Modul pelatihan ini dikembangkan dengan dukungan penuh rakyat Amerika melalui

United States Agency for International Development (USAID). Isi dari materi pembelajaran ini merupakan tanggung jawab konsorsium proyek Decentralized Basic Education 3 (DBE3) dan tidak mencerminkan pandangan USAID atau pemerintah Amerika Serikat.

Pengantar Program Pelatihan Kecakapan Hidup Gambaran Umum Sistem pendidikan formal di Indonesia sedang mengalami proses transformasi yang cukup besar. Peraturan perundangan yang disebutkan di atas telah digunakan sebagai basis untuk pengembangan bahanbahan pelatihan. muatan dan proses. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. melaksanakan program pelatihan guru yang disebut dengan Program Pelatihan Untuk mencapai tujuan ini. Menteri Pendidikan Nasional dan khususnya Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi sekarang mendapat tugas yang sangat besar untuk menjamin bahwa 3. Apa yang Dimaksud dengan Program Pelatihan Kecakapan Hidup khusus dirancang untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup adalah program pelatihan guru yang secara mendukung Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk memenuhi standar nasional pendidikan dalam hubungannya dengan guru. DBE3 telah mengembangkan dan Kecakapan Hidup. bertujuan untuk mendukung Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan menengah pertama dan pendidikan non formal.000. yang didanai USAID. Peraturan Mendiknas No 16/2007 tentang Standar Kompetensi Guru. dan Peraturan Mendiknas No 18/2007 tentang Sertifikasi Guru memerinci kualifikasi dan kompetensi minimum yang harus dimiliki oleh guru dan proses penilaiannya. USAID DBE3 Life Skills for Youth 1 . PP 19 /2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.000 guru yang sudah bekerja dan mudah di negara yang besar dan beragam seperti Indonesia. Hal ini bukanlah pekerjaan yang Decentralized Basic Education Three (DBE3) Project. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menuntut adanya peningkatan kualitas dan menetapkan bahwa Standar Nasional Pendidikan (PP 19 Tahun 2005) yang meliputi delapan standar dalam bidang pendidikan sebagai berikut:     Standar Isi Standar Sarana dan Prasarana Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Kompetensi Lulusan tahun 2003 Pemerintah  Standar Penilaian Pendidikan telah berusaha keras untuk Sejak Indonesia    Standar Proses Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Pendidikan mengembangkan standar ini khususnya mengenai guru. UU No. semua guru baru agar memenuhi standar ini. UU No.

Modul ⇒ Modul ini adalah modul pengantar untuk Program Pelatihan Kecakapan Hidup. belajar dan bekerja diperkenalkan Pengajaran menelaah masa dalam akan modul dituntut oleh peraturan perundangan di Indonesia. konsep pendidikan. 3. guru-guru akan mengembangkan petunjuk portfolio dengan teknis (misalnya. 8 dan 10. Guru-guru akan mengenal definisi yang dikemukakan (Personal. TIK untuk Pendidikan Kecakapan TIK sebagai Kecakapan hidup pokok dan sebagai perangkat Hidup “bagaimana” “mengapa” Kecakapan mengintegrasikan Kecakapan Hidup dan sepanjang kompetensi inti 2. sebagai kompetensi kecakapan hidup yang utama bagi TIK dimasukkan siswa. bagaimana mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke Modul ini membantu guru-guru untuk memahami dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sebagaimana Konsep pada persiapan hidup. ini profesional Depdiknas tahun 2007 dan akan mendapatkan bantuan untuk mulai menyusun portfolio dari 2. Modul & Isi 1. Tiga modul pertama adalah modul dasar. Sosial. modul ini akan lebih mengembangkan Pendidikan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional kompetensi guru. Akademik dan Guru-guru pelatihan belajar teknik oleh Depdiknas dan kategori Kecakapan Vokasional) dan berbeda Hidup pembelajaran bermakna. dan Dengan meliputi sosial. 4. guru-guru akan lebih dapat mengembangkan kompetensi inti pedagogik 1–10 yang kompetensi kepribadian. “sejauh bagaimana sesuai diperkuat dan dijadikan dasar bagi modul program berikutnya. Semua guru diharapkan memiliki kompetensi USAID DBE3 Life Skills for Youth 2 . Pengajaran Profesial dan Bagaimana Modul tersebut mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia Pembelajaran Bermakna Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi standar nasional tentang kompetensi guru. Ketiganya memperkenalkan beberapa prinsip tersebut dapat digunakan oleh guru semua mata pelajaran. Modul ini hidup yang lebih terperinci untuk “apa” (definisi) dan pendidikan profesional kecakapan standar kompetensi untuk masing-masing yang kategori. dan konsep utama tentang mutu pendidikan dalam konteks bangsa Indonesia. untuk membantu guru dalam memahami (pentingnya) (proses) Hidup. 6. “apa” (isi dan peraturan perundangan tentang pendidikan dan dilatih menggunakan beberapa format resmi yang disiapkan oleh pembelajaran). guru-guru akan mengenal perencanaan) mana” “bagaimana” (metode) dan Prinsip-prinsip (penilaian) dan “mengapa” (tujuan).Mengintegrasikan Kecakapan Kelas Hidup ke dalam Pembelajaran di pendidikan yang sebagai datang dan ⇒ Modul ini akan membantu guru-guru dalam memenuhi standar nasional pendidikan tentang kompetensi guru. rencana pelaksanaan Selama pelatihan. Modul ini menyajikan prinsip dan konsep dasar tentang menggunakan modul ini. belajar Depdiknas Melalui modul ini. profesional.Bagaimana Program itu Dapat Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia? Tujuh buah modul telah dikembangkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia sebagaimana digambarkan secara detil berikut ini. pengajaran dan pembelajaran yang efektif melalui paparan “siapa” (guru dan siswa).

Modul Kecakapan Hidup di dalam pendidikan adalah menyiapkan anak untuk belajar. Modul ini akan mendorong guru-guru untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat (kompetensi inti 17). dan pengetahuan yang dikembangkan pada ketiga modul sebelumnya dan menelaah lebih mendalam bagaimana konsep. Modul ini memperluas konsep-konsep ini dan menganalisis bagaimana kecakapan kehidupan konteks sesudah sekolah. yang dipelajari di kelas relevan untuk dan masyarakat dapat digunakan sebagai pendidikan anak serta muda. USAID DBE3 Life Skills for Youth 3 . 1 Modul ini didukung strategi TIK DBE3 yang lebih luas yang membekali guru dengan perangkat TIK secara terbatas. memahami bagaimana mereka dapat melakukan proses pembelajaran di “lapangan” dan “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik” (kompetensi inti 4). paling Empat modul (modul 4-8) berikutnya menggunakan konsep. struktur konsep.pembelajaran dalam Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran yang Bermakna dan di Hidup ke dalam proses Pembelajaran Kelas. kecakapan untuk mengoperasikan dan memeliharanya dan buku-buku yang terkait dengan kegiatan TIK untuk digunakan dalam kelas dan kegiatan ekstrakurikuler. dan pola pikir keilmuan yang mendukung matapelajaran yang diampu” (kompetensi inti 20) dan ”mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. kecakapan. Modul ini akan menjadikan guru kompeten dalam menggunakan TIK untuk “profesional” pengembangan pembelajaran dan profesional.1. Modul ini mengintegrasikan Kecakapan akan diperkenalkan di (kompetensi lebih “Memanfaatkan TIK untuk Kepentingan Pembelajaran” inti 5) dan kompetensi (kompetensi inti 24). guru-guru juga akan “menguasai materi. Melalui perencanaan bagaimana bekerja bersama masyarakat untuk mendukung kegiatan pembelajaran. dan pengetahuan itu dapat diterapkan pada mata pelajaran tertentu. dan bekerja.2 sumber bagi untuk memenuhi standar nasional tentang kompetensi Modul ini akan membantu guru dalam guru . mengarungi Pembelajaran kehidupan. tujuan efektif. Pembelajaran dan PekerJaan ⇒ Modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran mengidentifikasi dan beberapa yang ke Bermakna orang kunci yang terlibat dalam pengajaran pembelajaran ini Mengintegrasikan Kelas. Oleh karena itu. 2 Modul ini didukung oleh modul Kemitraan DBE3 yang membantu sekolah dan guru memahami bagaimana Sektor Swasta juga dapat dilibatkan untuk mendukung pendidikan bagi remaja. 3.PKN/Bahasa Inggris/Matematika untuk kehidupan. kecakapan. memadukan beberapa modul ini dan membantu guru dalam memahami “apa” (pentingnya) (definisi) dan yang “mengapa” penting “bagaimana” (proses) TIK untuk Pendidikan.” (kompetensi inti 22) Modul ini akan membantu guru-guru dan sekolah . modul-modul ini harus digunakan oleh guru-guru mata pelajaran.

menantang. Modul ini akan membantu membantu guru untuk mengembangkan kompetensi inti 2. nasional tentang Modul ini akan mendukung guru memenuhi standar USAID DBE3 Life Skills for Youth 4 . memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif …” (Pasal 19 PP 19/2005). Pengajaran dan Pembelajaran Metode Pendidikan Kecakapan Hidup Pengajaran dan ⇒ Modul ini akan membantu guru dalam memenuhi Pembelajaran Efektif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. 5. menyenangkan.4. Modul standar kompetensi untuk masingmasing mata pelajaran. Melalui pengajaran mikro akan merefleksikan penampilan mereka dan mengembangkan kompetensi inti 10 dan 23. Standar Nasional mewajibkan guru “secara terus menerus melakukan pemantauan terhadap proses. guru akan memiliki kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. 20. menguraikan dengan bagaimana standar apa yang dimaksud mendalam Modul ini dan kompetensi menggunakannya mengembangkan guru-guru untuk dan silabus rencana pelaksanaan pembelajaran dan Teknologi Informasi yang memadukan Kecakapan Hidup Komunikasi (TIK) dan “mengembangkan kurikulum yang terkait dengan matapelajaran diampu” (kompetensi inti 3) dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) (kompetensi inti 4) di samping kompetensi profesional dasar 20. Modul ini akan mendukung guru mencapai standar ini dengan mengembangkan kompetensi inti 8 “menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar” dan kompetensi inti 9 “memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. yang dapat dimasukkan dalam portfolio mereka. yang dapat melengkapi portfolio mereka. 21 dan 22. peningkatan dan perbaikan hasil belajar” (pasal 64 PP 19/2003). macam pendekatan pengajaran dan mengujicobakan beberapa pengajaran dan pembelajaran yang Modul ini memperkenalkan berbagai memberikan guru kesempatan untuk melalui pengajaran mikro pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. penilaian ⇒ akan lebih lanjut mengembangkan belajar siswa dan Modul ini kemampuan guru untuk menilai hasil hasilnya untuk menggunakan dengan pembelajaran memusatkan rancangan penilaian formatif berbasis kelas dan penilaian seperti rubrik unjuk kerja. Modul ini tersebut dikembangkan dan membahas atas konsep metode cocok untuk setiap mata pelajaran. inspiratif. mengacu Modul ini akan menambah kecakapan guru untuk menyusun kurikulum tingkat satuan komponen kurikulum diperkenalkan pada pedoman pengembangan KTSP (BSNP 2006 butir 2).Mengintegrasikan Kecakapan Pendidikan Standar Hidup ke dalam Standar Nasional Isi dan komponen- ⇒ Modul ini membantu mengembangkan keterampilan guru pendidikan/KTSP berdasarkan standar isi.” Selama mempelajari modul ini. standar nasional tentang proses pendidikan. guru akan memiliki kesempatan lebih luas untuk berlatih menyusun silabus dan RPP dengan menggunakan berbagai format termasuk yang disarankan oleh Depdiknas (Depdiknas 2007). Selama mempelajari modul. y‘Proses teknik 7. Menilai Kecakapan Hidup Prinsip dan metode formatif diperkenalkan dalam modul Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna. dalam modul Pengajaran profesional ini membahas lebih dan Pembelajaran Bermakna. 21 dan 22 yang mewajibkan para guru untuk menguasai materi mata pelajaran yang mereka ajarkan. dan pengembangan pada berbagai berikutnya merencanakan jenis penilaian.

Namun demikian. Siapa Yang Dapat Mengambil Manfaat dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup? bekerja. dapat digunakan untuk melatih guru-guru pada jenjang pendidikan lain.Sebagai hasil setelah mengikuti Program Pelatihan Kecakapan Hidup. artinya mereka lebih dapat menjamin siswa mencapai standar kelulusan. banyak dari pengetahuan. guru akan lebih mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Pembelajaran dan PekerJaan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional USAID DBE3 Life Skills for Youth 5 . Modul Kecakapan Hidup secara khusus dirancang untuk melatih guru yang sudah Ketika digunakan untuk pelatihan guru-guru yang sudah bekerja. keterampilan dan perilaku yang dikemukakan dalam modul ini juga dapat diterapkan untuk program pelatihan calon guru dan dengan beberapa penyesuaian modul ini. termasuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Umum. Lebih lanjut. modul ini dibagi menjadi tiga lokakarya yang berlangsung seluruhnya selama empat belas hari. Pengaturannya adalah sebagai berikut: Lokakarya Guru Pertama Hari Pertama Pengajaran dan Hari Kedua Pengajaran dan Hari Ketiga Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Hari Keempat Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kelima TIK untuk Hari Keenam Pengajaran dan Bagaimana Program Pelatihan Guru Disusun? Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Profesional Pembelajaran Bermakna Sesi 12 Lokakarya Guru Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris/ untuk Matematika kehidupan. guru yang sukses mengikuti dan menyelesaikan Program Pelatihan Kecakapan Hidup akan lebih siap menghadapi dan lulus dalam penilaian sertifikasi profesi guru.

Namun. Dasar dari program pelatihan ini adalah modul ”Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna”. anda sangat dianjurkan untuk mengikuti rencana jadwal ini. Para pelatih guru dilatih melalui suatu rangkaian pelatihan yang berlangsung selama 15 hari. banyak pelatih guru di Indonesia yang juga perlu meningkatkan pengetahuan.Lokakarya Guru Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Perkembangan Kecakapan Hidup Setiap modul berisi jadwal yang disarankan untuk diikuti untuk setiap lokakarya. mereka dilatih mengenai ’apa’ (isi) dan ’bagaimana’ (proses) dari Program Pleatihan Kecakapan Hidup digunakan sebagai panduan dalam melatih guru-guru tingkat Sekolah Menengah Bagaimana Program Pelatihan Pelatih Disusun USAID DBE3 Life Skills for Youth 6 . Selama pelatihan. untuk dapat benar-benar menerapkan Program Pelatihan Kecakapan Hidup. Siapa Yang Menggunakan Modul ini Untuk Melatih Para Guru? Modul Kecakapan Hidup telah disusun secara spesifik untuk para pelatih guru untuk Pertama di Indonesia. Supaya guru memperoleh manfaat maksimal dari Program Pelatihan Kecakapan Hidup. pengalaman dan mengembangkan tingkah laku dan latihan-latihan dengan mereka. keterampilan dan pemahaman mereka tidak hanya mengenai program melainkan juga bagaimana melatih pelajar dewasa secara efektif yang mana sebagai guru yang sudah bekerja membawa banyak pengetahuan yang utama. Oleh karena itu. Modul ini mendukung para pelatih untuk melakukan pembelajaran dewasa dan proses belajar dalam rangka mencapai hasil akhir pembelajaran yang diharapkan dengan sukses. DBE3 telah mengembangkan sebuah program untuk melatih para pelatih guru.

Lokakarya Pelatih Pertama Hari Pertama Menjadi yang Pengajaran dan Pengajaran dan Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Kelas Pembelajaran di Mengintegrasikan Kecakapan Hidup ke dalam Pembelajaran di Kelas Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keempat Hari Kelima Hari Keenam TIK untuk Menjadi Hari Ketujuh Fasilitator Efektif: 4. dan Extension. namun juga untuk menyediakan model berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru di dalam kelas. Reflection. Untuk menyusun pembelajaran di tiap sesi. (Micro Training) Pembelajaran Lokakarya Pelatih Kedua Hari Pertama PKN/Bahasa Inggris dan untuk Matematika kehidupan. Profesional Pembelajaran Bermakna Profesional Pembelajaran Bermakna Pendidikan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: Sesi 10 Simulasi Sesi 1. dan 10 Pembelajaran PekerJaan Lokakarya Pelatih Ketiga Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Hari Ketiga Menilai Hari Keempat Menjadi Perkembangan Kecakapan Hidup Fasilitator yang Efektif: 10 Sesi 8. Berbagai macam metode pembelajaran interaktif telah digunakan dalam tiap modul tidak hanya untuk memotivasi guru-guru dalam pelatihan. 3. Sistem ICARE meliputi lima unsur kunci dari pengalaman pembelajaran (baik dengan anak-anak. 6. Connection. dan Hari Kedua Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Ketiga Mengintegrasikan Pendidikan Kecakapan Hidup ke dalam Standar Nasional Hari Keempat Menjadi Fasilitator yang Efektif: Sesi 2. 9 dan Modul ini menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan guru. modul ini menggunakan kerangka sederhana yang disebut ICARE. 5. orang muda atau orang dewasa) yaitu Introduction. Penggunaan Pendekatan Pelatihan Apa yang Digunakan di dalam Modul? USAID DBE3 Life Skills for Youth 7 . Application. 7.

Akan tetapi. Oleh karena itu. Setelah peserta paling lama dari pelajaran/sesi di mana peserta bekerja sendiri. Bagian ini harus berisi penjelasan tujuan pelajaran/sesi dan apa yang akan dicapai—hasil selama pelajaran/sesi tersebut. Kegiatan refleksi atau ringkasan dapat melibatkan diskusi kelompok dimana instruktur meminta peserta untuk melakukan presentasi atau menjelaskan apa yang telah mereka pelajari. Refleksi ini juga bisa berbentuk kuis USAID DBE3 Life Skills for Youth 8 . Bagian application harus berlangsung yang paling penting dari pelajaran/sesi. mereka perlu kecakapan tersebut. para guru atau fasilitator menanamkan pemahaman tentang isi dari pelajaran/sesi kepada para peserta. Tugas intruktur adalah menilai sejauh mana keberhasilan pembelajaran. Anda dapat melakukan hal ini dengan mengadakan latihan Connection brainstorming yang sederhana untuk memahami apa yang telah diketahui para peserta. Kerangka ICARE dijelaskan secara terperinci di bawah ini. dengan meminta mereka untuk memberitahu anda apa yang mereka ingat dari pelajaran/sesi sebelumnya atau dengan mengembangkan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan peserta sendiri. A Tahap Application ini adalah memperoleh informasi atau kecakapan baru melalui tahap connection. I Pada tahap pengalaman pembelajaran ini. anda berusaha menghubungkan bahan ajar yang baru dengan sesuatu yang sudah dikenal para peserta dari pembelajaran atau pengalaman sebelumnya. dan mengembangkannya. Ini dapat dilakukan melalui presentasi atau penjelasan yang sederhana.sistem ICARE untuk memastikan bahwa para peserta memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari. sedangkan peserta memiliki kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari. Pada tahap connection dari pelajaran/sesi. secara pasangan atau dalam kelompok untuk menyelesaikan kegiatan nyata atau memecahkan masalah nyata menggunakan informasi dan kecakapan baru yang telah mereka peroleh. Introduction (pendahuluan) harus singkat dan sederhana. semua pengalaman pembelajaran yang baik perlu dimulai dari apa yang sudah diketahui. perlu diingat bahwa presentasi seharusnya tidak terlalu lama dan paling lama hanya berlangsung selama sepuluh menit. tidak dengan instruktur. Introduction C Sebagian besar pembelajaran merupakan rangkaian dengan satu kompetensi yang dikembangkan berdasarkan kompetensi sebelumnya. anda dapat menghubungkan para peserta dengan informasi baru. diberi kesempatan untuk mempraktikkan dan menerapkan pengetahuan serta R Bagian ini merupakan ringkasan dari pelajaran/sesi. Mereka juga dapat melakukan kegiatan penulisan mandiri dimana peserta menulis Reflection sebuah ringkasan dari hasil pembelajaran. dapat dilakukan oleh peserta. Sesudah itu.

application.singkat dimana instruktur memberi pertanyaan berdasarkan isi pelajaran/sesi. Kegiatan bagian Extension adalah kegiatan dimana fasilitator menyediakan kegiatan yang dapat dilakukan peserta setelah pelajaran/sesi berakhir untuk memperkuat dan memperluas pembelajaran. kegiatan extension biasanya disebut Extension tambahan. maka anda akan dapat menggunakan semuanya. tugas penelitian atau latihan. pekerjaan rumah. Poin penting untuk diingat dalam refleksi adalah bahwa instruktur perlu menyediakan kesempatan bagi para peserta untuk mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari. Kegiatan Extension dapat meliputi penyediaan bahan bacaan Lihat kembali beberapa sesi di modul anda untuk melihat beberapa contoh dari kerangka ICARE yang digunakan untuk mendapatkan ide tentang berbagai kegiatan connection. Pertanyaan itu harus disampaikan kepada guru pada awal sesi. sehingga anda mengetahui bagaimana cara menggunakannya. bukan berarti semua peserta yang telah mempelajari dapat secara otomatis menggunakan apa yang telah mereka pelajari. Setiap sesi berisi hal-hal sebagai berikut: Judul Sesi Judul ditulis dalam bentuk kalimat tanya. dan extension. Pertanyaan merujuk langsung pada isi sesi dan pada akhir sesi. reflection. para guru harus dapat menjawab pertanyaan tersebut. Ini akan menunjukkan kepada anda bagaimana keterkaitan hasil belajar dengan peraturan perundangan bidang pendidikan dan standar nasional pendidikan. Pertanyaan Kunci USAID DBE3 Life Skills for Youth 9 . E Karena waktu pelajaran/sesi telah selesai. Bagian pendahuluan sesi akan menjelaskan informasi latar belakang tentang isi sesi dan alasan mengapa bahan ini dimasukkan ke dalam modul. Modul Program Pelatihan Kecakapan Hidup disusun secara khusus karena alasan Sesi-sesi yang dimasukkan dalam modul semuanya menggunakan tata letak dan pendekatan yang sama dalam pengaturan proses per sesi. Pendahuluan Bagian ini menjelaskan tujuan sesi dan apa yang harus dikuasai peserta pada akhir sesi. Tujuan dan Hasil Belajar Pertanyaan kunci berkaitan dengan hasil belajar pada masing-masing sesi. Di sekolah. Bagaimana Modul Disusun? tertentu.

Semua energizer berhubungan dengan tema dari sesi tersebut namun tidak menyatu dengan sesi tersebut sehingga tidak wajib untuk dilakukan.Bagian ini menyajikan gagasan dan petunjuk kepada fasilitator untuk menyiapkan dan menyampaikan materi dalam sesi. Bagian ini dibagi dalam tahap-tahap ICARE. Catatan untuk Fasilitator Bagian ini akan berisi daftar barang-barang yang anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut. Persiapkan barang-barang tersebut sebelum anda melaksanakan sesi tersebut. Waktu Bagian ini menyediakan beberapa saran bagaimana anda dapat menggunakan berbagai macam aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung pembelajaran di sesi tersebut. Anda seharusnya membaca catatan ini secara cermat bahkan sebelum anda mulai merencanakan pelaksanaan sesi tersebut. Ingatlah bahwa ini adalah batas minimal. Gunakan penilaian Anda untuk menentukan apakah energizer akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan guru-guru dalam pelatihan Energizer USAID DBE3 Life Skills for Youth 10 . Penjelasan itu akan membantu anda k memastikan sesi berhasil dan guru-guru mempelajari apa yang telah anda tetapkan. Bagian ini berisi ide-ide bagaimana anda dapat menyegarkan guru-guru sepanjang pelatihan. Penggunaan TIK tidak wajib dan akan tergantung pada fasilitas dan sumber yang tersedia bagi anda di tempat pelatihan I CT Ringkasan Sesi Introduction 5 menit 20 menit Connection 200 menit Application Reflection 10 menit Extension Bagian ini berisi ringkasan dalam bentuk bagan alur bagi anda tentang bagaimana sesi tersebut akan berjalan. Sumber dan Bahan Bagian ini memberitahu anda batas waktu minimal yang akan anda perlukan untuk melaksanakan sesi tersebut.

Ini dapat digunakan oleh fasilitator untuk memperluas pengetahuan mereka tentang konsep yang Informasi Tambahan USAID DBE3 Life Skills for Youth 11 . Anda sebaiknya memberikan pesan utama ini kepada guru-guru setelah mereka menyerahkan ringkasan mereka sendiri kepada anda. rekomendasi bagaimana menyimpulkan sebuah diskusi. Ikuti langkah-langkah tersebut sebagaimana dituliskan dalam modul. Langkah-langkah tersebut dibagi dalam kerangka ICARE yang digambarkan dan dijelaskan secara terperinci pada bagian yang berikutnya. 1 Bagian ini berisi ringkasan sesi yang dengan singkat menyebutkan pokok utama yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta dari sesi tersebut. Pada kotakini. Pesan Utama Beberapa sesi memuat beberapa konsep yang menggunakan isitilah-istilah teknis. dan informasi utama yang anda perlu digunakan sebelum menyiapkan presentasi. Bacaan Tambahan Handout adalah alat pembelajaran yang dapat digunakan para guru untuk membantu mereka menyelesaikan beberapa kegiatan di sesi tersebut. Konsep ini mungkin baru bagi para guru. Baca informasi dalam kotak ini dengan cermat. Handout ini terdapat pada akhir tiap sesi dan perlu difotokopi sebelum pelatihan.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan Bagian ini berisi petunjuk secara bertahap dalam melaksanakan semua kegiatan pada sesi tersebut. Anda juga dapat memberikan daftar ini kepada guruguru di lokakarya jika mereka tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut. ide untuk menyediakan masukan bagi peserta. Glosarium akan berisi daftar kata-kata dan artinya. Glosarium Bagian ini akan mengidentifikasi beberapa sumber yang mungkin ingin anda baca untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman anda tentang konsep yang terdapat pada sesi tersebut. anda akan menemukan saran-saran bagaimana menyelesaikan kegiatankegiatan. Catatan Fasilitator Kotak ini berisi informasi khusus hanya bagi anda (pelatih atau fasilitator). Handout untuk Peserta Informasi tambahan dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

hanya saja sekarang ini ada beberapa cara yang secara umum dapat dikatakan lebih baik. hanya karena anda berfikir bahwa sesuatu itu sederhana. Bagaimana Seharusnya Modul ini Digunakan? Modul-modul ini dimaksudkan sebagai panduan pelatihan. Oleh karena itu. maka pentinglah kiranya untuk tetap mempertahankan tujuan. Oleh karena itu. keterampilan. setiap fasilitator yang menggunakan modul Pelatihan Kecakapan Hidup ini dianjurkan secara aktif untuk dapat memodifikasi dan mengadaptasikan kegiatan-kegiaran yang terdapat dalam modul ini dan menyesuaikannya dengan peserta dan situasi pelatihan. mampu bereaksi dengan situasi di ruang pelatihan dan fleksibel dalam melakukan pendekatan dan muatan training ini. Meskipun demikian. Tantanglah semua guru untuk berefleksi dan meningkatkan kemampuan diri. Pada intinya. setiap kegiatan yang anda lakukan harus ditujukan pada pencapaian tujuan dan hasil pembelajaran. Selain itu. Bacalah DBE3 ”Melampaui Pelatihan: Panduan untuk Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut Setelah Pelatihan” untuk memberikan beberapa gagasan tentang bagaimana mendukung guru-guru di dalam kelas. Tidak untuk mempertahankan meliputi beberapa muatan dan konsep yang sangat menuntut dan yang akan menguji dan menantang cara-cara dan tingkah laku guru-guru yang selama ini digunakan. Seringkali guru-guru memerlukan dukungan tindak lanjut untuk mengalihkan apa yang telah mereka pelajari di pelatihan pada kegiatan di dalam kelas. kebanyakan fasilitator yang efektif adalah seoarng pemikir yang kritis dan kreatif. tingkah laku dan sikap dari pada guru-guru di dalam kelas. Modul-modul ini bukanlah seperangkat instruksi yang harus seluruhnya dilakukan dengan tepat. karena setiap sesi dalam setiap modul dan setiap modul adalah bagian dari pemikiran yang hati-hati mengenai program pelatihan ini.diberikan di dalam sesi atau untuk difotokopi dan disediakan bagi guru-guru sebagai bahan bacaan tambahan atau kegiatan lanjutan (extension). ingatlah bahwa muatan dari modul-modul ini ditujukan bagi guru (bukan pelatih). modul-modul Pelatihan Kecakapan Hidup meningkatkan kualitas guru-guru di Indonesia. Yang terbaik adalah. Jadi. USAID DBE3 Life Skills for Youth 12 . Oleh karena itu. Pastikan anda membahas semua konsep dan muatan yang sulit. tidak lantas guru-guru akan berpendapat sama. Apa yang Terjadi Setelah Pelatihan Ini ? Ingatlah bahwa apa yang terjadi setelah pelatihan ini adalah penting juga. Modul-modul ini dapat membantu para pelatih dalam melaksanakan lokakarya partisipatif yang berhasil dengan pembelajar dewasa. Beberapa Pendapat Terakhir Ingatlah bahwa tujuan dari program Pelatihan Kecakapan Hidup ini adalah untuk kondusi yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk membangun pengetahuan. hal ini lebih penting dibandingkan pelaksanaan pelatihan itu sendiri. hasil pembelajaran dan pesan utama. Hal ini bukan berarti bahwa apa yang selama ini mereka gunakan adalah salah.

Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Pengajaran dan Pembelajaran USAID DBE3 Life Skills for Youth 13 .

Daftar Isi Halaman Pengantar Program Pelatihan Kecapakan Hidup Daftar Isi Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi Satu Sesi Dua : : Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar Untuk Siswa? Apakah yang Sebaiknya Guru pikirkan Ketika Sesi Tiga : Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka? Sesi Empat : Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk 1 14 15 18 22 33 48 61 Sesi Lima : 84 Sesi Enam : 103 Sesi Tujuh : Mendukung Proses Belajar Mengajar? Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Micro Teaching 118 Sesi Delapan: Sesi Sembilan: 137 158 USAID DBE3 Life Skills for Youth 14 .

suasana belajar baik fisik maupun emosional. akademik. Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. sumber-sumber belajar yang relevan. dan pengamatan. Membekali siswa dengan seperangkat kompetensi matematika yang terintegrasi dengan kecakapan hidup membutuhkan strategi pembelajaran yang bermutu. karakterstik dan tujuan mata pelajaran matematika. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. strategi. Oleh karena itu guru sebagai agen pembelajaran perlu mempersiapkan strategi pembelajaran dengan mempertimbangkan seluruh dimensi pembelajaran. dan penilaian. disamping memuat kompetensi yang harus dicapai juga memuat pendidikan kecakapan hidup yang dapat diberikan secara integrated dengan mata pelajaran matematika. Dalam hal ini fokus utama dari kegiatan pembelajaran adalah membantu siswa mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya. Permen Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. serta USAID DBE3 Life Skills for Youth 15 . menekankan pada standar atau hasil (Wilson. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pedagogi yang mencakup strategi mengajar atau metode mengajar. relevansi pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata. melalui pemilihan materi pembelajaran serta mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. metode. partisi aktif siswa. integrasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam mata pelajaran matematika bertujuan untuk membekali peserta didik (generasi muda) dengan seperangkat kemampuan tertentu yang relevan dengan kehidupan dunia nyata yang sangat berguna bagi mereka untuk hidup di masyarakat.Pengantar pada Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Paradigma pendidikan berbasis kompetensi mencakup kurikulum. meliputi: karakteristik dan gaya belajar siswa. yang mencakup penilaian. Pendidikan kecakapan hidup tersebut mencakup kecakapan kepribadian. pedagogi. sosial. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan pendidikan SMP/MTs khususnya mata pelajaran matematika. sedangkan tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian. Disamping itu secara profesional guru dituntut untuk mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 2001). khususnya kompetesi Paedagogik mengharuskan guru menguasai dan mampu menerapkan berbagai pendekatan. tugastugas. Pada hakekatnya. bermakna dan relevan dengan tingkat perkembangan siswa pada jenjang usia SMP/MTs. bekerja dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. dan atau kecakapan vokasional.

(6) Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. Apa Tujuan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika? Tujuan dari modul ini adalah untuk membantu guru mengembangkan Permen Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. prestasi. yang membutuhkan guru untuk merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara interaktif. guru matematika akan lebih termotivasi untuk untuk meningkatkan proses belajar aktif siswa melalui rancangan dan penerapan berbagai strategi. meliputi: (1) Prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. (2) Menentukan pengalaman belajar yang dapat mendorong siswa untuk mencapai prestasi. 14 Tahun 2007. empatik. kreativitas secara optimal. (7) Menyusun rancangan dan melaksanakan pembelajaran yang lengkap. 16 Tahun 2007 dan mendukung pengembangan portofolio guru sesuai Permen Nomor !8 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. pendekatan. yang secara umum mencoba mengembangkan Permen Nomor 16 Tahun 2007. menyenangkan. menantang. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Akhirnya dengan modul ini diharapkan. (8) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran serta mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. santun dengan siswa. potensi. minat. dan kreativitas. dan konfirmasi (Permen No. elaborasi. (4) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. maupun lapangan. Pembahasan dalam modul dimulai dengan menyajikan sesi-sesi. dan kemandirian sesuai dengan bakat. baik untuk kegiatan di dalam kelas. (3) Menentukan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. USAID DBE3 Life Skills for Youth 16 .meramu/mengemas semua dimensi ini menjadi sebuah strategi pembelajaran yang bermakna bagi guru dan siswa. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik melalui proses eksplorasi. laboratorium. (5) Berkomunikasi secara efektif. hal 10). inspiratif. potensi. dan metode yang beragam dalam pengajaran dan pembelajaran matematika yang terintegrasi pendidikan kecakapan hidup. kreativitas. Modul ini juga akan membantu guru untuk menyiapkan diri menghadapi proses Sertifikasi Guru dengan mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No.

guru memperoleh kesempatan untuk berlatih mengembangkan instrumen penilaian. 2.1 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”. 5.” 8. 9. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Kompetensi inti 7.4) juga menilai pelaksanaan pembelajaran (indikator 6. laboratorium. Kompetensi 2. 5.2 “Menerapkan berbagai pendekatan. Kompetensi 6. Modul ini juga didesain untuk mendukung para guru untuk secara sukses menyiapkan diri dan meningkatkan serta memperoleh kesempatan menghadapi sertifikasi profesional. Lebih dari itu modul ini akan mendukung untuk secara sukses menilai rencana pelajaran terutama (indikator 4. 11. 5.Mengembangkan tindakan reflektif. Kompetensi 3.” 7. 13.Apa Hasil Pembelajaran yang Diharapkan Dapat Dicapai Dari Modul ini? Modul akan mencapai sasaran oleh dukungan guru untuk mengembangkan lebih jauh kompetensi dasar dan inti melalui stategi atau metode pengajaran dan belajar menguasai: yang sesuai. dan 23) dari portfolio mereka. 10.1.3. 20. “Berkomunikasi secara efektif. 19. untuk itu hasil pembelajaran dari modul ini adalah guru dapat 1. strategi. di laboratorium. peserta akan melakukan refleksi terhadap kinerja mereka mendukung mereka untuk mendukung mengembangkan kompetensi inti: 10.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. 18. maupun lapangan”. Kompetensi 4.” Melalui mikro teaching.2.3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu”. 4.2 “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. Kompetensi 2.2. dan santun dengan peserta didik”. dan kompetensi inti 23. Kompetensi 4. metode. empatik. 16. 14. 6.1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”. Selama modul ini. 4. baik untuk kegiatan di dalam kelas. dan di lapangan”. Kompetensi 4. Kompetensi 6. 15. 4.3 “Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. termasuk kreativitasnya. 3.4 “Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. yang terdapat dalam portfolio profesional. keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan USAID DBE3 Life Skills for Youth 17 .

4 Hari Kedua Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 5 . Seperti berikut: Hari Pertama Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Sesi 1 .Kapan dan Bagaimana Menggunakan Modul Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Untuk Mata Pelajaran Matematika Modul TIK sebagai Kecakapan Hidup adalah merupkan modul mata pelajaran.8 Hari Ketiga Menilai Perkembangan Kecakapan Hidup Hari Keempat Pengajaran dan Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup: Sesi 9 Mikro Teaching USAID DBE3 Life Skills for Youth . Modul ini digunakan hari pertama dan hari kedua. Modul ini digunakan pada pelatihan ketiga.

Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Istirahat 10:30 – 10:30 10:30 – 12:00 Sesi 2: Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa.30 15:30 – 17. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.30 13.Hari Pertama Waktu 08:00 – 08:30 08:30 – 10:00 Sesi Persiapan/Perkenalan Sesi 1: Hasil Belajar Pelatihan siap dilaksanakan dan peserta telah mempekenalkan identitas mereka Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran.30 – 15. USAID DBE3 Life Skills for Youth . Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Istirahat Mengidentifikasi meransang ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk strategi pembelajaran untuk mata pelajaran mereka? 15. siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka.00 Apakah pikirkan Sesi 3: yang ketika sebaiknya Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika. menentukan guru Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika. Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada.00 Bagaimana Sesi 4: guru partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? berpartisipasi secara aktif.00 – 15. Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Makan Siang Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada Belajar Mengajar Untuk Siswa? 12:00 – 13.

30 13. Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran.30 – 15.00 Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mengajar? Mendukung Proses Belajar Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran. Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna. Menyusun garis besar (outline) pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek USAID DBE3 Life Skills for Youth .30 15:30 – 17. Istirahat Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna. Istirahat 15.Hari Kedua Waktu 08:00 – 09:30 hubungkan Sesi Ses 5: Bagaimana Guru dapat MengProses Belajar Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Hasil Belajar Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata. konsep.00 Dapatkah Strategi Sesi 8: Anda Membuat yang Pembelajaran pembelajaran. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa < penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika. Makan Siang 09:30 – 10:00 10:00 – 12:00 Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? 12:00 – 13.00 – 15. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna.

30 Sesi 9: Lanjutan Lanjutan Istirahat Makan Siang USAID DBE3 Life Skills for Youth . 10:00 – 10:30 10:30 – 12:30 12:30 – 14.Mengintegrasi-kan aspek pembelajaran? seluruh Hari Ketiga Waktu 08:30 – 10:00 Sesi Sesi 9: Mikro Teaching Hasil Belajar Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi. Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu.

Guru matematika yang efektif diharapkan memahami pentingnya berbagai strategi pembelajaran. Setiap guru mempunyai nurani yang peka terhadap karakteristik anak didiknya dan selalu berupaya menanamkan prinsip-prinsip yang mendidik kepada anak didiknya. dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). menentukan dan memilih cara dan teknik menaklukan musuh serta mengerahkan personil dan segala fasilitas yang dibutuhkan. strategi pembelajaran yang matang dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang USAID: DBE3 Life Skills for Youth 22 . Untuk mencapai tujuan pembelajaran. teknik pembelajaran. strategi pembelajaran dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan yang diperlihatkan dalam hasil belajar tercapai secara optimal. Strategi tersebut antara lain: mengatur siasat. Penyusunan RPP berisi uraian tentang strategi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk sekali tatap muka yang melibatkan pemilihan pendekatan. menentukan dan memilih pendekatan ketempat musuh. memilih strategi pembelajaran yang tepat. Dengan demikian.Sesi 1 Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Pendahuluan Dalam bidang kemiliteran. sebelum pasukan menggempur musuh terlebih dahulu para pemimpin tentara mengatur strategi perang. Strategi pembelajaran yang dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran matematika di kelas. Begitupula bidang-bidang lain pasti menggunakan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan. mengapa strategi digunakan. Setiap guru akan mempersiapkan diharapkan. penyusunan silabus. Jika direnungkan. setiap guru yang akan melaksanakan pembelajaran di kelas akan memilih strategi tertentu agar pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan lancar dan hasilnya optimal. hampir tidak ada kegiatan manusia yang dilakukan tanpa menggunakan strategi atau persiapan khusus. Demikian pula dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. kapan serta bagaimana mereka menggunakan strategi itu untuk mata pelajaran matematika yang mereka akan ajarkan di kelas. biasanya dibuat secara tertulis berupa telaah kurikulum. terdapat berbagai strategi atau metode pembelajaran yang dapat digunakan. model dan fasilitas yang digunakan yang dijabarkan secara rinci dan fungsional dalam skenario kegiatan belajar mengajar serta evaluasinya. metode.

Laksanakan semenarik mungkin kegiatan menentukan “strategi pembelajaran”. penuh percaya diri. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu (kompetensi inti 2. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru ke-2 yaitu Memahami berbagai teori belajar dan prinsip(komptensi inti-2. Mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran matematika. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No.2).1) dan seorang guru dituntut memiliki kompetensi untuk prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu menerapkan berbagai pendekatan. metode. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti yakni agar guru menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Fasilitator harus mempersiapkan dengan baik. perlu diperhatikan bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega.Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti sesuai Permen No. Pertanyaan Kunci Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran? Strategi pembelajaran apa saja yang anda ketahui pada mata pelajaran matematika? Apa saja kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang anda ketahui? Mengapa guru perlu mengetahui dan memilih strategi pembelajaran dalam pembelajaran matematika? . Menyebutkan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran matematika yang ada. peserta akan dapat Menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. Kegiatan ini sangat baik untuk membangun pemahaman peserta pentingnya arti strategi pembelajaran matematika yang dipilih. strategi. Sehingga peserta diharapkan dapat mengidentifikasi strategi pembelajaran dan pentingnya bagi guru untuk mengetahui dan menguasai strategi tersebut. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 23 . Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. Menjelaskan pentingnya guru memilih strategi yang tepat untuk pembelajaran matematika.

Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 1. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini.2: berisi ”tujuan. alasan.Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini. Handout 1. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika” Informasi tambahan: ” Strategi dalam pemecahan masalah matematika” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik. Sumber dan Bahan 60 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia.1 berisi ”Definisi dan deskripsi strategi pembelajaran utama”. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 24 . Ingatkan kembali kepada peserta untuk selalu menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing.

Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam jurnalnya. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Tanyakan pada teman anda pada bulan keberapa dia dilahirkan. Hasil terakhir ditambah dengan bulan lahir.Ringkasan Sesi Introduction Paparan tema. tuliskan dengan angka dari januari angka 1 sampai Desember angka 12. Energizer pada sesi ini adalah ” Menebak Bulan. d. hasil belajar sesi 5 menit Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 1 dan membuat analisa kasus berdasarkan dan mengerjakn pengalaman di kelas pemecahannya -saikan handout definisi dan beberapa strategi pembelajaran Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Tanggal. model Peserta menyele 1. Hasilnya dikalikan lagi dengan 5 f. dan Hari Lahi” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. serta pertanyaan kunci.1 tentang deskripsi metode. 20 menit 30 menit Application Peserta bekerja dalam kelompok Untuk mendiskusikan handout 1. Hasilnya supaya dikalikan dengan 4 dan ditambah lagi dengan 9 e.2 dilanjutkan dengan presentase hasil masing-masing kelompok Reflection Menanyakan kepada peserta mengenai ketercapaian tujuan sesi ini. Tambahkan hasilnya dengan 6. Perhatikan petunjuk berikut: a. dan hasil belajar. teknik. Energizer USAID: DBE3 Life Skills for Youth 25 . Tulislah bulan kelahiran dengan angka pada secarik kertas b. Jelaskan konsep matematikanya. 5 menit Connection Curah pendapat. Kalikan angka bulan kelahiran ini dengan 5 c. peserta menuliskan macam-macam pendekatan. g. tulis hasilnya. begitu pula hari lahir Minggu dianggap 1 dan sabtu = 7. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta. tujuan.

…………………… ………………………. Teknik bertanya ……………………. Model Cooperative learning ……………………. …………………….. ……………………….1 dan 2. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. hasil belajar dan pertanyaan kunci.. C (1) Organisasikan peserta menjadi beberapa kelompok dengan jumlah peserta setiap kelompok 4 atau 5 orang. ……………………… …………………… …………………… Teknik …………………….2 . (3) Berikan waktu 5 menit kepada peserta untuk menuliskan pada kertas flipchart macam-macam pendekatan. Metode Discovery based learning ………………………. …………………….. Berikan motivasi kepada peserta untuk mengemukakan ide-ide kreatif mereka.. Connection (20 menit ) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 26 .. dengan menyampaikan kepada peserta tentang pentingnya mengetahui strategi pembelajaran sebagaimana yang termuat dalam permen No.16 Tahun 2007 yaitu kompetensi inti 2.. Catatan untuk Fasilitator Melalui sesi ini.. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. metode.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator Introduction (5 menit ) memaparkan tema. (2) Curah pendapat tentang pengertian strategi pembelajaran. …………………….. menyampaikan tujuan. teknik dan model pembelajaran dalam pembelajaran matematika dengan cara melengkapi daftar berikut. Berikan kesempatan agar mereka sendiri yang menentukan nama kelompoknya. Ekspositori ………………………. Agar lebih focus sebaiknya nama kelompok berdasarkan nama tokoh atau fakar dalam bidang matematika. No 1 2 3 4 5 … Pendekatan Problem based learning Aktif learning Contextual learning Project based learning Service learning …………………….

strategi belajar mengajar yang mana 3. metode. Hidupkan kelas dengan diskusi antar teman dalam kelompoknya. dan model tidak saling berhubungan ii. Isian pada kolom pendekatan. teknik. dan teknik) untuk memperbaiki perbedaan strategi belajar mengajar yang peserta miliki. metode. Katakan kepada peserta untuk memikirkan. teknik. memasangkan pendekatan. (2) Minta mereka mengerjakan handout 1. yang akan mereka gunakan di dalam kelas mereka. vi. Application (30 menit) mereka ajarkan dan mengapa mereka menggunakan strategi belajar mengajar R (1) Tampilkan melalui LCD atau bacakan kembali pertanyaan kunci. v.Catatan untuk Fasilitator i. Yakinkan kepada peserta apa makna dari strategi belajar mengajar dan mengapa ini penting. Reflection (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 27 . Catatan untuk Fasilitator 1. metode. (5) Berikan waktu 10 menit kepada peserta untuk membuat ringkasan tentang definisi dan strategi kunci pada pendekatan pada handout 1. 2. Jamin pengetahuan peserta untuk dapat menjelaskan apakah mereka memahami atau istilah atau terminology dalam strategi belajar mengajar. Sampaikan kepada peserta bahwa tugas mereka adalah mendaftar sebanyak dan model. Minta kepada peserta untuk menyebutkan strategi belajar mengajar yang biasa A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok. Catatan untuk Fasilitator iii. Minta peserta mengemukakan kelebihan dan kelemahan berbagai strategi pembelajaran yang mereka ketahui. mungkin apa mereka ketahui pada setiap kolom pendekatan. Lakukan sebuah kegiatan (brainstorming. Peserta diinginkan untuk memilih yang paling tepat untuk mata pelajaran itu.1.2 (3) Presentasikan hasil yang mereka telah peroleh dalam diskusi pleno. iv. menemukan definisi dan deskripsi strategi pembelajaran matematika yang telah mereka tuliskan diberikan pada kertas flipchart di atas. (4) Minta peserta. misalnya beda pendekatan. metode. dan teknik mereka lakukan.

Schuster Company. (3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan pesan kunci serta hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing. 2003. E Di luar sesi. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka alami di kelas yang berhubungan dengan strategi belajar mengajar serta bagaimana seharusnya solusi dari kasus tersebut. Orlando: Harcourt Brace Company. 1997. & Weil Marsha. & Medsker. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.(2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya. 1989. Suherman. Surabaya: UNESA. Tidak ada satupun metode yang benar atau salah. Robert M. 1966. Needham Heights: Asimon & E. Erman. I Nyoman Sudana. Depdikbud. Joyce. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Pesan Kunci Bacaan Tambahan Degeng. 1991. Guru yang efektif adalah guru yang dapat mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan metode yang berbeda-beda tersebut. Bandung: UPI. Applications. Bruce. Model of Teaching. T. baik atau buruk. The Conditioning of Learning Training Gordon. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 28 . Dewi. 2000. minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini. Extension Terdapat beragam atau bermacam-macam metode/strategi belajar mengajar yang dapat dipilih. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Berdasarkan hal itu. Thomas. Strategi-Strategi Belajar. Bandung: Tarsito. Teacher Effectiveness Training. Mohamad. Proyek P2LPTK. Jakarta: Gagne. terjemahan Aditya Kumara Nur. 1996. Karen L. Ruseffendi.

Orientasi pada masalah .  Discovery based learning  Problem based learning Strategi yang menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Deskripsi kunci meningkatkan menerapkan telah mereka pelajari.  Remaja juga memiliki suara untuk menentukan kegiatan pembelajaran melalui pelayanan.  Remaja berinteraksi dengan komunitas .  Active learning  Contextual learning  Project based learning Sebuah strategi mengajar  Service learning yang melibatkan remaja ke dalam masyarakat menyediakan namun pada yang apa sama dan yang untuk pelayanan saat  Pembelajaran melalui Pelayanan berkaitan dengan segi akademis.1 Berikan definisi dan deskripsi dari strategi pembelajaran dengan cara melegkapi daftar dibawah ini.Membimbing siswa untuk menemukan strategi-strategi pemecahan masalah .Handout untuk Peserta 1. Jenis Strategi/Pendekatan  Collaborative/Cooperative learning Definisi Pembelajaran kooperatif adalah merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 29 .  Pelayanan yang diberikan diperlukan masyarakat.

mengalami berarti secara  Siswa pandai akan kegelisahan jawabannya yang situasional. selanjutkan tuliskan dalam tabel kelebihan dan kekurangan dari strategi tersebut.Handout untuk Peserta 1. ended pendekatan openended adalah yang dimulai dengan memberikan soal yang memiliki banyak jalaban benar Tujuannya adalah untuk membantu siswa melakukan penyelesaian masalah secara kreatif dan menghargai pengetahuan dan keterampilannya secara  komprehensif Siswa dapat menjawab dengan nya  pertanyaan sesuai kecepatan belajar Siswa termotivasi keragaman berpikir soal selama mengerjakan untuk memberikan bukti-bukti cara menjawab yang kan sendiri.2 Pilih minimal satu jenis stategi (pendekatan. teknik. membuat belajarnya tidak karena kesulitan ringkasan. dan model) pada bagian koneksi. teman-temana proses penemuan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 30 .  mereka kembangSiswa mendapat dalam menyikapi  Siswa mungkin merasa proses memuaskan. Jenis Strategi Pendekatan openDefinisi/Tujuan/ Alasan penggunaan Pembelajaran dengan Kelebihan  Siswa berpartisipasi aktif  menggunakan Siswa dapat Kelemahan  Sulit membuat soal matematika kontekstual dan bermakna  Kadang-kadang siswa kesulitan bagaimana memberikan jawaban yang matematika. pengalaman dari yang dilakukan dari ide-ide sekelasnya. metode.

Jika ia tidak tertarik untuk memecahkan keperluan untuk menyelesaikan suatu masalah kita jumpai juga dalam kehidupan keseharian. dapat dimulai dari mengenal masalah itu serupa dengan soal yang pernah menyelesaikan masalah. jika itu yang dilakukan. dan bukan hanya sekadar sesuatu yang berperan sebagai fasilitator. Tetapi disisi lain. Pengalaman ini memang beragam. Sebagian besar yang kita lakukan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan pengalaman untuk dapat menyelesaikan soal yang ia hadapi. Karena itu mereka perlu terlatih. maka dengan sendirinya terdapat pula berebagai cara atau strategi dalam memecahkan masalah. Ph. berlatih untuk menggunakan suatu ketrampilan secara berulang sangat diperlukan untuk mempertahankan kemampuan tersebut. Hal diselesaikan sebelumnya. sekaligus berperan untuk mengikat mereka dengan kebermaknaan dari matematika yang mereka pelajari. Orang tidak menyelesaikan masalah-masalah yang usang. Dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang tidak asing lagi dalam kita berurusan dengan soal-soal yang sulit sering terlihat sebagai situasi-situasi yang semu yang diciptakan khusus untuk pelajaran matematika sesungguhnya tidak langsung menampilkan gagasan mengenai pemecahan masalah sebagai suatu proses yang harus dipelajari.D. yang sering kali tidak mudah. sehingga mereka tidak hanya akan berhasil dalam pelajaran matematika di kelas. Josua Sabandar. Sesungguhnya. ataupun terdapat dalam menyelesaikan masalah matematika. Karena itu orang harus memiliki kiat atau strategi khusus. tetapi biasanya orang menyelesaikan masalah-masalah yang baru. dan bukan hanya sekadar suatu alat untuk mencapai tujuan. ia hanya mencontoh apa yang telah ia lakukan sebelumnya. maka dikatakan bahwa ia sedang menghadapi situasi soal itu. Namun. Siswa haruslah memandang pemecahan masalah sebagai suatu tujuan yang harus dicapai. Namun ketika ia bersikeras untuk berusaha menyelesaikan soal tersebut. pemecahan masalah (problem solving situation). Demikian juga pemecahan masalah dapat dipandang sebagai suatu kendaraan yang dapat mengantarkan siswa untuk menyadari keindahan matematika. siswa harus menjadi tidak asing (familiar) dengan berbagai strategi dan berlatih secara teratur menggunakan strategi-strategi itu. Dan karena pengalaman kita berbeda-beda. Oleh karena itu. MA. bahkan dalam proses penyelesaiannya pun ia mengalami kemacetan atau kebuntuan. maka ia tidak berada dalam situasi pemecahan masalah. Prosedur penggunaan strategi pengalaman matematika USAID: DBE3 Life Skills for Youth 31 .. sesungguhnya ia tidak ini yang sering terlihat dalam pembelajaran matematika di kelas. Hal yang sama juga keseharian ataupun dalam masalah metematika amatlah bergantung pada pengalaman kita.Informasi Tambahan STRATEGI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Oleh: Prof. tetapi juga akan berhasil dalam kehidupan mereka di luar kelas. Dalam penyelesan soal matematika seringkali terjadi bahwa seseorang tidak dengan segera dapat mencari solusi dari masalah itu.

Pecahkan kasus per kasus. Tetapi. serta memiliki styrategi-strategi yang tepat. Membuat daftar yang tereorganisasi 6. tetapi mereka juga akan berhasil dalam kehidupan keseharian mereka. Menebak secara cerdik 7. matematika. dan tidak terlalu penting. maka guru seyogyanya harus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. familiar dengan berbagai strategi. guru maupun siswa akan memiliki peluang untuk bertumbuh dalam penggunaan strategi-strategi ini. Berikut ini disajikan beberapa strategi. yang akan mengandalkan kekuatan dari strategi-strategi ini dalam upaya mencari solusi dari soal itu. Seringkali. Membuat sketsa 5. berbagai strategi dapat digunakan sekali gus. bahwa dalam menyelesaikan suatu soal. ada soal-soal matematika yang menantang. guru maupun siswa harus umumnya selalu digunakan dalam pemecahan masalah matematika. dimulai dengan aplikasi yang sederhana dari strategi ini dan berangsur-angsur menuju menyelesaikan soal-soal yang menantang. Eliminasi kemungkinan-kemungkinan yang ada 3. Dalam hal ini guru harus membantu siswa agar tidak memiliki anggapan yang seperti itu. Bekerja mundur 2. Seringkali ditemui bahwa setelah orang menggunakan suatu cara sederhana untuk menyelesaikan suatu soal yang rumit. Dengan mempelajari strategi-strategi ini. Menemukan pola 8. Mereka tidak hanya menerapkan strategi ini dalam memecahkan masalah matematika. Menyederhanakan masalah 9. Sangat jarang. Dalam hal ini. hanya terdapat satu cara.Oleh karena itu. Di sisi lain. Namun seringkali keberhasilan tersebut dianggap remeh.ini berawal pada saat menggunakan strategi mereka coba menyelesaikan masalah dan akhirnya dapat tersebut. siswa tidak Dengan tetap berlatih secara teratur dalam hanya berhasil menyelesaikan soal menemukan jawab terhadap masalah itu. yang pada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 32 . dalam penyelesaian suatu soal. tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian. Tentu saja. karena itu mereka harus terlatih. strategi-strategi ini dapat diterapkan dalam soal-soal yang sederhana. muncul komentar bahwa: “saya sama sekali tidak mengira pendekatan ini akan memberikan solusi”. jika guru menghendaki agar siswa mampu menyelesaikan masalah. Bernalar secara logis 10. 1. seakan-akan prosedur atau trik tersebut hanyalah hal yang biasa saja. Pertimbangkan kasus-kasus ekstrim 4. umumnya. ataupun hanya digunakan satu strategi saja. sangat diperlukan kesabaran ketika siswa maupun guru memasuki pengembaraan yang baru dalam matematika.

rata-rata Nilai Ebtanas Murni (NEM) siswa SMU berada di bawah 5. Bila guru mengajukan pertanyaan. serta proses pembelajaran yang berpusat kepada guru (teacher centered) yang akan menimbulkan budaya konsumtif antara lain. Selanjutnya untuk aspek sikap siswa terhadap mata pelajaran matematika di sekolah dapat diketahui dari opini siswa di sekolah bahwa mereka tidak suka atau bahkan takut pada pelajaran matematika.4 Begitupula secara nasional. seperti mencatat. Strategi pembelajaran yang diterapkan guru kurang mendorong siswa untuk aktif dan kreatif. Kalau pertanyaan guru mudah atau bersifat melengkapi.1) dan untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitas siswa (kompetensi inti 6. Agar pengalaman belajar dapat mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi inti 3. kebiasaan menerima informasi secara pasif. latihan soal secara mekanistik.0 dalam skala 0 sampai dengan 10.Sesi 2 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Memilih Strategi Belajar Mengajar untuk Siswa? Kondisi kegiatan belajar mengajar di kelas khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) nampak kurang hidup. Diperlukan sebuah strategi belajar mengajar yang membelajarkan siswa. sekolah lanjutan pada kompetisi berlevel internasional dan nasional. Strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi tersebut tidak mungkin bisa dicapai hanya dengan hafalan. siswa Indonesia hanya menempati rangking ke-39 dari 42 negara partisipan TIMSS dengan perolehan skor rata-rata 397 dari skor maksimal 1000. dan algoritmis. hal ini terlihat dalam pembelajaran. Di sisi lain. rutin. guru pada umumnya menggunakan metode ceramah. hasil belajar matematika siswa umumnya masih rendah.2). sehingga dapat mengubah dari situasi guru mengajar kepada situasi siswa belajar. mendengarkan. Siswa kurang serius memperhatikan pelajaran sehingga guru seringkali menegur supaya memperhatikannya. The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) melaporkan bahwa. perlu dikembangkan strategi belajar mengajar matematika yang tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa tetapi juga membantu siswa untuk mencerna dan membentuk pengetahuan mereka sendiri sesuai dengan gaya belajar (learning Pendahuluan style) siswa masing-masing. mendorong siswa mencapai prestasi secara optmal (kompetensi inti 6. siswa lebih sering tidak menjawab dengan baik bahkan tidak menjawab sama sekali. Hasil belajar yang dimaksud tidak hanya pada aspek kemampuan mengerti matematika sebagai Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah rangking skor matematika siswa pengetahuan (cognitive) tetapi juga aspek sikap (attitude) terhadap matematika. Secara internasional.3). maka siswa menjawabnya secara beramai-ramai. dan meniru. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 33 .

merancang model. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi inti guru: menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan Tujuan dan Hasil Belajar pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3. memecahkan masalah. peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik umum dan perbedaan gaya belajar siswa. Mengorganisasi pembelajaran bukan untuk guru mengajar tetapi untuk siswa-siswa belajar. dari alam berfikir guru ke alam berfikir siswa. Guru matematika yang efektif adalah guru mengayomi proses belajar siswa dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Menentukan pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran yang dapat diberikan kepada siswa sesuai dengan perkembangan dan potensi kreativitas mereka. dan mempersiapkan berbagai strategi pembelajaran yang tepat dengan gaya belajar siswa.1). menemukan pola.3). termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6. Menentukan jenis-jenis strategi pembelajaran belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. mengkomunikasikan gagasan baru baik secara individual maupun kelompok.dari pengalaman ber-matematis guru kepada pengalaman ber-matematis siswa. Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang gaya belajar siswa serta pentingnya sebuah strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan gaya belajar tersebut. dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. seperti menulis gagasan. meneliti. Ciri-ciri pembelajaran seperti ini dapat menumbuhkan budaya produktif. Karakteristik umum dan gaya belajar seperti apa yang anda jadikan acuan untuk memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan siswa? Jenis-jenis strategi belajar apa sajakah yang cocok dengan gaya belajar siswa? Pengalaman belajar atau kegiatan pembelajaran apa yang dapat diberikan kepada siswa untuk mendukung potensi kreativitas siswa? Pertanyaan Kunci Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 34 .2). Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6. Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan lebih jauh Permen No.

Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menemukan atau memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa. dan menuliskan hasil belajar yang dicapai dari tujuan tersebut Minta peserta untuk menentukan pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa berkaitan dengan potensi dan kreativitas siswa. Minta kepada peserta untuk melihat tujuan umum pembelajaran matematika jenjang SMP dalam kurikulum.1 berisi ”tipe pelajar seperti apakah anda?” Handout 2. Beberapa kemungkinan penggunaan TIK antara lain: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 35 .Mulailah sesi ini dengan mendiskusikan apa yang sebaiknya dipikirkan guru dalam memilih strategi belajar mengajar bagi siswa. Sumber dan Bahan 90 Menit Waktu Beberapa penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini bersifat opsional bergantung pada peralatan yang tersedia. Minta kepada peserta menuliskan karakteristik umum/gaya belajar siswa. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk berdiskusi dan melakukan brainstorming diantara mereka. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Handout 2.2: ”Gaya Belajar” Informasi tambahan Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik.

USAID: DBE3 Life Skills for Youth 36 .1 gaya belajar siswa berisi tipe atau pengalaman di pemecahannya dengan presentasi klp Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. 10 menit Connection Informasi berbagai 25 menit 45 menit Application Bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan handout 2. Apakah proses penyederhanaan tersebut benar? Jika tidak berikan penjelasan 4. Minta peserta menjelaskan mengapa siswa melakukan pengerjaan sesederhana itu. 3. Berikan kesempatan kepada peserta memberikan refleksi masing-masing dari ” Matematical Mistake” tersebut. Cari bentuk pecahan lain yang pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara tersebut. Jika ada bagaimana membuatnya lebih umum. tujuan. peserta mengerjakan handout 2.3 yang berisi tentang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakateristik umum atau gaya belajar siswa dilanjutkan Extension Peserta mempelajari semua informasi tambahan sesi 2 dan membuat diagram gaya belajar berdasarkan kelas karakteristik individual siswa. 5. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. Energizer pada sesi ini adalah ”Mathematical Mistake” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. Minta mereka mencermati kesalahan ”Matematikal Mistake” berikut: Energizer 16 1  64 4 2. serta pertanyaan kunci.Ringkasan Sesi Introduction Penjelasan latar belakang. dan hasil belajar.

(3) Minta kepada peserta untuk melihat deskripsi tipe belajar setelah mereka menyelesaikan quiz.Rincian Langkah-Langkah Kegiatan I (1) Fasilitator menyampaikan informasi tentang tujuan dan hasil yang diharapkan dapat dicapai dari sesi ini. (5) Berikan penjelasan kepada kelompok untuk menyimpulkan karakteristik atau tipe/ gaya belajar yang dimiliki siswa. Konsekuensi tersebut antara lain penggunaan metode fasilitasi dan media yang bervariasi. Yakinkan peserta bahwa walaupun siswa mempunyai gaya belajar berbeda tapi terdapat beberapa dasar kesamaan antara siswa tentang gaya belajar yang mereka lebih sukai atau sering gunakan: Sebagian besar siswa lebih suka memulai dari konkret ke abstrak Sebagian besar siswa lebih suka belajar dengan kegiatan secara aktual Pada umumnya remaja seusia SMP mempunyai kelemahan untuk belajar dengan mendengar. Catatan untuk Fasilitator Tekankan kepada peserta agar strategi belajar mengajar yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa.. 2. 3. (2) Menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kunci dan tugas utama yang harus terjawab setelah peserta selesai mengikuti sesi ini. Peserta harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki tipe belajar yang berbeda-beda(Visual. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 37 . (4) Diskusikan dengan peserta apa yang mereka peroleh atau yang ditunjukan dari quiz tersebut. Peserta diharapkan memikirkan hal ini untuk memilih strategi relajar mengajar bagi siswa mereka. Setiap tipe pelajar membawa implikasi tersendiri terhadap penyelenggaraan pelatihan agar semua tipe pelajar dapat belajar dengan baik. dan Kinestetik). (2) Minta kepada peserta menyelesaikan quiz tersebut secara individual. Catatan untuk Fasilitator 1.1 yang berisi quiz tentang tipe atau gaya belajar siswa. Introduction (5 menit ) C Connection (25 menit ) (1) Berikan handout 2. Auditori.

Catatan untuk Fasilitator a.3 3.A 1. Application (45 menit) R (1) Bacakan kembali pertanyaan kunci atau tampilkan melalui LCD. b. (2) Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut dan cek seluruh peserta apakah telah mampu menjawabnya.3.3. Minta kelompok menentukan jenis strategi pembelajaran matematika yang cocok dengan deskripsi tipe belajar pada handout 2. gaya dan kecepatan belajar masing-masing siswa. Lihat secara rinci pada beberapa gaya belajar dan apakah maknaanya (misalnya pembelajar visual membutuhkan diagram dll). d. Minta kelompok mengerjakan handout 2. Reflection (10 menit) E Di luar sesi. minta mereka menuliskan kasus yang pernah mereka lakukan di kelas terutama apa yang mereka pikirkan atau lakukan pada saat mengembangkan strategi untuk siswa mereka. 4. c. Berdasarkan hal itu. Tulis portofolio: Apa artinya untuk ketika merencanakan pembelajaran? e. Pembelajaran yang menggunakan sebuah Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 38 . Katakan pada kelompok untuk memahami deskripsi dari setiap tipe/gaya belajar pada handout 2. minta setiap peserta mempelajari kembali seluruh informasi tambahan dalam sesi ini. (3) Minta kepada peserta untuk membuat menuliskan hasil pembelajaran yang mereka peroleh di sesi ini pada jurnalnya masing-masing. Extension Siswa di dalam kelas adalah beragam. Guru harus memahami perbedaan kebutuhan individual siswa. Presentasikan hasil dan kesimpulan yang mereka peroleh dalam diskusi pleno kelompok. Katakan kepada peserta untuk menggunakan quis tersebut di beberapa kelas yang mereka ajar ketika mereka kembali ke sekolah. Mintalah kepada peserta untuk bekerja dalam kelompok. Gunakan quis pada awal kegiatan untuk mengingatkan kembali peserta beberapa perbedaan gaya belajar dimana untuk orang yang berbeda juga memilih gaya yang berbeda. Ruangan kelas guru yang paling efektif adalah yang dapat memilih dan mengadaptasi strategi dan metode pengajaran untuk siswa mereka. 2.

Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. terjemahan Aditya Kumara Dewi. Mohamad. Nur. 2003. 1989. Bobby DePorter.pendekatan tunggal seperti auditory (guru menceritakan kepada siswa). 2000. Para guru efektif bisa menvariasikan metode mengajar dan belajar di dalam pelajaran untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa mereka Bobby DePorter & Mike Hernacki. Model of Teaching. Ruseffendi. Erman. 1997. Kaifa: Bandung. & Weil Marsha. Orlando: Harcourt Brace Company. Bruce. Gagne. Surabaya: UNESA. Gordon. & Medsker. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 39 . E. Suherman. Teacher Effectiveness Training. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 2004 Degeng. Kaifa: Bandung. I Nyoman Sudana. 1996. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. membelenggu para siswa yang menyukai pelajaran dengan cara yang lain (misalnya secara visual). Proyek P2LPTK. 2001. Robert M. 1991. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Kaifa: Bandung. Bandung: UPI. Jakarta: Depdikbud. Strategi-Strategi Belajar. Thomas. Joyce. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. 2000. Karen L. Dave Meier. The Conditioning of Learning Training Applications. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito. 1966. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. T.

Menanyakan kepada teman dan para ahli C. Menonton film tentang komputer itu B. Menuliskannya 2. Berkhayal B. anda akan memilih: A. Apa yang Anda lakukan ketika mendengarkan musik? A.1 Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Baca pertanyaan dan pilihlah jawaban yang pertama kali masuk dalam pikiran anda! Jangan menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan satu pertanyaan saja! 1. Sebuah buku dimana anda menjawab pertanyaan dan memecahkan soal 5. Bekerja dengan komputer dan mempelajarinya sendiri USAID: DBE3 Life Skills for Youth 40 . Sebuah buku misteri C.Handout untuk Peserta 2. Mendengarkan seseorang menjelaskannya C. Membuat sebuah daftar dan mengatur langkah-langkah B. Ketika anda berusaha memecahkan sebuah soal anda akan: A. Sebuah buku dengan banyak gambar di dalamnya B. Ikut bersenandung C. Anda lebih menyukai: A. Untuk mempelajari bagaimana kerja komputer. Membaca catatan B. anda lebih memilih: A. Bergoyang mengikuti irama musik 3. Membuat sebuah model permasalahan dan memecahkannya dalam pikiran anda 4. Ketika anda membaca untuk hiburan. Mengulang fakta-fakta dengan cara berbisik pada diri sendiri C. Ketika anda belajar untuk menyiapkan sebuah tes.

Ketika anda bercerita. Berbicara kepada pemandu museum dan menanyakan tentang barang atau koleksi yang dipamerkan C. apa yang akan anda lakukan pertama kali? A. biasanya yang anda ingat di hari berikutnya adalah: A. Restoran dengan musik yang terlalu keras C. Meloncat 10. Tersenyum B. Kelas seni B. B. Restoran seperti apa yang tidak ingin anda kunjungi? A. Kelas mana yang anda pilih? A. apa yang pertama anda lakukan? A. B. Jika anda berada dalam sebuah pertemuan. Hal-hal yang anda katakan dan lakukan dalam pertemuan tersebut 11. Berteriak C. Menceritakannya dengan nyaring C. Melihat sekeliling dan mencari peta yang menunjukkan lokasi berbagai barang atau koleksi. Pergi ke pameran atau pajangan pertama yang kelihatan menarik 7. Mengucapkan kata “siswa” secara pelan-pelan pada diri sendiri C. tetapi bukan nama mereka B. Ketika anda membaca atau melihat kata “SISWA”. Memikirkan tentang gambar dari siswa tertentu. anda akan lebih suka untuk: A.6. Restoran dengan pencahayaan terlalu terang B. Menuliskannya B. Nama-nama orang. Kelas olah raga 9. Memerankannya (akting/drama) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 41 . Anda baru memasuki museum. Wajah-wajah orang. Restoran dengan tempat duduk yang tidak nyaman 8. Merasakan perasaan berada di dalam kelas bersama siswa anda 12. Apa yang anda lakukan ketika anda merasakan bahagia? A. bukan wajah mereka C. Kelas musik C.

Menuliskan untuk melihat apakah terasa benar Hitung jawaban Anda. Menyuarakannya C. sepatu yang sempit 14. atau C? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 42 . Apakah jawaban Anda kebanyakan A. Suara-suara/bunyi C. B. Menuliskannya dan melihat apakah terlihat benar B. Hal lain seperti lapar.13. Apa yang biasanya anda lakukan ketika anda marah? A. Menghentakkan kaki dan membanting pintu 15 Ketika belajar mengeja kata-kata baru. Berteriak C. cara mana yang cenderung anda lakukan? A. apa yang paling mengganggu usaha anda tersebut? A. Cemberut B. Ketika anda mencoba untuk berkonsentrasi. Gangguan visual B.

tetapi Anda dapat menjelaskan mengapa Anda memakai pakaian seperti itu? Bersenandung atau berbicara kepada diri sendiri atau kepada orang lain jika merasa bosan. Senang melihat apa yang mereka pelajari. Anda belajar dengan penglihatan dan melihat. Tipe C Jika skor anda kebanyakan adalah C anda memiliki gaya belajar kinestetik. Karakteristik pelajar gaya visual adalah:           Membuat banyak catatan yang terperinci. Lebih menyukai rangsangan (stimuli) yang terisolasi dari gangguan auditori dan kinestetik. atau menyelesaikan tugas konseptual. Biasanya rapi dan bersih. Tipe B Jika skor anda sebagian besar adalah B. Kemungkinan Anda tidak pernah menyerasikan pakaian dan warna. Karakteristik pelajar tipe auditori dalah:      Duduk di tempat dimana dapat mendengar tapi tidak perlu memperhatikan apa yang terjadi di depan. Cenderung duduk di depan. Ingat apa yang telah dilakukan. Tertarik pada bahasa tulis atau lisan yang kaya akan gambar. diagram. Karakteristik pelajar dengan tipe kinestetik adalah sebagai berikut:    Harus aktif dan sering istirahat. maka anda memiliki gaya belajar auditori. Menganggap lingkungan pasif adalah yang paling ideal. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 43 . Diuntungkan oleh ilustrasi dan presentasi yang menggunakan warna-warni. mereka mengalami kesulitan dalam membaca peta. seperti matematika). Anda belajar dengan meraba dan melakukan. Anda belajar dengan pendengaran dan mendengarkan. Sering menutup mata untuk memvisualisasikan atau untuk mengingat sesuatu. maka anda memiliki gaya belajar visual. Mereka mengingat pelajaran dengan cara melakukan verbalisasi kepada diri sendiri (jika tidak melakukannya. tapi mengalami kesulitan untuk mengingat apa yang telah dikatakan atau dlihat. Berbicara dengan tangan anda dan dengan bahasa tubuh.Handout untuk Peserta 2. Mencari sesuatu untuk ditonton jika merasa bosan. Mendapatkan pengetahuan dengan membaca nyaring.2 Jawaban: Tipe Pelajar Seperti Apakah Anda? Tipe A Jika skor anda sebagian besar adalah A.

Menyenangi kunjungan lapangan dan tugas-tugas yang berhubungan dengan rekayasa bahan. seperti tepukan di bahu. dan seni membantu mereka dalam memahami dan belajar sesuatu. Duduk dekat pintu atau tempat lain dimana mereka dapat mudah bangun dan bergerak ke sana ke mari. Mengandalkan pada apa yang dapat mereka alami atau lakukan secara langsung. Berkomunikasi dengan cara menyentuh dan lebih menghargai motivasi yang diekspresikan secara fisik. Kegiatan yang berhubungan dengan memasak. bangunan. Tidak betah di kelas yang kurang dalam memberikan pengalaman praktek.       Mencari alasan untuk dapat bermain-main dengan sesuatu atau pergi ketika merasa bosan. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 44 . teknik.

7. Tipe B (Gaya belajar auditori) 1. 2. 10. 7. 2. 1. 10. 4. 1. 4. 1.Handout untuk Peserta 2. 1. 5. 10. 8. 9. 7. Metode Ekspositori 2. 4. 10. 5. 7. metode. Tipe C (Gaya belajar kinestetik) 2. 8. 6. 7. 9. teknik. 7. 6. 3. 3. 4. 8. 5. 7. 10. 3. 9. 9. 10. 8. Menemukan pola bilangan Pengalaman belajar/Keterampilan matematika yang dapat dikembangkan 1. 9. 9. 10. 7. 4. 1. model) Pembelajaran yang sesuai Tipe A (Gaya belajar visual) 1. 10. 3. 5. Bereksperimen atau mencoba-coba bilangan dengan berbagai cara Alasan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 45 . 2. 7. 6. 4. 6. 6. 6. 9. 10. 2. 4. Tipe Pembelajar Strategi (pendekatan. 8. 8. 6. 4. 5. Metode Penemuan 1. 3. 4. 8. 3. 8. 3. 5. 5. 6. 3. 5. 9. 2.3 Diskusikan tugas-tugas berikut ini di dalam kelompok masing-masing. 2. 2. 9. 5. 8. 3. 6.

Informasi Tambahan 2.1 (after the quiz)

Type of Learning
  

Visual Learners Auditory Learners Kinesthetic Learners

- see - hear - involve

Dengan ketiganya :  22 dari 30 siswa siswa dapat belajar dengan efektif  8 orang lebih menyenangi salah satu

Sumber: Nana Jumhana dan Moh. Nur Arifin. Bahan Presentase Active

Learning

Kegiatan dan Informasi yang Diperoleh

Sumber: (Sheal, Peter (1989) How to Develop and Present Staff Training Courses. London: Kogan Page Ltd.)

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

46

Somatic, Auditori, Visual, Intelektual
Learning by moving doing Learning by listening speaking Learning by observing & describing Learning by problem solving & imagining

SAVI

Activating Body & All Sensory Modals

Sumber: Dave Meier (2002). The Accelerated Learning: Hand Book. Bandung: Kaifa

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

47

Sesi 3 Apakah yang Sebaiknya Guru Pikirkan Ketika Menentukan Strategi Pembelajaran untuk Mata Pelajaran Mereka?

Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terutama pada jenjang SMP, menuntut usaha-usaha guru untuk secara kreatif mengembangkan kurikulum mata pelajaran yang diampunya. Esensi dari KTSP adalah otonomi yang lebih besar diberikan kepada sekolah dan guru untuk menyusun kurikulum secara mandiri. Dalam konteks KTSP ini tidak dikenal lagi adanya Kurikulum Nasional (Kurnas), yang menjadi acuan nasional adalah Standar Isi (SI) terutama Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Dengan demikian adalah tugas guru untuk menyusun indikator, menyiapkan materi pelajaran, menyiapkan strategi dan pengalaman belajar, sistem evaluasi dan menetapkan sumber-sumber belajar yang relevan dan SK dan KD. Bagian ini akan membahas strategi belajar mengajar yang berkenaan dengan tujuan kurikuler atau tujuan dari mata pelajaran. Untuk mencapai tujuan ini guru memikirkan topik-topik atau materi pembelajaran tertentu yang akan disampaikan di kelas. Bagaimana konsep-konsep yang ada dalam SK/KD atau kurikulum dapat disampaikan dengan berbagai pendekatan, metode dan teknik untuk mencapai target kompetensi tertentu merupakan hal yang harus dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar berkenaaan dengan mata pelajaran yang di ampu. Secara umum strategi belajar mengajar untuk mata pelajaran mencakup urutan kegiatan pembelajaran, metode atau pendekatan, media, dan waktu yang digunakan pengajar dan siswa dalam setiap langkah kegiatan pembelajaran. Misalnya, bila guru akan melaksanakan pembelajaran dengan prinsip aktif learning, materi yang sesuai dengan SK/KD harus diatur sedemikian rupa sehingga prinsip itu terlaksana, misalnya siapa pembawa materi apakah guru atau siswa, siapa yang mengajarkannya digunakan dalam menyajikan materi apakah induktif, atau induktif dilanjutkan kelompok besar, kelompok-kelompok kecil koperatif atau perorangan. Inti dari sesi ini adalah untuk membekali peserta dengan kemampuan menyiapkan apakah kelompok (team teaching) atau perorangan, bagaimana pendekatan yang deduktif, atau deduktif saja, serta bagaimana siswa dikelompokkan apakah

Pendahuluan

experiences) yang sesuai untuk menjcapai tujuan pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu oleh guru matematika.

strategi belajar mengajar tertutama pada penyiapan pengalaman belajar (learning

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

48

Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil atau dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar pada mata pelajaran matematika. peserta diharapkan dapat: Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam menjabarkan kompetensi ke dalam pengalaman belajar yang sesuai. Berikan kepada kelompok untuk berdiskusi dan brainstorming diantara mereka.3. Tujuan utama sesi ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada peserta sesuai Permen No. Menentukan beberapa strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai.Sesi ini menekankan pemahaman kepada peserta tentang strategi belajar mengajar matematika yang behubungan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai dalam mata pelajaran matematika. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Mengidentifikasi berbagai kompetensi mata pelajaran matematika. 16 tahun 2007 yakni untuk mengembangkan kompetensi pedagogik inti guru ke-3.3 yaitu menentukan Pada akhir sesi ini. Apa saja kompetensi yang harus dicapai dalam mata pelajaran matematika? Apa saja strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran matematika? Pengalaman belajar yang bagaimana yang dapat dilaksanakan untuk mencapai kompetensi pada pelajaran matematika? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan mengidentifikasi kompetensi-kompetensi dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi tersebut. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikan berbagai bentuk strategi pembelajaran yang efektif untuk beberapa komptensi pelajaran matematika Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 49 . Menentukan beberapa kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3.

dan bagaimana seharusnya 55 menit Application Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi kesempatan berbagai Reflection Memeriksa ketercapaian hasil belajar dan mencatat hasil belajar yang diperoleh dijurnalnya masing-masing 5 menit Extension membaca informasi Di luar sesi.1 & 3. peserta diminta pertanyaan pentingnya materi dan hasil-hasil yang akan dicapai pembelajaran meminta peserta tambahan 3. memilih stategi pembelajaran dan gaya belajar yang sesuai utk komptensi tsb pada diri siswa megembangkan mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit.2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar menganalisis perbedaan kompetensi untuk jenjang dan semester SMP/MTs. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator memberi informasi . Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan.1 berisi daftar kompetensi dan yang salah. strategi/metode peserta memberi alasan mengapa daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar dari hand out salah. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 50 . kunci. dan 5 menit 25 menit Connection Melalui kegiatan pada handout 3.Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout untuk peserta 3.1: ” tabel mencocokkan kompetensi dan strategi pembelajaran”. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada.

Tampilkan melalui LCD atau pada kertas flipchart gambar berikut: Energizer 4. Minta kepada peserta untuk duduk dan membuat jarak dengan peserta lain. 2. 6. Peserta yang lebih dahulu menemukan solusinya menjadi pemenang dan berhak memperoleh hadiah yang disediakan Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Minta kepada setiap peserta untuk membuat model seperti gambar dengan menggunakan batang korek api dan uang logam sehingga menggambarkan ”uang logam dalam cangkir” 5. Energizer pada sesi ini adalah ”mengeluarkan uang dari dalam cangkir” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. Minta kepada setiap peserta untuk membuat koinnya berada di luar cangkir hanya dengan memindahkan dua batang korek api untuk membentuk cangkir yang kongruen pada posisi yang berbeda.Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Introduction (5 menit) USAID: DBE3 Life Skills for Youth 51 . 3. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta. Bagikan kepada setiap peserta 3 buah batang korek api dan sebuah uang logam Rp50.

(2) Jelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi pelajaran matematika. Perbaiki strategi atau metode yang salah atau keliru sehingga menjadi sebuah daftar yang baik (4) Katakan kepada peserta agar mengingat kembali metode atau teknik yang mereka biasa gunakan untuk mencapai SK/KD pada pelajaran yang mereka ampu. Bekerjalah melalui sebuah proses dengan peserta sehingga dapat memikirkan pemadanan antara kompetensi dan metode atau strategi pembelajaran. satu kelompok untuk setiap tingkatan kelas dan semester SMP/MTs. Peserta akan mengatakan apakah salah dan mengapa. (2) Setiap kelompok memilih sebuah kompetensi dari tingkatan dan semesternya. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3. Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No.Catatan untuk Fasilitator Menetapkan strategi belajar mengajar untuk mencapai komptensi tertentu membutuhkan keterampilan khusus dari seorang guru karena baik atau buruk. (3) Minta komentar setiap peserta mendiskusikan daftar tersebut dengan berdasar kepada:    Kesalahan dari strategi atau metode yang dipiih untuk mencapai kompetensi. Connection (25 menit ) A Application (55 menit) (1) Bagi peserta ke dalam kelompok. Alasan-alasan atau argument bagaimana seharusnya. (3) Katakan pada peserta untuk melihat kompetensi berbeda yang mereka harus kembangkan pada diri siswa sesuai tingkatan kelas dan materi pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 52 . Catatan untuk Fasilitator Berikan sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang secara jelas salah (misalnya siswa akan mengembangkan keterampilan menyelesaikan soal cerita tetapi strategi pembelajarannya adalah dengan metode ceramah). tercapai atau gagal sebuah kompetensi sangat ditentukan oleh strategi atau metode yang telah disusun.3 1 C (1) Bagikan kepada setiap kelompok copy dari handout 3.1 berisi sebuah daftar kompetensi dan strategi belajar mengajar yang akan dikomentari atau diperbaiki.

informasi tambahan 3. Katakan kepada mereka untuk memadankan beberapa gaya belajar mengajar dari sesi 1 dengan beberapa kompetensi.1 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan Extension Disamping guru memikirkan siapa siswa yang diberi pengajaran. Beri kesempatan peserta untuk mengeksplorasi strategi untuk berbagai kompetensi di tingkatan kelas dan semester. guru juga harus memikirkan apa yang direncanakan untuk diajarkan ketika memilih strategi belajar mengajar. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci (2) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 3 pada jurnalnya masing-masing. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan.(4) Katakan kepada mereka untuk memilih beberapa pengajaran dan gaya belajar yang tepat dari sesi 1 untuk beberapa kompetensi tersebut. oleh sebab itu peserta diminta membaca pembelajaran. (5) Umpan balik (Feedback) Catatan untuk Fasilitator Katakan kepada partisipan untuk melihat pada perbedaan kompetensi yang dibutuhkan untuk dikembangkan pada siswa diberbagi tingkatan kelas dan pelajaran. Strategi atau metode belajar mengajar seharusnya mendukung kompetensi yang telah ditargetkan akan dicapai. Pesan Kunci USAID: DBE3 Life Skills for Youth 53 . Minta kepada peserta untuk mengerjakan atau menuliskan pemadanan ini pada Kertas flipchart Lakukan umpan balik dari hasil pekerjaan mereka R Reflection (5 menit) (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi.

The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1997. 2000. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Suherman. Bandung: UPI. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. Bruce. Model of Teaching. E. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. 2003. terjemahan Aditya Kumara Dewi. T. 2004 Gordon. Bobby DePorter. Kaifa: Bandung. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.Bobby DePorter & Mike Hernacki. Teacher Effectiveness Training. 1991. Permen No. Erman. Joyce. Bandung: Tarsito. 1966. Dave Meier. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusa Ruseffendi. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 54 . Permen No. & Weil Marsha. Kaifa: Bandung. 22 Tahun 2006 Tentang Standar isi BSNP. Kaifa: Bandung. Thomas. BSNP. Needham Heights: Asimon & Schuster Company.

prisma dan Metode drill Menyajikan data dalam batang. garis. dan lingkaran bentuk tabel dan diagram Metode inkuiri Menentukan ruang sampel suatu percobaan Menentukan pola barisan bilangan sederhana Metode tanya jawab Pendekatan spiral USAID: DBE3 Life Skills for Youth 55 .1 Kompetensi Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan pemecahan masalah bulat dan pecahan dalam Menyajikan himpunan Strategi/Pendekatan/ Metode Metode ceramah Benar atau Salah Mengapa? Strategi apa yang tepat? dengan diagram Venn Memahami sifat-sifat Metode penemuan Pendekatan deduktif sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain Membuat sketsa grafik pada sistem koordinat Cartesius fungsi aljabar sederhana Metode ekspositori Memecahkan masalah berkaitan dengan pada bangun datar yang Teorema Pythagoras Melukis lingkaran dalam segitiga dan lingkaran luar suatu Metode demonstrasi Pendekatan pemecahan masalah Membuat jaring-jaring limas kubus. balok.Handout untuk Peserta 3.

Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 1.Informasi Tambahan 3.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel USAID: DBE3 Life Skills for Youth 56 .1 Standar Matematika Sekolah Iwan Pranoto © 2006 Standar Kompetesi dan Kompetensi Dasar Jenjang SMP/MTs Kelas VII.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsurunsurnya 2.2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah dan pecahan Aljabar 2.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat 1. Memahami bentuk aljabar.3 Menyelesaikan persamaan linear satu variabel 2.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.

dan komplemen pada himpunan. himpunan Venn kurang (difference). Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar Komptensi Dasar 1.2 Memecahkan masalah pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras USAID: DBE3 Life Skills for Youth 57 . gabungan.Kelas VII. Memahami sifat-sifat sudut yang garis dengan sudut.4 Menentukan nilai fungsi 1. sudut dengan sudut. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4. Memahami bentuk aljabar.4 dengan garis lain Melukis sudut Membagi sudut Kelas VIII.3 Melakukan operasi irisan.1 Memahami pengertian dan notasi 4. terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan 5. Memahami hubungan garis dengan garis.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5. serta menentukan ukurannya 5.3 5. serta penyajiannya 4.3 Memahami relasi dan fungsi 1.1 5.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius 1.2 Memahami konsep himpunan bagian 4.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1. persamaan dan grafik garis lurus Geometri dan Pengukuran pemecahan masalah 3.6 Menentukan gradien. relasi.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku 3. dan persamaan garis lurus 1.1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1.2 serta besar dan jenis sudut Menentukan hubungan antara dua garis.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4. fungsi. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam 3.

dan bagian-bagiannya. dan modus data tunggal serta penafsirannya diagram batang. prisma dan limas Kelas IX.1 Menentukan ruang sampel suatu 4.Kelas VIII.1 Menentukan rata-rata. Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 4. luas juring dalam pemecahan masalah lingkaran 4.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus.2 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana percobaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 58 .2 Membuat jaring-jaring kubus.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5. 5. balok. Menentukan unsur. median.2 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan 4. Memahami sifat-sifat kubus.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4. dan lingkaran 3.3 Menggunakan hubungan sudut pusat. garis. Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3. balok. balok. limas. serta menentukan ukurannya 5. panjang busur. balok.4 Menghitung panjang garis singgung 4.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4. bagian lingkaran serta ukurannya Komptensi Dasar 4. Memahami peluang kejadian sederhana 4. prisma. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya persekutuan dua lingkaran 5.

Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat pemecahan masalah sederhana dan bentuk akar serta penggunaannya dalam berkaitan dengan bilangan berpangkat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 59 .3 Memecahkan masalah sederhana yang dan bentuk akar 6.1 Menentukan pola barisan bilangan 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat 5.Kelas IX.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika dan deret geometri dengan barisan dan deret 6. Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan Komptensi Dasar 5.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dan barisan geometri sederhana dan bentuk akar berpangkat dan bentuk akar 5. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 6.

Memahami konsep data. lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya). serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 5. serta memanfaatkan dalam pemecahan masalah 6. fungsi dan grafiknya.2 Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs 1. serta mempunyai kemampuan bekerja sama menggunakannya dalam pemecahan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 60 . barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifatsifatnya). Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya. kritis. balok. kubus. himpunan dan operasinya. rerata hitung. grafik). analitis. Memahami konsep bilangan real. kerucut. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 3. serta masalah 4. limas dan jaring-jaringnya. Memiliki kemampuan berpikir logis. modus dan median. prisma. bola. tabung.Informasi Tambahan 3. unsur-unsur dan sifat-sifatnya. meliputi: hubungan antar garis. relasi. rentangan data. persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya. Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian. diagram. operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif. lingkaran (garis singgung sekutu. Memahami bangun-bangun geometri. sudut (melukis sudut dan membagi sudut). gambar. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. distributif). asosiatif. sistem persamaan linear dan penyelesaiannya. serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 2. ukuran dan pengukurannya. sistematis. segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat. teorema Pythagoras. kesebangunan dan kongruensi. pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel. dan kreatif.

lihat. Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik. siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan. Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. saya lupa. siswa perlu “mengerjakan”. Dari yang saya dengar. siswa perlu mendengarnya. terapkan. diskusikan. saya kuasai. saya mulai pahami. siswa akan mengupayakan sesuatu. memecahkan masalah. Agar belajar menjadi aktif. atau mencari cara untuk mengerjakan tugas. dan membahasnya dengan teman (secara koperatif) dan guru. yaitu dengar. dan terapkan. Melvin L. lihat. menunjukkan contohnya. yang dikutip sebagai modifikasi dari kata-kata bijak Konfusius. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif. menyenangkan. Silberman mengemukakan “Paham Belajar Aktif”. dan menerapkan apa yang mereka telah pelajari. atau diskusikan dengan orang lain. saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. dan ajarkan adalah hal-hal pokok yang paling mendasar dan sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran. Yang saya ajarkan kepada orang lain. lihat. bahas. membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah. saya sedikit ingat. Belajar aktif tidak hanya diperlukan untuk menambah kegairahan.Sesi 4 Bagaimana Guru Merangsang Partisipasi Aktif Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar? Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. Yang saya dengar. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. bersemangat dan penuh gairah. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. yaitu : Yang saya dengar. Yang saya dengar dan lihat. Dia menginginkan jawaban atas sebuah pertanyaan. Bukan cuma itu. bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about dan thinking aloud). Mereka harus menggunakan otak melalui: mengkaji gagasan. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. mencoba mempraktikkan keterampilan. Siswa bahkan sering meninggalkan Pendahuluan tempat duduk mereka. dan pertanyakan.yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri. Belajar aktif harus gesit. mengajukan pertanyaan tentangnya. pertanyakan. Kata-kata bijak di atas. namun juga untuk menghargai perbedaan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 61 . melihatnya.

2. Mengindentifikasi cara-cara menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. (menstimulate) partisipasi aktif siswa di dalam proses pembelajaran adalah Fokus dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar. dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik.individual dan beragamnya kecerdasan. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. 16 tahun 2007 yakni pada kompetensi pedagogik inti guru: menentukan Tujuan dan Hasil Belajar pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu (komptensi inti-3. Secara khusus tujuan dari sesi ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru sesuai Permen No. Petunjuk Umum USAID: DBE3 Life Skills for Youth 62 . peserta dapat: Mengidentifikasi ciri-ciri proses pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif. dan kompetensi 6. Periksa sumber dan alat yang akan digunakan pada sesi ini.3. termasuk kreativitasnya (kompetensi inti 6.1. Ingatkan kembali kepada peserta menuliskan hasil belajarnya pada jurnal mereka masing-masing. kompetensi inti 6.3).2). Oleh karena itu kemampuan merangsang kompetensi inti yang harus dikuasai guru. Bagaimana ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi partisipasi aktif siswa di kelas? Cara-cara atau tugas apa sajakah yang dikembangkan guru untuk menstimulasi partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran? Model pembelajaran apa saja yang dapat diterapkan untuk melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran? Pertanyaan Kunci Mulailah sesi ini dengan meminta peserta mengamati perbedaan pembelajaran aktif dengan pembelajaran secara tradisional melalui analisa gambar. Faslitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini sehingga pada akhir sesi. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-3. Mempraktekan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal (kompetensi inti 6.1).

Bimbing peserta untuk menerapkan pembelajaran partisipatif dan interaksi aktif siswa melalui bermain peran (role play).2: Power Point ”tentang cara-cara atau teknik dalam pembelajaran aktif” Hadiah permen/cemilan sebanyak 5-6 bungkus dalam kemasan menarik. Daftar sumber atau alat bahan yang diperlukan Kertas flipchart Spidol marker besar Handout 4. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Informasi tambahan 4.1: berisi informasi ”menggagas pembelajaran aktif” Informasi tambahan 4.1 berisi ”perbandingan aktivitas pembelajaran dengan strategi/metode tradisional dan aktif learning di dalam kelas”. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 63 . Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. Minta kelompok untuk mendiskusikan cara-cara atau teknik-teknik menstimualsi siswa agar siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Sumber dan Bahan Sesi ini berlangsung selama 90 menit.Beri kesempatan kepada setiap peserta mengidentifikasi ciri-ciri pembelajaran yang dapat memotivasi siswa berpartisipasi secara aktif.

. tujuan dan hasil serta pembelajaran. Energizer pada sesi ini adalah ” Emergency” yang dapat dilakukan selama 5-8 menit. pembelajaran pembelajaran dan .10 menit Extension Peserta mempelajari bahan bacaan dan semua informasi Menanyakan mengenai kepada peserta ketercapaian tujuan sesi ini. Setelah semua anggota pramuka berada USAID: DBE3 Life Skills for Youth 64 . Application mempraktekkan suatu proses dengan pembelajaran menggunakan salah satu teknik pada informasi tambahan 4. yang ” interaktif.25 menit Peserta membentuk kelompok. Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: Perhatikan gambar di bawah ini: B Energizer A g Dalam suatu kegiatan kemah bakti sosial. pertanyaanpertanyaan peserta kunci kepada Connection .2 Reflection . Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis ini ke dalam masing hasil belajar sesi jurnalnya masing- tambahan 4. sekelompok anak pramuka sedang melakukan karya bakti di Kantor Lurah (A). mengerjakan berikan handout 4.Ringkasan Sesi Introduction -5 menit Fasilitator memaparkan tema. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran.1.50 menit Kelompok.1 dan 4.2 pada sesi 4 Mendeskripsikan inspirasional. menyenangkan. berisi perbandingan tradisional aktif.

(2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. (3) Minta peserta untuk membandingkan dan menganalisa kedua gambar di dalam handout 4. tujuan dan hasil pembelajaran. (5) Motivasi peserta agar memahami makna: partisipasi.1 tersebut. 1 inspirasional. Proses pembelajaran lebih diarahkan kepada jiwa atau ciri-ciri metode harus memahami sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif. (3) Mintalah para peserta untuk melihat materi kompetensi pedagogik inti guru yang mengacu pada kompetensi inti 3.di Kantor Lurah untuk melakukan karya bakti tersebut tiba-tiba terjadi kebakaran pada kemah-kemah mereka di lokasi B.3. interaktif. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara USAID: DBE3 Life Skills for Youth 65 . interaktif. Introduction (5 menit) C Connection (30 menit ) peserta menjadi beberapa kelompok. 6.2. Anggota kelompok (1) Organisasikan diusahakan seheterogen mungkin. (4) Minta peserta menemukan ciri-ciri masing-masing pembelajaran tersebut. Jelaskanlah bahwa sesi ini akan membantu mereka untuk mengembangkan berbagai kompetensi tersebut. serta pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta.   Peserta diharapkan mempelajari strategi pembelajaran yang dapat mendorong partsipasi siswa di dalam pembelajaran. dan inspirasional.1 yang berisi gambar atau foto pembelajaran secara tradisional dan pembelajaran aktif. menyenangkan. Tidak begitu jauh dari Masjid tempat karya bakti. dan inspirasional dalam pembelajaran. terdapat sungai (lihat garis g). serta minta mereka mengidentifikasi ciri-ciri dari makna-makna tersebut dari gambar yang diberikan. dan 6.1. Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Fasilitator memaparkan tema. (2) Minta kelompok mempelajari handout 4. (7) Pada akhir dari bagian connection ini. Minta peserta menentukan satu titik (tempat) pada sungai untuk mengambil air buat memadamkan api yang berkobar pada lokasi perkemahan mereka. minta peserta menyimpulkan apa makna partisipasi. Catatan untuk Fasilitator  Guru aktif. (6) Beri kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan metode-metode yang mendorong partisipasi dan interaksi siswa.

(3) Katakan kepada peserta melakukan teknik tersebut di dalam proses pembelajaran. dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dengan cara memilih salah satu teknik pada informasi tambahan 4. Semakin baik seorang guru dalam menstimulasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran akan semakin partisipatif siswa dalam pembelajaran. Bagaimana guru dapat mengorganisasi dan mengelola kelas dengan berbagai cara antara lain dengan kerja kelompok kecil di dalam pelajaran. KETERAMPILAN DAN SIKAP SECARA AKTIF Kegiatan belajar dalam satu kelas-penuh Mensimulasi diskusi kelas Pengajuan pertanyaan Belajar bersama Pengajaran sesama siswa USAID: DBE3 Life Skills for Youth 66 . (2) Minta peserta mempraktekkan sebuah proses pembelajaran yang ” interaktif. Interaksi efektif.2. A Application (50 menit ) (1) Peserta bekerja di dalam kelompok masing-masing.pembelajaran aktif.   Fokus pemamahan strategi pembelajaran aktif adalah pada ketepatan strategi tersebut dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pelajaran di kelas. Peserta didik mampu mengevaluasi hasil belajar  Beberapa strategi: BAGAIMANA MENJADIKAN SISWA AKTIF SEJAK AWAL Strategi pembentukan tim Strategi penilaian sederhana 1 Strategi pelibatan belajar langsung BAGAMANA MEMBANTU SISWA MENDAPAKAN PENGEAHUAN. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembelajaran aktif dapat digunakan membangun partisipasi aktif. Catatan untuk Fasilitator     Seorang guru matematika yang baik harus mampu memahami cara menstimulasi siswa agar mereka dapat terlibat dalam pembelajaran. (4) Strategi role play diserahkan kepada masing-masing kelompok. Peserta didik mampu memecahkan masalah 4. menyenangkan dan menantang akan membangun partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. yakni: 1. Peserta didik menentukan sumber pembelajaran dan cara mencarinya 3. Peserta didik bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri 2. menyenangkan. inspirasional.

Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. Quantum Learning Membiasakan Belajar Bacaan Tambahan Nyaman dan Menyenangkan. dan memberi alasan logis. Kaifa: Bandung.Belajar secara mandiri Belajar yang efektif Pengembangan keterampilan BAGAIMANA MENJADIKAN BELAJAR TIDAK TERLUPAKAN Strategi peninjauan kembali Penilaian sendiri Perencanaan Masa Depan Ucapan perpisahan R Reflection (5 menit ) (1) Lihat lagi pada pokok-pokok pertanyaan yang diberikan pada awal sesi. memecahkan masalah. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Extension Pesan Kunci Seluruh strategi atau metode pembelajaran yang guru gunakan seharusnya merangsang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mereka. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. 2004 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 67 . Mark Reardon & sarah Singer Nourie. 2000. (2) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. Bobby DePorter & Mike Hernacki. 2001. misalnya menemukan pola. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif. membuat pemetaan. Dave Meier. Kaifa: Bandung. siswa akan mengupayakan sesuatu. Bobby DePorter. mengajukan pertanyaan. Kaifa: Bandung. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Tanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan tersebut dan minta peserta untuk menjawab dengan menggunakan apa yang telah mereka pelajari selama sesi. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Tanyakan apa lagi selain itu yang mereka pelajari. oleh sebab itu peserta diminta membaca kembali seluruh informasi tambahan pada sesi ini sebagai bahan untuk pengembangan silabus lebih lanjut.

Illionis USA. National Textbook Company.Galvin The Basic of Speech. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 68 . Learning to Be a Competent Communicator. 2004 & Cooper.

F o to A:

Handout untuk Peserta 4.1

F o to B :

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

69

Petunjuk: Perhatikan dengan seksama kedua gambar di atas. Foto A mengilustrsikan metode tradisional di dalam kelas. Foto B mendemonstrasikan para siswa yang belajar dengan pendekatan aktif. Silahkan membandingkan kedua gambar tersebut. Fokus Apa yang siswa sedang lakukan? Apakah yang siswa gunakan? Dimanakah siswa sedang duduk? Bagaimana siswa duduk? Siapa siswa yang berbicara? Apa pendapat anda tentang perasaan siswa? (mis: bosan, bergairah? Apakah berpikir bahwa guru sedang melakukan sesuatu? Mengapa anda berpikir demikian? Apakah anda berpikir bahwa guru sedang berbicara? Kepada siapa? Mengapa anda berpikir demikian? Menurut anda, dimanakah guru berada? Mengapa anda berpikir demikian? Kesimpulan: Apa kata-kata yang kamu akan gunakan untuk menguraikan keseluruhan suasana dan lingkungan pada setiap foto? Adakah proses pembelajaran yang ” interaktif, inspirasional, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif? Foto A Foto B

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

70

Informasi Tambahan 4.1
Menggagas Pembelajaran Aktif
Taufik Asmiyanto

Teachers need time to reflect upon and discuss ideas, they need opportunities to try out and practice new strategies, to begin to change their own attitudes and behaviors in order to change those of their students, to observe themselves and their colleagues – and then they need more time to reflect upon and internalize these concepts. (Paul, 1990: 352) Pembelajaran Sebelum masuk pada permasalahan seputar pembelajaran aktif, alangkah baiknya kita menyatukan persepsi terlebih dahulu mengenai makna pembelajaran. Masih banyaknya pandangan yang menganggap sama makna belajar dan pembelajaran, menuntut perlu dilakukanya upaya pendefinisian istilah pembelajaran. Karena, boleh jadi, ada beragam pula makna pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran didefinisikan dengan berbagai ragam pengertian (polisemi). Dalam tulisan ini, meminjam definisi Jerrold E. Kemp (1977), pembelajaran dimaknai sebagai suatu proses yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang relatif permanen. Diperoleh melalui berpikir (thinking), merasakan (feeling), dan tindakan (doing). Jadi, pembelajaran seharusnya mengubah individu dari tidak tahu menjadi tahu; dari tidak tanggap menjadi tanggap; dan dari tidak mampu menjadi mampu. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam proses
pembelajaran, harus terjadi perubahan yang signifikan mencakup domain kognitif, psikomotor dan afektif. Atau dengan kata lain

pembelajaran yang baik, setidaknya pada akhir proses pembelajarannya mencapai salah satu dari ketiga domain tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya, dalam setiap perumusan sasaran pembelajaran dan setiap kali pengajar

aktifitas

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

71

tentu yang ada hanyalah “kerja paksa” menjadi bagian dalam proses penguasaannya. pengelolaan pendidikan. haruslah memperhatikan ketiga ranah kunci itu. Istilah derajat kemampuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam bagian mengenai sasaran pembelajaran. Ada segenap faktor yang juga intelektual peserta ajar di satu sisi sangat mendukung keberhasilan. penilaian keberhasilan pembelajaran dapat diukur dengan berpatokan pada degree atau derajat kemampuan yang telah ditetapkan dalam sasaran pembelajaran. kemampuan pengajar. akan tetapi adanya keharusan untuk menguasainya. keberhasilan pembelajaran. sedikit membuat pengaruh dalam proses USAID: DBE3 Life Skills for Youth 72 . Sementara. Seorang turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. faktor-faktor dan alat bantu juga tak seperti metode pengajaran. seorang yang tidak mempunyai minat terhadap satu Sistem pendidikan atau kurikulum juga menjadi bagian yang tak perpisahkan dalam pencapaian efektifitas pembelajaran. tersebut. Minat dan kemampuan yang memiliki minat pada bidang tertentu. “Kerja keras” tentu menjadi bagian dalam proses penguasaan bidangnya bidang.melakukan evaluasi hasil pembelajaran. Sehingga pada akhir proses pembelajaran. Sementara itu. Ketiga ranah sasaran pembelajaran tersebut di atas atau yang juga dikenal dengan istilah taksonomi proses intelektual seharusnya tercermin dalam setiap sasaran pembelajaran. Efektifitas pembelajaran tentu saja tidak hanya termaknai pada kalimat yang dituliskan pada sasaran pembelajarannya saja. sudah dapat dipastikan akan mempunyai motivasi lebih tinggi untuk menguasai bidang yang diminatinya.

Pembelajaran Aktif Pembelajaran aktif atau yang diistilahkan oleh Candy (1994) adalah pembelajaran yang sengaja didesain agar peserta didik dapat secara aktif tidak lagi menempatkan peserta didik dan bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya. Pengujian “arsitek” pendidikannya sendiri yang bertanggung jawab 73 . akan tetapi peserta didik sebagai objek pembelajaran. Pembelajaran di sini sebagaimana yang selama ini terjadi. (Candy. Sistem ini tidak lagi memposisikan pengajar sebagai pusat (teacher. Dalam sistem USAID: DBE3 Life Skills for Youth mengembangkan pembelajarannya sendiri (self directed learning). pembelajaran yang memiliki tanggung jawab sendiri dalam keberhasilan harus mampu seberapa besar peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran juga dilakukan oleh peserta didik sendiri. namun diposisikan sebagai subjek proses pembelajarannya. Jadi.centred). 1994: 127-128) Tahapan Pembelajaran Pembelajaran merupakan proses aktif yang harus ditempuh oleh peserta ajar dalam memahami suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui. peserta didik sebagai peserta didik merupakan terhadap isi dan struktur kurikulum.

tidak cukup jika suatu kuliah diakhiri dengan suatu ujian. Bila peserta didik prosedur pengoperasian dan contoh penerapan juga harus diberikan. 2. 1. Latihan diharapkan memahami dan mampu menerapkan suatu mata ajar. Instruction methods Metode yang juga dikenal dengan istilah kuliah (ceramah). soal-soal ataupun 3. tanpa adanya kesempatan bagi peserta didik untuk memperbaiki kesalahannya. peserta didik beroritentasi terhadap unsur-unsur ilmu Kaitan antara unsur-unsur ilmu harus diperlihatkan. belajar yang telah dicapainya. Di sini. tugas-tugas. Metode Pembelajaran Pemilihan metode pembelajaran tentu disesuaikan dengan sasaran Di sini peserta didik melanjutkan proses belajarnya dengan cara pembelajaran. termasuk cara-cara penalaran yang khas untuk bidang itu. Metode ini tidak memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan pengajarnya. terdapat empat tahapan pembelajaran. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran aktif.pembelajaran aktif. Peserta didik menjadi pasif. yakni: 1. tidak terlatih untuk mengeluarkan pendapat USAID: DBE3 Life Skills for Youth 74 . pengajar memberikan materi ajar kepada peserta didik dengan satu arah. Lanjutan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya. Umpan-balik telah dilaluinya. Latihan ini dapat saja dilakukan dalam praktikum. juga diberitahukan mengenai hubungan masing-masing mata ajar dalam Pada tahap ini. Jadi. Orientasi yang penting. peserta didik mendapat kesadaran tentang hasil disebabkan oleh cara pendekatan yang tidak sistematis. Latihan dilakukan dalam rangka mengukur sejauh mana pengetahuan bentuk pembahasan teori (tanya-jawab). Di sini peserta didik kerangka kurikulum dan kegunaan mata ajar tersebut. yang biasanya Umpan-balik ini berperan sebagai cermin atas proses pembelajaran yang 4. dengan mengutip teori pendidikan Gal’perin dalam Utomo (1991: 36-39). maka atau pemahaman peserta didik terhadap bahan yang diberikan. Latihan ini akan berhasil bila selama latihan didampingi dan proses belajar dipelihara. Mengetahui kesalahan. Di sini peserta didik didorong untuk menggunakan pengetahuan itu dan mempelajari semua sifatnya.

wall or blackboard discussion. Dengan metode ini Peserta didik akan terbiasa untuk mengeluarkan pendapat dan menerima pendapat orang lain. role-playing. carroussel discussion.dan menerima pendapat orang lain. Peserta didik juga akan secara aktif menentukan sumber pembelajarannya dan cara mencarinya. write an essay. Contoh dari metode ini. brainstorming. practicum. Independent study methods Metode belajar mandiri memungkinkan peserta didik mengembangkan wawasannya. learning inquary. case-study. Peserta didik mampu mengenali masalah dan mencari sendiri solusi dari masalahnya tersebut. panel discussion. demonstrasi. Contoh metode ini. Peserta didik juga akan terbiasa memecahkan masalah. yakni: homework. ini. dan excursion. Contoh metode 2. Menggagas Pembelajaran Aktif CEDS.htm USAID: DBE3 Life Skills for Youth 75 . Namun. Interaction methods Metode ini memungkinkan Peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. make an exhibition. metode ini lebih bisa menghemat Sehingga metode ini jelas lebih dapat menghemat biaya. interview. 3. Peserta didik juga tidak terlatih waktu. pro-contra methods. sumber daya pengajar yang diperlukan juga tidak banyak. Sesuai dengan prinsip pembelajaran aktif. antara lain: ceramah. literature study. yakni: discussion. write on observation study Sumber: Diadaptasi dari Taufik Asmiyanto. dalam memecahkan masalah. class conversation. peserta didik dapat menentukan metode pembelajarannya sendiri. discussion with an open chair. open questioning.

Nur Arifin.(Sumber: Nana Jumhana dan Moh. 2.Model-model Pembelajaran 31 Lanjutan CONTOH : T R A N S A K S I Y A B A D O L A R E U A N G N A C I N A R I I L A E N I N T R I S I K G O K E R T A S B G K U R S G I R O I N O M I N A L S T 32 Materi 10 . 4.Model-model Pembelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 76 . 3.2 MEDIA : * Buat kotak sesuai keperluan * Buat soal sesuai SK/KD  1. Bahan Presentase Active Learning) Teknik-Teknik Mengaktifkan Siswa Informasi Tambahan 4. Langkah-langkah : Sampaikan materi sesuai SK/KD Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban Berikan poin setiap jawaban dalam kotak Materi 10 .

Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai ……. 3. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif ……. 4. dan bagikan kepada para siswa kartuMinta siswa untuk bergerak mencari pasanga dari kartu yang dia miliki. Lanjutan: CONTOH SOAL Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara ……. Materi 10 . Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai ……. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut ……. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah Uang ……. 2. 1. 6. Kocok kartu-kartu tersebut. 5.Model-model Pembelajaran 33 Index cards match        Siapkan kartu-kartu yang berisi pertnyaan pada satu kartu dan kartujawaban pada kartu lainnya. 9. Setelah menemukan pasangannya. ……. minta mereka duduk berdampingan Tunjuk beberapa pasangan untuk membacakan pertanyaan dan jawaban yang telah mereka jodohkan Guru mengklarifikasi match dan tidaknya kartu-kartu itu kartuBerikan hukuman yang bersifat menghibur bagi pasangan yang salah menjodohkan kartu USAID: DBE3 Life Skills for Youth 77 . 7. Saat ini banyak di palsukan Nilai bahan pembuatan uang disebut ……. 8. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut …….

USAID: DBE3 Life Skills for Youth 78 . untuk mendiskusikan materi yang dibaca dari teks bacaan dan yang didapat dari ceramah guru Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pada siswa secara pertanyaanrandom mengenai materi yang didiskusikan Klarifikasi dari guru.Sinergetic Teaching        Bagi kelas ke dalam dua kelompok Minta satu kelompok untuk tinggal di dalam kelas dan kelompok lain lain diberi teks bacaan dan diminta untuk membaca di luar kelas Berikan materi bagi siswa yang berada di kelas. dengan ceramah Setelah selesai ceramah. minta siswa yang berada di luar untuk memasuki ruangan kembali dan dibasangkan dengan siswa yang ada di dalam kelas Minta mereka.

dengan cara yang anda kehendaki USAID: DBE3 Life Skills for Youth 79 .JIGSAW LEARNING       Pilih materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada Setiap kelompok mendapat tugas membaca topik materi pelajaran yang berbeda Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah dipelajara di kelompok Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelmpok Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi TEKS ACAK        Pilih bacaan yang akan disampaikan Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian Potongan bisa dilakukan perkalimat atau perduan kalimat Bagi siswa menjadi beberap kelompok kecil Beri setiap kelompok satu bacaan yang sudah dipotongdipotongpotong Tugas siswa adalah menyusun bacaan sehingga dapat dibaca dengan urut Pelajari dan diskusikan teks bacaan dengan siswa.

DEBAT AKTIF            Kembangkan sebuah pernyataan yang kontroversial yang sesuai dengan materi pelajaran Bagi kelas ke dalam dua team. menang.Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 3.Model-model Pembelajaran 2 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 80 . diakhir diskusi setiap kelompok memilih juru bicara Siapkan dua sampai empat kursi untuk juru bicara yang pro dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok yang kontra Siswa yang lain duduk dibelakang para juru bicara Mulailah debat dengan cara juru bicara mempresentasikan pandangan mereka Setelah mendengar argumen pembuka hentikan debat dan kembali ke sub kelompok Setiap kelompok diminta untuk mempersiapkan argumen lanjutan yang menolak argumen pembuka dari kelompok lain Lanjutkan debat dengan juru bicara yang baru.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. tidak perlu menentukan kelompok mana yang debat. pastikan bahwa kelas terintregasi kembali antara kelompok yang menang. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5.Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa.Kesimpulan Materi 10 . berlawanan CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah : 1. dan diminta untuk memberikan baru. lelompok diminta mengembangkan argumen yang mendukung masing-masing posisi. argumen penentang Siswa diperbolehkan bersorak atas argumen kelompok mereka. Mintalah satu kelompok berperana sebagai kelompok yang pro dan kelompok lain sebagai kelompok yang kontra Buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. masingposisi.Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. Pada saat yang tepat akhiri debat.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. setiap masingdebat. mereka.

Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4.Langkah-langkah : 1.Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6.Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5.Model-model Pembelajaran 3 (KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN.Kesimpulan/rangkuman Materi 10 .Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4.Model-model Pembelajaran 4 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 81 .Kesimpulan Materi 10 .Menyajikan materi sebagai pengantar 3. 1992) Langkah-langkah : 1.Tanggapan dari teman yang lain.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7.Siswa dibagi dalam kelompok. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2.

Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya.Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. kemudian berganti peran.(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) Langkah-langkah : 1. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa Materi 10 . Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. Siswa dibagi dalam kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5.Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Begitu juga kelompok lainnya 5.Model-model Pembelajaran 11 7.Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2.Kesimpulan/penutup USAID: DBE3 Life Skills for Youth 82 . Jika perlu. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok.Model-model Pembelajaran 7 Langkah-langkah : 1.Untuk mengetahui daya serap siswa. Kesimpulan Materi 10 .

Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu keadaan Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan.Kesimpulan/penutup Struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. 4. 3. Setiap bebicara satu kupon Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi.(MENCARI PASANGAN) (Lorna Curran. 1994) Langkah-langkah : 1. 5. Langkah-langkah : Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL) Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. 2.Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. pembicaraan atau siswa diam sama sekali  1.Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review.Model-model Pembelajaran 40 USAID: DBE3 Life Skills for Youth 83 . sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2.Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis Dan seterusnya Materi 10 .Model-model Pembelajaran 13 8. untuk menghindari siswa mendominasi sosial.Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6.Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5.Demikian seterusnya Materi 10 .

sains. konsep-konsep matematika dari yang sederhana sampai yang rumit digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan. menilai aturan-aturan matematika dalam budaya dan masyarakat. Dengan demikian. Padahal. seringkali matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang menyulitkan. musik. serta mengenali representasi yang ekuivalen dari konsepkonsep yang sama”. yang dialami siswa sehari-hari. perlu ada upaya dari guru untuk merubah mindset Misalnya dengan menghubungkan (connection) matematika dengan kehidupan nyata di atas. ribet karena banyak rumus. Hal ini merupakan salah satu indikator seorang siswa memiliki kemampuan koneksi sebagai hasil proses belajar matematika seperti yang diungkapkan oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM).tentang kemampuan siswa SMP dalam koneksi matematik dirangkum oleh Arthur F.3 yaitu menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk USAID: DBE3 Life Skills for Youth 84 . psikologi. menggunakan dan menilai hubungan di antara topik-topik matematik. Keterkaitan antara matematika (mathematics) dan masyarakat (community) ini pernah dibahas dalam Modul 4. Dengan demikian. dalam penggunaan handphone – yang sekarang ini di masyarakat – terdapat aplikasi konsep matematika sistem biner.yang digariskan oleh NCTM . menerapkan pemikiran dan matematika untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam disiplin ilmu lainnya seperti seni. dari mulai bangun tidur sampai kembali tidur. diharapkan materi sesi ini dapat mengembangkan kompetensi inti guru ke-3. Coxford sebagai berikut: ”menghubungkan dalam pengetahuan konsep lainnya. dan prosedur. dan bisnis. Dengan kedua dampak ini. Tidak mustahil. upaya guru untuk menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata dapat memberi dua dampak positif yaitu menghilangkan keterasingan matematika dari kehidupan siswa yang diharapkan merubah kesan matematika menjadi lebih familiar untuk dipelajari serta memunculkan dan mengasah kemampuan siswa dalam koneksi matematik. memandang matematika sebagai keutuhan terintegrasi. menakutkan.diperoleh dari hasil pengamatan dan analisis para ahli terhadap adat budaya atau hal-hal yang terjadi dalam masyarakat. sebagian konsep-konsep matematika – pada dasarnya .Sesi 5 Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses Belajar-Mengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Pendahuluan Dalam mindset beberapa siswa. Secara garis besarnya. menggunakan sebuah matematika yang daerah kurikulum menggunakan pemodelan matematika dalam aktifitas hidup sehari-hari. sebagian orang dewasa pun beranggapan seperti itu. beberapa indikator . dan tidak bermanfaat atau tidak akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pun sebaliknya.

serta kompetensi inti guru ke-6. konsep. Mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Pada sesi ini peserta akan mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran yang dapat bermanfaat bagi peserta didik dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di kelas dengan kehidupan nyata mereka sebagai keluarga. Mengidentifikasi topik pembelajaran matematika (fakta.mencapai tujuan pembelajaran. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 85 .2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya. Pada akhir sesi ini peserta dapat: Memahami bahwa salah satu indikator perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika yang baik adalah jika ada hubungan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata. dan keterampilan) yang relevan dengan situasi kehidupan nyata. kompetensi inti guru ke-6. Menjabarkan aspek kunci dari pembelajaran kontekstual dan menjelaskan mengapa penting bagi siswa untuk mendapatkan makna dalam pembelajaran matematika.1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal. anggota masyarakat.1 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mendukung siswa dalam mencapai hasil secara optimal. serta kompetensi inti guru ke-6. Tujuan mengembangkan peserta untuk lebih menentukan pengalaman pembelajaran yang memadai untuk mencapai tujuan pembelajaran.2 yaitu menyediakan aktivitas pembelajaran yang bervariasi untuk mengaktualisasikan potensi siswa termasuk kreativitasnya.3 dari Tujuan dan Hasil Belajar sesi ini adalah untuk mendorong para Strategi pembelajaran matematika apa saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik? Topik-topik apa saja dalam pembelajaran matematika yang relevan dengan situasi kehidupan nyata? Apa saja manfaat pembelajaran matemátika yang berhubungan dengan kehidupan nyata peserta didik? Pertanyaan kunci . pembelajar. dan pekerja. kompetensi inti guru ke-6. kompetensi pedagogik inti 3.

Eksplorasi secara lisan tentang ide-ide yang dapat dikembangkan dalam menghubungkan proses pembelajaran matematika dengan kehidupan nyata. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi I CT USAID: DBE3 Life Skills for Youth 86 .2: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) Hand-out 5. Lihat kembali prinsip-prinsip kunci pembelajaran dan pendahuluan mengenai pendekatan pembelajaran kontekstual.3: Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pengalaman mereka dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika di kelas yang menerapkan aktivitas siswa sehari-hari ke dalam. Petunjuk Umum Kertas flipchart Lem kertas Sumber dan Bahan Spidol marker besar Hand-out 5. Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. Kemudian.Mulailah kegiatan ini dengan brainstorming tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya.1: Himpunan (Himpunan Bagian dan Operasi-operasi dalam Himpunan) Hand-out 5. Misalnya. materi pada modul 4 atau modul BTL sesi 5. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. Sesi ini dirancang agar para guru berpikir mengenai mengapa isi dan kompetensi mata pelajaran mereka relevan dengan berbagai jenis situasi kehidupan nyata yang berbeda yang dapat digunakan di dalam kelas untuk memberikan makna pembelajaran matematika kepada siswa. antarkan peserta untuk memasuki materi sesi ini.

Ringkasan Sesi Introduction (I)
5 menit Pemaparan tujuan, hasil belajar, dan pertanyaan kunci.

Connection (C)
Brainstorming tentang CTL dalam pelajaran matematika. Mengerjakan tes diri yang berisi pandangan peserta tentang penggunaan CTL dalam pembelajaran matematika
30 menit

Application (A)
Peserta 50 menit dkelompokkan menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan berisi materi matematika berbeda.

Reflection (R)
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dari sesi ini dan belajar dalam jurnal. menuliskan hasil 5 menit

Extension (E)
Peserta diminta menuliskan beberapa hubungan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata yang akan dalam diterapkan pembelajaran. menit

Memotivasi

peserta untuk menghubungkan proses belajarmengajar dengan matematika kehidupan nyata.

hand-out yang

Hasil diskusi kelompok dipresentasikan.

Sharing antar kelompok.

Pada gambar di bawah ini terbentuk 7 bujursangkar yang dibentuk dari 20 batang korek api. Tugas kalian ialah mengambil 3 batang dari sisi 7 bujur sangkar. Tiga batang ini supaya dipasangkan kembali pada bentukan tadi sehingga bentukan baru menjadi 5 buah bujur sangkar saja.

Energizer

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

87

Perincian Langkah-langkah Kegiatan
I

(1) Sampaikan tujuan, hasil pembelajaran, dan pertanyaan kunci. Jelaskan bahwa indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci. (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini.
Catatan untuk Fasilitator

Introduction (5 menit)

Hubungan antara pembelajaran di kelas dan kehidupan nyata merupakan indikator sebuah perencanaan dan pembelajaran yang baik sebagai direkomendasikan oleh Depdiknas.

1

Pemerintah mewajibkan guru memiliki kompetensi ini melalui Permen No. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-3.3, 6.1 dan 6.2.

C

(1) Mulailah sesi ini brainstorming diantara peserta. Minta mereka memberi definisi umum CTL. (2) Minta peserta merevisi CTL secara umum ke dalam CTL yang lebih khusus di dalam mata pelajaran matematika. (3) Beri peserta sebuah tes diri (seperti di bawah ini) yang berisi penggunaan CTL, untuk melihat seberapa jauh pandangan mereka tentang CTL dalam pembelajaran matematika. (4) Tanyakan setiap pertanyaan kepada peserta yang mendapat giliran dari seluruh kelompok. (5) Katakan kepada peserta untuk mengacungkan tangan jika mereka menjawab ”Ya” dari pertanyaan yang diberikan. Pilih satu orang peserta yang mengacungkan tangan untuk memberikan mereka. (6) Setelah semua pertanyaan diajukan, minta peserta untuk mendaftar cara-cara yang dapat mereka menggunakan CTL. (7) Tulis tanggapan mereka pada kertas flipchart diikuti prinsip-prinsip yang tercakup dalam pertanyaan tersebut. Contoh: mengajarkan konsep Matematika

Connection (25 menit)

dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa.
APAKAH ANDA MENGAJARKAN MATEMATIKA SECARA KONTEKSTUAL ?

Kerjakanlah tes berikut ini dan temukan jawabannya: Apakah anda mengajarkan matematika secara kontekstual dalam kelas anda? Jawablah dengan jujur 88

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

Apakah anda mengajarkan konsep Matematika dalam situasi dan kejadian di kehidupan nyata (diluar kelas) yang biasa dialami oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah konsep Matematika yang terdapat pada contoh-contoh serta Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

latihan-latihan siswa ditampilkan sesuai dengan konteks penggunaannya?

Ya

Tidak

Apakah anda menampilkan konsep Matematika dalam konteks yang telah diketahui oleh siswa? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang mencakup berbagai situasi pemecahan masalah yang nyata serta mudah dipercaya sehingga siswa dapat menganggapnya sebagai penting bagi “ya”, mohon beri contoh kehidupan mereka di saat ini maupun di masa depan? Bila anda menjawab

Ya

Tidak

Apakah contoh-contoh serta latihan-latihan siswa yang anda berikan menumbuhkan sikap pada diri siswa untuk merasa,”saya perlu mempelajari ini”? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah anda memberikan kesempatan pada siswa untuk mengumpulkan serta menganalisa data Matematika mereka sebagai bahan untuk pengayaan dan tambahan? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah pelajaran anda memungkinkan siswa untuk menerapkan konsepkonsep dan informasi Matematis ke dalam konteks yang berguna, mengajak siswa untuk membayangkan masa depan (misal: karir) dan lokasi (misal: tempat kerja)? Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh

Ya

Tidak

Apakah siswa diharapkan untuk berpartisipasi secara rutin dalam interaksi kelompok dimana terjadi proses berbagi pengalaman, komunikasi, dan Bila anda menjawab “ya”, mohon beri contoh merespon terhadap konsep yang penting serta pengambilan keputusan?

Ya

Tidak

Apakah pelajaran, latihan, serta praktikum meningkatkan kecakapan komunikasi siswa, baik secara lisan maupun tulisan, selain dari

Ya

Tidak

USAID: DBE3 Life Skills for Youth

89

mohon beri contoh Sumber: Diadaptasi dari “Collaborative for Teaching Exellence” www.meningkatkan pemikiran beserta prestasi matematika? Bila anda menjawab “ya”.2 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV dan SPLDV) di kelas VIII dengan kehidupan nyata. tabel.texaScollaborative.2. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan berbagai macam representasi matematik (multiple representation) untuk menyelesaikan situasi-situasi masalah yang ada dalam hand-out 5. menghubungkan Application (50 menit) proses belajar-mengajar matematika dalam materi himpunan (himpunan bagian dan operasi-operasi dalam himpunan) di kelas VII dengan kehidupan nyata. himpunan pasangan berurutan. atau 5. (5) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya ke kertas menempelkan karyanya di tempat yang strategis. dapat menentukan susunan yang sama (kombinasi) atau berbeda (permutasi) dari flipchart dan (6) Setiap kelompok diminta untuk menilai hasil kerja kelompok lainnya dan memberikan pertanyaan atau pernyataan yang sesuai dengan materi masingmasing kelompok. (7) Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dan menjawab pertanyaan atau mengomentari pernyataan kelompok lain. notasi/ekspresi matematik. Peserta dapat menggunakan diagram Venn atau formula penyelesaian untuk (3) Mendiskusikan hand-out 5. (4) Mendiskusikan hand-out 5. atau kata-kata.1. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat menggunakan aturan pengisian tempat (filling slots) atau konsep himpunan bagian untuk menyelesaikan situasi masalah 1.2 seperti grafik. serta situasi masalah yang disajikan. situasi masalah 2. menuliskan ruang sampel dengan berbagai representasi seperti aturan pengisian tempat (filling slots). 5. Catatan Untuk Fasilitator Peserta dapat membedakan pengertian ruang sampel dan titik sampel dari suatu percobaan.3 berisi situasi masalah yang menghubungkan proses belajar-mengajar matematika dalam materi Peluang (Ruang Sampel dan Titik Sampel) di kelas IX dengan kehidupan nyata. Kunci jawaban: 31 cara. Masing-masing kelompok mendapatkan satu hand-out.1 berisi situasi masalah yang 3 kelompok. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 90 . atau tabel.3 kepada peserta yang dibentuk dalam (2) Mendiskusikan hand-out 5.org A (1) Membagikan hand-out 5.

R (1) Memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan kunci. Connecting Mathematics Across The USAID: DBE3 Life Skills for Youth 91 . Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematik Beragam Siswa Sekolah Menengah Pertama. Guru-guru perlu menghubungkan aktivitas dan metode belajar-mengajar yang membuat pembelajaran lebih bermakna untuk siswa dengan menghubungkan hal-hal yang mereka pelajari di dalam kelas ke kehidupan mereka sekarang dan yang akan datang sebagai anggota keluarga dan masyarakat. and .Mason. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini dilakukan peserta di luar sesi pelatihan. F. A. Helping Children Think Mathematically. Tesis pada FPMIPA UPI Bandung: Tidak Ditebitkan. R. C. (2) Memberi kesempatan kepada peserta untuk membuat kesimpulan. (1993). (1989). . Reasoning.Baroody. (1985). Matematika. J. Va: The Council.. H. New York: Merill. A. Communicating. Reston. Problem Solving. dan Niskayuna. Jakarta: Piranti Dharma Kalokatama.2 yang akan menjadi dasar dalam kegiatan penyusunan strategi belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Extension Seluruh mata pelajaran hendaknya didasarkan kepada metode-metode Contextual Pesan Kunci Teaching and Learning.National Council of Teachers of Mathematics. J. peradaban. (2006). Burton. England: Prentice Hall. . dan pekerjaan. K. Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. oleh sebab itu peserta diminta membaca informasi tambahan 5. dan Stacey. (2006). Reston. dan Coxford. A. L. Va: The Council. (3) Minta kepada peserta mencatat pada buku catatannya hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 5 pada jurnalnya masing-masing.Dris.Mudzakkir. S.1 dan informasi 5. Curriculum.House. . . Thinking Mathematically. T. (1995). Bacaan Tambahan Beberapa sumber yang dapat peserta baca untuk memperdalam pengetahuan pemahaman tentang hubungan proses belajar-mengajar matematika dengan kehidupan nyata adalah: . P. K-8.. J.

H.Sudirman. (2005). Jakarta: Yudhistira USAID: DBE3 Life Skills for Youth 92 . Matematika.Tampomas.Sears. Cerdas Aktif Matematika. (2002) Belajar dan Pembelajaran Kontekstual: Dasar-Dasar Pembelajaran yang Efektif . S. Bandung: Ganeca Exact.. . (2005).

Jika Pak Kusro ingin menyediakan voucher dalam bentuk fisik untuk keempat puluh pelanggan tetapnya tersebut. Toko pertama menjual makanan dan toko kedua menjual cinderamata ciri khas daerahnya. Dudung. Hasil survey yang dilakukan oleh Pak Kusro –seorang penjual voucher pulsa. Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu 3 tetapi tidak menggunakan kartu As c. Jumlah pelanggan yang akan membeli kedua jenis voucher. Keenam pegawai tersebut bernama Eman. Eneng. dan Midah. 16 orang menggunakan kartu As.terhadap 40 orang pelanggan tetap dalam satu minggu diperoleh data sebagai berikut: 20 orang menggunakan kartu 3. Jawab: Representasi1: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Representasi 2: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep matematika apa dan di kelas berapa yang digunakan dalam representasi 1 dan 2? Pendekatan konsep manakah yang lebih tepat untuk menyelesaikan situasi masalah 1 ini? Situasi Masalah 2: Sekarang ini. beberapa orang tidak hanya memiliki satu kartu HP akibat perang harga voucher pulsa. b. situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 93 .Handout untuk Peserta 5. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………… Konsep apa dan di kelas berapa. maka bantulah Pak Ahmad untuk menentukan banyak cara penjagaan kedua toko tersebut dengan menggunakan dua representasi. Jika satu toko harus dijaga minimal oleh satu orang pegawai. Pak Ahmad mempekerjakan enam orang pegawai untuk menjaga kedua tokonya dengan gaji yang sama besar dalam setiap minggunya. maka gunakan 2 cara untuk menentukan: a. Eli. dan 10 orang menggunakan kartu lain.1 Situasi Masalah 1: Pak Ahmad memiliki dua toko. Ajang. Jumlah pelanggan yang akan membeli voucher kartu As tetapi tidak menggunakan kartu 3.

Misalkan perjalanan ke suatu tempat membutuhkan waktu 1. Tuliskan pula langkahlangkah untuk memperoleh persamaan itu. Untuk perjalanan tersebut tersedia bensin sebanyak 6 liter. d.. Nyatakan interpretasi dari persamaan yang diperoleh pada jawaban (b) dengan kata-kata. c.2 Situasi Masalah 1: Perhatikan diagram batang yang menggambarkan perbandingan antara jarak tempuh (x) dan banyaknya bensin yang diperlukan (y) dari sebuah motor berikut ini:... Tuliskan persamaan yang menghubungkan x dan y. 90 80 70 Jarak (km) 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 6 7 Bensin (liter) a. b. Sajikan kembali data dari diagram batang di sebelah kiri dalam dua representasi yang berbeda. Berapa banyak bensin lagi yang dibutuhkan? Jawab: ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………….5 jam dengan kecepatan rata-rata motor 50 km/jam.Handout untuk Peserta 5. Konsep matematika apa dan di kelas berapa situasi masalah 1 tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? USAID: DBE3 Life Skills for Youth 94 .

situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail USAID: DBE3 Life Skills for Youth 95 . ……………………………………………………………………………………………………………. Jika Amalia ingin menukar sebuah kue donat dengan segelas minuman yang dibeli Alfin. apakah pertukaran ini adil? Mengapa?. .00. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………….000. Rp14. Tanpa mengetahui harga satuan kue donat atau segelas minuman. Amalia membayar makanan dan tersebut sebesar 1.000. Konsep apa dan di kelas berapa. coba tebak manakah yang harganya lebih mahal? Jelaskan jawabannya lengkap dengan representasinya.00. 2.Situasi Masalah 2 Alfin dan Amalia membeli kue donat dan minuman seperti pada gambar di bawah ini: Alfin membayar makanan dan minumminuman man tersebut sebesar Rp 16.

. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………….. Jelaskan pemilihan urutan tersebut. Konsep apa dan di kelas berapa. Konsep apa dan di kelas berapa. ungu.. Bantulah Bu ina untuk membuat mix and match USAID: DBE3 Life Skills for Youth 96 . situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua situasi masalah tersebut? Jelaskan secara detail hijau muda. dan krem serta 4 blazer berwarna pink. (tolong sisipkan gambar kumpulan orang-orang) Berdasarkan percobaan tersebut. …………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………….3 Situasi Masalah 1: Praktekkan percobaan berikut: Setiap orang bersalaman dengan semua anggota kelompoknya. b. tentukan: a... situasi masalah tersebut? Kemukakan aktivitas siswa atau masyarakat sehari-hari yang lain yang dapat digunakan dalam konsep tersebut? Susunan semua inisial nama dari urutan salaman (titik sampel). Setiap orang menuliskan ruang sampel dengan 3 cara Situasi Masalah 2: Bu Ina memiliki 3 rok berwarna hitam. Jawab: …………………………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………. dari rok dan blazer yang dimilikinya dalam tiga representasi berbeda. putih.Handout untuk Peserta 5. Tentukanlah titik sampel dan ruang sampel dari percobaan tersebut. dan kuning muda.

Informasi Tambahan 5. dan tempat kerja.  Mengajar siswa untuk memantau dan mengarahkan belajarnya sehingga menjadi pembelajar yang aktif dan terkendali  Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa  Mendorong siswa belajar dari satu dengan lainnya dan belajar bersama. 4. pendekatan.1 PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)  Menekankan pada pemecahan masalah  Mengenal kegiatan mengajar yang terjadi di berbagai konteks seperti rumah. masyarakat. metode dan metodel pembelajaran? Apa ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual? Apa pendekatan pembelajaran yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? Bagaimana penilaian yang relevan untuk pembelajaran matematika kontekstual? 2.  Matematisasi Horisontal  Matematisasi Horisontal  Matematika informal  Matematika informal  Matematisasi Vertikal  Matematisasi Vertikal  Matematika formal  Matematika formal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 97 . dan  Menggunakan penilaian otentik 19 PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL 1. 3. Apa perbedaan dari strategi.

 Dikembangkan cara. alat atau model matematis untuk memperoleh jawaban matematis untuk memperoleh jawaban informal dari masalah. informal dari masalah.  Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau  Terjadi interaksi antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa atau antara siswaantara siswa dan siswa atau antara siswapakar dalam suasana demokratif. alat atau model  Dikembangkan cara.Pendekatan Mekanis Pendekatan Mekanis Pendekatan Empiris Pendekatan Empiris Pendekatan Strukturalis Pendekatan Strukturalis Pendekatan Kontekstual Pendekatan Kontekstual PENDEKATAN MATEMATIKA HORISONTAL MATEMATIKA VERTIKAL Mekanistik Empiristik Struturalis Realistik/ Kontekstual Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ciri-ciri Ciri-ciri pembelajaran matematika kontekstual pembelajaran matematika kontekstual  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak  Ada masalah kontekstual untuk siswa sejak awal proses pembelajaran. pakar dalam suasana demokratif. USAID: DBE3 Life Skills for Youth 98 . awal proses pembelajaran.

melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran mengevaluasi kegiatan pembelajaran Aspek-aspek yang tercakup dalam Aspek-aspek yang tercakup dalam model pembelajaran matematika kontekstual model pembelajaran matematika kontekstual Pendahuluan  Memulai pelajaran dengan  Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah mengajukan masalah  Permasalahan yang diberikan sesuai  Permasalahan yang diberikan sesuai dengan tujuan dengan tujuan  Siswa mengembangkan atau Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model matematis menciptakan model-model matematis simbolik secara informal simbolik secara informal  Kegiatan pembelajaran berlangsung Kegiatan pembelajaran berlangsung secara interaktif secara interaktif Pengembangan Penutup/penerapan Melakukan refleksi terhadap setiap Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran terhadap hasil pelajaran USAID: DBE3 Life Skills for Youth 99 . Ada keseimbangan antara proses  Ada keseimbangan antara proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi horisontal dan proses matematisasi vertikal matematisasi vertikal  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk  Ada kesempatan yang cukup bagi siswa untuk merefleksi. menginterpretasi dan menginternalisasi proses dan hasil belajar menginternalisasi proses dan hasil belajar  Tidak semata-mata menekankan komputasi  Tidak semata-mata menekankan komputasi dan langkah-langkah prosedural penyelesaian dan langkah-langkah prosedural penyelesaian soal soal  Memberi penekanan pada pemahaman konsep  Memberi penekanan pada pemahaman konsep dan pemecahan masalah dan pemecahan masalah MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN  Model pembelajaran adalah pedoman  Model pembelajaran adalah pedoman berisi program atau petunjuk strategi berisi program atau petunjuk strategi pembelajaran yang dirancang untuk pembelajaran yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran mencapai suatu tujuan pembelajaran  Memuat tanggung jawab guru dalam  Memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan. melaksanakan dan merencanakan. menginterpretasi dan merefleksi.

Pendekatan pembelajaran untuk melaksanakan pembelajaran matematika kontekstual Pembelajaran berbasis masalah Problem Pembelajaran berbasis masalah ((Problem Based Instruction) Based Instruction) Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis pemecahan masalah Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis penemuan Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran berbasis proyek Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian pembelajaran yang relevan Penilaian kinerja Penilaian kinerja Pengamatan (sistematis) Pengamatan (sistematis) Portofolio Portofolio Journal Journal USAID: DBE3 Life Skills for Youth 100 .

konsep dan Beri nilai 4 jika…. Terdapat kaitan yang kuat dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan kecakapan tersebut dalam situasi kehidupan nyata yang relevan dengan kehidupan mereka dan masyarakat atau sesungguhnya berdasarkan profesi Hanya beri nilai 5 jika. Terdapat kaitan yang sedikit (fakta.Informasi Tambahan 5. dan kemudian kehidupan nyata.. konsep atau Beri nilai 3 jika……. seperti ketika bekerja.2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran No 6 Indikator/ Aspek yang diamati Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Beri nilai 1 jika …… Tidak terdapat kaitan dengan realitas kehidupan Beri nilai 2 jika …. namun tidak melatih kecakapan tersebut) kecakapan tersebut konteks kehidupan relevan dengan konsep dan kecakapan) mengaitkannya dengan situasi kehidupan nyata yang relevan dalam situasi maupun nyata namun kurang kehidupan siswa dan masyarakat atau tidak berdasarkan profesi yang sesungguhnya 10 Melaksanakan pembelajaran yang Tidak terdapat pembelajaran yang Pelajaran mencakup pembelajaran yang bersifat Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran didasari oleh pembelajaran yang Pelajaran direncanakan berdasarkan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 101 . Terdapat kaitan yang baik antara materi (fakta. Semua kriteria untuk PLUS atau tidak jelas antara materi kecakapan) dengan realitas kehidupan (misal: guru kecakapan tersebut menerangkan tentang kapan diperlukan dalam situasi nilai 4 telah terpenuhi Guru meminta para kecakapan) dengan realitas kehidupan dan para siswa diharuskan untuk berlatih menggunakan siswa untuk berpikir tentang materi yang mereka pelajari (fakta.

Materi ajar tidak tidak lengkap Beri nilai 2 jika….bersifat kontekstual bersifat kontekstual. Guru meminta para pelajaran menjadi siswa untuk membuat bermakna bagi diri pembelajaran yang Guru menyediakan kelas yang bersifat kontekstual. warga negara dan pekerja Rubrik Penilaian: Instrumen Penilaian Kinerja Guru: Rencana Pelajaran No 2.1 Komponen Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 1 jika…. warga negara dan pekerja pengetahuan serta kecakapan mereka keluarga dan anggota masyarakat. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran namun tidak kehidupan nyata (contoh: Beri nilai 4 atau 5 jika…. Guru membuat pelajaran menjadi bersifat kontekstual. Guru tidak membuat bermakna pelajaran menjadi kontekstual. Guru membuat pelajaran menjadi bermakna bagi para siswa dengan cara memberi beberapa contoh antara apa yang mereka sederhana mengenai kaitan pelajari dengan kehidupan bersifat kontekstual. Materi ajar telah dipilih berdasarkan tujuan hubungan dengan pembelajaran dan memiliki kehidupan nyata (contoh: contoh atau kegiatan disebutkan. pengalaman di luar berdasarkan kehidupan nyata dimana para siswa dapat menerapkan bermakna bagi para siswa dengan cara mengadakan kegiatan dimana mereka dapat mengaitkan apa yang kehidupan mereka mereka pelajari dengan sebagai keluarga dan anggota masyarakat. warga negara dan pekerja mereka sendiri dengan cara mengaitkan apa dengan kehidupan mereka sebagai yang mereka pelajari mereka sebagai keluarga dan anggota masyarakat. tidak jelas atau memiliki hubungan dengan menyertakan contoh atau kegiatan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan sebenarnya) dalam konteks kehidupan materi-materi menyertakan dimana kecakapan tersebut dapat digunakan dalam sebenarnya) konteks/situasi kehidupan USAID: DBE3 Life Skills for Youth 102 . Materi ajar jelas namun tidak relevan dengan tujuan pembelajaran Beri nilai 3 jika….

fleksibel. Siswa adalah mitra guru di dalam mencapai tujuan pembelajaran. interaktif. Sebaliknya lingkungan fisik kelas yang tidak ditata dengan baik seperti posisi meja kursi yang tidak teratur. Suasana pembelajaran mencakup pengaturan lingkungan ruangan kelas dan faktor-faktor situasional. kata. penerangan. pajangan. keingintahuan sedapat mungkin mencerminkan suasana yang kondusif bagi pembelajaran. Oleh karena itu pengaturan ruangan kelas seperti meja belajar. tutur efektif. dan menantang membutuhkan suasana belajar mengajar yang efektif. sirkulasi udara harus dilakukan atau diseting secara baik sebelum pembelajaran dimulai. dan santun dengan peserta didik. dan kedekatannya dengan siswa yang kondusif bagi pembelajaran di kelas. Pengaturan lingkungan fisik kelas dalam penataan yang baik akan merangsang siswa untuk termotivasi dalam belajar karena para siswa merasa nyaman berada di dalam kelas tersebut. dan menyenangkan. dan panas akan membuat siswa tidak betah tinggal di kelas. 103 . Begitupula pada pihak guru harus menampilkan keteladanan melalui bahasa yang santun. kecintaan.Sesi 6 Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana Belajar-Mengajar yang Efektif? Pendahuluan Pembelajaran matematika yang bermakna. Selain lingkungan pembelajaran fisik kelas yang tidak kalah pentingnya adalah lingkungan pembelajaran kelas terdiri dari lingkungan fisik kelas dan lingkungan lingkungan non-fisik (emosional) yang terjadi di kelas melaui proses interaksi siswa dengan guru. Akhirnya untuk mencapai suasana emosional yang hubungan kerja sama dan komunikasi yang harmonis antar guru dan siswa. empatik. peralatan. tingkah laku. menyenangkan. yaitu: berkomunikasi secara positif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif diperlukan adanya Oleh karena itu apa yang ditampilkan siswa dalam bentuk sikap. Hal di atas sesuai dengan tuntutan bahwa guru yang professional memiliki kemampuan berkomunikasi seperti yang tertulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no 16/2007 yang menyuratkan kompetensi inti guru ke-7. gelap. Secara umum emosional-pskologi. harapan. pengap. Untuk mencapai suasana ini maka rasa simpati dan empati serta kedekatan emosional siswaguru perlu dibina. kedisiplinan. Siswa dan guru akan merasa nyaman di kelas jika suasana atau atmosfir kelas berada dalam kondisi yang dinamis.

104 . Pada sesi ini peserta akan Karakteristik lingkungan fisik belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Karakteristik lingkungan emosional belajar seperti apa yang dikategorikan kondusif dan bermakna? Seperti apakah disain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna itu? Pertanyaan kunci Petunjuk Umum Mulailah kegiatan ini dengan mendefinisikan suasana lingkungan pembelajaran efektif. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. . efektif. Mendisain lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna. Mengidentifikasi karakteristik lingkungan emosional belajar yang kondusif dan bermakna. 16 tahun 2007 pada kompetensi pedagogik inti ke-7. Minta kelompok untuk mendiskusikan langkah-langkah yang diambil untuk Melalui sesi ini peserta diharapkan memahami dan dapat menciptkan lingkungan fisik dan emosional yang mendukung kegiatan pembelajaran. Tujuan dan Hasil Belajar Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti ke-7 yaitu memiliki kompetensi berkomunikasi secara mengidentifikasi lingkungan belajar yang mendorong terciptanya suasana belajar matematika yang kondusif dan bermakna. diantara Berikan agar kelompok memiliki peran yang lebih besar dalam mengidenfikasi karakteristik lingkungan fisik dan emosional pembelajaran. Berikan kesempatan peserta untuk berdiskusi dan brainstorming mereka. empatik. dan santun dengan peserta didik. menciptakan sebuah lingkungan belajar yang positif. Pada akhir sesi ini peserta dapat: Mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik belajar yang kondusif dan bermakna. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan baik fisik dan emosional dimana siswa belajar/bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran. maka dalam sesi ini akan digambarkan cara-cara bagaimana guru dapat menciptakan suasana belajar-mengajar yang efektif.Berkaitan dengan pencapaian kompetensi inti guru ke-7.

4.1. deskripsi yang Selanjutnyan kelompok II mengerjakan handoud 6. Peserta mengerjakan handoud 6. kelompok I Reflection (R) Peserta 5 menit merangkum Extension (E) bahan yang bacaan tertera dalam Peserta mencari pembelajaran selama sesi.1 berisi foto lingkungan fisik & pembelajaran kelas yang akan ditayankan dgn VCD. menjawab tambahan dan membaca informasi mengerjakan handout 6.3 berisi penataan tempat duduk (lingkungan fisik) sesuai diberikan. 6. pertanyaanpertanyaan kunci dan tambahan menuliskannya dalam jurnal. dan pertanyaan – pertanyan kunci kepada peserta. Selanjutnya peserta mengerjakan handout 6.2. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Ringkasan Sesi Introduction (I) Pemaparan 10 menit tujuan.Kertas HVS Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Penggaris panjang Handout 6. hasil belajar. dan 6.3. Connection (C) 45 menit Brainstorming tentang lingkungan belajar ”fisik” dan ”emosional”. 6.2 berisi ciri-ciri lingk fisik dan emosional Application (A) Peserta 60 menit dikelompokkan menjadi 2 Peserta kelompok.4 berisi skenario bermain peran 105 . 120 menit Waktu ICT Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada.

Para pembaca tolonglah Pak Tani ini. hasil pembelajaran. Introduction (10 menit) 1. Jelaskan bahwa 2. 106 . Catatan Untuk Fasilitator indikator keberhasilannya adalah jika peserta mampu menjawab pertanyaan kunci.Energizer Seorang petani mempunyai sebidang tanah yang berbentuk bujursangkar. Melalui sesi ini peserta seharusnya memahami dan dapat menciptakan lingkungan belajar baik secara fisik maupun emosional untuk mendukukung keragaman kegiatan belajar mengajar. Membagi warisan tanah : Rumah : Pohon Perincian Langkah-langkah Kegiatan I 1. Dekat sudut tanahnya terdapat rumah dan halamannya berupa bujursangkar. Sampaikan tujuan. Pada halaman dan tanahnya ditanami 15 batang pohon yang ditanam tidak beraturan. Sampaikan point atau hal-hal penting dari sesi ini. Cobalah tolong bagaimanakah caranya agar tanah ini dapat dibagi lima bagian dengan sama luasnya dan setiap anak (rumah) memiliki 3 batang pohon. Pak Tani mempunyai 5 orang anak. dan pertanyaan kunci. 2. Tanah miliknya dan batang pohon-pohon ini hendak diwariskan kepada ke 5 orang anaknya. Peserta diharapkan memahami bahwa lingkungan (baik fisik maupun emosional) di dalam mana siswa bekerja mempunyai dampak yang kuat pada pembelajaran.

Lingkungan ini mencakup:  Bahasa dan suara guru  Harapan dan sikap  Perilaku siswa  Suasana ruangan kelas  Harga diri siswa 3. 4. emosional. Katakan kepada peserta untuk mendaftar apa yang mereka pikirkan menjadi karakateristik positif lingkungan belajar fisik dari foto dan lingkungan emosional positif dari skenario. Lingkungan ini mencakup ruangan kelas dan segala sesuatu di dalamnya. Fisik Emosional (b) suatu skenario suatu kelas yang mana melukiskan situasi yang emosional 107 . 5. Katakan kepada peserta untuk mendefinisikan lingkungan belajar ”fisik” dan yang baik atau tidak dan seperti apa lingkungan ”emosional” yang baik atau tidak. and (dalam CD). Minta peserta untuk membedakan antara lingkungan fisik dan lingkungan 1. Lingkungan pembelajaran emosional atau psikologi adalah apa yang para siswa rasakan ketika mereka sedang belajar. Lingkungan pembelajaran fisik adalah tempat/daerah dimana guru mengajar dan siswa belajar. Berikan peserta handout 6.1 yang berisi (a) sebuah foto suatu ruangan kelas.C 1. Catatan Untuk Fasilitator Connection (45 menit) ”emosional” minta mereka melakukan brainstorming seperti apa lingkungan fisik 2. Umpan balik: Daftarkan ide-ide mereka pada kertas flipchart. seperti:  Mebel  Pencahayaan atau penerangan  Pajangan  Tempat duduk  Peralatan 2. Beri waktu kepada mereka 10 menit.

Meyakinkan peserta memahami lingkungan emosional dan lingkungan phisik tidaklah otomatis berhubungan. Beri 50% dari kelompok mengerjakan 2. Bagi peserta dalam beberapa kelompok. Beri peserta handout 6.2 yang berisi daftar karakteristik positif lingkungan fisik 8. Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. 7.1 yang akan menjadi dasar dalam menciptakan suasana pembelajaran yang efektif. guru siswa yang positif .4. Peserta harus tahu apa yang dilakukan untuk mencipatkan lingkungan emosional positif yang dibutuhkan untuk menfokuskan pada suasana di dalam untuk mendukung siswa belajar dengan baik (misal menjadi lebih optimistik. dan emosional. 2. Dapat terjadi bahwa suatu lingkungan fisik yang baik tetapi lingkungan emosionalnya negatif. tidak bias. peserta diminta membaca dan bacaan tambahan dan informasi tambahan 6.3. Pada akhir sesi ini minta kelompok memaparkan hasil kerja masing-masing. memotivasi seluruh siswa dll) dan bagian dari sebuah hubungan handoud 6. selanjutnya 50% lagi mengerjakan handout 6. Extension 108 .6. A 1. menjawab pertanyaanpertanyaan kunci 2. Peserta diminta untuk menuliskan hasil belajar pada jurnal masing-masing. Kegiatan dari sesi ini sebaiknya membuat peserta melihat pada bagaimana tampilan fisik ruangan kelas dapat mempromosikan atau menghalangi belajar (misalnya pengelompokan meja) dan bagaimana ruangan kelas seharusnya diatur agar memberi suasana fleksibel. Minta peserta menyimpulkan bagaimana menciptkan lingkungan belajar baik fisik dan emosional dengan baik. Reflection (5 menit) E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. Catatan Untuk Fasilitator 1. Application (60 menit) R 1.

1966. Active Learning. 2004. Gordon. positif. & Weil Marsha. The Conditioning of Learning Training Applications. 1991. 2000. Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. 1997. T. Mark Reardon & sarah Singer Nourie. & Medsker. Bandung: Tarsito. The classroom environment and situational factor. Kaifa: Bandung. terjemahan Aditya Kumara Dewi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: UPI. MBE and Depdiknas. menantang. Robert M. Paket Pelatihan 1. mendukung siswa menolongnya untuk belajar dan memiliki perilaku yang lebih baik serta mengembangkan pemahaman mengenai kelas dan penciptaan atmosfir (suasana) yang positif. E. terjemahan Raisul Muttaqien. 2006) Suherman. The Accelerated Learning Optimalkan Kemampuan Anda dengan Metode Alissa. Thomas. Melvin L. yang bermakna. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Silberman. Modul Pelatihan 1. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Baik. Bacaan Tambahan 109 . 1996.. Needham Heights: Asimon & Schuster Company. Pengajaran professional dan pembelajaran bermakna. DBE3. Bobby DePorter. Teacher Effectiveness Training. Kaifa: Bandung. Erman. Orlando: Harcourt Brace Company. Gagne. Kaifa: Bandung. Para guru perlu mempertimbangkan secara berhati-hati tata ruang fisik Bobby DePorter & Mike Hernacki. Model of Teaching. 2003. Dave Meier. Bandung: Nusamedia dan Nuansa. Anonim. Ruseffendi. 2001. Joyce. Karen L.Pesan Kunci Ruang kelas yang menyenangkan. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bruce.

1 A: Foto Ruangan Kelas (Fisik) B: Skenario Situasi Emosional di Kelas 110 .Handout untuk Peserta 6.

111 .

2 Bagaimana menciptakan sebuah lingkungan belajar positif Lingkungan Fisik  Pajangan ruangan kelas (jelaskan)  Tempat duduk (jelaskan)  Sumber belajar (jelaskan)  Penerangan (jelaskan)  Mebeuler (jelaskan)  Peralatan (jelaskan) Lingkungan Emosional  Bahasa dan suara guru (jelaskan)  Harapan dan sikap (jelaskan)  Suasana ruangan kelas (jelaskan)  Perilaku siswa (jelaskan)  Harga diri siswa (jelaskan)  Kesematan (jelaskan) 112 .Handout untuk Peserta 6.

A: Deskripsi Kegiatan Matematika Kelas IX terdiri atas 40 orang siswa bekerja secara perpasangan: “Diberikan sebuah masalah atau tugas matematika yang belum lengkap tentang KD : Menentukan pola barisan bilangan sederhana” Dari KD tersebut para siswa diminta membuat soal sebanyak mungkin. yang menurut Anda paling baik untuk melaksanakan kegiatan yang dideskripsikan pada kolom A. B: Pengaturan Tempat Duduk Sebuah kelas yang terdiri dari 45 siswa berumur 13 tahun bekerja secara berkelompok (4 orang per-kelompok) untuk membuat bermacam diagram sembarang data. 113 .Handout untuk Peserta 6.3 Lingkungan Fisik Gambarkan posisi tempat duduk siswa di dalam kelas pada kolom B.

Terlebih lagi. Hanya dia “siswa” dalam kelas tersebut. Saya menjadi malas mengikuti pelajaran Matematika. mereka enggan untuk mengerjakannya. pikirnya. Suaranya yang pelan dan bahasanya yang terlalu cepat susah untuk saya mengerti. Walau begitu bersemangat. Akhirnya saya menyerah dan Skenario Dua Kelas VII SMP Al-Fajar terdiri atas 15 laki-laki dan 18 perempuan. Mereka tidak menunjukkan minat yang baik terhadap pembelajaran Matematika. Pernah suatu ketika. seakan siswa di kelas tersebut hanyalah seorang Rahmad saja.4 Sebuah Lingkungan Emosional Yang Positif Bermain Peran: Buatlah aturan main atau gambaran kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan kondisi/lingkungan emosional yang positif di dalam kelas berdasarkan skenario yang ada. teman-temannya yang papan tulis misalnya. posisi duduknya yang ada di bagian tengah. Akhirnya. Semangat untuk belajar yang berusaha tersebut ke kelas kami. Saya tidak peduli. Skenario Tiga Rahmad adalah siswa yang punya motivasi tinggi untuk belajar Matematika di kelas VII SMP AlFajar. Beberapa guru menyebutnya hyperaktif. saya kumpulkan sebanyak mungkin dari rumah hilang bersamaan dengan masuknya guru saya diminta untuk mengerjakan soal. Sehingga ketika pembelajaran Matematika berlangsung. lain tidak lagi bersemangat untuk belajar. Keempat siswa tersebut lebih bersemangat dalam belajar Matematika. Sedangkan yang lain terkesan hanya sekedar ikut saja dalam kelas. benar atau pun salah.Handout untuk Peserta 6. Hal ini semakin memperbesar rasa 114 . Bahkan ketika mereka diminta menyelesaikan soal di “keakuan” Rahmad. terkadang dia bisa menimbulkan kegaduhan yang mengganggu bagi 31 teman yang lain di kelasnya. menyelesaikan soal itu. Guru tersebut berasal dari daerah yang aksen dan tekanan bahasanya lebih cepat dibanding di daerah kami. Skenario Satu Saya tidak menyukai belajar Matematika karena gurunya. tapi dengan ogah-ogahan saya maju dan berpura-pura tidak mau lagi belajar. Hanya 3 perempuan dan satu laki-laki yang menunjukkan perhatiannya dalam pembelajaran Matematika di kelas.

baik melalui penjelasan atau kegiatan yang dirancangnya maupun melalui sources yang ia rekomendasikan (misalnya buku-buku penunjang). bentuk lingkaran kursi (gambar (f)). Ia memastikan siswa memperoleh cukup informasi dan pengetahuan. bentuk lingkaran (gambar (e)). bentuk meja konferensi (gambar (d)). guru sebaiknya menyapa para siswa dengan ramah dan menarik minat siswa. Bentuk U (gambar (a)). Guru tidak perlu tergesa-gesa dalam menjelaskan pengaturan tempat duduk (Melvin L. Silberman. Guru sebagai fasilitator berarti guru merancang situasi sehingga siswa berperan dalam mengarahkan pembelajaran. Suara yang lantang dan nyaring dengan bahasa yang jelas terdengar dapat membuat siswa memperhatikan guru. memberikan bimbingan dan support materi. dan bentuk lingkaran 115 . sehingga siswa mau mengeluarkan seluruh potensinya untuk menemukan cara meraih pengetahuan. Silberman. kepada siswa. Ketika masuk ke dalam kelas. bentuk setengah lingkaran (gambar (b)). Disamping pengaturan ruangan kelas juga perlu diperhatikan. guru memperlihatkan gesture yang baik sehingga siswa memperhatikan Guru perlu hadir dalam pelaksanaan pembelajaran. bentuk tanda pangkat (gambar (c)). 1996).Informasi Tambahan Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran adalah agen pengetahuan (bukan pemilik pengetahuan). berikut contoh Gambar di atas merupakan alternatif bentuk penataan tempat duduk siswa yang diberikan oleh Melvin L. Ketika menanyakan sesuatu permasalahan yang disampaikan.

sumber lain untuk menigkatkan penemuan matematika. Utari Sumarmo Pandangan dan pemahaman guru terhadap pengertian belajar akan mempengaruhi cara guru melaksanakan proses pembelajaran dan proses evaluasi hasil belajar siswa. (2) Pengertian logika dan kejadian matematika sebagai verifikasi daripada guru sebagai penguasa tunggal dalam memperoleh jawaban benar. selain guru matematika harus pembelajaran matematika yang lebih menekankan kepada: (1) Pengertian kelas sebagai komunitas sekumpulan individu. serta sumber(6) Mencapai dan membantu siswa untuk mencari hubungan antara pengetahuan (7) Membimbing secara individual. alat-alat teknologi. Dr. pemberian pekerjaan rumah. semula dengan pengetahuan baru. atau algoritma saja. secara kelompok dan secara klasikal. guru juga harus mempunyai pandangan terhadap matematika daripada hanya sebagai 116 . guru akan berusaha melakukan kegiatan sebagai berikut: (2) Memilih tugas-tugas matematika sedemikian sehingga memotivasi minat siswa dan meningkatkan keterampilan intelektual siswa. Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan di atas. Pada guru yang kurang menekankan belajar pada aspek “proses” tetapi lebih kepada rutin seperti penjelasan singkat materi baru. Pandangan tentang Pembelajaran Matematika Oleh: Prof. (3) Pandangan terhadap penalaran matematika daripada sekadar mengingat prosedur (4) Penyusunan konjengtur. dapat diterapkan dalam kelaskelas pembelajaran Matematika. pemeriksaan “produk”. penemuan dan pemecahan masalah daripada penemuan jawaban secara mekanik. dan menguasai matematika dengan baik.(formasi alternatif untuk diskusi kelompok) (gambar (g). (4) Menciptakan suasana kelas (lingkungan fisik dan emosional) yang mendorong dicapainya penemuan dan pengembangan idea matematika. guru akan berusaha melakukan kegiatan dengan melibatkan siswa secara aktif. pembelajaran akan lebih berpusat kepada guru melalui pengulangan kegiatan di kelas sambil berkeliling kelas atau menjawab pertanyaan siswa. (3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mendalami pemahaman mereka terhadap produk dan proses matematika serta penerapannya. Guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. Namun guru dengan pandangan belajar sebagai proses mengkonstruksi informasi dan pengalaman baru menjadi pemahaman siswa yang bermakna. (5) Menggunakan dan membantu pemahaman siswa.

Sumber: Utari Sumarmo. Impelementasi Kurikulum Matematika. PMIPA IKIP Bandung.(5) Mencari hubungan antara ide-ide matematika dan penerapannya daripada matematika sebagai sekumpulan konsep yang saling terpisah. 1999 117 .

Pembelajaran merupakan susunan dari informasi dan lingkungan untuk menfasilitasi belajar. Dalam konteks ini peran dapat terbentang dari belajar yang dikontrol oleh siswa sendiri sampai ke pendekatan sama dengan guru lain dan ahli media. mengajar. dan membimbing siswa belajar. Peraturan tersebut mengandung arti bahwa guru. guru dapat mengintegrasikan media ke dalam proses pembelajaran sehingga dapat memperbesar perolehan (hasil belajar) yang berdampak pada peningkatan prestasi siswa. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen) No. peralatan yang diperlukan untuk memberikan informasi. Khususnya dalam informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. menyatakan Media dan alat-alat menawarkan peluang yang lebih baik dalam proses belajar bahwa keseluruhan sejarah. Apakah peranan guru akan menjadi berbeda ketika mengintegrasikan media dan alatalat dalam pengajarannya? Peranan guru dan siswa jelas menjadi berubah karena media dan teknologi di dalam kelas. media dan teknologi telah mempengaruhi pendidikan. bekerja belajar (learning resources) atau sumber ilmu pengetahuan. termasuk guru matematika harus berusaha dan meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan media dan peralatan dalam kompetensi inti guru ke-5 dikemukakan bahwa guru dituntut memanfaatkan teknologi 118 . Penggunaan lingkungan dimaksudkan bukan hanya pada saat pembelajaran berlangsung. Pendekatan pembelajaran yang dikontrol oleh guru. media dan peralatan dalam pembelajaran. Henich dkk (1996) dalam bukunya Instructional Media and Technology for Learning.5 yang mengharuskan guru menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.Sesi 7 Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesatnya telah memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap seting pembelajaran. media. melainkan juga metode. Sehubungan bagaimana memilih sumber belajar. 16 Tahun 2007 khususnya pada kompetensi inti guru 4. Guru dan buku bukan lagi menjadi satu-satunya sumber yang dapat diambil guru adalah senantiasa merencanakan proses pembelajaran.

mengajarkan matematika serta memanfaatkannya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. yaitu Tujuan dan Hasil Belajar menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh dan kompetensi inti ke-5 guru mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Perlakukan peserta sebagai pembelajar dewasa. matematika. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi guru dalam Permen No. Memilih media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Apa yang dimaksud dengan sumber belajar (media dan alat) pembelajaran? Apa saja prinsif-prinsif yang harus diperhatikan dalam menggunakan penggunaan media dan peralatan (alat peraga)? pembelajar matematika? Apa saja penggunaan media dan peralatan (alat peraga) yang sesuai tujuan Pertanyaan kunci Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega.5 dan 5 tentang kompetensi penguasaan media. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti 4. Petunjuk Umum 119 . peserta akan dapat: Menjelaskan pengertian sumber belajar (median dan alat) pembelajaran. Menjelaskan prinsif-prinsif penggunaan media dan peralatan (alat peraga) dalam pembelajaran. sumber belajar dan TIK yang harus dimiliki guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.5.

Fasilitator dapat mengikuti urutan waktu yang ditetapkan secara fleksibel untuk tiap tahap kegiatan seperti yang ditunjukkan. sumber belajar yang ada di kelas dan dilingkungan sekolah. Handout untuk peserta 7. kegiatan pada sesi ini.Jangan terjebak kepada pengertian media. laptop. model-model. Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada. OHP.1 : ”Gambar/daftar sumber belajar (media dan alat) dalam matematika” Informasi Informasi tambahan 7. Ingat definisi TIK pada modul dasar DBE3 yakni modul TIK. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan media. sumber belajar dan perangkat TIK diantaranya media gambar. LCD dan kalkulator. fleksibel.2: ”Rubrik pelaksanaan pembelajaran berisi pembelajaran yang menggunakan media secara efektif. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi Kalkulator untuk peragaan ICT 120 . alat peraga terutama TIK yang berorientasi kepada penggunaan teknologi canggih semata. kriteria Sesi ini berlangsung selama 90 menit. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatanPantau seluruh kegaiatan dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan tercapai Sumber dan Bahan Kertas flipchart Spidol marker besar Lem kertas Hadiah permen atau cemilan dalam bungkus yang menarik sebanyak 1 buah. secara optimal.1: ”Penentuan Sumber Belajar dan Media Pembelajarani” tambahan 7.

(benar/salah) penggunaan tentang prinsip media dan alat pembelajaran yang ditayankan melalui power point. mengerjakan handout 7. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta media dan alat Peserta memilih SK/KD sesuai yang akan jenjang dan KD dikembangkan.1 disertai contoh chart. mereka bertiga pergi kepengadilan untuk membaginya secara adil sesuai 121 . 45 menit Reflection Peserta 5 menit merangkum Extension Membaca seluruh bacaan Di luar sesi. Peserta menjawab pertanyaan pada kertas flip pertanyaanpertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. dibagi sama rata.Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema. Karena tidak menemukan strategi (siasat) bagaimana cara membaginya. si sulung harus mendapatkan bagian setengahnya. Fasilitator harus mampu melihat kebutuhan peserta dalam hal ini. peserta diminta pembelajaran. Dan Si Bungsu mendapat bagian sepersembilannya. Pada pembagian 17 ekor dombanya inilah yang menjadi pertengkaran karena jelasnya domba tidak boleh dipotong. tujuan dan hasil serta Connection Peserta 35 menit menuliskan beberapa perbedaan Application Peserta bekerja dalam kelompok. Adapun bunyi surat peninggalan itu berbunyi demikian. Untuk peninggalan harta warisan yang lainnya. Selanjutnya peserta pembelajaran selama sesi. tambahan 7.2. menjawab informasi pada tambahan dan informasi dan 7. Khusus untuk Energizer Warisan yang adil pembagian domba ini harus dalam keadaan hidup dan tidak boleh dijual dulu. Umpan Energizer pada sesi ini merupakan pilihan dan diberikan kepada peserta jika mereka membutuhkan adanya penyegaran. Sedang Si Tengah mendapat bagian sepertiganya. Tiga orang bersaudara mendapatkan surat wasiat pembagian harta peninggalan 17 domba yang hanya berupa surat.1 berisi media dan alat pembelajaran selanjutnya memilih mana yang paling tepat untuk mengajarkan balik SK/KD.

Introduction (5 menit) 1 C (1) (2) (3) (4) (5) (6) Connection (35 menit) Tuliskan kata “ Pendukung pembelajaran/sumber belajar “ pada papan tulis. Pada waktu itu muncullah seorang yang terkenal pandai di desanya. jurnal. dia dapat membaginya secara adil dan sama sesuai dengan surat wasiatnya.  Penguasaan dan penggunaan media. TIK. Setelah membaca isi surat wasiat itu. mulai dari guru. hasil belajar dan pertanyaan kunci. Daftar sumber pembelajaran sebanyak peserta yang menyebutkannya di dalam 5 Beri peserta 5 menit untuk menggolongkan daftar sumber (media dan alat) 122 . Guru perlu memilih sumber yang dapat mendukung strategi belajar mengajar. Jelaskan bahwa indikator keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. Buatlah tabel seperti di bawah ini pada kertas flipchart.dengan surat wasiatnya. lingkungan. Nah bagaimanakah strategi pembagian yang adil ini dilaksanakan seandainya saudara diminta tolong? Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (3) (4) Sampaikan tujuan. Catatan untuk Fasilitator Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. Minta peserta untuk menjelaskan perbedaan antara dalam kolom dengan memberi beberapa contoh. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. sumber belajar dan TIK untuk mendukung tujuan pembelajaran matematika yang dituntut dalam Permen No. pembelajaran ke dala dua kolom Media Pembelajaran Alat Pembelajaran judul (media dan alat) di Minta peserta untuk menyebut beberapa sumber (media dan alat) pembelajaran. Tuliskan pada kertas flipchart. dll.  Berbagai sumber belajar yang dapat mendukung pembelajaran matematika di kelas. buku. menit. Ternyata dipengadilanpun tidak dapat diatasi.5 dan ke-5. media.

Para guru sebaiknya menyediakan beberapa alternatif peralatan untuk mengantisipasi hal yang terduga (misalnya listrik mati). sehingga baik siswa Slide 2: 123 . Bacakan pertanyaan berikut tentang prinsif penggunaan sumber pembelajaran kepada peserta dan minta mereka untuk mengatakan apakah benar atau salah sesuai meningkatnya nomor kartu. Slide 4: Media dan peralatan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan membantu siswa untuk mengembangkan tujuan pembelajaran lebih baik. Slide 5: Media dan peralatan pembelajaran tidak perlu tepat untuk jenjang perkembangan mental siswa (misalanya siswa kelas VII dapat diberi dasar-dasar teori limit) Slide 6: Sumber pembelajaran tidak perlu mengacu kepada rencana pelakasanaan pembelajaran Slide 7: Dengan menggunakan alat peraga maka proses belajar termotivasi. minta mereka menulis BENAR pada sebuah kartu dan SALAH yang lainnya. sumber untuk mendukung pembelajaran. yang selama ini tidak diintegrasikan (7) Jelaskan kepada peserta bahwa hal yang terpenting tentang sumber (media dan alat) pembelajaran adalah bukan menyebutkan atau menggolongkannya tapi bagaimana guru menggunakan sumber tersebut di dalam kelas. 2  Yakinkan bahwa TIK adalah tercakup di dalam sesi ini dan digunakan sebagai dari strategi pembelajaran.Catatan untuk Fasilitator  Guru perlu memikirkan bagaimana memilih sumber pemebalajaran (bukan hanya buku teks) untuk mendukung stratetgi pembelajaran. Slide 3: Peralatan pembelajaran sebaiknya digunakan oleh para guru untuk membantu mengajar dan tidak oleh siswa. Pernyatan diperlihatkan dengan power point Slide 1: Alat dan media pembelajaran sebaiknya asli dan imanajinatif serta menciptakan pesan menarik yang menghubungkan siswa dengan proses belajarnya. (8) (9) Beri peserta dua buah kartu.

Printahkan mereka untuk memilih beberapa jenjang dan semester yang akan ajarkan. sediakan waktu presentase 5 menit untuk menjelaskan:  Apakah tujuan dari pelajaran atau kegiatan ini?  Yang mana sumber pembelajaran yang mereka pilih?  Mengapa mereka memilih sumber pembelajaran itu? pembelajaran?  Bagaimana mereka akan menggunakan sumber ini di dalam pelajaran?  Apakah yang mereka pikirkan ketika menggunakan sumber ini? (5) Umpan balik dari facilitator dan beberapa peserta. konsep-konsep abstrak dapat disajikan dalam bentuk kongkrit yaitu dalam bentuk model-model matematika yang dipakai objek penelitian. Minta peserta. Beri setiap kelompok KD/Indikator sesuai jenjang kelas dan semester. A (1) (2) (3) (4) Application (45 menit) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompk. (11) Siapkan dan berikan peserta handout yang meringkas pentuntun untuk menggunakan pendukung pembelajaran atau sumber yang didasarkan pada (12) Lihat kembali daftar sumber pembelajaran.maupun guru. Ia akan senang. teransang.  Bagaimana sumber pembelajaran ini mendukung siswa untuk mencapai tujuan 124 . dan terutama siswa minatnya akan timbul. dan karena itu bersikap positif tertahadap pengajaran matematika. pernyataan dari quiz benar-salah. (media dan alat) yang berbeda. Beri peserta handout 7. tertarik.1 yang berisi gambar (daftar) dari sumber pembelajaran Tugas meraka adalah memilih pendukung/sumber pembelajaran yang paling tepat dari handout untuk mendukung pengajaran. sumber yang mana yang paling sesuai dengan pelajaran matematika. (10) Fasilitator harus meyakinkan bahwa peserta mengoreksi pernyataan yang salah. Slide 8: Alat peraga pembelajaran matematika membuat bentuk kongkrit menjadi konsep yang lebih abstrak Slide 9: Alat peraga yang digunakan hanya sekadar sajian yang tidak memiliki nilai-nilai yang tidak menunjang konsep-konsep dalam matematika Slide 10: Dengan alat peraga.

Pembentukan konsep b. Pemahaman konsep c. Latihan dan penguatan 3 d. Pelayan terhadap perbedaan individual. R Reflection (5 menit) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi.2. 125 . Extension Sumber Pesan Kunci belajar mengembangkan kompetensi yang telah ditargetkan atau akan dicapai.1 dan informasi tambahan 7. termasuk pelayananan terhadap anak lemah dan anak berbakat. Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulan seacar umum.Catatan untuk Fasilitator  Penggunaan sumber pembelajaran (media dan alat) dapat diakitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari: a. sebaiknya dipilih secara hati-hati untuk mendukung siswa tersebut sebaiknya imajinatif dan menciptakan sebuah pesan yang menarik untuk siswa. alat peraga sebagai obyek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti. oleh sebab itu peserta diminta melakukan: (2) (3) Menelusuri sumber bacaan dari internet sebagaimana disebutkan dalam bacaan tambahan Membaca informasi tambahan 7. e. g. E Kegiatan berikut ini diperuntukkan bagai peserta di luar sesi pelatihan. menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Pemecahan masalah matematika. Sumber-sumber Sumber-sumber sebaiknya digunakan oleh siswa untuk mendukung pembelajaran. Pengukuran: alat peraga dipakai sebagai alat ukur f.

Sebuah Buku Sumber Alat Peraga.org/v10/onno-ind-2/application/education/belajar-internetmelalui-istilah-internet-04-2001.or.net.html) 126 . Jakarta.ialf.doc  http://www.pdf  http://ikc.math.or. Erlangga.or.ca)  (http://forum.oke.oke.id/tutorial/Yamta~Email%20OKE.doc  http://www.oke.ac.doc  http://www.cbn.or.id/tutorial/2Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20Kata.swarthmore. Bacaan Tambahan Aktivitas dan Stategi.edu)  (http://turnbull.oke.id/umum/yuhefizar-office.mcs.doc  http://www.oke.doc  http://www.nctm.id/tutorial/4Mengunakan%20Tabulasi.php  http://www.id/tutorial/6Membuat%20MailMaerge.rtf Penggunaan komputer untuk pembelajaran matematika  (http://www.or.id/tutorial/7Mencetak%20Dokumen.tk/  http://bebas.php Menggunakan komputer untuk berkomunikasi dengan orang lain  http://www.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.oke.ac.oke.kmpk.id/umum/deddy-word.vlsm.doc  http://www.id/data/tutorial/Membuat%20Slide%20Presentasi.pdf  http://belajarblog.or.st-and.cbn.doc  http://www.Max Sobel & Evan M.or.ugm.id/tutorial/3Melakukan%20editing%20sederhana.net. 2003 Dari internet: Membuat dan mengedit laporan dan presentasi  http://ikc. Maletsky.uk/~history/Indexes/HistoryTopics.or.id/tutorial/5Membuat%20tabel%20dan%20kolom. Mengajar Matematika.org)  (http://imo.oke.id/tutorial/1Mengoperasikan%20Software%20Pengolah%20  http://www.

Pilih pendukung pembelajaran (sumber. dan alat) yang paling tepat untuk mengajarkan kompetensi pada point (1). Media Alat Peraga 127 .1 SUMBER BELAJAR (MEDIA DAN ALAT) DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA Petunjuk: 1.Handout Untuk Peserta 7. media. Cermati kompetensi dalam SK/KD sesuai jenjang dan semester SMP 2.

128 .

129 .

nara sumber. hasil penelitian. dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. buku kurikulum. tabloid. dsb) • Alat Praktek. dokumen negara. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP ANALISIS SUMBER ANALISIS SUMBER BAHAN/ALAT BAHAN/ALAT • Buku teks. koran. alam. serta lingkungan fisik.Informasi Tambahan 7. sosial.1 MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. dan indikator pencapaian kompetensi. jurnal. kegiatan pembelajaran. penerbitan berkala (majalah. alat peraga • Bahan praktek 130 . Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik.

PERASAAN. REKAMAN.MEDIA PEMBELAJARAN MEDIA ADALAH SEGALA SESUATU YANG DAPAT MENYALURKAN PESAN. flash 2. MEDIUM PERANTARA INFORMASI Penyampai informasi 4. powerpoint. DAPAT DILIHAT DAN ATAU DIDENGAR Model. DAPAT MERANGSANG PIKIRAN. ALAT BELAJAR (MODUL. SEHINGGA MENDORONG TERJADINYA BELAJAR PADA SISWA MEDIA ARE ANYTHING THAT CARRIES INFORMATION BETWEEN A SOURCE AND RECEIVER (HEINICH 86) MEDIA DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN PAI 1. Bahan ajar) 131 . KEMAUAN. ALAT BANTU PEMBELAJARAN Alat bantu bukan pengganti guru 3. rekaman video.

MENARIK PERHATIAN SISWA. SEHINGGA MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR 2. MENGAJAR LEBIH BERVARIASI KARENA TIDAK HANYA VERBAL DAN MEMBOSANKAN LANJUTAN 6.FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN 1. MENGEMBANGKAN MINAT DAN MOTIVASI 8. KEBUTUHAN. DAN BIAYA  KEADAAN SARANA PENDUKUNG  KEMAMPUAN PENGELOLAAN  KETEPATGUNAAN/EFISIENSI  MUTU TEKNIS 132 . DAERAH. SISWA. SISWA LEBIH BANYAK BELAJAR. MEMPERMUDAH PEMBELAJARAN DAN BELAJAR KRITERIA PEMILIHAN MEDIA  SESUAI KOMPETENSI. MENGATASI KETERBATASAN 4. BAHAN AJAR LEBIH BERMAKNA DAN DAPAT DIPAHAMI SISWA 5. MENUNTUN BERPIKIR KONGKRIT 9. MEMBERIKAN PENGALAMAN YANG TAK MUDAH DIDAPAT 10. TIDAK HANYA MENDENGARKAN 7. MEMBERIKAN PENGALAMAN NYATA 3.

FILM.  MEDIA LINGKUNGAN BENDA. BINATANG. BENDA. OHP. MAKET. TUMBUHAN. REPRO SIMULASI SARANA PENGAJARAN VERBAL: KATA. DAN ALAM JENIS MEDIA PEMBELAJARAN        BENDA SEBENARNYA: OBJEK. LCD * MEDIA AUDIO VISUAL VCD. MAKET. BULETIN * MEDIA AUDIO RADIO. FOTO. CD. SKETSA. FILM. DVD. KALIMAT SARANA PENGAJARAN GRAFIS GAMBAR DIAM DAN BERGERAK REKAMAN GAMBAR SUARA/GBR DAN SUARA PROGRAM 133 . PAPAN PLANEL. TAPE RECORDER. SKETSA DLL  MEDIA TIGA DIMENSI MODEL. DIAGRAM. MP3 * MEDIA PROYEKSI SLIDE. DIAGRAM. MINIATUR.MACAM MEDIA PEMBELAJARAN * MEDIA GRAFIS FOTO. DVD. VCD. ALAM BENDA TIRUAN: MODEL. LAB BHS. DAN KOMPUTER MACAM MEDIA PEMBELAJARAN (Lanjutan)  MEDIA DUA DIMENSI GAMBAR. REPRO DLL  MEDIA PROYEKSI SLIDE. OHP. GAMBAR. TV. GRAFIK.

ARTINYA DPT DIBACA SISWA SELURUH KELAS  PESAN JELAS TIDAK TIMBUL MAKNA GANDA  GAMBAR BERWARNA LEBIH BAIK DARIPADA HITAM PUTIH  BENTUK ATAU GAMBAR HARUS REALISTIK. BENTUK. KESEIMBANGAN HARUS BAGUS  DAPAT MEMOTIVASI BELAJAR SISWA 134 . TULISAN. WARNA. GAMBAR.MEDIA PEMBELAJARAN YANG BAIK  UKURAN HARUS BESAR. MUDAH DIPAHAMI. ARTINYA MEMBERIKAN PEMAHAMAN NYATA LANJUTAN  GAMBAR ATAU FOTO YG BAIK SEBAGAI MEDIA YANG MENGANDUNG GERAK DAN BERWARNA  TAMPILAN SEDERHANA TIDAK KOMPLEKS. TIDAK MENIMBULKAN MAKNA GANDA. KOMPOSISI.

Hanya beri nilai 5 jika.. ide mereka) Semua kriteria untuk PLUS nilai 4 telah terpenuhi tidak menggunakannya Guru telah menyiapkan beberapa media alternatif sebagai Buku pelajaran satunya media digunakan merupakan satupembelajaran yang menemukan handout. pemutar video berfungsi dengan baik dan guru videonya dan juga berguna untuk memperbaiki pemahaman. Beri nilai 4 jika….2 Rubrik Penilaian: Instrumen Sertifikasi Guru: Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Gunakan rubrik berikut untuk membantu anda menentukan nilai yang akan diberikan ketika anda mengobservasi pelajaran # C 13 Indikator/ Aspek yang diamati Beri nilai 1 jika …… Beri nilai 2 jika …. guru tidak bisa mengoperasikan OHP/proyektor) maupun efektif (misal: tidak membantu meningkatkan pemahaman. Beri nilai 3 jika……. ide mereka) cadangan bila terjadi hal yang tak terduga telah memeriksa kaset media yang digunakan peserta ajar dalam ketrampilan atau ide- membantu para siswa Media pembelajaran telah dipersiapkan dan digunakan secara efektif oleh guru.Informasi Tambahan 7. ketrampilan atau ide- ketrampilan atau ide- namun tidak secara 135 . pemutar video tidak berfungsi. namun tidak secara telah terorganisir tidak membantu memperbaiki pemahaman. ide mereka) ATAU efektif (misal: media secara baik namun peserta ajar untuk Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien dan efektif oleh guru (misal: semua handout telah dipersiapkan. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media Pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran digunakan namun guru secara efisien (misal: guru tidak dapat Media pembelajaran digunakan secara telah dipersiapkan dan efisien oleh guru.

ide mereka) 15 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Tidak ada media digunakan ATAU pembelajaran yang Media pembelajaran telah dipersiapkan namun yang membantu peserta ajar ketrampilan atau ideBeberapa media Media pembelajaran digunakan oleh Semua kriteria untuk PLUS pembelajaran telah Siswa menggunakan sebagian dari media pembelajaran namun kurang memancing pelajaran) menggunakan adalah mereka dalam dipersiapkan namun yang menggunakan hanyalah sebagian telah dipersiapkan dan seluruh siswa untuk membantu mereka belajar (misal: para nilai 4 telah terpenuhi Guru telah menyiapkan beragam media yang kreatif dan menarik siswa dalam guru untuk membantu mengajar dan tidak (misal: guru kecil saja dari siswa terlalu tradisional dan inspirasi (misal: buku melibatkan para siswa menggunakan boneka manusia untuk bagian tubuh) (misal: beberapa siswa maju ke depan kelas dan menggunakan boneka model kerangka untuk bagian tubuh) siswa bekerja dalam dan masing-masing kelompok kelompok-kelompok untuk melibatkan para pembelajaran mereka model kerangka tulang mengenali bagian- mengenali bagian- menggunakan boneka mengenali bagianbagian dari tubuh) model kerangka untuk 136 .efisien (misal: tidak terorganisir secara baik namun mampu untuk memperbaiki pemahaman.

sikap. Lingkungan belajar perlu disediakan agar lebih memberi suasana terutama di kelas yang fleksibel untuk mendukung siswa belajar dengan baik. Untuk mengakomodasi karakteristik siswa yang beragam. 137 . Ketepatan strategi belajar mencapai kompetensi dari mata pelajaran matematika tetapi juga strategi mengajarkan siswa bagaimana seharusnya belajar. menantang dan memotivasi siswa untuk mengajar harus di susun sedemikian rupa sehingga dapat memberi suasana yang berpartisipasi secara aktif. relevansi dengan kehidupan nyata. inspiratif. dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang pesat menempatkan peran guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. Terdapat bentangan sumber belajar mulai dari yang paling sederhana misalnya buku teks sampai pada yang canggih misalnya komputer/internet dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik. Untuk mendukung strategi belajar mengajar yang efektif dibutuhan pencipataan lingkungan belajar baik fisik dan emosional. strategi belajar interaktif. keterampilan. dan lingkungan belajar baik fisik dan emosional akan berjalan dengan baik jika ditunjang oleh adanya sumber belajar yang memadai. mengajar yang dimaksudkan di sini tidak hanya mencakup strategi guru dalam Pendahuluan Siswa adalah subyek pembelajaran. tujuan pembelajaran.Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seluruh Aspek Pembelajaran? Sesi 8 Kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi menyatakan bahwa kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual dengan kehidupan nyata. Lingkungan belajar yang kondusif mempunyai dampak yang kuat terhadap pembelajaran karena dapat mempromosikan atau mengahalangi proses pembelajaran. menyenangkan. Strategi belajar mengajar yang mempertibangkan karakteristik siswa. Pencapaian kompetensi melalui pengalaman belajar yang sesuai ditentukan oleh strategi belajar mengajar yang tepat. karena itu karakteristik dan gaya belajar mereka harus dipikirkan atau dipertimbangkan ketika merencanakan strategi belajar mengajar di kelas.

standar kompetensi diuraikan menjadi sejumlah kompetensi dasar. Kompetensi inti 3. Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan garis-garis melaksanakan program pembelajaran. yaitu: 11. maupun lapangan. “Berkomunikasi secara efektif.3 yaitu guru mampu pembelalajaran (silabus. suatu strategi belajar mengajar yang efektif yang mengintegrasikan seluruh aspek pendidik dan tenaga kependidikan. khususnya kompetensi inti 4.3 “Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai 14. termasuk kreativitasnya. Kompetensi inti 2. Untuk memudahkan guru dalam mengembangkan kurikulum.” 138 . Kompetensi inti 4.1 16. RPP merupakan acuan untuk merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. Kompetensi inti 2. metode. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”. Hal ini sesuai Permen No 16 Tahun 2007 tentang standar kompetensi dapat diharapkan akan mencapai prestasi hasil belajar yang optimal. Tingkat pencapaian kompetensi dasar sangat ditentukan oleh minat peserta didik terhadap mata pelajaran. Kata kerja yang digunakan terkait dengan tingkat berpikir yang diperlukan untuk mempelajari suatu mata pelajaran. Kompetensi “Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran pembelajaran untuk untuk Tujuan dan Hasil Belajar relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal”. Oleh karena itu. dan menggunakan kata kerja operasional yang mudah diukur. tujuan pembelajaran yang diampu”. dan santun dengan peserta didik”. 13. inti 6. Kompetensi inti 5 ”Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Kompetensi 17. strategi. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mendorong para peserta untuk lebih mengembangkan kompetensi pedagogik inti yang dibahas pada sesi-sesi sebelumnya (sesi 1.1 “Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu”.” 15.2 “Menyediakan berbagai kegiatan 18. empatik.2 “Menerapkan berbagai pendekatan. Kompetensi inti 7.5 “Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. RPP. mengaktualisasikan potensi peserta didik.” inti 6.).Cakupan materi pada standar kompetensi sifatnya masih luas. Kompetensi dasar memiliki cakupan materi yang relatif lebih sempit. baik untuk kegiatan di dalam kelas. laboratorium.7). 12. Mereka yang berminat tugas guru adalah membangkitkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran melalui pembelajaran .

RPP yang dimaksud dalam sesi ini adalah RPP mata pelajaran matematika. Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Jelaskan secara seksama tujuan dan hasil belajar. Karena pentingnya sesi ini maka fasilitator hendaknya menfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. maupun lapangan ” sebagai persiapan melakukan mikro teaching. laboratorium. Perlakukan peserta sebagai pebelajar dewasa.3 yaitu “menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. tercapai secara optimal. Ingat bahwa informasi umum perihal RPP telah diperoleh peserta pada pelatihan modul dasar 2 BTL. Pertanyaan Kunci Strategi belajar mengajar apa yang akan digunakan dalam pelajaran? Mengapa atau apakah strategi yang digunakan sudah tepat untuk siswa? Bagaimana strategi yang digunakan mendukung pengembangan kompetensi? Bagaimana menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Mengapa menggunakan tata ruang kelas? Bagaimana tata ruang ini mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Selalu mengingat bahwa peserta pelatihan adalah mitra kerja atau kolega. dan LCD sebelum memasuki sesi ini. baik untuk kegiatan di dalam kelas.3. Beri kesempatan kepada setiap peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di sesi ini. OHP.Fokus dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan kompetensi inti 4. Baca dengan seksama catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop. Petunjuk Umum Pantau dan arahkan seluruh aktivitas dalam sesi ini agar tujuan dan hasil belajar dan 139 . Manfaatkan peralatan yang tersedia semaksimal mungkin. Beri perhatian dan kesempatan jika ada peserta yang kurang terlibat dalam kegiatan. fleksibel. Jadi jangan terjebak dengan pengertian umum. peserta akan dapat: Menyusun garis besar pelajaran yang mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran.

1: ”Standat Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika jenjang SMP” Informasi tambahan 8.1 dan informasi 8.1: ”Konstelasi hubungan strategi pembelajaran antar sesi” Handout dikembangkan peserta” untuk peserta 8. sesi 1-7 ke dalam pembelajaran yang 140 . tujuan dan hasil serta Connection Peserta 20 menit mereview materi yang telah sesi 1-7.1.Kertas flipchart Sumber dan Bahan Spidol marker besar Penggaris panjang. outline 5 menit Peserta Reflection merangkum Extension bacaan Di luar sesi. kemampuan dari sebuat strategi utuh menuliskannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Dokumen standar isi matematika Handout untuk peserta 8. Beberapa kemungkinan pengggunaan TIK adalah: OHP untuk presentasi LCD dan laptop untuk presentasi ICT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 5 menit memaparkan tema. mempelajari tambahan . Waktu Penggunaan TIK untuk mendukung sesi ini adalah pilihan dan bergantung pada peralatan yang ada.2: ”Rancangan outline pembelajaran yang akan Informasi tambahan 8. hububungan berisi konstelasi antara strategi pembelajaran. menjawab pembelajaran. informasi tambahan 8. handout 8.2: ”Rubrik penilaian rencana pembelajaran” Sesi ini berlangsung selama 90 menit.2.2. pertanyaanpertanyaan kunci kepada peserta menyusun pembelajaran yang menghimpun seluruh mengerjakan pertanyaanpertanyaan kunci dan handout 8. Peserta diperoleh dari Application Peserta bekerja Berdasarkan 60 menit dalam kelompok. pembelajaran selama sesi.

dan 13 liter.Energizer berikut merupakan energizer yang berhubungan dengan sesi ini. Tanyakan point-point penting dari setiap sesi yang telah dipelajari. Pada hari berikutnya dia membawa kaleng masing-masing. Di kantornya hanya mempunyai kaleng yang berukuran 3 liter. Makna dari energizer ini adalah bahwa apa yang dimiliki perlu ditata penempatannya agar maksimal termanfaat secara baik. yang dibawanya dalam jeriken besar. keberhasilan jika peserta telah mampu menjawab pertanyaan kunci. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4. Introduction (5 menit) 1 C (1) Minta peserta melihat kembali hal-hal yang telah dipelajari pada sesi 1-7. Penataan ini membutuhkan strategi yang tepat agar sumber daya yang ada Tiga orang pegawai mendapat pembagian bensin sebanyak 24 liter. (2) Minta peserta menuliskan karakteristik utama atau kata-kata kunci dari setiap sesi 1-7. Nah teman-teman coba tolonglah bagaimana cara Energizer Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Sampaikan tujuan. Akan tetapi alangkahnya kecewanya mereka ketika hendak membaginya 8 liter masingmembaginya sama rata sehingga masing-masing mendapat 8 liter. Jelaskan bahwa indikator (2) Sampaikan beberapa poin utama yang terdapat dalam pendahuluan sesi ini. 11 liter. Energeizer ini berjudul “Menakar bensin sama isinya” hasilnya. Connection (20 menit) 141 . Catatan untuk Fasilitator  Sesi ini sebaiknya memuat durasi lebih panjang dimana peserta dapat bekerja  Fokus dari sesi ini adalah menyusun strategi pembelajaran dengan menggunakan  Fasilitator menyampaikan penting memiliki dan menguasai kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran melalui Permen No.3 hasil belajar yang telah diperoleh pada sesi 1 -7. dalam kelompok untuk mempersiapkan sebuah mikro teaching. masing menjumpai kesukaran. hasil belajar dan pertanyaan kunci.

kelompok kelas VII semester 2 dan Application (60 menit) pertanyaan. sesi mana yang menjadi prasyarat dari sesi lain. sesi mana yang saling (5) Bagikan kepada setiap kelompok handout 8. Catatan Untuk Fasilitator Inti dari sesi ini adalah menggabungkan seluruh pemahaman peserta dari sesi 17. Melihat sesi mana yang merupakan dasar dari sesi lain.2. berisi rancangan outline pembelajaran. untuk mendiskusikan dan menyelesaikannya. (7) Umpan balik dari fasilitator. 142 .1. A (1) Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok (2) Bagi peserta dalam kelompok sesuai dengan jenjang kelas. Dapat dilakukan dengan diagram. Kelompok tersebut seterusnya. (4) Review hasil-hasil yang telah diperoleh dari sesi 1-7. dan sesi mana yang dapat dilakukan secara bersamaan. Dengan demikian sesi ini adalah ringkasan dari seluruh kemampuan sebelumnya yang merupakan inti dari modul ini.pertanyaan berikut: Strategi belajar mengajar apa yang akan anda gunakan dalam pelajaran ini? Bagaimana strategi tersebut mendukung pengembangan kompetensi? Mengapa? apakah strategi yang digunakan tersebut sudah tepat untuk siswa? Bagaimana menghubungkan pembelajaran itu dengan kehidupan nyata? Penataan ruang kelas seperti apa yang akan digunakan di dalam pelajaran ini? Gambarkan dalam sebuah diagram. mendukung pembelajaran? Sumber-sumber belajar apa yang digunakan di dalam pelajaran ini? Bagaimana sumber-sumber tersebut mendukung strategi pembelajaran? Mengapa menggunakan tata ruang kelas tersebut? Bagaimana tata ruang ini (5) Peserta mengerjakan handout 8. harus mencirikan atau dengan kata lain menjawab misalnya kelompok kelas VII semester 1. Beri kesempatan selama 15 menit 2 mendukung.1. (6) Minta kepada setiap kelompok menyimpulkan hasil kerja mereka dari handout 8. (4) Outline         pembelajaran. (3) Susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7. Tanyakan kepada peserta inti atau tujuan dari keseluruhan sesi.(3) Minta peserta menghubung-hubungkan antara satu sesi dengan sesi lain.

menyenangkan. (8) Beri waktu 10 menit. menyampaikan 2. inspiratif. berisi: Penyiapan pengetahuan sebelumnya. dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. dan cakupan materi peserta didik secara fisik dan psikis. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. kegiatan tindak lanjut (remedi. 1. yang menfasilitasi seluruh kemampuan yang telah diperoleh dari yaitu: kegiatan pendahuluan. Kegiatan Pendahuluan. Kegiatan Inti. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikut. 3.2. (1) Peserta merangkum pembelajaran selama sesi. Agar penilaian efektif dapat menggunakan rubrik rencana pembelajaran pada informasi tambahan 8. Outline tersebut memuat sekurang-kurangnya tiga bagian. Elaborasi. kesempatan kelompok Catatan Untuk Fasilitator Kegiatan dalam aplikasi ini diarahkan untuk membuat outline (garis-garis besar) pembelajaran. tugas individu/kelompok). yang meliputi: Eksplorasi. kegiatan inti. Kegiatan Penutup.(6) Minta wakil masing-masing yang meraka kelompok telah menyajikan Beri selama 2 menit outline lain pembelajaran menanggapi. penilaian/refleksi. (9) Beri hadiah kepada kelompok yang paling cepat dan paling dalam menyusun outline R Reflection (5 menit ) kunci. menjawab pertanyaan-pertanyaan 143 . 3 (7) Beri waktu selama 5 menit kelompok untuk menilai outline pembelajaran yang meraka telah dibuat. pembelajaran. kepada peserta untuk melakukan kegiatan meringkas sehingga pada akhir sesi ini peserta memiliki ringkasan yang menyoroti hal-hal yang benarbenar merupakan titik kunci tentang mengajar dan belajar dari sesi ini. berisi: Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang dilakukan secara interaktif. kreativitas. minat. mengaitkan dengan sesi 1 sampai sesi 7. pengayaan. Kegiatan initi menggunakan strategi/metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran matematika. dan Konfirmasi. menyampai kompetensi yang dicapai. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. menantang. dan kegiatan penutup. kemandirian. berisi: Membuat rangkuman/simpulan. memberikan umpan balik. dibuat.

tujuan atau kompetensi.com/kompas-cetak/0604/12/jogja/22994. penataan kelas yang baik.uny.com/lesson http://www.htm .ac.id/akademik/sharefile/files/13112007191947_1809200718061 1_kubutekx_jadi.9k http://www. termasuk informasi tambahan sesi 1-7.htm .htmlm http://www.10k http://www. dan penggunaan sumber yang mendukung pembelajaran tetapi bagaimana meramu itu semua ke dalam sebuah aksi untuk mendukung siswa belajar.kompas.96k http://www. E Minta peserta mempelajari kembali informasi tambahan 8.adprima.uny.com .rtf http://www.blogger.com/teachers/lesson_plans/ http://www.edu/~hcedu013/plans.(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh dari sesi 8 pada jurnalnya masing-masing.1 tentang rubrik peniliaian rencana menggunakan seluruh informasi tersebut dalam memilih satu strategi belajar mangajar untuk melaksanakan microteaching pada sesi 9.sertifikasiguru. pembelajaran.com/LessonPlan/index.com/feeds/1345826977056316310/posts/default/362666313 0405328593 . 144 .org/uploads/File/instrument/inst_portofolio.rt http://www.suaramerdeka. Bacaan Tambahan http://www.44k http://www.pdf http://www.csun.html .com/harian/0410/25/opi04.ac. Minta mereka Extension berbasis SK/KD dalam menyusun outline pembelajaran yang baik sebagai persiapan Guru diharapkan tidak hanya mengetahui strategi belajar mengajar yang tepat untuk Pesan Kunci siswa.tapperware.id/akademik/sharefile/files/2609200782828_kobuteks.teach-nology.lessonplanz.

Adapun klasifikasi strategi pembelajaran tersebut seperti disajikan pada tabel berikut.1 Pilih satu Komptensi Dasar (KD) menurut kelas dan semester yang akan diajarkan.Handout untuk Peserta 8. Klasifikasi A= B= Judul sesi Sesi 1: Apakah Strategi Belajar Mengajar Matematika itu? Sesi 2: Apakah yang sebaiknya Guru pikirkan ketika memilih strategi belajar mengajar untuk siswa? C= Sesi 3: Apakah yang sebaiknya guru pikirkan ketika mereka? menentukan strategi pembelajaran untuk mata pelajaran D= Sesi 4: Bagaimana guru meransang partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar mengajar? Sesi 5: Bagaimana Guru dapat Menghubungkan Proses BelajarMengajar Matematika dengan Kehidupan Nyata? Sesi 6: Bagaimana Guru dapat Menciptakan Suasana BelajarMengajar yang Efektif? E= F= G= Sesi 7: Bagaimana Anda Memilih Sumber-Sumber untuk Mendukung Proses Belajar Mengajar? H= Sesi 8: Dapatkah Anda Membuat Strategi Pembelajaran yang Mengintegrasikan seluruh aspek pembelajaran? 145 . Buatlah peta konsep/diagram/skema yang menggambarkan penggunaan seluruh strategi yang anda telah pelajari pada sesi 1-7.

dengan mengikuti pola berikut.2 Deskripsi Keterangan Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Penutup 146 .Berdasarkan jawaban yang Anda tulis pada bagian aplikasi. susunlah sebuah outline pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang telah dibahas pada sesi 1 – 7!. Tahapan Komponen Strategi Kegiatan Handout untuk Peserta 8.

3 Menyelesaikan persamaan linear satu 2.4 Komptensi Dasar Melakukan operasi hitung bilangan bulat Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah unsurnya dan pecahan 1.Informasi Tambahan 8. Memahami sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan 5.5 5. sudut dengan sudut.4 Menyajikan himpunan dengan diagram 4.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel variabel Kelas VII. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Aljabar 2. dan komplemen pada himpunan.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs Kelas VII. Memahami hubungan garis dengan garis. garis dengan sudut. himpunan Venn kurang (difference).6 Menentukan hubungan antara dua garis. Semester 1 Standar Kompetensi Bilangan 1. Semester 2 Standar Kompetensi Aljabar 4. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel 2.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur2. serta penyajiannya 4. gabungan.3 1. Memahami bentuk aljabar.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah Geometri 5.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2.1 Memahami pengertian dan notasi 4.7 5. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah Komptensi Dasar 4.8 Melukis sudut Membagi sudut garis lain serta besar dan jenis sudut 147 . serta menentukan ukurannya 5.2 Memahami konsep himpunan bagian 4.3 Melakukan operasi irisan.

5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius garis lurus 1. Semester 1 Standar Kompetensi Aljabar 1.3 Menentukan rata-rata. median. balok. balok. Semester 1 Standar Kompetensi Statistika dan Peluang 3.4 Menentukan nilai fungsi 1. Melakukan pengolahan dan penyajian data Komptensi Dasar 3.6 Menentukan gradien. Menentukan unsur. persamaan dan grafik Geometri dan Pengukuran 3. relasi. dan modus 3. persekutuan dua lingkaran 5.2 Memecahkan masalah pada bangun datar siku yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras Kelas VIII. bagian lingkaran serta lingkaran Komptensi Dasar 4.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran 4. dan lingkaran data tunggal serta penafsirannya 148 . prisma dan limas 5. prisma.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus.3 Menggunakan hubungan sudut pusat.2 Membuat jaring-jaring kubus.3 Memahami relasi dan fungsi 1. fungsi. serta menentukan ukurannya 5. Memahami sifat-sifat kubus. luas juring dalam pemecahan masalah 4. dan persamaan garis lurus Komptensi Dasar 1.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga 5.Kelas VIII. balok. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah 3.1 Melakukan operasi aljabar faktor-faktornya 1. balok.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam 1. panjang busur.4 Menghitung panjang garis singgung 4. limas.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian 4.4 Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang. dan bagian-bagiannya. garis. Memahami bentuk aljabar. Semester 2 Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran ukurannya 4.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku3. prisma dan limas prisma dan limas serta bagian-bagiannya Kelas IX.

3 Memecahkan masalah sederhana yang bentuk akar 6.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret 6. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah berpangkat dan bentuk akar bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar berkaitan dengan bilangan berpangkat dan 6.4. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana Komptensi Dasar 5.4 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana Kelas IX.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan 5.3 Menentukan ruang sampel suatu percobaan 4.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan 5. Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan 5.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret aritmatika dan deret geometri dan barisan geometri sederhana 149 .1 Menentukan pola barisan bilangan 6.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika 6. Memahami peluang kejadian sederhana 4.

Informasi Tambahan 8.1 Komponen Kejelasan Hasil Pembelajaran Kejelasan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan Tujuan Pembelajaran jelas Dinyatakan tetapi tidak (misalnya: dapat ditafsirkan berbeda-beda) Tujuan pembelajaran tidak dapat diukur dinyatakan dan jelas tetapi (misalnya: beberapa tujuan menyatakan bahwa siswa dipelajari tetapi mereka tidak dapat melakukan sebagai hasil dari pelajaran) dapat melakukan apa yng Tujuan pembelajaran diukur. dinyatakan jelas dan dapat (misalnya: dinyatakan apa hasil dari pembelajaran Beri nilai 4 jika… yang siswa pelajari sebagai 150 . Beri nilai 1 jika… Beri nilai 2 jika… Beri nilai 3 jika… No 1 1.2 Rubrik Penilaian : Instrumen Penilaian Kinerja: Rencana Pembelajaran Gunakan rubrik ini untuk membantu memberi angka untuk menilai rencana pembelajaran.

dan keterampilan sikap dan keterampilan) menengah setiap siswa (misalnya.4 Keseuaian Tujuan Pembelajaran dengan Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran tidak dinyatakan atau tidak atau KD berhubungan dengan SK Beberapa tujuan pembelajaran berhubungan dengan SK. sa. mensintemensa atau mengevaluasi materi pelajaran) mengcopy informasi dari satu temapat ke tempat lainnya) I. KD tetapi lainnya tidak berhubungan.I. dikelompokkan dan diranking menafsirkan fakta dari apa yang mereka telah pelajari. tidak jelas atau Materi pelajaran jelas tetapi tidak berhubungan dengan tujuan pembelajaran Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran tetapi tidak berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya. Tujuan pembelajaran ranking dalam urutan dari mudah ke sulit.1 PEMILIHAN MATERI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Materi pelajaran tidak tidak sempurna dinyatakan. 2 2. Tujuan pembelajaran hanya meliputi satu aspek saja (misalnya pengetahuan) (misalnya siswa hanya Tujuan pembelajaran meliputi 2 aspek atau lebih (misalnya pengetahuan. I. fakta atau pembelajaran sebelumnya atau keterampilan tingkat tinggi (misalnya: menganalisis. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk atau aktivitas tetapi tidak atau aktivitas tetapi yang 151 . Penulisan tujuan pembelajaran/indicator SK atau KD dan diperoleh diturunkan dari hubungannya sangat jelas.) Tujuan pembelajaran dirangkai atau (misalnya: dikategorikan (misalnya: mengelompokkan ke dalam aspek atau menuliskannya sesuai urutan dalam KTSP) Tujuan pembelajaran KD berhubungan dengan SK. siswa dituntut untuk menjelaskan. menyimpulkan atau Tujuan pembelajaran dan menuntut siswa menggunakan meliputi 2 aspek atau lebih dan keterampilan rendah dituntut untuk belajar dan menghapal pengetahuan.3 Kejelasan urutan tujuan pembelajaran Objectives Clarity of ranking of Learning Urutan tidak dinayatakan dengan jelas stated Learning objectives are not Urutan dinyatakan dengan jelas tetapi tidak dirangkai.2 Ruang Lingkup Tujuan Pembelajaran Ruang lingkup tujuan pembelajaran tidak dinyatakan dengan jelas. meliputi sebuah contoh dapat digunakan untuk Materi pembelajaran diangkat dari tujuan pembelajaran dan berhubungan jelas dengan dunia nyata (misalnya.

Waktu ada tetapi terlalu banyak atau terlalu sedikit dibandingkan waktu yang dialokasikan.kehidupan) 2.4 Ketepatan waktu " Pengisi" suatu aktivitas ekstra yang guru siapkan untuk mengisi waktu jika beberapa siswa 4 Waktu tidak dinyatakan atau tidak jelas.3 PENGORGANISASIAN MATERI AJAR Alur dan pengaturan materi Rencana pelajaran tidak materi tidak jelas.2 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Materi tidak jelas atau sesuai dengan karakteristik atau terlalu mudah pada umumnya siswa) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa namun tidak menantang dapat melakukan tetapi baru) (misalnya: umumnya siswa mereka tidak belajar hal Materi jelas atau sesuai dan lebih menantang (misalnya: materi membantu siswa dengan karakteristik siswa kehidupan) Materi jelas atau sesuai dengan karakteristik siswa dan dikhususkan untuk karakteristik siswa secara iperorangan (misalnya: ada materi tambahan – dikhususkan untuk siswa yang pandai dan materi lambat) remedi untuk siswa yang siswa (misalnya terlalu sulit mempelajari hal baru) 3 3. diorganisasikan atau alur Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas tetapi tidak logis (misalnya: materi materi lain) tidak berkaitan dengan Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur materi jelas dan logis tetapi hanya pada satu Rencana pelajaran diorganisasikan atau alur sesui dengan mata pelajaran. Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada tetapi perencanaan pembelajaran tidak materi alokasi waktu yang bahasan sebelumnya – materi berhubungan dengan materi lain) Tingkat kedalaman materi dapat diajarkan dengan ada dan perencanaan “aktivitas pengisi” materi alokasi waktu yang pembelajaran memuat menyelesaikan pelajaran awal PILIHAN MATERI/MEDIA PEMBELAJARAN memuat “aktivitas pengisi” 152 . Kemajuan belajar berarti bahwa orang belajar menyusun pengalaman dari pengalaman sebelumnya materi jelas dan logis dan pokok bahasan (misalnya: jelas dari pembelajaran tetapi tidak dengan pembelajaran ada keterkaitan jelas syang diantara mata pelajaran yang jelas pembelajaran pokok bahasan dan pembelajaran pokok (misalnya: ada keterkaitan sebelumnya—materi tidak jelas bagaimana hubungannya dengan pokok bahasan lain) 3.

) dan siswapun memiliki dan Ada sumber/media yang dinyatakan dan dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik.3 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi kurang siswa.1 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Sumber belajar/media ada tujuan pembelajaran namun tidak sesuai dengan (misalnya buku tes siswa dapat mengembangkan siswa) keterampilan pengukuran Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran tetapi tidak dapat membantu pengembangan tujuan baik (misalnya: guru Sumber/media dengan tujuan pembelajaran relevan pembelajaran dan dapat membantu pengembangan tujuan pembelajaran dengan lebih baik (misalnya: guru pembelajaran dengan lebih menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran dan menggunakannya. 153 .4.) Ada sumber/media yang dinyatakan dan sesuai dengan tingkat kelas siswa.2 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Tidak ada sumber/media yang dinyatakan Ada sumber/media yang sesuai dengan materi pelajaran (misalnya dinyatakan tetapi kurang Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi tidak memahami materi dapat membantu siswa pelajaran dengan lebih dimensi dua untuk membantu siswa dimensi) menggunakan kalkulator pada materi melukis segitiga) baik. (misalnya siswa hitung dengan hitung) Ada sumber/media yang dinyatakan tetapi hanya sebagian yang sesuai sesuai dengan tingkat kelas kelas IX diajarkan operasi menggunakan mistar No learning resources or media are listed dengan tingkat kelas siswa. (misalnya gambar memahami bangun 3 sepeda untuk membantu pengertian jari-jari lingkaran. 4.) tetapi siswa tidak memiliki menggunakan benang dan mistar dalam pengukuran menggunakannya. (misalnya sebuah roda siswa mengetahui 4. (misalnya siswa kelas IX menggunakan kalkulator grafik untuk mengetahui grafik persamaan kuadrat). busur lingkaran dan keliling lingkaran.

dinyatakan dan sesuai dengan materi tetapi dangkal dan tidak pendekatan dan metode hasil pembelajaran dan kompetensi (misalnya strategi dengan hasil pembelajaran yang mengikuti rangkaian guru melakukan pengajaran langkah pada buku teks) pendekatan dan metode jelas dan sesuai dengan menulis padahal mereka dituntut untuk mampu bercakap) 5. tidak dinyatakan dan membingungkan. pendekatan dan metode jelas tetapi tidak sesuai (misalnya siswa dengan hasil pembelajaran menyelesaikan tugas pendekatan dan metode Strategi pembelajaran. dan lengkap serta memuat contoh-contoh yang dapat 5.2 Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Strategi pembelajaran.3 Kesesuaian dengan bahan pelajaran Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode tidak dinyatakan dan membingungkan. Strategi pembelajaran.5 5.4 Kesesuaian dengan karakteristik siswa Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi kurang siswa sesuai dengan karakteristik 154 . Strategi pembelajaran. jelas tetapi kurang sesuai (misalnya banyak strategi dari buku teks. dinyatakan dan sesuai pendekatan dan metode pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan materi. Strategi pembelajaran. misalnya sesui dengan langkahStrategi pembelajaran. Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan ruang untuk latihan atau dilakukan pada semua tingkatan kelas.1 KEJELASAN SKENARIO PEMBELAJARAN Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran tidak dinyatakan atau membingungkan Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak lengkap (misalnya tidak mencakup seluruh langkah-langkah pembelajaran mulai dari pembuka hingga penutup) Langkah-langkah proses pengajaran dan pembelajaran dinyatakan tetapi tidak mendalam (misalnya tidak memuat ruang untuk latihan atau dilakukan) contoh-contoh yang dapat Strategi pembelajaran. pengalaman dan praktik) Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi dan karakteristik siswa sesuai dengan umur dan aktif dan memahami apa menyenangkan (misalnya bergantung kepada buku teks) 5. pembelajaran memadukan semua teori dasar. pendekatan dan metode dengan materi serta dapat membantu siswa terlibat yang diajarkan. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan karakteristik siswa (misalnya menugaskan yang memiliki Strategi pembelajaran.

menyelesaikan soal sulit) pendekatan dan metode Strategi pembelajaran. pembelajaran lengkap dan jelas tetapi perencanaan tidak memuat perintah dan lain tidak dapat melaksanakan tersebut. Guru memilih metoda untuk siswa praktek menggunakan keterampilan tetapi tidak ada umpan balik untuk peningkatan siswa ) 6 6. siswa baru saja memulai mempelajari sebuah keterampilan tetapi dimana siswa sendiri harus melakukan kegiatan itu secara mandiri) guru menggunakan strategi belajar bagaimana menggunakan suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar.5 Kesesuaian langkah-langkah proses pengajaran dan kelas siswa pembelajaran dengan tingkat Strategi pembelajaran. Guru penjelasan bagi siswa. Guru lain mudah untuk melaksanakan dengan benar rencana tersebut.2 Kesesuaian waktu yang Waktu tidak dinyatakan Waktu dinyatakan tetapi Waktu dinyatakan dan 155 .1 KERINCIAN SKENARIO PEMBELAJARAN RIncian aktivitas pengajaran dan pembelajaran Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan lengkap dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan Ada rincian langkahlangkah pengajaran dan jelas dan perencanaan memuat perintah dan lain sulit untuk melaksanakan pembelajaran tetapi tidak membingungkan. pendekatan dan metode dinyatakan tetapi tidak sesuai dengan tingkatan Strategi pembelajaran. tidak dinyatakan dan membingungkan.penguasaan matematika rendah untuk 5. Guru Dengan benar rencana Dengan benar rencana tersebut jika hanya RPP mengikuti instruksi dari Waktu dinyatakan tetapi 6. pembelajaran lengkap dan langkah pengajaran dan jelas serta memuat pembelajaran lengkap dan perintah dan penjelasan bagi siswa. siswa mulai Strategi pembelajaran. pendekatan dan metode dinyatakan dan lebih sesuai dengan tingkatan siswa kebutuhan siswa tetapi tidak sesuai dengan (misalnya. Guru memilih metoda praktek dengan menggunakan ketrampilan dan memastikan mengajar ada umpan balik yang dapat meningkatkan keterampilan siswa) Ada rincian langkah- siswa (Misalnya. penjelasan bagi siswa. pendekatan dan metode dinyatakan dan sangat siswa sesuai dengan tingkatan (Misalnya siswa mulai mempelajari suatu ketrampilan dengan tepat tetapi belum lancar.

7080% materi dan 10-15% menutup pelajaran 7 7. 30% materi. Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas dan pembelajaran sesuai dengan tujuan (misalnya: unjuk kerja tidak sesuai dengan tujuan (misalnya: teknik bertanya untuk mengukur keterampilan) untuk mengukur keterampilan. Teknik penilaian tertulis dengan jelas pada RPP tetapi tidak jelas tetapi pembelajaran. pelajaran. bertanya untuk pengetahuan dan pengamatan untuk mengukur sikap). 5-10% membuka pelajaran.2 Kejelasan prosedur evaluasi Tidak ada kejelasan teknik penilaian bagaimana melakukan Tidak ada penjelasan bagaimana melakukan tidak jelas. 40% membuka proporsional untuk tahaptahap pelajaran the lesson is Timing of each stage of proportionate. 30% menutup pelajaran) (misalnya. (contoh:.1 EVALUASI PEMBELAJARAN Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Tidak ada teknik penilaian yang dinyatakan are stated No assessment techniques Ada teknik penilaian pada RPP tetapi membingungkan. 7. Ada penjelasan bagaimana tidak melukiskan instrumen teknik penilaian tetapi melakukan penilaian tetapi bagaimana menggunakan (misalnya RPP menyatakan Ada penjelasan bagaimana melakukan penilaian dan juga melukiskan instrumen bagaimana menggunakan bahwa akan dilakukan dikatakan siswa tetapi tidak menjelaskan rubric kinerja) teknik observasi apa yang bagaimana menggunakan 156 .diberikan dengan tahapan pelajaran atau membingungkan confusing t Timing is not stated or is tidak meliputi tahap-tahap pelajaran tidak proporsional untuk tahap-tahap pelajaran.

membingungkankan. tetapi sangat kurang dan Instrumen penilaian tersedia dan jelas tetapi tidak sesuai dengan teknik penilaian atau proses yang diuraikan dalam RPP (misalnya instumen Instrumen penilaian tersedia dan jelas dan sesuai dengan teknik diuraikan dalam RPP penilaian atau proses yang (misalnya RPP menyatakan penilaian yang dinyatakan bahwa penilaian akan observasi apa yang akan dilaksanakan dengan yang tersed kerja) dilakukan dalam bentuk dikatakan siswa dan format observasi tersedia lengkap dengan rubrik penilaiannya.8 8. observasi tetapi instrument 157 . Instrumen penilaian ada.1 KELENGKAPAN INSTRUMEN EVALUASI Ketersediaan instrumen Tidak ada instrumen yang tersedia.

3) kompetensi penguasaan strategi pembelajaran. Guru yang efektif adalah yang mampu melakukan pengajaran dan pembelajaran serta mampu membelajarkan siswa dengan baik. menstimulasi siswa agar berpartisipasi aktif. 3) kompetensi penggunaan media/sumber belajar. 158 . 16 tahun 2007. kompetensi 10 yaitu guru mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 2) kompetensi penguasaan materi. tidak hanya ditentukan oleh ketetapan dalam aspek dokumen kurikulum (silabus dan RPP) tetapi yang terpenting adalah bagaimana guru mengimplementasikannya melalui strategi pembelajaran yang tepat dan bermakna sesuai tahap perkembangan peserta didik. memilih media dan alat peraga pembelajaran akan dilihat hasilnya dalam praktek pengajaran di kelas. Pengembangan profesionalitas dan karir guru harus memperhatikan kemampuan guru dalam mengimpelmentasikan kurikulum di kelas. Hal ini sejalan dengan Permen No. Mengacu kepada instrumen penilaian sertifikasi guru. Sesi ini akan memfasilitasi peserta untuk memperoleh kompetensi yang dibutuhkan dalam pengajaran dan pembelajaran matematika melalui kegiatan micro teaching sehingga peserta dapat mempraktikkan seluruh hasil belajar yang telah diperoleh peserta selama pelatihan.Micro-Teaching Pendahuluan Seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1 – 8 hanya akan bermakna jika guru memiliki kemampuan mempraktikkannya dalam pembelajaran di kelas. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari pelatihan (inservice Sesi 9 training) yang secara sistematis dan berkesinambungan dirancang khusus untuk membekali guru menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran secara tepat. dan kompetensi 23 yakni mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. meliputi: 1) kompetensi pra pembelajaran. yang mendorong guru mengembangkan kompetensi ini 4. kompetensi guru yang harus dimiliki dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan. menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui lingkungan fisik dan emosional kelas. 5) kompetensi menilai pembelajaran dan kompetensi penggunaan bahasa serta 6) kompetensi menutup pembelajaran. Impelementasi KTSP sebagaimana diamanatkan pemerintah. Pada akhirnya kemampuan memilih strategi belajar. 4) kompetensi memicu dan memelihara keterlibatan siswa.4 yaitu guru mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas. di laboratorium. mengetahui gaya belajar dan karakteristik siswa.

Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari suatu praktik pengajaran dan pembelajaran matematika dengan penerapan strategi pembelajaran tertentu. Teachers need to be proactive in finding ways to develop as professionals. Peserta diarahkan agar peserta menggunakan seluruh hasil belajar yang diperoleh pada sesi 1-8 didalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika di kelas dalam bentuk micro teaching. Melakukan penilaian strategi pembelajaran metematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru. One effective way to improve as a classroom teacher is to have teaching performance assessed.Throughout teaching career teachers need to continue improving your knowledge and skills in all aspects of teaching and learning. yakni “menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik”.4. pembelajaran” dan kompetensi inti ke-23 ”mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif”. micro teaching digunakan peserta untuk berbagi pengalaman. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru untuk melakukan penilaian diri (self assessment) dan kolega sehingga pada saat mengikuti sertifikasi guru yang sebenarnya. peserta telah memiliki persiapan dan gambaran bagaimana melakukan kegiatan pengajaran dan pembelajaran matematika yang efektif agar memperoleh nilai sertifikasi yang tinggi. Fasilitator hendaknya memfasilitasi kegiatan-kegiatan pada sesi ini semaksimal mungkin sehingga pada akhir sesi. Melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran pembelajaran matematika yang telah dilakukan. peserta akan dapat: Melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika (model ICARE) dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi. teachers can assess their own performance through reflection and self assessment or colleagues can assess teachers through observation and providing feedback through micro teaching or daily lessons. Hal terpenting lagi dari sesi ini adalah bahwa peserta akan saling melakukan penilaian pengajaran dan pembelajaran dengan menggunakan instrumen pelaksanaan pembelajaran seperti yang digunakan dalam sertifikasi guru. mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan masing-masing peserta dan bagaimana memperbaiki kekurangan guna menghasilkan pengajaran dan pembelajaran matematika yang lebih baik. kompetensi inti ke-10 ”melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas 159 . Kesempatan Tujuan dari sesi ini adalah untuk membantu peserta mengembangkan lebih jauh Tujuan dan Hasil Belajar kompetensi inti ke-4.

1: “Instrumen sertifikasi guru: penilaian pelaksanaan pembelajaran” Handout untuk peserta 9. ke-10 dan ke-23 serta keberhasilan guru dalam penilaian sertifikasi guru pada unsur pelaksanaan pembelajaran di kelas. 16 tahun 2007 pada kompetensi inti ke-4.Bagaimana melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika model ICARE dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi dalam pelajaran matematika? Apa sajakah kelebihan dan kekurangan apa yang ditemui dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika? Bagaimana melakukan perbaikan dari suatu praktik strategi pembelajaran matematika yang telah dilakukan? Bagaimana melakukan penilaian diri tentang strategi pembelajaran matematika dengan menggunakan instrumen sertifikasi guru? Pertanyaan Kunci Peserta adalah mitra kerja atau kolega. Handout untuk peserta 9. khususnya peralatan yang akan digunakan peserta melakukan micro teaching.2: ”Catatn Perabaikan Pelaksanaan Pembelajaran” matematika sesi 8 yang dikombinasikan dengan model Sumber dan Bahan 160 . Sebaiknya jadual telah diketahui peserta pada akhir sesi 8 untuk memberi kesempatan setiap peserta mempersiapkan diri. Siapkan jadwal melakukan micro teaching bagi semua peserta sebelum Petunjuk Umum memasuki sesi ini. Pantau dan tuntún kegiatan dalam sesi ini untukmencapai tujuan dan hasil belajar dan tercapai secara optimal. Perlakukan mereka sebagai pebelajar dewasa. Buku pegangan sumber matematika Outline Pembelajaran ICARE . OHP. dan LCD sebelum memasuki sesi ini. Pastikan bahwa seluruh peserta tampil melakukan micro teaching sehingga seluruh peserta dapat mengoptimalkan hasil belajar yang telah diperoleh. Bagi waktu yang tersedia dan sesuaikan dengan banyaknya peserta.4. Fokus dari sesi ini pada pelaksanaan dari semua pelajaran dari modul yang telah dilatihkan Jelaskan pula tujuan utama sesi ini sesuai dengan Permen No. Baca catatan untuk fasilitator pada sesi ini dan lakukan dengan fleksibel. Perhatikan ketersediaan perangkat TIK diantaranya laptop.

. 161 . Sesi ini memerlukan waktu minimal 3. Curah pendapat 140 menit Application Peserta dalam kelompoknya mempelajari ouline yang dan memilih pembelajaran dikembangkan di sesi 8.5x60 menit = 210 menit Waktu Penggunaan TIK untuk menunjang sesi ini merupakan sebuah pilihan dan akan bergantung pada perlengkapan apa yang tersedia di tempat Anda. tujuan hasil yang akan diperoleh. Beberapa kemungkinan adalah: LCD dan Laptop untuk presentasi Sebuah kamera video untuk merekam kegiatan micro teaching peserta. micro teaching sekolahmasing-masing sebagai bagian dari in-service training. I CT Ringkasan Sesi Introduction Fasilitator 15 menit memaparkan tema. manfaat micro teaching. Diskusi dan feedback dari kelompok lain. mereka perlu Mempraktekkan 20’. dan pertanyaan ini. Tiap kelompok melakukan microteaching Reflection Peserta 10 menit meringkas pembelajaran dari sesi. menjawab Extension Peserta menuliskan dalam Jurnal Refleksi Belajar Apa kekuatan seorang guru dan Apa yang perbaiki. Peserta latihan microteaching. staretegi pembelajaran yang mengintegrasika semua aspek pembelajaran.Papan Tulis dan Spidol Board Marker Flipcharts dan Spidol. kunci dari sesi Connection 45 menit tentang micro teaching. dan menuliskannya refleksi ke dalam jurnal pembelajaran mereka. mereka tentang mereka sebagai pertanyaan.

sampaikan pula pertanyaan kuncinya. dengan deskripsi sebagai berikut: Seseorang hendak bepergian dari kota A menuju kota C melalui kota P atau Q. Dari kota A ke kota P ada 3 jalan dan dari kota P ke kota C ada 4 jalan Dari kota A ke kota Q ada 2 jalan dan dari kota Q ke kota C ada 5 jalan.Energizer berikut ini berhubungan dengan tema sesi ini. Jelaskan pada peserta bahwa mereka perlu dapat menjawab (3) Jelaskan peserta bahwa mereka akan melakukan micro teaching dengan pembelajaran yang telah mereka kembangkan pada sesi 8.8. yakni bahwa inti dari micro teaching adalah sebuah strategi pembelajaran yang mengintegrasikan semua kompetensi dari sesi 1. Dari kota P ke kota Q atau sebaliknya tidak ada jalan. Introduction (15 menit) menggunakan outline pembelajaran yang mengintegrasikan semua aspek 162 . pertanyaan kunci pada akhir sesi ini. Berapa banyak cara yang dapat ditempuh untuk bepergian dari kota A ke kota C? 1 2 Energizer 1 2 3 P 4 3 C 1 2 A 1 Q 2 3 4 5 Perincian Langkah-langkah Kegiatan I (1) Gunakan bagian pendahuluan di atas untuk memberikan latar belakang singkat dari tema yang dibahas pada sesi ini. Fasilitator menyediakan bermacam-macam rute perjalanan. (2) Jelaskan tujuan dan hasil belajar dari sesi ini. Kegiatan ini akan membantu peserta untuk mengamati beberapa kunci pembelajaran dari pelatihan ini. Strategi pada dasarnya siasat mencapai suatu tujuan.

Pastikan bahwa seluruh peserta mengetahui tujuan micro teaching dan manfaat mereka melakukannya. tampilkan poin-poin penting yang harus dilakukan peserta dalam melakukan pengajaran dan pembelajaran matematika seperti pada catatan fasilitator berikut: Catatan Fasilitators Mengajar adalah seni Guru harus mengetahui perlengkapan mereka Guru harus mengenal siswa yang mereka ajar Selain itu guru harus mengetahui bagaimana mengajar secara menarik Pembelajaran Matematika Model ICARE Pembelajaran matematika model ICARE adalah strategi pembelajaran matematika inovatif yang seluruh kegiatan pembelajaran pada setiap pertemuan (2x40 menit) mengikuti langkah-langkah:  Inroduction (pengenalan) 5 menit Ini merupakan kegiatan mengawali pelajaran. Yakinkan peserta bahwa kegiatan ini akan membantu mereka mengembangkan kompetensi inti serta memperoleh nilai memuaskan pada penilaian sertifikasi guru sebagaimana yang telah dijelaskan pada tujuan dan hasil belajar. yang dapat mereka peroleh melalui kegiatan micro teaching serta kesiapan (2) Melalui LCD proyektor. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk apersepsi dan motivasi. Ini bertujuan untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.(4) Pastikan peserta mengetahui tujuan utama kegiatan micro teaching. Mulailah pelajaran dengan cara menarik Banyak sekali guru matematika menggunakan waktu 2x40 menit dengan kegiatan: 30 menit----membahas tugas-tugas yang lalu 2 163 . (5) Sampaikan kepada peserta untuk dapat mengikuti sesi ini dengan baik dengan memberikan lembar penilaian di awal sesi. C (1) Lakukan curah pendapat selama 5 menit mengenai apa yang peserta pahami tentang micro teaching? Connection (45 menit) Catatan Fasilitators Ingat bahwa kegiatan pada sesi ini adalah memfasilitasi peserta dalam mengasah 1 kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajar pada sesi 8 dengan model ICARE yang lebih baik melalui penggunaan strategi belajar mengajar yang tepat untuk mencapai kompetensi tertentu dalam pelajaran matematika.

Beberapa bentuk pendekatan yang dapat dilakukan diantarnya: 1) belajar koperatif. 3) kegiatan pemecahan masalah secara individu) dan sebagainya. dimana siswa diarahkan untuk menemukan sendiri informasi baru melalui serangkaian kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Namun demikian langkah ini dapat menarik jika menggunakan strategi yang tepat. Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dan siswa yakni: 1. Refleksi ditulis pada buku catatan siswa 164 . Beberapa strategi yang dapat digunakan diantaranya: 1) menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual. misalnya: Jika anda memasuki ruangan kelas ini.. ”Membahayakan” dan ”Merusak seluruh minat belajar siswa terhadap Matematika”. yakni menjadikan lingkungan dan konteks alam untuk dimanfaatkan siswa mengkostruksi informasi baru. Pada langkah ini. Tujuannya adalah untuk menggunakan dan mengembangkan informasi baru yang diterima siswa dalam memecahkan masalah matematika.  Application (aplikasi) 50 menit Kegiatan aplikasi ini didominasi oleh siswa. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang bertugas memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan informasi baru. 2.20 menit ---memberi pelajaran baru 20 menit---membahas hal-hal yang tidak relevan dengan materi pelajaran 10 menit----menutup pelajaran Pendekatan rutin ini berbahaya karena akan mengakibatkan pembelajaran menjadi 3M yakni ”Membosankan”. 2) Pembelajaran berbasis masalah. Pada 5 menit terakhir guru harus meluangkan waktu untuk melakukan penilaian. Di samping itu langkah ini juga sangat baik untuk mengintegrasikan kompetensi kecakapan hidup pada siswa dengan menyiapkan kegiatan bagi mereka sebelumnya. 2) kegiatan lapangan (pengukuran/pengambilan data). Mulailah pelajaran dengan pertanyaan menantang atau memberi tantangan. Guru membuat catatan pada jurnalnya kelebihan dan kelemahan pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan khususnya pencapaian kompetensi pembelajaran yang lebih baik(lihat hasil belajar sesi 9 ini).  Reflection (refleksi) 5 menit Kegiatan ini bertujuan untuk ”melihat kembali” proses pengajaran dan pembelajaran yang telah dilakukan. Siswa membuat catatan hasil belajar dan keterampilan yang diperoleh setelah mengikuti pembelajaran. kemukakan konsep matematika apa yang anda kemukakan?  Connetion (menghubungkan) 30 menit Kegiatan pada langkah ini berorientasi kepada guru dalam memberi informasi baru kepda siswa.

 Extension (perluasan) Buatlah strategi sehingga siswa merasa menyesal jam pelajaran sudah berarkhir. Berikan pula setiap peserta lembar handout 9. Pembagian peserta menjadi 5 kelompok bukan dimaksudkan seperti kelompok sebelumnya. Salah satu strategi adalah memberi permainan matematika kepada siswa untuk menutup pelajaran. antara lain outline pembelajaran yang telah dibuat pada sesi 8. Jadi nomer undian 2 pada kelompok I hanya menilai anggota dalam kelompoknya yakni nomer undian 1. namun dimaksudkan agar proses penilaian pelaksanaan microteaching mudah dilakukan. 3. media dan sumber yang digunakan dan lain sebagainya.1 tentang instrumen penilaian sertifikasi guru unsur pelaksanaan pembelajaran. Bantu peserta mengingatkan kembali kelompok beserta nama-nama anggota kelompok dan nomer urutnya. Application (140 menit) (2) Beri nomer undian kepada seluruh peserta dengan cara menghitung langsung dari nomor urut 1 hingga sebanyakpeserta. jelaskan kepada lain: mereka apa saja yang harus mereka atur pelaksanaan micro teaching. antara 165 . Catat nama peserta dan nomor undiannya kemudian bagi peserta ke dalam kelompok. Beberapa kegiatan energizer diberikan. Anggap peserta berjumlah 5 orang maka setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Demikian seterusnya. Dengan demikian peserta akan terbagi menjadi kelompok I (nomer undian 1 – 5). (3) (4) Setelah seluruh peserta menyiapkan seluruh kebutuhan micro teaching dan memahami bagaimana menggunakan instrumen penilaian. Urutan tampil berdasarkan hasil undian. Catatan Fasilitators Nomer undian ini untuk menentukan urutan tampil melakukan presentasi 3 microteaching. dan 4. Masing-masing anggota pada setiap kelompok akan saling menilai. Minta mereka mempelajari dan menuliskan nama-nama peserta yang akan dinilai pada linstrumen tersebut. Salin setiap nomer undian peserta pada secarik kertas kecil kemudian gulung dan masukkan ke stoples. Namun demikian undian tidak langsung dilakukan sekali jadi namun dilakukan setiap peserta selesai melaksanakan microteaching sehingga konsentrasi peserta dapat terjaga hingga akhir sesi. kelompok II (nomer undian 5 – 8) dan seterusnya. A (1) Minta setiap peserta memeriksa kembali kelengkapan yang digunakan untuk keperluan microteaching.

- Peserta yang tampil melakukan mikroteaching berdasarkan undian dan - Setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan mikroteaching selama t

dilakukan setiap kali peserta selesai melakukan mikroteaching.

menit. (t adalah alokasi waktu masing-masing peserta, lihat catatan fasilitator 4) - Fasilitator memberikan petunjuk bila waktu habis, dan peserta harus menghentikan setelah t menit, meskipun kegiatan fasilitasinya belum selesai. - Segera setelah seorang peserta selesai presentasi, seluruh peserta yang diberi tugas (lihat catatan fasilitator 3) harus menyelesaikan penilaian terhadap penyaji.
Catatan Fasilitators

Alokasi waktu didasarkan kepada jumlah peserta. Semakin banyak jumlah peserta

4

maka semakin sedikit alokasi waktu yang dipergunakan untuk masing-masing peserta melakukan microteaching, demikian sebaliknya. Sebagai petunjuk dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap peserta, dapat dilakukan langkah sebagai berikut: 1) Waktu yang tersedia untuk bagian aplikasi adalah 400 menit. Alokasikan waktu untuk persiapan sebanyak 15 menit dan sharing ide selama 10 menit. Jadi total waktu untuk kegiatan microteaching sebanyak 375 menit. 2) Misalkan jumlah peserta sebanyak 25 orang maka alokasi waktu setiap peserta adalah 375 : 25 = 25. Jadi setiap peserta diberi waktu 15 menit. Dalam hal ini hendaknya pembagian waktu di dilakukan seefektif mungkin dengan memperhatikan kepentingan masing-masing kegiatan. Kurangi

(5)

Lakukan undian dan persilahkan peserta yang mendapat undian untuk tampil ke melakukan microteaching. Minta peserta memperhatikan dan melakukan penilaian. Perhatikan waktu pelaksanaan. Beri tanda kepada penyaji jika waktu. Kegiatan micro teaching berlangsung selama 375 menit.

(6)

Bagikan handout 9.2 tentang identifikasi kelemahan dan kelebihan pelaksanaan pembelajaran matematika (micro teaching) yang yelah dilakukan. Minta peserta menyelesaikannya selama 10 menit. Catatan Fasilitators Handout 9.2 merupakan pelengkap dari handout 9.1. Peserta harus melengkapi

5

handout 9.2 untuk memberi identifikasi kelebihan dan kekurangan peserta yang telah melakukan kegiatan microteaching beserta bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaannya sehingga proses pembelajaran matematika yang mengintegrasikan semua aspek pembelajaran menjadi lebih baik.

R

(1) Melalui LCD, tampilkan pertanyaan kunci satu persatu dan persilahkan peserta menjawabnya.

Reflection (10 menit)

166

(2) Minta kepada peserta mencatat hasil-hasil pembelajaran yang mereka peroleh pada sesi 9 pada jurnalnya masing-masing.

E

Kembalikan handout 9.2 kepada peserta untuk dijadikan tolak ukur dalam perbaikan pembelajaran matematika yang akan dilakukan di kelas pada sekolahnya masingmasing. Minta mereka mengembangkan strategi pembelajaran dengan model ICARE.

Extension

Melalui karir mengajar guru akan diperoleh perbaikan berkelanjutan terhadap pengetahuan dan keterampilan di dalam seluruh aspek belajar mengajar. Para guru perlu untuk proaktif di dalam menemukan cara-cara untuk mengembangkan pengajaran secara profesional. Satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas adalah menilai kinerja pengajaran, guru dapat menilai kinerja mengajar mereka sendiri melalui refleksi dan penilaian diri atau dengan rekan kerja yang dapat menilai para guru dengan pengamatan dan umpan balik melaui micro

Pesan Kunci

teaching or pelajaran sehari-hari.

167

Handout untuk Peserta 9.1
INSTRUMEN SERTIFIKASI GURU:

(Depdiknas 2007: Panduan untuk Pengembangan Portofolio)
IDENTITAS PESERTA 1. Nama (lengkap dengan gelar akademik) 2. Nomor Peserta 3. NIP/NIK 4. Pangkat/Golongan 5. Jenis Kelamin 6. Tempat, tgl lahir 7. Pendidikan Terakhir 8. Akta Mengajar 9. Sekolah Tempat Tugas 1) Nama 2) Alamat Sekolah : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : L/P*)___________________ : ________________________ : ________________________ : Memiliki/Tidak Memiliki*) ________________________ : ________________________ : ________________________ ________________________ 3) Kecamatan 4) Kabupaten/ Kota 5) Provinsi 6) No. Telp. Sekolah 7) Alamat e-mail 8) Nomor Statistik Sekolah 10. Mata Pelajaran/ Guru Kelas SD 11. Beban Mengajar per Minggu : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : ________________________ : __________________Jam_

PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

168

5. 10. C. 9. = sangat tidak baik = tidak baik = kurang baik = baik = sangat baik INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI PRAPEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan siswa Melakukan kegiatan apersepsi KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Pendekatan/startegi pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai Melaksanakan pembelajaran secara runtut Menguasai kelas Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Menghasilkan pesan yang menarik Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 169 . 12. 13. 14. B. 2. 5) sesuai dengan criteria sebagai berikut. 3. 11. 6. 2. 16. 7. 15. 4. D. 1 2 3 4 5 NO I 1. 8. 4.LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1. II A. 3.

F. dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 III 23. atau tugas sebagai bagian remidi/ pengayaan Total Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 ………………………. ………………… Penilai. (………………………………………) NIP/NIK 170 . NO E. 21. 22. 18. baik. 19. atau kegiatan..17. 24. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa Menumbuhkan keceriaan dan antsiasme siswa dalam belajar INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI Penilaian proses dan hasil belajar Memantau kemajuan belajar selama proses Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) Penggunaan Bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas. 20. PENUTUP Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan.

khususnya pada: 171 . penampilan anda pada saat melakukan microteaching sebagai berikut: 1. : ………………………………... Menurut pengamatan. Masih perlu mendapat perbaikan pada: 2. Patut menjadi contoh oleh seluruh peserta.Handout untuk Peserta 9.2 Catatan Perbaikan Pelaksanaan pembelajaran Nama peserta Materi microteaching : ……………………………….

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.