P. 1
50420808-LAPORAN-PERTAMINA

50420808-LAPORAN-PERTAMINA

|Views: 407|Likes:
Published by Nawawi Khalimi

More info:

Published by: Nawawi Khalimi on Feb 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar belakang prakerin
  • 1.2 Tujuan prakerin
  • 1.3 Tempat dan waktu prakerin
  • 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
  • 2.3 Tujuan Perusahaan
  • 2.4 Ruang lingkup
  • 2.5 Pengertian – pengertian umum perusahaan
  • 3.1.1 Sifat Fisika
  • 3.1.2 Sifat Kimia
  • 3.2.1 Produk BBM ( Bahan Bakar Minyak )
  • 3.2.2 Produk BBK ( Bahan Bakar Khusus )
  • 3.3 BAHAN BAKAR MINYAK
  • 3.4 Proses Pendistribusian BBM
  • 3.5 BBM (Bahan Bakar Minyak) Sisa Analisis
  • 3.6 Bahan Bakar Minyak yang didistribusikan
  • 3.7 Parameter Uji BBM (Bahan Bakar Minyak)
  • 4.1 Penentuan Density pada 150
  • 4.2 Penentuan Uji Tekanan Uap (Reid Vapour Pressure) pada 1000
  • 4.3 Penentuan Uji Angka Oktan (Octane Number)
  • 4.4 Penentuan Uji Distilasi (Distillation)
  • 4.5 Penentuan Uji Titik Tuang (Pour Point)
  • 4.6 Penentuan Uji Viskositas Kinematik (Viscosity Kinematic)
  • 4.7 Penentuan Uji Titik Nyala (Flash Point)
  • 4.8 Penentuan Uji Titik Asap (Smoke Point)
  • 4.9 Penentuan Uji Kandungan Sulfur (Sulphur Content)
  • 5.1.1 Spesifikasi Premium
  • 5.1.2 Zat aditif premium
  • 5.2.1 Sifat-sifat Kerosene
  • 5.3 Kontaminasi Kerosene dengan Premium
  • 6.1.1 Tabel Kerosene berdasarkan percobaan
  • 6.1.2 Tabel Premium berdasarkan percobaan
  • 6.1.3 Tabel Kontaminasi Kerosene dengan premium
  • 6.2 Pembahasan
  • 7.1 Kesimpulan
  • 7.2 Saran

PT.

PERTAMINA (Persero)

Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM)

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang prakerin
Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Berbagai penemuan, resolusi industri, inovasi ilmu merupakan salah satu aspek pemicu berkembangnya ilmu pengetahuan di dunia. Oleh karena itu, SMK KIMIA PGRI Serang sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan memiliki visi, misi dan tujuan, yaitu : a. Visi sekolah menengah kejuruan Era globalisasi yang mempunyai ciri persaingan dan kerja sama. Era IPTEK yang menuntut perlunya penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Era informasi dan keterbukaan yang disebut juga era transparasi. Era industrialisasi atau modernisasi, yaitu suatu era dimana kita harus siap berpikir secara rasional, sebab dalam era ini dituntut kemampuan menalar. b. Misi sekolah menengah kejuruan Menghasilkan siswa yang mandiri. Menghasilkan siswa yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Memberikan bekal kepada siswa sehingga mampu mengembangkan kualitas secara berkelanjutan. c. Tujuan sekolah menengah kejuruan Menyiapkan siswa agar menjadi warga Negara yang produktif dan kreatif. Menyiapakan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta

mengembangkan sikap professional

Fauziah , 07081043

1

PT.PERTAMINA (Persero)

Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Dengan memperhatikan visi, misi dan tujuan diatas maka seluruh sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia wajib mengadakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) sesuai dengan program studi sekolah masingmasing.

1.2 Tujuan prakerin
Tujuan prakerin diantaranya adalah : 1. Mengembangkan dan memantapkan profesionalisme yang diperlukan siswa untuk terjun ke dunia kerja. 2. Memberikan kesempatan siswa untuk memasyarakatkan diri pada dunia kerja. 3. Memperluas pengetahuan teknologi industri. 4. Meningkatkan, meluaskan, dan memantapkan keterampilan siswa untuk terjun kedunia industri sesuai dengan bidangnya. 5. Sebagai salah satu syarat kelulusan di SMK Kimia PGRI Serang.

1.3 Tempat dan waktu prakerin
Prakerin dimulai dan dilaksanakan pada tanggal 03 Mei sampai dengan 03Juni 2010, dilakukan di laboratorium pengujian BBM.

Fauziah , 07081043

2

PT.PERTAMINA (Persero)

Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM)

BAB II TINJAUAN PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Prolog Masa 1871 - 1885 (Masa Awal Pencarian dan Penemuan Minyak di Indonesia) Industri minyak Indonesia mulai di awal abad 19:   12 tahun setelah pemboran minyak pertama di Titusville, Pensylvania, AS 1859 Reering 1871 - Zilker 1885 masa pencarian dan penemuan minyak (mulai pemboran 1883 di Telaga Tiga) Prolog Masa 1885 - 1945 (Masa Eksploitasi Minyak oleh Penjajah)        Pasca 1885 Berdiri Royal Dutch Company di Pangkalan Berandan (Sumatera Utara) 1887 - Pencarian minyak di Jawa Timur (Surabaya) 1888 - Konsesi Sultan Kutai dengan JH Meeten di Sanga-Sanga 1890 - Pendirian kilang Wonokromo & Cepu 1892 - Pembangunan kilang minyak di Pangkalan Berandan 1894 - Pendirian kilang Balikpapan oleh Shell Transport and Trading 1899 - UU Pertambangan Pemerintah Hindia Belanda (Indische Mijnwet) yang mengatur kegiatan pencarian minyak bumi di Indonesia

Fauziah , 07081043

3

PT.PERTAMINA (Persero)

Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) AS dan Belanda  AS berusaha masuk ke Indonesia tapi dicegah pemerintah Belanda. Namun karena tekanan AS kepada Den Haag, akhirnya muncul perusahaan patungan AS dan Belanda yakni SHELL dan NIAM (Jambi, Bunyu, dan Sumatera Utara)      Standard Oil masuk dan dipecah menjadi Standard Oil of New Jersey (membentuk Anak Perusahaan American petroleum Co) dan Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij (NKPM). NKPM menemukan lapangan Talang Akar (Sumsel) yang merupakan lapangan terbesar di Hindia Belanda Mendirikan Kilang Sungai Gerong di seberang Kilang Plaju milik Shell 1933 Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil. Penggabungan ini diubah statusnya menjadi PT Standard Vacuum Petroleum (Stanvac) pada1947.     1922 Standard Oil of California masuk ke Kalimantan dan Irian Jaya 1928 Gulf Oil (AS) masuk ke Sumatera Utara 1929 Standard Oil of California masuk ke Sumatera Utara 1933 Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil.  1947 Penggabungan SVPM diubah statusnya menjadi PT Standard Vacum Petroleum (Stanvac).

Fauziah , 07081043

4

PT.PERTAMINA (Persero)

Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Catatan: Di zaman Jepang, usaha yang dilakukan umumnya adalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pengeboman. Prolog Masa 1945 - 1957 (Masa Perjuangan Minyak Pra-Pertamina)
  

Selama perang kemerdekaan kegiatan pencarian minyak berhenti. Perjuangan Pangkalan Berandan, Sumatera Utara, dan Aceh Timur Muncul "Laskar Minyak" mensuplai keperluan pesawat terbang dan kendaraan lain

Berdiri perusahaan minyak pribumi:
o o

1945 didirikan PTMSU 1945 didirikan PTMN Cepu di lokasi ex SHELL (Lap. Nglobo, Semanggi Ledok dan Wonokromo)

o o

1950 PTMN Cepu berubah menjadi PTMNRI Cepu 1950 PTMN Sumatera Utara berubah menjadi PTMRI Sumatera Utara

o o 

1954 PTMNRI Sumatera Utara berubah menjadi TMSU 22 Juli 1957 TMSU ditetapkan menjadi PT ETMSU (eksploitasi)

Agustus 1951 Mosi Mohammad Hasan
o

Gubernur Sumatera Mr. Teuku H. Moh. Hasan mengajukan sebuah mosi yang memperjuangkan pertambangan minyak dan disokong oleh kabinet secara bulat pada 2 Agustus 1951 dan dibentuk sebuah komisi.

o

Perjuangandi parlemen salah satunya adalah merintis UU pertambangan yang mengganti Indische Mijnwet

24 Oktober 1956 PP No. 24/1956
o

Diputuskan tambang minyak Sumatera Utara tidak dikembalikan kepada SHELL

Fauziah , 07081043

5

PERMINA menjadi PN. 07081043 6 .PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 1957  Juli 1957 Jend. AH. Nasution mendapatkan pelimpahan tugas tambang minyak Sumut. PERMIGAN  4 Jan 1966 Permigan dilikuidasi karena peristiwa G30S/PKI (Perbum) o Aset Permigan diberikan kepada PN Pertamin dan PN Permina   1968 PN Pertamin dan PN Permina merger menjadi PN Pertamina 1971 diterbitkan UU No. 1957) 10 Desember 1957 berdirinya PT Permina sebagai perusahaan minyak pertama bersifat nasional Pasca 1957  1959 berdiri NV NIAM (NV Nederlands Indische Aardolie Maatschappij) o o Perusahaan patungan AS dan Belanda 31 Des 1959 50% saham diambil alih pemerintah RI dan NV NIAM berubah jadi PT Permindo   1961 PT Permindo dikukuhkan menjadi PN Permigan Tahun 1961 : PT. perusahaan 1957 Pemerintah di RI mengambil (Kecuali alih semua karena Belanda Indonesia.PT. PERMINA dan PTMN menjadi PN. 8 tahun 1971 yang mengukuhkan PN Pertamina menjadi Pertamina  2001 diterbitkan UU Migas No 22 tahun 2001 yang akhirnya mengantar Pertamina menjadi PT Pertamina (Persero)  2003 Pertamina berubah status menjadi PT Pertamina (Persero) o Perubahan mendasar ada pada peran regulator menjadi player Fauziah . SHELL kepemilikannya bersifat internasional)   Perubahan nuansa kedaerahan menjadi nasional (AH Nasution. Rehabilitasi lapangan dan ekspor hasil untuk pembangunan.

Terminal Transit Tanjung Gerem dibangun diatas lahan seluas 10. kecamatan pulomerak kota Cilegon-Banten. yang meliputi Aktiva Pertamina beserta seluruh Anak Perusahaan. 100 Trilyun tersebut diperoleh dari : "Seluruh Kekayaan Negara yang selama ini tertanam pada Pertamina. 100 Trilyun. 07081043 7 . Pertamina".50 m dari permukaan air laut (DPL) di kawasan selat sunda.  Modal Setor PT. baik di dalam maupun di luar negeri yang berorientasi pada mekanisme pasar. o Modal Disetor (Penanaman Modal Negara/PMN) PT. termasuk Aktiva Tetap yang telah direvaluasi oleh Perusahaan Penilai Independen. Secara geografis berada diantara 05o 15’15”05o 58’35” lintang selatan dan 05o 59’55” bujur timur. dikurangi dengan semua Kewajiban (Hutang) 2. Kawasan ini merupakan transisi pantai dan darat dengan ketinggian 0.6 Ha dan diresmikan pada tahun 1994. o Nilai Rp. Keberadaan Terminal Transit Tanjung Gerem adalah untuk mengantisipasi beban yang dialami depot pelumpang dengan ditiadakannya Depot merak. Pertamina (Persero) merupakan BUMN yang 100% sahamnya dimiliki oleh Negara. Persero yang bergerak di bidang energi.00-2. Fauziah . petrokimia dan usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina.2 Profil perusahaan Terminal Transit Tanjung Gerem terletak di desa Gerem. Pertamina (Persero) pada saat pendirian adalah Rp. Pertamina (Persero) : o PT.PT.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Era Persero  Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara yang telah berubah bentuk menjadi PT.

2500 KL minyak solar. Kapasitas penimbunan : Premium : 22 hari 8 Fauziah . Minyak bakar (MFO). 650 KL minyak tanah. Kerosine (Minyak tanah). Data umum perusahaan : Nama perusahaan : PT PERTAMINA (PERSERO) Unit pemasaran III Terminal Transit Tanjung Gerem Alamat Telepon Fax Bidang/jenis usaha : Jl.PT. industri dan agen minyak tanah di wilayah provinsi banten dan sekitarnya serta sebagian Kabupaten Tangerang dan kegiatan Bunker Service. Ex kilang dalam negeri dan Ex Ship to Ship melalui tanker. Terminal transit Tanjung Gerem juga berfungsi sebagai Supply Point bagi beberapa depot BBM diluar wilayah kerja pertamina UPms III serta kegiatan penunjang lainnya.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Asal Pasokan BBM : Ex import. RE Martadinata Merak Banten : 0254-571815 : 0254-571812 : Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pelumas Produk : Premium. 600 KL minyak diesel (MDF) dan 600 KL minyak bakar (MFO) dengan armada tanki 259 buah dan tongkang 7 buah untuk konsumen SPBU/I/a. Pelumas. Minyak Diesel (MDF). Minyak Solar. Laks. 07081043 . Pelayanan Konsumen : Melayani produk BBM setiap hari rata-rata 700 KL premium.

Memberikan arah dan tujuan terhadap penerapan system management keselamatan. penyaluran BBM Daerah Pemasaran dan Pelumas. Menjadi acuan dalam penyusunan dokumen-dokumen lainnya untuk memenuhi persyaratan ISO 14001 : 1996 dan OHSAS 18001 : 1999 4.PT.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) : MDF : 21 hari : MFO : 22 hari : Solar : 19 hari : Kerosene : 20 hari Proses utama : Penerimaan. 2. 2. kesehatan kerja dan lindungan lingkungan ISO 14001 : 1996 dan OHSAS 18001 : 1999 di terminal transit tanjung gerem. Kesehatan kerja dan lindungan lingkungan ISO 14001:1996 dan OHSAS 18001:1999 ini disusun dengan tujuan untuk : 1.3 Tujuan Perusahaan Pedoman system Management keselamatan. Menjadi acuan dalam penyusunan dokumen-dokumen lainnya untuk memenuhi persyaratan ISO 14001 : 1996 dan OHSAS 18001 : 1999 Fauziah . 07081043 9 . 3. kesehatan kerja dan lindungan lingkungan ISO 14001 : 1996 dan OHSAS 18001 : 1999 di pertamina unit pemasaran III terminal transit tanjung gerem. penimbunan. : Provinsi Banten dan sebagian wilayah kabupaten Tangerang. Menjelaskan ruang lingkup penerapan system management keselamatan.

Penilaian resiko adalah proses mengukur besaran resiko secara menyuluruh dan memutuskan apakah resiko dapat diterima atau tidak Fauziah .Resiko adalah gabungan dari kemungkinan dan konsekuensi dari bahay yabg telah ditentukan bila terjadi. Flora. tanah.PT.Aspek lingkungan adalah unsur dari suatu kegiatan produk atau jasa dari organisasi yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. . PERTAMINA (Persero) tg. . apakah merugikan atau menguntungkan. solar.4 Ruang lingkup PT.5 Pengertian – pengertian umum perusahaan .lingkungan adalah keadaan sekeliling tempat organisasi beroperasi termasuk udara. SDA. kesehatan kerja dan lingkungan secara sejalan dengan kebijakan lingkungan dan K3 organisasi.Penyempurnaan berkelanjut adalah proses peningkatan system management lingkungan dan K3 untuk mencapai penyempurnaan kinerja secara keseluruhan dari keselamatan. Fauna. Penerapan system management keselamatan. Manusia dan keterkaitannya. seluruhnya atau sebagian yang dihasilkan dari kegiatan produk atau jasa dari organisasi . Air.Gerem merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian BBM (Bahan Bakar Minyak). 2. minyak diesel. .PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 2. kesehatan kerja dan lindungan lingkungan ISO 14001 : 1996 dan OHSAS 18001 : 1999 di terminal transit tanjung gerem. dan minyak bakar. Adapun jenis produk BBM yang didistribusikan adalah premium.Dampak lingkungan adalah setiap perubahan pada lingkungan. 07081043 10 . minyak tanah (kerosene). .

. .Kinerja lingkungan adalah hasil-hasil system management lingkungan yang dapat diukur.Pihak terkait adalah perorangan atau kelompok yang berkepentingan dengan atau dipengaruhi oleh kinerja lingkungan organisasi. Fauziah . yang timbul dari kebijakan lingkungan.Pihak yang berkepentingan adalah kelompok atau perorangan yuang memperhatikan atau menerima dampak dari peri kerja K3 perusahaan. yang diturunkan dari tujuan lingkungan dan yang perlu ditentukan dan dipenuhi untuk mencapai tujuan lingkingan.Tujuan lingkungan adalah cita – cita lingkungan secara menyeluruh.Sasaran K3 adalah target di bidang peri kerja K3 yang ditetapkan oleh perusahaan untuk dicapai. dikuantifikasikan bila dimungkinkan. . yang berkaitan dengan pengendalian organisasi terhadap aspek lingkungan. . .PT. berlaku untuk organisasi atau bagiannya. Sasaran lingkungan adalah persyaratan kinerja secara rinci.Perusahaan adalah PT PERTAMINA (PERSERO) UPms III Terminal Transit Tanjung Gerem. didasarkan pada kebijakan.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) . yang telah ditentukan oleh organisasi itu sendiri untuk dicapai dan yang dikuantifikasikan bila memungkinkan. tujuan dan sasaran lingkungan. .Keselamatan adalah bebas dari resiko atau bahaya yantg tidak dapat diterima (ISO guide 2).Kebijakan lingkungan adalah persyaratan oleh organisasi tentang keinginan dan prinsip-prinsipnya dengan kinerja lingkungan secara keseluruhan yang memberikan kerangka untuk tindakan dan untuk penentuan tujuan dan sasaran lingkungannya . 07081043 11 .

. didasarkan pada kebijakan dan sasaran yang telah ditentukan Fauziah . kerusakan harta benda. yang dapat secara langsung atau tidak langsung dapat menyebabkan luka atau sakit .Program pengelolaan lingkungan adalah rangkaian kegiatan. waktu pelaksanaan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan dan sasaran lingkungan. tuntunan.Wakil management (Management Representative) adalah orang atau jabatan yang ditunjuk oleh pimpinan atau manager suatu perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengorganisir suatu tim dalam melaksanakan system management lingkungan dan K3. sakit.Peri kerja adalah hasil yang dapat diukur dari system management OHSAS yang berhubungan dengan pengendalian organisasi terhadap resiko K3. prosedur. 07081043 12 . .Identifikasi bahaya adalah proses mengenali bahaya-bahaya yang ada dan menetapkan sifat-sifatnya . atau gabungan dari keadaan-keadaan tersebut. . pengguanaan Sumber daya secara Efisien dan penggantian bahan. . mengurangi atau mengendalikan pencemaran yang dapat mencakup daur ulang.PT. Flora dan Fauna.Limbah B3 adalah limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun Karena sifatnya atau jumlahnya.Pencegahan pencemaran adalah pengguanaan proses.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) . peraturan. mekanisme pengendalian. peri kerja system management kerja dll. kerusakan harta benda.Ketidaksesuaian adalah segala penyimpanan dari standar kerja. pengelolaan perubahan proses. kerusakan lingkungan kerja. baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merudak dan mencemarkan lingkungan hidup serta dapat membahayakan kehidupan manusia.Bahaya adalah keadaan atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian seperti luka. kerusdakan lingkungan kerja. praktek bahan atau produk yang mencegah. . .

Tata kerja individu (TKI) adalah salah satu bentuk STKP.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) . sasaran. merupakan penjabaran dari pedoman atau TKO yang menggambarkan instruksi kerja mengenai pelaksanaan suatu aktifitas yang dilakukan oleh satu orang (individu) atau lebih. satuan kegiatan dan pekerja. kepada pemegang yang bersangkutan dan terbitan yang digantikan ditarik atau dimusnahkan. strategi. merupakan penjabaran dari pedoman atau TKO yang menggambarkan petunjuk operasi menganai pelaksanaan kegiatan untuk mengoperasikan suatu alat. instalasi dan sebagainya. dan rencana sertapelaksanaan kegiatan PT PERTAMINA (PERSERO) Tata kerja organisai (TKO) adalah salah satu bentuk STKP merupakan penjabaran dari pedoman yang menggambarkan prosedur dari pelaksanaan proses tertentu yang mengikutsertakan beberapa unit kerja. Dokumen terkendali adalah dokumen yang diterbitkan. daftar pemegang yang di bagi dokumen ditetapkan. 07081043 13 .Sistem tata kerja pertamina (STKP) adalah kumpulan dari STK-STK yang saling berinteraksi dan dijadikan acuan. .Sistem tata kerja (STK) adalah sistem terstruktur yang mengatur penyelenggaraan kegiatan tertentu dari perusahaan terdiri dari kebijakan. . instruksi dan hasil dari pelaksanaannya. arahan baku yang ditetapkan oleh management pertamina dalam menopang pencapaian visi dan misi perusahaan. prosedur. pembagian dan perubahannya dikendalikan. Fauziah . di catat pada daftar distribusi / tanda terima.PT.Tata kerja penggunaan alat (TKPA) adalah salah satu bentuk STKP. mesin. Pedoman adalah salah satu bentuk STKP. berisi kebijakan yang dijadikan acuan dan arah dalam penetapan tujuan. Bila ada bagian dokumen yang dirubah dengan terbitan baru. .

Secara umum. Teori ini menyatakan bahwa minyak bumi merupakan produk perubahan secara alami dari zat-zat organik yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengendap selama ribuan sampai jutaan tahun. dan magnesium. besi. temperatur. Akibat dari pengaruh tekanan. aluminium.1 Komposisi Elmental Minyak Bumi Komposisi Hydrogen (H) Sulfur (S) Nitrogen (N) Oksigen (O) Persentase 11-14 0-3 0-1 0-2 Sifat-sifat minyak bumi bisa di bedakan atas sifat fisika dan kimia. maka minyak bumi akan mempunyai komposisi yang berbeda di tempat yang berbeda.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3. kalsium. Fauziah .PT. dan nitrogen serta senyawa-senyawa anorganik seperti vanadium. kehadiran senyawa logam dan mineral serta letak geologis selama proses perubahan tersebut.1 MINYAK BUMI Minyak mentah atau crude oil adalah cairan coklat kehijauan sampai hitam yang terutama terdiri dari karbon dan hidrogen. Teori yang paling umum digunakan untuk menjelaskan asal-usul minyak bumi adalah “organic source materials“. Minyak bumi memiliki campuran senyawa hidrokarbon sebanyak 5098% berat. oksigen. komposisi minyak bumi dapat dilihat pada tabel berikut: Table 1. sisanya terdiri atas zat-zat organik yang mengandung belerang. 07081043 14 . nikel. natrium.

atau tidak bisa di pompa. mekin besar APInya. Flash Fauziah . 07081043 15 .1 Sifat Fisika 1. maka minyak tersebut semakin banyak mengandung fraksi ringan sehingga harga jualnya akan semakin tinggi. sudah memberikan uapnya yang cukup campurannya dengan udara sehingga akan menyala sekejap apabila diberi sumber nyala api. Berat jenis atau spesific gravity atau API gravity sering menunjukan secara kasar kualitas minyak bumi tersebut. begitu pula sebaliknya.1. 3. Makin kecil berat jenis atau SG minyak tersebut. 4. makin bagus kualitasnya. Berat Jenis ( Density. Viskositas merupakan sifat yang sangat penting karna untuk menentukan perhitungan aliran dalam transportasi minyak dan sebagai pelumasan. Kekentalan (Viskositas) Viskositas adalah daya hambatan yang di lakukan oleh cairan untuk mengalir pada suhu tertentu. Dengan mengetahui titik tuang dari minyak bumi tersebut kita dapat menghitug pada suhu berapa minyak bumi tersebut masih bisa di pompa. Spesific gravity atau API gravity). Semakin tinggi suhu maka minyak akan semakin encer. Titik tuang Titik tuang (Pour Point) adalah suhu terendah dimana minyak bumi masih bisa di tuangkan atau suhu terendah dimana minyak bumi masih bisa mengalir oleh beratnya sendiri. Begitu pula sebaliknya jika SG rendah maka akan semakin buruk kualitas minyak bumi tersebut.PT.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 3. Titik nyala (Flash point) Titik nyala adalah suhu terendah dimana minyak bumi apabila di panaskan. bisa di hitung berapa jumlah uap air (steam) yang di butuhkan sebagai pemanas untuk menjaga agar minyak tetap dapat di pompa. Yaitu berupa bilangan yang menujukan mudah tidaknya suatu fluida mengalir pada suhu tertentu. 2.

Minyak bumi yang berbau tidak sedap biasanya di sebabkan karena mengandung senyawa nitrogen ataupun Fauziah .PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) point perlu di perhatikan untuk keamanan transportasi dan penimbunan minyak dan gas bumi. Warna flouresensi minyak bumi yaitu kuning sampai kuning keemasan dan kelihatan sangat hidup. Flouresensi Sifat flouresensi yaitu jika tekena sinar ultra-violet akan memperlihatkan warna yang lain dari warna biasa. sedikit saja minyak bumi terdapat pada kepingan batuan atau lumpur pemboran akan mudah terdetekksi dengan sinar lampu ultra-violet. 8. sedangkan jika ringan berat jenisnya maka warnanya coklat kehitamhitaman. Makin tinggi berat jenis atau makin rendah APInya akan semakin tinggi pula indeks refraksinya.4. Jika berat jenisnya tinggi maka warna minyak yaitu hijau kehitamhitaman.PT. Perbedaan indeks refraksi tergantung dari derajat APInya atau berat jenis. Warna pada minyak bumi di sebabkan karena adanya pengotoran. Bau Minyak bumi ada yang berbau sedap ada pula yang tidak. karena hidrokarbon sendiri tidak memperlihatkan warna tertentu. 6.3 sampai 1. Makin tinggi °Apinya makin ringan minyak tersebut maka makin rendah flash pointnya atau titik nyalanya/makin mudah terbakar. Sifat flouresensi bermanfaat untuk identifikasi. misalnya oksidasi senyawa hidrokarbon. 07081043 16 . 5. Indeks Refraksi Minyak bumi memperlihatkan berbagai macam indeks refraksi dari 1. 7. Warna Warna pada minyak bumi pada umumnya brhubungan dengan berat jenisnya. yang biasanya sebabkan oleh pengaruh melekul aromat.

RCR/CCR ini hubungannya dengan kandunga bahan asphaltis (Asphaltene content) dan Lube oil Recovery.5 % biasanya disebut “sour crude”. Garam ini bisa menimbulkan persoalan korosi berat pada proses di kilang minyak.5% berat. Minyak mentah yang berkadar belerang di atas 0. Golongan parafin dan naften biasanya memberikan bau yang sedap. Semakin rendah harganya biasanya semakin bagus lube oil recoverinya. 07081043 17 . Proses penghilangan garam biasanya di laksanakan pada peralatan desalter yang prinsip kerjanya berdasarkan alat elektrolis dengan memanfaatkan tenaga listrik. Nilai Kalori Nilai kalori minyak bumi adalah jumlah panas yang di timbulkan oleh satu gram minyak bumi. Kandungan Karbon Karbon sisa setelah pirolisa minyak mentah biasanya ditentukan dengan metode Ramsbottom (RCR) atau Conradson (CCR). dan satuannya adalah kalori atau Btu atau MJ (mega juole).PT. Kadar Garam Kadar garam minyak mentah dinyatakan dengan banyaknya garam dapur (NaCL) yang terkandung di dalamnya. 12. minyak jenis ini harganya murah karena di perlukan biaya lingkungan.5 derjat celsius. Fauziah .05-5.5 derajat celsius sampai 4. agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan minyak tersebut harus dihilangkan belerangnya pada proses pengilangan. 11. 9. Kandungan Belerang Kandungan belerang biasanya dinyatakan dalam persen berat. yaiitu dengan meningkatkan temperatur satu gram air dari 3. 10.harganya berkisar antara 0.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) belerang.

artinya memiliki afinitas kecil. partikel karbon dan H2O . Kadar Nitrogen Nitrogen biassanya tidak dikehendaki dalam minyak mentah. Br2.PT. Untuk evaluasi long residu di pakai distilasi vacum. Jika pembakarannya tidak sempurna dihasilkan CO. Salah satu reaksi substitusi yang biasa terjadi adalah halogenasi yakni pergantian atom H oleh atom-atom halogen (F2. Substitusi Substitusi adalah reaksi penggantian atom H dengan atom gugus lain. Pada alkana reaksi-reaksi penting yang terjadi adalah: a.25% akan dilakukan proses penghilangannya.2 Sifat Kimia Sifat kimia berkaitan dengan reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada minyak bumi yaitu : 1) Reaksi-reaksi pada Alkana Alkana adalah zat yang sukar bereaksi sehingga disebut paraffin. Sifat Distilasi Sifat distilasi dari minyak mentah sangat penting bagi perencana proses di kilang. Distilasi yang biasa dilakukan untuk evaluasi minyak bumi adalah distilasi TBP (True Boiling Point). Pembakaran Alkana akan mengalami pembakaran menjadi CO2 dan H2O jika terjadi pembakaran sempurna. b. dan Oldershow. Cl2. karna senyawa nitrogen bisa meracuni beberapa jenis katalis.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 13. Biasanya jika kadar nitrogen lebih dari 0. 07081043 18 . Fauziah . 14.1. distilasi Hempel. 3. dan I2.

b. dan I. 2) Reaksi-reaksi Alkena Alkena dapat mengalami reaksi-reaksi sebagai berikut : a. Pembakaran Sama dengan alkana. 07081043 19 . Substitusi Pada alkena reaksi substitusi yang diperkenalkan adalah halogenasi yakni penggantian atom H dengan atom Halogen seperti F. Polimerisasi Polimerisasi adalah penggabungan molekul sderhana (monomer) menjadi molekul besar (polimer). Salah satu yang terpentingadalah adisi. c. alkena juga dapat mengalami pembakaran yang menghasilkan CO2 dan H2O (jika merupakan pembakaran sempurna).PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Contoh Klorinasi (penggantian H dengan Klorin) pada metana. c. Br. Adisi Adisi menghasilkan rekasi penjenuhan ikatan rangkap. Perengkahan atau cracking Reaksi perengkahan adalah pemotongan rantai karbon menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Fauziah . 3) Reaksi-reaksi Alkuna Alkuna mengalami reaksi-reaksi seperti halnya alkena. d.PT. Cl.

PT. Solar Minyak solar adalah bahan bakar jenis distilat berwarna kuning kecoklatan yang jernih. Warna kuning tersebut akibat adanya zat pewarna tambahan (dye). Minyak dan gas hasil pengolahan di dapat dari rentetan proses pengolahan pencampuran (Blending) untuk mendapat produk minyak sesuai yang di inginkan. 07081043 20 . Fauziah . Minyak solar ini biasa disebut juga Gas Oil.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 3. adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar.2 PRODUK MINYAK BUMI Produk-produk minyak bumi sangat bermacam-macam antara lain yang berupa cair maupun gas. Minyak Tanah ( Kerosene ) Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin). Minyak Diesel Minyak Diesel adalah hasil penyulingan minyak yang berwarna hitam yang berbentuk cair pada temperatur rendah. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ. 3. High Speed Diesel.1 Produk BBM ( Bahan Bakar Minyak ) Premium Premium (RON 88) : Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih.2. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150°C and 275°C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Automotive Diesel Oil. malam).

PT. Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan minyak diesel. Berdasarkan spesifikasi tersebut. pembakaran. AVTUR harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. 07081043 21 . Avtur AVTUR adalah bahan bakar dari fraksi minyak tanah yang dirancang sebagai bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin atau mesin yang memiliki ruang pembakaran eksternal (External Combustion Engine). dan performanya pada temperatur rendah.2. 3.2 Produk BBK ( Bahan Bakar Khusus ) Avgas Avgas adalah bahan bakar yang di gunakan untuk pembakaran pesawat udara jenis Spark Ignition atau Internal Combotion Engine Piston Type yang dinyalakan dengan busi.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Minyak Bakar Minyak bakar adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Minyak bakar juga sering dikenal dengan istilah fuel oil. Fauziah . Avgas merupakan hasil pengolahan minyak bumi dari fraksi gasolin yang paling rumit dalam proses penyediaannya dan harus memenuhi standar yang ketat. Kinerja/kehandalan AVTUR terutama ditentukan oleh karakteristik kebersihannya. Fungsi bahan bakar disini adalah untuk menghasilkan tenaga mekanik dari tenaga kimia hasil pembakaran yang di hasilkan dari/oleh adanya suatu tekanan yang di hubungkan dengan suatu poros untuk menggerakan roda. seperti memiliki titik beku (freeze point) maksimum -47°C dan titik nyala (flash point) minimum 38°C (100° F). Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam chrom.

Propana. Pertamax Plus sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi ratio > 10. -43 0C .3 BAHAN BAKAR MINYAK Bahan bakar minyak yang ada sekarang dibuat dari minyak mentah. Cairan ini mengandung hidrokarbon. 07081043 22 . Empat molekul pertama hidrokarbon adalah Metana.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax Pertamax (RON 92) : ditujukan untuk kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal (unleaded). 3. Turbochargers dan catalytic converters. dengan titik didih masingmasing -107 0C . Pertamax juga direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi diatas tahun 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters. Molekul hidrokarbon dengan panjang yang berbeda akan memiliki sifat dan kelakuan yang berbeda pula. Dalam temperatur dan tekanan kamar. -67 0C . Pertamax Plus Pertamax Plus (RON 95) : Jenis BBM ini telah memenuhi standar performance International World Wide Fuel Charter (WWFC).5 dan juga yang menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI). Variable Valve Timing Intelligent (VVTI). (VTI). Etana. dan Butana.PT. Dengan bertambah panjangnya rantai hidrokarbon akan menaikkan titik didihnya.dan mulai dari C19 keatas berwujud padat. dan -18 0C. cairan berwarna hitam yang dipompa dari perut bumi dan biasa disebut dengan petroleum. dari C5 – C18 berwujud cair. Ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi mutakhir yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan ramah lingkungan. CH4 (Metana) merupakan molekul paling “ringan”. sehingga kita Fauziah . keempatnya berwujud gas. Atom-atom karbon dalam minyak mentah ini berhubungan satu dengan yang lainnya dengan membentuk rantai panjang yang berbeda-beda. Berikutnya.

Rangkas Bitung. minyak solar). semetara fraksi-fraksi hidrokarbon yang ringan akan mengumpul dibagianbagian kolom lebih atas. karena persediaan premium dikilang minyak Indonesia tidak banyak. Lebak. Pemisahan fraksi tersebut didasarkan pada titik didihnya. Kab.PT. seperti : Fluid Catalytic Cracker. dan Vietnam yang khusus mengimpor bahan bakar minyak jenis premium. minyak bakar (gas oil). Kedua unit proses ini minyak mentah disuling menjadi fraksi-fraksinya.4 Proses Pendistribusian BBM PT. 3. Fraksi hidrokarbon berat mengumpul dibagian bawah kolom. Kolom distilasi berupa bejana tekan silindris yang tinggi (sekitar 40m) dan di dalamnya terdapar tray-tray yang berfungsi memisahkan dan mengumpulkan fluida panas yang menguap keatas. distilat ringan (seperti minyak bensin). dan ada juga yang diimpor dari luar seperti dari Singapura.wikipedia. minyak tersebut berasal dari kilang-kilang minyak milik PERTAMINA. (http://id. dll.Gerem mendistribusikan minyak yang sudah jadi bahan bakar minyak. PT.org/wiki/kilang_minyak# Proses_Distilasi). PERTAMINA (Persero) tg. minyak yang sudah jadi dari kilang-kilang minyak dan telah lulus pengecekan di transfer ke Fauziah . Fraksi-fraksi hidrokarbon yang diperoleh dari kolom distilasi ini akan diproes lebih lanjut diunit-unit proses yang lain. PERTAMINA (Persero) merupakan pemasok Bahan bakar minyak di seluruh wilayah Banten seperti Kota Cilegon. dan residu. Proses penyaluran minyak dari kilang minyak hingga sampai di konsumen memerlukan beberapa tahap. 07081043 23 . Kota Serang. distilat menengah (seperti minyak tanah. yaitu gas. sedangkan pemakainya sangatlah banyak. Kota Tangerang.Tangerang. Prinsip inilah yang diterapkan di pengilangan minyak untuk memisahkan berbagai fraksi hidrokarbon dari minyak mentah.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa memisahkan hidrokarbon ini dengan cara destilasi. Adapun prosesnya.

lalu dari tangki timbun minyak dapat disalurkan ke konsumen SPBU. jika hasil analisis tersebut On spec maka minyak itu disimpan kedalam tangki MFO dan dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar. 3. tetapi didiamkan selama 90 hari sambil menunggu drying bath itu terisi penuh dengan minyak kotor baik dari sisa analisis sample maupun dari tangki minyak lainnya dan juga berfungsi untuk memisahkan minyak dengan air. Sisa sample tersebut belum dikatakan sebagai limbah melainkan dikatakan sebagai minyak kotor karena masih dapat diolah kembali.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) kapal tanker. dan industriindustri dengan menggunakan mobil tangki. jika sudah tidak cukup sisa sample tersebut dipindah ke dalam drum. Setelah didiamkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai diproses diambil beberapa ml minyak kotor tersebut untuk di analisis. 07081043 24 . tetapi jika hasil analisis tersebut Off spec maka minyak tersebut tidak dapat digunakan kembali dan harus dilakukan pemusnahan. sebelum dilakukan discharge dilakukan pengecekan kembali kemudian dari kapal discharge ke tangki timbun setelah minyak berada ditangki timbun dilakukan kembali pengecekan oleh orang timbun secara kasar yaitu menggunakan alat Hidrometer dan thermometer untuk mengetahui density dan suhu nya.5 BBM (Bahan Bakar Minyak) Sisa Analisis Dalam melakukan analisis bahan bakar minyak banyak menghasilkan sisa sample. kemudian pihak laboratorium membuat berita acara berupa pemusnahan sample kepada pihak LK3 agar memindahkan sisa sample analisis ke drying bath. PERTAMINA (Persero) sample sisa analisis awalnya di tampung dalam ember besar. Pemusnahan dilakukan oleh pihak perusahaan lain yang menangani pemusnahan sisa sample yang mempunyai ijin dari pihak LH (Lingkungan Hidup) agar pemusnahan tersebut tidak merusak lingkungan. Minyak kotor yang telah berada dalam drying bath tidak langsung diproses. di Laboratorium PT. Fauziah . minyak yang berada dalam drying bath di masukkan dalam settling tank kemudian diproses. setelah itu kapal sandar di dermaga.PT.

Jet-A. Minyak Bakar Secara umum kegunaan minyak bakar adalah untuk bahan bakar pengapian langsung pada industri . Jet-B. 07081043 25 . Oleh karena itulah.PT. seperti : mobil.industri besar. sepeda motor. JP-4 atau JP-8). yang juga dapat dipergunakan sebagai bahan bakar pada pembakaran langsung dalam dapur-dapur kecil. PLTU dan juga digunakan Fauziah .PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 3. diesel oil disebut juga Industrial Diesel Oil (IDO) atau Marine Diesel Fuel (MDF). Minyak Tanah (Kerosene) Pada suatu waktu minyak tanah banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur. motor tempel dan lain-lain. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol.6 Bahan Bakar Minyak yang didistribusikan Premium Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin. yang terutama diinginkan pembakaran yang bersih. Solar Penggunaan minyak solar pada umumnya adalah untuk bahan bakar pada semua jenis mesin diesel dengan putaran tinggi (diatas 1. Sebuah bentuk dari minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Minyak Diesel Minyak Diesel biasanya memiliki kandungan sulfur yang rendah dan dapat diterima oleh Medium Speed Diesel Engine di sektor industri.000 Rpm).

PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai salah satu alternatif bahan bakar pada industri menengah kecil lainnya. Hal-hal yang penting dalam setiap analisis adalah menentukan parameter yang harus di uji. Density 2. Density 3.PT. Sulphur content 4. Distillation Berikut adalah parameter-parameter uji analisis Minyak Tanah (Kerosene) : 1. Flash Point Able 3.7 Parameter Uji BBM (Bahan Bakar Minyak) Dalam setiap pendistribusian mutlak dilakukan analisis terlebih dahulu untuk mendapatkan kualitas BBM yang sesuai dengan standar. Colour 2. 3. 07081043 26 . RVP (Reid Vapour Pressure) 4. Berikut adalah parameter-parameter uji analisis premium : 1. Distillation Fauziah . Sulphur Content 5. Minyak bakar juga sering dikenal dengan istilah fuel oil. Smoke Point 5.

Sulphur Content 6. Density 2. Distillation 7. Viscosity 4. Water content 6. Flash Point 4. Sulphur content 3. Density 3. CCR (codrason carbon residue) Fauziah . Flash point 5.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Berikut adalah parameter-parameter uji analisis Solar : 1. Sedimen 7. Viscosity Berikut adalah parameter-parameter uji analisis Minyak Diesel & Minyak Bakar : 1. Cetane Number 8.PT. Colour 2. 07081043 27 . Pour Point 5.

kemudian dikonversikan pada table 15. Cara Pengoperasian : 1. Masukkan hidrometer beserta termometer kedalam gelas silinder. untuk mengetahui berat jenis sampel pada 150 C dengan menggunakan alat ukur hidrometer gelas. Catat hasilnya. 7. Fauziah .1 Penentuan Density pada 150 C Density adalah perbandingan berat sample terhadap volumenya. Siapkan gelas silinder berukuran 1000 ml. Kemudian baca skala pada hidrometer dan termometer. untuk mengetahui seberapa besar tekanan uap yang dihasilkan jika minyak bensin dipanaskan pada suhu 1000 F.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) BAB IV METODA ANALISIS 4. 07081043 28 . 6. Tuangkan sample kedalam gelas silinder. sampai hydrometer dan thermometer tersebut tidak 4.2 Penentuan Uji Tekanan Uap (Reid Vapour Pressure) pada 1000 F Tekanan uap adalah suatu faktor yang menunjukkan jumlah uap yang terbentuk pada distilasi minyak bumi. Siapkan Hidrometer dan thermometer yang sesuai. Penentuan ini menggunakan standar metode ASTM D 1298.PT. 5. 4. Diamkan bergerak. Uji tekanan uap ini dilakukan pada 1000 F dengan menggunakan alat Reid sesuai dengan standar metode ASTM D 323. Prinsip Kerja : Hidrometer yang sesuai diapungkan pada cairan sampel dalam sebuah gelas silinder yang mempunyai garis tengah > 25 ml dari garis tengah luar hidrometer. 2. 3.

masukkan sampel yang terlebih dahulu didinginkan ke dalam gasoline chamber yang kemudian disatukan dengan air chamber. Matikan tombol heating. Biarkan beberapa menit. matikan tombol test dan angkat gasoline chamber dari water bath. 12. 5. 10. Kemudian tekan tombol start untuk memfungsikan ketiga tombol tersebut. 11. Cara Pengoperasian : 1. Hubungkan stecker pada stop kontak. 9. Catat hasil tekanan uap reid yang didapat pada pressure gauge. Yakinkan isi bath berisi air (Aquadest) sampai batas yang diisyaratkan 3. 6.PT. 07081043 29 . Setelah pemeriksaan selesai. tombol heating dan tombol stirrer secara berurutan. Fauziah . Tekan tombol test. sampai tekanan maksimum yang dihasilkan tetap. hubungkan dengan cepat menggunakan pipa pressure gauge agar pemeriksaan akurat. 4. tombol stirrer dan tombol ON atau OFF. Setelah suhu didapatkan. 7. setiap lima menit dilakukan pembacaan tekanan pada alat ukur dan pengocokan. Yakinkan saklar alat dalam keadaan OFF. Cabut stecker dari stop kontak.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Prinsip Kerja : Dituang sejumlah sampel kedalam tabung baja alat reid dengan alat pemindah sampel khusus. Tekan tombol power ON. 8. 2. kemudian rendam dalam bak pada suhu tetap 100 0 F. untuk mendapatkan suhu dalam water bath sesuai ketentuan.

7. Posisikan toggle switch ke atas yang terletak pada sisi bagian kiri. Setelah alat tersebut tidak mengindikasikan waktu pemanasan. Cara Pengoperasian : 1. Nyalakan alat tersebut dengan menekan tombol hitam yang terdapat pada sisi bagian atas kanan (alat akan melakukan pemanasan selama 30 menit). 10. 8. Tekan nomor (1) auto (tekan pada numerical). Pasang tubing yang panjang pada tempat sampel (jangan terlalu kencang). 2. 9. Bila kita mengetahui jumlah kandungan sulphur dalam sampel tersebut kita dapat melakukan angka yang kita ketahui atau tekan exit untuk mengkosongkannya. 5. 3. Siapkan sampel pada botol yang berwarana coklat yang telah disuplai dengan alat tersebut.PT. Isi prediksi oktan number yang akan kita uji coba dengan menekan tombol numerical lalu enter atau kita dapat mengkosongkan prediksi kita dengan menekan tombol exit.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 4. Pasang botol yang telah terisi oleh sampel pada bagian yang terdapat tubing (bagian yang paling depan). Penentuan uji ini dilakukan dengan mesin yang dibuat menurut standar ASTM – CFR (ASTM D 2699). Periksa filter yang terdapat pada bagian atas tempat sampel dan tempat pembuangan sampel. maka alat tersebut dinyatakan sudah siap melakukan pengetesan. Pasang botol yang berwarna coklat pada bagian belakang botol sampel. 4. 07081043 30 . 6.3 Penentuan Uji Angka Oktan (Octane Number) Angka Oktan adalah suatu bilangan yang menunjukan tingkat ketangguhan bahan bakar terhadap detonasi atau knocking. Fauziah .

. kebawah. Sedangkan waktu mulai dari pemanasan awal sampai tercapai titik didih awal Fauziah . 13. maka kita tekan exit sampai kita melihat indikasi (DO YOU WISH TO LONG DATA?) tekan YES.PT. Prinsip Kerja : 100 ml sampel dalam labu distilasi diuapkan dengan kecepatan pemanasan tertentu. Penentuan Uji distilasi ini dilakukan menurut standar metode ASTM D 86. sehingga waktu yang dibutuhkan mulai dari pemanasan awal sampai tercapai titik didih akhir berkisar antara 28 – 32 menit.% complete. fasa uap(fasa gas) akan berubah menjadi fasa cair yang akan mengalir ke tempat penampungan seebagai distilat. Setelah hasil terdapat pada layar. Pompa alat tersebut akan auto matic menyala. kemudian uap tadi akan mengalami proses pendinginan pada kondesor. Di dalam kondesor akan terjadi proses perubahan fasa. Lalu masukan sampel ID dengan menekan tanda panah ke atas.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 11. Display tertulis “ measurement in progress” Data quisition …. Dimana zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. 07081043 31 . 16. Bila kita mengetahui jumlah RVP dalam sampel tersebut kita dapat memasukan angka yang kita ketahui atau tekan exit untuk mengkosongkannya. samping kiri atau kanan untuk memilih alphabetical lalu tekan enter.4 Penentuan Uji Distilasi (Distillation) Distilasi adalah suatu proses untuk memisahkan atau memurnikan suatu zat dari pengotor-pengotornya berdasarkan pada perbedaan titik didihnya. 14. untuk mengetahui jarak didih serta sifat-sifat penguapan bensin pada temperatur-temperatur tertentu. 4. 12. Setelah data acquisition selesai tekan enter untuk membaca hasil test. 15.

Yakinkan bak kondesor penuh terisi air sesuai batas (untuk minyak solar suhu kurang lebih 50 oC dan untuk premium mengunakan es). Prinsip Kerja : Sejumlah sample yang telah dipanaskan 115-120oF dalam tabung uji. Hubungkan stecker pemenas pada stop kontak. putar regulator ke posisi nol dan ubah saklar pemanas ke posisi off. Ubah saklar pemanas ke posisi on lalu atur kecepatan pemanas dengan memutar volt regulator. Yakinkan semua saklar pada posisi off. Nyalakan peralatan HCP 852 dengan menekan tombol power pada alat tersebut. Cara Pengoperasian : 1. Cara Pengoperasian : 1. 4. 4. 7.5 Penentuan Uji Titik Tuang (Pour Point) Titik tuang adalah suhu terendah dimana minyak masih dapat mengalir bila didinginkan pada kondisi tertentu. Letakan labu destilasi yang telah berisi sampel dan terpasang termometernya. 07081043 32 . 5. Lepaskan labu destilasi jika sudah tidak panas.PT. Fauziah . 2. Jika pengujian selesai dilaksanakan. 6. sebab ada hubungannya dengan indikasi sifat pemompaan dan kemampuan alir pada suhu rendah.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) berkisar antara 5 -10 menit dan setiap 10 ml volume distilat tertampung dalam gelas ukur sekitar 2 menit. untuk mengetahui perlakuan yang harus dilakukan terhadap minyak tersebut. Penentuan uji titik tuang ini dilakukan menurut standar metode ASTM D 97. 3. didinginkan perlahan-lahan dengan kecepatan tertentu dan amati setiap suhu turun 5oF atau 3oC.

Kemudian pasang gelas jar pada pemegangnya. dengan mengukur waktu alir secara gravitasi melalui sebuah viscometer gelas kapiler yang telah terkalibrasi. Masukkan nomor sampel dengan menekan tombol huruf atau angka pada keypad. 5. kemudian tekan tombol start. 9. lalu tekan tombol ON atau OFF dan cooling otomatis melakukan pendinginan sampai temperature 0oC. 4. Tekan tombol start pada peralatan. 11. Fauziah . Penentuan uji ini menggunakan metode ASTM D 445 dimaksudkan untuk menguji kekentalan kinematik dari cairan produk petroleum yang transparan maupun kedap cahaya. Pastikan tombol display peralatan menunjukan status ready. Siapkan sampel yang akan diuji dan masukan kedalam gelas jar sampai batas miniskus yang telah ditentukan. Setelah itu akan muncul start test? 12. 7. 10. Hasil pengujian akan otomatis print out setelah pengujian selesai. Nyalakan controller unit yang terdapat pada sisikanan atas dan tunggu beberapa saat sampai display menunjukan OFF. Masukan program yang akan digunakan kemudian tekan start. 6.6 Penentuan Uji Viskositas Kinematik (Viscosity Kinematic) Viskositas Kinematik adalh suatu pengukura tahanan alir cairan berdasarkan gravitasi. Nyalakan pendingin mulai dari main power yang terdapat pada sisi kanan tengah bath. 4. 13. 8. Tekan tombol M (menu) untuk memilih program yang dikehendaki (Pour Point pada program 1 dan Cloud Point pada program 3). 07081043 33 . Tekan start kembali maka akan mulai pengujian secara otomatis. tekanannya proposional dengan berat jenis.PT. Kemudian masukan expected (Pour Point atau Cloud Point). kemudian tekan start.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 2. 3.

8. Penentuan uji ini dilakukan untuk mengetahui titik nyala sample dengan menggunakan alat yang sesuai dengan metode. Yakinkan alat terisi air pada level yang diisyaratkan. Prinsip Kerja : Sample didinginkan dalam mangkok tertutup sampai temperatur sekitar 300 F dibawah titik nyala. 4. 6. Pindahkan regulator dari posisi on ke posisi off. Hubungkan stecker pada stop kontak. Masukan viscosity tube yang telah terisi contoh. Cabut stecker dari stop kontak. amati waktu yang dibutuhkan untuk mengalir dari tanda pertama ke tanda kedua. dengan mendekatkan api pencoba pada lubang diatas mangkok elama 2-3 detik.7 Penentuan Uji Titik Nyala (Flash Point) Titik nyala adalah suhu terendah dimana uap sample diatas permukaan cairan dapat menyala jika dikenakan api pencoba. Yakinkan isi bath viscosity sudah sesuai stadar atau mencukupi. Cara Pengoperasian : 1. 5. Cara Pengoperasian : 1. Lakukan pengujian jika temperatur mencapai 150 F. biarkan selama 30 menit didalam bath. 4. 2. Yakinkan saklar alat dalam keadaan off. 7. Ulangi pengujian setiap kenaikkan temperatur 10 F sampai tercapai titik nyala. Fauziah .PT. 3.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Prinsip Kerja : Sample dimasukkan kedalam viscometer melalui kapiler sampai tanda batas. Set temperature bath sesuai dengan method ASTM D-445. Yakinkan semua saklar pada posisi OFF. 07081043 34 . 2. angkat viscosity tube. Jika pengujian telah selesai dilaksanakan.

Ketilitian sampai 0. nyalakan api pencoba sesuai standar. 2. Pasanglah sumbu pada tabung sumbu lampu. usahakan agar pas. cabut stecker dari stop kontak. Masukkan contoh sebanyak 20 cc kedalam tabung sampole.64. tempatkan mangkok pada alat.PT. Prinsip Kerja : Sample dinyalakan dalam lampu standar. Penentuan uji ini dilakukan untuk mengetahui harga titik asap (smoke point) dari petroleum produk tertentu (Avtur) dengan metode ASTM D 1322 . 6. 6. 07081043 35 . 4. laknasanakan pemeriksaan sesuai standar ASTM IP – 170. 4. Tekan tombol heater dan tombol stirrer. 5. 3. 9. kembalikan regulator ke posisi nol dan tekan tombol heating dan stirrer ke posisi off. ubah regurator pada posisi pemanasan yang sesuai. Sumbu yang telah kering dan bersih di celupkan kedalam sample. 8. Masukkan sampel ke dalam mangkok sampai tanda batas yang ditentukan. Fauziah . 7. Tutup sampel dengan penutupnya.8 Penentuan Uji Titik Asap (Smoke Point) Titik asap adalah tinggi nyala maksimum dalam mm dimana bahan bakar minyak tanah (kerosene) dapat menyala tanpa menimbulkan asap. Cara Pengoperasian : 1. 4. Hubungkan saklar dengan stop kontak 230 volt. dan celupkan lagi kedalam sample. Pasanglah tabung sample dan tabung sumbu pada lampunya. 5. jika pengujian selasai. Potong ujung sumbu kira-kira 6 mm dari tabung sumbu dengan permukaan rata.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 3. Pasanglah tabung sumbu pada tabung sample.3 mm. 10. kemudian ditetukan nyala tertinggi yang tidak menimbulkan asap. Atur pemanasa sehingga kenaikan temperature 2 oF / menit.

2. Fauziah . 3. Tunggu peralatan sedang analisa. Putarlah ring sehingga sumbu naik sampai api tidak berasap. 9. 6. Intensitas latar belakang yang diukur pada panjang gelombang yang direkomendarsikan sebesar 5190 A (5473 A untuk sebuah tabung target Rh) dikurangi dari intesitas puncak angka perhitungan bersih resultnya kemudian diperbandingkan dengan kurva atau persamaan kalibrasi yang dipreparasi sebelumnya untuk memperoleh konsentrasi sulphur dalam massa %. Tempatkan sampel cells pada tempat sampel yang terletak pada alat.3 mm). Cara Pengoperasian : 1. Biarkan kurang lebih selama 5 menit. Selesai pemeriksaan. 4. Ambil hasil uji pada printer. kembalikan peralatan pada posisi “OFF”. 07081043 36 .PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 7. Catat tinggi nyala pada waktu api tepat tidak berasap. 4. sampai tanda “Ready”.PT. 8. (Ketelitian sampai 0. Sumbu dinyalakan dan sumbu diatur (dengan memutar ring pada sumbu) sehingga tinggi nyala kurang lebih 1 cm. 5. Siapkan peralatan x-Ray Flourenscence Analiser pada posisi “ON”. Tekan tanda “MEAS”.9 Penentuan Uji Kandungan Sulfur (Sulphur Content) Prinsip Kerja : Sampel ditempatkan dalam sorot X-Ray dan puncak intensitas garis K sulphur pada 5373 A diukur. inilah harga smoke pointnya. 7. Tuangkan sampel pada sampel cells dan perlengkapannya.

senyawa – senyawa nitrogen .20 C). 5.180 0 C. baik kontainernya yang selalu tertutup. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran pada mesin dan mengurangi dampak negatif dari gas buangan hasil pembakaran bahan bakar yang dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan. maka sebelum analisis terhadapnya perlu diperhatikan cara 0 dilakukan perlakuan 0 penyimpanan. Premium sangat mudah menguap pada suhu ruangan.1 Spesifikasi Premium Premium yang digunakan sebagai bahan bakar motor harus memenuhi beberapa spesifikasi. Sedangkan sampel untuk pengujian angka oktana dalam kontainer tersendiri. maupun kondisi ruangan tempat penyimpanan (dalam ruangan bersuhu 15 . Pengambilan sampel harus sesuai dengan prosedur serta memperhatikan urutan analisis yang dilakukan lebih dahulu (uji tekanan uap).1 Premium Premium merupakan bahan bakar minyak yang terdiri dari senyawa – senyawa hidrokarbon yang mempunyai jarak didih berkisar antara 40 0. sulfur.PT. 22K/72/DDJM/1990 dan No. Premium yang digunakan sebagai bahan bakar harus memiliki nilai oktan yang cukup tinggi dan memiliki kandungan bahan – bahan berbahaya seperti timbal. sebagaimana ditetapkan pemerintah melalui surat keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi 18K/72/DDJM/1990. 07081043 37 . Fauziah . Premium yang digunakan sebagai bahan bakar harus memenuhi spesifikasi yang berlaku di Indonesia pada saat ini. yang dapat No.1. Kontainer dalam keadaan disegel sebelum dilakukan pengambilan sampel untuk analisa uji tekanan uap.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) BAB V TUGAS KHUSUS (Analisis Kontaminasi Kerosene dengan Premium) 5.

Ketiga kelompok sifat tersebut adalah : 1. Sifat Pembakaran.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) menimbulkan efek kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan. reformasi. Nilai oktan yang harus dimiliki oleh premium yang digunakan sebagai bahan bakar ditampilkan dalam nilai oktan gasolin Indonesia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komposisi kimia gasoline terdiri dari senyawa hidrokarbon tak jenuh (olefin). Pada dasarnya spesifikasi bensin mengatur parameter – parameter tertentu sesuai dengan yang diperlukan oleh premium dalam penggunaannya. hidrokarbon jenuh (parafin) dan hidrokarbon siklik atau hidrokarbon aromatik. alkilasi dan isomerisasi. 07081043 38 . Jangkauan titik didih senyawa gasolin antara 40°C sampai 220°C yang terdiri dari senyawa karbon C5 sampai C12. Gasolin tersebut berasal dari berbagai jenis minyak mentah yang diolah melalui proses yang berbeda-beda baik secara distilasi langsung maupun dari hasil perengkahan. Angka oktan merupakan ukuran kecenderungan gasoline untuk mengalami pembakaran tidak normal yang timbul sebagai ketukan mesin. Semakin tinggi Fauziah .PT. Karakteristik utama yang diperlukan dalam gasoline adalah sifat pembakarannya. Parameter – parameter tersebut dikelompokan mejadi tiga kelompok. Sifat pembakaran ini biasanya diukur dengan angka oktan.

aman .PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) angka oktan suatu bahan bakar. Sifat Volatilitas Ada tiga sifat volatilitas yang biasa digunakan spesifikasi premium antara lain: kurva distilasi. 5. sedangkan parameter ketiga belum digunakan di Indonesia. 0 3. Karena itu kandungan belerang dalam bensin dibatasi dalam suatu spesifikasi. Sifat Stabilitas dan Kebersihan Premium harus bersih.PT.2 Zat aditif premium Aditif adalah suatu zat kimia yang ditambahkan dalam jumlah sedikit kedalam suatu bahan untuk miningkatkan atau membangkitkan sifat-sifat Fauziah . dan perbandingan V/L. Dua parameter pertama digunakan dalam spesifikasi bensin di Indonesia. tidak rusak dan tidak merusak dalampenyimpanan dan pemakaiannya. semakin berkurang kecenderungannya untuk mengalami ketukan dan semakin tinggi kemampuannya unutk digunakan pada rasio kompresi tinggi tanpa mengalami ketukan. dimana tekanan uap diukur dalam tabung tekanan udara pada suhu 100 F. Kurva distilasi ASTM berkaitan dengan masalah operasi dan unjuk kerja kendaraan bermotor. korosi dan berbagai uji tentang kandungan senyawa belerang yang bersifat korosif. Kurva distilasi dihasilkan dari distilasi gasoline menurut metode baku ASTM. Senyawa belerang ini ada yang bersifat korosif dan semuanya akan terbakar di dalam mesin dan menghasilkan belerang oksida yang korosif dan dapat merusak bagian – bagian mesin. Minyak bumi mengandung senyawa belerang dalam jumlah kecil.1. tekanan uap. 07081043 39 . Parameter spesifikasi yang berkaitan dengan sifat ini antara lain adalah zat getah. Pada spesifikasi bensin digunakan pengukuran tekanan uap yang agak khusus yaitu tekanan uap reid (RVP). selain itu juga beracun dan dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan. 2.

MMT Methylcyclopentadienyl Manganese Trycarbonyl (MMT) adalah senyawa organologam yang digunalan sebagai bahan pengganti bahan aditif Fauziah . Kebutuhan akan lingkungan yang lebih bersih juga menjadi salah satu penyebab berkembangnya penelitian untuk menemukan aditif-aditif baru yang ramah lingkungan dan bersahabat dengan kesehatan. isopropil alkohol) dan eter (Metil Tertier Butil Eter (MTBE). Etil Tertier Butil Eter (ETBE) dan Tersier Amil Metil Eter (TAME)). oksigen tambahan di dalam bensin dapat mengurangi emisi karbon monoksida. Namun penggunaan zat aditif tersebut diduga sebagai penyebab utama keberadaan timbal di atmosfer. etanol. Aditif tersebut diantaranya adalah : Tetraethyl Lead (TEL) Zat aditif yang masih digunakan di Indonesia hingga saat ini adalah Tetraethyl Lead (TEL). Selama pembakaran. Oksigenat adalah senyawa organic cair yang dapat dicampur ke dalam bensin untuk menambah angka oktan dan kandungan oksigennya.PT. penggunaan TEL sebagai aditif anti ketuk di dalam bensin makin banyak digantikan oleh senyawa organic beroksigen (oksigenat) seperti alkohol (methanol. CO dan materialmaterial pembentuk ozon atmosferik. Senyawa Oksigenat Di Amerika dan beberapa negara-negara Eropa Barat. Pembubuhan aditif pada suatu bahan bakar bertujuan untuk membangkitkan keunggulan teknik atau meningkatkan performance bahan bakar tersebut. Para ahli lingkungan meneliti sampai sejauh mana mekanisme transportasi timbal di atmosfer serta dampak yang ditimbulkannya terhadap kehidupan manusia dan lingkungannya.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) fungsional tertentu pada bahan tersebut. 07081043 40 .

07081043 41 . setelah melalui proses penyulingan seperlunya dan masih tidak murni dan bahkan memiliki pengotor (debris). untuk mengurangi kadar belerang dan pengaratannya. Penggunaannya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang. Minyak tanah dapat juga diproduksi oleh hidrocracker. Namun untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah minyak tanah tetap digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak. dalam sebuah unit Merox atau hidrotreater.PT. Naphtalene Naftalena adalah salah satu komponen yang termasuk benzena aromatik hidrokarbon. Di Indonesia. dan telah digunakan selama dua puluh enam tahun terakhir di Amerika Serikat. Fauziah . seperti semut. minyak tanah didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus. Selain itu. mudah menguap sehingga tidak meninggalkan getah padat pada bagian-bagian mesin. Biasanya.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) TEL. dengan trayek didih 175 – 275 0C (350 – 525 0F). tetapi tidak termasuk polisiklik.2 Kerosene (Minyak Tanah) Kerosene atau Minyak tanah adalah fraksi yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak bumi. minyak tanah digunakan untuk mengusir koloni serangga sosial. atau mengusir kecoa. juga untuk penerangan. beberapa pembasmi serangga bermerek juga menggunakan minyak tanah sebagai komponennya. yang digunakan untuk memperbaiki kualitas bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak. Kanada. Naftalena memiliki kemiripan sifat yang memungkinkannya menjadi aditif bensin untuk meningkatkan angka oktan. Sifat-sifat tersebut antara lain: sifat pembakaran yang baik. 5. dan beberapa Negara Eropa lainnya.

kerosene tidak dapat mengalir pada sumbu lampu. Bila viskositas tinggi.  Flash Point rendah Flash Point rendah. 07081043 42 . sehingga aman dari kebakaran. menunjukkan bahwa kerosene mempunyai panas pembakaran tinggi dan tidak menimbulkan jelaga. sehingga nilai panas pembakaran rendah serta bersifat korosif. Fauziah .PT.1 Sifat-sifat Kerosene Dalam penggunaannya. Smoke point tinggi. menujukkan bahwa kerosene tidak mudah menyala oleh percikan api.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 5. kerosene harus memenuhi persyaratan seperti : viskositas rendah.  Smoke Point tinggi Smoke Point tinggi.  Viskositas rendah Kerosene harus mudah mengalir pada sumbu lampu sehingga dapat terbakar sempurna. kandungan sulfur rendah.2.  Bebas bau Kerosene yang berbau menunjukkan bahwa kerosene mengandung merkaptan dan atau gas H2S. bebas bau. Flash point rendah.

07081043 43 . karna sifatnya premium yang mudah menguap dan pada temperature titik nyala berapapun premium dapat mudah terbakar. tanpa mengetahui spesifikasi dari bahan bakar minyak tersebut. Dalam tugas khusus ini akan dijelaskan tentang spesifikasi dari kerosene dan premium. penerangan. disamping itu juga premium memiliki fraksi yang lebih ringan sehingga jika tercampur dengan bahan bakar minyak lain yang memiliki fraksi lebih tinggi seperti kerosene akan membuat kerosene yang fraksinya lebih tinggi mengalami kerusakan (terdeteorisasi). 5. dan lainnya akan menimbulkan bahaya seperti terjadi ledakan dari kompor Fauziah . Kontaminasi adalah terjadinya penurunan mutu yang disebabkan oleh tercampurnya bahan lain kedalam bahan bakar tersebut sehingga bahan bakar mengalami kerusakan (terdeteorisasi). kita perlu tahu terlebih dahulu arti dari kontaminasi. tidak korosif pada gas buang. Bahan bakar minyak terutama Kerosene (minyak tanah) apabila terkontaminasi dengan premium akan mengakibatkan dampak yang besar. juga mengenai kontaminasi yang terjadi pada kerosene. Sebelum mengetahui apakah kerosene (minyak tanah) yang digunakan adalah murni. Dan dalam penggunaan dikehidupan sehari-hari untuk pengguna minyak tanah sebagai bahan bakar memasak.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM)  Kandungan sulfur rendah Rendahnya kandungan sulfur menujukkan bahwa kerosene tidak menimbulkan pencemaran. serta mempunyai nilai pembakaran tinggi. Kontaminasi yang terjadi pada kerosene itu sangat tidak boleh ada apalagi pengkontaminasinya adalah Premium. tidak terkontaminasi dengan bahan bakar minyak lainnya terutama Premium.PT.3 Kontaminasi Kerosene dengan Premium Pada umumnya masyarakat mengenal bahan bahan bakar minyak hanya sebatas fungsinya saja.

Tugas khusus ini bertujuan agar kita tahu tentang spesifikasi dan sifat fisik maupun kimia dari bahan bakar minyak kerosene dan premium berdasarkan analisis yang telah dilakukan. bahkan kebakaran. Akibat Kontaminasi adalah sebagai berikut : o Temperatur distilasi minyak tanah menurun. o Warna minyak tanah menjadi kekuning-kuningan bila tercampur dengan bensin premium. Terjadinya kontaminasi minyak tanah (kerosene) dapat menyababkan minyak tanah tersebur menyimpang dari spesifikasi yang ditentukan. o Titik didih minyak tanah menurun. o Titik nyala minyak tanah menurun dibawah 100 oC. o Bau (odour) minyak tanah seperti bau bensin. apapun yang terjadi itu merupakan kerugian yang akan dialami masyarakat apabila terjadi kontaminasi. 07081043 44 . sehingga dala pemakaian disektor rumah tangga dapat menimbulkan ledakan atau bahaya kebakaran.PT. o Titik asam minyak tanah meningkat.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) minyak. Fauziah . o Nilai kerak (chor value) minyak tanah menurun.

7oC 70% : 237.9oC 5% : 172.1 Hasil Analisis 6.1 Tabel Kerosene berdasarkan percobaan KEROSENE NO 1 2 3 4 Density Sulphur Content Flash Point Abel Distilasi IBP : 156.9oC %r : 1.1.8oC 95% : 278.4 Kg/m3 0.9oC 50% : 219.1oC 90% : 264.2oC FBP : 297.2oC 804. 07081043 45 .7oC 80% : 248.5oC 10% : 179.PT.013 %wt 55 0C 40% : 210.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) BAB VI HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 6.5oC 20% : 191.0oC 60% : 227.5 %r Fauziah .3oC 30% : 201.

PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 6.9oC FBP : 218.3 % vol Fauziah .2oC 50% : 84. 07081043 46 .2 Tabel Premium berdasarkan percobaan PREMIUM NO 1 2 3 4 Density RVP Sulphur Content Distilasi 727.PT.1.015 %wt 10% : 61.1 Kg/m3 59 kPa 0.2oC %r : 1.3oC 90% : 160.

3 Tabel Kontaminasi Kerosene dengan premium KONTAMINASI KEROSENE DENGAN PREMIUM NO 1 2 3 Density Sulphur Content Distilasi 799.6 % vol 6.0oC 5% : 148.4oC 40% : 194.2oC FBP : 289.5oC 80% : 233. 07081043 47 .  Pada pengujian RVP.5oC 20% : 177.3oC 10% : 163.6oC 70% : 222.01 %wt IBP : 106.6oC 95% : 259.9oC 90% : 248.PT.1.8oC 60% : 211.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 6.8 Kg/m3 0.8oC 30% : 186.3oC 50% : 202. Fauziah .2 Pembahasan  Pada pengujian density diusahakan penuangan sample ke dalam gelas silinder tanpa menimbulkan gelembung.5oC %r : 1. untuk menghindari terjadinya penguapan. sample harus didinginkan pada suhu ± 0 0C sebelum dianalisis untuk menghindari terjadinya penguapan pada saat pemindahan sample untuk diuji.

1 kg/m3. pengambilan sample dilakukan pada suhu 0 – 4 0 C untuk menghindari penguapan senyawaan minyak yang ringan. hindari terjadinya sirkulasi udara (hembusan angin) pada saat pengujian.  Pada pengujian Viskositas kinematik. Fraksi tersebut dapat dilihat dari nilai density nya. Bahan bakar minyak yang memiliki fraksi lebih ringan akan merusak bahan bakar lain.PT. sehingga selama pengujian sample yang ada dalam viscometer tidak kurang dari 20 mm dibawah permukaan cairan dan minimal 20 mm diatas permukaan cairan.  Pada pengujian Flash Point (titik nyala). 07081043 48 . agar pembacaan volume tidak menghasilkan kehilangan terlalu besar. nilai tersebut masuk kedalam spesifikasi Dirjen Migas dengan range antara 780 – 835 kg/m3.  Pada analisis kerosene didapat density sebesar 804.  Suhu bak penampung gelas ukur dijaga sekitar 15 0C untuk menjaga tidak terjadinya penguapan yang tertampung.4 kg/m3. sehingga bahan bakar minyak dengan fraksi lebih ringan menjadi turun mutunya. nilai tersebut Fauziah . sehingga titik nyala yang dihasilkan akan lebih tinggi. karena dengan menggunakan alat ini sample yang terambil didapatkan dari bagian bawah kontainer sehingga sample yang diambil terwakili secara sempurna.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM)  Pemindahan sample dari container kedalam tabung baja alat Reid harus menggunakan alat khusus sesuai dengan standar metode. agar viscometer selalu dalam suhu konstan dipasang thermostat pada cairan transparan media dalam bath yang kedalamannya tertentu.  Pada analisis premium didapat density sebesar 727.  Pada pengujian Distilasi. Jika density rendah maka bahan bakar minyak tersebut memiliki fraksi yang lebih ringan. sebaliknya jika density tinggi maka fraksinya pun akan lebih berat.  Kontaminasi yang terjadi antara kerosene dengan premium karena kedua bahan bakar minyak tersebut memiliki fraksi yang berbeda. agar uap yang terjadi di atas permukaan cairan tidak hilang atau api pencoba mati.

PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM)  masuk kedalam spesifikasi Dirjen Migas dengan range antara 715 – 780 kg/m3.8 kg/m3 nilai tersebut membuat kerosene melebihi spesifikasi yang di tentukan sehingga produk tersebut dapat dikatakan rusak. 07081043 49 .PT.  Pada analisis kontaminasi kerosene dengan premium didapat density sebesar 799. Fauziah .

1 Kesimpulan Dari hasil analisis kerosene didapat data sebagai berikut : Density = 804. 60% = 227.3 Hasil diatas telah memenuhi standar spesifikasi premium yang ditentukan. %r = 1. 50% = 219.7 OC.8 OC.8 OC.2 OC. 95% = 278. Dari hasil analisis premium didapat data sebagai berikut : Density = 727.013 %wt.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7. 40% = 210. 90% = 248. 10% = 179. Sulphur content =0. 10% = 163. Distilasi IBP = 106.015 %wt. 60% = 211.PT. 5% = 172.5 OC.5 OC.8 kg/m3.6 OC. Dari hasil analisis kontaminasi kerosene dengan premium didapat data sebagai berikut : Density = 799.9 OC. FBP = 289.1 kg/m3.0 OC.2 OC. 30% = 201. 80% = 248.3 OC.9 OC.4 kg/m3.5 OC.3 OC.01 %wt.5 Hasil diatas telah memenuhi standar spesifikasi kerosene yang telah ditentukan. 07081043 50 . 70% = 237.8 OC.6 OC.3 OC. Dari semua hasil diatas diketahui bahwa produk kerosene dengan premium yang nilai density nya lebih tinggi adalah kerosene.5 OC. %r = 1. 95% = 289. Flash point abel = 131 oF.2 OC. FBP = 297. 90% = 160.2 OC.4 O C.9 OC. 90% = 204. Sulphur content = 0. 80% = 233.9 OC. 20% = 191. 70% = 222. Fauziah . FBP = 218. 40% = 194.9 OC.7 OC.2 OC. Sulphur content = 0. 50% = 84.6 Hasil diatas dapat diketahui bahwa kerosene yang terkontaminasi menyebabkan nilai density tinggi melebihi spesifikasi yang ditentukan dan temperatur distilasi menurun. 20% = 177. Distilasi 10% = 61. 5% = 148.0 OC. %r = 1. Distilasi IBP = 156.3 OC.1 O C. 30% = 186.5 OC. Reid vapour pressure = 59 kPa. 50% = 202.

 Untuk peserta prakerin sebaiknya juga disediakan safety yang seharusnya.PERTAMINA (Persero) Analisis Bahan Bakar Minyak (BBM) 7. Fauziah . 07081043 51 .2 Saran  Kebersihan dalam Laboratorium BBM baik dari alat yang digunakan maupun ruangan harus lebih diperhatikan dan dijaga.PT.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->