Modul pelatihan ini dikembangkan dengan dukungan penuh rakyat Amerika melalui

United States Agency for International Development (USAID). Isi dari materi pembelajaran ini merupakan tanggung jawab konsorsium proyek Decentralized Basic Education 3 (DBE3) dan tidak mencerminkan pandangan USAID atau pemerintah Amerika Serikat.

14/2005 tentang Guru dan Dosen.000 guru yang sudah bekerja dan mudah di negara yang besar dan beragam seperti Indonesia. muatan dan proses. Peraturan perundangan yang disebutkan di atas telah digunakan sebagai basis untuk pengembangan bahanbahan pelatihan. DBE3 telah mengembangkan dan Kecakapan Hidup. dan Peraturan Mendiknas No 18/2007 tentang Sertifikasi Guru memerinci kualifikasi dan kompetensi minimum yang harus dimiliki oleh guru dan proses penilaiannya. bertujuan untuk mendukung Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan menengah pertama dan pendidikan non formal. yang didanai USAID. Peraturan Mendiknas No 16/2007 tentang Standar Kompetensi Guru. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menuntut adanya peningkatan kualitas dan menetapkan bahwa Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) yang meliputi delapan standar dalam bidang pendidikan sebagai berikut:     Standar Isi Standar Sarana dan Prasarana Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Kompetensi Lulusan tahun 2003 Pemerintah  Standar Penilaian Pendidikan telah berusaha keras untuk Sejak Indonesia    Standar Proses Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Pendidikan mengembangkan standar ini khususnya mengenai guru. semua guru baru agar memenuhi standar ini. Apa yang Dimaksud dengan Program Pelatihan Kecakapan Hidup khusus dirancang untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup adalah program pelatihan guru yang secara mendukung Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk memenuhi standar nasional pendidikan dalam hubungannya dengan guru. PP 19 /2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. UU No. UU No.000. Menteri Pendidikan Nasional dan khususnya Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi sekarang mendapat tugas yang sangat besar untuk menjamin bahwa 3. melaksanakan program pelatihan guru yang disebut dengan Program Pelatihan Untuk mencapai tujuan ini. Hal ini bukanlah pekerjaan yang Decentralized Basic Education Three (DBE3) Project.Pengantar Program Pelatihan Kecakapan Hidup Gambaran Umum Sistem pendidikan formal di Indonesia sedang mengalami proses transformasi yang cukup besar. USAID DBE3 Life Skills for Youth 1 .

dan konsep utama tentang mutu pendidikan dalam konteks bangsa Indonesia. Semua guru diharapkan memiliki kompetensi USAID DBE3 Life Skills for Youth 2 . belajar dan bekerja diperkenalkan Pengajaran menelaah masa dalam akan modul dituntut oleh peraturan perundangan di Indonesia. konsep pendidikan. 8 dan 10. Sosial. 4. guru-guru akan lebih dapat mengembangkan kompetensi inti pedagogik 1–10 yang kompetensi kepribadian.Mengintegrasikan Kecakapan Kelas Hidup ke dalam Pembelajaran di pendidikan yang sebagai datang dan ⇒ Modul ini akan membantu guru-guru dalam memenuhi standar nasional pendidikan tentang kompetensi guru. guru-guru akan mengembangkan petunjuk portfolio dengan teknis (misalnya. Modul ini hidup yang lebih terperinci untuk “apa” (definisi) dan pendidikan profesional kecakapan standar kompetensi untuk masing-masing yang kategori. Modul & Isi 1. untuk membantu guru dalam memahami (pentingnya) (proses) Hidup. bagaimana mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke Modul ini membantu guru-guru untuk memahami dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sebagaimana Konsep pada persiapan hidup. Ketiganya memperkenalkan beberapa prinsip tersebut dapat digunakan oleh guru semua mata pelajaran. guru-guru akan mengenal perencanaan) mana” “bagaimana” (metode) dan Prinsip-prinsip (penilaian) dan “mengapa” (tujuan). “apa” (isi dan peraturan perundangan tentang pendidikan dan dilatih menggunakan beberapa format resmi yang disiapkan oleh pembelajaran). ini profesional Depdiknas tahun 2007 dan akan mendapatkan bantuan untuk mulai menyusun portfolio dari 2. 3. Modul ini menyajikan prinsip dan konsep dasar tentang menggunakan modul ini. belajar Depdiknas Melalui modul ini.Bagaimana Program itu Dapat Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia? Tujuh buah modul telah dikembangkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia sebagaimana digambarkan secara detil berikut ini. Tiga modul pertama adalah modul dasar. Pengajaran Profesial dan Bagaimana Modul tersebut mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia Pembelajaran Bermakna Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional tentang kompetensi guru. sebagai kompetensi kecakapan hidup yang utama bagi TIK dimasukkan siswa. 6. profesional. Akademik dan Guru-guru pelatihan belajar teknik oleh Depdiknas dan kategori Kecakapan Vokasional) dan berbeda Hidup pembelajaran bermakna. Guru-guru akan mengenal definisi yang dikemukakan (Personal. dan Dengan meliputi sosial. modul ini akan lebih mengembangkan Pendidikan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional kompetensi guru. TIK untuk Pendidikan Kecakapan TIK sebagai Kecakapan hidup pokok dan sebagai perangkat Hidup “bagaimana” “mengapa” Kecakapan mengintegrasikan Kecakapan Hidup dan sepanjang kompetensi inti 2. Modul ⇒ Modul ini adalah modul pengantar untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup. pengajaran dan pembelajaran yang efektif melalui paparan “siapa” (guru dan siswa). rencana pelaksanaan Selama pelatihan. “sejauh bagaimana sesuai diperkuat dan dijadikan dasar bagi modul program berikutnya.

3. guru-guru juga akan “menguasai materi. Melalui perencanaan bagaimana bekerja bersama masyarakat untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Modul ini mengintegrasikan Kecakapan akan diperkenalkan di (kompetensi lebih “Memanfaatkan TIK untuk Kepentingan Pembelajaran” inti 5) dan kompetensi (kompetensi inti 24). mengarungi Pembelajaran kehidupan. kecakapan. modul-modul ini harus digunakan oleh guru-guru mata pelajaran. Oleh karena itu. 2 Modul ini didukung oleh modul Kemitraan DBE3 yang membantu sekolah dan guru memahami bagaimana Sektor Swasta juga dapat dilibatkan untuk mendukung pendidikan bagi remaja. USAID DBE3 Life Skills for Youth 3 . dan bekerja. Modul ini akan menjadikan guru kompeten dalam menggunakan TIK untuk “profesional” pengembangan pembelajaran dan profesional. memahami bagaimana mereka dapat melakukan proses pembelajaran di “lapangan” dan “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik” (kompetensi inti 4). Modul ini akan mendorong guru-guru untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat (kompetensi inti 17). dan pengetahuan yang dikembangkan pada ketiga modul sebelumnya dan menelaah lebih mendalam bagaimana konsep. Modul Kecakapan Hidup di dalam pendidikan adalah menyiapkan anak untuk belajar. kecakapan untuk mengoperasikan dan memeliharanya dan buku-buku yang terkait dengan kegiatan TIK untuk digunakan dalam kelas dan kegiatan ekstrakurikuler. dan pengetahuan itu dapat diterapkan pada mata pelajaran tertentu.1. 1 Modul ini didukung strategi TIK DBE3 yang lebih luas yang membekali guru dengan perangkat TIK secara terbatas. struktur konsep.pembelajaran dalam Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran yang Bermakna dan di Hidup ke dalam proses Pembelajaran Kelas. paling Empat modul (modul 4-8) berikutnya menggunakan konsep. Modul ini memperluas konsep-konsep ini dan menganalisis bagaimana kecakapan kehidupan konteks sesudah sekolah.2 sumber bagi untuk memenuhi standar nasional tentang kompetensi Modul ini akan membantu guru dalam guru . memadukan beberapa modul ini dan membantu guru dalam memahami “apa” (pentingnya) (definisi) dan yang “mengapa” penting “bagaimana” (proses) TIK untuk Pendidikan.” (kompetensi inti 22) Modul ini akan membantu guru-guru dan sekolah . tujuan efektif. Pembelajaran dan PekerJaan ⇒ Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran mengidentifikasi dan beberapa yang ke Bermakna orang kunci yang terlibat dalam pengajaran pembelajaran ini Mengintegrasikan Kelas. yang dipelajari di kelas relevan untuk dan masyarakat dapat digunakan sebagai pendidikan anak serta muda.PKN/Bahasa Inggris/Matematika untuk kehidupan. kecakapan. dan pola pikir keilmuan yang mendukung matapelajaran yang diampu” (kompetensi inti 20) dan ”mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.

guru akan memiliki kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. nasional tentang Modul ini akan mendukung guru memenuhi standar USAID DBE3 Life Skills for Youth 4 . Standar Nasional mewajibkan guru “secara terus menerus melakukan pemantauan terhadap proses. Melalui pengajaran mikro akan merefleksikan penampilan mereka dan mengembangkan kompetensi inti 10 dan 23. guru akan memiliki kesempatan lebih luas untuk berlatih menyusun silabus dan RPP dengan menggunakan berbagai format termasuk yang disarankan oleh Depdiknas (Depdiknas 2007). 21 dan 22 yang mewajibkan para guru untuk menguasai materi mata pelajaran yang mereka ajarkan. Modul standar kompetensi untuk masingmasing mata pelajaran. yang dapat melengkapi portfolio mereka. yang dapat dimasukkan dalam portfolio mereka. Modul ini akan mendukung guru mencapai standar ini dengan mengembangkan kompetensi inti 8 “menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar” dan kompetensi inti 9 “memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Selama mempelajari modul.Mengintegrasikan Kecakapan Pendidikan Standar Hidup ke dalam Standar Nasional Isi dan komponen- ⇒ Modul ini membantu mengembangkan keterampilan guru pendidikan/KTSP berdasarkan standar isi. Modul ini tersebut dikembangkan dan membahas atas konsep metode cocok untuk setiap mata pelajaran. dalam modul Pengajaran profesional ini membahas lebih dan Pembelajaran Bermakna.” Selama mempelajari modul ini. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif …” (Pasal 19 PP 19/2005). inspiratif. peningkatan dan perbaikan hasil belajar” (pasal 64 PP 19/2003). y‘Proses teknik 7. dan pengembangan pada berbagai berikutnya merencanakan jenis penilaian. menantang. Modul ini akan membantu membantu guru untuk mengembangkan kompetensi inti 2. menguraikan dengan bagaimana standar apa yang dimaksud mendalam Modul ini dan kompetensi menggunakannya mengembangkan guru-guru untuk dan silabus rencana pelaksanaan pembelajaran dan Teknologi Informasi yang memadukan Kecakapan Hidup Komunikasi (TIK) dan “mengembangkan kurikulum yang terkait dengan matapelajaran diampu” (kompetensi inti 3) dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) (kompetensi inti 4) di samping kompetensi profesional dasar 20.4. 20. Pengajaran dan Pembelajaran Metode Pendidikan Kecakapan Hidup Pengajaran dan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi Pembelajaran Efektif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. menyenangkan. 5. macam pendekatan pengajaran dan mengujicobakan beberapa pengajaran dan pembelajaran yang Modul ini memperkenalkan berbagai memberikan guru kesempatan untuk melalui pengajaran mikro pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Menilai Kecakapan Hidup Prinsip dan metode formatif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. mengacu Modul ini akan menambah kecakapan guru untuk menyusun kurikulum tingkat satuan komponen kurikulum diperkenalkan pada pedoman pengembangan KTSP (BSNP 2006 butir 2). 21 dan 22. penilaian ⇒ akan lebih lanjut mengembangkan belajar siswa dan Modul ini kemampuan guru untuk menilai hasil hasilnya untuk menggunakan dengan pembelajaran memusatkan rancangan penilaian formatif berbasis kelas dan penilaian seperti rubrik unjuk kerja. standar nasional tentang proses pendidikan.

guru akan lebih mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. banyak dari pengetahuan. Siapa Yang Dapat Mengambil Manfaat dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup? bekerja. termasuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Umum.Sebagai hasil setelah mengikuti Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Modul Kecakapan Hidup secara khusus dirancang untuk melatih guru yang sudah Ketika digunakan untuk pelatihan guru-guru yang sudah bekerja. Pengaturannya adalah sebagai berikut: Lokakarya Guru Pertama Hari Pertama Pengajaran dan Hari Kedua Pengajaran dan Hari Ketiga Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Hari Keempat Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kelima TIK untuk Hari Keenam Pengajaran dan Bagaimana Program Pelatihan Guru Disusun? Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Profesional Pembelajaran Bermakna Sesi 12 Lokakarya Guru Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris/ untuk Matematika kehidupan. dapat digunakan untuk melatih guru-guru pada jenjang pendidikan lain. Lebih lanjut. modul ini dibagi menjadi tiga lokakarya yang berlangsung seluruhnya selama empat belas hari. guru yang sukses mengikuti dan menyelesaikan Program Pelatihan Kecakapan Hidup akan lebih siap menghadapi dan lulus dalam penilaian sertifikasi profesi guru. Namun demikian. keterampilan dan perilaku yang dikemukakan dalam modul ini juga dapat diterapkan untuk program pelatihan calon guru dan dengan beberapa penyesuaian modul ini. artinya mereka lebih dapat menjamin siswa mencapai standar kelulusan. Pembelajaran dan PekerJaan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional USAID DBE3 Life Skills for Youth 5 .

pengalaman dan mengembangkan tingkah laku dan latihan-latihan dengan mereka. mereka dilatih mengenai ’apa’ (isi) dan ’bagaimana’ (proses) dari Program Pleatihan Kecakapan Hidup digunakan sebagai panduan dalam melatih guru-guru tingkat Sekolah Menengah Bagaimana Program Pelatihan Pelatih Disusun USAID DBE3 Life Skills for Youth 6 . Oleh karena itu. keterampilan dan pemahaman mereka tidak hanya mengenai program melainkan juga bagaimana melatih pelajar dewasa secara efektif yang mana sebagai guru yang sudah bekerja membawa banyak pengetahuan yang utama. Selama pelatihan. untuk dapat benar-benar menerapkan Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Modul ini mendukung para pelatih untuk melakukan pembelajaran dewasa dan proses belajar dalam rangka mencapai hasil akhir pembelajaran yang diharapkan dengan sukses. Supaya guru memperoleh manfaat maksimal dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Dasar dari program pelatihan ini adalah modul ”Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna”. anda sangat dianjurkan untuk mengikuti rencana jadwal ini. Namun. DBE3 telah mengembangkan sebuah program untuk melatih para pelatih guru. Para pelatih guru dilatih melalui suatu rangkaian pelatihan yang berlangsung selama 15 hari. banyak pelatih guru di Indonesia yang juga perlu meningkatkan pengetahuan.Lokakarya Guru Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Perkembangan Kecakapan Hidup Setiap modul berisi jadwal yang disarankan untuk diikuti untuk setiap lokakarya. Siapa Yang Menggunakan Modul ini Untuk Melatih Para Guru? Modul Kecakapan Hidup telah disusun secara spesifik untuk para pelatih guru untuk Pertama di Indonesia.

Untuk menyusun pembelajaran di tiap sesi. dan 10 Pembelajaran PekerJaan Lokakarya Pelatih Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Menjadi Perkembangan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: 10 Sesi 8. Sistem ICARE meliputi lima unsur kunci dari pengalaman pembelajaran (baik dengan anak-anak. 9 dan Modul ini menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan guru. Application. Penggunaan Pendekatan Pelatihan Apa yang Digunakan di dalam Modul? USAID DBE3 Life Skills for Youth 7 . dan Extension. 5. Reflection. Connection. Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: Sesi 10 Simulasi Sesi 1. Berbagai macam metode pembelajaran interaktif telah digunakan dalam tiap modul tidak hanya untuk memotivasi guru-guru dalam pelatihan. 3. namun juga untuk menyediakan model berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru di dalam kelas. modul ini menggunakan kerangka sederhana yang disebut ICARE. (Micro Training) Pembelajaran Lokakarya Pelatih Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris dan untuk Matematika kehidupan.Lokakarya Pelatih Pertama Hari Pertama Menjadi yang Pengajaran dan Pengajaran dan Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keempat Hari Kelima Hari Keenam TIK untuk Menjadi Hari Ketujuh Fasilitator Efektif: 4. 6. dan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Menjadi Fasilitator yang Efektif: Sesi 2. 7. orang muda atau orang dewasa) yaitu Introduction.

anda berusaha menghubungkan bahan ajar yang baru dengan sesuatu yang sudah dikenal para peserta dari pembelajaran atau pengalaman sebelumnya. semua pengalaman pembelajaran yang baik perlu dimulai dari apa yang sudah diketahui. Tugas intruktur adalah menilai sejauh mana keberhasilan pembelajaran. mereka perlu kecakapan tersebut. Oleh karena itu. anda dapat menghubungkan para peserta dengan informasi baru. dengan meminta mereka untuk memberitahu anda apa yang mereka ingat dari pelajaran/sesi sebelumnya atau dengan mengembangkan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan peserta sendiri. secara pasangan atau dalam kelompok untuk menyelesaikan kegiatan nyata atau memecahkan masalah nyata menggunakan informasi dan kecakapan baru yang telah mereka peroleh. diberi kesempatan untuk mempraktikkan dan menerapkan pengetahuan serta R Bagian ini merupakan ringkasan dari pelajaran/sesi. Anda dapat melakukan hal ini dengan mengadakan latihan Connection brainstorming yang sederhana untuk memahami apa yang telah diketahui para peserta. Pada tahap connection dari pelajaran/sesi. Kerangka ICARE dijelaskan secara terperinci di bawah ini. para guru atau fasilitator menanamkan pemahaman tentang isi dari pelajaran/sesi kepada para peserta. Ini dapat dilakukan melalui presentasi atau penjelasan yang sederhana. dan mengembangkannya. Bagian application harus berlangsung yang paling penting dari pelajaran/sesi. Kegiatan refleksi atau ringkasan dapat melibatkan diskusi kelompok dimana instruktur meminta peserta untuk melakukan presentasi atau menjelaskan apa yang telah mereka pelajari. Akan tetapi. Setelah peserta paling lama dari pelajaran/sesi di mana peserta bekerja sendiri. Bagian ini harus berisi penjelasan tujuan pelajaran/sesi dan apa yang akan dicapai—hasil selama pelajaran/sesi tersebut. A Tahap Application ini adalah memperoleh informasi atau kecakapan baru melalui tahap connection. sedangkan peserta memiliki kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari. I Pada tahap pengalaman pembelajaran ini. tidak dengan instruktur. Introduction C Sebagian besar pembelajaran merupakan rangkaian dengan satu kompetensi yang dikembangkan berdasarkan kompetensi sebelumnya. Sesudah itu.sistem ICARE untuk memastikan bahwa para peserta memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari. Mereka juga dapat melakukan kegiatan penulisan mandiri dimana peserta menulis Reflection sebuah ringkasan dari hasil pembelajaran. Introduction (pendahuluan) harus singkat dan sederhana. Refleksi ini juga bisa berbentuk kuis USAID DBE3 Life Skills for Youth 8 . dapat dilakukan oleh peserta. perlu diingat bahwa presentasi seharusnya tidak terlalu lama dan paling lama hanya berlangsung selama sepuluh menit.

para guru harus dapat menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan itu harus disampaikan kepada guru pada awal sesi. Modul Program Pelatihan Kecakapan Hidup disusun secara khusus karena alasan Sesi-sesi yang dimasukkan dalam modul semuanya menggunakan tata letak dan pendekatan yang sama dalam pengaturan proses per sesi. maka anda akan dapat menggunakan semuanya. Pertanyaan Kunci USAID DBE3 Life Skills for Youth 9 . sehingga anda mengetahui bagaimana cara menggunakannya. E Karena waktu pelajaran/sesi telah selesai. Poin penting untuk diingat dalam refleksi adalah bahwa instruktur perlu menyediakan kesempatan bagi para peserta untuk mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari. reflection. kegiatan extension biasanya disebut Extension tambahan. Kegiatan Extension dapat meliputi penyediaan bahan bacaan Lihat kembali beberapa sesi di modul anda untuk melihat beberapa contoh dari kerangka ICARE yang digunakan untuk mendapatkan ide tentang berbagai kegiatan connection. Bagian pendahuluan sesi akan menjelaskan informasi latar belakang tentang isi sesi dan alasan mengapa bahan ini dimasukkan ke dalam modul. dan extension.singkat dimana instruktur memberi pertanyaan berdasarkan isi pelajaran/sesi. Kegiatan bagian Extension adalah kegiatan dimana fasilitator menyediakan kegiatan yang dapat dilakukan peserta setelah pelajaran/sesi berakhir untuk memperkuat dan memperluas pembelajaran. Setiap sesi berisi hal-hal sebagai berikut: Judul Sesi Judul ditulis dalam bentuk kalimat tanya. application. Pertanyaan merujuk langsung pada isi sesi dan pada akhir sesi. Di sekolah. Pendahuluan Bagian ini menjelaskan tujuan sesi dan apa yang harus dikuasai peserta pada akhir sesi. Tujuan dan Hasil Belajar Pertanyaan kunci berkaitan dengan hasil belajar pada masing-masing sesi. Bagaimana Modul Disusun? tertentu. bukan berarti semua peserta yang telah mempelajari dapat secara otomatis menggunakan apa yang telah mereka pelajari. pekerjaan rumah. tugas penelitian atau latihan. Ini akan menunjukkan kepada anda bagaimana keterkaitan hasil belajar dengan peraturan perundangan bidang pendidikan dan standar nasional pendidikan.

Ingatlah bahwa ini adalah batas minimal. Persiapkan barang-barang tersebut sebelum anda melaksanakan sesi tersebut. Sumber dan Bahan Bagian ini memberitahu anda batas waktu minimal yang akan anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut. Gunakan penilaian Anda untuk menentukan apakah energizer akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan guru-guru dalam pelatihan Energizer USAID DBE3 Life Skills for Youth 10 . Penjelasan itu akan membantu anda k memastikan sesi berhasil dan guru-guru mempelajari apa yang telah anda tetapkan. Penggunaan TIK tidak wajib dan akan tergantung pada fasilitas dan sumber yang tersedia bagi anda di tempat pelatihan I CT Ringkasan Sesi Introduction 5 menit 20 menit Connection 200 menit Application Reflection 10 menit Extension Bagian ini berisi ringkasan dalam bentuk bagan alur bagi anda tentang bagaimana sesi tersebut akan berjalan. Catatan untuk Fasilitator Bagian ini akan berisi daftar barang-barang yang anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut. Bagian ini dibagi dalam tahap-tahap ICARE. Semua energizer berhubungan dengan tema dari sesi tersebut namun tidak menyatu dengan sesi tersebut sehingga tidak wajib untuk dilakukan. Waktu Bagian ini menyediakan beberapa saran bagaimana anda dapat menggunakan berbagai macam aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung pembelajaran di sesi tersebut. Bagian ini berisi ide-ide bagaimana anda dapat menyegarkan guru-guru sepanjang pelatihan.Bagian ini menyajikan gagasan dan petunjuk kepada fasilitator untuk menyiapkan dan menyampaikan materi dalam sesi. Anda seharusnya membaca catatan ini secara cermat bahkan sebelum anda mulai merencanakan pelaksanaan sesi tersebut.

Langkah-langkah tersebut dibagi dalam kerangka ICARE yang digambarkan dan dijelaskan secara terperinci pada bagian yang berikutnya. Konsep ini mungkin baru bagi para guru. ide untuk menyediakan masukan bagi peserta. Handout untuk Peserta Informasi tambahan dapat digunakan untuk berbagai tujuan. anda akan menemukan saran-saran bagaimana menyelesaikan kegiatankegiatan. Glosarium akan berisi daftar kata-kata dan artinya. Anda sebaiknya memberikan pesan utama ini kepada guru-guru setelah mereka menyerahkan ringkasan mereka sendiri kepada anda. Catatan Fasilitator Kotak ini berisi informasi khusus hanya bagi anda (pelatih atau fasilitator). Anda juga dapat memberikan daftar ini kepada guruguru di lokakarya jika mereka tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut. Pesan Utama Beberapa sesi memuat beberapa konsep yang menggunakan isitilah-istilah teknis.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan Bagian ini berisi petunjuk secara bertahap dalam melaksanakan semua kegiatan pada sesi tersebut. Ini dapat digunakan oleh fasilitator untuk memperluas pengetahuan mereka tentang konsep yang Informasi Tambahan USAID DBE3 Life Skills for Youth 11 . dan informasi utama yang anda perlu digunakan sebelum menyiapkan presentasi. Glosarium Bagian ini akan mengidentifikasi beberapa sumber yang mungkin ingin anda baca untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman anda tentang konsep yang terdapat pada sesi tersebut. Pada kotakini. Bacaan Tambahan Handout adalah alat pembelajaran yang dapat digunakan para guru untuk membantu mereka menyelesaikan beberapa kegiatan di sesi tersebut. 1 Bagian ini berisi ringkasan sesi yang dengan singkat menyebutkan pokok utama yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta dari sesi tersebut. Ikuti langkah-langkah tersebut sebagaimana dituliskan dalam modul. Baca informasi dalam kotak ini dengan cermat. rekomendasi bagaimana menyimpulkan sebuah diskusi. Handout ini terdapat pada akhir tiap sesi dan perlu difotokopi sebelum pelatihan.

karena setiap sesi dalam setiap modul dan setiap modul adalah bagian dari pemikiran yang hati-hati mengenai program pelatihan ini. Bacalah DBE3 ”Melampaui Pelatihan: Panduan untuk Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut Setelah Pelatihan” untuk memberikan beberapa gagasan tentang bagaimana mendukung guru-guru di dalam kelas. Yang terbaik adalah. maka pentinglah kiranya untuk tetap mempertahankan tujuan. USAID DBE3 Life Skills for Youth 12 . Hal ini dimaksudkan untuk membangun pengetahuan. hanya karena anda berfikir bahwa sesuatu itu sederhana. Modul-modul ini dapat membantu para pelatih dalam melaksanakan lokakarya partisipatif yang berhasil dengan pembelajar dewasa. ingatlah bahwa muatan dari modul-modul ini ditujukan bagi guru (bukan pelatih). tidak lantas guru-guru akan berpendapat sama. kebanyakan fasilitator yang efektif adalah seoarng pemikir yang kritis dan kreatif. mampu bereaksi dengan situasi di ruang pelatihan dan fleksibel dalam melakukan pendekatan dan muatan training ini. setiap fasilitator yang menggunakan modul Pelatihan Kecakapan Hidup ini dianjurkan secara aktif untuk dapat memodifikasi dan mengadaptasikan kegiatan-kegiaran yang terdapat dalam modul ini dan menyesuaikannya dengan peserta dan situasi pelatihan. hasil pembelajaran dan pesan utama. modul-modul Pelatihan Kecakapan Hidup meningkatkan kualitas guru-guru di Indonesia. Hal ini bukan berarti bahwa apa yang selama ini mereka gunakan adalah salah. Bagaimana Seharusnya Modul ini Digunakan? Modul-modul ini dimaksudkan sebagai panduan pelatihan. Apa yang Terjadi Setelah Pelatihan Ini ? Ingatlah bahwa apa yang terjadi setelah pelatihan ini adalah penting juga. Beberapa Pendapat Terakhir Ingatlah bahwa tujuan dari program Pelatihan Kecakapan Hidup ini adalah untuk kondusi yang sama. Pada intinya. Oleh karena itu. Tidak untuk mempertahankan meliputi beberapa muatan dan konsep yang sangat menuntut dan yang akan menguji dan menantang cara-cara dan tingkah laku guru-guru yang selama ini digunakan. keterampilan. Seringkali guru-guru memerlukan dukungan tindak lanjut untuk mengalihkan apa yang telah mereka pelajari di pelatihan pada kegiatan di dalam kelas. Selain itu. setiap kegiatan yang anda lakukan harus ditujukan pada pencapaian tujuan dan hasil pembelajaran. Pastikan anda membahas semua konsep dan muatan yang sulit. Tantanglah semua guru untuk berefleksi dan meningkatkan kemampuan diri.diberikan di dalam sesi atau untuk difotokopi dan disediakan bagi guru-guru sebagai bahan bacaan tambahan atau kegiatan lanjutan (extension). Jadi. Modul-modul ini bukanlah seperangkat instruksi yang harus seluruhnya dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu. Meskipun demikian. hal ini lebih penting dibandingkan pelaksanaan pelatihan itu sendiri. Oleh karena itu. tingkah laku dan sikap dari pada guru-guru di dalam kelas. hanya saja sekarang ini ada beberapa cara yang secara umum dapat dikatakan lebih baik.

Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Pengajaran dan Pembelajaran USAID DBE3 Life Skills for Youth 13 .

Daftar Isi Halaman Pengantar Program Pelatihan Kecapakan Hidup Daftar Isi Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi Satu Sesi Dua : : Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar Untuk Siswa? Apakah yang Sebaiknya Guru pikirkan Ketika Sesi Tiga : Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka? Sesi Empat : Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk 1 14 15 18 22 33 48 61 Sesi Lima : 84 Sesi Enam : 103 Sesi Tujuh : Mendukung Proses Belajar Mengajar? Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Micro Teaching 118 Sesi Delapan: Sesi Sembilan: 137 158 USAID DBE3 Life Skills for Youth 14 .

khususnya kompetesi Paedagogik mengharuskan guru menguasai dan mampu menerapkan berbagai pendekatan.Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Paradigma pendidikan berbasis kompetensi mencakup kurikulum. disamping memuat kompetensi yang harus dicapai juga memuat pendidikan kecakapan hidup yang dapat diberikan secara integrated dengan mata pelajaran matematika. sosial. meliputi: karakteristik dan gaya belajar siswa. dan pengamatan. sedangkan tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian. Dalam hal ini fokus utama dari kegiatan pembelajaran adalah membantu siswa mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya. Disamping itu secara profesional guru dituntut untuk mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Pada hakekatnya. Membekali siswa dengan seperangkat kompetensi matematika yang terintegrasi dengan kecakapan hidup membutuhkan strategi pembelajaran yang bermutu. karakterstik dan tujuan mata pelajaran matematika. yang mencakup penilaian. Oleh karena itu guru sebagai agen pembelajaran perlu mempersiapkan strategi pembelajaran dengan mempertimbangkan seluruh dimensi pembelajaran. tugastugas. relevansi pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata. akademik. dan atau kecakapan vokasional. serta USAID DBE3 Life Skills for Youth 15 . metode. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. bermakna dan relevan dengan tingkat perkembangan siswa pada jenjang usia SMP/MTs. dan penilaian. Pendidikan kecakapan hidup tersebut mencakup kecakapan kepribadian. strategi. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan pendidikan SMP/MTs khususnya mata pelajaran matematika. suasana belajar baik fisik maupun emosional. menekankan pada standar atau hasil (Wilson. partisi aktif siswa. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pedagogi yang mencakup strategi mengajar atau metode mengajar. Permen Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. pedagogi. 2001). Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. bekerja dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. sumber-sumber belajar yang relevan. melalui pemilihan materi pembelajaran serta mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. integrasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam mata pelajaran matematika bertujuan untuk membekali peserta didik (generasi muda) dengan seperangkat kemampuan tertentu yang relevan dengan kehidupan dunia nyata yang sangat berguna bagi mereka untuk hidup di masyarakat.

potensi. Pembahasan dalam modul dimulai dengan menyajikan sesi-sesi. kreativitas. laboratorium. maupun lapangan. (4) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. (2) Menentukan pengalaman belajar yang dapat mendorong siswa untuk mencapai prestasi. menyenangkan. inspiratif. 16 Tahun 2007 dan mendukung pengembangan portofolio guru sesuai Permen Nomor !8 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. dan metode yang beragam dalam pengajaran dan pembelajaran matematika yang terintegrasi pendidikan kecakapan hidup. kreativitas secara optimal. empatik. dan kreativitas. meliputi: (1) Prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. santun dengan siswa. Akhirnya dengan modul ini diharapkan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. 14 Tahun 2007. yang secara umum mencoba mengembangkan Permen Nomor 16 Tahun 2007. prestasi.meramu/mengemas semua dimensi ini menjadi sebuah strategi pembelajaran yang bermakna bagi guru dan siswa. menantang. pendekatan. dan konfirmasi (Permen No. potensi. (5) Berkomunikasi secara efektif. Apa Tujuan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika? Tujuan dari modul ini adalah untuk membantu guru mengembangkan Permen Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. (7) Menyusun rancangan dan melaksanakan pembelajaran yang lengkap. yang membutuhkan guru untuk merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara interaktif. (6) Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. (8) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran serta mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. USAID DBE3 Life Skills for Youth 16 . elaborasi. guru matematika akan lebih termotivasi untuk untuk meningkatkan proses belajar aktif siswa melalui rancangan dan penerapan berbagai strategi. hal 10). (3) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. baik untuk kegiatan di dalam kelas. Modul ini juga akan membantu guru untuk menyiapkan diri menghadapi proses Sertifikasi Guru dengan mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik melalui proses eksplorasi. minat.

19. 10. dan di lapangan”.3. guru memperoleh kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. 5. Kompetensi 4. Kompetensi 6. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.2 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. strategi. di laboratorium. yang terdapat dalam portfolio profesional.” Melalui mikro teaching. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. empatik. Kompetensi 4. laboratorium. 4. Kompetensi 2. Kompetensi 4. 20. Kompetensi 3.2. 16. Selama modul ini.2 “Menerapkan berbagai pendekatan.Apa Hasil Pembelajaran yang Diharapkan Dapat Dicapai Dari Modul ini? Modul akan mencapai sasaran oleh dukungan guru untuk mengembangkan lebih jauh kompetensi dasar dan inti melalui stategi atau metode pengajaran dan belajar menguasai: yang sesuai.Mengembangkan tindakan reflektif.” 7.1. maupun lapangan”. keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan USAID DBE3 Life Skills for Youth 17 . 13. 2.1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”.2. dan 23) dari portfolio mereka. baik untuk kegiatan di dalam kelas. 11. “Berkomunikasi secara efektif. Kompetensi inti 7. 15. Lebih dari itu modul ini akan mendukung untuk secara sukses menilai rencana pelajaran terutama (indikator 4. dan kompetensi inti 23. 5. dan santun dengan peserta didik”. 3.4 “Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. 9. metode. peserta akan melakukan refleksi terhadap kinerja mereka mendukung mereka untuk mendukung mengembangkan kompetensi inti: 10. 18. 4. 14. 6. Modul ini juga didesain untuk mendukung para guru untuk secara sukses menyiapkan diri dan meningkatkan serta memperoleh kesempatan menghadapi sertifikasi profesional. 4.3 “Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap.3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu”.1 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”. Kompetensi 2. untuk itu hasil pembelajaran dari modul ini adalah guru dapat 1. termasuk kreativitasnya. 5.4) juga menilai pelaksanaan pembelajaran (indikator 6. Kompetensi 6.” 8.

Seperti berikut: Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 1 . Modul ini digunakan pada pelatihan ketiga. Modul ini digunakan hari pertama dan hari kedua.8 Hari Ketiga Menilai Perkembangan Kecakapan Hidup Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup: Sesi 9 Mikro Teaching USAID DBE3 Life Skills for Youth .4 Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 5 .Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Modul TIK sebagai Kecakapan Hidup adalah merupkan modul mata pelajaran.

Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada. USAID DBE3 Life Skills for Youth .Hari Pertama Waktu 08:00 – 08:30 08:30 – 10:00 Sesi Persiapan/Perkenalan Sesi 1: Hasil Belajar Pelatihan siap dilaksanakan dan peserta telah mempekenalkan identitas mereka Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran.30 15:30 – 17. Makan Siang Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada Belajar Mengajar Untuk Siswa? 12:00 – 13. Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika. Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai.30 13. Istirahat 10:30 – 10:30 10:30 – 12:00 Sesi 2: Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.00 – 15.00 Apakah pikirkan Sesi 3: yang ketika sebaiknya Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika.30 – 15. Istirahat Mengidentifikasi meransang ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk strategi pembelajaran untuk mata pelajaran mereka? 15.00 Bagaimana Sesi 4: guru partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? berpartisipasi secara aktif. Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. menentukan guru Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka. Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa.

dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata.Hari Kedua Waktu 08:00 – 09:30 hubungkan Sesi Ses 5: Bagaimana Guru dapat MengProses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Hasil Belajar Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna. konsep.30 13. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa < penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika. Istirahat 15. Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran. Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta. Makan Siang 09:30 – 10:00 10:00 – 12:00 Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? 12:00 – 13.30 15:30 – 17.00 Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mengajar? Mendukung Proses Belajar Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna. Menyusun garis besar (outline) pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek USAID DBE3 Life Skills for Youth .30 – 15. Istirahat Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna.00 Dapatkah Strategi Sesi 8: Anda Membuat yang Pembelajaran pembelajaran.00 – 15. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

10:00 – 10:30 10:30 – 12:30 12:30 – 14. Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru.30 Sesi 9: Lanjutan Lanjutan Istirahat Makan Siang USAID DBE3 Life Skills for Youth .Mengintegrasi-kan aspek pembelajaran? seluruh Hari Ketiga Waktu 08:30 – 10:00 Sesi Sesi 9: Mikro Teaching Hasil Belajar Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu.

memilih strategi pembelajaran yang tepat. strategi pembelajaran yang matang dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang USAID: DBE3 Life Skills for Youth 22 . hampir tidak ada kegiatan manusia yang dilakukan tanpa menggunakan strategi atau persiapan khusus. sebelum pasukan menggempur musuh terlebih dahulu para pemimpin tentara mengatur strategi perang. metode. Begitupula bidang-bidang lain pasti menggunakan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan. biasanya dibuat secara tertulis berupa telaah kurikulum. model dan fasilitas yang digunakan yang dijabarkan secara rinci dan fungsional dalam skenario kegiatan belajar mengajar serta evaluasinya. strategi pembelajaran dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan yang diperlihatkan dalam hasil belajar tercapai secara optimal. Guru matematika yang efektif diharapkan memahami pentingnya berbagai strategi pembelajaran. menentukan dan memilih cara dan teknik menaklukan musuh serta mengerahkan personil dan segala fasilitas yang dibutuhkan. Strategi tersebut antara lain: mengatur siasat. teknik pembelajaran. penyusunan silabus. terdapat berbagai strategi atau metode pembelajaran yang dapat digunakan. kapan serta bagaimana mereka menggunakan strategi itu untuk mata pelajaran matematika yang mereka akan ajarkan di kelas. Untuk mencapai tujuan pembelajaran. Demikian pula dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. setiap guru yang akan melaksanakan pembelajaran di kelas akan memilih strategi tertentu agar pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan lancar dan hasilnya optimal. mengapa strategi digunakan. Setiap guru akan mempersiapkan diharapkan. menentukan dan memilih pendekatan ketempat musuh. Penyusunan RPP berisi uraian tentang strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk sekali tatap muka yang melibatkan pemilihan pendekatan. Jika direnungkan. Strategi pembelajaran yang dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran matematika di kelas. Setiap guru mempunyai nurani yang peka terhadap karakteristik anak didiknya dan selalu berupaya menanamkan prinsip-prinsip yang mendidik kepada anak didiknya.Sesi 1 Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Pendahuluan Dalam bidang kemiliteran. dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dengan demikian.

Kegiatan ini sangat baik untuk membangun pemahaman peserta pentingnya arti strategi pembelajaran matematika yang dipilih.Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti sesuai Permen No. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru ke-2 yaitu Memahami berbagai teori belajar dan prinsip(komptensi inti-2. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada.2). metode. peserta akan dapat Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. perlu diperhatikan bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. strategi. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti yakni agar guru menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu (kompetensi inti 2. penuh percaya diri. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Laksanakan semenarik mungkin kegiatan menentukan “strategi pembelajaran”.1) dan seorang guru dituntut memiliki kompetensi untuk prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu menerapkan berbagai pendekatan. Fasilitator harus mempersiapkan dengan baik. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 23 . Sehingga peserta diharapkan dapat mengidentifikasi strategi pembelajaran dan pentingnya bagi guru untuk mengetahui dan menguasai strategi tersebut. Pertanyaan Kunci Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran? Strategi pembelajaran apa saja yang anda ketahui pada mata pelajaran matematika? Apa saja kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang anda ketahui? Mengapa guru perlu mengetahui dan memilih strategi pembelajaran dalam pembelajaran matematika? .

Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 1.1 berisi ”Definisi dan deskripsi strategi pembelajaran utama”. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 24 . Handout 1. kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika” Informasi tambahan: ” Strategi dalam pemecahan masalah matematika” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik.2: berisi ”tujuan. Ingatkan kembali kepada peserta untuk selalu menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing. alasan. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. Sumber dan Bahan 60 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia.

tuliskan dengan angka dari januari angka 1 sampai Desember angka 12. g.2 dilanjutkan dengan presentase hasil masing-masing kelompok Reflection Menanyakan kepada peserta mengenai ketercapaian tujuan sesi ini. tulis hasilnya. Hasil terakhir ditambah dengan bulan lahir. Tanggal. d. model Peserta menyele 1. Hasilnya dikalikan lagi dengan 5 f. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta. 20 menit 30 menit Application Peserta bekerja dalam kelompok Untuk mendiskusikan handout 1. tujuan. Energizer USAID: DBE3 Life Skills for Youth 25 . teknik.1 tentang deskripsi metode. 5 menit Connection Curah pendapat. Perhatikan petunjuk berikut: a. peserta menuliskan macam-macam pendekatan. Tambahkan hasilnya dengan 6. hasil belajar sesi 5 menit Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 1 dan membuat analisa kasus berdasarkan dan mengerjakn pengalaman di kelas pemecahannya -saikan handout definisi dan beberapa strategi pembelajaran Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Tanyakan pada teman anda pada bulan keberapa dia dilahirkan. Energizer pada sesi ini adalah ” Menebak Bulan. Hasilnya supaya dikalikan dengan 4 dan ditambah lagi dengan 9 e. dan hasil belajar. begitu pula hari lahir Minggu dianggap 1 dan sabtu = 7. Tulislah bulan kelahiran dengan angka pada secarik kertas b. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam jurnalnya. dan Hari Lahi” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. Kalikan angka bulan kelahiran ini dengan 5 c. serta pertanyaan kunci.Ringkasan Sesi Introduction Paparan tema. Jelaskan konsep matematikanya.

……………………. metode.. Berikan kesempatan agar mereka sendiri yang menentukan nama kelompoknya. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Ekspositori ……………………….2 . menyampaikan tujuan. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini.. dengan menyampaikan kepada peserta tentang pentingnya mengetahui strategi pembelajaran sebagaimana yang termuat dalam permen No. Catatan untuk Fasilitator Melalui sesi ini.1 dan 2. Metode Discovery based learning ………………………. …………………… ……………………….. …………………….. (3) Berikan waktu 5 menit kepada peserta untuk menuliskan pada kertas flipchart macam-macam pendekatan. …………………….16 Tahun 2007 yaitu kompetensi inti 2.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator Introduction (5 menit ) memaparkan tema.. No 1 2 3 4 5 … Pendekatan Problem based learning Aktif learning Contextual learning Project based learning Service learning …………………….. Berikan motivasi kepada peserta untuk mengemukakan ide-ide kreatif mereka. (2) Curah pendapat tentang pengertian strategi pembelajaran. Agar lebih focus sebaiknya nama kelompok berdasarkan nama tokoh atau fakar dalam bidang matematika. C (1) Organisasikan peserta menjadi beberapa kelompok dengan jumlah peserta setiap kelompok 4 atau 5 orang. Model Cooperative learning ……………………. teknik dan model pembelajaran dalam pembelajaran matematika dengan cara melengkapi daftar berikut.. hasil belajar dan pertanyaan kunci. ……………………… …………………… …………………… Teknik ……………………. ………………………. Teknik bertanya ……………………. Connection (20 menit ) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 26 ..

dan model tidak saling berhubungan ii. metode. teknik. 2.1. Minta peserta mengemukakan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang mereka ketahui. metode. Reflection (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 27 . (2) Minta mereka mengerjakan handout 1. v. Isian pada kolom pendekatan. Catatan untuk Fasilitator iii.2 (3) Presentasikan hasil yang mereka telah peroleh dalam diskusi pleno. memasangkan pendekatan. dan teknik) untuk memperbaiki perbedaan strategi belajar mengajar yang peserta miliki. Catatan untuk Fasilitator 1. Jamin pengetahuan peserta untuk dapat menjelaskan apakah mereka memahami atau istilah atau terminology dalam strategi belajar mengajar. Yakinkan kepada peserta apa makna dari strategi belajar mengajar dan mengapa ini penting. menemukan definisi dan deskripsi strategi pembelajaran matematika yang telah mereka tuliskan diberikan pada kertas flipchart di atas. (5) Berikan waktu 10 menit kepada peserta untuk membuat ringkasan tentang definisi dan strategi kunci pada pendekatan pada handout 1. Minta kepada peserta untuk menyebutkan strategi belajar mengajar yang biasa A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok. mungkin apa mereka ketahui pada setiap kolom pendekatan. vi. teknik. Katakan kepada peserta untuk memikirkan. Hidupkan kelas dengan diskusi antar teman dalam kelompoknya. Lakukan sebuah kegiatan (brainstorming. Application (30 menit) mereka ajarkan dan mengapa mereka menggunakan strategi belajar mengajar R (1) Tampilkan melalui LCD atau bacakan kembali pertanyaan kunci. (4) Minta peserta. yang akan mereka gunakan di dalam kelas mereka. misalnya beda pendekatan. strategi belajar mengajar yang mana 3. Peserta diinginkan untuk memilih yang paling tepat untuk mata pelajaran itu. metode. metode. iv.Catatan untuk Fasilitator i. dan teknik mereka lakukan. Sampaikan kepada peserta bahwa tugas mereka adalah mendaftar sebanyak dan model.

Berdasarkan hal itu. 1991. Robert M. Karen L. 2000. & Medsker. Guru yang efektif adalah guru yang dapat mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan metode yang berbeda-beda tersebut. Bandung: Tarsito. Teacher Effectiveness Training. terjemahan Aditya Kumara Nur. E Di luar sesi. Applications. T. Mohamad. Joyce. Needham Heights: Asimon & E. Strategi-Strategi Belajar. Erman. 1997.(2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya. Orlando: Harcourt Brace Company. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. & Weil Marsha. Extension Terdapat beragam atau bermacam-macam metode/strategi belajar mengajar yang dapat dipilih. Bandung: UPI. Thomas. The Conditioning of Learning Training Gordon. Surabaya: UNESA. Bruce. minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini. 1989. Proyek P2LPTK. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. 1966. 2003. (3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan pesan kunci serta hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing. Depdikbud. Schuster Company. Tidak ada satupun metode yang benar atau salah. Model of Teaching. Ruseffendi. I Nyoman Sudana. Suherman. 1996. baik atau buruk. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 28 . Pesan Kunci Bacaan Tambahan Degeng. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka alami di kelas yang berhubungan dengan strategi belajar mengajar serta bagaimana seharusnya solusi dari kasus tersebut. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Jakarta: Gagne. Dewi.

USAID: DBE3 Life Skills for Youth 29 . Jenis Strategi/Pendekatan  Collaborative/Cooperative learning Definisi Pembelajaran kooperatif adalah merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda.1 Berikan definisi dan deskripsi dari strategi pembelajaran dengan cara melegkapi daftar dibawah ini.  Active learning  Contextual learning  Project based learning Sebuah strategi mengajar  Service learning yang melibatkan remaja ke dalam masyarakat menyediakan namun pada yang apa sama dan yang untuk pelayanan saat  Pembelajaran melalui Pelayanan berkaitan dengan segi akademis.Membimbing siswa untuk menemukan strategi-strategi pemecahan masalah .  Discovery based learning  Problem based learning Strategi yang menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.  Remaja juga memiliki suara untuk menentukan kegiatan pembelajaran melalui pelayanan.menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Deskripsi kunci meningkatkan menerapkan telah mereka pelajari.  Remaja berinteraksi dengan komunitas .  Pelayanan yang diberikan diperlukan masyarakat.Orientasi pada masalah .Handout untuk Peserta 1.

2 Pilih minimal satu jenis stategi (pendekatan. membuat belajarnya tidak karena kesulitan ringkasan. metode. ended pendekatan openended adalah yang dimulai dengan memberikan soal yang memiliki banyak jalaban benar Tujuannya adalah untuk membantu siswa melakukan penyelesaian masalah secara kreatif dan menghargai pengetahuan dan keterampilannya secara  komprehensif Siswa dapat menjawab dengan nya  pertanyaan sesuai kecepatan belajar Siswa termotivasi keragaman berpikir soal selama mengerjakan untuk memberikan bukti-bukti cara menjawab yang kan sendiri. teknik. teman-temana proses penemuan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 30 .Handout untuk Peserta 1. Jenis Strategi Pendekatan openDefinisi/Tujuan/ Alasan penggunaan Pembelajaran dengan Kelebihan  Siswa berpartisipasi aktif  menggunakan Siswa dapat Kelemahan  Sulit membuat soal matematika kontekstual dan bermakna  Kadang-kadang siswa kesulitan bagaimana memberikan jawaban yang matematika. selanjutkan tuliskan dalam tabel kelebihan dan kekurangan dari strategi tersebut. pengalaman dari yang dilakukan dari ide-ide sekelasnya. dan model) pada bagian koneksi.  mereka kembangSiswa mendapat dalam menyikapi  Siswa mungkin merasa proses memuaskan. mengalami berarti secara  Siswa pandai akan kegelisahan jawabannya yang situasional.

jika itu yang dilakukan. Karena itu mereka perlu terlatih. ia hanya mencontoh apa yang telah ia lakukan sebelumnya. Tetapi disisi lain. tetapi juga akan berhasil dalam kehidupan mereka di luar kelas. Sesungguhnya. dapat dimulai dari mengenal masalah itu serupa dengan soal yang pernah menyelesaikan masalah. Oleh karena itu. Jika ia tidak tertarik untuk memecahkan keperluan untuk menyelesaikan suatu masalah kita jumpai juga dalam kehidupan keseharian.. ataupun terdapat dalam menyelesaikan masalah matematika.D. sesungguhnya ia tidak ini yang sering terlihat dalam pembelajaran matematika di kelas. pemecahan masalah (problem solving situation). MA. berlatih untuk menggunakan suatu ketrampilan secara berulang sangat diperlukan untuk mempertahankan kemampuan tersebut. Ph. yang sering kali tidak mudah. bahkan dalam proses penyelesaiannya pun ia mengalami kemacetan atau kebuntuan. Demikian juga pemecahan masalah dapat dipandang sebagai suatu kendaraan yang dapat mengantarkan siswa untuk menyadari keindahan matematika. tetapi biasanya orang menyelesaikan masalah-masalah yang baru. Dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang tidak asing lagi dalam kita berurusan dengan soal-soal yang sulit sering terlihat sebagai situasi-situasi yang semu yang diciptakan khusus untuk pelajaran matematika sesungguhnya tidak langsung menampilkan gagasan mengenai pemecahan masalah sebagai suatu proses yang harus dipelajari. siswa harus menjadi tidak asing (familiar) dengan berbagai strategi dan berlatih secara teratur menggunakan strategi-strategi itu. maka ia tidak berada dalam situasi pemecahan masalah. Dan karena pengalaman kita berbeda-beda. Siswa haruslah memandang pemecahan masalah sebagai suatu tujuan yang harus dicapai. Orang tidak menyelesaikan masalah-masalah yang usang. dan bukan hanya sekadar suatu alat untuk mencapai tujuan. Prosedur penggunaan strategi pengalaman matematika USAID: DBE3 Life Skills for Youth 31 . Namun. Hal diselesaikan sebelumnya. maka dikatakan bahwa ia sedang menghadapi situasi soal itu. maka dengan sendirinya terdapat pula berebagai cara atau strategi dalam memecahkan masalah. Pengalaman ini memang beragam. dan bukan hanya sekadar sesuatu yang berperan sebagai fasilitator. Hal yang sama juga keseharian ataupun dalam masalah metematika amatlah bergantung pada pengalaman kita.Informasi Tambahan STRATEGI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Oleh: Prof. Sebagian besar yang kita lakukan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan pengalaman untuk dapat menyelesaikan soal yang ia hadapi. Josua Sabandar. Karena itu orang harus memiliki kiat atau strategi khusus. sekaligus berperan untuk mengikat mereka dengan kebermaknaan dari matematika yang mereka pelajari. Namun ketika ia bersikeras untuk berusaha menyelesaikan soal tersebut. Dalam penyelesan soal matematika seringkali terjadi bahwa seseorang tidak dengan segera dapat mencari solusi dari masalah itu. sehingga mereka tidak hanya akan berhasil dalam pelajaran matematika di kelas.

Tentu saja. bahwa dalam menyelesaikan suatu soal. Mereka tidak hanya menerapkan strategi ini dalam memecahkan masalah matematika. Dengan mempelajari strategi-strategi ini. ada soal-soal matematika yang menantang. Bernalar secara logis 10. serta memiliki styrategi-strategi yang tepat. Di sisi lain. Dalam hal ini. guru maupun siswa akan memiliki peluang untuk bertumbuh dalam penggunaan strategi-strategi ini. maka guru seyogyanya harus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. umumnya. Seringkali. ataupun hanya digunakan satu strategi saja. dan tidak terlalu penting. 1. yang akan mengandalkan kekuatan dari strategi-strategi ini dalam upaya mencari solusi dari soal itu.Oleh karena itu. Seringkali ditemui bahwa setelah orang menggunakan suatu cara sederhana untuk menyelesaikan suatu soal yang rumit. Pertimbangkan kasus-kasus ekstrim 4. Bekerja mundur 2. guru maupun siswa harus umumnya selalu digunakan dalam pemecahan masalah matematika. seakan-akan prosedur atau trik tersebut hanyalah hal yang biasa saja. yang pada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 32 . dalam penyelesaian suatu soal. Sangat jarang. hanya terdapat satu cara. Menebak secara cerdik 7. siswa tidak Dengan tetap berlatih secara teratur dalam hanya berhasil menyelesaikan soal menemukan jawab terhadap masalah itu. Eliminasi kemungkinan-kemungkinan yang ada 3. Dalam hal ini guru harus membantu siswa agar tidak memiliki anggapan yang seperti itu. strategi-strategi ini dapat diterapkan dalam soal-soal yang sederhana. Tetapi. familiar dengan berbagai strategi. berbagai strategi dapat digunakan sekali gus. karena itu mereka harus terlatih. Menemukan pola 8. Namun seringkali keberhasilan tersebut dianggap remeh. Menyederhanakan masalah 9. muncul komentar bahwa: “saya sama sekali tidak mengira pendekatan ini akan memberikan solusi”. Membuat daftar yang tereorganisasi 6. Pecahkan kasus per kasus. Membuat sketsa 5. tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian. matematika. dimulai dengan aplikasi yang sederhana dari strategi ini dan berangsur-angsur menuju menyelesaikan soal-soal yang menantang. sangat diperlukan kesabaran ketika siswa maupun guru memasuki pengembaraan yang baru dalam matematika. jika guru menghendaki agar siswa mampu menyelesaikan masalah. tetapi mereka juga akan berhasil dalam kehidupan keseharian mereka.ini berawal pada saat menggunakan strategi mereka coba menyelesaikan masalah dan akhirnya dapat tersebut. Berikut ini disajikan beberapa strategi.

Hasil belajar yang dimaksud tidak hanya pada aspek kemampuan mengerti matematika sebagai Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah rangking skor matematika siswa pengetahuan (cognitive) tetapi juga aspek sikap (attitude) terhadap matematika. Strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi tersebut tidak mungkin bisa dicapai hanya dengan hafalan. latihan soal secara mekanistik.Sesi 2 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar untuk Siswa? Kondisi kegiatan belajar mengajar di kelas khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) nampak kurang hidup. Siswa kurang serius memperhatikan pelajaran sehingga guru seringkali menegur supaya memperhatikannya. mendengarkan. hasil belajar matematika siswa umumnya masih rendah. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 33 . Secara internasional. Diperlukan sebuah strategi belajar mengajar yang membelajarkan siswa. rata-rata Nilai Ebtanas Murni (NEM) siswa SMU berada di bawah 5. sekolah lanjutan pada kompetisi berlevel internasional dan nasional. maka siswa menjawabnya secara beramai-ramai.1) dan untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitas siswa (kompetensi inti 6. siswa Indonesia hanya menempati rangking ke-39 dari 42 negara partisipan TIMSS dengan perolehan skor rata-rata 397 dari skor maksimal 1000. hal ini terlihat dalam pembelajaran. seperti mencatat.4 Begitupula secara nasional. perlu dikembangkan strategi belajar mengajar matematika yang tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa tetapi juga membantu siswa untuk mencerna dan membentuk pengetahuan mereka sendiri sesuai dengan gaya belajar (learning Pendahuluan style) siswa masing-masing.0 dalam skala 0 sampai dengan 10. kebiasaan menerima informasi secara pasif.2). dan algoritmis. sehingga dapat mengubah dari situasi guru mengajar kepada situasi siswa belajar. Di sisi lain. Bila guru mengajukan pertanyaan. Agar pengalaman belajar dapat mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi inti 3. dan meniru. Selanjutnya untuk aspek sikap siswa terhadap mata pelajaran matematika di sekolah dapat diketahui dari opini siswa di sekolah bahwa mereka tidak suka atau bahkan takut pada pelajaran matematika.3). Strategi pembelajaran yang diterapkan guru kurang mendorong siswa untuk aktif dan kreatif. siswa lebih sering tidak menjawab dengan baik bahkan tidak menjawab sama sekali. rutin. Kalau pertanyaan guru mudah atau bersifat melengkapi. mendorong siswa mencapai prestasi secara optmal (kompetensi inti 6. guru pada umumnya menggunakan metode ceramah. serta proses pembelajaran yang berpusat kepada guru (teacher centered) yang akan menimbulkan budaya konsumtif antara lain. The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) melaporkan bahwa.

seperti menulis gagasan. Karakteristik umum dan gaya belajar seperti apa yang anda jadikan acuan untuk memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan siswa? Jenis-jenis strategi belajar apa sajakah yang cocok dengan gaya belajar siswa? Pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran apa yang dapat diberikan kepada siswa untuk mendukung potensi kreativitas siswa? Pertanyaan Kunci Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 34 . Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Mengorganisasi pembelajaran bukan untuk guru mengajar tetapi untuk siswa-siswa belajar. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6. dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6. dan mempersiapkan berbagai strategi pembelajaran yang tepat dengan gaya belajar siswa. dari alam berfikir guru ke alam berfikir siswa.3).dari pengalaman ber-matematis guru kepada pengalaman ber-matematis siswa. meneliti. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru: menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan Tujuan dan Hasil Belajar pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3. menemukan pola. peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa. Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. memecahkan masalah.1). Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang gaya belajar siswa serta pentingnya sebuah strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan gaya belajar tersebut. Guru matematika yang efektif adalah guru mengayomi proses belajar siswa dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered).2). Ciri-ciri pembelajaran seperti ini dapat menumbuhkan budaya produktif. merancang model. Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan lebih jauh Permen No. mengkomunikasikan gagasan baru baik secara individual maupun kelompok.

dan menuliskan hasil belajar yang dicapai dari tujuan tersebut Minta peserta untuk menentukan pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa berkaitan dengan potensi dan kreativitas siswa. Minta kepada peserta menuliskan karakteristik umum/gaya belajar siswa.1 berisi ”tipe pelajar seperti apakah anda?” Handout 2.Mulailah sesi ini dengan mendiskusikan apa yang sebaiknya dipikirkan guru dalam memilih strategi belajar mengajar bagi siswa.2: ”Gaya Belajar” Informasi tambahan Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 35 . Sumber dan Bahan 90 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk berdiskusi dan melakukan brainstorming diantara mereka. Minta kepada peserta untuk melihat tujuan umum pembelajaran matematika jenjang SMP dalam kurikulum. Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menemukan atau memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 2.

Energizer pada sesi ini adalah ”Mathematical Mistake” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. 5.3 yang berisi tentang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakateristik umum atau gaya belajar siswa dilanjutkan Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 2 dan membuat diagram gaya belajar berdasarkan kelas karakteristik individual siswa. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 36 . serta pertanyaan kunci. Cari bentuk pecahan lain yang pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara tersebut. Berikan kesempatan kepada peserta memberikan refleksi masing-masing dari ” Matematical Mistake” tersebut.Ringkasan Sesi Introduction Penjelasan latar belakang. Minta mereka mencermati kesalahan ”Matematikal Mistake” berikut: Energizer 16 1  64 4 2. dan hasil belajar. peserta mengerjakan handout 2. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. 3. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. 10 menit Connection Informasi berbagai 25 menit 45 menit Application Bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan handout 2. Jika ada bagaimana membuatnya lebih umum.1 gaya belajar siswa berisi tipe atau pengalaman di pemecahannya dengan presentasi klp Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. tujuan. Minta peserta menjelaskan mengapa siswa melakukan pengerjaan sesederhana itu. Apakah proses penyederhanaan tersebut benar? Jika tidak berikan penjelasan 4.

3. Auditori.. Konsekuensi tersebut antara lain penggunaan metode fasilitasi dan media yang bervariasi. Catatan untuk Fasilitator Tekankan kepada peserta agar strategi belajar mengajar yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa. 2. dan Kinestetik). Setiap tipe pelajar membawa implikasi tersendiri terhadap penyelenggaraan pelatihan agar semua tipe pelajar dapat belajar dengan baik. Introduction (5 menit ) C Connection (25 menit ) (1) Berikan handout 2. (2) Minta kepada peserta menyelesaikan quiz tersebut secara individual. Catatan untuk Fasilitator 1. Peserta harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki tipe belajar yang berbeda-beda(Visual. (5) Berikan penjelasan kepada kelompok untuk menyimpulkan karakteristik atau tipe/ gaya belajar yang dimiliki siswa. (4) Diskusikan dengan peserta apa yang mereka peroleh atau yang ditunjukan dari quiz tersebut. Yakinkan peserta bahwa walaupun siswa mempunyai gaya belajar berbeda tapi terdapat beberapa dasar kesamaan antara siswa tentang gaya belajar yang mereka lebih sukai atau sering gunakan: Sebagian besar siswa lebih suka memulai dari konkret ke abstrak Sebagian besar siswa lebih suka belajar dengan kegiatan secara aktual Pada umumnya remaja seusia SMP mempunyai kelemahan untuk belajar dengan mendengar.1 yang berisi quiz tentang tipe atau gaya belajar siswa. (3) Minta kepada peserta untuk melihat deskripsi tipe belajar setelah mereka menyelesaikan quiz. (2) Menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kunci dan tugas utama yang harus terjawab setelah peserta selesai mengikuti sesi ini.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator menyampaikan informasi tentang tujuan dan hasil yang diharapkan dapat dicapai dari sesi ini. Peserta diharapkan memikirkan hal ini untuk memilih strategi relajar mengajar bagi siswa mereka. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 37 .

(3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing. Extension Siswa di dalam kelas adalah beragam. Katakan kepada peserta untuk menggunakan quis tersebut di beberapa kelas yang mereka ajar ketika mereka kembali ke sekolah. Berdasarkan hal itu.3. Minta kelompok menentukan jenis strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan deskripsi tipe belajar pada handout 2. c. Application (45 menit) R (1) Bacakan kembali pertanyaan kunci atau tampilkan melalui LCD. Ruangan kelas guru yang paling efektif adalah yang dapat memilih dan mengadaptasi strategi dan metode pengajaran untuk siswa mereka. Pembelajaran yang menggunakan sebuah Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 38 . minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini. Mintalah kepada peserta untuk bekerja dalam kelompok. Lihat secara rinci pada beberapa gaya belajar dan apakah maknaanya (misalnya pembelajar visual membutuhkan diagram dll). 2.A 1. Minta kelompok mengerjakan handout 2. Reflection (10 menit) E Di luar sesi. Katakan pada kelompok untuk memahami deskripsi dari setiap tipe/gaya belajar pada handout 2. (2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya. Presentasikan hasil dan kesimpulan yang mereka peroleh dalam diskusi pleno kelompok. Gunakan quis pada awal kegiatan untuk mengingatkan kembali peserta beberapa perbedaan gaya belajar dimana untuk orang yang berbeda juga memilih gaya yang berbeda.3 3. d. Catatan untuk Fasilitator a. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka lakukan di kelas terutama apa yang mereka pikirkan atau lakukan pada saat mengembangkan strategi untuk siswa mereka. gaya dan kecepatan belajar masing-masing siswa.3. Guru harus memahami perbedaan kebutuhan individual siswa. b. 4. Tulis portofolio: Apa artinya untuk ketika merencanakan pembelajaran? e.

1989. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Erman. E. Dave Meier. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. The Conditioning of Learning Training Applications. Kaifa: Bandung. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Teacher Effectiveness Training. Gagne. membelenggu para siswa yang menyukai pelajaran dengan cara yang lain (misalnya secara visual). terjemahan Aditya Kumara Dewi. 2001. Bandung: UPI. 2000. Robert M. I Nyoman Sudana. 1991. Bruce. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. Bandung: Tarsito. 2000. Surabaya: UNESA. Proyek P2LPTK. Suherman. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Jakarta: Depdikbud. & Weil Marsha. Ruseffendi. & Medsker. Mohamad. 1997. Model of Teaching. 2003. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Karen L. T. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Gordon. Kaifa: Bandung. Kaifa: Bandung. Para guru efektif bisa menvariasikan metode mengajar dan belajar di dalam pelajaran untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa mereka Bobby DePorter & Mike Hernacki. 1996. 2004 Degeng.pendekatan tunggal seperti auditory (guru menceritakan kepada siswa). Nur. Bobby DePorter. Strategi-Strategi Belajar. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. Orlando: Harcourt Brace Company. Joyce. Thomas. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 39 . 1966.

Membaca catatan B. Sebuah buku dengan banyak gambar di dalamnya B. Membuat sebuah model permasalahan dan memecahkannya dalam pikiran anda 4. Menuliskannya 2. Bekerja dengan komputer dan mempelajarinya sendiri USAID: DBE3 Life Skills for Youth 40 . Ikut bersenandung C. Mendengarkan seseorang menjelaskannya C. Ketika anda berusaha memecahkan sebuah soal anda akan: A. Sebuah buku misteri C.1 Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Baca pertanyaan dan pilihlah jawaban yang pertama kali masuk dalam pikiran anda! Jangan menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan satu pertanyaan saja! 1. anda akan memilih: A. Sebuah buku dimana anda menjawab pertanyaan dan memecahkan soal 5. Untuk mempelajari bagaimana kerja komputer. Apa yang Anda lakukan ketika mendengarkan musik? A. Bergoyang mengikuti irama musik 3. Ketika anda belajar untuk menyiapkan sebuah tes. Anda lebih menyukai: A. Membuat sebuah daftar dan mengatur langkah-langkah B. Mengulang fakta-fakta dengan cara berbisik pada diri sendiri C. anda lebih memilih: A. Menanyakan kepada teman dan para ahli C. Menonton film tentang komputer itu B. Ketika anda membaca untuk hiburan.Handout untuk Peserta 2. Berkhayal B.

B. Mengucapkan kata “siswa” secara pelan-pelan pada diri sendiri C. Nama-nama orang. Hal-hal yang anda katakan dan lakukan dalam pertemuan tersebut 11. Menuliskannya B. Jika anda berada dalam sebuah pertemuan. Kelas olah raga 9. Restoran dengan tempat duduk yang tidak nyaman 8. Memikirkan tentang gambar dari siswa tertentu. tetapi bukan nama mereka B.6. Ketika anda bercerita. Meloncat 10. Kelas mana yang anda pilih? A. bukan wajah mereka C. Memerankannya (akting/drama) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 41 . anda akan lebih suka untuk: A. biasanya yang anda ingat di hari berikutnya adalah: A. Restoran dengan pencahayaan terlalu terang B. apa yang pertama anda lakukan? A. Apa yang anda lakukan ketika anda merasakan bahagia? A. Kelas seni B. Ketika anda membaca atau melihat kata “SISWA”. Tersenyum B. Restoran seperti apa yang tidak ingin anda kunjungi? A. Berteriak C. Restoran dengan musik yang terlalu keras C. Menceritakannya dengan nyaring C. apa yang akan anda lakukan pertama kali? A. Kelas musik C. Merasakan perasaan berada di dalam kelas bersama siswa anda 12. Melihat sekeliling dan mencari peta yang menunjukkan lokasi berbagai barang atau koleksi. Anda baru memasuki museum. Berbicara kepada pemandu museum dan menanyakan tentang barang atau koleksi yang dipamerkan C. B. Pergi ke pameran atau pajangan pertama yang kelihatan menarik 7. Wajah-wajah orang.

Apakah jawaban Anda kebanyakan A. Berteriak C. Menghentakkan kaki dan membanting pintu 15 Ketika belajar mengeja kata-kata baru. apa yang paling mengganggu usaha anda tersebut? A. Gangguan visual B. B. Hal lain seperti lapar.13. Apa yang biasanya anda lakukan ketika anda marah? A. Menuliskannya dan melihat apakah terlihat benar B. sepatu yang sempit 14. Menyuarakannya C. Suara-suara/bunyi C. Menuliskan untuk melihat apakah terasa benar Hitung jawaban Anda. Cemberut B. atau C? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 42 . cara mana yang cenderung anda lakukan? A. Ketika anda mencoba untuk berkonsentrasi.

Karakteristik pelajar gaya visual adalah:           Membuat banyak catatan yang terperinci. Karakteristik pelajar dengan tipe kinestetik adalah sebagai berikut:    Harus aktif dan sering istirahat. atau menyelesaikan tugas konseptual. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 43 . Lebih menyukai rangsangan (stimuli) yang terisolasi dari gangguan auditori dan kinestetik.Handout untuk Peserta 2. Mencari sesuatu untuk ditonton jika merasa bosan. Ingat apa yang telah dilakukan.2 Jawaban: Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Tipe A Jika skor anda sebagian besar adalah A. Biasanya rapi dan bersih. seperti matematika). Anda belajar dengan pendengaran dan mendengarkan. mereka mengalami kesulitan dalam membaca peta. Karakteristik pelajar tipe auditori dalah:      Duduk di tempat dimana dapat mendengar tapi tidak perlu memperhatikan apa yang terjadi di depan. Berbicara dengan tangan anda dan dengan bahasa tubuh. Mereka mengingat pelajaran dengan cara melakukan verbalisasi kepada diri sendiri (jika tidak melakukannya. Cenderung duduk di depan. Sering menutup mata untuk memvisualisasikan atau untuk mengingat sesuatu. tapi mengalami kesulitan untuk mengingat apa yang telah dikatakan atau dlihat. Tipe B Jika skor anda sebagian besar adalah B. tetapi Anda dapat menjelaskan mengapa Anda memakai pakaian seperti itu? Bersenandung atau berbicara kepada diri sendiri atau kepada orang lain jika merasa bosan. Senang melihat apa yang mereka pelajari. Anda belajar dengan meraba dan melakukan. maka anda memiliki gaya belajar visual. Menganggap lingkungan pasif adalah yang paling ideal. Tertarik pada bahasa tulis atau lisan yang kaya akan gambar. Anda belajar dengan penglihatan dan melihat. Mendapatkan pengetahuan dengan membaca nyaring. diagram. maka anda memiliki gaya belajar auditori. Diuntungkan oleh ilustrasi dan presentasi yang menggunakan warna-warni. Tipe C Jika skor anda kebanyakan adalah C anda memiliki gaya belajar kinestetik. Kemungkinan Anda tidak pernah menyerasikan pakaian dan warna.

       Mencari alasan untuk dapat bermain-main dengan sesuatu atau pergi ketika merasa bosan. Berkomunikasi dengan cara menyentuh dan lebih menghargai motivasi yang diekspresikan secara fisik. Kegiatan yang berhubungan dengan memasak. Tidak betah di kelas yang kurang dalam memberikan pengalaman praktek. dan seni membantu mereka dalam memahami dan belajar sesuatu. teknik. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 44 . Duduk dekat pintu atau tempat lain dimana mereka dapat mudah bangun dan bergerak ke sana ke mari. Menyenangi kunjungan lapangan dan tugas-tugas yang berhubungan dengan rekayasa bahan. seperti tepukan di bahu. bangunan. Mengandalkan pada apa yang dapat mereka alami atau lakukan secara langsung.

3. Tipe Pembelajar Strategi (pendekatan. 8. 7. 3. Metode Ekspositori 2. 9. 9. 1. 3. 8. 8. 5. Menemukan pola bilangan Pengalaman belajar/Keterampilan matematika yang dapat dikembangkan 1. 2. 2. 8. 4. 9. 9. 6. Tipe C (Gaya belajar kinestetik) 2. 5. 2. 6. 5. 7. 3. 10. 7.Handout untuk Peserta 2. 8. 4. 6. 4. 4. 10. 9.3 Diskusikan tugas-tugas berikut ini di dalam kelompok masing-masing. 8. Tipe B (Gaya belajar auditori) 1. 2. 4. 1. 1. 3. 5. 2. Metode Penemuan 1. 7. 9. 7. 7. 4. 6. Bereksperimen atau mencoba-coba bilangan dengan berbagai cara Alasan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 45 . 9. 10. 10. 4. 2. 10. 7. teknik. 5. 10. 7. 6. 8. 5. 7. 6. 8. model) Pembelajaran yang sesuai Tipe A (Gaya belajar visual) 1. 3. 8. 10. 4. 10. 6. 5. 1. 6. 3. 5. 9. metode. 2. 10. 6. 3. 9. 1. 3. 5. 4.

Informasi Tambahan 2.1 (after the quiz)

Type of Learning
  

Visual Learners Auditory Learners Kinesthetic Learners

- see - hear - involve

Dengan ketiganya :  22 dari 30 siswa siswa dapat belajar dengan efektif  8 orang lebih menyenangi salah satu

Sumber: Nana Jumhana dan Moh. Nur Arifin. Bahan Presentase Active

Learning

Kegiatan dan Informasi yang Diperoleh

Sumber: (Sheal, Peter (1989) How to Develop and Present Staff Training Courses. London: Kogan Page Ltd.)

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

46

Somatic, Auditori, Visual, Intelektual
Learning by moving doing Learning by listening speaking Learning by observing & describing Learning by problem solving & imagining

SAVI

Activating Body & All Sensory Modals

Sumber: Dave Meier (2002). The Accelerated Learning: Hand Book. Bandung: Kaifa

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

47

Sesi 3 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka?

Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terutama pada jenjang SMP, menuntut usaha-usaha guru untuk secara kreatif mengembangkan kurikulum mata pelajaran yang diampunya. Esensi dari KTSP adalah otonomi yang lebih besar diberikan kepada sekolah dan guru untuk menyusun kurikulum secara mandiri. Dalam konteks KTSP ini tidak dikenal lagi adanya Kurikulum Nasional (Kurnas), yang menjadi acuan nasional adalah Standar Isi (SI) terutama Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Dengan demikian adalah tugas guru untuk menyusun indikator, menyiapkan materi pelajaran, menyiapkan strategi dan pengalaman belajar, sistem evaluasi dan menetapkan sumber-sumber belajar yang relevan dan SK dan KD. Bagian ini akan membahas strategi belajar mengajar yang berkenaan dengan tujuan kurikuler atau tujuan dari mata pelajaran. Untuk mencapai tujuan ini guru memikirkan topik-topik atau materi pembelajaran tertentu yang akan disampaikan di kelas. Bagaimana konsep-konsep yang ada dalam SK/KD atau kurikulum dapat disampaikan dengan berbagai pendekatan, metode dan teknik untuk mencapai target kompetensi tertentu merupakan hal yang harus dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar berkenaaan dengan mata pelajaran yang di ampu. Secara umum strategi belajar mengajar untuk mata pelajaran mencakup urutan kegiatan pembelajaran, metode atau pendekatan, media, dan waktu yang digunakan pengajar dan siswa dalam setiap langkah kegiatan pembelajaran. Misalnya, bila guru akan melaksanakan pembelajaran dengan prinsip aktif learning, materi yang sesuai dengan SK/KD harus diatur sedemikian rupa sehingga prinsip itu terlaksana, misalnya siapa pembawa materi apakah guru atau siswa, siapa yang mengajarkannya digunakan dalam menyajikan materi apakah induktif, atau induktif dilanjutkan kelompok besar, kelompok-kelompok kecil koperatif atau perorangan. Inti dari sesi ini adalah untuk membekali peserta dengan kemampuan menyiapkan apakah kelompok (team teaching) atau perorangan, bagaimana pendekatan yang deduktif, atau deduktif saja, serta bagaimana siswa dikelompokkan apakah

Pendahuluan

experiences) yang sesuai untuk menjcapai tujuan pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu oleh guru matematika.

strategi belajar mengajar tertutama pada penyiapan pengalaman belajar (learning

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

48

Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika. peserta diharapkan dapat: Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil atau dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar pada mata pelajaran matematika. 16 tahun 2007 yakni untuk mengembangkan kompetensi pedagogik inti guru ke-3. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Tujuan utama sesi ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada peserta sesuai Permen No. Apa saja kompetensi yang harus dicapai dalam mata pelajaran matematika? Apa saja strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran matematika? Pengalaman belajar yang bagaimana yang dapat dilaksanakan untuk mencapai kompetensi pada pelajaran matematika? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan mengidentifikasi kompetensi-kompetensi dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi tersebut. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar.Sesi ini menekankan pemahaman kepada peserta tentang strategi belajar mengajar matematika yang behubungan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai dalam mata pelajaran matematika. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikan berbagai bentuk strategi pembelajaran yang efektif untuk beberapa komptensi pelajaran matematika Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 49 . Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menjabarkan kompetensi ke dalam pengalaman belajar yang sesuai. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3. Berikan kepada kelompok untuk berdiskusi dan brainstorming diantara mereka. Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai.3 yaitu menentukan Pada akhir sesi ini.3.

1 & 3. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 50 . Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. memilih stategi pembelajaran dan gaya belajar yang sesuai utk komptensi tsb pada diri siswa megembangkan mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit.1 berisi daftar kompetensi dan yang salah. strategi/metode peserta memberi alasan mengapa daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar dari hand out salah. dan bagaimana seharusnya 55 menit Application Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi kesempatan berbagai Reflection Memeriksa ketercapaian hasil belajar dan mencatat hasil belajar yang diperoleh dijurnalnya masing-masing 5 menit Extension membaca informasi Di luar sesi. peserta diminta pertanyaan pentingnya materi dan hasil-hasil yang akan dicapai pembelajaran meminta peserta tambahan 3. dan 5 menit 25 menit Connection Melalui kegiatan pada handout 3.2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar menganalisis perbedaan kompetensi untuk jenjang dan semester SMP/MTs. kunci. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan.1: ” tabel mencocokkan kompetensi dan strategi pembelajaran”. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator memberi informasi .Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout untuk peserta 3.

Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta.Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Energizer pada sesi ini adalah ”mengeluarkan uang dari dalam cangkir” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. 6. Introduction (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 51 . Tampilkan melalui LCD atau pada kertas flipchart gambar berikut: Energizer 4. 2. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Minta kepada setiap peserta untuk membuat model seperti gambar dengan menggunakan batang korek api dan uang logam sehingga menggambarkan ”uang logam dalam cangkir” 5. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Peserta yang lebih dahulu menemukan solusinya menjadi pemenang dan berhak memperoleh hadiah yang disediakan Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Bagikan kepada setiap peserta 3 buah batang korek api dan sebuah uang logam Rp50. 3. Minta kepada peserta untuk duduk dan membuat jarak dengan peserta lain. Minta kepada setiap peserta untuk membuat koinnya berada di luar cangkir hanya dengan memindahkan dua batang korek api untuk membentuk cangkir yang kongruen pada posisi yang berbeda.

Peserta akan mengatakan apakah salah dan mengapa. Perbaiki strategi atau metode yang salah atau keliru sehingga menjadi sebuah daftar yang baik (4) Katakan kepada peserta agar mengingat kembali metode atau teknik yang mereka biasa gunakan untuk mencapai SK/KD pada pelajaran yang mereka ampu.1 berisi sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang akan dikomentari atau diperbaiki.Catatan untuk Fasilitator Menetapkan strategi belajar mengajar untuk mencapai komptensi tertentu membutuhkan keterampilan khusus dari seorang guru karena baik atau buruk. Bekerjalah melalui sebuah proses dengan peserta sehingga dapat memikirkan pemadanan antara kompetensi dan metode atau strategi pembelajaran. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3. Catatan untuk Fasilitator Berikan sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang secara jelas salah (misalnya siswa akan mengembangkan keterampilan menyelesaikan soal cerita tetapi strategi pembelajarannya adalah dengan metode ceramah). tercapai atau gagal sebuah kompetensi sangat ditentukan oleh strategi atau metode yang telah disusun.3 1 C (1) Bagikan kepada setiap kelompok copy dari handout 3. satu kelompok untuk setiap tingkatan kelas dan semester SMP/MTs. Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No. (2) Jelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi pelajaran matematika. (3) Katakan pada peserta untuk melihat kompetensi berbeda yang mereka harus kembangkan pada diri siswa sesuai tingkatan kelas dan materi pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 52 . (3) Minta komentar setiap peserta mendiskusikan daftar tersebut dengan berdasar kepada:    Kesalahan dari strategi atau metode yang dipiih untuk mencapai kompetensi. Connection (25 menit ) A Application (55 menit) (1) Bagi peserta ke dalam kelompok. Alasan-alasan atau argument bagaimana seharusnya. (2) Setiap kelompok memilih sebuah kompetensi dari tingkatan dan semesternya.

(4) Katakan kepada mereka untuk memilih beberapa pengajaran dan gaya belajar yang tepat dari sesi 1 untuk beberapa kompetensi tersebut. Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 53 . Strategi atau metode belajar mengajar seharusnya mendukung kompetensi yang telah ditargetkan akan dicapai. Beri kesempatan peserta untuk mengeksplorasi strategi untuk berbagai kompetensi di tingkatan kelas dan semester.1 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan Extension Disamping guru memikirkan siapa siswa yang diberi pengajaran. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. guru juga harus memikirkan apa yang direncanakan untuk diajarkan ketika memilih strategi belajar mengajar. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci (2) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 3 pada jurnalnya masing-masing. Minta kepada peserta untuk mengerjakan atau menuliskan pemadanan ini pada Kertas flipchart Lakukan umpan balik dari hasil pekerjaan mereka R Reflection (5 menit) (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. (5) Umpan balik (Feedback) Catatan untuk Fasilitator Katakan kepada partisipan untuk melihat pada perbedaan kompetensi yang dibutuhkan untuk dikembangkan pada siswa diberbagi tingkatan kelas dan pelajaran. oleh sebab itu peserta diminta membaca pembelajaran. informasi tambahan 3. Katakan kepada mereka untuk memadankan beberapa gaya belajar mengajar dari sesi 1 dengan beberapa kompetensi.

Needham Heights: Asimon & Schuster Company. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusa Ruseffendi. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 54 . Bandung: Tarsito. 2003. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Bruce. Kaifa: Bandung. 1997. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 1991. 22 Tahun 2006 Tentang Standar isi BSNP. terjemahan Aditya Kumara Dewi. 2001. Erman. T. Kaifa: Bandung. Dave Meier. Joyce. Suherman.Bobby DePorter & Mike Hernacki. 2004 Gordon. Kaifa: Bandung. Thomas. Model of Teaching. BSNP. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Bobby DePorter. & Weil Marsha. 1966. 2000. Permen No. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Permen No. E. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Teacher Effectiveness Training. Bandung: UPI.

balok.Handout untuk Peserta 3. garis. dan lingkaran bentuk tabel dan diagram Metode inkuiri Menentukan ruang sampel suatu percobaan Menentukan pola barisan bilangan sederhana Metode tanya jawab Pendekatan spiral USAID: DBE3 Life Skills for Youth 55 .1 Kompetensi Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan pemecahan masalah bulat dan pecahan dalam Menyajikan himpunan Strategi/Pendekatan/ Metode Metode ceramah Benar atau Salah Mengapa? Strategi apa yang tepat? dengan diagram Venn Memahami sifat-sifat Metode penemuan Pendekatan deduktif sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain Membuat sketsa grafik pada sistem koordinat Cartesius fungsi aljabar sederhana Metode ekspositori Memecahkan masalah berkaitan dengan pada bangun datar yang Teorema Pythagoras Melukis lingkaran dalam segitiga dan lingkaran luar suatu Metode demonstrasi Pendekatan pemecahan masalah Membuat jaring-jaring limas kubus. prisma dan Metode drill Menyajikan data dalam batang.

1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat 1.Informasi Tambahan 3.1 Standar Matematika Sekolah Iwan Pranoto © 2006 Standar Kompetesi dan Kompetensi Dasar Jenjang SMP/MTs Kelas VII.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsurunsurnya 2.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel USAID: DBE3 Life Skills for Youth 56 . Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.3 Menyelesaikan persamaan linear satu variabel 2.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah dan pecahan Aljabar 2. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 1. Memahami bentuk aljabar.

5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius 1.4 dengan garis lain Melukis sudut Membagi sudut Kelas VIII. serta penyajiannya 4.4 Menentukan nilai fungsi 1.1 5. gabungan. Memahami sifat-sifat sudut yang garis dengan sudut. sudut dengan sudut. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam 3.2 Memahami konsep himpunan bagian 4.3 Melakukan operasi irisan.1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1. Memahami bentuk aljabar.3 Memahami relasi dan fungsi 1.Kelas VII.6 Menentukan gradien. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4. terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan 5.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4. fungsi. dan komplemen pada himpunan. persamaan dan grafik garis lurus Geometri dan Pengukuran pemecahan masalah 3. Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar Komptensi Dasar 1.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5. himpunan Venn kurang (difference).2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku 3. Memahami hubungan garis dengan garis.3 5. dan persamaan garis lurus 1.2 Memecahkan masalah pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras USAID: DBE3 Life Skills for Youth 57 . relasi.2 serta besar dan jenis sudut Menentukan hubungan antara dua garis. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4.1 Memahami pengertian dan notasi 4. serta menentukan ukurannya 5.

3 Menggunakan hubungan sudut pusat. dan bagian-bagiannya. limas. luas juring dalam pemecahan masalah lingkaran 4. dan lingkaran 3. 5. Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3. balok.1 Menentukan rata-rata.2 Membuat jaring-jaring kubus.2 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana percobaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 58 . balok. Menentukan unsur. Memahami peluang kejadian sederhana 4.Kelas VIII. prisma dan limas Kelas IX.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5. median.2 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan 4.4 Menghitung panjang garis singgung 4.1 Menentukan ruang sampel suatu 4. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 4.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus. garis. prisma. serta menentukan ukurannya 5. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya persekutuan dua lingkaran 5. dan modus data tunggal serta penafsirannya diagram batang.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4. balok. panjang busur.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4. Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus. balok. bagian lingkaran serta ukurannya Komptensi Dasar 4. Memahami sifat-sifat kubus.

Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 6.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6. Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan Komptensi Dasar 5.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dan barisan geometri sederhana dan bentuk akar berpangkat dan bentuk akar 5.3 Memecahkan masalah sederhana yang dan bentuk akar 6.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat 5.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika dan deret geometri dengan barisan dan deret 6.1 Menentukan pola barisan bilangan 6.Kelas IX.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat pemecahan masalah sederhana dan bentuk akar serta penggunaannya dalam berkaitan dengan bilangan berpangkat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 59 .

barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifatsifatnya). dan kreatif. kubus. rerata hitung. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 3.2 Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs 1. fungsi dan grafiknya. operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif. Memiliki kemampuan berpikir logis. serta memanfaatkan dalam pemecahan masalah 6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya.Informasi Tambahan 3. pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel. rentangan data. prisma. sistem persamaan linear dan penyelesaiannya. asosiatif. relasi. serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 2. modus dan median. Memahami konsep bilangan real. tabung. meliputi: hubungan antar garis. gambar. grafik). serta masalah 4. Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian. diagram. ukuran dan pengukurannya. unsur-unsur dan sifat-sifatnya. Memahami bangun-bangun geometri. limas dan jaring-jaringnya. teorema Pythagoras. balok. sudut (melukis sudut dan membagi sudut). kesebangunan dan kongruensi. distributif). analitis. segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat. himpunan dan operasinya. sistematis. persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya. kerucut. serta mempunyai kemampuan bekerja sama menggunakannya dalam pemecahan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 60 . serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 5. lingkaran (garis singgung sekutu. lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya). kritis. Memahami konsep data. bola.

dan ajarkan adalah hal-hal pokok yang paling mendasar dan sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran. yaitu : Yang saya dengar. Mereka harus menggunakan otak melalui: mengkaji gagasan. mencoba mempraktikkan keterampilan. diskusikan. Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik. Kata-kata bijak di atas. siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. saya sedikit ingat. melihatnya. menunjukkan contohnya. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about dan thinking aloud). atau mencari cara untuk mengerjakan tugas. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif. dan menerapkan apa yang mereka telah pelajari. Dia menginginkan jawaban atas sebuah pertanyaan. Siswa bahkan sering meninggalkan Pendahuluan tempat duduk mereka. yaitu dengar. yang dikutip sebagai modifikasi dari kata-kata bijak Konfusius.Sesi 4 Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. bersemangat dan penuh gairah. Melvin L. Dari yang saya dengar. pertanyakan. saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan. siswa akan mengupayakan sesuatu. saya lupa. dan terapkan. menyenangkan. Silberman mengemukakan “Paham Belajar Aktif”. atau diskusikan dengan orang lain. Yang saya dengar. memecahkan masalah. mengajukan pertanyaan tentangnya. Agar belajar menjadi aktif. dan membahasnya dengan teman (secara koperatif) dan guru. Belajar aktif tidak hanya diperlukan untuk menambah kegairahan. namun juga untuk menghargai perbedaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 61 . membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah. Bukan cuma itu. Belajar aktif harus gesit. dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan. Yang saya ajarkan kepada orang lain. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. siswa perlu “mengerjakan”. lihat. bahas. Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. saya mulai pahami. lihat. terapkan. Yang saya dengar dan lihat.yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri. siswa perlu mendengarnya. saya kuasai. lihat. dan pertanyakan.

dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini sehingga pada akhir sesi. Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3.3). dan kompetensi 6. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6. Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.3. Bagaimana ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi partisipasi aktif siswa di kelas? Cara-cara atau tugas apa sajakah yang dikembangkan guru untuk menstimulasi partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran? Model pembelajaran apa saja yang dapat diterapkan untuk melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan meminta peserta mengamati perbedaan pembelajaran aktif dengan pembelajaran secara tradisional melalui analisa gambar.2. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 62 . Oleh karena itu kemampuan merangsang kompetensi inti yang harus dikuasai guru. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No.2).1). Ingatkan kembali kepada peserta menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar. kompetensi inti 6.1.individual dan beragamnya kecerdasan. termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6. (menstimulate) partisipasi aktif siswa di dalam proses pembelajaran adalah Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi pedagogik inti guru: menentukan Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3. Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini. peserta dapat: Mengidentifikasi ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif.

Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan.1: berisi informasi ”menggagas pembelajaran aktif” Informasi tambahan 4. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Handout 4. Bimbing peserta untuk menerapkan pembelajaran partisipatif dan interaksi aktif siswa melalui bermain peran (role play). Informasi tambahan 4. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit.Beri kesempatan kepada setiap peserta mengidentifikasi ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi siswa berpartisipasi secara aktif.2: Power Point ”tentang cara-cara atau teknik dalam pembelajaran aktif” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 63 .1 berisi ”perbandingan aktivitas pembelajaran dengan strategi/metode tradisional dan aktif learning di dalam kelas”. Minta kelompok untuk mendiskusikan cara-cara atau teknik-teknik menstimualsi siswa agar siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.

Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. tujuan dan hasil serta pembelajaran..2 pada sesi 4 Mendeskripsikan inspirasional.10 menit Extension Peserta mempelajari bahan bacaan dan semua informasi Menanyakan mengenai kepada peserta ketercapaian tujuan sesi ini. pertanyaanpertanyaan peserta kunci kepada Connection . Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. menyenangkan. Application mempraktekkan suatu proses dengan pembelajaran menggunakan salah satu teknik pada informasi tambahan 4. yang ” interaktif. Setelah semua anggota pramuka berada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 64 . Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam masing hasil belajar sesi jurnalnya masing- tambahan 4.Ringkasan Sesi Introduction -5 menit Fasilitator memaparkan tema.25 menit Peserta membentuk kelompok.1.50 menit Kelompok.1 dan 4. sekelompok anak pramuka sedang melakukan karya bakti di Kantor Lurah (A).2 Reflection . Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Perhatikan gambar di bawah ini: B Energizer A g Dalam suatu kegiatan kemah bakti sosial. mengerjakan berikan handout 4. berisi perbandingan tradisional aktif. Energizer pada sesi ini adalah ” Emergency” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. pembelajaran pembelajaran dan .

Introduction (5 menit) C Connection (30 menit ) peserta menjadi beberapa kelompok. dan inspirasional. 6. Tidak begitu jauh dari Masjid tempat karya bakti.3. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara USAID: DBE3 Life Skills for Youth 65 . (4) Minta peserta menemukan ciri-ciri masing-masing pembelajaran tersebut. interaktif. dan 6. 1 inspirasional.2. tujuan dan hasil pembelajaran.1. Anggota kelompok (1) Organisasikan diusahakan seheterogen mungkin. minta peserta menyimpulkan apa makna partisipasi.1 yang berisi gambar atau foto pembelajaran secara tradisional dan pembelajaran aktif. (7) Pada akhir dari bagian connection ini. (6) Beri kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan metode-metode yang mendorong partisipasi dan interaksi siswa. (3) Mintalah para peserta untuk melihat materi kompetensi pedagogik inti guru yang mengacu pada kompetensi inti 3. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. serta pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta. menyenangkan. dan inspirasional dalam pembelajaran. Minta peserta menentukan satu titik (tempat) pada sungai untuk mengambil air buat memadamkan api yang berkobar pada lokasi perkemahan mereka. Jelaskanlah bahwa sesi ini akan membantu mereka untuk mengembangkan berbagai kompetensi tersebut.di Kantor Lurah untuk melakukan karya bakti tersebut tiba-tiba terjadi kebakaran pada kemah-kemah mereka di lokasi B. Proses pembelajaran lebih diarahkan kepada jiwa atau ciri-ciri metode harus memahami sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif. Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Fasilitator memaparkan tema. terdapat sungai (lihat garis g).   Peserta diharapkan mempelajari strategi pembelajaran yang dapat mendorong partsipasi siswa di dalam pembelajaran. (2) Minta kelompok mempelajari handout 4.1 tersebut. Catatan untuk Fasilitator  Guru aktif. serta minta mereka mengidentifikasi ciri-ciri dari makna-makna tersebut dari gambar yang diberikan. interaktif. (3) Minta peserta untuk membandingkan dan menganalisa kedua gambar di dalam handout 4. (5) Motivasi peserta agar memahami makna: partisipasi.

  Fokus pemamahan strategi pembelajaran aktif adalah pada ketepatan strategi tersebut dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pelajaran di kelas. Peserta didik menentukan sumber pembelajaran dan cara mencarinya 3. Interaksi efektif. Peserta didik mampu memecahkan masalah 4. A Application (50 menit ) (1) Peserta bekerja di dalam kelompok masing-masing. Bagaimana guru dapat mengorganisasi dan mengelola kelas dengan berbagai cara antara lain dengan kerja kelompok kecil di dalam pelajaran. yakni: 1. (3) Katakan kepada peserta melakukan teknik tersebut di dalam proses pembelajaran. Peserta didik mampu mengevaluasi hasil belajar  Beberapa strategi: BAGAIMANA MENJADIKAN SISWA AKTIF SEJAK AWAL Strategi pembentukan tim Strategi penilaian sederhana 1 Strategi pelibatan belajar langsung BAGAMANA MEMBANTU SISWA MENDAPAKAN PENGEAHUAN. Catatan untuk Fasilitator     Seorang guru matematika yang baik harus mampu memahami cara menstimulasi siswa agar mereka dapat terlibat dalam pembelajaran. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dengan cara memilih salah satu teknik pada informasi tambahan 4. Semakin baik seorang guru dalam menstimulasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran akan semakin partisipatif siswa dalam pembelajaran.2. inspirasional. (4) Strategi role play diserahkan kepada masing-masing kelompok. KETERAMPILAN DAN SIKAP SECARA AKTIF Kegiatan belajar dalam satu kelas-penuh Mensimulasi diskusi kelas Pengajuan pertanyaan Belajar bersama Pengajaran sesama siswa USAID: DBE3 Life Skills for Youth 66 . Peserta didik bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri 2. menyenangkan dan menantang akan membangun partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.pembelajaran aktif. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembelajaran aktif dapat digunakan membangun partisipasi aktif. (2) Minta peserta mempraktekkan sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif. menyenangkan.

oleh sebab itu peserta diminta membaca kembali seluruh informasi tambahan pada sesi ini sebagai bahan untuk pengembangan silabus lebih lanjut. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. misalnya menemukan pola. Extension Pesan Kunci Seluruh strategi atau metode pembelajaran yang guru gunakan seharusnya merangsang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mereka. Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. 2000. Kaifa: Bandung.Belajar secara mandiri Belajar yang efektif Pengembangan keterampilan BAGAIMANA MENJADIKAN BELAJAR TIDAK TERLUPAKAN Strategi peninjauan kembali Penilaian sendiri Perencanaan Masa Depan Ucapan perpisahan R Reflection (5 menit ) (1) Lihat lagi pada pokok-pokok pertanyaan yang diberikan pada awal sesi. Tanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan tersebut dan minta peserta untuk menjawab dengan menggunakan apa yang telah mereka pelajari selama sesi. Bobby DePorter & Mike Hernacki. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. mengajukan pertanyaan. (2) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Kaifa: Bandung. 2001. Tanyakan apa lagi selain itu yang mereka pelajari. siswa akan mengupayakan sesuatu. membuat pemetaan. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa: Bandung. memecahkan masalah. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. dan memberi alasan logis. 2004 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 67 . Bobby DePorter. Dave Meier. Mark Reardon & sarah Singer Nourie.

2004 & Cooper. Learning to Be a Competent Communicator. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 68 . National Textbook Company. Illionis USA.Galvin The Basic of Speech.

F o to A:

Handout untuk Peserta 4.1

F o to B :

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

69

Petunjuk: Perhatikan dengan seksama kedua gambar di atas. Foto A mengilustrsikan metode tradisional di dalam kelas. Foto B mendemonstrasikan para siswa yang belajar dengan pendekatan aktif. Silahkan membandingkan kedua gambar tersebut. Fokus Apa yang siswa sedang lakukan? Apakah yang siswa gunakan? Dimanakah siswa sedang duduk? Bagaimana siswa duduk? Siapa siswa yang berbicara? Apa pendapat anda tentang perasaan siswa? (mis: bosan, bergairah? Apakah berpikir bahwa guru sedang melakukan sesuatu? Mengapa anda berpikir demikian? Apakah anda berpikir bahwa guru sedang berbicara? Kepada siapa? Mengapa anda berpikir demikian? Menurut anda, dimanakah guru berada? Mengapa anda berpikir demikian? Kesimpulan: Apa kata-kata yang kamu akan gunakan untuk menguraikan keseluruhan suasana dan lingkungan pada setiap foto? Adakah proses pembelajaran yang ” interaktif, inspirasional, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif? Foto A Foto B

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

70

Informasi Tambahan 4.1
Menggagas Pembelajaran Aktif
Taufik Asmiyanto

Teachers need time to reflect upon and discuss ideas, they need opportunities to try out and practice new strategies, to begin to change their own attitudes and behaviors in order to change those of their students, to observe themselves and their colleagues – and then they need more time to reflect upon and internalize these concepts. (Paul, 1990: 352) Pembelajaran Sebelum masuk pada permasalahan seputar pembelajaran aktif, alangkah baiknya kita menyatukan persepsi terlebih dahulu mengenai makna pembelajaran. Masih banyaknya pandangan yang menganggap sama makna belajar dan pembelajaran, menuntut perlu dilakukanya upaya pendefinisian istilah pembelajaran. Karena, boleh jadi, ada beragam pula makna pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran didefinisikan dengan berbagai ragam pengertian (polisemi). Dalam tulisan ini, meminjam definisi Jerrold E. Kemp (1977), pembelajaran dimaknai sebagai suatu proses yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang relatif permanen. Diperoleh melalui berpikir (thinking), merasakan (feeling), dan tindakan (doing). Jadi, pembelajaran seharusnya mengubah individu dari tidak tahu menjadi tahu; dari tidak tanggap menjadi tanggap; dan dari tidak mampu menjadi mampu. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam proses
pembelajaran, harus terjadi perubahan yang signifikan mencakup domain kognitif, psikomotor dan afektif. Atau dengan kata lain

pembelajaran yang baik, setidaknya pada akhir proses pembelajarannya mencapai salah satu dari ketiga domain tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya, dalam setiap perumusan sasaran pembelajaran dan setiap kali pengajar

aktifitas

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

71

Efektifitas pembelajaran tentu saja tidak hanya termaknai pada kalimat yang dituliskan pada sasaran pembelajarannya saja. kemampuan pengajar. tersebut. akan tetapi adanya keharusan untuk menguasainya. Seorang turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. tentu yang ada hanyalah “kerja paksa” menjadi bagian dalam proses penguasaannya. Minat dan kemampuan yang memiliki minat pada bidang tertentu. Sehingga pada akhir proses pembelajaran. keberhasilan pembelajaran. Ada segenap faktor yang juga intelektual peserta ajar di satu sisi sangat mendukung keberhasilan. haruslah memperhatikan ketiga ranah kunci itu. penilaian keberhasilan pembelajaran dapat diukur dengan berpatokan pada degree atau derajat kemampuan yang telah ditetapkan dalam sasaran pembelajaran. faktor-faktor dan alat bantu juga tak seperti metode pengajaran. Sementara itu. sudah dapat dipastikan akan mempunyai motivasi lebih tinggi untuk menguasai bidang yang diminatinya. Sementara. sedikit membuat pengaruh dalam proses USAID: DBE3 Life Skills for Youth 72 . seorang yang tidak mempunyai minat terhadap satu Sistem pendidikan atau kurikulum juga menjadi bagian yang tak perpisahkan dalam pencapaian efektifitas pembelajaran. pengelolaan pendidikan. Ketiga ranah sasaran pembelajaran tersebut di atas atau yang juga dikenal dengan istilah taksonomi proses intelektual seharusnya tercermin dalam setiap sasaran pembelajaran. “Kerja keras” tentu menjadi bagian dalam proses penguasaan bidangnya bidang. Istilah derajat kemampuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam bagian mengenai sasaran pembelajaran.melakukan evaluasi hasil pembelajaran.

Pengujian “arsitek” pendidikannya sendiri yang bertanggung jawab 73 . Dalam sistem USAID: DBE3 Life Skills for Youth mengembangkan pembelajarannya sendiri (self directed learning). 1994: 127-128) Tahapan Pembelajaran Pembelajaran merupakan proses aktif yang harus ditempuh oleh peserta ajar dalam memahami suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui. (Candy. peserta didik sebagai peserta didik merupakan terhadap isi dan struktur kurikulum. Sistem ini tidak lagi memposisikan pengajar sebagai pusat (teacher. namun diposisikan sebagai subjek proses pembelajarannya. Jadi. akan tetapi peserta didik sebagai objek pembelajaran.centred). Pembelajaran di sini sebagaimana yang selama ini terjadi. pembelajaran yang memiliki tanggung jawab sendiri dalam keberhasilan harus mampu seberapa besar peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran juga dilakukan oleh peserta didik sendiri.Pembelajaran Aktif Pembelajaran aktif atau yang diistilahkan oleh Candy (1994) adalah pembelajaran yang sengaja didesain agar peserta didik dapat secara aktif tidak lagi menempatkan peserta didik dan bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya.

Umpan-balik telah dilaluinya. Latihan dilakukan dalam rangka mengukur sejauh mana pengetahuan bentuk pembahasan teori (tanya-jawab). peserta didik beroritentasi terhadap unsur-unsur ilmu Kaitan antara unsur-unsur ilmu harus diperlihatkan. tanpa adanya kesempatan bagi peserta didik untuk memperbaiki kesalahannya. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran aktif. Metode ini tidak memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan pengajarnya. yakni: 1. juga diberitahukan mengenai hubungan masing-masing mata ajar dalam Pada tahap ini. soal-soal ataupun 3. 1. termasuk cara-cara penalaran yang khas untuk bidang itu. belajar yang telah dicapainya.pembelajaran aktif. Orientasi yang penting. Metode Pembelajaran Pemilihan metode pembelajaran tentu disesuaikan dengan sasaran Di sini peserta didik melanjutkan proses belajarnya dengan cara pembelajaran. Instruction methods Metode yang juga dikenal dengan istilah kuliah (ceramah). Latihan diharapkan memahami dan mampu menerapkan suatu mata ajar. Di sini peserta didik didorong untuk menggunakan pengetahuan itu dan mempelajari semua sifatnya. tidak cukup jika suatu kuliah diakhiri dengan suatu ujian. Bila peserta didik prosedur pengoperasian dan contoh penerapan juga harus diberikan. yang biasanya Umpan-balik ini berperan sebagai cermin atas proses pembelajaran yang 4. peserta didik mendapat kesadaran tentang hasil disebabkan oleh cara pendekatan yang tidak sistematis. Jadi. tugas-tugas. maka atau pemahaman peserta didik terhadap bahan yang diberikan. Di sini peserta didik kerangka kurikulum dan kegunaan mata ajar tersebut. Lanjutan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya. Latihan ini dapat saja dilakukan dalam praktikum. pengajar memberikan materi ajar kepada peserta didik dengan satu arah. Latihan ini akan berhasil bila selama latihan didampingi dan proses belajar dipelihara. Peserta didik menjadi pasif. tidak terlatih untuk mengeluarkan pendapat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 74 . Mengetahui kesalahan. 2. dengan mengutip teori pendidikan Gal’perin dalam Utomo (1991: 36-39). Di sini. terdapat empat tahapan pembelajaran.

Peserta didik mampu mengenali masalah dan mencari sendiri solusi dari masalahnya tersebut. 3. Dengan metode ini Peserta didik akan terbiasa untuk mengeluarkan pendapat dan menerima pendapat orang lain. Contoh dari metode ini. class conversation. wall or blackboard discussion. demonstrasi. Peserta didik juga tidak terlatih waktu. yakni: discussion. yakni: homework. sumber daya pengajar yang diperlukan juga tidak banyak. Independent study methods Metode belajar mandiri memungkinkan peserta didik mengembangkan wawasannya. discussion with an open chair. brainstorming. Sesuai dengan prinsip pembelajaran aktif. dan excursion. dalam memecahkan masalah. antara lain: ceramah. learning inquary. Contoh metode ini. interview. Contoh metode 2. role-playing. make an exhibition. Namun. practicum.htm USAID: DBE3 Life Skills for Youth 75 . Menggagas Pembelajaran Aktif CEDS. ini.dan menerima pendapat orang lain. pro-contra methods. panel discussion. metode ini lebih bisa menghemat Sehingga metode ini jelas lebih dapat menghemat biaya. Peserta didik juga akan terbiasa memecahkan masalah. write an essay. peserta didik dapat menentukan metode pembelajarannya sendiri. literature study. carroussel discussion. Interaction methods Metode ini memungkinkan Peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. write on observation study Sumber: Diadaptasi dari Taufik Asmiyanto. open questioning. case-study. Peserta didik juga akan secara aktif menentukan sumber pembelajarannya dan cara mencarinya.

Langkah-langkah : Sampaikan materi sesuai SK/KD Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban Berikan poin setiap jawaban dalam kotak Materi 10 . Bahan Presentase Active Learning) Teknik-Teknik Mengaktifkan Siswa Informasi Tambahan 4. 2. 4.2 MEDIA : * Buat kotak sesuai keperluan * Buat soal sesuai SK/KD  1.Model-model Pembelajaran 31 Lanjutan CONTOH : T R A N S A K S I Y A B A D O L A R E U A N G N A C I N A R I I L A E N I N T R I S I K G O K E R T A S B G K U R S G I R O I N O M I N A L S T 32 Materi 10 . Nur Arifin.Model-model Pembelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 76 . 3.(Sumber: Nana Jumhana dan Moh.

minta mereka duduk berdampingan Tunjuk beberapa pasangan untuk membacakan pertanyaan dan jawaban yang telah mereka jodohkan Guru mengklarifikasi match dan tidaknya kartu-kartu itu kartuBerikan hukuman yang bersifat menghibur bagi pasangan yang salah menjodohkan kartu USAID: DBE3 Life Skills for Youth 77 . Saat ini banyak di palsukan Nilai bahan pembuatan uang disebut ……. 8. Lanjutan: CONTOH SOAL Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara ……. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut ……. dan bagikan kepada para siswa kartuMinta siswa untuk bergerak mencari pasanga dari kartu yang dia miliki. 1. ……. 6. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif ……. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai ……. 9. Setelah menemukan pasangannya. 5.Model-model Pembelajaran 33 Index cards match        Siapkan kartu-kartu yang berisi pertnyaan pada satu kartu dan kartujawaban pada kartu lainnya. Kocok kartu-kartu tersebut. 7. 3. Materi 10 . Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai ……. 2. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah Uang ……. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut ……. 4.

dengan ceramah Setelah selesai ceramah. untuk mendiskusikan materi yang dibaca dari teks bacaan dan yang didapat dari ceramah guru Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pada siswa secara pertanyaanrandom mengenai materi yang didiskusikan Klarifikasi dari guru. minta siswa yang berada di luar untuk memasuki ruangan kembali dan dibasangkan dengan siswa yang ada di dalam kelas Minta mereka.Sinergetic Teaching        Bagi kelas ke dalam dua kelompok Minta satu kelompok untuk tinggal di dalam kelas dan kelompok lain lain diberi teks bacaan dan diminta untuk membaca di luar kelas Berikan materi bagi siswa yang berada di kelas. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 78 .

dengan cara yang anda kehendaki USAID: DBE3 Life Skills for Youth 79 .JIGSAW LEARNING       Pilih materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada Setiap kelompok mendapat tugas membaca topik materi pelajaran yang berbeda Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah dipelajara di kelompok Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelmpok Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi TEKS ACAK        Pilih bacaan yang akan disampaikan Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian Potongan bisa dilakukan perkalimat atau perduan kalimat Bagi siswa menjadi beberap kelompok kecil Beri setiap kelompok satu bacaan yang sudah dipotongdipotongpotong Tugas siswa adalah menyusun bacaan sehingga dapat dibaca dengan urut Pelajari dan diskusikan teks bacaan dengan siswa.

guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. tidak perlu menentukan kelompok mana yang debat.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. argumen penentang Siswa diperbolehkan bersorak atas argumen kelompok mereka. mereka. Mintalah satu kelompok berperana sebagai kelompok yang pro dan kelompok lain sebagai kelompok yang kontra Buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat. masingposisi. lelompok diminta mengembangkan argumen yang mendukung masing-masing posisi.Kesimpulan Materi 10 . pastikan bahwa kelas terintregasi kembali antara kelompok yang menang. setiap masingdebat.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. Pada saat yang tepat akhiri debat.Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. menang.Model-model Pembelajaran 2 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 80 .Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3. berlawanan CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah : 1.Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. diakhir diskusi setiap kelompok memilih juru bicara Siapkan dua sampai empat kursi untuk juru bicara yang pro dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok yang kontra Siswa yang lain duduk dibelakang para juru bicara Mulailah debat dengan cara juru bicara mempresentasikan pandangan mereka Setelah mendengar argumen pembuka hentikan debat dan kembali ke sub kelompok Setiap kelompok diminta untuk mempersiapkan argumen lanjutan yang menolak argumen pembuka dari kelompok lain Lanjutkan debat dengan juru bicara yang baru. dan diminta untuk memberikan baru.DEBAT AKTIF            Kembangkan sebuah pernyataan yang kontroversial yang sesuai dengan materi pelajaran Bagi kelas ke dalam dua team.

Kesimpulan Materi 10 .Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. 1992) Langkah-langkah : 1. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.Menyajikan materi sebagai pengantar 3.Tanggapan dari teman yang lain.Langkah-langkah : 1.Siswa dibagi dalam kelompok.Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6.Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4.Model-model Pembelajaran 4 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 81 .Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5.Kesimpulan/rangkuman Materi 10 .Model-model Pembelajaran 3 (KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4.

Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Jika perlu. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain.Model-model Pembelajaran 11 7.Model-model Pembelajaran 7 Langkah-langkah : 1. Kesimpulan Materi 10 . Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3.Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa Materi 10 . kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya 5.Untuk mengetahui daya serap siswa.Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.Kesimpulan/penutup USAID: DBE3 Life Skills for Youth 82 . Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5.(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1.Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Siswa dibagi dalam kelompok. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4.

Model-model Pembelajaran 40 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 83 .Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Setiap bebicara satu kupon Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. 2.Model-model Pembelajaran 13 8. Langkah-langkah : Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL) Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. 5.Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. untuk menghindari siswa mendominasi sosial.Kesimpulan/penutup Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. 1994) Langkah-langkah : 1.Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6.Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu keadaan Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan.Demikian seterusnya Materi 10 .Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. 3.Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4.(MENCARI PASANGAN) (Lorna Curran. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. 4. pembicaraan atau siswa diam sama sekali  1. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis Dan seterusnya Materi 10 .

dan prosedur. Padahal. dalam penggunaan handphone – yang sekarang ini di masyarakat – terdapat aplikasi konsep matematika sistem biner. Keterkaitan antara matematika (mathematics) dan masyarakat (community) ini pernah dibahas dalam Modul 4. Coxford sebagai berikut: ”menghubungkan dalam pengetahuan konsep lainnya. sebagian orang dewasa pun beranggapan seperti itu. yang dialami siswa sehari-hari. memandang matematika sebagai keutuhan terintegrasi. serta mengenali representasi yang ekuivalen dari konsepkonsep yang sama”.Sesi 5 Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar-Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Pendahuluan Dalam mindset beberapa siswa. Begitu pun sebaliknya.yang digariskan oleh NCTM . Tidak mustahil. beberapa indikator . menerapkan pemikiran dan matematika untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam disiplin ilmu lainnya seperti seni. menakutkan. diharapkan materi sesi ini dapat mengembangkan kompetensi inti guru ke-3.3 yaitu menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk USAID: DBE3 Life Skills for Youth 84 . konsep-konsep matematika dari yang sederhana sampai yang rumit digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kedua dampak ini.tentang kemampuan siswa SMP dalam koneksi matematik dirangkum oleh Arthur F. Dengan demikian. menilai aturan-aturan matematika dalam budaya dan masyarakat. dari mulai bangun tidur sampai kembali tidur. sains.diperoleh dari hasil pengamatan dan analisis para ahli terhadap adat budaya atau hal-hal yang terjadi dalam masyarakat. dan tidak bermanfaat atau tidak akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. menggunakan dan menilai hubungan di antara topik-topik matematik. dan bisnis. seringkali matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang menyulitkan. menggunakan sebuah matematika yang daerah kurikulum menggunakan pemodelan matematika dalam aktifitas hidup sehari-hari. Bahkan. ribet karena banyak rumus. musik. psikologi. upaya guru untuk menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata dapat memberi dua dampak positif yaitu menghilangkan keterasingan matematika dari kehidupan siswa yang diharapkan merubah kesan matematika menjadi lebih familiar untuk dipelajari serta memunculkan dan mengasah kemampuan siswa dalam koneksi matematik. Dengan demikian. perlu ada upaya dari guru untuk merubah mindset Misalnya dengan menghubungkan (connection) matematika dengan kehidupan nyata di atas. Secara garis besarnya. sebagian konsep-konsep matematika – pada dasarnya . Hal ini merupakan salah satu indikator seorang siswa memiliki kemampuan koneksi sebagai hasil proses belajar matematika seperti yang diungkapkan oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM).

1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal. anggota masyarakat. kompetensi inti guru ke-6. konsep.mencapai tujuan pembelajaran. dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata. dan pekerja. kompetensi pedagogik inti 3. Pada sesi ini peserta akan mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang dapat bermanfaat bagi peserta didik dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di kelas dengan kehidupan nyata mereka sebagai keluarga. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 85 . Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta. serta kompetensi inti guru ke-6.2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya. serta kompetensi inti guru ke-6. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Pada akhir sesi ini peserta dapat: Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata. Tujuan mengembangkan peserta untuk lebih menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk mencapai tujuan pembelajaran.3 dari Tujuan dan Hasil Belajar sesi ini adalah untuk mendorong para Strategi pembelajaran matematika apa saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik? Topik-topik apa saja dalam pembelajaran matematika yang relevan dengan situasi kehidupan nyata? Apa saja manfaat pembelajaran matemátika yang berhubungan dengan kehidupan nyata peserta didik? Pertanyaan kunci .2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya.1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal. kompetensi inti guru ke-6. pembelajar.

Misalnya.2: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) Hand-out 5.1: Himpunan (Himpunan Bagian dan Operasi-operasi dalam Himpunan) Hand-out 5.Mulailah kegiatan ini dengan brainstorming tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Lihat kembali prinsip-prinsip kunci pembelajaran dan pendahuluan mengenai pendekatan pembelajaran kontekstual. Kemudian. Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pengalaman mereka dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika di kelas yang menerapkan aktivitas siswa sehari-hari ke dalam.3: Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Petunjuk Umum Kertas flipchart Lem kertas Sumber dan Bahan Spidol marker besar Hand-out 5. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 86 . Eksplorasi secara lisan tentang ide-ide yang dapat dikembangkan dalam menghubungkan proses pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata. antarkan peserta untuk memasuki materi sesi ini. materi pada modul 4 atau modul BTL sesi 5. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Sesi ini dirancang agar para guru berpikir mengenai mengapa isi dan kompetensi mata pelajaran mereka relevan dengan berbagai jenis situasi kehidupan nyata yang berbeda yang dapat digunakan di dalam kelas untuk memberikan makna pembelajaran matematika kepada siswa.

Ringkasan Sesi Introduction (I)
5 menit Pemaparan tujuan, hasil belajar, dan pertanyaan kunci.

Connection (C)
Brainstorming tentang CTL dalam pelajaran matematika. Mengerjakan tes diri yang berisi pandangan peserta tentang penggunaan CTL dalam pembelajaran matematika
30 menit

Application (A)
Peserta 50 menit dkelompokkan menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan berisi materi matematika berbeda.

Reflection (R)
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dari sesi ini dan belajar dalam jurnal. menuliskan hasil 5 menit

Extension (E)
Peserta diminta menuliskan beberapa hubungan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata yang akan dalam diterapkan pembelajaran. menit

Memotivasi

peserta untuk menghubungkan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata.

hand-out yang

Hasil diskusi kelompok dipresentasikan.

Sharing antar kelompok.

Pada gambar di bawah ini terbentuk 7 bujursangkar yang dibentuk dari 20 batang korek api. Tugas kalian ialah mengambil 3 batang dari sisi 7 bujur sangkar. Tiga batang ini supaya dipasangkan kembali pada bentukan tadi sehingga bentukan baru menjadi 5 buah bujur sangkar saja.

Energizer

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

87

Perincian Langkah-langkah Kegiatan
I

(1) Sampaikan tujuan, hasil pembelajaran, dan pertanyaan kunci. Jelaskan bahwa indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini.
Catatan untuk Fasilitator

Introduction (5 menit)

Hubungan antara pembelajaran di kelas dan kehidupan nyata merupakan indikator sebuah perencanaan dan pembelajaran yang baik sebagai direkomendasikan oleh Depdiknas.

1

Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi ini melalui Permen No. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3.3, 6.1 dan 6.2.

C

(1) Mulailah sesi ini brainstorming diantara peserta. Minta mereka memberi definisi umum CTL. (2) Minta peserta merevisi CTL secara umum ke dalam CTL yang lebih khusus di dalam mata pelajaran matematika. (3) Beri peserta sebuah tes diri (seperti di bawah ini) yang berisi penggunaan CTL, untuk melihat seberapa jauh pandangan mereka tentang CTL dalam pembelajaran matematika. (4) Tanyakan setiap pertanyaan kepada peserta yang mendapat giliran dari seluruh kelompok. (5) Katakan kepada peserta untuk mengacungkan tangan jika mereka menjawab ”Ya” dari pertanyaan yang diberikan. Pilih satu orang peserta yang mengacungkan tangan untuk memberikan mereka. (6) Setelah semua pertanyaan diajukan, minta peserta untuk mendaftar cara-cara yang dapat mereka menggunakan CTL. (7) Tulis tanggapan mereka pada kertas flipchart diikuti prinsip-prinsip yang tercakup dalam pertanyaan tersebut. Contoh: mengajarkan konsep Matematika

Connection (25 menit)

dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa.
APAKAH ANDA MENGAJARKAN MATEMATIKA SECARA KONTEKSTUAL ?

Kerjakanlah tes berikut ini dan temukan jawabannya: Apakah anda mengajarkan matematika secara kontekstual dalam kelas anda? Jawablah dengan jujur 88

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

Apakah anda mengajarkan konsep Matematika dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah konsep Matematika yang terdapat pada contoh-contoh serta Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

latihan-latihan siswa ditampilkan sesuai dengan konteks penggunaannya?

Ya

Tidak

Apakah anda menampilkan konsep Matematika dalam konteks yang telah diketahui oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang mencakup berbagai situasi pemecahan masalah yang nyata serta mudah dipercaya sehingga siswa dapat menganggapnya sebagai penting bagi “ya”, mohon beri contoh kehidupan mereka di saat ini maupun di masa depan? Bila anda menjawab

Ya

Tidak

Apakah contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang anda berikan menumbuhkan sikap pada diri siswa untuk merasa,”saya perlu mempelajari ini”? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan kesempatan pada siswa untuk mengumpulkan serta menganalisa data Matematika mereka sebagai bahan untuk pengayaan dan tambahan? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah pelajaran anda memungkinkan siswa untuk menerapkan konsepkonsep dan informasi Matematis ke dalam konteks yang berguna, mengajak siswa untuk membayangkan masa depan (misal: karir) dan lokasi (misal: tempat kerja)? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah siswa diharapkan untuk berpartisipasi secara rutin dalam interaksi kelompok dimana terjadi proses berbagi pengalaman, komunikasi, dan Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh merespon terhadap konsep yang penting serta pengambilan keputusan?

Ya

Tidak

Apakah pelajaran, latihan, serta praktikum meningkatkan kecakapan komunikasi siswa, baik secara lisan maupun tulisan, selain dari

Ya

Tidak

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

89

Masing-masing kelompok mendapatkan satu hand-out.1.1 berisi situasi masalah yang 3 kelompok. (7) Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan menjawab pertanyaan atau mengomentari pernyataan kelompok lain. Kunci jawaban: 31 cara.2.3 kepada peserta yang dibentuk dalam (2) Mendiskusikan hand-out 5.3 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) di kelas IX dengan kehidupan nyata.org A (1) Membagikan hand-out 5.2 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) di kelas VIII dengan kehidupan nyata. 5. himpunan pasangan berurutan. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 90 . serta situasi masalah yang disajikan. dapat menentukan susunan yang sama (kombinasi) atau berbeda (permutasi) dari flipchart dan (6) Setiap kelompok diminta untuk menilai hasil kerja kelompok lainnya dan memberikan pertanyaan atau pernyataan yang sesuai dengan materi masingmasing kelompok.meningkatkan pemikiran beserta prestasi matematika? Bila anda menjawab “ya”. atau tabel. (5) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya ke kertas menempelkan karyanya di tempat yang strategis. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan aturan pengisian tempat (filling slots) atau konsep himpunan bagian untuk menyelesaikan situasi masalah 1. Peserta dapat menggunakan diagram Venn atau formula penyelesaian untuk (3) Mendiskusikan hand-out 5.2 seperti grafik. tabel. menghubungkan Application (50 menit) proses belajar-mengajar matematika dalam materi himpunan (himpunan bagian dan operasi-operasi dalam himpunan) di kelas VII dengan kehidupan nyata. situasi masalah 2.texaScollaborative. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat membedakan pengertian ruang sampel dan titik sampel dari suatu percobaan. mohon beri contoh Sumber: Diadaptasi dari “Collaborative for Teaching Exellence” www. notasi/ekspresi matematik. (4) Mendiskusikan hand-out 5. menuliskan ruang sampel dengan berbagai representasi seperti aturan pengisian tempat (filling slots). Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan berbagai macam representasi matematik (multiple representation) untuk menyelesaikan situasi-situasi masalah yang ada dalam hand-out 5. atau 5. atau kata-kata.

peradaban. . Jakarta: Piranti Dharma Kalokatama. K-8. C. New York: Merill. Reston. Extension Seluruh mata pelajaran hendaknya didasarkan kepada metode-metode Contextual Pesan Kunci Teaching and Learning. K. A. (2006). Helping Children Think Mathematically.2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.1 dan informasi 5.R (1) Memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan kunci. and . (2006). Burton.House. (1995). T. A. (1993). P. Bacaan Tambahan Beberapa sumber yang dapat peserta baca untuk memperdalam pengetahuan pemahaman tentang hubungan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata adalah: . Va: The Council.National Council of Teachers of Mathematics. Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematik Beragam Siswa Sekolah Menengah Pertama. J.. Matematika. Communicating. Tesis pada FPMIPA UPI Bandung: Tidak Ditebitkan. dan Niskayuna. A.Baroody. dan Stacey. Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. Thinking Mathematically. oleh sebab itu peserta diminta membaca informasi tambahan 5. (1985). F. . Reston. Connecting Mathematics Across The USAID: DBE3 Life Skills for Youth 91 . England: Prentice Hall. S.Mason.. dan Coxford. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini dilakukan peserta di luar sesi pelatihan. Curriculum.Dris. Reasoning.Mudzakkir. . (2) Memberi kesempatan kepada peserta untuk membuat kesimpulan. . L. dan pekerjaan. J. Va: The Council. R. H. (1989). Problem Solving. Guru-guru perlu menghubungkan aktivitas dan metode belajar-mengajar yang membuat pembelajaran lebih bermakna untuk siswa dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di dalam kelas ke kehidupan mereka sekarang dan yang akan datang sebagai anggota keluarga dan masyarakat. J. (3) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 5 pada jurnalnya masing-masing.

(2002) Belajar dan Pembelajaran Kontekstual: Dasar-Dasar Pembelajaran yang Efektif .Sears..Sudirman. Cerdas Aktif Matematika. Bandung: Ganeca Exact. S. Jakarta: Yudhistira USAID: DBE3 Life Skills for Youth 92 . Matematika. H.Tampomas. (2005). (2005). .

Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu As tetapi tidak menggunakan kartu 3.Handout untuk Peserta 5. Dudung.1 Situasi Masalah 1: Pak Ahmad memiliki dua toko. Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu 3 tetapi tidak menggunakan kartu As c. dan 10 orang menggunakan kartu lain.terhadap 40 orang pelanggan tetap dalam satu minggu diperoleh data sebagai berikut: 20 orang menggunakan kartu 3. Toko pertama menjual makanan dan toko kedua menjual cinderamata ciri khas daerahnya. beberapa orang tidak hanya memiliki satu kartu HP akibat perang harga voucher pulsa. maka gunakan 2 cara untuk menentukan: a. b. Keenam pegawai tersebut bernama Eman. Pak Ahmad mempekerjakan enam orang pegawai untuk menjaga kedua tokonya dengan gaji yang sama besar dalam setiap minggunya. Ajang. Eneng. dan Midah. Jika satu toko harus dijaga minimal oleh satu orang pegawai. Eli. maka bantulah Pak Ahmad untuk menentukan banyak cara penjagaan kedua toko tersebut dengan menggunakan dua representasi. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 93 . Jumlah pelanggan yang akan membeli kedua jenis voucher. Jawab: Representasi1: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Representasi 2: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep matematika apa dan di kelas berapa yang digunakan dalam representasi 1 dan 2? Pendekatan konsep manakah yang lebih tepat untuk menyelesaikan situasi masalah 1 ini? Situasi Masalah 2: Sekarang ini. Hasil survey yang dilakukan oleh Pak Kusro –seorang penjual voucher pulsa. 16 orang menggunakan kartu As. Jika Pak Kusro ingin menyediakan voucher dalam bentuk fisik untuk keempat puluh pelanggan tetapnya tersebut. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep apa dan di kelas berapa.

Handout untuk Peserta 5. Untuk perjalanan tersebut tersedia bensin sebanyak 6 liter. Sajikan kembali data dari diagram batang di sebelah kiri dalam dua representasi yang berbeda. Konsep matematika apa dan di kelas berapa situasi masalah 1 tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 94 . d.5 jam dengan kecepatan rata-rata motor 50 km/jam. Tuliskan pula langkahlangkah untuk memperoleh persamaan itu. Berapa banyak bensin lagi yang dibutuhkan? Jawab: ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………. 90 80 70 Jarak (km) 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 6 7 Bensin (liter) a.. Tuliskan persamaan yang menghubungkan x dan y. c. Nyatakan interpretasi dari persamaan yang diperoleh pada jawaban (b) dengan kata-kata.2 Situasi Masalah 1: Perhatikan diagram batang yang menggambarkan perbandingan antara jarak tempuh (x) dan banyaknya bensin yang diperlukan (y) dari sebuah motor berikut ini:. b. Misalkan perjalanan ke suatu tempat membutuhkan waktu 1...

Tanpa mengetahui harga satuan kue donat atau segelas minuman. apakah pertukaran ini adil? Mengapa?.000.00. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail USAID: DBE3 Life Skills for Youth 95 .000.Situasi Masalah 2 Alfin dan Amalia membeli kue donat dan minuman seperti pada gambar di bawah ini: Alfin membayar makanan dan minumminuman man tersebut sebesar Rp 16. coba tebak manakah yang harganya lebih mahal? Jelaskan jawabannya lengkap dengan representasinya. Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………. 2. Rp14. ……………………………………………………………………………………………………………. . Konsep apa dan di kelas berapa. Amalia membayar makanan dan tersebut sebesar 1. Jika Amalia ingin menukar sebuah kue donat dengan segelas minuman yang dibeli Alfin.00.

Jawab: …………………………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Susunan semua inisial nama dari urutan salaman (titik sampel). putih. dan krem serta 4 blazer berwarna pink.3 Situasi Masalah 1: Praktekkan percobaan berikut: Setiap orang bersalaman dengan semua anggota kelompoknya. dan kuning muda. (tolong sisipkan gambar kumpulan orang-orang) Berdasarkan percobaan tersebut.. b.Handout untuk Peserta 5. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail hijau muda. Setiap orang menuliskan ruang sampel dengan 3 cara Situasi Masalah 2: Bu Ina memiliki 3 rok berwarna hitam. Bantulah Bu ina untuk membuat mix and match USAID: DBE3 Life Skills for Youth 96 . Tentukanlah titik sampel dan ruang sampel dari percobaan tersebut. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………. tentukan: a. ungu. Konsep apa dan di kelas berapa. …………………………………………………………………………………………………………... Jelaskan pemilihan urutan tersebut. Konsep apa dan di kelas berapa. dari rok dan blazer yang dimilikinya dalam tiga representasi berbeda... ………………………………………………………………………………………………………….

masyarakat.  Matematisasi Horisontal  Matematisasi Horisontal  Matematika informal  Matematika informal  Matematisasi Vertikal  Matematisasi Vertikal  Matematika formal  Matematika formal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 97 .Informasi Tambahan 5. pendekatan. dan tempat kerja. Apa perbedaan dari strategi. 4.  Mengajar siswa untuk memantau dan mengarahkan belajarnya sehingga menjadi pembelajar yang aktif dan terkendali  Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa  Mendorong siswa belajar dari satu dengan lainnya dan belajar bersama. dan  Menggunakan penilaian otentik 19 PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL 1. metode dan metodel pembelajaran? Apa ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual? Apa pendekatan pembelajaran yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? Bagaimana penilaian yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? 2. 3.1 PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)  Menekankan pada pemecahan masalah  Mengenal kegiatan mengajar yang terjadi di berbagai konteks seperti rumah.

alat atau model matematis untuk memperoleh jawaban matematis untuk memperoleh jawaban informal dari masalah. awal proses pembelajaran. pakar dalam suasana demokratif. alat atau model  Dikembangkan cara.Pendekatan Mekanis Pendekatan Mekanis Pendekatan Empiris Pendekatan Empiris Pendekatan Strukturalis Pendekatan Strukturalis Pendekatan Kontekstual Pendekatan Kontekstual PENDEKATAN MATEMATIKA HORISONTAL MATEMATIKA VERTIKAL Mekanistik Empiristik Struturalis Realistik/ Kontekstual Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ciri-ciri Ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual pembelajaran matematika kontekstual  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak awal proses pembelajaran.  Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau  Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa atau antara siswaantara siswa dan siswa atau antara siswapakar dalam suasana demokratif.  Dikembangkan cara. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 98 . informal dari masalah.

menginterpretasi dan merefleksi. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran mengevaluasi kegiatan pembelajaran Aspek-aspek yang tercakup dalam Aspek-aspek yang tercakup dalam model pembelajaran matematika kontekstual model pembelajaran matematika kontekstual Pendahuluan  Memulai pelajaran dengan  Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah mengajukan masalah  Permasalahan yang diberikan sesuai  Permasalahan yang diberikan sesuai dengan tujuan dengan tujuan  Siswa mengembangkan atau Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model matematis menciptakan model-model matematis simbolik secara informal simbolik secara informal  Kegiatan pembelajaran berlangsung Kegiatan pembelajaran berlangsung secara interaktif secara interaktif Pengembangan Penutup/penerapan Melakukan refleksi terhadap setiap Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran terhadap hasil pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 99 . Ada keseimbangan antara proses  Ada keseimbangan antara proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi vertikal matematisasi vertikal  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk merefleksi. menginterpretasi dan menginternalisasi proses dan hasil belajar menginternalisasi proses dan hasil belajar  Tidak semata-mata menekankan komputasi  Tidak semata-mata menekankan komputasi dan langkah-langkah prosedural penyelesaian dan langkah-langkah prosedural penyelesaian soal soal  Memberi penekanan pada pemahaman konsep  Memberi penekanan pada pemahaman konsep dan pemecahan masalah dan pemecahan masalah MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN  Model pembelajaran adalah pedoman  Model pembelajaran adalah pedoman berisi program atau petunjuk strategi berisi program atau petunjuk strategi pembelajaran yang dirancang untuk pembelajaran yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran mencapai suatu tujuan pembelajaran  Memuat tanggung jawab guru dalam  Memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan. melaksanakan dan merencanakan.

Pendekatan pembelajaran untuk melaksanakan pembelajaran matematika kontekstual Pembelajaran berbasis masalah Problem Pembelajaran berbasis masalah ((Problem Based Instruction) Based Instruction) Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian kinerja Penilaian kinerja Pengamatan (sistematis) Pengamatan (sistematis) Portofolio Portofolio Journal Journal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 100 .

. seperti ketika bekerja. konsep dan Beri nilai 4 jika…. Terdapat kaitan yang sedikit (fakta. Terdapat kaitan yang baik antara materi (fakta.2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran No 6 Indikator/ Aspek yang diamati Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Beri nilai 1 jika …… Tidak terdapat kaitan dengan realitas kehidupan Beri nilai 2 jika …. konsep atau Beri nilai 3 jika……. Semua kriteria untuk PLUS atau tidak jelas antara materi kecakapan) dengan realitas kehidupan (misal: guru kecakapan tersebut menerangkan tentang kapan diperlukan dalam situasi nilai 4 telah terpenuhi Guru meminta para kecakapan) dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan siswa untuk berpikir tentang materi yang mereka pelajari (fakta. Terdapat kaitan yang kuat dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan kecakapan tersebut dalam situasi kehidupan nyata yang relevan dengan kehidupan mereka dan masyarakat atau sesungguhnya berdasarkan profesi Hanya beri nilai 5 jika. namun tidak melatih kecakapan tersebut) kecakapan tersebut konteks kehidupan relevan dengan konsep dan kecakapan) mengaitkannya dengan situasi kehidupan nyata yang relevan dalam situasi maupun nyata namun kurang kehidupan siswa dan masyarakat atau tidak berdasarkan profesi yang sesungguhnya 10 Melaksanakan pembelajaran yang Tidak terdapat pembelajaran yang Pelajaran mencakup pembelajaran yang bersifat Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran direncanakan berdasarkan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 101 . dan kemudian kehidupan nyata.Informasi Tambahan 5.

Guru meminta para pelajaran menjadi siswa untuk membuat bermakna bagi diri pembelajaran yang Guru menyediakan kelas yang bersifat kontekstual. Guru membuat pelajaran menjadi bermakna bagi para siswa dengan cara memberi beberapa contoh antara apa yang mereka sederhana mengenai kaitan pelajari dengan kehidupan bersifat kontekstual. Materi ajar tidak tidak lengkap Beri nilai 2 jika…. warga negara dan pekerja mereka sendiri dengan cara mengaitkan apa dengan kehidupan mereka sebagai yang mereka pelajari mereka sebagai keluarga dan anggota masyarakat. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran namun tidak kehidupan nyata (contoh: Beri nilai 4 atau 5 jika…. Guru membuat pelajaran menjadi bersifat kontekstual. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan hubungan dengan pembelajaran dan memiliki kehidupan nyata (contoh: contoh atau kegiatan disebutkan. warga negara dan pekerja Rubrik Penilaian: Instrumen Penilaian Kinerja Guru: Rencana Pelajaran No 2.bersifat kontekstual bersifat kontekstual. Guru tidak membuat bermakna pelajaran menjadi kontekstual. warga negara dan pekerja pengetahuan serta kecakapan mereka keluarga dan anggota masyarakat.1 Komponen Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 1 jika…. Materi ajar jelas namun tidak relevan dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 3 jika…. pengalaman di luar berdasarkan kehidupan nyata dimana para siswa dapat menerapkan bermakna bagi para siswa dengan cara mengadakan kegiatan dimana mereka dapat mengaitkan apa yang kehidupan mereka mereka pelajari dengan sebagai keluarga dan anggota masyarakat. tidak jelas atau memiliki hubungan dengan menyertakan contoh atau kegiatan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan sebenarnya) dalam konteks kehidupan materi-materi menyertakan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan dalam sebenarnya) konteks/situasi kehidupan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 102 .

pengap. Akhirnya untuk mencapai suasana emosional yang hubungan kerja sama dan komunikasi yang harmonis antar guru dan siswa. kata. Secara umum emosional-pskologi. kedisiplinan. Pengaturan lingkungan fisik kelas dalam penataan yang baik akan merangsang siswa untuk termotivasi dalam belajar karena para siswa merasa nyaman berada di dalam kelas tersebut. tutur efektif. dan panas akan membuat siswa tidak betah tinggal di kelas. Selain lingkungan pembelajaran fisik kelas yang tidak kalah pentingnya adalah lingkungan pembelajaran kelas terdiri dari lingkungan fisik kelas dan lingkungan lingkungan non-fisik (emosional) yang terjadi di kelas melaui proses interaksi siswa dengan guru. kecintaan. pajangan. Oleh karena itu pengaturan ruangan kelas seperti meja belajar. Siswa dan guru akan merasa nyaman di kelas jika suasana atau atmosfir kelas berada dalam kondisi yang dinamis. tingkah laku. gelap. Suasana pembelajaran mencakup pengaturan lingkungan ruangan kelas dan faktor-faktor situasional. 103 . dan menantang membutuhkan suasana belajar mengajar yang efektif. Untuk mencapai suasana ini maka rasa simpati dan empati serta kedekatan emosional siswaguru perlu dibina. penerangan.Sesi 6 Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana Belajar-Mengajar yang Efektif? Pendahuluan Pembelajaran matematika yang bermakna. yaitu: berkomunikasi secara positif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif diperlukan adanya Oleh karena itu apa yang ditampilkan siswa dalam bentuk sikap. harapan. Begitupula pada pihak guru harus menampilkan keteladanan melalui bahasa yang santun. dan santun dengan peserta didik. empatik. sirkulasi udara harus dilakukan atau diseting secara baik sebelum pembelajaran dimulai. fleksibel. keingintahuan sedapat mungkin mencerminkan suasana yang kondusif bagi pembelajaran. peralatan. interaktif. menyenangkan. dan menyenangkan. Sebaliknya lingkungan fisik kelas yang tidak ditata dengan baik seperti posisi meja kursi yang tidak teratur. Siswa adalah mitra guru di dalam mencapai tujuan pembelajaran. dan kedekatannya dengan siswa yang kondusif bagi pembelajaran di kelas. Hal di atas sesuai dengan tuntutan bahwa guru yang professional memiliki kemampuan berkomunikasi seperti yang tertulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no 16/2007 yang menyuratkan kompetensi inti guru ke-7.

. menciptakan sebuah lingkungan belajar yang positif. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna. maka dalam sesi ini akan digambarkan cara-cara bagaimana guru dapat menciptakan suasana belajar-mengajar yang efektif. Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti ke-7 yaitu memiliki kompetensi berkomunikasi secara mengidentifikasi lingkungan belajar yang mendorong terciptanya suasana belajar matematika yang kondusif dan bermakna. 104 . Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan baik fisik dan emosional dimana siswa belajar/bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran. Berikan kesempatan peserta untuk berdiskusi dan brainstorming mereka. empatik. diantara Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam mengidenfikasi karakteristik lingkungan fisik dan emosional pembelajaran. efektif. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil untuk Melalui sesi ini peserta diharapkan memahami dan dapat menciptkan lingkungan fisik dan emosional yang mendukung kegiatan pembelajaran. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Pada sesi ini peserta akan Karakteristik lingkungan fisik belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Karakteristik lingkungan emosional belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Seperti apakah disain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna itu? Pertanyaan kunci Petunjuk Umum Mulailah kegiatan ini dengan mendefinisikan suasana lingkungan pembelajaran efektif. Pada akhir sesi ini peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna.Berkaitan dengan pencapaian kompetensi inti guru ke-7. dan santun dengan peserta didik. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-7.

Peserta mengerjakan handoud 6. deskripsi yang Selanjutnyan kelompok II mengerjakan handoud 6. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Ringkasan Sesi Introduction (I) Pemaparan 10 menit tujuan. Selanjutnya peserta mengerjakan handout 6. pertanyaanpertanyaan kunci dan tambahan menuliskannya dalam jurnal. 6.3. dan pertanyaan – pertanyan kunci kepada peserta.4. Connection (C) 45 menit Brainstorming tentang lingkungan belajar ”fisik” dan ”emosional”. kelompok I Reflection (R) Peserta 5 menit merangkum Extension (E) bahan yang bacaan tertera dalam Peserta mencari pembelajaran selama sesi.1.2 berisi ciri-ciri lingk fisik dan emosional Application (A) Peserta 60 menit dikelompokkan menjadi 2 Peserta kelompok. dan 6.2.Kertas HVS Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout 6. 120 menit Waktu ICT Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. 6.4 berisi skenario bermain peran 105 .1 berisi foto lingkungan fisik & pembelajaran kelas yang akan ditayankan dgn VCD. hasil belajar. menjawab tambahan dan membaca informasi mengerjakan handout 6.3 berisi penataan tempat duduk (lingkungan fisik) sesuai diberikan.

Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan (baik fisik maupun emosional) di dalam mana siswa bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran. Pak Tani mempunyai 5 orang anak. Para pembaca tolonglah Pak Tani ini. hasil pembelajaran. Sampaikan tujuan. Tanah miliknya dan batang pohon-pohon ini hendak diwariskan kepada ke 5 orang anaknya. Sampaikan point atau hal-hal penting dari sesi ini. Catatan Untuk Fasilitator indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci. Dekat sudut tanahnya terdapat rumah dan halamannya berupa bujursangkar. dan pertanyaan kunci. Introduction (10 menit) 1.Energizer Seorang petani mempunyai sebidang tanah yang berbentuk bujursangkar. Melalui sesi ini peserta seharusnya memahami dan dapat menciptakan lingkungan belajar baik secara fisik maupun emosional untuk mendukukung keragaman kegiatan belajar mengajar. Jelaskan bahwa 2. Cobalah tolong bagaimanakah caranya agar tanah ini dapat dibagi lima bagian dengan sama luasnya dan setiap anak (rumah) memiliki 3 batang pohon. 2. Membagi warisan tanah : Rumah : Pohon Perincian Langkah-langkah Kegiatan I 1. 106 . Pada halaman dan tanahnya ditanami 15 batang pohon yang ditanam tidak beraturan.

Katakan kepada peserta untuk mendaftar apa yang mereka pikirkan menjadi karakateristik positif lingkungan belajar fisik dari foto dan lingkungan emosional positif dari skenario. Beri waktu kepada mereka 10 menit.C 1. Berikan peserta handout 6. Lingkungan pembelajaran emosional atau psikologi adalah apa yang para siswa rasakan ketika mereka sedang belajar. 4.1 yang berisi (a) sebuah foto suatu ruangan kelas. Fisik Emosional (b) suatu skenario suatu kelas yang mana melukiskan situasi yang emosional 107 . Umpan balik: Daftarkan ide-ide mereka pada kertas flipchart. 5. Catatan Untuk Fasilitator Connection (45 menit) ”emosional” minta mereka melakukan brainstorming seperti apa lingkungan fisik 2. emosional. Katakan kepada peserta untuk mendefinisikan lingkungan belajar ”fisik” dan yang baik atau tidak dan seperti apa lingkungan ”emosional” yang baik atau tidak. Lingkungan ini mencakup:  Bahasa dan suara guru  Harapan dan sikap  Perilaku siswa  Suasana ruangan kelas  Harga diri siswa 3. and (dalam CD). Lingkungan pembelajaran fisik adalah tempat/daerah dimana guru mengajar dan siswa belajar. Lingkungan ini mencakup ruangan kelas dan segala sesuatu di dalamnya. Minta peserta untuk membedakan antara lingkungan fisik dan lingkungan 1. seperti:  Mebel  Pencahayaan atau penerangan  Pajangan  Tempat duduk  Peralatan 2.

Bagi peserta dalam beberapa kelompok. Beri 50% dari kelompok mengerjakan 2. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. A 1. Extension 108 . Application (60 menit) R 1. Pada akhir sesi ini minta kelompok memaparkan hasil kerja masing-masing. Catatan Untuk Fasilitator 1. tidak bias. selanjutnya 50% lagi mengerjakan handout 6. 7. dan emosional.6. peserta diminta membaca dan bacaan tambahan dan informasi tambahan 6. Dapat terjadi bahwa suatu lingkungan fisik yang baik tetapi lingkungan emosionalnya negatif.1 yang akan menjadi dasar dalam menciptakan suasana pembelajaran yang efektif. 2. menjawab pertanyaanpertanyaan kunci 2.3. Peserta harus tahu apa yang dilakukan untuk mencipatkan lingkungan emosional positif yang dibutuhkan untuk menfokuskan pada suasana di dalam untuk mendukung siswa belajar dengan baik (misal menjadi lebih optimistik. Minta peserta menyimpulkan bagaimana menciptkan lingkungan belajar baik fisik dan emosional dengan baik.2 yang berisi daftar karakteristik positif lingkungan fisik 8. memotivasi seluruh siswa dll) dan bagian dari sebuah hubungan handoud 6. guru siswa yang positif . Beri peserta handout 6.4. Meyakinkan peserta memahami lingkungan emosional dan lingkungan phisik tidaklah otomatis berhubungan. Peserta diminta untuk menuliskan hasil belajar pada jurnal masing-masing. Kegiatan dari sesi ini sebaiknya membuat peserta melihat pada bagaimana tampilan fisik ruangan kelas dapat mempromosikan atau menghalangi belajar (misalnya pengelompokan meja) dan bagaimana ruangan kelas seharusnya diatur agar memberi suasana fleksibel.

Ruseffendi. Model of Teaching. Silberman. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Dave Meier. 1997. The Conditioning of Learning Training Applications. Teacher Effectiveness Training. Bandung: Nusamedia dan Nuansa. 1966. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Anonim.. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Active Learning. terjemahan Aditya Kumara Dewi. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Kaifa: Bandung. & Weil Marsha. mendukung siswa menolongnya untuk belajar dan memiliki perilaku yang lebih baik serta mengembangkan pemahaman mengenai kelas dan penciptaan atmosfir (suasana) yang positif. 2004. Joyce. DBE3. 2003. positif. yang bermakna. terjemahan Raisul Muttaqien. The classroom environment and situational factor. 1991. Melvin L. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Baik. Modul Pelatihan 1. & Medsker. Robert M. Para guru perlu mempertimbangkan secara berhati-hati tata ruang fisik Bobby DePorter & Mike Hernacki. Erman. Karen L. 2006) Suherman. 2001. Mark Reardon & sarah Singer Nourie.Pesan Kunci Ruang kelas yang menyenangkan. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. 1996. Gordon. Kaifa: Bandung. Bandung: UPI. T. MBE and Depdiknas. Thomas. 2000. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Paket Pelatihan 1. Pengajaran professional dan pembelajaran bermakna. Kaifa: Bandung. Bandung: Tarsito. Bacaan Tambahan 109 . menantang. Bobby DePorter. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Bruce. Orlando: Harcourt Brace Company. Gagne. E.

Handout untuk Peserta 6.1 A: Foto Ruangan Kelas (Fisik) B: Skenario Situasi Emosional di Kelas 110 .

111 .

2 Bagaimana menciptakan sebuah lingkungan belajar positif Lingkungan Fisik  Pajangan ruangan kelas (jelaskan)  Tempat duduk (jelaskan)  Sumber belajar (jelaskan)  Penerangan (jelaskan)  Mebeuler (jelaskan)  Peralatan (jelaskan) Lingkungan Emosional  Bahasa dan suara guru (jelaskan)  Harapan dan sikap (jelaskan)  Suasana ruangan kelas (jelaskan)  Perilaku siswa (jelaskan)  Harga diri siswa (jelaskan)  Kesematan (jelaskan) 112 .Handout untuk Peserta 6.

yang menurut Anda paling baik untuk melaksanakan kegiatan yang dideskripsikan pada kolom A. A: Deskripsi Kegiatan Matematika Kelas IX terdiri atas 40 orang siswa bekerja secara perpasangan: “Diberikan sebuah masalah atau tugas matematika yang belum lengkap tentang KD : Menentukan pola barisan bilangan sederhana” Dari KD tersebut para siswa diminta membuat soal sebanyak mungkin. 113 . B: Pengaturan Tempat Duduk Sebuah kelas yang terdiri dari 45 siswa berumur 13 tahun bekerja secara berkelompok (4 orang per-kelompok) untuk membuat bermacam diagram sembarang data.Handout untuk Peserta 6.3 Lingkungan Fisik Gambarkan posisi tempat duduk siswa di dalam kelas pada kolom B.

posisi duduknya yang ada di bagian tengah. Saya tidak peduli. Walau begitu bersemangat. Akhirnya. menyelesaikan soal itu. Sedangkan yang lain terkesan hanya sekedar ikut saja dalam kelas. Beberapa guru menyebutnya hyperaktif. teman-temannya yang papan tulis misalnya. terkadang dia bisa menimbulkan kegaduhan yang mengganggu bagi 31 teman yang lain di kelasnya. Skenario Satu Saya tidak menyukai belajar Matematika karena gurunya. mereka enggan untuk mengerjakannya.4 Sebuah Lingkungan Emosional Yang Positif Bermain Peran: Buatlah aturan main atau gambaran kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan kondisi/lingkungan emosional yang positif di dalam kelas berdasarkan skenario yang ada. pikirnya. Mereka tidak menunjukkan minat yang baik terhadap pembelajaran Matematika. Semangat untuk belajar yang berusaha tersebut ke kelas kami. Guru tersebut berasal dari daerah yang aksen dan tekanan bahasanya lebih cepat dibanding di daerah kami. Skenario Tiga Rahmad adalah siswa yang punya motivasi tinggi untuk belajar Matematika di kelas VII SMP AlFajar. saya kumpulkan sebanyak mungkin dari rumah hilang bersamaan dengan masuknya guru saya diminta untuk mengerjakan soal. Sehingga ketika pembelajaran Matematika berlangsung. Keempat siswa tersebut lebih bersemangat dalam belajar Matematika. Hal ini semakin memperbesar rasa 114 .Handout untuk Peserta 6. tapi dengan ogah-ogahan saya maju dan berpura-pura tidak mau lagi belajar. Hanya dia “siswa” dalam kelas tersebut. seakan siswa di kelas tersebut hanyalah seorang Rahmad saja. Saya menjadi malas mengikuti pelajaran Matematika. Hanya 3 perempuan dan satu laki-laki yang menunjukkan perhatiannya dalam pembelajaran Matematika di kelas. Akhirnya saya menyerah dan Skenario Dua Kelas VII SMP Al-Fajar terdiri atas 15 laki-laki dan 18 perempuan. Suaranya yang pelan dan bahasanya yang terlalu cepat susah untuk saya mengerti. Pernah suatu ketika. Bahkan ketika mereka diminta menyelesaikan soal di “keakuan” Rahmad. lain tidak lagi bersemangat untuk belajar. Terlebih lagi. benar atau pun salah.

Ketika menanyakan sesuatu permasalahan yang disampaikan. Silberman. Silberman. bentuk setengah lingkaran (gambar (b)). guru memperlihatkan gesture yang baik sehingga siswa memperhatikan Guru perlu hadir dalam pelaksanaan pembelajaran. bentuk lingkaran (gambar (e)). memberikan bimbingan dan support materi. Ia memastikan siswa memperoleh cukup informasi dan pengetahuan. bentuk tanda pangkat (gambar (c)). baik melalui penjelasan atau kegiatan yang dirancangnya maupun melalui sources yang ia rekomendasikan (misalnya buku-buku penunjang). Guru sebagai fasilitator berarti guru merancang situasi sehingga siswa berperan dalam mengarahkan pembelajaran. Disamping pengaturan ruangan kelas juga perlu diperhatikan. sehingga siswa mau mengeluarkan seluruh potensinya untuk menemukan cara meraih pengetahuan. berikut contoh Gambar di atas merupakan alternatif bentuk penataan tempat duduk siswa yang diberikan oleh Melvin L.Informasi Tambahan Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran adalah agen pengetahuan (bukan pemilik pengetahuan). bentuk lingkaran kursi (gambar (f)). kepada siswa. Bentuk U (gambar (a)). Ketika masuk ke dalam kelas. guru sebaiknya menyapa para siswa dengan ramah dan menarik minat siswa. bentuk meja konferensi (gambar (d)). dan bentuk lingkaran 115 . 1996). Guru tidak perlu tergesa-gesa dalam menjelaskan pengaturan tempat duduk (Melvin L. Suara yang lantang dan nyaring dengan bahasa yang jelas terdengar dapat membuat siswa memperhatikan guru.

sumber lain untuk menigkatkan penemuan matematika. Namun guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. alat-alat teknologi. serta sumber(6) Mencapai dan membantu siswa untuk mencari hubungan antara pengetahuan (7) Membimbing secara individual. guru akan berusaha melakukan kegiatan sebagai berikut: (2) Memilih tugas-tugas matematika sedemikian sehingga memotivasi minat siswa dan meningkatkan keterampilan intelektual siswa. secara kelompok dan secara klasikal. guru juga harus mempunyai pandangan terhadap matematika daripada hanya sebagai 116 . selain guru matematika harus pembelajaran matematika yang lebih menekankan kepada: (1) Pengertian kelas sebagai komunitas sekumpulan individu. (5) Menggunakan dan membantu pemahaman siswa. (4) Menciptakan suasana kelas (lingkungan fisik dan emosional) yang mendorong dicapainya penemuan dan pengembangan idea matematika. atau algoritma saja. Guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. guru akan berusaha melakukan kegiatan dengan melibatkan siswa secara aktif. dapat diterapkan dalam kelaskelas pembelajaran Matematika. (3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mendalami pemahaman mereka terhadap produk dan proses matematika serta penerapannya. (3) Pandangan terhadap penalaran matematika daripada sekadar mengingat prosedur (4) Penyusunan konjengtur. pemeriksaan “produk”. dan menguasai matematika dengan baik. Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan di atas. pemberian pekerjaan rumah.(formasi alternatif untuk diskusi kelompok) (gambar (g). penemuan dan pemecahan masalah daripada penemuan jawaban secara mekanik. (2) Pengertian logika dan kejadian matematika sebagai verifikasi daripada guru sebagai penguasa tunggal dalam memperoleh jawaban benar. Dr. Pada guru yang kurang menekankan belajar pada aspek “proses” tetapi lebih kepada rutin seperti penjelasan singkat materi baru. Utari Sumarmo Pandangan dan pemahaman guru terhadap pengertian belajar akan mempengaruhi cara guru melaksanakan proses pembelajaran dan proses evaluasi hasil belajar siswa. Pandangan tentang Pembelajaran Matematika Oleh: Prof. semula dengan pengetahuan baru. pembelajaran akan lebih berpusat kepada guru melalui pengulangan kegiatan di kelas sambil berkeliling kelas atau menjawab pertanyaan siswa.

(5) Mencari hubungan antara ide-ide matematika dan penerapannya daripada matematika sebagai sekumpulan konsep yang saling terpisah. Sumber: Utari Sumarmo. PMIPA IKIP Bandung. Impelementasi Kurikulum Matematika. 1999 117 .

Pendekatan pembelajaran yang dikontrol oleh guru. menyatakan Media dan alat-alat menawarkan peluang yang lebih baik dalam proses belajar bahwa keseluruhan sejarah. Peraturan tersebut mengandung arti bahwa guru. Sehubungan bagaimana memilih sumber belajar. Guru dan buku bukan lagi menjadi satu-satunya sumber yang dapat diambil guru adalah senantiasa merencanakan proses pembelajaran. mengajar. peralatan yang diperlukan untuk memberikan informasi. bekerja belajar (learning resources) atau sumber ilmu pengetahuan. Henich dkk (1996) dalam bukunya Instructional Media and Technology for Learning. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen) No. Penggunaan lingkungan dimaksudkan bukan hanya pada saat pembelajaran berlangsung. dan membimbing siswa belajar. melainkan juga metode. 16 Tahun 2007 khususnya pada kompetensi inti guru 4.5 yang mengharuskan guru menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. Dalam konteks ini peran dapat terbentang dari belajar yang dikontrol oleh siswa sendiri sampai ke pendekatan sama dengan guru lain dan ahli media. Khususnya dalam informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Apakah peranan guru akan menjadi berbeda ketika mengintegrasikan media dan alatalat dalam pengajarannya? Peranan guru dan siswa jelas menjadi berubah karena media dan teknologi di dalam kelas. Pembelajaran merupakan susunan dari informasi dan lingkungan untuk menfasilitasi belajar. termasuk guru matematika harus berusaha dan meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan media dan peralatan dalam kompetensi inti guru ke-5 dikemukakan bahwa guru dituntut memanfaatkan teknologi 118 . media. guru dapat mengintegrasikan media ke dalam proses pembelajaran sehingga dapat memperbesar perolehan (hasil belajar) yang berdampak pada peningkatan prestasi siswa. media dan peralatan dalam pembelajaran. media dan teknologi telah mempengaruhi pendidikan.Sesi 7 Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesatnya telah memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap seting pembelajaran.

5. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Apa yang dimaksud dengan sumber belajar (media dan alat) pembelajaran? Apa saja prinsif-prinsif yang harus diperhatikan dalam menggunakan penggunaan media dan peralatan (alat peraga)? pembelajar matematika? Apa saja penggunaan media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai tujuan Pertanyaan kunci Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega.5 dan 5 tentang kompetensi penguasaan media.mengajarkan matematika serta memanfaatkannya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Petunjuk Umum 119 . yaitu Tujuan dan Hasil Belajar menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh dan kompetensi inti ke-5 guru mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. Perlakukan peserta sebagai pembelajar dewasa. Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. matematika. Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran. peserta akan dapat: Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran. sumber belajar dan TIK yang harus dimiliki guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi guru dalam Permen No.

Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Kalkulator untuk peragaan ICT 120 . sumber belajar dan perangkat TIK diantaranya media gambar. sumber belajar yang ada di kelas dan dilingkungan sekolah.1 : ”Gambar/daftar sumber belajar (media dan alat) dalam matematika” Informasi Informasi tambahan 7. model-model. fleksibel. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatanPantau seluruh kegaiatan dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan tercapai Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Lem kertas Hadiah permen atau cemilan dalam bungkus yang menarik sebanyak 1 buah. OHP. LCD dan kalkulator. alat peraga terutama TIK yang berorientasi kepada penggunaan teknologi canggih semata. Ingat definisi TIK pada modul dasar DBE3 yakni modul TIK. kriteria Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Handout untuk peserta 7.2: ”Rubrik pelaksanaan pembelajaran berisi pembelajaran yang menggunakan media secara efektif. secara optimal. kegiatan pada sesi ini. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan media.1: ”Penentuan Sumber Belajar dan Media Pembelajarani” tambahan 7. laptop.Jangan terjebak kepada pengertian media.

tujuan dan hasil serta Connection Peserta 35 menit menuliskan beberapa perbedaan Application Peserta bekerja dalam kelompok. Sedang Si Tengah mendapat bagian sepertiganya. Selanjutnya peserta pembelajaran selama sesi.1 berisi media dan alat pembelajaran selanjutnya memilih mana yang paling tepat untuk mengajarkan balik SK/KD. mereka bertiga pergi kepengadilan untuk membaginya secara adil sesuai 121 .Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta media dan alat Peserta memilih SK/KD sesuai yang akan jenjang dan KD dikembangkan. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. Peserta menjawab pertanyaan pada kertas flip pertanyaanpertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. 45 menit Reflection Peserta 5 menit merangkum Extension Membaca seluruh bacaan Di luar sesi. Adapun bunyi surat peninggalan itu berbunyi demikian. Dan Si Bungsu mendapat bagian sepersembilannya. Untuk peninggalan harta warisan yang lainnya. Karena tidak menemukan strategi (siasat) bagaimana cara membaginya. tambahan 7. Pada pembagian 17 ekor dombanya inilah yang menjadi pertengkaran karena jelasnya domba tidak boleh dipotong. Umpan Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran.2. si sulung harus mendapatkan bagian setengahnya. menjawab informasi pada tambahan dan informasi dan 7. Khusus untuk Energizer Warisan yang adil pembagian domba ini harus dalam keadaan hidup dan tidak boleh dijual dulu. peserta diminta pembelajaran. Tiga orang bersaudara mendapatkan surat wasiat pembagian harta peninggalan 17 domba yang hanya berupa surat.1 disertai contoh chart. mengerjakan handout 7. (benar/salah) penggunaan tentang prinsip media dan alat pembelajaran yang ditayankan melalui power point. dibagi sama rata.

Daftar sumber pembelajaran sebanyak peserta yang menyebutkannya di dalam 5 Beri peserta 5 menit untuk menggolongkan daftar sumber (media dan alat) 122 . Tuliskan pada kertas flipchart.dengan surat wasiatnya. jurnal. sumber belajar dan TIK untuk mendukung tujuan pembelajaran matematika yang dituntut dalam Permen No. Guru perlu memilih sumber yang dapat mendukung strategi belajar mengajar.  Penguasaan dan penggunaan media. Buatlah tabel seperti di bawah ini pada kertas flipchart.  Berbagai sumber belajar yang dapat mendukung pembelajaran matematika di kelas. Catatan untuk Fasilitator Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. dll. Pada waktu itu muncullah seorang yang terkenal pandai di desanya. Nah bagaimanakah strategi pembagian yang adil ini dilaksanakan seandainya saudara diminta tolong? Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (3) (4) Sampaikan tujuan. media. TIK. dia dapat membaginya secara adil dan sama sesuai dengan surat wasiatnya. hasil belajar dan pertanyaan kunci.5 dan ke-5. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. menit. Minta peserta untuk menjelaskan perbedaan antara dalam kolom dengan memberi beberapa contoh. pembelajaran ke dala dua kolom Media Pembelajaran Alat Pembelajaran judul (media dan alat) di Minta peserta untuk menyebut beberapa sumber (media dan alat) pembelajaran. Setelah membaca isi surat wasiat itu. lingkungan. mulai dari guru. buku. Introduction (5 menit) 1 C (1) (2) (3) (4) (5) (6) Connection (35 menit) Tuliskan kata “ Pendukung pembelajaran/sumber belajar “ pada papan tulis. Ternyata dipengadilanpun tidak dapat diatasi.

(8) (9) Beri peserta dua buah kartu. sehingga baik siswa Slide 2: 123 . Bacakan pertanyaan berikut tentang prinsif penggunaan sumber pembelajaran kepada peserta dan minta mereka untuk mengatakan apakah benar atau salah sesuai meningkatnya nomor kartu. Slide 3: Peralatan pembelajaran sebaiknya digunakan oleh para guru untuk membantu mengajar dan tidak oleh siswa. Para guru sebaiknya menyediakan beberapa alternatif peralatan untuk mengantisipasi hal yang terduga (misalnya listrik mati). Pernyatan diperlihatkan dengan power point Slide 1: Alat dan media pembelajaran sebaiknya asli dan imanajinatif serta menciptakan pesan menarik yang menghubungkan siswa dengan proses belajarnya. yang selama ini tidak diintegrasikan (7) Jelaskan kepada peserta bahwa hal yang terpenting tentang sumber (media dan alat) pembelajaran adalah bukan menyebutkan atau menggolongkannya tapi bagaimana guru menggunakan sumber tersebut di dalam kelas. 2  Yakinkan bahwa TIK adalah tercakup di dalam sesi ini dan digunakan sebagai dari strategi pembelajaran.Catatan untuk Fasilitator  Guru perlu memikirkan bagaimana memilih sumber pemebalajaran (bukan hanya buku teks) untuk mendukung stratetgi pembelajaran. Slide 5: Media dan peralatan pembelajaran tidak perlu tepat untuk jenjang perkembangan mental siswa (misalanya siswa kelas VII dapat diberi dasar-dasar teori limit) Slide 6: Sumber pembelajaran tidak perlu mengacu kepada rencana pelakasanaan pembelajaran Slide 7: Dengan menggunakan alat peraga maka proses belajar termotivasi. Slide 4: Media dan peralatan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan membantu siswa untuk mengembangkan tujuan pembelajaran lebih baik. minta mereka menulis BENAR pada sebuah kartu dan SALAH yang lainnya. sumber untuk mendukung pembelajaran.

sumber yang mana yang paling sesuai dengan pelajaran matematika. (11) Siapkan dan berikan peserta handout yang meringkas pentuntun untuk menggunakan pendukung pembelajaran atau sumber yang didasarkan pada (12) Lihat kembali daftar sumber pembelajaran. Printahkan mereka untuk memilih beberapa jenjang dan semester yang akan ajarkan.1 yang berisi gambar (daftar) dari sumber pembelajaran Tugas meraka adalah memilih pendukung/sumber pembelajaran yang paling tepat dari handout untuk mendukung pengajaran. (10) Fasilitator harus meyakinkan bahwa peserta mengoreksi pernyataan yang salah. dan terutama siswa minatnya akan timbul. tertarik. dan karena itu bersikap positif tertahadap pengajaran matematika. konsep-konsep abstrak dapat disajikan dalam bentuk kongkrit yaitu dalam bentuk model-model matematika yang dipakai objek penelitian. Slide 8: Alat peraga pembelajaran matematika membuat bentuk kongkrit menjadi konsep yang lebih abstrak Slide 9: Alat peraga yang digunakan hanya sekadar sajian yang tidak memiliki nilai-nilai yang tidak menunjang konsep-konsep dalam matematika Slide 10: Dengan alat peraga. Ia akan senang. Minta peserta. sediakan waktu presentase 5 menit untuk menjelaskan:  Apakah tujuan dari pelajaran atau kegiatan ini?  Yang mana sumber pembelajaran yang mereka pilih?  Mengapa mereka memilih sumber pembelajaran itu? pembelajaran?  Bagaimana mereka akan menggunakan sumber ini di dalam pelajaran?  Apakah yang mereka pikirkan ketika menggunakan sumber ini? (5) Umpan balik dari facilitator dan beberapa peserta. pernyataan dari quiz benar-salah. (media dan alat) yang berbeda.  Bagaimana sumber pembelajaran ini mendukung siswa untuk mencapai tujuan 124 . teransang. A (1) (2) (3) (4) Application (45 menit) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompk. Beri peserta handout 7.maupun guru. Beri setiap kelompok KD/Indikator sesuai jenjang kelas dan semester.

oleh sebab itu peserta diminta melakukan: (2) (3) Menelusuri sumber bacaan dari internet sebagaimana disebutkan dalam bacaan tambahan Membaca informasi tambahan 7. termasuk pelayananan terhadap anak lemah dan anak berbakat.Catatan untuk Fasilitator  Penggunaan sumber pembelajaran (media dan alat) dapat diakitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari: a. sebaiknya dipilih secara hati-hati untuk mendukung siswa tersebut sebaiknya imajinatif dan menciptakan sebuah pesan yang menarik untuk siswa. Pembentukan konsep b. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan seacar umum.1 dan informasi tambahan 7. 125 . Latihan dan penguatan 3 d. alat peraga sebagai obyek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. e. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Extension Sumber Pesan Kunci belajar mengembangkan kompetensi yang telah ditargetkan atau akan dicapai.2. Pengukuran: alat peraga dipakai sebagai alat ukur f. Pelayan terhadap perbedaan individual. R Reflection (5 menit) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. g. Pemahaman konsep c. Pemecahan masalah matematika. Sumber-sumber Sumber-sumber sebaiknya digunakan oleh siswa untuk mendukung pembelajaran.

st-and.rtf Penggunaan komputer untuk pembelajaran matematika  (http://www.oke.pdf  http://belajarblog.tk/  http://bebas.cbn.oke.doc  http://www. Sebuah Buku Sumber Alat Peraga.net.oke.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.ac.vlsm.org/v10/onno-ind-2/application/education/belajar-internetmelalui-istilah-internet-04-2001.doc  http://www.id/umum/yuhefizar-office.oke.or.or.id/tutorial/6Membuat%20MailMaerge.or.oke.org)  (http://imo.id/tutorial/Yamta~Email%20OKE.doc  http://www.or. Maletsky.id/tutorial/7Mencetak%20Dokumen.id/tutorial/5Membuat%20tabel%20dan%20kolom.id/tutorial/1Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20  http://www.php Menggunakan komputer untuk berkomunikasi dengan orang lain  http://www.id/tutorial/2Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20Kata.edu)  (http://turnbull.pdf  http://ikc.oke.kmpk.ac.id/data/tutorial/Membuat%20Slide%20Presentasi. Jakarta.doc  http://www.oke.doc  http://www.math. Mengajar Matematika.ugm.net.Max Sobel & Evan M.id/tutorial/3Melakukan%20editing%20sederhana.ca)  (http://forum.or.swarthmore.oke.id/tutorial/4Mengunakan%20Tabulasi.nctm. 2003 Dari internet: Membuat dan mengedit laporan dan presentasi  http://ikc.html) 126 .or. Erlangga. Bacaan Tambahan Aktivitas dan Stategi.uk/~history/Indexes/HistoryTopics.or.or.doc  http://www.mcs.doc  http://www.id/umum/deddy-word.cbn.php  http://www.

Handout Untuk Peserta 7. media. Cermati kompetensi dalam SK/KD sesuai jenjang dan semester SMP 2. Media Alat Peraga 127 . Pilih pendukung pembelajaran (sumber. dan alat) yang paling tepat untuk mengajarkan kompetensi pada point (1).1 SUMBER BELAJAR (MEDIA DAN ALAT) DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA Petunjuk: 1.

128 .

129 .

koran. serta lingkungan fisik. Sosialisasi KTSP ANALISIS SUMBER ANALISIS SUMBER BAHAN/ALAT BAHAN/ALAT • Buku teks. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. hasil penelitian. dsb) • Alat Praktek. dan indikator pencapaian kompetensi. penerbitan berkala (majalah. alat peraga • Bahan praktek 130 .Informasi Tambahan 7. tabloid. nara sumber.1 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. buku kurikulum. dan budaya. dokumen negara. alam. jurnal. sosial. kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran.

MEDIUM PERANTARA INFORMASI Penyampai informasi 4. PERASAAN. flash 2. ALAT BELAJAR (MODUL. ALAT BANTU PEMBELAJARAN Alat bantu bukan pengganti guru 3. Bahan ajar) 131 . SEHINGGA MENDORONG TERJADINYA BELAJAR PADA SISWA MEDIA ARE ANYTHING THAT CARRIES INFORMATION BETWEEN A SOURCE AND RECEIVER (HEINICH 86) MEDIA DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN PAI 1. powerpoint. DAPAT DILIHAT DAN ATAU DIDENGAR Model. KEMAUAN.MEDIA PEMBELAJARAN MEDIA ADALAH SEGALA SESUATU YANG DAPAT MENYALURKAN PESAN. DAPAT MERANGSANG PIKIRAN. REKAMAN. rekaman video.

MEMPERMUDAH PEMBELAJARAN DAN BELAJAR KRITERIA PEMILIHAN MEDIA  SESUAI KOMPETENSI.FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN 1. KEBUTUHAN. MENARIK PERHATIAN SISWA. MENUNTUN BERPIKIR KONGKRIT 9. SISWA LEBIH BANYAK BELAJAR. MEMBERIKAN PENGALAMAN NYATA 3. DAERAH. MENGAJAR LEBIH BERVARIASI KARENA TIDAK HANYA VERBAL DAN MEMBOSANKAN LANJUTAN 6. MENGATASI KETERBATASAN 4. BAHAN AJAR LEBIH BERMAKNA DAN DAPAT DIPAHAMI SISWA 5. DAN BIAYA  KEADAAN SARANA PENDUKUNG  KEMAMPUAN PENGELOLAAN  KETEPATGUNAAN/EFISIENSI  MUTU TEKNIS 132 . MENGEMBANGKAN MINAT DAN MOTIVASI 8. TIDAK HANYA MENDENGARKAN 7. SEHINGGA MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR 2. MEMBERIKAN PENGALAMAN YANG TAK MUDAH DIDAPAT 10. SISWA.

DIAGRAM. MAKET. SKETSA. GRAFIK. PAPAN PLANEL. CD. SKETSA DLL  MEDIA TIGA DIMENSI MODEL. BENDA. TUMBUHAN. ALAM BENDA TIRUAN: MODEL.MACAM MEDIA PEMBELAJARAN * MEDIA GRAFIS FOTO. DAN KOMPUTER MACAM MEDIA PEMBELAJARAN (Lanjutan)  MEDIA DUA DIMENSI GAMBAR. TAPE RECORDER. FILM. OHP. KALIMAT SARANA PENGAJARAN GRAFIS GAMBAR DIAM DAN BERGERAK REKAMAN GAMBAR SUARA/GBR DAN SUARA PROGRAM 133 . MINIATUR. TV. REPRO DLL  MEDIA PROYEKSI SLIDE. DAN ALAM JENIS MEDIA PEMBELAJARAN        BENDA SEBENARNYA: OBJEK. DVD. DIAGRAM. MAKET. LAB BHS. MP3 * MEDIA PROYEKSI SLIDE. VCD. REPRO SIMULASI SARANA PENGAJARAN VERBAL: KATA. BULETIN * MEDIA AUDIO RADIO. GAMBAR. LCD * MEDIA AUDIO VISUAL VCD. BINATANG. FOTO. FILM. DVD. OHP.  MEDIA LINGKUNGAN BENDA.

TULISAN. BENTUK. KESEIMBANGAN HARUS BAGUS  DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA 134 .MEDIA PEMBELAJARAN YANG BAIK  UKURAN HARUS BESAR. ARTINYA MEMBERIKAN PEMAHAMAN NYATA LANJUTAN  GAMBAR ATAU FOTO YG BAIK SEBAGAI MEDIA YANG MENGANDUNG GERAK DAN BERWARNA  TAMPILAN SEDERHANA TIDAK KOMPLEKS. GAMBAR. KOMPOSISI. WARNA. TIDAK MENIMBULKAN MAKNA GANDA. MUDAH DIPAHAMI. ARTINYA DPT DIBACA SISWA SELURUH KELAS  PESAN JELAS TIDAK TIMBUL MAKNA GANDA  GAMBAR BERWARNA LEBIH BAIK DARIPADA HITAM PUTIH  BENTUK ATAU GAMBAR HARUS REALISTIK.

Hanya beri nilai 5 jika.2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran # C 13 Indikator/ Aspek yang diamati Beri nilai 1 jika …… Beri nilai 2 jika ….Informasi Tambahan 7. pemutar video berfungsi dengan baik dan guru videonya dan juga berguna untuk memperbaiki pemahaman. pemutar video tidak berfungsi. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media Pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran digunakan namun guru secara efisien (misal: guru tidak dapat Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien oleh guru. namun tidak secara telah terorganisir tidak membantu memperbaiki pemahaman. ide mereka) cadangan bila terjadi hal yang tak terduga telah memeriksa kaset media yang digunakan peserta ajar dalam ketrampilan atau ide- membantu para siswa Media pembelajaran telah dipersiapkan dan digunakan secara efektif oleh guru. Beri nilai 4 jika…. ketrampilan atau ide- ketrampilan atau ide- namun tidak secara 135 . ide mereka) Semua kriteria untuk PLUS nilai 4 telah terpenuhi tidak menggunakannya Guru telah menyiapkan beberapa media alternatif sebagai Buku pelajaran satunya media digunakan merupakan satupembelajaran yang menemukan handout. guru tidak bisa mengoperasikan OHP/proyektor) maupun efektif (misal: tidak membantu meningkatkan pemahaman. Beri nilai 3 jika…….. ide mereka) ATAU efektif (misal: media secara baik namun peserta ajar untuk Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien dan efektif oleh guru (misal: semua handout telah dipersiapkan.

ide mereka) 15 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran telah dipersiapkan namun yang membantu peserta ajar ketrampilan atau ideBeberapa media Media pembelajaran digunakan oleh Semua kriteria untuk PLUS pembelajaran telah Siswa menggunakan sebagian dari media pembelajaran namun kurang memancing pelajaran) menggunakan adalah mereka dalam dipersiapkan namun yang menggunakan hanyalah sebagian telah dipersiapkan dan seluruh siswa untuk membantu mereka belajar (misal: para nilai 4 telah terpenuhi Guru telah menyiapkan beragam media yang kreatif dan menarik siswa dalam guru untuk membantu mengajar dan tidak (misal: guru kecil saja dari siswa terlalu tradisional dan inspirasi (misal: buku melibatkan para siswa menggunakan boneka manusia untuk bagian tubuh) (misal: beberapa siswa maju ke depan kelas dan menggunakan boneka model kerangka untuk bagian tubuh) siswa bekerja dalam dan masing-masing kelompok kelompok-kelompok untuk melibatkan para pembelajaran mereka model kerangka tulang mengenali bagian- mengenali bagian- menggunakan boneka mengenali bagianbagian dari tubuh) model kerangka untuk 136 .efisien (misal: tidak terorganisir secara baik namun mampu untuk memperbaiki pemahaman.

Perkembangan teknologi dan komunikasi yang pesat menempatkan peran guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. karena itu karakteristik dan gaya belajar mereka harus dipikirkan atau dipertimbangkan ketika merencanakan strategi belajar mengajar di kelas. inspiratif. Lingkungan belajar perlu disediakan agar lebih memberi suasana terutama di kelas yang fleksibel untuk mendukung siswa belajar dengan baik. Ketepatan strategi belajar mencapai kompetensi dari mata pelajaran matematika tetapi juga strategi mengajarkan siswa bagaimana seharusnya belajar. keterampilan. Strategi belajar mengajar yang mempertibangkan karakteristik siswa. dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. sikap.Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Sesi 8 Kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi menyatakan bahwa kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual dengan kehidupan nyata. Pencapaian kompetensi melalui pengalaman belajar yang sesuai ditentukan oleh strategi belajar mengajar yang tepat. menyenangkan. strategi belajar interaktif. menantang dan memotivasi siswa untuk mengajar harus di susun sedemikian rupa sehingga dapat memberi suasana yang berpartisipasi secara aktif. Untuk mengakomodasi karakteristik siswa yang beragam. Terdapat bentangan sumber belajar mulai dari yang paling sederhana misalnya buku teks sampai pada yang canggih misalnya komputer/internet dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik. Lingkungan belajar yang kondusif mempunyai dampak yang kuat terhadap pembelajaran karena dapat mempromosikan atau mengahalangi proses pembelajaran. tujuan pembelajaran. 137 . Untuk mendukung strategi belajar mengajar yang efektif dibutuhan pencipataan lingkungan belajar baik fisik dan emosional. dan lingkungan belajar baik fisik dan emosional akan berjalan dengan baik jika ditunjang oleh adanya sumber belajar yang memadai. mengajar yang dimaksudkan di sini tidak hanya mencakup strategi guru dalam Pendahuluan Siswa adalah subyek pembelajaran. relevansi dengan kehidupan nyata.

Cakupan materi pada standar kompetensi sifatnya masih luas.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. tujuan pembelajaran yang diampu”. Kompetensi 17. Untuk memudahkan guru dalam mengembangkan kurikulum.” inti 6. empatik. Kompetensi “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran pembelajaran untuk untuk Tujuan dan Hasil Belajar relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”. Kompetensi inti 3. suatu strategi belajar mengajar yang efektif yang mengintegrasikan seluruh aspek pendidik dan tenaga kependidikan. Kata kerja yang digunakan terkait dengan tingkat berpikir yang diperlukan untuk mempelajari suatu mata pelajaran. khususnya kompetensi inti 4. RPP.2 “Menerapkan berbagai pendekatan. dan menggunakan kata kerja operasional yang mudah diukur. metode. Kompetensi inti 2. Kompetensi inti 4.3 yaitu guru mampu pembelalajaran (silabus.1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”.” 138 . maupun lapangan. dan santun dengan peserta didik”.” 15. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. laboratorium. Kompetensi inti 2.2 “Menyediakan berbagai kegiatan 18. yaitu: 11.1 16. Hal ini sesuai Permen No 16 Tahun 2007 tentang standar kompetensi dapat diharapkan akan mencapai prestasi hasil belajar yang optimal. RPP merupakan acuan untuk merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. “Berkomunikasi secara efektif. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”. 12.). Mereka yang berminat tugas guru adalah membangkitkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran melalui pembelajaran . 13. Kompetensi inti 7. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti yang dibahas pada sesi-sesi sebelumnya (sesi 1. Oleh karena itu. Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan garis-garis melaksanakan program pembelajaran. mengaktualisasikan potensi peserta didik.3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai 14. Kompetensi dasar memiliki cakupan materi yang relatif lebih sempit. termasuk kreativitasnya.7). baik untuk kegiatan di dalam kelas. strategi. Tingkat pencapaian kompetensi dasar sangat ditentukan oleh minat peserta didik terhadap mata pelajaran. inti 6. standar kompetensi diuraikan menjadi sejumlah kompetensi dasar.

dan LCD sebelum memasuki sesi ini. Petunjuk Umum Pantau dan arahkan seluruh aktivitas dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan 139 .3 yaitu “menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. peserta akan dapat: Menyusun garis besar pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran. OHP. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Ingat bahwa informasi umum perihal RPP telah diperoleh peserta pada pelatihan modul dasar 2 BTL. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Pertanyaan Kunci Strategi belajar mengajar apa yang akan digunakan dalam pelajaran? Mengapa atau apakah strategi yang digunakan sudah tepat untuk siswa? Bagaimana strategi yang digunakan mendukung pengembangan kompetensi? Bagaimana menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Mengapa menggunakan tata ruang kelas? Bagaimana tata ruang ini mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. Karena pentingnya sesi ini maka fasilitator hendaknya menfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. tercapai secara optimal. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop. fleksibel. Manfaatkan peralatan yang tersedia semaksimal mungkin. laboratorium.Fokus dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan kompetensi inti 4. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini. Jadi jangan terjebak dengan pengertian umum. Perlakukan peserta sebagai pebelajar dewasa. baik untuk kegiatan di dalam kelas.3. maupun lapangan ” sebagai persiapan melakukan mikro teaching. RPP yang dimaksud dalam sesi ini adalah RPP mata pelajaran matematika.

2: ”Rubrik penilaian rencana pembelajaran” Sesi ini berlangsung selama 90 menit. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta menyusun pembelajaran yang menghimpun seluruh mengerjakan pertanyaanpertanyaan kunci dan handout 8.1: ”Standat Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika jenjang SMP” Informasi tambahan 8.1 dan informasi 8. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi ICT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema. sesi 1-7 ke dalam pembelajaran yang 140 . pembelajaran selama sesi. kemampuan dari sebuat strategi utuh menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. mempelajari tambahan .1: ”Konstelasi hubungan strategi pembelajaran antar sesi” Handout dikembangkan peserta” untuk peserta 8.1.Kertas flipchart Sumber dan Bahan Spidol marker besar Penggaris panjang. menjawab pembelajaran.2. Peserta diperoleh dari Application Peserta bekerja Berdasarkan 60 menit dalam kelompok. handout 8. outline 5 menit Peserta Reflection merangkum Extension bacaan Di luar sesi. Dokumen standar isi matematika Handout untuk peserta 8.2.2: ”Rancangan outline pembelajaran yang akan Informasi tambahan 8. informasi tambahan 8. hububungan berisi konstelasi antara strategi pembelajaran. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. tujuan dan hasil serta Connection Peserta 20 menit mereview materi yang telah sesi 1-7.

Pada hari berikutnya dia membawa kaleng masing-masing. masing menjumpai kesukaran. Introduction (5 menit) 1 C (1) Minta peserta melihat kembali hal-hal yang telah dipelajari pada sesi 1-7. (2) Minta peserta menuliskan karakteristik utama atau kata-kata kunci dari setiap sesi 1-7. Energeizer ini berjudul “Menakar bensin sama isinya” hasilnya. Tanyakan point-point penting dari setiap sesi yang telah dipelajari. Jelaskan bahwa indikator (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. yang dibawanya dalam jeriken besar. dan 13 liter.Energizer berikut merupakan energizer yang berhubungan dengan sesi ini. Nah teman-teman coba tolonglah bagaimana cara Energizer Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4.3 hasil belajar yang telah diperoleh pada sesi 1 -7. Di kantornya hanya mempunyai kaleng yang berukuran 3 liter. hasil belajar dan pertanyaan kunci. 11 liter. Connection (20 menit) 141 . Akan tetapi alangkahnya kecewanya mereka ketika hendak membaginya 8 liter masingmembaginya sama rata sehingga masing-masing mendapat 8 liter. Makna dari energizer ini adalah bahwa apa yang dimiliki perlu ditata penempatannya agar maksimal termanfaat secara baik. Catatan untuk Fasilitator  Sesi ini sebaiknya memuat durasi lebih panjang dimana peserta dapat bekerja  Fokus dari sesi ini adalah menyusun strategi pembelajaran dengan menggunakan  Fasilitator menyampaikan penting memiliki dan menguasai kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No. Penataan ini membutuhkan strategi yang tepat agar sumber daya yang ada Tiga orang pegawai mendapat pembagian bensin sebanyak 24 liter. keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. dalam kelompok untuk mempersiapkan sebuah mikro teaching.

Melihat sesi mana yang merupakan dasar dari sesi lain. Dapat dilakukan dengan diagram. Dengan demikian sesi ini adalah ringkasan dari seluruh kemampuan sebelumnya yang merupakan inti dari modul ini. sesi mana yang saling (5) Bagikan kepada setiap kelompok handout 8. (4) Outline         pembelajaran. Kelompok tersebut seterusnya. harus mencirikan atau dengan kata lain menjawab misalnya kelompok kelas VII semester 1. kelompok kelas VII semester 2 dan Application (60 menit) pertanyaan. berisi rancangan outline pembelajaran.1.1.pertanyaan berikut: Strategi belajar mengajar apa yang akan anda gunakan dalam pelajaran ini? Bagaimana strategi tersebut mendukung pengembangan kompetensi? Mengapa? apakah strategi yang digunakan tersebut sudah tepat untuk siswa? Bagaimana menghubungkan pembelajaran itu dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Gambarkan dalam sebuah diagram. mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Mengapa menggunakan tata ruang kelas tersebut? Bagaimana tata ruang ini (5) Peserta mengerjakan handout 8. (6) Minta kepada setiap kelompok menyimpulkan hasil kerja mereka dari handout 8. (3) Susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7. A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok (2) Bagi peserta dalam kelompok sesuai dengan jenjang kelas. (4) Review hasil-hasil yang telah diperoleh dari sesi 1-7.(3) Minta peserta menghubung-hubungkan antara satu sesi dengan sesi lain. Tanyakan kepada peserta inti atau tujuan dari keseluruhan sesi. sesi mana yang menjadi prasyarat dari sesi lain. (7) Umpan balik dari fasilitator.2. Catatan Untuk Fasilitator Inti dari sesi ini adalah menggabungkan seluruh pemahaman peserta dari sesi 17. 142 . untuk mendiskusikan dan menyelesaikannya. Beri kesempatan selama 15 menit 2 mendukung. dan sesi mana yang dapat dilakukan secara bersamaan.

Kegiatan Inti. penilaian/refleksi.2. Kegiatan Penutup. dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.(6) Minta wakil masing-masing yang meraka kelompok telah menyajikan Beri selama 2 menit outline lain pembelajaran menanggapi. dan Konfirmasi. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikut. dan cakupan materi peserta didik secara fisik dan psikis. kreativitas. Elaborasi. 3 (7) Beri waktu selama 5 menit kelompok untuk menilai outline pembelajaran yang meraka telah dibuat. minat. berisi: Membuat rangkuman/simpulan. memberikan umpan balik. 3. pengayaan. yang menfasilitasi seluruh kemampuan yang telah diperoleh dari yaitu: kegiatan pendahuluan. menantang. dan kegiatan penutup. 1. berisi: Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang dilakukan secara interaktif. pembelajaran. Kegiatan Pendahuluan. Outline tersebut memuat sekurang-kurangnya tiga bagian. kemandirian. (9) Beri hadiah kepada kelompok yang paling cepat dan paling dalam menyusun outline R Reflection (5 menit ) kunci. kegiatan inti. kesempatan kelompok Catatan Untuk Fasilitator Kegiatan dalam aplikasi ini diarahkan untuk membuat outline (garis-garis besar) pembelajaran. (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. dibuat. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. yang meliputi: Eksplorasi. kepada peserta untuk melakukan kegiatan meringkas sehingga pada akhir sesi ini peserta memiliki ringkasan yang menyoroti hal-hal yang benarbenar merupakan titik kunci tentang mengajar dan belajar dari sesi ini. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. menjawab pertanyaan-pertanyaan 143 . mengaitkan dengan sesi 1 sampai sesi 7. menyenangkan. Kegiatan initi menggunakan strategi/metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran matematika. Agar penilaian efektif dapat menggunakan rubrik rencana pembelajaran pada informasi tambahan 8. (8) Beri waktu 10 menit. kegiatan tindak lanjut (remedi. tugas individu/kelompok). berisi: Penyiapan pengetahuan sebelumnya. inspiratif. menyampai kompetensi yang dicapai. menyampaikan 2.

id/akademik/sharefile/files/13112007191947_1809200718061 1_kubutekx_jadi. Bacaan Tambahan http://www.kompas.htmlm http://www.9k http://www.id/akademik/sharefile/files/2609200782828_kobuteks.com . E Minta peserta mempelajari kembali informasi tambahan 8.rt http://www. tujuan atau kompetensi.blogger. 144 .adprima.96k http://www.csun.suaramerdeka.pdf http://www. termasuk informasi tambahan sesi 1-7.lessonplanz.com/feeds/1345826977056316310/posts/default/362666313 0405328593 . dan penggunaan sumber yang mendukung pembelajaran tetapi bagaimana meramu itu semua ke dalam sebuah aksi untuk mendukung siswa belajar.html .com/LessonPlan/index. Minta mereka Extension berbasis SK/KD dalam menyusun outline pembelajaran yang baik sebagai persiapan Guru diharapkan tidak hanya mengetahui strategi belajar mengajar yang tepat untuk Pesan Kunci siswa.com/teachers/lesson_plans/ http://www.com/kompas-cetak/0604/12/jogja/22994.tapperware.ac. penataan kelas yang baik.com/lesson http://www.com/harian/0410/25/opi04.ac.org/uploads/File/instrument/inst_portofolio.rtf http://www.edu/~hcedu013/plans.(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh dari sesi 8 pada jurnalnya masing-masing.teach-nology.htm .1 tentang rubrik peniliaian rencana menggunakan seluruh informasi tersebut dalam memilih satu strategi belajar mangajar untuk melaksanakan microteaching pada sesi 9.uny.htm .44k http://www. pembelajaran.10k http://www.sertifikasiguru.uny.

Handout untuk Peserta 8.1 Pilih satu Komptensi Dasar (KD) menurut kelas dan semester yang akan diajarkan. Adapun klasifikasi strategi pembelajaran tersebut seperti disajikan pada tabel berikut. Buatlah peta konsep/diagram/skema yang menggambarkan penggunaan seluruh strategi yang anda telah pelajari pada sesi 1-7. Klasifikasi A= B= Judul sesi Sesi 1: Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Sesi 2: Apakah yang sebaiknya Guru pikirkan ketika memilih strategi belajar mengajar untuk siswa? C= Sesi 3: Apakah yang sebaiknya guru pikirkan ketika mereka? menentukan strategi pembelajaran untuk mata pelajaran D= Sesi 4: Bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? Sesi 5: Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses BelajarMengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? E= F= G= Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? H= Sesi 8: Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran? 145 .

2 Deskripsi Keterangan Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Penutup 146 . susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7!.Berdasarkan jawaban yang Anda tulis pada bagian aplikasi. Tahapan Komponen Strategi Kegiatan Handout untuk Peserta 8. dengan mengikuti pola berikut.

5 5. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4.3 1. Memahami sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan 5. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Aljabar 2. serta penyajiannya 4.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur2. Memahami bentuk aljabar. sudut dengan sudut. himpunan Venn kurang (difference).2 Memahami konsep himpunan bagian 4. dan komplemen pada himpunan.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5. serta menentukan ukurannya 5. garis dengan sudut.4 Komptensi Dasar Melakukan operasi hitung bilangan bulat Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah unsurnya dan pecahan 1. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2.8 Melukis sudut Membagi sudut garis lain serta besar dan jenis sudut 147 . Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4. Memahami hubungan garis dengan garis. Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs Kelas VII.1 Memahami pengertian dan notasi 4.7 5.3 Melakukan operasi irisan.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4.6 Menentukan hubungan antara dua garis.3 Menyelesaikan persamaan linear satu 2.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel variabel Kelas VII.Informasi Tambahan 8. gabungan.

Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3.6 Menentukan gradien.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku3. Menentukan unsur.3 Menggunakan hubungan sudut pusat. prisma dan limas 5.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius garis lurus 1. dan persamaan garis lurus Komptensi Dasar 1. panjang busur. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran ukurannya 4. relasi. prisma.2 Membuat jaring-jaring kubus. bagian lingkaran serta lingkaran Komptensi Dasar 4. persamaan dan grafik Geometri dan Pengukuran 3. Memahami sifat-sifat kubus. garis.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4. dan lingkaran data tunggal serta penafsirannya 148 . dan modus 3. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya Kelas IX. persekutuan dua lingkaran 5.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4. Memahami bentuk aljabar. balok.2 Memecahkan masalah pada bangun datar siku yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras Kelas VIII.Kelas VIII.1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1. luas juring dalam pemecahan masalah 4.4 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus. serta menentukan ukurannya 5. Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar 1.3 Menentukan rata-rata. Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah 3.3 Memahami relasi dan fungsi 1. dan bagian-bagiannya. balok. median. fungsi.4 Menentukan nilai fungsi 1. balok. limas.4 Menghitung panjang garis singgung 4. balok.

Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan 5.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret 6.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret aritmatika dan deret geometri dan barisan geometri sederhana 149 .4 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana Kelas IX.4.1 Menentukan pola barisan bilangan 6. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana Komptensi Dasar 5. Memahami peluang kejadian sederhana 4. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah berpangkat dan bentuk akar bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar berkaitan dengan bilangan berpangkat dan 6.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5.3 Memecahkan masalah sederhana yang bentuk akar 6.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan 5.3 Menentukan ruang sampel suatu percobaan 4.

Beri nilai 1 jika… Beri nilai 2 jika… Beri nilai 3 jika… No 1 1.Informasi Tambahan 8.1 Komponen Kejelasan Hasil Pembelajaran Kejelasan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan Tujuan Pembelajaran jelas Dinyatakan tetapi tidak (misalnya: dapat ditafsirkan berbeda-beda) Tujuan pembelajaran tidak dapat diukur dinyatakan dan jelas tetapi (misalnya: beberapa tujuan menyatakan bahwa siswa dipelajari tetapi mereka tidak dapat melakukan sebagai hasil dari pelajaran) dapat melakukan apa yng Tujuan pembelajaran diukur.2 Rubrik Penilaian : Instrumen Penilaian Kinerja: Rencana Pembelajaran Gunakan rubrik ini untuk membantu memberi angka untuk menilai rencana pembelajaran. dinyatakan jelas dan dapat (misalnya: dinyatakan apa hasil dari pembelajaran Beri nilai 4 jika… yang siswa pelajari sebagai 150 .

tidak jelas atau Materi pelajaran jelas tetapi tidak berhubungan dengan tujuan pembelajaran Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran tetapi tidak berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya.) Tujuan pembelajaran dirangkai atau (misalnya: dikategorikan (misalnya: mengelompokkan ke dalam aspek atau menuliskannya sesuai urutan dalam KTSP) Tujuan pembelajaran KD berhubungan dengan SK.3 Kejelasan urutan tujuan pembelajaran Objectives Clarity of ranking of Learning Urutan tidak dinayatakan dengan jelas stated Learning objectives are not Urutan dinyatakan dengan jelas tetapi tidak dirangkai. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran dan berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya. I. dan keterampilan sikap dan keterampilan) menengah setiap siswa (misalnya. mensintemensa atau mengevaluasi materi pelajaran) mengcopy informasi dari satu temapat ke tempat lainnya) I.4 Keseuaian Tujuan Pembelajaran dengan Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan atau tidak atau KD berhubungan dengan SK Beberapa tujuan pembelajaran berhubungan dengan SK. fakta atau pembelajaran sebelumnya atau keterampilan tingkat tinggi (misalnya: menganalisis. Tujuan pembelajaran hanya meliputi satu aspek saja (misalnya pengetahuan) (misalnya siswa hanya Tujuan pembelajaran meliputi 2 aspek atau lebih (misalnya pengetahuan. dikelompokkan dan diranking menafsirkan fakta dari apa yang mereka telah pelajari. siswa dituntut untuk menjelaskan. 2 2. menyimpulkan atau Tujuan pembelajaran dan menuntut siswa menggunakan meliputi 2 aspek atau lebih dan keterampilan rendah dituntut untuk belajar dan menghapal pengetahuan. Penulisan tujuan pembelajaran/indicator SK atau KD dan diperoleh diturunkan dari hubungannya sangat jelas.1 PEMILIHAN MATERI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Materi pelajaran tidak tidak sempurna dinyatakan.I.2 Ruang Lingkup Tujuan Pembelajaran Ruang lingkup tujuan pembelajaran tidak dinyatakan dengan jelas. sa. Tujuan pembelajaran ranking dalam urutan dari mudah ke sulit. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk atau aktivitas tetapi tidak atau aktivitas tetapi yang 151 . KD tetapi lainnya tidak berhubungan.

diorganisasikan atau alur Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas tetapi tidak logis (misalnya: materi materi lain) tidak berkaitan dengan Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas dan logis tetapi hanya pada satu Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur sesui dengan mata pelajaran.2 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Materi tidak jelas atau sesuai dengan karakteristik atau terlalu mudah pada umumnya siswa) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa namun tidak menantang dapat melakukan tetapi baru) (misalnya: umumnya siswa mereka tidak belajar hal Materi jelas atau sesuai dan lebih menantang (misalnya: materi membantu siswa dengan karakteristik siswa kehidupan) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa dan dikhususkan untuk karakteristik siswa secara iperorangan (misalnya: ada materi tambahan – dikhususkan untuk siswa yang pandai dan materi lambat) remedi untuk siswa yang siswa (misalnya terlalu sulit mempelajari hal baru) 3 3. Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada tetapi perencanaan pembelajaran tidak materi alokasi waktu yang bahasan sebelumnya – materi berhubungan dengan materi lain) Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada dan perencanaan “aktivitas pengisi” materi alokasi waktu yang pembelajaran memuat menyelesaikan pelajaran awal PILIHAN MATERI/MEDIA PEMBELAJARAN memuat “aktivitas pengisi” 152 .kehidupan) 2.4 Ketepatan waktu " Pengisi" suatu aktivitas ekstra yang guru siapkan untuk mengisi waktu jika beberapa siswa 4 Waktu tidak dinyatakan atau tidak jelas. Waktu ada tetapi terlalu banyak atau terlalu sedikit dibandingkan waktu yang dialokasikan. Kemajuan belajar berarti bahwa orang belajar menyusun pengalaman dari pengalaman sebelumnya materi jelas dan logis dan pokok bahasan (misalnya: jelas dari pembelajaran tetapi tidak dengan pembelajaran ada keterkaitan jelas syang diantara mata pelajaran yang jelas pembelajaran pokok bahasan dan pembelajaran pokok (misalnya: ada keterkaitan sebelumnya—materi tidak jelas bagaimana hubungannya dengan pokok bahasan lain) 3.3 PENGORGANISASIAN MATERI AJAR Alur dan pengaturan materi Rencana pelajaran tidak materi tidak jelas.

153 . busur lingkaran dan keliling lingkaran. 4. (misalnya siswa hitung dengan hitung) Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi hanya sebagian yang sesuai sesuai dengan tingkat kelas kelas IX diajarkan operasi menggunakan mistar No learning resources or media are listed dengan tingkat kelas siswa.2 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang sesuai dengan materi pelajaran (misalnya dinyatakan tetapi kurang Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi tidak memahami materi dapat membantu siswa pelajaran dengan lebih dimensi dua untuk membantu siswa dimensi) menggunakan kalkulator pada materi melukis segitiga) baik.4.1 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Sumber belajar/media ada tujuan pembelajaran namun tidak sesuai dengan (misalnya buku tes siswa dapat mengembangkan siswa) keterampilan pengukuran Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran tetapi tidak dapat membantu pengembangan tujuan baik (misalnya: guru Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran dan dapat membantu pengembangan tujuan pembelajaran dengan lebih baik (misalnya: guru pembelajaran dengan lebih menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran dan menggunakannya. (misalnya sebuah roda siswa mengetahui 4.) tetapi siswa tidak memiliki menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran menggunakannya.) dan siswapun memiliki dan Ada sumber/media yang dinyatakan dan dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik. (misalnya siswa kelas IX menggunakan kalkulator grafik untuk mengetahui grafik persamaan kuadrat). (misalnya gambar memahami bangun 3 sepeda untuk membantu pengertian jari-jari lingkaran.3 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi kurang siswa.) Ada sumber/media yang dinyatakan dan sesuai dengan tingkat kelas siswa.

1 KEJELASAN SKENARIO PEMBELAJARAN Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak lengkap (misalnya tidak mencakup seluruh langkah-langkah pembelajaran mulai dari pembuka hingga penutup) Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak mendalam (misalnya tidak memuat ruang untuk latihan atau dilakukan) contoh-contoh yang dapat Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi kurang siswa sesuai dengan karakteristik 154 . misalnya sesui dengan langkahStrategi pembelajaran. pendekatan dan metode dengan materi serta dapat membantu siswa terlibat yang diajarkan.5 5. Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan karakteristik siswa (misalnya menugaskan yang memiliki Strategi pembelajaran.4 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Strategi pembelajaran. pembelajaran memadukan semua teori dasar. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi dan karakteristik siswa sesuai dengan umur dan aktif dan memahami apa menyenangkan (misalnya bergantung kepada buku teks) 5. jelas tetapi kurang sesuai (misalnya banyak strategi dari buku teks. dan lengkap serta memuat contoh-contoh yang dapat 5. Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan ruang untuk latihan atau dilakukan pada semua tingkatan kelas. dinyatakan dan sesuai pendekatan dan metode pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan materi. Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode jelas tetapi tidak sesuai (misalnya siswa dengan hasil pembelajaran menyelesaikan tugas pendekatan dan metode Strategi pembelajaran.2 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode tidak dinyatakan dan membingungkan. pengalaman dan praktik) Strategi pembelajaran. dinyatakan dan sesuai dengan materi tetapi dangkal dan tidak pendekatan dan metode hasil pembelajaran dan kompetensi (misalnya strategi dengan hasil pembelajaran yang mengikuti rangkaian guru melakukan pengajaran langkah pada buku teks) pendekatan dan metode jelas dan sesuai dengan menulis padahal mereka dituntut untuk mampu bercakap) 5.3 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Strategi pembelajaran. tidak dinyatakan dan membingungkan. Strategi pembelajaran.

siswa mulai Strategi pembelajaran.1 KERINCIAN SKENARIO PEMBELAJARAN RIncian aktivitas pengajaran dan pembelajaran Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan lengkap dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan jelas dan perencanaan memuat perintah dan lain sulit untuk melaksanakan pembelajaran tetapi tidak membingungkan. siswa baru saja memulai mempelajari sebuah keterampilan tetapi dimana siswa sendiri harus melakukan kegiatan itu secara mandiri) guru menggunakan strategi belajar bagaimana menggunakan suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar. pendekatan dan metode dinyatakan dan sangat siswa sesuai dengan tingkatan (Misalnya siswa mulai mempelajari suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar. penjelasan bagi siswa. tidak dinyatakan dan membingungkan.penguasaan matematika rendah untuk 5. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan tingkatan Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan dan lebih sesuai dengan tingkatan siswa kebutuhan siswa tetapi tidak sesuai dengan (misalnya.5 Kesesuaian langkah-langkah proses pengajaran dan kelas siswa pembelajaran dengan tingkat Strategi pembelajaran. Guru memilih metoda untuk siswa praktek menggunakan keterampilan tetapi tidak ada umpan balik untuk peningkatan siswa ) 6 6. Guru penjelasan bagi siswa. Guru Dengan benar rencana Dengan benar rencana tersebut jika hanya RPP mengikuti instruksi dari Waktu dinyatakan tetapi 6. Guru lain mudah untuk melaksanakan dengan benar rencana tersebut.2 Kesesuaian waktu yang Waktu tidak dinyatakan Waktu dinyatakan tetapi Waktu dinyatakan dan 155 . pembelajaran lengkap dan jelas tetapi perencanaan tidak memuat perintah dan lain tidak dapat melaksanakan tersebut. pembelajaran lengkap dan langkah pengajaran dan jelas serta memuat pembelajaran lengkap dan perintah dan penjelasan bagi siswa. Guru memilih metoda praktek dengan menggunakan ketrampilan dan memastikan mengajar ada umpan balik yang dapat meningkatkan keterampilan siswa) Ada rincian langkah- siswa (Misalnya. menyelesaikan soal sulit) pendekatan dan metode Strategi pembelajaran.

30% menutup pelajaran) (misalnya. Ada penjelasan bagaimana tidak melukiskan instrumen teknik penilaian tetapi melakukan penilaian tetapi bagaimana menggunakan (misalnya RPP menyatakan Ada penjelasan bagaimana melakukan penilaian dan juga melukiskan instrumen bagaimana menggunakan bahwa akan dilakukan dikatakan siswa tetapi tidak menjelaskan rubric kinerja) teknik observasi apa yang bagaimana menggunakan 156 . Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas tetapi pembelajaran. Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas dan pembelajaran sesuai dengan tujuan (misalnya: unjuk kerja tidak sesuai dengan tujuan (misalnya: teknik bertanya untuk mengukur keterampilan) untuk mengukur keterampilan.2 Kejelasan prosedur evaluasi Tidak ada kejelasan teknik penilaian bagaimana melakukan Tidak ada penjelasan bagaimana melakukan tidak jelas. 5-10% membuka pelajaran. 7. bertanya untuk pengetahuan dan pengamatan untuk mengukur sikap).1 EVALUASI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada teknik penilaian yang dinyatakan are stated No assessment techniques Ada teknik penilaian pada RPP tetapi membingungkan. 7080% materi dan 10-15% menutup pelajaran 7 7. pelajaran. (contoh:.diberikan dengan tahapan pelajaran atau membingungkan confusing t Timing is not stated or is tidak meliputi tahap-tahap pelajaran tidak proporsional untuk tahap-tahap pelajaran. 30% materi. 40% membuka proporsional untuk tahaptahap pelajaran the lesson is Timing of each stage of proportionate.

membingungkankan. tetapi sangat kurang dan Instrumen penilaian tersedia dan jelas tetapi tidak sesuai dengan teknik penilaian atau proses yang diuraikan dalam RPP (misalnya instumen Instrumen penilaian tersedia dan jelas dan sesuai dengan teknik diuraikan dalam RPP penilaian atau proses yang (misalnya RPP menyatakan penilaian yang dinyatakan bahwa penilaian akan observasi apa yang akan dilaksanakan dengan yang tersed kerja) dilakukan dalam bentuk dikatakan siswa dan format observasi tersedia lengkap dengan rubrik penilaiannya.1 KELENGKAPAN INSTRUMEN EVALUASI Ketersediaan instrumen Tidak ada instrumen yang tersedia. Instrumen penilaian ada.8 8. observasi tetapi instrument 157 .

2) kompetensi penguasaan materi. 3) kompetensi penguasaan strategi pembelajaran. 16 tahun 2007. Pada akhirnya kemampuan memilih strategi belajar. dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan. menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui lingkungan fisik dan emosional kelas. menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif. Impelementasi KTSP sebagaimana diamanatkan pemerintah. Hal ini sejalan dengan Permen No. kompetensi guru yang harus dimiliki dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Sesi ini akan memfasilitasi peserta untuk memperoleh kompetensi yang dibutuhkan dalam pengajaran dan pembelajaran matematika melalui kegiatan micro teaching sehingga peserta dapat mempraktikkan seluruh hasil belajar yang telah diperoleh peserta selama pelatihan. dan kompetensi 23 yakni mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Guru yang efektif adalah yang mampu melakukan pengajaran dan pembelajaran serta mampu membelajarkan siswa dengan baik. memilih media dan alat peraga pembelajaran akan dilihat hasilnya dalam praktek pengajaran di kelas. Mengacu kepada instrumen penilaian sertifikasi guru. 4) kompetensi memicu dan memelihara keterlibatan siswa. tidak hanya ditentukan oleh ketetapan dalam aspek dokumen kurikulum (silabus dan RPP) tetapi yang terpenting adalah bagaimana guru mengimplementasikannya melalui strategi pembelajaran yang tepat dan bermakna sesuai tahap perkembangan peserta didik. yang mendorong guru mengembangkan kompetensi ini 4. meliputi: 1) kompetensi pra pembelajaran. kompetensi 10 yaitu guru mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. mengetahui gaya belajar dan karakteristik siswa. 158 .Micro-Teaching Pendahuluan Seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1 – 8 hanya akan bermakna jika guru memiliki kemampuan mempraktikkannya dalam pembelajaran di kelas. Pengembangan profesionalitas dan karir guru harus memperhatikan kemampuan guru dalam mengimpelmentasikan kurikulum di kelas. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari pelatihan (inservice Sesi 9 training) yang secara sistematis dan berkesinambungan dirancang khusus untuk membekali guru menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran secara tepat. di laboratorium. 5) kompetensi menilai pembelajaran dan kompetensi penggunaan bahasa serta 6) kompetensi menutup pembelajaran.4 yaitu guru mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. 3) kompetensi penggunaan media/sumber belajar.

Peserta diarahkan agar peserta menggunakan seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1-8 didalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika di kelas dalam bentuk micro teaching. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu. kompetensi inti ke-10 ”melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas 159 . teachers can assess their own performance through reflection and self assessment or colleagues can assess teachers through observation and providing feedback through micro teaching or daily lessons. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru untuk melakukan penilaian diri (self assessment) dan kolega sehingga pada saat mengikuti sertifikasi guru yang sebenarnya.Throughout teaching career teachers need to continue improving your knowledge and skills in all aspects of teaching and learning. Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. Hal terpenting lagi dari sesi ini adalah bahwa peserta akan saling melakukan penilaian pengajaran dan pembelajaran dengan menggunakan instrumen pelaksanaan pembelajaran seperti yang digunakan dalam sertifikasi guru. One effective way to improve as a classroom teacher is to have teaching performance assessed. pembelajaran” dan kompetensi inti ke-23 ”mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif”. micro teaching digunakan peserta untuk berbagi pengalaman. Kesempatan Tujuan dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan lebih jauh Tujuan dan Hasil Belajar kompetensi inti ke-4. peserta telah memiliki persiapan dan gambaran bagaimana melakukan kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika yang efektif agar memperoleh nilai sertifikasi yang tinggi. Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru. mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan masing-masing peserta dan bagaimana memperbaiki kekurangan guna menghasilkan pengajaran dan pembelajaran matematika yang lebih baik. yakni “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik”. Teachers need to be proactive in finding ways to develop as professionals. Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. peserta akan dapat: Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi.4.

ke-10 dan ke-23 serta keberhasilan guru dalam penilaian sertifikasi guru pada unsur pelaksanaan pembelajaran di kelas. Pastikan bahwa seluruh peserta tampil melakukan micro teaching sehingga seluruh peserta dapat mengoptimalkan hasil belajar yang telah diperoleh.4. Buku pegangan sumber matematika Outline Pembelajaran ICARE .2: ”Catatn Perabaikan Pelaksanaan Pembelajaran” matematika sesi 8 yang dikombinasikan dengan model Sumber dan Bahan 160 .1: “Instrumen sertifikasi guru: penilaian pelaksanaan pembelajaran” Handout untuk peserta 9. Pantau dan tuntún kegiatan dalam sesi ini untukmencapai tujuan dan hasil belajar dan tercapai secara optimal. khususnya peralatan yang akan digunakan peserta melakukan micro teaching.Bagaimana melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika model ICARE dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi dalam pelajaran matematika? Apa sajakah kelebihan dan kekurangan apa yang ditemui dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika? Bagaimana melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika yang telah dilakukan? Bagaimana melakukan penilaian diri tentang strategi pembelajaran matematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru? Pertanyaan Kunci Peserta adalah mitra kerja atau kolega. dan LCD sebelum memasuki sesi ini. Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop. Perlakukan mereka sebagai pebelajar dewasa. Baca catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan fleksibel. Fokus dari sesi ini pada pelaksanaan dari semua pelajaran dari modul yang telah dilatihkan Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Bagi waktu yang tersedia dan sesuaikan dengan banyaknya peserta. Handout untuk peserta 9. Sebaiknya jadual telah diketahui peserta pada akhir sesi 8 untuk memberi kesempatan setiap peserta mempersiapkan diri. Siapkan jadwal melakukan micro teaching bagi semua peserta sebelum Petunjuk Umum memasuki sesi ini. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. OHP.

dan pertanyaan ini. 161 . tujuan hasil yang akan diperoleh. . I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 15 menit memaparkan tema.5x60 menit = 210 menit Waktu Penggunaan TIK untuk menunjang sesi ini merupakan sebuah pilihan dan akan bergantung pada perlengkapan apa yang tersedia di tempat Anda. Curah pendapat 140 menit Application Peserta dalam kelompoknya mempelajari ouline yang dan memilih pembelajaran dikembangkan di sesi 8. Tiap kelompok melakukan microteaching Reflection Peserta 10 menit meringkas pembelajaran dari sesi. manfaat micro teaching. Beberapa kemungkinan adalah: LCD dan Laptop untuk presentasi Sebuah kamera video untuk merekam kegiatan micro teaching peserta. dan menuliskannya refleksi ke dalam jurnal pembelajaran mereka. Peserta latihan microteaching. staretegi pembelajaran yang mengintegrasika semua aspek pembelajaran. micro teaching sekolahmasing-masing sebagai bagian dari in-service training. menjawab Extension Peserta menuliskan dalam Jurnal Refleksi Belajar Apa kekuatan seorang guru dan Apa yang perbaiki. Diskusi dan feedback dari kelompok lain.Papan Tulis dan Spidol Board Marker Flipcharts dan Spidol. kunci dari sesi Connection 45 menit tentang micro teaching. Sesi ini memerlukan waktu minimal 3. mereka perlu Mempraktekkan 20’. mereka tentang mereka sebagai pertanyaan.

Energizer berikut ini berhubungan dengan tema sesi ini. Berapa banyak cara yang dapat ditempuh untuk bepergian dari kota A ke kota C? 1 2 Energizer 1 2 3 P 4 3 C 1 2 A 1 Q 2 3 4 5 Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Gunakan bagian pendahuluan di atas untuk memberikan latar belakang singkat dari tema yang dibahas pada sesi ini. Jelaskan pada peserta bahwa mereka perlu dapat menjawab (3) Jelaskan peserta bahwa mereka akan melakukan micro teaching dengan pembelajaran yang telah mereka kembangkan pada sesi 8. Kegiatan ini akan membantu peserta untuk mengamati beberapa kunci pembelajaran dari pelatihan ini. Strategi pada dasarnya siasat mencapai suatu tujuan. Dari kota P ke kota Q atau sebaliknya tidak ada jalan. pertanyaan kunci pada akhir sesi ini.8. (2) Jelaskan tujuan dan hasil belajar dari sesi ini. Dari kota A ke kota P ada 3 jalan dan dari kota P ke kota C ada 4 jalan Dari kota A ke kota Q ada 2 jalan dan dari kota Q ke kota C ada 5 jalan. Fasilitator menyediakan bermacam-macam rute perjalanan. sampaikan pula pertanyaan kuncinya. dengan deskripsi sebagai berikut: Seseorang hendak bepergian dari kota A menuju kota C melalui kota P atau Q. yakni bahwa inti dari micro teaching adalah sebuah strategi pembelajaran yang mengintegrasikan semua kompetensi dari sesi 1. Introduction (15 menit) menggunakan outline pembelajaran yang mengintegrasikan semua aspek 162 .

Yakinkan peserta bahwa kegiatan ini akan membantu mereka mengembangkan kompetensi inti serta memperoleh nilai memuaskan pada penilaian sertifikasi guru sebagaimana yang telah dijelaskan pada tujuan dan hasil belajar.(4) Pastikan peserta mengetahui tujuan utama kegiatan micro teaching. (5) Sampaikan kepada peserta untuk dapat mengikuti sesi ini dengan baik dengan memberikan lembar penilaian di awal sesi. Mulailah pelajaran dengan cara menarik Banyak sekali guru matematika menggunakan waktu 2x40 menit dengan kegiatan: 30 menit----membahas tugas-tugas yang lalu 2 163 . tampilkan poin-poin penting yang harus dilakukan peserta dalam melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika seperti pada catatan fasilitator berikut: Catatan Fasilitators Mengajar adalah seni Guru harus mengetahui perlengkapan mereka Guru harus mengenal siswa yang mereka ajar Selain itu guru harus mengetahui bagaimana mengajar secara menarik Pembelajaran Matematika Model ICARE Pembelajaran matematika model ICARE adalah strategi pembelajaran matematika inovatif yang seluruh kegiatan pembelajaran pada setiap pertemuan (2x40 menit) mengikuti langkah-langkah:  Inroduction (pengenalan) 5 menit Ini merupakan kegiatan mengawali pelajaran. Ini bertujuan untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pastikan bahwa seluruh peserta mengetahui tujuan micro teaching dan manfaat mereka melakukannya. C (1) Lakukan curah pendapat selama 5 menit mengenai apa yang peserta pahami tentang micro teaching? Connection (45 menit) Catatan Fasilitators Ingat bahwa kegiatan pada sesi ini adalah memfasilitasi peserta dalam mengasah 1 kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajar pada sesi 8 dengan model ICARE yang lebih baik melalui penggunaan strategi belajar mengajar yang tepat untuk mencapai kompetensi tertentu dalam pelajaran matematika. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk apersepsi dan motivasi. yang dapat mereka peroleh melalui kegiatan micro teaching serta kesiapan (2) Melalui LCD proyektor.

3) kegiatan pemecahan masalah secara individu) dan sebagainya. Namun demikian langkah ini dapat menarik jika menggunakan strategi yang tepat. Siswa membuat catatan hasil belajar dan keterampilan yang diperoleh setelah mengikuti pembelajaran. 2) kegiatan lapangan (pengukuran/pengambilan data). Pada 5 menit terakhir guru harus meluangkan waktu untuk melakukan penilaian. Guru membuat catatan pada jurnalnya kelebihan dan kelemahan pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan khususnya pencapaian kompetensi pembelajaran yang lebih baik(lihat hasil belajar sesi 9 ini). Refleksi ditulis pada buku catatan siswa 164 .  Application (aplikasi) 50 menit Kegiatan aplikasi ini didominasi oleh siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang bertugas memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan informasi baru. misalnya: Jika anda memasuki ruangan kelas ini. ”Membahayakan” dan ”Merusak seluruh minat belajar siswa terhadap Matematika”. Pada langkah ini. kemukakan konsep matematika apa yang anda kemukakan?  Connetion (menghubungkan) 30 menit Kegiatan pada langkah ini berorientasi kepada guru dalam memberi informasi baru kepda siswa. Di samping itu langkah ini juga sangat baik untuk mengintegrasikan kompetensi kecakapan hidup pada siswa dengan menyiapkan kegiatan bagi mereka sebelumnya. Mulailah pelajaran dengan pertanyaan menantang atau memberi tantangan.. yakni menjadikan lingkungan dan konteks alam untuk dimanfaatkan siswa mengkostruksi informasi baru. Beberapa bentuk pendekatan yang dapat dilakukan diantarnya: 1) belajar koperatif.  Reflection (refleksi) 5 menit Kegiatan ini bertujuan untuk ”melihat kembali” proses pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan. Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dan siswa yakni: 1.20 menit ---memberi pelajaran baru 20 menit---membahas hal-hal yang tidak relevan dengan materi pelajaran 10 menit----menutup pelajaran Pendekatan rutin ini berbahaya karena akan mengakibatkan pembelajaran menjadi 3M yakni ”Membosankan”. 2. Tujuannya adalah untuk menggunakan dan mengembangkan informasi baru yang diterima siswa dalam memecahkan masalah matematika. Beberapa strategi yang dapat digunakan diantaranya: 1) menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual. dimana siswa diarahkan untuk menemukan sendiri informasi baru melalui serangkaian kegiatan. 2) Pembelajaran berbasis masalah.

Urutan tampil berdasarkan hasil undian. Catatan Fasilitators Nomer undian ini untuk menentukan urutan tampil melakukan presentasi 3 microteaching. namun dimaksudkan agar proses penilaian pelaksanaan microteaching mudah dilakukan. (3) (4) Setelah seluruh peserta menyiapkan seluruh kebutuhan micro teaching dan memahami bagaimana menggunakan instrumen penilaian. Anggap peserta berjumlah 5 orang maka setiap kelompok beranggotakan 5 orang.1 tentang instrumen penilaian sertifikasi guru unsur pelaksanaan pembelajaran. Minta mereka mempelajari dan menuliskan nama-nama peserta yang akan dinilai pada linstrumen tersebut. Application (140 menit) (2) Beri nomer undian kepada seluruh peserta dengan cara menghitung langsung dari nomor urut 1 hingga sebanyakpeserta. dan 4. Catat nama peserta dan nomor undiannya kemudian bagi peserta ke dalam kelompok. antara lain outline pembelajaran yang telah dibuat pada sesi 8. Namun demikian undian tidak langsung dilakukan sekali jadi namun dilakukan setiap peserta selesai melaksanakan microteaching sehingga konsentrasi peserta dapat terjaga hingga akhir sesi. Masing-masing anggota pada setiap kelompok akan saling menilai. Demikian seterusnya. kelompok II (nomer undian 5 – 8) dan seterusnya. A (1) Minta setiap peserta memeriksa kembali kelengkapan yang digunakan untuk keperluan microteaching. Beberapa kegiatan energizer diberikan. Salin setiap nomer undian peserta pada secarik kertas kecil kemudian gulung dan masukkan ke stoples. Jadi nomer undian 2 pada kelompok I hanya menilai anggota dalam kelompoknya yakni nomer undian 1. Pembagian peserta menjadi 5 kelompok bukan dimaksudkan seperti kelompok sebelumnya. Extension (perluasan) Buatlah strategi sehingga siswa merasa menyesal jam pelajaran sudah berarkhir. Bantu peserta mengingatkan kembali kelompok beserta nama-nama anggota kelompok dan nomer urutnya. Salah satu strategi adalah memberi permainan matematika kepada siswa untuk menutup pelajaran. media dan sumber yang digunakan dan lain sebagainya. antara 165 . Dengan demikian peserta akan terbagi menjadi kelompok I (nomer undian 1 – 5). jelaskan kepada lain: mereka apa saja yang harus mereka atur pelaksanaan micro teaching. Berikan pula setiap peserta lembar handout 9. 3.

- Peserta yang tampil melakukan mikroteaching berdasarkan undian dan - Setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan mikroteaching selama t

dilakukan setiap kali peserta selesai melakukan mikroteaching.

menit. (t adalah alokasi waktu masing-masing peserta, lihat catatan fasilitator 4) - Fasilitator memberikan petunjuk bila waktu habis, dan peserta harus menghentikan setelah t menit, meskipun kegiatan fasilitasinya belum selesai. - Segera setelah seorang peserta selesai presentasi, seluruh peserta yang diberi tugas (lihat catatan fasilitator 3) harus menyelesaikan penilaian terhadap penyaji.
Catatan Fasilitators

Alokasi waktu didasarkan kepada jumlah peserta. Semakin banyak jumlah peserta

4

maka semakin sedikit alokasi waktu yang dipergunakan untuk masing-masing peserta melakukan microteaching, demikian sebaliknya. Sebagai petunjuk dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap peserta, dapat dilakukan langkah sebagai berikut: 1) Waktu yang tersedia untuk bagian aplikasi adalah 400 menit. Alokasikan waktu untuk persiapan sebanyak 15 menit dan sharing ide selama 10 menit. Jadi total waktu untuk kegiatan microteaching sebanyak 375 menit. 2) Misalkan jumlah peserta sebanyak 25 orang maka alokasi waktu setiap peserta adalah 375 : 25 = 25. Jadi setiap peserta diberi waktu 15 menit. Dalam hal ini hendaknya pembagian waktu di dilakukan seefektif mungkin dengan memperhatikan kepentingan masing-masing kegiatan. Kurangi

(5)

Lakukan undian dan persilahkan peserta yang mendapat undian untuk tampil ke melakukan microteaching. Minta peserta memperhatikan dan melakukan penilaian. Perhatikan waktu pelaksanaan. Beri tanda kepada penyaji jika waktu. Kegiatan micro teaching berlangsung selama 375 menit.

(6)

Bagikan handout 9.2 tentang identifikasi kelemahan dan kelebihan pelaksanaan pembelajaran matematika (micro teaching) yang yelah dilakukan. Minta peserta menyelesaikannya selama 10 menit. Catatan Fasilitators Handout 9.2 merupakan pelengkap dari handout 9.1. Peserta harus melengkapi

5

handout 9.2 untuk memberi identifikasi kelebihan dan kekurangan peserta yang telah melakukan kegiatan microteaching beserta bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaannya sehingga proses pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajaran menjadi lebih baik.

R

(1) Melalui LCD, tampilkan pertanyaan kunci satu persatu dan persilahkan peserta menjawabnya.

Reflection (10 menit)

166

(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 9 pada jurnalnya masing-masing.

E

Kembalikan handout 9.2 kepada peserta untuk dijadikan tolak ukur dalam perbaikan pembelajaran matematika yang akan dilakukan di kelas pada sekolahnya masingmasing. Minta mereka mengembangkan strategi pembelajaran dengan model ICARE.

Extension

Melalui karir mengajar guru akan diperoleh perbaikan berkelanjutan terhadap pengetahuan dan keterampilan di dalam seluruh aspek belajar mengajar. Para guru perlu untuk proaktif di dalam menemukan cara-cara untuk mengembangkan pengajaran secara profesional. Satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas adalah menilai kinerja pengajaran, guru dapat menilai kinerja mengajar mereka sendiri melalui refleksi dan penilaian diri atau dengan rekan kerja yang dapat menilai para guru dengan pengamatan dan umpan balik melaui micro

Pesan Kunci

teaching or pelajaran sehari-hari.

167

Handout untuk Peserta 9.1
INSTRUMEN SERTIFIKASI GURU:

(Depdiknas 2007: Panduan untuk Pengembangan Portofolio)
IDENTITAS PESERTA 1. Nama (lengkap dengan gelar akademik) 2. Nomor Peserta 3. NIP/NIK 4. Pangkat/Golongan 5. Jenis Kelamin 6. Tempat, tgl lahir 7. Pendidikan Terakhir 8. Akta Mengajar 9. Sekolah Tempat Tugas 1) Nama 2) Alamat Sekolah : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : L/P*)___________________ : ________________________ : ________________________ : Memiliki/Tidak Memiliki*) ________________________ : ________________________ : ________________________ ________________________ 3) Kecamatan 4) Kabupaten/ Kota 5) Provinsi 6) No. Telp. Sekolah 7) Alamat e-mail 8) Nomor Statistik Sekolah 10. Mata Pelajaran/ Guru Kelas SD 11. Beban Mengajar per Minggu : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : __________________Jam_

PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

168

C. 3. II A. = sangat tidak baik = tidak baik = kurang baik = baik = sangat baik INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI PRAPEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan siswa Melakukan kegiatan apersepsi KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Pendekatan/startegi pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai Melaksanakan pembelajaran secara runtut Menguasai kelas Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Menghasilkan pesan yang menarik Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 169 . 4. 11. 7. 4. D. 2. 1 2 3 4 5 NO I 1. 13. 2. 5) sesuai dengan criteria sebagai berikut. 16. 8. 14. 3. 10. 6. B.LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1. 12. 9. 15. 5.

(………………………………………) NIP/NIK 170 . 21. F. 20. dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 III 23. atau kegiatan. baik.. NO E.17. atau tugas sebagai bagian remidi/ pengayaan Total Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 ………………………. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa Menumbuhkan keceriaan dan antsiasme siswa dalam belajar INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI Penilaian proses dan hasil belajar Memantau kemajuan belajar selama proses Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) Penggunaan Bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas. PENUTUP Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. ………………… Penilai. 22. 19. 18. 24.

Handout untuk Peserta 9.. Menurut pengamatan.2 Catatan Perbaikan Pelaksanaan pembelajaran Nama peserta Materi microteaching : ………………………………. penampilan anda pada saat melakukan microteaching sebagai berikut: 1. Masih perlu mendapat perbaikan pada: 2.. Patut menjadi contoh oleh seluruh peserta. : ………………………………. khususnya pada: 171 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful