MAKALAH

EMULSI

Disusun Oleh:

1. Roby Barnabas Y 2. Iqdam Aziz Syafrudin 3. Isvara Pranidhana

( 021090003 ) ( 021090014 ) ( 021090019 )

TEKNIK KIMIA UPN “V” YOGYAKARTA 2009

yang menggunakan pengemulsi gelatin. . emulsi merupakan campuran cairan polar dan cairan non polar. yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar.Salah satu sistem koloid yang ada dalam kehidupan sehari – hari dan dalam industri adalah jenis emulsi. terutama dalam kehidupan sehari-hari. Emulsi merupakan suatu sistem yang tidak stabil. teori dan persamaannya dan serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri. mekanisme secara kimia dan fisika. sehinggkan dibutuhkan zat pengemulsi atau emulgator untuk menstabilkannya sehingga antara zat yang terdispersi dengan pendispersinnya tidak akan pecah atau keduannya tidak akan terpisah.BAB I PENDAHULUAN Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari. Salah satu emulsi yang kita kenal sehari-hari adalah susu. Dalam susu terkandung kasein suatu protein yang berfungsi sebagai zat pengemulsi. sabun. Ditinjau dari segi kepolaran. Sistem emulsi termasuk jenis koloid dengan fase terdispersinya berupa zat cair namun dalam makalah ini kita hanya akan membahas mengenai sistem emulsi saja diantaranya dari defenisi emulsi. Bebera contoh emulsi yang lain adalah pembuatan es krim. Dari hal tersebut diatas maka sangatlah penting untuk mempelajari sistem emulsi karena dengan tahu banyak tentang sistem emulsi ini maka akan lebih mudah juga untuk mengetahui zat – zat pengemulsi apa saja yang cocok untuk menstabilkan emulsi selain itu juga dapat diketahui faktor – faktor yang menentukan stabilnya emulsi tersebut karena selain faktor zat pengemulsi tersebut juga dipengaruhi gaya sebagai penstabil emulsi. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting. deterjen. di mana lemak terdispersi dalam air.

tragakan. Zat pengemulsi (emulgator) merupakan komponen yang paling penting agar memperoleh emulsi yang stabil. gelatin. Umumnya krim minyak dalam air dibuat pada suhu tinggi. Dalam hal ini. kemudian didinginkan pada suhu kamar. terbentuk krim. berbentuk cair pada suhu ini. 2000). biasanya diakibatkan oleh fase eksternal setengah padat (Anonim. . biasanya terdiri dari minyak dan air. ataupun gas. dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Secara normal kerapatan minyak lebih rendah daripada kerapatan air. makin besar ukuran tetesan dan makin besar pula kecepatan pembentukan krim (Anonim. Makin besar agregasi. semisintetik dan sintetik dapat dugunakan bersama surfakatan pada emulsi minyak dalam air karena akan terakumulasi pada antar permukaan dan juga meningkatkan kekentalan fase air. mulai dari cairan yang mudah dituang hingga krim setengah padat. sapo dan lain-lain. Sifat setengah padat emulsi air dalam minyak. sehingga jika tetesan minyak dan agregat tetesan meningkat. Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak dapat bercampur. Emulsi vera dibuat dari biji atau buah. DEFINISI EMULSI Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersinnya berupa fase cair dengan medium pendispersinya bisa berupa zat padat. dimana terdapat disamping minyak lemak juga emulgator yang biasanya merupakan zat seperti putih telur (Anief. butir – butir ini bergabung ( koalesen ) dan membentuk dua lapisan yaitu air dan minyak yang terpisah yang dibantu oleh zat pengemulsi ( emulgator ) yang merupakan komponen yang paling penting untuk memperoleh emulsi yang stabil. cair. Agregasi biasanya diikuti dengan pemisahan emulsi yang relatif cepat menjadi fase yang kaya akan butiran dan yang miskin akan tetesan. Polimer hidrofilik alam. 1995). Emulsi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi vera (emulsi alam) dan emulsi spuria (emulsi buatan).BAB II ISI 1. dan menjadi padat akibat terjadinya solidifikasi fase internal. tidak diperlukan perbandingan volume fase internal terhadap volume fase eksternal yang tinggi untuk menghasilkan sifat setengah padat. Konsistensi emulsi sangat beragam. misalnya krim stearat atau krim pembersih adalah setengah padat dengan fase internal hanya hanya 15%. Dispersi ini tidak stabil. Zat pengemulsi adalah PGA. sehingga mengurangi kecepatan pembenrukan agregat tetesan. 1995).

