BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari keseluruhan program pendidikan. Program bimbingan menunjang tercapainya tujuan pendidikan yaitu perkembangan individu secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan bimbingan dan konseling harus diselenggarakan dalam bentuk kerjasama sejumlah orang untuk mencapai suatu tujuan. Kegiatan itu harus diselenggarakan secara teratur, sistematik dan terarah atau berencana, agar benar-benar berdaya dan berhasil guna bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa. Bimbingan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, supaya setiap siswa lebih berkembang ke arah yang semaksimal mungkin. Dengan demikian bimbingan menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut. Dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling, bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. Dalam ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut dilakukan agar setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menggangu jalannya proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti.

1

Realitas di lapangan, menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara optimal mengingat tugas dan tanggung jawab guru kelas yang sarat akan beban sehingga tugas memberikan layanan bimbingan konseling kurang membawa dampak positif bagi peningkatan prestasi belajar siswa. Dalam Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling tersirat bahwa suatu sistem layanan bimbingan dan konseling berbasis kompetensi tidak mungkin akan tercipta dan tercapai dengan baik apabila tidak adanya kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Artinya, hal itu perlu dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah, tidak hanya dengan layanan saja, tetapi harus ada kegiatan pendukungnya. Pelayanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan dari manusia untuk manusia dan oleh manusia (Prayitno, 1994). Proses Bimbingan dan Konseling seperti itu melibatkan manusia dan kemanusiaan sebagai totalitas yang menyangkut potensi-potensi dan kecenderungan-kecenderungannya, Perkembangannya dinamika kehidupannya, permasalahan-permasalahannya dan interaksi dinamis antar berbagai unsur yang ada. Maka untuk dapat tercapainya pelayanan Bimbingan dan Konseling dibutuhkan pemahaman terkait pelayanan-pelayanan yang ada dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. Pelayanan Bimbingan dan Konseling diselenggarakan terhadap sasaran layanan baik secara individu maupun kelompok. Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri, pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan, serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik; tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”, melainkan untuk seluruh peserta didik.

2

B. Rumusan Masalah Dari tinjauan uraian diatas dapat dirumuskan : 1. apa saja jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling? 2. Apa dan bagaimana pelayanan Orientasi dan pelayanan Informasi? 3. Apa dan bagaimana pelayanan konseling? 4. Evaluasi bimbingan C. Metode Pembahasan Dalam penulisan makalah ini, kami menggunakan metode studi pustaka dari beberapa literatur terkait pembahasan ini. D. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah diharapkan untuk memahami seperti apa dan bagaimana pelayanan-pelayanan dalam bimbingan dan konseling, agar dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan pendidikan. E. Sistematika Penulisan Makalah ini tersusun atas empatbab. Bab I merupakan Pendahuluan, Bab II Tinjauan Teoritis, Bab IIIAnalisis dan Bab IV sebagai Penutup.

3

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Jenis-jenis Layanan Bimbingan dan Konseling Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun, kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di sekolah.Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan ketujuh jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional. Macam-macam layanan bimbingan dan konseling1 : 1. Layanan Orientasi Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu. 2. Layanan Informasi Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan dan jabatan) yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik (klien).

1

http://noorholic.wordpress.com/2008/06/09/jenis-jenis-layanan-dalam-bk/

4

yang dapat dimanfaatkan siswa baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. serta untuk merencanakan masa depan. maupun dalam membina keluarga. Menurut Budi Purwoko (2008:52) penyajian informasi dalam rangka program bimbingan ialah kegiatan membantu siswa dalam mengenali lingkungannya. Perencanaan kehidupan ini mencakup. Namun. layanan informasi itu pertama-tama merupakan perwujudan dari fungsi pemahaman dalam bimbingan dan konseling. Program bimbingan yang tidak memberikan layanan pemberian informasi akan menghalangi peserta didik untuk berkembang lebih jauh. serta informasi macam apa yang menyangkut data dan fakta yang tidak berubah dan yang dapat berubah dengan beredarnya roda waktu. terutama tentang kesempatan-kesempatan yang ada didalamnya. Dengan demikian. dalam pekerjaannya. Penyajian informasi itu dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada para siswa sehingga ia dapat menggunakan informasi itu baik untuk mencegah atau mengatasi kesulitan yang dihadapinya. supaya mereka dengan belajar tentang lingkungan hidupnya lebih mampu mengatur dan merencanakan kehidupannya sendiri. SedangkanWinkel &Sri Hastuti (2006: 316-317) menjelaskan bahwa layanan informasi adalah usaha untuk membekali para siswa dengan pengetahuan tentang data dan fakta dibidang pendidikan sekolah. Dari beberapa pengertian tentang layanan informasi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa layanan informasi adalah suatu kegiatan atau usaha 5 . mereka harus mengetahui pula informasi manakah yang relevan untuk mereka dan mana yang tidak relevan. bidang pekerjaan dan bidang perkembangan pribadi-sosial.Menurut Prayitno &Erman Amti (2004:259-260)layanan informasi adalah kegiatan memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan.mengingat luasnya informasi yang tersedia dewasa ini. karena mereka membutuhkan kesempatan untuk mempelajari data dan fakta yang dapat mempengaruhi jalan hidupnya. atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki. kehidupan dalam studinya.

3. studi. jurusan/program pribadinya. bakat. magang. 4. Layanan Penempatan dan penyaluran Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan dan penyaluran di dalam kelas.untuk membekali para siswa tentang berbagai macam pengetahuan supaya mereka mampu mengambil keputusan secara tepat dalam kehidupannya. program latihan. minat erta kondisi 6 . Layanan Konseling Individual Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dideritanya. Layanan pembelajaran Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai meteri pelajaran yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Layanan Bimbingan Kelompok Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (teruama dari guru pembimbing) dan/atau membahas secara bersama-ama pokok bahasan (topik) tertentu yang berguna untuk menunjang untuk pemahaman dan kehidupannya mereka sehari-hari dan/atau untuk pengembangan kemampuan sosial. serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan/atau tindakan tertentu. kegiatan ektrakulikuler) sesuai dengan potensi. kelompok belajar. 6. 5. baik sebagai individu maupun sebagai pelajar.

keterangan tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan yang lebih luas. administrator dan konselor lainnya dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membatasi efektivitas peserta didik atau sekolah. komprehensif. sistematik. terpadu. Kegiatan Pendukung diantaranya : 1. 2. Aplikasi Instrumentasi Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang diri peserta didik (klien). Himpunan Data Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik (klien). 7 . tetapi secara tidak langsung melayani klien melalui bantuan yang diberikan orang lain. 8. Layanan Konsultasi Pengertian konsultasi dalam program BK adalah sebagai suatu proses penyediaan bantuan teknis untuk konselor.7. 9. dan sifatnya tertutup. Layanan Konseling Kelompok Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok. konseling atau psikoterapi sebab konsultasi tidak merupakan layanan yang langsung ditujukan kepada klien. Pengumpulan data ini dapat dilakukan denagn berbagai cara melalui instrumen baik tes maupun nontes. masalah yang dibahas itu adalah maalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Layanan Mediasi Layanan mediasi yakni layanan konseling yang memungkinkan permasalahan atau perselisihan yang dialami klien dengan pihak lain dapat terentaskan dengan konselor sebagai mediator. Himpunan data perlu dielenggarakan secara berkelanjutan. orang tua.

