P. 1
Askep Medula Spinalis

Askep Medula Spinalis

|Views: 640|Likes:
cedera
cedera

More info:

Published by: CiiLennz ChOwmeenyeuu on Feb 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: TUMOR MEDULA SPINALIS MAKALAH diajukan untuk memenuhi

tugas mata kuliah Asuhan Keperawatan Sistem Persarafan

Oleh Bibiana Pindani Hernita Ariani Joni Siahaan Lenny Marlina Adaradianti Sunli Sipayung Yunda Putri Indraswari

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTO BORROMEUS BANDUNG 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmatNya lah kami dapat menyelesaikan Makalah Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Neurologi: Tumor Medula Spinalis. Dalam menyelesaikan tugas makalah ini kami tak luputdari bantuan orang lain.Untuk itu kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini : 1. Kepada yang terhormat Ns. Friska Sinaga,S.kep yang telah ,membimbing kami dalam membuat makalah ini dengan baik . 2. Kepada orang tua kami yang telah memberikan bantuan material sehingga kami dapat menelesaikan tugas makalah ini. 3. Kepada teman – teman kami yang telah mendukung dan membantu kami dalam membuat makalah ini. 4. Kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan ,yang ikut terlibat dalam pembuatan makalah ini . Kami menyadari bahwa tugas ini tidak sempurna oleh karena itu, kami masih membutuhkan kritik dan saran yang berguna bagi kami .Akhir kata , kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tumor medulla spinalis adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atuu isisnya dan biasanya menimbulakan gejal akibat terlibatnya medulla spinalis atau radiks saraf. Tumor medulla spinalis primer merupakan sperenam dari semua tumor otak dan memepunyai prognosisi yang lebih baik, karen sekitar 60%nya bersifat jinak. Medula spinalis tidak hanya mendertia akibat pertumbuhan tumornya saja tetapi juga akibat kompresi yang disebabkan oleh tumor. Tumor medulla spinalis dapat terjadi pada semua kelompok usia, tetapi jarang dijumpaisebelum usia 10 tahun. Kolumna vertebralis merupakan lokasi metastasis pada sekitar 5% pasien kanaker; sekitar 20% dari pasien-pasien ini mengalami penekanan medulla spinalis simtomatik. Metastasis ke medulla spinalis paling sering terjadi pada kanker payudar, paru, prostat dan ginjal. Faktor utama yang memengaruhi metastasis ke medulla spinalis adalah drainase vaskula tumor dan system vena epidural yang memungkinkan pergerakan retrograde emboli tumor. Tumor medulla spinalis primer diklasifikasikan sesuai lokasi tumor terhadap dura dan medulla spinalis. Klasifikasi utama membedakan tumor intradural dan ekstradural.Tumor intradural kemudian dibagi lagi menjadi ekstramedular dan intramedular. Medula spinalis akan menyesuaikan diri terhadap lompresi yang timbul perlahanlahan seperti pada minimgioma dan neurifibrima, dengan hanya memperlihatkan sedikit tanda dan gejala, khususnya pada stadium permulaan. Kompresi akut medulla spinalis seperti pada lesi metastasis yang cepat menyebabkan gangguan neurologic progresif dengan simtomatologi yang sangat bergantung pada daerah yang terserang maupun lokai lesi dalam kolumna vertebralis. Akibatnya, kompresi lesi-lesi di luar medulla spinalis biasanya menimbulkan gejala di bawah tingkat lesi. Tingkat sensorik naik secara berangsur-angsur bersama dengan meningkatnya kompresi, dan melibatkan daerah yang lebih dalam. Lesi yang terletak jauh di dalam medulla spinalis mungkit tidak menyerang serabut-serabut yang terletak superficial dan hanya menimbulakan desosiasi sensorik, yaitu sensasi nyeri dan

suhu menjadi hilang. Tujuan khusus : a. dan bahan dari internet. Pada bab II yaitu tijauan teori mengenai Anatomi-Fisiologi. dan sistematika penulisan) yang kami paparkan serta jelaskan secara rinci. konsultasi dengan dosen pembimbing. Pada bab I terdiri dari Pendahuluan (latar belakang. Adapun metode penulisan untuk bahan sumber yang kami dapatkan yaitu buku sumber yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan. Mahasiswa dapat mengetahui tentang patofisiologi dari Tumor Medula Spinalis e. B. sensasi raba masih utuh. . Mahasiswa dapat mengetahui tentang pengertian dari Tumor Medula Spinalis b. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan diawali dengan penulisan judul dan kata pengantar. metode penulisan. Kompresi medulla spinalis akan mengakibatkan ataksia karena mengganggu sensasi posisi. Mahasiswa dapat mengetahui tentang etiologi dari Tumor Medula Spinalis c. Mahasiswa dapat mengetahui tentang tes diagnostik pada Tumor Medula Spinalis f. tujuan penulisan. Mahasiswa dpat mengetahui tentang penatalaksanaan pada Tumor Medula Spinalis C. Konsep Dasar Penyakit dan Konsep Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Sistem Neurologi: Tumor Medula Spinalis. Metode Penulisan Metode penulisan yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah pola deskripsi yakni memaparkan serta menjelaskan kembali apa yang telah kami dapat dan pelajari sebelumnya dari berbagai sumber yang telah kami temukan. D. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah tentang Asuhan Keperawatan dengan gangguan Sistem Neurologi sebagai berikut : Tujuan umum : Mahasiswa dapat memahami mengenai Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Sistem Neurologi. Mahasiswa dapat mengetahui tentang manifestsi klinik dari Tumor Medula Spinalis d.

kemudian diakhiri dengan daftar pustaka. yaitu penutup yang terdiri dari kesimpulan. .Pada bab III.

Pengertian Tumor Medulla Spinalis Tumor intraspinal adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya yang biasannya menimbulkan gejala karena keterlibatan medula spinalis atau akarakar saraf. perut. jadi NEOPLASIA mengacu pada pertumbuhan sel yang baru. 1995 : 1036). plasia berarti pertumbuhan/pembelahan. tumor dikenal sebagai NEOPLASIA.BAB II KONSEP DASAR MEDIS A. Tumor primer yang dapat diklasifikasikan menjadi tumor jinak dan ganas. Tumor medulla spinalis adalah pertumbuhan abnormal primer dan metastasis yang terjadi di dalam medulla spinalis atau struktur pendukungnya. Pengertian Tumor Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk hasil proses pembelahan sel yang berlebihan dan tak terkoordinasi. Tumor medula spinalis adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya dan biasanya menimbulkan gejala-gejala karena keterlibatan medula spinalis atau akarakar saraf. yang berbeda dari . Neo berarti baru. Tumor medulla spinalis adalah tumor di daerah spinal yang dapat terjadi pada daerah servikal pertama hingga sacral yang dapat dibedakan atas: tumor primer dan tumor sekunder. Dalam bahasa medisnya. dan tumor payudara. Gambar 1: Tumor medulla spinalis Medula spinalis tidak hanya diderita akibat pertumbuhan tumornya saja tapi juga akibat kompresi yang disebabkan oleh tumor. (Price. 2006 : 1190). (Price. Sedangkan tumor sekunder merupakan anak sebar atau metastasis dari tumor ganas dari daerah rongga dada. B. pelvis.

sel tubuh secara umum memiliki 2 tugas utama yaitu melaksanakan aktivitas fungsional nya serta berkembang biak dengan membelah diri. akibatnya pada sel tumor dijumpai inti sel yang membesar karena tuntutan kerja yang meningkat. Perbedaan utama di antara keduanya adalah bahwa tumor ganas lebih berbahaya dan fatal sesuai dengan kata „ganas‟ itu sendiri. akibatnya jika di permukaan tubuh akan tampak tumor membesar dengan cepat dan seringkali di puncaknya disertai dengan luka atau pembusukan yang tidak kunjung sembuh. Terdapat perbedaan sifat yang nyata diantara dua jenis tumor ini dan memang membedakannya merupakan tuntutan wajib bagi praktisi medis. walaupun tumor ganas atau kanker itu berada pada jaringan di kaki. tumor dibagi mejadi 2 golongan besar yaitu tumor jinak (benign) dan tumor ganas ( malignant) atau yang popular dengan sebutan KANKER. 1. Tumor . Perluasannya. Tumor jinak hanya dapat menimbulkan kematian secara langsung terkait dengan lokasi tumbuhnya yang membahayakan misalnya tumor di leher yang dapat menekan saluran napas. 2. Dari pengertian tumor diatas. Terdapat beberapa sifat yang membedakan antara tumor jinak dan ganas . Sebaliknya pada Tumor ganas ( KANKER ) yang memang tak berkapsul. Gambarannya begini. Namun pada sel tumor yang terjadi adalah hampir semua energi sel digunakan untuk aktivitas berkembang biak semata.pertumbuhan sel-sel di sekitarnya yang normal. Yang perlu diketahui. Luka menahun ini diakibatkan suplai nutrisi kepada sel-sel tumor tidak mampu mengimbangi lagi sel-sel tumor yang jumlah sangat cepat berlipat ganda. Tumor jinak tumbuh secara ekspansif atau mendesak. Pertumbuhannya Tumor ganas ( KANKER ) tumbuhnya relative lebih cepat karena memang lebih aktif dan agresif. Hal ini dikarenakan tumor jinak memiliki kapsul yang membatasi antara bagian sel-sel tumor yang abnormal dengan sel-sel normal. tetapi tidak merusak struktur jaringan sekitarnya yang normal. Jadi hati-hati jika memiliki luka yang kotor dan tidak kunjung sembuh dengan pengobatan bahkan bertambah luas. akibatnya sel-sel yang berada diujung tidak mendapat nutrisi dan mati. Fungsi perkembangbiakan ini diatur oleh inti sel (nucleus). hal itu dalam tahap lanjut dapat mengakibatkan kematian.

Mengurus kegiatan reflex lutut. Sebagai penghubung antar segmen medula spinalis.ganas ( KANKER ) ini tumbuhnya infiltratif atau menyusup sembari merusak jaringan disekitarnya. Tumor ganas ( KANKER ) memiliki kekambuhan lebih tinggi dikarenakan proses pembedahannya sulit untuk benar-benar tuntas dikarenakan memang jaringan abnormal ini tidak berkapsul sehingga sulit untuk dibedakan dan dipisahkan dari jaringan normal sekitarnya yang sudah diinfiltrasi. Pusat gerakan otot-otot tubuh terbesar di komu motorik dan komuventralis 2. Mentransmisikan impuls saraf ke dan dari otak melalui jaras ( traktus ) asenden dandesenden . Mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh 6. 5. Anatomi Fisiologi Medulla spinalis medulla spinalis adalah Korda jaringan saraf yang terbungkus dalam kolumna vertebra yang memanjang dari medulla batang otak sampai ke area vertebra lumbal pertama medulla spinalis mempunyai fungsi yaitu: 1. 4. maka jaringan disekitar tumor ganas seringkali rusak. Pertumbuhan semacam ini pertama kali ditemukan oleh Hippocrates – bapak ilmu kedokteran – dan beliau menamakan sebagai CANCER (bahasa latin dari kepiting) karena menurutnya proses infiltratif seperti demikian menyerupai bentuk capit kepiting. C. Contohnya. 3. dan jika jaringan yang diinfiltrasi itu berupa pembuluh darah maka tumor jenis ini dapat menimbulkan gejala perdarahan. pada kanker paru salah satu gejalanya adalah batuk darah. Tumor jinak umumnya dengan dioperasi secara tepat jarang untuk kambuh lagi. Mengantarkan rangsangan koordinasi dan otot dan sendi ke sereblum. Medulla spinalis mengendalikan berbagai aktivitas reflek dalam tubuh 7. 3. Kekambuhan. Selain itu tumor ganas tahap lanjut umumnya penyebaran sudah lebih luas bahkan sudah bermetasasis jauh sehingga operasi adalah tidak mungkin menyembuhkan lagi karena sel-sel ganas sudah ada hampir di setiap bagian tubuh. Akibat proses infiltratif tersebut.

Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh subtansia grisea yang menyerupai huruf Hkapital. Medulla spinalis berbentuk silinder berongga dan agak pipih. Subtansia alba berfungsi sebagai jaras konduksiimpuls aferen dan eferen antara berbagai tingkat medulla spinalis. Araknoid ( selaput jaringan ) dan pia mater ( Selaput dalam ) Medulla spinalis memiliki struktur interna yaitu: 1. tempat keluarnya saraf spinal besar yang menyarafi lengan dan tungkai 3. Saraf spinal melekat pada permukaan lateral medulla spinalis dengan perantaraan duaradik. Tiga puluh satu pasang saraf spinal yang keluar dari kanalis vertebralis melalui foraminainterventebralis ( lubang pada tulang vertebral ) 4. 3. terdiri dari : Servikal : 8 pasang Torakal : 12 pasang Lumbal : 5 pasang Sacral : 5 pasang Koksigial : 1 pasang Medulla spinalis memiliki struktur yaitu: 1.Dalam medulla spinalis keluar 31 pasang saraf. Dibungkus oleh selaput yaitu dura mater ( selaput luar ). subtansia grisea ( abu-abu) merupakan tempat integrasi refleks-refleks spinal. Bagian dalam medula spinalis terdiri dari sebuah inti subtansia grisea ( abu-abu ) dan diselubungi oleh subtansia alba ( putih ). 2. Walaupun diameter inibervariasi . sedangkan kedua kaki belakang dinamakan kornu posterior atau kornu dorsalis . radik posterior atau dorsal ( sensorik ) dan radik anterior atau ventral (motorik ) 5. Dua pembesaran pada lumbal dan servikal. diameter ini biasanya berukuran sebesar jari kelingking 2. Kedua kaki huruf H yang menjulur kebagian depan tubuh disebut kornu anterior atau kornuventralis.

Fasikulus grasilis dan fasikulus kuneatus ( kolumna dorsalis )Impuls dari sentuhan dan reseptor peraba masuk kemedulla spinalis melalui radik dorsalis (neuron I ). baik yang berasal dari kortek serebral. berasenden untuk bersinap dengan nuklueigrasilis dan kuneatus di medulla oblonggata bagian bawah (neuron II ). yang akan menuju ke SSP sesudah bersinap dengan serabutsensorik dari saraf-saraf sensorik. Terminasinya berada padaarea somestatik kortek serebral. harus di terjemahkan menjadi suatu kegiatan atau tindakanmelalui struktur tersebut b. tujuan dan fungsi yang sama. baik yang berjalannaik atau turun.ventralis dan lateralis. Akson menyilang ke sisiyang berlawanan dan bersinap dalam talamus lateral ( neuron III ). Melalui traktus-traktus ini impus aferen dari saraf spinal dapat mencapai otakdan impuls eferen yang berasal dari pusat motorik dalam otak dapat diteruskan ke sel-selkornu ventralis medulla spinalis sehingga dapat memodifikasi gerakan. Traktus dapat berjalan naik ( asenden ) turun(desenden ) Traktus asenden ( sensorik ) Membawa informasi dari tubuh ke otak. Bagian ini mengandung badan sel neuron otonom. Kornu ventralis terutama terdiri dari badan sel dan dendrit. ganglia basalis atau yang timbul secararefleks dari reseptor sensorik.a. bagian penting traktus asenden ini (sensorik) meliputi: 1. Fungsinya . 4. Akson memasuki medula spinalis. Sel kornuventralis atau lower motor neuron biasanya dinamakan jaras akhir bersama karena setiap gerakan. Dalam setiap kolumna ini terdapatpita berbentuk serabut yang disebut dengan traktus.Subtansia alba dibagimenjadi tiga yaitu kolumna dorsalis. Kornu dorsalis mengandung badan sel dan dendrit yang menerima sinyal melalui sarafspinal dari neuron sensorik. TRAKTUS MEDULLA SPINALIS Subtansia alba bertindak sebagai pengantar traktus-traktus yang panjang. Pada daerah toraks dan lumbal antara kornu anterio dan posterior mengandung sistemsaraf perifer. Traktus merupakan seikat serabutdengan asal. bagian ini mengandung neuronmotorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke efektor ( otot ).

tekanan. Traktus spinoserebelar dorsalImpuls dari traktus ini memiliki awal dan akhir yang sama dengan impuls dari traktusspinoserebelar ventrikel. 4.memanjang sampai ke kornu posteroir untuk bersinap langsung atau melalui interneurondengan neuron bagian bawah ( neuron II ) dalam kornu anterior. Traktus pyramidal Merupakan bagian yang serabut-serabutnya menyatu dalam medula oblongata membentuk pirami a. Traktus kortikospinal lateral Neuron I berasal dari area motorik kortek serebral. Fungsinya menghantar impuls untuk koordinasi danketetapan gerak volunterb. b. suhu dan nyeri. Akson berasenden di sisi yang sama atau berlawanan dan berterminasi padakorteks serebelar. 2. Akson menyilang kesisiyang berlawanan dan berasenden untuk bersinap dalam talamus ( neuron III ).berasenden di sisi yang sama menuju kortek serebelar. persendian dan tendonotot. vibrasi. Traktus kortikospinal ventral . Traktus spinosereberal ventralImpuls dari reseptor kinestetik ( kesadaran akan posisi tubuh ) pada otot dan tendonmemasuki medulla spinalis melalui radiks dorsal ( neural I ) dan bersinap dalm kornu posterior ( neuron III ). dan gerakan sendi dari kulit. Traktus spinotalami ventralImpuls dari reseptor taktil pada kulit masuk ke medulla spinalis melalui radik dorsal ( neuron I) dan bersinap dalam kornu posterior di sisi yang sama ( neuron II ).traktus ini menyampaikan informasi mengenaisentuhan. posisi tubuh. Akson berterminasi padalempeng ujung motorik otot rangka. Traktus desenden ( motorik ) Membawa impuls motorik dari otak ke medulla spinalis dan saraf spinal menuju tubuh. Fungsinya membawa informasi mengenai gerak dan posisis seluruh anggotagerak. Fungsinya membawa informasi mengenaisentuhan. keseimbangandan arah gerakan ). Akasonberujung dalam area somestatik kortek serebrl. Akson saraf berdesenden kemedulla. Fungsitraktus motorik meliputi : 1. 3. walau demikian akson pada neuron II dalam kornuposterior. Fungsinya membawainformasi mengenai propriosepsi bawah sadar ( kesadaran akan posis tubuh.

Traktus ini berkaitan dengan pengendalian otot-otot kepala dan leher. d. Traktus ektrapiramidal Serabut dalam sistem ini berasal dari pusat lain misalnya nuklei motorik dalam kortek serebraldan area subkortikal kortek di otak. Traktus ini tidak berdesenden ke bawah area serviks. 2. c.secara langsung maupun melalui interneuron dengan neuron II dalam kornu anterior. Impulsmempertahankan tonus otot dalam aktivitas refleks. a. Traktus retokulospinalBerasal dari formasi retikularis ( neuron I ) dan berujung (neuron II) pada sisi yang sama dineuron motorik bagian bawah dalam kornu anterior medulla spinalis. Pembuluh-pembuluh yang kecil membawa nutrient kepada neuron-neuron. Traktus rubrospinalBerasal dari nukleus merah otak tengah.Fungsinya memiliki fungsi yang sama dengan traktus kortikospinal lateral. Traktus vestilospinal lateralBerasal dari nukleus vestibular lateral dalam medula ( neuron I ) Dan berdesenden pada sisiyang sama untuk berujung ( neuron II ) dalam kornu anterior medulla spinalis.Neuron I berasal dari sel piramidal pada area motorik kortek serebral dan berdesenden sampaimedulla spinalis. Sirkulasi Otak dan Medula Spinalis Sirkulasi arteri pada otak terdiri dari perpaduan/gabungan arteri-artrei yang besar dan penetrasi pembuluh-pembulu darah yang kecil masuk ke otak dari sudut kanan setelah bercabang-cabang dari pembuluh-pembuluh gabungan. Arteri-arteri besar mengirimkan darah ke daerah-daerah: . b. juga termasukjenis traktus ekstrapiramidal yang berhubungan dengan postur dan tonus otot. Di sini akson menyilang ke sisi yang berlawanan tempat sebelum bersinap. Traktus vestibulospinal medialBerasal dari nukleus vestibular medial dalam medulla dan menyilang kesisi yang berlawananuntuk berakhir pada kornu anterior. Traktus olivospinal yang berasal dari olive inferiormedula dan traktus tektospinal yang berasal dari bagian tektum otak tengah. Impuls memberikansemacam pengaruh fasilitas pada ekstensor tungkai dan flesor lengan serta memberikan suatupengaruh inhibisi yang berkaitan dengan postur dan tonus otot.

Arteri cerebral posterior 1) Sebagian lobus temporal dan oksipital 2) Organ-organ vestibular 3) Aparatus Cochlear Fungsi system saraf otonom simpatis adalah system yang siap siaga untuk membantu proses kedaruratan. Arteri basilaris 1) Batang otak 2) Cerebellum b. Tumor Medula Spinalis Primer . Etiologi 1. Pelepasan simpatis yang meningkat cepat sama seperti tubuh saat diberikan suntikan adrenalis. oleh karena itu stasiun system daraf adrenergic kadang dipakai jika mnunjukkan kondisi seperti pada system daraf simpatis. Di bawah keadaan stress baik yang disebabkan oleh fisik maupun emosional dapat menyebabkan peningkatan yang cepat pada impuls saraf. peristaltic makin lambat. dan keringat meningkat. rambut berdiri.1. dilatasi arteri menuju jantung dan otot-otot volunteer yang memebawa lebih banyak darah ke jantung. Sebagai akibatnya bronkhiolus berdilatasi untuk memudahkan pertukaran gas. kontraksi jantung yang kuat dan cepat. Arteri serebral anterior 1) Permukaan medial dari lobus frontalis dan lobus parietalis 2) Basal ganglia 3) Bagian dari kapsul corpus colosum interna b. hati mengeluarkanglukosa untuk menghasilkan energy yang cepat. D. Tubuh mempersiapkan untuk respon “fight or fight” jika ada ancaman. Arteri vertebralis: 20 % dari suplai darah a. dilatasi pupil. frontalis dan temporalis 2) Giri prasental (motor) 3) Giri pasca sentral (sensor) 2. Arteri cerebral media 1) Permukaan lobus parietalis. kontriksi pembuluh darah perifer yang membuat kulit pada kaki dingi tetapi menyalurkan darah ke organ vital yang aktif. Arteri karotis interna: 80 % dari suplai darah a.

Tumor yang paling . Tumor ekstradural Tumor ekstradural pada umumnya berasal dari kolumna vertebralis atau dari dalam ruang ekstradural. ginjal. 2006 : 1190) 1. Tumor Medula Spinalis Sekunder Adapun tumor sekunder (metastasis) disebabkan oleh sel-sel kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain melalui aliran darah yang kemudian menembus dinding pembuluh darah. dan bahan-bahan kimia yang bersifat karsinogenik. Tumor medula spinalis sekunder Tumor medula spinalis sekunder selalu bersifat ganas karena merupakan metastatis dari proses keganasan di tempat lain seperti kanker paru-paru. kelenjar tiroid atau limfoma. 2. melekat pada jaringan medula spinalis yang normal dan membentuk jaringan tumor baru di daerah tersebut. neuroblastoma dan kordoma sedangkan yang bersifat jinak contonhya neurinoma. Klasifikasi tumor berdasarkan lokasi tumor terhadap dura dan medula spinalis (Price. Klasifikasi Klasifikasi tumor berdasarkan asal dan sifat selnya 1. Tumor primer yang bersifat ganas contohnya astrositoma. 2. 90% tumor ekstradural adalah ganas. Beberapa penyebab yang mungkin dan hingga saat ini masih dalam tahap penelitian adalah virus. kanker payudara.Penyebab tumor medula spinalis primer sampai saat ini belum diketahui secara pasti. faktor genetik. E. kelenjar prostat. Tumor medula spinalis primer Tumor medula spinalis primer dapat bersifat jinak maupun ganas. glioma dan ependimona (neoplasma yang timbul pada kanalis sentralis medula spinalis).

tumor intra medular cenderung lebih jinak secara histologis. Berbeda dengan tumor intrakranial. Sebagian kecil neurofibroma mengalami perubahan sarkomatosa dan menjadi infasis atau bermetastasis. Sekitar 50% dari tumor intramedular adalah ependimoma. (Price. Kadang-kadang neurofibroma tumbuh menyerupai jam pasir yang meluas kedalam ruang ekstradural. Pada tumor intradural ekstramedular protein cairan cerebrospinal hamper selalu meningkat kadarnya.umum menyerang kolumna vertebralis medulla spinalis adalah karsinoma metastatic. prostat. Tumor ekstramedular intradural Tumor ekstramedular terletak antara dura dan medulla spinalis. kemungkinan berasal dari membran araknoid. b. Perjalanan klinis yang lazim dari tumor ekstradural adalah kompresi cepat pada medulla spinalis yang disebabkan oleh gangguan tumor pada medulla spinalis. dan sekitar 90% dijumpai di regio toraksika. atau perdarahan akibat metastasis. Tumor ini biasanya neurofibroma atau meningioma jinak (tumor pada meningen). metastatic. Sekali gejala kompresi medulla spinallis timbul. Nyeri akan terasa lebih hebat oleh gerakan. kolaps kolumna vertebralis. Tempat tersering tumor ini adalah sisi posterolateral medula spinalis. 2.bersin. Neoplasma ekstradural dalam ruangan ekstradular biasanya karsinoma dan limfoma. tiroid.(Price. paru-paru. ginjal dan lambung. Tumor ini menekan medulla spinalis dan dapat disingkirkan dengan pembedahan. Neurofibroma berasal dari radiks saraf dorsal. 2006 : 1193). 2006 : 1192). batuk. Lesi medula spinalis ektramedular menyebabkan kompresi medula spinalis dan radiks saraf pada segmen yang terkena. Lebih dari 95% tumor ini adalah glioma. Tumor ini lebih sering terjadi pada wanita usia separuh baya. 45% adalah atrositoma dan sisanya adalah oligodendroglioma . mereka akan dengan cepat mengakibatkan fungsi medulla spinalis hilang. Tumor intardural Tumor intradural dibagi menjadi : a. Meningioma pada umunya melekat tidak begitu erat pada dura. Struktur histologi tumor intramedular pada dasarnya sama dengan tumor intrakranial. Tumor Intramedular intradural Tumor intramedular berasal dari medulla spinalis itu sendiri. Tumor ekstradural terutama merupakan metastasis dari lesi primer di payudara.

3. disartria. 2006 : 1191) Lesi daerah servikal menimbulkan tanda-tanda sensorik dan motorik. tumor bisa berbentuk kista(Price. Gejala lainnya adalah pusing.dan hemangioblastoma. Kedua tumor (ependyomas dan Astrocytomas) biasanya bersifat invasive sehingga untuk pengangkatan tumor secara komplit tidak memungkinkan. Gejala – gejala kompresi medulla spinalis pada tingkat ini disebabka oleh karena kompresi medulla spinalis. Gejala awal dan tersering adalah 1. Ependimoma dapat terjadi pada semua tingkat medula spinalis tetapi paling sering pada konus medularis kauda ekuina. Terlibatnya tangan karena lesi servikalis bagian atas( misalnya diatas C4) diduga disebabkan karena kompresi suplai darah ke tanduk anterior melalui arteria spinalis anterior. Tumor daerah servikal (Price. Kompresi medula spinalis pada berbagai tingkat : a. nistagmus (osilisasi mata yang cepat saat memandang atau melihat suatu daerah atau benda). nyeri lebih hebat waktu b. dan kandungan intracranial. Tumor-tumor intramedular ini tumbuh ke bagian tengah medula spinalis dan merusak serabutserabut yang menyilang serta neuron-neuron substansia grisea. Kerusakan ini menyebabkan kehilangan fungsi fisiologis rasa nyeri dan suhu yang meluas ke seluruh bagian yang terkena lesi. Gejala tambahan gangguan sensorik dan motorik pada tangan. disfagia. Tumor foramen magnum Sebagian besar merupakan meningioma. akar – akar saraf. kelemahan sensoris dan motoris berupa hiperestesia dalam dermatom vertebra servikalis (C2) akibat kompresi pada akar syaraf. Nyeri servikalis posterior menganggukan kepala 2. . 2006 : 1193). (Price. Dan berasal dari dura taut kranioservikalis.” Radicular like” yang melibatkan bahu dan lengan dan mungkin juga menyerang tangan. 2006 : 1191) (nyeri sub oksipital). kesulitan bernapas. mual muntah serta artrofi otot sternokleidomastoideus dan trapezius.

Tumor daerah thorakal Pada lesi daerah thorakal seringkali terjadi kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstremitas bagian bawah dan mengalami parestesia. Hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia. 2. 2006 : 1992) Kompresi medula spinalis lumbal bagian atas menyebabkan fleksi panggul dan spastisitas tungkai bawah. Tanda – tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau perineum. melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi C7. Pasien dapat mengeluh nyeri dan perasaan terjepit dan tertekan pada dada serta abdomen akibat gangguan intrathorakal dan intraabdominal. 3. c. Tumor servikalis yang lebih rendah (C5. yang kadang-kadang menjalar ke kaki. dan lesi C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari manis dan jari tengah. 1. 2006 : 1192) F. Manifestasi Klinis . C7) dapat menyebabkan hilangnya refleks tendon ektremitas atas (biseps brakioradialis. 2006 : 1191). Lesi pada lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum betis dan kaki serta kehilngan refkleks pergelangan kaki. gangguan kontrol usus dan kandung kemih merupakan tanda khas lesi yang mengenai daerah sakral bagian bawah. trisep). Pada lesi thorakal bagian bawah refleks perut bagian bawah dan tanda beevor (umbilikus menonjol apabila penderita pada posisi terlentang mengangkat kepala melawan suatu tahanan).1. d. (Price. Lesi servikalis bagian atas disebabkan oleh kompresi suplai darah ke kornu anterior melalui arteria spinalis anterior sehingga kelemahan dan atrofi gelang bahu dan lengan. (Price. e. Defisit sensorik membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan ibu jari pada kompresi C6. Tumor kauda equina Lesi kauda ekuina menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. C6. 2. Tumor di daerah lumbosakral (Price.

