Pengajaran Dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup-Matematika

Modul pelatihan ini dikembangkan dengan dukungan penuh rakyat Amerika melalui

United States Agency for International Development (USAID). Isi dari materi pembelajaran ini merupakan tanggung jawab konsorsium proyek Decentralized Basic Education 3 (DBE3) dan tidak mencerminkan pandangan USAID atau pemerintah Amerika Serikat.

Hal ini bukanlah pekerjaan yang Decentralized Basic Education Three (DBE3) Project.000. Menteri Pendidikan Nasional dan khususnya Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi sekarang mendapat tugas yang sangat besar untuk menjamin bahwa 3. DBE3 telah mengembangkan dan Kecakapan Hidup.000 guru yang sudah bekerja dan mudah di negara yang besar dan beragam seperti Indonesia. UU No. Peraturan perundangan yang disebutkan di atas telah digunakan sebagai basis untuk pengembangan bahanbahan pelatihan. dan Peraturan Mendiknas No 18/2007 tentang Sertifikasi Guru memerinci kualifikasi dan kompetensi minimum yang harus dimiliki oleh guru dan proses penilaiannya. USAID DBE3 Life Skills for Youth 1 . 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menuntut adanya peningkatan kualitas dan menetapkan bahwa Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) yang meliputi delapan standar dalam bidang pendidikan sebagai berikut:     Standar Isi Standar Sarana dan Prasarana Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Kompetensi Lulusan tahun 2003 Pemerintah  Standar Penilaian Pendidikan telah berusaha keras untuk Sejak Indonesia    Standar Proses Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Pendidikan mengembangkan standar ini khususnya mengenai guru. Peraturan Mendiknas No 16/2007 tentang Standar Kompetensi Guru. semua guru baru agar memenuhi standar ini. muatan dan proses. melaksanakan program pelatihan guru yang disebut dengan Program Pelatihan Untuk mencapai tujuan ini. yang didanai USAID. PP 19 /2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. bertujuan untuk mendukung Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan menengah pertama dan pendidikan non formal. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. UU No.Pengantar Program Pelatihan Kecakapan Hidup Gambaran Umum Sistem pendidikan formal di Indonesia sedang mengalami proses transformasi yang cukup besar. Apa yang Dimaksud dengan Program Pelatihan Kecakapan Hidup khusus dirancang untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup adalah program pelatihan guru yang secara mendukung Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk memenuhi standar nasional pendidikan dalam hubungannya dengan guru.

Semua guru diharapkan memiliki kompetensi USAID DBE3 Life Skills for Youth 2 . profesional. 3. pengajaran dan pembelajaran yang efektif melalui paparan “siapa” (guru dan siswa). Modul ini hidup yang lebih terperinci untuk “apa” (definisi) dan pendidikan profesional kecakapan standar kompetensi untuk masing-masing yang kategori. konsep pendidikan. guru-guru akan lebih dapat mengembangkan kompetensi inti pedagogik 1–10 yang kompetensi kepribadian. sebagai kompetensi kecakapan hidup yang utama bagi TIK dimasukkan siswa. 6. dan Dengan meliputi sosial. Modul ⇒ Modul ini adalah modul pengantar untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup. dan konsep utama tentang mutu pendidikan dalam konteks bangsa Indonesia. “sejauh bagaimana sesuai diperkuat dan dijadikan dasar bagi modul program berikutnya. Guru-guru akan mengenal definisi yang dikemukakan (Personal. guru-guru akan mengembangkan petunjuk portfolio dengan teknis (misalnya. Pengajaran Profesial dan Bagaimana Modul tersebut mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia Pembelajaran Bermakna Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional tentang kompetensi guru. Modul ini menyajikan prinsip dan konsep dasar tentang menggunakan modul ini. 8 dan 10. Tiga modul pertama adalah modul dasar. untuk membantu guru dalam memahami (pentingnya) (proses) Hidup. bagaimana mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke Modul ini membantu guru-guru untuk memahami dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sebagaimana Konsep pada persiapan hidup.Mengintegrasikan Kecakapan Kelas Hidup ke dalam Pembelajaran di pendidikan yang sebagai datang dan ⇒ Modul ini akan membantu guru-guru dalam memenuhi standar nasional pendidikan tentang kompetensi guru. ini profesional Depdiknas tahun 2007 dan akan mendapatkan bantuan untuk mulai menyusun portfolio dari 2.Bagaimana Program itu Dapat Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia? Tujuh buah modul telah dikembangkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia sebagaimana digambarkan secara detil berikut ini. “apa” (isi dan peraturan perundangan tentang pendidikan dan dilatih menggunakan beberapa format resmi yang disiapkan oleh pembelajaran). Sosial. 4. guru-guru akan mengenal perencanaan) mana” “bagaimana” (metode) dan Prinsip-prinsip (penilaian) dan “mengapa” (tujuan). belajar Depdiknas Melalui modul ini. belajar dan bekerja diperkenalkan Pengajaran menelaah masa dalam akan modul dituntut oleh peraturan perundangan di Indonesia. Modul & Isi 1. rencana pelaksanaan Selama pelatihan. Ketiganya memperkenalkan beberapa prinsip tersebut dapat digunakan oleh guru semua mata pelajaran. TIK untuk Pendidikan Kecakapan TIK sebagai Kecakapan hidup pokok dan sebagai perangkat Hidup “bagaimana” “mengapa” Kecakapan mengintegrasikan Kecakapan Hidup dan sepanjang kompetensi inti 2. Akademik dan Guru-guru pelatihan belajar teknik oleh Depdiknas dan kategori Kecakapan Vokasional) dan berbeda Hidup pembelajaran bermakna. modul ini akan lebih mengembangkan Pendidikan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional kompetensi guru.

Modul Kecakapan Hidup di dalam pendidikan adalah menyiapkan anak untuk belajar. dan pola pikir keilmuan yang mendukung matapelajaran yang diampu” (kompetensi inti 20) dan ”mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Pembelajaran dan PekerJaan ⇒ Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran mengidentifikasi dan beberapa yang ke Bermakna orang kunci yang terlibat dalam pengajaran pembelajaran ini Mengintegrasikan Kelas. kecakapan.pembelajaran dalam Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran yang Bermakna dan di Hidup ke dalam proses Pembelajaran Kelas. yang dipelajari di kelas relevan untuk dan masyarakat dapat digunakan sebagai pendidikan anak serta muda. guru-guru juga akan “menguasai materi. paling Empat modul (modul 4-8) berikutnya menggunakan konsep. Melalui perencanaan bagaimana bekerja bersama masyarakat untuk mendukung kegiatan pembelajaran. memadukan beberapa modul ini dan membantu guru dalam memahami “apa” (pentingnya) (definisi) dan yang “mengapa” penting “bagaimana” (proses) TIK untuk Pendidikan. struktur konsep. Modul ini memperluas konsep-konsep ini dan menganalisis bagaimana kecakapan kehidupan konteks sesudah sekolah. Oleh karena itu. kecakapan. dan pengetahuan yang dikembangkan pada ketiga modul sebelumnya dan menelaah lebih mendalam bagaimana konsep.2 sumber bagi untuk memenuhi standar nasional tentang kompetensi Modul ini akan membantu guru dalam guru . Modul ini mengintegrasikan Kecakapan akan diperkenalkan di (kompetensi lebih “Memanfaatkan TIK untuk Kepentingan Pembelajaran” inti 5) dan kompetensi (kompetensi inti 24). Modul ini akan mendorong guru-guru untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat (kompetensi inti 17).PKN/Bahasa Inggris/Matematika untuk kehidupan. Modul ini akan menjadikan guru kompeten dalam menggunakan TIK untuk “profesional” pengembangan pembelajaran dan profesional. dan bekerja.1. mengarungi Pembelajaran kehidupan. 2 Modul ini didukung oleh modul Kemitraan DBE3 yang membantu sekolah dan guru memahami bagaimana Sektor Swasta juga dapat dilibatkan untuk mendukung pendidikan bagi remaja.” (kompetensi inti 22) Modul ini akan membantu guru-guru dan sekolah . dan pengetahuan itu dapat diterapkan pada mata pelajaran tertentu. USAID DBE3 Life Skills for Youth 3 . 1 Modul ini didukung strategi TIK DBE3 yang lebih luas yang membekali guru dengan perangkat TIK secara terbatas. tujuan efektif. 3. memahami bagaimana mereka dapat melakukan proses pembelajaran di “lapangan” dan “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik” (kompetensi inti 4). kecakapan untuk mengoperasikan dan memeliharanya dan buku-buku yang terkait dengan kegiatan TIK untuk digunakan dalam kelas dan kegiatan ekstrakurikuler. modul-modul ini harus digunakan oleh guru-guru mata pelajaran.

Modul ini akan mendukung guru mencapai standar ini dengan mengembangkan kompetensi inti 8 “menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar” dan kompetensi inti 9 “memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. peningkatan dan perbaikan hasil belajar” (pasal 64 PP 19/2003).” Selama mempelajari modul ini.4. y‘Proses teknik 7. 5. guru akan memiliki kesempatan lebih luas untuk berlatih menyusun silabus dan RPP dengan menggunakan berbagai format termasuk yang disarankan oleh Depdiknas (Depdiknas 2007). Modul ini akan membantu membantu guru untuk mengembangkan kompetensi inti 2. Modul ini tersebut dikembangkan dan membahas atas konsep metode cocok untuk setiap mata pelajaran. menantang. macam pendekatan pengajaran dan mengujicobakan beberapa pengajaran dan pembelajaran yang Modul ini memperkenalkan berbagai memberikan guru kesempatan untuk melalui pengajaran mikro pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. nasional tentang Modul ini akan mendukung guru memenuhi standar USAID DBE3 Life Skills for Youth 4 . Menilai Kecakapan Hidup Prinsip dan metode formatif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif …” (Pasal 19 PP 19/2005). penilaian ⇒ akan lebih lanjut mengembangkan belajar siswa dan Modul ini kemampuan guru untuk menilai hasil hasilnya untuk menggunakan dengan pembelajaran memusatkan rancangan penilaian formatif berbasis kelas dan penilaian seperti rubrik unjuk kerja.Mengintegrasikan Kecakapan Pendidikan Standar Hidup ke dalam Standar Nasional Isi dan komponen- ⇒ Modul ini membantu mengembangkan keterampilan guru pendidikan/KTSP berdasarkan standar isi. dan pengembangan pada berbagai berikutnya merencanakan jenis penilaian. menguraikan dengan bagaimana standar apa yang dimaksud mendalam Modul ini dan kompetensi menggunakannya mengembangkan guru-guru untuk dan silabus rencana pelaksanaan pembelajaran dan Teknologi Informasi yang memadukan Kecakapan Hidup Komunikasi (TIK) dan “mengembangkan kurikulum yang terkait dengan matapelajaran diampu” (kompetensi inti 3) dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) (kompetensi inti 4) di samping kompetensi profesional dasar 20. Pengajaran dan Pembelajaran Metode Pendidikan Kecakapan Hidup Pengajaran dan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi Pembelajaran Efektif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. Selama mempelajari modul. yang dapat dimasukkan dalam portfolio mereka. 20. guru akan memiliki kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. yang dapat melengkapi portfolio mereka. 21 dan 22 yang mewajibkan para guru untuk menguasai materi mata pelajaran yang mereka ajarkan. menyenangkan. Modul standar kompetensi untuk masingmasing mata pelajaran. mengacu Modul ini akan menambah kecakapan guru untuk menyusun kurikulum tingkat satuan komponen kurikulum diperkenalkan pada pedoman pengembangan KTSP (BSNP 2006 butir 2). inspiratif. standar nasional tentang proses pendidikan. Standar Nasional mewajibkan guru “secara terus menerus melakukan pemantauan terhadap proses. Melalui pengajaran mikro akan merefleksikan penampilan mereka dan mengembangkan kompetensi inti 10 dan 23. 21 dan 22. dalam modul Pengajaran profesional ini membahas lebih dan Pembelajaran Bermakna.

Pengaturannya adalah sebagai berikut: Lokakarya Guru Pertama Hari Pertama Pengajaran dan Hari Kedua Pengajaran dan Hari Ketiga Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Hari Keempat Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kelima TIK untuk Hari Keenam Pengajaran dan Bagaimana Program Pelatihan Guru Disusun? Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Profesional Pembelajaran Bermakna Sesi 12 Lokakarya Guru Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris/ untuk Matematika kehidupan. banyak dari pengetahuan. modul ini dibagi menjadi tiga lokakarya yang berlangsung seluruhnya selama empat belas hari. dapat digunakan untuk melatih guru-guru pada jenjang pendidikan lain.Sebagai hasil setelah mengikuti Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Siapa Yang Dapat Mengambil Manfaat dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup? bekerja. artinya mereka lebih dapat menjamin siswa mencapai standar kelulusan. termasuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Umum. keterampilan dan perilaku yang dikemukakan dalam modul ini juga dapat diterapkan untuk program pelatihan calon guru dan dengan beberapa penyesuaian modul ini. Modul Kecakapan Hidup secara khusus dirancang untuk melatih guru yang sudah Ketika digunakan untuk pelatihan guru-guru yang sudah bekerja. guru akan lebih mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Pembelajaran dan PekerJaan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional USAID DBE3 Life Skills for Youth 5 . Lebih lanjut. Namun demikian. guru yang sukses mengikuti dan menyelesaikan Program Pelatihan Kecakapan Hidup akan lebih siap menghadapi dan lulus dalam penilaian sertifikasi profesi guru.

pengalaman dan mengembangkan tingkah laku dan latihan-latihan dengan mereka. untuk dapat benar-benar menerapkan Program Pelatihan Kecakapan Hidup. banyak pelatih guru di Indonesia yang juga perlu meningkatkan pengetahuan. Modul ini mendukung para pelatih untuk melakukan pembelajaran dewasa dan proses belajar dalam rangka mencapai hasil akhir pembelajaran yang diharapkan dengan sukses. anda sangat dianjurkan untuk mengikuti rencana jadwal ini.Lokakarya Guru Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Perkembangan Kecakapan Hidup Setiap modul berisi jadwal yang disarankan untuk diikuti untuk setiap lokakarya. keterampilan dan pemahaman mereka tidak hanya mengenai program melainkan juga bagaimana melatih pelajar dewasa secara efektif yang mana sebagai guru yang sudah bekerja membawa banyak pengetahuan yang utama. Supaya guru memperoleh manfaat maksimal dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Dasar dari program pelatihan ini adalah modul ”Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna”. mereka dilatih mengenai ’apa’ (isi) dan ’bagaimana’ (proses) dari Program Pleatihan Kecakapan Hidup digunakan sebagai panduan dalam melatih guru-guru tingkat Sekolah Menengah Bagaimana Program Pelatihan Pelatih Disusun USAID DBE3 Life Skills for Youth 6 . Siapa Yang Menggunakan Modul ini Untuk Melatih Para Guru? Modul Kecakapan Hidup telah disusun secara spesifik untuk para pelatih guru untuk Pertama di Indonesia. DBE3 telah mengembangkan sebuah program untuk melatih para pelatih guru. Para pelatih guru dilatih melalui suatu rangkaian pelatihan yang berlangsung selama 15 hari. Namun. Oleh karena itu. Selama pelatihan.

Application. dan 10 Pembelajaran PekerJaan Lokakarya Pelatih Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Menjadi Perkembangan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: 10 Sesi 8.Lokakarya Pelatih Pertama Hari Pertama Menjadi yang Pengajaran dan Pengajaran dan Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keempat Hari Kelima Hari Keenam TIK untuk Menjadi Hari Ketujuh Fasilitator Efektif: 4. 6. 5. Berbagai macam metode pembelajaran interaktif telah digunakan dalam tiap modul tidak hanya untuk memotivasi guru-guru dalam pelatihan. dan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Menjadi Fasilitator yang Efektif: Sesi 2. dan Extension. Sistem ICARE meliputi lima unsur kunci dari pengalaman pembelajaran (baik dengan anak-anak. (Micro Training) Pembelajaran Lokakarya Pelatih Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris dan untuk Matematika kehidupan. modul ini menggunakan kerangka sederhana yang disebut ICARE. Penggunaan Pendekatan Pelatihan Apa yang Digunakan di dalam Modul? USAID DBE3 Life Skills for Youth 7 . 9 dan Modul ini menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan guru. orang muda atau orang dewasa) yaitu Introduction. 7. Untuk menyusun pembelajaran di tiap sesi. Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: Sesi 10 Simulasi Sesi 1. namun juga untuk menyediakan model berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru di dalam kelas. 3. Connection. Reflection.

Mereka juga dapat melakukan kegiatan penulisan mandiri dimana peserta menulis Reflection sebuah ringkasan dari hasil pembelajaran. Setelah peserta paling lama dari pelajaran/sesi di mana peserta bekerja sendiri. perlu diingat bahwa presentasi seharusnya tidak terlalu lama dan paling lama hanya berlangsung selama sepuluh menit. dan mengembangkannya. Kegiatan refleksi atau ringkasan dapat melibatkan diskusi kelompok dimana instruktur meminta peserta untuk melakukan presentasi atau menjelaskan apa yang telah mereka pelajari.sistem ICARE untuk memastikan bahwa para peserta memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari. sedangkan peserta memiliki kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari. A Tahap Application ini adalah memperoleh informasi atau kecakapan baru melalui tahap connection. mereka perlu kecakapan tersebut. Oleh karena itu. Introduction (pendahuluan) harus singkat dan sederhana. secara pasangan atau dalam kelompok untuk menyelesaikan kegiatan nyata atau memecahkan masalah nyata menggunakan informasi dan kecakapan baru yang telah mereka peroleh. diberi kesempatan untuk mempraktikkan dan menerapkan pengetahuan serta R Bagian ini merupakan ringkasan dari pelajaran/sesi. Sesudah itu. Refleksi ini juga bisa berbentuk kuis USAID DBE3 Life Skills for Youth 8 . Ini dapat dilakukan melalui presentasi atau penjelasan yang sederhana. Introduction C Sebagian besar pembelajaran merupakan rangkaian dengan satu kompetensi yang dikembangkan berdasarkan kompetensi sebelumnya. Bagian ini harus berisi penjelasan tujuan pelajaran/sesi dan apa yang akan dicapai—hasil selama pelajaran/sesi tersebut. anda berusaha menghubungkan bahan ajar yang baru dengan sesuatu yang sudah dikenal para peserta dari pembelajaran atau pengalaman sebelumnya. Pada tahap connection dari pelajaran/sesi. anda dapat menghubungkan para peserta dengan informasi baru. semua pengalaman pembelajaran yang baik perlu dimulai dari apa yang sudah diketahui. Kerangka ICARE dijelaskan secara terperinci di bawah ini. dengan meminta mereka untuk memberitahu anda apa yang mereka ingat dari pelajaran/sesi sebelumnya atau dengan mengembangkan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan peserta sendiri. para guru atau fasilitator menanamkan pemahaman tentang isi dari pelajaran/sesi kepada para peserta. Tugas intruktur adalah menilai sejauh mana keberhasilan pembelajaran. dapat dilakukan oleh peserta. Akan tetapi. tidak dengan instruktur. I Pada tahap pengalaman pembelajaran ini. Bagian application harus berlangsung yang paling penting dari pelajaran/sesi. Anda dapat melakukan hal ini dengan mengadakan latihan Connection brainstorming yang sederhana untuk memahami apa yang telah diketahui para peserta.

application. bukan berarti semua peserta yang telah mempelajari dapat secara otomatis menggunakan apa yang telah mereka pelajari. Di sekolah. Poin penting untuk diingat dalam refleksi adalah bahwa instruktur perlu menyediakan kesempatan bagi para peserta untuk mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari. pekerjaan rumah. dan extension. maka anda akan dapat menggunakan semuanya. tugas penelitian atau latihan. Ini akan menunjukkan kepada anda bagaimana keterkaitan hasil belajar dengan peraturan perundangan bidang pendidikan dan standar nasional pendidikan. sehingga anda mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Bagian pendahuluan sesi akan menjelaskan informasi latar belakang tentang isi sesi dan alasan mengapa bahan ini dimasukkan ke dalam modul. Kegiatan bagian Extension adalah kegiatan dimana fasilitator menyediakan kegiatan yang dapat dilakukan peserta setelah pelajaran/sesi berakhir untuk memperkuat dan memperluas pembelajaran. para guru harus dapat menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan merujuk langsung pada isi sesi dan pada akhir sesi. Pertanyaan Kunci USAID DBE3 Life Skills for Youth 9 . Pendahuluan Bagian ini menjelaskan tujuan sesi dan apa yang harus dikuasai peserta pada akhir sesi. kegiatan extension biasanya disebut Extension tambahan. reflection. Kegiatan Extension dapat meliputi penyediaan bahan bacaan Lihat kembali beberapa sesi di modul anda untuk melihat beberapa contoh dari kerangka ICARE yang digunakan untuk mendapatkan ide tentang berbagai kegiatan connection. Tujuan dan Hasil Belajar Pertanyaan kunci berkaitan dengan hasil belajar pada masing-masing sesi. E Karena waktu pelajaran/sesi telah selesai. Bagaimana Modul Disusun? tertentu. Setiap sesi berisi hal-hal sebagai berikut: Judul Sesi Judul ditulis dalam bentuk kalimat tanya.singkat dimana instruktur memberi pertanyaan berdasarkan isi pelajaran/sesi. Modul Program Pelatihan Kecakapan Hidup disusun secara khusus karena alasan Sesi-sesi yang dimasukkan dalam modul semuanya menggunakan tata letak dan pendekatan yang sama dalam pengaturan proses per sesi. Pertanyaan itu harus disampaikan kepada guru pada awal sesi.

Penjelasan itu akan membantu anda k memastikan sesi berhasil dan guru-guru mempelajari apa yang telah anda tetapkan. Penggunaan TIK tidak wajib dan akan tergantung pada fasilitas dan sumber yang tersedia bagi anda di tempat pelatihan I CT Ringkasan Sesi Introduction 5 menit 20 menit Connection 200 menit Application Reflection 10 menit Extension Bagian ini berisi ringkasan dalam bentuk bagan alur bagi anda tentang bagaimana sesi tersebut akan berjalan. Waktu Bagian ini menyediakan beberapa saran bagaimana anda dapat menggunakan berbagai macam aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung pembelajaran di sesi tersebut.Bagian ini menyajikan gagasan dan petunjuk kepada fasilitator untuk menyiapkan dan menyampaikan materi dalam sesi. Anda seharusnya membaca catatan ini secara cermat bahkan sebelum anda mulai merencanakan pelaksanaan sesi tersebut. Bagian ini dibagi dalam tahap-tahap ICARE. Gunakan penilaian Anda untuk menentukan apakah energizer akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan guru-guru dalam pelatihan Energizer USAID DBE3 Life Skills for Youth 10 . Sumber dan Bahan Bagian ini memberitahu anda batas waktu minimal yang akan anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut. Ingatlah bahwa ini adalah batas minimal. Catatan untuk Fasilitator Bagian ini akan berisi daftar barang-barang yang anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut. Persiapkan barang-barang tersebut sebelum anda melaksanakan sesi tersebut. Semua energizer berhubungan dengan tema dari sesi tersebut namun tidak menyatu dengan sesi tersebut sehingga tidak wajib untuk dilakukan. Bagian ini berisi ide-ide bagaimana anda dapat menyegarkan guru-guru sepanjang pelatihan.

anda akan menemukan saran-saran bagaimana menyelesaikan kegiatankegiatan. dan informasi utama yang anda perlu digunakan sebelum menyiapkan presentasi. Glosarium Bagian ini akan mengidentifikasi beberapa sumber yang mungkin ingin anda baca untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman anda tentang konsep yang terdapat pada sesi tersebut. Handout ini terdapat pada akhir tiap sesi dan perlu difotokopi sebelum pelatihan. Glosarium akan berisi daftar kata-kata dan artinya. Pesan Utama Beberapa sesi memuat beberapa konsep yang menggunakan isitilah-istilah teknis. Ini dapat digunakan oleh fasilitator untuk memperluas pengetahuan mereka tentang konsep yang Informasi Tambahan USAID DBE3 Life Skills for Youth 11 . Ikuti langkah-langkah tersebut sebagaimana dituliskan dalam modul. Pada kotakini. Catatan Fasilitator Kotak ini berisi informasi khusus hanya bagi anda (pelatih atau fasilitator). Baca informasi dalam kotak ini dengan cermat.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan Bagian ini berisi petunjuk secara bertahap dalam melaksanakan semua kegiatan pada sesi tersebut. Bacaan Tambahan Handout adalah alat pembelajaran yang dapat digunakan para guru untuk membantu mereka menyelesaikan beberapa kegiatan di sesi tersebut. Langkah-langkah tersebut dibagi dalam kerangka ICARE yang digambarkan dan dijelaskan secara terperinci pada bagian yang berikutnya. Anda juga dapat memberikan daftar ini kepada guruguru di lokakarya jika mereka tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut. rekomendasi bagaimana menyimpulkan sebuah diskusi. Handout untuk Peserta Informasi tambahan dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Anda sebaiknya memberikan pesan utama ini kepada guru-guru setelah mereka menyerahkan ringkasan mereka sendiri kepada anda. ide untuk menyediakan masukan bagi peserta. Konsep ini mungkin baru bagi para guru. 1 Bagian ini berisi ringkasan sesi yang dengan singkat menyebutkan pokok utama yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta dari sesi tersebut.

hal ini lebih penting dibandingkan pelaksanaan pelatihan itu sendiri. hanya saja sekarang ini ada beberapa cara yang secara umum dapat dikatakan lebih baik. setiap fasilitator yang menggunakan modul Pelatihan Kecakapan Hidup ini dianjurkan secara aktif untuk dapat memodifikasi dan mengadaptasikan kegiatan-kegiaran yang terdapat dalam modul ini dan menyesuaikannya dengan peserta dan situasi pelatihan. Modul-modul ini dapat membantu para pelatih dalam melaksanakan lokakarya partisipatif yang berhasil dengan pembelajar dewasa. setiap kegiatan yang anda lakukan harus ditujukan pada pencapaian tujuan dan hasil pembelajaran. karena setiap sesi dalam setiap modul dan setiap modul adalah bagian dari pemikiran yang hati-hati mengenai program pelatihan ini. hasil pembelajaran dan pesan utama. Yang terbaik adalah. Apa yang Terjadi Setelah Pelatihan Ini ? Ingatlah bahwa apa yang terjadi setelah pelatihan ini adalah penting juga. keterampilan. tidak lantas guru-guru akan berpendapat sama. Bacalah DBE3 ”Melampaui Pelatihan: Panduan untuk Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut Setelah Pelatihan” untuk memberikan beberapa gagasan tentang bagaimana mendukung guru-guru di dalam kelas. Oleh karena itu. Bagaimana Seharusnya Modul ini Digunakan? Modul-modul ini dimaksudkan sebagai panduan pelatihan. Jadi. Pastikan anda membahas semua konsep dan muatan yang sulit. maka pentinglah kiranya untuk tetap mempertahankan tujuan.diberikan di dalam sesi atau untuk difotokopi dan disediakan bagi guru-guru sebagai bahan bacaan tambahan atau kegiatan lanjutan (extension). Modul-modul ini bukanlah seperangkat instruksi yang harus seluruhnya dilakukan dengan tepat. modul-modul Pelatihan Kecakapan Hidup meningkatkan kualitas guru-guru di Indonesia. Selain itu. Tidak untuk mempertahankan meliputi beberapa muatan dan konsep yang sangat menuntut dan yang akan menguji dan menantang cara-cara dan tingkah laku guru-guru yang selama ini digunakan. Beberapa Pendapat Terakhir Ingatlah bahwa tujuan dari program Pelatihan Kecakapan Hidup ini adalah untuk kondusi yang sama. Tantanglah semua guru untuk berefleksi dan meningkatkan kemampuan diri. kebanyakan fasilitator yang efektif adalah seoarng pemikir yang kritis dan kreatif. Oleh karena itu. Oleh karena itu. hanya karena anda berfikir bahwa sesuatu itu sederhana. mampu bereaksi dengan situasi di ruang pelatihan dan fleksibel dalam melakukan pendekatan dan muatan training ini. Hal ini dimaksudkan untuk membangun pengetahuan. Meskipun demikian. Seringkali guru-guru memerlukan dukungan tindak lanjut untuk mengalihkan apa yang telah mereka pelajari di pelatihan pada kegiatan di dalam kelas. USAID DBE3 Life Skills for Youth 12 . Hal ini bukan berarti bahwa apa yang selama ini mereka gunakan adalah salah. Pada intinya. tingkah laku dan sikap dari pada guru-guru di dalam kelas. ingatlah bahwa muatan dari modul-modul ini ditujukan bagi guru (bukan pelatih).

Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Pengajaran dan Pembelajaran USAID DBE3 Life Skills for Youth 13 .

Daftar Isi Halaman Pengantar Program Pelatihan Kecapakan Hidup Daftar Isi Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi Satu Sesi Dua : : Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar Untuk Siswa? Apakah yang Sebaiknya Guru pikirkan Ketika Sesi Tiga : Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka? Sesi Empat : Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk 1 14 15 18 22 33 48 61 Sesi Lima : 84 Sesi Enam : 103 Sesi Tujuh : Mendukung Proses Belajar Mengajar? Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Micro Teaching 118 Sesi Delapan: Sesi Sembilan: 137 158 USAID DBE3 Life Skills for Youth 14 .

Membekali siswa dengan seperangkat kompetensi matematika yang terintegrasi dengan kecakapan hidup membutuhkan strategi pembelajaran yang bermutu. Pendidikan kecakapan hidup tersebut mencakup kecakapan kepribadian. 2001). Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. melalui pemilihan materi pembelajaran serta mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Disamping itu secara profesional guru dituntut untuk mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Permen Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. menekankan pada standar atau hasil (Wilson. khususnya kompetesi Paedagogik mengharuskan guru menguasai dan mampu menerapkan berbagai pendekatan. dan penilaian. Dalam hal ini fokus utama dari kegiatan pembelajaran adalah membantu siswa mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya. karakterstik dan tujuan mata pelajaran matematika. Pada hakekatnya. bermakna dan relevan dengan tingkat perkembangan siswa pada jenjang usia SMP/MTs. metode. akademik. partisi aktif siswa. dan atau kecakapan vokasional. yang mencakup penilaian. dan pengamatan. disamping memuat kompetensi yang harus dicapai juga memuat pendidikan kecakapan hidup yang dapat diberikan secara integrated dengan mata pelajaran matematika. meliputi: karakteristik dan gaya belajar siswa. sosial. pedagogi. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan pendidikan SMP/MTs khususnya mata pelajaran matematika. strategi. Oleh karena itu guru sebagai agen pembelajaran perlu mempersiapkan strategi pembelajaran dengan mempertimbangkan seluruh dimensi pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pedagogi yang mencakup strategi mengajar atau metode mengajar. integrasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam mata pelajaran matematika bertujuan untuk membekali peserta didik (generasi muda) dengan seperangkat kemampuan tertentu yang relevan dengan kehidupan dunia nyata yang sangat berguna bagi mereka untuk hidup di masyarakat. serta USAID DBE3 Life Skills for Youth 15 . tugastugas. sumber-sumber belajar yang relevan. sedangkan tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian. suasana belajar baik fisik maupun emosional.Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Paradigma pendidikan berbasis kompetensi mencakup kurikulum. bekerja dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. relevansi pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata.

menyenangkan. elaborasi. potensi. kreativitas. Apa Tujuan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika? Tujuan dari modul ini adalah untuk membantu guru mengembangkan Permen Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. dan kemandirian sesuai dengan bakat.meramu/mengemas semua dimensi ini menjadi sebuah strategi pembelajaran yang bermakna bagi guru dan siswa. minat. 16 Tahun 2007 dan mendukung pengembangan portofolio guru sesuai Permen Nomor !8 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. prestasi. kreativitas secara optimal. meliputi: (1) Prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. laboratorium. inspiratif. Akhirnya dengan modul ini diharapkan. santun dengan siswa. 14 Tahun 2007. dan konfirmasi (Permen No. yang secara umum mencoba mengembangkan Permen Nomor 16 Tahun 2007. (6) Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. dan kreativitas. Pembahasan dalam modul dimulai dengan menyajikan sesi-sesi. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Modul ini juga akan membantu guru untuk menyiapkan diri menghadapi proses Sertifikasi Guru dengan mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No. maupun lapangan. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik melalui proses eksplorasi. yang membutuhkan guru untuk merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara interaktif. (2) Menentukan pengalaman belajar yang dapat mendorong siswa untuk mencapai prestasi. menantang. guru matematika akan lebih termotivasi untuk untuk meningkatkan proses belajar aktif siswa melalui rancangan dan penerapan berbagai strategi. dan metode yang beragam dalam pengajaran dan pembelajaran matematika yang terintegrasi pendidikan kecakapan hidup. baik untuk kegiatan di dalam kelas. hal 10). (7) Menyusun rancangan dan melaksanakan pembelajaran yang lengkap. (3) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. pendekatan. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. (8) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran serta mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. empatik. (5) Berkomunikasi secara efektif. (4) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. potensi. USAID DBE3 Life Skills for Youth 16 .

dan di lapangan”.3 “Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap.4 “Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. 4. 18. guru memperoleh kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. 5. keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan USAID DBE3 Life Skills for Youth 17 .1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”. Lebih dari itu modul ini akan mendukung untuk secara sukses menilai rencana pelajaran terutama (indikator 4. dan kompetensi inti 23. Kompetensi 2. Modul ini juga didesain untuk mendukung para guru untuk secara sukses menyiapkan diri dan meningkatkan serta memperoleh kesempatan menghadapi sertifikasi profesional. 10.4) juga menilai pelaksanaan pembelajaran (indikator 6.1 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”. Kompetensi 4. Kompetensi 2. Kompetensi 4.Apa Hasil Pembelajaran yang Diharapkan Dapat Dicapai Dari Modul ini? Modul akan mencapai sasaran oleh dukungan guru untuk mengembangkan lebih jauh kompetensi dasar dan inti melalui stategi atau metode pengajaran dan belajar menguasai: yang sesuai.2 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”. dan santun dengan peserta didik”. untuk itu hasil pembelajaran dari modul ini adalah guru dapat 1. Kompetensi 6. dan 23) dari portfolio mereka. metode.” 8. 4.2 “Menerapkan berbagai pendekatan. empatik.” Melalui mikro teaching. 2. Kompetensi 6. 14. termasuk kreativitasnya. baik untuk kegiatan di dalam kelas. strategi. yang terdapat dalam portfolio profesional. 4. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. di laboratorium. Kompetensi 4.3. 20. 11.2. “Berkomunikasi secara efektif. 3. Kompetensi inti 7. 19. 13. Selama modul ini. 15. 6.Mengembangkan tindakan reflektif. laboratorium. 5. 9. maupun lapangan”. 16. Kompetensi 3. peserta akan melakukan refleksi terhadap kinerja mereka mendukung mereka untuk mendukung mengembangkan kompetensi inti: 10. 5.3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu”.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.2.” 7.1.

8 Hari Ketiga Menilai Perkembangan Kecakapan Hidup Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup: Sesi 9 Mikro Teaching USAID DBE3 Life Skills for Youth . Seperti berikut: Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 1 .Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Modul TIK sebagai Kecakapan Hidup adalah merupkan modul mata pelajaran.4 Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 5 . Modul ini digunakan pada pelatihan ketiga. Modul ini digunakan hari pertama dan hari kedua.

Hari Pertama Waktu 08:00 – 08:30 08:30 – 10:00 Sesi Persiapan/Perkenalan Sesi 1: Hasil Belajar Pelatihan siap dilaksanakan dan peserta telah mempekenalkan identitas mereka Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran.30 13. Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika. Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada. USAID DBE3 Life Skills for Youth . Makan Siang Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada Belajar Mengajar Untuk Siswa? 12:00 – 13.00 Apakah pikirkan Sesi 3: yang ketika sebaiknya Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika. Istirahat 10:30 – 10:30 10:30 – 12:00 Sesi 2: Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa.00 – 15.30 – 15. Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai.00 Bagaimana Sesi 4: guru partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? berpartisipasi secara aktif. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Istirahat Mengidentifikasi meransang ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk strategi pembelajaran untuk mata pelajaran mereka? 15.30 15:30 – 17. menentukan guru Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka.

00 Dapatkah Strategi Sesi 8: Anda Membuat yang Pembelajaran pembelajaran.00 Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mengajar? Mendukung Proses Belajar Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran.Hari Kedua Waktu 08:00 – 09:30 hubungkan Sesi Ses 5: Bagaimana Guru dapat MengProses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Hasil Belajar Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata. dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata.30 15:30 – 17. Istirahat Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna.30 13. Menyusun garis besar (outline) pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek USAID DBE3 Life Skills for Youth . Makan Siang 09:30 – 10:00 10:00 – 12:00 Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? 12:00 – 13.00 – 15. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa < penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika. Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran. Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta.30 – 15. Istirahat 15. konsep. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika.

Mengintegrasi-kan aspek pembelajaran? seluruh Hari Ketiga Waktu 08:30 – 10:00 Sesi Sesi 9: Mikro Teaching Hasil Belajar Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi. Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu.30 Sesi 9: Lanjutan Lanjutan Istirahat Makan Siang USAID DBE3 Life Skills for Youth . 10:00 – 10:30 10:30 – 12:30 12:30 – 14.

sebelum pasukan menggempur musuh terlebih dahulu para pemimpin tentara mengatur strategi perang. teknik pembelajaran. memilih strategi pembelajaran yang tepat. menentukan dan memilih pendekatan ketempat musuh. mengapa strategi digunakan. biasanya dibuat secara tertulis berupa telaah kurikulum.Sesi 1 Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Pendahuluan Dalam bidang kemiliteran. penyusunan silabus. Dengan demikian. metode. setiap guru yang akan melaksanakan pembelajaran di kelas akan memilih strategi tertentu agar pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan lancar dan hasilnya optimal. hampir tidak ada kegiatan manusia yang dilakukan tanpa menggunakan strategi atau persiapan khusus. Demikian pula dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Guru matematika yang efektif diharapkan memahami pentingnya berbagai strategi pembelajaran. Begitupula bidang-bidang lain pasti menggunakan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Strategi tersebut antara lain: mengatur siasat. Penyusunan RPP berisi uraian tentang strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk sekali tatap muka yang melibatkan pemilihan pendekatan. Setiap guru mempunyai nurani yang peka terhadap karakteristik anak didiknya dan selalu berupaya menanamkan prinsip-prinsip yang mendidik kepada anak didiknya. strategi pembelajaran dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan yang diperlihatkan dalam hasil belajar tercapai secara optimal. Strategi pembelajaran yang dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran matematika di kelas. terdapat berbagai strategi atau metode pembelajaran yang dapat digunakan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran. menentukan dan memilih cara dan teknik menaklukan musuh serta mengerahkan personil dan segala fasilitas yang dibutuhkan. model dan fasilitas yang digunakan yang dijabarkan secara rinci dan fungsional dalam skenario kegiatan belajar mengajar serta evaluasinya. kapan serta bagaimana mereka menggunakan strategi itu untuk mata pelajaran matematika yang mereka akan ajarkan di kelas. Jika direnungkan. Setiap guru akan mempersiapkan diharapkan. dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). strategi pembelajaran yang matang dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang USAID: DBE3 Life Skills for Youth 22 .

Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti sesuai Permen No. Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. strategi. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu (kompetensi inti 2. metode. perlu diperhatikan bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. Sehingga peserta diharapkan dapat mengidentifikasi strategi pembelajaran dan pentingnya bagi guru untuk mengetahui dan menguasai strategi tersebut. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti yakni agar guru menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Fasilitator harus mempersiapkan dengan baik.1) dan seorang guru dituntut memiliki kompetensi untuk prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu menerapkan berbagai pendekatan. Kegiatan ini sangat baik untuk membangun pemahaman peserta pentingnya arti strategi pembelajaran matematika yang dipilih. Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru ke-2 yaitu Memahami berbagai teori belajar dan prinsip(komptensi inti-2. peserta akan dapat Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 23 . Laksanakan semenarik mungkin kegiatan menentukan “strategi pembelajaran”. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi.2). penuh percaya diri. Pertanyaan Kunci Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran? Strategi pembelajaran apa saja yang anda ketahui pada mata pelajaran matematika? Apa saja kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang anda ketahui? Mengapa guru perlu mengetahui dan memilih strategi pembelajaran dalam pembelajaran matematika? . Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada.

Sumber dan Bahan 60 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia.1 berisi ”Definisi dan deskripsi strategi pembelajaran utama”. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 24 . Handout 1. alasan.Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 1. kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika” Informasi tambahan: ” Strategi dalam pemecahan masalah matematika” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik.2: berisi ”tujuan. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini. Ingatkan kembali kepada peserta untuk selalu menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing.

dan hasil belajar. Hasil terakhir ditambah dengan bulan lahir. Energizer USAID: DBE3 Life Skills for Youth 25 . teknik. g.2 dilanjutkan dengan presentase hasil masing-masing kelompok Reflection Menanyakan kepada peserta mengenai ketercapaian tujuan sesi ini. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam jurnalnya. model Peserta menyele 1. dan Hari Lahi” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. hasil belajar sesi 5 menit Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 1 dan membuat analisa kasus berdasarkan dan mengerjakn pengalaman di kelas pemecahannya -saikan handout definisi dan beberapa strategi pembelajaran Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. begitu pula hari lahir Minggu dianggap 1 dan sabtu = 7. Jelaskan konsep matematikanya. Hasilnya dikalikan lagi dengan 5 f. 5 menit Connection Curah pendapat. 20 menit 30 menit Application Peserta bekerja dalam kelompok Untuk mendiskusikan handout 1. Tulislah bulan kelahiran dengan angka pada secarik kertas b. Kalikan angka bulan kelahiran ini dengan 5 c.1 tentang deskripsi metode. Tanggal. d. tuliskan dengan angka dari januari angka 1 sampai Desember angka 12. serta pertanyaan kunci. Tambahkan hasilnya dengan 6. Energizer pada sesi ini adalah ” Menebak Bulan. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Tanyakan pada teman anda pada bulan keberapa dia dilahirkan. peserta menuliskan macam-macam pendekatan. Perhatikan petunjuk berikut: a. tulis hasilnya. tujuan. Hasilnya supaya dikalikan dengan 4 dan ditambah lagi dengan 9 e.Ringkasan Sesi Introduction Paparan tema.

.16 Tahun 2007 yaitu kompetensi inti 2. hasil belajar dan pertanyaan kunci..2 .1 dan 2. menyampaikan tujuan. Teknik bertanya ……………………. dengan menyampaikan kepada peserta tentang pentingnya mengetahui strategi pembelajaran sebagaimana yang termuat dalam permen No. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. …………………… ……………………….. metode. (3) Berikan waktu 5 menit kepada peserta untuk menuliskan pada kertas flipchart macam-macam pendekatan. Agar lebih focus sebaiknya nama kelompok berdasarkan nama tokoh atau fakar dalam bidang matematika. ………………………. Berikan kesempatan agar mereka sendiri yang menentukan nama kelompoknya. ……………………. Berikan motivasi kepada peserta untuk mengemukakan ide-ide kreatif mereka. No 1 2 3 4 5 … Pendekatan Problem based learning Aktif learning Contextual learning Project based learning Service learning ……………………. teknik dan model pembelajaran dalam pembelajaran matematika dengan cara melengkapi daftar berikut.. ……………………… …………………… …………………… Teknik …………………….. Ekspositori ……………………….. Metode Discovery based learning ………………………... ……………………. (2) Curah pendapat tentang pengertian strategi pembelajaran.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator Introduction (5 menit ) memaparkan tema. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Model Cooperative learning ……………………. ……………………. C (1) Organisasikan peserta menjadi beberapa kelompok dengan jumlah peserta setiap kelompok 4 atau 5 orang. Catatan untuk Fasilitator Melalui sesi ini. Connection (20 menit ) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 26 .

1. Peserta diinginkan untuk memilih yang paling tepat untuk mata pelajaran itu. Yakinkan kepada peserta apa makna dari strategi belajar mengajar dan mengapa ini penting. menemukan definisi dan deskripsi strategi pembelajaran matematika yang telah mereka tuliskan diberikan pada kertas flipchart di atas. Reflection (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 27 . misalnya beda pendekatan. Katakan kepada peserta untuk memikirkan. Minta kepada peserta untuk menyebutkan strategi belajar mengajar yang biasa A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok. 2. dan teknik mereka lakukan. Jamin pengetahuan peserta untuk dapat menjelaskan apakah mereka memahami atau istilah atau terminology dalam strategi belajar mengajar. Sampaikan kepada peserta bahwa tugas mereka adalah mendaftar sebanyak dan model. dan teknik) untuk memperbaiki perbedaan strategi belajar mengajar yang peserta miliki. yang akan mereka gunakan di dalam kelas mereka.Catatan untuk Fasilitator i. (4) Minta peserta. mungkin apa mereka ketahui pada setiap kolom pendekatan. Catatan untuk Fasilitator iii. Catatan untuk Fasilitator 1. v. Minta peserta mengemukakan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang mereka ketahui. metode. metode. (5) Berikan waktu 10 menit kepada peserta untuk membuat ringkasan tentang definisi dan strategi kunci pada pendekatan pada handout 1. Isian pada kolom pendekatan. teknik. Hidupkan kelas dengan diskusi antar teman dalam kelompoknya. metode. iv. metode. vi.2 (3) Presentasikan hasil yang mereka telah peroleh dalam diskusi pleno. dan model tidak saling berhubungan ii. teknik. Application (30 menit) mereka ajarkan dan mengapa mereka menggunakan strategi belajar mengajar R (1) Tampilkan melalui LCD atau bacakan kembali pertanyaan kunci. Lakukan sebuah kegiatan (brainstorming. memasangkan pendekatan. (2) Minta mereka mengerjakan handout 1. strategi belajar mengajar yang mana 3.

Depdikbud. Jakarta: Gagne. Teacher Effectiveness Training. Model of Teaching. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 1991. Tidak ada satupun metode yang benar atau salah. Applications. Suherman. Pesan Kunci Bacaan Tambahan Degeng. I Nyoman Sudana. Schuster Company. Strategi-Strategi Belajar. baik atau buruk. Bandung: UPI. Joyce. Guru yang efektif adalah guru yang dapat mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan metode yang berbeda-beda tersebut. E Di luar sesi. 1966. The Conditioning of Learning Training Gordon. Bandung: Tarsito. Extension Terdapat beragam atau bermacam-macam metode/strategi belajar mengajar yang dapat dipilih. Mohamad. Needham Heights: Asimon & E. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2000. Robert M. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Karen L. Ruseffendi. Berdasarkan hal itu. 1997. Bruce. Proyek P2LPTK. (3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan pesan kunci serta hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing. & Weil Marsha. terjemahan Aditya Kumara Nur. Orlando: Harcourt Brace Company. T. Dewi. 1989. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka alami di kelas yang berhubungan dengan strategi belajar mengajar serta bagaimana seharusnya solusi dari kasus tersebut. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 28 . Thomas. minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini.(2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya. 2003. 1996. Surabaya: UNESA. & Medsker. Erman.

 Pelayanan yang diberikan diperlukan masyarakat. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 29 .  Remaja juga memiliki suara untuk menentukan kegiatan pembelajaran melalui pelayanan. Jenis Strategi/Pendekatan  Collaborative/Cooperative learning Definisi Pembelajaran kooperatif adalah merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda.Orientasi pada masalah .  Discovery based learning  Problem based learning Strategi yang menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.1 Berikan definisi dan deskripsi dari strategi pembelajaran dengan cara melegkapi daftar dibawah ini.Membimbing siswa untuk menemukan strategi-strategi pemecahan masalah .Handout untuk Peserta 1.  Remaja berinteraksi dengan komunitas .menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Deskripsi kunci meningkatkan menerapkan telah mereka pelajari.  Active learning  Contextual learning  Project based learning Sebuah strategi mengajar  Service learning yang melibatkan remaja ke dalam masyarakat menyediakan namun pada yang apa sama dan yang untuk pelayanan saat  Pembelajaran melalui Pelayanan berkaitan dengan segi akademis.

teman-temana proses penemuan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 30 .  mereka kembangSiswa mendapat dalam menyikapi  Siswa mungkin merasa proses memuaskan. mengalami berarti secara  Siswa pandai akan kegelisahan jawabannya yang situasional. metode.2 Pilih minimal satu jenis stategi (pendekatan.Handout untuk Peserta 1. dan model) pada bagian koneksi. pengalaman dari yang dilakukan dari ide-ide sekelasnya. selanjutkan tuliskan dalam tabel kelebihan dan kekurangan dari strategi tersebut. teknik. membuat belajarnya tidak karena kesulitan ringkasan. ended pendekatan openended adalah yang dimulai dengan memberikan soal yang memiliki banyak jalaban benar Tujuannya adalah untuk membantu siswa melakukan penyelesaian masalah secara kreatif dan menghargai pengetahuan dan keterampilannya secara  komprehensif Siswa dapat menjawab dengan nya  pertanyaan sesuai kecepatan belajar Siswa termotivasi keragaman berpikir soal selama mengerjakan untuk memberikan bukti-bukti cara menjawab yang kan sendiri. Jenis Strategi Pendekatan openDefinisi/Tujuan/ Alasan penggunaan Pembelajaran dengan Kelebihan  Siswa berpartisipasi aktif  menggunakan Siswa dapat Kelemahan  Sulit membuat soal matematika kontekstual dan bermakna  Kadang-kadang siswa kesulitan bagaimana memberikan jawaban yang matematika.

dan bukan hanya sekadar suatu alat untuk mencapai tujuan.. Sesungguhnya. Ph. bahkan dalam proses penyelesaiannya pun ia mengalami kemacetan atau kebuntuan. dan bukan hanya sekadar sesuatu yang berperan sebagai fasilitator. maka dikatakan bahwa ia sedang menghadapi situasi soal itu. Demikian juga pemecahan masalah dapat dipandang sebagai suatu kendaraan yang dapat mengantarkan siswa untuk menyadari keindahan matematika.D. Oleh karena itu. dapat dimulai dari mengenal masalah itu serupa dengan soal yang pernah menyelesaikan masalah. Orang tidak menyelesaikan masalah-masalah yang usang. Jika ia tidak tertarik untuk memecahkan keperluan untuk menyelesaikan suatu masalah kita jumpai juga dalam kehidupan keseharian. Karena itu mereka perlu terlatih. Dan karena pengalaman kita berbeda-beda. Prosedur penggunaan strategi pengalaman matematika USAID: DBE3 Life Skills for Youth 31 . Tetapi disisi lain. Dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang tidak asing lagi dalam kita berurusan dengan soal-soal yang sulit sering terlihat sebagai situasi-situasi yang semu yang diciptakan khusus untuk pelajaran matematika sesungguhnya tidak langsung menampilkan gagasan mengenai pemecahan masalah sebagai suatu proses yang harus dipelajari. berlatih untuk menggunakan suatu ketrampilan secara berulang sangat diperlukan untuk mempertahankan kemampuan tersebut. Hal diselesaikan sebelumnya. jika itu yang dilakukan. Karena itu orang harus memiliki kiat atau strategi khusus. sekaligus berperan untuk mengikat mereka dengan kebermaknaan dari matematika yang mereka pelajari. siswa harus menjadi tidak asing (familiar) dengan berbagai strategi dan berlatih secara teratur menggunakan strategi-strategi itu. sehingga mereka tidak hanya akan berhasil dalam pelajaran matematika di kelas. ataupun terdapat dalam menyelesaikan masalah matematika. tetapi biasanya orang menyelesaikan masalah-masalah yang baru. Dalam penyelesan soal matematika seringkali terjadi bahwa seseorang tidak dengan segera dapat mencari solusi dari masalah itu. Josua Sabandar. sesungguhnya ia tidak ini yang sering terlihat dalam pembelajaran matematika di kelas. Pengalaman ini memang beragam. Namun. pemecahan masalah (problem solving situation). yang sering kali tidak mudah. Sebagian besar yang kita lakukan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan pengalaman untuk dapat menyelesaikan soal yang ia hadapi. maka ia tidak berada dalam situasi pemecahan masalah. MA. Siswa haruslah memandang pemecahan masalah sebagai suatu tujuan yang harus dicapai. maka dengan sendirinya terdapat pula berebagai cara atau strategi dalam memecahkan masalah. tetapi juga akan berhasil dalam kehidupan mereka di luar kelas. ia hanya mencontoh apa yang telah ia lakukan sebelumnya. Namun ketika ia bersikeras untuk berusaha menyelesaikan soal tersebut. Hal yang sama juga keseharian ataupun dalam masalah metematika amatlah bergantung pada pengalaman kita.Informasi Tambahan STRATEGI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Oleh: Prof.

karena itu mereka harus terlatih. ada soal-soal matematika yang menantang. jika guru menghendaki agar siswa mampu menyelesaikan masalah. Pertimbangkan kasus-kasus ekstrim 4. Bernalar secara logis 10. Tentu saja. yang akan mengandalkan kekuatan dari strategi-strategi ini dalam upaya mencari solusi dari soal itu. Membuat sketsa 5. dimulai dengan aplikasi yang sederhana dari strategi ini dan berangsur-angsur menuju menyelesaikan soal-soal yang menantang. Berikut ini disajikan beberapa strategi. seakan-akan prosedur atau trik tersebut hanyalah hal yang biasa saja. guru maupun siswa akan memiliki peluang untuk bertumbuh dalam penggunaan strategi-strategi ini. Seringkali. dan tidak terlalu penting. 1. Sangat jarang. muncul komentar bahwa: “saya sama sekali tidak mengira pendekatan ini akan memberikan solusi”. matematika. strategi-strategi ini dapat diterapkan dalam soal-soal yang sederhana. hanya terdapat satu cara. Seringkali ditemui bahwa setelah orang menggunakan suatu cara sederhana untuk menyelesaikan suatu soal yang rumit. umumnya. Dalam hal ini. ataupun hanya digunakan satu strategi saja. Dalam hal ini guru harus membantu siswa agar tidak memiliki anggapan yang seperti itu. Bekerja mundur 2. maka guru seyogyanya harus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. bahwa dalam menyelesaikan suatu soal. tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian. familiar dengan berbagai strategi. Menebak secara cerdik 7. siswa tidak Dengan tetap berlatih secara teratur dalam hanya berhasil menyelesaikan soal menemukan jawab terhadap masalah itu. tetapi mereka juga akan berhasil dalam kehidupan keseharian mereka. Di sisi lain. Membuat daftar yang tereorganisasi 6.Oleh karena itu. sangat diperlukan kesabaran ketika siswa maupun guru memasuki pengembaraan yang baru dalam matematika. berbagai strategi dapat digunakan sekali gus. Namun seringkali keberhasilan tersebut dianggap remeh. Dengan mempelajari strategi-strategi ini.ini berawal pada saat menggunakan strategi mereka coba menyelesaikan masalah dan akhirnya dapat tersebut. serta memiliki styrategi-strategi yang tepat. guru maupun siswa harus umumnya selalu digunakan dalam pemecahan masalah matematika. Eliminasi kemungkinan-kemungkinan yang ada 3. yang pada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 32 . Pecahkan kasus per kasus. Menemukan pola 8. dalam penyelesaian suatu soal. Menyederhanakan masalah 9. Mereka tidak hanya menerapkan strategi ini dalam memecahkan masalah matematika. Tetapi.

0 dalam skala 0 sampai dengan 10. hasil belajar matematika siswa umumnya masih rendah. Bila guru mengajukan pertanyaan. perlu dikembangkan strategi belajar mengajar matematika yang tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa tetapi juga membantu siswa untuk mencerna dan membentuk pengetahuan mereka sendiri sesuai dengan gaya belajar (learning Pendahuluan style) siswa masing-masing. Siswa kurang serius memperhatikan pelajaran sehingga guru seringkali menegur supaya memperhatikannya. siswa Indonesia hanya menempati rangking ke-39 dari 42 negara partisipan TIMSS dengan perolehan skor rata-rata 397 dari skor maksimal 1000. Selanjutnya untuk aspek sikap siswa terhadap mata pelajaran matematika di sekolah dapat diketahui dari opini siswa di sekolah bahwa mereka tidak suka atau bahkan takut pada pelajaran matematika. maka siswa menjawabnya secara beramai-ramai. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 33 . dan meniru. sehingga dapat mengubah dari situasi guru mengajar kepada situasi siswa belajar. rata-rata Nilai Ebtanas Murni (NEM) siswa SMU berada di bawah 5. mendorong siswa mencapai prestasi secara optmal (kompetensi inti 6. guru pada umumnya menggunakan metode ceramah. hal ini terlihat dalam pembelajaran. sekolah lanjutan pada kompetisi berlevel internasional dan nasional. latihan soal secara mekanistik. Diperlukan sebuah strategi belajar mengajar yang membelajarkan siswa. mendengarkan.Sesi 2 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar untuk Siswa? Kondisi kegiatan belajar mengajar di kelas khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) nampak kurang hidup. Di sisi lain. The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) melaporkan bahwa. siswa lebih sering tidak menjawab dengan baik bahkan tidak menjawab sama sekali. rutin.3). seperti mencatat.4 Begitupula secara nasional. Secara internasional. serta proses pembelajaran yang berpusat kepada guru (teacher centered) yang akan menimbulkan budaya konsumtif antara lain.1) dan untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitas siswa (kompetensi inti 6. kebiasaan menerima informasi secara pasif. Kalau pertanyaan guru mudah atau bersifat melengkapi. Strategi pembelajaran yang diterapkan guru kurang mendorong siswa untuk aktif dan kreatif.2). Agar pengalaman belajar dapat mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi inti 3. Hasil belajar yang dimaksud tidak hanya pada aspek kemampuan mengerti matematika sebagai Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah rangking skor matematika siswa pengetahuan (cognitive) tetapi juga aspek sikap (attitude) terhadap matematika. Strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi tersebut tidak mungkin bisa dicapai hanya dengan hafalan. dan algoritmis.

Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan lebih jauh Permen No. mengkomunikasikan gagasan baru baik secara individual maupun kelompok. dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. memecahkan masalah. seperti menulis gagasan. dan mempersiapkan berbagai strategi pembelajaran yang tepat dengan gaya belajar siswa. Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka. Mengorganisasi pembelajaran bukan untuk guru mengajar tetapi untuk siswa-siswa belajar. dari alam berfikir guru ke alam berfikir siswa. peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa. menemukan pola. Guru matematika yang efektif adalah guru mengayomi proses belajar siswa dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6.dari pengalaman ber-matematis guru kepada pengalaman ber-matematis siswa. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru: menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan Tujuan dan Hasil Belajar pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3.1).2). Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang gaya belajar siswa serta pentingnya sebuah strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan gaya belajar tersebut. termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6. Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Ciri-ciri pembelajaran seperti ini dapat menumbuhkan budaya produktif.3). Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. merancang model. meneliti. Karakteristik umum dan gaya belajar seperti apa yang anda jadikan acuan untuk memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan siswa? Jenis-jenis strategi belajar apa sajakah yang cocok dengan gaya belajar siswa? Pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran apa yang dapat diberikan kepada siswa untuk mendukung potensi kreativitas siswa? Pertanyaan Kunci Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 34 .

Minta kepada peserta untuk melihat tujuan umum pembelajaran matematika jenjang SMP dalam kurikulum.2: ”Gaya Belajar” Informasi tambahan Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik.Mulailah sesi ini dengan mendiskusikan apa yang sebaiknya dipikirkan guru dalam memilih strategi belajar mengajar bagi siswa. Sumber dan Bahan 90 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 35 .1 berisi ”tipe pelajar seperti apakah anda?” Handout 2. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk berdiskusi dan melakukan brainstorming diantara mereka. Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menemukan atau memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa. dan menuliskan hasil belajar yang dicapai dari tujuan tersebut Minta peserta untuk menentukan pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa berkaitan dengan potensi dan kreativitas siswa. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 2. Minta kepada peserta menuliskan karakteristik umum/gaya belajar siswa.

3 yang berisi tentang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakateristik umum atau gaya belajar siswa dilanjutkan Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 2 dan membuat diagram gaya belajar berdasarkan kelas karakteristik individual siswa.1 gaya belajar siswa berisi tipe atau pengalaman di pemecahannya dengan presentasi klp Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. serta pertanyaan kunci. 5. Energizer pada sesi ini adalah ”Mathematical Mistake” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. tujuan. Cari bentuk pecahan lain yang pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara tersebut. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini.Ringkasan Sesi Introduction Penjelasan latar belakang. Jika ada bagaimana membuatnya lebih umum. peserta mengerjakan handout 2. Minta peserta menjelaskan mengapa siswa melakukan pengerjaan sesederhana itu. dan hasil belajar. 3. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 36 . Berikan kesempatan kepada peserta memberikan refleksi masing-masing dari ” Matematical Mistake” tersebut. Minta mereka mencermati kesalahan ”Matematikal Mistake” berikut: Energizer 16 1  64 4 2. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. 10 menit Connection Informasi berbagai 25 menit 45 menit Application Bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan handout 2. Apakah proses penyederhanaan tersebut benar? Jika tidak berikan penjelasan 4.

Setiap tipe pelajar membawa implikasi tersendiri terhadap penyelenggaraan pelatihan agar semua tipe pelajar dapat belajar dengan baik.1 yang berisi quiz tentang tipe atau gaya belajar siswa. Introduction (5 menit ) C Connection (25 menit ) (1) Berikan handout 2. (3) Minta kepada peserta untuk melihat deskripsi tipe belajar setelah mereka menyelesaikan quiz.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator menyampaikan informasi tentang tujuan dan hasil yang diharapkan dapat dicapai dari sesi ini. (2) Menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kunci dan tugas utama yang harus terjawab setelah peserta selesai mengikuti sesi ini. Auditori. Peserta harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki tipe belajar yang berbeda-beda(Visual. 3. Catatan untuk Fasilitator Tekankan kepada peserta agar strategi belajar mengajar yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa. Konsekuensi tersebut antara lain penggunaan metode fasilitasi dan media yang bervariasi. (4) Diskusikan dengan peserta apa yang mereka peroleh atau yang ditunjukan dari quiz tersebut. 2.. Catatan untuk Fasilitator 1. dan Kinestetik). Peserta diharapkan memikirkan hal ini untuk memilih strategi relajar mengajar bagi siswa mereka. (5) Berikan penjelasan kepada kelompok untuk menyimpulkan karakteristik atau tipe/ gaya belajar yang dimiliki siswa. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 37 . Yakinkan peserta bahwa walaupun siswa mempunyai gaya belajar berbeda tapi terdapat beberapa dasar kesamaan antara siswa tentang gaya belajar yang mereka lebih sukai atau sering gunakan: Sebagian besar siswa lebih suka memulai dari konkret ke abstrak Sebagian besar siswa lebih suka belajar dengan kegiatan secara aktual Pada umumnya remaja seusia SMP mempunyai kelemahan untuk belajar dengan mendengar. (2) Minta kepada peserta menyelesaikan quiz tersebut secara individual.

2. Gunakan quis pada awal kegiatan untuk mengingatkan kembali peserta beberapa perbedaan gaya belajar dimana untuk orang yang berbeda juga memilih gaya yang berbeda. Katakan kepada peserta untuk menggunakan quis tersebut di beberapa kelas yang mereka ajar ketika mereka kembali ke sekolah.3 3. (3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing. Catatan untuk Fasilitator a. Katakan pada kelompok untuk memahami deskripsi dari setiap tipe/gaya belajar pada handout 2. Pembelajaran yang menggunakan sebuah Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 38 . Ruangan kelas guru yang paling efektif adalah yang dapat memilih dan mengadaptasi strategi dan metode pengajaran untuk siswa mereka. Reflection (10 menit) E Di luar sesi.A 1. c. Application (45 menit) R (1) Bacakan kembali pertanyaan kunci atau tampilkan melalui LCD. Lihat secara rinci pada beberapa gaya belajar dan apakah maknaanya (misalnya pembelajar visual membutuhkan diagram dll). Extension Siswa di dalam kelas adalah beragam.3. Presentasikan hasil dan kesimpulan yang mereka peroleh dalam diskusi pleno kelompok. gaya dan kecepatan belajar masing-masing siswa. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka lakukan di kelas terutama apa yang mereka pikirkan atau lakukan pada saat mengembangkan strategi untuk siswa mereka. 4. d. minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini.3. b. Tulis portofolio: Apa artinya untuk ketika merencanakan pembelajaran? e. Mintalah kepada peserta untuk bekerja dalam kelompok. Minta kelompok mengerjakan handout 2. Berdasarkan hal itu. Guru harus memahami perbedaan kebutuhan individual siswa. (2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya. Minta kelompok menentukan jenis strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan deskripsi tipe belajar pada handout 2.

1997. Robert M. & Weil Marsha. The Conditioning of Learning Training Applications. Bruce. Nur. Kaifa: Bandung. Jakarta: Depdikbud. Bandung: Tarsito. 2000. Mohamad. Joyce. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 39 . Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Gordon. Kaifa: Bandung. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bobby DePorter. Kaifa: Bandung. & Medsker. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Teacher Effectiveness Training. Surabaya: UNESA. 1966. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. Para guru efektif bisa menvariasikan metode mengajar dan belajar di dalam pelajaran untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa mereka Bobby DePorter & Mike Hernacki. Suherman. 1989. Bandung: UPI. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. I Nyoman Sudana. Thomas. Erman. 2000. Orlando: Harcourt Brace Company. 1991. E. Model of Teaching. 2001. Proyek P2LPTK. Dave Meier. terjemahan Aditya Kumara Dewi. Gagne. Strategi-Strategi Belajar. membelenggu para siswa yang menyukai pelajaran dengan cara yang lain (misalnya secara visual). Ruseffendi. 1996.pendekatan tunggal seperti auditory (guru menceritakan kepada siswa). 2004 Degeng. 2003. T. Karen L. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.

1 Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Baca pertanyaan dan pilihlah jawaban yang pertama kali masuk dalam pikiran anda! Jangan menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan satu pertanyaan saja! 1. Mendengarkan seseorang menjelaskannya C. Menonton film tentang komputer itu B. Membaca catatan B. Mengulang fakta-fakta dengan cara berbisik pada diri sendiri C. Berkhayal B. Sebuah buku misteri C. Ikut bersenandung C. Membuat sebuah daftar dan mengatur langkah-langkah B. Ketika anda membaca untuk hiburan. Menuliskannya 2. Sebuah buku dimana anda menjawab pertanyaan dan memecahkan soal 5. Menanyakan kepada teman dan para ahli C. anda akan memilih: A. Apa yang Anda lakukan ketika mendengarkan musik? A. anda lebih memilih: A. Bekerja dengan komputer dan mempelajarinya sendiri USAID: DBE3 Life Skills for Youth 40 .Handout untuk Peserta 2. Sebuah buku dengan banyak gambar di dalamnya B. Ketika anda berusaha memecahkan sebuah soal anda akan: A. Ketika anda belajar untuk menyiapkan sebuah tes. Untuk mempelajari bagaimana kerja komputer. Anda lebih menyukai: A. Membuat sebuah model permasalahan dan memecahkannya dalam pikiran anda 4. Bergoyang mengikuti irama musik 3.

anda akan lebih suka untuk: A. Wajah-wajah orang. Kelas olah raga 9. apa yang pertama anda lakukan? A. Menceritakannya dengan nyaring C. Restoran dengan pencahayaan terlalu terang B. Hal-hal yang anda katakan dan lakukan dalam pertemuan tersebut 11. Merasakan perasaan berada di dalam kelas bersama siswa anda 12. Anda baru memasuki museum. Tersenyum B. Berbicara kepada pemandu museum dan menanyakan tentang barang atau koleksi yang dipamerkan C. Melihat sekeliling dan mencari peta yang menunjukkan lokasi berbagai barang atau koleksi. Memikirkan tentang gambar dari siswa tertentu. biasanya yang anda ingat di hari berikutnya adalah: A. Kelas musik C. Apa yang anda lakukan ketika anda merasakan bahagia? A. B. Restoran dengan tempat duduk yang tidak nyaman 8. tetapi bukan nama mereka B. Pergi ke pameran atau pajangan pertama yang kelihatan menarik 7. Berteriak C. Memerankannya (akting/drama) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 41 . Restoran seperti apa yang tidak ingin anda kunjungi? A. Kelas mana yang anda pilih? A.6. Jika anda berada dalam sebuah pertemuan. B. Ketika anda bercerita. Nama-nama orang. bukan wajah mereka C. Meloncat 10. Menuliskannya B. Ketika anda membaca atau melihat kata “SISWA”. Kelas seni B. Restoran dengan musik yang terlalu keras C. Mengucapkan kata “siswa” secara pelan-pelan pada diri sendiri C. apa yang akan anda lakukan pertama kali? A.

Apa yang biasanya anda lakukan ketika anda marah? A. B. Menuliskannya dan melihat apakah terlihat benar B. Menuliskan untuk melihat apakah terasa benar Hitung jawaban Anda. Hal lain seperti lapar. Berteriak C. sepatu yang sempit 14.13. atau C? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 42 . Menyuarakannya C. Gangguan visual B. Cemberut B. apa yang paling mengganggu usaha anda tersebut? A. Menghentakkan kaki dan membanting pintu 15 Ketika belajar mengeja kata-kata baru. Apakah jawaban Anda kebanyakan A. cara mana yang cenderung anda lakukan? A. Suara-suara/bunyi C. Ketika anda mencoba untuk berkonsentrasi.

Anda belajar dengan pendengaran dan mendengarkan. mereka mengalami kesulitan dalam membaca peta. Cenderung duduk di depan. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 43 . tapi mengalami kesulitan untuk mengingat apa yang telah dikatakan atau dlihat. Tipe C Jika skor anda kebanyakan adalah C anda memiliki gaya belajar kinestetik. Anda belajar dengan meraba dan melakukan. seperti matematika). Berbicara dengan tangan anda dan dengan bahasa tubuh. atau menyelesaikan tugas konseptual. Ingat apa yang telah dilakukan. diagram. Karakteristik pelajar gaya visual adalah:           Membuat banyak catatan yang terperinci. Anda belajar dengan penglihatan dan melihat. maka anda memiliki gaya belajar visual. Sering menutup mata untuk memvisualisasikan atau untuk mengingat sesuatu.2 Jawaban: Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Tipe A Jika skor anda sebagian besar adalah A. Senang melihat apa yang mereka pelajari. Mereka mengingat pelajaran dengan cara melakukan verbalisasi kepada diri sendiri (jika tidak melakukannya. tetapi Anda dapat menjelaskan mengapa Anda memakai pakaian seperti itu? Bersenandung atau berbicara kepada diri sendiri atau kepada orang lain jika merasa bosan. Tipe B Jika skor anda sebagian besar adalah B. Karakteristik pelajar dengan tipe kinestetik adalah sebagai berikut:    Harus aktif dan sering istirahat. Tertarik pada bahasa tulis atau lisan yang kaya akan gambar. Mendapatkan pengetahuan dengan membaca nyaring. Biasanya rapi dan bersih. Mencari sesuatu untuk ditonton jika merasa bosan. Menganggap lingkungan pasif adalah yang paling ideal. Kemungkinan Anda tidak pernah menyerasikan pakaian dan warna. maka anda memiliki gaya belajar auditori. Lebih menyukai rangsangan (stimuli) yang terisolasi dari gangguan auditori dan kinestetik. Diuntungkan oleh ilustrasi dan presentasi yang menggunakan warna-warni.Handout untuk Peserta 2. Karakteristik pelajar tipe auditori dalah:      Duduk di tempat dimana dapat mendengar tapi tidak perlu memperhatikan apa yang terjadi di depan.

Tidak betah di kelas yang kurang dalam memberikan pengalaman praktek. Berkomunikasi dengan cara menyentuh dan lebih menghargai motivasi yang diekspresikan secara fisik. Kegiatan yang berhubungan dengan memasak. Menyenangi kunjungan lapangan dan tugas-tugas yang berhubungan dengan rekayasa bahan. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 44 . Duduk dekat pintu atau tempat lain dimana mereka dapat mudah bangun dan bergerak ke sana ke mari. dan seni membantu mereka dalam memahami dan belajar sesuatu. Mengandalkan pada apa yang dapat mereka alami atau lakukan secara langsung.       Mencari alasan untuk dapat bermain-main dengan sesuatu atau pergi ketika merasa bosan. seperti tepukan di bahu. bangunan. teknik.

Tipe B (Gaya belajar auditori) 1. 7. 3. 9. 8. 6. 10. 8. 8. 9. 9. Metode Penemuan 1. 9. 5. Metode Ekspositori 2. 8. metode. 4. 7. 2. 6. 10. 10. 1. 3. 6. 4. 1. 7. 1. 2. 4. 10. 9. teknik. 3. 3. 3. 4. 4. 9. 7. 2. 9. Tipe Pembelajar Strategi (pendekatan. model) Pembelajaran yang sesuai Tipe A (Gaya belajar visual) 1. 5. 5. 7. 8. 1.Handout untuk Peserta 2. 2. 6. 2. 7.3 Diskusikan tugas-tugas berikut ini di dalam kelompok masing-masing. 3. 2. 3. 8. 9. 10. 7. 5. 4. 2. 6. Bereksperimen atau mencoba-coba bilangan dengan berbagai cara Alasan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 45 . 5. 8. 4. Tipe C (Gaya belajar kinestetik) 2. 10. 6. 10. 10. 6. 5. 5. 5. 6. 1. 3. 8. 8. 5. Menemukan pola bilangan Pengalaman belajar/Keterampilan matematika yang dapat dikembangkan 1. 10. 4. 7. 6. 9. 7. 3. 4.

Informasi Tambahan 2.1 (after the quiz)

Type of Learning
  

Visual Learners Auditory Learners Kinesthetic Learners

- see - hear - involve

Dengan ketiganya :  22 dari 30 siswa siswa dapat belajar dengan efektif  8 orang lebih menyenangi salah satu

Sumber: Nana Jumhana dan Moh. Nur Arifin. Bahan Presentase Active

Learning

Kegiatan dan Informasi yang Diperoleh

Sumber: (Sheal, Peter (1989) How to Develop and Present Staff Training Courses. London: Kogan Page Ltd.)

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

46

Somatic, Auditori, Visual, Intelektual
Learning by moving doing Learning by listening speaking Learning by observing & describing Learning by problem solving & imagining

SAVI

Activating Body & All Sensory Modals

Sumber: Dave Meier (2002). The Accelerated Learning: Hand Book. Bandung: Kaifa

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

47

Sesi 3 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka?

Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terutama pada jenjang SMP, menuntut usaha-usaha guru untuk secara kreatif mengembangkan kurikulum mata pelajaran yang diampunya. Esensi dari KTSP adalah otonomi yang lebih besar diberikan kepada sekolah dan guru untuk menyusun kurikulum secara mandiri. Dalam konteks KTSP ini tidak dikenal lagi adanya Kurikulum Nasional (Kurnas), yang menjadi acuan nasional adalah Standar Isi (SI) terutama Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Dengan demikian adalah tugas guru untuk menyusun indikator, menyiapkan materi pelajaran, menyiapkan strategi dan pengalaman belajar, sistem evaluasi dan menetapkan sumber-sumber belajar yang relevan dan SK dan KD. Bagian ini akan membahas strategi belajar mengajar yang berkenaan dengan tujuan kurikuler atau tujuan dari mata pelajaran. Untuk mencapai tujuan ini guru memikirkan topik-topik atau materi pembelajaran tertentu yang akan disampaikan di kelas. Bagaimana konsep-konsep yang ada dalam SK/KD atau kurikulum dapat disampaikan dengan berbagai pendekatan, metode dan teknik untuk mencapai target kompetensi tertentu merupakan hal yang harus dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar berkenaaan dengan mata pelajaran yang di ampu. Secara umum strategi belajar mengajar untuk mata pelajaran mencakup urutan kegiatan pembelajaran, metode atau pendekatan, media, dan waktu yang digunakan pengajar dan siswa dalam setiap langkah kegiatan pembelajaran. Misalnya, bila guru akan melaksanakan pembelajaran dengan prinsip aktif learning, materi yang sesuai dengan SK/KD harus diatur sedemikian rupa sehingga prinsip itu terlaksana, misalnya siapa pembawa materi apakah guru atau siswa, siapa yang mengajarkannya digunakan dalam menyajikan materi apakah induktif, atau induktif dilanjutkan kelompok besar, kelompok-kelompok kecil koperatif atau perorangan. Inti dari sesi ini adalah untuk membekali peserta dengan kemampuan menyiapkan apakah kelompok (team teaching) atau perorangan, bagaimana pendekatan yang deduktif, atau deduktif saja, serta bagaimana siswa dikelompokkan apakah

Pendahuluan

experiences) yang sesuai untuk menjcapai tujuan pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu oleh guru matematika.

strategi belajar mengajar tertutama pada penyiapan pengalaman belajar (learning

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

48

Berikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikan berbagai bentuk strategi pembelajaran yang efektif untuk beberapa komptensi pelajaran matematika Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 49 . Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No.3.3 yaitu menentukan Pada akhir sesi ini. Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menjabarkan kompetensi ke dalam pengalaman belajar yang sesuai. Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3. Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika. Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil atau dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar pada mata pelajaran matematika.Sesi ini menekankan pemahaman kepada peserta tentang strategi belajar mengajar matematika yang behubungan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai dalam mata pelajaran matematika. Apa saja kompetensi yang harus dicapai dalam mata pelajaran matematika? Apa saja strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran matematika? Pengalaman belajar yang bagaimana yang dapat dilaksanakan untuk mencapai kompetensi pada pelajaran matematika? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan mengidentifikasi kompetensi-kompetensi dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi tersebut. Berikan kepada kelompok untuk berdiskusi dan brainstorming diantara mereka. peserta diharapkan dapat: Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. 16 tahun 2007 yakni untuk mengembangkan kompetensi pedagogik inti guru ke-3. Tujuan utama sesi ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada peserta sesuai Permen No.

2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar menganalisis perbedaan kompetensi untuk jenjang dan semester SMP/MTs.1 berisi daftar kompetensi dan yang salah. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 50 . dan 5 menit 25 menit Connection Melalui kegiatan pada handout 3. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan.1: ” tabel mencocokkan kompetensi dan strategi pembelajaran”. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. peserta diminta pertanyaan pentingnya materi dan hasil-hasil yang akan dicapai pembelajaran meminta peserta tambahan 3. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator memberi informasi . dan bagaimana seharusnya 55 menit Application Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi kesempatan berbagai Reflection Memeriksa ketercapaian hasil belajar dan mencatat hasil belajar yang diperoleh dijurnalnya masing-masing 5 menit Extension membaca informasi Di luar sesi. strategi/metode peserta memberi alasan mengapa daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar dari hand out salah.1 & 3. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit. kunci. memilih stategi pembelajaran dan gaya belajar yang sesuai utk komptensi tsb pada diri siswa megembangkan mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout untuk peserta 3.

Peserta yang lebih dahulu menemukan solusinya menjadi pemenang dan berhak memperoleh hadiah yang disediakan Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. Tampilkan melalui LCD atau pada kertas flipchart gambar berikut: Energizer 4. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Bagikan kepada setiap peserta 3 buah batang korek api dan sebuah uang logam Rp50. 3. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci.Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Minta kepada setiap peserta untuk membuat koinnya berada di luar cangkir hanya dengan memindahkan dua batang korek api untuk membentuk cangkir yang kongruen pada posisi yang berbeda. 2. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. Energizer pada sesi ini adalah ”mengeluarkan uang dari dalam cangkir” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. Minta kepada setiap peserta untuk membuat model seperti gambar dengan menggunakan batang korek api dan uang logam sehingga menggambarkan ”uang logam dalam cangkir” 5. Introduction (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 51 . Minta kepada peserta untuk duduk dan membuat jarak dengan peserta lain. 6.

(3) Katakan pada peserta untuk melihat kompetensi berbeda yang mereka harus kembangkan pada diri siswa sesuai tingkatan kelas dan materi pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 52 . Connection (25 menit ) A Application (55 menit) (1) Bagi peserta ke dalam kelompok. Alasan-alasan atau argument bagaimana seharusnya. satu kelompok untuk setiap tingkatan kelas dan semester SMP/MTs. Perbaiki strategi atau metode yang salah atau keliru sehingga menjadi sebuah daftar yang baik (4) Katakan kepada peserta agar mengingat kembali metode atau teknik yang mereka biasa gunakan untuk mencapai SK/KD pada pelajaran yang mereka ampu. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3.1 berisi sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang akan dikomentari atau diperbaiki. (2) Jelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi pelajaran matematika.3 1 C (1) Bagikan kepada setiap kelompok copy dari handout 3. (3) Minta komentar setiap peserta mendiskusikan daftar tersebut dengan berdasar kepada:    Kesalahan dari strategi atau metode yang dipiih untuk mencapai kompetensi. Peserta akan mengatakan apakah salah dan mengapa. tercapai atau gagal sebuah kompetensi sangat ditentukan oleh strategi atau metode yang telah disusun.Catatan untuk Fasilitator Menetapkan strategi belajar mengajar untuk mencapai komptensi tertentu membutuhkan keterampilan khusus dari seorang guru karena baik atau buruk. (2) Setiap kelompok memilih sebuah kompetensi dari tingkatan dan semesternya. Bekerjalah melalui sebuah proses dengan peserta sehingga dapat memikirkan pemadanan antara kompetensi dan metode atau strategi pembelajaran. Catatan untuk Fasilitator Berikan sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang secara jelas salah (misalnya siswa akan mengembangkan keterampilan menyelesaikan soal cerita tetapi strategi pembelajarannya adalah dengan metode ceramah). Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No.

E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Beri kesempatan peserta untuk mengeksplorasi strategi untuk berbagai kompetensi di tingkatan kelas dan semester. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci (2) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 3 pada jurnalnya masing-masing. oleh sebab itu peserta diminta membaca pembelajaran. Minta kepada peserta untuk mengerjakan atau menuliskan pemadanan ini pada Kertas flipchart Lakukan umpan balik dari hasil pekerjaan mereka R Reflection (5 menit) (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi.1 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan Extension Disamping guru memikirkan siapa siswa yang diberi pengajaran. Strategi atau metode belajar mengajar seharusnya mendukung kompetensi yang telah ditargetkan akan dicapai. (5) Umpan balik (Feedback) Catatan untuk Fasilitator Katakan kepada partisipan untuk melihat pada perbedaan kompetensi yang dibutuhkan untuk dikembangkan pada siswa diberbagi tingkatan kelas dan pelajaran.(4) Katakan kepada mereka untuk memilih beberapa pengajaran dan gaya belajar yang tepat dari sesi 1 untuk beberapa kompetensi tersebut. informasi tambahan 3. Katakan kepada mereka untuk memadankan beberapa gaya belajar mengajar dari sesi 1 dengan beberapa kompetensi. guru juga harus memikirkan apa yang direncanakan untuk diajarkan ketika memilih strategi belajar mengajar. Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 53 .

terjemahan Aditya Kumara Dewi. 1997. 22 Tahun 2006 Tentang Standar isi BSNP. Model of Teaching. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 2003. Permen No. Bandung: UPI. T. Dave Meier. 2000. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2004 Gordon. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 54 . Needham Heights: Asimon & Schuster Company. Bobby DePorter. Permen No. Suherman. 1991. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Thomas. E. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Kaifa: Bandung. Erman. Bruce. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. 2001. BSNP.Bobby DePorter & Mike Hernacki. & Weil Marsha. Teacher Effectiveness Training. Kaifa: Bandung. Joyce. Bandung: Tarsito. 1966. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusa Ruseffendi. Kaifa: Bandung.

prisma dan Metode drill Menyajikan data dalam batang.Handout untuk Peserta 3. balok.1 Kompetensi Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan pemecahan masalah bulat dan pecahan dalam Menyajikan himpunan Strategi/Pendekatan/ Metode Metode ceramah Benar atau Salah Mengapa? Strategi apa yang tepat? dengan diagram Venn Memahami sifat-sifat Metode penemuan Pendekatan deduktif sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain Membuat sketsa grafik pada sistem koordinat Cartesius fungsi aljabar sederhana Metode ekspositori Memecahkan masalah berkaitan dengan pada bangun datar yang Teorema Pythagoras Melukis lingkaran dalam segitiga dan lingkaran luar suatu Metode demonstrasi Pendekatan pemecahan masalah Membuat jaring-jaring limas kubus. dan lingkaran bentuk tabel dan diagram Metode inkuiri Menentukan ruang sampel suatu percobaan Menentukan pola barisan bilangan sederhana Metode tanya jawab Pendekatan spiral USAID: DBE3 Life Skills for Youth 55 . garis.

Memahami bentuk aljabar.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat 1.Informasi Tambahan 3.3 Menyelesaikan persamaan linear satu variabel 2.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsurunsurnya 2. Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel USAID: DBE3 Life Skills for Youth 56 .1 Standar Matematika Sekolah Iwan Pranoto © 2006 Standar Kompetesi dan Kompetensi Dasar Jenjang SMP/MTs Kelas VII. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 1.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah dan pecahan Aljabar 2. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.

fungsi. himpunan Venn kurang (difference). Menggunakan Teorema Pythagoras dalam 3. Memahami hubungan garis dengan garis.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius 1. gabungan.Kelas VII.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4. serta menentukan ukurannya 5.2 serta besar dan jenis sudut Menentukan hubungan antara dua garis.2 Memecahkan masalah pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras USAID: DBE3 Life Skills for Youth 57 . sudut dengan sudut. persamaan dan grafik garis lurus Geometri dan Pengukuran pemecahan masalah 3.6 Menentukan gradien. dan komplemen pada himpunan.1 Memahami pengertian dan notasi 4. Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar Komptensi Dasar 1.3 Melakukan operasi irisan.2 Memahami konsep himpunan bagian 4. terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan 5.3 Memahami relasi dan fungsi 1.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku 3. dan persamaan garis lurus 1.1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1. serta penyajiannya 4.3 5. relasi.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4. Memahami bentuk aljabar.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5.1 5. Memahami sifat-sifat sudut yang garis dengan sudut.4 Menentukan nilai fungsi 1.4 dengan garis lain Melukis sudut Membagi sudut Kelas VIII. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4.

garis. balok.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4.3 Menggunakan hubungan sudut pusat.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus. Memahami peluang kejadian sederhana 4.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5. dan bagian-bagiannya.Kelas VIII. Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3. balok. Menentukan unsur.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus. prisma dan limas Kelas IX. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 4. serta menentukan ukurannya 5. balok. bagian lingkaran serta ukurannya Komptensi Dasar 4. Memahami sifat-sifat kubus. luas juring dalam pemecahan masalah lingkaran 4. panjang busur. Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3. dan modus data tunggal serta penafsirannya diagram batang. balok.1 Menentukan rata-rata.2 Membuat jaring-jaring kubus. median.2 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana percobaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 58 .2 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan 4.4 Menghitung panjang garis singgung 4.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4. dan lingkaran 3.1 Menentukan ruang sampel suatu 4. 5. limas. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya persekutuan dua lingkaran 5. prisma.

3 Menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika dan deret geometri dengan barisan dan deret 6.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dan barisan geometri sederhana dan bentuk akar berpangkat dan bentuk akar 5.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat 5.3 Memecahkan masalah sederhana yang dan bentuk akar 6. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat pemecahan masalah sederhana dan bentuk akar serta penggunaannya dalam berkaitan dengan bilangan berpangkat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 59 . Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 6.1 Menentukan pola barisan bilangan 6.Kelas IX. Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan Komptensi Dasar 5.

segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat. persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya. ukuran dan pengukurannya. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 3. serta mempunyai kemampuan bekerja sama menggunakannya dalam pemecahan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 60 . Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian. diagram. distributif). Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. modus dan median. bola. rentangan data. barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifatsifatnya). sudut (melukis sudut dan membagi sudut). grafik). gambar. kesebangunan dan kongruensi. balok. serta masalah 4. operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif. Memahami bangun-bangun geometri. tabung.2 Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs 1. asosiatif. analitis. relasi. Memahami konsep bilangan real. himpunan dan operasinya. serta memanfaatkan dalam pemecahan masalah 6. serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 2. lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya). fungsi dan grafiknya. sistem persamaan linear dan penyelesaiannya. rerata hitung. Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya. Memahami konsep data. sistematis. unsur-unsur dan sifat-sifatnya. serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 5. kerucut. meliputi: hubungan antar garis. teorema Pythagoras. dan kreatif. prisma. lingkaran (garis singgung sekutu.Informasi Tambahan 3. Memiliki kemampuan berpikir logis. kritis. kubus. pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel. limas dan jaring-jaringnya.

saya kuasai.yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri. Yang saya dengar dan lihat. lihat. dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan. yaitu dengar. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Siswa bahkan sering meninggalkan Pendahuluan tempat duduk mereka. atau diskusikan dengan orang lain. saya lupa. dan membahasnya dengan teman (secara koperatif) dan guru. Kata-kata bijak di atas. Mereka harus menggunakan otak melalui: mengkaji gagasan. membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah. bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about dan thinking aloud). dan menerapkan apa yang mereka telah pelajari. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. lihat. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan. mengajukan pertanyaan tentangnya. melihatnya. terapkan. Bukan cuma itu. Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. lihat. siswa perlu “mengerjakan”. Yang saya ajarkan kepada orang lain. Dari yang saya dengar. memecahkan masalah. Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik. mencoba mempraktikkan keterampilan. Belajar aktif harus gesit. Belajar aktif tidak hanya diperlukan untuk menambah kegairahan. Melvin L. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. atau mencari cara untuk mengerjakan tugas. Yang saya dengar.Sesi 4 Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. siswa perlu mendengarnya. dan terapkan. yang dikutip sebagai modifikasi dari kata-kata bijak Konfusius. pertanyakan. bahas. yaitu : Yang saya dengar. Dia menginginkan jawaban atas sebuah pertanyaan. namun juga untuk menghargai perbedaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 61 . Agar belajar menjadi aktif. siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif. menyenangkan. siswa akan mengupayakan sesuatu. saya sedikit ingat. saya mulai pahami. diskusikan. dan ajarkan adalah hal-hal pokok yang paling mendasar dan sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran. dan pertanyakan. bersemangat dan penuh gairah. Silberman mengemukakan “Paham Belajar Aktif”. menunjukkan contohnya.

Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi pedagogik inti guru: menentukan Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini sehingga pada akhir sesi. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 62 .3). dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3.3. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar.1. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6. termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6. dan kompetensi 6. kompetensi inti 6.individual dan beragamnya kecerdasan.2.1). Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini. Ingatkan kembali kepada peserta menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing. (menstimulate) partisipasi aktif siswa di dalam proses pembelajaran adalah Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Oleh karena itu kemampuan merangsang kompetensi inti yang harus dikuasai guru. Bagaimana ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi partisipasi aktif siswa di kelas? Cara-cara atau tugas apa sajakah yang dikembangkan guru untuk menstimulasi partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran? Model pembelajaran apa saja yang dapat diterapkan untuk melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan meminta peserta mengamati perbedaan pembelajaran aktif dengan pembelajaran secara tradisional melalui analisa gambar. peserta dapat: Mengidentifikasi ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif.2). Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan.2: Power Point ”tentang cara-cara atau teknik dalam pembelajaran aktif” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Minta kelompok untuk mendiskusikan cara-cara atau teknik-teknik menstimualsi siswa agar siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Bimbing peserta untuk menerapkan pembelajaran partisipatif dan interaksi aktif siswa melalui bermain peran (role play).1: berisi informasi ”menggagas pembelajaran aktif” Informasi tambahan 4. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 63 . Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Handout 4. Informasi tambahan 4.Beri kesempatan kepada setiap peserta mengidentifikasi ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi siswa berpartisipasi secara aktif.1 berisi ”perbandingan aktivitas pembelajaran dengan strategi/metode tradisional dan aktif learning di dalam kelas”.

tujuan dan hasil serta pembelajaran.1. Energizer pada sesi ini adalah ” Emergency” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit.1 dan 4.10 menit Extension Peserta mempelajari bahan bacaan dan semua informasi Menanyakan mengenai kepada peserta ketercapaian tujuan sesi ini. mengerjakan berikan handout 4.50 menit Kelompok. berisi perbandingan tradisional aktif. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. pembelajaran pembelajaran dan . Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam masing hasil belajar sesi jurnalnya masing- tambahan 4.25 menit Peserta membentuk kelompok. sekelompok anak pramuka sedang melakukan karya bakti di Kantor Lurah (A). Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Application mempraktekkan suatu proses dengan pembelajaran menggunakan salah satu teknik pada informasi tambahan 4. menyenangkan. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Perhatikan gambar di bawah ini: B Energizer A g Dalam suatu kegiatan kemah bakti sosial. Setelah semua anggota pramuka berada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 64 .2 pada sesi 4 Mendeskripsikan inspirasional.Ringkasan Sesi Introduction -5 menit Fasilitator memaparkan tema.2 Reflection . pertanyaanpertanyaan peserta kunci kepada Connection .. yang ” interaktif.

serta pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara USAID: DBE3 Life Skills for Youth 65 . dan inspirasional. (2) Minta kelompok mempelajari handout 4.2. interaktif. Minta peserta menentukan satu titik (tempat) pada sungai untuk mengambil air buat memadamkan api yang berkobar pada lokasi perkemahan mereka. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. 1 inspirasional.di Kantor Lurah untuk melakukan karya bakti tersebut tiba-tiba terjadi kebakaran pada kemah-kemah mereka di lokasi B. minta peserta menyimpulkan apa makna partisipasi.1 yang berisi gambar atau foto pembelajaran secara tradisional dan pembelajaran aktif.   Peserta diharapkan mempelajari strategi pembelajaran yang dapat mendorong partsipasi siswa di dalam pembelajaran. Tidak begitu jauh dari Masjid tempat karya bakti. Introduction (5 menit) C Connection (30 menit ) peserta menjadi beberapa kelompok.1. (7) Pada akhir dari bagian connection ini. Proses pembelajaran lebih diarahkan kepada jiwa atau ciri-ciri metode harus memahami sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif.1 tersebut. (3) Mintalah para peserta untuk melihat materi kompetensi pedagogik inti guru yang mengacu pada kompetensi inti 3. tujuan dan hasil pembelajaran. Anggota kelompok (1) Organisasikan diusahakan seheterogen mungkin. interaktif. Jelaskanlah bahwa sesi ini akan membantu mereka untuk mengembangkan berbagai kompetensi tersebut. dan 6. Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Fasilitator memaparkan tema. (4) Minta peserta menemukan ciri-ciri masing-masing pembelajaran tersebut. Catatan untuk Fasilitator  Guru aktif. dan inspirasional dalam pembelajaran.3. (6) Beri kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan metode-metode yang mendorong partisipasi dan interaksi siswa. menyenangkan. serta minta mereka mengidentifikasi ciri-ciri dari makna-makna tersebut dari gambar yang diberikan. (3) Minta peserta untuk membandingkan dan menganalisa kedua gambar di dalam handout 4. terdapat sungai (lihat garis g). 6. (5) Motivasi peserta agar memahami makna: partisipasi.

Bagaimana guru dapat mengorganisasi dan mengelola kelas dengan berbagai cara antara lain dengan kerja kelompok kecil di dalam pelajaran. A Application (50 menit ) (1) Peserta bekerja di dalam kelompok masing-masing. menyenangkan. inspirasional. Peserta didik mampu mengevaluasi hasil belajar  Beberapa strategi: BAGAIMANA MENJADIKAN SISWA AKTIF SEJAK AWAL Strategi pembentukan tim Strategi penilaian sederhana 1 Strategi pelibatan belajar langsung BAGAMANA MEMBANTU SISWA MENDAPAKAN PENGEAHUAN. Peserta didik bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri 2. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dengan cara memilih salah satu teknik pada informasi tambahan 4.   Fokus pemamahan strategi pembelajaran aktif adalah pada ketepatan strategi tersebut dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pelajaran di kelas. KETERAMPILAN DAN SIKAP SECARA AKTIF Kegiatan belajar dalam satu kelas-penuh Mensimulasi diskusi kelas Pengajuan pertanyaan Belajar bersama Pengajaran sesama siswa USAID: DBE3 Life Skills for Youth 66 . (4) Strategi role play diserahkan kepada masing-masing kelompok. (2) Minta peserta mempraktekkan sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif. Catatan untuk Fasilitator     Seorang guru matematika yang baik harus mampu memahami cara menstimulasi siswa agar mereka dapat terlibat dalam pembelajaran.2. Semakin baik seorang guru dalam menstimulasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran akan semakin partisipatif siswa dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembelajaran aktif dapat digunakan membangun partisipasi aktif. yakni: 1. Peserta didik menentukan sumber pembelajaran dan cara mencarinya 3. menyenangkan dan menantang akan membangun partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. (3) Katakan kepada peserta melakukan teknik tersebut di dalam proses pembelajaran.pembelajaran aktif. Interaksi efektif. Peserta didik mampu memecahkan masalah 4.

2001. oleh sebab itu peserta diminta membaca kembali seluruh informasi tambahan pada sesi ini sebagai bahan untuk pengembangan silabus lebih lanjut. Tanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan tersebut dan minta peserta untuk menjawab dengan menggunakan apa yang telah mereka pelajari selama sesi. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. siswa akan mengupayakan sesuatu. Bobby DePorter. Kaifa: Bandung. Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa.Belajar secara mandiri Belajar yang efektif Pengembangan keterampilan BAGAIMANA MENJADIKAN BELAJAR TIDAK TERLUPAKAN Strategi peninjauan kembali Penilaian sendiri Perencanaan Masa Depan Ucapan perpisahan R Reflection (5 menit ) (1) Lihat lagi pada pokok-pokok pertanyaan yang diberikan pada awal sesi. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. Kaifa: Bandung. mengajukan pertanyaan. Bobby DePorter & Mike Hernacki. membuat pemetaan. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. 2000. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. dan memberi alasan logis. Tanyakan apa lagi selain itu yang mereka pelajari. Extension Pesan Kunci Seluruh strategi atau metode pembelajaran yang guru gunakan seharusnya merangsang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mereka. Dave Meier. (2) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. memecahkan masalah. misalnya menemukan pola. 2004 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 67 . Kaifa: Bandung.

Learning to Be a Competent Communicator. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 68 .Galvin The Basic of Speech. National Textbook Company. 2004 & Cooper. Illionis USA.

F o to A:

Handout untuk Peserta 4.1

F o to B :

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

69

Petunjuk: Perhatikan dengan seksama kedua gambar di atas. Foto A mengilustrsikan metode tradisional di dalam kelas. Foto B mendemonstrasikan para siswa yang belajar dengan pendekatan aktif. Silahkan membandingkan kedua gambar tersebut. Fokus Apa yang siswa sedang lakukan? Apakah yang siswa gunakan? Dimanakah siswa sedang duduk? Bagaimana siswa duduk? Siapa siswa yang berbicara? Apa pendapat anda tentang perasaan siswa? (mis: bosan, bergairah? Apakah berpikir bahwa guru sedang melakukan sesuatu? Mengapa anda berpikir demikian? Apakah anda berpikir bahwa guru sedang berbicara? Kepada siapa? Mengapa anda berpikir demikian? Menurut anda, dimanakah guru berada? Mengapa anda berpikir demikian? Kesimpulan: Apa kata-kata yang kamu akan gunakan untuk menguraikan keseluruhan suasana dan lingkungan pada setiap foto? Adakah proses pembelajaran yang ” interaktif, inspirasional, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif? Foto A Foto B

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

70

Informasi Tambahan 4.1
Menggagas Pembelajaran Aktif
Taufik Asmiyanto

Teachers need time to reflect upon and discuss ideas, they need opportunities to try out and practice new strategies, to begin to change their own attitudes and behaviors in order to change those of their students, to observe themselves and their colleagues – and then they need more time to reflect upon and internalize these concepts. (Paul, 1990: 352) Pembelajaran Sebelum masuk pada permasalahan seputar pembelajaran aktif, alangkah baiknya kita menyatukan persepsi terlebih dahulu mengenai makna pembelajaran. Masih banyaknya pandangan yang menganggap sama makna belajar dan pembelajaran, menuntut perlu dilakukanya upaya pendefinisian istilah pembelajaran. Karena, boleh jadi, ada beragam pula makna pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran didefinisikan dengan berbagai ragam pengertian (polisemi). Dalam tulisan ini, meminjam definisi Jerrold E. Kemp (1977), pembelajaran dimaknai sebagai suatu proses yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang relatif permanen. Diperoleh melalui berpikir (thinking), merasakan (feeling), dan tindakan (doing). Jadi, pembelajaran seharusnya mengubah individu dari tidak tahu menjadi tahu; dari tidak tanggap menjadi tanggap; dan dari tidak mampu menjadi mampu. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam proses
pembelajaran, harus terjadi perubahan yang signifikan mencakup domain kognitif, psikomotor dan afektif. Atau dengan kata lain

pembelajaran yang baik, setidaknya pada akhir proses pembelajarannya mencapai salah satu dari ketiga domain tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya, dalam setiap perumusan sasaran pembelajaran dan setiap kali pengajar

aktifitas

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

71

tentu yang ada hanyalah “kerja paksa” menjadi bagian dalam proses penguasaannya. Sehingga pada akhir proses pembelajaran. sudah dapat dipastikan akan mempunyai motivasi lebih tinggi untuk menguasai bidang yang diminatinya.melakukan evaluasi hasil pembelajaran. Ada segenap faktor yang juga intelektual peserta ajar di satu sisi sangat mendukung keberhasilan. Sementara. pengelolaan pendidikan. kemampuan pengajar. seorang yang tidak mempunyai minat terhadap satu Sistem pendidikan atau kurikulum juga menjadi bagian yang tak perpisahkan dalam pencapaian efektifitas pembelajaran. Ketiga ranah sasaran pembelajaran tersebut di atas atau yang juga dikenal dengan istilah taksonomi proses intelektual seharusnya tercermin dalam setiap sasaran pembelajaran. Seorang turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. “Kerja keras” tentu menjadi bagian dalam proses penguasaan bidangnya bidang. Sementara itu. akan tetapi adanya keharusan untuk menguasainya. Efektifitas pembelajaran tentu saja tidak hanya termaknai pada kalimat yang dituliskan pada sasaran pembelajarannya saja. haruslah memperhatikan ketiga ranah kunci itu. Istilah derajat kemampuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam bagian mengenai sasaran pembelajaran. penilaian keberhasilan pembelajaran dapat diukur dengan berpatokan pada degree atau derajat kemampuan yang telah ditetapkan dalam sasaran pembelajaran. faktor-faktor dan alat bantu juga tak seperti metode pengajaran. tersebut. keberhasilan pembelajaran. sedikit membuat pengaruh dalam proses USAID: DBE3 Life Skills for Youth 72 . Minat dan kemampuan yang memiliki minat pada bidang tertentu.

(Candy. 1994: 127-128) Tahapan Pembelajaran Pembelajaran merupakan proses aktif yang harus ditempuh oleh peserta ajar dalam memahami suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui. akan tetapi peserta didik sebagai objek pembelajaran. Sistem ini tidak lagi memposisikan pengajar sebagai pusat (teacher. namun diposisikan sebagai subjek proses pembelajarannya. pembelajaran yang memiliki tanggung jawab sendiri dalam keberhasilan harus mampu seberapa besar peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran juga dilakukan oleh peserta didik sendiri. Pengujian “arsitek” pendidikannya sendiri yang bertanggung jawab 73 .centred).Pembelajaran Aktif Pembelajaran aktif atau yang diistilahkan oleh Candy (1994) adalah pembelajaran yang sengaja didesain agar peserta didik dapat secara aktif tidak lagi menempatkan peserta didik dan bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya. Dalam sistem USAID: DBE3 Life Skills for Youth mengembangkan pembelajarannya sendiri (self directed learning). peserta didik sebagai peserta didik merupakan terhadap isi dan struktur kurikulum. Pembelajaran di sini sebagaimana yang selama ini terjadi. Jadi.

Instruction methods Metode yang juga dikenal dengan istilah kuliah (ceramah). Peserta didik menjadi pasif. Latihan dilakukan dalam rangka mengukur sejauh mana pengetahuan bentuk pembahasan teori (tanya-jawab). tidak terlatih untuk mengeluarkan pendapat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 74 . Mengetahui kesalahan. juga diberitahukan mengenai hubungan masing-masing mata ajar dalam Pada tahap ini. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran aktif. peserta didik mendapat kesadaran tentang hasil disebabkan oleh cara pendekatan yang tidak sistematis. peserta didik beroritentasi terhadap unsur-unsur ilmu Kaitan antara unsur-unsur ilmu harus diperlihatkan. Di sini peserta didik kerangka kurikulum dan kegunaan mata ajar tersebut. Lanjutan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya. Latihan ini akan berhasil bila selama latihan didampingi dan proses belajar dipelihara. Metode ini tidak memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan pengajarnya. yang biasanya Umpan-balik ini berperan sebagai cermin atas proses pembelajaran yang 4. Di sini peserta didik didorong untuk menggunakan pengetahuan itu dan mempelajari semua sifatnya.pembelajaran aktif. Jadi. Latihan ini dapat saja dilakukan dalam praktikum. Bila peserta didik prosedur pengoperasian dan contoh penerapan juga harus diberikan. Umpan-balik telah dilaluinya. soal-soal ataupun 3. dengan mengutip teori pendidikan Gal’perin dalam Utomo (1991: 36-39). Di sini. pengajar memberikan materi ajar kepada peserta didik dengan satu arah. tidak cukup jika suatu kuliah diakhiri dengan suatu ujian. terdapat empat tahapan pembelajaran. tanpa adanya kesempatan bagi peserta didik untuk memperbaiki kesalahannya. tugas-tugas. 2. 1. termasuk cara-cara penalaran yang khas untuk bidang itu. Metode Pembelajaran Pemilihan metode pembelajaran tentu disesuaikan dengan sasaran Di sini peserta didik melanjutkan proses belajarnya dengan cara pembelajaran. Orientasi yang penting. Latihan diharapkan memahami dan mampu menerapkan suatu mata ajar. maka atau pemahaman peserta didik terhadap bahan yang diberikan. yakni: 1. belajar yang telah dicapainya.

learning inquary. Contoh dari metode ini. class conversation. metode ini lebih bisa menghemat Sehingga metode ini jelas lebih dapat menghemat biaya. Contoh metode ini. Sesuai dengan prinsip pembelajaran aktif. dan excursion. brainstorming. write an essay. Peserta didik mampu mengenali masalah dan mencari sendiri solusi dari masalahnya tersebut. panel discussion. make an exhibition. interview. Peserta didik juga tidak terlatih waktu. carroussel discussion.dan menerima pendapat orang lain. antara lain: ceramah. role-playing. yakni: homework. practicum. wall or blackboard discussion. case-study. Independent study methods Metode belajar mandiri memungkinkan peserta didik mengembangkan wawasannya. Peserta didik juga akan terbiasa memecahkan masalah. Interaction methods Metode ini memungkinkan Peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Namun. Peserta didik juga akan secara aktif menentukan sumber pembelajarannya dan cara mencarinya. open questioning. Dengan metode ini Peserta didik akan terbiasa untuk mengeluarkan pendapat dan menerima pendapat orang lain. pro-contra methods. Contoh metode 2.htm USAID: DBE3 Life Skills for Youth 75 . write on observation study Sumber: Diadaptasi dari Taufik Asmiyanto. ini. dalam memecahkan masalah. demonstrasi. discussion with an open chair. literature study. Menggagas Pembelajaran Aktif CEDS. yakni: discussion. 3. peserta didik dapat menentukan metode pembelajarannya sendiri. sumber daya pengajar yang diperlukan juga tidak banyak.

Bahan Presentase Active Learning) Teknik-Teknik Mengaktifkan Siswa Informasi Tambahan 4.2 MEDIA : * Buat kotak sesuai keperluan * Buat soal sesuai SK/KD  1. 2. Nur Arifin. Langkah-langkah : Sampaikan materi sesuai SK/KD Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban Berikan poin setiap jawaban dalam kotak Materi 10 . 3.(Sumber: Nana Jumhana dan Moh.Model-model Pembelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 76 .Model-model Pembelajaran 31 Lanjutan CONTOH : T R A N S A K S I Y A B A D O L A R E U A N G N A C I N A R I I L A E N I N T R I S I K G O K E R T A S B G K U R S G I R O I N O M I N A L S T 32 Materi 10 . 4.

minta mereka duduk berdampingan Tunjuk beberapa pasangan untuk membacakan pertanyaan dan jawaban yang telah mereka jodohkan Guru mengklarifikasi match dan tidaknya kartu-kartu itu kartuBerikan hukuman yang bersifat menghibur bagi pasangan yang salah menjodohkan kartu USAID: DBE3 Life Skills for Youth 77 . 4. Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai ……. 7. ……. Saat ini banyak di palsukan Nilai bahan pembuatan uang disebut ……. 9. Setelah menemukan pasangannya. 3. 2.Model-model Pembelajaran 33 Index cards match        Siapkan kartu-kartu yang berisi pertnyaan pada satu kartu dan kartujawaban pada kartu lainnya. 6. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut ……. 8. dan bagikan kepada para siswa kartuMinta siswa untuk bergerak mencari pasanga dari kartu yang dia miliki. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah Uang ……. Lanjutan: CONTOH SOAL Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara ……. 5. Kocok kartu-kartu tersebut. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai ……. 1. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut ……. Materi 10 . Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif …….

dengan ceramah Setelah selesai ceramah.Sinergetic Teaching        Bagi kelas ke dalam dua kelompok Minta satu kelompok untuk tinggal di dalam kelas dan kelompok lain lain diberi teks bacaan dan diminta untuk membaca di luar kelas Berikan materi bagi siswa yang berada di kelas. minta siswa yang berada di luar untuk memasuki ruangan kembali dan dibasangkan dengan siswa yang ada di dalam kelas Minta mereka. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 78 . untuk mendiskusikan materi yang dibaca dari teks bacaan dan yang didapat dari ceramah guru Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pada siswa secara pertanyaanrandom mengenai materi yang didiskusikan Klarifikasi dari guru.

JIGSAW LEARNING       Pilih materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada Setiap kelompok mendapat tugas membaca topik materi pelajaran yang berbeda Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah dipelajara di kelompok Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelmpok Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi TEKS ACAK        Pilih bacaan yang akan disampaikan Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian Potongan bisa dilakukan perkalimat atau perduan kalimat Bagi siswa menjadi beberap kelompok kecil Beri setiap kelompok satu bacaan yang sudah dipotongdipotongpotong Tugas siswa adalah menyusun bacaan sehingga dapat dibaca dengan urut Pelajari dan diskusikan teks bacaan dengan siswa. dengan cara yang anda kehendaki USAID: DBE3 Life Skills for Youth 79 .

berlawanan CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah : 1. argumen penentang Siswa diperbolehkan bersorak atas argumen kelompok mereka. dan diminta untuk memberikan baru. tidak perlu menentukan kelompok mana yang debat.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Pada saat yang tepat akhiri debat. lelompok diminta mengembangkan argumen yang mendukung masing-masing posisi.Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. mereka. Mintalah satu kelompok berperana sebagai kelompok yang pro dan kelompok lain sebagai kelompok yang kontra Buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat. pastikan bahwa kelas terintregasi kembali antara kelompok yang menang.Model-model Pembelajaran 2 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 80 .Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6.Kesimpulan Materi 10 . guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. masingposisi.Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4.DEBAT AKTIF            Kembangkan sebuah pernyataan yang kontroversial yang sesuai dengan materi pelajaran Bagi kelas ke dalam dua team. menang. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. setiap masingdebat. diakhir diskusi setiap kelompok memilih juru bicara Siapkan dua sampai empat kursi untuk juru bicara yang pro dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok yang kontra Siswa yang lain duduk dibelakang para juru bicara Mulailah debat dengan cara juru bicara mempresentasikan pandangan mereka Setelah mendengar argumen pembuka hentikan debat dan kembali ke sub kelompok Setiap kelompok diminta untuk mempersiapkan argumen lanjutan yang menolak argumen pembuka dari kelompok lain Lanjutkan debat dengan juru bicara yang baru.

Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5.Menyajikan materi sebagai pengantar 3.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6.Model-model Pembelajaran 3 (KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN.Kesimpulan/rangkuman Materi 10 .Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4.Model-model Pembelajaran 4 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 81 .Siswa dibagi dalam kelompok.Kesimpulan Materi 10 .Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.Tanggapan dari teman yang lain. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6.Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7.Langkah-langkah : 1. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. 1992) Langkah-langkah : 1.Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4.

Jika perlu. Begitu juga kelompok lainnya 5. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain.Kesimpulan/penutup USAID: DBE3 Life Skills for Youth 82 .Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3.Model-model Pembelajaran 7 Langkah-langkah : 1. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.Untuk mengetahui daya serap siswa.Model-model Pembelajaran 11 7.Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa Materi 10 .(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1. Siswa dibagi dalam kelompok. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Kesimpulan Materi 10 . Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4.Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. kemudian berganti peran. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5.Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2.

(MENCARI PASANGAN) (Lorna Curran.Model-model Pembelajaran 13 8. Setiap bebicara satu kupon Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. 1994) Langkah-langkah : 1.Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review.Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. 5.Demikian seterusnya Materi 10 . untuk menghindari siswa mendominasi sosial.Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7.Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5.Model-model Pembelajaran 40 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 83 .Kesimpulan/penutup Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis Dan seterusnya Materi 10 . sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. 4. Langkah-langkah : Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL) Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. pembicaraan atau siswa diam sama sekali  1. 2. 3.Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu keadaan Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan.Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6.

menerapkan pemikiran dan matematika untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam disiplin ilmu lainnya seperti seni. Tidak mustahil. memandang matematika sebagai keutuhan terintegrasi. Dengan demikian. Keterkaitan antara matematika (mathematics) dan masyarakat (community) ini pernah dibahas dalam Modul 4. dalam penggunaan handphone – yang sekarang ini di masyarakat – terdapat aplikasi konsep matematika sistem biner. sains. dan prosedur. beberapa indikator . Coxford sebagai berikut: ”menghubungkan dalam pengetahuan konsep lainnya. Dengan demikian. Bahkan. konsep-konsep matematika dari yang sederhana sampai yang rumit digunakan dalam kehidupan sehari-hari. yang dialami siswa sehari-hari. menakutkan. sebagian konsep-konsep matematika – pada dasarnya .diperoleh dari hasil pengamatan dan analisis para ahli terhadap adat budaya atau hal-hal yang terjadi dalam masyarakat.tentang kemampuan siswa SMP dalam koneksi matematik dirangkum oleh Arthur F. seringkali matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang menyulitkan.3 yaitu menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk USAID: DBE3 Life Skills for Youth 84 . dan bisnis. Padahal. Dengan kedua dampak ini. psikologi.yang digariskan oleh NCTM . serta mengenali representasi yang ekuivalen dari konsepkonsep yang sama”. menggunakan dan menilai hubungan di antara topik-topik matematik. ribet karena banyak rumus. menggunakan sebuah matematika yang daerah kurikulum menggunakan pemodelan matematika dalam aktifitas hidup sehari-hari. menilai aturan-aturan matematika dalam budaya dan masyarakat. musik. dan tidak bermanfaat atau tidak akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. dari mulai bangun tidur sampai kembali tidur. perlu ada upaya dari guru untuk merubah mindset Misalnya dengan menghubungkan (connection) matematika dengan kehidupan nyata di atas. sebagian orang dewasa pun beranggapan seperti itu. diharapkan materi sesi ini dapat mengembangkan kompetensi inti guru ke-3.Sesi 5 Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar-Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Pendahuluan Dalam mindset beberapa siswa. upaya guru untuk menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata dapat memberi dua dampak positif yaitu menghilangkan keterasingan matematika dari kehidupan siswa yang diharapkan merubah kesan matematika menjadi lebih familiar untuk dipelajari serta memunculkan dan mengasah kemampuan siswa dalam koneksi matematik. Secara garis besarnya. Begitu pun sebaliknya. Hal ini merupakan salah satu indikator seorang siswa memiliki kemampuan koneksi sebagai hasil proses belajar matematika seperti yang diungkapkan oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM).

pembelajar. kompetensi inti guru ke-6. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal. Pada akhir sesi ini peserta dapat: Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata. kompetensi pedagogik inti 3.1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal.2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya. Pada sesi ini peserta akan mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang dapat bermanfaat bagi peserta didik dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di kelas dengan kehidupan nyata mereka sebagai keluarga. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika.3 dari Tujuan dan Hasil Belajar sesi ini adalah untuk mendorong para Strategi pembelajaran matematika apa saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik? Topik-topik apa saja dalam pembelajaran matematika yang relevan dengan situasi kehidupan nyata? Apa saja manfaat pembelajaran matemátika yang berhubungan dengan kehidupan nyata peserta didik? Pertanyaan kunci .2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya. Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta.mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan mengembangkan peserta untuk lebih menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk mencapai tujuan pembelajaran. kompetensi inti guru ke-6. dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata. dan pekerja. anggota masyarakat. konsep. serta kompetensi inti guru ke-6. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 85 . serta kompetensi inti guru ke-6.

Eksplorasi secara lisan tentang ide-ide yang dapat dikembangkan dalam menghubungkan proses pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata.2: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) Hand-out 5. Sesi ini dirancang agar para guru berpikir mengenai mengapa isi dan kompetensi mata pelajaran mereka relevan dengan berbagai jenis situasi kehidupan nyata yang berbeda yang dapat digunakan di dalam kelas untuk memberikan makna pembelajaran matematika kepada siswa. materi pada modul 4 atau modul BTL sesi 5. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada.3: Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 86 . antarkan peserta untuk memasuki materi sesi ini. Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pengalaman mereka dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika di kelas yang menerapkan aktivitas siswa sehari-hari ke dalam.Mulailah kegiatan ini dengan brainstorming tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Kemudian.1: Himpunan (Himpunan Bagian dan Operasi-operasi dalam Himpunan) Hand-out 5. Lihat kembali prinsip-prinsip kunci pembelajaran dan pendahuluan mengenai pendekatan pembelajaran kontekstual. Misalnya. Petunjuk Umum Kertas flipchart Lem kertas Sumber dan Bahan Spidol marker besar Hand-out 5.

Ringkasan Sesi Introduction (I)
5 menit Pemaparan tujuan, hasil belajar, dan pertanyaan kunci.

Connection (C)
Brainstorming tentang CTL dalam pelajaran matematika. Mengerjakan tes diri yang berisi pandangan peserta tentang penggunaan CTL dalam pembelajaran matematika
30 menit

Application (A)
Peserta 50 menit dkelompokkan menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan berisi materi matematika berbeda.

Reflection (R)
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dari sesi ini dan belajar dalam jurnal. menuliskan hasil 5 menit

Extension (E)
Peserta diminta menuliskan beberapa hubungan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata yang akan dalam diterapkan pembelajaran. menit

Memotivasi

peserta untuk menghubungkan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata.

hand-out yang

Hasil diskusi kelompok dipresentasikan.

Sharing antar kelompok.

Pada gambar di bawah ini terbentuk 7 bujursangkar yang dibentuk dari 20 batang korek api. Tugas kalian ialah mengambil 3 batang dari sisi 7 bujur sangkar. Tiga batang ini supaya dipasangkan kembali pada bentukan tadi sehingga bentukan baru menjadi 5 buah bujur sangkar saja.

Energizer

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

87

Perincian Langkah-langkah Kegiatan
I

(1) Sampaikan tujuan, hasil pembelajaran, dan pertanyaan kunci. Jelaskan bahwa indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini.
Catatan untuk Fasilitator

Introduction (5 menit)

Hubungan antara pembelajaran di kelas dan kehidupan nyata merupakan indikator sebuah perencanaan dan pembelajaran yang baik sebagai direkomendasikan oleh Depdiknas.

1

Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi ini melalui Permen No. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3.3, 6.1 dan 6.2.

C

(1) Mulailah sesi ini brainstorming diantara peserta. Minta mereka memberi definisi umum CTL. (2) Minta peserta merevisi CTL secara umum ke dalam CTL yang lebih khusus di dalam mata pelajaran matematika. (3) Beri peserta sebuah tes diri (seperti di bawah ini) yang berisi penggunaan CTL, untuk melihat seberapa jauh pandangan mereka tentang CTL dalam pembelajaran matematika. (4) Tanyakan setiap pertanyaan kepada peserta yang mendapat giliran dari seluruh kelompok. (5) Katakan kepada peserta untuk mengacungkan tangan jika mereka menjawab ”Ya” dari pertanyaan yang diberikan. Pilih satu orang peserta yang mengacungkan tangan untuk memberikan mereka. (6) Setelah semua pertanyaan diajukan, minta peserta untuk mendaftar cara-cara yang dapat mereka menggunakan CTL. (7) Tulis tanggapan mereka pada kertas flipchart diikuti prinsip-prinsip yang tercakup dalam pertanyaan tersebut. Contoh: mengajarkan konsep Matematika

Connection (25 menit)

dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa.
APAKAH ANDA MENGAJARKAN MATEMATIKA SECARA KONTEKSTUAL ?

Kerjakanlah tes berikut ini dan temukan jawabannya: Apakah anda mengajarkan matematika secara kontekstual dalam kelas anda? Jawablah dengan jujur 88

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

Apakah anda mengajarkan konsep Matematika dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah konsep Matematika yang terdapat pada contoh-contoh serta Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

latihan-latihan siswa ditampilkan sesuai dengan konteks penggunaannya?

Ya

Tidak

Apakah anda menampilkan konsep Matematika dalam konteks yang telah diketahui oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang mencakup berbagai situasi pemecahan masalah yang nyata serta mudah dipercaya sehingga siswa dapat menganggapnya sebagai penting bagi “ya”, mohon beri contoh kehidupan mereka di saat ini maupun di masa depan? Bila anda menjawab

Ya

Tidak

Apakah contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang anda berikan menumbuhkan sikap pada diri siswa untuk merasa,”saya perlu mempelajari ini”? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan kesempatan pada siswa untuk mengumpulkan serta menganalisa data Matematika mereka sebagai bahan untuk pengayaan dan tambahan? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah pelajaran anda memungkinkan siswa untuk menerapkan konsepkonsep dan informasi Matematis ke dalam konteks yang berguna, mengajak siswa untuk membayangkan masa depan (misal: karir) dan lokasi (misal: tempat kerja)? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah siswa diharapkan untuk berpartisipasi secara rutin dalam interaksi kelompok dimana terjadi proses berbagi pengalaman, komunikasi, dan Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh merespon terhadap konsep yang penting serta pengambilan keputusan?

Ya

Tidak

Apakah pelajaran, latihan, serta praktikum meningkatkan kecakapan komunikasi siswa, baik secara lisan maupun tulisan, selain dari

Ya

Tidak

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

89

Peserta dapat menggunakan diagram Venn atau formula penyelesaian untuk (3) Mendiskusikan hand-out 5. Kunci jawaban: 31 cara.3 kepada peserta yang dibentuk dalam (2) Mendiskusikan hand-out 5. notasi/ekspresi matematik.3 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) di kelas IX dengan kehidupan nyata. (5) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya ke kertas menempelkan karyanya di tempat yang strategis. atau tabel.2 seperti grafik. (4) Mendiskusikan hand-out 5. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat membedakan pengertian ruang sampel dan titik sampel dari suatu percobaan. dapat menentukan susunan yang sama (kombinasi) atau berbeda (permutasi) dari flipchart dan (6) Setiap kelompok diminta untuk menilai hasil kerja kelompok lainnya dan memberikan pertanyaan atau pernyataan yang sesuai dengan materi masingmasing kelompok.meningkatkan pemikiran beserta prestasi matematika? Bila anda menjawab “ya”. menuliskan ruang sampel dengan berbagai representasi seperti aturan pengisian tempat (filling slots). menghubungkan Application (50 menit) proses belajar-mengajar matematika dalam materi himpunan (himpunan bagian dan operasi-operasi dalam himpunan) di kelas VII dengan kehidupan nyata. tabel.texaScollaborative.1. atau 5. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 90 .1 berisi situasi masalah yang 3 kelompok. atau kata-kata. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan berbagai macam representasi matematik (multiple representation) untuk menyelesaikan situasi-situasi masalah yang ada dalam hand-out 5. situasi masalah 2. himpunan pasangan berurutan.2. (7) Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan menjawab pertanyaan atau mengomentari pernyataan kelompok lain. 5. Masing-masing kelompok mendapatkan satu hand-out.org A (1) Membagikan hand-out 5.2 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) di kelas VIII dengan kehidupan nyata. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan aturan pengisian tempat (filling slots) atau konsep himpunan bagian untuk menyelesaikan situasi masalah 1. serta situasi masalah yang disajikan. mohon beri contoh Sumber: Diadaptasi dari “Collaborative for Teaching Exellence” www.

Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematik Beragam Siswa Sekolah Menengah Pertama.Baroody. K. J. . (1985). Connecting Mathematics Across The USAID: DBE3 Life Skills for Youth 91 . F. R. Jakarta: Piranti Dharma Kalokatama.Dris.House. dan Stacey. J. H... Bacaan Tambahan Beberapa sumber yang dapat peserta baca untuk memperdalam pengetahuan pemahaman tentang hubungan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata adalah: . A. (3) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 5 pada jurnalnya masing-masing. . England: Prentice Hall. oleh sebab itu peserta diminta membaca informasi tambahan 5. dan Coxford. . Curriculum. (1995). Reston. C.2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. and . Thinking Mathematically. Matematika. Tesis pada FPMIPA UPI Bandung: Tidak Ditebitkan. Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. peradaban. T.Mudzakkir. A. S. Reston. . New York: Merill. (2) Memberi kesempatan kepada peserta untuk membuat kesimpulan.R (1) Memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan kunci. Va: The Council. Guru-guru perlu menghubungkan aktivitas dan metode belajar-mengajar yang membuat pembelajaran lebih bermakna untuk siswa dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di dalam kelas ke kehidupan mereka sekarang dan yang akan datang sebagai anggota keluarga dan masyarakat. dan Niskayuna. Extension Seluruh mata pelajaran hendaknya didasarkan kepada metode-metode Contextual Pesan Kunci Teaching and Learning. Problem Solving. Communicating. Reasoning. Burton. (2006).National Council of Teachers of Mathematics. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini dilakukan peserta di luar sesi pelatihan. J.Mason. (2006). (1989).1 dan informasi 5. L. K-8. P. dan pekerjaan. (1993). Va: The Council. A. Helping Children Think Mathematically.

.Tampomas. (2002) Belajar dan Pembelajaran Kontekstual: Dasar-Dasar Pembelajaran yang Efektif . H. (2005).Sears. . S. Jakarta: Yudhistira USAID: DBE3 Life Skills for Youth 92 . (2005). Bandung: Ganeca Exact. Matematika.Sudirman. Cerdas Aktif Matematika.

beberapa orang tidak hanya memiliki satu kartu HP akibat perang harga voucher pulsa. Jumlah pelanggan yang akan membeli kedua jenis voucher.1 Situasi Masalah 1: Pak Ahmad memiliki dua toko. dan Midah. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 93 . Pak Ahmad mempekerjakan enam orang pegawai untuk menjaga kedua tokonya dengan gaji yang sama besar dalam setiap minggunya. Eneng. Eli. maka gunakan 2 cara untuk menentukan: a. b. Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu 3 tetapi tidak menggunakan kartu As c. Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu As tetapi tidak menggunakan kartu 3. Ajang. Toko pertama menjual makanan dan toko kedua menjual cinderamata ciri khas daerahnya. Jika Pak Kusro ingin menyediakan voucher dalam bentuk fisik untuk keempat puluh pelanggan tetapnya tersebut. Dudung. 16 orang menggunakan kartu As. dan 10 orang menggunakan kartu lain. maka bantulah Pak Ahmad untuk menentukan banyak cara penjagaan kedua toko tersebut dengan menggunakan dua representasi.Handout untuk Peserta 5. Keenam pegawai tersebut bernama Eman. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep apa dan di kelas berapa. Jawab: Representasi1: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Representasi 2: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep matematika apa dan di kelas berapa yang digunakan dalam representasi 1 dan 2? Pendekatan konsep manakah yang lebih tepat untuk menyelesaikan situasi masalah 1 ini? Situasi Masalah 2: Sekarang ini.terhadap 40 orang pelanggan tetap dalam satu minggu diperoleh data sebagai berikut: 20 orang menggunakan kartu 3. Jika satu toko harus dijaga minimal oleh satu orang pegawai. Hasil survey yang dilakukan oleh Pak Kusro –seorang penjual voucher pulsa.

Berapa banyak bensin lagi yang dibutuhkan? Jawab: ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………. Sajikan kembali data dari diagram batang di sebelah kiri dalam dua representasi yang berbeda. Tuliskan pula langkahlangkah untuk memperoleh persamaan itu. d. Konsep matematika apa dan di kelas berapa situasi masalah 1 tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 94 . Nyatakan interpretasi dari persamaan yang diperoleh pada jawaban (b) dengan kata-kata. Untuk perjalanan tersebut tersedia bensin sebanyak 6 liter. Misalkan perjalanan ke suatu tempat membutuhkan waktu 1. Tuliskan persamaan yang menghubungkan x dan y. c..5 jam dengan kecepatan rata-rata motor 50 km/jam. 90 80 70 Jarak (km) 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 6 7 Bensin (liter) a..Handout untuk Peserta 5.2 Situasi Masalah 1: Perhatikan diagram batang yang menggambarkan perbandingan antara jarak tempuh (x) dan banyaknya bensin yang diperlukan (y) dari sebuah motor berikut ini:. b..

000. Tanpa mengetahui harga satuan kue donat atau segelas minuman. Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………. coba tebak manakah yang harganya lebih mahal? Jelaskan jawabannya lengkap dengan representasinya. . Rp14.Situasi Masalah 2 Alfin dan Amalia membeli kue donat dan minuman seperti pada gambar di bawah ini: Alfin membayar makanan dan minumminuman man tersebut sebesar Rp 16.000. apakah pertukaran ini adil? Mengapa?. ……………………………………………………………………………………………………………. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail USAID: DBE3 Life Skills for Youth 95 . Konsep apa dan di kelas berapa.00. Amalia membayar makanan dan tersebut sebesar 1. 2. Jika Amalia ingin menukar sebuah kue donat dengan segelas minuman yang dibeli Alfin.00.

ungu. Setiap orang menuliskan ruang sampel dengan 3 cara Situasi Masalah 2: Bu Ina memiliki 3 rok berwarna hitam. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail hijau muda. dari rok dan blazer yang dimilikinya dalam tiga representasi berbeda. dan krem serta 4 blazer berwarna pink. …………………………………………………………………………………………………………. tentukan: a. …………………………………………………………………………………………………………. (tolong sisipkan gambar kumpulan orang-orang) Berdasarkan percobaan tersebut... b. Tentukanlah titik sampel dan ruang sampel dari percobaan tersebut. ………………………………………………………………………………………………………….. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Susunan semua inisial nama dari urutan salaman (titik sampel)... Konsep apa dan di kelas berapa. Jelaskan pemilihan urutan tersebut.Handout untuk Peserta 5. putih. Konsep apa dan di kelas berapa.3 Situasi Masalah 1: Praktekkan percobaan berikut: Setiap orang bersalaman dengan semua anggota kelompoknya. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………. dan kuning muda. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………. Bantulah Bu ina untuk membuat mix and match USAID: DBE3 Life Skills for Youth 96 .

Informasi Tambahan 5.  Mengajar siswa untuk memantau dan mengarahkan belajarnya sehingga menjadi pembelajar yang aktif dan terkendali  Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa  Mendorong siswa belajar dari satu dengan lainnya dan belajar bersama.  Matematisasi Horisontal  Matematisasi Horisontal  Matematika informal  Matematika informal  Matematisasi Vertikal  Matematisasi Vertikal  Matematika formal  Matematika formal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 97 . pendekatan. dan tempat kerja. dan  Menggunakan penilaian otentik 19 PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL 1. 3. Apa perbedaan dari strategi. 4. masyarakat.1 PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)  Menekankan pada pemecahan masalah  Mengenal kegiatan mengajar yang terjadi di berbagai konteks seperti rumah. metode dan metodel pembelajaran? Apa ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual? Apa pendekatan pembelajaran yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? Bagaimana penilaian yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? 2.

 Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau  Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa atau antara siswaantara siswa dan siswa atau antara siswapakar dalam suasana demokratif. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 98 . alat atau model matematis untuk memperoleh jawaban matematis untuk memperoleh jawaban informal dari masalah. informal dari masalah. alat atau model  Dikembangkan cara.Pendekatan Mekanis Pendekatan Mekanis Pendekatan Empiris Pendekatan Empiris Pendekatan Strukturalis Pendekatan Strukturalis Pendekatan Kontekstual Pendekatan Kontekstual PENDEKATAN MATEMATIKA HORISONTAL MATEMATIKA VERTIKAL Mekanistik Empiristik Struturalis Realistik/ Kontekstual Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ciri-ciri Ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual pembelajaran matematika kontekstual  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak awal proses pembelajaran.  Dikembangkan cara. pakar dalam suasana demokratif. awal proses pembelajaran.

menginterpretasi dan merefleksi. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran mengevaluasi kegiatan pembelajaran Aspek-aspek yang tercakup dalam Aspek-aspek yang tercakup dalam model pembelajaran matematika kontekstual model pembelajaran matematika kontekstual Pendahuluan  Memulai pelajaran dengan  Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah mengajukan masalah  Permasalahan yang diberikan sesuai  Permasalahan yang diberikan sesuai dengan tujuan dengan tujuan  Siswa mengembangkan atau Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model matematis menciptakan model-model matematis simbolik secara informal simbolik secara informal  Kegiatan pembelajaran berlangsung Kegiatan pembelajaran berlangsung secara interaktif secara interaktif Pengembangan Penutup/penerapan Melakukan refleksi terhadap setiap Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran terhadap hasil pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 99 . melaksanakan dan merencanakan. Ada keseimbangan antara proses  Ada keseimbangan antara proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi vertikal matematisasi vertikal  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk merefleksi. menginterpretasi dan menginternalisasi proses dan hasil belajar menginternalisasi proses dan hasil belajar  Tidak semata-mata menekankan komputasi  Tidak semata-mata menekankan komputasi dan langkah-langkah prosedural penyelesaian dan langkah-langkah prosedural penyelesaian soal soal  Memberi penekanan pada pemahaman konsep  Memberi penekanan pada pemahaman konsep dan pemecahan masalah dan pemecahan masalah MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN  Model pembelajaran adalah pedoman  Model pembelajaran adalah pedoman berisi program atau petunjuk strategi berisi program atau petunjuk strategi pembelajaran yang dirancang untuk pembelajaran yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran mencapai suatu tujuan pembelajaran  Memuat tanggung jawab guru dalam  Memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan.

Pendekatan pembelajaran untuk melaksanakan pembelajaran matematika kontekstual Pembelajaran berbasis masalah Problem Pembelajaran berbasis masalah ((Problem Based Instruction) Based Instruction) Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian kinerja Penilaian kinerja Pengamatan (sistematis) Pengamatan (sistematis) Portofolio Portofolio Journal Journal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 100 .

dan kemudian kehidupan nyata.. namun tidak melatih kecakapan tersebut) kecakapan tersebut konteks kehidupan relevan dengan konsep dan kecakapan) mengaitkannya dengan situasi kehidupan nyata yang relevan dalam situasi maupun nyata namun kurang kehidupan siswa dan masyarakat atau tidak berdasarkan profesi yang sesungguhnya 10 Melaksanakan pembelajaran yang Tidak terdapat pembelajaran yang Pelajaran mencakup pembelajaran yang bersifat Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran direncanakan berdasarkan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 101 . seperti ketika bekerja. Terdapat kaitan yang sedikit (fakta. Terdapat kaitan yang kuat dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan kecakapan tersebut dalam situasi kehidupan nyata yang relevan dengan kehidupan mereka dan masyarakat atau sesungguhnya berdasarkan profesi Hanya beri nilai 5 jika.Informasi Tambahan 5. konsep dan Beri nilai 4 jika…. konsep atau Beri nilai 3 jika……. Terdapat kaitan yang baik antara materi (fakta. Semua kriteria untuk PLUS atau tidak jelas antara materi kecakapan) dengan realitas kehidupan (misal: guru kecakapan tersebut menerangkan tentang kapan diperlukan dalam situasi nilai 4 telah terpenuhi Guru meminta para kecakapan) dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan siswa untuk berpikir tentang materi yang mereka pelajari (fakta.2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran No 6 Indikator/ Aspek yang diamati Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Beri nilai 1 jika …… Tidak terdapat kaitan dengan realitas kehidupan Beri nilai 2 jika ….

Materi ajar jelas namun tidak relevan dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 3 jika…. pengalaman di luar berdasarkan kehidupan nyata dimana para siswa dapat menerapkan bermakna bagi para siswa dengan cara mengadakan kegiatan dimana mereka dapat mengaitkan apa yang kehidupan mereka mereka pelajari dengan sebagai keluarga dan anggota masyarakat. Materi ajar tidak tidak lengkap Beri nilai 2 jika…. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan hubungan dengan pembelajaran dan memiliki kehidupan nyata (contoh: contoh atau kegiatan disebutkan. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran namun tidak kehidupan nyata (contoh: Beri nilai 4 atau 5 jika…. warga negara dan pekerja pengetahuan serta kecakapan mereka keluarga dan anggota masyarakat. warga negara dan pekerja mereka sendiri dengan cara mengaitkan apa dengan kehidupan mereka sebagai yang mereka pelajari mereka sebagai keluarga dan anggota masyarakat. Guru tidak membuat bermakna pelajaran menjadi kontekstual. Guru membuat pelajaran menjadi bersifat kontekstual. Guru membuat pelajaran menjadi bermakna bagi para siswa dengan cara memberi beberapa contoh antara apa yang mereka sederhana mengenai kaitan pelajari dengan kehidupan bersifat kontekstual. tidak jelas atau memiliki hubungan dengan menyertakan contoh atau kegiatan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan sebenarnya) dalam konteks kehidupan materi-materi menyertakan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan dalam sebenarnya) konteks/situasi kehidupan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 102 .1 Komponen Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 1 jika…. warga negara dan pekerja Rubrik Penilaian: Instrumen Penilaian Kinerja Guru: Rencana Pelajaran No 2. Guru meminta para pelajaran menjadi siswa untuk membuat bermakna bagi diri pembelajaran yang Guru menyediakan kelas yang bersifat kontekstual.bersifat kontekstual bersifat kontekstual.

dan menantang membutuhkan suasana belajar mengajar yang efektif. Suasana pembelajaran mencakup pengaturan lingkungan ruangan kelas dan faktor-faktor situasional.Sesi 6 Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana Belajar-Mengajar yang Efektif? Pendahuluan Pembelajaran matematika yang bermakna. fleksibel. pengap. Secara umum emosional-pskologi. Akhirnya untuk mencapai suasana emosional yang hubungan kerja sama dan komunikasi yang harmonis antar guru dan siswa. Sebaliknya lingkungan fisik kelas yang tidak ditata dengan baik seperti posisi meja kursi yang tidak teratur. yaitu: berkomunikasi secara positif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif diperlukan adanya Oleh karena itu apa yang ditampilkan siswa dalam bentuk sikap. Pengaturan lingkungan fisik kelas dalam penataan yang baik akan merangsang siswa untuk termotivasi dalam belajar karena para siswa merasa nyaman berada di dalam kelas tersebut. 103 . harapan. dan santun dengan peserta didik. interaktif. menyenangkan. tutur efektif. sirkulasi udara harus dilakukan atau diseting secara baik sebelum pembelajaran dimulai. pajangan. Selain lingkungan pembelajaran fisik kelas yang tidak kalah pentingnya adalah lingkungan pembelajaran kelas terdiri dari lingkungan fisik kelas dan lingkungan lingkungan non-fisik (emosional) yang terjadi di kelas melaui proses interaksi siswa dengan guru. empatik. dan menyenangkan. Siswa adalah mitra guru di dalam mencapai tujuan pembelajaran. tingkah laku. Hal di atas sesuai dengan tuntutan bahwa guru yang professional memiliki kemampuan berkomunikasi seperti yang tertulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no 16/2007 yang menyuratkan kompetensi inti guru ke-7. kedisiplinan. gelap. keingintahuan sedapat mungkin mencerminkan suasana yang kondusif bagi pembelajaran. kecintaan. penerangan. dan panas akan membuat siswa tidak betah tinggal di kelas. Untuk mencapai suasana ini maka rasa simpati dan empati serta kedekatan emosional siswaguru perlu dibina. peralatan. Oleh karena itu pengaturan ruangan kelas seperti meja belajar. Siswa dan guru akan merasa nyaman di kelas jika suasana atau atmosfir kelas berada dalam kondisi yang dinamis. Begitupula pada pihak guru harus menampilkan keteladanan melalui bahasa yang santun. kata. dan kedekatannya dengan siswa yang kondusif bagi pembelajaran di kelas.

Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan baik fisik dan emosional dimana siswa belajar/bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran. menciptakan sebuah lingkungan belajar yang positif. Pada akhir sesi ini peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna. Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil untuk Melalui sesi ini peserta diharapkan memahami dan dapat menciptkan lingkungan fisik dan emosional yang mendukung kegiatan pembelajaran. efektif. maka dalam sesi ini akan digambarkan cara-cara bagaimana guru dapat menciptakan suasana belajar-mengajar yang efektif. empatik. 104 . 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-7. Pada sesi ini peserta akan Karakteristik lingkungan fisik belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Karakteristik lingkungan emosional belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Seperti apakah disain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna itu? Pertanyaan kunci Petunjuk Umum Mulailah kegiatan ini dengan mendefinisikan suasana lingkungan pembelajaran efektif. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna. . diantara Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam mengidenfikasi karakteristik lingkungan fisik dan emosional pembelajaran. dan santun dengan peserta didik.Berkaitan dengan pencapaian kompetensi inti guru ke-7. Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti ke-7 yaitu memiliki kompetensi berkomunikasi secara mengidentifikasi lingkungan belajar yang mendorong terciptanya suasana belajar matematika yang kondusif dan bermakna. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Berikan kesempatan peserta untuk berdiskusi dan brainstorming mereka. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar.

Connection (C) 45 menit Brainstorming tentang lingkungan belajar ”fisik” dan ”emosional”.1 berisi foto lingkungan fisik & pembelajaran kelas yang akan ditayankan dgn VCD. Peserta mengerjakan handoud 6.4 berisi skenario bermain peran 105 .Kertas HVS Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout 6. 6. dan 6.3.2 berisi ciri-ciri lingk fisik dan emosional Application (A) Peserta 60 menit dikelompokkan menjadi 2 Peserta kelompok. dan pertanyaan – pertanyan kunci kepada peserta. 6. menjawab tambahan dan membaca informasi mengerjakan handout 6. hasil belajar. Selanjutnya peserta mengerjakan handout 6. deskripsi yang Selanjutnyan kelompok II mengerjakan handoud 6.4.1. 120 menit Waktu ICT Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Ringkasan Sesi Introduction (I) Pemaparan 10 menit tujuan. kelompok I Reflection (R) Peserta 5 menit merangkum Extension (E) bahan yang bacaan tertera dalam Peserta mencari pembelajaran selama sesi.3 berisi penataan tempat duduk (lingkungan fisik) sesuai diberikan. pertanyaanpertanyaan kunci dan tambahan menuliskannya dalam jurnal.2.

Sampaikan tujuan. Sampaikan point atau hal-hal penting dari sesi ini. Tanah miliknya dan batang pohon-pohon ini hendak diwariskan kepada ke 5 orang anaknya.Energizer Seorang petani mempunyai sebidang tanah yang berbentuk bujursangkar. Jelaskan bahwa 2. Para pembaca tolonglah Pak Tani ini. Dekat sudut tanahnya terdapat rumah dan halamannya berupa bujursangkar. dan pertanyaan kunci. Catatan Untuk Fasilitator indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci. 2. Pada halaman dan tanahnya ditanami 15 batang pohon yang ditanam tidak beraturan. 106 . Melalui sesi ini peserta seharusnya memahami dan dapat menciptakan lingkungan belajar baik secara fisik maupun emosional untuk mendukukung keragaman kegiatan belajar mengajar. Pak Tani mempunyai 5 orang anak. Introduction (10 menit) 1. Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan (baik fisik maupun emosional) di dalam mana siswa bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran. Cobalah tolong bagaimanakah caranya agar tanah ini dapat dibagi lima bagian dengan sama luasnya dan setiap anak (rumah) memiliki 3 batang pohon. Membagi warisan tanah : Rumah : Pohon Perincian Langkah-langkah Kegiatan I 1. hasil pembelajaran.

emosional. 4. Minta peserta untuk membedakan antara lingkungan fisik dan lingkungan 1. Catatan Untuk Fasilitator Connection (45 menit) ”emosional” minta mereka melakukan brainstorming seperti apa lingkungan fisik 2.1 yang berisi (a) sebuah foto suatu ruangan kelas. Berikan peserta handout 6. Katakan kepada peserta untuk mendefinisikan lingkungan belajar ”fisik” dan yang baik atau tidak dan seperti apa lingkungan ”emosional” yang baik atau tidak. and (dalam CD). 5. Lingkungan pembelajaran emosional atau psikologi adalah apa yang para siswa rasakan ketika mereka sedang belajar. Beri waktu kepada mereka 10 menit. Umpan balik: Daftarkan ide-ide mereka pada kertas flipchart. Fisik Emosional (b) suatu skenario suatu kelas yang mana melukiskan situasi yang emosional 107 . Lingkungan ini mencakup:  Bahasa dan suara guru  Harapan dan sikap  Perilaku siswa  Suasana ruangan kelas  Harga diri siswa 3.C 1. Lingkungan ini mencakup ruangan kelas dan segala sesuatu di dalamnya. Lingkungan pembelajaran fisik adalah tempat/daerah dimana guru mengajar dan siswa belajar. Katakan kepada peserta untuk mendaftar apa yang mereka pikirkan menjadi karakateristik positif lingkungan belajar fisik dari foto dan lingkungan emosional positif dari skenario. seperti:  Mebel  Pencahayaan atau penerangan  Pajangan  Tempat duduk  Peralatan 2.

Bagi peserta dalam beberapa kelompok. Beri peserta handout 6. Minta peserta menyimpulkan bagaimana menciptkan lingkungan belajar baik fisik dan emosional dengan baik. dan emosional. Pada akhir sesi ini minta kelompok memaparkan hasil kerja masing-masing. 7. Beri 50% dari kelompok mengerjakan 2. Extension 108 .4. Application (60 menit) R 1. Catatan Untuk Fasilitator 1. memotivasi seluruh siswa dll) dan bagian dari sebuah hubungan handoud 6. menjawab pertanyaanpertanyaan kunci 2.6.3. guru siswa yang positif . 2. peserta diminta membaca dan bacaan tambahan dan informasi tambahan 6. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Peserta harus tahu apa yang dilakukan untuk mencipatkan lingkungan emosional positif yang dibutuhkan untuk menfokuskan pada suasana di dalam untuk mendukung siswa belajar dengan baik (misal menjadi lebih optimistik. tidak bias. Kegiatan dari sesi ini sebaiknya membuat peserta melihat pada bagaimana tampilan fisik ruangan kelas dapat mempromosikan atau menghalangi belajar (misalnya pengelompokan meja) dan bagaimana ruangan kelas seharusnya diatur agar memberi suasana fleksibel.1 yang akan menjadi dasar dalam menciptakan suasana pembelajaran yang efektif. Meyakinkan peserta memahami lingkungan emosional dan lingkungan phisik tidaklah otomatis berhubungan. A 1. Peserta merangkum pembelajaran selama sesi.2 yang berisi daftar karakteristik positif lingkungan fisik 8. Dapat terjadi bahwa suatu lingkungan fisik yang baik tetapi lingkungan emosionalnya negatif. selanjutnya 50% lagi mengerjakan handout 6. Peserta diminta untuk menuliskan hasil belajar pada jurnal masing-masing.

Active Learning. 2001. Bandung: UPI. Bacaan Tambahan 109 . MBE and Depdiknas. The classroom environment and situational factor. 2006) Suherman. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Kaifa: Bandung. 1966. Para guru perlu mempertimbangkan secara berhati-hati tata ruang fisik Bobby DePorter & Mike Hernacki. terjemahan Raisul Muttaqien. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. 1991. Teacher Effectiveness Training. Gordon. 1997. Silberman. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. yang bermakna. 1996. The Conditioning of Learning Training Applications. DBE3. Dave Meier. Orlando: Harcourt Brace Company. positif. Bandung: Nusamedia dan Nuansa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. & Weil Marsha. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Paket Pelatihan 1. Melvin L. Erman. Ruseffendi. Anonim. mendukung siswa menolongnya untuk belajar dan memiliki perilaku yang lebih baik serta mengembangkan pemahaman mengenai kelas dan penciptaan atmosfir (suasana) yang positif.. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. E. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Baik. Thomas. & Medsker. T.Pesan Kunci Ruang kelas yang menyenangkan. Bruce. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 2004. 2000. Modul Pelatihan 1. Joyce. 2003. Model of Teaching. Robert M. terjemahan Aditya Kumara Dewi. Bandung: Tarsito. Pengajaran professional dan pembelajaran bermakna. Kaifa: Bandung. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Kaifa: Bandung. menantang. Karen L. Gagne. Bobby DePorter.

1 A: Foto Ruangan Kelas (Fisik) B: Skenario Situasi Emosional di Kelas 110 .Handout untuk Peserta 6.

111 .

2 Bagaimana menciptakan sebuah lingkungan belajar positif Lingkungan Fisik  Pajangan ruangan kelas (jelaskan)  Tempat duduk (jelaskan)  Sumber belajar (jelaskan)  Penerangan (jelaskan)  Mebeuler (jelaskan)  Peralatan (jelaskan) Lingkungan Emosional  Bahasa dan suara guru (jelaskan)  Harapan dan sikap (jelaskan)  Suasana ruangan kelas (jelaskan)  Perilaku siswa (jelaskan)  Harga diri siswa (jelaskan)  Kesematan (jelaskan) 112 .Handout untuk Peserta 6.

Handout untuk Peserta 6. 113 . B: Pengaturan Tempat Duduk Sebuah kelas yang terdiri dari 45 siswa berumur 13 tahun bekerja secara berkelompok (4 orang per-kelompok) untuk membuat bermacam diagram sembarang data.3 Lingkungan Fisik Gambarkan posisi tempat duduk siswa di dalam kelas pada kolom B. yang menurut Anda paling baik untuk melaksanakan kegiatan yang dideskripsikan pada kolom A. A: Deskripsi Kegiatan Matematika Kelas IX terdiri atas 40 orang siswa bekerja secara perpasangan: “Diberikan sebuah masalah atau tugas matematika yang belum lengkap tentang KD : Menentukan pola barisan bilangan sederhana” Dari KD tersebut para siswa diminta membuat soal sebanyak mungkin.

4 Sebuah Lingkungan Emosional Yang Positif Bermain Peran: Buatlah aturan main atau gambaran kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan kondisi/lingkungan emosional yang positif di dalam kelas berdasarkan skenario yang ada. Hanya 3 perempuan dan satu laki-laki yang menunjukkan perhatiannya dalam pembelajaran Matematika di kelas. seakan siswa di kelas tersebut hanyalah seorang Rahmad saja. Saya menjadi malas mengikuti pelajaran Matematika. Terlebih lagi. Bahkan ketika mereka diminta menyelesaikan soal di “keakuan” Rahmad. Beberapa guru menyebutnya hyperaktif. Hal ini semakin memperbesar rasa 114 . Pernah suatu ketika. pikirnya. Suaranya yang pelan dan bahasanya yang terlalu cepat susah untuk saya mengerti. posisi duduknya yang ada di bagian tengah. mereka enggan untuk mengerjakannya. Semangat untuk belajar yang berusaha tersebut ke kelas kami. Keempat siswa tersebut lebih bersemangat dalam belajar Matematika. benar atau pun salah. Skenario Tiga Rahmad adalah siswa yang punya motivasi tinggi untuk belajar Matematika di kelas VII SMP AlFajar. teman-temannya yang papan tulis misalnya. tapi dengan ogah-ogahan saya maju dan berpura-pura tidak mau lagi belajar. menyelesaikan soal itu. Saya tidak peduli. Sehingga ketika pembelajaran Matematika berlangsung. Guru tersebut berasal dari daerah yang aksen dan tekanan bahasanya lebih cepat dibanding di daerah kami. lain tidak lagi bersemangat untuk belajar. Mereka tidak menunjukkan minat yang baik terhadap pembelajaran Matematika.Handout untuk Peserta 6. Sedangkan yang lain terkesan hanya sekedar ikut saja dalam kelas. saya kumpulkan sebanyak mungkin dari rumah hilang bersamaan dengan masuknya guru saya diminta untuk mengerjakan soal. Hanya dia “siswa” dalam kelas tersebut. Akhirnya saya menyerah dan Skenario Dua Kelas VII SMP Al-Fajar terdiri atas 15 laki-laki dan 18 perempuan. Walau begitu bersemangat. Akhirnya. terkadang dia bisa menimbulkan kegaduhan yang mengganggu bagi 31 teman yang lain di kelasnya. Skenario Satu Saya tidak menyukai belajar Matematika karena gurunya.

bentuk lingkaran kursi (gambar (f)). Ketika menanyakan sesuatu permasalahan yang disampaikan. dan bentuk lingkaran 115 . guru sebaiknya menyapa para siswa dengan ramah dan menarik minat siswa. guru memperlihatkan gesture yang baik sehingga siswa memperhatikan Guru perlu hadir dalam pelaksanaan pembelajaran. baik melalui penjelasan atau kegiatan yang dirancangnya maupun melalui sources yang ia rekomendasikan (misalnya buku-buku penunjang). bentuk setengah lingkaran (gambar (b)). 1996). berikut contoh Gambar di atas merupakan alternatif bentuk penataan tempat duduk siswa yang diberikan oleh Melvin L. bentuk lingkaran (gambar (e)). memberikan bimbingan dan support materi. sehingga siswa mau mengeluarkan seluruh potensinya untuk menemukan cara meraih pengetahuan. Silberman. Disamping pengaturan ruangan kelas juga perlu diperhatikan. Suara yang lantang dan nyaring dengan bahasa yang jelas terdengar dapat membuat siswa memperhatikan guru. Guru sebagai fasilitator berarti guru merancang situasi sehingga siswa berperan dalam mengarahkan pembelajaran. kepada siswa. Silberman. Guru tidak perlu tergesa-gesa dalam menjelaskan pengaturan tempat duduk (Melvin L. Ia memastikan siswa memperoleh cukup informasi dan pengetahuan. Bentuk U (gambar (a)).Informasi Tambahan Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran adalah agen pengetahuan (bukan pemilik pengetahuan). Ketika masuk ke dalam kelas. bentuk tanda pangkat (gambar (c)). bentuk meja konferensi (gambar (d)).

pembelajaran akan lebih berpusat kepada guru melalui pengulangan kegiatan di kelas sambil berkeliling kelas atau menjawab pertanyaan siswa. sumber lain untuk menigkatkan penemuan matematika. (3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mendalami pemahaman mereka terhadap produk dan proses matematika serta penerapannya. selain guru matematika harus pembelajaran matematika yang lebih menekankan kepada: (1) Pengertian kelas sebagai komunitas sekumpulan individu. alat-alat teknologi. (5) Menggunakan dan membantu pemahaman siswa. dapat diterapkan dalam kelaskelas pembelajaran Matematika.(formasi alternatif untuk diskusi kelompok) (gambar (g). secara kelompok dan secara klasikal. Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan di atas. serta sumber(6) Mencapai dan membantu siswa untuk mencari hubungan antara pengetahuan (7) Membimbing secara individual. guru juga harus mempunyai pandangan terhadap matematika daripada hanya sebagai 116 . Pada guru yang kurang menekankan belajar pada aspek “proses” tetapi lebih kepada rutin seperti penjelasan singkat materi baru. guru akan berusaha melakukan kegiatan sebagai berikut: (2) Memilih tugas-tugas matematika sedemikian sehingga memotivasi minat siswa dan meningkatkan keterampilan intelektual siswa. penemuan dan pemecahan masalah daripada penemuan jawaban secara mekanik. atau algoritma saja. dan menguasai matematika dengan baik. guru akan berusaha melakukan kegiatan dengan melibatkan siswa secara aktif. Pandangan tentang Pembelajaran Matematika Oleh: Prof. Dr. Namun guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. Utari Sumarmo Pandangan dan pemahaman guru terhadap pengertian belajar akan mempengaruhi cara guru melaksanakan proses pembelajaran dan proses evaluasi hasil belajar siswa. (4) Menciptakan suasana kelas (lingkungan fisik dan emosional) yang mendorong dicapainya penemuan dan pengembangan idea matematika. Guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. (2) Pengertian logika dan kejadian matematika sebagai verifikasi daripada guru sebagai penguasa tunggal dalam memperoleh jawaban benar. pemeriksaan “produk”. semula dengan pengetahuan baru. (3) Pandangan terhadap penalaran matematika daripada sekadar mengingat prosedur (4) Penyusunan konjengtur. pemberian pekerjaan rumah.

Sumber: Utari Sumarmo.(5) Mencari hubungan antara ide-ide matematika dan penerapannya daripada matematika sebagai sekumpulan konsep yang saling terpisah. 1999 117 . PMIPA IKIP Bandung. Impelementasi Kurikulum Matematika.

Sehubungan bagaimana memilih sumber belajar. melainkan juga metode. bekerja belajar (learning resources) atau sumber ilmu pengetahuan.5 yang mengharuskan guru menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen) No. Penggunaan lingkungan dimaksudkan bukan hanya pada saat pembelajaran berlangsung. mengajar. termasuk guru matematika harus berusaha dan meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan media dan peralatan dalam kompetensi inti guru ke-5 dikemukakan bahwa guru dituntut memanfaatkan teknologi 118 . media dan peralatan dalam pembelajaran. dan membimbing siswa belajar. Henich dkk (1996) dalam bukunya Instructional Media and Technology for Learning. Khususnya dalam informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Peraturan tersebut mengandung arti bahwa guru. media dan teknologi telah mempengaruhi pendidikan. menyatakan Media dan alat-alat menawarkan peluang yang lebih baik dalam proses belajar bahwa keseluruhan sejarah. 16 Tahun 2007 khususnya pada kompetensi inti guru 4. peralatan yang diperlukan untuk memberikan informasi. Pembelajaran merupakan susunan dari informasi dan lingkungan untuk menfasilitasi belajar. guru dapat mengintegrasikan media ke dalam proses pembelajaran sehingga dapat memperbesar perolehan (hasil belajar) yang berdampak pada peningkatan prestasi siswa. media. Guru dan buku bukan lagi menjadi satu-satunya sumber yang dapat diambil guru adalah senantiasa merencanakan proses pembelajaran. Dalam konteks ini peran dapat terbentang dari belajar yang dikontrol oleh siswa sendiri sampai ke pendekatan sama dengan guru lain dan ahli media.Sesi 7 Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesatnya telah memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap seting pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang dikontrol oleh guru. Apakah peranan guru akan menjadi berbeda ketika mengintegrasikan media dan alatalat dalam pengajarannya? Peranan guru dan siswa jelas menjadi berubah karena media dan teknologi di dalam kelas.

Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Apa yang dimaksud dengan sumber belajar (media dan alat) pembelajaran? Apa saja prinsif-prinsif yang harus diperhatikan dalam menggunakan penggunaan media dan peralatan (alat peraga)? pembelajar matematika? Apa saja penggunaan media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai tujuan Pertanyaan kunci Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega.5 dan 5 tentang kompetensi penguasaan media.5. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi guru dalam Permen No. yaitu Tujuan dan Hasil Belajar menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh dan kompetensi inti ke-5 guru mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya.mengajarkan matematika serta memanfaatkannya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. matematika. Perlakukan peserta sebagai pembelajar dewasa. sumber belajar dan TIK yang harus dimiliki guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. peserta akan dapat: Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Petunjuk Umum 119 .

secara optimal. model-model.2: ”Rubrik pelaksanaan pembelajaran berisi pembelajaran yang menggunakan media secara efektif. sumber belajar dan perangkat TIK diantaranya media gambar. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Kalkulator untuk peragaan ICT 120 . fleksibel.1 : ”Gambar/daftar sumber belajar (media dan alat) dalam matematika” Informasi Informasi tambahan 7. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Handout untuk peserta 7. OHP. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan media.1: ”Penentuan Sumber Belajar dan Media Pembelajarani” tambahan 7. sumber belajar yang ada di kelas dan dilingkungan sekolah. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. kegiatan pada sesi ini. LCD dan kalkulator. laptop. alat peraga terutama TIK yang berorientasi kepada penggunaan teknologi canggih semata. kriteria Sesi ini berlangsung selama 90 menit.Jangan terjebak kepada pengertian media. Ingat definisi TIK pada modul dasar DBE3 yakni modul TIK. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatanPantau seluruh kegaiatan dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan tercapai Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Lem kertas Hadiah permen atau cemilan dalam bungkus yang menarik sebanyak 1 buah.

mereka bertiga pergi kepengadilan untuk membaginya secara adil sesuai 121 . Umpan Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Khusus untuk Energizer Warisan yang adil pembagian domba ini harus dalam keadaan hidup dan tidak boleh dijual dulu. tujuan dan hasil serta Connection Peserta 35 menit menuliskan beberapa perbedaan Application Peserta bekerja dalam kelompok. Dan Si Bungsu mendapat bagian sepersembilannya.1 berisi media dan alat pembelajaran selanjutnya memilih mana yang paling tepat untuk mengajarkan balik SK/KD. Untuk peninggalan harta warisan yang lainnya. mengerjakan handout 7. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. peserta diminta pembelajaran. 45 menit Reflection Peserta 5 menit merangkum Extension Membaca seluruh bacaan Di luar sesi. dibagi sama rata.Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta media dan alat Peserta memilih SK/KD sesuai yang akan jenjang dan KD dikembangkan. si sulung harus mendapatkan bagian setengahnya.2.1 disertai contoh chart. tambahan 7. Adapun bunyi surat peninggalan itu berbunyi demikian. Peserta menjawab pertanyaan pada kertas flip pertanyaanpertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Pada pembagian 17 ekor dombanya inilah yang menjadi pertengkaran karena jelasnya domba tidak boleh dipotong. menjawab informasi pada tambahan dan informasi dan 7. Sedang Si Tengah mendapat bagian sepertiganya. Karena tidak menemukan strategi (siasat) bagaimana cara membaginya. Selanjutnya peserta pembelajaran selama sesi. (benar/salah) penggunaan tentang prinsip media dan alat pembelajaran yang ditayankan melalui power point. Tiga orang bersaudara mendapatkan surat wasiat pembagian harta peninggalan 17 domba yang hanya berupa surat.

Introduction (5 menit) 1 C (1) (2) (3) (4) (5) (6) Connection (35 menit) Tuliskan kata “ Pendukung pembelajaran/sumber belajar “ pada papan tulis. Tuliskan pada kertas flipchart. dia dapat membaginya secara adil dan sama sesuai dengan surat wasiatnya. Pada waktu itu muncullah seorang yang terkenal pandai di desanya. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Nah bagaimanakah strategi pembagian yang adil ini dilaksanakan seandainya saudara diminta tolong? Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (3) (4) Sampaikan tujuan. menit. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Guru perlu memilih sumber yang dapat mendukung strategi belajar mengajar. Buatlah tabel seperti di bawah ini pada kertas flipchart. dll.dengan surat wasiatnya. lingkungan. TIK. mulai dari guru.  Penguasaan dan penggunaan media. media. pembelajaran ke dala dua kolom Media Pembelajaran Alat Pembelajaran judul (media dan alat) di Minta peserta untuk menyebut beberapa sumber (media dan alat) pembelajaran. sumber belajar dan TIK untuk mendukung tujuan pembelajaran matematika yang dituntut dalam Permen No. buku. Ternyata dipengadilanpun tidak dapat diatasi. Daftar sumber pembelajaran sebanyak peserta yang menyebutkannya di dalam 5 Beri peserta 5 menit untuk menggolongkan daftar sumber (media dan alat) 122 . Minta peserta untuk menjelaskan perbedaan antara dalam kolom dengan memberi beberapa contoh.5 dan ke-5. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. Catatan untuk Fasilitator Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Setelah membaca isi surat wasiat itu. jurnal.  Berbagai sumber belajar yang dapat mendukung pembelajaran matematika di kelas.

Slide 3: Peralatan pembelajaran sebaiknya digunakan oleh para guru untuk membantu mengajar dan tidak oleh siswa. 2  Yakinkan bahwa TIK adalah tercakup di dalam sesi ini dan digunakan sebagai dari strategi pembelajaran. yang selama ini tidak diintegrasikan (7) Jelaskan kepada peserta bahwa hal yang terpenting tentang sumber (media dan alat) pembelajaran adalah bukan menyebutkan atau menggolongkannya tapi bagaimana guru menggunakan sumber tersebut di dalam kelas. minta mereka menulis BENAR pada sebuah kartu dan SALAH yang lainnya. sumber untuk mendukung pembelajaran. (8) (9) Beri peserta dua buah kartu. Bacakan pertanyaan berikut tentang prinsif penggunaan sumber pembelajaran kepada peserta dan minta mereka untuk mengatakan apakah benar atau salah sesuai meningkatnya nomor kartu. sehingga baik siswa Slide 2: 123 .Catatan untuk Fasilitator  Guru perlu memikirkan bagaimana memilih sumber pemebalajaran (bukan hanya buku teks) untuk mendukung stratetgi pembelajaran. Slide 4: Media dan peralatan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan membantu siswa untuk mengembangkan tujuan pembelajaran lebih baik. Pernyatan diperlihatkan dengan power point Slide 1: Alat dan media pembelajaran sebaiknya asli dan imanajinatif serta menciptakan pesan menarik yang menghubungkan siswa dengan proses belajarnya. Para guru sebaiknya menyediakan beberapa alternatif peralatan untuk mengantisipasi hal yang terduga (misalnya listrik mati). Slide 5: Media dan peralatan pembelajaran tidak perlu tepat untuk jenjang perkembangan mental siswa (misalanya siswa kelas VII dapat diberi dasar-dasar teori limit) Slide 6: Sumber pembelajaran tidak perlu mengacu kepada rencana pelakasanaan pembelajaran Slide 7: Dengan menggunakan alat peraga maka proses belajar termotivasi.

(media dan alat) yang berbeda. Printahkan mereka untuk memilih beberapa jenjang dan semester yang akan ajarkan. konsep-konsep abstrak dapat disajikan dalam bentuk kongkrit yaitu dalam bentuk model-model matematika yang dipakai objek penelitian. Slide 8: Alat peraga pembelajaran matematika membuat bentuk kongkrit menjadi konsep yang lebih abstrak Slide 9: Alat peraga yang digunakan hanya sekadar sajian yang tidak memiliki nilai-nilai yang tidak menunjang konsep-konsep dalam matematika Slide 10: Dengan alat peraga. (10) Fasilitator harus meyakinkan bahwa peserta mengoreksi pernyataan yang salah. tertarik. sediakan waktu presentase 5 menit untuk menjelaskan:  Apakah tujuan dari pelajaran atau kegiatan ini?  Yang mana sumber pembelajaran yang mereka pilih?  Mengapa mereka memilih sumber pembelajaran itu? pembelajaran?  Bagaimana mereka akan menggunakan sumber ini di dalam pelajaran?  Apakah yang mereka pikirkan ketika menggunakan sumber ini? (5) Umpan balik dari facilitator dan beberapa peserta. A (1) (2) (3) (4) Application (45 menit) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompk. teransang. (11) Siapkan dan berikan peserta handout yang meringkas pentuntun untuk menggunakan pendukung pembelajaran atau sumber yang didasarkan pada (12) Lihat kembali daftar sumber pembelajaran. dan karena itu bersikap positif tertahadap pengajaran matematika. Beri setiap kelompok KD/Indikator sesuai jenjang kelas dan semester.  Bagaimana sumber pembelajaran ini mendukung siswa untuk mencapai tujuan 124 .maupun guru. Minta peserta. pernyataan dari quiz benar-salah. Beri peserta handout 7. Ia akan senang. dan terutama siswa minatnya akan timbul. sumber yang mana yang paling sesuai dengan pelajaran matematika.1 yang berisi gambar (daftar) dari sumber pembelajaran Tugas meraka adalah memilih pendukung/sumber pembelajaran yang paling tepat dari handout untuk mendukung pengajaran.

alat peraga sebagai obyek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti. Sumber-sumber Sumber-sumber sebaiknya digunakan oleh siswa untuk mendukung pembelajaran.2. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Pembentukan konsep b. oleh sebab itu peserta diminta melakukan: (2) (3) Menelusuri sumber bacaan dari internet sebagaimana disebutkan dalam bacaan tambahan Membaca informasi tambahan 7. g. 125 .1 dan informasi tambahan 7. Extension Sumber Pesan Kunci belajar mengembangkan kompetensi yang telah ditargetkan atau akan dicapai. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan seacar umum.Catatan untuk Fasilitator  Penggunaan sumber pembelajaran (media dan alat) dapat diakitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari: a. Pengukuran: alat peraga dipakai sebagai alat ukur f. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Pelayan terhadap perbedaan individual. termasuk pelayananan terhadap anak lemah dan anak berbakat. R Reflection (5 menit) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. Latihan dan penguatan 3 d. sebaiknya dipilih secara hati-hati untuk mendukung siswa tersebut sebaiknya imajinatif dan menciptakan sebuah pesan yang menarik untuk siswa. Pemecahan masalah matematika. Pemahaman konsep c. e.

st-and.oke.id/tutorial/4Mengunakan%20Tabulasi.vlsm.or.doc  http://www.or.oke.php  http://www.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.ac.or.id/tutorial/1Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20  http://www.or. Mengajar Matematika.nctm.doc  http://www.rtf Penggunaan komputer untuk pembelajaran matematika  (http://www.oke.pdf  http://belajarblog.ialf.math.net.doc  http://www. Maletsky. Bacaan Tambahan Aktivitas dan Stategi.doc  http://www.php Menggunakan komputer untuk berkomunikasi dengan orang lain  http://www.id/tutorial/7Mencetak%20Dokumen.oke.ac.or.oke.Max Sobel & Evan M.swarthmore.tk/  http://bebas.kmpk.oke. Erlangga.org)  (http://imo.doc  http://www.id/tutorial/2Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20Kata.id/umum/deddy-word.org/v10/onno-ind-2/application/education/belajar-internetmelalui-istilah-internet-04-2001.ugm.or.oke.id/data/tutorial/Membuat%20Slide%20Presentasi.html) 126 .or.cbn. Sebuah Buku Sumber Alat Peraga.cbn.doc  http://www.or.oke.id/tutorial/6Membuat%20MailMaerge.id/umum/yuhefizar-office.edu)  (http://turnbull.id/tutorial/Yamta~Email%20OKE.doc  http://www.id/tutorial/5Membuat%20tabel%20dan%20kolom.ca)  (http://forum.id/tutorial/3Melakukan%20editing%20sederhana.pdf  http://ikc.mcs. Jakarta.uk/~history/Indexes/HistoryTopics.net. 2003 Dari internet: Membuat dan mengedit laporan dan presentasi  http://ikc.

Media Alat Peraga 127 . Cermati kompetensi dalam SK/KD sesuai jenjang dan semester SMP 2. dan alat) yang paling tepat untuk mengajarkan kompetensi pada point (1).Handout Untuk Peserta 7.1 SUMBER BELAJAR (MEDIA DAN ALAT) DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA Petunjuk: 1. Pilih pendukung pembelajaran (sumber. media.

128 .

129 .

1 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. serta lingkungan fisik. kegiatan pembelajaran. sosial. Sosialisasi KTSP ANALISIS SUMBER ANALISIS SUMBER BAHAN/ALAT BAHAN/ALAT • Buku teks. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. tabloid. dan indikator pencapaian kompetensi. jurnal. penerbitan berkala (majalah.Informasi Tambahan 7. alat peraga • Bahan praktek 130 . dsb) • Alat Praktek. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. nara sumber. alam. hasil penelitian. dan budaya. koran. dokumen negara. buku kurikulum. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik.

ALAT BELAJAR (MODUL. Bahan ajar) 131 . MEDIUM PERANTARA INFORMASI Penyampai informasi 4. flash 2. DAPAT MERANGSANG PIKIRAN. PERASAAN. DAPAT DILIHAT DAN ATAU DIDENGAR Model. powerpoint.MEDIA PEMBELAJARAN MEDIA ADALAH SEGALA SESUATU YANG DAPAT MENYALURKAN PESAN. rekaman video. KEMAUAN. ALAT BANTU PEMBELAJARAN Alat bantu bukan pengganti guru 3. REKAMAN. SEHINGGA MENDORONG TERJADINYA BELAJAR PADA SISWA MEDIA ARE ANYTHING THAT CARRIES INFORMATION BETWEEN A SOURCE AND RECEIVER (HEINICH 86) MEDIA DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN PAI 1.

MENUNTUN BERPIKIR KONGKRIT 9. MENGEMBANGKAN MINAT DAN MOTIVASI 8.FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN 1. MEMBERIKAN PENGALAMAN YANG TAK MUDAH DIDAPAT 10. SEHINGGA MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR 2. DAN BIAYA  KEADAAN SARANA PENDUKUNG  KEMAMPUAN PENGELOLAAN  KETEPATGUNAAN/EFISIENSI  MUTU TEKNIS 132 . MENGAJAR LEBIH BERVARIASI KARENA TIDAK HANYA VERBAL DAN MEMBOSANKAN LANJUTAN 6. MEMBERIKAN PENGALAMAN NYATA 3. MEMPERMUDAH PEMBELAJARAN DAN BELAJAR KRITERIA PEMILIHAN MEDIA  SESUAI KOMPETENSI. MENARIK PERHATIAN SISWA. SISWA LEBIH BANYAK BELAJAR. DAERAH. MENGATASI KETERBATASAN 4. TIDAK HANYA MENDENGARKAN 7. SISWA. KEBUTUHAN. BAHAN AJAR LEBIH BERMAKNA DAN DAPAT DIPAHAMI SISWA 5.

GRAFIK. LAB BHS. TAPE RECORDER.MACAM MEDIA PEMBELAJARAN * MEDIA GRAFIS FOTO. VCD. FILM. DAN KOMPUTER MACAM MEDIA PEMBELAJARAN (Lanjutan)  MEDIA DUA DIMENSI GAMBAR. MP3 * MEDIA PROYEKSI SLIDE. CD. KALIMAT SARANA PENGAJARAN GRAFIS GAMBAR DIAM DAN BERGERAK REKAMAN GAMBAR SUARA/GBR DAN SUARA PROGRAM 133 . BINATANG. DVD. TV. BENDA. REPRO DLL  MEDIA PROYEKSI SLIDE. MINIATUR. LCD * MEDIA AUDIO VISUAL VCD. MAKET. OHP.  MEDIA LINGKUNGAN BENDA. DVD. GAMBAR. BULETIN * MEDIA AUDIO RADIO. ALAM BENDA TIRUAN: MODEL. DAN ALAM JENIS MEDIA PEMBELAJARAN        BENDA SEBENARNYA: OBJEK. SKETSA. OHP. FILM. TUMBUHAN. MAKET. DIAGRAM. SKETSA DLL  MEDIA TIGA DIMENSI MODEL. REPRO SIMULASI SARANA PENGAJARAN VERBAL: KATA. PAPAN PLANEL. FOTO. DIAGRAM.

MUDAH DIPAHAMI. WARNA. ARTINYA DPT DIBACA SISWA SELURUH KELAS  PESAN JELAS TIDAK TIMBUL MAKNA GANDA  GAMBAR BERWARNA LEBIH BAIK DARIPADA HITAM PUTIH  BENTUK ATAU GAMBAR HARUS REALISTIK. ARTINYA MEMBERIKAN PEMAHAMAN NYATA LANJUTAN  GAMBAR ATAU FOTO YG BAIK SEBAGAI MEDIA YANG MENGANDUNG GERAK DAN BERWARNA  TAMPILAN SEDERHANA TIDAK KOMPLEKS. KOMPOSISI. BENTUK. GAMBAR. TIDAK MENIMBULKAN MAKNA GANDA.MEDIA PEMBELAJARAN YANG BAIK  UKURAN HARUS BESAR. TULISAN. KESEIMBANGAN HARUS BAGUS  DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA 134 .

pemutar video berfungsi dengan baik dan guru videonya dan juga berguna untuk memperbaiki pemahaman. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media Pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran digunakan namun guru secara efisien (misal: guru tidak dapat Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien oleh guru. ide mereka) cadangan bila terjadi hal yang tak terduga telah memeriksa kaset media yang digunakan peserta ajar dalam ketrampilan atau ide- membantu para siswa Media pembelajaran telah dipersiapkan dan digunakan secara efektif oleh guru. ide mereka) Semua kriteria untuk PLUS nilai 4 telah terpenuhi tidak menggunakannya Guru telah menyiapkan beberapa media alternatif sebagai Buku pelajaran satunya media digunakan merupakan satupembelajaran yang menemukan handout. Beri nilai 3 jika……. Beri nilai 4 jika…. pemutar video tidak berfungsi. ketrampilan atau ide- ketrampilan atau ide- namun tidak secara 135 .2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran # C 13 Indikator/ Aspek yang diamati Beri nilai 1 jika …… Beri nilai 2 jika …. namun tidak secara telah terorganisir tidak membantu memperbaiki pemahaman. guru tidak bisa mengoperasikan OHP/proyektor) maupun efektif (misal: tidak membantu meningkatkan pemahaman. ide mereka) ATAU efektif (misal: media secara baik namun peserta ajar untuk Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien dan efektif oleh guru (misal: semua handout telah dipersiapkan.. Hanya beri nilai 5 jika.Informasi Tambahan 7.

ide mereka) 15 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran telah dipersiapkan namun yang membantu peserta ajar ketrampilan atau ideBeberapa media Media pembelajaran digunakan oleh Semua kriteria untuk PLUS pembelajaran telah Siswa menggunakan sebagian dari media pembelajaran namun kurang memancing pelajaran) menggunakan adalah mereka dalam dipersiapkan namun yang menggunakan hanyalah sebagian telah dipersiapkan dan seluruh siswa untuk membantu mereka belajar (misal: para nilai 4 telah terpenuhi Guru telah menyiapkan beragam media yang kreatif dan menarik siswa dalam guru untuk membantu mengajar dan tidak (misal: guru kecil saja dari siswa terlalu tradisional dan inspirasi (misal: buku melibatkan para siswa menggunakan boneka manusia untuk bagian tubuh) (misal: beberapa siswa maju ke depan kelas dan menggunakan boneka model kerangka untuk bagian tubuh) siswa bekerja dalam dan masing-masing kelompok kelompok-kelompok untuk melibatkan para pembelajaran mereka model kerangka tulang mengenali bagian- mengenali bagian- menggunakan boneka mengenali bagianbagian dari tubuh) model kerangka untuk 136 .efisien (misal: tidak terorganisir secara baik namun mampu untuk memperbaiki pemahaman.

sikap. Terdapat bentangan sumber belajar mulai dari yang paling sederhana misalnya buku teks sampai pada yang canggih misalnya komputer/internet dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang pesat menempatkan peran guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. keterampilan. strategi belajar interaktif. Strategi belajar mengajar yang mempertibangkan karakteristik siswa. dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Untuk mengakomodasi karakteristik siswa yang beragam. Pencapaian kompetensi melalui pengalaman belajar yang sesuai ditentukan oleh strategi belajar mengajar yang tepat. menantang dan memotivasi siswa untuk mengajar harus di susun sedemikian rupa sehingga dapat memberi suasana yang berpartisipasi secara aktif. karena itu karakteristik dan gaya belajar mereka harus dipikirkan atau dipertimbangkan ketika merencanakan strategi belajar mengajar di kelas. tujuan pembelajaran. Lingkungan belajar yang kondusif mempunyai dampak yang kuat terhadap pembelajaran karena dapat mempromosikan atau mengahalangi proses pembelajaran. relevansi dengan kehidupan nyata. Untuk mendukung strategi belajar mengajar yang efektif dibutuhan pencipataan lingkungan belajar baik fisik dan emosional. dan lingkungan belajar baik fisik dan emosional akan berjalan dengan baik jika ditunjang oleh adanya sumber belajar yang memadai. 137 . Lingkungan belajar perlu disediakan agar lebih memberi suasana terutama di kelas yang fleksibel untuk mendukung siswa belajar dengan baik. mengajar yang dimaksudkan di sini tidak hanya mencakup strategi guru dalam Pendahuluan Siswa adalah subyek pembelajaran. Ketepatan strategi belajar mencapai kompetensi dari mata pelajaran matematika tetapi juga strategi mengajarkan siswa bagaimana seharusnya belajar. inspiratif. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual dengan kehidupan nyata.Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Sesi 8 Kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi menyatakan bahwa kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan. menyenangkan.

Kompetensi 17. Tingkat pencapaian kompetensi dasar sangat ditentukan oleh minat peserta didik terhadap mata pelajaran. tujuan pembelajaran yang diampu”. Kompetensi inti 2.2 “Menyediakan berbagai kegiatan 18. Kompetensi inti 2. inti 6. Mereka yang berminat tugas guru adalah membangkitkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran melalui pembelajaran . RPP. Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan garis-garis melaksanakan program pembelajaran. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti yang dibahas pada sesi-sesi sebelumnya (sesi 1. Untuk memudahkan guru dalam mengembangkan kurikulum.” 138 .” inti 6. Kompetensi dasar memiliki cakupan materi yang relatif lebih sempit. laboratorium. dan santun dengan peserta didik”. Hal ini sesuai Permen No 16 Tahun 2007 tentang standar kompetensi dapat diharapkan akan mencapai prestasi hasil belajar yang optimal.2 “Menerapkan berbagai pendekatan. mengaktualisasikan potensi peserta didik. yaitu: 11.1 16. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.” 15.3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai 14. termasuk kreativitasnya. “Berkomunikasi secara efektif. Kata kerja yang digunakan terkait dengan tingkat berpikir yang diperlukan untuk mempelajari suatu mata pelajaran. RPP merupakan acuan untuk merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. Kompetensi “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran pembelajaran untuk untuk Tujuan dan Hasil Belajar relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”.3 yaitu guru mampu pembelalajaran (silabus. Kompetensi inti 4. maupun lapangan.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”. dan menggunakan kata kerja operasional yang mudah diukur.7). Oleh karena itu. metode. 13.).1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”. 12. khususnya kompetensi inti 4. empatik. strategi. baik untuk kegiatan di dalam kelas. Kompetensi inti 3.Cakupan materi pada standar kompetensi sifatnya masih luas. standar kompetensi diuraikan menjadi sejumlah kompetensi dasar. suatu strategi belajar mengajar yang efektif yang mengintegrasikan seluruh aspek pendidik dan tenaga kependidikan. Kompetensi inti 7.

3 yaitu “menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. Petunjuk Umum Pantau dan arahkan seluruh aktivitas dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan 139 .Fokus dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan kompetensi inti 4. Jadi jangan terjebak dengan pengertian umum. Perlakukan peserta sebagai pebelajar dewasa. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. baik untuk kegiatan di dalam kelas. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini. OHP. dan LCD sebelum memasuki sesi ini. RPP yang dimaksud dalam sesi ini adalah RPP mata pelajaran matematika. Manfaatkan peralatan yang tersedia semaksimal mungkin. maupun lapangan ” sebagai persiapan melakukan mikro teaching. Ingat bahwa informasi umum perihal RPP telah diperoleh peserta pada pelatihan modul dasar 2 BTL. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. Pertanyaan Kunci Strategi belajar mengajar apa yang akan digunakan dalam pelajaran? Mengapa atau apakah strategi yang digunakan sudah tepat untuk siswa? Bagaimana strategi yang digunakan mendukung pengembangan kompetensi? Bagaimana menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Mengapa menggunakan tata ruang kelas? Bagaimana tata ruang ini mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Karena pentingnya sesi ini maka fasilitator hendaknya menfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. peserta akan dapat: Menyusun garis besar pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran. tercapai secara optimal.3. laboratorium. fleksibel.

1: ”Standat Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika jenjang SMP” Informasi tambahan 8. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi ICT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema. outline 5 menit Peserta Reflection merangkum Extension bacaan Di luar sesi.2: ”Rubrik penilaian rencana pembelajaran” Sesi ini berlangsung selama 90 menit.1: ”Konstelasi hubungan strategi pembelajaran antar sesi” Handout dikembangkan peserta” untuk peserta 8.1 dan informasi 8. mempelajari tambahan . tujuan dan hasil serta Connection Peserta 20 menit mereview materi yang telah sesi 1-7. kemampuan dari sebuat strategi utuh menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Peserta diperoleh dari Application Peserta bekerja Berdasarkan 60 menit dalam kelompok. handout 8. informasi tambahan 8. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta menyusun pembelajaran yang menghimpun seluruh mengerjakan pertanyaanpertanyaan kunci dan handout 8.2: ”Rancangan outline pembelajaran yang akan Informasi tambahan 8.2.Kertas flipchart Sumber dan Bahan Spidol marker besar Penggaris panjang.2. hububungan berisi konstelasi antara strategi pembelajaran.1. menjawab pembelajaran. pembelajaran selama sesi. sesi 1-7 ke dalam pembelajaran yang 140 . Dokumen standar isi matematika Handout untuk peserta 8.

(2) Minta peserta menuliskan karakteristik utama atau kata-kata kunci dari setiap sesi 1-7. dan 13 liter. dalam kelompok untuk mempersiapkan sebuah mikro teaching. Makna dari energizer ini adalah bahwa apa yang dimiliki perlu ditata penempatannya agar maksimal termanfaat secara baik. Energeizer ini berjudul “Menakar bensin sama isinya” hasilnya. Di kantornya hanya mempunyai kaleng yang berukuran 3 liter. yang dibawanya dalam jeriken besar. keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Catatan untuk Fasilitator  Sesi ini sebaiknya memuat durasi lebih panjang dimana peserta dapat bekerja  Fokus dari sesi ini adalah menyusun strategi pembelajaran dengan menggunakan  Fasilitator menyampaikan penting memiliki dan menguasai kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No. Pada hari berikutnya dia membawa kaleng masing-masing. Tanyakan point-point penting dari setiap sesi yang telah dipelajari. Jelaskan bahwa indikator (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Akan tetapi alangkahnya kecewanya mereka ketika hendak membaginya 8 liter masingmembaginya sama rata sehingga masing-masing mendapat 8 liter. 11 liter. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. masing menjumpai kesukaran. Nah teman-teman coba tolonglah bagaimana cara Energizer Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. Connection (20 menit) 141 .Energizer berikut merupakan energizer yang berhubungan dengan sesi ini.3 hasil belajar yang telah diperoleh pada sesi 1 -7. Introduction (5 menit) 1 C (1) Minta peserta melihat kembali hal-hal yang telah dipelajari pada sesi 1-7. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Penataan ini membutuhkan strategi yang tepat agar sumber daya yang ada Tiga orang pegawai mendapat pembagian bensin sebanyak 24 liter.

untuk mendiskusikan dan menyelesaikannya. kelompok kelas VII semester 2 dan Application (60 menit) pertanyaan. berisi rancangan outline pembelajaran. sesi mana yang menjadi prasyarat dari sesi lain. (3) Susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7. Dapat dilakukan dengan diagram. Beri kesempatan selama 15 menit 2 mendukung.(3) Minta peserta menghubung-hubungkan antara satu sesi dengan sesi lain. Catatan Untuk Fasilitator Inti dari sesi ini adalah menggabungkan seluruh pemahaman peserta dari sesi 17. (4) Review hasil-hasil yang telah diperoleh dari sesi 1-7.1. 142 . sesi mana yang saling (5) Bagikan kepada setiap kelompok handout 8.1. Dengan demikian sesi ini adalah ringkasan dari seluruh kemampuan sebelumnya yang merupakan inti dari modul ini. Melihat sesi mana yang merupakan dasar dari sesi lain. A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok (2) Bagi peserta dalam kelompok sesuai dengan jenjang kelas.pertanyaan berikut: Strategi belajar mengajar apa yang akan anda gunakan dalam pelajaran ini? Bagaimana strategi tersebut mendukung pengembangan kompetensi? Mengapa? apakah strategi yang digunakan tersebut sudah tepat untuk siswa? Bagaimana menghubungkan pembelajaran itu dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Gambarkan dalam sebuah diagram.2. (4) Outline         pembelajaran. Tanyakan kepada peserta inti atau tujuan dari keseluruhan sesi. mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Mengapa menggunakan tata ruang kelas tersebut? Bagaimana tata ruang ini (5) Peserta mengerjakan handout 8. harus mencirikan atau dengan kata lain menjawab misalnya kelompok kelas VII semester 1. (7) Umpan balik dari fasilitator. (6) Minta kepada setiap kelompok menyimpulkan hasil kerja mereka dari handout 8. Kelompok tersebut seterusnya. dan sesi mana yang dapat dilakukan secara bersamaan.

penilaian/refleksi. kemandirian. yang menfasilitasi seluruh kemampuan yang telah diperoleh dari yaitu: kegiatan pendahuluan. Kegiatan Pendahuluan. tugas individu/kelompok). Kegiatan Inti. inspiratif. Kegiatan initi menggunakan strategi/metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran matematika. dibuat. 3. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. berisi: Membuat rangkuman/simpulan. mengaitkan dengan sesi 1 sampai sesi 7. menyenangkan. kepada peserta untuk melakukan kegiatan meringkas sehingga pada akhir sesi ini peserta memiliki ringkasan yang menyoroti hal-hal yang benarbenar merupakan titik kunci tentang mengajar dan belajar dari sesi ini. kegiatan tindak lanjut (remedi. Elaborasi. Agar penilaian efektif dapat menggunakan rubrik rencana pembelajaran pada informasi tambahan 8. dan cakupan materi peserta didik secara fisik dan psikis.2. kreativitas. (8) Beri waktu 10 menit. kegiatan inti. pengayaan. dan kegiatan penutup. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikut. (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. 3 (7) Beri waktu selama 5 menit kelompok untuk menilai outline pembelajaran yang meraka telah dibuat. minat.(6) Minta wakil masing-masing yang meraka kelompok telah menyajikan Beri selama 2 menit outline lain pembelajaran menanggapi. memberikan umpan balik. 1. menjawab pertanyaan-pertanyaan 143 . (9) Beri hadiah kepada kelompok yang paling cepat dan paling dalam menyusun outline R Reflection (5 menit ) kunci. menyampai kompetensi yang dicapai. berisi: Penyiapan pengetahuan sebelumnya. dan Konfirmasi. pembelajaran. berisi: Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang dilakukan secara interaktif. menyampaikan 2. menantang. yang meliputi: Eksplorasi. dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. kesempatan kelompok Catatan Untuk Fasilitator Kegiatan dalam aplikasi ini diarahkan untuk membuat outline (garis-garis besar) pembelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Kegiatan Penutup. Outline tersebut memuat sekurang-kurangnya tiga bagian.

com/lesson http://www. penataan kelas yang baik.com/feeds/1345826977056316310/posts/default/362666313 0405328593 .sertifikasiguru.htm .com .rtf http://www.pdf http://www.htmlm http://www.org/uploads/File/instrument/inst_portofolio.kompas.htm .rt http://www.96k http://www.adprima.com/teachers/lesson_plans/ http://www.1 tentang rubrik peniliaian rencana menggunakan seluruh informasi tersebut dalam memilih satu strategi belajar mangajar untuk melaksanakan microteaching pada sesi 9.uny.10k http://www.csun. pembelajaran.teach-nology.com/LessonPlan/index.edu/~hcedu013/plans. dan penggunaan sumber yang mendukung pembelajaran tetapi bagaimana meramu itu semua ke dalam sebuah aksi untuk mendukung siswa belajar.com/kompas-cetak/0604/12/jogja/22994.(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh dari sesi 8 pada jurnalnya masing-masing. 144 . E Minta peserta mempelajari kembali informasi tambahan 8.blogger. termasuk informasi tambahan sesi 1-7.lessonplanz.tapperware. Bacaan Tambahan http://www.ac.ac.id/akademik/sharefile/files/13112007191947_1809200718061 1_kubutekx_jadi.9k http://www.id/akademik/sharefile/files/2609200782828_kobuteks. Minta mereka Extension berbasis SK/KD dalam menyusun outline pembelajaran yang baik sebagai persiapan Guru diharapkan tidak hanya mengetahui strategi belajar mengajar yang tepat untuk Pesan Kunci siswa.html . tujuan atau kompetensi.com/harian/0410/25/opi04.suaramerdeka.44k http://www.uny.

Buatlah peta konsep/diagram/skema yang menggambarkan penggunaan seluruh strategi yang anda telah pelajari pada sesi 1-7.Handout untuk Peserta 8. Klasifikasi A= B= Judul sesi Sesi 1: Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Sesi 2: Apakah yang sebaiknya Guru pikirkan ketika memilih strategi belajar mengajar untuk siswa? C= Sesi 3: Apakah yang sebaiknya guru pikirkan ketika mereka? menentukan strategi pembelajaran untuk mata pelajaran D= Sesi 4: Bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? Sesi 5: Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses BelajarMengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? E= F= G= Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? H= Sesi 8: Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran? 145 .1 Pilih satu Komptensi Dasar (KD) menurut kelas dan semester yang akan diajarkan. Adapun klasifikasi strategi pembelajaran tersebut seperti disajikan pada tabel berikut.

susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7!. Tahapan Komponen Strategi Kegiatan Handout untuk Peserta 8. dengan mengikuti pola berikut.Berdasarkan jawaban yang Anda tulis pada bagian aplikasi.2 Deskripsi Keterangan Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Penutup 146 .

1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur2.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Aljabar 2.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4. garis dengan sudut. serta penyajiannya 4.3 Menyelesaikan persamaan linear satu 2.7 5.5 5. Memahami bentuk aljabar.6 Menentukan hubungan antara dua garis.Informasi Tambahan 8. gabungan. serta menentukan ukurannya 5.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs Kelas VII. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4. Memahami hubungan garis dengan garis. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.3 Melakukan operasi irisan.1 Memahami pengertian dan notasi 4.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel variabel Kelas VII.3 1. dan komplemen pada himpunan. himpunan Venn kurang (difference). Memahami sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan 5. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4.4 Komptensi Dasar Melakukan operasi hitung bilangan bulat Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah unsurnya dan pecahan 1. sudut dengan sudut.2 Memahami konsep himpunan bagian 4.8 Melukis sudut Membagi sudut garis lain serta besar dan jenis sudut 147 . Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1.

Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3. persekutuan dua lingkaran 5.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran ukurannya 4.1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya Kelas IX. Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar 1. Memahami sifat-sifat kubus.4 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang. prisma dan limas 5. limas. garis. balok.2 Membuat jaring-jaring kubus. luas juring dalam pemecahan masalah 4. bagian lingkaran serta lingkaran Komptensi Dasar 4.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus. serta menentukan ukurannya 5. fungsi. Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4. median. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah 3. dan lingkaran data tunggal serta penafsirannya 148 .4 Menghitung panjang garis singgung 4. dan modus 3.3 Menentukan rata-rata. balok.2 Memecahkan masalah pada bangun datar siku yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras Kelas VIII.3 Menggunakan hubungan sudut pusat.6 Menentukan gradien.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius garis lurus 1. Menentukan unsur.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku3. panjang busur. balok. Memahami bentuk aljabar.3 Memahami relasi dan fungsi 1.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus. dan persamaan garis lurus Komptensi Dasar 1. prisma. dan bagian-bagiannya.4 Menentukan nilai fungsi 1. balok.Kelas VIII. relasi. persamaan dan grafik Geometri dan Pengukuran 3.

2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan 5.1 Menentukan pola barisan bilangan 6.4.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah berpangkat dan bentuk akar bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar berkaitan dengan bilangan berpangkat dan 6.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret 6. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana Komptensi Dasar 5.3 Menentukan ruang sampel suatu percobaan 4.3 Memecahkan masalah sederhana yang bentuk akar 6.4 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana Kelas IX. Memahami peluang kejadian sederhana 4.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret aritmatika dan deret geometri dan barisan geometri sederhana 149 . Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan 5.

2 Rubrik Penilaian : Instrumen Penilaian Kinerja: Rencana Pembelajaran Gunakan rubrik ini untuk membantu memberi angka untuk menilai rencana pembelajaran.1 Komponen Kejelasan Hasil Pembelajaran Kejelasan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan Tujuan Pembelajaran jelas Dinyatakan tetapi tidak (misalnya: dapat ditafsirkan berbeda-beda) Tujuan pembelajaran tidak dapat diukur dinyatakan dan jelas tetapi (misalnya: beberapa tujuan menyatakan bahwa siswa dipelajari tetapi mereka tidak dapat melakukan sebagai hasil dari pelajaran) dapat melakukan apa yng Tujuan pembelajaran diukur.Informasi Tambahan 8. dinyatakan jelas dan dapat (misalnya: dinyatakan apa hasil dari pembelajaran Beri nilai 4 jika… yang siswa pelajari sebagai 150 . Beri nilai 1 jika… Beri nilai 2 jika… Beri nilai 3 jika… No 1 1.

dan keterampilan sikap dan keterampilan) menengah setiap siswa (misalnya. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran dan berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya. KD tetapi lainnya tidak berhubungan. I. mensintemensa atau mengevaluasi materi pelajaran) mengcopy informasi dari satu temapat ke tempat lainnya) I.1 PEMILIHAN MATERI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Materi pelajaran tidak tidak sempurna dinyatakan. fakta atau pembelajaran sebelumnya atau keterampilan tingkat tinggi (misalnya: menganalisis. sa. Penulisan tujuan pembelajaran/indicator SK atau KD dan diperoleh diturunkan dari hubungannya sangat jelas.2 Ruang Lingkup Tujuan Pembelajaran Ruang lingkup tujuan pembelajaran tidak dinyatakan dengan jelas. menyimpulkan atau Tujuan pembelajaran dan menuntut siswa menggunakan meliputi 2 aspek atau lebih dan keterampilan rendah dituntut untuk belajar dan menghapal pengetahuan. dikelompokkan dan diranking menafsirkan fakta dari apa yang mereka telah pelajari. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk atau aktivitas tetapi tidak atau aktivitas tetapi yang 151 . siswa dituntut untuk menjelaskan. 2 2.3 Kejelasan urutan tujuan pembelajaran Objectives Clarity of ranking of Learning Urutan tidak dinayatakan dengan jelas stated Learning objectives are not Urutan dinyatakan dengan jelas tetapi tidak dirangkai. tidak jelas atau Materi pelajaran jelas tetapi tidak berhubungan dengan tujuan pembelajaran Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran tetapi tidak berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya.4 Keseuaian Tujuan Pembelajaran dengan Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan atau tidak atau KD berhubungan dengan SK Beberapa tujuan pembelajaran berhubungan dengan SK. Tujuan pembelajaran hanya meliputi satu aspek saja (misalnya pengetahuan) (misalnya siswa hanya Tujuan pembelajaran meliputi 2 aspek atau lebih (misalnya pengetahuan.I. Tujuan pembelajaran ranking dalam urutan dari mudah ke sulit.) Tujuan pembelajaran dirangkai atau (misalnya: dikategorikan (misalnya: mengelompokkan ke dalam aspek atau menuliskannya sesuai urutan dalam KTSP) Tujuan pembelajaran KD berhubungan dengan SK.

4 Ketepatan waktu " Pengisi" suatu aktivitas ekstra yang guru siapkan untuk mengisi waktu jika beberapa siswa 4 Waktu tidak dinyatakan atau tidak jelas. Kemajuan belajar berarti bahwa orang belajar menyusun pengalaman dari pengalaman sebelumnya materi jelas dan logis dan pokok bahasan (misalnya: jelas dari pembelajaran tetapi tidak dengan pembelajaran ada keterkaitan jelas syang diantara mata pelajaran yang jelas pembelajaran pokok bahasan dan pembelajaran pokok (misalnya: ada keterkaitan sebelumnya—materi tidak jelas bagaimana hubungannya dengan pokok bahasan lain) 3.kehidupan) 2.3 PENGORGANISASIAN MATERI AJAR Alur dan pengaturan materi Rencana pelajaran tidak materi tidak jelas. diorganisasikan atau alur Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas tetapi tidak logis (misalnya: materi materi lain) tidak berkaitan dengan Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas dan logis tetapi hanya pada satu Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur sesui dengan mata pelajaran. Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada tetapi perencanaan pembelajaran tidak materi alokasi waktu yang bahasan sebelumnya – materi berhubungan dengan materi lain) Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada dan perencanaan “aktivitas pengisi” materi alokasi waktu yang pembelajaran memuat menyelesaikan pelajaran awal PILIHAN MATERI/MEDIA PEMBELAJARAN memuat “aktivitas pengisi” 152 . Waktu ada tetapi terlalu banyak atau terlalu sedikit dibandingkan waktu yang dialokasikan.2 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Materi tidak jelas atau sesuai dengan karakteristik atau terlalu mudah pada umumnya siswa) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa namun tidak menantang dapat melakukan tetapi baru) (misalnya: umumnya siswa mereka tidak belajar hal Materi jelas atau sesuai dan lebih menantang (misalnya: materi membantu siswa dengan karakteristik siswa kehidupan) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa dan dikhususkan untuk karakteristik siswa secara iperorangan (misalnya: ada materi tambahan – dikhususkan untuk siswa yang pandai dan materi lambat) remedi untuk siswa yang siswa (misalnya terlalu sulit mempelajari hal baru) 3 3.

153 . (misalnya siswa kelas IX menggunakan kalkulator grafik untuk mengetahui grafik persamaan kuadrat).) dan siswapun memiliki dan Ada sumber/media yang dinyatakan dan dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik. (misalnya siswa hitung dengan hitung) Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi hanya sebagian yang sesuai sesuai dengan tingkat kelas kelas IX diajarkan operasi menggunakan mistar No learning resources or media are listed dengan tingkat kelas siswa.3 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi kurang siswa.2 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang sesuai dengan materi pelajaran (misalnya dinyatakan tetapi kurang Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi tidak memahami materi dapat membantu siswa pelajaran dengan lebih dimensi dua untuk membantu siswa dimensi) menggunakan kalkulator pada materi melukis segitiga) baik. 4.1 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Sumber belajar/media ada tujuan pembelajaran namun tidak sesuai dengan (misalnya buku tes siswa dapat mengembangkan siswa) keterampilan pengukuran Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran tetapi tidak dapat membantu pengembangan tujuan baik (misalnya: guru Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran dan dapat membantu pengembangan tujuan pembelajaran dengan lebih baik (misalnya: guru pembelajaran dengan lebih menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran dan menggunakannya.) tetapi siswa tidak memiliki menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran menggunakannya. (misalnya gambar memahami bangun 3 sepeda untuk membantu pengertian jari-jari lingkaran.) Ada sumber/media yang dinyatakan dan sesuai dengan tingkat kelas siswa.4. busur lingkaran dan keliling lingkaran. (misalnya sebuah roda siswa mengetahui 4.

dinyatakan dan sesuai pendekatan dan metode pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan materi. dinyatakan dan sesuai dengan materi tetapi dangkal dan tidak pendekatan dan metode hasil pembelajaran dan kompetensi (misalnya strategi dengan hasil pembelajaran yang mengikuti rangkaian guru melakukan pengajaran langkah pada buku teks) pendekatan dan metode jelas dan sesuai dengan menulis padahal mereka dituntut untuk mampu bercakap) 5. tidak dinyatakan dan membingungkan.2 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Strategi pembelajaran. jelas tetapi kurang sesuai (misalnya banyak strategi dari buku teks.1 KEJELASAN SKENARIO PEMBELAJARAN Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak lengkap (misalnya tidak mencakup seluruh langkah-langkah pembelajaran mulai dari pembuka hingga penutup) Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak mendalam (misalnya tidak memuat ruang untuk latihan atau dilakukan) contoh-contoh yang dapat Strategi pembelajaran.4 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Strategi pembelajaran. pembelajaran memadukan semua teori dasar. pendekatan dan metode jelas tetapi tidak sesuai (misalnya siswa dengan hasil pembelajaran menyelesaikan tugas pendekatan dan metode Strategi pembelajaran.5 5. Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi dan karakteristik siswa sesuai dengan umur dan aktif dan memahami apa menyenangkan (misalnya bergantung kepada buku teks) 5.3 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode tidak dinyatakan dan membingungkan. pendekatan dan metode dengan materi serta dapat membantu siswa terlibat yang diajarkan. misalnya sesui dengan langkahStrategi pembelajaran. pengalaman dan praktik) Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi kurang siswa sesuai dengan karakteristik 154 . dan lengkap serta memuat contoh-contoh yang dapat 5. Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan ruang untuk latihan atau dilakukan pada semua tingkatan kelas. Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan karakteristik siswa (misalnya menugaskan yang memiliki Strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran.

Guru memilih metoda untuk siswa praktek menggunakan keterampilan tetapi tidak ada umpan balik untuk peningkatan siswa ) 6 6. pendekatan dan metode dinyatakan dan lebih sesuai dengan tingkatan siswa kebutuhan siswa tetapi tidak sesuai dengan (misalnya. Guru lain mudah untuk melaksanakan dengan benar rencana tersebut. siswa baru saja memulai mempelajari sebuah keterampilan tetapi dimana siswa sendiri harus melakukan kegiatan itu secara mandiri) guru menggunakan strategi belajar bagaimana menggunakan suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar. pembelajaran lengkap dan langkah pengajaran dan jelas serta memuat pembelajaran lengkap dan perintah dan penjelasan bagi siswa. Guru penjelasan bagi siswa.5 Kesesuaian langkah-langkah proses pengajaran dan kelas siswa pembelajaran dengan tingkat Strategi pembelajaran. siswa mulai Strategi pembelajaran. Guru Dengan benar rencana Dengan benar rencana tersebut jika hanya RPP mengikuti instruksi dari Waktu dinyatakan tetapi 6.penguasaan matematika rendah untuk 5.2 Kesesuaian waktu yang Waktu tidak dinyatakan Waktu dinyatakan tetapi Waktu dinyatakan dan 155 . Guru memilih metoda praktek dengan menggunakan ketrampilan dan memastikan mengajar ada umpan balik yang dapat meningkatkan keterampilan siswa) Ada rincian langkah- siswa (Misalnya. penjelasan bagi siswa. pendekatan dan metode dinyatakan dan sangat siswa sesuai dengan tingkatan (Misalnya siswa mulai mempelajari suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar. pembelajaran lengkap dan jelas tetapi perencanaan tidak memuat perintah dan lain tidak dapat melaksanakan tersebut. tidak dinyatakan dan membingungkan.1 KERINCIAN SKENARIO PEMBELAJARAN RIncian aktivitas pengajaran dan pembelajaran Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan lengkap dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan jelas dan perencanaan memuat perintah dan lain sulit untuk melaksanakan pembelajaran tetapi tidak membingungkan. menyelesaikan soal sulit) pendekatan dan metode Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan tingkatan Strategi pembelajaran.

Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas dan pembelajaran sesuai dengan tujuan (misalnya: unjuk kerja tidak sesuai dengan tujuan (misalnya: teknik bertanya untuk mengukur keterampilan) untuk mengukur keterampilan. (contoh:.1 EVALUASI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada teknik penilaian yang dinyatakan are stated No assessment techniques Ada teknik penilaian pada RPP tetapi membingungkan. Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas tetapi pembelajaran. 30% menutup pelajaran) (misalnya. 5-10% membuka pelajaran. Ada penjelasan bagaimana tidak melukiskan instrumen teknik penilaian tetapi melakukan penilaian tetapi bagaimana menggunakan (misalnya RPP menyatakan Ada penjelasan bagaimana melakukan penilaian dan juga melukiskan instrumen bagaimana menggunakan bahwa akan dilakukan dikatakan siswa tetapi tidak menjelaskan rubric kinerja) teknik observasi apa yang bagaimana menggunakan 156 .2 Kejelasan prosedur evaluasi Tidak ada kejelasan teknik penilaian bagaimana melakukan Tidak ada penjelasan bagaimana melakukan tidak jelas. pelajaran.diberikan dengan tahapan pelajaran atau membingungkan confusing t Timing is not stated or is tidak meliputi tahap-tahap pelajaran tidak proporsional untuk tahap-tahap pelajaran. 7080% materi dan 10-15% menutup pelajaran 7 7. 7. bertanya untuk pengetahuan dan pengamatan untuk mengukur sikap). 30% materi. 40% membuka proporsional untuk tahaptahap pelajaran the lesson is Timing of each stage of proportionate.

Instrumen penilaian ada. tetapi sangat kurang dan Instrumen penilaian tersedia dan jelas tetapi tidak sesuai dengan teknik penilaian atau proses yang diuraikan dalam RPP (misalnya instumen Instrumen penilaian tersedia dan jelas dan sesuai dengan teknik diuraikan dalam RPP penilaian atau proses yang (misalnya RPP menyatakan penilaian yang dinyatakan bahwa penilaian akan observasi apa yang akan dilaksanakan dengan yang tersed kerja) dilakukan dalam bentuk dikatakan siswa dan format observasi tersedia lengkap dengan rubrik penilaiannya.1 KELENGKAPAN INSTRUMEN EVALUASI Ketersediaan instrumen Tidak ada instrumen yang tersedia.8 8. observasi tetapi instrument 157 . membingungkankan.

Hal ini sejalan dengan Permen No. mengetahui gaya belajar dan karakteristik siswa. di laboratorium. 3) kompetensi penggunaan media/sumber belajar. Guru yang efektif adalah yang mampu melakukan pengajaran dan pembelajaran serta mampu membelajarkan siswa dengan baik.4 yaitu guru mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. yang mendorong guru mengembangkan kompetensi ini 4. 2) kompetensi penguasaan materi. kompetensi 10 yaitu guru mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Impelementasi KTSP sebagaimana diamanatkan pemerintah. meliputi: 1) kompetensi pra pembelajaran. menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif. menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui lingkungan fisik dan emosional kelas. 4) kompetensi memicu dan memelihara keterlibatan siswa. Pada akhirnya kemampuan memilih strategi belajar. dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari pelatihan (inservice Sesi 9 training) yang secara sistematis dan berkesinambungan dirancang khusus untuk membekali guru menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran secara tepat. memilih media dan alat peraga pembelajaran akan dilihat hasilnya dalam praktek pengajaran di kelas. tidak hanya ditentukan oleh ketetapan dalam aspek dokumen kurikulum (silabus dan RPP) tetapi yang terpenting adalah bagaimana guru mengimplementasikannya melalui strategi pembelajaran yang tepat dan bermakna sesuai tahap perkembangan peserta didik. dan kompetensi 23 yakni mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Sesi ini akan memfasilitasi peserta untuk memperoleh kompetensi yang dibutuhkan dalam pengajaran dan pembelajaran matematika melalui kegiatan micro teaching sehingga peserta dapat mempraktikkan seluruh hasil belajar yang telah diperoleh peserta selama pelatihan. 158 . 5) kompetensi menilai pembelajaran dan kompetensi penggunaan bahasa serta 6) kompetensi menutup pembelajaran. Pengembangan profesionalitas dan karir guru harus memperhatikan kemampuan guru dalam mengimpelmentasikan kurikulum di kelas. Mengacu kepada instrumen penilaian sertifikasi guru.Micro-Teaching Pendahuluan Seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1 – 8 hanya akan bermakna jika guru memiliki kemampuan mempraktikkannya dalam pembelajaran di kelas. 3) kompetensi penguasaan strategi pembelajaran. kompetensi guru yang harus dimiliki dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. 16 tahun 2007.

Teachers need to be proactive in finding ways to develop as professionals. yakni “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik”.4.Throughout teaching career teachers need to continue improving your knowledge and skills in all aspects of teaching and learning. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu. teachers can assess their own performance through reflection and self assessment or colleagues can assess teachers through observation and providing feedback through micro teaching or daily lessons. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru untuk melakukan penilaian diri (self assessment) dan kolega sehingga pada saat mengikuti sertifikasi guru yang sebenarnya. Kesempatan Tujuan dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan lebih jauh Tujuan dan Hasil Belajar kompetensi inti ke-4. peserta telah memiliki persiapan dan gambaran bagaimana melakukan kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika yang efektif agar memperoleh nilai sertifikasi yang tinggi. Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. micro teaching digunakan peserta untuk berbagi pengalaman. pembelajaran” dan kompetensi inti ke-23 ”mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif”. Hal terpenting lagi dari sesi ini adalah bahwa peserta akan saling melakukan penilaian pengajaran dan pembelajaran dengan menggunakan instrumen pelaksanaan pembelajaran seperti yang digunakan dalam sertifikasi guru. mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan masing-masing peserta dan bagaimana memperbaiki kekurangan guna menghasilkan pengajaran dan pembelajaran matematika yang lebih baik. kompetensi inti ke-10 ”melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas 159 . One effective way to improve as a classroom teacher is to have teaching performance assessed. Peserta diarahkan agar peserta menggunakan seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1-8 didalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika di kelas dalam bentuk micro teaching. peserta akan dapat: Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi. Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru.

dan LCD sebelum memasuki sesi ini. khususnya peralatan yang akan digunakan peserta melakukan micro teaching. Baca catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan fleksibel.1: “Instrumen sertifikasi guru: penilaian pelaksanaan pembelajaran” Handout untuk peserta 9. OHP. Perlakukan mereka sebagai pebelajar dewasa.2: ”Catatn Perabaikan Pelaksanaan Pembelajaran” matematika sesi 8 yang dikombinasikan dengan model Sumber dan Bahan 160 . Handout untuk peserta 9. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4.Bagaimana melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika model ICARE dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi dalam pelajaran matematika? Apa sajakah kelebihan dan kekurangan apa yang ditemui dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika? Bagaimana melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika yang telah dilakukan? Bagaimana melakukan penilaian diri tentang strategi pembelajaran matematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru? Pertanyaan Kunci Peserta adalah mitra kerja atau kolega. Siapkan jadwal melakukan micro teaching bagi semua peserta sebelum Petunjuk Umum memasuki sesi ini. ke-10 dan ke-23 serta keberhasilan guru dalam penilaian sertifikasi guru pada unsur pelaksanaan pembelajaran di kelas. Pastikan bahwa seluruh peserta tampil melakukan micro teaching sehingga seluruh peserta dapat mengoptimalkan hasil belajar yang telah diperoleh. Pantau dan tuntún kegiatan dalam sesi ini untukmencapai tujuan dan hasil belajar dan tercapai secara optimal. Fokus dari sesi ini pada pelaksanaan dari semua pelajaran dari modul yang telah dilatihkan Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Bagi waktu yang tersedia dan sesuaikan dengan banyaknya peserta. Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop.4. Sebaiknya jadual telah diketahui peserta pada akhir sesi 8 untuk memberi kesempatan setiap peserta mempersiapkan diri. Buku pegangan sumber matematika Outline Pembelajaran ICARE .

micro teaching sekolahmasing-masing sebagai bagian dari in-service training. Diskusi dan feedback dari kelompok lain. manfaat micro teaching. mereka tentang mereka sebagai pertanyaan.Papan Tulis dan Spidol Board Marker Flipcharts dan Spidol. Curah pendapat 140 menit Application Peserta dalam kelompoknya mempelajari ouline yang dan memilih pembelajaran dikembangkan di sesi 8. Peserta latihan microteaching. mereka perlu Mempraktekkan 20’. I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 15 menit memaparkan tema. menjawab Extension Peserta menuliskan dalam Jurnal Refleksi Belajar Apa kekuatan seorang guru dan Apa yang perbaiki. 161 . staretegi pembelajaran yang mengintegrasika semua aspek pembelajaran. dan pertanyaan ini. . Sesi ini memerlukan waktu minimal 3. kunci dari sesi Connection 45 menit tentang micro teaching. tujuan hasil yang akan diperoleh. dan menuliskannya refleksi ke dalam jurnal pembelajaran mereka. Beberapa kemungkinan adalah: LCD dan Laptop untuk presentasi Sebuah kamera video untuk merekam kegiatan micro teaching peserta. Tiap kelompok melakukan microteaching Reflection Peserta 10 menit meringkas pembelajaran dari sesi.5x60 menit = 210 menit Waktu Penggunaan TIK untuk menunjang sesi ini merupakan sebuah pilihan dan akan bergantung pada perlengkapan apa yang tersedia di tempat Anda.

pertanyaan kunci pada akhir sesi ini. sampaikan pula pertanyaan kuncinya. Jelaskan pada peserta bahwa mereka perlu dapat menjawab (3) Jelaskan peserta bahwa mereka akan melakukan micro teaching dengan pembelajaran yang telah mereka kembangkan pada sesi 8. Fasilitator menyediakan bermacam-macam rute perjalanan.Energizer berikut ini berhubungan dengan tema sesi ini. Berapa banyak cara yang dapat ditempuh untuk bepergian dari kota A ke kota C? 1 2 Energizer 1 2 3 P 4 3 C 1 2 A 1 Q 2 3 4 5 Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Gunakan bagian pendahuluan di atas untuk memberikan latar belakang singkat dari tema yang dibahas pada sesi ini. Dari kota P ke kota Q atau sebaliknya tidak ada jalan. dengan deskripsi sebagai berikut: Seseorang hendak bepergian dari kota A menuju kota C melalui kota P atau Q. Strategi pada dasarnya siasat mencapai suatu tujuan. yakni bahwa inti dari micro teaching adalah sebuah strategi pembelajaran yang mengintegrasikan semua kompetensi dari sesi 1. (2) Jelaskan tujuan dan hasil belajar dari sesi ini. Kegiatan ini akan membantu peserta untuk mengamati beberapa kunci pembelajaran dari pelatihan ini. Dari kota A ke kota P ada 3 jalan dan dari kota P ke kota C ada 4 jalan Dari kota A ke kota Q ada 2 jalan dan dari kota Q ke kota C ada 5 jalan.8. Introduction (15 menit) menggunakan outline pembelajaran yang mengintegrasikan semua aspek 162 .

tampilkan poin-poin penting yang harus dilakukan peserta dalam melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika seperti pada catatan fasilitator berikut: Catatan Fasilitators Mengajar adalah seni Guru harus mengetahui perlengkapan mereka Guru harus mengenal siswa yang mereka ajar Selain itu guru harus mengetahui bagaimana mengajar secara menarik Pembelajaran Matematika Model ICARE Pembelajaran matematika model ICARE adalah strategi pembelajaran matematika inovatif yang seluruh kegiatan pembelajaran pada setiap pertemuan (2x40 menit) mengikuti langkah-langkah:  Inroduction (pengenalan) 5 menit Ini merupakan kegiatan mengawali pelajaran. Pastikan bahwa seluruh peserta mengetahui tujuan micro teaching dan manfaat mereka melakukannya. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk apersepsi dan motivasi. Mulailah pelajaran dengan cara menarik Banyak sekali guru matematika menggunakan waktu 2x40 menit dengan kegiatan: 30 menit----membahas tugas-tugas yang lalu 2 163 . Yakinkan peserta bahwa kegiatan ini akan membantu mereka mengembangkan kompetensi inti serta memperoleh nilai memuaskan pada penilaian sertifikasi guru sebagaimana yang telah dijelaskan pada tujuan dan hasil belajar. C (1) Lakukan curah pendapat selama 5 menit mengenai apa yang peserta pahami tentang micro teaching? Connection (45 menit) Catatan Fasilitators Ingat bahwa kegiatan pada sesi ini adalah memfasilitasi peserta dalam mengasah 1 kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajar pada sesi 8 dengan model ICARE yang lebih baik melalui penggunaan strategi belajar mengajar yang tepat untuk mencapai kompetensi tertentu dalam pelajaran matematika. Ini bertujuan untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. (5) Sampaikan kepada peserta untuk dapat mengikuti sesi ini dengan baik dengan memberikan lembar penilaian di awal sesi. yang dapat mereka peroleh melalui kegiatan micro teaching serta kesiapan (2) Melalui LCD proyektor.(4) Pastikan peserta mengetahui tujuan utama kegiatan micro teaching.

Mulailah pelajaran dengan pertanyaan menantang atau memberi tantangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. ”Membahayakan” dan ”Merusak seluruh minat belajar siswa terhadap Matematika”. Di samping itu langkah ini juga sangat baik untuk mengintegrasikan kompetensi kecakapan hidup pada siswa dengan menyiapkan kegiatan bagi mereka sebelumnya. misalnya: Jika anda memasuki ruangan kelas ini.  Application (aplikasi) 50 menit Kegiatan aplikasi ini didominasi oleh siswa. Beberapa bentuk pendekatan yang dapat dilakukan diantarnya: 1) belajar koperatif. yakni menjadikan lingkungan dan konteks alam untuk dimanfaatkan siswa mengkostruksi informasi baru. 2) kegiatan lapangan (pengukuran/pengambilan data). Refleksi ditulis pada buku catatan siswa 164 . Pada langkah ini. Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dan siswa yakni: 1. Beberapa strategi yang dapat digunakan diantaranya: 1) menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual. 2.. 2) Pembelajaran berbasis masalah. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang bertugas memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan informasi baru. kemukakan konsep matematika apa yang anda kemukakan?  Connetion (menghubungkan) 30 menit Kegiatan pada langkah ini berorientasi kepada guru dalam memberi informasi baru kepda siswa. 3) kegiatan pemecahan masalah secara individu) dan sebagainya. Siswa membuat catatan hasil belajar dan keterampilan yang diperoleh setelah mengikuti pembelajaran. Pada 5 menit terakhir guru harus meluangkan waktu untuk melakukan penilaian.  Reflection (refleksi) 5 menit Kegiatan ini bertujuan untuk ”melihat kembali” proses pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk menggunakan dan mengembangkan informasi baru yang diterima siswa dalam memecahkan masalah matematika.20 menit ---memberi pelajaran baru 20 menit---membahas hal-hal yang tidak relevan dengan materi pelajaran 10 menit----menutup pelajaran Pendekatan rutin ini berbahaya karena akan mengakibatkan pembelajaran menjadi 3M yakni ”Membosankan”. dimana siswa diarahkan untuk menemukan sendiri informasi baru melalui serangkaian kegiatan. Guru membuat catatan pada jurnalnya kelebihan dan kelemahan pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan khususnya pencapaian kompetensi pembelajaran yang lebih baik(lihat hasil belajar sesi 9 ini). Namun demikian langkah ini dapat menarik jika menggunakan strategi yang tepat.

dan 4. Urutan tampil berdasarkan hasil undian. Anggap peserta berjumlah 5 orang maka setiap kelompok beranggotakan 5 orang.1 tentang instrumen penilaian sertifikasi guru unsur pelaksanaan pembelajaran. Pembagian peserta menjadi 5 kelompok bukan dimaksudkan seperti kelompok sebelumnya. Minta mereka mempelajari dan menuliskan nama-nama peserta yang akan dinilai pada linstrumen tersebut. Salah satu strategi adalah memberi permainan matematika kepada siswa untuk menutup pelajaran. antara lain outline pembelajaran yang telah dibuat pada sesi 8. Berikan pula setiap peserta lembar handout 9. Beberapa kegiatan energizer diberikan. media dan sumber yang digunakan dan lain sebagainya. A (1) Minta setiap peserta memeriksa kembali kelengkapan yang digunakan untuk keperluan microteaching. 3. Application (140 menit) (2) Beri nomer undian kepada seluruh peserta dengan cara menghitung langsung dari nomor urut 1 hingga sebanyakpeserta. Jadi nomer undian 2 pada kelompok I hanya menilai anggota dalam kelompoknya yakni nomer undian 1. Dengan demikian peserta akan terbagi menjadi kelompok I (nomer undian 1 – 5). (3) (4) Setelah seluruh peserta menyiapkan seluruh kebutuhan micro teaching dan memahami bagaimana menggunakan instrumen penilaian. Catat nama peserta dan nomor undiannya kemudian bagi peserta ke dalam kelompok. Catatan Fasilitators Nomer undian ini untuk menentukan urutan tampil melakukan presentasi 3 microteaching. namun dimaksudkan agar proses penilaian pelaksanaan microteaching mudah dilakukan. antara 165 . Demikian seterusnya. Masing-masing anggota pada setiap kelompok akan saling menilai. Namun demikian undian tidak langsung dilakukan sekali jadi namun dilakukan setiap peserta selesai melaksanakan microteaching sehingga konsentrasi peserta dapat terjaga hingga akhir sesi. Salin setiap nomer undian peserta pada secarik kertas kecil kemudian gulung dan masukkan ke stoples. jelaskan kepada lain: mereka apa saja yang harus mereka atur pelaksanaan micro teaching. kelompok II (nomer undian 5 – 8) dan seterusnya. Extension (perluasan) Buatlah strategi sehingga siswa merasa menyesal jam pelajaran sudah berarkhir. Bantu peserta mengingatkan kembali kelompok beserta nama-nama anggota kelompok dan nomer urutnya.

- Peserta yang tampil melakukan mikroteaching berdasarkan undian dan - Setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan mikroteaching selama t

dilakukan setiap kali peserta selesai melakukan mikroteaching.

menit. (t adalah alokasi waktu masing-masing peserta, lihat catatan fasilitator 4) - Fasilitator memberikan petunjuk bila waktu habis, dan peserta harus menghentikan setelah t menit, meskipun kegiatan fasilitasinya belum selesai. - Segera setelah seorang peserta selesai presentasi, seluruh peserta yang diberi tugas (lihat catatan fasilitator 3) harus menyelesaikan penilaian terhadap penyaji.
Catatan Fasilitators

Alokasi waktu didasarkan kepada jumlah peserta. Semakin banyak jumlah peserta

4

maka semakin sedikit alokasi waktu yang dipergunakan untuk masing-masing peserta melakukan microteaching, demikian sebaliknya. Sebagai petunjuk dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap peserta, dapat dilakukan langkah sebagai berikut: 1) Waktu yang tersedia untuk bagian aplikasi adalah 400 menit. Alokasikan waktu untuk persiapan sebanyak 15 menit dan sharing ide selama 10 menit. Jadi total waktu untuk kegiatan microteaching sebanyak 375 menit. 2) Misalkan jumlah peserta sebanyak 25 orang maka alokasi waktu setiap peserta adalah 375 : 25 = 25. Jadi setiap peserta diberi waktu 15 menit. Dalam hal ini hendaknya pembagian waktu di dilakukan seefektif mungkin dengan memperhatikan kepentingan masing-masing kegiatan. Kurangi

(5)

Lakukan undian dan persilahkan peserta yang mendapat undian untuk tampil ke melakukan microteaching. Minta peserta memperhatikan dan melakukan penilaian. Perhatikan waktu pelaksanaan. Beri tanda kepada penyaji jika waktu. Kegiatan micro teaching berlangsung selama 375 menit.

(6)

Bagikan handout 9.2 tentang identifikasi kelemahan dan kelebihan pelaksanaan pembelajaran matematika (micro teaching) yang yelah dilakukan. Minta peserta menyelesaikannya selama 10 menit. Catatan Fasilitators Handout 9.2 merupakan pelengkap dari handout 9.1. Peserta harus melengkapi

5

handout 9.2 untuk memberi identifikasi kelebihan dan kekurangan peserta yang telah melakukan kegiatan microteaching beserta bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaannya sehingga proses pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajaran menjadi lebih baik.

R

(1) Melalui LCD, tampilkan pertanyaan kunci satu persatu dan persilahkan peserta menjawabnya.

Reflection (10 menit)

166

(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 9 pada jurnalnya masing-masing.

E

Kembalikan handout 9.2 kepada peserta untuk dijadikan tolak ukur dalam perbaikan pembelajaran matematika yang akan dilakukan di kelas pada sekolahnya masingmasing. Minta mereka mengembangkan strategi pembelajaran dengan model ICARE.

Extension

Melalui karir mengajar guru akan diperoleh perbaikan berkelanjutan terhadap pengetahuan dan keterampilan di dalam seluruh aspek belajar mengajar. Para guru perlu untuk proaktif di dalam menemukan cara-cara untuk mengembangkan pengajaran secara profesional. Satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas adalah menilai kinerja pengajaran, guru dapat menilai kinerja mengajar mereka sendiri melalui refleksi dan penilaian diri atau dengan rekan kerja yang dapat menilai para guru dengan pengamatan dan umpan balik melaui micro

Pesan Kunci

teaching or pelajaran sehari-hari.

167

Handout untuk Peserta 9.1
INSTRUMEN SERTIFIKASI GURU:

(Depdiknas 2007: Panduan untuk Pengembangan Portofolio)
IDENTITAS PESERTA 1. Nama (lengkap dengan gelar akademik) 2. Nomor Peserta 3. NIP/NIK 4. Pangkat/Golongan 5. Jenis Kelamin 6. Tempat, tgl lahir 7. Pendidikan Terakhir 8. Akta Mengajar 9. Sekolah Tempat Tugas 1) Nama 2) Alamat Sekolah : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : L/P*)___________________ : ________________________ : ________________________ : Memiliki/Tidak Memiliki*) ________________________ : ________________________ : ________________________ ________________________ 3) Kecamatan 4) Kabupaten/ Kota 5) Provinsi 6) No. Telp. Sekolah 7) Alamat e-mail 8) Nomor Statistik Sekolah 10. Mata Pelajaran/ Guru Kelas SD 11. Beban Mengajar per Minggu : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : __________________Jam_

PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

168

5) sesuai dengan criteria sebagai berikut. 12. II A. 6. 4. 7. 10. 3. C. 16. 2. 13. 4. 1 2 3 4 5 NO I 1. 3. = sangat tidak baik = tidak baik = kurang baik = baik = sangat baik INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI PRAPEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan siswa Melakukan kegiatan apersepsi KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Pendekatan/startegi pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai Melaksanakan pembelajaran secara runtut Menguasai kelas Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Menghasilkan pesan yang menarik Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 169 . 14. 2. 5. B. D.LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1. 11. 8. 9. 15.

21. dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 III 23. baik. NO E. F. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa Menumbuhkan keceriaan dan antsiasme siswa dalam belajar INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI Penilaian proses dan hasil belajar Memantau kemajuan belajar selama proses Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) Penggunaan Bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas. ………………… Penilai. 20. 18. (………………………………………) NIP/NIK 170 . atau tugas sebagai bagian remidi/ pengayaan Total Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 ………………………. 24..17. atau kegiatan. 19. 22. PENUTUP Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan.

: ………………………………. Masih perlu mendapat perbaikan pada: 2. Patut menjadi contoh oleh seluruh peserta. penampilan anda pada saat melakukan microteaching sebagai berikut: 1.Handout untuk Peserta 9. khususnya pada: 171 .2 Catatan Perbaikan Pelaksanaan pembelajaran Nama peserta Materi microteaching : ………………………………. Menurut pengamatan...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful