04. Pembahasan

pembahasan

BAB 2
PASANG SURUT AIR LAUT

2.1

Pengertian Pasang Surut Pasang surut laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya

permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan. Pengaruh benda angkasa lainnya dapat diabaikan karena jaraknya lebih jauh atau ukurannya lebih kecil. Faktor non astronomi yang mempengaruhi pasut terutama di perairan semi tertutup seperti teluk adalah bentuk garis pantai dan topografi dasar perairan. Puncak gelombang disebut pasang tinggi dan lembah gelombang disebut pasang rendah. Perbedaan vertikal antara pasang tinggi dan pasang rendah disebut rentang pasang surut (tidal range). Periode pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Harga periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit.

Gambar 2.1 Keadaan Kondisi Pasang Surut Air Laut

MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020

4

Gaya-gaya ini mengakibatkan air laut. yang menyusun 71% permukaan bumi. tetapi posisinya lebih dekat ke bumi. Gravitasi bervariasi secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Gaya tarik gravitasi matahari juga memiliki efek yang sama namun dengan derajat yang lebih kecil. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari matahari.2 Kondisi Proses Terjadinya Pasut MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 . yaitu sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari (Priyana. Pasang surut terbentuk karena rotasi bumi yang berada di bawah muka air yang menggelembung ini. menggelembung pada sumbu yang menghadap ke bulan. Gaya tarik gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan (bulge) pasang surut gravitasional di laut.1994) Bulan dan matahari keduanya memberikan gaya gravitasi tarikan terhadap bumi yang besarnya tergantung kepada besarnya masa benda yang saling tarik menarik tersebut.1994) Gambar 2. Daerah-daerah pesisir mengalami dua kali pasang dan dua kali surut selama periode sedikit di atas 24 jam (Priyana.pembahasan 2. gaya tarik gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi. Hal ini disebabkan karena walaupun masa bulan lebih kecil dari matahari. Bulan memberikan gaya tarik (gravitasi) yang lebih besar dibanding matahari. Efek sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi.2 Proses Terjadinya Pasang Surut Proses terjadinya pasang surut laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. yang mengakibatkan kenaikan dan penurunan permukaan laut di wilayah pesisir secara periodik. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi.

sedangkan di Laut Tengah hanya berkisar 0.3 Elevasi/Ketinggian Air Laut Kisaran pasang-surut (tidal range).10-0.pembahasan 2. rata-rata berkisar antara 1 m hingga 3 m. Beberapa elevasi tersebut adalah sebagai berikut : Gambar 2. Mean Low Water (MLW) adalah tinggi air rata-rata pada semua surut rendah.3 elevasi air laut 1. Di perairan Indonesia beberapa contoh dapat diberikan misalnya Tanjung Priok (Jakarta) kisarannya hanya sekitar 1 m. 1987).3 m. tidak lebih dari 0. yakni perbedaan tinggi muka air pada saat pasang maksimum dengan tinggi air pada saat surut minimum. Mean Sea Level (MSL) atau Duduk Tengah adalah muka laut ratarata pada suatu periode pengamatan yang panjang. bisa mencapai sekitar 7-8 m (Nontji. Ambon sekitar 2 m. 4. Mean High Water (MHW) adalah tinggi air rata-rata pada semua pasang tinggi. sebaiknya selama 18. MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 .6 tahun. 2. Sebaliknya di Pulau Tahiti. kisaran pasang-surutnya kecil. sedangkan yang tertinggi di muara Sungai Digul dan Selat Muli di dekatnya (Irian Jaya bagian selatan) kisaran pasang-surutnya cukup tinggi. Bagan Siapiapi sekitar 4 m.15 m. di tengah Samudera Pasifik. Tetapi di Teluk Fundy (kanada) ditemukan kisaran yang terbesar di dunia. maka diperlukan suatu elevasi yang ditetapkan berdasar data pasang surut. Mean Tide Level (MTL) adalah rata-rata antara air tinggi dan air rendah pada suatu periode waktu. bisa mencapai sekitar 20 m. Mengingat elevasi di laut selalu berubah satiap saat. yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan pelabuhan. 3.

