P. 1
Ubi Jalar Ungu Sebagai Stimulator Peningkatan Kemampuan Angiogenesis Pada Tikus Yang Diberi Luka

Ubi Jalar Ungu Sebagai Stimulator Peningkatan Kemampuan Angiogenesis Pada Tikus Yang Diberi Luka

|Views: 129|Likes:
Published by Achmad Hariyanto

More info:

Published by: Achmad Hariyanto on Feb 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

UBI JALAR UNGU SEBAGAI STIMULATOR PENINGKATAN KEMAMPUAN ANGIOGENESIS PADA TIKUS YANG DIBERI LUKA

HALAMAN JUDUL Proposal Penelitian
diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran (S1) dan mencapai gelar Sarjana Kedokteran Oleh Achmad Hariyanto NIM 092010101062

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2012

et al. VEGF memegang peranan paling dominan. permeabilitas vaskuler dan angiogenesis akibat defisiensi growth factor dan sitokin proangiogenik. Pada ulkus diabetes terdapat gambaran fungsi dasar sel yang mengalami kegagalan wound healing. Komplikasi epitelialisasi..1 Latar Belakang Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab terpenting terjadinya penyakit vaskular dan berhubungan dengan peningkatan resiko aterosklerosis. Kegagalan penyembuhan ulkus diabetes terjadi akibat terganggunya sejumlah proses dalam tahapan penyembuhan luka yaitu inflamasi. PDGF dan beberapa growth factor lainnya (Ding. VEGF mampu menstimulasi proliferasi dan migrasi sel endotel pada pembentukan tabung pembuluh darah. Dari berbagai growth factor proangiogenik. proliferasi sel.. et al. migrasi sel. VEGF merupakan growth factor penting yang terlibat dalam pemacuan angiogenesis. Penyembuhan luka pada diabetes menunjukkan terhentinya proses perbaikan luka dan penurunan kekuatan regangan dari penyembuhan luka (Brownlee. 2005). yang menyebabkan gangguan pada proses angiogenesis. rheumatoid arthritis.1. deposisi matriks dan remodeling jaringan (Sushil. aplikasi topikal VEGF menunjukkan progresi pada . DM menyebabkan kolagen munculnya proses gangguan mikroangiopati esensial lain pada dan makroangiopati serta neuropati. Secara klinis. TGF. patogenesis kanker. bFGF. Proses angiogenesis dikendalikan oleh growth factor angiogenik seperti VEGF. serta penyakit mikrovaskuler diabetik. 2000). Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi DM yang berkaitan dengan morbiditas akibat dari komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler. dengan resiko terjadinya kekambuhan dalam 5 tahun sebesar 70% dan 84% penyebab amputasi kaki penderita diabetes (Amos. Pada mencit diabetik. 1997. deposisi dan beberapa tahapan penyembuhan luka. Ulkus kaki diabetes diperkirakan terjadi kurang lebih 15% dari semua pasien dengan diabetes. tingkat keparahan dari penyakit oklusi vaskular pada diabetes sebagian karena kegagalan perkembangan pembuluh darah kolateral. ADA 2000). Angiogenesis memegang peranan penting dalam regenerasi jaringan. perbaikan jaringan pasca iskemia pada infark dan stroke. Hal ini akan mempengaruhi proses angiogenesis penyembuhan luka pada kasus diabetes. 2000).

