yang dibuat oleh penjual pada saat menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya secara kredit atau pada saat memberikan penyesuaian / pengurangan harga jual kepada pelanggannya. Pendapatan Jasa VIII. Piutang Usaha xxxx xxxx xxxx Sedangkan untuk perusahaan jasa. Dr. Piutang Usaha xxxx Kr. Retur Penjualan & Penyesuaian Harga Jual xxx Kr. setelah memperhitungkan besarnya kredit macet.

dan lain-lainnya. Akan tetapi. Tanggung renteng disini berarti bahwa perusahaan yang menjual piutang tersebut tidak akan bertanggun jawab atas kerugian yang ditimbulkan sebagai akibat dari tidak Modul Pengantar Akuntansi 1 211 . Diners club. sehigga dalam hal ini perusahaan tidak akn melakukan penjualan kredit tanpa menerima kartu kredit dari perusahaan penerbit kartu kredit.Politeknik Negeri Sriwijaya macet (bad depts expense). pelanggan tetu saja akan diberi tahu oleh perusahaan yang menjual piutangnya tersebut untuk membayar langsung kepada factor. seperti ke bank atau lembaga keuangan lainnya. tentu saja perusahaan hanya akan menerima sebesar jumlah penjualan dikurangi dengan beban jasa (service fee) untuk American Express. ada pelanggan yang tidak bias membayar oleh karena menurunnya omset penjualan sebagai akibat dari lesunya perekonomian. pada waktu tagihan ke American Express ini diterima. Cara lainnya untuk memindahkan risiko atas kemungkinan tidak tertagihnya piutangnya ke factor . Pada umumnya. Salah satu cara yang efektif yang daopat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan mentransfer risiko tersebut ke perusahaan lain selaku penerbitkartu kredit. atau beban yang tidak dapat ditagih (uncollectible accouts expense). Perusahaan sering kali mencoba untuk memindahkan resiko atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang ke perusahaan lain. seperti American Express. Nantinya . yang dimana setelah piutang dijual maka seluruh hasilpembayaran piutang pelanggan akan menjadi hak factor. penjualan piutang tanpa tanggung renteng ini kepada factor dinamakan factoring. pada kenyataannya beberapa piutang usaha justru menjadi tidak dapat ditagih sebagai akibat dari kondisi pelanggan (debitur) yang ada setelah periode kredit berjalan (berlangsung). Perusahaan (penjualan) akan mencatat besarnya penjualan kredit ke pelanggan namun dengan cara mendebet akun tagihan perusahaan penerbit kartu kredit (Accounts Receivablle-American Express) dan mengkredit akun pendapatan penjualan. atau beban piutang ragu-ragu (doubfultaccaounts expense). Kondisi ini misalkan saja. Dalam akuntansi. Dalam kasus factoring ini. Kebangkrutan tyang dialami debitur merupakan indikasi kuat atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang usaha. setiap calon pembeli haruslah terlebih dahulu memenuhi persyaratan kredit sebelum aplikasi atau transaksi kredit tersebut disetujui.

Jadi. atau (2) khusus bagi perusahaan yang menjual sebagian besar barang atau jasanya secara tunai sehingga jumlah beban atas piutang usaha yang tidak dsapat ditagih boleh dibilang sangat tidak material. maianan anak-anak. Ketika metode hapus langsung digunakan. kantor akuntan piblik. VIII. beban kredit macet atau beban piutang yang tidak dapat ditagih hanya akan dicatat atau diakui apabila benarbenar telah terjadi pelanggan tertentu yang menyatakan tidak bias membayar (actual loss). Jadi pada saat perusahaan mendapati bahwa pelanggan tertentunya tidak bisa membayar maka pada saat itulah perusahaan akan menghapus langsung piutang usahanya atas pelanggan tertentu disebelah kredit (tanpa melakukan pencadangan terlebih dahulu) dan membebankanya disebelah debet sebagai beban kredit macet atau beban kredit macet atau beban piutang yang tidak dapat ditagih. atau menghapuis piutang usaha yang tidak dapat ditagih. Ada 2 (dua) metode yang digunakan untuk menilai. 5 Metode Hapus Langsung Metode ini kerap digunakan terutama oleh perusahaan yang memiliki bidang usaha seperti restoran.tertagihnya piutang yuang telah dijualnya. Untuk hal yang kedua ini. hotel rumah sakit. kantor pengacara. Factor-fakto atau perihal yang membuat metode hapus langsung ini dipakai adalah : (1) terdapatnya sebuah situasi yang dimana sangat tidak memungkinkan bagi perusahaan untuk mengestimasi besarnya piutang usaha yang tidak dapaty ditagih sampai dengan akhir periode. bukan berdasarkan pada kerugian estimasi. dan lain sebagainya). tentu saja bahwa piutang usaha yang ditimbulkan dari kegiatan bisnis perusahaan hampir dapat dipastikan sangat kecil sekali. Kedua metode ini akan dibahas satu persatu secara terperinci dalam sub-modul berikut. dalam hal Modul Pengantar Akuntansi 1212 . mencatat. yaitu metode hapus langsung (direct write-of method) dan metode pencadangan (allowance method). dan toko eceran dengan skala bisnis yangrelatif kecil (seperti toko yang menjual alat-alat listrik. Perlakuan akuntansi untuk penjualan piutang akan dibahas nanti dalam buku akuntansi lanjutan.

yaitu jumlah yang diperkirakan dapat ditagih setelah memperhitungkan besarnya cadangan estimasi kerugian. Namun secara keseluruhan. beban kredit macet sering dicatat dalam periode dimana pandapatan terkait dicatat. Sebagai kesimpulan sekali lagi bahwa periode hapus langsung diterapkan ketika besarnya kredit macat atau piutang usaha adalah sangat kecil. metode hapus langsung tidaklah dipeerkenaankan untuk tujuan pembukuan (book purposes). baik laporan laba rugi maupun neraca. Dengan kata lain. Dengan metode hapus langsung. Beban Piutang yang tidak dapat ditagih XXX Kr. X Metode hapus langsung sangatlah sederhana. Berbeda untuk tujuan Modul Pengantar Akuntansi 1 213 . Penggunaan metode hapus langsung dapat mengurangi utilitas (manfaat) laporan keuangan. melainkan dilaporkan langsung sebesar jumlah brutonya . sehingga berdasarkan prinsip materialitas maka metode yang simpel ini diperolehkan dipakai meskipun untuk tujuan pembukuan. karena perusahaan baru mengetahui piutangnya tidak dapat ditagih setelah beberapa waktu kemudian (setelah penjualan terjadi ).Politeknik Negeri Sriwijaya iniayat jurnal yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mkencatat besarnya actual loss adalah sebagai berikut : Dr. Jadi. Piutang usaha-Tn. Tidak ada usaaha dilakukan untuk menandingi beban kredit macet dengan penjualan yang ada dalam laporan laba rugi periode berjalan. akan tetapi metode ini tidak sesuai dengan konsep penandingan (matching concept) seperti yang telah diuraikan dalam modul 3 yang lalu. beban kredit macet kemungkinan akan diakui atas penjualan yang telah terjadi dalam periode sebelumnya. menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Demikian juga tidak ada usaha yang dilakuakan untuk menampilkan piutang usaha di neraca sebesar jumlah bersihnya. maka perusahaan tidak membandingkan beban kredit macet ke periode dimana pendapatan tekait (penjualan) dicatat.

Daripada perusahaan menentukan mana pelanggannya yang tidak bisa membayar. maka akun cadangan ini seharusnya selalu mendakati nol. Namun mengenai siapa orangnya (pelanggannya) dan berapa jumlah piutang yang macet tentu saja baru akan diketahui nanti secara pasti sampai pelanggan tertentu menyatakan tidak bissa membayar. Kebanyakan perusahaan yang besar menggunakan metode pencadangan untukmengestimasi bagian dari piutang usaha yang tidak dapat ditagih.perhitungan pajak penghasilan (income tax purposes). karena perusahaan belum dapat mengetahui mana dari pelanggannya tidak bisa membayar maka perusahaan tidak akan mengkredit (menghapus) piutang usahanya secara langsung. jika besarnya estimasi atas piutang tak tetagih adalah akurat. besarnya estimasi atas beban piutang yang tak tertagih akan diakui (dicatat) dalam periode yang sama sebagaimana penjualan kredit dicatat. dimana metode langsuang ini justru merupakan metode yang diwajibkan (diharuskan). cadangan piutang ragu-ragu (allowace for doubtful accounts). tanpa harus menuggu terjadinya actual loss yang memungkinkan baru terjadi stelah periode penjualan berlangsung. Satu hal perusahaan yang dapat pediksi adalah bahwa berdasarkan pengalaman masa lampau selalu ada pelanggannya yang tidak bisa membayar. akan tetapi Modul Pengantar Akuntansi 1214 . estimasi mengenai besarnya piutang usaha yang tidak dapat ditagih dibuat.6 Metode Pencadangan Sepanjang periode dimana penjualan kredit terjadi. Perusahaan akan menentukan besarnya estimasi piutang tak tetagih kedalam akun khusus yang dinamakan cadangan kredit macet (allowace for bed debt). atau cadangan piutang yang tidak dapat ditagih (allowance for uncollectible account). Secara teoritis. VIII. Pada titik ini (dalam periode penjualan). Dengan menggunakan metode pencadagan. perusahaan lebih baik mengurangi jumlah piutang usahanya kenilai bersihyang dapat direalisasi (net reliazable value). Besarnya estimasi ini diperoleh berdasarkan hasil pengamatan pengalaman masa lampau mengenai jumlah piutang usaha yang macet.

Y Modul Pengantar Akuntansi 1 215 . Akun cadangan ini akan mengurangi jumlah bruto piutang kenilai bersihnya yang dapat direalisasi.  Prinsip konservatisme (the conservatism principle) dimana piutang uasaha dilaporkan dalam neraca sebesar jumlah yang lebih realistis (dan lebih rendah) sehingga mencerminkan dengan lebih baik jumlah piutang yang sesungguhnya dapat ditagih. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Natinya begitu perusahaan mendapati bahwa ada pelanggan tertentu yang tidak bisa membayar. Piutang usaha – Tn. berlawanan dengan saldoa nirmal piutang. Akun cadangan memiliki saldo normal disebealah kredit. Ayat jurnal yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mencatat besarnya estimasi atas beban piutang tak tertagih adalah sebagai berikut: Dr. maka ayat jurnal yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mecatat penghapusan piutang atas pelanggan actual tersebut adalah sebagai berikut : Dr. metode pencadangan diharuskan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih yyy Kr. karena metode ini memenuhi atau sesuai dengan :  Prinsip penandingan (the matching principle) diman besarnya estimasi atas beban piutang yang tertagih dicatat dalam periode yang sama sebagaimana pendapatan penjualan didapat. cadangan piutang yang tidak dapat ditagih XXX Kr.Politeknik Negeri Sriwijaya estimasi tidak pernah nol karena perusahaan akan terus melakuakan penjualan kredit dan membuat estimasi yang baru. Untuk tujuan pembukuan. sehigga akun cadangan diangap sebagai akun pengurangan (contra account) dari akun piutang usaha.

Cadangan piutang yang tidak dapt ditagih Dr. Cara ini dinamakan sebagai metode lapoean laba rugi (income statement method). Dalam hal ini. Piutang usaha – Tn. Ingat kembali bahwa akun sementara (temporary account atau nominal account) yang akan ditutup Modul Pengantar Akuntansi 1216 . Sebesar persentase tertentu dari penjualan. Berdasarkan pada data historis. yaitu: 1. besarnya cadangan piutang tak tertagih yang ada pada awal periode tidaklah diperhitungkan kedalam ayat jurnal penyesuaian yang akan dibuat pada setiap akhir periode berjalan untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet selama periode. sebuah persentase tertentu dari total penjualan atau total penjualan kredit ditentukan dan digunakan untuk menghitung besarnya estimasi beban kredit macet. Metode ini focus pada penandingan yang layak atas bebanpiutang yang tak tertagih terhadap besarnya pendapatan penjualan tak terkait. kemudian ternyata pelanggan tertentu tersebut beritikat baik dengan membayar sbagian uang. Dengan cara (metode) ini. perusahaan pertama kali harus membalikkan jurnal penghapusan yag telah dibuat diatas (tetapi hanya sebesar jumlah yang perusahaan dapt ditagih kembali) dan lalu mencatat hasil penagihan tesebut. Kas yy(sebagian) Kr. Piutang usaha – Tn. Dr. untuk mencatat perolehan kembali atas sebagian dari piutangnya yang telah dihapus.Kadangkala setelah perusahaan menghapus piutang usahanya atas pelanggan tertentu. Y yy(sebagian) Kr. Y Ada 2 (dua) cara yang biasanya dipai untuk menetukan besarnya estimasi yang layak atas jumlah beban kredit macet.

Oleh karena itu. maka sekarang besarnya saldo akhir dari akun cadangan piutang yang tak tertagih yang akan muncul dineraca adalah sebesar saldo awal cadangan piutang tak tertagih (umumnya sesuai dengan saldo normal disebelah kredit) ditambah dengan besarnya estimasi beban kredit macet untuk periode berjalan (yang ditunjukkan disebelah kredit dalam ayat jurnal penyesuaian).000. jika besarnya estimasi beban kredit macet untuk periode berjalan ditetapkan sebesar persentase tertentu dari penjualan yang telah terjadi sepanjang periode berjalan tersebut.-. maka besarnya estimasi beban kredit macet akan langsung dihitung dengan cara mengalikan persentase tertentu tersebut dengan jumlah penjualan yang terjadi.000.000. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih = 2% x Rp 500 Rp 10 juta Modul Pengantar Akuntansi 1 217 . ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet tahun 2008 adalah sebagai berikut : Dr. Sebagai contoh misalkan bahwa perusahaan telah mengestimasi bahwa 2% dari total penjualan kreditnya tidak dapat ditagih. Pada akhir periode.000. Setelah syat jurnal penyesuaian dibuat. Besarnya penjualan kreit yang telah terjadi sepanjang periode berjalan (tahun 2008) adalah Rp 500. tanpa harus memperhitungkan besarnya cadangan piutang tak tertagih yang ada di neraca pada awal periode berjaln (sebelum dibuatnya ayat jurnal penyesuaian) sehingga cara ini dinamkan sebagai metode laporan laba rugi..sedangkan akun cadangan piutang tak tertagih pada awal periode (sebelu ayat jurnal penyesuaian) bersaldo kredit sebesar Rp 4. jumlah bruto piutang usaha pada akhir periode (akhir tahun 2008) sebesar Rp 85.000.-. Beban piutang yang tidak dapat ditagih jutaKr.000.Politeknik Negeri Sriwijaya saldonya pada setiap akhir periode dan tidak akan dibawa sebagai besarnya penjualan untuk laoran laba rugi periode mendatang.

000.Setelah ayat jurnal penyesuaian diatas diposting..000..000.ini akan ditandingkan dan dilaporakan dalam periode yang sama sebagaimana pendapatan atas penjualan kredit tahun 2008 sebesar Rp 500. Atau dengan kata lain..000. Sebesar persentase tertentu dari jumlah piutang usaha. Dengan metode saldo akhir piutang. persentase tertentu dari jumlah saldo akhir piutang usaha yang diperkirakan tidak akan dapat ditagih ditentukan. Pada dasarnya cara yang ke 2 (dua) ini menekankan penilaian piutang usaha pada nilai bersihnya yang dapat direalisasi. Cara ini dapat dibagi menjadi 2 (dua) metode.-) Rp 71. sebuah persentase tertentu dari jumlah piutang usaha ditentukan dan digunakan untuk menghitung besarnya estimasi ini akan menjadi saldo akhir akun cadangan piutang tak tertagih.000.000.000.- Sedangkan laporan laba rugiuntuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008 akan menyajikan beban piutang yang tak tertagih (beban kredit macet) sebesar Rp 10. Berdassarkan data historis.sebagai beban operasional tahun 2008. 2. Saldo awal akun cadangan piutang tak tertagih lalu akan disesuaikan besarnya Modul Pengantar Akuntansi 1218 . yaitu biasa berdasarkan pada persentase tertentu dari nilai saldo akhir piutang usaha atau bisa juga berdasarkan pada klasifikasi atau pengelompokan umur piutang. Sejalan dengan prinsip penandingan yang telah dijelaskan di atas.000. beban kredit macet sebesar Rp 10.000. yang nantinya akan dilaporkan dalam neraca. maka besarnya piutang usaha bersih yang akan dilaporkan didalam neraca per 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut : Piutang usaha Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Piutang usaha bersih Rp 85.(14.000. cara ini focus pada penentuan figur piutang usaha yang direalistis dapat ditagih.000.000.juga dilaporkan.

000.Politeknik Negeri Sriwijaya (melalui ayat jurnal penyesuaian) supaya menghasilakan saldo akhir yang nilainya sama dengan hasil persentase ini.( 4. Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat oleh PT.di sebelah kredit agar menghasilkan saldo akhir cadangan piutang tak tertagih yang besarnya sama dengan estimasi.5 juta Setelah ayat juranal penyesuaian di atas di-posting. Sebagai ilustrasi dari metode saldo akhir piutang.(5% x Rp 90.500.000. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Rp4. maka besarnya piutang usaha bersih yang akan dilaporkan dalam neraca per 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut : Piutang usaha Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Piutang usaha bersih Rp 90. diketahui bahwa besarnya saldo awal cadangan piutang tak tertagih adalah Rp 3...(di sebelah kredit).- Sedangka lapora laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 akan menyajikan beban piutang yang tak tertagih (beban kredit macet) sebesar Rp 1.000. yaitu Rp 4.. Cakra Kencana..dan diestimasi bahwa besarnya kredit macet atas piutang usaha ini adalah 5%.000.000. Cakra Kencana pada akhir tahun 2007 untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet periode berjalan adalah : Dr. dalam hal ini PT.500.000.000.5 juta-Rp3 juta = Rp1. sebelum ayat jurnal penyesuaian tahun 2007 dibuat.000.000. Cakra Kencana haruslah menambah saldo awal cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp 1. Tidak tertutup kemungkinan. Saat ini.-).000. Beban piutang yang tidak dapat ditagih Kr.000.-) Rp 85.500. asumsi bahwa PT. Oleh karena itu.sebagai beban operasional tahun 2007..500. jika Modul Pengantar Akuntansi 1 219 .000.000.500. pada akhir tahun 2007 memiliki saldo piutang sebesar Rp 90. Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir tahun 2007 di atas merupakan ayat jurnal penyesuaian yang biasa (umum).

-) Rp 45.( 5. Karakteristik umur piutang disini dapat diklasifikasikan menjadi: belum jatuh tempo.jumlah piutang usaha yang dihapus sepanjang tahun berikutnya melebihi nilai cadangan yang ada..000.500. yang berarti ada pengelompokkan piutang usaha kedalam katagori yang berdasarkan atas tanggal jatuh temponya piutang.000. PT.500.000.000.000. maka cadangan piutang yang tak tertagih akan menjadi bersaldo debet.. maka besarnya piutang usaha bersih yang akan dilaporkan dalam neraca per 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut : Piutang usaha Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Piutang usaha bersih Rp 50. Sedangkan dengan meode umur panjang.000.000).000..00. asumsi bahwa sepanjan tahun 2008 terdapat penghapusan piutang usaha sebesar Rp 6.- Sedangakan laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008 akan menyajikan beban piutang yang tak tertagih (beban kredit macet) sebesar Rp 7.000.000.000 – Rp 4.000.000.(Rp 6.yang menyebkan besarnya cadangan piutang tak tertagih akan menjadi bersaldo debet sebesar Rp 2. Cakra Kencana pada ahrir tahun 2008 untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet periode berjalan adalah: Dr. Melanjutkan ilustrasi di atas. telah jatuh Modul Pengantar Akuntansi 1220 . Cakra Kencana memiliki saldo piutang usaha sebesar rp 50. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Rp 5 juta + Rp 2 juta =Rp 7 juta Setelah ayat jurnal penyesuaian diatas di posting. Beban piutang yang tidak dapat ditagih Kr. maka ayat jurnal penyesuaian yang akan dibuat oleh PT.dan diestimasi bahwa besarnya kredit macet atas piuatng usaha ini adalah menjadi 10%.500. jika pada akhir tahun 2008.sebagai beban operasional tahun 2008..000. pertama kali piutang usaha akan dikelompok-kelompokkan berdasarkan pada masing-masing karakteristik umumnya.

dimana terdapat salah satu pelangganya yang belum juga membayar hingga saat ini (padahal piutang tersebut telah jatuh tempo sejak tanggal 9 Maret yang lalu). telah jatuh tempo 181-365 hari. dalam hal ini persentase yang berbeda akan diterapkan atas kelompok umur yang berbeda. sepertinya halnya saldo akhir piutang. lamanya umur piutang yang telah jatuh tempo dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir Maret Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir April Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir Mei Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir Juni 22 hari (31-9) 30 hari 31 hari 30 hari 113 hari Dengan metode umur piutang. asumsi bahwa PT. Jadi. Dengan metode umur piutang. Lamanya piutang yang telah jatuh tempoini merupakan lamanya hari mulai saat piutang tersebut jatuh tempo hingga laporan umur piutang (aging schedule) disiapkan. Modul Pengantar Akuntansi 1 221 . Ayat jurnal penyesuaian akan dibuat sebesar selisih antara besarnya total stimasi dengan saldo awal akun cadangan piutang tak tertagih. telah jatuh tempo 31-60 hari. piutang yang sudah lama beredar (jatuh tempo) sangat kecil kemungkinannya untuk dapat ditagih. Untuk mengilustrasikan cara menghitung umur piutang yang telah jatuh tempo. estimasi secara terpisah atas persentase piutang usaha yang tidak dapat ditagih diterapkan kemasing-masing kelompok umur. telah jatuh tempo 91-180 hari. Dalam hal ini. telah jatuh tempo diatas 365 hari. saldo awal dari akun cadangan piutang tak tertagih haruslah disesuaikan (melalui ayat jurnal penyesuaian) supaya penghasilkan saldo akhir yang besarnya sama dengan total estiamsi. lalu masing-masing hasilnya tersebut akan dijumlahkan secara bersama-bersama untuk menentukan total estimasi. Lintas Indonusa sedang menyiapkan laporan umur piutang per 30 Juni.Politeknik Negeri Sriwijaya tempo 1-30 hari. telah jatuh tempo 61-90 hari. Berdasarkan umur piutang. Setelah persentase yang berbeda diterapkan untuk masing-masing kelompok umur.

