AYAT TENTANG PERINTAH MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP (QS AR-RUM 41-42

)
oleh WAHIDAH 1. PETA KONSEP 1. Membaca surah Ar-Rum ayat 41-42 2. Hukum Bacaan atau Tajwid 3. Terjemah Mufradat 4. Terjemah surat Ar-Rum ayat 41-42 5. Isi kandungan surah Ar-Rum ayat 41-42 1. Pengertian kelestarian lingkungan hidup 2. Contoh perbuatan menjaga kelestarian lingkungan hidup 3. Tafsir surah ar-rum 41-42 6. Hadits tentang perbuatan manusia 7. Penjelasan hadits tentang perbuatan manusia 8. Kesimpulan 1. URAIAN MATERI 1. Membaca surah Ar-Rum 41-42 t•ygsß ßŠ $|¡xÿø9$# ’ Îû ÎhŽ y9ø9$# Ì•óst7ø9$#ur $yJÎ/ ôMt6|¡x. “ ω r& Ĩ$¨Z9$# ÷ƒ Nßgs)ƒ É‹ ã‹ Ï9 uÙ÷èt/ “ Ï%©!$# (#qè=ÏHxå öNßg¯=yès9 tbqãèÅ_ö•tƒ ÇÍÊÈ ö@è% (#rçŽ •Å™ ’ Îû ÇÚö‘ F{$# (#rã•ÝàR$$sù y#ø‹ x. tb%x. èpt7É)»tã tûïÏ%©!$# `ÏB ã@ö6s% 4 tb%x. OèdçŽ sYò2r& tûüÏ.ÎŽ ô³• B ÇÍËÈ 1. Hukum bacaan atau tajwid Š $|¡xÿø9$# : alif lam qamariyah Š $|¡xÿø9$# : mad thabi’

Ž y9ø9$# : alif lam qamariyah •óst7ø9$# : alif lam qamariyah $yJÎ/ : mad thabi’

¨$¨Z9$# : alif lam syamsiyah ¨$¨Z9$# : mad thabi’i

Nßgs)ƒ É‹ ã‹ Ï9 uÙ÷èt/Nßgs)ƒ É‹ ã‹ Ï9 “ Ï%©!$# : alif lam qamariyah #qè=ÏHxå ötbqãèÅ_ö•tƒ Nßg¯=yès9 bqãèÅ_ö•tƒ #rçŽ •Å™ : mad thabi’i Úö‘ F{$# : alif lam syamsiyah #rã•ÝàR$$sù #rã•ÝàR$$sù b%x. : mad thabi’i pt7É)»tã : mad thabi’i ûïÏ%©!$# @ö6s% `ÏB @ö6s% : qalqalah sughra tb%x.ÎŽ ô³• BOèdçŽ sYò2r& ûüÏ. : mad thabi’i tûüÏ. Terjemahan Mufradat t•ygsß ßŠ $|¡xÿø9$# ÎhŽ y9ø9$# Ì•óst7ø9$# : telah nampak : kerusakan : daratan : lautan : mad thabi’i : idzhar syafawi : mad thabi’i : idzhar syafawi : mad ‘aridh lissukun : ikhfa’ : mad thabi’i : mad thabi’i : ikhfa’ : idgham ma’al ghunnah : mad ‘aridh lissukun .ÎŽ ô³• B 1.

keserasian. kata lestari artinya tetap selama-lamanya. berbuat : tangan-tangan : manusia : supaya Allah merasakan kepada mereka : sebagian : perbuatan mereka : agar mereka : kembali : berjalanlah kalian : bumi : perhatikanlah : kesudahan/akibat : kebanyakan dari mereka : orang-orang musyrik 1. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). “ ω r& ÷ƒ Ĩ$¨Z9$# Nßgs)ƒ É‹ ã‹ Ï9 uÙ÷èt/ (#qè=ÏHxå öNßg¯=yès9 tbqãèÅ_ö•tƒ (#rçŽ •Å™ ÇÚö‘ F{$# (#rã•ÝàR$$sù èpt7É)»tã OèdçŽ sYò2r& tûüÏ. dan keseimbangan lingkungan berarti membuat tetap tidak berubah atau keserasian dan keseimbangan lingkungan . Isi kandungan surah Ar-Rum ayat 41-42 1. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah). Terjemahan surah Ar-Rum ayat 41-42 41. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Pengertian menjaga kelestarian lingkungan hidup menurut kamus besar bahasa indonesia. kekal.ÎŽ ô³• B : perbuatan. tidak berubah sebagai sediakala.ôMt6|¡x. berdasarkan kamus ini melestarikan. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” 1. sesuai. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. menjadikan (membiarkan) tetap tidak berubah dan serasi : cocok. melestarikan. 42.

Lingkungan adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. pengunaan air tidak boros.4 Tahun 1982 tentang pokok-pokok pengelolaan Lingkungan Hidup. danau. pengamanan pintu-pintu air. tidak dapat mengalir dengan lancar. upaya untuk mengurangi pencemaran sungai diantaranya melalui program kali bersih (prokasih) terhadap sungai-sungai yang telah tercemar. (syamsuri. sehingga air hujan atau air lainnya. Sebaiknya lahan pertanian dibuat menetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.Dr. Karena perbuatan membuang sampah sembarangan ini. Emil Salim Lingkungan Hidup adalah segala benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal-hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. jumto UU No. Menurut UU No. pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya . Hutan-hutan disekitar sungai. 1. daya. Pasal I bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda.Otto Soemarwoto. Tafsir surah ar-rum 41-42 Pada ayat 41 surah ar-rum. Hal tersebut hendaknya disadari oleh umat manusia dan karenanya manusia harus segera menghentikan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan timbulnya kerusakan di daratan dan di lautan dan menggantinya dengan perbuatan baik dan bermanfaat untuk kelestarian alam. terdapat penegasan Allah bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di daratan dan di lautan adalah akibat perbuatan manusia.Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburan tanah.wordpress. c) Contoh perbuatan yang paling sederhana dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. yaitu dengan selalu nembuang sampah pada tempatnya. dapat menyebabkan banjir. Dr. Contoh perbuatan menjaga kelestarian lingkungan hidup a) Pencegahan masalah air dilakukan dengan cara pencegahan pencemaran. 1. Menurut Prof. dan tidak membuangnya sembarangan. mata air dan rawa perlu diamankan. keadaan dan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya. 23 Tahun 1997. b) Mencegah cara ladang berpindah / Perladangan Berpindah-pindah. Karena banjir bisa terjadi akibat tertutupnya saluran-saluran air.com/2008/04/17/pemanfaatan-dan-pelestarian-lingkunganhidup/) Menurut Prof.(http://agustinarahmayani. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang terbengkalai dan tandus. 2004: 116) .

menggali dan mengelolanya untuk kesejahteraan umat manusia dan sekaligus sebagai bekal dalam beribadah dan beramal shaleh. kita disuruh untuk mempelajari sejarah umat-umat terdahulu dan mengambil pelajaran darinya.(quraish shihab. Berbagai bencana yang menimpa umat-umat terdahulu adalah disebabkan perbuatan dan kemusyrikan mereka. mereka tidak mau menghambakan diri kepada Allah.(sayyid quthb. Mereka pun mengetahui akibat yang diterima oleh banyak orang dari mereka. sebagai khalifah juga umat manusia. adalah untuk kepentingan umat manusia (QS an-Nahl: 10-16) Manusia sebagai khalifah Allah. daratan. Mereka juga melihat bekas-bekas para pendahulunya itu. 2004: 85-86) : : ) . fauna. Diperlukan upaya yang keras dan konsisten dari kita semua sebagai khalifah Allah agar kewajiban untuk memelihara dan melestarikan alam demi kesejahteraan bersama tetap terjaga. menerangkan tentang perintah untuk mempelajari sejarah umat-umat terdahulu. Selain itu pula. Matsna. maupun hal-hal lain. Hadits tentang perbuatan manusia (Moh. lautan. Dalam melaksanakan kewajibannya. ketika mereka berjalan dimuka bumi. jiwa. Ketamakan manusia terhadap alam seperti tersebut. 2005: 76) Ayat di atas menyebut darat dan laut sebagai tempat terjadinya fasad itu. Sedangkan kata alfasad menurut al-ashfahani adalahkeluarnya sesuatu dari keseimbangan. 2004:84) Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala isinya.(syamsuri. Inilah yang mengantar sementara ulama kontemporer memahami ayat ini sebagai isyarat tentang kerusakan lingkungan.telah berakibat buruk terhadap diri mereka sendiri. 2004: 116).baik sedikit maupun banyak. banjir. dan melewati bekas-bekas tersebut. Sehingga. dan dengan melihat dan meneliti bukti-bukti sejarah.( syamsuri.matsna. ayat ini mengingatkan mereka pada akhir perjalanan ini bahwa mereka dapat mengalami apa yang dialami oleh orang-orang musyrik sebelum mereka. justru kepada selain Allah dan hawa nafsu mereka. dll. 2005: 77) Sedangkan pada ayat 42 surah ar-rum pula. Ini dapat berarti daratan dan lautan menjadi arena kerusakan. 2006:97) 1. 2003: 226) dan dengan melakukan perjalanan dimuka bumi juga dapat membuktikan bahwa kerusakan-kerusakan di muka bumi ini adalah betul-betul akibat perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab serta mengingkari nikmat Allah. angkasa raya. seperti longsor. yang hasilnya keseimbangan lingkungan menjadi kacau.Kata zhahara pada mulanya berarti terjadinya sesuatu dipermukaan bumi. flora. diamanati oleh Allah untuk melakukan usaha-usaha agar alam semesta dan segala isinya tetap lestari. yang pernah menimpa umat manusia. Kata ini digunakan menunjuk apa saja. karena dia dipermukaan. baik jasmani.( quraish shihab.(Moh. maka menjadi nampak dan terang serta diketahui dengan jelas. sehingga umat manusia dapat mengambil manfaat. maka mereka dapat mengambil pelajaran atas peristiwa-peristiwa yang telah lalu.

Dan yangkeempat yaitu nilai yang terdapat pada bagian 5. bagaimana akibat umat yang berbuat di bumi ini. Matsna. karena itu akan berdampak buruk. dimana kehancuran yang dialami oleh umat-umat pada masa dahulu. atau cara yang baik kemudian ditiru dan dilaksanakan oleh orang lain maka ia akan memperoleh pahala hasil prakarsa dan penemuannya itu serta pahala yang terus mengalir dari pahala-pahala orang yang menirunya dan melaksanakannya tanpa mengurangi pahala-pahala orang yang mengikutinya itu. baik bagi lingkungan. Contohnya orang yang berusaha mengangkat kehidupan orang miskin dengan cara memberi pinjaman modal usaha kecil-kecilan. orang yang berbuat kejahatan. dimana terdapat hal-hal yang bisa dijadikan pedoman dalam berbuat sesuatu untuk menjaga kelestarian lingkungan dan tidak . seperti menciptakan suatu teori. yaitu Pertama. 2004: 86) Hadits diatas menjelaskan bahwa siapa saja yang memprakarsai suatu perbuatan yang baik. konsep yang terdapat pada bagian isi kandungan surah Ar-Rum 41-42. metode. Manusia diperingatkan untuk selalu mengingat Allah dan tidak menyakutukannya dengan sesuatu apapun selain dariNya. dan jadikanlah itu sebagai peringatan bagi dirinya. maka si pemrakarsa tadi akan mendapat dua pahala.Artinya: dari Abi Amr Ibn Jubair Ibn Abdillah. dimana tercantum dasar-dasar yang melandasi anjuran menjaga kalestarian lingkungan. ANALISIS Dari materi yang dipaparkan diatas. maka ia akan memperoleh pahala dari perbuatan itu dan pahala dari orang yang melaksanakan atau meniru prakarsa itu setelahnya tanpa mengurangi pahala orang-orang yang menirunya. yaitu menyekutukan Allah. maka ia akan mendapat dua dosa dari perbuatannya sendiri dan dosa dari orangorang yang mengikuti jejaknya 1. Dampak negatif kerusakan akan dirasakan manusia 3. juga bagi manusia sendiri. fakta yang juga terdapat pada bagian isi kandungan surah Ar-Rum 41-42. maka ia akan mendapatkan dosa dari prakarsanya itu tanpa mengurangi dosa orang yang menirunya (HR. apabila perbuatan ini diikuti oleh orang lain. ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: barang siapa yang berbuat baik dalam islam. yang diakibatkan karena perbuatan mereka. dan 3 pada peta konsep. dll. ia akan mendapat dua dosa dari perbuatan dirinya dan dari dosa orang yang menirunya. Contohnya orang yang mencari lahan pertanian dengan cara membakar hutan sehingga hutan menjadi gundul dan rusak. Kesimpulan 1. 4.Muslim) 1. Penjelasan hadits tentang perbuatan manusia (Moh. Kerusakan alam bisa terjadi karena ulah perbuatan tangan manusia sendiri 2. Begitu juga sebaliknya. juga terdapat contoh-contoh akibat dari kerusakan lingkungan. longsor. 1. Kedua. Dan barang siapa berprakarsa yang jelek. 2. Yang ketiga yaitu prinsip yang terdapat pada poin 1. Selain itu. lalu perbuatannya itu ditiru orang lain. maka terdapat beberapa unsur didalamnya. Manusia dianjurkan untuk melihat sejarah. Bila usahanya sudah berjalan dan pinjamannya dapat dikembalikan dengan cara diangsur tanpa bunga. yang didalamnya memaparkan maksud dari manjaga kelestarian lingkungan secara umum. seperti adanya banjir.

Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas XI. 2003. Jakarta: Erlangga Syamsuri. 2004. 2005.com/2008/04/17/pemanfaatan-dan-pelestarian-lingkunganhidup/) About these ads . Tafsir Al-Misbah. Semarang: PT Karya Toha Putra Quthb.merusaknya. 2004. yakni membaca Q. 2006. Jakarta: Lentera Hati Syamsuri. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Al-Qur’an Hadits Madrasah Aliyah.S Ar-Rum 41-42. Jakarta: Erlangga (http://agustinarahmayani. Mohammad. Kemudian selanjutnya yang kelima. Jakarta: Gema Insani Press Shihab. DAFTAR PUSTAKA Matsna.wordpress. Sayyid. keterampilan yaitu terdapat pada poin 1. Pendidikan Agama Islam KTSP untuk SMA kelas XI. Quraish.

Mereka mengambil alat-alat yang baik dan bermanfaat pada alam ini sebagai alat penghancuran. Mereka tidak mengalami perubahan. Kebudayaan manusia itu makin lama makin maju sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seperti kedurhakaan kepada Allah SWT. khianat. tak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia itu besar sekali jasanya di atas bumi. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. Sebagian ulama tafsir berpendapat bahwa "laut" di sini berarti kota-kota besar atau desa-desa yang di pinggir laut. maju pula. Sebab kalau demikian halnya. Mereka mempunyai akal dan berkebudayaan. yaitu menurut fitrah yang baik. Alat persenjataan itu maju karena adanya perselisihan dan pertentangan yang hebat antara orang dengan orang lainnya. Karena itu segala makhluk selain manusia. Karena merekalah yang ditugaskan Tuhan untuk mengurus bumi ini.QS: Ar-rum:41 . selain manusia yang ada di permukaan bumi ini bergerak hanya menurut tabiat dan instinknya yang telah. Sesuai dengan perkembangan itu. termasuk bumi adalah baik.Al-A'raf:56 . tidak mempunyai pendirian dan lain-lain sebagainya yang memenuhi dunia dan manusia dengan kejelekan dan keburukan. Hal itu bukan berarti bahwa manusia itu faktor perusak di atas bumi ini. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 30:41) Tafsir Surah Ar Ruum 41 ُ َ ْ َ 14( َُْٛ‫)ظََٙش اٌفَضاد فِٟ اٌثَش ٚاٌثَحْ ش تِّا وضثَد أَ٠ذٞ إٌَّاس ٌِ١ُز٠مَُُٙ تَعْط اٌَّزٞ عٍُّٛا ٌَعٍَُُّٙ ٠َشْ جع‬ ْ ِ ِ َِ ِ َ ِ ْ ْ َ َ َ ِ ْ َ ِّ ْ ِ ْ َ Timbulnya kerusakan baik di darat maupun di laut. Sedangkan segala makhluk. adalah sebagai akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. menciptakan komputer. mereka tidak mempunyai inisiatif (naluri) daya upaya selain dari instink itu. baik dalam pergaulan atau dalam akidah. Karena kebanyakan fitrah manusia itu rusak. Tetapi kalimat itu memberikan petunjuk bahwa dasar kejadian semua makhluk yang ada di bumi. korupsi.58. Hanya manusia sendirilah yang hidup bermasyarakat dan mempunyai kebebasan. Perselisihan timbul karena adanya penyelewengan. atau antara golongan dengan golongan lainnya. Tetapi berbarengan dengan adanya manusia maka kerusakan itupun terjadi pula. perbedaan pendapat. Sedangkan darat artinya kampung-kampung atau desa-desa yang terdapat di darat atau padang pasir. Pernyataan Allah itu merupakan suatu petunjuk bahwa kerusakan itu adalah insidentil sifatnya. Dalam hal ini keadaannya tak ubahnya seperti keadaan manusia pada permulaan kejadiannya. pergi ke bulan dan lain- . Sungguhpun demikian. pengrusakan dan lain-lain sebagainya. atau antara negara dengan negara lainnya. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa kerusakan itu timbul di darat dan di laut. manipulasi. perkembangan persenjataan. tentu manusia itu tak berhak menjadi wakil Tuhan di bumi. dari alat yang sangat sederhana sampai kepada bom atom neutron yang mutakhir ini. keadaannya tetap sejak dulu kala sampai sekarang. Sebelum ada manusia tak ada kerusakan.(QS. Mereka mempunyai inisiatif dan daya kreatif. ditetapkan Allah kepadanya.As-Sad: 27 Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.42. dusta. maka rusak pulalah fitrah alam ini. seperti membikin bangunan-bangunan pencakar langit.

Hal ini dapat dilihat pada peristiwa perkelahian antara Habil dan Qabil. Kerusakan yang terjadi di permukaan bumi ini mungkin juga timbul karena kesyirikan.lain. peristiwa kaum Samud. Karena perbuatan yang timbul dari kehendak yang bebas itu.S. Dalam hal ini Allah SWT berfirman: ٝ‫ٚأْ ٌ١ش ٌإلٔضاْ إال ِا صع‬ Artinya: Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.S. (Q. bahkan semua binatang yang melatapun di bumi ini turut hancur. atau mengambil pelindung . berbunga dan berbuah menurut sifatnya. Seterusnya ayat ini menyatakan bahwa dengan adanya kerusakan itu manusia akan dapat merasakan sebagian dari perbuatan jelek mereka itu. An Najm: 39) Ayat 41 ini mengingatkan akan adanya perbuatan jelek. Manusia mengerjakan hal itu dengan kehendaknya yang bebas tanpa ada tekanan dari pihak manapun. dan agar mereka kembali kepada Allah SWT. agar dia merasakan hasil perbuatannya itu. dan berbuat sesuatu serta berguna bagi masyarakat. apa yang diperbuatnya bukanlah menurut kehendaknya. Maksudnya apa yang diperbuat manusia itu akan dihisab. Manusia yang berbuat jelek itu hanya sebagian saja dengan harapan hal itu akan menjadi penghambat bagi mereka untuk tidak berbuat jelek lagi. Keadaannya tak ubahnya seperti keadaan biji kacang yang ditanam di dalam tanah yang subur. yang baik di balas dengan baik dan yang jelek dibalas dengan jelek pula. tentu dia akan tumbuh. keingkaran dan kesesatan manusia. tenggelamnya kaum Nuh dan lain-lain. Dan seterusnya manusia yang berakal hendaknya menjauhi perbuatan jelek itu. Andaikata Allah menyiksa semua manusia yang melakukan perbuatan jelek tentu mereka akan hancur semuanya. mereka akan diminta pertanggungjawabannya kelak di kemudian hari. (Q. Kalimat yang menyatakan bahwa dalam ayat ini agar mereka merasakan sebagian akibat perbuatan jelek mereka itu merupakan rahmat dari Allah SWT. baik atau jelek. Kemudian ayat 41 ini diteruskan dengan pertanyaan bahwa kerusakan itu terjadi karena ulah tangan manusia itu sendiri. Fatir: 45) Perbuatan jelek yang dapat dikatakan sebagai perbuatan dosa besar dan dapat menyebabkan kerusakan ialah: Beragamanya manusia kepada yang bukan agama Allah (agama Islam). niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka. Adapun makhluk lain yang hidup bersama manusia di atas bumi ini. Dalam hal ini Allah berfirman: ُ٘‫ٌٚٛ ٠ؤاخز هللا إٌاس تّا وضثٛا ِا ذشن عٍٝ ظٙش٘ا ِٓ داتح ٌٚىٓ ٠ؤخش‬ Artinya: Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya. Karena iradahnya itu manusia bertanggung jawab atas semua perbuatannya itu. Mereka tak mau menuruti perintah Allah yang disampaikan oleh para Rasul-Nya. di waktu yang dekat serta berjalan di atas jalan yang benar. yang sifatnya merusak di permukaan bumi.

daratan dan lain-lain yang semuanya itu dijadikan Allah untuk manusia agar dapat diolah dan dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya.s.selain Allah. Selain dari itu untuk manusia-manusia yang mendiami bumi Allah ini. 7:56) Tafsir Surah Al A'raaf 56 ْ ْ َ ِ َ َ 65( َٓ١ِٕ‫)ٚال ذُفضذُٚا فِٟ األَسْ ض تَعذ إِصْ َلحَٙا ٚادعُُٖٛ خْٛ فًا ٚطَّعًا إِْ سحْ ّحَ هللاِ لَش٠ةٌ َِٓ اٌّحْ ض‬ َْ ِ ِ ُْ ِ ِ ْ ََ َ َ ِ َّ َ َ َّ Dalam ayat ini Allah swt. sengaja Allah menurunkan agama dan diutusnya para nabi dan rasul-rasul supaya mereka . dan lain-lain. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)`. azab serta kehancuran melanda mereka karena tak beriman kepada Allah.(QS. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Di sini kaum musyrik disuruh mengadakan riset di atas bumi ini serta melihat ke tempat-tempat kaum yang telah mengingkari dan mendurhakai Rasul-rasul-Nya. Mempunyai gunung-gunung. kaum Ibrahim as. Karena itu Allah telah menghancurkan mereka dengan azab-Nya. lautan. lembah-lembah. maka Allah hanya menghancurkan kaum musyrik yang sesat itu. merusak jasmani dan rohani orang lain. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. 30:42) Tafsir Surah Ar Ruum 42 ْ ْ ِ َ ُ ْ ْ ِ ِ َ َْ 14( َٓ١‫)لًُْ ص١شُٚا فِٟ األَسْ ض فَأظُشُٚا و١فَ واَْ عَالِثَحُ اٌَّز٠َٓ ِٓ لَثً واَْ أَوثَشُُ٘ ِششو‬ ِِ ْ ُ ْ ُ ْ ِ Ayat ini merupakan peringatan bagi kaum musyrik Mekah bahwa nasib mereka sama dengan nasib kaum musyrik sebelum mereka.(QS.S.s. seperti kaum Nuh a. Padahal bumi tempat hidup ini sudah dijadikan Allah cukup baik. atau menyatakan bahwa Allah itu beranak atau mempersekutukan-Nya.s. kaum Syuaib a. dan tak mau menerima seruan Rasul-rasul Nya. kaum Saleh a. berdagang. sungai-sungai. dan melepas kaum yang beriman yang sedikit jumlahnya. Setiap ada siksaan. Orang-orang yang dihancurkan Allah itu kebanyakan terdiri atas kaum musyrik dan sesat. merusak pergaulan. Hal itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum sesudahnya. Maryam: 90) ` Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. jangan sampai dirusak dan dibinasakan. kaum Ad. merusak penghidupan dan sumber-sumber penghidupan. (Q. kaum Lut a. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. membuka perusahaan dan lain-lainnya).s. (seperti bertani. Mereka sedikit sekali yang beriman kepada Allah. melarang jangan membuat kerusakan di permukaan bumi. Karena dosa besar itulah Tuhan berfirman: ‫ذىاد اٌضّٛاخ ٠رفطشْ ِٕٗ ٚذٕشك األسض ٚذخش اٌجثاي ٘ذا‬ Artinya: Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu. dan gunung-gunung runtuh". Larangan membuat kerusakan ini mencakup semua bidang. dan bumi belah.

Mengenai tanah-tanah yang tidak dicurahi hujan itu Allah berfirman: ِٗ‫أٌََُ ذَش أَْ هللاَ ٠ُزجٟ صحاتًا ثُُ ٠ُؤٌِّفُ تَ١َُٕٗ ثُُ ٠َجْ عٍُُٗ سواِا فَرَشٜ اٌْٛدق ٠َخشج ِٓ خَلٌِٗ ٚ٠َُٕزي َِٓ اٌضّاء ِٓ جثَاي فِ١َٙا ِٓ تَشد فَ١ُص١ةُ ت‬ َ َّ ٍَ ْ ِ َ ً َ ُ َ َّ ْ َ َ ِ ْ َّ َّ َ ْ ِ ِ ِ ُ ِّ َ ِ َ ِ ْ ِ ُ ُ ْ َ ْ َ ٍ ِ ْ ِ ِ َ َّ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ‫ِٓ ٠َشَاء ٚ٠َصْ شفُُٗ عَٓ ِٓ ٠َشَاء ٠َىاد صَٕا تَشْ لِٗ ٠َزَ٘ةُ تِاألَتصاس‬ َ ُ َ ُ َ ُ ِ َ ْ ْ ِ . Berdoa kepada Allah dengan cara yang tersebut dalam ayat ini akan mempertebal keyakinan dan akan menjauhkan diri dari keputus-asaan. Takut kalau-kalau doanya tidak diterima-Nya dan mendapat ampunan dan pahala-Nya. maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. agar tercipta hidup yang aman dan damai. maka di akhir ayat ini diulang lagi tentang adab berdoa. Berbuat baik kepada tetangga dan kepada sesama manusia pada umumnya. Sesudah Allah melarang membuat kerusakan. maka seluruhnya akan menjadi baik. sebagai rasul yang membawa ajaran Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam.58 ُْ ً َ ‫ُٚ٘ٛ اٌَّزٞ ٠ُشْ صً اٌش٠َاح تُششًا تَ١َٓ ٠َذْٞ سحْ ّرِٗ حرَّٝ إِرا أَلٍََّد صحاتًا ثِمَاال صمَٕاُٖ ٌِثٍََذ ِ١ِّد فَأ َْٔزٌََٕا تِٗ اٌّاء فَأَخشجْ َٕا تِٗ ِٓ وً اٌثَّّشاخ وزٌِه‬ َ َ َ ِ َ َ ِّ ُ ْ ِ ِ ٍ َ ٍ َ ْ َ َْ ِ ْ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ْ ْ َ ِّ ُ ِ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ ْ ٍ ِ َّ َ ْ ُ َ ُ‫ُٔخشج اٌّْٛ ذَٝ ٌَعٍَّىُ ذَزوشَُْٚ (56) ٚاٌثٍََذ اٌطَّ١ِّةُ ٠َخشج َٔثَاذُُٗ تِئِرْ ستِّٗ ٚاٌَّزٞ خثُث ال ٠َخشج إِال َٔىذًا وزٌِه ُٔصشفُ ا٢٠َاخ ٌِمَْٛ َ ٠َشى‬ ْ َ َ ِ َّ ُ ُ ْ َ َ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ ِّ َ َ َُْٚ‫ش‬ َ 65() Dengan kedua ayat ini Allah menegaskan bahwa salah satu karunia besar yang dilimpahkan-Nya kepada hamba-Nya ialah menggerakkan angin sebagai tanda bagi kedatangan nikmat-Nya yaitu angin yang membawa awan tebal yang dihalaunya ke negeri yang kering yang telah rusak tanamannya karena ketiadaan air. khusyuk diri dan dengan suara yang lembut. Sehingga kalau akan menyembelih binatang dianjurkan sebaik-baiknya. agama akan baik. Setiap orang yang suka berbuat baik. maka rahmat Allah tentu dekat kepadanya. 57 Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmatNya (hujan). Rahmat Allah dekat sekali kepada orang-orang yang berbuat baik. lambat laun apa yang diminta itu tentu akan dikabulkanNya. Berbuat baik juga dituntut kepada selain manusia. yaitu dengan pisau yang tajam tidak menyebabkan penderitaan bagi binatang itu. hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung.(QS. Berdoa termasuk berbuat baik. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. Dalam berdoa kepada Allah baik untuk duniawi maupun ukhrawi selain dengan sepenuh hati. tetapi ada pula beberapa tempat di muka bumi yang tidak dicurahi hujan yang banyak. Kami halau ke suatu daerah yang tandus. seperti kepada binatang dan lain-lainnya. Sebab langsung meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Kaya. bahkan ada pula beberapa daerah dicurahi hujan tetapi tanah di daerah itu hilang sia-sia tidak ada manfaatnya sedikit pun.mendapat petunjuk dan pedoman dalam hidupnya. Memang tidak semua negeri yang mendapat limpahan rahmat itu. lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Bila manusia-manusia sudah baik. berarti orang itu sudah dekat kepada rahmat Allah. kering sumurnya karena tak ada hujan dan penduduknya menderita karena haus dan lapar. Lalu Dia menurunkan di negeri itu hujan yang lebat sehingga negeri yang hampir mati itu menjadi subur kembali dan sumur-sumurnya penuh berisi air dengan demikian hiduplah penduduknya dengan serba kecukupan dari hasil tanaman-tanaman itu yang berlimpah-ruah. Anjuran berbuat baik banyak sekali ditemui dalam Alquran. dan bangsa akan baik. 7:57) Tafsir Surah Al A'raaf 57 . hendaklah juga disertai dengan perasaan takut dan penuh harapan. mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. negara akan baik. Dan terakhir diutus-Nya Nabi Muhammad saw.

S Yasin: 78 dan 79) Selanjutnya Allah memberikan perumpamaan pula dengan tanah yang baik dan subur serta tanah yang buruk dan tidak subur untuk menjelaskan sifat dan tabiat manusia dalam menerima dan menempatkan petunjuk Allah. Orang-orang yang buruk sifat dan tabiatnya tidak mau menerima kebenaran bahkan selalu mengingkarinya sehingga tidak mendapat faedah sedikit pun untuk dirinya dari kebenaran itu apalagi untuk masyarakatnya. Orang-orang yang baik sifat dan tabiatnya dapat menerima kebenaran dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan dirinya dan untuk kemaslahatan masyarakat. dan dia lupa pada kejadiannya. "Siapakah yang menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur-luluh?" Katakanlah.S An Nur: 43) Jelaslah bahwa hujan lebat yang disertai hujan es itu tidak mencurahi semua pelosok di muka bumi. kemudian menjadikannya bertindih-tindih. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Berkata Ibnu Abbas: Ayat ini adalah suatu perumpamaan yang diberikan Allah bagi orang mukmin dan . meskipun telah dicurahi hujan yang lebat. Jadi tanah-tanah di muka bumi ini ada yang baik dan subur bila dicurahi hujan sedikit saja dapat menumbuhkan berbagai macam tanaman dan menghasilkan makanan yang berlimpah ruah dan ada pula yang tidak baik. Mengenai tanah yang baik dan tanah yang tidak baik yang tidak menghasilkan meskipun dicurahi hujan dijelaskan oleh Allah pada ayat 58 berikut ini. Ia berkata. maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya. namun tumbuh-tumbuhannya tetap hidup merana dan tidak dapat menghasilkan apa-apa. Kemudian Allah memberikan perumpamaan dengan hidupnya kembali tanah-tanah yang mati. yaitu di mana orang-orang mati dihidupkan kembali dan dikumpulkan di padang mahsyar untuk menerima ganjaran bagi segala perbuatannya. untuk menetapkan kebenaran terjadinya Yaumul Mahsyar. "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. hanya Allahlah yang menentukan di mana hujan akan turun dan di mana pula awan tebal itu sekedar lewat saja sehingga daerah itu tetap tandus dan kering. yang baik dibalasi berlipat ganda dan yang buruk dibalasi dengan yang setimpal. Kalau tanah kering dan mati dapat dihidupkan Allah kembali dengan menurunkan hujan padanya sedang tanah itu lekang tidak ada lagi unsur kehidupan padanya. tentulah Allah dapat pula menghidupkan orang-orang yang telah mati meskipun yang tinggal hanya tulang-belulang atau pun telah menjadi tanah semuanya. Tentang menghidupkan orang-orang yang telah mati itu kembali Allah berfirman: ْ َ ِ َ ً َ ْ ِ ْ َ َ 57(ُ١ٍِ‫)ٚظشب ٌََٕا ِثََل َٚٔضٟ خٍَمَُٗ لَاي ِٓ ٠ُحْ ١ِٟ اٌعظَاَ ٟٚ٘ سِ١ُ(55)لًُْ ٠ُحْ ١ِ١َٙا اٌَّزٞ أَٔشَأََ٘ا أَٚي ِشج ُٚ٘ٛ تِىً خٍَك ع‬ َ َ َ َ ٌ َ ٍ ْ ِّ ُ َ َ ٍ َّ َ َ َّ ٌ ِ َ َ ِ َ َ ِْ Artinya: Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami." (Q. dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah (juga) menurunkan (butir-butiran) es dari langit(yaitu) dari (gumpalangumpalan awan seperti) gunung-gunung.Artinya: Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan kemudian mengumpulkan antara (bagianbagiannya). (Q. maka ditimpakannya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

dan Nasai dari hadis Abu Musa Al-Asyari. di antaranya mereka ada orangorang munafik dan termasuk pula orang-orang yang tidak mengamalkan ajaran agamanya meskipun ia mengetahui dan menyiarkan ajaran Allah kepada orang lain. mereka dapat minum.58 ُْ ً َ ‫ُٚ٘ٛ اٌَّزٞ ٠ُشْ صً اٌش٠َاح تُششًا تَ١َٓ ٠َذْٞ سحْ ّرِٗ حرَّٝ إِرا أَلٍََّد صحاتًا ثِمَاال صمَٕاُٖ ٌِثٍََذ ِ١ِّد فَأ َْٔزٌََٕا تِٗ اٌّاء فَأَخشجْ َٕا تِٗ ِٓ وً اٌثَّّشاخ وزٌِه‬ َ َ َ ِ َ َ ِّ ُ ْ ِ ِ ٍ َ ٍ َ ْ َ َْ ِ ْ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ْ ْ َ ِّ ُ ِ ِ َ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ْ ٍ ِ ْ َّ َ ْ ُ َ ُ‫ُٔخشج اٌّْٛ ذَٝ ٌَعٍَّىُ ذَزوشَُْٚ (56) ٚاٌثٍََذ اٌطَّ١ِّةُ ٠َخشج َٔثَاذُُٗ تِئِرْ ستِّٗ ٚاٌَّزٞ خثُث ال ٠َخشج إِال َٔىذًا وزٌِه ُٔصشفُ ا٢٠َاخ ٌِمَْٛ َ ٠َشى‬ ْ َ َ ِ َّ ُ ُ ْ َ َ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ُ ِّ َ َ َُْٚ‫ش‬ َ 65() Dengan kedua ayat ini Allah menegaskan bahwa salah satu karunia besar yang dilimpahkan-Nya kepada hamba-Nya ialah menggerakkan angin sebagai tanda bagi kedatangan nikmat-Nya yaitu angin yang membawa awan tebal yang dihalaunya ke negeri yang kering yang telah rusak tanamannya karena . bersabda: "Perumpamaan ilmu dan petunjuk yang aku diutus untuk menyampaikannya adalah seperti hujan lebat yang menimpa bumi. Adapun jiwa yang jahat dan kotor apabila disinari oleh Alquran jarang sekali yang menjadi baik dan berbudi mulia. Demikianlah Kami mengulangi tandatanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. Demikianlah Allah memberikan perumpamaan dengan nikmat dan karunia-Nya agar disyukuri oleh orang yang merasakan nikmat itu dan tahu menghargainya. apabila disinari cahaya Alquran jadilah dia jiwa yang patuh dan taat serta berbudi pekerti yang mulia. dan perumpamaan pula bagi orang-orang yang tidak mempedulikannya dan tidak mau menerima petunjuk itu. diam saja (tanpa komentar) terhadap golongan kedua yaitu orang yang tidak dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Tetapi Nabi Muhammad saw. 58 Dan tanah yang baik.(QS. memberikan predikat (julukan) Al-Hadi dan Al-Muhtadi kepada golongan pertama yang mendapat manfaat untuk dirinya dan memberikan manfaat kepada orang lain. dan memberikan predikat Al-Jahid kepada golongan ketiga yang tiada mendapat manfaat untuk dirinya dan tidak dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Tanah itu dapat menahan air (mengumpulkannya) maka Allah menjadikan manusia dapat mengambil manfaat dari air itu. bagi orang baik dan orang jahat. Diriwayatkan oleh Ahmad. Bukhari dan Muslim. Nabi Muhammad saw. dan merupakan turunnya Alquran dengan turunnya hujan. dan tanah yang tidak subur. Demikian pula jiwa yang baik dan bersih dari penyakit-penyakit kebodohan dan kemerosotan akhlak. sedang tanah yang buruk. Tetapi ada pula di antaranya tanah yang lekang (keras) yang tidak meresapi air hujan itu dan tidak menumbuhkan sesuatu apa pun. bila dicurahi hujan tidak dapat menumbuhkan kecuali sedikit sekali. tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Maka ada di antara tanah itu yang bersih (subur) dan dapat menerima hujan itu. Ada pula sebagian tanah yang datar tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. mengairi bercocok-tanam. tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah. Lalu ia mendapat manfaat dan petunjuk-petunjuk itu dan mengajarkannya kepada manusia. lalu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput yang banyak.orang kafir. Maka bumi yang baik dengan turunnya hujan dapat menghasilkan bunga-bunga dan buah-buahan. karena orang-orang dari golongan ini banyak macam ragamnya. dia berkata: Rasulullah saw. 7:58) Tafsir Surah Al A'raaf 57 . Maka tanah-tanah yang beraneka ragam itu adalah perumpamaan bagi orang yang dapat memahami agama Allah. Allah menyerupakan orang-orang itu dengan tanah yang baik dan yang buruk.

meskipun telah dicurahi hujan yang lebat. namun tumbuh-tumbuhannya tetap hidup merana dan tidak dapat menghasilkan apa-apa. tentulah Allah dapat pula menghidupkan orang-orang yang telah mati meskipun yang tinggal hanya tulang-belulang atau pun telah menjadi tanah semuanya. Tentang menghidupkan orang-orang yang telah mati itu kembali Allah berfirman: ْ َ ِ َ ً َ ْ ِ ْ َ َ 57(ُ١ٍِ‫)ٚظشب ٌََٕا ِثََل َٚٔضٟ خٍَمَُٗ لَاي ِٓ ٠ُحْ ١ِٟ اٌعظَاَ ٟٚ٘ سِ١ُ(55)لًُْ ٠ُحْ ١ِ١َٙا اٌَّزٞ أَٔشَأََ٘ا أَٚي ِشج ُٚ٘ٛ تِىً خٍَك ع‬ َ َ َ َ ٌ َ ٍ ْ ِّ ُ َ َ ٍ َّ َ َ َّ ٌ ِ َ َ ِ َ َ ِْ Artinya: Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. kemudian menjadikannya bertindih-tindih. maka ditimpakannya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Jadi tanah-tanah di muka bumi ini ada yang baik dan subur bila dicurahi hujan sedikit saja dapat menumbuhkan berbagai macam tanaman dan menghasilkan makanan yang berlimpah ruah dan ada pula yang tidak baik. yaitu di mana orang-orang mati dihidupkan kembali dan dikumpulkan di padang mahsyar untuk menerima ganjaran bagi segala perbuatannya.S Yasin: 78 dan 79) . Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.S An Nur: 43) Jelaslah bahwa hujan lebat yang disertai hujan es itu tidak mencurahi semua pelosok di muka bumi.ketiadaan air. kering sumurnya karena tak ada hujan dan penduduknya menderita karena haus dan lapar. dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Mengenai tanah-tanah yang tidak dicurahi hujan itu Allah berfirman: ِٗ‫أٌََُ ذَش أَْ هللاَ ٠ُزجٟ صحاتًا ثُُ ٠ُؤٌِّفُ تَ١َُٕٗ ثُُ ٠َجْ عٍُُٗ سواِا فَرَشٜ اٌْٛدق ٠َخشج ِٓ خَلٌِٗ ٚ٠َُٕزي َِٓ اٌضّاء ِٓ جثَاي فِ١َٙا ِٓ تَشد فَ١ُص١ةُ ت‬ َ َّ ٍَ ْ ِ َ ً َ ُ َ َّ ْ َ َ ِ ْ َّ َّ َ ْ ِ ِ ِ ُ ِّ َ ِ َ ِ ْ ِ ُ ُ ْ َ ْ َ ٍ ِ ْ ِ ِ َ َّ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ‫ِٓ ٠َشَاء ٚ٠َصْ شفُُٗ عَٓ ِٓ ٠َشَاء ٠َىاد صَٕا تَشْ لِٗ ٠َزَ٘ةُ تِاألَتصاس‬ َ ُ َ ُ َ ُ ِ َ ْ ْ ِ Artinya: Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan kemudian mengumpulkan antara (bagianbagiannya). Kalau tanah kering dan mati dapat dihidupkan Allah kembali dengan menurunkan hujan padanya sedang tanah itu lekang tidak ada lagi unsur kehidupan padanya. (Q. Memang tidak semua negeri yang mendapat limpahan rahmat itu. Mengenai tanah yang baik dan tanah yang tidak baik yang tidak menghasilkan meskipun dicurahi hujan dijelaskan oleh Allah pada ayat 58 berikut ini. hanya Allahlah yang menentukan di mana hujan akan turun dan di mana pula awan tebal itu sekedar lewat saja sehingga daerah itu tetap tandus dan kering. tetapi ada pula beberapa tempat di muka bumi yang tidak dicurahi hujan yang banyak. untuk menetapkan kebenaran terjadinya Yaumul Mahsyar. maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya. dan Allah (juga) menurunkan (butir-butiran) es dari langit (yaitu) dari (gumpalangumpalan awan seperti) gunung-gunung. bahkan ada pula beberapa daerah dicurahi hujan tetapi tanah di daerah itu hilang sia-sia tidak ada manfaatnya sedikit pun. Ia berkata. yang baik dibalasi berlipat ganda dan yang buruk dibalasi dengan yang setimpal. Lalu Dia menurunkan di negeri itu hujan yang lebat sehingga negeri yang hampir mati itu menjadi subur kembali dan sumur-sumurnya penuh berisi air dengan demikian hiduplah penduduknya dengan serba kecukupan dari hasil tanaman-tanaman itu yang berlimpah-ruah. "Siapakah yang menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur-luluh?" Katakanlah. dan dia lupa pada kejadiannya." (Q. Kemudian Allah memberikan perumpamaan dengan hidupnya kembali tanah-tanah yang mati.

Ada pula sebagian tanah yang datar tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman.Selanjutnya Allah memberikan perumpamaan pula dengan tanah yang baik dan subur serta tanah yang buruk dan tidak subur untuk menjelaskan sifat dan tabiat manusia dalam menerima dan menempatkan petunjuk Allah. karena orang-orang dari golongan ini banyak macam ragamnya. Allah menyerupakan orang-orang itu dengan tanah yang baik dan yang buruk. Maka bumi yang baik dengan turunnya hujan dapat menghasilkan bunga-bunga dan buah-buahan. Demikianlah Allah memberikan perumpamaan dengan nikmat dan karunia-Nya agar disyukuri oleh orang yang merasakan nikmat itu dan tahu menghargainya. Lalu ia mendapat manfaat dan petunjuk-petunjuk itu dan mengajarkannya kepada manusia. Tanah itu dapat menahan air (mengumpulkannya) maka Allah menjadikan manusia dapat mengambil manfaat dari air itu. Bukhari dan Muslim. Tetapi Nabi Muhammad saw. Orang-orang yang baik sifat dan tabiatnya dapat menerima kebenaran dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan dirinya dan untuk kemaslahatan masyarakat. Demikian pula jiwa yang baik dan bersih dari penyakit-penyakit kebodohan dan kemerosotan akhlak. memberikan predikat (julukan) Al-Hadi dan Al-Muhtadi kepada golongan pertama yang mendapat manfaat untuk dirinya dan memberikan manfaat kepada orang lain. sedang tanah yang buruk. Tetapi ada pula di antaranya tanah yang lekang (keras) yang tidak meresapi air hujan itu dan tidak menumbuhkan sesuatu apa pun. bila dicurahi hujan tidak dapat menumbuhkan kecuali sedikit sekali. dia berkata: Rasulullah saw. . dan perumpamaan pula bagi orang-orang yang tidak mempedulikannya dan tidak mau menerima petunjuk itu. Maka ada di antara tanah itu yang bersih (subur) dan dapat menerima hujan itu. apabila disinari cahaya Alquran jadilah dia jiwa yang patuh dan taat serta berbudi pekerti yang mulia. Orang-orang yang buruk sifat dan tabiatnya tidak mau menerima kebenaran bahkan selalu mengingkarinya sehingga tidak mendapat faedah sedikit pun untuk dirinya dari kebenaran itu apalagi untuk masyarakatnya. Adapun jiwa yang jahat dan kotor apabila disinari oleh Alquran jarang sekali yang menjadi baik dan berbudi mulia. Berkata Ibnu Abbas: Ayat ini adalah suatu perumpamaan yang diberikan Allah bagi orang mukmin dan orang kafir. bersabda: "Perumpamaan ilmu dan petunjuk yang aku diutus untuk menyampaikannya adalah seperti hujan lebat yang menimpa bumi. di antaranya mereka ada orang-orang munafik dan termasuk pula orang-orang yang tidak mengamalkan ajaran agamanya meskipun ia mengetahui dan menyiarkan ajaran Allah kepada orang lain. dan memberikan predikat Al-Jahid kepada golongan ketiga yang tiada mendapat manfaat untuk dirinya dan tidak dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Maka tanah-tanah yang beraneka ragam itu adalah perumpamaan bagi orang yang dapat memahami agama Allah. Nabi Muhammad saw. dan Nasai dari hadis Abu Musa Al-Asyari. bagi orang baik dan orang jahat. mereka dapat minum. diam saja (tanpa komentar) terhadap golongan kedua yaitu orang yang tidak dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Ahmad. lalu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput yang banyak. dan merupakan turunnya Alquran dengan turunnya hujan. mengairi bercocoktanam.

. baik yang tampak di permukaannya ataupun yang tersimpan dalam perutnya. Maka dengan mengenal ciptaan-Kulah makhluk-makhluk itu mengenal Aku. matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang. Allah SWT berfirman: ْٚ‫ِٚا خٍمد اٌجٓ ٚاإلٔش إال ٌ١عثذ‬ Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Ku. Dan apabila sampai dewasa. Kesemuanya menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku baginya. tentu akan mengakui keesaan Allah dan ke Maha Kuasaan-Nya terhadap semua yang ada di langit. Mereka ini tidak dapat melepaskan diri dari ketentuan-ketentuan Allah. guna mempertanggungjawabkan segala amalnya selagi hidup di dunia. maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Ia akan dihidupkan kembali di kampung akhirat. Sebab itulah Aku menciptakan makhluk.S.Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir. sangat bermanfaat bagi manusia. Langit dengan segala bintang yang menghiasi. sangat besar artinya bagi kehidupan manusia. Begitu juga menciptakan manusia. Lalu Allah SWT menjelaskan sikap orang-orang kafir Quraisy. Di dalam Hadis Qudsi disebutkan: ٟٔٛ‫وٕد وٕزا ِخف١ا فأسدخ أْ أُعشف فخٍمد اٌخٍك فثٟ عشف‬ َ ْ Artinya: Aku adalah khazanah yang tersembunyi. ia kembali ke asalnya. Tak pernah ada manusia yang menyimpang dari ketentuan ini. 38:27) Tafsir Surah Shaad 27 ْ َ َ َ ْ َ َ َ َّ َ ِ ٌ َْ َ ِ ُّ َ َ ً ِ 45( ‫)ِٚا خٍَمَٕا اٌضّاء ٚاألَسْ ض ِٚا تَ١َُّٕٙا تَاطَل رٌِه ظَٓ اٌَّز٠َٓ وفَشُٚا فَٛ٠ً ٌٍَِّز٠َٓ وفَشُٚا َِٓ إٌَّاس‬ ِ َ ْ َ َ َ ِ Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menjadikan langit. di bumi serta segala makhluk yang ada di antara keduanya. Apabila orang mau memperhatikan dengan seksama terhadap makhluk-makhluk yang ada di jagat raya ini. tidaklah sia-sia.Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. ia memerlukan kawan hidup untuk mengisi kekosongan jiwanya. Begitu juga bumi dengan segala isinya. lalu Aku ingin supaya dikenal. yang tak bisa dihindari. dan juga tidak mau meneliti tanda kebesaran Allah yang ada pada diri mereka sendiri. Mereka tidak mau memperhatikan tandatanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan bumi. (Q. dan bulan yang menampakkan bentuknya berubah-rubah dari malam ke malam. dan untuk melaksanakan tujuan hidupnya mengembangkan keturunan. Dan apabila manusia mengakui ke Maha Kuasaan-Nya tentulah akan mengakui pula kekuasaan-Nya menurunkan wahyu kepada hamba pilihan-Nya. Az Zariyat: 56) Dengan demikian apabila manusia berpikir secara wajar.(QS. pastilah ia mengetahui bahwa semua makhluk yang ada itu tunduk pada ketentuanketentuan yang berlaku. Kesemuanya itu diciptakan Allah atas kekuasaan dan kehendak-Nya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya. begitu lahir sudah tunduk pada gaya tarik bumi. Itulah sebabnya maka mereka itu mendustakan keesaan Allah dan mendustakan hari berbangkit. Kemudian kalau ajal telah datang merenggutnya. bumi dan makhluk apa saja yang berada di antaranya. ia bernafas dengan zat asam dan sebagainya.

sebagai balasan yang setimpal atas keingkaran mereka terhadap keesaan Allah. (Q. (Q. kebenaran wahyu dan terjadinya hari berbangkit. Al Mu'minun: 115) Pada penghujung ayat Allah SWT menegaskan bahwa mereka itu akan mendapatkan kenyataan yang berbeda dengan apa yang mereka duga selama hidup di dunia. Mereka akan merasakan neraka wail yang memang disediakan sebagai siksaan bagi mereka.S. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. .S.Allah SWT berfirman: ٍّْٛ‫ِٚا خٍمٕا اٌضّٛاخ ٚاألسض ِٚا ت١ّٕٙا العث١ٓ ِا خٍمٕاّ٘ا إال تاٌحك ٌٚىٓ أوثشُ٘ ال ٠ع‬ Artinya: Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Ad Dukhan: 38-39) Dan firman-Nya: ْٛ‫أفحضثرُ أّٔا خٍمٕاوُ عثثا ٚأٔىُ إٌ١ٕا ال ذشجع‬ Artinya: Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hak.