7. Mean Low Water Springs (MLWS) adalah tinggi rata-rata yang diperoleh dari dua air rendah berturut-turut selama periode pasang purnama. Secara umum permukaan (level) di atas dapat dihitung dari peramalan satu tahun. 10. Harga HAT dan LAT dihitung dari data beberapa tahun. Mean High Water Springs (MHWS) adalah tinggi rata-rata dari dua air tinggi berturut-turut selama periode pasang purnama. Permukaan ini tidak akan dicapai pada setiap tahun. Jika hanya satu air tinggi terjadi pada satu hari. Mean Higher High Water (MHHW) adalah tinggi rata-rata pasang tertinggi dari dua air tinggi harian pada suatu periode waktu yang panjang. maka harga air rendah tersebut diambil sebagai air rendah terendah. Mean Lower Low Water (MLLW) adalah tinggi rata-rata air terendah dari dua air rendah harian pada suatu periode waktu yang panjang. Mean Range (Tunggang Rata-rata) adalah perbedaan tinggi rata-rata antara MHW dan MLW. Hal ini tidak akan terjadi untuk pasut harian (diurnal). yaitu jika tunggang (range) pasut itu tertinggi. 12. Mean Spring Range adalah perbedaan tinggi antara MHWS dan MLWS. MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 .Mean Neap Range adalah perbedaan tinggi antara MHWN dan MLWN. HAT dan LAT bukan permukaan laut yang ekstrim yang dapat terjadi. Mean Low Water Neaps (MLWN) adalah tinggi rata-rata yang dihitung dari dua air berturut-turut selama periode pasut perbani. 13. Mean Lower High Water (MLHW) adalah tinggi rata-rata air terendah dari dua air tinggi harian pada suatu periode waktu yang panjang. Mean Higher Low Water (MHLW) adalah tinggi rata-rata air tertinggi dari dua air rendah harian pada suatu periode waktu yang panjang. 6. storm surges mungkin saja dapat menyebabkan muka laut yang lebih tinggi dan lebih rendah. 11. Hal ini tidak akan terdapat pada pasut diurnal. yaitu jika tunggang (range) pasut paling kecil. 14. 8. Mean High Water Neaps (MHWN) adalah tinggi rata-rata dari dua air tinggi berturut-turut selama periode pasut perbani (neap tides). Jika hanya satu air rendah terjadi pada satu hari. 9. 16.pembahasan 5. 15. Highest Astronomical Tide (HAT)/Lowest Astronomical Tide (LAT) adalah permukaan laut tertinggi/terendah yang dapat diramalkan terjadi di bawah pengaruh keadaan meteorologis rata-rata dan kombinasi keadaan astronomi. maka air tinggi tersebut diambil sebagai air tinggi terttinggi.

5 1.pembahasan Pada umumnya tipe pasang surut juga dapat ditentukkan berdasarkan bilangan Formzal (F) yang dinyatakan dalam bentuk : dengan ketentuan : F ≤ 0. Komponen-komponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. akan terbentuklah komponenkomponen pasang surut yang baru.0 : : : : Pasang surut tipe ganda (semidiurnal tides) Pasang surut tipe campuran condong harian ganda (mixed mainly semidiurnal tides) Pasang surut tipe campuran condong harian tunggal (mixed mainly diurnal tides) Pasang surut tipe tunggal (diurnal tides) Dimana : F : bilangan Formzal amplitudo komponen pasang surut AK1 : gaya tarik bulan dan matahari AO amplitudo komponen pasang surut : gaya tarik bulan 1 AM amplitudo komponen pasang surut : gaya tarik bulan 2 amplitudo komponen pasang surut AS2 : gaya tarik matahari tunggal utama yang disebabkan oleh tunggal utama yang disebabkan oleh ganda utama yang disebabkan oleh ganda utama yang disebabkan oleh Karena sifat pasang surut yang periodik. MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 . Untuk meramalkan pasang surut.50<F≤3. diperlukan data amplitudo dan beda fasa dari masingmasing komponen pembangkit pasang surut. Namun demikian.25<F≤1.25 0. karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai dan superposisi antar gelombang pasang surut komponen utama. 0 F > 3. maka ia dapat diramalkan.

Periode pasang surut adalah 24 jam 50 menit. Pada jenis harian ganda misalnya terdapat di perairan Selat Malaka sampai ke Laut Andaman. Jenis harian tunggal misalnya terdapat di perairan sekitar selat Karimata.4. pasang-surut di Indonesia dapat dibagi menjadi empat jenis yakni pasang-surut harian tunggal (diurnal tide). Pasang surut harian ganda ( semi diurnal tide ) Dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama dan pasang surut terjadi secara berurutan secara teratur. antara Sumatra dan Kalimantan. Pasang surut harian tunggal ( diurnal tide) Dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. harian ganda (semidiurnal tide) dan dua jenis campuran.pembahasan 2. Periode pasang surut rata-rata adalah 12 jam 24 menit.2 Data Pasang Surut Tipe Diurnal Tide MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 .1 Data Pasang Surut Tipe Semi-Diurnal Tide 2.4. 1. Grafik 2.4 Tipe Dasar Pasang Surut Secara umum terdapat empat tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode dan keteraturannya. Grafik 2.

Pasang surut campuran condong ke harian ganda ( mixed tide prevailing semidiurnal) Dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut. prevailing diurnal) contohnya terdapat di pantai selatan Kalimantan dan pantai utara Jawa Barat.4. tetapi tinggi dan periodenya berbeda. Pada pasang-surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide. Sedangkan jenis campuran condong ke harian tunggal (mixed tide.3 Data Pasang Surut Tipe Mixed Tide Prevailing Semidiurnal 4.4 Data Pasang Surut Tipe Mixed Tide Prevailing Diurnal Dalam sebulan. Pasang surut campuran condong ke harian tunggal ( mixed tide prevailing diurnal ) Pada tipe ini dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. Grafik 2. Rentang pasang surut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera. Grafik 2.4. variasi harian dari rentang pasang surut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. prevailing semidiurnal) misalnya terjadi di sebagian besar perairan Indonesia bagian timur.pembahasan 3. tetapi kadang-kadang untuk sementara waktu terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda. MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 .

5 Pasang Surut Purnama Dan Perbani Berdasarkan faktor pembangkitnya. Pasang perbani (neap tide) terjadi ketika bumi. neap tide).5 Kondisi Pasang Purnama & Perbani MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 . Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang sangat tinggi dan pasang rendah yang sangat rendah.pembahasan 2. Pasang purnama (spring tide) terjadi ketika bumi. Pasang surut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. pasang surut dapat dibagi dalam dua kategori yaitu: pasang purnama (pasang besar. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang rendah dan pasang rendah yang tinggi. spring tide) dan pasang perbani (pasang kecil. Pasang surut perbani ini terjadi pasa saat bulan 1/4 dan 3/4. Gambar 2. bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. bulan dan matahari berada dalam suatu garis lurus.

pembahasan 2.8 Tide Staff MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 . Papan dalam skala meter atau centi meter yang biasanya digunakan pada pengukuran pasang surut di lapangan. Tide Staff. Gambar 2. dapat menggunakan alat untuk pengukur pasang surut seperti berikut : 1.6 Alat Ukur Pasang Surut Untuk mendapatkan data pasang surut pada pelabuhan / dermaga.

Sebuah alat/perangkat untuk mengukur perubahan permukaan laut secara mekanik dan otomatis dengan menggunakan sensor.10 Pressure Tide Gauge Gambar 2.12 Floating Tide Gauge MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 . Tide gauge juga memiliki dua jenis yakni Floating Tide Gauge dan Pressure Tide Gauge. Tide Gauge.pembahasan 2. Gambar 2.

serta perhitungan waktu yang berakurasi tinggi. Sistem yang menggunakan pemancar (transmiter).pembahasan 3. Gambar 2. penerima pulsa radar yang sensitif (receiver). Satelit.12 Satelite MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 .

Metode yang digunakan adalah metode Admiralty untuk mendapatkan konstanta harmonik pada melalui persamaan pasang surut : dimana : A(t) So An Gn n t = Amplitudo = Tinggi muka air laut rata-rata (MSL) = Amplitudo komponen harmonis pasang surut.pembahasan 2.1 ( M2 + S2 ) = MSL – Z0 MHWL = Z0 + (M2+S2) HHWL = Z0+(M2+S2)+(O1+K1) MLWL = Z0 . Namun demikian. = Phase komponen pasang surut = Konstanta yang diperoleh dari hasil perhitungan astronomis = waktu Penentuan tinggi dan rendahnya pasang surut dapat ditentukan dengan rumusrumus sebagai berikut : MSL DL = Z0 + 1. diperlukan data amplitudo dan beda fasa dari masingmasing komponen pembangkit pasang surut. Untuk meramalkan pasang surut. Komponen-komponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. maka ia dapat diramalkan.7 Perhitungan Pasang Surut Karena sifat pasang surut yang periodik. HAT = Z0 + ∑Ai = Z0 + (M2 + S2 + N2 + P1 + O1 + K1) MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 .(M2+S2) LLWL = Z0-(M2+S2)-(O1+K1) . karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai dan superposisi antar gelombang pasang surut komponen utama. akan terbentuklah komponenkomponen pasang surut yang baru.

adalah rerata dari muka air rendah selama periode 19 tahun LLWL = Air rendah terendah (lowest low water level). lubang-lubang kertas data pada stasiun pasang surut online. Di Indonesia. data pasang surut dicatat dan. Bakosurtanal memasang alat rekam data pasang surut otomatis di dermaga pelabuhan yang disebut stasiun pasang surut. MAKALAH PERENCANAAN PELABUHAN PASANG SURUT AIR LAUT SINGGIH SETIYADI NIM : 10114020 4 . data yang telah dikumpulkan sekian lama dapat dipakai untuk merencanakan pelabuhan. setiap saat dapat dilakukan download lewat saluran telepon dan menggunakan modem.pembahasan LAT = Z0 . adalah air tertinggi pada saat pasang surut purnama atau bulan mati MLWL = Muka air rendah rerata (mean low water level). adalah muka air rerata antara muka air tinggi rerata dan muka air rendah rerata.(M2 + S2 + N2 + P1 + O1 + K1) dimana : MSL = Muka air laut rerata (mean sea level ).∑Ai = Z0 . adalah rerata dari muka air tinggi selama periode 19 tahun HHWL = Muka air tinggi tertinggi (highest high water level). salah satu dampak positif dari kegiatan pasang surut air laut ini adalah. pengamatan pasang surut laut bekerjasama dengan pihak otoritas pelabuhan.8 Dampak Pasang Surut Pasang surut air laut memberikan berbagai dampak positif dan negative dalam beberapa aspek kegiatan. adalah air terendah pada saat pasang surut purnama atau bulan mati DL HAT LAT = Datum level = Tinggi pasang surut = Rendah pasang surut 2. Rekaman data berupa grafik. Alat rekam data pasang surut (AWLR = Automatically Water Level Recorder) mencatat tinggi muka laut secara otomatis dan terus menerus. Elevasi ini digunakan sebagai referensi untuk elevasi di daratan MHWL = Muka air tinggi rerata (mean high water level).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful