KURIKULUM 2004

STANDAR KOMPETENSI

Mata Pelajaran
BAHASA INGGRIS
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA dan MADRASAH TSANAWIYAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Jakarta, Tahun 2003

Katalog dalam Terbitan Indonesia. Pusat Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP & MTs, - Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas: 2003 iv, 88 hal. ISBN 979-725-177-2

2

KATA PENGANTAR
Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasi respon terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini serta pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya. Hal ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum. Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan mengacu pada UndangUndang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah yang terkait yang mengamanatkan tentang adanya standar nasional pendidikan yang berkenaan dengan standar isi, proses, dan kompetensi lulusan serta penetapan kerangka dasar dan standar kurikulum oleh pemerintah. Upaya penyempurnaan kurikulum ini guna mewujudkan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang harus dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup serta menyesuaikan diri dan berhasil dalam kehidupan. Kurikulum ini dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan keadaan daerah dan sekolah. Dokumen kurikulum 2004 terdiri atas Kerangka Dasar Kurikulum 2004, Standar Bahan Kajian dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang disusun untuk masing-masing mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan. Dokumen ini adalah Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk satuan pendidikan SMP & MTs. Dengan diterbitkan dokumen ini maka diharapkan daerah dan sekolah dapat menggunakannya sebagai acuan dalam pengembangan perencanaan pembelajaran di sekolah masing-masing. Jakarta, Oktober 2003 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Dr. Boediono NIP. 130344755

Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Ir. Indra Jati Sidi NIP. 130672115

3

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................. I. PENDAHULUAN ................................................................................. A. Rasional ......................................................................................... B. Pengertian ..................................................................................... C. Fungsi dan Tujuan ........................................................................ D. Ruang Lingkup ............................................................................. E Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ...................................... F Standar Kompetensi Bahan Kajian .......................................... . G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP dan MTs .................................................................................................. H. Rambu-rambu ............................................................................... 3 4 5 5 14 14 15 15 16 17 17 26 26 33 39 44 45 47 48 51 53 53 62 72 77 88

II. KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN MATERI POKOK ........ Kelas VII ................................................................................................. Kelas VIII ................................................................................................. Kelas IX ..................................................................................................... Kompetensi Pembentuk Wancana ................................................... Kompetensi Kebahasaan ................................................................... Kompetensi Sosiokultural ................................................................. Kompetensi Strategi ........................................................................... Sikap .................................................................................................. II. LAMPIRAN ........................................................................................... 1. Glossary ............................................................................................ 2. Daftar Conversation Gambits ..................................................... 3. Daftar Jenis Teks (Genre) ................................................................ 4. Daftar Contoh-contoh teks ........................................................ Daftar Pustaka ........................................................................................

4

sebuah kurikulum bahasa untuk sekolah menengah sewajarnya mempersiapkan siswa untuk mencapai kompetensi yang membuat siswa mampu merefleksi pengalamannya sendiri dan pengalaman orang lain. 1. Rasional PENDAHULUAN Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual. menemukan serta menggunakan kemampuan-kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. kompetensi dasar dan indikator dalam kurikulum ini. Untuk mencapai kompetensi berbahasa tersebut di atas. model bahasa. mengungkapkan gagasan dan perasaan. berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Bahasa diharapkan membantu siswa mengenal dirinya. Teori tersebut diadopsi sebagai kerangka berpikir sistematis dalam mengambil keputusan dalam berbagai perumusan. Terdapat beberapa landasan teoritis yang berimplikasi praktis dan mendukung penyusunan kurikulum ini. dan perbedaan hakikat bahasa lisan dan tulis. Model Kompetensi Sejauh ini terdapat sejumlah model kompetensi yang berhubungan dengan bidang bahasa yang melihat kompetensi berbahasa dari 5 . Mengingat fungsi bahasa yang bukan hanya sebagai suatu bidang kajian. kurikulum ini berangkat dari seperangkat rasional teoritis dan praktis yang mendasari semua keputusan perumusan standar kompetensi.1 A. dan budaya orang lain. budayanya. tingkat literasi yang diharapkan dicapai oleh lulusan. sosial. mengemukakan gagasan dan perasaan. Landasan kerangka berpikir tersebut meliputi model kompetensi bahasa. dan emosional siswa dan merupakan kunci penentu menuju keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. dan memahami beragam nuansa makna. membuat keputusan yang bertanggung jawab pada tingkat pribadi dan sosial.

Bahasa Inggris berbagai perspektif.) Representasi skematik di Gambar 1 menunjukkan bahwa kompetensi utama yang dituju oleh pendidikan bahasa adalah Discourse Competence atau Kompetensi Wacana (KW). Dalam kurikulum ini model kompetensi berbahasa yang digunakan adalah model yang dimotivasi oleh pertimbangan-pertimbangan pedagogi bahasa yang telah berkembang atau berevolusi sejak model Canale dan Swain kurang lebih sejak tiga puluh tahun yang lalu. Model ini dirumuskan sebagai Communicative Competence atau Kompetensi Komunikatif (KK) yang direpresentasikan dalam Celce-Murcia et al. Yang dimaksud dengan wacana ialah sebuah peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang 6 . Dornyei dan Thurrell (1995) yang kompatibel dengan pandangan teoritis bahwa bahasa adalah komunikasi. Artinya. jika seseorang berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis orang tersebut terlibat dalam suatu wacana. Implikasinya adalah bahwa model kompetensi berbahasa yang dirumuskan adalah model yang menyiapkan siswa untuk berkomunikasi dengan bahasa untuk berpartisipasi dalam masyarakat pengguna bahasa. Salah satu model terkini yang ada di dalam literatur pendidikan bahasa adalah yang dikemukakan oleh Celce-Murcia. bukan sekedar seperangkat aturan. (1995:10) sebagai berikut: Sociocultural competence Discourse Competence Linguistic Competence Actional Competence Strategic Competence Gambar 1: Model Kompetensi Komunikatif (dari Celce-Murcia et al.

yakni kompetensi wacana. Ini berarti bahwa pengajaran bahasa tidak dapat dipecah-pecah per kelompok kompetensi (linguistic. discourse) melainkan diarahkan kepada pemerolehan kompetensi wacana dengan melihat kepada kelompok kompetensi sebagai alat monitor yang membantu penyadaran akan adanya komponen 7 . Oleh karenanya. Berpartisipasi dalam percakapan. Kompetensi wacana hanya dapat diperoleh jika siswa memperoleh kompetensi pendukungnya seperti Kompetensi Linguistik (Linguistic Competence). Implikasi pedagogisnya adalah bahwa perumusan kompetensi dan indikator-indikator bahasa Inggris perlu didasarkan kepada komponenkomponen tersebut di atas untuk menjamin kegiatan pendidikan yang dilakukan mengarah kepada tercapainya satu kompetensi utama. indikator-indikator dalam kurikulum ini dirumuskan berdasarkan kelima komponen dalam model kompetensi ini. Kemampuan ini lazim disebut procedural knowledge. Kompetensi Sosiokultural (Sociocultural Competence). Kompetensi Tindak Tutur untuk bahasa lisan atau Kompetensi Retorika untuk bahasa tulis (keduanya tercakup dalam Actional Competence).Pendahuluan dikomunikasikan. membaca dan menulis secara otomatis mengaktifkan kompetensi wacana yang berarti menggunakan seperangkat strategi atau prosedur untuk merealisasi nilai-nilai yang terdapat dalam unsur-unsur bahasa. Makna apapun yang ia peroleh dan ia ciptakan dalam komunikasi selalu terkait dengan konteks budaya dan konteks situasi yang melingkupinya. strategic. sociocultural. Penting untuk dicatat bahwa seperangkat komponen yang berupa daftar tersebut bukan representasi kompetensi wacana karena Kompetensi Wacana lebih mengacu kepada strategi atau prosedur untuk ‘memobilisasi’ seluruh declarative knowledge dalam konteks komunikasi nyata untuk menciptakan makna yang sesuai konteks komunikasinya. tata bahasa. actional. dan Kompetensi Strategis (Strategic Competence). isyarat-isyarat pragmatiknya dalam menafsirkan dan mengungkapkan makna (McCarthy dan Carter 2001:88). hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya.

Selain kelima komponen tersebut. minimal ada tiga aspek penting yang harus diperhitungkan. Menurut pandangan ini. dan sistem bahasa. aspek sikap juga dirumuskan sebagai hasil belajar yang dapat diamati berdasarkan apa yang dilakukan siswa selama menjalani proses pembelajaran. ketika seseorang berpikir tentang bahasa. Hubungan konteks. sebuah model bahasa yang memandang bahasa sebagai komunikasi atau sebagai sistem semiotik sosial (Halliday 1978) juga digunakan dalam kurikulum ini. 2.Bahasa Inggris tersebut yang dapat dijabarkan dalam seperangkat indikator. Model Bahasa Selain model kompetensi. yakni konteks. Perumusan ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pengguna kurikulum ini untuk dapat mengeksplisitkan harapan-harapannya terhadap siswa yang pada gilirannya akan membuat pelajaran bahasa Inggris menyenangkan. Konteks Bahasa terjadi dan hidup dalam konteks yang dapat berupa apa CULTURE Genre (Purpose) SITUATION Who is involved? (Tenor) Subject Channel Matter (Field) (Mode) REGISTER TEXT Gambar 2: Hubungan konteks dan teks 8 . teks. teks dapat digambarkan sebagai berikut: a.

Dalam konteks apapun. dan makna tekstual mewarnai kedua ‘modes’ bahasa tersebut dalam hal penataan informasi yang terkandung di dalamnya. Misalnya.. dan makna tekstual. Maka ketika orang mendengar kata’‘resep’ ia akan 9 . Makna gagasan. perasaan dsb. yakni fungsi bahasa untuk berinteraksi dengan sesama manusia yang mengungkapkan tindak tutur yang dilakukan. sikap. Dalam kurikulum ini. • Fungsi interpersonal (interpersonal function). yakni fungsi yang mengatur bagaimana teks atau bahasa yang diciptakan ditata sehingga tercapai kohesi dan koherensinya.Pendahuluan saja yang mempengaruhi. yakni fungsi bahasa untuk mengemukakan atau mengkonstruksi gagasan atau informasi. makna interpersonal akan dominan mewarnai bahasa lisan. • Fungsi tekstual (textual function). sehingga mudah difahami orang yang mendengar atau membacanya. Sebuah konteks budaya ‘melahirkan’ banyak macam teks yang dikenal dan diterima oleh anggota masyarakatnya sebab susunan dan bahasa yang digunakan menunjang tujuan komunikatif teks tersebut. akan dominan mewarnai bahasa tulis. orang mengenal dan menggunakan teks ‘resep masakan’ sebagaimana yang ditemukan di buku-buku resep. orang menggunakan bahasa untuk melakukan tiga fungsi utama: • Fungsi gagasan (ideational function). Dalam model ini terdapat dua macam konteks: konteks budaya (context of culture) dan konteks situasi (context of situation). makna interpersonal. misalnya. nuansa makna tercermin dalam rumusan kompetensi dasar tiap keterampilan berbahasa dan indikator-indikatornya. menentukan dan terkait dengan pilihan-pilihan bahasa yang dibuat seseorang ketika menciptakan dan menafsirkan teks. Implikasi pedagogisnya adalah bahwa sebuah pengembangan program bahasa sewajarnya mengarahkan siswa untuk mampu mengungkapkan nuansa-nuansa makna ideasional.

baik lisan maupun tertulis. Maka teks adalah produk dari konteks situasi dan konteks budaya. ketika seseorang berbahasa Inggris. Misalnya. sebuah konteks budaya melahirkan banyak genre. yang terjadi karena orang menafsirkan dan menanggapi teks dalam sebuah wacana. Begitu juga jika ia mendengar kata ‘cerita pendek’ yang berbeda dari resep. Sering ada anggapan bahwa berbahasa secara komunikatif tidak perlu terlalu memperhatikan tata bahasa. Singkatnya. Ini dimaksudkan agar siswa bukan hanya menggunakan kalimat bahasa Inggris.Bahasa Inggris membayangkan susunan teks dan bahasa yang lazim digunakan dalam budayanya. Konsep genre ini mewarnai jenis teks yang disarankan oleh kurikulum ini. akrab/tidak akrab dsb. sering kurang 10 . Jenis teks ini disebut’ genre. ia terlibat dalam penciptaan dan penafsiran berbagai jenis teks yang lahir dari budaya bahasa asing tersebut yang tidak selalu sama dengan jenis teks yang lahir dalam budaya yang dimilikinya. b. Terdapat tiga faktor konteks situasi yang mempengaruhi pilihan bahasa seseorang: topik yang dibicarakan (field). hubungan interpersonal antara pengguna bahasa (tenor) dan jalur komunikasi (lisan atau tertulis) yang digunakan (mode). Ketika seseorang mempelajari bahasa asing. Konteks situasi juga mendapatkan perhatian dalam kurikulum ini. Kurikulum ini juga diwarnai oleh konsep tersebut agar siswa mampu berkomunikasi sesuai dengan konteks yang dihadapinya. melainkan juga menata teksnya dengan cara yang lazim digunakan oleh penutur aslinya. penataan bagian-bagian teks. Ketiga faktor ini menentukan apakah seseorang memilih berbahasa formal/informal. jenis-jenis teks yang diwarnai oleh berbagai tujuan komunikatif. ia tidak hanya harus menggunakan kosa kata bahasa Inggris melainkan juga menggunakan tata bahasanya agar ia difahami oleh penutur aslinya. Oleh karenanya. Teks Pada dasarnya. Akan tetapi. dan fitur-fitur linguistik tertentu selayaknya menjadi perhatian setiap program pendidikan bahasa. kegiatan komunikasi verbal adalah proses penciptaan teks.

Pendahuluan disadari bahwa kelalaian bertata bahasa menimbulkan banyak miskomunikasi yang barangkali tidak berdampak serius dalam percakapan santai. Kata ‘berterima’ di sini berarti bahasa Inggris yang gramatikal yang menggunakan kaidah-kaidah yang dikenal oleh penutur bahasa tersebut. Menurut Wells (1987). terdapat empat tingkat literasi: performative. tetapi bisa berdampak sangat serius bahkan berakibat fatal dalam konteks formal atau akademis. Targetnya adalah memberikan kemampuan berbahasa Inggris yang berterima di tingkat internasional. Dalam kurikulum ini. Belajar bahasa Inggris di SMP adalah untuk belajar dalam konteks penggunaan bahasa yang serius. 3. sedangkan lulusan SMA diharapkan dapat mencapai tingkat informational karena mereka disiapkan untuk masuk ke perguruan 11 . yang gramatikal. dan berbicara dengan simbolsimbol yang digunakan. sedangkan pada tingkat epistemic orang diharap dapat mentransformasi pengetahuan dalam bahasa tertentu. Pada tingkat performative. perlu ditetapkan tingkat literasi bahasa Inggris apa yang diharapkan dicapai oleh lulusan SMP dan SMA. membaca manual. dan epistemic. orang mampu membaca dan menulis. pada tingkat informational orang diharapkan dapat mengakses pengetahuan dengan bahasanya. pada tingkat functional orang diharapkan dapat menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca bagian surat kabar yang diminati. lulusan SMP ditargetkan untuk dapat mencapai tingkat functional untuk tujuan komunikasi “survival”. informational. yang tertata dengan baik. Tingkat Literasi (Kewicaraan dan Keaksaraan) Pertimbangan teoretis dan praktis lain yang mewarnai kurikulum ini adalah tingkat literasi yang ditargetkan di setiap jenjang. functional. Artinya. Maka teks bahasa Inggris yang diciptakan siswa seharusnya merupakan teks yang berterima. Kurikulum ini kembali menekankan perlunya penguasaan tata bahasa karena tujuan pembelajaran di sekolah menengah adalah menyiapkan lulusan untuk masuk ke SMA.

Kedua modes (ragam) berbahasa ini berbeda dalam beberapa hal. 4. sedangkan bahasa tulis diwarnai oleh padatnya leksikon. dari tingkat sederhana ke tingkat yang lebih rumit. Perkembangan Kompetensi Berbahasa: dari Bahasa Lisan ke Bahasa Tulis Pertimbangan penting lainnya yang tampak dalam kurikulum ini adalah terdapatnya kontinum yang berangkat dari bahasa lisan dan semakin meningkat ke bahasa tulis. Bahan-bahan bacaan yang dikembangkan diharapkan meliputi genre yang ditetapkan untuk tujuan literasi ini. Alasannya. yang bersifat penyerta tindakan (language accompanying action). yang sering tidak sejalan dengan kurikulum sekolah. Perhatian ini diperlukan agar tidak terjadi gejala “speaking like a book” dan “writing like casual 12 . kurikulum ini menonjolkan fitur-fitur kedua macam bahasa dalam kompetensi dasar serta indikatornya dengan harapan para penggunanya memperhatikan kekhasan setiap ragam. Tingkat literasi epistemik dianggap terlalu tinggi untuk dapat dicapai oleh siswa SMA. yakni belajar bahasa lisan dahulu kemudian bahasa tulis. Menyadari perbedaan tersebut. Berbagai penelitian pemerolehan bahasa menunjukkan bahwa apa yang diperoleh anak pada masa awal belajar bahasa adalah bahasa yang fungsional. dan bahasa tulis sangat sulit berkembang jika bahasa lisan belum dikuasai. Bahasa lisan diwarnai oleh banyaknya kata kerja. Ini terkadang disebut sebagai “kurikulum alamiah”. mengingat kondisi obyektif pendidikan di Indonesia maupun posisi bahasa Inggris di negeri ini sebagai bahasa asing. Pertimbangan tersebut mewarnai kurikulum ini dalam hal penekanan pada bahasa lisan di kelas 1 SMP dan semakin meningkat ke penekanan bahasa tulis di kelas 3 SMA. secara alamiah pemerolehan bahasa didahului oleh bahasa lisan. rumitnya hubungan antarkalimat dan banyaknya fitur-fitur interaksional seperti gambits dan penanda wacana lainnya. dan untuk masing-masing ragam. banyaknya dan rumitnya susunan frasa nomina. Oleh karena literasi adalah fokus perkembangan pembelajaran bahasa Inggris di dalam kurikulum ini maka jenis-jenis teks yang disarankan adalah jenis yang mendukung tercapainya tingkat literasi akademik.Bahasa Inggris tinggi.

menyatu atau koheren. Diagram berikut menggambarkan kontinum pembelajaran bahasa mulai dari bahasa yang “paling” lisan hingga yang “paling” tulis: Bahasa Lisan Bahasa sebagai penyerta tindakan Bahasa paling lisan Bahasa Tulis Bahasa sebagai refleksi Bahasa paling tulis Gambar 3: Diagram Kontinum Bahasa Lisan dan Bahasa Tulis (NCELTR 1992) Kurikulum ini menunjukkan bahwa belajar dimulai dari mempelajari bahasa lisan. Maka. Hasil tulisan siswa pada kelas tiga SMA diharapkan sudah menggunakan gaya bahasa tulis. Di tingkat SMA.Pendahuluan conversation” meskipun dalam kontinum antara bahasa lisan dan tulis terdapat daerah abu-abu yang tidak dikotomis. Berdasarkan pandangan tersebut. misalnya. di kelas satu siswa terbatas memahami bahasa interaksi sehari-hari seperti “mengajak” “memberi tahu” dsb. variasi parts of speech di awal kalimat (Theme). bahasa lisan dikembangkan dengan realisasi linguistik yang semakin formal dan rumit yang ditandai dengan variasi ungkapan interpersonal yang melibatkan gambits . modals dsb. pendidikan bahasa Inggris di SMP masih diarahkan ke gaya bahasa lisan yang kalimat-kalimatnya pendek dan tulisan yang dihasilkan siswa juga masih menggunakan “bahasa lisan yang ditulis” sejauh tulisan tersebut sudah utuh. Di kelas satu SMP. Bahasa tulis hendaknya juga diarahkan ke pemahaman pesan-pesan 13 . Ragam bahasa melibatkan variasi struktur noun phrase (structure of modification). kalimat majemuk setara dan bertingkat dsb. Pelajaran bahasa Inggris akan berlangsung lancar jika siswa memahami instruksi-instruksi lisan maupun tertulis. siswa dipajankan kepada kegiatan mendengar dan berbicara yang relevan dengan kegiatan dalam kelas.

Pengertian Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulisan. membaca (reading). sebagai alat untuk membina hubungan interpersonal. dan menulis (writing). dan dalam konteks sehari-hari. B. Di kelas dua gaya bahasa lisan juga masih dominan meskipun siswa sudah mulai membaca dan menulis beberapa jenis teks. dan budaya dengan menggunakan bahasa tersebut. Pengertian berkomunikasi dimaksudkan adalah memahami dan mengungkapkan informasi. Dengan demikian. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening). C.Bahasa Inggris kartu ucapan. gradasi tingkat kesulitan tidak terletak pada jumlah kata dalam wacana atau jumlah kata yang dapat ditulis siswa dalam tulisan. 14 . pikiran. melainkan pada kualitas wacana yang dibahas atau dihasilkan oleh siswa. dalam bentuk lisan dan tulis. berbicara (speaking). pengumuman pendek dan menulis teks pendek. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana. teknologi. Sebuah tulisan pendek yang terstruktur dengan baik dan direalisasikan dengan bahasa yang baik layak mendapat nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tulisan yang panjang tetapi tidak menghasilkan kesatuan yang mudah difahami. bahasa Inggris berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dalam rangka mengakses informasi. Fungsi dan Tujuan Dalam konteks pendidikan. perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan. bertukar informasi serta menikmati estetika bahasa dalam budaya Inggris. Mata Pelajaran Bahasa Inggris memiliki tujuan sebagai berikut: • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut.

dan hubungan. 15 . serta untuk berinteraksi dengan orang lain. saling menghargai dan memberi rasa aman. dan kompetensi wacana. linguistik (kebahasaan). 4. Dengan demikian siswa memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya. sesuai dengan agama yang dianutnya. dan menerapkan konsep-konsep. memadukan. sosiokultural. D. Menggunakan bahasa untuk memahami. • Pengembangan sikap yang positif terhadap bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. 2. strategi. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris meliputi: • Keterampilan berbahasa. dan menulis. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber. dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi. E. Memilih. menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban. berbicara. Memiliki keyakinan. struktur. Memilih. mengembangkan. pola. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum Standar Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. • Kompetensi yang meliputi kompetensi tindak bahasa. 3. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ini meliputi: 1.Pendahuluan • • Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar. yaitu mendengarkan. mencari. teknikteknik. membaca.

Berbicara Mengungkapkan berbagai makna (interpersonal. tekstual) dalam berbagai teks lisan yang memiliki tujuan komunikatif. tekstual) dalam berbagai teks lisan yang memiliki tujuan komunikatif. dan linguistik tertentu. dan linguistik tertentu. kritis. Berpartisipasi. dan teknologi. Standar Kompetensi Bahan Kajian Bahasa Inggris Berkomunikasi dalam bahasa Inggris lisan maupun tulis secara lancar dan akurat sesuai dengan konteks sosialnya. ideasional. Berkreasi dan menghargai karya artistik. dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan. percaya diri.Bahasa Inggris 5. 9. geografis. struktur teks. budaya. struktur teks. dan linguistik tertentu. ideasional. Membaca Memahami berbagai makna (interpersonal. 8. dan bekerja sama dengan orang lain. makhluk hidup. F. 6. 16 . dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab. dan historis. 7. dan menggunakan pengetahuan. Menunjukkan motivasi dalam belajar. Memahami dan menghargai lingkungan fisik. ideasional. Berpikir logis. tekstual) dalam berbagai teks tulis yang memiliki tujuan komunikatif. dan berkontribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya. bekerja mandiri. dan nilainilai untuk mengambil keputusan yang tepat. berinteraksi. struktur teks. keterampilan. Mendengarkan Memahami berbagai makna (interpersonal.

Menulis Mengungkapkan berbagai makna (interpersonal. dan anekdot. dan linguistik tertentu. ideasional. tekstual) dalam berbagai teks tulis interaksional dan menolong terutama yang berbentuk deskriptif. ideasional. report. tekstual) dalam berbagai teks tulis interaksional dan menolong terutama yang berbentuk deskriptif. prosedur. prosedur. tekstual) dalam berbagai teks tulis yang memiliki tujuan komunikatif. dan anekdot. naratif. tekstual) dalam berbagai teks lisan interaksional dan menolong terutama yang berbentuk deskriptif. prosedur. struktur teks. Cara memahami sistematika Bab II Bab II terdiri dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. ideasional. naratif. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP dan MTs Berkomunikasi secara lisan dan tulis dengan menggunakan ragam yang sesuai secara lancar dan akurat. dan anekdot. dan anekdot. spoof/recount. report. prosedur. naratif. tekstual) dalam berbagai teks lisan interaksional dan menolong terutama yang berbentuk deskriptif. report. spoof/recount. ideasional. Berbicara Mengungkapkan berbagai makna (interpersonal. G. spoof/recount. ideasional. naratif. Rambu-Rambu 1. H. spoof/recount. Mendengarkan Memahami berbagai makna (interpersonal. Kompetensi Dasar mencakup kompetensi tindak bahasa (actional 17 .Pendahuluan Menulis Mengungkapkan berbagai makna (interpersonal. report. Membaca Memahami berbagai makna (interpersonal.

Untuk memudahkan para pengguna kurikulum ini. Kompetensi tindak bahasa disajikan dalam bentuk matriks yang terdiri atas kolom kompetensi dasar. sedangkan kompetensi yang lain disajikan dalam bentuk daftar. pengembangan pembelajarannya diarahkan ke keterampilan siswa melakukan tindak tutur seperti 18 . indikator. aspek pengembangan sikap juga perlu dicakup dalam silabus. (3) jenis dan struktur teks dan (4) contoh-contoh teks. Di samping itu. Kompetensi tindak bahasa disajikan dalam bentuk matriks yang meliputi keterampilan mendengarkan. kompetensi-kompetensi lain ini dapat dihadirkan dalam indikatorindikator kompetensi tindak bahasa dalam matriks. Sebagai contoh. (2) conversation gambits. Dalam mengembangkan kompetensi. kompetensi sosiokultural. dan materi pokok karena realisasi kompetensi tersebut dapat diamati sebagai satuan langkah dalam proses komunikasi atau pengembangan wacana. semua kompetensi dalam bab II harus dipahami sebagai satu kesatuan untuk membentuk kompetensi komunikatif yang utuh. speech function atau language function. pembelajaran diarahkan ke pencapaian kompetensi yang dapat terlihat dalam kepiawaian siswa melakukan langkah-langkah komunikasi. disediakan lampiran-lampiran yang memuat: (1) glossary yang menjelaskan istilah-istilah teknis. Dalam pengembangan silabus. dan kompetensi pembentuk wacana. berbicara. membaca. Pembelajaran Menuju Kompetensi Sebagaimana diuraikan di bagian A. kompetensi linguistik.Bahasa Inggris competence). 2. pengajaran berbicara diarahkan ke keterampilan melakukan dan merealisasi tindak tutur yang sering disebut speech act. Ini dimaksudkan agar fokus pembelajaran berbicara tidak hanya diarahkan ke tema yang biasa dimaknai dengan ‘berbicara tentang tema tertentu’. Dengan kata lain. kompetensi strategis. dan menulis. Satuan langkah tersebut melibatkan kompetensi-kompetensi lain yang tidak dapat diajarkan secara tersendiri.

Dengan demikian tema yang berkonotasi dengan kosa kata dan tata bahasa dipertimbangkan untuk tujuan mencapai kompetensi yang ditargetkan. menambah. serta teknik-teknik pengajarannya diserahkan kepada para pengelola pengajaran sesuai dengan kapasitas dan sumber-sumber yang ada dengan syarat kompetensi yang ditetapkan dapat dicapai. perlu ditekankan bahwa dalam implementasinya pengajar diharapkan memperhatikan proses atau tahapan-tahapan yang dirancang dengan matang sehingga semua kegiatan yang terjadi di dalam kelas mengarah kepada satu tujuan yakni pemerolehan kompetensi wacana atau kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam komunikasi. Konteks inilah yang berperan terhadap terpilihnya tema yang melibatkan kosa kata dan tata bahasa. dan teknik-teknik pengajaran diharapkan fleksibel. Di dalam pembelajaran menulis. 3. yang dilakukan dalam konteks situasi tertentu. Belajar berbicara berarti belajar bagaimana menyapa. Oleh karenanya. Proses Pembelajaran Tujuan pembelajaran berbasis kompetensi adalah pencapaian kompetensi itu sendiri. mempertajam fokus. metode. menyimpulkan. Cara mengukurnya adalah dengan memeriksa apakah semua indikator yang ditetapkan telah terbukti tampak. menyatakan gagasan utama. metode. disebut sebagai langkah-langkan atau pengembangan retorika atau ‘speech act’ dalam bentuk tertulis.Pendahuluan membuka percakapan. mempertahankannya. mengeluh. mengungkapkan kegembiran dsb. Singkatnya. Tampak jelas di sini bahwa tindak tutur atau retorika hanyalah salah satu aspek dari kompetensi berbahasa yang diharapkan untuk memperoleh kompetensi wacana. langkah-langkah komunikasi. meminta tolong dan sebagainya yang semuanya harus direalisasikan ke dalam lexico-grammar atau tata bahasa dan kosa kata. pendekatan. seperti mengelaborasi. menutup percakapan. Meskipun pendekatan. pendekatan yang biasanya bermakna ‘Let’s talk about something’’ dalam pelajaran’conversation’ diubah menjadi ‘Let’s do something with language’. Ini melibatkan proses yang tidak sederhana 19 .

untuk membuat siswa memproduksi sebuah teks tertulis naratif sederhana diperlukan tahapan-tahapan produksi yang dimulai dengan brain storming yang melibatkan guru dan teman. Dengan demikian semua keterampilan berbahasa dapat berkembang secara terpadu. Guru mengumpulkan semua ini secara bertahap. Sebagai contoh. 20 . pernah menganalisisnya sehingga teks naratif bukan lagi barang baru. kemudian dilakukan koreksi oleh guru atau teman. diteruskan dengan penulisan draft pertama. Jadi. Singkatnya. siswa mengekspos (memamerkan) tulisannya di ruang kelas agar dapat dibaca oleh teman-temannya. Sepanjang proses ini guru dapat mengamati banyak hal mulai dari pengetahuan siswa. Kegiatan pembelajaran bahasa menjadi kegiatan yang mengembangkan literacy. diikuti oleh penataan pesan-pesan yang akan disampaikan.Bahasa Inggris sehingga kata kunci keberhasilannya terletak pada kematangan perencanaan seluruh proses-proses yang terpadu dan komprehensif. pernah membahasnya. guru memberi terlebih dahulu sebelum menuntut hasil karya. menuntut siswa menulis berarti membimbing siswa tahap demi tahap dan bukan hanya memberi tugas menulis tentang sesuatu untuk kemudian dikumpulkan setelah sekian menit. sehingga nilai akhir yang diperoleh bukan nilai sesaat. Perlu diperhatikan bahwa semua tahapan menulis di atas dapat berlangsung jika siswa telah memiliki pengalaman membaca teks naratif. dan akhirnya siswa sampai ke draft terakhir. dilanjutkan dengan penulisan draft kedua dan pengembangan. waktu yang cukup untuk mengembangkan kreativitas. Setelah tulisan tampak sempurna pada tingkat yang dikehendaki. kegigihannya menyelesaikan tugas dan hasil akhir yang diharapkan mencapai target yang telah ditetapkan. Sebuah tulisan bisa memakan waktu tiga hingga empat minggu. longitudinal. Kegiatan membaca dan membahas dalam bahasa Inggris otomatis juga mengaktifkan kegiatan mendengarkan dan berbicara karena siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapat atau hasil refleksinya terhadap teks. diikuti dengan penyuntingan.

guru disarankan melakukan pemantauan dan penilaian berdasarkan portofolio atau catatan pencapaian pribadi setiap siswa yang dikumpulkan dalam satu map khusus. Sejalan dengan pembuktian lewat daftar indikator.Pendahuluan 4. Sebuah silabus yang lengkap diharapkan mencantumkan contoh-contoh materi yang disarankan dan informasi teoretis yang menjadi dasar filosofis pengembangan kurikulumnya. Dengan catatan ini akan terlihat adanya siswa yang sangat cepat memenuhi tuntutan yang dirumuskan dalam kompetensi dasar dan siswa yang lambat memenuhinya. Seperangkat pengalaman belajar yang dirumuskan ini akan membimbing guru dalam merencanakan proses pembelajaran. 5. sedangkan siswa yang lambat harus mendapat perlakuan khusus (remedial). Silabus Untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang efektif. siswa yang cepat dapat maju ke tahap berikutnya jika kondisi sekolah mengijinkan. penulis silabus perlu merumuskan berbagai learning experiences atau pengalaman pembelajaran yang diharapkan akan dialami oleh siswa. Untuk memeriksa apakah seseorang telah mampu berkomunikasi secara tertulis maupun lisan. Alasan yang mendasarinya ialah 21 . Pengamatan dan Penilaian Selama proses pembelajaran berlangsung guru dapat mulai memonitor partisipasi siswa secara terus menerus hingga ke tahap akhir. Merumuskan pengalaman pembelajaran yang sesuai memerlukan pemahaman dan penghayatan terhadap model kompetensi. Yang perlu diperhatikan adalah baik siswa yang cepat maupun yang lambat akan mencapai kompetensi yang ditargetkan. model bahasa. tingkat literasi dan perbedaan bahasa lisan dan tertulis yang mendasari penulisan kurikulum ini. Pendekatan Kualitatif Kurikulum ini tidak mencantumkan panjang teks yang harus dibaca atau ditulis siswa secara eksplisit. guru dapat menggunakan check list berisi seperangkat indikator yang digunakan sebagai instrumen pengamatan untuk digunakan dalam penilaian berjangka panjang. Implikasinya. 6.

materi bacaan yang dianjurkan oleh kurikulum ini adalah materi bacaan yang tidak saja sesuai dengan topik yang sedang dibahas. bangun atau struktur teks. penggunaan teks otentik sangat dianjurkan. leaflet. Mengingat struktur atau bangun teks tidak selalu sama dari satu bahasa ke bahasa yang lain. dan ditutup dengan reorientasi. tetapi juga harus merupakan bacaan yang baik dari segi penataan pesan-pesannya. tidak dianjurkan untuk dipakai karena tidak memberikan model yang baik bagi siswa. bukan kuantitasnya dengan asumsi bahwa jika siswa menulis teks. ceritera pendek anak-anak dapat menjadikan pelajaran bahasa Inggris menyenangkan dan membiasakan anak dengan intertekstualitas. Jika struktur wacana ini dicoba untuk direalisasikan. terutama untuk makna interpersonal. sebuah teks yang panjang tetapi mengandung kekurangan di sana sini. ia diharapkan melakukan langkah-langkah pengembangan retorika yang diisyaratkan oleh sebuah teks. otomatis tulisan akan mencapai panjang tertentu dan kualitas tertentu. tidak terlalu menantang. misalnya untuk reading comprehension.Bahasa Inggris bahwa fokus perhatian dialihkan ke kualitas teks. Penggunaan teks otentik seperti brosur. 22 . yakni menggunakan berbagai macam sistem semiotika (huruf. orientasi. Misalnya. Dengan dasar pemikiran ini. fitur-fitur linguistiknya serta akurat tata bahasanya. Dengan kata lain. berapapun panjangnya. dan perlunya siswa dipajankan (ekspos) ke teks yang menggunakan pola tatanan yang lazim dalam budaya Inggris. alur berpikirnya. seorang yang menulis sebuah teks recount diharapkan akan mengambil langkah retorika yaitu menyajikan judul. bahan dari kalimat-kalimat tunggal yang pendek dan sederhana menuju ke kalimat-kalimat majemuk yang mengandung modifications. barang lain) untuk ‘bergaul’ dengan wacana. gambar. Misalnya. Jenis teks juga dimulai dengan jenis teks yang realisasi linguistiknya. Gradasi tingkat kesulitan bahan ajar akan tampak dalam realisasi leksiko-grammatika dalam langkah-langkah komunikasi. diteruskan dengan beberapa kejadian.

Perspektif Literacy (Kewicaraan dan Keaksaraan) Dalam implementasi kurikulum ini pendidikan bahasa Inggris harus dipandang sebagai usaha pengembangan literacy dalam bahasa tersebut. Jika demikian. Pendidikan ini disebut sebagai literacy education yang diarahkan kepada pengembangan kompetensi komunikatif yang berarti berpartisipasi dalam penciptaan berbagai teks bahasa Inggris. membaca dan menulis tidak diposisikan secara linier. pendidikan bahasa Inggris di Indonesia perlu melihat teks macam apa saja yang menjadi target pendidikan literacy penutur asli sebab jika tidak. tujuan utama pembelajaran bahasa adalah makna sedangkan tatanan wacana atau pertimbangan mekanik lainnya hadir untuk menunjang makna yang diciptakan. Perspektif ini diperlukan sebab para penutur aslipun harus bekerja keras untuk dapat memperoleh kompetensi berbahasa Inggris untuk tingkat tertentu. lagu yang disukai dan menulis apapun yang dikehendaki. Pemahaman akan makna literacy ini akan menata ulang pengertian pendidikan bahasa Inggris di Indonesia. melainkan terpadu sebagai struktur 23 . 8. dan memamerkan karyanya. pendidikan kita akan disibukkan oleh hal-hal yang tidak atau kurang menunjang pemerolehan kemampuan berwicara dan beraksara dalam bahasa Inggris. Apresiasi guru adalah sikap yang sangat dibutuhkan siswa untuk berani bereksperimen. Pelajaran bahasa Inggris diharapkan menjadi ruang ekspresi yang menantang dan menyenangkan. filem. berbicara. Keterampilan mendengarkan.Pendahuluan 7. Ini mengisyaratkan bahwa guru wajib mendorong terjadinya kreativitas yang memotivasi siswa untuk menjelajahi berbagai dunia imajinasi dalam bermain peran. pengembangan kemampuan berwicara dan beraksara dilakukan secara terpadu sebagaimana yang disarankan di atas. Makna adalah perhatian utama dalam komunikasi. berkarya . memilih bacaan. Implikasinya. Keutamaan Makna Meskipun tatanan teks sangat penting perlu digarisbawahi bahwa. berjajar.

kata dan sebagainya. Oleh karenanya model Kern (2000) di atas dapat dimodifikasi menjadi empat lingkaran sebagai berikut: 24 . Dalam konteks pengajaran bahasa asing. reading dan writing. seringkali kegiatan mendengarkan dilakukan terpisah dari kegiatan berbicara karena kegiatan tersebut difokuskan kepada latihan mengucapkan atau menirukan bunyi-bunyi. Reading Talking Writing Gambar 4: Diagram Kern Implikasi model ini adalah diselenggarakannya seluruh proses pembelajaran dalam bahasa Inggris yang berarti bahwa guru menyertai seluruh tindakannya di kelas dengan bahasa Inggris. Kern (2000:132) merepresentasikan gagasannya dalam tiga lingkaran talking. Kegiatan berwicara guru ini disebut scaffolding talk atau atau kegiatan berbicara untuk menunjang penyampaian isi pelajaran.Bahasa Inggris yang mewarnai rancangan proses belajar dan mengajar.

Misalnya. dan mendengar selama “brainstorming”.Pendahuluan Listening Speaking Reading Writing Gambar 5: Diagram yang dimodifikasi Yang penting untuk diingat adalah bahwa keempat keterampilan berbahasa tersebut sering di integrasikan dalam proses pembelajaran. selama ‘conference’ dengan guru dan juga proses membaca ketika melihat contoh-contoh teks sesuai dengan jenis teks yang akan ditulis. 25 . untuk menghasilkan sebuah tulisan diperlukan proses berbicara.

26 .1. deskriptif dan recount sederhana. shopping. MENDENGARKAN Merespon dengan benar Memahami wacana tindak tutur di dalam: transaksional dan interpersonal ringan (mis. membeli buku. 1. B: Let’s. interpersonal seperti: instruksi guru.. things around us. school life. dan recount sederhana. A: I am sorry. DAN MATERI POKOK : VII : Self identity. Wacana transaksional/ diri. berbentuk naratif. Berkomunikasi secara lisan dan tertulis dengan menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog pendek terutama wacana yang berbentuk naratif. • sapaan dari orang memberi reaksi yang belum/sudah spontan) serta dikenal. mengenalkan a. monolog lisan pendek terutama yang • ajakan orang lain. Contoh materi dan ungkapan respon ragam bahasa lisan: A: Good morning/How are you? B: Good morning/Fine thanks. • ungkapan terima kasih dari orang lain. hobbies. B: It’s okay. Kompetensi tindak bahasa (actional competence). profession. B: You’re welcome. A: Let’s do it.2 Kelas Tema KOMPETENSI DASAR. stories. • permintaan maaf dari orang lain. A: Thank you. Standar Kompetensi : 1. deskriptif. KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK A. family life. INDIKATOR. Nice to meet you.

Merespon dengan melakukan perintah yang diucapkan guru. Put a dot in the circle. please.. B: Melakukan/why not? • penyangkalan orang A: I didn’t do it./I think. that one. • permintaan dan A: It’s a good idea. A: Could you pass me the pencil... pemberian B: Do you think. Wacana monolog: • Naratif (orientasi > evaluasi > komplikasi > resolusi > reorientasi). (Siswa melakukan perintah dengan tindakan). B: Sure/Here you are. A: Did you come here yesterday? B: I came here yesterday. MATERI POKOK A: Here you are. A: Are you sure. Contoh responnya adalah: • Did you? Really? Oh. • Recount (Orientasi > kejadian-kejadian nyata > orientasi). Contoh materi lihat monolog bentuk naratif untuk berbicara. etc. it’s like this. A: Don’t do that. informasi pendapat. B: Didn’t you? • permintaan dan pemberian informasi berupa fakta. Indikator. • Permintaan klarifikasi. dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR • pernyataan orang lain yang memberi informasi/jasa. c. • Draw a circle.. • Permintaan dan pemberian informasi atas jasa/ barang. • perintah atau larangan. That’s good... I’m glad you enjoyed it. lain.Kompetensi Dasar. B: Well. b. B: Thanks a lot. 27 . Contoh perintah.

Put it there. yang diucapkan guru (dictation) dengan ejaan dan tanda baca yang benar. • mengungkapkan tindak tutur yang menyertai kegiatan fisik di kelas (language accompanying action).. • Thanks a lot. Melakukan berbagai tindak tutur dalam wacana lisan transaksional dan atau interpersonal seperti: • Menyapa yang belum/sudah dikenal. A: May I borrow this? B: Sure 28 . • Attention!!! • Come on. Contoh bahasa ragam lisan: • Hi.. 1. • • • • • • I’m sorry.2. Draw a line. it doesn’t. May I borrow your pen? My dad gave me this? Can you help me? Can I have this? Here you are. Menulis ungkpan• Ungkapan-ungkapan ungkapan komunikatif yang telah dipelajari. a. not like that. dan deskriptif sederhana. • Stop it! • No. • Meminta/memberi informasi/jasa/ barang. recount. • Don’t do that. Can you move a bit? Dll. • Memberi aba-aba. I’m..Bahasa Inggris KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK d. Shall we do this? No. • Menyangkal. • Menyatakan sesuatu. How are you? • Let’s do it... • Meminta maaf. • Mengungkapkan terima kasih. • mengungkapkan tindak tutur dalam dialog sederhana • I like it very much. • Mengajak orang lain melakukan sesuatu. It’s like this. BERBICARA Mengungkapkan berbagai makna (interpersonal/ ideasional dalam wacana transaksional dan/atau monolog lisan terutama dalam wacana berbentuk naratif. Come here. • Memerintah atau melarang.

didn’t you? How come? Is it true? That’s a tree. D: Is it? E: You are new. Like this. b.Kompetensi Dasar.. Indikator. • meminta dan A: What do you think of memberi pendapat. it wasn’t me. • meminta dan memberi petunjuk. A: How do you do this? B: Easy. • meminta dan A: May we join? memberi B: Why not. I did that. • merespon secara interpersonal menggunakan Is it? Do you? Aren’t you? Dsb. mendeskripsikan benda. • memberi empati. peran... dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK terdiri atas dua atau C: Can I go now? tiga pertukaran D: Up to you. • mengakui/ menyangkal fakta. setujuan. It’s big. 29 . aren’t you? F: I am./No. • meminta dan memberi informasi faktual. Yes... you fell over. you’r persetujuan/ketidak too late. B: Did you? C: It’s huge. orang atau tempat secara sederhana./Sorry. A: I met her. A: Where is it? B: It’s there. this? B: Not bad. • mempertanyakan sesuatu. Oh no. you know..