yang pada giliranya menyebabkan kerusakan pada kulit perifer.Tumor Ekstradural (Price. bersin atau mengedan dan paling berat terjadi pada malam hari. Gangguan BAB dan BAK. Nyeri diperberat oleh gerakan. Bila lesinya besar terjadi sensasi raba. Parestesi dan defisit sensorik akan berkembang cepat menjadi paraplegia yang ireverssibel. posisi dan getar. Nyeri radikuler diperberat oleh batuk dan mengejan. Tumor Intramedular (Price. Nyeri setempat ini paling hebat terjadi pada malam hari dan menjadi lebih hebat oleh gerakan tulang belakang. 2006 : 1193)       Nyeri mula-mula di punggung dan kemudian disepanjang radiks spinal. Kelemahan yang disertai atrofi dan fasikulasi . Diikuti oleh nyeri yang menjalar menurut pola dermatom. Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar. Tumor Intradural Tumor Ekstramedular (Price. 2006 : 1192)         Gejala pertama umumnya berupa nyeri yang menetap dan terbatas pada daerah tumor. gerak. 2006 : 1193)     Hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas diseluruh segmen yang terkena. Defisit sensorik Parestesia Ataksia Jika tumor terletak anterior dapat menyebabkan defisit sensorik ringan serta gangguan motorik yang hebat. batuk. Nyeri dapat berlangsung selama beberapa hari atau bulan sebelum keterlibatan medula spinalis. Defisit sensasi nyeri dan suhu. Fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali.

siku pergelangan dan bagian dari lengan. Quadriplegia  Perlu bantuan ventilator. Nyeri tumpul. Hilangnya sensasi di bawah  Mampu mengguanakan kursi roda. Sensasi lebih banyak pada lengan dan tangan dibandingkan pada C6. Tidak terkontrolnya bowel dan bladder Berakibat fatal.  Quadriplegia  Hilangnya sensasi di bawah klavikula Tidak terkontrolnya bowel dan bladder. Ambulasi kursi roda. Tabel 1: Batas medulla spinalis.  Qudriplegia    Masih bantuan. Yang lain mengalami fungsi yang sama dengan C5. Cervikal 6 (C6) Qudriplegia   Hilangnya fungsi motorik di bawah atas bahu dan lengan Sensasi lebih banyak pada lengan dan jempol.  Memerlukan bantuan seluruhnya. impotensi pada pria dan gangguan spinter pada kedua jenis kelamin. Cervikal 7(C7)  Fungsi motorik yang kurang sempurna pada bahu. Meningkatnya kemampuan untuk aktivitas hidup sehari-hari.  Memerlukan bantuan seluruh aktivitas perawatan diri.    Cervikal 5 (C5)  Paralisis pernapasan. Hilangnya fungsi motorik dari atas bahu ke bawah. perlu dengan Cervikal 8 (C8)  Mamapu mengontrol lengan tetapi beberapa hari lengan mengalami kelemahan. Meningkatnya   . tanda dan gejala Batas cedera Cervikal (C1-C4) Fungsi yang hilang Fugsi yang diharapkan  Hilangnya fungsi motorik dan  Ketergantungan sensorik dari leher ke bawah total.

lutut dan kaki. Hilangnya fungsi motorik dari pelvis dan tungkai. motorik Sakral (S2-S4) Paraplegia   Hilangnya sensasi pada bagian bawah tungakai dan perineum. Dapat dalam diri. kemandirian dalam aktivitas hidup. dengan Lumbosacral (L4S1)  Paraplegia   Tidak terkontrol bowel dan bladder.Qudriplegia  Thorakal (T1-T6)  Paraplegia   Thorakal T12) (T6- dada. Hilangnya kemampuan motorik dan sensasi di bawah pinggang.  Ambulasi brankas.   Paraplegia Fungsi pernapasan sempurna tetapi hilangnya fungsi bowel dan bladder. Lumbal (L1-L3)  Kemandirian dengan kursi roda. Pada keadaan awal terjadi gangguan bladder dan bowel. tidak terkontrol bowel dan bladder.  Ambulasi normal. Kemungkinan beberapa otot interkosta mengalami kerusakan. Hilangnya beberapa fungsi motorik pada pangkal paha. Paraplegia  Hilangnya sensasi dari abdomen bagian bawah dan tungkai.  Hilangnya kemampuan motorik dan sensasi di bawah dada tengah. mandiri perawatan  Dapat bekerja dengan mengguanakn kursi roda. Hilangnya control bowel dan bladder. .  Sama seperti T1-T6 tetapi ada peningkatan keseimbangan duduk. Hilangnya fungsi ankle plantar fleksor.

kaki posterior Ekstensor jari kaki Dorsofleksio pergelangan kaki dan pleksor plantaris . sisi ulnar tangan Punggung bawah. jari keempat dan kelima Paha anterior Quardiseps Otot-otot intrinsik tangan Quardiseps Ibu jari kaki. sisi radial lengan bawah. scapula medial. dorsum pedis. jari telunjuk Jari telunjuk. lengan Leher bawah. ibu jari kaki Punggung bawah. lengan atas dan bawah Leher bawah. Achilles tumit. Trisep jari tengah Trisep Sisi ulnar tangan. paha lateral. sisi lateral telapak kaki. sisi medial lengan atas dan bawah. bisep Bisep C5 C6 C7 C8 L4 L5 S1 Leher bawah. sisi medial dorsum pedis. ujung bahu. tungkai lateral. Daerah deltoid Sisi radial Bisep tangan. tumit. paha anterior dan medial Punggung bawah. paha posterior. prokordial. scapula medial. ibu jari.Akar Tempat nyeri Kehilangan sensoris Kehilangan reflek Bisep Kelemahan dan atrofi Abductor bahu. tungkai dan paha lateral Kaki lateral. kaki posterior.lengan. Leher bawah.

1970. Tumor medulla spinalis baik primer maupun sekunder menyebabkan kompresi. Lesi pada daerah servikal menyebabkan kelemahan dan atrofi lengan bahu. Hal ini tergantung pada kecepatan pertumbuhan neoplasma dan konsistensu dari neoplasma tersebut. hlm. sehingga terjadi kelemahan sensoris maupun motoris tergantung pada letak lesi. Akibat terklihatnya tanda-tanda dan gejala neurologi yang berkembang secara cepat ( dalam jam) atau dalam periode waktu yang lama ( bulan sampai tahun). pada C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah b. dimana konsistensinya sama dengan medulla spinalis. Lesi pada daerah thorakal menyebabkan kelemahan spastik pada ekstremitas bagian bawah dan parestesia serta menyebabkan nyeri pada dada dan abdomen. G. kelemahan sensoris dan motoris berupa hiperestesia dalam dermatom vertebra servikalis (C2). akar-akar syaraf serta kandungan intracranial. Brown. 114. Tanda dan gejala lesi akar syaraf : a. C6. Hal ini memungkinkan medulla spinalis mengadakan penyesuaian terhadap neoplasma dan mengatur sirkulasi. kompresi C6 menyebabkan defisit sensorik.Sumber: John Simpson and Kenneth Mage. C7) menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas. Tanda dan gejala gangguan neurologi klien yang diperlihatkan juga tergantung pada lokasi neoplasma. merupakan pertumbuhan neoplasma cepat pada medulla spinalis dengan disertai adanya edema yang menyebabkan defisit neurologi. Konsistensi keras. Boston. medulla spinalis. Konsistensi lunak biasanya neoplasma yang pertumbuhannya lambat. terganggunya suplai darah ke medula spinalis dan atau obstruksi saluran cairan serebrospinal. . Clinical Evaluation of the Nervous Sistem. Tumor pada servikal (C5. Little. Patofisiologi Tumor medulla spinalis dapat menimbulkan perubahan patofisiologi dengan penekanan pada medulla spinalis dan akar-akar saraf.

Pemeriksaan Penunjang 1.c. (Hinchliff. Lesi kauda ekuina menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. 1999 : 324)     Quadriplegia Merupakan paralisis keseluruhan pada empat anggota gerak. gangguan kontrol usus dan kandung kemih akibat lesi pada sakral bagian bawah. 2006 : 1192) H. 1999 : 432) Infeksi saluran kemih Kerusakan jaringan lunak Komplikasi pernapasan Komplikasi yang muncul akibat pembedahan adalah:  Deformitas pada tulang belakang post operasi lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. yang kadangkadang menjalar ke tungkai (Price. Tanda – tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau perineum. dapat terjadi obstruksi foramen Luschka sehingga menyebabkan hidrosefalus.  Setelah pembedahan tumor medula spinalis pada servikal. Komplikasi Komplikasi yang mungkin pada tumor medula spinalis antara lain:  Paraplegia Merupakan paralisis ekstremitas bawah. Deformitas pada tulang belakang tersebut dapat menyebabkan kompresi medula spinalis. d. Tumor Ekstradural (Price. I. 2006 : 1193)  Radiogram tulang belakang . biasanya mencakup kandung kemih dan rektum. (Hinchliff. Lesi pada lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum betis dan kaki serta kehilngan refkleks pergelangan kaki serta hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia.

Tumor Intradural Tumor Ekstramedular (Price.    Mielogram Untuk memastikan letak tumor. X-ray spinal: menentukan adanya lesi dan kerusakan vertebra 2.Sebagian besar penderita tumor akan memperlihatkan osteoporosis atau kerusakan nyata pada pedikulus dan korpus vertebrae. J. Mielogram. Myelografi : mengidentifikasi dan menentukan derajat tumor 3. Radiografi spinal Memperlihatkan pembesaran foramen dan penipisan pedikulus yang berdekatan. 2. CT-Scan MRI Tumor Intramedular (Price. 2006 : 1193)      CSF memperlihatkan kadar protein yang meningkat. 2006 : 1194)   Radiogram Memperlihatkan pelebaran canalis vertebralis dan erosi pedikulus. CT-Scan Resolusi Tinggi. Mielogram. CT-Scan: mengidentifikasi lokasi tumor 4. Penatalaksaan Umum  Terapi radiasi setelah pembedahan . Penatalaksanaan Medis 1. peningkatan jumlah protein menunjukan adanya tumor. CSF memperlihatkan kadar protein yang meningkat dan kadar glukosa yang normal. CT-Scan atau MRI memperlihatkan pembesaran medula spinalis Secara keseluruhan tes diagnostic pada tumor medulla spinalis dapat identifikasi dengan berbagai macam pemeriksaan : 1. Lumbal pungsi : menganalisa cairan serebrospinal.

      Pemasangan collar servikal Fisioterapi Kemoterapi sistemik Kortikosteroid Antacid Analgetik seperti acetaminophen 2 Penatalaksanaan tumor spesifik Tumor Ekstradural (Price. 2006 : 1193)      Analgetik Kortikosteroid Terapi radiasi Kemoterapi Terapi hormonal Tumor Intradural (Price. 2006 : 1194)   Pembedahan Pengangkatan tumor intramedular terutama pada ependimoma dan hemangioblastoma .

1. sebab pengkajian merupakan awal dari proses keperawatan. Pengkajian Diperlukan pengkajian yang cermat dan teliti untuk mengetahui masalah pasien dengan tepat. Dan keberhasilan proses keperawatan tergantung dari pengkajian. Biodata a. 4. mual muntah.BAB III KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM NEUROLOGI: TUMOR MEDULA SPINALIS A. Pemeriksaan Fisik . (Price. Keluhan Utama Nyeri hebat pada malam hari dan ketika tulang belakang digerakan serta pada saat istirahat 3. 2006 : 1193) c. (Price. Jenis Kelamin Meningioma lebih sering terjadi pada wanita usia separuh baya. Riwayat Penyakit Sekarang Awal dirasakan nyeri hebat pada malam hari dan saat berubah posisi serta keluhankeluhan lain seperti kelemahan ekstremitas. 2. kesulitan bernapas serta cara penanganannya. 2006 : 1190) b. Pekerjaan Pekerjaan yang berhubungan langsung terhadap paparan bahan kimia yang bersifat. Umur Tumor medula spinalis dapat terjadi pada semua kelompok usia tetapi jarang dijumpai sebelum usia 10 tahun.

d kerusakan atau kompresi medulla spinalis 3. efek imobilisasi. seperti hilangnya rasa raba. Perubahan pola eliminasi urine b. Diagnosa Keperawatan 1. Pemeriksaan sensorik: adanya kerusakan sensorik pada ekstremitas bawah. dan kerusakan spastic. Gangguan mobilitas fisik b. Pemeriksaan motorik : adanya hilang fungsi motorik. Nyeri b. atrofi otot. dan merubah posisi. 5. paralisis.      5. .d kompresi pada medulla spinalis. getar.d gangguan fungsi sfingter 4. terdapat refleks babinski Pemeriksaan tulang belakang: nyeri pada bagian belakang Pemeriksaan fungsi seksual: penurunan libido dan penurunan ereksi Pengkajian pengetahuan pasien dan keluarga  Pengetahuan tentang penyakit dan perawtannya  Pengetahuan tentang tindakan pre dan post operasi  Pengetahuan tentnag perawatan dirumah B. tetraplegia. pengobatan dan peratawan pre dan post operasi. Pemeriksaan kaku kuduk: positif adanya tahanan ( kaku kuduk +) Pemeriksaan refleks: meningkat atau menurunnya refleks. efek pembedahan laminektomi 2.d disfungsi saraf yang mensarafi bowel. Gangguan pola eliminasi bowel b. Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit.

Hindari penekanan pada lokasi operasi. untuk menghambat prostaglandindan bradikinin menghambat sehingga terjadinya . Napas dalam dapat meralksasi saat terjadi nyeri. Mobilisasi pasien dengan posisi 2. dapat terjadi akibat pada medulla klien 2. nyeri menentukan Tujuan Intervensi Rasional rencana tindakan lebih lanjut. 5. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgetik 4. spinalis efek memperlihatkan pembedahan laminektomi peningkatan rasa nyaman regangan dan posisi yang tidak tepat 3. 4. Kriteria Hasil :  Nyeri berkuran atau hilang  Pasien dapat mengatasi rasa nyeri  TTV dalam batas normal 5. Tingkat gunakan skala 0-10. Intervensi keperawatan Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri kompresi b. Mempengaruhi mekanismenya SSP. Nyeri lurus sesuai anatomi tubuh. Lakukan relaksasi napas dalam 3. Penekanan menimbulkan rasa nyeri. otot dan meningkatkan suplai oksigen.d Tujuan : dalam waktu 3x24 jam akan 1.C. Observasi tingkat nyeri pasien 1.

Menghindari dekubitus. catat perubahan status neurologi. Gunakan tempat tidur 4. 5. Kaji 1. 8. 2. 4 jam sekali gangguan sensori dan motorik. 3. Lakukan latihan napas dalam dan batuk efektif. Lakukan latihan ROM setiap 2.10. Menghindari terjadinya 3. kompresi medulla 2. 9. Melatih ekspansi paru akibat paralisis otot pernapasan.rangsangan reseptor nyeri. kedaan sensorik 7. mobilitas . 4. 3. Gangguan mobilitas fisik kerusakan atau 1.11.d mobilitas fisik 6. 5. spinalis Tujuan : dalam waktu 3x 24 jam b. Tumor dapat menekan medulla spinalis yang mengakibatkan pasien. Mencegah kontraktur dan pasien membaik Criteria Hasil: 1. kemampuan motorik 1. Lakukan alih posisi setiap 2 jam. Pasien dapat mempertaha nkan mempertahankan kekuatan otot. 2.

5. Dapat melakukan aktivitas secara mandiri 3.12. Kaji pola eliminasi urin. Tidak terjadi gangguan atau komplikasi akibat imobilisasi seperti gangguan integritas kulit 3. Kolaborasi dengan fisioterapi untuk penanganan lebih lanjut.d eliminasi membaik pola klien antidekubitus jika tersedia.13. lakukan pemeriksaan bladder dan monitor intake dan output cairan. 14. 6. Menentukan adanya gangguan eliminasi dan tindakan lanjut. 1. Lakukan katerisasi dan lakukan perawatan kateter. 1. Mencegah kontraktus 7. Perubahan pola eliminasi urine gangguan Tujuan : Dalam waktu 3 x 24 jam b.yang optimal 4. penentuan lebih . Penanganan lebih lanjut. 2. 7. 6. 2. dekubitus. Lakukan foot drop.

Melatih kemampuan spinter urinarius. Ukur intake dan output cairan.fungsi sfingter Kriteria Hasil :  Pola eliminasi urine pasien normal  Distensi bladder tidak terjadi  Intake output  dan urin 3. Kopi mempunyai dan traktus urine mencegah seimbang Warna normal urin efek diuretic. Menenetukan kebutuhan keseimbangan cairan. 5. . 2. 5. 4. 4. Hindari makanan atau minuman yang dapat merangsang miksi seperti kopi. 3. Mengontrol pengeluaran dan infeksi. Lakukan bladder training.

.

.

Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. 2009. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi3. Jakarta: Trans Info Media http://www. Arif. Jakarta:EGC. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Marilynn E. Mutaqin. Anatomi dan Fisiologis Untuk Mahasisiswa Keperawatan.scribd. 2007. Keperawatan Medikal Bedah: Gangguan Sistem Persarafan. Sagung Seto Widagdo. Jakarta: CV.Arthur C. Jakarta: EGC.com/doc/16796799/Refrat-Tumor-Medula-Spinalis http://id. 1999. Priyanto. Guyton.com/writing-and-speaking/2150305-pengertian-tumor-neoplasma-danpenjelasannya/#ixzz1vhf65CGe . Farmakologi Dasar. Wahyu. 2010. Syaiffuddin. 2008. Jakarta: Lembaga Studi dan Konsultasi Farmakologi.DAFTAR PUSTAKA Doenges. 2008. Jakarta: Salemba Medika.shvoong.2006. Jakarta:EGC Trawoto. Buku Ajar: Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Persarafan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->