51205003 Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Lansia Dengan Gangguan Sistem Pendengaran

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN SISTEM PENDENGARAN

PENGERTIAN
kehilangan pendengaran pada lansia disebut presbikusis. fenonema tersebut sebagai suatu penyakit simetris bilateral pada pendengaran yang berkembang secara progresif lambat terutama memengaruhi nada tinggi dan dihubungkan dengan penuaan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi berbagai faktor yang telah diteliti adalah: nutrisi, faktor dan arteriosklerosis. Penurunan pendengaran terutama berupa sensorineural, tetapi juga dapat berupa komponen konduksi yang berkaitan dengan presbiskusis. Penurunan pendengaran sensorineural terjadi saat telinga bagian dalam dan komponen saraf tidak berfungsi dengan baik (saraf pendengaran). Penyebab dari perubahan dengan konduksi tidak diketahui, tetapi masih mungkin berkaitan dengan perubahan pada tulang di dalam tulang mastoid. Dalam presbiskusis, suara konsonan dengan nada tinggi merupakan yang pertama kali terpengaruh, dan perubahan dapat terjadi secara bertahan. Karena perubahan berlangsung lambat, klien mungkin tidak segera mencari bantuan yang dalam hal ini sangat penting sebab semakin cepat kehilangan pendengaran dapat diidentifikasi dan alat bantu di berikan, semakin besar kemungkinan untuk berhasil. Karena kehilangan pendengaran pada umumnya berlangsung secara bertahap, seseorang mungkin tidak menyadari perubahannya sampai diberitahu oleh seorang anggota keluarga atau teman yang mengatakan bahwa ia menjadi “susah mendengar”.

ETIOLOGI
Etiologi di bagi menjadi 2 yaitu : 1. Internal Degenerasi primer eferen dari koklea, degenerasi primer organ corti penurunan vascularisasi dari reseptor neuro sensorik mungkin juga mengalami gangguan.Sehingga baik jalur auditorik dan lobus temporalis otak sering terganggu akibat lanjutnya usia. 2. Eksternal Terpapar bising yang berlebihan, penggunaan otottoksik dan reaksi paska radang.

PENYEBAB
gangguan pendengaran secara perlahan lahan akibat proses penuaan yang dikenal dengan istilah presbicusis. Penyebab terjadinya presbikusis yang tepat belum diketahui hingga saat ini, namun secara umum diketahui bahwa penyebabnya bersifat multifaktorial. Diduga timbulnya presbikusis berhubungan dengan faktor bawaan, pola makan, metabolisme, atheriosklerosis, diabetes melitus, infeksi, bising, gaya hidup, obat-obatan, dll. Presbikusis umumnya akan menyerang kedua telinga secara perlahan-lahan sehingga orang tersebut tidak dapat menyadari adanya gangguan pendengaran pada dirinya.

Volume bicara meningkat 7. Kurangi paparan terhadap bising 2. Sulit mendengar pembicaraan di sekitarnya. terutama dengan latar belakang yang bisisng. berpakaian. 6. BAB/BAK.TANDA DAN GEJALA 1. Meminta untuk mengulang pembicaraan 2. malu. Kesulitan membedakan pembicaraan serta bunyi suara orang lainyang parau atau bergumam. 5. Bila intensitas suara ditingikan akan timbul rasa nyeri di telinga 6. lebih mudah didengar daripada suara berfrekuensi tinggi 5. Berkurangnya pendengaran secara perlahan dan progresif perlahan pada kedua telinga dan tidak disadari oleh penderita 2. bosan. berdering / berdesis yang konstan. di tolak lingkungan. dan frustasi. Telinga terdengar berdenging (tinitus) PENATALAKSANAAN Terdapat beberapa pilihan terapi untuk penderita presbikusis. diantaranya: 1. Suara-suara terdengar seperti bergumam. Gunakan pelindung telinga (ear plegs atau ear muffs) untuk mencegah kerusakan lebih lanjut 3. 8. Lakukan latihan untuk meningkatkan keterampilan membaca gerak bibir dan latihan mendengar 5. diharapkan kita dapat membatu mengatasi masalah sosial yang mungkin mereka alami akibat adanya keterbatasan fungsi pendengaran mereka. Suara berfrekuensi rendah. seperti suara laki-laki. serta berpindah) . Ketergantungan dalam melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari (mandi. ke kamar kecil. makan. menarik diri. Berbicaralah kepada penderita presbikusis dengan nada rendah dan jelas. Masalah pendengaran pada kumpulan yang besar. Gunakan alat bantu dengar 4. sehingga mereka sulit untuk mengerti pembicaraan 3. MASALAH KEPERAWATAN Masalah keperawatan pada lansia dengan gangguan sistem pendengaran adalah sebagai berikut ini : . Memalingkan kepala terhadap pembicraan 4. Dengan memahami kondisi yang dialami oleh para lansia dan memberikan terapi yang tepat bagi mereka. depresi. Jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan 3. Sering merasa sedih. terutama jika berada di tempat dengan latar belakang suara yang ramai 4. PENGKAJIAN Pengkajian pada lansia yang mengalami gangguan pada sistem pendengaran meliputi hal-hal sebagai berikut ini: 1.

Berbicara pada telinga yang masih baik dengan suara yang tidak terlalu keras 4. 2. Beri sentuhan untuk menarik perhatian sebelum memulai pembicaraan 8. Gunakan kalimat sederhana 6. 7. Waspadai komunikasi nonverbal (misalnya : ekspresi wajah) . 5.1. Kaji penyebab adanya gangguan pendengaran 2. Bersihkan telinga. Gunakan sentuhan untuk mendapatkan perhatian pasien jika berada di belakangnya 5. 3. Berbicara secara perlahan-lahan dan jelas 4. Beri motivasi dan reinforcoment 9. 2. Gangguan persepsi sensorik : pendengaran Resiko cedera Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari Kurang pengetahuan Cemas Gangguan Komunikasi Gangguan soaialisasi INTERVENSI KEPERAWATAN Intervensi Keperawatan pada lansia dengan gangguan sistem pendengaran adalah sebagai berikut ini : 1. Kolaborasi untuk menggunakan alat bantu pendengaran 10. 6. Beri kesempatan klien untuk menjawab pertanyaan 6. Gunakan sikap dan gerakan / objek untuk memudahkan persepsi klien 7. Berbicara dengan nada yang tidak termasuk berteriak (berteriak meningkatkan intonasi nada suara). pertahankan komunikasi 3. Lakukan pemeriksaan secara berkala RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosis Keperawatan : Perubahan fungsi sensori/persepsi : pendengaran Hasil Yang Diharapkan : Pasien mampu mendengar percakapan Keperawatan : 1. 4. dan tidak terlalu panjang 5. Menghadap ke arah pasien ketika berbicara 3. Berbicara secara perlahan-lahan jelas. Turunkan intonasi nada suara 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful