P. 1
teori asam basa (2)

teori asam basa (2)

|Views: 282|Likes:
Published by Iqbal de Junkker
asam basa
asam basa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Iqbal de Junkker on Feb 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2015

pdf

text

original

Reaksi Asam Basa

Merupakan reaksi kimia yang terjadi antara asam dengan basa Beberapa ilmuan telah memberikan definisi tentang konsep asam basa Meskipun beberapa definisi terlihat kurang jelas dan berbeda satu sama lain, tetapi definisi-definisi tentang asam basa tersebut saling melengkapi

TEORI ASAM BASA
Secara Umum :
ASAM BASA GARAM : Cairan berasa asam dan dapat memerahkan kertas lakmus biru. : Cairan berasa pahit dan dapat membirukan kertas lakmus merah. : Cairan yang berasa asin.

ASAL USUL TEORI ASAM BASA
   Terdapat 7 teori Asam Basa yang masih dikenal :
 Teori Arrhenius  TeoriBronsteadLowry  Teori Lewis TeoriPelarut

Lavoisier (1776) mengemukakan teori asam yang hanya terfokus pada asam oksi seperti HNO3 dan H2SO4. sedangkan asam-asam hidro halida tidak dapat didefinisikan Sir Humphry Davy (1810)memberikan istilah asam untuk senyawa hidrohalida meskipun kurang terstruktur

 Teori Pelarut  Teori Lux-Flood TeoriUsanovich  Teori Usanovich  Teori Pearson
Teori Lux-Flood Teori Pearson

A. MENURUT ARRHENIUS Menurut teori Arrhenius, zat yang dalam air menghasilkan ion H + disebut asam danbasa adalah zat yang dalam air terionisasi menghasilkan ion OH - . HCl -->H + + Cl NaOH -->Na + + OH -

Ionisasi asam klorida dalam air ditinjau sebagai perpindahan proton dari asam ke basa. Asam dikatakan kuat atau lemah berdasarkan daya hantar listrik molar. Perlu diperhatikan disini bahwa H + dari asam bergabung dengan molekul air membentuk ion poliatomik H 3 O + disebut ion Hidronium. Akhirnya dunia mengakui teori Arrhenius pada tahun 1903 dengan hadiah nobel untuk ilmu pengetahuan. Konsep asam basa yang lebih umum diajukan oleh Johannes Bronsted. HCl + H 2 O -->H 3 O + + Cl Demikian pula reaksi antara asam klorida dengan amoniak. Sifat larutan amoniak diterangkan oleh teori Arrhenius sebagai berikut: NH 4 OH -->NH 4+ + OH Jadi menurut Svante August Arrhenius (1884) asam adalah spesi yang mengandung H + dan basa adalah spesi yang mengandung OH -.(aq) 2) NaOH(aq) --> Na + (aq) + OH . Sampai sekarang teori Arrhenius masih tetap berguna meskipun hal tersebut merupakan model paling sederhana. MENURUT BRONSTED-LOWRY Asam ialah proton donor. Lowry juga mengajukan hal yang sama dengan Bronsted sehingga teori asam basanya disebut Bronsted-Lowry. Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH .. Setelah mendapat bantuan dari Van’ Hoff dan Ostwald pada tahun 1887 diterbitkan karangannya mengenai asam basa. diajukan pada 1883.Meskipun teori Arrhenius benar. pengajuan desertasinya mengalami hambatan berat karena profesornya tidak tertarik padanya. basa adalah zat yang dapat menerima proton. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H + . meskipun diluluskan teorinya tidak benar. Teori asam basa dari Arrhenius ternyata tidak dapat berlaku untuk semua pelarut. dengan asumsi bahwa pelarut tidak berpengaruh terhadap sifat asam dan basa. tetapi ada juga yang bersifat asam dan ada yang bersifat basa. Larutan dapat menghantarkan arus listrik kalau mengandung ion.M. Begitu juga tidak sesuai dengan reaksi penggaraman karena tidak semua garam bersifat netral. melibatkan perpindahan proton dari HCl ke NH 3 . Teori Arrhenius memang perlu perbaikan sebab dalam lenyataan pada zaman modern diperlukan penjelasanyang lebih bisa diterima secara logik dan berlaku secara umum. Contoh: 1) HCl(aq) --> H + (aq) + Cl . HOAc + H 2 O⇄H 3 O + + OAc Pada tahun 1923 seorang ahli kimia Inggris bernama T. Asam kuat berupa elektrolit kuat dan asam lemah merupakan elektrolit lemah.(aq) B. Reaksi umum yang terjadi bila asam dilarutkan ke dalam air adalah: HA + H 2 O⇄H 3 O + + A asam basa asam konjugasi basa konjugasi . karena khusus untuk pelarut air. jadi semakin banyak asam yang terionisasi berarti makin kuat asamnya. HCl + NH 3⇄NH 4+ + Cl Ionisasi asam lemah dapat digambarkan dengan cara yang sama. sedangkan basa adalah proton akseptor. Desertasinya dimulai tahun 1880.

merupakan pasangan asam-basa konyugasi. Bronsted – Lowry mengemukakan teori bahwa asam adalah spesi yang memberi H + ( donor proton ) dan basa adalah spesi yang menerima H + (akseptor proton). Jika suatu asam memberi sebuah H + kepada molekul basa. Aplikasinya tidak terbatas pada pelarut air. Teori Bronsted – Lowry jelas menunjukkan adanya ion Hidronium (H 3 O + ) secara nyata. Contoh lain: 1) HAc(aq) + H 2 O(l) --> H 3 O+(aq) + Ac .(aq) asam-1 basa-2 asam-2 basa-1 H 2 O dengan OH . H 3 O+ dengan H 2 O merupakan pasangan asam-basa konyugasi. Keduanya merupakan pasangan asam basa konjugasi yang terdi dari dua zat yang berhubungan satu sama lain karena pemberian proton atau penerimaan proton.(aq) asam-1 basa-2 asam-2 basa-1 HAc dengan Ac . NH 4+ dengan NH 3 merupakan pasangan asam-basa konyugasi. melainkan untuk semua pelarut yang mengandunh atom Hidrogen dan bahkan tanpa pelarut. maka sisanya akan menjadi basa konjugasi dari asam semula. Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan sebagai basa (proton akseptor).dan H 2 O merupakan pasangan dari H 3 O + .Penyajian ini menampilkan hebatnya peranan molekul air yang polar dalam menarik proton dari asam.merupakan pasangan asam-basa konyugasi. Contoh: HF + H 2 O ⇄H 3 O + + F - Asam basa asa m konjugasi basa konjugasi HF merupakan pasangan dari F . 2) H 2 O(l) + NH 3 (aq) --> NH 4+ (aq) + OH . tetapi juga dapat berupa anion dan kation. HCl + H 2 O -->H 3 O + + Cl Asam Basa NH 3+ H 2 O ⇄NH 4+ + OH Basa Asam Manfaat dari teori asam basa menurut Bronsted – Lowry adalah sebagai berikut: 1. Perhatikanlah bahwa asam konjugasi terbentuk kalau proton masih tinggal setelah asam kehilangan satu proton. Bronsted dan Thomas M. Begitu juga bila basa menerima H + maka sisanya adalah asam konjugasi dari basa semula. Asam dan basa tidak hanya berwujud molekul. Lowry membuktikan bahwa tidak semua asam mengandung ion H + dan tidak semua basa mengandung ion OH . tetapi arti yang sebenarnya harus kita fahami. . Namun demikian disosiasi asam basa masih digunakan secara Arrhenius. Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik (amfoter). 2. Air mempunyai sifat ampiprotik karena dapat sebagai basa dan dapat sebagai asam.. Johannes N.

Lewis lebih menekankan pada perpindahan elektron bukan pada perpindahan proton. misalnya reaksi antara proton dan ion Hidroksida: Ternyata teori Lewis dapat lebih luas meliput reaksi-reaksi yang tidak ternasuk asam basa BronstedLowry. Perhatikan reaksi berikut: Reaksi antara proton dengan molekul amoniak secara Bronsted dapat diganti dengan cara Lewis. Menurut G. sehingga ia mendefinisikan : asam penerima pasangan elektron dan basa adalah donor pasangan elekton. masih ada teori yang umum.Penulisan Asam Basa Bronsted Lowry : C. Nampak disini bahwa asam Bronsted merupakan asam Lewis dan begitu juga basanya. N. yaitu teori asam basa yang diajukan oleh Gilbert Newton Lewis ( 1875-1946 ) pada awal tahun 1920. termasuk kimia Organik misalnya: CH 3+ + C 6 H 6⇄C 6 H 6 CH 3+ Asam :akseptorpasanganelektron Basa :donor pasanganelektorn A s a m a . Lewis Selain dua teori mengenai asam basa seperti telah diterangkan diatas. Untuk reaksi-reaksi lainpun dapat diganti dengan reaksi Lewis.

Log [H+] dan pOH = -Log [OH-]  Karena pada air yang netral [H+] = [OH-]= 10-7 maka    pH = pOH = 7 (netral) pH < 7 atau pOH > 7 bersifat asam pH > 7 atau pOH < 7 bersifat basa pH dan pOH [H+] = [OH-] [H+] > [OH-] [H+] < [OH-] NEUTRAL ACIDIC BASIC .Asam Lewis Konsep pH      Merupakan nilai derajat keasaman /kebasaan dari suatu larutan pH menujukkan Aktivitas ion Hidrogen dalam larutan Diperkenalkan oleh sØrensen (1909) Untuk derajat kebasaan dikenal dengan pOH Dirumuskan : pH = .

12 Berapa [H3O+] Jawab : pH = -log [H3O+] log [H3O+] = .12 = 7.pH [H3O+] = 10-pH (antilog) = 10-3.6 x 10-4 KESETIMBANGAN ASAM HA + H2O H3O+ + A- Melibatkan penguraian / disosiasi dari suatua asam atau basa CONTOH : HCl H+ + ClH+ + CH3COO- CH3COOH NH4 H+ + NH3 H+ + C6H5NH2 H+ + [Al(H2O)5(OH-)]2+ C6H5NH3+ Al (H2O)6]3+ .SKALA pH pH = .log [H+] pOH = .log [OH-] pH + pOH = 14 Kw = [H+] [OH-] Contoh : pH Coca Cola = 3.

HBrO4 dan HIO4 Asam kuat terionisasi sempurna atau hampir sempurna dlm air (100%). HI. HCl.ASAM KUAT DAN LEMAH Contoh : HNO3.  Asam lemah terionisasi kurang dari 100% dalam air. HBr. H2SO4. asam organik 3 4 2 . HOCl. HNO dan HClO 2 4 3 4 Asam lemah : H PO . HCl. Contoh : Asam asetat = CH3CO2H • • • • Asam kuat menghasilkan basa terkonjugasi yang lemah Asam lemah menghasilkan basa terkonjugasi yang kuat Asam kuat : H SO . HNO .HClO4.

KEKUATAN ASAM DAN BASA  NAMA ASAM HClO4 HCl H2SO4 HSO4HNO3 H3O+ H2SO3 H2SO4H3PO4HF HC2H3O2 H2CO3 H2S HSO4HCN NH4+ NH3 KEKUATAN MENURUN NO3H 2O HSO3SO42H2PO4FC2H302HCO3HSSO32CNKEKUATAN MENINGKAT BASA KONJUGAT ClO4 Cl - HCO3.CO32HSH2O NH3 OHNH2O2S2OH- .

X 100 % KONSENTRASI ZAT SEMULA CONTOH : BERAPA PERSENTASE TERDISSOSIASI PADA LARUTAN 1 M HF .7 . pH Asam lemah lebih tinggi dari pH asam kuat. KESETIMBANGAN PADA ASAM  DISSOSIASI ASAM LEMAH TIDAK SEMPURNA CONTOH : Berapa pH larutan 1 M HF. diketahui Ka = 7.2 x10-4 H+(aq) + OH-(aq) Kw= 1. DIKETAHUI [H+] PADA KEADAAN SETIMBANG = 2.0 x10-14 MENGHITUNG PERSENTASE ZAT YANG TERDISOSIASI KONSENTRASI PERSENTASE TERDISOSIASI (α) = ZAT YANG TERURAI ----------------------------.KONSTANTA KESETIMBANGAN PADA ASAM LEMAH Ka ASAM LEMAH < 1 pH : 2 – 7 Kaitan antara Ka dengan pH Pada jumlah molar yang sama. 10-2 .2 x 10-4 Jawab : HF (aq) H2O (l) H+(aq) + F-(aq) Ka= 7.

3 pOH + pH = 14 jadi pH = 14 – 1.12 KONSTANTA BASA   BASA SEBAGAI ASEPTOR PROTON KONSTANTA DISSOSIASI : BH+(aq) + OH.log [OH-] = .3 .log 5.(aq) B (aq) + H2O (l) [BH+] [OH-] Kb = ---------------[B] KESETIMBANGAN BASA Contoh lain :   HITUNG pH DARI 5.Kaitan antara Ka dengan α Dimana : α = derajat disosiasi Ka = konstanta asam Ca = konsentrasi awal asam KONSTANTA KESEIMBANGAN BASA LEMAH Kb BASA LEMAH < 1 pH : 7 .0 x 10-2 = 1.0 X 10-2 NaOH JAWAB : pOH = .

+ H3O+ KESETIMBANGAN ASAM DAN BASA  Asam dan basa lemah hanya bereaksi sebagian dengan air. [H3O] dan pH ASAM MONOPROTIK DAN DIPROTIK  Asam monoprotik : mendonor 1 proton contoh : HF. contoh : H2SO4. Kb. Nilai pKa mulai dari nol untuk asam lemah yang paling kuat dan terus bergerak naik. tetapi reaksi sebagiannya dengan air menghabiskan sejumlah HA dan menghasilkan A.+ H3O+ SO42.+ H2O HSO4.dan H3O+ Basa lemah  Penjelasan asam lemah mirip dengan basa lemah . konsentrasi awalnya diketahui.= 12.  Bila asam lemah dilarutkan dalam air.   H2SO4 + H2O HSO4. HCl. sehingga untuk menghitung pH larutannya kita menggunakan Ka atau Kb serta hukum kesetimbangan kimia Asam Lemah  Asam lemah mempunyai nilai Ka lebih kecil dari 1. HNO3   Asam poliprotik : mendonor lebih dari 1 proton Asam diprotik : mendonor 2 proton.7 Hubungan Ka.

 Kb = ketetapan kesetimbangan basa  Basa lemah bereaksi dengan air untuk menghasilkan OH Jumlah ion yang dihitung [OH-]  Kb dari basa lemah lebih kecil dari 1 dan semakin lemah suatu basa. hanya dengan ion-ion yang merupakan asam konjugat dari basa lemah dan basa konjugat dari asam lemah. semakin kecil nilai Kb-nya Hidrolisis  Hidrolisis adalah istilah umum yang diberikan untuk reaksi suatu zat dengan air.  Penjelasan lengkapnya pada reaksi hidrolisis amonium klorida NH4+(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + NH3(aq) Hal ini menjelaskan mengapa pH larutan amonium klorida < 7 (asam)  Hidrolisis tidak terjadi pada semua ion. dan hidrolisis diterapkan secara khusus pada reaksi dimana pH berubah dari 7 pada saat pelarutan suatu garam dalam air.  Hal ini menjelaskan mengapa NaF bersifat sedikit basa dan NaCl bersifat netral .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->