Kegiatan layanan dan pendukung bimbingan dan konseling ini.a741k. Layanan Konseling 2 http://www. keteranang. Alih tangan kasus Yaitu kegiatan pendukudng bimbingan dan konseling untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik (klien) dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta didik (klien) dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan. kesemuanya saling terkait dan saling menunjang baik langsung maupun tidak langsung.htm 8 . Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga klien yang lainnya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik (klien) melalui kunjungan ke rumahnya. Saling keterkaitan dan tunjang menunjang antara layanan dan pendukung itu menyangkut pula fungsi-fungi yang diemban oleh masing-masing layanan/kegiatan pendukung. 5. keterangan. Pertemuan ini dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.2 B. 4. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan pendukudng bimbingan dan konseling untuk memperoleh data.3.web44. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut.net/BIMBINGAN%20DAN%20KONSELING. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan amntap antara berbagi pihak yang dapat memberikan bantuan dan atas penanganan masalah tersebut (terutama kerjasama dari ahli lain tempat kasus itu dialihtangankan).

Tuan layanan ini agar peserta didik yang menghadapi masalahpribadi mampu memecahkannya sendiri. Yayasan penerbitan fakultas psikologi UGM Yokyakarta.blogspot. 15.com/2012/06/teknik-teknik-konseling. 6. 12. 1982. 17. Teknik raport Perilaku attending Teknik structuring Empati Refleksi perasaan Teknik eksplorasi Teknik paraphrasing (menangkap pesan utama) Teknik bertanya Dorongan minimal (minimal encouragement) Interpretasi Teknik mengarahkan (directing) Teknik menyimpulkan sementara (summarizing) Teknik.teknik memimpin Teknik focus Teknik konfrontasi Penjernihan (Clarifying) Memudahkan (Fasilitating) Diam sebagai suatu teknik Mengambil inisiatif Memberi nasihat Pemberian informasi Merencanakan 4. 22. 7. 2. 5. Berbagai teknik konseling yang dapat digunakan oleh konselor di antaranya3: 1. 19. 8. 10. 9. 21.html 9 . hal: 96 http://ibnsyam. 11. 13. 20. 18. 3.Layanan konseling yaitu layanan kepada peserta didik yang menghadapi masalah-masalah pribadi melalui teknik konseling. 14. 16. 3 Bimo walgito bimbingan dan konseling di perguruan tinggi.

Layanan Penilaian (Evaluasi) dan Tindak Lanjut Layanan penilaian dan tindak lanjut yaitu layanan untuk menilai keberhasilan usaha bimbingan yang telah diberikan. kepribadian. 24. Evaluasi ini dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) 10 . Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.23. Sehubungan dengan penilaian ini. latar belakang siswa. Layanan Referal Layanan referal yaitu layanan untuk melimpahkan kepada pihak lain yang lebih mampu dan berwenang apabila masalah yang ditangani itu diluar kemampuan dan kewenangan personal/guru pembimbing di sekolah tersebut. Menyimpulkan Teknik mengakhiri C. D. dan sejarah kesehatan serta pendidikannya. Dalam memberikan referal. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. Sekaligus secara tidak langsung layanan ini dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program pendidikan secara keseluruhan. minat. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan direncanakan tindak lanjut bimbingan berikut. Penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. Shertzer dan Stone (1966) mengemukakan pendapatnya: “Evaluation consist of making systematic judgements of the relative effectiveness with which goals are attained in relation to special standards“. ekonomi. bakat. konselor menyiapkan berbagai data tentang siswa yang akan direferal diantaranya data tentang: kecerdasan.

Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya.kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. 11 . Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan.

12 . bidang pekerjaan tertentu. gaya temperamen. Bentuk-bentuk alat non tes sebagai berikut: • • Angket tertulis. lebih lengkap.mengukur taraf perkembangan individu dalam menduduki suatu pekerjaan atau jabatan. yang lebih menyoroti dimensi kualitatif tingkah laku dan kondisi kehidupan seseorang. • Tes kemampuan khusus atau tes bakat khusus. Wawancara. mengukur ciri-ciri kepribadian seperti sifat karakter. dan lebih mendalam tentang masing-masing peserta didik.mengukur kegiatan yang paling disukai seseorang. dan melakukan evaluasi.mengukur apa yang telah dipelajari seseorang di berbagai bidang studi. Tes perkembangan vokasional. mengadakan seleksi.mengukur taraf kemampuan berpikir. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapai taraf prestasi tertentu dalam belajar. Alat non tes. Adapun pembagian alat tes menurut aspek isi. Alat tes. kesehatan mental. Alat pengumpulan data dapat berupa: 1. Layanan Pengumpul Data Pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan pengertian yang lebih luas. Tes kemampuan intelektual. • • • Tes minat. serta membantu siswa dan mahasiswa memperoleh pemahaman akan diri sendiri.BAB III ANALISIS PEMBAHASAN A. digunnakan dalam rangka teknik dan metode non tes. sebagai berikut: • • Tes hasil belajar. mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. mengadakan klasifikasi. corak kehidupan emosional. Alat tes digunakan untuk meramalkan (memperkirakan). Tes kepribadian. 2.

jika informasi yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh melalui angket atau wawancara. • • • Kartu pribadi. merupakan daftar yang berisi sejumlah aitem yang menunjukkan sejauh mana individu dinilai memiliki sifat atau sikap tertentu. Murid-murid yang mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil disekolah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian layanan B. dan memberikan • • kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial dalam suatu kelompok. bertujuan untuk lebih mengenal lingkungan hidup siswa. 13 . • • • Sosiometri. Studi kasus.• Otobiografi.merupakan laporan singkat tentang perilaku seseorang dan memuat deskripsi obyektif tentang tingkah laku siswa pada saat tertentu. dari pada anaak-anak dari kelas sosial ekonomi yang lebih tinggi. Layanan Orientasi orientasi adalah: • Program orientasi yang efektif mempercepat proses adapatasi. Anak-anak dari lelas sosial ekonomi yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri. Kunjungan rumah. Skala penilaian. Anekdota. Ada baiknya layanan orientasi juga diberkan kepada orang tua siswa juga.hal ini dikarenakan pemahaman orang tua terhadap berbagai materi orientasi akan membantu mereka dalam memberikan kemudahan dan pelayanan kepada anak-anaknya untuk dapat mengikuti pendidikan di sekolah dengan sebain-baiknya. merupakan karangan yang ditulis oleh siswa mengenai riwayat hidupnya pada saat sekarang.

motivasi dan potensinya itu kearah pengembangannya yang optimal. dan pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi diri dan lingkungannya. 14 . bagaimana. kemampuan dan perasaan klien serta untuk menyesuaikan program-program pelayanan dengan kebutuhan klien secepat mungkin. serta untuk membantu individu agar dapat menghargai kebutuhan.Yang dimaksud dengan orientasi disini ialah pusat perhatian atau titik berat pandangan. prayitno (1994) mengemukakan sebagai berikut :  semua kegiatan yang di selenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu yang menjadi sasaran layanan. dikenali secara perorangan dan didekati serta dilayani secara perorangan. yang semuanya unik. motivasimotivasinya dan kemampuan-kemampuan potensialnya. Menurut Prayitno. Satu persatu siswa yang menjadi tanggung jawab guru pembimbing perlu mendapat perhatian. 2004 ada tiga orientasi yaitu : 1. mengapa siswa asuhnya secara perorangan guru pembimbinglah yang paling dekat dan paling peduli kepada siswa asuhnya.  Setiap klien harus diterima sebagai individu dan harus ditangani secara individu. Sehubungan dengan orientasi dalam pimbingan dan konseling ada beberapa kaidah atau ketentuan yang perlu diketahui.  Merupakan tanggung jawab konselor untuk memahami minat.  Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan berkenaan dengan individu untuk memahami kebutuhan-kebutuhannya. Orientasi perorangan Orientasi perorangan maksudnya adalah guru pembimbing dalam kegiatan bimbingan dan konseling selalu menitikberatkan pandangannya pada siswa secara individual. Guru pembimbinglah orang atau pendidik disekolah yang paling mengetahui siapa.

meransang dan meningkatkan perkembangan siswa. Merupakan suatu kewajiban bagi guru pembimbing di sekolah untuk mendorong. Oleh sebab itu kemungkinan timbulnya hambatan dan rintangan perlu diwaspadai. Orientasi masalah secara langsung bersangkut paut dengan fungsi pencegahan dan fungsi pengentasan. Orientasi permasalahan menjadi tujuan upaya guru Diketahui dan diyakini bahwa perjalanan hidup manusia dan proses perkembangannya ternyata tidak mulus. Padahal tujuan umum bimbingan dan konseling sejalan dengan tujuan hidup dan perkembangan itu sendiri yaitu kebahagian.2. guru pembimbing bertanggung jawab membantu pengentasannya. guru pembimbing tetap waspada melakukan berbagai upaya pencegahan agar siswa tersebut tidak mengalami masalah. Semua masalah yang di alami oleh siswa secara peroramgan tertangani secara baik oleh guru pembimbing. Jika siswa bermasalah. Guru pembimbingan adalah “sang pembebas” 4 (dalam prayitno 1994 : 240) 15 . banyak mengalami hambatan dan rintangan. 3. Jika ia tidak bermasalah. Sehubungan dengan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah maka guru pembimbing sebagai orang yang bertanggung jawab dalam perkembangan siswa memperhatikan permasalahan siswa asuhnya secara perorangan terutama yang sedang dialami siswa. Guru pembimbing teramat peduli terhadap permasahan seluruh siswa asuhnya secara perorangan. meransang dan hendaknya peduli terhadap perkembangan siswa yang optimal secara peroranganlah yang pembimbing untuk semua siswa asuhnya. Hambatan dan rintngan dalam perjalan hidup pastilah akan menganggu tercapainya kebahagian itu. Ivey dan Rigaziodigilio4 menekankan bahwa orientasi perkembangan merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan bimbingan. Orientasi perkembangan Perkembangan individu merupakan konsep inti serta menjadi tujuan dari segenap layanan bimbingan dan konseling.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas Soetjipto dan Kosasi dalam bukunya Profesi Keguruan (2007) menyimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling hendaknya menekankan pada orientasi individual. yang berpengetahuan dan berketerampilan berbagi teknik bimbingan dan konseling.  Humanistik-religius Ini berarti pendekatan terhadap peserta didik haruslah manusiawi dengan landasan ketuhanan. Sedangkan Sofyan. mana kala siswa menalami kebuntuan. perkembangan dan masalah.  Profesional Ini berarti proses bimbingan dan konseling harus dilakukan secara profesional atas dasar filosofis. Ini berarti bahwa layanan bimbingan dan konseling harus berorientasikan pada masalah-masalah yang dihadapi oleh klien pada saat ia berkonsultasi. Willis (2004) mengemukakan landasan-landasan filosofis dari orientasi baru bimbingan dan konseling. Dengan istilah lain disebutkan asas kekinian. Dasar-Dasar Orientasi Bimbingan dan Konseling Dari segi lain.bagi setiap siswa asuhnya : orang yang paling terpercaya dan yang paling diharapkan untuk memberikan “pencerahan” manakala siswa mengalami keadaan suram. peserta didik sebagai manusia dianggap sanggup mengembangkan diri dan potensinya. sedangkan kelemahannya secara berangsur-angsur akan diatasinya sendiri. S. yaitu:  Pedagogis Ini berarti menciptakan diantara peserta didik. Senada 16 kondisi sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik dengan memperhatikan perbedaan individual .  Potensial Ini berarti setiap peserta didik adalah individu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. kegoncangan ataupun keputusasaan. Gurupembimbing adalah tumpuan harapan. teoritis. Prayitno(1982) menyatakan bahwa layanan bimbingan dan konseling harus berpusat/berorientasi pada masalah yang dihadapi oleh klien. 1.

Prayitno dan Amti dalam bukunya Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling(2004) orientasi bimbingan dan konseling ada tiga yaitu orientasi perseorangan. (Prayitno dan Amti. Setiap klien harus diterima sebagai individu dan harus ditangani secara individual5. dan persaan klien serta untuk menyesuaikan program-program pelayanan dengan kebutuhan klien setepat mungkin. dan bukan sebaliknya. Tylor (1956) juga menyatakan bahwa kelas social keluarga dapat menimbulkan terjadinya 5 (Rogers. dan potensinya itu kea rah pengembangannya yang optimal. c. dalam hal ini kepentingan kelompok diletakkan dalam kaitannya dengan hubungan timbal balik yang wajar antarindividu dan kelompoknya. Dengan kata lain. serta untuk membantu individu agar dapat menghargai kebutuhan. perkembangan. Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan berkenaan dengan individu untuk memahami kebutuhan-kebutuhan. kemampuan. yang semuanya unik.dengan hal ini. dan pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi diri dan lingkungan. b. dan permasalahan. motivasi-motivasinya. 1956). 17 . d. 2004:234-235) sejumlah kaidah yang berkaitan dengan orientasi perorangan dalam bimbingan dan konseling dapat dicatat sebagai berikut: a. 1) Orientasi Perseorangan Dalam hal ini individu diutamakan dan kelompok dianggap sebagai lapangan yang dapat memberikan pengaruh tertentu terhadap individu. Pemusatan perhatian terhadap individu itu sama sekali tidak berarti mengabaikan kepentingan kelompok. dalam McDaniel. Adalah menjadi tanggungjawab konselor untuk memahami minat. Berikut diuraikan ketiga orientasi tersebut. motivasi. dan kemampuan-kemampuan potensialnya. Semua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu yang menjadi sasaran layanan. kelompok dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kebahagiaan individu.

2) Orientasi Perkembangan Salah satu fungsi bimbingan dan konseling adalah fungsi tersebut adalah pemeliharaan dan pengembangan. Perbedaan latar belakang kehidupan individu dapat mempengaruhinya dalam cara berpikir. Perkembangan merupakan konsep inti dan terpadukan. Orientasi perkembangan dalam bimbingan dan konseling lebih menekankan lagi pentingnya peranan perkembangan yang terjadi dan yang hendaknya diterjadikan pada diri individu. Inilah yang dimaksud dengan orientasi individual. Permasalahan yang dihadapi oleh individu harus diartikan sebagai terhalangnya perkembangan. Thompson&Rudolph(1983) melihat perkembangan individu dari sudut perkembangan kognisi. praktek bimbingan dan konseling tidak lain adalah memberikan kemudahan yang berlangsung perkembangan yang berkelanjutan. yaitu ketidakmampuan melihat kemungkinan laindi luar apa yang dipahaminya. Dalam perkembangannya. cara berperasaan. Selanjutnya ditegaskan bahwa. anakanak berkemungkinan mengalami hambatan perkembangan kognisi dalam empat bentuk: a) Hambatan egosentrisme.perbedaan individu. 18 . Pelayanan bimbingan dan konseling berlangsung dan dipusatkan untuk menunjang kemampuan inheren individu bergerak menuju kematangan dalam perkembangannya. serta menjadi tujuan dari segenap layanan bimbingan dan konseling. Secara khusus. Peranan bimbingan bagi dan gerak konseling individu adalah memberikan alur kemudahan-kemudahan menjalani perkembangannya. Ivey dan Rigazio(dalam Mayers. dan hal itu semua mendorong konselor dan klien bekerjasama untuk menghilangkan penghalang itu serta mempengaruhi lajunya perkembangan klien. dan cara menganalisis data. 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan bimbingan. Dalam layanan dan bimbingan konseling ini harus menjadi perharian besar.

Melalui fungsi pencegahan. yaitu ketidakmampuan menelusuri alur yang terbalik dari alur yang dipahami semula. masalah sosial. dan perkawinan (HPP) e. Roos L. ketidakmampuan meletakkan sesuatu pada susunan urutan yang ditetapkan. dan pekerjaan (KLP) c. hubungan social kejiwaan (HSK) f. yaitu ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian pada lebih dari satu aspek tentang sesuatu hal. c) Hambatan reversibilitas. orientasi masalah secara langsung bersangkut-paut dengan fungsi pencegahan dan fungsi pengentasan. kekurangan informasi. perkembangan jasmani dan kesehatan (PJK) b. Mooney (dalam Prayitno. 1987) mengidentifikasi 330 masalah yang digolongkan ke dalam sebelas kelompok masalah. Thompson & Rudolph menekankan bahwa tugas bimbingan dan konseling adalah menangani hambatan-hambatan perkembangan itu. keadaan pribadi kejiwaan (KPK) 19 . layanan dan bimbingan konseling dimaksudkan mencegah timbulnya masalah pada diri siswa sehingga mereka terhindar dari bernagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangannya. sedangkan fungsi pengentasan menginginkan agar individu yang sudah terlanjur mengalami maslaah dapat terentaskan masalahnya. dan sebagainya dapat dihindari. Fungsi pencegahan menghendaki agar individu dapat terhindar dari masalah-masalah yang mungkin membebani dirinya. pacaran. keadaan lingkungan. Fungsi ini dapat diwujudkan oleh guru pembimbing atau konselor dengan merumuskan program bimbungan yang sistematis sehingga hal-hal yang dapat menghambat perkembangan siswa kesulitan belajar. hubungan muda-mudi.b) Hambatan konsentrasi. kegiatan sosial dan reaksi (KSR) d. yaitu kelompok masalah yang berkenaan dengan : a. keuangan. 3) Orientasi Permasalahan Dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi bimbingan dan konseling yang telah dibicarakan. d) Hambatan transformasi.

Satu jenis masalah barangkali lebih banyak dialami. Bidang ini dikenal sebagai bidang pelayanan bimbingan dan konseling. serta bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan dan administrasi sekolah. yaitu bidang yang meliputi berbagai fungsi berkenaan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijaksanaann. Bidang-bidang tersebut adalah sebagai berikut : 1) Bidang kurikulum dan pengajaran meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengetahuan. 2. 3) Bidang kesiswaan. dan pengawasan. Mortensen dan Schmuller (1976) mengemukakan adanya bidang-bidang tugas atau pelayanan yang saling terkait. pembiayaan. Frekuensi munculnya masalah-masalah itu diwarnai oleh berbagai kondisi lingkungan.g. dan minat-minatnya. yaitu sikap. pengadaan. penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah (PTS) k. seperti perencanaan. kurikulum sekolah dan prosedur pengajaran (KPP) Frekuensi dialaminya masalah-masalah tersebut juga bervariasi. yaitu bidang yang meliputi berbagai fungsi dan kegiatan yang mengacu kepada pelayanan kesiswaan secara individual agar masingmasing peserta didik itu dapat berkembang sesuai dengan bakat. masa depan pendidikan dan pekerjaan (MPP) j. Aktualisasi Orientasi Layanan dan Bimbingan Konseling di Sekolah Dalam proses pendidikan. sedangakan jenis masalah lain lebih jarana muncul. khususnya di sekolah. Bidang-bidang tersebut hendaknya secara lengkap ada apabila diinginkan agar pendidikan di sekolah dapat berjalan dengan sebaikbaiknya untuk memenuhi secara optimal kebutuhan peserta didik dalam proses perkembangannya. 20 . keterampilan. 2) Bidang administrasi atau kepemimpinan. potensi. penyampaian dan dan pengembangan kemampuan berkomunikasi peserta didik. keadaan rumah dan keluarga (KRK) i. moral dan agama (MDA) h. pengajaran. dan pengembangan staf. serta tahap-tahap perkembangannya. prasarana dan sarana fisik.

melalui Badan Pengembangan Pendidikan. ahli psikologi terapi. akan tetapi ia tidak melakukan. 2) Bimbingan membantu peserta didik membuat perencanaan dan mengambil keputusan-keputusan. Antara bidang yang satu dengan yang lain terdapat hubungan yang saling isi mengisi. dalam “Pola Dasar dan Pengembangan Program Bimbingan dan Penyuluhan Melalui Proyekproyek Perintis Sekolah Pembangunan” (1974) adalah sebagai berikut: 1) Bimbingan melayani semua peserta didik. tidak mengangani masalah-masalah gangguan kepribadian yang semestinya menjadi garapan ahli psikologi klinik. mengawasi ulangan. Konseling bukan pekerjaan memberikan nasehat-nasehat. 4) Bimbingan tidak melakukan pekerjaan bantuan yang menuntut keahlian di luar keahlian yang dimilikinya. mendisiplinkan dan semacamnya. 3) Bimbingan membantu guru dan staf sekolah yang lain. 6) Otoritas dan tanggung jawab bimbingan adalah sejauh itu menyangkut bidang layanan (pelayanan) bantuan profesional perorangan di sekolah 21 . mislanya mengajar menggantikan tempat guru yang berhalangan. yaitu memberikan kemudahan bagi pencapaian perkembangan yang optimal peserta didik. ahli pekerjaan sosial tau ahli penyakit jiwa. Bahkan tugas bimbingan buat menyiapkan nasehat dan rencana semacam barang jadi bagi peserta didiknya/kliennya. Dengan perkataan lain ia tidak hanya melayani peserta didik yang mempunyai masalah saja.Kendatipun ketiga bidang tersebut tampaknya terpisah anatra satu dengan yang lain. Demikian pun konselor tidak melakukan sendiri pekerjaan karena penempatan tenaga. 5) Bimbingan menjalankan tugasnya dalam ruang lingkup waktu kegiatan kurikuler yang resmi baik baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.apalagi ia mnegambil alih tugas-tugas pekerjaan guru dan staf sekolah itu. mengabsen peserta didik. Rumusan lain mengenai ruang lingkup bimbingan dikemukakan oleh Depdikbud RI. namun semuanya memiliki arah yang sama.

com/2008). b) Para siswa mengetahui sumber-sumber informasi yang diperlukan. 1991) 22 . c) Para siswa dapat menggunakan kegiatan kelompok sebagai sarana memperoleh informasi. Sementara Ifdil menjelaskan tujuan layanan informasi ada dua macam yaitu secara umum dan khusus. mampu mengambil keputusan. mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapatmengaktualisasikan dirinya (konselingindonesia.sebagaimana disepakati bersama dnegan peserta didik yang mendapat layanan. d) Para siswa dapat memilih dengan tepat kesempatan-kesempatan yang ada dalam lingkungannya sesuai dengan minat dan kemampuanya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif. baik semasa masih sekolah maupun setelah menamatkan sekolah.6 C. Tujuan Layanan Informasi Menurut Budi Purwoko (2008:52) tujuan yang ingin dicapai dengan penyajian informasi adalah sebagai berikut: a) Para siswa dapat mengorientasikan dirinya kepada informasi yang diperolehnya terutama untuk kehidupannya. Layanan Informasi 1. Dalam penelitian ini tujuan dari layanan informasi adalah membekali siswa dengan berbagai informasi tentang potensi diri sehingga siswa mampu meningkatkan pemahaman potensi diri guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik. objektif dan dinamis. 6 (Ahmadi dan Rohani. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan layanan informasi adalah supaya para siswa memperoleh informasi yang relevan dalam rangka memilih dan mengambil keputusan secara tepat guna pencapaian pengembangan diri secara optimal.Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya.

b) Memungkinkan individu dapat menentukan arah hidupnya “kemana dia ingin pergi”.2. diri f. c) Setiap individu adalah unik. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa alasan penyelenggaraan layanan informasi adalah karena siswa membutuhkan informasi yang relevan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai macam dinamika kehidupan secara positif dan rasional. Sedangkan Winkel &Sri Hastuti (2006:317) menjelaskan. Syarat dasar untuk dapat menentukan arah hidup adalah apabila ia mengetahui apa (informasi) yang harus dilakukan serta bagaimana bertindak secara kreatif dan dinamis berdasarkan atas informasi-informasi yang ada itu. Siswa membutuhan informasi yang relevan sebagai masukan dalam mengambil ketentuan mengenai pendidikan lanjutan sebagai persiapan untuk memangku jabatan dimasyarakat. Terkait dengan penelitian ini. maupun sosial budaya. a) Membekali individu dengan berbagai macam pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi berkenaan dengan lingkungan sekitar. pendidikan. serta hal-hal yang akan berubah dengan bertambahnya umur dan pengalaman. baik sebagai pelajar maupun anggota masyarakat. d. ada dua alasan 23 . e. ada tiga alasan pokok mengapa layanan pemberian informasi merupakan usaha vital dalam keseluruhan program bimbingan yang terencana dan terorganisasi. jabatan. Alasan Penyelenggaraan Layanan Informasi Menurut Prayitno & Erman Amti (2004:260-261)ada tiga alasan utama mengapa layanan informasi perlu diselenggarakan. Pengetahuan yang tepat dan benar membantu siswa untuk berfikir dari pada mengikuti sembarang keinginan saja tanpa lebih rasional tentang perencanaan masa depan dan tuntutan penyesuaian memperhitungkan kenyataan dalam lingkungan hidupnya. Informasi yang sesuai dengan daya tangkapnya menyadarkan siswa akan hal-hal yang tetap dan stabil.

(c) informasi sosial budaya. 3. Jenis-jenis Informasi Menurut Prayitno &Erman Amti (2004:261-268)pada dasarnya jenis dan jumlah informasi tidak terbatas.Pertama. khusunya dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling. Diantara masalah atau kesulitan tersebut berhubungan dengan (a) pemilihan program studi. 24 .Kedua. macam-macam suku bangsa. adat istiadat. bahasa. disadari atau tidak siswa sangat membutuhkan informasi tentang pemahaman potensi diri sebagai modal awal dalam menggapai cita-cita dan tujuan hidup yang mereka inginkan. agama dan kepercayaan. (c) Informasi sosial budaya Hal ini dapat dilakukan melalui penyajian informasi sosial budaya yang meliputi. yaitu (a) informasi pendidikan. hanya akan dibicarakan tiga jenis informasi. tetapi juga dalam penyesuaian diri dengan suasana kerja yang baru dimasuki dan pengembangan diri selanjutnya. Kesulitan itu terletak tidak saja dalam mendapatkan jenis pekerjaan yang cocok.penyelenggaraan layanan informasi. Namun. dan (e) putus sekolah. (b) informasi pekerjaan. untuk membuktikan bahwa layanan informasi bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap potensi diri. potensi-potensi daerah dan kekhususan masyarakat atau daerah tertentu. Mereka membutuhkan adanya keterangan atau informasi untuk dapat membuat pilihan dan keputusan yang bijaksana. (c) penyesuaian diri dengan program studi. (a) Informasi pendidikan Dalam bidang pendidikan banyak individu yang berstatus siswa atau calon siswa yang dihadapkan pada kemungkinan timbulnya masalah atau kesulitan. (d) penyesuaian diri dengan suasana belajar. (b) pemilihan sekolah fakultas dan jurusannya. (b) Informasi jabatan Saat-saat transisi dari dunia pendidikan kedunia kerja sering merupakan masa yang sangat sulit bagi banyak orang muda.

yang bersumber dari para pembimbingnya. mengenai gradasi posisi dalam lingkup suatu jabatan. guru-gurunya. Informasi tentang program studi disekolahnya.Budi Purwoko (2008:53) juga menjelaskan. 2) Informasi tentang dunia pekerjaan yang mencakup semua data mengenai jenis-jenis pekerjaan yang ada dimasyarakat. Informasi tentang cara belajar yang efisien. dan sebainya. mengenai sistem klasifikasi jabatan. para karyawan. Informasi tentang proses perkembangan manusia muda serta pemahaman terhadap sesama manusia meliputi. mengenai persyaratan tahap dan jenis pendidikan. Informasi tentang usaha kesehatan sekolah yang bersumber dari doktor. para perawat kesehatan Sedangkan Winkel &SriHastuti (2006:318) memberikan gambaran bahwa data dan fakta yang disajikan kepada siswa sebagai informasi biasanya dibedakan atas tiga tipe dasar. yaitu : 1) Informasi tentang pendidikan sekolah yang mencakup semua data mengenai variasi program pendidikan sekolah dan pendidikan prajabatan dari berbagai jenis. misalnya informasi tentang: • • • • Kondisi fisik sekolahnya. dan mengenai prospek masa depan berkaitan dengan kebutuhan riil masyarakat akan/corak pekerjaan tertentu. 25 . pemahaman diri dan orang lain. mulai dari semua persyaratan penerimaan sampai dengan bekal yang dimiliki pada waktu tamat. fasilitas yang tersedia. pembinaan jalinan hubungan yang sehat dengan teman sebaya. jenis-jenis informasi yang penting bagi para siswa waktu masih sekolah. bagian administrasi. bersama dengan hubungan timbal balik antara perkembangan kepribadian dan pergaulan sosial diberbagai lingkungan masyarakat. 3) Informasi tentang proses perkembangan manusia muda serta pemahaman terhadap sesama manusia mencakup semua data dan fakta mengenai tahap-tahap perkembangan serta lingkungan hidup fisik dan psikologis. yang bersumber dari kurikulum yang berlaku.

c) Karya Wisata Dalam bidang konseling karyawisata mempunyai dua sumbangan pokok. membantu siswa belajar dengan menggunakan berbagai sumber yang ada dalam masyarakat yang dapat menunjang perkembangan 26 . belajar dan karier.Namun demi tercapainya tujuan dari layanan informasi maka materi informasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dari pelaksanaan layanan informasi itu sendiri. Pertama. fase-fase dalam kehidupan manusia dewasa. mudah dan murah. 2006). pemahaman dan penyesuain diri terhadap kondisi dalam lingkungan keluarga dan perawatan kesehatan jasmani dan penampilan diri (Winkel & Sri Hastuti. informasi dalam bidang pribadi. atau guru.pendidikan seks. Diskusi semacam ini dapat diorganisasikan baik oleh siswa sendiri mapun oleh konselor. sosial. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi layanan informasi pada dasarnya tidak terbatas.Khusus dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. dalam arti bahwa metode ini dapat dilakukan hampir oleh setiap petugas bimbingan disekolah. Metode Layanan Informasi Menurut Prayitno &Erman Amti (2004:269-271) Pemberian informasi kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut: a) Ceramah Ceramah merupakan metode pemberian informasi yang paling sederhana. b) Diskusi Penyampaian informasi pada siswa dapat dilakukan melalui diskusi. layanan informasi yang diberikan kepada siswa dibedakan menjadi empat tipe yaitu. Kaitannya dengan penelitian ini maka materi layanan informasi yang akan diberikan adalah informasi tentang berbagai macam jenis potensi diri yang dimiliki oleh siswa yang sangat mungkin untuk dikembangkan guna mencapai prestasi dan kualitas hidup yang terbaik. 4.

penyampaian informasi kepada siswa dapat juga dilakukan melalui konferensi karier. mengadakan penyajian berbagai aspek program pendidikan latihan/pekerjaan yang diikuti oleh para siswa. pekerjaan dan berbagai masalah dalam masyarakat. e) Konferensi karier Selain melalui teknik-teknik yang diutarakan diatas. 27 . buku panduan kerja bagi karyawan) dapat membantu siswa dalam mendapatkan informasi yang berguna.mereka. Sedangkan menurut Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang (1993: 82) menjelaskan bahwa teknik yang digunakan dalam layanan informasi adalah sebagai berikut:           Ceramah Diskusi atau Tanya jawab Bacaan buku. Dalam konferensi karier para nara sumber dari kelompok-kelompok usaha. dan lain-lain yang diundang. jawatan atau dinas lembaga pendidikan. d) Buku panduan Buku-buku panduan (seperti buku panduan sekolah atau perguruan tinggi. diskusi/tanya jawab dan audio visual. pemutaran film Karyawisata Melalui mata pelajaran tertentu Melalui kelas khusus Hari karier Hari perguruan tinggi Wawancara dalam rangka konseling dan Dari berbagai jenis metode yang digunakan dalam pemberian layanan informasi maka dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah ceramah. selebaran dan brosur Gambar. memungkinkan diperolehnya informasi yang dapat membantu pengembangan sikap-sikap terhadap pendidikan. slide. Kedua.

teknik konseling merupakan suatu keniscayaan.nilai sosial.cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisi.kondisi di lingkungannya yakni nilai. membentuk kesiapan untuk konseling. dan agama. Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. Begitu juga klien.teknik konseling akan melalui beberapa tahap kegiatan. Persiapan konseling Pada tahap ini.D. 1982. Dalam proses konseling. Yayasan penerbitan fakultas psikologi UGM Yokyakarta. 7 Yang dimaksud teknik konseling di sini adalah cara. Sebagai suatu proses. memperoleh riwayat kasus. pikiran. agar dapar berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling. proses 7 Bimo walgito bimbingan dan konseling di perguruan tinggi. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. merangsang. harus siap untuk mengikuti konseling. S. Bagi seorang konselor. dan evaluasi psikodiagnostik. menguasai teknik. ada tiga hal yang harus dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu.tahap tersebut adalah: a. implementasi teknik. budaya. Layanan konseling Seperti yang telah dijelaskan bahwa didalam menjelaskan konseling seseorang tidak akan lepas dari teknik apa yang digunakan dalam konseling tersebut. Wilis. dan pengalamannya (Sopyan. penguasaan terhadap teknik konseling merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. 2004: 157). 1) Kesiapan untuk konseling Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. hal: 96 28 . Tahap. konselor harus melakukan persiapan. Rsespons yang baik berupa pertanyaanpertanyaan verbal dan non verbal yang dapat menyentuh.

Dalam proses konseling harus ada respons.peran konselor. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan berjalan secara lancar. Begitu pun klien yang mengetahui tentang konseling. Hal. Tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri 5. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa).peran konselor.hal berikut: 29 .harapan terhadap peran konselor 6. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah. akan sulit merespons proses konseling. akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak. Harapan. Kecakapan intelektual 4.konseling bisa gagal. disarankan kepada konselor agar melakukan hal.hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: 1. Pengetahuan klien tentang konseling 3. Agar klien siap dalam mengikuti konseling. maka ia tidak akan banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah. Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri. Sebaliknya. klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. Sistem pertahanan diri Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling. ia tidak akan maksimal memanfaatkan jasa konselor. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran.benar ingin memperoleh bantuan.respons tertentu dari klien. Memotivasi klien untuk memperoleh bantuan 2.

yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. Catatan komulatif (commulative record). proses diagnosis mempunyai 30 . menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga dari dan merangsang siswa untuk memperoleh bantuan. yang lebih memusatkan pada masalahmasalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala.1. memperkirakan sebab. 3) Evaluasi psikodiagnostik Dalam bidang medis. Tulisan. d.tulisan yang dibuat sendiri oleh siswa yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan anekdot). memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan. Grafik waktu tentang kehidupan siswa yang berkasus. dan informasi kepada klien tentang dirinya 6. Menurut Surya (1988: 160). Dalam bidang psikologis.usaha penyembuhannya. melalui proses pendidikan itu sendiri.sumber referal (rujukan) misalnya organisasi dan sekolah. memberikan prospeknya.masalah yang dialami klien. b. menempatkan gejala dalam kategori. riwayat kasus dapat dibuat dalam bentuk: a. e. 2) Riwayat kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa lalu. dan memperkirakan usaha. Biografi dan autobiografi. mengadakan observasi. 2. 3. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah. menghubungi sumber. Riwayat konseling psikoterapeutik. melakukan orientasi pra konseling. c.sebab. 5. 4.

sebab kesulitan.teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. (Surya. pertama sebagai suatu klasifikasi deskriptif masalah. psikosis. dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial.beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaiman halnya dalam bidang medis. Kedua. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjambatani hubungan antara konsleor dengan klien. 1988: 162) Selanjutnya menurut Surya (1988) psikodiagnostik mempunyai dua arti yaitu. dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk:  menyeleksi data yang diperlikan bagi konseling  meramalkan keberhasilan konseling  memperoleh informasi yang lebih terinci  merumuskan diagnostic yang lebih tepat Dalam proses konseling memerlukan teknik. sikap penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. kemungkinan teknik. Teknik rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama.teknik konseling untuk memcahkan masalah. Adapun teknik dalam konseling adalah sebagai berikut: 1).masalah yang sama dengan klasifikasi psikiatris untuk gangguan neurosis. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus. Implementasi teknik ini dalam konseling adalah: • pemberian salam yang menyenangkan • menetapkan topik pembicaraan yang sesuai • susunan ruang konseling yang menyenangkan 31 . yang selanjutnya disebut diagnosis struktural. perkiraan sebab.

• sikap yang ditandai dengan: kehangatan emosi. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien.Structuring ada yang bersifat implisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasai proses konseling. Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa diterima dalam proses konseling. dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya. Refleksi perasaan 32 . Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien. Perilaku attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. dan menjamin kerahasiaan klien • kesadaran terhadap hakekat klien secara alamiah 2). bahasa tubuh. 3).batas. 5). Empati dilakukan bersamaan dengan attending. 4). mendatar. Structuring memberikan kerangka kerja atai orientasi terapi kepada klien. karena tanpa attending tidak akan ada empati. Teknik structuring Structuirng adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. realisasi tujuan bersama. batas. merasa dan berpikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling. dan bahasa lisan. Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah (misalnya ceria atau cemberut). Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien.

dan pikiran klien. Teknik bertanya Teknik bertanya ada dua macam yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). eksplorasiperasaan. Teknik eksplorasi Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. pengalaman. dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan. perasaan. Tujuannya adalah untuk memberikan rujukan. 11).Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk katap. 10). Eksplorasi ada tiga macam yaitu. 9). 8). Teknik paraphrasing (menangkap pesan utama) Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien.kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien. agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan baru. mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. Dorongan minimal (minimal encouragement) Dorongan minimal yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien. memberi arah wawancara konseling. eksplorasi pikiran. untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. 7). pandangan atau tingkah laku klien. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai. dan eksplorasi pengalaman. Interpretasi Interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran.teori tertentu. 6). Teknik mengarahkan (directing) 33 .

keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. ide awal dengan ide berikutnya. pertama fokus pada diri klien. meningkatkan potensi klien. senyum dengan kepedihan. fokus pada topik. 34 . 14). Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan.12). 15). untuk meningkatkan kualitas diskusi. Teknik fokus Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan.teknik memimpin Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti. • pertama menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di luar pikiran klien. Teknik konfrontasi Dalam konseling dikenal juga dengan “memperhadapkan”. Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling. inkonsistensi. Teknik menyimpulkan sementara (summarizing) Tujuan dari teknik ini adalah memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Teknik. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. fokus pada orang lain. 13). Tujuannya adalah mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (introspeksi diri secara jujur). fokus mengenai budaya. Kedua.hal yang telah dibicarakan bersama konselor. • Kedua. Ada empat fokus dalam konseling. membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. Ketiga. Keempat. konflik atau kontradiksi dalam dirinya.

Diam sebagai suatu teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik.Kedua. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara. . sebagai protes apabila klien berbicara berbelit. klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya. klien sedang memikirkan apa yang dikatakan.Ketiga. 1988: 165). 18). 17). Penjernihan (Clarifying) Tujuannya adalah pertama mengundang klien untuk menyatakan pesanya secara jelas. ungkapan kata. 35 . pikiran.alasan yang logis. agar klien menjelaskan. Dalam konseling. 1988: 165).Kedua. klien mengharapkan sesuatu dari konselor. .belit (nglantur). .kata yang tegas.Kelima. kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian.pertama penolakan atau kebingungan klien.16). mengulang dan mengilustrasikan perasaannya.Ketujuh.Keenam. dan pengalamannya secara bebas. dan dengan alasan. Memudahkan (Fasilitating) Fasilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan. .Keempat. Komunikasi tetap ada. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara (Surya. . yaitu melalui perilaku non verbal. klien baru menyadari kembali dan ekspresi emosional sebelumnya (Surya. . diam bisa memiliki beberapa makna. diam bukan berarti tidak ada komunikasi. . Dalam konseling. Tujuan teknik ini adalah menanti klien yang sedang berpikir.

Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling. Evaluasi Bimbingan dan Konseling Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. dapat dilakukan konselor dengan cara: (1) mengatakan bahwa waktu sudah habis. Teknik mengakhiri Untuk mengakhiri sesi konseling. dan (3) klien kehilangan arah pembicaraan. (6) memberikan tugas. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. 24). (5) menunjukkan catatan. (4) mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan.19). (3) menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya). (2) klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. Merencanakan Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. Mengambil inisiatif Teknik ini diterapkan apabila: (1) untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat.catatan singkat hasil pembicaraan konseling. (2) merangkum isi pembicaraan. Memberi nasihat 21). 20). bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. E.tugas tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan. Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. 23). Dengan informasi ini dapat 36 . Pemberian informasi 22).

orang tua. • Keterlaksanaan program. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. • Respon siswa. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. b) Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. 1. personil sekolah. • Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: • Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. • Hambatan-hambatan yang dijumpai. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. guru mata pelajaran.diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. pencapaian tugas-tugas perkembangan. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: a) Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. dan 37 . Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. dan hasil belajar.

38 . Apabila dilihat dari sifat evaluasi. perolehan guru pembimbing. perolehan siswa dari layanan. e) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. Deskripsi tersebut mencerminkan sejauh mana proses penyelenggaraan layanan/pendukung memberikan sesuatu yang berharga bagi kemajuan dan perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan terhadap siswa. evaluasi bimbingan dan konseling lebih bersifat “penilaian dalam proses” yang dapat dilakukan dengan cara berikut ini. a) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. 2. d) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. kegunaan layanan menurut siswa. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspek-aspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. f) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. b) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. perkembangan siswa dari waktu ke waktu.keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. komitmen pihak-pihak terkait. c) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan.

dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program.1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. Instrumen itu diantaranya inventori. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. dan (2) mengembangkan program. 39 . Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. kurang tepat. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. pedoman observasi. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. pedoman wawancara. Berdasarkan temuan yang diperoleh. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan hal-hal yang akan dievaluasi. angket. Untuk memperoleh data yang diperlukan. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. dan studi dokumentasi.

tes. guru mata pelajaran. Kegiatan penilaian baik mengenai proses maupun hasil perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban/ akuntabiltas pelaksanaan program bimbingan dan konseling. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. para wali kelas. observasi. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. tokoh masyarakat. studi dokumentasi. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. kepala sekolah. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. para pejabat depdikbud.8 8 Sumber: Diambil dari Bahan Belajar Mandiri Kegiatan Pelatihan Pengawas Sekolah.Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. dan sebagainya. Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. 2008 40 . analisis hasil kerja siswa. dan sebagainya. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. orang tua. angket. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. sekolah lanjutan. organisasi profesi bimbingan.

Jenis-jenis Layanan Bimbingan dan Konseling 41 .BAB III PEMUTUPAN A. Kesimpulan A.

html 42 . 27. antaranya10: 25. Aplikasi Instrumentasi Himpunan Data Konferensi Kasus Kunjungan Rumah Alih tangan kasus Layanan Konseling Berbagai teknik konseling yang dapat digunakan oleh konselor di 2. 2. 7. 9. 3. 4. 9 10 Bimo walgito bimbingan dan konseling di perguruan tinggi. 1982. 6. Teknik raport Perilaku attending Teknik structuring Empati 28. Kegiatan Pendukung diantaranya : 1. 8. 3. 26. Yayasan penerbitan fakultas psikologi UGM Yokyakarta. B. hal: 96 http://ibnsyam.blogspot. 4. 5.com/2012/06/teknik-teknik-konseling. 5.Macam-macam layanan bimbingan dan konseling9 : 1. Layanan Orientasi Layanan Informasi Layanan Penempatan dan penyaluran Layanan pembelajaran Layanan Konseling Individual Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Mediasi Layanan Konseling Kelompok Layanan mediasi Layanan Konsultasi 10.

42. 40. 34. 39. 45. 46. 1. 33. A. 30. 36. 44. C.29. 48. 43. 2. 31. 41. 3. Refleksi perasaan Teknik eksplorasi Teknik paraphrasing (menangkap pesan utama) Teknik bertanya Dorongan minimal (minimal encouragement) Interpretasi Teknik mengarahkan (directing) Teknik menyimpulkan sementara (summarizing) Teknik. 37. Layanan Pengumpul Data Layanan Orientasi Orientasi perorangan Orientasi perkembangan Orientasi permasalahan 43 . 35. B.teknik memimpin Teknik focus Teknik konfrontasi Penjernihan (Clarifying) Memudahkan (Fasilitating) Diam sebagai suatu teknik Mengambil inisiatif Memberi nasihat Pemberian informasi Merencanakan Menyimpulkan Teknik mengakhiri Layanan Referal Layanan Penilaian (Evaluasi) dan Tindak Lanjut 32. 38. D. 47.

Metode Layanan Informasi a) Ceramah b) Diskusi c) Karya Wisata d) Buku panduan e) Konferensi karier H. Permasalahan 2. khususnya di sekolah. 2. Mortensen dan Schmuller (1976) mengemukakan adanya bidang-bidang tugas atau pelayanan yang saling terkait. Bidang-bidang tersebut adalah sebagai berikut : 1.1. Informasi pendidikan F. Informasi E. 3. kepemimpinan. Perseorangan 2. dan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar-Dasar Orientasi Orientasi Orientasi Aktualisasi Orientasi Layanan Dalam proses pendidikan. Orientasi Bimbingan dan Konseling 1. Layanan konseling Layanan Informasi Jenis-jenis Bidang kurikulum Bidang administrasi atau Bidang kesiswaan 44 . Perkembangan 3. C. 1. Informasi sosial budaya 2. informasi jabatan G.

16. 12. Teknik.tahap tersebut adalah: 1. 18. 5. 2.teknik konseling akan melalui beberapa tahap kegiatan. utama) 8. 17. Adapun teknik dalam konseling adalah sebagai berikut: 1. . (summarizing) 13.teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. Teknik rapport Perilaku attending Teknik structuring Empati Refleksi perasaan Teknik eksplorasi Teknik paraphrasing (menangkap Teknik bertanya Dorongan Interpretasi Teknik mengarahkan (directing) Teknik menyimpulkan sementara minimal (minimal pesan 4. 3. implementasi teknik.Sebagai suatu proses. 11. 6. Tahap. Persiapan konseling Kesiapan untuk konseling Riwayat kasus Evaluasi psikodiagnostik Dalam proses konseling memerlukan teknik. 3. 4. encouragement) 10.teknik memimpin Teknik focus Teknik konfrontasi Penjernihan (Clarifying) Memudahkan (Fasilitating Diam sebagai suatu teknik 45 15. 9. 2. 7. 14.

19. 22. tetapi harus didukung oleh peningkatan profesionalisasi dan system manajemen tenaga kependidikan serta pengembangan kemampuan peserta didik untuk menolong diri sendiri dala memilih dan mengambil keputusan demi pencapaian cita-cita. 1. Pendidikan yang bermutu dalam penyelenggaraan tidak cukup hanya dilakukan melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. I. 23. Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. agar dapat membantu pencapaian mutu pendidikan dan menghantarkan peserta didik pada pencapaian standar akademis yang di harapkan dalam kondisi perkembangan diri yang sehat dan ooptimal. 2. 25. Melakukan tindak lanjut (Follow Up). 4. B. Rekomendasi Pendukung utama bagi tercapainya sasaran pembangunan manusia Indonesia yang bermutu adalah pendidikan yang bermutu. 24. Sebagai konselor atau pendidik perlunya memahami dan menguasai berbagai konseling. Mengumpulkan dan menganalisis data. 46 . 1. Diam dalam konseling bisa Mengambil inisiatif Memberi nasihat Pemberian informasi Merencanakan Menyimpulkan Teknik mengakhiri Evaluasi Bimbingan dan Konseling Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. 20. 3. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. 21. Langkah-langkah Evaluasi Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful