P. 1
Teori-Teori Ekonomi Pembangunan

Teori-Teori Ekonomi Pembangunan

|Views: 152|Likes:
Published by kashiwabaranz
Mengenai Teori Pembangunan untuk manajemen
Mengenai Teori Pembangunan untuk manajemen

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: kashiwabaranz on Feb 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

TEORI-TEORI PEMBANGUNAN 1. Teori Adam Smith • Ahli ekonomi Klasik yang paling terkemuka.

• Bukunya yang terkenal: "An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations" (1776). • Meyakini doktrin hukum alam dalam persoalan ekonomi à orang dibiarkan mengembangkan kepentingan pribadinya à setiap individu akan dibimbing oleh suatu "kekuatan yang tidak terlihat" atau invisible hand, yaitu pasar persaingan sempurna. Jadi, jika semua orang dibiarkan bebas akan memaksimalkan kesejahteraan mereka secara agregat. • Teori pertumbuhan ekonomi: (1) pembagian kerja, (2) proses pemupukan modal, (3) agen pertumbuhan ekonomi, (4) proses pertumbuhan. • Pembagian kerja: meningkatnya keterampilan kerja, penghematan waktu dalam memproduksi barang, penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga. • Proses pemupukan modal: kaum kapitalis dan tuan tanah yang mampu menabung, sedangkan kelompok pekerja diperkirakan tidak mampu menabung. Mengapa pemilik modal menanamkan modalnya? Iklim investasi? Tingkat suku bunga? 2. Teori Ricardian • Buku David Ricardo: "The Principles of Political Economy and Taxation" (1917). • Teori distribusi, dengan asumsi: (1) seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum dan angkatan kerja dalam pertanian membantu menentukan distribusi industri, (2) berlaku "law of diminishing return" bagi tanah, (3) persediaan tanah tetap, (4) permintaan akan gandum inelastis, (5) buruh dan modal merupakan input variables, (6) keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu atau given, (7) upah buruh cukup untuk hidup minimal, (8) harga penawaran buruh tertentu dan tetap, (9) permintaan akan buruh tergantung pada pemupukan modal, (10) terdapat persaingan yang sempurna, (11) pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan. • Atas dasar asumsi tersebut di atas, Ricardo membangun teorinya tentang saling hubungan antara tiga kelompok dalam perekonomian yaitu tuan tanah, kapitalis, dan buruh. Masing-masing kelompok mendapatkan uang

(4) tingkat akumulasi yang ditentukan oleh margin antara produksi dan konsumsi. tidak ada investasi. Teori Schumpeter • Joseph Alois Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan ekonominya dalam buku "Theory of Economic Development" (1911).benar sesuai dengan iilmu pengetahuan. • Bukunya yang terkenal The General Theory of Employment. 3. (2) kebulatan tekad menghindari perang dan perselisihan sipil. • Inovasi terdiri dari (1) pengenalann barang baru. yaitu kenaikan tertentu pada investasi menyebabkan kenaikan yang berlipat pada pendapatan melalui kecenderungan berkonsumsi. tidak ada tabungan. gangguan terhadap keseimbangan yang selalu mengubah dan mengganti keadaan keseimbangan yang ada sebelumnya. tidak ada pengangguran terpaksa). . • Pembangunan adalah perubahan yang spontan dan terputus-putus pada saluran-saluran arus sirkuler tersebut. (3) kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan. • Sewa per unit buruh adalah perbedaan antara produk rata-rata dan produk marginal. • Keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pembentukan modal. • D Y = K D I. Atau keseluruhan sewa sama dengan perbedaan antara produk rata-rata dengan produk marginal dikalikan dengan banyaknya tenaga kerja dan modal yang digunakan dalam pengolahan tanah. mempedomani hal-hal yang benar. Keseimbangan ini ditandai "arus sirkuler". • Syarat pokok kemajuan ekonomi: (1) kemampuan mengendalikan penduduk. Interest and Money.sewa. keuntungan. Teori Keynes • Tidak menganalisa masalah-masalah negara terbelakang. • Pendapatan total merupakan fungsi dari pekerjaan total dalam suatu negara. K = multiplier. hubungan antara kenaikan investasi dan pendapatan. • Tingkat upah ditentukan oleh cadangan upah dibagi dengan jumlah buruh. dan upah. (2) pengenalan metode produksi baru. Unsur utama pembangunan adalah inovasi. 4. • Asumsi: perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan mantap (tak ada laba. (3) pembukaan pasar baru. yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kemampuan dan kemauan untuk menabung. tidak ada suku bunga. tetapi berkaitan dengan negara kapitalis maju.

5. (4) dualisme bukan khas ekonomi terbelakang. (2) penggunaan penggetahuan. dua faktor produksi dan dua sektor dengan kekayaan faktor dan fungsi produksinya. matinya kapitalis disebabkan tiga hal: (1) kemerosotan fungsi kewiraswastaan. • Pengusaha merupakan tokoh kunci di dalam analisa Schumpeter. (2) kehancuran keluarga borjuis. (5) pembentukan organisasi baru pada setiap industri seperti penciptaan monopoli. bentuk organisasi. (8) tidak memberikan pemecahan terhadaap masalah pengangguran. (3) kerusakan kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis. namun berdampingan. • Dua sistem sosial yang sangat berbeda. Teori Dualistik Dualisme: keadaan bersifat ganda. • Tiga ciri manusia: semangat sosial. dan teknik yang mendominasinya. • Menurutnya.(4) penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi manufaktur. Teori dualistik masyarakat dari J. Teori dualistik teknologi dari Benyamin Higgins: • Dualisme teknologi berarti penggunaan berbagai fungsi produksi pada sektor maju dan sektor tradisional dalam perekonomian terbelakang. Sistem sosial yang satu tidak dapat menguasai yang lainnya. perbedaan produktivitas disebabkan oleh: (1) modal. tidak seragam. (2) buruh lepas bukan tidak terorganisasi. • Sektor industri vs non industri. (5) dapat diterapkan pada masyarakat Barat. (6) bukan suatu teori tetapi deskripsi. Boeke: • Teorinya tentang "dualisme masyarakat" merupakan teori umum pembangunan masyarakat dan pembangunan ekonomi negara terbelakang yang terutama didasarkan pada hasil kajiannya terhadap perekonomian Indonesia. (7) peralatan teori ekonomi Barat dipakai di masyarakat Timur. • Higgins membangun teorinya di sekitar dua barang. • Kritik atas teori Boeke: (1) keinginan tidak terbatas. (3) mobilitas penduduk. Pengusaha adalah inovator. . (3) organisasi. secara sepenuhnya.H.

Teori dualistik finansial dari Mynt: • Pasar uang terorganisir vs non terorganisir • Sektor industri dan pertanian • Bunga tinggi. (3) di luar kemampuan negara terbelakang. adalah cara yang terbaik untuk mencapai pertumbuhan pada suatu negara terbelakang. • Menimpangkan perekonomian melalui modal overhead sosial (MOS) dan melalui kegiatan langsung produktif (KLP). sesuai dengan strategi yang dirancang sebelumnya. sistem ijon. tuan tanah. (5) kekurangan mobilitas faktor. 6. pedagang perantara. Investasi pada industri atau sektor-sektor perekonomian yang strategis akan menghasilkan kesempatan investasi baru dan membuka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih lanjut. Pembangunan sebagai rantai disequilibrium". arah dan saat pertumbuhan tidak berimbang. (3) mengabaikan faktor kelembagaan. • Ketidakseimbangan antara pusat dan daerah. (5) besarnya dan sifat pengangguran tersembunyi tidak jelas. • Strategi Hirchman: "dengan sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian. • Rostow: "agar suatu ekonomi dapat melampaui tahap masyarakat tradisional dan mencapai tahap tinggal landas maka yang penting ialah meningkatkan laju investasi produktif dari 5% atau kurang hingga menjadi 10% atau lebih". (2) mengabaikan perlawanan. Konsep Pertumbuhan Tidak Berimbang • Investasi seyogyanya dilakukan pada sektor yang terpilih daripada secara serentak di semua sektor ekonomi. (4) kekurangan fasilitas dasar. • Keterbatasan: (1) kurang perhatian pada komposisi. • Penilaian: realistis dan memopertimbangkan semua aspek perencanaan pembangunan. Dualisme Regional: • Ketidakseimbangan tingkat pembangunan antara region atau daerah karena penggunaan modal. rentenir. • Ketidakseimbangan antar kota. . dsb. (4) mengabaikan penggunaan teknik penyerap buruh.• Kritik atas teori Higgins: (1) koefisien tidak tetap di sektor industri. (2) harga faktor tidak tergantung pada kekayaan faktor.

• Era konsumsi massa besar-besaran ditandai dengan migrasi ke pinggiran kota. sosial dan organisasi yang menampung hasrat ekspansi di sektor modern tersebut dan memberikan daya dorong pada pertumbuhan. (5) masa konsumsi massal. 7. Teori Leibenstein . (4) dewasa (maturity). • Masyarakat tradisional: suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan teknologi pra-Newton dan sebagai hasil pandangan pra-Newton terhadap dunia fisika. dan agama baru atau reformasi. (3) hadirnya secara cepat kerangka politik. • Tahap maturity didefinisikan sebagai tahap ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumberdaya mereka. (7) dampak-kaitan tidak didasarkan data. (8) terlalu banyak penekanan pada keputusan investasi. kerajaan baru. misalnya dari 5% atau kurang ke lebih dari 10% dari pendapatan nasional. pemakaian mobil secara luas. 8.(6) timbulnya tekanan inflasi. (3) tinggal landas. dunia baru. (2) perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan yang tinggi. Tiga syarat tinggal landas adalah (1) kenaikan laju investasi produktif. Periode ini memerlukan waktu dua dasawarsa. Pada tahap ini perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan. • Prasyarat tinggal landas merupakan masa transisi dimana prasyaratprasyarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga yang tahan lama. prasyarat tinggal landas didorong atau didahului oleh empat kekuatan yaitu renesans atau era pencerahan. Teori Rostow Lima tahap pertumbuhan ekonomi: (1) masyarakat tradisional. • Tahap tinggal landas merupakan titik yang menentukan di dalam kehidupan suatu masyarakat ketika pertumbuhan mencapai kondisi normal dan kekuatan modernisasi berhadapan dengan adat-istiadat dan lembagalembaga. dari persoalan produksi ke konsumsi dan kesejahteraan dalam arti luas. Di Eropa Barat. (2) prasyarat untuk tinggal landas.

• Teori Fei-Ranis: Suatu negara yang kelebihan buruh dan perekonomiannya miskin sumberdaya. • Merupakan penyempurnaan dari teori Lewis mengenai persediaan buruh yang tidak terbatas. 9. dan mereka yang tertinggal di belakang menjadi semakin terhambat. sebagian besar penduduk bergerak disektor pertanian di tengah pengangguran yang hebat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Teori Myrdal • Teori Myrdal mengenai Dampak Balik (backwash effects) • Gunar Myrdal: Economic Theory and Underdeveloped Regions (1957) • Pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab-menyebab sirkuler yang membuat si kaya mendapat keuntungan semakin banyak. Pembangunan terdiri dari pengalokasian kembali surplus . • Setiap ekonomi tunduk pada "goncangan" (yang menurunkan Y/cpt) dan "rangsangan" (yang meningkatkan Y/cpt). Teori Pembangunan Ekonomi Fei-Ranis • John Fei dan Gustav Ranis dalam "A Theory of Economic Development" menelaah proses peralihan yang diharapkan akan dilewati suatu negara terbelakang untuk beranjak dari keadaan stagnasi ke arah pertumbuhan swadaya. Dampak balik (backwash effects) cenderung membesar dan dampak sebar (spread effects) cenderung mengecil. 10. • Laju pertumbuhan penduduk merupakan fungsi dari pendapatan per kapita. Ekonomi pertaniannya mandeg. Secara kumulatif kecenderungan ini semakin memperburuk ketimpangan internasional dan menyebabkan ketimpangan regional diantara negara-negara terbelakang. • Tesis: negara terbelakang dicekam oleh lingkaran setan kemiskinan yang membuat mereka tetap berada di sekitar tingkat keseimbangan pendapatan per kapita yang rendah. Di sana terdapat sektor industri yang aktif dan dinamis.• Terkenal dengan teori Upaya Minimum Kritis Leibenstein. • Ketimpangan internasional: perdagangan internasional mungkin mempunyai dampak surut yang kuat pada negara terbelakang. • Untuk mengatasinya dengan "upaya minimum kritis" tertentu yang akan menaikkan pendapatan per kapita pada tingkat di mana pembangunan yang berkesinambungan dapat dipertahankan. • Ketimpangan regional: berkaitan erat dengan sistem kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba. • Tesis Myrdal: membangun teori keterbelakangan dan pembangunan ekonominya di sekitar ide ketimpangan regional pada taraf nasional dan internasional.

(4) asumsi tentang model atau ekonomi tertutup. • Berdasar asumsi tersebut. (8) pertumbuhan penduduk sebagai fenomena eksogen. Teori Ketergantungan • Sebagian terbesar (sekitar 80%) penduduk di negara-negara dunia ketiga . dialihkan dari pertanian ke industri dengan upah institusional yang sama. padahal tidak. (10) pekerja di masing-masing sektor hanya mengkonsumsikan produkproduk pertanian. (9) upah nyata di sektor pertanian dianggap tetap dan sama dengan tingkat pendapatan nyata sektor pertanian. (7) output sektor industri merupakan fungsi dari modal dan buruh saja.tenaga kerja pertanian yang sumbangannya terhadap output nol. telaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi 3 tahap: (1) para penganggur tersamar. (3) di sektor pertanian tidak ada akumulasi modal. (3) buruh pertanian menghasilkan lebih besar daripada perolehan upah institusional. (2) output sektor pertanian adalah fungsi dari tanah dan buruh saja. • Kritik: (1) asumsi persediaan tanah tetap. ke industri dimana mereka menjadi produktif dengan upah yang sama. (3) asumsi upah institusional di sektor pertanian adalah tetap. • Penilaian: keunggulan pokok dari teori ini adalah bahwa ia menunjukkan arti penting produk pertanian di dalam menghimpun modal di negara berkembang. (5) kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (return to scale) yang tetap dengan buruh sebagai faktor variabel. (6) MPP bukan nol. tapi dalam jangka panjang sebenarnya berubah (2) asumsi upah institusional tetap yang lebih tinggi dari MPP. 11. • Asumsi yang digunakan: (1) ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang mandeg dan sektor industri yang aktif. (2) pekerja pertanian menambah keluaran pertanian tetapi memproduksi lebih kecil daripada upah institusional yang mereka peroleh. kecuali reklamasi. (5) komersialisasi pertanian menjurus ke inflasi. (6) produktivitas marginal buruh nol. (4) penawaran tanah bersifat tetap.

sektor pertanian memiliki produktivitas yang rendah. teknologi pertaniannya primitif. Negara maju/donor memberikan konnsep-konsep yang besar. pembagian kredit yang timpang. Padahal sumbangan sektor pertanian terhadap produk nasional kotor (GDP) hanya 32%. dsb). organisasinya tidak baik. • Model dependensi neo-kolonial merupakan sisa-sisa pertumbuhan dari pemikiran Marxis. terbatasnya input modal fisik dan tenaga kerja yang terdidik/terampil. • Di negara berkembang. • Model paradigma tiruan/palsu yaitu atribut keterbelakangan dunia ketiga mengenai kesalahan dan ketidaksesuaian nasehat yang diperoleh dengan baik tetapi negara maju/donor seringkali kurang jelas atau kekurangan bahan mengenai kondisi atau latar belakang masing-masing negara yang sedang berkembang. Diposkan oleh Indo PTC/PTR/PPC di Selasa.tinggal di daerah perdesaan. Komoditi pokok ini merupakan ekspor yang penting ke negara lain. Mereka umumnya (sekitar 66%) bekerja di sektor pertanian. • Umumnya perekonomian di negara-negara yang sedang berkembang berorientasi pada produksi bahan-bahan pokok sebagai saingan dari kegiatan-kegiatan produk sekunder (industri) dan tersier (jasa). Terdapat dua jalur dalam model strukturalis internasional ini yaitu model dependensi 'neo-kolonial' dan model 'paradigma tiruan/palsu'. • Teori ketergantungan merupakan bagian dari "model-model strukturalis internasional". yang secara esensial memandang negara-negara dunia ketiga sebagai benda yang diatur oleh kekakuan struktur ekonomi dan institusional serta terperangkap dalam suasana 'ketergantungan' dan 'dominasi' terhadap negara-negara kaya. terutama sekali terhadap evolusi historis mengenai sistem kapitalis internasional yang betul-betul tidak sama dalam hubungan negara-negara kaya dan negara-negara miskin. pengendalian finansial yang tidak tepat. Maret 17. 2009 . Ciri pemikiran ini adalah eksistensi dan memelihara keterbelakangan dunia ketiga. struktur teoritikal yang baik dan model-model ekonometrik yang kompleks mengenai pembangunan yang seringkali menimbulkan kekurangsesuaian atau menimbulkan kebijakan-kebijakan yang keliru karena faktor-faktor institusional dan struktural (pemilikan tanah tak adil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->