2000. Thum. 89% produksi ubi jalar digunakan sebagai bahan pangan dengan tingkat konsumsi 7. maka penelitian ini perlu dilakukan.penyembuhan luka dan berperan dalam mobilisasi serta perekrutan progenitor vaskuler (Ding. 2007).9 kg/kapita/tahun. Rumusan Masalah: 1. Di Indonesia. Berdasarkan kemungkinan keterkaitan diabetes melitus dengan potensi ubi jalar ungu sebagai antioksidan dan pemicu angiogenesis serta kemudahan untuk didapatkan dan keamanan yang lebih tinggi. sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk bahan baku industri. dan pakan ternak. 1.Utami. 2000 .3. Penelitian tentang efektifitas ubi jalar dalam meningkatkan kemampuan angiogenesis belum pernah dilakukan. Tujuan dan Manfaat : . terutama saus. 2007). Ubi jalar ungu dengan efek antioksidannya menghalangi reactive oxygen spesies (ROS) yang merusak DNA dan menyebabkan mutasi (Maheswari. Dengan demikian pada penelitian ini akan dilakukan pengujian terhadap efek langsung dari ubi jalar ungu sebagai stimulator peningkatan kemampuan angiogenesis pada tikus model ulkus diabetes. sehingga akan dapat menambah nilai mutu dari ubi jalar ungu sebagai nutrisi yang kaya antioksidan. Karena itu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas ubi jalar pada penyembuhan ulkus diabetik sangat diperlukan. yaitu 110-210 mg per 100 gram (Suprapta. et al. Penurunan aktivitas VEGF pada ulkus diabetik. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa umbi jalar ungu mengandung antosianin dengan kadar yang cukup tinggi. Bagaimana pengaruh ubi jalar ungu terhadap kadar gula darah tikus model ulkus diabetes? 2. et al. 2003).2. konsumsi ubi jalar di masyarakat cukup besar. Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar diketahui berfungsi sebagai antioksidan dan antihiperglisemik. 2004)... Bagaimana peranan ubi jalar ungu sebagai stimulator peningkatan rkspresi VEGF pada tikus model ulkus diabetes? 1. mengakibatkan terjadinya abnormalitas angiogenesis (Thum.

2. dapat memberikan dorongan kepada para petani ubi jalar untuk meningkatkan mutu varietas ubi jalar.Tujuan: 1. . dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat konsumsi ubi jalar ungu sehingga dapat memberikan dampak terhadap frekuensi konsumsi ubi jalar ungu. 3. 2. Mengetahui peranan ubi jalar ungu sebagai stimulator peningkatan ekspresi pada tikus model ulkus diabetes. Manfaat: 1. Mengetahui pengaruh ubi jalar ungu terhadap kadar gula darah pada tikus model ulkus diabetes. dapat mengungkap manfaat ubi jalar ungu bagi kesehatan terutama dalam meningkatkan kemampuan angiogenesis pada kasus ulkus diabetik sehingga ubi jalar ini mempunyai nilai tambah disamping sebagai bahan pokok makanan.

et al. 2003). defisiensi insulin bisa diakibatkan oleh kekurangan sekresi insulin dan hambatan kerja insulin pada reseptornya. pengaktifan protein isoform stimulasi pertumbuhan mempengaruhi aktivasi signaling pathway dan memicu apoptosis. peningkatan refluk polyol pathway. Suarez. Kenaikan ROS yang sangat tinggi akan mengakibatkan kematian sel melalui mekanisme nekrosis (Bonnefont-Rousselot. Hiperglikemia akan menimbulkan ROS (Reactive Oxygen Species) yang akan memicu komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. Peran komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler diabetes adalah timbulnya neuropati dan gangguan vaskuler pada ulkus kaki berupa arteriosklerosis. peningkatan pembentukan kinase C (PKC). gangguan vaskuler perifer.1 Studi Pustaka 2. ROS terjadi melalui empat mekanisme utama akibat hiperglikemi dan peningkatan yaitu.2 Patogenesis Ulkus Diabetes Patogenesis ulkus diabetes sebagai akibat komplikasi mikrovaskular dan makrovaskuler sangat kompleks. hexosamine pathway. Kombinasi peran dari neuropati (sensori. Gula darah di kontrol oleh insulin.. McAnuff. 2.II. Kadar gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan organ dalam tubuh (ADA 2000. trauma oleh karena tekanan plantar yang meningkat dan deformitas sendi. Tinjauan Pustaka/Kemajuan yang telah dicapai dan Studi Pendahuluan yang telah dilaksanakan 2. 2007). motorik). infeksi dan . autonom.1. suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas.1 Diabetes dan Komplikasi Diabetes Mellitus Diabetes adalah penyakit kronis yang disebabkan karena kelainan metabolik oleh karena tingginya kadar gula darah (glukosa) di dalam darah. dengan adanya insulin memungkinkan sel untuk menyerap gula di dalam darah. Peningkatan kadar ROS akan advanced glycation end product (AGEs).1. 2002. Pada konsentrasi rendah ROS bermanfaat untuk dari sel dan mikroorganisme.

Proses angiogenesis merupakan mekanisme yang kompleks. 2007). Faktor lain yang juga terlibat adalah perubahan dalam metabolisme karbohidrat. Patofisiologi dan biomekanisme ulkus kaki diabetik pada umumnya disebabkan oleh kombinasi dari insufisiensi arteri pada tungkai bawah. reproduksi wanita dan penyembuhan luka. TNFα.. Disamping itu .kegagalan penyembuhan luka akan menimbulkan ulkus kaki diabetes (Singh. lemahnya kontraksi yang kemungkinan akibat gangguan pada fenotip miofibroblas.. Abnormalitas stress biomekanik pada kaki lebih lanjut akan menjadi faktor yang berperan pada timbulnya ulkus kaki diabetes dan adanya trauma lokal. kerusakan kontrol apoptosis sel. VEGF. dan 30 % ditimbulkan oleh keduanya (Amos. kerusakan kemotaksis yang berkaitan langsung dengan sintesis kolagen. et al. dan diperkirakan melibatkan kombinasi dari beberapa faktor tersebut. Gangguan penyebuhan ulkus kaki diabetes disebabkan oleh sejumlah faktor.3 Peranan Angiogenesis pada Penyembuhan Luka Diabetes Angiogenesis merupakan proses perkembangan kapiler baru dari pembuluh darah sebelumnya. lemak dan protein yang dihasilkan dari defisiensi atau tidak adanya insulin. Dari 20 % pasien dengan ulkus kaki diabetik diakibatkan oleh aliran darah arteri yang tidak adekuat. Faktor seluler tidak hanya satu-satunya faktor yang bertanggung jawab untuk lemahnya healing ulkus kaki diabetes. Suarez. yang memfasilitasi proses fisiologi perkembangan embrio. pergerakan endotel vaskuler kedalam ruang perivaskuler. 50% mempunyai diabetik neuropati.1. Global Burden. 2000). 2001. efek pada sel darah merah. Gambaran faktor seluler yang terlibat pada lambatnya penutupan luka antara lain. efek pada granulosit. dimana hiperglikemia memulai pada glikasi nonenzimatik (Hussain. dan PDGF. proliferasi dan pencocokan pada bentuk struktur tabung vaskuler serta pembentukan pembuluh darah baru. 1997. yang terdiri dari degradasi enzimatik pada membran dasar. 2. neuropati tungkai bawah yang memicu terjadinya perubahan bentuk kaki dan juga pembentukan kalus oleh karena hypohidrosis atau anhidrosis. 2002). Dalam proses angiogenesis distimulasi oleh beberapa faktor antara lain bFGF. et al.

yang memegang peranan penting dalam regenerasi jaringan. tetapi kondisi tersebut . Aplikasi topikal VEGF memulai penutupan luka pada model hewan coba yang mengalami kegagalan penyembuhan luka. VEGF diketahui sebagai inducer penting proses angiogenesis selama penyembuhan luka dan terjadi gangguan pada penyembuhan luka diabetik.1. VEGF-E. perlakuan dengan inhibitor angiogenesis endostatin menunjukkan lemahnya Penyembuhan luka. migrasi dan tube formation di sel endotel. endostatin dan vasostatin menjadi target dari aplikasi klinik untuk beberapa patologi penyakit tertentu yang terkait pembentukan pembuluh darah baru. Dalam proses angiogenesis beberapa molekul pro angiogenik yang terlibat antara lain VEGF. PDGF. Ekspresi VEGF diinduksi secara umum oleh growth factor lain serta sitokin seperti epidermal growth factor. dan tissue inhibitor dari metalloprotease in vivo (Krankel. keratinocyte growth factor. VEGF-B. keratinosit dan fibroblas. VEGF disekresi oleh berbagai tipe sel berbeda seperti neutrofil. perbaikan jaringan post iskemia pada infark dan stroke. Angiogenesis merupakan proses pembentukan pembuluh darah baru dari pre-existing vasculature. et al. Ekspresi VEGF diinduksi kuat oleh kondisi hipoksia melalui transcription factor hypoxia inducible factor-1.4 Growth factor Proangiogenik dan Peranannya dalam Penyembuhan Luka Diabetes 2. VEGF-C. TGF-ß. VEGF-D. IL-1B and IL-6. 2003). VEGF-A adalah molekul primer yang terlibat didalam angiogenesis dan vasculogenesis serta menyebabkan proliferation. 2. FGF dan angiopoietin serta beberapa molekul anti angiogenik seperti platelet factor-4. sprouting.4. Rheumatoid Arthritis serta penyakit mikrovaskuler diabetik (Evans. makrofag yang teraktivasi. TNF-α. VEGF-F dan placental growth factor (PlGF). FGF. IGF-I.. semuanya VEGF umumnya memiliki domain 8 area yang dikarakteristik oleh residu sistein. Pada mencit.terdapat inhibitor endogen seperti trombospondin. patogenesis kanker. angiogenesis diperlukan untuk suplai oksigen dan nutrient dan juga pemindahan produk sisa metabolisme.1. 2005). Pada beberapa stadium perkembangan seperti pada perkembangan embrio. angiostatin.1 Vascular Endothelial Growth factor (VEGF) Famili Vascular endothelial growth factor (VEGF) memiliki tujuh anggota antara lain VEGF-A. wound healing dan siklus menstruasi. cartilage derived inhibitor.

Lingkungan mikro yang terlalu proteolitik akan memulai penurunan aktivitas VEGF di luka diabetik (Thum. memobilisasi dan merekrut progenitor vaskuler (Rehman. kanker. Ketidakcukupan perfusi darah yang berpasangan dengan kegagalan angiogenesis menyebabkan komplikasi perbaikan jaringan di diabetes. Selain itu. Secara umum antioksidan dibagi menjadi 2 golongan yaitu antioksidan enzimatik dan non enzimatik. tetapi proses ini menjadi abnormal pada ulkus diabetes.menjadi terbalik ketika dilakukan terapi topikal dengan VEGF. dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik) (Dalimartha. Kepentingan secara Penyembuhan luka jaringan pada pasien diabetes adalah bukti bahwa terjadi iskemia lokal dan edema yang menghambat pengantaran suplai oksigen dan nutrien pada jaringan luka tersebut. catalase dan glutathion peroxidase. Pada mencit diabetik. Beberapa kelompok antioksidan enzimatik antara lain superoxide dismutase. mencegah gangguan fungsi hati. penurunan sekresi sitokin dan growth factor. Kegagalan Kegagalan angiogenesis luka diketahui akan melemahkan penyembuhan luka. et al.. menyebabkan kegagalan penyembuhan luka.1. 2003).6 Peran Ubi Jalar Ungu pada Penyembuhan Luka Diabetes Ubi jalar merupakan jenis ubi yang cukup populer di Indonesia. antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan produk olahannya. dan . dan penyakit degeneratif seperti arteriosklerosis. Inflamasi diperlukan dalam proses penyembuhan luka.VEGF-C memacu angiogenesis dan limpangiogenesis di daerah luka secara signifikan dibandingkan dengan kelompok tanpa VEGF-C. sehingga berperan dalam mencegah terjadinya penuaan. Hiperglikemia merupakan kondisi yang potensial untuk terbentuknya radikal bebas. 2007). et al. aplikasi topikal VEGF proses menunjukkan penyembuhan akselerasi dengan perbaikan luka kulit serta ulkus diabetes melibatkan sejumlah aspek. Luka diabetik ditandai dengan kegagalan fungsi sel inflamasi. antihipertensi. Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar berfungsi sebagai antioksidan dan penangkap radikal bebas. VEGF-C juga merekrut klinik sel dari inflamasi dan perfusi darah beberapa di proses mengekspresikan VEGFR-3.. Sedangkan antioksidan non enzimatik meliputi vitamin C. dan terlalu lamanya fase inflamasi. Antioksidan diketahui dapat mencegah dan menangkal terjadinya radikal bebas. 2004). vitamin E. 2.

2. Dalimartha. Akan tetapi peningkatan kadar ROS yang berlebihan akan mempengaruhi aktivasi jalur sinyal transduksi intraseluler dan memicu apoptosis.2 Kemajuan yang telah dicapai dan Studi Pendahuluan yang telah dilaksanakan (ROAD MAP PENELITIAN) Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian ubi jalar ungu secara in vivo pada tikus model ulkus diabetes. Patomekanisme komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler pada diabetes terjadi akibat peningkatan kadar ROS (Reactive Oxygen Species). Pengukuran kadar glukosa darah & kemampuan angiogenesis/VEGF pada tikus model ulcus diabetik 4. Hal ini akan berdampak pada kegagalan neovaskularisasi di jaringan luka. pada konsentrasi rendah ROS bermanfaat untuk stimulasi pertumbuhan dari sel. Road map yang akan kami lakukan adalah sebagai berikut: 1. Penelitian yang pernah kami lakukan adalah “Optimalisasi pembuatan tikus model diabetes mellitus”. Analisis data .beta karoten (Utami. Selain vitamin C dan vitamin E. 2004). Pemberian ekstrak ubi jalar ungu pada tikus model ulcus diabetik yang diinduksi alloxan monohidrat 3. Senyawa antosianin yang terdapat dalam ubi jalar ungu berperan sebagai antioksidan yang akan memutus rantai radikal bebas sehingga proses apoptosis sel dapat dicegah. 1996). beberapa flavonoid yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan terbukti berkhasiat antioksidan (Miller. 2. Salah satu komponen flavonoid dari tumbuh-tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai antioksidan adalah zat warna alami yang disebut antosianin. Pembuatan tikus model ulcus diabetik yang diinduksi alloxan monohidrat. 2003.

hand scone. sonde. waskom. maka tikus pada tiap kelompok diberi kesempatan untuk terpilih sebagai sample dengan cara randomisasi. Untuk memperoleh variabilitas dari tikus yang digunakan sebagai sample penelitian. Kelompok 1: kontrol negatif (tanpa pemberian ekstrak ubi jalar ungu). Jumlah tikus yang digunakan sebagai sample adalah 30 ekor yang terbagi dalam 5 kelompok. alloxan monohidrat. antibody (sENDO) CD133. neraca analitik. dimana tiap kelompok terdiri dari 6 ekor. eter timbangan. phosphate-buffered saline (PBS). untuk menghindari pengaruh hormone (estrogen) Tikus dewasa.1 DISAIN PENELITIAN Penelitian ini bersifat eksperimental secara in vivo menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus strain Wistar) sebagai model. METODE PENELITIAN 3.2 ALAT DAN BAHAN PENELITIAN Bahan makanan tikus (BR-1). dan seperangkat alat bedah minor. nampan. gelas ukur. ekstrak ubi jalar ungu. kelompok 4: tikus ulkus diabetik dengan pemberian ekstrak ubi jalar ungu 0. penggiling pakan.2 mg/hari/kg BB.BAB III. yaitu berumur 8-12 minggu Berat badan kurang lebih antara 100 .5 mg/hari/kg BB. dan kelompok 5: tikus ulkus diabetik dengan pemberian ekstrak ubi jalar ungu 0. .8 mg/hari/kg BB. pengaduk. kandang tikus. Kriteria tikus yang digunakan sebagai model: • • • Tikus putih wistar jantan. kelompok 3: tikus ulkus diabetik dengan pemberian ekstrak ubi jalar ungu 0. antibody anti rat VEGF (Sigma). 3. kelompok 2: kontrol positif (ulkus diabetik tanpa pemberian ekstrak ubi jalar ungu).250 gr.

Farmakologi Fak.Menyiapkan tempat minum tikus 2. dalam hal ini tikus putih (Rattus Norvegicus strain Wistar) • Dilakukan adaptasi setelah tikus diseleksi. yaitu tikus dimasukkan dalam kandang yang sudah disiapkan dengan diberi pakan biasa dan minum selama 3 hari. Untuk pembuatan luka tikus kemudian dianestesi selama sebelum percobaan pembuatan luka.3 PROSEDUR PENELITIAN 1.Menyiapkan kandang dari kotak plastik dengan tutup terbuat dari ram kawat. Jember) . pisau bedah nomor 11. Kedokteran Univ. Induksi alloxan monohidrat dan Pembuatan Luka Diabetik Metode pembuatan tikus model diabetites dilakukan dengan menginduksi yang diinjeksikan secara intravena . Digunakan dosis 75 mg/kg BB sebanyak 1 Tikus dinyatakan diabetes bila telah mempunyai kadar glukosa lebih dari 110 mg/dl. 1. Diameter luka (Ø) dibuat dengan ukuran 2. dan didalamnya diberi sekam . Proses pembedahan dikondisikan dibawah keadaan steril menggunakan anestesi ketamine (10 mg/kg body weight). Untuk area luka dibuat dengan membuat garis luar pada bagian punggung tikus percobaan dengan methylene blue menggunakan sebuah penanda/pola berbentuk lingkaran. Tikus dianestesi secara intravena dengan 1 ml ketamine hydrochloride (10 mg/kg body weight) dan bulu dicukur pada kedua sisi dengan pencukur elektrik.Menyiapkan rak besi untuk penempatan kandang tikus .2 cm dari permukaan dermal dengan menggunakan pinset.3.5 cm dan kedalaman 0. Luka dibiarkan tetap terbuka selama . Persiapan Kandang (Dilakukan di Lab. dan gunting ujung runcing. Persiapan Hewan Coba • Seleksi hewan yang akan digunakan sebagai model sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Sel ditetesi dengan first antibody yaitu Rabbit Anti-PI3-K Polyclonal Antibody (Sigma). dkk.9% (Ika. Jaringan dibloking dengan 5% FBS selama 30 menit selama overnight pada suhu 4oC.5 cm dan kedalaman 0. 2002). inkubasi dengan Streptavidine Peroxidase selama 30 menit suhu ruang. Jaringan dicuci dengan buffer dan inkubasi dengan kromogen DAB 10 menit. Jaringan ditetesi dengan 3% H2O2 dan diinkubasi selama 20 menit. Ekstrak kemudian didinginkan dan siap digunakan untuk penelitian. Homogenat lalu disaring menggunakan 3 lapis kain kasa dan dipanaskan pada suhu mendidih selama 45 menit. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x5 menit. 4. Dalam 100 gr ubi jalar kemudian ditambahkan 1 liter aquades dan dihomogenisasi dengan blender selama 5 menit. Sel dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. Jaringan kemudian dicuci dengan aquades dan counterstain. 3.penelitian dan dikompres dengan NaCl 0. Jaringan ditetesi dengan 0.2 cm digunakan untuk sediaan pemeriksaan imunohistologi (Bancroft. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. Jaringan diberi dengan second antibody IgG Biotin dan diinkubasi selama 1 jam pada suhu 4 oC. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. Jaringan dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. 2. Pengukuran Kadar Gula Darah Tikus Evaluasi VEGF menggunakan Imonohistokimia Jaringan luka difiksasi dengan formalin kemudian dideparafinisasi untuk dibuat preparat. Sel dicuci dengan PBS-T 3 x 5 menit. Potongan kulit dengan diameter luka (Ø) dibuat dengan ukuran 2. . Perlakuan Ekstrak Ubi Jalar Ungu Ekstrak ubi jalar segar dibuat dengan mencuci dan mengupas ubi jalar ungu sampai bersih.1 % Triton-X 100 dan diinkubasi selama 5 menit. 2005). selanjutnya jaringan diamati secepatnya menggunakan mikroskop.

. Data disajikan dalam mean±SD. Untuk mengetahui perbedaan dan interaksi antar kelompok perlakuan digunakan analisis One way Anova SPSS versi 14 dan korelasi Pearson. Sedangkan analisis jalur menggunakan Path analysis.Analisis Data.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->