8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Skabies 1. Definisi Skabies Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan infestasi dan sensitisasi terhadap sarcoptes scabies var hominis dan produknya (Mansjoer, 2000) Di Indonesia penyakit skabies sering disebut kudis, penyakit gudik wesi (jawa timur, jawa tengah), budug (jawa barat), katala kubusu (sulawesi selatan). Disebut juga agogo atau disko, hal ini kemungkinan karena penderita menggaruk badanya yang gatal menyerupai orang menari (Hamzah, 1981) Seluruh siklus hidup Sarcoptes Scabies mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8-12 hari yang jantan mati setelah kopulasi yang betina menggali terowongan di stratum korneum dan bertelur. Setelah 3-5 hari menetas menjadi larva dan 2-3 hari kemudian menjadi nimfa berkaki 8 (jantan dan betina) waktu yang diperlukan sejak menetasnya telur sampai menjadi bentuk dewasa adalah 7-8 hari, diluar tubuh penderita parasit hanya dapat hidup selama 2-3 hari pada suhu kamar. Perkembangan skabies dipengaruhi oleh beberapa faktor : a. Keadaan sosial ekonomi yang rendah

8

9

b. Hygiene perorangan yang buruk c. Kepadatan penduduk yang tinggi d. Sering berganti pasangan seksual e. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit skabies f. Kesalahan diagnosa dan penatalaksanaannya ( Mansjoer A, 2000)

2. Penyebab Penyebabnya adalah Sarcoptes Scabies a. Klasifikasi Sarcoptes Scabies terbentuk Filum Arthropoda, kelas Arachida, Ordo Akrarima, super famili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes Scabies Var Hominis. Selain Sarcoptes Scabies, misalnya pada kambing dan sapi. b. Kebiasaan Hidup Tempat yang paling disukai oleh kutu betina adalah bagian kulit yang tipis dan lembab, yaitu daerah sekitar sela jari tangan, siku, pergelangan tangan, bahu dan daerah kemaluan. Pada bayi yang memeliki kulit serba tipis, telapak tangan, kaki, muka dan kulit kepala sering diserang kutu tersebut. (Republika on-line, 26-12-2009)

9

10 . jantan dan betina dengan 4 pasang kaki. Siklus Hidup Kopulasi (perkawinan) dapat terjadi dipermukaan kulit. Setelah 2-3 larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk. Bentuk betina yang dibuhai dapat hidup selamanya. Telur akan menetas. Seluruh siklusnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8-12 hari (Juanda. Ukuran bentuk betina berkisar antara 330-450 mikron kali 250-350 mikro. Tungau betina yang telah dibuai menggali terowongan dalam startum korneum. biasanya dalam waktu 3-5 hari dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. 1999). Larva ini dapat tinggal dalam terowongan dan dapat juga diluar. Ukuran jantan lebih kecil 200-240 mikro kali 150-200 mikro. sedangkan pada yang jantan pasangan ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat perekat. yang dapat menularkan penyakitnya (Howard. 2 pasang kaki didepan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang kaki kedua padabetina terakhir dengan rambut. 2001). yang jantan mati setelah membuai tungau betina.10 c. dengan kecepatan 2-3 milimeter sehari dan sambil meletakkan telurnya 2-4 butir sehari mencapai 40-50. Kurang lebih 10% telur yang dapat menjadi bentuk dewasa.

ekskoriasi.11 3. Epidemiologi Skabies terdapat diseluruh dunia dengan insiden yang berfluktuasi akibat pengaruh faktor imun yang belum diketahui sepenuhnya (Sungkar. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukan papul. 2000). Gejala utama adalah rasa gatal pada malam hari Rasa gatal karena pembuatan terowongan oleh Sarcoptes Scabies di Startum Korneum. vesikel. krusta dan infeksi skunder (Mansjoer. Gambaran Klinis a. Garukan dapat timbul erosi. 1999). 2001). 1995). yang pada malam hari temperatur tubuh lebih tinggi sehingga aktivitas kutu meningkat (Goldstein. Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya tungau skabies. Patogenesis Kelainan kulit disebabkan tungau skabies dan garukan gatal akibat sensitisasi terhadap sekret dan eskret tungau lebih sebulan setelah infestasi. tetapi oleh penderita sendiri akibat garukan. Penyakit ini dapat mengenai semua ras dan golongan seluruh dunia dan banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda tetapi dapat mengenai semua umur. 4. Gatal merupakan gejala utama sebelum gejala klinis lainnya 11 . Ada dugaan bahwa epidemi skabies dapat berulang selama 30 tahun (Juanda. urtika dan lain-lain. 5.

leher bahkan sampai wajah. perut sekitar umbilikus dan pantat. sedangkan pada laki-laki lesi kulit ditemukan sekitar genetalia eksterna.5 milimeter. Lesi kulit Lokasi lesi kulit terdapat pada sela-sela jari tangan. lipatan aksila bagian depan. orang dewasa tidak sampai mengenai wajah (Goldstein. sedikit meninggi. dan pengobatan sebelumnya. tetapi pada skabies kronis gatal dapat terasa pada seluruh tubuh. 2001) c.3-0.12 muncul. berkelok-kelok. bentuk ditandai lesi berupa papul dan terowongan yang sedikit jumlahnya sehingga sangat sukar ditemukan. 2001) Bentuk-bentuk skabies antara lain pertama skabies pada orang bersih. Erupsi kulit Erupsi kulit tergantung pada derajat sensitasi. Kedua Skabies In Cognito adalah bentuk ini timbul pada skabies yang diobati dengan kortikosteroid sehingga tanda dan gejala klinis 12 . Pada wanita juga terdapat pada areola mamae dan bagian bawah mamae. putih keabuan dengan panjang 10 milimeter sampai 3 centimeter dan bergelombang (Goldstain. erupsi kulit Batognomatik berupa terowongan halu dengan ukuran 0. lama infestasi. hygiene perorangan. Rasa gatal hanya pada lesi. kepala. pergelangan tangan bagian dalam. b. Pada bayi distribusinya sampai mengenai seluruh tubuh termasuk punggung.

tidak membahayakan jiwa namun sangat mengganggu kehidupan seharihari. Ketiga Skabies Nodular adalah skabies berupa nodul coklat kemerahan yang gatal. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan dan penanggulangan penyakit skabies dapat dilakukan dengan cara perbaikan sanitasi. 1995) 6. mengingat parasit mudah menular pada kulit biasa. Setelah pengobatan 13 . Keempat skabies yang ditularkan melalui hewan. Pada umumnya penyakit ini cukup diobati dengan salep belerang yang dioleskan diseluruh tubuh yang terkena kecuali kepala. Semua penderita dalam keluarga/pondok/asram harus di obati.13 membaik tetapi tungau tetap ada dan penularanya masih tetap bisa terjadi. menghindari kontak langsung dengan penderita. Penyakit skabies adalh penyakit yang menular melalui kontak perorangan. Kelima skabies Norwegia ditandai lesi yang luas dengan krusta. menjaga kebersihan tubuh sangat penting untuk mencegah infestasi parasit sebaiknya mandi 2 kali sehari. pengolesan salep ini di ulang setelah 24 jam. skuama generalisata dan hiperkeratoris yang tebal (Sungkar. apabila ada salah satu anggota keluarga/pondokan yang menderita skabies harus segera diobati agar tidak menular kepada anggota yang lain/warga sekitar.

Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo. ekstra nikotin tobak 1 (Prabu. yang merupakan hal penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.25%. maka disusul dengan pemandian tubuh kemudian semua pakaian dan alas tidur diganti dengan alas yang bersih selain dengan salep belerang dapat juga dilakukan pengobatan dengan benzyl benzoat/dapat pula digunakan salep scabex buatan pabrik obat pupa yang mengandung pergramnya : triklorokarbanilid 0. buku dan media masa (Notoatmodjo. Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. gemeksan 0. 2003) Menurut Bloom (cit.14 sebanyak 3 kali. Pengetahuan bisa diperoleh dari pengalaman. teman. 1994) B.5%. Selain juga dari guru. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia yakni indra penglihatan. rasa dan raba.5%. orang tua.2%. 2003).2003) untuk memperoleh pengetahuan dibutuhkan proses kognitif. asamsalisilat 0. Notoatmodjo. Biasanya dalam proses mencari tahu ini mencakup berbagai metode dan konsep baik melaui proses pendidikan maupun pengalaman. Dalam kaitanya dengan pengetahuan ini maka pengetahuan (cognitive) mempunyai 6 tingkatan yaitu : 14 . mentol 0. penciuman.

menyimpulkan atau meramalkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari.15 1. Aplikasi (aplication) Adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya. 15 . Untuk mengukur bahwa seseorang dikatakan paham pada suatu obyek tertentu adalah bahwa mereka dapat menjelaskan. Analisi (analysis) Adalah kemampuan untuk menjabarkan materi/obyek kedalam komponen-komponen. Untuk mengukur bahwa seseorang dikatakan tahu terhadap apa yang pernah dipelajari sebelumnya adalah dengan melihat kemampuan menyebutkan. Tahu (know) Sebagai tindakan yang paling rendah. 4. 3. Memahami (comprehension) adalah kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. 2. menguraikan. menyatakan dan lain sebagainya. mendifinisikan. Tahu diartikan sebagai kemampuan untuk mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Sikap Sikap manusia atau untuk singkatnya kita sebut sikap. 6.16 5. C. gejala atau tanda-tanda penyakit. Sintesis (synthesis) Adalah kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagianbagian kedalam suatu keseluruhan yang baru ataupun menyusun formulasi baru dari materi-materi yang sudah ada. Evaluasi (evaluation) Adalah kemampuan untuk melakukan penilaian/justifikasi terhadap suatu materi atau obyek tertentu. (Notoatmodjo. 2003) Sebelum seseorang mengadopsi perilaku (berperilaku baru). kedalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-tongkatan diatas. telah didefinisikan dalam berbagai versi oleh para ahli. menurut Notoatmodjo (2003). menemukan adanya lebih dari tiga 16 . Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden. Menurut Barkowlz (1972) yang kutip oleh Azwar (1998). Indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan atau kesadaran terhadap kesehatan tentang sakit dan penyakit. ia harus tahu lebih dahulu apa arti atau manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau keluarganya. bagaimana cara pencegahannya dan sebagainya.

dan berperilaku terhadap suatu objek. Kelompok pemikiran yang ketiga adalah kelompok yang berorientasi pada skema triadik (triadic scheme). Bogardus (1931). 2. Menurut mereka sikap merupakan bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Pertama adalah kerangka pikir yang diwakili oleh Louis Thrustone (1928). yang saling berinteraksi dalam memahami.17 puluh definisi sikap. 3. Rensislikert (1932) dan Carles Osgood. sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu. sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada obyek tersebut. Lapiere (1934) yang dipersepsikan mereka mengenai sikap lebih komplek. Menurut Azwar (1998). Kelompok pemikir kedua diwakili oleh para ahli seperti: Chave (1928). Menurut kerangka pemikiran ini suatu sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif. Dapat dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksud merupakan kecenderungan potensi untuk berreaksi dengan cara tertentu bila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon. merasakan. Puluhan definisi dan pengertian itu pada umumnya dapat dimasukan kedalam tiga pikiran. ada beberapa faktor yang mendasari pembentukan sikap yaitu : 17 . antara lain : 1. Menurut kelompok pemikiran ini. afektif.

Menerima (receving) yaitu diatikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek) 18 . Sikap merupakan reaksi atau respon yang yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. ide dan konsep terhadap suatu objek b. Dalam penentuan sikap yang utuh ini. pengetahuan. pengaruh faktor emosional. dan emosi memegang peranan penting. kepercayaan (keyakinan). kecenderungan untuk bertindak (tend to behave). Menurut Allport (1954). sikap mempunyai tiga komponen pokok yaitu : a.18 a. kehidupan emosional atau emosional atau evaluasi terhadap suatu objek c. Menurut Notoatmojo (2003). pengaruh kebudayaan d. sikap. Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitute). pengaruh orang lain yang dianggap penting c. sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan yaitu : a. pengalaman pribadi b. keyakinan. media masa e. seperti halnya pengetahuan. lembaga pendidikan dan lembaga agama f.

mengerjakan tugas. Bertanggung jawab (responsible) yaitu bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko. Perilaku Pencegahan Skabies Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit.2003) 19 . D. Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung dapat dinyatakan bagaimana pendapat ditanyakan bagaimana pendapat atau pertanyaan responden terhadap suatu objek. cara penularan penyakit.19 b. terlepas dari pekerjaan itu benar atau salah. Merespon (responding) yaitu memberikan jawaban apabila ditanya. dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap karena dengan satu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan. sikap terhadap sakit atau penyakit adalah bagaimana penilaian atau pendapat seseorang terhadap gejala atau tanda-tanda penyakit. Menurut Notoatmojo (2003). sistem pelayanan kesehatan. makanan serta lingkungan (Notoatmodjo. adalah berarti bahwa orang menerima ide tersebut c. Menghargai (valuing) yaitu mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah d. cara pencegahan penyakit dan sebagainya.

Green (1980) bahwa perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh : a. pengaruh media masa dan pembianaan tenaga kesehatan 20 . rasa (emosi) dan karsa (konotasi). Pengetahuan peserta didik terhadap materi pendidikan yang diberikan b. sikap. Predisposing (faktor pendahulu) Yang terwujud dalam pengetahuan. nilai-nilai dan sebaya dari seseorang b. Sikap atau tanggapan peserta didik terhadap materi pendidikan yang diberikan c. rasa dan karsa tersebut (Notoatmodjo. 2000) Dalam perkembangan kelanjutannya oleh para ahli pendidikan dan untuk kepentingan pengukuran hasil pendidikan. keyakinan. Perilaku peserta didik sehubungan dengan materi pendidikan yang diberikan. Enabling (faktor pemungkin) Tingkat pendapatan dan ketersediaan sarana kebersihan c. Reinforcing (faktor penguat) Pengaruh teman sebaya. Yang bertujuan membentuk dan meningkatkan kemampuan manusia yang mencakup cipta. Menurut L. diukur dari : a.20 Menurut Ki Hajar Dewantoro tokoh pendidikan nasional kita ketiga kawasan perilaku disebut : cipta (kognisi).

Maksudnya. Sikap selalu dikaitkan dengan perilaku yang berada dalam batas kewajaran dan kenormalan yang merupakan respon atau reaksi terhadap stimulus lingkungan sosial. 21 . Ajzen dan Fishbein mengemukakan teori tindakan beralasan (theory of reasonet action) dengan mencoba melihat antara penyebab perilaku volision (perilaku yang dilakukan atas kemauan sendiri. Bahwa secara eksplisit maupun implisit manusia memperhitungakan implikasi tindakan mereka. Teori tindakan beralasan mengatakan bahwa sikap mempengaruhi perilaku lewat suatu proses pengambilan keputusan yang teliti dan beralasan. Teori ini didasarkan pada asumsi-asumsi 1. 1998). Untuk tidak sekedar memahami tapi juga memprediksi perilaku. 1998). satu stimulus dapat menimbulkan lebih dari satu respon yang berbeda dan beberapa stimulus yang berbeda dapat saja menimbulkan satu respon yang sama (Azwar.21 Psikologi memandang perilaku manusia (human behaviour) sebagai reaksi yang dapat bersifat sederhana maupun bersifat komplek (Azwar. Salah satu karakteristik reaksi perilaku manusia yang menarik adalah sifat definisinya. Bahwa manusia umumnya melakukan sesuatu dengan cara-cara yang masuk akal 2. dan dampaknya terbatas hanya ada tiga hal. Bahwa manusia mempertimbangkan semua informasi yang ada 3.

Inti perilaku terencana tetap berada pada faktor intensef perilaku namun determinan intensi tidak hanya dua (sikap terhadap perilaku yang bersangkutan dan norma-norma subyektif) melainkan tiga dengan diikutsertakanya aspek kontrol perilaku yang dihayati (percieved behavioral control). proses selanjutnya diharapkan ia akan melaksanakan atau mempraktekkan apa yang diketahui atau apa 22 .22 1. Teori perilaku beralasan kemudian diperluas dan di modifikasi oleh Ajzen (1998). Modifikasi ini dinamai teori perlaku terencana (theory pf planned behavior). Sikap terhadap suatu perilaku bersama-sama norma subyektif membentuk suatu intensitas atau niat untuk berlaku tertentu. Secara sederhana teori ini mengatakan bahwa seseorang akan melakukan sesuatu perbuatan apabila ia memandang perbuatan itu positif dan bila ia dipercaya bahwa orang lain ingin agar ia melakukanya. kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui. Perilaku dipengaruhi oleh sikap umum tapi juga oleh norma-norma subyektif yaitu keyakinan kita mengenai apa yang orang lain inginkan agar kita perbuat. Kerangka pemikiran teori perilaku terencana dimaksudkan untuk mengatasi masalah kontrol volisional yang belum lengkap dalam teori terdahulu. setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek kesehatan. Perilaku tidak banyak tidak ditentukan oleh sikap umum tapi oleh sikap yang spesifik terhadap sesuatu 2. Menurut Notoatmojo (2003). 3.

yaitu yang terjadi di dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat dilihat oleh orang lain. atau dapat juga dikatakan perilaku kesehatan (over behavior). yaitu bentuk pasif dan aktif. misalnya minum obat sesuai petunjuk dokter. berobat kefasilitas-fasilitas kesehatan yang tepat. misalnya berfikir. Perilaku manusia merupakan hasil dari pada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan. dan sebagainya. sikap dan tindakan. Bentuk pasif adalah respon internal.23 yang disikapinya (dinilai baik). Perilaku kesehatan sehubungan dengan penyakit mencakup. pendidikan merupakan respon seseorang terhadap stimulus 23 . Untuk memperoleh data perilaku yang paling akurat adalah melalui pengamatan (observasi). sikap. respon ini berbentuk dua macam. Sedangkan bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat di observasi secara langsung (Sarwono. 1) Pencegahan penyakit 2) Penyembuhan penyakit. namun dilakukan juga dilakukan melalui wawancara dengan pendekatan recell atau mengingat kembali perilaku yang telah dilakukan oleh responden beberapa waktu yang lalu. Dengan kata lain perilaku merupakan respon/reaksi seorang individu terhadap stimulus. melakukan anjuran-anjuran dokter. 1993) Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan. motivasi. yang disebut praktek (practice) kesehatan. tanggapan dan sikap batin dari pengetahuan.

Macam-macam kebersihan diri a. Pengertian Suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Perawatan tubuh secara keseluruhan 3. Kebersihan Diri 1. Perawatan genetalia h. Perawatan kaki dan tangan f. Perawatan kulit kepala dan rambut b. 2. Perawatan hidung d. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang b. Tujuan kebersihan diri a. Perawatan telinga e. Perawatan kulit seluruh tubuh g.24 atau rangsangan yang masih bersifat terselubung dan di sebut Covert Behaviour. Perawatan mata c. Sedangkan tindakan terhadap stimulus merupakan Over Behaviour (Sarwono. Memelihara kebersihan diri seseorang c. 1993) E. Memperbaiki kebersihan diri yang kurang 24 .

Status sosial ekonomi Personal higiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. d. b. 25 . Menciptakan keindahan 4. c. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. Praktek sosial Pada anak-anak selalu di manja dalam kebersihan diri. Misalnya pada penderita Diabetes Mellitus ia harus selalu menjaga kebersihan kakinya.25 d. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan diri a. Pencegahan penyakit e. pasta gigi dan sampo yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalkan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. Meningkatkan percaya diri seseorang f. Pengetahuan Pengetahuan personal higiene sangat penting.

Seperti penggunaan sabun. Dampak psikososial Masalah sosial yang berhubungan dengan kebersihan diri adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. kebutuhan dicintai dan mencintai. infeksi pada mata. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya 5. kebutuhan harga diri. (Tarwoto dan Wartonah.26 e. aktualisasi diri dan gangguan interaksi soaial. Dampak yang ditimbulkan dari kurangnya kebersihan diri a. Dampak fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. gangguan membran mukosa mulut. 1984) 26 . b. Kebiasaan seseorang Kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri. telinga dan gangguan fisik pada kaki. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah : gangguan integrasi kulit. Budaya Di sebagian masyarakat jika ada individu yang sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan f. sampo dan lain-lain g.

1983). Tipe B mempunyai madrasah untuk tempat belajar.27 F. pengajaran kiyai hanya aplikasi. Pesantren adalah istilah pondok yang berasal dari bahasa Arab funduk yang berarti hotel atau asrama (Yakub. Tinjauan Tentang Pesantren 1. santri bertempat tinggal di pondok dan mengikuti pelajaran agama dari kiyai. terdiri dari pondok hanya berfungsi sebagai asrama. terdiri para snatri bertempat tinggal dan belajar bersama kiyai. 1993. Pesantren adalah suatu kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitar (Wahid. yaitu : Tipe A. memberikan pelajaran individual dan tidak menyelenggarakan madrasah. 2001). Tifologi pesantren Tifologi pesantren terdiri atas 3 kategori. Definisi pesantren Pesantren atau pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan keagamaan yang mengajarkan. Tifologi secara umum dibagi atas dua jenis yaitu : 1 (satu) pesantren salafiah adalah pesantren hanya mengajarkan penegtahuan 27 . 38). 1985). kurikulum terserah kiyai. disamping mendapat pelajaran agama dan umum di madrasah. 2. mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama islam (Rahardjo. Tipe C. santri belajar di madrasah atau sekolah umum dan fungsi kiyai sebagai pengawas dalam membina mental (Bunyamin.

2 (dua) pesantren kalafiah adalah pesantren yang dikategorikan modern selain mengajarkan penegtahuan agama. madrasah dan ketrampilan praktis (Hasan. Istilah santri juga menunjukkan kelompok yang taat pada ajaran agama. 1981) 28 . Santri Kata santri berasal dari kata Shastra dari bshasa Tamil (India) yang berasal dari ahli buku suci (Hindu). sebagai lawan dari abangan (Geertz. 1988. Dewasa ini istilah santri adalah pesantren didik yang biasanya tinggal di asrama (pondok).49) 3.28 keagamaan dan madrasah. kecuali santri yang rumahnya dekat dengan pesantren tidak demikian.

faktor emosional Lowrence Green ( Modifikasi) Kerangka Konsep Pengetahuan kebersihan diri Perilaku pencegahan skabies Sikap kebersihan diri 29 .29 G. media masa. Kerangka Teori Kerangka Teori Faktor pengetahuan Tingkat pendidikan/ pengalaman Prilaku pencegahan skabies Faktor sikap Pengalaman.budaya.

Ada hubungan pengetahuan santri dengan perilaku pencegahan skabies 2. Variabel bebas/independent Variabel independent dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap kebersihan diri 2. Variabel terikat/dependent Variabel dependent dalam penelitian ini adalah prilaku pencegahan skabies I. Ada hubungan sikap kebersihan diri santri dengan perilaku pencegahan skabies 30 . Variabel Penelitian 1.30 H. Hipotesis Penelitian 1.