Karena jamur dan ragi lebih sering ditemukan daripada bakteri. Gel elastic dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang pekat contoh gel ini adalah gelatin dan sabun. Adanya pengawetan sangat penting untuk emulsi minyak dalam air karena kontaminasi fase eksternal mudah terjadi.Contoh : Gel yang dibedakan menjadi gel elastic dan gel non elastic dimana gel elastic ikatan partikelnya tidak kuat sedangkan non elastic ikatan antar partikelnya membentuk ikatan kovalen yang kuat.Emulsi ini dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu emulsi minyak didalam air contoh susu terdiri dari lemak sebagai fase terdispersi dalam air jadi butiran minyak didalam air atau emulsi air dalam minyak contoh margarine terdispersi dalam minyak jadi butiran air dalam minyak.yaitu sebagai berikut: a) Emulsi gas (aerosol cair ) Emulsi gas merupakan emulsi dengan fase terdispersinnya berupa fase cair dan medium pendispersinnya berupa gas. dimana dapat membentuk emulsi gas yang diingikan karena adannya bantuan bahan pendorong atau propelan aerosol b) Emulsi cair Emulsi cair merupakan emulsi dengan fase terdispersinya maupun pendispersinnya berupa fase cairan yang tidak saling melarutkan karena kedua fase bersifat polar dan non polar. Masing – masing emulsi dengan medium pendipersi yang berbeda juga mempunyai nama yang berbeda.Semua emulsi memerlukan bahan anti mikroba karena fase air mempermudah pertumbuhan mikroorganisme. lebih diperlukan yang bersifat fungistatik atau bakteriostatik.Sedangkan gel non-elastis dapat dibuat secara kimia sebagai contoh gel silica yang terbentuk karena penambahan HCl . 1995). Bakteri ternyata dapat menguraikan bahn pengemulsi ionik dan nonionik. c) Emulsi padat Emulsi padat merupakan emulsi dengan fase terdispersinnya cair dengan fase pendispersinnya berupa fase padat. gliserin dan sejumlah bahan pengemulsi alam seperti tragakan dan gom (Anonim.Salah satu contohnya hairspray.

freewebs. Dengan penambahan emulgator berarti telah menurunkan tegangan permukaan secara bertahap sehingga akan menurunkan energi bebas pembentukan emulsi. Gaya ini menyebabkan partikel – partikel koloid membentuk gumpalan lalu mengendap  Gaya tolak – menolak yang terjadi karena adanya lapisan ganda elektrik yang muatannya sama saling bertumpukan. Sedangkan bentuk – bentuk ketidak stabilan dari emulsi sendiri ada beberapa macam yaitu sebagai berikut :  Flokulasi. 2) Emulsi M/A yaitu butiran – butiran minyak terdispersi dalam air Minyak yang hidrofobik stabil dalam air yang hidrofilik Emulsi merupakan suatu sistem yang tidak stabil. sehingga dibutuhkan zat pengemulsi atau emulgator untuk menstabilkan.com/leosylvi/koloidemulsi. Namun kesetabilan emulsi juga dipengaruhi beberapa faktor lain yaitu. artinya dengan semakin rendah energi bebas pembentukan emulsi akan semakin mudah.htm) Terdapat 2 tipe emulsi yaitu sebagai berikut : 1) Emulsi A/M yaitu butiran – butiran air terdispersi dalam minyak Pada emulsi ini butiran – butiran air yang hidrofilik stabil dalam minyak yang hidrofobik. (http://www. ditentukan gaya – gaya:  Gaya tarik – menarik yang dikenal gaya Van der walss. karena kurangnya zat pengemulsi sehingga kedua fase tidak tertutupi oleh lapisa pelindung sehingga terbentuklah flok –flok atau sebuah agregat  Koalescens. yang disebabkan hilangnya lapisan film dan globul sehingga terjadi pencampuran .pekat dalam larutan natrium silikat sehingga molekul – molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel. Tujuan dari penstabilan adalah untuk mencegah pecahnya atau terpisahnya antara fase terdispersi dengan pendispersinnya.

MEKANISME SECARA KIMIA DAN FISIKA a) Mekanisme secara kimia Mekanisme secara kimia dapat kita jelaskan pada emulsi air dan minyak. Contoh pengemulsi tersebut adalah senyawa organik yang mempunyai gugus hidrofilik dan hidrofobik. rusaknya emulgator sendiri. 2009) Emulsi dapat mengalami kestabilan namun juga dapat mengalami kerusakan (Demulsifikasi) dimana rusaknya emulsi ini disebabkan faktor suhu. Air dan minyak dapat bercampur membentuk emulsi cair apabila suatu pengemulsi ditambahkan. (Ian. 2009) . b) Mekanisme secara fisika Secara fisika emulsi dapat terbentuk karena adanya pemasukan tenaga misalnya dengan cara pengadukan. bagian hidrofobik akan berinteraksi dengan minyak sedangkan yang hidrofilik dengan air sehingga terbentuklah emulsi yang stabil. karena kebanyakan emulsi adalah disperse air dalam minyak dan dispersi minyak dalam air. Dengan adanya pengadukan maka fase terdispersinya akan tersebar merata ke dalam medium pendispersinya. penambahan elektrolit sehingga semua ini akan dapat menyebabkan timbulnya endapan atau terjadi sedimentasi atau membentuk krim. lapisan film mengalami pemecahan sehingga hilang karena pengaruh suhu.Contoh penggunaan proses demulsifikasi dengan menambahkan elektrolit guna pemisahan karet dalam lateks yaitu menambahkan asam format asam asetat. sehingga emulgator yang digunakan harus dapat larut dalam air maupun minyak.   Kriming. (Ladytulipe. (Nuranimahabah. adanya pengaruh gravitasi membuat emulsi memekat pada daerah permukaan dan dasar Inversi massa (pembalikan massa ) yang terjadi karena adannya perubahan viskositas Breaking/demulsifikasi.2009 2.

waktu untuk volum bentuk bola ǿ = 4πα3 n/3 . dalam dan luar fase. Tetesan emulsi karena lemah atau tidak stabil nilai fraksi volume ǿ bisa diantara 3. Konduktivitas dari emulsi sendiri dapat ditentukan dengan teori klasik (Maxwell) Dimana K.Untuk tetesan bentuk bola radius α. Km dan Kd adalah konduktivitas spesifik dari emulsi.3. . fraksi volume diberikan sejumlah densitas n.T waktu tenggang dan α luas pendistribusian. serta ώ adalah komponen polarisasi. salah satu model untuk menentukan konstanta dieletrika tipe emulsi adalah:  Tipe M/A ( ( ) ) ( ) ( )  Tipe A/M ( ) ( ) Dimana €∞ dan €s adalah permitivitas dengan frekuensi tinggi dan statis. TEORI DAN PERSAMAAN Satu variable penting dalam uraian emulsi .medium pendispersi dan fase terdispersi.6 untuk kebanyakan sistem emulsi. Dalam sistem koloi akan terjadi peningkatan dielektrika.emulsi adalah fraksi volum ǿ .Banyak sifat – sifat emulsi ditandai ole jumla volumnya.

Gaya ini menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan mengendap. Viskositas tinggi. yaitu: 1. Tegangan antarmuka rendah 2. Dengan Mortir dan Stampel Sering digunakan untuk membuat minyak lemak dalam ukuran kecil b. Tolakkan listrik double layer 4. ADA BEBERAPA CARA PEMBUATAN EMULSI a. 5.4. Relatifitas phase pendispersi kecil 5. Ada beberpa faktor yang mempengaruhi kestabilan emulsi yaitu sebagai berikut : 1. 2. lalu dikocok kuat-kuat. Bila proses pengocokkan dihentikan. dicampurkan. Secara fisik terlihat seolah-olah salah satu fasa berada di sebelah dalam fasa yang lainnya. Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya. Gaya tarik-menarik yang dikenal dengan gaya London-Van Der Waals. sehingga kondisi emulsi yang sesungguhnya muncul dan teramati pada sistem dispersi terjadi dalam waktu yang sangat singkat . KESTABILAN EMULSI Bila dua larutan murni yang tidak saling campur/ larut seperti minyak dan air. Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka 3. maka keduanya akan membentuk sistem dispersi yang disebut emulsi. maka dengan sangat cepat akan terjadi pemisahan kembali. Gaya ini akan menstabilkan dispersi koloid. . Gaya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan ganda elektrik yang bermuatan sama. Botol Minyak dengan viskositas rendah dapat dibuat dengan cara dikocok dalam botol pengocokan dilakukan terputus – putus untuk memberi kesempatan emulgator bekerja.

Mixer Partikel fase dispersi dihaluskan dengan memasukkan kedalam ruangan yang didalamnya terdapat pisau berputar denagn kecepatan tinggi. Homogenizer Dengan melewatkan partikel fase dispersi melewati celah sempit. ion pengganggu akan merembes melewati pori-pori kertas selofan.c. Jaringan ginjal bersifat semipermiabel. Pemisahan ion penggangu dapat dilakukan dengan memasukkan koloid ke dalam kertas/membran semipermiabel (selofan). Ada beberapa metode pemurnian yang dapat digunakan. Partikel-partikel tersebut haruslah dihilangkan atau dimurnikan guna menjaga kestabilan koloid. 6. sedangkan partikel kolid akan tertinggal. karena pertikel koloid memiliki sifat mengadsorbsi. Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel. Karena diameter ion pengganggu jauh lebih kecil daripada kolid. tetapi menahan partikel-partikel kolid seperti sel-sel darah merah. CARA PEMURNIAN KOLOID Seringkali terdapat zat-zat terlarut yang tidak diinginkan dalam suatu pembuatan suatu sistem koloid. selaput ginjal hanya dapat dilewati oleh air dan molekul sederhana seperti urea. Salah satu aplikasi dialisator adalah sebagai mesin pencuci darah untuk penderita gagal ginjal. d. Proses dialisis untuk pemisahan partikel-partikel koloid dan zat terlarut dijadikan dasar bagi pengembangan dialisator. baru kemudian akan dialiri air yang mengalir. Pergerakan ion-ion dan molekul – molekul kecil melalui selaput semipermiabel disebut dialysis. DIALISIS Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya. sehingga partikel mempunyai ukuran yang sama. Suatu koloid biasanya bercampur dengan ion-ion pengganggu. . yaitu : 1.

Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik. PENYARING ULTRA Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring. Kertas saring yang dimodifikasi tersebut disebut penyaring ultra. maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. karena pori-pori kertas saring terlalu besar dibandingkan ukuran partikelpartikel tersebut. ELEKTODIALISIS Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik. Partikelpartikel kolid akan dapat dipisahkan berdasarkan ukurannya. Adanya pengaruh medan listrik akanmempercepat proses pemurnian sistem koloid. Tetapi. 4. listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel. Proses pemurnian dengan menggunakan penyaring ultra ini termasuklambat. dimana detergen merupakan suatu emulgator yang akan menstabilkan emulsi minyak (pada kotoran) dan air. Detergen terdiri dari bagian hidrofobik dan hidrofilik. jadi tekanan harus dinaikkan untuk mempercepat proses ini. Cara kerjanya. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari Salah satu contoh penerapan emulsi dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan detergen untuk mencuci pakaian. Terakhir. PENERAPAN DALAM PERISTIWA SEHARI DAN INDUSTRI a. partikel-pertikel koloid akan teringgal di kertas saring. 3. dengan menggunakan penyaring ultra bertahap. Sehingga pertikelpartikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan. minyak akan terikat pada bagian hidrofobik dari detergen sehingga bagian luar dari minyak akan menjadi . bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan.2.

dimana kotoran akan terbawa lebih mudah oleh air. Sistem koloid ini dikenal sebagai mayonnaise. . sehingga terbentuk emulsi minyak dan air. Penerapan dalam bidang industri Dalam bidang industri salah satu sistem emulsi yang digunakan adalah industri saus salad yang terbuat dari larutan asam cuka dan minyak. Agar saus salad ini kembali stabil maka dapat ditambahkan emulagator misalnya kuning telur yang mengandung lesitin.hidrofilik secara keseluruhan. b. dengan mengocok minyak dan cuka. maka butiran-butiran akan bergabung kembali membentuk partikel yang lebih besar sehingga asam cuka dan minyak akan terpisah lagi. Pada awalnya akan mengandung butiran minyak yang terdispersi dalam larutan asam cuka setelah pengocokan dihentikan. Dimana asam cuka bersifat hidrofilik dan minyak yang bersifat hidrofobik.

ataupun gas. stabil atau tidak stabilnya suatu emulsi serta faktor apa yang membuat emulsi tidak stabil sehingga kita akan dapat menentukan zat pengemulsi untuk dapat menstabilkannya.Sebagai contoh detergen yang digunakan untuk mencuci disini detergen berfungsi sebagai emulgator yang dapat menstabilkan emulsi air dan minyak sehingga minyak dapat mudah lepas dari pakaian.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersinnya berupa fase cair dengan medium pendispersinya bisa berupa zat padat. saus salad dari asam cuka dan minyak yang awalnya stabil saat pengocokan namun setelah pengocokan dihentikan kedua fase akan terpisah lagi sehingga dibutuhkan kuning telur sebagai emulgator. dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain.Selain itu dalam bidang industri contohnya pembuatan saus salad. Dengan mengetahui sistem emulsi maka kita akan mengetahui sifat – sifat emulsi. cair. Emulsi vera dibuat dari biji atau buah. dimana terdapat disamping minyak lemak juga emulgator yang biasanya merupakan zat seperti putih telur. biasanya terdiri dari minyak dan air. Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak dapat bercampur. . Emulsi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi vera (emulsi alam) dan emulsi spuria (emulsi buatan).

Ilmu Meracik Obat. 17 Januari 2009 .wordpress. Jogjakarta. 10 September 2008. Emulsi http://ladytulipe.com/2009/05/16/koloid-suspensi-larutan-kimia/ Anief. 2000.htm Ian. sistem koloid http://blogkita.com/2008/09/10/emulsi/ Ladytulipe.com/leosylvi/koloidemulsi.com/2009/01/04/emulsi/ Nuranimahabah. Gadjah Mada University press.wordpress. .wordpress.info/tag/emulsi/ Ibnuhayyan. 16 Mei 2009.freewebs. colloid-chemistry http://ibnuhayyan.DAFTAR PUSTAKA http://www. Teori dan Praktek. koloid suspense larutan (kimia) http://nuranimahabbah. 4 januari 2009 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful