Modul pelatihan ini dikembangkan dengan dukungan penuh rakyat Amerika melalui

United States Agency for International Development (USAID). Isi dari materi pembelajaran ini merupakan tanggung jawab konsorsium proyek Decentralized Basic Education 3 (DBE3) dan tidak mencerminkan pandangan USAID atau pemerintah Amerika Serikat.

dan Peraturan Mendiknas No 18/2007 tentang Sertifikasi Guru memerinci kualifikasi dan kompetensi minimum yang harus dimiliki oleh guru dan proses penilaiannya. DBE3 telah mengembangkan dan Kecakapan Hidup. semua guru baru agar memenuhi standar ini. UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menuntut adanya peningkatan kualitas dan menetapkan bahwa Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) yang meliputi delapan standar dalam bidang pendidikan sebagai berikut:     Standar Isi Standar Sarana dan Prasarana Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Kompetensi Lulusan tahun 2003 Pemerintah  Standar Penilaian Pendidikan telah berusaha keras untuk Sejak Indonesia    Standar Proses Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Pendidikan mengembangkan standar ini khususnya mengenai guru. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. PP 19 /2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. yang didanai USAID. Apa yang Dimaksud dengan Program Pelatihan Kecakapan Hidup khusus dirancang untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup adalah program pelatihan guru yang secara mendukung Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk memenuhi standar nasional pendidikan dalam hubungannya dengan guru. Menteri Pendidikan Nasional dan khususnya Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi sekarang mendapat tugas yang sangat besar untuk menjamin bahwa 3. bertujuan untuk mendukung Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan menengah pertama dan pendidikan non formal. Peraturan perundangan yang disebutkan di atas telah digunakan sebagai basis untuk pengembangan bahanbahan pelatihan.000. melaksanakan program pelatihan guru yang disebut dengan Program Pelatihan Untuk mencapai tujuan ini. Peraturan Mendiknas No 16/2007 tentang Standar Kompetensi Guru. UU No. USAID DBE3 Life Skills for Youth 1 . muatan dan proses.Pengantar Program Pelatihan Kecakapan Hidup Gambaran Umum Sistem pendidikan formal di Indonesia sedang mengalami proses transformasi yang cukup besar.000 guru yang sudah bekerja dan mudah di negara yang besar dan beragam seperti Indonesia. Hal ini bukanlah pekerjaan yang Decentralized Basic Education Three (DBE3) Project.

untuk membantu guru dalam memahami (pentingnya) (proses) Hidup. guru-guru akan mengembangkan petunjuk portfolio dengan teknis (misalnya. guru-guru akan mengenal perencanaan) mana” “bagaimana” (metode) dan Prinsip-prinsip (penilaian) dan “mengapa” (tujuan). pengajaran dan pembelajaran yang efektif melalui paparan “siapa” (guru dan siswa). sebagai kompetensi kecakapan hidup yang utama bagi TIK dimasukkan siswa. belajar Depdiknas Melalui modul ini.Bagaimana Program itu Dapat Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia? Tujuh buah modul telah dikembangkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia sebagaimana digambarkan secara detil berikut ini.Mengintegrasikan Kecakapan Kelas Hidup ke dalam Pembelajaran di pendidikan yang sebagai datang dan ⇒ Modul ini akan membantu guru-guru dalam memenuhi standar nasional pendidikan tentang kompetensi guru. Modul ini hidup yang lebih terperinci untuk “apa” (definisi) dan pendidikan profesional kecakapan standar kompetensi untuk masing-masing yang kategori. Semua guru diharapkan memiliki kompetensi USAID DBE3 Life Skills for Youth 2 . rencana pelaksanaan Selama pelatihan. konsep pendidikan. “sejauh bagaimana sesuai diperkuat dan dijadikan dasar bagi modul program berikutnya. 6. belajar dan bekerja diperkenalkan Pengajaran menelaah masa dalam akan modul dituntut oleh peraturan perundangan di Indonesia. 4. Modul ini menyajikan prinsip dan konsep dasar tentang menggunakan modul ini. guru-guru akan lebih dapat mengembangkan kompetensi inti pedagogik 1–10 yang kompetensi kepribadian. Modul & Isi 1. TIK untuk Pendidikan Kecakapan TIK sebagai Kecakapan hidup pokok dan sebagai perangkat Hidup “bagaimana” “mengapa” Kecakapan mengintegrasikan Kecakapan Hidup dan sepanjang kompetensi inti 2. Guru-guru akan mengenal definisi yang dikemukakan (Personal. modul ini akan lebih mengembangkan Pendidikan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional kompetensi guru. Akademik dan Guru-guru pelatihan belajar teknik oleh Depdiknas dan kategori Kecakapan Vokasional) dan berbeda Hidup pembelajaran bermakna. dan Dengan meliputi sosial. Pengajaran Profesial dan Bagaimana Modul tersebut mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia Pembelajaran Bermakna Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional tentang kompetensi guru. 3. Tiga modul pertama adalah modul dasar. ini profesional Depdiknas tahun 2007 dan akan mendapatkan bantuan untuk mulai menyusun portfolio dari 2. bagaimana mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke Modul ini membantu guru-guru untuk memahami dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sebagaimana Konsep pada persiapan hidup. profesional. Ketiganya memperkenalkan beberapa prinsip tersebut dapat digunakan oleh guru semua mata pelajaran. “apa” (isi dan peraturan perundangan tentang pendidikan dan dilatih menggunakan beberapa format resmi yang disiapkan oleh pembelajaran). dan konsep utama tentang mutu pendidikan dalam konteks bangsa Indonesia. Modul ⇒ Modul ini adalah modul pengantar untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup. 8 dan 10. Sosial.

paling Empat modul (modul 4-8) berikutnya menggunakan konsep. tujuan efektif. Modul ini memperluas konsep-konsep ini dan menganalisis bagaimana kecakapan kehidupan konteks sesudah sekolah.pembelajaran dalam Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran yang Bermakna dan di Hidup ke dalam proses Pembelajaran Kelas. kecakapan. mengarungi Pembelajaran kehidupan. Oleh karena itu. dan bekerja. Pembelajaran dan PekerJaan ⇒ Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran mengidentifikasi dan beberapa yang ke Bermakna orang kunci yang terlibat dalam pengajaran pembelajaran ini Mengintegrasikan Kelas. Melalui perencanaan bagaimana bekerja bersama masyarakat untuk mendukung kegiatan pembelajaran. kecakapan. dan pengetahuan yang dikembangkan pada ketiga modul sebelumnya dan menelaah lebih mendalam bagaimana konsep. Modul Kecakapan Hidup di dalam pendidikan adalah menyiapkan anak untuk belajar. dan pola pikir keilmuan yang mendukung matapelajaran yang diampu” (kompetensi inti 20) dan ”mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. USAID DBE3 Life Skills for Youth 3 . 3. Modul ini akan mendorong guru-guru untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat (kompetensi inti 17). struktur konsep. dan pengetahuan itu dapat diterapkan pada mata pelajaran tertentu.2 sumber bagi untuk memenuhi standar nasional tentang kompetensi Modul ini akan membantu guru dalam guru . Modul ini akan menjadikan guru kompeten dalam menggunakan TIK untuk “profesional” pengembangan pembelajaran dan profesional. memahami bagaimana mereka dapat melakukan proses pembelajaran di “lapangan” dan “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik” (kompetensi inti 4).” (kompetensi inti 22) Modul ini akan membantu guru-guru dan sekolah .PKN/Bahasa Inggris/Matematika untuk kehidupan. kecakapan untuk mengoperasikan dan memeliharanya dan buku-buku yang terkait dengan kegiatan TIK untuk digunakan dalam kelas dan kegiatan ekstrakurikuler. memadukan beberapa modul ini dan membantu guru dalam memahami “apa” (pentingnya) (definisi) dan yang “mengapa” penting “bagaimana” (proses) TIK untuk Pendidikan. yang dipelajari di kelas relevan untuk dan masyarakat dapat digunakan sebagai pendidikan anak serta muda. modul-modul ini harus digunakan oleh guru-guru mata pelajaran. Modul ini mengintegrasikan Kecakapan akan diperkenalkan di (kompetensi lebih “Memanfaatkan TIK untuk Kepentingan Pembelajaran” inti 5) dan kompetensi (kompetensi inti 24). 2 Modul ini didukung oleh modul Kemitraan DBE3 yang membantu sekolah dan guru memahami bagaimana Sektor Swasta juga dapat dilibatkan untuk mendukung pendidikan bagi remaja. 1 Modul ini didukung strategi TIK DBE3 yang lebih luas yang membekali guru dengan perangkat TIK secara terbatas.1. guru-guru juga akan “menguasai materi.

Selama mempelajari modul. nasional tentang Modul ini akan mendukung guru memenuhi standar USAID DBE3 Life Skills for Youth 4 . guru akan memiliki kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. Modul standar kompetensi untuk masingmasing mata pelajaran. menguraikan dengan bagaimana standar apa yang dimaksud mendalam Modul ini dan kompetensi menggunakannya mengembangkan guru-guru untuk dan silabus rencana pelaksanaan pembelajaran dan Teknologi Informasi yang memadukan Kecakapan Hidup Komunikasi (TIK) dan “mengembangkan kurikulum yang terkait dengan matapelajaran diampu” (kompetensi inti 3) dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) (kompetensi inti 4) di samping kompetensi profesional dasar 20. Pengajaran dan Pembelajaran Metode Pendidikan Kecakapan Hidup Pengajaran dan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi Pembelajaran Efektif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. inspiratif. menantang. Menilai Kecakapan Hidup Prinsip dan metode formatif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. 20. 5. standar nasional tentang proses pendidikan. Modul ini akan mendukung guru mencapai standar ini dengan mengembangkan kompetensi inti 8 “menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar” dan kompetensi inti 9 “memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Modul ini tersebut dikembangkan dan membahas atas konsep metode cocok untuk setiap mata pelajaran. macam pendekatan pengajaran dan mengujicobakan beberapa pengajaran dan pembelajaran yang Modul ini memperkenalkan berbagai memberikan guru kesempatan untuk melalui pengajaran mikro pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. yang dapat melengkapi portfolio mereka. Standar Nasional mewajibkan guru “secara terus menerus melakukan pemantauan terhadap proses. peningkatan dan perbaikan hasil belajar” (pasal 64 PP 19/2003). dan pengembangan pada berbagai berikutnya merencanakan jenis penilaian. dalam modul Pengajaran profesional ini membahas lebih dan Pembelajaran Bermakna. mengacu Modul ini akan menambah kecakapan guru untuk menyusun kurikulum tingkat satuan komponen kurikulum diperkenalkan pada pedoman pengembangan KTSP (BSNP 2006 butir 2). 21 dan 22. yang dapat dimasukkan dalam portfolio mereka. menyenangkan. Modul ini akan membantu membantu guru untuk mengembangkan kompetensi inti 2. Melalui pengajaran mikro akan merefleksikan penampilan mereka dan mengembangkan kompetensi inti 10 dan 23. penilaian ⇒ akan lebih lanjut mengembangkan belajar siswa dan Modul ini kemampuan guru untuk menilai hasil hasilnya untuk menggunakan dengan pembelajaran memusatkan rancangan penilaian formatif berbasis kelas dan penilaian seperti rubrik unjuk kerja. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif …” (Pasal 19 PP 19/2005).4. y‘Proses teknik 7. guru akan memiliki kesempatan lebih luas untuk berlatih menyusun silabus dan RPP dengan menggunakan berbagai format termasuk yang disarankan oleh Depdiknas (Depdiknas 2007).Mengintegrasikan Kecakapan Pendidikan Standar Hidup ke dalam Standar Nasional Isi dan komponen- ⇒ Modul ini membantu mengembangkan keterampilan guru pendidikan/KTSP berdasarkan standar isi. 21 dan 22 yang mewajibkan para guru untuk menguasai materi mata pelajaran yang mereka ajarkan.” Selama mempelajari modul ini.

termasuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Umum. Namun demikian. Lebih lanjut. Siapa Yang Dapat Mengambil Manfaat dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup? bekerja. keterampilan dan perilaku yang dikemukakan dalam modul ini juga dapat diterapkan untuk program pelatihan calon guru dan dengan beberapa penyesuaian modul ini.Sebagai hasil setelah mengikuti Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Pengaturannya adalah sebagai berikut: Lokakarya Guru Pertama Hari Pertama Pengajaran dan Hari Kedua Pengajaran dan Hari Ketiga Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Hari Keempat Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kelima TIK untuk Hari Keenam Pengajaran dan Bagaimana Program Pelatihan Guru Disusun? Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Profesional Pembelajaran Bermakna Sesi 12 Lokakarya Guru Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris/ untuk Matematika kehidupan. guru yang sukses mengikuti dan menyelesaikan Program Pelatihan Kecakapan Hidup akan lebih siap menghadapi dan lulus dalam penilaian sertifikasi profesi guru. dapat digunakan untuk melatih guru-guru pada jenjang pendidikan lain. modul ini dibagi menjadi tiga lokakarya yang berlangsung seluruhnya selama empat belas hari. guru akan lebih mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. artinya mereka lebih dapat menjamin siswa mencapai standar kelulusan. Pembelajaran dan PekerJaan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional USAID DBE3 Life Skills for Youth 5 . banyak dari pengetahuan. Modul Kecakapan Hidup secara khusus dirancang untuk melatih guru yang sudah Ketika digunakan untuk pelatihan guru-guru yang sudah bekerja.

Supaya guru memperoleh manfaat maksimal dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup. untuk dapat benar-benar menerapkan Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Siapa Yang Menggunakan Modul ini Untuk Melatih Para Guru? Modul Kecakapan Hidup telah disusun secara spesifik untuk para pelatih guru untuk Pertama di Indonesia.Lokakarya Guru Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Perkembangan Kecakapan Hidup Setiap modul berisi jadwal yang disarankan untuk diikuti untuk setiap lokakarya. Dasar dari program pelatihan ini adalah modul ”Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna”. keterampilan dan pemahaman mereka tidak hanya mengenai program melainkan juga bagaimana melatih pelajar dewasa secara efektif yang mana sebagai guru yang sudah bekerja membawa banyak pengetahuan yang utama. banyak pelatih guru di Indonesia yang juga perlu meningkatkan pengetahuan. Modul ini mendukung para pelatih untuk melakukan pembelajaran dewasa dan proses belajar dalam rangka mencapai hasil akhir pembelajaran yang diharapkan dengan sukses. DBE3 telah mengembangkan sebuah program untuk melatih para pelatih guru. Selama pelatihan. Para pelatih guru dilatih melalui suatu rangkaian pelatihan yang berlangsung selama 15 hari. pengalaman dan mengembangkan tingkah laku dan latihan-latihan dengan mereka. Oleh karena itu. anda sangat dianjurkan untuk mengikuti rencana jadwal ini. Namun. mereka dilatih mengenai ’apa’ (isi) dan ’bagaimana’ (proses) dari Program Pleatihan Kecakapan Hidup digunakan sebagai panduan dalam melatih guru-guru tingkat Sekolah Menengah Bagaimana Program Pelatihan Pelatih Disusun USAID DBE3 Life Skills for Youth 6 .

modul ini menggunakan kerangka sederhana yang disebut ICARE. Untuk menyusun pembelajaran di tiap sesi. namun juga untuk menyediakan model berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru di dalam kelas. 5. Penggunaan Pendekatan Pelatihan Apa yang Digunakan di dalam Modul? USAID DBE3 Life Skills for Youth 7 . dan Extension. Berbagai macam metode pembelajaran interaktif telah digunakan dalam tiap modul tidak hanya untuk memotivasi guru-guru dalam pelatihan. 7. Connection. Reflection. Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: Sesi 10 Simulasi Sesi 1. 9 dan Modul ini menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan guru. Sistem ICARE meliputi lima unsur kunci dari pengalaman pembelajaran (baik dengan anak-anak. (Micro Training) Pembelajaran Lokakarya Pelatih Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris dan untuk Matematika kehidupan. orang muda atau orang dewasa) yaitu Introduction. dan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Menjadi Fasilitator yang Efektif: Sesi 2.Lokakarya Pelatih Pertama Hari Pertama Menjadi yang Pengajaran dan Pengajaran dan Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keempat Hari Kelima Hari Keenam TIK untuk Menjadi Hari Ketujuh Fasilitator Efektif: 4. 6. 3. Application. dan 10 Pembelajaran PekerJaan Lokakarya Pelatih Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Menjadi Perkembangan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: 10 Sesi 8.

diberi kesempatan untuk mempraktikkan dan menerapkan pengetahuan serta R Bagian ini merupakan ringkasan dari pelajaran/sesi. dengan meminta mereka untuk memberitahu anda apa yang mereka ingat dari pelajaran/sesi sebelumnya atau dengan mengembangkan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan peserta sendiri. Akan tetapi. Tugas intruktur adalah menilai sejauh mana keberhasilan pembelajaran. Kegiatan refleksi atau ringkasan dapat melibatkan diskusi kelompok dimana instruktur meminta peserta untuk melakukan presentasi atau menjelaskan apa yang telah mereka pelajari. Introduction C Sebagian besar pembelajaran merupakan rangkaian dengan satu kompetensi yang dikembangkan berdasarkan kompetensi sebelumnya. I Pada tahap pengalaman pembelajaran ini. Setelah peserta paling lama dari pelajaran/sesi di mana peserta bekerja sendiri. Oleh karena itu. perlu diingat bahwa presentasi seharusnya tidak terlalu lama dan paling lama hanya berlangsung selama sepuluh menit. Bagian ini harus berisi penjelasan tujuan pelajaran/sesi dan apa yang akan dicapai—hasil selama pelajaran/sesi tersebut. sedangkan peserta memiliki kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari. Mereka juga dapat melakukan kegiatan penulisan mandiri dimana peserta menulis Reflection sebuah ringkasan dari hasil pembelajaran. Anda dapat melakukan hal ini dengan mengadakan latihan Connection brainstorming yang sederhana untuk memahami apa yang telah diketahui para peserta. anda dapat menghubungkan para peserta dengan informasi baru. Introduction (pendahuluan) harus singkat dan sederhana. Sesudah itu. anda berusaha menghubungkan bahan ajar yang baru dengan sesuatu yang sudah dikenal para peserta dari pembelajaran atau pengalaman sebelumnya. dapat dilakukan oleh peserta. mereka perlu kecakapan tersebut. Refleksi ini juga bisa berbentuk kuis USAID DBE3 Life Skills for Youth 8 . secara pasangan atau dalam kelompok untuk menyelesaikan kegiatan nyata atau memecahkan masalah nyata menggunakan informasi dan kecakapan baru yang telah mereka peroleh.sistem ICARE untuk memastikan bahwa para peserta memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari. para guru atau fasilitator menanamkan pemahaman tentang isi dari pelajaran/sesi kepada para peserta. semua pengalaman pembelajaran yang baik perlu dimulai dari apa yang sudah diketahui. A Tahap Application ini adalah memperoleh informasi atau kecakapan baru melalui tahap connection. Bagian application harus berlangsung yang paling penting dari pelajaran/sesi. dan mengembangkannya. Pada tahap connection dari pelajaran/sesi. Ini dapat dilakukan melalui presentasi atau penjelasan yang sederhana. tidak dengan instruktur. Kerangka ICARE dijelaskan secara terperinci di bawah ini.

application.singkat dimana instruktur memberi pertanyaan berdasarkan isi pelajaran/sesi. reflection. sehingga anda mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Kegiatan Extension dapat meliputi penyediaan bahan bacaan Lihat kembali beberapa sesi di modul anda untuk melihat beberapa contoh dari kerangka ICARE yang digunakan untuk mendapatkan ide tentang berbagai kegiatan connection. Pertanyaan itu harus disampaikan kepada guru pada awal sesi. Setiap sesi berisi hal-hal sebagai berikut: Judul Sesi Judul ditulis dalam bentuk kalimat tanya. E Karena waktu pelajaran/sesi telah selesai. Pertanyaan merujuk langsung pada isi sesi dan pada akhir sesi. Modul Program Pelatihan Kecakapan Hidup disusun secara khusus karena alasan Sesi-sesi yang dimasukkan dalam modul semuanya menggunakan tata letak dan pendekatan yang sama dalam pengaturan proses per sesi. maka anda akan dapat menggunakan semuanya. bukan berarti semua peserta yang telah mempelajari dapat secara otomatis menggunakan apa yang telah mereka pelajari. Pertanyaan Kunci USAID DBE3 Life Skills for Youth 9 . Ini akan menunjukkan kepada anda bagaimana keterkaitan hasil belajar dengan peraturan perundangan bidang pendidikan dan standar nasional pendidikan. kegiatan extension biasanya disebut Extension tambahan. Kegiatan bagian Extension adalah kegiatan dimana fasilitator menyediakan kegiatan yang dapat dilakukan peserta setelah pelajaran/sesi berakhir untuk memperkuat dan memperluas pembelajaran. pekerjaan rumah. Tujuan dan Hasil Belajar Pertanyaan kunci berkaitan dengan hasil belajar pada masing-masing sesi. tugas penelitian atau latihan. Pendahuluan Bagian ini menjelaskan tujuan sesi dan apa yang harus dikuasai peserta pada akhir sesi. dan extension. Di sekolah. para guru harus dapat menjawab pertanyaan tersebut. Bagian pendahuluan sesi akan menjelaskan informasi latar belakang tentang isi sesi dan alasan mengapa bahan ini dimasukkan ke dalam modul. Poin penting untuk diingat dalam refleksi adalah bahwa instruktur perlu menyediakan kesempatan bagi para peserta untuk mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari. Bagaimana Modul Disusun? tertentu.

Bagian ini menyajikan gagasan dan petunjuk kepada fasilitator untuk menyiapkan dan menyampaikan materi dalam sesi. Penggunaan TIK tidak wajib dan akan tergantung pada fasilitas dan sumber yang tersedia bagi anda di tempat pelatihan I CT Ringkasan Sesi Introduction 5 menit 20 menit Connection 200 menit Application Reflection 10 menit Extension Bagian ini berisi ringkasan dalam bentuk bagan alur bagi anda tentang bagaimana sesi tersebut akan berjalan. Catatan untuk Fasilitator Bagian ini akan berisi daftar barang-barang yang anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut. Sumber dan Bahan Bagian ini memberitahu anda batas waktu minimal yang akan anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut. Persiapkan barang-barang tersebut sebelum anda melaksanakan sesi tersebut. Anda seharusnya membaca catatan ini secara cermat bahkan sebelum anda mulai merencanakan pelaksanaan sesi tersebut. Semua energizer berhubungan dengan tema dari sesi tersebut namun tidak menyatu dengan sesi tersebut sehingga tidak wajib untuk dilakukan. Ingatlah bahwa ini adalah batas minimal. Penjelasan itu akan membantu anda k memastikan sesi berhasil dan guru-guru mempelajari apa yang telah anda tetapkan. Gunakan penilaian Anda untuk menentukan apakah energizer akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan guru-guru dalam pelatihan Energizer USAID DBE3 Life Skills for Youth 10 . Bagian ini berisi ide-ide bagaimana anda dapat menyegarkan guru-guru sepanjang pelatihan. Waktu Bagian ini menyediakan beberapa saran bagaimana anda dapat menggunakan berbagai macam aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung pembelajaran di sesi tersebut. Bagian ini dibagi dalam tahap-tahap ICARE.

Langkah-langkah tersebut dibagi dalam kerangka ICARE yang digambarkan dan dijelaskan secara terperinci pada bagian yang berikutnya. dan informasi utama yang anda perlu digunakan sebelum menyiapkan presentasi. Pada kotakini. 1 Bagian ini berisi ringkasan sesi yang dengan singkat menyebutkan pokok utama yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta dari sesi tersebut. Bacaan Tambahan Handout adalah alat pembelajaran yang dapat digunakan para guru untuk membantu mereka menyelesaikan beberapa kegiatan di sesi tersebut. Handout ini terdapat pada akhir tiap sesi dan perlu difotokopi sebelum pelatihan. Glosarium akan berisi daftar kata-kata dan artinya. Pesan Utama Beberapa sesi memuat beberapa konsep yang menggunakan isitilah-istilah teknis. Anda sebaiknya memberikan pesan utama ini kepada guru-guru setelah mereka menyerahkan ringkasan mereka sendiri kepada anda. Glosarium Bagian ini akan mengidentifikasi beberapa sumber yang mungkin ingin anda baca untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman anda tentang konsep yang terdapat pada sesi tersebut. Anda juga dapat memberikan daftar ini kepada guruguru di lokakarya jika mereka tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut. ide untuk menyediakan masukan bagi peserta. anda akan menemukan saran-saran bagaimana menyelesaikan kegiatankegiatan.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan Bagian ini berisi petunjuk secara bertahap dalam melaksanakan semua kegiatan pada sesi tersebut. Konsep ini mungkin baru bagi para guru. Ini dapat digunakan oleh fasilitator untuk memperluas pengetahuan mereka tentang konsep yang Informasi Tambahan USAID DBE3 Life Skills for Youth 11 . rekomendasi bagaimana menyimpulkan sebuah diskusi. Baca informasi dalam kotak ini dengan cermat. Ikuti langkah-langkah tersebut sebagaimana dituliskan dalam modul. Catatan Fasilitator Kotak ini berisi informasi khusus hanya bagi anda (pelatih atau fasilitator). Handout untuk Peserta Informasi tambahan dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

hanya saja sekarang ini ada beberapa cara yang secara umum dapat dikatakan lebih baik. hal ini lebih penting dibandingkan pelaksanaan pelatihan itu sendiri. Modul-modul ini dapat membantu para pelatih dalam melaksanakan lokakarya partisipatif yang berhasil dengan pembelajar dewasa. Tantanglah semua guru untuk berefleksi dan meningkatkan kemampuan diri. Bacalah DBE3 ”Melampaui Pelatihan: Panduan untuk Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut Setelah Pelatihan” untuk memberikan beberapa gagasan tentang bagaimana mendukung guru-guru di dalam kelas. Meskipun demikian. Pastikan anda membahas semua konsep dan muatan yang sulit. hasil pembelajaran dan pesan utama. setiap kegiatan yang anda lakukan harus ditujukan pada pencapaian tujuan dan hasil pembelajaran. keterampilan. Beberapa Pendapat Terakhir Ingatlah bahwa tujuan dari program Pelatihan Kecakapan Hidup ini adalah untuk kondusi yang sama. karena setiap sesi dalam setiap modul dan setiap modul adalah bagian dari pemikiran yang hati-hati mengenai program pelatihan ini. Bagaimana Seharusnya Modul ini Digunakan? Modul-modul ini dimaksudkan sebagai panduan pelatihan. Oleh karena itu. maka pentinglah kiranya untuk tetap mempertahankan tujuan. ingatlah bahwa muatan dari modul-modul ini ditujukan bagi guru (bukan pelatih). setiap fasilitator yang menggunakan modul Pelatihan Kecakapan Hidup ini dianjurkan secara aktif untuk dapat memodifikasi dan mengadaptasikan kegiatan-kegiaran yang terdapat dalam modul ini dan menyesuaikannya dengan peserta dan situasi pelatihan. hanya karena anda berfikir bahwa sesuatu itu sederhana. Seringkali guru-guru memerlukan dukungan tindak lanjut untuk mengalihkan apa yang telah mereka pelajari di pelatihan pada kegiatan di dalam kelas. Selain itu. Oleh karena itu.diberikan di dalam sesi atau untuk difotokopi dan disediakan bagi guru-guru sebagai bahan bacaan tambahan atau kegiatan lanjutan (extension). Tidak untuk mempertahankan meliputi beberapa muatan dan konsep yang sangat menuntut dan yang akan menguji dan menantang cara-cara dan tingkah laku guru-guru yang selama ini digunakan. Modul-modul ini bukanlah seperangkat instruksi yang harus seluruhnya dilakukan dengan tepat. tidak lantas guru-guru akan berpendapat sama. Hal ini bukan berarti bahwa apa yang selama ini mereka gunakan adalah salah. tingkah laku dan sikap dari pada guru-guru di dalam kelas. modul-modul Pelatihan Kecakapan Hidup meningkatkan kualitas guru-guru di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk membangun pengetahuan. kebanyakan fasilitator yang efektif adalah seoarng pemikir yang kritis dan kreatif. Oleh karena itu. Apa yang Terjadi Setelah Pelatihan Ini ? Ingatlah bahwa apa yang terjadi setelah pelatihan ini adalah penting juga. Jadi. mampu bereaksi dengan situasi di ruang pelatihan dan fleksibel dalam melakukan pendekatan dan muatan training ini. Pada intinya. Yang terbaik adalah. USAID DBE3 Life Skills for Youth 12 .

Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Pengajaran dan Pembelajaran USAID DBE3 Life Skills for Youth 13 .

Daftar Isi Halaman Pengantar Program Pelatihan Kecapakan Hidup Daftar Isi Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi Satu Sesi Dua : : Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar Untuk Siswa? Apakah yang Sebaiknya Guru pikirkan Ketika Sesi Tiga : Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka? Sesi Empat : Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk 1 14 15 18 22 33 48 61 Sesi Lima : 84 Sesi Enam : 103 Sesi Tujuh : Mendukung Proses Belajar Mengajar? Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Micro Teaching 118 Sesi Delapan: Sesi Sembilan: 137 158 USAID DBE3 Life Skills for Youth 14 .

dan pengamatan. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pedagogi yang mencakup strategi mengajar atau metode mengajar. suasana belajar baik fisik maupun emosional. Oleh karena itu guru sebagai agen pembelajaran perlu mempersiapkan strategi pembelajaran dengan mempertimbangkan seluruh dimensi pembelajaran. khususnya kompetesi Paedagogik mengharuskan guru menguasai dan mampu menerapkan berbagai pendekatan. dan atau kecakapan vokasional. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. Pada hakekatnya. Permen Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. akademik. yang mencakup penilaian. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan pendidikan SMP/MTs khususnya mata pelajaran matematika. sumber-sumber belajar yang relevan. partisi aktif siswa. strategi. bermakna dan relevan dengan tingkat perkembangan siswa pada jenjang usia SMP/MTs. integrasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam mata pelajaran matematika bertujuan untuk membekali peserta didik (generasi muda) dengan seperangkat kemampuan tertentu yang relevan dengan kehidupan dunia nyata yang sangat berguna bagi mereka untuk hidup di masyarakat. melalui pemilihan materi pembelajaran serta mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. dan penilaian. Pendidikan kecakapan hidup tersebut mencakup kecakapan kepribadian. karakterstik dan tujuan mata pelajaran matematika. metode. sosial. Disamping itu secara profesional guru dituntut untuk mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. bekerja dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. relevansi pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata. Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. pedagogi. Dalam hal ini fokus utama dari kegiatan pembelajaran adalah membantu siswa mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya. menekankan pada standar atau hasil (Wilson. 2001). sedangkan tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian. Membekali siswa dengan seperangkat kompetensi matematika yang terintegrasi dengan kecakapan hidup membutuhkan strategi pembelajaran yang bermutu. disamping memuat kompetensi yang harus dicapai juga memuat pendidikan kecakapan hidup yang dapat diberikan secara integrated dengan mata pelajaran matematika.Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Paradigma pendidikan berbasis kompetensi mencakup kurikulum. tugastugas. serta USAID DBE3 Life Skills for Youth 15 . meliputi: karakteristik dan gaya belajar siswa.

USAID DBE3 Life Skills for Youth 16 . Pembahasan dalam modul dimulai dengan menyajikan sesi-sesi. minat. Akhirnya dengan modul ini diharapkan. elaborasi. (8) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran serta mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. (7) Menyusun rancangan dan melaksanakan pembelajaran yang lengkap. (2) Menentukan pengalaman belajar yang dapat mendorong siswa untuk mencapai prestasi. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik melalui proses eksplorasi. kreativitas. Apa Tujuan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika? Tujuan dari modul ini adalah untuk membantu guru mengembangkan Permen Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. Modul ini juga akan membantu guru untuk menyiapkan diri menghadapi proses Sertifikasi Guru dengan mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No. (5) Berkomunikasi secara efektif. yang secara umum mencoba mengembangkan Permen Nomor 16 Tahun 2007. potensi. dan kreativitas.meramu/mengemas semua dimensi ini menjadi sebuah strategi pembelajaran yang bermakna bagi guru dan siswa. guru matematika akan lebih termotivasi untuk untuk meningkatkan proses belajar aktif siswa melalui rancangan dan penerapan berbagai strategi. santun dengan siswa. 16 Tahun 2007 dan mendukung pengembangan portofolio guru sesuai Permen Nomor !8 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. pendekatan. menyenangkan. laboratorium. inspiratif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. potensi. (3) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. menantang. maupun lapangan. 14 Tahun 2007. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. meliputi: (1) Prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. (4) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. dan konfirmasi (Permen No. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. baik untuk kegiatan di dalam kelas. dan metode yang beragam dalam pengajaran dan pembelajaran matematika yang terintegrasi pendidikan kecakapan hidup. yang membutuhkan guru untuk merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara interaktif. prestasi. hal 10). kreativitas secara optimal. empatik. (6) Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.

3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu”. Kompetensi 4. 20. peserta akan melakukan refleksi terhadap kinerja mereka mendukung mereka untuk mendukung mengembangkan kompetensi inti: 10. dan di lapangan”. 3. strategi. baik untuk kegiatan di dalam kelas. Kompetensi inti 7. 4. Kompetensi 2. 18.3 “Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. Kompetensi 4. 4.2 “Menerapkan berbagai pendekatan. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”.” 7.1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”. termasuk kreativitasnya. dan 23) dari portfolio mereka. dan santun dengan peserta didik”. 15. 9. 5. Kompetensi 6. 2. Kompetensi 6. di laboratorium. yang terdapat dalam portfolio profesional.1 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”.Mengembangkan tindakan reflektif.1. 14.” Melalui mikro teaching. 19. “Berkomunikasi secara efektif. empatik.2.2 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. 4. 10. untuk itu hasil pembelajaran dari modul ini adalah guru dapat 1.4) juga menilai pelaksanaan pembelajaran (indikator 6. Kompetensi 2. maupun lapangan”. laboratorium. 5. metode. 5.3. Kompetensi 4. 16.4 “Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. 13. Kompetensi 3. 11. Modul ini juga didesain untuk mendukung para guru untuk secara sukses menyiapkan diri dan meningkatkan serta memperoleh kesempatan menghadapi sertifikasi profesional.Apa Hasil Pembelajaran yang Diharapkan Dapat Dicapai Dari Modul ini? Modul akan mencapai sasaran oleh dukungan guru untuk mengembangkan lebih jauh kompetensi dasar dan inti melalui stategi atau metode pengajaran dan belajar menguasai: yang sesuai. guru memperoleh kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. Selama modul ini. Lebih dari itu modul ini akan mendukung untuk secara sukses menilai rencana pelajaran terutama (indikator 4. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.2. dan kompetensi inti 23. keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan USAID DBE3 Life Skills for Youth 17 .” 8. 6.

4 Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 5 . Seperti berikut: Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 1 . Modul ini digunakan pada pelatihan ketiga.8 Hari Ketiga Menilai Perkembangan Kecakapan Hidup Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup: Sesi 9 Mikro Teaching USAID DBE3 Life Skills for Youth .Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Modul TIK sebagai Kecakapan Hidup adalah merupkan modul mata pelajaran. Modul ini digunakan hari pertama dan hari kedua.

00 Apakah pikirkan Sesi 3: yang ketika sebaiknya Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika.00 Bagaimana Sesi 4: guru partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? berpartisipasi secara aktif.30 – 15. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Makan Siang Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada Belajar Mengajar Untuk Siswa? 12:00 – 13. Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. USAID DBE3 Life Skills for Youth . siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka. Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.Hari Pertama Waktu 08:00 – 08:30 08:30 – 10:00 Sesi Persiapan/Perkenalan Sesi 1: Hasil Belajar Pelatihan siap dilaksanakan dan peserta telah mempekenalkan identitas mereka Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. Istirahat 10:30 – 10:30 10:30 – 12:00 Sesi 2: Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa. Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika. menentukan guru Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada.30 15:30 – 17.30 13. Istirahat Mengidentifikasi meransang ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk strategi pembelajaran untuk mata pelajaran mereka? 15.00 – 15. Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa.

dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna. konsep. Makan Siang 09:30 – 10:00 10:00 – 12:00 Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? 12:00 – 13.00 – 15. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika.30 – 15. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna. Istirahat Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna.30 13.00 Dapatkah Strategi Sesi 8: Anda Membuat yang Pembelajaran pembelajaran.00 Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mengajar? Mendukung Proses Belajar Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran.Hari Kedua Waktu 08:00 – 09:30 hubungkan Sesi Ses 5: Bagaimana Guru dapat MengProses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Hasil Belajar Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata.30 15:30 – 17. Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa < penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika. Menyusun garis besar (outline) pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek USAID DBE3 Life Skills for Youth . Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran. Istirahat 15.

Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. 10:00 – 10:30 10:30 – 12:30 12:30 – 14. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu.30 Sesi 9: Lanjutan Lanjutan Istirahat Makan Siang USAID DBE3 Life Skills for Youth . Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru.Mengintegrasi-kan aspek pembelajaran? seluruh Hari Ketiga Waktu 08:30 – 10:00 Sesi Sesi 9: Mikro Teaching Hasil Belajar Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi.

biasanya dibuat secara tertulis berupa telaah kurikulum. mengapa strategi digunakan. setiap guru yang akan melaksanakan pembelajaran di kelas akan memilih strategi tertentu agar pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan lancar dan hasilnya optimal. Guru matematika yang efektif diharapkan memahami pentingnya berbagai strategi pembelajaran. metode. menentukan dan memilih pendekatan ketempat musuh. Setiap guru akan mempersiapkan diharapkan. Strategi tersebut antara lain: mengatur siasat. kapan serta bagaimana mereka menggunakan strategi itu untuk mata pelajaran matematika yang mereka akan ajarkan di kelas. Jika direnungkan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran. hampir tidak ada kegiatan manusia yang dilakukan tanpa menggunakan strategi atau persiapan khusus. Begitupula bidang-bidang lain pasti menggunakan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan. memilih strategi pembelajaran yang tepat. model dan fasilitas yang digunakan yang dijabarkan secara rinci dan fungsional dalam skenario kegiatan belajar mengajar serta evaluasinya.Sesi 1 Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Pendahuluan Dalam bidang kemiliteran. penyusunan silabus. Strategi pembelajaran yang dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran matematika di kelas. strategi pembelajaran dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan yang diperlihatkan dalam hasil belajar tercapai secara optimal. Dengan demikian. terdapat berbagai strategi atau metode pembelajaran yang dapat digunakan. menentukan dan memilih cara dan teknik menaklukan musuh serta mengerahkan personil dan segala fasilitas yang dibutuhkan. Demikian pula dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. teknik pembelajaran. Penyusunan RPP berisi uraian tentang strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk sekali tatap muka yang melibatkan pemilihan pendekatan. dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). sebelum pasukan menggempur musuh terlebih dahulu para pemimpin tentara mengatur strategi perang. Setiap guru mempunyai nurani yang peka terhadap karakteristik anak didiknya dan selalu berupaya menanamkan prinsip-prinsip yang mendidik kepada anak didiknya. strategi pembelajaran yang matang dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang USAID: DBE3 Life Skills for Youth 22 .

Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. metode. Laksanakan semenarik mungkin kegiatan menentukan “strategi pembelajaran”. Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada. Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. Sehingga peserta diharapkan dapat mengidentifikasi strategi pembelajaran dan pentingnya bagi guru untuk mengetahui dan menguasai strategi tersebut.Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti sesuai Permen No.2). Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru ke-2 yaitu Memahami berbagai teori belajar dan prinsip(komptensi inti-2. strategi. Pertanyaan Kunci Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran? Strategi pembelajaran apa saja yang anda ketahui pada mata pelajaran matematika? Apa saja kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang anda ketahui? Mengapa guru perlu mengetahui dan memilih strategi pembelajaran dalam pembelajaran matematika? . Kegiatan ini sangat baik untuk membangun pemahaman peserta pentingnya arti strategi pembelajaran matematika yang dipilih. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti yakni agar guru menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Fasilitator harus mempersiapkan dengan baik. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 23 . penuh percaya diri. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. peserta akan dapat Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. perlu diperhatikan bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu (kompetensi inti 2.1) dan seorang guru dituntut memiliki kompetensi untuk prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu menerapkan berbagai pendekatan.

Ingatkan kembali kepada peserta untuk selalu menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika” Informasi tambahan: ” Strategi dalam pemecahan masalah matematika” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik. Handout 1.1 berisi ”Definisi dan deskripsi strategi pembelajaran utama”. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 1. Sumber dan Bahan 60 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia.2: berisi ”tujuan.Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 24 . alasan.

dan hasil belajar. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta.Ringkasan Sesi Introduction Paparan tema. Hasilnya dikalikan lagi dengan 5 f. Tanggal. peserta menuliskan macam-macam pendekatan. tulis hasilnya. Energizer pada sesi ini adalah ” Menebak Bulan. model Peserta menyele 1. teknik. Hasil terakhir ditambah dengan bulan lahir. d. g. Hasilnya supaya dikalikan dengan 4 dan ditambah lagi dengan 9 e.2 dilanjutkan dengan presentase hasil masing-masing kelompok Reflection Menanyakan kepada peserta mengenai ketercapaian tujuan sesi ini. Perhatikan petunjuk berikut: a. Jelaskan konsep matematikanya. 5 menit Connection Curah pendapat. Energizer USAID: DBE3 Life Skills for Youth 25 . Kalikan angka bulan kelahiran ini dengan 5 c. 20 menit 30 menit Application Peserta bekerja dalam kelompok Untuk mendiskusikan handout 1. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Tanyakan pada teman anda pada bulan keberapa dia dilahirkan. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam jurnalnya. Tambahkan hasilnya dengan 6.1 tentang deskripsi metode. tuliskan dengan angka dari januari angka 1 sampai Desember angka 12. tujuan. Tulislah bulan kelahiran dengan angka pada secarik kertas b. dan Hari Lahi” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. hasil belajar sesi 5 menit Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 1 dan membuat analisa kasus berdasarkan dan mengerjakn pengalaman di kelas pemecahannya -saikan handout definisi dan beberapa strategi pembelajaran Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. serta pertanyaan kunci. begitu pula hari lahir Minggu dianggap 1 dan sabtu = 7.

…………………….. menyampaikan tujuan. Metode Discovery based learning ………………………. Agar lebih focus sebaiknya nama kelompok berdasarkan nama tokoh atau fakar dalam bidang matematika. Berikan kesempatan agar mereka sendiri yang menentukan nama kelompoknya. teknik dan model pembelajaran dalam pembelajaran matematika dengan cara melengkapi daftar berikut. ……………………….. metode. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. (2) Curah pendapat tentang pengertian strategi pembelajaran. No 1 2 3 4 5 … Pendekatan Problem based learning Aktif learning Contextual learning Project based learning Service learning ……………………. Catatan untuk Fasilitator Melalui sesi ini. C (1) Organisasikan peserta menjadi beberapa kelompok dengan jumlah peserta setiap kelompok 4 atau 5 orang. hasil belajar dan pertanyaan kunci.... ……………………. Connection (20 menit ) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 26 .. …………………… ………………………. Teknik bertanya …………………….. ……………………… …………………… …………………… Teknik ……………………. Ekspositori ………………………. dengan menyampaikan kepada peserta tentang pentingnya mengetahui strategi pembelajaran sebagaimana yang termuat dalam permen No. Model Cooperative learning …………………….16 Tahun 2007 yaitu kompetensi inti 2. Berikan motivasi kepada peserta untuk mengemukakan ide-ide kreatif mereka. …………………….Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator Introduction (5 menit ) memaparkan tema.1 dan 2. (3) Berikan waktu 5 menit kepada peserta untuk menuliskan pada kertas flipchart macam-macam pendekatan. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci.2 ..

teknik. vi. (2) Minta mereka mengerjakan handout 1. misalnya beda pendekatan. strategi belajar mengajar yang mana 3. dan teknik) untuk memperbaiki perbedaan strategi belajar mengajar yang peserta miliki. mungkin apa mereka ketahui pada setiap kolom pendekatan. Catatan untuk Fasilitator iii. Hidupkan kelas dengan diskusi antar teman dalam kelompoknya. v. (4) Minta peserta. Peserta diinginkan untuk memilih yang paling tepat untuk mata pelajaran itu. memasangkan pendekatan. Sampaikan kepada peserta bahwa tugas mereka adalah mendaftar sebanyak dan model. Application (30 menit) mereka ajarkan dan mengapa mereka menggunakan strategi belajar mengajar R (1) Tampilkan melalui LCD atau bacakan kembali pertanyaan kunci.2 (3) Presentasikan hasil yang mereka telah peroleh dalam diskusi pleno. Jamin pengetahuan peserta untuk dapat menjelaskan apakah mereka memahami atau istilah atau terminology dalam strategi belajar mengajar. yang akan mereka gunakan di dalam kelas mereka. Lakukan sebuah kegiatan (brainstorming. Katakan kepada peserta untuk memikirkan. dan model tidak saling berhubungan ii. menemukan definisi dan deskripsi strategi pembelajaran matematika yang telah mereka tuliskan diberikan pada kertas flipchart di atas. Yakinkan kepada peserta apa makna dari strategi belajar mengajar dan mengapa ini penting. Minta kepada peserta untuk menyebutkan strategi belajar mengajar yang biasa A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok.Catatan untuk Fasilitator i. Isian pada kolom pendekatan. (5) Berikan waktu 10 menit kepada peserta untuk membuat ringkasan tentang definisi dan strategi kunci pada pendekatan pada handout 1. Reflection (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 27 . dan teknik mereka lakukan. Catatan untuk Fasilitator 1. metode. teknik. Minta peserta mengemukakan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang mereka ketahui. iv. metode. metode.1. metode. 2.

E Di luar sesi. Berdasarkan hal itu. 1991. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Model of Teaching. The Conditioning of Learning Training Gordon. Strategi-Strategi Belajar. Schuster Company. Extension Terdapat beragam atau bermacam-macam metode/strategi belajar mengajar yang dapat dipilih. I Nyoman Sudana. (3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan pesan kunci serta hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing. Pesan Kunci Bacaan Tambahan Degeng. Needham Heights: Asimon & E. Dewi. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Guru yang efektif adalah guru yang dapat mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan metode yang berbeda-beda tersebut. Jakarta: Gagne. T. Depdikbud. & Medsker. 1996. Bandung: Tarsito. Applications. 1989.(2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya. Orlando: Harcourt Brace Company. 1997. Mohamad. minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini. 2000. Bandung: UPI. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 28 . Proyek P2LPTK. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Suherman. Ruseffendi. & Weil Marsha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Tidak ada satupun metode yang benar atau salah. Karen L. Thomas. Bruce. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka alami di kelas yang berhubungan dengan strategi belajar mengajar serta bagaimana seharusnya solusi dari kasus tersebut. Surabaya: UNESA. baik atau buruk. Joyce. Erman. Teacher Effectiveness Training. Robert M. 2003. 1966. terjemahan Aditya Kumara Nur.

Membimbing siswa untuk menemukan strategi-strategi pemecahan masalah . USAID: DBE3 Life Skills for Youth 29 .  Discovery based learning  Problem based learning Strategi yang menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.Orientasi pada masalah .Handout untuk Peserta 1.  Remaja juga memiliki suara untuk menentukan kegiatan pembelajaran melalui pelayanan.  Active learning  Contextual learning  Project based learning Sebuah strategi mengajar  Service learning yang melibatkan remaja ke dalam masyarakat menyediakan namun pada yang apa sama dan yang untuk pelayanan saat  Pembelajaran melalui Pelayanan berkaitan dengan segi akademis.  Remaja berinteraksi dengan komunitas .menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Deskripsi kunci meningkatkan menerapkan telah mereka pelajari.1 Berikan definisi dan deskripsi dari strategi pembelajaran dengan cara melegkapi daftar dibawah ini.  Pelayanan yang diberikan diperlukan masyarakat. Jenis Strategi/Pendekatan  Collaborative/Cooperative learning Definisi Pembelajaran kooperatif adalah merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda.

metode.  mereka kembangSiswa mendapat dalam menyikapi  Siswa mungkin merasa proses memuaskan.2 Pilih minimal satu jenis stategi (pendekatan. selanjutkan tuliskan dalam tabel kelebihan dan kekurangan dari strategi tersebut. mengalami berarti secara  Siswa pandai akan kegelisahan jawabannya yang situasional. Jenis Strategi Pendekatan openDefinisi/Tujuan/ Alasan penggunaan Pembelajaran dengan Kelebihan  Siswa berpartisipasi aktif  menggunakan Siswa dapat Kelemahan  Sulit membuat soal matematika kontekstual dan bermakna  Kadang-kadang siswa kesulitan bagaimana memberikan jawaban yang matematika. pengalaman dari yang dilakukan dari ide-ide sekelasnya. ended pendekatan openended adalah yang dimulai dengan memberikan soal yang memiliki banyak jalaban benar Tujuannya adalah untuk membantu siswa melakukan penyelesaian masalah secara kreatif dan menghargai pengetahuan dan keterampilannya secara  komprehensif Siswa dapat menjawab dengan nya  pertanyaan sesuai kecepatan belajar Siswa termotivasi keragaman berpikir soal selama mengerjakan untuk memberikan bukti-bukti cara menjawab yang kan sendiri.Handout untuk Peserta 1. dan model) pada bagian koneksi. teman-temana proses penemuan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 30 . teknik. membuat belajarnya tidak karena kesulitan ringkasan.

Namun. Namun ketika ia bersikeras untuk berusaha menyelesaikan soal tersebut. siswa harus menjadi tidak asing (familiar) dengan berbagai strategi dan berlatih secara teratur menggunakan strategi-strategi itu. ataupun terdapat dalam menyelesaikan masalah matematika. berlatih untuk menggunakan suatu ketrampilan secara berulang sangat diperlukan untuk mempertahankan kemampuan tersebut. dapat dimulai dari mengenal masalah itu serupa dengan soal yang pernah menyelesaikan masalah. Sebagian besar yang kita lakukan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan pengalaman untuk dapat menyelesaikan soal yang ia hadapi. Karena itu orang harus memiliki kiat atau strategi khusus. Ph. jika itu yang dilakukan. pemecahan masalah (problem solving situation). Oleh karena itu. Demikian juga pemecahan masalah dapat dipandang sebagai suatu kendaraan yang dapat mengantarkan siswa untuk menyadari keindahan matematika.. MA. Dalam penyelesan soal matematika seringkali terjadi bahwa seseorang tidak dengan segera dapat mencari solusi dari masalah itu. Siswa haruslah memandang pemecahan masalah sebagai suatu tujuan yang harus dicapai. dan bukan hanya sekadar suatu alat untuk mencapai tujuan. Tetapi disisi lain. tetapi juga akan berhasil dalam kehidupan mereka di luar kelas. maka ia tidak berada dalam situasi pemecahan masalah. Orang tidak menyelesaikan masalah-masalah yang usang. Jika ia tidak tertarik untuk memecahkan keperluan untuk menyelesaikan suatu masalah kita jumpai juga dalam kehidupan keseharian. Prosedur penggunaan strategi pengalaman matematika USAID: DBE3 Life Skills for Youth 31 . yang sering kali tidak mudah. Pengalaman ini memang beragam. tetapi biasanya orang menyelesaikan masalah-masalah yang baru. Josua Sabandar. ia hanya mencontoh apa yang telah ia lakukan sebelumnya. Dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang tidak asing lagi dalam kita berurusan dengan soal-soal yang sulit sering terlihat sebagai situasi-situasi yang semu yang diciptakan khusus untuk pelajaran matematika sesungguhnya tidak langsung menampilkan gagasan mengenai pemecahan masalah sebagai suatu proses yang harus dipelajari. Dan karena pengalaman kita berbeda-beda. Hal yang sama juga keseharian ataupun dalam masalah metematika amatlah bergantung pada pengalaman kita. Karena itu mereka perlu terlatih. Sesungguhnya. Hal diselesaikan sebelumnya. bahkan dalam proses penyelesaiannya pun ia mengalami kemacetan atau kebuntuan. sekaligus berperan untuk mengikat mereka dengan kebermaknaan dari matematika yang mereka pelajari.Informasi Tambahan STRATEGI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Oleh: Prof. sesungguhnya ia tidak ini yang sering terlihat dalam pembelajaran matematika di kelas.D. maka dengan sendirinya terdapat pula berebagai cara atau strategi dalam memecahkan masalah. sehingga mereka tidak hanya akan berhasil dalam pelajaran matematika di kelas. maka dikatakan bahwa ia sedang menghadapi situasi soal itu. dan bukan hanya sekadar sesuatu yang berperan sebagai fasilitator.

Eliminasi kemungkinan-kemungkinan yang ada 3. Di sisi lain. Membuat sketsa 5. Menyederhanakan masalah 9. Seringkali. jika guru menghendaki agar siswa mampu menyelesaikan masalah. bahwa dalam menyelesaikan suatu soal. serta memiliki styrategi-strategi yang tepat. Namun seringkali keberhasilan tersebut dianggap remeh. Pecahkan kasus per kasus. karena itu mereka harus terlatih. yang akan mengandalkan kekuatan dari strategi-strategi ini dalam upaya mencari solusi dari soal itu. ada soal-soal matematika yang menantang. Seringkali ditemui bahwa setelah orang menggunakan suatu cara sederhana untuk menyelesaikan suatu soal yang rumit. guru maupun siswa harus umumnya selalu digunakan dalam pemecahan masalah matematika. siswa tidak Dengan tetap berlatih secara teratur dalam hanya berhasil menyelesaikan soal menemukan jawab terhadap masalah itu. Tetapi. Bernalar secara logis 10.ini berawal pada saat menggunakan strategi mereka coba menyelesaikan masalah dan akhirnya dapat tersebut. dan tidak terlalu penting. yang pada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 32 . Bekerja mundur 2. Tentu saja. Dengan mempelajari strategi-strategi ini. Menemukan pola 8. seakan-akan prosedur atau trik tersebut hanyalah hal yang biasa saja. sangat diperlukan kesabaran ketika siswa maupun guru memasuki pengembaraan yang baru dalam matematika. Pertimbangkan kasus-kasus ekstrim 4. guru maupun siswa akan memiliki peluang untuk bertumbuh dalam penggunaan strategi-strategi ini. Berikut ini disajikan beberapa strategi. familiar dengan berbagai strategi. Mereka tidak hanya menerapkan strategi ini dalam memecahkan masalah matematika. matematika. dimulai dengan aplikasi yang sederhana dari strategi ini dan berangsur-angsur menuju menyelesaikan soal-soal yang menantang. Menebak secara cerdik 7. 1. tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian. dalam penyelesaian suatu soal. Dalam hal ini. ataupun hanya digunakan satu strategi saja. Membuat daftar yang tereorganisasi 6. maka guru seyogyanya harus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. muncul komentar bahwa: “saya sama sekali tidak mengira pendekatan ini akan memberikan solusi”. hanya terdapat satu cara. umumnya. strategi-strategi ini dapat diterapkan dalam soal-soal yang sederhana. Dalam hal ini guru harus membantu siswa agar tidak memiliki anggapan yang seperti itu. tetapi mereka juga akan berhasil dalam kehidupan keseharian mereka. Sangat jarang. berbagai strategi dapat digunakan sekali gus.Oleh karena itu.

sehingga dapat mengubah dari situasi guru mengajar kepada situasi siswa belajar. Siswa kurang serius memperhatikan pelajaran sehingga guru seringkali menegur supaya memperhatikannya. serta proses pembelajaran yang berpusat kepada guru (teacher centered) yang akan menimbulkan budaya konsumtif antara lain. siswa Indonesia hanya menempati rangking ke-39 dari 42 negara partisipan TIMSS dengan perolehan skor rata-rata 397 dari skor maksimal 1000.2). dan meniru. maka siswa menjawabnya secara beramai-ramai. Bila guru mengajukan pertanyaan. kebiasaan menerima informasi secara pasif. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 33 . dan algoritmis. Kalau pertanyaan guru mudah atau bersifat melengkapi. mendorong siswa mencapai prestasi secara optmal (kompetensi inti 6. guru pada umumnya menggunakan metode ceramah. rutin. Hasil belajar yang dimaksud tidak hanya pada aspek kemampuan mengerti matematika sebagai Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah rangking skor matematika siswa pengetahuan (cognitive) tetapi juga aspek sikap (attitude) terhadap matematika. rata-rata Nilai Ebtanas Murni (NEM) siswa SMU berada di bawah 5. hasil belajar matematika siswa umumnya masih rendah. sekolah lanjutan pada kompetisi berlevel internasional dan nasional. latihan soal secara mekanistik. Strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi tersebut tidak mungkin bisa dicapai hanya dengan hafalan.1) dan untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitas siswa (kompetensi inti 6. seperti mencatat. hal ini terlihat dalam pembelajaran. Selanjutnya untuk aspek sikap siswa terhadap mata pelajaran matematika di sekolah dapat diketahui dari opini siswa di sekolah bahwa mereka tidak suka atau bahkan takut pada pelajaran matematika. Di sisi lain. The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) melaporkan bahwa.4 Begitupula secara nasional.0 dalam skala 0 sampai dengan 10.3).Sesi 2 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar untuk Siswa? Kondisi kegiatan belajar mengajar di kelas khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) nampak kurang hidup. siswa lebih sering tidak menjawab dengan baik bahkan tidak menjawab sama sekali. Agar pengalaman belajar dapat mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi inti 3. Secara internasional. mendengarkan. perlu dikembangkan strategi belajar mengajar matematika yang tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa tetapi juga membantu siswa untuk mencerna dan membentuk pengetahuan mereka sendiri sesuai dengan gaya belajar (learning Pendahuluan style) siswa masing-masing. Diperlukan sebuah strategi belajar mengajar yang membelajarkan siswa. Strategi pembelajaran yang diterapkan guru kurang mendorong siswa untuk aktif dan kreatif.

dan mempersiapkan berbagai strategi pembelajaran yang tepat dengan gaya belajar siswa.dari pengalaman ber-matematis guru kepada pengalaman ber-matematis siswa. seperti menulis gagasan. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru: menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan Tujuan dan Hasil Belajar pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3. peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa. dari alam berfikir guru ke alam berfikir siswa. Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang gaya belajar siswa serta pentingnya sebuah strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan gaya belajar tersebut. memecahkan masalah.1). Guru matematika yang efektif adalah guru mengayomi proses belajar siswa dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered).3). menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6. Karakteristik umum dan gaya belajar seperti apa yang anda jadikan acuan untuk memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan siswa? Jenis-jenis strategi belajar apa sajakah yang cocok dengan gaya belajar siswa? Pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran apa yang dapat diberikan kepada siswa untuk mendukung potensi kreativitas siswa? Pertanyaan Kunci Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 34 . Ciri-ciri pembelajaran seperti ini dapat menumbuhkan budaya produktif. menemukan pola. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka.2). termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6. mengkomunikasikan gagasan baru baik secara individual maupun kelompok. meneliti. Mengorganisasi pembelajaran bukan untuk guru mengajar tetapi untuk siswa-siswa belajar. Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan lebih jauh Permen No. merancang model. Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa.

Minta kepada peserta untuk melihat tujuan umum pembelajaran matematika jenjang SMP dalam kurikulum. Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menemukan atau memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 35 . Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 2. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk berdiskusi dan melakukan brainstorming diantara mereka. Minta kepada peserta menuliskan karakteristik umum/gaya belajar siswa.1 berisi ”tipe pelajar seperti apakah anda?” Handout 2.Mulailah sesi ini dengan mendiskusikan apa yang sebaiknya dipikirkan guru dalam memilih strategi belajar mengajar bagi siswa. dan menuliskan hasil belajar yang dicapai dari tujuan tersebut Minta peserta untuk menentukan pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa berkaitan dengan potensi dan kreativitas siswa. Sumber dan Bahan 90 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia.2: ”Gaya Belajar” Informasi tambahan Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik.

Apakah proses penyederhanaan tersebut benar? Jika tidak berikan penjelasan 4. Minta mereka mencermati kesalahan ”Matematikal Mistake” berikut: Energizer 16 1  64 4 2. tujuan. Minta peserta menjelaskan mengapa siswa melakukan pengerjaan sesederhana itu. 3. peserta mengerjakan handout 2.1 gaya belajar siswa berisi tipe atau pengalaman di pemecahannya dengan presentasi klp Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. 10 menit Connection Informasi berbagai 25 menit 45 menit Application Bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan handout 2. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. Jika ada bagaimana membuatnya lebih umum. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1.3 yang berisi tentang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakateristik umum atau gaya belajar siswa dilanjutkan Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 2 dan membuat diagram gaya belajar berdasarkan kelas karakteristik individual siswa. Energizer pada sesi ini adalah ”Mathematical Mistake” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. serta pertanyaan kunci.Ringkasan Sesi Introduction Penjelasan latar belakang. Berikan kesempatan kepada peserta memberikan refleksi masing-masing dari ” Matematical Mistake” tersebut. Cari bentuk pecahan lain yang pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara tersebut. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 36 . 5. dan hasil belajar.

Setiap tipe pelajar membawa implikasi tersendiri terhadap penyelenggaraan pelatihan agar semua tipe pelajar dapat belajar dengan baik. Auditori. (2) Menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kunci dan tugas utama yang harus terjawab setelah peserta selesai mengikuti sesi ini.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator menyampaikan informasi tentang tujuan dan hasil yang diharapkan dapat dicapai dari sesi ini. Konsekuensi tersebut antara lain penggunaan metode fasilitasi dan media yang bervariasi. Catatan untuk Fasilitator Tekankan kepada peserta agar strategi belajar mengajar yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa. dan Kinestetik). Introduction (5 menit ) C Connection (25 menit ) (1) Berikan handout 2. (2) Minta kepada peserta menyelesaikan quiz tersebut secara individual. (4) Diskusikan dengan peserta apa yang mereka peroleh atau yang ditunjukan dari quiz tersebut. 2. Catatan untuk Fasilitator 1. Peserta diharapkan memikirkan hal ini untuk memilih strategi relajar mengajar bagi siswa mereka. Yakinkan peserta bahwa walaupun siswa mempunyai gaya belajar berbeda tapi terdapat beberapa dasar kesamaan antara siswa tentang gaya belajar yang mereka lebih sukai atau sering gunakan: Sebagian besar siswa lebih suka memulai dari konkret ke abstrak Sebagian besar siswa lebih suka belajar dengan kegiatan secara aktual Pada umumnya remaja seusia SMP mempunyai kelemahan untuk belajar dengan mendengar.1 yang berisi quiz tentang tipe atau gaya belajar siswa. (3) Minta kepada peserta untuk melihat deskripsi tipe belajar setelah mereka menyelesaikan quiz.. Peserta harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki tipe belajar yang berbeda-beda(Visual. (5) Berikan penjelasan kepada kelompok untuk menyimpulkan karakteristik atau tipe/ gaya belajar yang dimiliki siswa. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 37 . 3.

2.3. Guru harus memahami perbedaan kebutuhan individual siswa. Gunakan quis pada awal kegiatan untuk mengingatkan kembali peserta beberapa perbedaan gaya belajar dimana untuk orang yang berbeda juga memilih gaya yang berbeda. Extension Siswa di dalam kelas adalah beragam.A 1. Tulis portofolio: Apa artinya untuk ketika merencanakan pembelajaran? e. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka lakukan di kelas terutama apa yang mereka pikirkan atau lakukan pada saat mengembangkan strategi untuk siswa mereka. Application (45 menit) R (1) Bacakan kembali pertanyaan kunci atau tampilkan melalui LCD. Pembelajaran yang menggunakan sebuah Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 38 . c. Reflection (10 menit) E Di luar sesi. b. gaya dan kecepatan belajar masing-masing siswa. Katakan pada kelompok untuk memahami deskripsi dari setiap tipe/gaya belajar pada handout 2. Mintalah kepada peserta untuk bekerja dalam kelompok. d. Katakan kepada peserta untuk menggunakan quis tersebut di beberapa kelas yang mereka ajar ketika mereka kembali ke sekolah. 4. Minta kelompok menentukan jenis strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan deskripsi tipe belajar pada handout 2. Presentasikan hasil dan kesimpulan yang mereka peroleh dalam diskusi pleno kelompok.3. Ruangan kelas guru yang paling efektif adalah yang dapat memilih dan mengadaptasi strategi dan metode pengajaran untuk siswa mereka. Minta kelompok mengerjakan handout 2.3 3. (2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya. Berdasarkan hal itu. minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini. Catatan untuk Fasilitator a. Lihat secara rinci pada beberapa gaya belajar dan apakah maknaanya (misalnya pembelajar visual membutuhkan diagram dll). (3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing.

pendekatan tunggal seperti auditory (guru menceritakan kepada siswa). Mohamad. Model of Teaching. 2000. I Nyoman Sudana. Para guru efektif bisa menvariasikan metode mengajar dan belajar di dalam pelajaran untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa mereka Bobby DePorter & Mike Hernacki. Thomas. terjemahan Aditya Kumara Dewi. Kaifa: Bandung. Nur. E. Karen L. 2004 Degeng. 1996. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Joyce. Gordon. Surabaya: UNESA. Dave Meier. Strategi-Strategi Belajar. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. & Weil Marsha. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. 1989. Proyek P2LPTK. Bobby DePorter. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. The Conditioning of Learning Training Applications. Ruseffendi. 1991. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Jakarta: Depdikbud. Teacher Effectiveness Training. 2003. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Robert M. 2001. Bruce. Kaifa: Bandung. Bandung: UPI. T. Erman. 2000. Kaifa: Bandung. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 39 . Orlando: Harcourt Brace Company. Gagne. 1966. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. membelenggu para siswa yang menyukai pelajaran dengan cara yang lain (misalnya secara visual). Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. 1997. & Medsker. Suherman. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. Bandung: Tarsito.

Bergoyang mengikuti irama musik 3. Berkhayal B. Menanyakan kepada teman dan para ahli C. Ketika anda berusaha memecahkan sebuah soal anda akan: A. Menuliskannya 2. Sebuah buku dimana anda menjawab pertanyaan dan memecahkan soal 5. Mendengarkan seseorang menjelaskannya C. Mengulang fakta-fakta dengan cara berbisik pada diri sendiri C. Anda lebih menyukai: A. Membaca catatan B. Bekerja dengan komputer dan mempelajarinya sendiri USAID: DBE3 Life Skills for Youth 40 . Menonton film tentang komputer itu B. Sebuah buku misteri C. Ketika anda belajar untuk menyiapkan sebuah tes. anda lebih memilih: A. anda akan memilih: A.Handout untuk Peserta 2. Untuk mempelajari bagaimana kerja komputer. Sebuah buku dengan banyak gambar di dalamnya B.1 Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Baca pertanyaan dan pilihlah jawaban yang pertama kali masuk dalam pikiran anda! Jangan menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan satu pertanyaan saja! 1. Membuat sebuah model permasalahan dan memecahkannya dalam pikiran anda 4. Ketika anda membaca untuk hiburan. Ikut bersenandung C. Membuat sebuah daftar dan mengatur langkah-langkah B. Apa yang Anda lakukan ketika mendengarkan musik? A.

Apa yang anda lakukan ketika anda merasakan bahagia? A. apa yang pertama anda lakukan? A. Wajah-wajah orang. Ketika anda membaca atau melihat kata “SISWA”. Melihat sekeliling dan mencari peta yang menunjukkan lokasi berbagai barang atau koleksi. Kelas olah raga 9. Kelas mana yang anda pilih? A. bukan wajah mereka C. Tersenyum B. Kelas musik C. B. Menceritakannya dengan nyaring C.6. B. biasanya yang anda ingat di hari berikutnya adalah: A. anda akan lebih suka untuk: A. Memerankannya (akting/drama) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 41 . Restoran dengan pencahayaan terlalu terang B. Merasakan perasaan berada di dalam kelas bersama siswa anda 12. Memikirkan tentang gambar dari siswa tertentu. Nama-nama orang. Ketika anda bercerita. Mengucapkan kata “siswa” secara pelan-pelan pada diri sendiri C. Berteriak C. Restoran seperti apa yang tidak ingin anda kunjungi? A. Restoran dengan musik yang terlalu keras C. tetapi bukan nama mereka B. Jika anda berada dalam sebuah pertemuan. Kelas seni B. Hal-hal yang anda katakan dan lakukan dalam pertemuan tersebut 11. apa yang akan anda lakukan pertama kali? A. Restoran dengan tempat duduk yang tidak nyaman 8. Pergi ke pameran atau pajangan pertama yang kelihatan menarik 7. Berbicara kepada pemandu museum dan menanyakan tentang barang atau koleksi yang dipamerkan C. Meloncat 10. Anda baru memasuki museum. Menuliskannya B.

Menghentakkan kaki dan membanting pintu 15 Ketika belajar mengeja kata-kata baru. apa yang paling mengganggu usaha anda tersebut? A.13. Ketika anda mencoba untuk berkonsentrasi. Apa yang biasanya anda lakukan ketika anda marah? A. cara mana yang cenderung anda lakukan? A. Gangguan visual B. Menuliskan untuk melihat apakah terasa benar Hitung jawaban Anda. Menuliskannya dan melihat apakah terlihat benar B. atau C? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 42 . Cemberut B. Suara-suara/bunyi C. B. Berteriak C. sepatu yang sempit 14. Hal lain seperti lapar. Apakah jawaban Anda kebanyakan A. Menyuarakannya C.

atau menyelesaikan tugas konseptual. Lebih menyukai rangsangan (stimuli) yang terisolasi dari gangguan auditori dan kinestetik. Kemungkinan Anda tidak pernah menyerasikan pakaian dan warna. Anda belajar dengan pendengaran dan mendengarkan. Karakteristik pelajar gaya visual adalah:           Membuat banyak catatan yang terperinci. maka anda memiliki gaya belajar auditori. diagram. Mencari sesuatu untuk ditonton jika merasa bosan. Senang melihat apa yang mereka pelajari. Tipe C Jika skor anda kebanyakan adalah C anda memiliki gaya belajar kinestetik. tapi mengalami kesulitan untuk mengingat apa yang telah dikatakan atau dlihat. Diuntungkan oleh ilustrasi dan presentasi yang menggunakan warna-warni. Sering menutup mata untuk memvisualisasikan atau untuk mengingat sesuatu. Mendapatkan pengetahuan dengan membaca nyaring. Tertarik pada bahasa tulis atau lisan yang kaya akan gambar.Handout untuk Peserta 2. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 43 . Karakteristik pelajar tipe auditori dalah:      Duduk di tempat dimana dapat mendengar tapi tidak perlu memperhatikan apa yang terjadi di depan. maka anda memiliki gaya belajar visual. Biasanya rapi dan bersih. Ingat apa yang telah dilakukan. tetapi Anda dapat menjelaskan mengapa Anda memakai pakaian seperti itu? Bersenandung atau berbicara kepada diri sendiri atau kepada orang lain jika merasa bosan. Menganggap lingkungan pasif adalah yang paling ideal. Tipe B Jika skor anda sebagian besar adalah B. Karakteristik pelajar dengan tipe kinestetik adalah sebagai berikut:    Harus aktif dan sering istirahat.2 Jawaban: Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Tipe A Jika skor anda sebagian besar adalah A. Cenderung duduk di depan. Anda belajar dengan meraba dan melakukan. Berbicara dengan tangan anda dan dengan bahasa tubuh. mereka mengalami kesulitan dalam membaca peta. seperti matematika). Mereka mengingat pelajaran dengan cara melakukan verbalisasi kepada diri sendiri (jika tidak melakukannya. Anda belajar dengan penglihatan dan melihat.

dan seni membantu mereka dalam memahami dan belajar sesuatu. Berkomunikasi dengan cara menyentuh dan lebih menghargai motivasi yang diekspresikan secara fisik. Tidak betah di kelas yang kurang dalam memberikan pengalaman praktek. bangunan. Duduk dekat pintu atau tempat lain dimana mereka dapat mudah bangun dan bergerak ke sana ke mari. Kegiatan yang berhubungan dengan memasak. teknik. Menyenangi kunjungan lapangan dan tugas-tugas yang berhubungan dengan rekayasa bahan. seperti tepukan di bahu.       Mencari alasan untuk dapat bermain-main dengan sesuatu atau pergi ketika merasa bosan. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 44 . Mengandalkan pada apa yang dapat mereka alami atau lakukan secara langsung.

3. 8. 3. 1. 5. 8. 5. 10. Tipe C (Gaya belajar kinestetik) 2. 4. 9. 1. 10. 8. 5. 6. 3. 2. 3. 4. 5. 10. 10. 1. 7. 10. Bereksperimen atau mencoba-coba bilangan dengan berbagai cara Alasan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 45 . 6. Metode Ekspositori 2. 9. 4. 9. teknik. Menemukan pola bilangan Pengalaman belajar/Keterampilan matematika yang dapat dikembangkan 1. 2. 8. 7. 3. 5. 7. 10.3 Diskusikan tugas-tugas berikut ini di dalam kelompok masing-masing. 8.Handout untuk Peserta 2. 3. 2. 5. 8. 5. 7. Tipe B (Gaya belajar auditori) 1. 6. 5. 8. Metode Penemuan 1. 9. 4. 1. 10. 4. 3. 9. 9. 4. 3. 9. 6. 7. 6. 2. 4. 6. 2. model) Pembelajaran yang sesuai Tipe A (Gaya belajar visual) 1. 5. 9. 6. 3. 10. 10. 4. metode. 2. 4. 6. 2. 8. 7. 7. Tipe Pembelajar Strategi (pendekatan. 7. 1. 9. 8. 6. 7.

Informasi Tambahan 2.1 (after the quiz)

Type of Learning
  

Visual Learners Auditory Learners Kinesthetic Learners

- see - hear - involve

Dengan ketiganya :  22 dari 30 siswa siswa dapat belajar dengan efektif  8 orang lebih menyenangi salah satu

Sumber: Nana Jumhana dan Moh. Nur Arifin. Bahan Presentase Active

Learning

Kegiatan dan Informasi yang Diperoleh

Sumber: (Sheal, Peter (1989) How to Develop and Present Staff Training Courses. London: Kogan Page Ltd.)

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

46

Somatic, Auditori, Visual, Intelektual
Learning by moving doing Learning by listening speaking Learning by observing & describing Learning by problem solving & imagining

SAVI

Activating Body & All Sensory Modals

Sumber: Dave Meier (2002). The Accelerated Learning: Hand Book. Bandung: Kaifa

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

47

Sesi 3 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka?

Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terutama pada jenjang SMP, menuntut usaha-usaha guru untuk secara kreatif mengembangkan kurikulum mata pelajaran yang diampunya. Esensi dari KTSP adalah otonomi yang lebih besar diberikan kepada sekolah dan guru untuk menyusun kurikulum secara mandiri. Dalam konteks KTSP ini tidak dikenal lagi adanya Kurikulum Nasional (Kurnas), yang menjadi acuan nasional adalah Standar Isi (SI) terutama Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Dengan demikian adalah tugas guru untuk menyusun indikator, menyiapkan materi pelajaran, menyiapkan strategi dan pengalaman belajar, sistem evaluasi dan menetapkan sumber-sumber belajar yang relevan dan SK dan KD. Bagian ini akan membahas strategi belajar mengajar yang berkenaan dengan tujuan kurikuler atau tujuan dari mata pelajaran. Untuk mencapai tujuan ini guru memikirkan topik-topik atau materi pembelajaran tertentu yang akan disampaikan di kelas. Bagaimana konsep-konsep yang ada dalam SK/KD atau kurikulum dapat disampaikan dengan berbagai pendekatan, metode dan teknik untuk mencapai target kompetensi tertentu merupakan hal yang harus dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar berkenaaan dengan mata pelajaran yang di ampu. Secara umum strategi belajar mengajar untuk mata pelajaran mencakup urutan kegiatan pembelajaran, metode atau pendekatan, media, dan waktu yang digunakan pengajar dan siswa dalam setiap langkah kegiatan pembelajaran. Misalnya, bila guru akan melaksanakan pembelajaran dengan prinsip aktif learning, materi yang sesuai dengan SK/KD harus diatur sedemikian rupa sehingga prinsip itu terlaksana, misalnya siapa pembawa materi apakah guru atau siswa, siapa yang mengajarkannya digunakan dalam menyajikan materi apakah induktif, atau induktif dilanjutkan kelompok besar, kelompok-kelompok kecil koperatif atau perorangan. Inti dari sesi ini adalah untuk membekali peserta dengan kemampuan menyiapkan apakah kelompok (team teaching) atau perorangan, bagaimana pendekatan yang deduktif, atau deduktif saja, serta bagaimana siswa dikelompokkan apakah

Pendahuluan

experiences) yang sesuai untuk menjcapai tujuan pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu oleh guru matematika.

strategi belajar mengajar tertutama pada penyiapan pengalaman belajar (learning

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

48

Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil atau dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar pada mata pelajaran matematika. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikan berbagai bentuk strategi pembelajaran yang efektif untuk beberapa komptensi pelajaran matematika Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 49 .Sesi ini menekankan pemahaman kepada peserta tentang strategi belajar mengajar matematika yang behubungan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai dalam mata pelajaran matematika. Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menjabarkan kompetensi ke dalam pengalaman belajar yang sesuai. Apa saja kompetensi yang harus dicapai dalam mata pelajaran matematika? Apa saja strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran matematika? Pengalaman belajar yang bagaimana yang dapat dilaksanakan untuk mencapai kompetensi pada pelajaran matematika? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan mengidentifikasi kompetensi-kompetensi dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi tersebut.3 yaitu menentukan Pada akhir sesi ini. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3. Berikan kepada kelompok untuk berdiskusi dan brainstorming diantara mereka. Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika. peserta diharapkan dapat: Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.3. 16 tahun 2007 yakni untuk mengembangkan kompetensi pedagogik inti guru ke-3. Tujuan utama sesi ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada peserta sesuai Permen No.

1 berisi daftar kompetensi dan yang salah.2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar menganalisis perbedaan kompetensi untuk jenjang dan semester SMP/MTs. kunci.Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout untuk peserta 3.1 & 3. dan bagaimana seharusnya 55 menit Application Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi kesempatan berbagai Reflection Memeriksa ketercapaian hasil belajar dan mencatat hasil belajar yang diperoleh dijurnalnya masing-masing 5 menit Extension membaca informasi Di luar sesi. dan 5 menit 25 menit Connection Melalui kegiatan pada handout 3. strategi/metode peserta memberi alasan mengapa daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar dari hand out salah. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. peserta diminta pertanyaan pentingnya materi dan hasil-hasil yang akan dicapai pembelajaran meminta peserta tambahan 3. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator memberi informasi . USAID: DBE3 Life Skills for Youth 50 .1: ” tabel mencocokkan kompetensi dan strategi pembelajaran”. memilih stategi pembelajaran dan gaya belajar yang sesuai utk komptensi tsb pada diri siswa megembangkan mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Minta kepada setiap peserta untuk membuat koinnya berada di luar cangkir hanya dengan memindahkan dua batang korek api untuk membentuk cangkir yang kongruen pada posisi yang berbeda. 3. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta. Minta kepada peserta untuk duduk dan membuat jarak dengan peserta lain. Energizer pada sesi ini adalah ”mengeluarkan uang dari dalam cangkir” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. Minta kepada setiap peserta untuk membuat model seperti gambar dengan menggunakan batang korek api dan uang logam sehingga menggambarkan ”uang logam dalam cangkir” 5. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Tampilkan melalui LCD atau pada kertas flipchart gambar berikut: Energizer 4. Introduction (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 51 . Bagikan kepada setiap peserta 3 buah batang korek api dan sebuah uang logam Rp50.Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. 6. Peserta yang lebih dahulu menemukan solusinya menjadi pemenang dan berhak memperoleh hadiah yang disediakan Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. 2. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1.

(2) Setiap kelompok memilih sebuah kompetensi dari tingkatan dan semesternya. Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No. Connection (25 menit ) A Application (55 menit) (1) Bagi peserta ke dalam kelompok. Catatan untuk Fasilitator Berikan sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang secara jelas salah (misalnya siswa akan mengembangkan keterampilan menyelesaikan soal cerita tetapi strategi pembelajarannya adalah dengan metode ceramah). (2) Jelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi pelajaran matematika.1 berisi sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang akan dikomentari atau diperbaiki. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3.3 1 C (1) Bagikan kepada setiap kelompok copy dari handout 3. Perbaiki strategi atau metode yang salah atau keliru sehingga menjadi sebuah daftar yang baik (4) Katakan kepada peserta agar mengingat kembali metode atau teknik yang mereka biasa gunakan untuk mencapai SK/KD pada pelajaran yang mereka ampu. Peserta akan mengatakan apakah salah dan mengapa. Alasan-alasan atau argument bagaimana seharusnya.Catatan untuk Fasilitator Menetapkan strategi belajar mengajar untuk mencapai komptensi tertentu membutuhkan keterampilan khusus dari seorang guru karena baik atau buruk. (3) Minta komentar setiap peserta mendiskusikan daftar tersebut dengan berdasar kepada:    Kesalahan dari strategi atau metode yang dipiih untuk mencapai kompetensi. tercapai atau gagal sebuah kompetensi sangat ditentukan oleh strategi atau metode yang telah disusun. satu kelompok untuk setiap tingkatan kelas dan semester SMP/MTs. Bekerjalah melalui sebuah proses dengan peserta sehingga dapat memikirkan pemadanan antara kompetensi dan metode atau strategi pembelajaran. (3) Katakan pada peserta untuk melihat kompetensi berbeda yang mereka harus kembangkan pada diri siswa sesuai tingkatan kelas dan materi pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 52 .

Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 53 .(4) Katakan kepada mereka untuk memilih beberapa pengajaran dan gaya belajar yang tepat dari sesi 1 untuk beberapa kompetensi tersebut. Beri kesempatan peserta untuk mengeksplorasi strategi untuk berbagai kompetensi di tingkatan kelas dan semester.1 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan Extension Disamping guru memikirkan siapa siswa yang diberi pengajaran. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci (2) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 3 pada jurnalnya masing-masing. oleh sebab itu peserta diminta membaca pembelajaran. Katakan kepada mereka untuk memadankan beberapa gaya belajar mengajar dari sesi 1 dengan beberapa kompetensi. Strategi atau metode belajar mengajar seharusnya mendukung kompetensi yang telah ditargetkan akan dicapai. informasi tambahan 3. guru juga harus memikirkan apa yang direncanakan untuk diajarkan ketika memilih strategi belajar mengajar. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Minta kepada peserta untuk mengerjakan atau menuliskan pemadanan ini pada Kertas flipchart Lakukan umpan balik dari hasil pekerjaan mereka R Reflection (5 menit) (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. (5) Umpan balik (Feedback) Catatan untuk Fasilitator Katakan kepada partisipan untuk melihat pada perbedaan kompetensi yang dibutuhkan untuk dikembangkan pada siswa diberbagi tingkatan kelas dan pelajaran.

Bruce. 2004 Gordon. 1997. Bandung: Tarsito. Bobby DePorter. BSNP. Suherman. T. 1966. 22 Tahun 2006 Tentang Standar isi BSNP. Dave Meier. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusa Ruseffendi. terjemahan Aditya Kumara Dewi. Erman. Thomas. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. Kaifa: Bandung. Teacher Effectiveness Training. 2003.Bobby DePorter & Mike Hernacki. Model of Teaching. 2001. Kaifa: Bandung. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Bandung: UPI. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. & Weil Marsha. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa: Bandung. Joyce. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 54 . E. 2000. Permen No. Permen No. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. 1991.

Handout untuk Peserta 3. prisma dan Metode drill Menyajikan data dalam batang. balok. dan lingkaran bentuk tabel dan diagram Metode inkuiri Menentukan ruang sampel suatu percobaan Menentukan pola barisan bilangan sederhana Metode tanya jawab Pendekatan spiral USAID: DBE3 Life Skills for Youth 55 .1 Kompetensi Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan pemecahan masalah bulat dan pecahan dalam Menyajikan himpunan Strategi/Pendekatan/ Metode Metode ceramah Benar atau Salah Mengapa? Strategi apa yang tepat? dengan diagram Venn Memahami sifat-sifat Metode penemuan Pendekatan deduktif sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain Membuat sketsa grafik pada sistem koordinat Cartesius fungsi aljabar sederhana Metode ekspositori Memecahkan masalah berkaitan dengan pada bangun datar yang Teorema Pythagoras Melukis lingkaran dalam segitiga dan lingkaran luar suatu Metode demonstrasi Pendekatan pemecahan masalah Membuat jaring-jaring limas kubus. garis.

Informasi Tambahan 3. Memahami bentuk aljabar.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2.3 Menyelesaikan persamaan linear satu variabel 2. Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel USAID: DBE3 Life Skills for Youth 56 .1 Mengenali bentuk aljabar dan unsurunsurnya 2.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat 1.1 Standar Matematika Sekolah Iwan Pranoto © 2006 Standar Kompetesi dan Kompetensi Dasar Jenjang SMP/MTs Kelas VII.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah dan pecahan Aljabar 2. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 1. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.

1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5.2 Memahami konsep himpunan bagian 4.1 5. gabungan.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku 3.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1. Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar Komptensi Dasar 1.2 serta besar dan jenis sudut Menentukan hubungan antara dua garis. serta penyajiannya 4. persamaan dan grafik garis lurus Geometri dan Pengukuran pemecahan masalah 3. dan komplemen pada himpunan.1 Memahami pengertian dan notasi 4. terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan 5. Memahami bentuk aljabar. dan persamaan garis lurus 1.3 Memahami relasi dan fungsi 1.4 dengan garis lain Melukis sudut Membagi sudut Kelas VIII. fungsi.6 Menentukan gradien. relasi. himpunan Venn kurang (difference).Kelas VII. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4. Memahami hubungan garis dengan garis. serta menentukan ukurannya 5. Memahami sifat-sifat sudut yang garis dengan sudut.4 Menentukan nilai fungsi 1.3 5.2 Memecahkan masalah pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras USAID: DBE3 Life Skills for Youth 57 .3 Melakukan operasi irisan.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius 1. sudut dengan sudut. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam 3.

dan modus data tunggal serta penafsirannya diagram batang.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4. Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3. balok.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus.4 Menghitung panjang garis singgung 4. median.3 Menggunakan hubungan sudut pusat. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya persekutuan dua lingkaran 5. bagian lingkaran serta ukurannya Komptensi Dasar 4. balok. serta menentukan ukurannya 5. luas juring dalam pemecahan masalah lingkaran 4.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4.2 Membuat jaring-jaring kubus.Kelas VIII. dan bagian-bagiannya. prisma dan limas Kelas IX. Menentukan unsur.2 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana percobaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 58 . balok. balok. Memahami sifat-sifat kubus. dan lingkaran 3. Memahami peluang kejadian sederhana 4. garis.2 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan 4.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus. Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 4. prisma. panjang busur.1 Menentukan ruang sampel suatu 4. 5.1 Menentukan rata-rata. limas.

Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat pemecahan masalah sederhana dan bentuk akar serta penggunaannya dalam berkaitan dengan bilangan berpangkat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 59 .2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6.1 Menentukan pola barisan bilangan 6. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 6.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika dan deret geometri dengan barisan dan deret 6.3 Memecahkan masalah sederhana yang dan bentuk akar 6.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dan barisan geometri sederhana dan bentuk akar berpangkat dan bentuk akar 5.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat 5.Kelas IX. Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan Komptensi Dasar 5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5.

sudut (melukis sudut dan membagi sudut). serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 5. prisma. Memahami bangun-bangun geometri. ukuran dan pengukurannya. gambar. operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif. Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya. kesebangunan dan kongruensi. lingkaran (garis singgung sekutu. persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya. serta memanfaatkan dalam pemecahan masalah 6. serta masalah 4. himpunan dan operasinya.Informasi Tambahan 3. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. fungsi dan grafiknya. kubus. kerucut. segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat. dan kreatif. distributif). Memahami konsep bilangan real. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 3. limas dan jaring-jaringnya. kritis. rentangan data. serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 2. relasi. lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya). modus dan median. bola. Memiliki kemampuan berpikir logis. grafik). analitis. tabung. diagram. pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel. balok. sistem persamaan linear dan penyelesaiannya. barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifatsifatnya). serta mempunyai kemampuan bekerja sama menggunakannya dalam pemecahan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 60 . unsur-unsur dan sifat-sifatnya. asosiatif. Memahami konsep data. sistematis.2 Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs 1. meliputi: hubungan antar garis. rerata hitung. Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian. teorema Pythagoras.

Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Agar belajar menjadi aktif. dan menerapkan apa yang mereka telah pelajari. diskusikan. siswa perlu mendengarnya. saya kuasai. dan pertanyakan. menunjukkan contohnya. Yang saya dengar. mengajukan pertanyaan tentangnya.yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri. Belajar aktif tidak hanya diperlukan untuk menambah kegairahan. saya mulai pahami. namun juga untuk menghargai perbedaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 61 . Mereka harus menggunakan otak melalui: mengkaji gagasan. yaitu dengar. menyenangkan. Silberman mengemukakan “Paham Belajar Aktif”. Belajar aktif harus gesit. saya lupa. saya sedikit ingat. pertanyakan. dan ajarkan adalah hal-hal pokok yang paling mendasar dan sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif. yang dikutip sebagai modifikasi dari kata-kata bijak Konfusius. dan membahasnya dengan teman (secara koperatif) dan guru. Melvin L.Sesi 4 Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. bersemangat dan penuh gairah. Yang saya ajarkan kepada orang lain. atau mencari cara untuk mengerjakan tugas. atau diskusikan dengan orang lain. bahas. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. lihat. siswa akan mengupayakan sesuatu. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about dan thinking aloud). Bukan cuma itu. Kata-kata bijak di atas. dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan. saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan. lihat. lihat. Dari yang saya dengar. Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. melihatnya. mencoba mempraktikkan keterampilan. dan terapkan. membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah. siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Yang saya dengar dan lihat. Siswa bahkan sering meninggalkan Pendahuluan tempat duduk mereka. yaitu : Yang saya dengar. Dia menginginkan jawaban atas sebuah pertanyaan. Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik. siswa perlu “mengerjakan”. terapkan. memecahkan masalah.

1. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6. Ingatkan kembali kepada peserta menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing.3. Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No. Bagaimana ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi partisipasi aktif siswa di kelas? Cara-cara atau tugas apa sajakah yang dikembangkan guru untuk menstimulasi partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran? Model pembelajaran apa saja yang dapat diterapkan untuk melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan meminta peserta mengamati perbedaan pembelajaran aktif dengan pembelajaran secara tradisional melalui analisa gambar. Oleh karena itu kemampuan merangsang kompetensi inti yang harus dikuasai guru. Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini.individual dan beragamnya kecerdasan.2. dan kompetensi 6. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No.2). (menstimulate) partisipasi aktif siswa di dalam proses pembelajaran adalah Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini sehingga pada akhir sesi.1). 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3. Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. kompetensi inti 6. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar.3). 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi pedagogik inti guru: menentukan Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 62 . peserta dapat: Mengidentifikasi ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif. termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6. dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik.

1: berisi informasi ”menggagas pembelajaran aktif” Informasi tambahan 4. Minta kelompok untuk mendiskusikan cara-cara atau teknik-teknik menstimualsi siswa agar siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada.Beri kesempatan kepada setiap peserta mengidentifikasi ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi siswa berpartisipasi secara aktif.1 berisi ”perbandingan aktivitas pembelajaran dengan strategi/metode tradisional dan aktif learning di dalam kelas”. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 63 . Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Handout 4. Informasi tambahan 4. Bimbing peserta untuk menerapkan pembelajaran partisipatif dan interaksi aktif siswa melalui bermain peran (role play).2: Power Point ”tentang cara-cara atau teknik dalam pembelajaran aktif” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik.

1. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam masing hasil belajar sesi jurnalnya masing- tambahan 4. mengerjakan berikan handout 4. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Perhatikan gambar di bawah ini: B Energizer A g Dalam suatu kegiatan kemah bakti sosial. Energizer pada sesi ini adalah ” Emergency” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit.1 dan 4. berisi perbandingan tradisional aktif. Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. tujuan dan hasil serta pembelajaran. pertanyaanpertanyaan peserta kunci kepada Connection .50 menit Kelompok.. pembelajaran pembelajaran dan .10 menit Extension Peserta mempelajari bahan bacaan dan semua informasi Menanyakan mengenai kepada peserta ketercapaian tujuan sesi ini.Ringkasan Sesi Introduction -5 menit Fasilitator memaparkan tema. Application mempraktekkan suatu proses dengan pembelajaran menggunakan salah satu teknik pada informasi tambahan 4. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. yang ” interaktif.2 pada sesi 4 Mendeskripsikan inspirasional. sekelompok anak pramuka sedang melakukan karya bakti di Kantor Lurah (A).25 menit Peserta membentuk kelompok. Setelah semua anggota pramuka berada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 64 .2 Reflection . menyenangkan.

di Kantor Lurah untuk melakukan karya bakti tersebut tiba-tiba terjadi kebakaran pada kemah-kemah mereka di lokasi B. serta minta mereka mengidentifikasi ciri-ciri dari makna-makna tersebut dari gambar yang diberikan. (6) Beri kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan metode-metode yang mendorong partisipasi dan interaksi siswa. (3) Mintalah para peserta untuk melihat materi kompetensi pedagogik inti guru yang mengacu pada kompetensi inti 3.1 yang berisi gambar atau foto pembelajaran secara tradisional dan pembelajaran aktif. tujuan dan hasil pembelajaran.1. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Minta peserta menentukan satu titik (tempat) pada sungai untuk mengambil air buat memadamkan api yang berkobar pada lokasi perkemahan mereka. 6.3. serta pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta.2. minta peserta menyimpulkan apa makna partisipasi. 1 inspirasional. Jelaskanlah bahwa sesi ini akan membantu mereka untuk mengembangkan berbagai kompetensi tersebut.   Peserta diharapkan mempelajari strategi pembelajaran yang dapat mendorong partsipasi siswa di dalam pembelajaran.1 tersebut. interaktif. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara USAID: DBE3 Life Skills for Youth 65 . Catatan untuk Fasilitator  Guru aktif. Introduction (5 menit) C Connection (30 menit ) peserta menjadi beberapa kelompok. (5) Motivasi peserta agar memahami makna: partisipasi. dan inspirasional. (4) Minta peserta menemukan ciri-ciri masing-masing pembelajaran tersebut. dan 6. (7) Pada akhir dari bagian connection ini. dan inspirasional dalam pembelajaran. Anggota kelompok (1) Organisasikan diusahakan seheterogen mungkin. Tidak begitu jauh dari Masjid tempat karya bakti. Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Fasilitator memaparkan tema. (2) Minta kelompok mempelajari handout 4. Proses pembelajaran lebih diarahkan kepada jiwa atau ciri-ciri metode harus memahami sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif. terdapat sungai (lihat garis g). menyenangkan. (3) Minta peserta untuk membandingkan dan menganalisa kedua gambar di dalam handout 4. interaktif.

Peserta didik bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri 2. Interaksi efektif. menyenangkan. Semakin baik seorang guru dalam menstimulasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran akan semakin partisipatif siswa dalam pembelajaran. KETERAMPILAN DAN SIKAP SECARA AKTIF Kegiatan belajar dalam satu kelas-penuh Mensimulasi diskusi kelas Pengajuan pertanyaan Belajar bersama Pengajaran sesama siswa USAID: DBE3 Life Skills for Youth 66 . Catatan untuk Fasilitator     Seorang guru matematika yang baik harus mampu memahami cara menstimulasi siswa agar mereka dapat terlibat dalam pembelajaran. (2) Minta peserta mempraktekkan sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif. (4) Strategi role play diserahkan kepada masing-masing kelompok. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembelajaran aktif dapat digunakan membangun partisipasi aktif. A Application (50 menit ) (1) Peserta bekerja di dalam kelompok masing-masing. (3) Katakan kepada peserta melakukan teknik tersebut di dalam proses pembelajaran.   Fokus pemamahan strategi pembelajaran aktif adalah pada ketepatan strategi tersebut dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pelajaran di kelas. inspirasional. Peserta didik menentukan sumber pembelajaran dan cara mencarinya 3. yakni: 1. Peserta didik mampu memecahkan masalah 4.pembelajaran aktif. Bagaimana guru dapat mengorganisasi dan mengelola kelas dengan berbagai cara antara lain dengan kerja kelompok kecil di dalam pelajaran. menyenangkan dan menantang akan membangun partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik mampu mengevaluasi hasil belajar  Beberapa strategi: BAGAIMANA MENJADIKAN SISWA AKTIF SEJAK AWAL Strategi pembentukan tim Strategi penilaian sederhana 1 Strategi pelibatan belajar langsung BAGAMANA MEMBANTU SISWA MENDAPAKAN PENGEAHUAN.2. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dengan cara memilih salah satu teknik pada informasi tambahan 4.

Tanyakan apa lagi selain itu yang mereka pelajari. Extension Pesan Kunci Seluruh strategi atau metode pembelajaran yang guru gunakan seharusnya merangsang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mereka. Kaifa: Bandung. Dave Meier.Belajar secara mandiri Belajar yang efektif Pengembangan keterampilan BAGAIMANA MENJADIKAN BELAJAR TIDAK TERLUPAKAN Strategi peninjauan kembali Penilaian sendiri Perencanaan Masa Depan Ucapan perpisahan R Reflection (5 menit ) (1) Lihat lagi pada pokok-pokok pertanyaan yang diberikan pada awal sesi. (2) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. oleh sebab itu peserta diminta membaca kembali seluruh informasi tambahan pada sesi ini sebagai bahan untuk pengembangan silabus lebih lanjut. dan memberi alasan logis. 2000. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Kaifa: Bandung. mengajukan pertanyaan. 2001. Tanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan tersebut dan minta peserta untuk menjawab dengan menggunakan apa yang telah mereka pelajari selama sesi. siswa akan mengupayakan sesuatu. Bobby DePorter. Bobby DePorter & Mike Hernacki. Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. misalnya menemukan pola. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. Kaifa: Bandung. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. membuat pemetaan. 2004 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 67 . memecahkan masalah.

Learning to Be a Competent Communicator. Illionis USA. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 68 . National Textbook Company. 2004 & Cooper.Galvin The Basic of Speech.

F o to A:

Handout untuk Peserta 4.1

F o to B :

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

69

Petunjuk: Perhatikan dengan seksama kedua gambar di atas. Foto A mengilustrsikan metode tradisional di dalam kelas. Foto B mendemonstrasikan para siswa yang belajar dengan pendekatan aktif. Silahkan membandingkan kedua gambar tersebut. Fokus Apa yang siswa sedang lakukan? Apakah yang siswa gunakan? Dimanakah siswa sedang duduk? Bagaimana siswa duduk? Siapa siswa yang berbicara? Apa pendapat anda tentang perasaan siswa? (mis: bosan, bergairah? Apakah berpikir bahwa guru sedang melakukan sesuatu? Mengapa anda berpikir demikian? Apakah anda berpikir bahwa guru sedang berbicara? Kepada siapa? Mengapa anda berpikir demikian? Menurut anda, dimanakah guru berada? Mengapa anda berpikir demikian? Kesimpulan: Apa kata-kata yang kamu akan gunakan untuk menguraikan keseluruhan suasana dan lingkungan pada setiap foto? Adakah proses pembelajaran yang ” interaktif, inspirasional, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif? Foto A Foto B

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

70

Informasi Tambahan 4.1
Menggagas Pembelajaran Aktif
Taufik Asmiyanto

Teachers need time to reflect upon and discuss ideas, they need opportunities to try out and practice new strategies, to begin to change their own attitudes and behaviors in order to change those of their students, to observe themselves and their colleagues – and then they need more time to reflect upon and internalize these concepts. (Paul, 1990: 352) Pembelajaran Sebelum masuk pada permasalahan seputar pembelajaran aktif, alangkah baiknya kita menyatukan persepsi terlebih dahulu mengenai makna pembelajaran. Masih banyaknya pandangan yang menganggap sama makna belajar dan pembelajaran, menuntut perlu dilakukanya upaya pendefinisian istilah pembelajaran. Karena, boleh jadi, ada beragam pula makna pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran didefinisikan dengan berbagai ragam pengertian (polisemi). Dalam tulisan ini, meminjam definisi Jerrold E. Kemp (1977), pembelajaran dimaknai sebagai suatu proses yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang relatif permanen. Diperoleh melalui berpikir (thinking), merasakan (feeling), dan tindakan (doing). Jadi, pembelajaran seharusnya mengubah individu dari tidak tahu menjadi tahu; dari tidak tanggap menjadi tanggap; dan dari tidak mampu menjadi mampu. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam proses
pembelajaran, harus terjadi perubahan yang signifikan mencakup domain kognitif, psikomotor dan afektif. Atau dengan kata lain

pembelajaran yang baik, setidaknya pada akhir proses pembelajarannya mencapai salah satu dari ketiga domain tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya, dalam setiap perumusan sasaran pembelajaran dan setiap kali pengajar

aktifitas

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

71

Istilah derajat kemampuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam bagian mengenai sasaran pembelajaran. akan tetapi adanya keharusan untuk menguasainya. tentu yang ada hanyalah “kerja paksa” menjadi bagian dalam proses penguasaannya. faktor-faktor dan alat bantu juga tak seperti metode pengajaran. sudah dapat dipastikan akan mempunyai motivasi lebih tinggi untuk menguasai bidang yang diminatinya. Ketiga ranah sasaran pembelajaran tersebut di atas atau yang juga dikenal dengan istilah taksonomi proses intelektual seharusnya tercermin dalam setiap sasaran pembelajaran. pengelolaan pendidikan. haruslah memperhatikan ketiga ranah kunci itu. penilaian keberhasilan pembelajaran dapat diukur dengan berpatokan pada degree atau derajat kemampuan yang telah ditetapkan dalam sasaran pembelajaran. kemampuan pengajar. sedikit membuat pengaruh dalam proses USAID: DBE3 Life Skills for Youth 72 . tersebut. Ada segenap faktor yang juga intelektual peserta ajar di satu sisi sangat mendukung keberhasilan. Sementara. seorang yang tidak mempunyai minat terhadap satu Sistem pendidikan atau kurikulum juga menjadi bagian yang tak perpisahkan dalam pencapaian efektifitas pembelajaran. Efektifitas pembelajaran tentu saja tidak hanya termaknai pada kalimat yang dituliskan pada sasaran pembelajarannya saja. “Kerja keras” tentu menjadi bagian dalam proses penguasaan bidangnya bidang. Sehingga pada akhir proses pembelajaran.melakukan evaluasi hasil pembelajaran. Minat dan kemampuan yang memiliki minat pada bidang tertentu. Seorang turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. keberhasilan pembelajaran. Sementara itu.

Pengujian “arsitek” pendidikannya sendiri yang bertanggung jawab 73 . peserta didik sebagai peserta didik merupakan terhadap isi dan struktur kurikulum.Pembelajaran Aktif Pembelajaran aktif atau yang diistilahkan oleh Candy (1994) adalah pembelajaran yang sengaja didesain agar peserta didik dapat secara aktif tidak lagi menempatkan peserta didik dan bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya. 1994: 127-128) Tahapan Pembelajaran Pembelajaran merupakan proses aktif yang harus ditempuh oleh peserta ajar dalam memahami suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui. Pembelajaran di sini sebagaimana yang selama ini terjadi. pembelajaran yang memiliki tanggung jawab sendiri dalam keberhasilan harus mampu seberapa besar peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran juga dilakukan oleh peserta didik sendiri. namun diposisikan sebagai subjek proses pembelajarannya. Jadi. Sistem ini tidak lagi memposisikan pengajar sebagai pusat (teacher.centred). akan tetapi peserta didik sebagai objek pembelajaran. Dalam sistem USAID: DBE3 Life Skills for Youth mengembangkan pembelajarannya sendiri (self directed learning). (Candy.

Di sini peserta didik kerangka kurikulum dan kegunaan mata ajar tersebut. termasuk cara-cara penalaran yang khas untuk bidang itu. Bila peserta didik prosedur pengoperasian dan contoh penerapan juga harus diberikan. tidak terlatih untuk mengeluarkan pendapat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 74 . tugas-tugas. Jadi. Di sini peserta didik didorong untuk menggunakan pengetahuan itu dan mempelajari semua sifatnya. soal-soal ataupun 3. Di sini. Peserta didik menjadi pasif. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran aktif. maka atau pemahaman peserta didik terhadap bahan yang diberikan. 1. belajar yang telah dicapainya. peserta didik mendapat kesadaran tentang hasil disebabkan oleh cara pendekatan yang tidak sistematis. juga diberitahukan mengenai hubungan masing-masing mata ajar dalam Pada tahap ini. Umpan-balik telah dilaluinya. Latihan dilakukan dalam rangka mengukur sejauh mana pengetahuan bentuk pembahasan teori (tanya-jawab). pengajar memberikan materi ajar kepada peserta didik dengan satu arah. tidak cukup jika suatu kuliah diakhiri dengan suatu ujian. Metode ini tidak memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan pengajarnya. Instruction methods Metode yang juga dikenal dengan istilah kuliah (ceramah). Mengetahui kesalahan. tanpa adanya kesempatan bagi peserta didik untuk memperbaiki kesalahannya. Latihan ini akan berhasil bila selama latihan didampingi dan proses belajar dipelihara. yang biasanya Umpan-balik ini berperan sebagai cermin atas proses pembelajaran yang 4. terdapat empat tahapan pembelajaran. Lanjutan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya. yakni: 1. Orientasi yang penting. 2. peserta didik beroritentasi terhadap unsur-unsur ilmu Kaitan antara unsur-unsur ilmu harus diperlihatkan. dengan mengutip teori pendidikan Gal’perin dalam Utomo (1991: 36-39). Latihan diharapkan memahami dan mampu menerapkan suatu mata ajar.pembelajaran aktif. Latihan ini dapat saja dilakukan dalam praktikum. Metode Pembelajaran Pemilihan metode pembelajaran tentu disesuaikan dengan sasaran Di sini peserta didik melanjutkan proses belajarnya dengan cara pembelajaran.

sumber daya pengajar yang diperlukan juga tidak banyak. Sesuai dengan prinsip pembelajaran aktif. Peserta didik juga akan secara aktif menentukan sumber pembelajarannya dan cara mencarinya. dalam memecahkan masalah. class conversation. carroussel discussion. peserta didik dapat menentukan metode pembelajarannya sendiri. write on observation study Sumber: Diadaptasi dari Taufik Asmiyanto. role-playing. panel discussion. antara lain: ceramah. Contoh metode ini. Interaction methods Metode ini memungkinkan Peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. discussion with an open chair. Dengan metode ini Peserta didik akan terbiasa untuk mengeluarkan pendapat dan menerima pendapat orang lain. yakni: homework. make an exhibition. wall or blackboard discussion. Peserta didik juga tidak terlatih waktu.htm USAID: DBE3 Life Skills for Youth 75 . learning inquary. Contoh metode 2. Namun. brainstorming. case-study. Menggagas Pembelajaran Aktif CEDS. open questioning. write an essay. practicum. 3. Contoh dari metode ini. Peserta didik mampu mengenali masalah dan mencari sendiri solusi dari masalahnya tersebut. ini. pro-contra methods. dan excursion. literature study. yakni: discussion. Peserta didik juga akan terbiasa memecahkan masalah.dan menerima pendapat orang lain. interview. demonstrasi. metode ini lebih bisa menghemat Sehingga metode ini jelas lebih dapat menghemat biaya. Independent study methods Metode belajar mandiri memungkinkan peserta didik mengembangkan wawasannya.

(Sumber: Nana Jumhana dan Moh. 4. Langkah-langkah : Sampaikan materi sesuai SK/KD Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban Berikan poin setiap jawaban dalam kotak Materi 10 . Nur Arifin.Model-model Pembelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 76 .2 MEDIA : * Buat kotak sesuai keperluan * Buat soal sesuai SK/KD  1. Bahan Presentase Active Learning) Teknik-Teknik Mengaktifkan Siswa Informasi Tambahan 4.Model-model Pembelajaran 31 Lanjutan CONTOH : T R A N S A K S I Y A B A D O L A R E U A N G N A C I N A R I I L A E N I N T R I S I K G O K E R T A S B G K U R S G I R O I N O M I N A L S T 32 Materi 10 . 2. 3.

Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut ……. 1. minta mereka duduk berdampingan Tunjuk beberapa pasangan untuk membacakan pertanyaan dan jawaban yang telah mereka jodohkan Guru mengklarifikasi match dan tidaknya kartu-kartu itu kartuBerikan hukuman yang bersifat menghibur bagi pasangan yang salah menjodohkan kartu USAID: DBE3 Life Skills for Youth 77 . ……. 5. 8. Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai ……. Setelah menemukan pasangannya. 9. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut ……. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah Uang ……. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai ……. Materi 10 . Kocok kartu-kartu tersebut. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif …….Model-model Pembelajaran 33 Index cards match        Siapkan kartu-kartu yang berisi pertnyaan pada satu kartu dan kartujawaban pada kartu lainnya. Lanjutan: CONTOH SOAL Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara ……. 2. 6. Saat ini banyak di palsukan Nilai bahan pembuatan uang disebut ……. dan bagikan kepada para siswa kartuMinta siswa untuk bergerak mencari pasanga dari kartu yang dia miliki. 7. 3. 4.

dengan ceramah Setelah selesai ceramah. minta siswa yang berada di luar untuk memasuki ruangan kembali dan dibasangkan dengan siswa yang ada di dalam kelas Minta mereka. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 78 .Sinergetic Teaching        Bagi kelas ke dalam dua kelompok Minta satu kelompok untuk tinggal di dalam kelas dan kelompok lain lain diberi teks bacaan dan diminta untuk membaca di luar kelas Berikan materi bagi siswa yang berada di kelas. untuk mendiskusikan materi yang dibaca dari teks bacaan dan yang didapat dari ceramah guru Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pada siswa secara pertanyaanrandom mengenai materi yang didiskusikan Klarifikasi dari guru.

JIGSAW LEARNING       Pilih materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada Setiap kelompok mendapat tugas membaca topik materi pelajaran yang berbeda Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah dipelajara di kelompok Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelmpok Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi TEKS ACAK        Pilih bacaan yang akan disampaikan Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian Potongan bisa dilakukan perkalimat atau perduan kalimat Bagi siswa menjadi beberap kelompok kecil Beri setiap kelompok satu bacaan yang sudah dipotongdipotongpotong Tugas siswa adalah menyusun bacaan sehingga dapat dibaca dengan urut Pelajari dan diskusikan teks bacaan dengan siswa. dengan cara yang anda kehendaki USAID: DBE3 Life Skills for Youth 79 .

guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Pada saat yang tepat akhiri debat.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. tidak perlu menentukan kelompok mana yang debat. menang. setiap masingdebat.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6.Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4.Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3.DEBAT AKTIF            Kembangkan sebuah pernyataan yang kontroversial yang sesuai dengan materi pelajaran Bagi kelas ke dalam dua team. Mintalah satu kelompok berperana sebagai kelompok yang pro dan kelompok lain sebagai kelompok yang kontra Buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat. mereka. masingposisi. berlawanan CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah : 1.Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. pastikan bahwa kelas terintregasi kembali antara kelompok yang menang. lelompok diminta mengembangkan argumen yang mendukung masing-masing posisi.Model-model Pembelajaran 2 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 80 . diakhir diskusi setiap kelompok memilih juru bicara Siapkan dua sampai empat kursi untuk juru bicara yang pro dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok yang kontra Siswa yang lain duduk dibelakang para juru bicara Mulailah debat dengan cara juru bicara mempresentasikan pandangan mereka Setelah mendengar argumen pembuka hentikan debat dan kembali ke sub kelompok Setiap kelompok diminta untuk mempersiapkan argumen lanjutan yang menolak argumen pembuka dari kelompok lain Lanjutkan debat dengan juru bicara yang baru.Kesimpulan Materi 10 . argumen penentang Siswa diperbolehkan bersorak atas argumen kelompok mereka. dan diminta untuk memberikan baru.

Menyajikan materi sebagai pengantar 3.Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.Model-model Pembelajaran 4 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 81 .Langkah-langkah : 1.Kesimpulan Materi 10 . setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6.Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7.Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.Kesimpulan/rangkuman Materi 10 .Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4.Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4.Tanggapan dari teman yang lain. 1992) Langkah-langkah : 1.Model-model Pembelajaran 3 (KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN.Siswa dibagi dalam kelompok. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6.Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5.

Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain.Kesimpulan/penutup USAID: DBE3 Life Skills for Youth 82 . Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1.Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. kemudian berganti peran.Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Jika perlu. Kesimpulan Materi 10 .Untuk mengetahui daya serap siswa.Model-model Pembelajaran 7 Langkah-langkah : 1.Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Begitu juga kelompok lainnya 5.Model-model Pembelajaran 11 7. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok.Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. Siswa dibagi dalam kelompok.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa Materi 10 . Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4.

Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3.Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Setiap bebicara satu kupon Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi.Model-model Pembelajaran 13 8.Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review.Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. 1994) Langkah-langkah : 1. 2.Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6.Kesimpulan/penutup Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. 5. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis Dan seterusnya Materi 10 . untuk menghindari siswa mendominasi sosial.Model-model Pembelajaran 40 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 83 . pembicaraan atau siswa diam sama sekali  1. 4.Demikian seterusnya Materi 10 . Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu keadaan Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan. Langkah-langkah : Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL) Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. 3.Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5.(MENCARI PASANGAN) (Lorna Curran.

3 yaitu menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk USAID: DBE3 Life Skills for Youth 84 . konsep-konsep matematika dari yang sederhana sampai yang rumit digunakan dalam kehidupan sehari-hari. sebagian orang dewasa pun beranggapan seperti itu. dari mulai bangun tidur sampai kembali tidur. Hal ini merupakan salah satu indikator seorang siswa memiliki kemampuan koneksi sebagai hasil proses belajar matematika seperti yang diungkapkan oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM). psikologi. dan prosedur. Padahal. upaya guru untuk menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata dapat memberi dua dampak positif yaitu menghilangkan keterasingan matematika dari kehidupan siswa yang diharapkan merubah kesan matematika menjadi lebih familiar untuk dipelajari serta memunculkan dan mengasah kemampuan siswa dalam koneksi matematik. ribet karena banyak rumus. menggunakan sebuah matematika yang daerah kurikulum menggunakan pemodelan matematika dalam aktifitas hidup sehari-hari. dalam penggunaan handphone – yang sekarang ini di masyarakat – terdapat aplikasi konsep matematika sistem biner. Coxford sebagai berikut: ”menghubungkan dalam pengetahuan konsep lainnya. Secara garis besarnya. dan tidak bermanfaat atau tidak akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. seringkali matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang menyulitkan. serta mengenali representasi yang ekuivalen dari konsepkonsep yang sama”.Sesi 5 Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar-Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Pendahuluan Dalam mindset beberapa siswa. perlu ada upaya dari guru untuk merubah mindset Misalnya dengan menghubungkan (connection) matematika dengan kehidupan nyata di atas. yang dialami siswa sehari-hari. Begitu pun sebaliknya. musik. memandang matematika sebagai keutuhan terintegrasi. sains. Tidak mustahil. Keterkaitan antara matematika (mathematics) dan masyarakat (community) ini pernah dibahas dalam Modul 4. Dengan kedua dampak ini. Bahkan. menggunakan dan menilai hubungan di antara topik-topik matematik. Dengan demikian.yang digariskan oleh NCTM . diharapkan materi sesi ini dapat mengembangkan kompetensi inti guru ke-3.diperoleh dari hasil pengamatan dan analisis para ahli terhadap adat budaya atau hal-hal yang terjadi dalam masyarakat. menerapkan pemikiran dan matematika untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam disiplin ilmu lainnya seperti seni. sebagian konsep-konsep matematika – pada dasarnya . menilai aturan-aturan matematika dalam budaya dan masyarakat. Dengan demikian. menakutkan. beberapa indikator .tentang kemampuan siswa SMP dalam koneksi matematik dirangkum oleh Arthur F. dan bisnis.

Pada akhir sesi ini peserta dapat: Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata.2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya. pembelajar. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika.1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal. kompetensi inti guru ke-6. kompetensi pedagogik inti 3. Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta.2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. serta kompetensi inti guru ke-6. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 85 .1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal. konsep. Tujuan mengembangkan peserta untuk lebih menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk mencapai tujuan pembelajaran. anggota masyarakat. Pada sesi ini peserta akan mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang dapat bermanfaat bagi peserta didik dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di kelas dengan kehidupan nyata mereka sebagai keluarga. dan pekerja.mencapai tujuan pembelajaran.3 dari Tujuan dan Hasil Belajar sesi ini adalah untuk mendorong para Strategi pembelajaran matematika apa saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik? Topik-topik apa saja dalam pembelajaran matematika yang relevan dengan situasi kehidupan nyata? Apa saja manfaat pembelajaran matemátika yang berhubungan dengan kehidupan nyata peserta didik? Pertanyaan kunci . kompetensi inti guru ke-6. dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata. serta kompetensi inti guru ke-6.

Sesi ini dirancang agar para guru berpikir mengenai mengapa isi dan kompetensi mata pelajaran mereka relevan dengan berbagai jenis situasi kehidupan nyata yang berbeda yang dapat digunakan di dalam kelas untuk memberikan makna pembelajaran matematika kepada siswa. materi pada modul 4 atau modul BTL sesi 5.3: Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) Sesi ini berlangsung selama 90 menit. antarkan peserta untuk memasuki materi sesi ini. Misalnya. Lihat kembali prinsip-prinsip kunci pembelajaran dan pendahuluan mengenai pendekatan pembelajaran kontekstual. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 86 . Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada.Mulailah kegiatan ini dengan brainstorming tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Petunjuk Umum Kertas flipchart Lem kertas Sumber dan Bahan Spidol marker besar Hand-out 5. Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pengalaman mereka dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika di kelas yang menerapkan aktivitas siswa sehari-hari ke dalam.1: Himpunan (Himpunan Bagian dan Operasi-operasi dalam Himpunan) Hand-out 5. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Kemudian. Eksplorasi secara lisan tentang ide-ide yang dapat dikembangkan dalam menghubungkan proses pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata.2: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) Hand-out 5.

Ringkasan Sesi Introduction (I)
5 menit Pemaparan tujuan, hasil belajar, dan pertanyaan kunci.

Connection (C)
Brainstorming tentang CTL dalam pelajaran matematika. Mengerjakan tes diri yang berisi pandangan peserta tentang penggunaan CTL dalam pembelajaran matematika
30 menit

Application (A)
Peserta 50 menit dkelompokkan menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan berisi materi matematika berbeda.

Reflection (R)
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dari sesi ini dan belajar dalam jurnal. menuliskan hasil 5 menit

Extension (E)
Peserta diminta menuliskan beberapa hubungan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata yang akan dalam diterapkan pembelajaran. menit

Memotivasi

peserta untuk menghubungkan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata.

hand-out yang

Hasil diskusi kelompok dipresentasikan.

Sharing antar kelompok.

Pada gambar di bawah ini terbentuk 7 bujursangkar yang dibentuk dari 20 batang korek api. Tugas kalian ialah mengambil 3 batang dari sisi 7 bujur sangkar. Tiga batang ini supaya dipasangkan kembali pada bentukan tadi sehingga bentukan baru menjadi 5 buah bujur sangkar saja.

Energizer

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

87

Perincian Langkah-langkah Kegiatan
I

(1) Sampaikan tujuan, hasil pembelajaran, dan pertanyaan kunci. Jelaskan bahwa indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini.
Catatan untuk Fasilitator

Introduction (5 menit)

Hubungan antara pembelajaran di kelas dan kehidupan nyata merupakan indikator sebuah perencanaan dan pembelajaran yang baik sebagai direkomendasikan oleh Depdiknas.

1

Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi ini melalui Permen No. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3.3, 6.1 dan 6.2.

C

(1) Mulailah sesi ini brainstorming diantara peserta. Minta mereka memberi definisi umum CTL. (2) Minta peserta merevisi CTL secara umum ke dalam CTL yang lebih khusus di dalam mata pelajaran matematika. (3) Beri peserta sebuah tes diri (seperti di bawah ini) yang berisi penggunaan CTL, untuk melihat seberapa jauh pandangan mereka tentang CTL dalam pembelajaran matematika. (4) Tanyakan setiap pertanyaan kepada peserta yang mendapat giliran dari seluruh kelompok. (5) Katakan kepada peserta untuk mengacungkan tangan jika mereka menjawab ”Ya” dari pertanyaan yang diberikan. Pilih satu orang peserta yang mengacungkan tangan untuk memberikan mereka. (6) Setelah semua pertanyaan diajukan, minta peserta untuk mendaftar cara-cara yang dapat mereka menggunakan CTL. (7) Tulis tanggapan mereka pada kertas flipchart diikuti prinsip-prinsip yang tercakup dalam pertanyaan tersebut. Contoh: mengajarkan konsep Matematika

Connection (25 menit)

dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa.
APAKAH ANDA MENGAJARKAN MATEMATIKA SECARA KONTEKSTUAL ?

Kerjakanlah tes berikut ini dan temukan jawabannya: Apakah anda mengajarkan matematika secara kontekstual dalam kelas anda? Jawablah dengan jujur 88

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

Apakah anda mengajarkan konsep Matematika dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah konsep Matematika yang terdapat pada contoh-contoh serta Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

latihan-latihan siswa ditampilkan sesuai dengan konteks penggunaannya?

Ya

Tidak

Apakah anda menampilkan konsep Matematika dalam konteks yang telah diketahui oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang mencakup berbagai situasi pemecahan masalah yang nyata serta mudah dipercaya sehingga siswa dapat menganggapnya sebagai penting bagi “ya”, mohon beri contoh kehidupan mereka di saat ini maupun di masa depan? Bila anda menjawab

Ya

Tidak

Apakah contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang anda berikan menumbuhkan sikap pada diri siswa untuk merasa,”saya perlu mempelajari ini”? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan kesempatan pada siswa untuk mengumpulkan serta menganalisa data Matematika mereka sebagai bahan untuk pengayaan dan tambahan? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah pelajaran anda memungkinkan siswa untuk menerapkan konsepkonsep dan informasi Matematis ke dalam konteks yang berguna, mengajak siswa untuk membayangkan masa depan (misal: karir) dan lokasi (misal: tempat kerja)? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah siswa diharapkan untuk berpartisipasi secara rutin dalam interaksi kelompok dimana terjadi proses berbagi pengalaman, komunikasi, dan Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh merespon terhadap konsep yang penting serta pengambilan keputusan?

Ya

Tidak

Apakah pelajaran, latihan, serta praktikum meningkatkan kecakapan komunikasi siswa, baik secara lisan maupun tulisan, selain dari

Ya

Tidak

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

89

Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan berbagai macam representasi matematik (multiple representation) untuk menyelesaikan situasi-situasi masalah yang ada dalam hand-out 5. atau 5. himpunan pasangan berurutan. atau kata-kata. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 90 . atau tabel. (7) Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan menjawab pertanyaan atau mengomentari pernyataan kelompok lain.org A (1) Membagikan hand-out 5. tabel. notasi/ekspresi matematik.2.3 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) di kelas IX dengan kehidupan nyata. menghubungkan Application (50 menit) proses belajar-mengajar matematika dalam materi himpunan (himpunan bagian dan operasi-operasi dalam himpunan) di kelas VII dengan kehidupan nyata. (5) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya ke kertas menempelkan karyanya di tempat yang strategis.1 berisi situasi masalah yang 3 kelompok. menuliskan ruang sampel dengan berbagai representasi seperti aturan pengisian tempat (filling slots). 5. Kunci jawaban: 31 cara. mohon beri contoh Sumber: Diadaptasi dari “Collaborative for Teaching Exellence” www.1.2 seperti grafik. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat membedakan pengertian ruang sampel dan titik sampel dari suatu percobaan. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan aturan pengisian tempat (filling slots) atau konsep himpunan bagian untuk menyelesaikan situasi masalah 1. situasi masalah 2. Masing-masing kelompok mendapatkan satu hand-out.meningkatkan pemikiran beserta prestasi matematika? Bila anda menjawab “ya”. (4) Mendiskusikan hand-out 5. serta situasi masalah yang disajikan.texaScollaborative. Peserta dapat menggunakan diagram Venn atau formula penyelesaian untuk (3) Mendiskusikan hand-out 5. dapat menentukan susunan yang sama (kombinasi) atau berbeda (permutasi) dari flipchart dan (6) Setiap kelompok diminta untuk menilai hasil kerja kelompok lainnya dan memberikan pertanyaan atau pernyataan yang sesuai dengan materi masingmasing kelompok.2 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) di kelas VIII dengan kehidupan nyata.3 kepada peserta yang dibentuk dalam (2) Mendiskusikan hand-out 5.

L.Dris. F. Reasoning. (1985). Communicating. Thinking Mathematically. P. (2) Memberi kesempatan kepada peserta untuk membuat kesimpulan.1 dan informasi 5. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini dilakukan peserta di luar sesi pelatihan. R. Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. dan Niskayuna. Matematika. (1995). Tesis pada FPMIPA UPI Bandung: Tidak Ditebitkan. . Va: The Council. England: Prentice Hall. K-8. J.National Council of Teachers of Mathematics.Baroody. S. dan pekerjaan. A. (2006). .House. H. Burton. and . A. Extension Seluruh mata pelajaran hendaknya didasarkan kepada metode-metode Contextual Pesan Kunci Teaching and Learning. Reston.Mudzakkir. Reston. Connecting Mathematics Across The USAID: DBE3 Life Skills for Youth 91 . Problem Solving.Mason. (1989). A. J. Bacaan Tambahan Beberapa sumber yang dapat peserta baca untuk memperdalam pengetahuan pemahaman tentang hubungan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata adalah: .R (1) Memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan kunci. dan Coxford. Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematik Beragam Siswa Sekolah Menengah Pertama. peradaban... (1993). . Jakarta: Piranti Dharma Kalokatama. K. New York: Merill. oleh sebab itu peserta diminta membaca informasi tambahan 5. J. Va: The Council. Helping Children Think Mathematically. (3) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 5 pada jurnalnya masing-masing. C. T. Curriculum. Guru-guru perlu menghubungkan aktivitas dan metode belajar-mengajar yang membuat pembelajaran lebih bermakna untuk siswa dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di dalam kelas ke kehidupan mereka sekarang dan yang akan datang sebagai anggota keluarga dan masyarakat. dan Stacey. . (2006).2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

(2005). Matematika. H. (2005). (2002) Belajar dan Pembelajaran Kontekstual: Dasar-Dasar Pembelajaran yang Efektif . Bandung: Ganeca Exact. .Tampomas.. Cerdas Aktif Matematika.Sudirman. Jakarta: Yudhistira USAID: DBE3 Life Skills for Youth 92 . S.Sears.

Jawab: Representasi1: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Representasi 2: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep matematika apa dan di kelas berapa yang digunakan dalam representasi 1 dan 2? Pendekatan konsep manakah yang lebih tepat untuk menyelesaikan situasi masalah 1 ini? Situasi Masalah 2: Sekarang ini.terhadap 40 orang pelanggan tetap dalam satu minggu diperoleh data sebagai berikut: 20 orang menggunakan kartu 3. Keenam pegawai tersebut bernama Eman. Dudung. dan 10 orang menggunakan kartu lain. Jika Pak Kusro ingin menyediakan voucher dalam bentuk fisik untuk keempat puluh pelanggan tetapnya tersebut. maka bantulah Pak Ahmad untuk menentukan banyak cara penjagaan kedua toko tersebut dengan menggunakan dua representasi. Pak Ahmad mempekerjakan enam orang pegawai untuk menjaga kedua tokonya dengan gaji yang sama besar dalam setiap minggunya. maka gunakan 2 cara untuk menentukan: a. Eli. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep apa dan di kelas berapa. Jumlah pelanggan yang akan membeli kedua jenis voucher. 16 orang menggunakan kartu As. b. dan Midah. beberapa orang tidak hanya memiliki satu kartu HP akibat perang harga voucher pulsa. Jika satu toko harus dijaga minimal oleh satu orang pegawai. Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu 3 tetapi tidak menggunakan kartu As c. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 93 . Eneng. Toko pertama menjual makanan dan toko kedua menjual cinderamata ciri khas daerahnya.1 Situasi Masalah 1: Pak Ahmad memiliki dua toko. Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu As tetapi tidak menggunakan kartu 3. Ajang. Hasil survey yang dilakukan oleh Pak Kusro –seorang penjual voucher pulsa.Handout untuk Peserta 5.

Tuliskan persamaan yang menghubungkan x dan y. b. Sajikan kembali data dari diagram batang di sebelah kiri dalam dua representasi yang berbeda. Berapa banyak bensin lagi yang dibutuhkan? Jawab: ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………….2 Situasi Masalah 1: Perhatikan diagram batang yang menggambarkan perbandingan antara jarak tempuh (x) dan banyaknya bensin yang diperlukan (y) dari sebuah motor berikut ini:. Misalkan perjalanan ke suatu tempat membutuhkan waktu 1. c. Tuliskan pula langkahlangkah untuk memperoleh persamaan itu. 90 80 70 Jarak (km) 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 6 7 Bensin (liter) a. Untuk perjalanan tersebut tersedia bensin sebanyak 6 liter.5 jam dengan kecepatan rata-rata motor 50 km/jam.. Nyatakan interpretasi dari persamaan yang diperoleh pada jawaban (b) dengan kata-kata.. d. Konsep matematika apa dan di kelas berapa situasi masalah 1 tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 94 ..Handout untuk Peserta 5.

Situasi Masalah 2 Alfin dan Amalia membeli kue donat dan minuman seperti pada gambar di bawah ini: Alfin membayar makanan dan minumminuman man tersebut sebesar Rp 16. coba tebak manakah yang harganya lebih mahal? Jelaskan jawabannya lengkap dengan representasinya. Jika Amalia ingin menukar sebuah kue donat dengan segelas minuman yang dibeli Alfin. 2. apakah pertukaran ini adil? Mengapa?. Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………….00.00. Konsep apa dan di kelas berapa.000. Amalia membayar makanan dan tersebut sebesar 1. Rp14. . situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail USAID: DBE3 Life Skills for Youth 95 . Tanpa mengetahui harga satuan kue donat atau segelas minuman.000.

. dan krem serta 4 blazer berwarna pink. …………………………………………………………………………………………………………. Konsep apa dan di kelas berapa. (tolong sisipkan gambar kumpulan orang-orang) Berdasarkan percobaan tersebut. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………. Konsep apa dan di kelas berapa. …………………………………………………………………………………………………………. ungu. …………………………………………………………………………………………………………... Tentukanlah titik sampel dan ruang sampel dari percobaan tersebut. Setiap orang menuliskan ruang sampel dengan 3 cara Situasi Masalah 2: Bu Ina memiliki 3 rok berwarna hitam. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………. Bantulah Bu ina untuk membuat mix and match USAID: DBE3 Life Skills for Youth 96 .. Jelaskan pemilihan urutan tersebut. dari rok dan blazer yang dimilikinya dalam tiga representasi berbeda. putih.Handout untuk Peserta 5. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Susunan semua inisial nama dari urutan salaman (titik sampel).3 Situasi Masalah 1: Praktekkan percobaan berikut: Setiap orang bersalaman dengan semua anggota kelompoknya. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail hijau muda. b.. dan kuning muda. tentukan: a.

dan  Menggunakan penilaian otentik 19 PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL 1.Informasi Tambahan 5. masyarakat. metode dan metodel pembelajaran? Apa ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual? Apa pendekatan pembelajaran yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? Bagaimana penilaian yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? 2. pendekatan.  Matematisasi Horisontal  Matematisasi Horisontal  Matematika informal  Matematika informal  Matematisasi Vertikal  Matematisasi Vertikal  Matematika formal  Matematika formal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 97 . 4. dan tempat kerja.  Mengajar siswa untuk memantau dan mengarahkan belajarnya sehingga menjadi pembelajar yang aktif dan terkendali  Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa  Mendorong siswa belajar dari satu dengan lainnya dan belajar bersama. 3. Apa perbedaan dari strategi.1 PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)  Menekankan pada pemecahan masalah  Mengenal kegiatan mengajar yang terjadi di berbagai konteks seperti rumah.

alat atau model matematis untuk memperoleh jawaban matematis untuk memperoleh jawaban informal dari masalah.Pendekatan Mekanis Pendekatan Mekanis Pendekatan Empiris Pendekatan Empiris Pendekatan Strukturalis Pendekatan Strukturalis Pendekatan Kontekstual Pendekatan Kontekstual PENDEKATAN MATEMATIKA HORISONTAL MATEMATIKA VERTIKAL Mekanistik Empiristik Struturalis Realistik/ Kontekstual Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ciri-ciri Ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual pembelajaran matematika kontekstual  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak awal proses pembelajaran. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 98 . pakar dalam suasana demokratif. informal dari masalah.  Dikembangkan cara. awal proses pembelajaran. alat atau model  Dikembangkan cara.  Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau  Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa atau antara siswaantara siswa dan siswa atau antara siswapakar dalam suasana demokratif.

menginterpretasi dan menginternalisasi proses dan hasil belajar menginternalisasi proses dan hasil belajar  Tidak semata-mata menekankan komputasi  Tidak semata-mata menekankan komputasi dan langkah-langkah prosedural penyelesaian dan langkah-langkah prosedural penyelesaian soal soal  Memberi penekanan pada pemahaman konsep  Memberi penekanan pada pemahaman konsep dan pemecahan masalah dan pemecahan masalah MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN  Model pembelajaran adalah pedoman  Model pembelajaran adalah pedoman berisi program atau petunjuk strategi berisi program atau petunjuk strategi pembelajaran yang dirancang untuk pembelajaran yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran mencapai suatu tujuan pembelajaran  Memuat tanggung jawab guru dalam  Memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan. Ada keseimbangan antara proses  Ada keseimbangan antara proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi vertikal matematisasi vertikal  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk merefleksi. menginterpretasi dan merefleksi. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran mengevaluasi kegiatan pembelajaran Aspek-aspek yang tercakup dalam Aspek-aspek yang tercakup dalam model pembelajaran matematika kontekstual model pembelajaran matematika kontekstual Pendahuluan  Memulai pelajaran dengan  Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah mengajukan masalah  Permasalahan yang diberikan sesuai  Permasalahan yang diberikan sesuai dengan tujuan dengan tujuan  Siswa mengembangkan atau Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model matematis menciptakan model-model matematis simbolik secara informal simbolik secara informal  Kegiatan pembelajaran berlangsung Kegiatan pembelajaran berlangsung secara interaktif secara interaktif Pengembangan Penutup/penerapan Melakukan refleksi terhadap setiap Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran terhadap hasil pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 99 . melaksanakan dan merencanakan.

Pendekatan pembelajaran untuk melaksanakan pembelajaran matematika kontekstual Pembelajaran berbasis masalah Problem Pembelajaran berbasis masalah ((Problem Based Instruction) Based Instruction) Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian kinerja Penilaian kinerja Pengamatan (sistematis) Pengamatan (sistematis) Portofolio Portofolio Journal Journal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 100 .

. dan kemudian kehidupan nyata.2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran No 6 Indikator/ Aspek yang diamati Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Beri nilai 1 jika …… Tidak terdapat kaitan dengan realitas kehidupan Beri nilai 2 jika …. Terdapat kaitan yang kuat dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan kecakapan tersebut dalam situasi kehidupan nyata yang relevan dengan kehidupan mereka dan masyarakat atau sesungguhnya berdasarkan profesi Hanya beri nilai 5 jika. Terdapat kaitan yang sedikit (fakta. namun tidak melatih kecakapan tersebut) kecakapan tersebut konteks kehidupan relevan dengan konsep dan kecakapan) mengaitkannya dengan situasi kehidupan nyata yang relevan dalam situasi maupun nyata namun kurang kehidupan siswa dan masyarakat atau tidak berdasarkan profesi yang sesungguhnya 10 Melaksanakan pembelajaran yang Tidak terdapat pembelajaran yang Pelajaran mencakup pembelajaran yang bersifat Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran direncanakan berdasarkan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 101 .Informasi Tambahan 5. konsep atau Beri nilai 3 jika……. Semua kriteria untuk PLUS atau tidak jelas antara materi kecakapan) dengan realitas kehidupan (misal: guru kecakapan tersebut menerangkan tentang kapan diperlukan dalam situasi nilai 4 telah terpenuhi Guru meminta para kecakapan) dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan siswa untuk berpikir tentang materi yang mereka pelajari (fakta. Terdapat kaitan yang baik antara materi (fakta. konsep dan Beri nilai 4 jika…. seperti ketika bekerja.

bersifat kontekstual bersifat kontekstual. Guru membuat pelajaran menjadi bersifat kontekstual. Materi ajar jelas namun tidak relevan dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 3 jika…. Guru tidak membuat bermakna pelajaran menjadi kontekstual.1 Komponen Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 1 jika…. pengalaman di luar berdasarkan kehidupan nyata dimana para siswa dapat menerapkan bermakna bagi para siswa dengan cara mengadakan kegiatan dimana mereka dapat mengaitkan apa yang kehidupan mereka mereka pelajari dengan sebagai keluarga dan anggota masyarakat. tidak jelas atau memiliki hubungan dengan menyertakan contoh atau kegiatan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan sebenarnya) dalam konteks kehidupan materi-materi menyertakan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan dalam sebenarnya) konteks/situasi kehidupan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 102 . warga negara dan pekerja Rubrik Penilaian: Instrumen Penilaian Kinerja Guru: Rencana Pelajaran No 2. Guru meminta para pelajaran menjadi siswa untuk membuat bermakna bagi diri pembelajaran yang Guru menyediakan kelas yang bersifat kontekstual. warga negara dan pekerja mereka sendiri dengan cara mengaitkan apa dengan kehidupan mereka sebagai yang mereka pelajari mereka sebagai keluarga dan anggota masyarakat. warga negara dan pekerja pengetahuan serta kecakapan mereka keluarga dan anggota masyarakat. Guru membuat pelajaran menjadi bermakna bagi para siswa dengan cara memberi beberapa contoh antara apa yang mereka sederhana mengenai kaitan pelajari dengan kehidupan bersifat kontekstual. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan hubungan dengan pembelajaran dan memiliki kehidupan nyata (contoh: contoh atau kegiatan disebutkan. Materi ajar tidak tidak lengkap Beri nilai 2 jika…. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran namun tidak kehidupan nyata (contoh: Beri nilai 4 atau 5 jika….

kedisiplinan. Akhirnya untuk mencapai suasana emosional yang hubungan kerja sama dan komunikasi yang harmonis antar guru dan siswa. Oleh karena itu pengaturan ruangan kelas seperti meja belajar. Sebaliknya lingkungan fisik kelas yang tidak ditata dengan baik seperti posisi meja kursi yang tidak teratur. Suasana pembelajaran mencakup pengaturan lingkungan ruangan kelas dan faktor-faktor situasional. Secara umum emosional-pskologi. Siswa dan guru akan merasa nyaman di kelas jika suasana atau atmosfir kelas berada dalam kondisi yang dinamis. Untuk mencapai suasana ini maka rasa simpati dan empati serta kedekatan emosional siswaguru perlu dibina. pajangan. yaitu: berkomunikasi secara positif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif diperlukan adanya Oleh karena itu apa yang ditampilkan siswa dalam bentuk sikap. Siswa adalah mitra guru di dalam mencapai tujuan pembelajaran. empatik. Begitupula pada pihak guru harus menampilkan keteladanan melalui bahasa yang santun. harapan. kecintaan. Selain lingkungan pembelajaran fisik kelas yang tidak kalah pentingnya adalah lingkungan pembelajaran kelas terdiri dari lingkungan fisik kelas dan lingkungan lingkungan non-fisik (emosional) yang terjadi di kelas melaui proses interaksi siswa dengan guru. sirkulasi udara harus dilakukan atau diseting secara baik sebelum pembelajaran dimulai. 103 . Hal di atas sesuai dengan tuntutan bahwa guru yang professional memiliki kemampuan berkomunikasi seperti yang tertulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no 16/2007 yang menyuratkan kompetensi inti guru ke-7. dan menyenangkan.Sesi 6 Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana Belajar-Mengajar yang Efektif? Pendahuluan Pembelajaran matematika yang bermakna. dan panas akan membuat siswa tidak betah tinggal di kelas. keingintahuan sedapat mungkin mencerminkan suasana yang kondusif bagi pembelajaran. dan menantang membutuhkan suasana belajar mengajar yang efektif. tingkah laku. dan santun dengan peserta didik. pengap. Pengaturan lingkungan fisik kelas dalam penataan yang baik akan merangsang siswa untuk termotivasi dalam belajar karena para siswa merasa nyaman berada di dalam kelas tersebut. fleksibel. peralatan. interaktif. menyenangkan. penerangan. kata. dan kedekatannya dengan siswa yang kondusif bagi pembelajaran di kelas. tutur efektif. gelap.

Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna. Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil untuk Melalui sesi ini peserta diharapkan memahami dan dapat menciptkan lingkungan fisik dan emosional yang mendukung kegiatan pembelajaran. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna. maka dalam sesi ini akan digambarkan cara-cara bagaimana guru dapat menciptakan suasana belajar-mengajar yang efektif. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Berikan kesempatan peserta untuk berdiskusi dan brainstorming mereka. empatik. menciptakan sebuah lingkungan belajar yang positif. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-7. Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti ke-7 yaitu memiliki kompetensi berkomunikasi secara mengidentifikasi lingkungan belajar yang mendorong terciptanya suasana belajar matematika yang kondusif dan bermakna. dan santun dengan peserta didik. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. .Berkaitan dengan pencapaian kompetensi inti guru ke-7. diantara Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam mengidenfikasi karakteristik lingkungan fisik dan emosional pembelajaran. Pada sesi ini peserta akan Karakteristik lingkungan fisik belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Karakteristik lingkungan emosional belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Seperti apakah disain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna itu? Pertanyaan kunci Petunjuk Umum Mulailah kegiatan ini dengan mendefinisikan suasana lingkungan pembelajaran efektif. Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan baik fisik dan emosional dimana siswa belajar/bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran. 104 . Pada akhir sesi ini peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna. efektif.

4.2 berisi ciri-ciri lingk fisik dan emosional Application (A) Peserta 60 menit dikelompokkan menjadi 2 Peserta kelompok. kelompok I Reflection (R) Peserta 5 menit merangkum Extension (E) bahan yang bacaan tertera dalam Peserta mencari pembelajaran selama sesi.2. Peserta mengerjakan handoud 6. deskripsi yang Selanjutnyan kelompok II mengerjakan handoud 6. dan 6. 6.Kertas HVS Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout 6. 120 menit Waktu ICT Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. hasil belajar. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Ringkasan Sesi Introduction (I) Pemaparan 10 menit tujuan. Selanjutnya peserta mengerjakan handout 6. pertanyaanpertanyaan kunci dan tambahan menuliskannya dalam jurnal.1. Connection (C) 45 menit Brainstorming tentang lingkungan belajar ”fisik” dan ”emosional”. menjawab tambahan dan membaca informasi mengerjakan handout 6.4 berisi skenario bermain peran 105 . dan pertanyaan – pertanyan kunci kepada peserta.1 berisi foto lingkungan fisik & pembelajaran kelas yang akan ditayankan dgn VCD.3 berisi penataan tempat duduk (lingkungan fisik) sesuai diberikan. 6.3.

dan pertanyaan kunci.Energizer Seorang petani mempunyai sebidang tanah yang berbentuk bujursangkar. Membagi warisan tanah : Rumah : Pohon Perincian Langkah-langkah Kegiatan I 1. Jelaskan bahwa 2. Cobalah tolong bagaimanakah caranya agar tanah ini dapat dibagi lima bagian dengan sama luasnya dan setiap anak (rumah) memiliki 3 batang pohon. Para pembaca tolonglah Pak Tani ini. Tanah miliknya dan batang pohon-pohon ini hendak diwariskan kepada ke 5 orang anaknya. 2. Introduction (10 menit) 1. Sampaikan tujuan. Sampaikan point atau hal-hal penting dari sesi ini. hasil pembelajaran. Catatan Untuk Fasilitator indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci. Melalui sesi ini peserta seharusnya memahami dan dapat menciptakan lingkungan belajar baik secara fisik maupun emosional untuk mendukukung keragaman kegiatan belajar mengajar. Pada halaman dan tanahnya ditanami 15 batang pohon yang ditanam tidak beraturan. Pak Tani mempunyai 5 orang anak. 106 . Dekat sudut tanahnya terdapat rumah dan halamannya berupa bujursangkar. Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan (baik fisik maupun emosional) di dalam mana siswa bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran.

Lingkungan ini mencakup ruangan kelas dan segala sesuatu di dalamnya. Umpan balik: Daftarkan ide-ide mereka pada kertas flipchart. seperti:  Mebel  Pencahayaan atau penerangan  Pajangan  Tempat duduk  Peralatan 2. Fisik Emosional (b) suatu skenario suatu kelas yang mana melukiskan situasi yang emosional 107 . emosional. Lingkungan pembelajaran fisik adalah tempat/daerah dimana guru mengajar dan siswa belajar. Minta peserta untuk membedakan antara lingkungan fisik dan lingkungan 1. and (dalam CD).1 yang berisi (a) sebuah foto suatu ruangan kelas. Catatan Untuk Fasilitator Connection (45 menit) ”emosional” minta mereka melakukan brainstorming seperti apa lingkungan fisik 2. Beri waktu kepada mereka 10 menit. Lingkungan pembelajaran emosional atau psikologi adalah apa yang para siswa rasakan ketika mereka sedang belajar. 5. Lingkungan ini mencakup:  Bahasa dan suara guru  Harapan dan sikap  Perilaku siswa  Suasana ruangan kelas  Harga diri siswa 3. 4. Katakan kepada peserta untuk mendaftar apa yang mereka pikirkan menjadi karakateristik positif lingkungan belajar fisik dari foto dan lingkungan emosional positif dari skenario. Katakan kepada peserta untuk mendefinisikan lingkungan belajar ”fisik” dan yang baik atau tidak dan seperti apa lingkungan ”emosional” yang baik atau tidak.C 1. Berikan peserta handout 6.

peserta diminta membaca dan bacaan tambahan dan informasi tambahan 6. menjawab pertanyaanpertanyaan kunci 2. tidak bias. 2.6. Application (60 menit) R 1. Minta peserta menyimpulkan bagaimana menciptkan lingkungan belajar baik fisik dan emosional dengan baik. Beri peserta handout 6.2 yang berisi daftar karakteristik positif lingkungan fisik 8. Peserta diminta untuk menuliskan hasil belajar pada jurnal masing-masing. Beri 50% dari kelompok mengerjakan 2. A 1.4. Meyakinkan peserta memahami lingkungan emosional dan lingkungan phisik tidaklah otomatis berhubungan. Peserta harus tahu apa yang dilakukan untuk mencipatkan lingkungan emosional positif yang dibutuhkan untuk menfokuskan pada suasana di dalam untuk mendukung siswa belajar dengan baik (misal menjadi lebih optimistik. dan emosional. Pada akhir sesi ini minta kelompok memaparkan hasil kerja masing-masing. Kegiatan dari sesi ini sebaiknya membuat peserta melihat pada bagaimana tampilan fisik ruangan kelas dapat mempromosikan atau menghalangi belajar (misalnya pengelompokan meja) dan bagaimana ruangan kelas seharusnya diatur agar memberi suasana fleksibel. 7. selanjutnya 50% lagi mengerjakan handout 6. memotivasi seluruh siswa dll) dan bagian dari sebuah hubungan handoud 6. guru siswa yang positif .1 yang akan menjadi dasar dalam menciptakan suasana pembelajaran yang efektif.3. Dapat terjadi bahwa suatu lingkungan fisik yang baik tetapi lingkungan emosionalnya negatif. Bagi peserta dalam beberapa kelompok. Extension 108 . Catatan Untuk Fasilitator 1. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Peserta merangkum pembelajaran selama sesi.

Ruseffendi. Joyce. 1997. T.Pesan Kunci Ruang kelas yang menyenangkan. Dave Meier. E. Thomas. Kaifa: Bandung. Teacher Effectiveness Training. 2001. 2006) Suherman. & Medsker. terjemahan Aditya Kumara Dewi. Karen L. mendukung siswa menolongnya untuk belajar dan memiliki perilaku yang lebih baik serta mengembangkan pemahaman mengenai kelas dan penciptaan atmosfir (suasana) yang positif. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. The classroom environment and situational factor. Para guru perlu mempertimbangkan secara berhati-hati tata ruang fisik Bobby DePorter & Mike Hernacki.. 1966. Silberman. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Anonim. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Tarsito. Bruce. Pengajaran professional dan pembelajaran bermakna. Paket Pelatihan 1. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. DBE3. Model of Teaching. Erman. Bacaan Tambahan 109 . Gagne. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. 1996. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. MBE and Depdiknas. menantang. Kaifa: Bandung. 2004. Bandung: UPI. The Conditioning of Learning Training Applications. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Baik. Robert M. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Gordon. Kaifa: Bandung. Active Learning. 2003. Bobby DePorter. Bandung: Nusamedia dan Nuansa. terjemahan Raisul Muttaqien. Melvin L. positif. 1991. 2000. Modul Pelatihan 1. Orlando: Harcourt Brace Company. & Weil Marsha. yang bermakna.

1 A: Foto Ruangan Kelas (Fisik) B: Skenario Situasi Emosional di Kelas 110 .Handout untuk Peserta 6.

111 .

Handout untuk Peserta 6.2 Bagaimana menciptakan sebuah lingkungan belajar positif Lingkungan Fisik  Pajangan ruangan kelas (jelaskan)  Tempat duduk (jelaskan)  Sumber belajar (jelaskan)  Penerangan (jelaskan)  Mebeuler (jelaskan)  Peralatan (jelaskan) Lingkungan Emosional  Bahasa dan suara guru (jelaskan)  Harapan dan sikap (jelaskan)  Suasana ruangan kelas (jelaskan)  Perilaku siswa (jelaskan)  Harga diri siswa (jelaskan)  Kesematan (jelaskan) 112 .

3 Lingkungan Fisik Gambarkan posisi tempat duduk siswa di dalam kelas pada kolom B. A: Deskripsi Kegiatan Matematika Kelas IX terdiri atas 40 orang siswa bekerja secara perpasangan: “Diberikan sebuah masalah atau tugas matematika yang belum lengkap tentang KD : Menentukan pola barisan bilangan sederhana” Dari KD tersebut para siswa diminta membuat soal sebanyak mungkin. 113 . B: Pengaturan Tempat Duduk Sebuah kelas yang terdiri dari 45 siswa berumur 13 tahun bekerja secara berkelompok (4 orang per-kelompok) untuk membuat bermacam diagram sembarang data.Handout untuk Peserta 6. yang menurut Anda paling baik untuk melaksanakan kegiatan yang dideskripsikan pada kolom A.

teman-temannya yang papan tulis misalnya. Beberapa guru menyebutnya hyperaktif. Keempat siswa tersebut lebih bersemangat dalam belajar Matematika. menyelesaikan soal itu. Akhirnya. saya kumpulkan sebanyak mungkin dari rumah hilang bersamaan dengan masuknya guru saya diminta untuk mengerjakan soal. Walau begitu bersemangat. Saya tidak peduli. Skenario Satu Saya tidak menyukai belajar Matematika karena gurunya. mereka enggan untuk mengerjakannya. Mereka tidak menunjukkan minat yang baik terhadap pembelajaran Matematika. Terlebih lagi. pikirnya. Pernah suatu ketika. Hal ini semakin memperbesar rasa 114 . Sedangkan yang lain terkesan hanya sekedar ikut saja dalam kelas.Handout untuk Peserta 6. Guru tersebut berasal dari daerah yang aksen dan tekanan bahasanya lebih cepat dibanding di daerah kami. tapi dengan ogah-ogahan saya maju dan berpura-pura tidak mau lagi belajar.4 Sebuah Lingkungan Emosional Yang Positif Bermain Peran: Buatlah aturan main atau gambaran kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan kondisi/lingkungan emosional yang positif di dalam kelas berdasarkan skenario yang ada. posisi duduknya yang ada di bagian tengah. terkadang dia bisa menimbulkan kegaduhan yang mengganggu bagi 31 teman yang lain di kelasnya. Skenario Tiga Rahmad adalah siswa yang punya motivasi tinggi untuk belajar Matematika di kelas VII SMP AlFajar. benar atau pun salah. Semangat untuk belajar yang berusaha tersebut ke kelas kami. Suaranya yang pelan dan bahasanya yang terlalu cepat susah untuk saya mengerti. lain tidak lagi bersemangat untuk belajar. seakan siswa di kelas tersebut hanyalah seorang Rahmad saja. Hanya dia “siswa” dalam kelas tersebut. Bahkan ketika mereka diminta menyelesaikan soal di “keakuan” Rahmad. Hanya 3 perempuan dan satu laki-laki yang menunjukkan perhatiannya dalam pembelajaran Matematika di kelas. Saya menjadi malas mengikuti pelajaran Matematika. Akhirnya saya menyerah dan Skenario Dua Kelas VII SMP Al-Fajar terdiri atas 15 laki-laki dan 18 perempuan. Sehingga ketika pembelajaran Matematika berlangsung.

Disamping pengaturan ruangan kelas juga perlu diperhatikan. kepada siswa. Silberman. guru memperlihatkan gesture yang baik sehingga siswa memperhatikan Guru perlu hadir dalam pelaksanaan pembelajaran. guru sebaiknya menyapa para siswa dengan ramah dan menarik minat siswa. bentuk lingkaran kursi (gambar (f)). Ketika menanyakan sesuatu permasalahan yang disampaikan. bentuk lingkaran (gambar (e)). Bentuk U (gambar (a)). dan bentuk lingkaran 115 . Guru sebagai fasilitator berarti guru merancang situasi sehingga siswa berperan dalam mengarahkan pembelajaran. Ia memastikan siswa memperoleh cukup informasi dan pengetahuan. berikut contoh Gambar di atas merupakan alternatif bentuk penataan tempat duduk siswa yang diberikan oleh Melvin L. baik melalui penjelasan atau kegiatan yang dirancangnya maupun melalui sources yang ia rekomendasikan (misalnya buku-buku penunjang). memberikan bimbingan dan support materi. bentuk meja konferensi (gambar (d)). Suara yang lantang dan nyaring dengan bahasa yang jelas terdengar dapat membuat siswa memperhatikan guru. Ketika masuk ke dalam kelas. 1996). sehingga siswa mau mengeluarkan seluruh potensinya untuk menemukan cara meraih pengetahuan.Informasi Tambahan Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran adalah agen pengetahuan (bukan pemilik pengetahuan). Guru tidak perlu tergesa-gesa dalam menjelaskan pengaturan tempat duduk (Melvin L. bentuk setengah lingkaran (gambar (b)). Silberman. bentuk tanda pangkat (gambar (c)).

(formasi alternatif untuk diskusi kelompok) (gambar (g). Utari Sumarmo Pandangan dan pemahaman guru terhadap pengertian belajar akan mempengaruhi cara guru melaksanakan proses pembelajaran dan proses evaluasi hasil belajar siswa. alat-alat teknologi. (3) Pandangan terhadap penalaran matematika daripada sekadar mengingat prosedur (4) Penyusunan konjengtur. selain guru matematika harus pembelajaran matematika yang lebih menekankan kepada: (1) Pengertian kelas sebagai komunitas sekumpulan individu. serta sumber(6) Mencapai dan membantu siswa untuk mencari hubungan antara pengetahuan (7) Membimbing secara individual. (4) Menciptakan suasana kelas (lingkungan fisik dan emosional) yang mendorong dicapainya penemuan dan pengembangan idea matematika. Pada guru yang kurang menekankan belajar pada aspek “proses” tetapi lebih kepada rutin seperti penjelasan singkat materi baru. semula dengan pengetahuan baru. Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan di atas. Pandangan tentang Pembelajaran Matematika Oleh: Prof. pembelajaran akan lebih berpusat kepada guru melalui pengulangan kegiatan di kelas sambil berkeliling kelas atau menjawab pertanyaan siswa. guru akan berusaha melakukan kegiatan sebagai berikut: (2) Memilih tugas-tugas matematika sedemikian sehingga memotivasi minat siswa dan meningkatkan keterampilan intelektual siswa. sumber lain untuk menigkatkan penemuan matematika. dapat diterapkan dalam kelaskelas pembelajaran Matematika. (2) Pengertian logika dan kejadian matematika sebagai verifikasi daripada guru sebagai penguasa tunggal dalam memperoleh jawaban benar. Namun guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. dan menguasai matematika dengan baik. pemeriksaan “produk”. Guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. (5) Menggunakan dan membantu pemahaman siswa. atau algoritma saja. pemberian pekerjaan rumah. penemuan dan pemecahan masalah daripada penemuan jawaban secara mekanik. guru juga harus mempunyai pandangan terhadap matematika daripada hanya sebagai 116 . secara kelompok dan secara klasikal. Dr. (3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mendalami pemahaman mereka terhadap produk dan proses matematika serta penerapannya. guru akan berusaha melakukan kegiatan dengan melibatkan siswa secara aktif.

PMIPA IKIP Bandung. 1999 117 . Sumber: Utari Sumarmo. Impelementasi Kurikulum Matematika.(5) Mencari hubungan antara ide-ide matematika dan penerapannya daripada matematika sebagai sekumpulan konsep yang saling terpisah.

Henich dkk (1996) dalam bukunya Instructional Media and Technology for Learning. dan membimbing siswa belajar. termasuk guru matematika harus berusaha dan meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan media dan peralatan dalam kompetensi inti guru ke-5 dikemukakan bahwa guru dituntut memanfaatkan teknologi 118 . melainkan juga metode. guru dapat mengintegrasikan media ke dalam proses pembelajaran sehingga dapat memperbesar perolehan (hasil belajar) yang berdampak pada peningkatan prestasi siswa. Dalam konteks ini peran dapat terbentang dari belajar yang dikontrol oleh siswa sendiri sampai ke pendekatan sama dengan guru lain dan ahli media.Sesi 7 Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesatnya telah memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap seting pembelajaran. Apakah peranan guru akan menjadi berbeda ketika mengintegrasikan media dan alatalat dalam pengajarannya? Peranan guru dan siswa jelas menjadi berubah karena media dan teknologi di dalam kelas. peralatan yang diperlukan untuk memberikan informasi. media. menyatakan Media dan alat-alat menawarkan peluang yang lebih baik dalam proses belajar bahwa keseluruhan sejarah. 16 Tahun 2007 khususnya pada kompetensi inti guru 4. Sehubungan bagaimana memilih sumber belajar. media dan peralatan dalam pembelajaran. Penggunaan lingkungan dimaksudkan bukan hanya pada saat pembelajaran berlangsung. Pendekatan pembelajaran yang dikontrol oleh guru.5 yang mengharuskan guru menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. Khususnya dalam informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. mengajar. bekerja belajar (learning resources) atau sumber ilmu pengetahuan. Pembelajaran merupakan susunan dari informasi dan lingkungan untuk menfasilitasi belajar. Guru dan buku bukan lagi menjadi satu-satunya sumber yang dapat diambil guru adalah senantiasa merencanakan proses pembelajaran. media dan teknologi telah mempengaruhi pendidikan. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen) No. Peraturan tersebut mengandung arti bahwa guru.

mengajarkan matematika serta memanfaatkannya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Petunjuk Umum 119 . Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi guru dalam Permen No. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No.5 dan 5 tentang kompetensi penguasaan media. Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi.5. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. sumber belajar dan TIK yang harus dimiliki guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. yaitu Tujuan dan Hasil Belajar menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh dan kompetensi inti ke-5 guru mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran. peserta akan dapat: Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Apa yang dimaksud dengan sumber belajar (media dan alat) pembelajaran? Apa saja prinsif-prinsif yang harus diperhatikan dalam menggunakan penggunaan media dan peralatan (alat peraga)? pembelajar matematika? Apa saja penggunaan media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai tujuan Pertanyaan kunci Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. matematika. Perlakukan peserta sebagai pembelajar dewasa.

1: ”Penentuan Sumber Belajar dan Media Pembelajarani” tambahan 7. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Kalkulator untuk peragaan ICT 120 . kriteria Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. secara optimal. Handout untuk peserta 7. Ingat definisi TIK pada modul dasar DBE3 yakni modul TIK. OHP. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan media.Jangan terjebak kepada pengertian media. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. fleksibel. sumber belajar dan perangkat TIK diantaranya media gambar.2: ”Rubrik pelaksanaan pembelajaran berisi pembelajaran yang menggunakan media secara efektif. alat peraga terutama TIK yang berorientasi kepada penggunaan teknologi canggih semata. LCD dan kalkulator. laptop. model-model. kegiatan pada sesi ini.1 : ”Gambar/daftar sumber belajar (media dan alat) dalam matematika” Informasi Informasi tambahan 7. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatanPantau seluruh kegaiatan dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan tercapai Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Lem kertas Hadiah permen atau cemilan dalam bungkus yang menarik sebanyak 1 buah. sumber belajar yang ada di kelas dan dilingkungan sekolah.

Tiga orang bersaudara mendapatkan surat wasiat pembagian harta peninggalan 17 domba yang hanya berupa surat. Sedang Si Tengah mendapat bagian sepertiganya. mereka bertiga pergi kepengadilan untuk membaginya secara adil sesuai 121 . Pada pembagian 17 ekor dombanya inilah yang menjadi pertengkaran karena jelasnya domba tidak boleh dipotong.1 disertai contoh chart. Karena tidak menemukan strategi (siasat) bagaimana cara membaginya. Umpan Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Adapun bunyi surat peninggalan itu berbunyi demikian. Khusus untuk Energizer Warisan yang adil pembagian domba ini harus dalam keadaan hidup dan tidak boleh dijual dulu. si sulung harus mendapatkan bagian setengahnya.Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema. dibagi sama rata. Untuk peninggalan harta warisan yang lainnya. 45 menit Reflection Peserta 5 menit merangkum Extension Membaca seluruh bacaan Di luar sesi.1 berisi media dan alat pembelajaran selanjutnya memilih mana yang paling tepat untuk mengajarkan balik SK/KD.2. mengerjakan handout 7. Selanjutnya peserta pembelajaran selama sesi. (benar/salah) penggunaan tentang prinsip media dan alat pembelajaran yang ditayankan melalui power point. Peserta menjawab pertanyaan pada kertas flip pertanyaanpertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. menjawab informasi pada tambahan dan informasi dan 7. tambahan 7. tujuan dan hasil serta Connection Peserta 35 menit menuliskan beberapa perbedaan Application Peserta bekerja dalam kelompok. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. peserta diminta pembelajaran. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta media dan alat Peserta memilih SK/KD sesuai yang akan jenjang dan KD dikembangkan. Dan Si Bungsu mendapat bagian sepersembilannya.

Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Ternyata dipengadilanpun tidak dapat diatasi. dia dapat membaginya secara adil dan sama sesuai dengan surat wasiatnya.  Berbagai sumber belajar yang dapat mendukung pembelajaran matematika di kelas. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Pada waktu itu muncullah seorang yang terkenal pandai di desanya. buku. media. TIK. Introduction (5 menit) 1 C (1) (2) (3) (4) (5) (6) Connection (35 menit) Tuliskan kata “ Pendukung pembelajaran/sumber belajar “ pada papan tulis. Guru perlu memilih sumber yang dapat mendukung strategi belajar mengajar. Nah bagaimanakah strategi pembagian yang adil ini dilaksanakan seandainya saudara diminta tolong? Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (3) (4) Sampaikan tujuan. Tuliskan pada kertas flipchart. lingkungan.5 dan ke-5. Setelah membaca isi surat wasiat itu. sumber belajar dan TIK untuk mendukung tujuan pembelajaran matematika yang dituntut dalam Permen No. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4.  Penguasaan dan penggunaan media. menit. Catatan untuk Fasilitator Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Buatlah tabel seperti di bawah ini pada kertas flipchart. Minta peserta untuk menjelaskan perbedaan antara dalam kolom dengan memberi beberapa contoh. pembelajaran ke dala dua kolom Media Pembelajaran Alat Pembelajaran judul (media dan alat) di Minta peserta untuk menyebut beberapa sumber (media dan alat) pembelajaran. Daftar sumber pembelajaran sebanyak peserta yang menyebutkannya di dalam 5 Beri peserta 5 menit untuk menggolongkan daftar sumber (media dan alat) 122 . jurnal. dll. mulai dari guru.dengan surat wasiatnya.

Catatan untuk Fasilitator  Guru perlu memikirkan bagaimana memilih sumber pemebalajaran (bukan hanya buku teks) untuk mendukung stratetgi pembelajaran. (8) (9) Beri peserta dua buah kartu. Slide 3: Peralatan pembelajaran sebaiknya digunakan oleh para guru untuk membantu mengajar dan tidak oleh siswa. sumber untuk mendukung pembelajaran. Para guru sebaiknya menyediakan beberapa alternatif peralatan untuk mengantisipasi hal yang terduga (misalnya listrik mati). Slide 4: Media dan peralatan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan membantu siswa untuk mengembangkan tujuan pembelajaran lebih baik. Bacakan pertanyaan berikut tentang prinsif penggunaan sumber pembelajaran kepada peserta dan minta mereka untuk mengatakan apakah benar atau salah sesuai meningkatnya nomor kartu. Slide 5: Media dan peralatan pembelajaran tidak perlu tepat untuk jenjang perkembangan mental siswa (misalanya siswa kelas VII dapat diberi dasar-dasar teori limit) Slide 6: Sumber pembelajaran tidak perlu mengacu kepada rencana pelakasanaan pembelajaran Slide 7: Dengan menggunakan alat peraga maka proses belajar termotivasi. sehingga baik siswa Slide 2: 123 . yang selama ini tidak diintegrasikan (7) Jelaskan kepada peserta bahwa hal yang terpenting tentang sumber (media dan alat) pembelajaran adalah bukan menyebutkan atau menggolongkannya tapi bagaimana guru menggunakan sumber tersebut di dalam kelas. Pernyatan diperlihatkan dengan power point Slide 1: Alat dan media pembelajaran sebaiknya asli dan imanajinatif serta menciptakan pesan menarik yang menghubungkan siswa dengan proses belajarnya. 2  Yakinkan bahwa TIK adalah tercakup di dalam sesi ini dan digunakan sebagai dari strategi pembelajaran. minta mereka menulis BENAR pada sebuah kartu dan SALAH yang lainnya.

1 yang berisi gambar (daftar) dari sumber pembelajaran Tugas meraka adalah memilih pendukung/sumber pembelajaran yang paling tepat dari handout untuk mendukung pengajaran. Minta peserta. (11) Siapkan dan berikan peserta handout yang meringkas pentuntun untuk menggunakan pendukung pembelajaran atau sumber yang didasarkan pada (12) Lihat kembali daftar sumber pembelajaran.maupun guru. pernyataan dari quiz benar-salah. (10) Fasilitator harus meyakinkan bahwa peserta mengoreksi pernyataan yang salah. dan terutama siswa minatnya akan timbul. konsep-konsep abstrak dapat disajikan dalam bentuk kongkrit yaitu dalam bentuk model-model matematika yang dipakai objek penelitian. sumber yang mana yang paling sesuai dengan pelajaran matematika. A (1) (2) (3) (4) Application (45 menit) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompk. (media dan alat) yang berbeda. Slide 8: Alat peraga pembelajaran matematika membuat bentuk kongkrit menjadi konsep yang lebih abstrak Slide 9: Alat peraga yang digunakan hanya sekadar sajian yang tidak memiliki nilai-nilai yang tidak menunjang konsep-konsep dalam matematika Slide 10: Dengan alat peraga. Printahkan mereka untuk memilih beberapa jenjang dan semester yang akan ajarkan. dan karena itu bersikap positif tertahadap pengajaran matematika. teransang. sediakan waktu presentase 5 menit untuk menjelaskan:  Apakah tujuan dari pelajaran atau kegiatan ini?  Yang mana sumber pembelajaran yang mereka pilih?  Mengapa mereka memilih sumber pembelajaran itu? pembelajaran?  Bagaimana mereka akan menggunakan sumber ini di dalam pelajaran?  Apakah yang mereka pikirkan ketika menggunakan sumber ini? (5) Umpan balik dari facilitator dan beberapa peserta. Beri peserta handout 7. Ia akan senang.  Bagaimana sumber pembelajaran ini mendukung siswa untuk mencapai tujuan 124 . tertarik. Beri setiap kelompok KD/Indikator sesuai jenjang kelas dan semester.

sebaiknya dipilih secara hati-hati untuk mendukung siswa tersebut sebaiknya imajinatif dan menciptakan sebuah pesan yang menarik untuk siswa. 125 . Pemahaman konsep c. e. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran.Catatan untuk Fasilitator  Penggunaan sumber pembelajaran (media dan alat) dapat diakitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari: a. Pelayan terhadap perbedaan individual. Extension Sumber Pesan Kunci belajar mengembangkan kompetensi yang telah ditargetkan atau akan dicapai. g.1 dan informasi tambahan 7. Pengukuran: alat peraga dipakai sebagai alat ukur f. termasuk pelayananan terhadap anak lemah dan anak berbakat. Pemecahan masalah matematika. oleh sebab itu peserta diminta melakukan: (2) (3) Menelusuri sumber bacaan dari internet sebagaimana disebutkan dalam bacaan tambahan Membaca informasi tambahan 7.2. alat peraga sebagai obyek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti. Pembentukan konsep b. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Latihan dan penguatan 3 d. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan seacar umum. Sumber-sumber Sumber-sumber sebaiknya digunakan oleh siswa untuk mendukung pembelajaran. R Reflection (5 menit) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi.

or.html) 126 . Jakarta. Maletsky.oke.rtf Penggunaan komputer untuk pembelajaran matematika  (http://www.doc  http://www. Bacaan Tambahan Aktivitas dan Stategi.cbn.ugm.id/umum/deddy-word.oke.id/data/tutorial/Membuat%20Slide%20Presentasi.id/tutorial/Yamta~Email%20OKE.oke.or.or.swarthmore.or.oke.id/tutorial/4Mengunakan%20Tabulasi.oke.oke.net.net.or.doc  http://www.php Menggunakan komputer untuk berkomunikasi dengan orang lain  http://www.ca)  (http://forum.mcs.ialf.php  http://www. 2003 Dari internet: Membuat dan mengedit laporan dan presentasi  http://ikc.doc  http://www.id/tutorial/6Membuat%20MailMaerge.cbn.nctm.oke.org/v10/onno-ind-2/application/education/belajar-internetmelalui-istilah-internet-04-2001.or.doc  http://www.id/tutorial/5Membuat%20tabel%20dan%20kolom.oke.st-and.tk/  http://bebas.org)  (http://imo.id/tutorial/2Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20Kata.id/tutorial/3Melakukan%20editing%20sederhana.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.kmpk. Mengajar Matematika.ac.or. Erlangga.edu)  (http://turnbull.vlsm.or.pdf  http://ikc.math.id/tutorial/7Mencetak%20Dokumen.ac.pdf  http://belajarblog.uk/~history/Indexes/HistoryTopics.doc  http://www.Max Sobel & Evan M.doc  http://www.id/tutorial/1Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20  http://www.doc  http://www.id/umum/yuhefizar-office. Sebuah Buku Sumber Alat Peraga.

1 SUMBER BELAJAR (MEDIA DAN ALAT) DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA Petunjuk: 1. Cermati kompetensi dalam SK/KD sesuai jenjang dan semester SMP 2. dan alat) yang paling tepat untuk mengajarkan kompetensi pada point (1).Handout Untuk Peserta 7. media. Media Alat Peraga 127 . Pilih pendukung pembelajaran (sumber.

128 .

129 .

Sosialisasi KTSP ANALISIS SUMBER ANALISIS SUMBER BAHAN/ALAT BAHAN/ALAT • Buku teks. tabloid. nara sumber. alat peraga • Bahan praktek 130 . dan indikator pencapaian kompetensi. dan budaya. hasil penelitian. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. jurnal.Informasi Tambahan 7. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. serta lingkungan fisik. buku kurikulum. alam. kegiatan pembelajaran.1 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. dokumen negara. koran. dsb) • Alat Praktek. sosial. penerbitan berkala (majalah. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

ALAT BANTU PEMBELAJARAN Alat bantu bukan pengganti guru 3. SEHINGGA MENDORONG TERJADINYA BELAJAR PADA SISWA MEDIA ARE ANYTHING THAT CARRIES INFORMATION BETWEEN A SOURCE AND RECEIVER (HEINICH 86) MEDIA DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN PAI 1. flash 2. KEMAUAN.MEDIA PEMBELAJARAN MEDIA ADALAH SEGALA SESUATU YANG DAPAT MENYALURKAN PESAN. Bahan ajar) 131 . rekaman video. REKAMAN. DAPAT DILIHAT DAN ATAU DIDENGAR Model. DAPAT MERANGSANG PIKIRAN. ALAT BELAJAR (MODUL. MEDIUM PERANTARA INFORMASI Penyampai informasi 4. PERASAAN. powerpoint.

SISWA. MENGAJAR LEBIH BERVARIASI KARENA TIDAK HANYA VERBAL DAN MEMBOSANKAN LANJUTAN 6. BAHAN AJAR LEBIH BERMAKNA DAN DAPAT DIPAHAMI SISWA 5. KEBUTUHAN. MENGEMBANGKAN MINAT DAN MOTIVASI 8. MEMPERMUDAH PEMBELAJARAN DAN BELAJAR KRITERIA PEMILIHAN MEDIA  SESUAI KOMPETENSI. SEHINGGA MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR 2. DAN BIAYA  KEADAAN SARANA PENDUKUNG  KEMAMPUAN PENGELOLAAN  KETEPATGUNAAN/EFISIENSI  MUTU TEKNIS 132 . MENGATASI KETERBATASAN 4. DAERAH. MENARIK PERHATIAN SISWA. MEMBERIKAN PENGALAMAN NYATA 3. TIDAK HANYA MENDENGARKAN 7. MEMBERIKAN PENGALAMAN YANG TAK MUDAH DIDAPAT 10. MENUNTUN BERPIKIR KONGKRIT 9.FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN 1. SISWA LEBIH BANYAK BELAJAR.

 MEDIA LINGKUNGAN BENDA. GRAFIK. FOTO. ALAM BENDA TIRUAN: MODEL. SKETSA. DIAGRAM. SKETSA DLL  MEDIA TIGA DIMENSI MODEL. FILM. DVD. OHP. DIAGRAM. LAB BHS.MACAM MEDIA PEMBELAJARAN * MEDIA GRAFIS FOTO. TV. MP3 * MEDIA PROYEKSI SLIDE. MINIATUR. REPRO DLL  MEDIA PROYEKSI SLIDE. VCD. PAPAN PLANEL. MAKET. TUMBUHAN. FILM. BENDA. REPRO SIMULASI SARANA PENGAJARAN VERBAL: KATA. BINATANG. GAMBAR. DAN KOMPUTER MACAM MEDIA PEMBELAJARAN (Lanjutan)  MEDIA DUA DIMENSI GAMBAR. KALIMAT SARANA PENGAJARAN GRAFIS GAMBAR DIAM DAN BERGERAK REKAMAN GAMBAR SUARA/GBR DAN SUARA PROGRAM 133 . OHP. CD. LCD * MEDIA AUDIO VISUAL VCD. DAN ALAM JENIS MEDIA PEMBELAJARAN        BENDA SEBENARNYA: OBJEK. MAKET. DVD. TAPE RECORDER. BULETIN * MEDIA AUDIO RADIO.

ARTINYA DPT DIBACA SISWA SELURUH KELAS  PESAN JELAS TIDAK TIMBUL MAKNA GANDA  GAMBAR BERWARNA LEBIH BAIK DARIPADA HITAM PUTIH  BENTUK ATAU GAMBAR HARUS REALISTIK. KOMPOSISI. ARTINYA MEMBERIKAN PEMAHAMAN NYATA LANJUTAN  GAMBAR ATAU FOTO YG BAIK SEBAGAI MEDIA YANG MENGANDUNG GERAK DAN BERWARNA  TAMPILAN SEDERHANA TIDAK KOMPLEKS. WARNA. KESEIMBANGAN HARUS BAGUS  DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA 134 . TIDAK MENIMBULKAN MAKNA GANDA. GAMBAR.MEDIA PEMBELAJARAN YANG BAIK  UKURAN HARUS BESAR. TULISAN. BENTUK. MUDAH DIPAHAMI.

Beri nilai 4 jika…. ide mereka) cadangan bila terjadi hal yang tak terduga telah memeriksa kaset media yang digunakan peserta ajar dalam ketrampilan atau ide- membantu para siswa Media pembelajaran telah dipersiapkan dan digunakan secara efektif oleh guru. namun tidak secara telah terorganisir tidak membantu memperbaiki pemahaman. pemutar video berfungsi dengan baik dan guru videonya dan juga berguna untuk memperbaiki pemahaman. Beri nilai 3 jika……. ketrampilan atau ide- ketrampilan atau ide- namun tidak secara 135 .Informasi Tambahan 7. ide mereka) ATAU efektif (misal: media secara baik namun peserta ajar untuk Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien dan efektif oleh guru (misal: semua handout telah dipersiapkan. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media Pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran digunakan namun guru secara efisien (misal: guru tidak dapat Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien oleh guru.. pemutar video tidak berfungsi. guru tidak bisa mengoperasikan OHP/proyektor) maupun efektif (misal: tidak membantu meningkatkan pemahaman.2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran # C 13 Indikator/ Aspek yang diamati Beri nilai 1 jika …… Beri nilai 2 jika …. Hanya beri nilai 5 jika. ide mereka) Semua kriteria untuk PLUS nilai 4 telah terpenuhi tidak menggunakannya Guru telah menyiapkan beberapa media alternatif sebagai Buku pelajaran satunya media digunakan merupakan satupembelajaran yang menemukan handout.

efisien (misal: tidak terorganisir secara baik namun mampu untuk memperbaiki pemahaman. ide mereka) 15 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran telah dipersiapkan namun yang membantu peserta ajar ketrampilan atau ideBeberapa media Media pembelajaran digunakan oleh Semua kriteria untuk PLUS pembelajaran telah Siswa menggunakan sebagian dari media pembelajaran namun kurang memancing pelajaran) menggunakan adalah mereka dalam dipersiapkan namun yang menggunakan hanyalah sebagian telah dipersiapkan dan seluruh siswa untuk membantu mereka belajar (misal: para nilai 4 telah terpenuhi Guru telah menyiapkan beragam media yang kreatif dan menarik siswa dalam guru untuk membantu mengajar dan tidak (misal: guru kecil saja dari siswa terlalu tradisional dan inspirasi (misal: buku melibatkan para siswa menggunakan boneka manusia untuk bagian tubuh) (misal: beberapa siswa maju ke depan kelas dan menggunakan boneka model kerangka untuk bagian tubuh) siswa bekerja dalam dan masing-masing kelompok kelompok-kelompok untuk melibatkan para pembelajaran mereka model kerangka tulang mengenali bagian- mengenali bagian- menggunakan boneka mengenali bagianbagian dari tubuh) model kerangka untuk 136 .

Ketepatan strategi belajar mencapai kompetensi dari mata pelajaran matematika tetapi juga strategi mengajarkan siswa bagaimana seharusnya belajar. relevansi dengan kehidupan nyata. mengajar yang dimaksudkan di sini tidak hanya mencakup strategi guru dalam Pendahuluan Siswa adalah subyek pembelajaran. keterampilan. Terdapat bentangan sumber belajar mulai dari yang paling sederhana misalnya buku teks sampai pada yang canggih misalnya komputer/internet dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik. karena itu karakteristik dan gaya belajar mereka harus dipikirkan atau dipertimbangkan ketika merencanakan strategi belajar mengajar di kelas. dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Sesi 8 Kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi menyatakan bahwa kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan. menyenangkan. menantang dan memotivasi siswa untuk mengajar harus di susun sedemikian rupa sehingga dapat memberi suasana yang berpartisipasi secara aktif. Untuk mendukung strategi belajar mengajar yang efektif dibutuhan pencipataan lingkungan belajar baik fisik dan emosional. tujuan pembelajaran. Untuk mengakomodasi karakteristik siswa yang beragam. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual dengan kehidupan nyata. Lingkungan belajar yang kondusif mempunyai dampak yang kuat terhadap pembelajaran karena dapat mempromosikan atau mengahalangi proses pembelajaran. Pencapaian kompetensi melalui pengalaman belajar yang sesuai ditentukan oleh strategi belajar mengajar yang tepat. inspiratif. sikap. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang pesat menempatkan peran guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. dan lingkungan belajar baik fisik dan emosional akan berjalan dengan baik jika ditunjang oleh adanya sumber belajar yang memadai. Strategi belajar mengajar yang mempertibangkan karakteristik siswa. Lingkungan belajar perlu disediakan agar lebih memberi suasana terutama di kelas yang fleksibel untuk mendukung siswa belajar dengan baik. strategi belajar interaktif. 137 .

inti 6. RPP. Tingkat pencapaian kompetensi dasar sangat ditentukan oleh minat peserta didik terhadap mata pelajaran. standar kompetensi diuraikan menjadi sejumlah kompetensi dasar. laboratorium.Cakupan materi pada standar kompetensi sifatnya masih luas. dan menggunakan kata kerja operasional yang mudah diukur.3 yaitu guru mampu pembelalajaran (silabus. 13. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. termasuk kreativitasnya. Kompetensi dasar memiliki cakupan materi yang relatif lebih sempit. Mereka yang berminat tugas guru adalah membangkitkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran melalui pembelajaran .” inti 6. Kompetensi inti 3. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”. strategi. Kompetensi “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran pembelajaran untuk untuk Tujuan dan Hasil Belajar relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”. dan santun dengan peserta didik”. Hal ini sesuai Permen No 16 Tahun 2007 tentang standar kompetensi dapat diharapkan akan mencapai prestasi hasil belajar yang optimal. tujuan pembelajaran yang diampu”. yaitu: 11. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti yang dibahas pada sesi-sesi sebelumnya (sesi 1. maupun lapangan. RPP merupakan acuan untuk merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. Untuk memudahkan guru dalam mengembangkan kurikulum. Oleh karena itu. 12. khususnya kompetensi inti 4.1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”.2 “Menyediakan berbagai kegiatan 18. baik untuk kegiatan di dalam kelas. Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan garis-garis melaksanakan program pembelajaran.7). empatik.). Kompetensi 17. Kompetensi inti 2. Kata kerja yang digunakan terkait dengan tingkat berpikir yang diperlukan untuk mempelajari suatu mata pelajaran.” 15. Kompetensi inti 4.” 138 .1 16. “Berkomunikasi secara efektif.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.2 “Menerapkan berbagai pendekatan. Kompetensi inti 2. mengaktualisasikan potensi peserta didik.3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai 14. Kompetensi inti 7. metode. suatu strategi belajar mengajar yang efektif yang mengintegrasikan seluruh aspek pendidik dan tenaga kependidikan.

Pertanyaan Kunci Strategi belajar mengajar apa yang akan digunakan dalam pelajaran? Mengapa atau apakah strategi yang digunakan sudah tepat untuk siswa? Bagaimana strategi yang digunakan mendukung pengembangan kompetensi? Bagaimana menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Mengapa menggunakan tata ruang kelas? Bagaimana tata ruang ini mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. fleksibel. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini.Fokus dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan kompetensi inti 4. maupun lapangan ” sebagai persiapan melakukan mikro teaching. Jadi jangan terjebak dengan pengertian umum.3 yaitu “menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Ingat bahwa informasi umum perihal RPP telah diperoleh peserta pada pelatihan modul dasar 2 BTL. baik untuk kegiatan di dalam kelas. peserta akan dapat: Menyusun garis besar pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran. dan LCD sebelum memasuki sesi ini. Petunjuk Umum Pantau dan arahkan seluruh aktivitas dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan 139 . Manfaatkan peralatan yang tersedia semaksimal mungkin. OHP. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. Karena pentingnya sesi ini maka fasilitator hendaknya menfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. tercapai secara optimal. RPP yang dimaksud dalam sesi ini adalah RPP mata pelajaran matematika. laboratorium.3. Perlakukan peserta sebagai pebelajar dewasa. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop.

2: ”Rubrik penilaian rencana pembelajaran” Sesi ini berlangsung selama 90 menit.Kertas flipchart Sumber dan Bahan Spidol marker besar Penggaris panjang.2.1.2: ”Rancangan outline pembelajaran yang akan Informasi tambahan 8.1: ”Standat Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika jenjang SMP” Informasi tambahan 8. outline 5 menit Peserta Reflection merangkum Extension bacaan Di luar sesi. kemampuan dari sebuat strategi utuh menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. pembelajaran selama sesi. tujuan dan hasil serta Connection Peserta 20 menit mereview materi yang telah sesi 1-7. handout 8. Dokumen standar isi matematika Handout untuk peserta 8.2. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta menyusun pembelajaran yang menghimpun seluruh mengerjakan pertanyaanpertanyaan kunci dan handout 8. sesi 1-7 ke dalam pembelajaran yang 140 . Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Peserta diperoleh dari Application Peserta bekerja Berdasarkan 60 menit dalam kelompok. hububungan berisi konstelasi antara strategi pembelajaran. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi ICT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema.1: ”Konstelasi hubungan strategi pembelajaran antar sesi” Handout dikembangkan peserta” untuk peserta 8. mempelajari tambahan . menjawab pembelajaran.1 dan informasi 8. informasi tambahan 8.

Jelaskan bahwa indikator (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. (2) Minta peserta menuliskan karakteristik utama atau kata-kata kunci dari setiap sesi 1-7. Pada hari berikutnya dia membawa kaleng masing-masing. Connection (20 menit) 141 . hasil belajar dan pertanyaan kunci. Introduction (5 menit) 1 C (1) Minta peserta melihat kembali hal-hal yang telah dipelajari pada sesi 1-7. Energeizer ini berjudul “Menakar bensin sama isinya” hasilnya. Makna dari energizer ini adalah bahwa apa yang dimiliki perlu ditata penempatannya agar maksimal termanfaat secara baik. dalam kelompok untuk mempersiapkan sebuah mikro teaching.Energizer berikut merupakan energizer yang berhubungan dengan sesi ini. Catatan untuk Fasilitator  Sesi ini sebaiknya memuat durasi lebih panjang dimana peserta dapat bekerja  Fokus dari sesi ini adalah menyusun strategi pembelajaran dengan menggunakan  Fasilitator menyampaikan penting memiliki dan menguasai kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No. masing menjumpai kesukaran. Di kantornya hanya mempunyai kaleng yang berukuran 3 liter. Nah teman-teman coba tolonglah bagaimana cara Energizer Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. dan 13 liter. Tanyakan point-point penting dari setiap sesi yang telah dipelajari. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. yang dibawanya dalam jeriken besar. Penataan ini membutuhkan strategi yang tepat agar sumber daya yang ada Tiga orang pegawai mendapat pembagian bensin sebanyak 24 liter. Akan tetapi alangkahnya kecewanya mereka ketika hendak membaginya 8 liter masingmembaginya sama rata sehingga masing-masing mendapat 8 liter. 11 liter. keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci.3 hasil belajar yang telah diperoleh pada sesi 1 -7.

kelompok kelas VII semester 2 dan Application (60 menit) pertanyaan. untuk mendiskusikan dan menyelesaikannya. Dengan demikian sesi ini adalah ringkasan dari seluruh kemampuan sebelumnya yang merupakan inti dari modul ini. (4) Review hasil-hasil yang telah diperoleh dari sesi 1-7. harus mencirikan atau dengan kata lain menjawab misalnya kelompok kelas VII semester 1. sesi mana yang menjadi prasyarat dari sesi lain. (7) Umpan balik dari fasilitator. Melihat sesi mana yang merupakan dasar dari sesi lain. Tanyakan kepada peserta inti atau tujuan dari keseluruhan sesi.1. Catatan Untuk Fasilitator Inti dari sesi ini adalah menggabungkan seluruh pemahaman peserta dari sesi 17.pertanyaan berikut: Strategi belajar mengajar apa yang akan anda gunakan dalam pelajaran ini? Bagaimana strategi tersebut mendukung pengembangan kompetensi? Mengapa? apakah strategi yang digunakan tersebut sudah tepat untuk siswa? Bagaimana menghubungkan pembelajaran itu dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Gambarkan dalam sebuah diagram. Beri kesempatan selama 15 menit 2 mendukung.(3) Minta peserta menghubung-hubungkan antara satu sesi dengan sesi lain. mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Mengapa menggunakan tata ruang kelas tersebut? Bagaimana tata ruang ini (5) Peserta mengerjakan handout 8. 142 . (4) Outline         pembelajaran. Kelompok tersebut seterusnya. A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok (2) Bagi peserta dalam kelompok sesuai dengan jenjang kelas. berisi rancangan outline pembelajaran.1. Dapat dilakukan dengan diagram. sesi mana yang saling (5) Bagikan kepada setiap kelompok handout 8. dan sesi mana yang dapat dilakukan secara bersamaan. (3) Susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7. (6) Minta kepada setiap kelompok menyimpulkan hasil kerja mereka dari handout 8.2.

Agar penilaian efektif dapat menggunakan rubrik rencana pembelajaran pada informasi tambahan 8. Elaborasi. Outline tersebut memuat sekurang-kurangnya tiga bagian. kreativitas. Kegiatan initi menggunakan strategi/metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran matematika. menyampai kompetensi yang dicapai. dan cakupan materi peserta didik secara fisik dan psikis. kegiatan tindak lanjut (remedi. (8) Beri waktu 10 menit. kesempatan kelompok Catatan Untuk Fasilitator Kegiatan dalam aplikasi ini diarahkan untuk membuat outline (garis-garis besar) pembelajaran. minat. kemandirian. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikut. dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. kegiatan inti. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. berisi: Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang dilakukan secara interaktif. dibuat. menyampaikan 2. inspiratif. Kegiatan Inti.(6) Minta wakil masing-masing yang meraka kelompok telah menyajikan Beri selama 2 menit outline lain pembelajaran menanggapi.2. dan kegiatan penutup. (9) Beri hadiah kepada kelompok yang paling cepat dan paling dalam menyusun outline R Reflection (5 menit ) kunci. pembelajaran. (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. yang meliputi: Eksplorasi. Kegiatan Penutup. memberikan umpan balik. tugas individu/kelompok). berisi: Penyiapan pengetahuan sebelumnya. berisi: Membuat rangkuman/simpulan. menantang. Kegiatan Pendahuluan. menjawab pertanyaan-pertanyaan 143 . penilaian/refleksi. pengayaan. mengaitkan dengan sesi 1 sampai sesi 7. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan Konfirmasi. 3 (7) Beri waktu selama 5 menit kelompok untuk menilai outline pembelajaran yang meraka telah dibuat. 3. 1. kepada peserta untuk melakukan kegiatan meringkas sehingga pada akhir sesi ini peserta memiliki ringkasan yang menyoroti hal-hal yang benarbenar merupakan titik kunci tentang mengajar dan belajar dari sesi ini. yang menfasilitasi seluruh kemampuan yang telah diperoleh dari yaitu: kegiatan pendahuluan. menyenangkan.

kompas.suaramerdeka.10k http://www.ac.teach-nology.com .com/feeds/1345826977056316310/posts/default/362666313 0405328593 .1 tentang rubrik peniliaian rencana menggunakan seluruh informasi tersebut dalam memilih satu strategi belajar mangajar untuk melaksanakan microteaching pada sesi 9.htmlm http://www.uny.csun.9k http://www.html .htm .ac. termasuk informasi tambahan sesi 1-7. 144 .edu/~hcedu013/plans.htm .uny.com/LessonPlan/index.96k http://www.sertifikasiguru. pembelajaran.id/akademik/sharefile/files/13112007191947_1809200718061 1_kubutekx_jadi.tapperware.lessonplanz.id/akademik/sharefile/files/2609200782828_kobuteks.com/teachers/lesson_plans/ http://www.(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh dari sesi 8 pada jurnalnya masing-masing. Bacaan Tambahan http://www.org/uploads/File/instrument/inst_portofolio.pdf http://www.adprima.blogger.rt http://www.rtf http://www. penataan kelas yang baik.com/harian/0410/25/opi04. Minta mereka Extension berbasis SK/KD dalam menyusun outline pembelajaran yang baik sebagai persiapan Guru diharapkan tidak hanya mengetahui strategi belajar mengajar yang tepat untuk Pesan Kunci siswa. dan penggunaan sumber yang mendukung pembelajaran tetapi bagaimana meramu itu semua ke dalam sebuah aksi untuk mendukung siswa belajar.44k http://www. E Minta peserta mempelajari kembali informasi tambahan 8.com/kompas-cetak/0604/12/jogja/22994. tujuan atau kompetensi.com/lesson http://www.

Adapun klasifikasi strategi pembelajaran tersebut seperti disajikan pada tabel berikut.1 Pilih satu Komptensi Dasar (KD) menurut kelas dan semester yang akan diajarkan.Handout untuk Peserta 8. Buatlah peta konsep/diagram/skema yang menggambarkan penggunaan seluruh strategi yang anda telah pelajari pada sesi 1-7. Klasifikasi A= B= Judul sesi Sesi 1: Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Sesi 2: Apakah yang sebaiknya Guru pikirkan ketika memilih strategi belajar mengajar untuk siswa? C= Sesi 3: Apakah yang sebaiknya guru pikirkan ketika mereka? menentukan strategi pembelajaran untuk mata pelajaran D= Sesi 4: Bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? Sesi 5: Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses BelajarMengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? E= F= G= Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? H= Sesi 8: Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran? 145 .

2 Deskripsi Keterangan Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Penutup 146 . Tahapan Komponen Strategi Kegiatan Handout untuk Peserta 8.Berdasarkan jawaban yang Anda tulis pada bagian aplikasi. dengan mengikuti pola berikut. susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7!.

serta penyajiannya 4.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2.3 Menyelesaikan persamaan linear satu 2.3 1.Informasi Tambahan 8. Memahami bentuk aljabar. serta menentukan ukurannya 5. Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1. garis dengan sudut.3 Melakukan operasi irisan.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur2. Memahami hubungan garis dengan garis. himpunan Venn kurang (difference).8 Melukis sudut Membagi sudut garis lain serta besar dan jenis sudut 147 . persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.5 5.7 5. dan komplemen pada himpunan.6 Menentukan hubungan antara dua garis. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4. gabungan.1 Memahami pengertian dan notasi 4.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs Kelas VII.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel variabel Kelas VII.4 Komptensi Dasar Melakukan operasi hitung bilangan bulat Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah unsurnya dan pecahan 1.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4. Memahami sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan 5. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4.2 Memahami konsep himpunan bagian 4. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Aljabar 2. sudut dengan sudut.

Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar 1. dan persamaan garis lurus Komptensi Dasar 1.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius garis lurus 1. Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3.4 Menentukan nilai fungsi 1.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku3. serta menentukan ukurannya 5.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1. balok. dan bagian-bagiannya. Menentukan unsur.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5. relasi. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran ukurannya 4. Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3.3 Menggunakan hubungan sudut pusat.4 Menghitung panjang garis singgung 4. Memahami sifat-sifat kubus. bagian lingkaran serta lingkaran Komptensi Dasar 4.6 Menentukan gradien. prisma. dan lingkaran data tunggal serta penafsirannya 148 .3 Menentukan rata-rata.3 Memahami relasi dan fungsi 1. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah 3. limas. prisma dan limas 5.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4. balok. balok. persekutuan dua lingkaran 5. balok.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus. dan modus 3.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus.Kelas VIII.2 Membuat jaring-jaring kubus. garis.1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4. median. luas juring dalam pemecahan masalah 4. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya Kelas IX. Memahami bentuk aljabar.4 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang. persamaan dan grafik Geometri dan Pengukuran 3. fungsi.2 Memecahkan masalah pada bangun datar siku yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras Kelas VIII. panjang busur.

4 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana Kelas IX.3 Memecahkan masalah sederhana yang bentuk akar 6.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6. Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan 5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret 6.3 Menentukan ruang sampel suatu percobaan 4. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana Komptensi Dasar 5.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan 5.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret aritmatika dan deret geometri dan barisan geometri sederhana 149 . Memahami peluang kejadian sederhana 4. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah berpangkat dan bentuk akar bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar berkaitan dengan bilangan berpangkat dan 6.1 Menentukan pola barisan bilangan 6.4.

dinyatakan jelas dan dapat (misalnya: dinyatakan apa hasil dari pembelajaran Beri nilai 4 jika… yang siswa pelajari sebagai 150 .Informasi Tambahan 8. Beri nilai 1 jika… Beri nilai 2 jika… Beri nilai 3 jika… No 1 1.1 Komponen Kejelasan Hasil Pembelajaran Kejelasan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan Tujuan Pembelajaran jelas Dinyatakan tetapi tidak (misalnya: dapat ditafsirkan berbeda-beda) Tujuan pembelajaran tidak dapat diukur dinyatakan dan jelas tetapi (misalnya: beberapa tujuan menyatakan bahwa siswa dipelajari tetapi mereka tidak dapat melakukan sebagai hasil dari pelajaran) dapat melakukan apa yng Tujuan pembelajaran diukur.2 Rubrik Penilaian : Instrumen Penilaian Kinerja: Rencana Pembelajaran Gunakan rubrik ini untuk membantu memberi angka untuk menilai rencana pembelajaran.

2 2. Tujuan pembelajaran ranking dalam urutan dari mudah ke sulit.1 PEMILIHAN MATERI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Materi pelajaran tidak tidak sempurna dinyatakan. sa. KD tetapi lainnya tidak berhubungan. mensintemensa atau mengevaluasi materi pelajaran) mengcopy informasi dari satu temapat ke tempat lainnya) I.4 Keseuaian Tujuan Pembelajaran dengan Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan atau tidak atau KD berhubungan dengan SK Beberapa tujuan pembelajaran berhubungan dengan SK. Penulisan tujuan pembelajaran/indicator SK atau KD dan diperoleh diturunkan dari hubungannya sangat jelas. Tujuan pembelajaran hanya meliputi satu aspek saja (misalnya pengetahuan) (misalnya siswa hanya Tujuan pembelajaran meliputi 2 aspek atau lebih (misalnya pengetahuan. tidak jelas atau Materi pelajaran jelas tetapi tidak berhubungan dengan tujuan pembelajaran Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran tetapi tidak berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran dan berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya.3 Kejelasan urutan tujuan pembelajaran Objectives Clarity of ranking of Learning Urutan tidak dinayatakan dengan jelas stated Learning objectives are not Urutan dinyatakan dengan jelas tetapi tidak dirangkai. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk atau aktivitas tetapi tidak atau aktivitas tetapi yang 151 . dan keterampilan sikap dan keterampilan) menengah setiap siswa (misalnya. siswa dituntut untuk menjelaskan. menyimpulkan atau Tujuan pembelajaran dan menuntut siswa menggunakan meliputi 2 aspek atau lebih dan keterampilan rendah dituntut untuk belajar dan menghapal pengetahuan. fakta atau pembelajaran sebelumnya atau keterampilan tingkat tinggi (misalnya: menganalisis.I.) Tujuan pembelajaran dirangkai atau (misalnya: dikategorikan (misalnya: mengelompokkan ke dalam aspek atau menuliskannya sesuai urutan dalam KTSP) Tujuan pembelajaran KD berhubungan dengan SK. I.2 Ruang Lingkup Tujuan Pembelajaran Ruang lingkup tujuan pembelajaran tidak dinyatakan dengan jelas. dikelompokkan dan diranking menafsirkan fakta dari apa yang mereka telah pelajari.

diorganisasikan atau alur Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas tetapi tidak logis (misalnya: materi materi lain) tidak berkaitan dengan Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas dan logis tetapi hanya pada satu Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur sesui dengan mata pelajaran.kehidupan) 2. Waktu ada tetapi terlalu banyak atau terlalu sedikit dibandingkan waktu yang dialokasikan.2 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Materi tidak jelas atau sesuai dengan karakteristik atau terlalu mudah pada umumnya siswa) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa namun tidak menantang dapat melakukan tetapi baru) (misalnya: umumnya siswa mereka tidak belajar hal Materi jelas atau sesuai dan lebih menantang (misalnya: materi membantu siswa dengan karakteristik siswa kehidupan) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa dan dikhususkan untuk karakteristik siswa secara iperorangan (misalnya: ada materi tambahan – dikhususkan untuk siswa yang pandai dan materi lambat) remedi untuk siswa yang siswa (misalnya terlalu sulit mempelajari hal baru) 3 3.4 Ketepatan waktu " Pengisi" suatu aktivitas ekstra yang guru siapkan untuk mengisi waktu jika beberapa siswa 4 Waktu tidak dinyatakan atau tidak jelas. Kemajuan belajar berarti bahwa orang belajar menyusun pengalaman dari pengalaman sebelumnya materi jelas dan logis dan pokok bahasan (misalnya: jelas dari pembelajaran tetapi tidak dengan pembelajaran ada keterkaitan jelas syang diantara mata pelajaran yang jelas pembelajaran pokok bahasan dan pembelajaran pokok (misalnya: ada keterkaitan sebelumnya—materi tidak jelas bagaimana hubungannya dengan pokok bahasan lain) 3. Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada tetapi perencanaan pembelajaran tidak materi alokasi waktu yang bahasan sebelumnya – materi berhubungan dengan materi lain) Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada dan perencanaan “aktivitas pengisi” materi alokasi waktu yang pembelajaran memuat menyelesaikan pelajaran awal PILIHAN MATERI/MEDIA PEMBELAJARAN memuat “aktivitas pengisi” 152 .3 PENGORGANISASIAN MATERI AJAR Alur dan pengaturan materi Rencana pelajaran tidak materi tidak jelas.

(misalnya siswa kelas IX menggunakan kalkulator grafik untuk mengetahui grafik persamaan kuadrat).2 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang sesuai dengan materi pelajaran (misalnya dinyatakan tetapi kurang Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi tidak memahami materi dapat membantu siswa pelajaran dengan lebih dimensi dua untuk membantu siswa dimensi) menggunakan kalkulator pada materi melukis segitiga) baik.) Ada sumber/media yang dinyatakan dan sesuai dengan tingkat kelas siswa. busur lingkaran dan keliling lingkaran. (misalnya siswa hitung dengan hitung) Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi hanya sebagian yang sesuai sesuai dengan tingkat kelas kelas IX diajarkan operasi menggunakan mistar No learning resources or media are listed dengan tingkat kelas siswa.3 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi kurang siswa.1 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Sumber belajar/media ada tujuan pembelajaran namun tidak sesuai dengan (misalnya buku tes siswa dapat mengembangkan siswa) keterampilan pengukuran Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran tetapi tidak dapat membantu pengembangan tujuan baik (misalnya: guru Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran dan dapat membantu pengembangan tujuan pembelajaran dengan lebih baik (misalnya: guru pembelajaran dengan lebih menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran dan menggunakannya.) dan siswapun memiliki dan Ada sumber/media yang dinyatakan dan dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik.4. (misalnya gambar memahami bangun 3 sepeda untuk membantu pengertian jari-jari lingkaran. 153 . (misalnya sebuah roda siswa mengetahui 4.) tetapi siswa tidak memiliki menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran menggunakannya. 4.

5 5. dan lengkap serta memuat contoh-contoh yang dapat 5. Strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran. misalnya sesui dengan langkahStrategi pembelajaran. pembelajaran memadukan semua teori dasar. pendekatan dan metode dengan materi serta dapat membantu siswa terlibat yang diajarkan. tidak dinyatakan dan membingungkan.2 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Strategi pembelajaran.4 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode tidak dinyatakan dan membingungkan. pengalaman dan praktik) Strategi pembelajaran.3 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Strategi pembelajaran. dinyatakan dan sesuai pendekatan dan metode pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan materi. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi kurang siswa sesuai dengan karakteristik 154 .1 KEJELASAN SKENARIO PEMBELAJARAN Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak lengkap (misalnya tidak mencakup seluruh langkah-langkah pembelajaran mulai dari pembuka hingga penutup) Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak mendalam (misalnya tidak memuat ruang untuk latihan atau dilakukan) contoh-contoh yang dapat Strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran. jelas tetapi kurang sesuai (misalnya banyak strategi dari buku teks. Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan ruang untuk latihan atau dilakukan pada semua tingkatan kelas. pendekatan dan metode jelas tetapi tidak sesuai (misalnya siswa dengan hasil pembelajaran menyelesaikan tugas pendekatan dan metode Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan karakteristik siswa (misalnya menugaskan yang memiliki Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi dan karakteristik siswa sesuai dengan umur dan aktif dan memahami apa menyenangkan (misalnya bergantung kepada buku teks) 5. dinyatakan dan sesuai dengan materi tetapi dangkal dan tidak pendekatan dan metode hasil pembelajaran dan kompetensi (misalnya strategi dengan hasil pembelajaran yang mengikuti rangkaian guru melakukan pengajaran langkah pada buku teks) pendekatan dan metode jelas dan sesuai dengan menulis padahal mereka dituntut untuk mampu bercakap) 5.

Guru penjelasan bagi siswa. menyelesaikan soal sulit) pendekatan dan metode Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan dan sangat siswa sesuai dengan tingkatan (Misalnya siswa mulai mempelajari suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar. pembelajaran lengkap dan jelas tetapi perencanaan tidak memuat perintah dan lain tidak dapat melaksanakan tersebut. Guru memilih metoda praktek dengan menggunakan ketrampilan dan memastikan mengajar ada umpan balik yang dapat meningkatkan keterampilan siswa) Ada rincian langkah- siswa (Misalnya.1 KERINCIAN SKENARIO PEMBELAJARAN RIncian aktivitas pengajaran dan pembelajaran Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan lengkap dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan jelas dan perencanaan memuat perintah dan lain sulit untuk melaksanakan pembelajaran tetapi tidak membingungkan. siswa mulai Strategi pembelajaran. siswa baru saja memulai mempelajari sebuah keterampilan tetapi dimana siswa sendiri harus melakukan kegiatan itu secara mandiri) guru menggunakan strategi belajar bagaimana menggunakan suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar. tidak dinyatakan dan membingungkan. pembelajaran lengkap dan langkah pengajaran dan jelas serta memuat pembelajaran lengkap dan perintah dan penjelasan bagi siswa. Guru lain mudah untuk melaksanakan dengan benar rencana tersebut. Guru memilih metoda untuk siswa praktek menggunakan keterampilan tetapi tidak ada umpan balik untuk peningkatan siswa ) 6 6.5 Kesesuaian langkah-langkah proses pengajaran dan kelas siswa pembelajaran dengan tingkat Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan dan lebih sesuai dengan tingkatan siswa kebutuhan siswa tetapi tidak sesuai dengan (misalnya. penjelasan bagi siswa. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan tingkatan Strategi pembelajaran.2 Kesesuaian waktu yang Waktu tidak dinyatakan Waktu dinyatakan tetapi Waktu dinyatakan dan 155 .penguasaan matematika rendah untuk 5. Guru Dengan benar rencana Dengan benar rencana tersebut jika hanya RPP mengikuti instruksi dari Waktu dinyatakan tetapi 6.

Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas tetapi pembelajaran. 30% materi.2 Kejelasan prosedur evaluasi Tidak ada kejelasan teknik penilaian bagaimana melakukan Tidak ada penjelasan bagaimana melakukan tidak jelas. (contoh:. 40% membuka proporsional untuk tahaptahap pelajaran the lesson is Timing of each stage of proportionate.diberikan dengan tahapan pelajaran atau membingungkan confusing t Timing is not stated or is tidak meliputi tahap-tahap pelajaran tidak proporsional untuk tahap-tahap pelajaran.1 EVALUASI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada teknik penilaian yang dinyatakan are stated No assessment techniques Ada teknik penilaian pada RPP tetapi membingungkan. Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas dan pembelajaran sesuai dengan tujuan (misalnya: unjuk kerja tidak sesuai dengan tujuan (misalnya: teknik bertanya untuk mengukur keterampilan) untuk mengukur keterampilan. 30% menutup pelajaran) (misalnya. pelajaran. 7. bertanya untuk pengetahuan dan pengamatan untuk mengukur sikap). 5-10% membuka pelajaran. Ada penjelasan bagaimana tidak melukiskan instrumen teknik penilaian tetapi melakukan penilaian tetapi bagaimana menggunakan (misalnya RPP menyatakan Ada penjelasan bagaimana melakukan penilaian dan juga melukiskan instrumen bagaimana menggunakan bahwa akan dilakukan dikatakan siswa tetapi tidak menjelaskan rubric kinerja) teknik observasi apa yang bagaimana menggunakan 156 . 7080% materi dan 10-15% menutup pelajaran 7 7.

Instrumen penilaian ada.8 8.1 KELENGKAPAN INSTRUMEN EVALUASI Ketersediaan instrumen Tidak ada instrumen yang tersedia. membingungkankan. observasi tetapi instrument 157 . tetapi sangat kurang dan Instrumen penilaian tersedia dan jelas tetapi tidak sesuai dengan teknik penilaian atau proses yang diuraikan dalam RPP (misalnya instumen Instrumen penilaian tersedia dan jelas dan sesuai dengan teknik diuraikan dalam RPP penilaian atau proses yang (misalnya RPP menyatakan penilaian yang dinyatakan bahwa penilaian akan observasi apa yang akan dilaksanakan dengan yang tersed kerja) dilakukan dalam bentuk dikatakan siswa dan format observasi tersedia lengkap dengan rubrik penilaiannya.

dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan. 4) kompetensi memicu dan memelihara keterlibatan siswa.Micro-Teaching Pendahuluan Seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1 – 8 hanya akan bermakna jika guru memiliki kemampuan mempraktikkannya dalam pembelajaran di kelas. Hal ini sejalan dengan Permen No. tidak hanya ditentukan oleh ketetapan dalam aspek dokumen kurikulum (silabus dan RPP) tetapi yang terpenting adalah bagaimana guru mengimplementasikannya melalui strategi pembelajaran yang tepat dan bermakna sesuai tahap perkembangan peserta didik. Impelementasi KTSP sebagaimana diamanatkan pemerintah. yang mendorong guru mengembangkan kompetensi ini 4. Mengacu kepada instrumen penilaian sertifikasi guru. dan kompetensi 23 yakni mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Sesi ini akan memfasilitasi peserta untuk memperoleh kompetensi yang dibutuhkan dalam pengajaran dan pembelajaran matematika melalui kegiatan micro teaching sehingga peserta dapat mempraktikkan seluruh hasil belajar yang telah diperoleh peserta selama pelatihan. Guru yang efektif adalah yang mampu melakukan pengajaran dan pembelajaran serta mampu membelajarkan siswa dengan baik. Pada akhirnya kemampuan memilih strategi belajar. 5) kompetensi menilai pembelajaran dan kompetensi penggunaan bahasa serta 6) kompetensi menutup pembelajaran. 2) kompetensi penguasaan materi. 16 tahun 2007. 3) kompetensi penggunaan media/sumber belajar. kompetensi 10 yaitu guru mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. mengetahui gaya belajar dan karakteristik siswa.4 yaitu guru mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. di laboratorium. menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif. memilih media dan alat peraga pembelajaran akan dilihat hasilnya dalam praktek pengajaran di kelas. 3) kompetensi penguasaan strategi pembelajaran. 158 . menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui lingkungan fisik dan emosional kelas. Pengembangan profesionalitas dan karir guru harus memperhatikan kemampuan guru dalam mengimpelmentasikan kurikulum di kelas. kompetensi guru yang harus dimiliki dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. meliputi: 1) kompetensi pra pembelajaran. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari pelatihan (inservice Sesi 9 training) yang secara sistematis dan berkesinambungan dirancang khusus untuk membekali guru menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran secara tepat.

Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu. peserta telah memiliki persiapan dan gambaran bagaimana melakukan kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika yang efektif agar memperoleh nilai sertifikasi yang tinggi. micro teaching digunakan peserta untuk berbagi pengalaman.Throughout teaching career teachers need to continue improving your knowledge and skills in all aspects of teaching and learning. pembelajaran” dan kompetensi inti ke-23 ”mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif”. mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan masing-masing peserta dan bagaimana memperbaiki kekurangan guna menghasilkan pengajaran dan pembelajaran matematika yang lebih baik. yakni “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik”. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru untuk melakukan penilaian diri (self assessment) dan kolega sehingga pada saat mengikuti sertifikasi guru yang sebenarnya. peserta akan dapat: Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi. Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. Hal terpenting lagi dari sesi ini adalah bahwa peserta akan saling melakukan penilaian pengajaran dan pembelajaran dengan menggunakan instrumen pelaksanaan pembelajaran seperti yang digunakan dalam sertifikasi guru. Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru.4. Peserta diarahkan agar peserta menggunakan seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1-8 didalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika di kelas dalam bentuk micro teaching. teachers can assess their own performance through reflection and self assessment or colleagues can assess teachers through observation and providing feedback through micro teaching or daily lessons. Teachers need to be proactive in finding ways to develop as professionals. kompetensi inti ke-10 ”melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas 159 . Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. One effective way to improve as a classroom teacher is to have teaching performance assessed. Kesempatan Tujuan dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan lebih jauh Tujuan dan Hasil Belajar kompetensi inti ke-4.

1: “Instrumen sertifikasi guru: penilaian pelaksanaan pembelajaran” Handout untuk peserta 9. Sebaiknya jadual telah diketahui peserta pada akhir sesi 8 untuk memberi kesempatan setiap peserta mempersiapkan diri.2: ”Catatn Perabaikan Pelaksanaan Pembelajaran” matematika sesi 8 yang dikombinasikan dengan model Sumber dan Bahan 160 . Buku pegangan sumber matematika Outline Pembelajaran ICARE . OHP. Pantau dan tuntún kegiatan dalam sesi ini untukmencapai tujuan dan hasil belajar dan tercapai secara optimal. Baca catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan fleksibel. ke-10 dan ke-23 serta keberhasilan guru dalam penilaian sertifikasi guru pada unsur pelaksanaan pembelajaran di kelas.4. khususnya peralatan yang akan digunakan peserta melakukan micro teaching. Siapkan jadwal melakukan micro teaching bagi semua peserta sebelum Petunjuk Umum memasuki sesi ini. Handout untuk peserta 9. Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop. Bagi waktu yang tersedia dan sesuaikan dengan banyaknya peserta. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. Perlakukan mereka sebagai pebelajar dewasa. Fokus dari sesi ini pada pelaksanaan dari semua pelajaran dari modul yang telah dilatihkan Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. dan LCD sebelum memasuki sesi ini.Bagaimana melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika model ICARE dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi dalam pelajaran matematika? Apa sajakah kelebihan dan kekurangan apa yang ditemui dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika? Bagaimana melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika yang telah dilakukan? Bagaimana melakukan penilaian diri tentang strategi pembelajaran matematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru? Pertanyaan Kunci Peserta adalah mitra kerja atau kolega. Pastikan bahwa seluruh peserta tampil melakukan micro teaching sehingga seluruh peserta dapat mengoptimalkan hasil belajar yang telah diperoleh.

Peserta latihan microteaching. mereka tentang mereka sebagai pertanyaan. 161 . Beberapa kemungkinan adalah: LCD dan Laptop untuk presentasi Sebuah kamera video untuk merekam kegiatan micro teaching peserta.Papan Tulis dan Spidol Board Marker Flipcharts dan Spidol. micro teaching sekolahmasing-masing sebagai bagian dari in-service training. Sesi ini memerlukan waktu minimal 3. tujuan hasil yang akan diperoleh. Tiap kelompok melakukan microteaching Reflection Peserta 10 menit meringkas pembelajaran dari sesi. manfaat micro teaching. menjawab Extension Peserta menuliskan dalam Jurnal Refleksi Belajar Apa kekuatan seorang guru dan Apa yang perbaiki. kunci dari sesi Connection 45 menit tentang micro teaching. mereka perlu Mempraktekkan 20’. dan menuliskannya refleksi ke dalam jurnal pembelajaran mereka. I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 15 menit memaparkan tema. Diskusi dan feedback dari kelompok lain. . staretegi pembelajaran yang mengintegrasika semua aspek pembelajaran.5x60 menit = 210 menit Waktu Penggunaan TIK untuk menunjang sesi ini merupakan sebuah pilihan dan akan bergantung pada perlengkapan apa yang tersedia di tempat Anda. Curah pendapat 140 menit Application Peserta dalam kelompoknya mempelajari ouline yang dan memilih pembelajaran dikembangkan di sesi 8. dan pertanyaan ini.

pertanyaan kunci pada akhir sesi ini. dengan deskripsi sebagai berikut: Seseorang hendak bepergian dari kota A menuju kota C melalui kota P atau Q. Fasilitator menyediakan bermacam-macam rute perjalanan. Strategi pada dasarnya siasat mencapai suatu tujuan. sampaikan pula pertanyaan kuncinya. Jelaskan pada peserta bahwa mereka perlu dapat menjawab (3) Jelaskan peserta bahwa mereka akan melakukan micro teaching dengan pembelajaran yang telah mereka kembangkan pada sesi 8.8. Dari kota P ke kota Q atau sebaliknya tidak ada jalan. Berapa banyak cara yang dapat ditempuh untuk bepergian dari kota A ke kota C? 1 2 Energizer 1 2 3 P 4 3 C 1 2 A 1 Q 2 3 4 5 Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Gunakan bagian pendahuluan di atas untuk memberikan latar belakang singkat dari tema yang dibahas pada sesi ini. Dari kota A ke kota P ada 3 jalan dan dari kota P ke kota C ada 4 jalan Dari kota A ke kota Q ada 2 jalan dan dari kota Q ke kota C ada 5 jalan.Energizer berikut ini berhubungan dengan tema sesi ini. Kegiatan ini akan membantu peserta untuk mengamati beberapa kunci pembelajaran dari pelatihan ini. Introduction (15 menit) menggunakan outline pembelajaran yang mengintegrasikan semua aspek 162 . yakni bahwa inti dari micro teaching adalah sebuah strategi pembelajaran yang mengintegrasikan semua kompetensi dari sesi 1. (2) Jelaskan tujuan dan hasil belajar dari sesi ini.

(4) Pastikan peserta mengetahui tujuan utama kegiatan micro teaching. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk apersepsi dan motivasi. Yakinkan peserta bahwa kegiatan ini akan membantu mereka mengembangkan kompetensi inti serta memperoleh nilai memuaskan pada penilaian sertifikasi guru sebagaimana yang telah dijelaskan pada tujuan dan hasil belajar. Mulailah pelajaran dengan cara menarik Banyak sekali guru matematika menggunakan waktu 2x40 menit dengan kegiatan: 30 menit----membahas tugas-tugas yang lalu 2 163 . (5) Sampaikan kepada peserta untuk dapat mengikuti sesi ini dengan baik dengan memberikan lembar penilaian di awal sesi. Ini bertujuan untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. yang dapat mereka peroleh melalui kegiatan micro teaching serta kesiapan (2) Melalui LCD proyektor. Pastikan bahwa seluruh peserta mengetahui tujuan micro teaching dan manfaat mereka melakukannya. tampilkan poin-poin penting yang harus dilakukan peserta dalam melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika seperti pada catatan fasilitator berikut: Catatan Fasilitators Mengajar adalah seni Guru harus mengetahui perlengkapan mereka Guru harus mengenal siswa yang mereka ajar Selain itu guru harus mengetahui bagaimana mengajar secara menarik Pembelajaran Matematika Model ICARE Pembelajaran matematika model ICARE adalah strategi pembelajaran matematika inovatif yang seluruh kegiatan pembelajaran pada setiap pertemuan (2x40 menit) mengikuti langkah-langkah:  Inroduction (pengenalan) 5 menit Ini merupakan kegiatan mengawali pelajaran. C (1) Lakukan curah pendapat selama 5 menit mengenai apa yang peserta pahami tentang micro teaching? Connection (45 menit) Catatan Fasilitators Ingat bahwa kegiatan pada sesi ini adalah memfasilitasi peserta dalam mengasah 1 kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajar pada sesi 8 dengan model ICARE yang lebih baik melalui penggunaan strategi belajar mengajar yang tepat untuk mencapai kompetensi tertentu dalam pelajaran matematika.

Refleksi ditulis pada buku catatan siswa 164 . Namun demikian langkah ini dapat menarik jika menggunakan strategi yang tepat. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang bertugas memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan informasi baru. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dan siswa yakni: 1. Siswa membuat catatan hasil belajar dan keterampilan yang diperoleh setelah mengikuti pembelajaran. 2. 2) Pembelajaran berbasis masalah. yakni menjadikan lingkungan dan konteks alam untuk dimanfaatkan siswa mengkostruksi informasi baru. Tujuannya adalah untuk menggunakan dan mengembangkan informasi baru yang diterima siswa dalam memecahkan masalah matematika.. Pada 5 menit terakhir guru harus meluangkan waktu untuk melakukan penilaian. Di samping itu langkah ini juga sangat baik untuk mengintegrasikan kompetensi kecakapan hidup pada siswa dengan menyiapkan kegiatan bagi mereka sebelumnya.20 menit ---memberi pelajaran baru 20 menit---membahas hal-hal yang tidak relevan dengan materi pelajaran 10 menit----menutup pelajaran Pendekatan rutin ini berbahaya karena akan mengakibatkan pembelajaran menjadi 3M yakni ”Membosankan”. ”Membahayakan” dan ”Merusak seluruh minat belajar siswa terhadap Matematika”. 3) kegiatan pemecahan masalah secara individu) dan sebagainya. Beberapa bentuk pendekatan yang dapat dilakukan diantarnya: 1) belajar koperatif. misalnya: Jika anda memasuki ruangan kelas ini. dimana siswa diarahkan untuk menemukan sendiri informasi baru melalui serangkaian kegiatan. Mulailah pelajaran dengan pertanyaan menantang atau memberi tantangan. Pada langkah ini. Guru membuat catatan pada jurnalnya kelebihan dan kelemahan pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan khususnya pencapaian kompetensi pembelajaran yang lebih baik(lihat hasil belajar sesi 9 ini).  Application (aplikasi) 50 menit Kegiatan aplikasi ini didominasi oleh siswa.  Reflection (refleksi) 5 menit Kegiatan ini bertujuan untuk ”melihat kembali” proses pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan. Beberapa strategi yang dapat digunakan diantaranya: 1) menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual. 2) kegiatan lapangan (pengukuran/pengambilan data). kemukakan konsep matematika apa yang anda kemukakan?  Connetion (menghubungkan) 30 menit Kegiatan pada langkah ini berorientasi kepada guru dalam memberi informasi baru kepda siswa.

namun dimaksudkan agar proses penilaian pelaksanaan microteaching mudah dilakukan. Masing-masing anggota pada setiap kelompok akan saling menilai. Berikan pula setiap peserta lembar handout 9. Urutan tampil berdasarkan hasil undian. A (1) Minta setiap peserta memeriksa kembali kelengkapan yang digunakan untuk keperluan microteaching. Bantu peserta mengingatkan kembali kelompok beserta nama-nama anggota kelompok dan nomer urutnya. (3) (4) Setelah seluruh peserta menyiapkan seluruh kebutuhan micro teaching dan memahami bagaimana menggunakan instrumen penilaian. Anggap peserta berjumlah 5 orang maka setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Jadi nomer undian 2 pada kelompok I hanya menilai anggota dalam kelompoknya yakni nomer undian 1. Namun demikian undian tidak langsung dilakukan sekali jadi namun dilakukan setiap peserta selesai melaksanakan microteaching sehingga konsentrasi peserta dapat terjaga hingga akhir sesi. Catatan Fasilitators Nomer undian ini untuk menentukan urutan tampil melakukan presentasi 3 microteaching. 3.1 tentang instrumen penilaian sertifikasi guru unsur pelaksanaan pembelajaran. antara lain outline pembelajaran yang telah dibuat pada sesi 8. Demikian seterusnya. Pembagian peserta menjadi 5 kelompok bukan dimaksudkan seperti kelompok sebelumnya. Application (140 menit) (2) Beri nomer undian kepada seluruh peserta dengan cara menghitung langsung dari nomor urut 1 hingga sebanyakpeserta. Beberapa kegiatan energizer diberikan. Catat nama peserta dan nomor undiannya kemudian bagi peserta ke dalam kelompok. antara 165 . Minta mereka mempelajari dan menuliskan nama-nama peserta yang akan dinilai pada linstrumen tersebut. media dan sumber yang digunakan dan lain sebagainya. Salin setiap nomer undian peserta pada secarik kertas kecil kemudian gulung dan masukkan ke stoples. jelaskan kepada lain: mereka apa saja yang harus mereka atur pelaksanaan micro teaching. dan 4. Salah satu strategi adalah memberi permainan matematika kepada siswa untuk menutup pelajaran. Dengan demikian peserta akan terbagi menjadi kelompok I (nomer undian 1 – 5). Extension (perluasan) Buatlah strategi sehingga siswa merasa menyesal jam pelajaran sudah berarkhir. kelompok II (nomer undian 5 – 8) dan seterusnya.

- Peserta yang tampil melakukan mikroteaching berdasarkan undian dan - Setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan mikroteaching selama t

dilakukan setiap kali peserta selesai melakukan mikroteaching.

menit. (t adalah alokasi waktu masing-masing peserta, lihat catatan fasilitator 4) - Fasilitator memberikan petunjuk bila waktu habis, dan peserta harus menghentikan setelah t menit, meskipun kegiatan fasilitasinya belum selesai. - Segera setelah seorang peserta selesai presentasi, seluruh peserta yang diberi tugas (lihat catatan fasilitator 3) harus menyelesaikan penilaian terhadap penyaji.
Catatan Fasilitators

Alokasi waktu didasarkan kepada jumlah peserta. Semakin banyak jumlah peserta

4

maka semakin sedikit alokasi waktu yang dipergunakan untuk masing-masing peserta melakukan microteaching, demikian sebaliknya. Sebagai petunjuk dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap peserta, dapat dilakukan langkah sebagai berikut: 1) Waktu yang tersedia untuk bagian aplikasi adalah 400 menit. Alokasikan waktu untuk persiapan sebanyak 15 menit dan sharing ide selama 10 menit. Jadi total waktu untuk kegiatan microteaching sebanyak 375 menit. 2) Misalkan jumlah peserta sebanyak 25 orang maka alokasi waktu setiap peserta adalah 375 : 25 = 25. Jadi setiap peserta diberi waktu 15 menit. Dalam hal ini hendaknya pembagian waktu di dilakukan seefektif mungkin dengan memperhatikan kepentingan masing-masing kegiatan. Kurangi

(5)

Lakukan undian dan persilahkan peserta yang mendapat undian untuk tampil ke melakukan microteaching. Minta peserta memperhatikan dan melakukan penilaian. Perhatikan waktu pelaksanaan. Beri tanda kepada penyaji jika waktu. Kegiatan micro teaching berlangsung selama 375 menit.

(6)

Bagikan handout 9.2 tentang identifikasi kelemahan dan kelebihan pelaksanaan pembelajaran matematika (micro teaching) yang yelah dilakukan. Minta peserta menyelesaikannya selama 10 menit. Catatan Fasilitators Handout 9.2 merupakan pelengkap dari handout 9.1. Peserta harus melengkapi

5

handout 9.2 untuk memberi identifikasi kelebihan dan kekurangan peserta yang telah melakukan kegiatan microteaching beserta bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaannya sehingga proses pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajaran menjadi lebih baik.

R

(1) Melalui LCD, tampilkan pertanyaan kunci satu persatu dan persilahkan peserta menjawabnya.

Reflection (10 menit)

166

(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 9 pada jurnalnya masing-masing.

E

Kembalikan handout 9.2 kepada peserta untuk dijadikan tolak ukur dalam perbaikan pembelajaran matematika yang akan dilakukan di kelas pada sekolahnya masingmasing. Minta mereka mengembangkan strategi pembelajaran dengan model ICARE.

Extension

Melalui karir mengajar guru akan diperoleh perbaikan berkelanjutan terhadap pengetahuan dan keterampilan di dalam seluruh aspek belajar mengajar. Para guru perlu untuk proaktif di dalam menemukan cara-cara untuk mengembangkan pengajaran secara profesional. Satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas adalah menilai kinerja pengajaran, guru dapat menilai kinerja mengajar mereka sendiri melalui refleksi dan penilaian diri atau dengan rekan kerja yang dapat menilai para guru dengan pengamatan dan umpan balik melaui micro

Pesan Kunci

teaching or pelajaran sehari-hari.

167

Handout untuk Peserta 9.1
INSTRUMEN SERTIFIKASI GURU:

(Depdiknas 2007: Panduan untuk Pengembangan Portofolio)
IDENTITAS PESERTA 1. Nama (lengkap dengan gelar akademik) 2. Nomor Peserta 3. NIP/NIK 4. Pangkat/Golongan 5. Jenis Kelamin 6. Tempat, tgl lahir 7. Pendidikan Terakhir 8. Akta Mengajar 9. Sekolah Tempat Tugas 1) Nama 2) Alamat Sekolah : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : L/P*)___________________ : ________________________ : ________________________ : Memiliki/Tidak Memiliki*) ________________________ : ________________________ : ________________________ ________________________ 3) Kecamatan 4) Kabupaten/ Kota 5) Provinsi 6) No. Telp. Sekolah 7) Alamat e-mail 8) Nomor Statistik Sekolah 10. Mata Pelajaran/ Guru Kelas SD 11. Beban Mengajar per Minggu : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : __________________Jam_

PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

168

12. C. 14. 5. 4. 2. 3. 13. = sangat tidak baik = tidak baik = kurang baik = baik = sangat baik INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI PRAPEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan siswa Melakukan kegiatan apersepsi KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Pendekatan/startegi pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai Melaksanakan pembelajaran secara runtut Menguasai kelas Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Menghasilkan pesan yang menarik Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 169 . 7. 11. 8. 10. 5) sesuai dengan criteria sebagai berikut. 2. D. 3. 1 2 3 4 5 NO I 1.LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1. 4. II A. 6. 15. 16. B. 9.

19. 22. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa Menumbuhkan keceriaan dan antsiasme siswa dalam belajar INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI Penilaian proses dan hasil belajar Memantau kemajuan belajar selama proses Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) Penggunaan Bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas. 20. ………………… Penilai. NO E. atau kegiatan.17. atau tugas sebagai bagian remidi/ pengayaan Total Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 ………………………. 18. 24.. PENUTUP Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. F. dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 III 23. (………………………………………) NIP/NIK 170 . baik. 21.

Masih perlu mendapat perbaikan pada: 2.Handout untuk Peserta 9. Patut menjadi contoh oleh seluruh peserta.2 Catatan Perbaikan Pelaksanaan pembelajaran Nama peserta Materi microteaching : ……………………………….. Menurut pengamatan. khususnya pada: 171 .. : ………………………………. penampilan anda pada saat melakukan microteaching sebagai berikut: 1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.