(bersadddo kredit sesuai dengan saldo normalnya).000.000.Sebagai ilustrasi dari umur piutang.000.jumlah Berdasarkan table diatas. asumsi bahwa PT..000.80% 240.1.800.900.50% 400.20% 380.300.00.000.000.1.000.300. estimasi saldo saldo yang diinginkan untuk cadangan piutang tak tertagih adalah sebesar Rp 3. Perbandingan antara angka estimasi ini dengan saldo awal cadangan piutang yang tak tertagih yang belum disesuiakan akan menentukan besarnya beban kredit macet (beban piutang tak tertagih ) untuk tahun 2008.500.- Estimasi Kredit Macet Persentase 2% Rp 1.000.000.100.30% 360.000.390. jika saldo awal cadangan piutang tak tertagih yang Modul Pengantar Akuntansi 1222 .Rp 3.10% 310. sebagai conto.Lintas Indonusa.000.5% 200.dan diestimasikan bahwa besarnya kredit macet atas piutang usaha ini berdasarkan pada masing-masing kelompok umurnya adalah sebagai berikut: Kisaran Umur Piutang Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo 1-30 hari Telah jatuh tempo 31-60 hari Telah jatuh tempo 61-90 hari Telah jatuh tempo 91-180 hari Telah jatuh tempo 1811-365 hari Telah jatuh tempo diatas 365 hari Saldo Rp 75.000.200.000..000.000. pada akhir tahun 2008 memilih saldo piutang usaha sebesar Rp 86.390.3.000.Rp86.000.000.000.4.300.

000. dimana nilai pada saat jatuh tempo ini terdiri atas nilai nominal (nilai pokok tagihan yang tertera dalam wesel atau promes) ditambah dengan bunga..000. Dengan mendatangani surat hutang.000.maka jumlah penyesuaian akan mnjadi sebesar Rp 3.maka jumlah yang akan ditambahkan ke dalam saldo ini adalah Rp 190.000.000..2juta = Rp 190.- Dr.7 Karakteristik dan Akuntansi Piutang Wesel Piutang wesel (notes receivable) memiliki tanggal jatuh tempo (due date / maturity date). jika seandainya saldo awal cadangan piutang tak tertagih yang belum disesuaikan adalah bersaldo debet sebesar Rp 450.Politeknik Negeri Sriwijaya belum disesuaikan adalah bersaldo kredit sebesar Rp 3.dengan ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut : Rp 3.000 + Rp 450. Modul Pengantar Akuntansi 1 223 . maka sekarang besarnya akun cadangan piutang tak tertagih akan menjadi bersaldo kredit sebesar Rp 3.39 juta – Rp 3.200. Sebagai contoh pembanding. Klaim yang didukung oleh surat hutang atau surat kesanggupan membayar dari pihak yang berhutang untuk melakukan pembayaran. surat hutang ini memiliki kekuatan hukum bagi kreditur untuk menerima pembayaran dari debitur.(Rp 3.000.000.. debitur mengakui pinjamannya kepada kreditur dan sepakat untuk membayar sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam surat hutang. dengan ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut: Dr Beban piutang yang tidak dapat ditagih Rp 3.Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih VIII. Di “mata” pengadialan.840.390.840. Beban piutang yang tidak dapat ditagih Kr.390. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Setelah ayat jurnal penyesuaian diatas dipindahkan atau diposting kedalam buku besar masing-masing akun terkait.sesuai dengan estimasi saldo akhir yang dikehendaki...000).

Promes pada umumnya akan digunakan : 1. piutang usaha tidak memberikannya hak bunga. hampir sebagian besar promes timbul dalam kaitannya dengan transaksi peminjaman uang. Ketika seorang atau perusahaan meminjam / meminjamkan uang. pembuat promes tidak hanya berhutang atas nilai pokok tetapi juga akan berhutang bunga. Promes juga akan digunakan terutama untuk pelanggan yang memiliki resiko tinggi dan atau menginginkan pembelian secara kredit dalam jumlah yang sangat besar. piutang wesel akan langsung timbul dan mengharuskan debitur untuk membayar bunga. Bagi pemegang wesel. Setelah promes ditandatangani. Bagi penjual. Dalam kasus ini. Promes ini terhutang kepada pemegang wesel (kreditur). pihak yang memberi pinjaman tetu saja menghendaki adanya pembayaran bunga dari si peminjam. Penjual biasanya akan meminta pembeli membuat promes. 2. Promes pada mulanya dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang berjanji untuk melakukan pembayaran (debitur). Dalam kasus peminjaman uang. Promes sering digunakan untuk periode kredit yang melebihi 60-90 hari atau lebih lama lagi. Bileh dikatakan. piutang wesel biasanya akan langsung timbul tanpa melalui piutang usaha terlebih dahulu. yang akan diterimanya nanti bersamaan dengan pembayaran pokok pada saat pijaman tersebut jatuh tempo. promes ini menimbulkan piutang wesel. Ketika jumlah transaksi dan periode kredit melebihi batas normal. Berbeda Modul Pengantar Akuntansi 1224 . yang terhitung sejak promes dikeluarkan sampai dengan hutang wesel tersebut jatuh tempo.Surat hutang (promes) adalah sebuah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu yang ditetapkan. Hutang usaha akan dikonversi atau direklasifikasi menjadi hutang wesel apabila belum juga dibayar sampai dengan tanggal jatuh temponya. promes ini menimbulkan hutang wesel. dan penjual akan segera mengreklas atau mengganti piutang usaha menjadi piutang wesel. Dalam hal ini. Piutang wesel sering kali timbul atas pelanggan yang ingin memperpanjang jangka waktu pembayaran piutang usaha. Dalam rangka penyelesaian hutang usaha / piutang usaha. sedangkan bagi pihak pembuat wesel. 3.

tanggal dimana wesel diterbitkan adalah diabaikan. maka sejak hari itu juga penjual berhak atas pendapatan bunga. yang dihitungkan sebagai berikut: Umur Wesel Juni (30-12) Juli = 18 = 31 60 hari (49)hari Tanggal jatuh tempo: Agustus 11 hari Ketika jangka waktu atau umur wesel dinyatakan dalam jumlah bulan. Sebagai contoh. Sebagai contoh. tanggal jatuh tempo atas wasel yang berumur 3 (tiga) bulan dan diterbitkan pada tanggal 1 April adalah tanggal 1 Juli. Tanggal dimana wesel akan dibayar dinamakan tanggal jatuh tempo. sedangkan tanggal dimana wesel akan jatuh tempo turut diperhitungkan. maka cara menentukan tanggal jatuh temponya adalah dengan menghitung sekian hari sejak tanggal penerbitannya. tanggal jatuh tempo atas wesel yang berumur 3 (tiga) bulan dan diterbitkan pada tanggal 31 maret adalah tanggal 30 Juni. Periode atau jangka waktu antara tanggal penerbitan wesel dan tanggal jatuh tempo dari sebuah wesel jangka pendek. Untuk wesel yang diterbitkan pada hari terakhir dari bulan berjalan maka wesel tersebut akan jatuh tempo pada hariterakhir juga di bulan-bulan berikutnya. maka cara menentukan tanggal jatuh temponya adalah dengan menghitung sekian bulan sejak tanggal penerbitannya. tanggal jatuh tempo atas wesel yang berumur 60 hari dan diterbitkan pada tanggal 12 Juni adalah tanggal 11 Agustus. dapat dinyatakan baik dalam jumlah hari atau bulan. Sebagai contoh. Dalam hal ini. Modul Pengantar Akuntansi 1 225 . Ketika jangka waktu atau umur wesel dinyatakan dalam jumlah hari.Politeknik Negeri Sriwijaya dengan piutang wesel. begitu wesel diterima. Dalam wesel tertera mengenai tingkat suku bunga yang harus dibayar oleh pembuat wesel kepada pemegang wesel pada saat wesel tersebut jatuh tempo. sampai dengan tanggal piutang wesel jatuh tempo.

Tingkat suku bunga 6% p. Untuk kasus penghitungan bunga yang sesunggunya. 75. Dalam buku ini. Ketentuan atau Kondisi Wesel Nilai nominal Rp.- b). maka umur wesel yang dimaksud dalam rumus di atas adalah lamanya wesel beredar (dalam bulan) dibagi dengan 12. Biasanya.000.Dalam buku ini. maka umur wesel yang dimaksud dalam rumus di atas adalah lamanya wesel beredar (dalam hari) dibagi dengan 360 hari atau 365 hari. Penghitungan bunga untuk berbagai bentuk umur wesel di atas akan diilustrasikan sebagai berikut: a). 50.000. 1 tahun adalah 365 hari. tingkat suku bunga yang dinyatakan dalam wesel adalah tingkat suku bunga tahunan (per annual).75 juta x 6% x 3/12 = Rp.a Jangja waktu wesel 3 hari Penghitungan Bunga Rp.000. asumsi bahwa piutang wesel yang dibahas adalah piutang wesel berbunga (interest-bearing notes receivable). Rumus dasar dalam menghitung bunga adalah sebagai berikut: Nilai Nominal (Pokok) x Tingkat Suku Bunga Tahunan x Umur Wesel Jika jangka waktu wesel dinyatakan dalam jumlah hari. 750. seperti yang terjadi dalam industri jasa keuangan ( bank dan lembaga keuangan lainya). untuk mempermudah ilustrasi penghitungan. 1.000.50juta x 9% x 60/360 = Rp.125. nilai jatuh temponya adalah sebesar nilai nominal wesel ditambah dengan bunga yang dihitung atau dikenakan sepanjang umur wesel. asumsi bahwa 1 tahun adalah 360 hari. Untuk piutang wesel berbunga.000.000.- Modul Pengantar Akuntansi 1226 .a Jangka waktu wesel 60 hari Penghitungan Bunga Rp.Tingkat suku bunga 9% p. Jika jangka waktu wesel dinyatakan dalam jumlah bulan. Ketentuan atau Kondisi Wesel Nilai nominal Rp.

Piutang Wesel Kr. Jadi.000.4.030. Pendapatan Bunga Rp.-ingkat suk bunga 6%. 30.000. asumsi bahwa sebuah wesel yang bernilai nominal Rp.000.000.Politeknik Negeri Sriwijaya Seperti telah disebutkan di atas. piutang wesel tidak dapat ditagih. maka piutang wesel tersebut dinamakan sebagai piutang wesel yang ditolak (dishonored notes receivable).4. Piutang Wesel Rp. Kas Kr.030.Rp. X Ketika wesel jatuh tempo.000.000. X.Kr. maka pemegang wesel akan membuat jurnal sebagai berikut : 26 April 2008.000. Piutang Usaha – Tn.000. Pendapatan Bunga Kp. Piutang Wesel Kr. X Rp.4. Sebagai ilustrasi. Dr. Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat transaksi tersebut adalah: 12 Maret 2008 Dr. wesel atau promes dapat diterima dari pelanggan untuk penggantikan piutang usaha. Ketika piutang wesel tidak berhasil ditagih. ayat jurnal untuk mencatat penerimaan atas nilai nominal wesel berikut bunganya adalah sebagai berikut : 26 April 2008 Dr. 4.000. Piutang Usaha-Tn. piutang wesel dikatakan ditolak ketika piutang tersebut tidak dapat ditagih secara penuh pada saat jatuh temponya. Melanjutkan contoh di atas. jika seandainya pada 26 April 2008.Kr. dan jangka waktu 45 hari diterima pada tanggal 12 maret 2008 untuk menggantikan piutang usaha Tn.Rp.4.- Jika pemegang wesel gagal untuk menagih piutangnya pada saat wesel tersebut jatuh tempo. 4.000.000.000.- Modul Pengantar Akuntansi 1 227 .Rp. maka nilai nominal piutang wesel berikut bunganya akan itransfer kea kun piutang usaha. 30.

30.X . periode akuntansi perusahaan berakhir setiap tanggal 31 Desember . maka pemegang wesel akan membuat ayat jurnal penyesuayan pada akhir periode berjalan untuk mencatat besarnya piutang bunga {bunga yang masih harus diterima} dan mengkuinya sebagai pendapatan bunga untuk periode berjalan .667. Untuk wesel yang memiliki tanggal jatuh tempo pada periode akuntansi berikutnya . tingkat suku bunga 6%.4. Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencacat transaksi tersebut adalah : 12 Desember 2008 Dr.4.4. 4 Juta x 6 % x 19/360 = Rp.000.Kr.Pendapatan bunga sebesar Rp. yaitu pada tanggal 31 Desember 2008..X Pada saat perusahaan tutup buku. asumsi bahwa sebuah wesel yang bernilai nominal Rp. maka ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat oleh pemegang wesel untuk mencatat besarnya piutang bunga dan mengakuinya sebagai pendapatan bunga tahun 2008 aalah sebagai berikut.000. sebagai contoh .000.maka jumlah Rp.Kr.-.000. Piutang Bunga Rp. Piutang Usaha-Tn.030. Pendapatan Bunga Modul Pengantar Akuntansi 1228 . 12. Piutang Wesel Rp.000.akan di hapus dengan cara mendebet akun cadangan piutang tak tertagih. Jika piutang usaha tersebut pada akhirnya tidak juga dapat ditagi . 31 Desember 2008 Dr. dan jangka waktu 45 hari diterima pada tanggal 12 Desember 2008 untuk menggantikan piutang usaha Tn.-telah terjadi walaupun piutang wesel tersebut ditolak {tidak dibayar}.000.

000.( Rp.- Perhatikanlah bahwa besarnya pendapatan bunga yang akan diakui untuk tahun 2008 adalah Rp.667. Kas Kr. Piutang Wesel Kr.- Modul Pengantar Akuntansi 1 229 . 4 juta x 6 % x 26/360 = Rp.000 . Pendapatan Bunga Rp.333. Cara lain untuk menentukan besarnya pendapatan bunga yang akan diakui untuk tahun 2009 adalah: Rp.Kr.000. 4. Piutang Bunga Ketika wesel jatuh tempo.667.Politeknik Negeri Sriwijaya Ayat jurnal balik yang perlu dibuat pada awal tahun berikutnya. 30. Besarnya pendapatan bunga untuk masing-masing tahun akan dilaporkan dalam laporan laba rugi di bagian pendapatan lain-lain.-. 17. Kas Kr.333.Rp.000. maka pada setiap akhir periode akuntansi akan ditutup. 4. 17.. Piutang Wesel Rp.000. Pendapatan Bunga Rp. 12.Rp.Rp.000.000.000. 4. 12. ayat jurnal yang perlu dibuat akan menjadi sebagai berikut: 26 Januari 2009 Dr. maka ketika wesel jatuh tempo.Rp. 12. Akun pendapatan bunga ini karena merupakan akun semestara ( temporary account ). ayat jurnal untuk mencatat penerimaan atas nilai nominal wesel berikut bunga penuhnya adalah sebagai berikut: 26 Januari 2009 Dr. adalah sebagai berikut: 1 Januari 2009 Dr.sedangkan untuk tahun 2009 adalah Rp.030. 4. Seandainya ayat jurnal balik pada tanggal 1 Januari 2009 tidak dibuat..030. 30.667).

17. 27. 12.340. Modul Pengantar Akuntansi 1230 . VIII.000.. 17. maka dengan ayat jurnal yang berbeda yang dibuat pada saat wesel jatuh tempo. b) Terdapat penagihan piutang usaha sebesar Rp.000. Chatar Gichaki menunjukkan saldo bersih piutang usaha sebesar Rp. 30. terkait dengan saldo piutang usaha.Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan April 2008. sedangkan sisanya dilakukan secara kredit.333. neraca PT. 12.- Perhatikanlah bahwa baik dibuat ataupun tidak dibuat ayat jurnal balik pada tanggal 1 Januari 2009.tidak dapat ditagih dan disetujui oleh pejabat perusahaan yang berwenang untuk dihapuskan.333. adalah sebagai berikut: a) Telah terjadi penjualan sebesar Rp. Pada tanggal 31 Maret 2008..sedangkan untuk tahun 2009 adalah tetap Rp. Pendapatan Bunga Rp.000.000.000.000.8 Ilustrasi Problem Soal 1 Perusahaan menggunakan metode pencadangan dalam mencatat besarnya piutang usaha yang tidak dapat ditagih. Diminta: a) Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi yang telah terjadi selama bulan April 2008 di atas! b) Buat ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 30 April 2008 apabila besarnya estimasi atas beban piutang tak tertagih ditetapkan sebesar 2 % dari total penjualan kredit. 291.-.c) Piutang usaha sebesar Rp. 646.667..di mana 30% nya merupakan penjualan tunai.000. besarnya pendapatan bunga yang akan diakui untuk tahun 2008 adalah tetap sebesar Rp. Piutang Bunga Kr.667.000..200. 88. Rp.di mana di dalamnya sudah memperhitungkan cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp.Kr.

Rp. adalah sebagai berikut: a) telah terjadi penagihan kredit sebesar Rp.000.000.000.Rp.246.046.( Rp.706.R p.000. dan jika seandainya cadangan piutang tak tertagih ditetapkan sebesar 2 % dari saldo bruto piutang usaha.- Rp.240.000. 5.Rp 30.340. 41.250.246..340..000.Rp.260.2.200.000.-.000..000. PT.293.200. 9.000.000. Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan September 2008. Medion Rolled memiliki saldo bruto piutang usaha sebesar Rp.000.000.000.291.000.000.- Soal 2 Pada akhir bulan Agustus 2008. 8.3.Rp.000.193.000. Rp.c) piutang usaha sebesar Rp.000.000.Politeknik Negeri Sriwijaya c) Sajikanlah piutang usaha di neraca pada tanggal 30 April 2008! d) Dengan mengabaikan pertanyaan nomor 2 dan 3 di atas.800..340.tidak dapat ditagih dan dihapuskan.860.x 0.dan cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp.646. maka buatlah ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 April 2008 untuk mencatat besarnya estimasi atas beban piutang tak tertagih! Penyelesaian a) Kas Piutang Usaha Penjualan Kas Piutang Usaha Cadangan piutang tak tertagih Piutang Usaha b) Beban piutang tak tertagih Cadangan piutang tak tertagih c) Piutang usaha Rp..000.Rp.291. 7. 9. 30.000. 100.Rp.000.02) + Rp.Rp.260.b) terdapat penagihan piutang usaha sebesar Rp.452.046.000. terkait dengan saldo piutang usaha.) Rp.800.000. 8. 35.- Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih Piutang usaha bersih d) Beban piutang tak tertagih Cadangan piutang tak tertagih (Rp. Modul Pengantar Akuntansi 1 231 .340.000.

000.000. bila taksiran atas kerugian piutang usaha ditetapkan sebagai berikut: Belum menunggak Menunggak 1-30 hari Menunggak 30-60 hari Menunggak 61-90 hari Menunggak lebih dari 90 hari 5% 10% 30% 40% 60% c) Buatlah ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 30 September 2008 untuk mencatat besarnya estimasi atas beban piutang tak tertagih.000. 2. 41.000.000.Berdasarkan analisa umur piutang yang dilakukan pada akhir bulan September 2008.000.d) diterima kembali piutang usaha yang telah dihapus sebesar Rp.Rp.000.Rp.Rp..000.- Modul Pengantar Akuntansi 1232 . 100. apabila cadangan piutang tak tertagih ditetapkan berdasarkan analisa umur piutang tersebut di atas! d) Sajikanlah piutang usaha di neraca pada tanggal 30 September 2008! Penyelesaian a) Piutang usaha Penjualan Kas Piutang usaha Cadangan piutang tak tertagih Rp.000. 7.Rp.000. diperoleh informasi bahwa ternyata: 60% nya belum menunggak 15% telah menunggak 1-30 hari 12% telah menunggak 31-60 hari 8% telah menunggak 61-90 hari 5% telah menunggak lebih dari 90 hari Diminta: a) Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi yang telah terjadi selama bulan September 2008 diatas! b) Buatlah skedul analisa umur piutang untuk menghitung besarnya cadangan piutang tak tertagih pada akhir bulan September 2008.000. 41.000. 100.

000.12.000.000.000.000.000.- Rp. 7.000.000.000.- Umur Piutang Saldo Belum Menunggak Menunggak 1-30 hari Menunggak 31-60 hari Menunggak 1-90 hari Menunggak > 90 hari Jumlah Rp. 15.350.000. 3.Rp.Rp. 87.000.52. 2.15.050. 6.000.960.Rp.- Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih ( Rp.- VIII.000.000. 1.000.000.Rp.191. 12.Rp.Rp.000.000.610.87.Politeknik Negeri Sriwijaya Piutang usaha Piutang usaha Rp.191.559. 2. 2.9 Soal-soal Latihan Soal 1 Berikut ini adalah daftar umur piutang PT.13.441.610.000.) Piutang usaha bersih Rp.10.- Rp.441.000.- c) Beban piutang tak tertagih Cadangan piutang tak tertagih Rp.- b) % Tak tertagih 5% 10% 30% 40% 60% Taksiran Kerugian Piutang Rp.000.000.000.305.784..Rp.000.000.- Rp.Rp.Rp.440. 2.000. 2. 4. 2.Rp. 2.132.000.- Cadangan piutang tak tertagih Kas Piutang usaha Rp. Anderson per 31 Desember 2008: Modul Pengantar Akuntansi 1 233 .200.Rp.- d) Piutang usaha Rp.000.000. 74.

400. yaitu sebagai berikut: Accounts Receivable Allowance for Doubtful Accounts Rp.000 3.000.Diminta: a) Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat besarnya estimasi atas beban piutang tak tertagih! b) Buatlah ayat jurnal. Alex sebesar Rp.000.200.000..600.030.000 13.2) Kemudian pada tanggal 12 Mei 2009 diterima pembayaran atas piutan yang telah dihapus pada tanggal 30 April lalu.700.dan taksiran kerugian piutang berdasarkan analisa umur piutang ditetapkan sebesar Rp.000 3.000.000 600. 100.000 3.200.000 3. 2.000 9.400.000.- Modul Pengantar Akuntansi 1234 .200.000.000 1.000 28.000 3.000 31-60 Days 1. 80.000 1.000 4.200.600.000 4. c) Buatlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun 2008 apabila allowance for doubtful accounts sebelum penyesuaian memiliki saldo debet sebesar Rp.Debtor Amount Not Past Due 1-30 Days 1.000. 75. Kusuma Bangsa memiliki informasi yang diambil dari sebagian saldo buku besar.000.000 2.000 5. 3.500.000 1.200.500.500.000 4.400. 1.600.000.-! Soal 2 Paa tanggal 31 Desember 2008.Rp.000 15.200.000 60.000.000.600.000 31-90 Days Over 90 Days Shinta Coulin Alex Bertus Dandy 2. PT. apabila: 1) Pada tanggal 30 April 2009 dewan komisaris menyetujui penghapusan piutang Tn.000 %Piutang Tertagih 96% 93% 87% 75% 50% Besarnya saldo allowance for doubtful accounts sebelum penyesuaian per 31 Desember 2008 adalah Rp.000.

10.Politeknik Negeri Sriwijaya Sales Sales Returns and Allowances Sales Discounts Rp.000. b) perusahaan menetapkan cadangan piutang tak tertagih sebesar 1% dari piutang bersih. 4.000.Rp. Indah Nusa menetapkan cadangan piutang tak tertagih yan akan tampak dalam neraca adalah sebesar Rp.2) Penetapan berdasarkan saldo piutang : a) perusahaan menetapkan cadangan piutang tak tertagih sebesar 1% dari piutang bruto.Rp. 5.Rp.000. 90. 10.Rp.- Diminta: Apabila kebijakan penjualan adalah penjualan kredit.000. 500.000.- Rp. 3) Penetapan berdasarkan saldo penjualan : Modul Pengantar Akuntansi 1 235 . berikanlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat besarnya estimasi beban piutang tak tertagih. 450. 8.000.000.- Diminta: a) Buatlah ayat jurnal penyesuaian apabila perusahaan menaksir kerugian piutang yang tidak tertagih tahun ini sebesar 1% ari penjualan bersih! b) Buatlah ayat jurnal penyesuaian apabila perusahaan menaksir cadangan piutang yang tidak tertagih sebesar 5 % dari salo bruto piutan usaha! Soal 3 Berikut ini adalah sebagian keterangan yang diambil dari neraca saldo PT.000.Rp.000.000.000. jika: 1) Direktur muda PT.000.000.000.000.000. Indah Nusa: Accounts Receivable Allowance for Doubtful Accounts Sales Sales Returns and Allowances Sales Discounts Rp.000. 20.

yaitu sebagai berikut : Umur Piutang Belum Menunggak Menunggak 1-30hari Menunggak 31-60 hari Menunggak 61-90 hari Menunggak > 90 hari Persentase Piutang 70% 10% 10% 7.5% 2.a) perusahaan menetapkan beban kerugian piutang tak tertagih periode ini sebesar 0.5% Persentase Tidak Tertagih 0% 5% 10% 20% 40% Modul Pengantar Akuntansi 1236 . 4) Penetapan cadangan piutang tak tertagih berdasarkan atas analisis umur piutang.5% dari penjualan. b) perusahaan menetapkan beban kerugian piutang tak tertagih periode ini sebesar 0.5% dari penjualan bersih.

menentukan nilai persediaan akhir selain berdasarkan harga perolehan. Menjelaskan dampak kesalahan penghitungan persediaan terhadap laporan keuangan. LIFO. Anda daiharapkan dapat: 1. 6. Modul Pengantar Akuntansi 1 237 . 9. Memperoleh gambaran mengenai prosedur dasar dalam pengendalian internal atas persediaan. memahami bagaimana persediaan barang dagangan disajikan dalam neraca. 2. mengestimasi persediaan dengan menggunakan metode laba kotor dan metode harga ecer (harga jual).Politeknik Negeri Sriwijaya MODUL IX PERSEDIAAN Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini. LIFO dan rata-rata 7. menentukan harga pokok penjualan dan persediaan akhir dalam sistem pencatatan persediaan perpetual. dan rata-rata. dengan menggunakan metode penilaian FIFO. 8. 3. Mengindentifikasi ketiga metode penilaian persediaan dan menjelaskan dampaknya terhadap laporan laba rugi dan neraca 5. Memahami konsep dasar kepemilikian barang. menentukan harga pokok penjualan dan persediaan akhir dalam sistem pencatatan persediaan periodik. 4. dengan menggunakan metode penilaian FIFO.

barang setengah jadi (barang dalam proses).IX. terdiri dari tiga item (komponen) yang tidak dijumpai dalam laporan laba rugi dari sebuah perusahaan jasa. baru kemudian di jual kepada para pelanggan (distributor). dimana barang dagangan ini dimiliki oleh perusahaan dan sudah langsung dalam bentuk siap untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal perusahaan sehari-hari. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur. yaitu bahan mentah. perusahaan jenis ini terlebih dahulu akan mengubah (merakit) input atau bahan mentah (raw material) menjadi output atau barang jadi (fihished goods/final goods). yaitu berdasarkan pada perjanjian atau Modul Pengantar Akuntansi 1238 . dan laba kotor pendapatan penjualan setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan akan diperoleh laba kotor. Untuk perusahaan dagang. untuk barang yang dengan status masih dalam perjalanan (goods in transit) seharusnya masuk atau diperhitungkan sebagai bagian persediaan dari pihak yang memang secara hukum memiliki hak yang sah atas barang tersebut. Sedangkan dalam laporan laba rugi. Mengenai kepemilikan barang. dan barang jadi (produk akhir). hak kepemilikan barang biasanya ditentukan di awal transaksi jual-beli. baik pada neraca maupun laporan laba rugi. besarnya harga pokok persediaan (yang dijual) merupakan komponen utama penentu kinerja atau hasil kegiatan operasional perusahaan selama periode. yaitu pendapatan penjualan. Jadi dalam perusahaan manufaktur. Dalam neraca dari sebuah perusahaan dagang. harga pokok penjualan. mula-mula persediaannya diklasifikasikan menjadi tiga. Sebuah kesalahan yang terjadi dalam pencatatan dan penilaian atas persediaan akan berakibat fatal. seperti yang telah ditunjukkan dalam modul 5 yang lalu. nilai persediaan seringkali merupakan komponenyang sangan signifikan (material) dibanding dengan nilai keseluruhan aktiva lancar. Bagaimaan perusahaan mengklasifikasikan persediaannya tergantung pada apakah perusahaan adalah pedagang (perusahaan dagang) atau pembuat (perusahaan manufaktur). Laporan laba rugi dari sebuah perusahaan dagang. persediaannya dinamakan persediaan barang dagangan (hanya ada satu klasifikasi).1 Dasar Persediaan Akuntansi haruslah ekstra hati-hati terutama pada waktu berusuran dengan pencatatan dan penilaian atas persediaan. Untuk tujuan akuntansi.

Dalam hal ini. pembelian barang dagangan akan dicatat dengan menggunakan akun pembelian bukan akun persediaan barang dagangan seperti yang dilakukan pada sistem pencatatan perpetual. Terdapat dua metode akuntansi yang lazim dipakai dalam mencatat persedian barang dangangan. Sedangkan bagi pihak yang mengirim atau yang menitipkan. kepemilikan barang akan tetap berada di pihak pengieim (penitip). catatan mengenai harga pokok dari masing-masing barang dagangan yang dibeli maupun yang dijual diselenggarakan secara terinci. bukan pihak yang dititipkan. harga pokok dari barang yang dijual ditentukan setiap kali pejualan terjadi. Dengan sistem periodik. Sistem pencatatan ini akan secara terus menerus menunjukkan berapa besarnya saldo persedian barang dagangan yang ada di gudang untuk masing-masing jenis persediaan. Dalam sistem perpetual. barang konsinyasi ii masih tetap akan diperhitungkan sebagai bagian dari persediaannya sampai barang konsinyasi tersebut nyata-nyata terjual ke konsumen. dengan sistem periodik. Dengan sistem pencatatan perpetual. barang tersebut sudah bukan lagi milik penjual tetapi telah menjadi milik atau tanggung jawab penuh pembeli. Sedangkan jika syarat penjualannya adalah franko gudang pembeli maka kepemilikian barang baru akan beralih dari penjual ke pembeli apabila barang tersebut benar-benar telah diterima atau sampai ke gudang pembeli. Jika syarat penjualannya adalah franko gudang penjual maka begitu barang keluar dari gudang penjual. sehingga barang konsinyasi tersebut seharusnya tidak masuk sebagai persediaan dari pihakyang dititpkan. akun-akun berikut ini secara terpisah Modul Pengantar Akuntansi 1 239 . perusahaan dagan secara sistematis akan selalu menyelenggarakan catatan persediaan untuk menentukan berapa besarnya barang dagangan yang tersedia untuk dijual dan juga berapa yang telah laku terjual. Dalam beberapa transaksi perusahaan dagang. Seperti telah dibahas dalam modul 5 yang lalu. kadang-kadang barang dagangan dapat diperoleh atas dasar konsinyasi. Juga.Politeknik Negeri Sriwijaya syarat-syarat penjualan yang disepakati. yaitu metode atau sistem pencatatan perpetual dan metode atau sistem pencatatan periodik/fisik. Karena barang konsinyasi bukan merupakan milik dari pihak yang dititipkan.

maka setiap laporan penerimaan barang harus dicocokkan dengan formulir pesananan pembelian yang asli. melainkan akan dibahas secara terperinci mengenai metode penilaian persediaan. Dalam modul 9 kali ini tidak akan lagi dibahas mengenai metode pencatatan. kartu akses gudang. serta menjamin keakuratan (ketepatan) penyajian persediaan dalam laporan keuangan. yang terdiri dari : metode FIFO (first-in. Pengendalian internal atas persediaan seharusnya dimulai pada saat barang diterima (yang dibeli dari pemasok). first-out). termasuk petugas keamanan. penyalahgunaan dan kerusakan. Laporan penerimaan barang yang bernomor urut tercetak seharusnya disiapkan oleh bagian penerimaan untuk menetapkan tanggung jawab awal atas persediaan.2 Pengendalian Internal atas Persediaan Pengendalian internal atas persediaan mutlak diperlukan mengingat aktiva ini tergolong cukup lancar. yaitu untuk mengamankan atau mencegah aktiva perusahaan (persediaan) dari tindakan pencurian. seperti yang tertera dalam formulir pesanan pembelian. kamera. pengatur suhu ruangan dan sebagainya. Pengendalian internal atas persediaan juga seringkali melibatkan bantuan alat pengaman. seharusnya dicocokkan dengan harga yang tercantum dalam faktur tagihan (invoice). penyelewengan. Harga barang yang dipesan. sesungguhnya ada 2 tujuan utama dari diterapkannya pengendalian internal tersebut. termasuk pengendalian atas keabsahan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan. Kalau kita berbicara mengenai pengendalian internal atas persediaan. Masing-masing metode penilaian ini dapat diterapkan ke masng-masing metode pencatatan. Untuk memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan apa yang dipesan. seperti kaca dua arah. perusahaan akan mencatat persediaan dalam catatan akuntansi. Setelah laporan penerimaan barang. IX. dan faktur tagihan dicocokkan. Di dalamnya. first-out).(masing-masing) akan digunakan : potongan pembelian. dan metode rata-rata (average cost method). metode LIFO (lastin. formulir pesanan pembelian. sensor magnetik. Modul Pengantar Akuntansi 1240 . retur pembelian dan penyesuaian harga beli dan ongkos angkut masuk.

Jadi.Politeknik Negeri Sriwijaya Cobalah perhatikan bagaimana sebuah toko retail. Untuk menjamin keakuratan besarnya persediaan yang dilaporkan dalam laporan keuangan. maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara menyusun keramik-keramik tersebut untuk menghindari pecahnya keramik yang ada pada tumpukan yang paling bawah. gas tabung. Alfamart dan Hero mengamankan barang dagangannya. dan lain sebagainya. Atau juga cobalah perhatikan bagaimana sistem pengamanan yang dterapkan oleh Carrefour. bahwa dalam sistem poencatatan perpetual. perusahaan dagang seharusnya melakukan pemeriksaan fisik atas persediaannya. Seperti yang sudah dibahas dalam modul-modul sebelumnya. bahan adukan cat. Sistem pencatatan perpetual. obat. Suhu tempat di mana barang disimpan juga seharusnya diatur sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya kerusakan atas barang dagangan seperti makanan danminuman tertentu. Seteiap pengeluaran barang dari gudang seharusnya dilengkapi atau didukung dengan formulir permintaan barang. persediaan seharusnya disimpan dalam gudang yang dimana aksesnya dibatasi hanya untuk karyawan tertentu saja. Superindo. seperti Indomaret. yang dimana sensor magnetik ditempatkan di dekat pintu keluar. yang telah diotorisasi sebagaimana mestinya. Jika barang dagangan berupa keramik. Mengenai tempat penyimpanan persediaan. dapat dilakukan bukan untuk menghitung saldo akhir persediaan melainkan sebagai pengecekan silang mengenai keabsahan atas saldo persediaan yang dilaporkan dalam buku besar persediaan. Modul Pengantar Akuntansi 1 241 . Informasi mengenai jumlah atas masing-masing jenis barang dagangan dapat segera tersedia dalam buku besar pembantu untuk masing-masing persediaan. Tentu saja di tempattempat tersebut memiliki kaca dua arah dan satpam untuk membantu mengawasi barang dagangannya dan tindakan oknum pembeli yang ingin bermaksud tidak baik. hasil dari penghitungan fisik akan dibandingkan dengan data persediaan yang tercatat dalam buku besar untuk menentukan besarnya kekurangan yang ada ats saldo fisik persediaan. Penggunaan sistem pencatatan perpetual juga memberikan pengendalian yang efektif atas persediaan. hasil dari penghitungan fisik atas persediaannya.

Persediaan akhir di periode berjalan akan secara otomatis menjadi persediaan awal di tahun berikutnya. Kesalahan yang terjadi dalam melakukan penghitungan atas persediaan akan mempengaruhi baik neraca maupun laporan laba rugi. Sebagai ilustrasi. dan total aktiva. misalkan bahwa berdasarkan penghitungan fisik atas persediaan yang dilakukan pada tanggal 31 Desember 2008. sehingga besarnya mdal juga akan menjadi salah saji di neraca. maka besarnya aktiva lancar maupun total aktiva perusahaan secara keseluruhan juga akanmenjadi salah saji di neraca. juga ingat kembali bahwa laba bersih ini akan ditutup ke akun modal pada setiap akhir periode akuntansi. aktiva lancar. perusahaan telah Modul Pengantar Akuntansi 1242 . Kesalahan dalam mencatat besarnya fisik persediaan ini akan menyemodulkan salah saji dalam saldo persediaan akhir. dan laba bersih yang tersaji dalam laporan laba rugi menjadi keliru.Pendapatan (Beban) Lain-Lain = Laba Bersih Kemudian.3 Kesalahan dalam Perhitungan Persediaan Ingat kembali bahwa baik persediaan awal maupun persediaan akhir digunakan untuk menghitung besarnya harga pokok penjualan dalam sistem pencatatan periodik. Karena persediaan merupakan aktiva lancar. laba kotor. Besarnya salah saji untuk modal akan sama dengan besarnya salah saji untuk persediaan akhir.IX. Di samping itu kesalahan dalam melakukan penghitungan atas persediaan ini juga akan mengakibatkan besarnya harga pokok penjualan. Efeknya terhadap harga pokok penjualan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Persediaan Awal + harga Pokok Pembelian – Persediaan Akhir = Harga Pokok Penjualan Efeknya terhadap laba kotor dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan = Laba Kotor Sedangkan efeknya terhadap laba bersih dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Laba Kotor – Beban Operasional +/.

000.000. 23.000.000.-.- Sekarang sebaliknya. Sejak laba bersih ditutup ke akun Modul Pengantar Akuntansi 1 243 .000.Rp. berarti kekecilan Rp.000.000. 23. Kesalahan dalam pencatatan ini akan menyemodulkan besarnya persediaan akhir. maka harga pokok penjualan akan menjadi kekecilan Rp. dan total aktiva di neraca menjadi kebesaran Rp.000. padahal jumlah yang seharusnya adalah Rp.000.000.Politeknik Negeri Sriwijaya keliru mencatatnya sebesar Rp.000.000. 475.000. perusahaan telah keliru mencatatnya sebesar R.Rp.Rp. (23..000).000.000.000). 425. Karena nilai persediaan akhir kekecilan.-.000. pada akhirnya laba kotor dan laba bersih akan menjadi kebesaran Rp.000). Efeknya terhadap laporan keuangan perusahaan akan diringkas sebagai berikut: Jumlah Salah Saji Neraca: Persediaan akhir kekecilan Aktiva lancar kekecilan Total aktiva kekecilan Modal kekecilan Rp. 23. Dengan demikian.-.000.-. misalhnya bahwa berdasarkan penghitungan fisik atas persediaan yang dilakukan pada tanggal 31 Desember 2008. (23. (23. 452. Rp.000). maka harga pokok penjualan yang tersaji dalam laporan laba rugi akan menjadi kebesaran Rp.000. (23.000.Rp.-.000.Sejak laba bersih ditutup ke perkiraan modal.000.-.- Laporan Laba rugi: Harga pokok penjualan kebesaran Laba kotor kekecilan Laba bersih kekecilan Rp.000).000.000.000.padalah jumlah yang benar adalah hanya sebesar Rp. 23. Dengan demikian.000. 475.000). 23.000. aktiva lancar. (23. dan total aktiva di neraca menjadi kekecilan sebesar Rp. Kesalahan dalam pencatatan ini akan menyemodulkan besarnya persediaan akhir.-.000. Rp.000).000. Rp.-. Karena nilai persediaan akhir kebesaran. (23. (23. maka besarnya modal yang disajikan dalamn eraca per tanggal 31 Desember 2008 uga akan menjadi kekecilan Rp. 23.Rp.000. aktiva lancar. 23.

000.000. Dalam kasus ini. Persediaan Barang Dagangan Kr.Rp 23.000.000.000.modal.000. Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mengoreksi besarnya persediaan akhir yang telah dicatat kekecilan adalah sebagai berikut (baik apakah perusahaan menggunakan metode periodik ataupun perpetual: Dr.000.Rp 23.Rp 23.000. 23.000. Efeknya terhadap laporan keuangan perusahaan akan diringkas sebagai berikut: Jumlah Salah Saji Neraca: Persediaan akhir Kebesaran Aktiva lancar Kebesaran Total aktiva Kebesaran Modal Kebesaran Rp 3.000.000).- Rp 23.Rp 23.000.- Kesalahan dalam melakukan penghitungan fisik atas persediaan akhir biasanya baru diketahui dalam periode berikutnya setelah kesalahan tersebut dicatat.000. maka besarnya modal yang disajikan dalam neraca per tanggal 31 Desember 2008 juga akan menjadi kebesaran Rp. laporan keuangan periode yang lalu dimana kesalahan terjadi haruslah dikoreksi.000.000. Modal > XXX Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mengoreksi besarnya persediaan akhir yang telah dicatat kebesaran adalah sebagai berikut (baik apakah perusahaa menggunakan metode periodik ataupun perpetual): Modul Pengantar Akuntansi 1244 .-.000.- Laporan Laba rugi: Harga pokok penjualan Kekecilan Laba kotor Kebesaran Laba bersih Kebesaran Rp (23.

Politeknik Negeri Sriwijaya Dr. maka laba bersih untuk tahun berikutnya ini akan menjadi kebesaran. maka besarnya persediaan awal di tahun berikutnya juga akan menjadi kekecilan. maka perkiraan modal yang terdapat dalam dua jurnal di atas diganti dengan perkiraan laba ditahan. Modul Pengantar Akuntansi 1 245 . Modal Kr. maka besarnya laba bersih untuk periode berjalanini juga akan menjadi kekecilan. Oleh karena semodul itu. bukan perserorangan atau persekutuan. Jadi. karena kesalahan dalam persediaan akhir di periode berjalan akan memiliki efek yang membalik atas besarnya laba bersih periode berikutnya. jika kekeliruan baru ditemukan setelah dua periode berikutnya. besarnya persediaan akhir telahkeliru dicatat kekecilan. Akan tetapi. maka tidak perlu ayat jurnal koreksi. Persediaan Barang Dagangan > XXX Apabila bentuk perusahaan adalah perseroan. Saldo persediaan akhir yang kekecilan dalam periode berjalanini akan di bawa ke periode berikutnya sebagai persediaan awal. Jika persediaan awal di tahun berikutnya kekecilan. total laba bersih akan terkoreksi dengan sendirinya. setelah dua tahun. Perhatikanlah dua kemungkinan berikut ini: (1) Kesalahan persediaan Harga penjualan Persediaan akhir kekecilan Persediaan awal kekecilan Kekecilan Kebesaran Kekecilan kebesaran pokok Laba bersih Perhatikanlah bahwa jika dalam periode berjalan. jika kekeliruan ini baru ditemukan setelah dua tahun berikutnya. Karena persediaan akhir dalam periode berjalan kekecilan. maka tidak ada ayat jurnal koreksi.

Dalam hal ini. yang akan menjadi nilai persediaan akhir adalah harga pokok dari unit atau barang yang terakhir kali dibeli. Dengan menggunakan metode FIFO. Sebaliknya. metode rata-rata (average cost method). firstout). maka laba bersih untuk periode berjalanini juga akan menjadi kebesaran. 4 Metode dalam Penilaian Persediaan Dalam akuntansi. Saldo persediaan akhir yang kebesaran dalam periode berjalan ini akan dibawa ke periode berikutnya sebagai persediaan awal. metode LIFO (last-in. dengan menggunakan metode LIFO. Jika persediaan awal di tahun berikutnya kebesaran. harga pokok dari barang yang pertama kali dibeli adalah yang akan diakui pertama kali sebagai harga pokok penjualan. yang pertama kali akan dijual. Dalam hal ini. yaitu: metode FIFO (first-in. Dengan menggunakan metode FIFO. first-out). maka tidak perlu ayat jurnal koreksi. maka laba bersih untuk tahun berikutnya. tidak berarti bahwa unit atau barang yang pertama kali dibeli adalah unit atau barang. penekannya di sini bukan kepada unit atau fisik barangnya.Kesalahan persediaan Harga penjualan pokok Laba bersih Persediaan akhir Kebesaran Persediaan awal Kebesaran Kekecilan Kebesaran Kebesaran Kebesaran Perhatikanlah bahwa jika dalam periode berjalan. Karena persediaan akhir dalam periode berjalan kebesaran. Jadi. maka laba bersih untuk tahun berikutnya ini akan menjadi kekecilan. harga pokok dari barang yang terakhir kali dibeli adalah yang akan dakui pertama kali sebagai harga pokok penjualan. dikenal tiga metode yang dapat digunakan dalam menghitung besarnya nilai persediaan akhir. melainkan lebih kepada harga pokoknya. IX. jika kekeliruan ini baru ditemukan setelah dua tahun berikutnya. maka nilai persediaan awal di tahun berikutnya juga akan menjadi kebesaran. tidak berarti bahwa unit atau barang yang terakhir kali Modul Pengantar Akuntansi 1246 . Oleh semodul itu. nilai persediaan akhir telah keliru dicatat kebesaran.

maka penggunaan metode LIFO ini akan menghasilkan nilai persediaan akhir yang paling kecil. danlaba kotor serta laba bersih yang berada diantara hasil metode FIFO dan LIFO. yang akan menjadi nilai persediaan akhir adalah harga pokok dari unit atau barang yang pertama kali dibeli. sehingga pengaruhnya terhadap besarnya harga pokok penjualan. dan laba kotor serta laba bersih yang paling kecil. kita dapat juga melihat bahwa ternyata ketika metode LIFO digunakan sepanjang periode inflasi atau ketika harga barang meningkat. maka dapat dipastikan bahwa ketiga metode penilaian di atas masing-masing akan menghasilkan besarnya nilai persediaan akhir yang sama. Jika perusahaan menggunakan metode FIFO dalam menilai persediaan akhirnya dan asumsi bahwa telah terjadi peningkatan harga barng atau inflasi. Namun.Politeknik Negeri Sriwijaya dibeli adalah unit atau barang yang pertama kali akan dijual. Penghematan dalam hal pajak penghasilan ini tentu saja timbul karena dengan metode LIFO akan melaporkan jumlah laba bersih yang paling kecil dibanding metode FIFO dan rata-rata. jika perusahaan menggunakan metode LIFO dalam menilai persediaan akhirnya. Dari contoh ini. maka masing-masing dari ketiga metode penilaian tersebut di atas pada umumnya akan menghasilkan besarnya nilai persediaan akhir. Sama seperti metode FIFO. cobalah perhatikan contoh berikut ii. Sedangkan harga pokok dari barang yang dibeli adalah tetap sama (stabil). dan laba kotor dan laba bersih. laba kotor. harga pokok penjualan. maka penggunaan metode FIFO ini akan menghasilkan nilai persediaan akhir paling besar. Sebaliknya. melainkan harga pokoknya. Dengan menggunakan metode LIFO. serta laba bersih juga akan sama. harga pokok penjualan yang paling kecil. harga pokok penjualan. harga pokok penjualan yang paling besar. penekanannya bukan kepada unit atau fisik barangnya. begitu harga pokok atas barang yang dibeli berubah. dan laba kotor serta laba bersih yang paling besar. Sedangkan penggunaan metode rata-rata akan menghasilkan nilai persediaan akhir. maka penggunaan metode LIFO akanmemberikan penghematan dalam hal pajak penghasilan. Modul Pengantar Akuntansi 1 247 .

- Rp. seperti yang telah dibahas dalam modul 5 yang lalu (akuntansi utuk perusahaan dagang). 210. dan asumsi bahwa harga jual per unit adalah Rp. 200.000. harga pokok penjualan.- Rp. setiap pembelian barang dagangan dari pemasok akan dicatat oleh perusahaan dengan cara mendebet akun persediaan barang dagangan dan mengkredit akun kas atau utang usaha.000. perhatikanlah contoh berikut: Tanggal 1 Maret 5 Maret 12 Maret 19 Maret 23 Maret 27 Maret 31 Maret Keterangan Persediaan awal Penjualan Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Pembelian Kuantitas (unit) 120 84 96 48 24 60 60 Harga perolehan per Unit Rp.IX. pada setiap transaksi penjualan barang dagangan ke pelanggan. 220. danlaba kotor adalah: Modul Pengantar Akuntansi 1248 .000. harga pokok dari barang yang dijual akan dicatat dengan cara mendebet akun harga pokok penjualan dan mengkredit akun persediaan barang dagangan.Rp. Untuk mengilustrasikan masing-masing metode penilaian (FIFO. LIFO dan rata-rata) dalam sistem pencatatan perpetual. maka besarnya nilai persediaan akhir.000.- Dengan menggunakan data di atas.. Demikian juga. 220. 300.000.dimana pembelian maupun penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit. 5 Penilaian Persediaan dalam Sistem Pencatatan Dalam sistem persediaan perpetual.

8 jt 36 36 96 19 mar 36 12 200. 210.600.2 jt 20.64 jt 12.000 200. 220.000 220..per unit. Besarnya persediaan akhir yang akan disajikan dalam neraca per 31 Maret meliputi dua lapis..per unit.000 210..000 210.400. 26.6 jt 12. 210. 200.000 210. 200.000 210.000 13. yaitu: 60 unit 120 unit 180 unit x Rp. yaitu 36 unit dengan harga perolehan (harga pokok) sebesar Rp. saldo persediaan akhir pada tanggal 12 Maret (setelah pembelian 96 unit) dilaporkan dalam dua lapis.000.2 jt 60 120 Perhatikanlah bahwa setelah 84 unit dijual pada tanggal 5 maret. 210.per unit.- Modul Pengantar Akuntansi 1 249 .000.Politeknik Negeri Sriwijaya (1) Jika Metode Penilaian Adalah Fifo Tgl 12 mar 5 mar 12 mar Pembelian Unit HP Total Harga pokok penjualan Unit HP Total Saldo Persediaan Unit 120 HP 200.2 jt 2.Rp.6 jt 26.16 jt 84 96 210.000.2 jt 31 mar 60 220. persediaan yang masih tersisa adalah hanya 36 unit dengan harga perolehan (harga pokok) sebesar Rp. Penjualan 48 unit tersebut diambil dar 36 uni dengan harga perolehan (harga pokok) sebesar Rp.= = Rp...000 13.000.000.000.16 jt 200.000. bukan Rp..= x Rp..per unit dan 96 unit dengan harga perolehan (harga pokok) sebesar Rp.000 200.000 17. 210.2 jt 12..per unit.per unit.Rp.000. Kemudian.000 210.000.000.000. 200. Berikutnya. Oleh karena itu. 39.000 20.6 jt 13.000.000.000 Total 24 jt 7.04 jt 84 60 60 60 210.4 jt 23 mar 27 mar 24 60 220. 12.000 16. 210..000 220. diperhatikanlah bahwa penjualan barang dagangan sebanyak 48 unit yang dilakukan pada tanggal 19 Maret menyisakan persediaan sebanyak 84 unit dengan harga perolehan (harga pokok) sebesar Rp.000 210.per unit.2 jt 7. 96 unit yang dibeli pada tanggal 12 Maret diperoleh dengan harga Rp.52 jt 5.000 7.

200.000 14.560.000 12/3 Persediaan barang dagangan Utang Jasa 19/3 Piutang Usaha Penjualan Harga Pokok penjualan Persediaan Barang Dagangan 23/3 Piutang Usaha Penjualan Harga pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan 27/3 Persediaan Barang Dagangan Utang Usaha 31/3 Persediaan Barang Dagangan Utang Usaha Modul Pengantar Akuntansi 1250 .400.200.000 20.200.000 13.200.000 16.040.200.000 13.000 9.720.000 7.- Laporan Keuangan di atas tentu saja diperoleh dari ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 5/3 Piutang Usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan Barang Dagangan 25.000 13.15.400.46.200.(Rp.000 14.800.000 9.000 5.200.000.000.200.160.000 7.000.31.harga pokok penjualan.000 16.800.Sedangkan besarnya penjualan.000 25.160.-) Rp. dan laba kotor yang akan di sajikan dalam laporan laba rugi untuk bulan yang berakhir 31 Maret adalah sebagai berikut: Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Rp.000 20.720.040.240.000 5.800.000 13.

Politeknik Negeri Sriwijaya

(2) Jika metode penilaian adalah LIFO: Tgl Pembelian Harga Pokok Penjualan Total Un Hp it Total Saldo Persediaan

Un HP it 1 Mar 5 Mar 12 Mar 19 Mar 23 Mar 27 Mar

Unit 120

HP 200.000 200.000 200.000 210.000 200.000 210.000 200.000 210.000 200.000 210.000 220.000

Total 24jt 7,2jt 7,2jt 20,16jt 7,2jt 10,08jt 7,2jt 10,08jt 7,2jt 5,04jt 13,2jt

84 96 210.000 20,16jt 48 24 60 220.000 13,2jt

200.000

16,8jt 36 36 96 10,08jt 36 48 5,04jt 36 24 36 24 60

210.000 210.000

31 Mar

60

220.000

13,2jt

36 24 120

200.000 210.000 220.000

7,2jt 5,04jt 26,4jt

Dengan menggunakan metode penilaian LIFO, harga pokok penjualan untuk masing-masing unit yang di jual pada tanggal 19 Maret adalah harga pokok dari barang yang di beli pada tanggal 12 Maret, yaitu Rp.210.000,-per unit.Saldo Persediaan akhir pada tanggal 19 Maret(setelah penjualan 48 Unit) adalah terdiri atas 36 Unit yang tersisa dari persediaan awal bulan Maret dan 48 unit yang tersisa dari pembelian barang dagangan pada tanggal 12 maret.

Besarnya persediaan akhir yag akan di sajikan dalam neraca per 31 Maret meliputi tiga lapis,yaitu:

Modul Pengantar Akuntansi 1

251

36 unit x Rp.200.000,- = Rp. 7.200.000,24 unit x Rp.210.000,- = Rp. 5.040.000,120 unit x Rp.220.000,- = Rp. 26.400.000,180 = Rp 38.640.000,-

Sedangkan besarnya penjualan, harga pokok penjualan dan laba kotor yang akan disajikan dalam laporan laba rugi untuk bulan yang berakhir 31 Maret adalah sebagai berikut: Penjualan Rp. 46.800.000,-

Harga pokok Penualan (Rp. 31.920.000,-) Laba Kotor Rp. 14.880.000,-

Laporan keuangan di atas tentu saja diperoleh dari ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 5/3 Piutang Usaha Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang dagangan 12/3 Persediaan Barang dagangan Utang Usaha 19/3 Piutang Usaha Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang dagangan 23/3 Piutang Usaha Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang dagangan 27/3 Persediaan Barang dagangan Utang Usaha 31/3 Persediaan Barang dagangan Utang Usaha 13.200.000 13.200.000 13.200.000 13.200.000 7.200.000 7.200.000 5.040.000 5.040.000 14.400.000 14.400.000 10.080.000 10.080.000 20.160.000 20.160.000 16.800.000 16.800.000 25.200.000 25.200.000

Modul Pengantar Akuntansi 1252

Politeknik Negeri Sriwijaya

(3) Jika metode Penilaian adalah Rata-Rata: Tgl Uni t Pembelian HP Total Harga Pokok Penjualan U HP Total ni t Saldo Persediaan Uni t HP Total

1 Mar 5 Mar 12 Mar 19 Mar 23 Mar 27 Mar 31 Mar

120 84 96 210.00 0 20,16 jt 48 24 60 60 220.00 0 220.00 0 13,2 jt 13,2 jt 207.272 ,2 207.272 ,7 9,93 jt 4,975 jt 200.000 16,8 jt 36 132 84 60 120 180

200.000 200.000 207.272 ,7 207.272 ,7 207.272 ,7 213.633 215.756

24 jt 7,2 jt 27,36 jt 17,41 jt 12,436 jt 25,636 jt 38,836 jt

Metode harga pokok rata-rata dalam sistem perpetual dinamakan sebagai metode rata-rata bergerak (moving average cost method). Dengan menggunakan metode penilaian rata-rata, harga pokok penjualan untuk masing-masing unit yang dijual pada tanggal 19 Maret adalah berdasarkan ratarataharga perolehan per unit dari barang yang tersedia untuk dijual [(7,2 juta + 20,16 juta):(36+96)], yaitu sebesar Rp. 207.272,7 per unit. Saldo persedian akhir pad tanggal 19 Maret (setelah penjualan 48 unit) adalah 84 unit dengan rata-rata harga perolehan unit sebesar Rp. 207.272,7. Kemudia,24 Unit yang di jual pada tanggal 23 maret masih karena antara tanggal 12 maret akhir (setelah pembelian 96 unit) sampai daangan dari pemasok, dengan kata lain bahwa besarnya rata-rata harga perolehan per unit dari barang yang tersedia untuk dijual per tanggal 23 Maret adalah masih sama sebesar Rp. 207.272,7.

Modul Pengantar Akuntansi 1

253

Namun,setelah dilakukan pembelian barang dagangan dari pemasok pada tanggal 27 Maret, yaitu sebanyak 60 unit, maka besarnya rata-rata harga perolehan per unit dari barang yang tersedia untuk di jual adalah Rp.215.756.

Besarnya persediaan akhir yang akan di sajikan dalam neraca per 31 Maret adalah: 180 Unit x Rp.215.756,= Rp.38.836.000,-

Sedangkan besarnya penjualan, harga pokok penjualan, dan laba kotor yang akan di sajikan dalam laporan laba rugi untuk bulan yang berakhir 31 Maret adalah sebagai berikut: Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Rp.46.800.000,(Rp.31.725.000,- Pembulatan Rp.15.075.000,- Pembulatan

Laporan keuangan di atas tentu saja diperoleh dari ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 5/3 Piutang usaha Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang dagangan Persediaan Barang Dagangan Utang Usaha Piutang Usaha Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan 25.200.000 25.200.000 16.800.000 16.800.000 20.160.000 20.160.000 14.400.000 14.400.000 9.950.000 9.950.000

12/3 19/3

23/3

27/3 31/3

Piutang Usaha 7.200.000 Penjualan Harga Pokok Penjualan 4.975.000 Persediaan Barang Dagangan Persediaan Barang Dagangan 13.200.000 Utang Usaha Persediaan Barang Dagangan 13.200.000 Utang usaha

7.200.000 4.975.000 13.200.000 13.200.000

Modul Pengantar Akuntansi 1254

Politeknik Negeri Sriwijaya

IX.6. Penilaian Persediaan dalam Sistem Pencatatan Periodik Jika sistem persediaan periodik d gunakan,maka hanya pendapatan saja yang akan di catat ketika penjualan terjadi, tidak ada ayat jurnal yang di buat untuk mencatat besarnya harga pokok penjualan. Nantinya, pada setiap akhir periode akntansi, penghitungan fisik atas persediaan akan dilakukan untuk menentukan besarnya persediaan akhir dan harga pokok penjualan. Sama seperti sistem persediaan perpetual, asumsi aliran harga pokok harus dibuat ketika barang dagangan dibeli pada berbagai tingkat harga yang berbeda sepanjang periode. Untuk mengilustrasikan masing-masing metode penilaian(FIFO,LIFO dan Rata-Rata) Dalam sistem pencatatan periodik, perhatikanlah contoh berikut: Tgl Keterangan Kuantitas (unit) 200 300 400 100 1.000 Harga Perolehan Per unit Rp. 90.000,Rp. 100.000,Rp. 110.000,Rp. 120.000,Total Harga Prolehan Rp. 18.000.000,Rp. 30.000.000,Rp. 44.000.000,Rp. 12.000.000,Rp. 104.000.000,-

1 Jan Persediaan Awal 5 Mar Pembelian 18 Agsts Pembelian 26 Des Pembelian Tersedia Untuk dijual

Berdasarkan penghitungan fisik yang di lakukan pada tanggal 31 Desember menunjukkan bahwa besarnya barang dagangan yang belum terjual adalah 300 unit.

Dengan Menggunakan data di atas maka besarnya nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan adalah: (1) Jika metode penilaian adalah FIFO: Dengan menggunakan metode penilaian FIFO, besarnya persediaan akhir sebanyak 300 unit yang akan disajikan dalam neraca per 31 Desember,terdiri atas dua lapis:

Modul Pengantar Akuntansi 1

255

100 unit x Rp. 120.000,- = Rp. 12.000.000,200 unit x Rp. 110.000,- = Rp. 22.000.000,300 unit = Rp. 34.000.000,-

Karena barang yang tersedia untuk dijual adalah 1.000 unit, dimana 300 unitnya masih tersedia di gudang, maka berarti banyaknya unit yang sudah terjual adalah 700 unit. Besarnya harga pokok penjualan untuk 700 unit ini dapat di tentukan sebagai berikut:

200 unit x Rp. 90.000,- = Rp. 18.000.000,300 unit x Rp.100.000,- = Rp. 30.000.000,200 unit x Rp.110.000,- = Rp. 22.000.000,700 unit = Rp. 70.000.000,-

Besarnya harga pokok penjualan di atas dapat juga di hitung dengan cara biasa, yaitu:

= Harga pokok dari barang yang Tersedia untuk dijual = = Rp. 104.000.000

-

Harga pokok Persediaan akhir

Rp.70.000.000,-

Rp. 34.000.000

(2) Jika metode penilaian adalah LIFO: Dengan menggunakan metode penilaian LIFO, besarnya persediaan akhir sebesar 300 unit yang akan disajikan dalam neraca per 31 Desember, terdiri atas dua lapis: 200 unit x Rp. 90.000,- = Rp. 18.000.000,100 unit x Rp. 100.000,- = Rp. 10.000.000,300 unit = Rp. 28.000.000,-

Besarnya harga pokok penjualan untuk 700 unit dapat ditentukan sebagai berikut:

Modul Pengantar Akuntansi 1256

76.31.7. 12. 28. Untuk Mengilustrasikan penerapan metode LCM.000.000..per unit x 700 unit = Rp.000.Sedangkan nilai persediaaan akhir adalah Rp..72.200 unit x Rp.000. Penilaian Persediaan Selain Harga Perolehan Kadang-kadang nilai atas persediaan yang lama menjadi turun sebagai akibat dari perubahan teknologi dan mode yang berkembang dengan sangat pesat. Ketika harga pokok untuk membeli barang yang sama pada saat ini(harga pasar) lebih kecil dibandingkan dengan harga perolehan(cost) pada saat barang pertama kali dibeli. Jadi.000.000 : 1.000.120. 76.000..110.- Besarnya harga pokok penjualan di atas dapat juga di hitung dengan cara biasa.- IX. besarnya harga pokok rata-rata tertimbang dari 1.000.000. yaitu: = Harga pokok dari barang yang Tersedia untuk dijual = = Rp. besarnya harga pokok penjualan untuk 700 unit adalah Rp.per unit x 300 unit = Rp.400 unit x Rp.= Rp.000.per unit.-..000 (3) Jika metode penilaian adalah Rata-Rata: Dengan menggunakan data ilustrasi di atas.000. maka metode harga yang terendah antara harga perolehan dengan harga pasar (lower of cost or market method) digunakan untuk menilai persediaan. 104.104. perhatikanlah contoh berikut: Modul Pengantar Akuntansi 1 257 .200.000.= Rp. 44.000.Harga pokok Persediaan akhir Rp.000.000 unit yang tersedia untuk dijual adalah Rp.000.000.= Rp.000 Rp. 20..800.000.000.000 unit = Rp.100.Politeknik Negeri Sriwijaya 100 unit x Rp. 104..000.000.700 unit = Rp. 104. 104.000.

. 159. 15.000 Rp.2.000 Rp.(168 juta-166 juta) Mengenai penerapan metode LCM secara lebih terperinci.9.000.000.000 Rp.000 Kategori B : Produk Z Produk W Rp.000.000.000 Jika metode LCM diterapkan ke setiap item persediaan. 45.000.000.(168 juta-164 juta).000 Rp.000.166.000. sekaligus ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat besarnya kerugian akibat penurunan nilai pasar akan dibahas nanti dalam buku akuntansi.000.000..000.000 Rp.000.Dan besarnya kerugian akibat penurunan nilai pasar yang akan di laporkan dalam laporan laba rugisebagai pengurang laba bersih adalah Rp.000.000.000. 164.000. 4.000 Rp.000.Komoditas Kategori A : Produk X Produk Y Harga Perolehan Harga pasar LCM Rp.4. 166.000.000. 45. Modul Pengantar Akuntansi 1258 .000. Jika metode LCM di terapkan ke perediaan secara keseluruhan maka besarnya persediaaan yang akan di laporkan dalam neraca adalah Rp.000.(168 juta-159 juta) Jika metode LCM diterapkan ke kelompok atau kategori utama dari item pesediaan.000 Total Rp.000.000 Rp.000.000 Rp.000.000 Rp.000 Rp.107.159. 52. 14.000 Rp.000 Rp.000 Rp.168. maka besarnya persediaan yang akan di laporkan dalam neraca adalah Rp. maka besarnya persediaan yang akan dilaporkan dalam neraca adalah Rp. 59. 48. 5.000 Rp. 55.000 Rp.000.(105 juta + 59 juta) dan besarnya kerugian akibat penurunan nilai pasar yang akan di laporkan dalam laporan laba rugi sebagai pengurangan laba bersih adalah Rp.000.000.000.dan besarnya kerugian akibat penurunan nilai pasar yang akan di laporkan dalam laporan laba bersih adalah Rp. 63. 60.000.45.000.105.000 Rp.000.55.

Metode laba kotor ini berdasarkan observasi bahwa hubungan antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan biasanya relative cukup stabil dasi satu period eke periode berikutnya. kas merupakan aktiva yagn paling likuid (lancar). vang kemudian selanjutnya memungkinkan untuk melakukan penghitungan atas besarnya estimasi harga pokok penjualan dan persediaan akhir. persediaan barang daganagn dan seterusnya. Jadi. dan persediaan.9 Estimasi Persediaan Metode Laba Kotor Metode laba kotor menggunakan estimasi laba kotor untuk mengestimasi besarnya persediaan pada akhir periode. Persentase laba kotor periode lalu sebesar 40 % akan digunakan untuk menentukan besarnya estimasi laba kotor bulan januari. dan seterusnya.Karya Utama Neraca 31 Desember 2008 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagangan xxx xxx xxx IX. UD. piutang lebih lancar dripada pesediaan. lalu diikuti dengan piutang usaha. Jadi.8 Penyajian Persediaan Barang dagangan Neraca Ingat kembali bahwa penyajian aktiva lancar dalam neraca disusun berdasarkan urutan tingkat likuiditasnya. besarnya persentase laba kotor untuk periode berjalan di asumsikan sama dengan besarnya persentase laba kotor yang dihasilkan dalam periode-periode sebelumnya. Modul Pengantar Akuntansi 1 259 .Politeknik Negeri Sriwijaya IX. Kas lebih lancar disbanding piutang.

000 40% Setelah besarnya estimasi harga pokok penjualan diperoleh.000 Besarnya estimasi persediaan akhir ini sekarang dapat digunakan dalam laporan keuangan 31 Januari atau dapat dibandingkan dengan catatan persediaan perpetual (jika ada). 300.000. estimasi persediaan akhir dapat dihitung dengan cara : Persediaan awal (aktual) Harga pokok barang yang dibeli (aktual) Rp.350.000) ( 60 %) Rp.000 Harga pokok penjualan (estimasi) Persediaan akhir (estimasi) (Rp300.000.000 Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual (aktual) Rp. 500.000. Sebagai catatan.000 Rp. persediaan kapanpun diinginkan.000 100 % (Rp.400. atau juga dapat digunakan sebagai dasar dalam perhitungan klaim asuransi jika seandainya saja musibah terjadi atas persediaan. Modul Pengantar Akuntansi 1260 .000.000.250.000.000.Penjualan bersih (aktual) Harga pokok penjualan (estimasi) Laba kotor (estimasi) Rp. besarnya harga pokok dari barang yang dibeli ini merupakan penjumlahan antara besarnya pembelian bersih (pembelian dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian serta penyesuaian harga beli) dengan besarnya ongkos angkut masuk. Sama seperti metode laba kotor. Metode Harga Ecer (Harga Jual) Metode harga jual banyak dipakai oleh perusahaan pengecer untuk menghitung nilai persedian akhir menurut estimasi harga pokoknya (harga perolehan). metode harga ecer ini dapat digunakan untuk menentukan besarnya estimasi. 650.000.000) Rp. 200. dan memungkinkan untuk mengestimasi nilai persediaan tanpa memerlukan waktu dan biaya untuk melakukan penghitungan fisik atas persediaan atau untuk menyelenggarakan catatan persediaan perpetual.

Politeknik Negeri Sriwijaya Metode harga ecer akan tetapi lebih fleksibel dibanding dengan metode laba kotor. penyesuaian harga beli. catatan atas barang yang dibeli haruslah diselenggarakan dalam dua jumlah. menghitung satu persentase harga pokok (harga perolehan). diasumsikan bahwa besarnya penjualan bersih adalah sama dengan besarnya penjualan bruto. potongan pembelian retur pembelian. persentase harga pokok (harga perolehan) tersebut akan dikalikan dengan nilai persediaan akhir menurut harga ecer. Nilai persediaan akhir menurut harga ecer ini dihitung dengan cara mengurangkan besarnya harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga ecer dengan jumlah penjualan bersih sepanjang periode. Untuk tehnik estimasi metode harga ecer berdasarkan metode penilaian rata-rata. dalam bagian (buku) ini tidak akan dibahas secara khusus mengenai perlakuan yang tepat atas potongan penjualan. Jadi. besarnya persediaan awal dan harga pokok dari barang yang dibeli dijumlahkan bersama untuk. dan ongkos angkut masuk. LIFO. hanya akan diilustrasikan tehnik estimasi metode harga ecer berdasarkan metode penilaian rata-rata. Dalam metode harga ecer yang berdasarkan metode penilaian rata-rata. yaitu sebesar harga perolehan dan harga ecer (harga jual). besarnya persentase harga pokok (harga perolehan) dihitung dengan cara membagi harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga perolehan dengan harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga ecer. untuk menyederhanakan ilustrasi yang akan diberikan dalam bahasan kali ini. Untuk menghitung besarnya nilai persediaan akhir menurut estimasi harga pokok (harga perolehan). Demikian juga. dan besarnya harga pokok dari barang yang dibeli adalah sama dengan besamya pembelian bruto. dan bahkan metode harga yang terendah antara harga perolehan dengan harga pasar. Modul Pengantar Akuntansi 1 261 . penyesuaian harga jual. sedangkan selebihnya (secara terinci) akan dibahas nanti dalam buku akuntansi lanjutannya. Ketika tehnik estimasi dengan metode harga ecer digunakan. Dalam bahasan kali ini. karena dengan metode harga ecer memungkinkan perusahaan untuk mengestimasi nilai persediaan berdasarkan metode penilaian FIFO. ratarata. retur penjualan.

000.000.40.675.000.000 = Rp.25.000 Rp.30.50.60.7%) Modul Pengantar Akuntansi 1262 .000.000) Rp.000.000 Rp.7% Penjualan bersih selama bulan Januari Persediaarr akhir menurut harga ecer Persediaan akhir menurut estimasi harga pokok  (Rp.675.000 (Rp. 16. 1 Januari Harga pokok barang yang dibeli selama Januari Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual Persentase harga pokok (60 jt : 90 jt) = 66.000 Rp.000.65.000 Rp. 25.Ikhtisar Rumus: o Persentase harga pokok (harga perolehan) = harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga perolehan dibagi dengan harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga ecer o Nilai persediaan akhir menurut harga ecer = harga pokok dari barang yang tersedia untuk dijual menurut harga ecer dikurang dengan penjualan bersih sepanjang periode o Nilai persediaan akhir menurut estimasi harga pokok (harga perolehan) = Persentase harga pokok (harga perolehan) dikali dengan nilai persediaan akhir menurut harga ecer Untuk mengilustrasikan aplikasi dari metode harga ecer.000.000 x 66.000 Rp.000 Rp.30.000 Harga Ecer Rp.000. 16.000. perhatikanlah contoh berikut ini: Harga Pokok Saldo persediaan awal.90.

Menielaskan perbedaan antara pengeluaran modal dengan pengaluaran pendapatan. Menyiapkan ayat jurnal untuk Pelepasan aktiva tetap Modul Pengantar Akuntansi 1 263 . 5. 4.Politeknik Negeri Sriwijaya MODUL X AKTIVA TETAP Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini. 2. Menyiapkan ayat jurnal untuk penyusutan aktiva tetap. Anda daiharapkan dapat: 1. 6. Memahami makna penyusutan aktiva tetap. 7. Menjelaskan metode Penyusutan aktiva tetap. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi beban penyusutan aktiva tetap. Menjabarkan sifat aktiva tetap. Mengidentifikasikan harga perolehan dan cara aktiva tetap diperoleh 3. 8.

memiliki umur yang terbatas. nilainya berasal dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh hak-haknya yang sah atas pemanfaatan aktiva tersebut. Berdasarkan tingkat likuiditasnya ini. sehingga hanya perusahaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam kegiatan operasionalnya saja yang dapat bertahan dan memenangkan persaingan global ini. Aktiva. Salah satu subklasifikasi dari aktiva yang dimiliki perusahaan adalah aktiva tetap (fixed assets). setiap bentuk badan usaha yang ada saat ini mulai dari yang berukuran kecil hingga yang besar pasti akan memanfaatkan aktiva miliknya. aktiva tetap juga memiliki ciri-ciri tambahan yang membedakannya. seluruhnya bersifat nonmoneter. aktiva dalam neraca pada umumnya diklasifikasikan menurut tingkat likuiditasnya. Di samping rnemiliki ciri-ciri mendasar yang umum sebagaimana aktiva lainnya. Hal ini tentu saja menuntut pihak manajemen perusahaan untuk lebih dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya agar dapat digunakan secara efisien dan efektif.X.1 Sifat Aktiva Tetap Semakin pesatnya pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor industri yang didukung oleh kemajuan tekhnologi dan globalisasi pasar internasional akan berdampak pada timbulnya persaingan yang ketat di antara perusahaan khususnya yang bergerak dalam bidang industri sejenis. Untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Aktiva tetap dilaporkan dalam neraca berdasarkan urutan masa manfaatnya yang paling lama. yaitu: merupakan barang fisik yang dimiliki perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa dalam operasi normalnya. aktiva diklasifikasikan mulai dari yang paling lancar hingga yang paling tidak lancar. yaitu tingkat kemudahannya untuk dapat diubah menjadi kas (uang) dalam jangka waktu tertentu. maupun pengawasannya. dimulai dari tanah. dan umumnya jasa Modul Pengantar Akuntansi 1264 . pada akhir masa manfaatnya harus dibuang atau diganti. Aktiva tetap ini merupakan bagian terpenting dalam suatu perusahaan baik ditinjau dari segi fungsinya jumlah dana yang diinvestasikan.aktiva tersebut bervariasi jenisnya tergantung pada sifat aktivitas usaha yang dijalankan perusahaan. bangunan. Seperti yang telah dijelaskan pada modul-modul sebelumnya. dan seterusnya.

maka nilai yang melekat pada aktiva tetap akan berubah seiring berlalunya waktu. aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relatif permanen. akibat penurunan kemampuan tersebut dan pengaruh faktor-faktor lainnya seperti keusangan (obsolecence). tanah dikatakan memiliki umur yang tidak terbatas (unlimited life). Inilah yang mendorong perusahaan untuk melakukan penyusutan atau depresiasi atas aktiva tetap yang dimilikinya. telekomunikasi). Suatu pengecualian dalam hal ini adalah untuk tanah. Sebagai kesimpulan. Dalam beberapa industri. tetapi juga termasuk seluruh biaya yang dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut siap untuk dipakai. X. dan kendaraan bermotor.Politeknik Negeri Sriwijaya atau manfaat yang diterima dari aktiva tetap meliputi periode yang lebih panjang dari satu tahun. Aktiva berwujud ini diperoleh baik dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu. peralatan. aktiva tetapnya bisa menempati bagian yang sangat signifikan pada total aktiva perusahaan secara keseluruhan. Sebagai contoh Modul Pengantar Akuntansi 1 265 . seperti industri utilitas (contohnya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penerbangan. maka tampak bahwa kemampuan aktiva tetap untuk memberikan jasa kepada perusahaan dalam kegiatan operasinya akan cenderung semakin menurun dalam jangka waktu yang panjang. Selanjutnya. Mereka merupakan aktiva berwujud (tangible assets) karena terlihat secara fisik. Aktiva tersebut dimiliki dan digunakan oleh perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai bagian dari kegiatan operasi normal perusahaan. perabot.2 Harga Perolehan dan Cara Aktiva Tetap di Peroleh Harga perolehan aktiva tetap meliputi seluruh jumlah yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tersebut. Jadi. di mana tanah tidak disusutkan karena harga tanah justru cenderung akan meningkat dari tahun ke tahun. bangunan. pelayaran pembangkit listrik. Aktiva yang umum dilaporkan di dalam kategori ini meliputi: tanah. Berdasarkan beberapa ciri tambahan aktiva tetap tersebut di atas. aktiva tetap akan dilaporkan dalam neraca tidak hanya sebesar harga belinya saja.

yaitu pihak yang menyewakan. ongkos pemasangan dan biaya uji coba. di atas tanah yang baru dibeli tersebut sudah terdapat bangunannya dan pada akhirnya bangunan tersebut harus dirobohkan agar supaya dapat dibangun bangunan baru yang sesuai dengan kehendak atau kebutuhan pemakai (pembeli). biaya. biaya upah pekerja. atau dapat juga diperoleh melalui sistem bangun-guna-serah (build. di mana harga perolehannya tidak hanya berasal dari harga beli saja. biaya asuransi selama dalam perjalanan. dapat juga diperoleh melalui sewa guna usaha modal (capital lease). konstruksi sendiri. sampai mesin produksi tersebut benar-benar dapat dioperasikan dan dimanfaatkan. melainkan juga termasuk biaya-biaya lainnya yang perlu dikeluarkan sampai tanah tersebut dapat dipergunakan. Aktiva tetap selain dapat diperoleh dengan cara dibeli. seperti biaya survei. pembersihan/pengosongan/pembongkaran bangunan lama yang tidak dikehendaki (clearing cost) dan biaya perataan (grading cost). biaya untuk membeli bahan-bahan bangunan. operate. Untuk bangunan yang dibangun sendiri. pajak. Dalam akuntansi terdapat ungkapan "substansi mengungguli bentuk” Modul Pengantar Akuntansi 1266 . komisi broker. ongkos angkut. Sewa guna usaha modal adalah suatu kontrak di mana satu pihak (penyewa) diberikan hak untuk menggunakan aktiva yang dimiliki oleh pihak lain. pertukaran dengan aktiva nonmoneter yang ada.adalah mesin produksi. jika seandainya. sumbangan. selama suatu periode waktu tertentu dengan membayar sejumlah biaya periodik tertentu. biaya sewa peralatan untuk membangun. and transfer). maka hasil dari penjualan puing-puing atas bongkaran bangunan lama tersebut justru akan diperhitungkan sebagal pengurang dari harga perolehan tanah. biaya pengurusan surat untuk mendapatkan hak kepemilikan atas tanah. di mana tidak hanya terdiri atas harga belinya saja. bahkan termasuk bunga atas dana yang dipinjam untuk membiayai pembangunan gedung baru tersebut. Pada hakekatnya. penerbitan sekuritas. Demikian juga halnya dengan harga perolehan untuk tanah. akuisisi perusahaan secara keseluruhan. tetapi juga termasuk pajak. sewa guna usaha modal secara ekonomis sama dengan pembelian aktiva tetap secara kredit jangka panjang. Di sisi lain. maka harga perolehannya terdiri atas biaya ijin membangun.

aktiva yang disewagunausahakan akan dicatat sebagai aktiva tetap dalam pembukuan perusahaan penyewa (lesse) selaku pengguna aktiva. harga perolehan aktiva tetap Modul Pengantar Akuntansi 1 267 . Ketika nilai pasar dari sekuritas dapat ditentukan. maka penilaian oleh sebuah organisasi yang independen atas aktiva yang diperoleh mungkin diperlukan untuk mendapatkan nilai pasar wajar yang objektif. yang artinya bahwa laporan keuangan seharusnya mencerminkan substansi. Dalam kasus sekuritas tidak memiliki nilai pasar. Ini mungkin dilakukan untuk menghemat biaya konstruksi. Untuk kasus sewa guna usaha modal ini. perusahaan dapat memperoleh sebuah aktiva baru. jika sebuah perusahaan secara ekonomi memiliki kendali atas manfaat ekonomi masa depan dari suatu benda. memanfaatkan fasilitas yang tidak terpakai. Jika aktiva yang diserahkan untuk dipertukarkan adalah peralatan bekas. Perusahaan dapat memperoleh aktiva tetap tertentu dengan cara menerbitkan saham (sekuritas modal) atau obligasi (sekuritas utang). ekonomi yang mendasarnya dan bukan pada bentuk hukumnya. maka nilai pasar wajar dari aktiva yang baru umumnya lebih dapat ditentukan dengan mudah dan oleh karena itu akan digunakan untuk mencatat pertukaran. Jadi. tanpa melihat apakah benda tersebut dimiliki secara sah atau tidak. Namun. Umumnya. maka benda tersebut dikategorikan sebagai aktiva. dan bukan dalam pembukuan perusahaan yang secara hukum masih memiliki aktiva tersebut dalam hal ini adalah si pemberi sewa (lessor). sama halnya seperti pembelian aktiva. Dalam beberapa kasus. maka nilai tersebutlah yang akan digunakan sebagai nilai aktiva. mana yang lebih dapat ditentukan dengan mudah. jika sekuritas tidak memiliki nilai pasar. Kadang kala gedung dibangun oleh perusahaan untuk digunakan sendiri. atau untuk mendapatkan kualitas bangunan yang lebih baik.Politeknik Negeri Sriwijaya (substance over form). aktiva yang baru tersebut akan dicatat sebesar nilai pasar wajarnya atau sebesar nilai pasar wajar dari aktiva yang diserahkan. dengan cara menukar aktiva nonmoneter yang ada. Aktiva pada sewa guna usaha modal dicatat sebesar nilai sekarang (present value) dari pembayaran sewa di masa depan. maka nilai pasar wajar dari aktiva yang diperoleh yang akan digunakan.

Biaya-biaya ini biasanya dikeluarkan dalam jumlah yang cukup besar (material). operate. mereka bekerjasama dengan pihak investor swasta yang memiliki dana besar agar dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki dengan melakukan suatu kegiatan usaha bersama. Contoh dari pengeluaran modal adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membeli tambahan komponen aktiva tetap dan atau untuk mengganti komponen aktiva tetap yang ada. atau keuntungan. kapasitas. serta memperpanjang masa manfaat aktiva tetap. dan atau memperpanjang masa manfaat dari aktiva tetap terkait. pihak investor diharuskan menyerahkan aktiva BOT kepada pemerintah daerah setempat X. Sedangkan aktiva yang diperoleh dari pemberian instansi swasta seharusnya diakui sebagai pendapatan atau keuntungan dalam periode di mana aktiva donasi tersebut diterima. Pencatatan akun modal donasi dilakukan jika aktiva yang diperoleh berasal dari pemberian pemerintah. Aktiva tetap yang diperoleh melalui donasi (sumbangan) seharusnnya dinilai dan dicatat sebesar nilai pasar wajarnya dengan mengkredit akun modal donasi. and transfer (BOT) adalah suatu perjanjian kerjasama yang dilakukan dalam bentuk pendanaan aktiva tetap. namun tidak sering terjadi. sebagai alternatif pendanaan.3 Pengeluaran Modal dan Pendapatan Pengeluaran modal (capital expenditure) adalah biala-biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh aktiva tetap. Pada akhir kerjasama operasi. Dengan kata lain pengeluaran modal adalah pengeluaran-pengeluaran yang tidak Modul Pengantar Akuntansi 1268 . atau pendapatan. Build. Biasanya hal ini dilakukan oleh pemerintah daerah yang tidak memiliki sumber keuangan yang cukup untuk membangun infrastruktur dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya tetapi memiliki potensi yang dapat dikembangkan.yang dibangun sendiri meliputi seluruh pengeluaran-pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan pembangunan aktiva tersebut hingga siap digunakan. meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif aktiva tetap. dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi. Oleh karena itu.

Pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan untuk mempertahankan aktiva tetap agar selalu berada dalam kondisi operasional yang baik dikenai sebagai beban pemeliharaan. dikenal sebagai beban perbaikan. terjadi berulang biasanya dalam jumlah yang kecil (tidak rnaterial). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan untuk mengembalikan aktiva tetap ke kondisi operasional yang baik setelah adanya kerusakan dan atau untuk mengganti komponen aktiva tetap yang rusak. Modul Pengantar Akuntansi 1 269 . melainkan akan langsung dibebankan sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan di mana biaya tersebut terjadi (dikeluarkan). oleh karena itu juga akan segera dicatat sebagai beban ketika terjadi. Pengeluaran untuk beban pemeliharaan ini adalah hal yang biasa. Contoh dari pengeluaran ini adalah beban untuk pemeliharaan dan perbaikan aktiva tetap. dan tidak akan meningkatkan efisiensi. pengeluaran-pengeluaran dalam kategori ini akan dicatat dengan cara mendebet akun aktiva tetap terkait. biaya-biaya yang dikeluarkan atas aktiva tetap dapat diklasifikasikan menjadi empat tahap. Pengeluaran untuk beban perbaikan ini juga adalah hal yang biasa. sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan ini tidak akan dikapitalisasi sebagai aktiva tetap di neraca.Politeknik Negeri Sriwijaya dibebankan langsung sebagai beban dalam laporan laba rugi. oleh karena itu akan segera dicatat sebagai beban ketika terjadi. Sedangkan yang dimaksud dengan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) adalah biaya-biaya yang hanya akan memberi manfaat dalam periode berjalan. yaitu tahap pendahuluan sebelum perolehan -perolehan atau konstruksi. atau memperpanjang masa manfaat dari aktiva tetap terkait. karena pengeluaranpengeluaran ini akan memberikan manfaat bagi perusahaan di masa mendatang. penggantian pelumas mesin dan sebagainya. tlan tidak akan meningkatkan efisiensi. dan pemakaian. Pada dasarnya. kapasitas. melainkan dikapitalisasi terlebih dahulu sebagai aktiva tetap di neraca. contohnya adalah pengeluaran untuk pengecatan dinding bangunan. bisa terjadi berulang biasanya dalam jumlah yang kecil (tidak material). kapasitas. atau memperpanjang masa manfaat dari aktiva tetap terkait.

Tahap pendahuluan terjadi sebelum pihak perusahaan yakin atas kemungkinan dilakukannya pembelian aktiva tetap. Selama tahap ini, perusahaan biasanya akan melakukan studi kelayakan dan analisis keuangan untuk menentukan kemungkinan diperolehnya aktiva tetap. Biaya-biaya yang

dikeluarkan dalam tahap pendahuluan ini tidaklah dapat dikaitkan dengan aktiva tetap tertentu, sehingga harus diperlakukan sebagai pengeluaran pendapatan. Pada tahap pra - perolehan keputusan untuk membeli aktiva tetap telah menjadi mungkin, namun belum terjadi. Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam tahap ini, seperti biaya survei, sudah dapat dikaitkan dengan aktiva tetap tertentu yang akan dibeli sehingga harus diperlakukan sebagai pengeluaran modal. Dalam tahap perolehan atau konstruksi, pembelian aktiva tetap terjadi atau konstruksi telah dimulai, namun aktiva tetap tersebut belum siap untuk digunakan. Biaya-biaya yang terkait langsung dengan aktiva tetap yang dibeli ini harus dikapitalisasi dalam akun aktiva tetap tersebut. Contohnya adalah harga beli mesin, pajak, ongkos angkut, biaya asuransi selama dalam perjalanan, ongkos pemasangan dan biaya uji coba sampai mesin tersebut benar-bcnar dapat dioperasikan akan dicatat dalam akun mesin. Demikian juga, untuk bangunan yang dibangun sendiri, biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembangunan gedung baru tersebut akan dikapitalisasi sebagai akun pekerjaan dalam penyelesaian (construction in progress). Ketika bangunan tersebut telah selesai dibangun dan siap untuk dimanfaatkan, maka biaya yang telah dikapitalisasi sebagai akun pekerjaan dalam penyelesaian akan dihansfer ke dalam akun aktiva tetap terkait, yaitu akun bangunan. Contohnya adalah biaya arsitek, biaya untuk membeli bahan-bahan bangunan, biaya upah pekerja, biaya sewa peralatan untuk membangun, bahkan termasuk bunga atas dana yang dipinjam untuk membiayai pembangunan gedung baru tersebut. Dalam tahap pemakaian, aktiva tetap telah siap digunakan. Sepanjang tahap ini, aktiva tetap seharusnya disusutkan. Selama tahap ini, segala aktivitas perbaikan dan pemeliharaan atas aktiva tetap yang sifatnya normal serta berulang harus dicatat langsung ke dalam akun beban untuk periode bersangkutan. Sedangkan biaya yang terjadi untuk memperoleh tambahan komponen aktiva

Modul Pengantar Akuntansi 1270

Politeknik Negeri Sriwijaya

tetap atau mengganti komponen yang sudah ada haruslah dikapitalisasi, sepanjang biaya-biaya ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif aktiva tetap atau memperpanjang masa manfaat aktiva tetap bersangkutan. Dalam praktik, suatu pengeluaran atas aktiva tetap akan dikategorikan sebagai pengeluaran modal atau pengeluaran pendapatan sangat tergantung sekali pada kebijakan manajemen mengenai batas ambang tingkat materialitas dalam mengkapitalisasi suatu pengeluaran. Kalau kita berbicara mengenai tingkat materialitas, sudah tentu bahwa setiap perusahaan memiliki ukuran yang berbedabeda, sehingga sangatlah mungkin bahwa sebuah pengeluaran yang sama namun akan diperlakukan secara berbeda di masing-masing perusahaan. Sebagai contoh, misalkan di perusahaan A memiliki kebijakan bahwa setiap pembelian barang (selain barang dagangan) senilai Rp. 150.000,- ke atas akan dikapitalisasi sebagai pengeluaran modal, sedangkan di perusahaan B, setiap pembelian barang (selain barang dagangan) senilai Rp. 275.000,- ke atas. baru akan dikapitalisasi sebagai pengeluaran modal. Jadi, jika seandainya perusahaan A dan perusahaan B meskipun sama-sama melakukan pembelian sebuah tirai penutup jendela (yang diperkirakan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dan akan dipakai) seharga Rp. 180.000,- namun masing-masing pengeluaran ini akan diperlakukan secara berberda pada masing-masing perusahaan. Di perusahaan A, pembelian tirai penutup jendela akan dicatat sebagai aktiva tetap (pengeluaran modal), sedangkan di perusahaan B akan langsung dicatat sebagai beban (pengeluaran pendapatan) dalam laporan laba rugi periode berjalan di mana pembelian tersebut dilakukan.

X.4 Makna Penyusutan Penyusutan bukanlah proses di mana perusahaan mengakumulasikan dana (kas) untuk mengganti aktiva tetapnya. Penyusutan juga bukanlah cara untuk menghitung nilai yang berlaku saat ini atas aktiva tetap. Penyusutan adalah alokasi secara periodik dan sistematis dari harga perolehan aktiva selama periodeperiode berbeda yang memperoleh manfaat dari penggunaan aktiva bersangkutan.

Modul Pengantar Akuntansi 1

271

Akumulasi penyusutan adalah bukan sebuah dana pengganti aktiva, melainkan jumlah harga perolehan aktiva yang telah dibebankan (melalui pemakaian) dalam periode-periode sebelumnya. Nilai buku aktiva (harga perolehan, yang merupakan biaya historis dikurang dengan akumulasi penyusutan) adalah harga perolehan aktiva yang tersisa yang akan dialokasikan untuk pemakaian di periode yang akan datang dan bukan merupakan estimasi atas nilai aktiva tetap saat ini. Penyusutan umumnya terjadi ketika aktiva tetap telah digunakan dan merupakan beban bagi periode di mana aktiva dimanfaatkan. Praktik pembebanan penyusutan akan mencerminkan tingkat penggunaan aktiva yang layak dan jumlah laba yang tepat untuk dilaporkan. Penyusutan dilakukan karena masa manfaat dan potensi aktiva yang dimiliki semakin berkurang. Pengurangan nilai aktiva tersebut dibebankan secara berangsur-angsur atau proporsional ke masing-masing periode yang menerima manfaat. Jadi, beban penyusutan adalah pengakuan atas penggunaan manfaat potensial dari suatu aktiva. sifat beban penyusutan secara konsep tidak berbeda dengan beban yang mengakui pemanfaatan atas premi asuransi ataupun sewa yang dibayar dimuka selama periode berjalan. Beban penyusutan merupakan beban yang tidak memerlukan pengeluaran uang kas (non cash outlay expense). Alokasi harga perolehan aktiva tetap dilakukan dengan cara mendebet akun beban penyusutan dan mengkredit akun akumulasi penyusutan. Akun beban penyusutan akan tampak dalam laporan laba rugi, sedangkan akun akumulasi penyusutan akan terlihat dalam neraca. Akun akumulasi penyusutan merupakan akun pengurang (contra account) dari akun aktiva yang bersangkutan. Bentuk umum dari ayat jurnal yang digunakan untuk mengakui beban penyusutan adalah: Beban penyusutan xxx Akumulasi penyusutan

Di samping akibat adanya pemakaian aktiva dalam aktivitas perusahaan, aktiva tetap juga harus disusutkan seiring berlalunya waktu di mana terjadi perubahan teknologi. Perubahan teknologi yang cenderung rnakin canggih akan

Modul Pengantar Akuntansi 1272

Politeknik Negeri Sriwijaya

mengakibatkan suatu aktiva mudah menjadi usang dibandingkan aktiva sejenis yang mengalami inovasi teknologi yang lebih canggih. Akumulasi penyusutan merupakan kumpulan dari beban penyusutan periodik. Pada akhir tahun pertama aktiva dimanfaatkan besarnya akumulasi penyusutan adalah sama dengan besarnya beban penyusutan selama tahun pertama pemakaian. Sedangkan pada akhir tahun ke dua, besamya akumulasi penyusutan merupakan penjumlahan antara besarnya beban penyusutan untuk tahun pertama pemakaian dengan beban penyusutan untuk tahun ke dua pemakaian, dan seterusnya.

X.5 Faktor-faktor yang Memperngaruhi beban Seperti yang telah dijelaskan di atas, pembebanan penyusutan merupakan pengakuan terjadinya penurunan nilai atas potensi manfaat (jasa) suatu aktiva. Pengalokasian beban penyusutan mencakup beberapa periode pendapatan sehingga banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh manajemen untuk menghitung besarnya beban penyusutan periodik secara tepat. Untuk memperoleh besarnya beban penyusutan periodik secara tepat dari pemakaian suatu aktiva, ada empat faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu nilai perolehan aktiva (asset cost), nilai residu/sisa (residual or salvage value), dan umur ekonomis (economic life). Nilai perolehan suatu aktiva mencakup seluruh pengeluaran yang terkait dengan perolehannya dan persiapannya sampai aktiva dapat digunakan. jadi, disamping harga beli, pengeluaran-pengeluaran lain yang diperlukan untuk mendapatkan dan mempersiapkan aktiva harus disertakan sebagai harga perolehan. Nilai perolehan ini, yang sifatnya obyektif, dikurangi dengan estimasi nilai residu (jika ada), adalah merupakan dasar harga perolehan aktiva yang dapat disusutkan. Nilai perolehan dikatakan objektif karena sifatnya dapat diuji oleh siapa pun dan menghasilkan nilai yang sama. Nilai yang sama ini dapat dibuktikan melalui dokumen pengeluaran kas yang mendukung terjadinya transaksi perolehan aktiva tetap, termasuk pengeluaran-pengeluaran lainnya yang

Modul Pengantar Akuntansi 1

273

dibutuhkan sampai aktiva siap digunakan. Nilai perolehan aktiva umumnya mencerminkan nilai pasar pada saat aktiva diperoleh. Nilai sisa merupakan estimasi nilai realisasi pada saat aktiva tidak dipakai iagi. Dengan kata lain, nilai sisa ini mencerminkan nilai estimasi di mana aktiva dapat dijual kembali ketika aktiva tetap tersebut dihentikan dari pemakaiannya (pada saat estimasi masa manfaat aktiva berakhir). Besarnya estimasi nilai sisa sangat tergantung pada kebijakan manajemen mengenai penghentian aktiva tetap, dan juga tergantung pada kondisi pasar serta faktor lainnya. Bila perusahaan menggunakan aktivanya hingga secara fisik benar-benar usang dan tidak dapat memberi manfaat lagi, maka aktiva tersebut dapat dikatakan tidak memiliki nilai sisa. Namun, jika perusahaan mengganti aktivanya setelah periode penggunaan yang relatif singkat, maka besarnya nilai sisa (yang tercermin oleh harga jualnya) secara relatif akan tinggi. Berdasarkan pandangan teoritis, setiap estimasi nilai residu harus dikurangkan dari nilal perolehan aktiva untuk mendapatkan nilai perolehan yang akan dialokasikan. Dalam praktik, seringkali nilai sisa ini diabaikan dalam menentukan beban penyusutan karena nilainya yang relatif kecil atau perhitungan yang pelik di mana manfaat yang didapat lebih rendah daripada waktu dan usaha yang dikorbankan untuk menaksir besarnya estimasi nilai sisa. Nilai sisa sifatnya adalah subyektif, di mana sangat tergantung pada kebijakan manajemen dari masing-masing perusahaan. Dalam menghitung besarnya beban penyusutan, umur ekonomis dapat diartikan sebagai suatu periode atau umur fisik di mana perusahaan dapat memanfaatkan aktiva tetapnya (masa manfaat) dan dapat juga berarti sebagai jumlah unit produksi (output) atau jumlah jam operasional (jasa) yang diharapkan diperoleh dari aktiva. Karena faktor fisik maupun faktor fungsional, aktiva tetap selain tanah memiliki umur ekonomis yang terbatas. Faktor-faktor fisik yang membatasi umur ekonomis suatu aktiva mencakup pemakaian, penurunan nilai (berhubungan dengan berlalunya waktu, di mana suatu aktiva tetap

baik.digunakan atau tidak digunakan akan mengalami penurunan nilai), dan kerusakan (penyemodulnya dapat berupa kebakaran, banjir, gempa bumi atau

Modul Pengantar Akuntansi 1274

Politeknik Negeri Sriwijaya

kecelakaan yang cenderung mengurangi atau mengakhiri usia manfaat suatu aktiva). Sedangkan faktor fungsional yang membatasi umur aktiva adalah keusangan (obsolescence). Manfaat aktiva dapat hilang atau berkurang sebagai akibat dari perubahan teknologi. Meskipun aktiva secara fisik masih dapat digunakan, namun perubahan teknologi yang kian cepat akan secara otomatis memperpendek masa kegunaannya. Suatu contoh keusangan yang drastis adalah timbul pada aktiva tetap komputer. Perubahan teknologi yang cepat sering menyemodulkan barang elektronik tersebut menjadi usang sebelum aktiva itu sendiri rusak. Umur ekonomis aktiva dapat dinyatakan baik berdasarkan faktor estimasi waktu ataupun faktor estimasi penggunaan. Faktor waktu dapat berupa periode bulanan atau tahunan, sedangkan faktor pemakaian sering berupa iumlah jam operasional atau jumlah unit produksi (output) yang dihasilkan dari aktiva tetap. Berdasarkan waktu vang dilampaui atau tingkat pemakaian inilah alokasi terhadap nilai perolehan aktiva dilakukan dengan suatu tarif alokasi yang telah ditentukan. Estimasi umur ekonomis memerlukan suatu pertimbangan (judgement) pihak manajemen yang pada umumnya berdasarkan pada pengalaman terhadap jenisjenis aktiva yang serupa. Jadi, cara penentuan estimasi umur ekonomis sifatnya sama dengan cara untuk menentukan estimasi nilai residu, yaitu berdasarkan pertimbangan pribadi (subyektif). Suatu revisi atas besarnya setimasi nilai sisa dan umur ekonomis aktiva tetap adalah hal yang biasa. Ketika estimasi direvisi, maka besarnya estimasi yang baru akan digunakan untuk menghitung beban penyusutan dalam periode dimana estimasi direvisi dan untuk periode-periode berikutnya. Dengan kata lain besarnya estimasi yang baru tidak akan mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang telah dicatat dalam periode-periode sebelumnya. Sebagai contoh, misalkan bahwa sebuah aktiva tetap dibeli dengan harga Rp. 26.000.000,-. Aktiva tetap ini awalnya diestimasi memiliki umur ekonomis 20 tahun dengan nilai residu sebesar Rp. 10.000.000,-. Untuk menghitung besarnya

Modul Pengantar Akuntansi 1

275

adalah (Rp. seperti yang telah diuraikan dalam modul 3 terdahulu (penyesuaian atas aktiva tetap). Dengan besarnya penyusutan Rp. diestimasi bahwa sisa umur ekonomis adalah 10 tahun lagi (bukan 8 tahun) dengan nilai residu sebesar Rp.000) :2.000) : 10 = Rp. 6. asumsi bahwa metode penyusutan yang dipakai adalah metode garis lurus.(bukan Rp.500. Dalam praktik.400.000. yaitu (Rp.000. 10. 12.beban periodic..500.-).6 Metode Penyusutan Berbagai metode pengalokasian harga perolehan aktiva dapat digunakan oleh perusahaan. 260.000.110. 10. Ada beberapa metode yang berbeda untuk menghitung besarnya beban penyusutan.000.000. Aktiva tetap ini kemudian dipakai selama 12 tahun. 6.12.000.000 – (12 x Rp.000.. kebanyakan perusahaan akan memilih satu metode penyusutan dan akan menggunakannya untuk seluruh aktiva yang dimilikinya. Metode pembebanan yang menurun (dipercepat): 1) Metode jumlah angka tahun (sum of the years digits method) Modul Pengantar Akuntansi 1276 .per tahun.000) = Rp 110. Metode alokasi harga perolehan harus diseleksi agar sedapat mungkin mendekati pola pemakaian aktiva yang bersangkutan. Berdasarkan pertimbangan dari pihak manajemen perusahaan sendiri. Metode garis lurus (straight line method) B.-.-.000. 10.000.000. Beban penyusutan untuk mesing-masing tahun sepanjang 10 tahun yang tersisa. Beberapa metode tersebut yaitu : Berdasarkan waktu : A.000.000. Sepanjang tahun ke-13.000 – Rp. 260. X. Metode apapun yang dipilih oleh perusahaan harus dapat diterapkan secara konsisten dari period eke periode.000. maka besarnya nilai buku aktiva tetap pada akhir tahun ke-12 adalah Rp.000 – Rp.

Modul Pengantar Akuntansi 1 277 . dengan kata lain pembelian akan dianggap terjadi pada hari pertama dari bulan tersebut. dimana aktiva digunakan sepanjang waktu dan kemungkinan keusangan akibat perubahan teknologi juga merupakan fungsi dari waktu.Politeknik Negeri Sriwijaya 2) Metode saldo menurun ganda (double declining balance methode) Berdasarkan penggunaan : A. akan dianggap seolah-olah sebagai pembelian yang terjadi pada awal bulan berikutnya. perusahaan akan menghitung besarnya penyusutan atas aktiva untuk keseluruhan bulan bersangkutan. maka pembelian aktiva tersebut akan dianggap seolah-olah telah terjadi untuk satu bulan penuh. Berdasarkan Waktu Metode alokasi harga perolehan umumnya terkait dengan berlalunya waktu. penyusutan garis lurus merupakan metode yang paling sering digunakan. Metode jam jasa (service hours method) B. Dari metode penyusutan yang berdasarkan factor waktu. Dalam hal ini. output atau manfaat lain pada tahun-tahun awal umur aktiva. hanya saja baru akan diperhitungkan mulai untuk bulan berikutnya. Metode penyusutan yang digunakan untuk tujuan pembukuan dapat berbeda dengan metode yang digunakan untuk tujuan perpajakan. melainkan pada saat-saat tertentu selama periode berjalan. Sedangkan metode penyusutan yang dipercepat berdasarkan pada asumsi bahwa akan ada penurunan yang cepat dalam efisiensi aktiva . perusahaan juga akan tetap menghitung besarnya penyusutan atas aktiva untuk keseluruhan bulan. Dalam hal ini. banyak terjadi pembelian aktiva tetap yang tidak dilakukan pada awal tahun buku perusahaan. Apabila pembelian aktiva dilakukan sebelum tanggal 15. Namun untuk pembelian aktiva yang dilakukan pada tanggal 15 atau sesudahnya. dengan kata lain pembelian akan dianggap terjadi pada hari pertama dari bulan berikutnya. Metode unit produksi (productive output method) Dalam akuntansi.

Kebanyakan metode penyusutan yang dipercepat menggunakan metode saldo menurun ganda. Oleh karena itu. maka untuk menemukan suatu metode penyusutan yang dapat menampung bebagai factor tersebut merupakan suatu hal yang sulit. dan pembebanannya tidak dipengaruhi oleh perubahan produktifitas maupun efisiensi aktiva. besarnya beban penyusutan periodic dapat dihitung sebagai berikut: Rumus = Harga Perolehan – Estimasi Nilai Residu Estimasi Masa Manfaat Modul Pengantar Akuntansi 1278 . Metode ini menghubungkan alokasi biaya dengan beralalunya waktu dan mengakui pembebanan periodic yang sama sepanjang umur aktiva. Selain itu. Asumsi yang mendasari metode garis lurus ini adalah bahwa aktiva yang bersangkutan akan memberikan manfaat yang sama untuk setiap periodenya sepanjang umur aktiva. Estimasi umur ekonomis dibuat dalam periode bulanan atau tahunan. Selisih antara harga perolehan aktiva dengan nilai residunya dibagi dengan masa manfaat aktiva akan menghasilkan beban penyusutan periodic. metode garis lurus seringkali diasumsikan sama akuratnya dengan metode lain. termasuk estimasi masa manfaat diprediksi dengan tingkat kepastian yang memadai. tingkat efisiensi operasi aktiva pada periode berjalan sama baiknya dengan periode-periode sebelumnya. Metode Garis Lurus Model metode garis lurus cukup sederhana. metode garis lurus dianggap cukup mudah untuk dilaksanakan dan dipahami. Hasil perhitungan beban penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus akan dianggap tepat (layak) hanya jika asumsi-asumsi berikut ini terpenuhi. Dengan menggunakan metode garis lurus. pendapatan (arus kas bersih) yang bisa dicapai dengan mempergunakan aktiva tersebut jumlahnya tetap konstan selama tahuntahun umur aktiva. Namun. A. karena adanya ketidakpastian dari sebagian besar factor tersebut diatas. dan semua estimasi yang diperlukan. yaitu: beban perbaikan dan pemeliharaan tetap konstan sepanjang umur aktiva.

Dengan menggunakan rumus diatas. 5.000 43.000 38.100. maka berarti besarnya tariff penyusutan pertahun adalah 20% (100% : 5).000 81.000..000. sehingga besarnya beban penyusutan pertahun menjadi 20% dari harga perolehan aktiva yang dapat disusutkan (Rp. yaitu Rp.000 19.000 19. 5.000 95.000.per tahun Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan masa manfaat 5 tahun.000). Bedasarkan estimasi manajemen. 95.Politeknik Negeri Sriwijaya Untuk mengilustrasikan penggunaan metode garis lurus. 5.-. aktiva tetap ini diperkirakan memiliki umur ekonomi selama 5 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp. asumsi bahwa pada awal bulan Januari 2008 dibeli sebuah aktiva tetap dengan harga perolehan sebesar Rp.000.000.000 57.000.000 5 Tahun = Rp.000.000.000 62.100.000 19.000 76.000.000 2008 2009 2010 2011 2012 19. 100.000 19. maka besarnya beban penyusutan pertahun dapat ditentukan sebagai berikut: = Rp.pada akhir tahun kelima.000 – Rp. 19..000 Akhir Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Modul Pengantar Akuntansi 1 279 .000. 19.000 = Rp.000.000. Tabel yang meringkas besarnya penyusutan tahunan untuk seluruh umur aktiva tersebut adalah sebagai berikut (dalam ribuan Rupiah) : Nilai Buku akhir 100.000 24.000 – Rp.000 5.000 19.-.000.

000. 12..000.. 4.000.000. maka besarnya beban penyusutan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008 adalah Rp. 19 juta).(satu tahun penuh).000. Besarnya nilai residu pada akhir bulan Agustus 2013 adalah tetap Rp. 19 juta). terjadi kenaikan beban perbaikan dan pemeliharaan...333. 5..(3/12 x Rp. dan 2012 masing-masing adalah tetap sebesar Rp. Besarnya nilai residu pada akhir bulan September 2013 adalah tetap Rp.000.000.(4/12 x Rp. 19 Juta).(sesuai estimasi manajemen). 14. efisiensi operasi atau prestasi operasi yang menurun. dan 2012 masing-masing adalah tetap sebesar Rp. 2010..250.000.. 6. Aktiva tetap ini berarti akan berakhir masa manfaatnya pada akhir bukan Agustus 2013. Modul Pengantar Akuntansi 1280 . Jika seandainya aktiva tetap di atas dibeli dan detempatkan pemakainnya pada tanggal 15 September 2008. Metode Pembebanan yang Menurun Metode ini terdiri atas metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun ganda. 2011.. dimana besarnya beban penyusutan selama sembilan bulan tersebut adalah Rp. B.667.(9/12 x Rp. turunnya aliran masuk kas atau pendapatan.(satu tahun penuh). 19 juta).666.333. dan adanya ketidakpastian mengenai besarnya pendapatan dalam tahun-tahun belakangan.750. dimana besarnya beban penyusutan selama delapan bulan tersebut adalah Rp.(8/12 x Rp. 5. 2010.000. Beberapa kondisi yang memungkinkan penggunaan metode beban menurun adalah sebagai berikut: kontribusi jasa tahunan yang menurun. Besarnya beban penyusutan untuk tahun 2009. terlihat jelas bahwa nilai buku aktiva tetap pada akhir masa manfaatnya mencerminkan estimasi nilai residu. 2011. 19.000. Besarnya beban penyusutan untuk tahun 2009. Berdasarkan contoh-contoh di atas. Aktiva tetap ini berarti akan berakhir masa manfaatnya pada akhir bulan September 2013.(sesuai estimasi manajemen). 19. maka besarnya beban penyusutn untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008 adalah Rp.Jika seandainya aktiva diatas dibeli dan ditempatkan pemakainya pada tanggal 14 September 2008.

yang diperoleh dari hasil =1+2+3+4+5. Berdasarkan estimasi manajemen.. maka besarnya unsure pembilang pada tahun pertama adalah 5. untuk aktiva tetap yang memiliki umur ekonomis 5 tahun. Pecahan yang dimaksud didasarkan pada masa manfaat aktiva bersangkutan. Dengan menggunakan contoh ini. Modul Pengantar Akuntansi 1 281 . Sebagai contoh. 5. sedangkan besarnya unsure pembilang dari pecahan akan menurun setiap tahunnya. asumsi bahwa pada awal bulan Januari 2008 dibeli sebuah aktiva tetap dengan harga perolehan sebesar Rp.000. 100. aktiva tetap ini diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp.000.Politeknik Negeri Sriwijaya 1) Metode Jumlah Angka Tahun Metode ini menghasilkan beban penyusutan yang menurun dalam setiap tahun berikutnya. Perhitungannya dilakukan dengan mengalikan suatu seri pecahan ke nilai perolehan aktiva yang dapat disusutkan.pada akhir tahun kelima.-.000. sedangkan unsure penyebut dari pecahan diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh angka tahun dari umur ekonomis aktiva atau dapat juga dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (variable n yang dimaksud dalam rumus ini adalah lamanya estimasi masa manfaat aktiva) : n (n + 1) 2 Dalam metode jumlah angka tahun ini. masingmasing selisih 1. besarnya unsure penyebut dari pecahan akan menjadi 15.000. sedangkan pada tahun kedua adalah 4. sesungguhnya tidak ada pemikiran konseptual yang luar biasa. atau [5(5+1)]:2. Besarnya nilai perolehan aktiva yang dapat disusutkan adalah selisih antara harga perolehan aktiva dengan estimasi nilai residunya. yang ada hanyalah skema ilmu hitung yang membuat besarnya beban penyusutan periodic menurun dari satu periode ke periode berikutnya dan seluruh nilai perolehan aktiva yang dapat disusutkan dialokasikan sepanjang umur aktiva. Unsure pembilang dari pecahan ini merupakan angka tahun yang diurutkan secara berlawanan (dengan kata lain mencerminkan banyaknya tahun dari umur ekonomis yang masih tersisa pada awal tahun bersangkutan). dan seterusnya.

000 . Sebagai contoh.667 57.000) = 31.000) = Rp.Rp. 22.000) = 12.14.000.Rp.000 5.000 76.000) = Rp.222.000 – Rp.000.100. 29.000.- Modul Pengantar Akuntansi 1282 .000) = Rp. asumsi bahwa aktiva tetap di atas dibeli dan ditempatkan pemakaiannya pada awal bulan Agustus 2008.5.000 .000 .5.000.777.333 3/15 x (100.5/12 x 3/15 x (Rp.694.100.5.100.194.5.5.000 – Rp. 10.916. besarnya beban penyusutan untuk tahun 2008 akan menjadi 5/12 x 5/15 ( Rp. 18.000) = 25. 7.5.000.000 – Rp.000 .000 2/15 x (100. 13.5.667 1/15 x (100. besarnya penyusutan tahunan akan dihitung sebagai berikut (dalam ribuan rupiah): Akhir Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku akhir 100.000-Rp.778.445.100.667 4/15 x (100.000.667.000 Ketika aktiva tetap dibeli dan ditempatkan pemakainya bukan pada awal tahun.000) = Rp.445.000.000 62.5.5.000.-.Besarnya beban penyusutan untuk tahun 2010 akan menjadi: 7/12 x 4/15 x (Rp.000.000) = Rp.000) = 6.000 81.555.667 95.5.556.472.000.000 24.000 43.778.333 31.100.000 2008 2009 2010 2011 2012 5/15 x (100.027.Dengan menggunakan metode jumlah angka tahun.000 . maka besarnya masing-masing penyusutan untuk satu tahun penuh di atas harus dialokasikan diantara dua tahun yang memperoleh manfaat.5/12 x 4/15 x (Rp.000) = 19.000 – Rp. Besarnya beban penyusutan untuk tahun 2009 akan menjadi: 7/12 x 5/15 x (Rp.000 88.

000 – Rp.000 – Rp.000. 16. Aktiva tetap dengan estimasi masa manfaat 5 tahun akan memiliki tariff penyusutan garis lurus 20% dan tariff penyusutan saldo menurun ganda 40%.5/12 x 1/15 x (Rp.111.083.000.000.000 – Rp. Beban penyusutan periodic dihitung dengan cara mengalikan suatu tariff persentase (konstan) ke nilai buku aktiva yang kian menurun. 5.444.5/12 x 2/15 x (Rp.2) Metode Saldo Menurun Ganda Metode ini menghasilkan suatu beban penyusutan periodic yang menurun selama estimasi umur ekonomis aktiva.100.694. 7.000) = Rp.000. sedangkan aktiva tetap dengan estimasi masa manfaat 10 tahun akan memiliki tariff penyusutan garis lurus 10% dan tariff penyusutan saldo menurun ganda 20%.5.100.000.100.000. Dengan metode saldo menurun ganda.000.333.Politeknik Negeri Sriwijaya Besarnya beban penyusutan untuk tahun 2011 akan menjadi: 7/12 x 3/15 x (Rp.027.778.638.388. besarnya estimasi nilai residu tidak digunakan dalam perhitungan.000.5.Rp.100.Besarnya beban penyusutan untuk tahun 2013 akan menjadi: 7/12 x 5/15 x (Rp.277.000) = Rp.100. dan seterusnya.361.000) = Rp.000.000.5.5. 10. Jadi. metode ini pada hakikatnya sama dengan metode jumlah angka tahun dimana besarnya beban penyusutan akan menurun setiap tahunnya.000 – Rp. Besarnya penyusutan untuk tahun terakhir dari umur ekonomis aktiva harus disesuaikan Modul Pengantar Akuntansi 1 283 .000) = Rp.Besarnya beban penyusutan untuk tahun 2012 akan menjadi: 7/12 x 2/15 x (Rp. 3. sehingga dinamakan sebagai metode saldo menurun ganda.5. 11.889. 2.Rp.889.000) = Rp. Besarnya tariff penyusutan yang umum dipakai adalah dua kali tariff penyusutan garis lurus. dan penyusutan tidak akan dilanjutkan apabila nilai buku aktiva telah sama atau mendekati estimasi nilai residunya.778.000 – Rp.

000 x 40% = 14.000 78.000.000 x 40% = 24.40.000 21.960 40.000 Perhatikanlah bahwa besarnya beban penyusutan tiap tahun (kecuali diakhir masa manfaatnya) diperoleh dengan tanpa memperhitungkan nilai residu. besarnya akumulasi penyusutan pada akhir tahun 2009 diperoleh dengan cara menjumlahkan besarnya akumulasi penyusutan pada akhir Modul Pengantar Akuntansi 1284 . Nilai buku pada awal tahun pertama adalah sebesar harga perolehannya. Sebagai contoh.600 12.-. Besarnya akumulasi penyusutan pada akhir tahun pertama (akhir tahun 2008) adalah sebesar beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2008.000 60.pada akhir tahun kelima. Besarnya beban penyusutan untuk tahun pertama pemakaian diperoleh dengan cara mengalikan harga perolehan aktiva ke suatu tariff persentase konstan (40%).4o juta = Rp.040 95. asumsi bahwa pada awal bulan Januari 2008 dibeli sebuah aktiva tetap dengan harga perolehan sebesar Rp. 5.100 juta – Rp. dan apabila metode saldo menurun ganda (double declining balance method) diterapkan.000 – 87. yang kemudian nilai buku ini akan dikalikan dengan 40% untuk menghitung besarnya beban penyusutan tahun 2009.400 21.600 x 40% = 8.60 juta) akan merupakan nilai buku bagi awal tahun 2009.. Berdasarkan estimasi manajemen.000 64.040 = 7. Dengan menggunakan contoh tersebut. yaitu Rp. aktiva tetap ini diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp.000. Nilai buku pada akhir tahun 2008 (Rp.000.000. maka besarnya penyusutan tahunan akan dihitung sebagai berikut (dalam ribuan Rupiah): Akhir Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku akhir 100.000 36.000.agar supaya nilai buku diakhir masa manfaat aktiva tetap tersebut mencerminkan besarnya estimasi nilai residu.400 87.000 60.000 2008 2009 2010 2011 2012 100.000 36.960 5.-.000 x 40% = 40.000. 100.640 95.

besarnya akumulasi penyusutan pada akhir tahun 2012 (Rp.Politeknik Negeri Sriwijaya tahun 2008 (awal tahun 2009) dengan besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2009.7. Yang perlu mendapat perhatian khusus disini adalah pada waktu menghitung besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2012.333)] = Rp.. maka besarnya akumulasi penyusutan pada akhir tahun 2012 ini (Rp. Modul Pengantar Akuntansi 1 285 . Sedangkan besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2009 adalah [40% x (Rp.87.95. dan seterusnya.000.000) dengan tariff 40%.5. Dalam contoh ini.040.000.100 juta x 10/12 = Rp. karena besarnya estimasi nilai residu adalah Rp.667.33.12.000. Dalam contoh di atas.000) dikurangi dengan besarnya akumulasi penyusutan pada akhir tahun 2011 (Rp.666.000.000) diperoleh dari hasil pengurangan harga perolehan (Rp. cara lain untuk menghitung besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2012 adalah nilai buku pada akhir tahun 2011 (Rp.333.000.333.26.000.000.5. diasumsikan bahwa aktiva tetap dibeli dan ditempatkan pemakaiannya pada awal tahun (awal Januari 2008).12.000).000).960. bahwa besarnya beban penyusutan untuk tahun terakhir dari umur ekonomis aktiva harus disesuaikan agar supaya nilai buku diakhir masa manfaatnya tersebut mencerminkan estimasi nilai residu.-.960. Ingat sekali lagi.95. yang dimana merupakan tahun terakhir dari estimasi umur ekonomis.000) dikurangi dengan besarnya estimasi nilai residu yang telah ditetapkan (Rp.95.dan agar supaya besarnya akumulasi penyusutan pada akhir tahun 2012 menjadi Rp. 33.000) akan menghasilkan besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2012 (Rp. maka besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2008 akan menjadi 40% x Rp.-.000-Rp.000) dengan besarnya estimasi nilai residu yang telah ditetapkan (Rp.000.000. Jika seandainya aktiva dibeli dan ditempatkan penggunaannya pada awal bulan bulan Maret 2008.5. Besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2012 tidaklah dihitung melalui hasil perkalian antara nilai buku pada akhir tahun 2011 (Rp.100.000).960.100.000. Hal ini sesungguhnya sangat jarang terjadi dalam praktik.333.

Pemakaian aktiva sepanjang periode (jumlah jam jasanya) dikalikan dengan tariff penyusutan tersebut akan menghasilkan besarnya beban penyusutan periodic.000.per jam.-. Dalam hal ini.100.000 jam = Rp.5.-. berdasarkan estimasi manajemen.800. estimasi umur ekonomis aktiva dapat dinyatakan baik dalam satuan unit produksi ataupun jumlah jam jasa (operasional).000 jam dengan nilai sisa sebesar Rp. Metode Jam Jasa Teori yang mendasari metode ini adalah bahwa pembelian suatu aktiva menunjukkan pembelian sejumlah jam jasa langsung.000.000) : 25.000.000. Dengan menggunakan contoh tersebut.200 jam.000.000-Rp.15.960.5. Jika sepanjang tahun 2008. aktiva tersebut telah dipakai selama 4. dan apabila metode jam jasa diterapkan. metode ini membutuhkan estimasi umur aktiva berupa jumlah jam jasa yang dapat diberikan oleh aktiva bersangkutan. penyusutan aktiva terutama terkait dengan output dari aktiva yang bersangkutan atau tingkat jasa yang diberikan.200jam = Rp. asumsi bahwa pada akhir bulan Maret 2008 dibeli sebuah aktiva tetap dengan harga perolehan sebesar Rp.800/jam x 4.000. Harga perolehan yang dapat disusutkan (harga perolehan dikurangi dengan estimasi nilai residu) dibagi dengan estimasi total jam jasa.3. Dalam menghitung besarnya beban penyusutan.. maka besarnya tariff penyusutan untuk setiap jam pemakaian aktiva adalah : (Rp. Sebagai contoh. maka besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2008 akan menjadi Rp. Besarnya beban penyusutan ini akan berfluktuasi setiap periodenya tergantung pada jumlah konstribusi jam jasa yang diberikan oleh aktiva bersangkutan.3. Modul Pengantar Akuntansi 1286 .000. aktiva tetap ini diperkirakan dapat beroperasi selama 25.Berdasarkan Penggunaan Berdasarkan factor penggunaan.-. A. menghasilkan besarnya tariff penyusutan untuk setiap jam pemakaian aktiva.100.

000.000. aktiva tersebut telah memproduksi 4.Politeknik Negeri Sriwijaya B.3. Berdasarkan estimasi manajemen..000-Rp. Dengan menggunakan contoh tersebut.800.per unit.000. X.-.000.-.800. Dalam kasus pelepasan aktiva tetap.000. Metode ini memerlukan suatu estimasi mengenai total unit output yang dapat dihasilkan aktiva. Jika sepanjang tahun 2008.000.000) : 25. maka besarnya tariff penyusutan untuk setiap unit produksi yang dihasilkan adalah : (Rp. Besarnya beban penyusutan ini akan berfluktuasi setiap periodenya tergantung pada kontribusi yang dibuat oleh aktiva dalam unit yang dihasilkannya.7 Pelepasan Aktiva Tetap Aktiva tetap yang tidak lagi memiliki umur ekonomis yang lebih lama dapat dibuang.960. Harga perolehan yang dapat disusutkan (harga perolehan dikurangi dengan estimasi nilai residu) dibagi dengan estimasi total output.100.100.200 unit.000. maka besarnya beban penyusutan untuk pemakaian tahun 2008 akan menjadi Rp. nilai buku aktiva harus dihapus.5.15.5. dijual.000 unit produksi dengan nilai sisa sebesar Rp. menghasilkan besarnya tariff penyusutan aktiva untuk setiap unit produksinya. asumsi bahwa pada awal bulan Maret 2008 dibei sebuah aktiva tetap dengan harga perolehan sebesar Rp.000 unit = Rp.200 unit = Rp. aktiva tetap ini diperkirakan dapat menghasilkan 25.3. Jumlah unit produksi yang dihasilkan selama suatu periodic dikalikan dengan tariff penyusutan per unit menghasilkan besarnya beban penyusutan periodic. Sebagai contoh./unit x 4. Penghapusan nilai buku dilakukan dengan cara mendebit akun akumulasi penyusutan sebesar saldonya pada tanggal pelepasan aktiva dan mengkredit aktiva bersangkutan sebesar harga Modul Pengantar Akuntansi 1 287 . Metode Unit Produksi Metode unit produksi didasarkan pada anggapan bahwa aktiva yang diperoleh diharapkan dapat memberikan jasa dalam bentuk hasil unit produksi tertentu.-. dan apabila metode unit produksi diterapkan. atau ditukar dengan aktiva tetap lainnya.

240. karena mesin ketik tersebut sama sekali tidak lagi dapat dipakai dan tidak memiliki nilai jual.5. buku besar aktiva tetap berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengendalikan (memantau) kepemilikan aktiva yang masih digunakan dalam kegiatan operasional harian perusahaan. Dalam hal ini. yang akan dibahas hanyala pelepasan aktiva dengan cara dibuang atau dijual..000. maka pihak manajemen perusahaan memutuskan untuk membuang mesin ketik tersebut. Ketika aktiva tetap tidak lagi memiliki umur ekonomis yang lebih lama bagi perusahaan dan tidak memiliki nilai residu atau harga pasar. asumsi bahwa sebuah mesin ketik yang dibeli pada pertengahan tahun 2000 dengan harga perolehan sebesar Rp. Dalam hal ini. ayat jurnal untuk mencatat penjualan sama seperti ayat jurnal yang telah diilustrasikan di atas. asumsi bahwa sebuah peralatan yang dibeli pada awal bulan January 2003 dengan harga perolehan Rp.Rp. Sebaliknya. sedangkan pertukaran aktiva akan dibahas nanti dalam buku akuntansi lanjutannya. Jika aktiva masih dipakai.telah disusutkan secara penuh (selama 8 tahun) Pada pertengahan tahun 2008. Jika harga jual lebih besar dari nilai buku aktiva.000.- Secara prinsip. maka keuntungan akan diakui.perolehannya (biaya histories).240. Untuk mengilustrasikan transaksi penjualan aktiva tetap.dijual pada akhir bulan September 2010.000. harga perolehan dan akumulasi penyusutannya seharusnya masih tetap nampak dalam buku besar. ayat jurnal yang perlu dibuat adalah: Akumulasi penyusutan – Mesin ketik Mesin ketik Rp.240. Dalam bagian ini. hanya saja dalam hal ini uang kas yang diterima juga harus dicatat. maka akan timbul kerugian. Aktiva tetap seharusnya tidak dihapus oleh karena aktiva tersebut telah disusutkan secara penuh. maka aktiva bersangkutan biasanya akan dibuang. Sebagai contoh. kemudian pada bulan Maret 2012. jika harga jual aktiva lebih kecil disbanding dengan nilai bukunya. peralatan ini Modul Pengantar Akuntansi 1288 .000.000. apabila sebuah aktiva tetap dijual..

000.000.000. maka ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi penjualan peralatan tersebut adalah : Kas Akumulasi penyusutan-Peralatan Peralatan Rp.75 tahun = Rp.Rp.- Jika peralatan dijual di atas nilai buku. 5.1.Politeknik Negeri Sriwijaya diestimasi memiliki umur ekonomi 10 tahun tanpa nilai residu dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus. misalkan Rp.3.000.1.875.875.5.875. peralatan tersebut telah ditempatkan dalam pemakaian selama 7 tahun 9 bulan.000.000.000.1.200.1.3.875.Rp.000.000.Rp.000.125.- Modul Pengantar Akuntansi 1 289 .125.-.000.000. Oleh karena itu.000.Rp.000.-).- Jika peralatan dijual dibawah nilai buku.Rp. maka ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi penjualan peralatan tersebut adalah : Kas Akumulasi Penyusutan peralatan Peralatan Rp.3.000 : 10 tahun x 7. misalkan Rp.3.875. Sampai dengan tanggal penjualan.200.-.-.3. maka ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi penjualan peralatan tersebut adalah : Kas Akumulasi Penyusutan peralatan Kerugian atas penjualan peralatan Peralatan Rp. besarnya akumulasi penyusutan sampai dengan peralatan tersebut dijual “(akhir September 2010) adalah Rp.000.000.000 = Rp.000.000.1.1.000. Jika peralatan dijual sebesar nilai buku (Rp.000. 125.5.5.Rp.Rp.5.000 .000.Rp.

5.MODUL XI STANDAR AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN Tujuan Materi: Setelah mempelajari materi yang ada dalam modul ini. Mengidentifikasi asumsi dasar akuntansi. 6. Anda daiharapkan dapat: 1. Memahami proses dasar dalam penetapan dan implementasi standar akuntansi. Menjelaskan kerangka kerja konseptual. 4. 2. 3. Menjelaskan utilitas akuntansi dan laporan keuangan. Menjelaskan keterbatasan neraca Modul Pengantar Akuntansi 1290 . Menjelaskan pengertian dan sumber standard akuntansi di beberapa Negara.

modal. adalah : 1. kinerja.Politeknik Negeri Sriwijaya XI. prinsip) dan praktik yang sudah diterima oleh umum karena kegunaannya dan kelogisannya. dan bagaimana mengungkapkannya dalam laporan keuangan yang akan disajikan. SAK sendiri merupakan hasil adopsi dari GAAP. mekanisme penyusunan standar akuntansi haruslah diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. peraturan. kewajiban. di Indonesia berlaku Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). 2. Oleh karena itu. Dalam standar ini dijelaskasn transaksi apa yang harus dicatat. Standar Akuntansi mencakup konvensi. bagaimana mencatatnya. Modul Pengantar Akuntansi 1 291 . biaya. sedangakan di USA dinamakan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum/Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). dan kegiatan operasional perusahaan. Standar akuntansi ini akan secara terus-menerus berubah dan berkembang seiring perkembangan zaman. Dahulu. dan kemajuan teknologi. yang diterbitkan pertama kali oleh FASB (Financial Accounting Strandards Board) sebagai sebuag badan independen pembentuk standar akuntansi di Amerika. prestasi. Standar ini merupakan konsensus pada kala itu tentang pencatatan sumber-sumber ekonomi. pendapatan. Memberi pedoman dan aturan bagi akuntan publik. Standar ini disebut Standar Akuntansi. yang kemudian sekarang berganti nama menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK). dan prosedur yang telah disusun dan disahkan oleh sebuah lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu. Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan. 1 Pengertian dan Sumber Standar Akuntansi Akuntansi memiliki kerangka konseptual yang menjadi dasar bagi pelaksanaan teknis-teknisnya. Standar akuntansi. dan perubahannya dalam bentuk laporan keuangan. termasuk bagi para pemakai laporan keuangan (akuntansi). dunia usaha. Kerangkan dasar konseptual ini terdiri dari standar (teknik. Alasan-alasan yang mendasari pentingnya standar akuntansi yang baik.

yang terdiri dari going concern. pendapat dari organisasi profesi.3. praktik industri yang lazim. 5. APB Statement. Berpendidikan tinggi 4. materiality. 2. Standar akuntansi yang disusun dan ditetapkan oleh badan profesi yang berwenang tidak akan berguna tanpa penerimaan secara luas dan juga tanpa adanya kesediaan dari para penggunanya untuk mengaplikasikannya dalam pelaporan keuangan. Adapun berbagai sumber GAAP adalah : 1. makalah – makalah yang dikeluarkan AICPA. Angkatan kerja professional. FASB statement. neutrality. 2. Paham kapitalisme. ARS (Accounting Research Series) Bulletins yang dikeluarkan AICPA (American Institute Certified Public Accountant). Proses penetapan suatu standar akuntansi berbeda-bedas dalam berbagai Negara. AICPA Statement of Position. Tradisi hukum. Modul Pengantar Akuntansi 1292 . 4. APB (Accounting Principles Board) Opinions. conservatism. FASB Concepts Statement. XI. substance over form. di mana ke dua Negara ini memiliki kesamaan dalam hal : 1. FASB Technical Bulletins. FASB Interpretations. AICPA Industry Accounting Guides. Asumsi dasar akuntansi. Untuk Amerika Serikat dan Inggris. Memberikan acuan bagi pemerintah dalam menetapkan besarnya pajak penghasilan yang terutang. AICPA Industry Audit Guides.2 Penetapan dan Implementasi Standar Akuntansi Standar Akuntansi berkaitan dengan peraturan – peraturan yang telah digariskan/ditetapkan. AICPA Accounting Interpretation. 3. Peraturan – Peraturan tersebut dapat berbentuk sebagai peraturan resmi yang dikeluarkan oleh badan profesi berwenang maupun sebagai prinsip akuntansi yang berlaku umum. accrual basis. 3.

economic entity concept. Hongkong. Sebagian besar apa yang terjadi dalam akuntansi di Inggris dimandatkan oleh hukum. para investor dan kreditur dapat mengerti secara utuh mengenai sifat dari pelaporan operasional dan keuangan perusahaan. Hukum perusahaan Inggris memuat persoalan-persoalan akuntansi di mana hukum ini juga mewajibkan bahwa semua perusahaan terbatas (perseroan) harus menjalani audit independen tahunan. India. Selandia Baru. dan going concern. terutama terhadap Negara-negara bekas jajahan Inggris. The Association of Certified Chartered Accountants (ACCA) 5. Pada Negara-negara ini. conservatism. Memang tidak mutlak persis sama tetapi cukup banyak pengaruhnya terhadap sistem akuntansi di Negara yang bersangkutan. The Institute of Chartered Accountants of Scotlands 4. Modul Pengantar Akuntansi 1 293 . The Institute of Chartered Accountants in England & Wales 2. Singapura. serta Negara persemakmuran lainnya seperti Kenya. The Institute of Chartered Accountants of Ireland 3. misalnya akuntansi di Australia. Ada 2 sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris. Perusahaan-perusahaan besar yang mendapatkan pendanaan dari pasar saham. Hasilnya. Perushaan-perusahaan yang didirikan di United Kingdom (UK) diatur oleh undang-undang yang bernama Companies Act. consistency.Politeknik Negeri Sriwijaya 5. dan 6. yaitu hukum perusahaan dan badan profesi akuntansi. dan Afrika Selatan. yaitu : matching concept. Canada. The Chartered Institute of Public Finance & Accountancy Konsep dan praktik akuntansi di Inggris telah memengaruhi akuntansi secara global. The Institute of Cost & Management Accountants 6. Badan-badan Akuntansi utama di UK adalah : 1. Ada lima (5) prinsip akuntansi dasar yang tercantum langsung dalam perundang-undangannya. Adanya kepercayaan atas tanggung jawab manajemen untuk melaporkan transparansi dan akuntabilitas mereka kepada pemilik. profesi akuntan independen mempunyai pengendalian yang luas atas standar-standar akuntansi dan berlaku prinsip full disclosure & transparency sebagai kebutuhan sentral dari laporan keuangan.

Di AS tidak ada persyaratan hukum yang mewajibkan publikasi laporan keuangan periodik yang telah diaudit.Sedangkan di Amerika Serikat. dapat disimpulkan bahwa kontrol birokratis atas persoalan-persoalan akuntansi di Jepang dilakukan oleh Menteri Kehakiman. negara-negara Eropa dan Jepang walaupun mempunyai sistem ekonomi kapitalis. di mana perlindungan terhadap kreditur merupakan prinsip yang paling fundamental. Penyusunan standar akuntansi di Jepang terutama merupakan fungsi pemerintah dengan sejumlah input pendukung dari JICPA (Japanese Institute of Certified Public Accountants). Jalur utama penyusunan standard akuntansi di Jepang dikelola oleh Menteri Keuangan melalui sebuah badan penasihat yang bernama Business Accounting Deliberation Council. akuntansi keuangan memiliki peranan yang tidak begitu besar dalam masyarakat. asosiasi bankir. Institute of Management Accountants dan American Accounting Association. pembuatan kebijakan akuntansi berlaku system a shared power. Di Jepang. Pengaruh yang paling kuat datang dari undang-undang komersil yang diatur oleh Menteri Kehakiman. organisasi profesional seperti AICPA (American Institute of Certified Public Accountants). Bertentangan dengan Amerika Serikat dan Inggris. Pemerintah Pusat mengendalikan dengan ketat semua hal yang terjadi dalam akuntansi di Jepang. serta pasar modal. hal ini dapat dilihat dari sedikitnya para spesialis akuntansi dan keuangan yang dapat mencapai posisi ke tingkatan direktur. dan Biro Perpajakan. Jadi. dan grup-grup bisnis. Menteri Keuangan. Dalam penyusunan standar akuntansi keuangan di AS sangat berpegang pada kerangka teoritis konseptual yang ditetapkan oleh FASB. Setengah kekuasaan berada di tangan sektor publik (misalnya: Securities Exchange Commission dan Internal Revenue Services) dan setengah kekuasaan lagi berada di tangan sektor swasta yang diwakili oleh FASB (Financial Accounting Standards Board) sebagai penyusun standar independen. tetapi mereka secara historis tidak mempunyai ketergantungan pada pasar saham. di samping itu juga bahwa perusahaan-perusahaan besar yang terdapat di Jepang Modul Pengantar Akuntansi 1294 . Negara-negara Eropa dan Jepang lebih bergantung pada pinjaman bank. kecuali ketentuan dari lembaga regulator (misalnya SEC).

consultative group. sehingga tidak ada lagi perbedaan antara laporan keuangan yang disiapkan bagi tujuan pajak dengan laporan keuangan yang disiapkan bagi tujuan pajak dengan laporan keuangan yang dipublikasikan. darr steering committees. Pengaruh standar akuntansi ini telah meningkat secara signifikan dan menjadikannya sebagai norma global menuju terciptanya harmonisasi dalam standar akuntansi dunia. Persoalan pajak sangat mendominasi segala hal. Sedangkan implementasi standar akuntansi di Negara-negara Eropa. dengan struktur terdiri dari IASC Board. di mana tidak ada pembuatan keputusan yang terpisah dari hokum pajak berkenaan dengan pemilihan prinsip akuntansi apapun juga. komite Wheat mengeluarkan laporan yang intinya menyatakan bahwa Modul Pengantar Akuntansi 1 295 . berkembangnya kegiatan usaha yang semakin kompleks dan inovatif. Konsekuensinya. Pelaporan keuangan selama tahun tersebut diwarnai dengan munculnya dan berkembangnya kantorkantor akuntan. pada bulan Maret 1971 komite Wheat untuk pertama kalinya dibentuk dengan tujuan untuk menanggapi kritik yang timbul atas pelaporan keuangan yang terbit selama kurun waktu pertengahan tahun 1960-an. pada bulan Maret 1972. Sejalan dengan era globalisasi dan perkembangan dunia usaha serta semakin ter-integrasinya pergerakan dan pasar keuangan dunia. IASB dibentuk pada tahun 1973. berada di bawah Hukum Pajak. Lalu. serta banyaknya terjadi aktivitas penggabungan usaha. contohnya Negara Jerman. standar-standar akuntansi atau “prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum” dalam pengertian Amerika-Inggris tidak terdapat di Negara Jerman.Politeknik Negeri Sriwijaya jarang sekali memiliki atau menggunakan jasa CPA (Certified Public Accountant) dalam susunan / keanggotaan staf mereka. maka dirasakan sangat perlu adanya suatu standar global. Laporan-laporan keuangan perusahaan di Negara Jerman mencerminkan hukum-hukum pajak. Dengan melihat kembali mengenai awal sejarah proses Pembentukan FASB. Standar tersebut memperoleh bentuknya setelah adanya dukungan dari IASB (International Accounting standards Board) terhadap standar akuntansi internasional. Persyaratan-persyaratan hukum yang memengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan di Jerman memiliki supremasi absolut.

di samping juga merekomendasikan agar standar yang ditetapkan adalah standar yang mudah digunakan atau dengan kata lain memiliki kepraktisan di dalam penerapannya. Selain itu. Tujuan daripada perubahan tersebut adalah tidak lain untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelaporan keuangan. Hal tersebut biasanya dilakukan oleh para manajer perusahaan dengan maksud untuk memaksimalkan keuntungan bagi mereka sesuai kepentingan. misalnya melalui lobi-lobi tertentu terhadap badan pembuat atau pengambil keputusan baik di bidang akuntansi rnaupun pemerintah. Kesalahan tersebut adalah dalam bentuk kurang tepatnya pemahaman atau persepsi mereka mengenai kegunaan dari pada pelaporan keuangan. dan FASAC (Financial Accounting Standards Advisory Council). Manajemen sebagai pihak yang sangat berpengaruh dalam proses pelaporan keuangan tentu saja biasanya akan memengaruhi proses implementasi standar tersebut dalam lingkungan bisnis. Perusahaan-perusahaan yang akan terkena dampak atas suatu standar baru dapat memengaruhi proses politik yang terjadi dalam penetapan suatu standar.dibutuhkan perubahan yang substansial dalam struktur standar pelaporan keuangan. Proses implementasi standar akuntansi Modul Pengantar Akuntansi 1296 . Dengan kata lain bahwa dalam proses Pelaporan keuangan dipengaruhi oleh keinginan untuk memengaruhi pasar (harga pasar saham perusahaan). Laporan keuangan merupakan produk pasar dan sebagai hasil dari sebuah proses pendekatan poritik. Penetapan standar akuntansi secara garis besar dilakukan untuk menjembatani antara orang-orang dalam perusahaan yang langsung terlibat dalam proses pelaporan keuangan dengan orang-orang di luar perusahaan yang merupakan pengguna atas laporan keuangan tersebut. FASB. komite Wheat merekomendasikan pembentukan FAF (Financial Accounting Foundation). Penggunaan standar-standar akuntansi yang sangat rumit dan teknis merupakan kesalahan dari orang-orang yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan. proses pelaporan keuangan dipengaruhi oleh proses politik yang terlibat dalam pembentukan regulasi (seperti penetapan standar akuntansi dan interpretasi atas standar tersebut serta peraturan-peraturan yang terkait dengan “pasar”). maksud dan tujuan masing-masing.

dan inovasi bisnis yang tentu saja semua ini akan menimbulkan masalah pelaporan dan akuntansi yang baru pula. kerangka kerja konseptual tidak hanya membantu profesi akuntansi dalam memahami praktik-praktik yang ada tetapi juga memberikan arahan (pedomam) untuk menangani praktik-praktik akuntansi di masa yang akan datang. pengguna laporan keuangan. maka kita juga akan membicarakan bagaimana persepsi pihak manajemen terhadap standar tersebut. penyusun laporan keuangan. Modul Pengantar Akuntansi 1 297 . kemajuan teknologi. Kerangka kerja konseptual memberikan dasar/landasan yang konsisten dan memadai bagi para penyusun standar akuntansi. maka kerangka kerja konseptual ini diharapkan dapat memberikan sebuah acuan (referensi) untuk menganalisa dan memecahkan masalah-masalah akuntansi yang terkini tersebut. Akuntan secara terus menerus dan mau tidak mau dihadapkan dengan situasi yang baru. Ketika akuntan harus berhadapan dengan masalah baru yang belum ada standar akuntansinya. Masalah-masalah ini harus dapat ditangani dengan cara yang lebih konsisten dan terorganisasi secara lebih baik. tetapi jika digunakan secara konsisten maka kerangka kerja ini seharusnya dapat membantu memperbaiki pelaporan keuangan. XI. Persepsi pihak manajemen ini pada akhirnya akan turut memengaruhi proses implementasi sebuah standar akuntansi dalam pelaporan keuangan yang dibuatnya. dan pihakpihak lainnya yang turut terlibat dalam proses pelaporan keuangan. Kerangka kerja konseptual memainkan peranan yang sangat penting terutama di dalam pengembangan sebuah standar akuntansi yang baru dan revisi atas standar akuntansi yang telah diberlakukan sebelumnya. Kerangka kerja konseptual memang tidak akan dapat memecahkan seluruh problem akuntansi.Politeknik Negeri Sriwijaya akan berkaitan dengan perilaku pihak manajemen dalam menyikapi standar akuntansi tersebut. Jadi. Jika kita berbicara mengenai perilaku manajemen.3 Kerangka Kerja Konseptual dan Asumsi Dasar Sebuah landasan teori yang kuat sangat diperlukan terutama karena praktik akuntan selalu dihadapi dengan perubahan lingkungan dunia usaha.

(5) pengungkapan (disclosures) tentang transaksi.Tujuan utama pelaporan keuangan seperti yang tertuang dalam kerangka kerja konseptual adalah usefulness. (2) pemilihan kebijakan akuntansi. target audience investors &. Dalam kerangka kerja konseptual disebutkan bahwa proses pelaporan keuangan meliputi: (1) identifikasi dan analisa peristiwa dan transaksi perusahaan. kewajiban. dan judgments. kebijakan. (4) melibatkan estimasi dan pertimbangan-pertimbangan (judgments) akuntan secara profesional. peristiwa. Investor sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan yang disusun investee terutama dalam hal pembagian deviden. Pengguna informasi akuntansi harus dapat memperoleh pemahaman mengenai kondisi keuangan dan hasil operasional perusahaan lewat pelaporan keuangan. sedangkan kreditur berkepentingan dalam hal pengembalian jumlah pokok pinjaman berikut bunganya. Dalam kerangka kerja konseptual juga disebutkan bahwa informasi keuangan dikatakan berkualitas jika memiliki karakteristik kualitatif relevansi (relevance) dan keandalan (reliabitity). understandability. estimasi. assessing future cash flows. Tujuan keseluruhan dari pelaporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Jadi. creditors. di dalam kerangka kerja konseptual disebutkan bahwa fokus utama pelaporan keuangan adalah informasi mengenai kinerja perusahaan yang diberikan oleh ukuran earnings dan komponen-komponennya yang tidak terlepas dari pengaruh iklim perubahan dunia usaha. Modul Pengantar Akuntansi 1298 . lnvestor dan kreditur terutama sangat tertarik terhadap arus kas investee/debitur di masa mendatang. (3) aplikasi kebijakan akuntansi. Pelaporan keuangan juga seharusnya dapat memberikan informasi mengenai aktiva. Informasi ini akan membantu users menentukan kondisi keuangan perusahaan. Informasi mengenai earnings perusahaan. pada umumnya memberikan dasar yang lebih baik dalam hal memprediksi kinerja perusahaan di masa depan dari pada informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas. yang diukur dengan accrual accounting. dan modal perusahaan untuk membantu investor dan kreditur serta pihak-pihak lainnya untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan dan likuiditas serta solvabilitas. dan primary focus on earnings. evaluating economic resources.

Asumsi ini memungkinkan akuntansi untuk meng-kwantifikasi (mengukur) setiap transaksi bisnis/peristiwa ekonomi ke dalam nilai uang. Data transaksi yang akan dilaporkan dalam catatan akuntansi harus dapat dinyatakan dalam satuan mata uang (unit moneter). sesuai dengan asumsi stable monetary unit. Diasumsikan pula bahwa nilai baya beli adalah konstan. mengikhtisarkan. Laporan keuangan yang telah disusun manajemen berdasarkan standar/prinsip akuntansi yang berlaku umum ini merupakan salah satu bentuk dari pertanggungjawaban manajemen kepada investor selaku pemilik dana. Standar ini dinamakan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles). Asumsi dasar tersebut adalah:  Monetary Unit Assumption (Asumsi Unit Moneter). Modul Pengantar Akuntansi 1 299 .  Accounting/Time Period Assumption (Asumsi Periode Akuntansi). Dalam prinsip akuntansi yang berlaku umum. Konsep biaya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan di mana aktiva yang dibeli kebanyakan dicatat sebesar harga perolehannya (cost). dan melaporkan seluruh hasil kegiatan operasional maupun finansial perusahaan secara baku (yang secara standar diterima umum) dan transparan. Standar ini dipelukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan yang baku. Adanya pemisahan pencatatan antara transaksi perusahaan sebagai entitas ekonomi dengan transaksi pemilik sebagai individu dan transaksi entitas ekonomi lainnya. Dengan adanya standar ini. yang berarti mengabaikan efek inflasi. Asumsi unit moneter terkait langsung dengan penerapan konsep biaya (cost concept). terdapat empat asumsi dasar yang melandasi proses penyusunan laporan akuntansi secara keseluruhan.  Economic/ Business Entity Assumption ( Asumsi Kesatuan Usaha). pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktivitas perusahaan dapat mencatat.Politeknik Negeri Sriwijaya Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat standar yang berlaku umum dan diterima universal. historical cost accounting.

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau Modul Pengantar Akuntansi 1300 . XI. baik untuk pelaporan internal maupun eksternal. tiga bulanan (quarterly). laporan dapat disiapkan untuk kepentingan users. Dapat dipahami. Perusahaan didirikan dengan maksud untuk tidak dilikuidasi (dibubarkan) dalam jangka waktu dekat. terutama informasi mengenai posisi keuangan dan ekonomi entitas. yang dimaksudkan akan menjadi berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi (dalam membuat pilihan diantara berbagai alternatif yang ada). Laporan akuntansi yang memberikan informasi ini dinamakan laporan keuangan (financial statements). perusahaan tidak ingin mengungkap secara terperinci masalah keuangan internal perusahaan kepada pihak luar. seperti bulanan (monthly). Akuntansi adalah sebuah aktivitas jasa. 4 Utilitas Akuntansi dan Laporan Keuangan Tujuan akuntansi secara keseluruhan adalah memberikan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi. sistem akuntansi tadi akan mencatat seluruh data yang menyangkut aktivitas perusahaan. akan tetapi perusahaan diharapkan akan tetap terus beroperasi (exist) dalam jangka waktu yang tidak terbatas.  Going Concern Assumption (Asumsi Kesinambungan Usaha). Kebanyakan sistem akuntansi dirancang untuk menghasilkan informasi. atau tahunan (annually). Akhirnya. Setelah transaksi dicatat dan diikhtisarkan. Informasi untuk eksternal biasanya memang jauh lebih ringkas dari pada informasi yang dilaporkan untuk kepentingan internal. Fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif. langkah selanjutnya adalah memulai merancang sistem akuntansi. setelah kebutuhan informasi teridentifikasi dengan baik. perusahaan pertama kali harus dapat mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan oleh para users. Seperti telah dikemukakan di atas.Informasi akuntansi dibutuhkan atas dasar ketepatan waktu (timely basis). Umur aktivitas perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa periode akuntansi.

kinerja. Masalah pelaporan keuangan hadir seiring dengan berkembangnya dunia usaha. yang menunjukkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan.Politeknik Negeri Sriwijaya aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam hal ini. Sedangkan dalam standar Akuntansi Keuangan dijelaskan tentang tujuan laporan keuangan yang isinya: “Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. Sudah saatnya bagi profesi akuntansi untuk memulai mengambil tindakan-tindakan yang menjamin utilitasnya di masa mendatang. Dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi (keputusan investasi. Profesi akuntansi harus mampu mengatasi resiko kemungkinan tidak terpenuhinya kebutuhan users akan informasi. Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai posisi keuangan. pinjaman. Pelaporan keuangan berada pada tempat yang sangat eksklusif dilihat dari manfaatnya bagi pemakai. profesi akuntansi diperlukan untuk menjamin utilitas dan integritas pelaporan keuangan. hasil usaha dan perubahan lain dalam posisi keuangan. Suatu pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna untuk diberikan bagi investor potensial dan kreditur serta pemakai lainnya dalam melakukan keputusan investasi yang rasional. Tantangan untuk bersaing dan peluang usaha meningkat dengan begitu cepat. sangat penting bagi profesi akuntansi untuk berusaha membangun visi yaitu bagaimana sebaiknya akuntansi di masa mendatang dan bagaimana meraihnya. Profesi akuntansi mau tidak mau harus senantiasa beradaptasi dengan perubahan dunia usaha yang semakin cepat dan kompleks. Profesi akuntansi harus dapat Modul Pengantar Akuntansi 1 301 . Di saat dunia usaha berkembang dan melaju dengan sangat pesat. dan keputusan serupa lainnya)”. Perusahaan akan memperoleh keuntungan jika mereka mampu menyesuaikan struktur perusahaan dan mengembangkan serta memanfaatkan instrumen keuangan yang lebih inovatif.

XI. Analisis kerangka kerja ini perlu dituangkan ke dalam sebuah sistem yang akan menjamin bahwa arus informasi yang berkualitas dapat didistribusikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas dasar ketepatan waktu (timely basis). Laporan laba rugi ini akhirnya memuat informasi mengenai hasil usaha perusahaan. kewajiban dan ekuitas perusahaan per tanggal tertentu. 2.5 Keterbatasan Neraca Urutan laporan keuangan berdasarkan proses penyajiannya adalah sebagai berikut: 1. yaitu mulai dari aktivitas operasi. Laporan Ekuitas Pemilik (Statement of Owner's Equity) adalah sebuah laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan dalam ekuitas pemilik suatu perusahaan untuk satu periode waktu tertentu (laporan perubahan modal). Neraca (Balance Sheet) adalah sebuah laporan yang sistematis tentang posisi aktiva. Laporan arus kas menunjukkan besarnya kenaikan/penurunan bersih Modul Pengantar Akuntansi 1302 . yang merupakan hasil dari pendapatan dikurangi beban. Tujuan neraca adalah untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan. sebaliknya ekuitas pemilik akan berkurang dengan adanya prive (penarikan/pengambilan untuk kepentingan pribadi) dan rugi bersih. 4.mengembangkan analisis kerangka kerja yang dapat diandalkan untuk mengantisipasi dan merespon perubahan yang terjadi dalam konsep bisnis perusahaan. yaitu laba/rugi bersih. aktivitas investasi. 3. sampai pada aktivitas pendanaan/pembiayaan untuk satu periode waktu tertentu. Ekuitas pemilik akan bertambah dengan adanya investasi (setoran modal) dan laba bersih. Laporan Laba Rugi (Income Statement) merupakan laporan yang sistematis tentang pendapatan dan beban perusahaan untuk satu periode waktu tertentu. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows) adalah sebuah laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar secara terperinci dari masing-masing aktivitas.

Biaya historis yang dilaporkan dalam neraca tidak pernah disesuaikan (di adjust) dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam daya beli (purchasing power) dari unit yang diukur. maka neraca pada unumnya tidak dapat menggambarkan nilai perusahaan atau kondisi kekayaan perusahaan yang sebenarnya pada saat ini. Variasi daya beli atas jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca ini telah membuat perbandingan diantara perusahaan. diantaranya adalah kecendrungan untuk mengabaikan efek inflasi. dan bahkan dalam satu perusahaan yang sama menjadi kurang bermakna. Namun pada kenyataannya banyak sekali keterbatasan-keterbatasan yang terkandung dalam neraca. tidak mencerminkan nilai perusahaan saat ini (current value of entity). Catatan atas laporan keuangan (Statement of Cash Flows) adalah sebuah laporan yang merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari komponen laporan keuangan lainnya. Neraca harus dapat secara memadai dan akurat mencerminkan aktiva dan kewajiban perusahaan. tidak mengungkap seluruh aktiva dan kewajiban perusahaan serta kurangnya memiliki daya banding. pengguna laporan keuangan seharusnya dapat memanfaatkan neraca untuk memperoleh gambaran yang cukup mengenai suatu perusahaan. Karena banyak aktiva yang dilaporkan dalam neraca sebesar biaya historis.Politeknik Negeri Sriwijaya kas dari seluruh aktivitas selama periode berjalan serta saldo kas yang dimiliki perusahaan sampai dengan akhir periode. Konsep biaya atau historical cost accounting yang diterapkan dalam neraca telah menjadi efek inflasi diabaikan. di mana biasanya biaya historis ini nilainya relatif lebih kecil dibanding nilai pasarnya. seperti reputasi produk atau jasa Modul Pengantar Akuntansi 1 303 . Banyak intangible economic assets. sesuai dengan asumsi stable monetary unit.di mana daya beli dianggap konstan. kewajiban. Hasilnya adalah neraca yang mencerminkan aktiva. Ketidakmampuan untuk mengakui seluruh aktiva dalam neraca telah menghasilkan neraca yang hanya menunjukkan sedikit posisi keuangan yang sebenarnya. Tujuan catatan ini adalah untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap mengenai informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. dan ekuitas dalam satuan unit daya beli yang tidak sama.

apalagi yang namanya Human assets (seperti dalam kesebelasan sepak bola atau liga bola basket). contohnya adalah yang terjadi pada perusahaan software yang besar seperti Microsoft. yang tidak menunjukkan adanya aktiva yang terkait dengan terobosan (inovasi) atas produk baru mereka dalam neracanya. Belum lagi kekayaan intelektual (intellectual property) yang tidak dicatat sebagai aktiva di neraca. Satu dari keterbatasan neraca lainnya adalah meningkatnya penggunaan off-balance-sheet financing. di mana perusahaan pada umumnya enggan untuk mengungkap seluruh kewajibannya dengan rnaksud unuk nembuat posisi keuangan mereka seolah-olah tampak lebih kuat (lebih baik). leasing telah menjadi salah satu dari kebanyakan bentuk off-balance-sheetfinancing lainnya. Perbedaan ini telah membuat perbandingan menjadi sulit dan mengurangi nilai potensi dari analisis neraca. Selain itu. yaitu bahwa seluruh perusahaan tidak mengklasifikasikan dan melaporkan seluruh item yang sama dengan cara yang sama. Secara tradisional. Sebagai contoh. Sebagai contoh sebuah perusahaan manufakfur obat yang bangat besar seperti Merck. beberapa perusahaan memberikan lebih terinci dari pada yang lainnya. di mana perusahaan ini sahamnya bernilai miliaran dolar namun dengan tampilan isi neraca yang membuat mereka seolah-olah tampak terlihat seperti perusahaan yang jauh lebih kecil dari kondisi yang sebenarnya. dan beberapa perusahaan dengan transaksi yang sama melaporkan secara berbeda. nama dan klasifikasi akun yang berbeda. Modul Pengantar Akuntansi 1304 . kehebatan dan peningkatan yang luar biasa dari nilai merek dagang (trade mark) Coca Cola juga tidak tercermin sebagai aktiva dalam laporan keuangan (neraca) periodik mereka. Hal ini juga merupakan masalah bagi profesi akuntansi yang dihadapi pada saat ini. Keterbatasan lainnya dari neraca adalah terkait dengan kebutuhan daya banding. Aktiva-aktiva yang sangat penting tadi (memiliki nilai yang sangat signifikan) tidak akan pernah dijumpai dalam neraca mereka.unggulan tidak diakui dalam neraca. karena tidak dapat diukur dalam satuan unit moneter.

Politeknik Negeri Sriwijaya Untuk kebutuhan akuntansi (pelaporan keuangan) di masa mendatang mungkin perlu dipikirkan cara baru agar supaya apa yang dilaporkan dalam neraca dapat menjadi lebih relevan atau dapat memberikan gambaran mengenai nilai perusahaan yang sesungguhnya. Profesi akuntansi perlu memikirkan tehnik pengakuan dan pengukuran terhadap penggunaan off-balance-sheet financing Modul Pengantar Akuntansi 1 305 .

E. John Wiley & Sons. dan Fess. 22th Edition..K.Standar Akuntansi Keuangan.D. Stice.S. Acccounting Principles. P. 2008. USA Warren. Kieso.. 2005.D. Jakarta: Salemba Empat. 7th Edition. Reeve..J.E. dan Skousen K. John Wiley & Sons. Thomson. Intermediate Accounting.. 2007.2008. 11thEdition. J.F. South Western.DAFTAR PUSTAKA Iklan Akuntan Indonesia.D. Accounting. J. 2004.M.E... USA. Wiygandt. Intermediate Accounting. USA. J. 16th Edition. dan Kimmel P. Thomson.D. Kieso. E.. Stice J. Wiygandt. South Western.J dan Warfield T. Modul Pengantar Akuntansi 1306 . USA.D. C.

Politeknik Negeri Sriwijaya Lampiran 1 HALAMAN JUDUL BUKU PENGANTAR AKUNTANSI 1 JUDUL BUKU PENGANTAR AKUNTANSI 1 Disusun Oleh: Dedy Rusdyanto.M.SI. NIP 132296342 POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA 2009 Modul Pengantar Akuntansi 1 307 .SE.

M. Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya RD. Menyetujui. SI NIP 132296342 Mengetahui. SI NIP 132296342 Palembang. Ketua Jurusan/Prog. M.M NIP 132003758 Modul Pengantar Akuntansi 1308 .Studi Penyusun.SE. M. KUSMANTO.….. Ridwan Efendi. SE. ST.Lampiran 2 LEMBAR PERSETUJUAN BUKU PENGANTAR AKUNTANSI 1 JUDUL BUKU AJAR Disusun Oleh: Dedy Rusdyanto. SE NIP Dedy Rusdyanto.

Politeknik Negeri Sriwijaya Lampiran 3 FORMAT BUKU PENGANTAR AKUNTANSI                    Halaman Judul Halaman Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Lampiran MODUL I MODUL II MODUL III MODUL IV MODUL V MODUL VI MODUL VII MODUL VII MODUL IX MODUL X MODUL XI DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Modul Pengantar Akuntansi 1 309 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->