. This girl was pretty. she met this handsome prince. kejadian-kejadian nyata > reorientasi). reorientasi). Well..you know. you know. • Recount (orientasi > Orientasi: I went to the party. you know it has twenty classrooms a library and a laboratory. Deskripsi: It is big.The one we met yesterday?.she lived happily ever after. resolusi.. Mengidentifikasi stay away. she was like a house maid in the family. komplikasi. nothing makna berbagai happened.... kartu ucapan 30 . Komplikasi: but she lived with her step mother and three stepsisters. smart and loving. Evaluasi: It’s good you know. A prince is rich. evaluasi.. But I met this guy ... Resolusi: But. etc.Bahasa Inggris KOMPETENSI DASAR INDIKATOR c. fortunately.. They were all so mean to her. intruksi/larangan Reorientasi: pendek. right? And he fell in love with her... Reorientasi: So You can guess. And. Melakukan monolog dalam bentuk: • Naratif (orientasi.. Kejadian: It was fun. dan kartuThe party was nice. MATERI POKOK Orientasi: I read this strory called Cinderella. Klasifikasi Umum: • Deskriptif (klasifikasi umum > This is my school on Jl. So I tried to a. Usman 6 deskripsi).

Evaluasi: She was pretty. His name is Bob: Deskripsi: He is 13 years old.3. Kejadian: She invited all my classmates. serta intruksi/ larangan pendek. He fell in love with her. komplikasi. naratif dan recount sederhana. He’s tall dst. INDIKATOR b. Mengidentifikasi main ideas c. Indikator. Mengidentifikasi informasi faktual e. resolusi. Komplikasi: but she was very poor. Her stepmother and stepsisters were very mean. Resolusi: Fortunately. evaluasi. reorientasi) • Recount (orientasi > kejadian-kejadian nyata > reorientasi) 31 .Kompetensi Dasar. Reorientasi: Then Cinderella became a princess. Contoh materi lihat lampiran 4. Klasifikasi Umum: I have a friend. but we tried to be • Deskriptif (klasifikasi umum deskriptif) • Naratif (orientasi. Mengidentifikasi suporting details d. dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR 1. No one liked Robert. One of them was Robert. MEMBACA Memahami nuansa makna dan langkahlangkah pengembangan retorika di dalam teks tertulis berbentuk deskriptif. Mengidentifikasi langkah-langkah retorika (interpersonal meaning) di dalam wacana-wacana berikut ini: MATERI POKOK Contoh ragam bahasa tulis: Orientasi: Once there was a little girl called Cinderella. she met a prince. loving and clever. Orientasi: On Saturday I went to a party. It was Jane’s birthday. There were also some kids from the neighbourhood.

Bahasa Inggris KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK nice.4. • Naratif recount. Membaca nyaring (strory telling) wacana ragam tulis dengan ucapan dan intonasi yang menunjang pemahaman pendengarnya: • Naratif • Recount • Deskriptif a. pengumuman singkat langkah-langkah dan sederhana. MENULIS fungsional sederhana Mengungkapkan nuansa makna dengan b. Menulis pesan. • Deskriptif Contoh jenis teks dapat dilihat pada lampiran 4. dan pengembangan kartu-kartu ucapan retorika yang benar di c. Reorientasi: Everyone enjoyed the party. Contoh pesan pendek: Back in 5 minutes!Leave it on my desk!Happy Birthday!Have a nice trip!dll. Menghasilkan teksdalam teks tertulis teks berbentuk: berbentuk naratif. Robert tried to behave too. It was a nice one. dan deskriptif • Recount sederhana. 32 . He danced with Jane and looked happy. Menulis kalimat 1.

.. Indikator. Health...Kompetensi Dasar..Please. • Menerima dan A: Would you come to my menolak undangan. deskriptif. party? B: I’d love to... MENDENGARKAN Memahami wacana transaksional dan obrolan yang mengarah kepada variasi makna interpersonal dan/ atau monolog lisan terutama yang berbentuk naratif. Berkomunikasi secara lisan dan tertulis dengan menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan atau monolog terutama dalam wacana berbentuk naratif. A: I’m the only child in my family B: I see 33 . • Menjelaskan. Seasons.. recount.. INDIKATOR MATERI POKOK a.. • Memberi dan menolak jasa/ barang. memberi A: May I use your type dan menolak writer please? memberi informasi/ B: Sure. KOMPETENSI DASAR A. recount dan anekdot. I want to. Freindship. but.. Kompetensi Tindak Bahasa (actional competence). 2.. pendapat. dan anekdot. Travel. Bereaksi atau merespon dengan benar terhadap tindak tutur berikut: Contoh materi dan respon interpersonal (yang mengindikasikan sikap terhadap sebuah isu/berita): • Meminta. Recreation. Standar Kompetensi : 2. Sorry.1. dan Materi Pokok Kelas Tema : VIII : Flora dan Fauna. I’m sorry . Why not. Teenage life. deskriptif.. A: Here’s some money for you B: I can’t take this. A: Let me help you B: Thanks so much.

A: Those guys are very talented in music. B: I think so. A: Do you agree? B: Yes. • Memberi selamat. I see. • mengevaluasi pernyataan. sesuatu)... • Memberi perhatian A:(Bercerita tentang terhadap pembicara. • memperluas/ merumuskan kembali gagasan 34 . A: I mean. A: We’d be better stop now... A: Do you mind lending me same money? B: No problem. A: Sorry I am late.. • memberi alasan. B: All right A: We need to do something here. I can do that. Hm mm.. A: Happy birthday B: Thank you..Bahasa Inggris KOMPETENSI DASAR INDIKATOR • Memberi instruksi. B: Thank you. B: Right. • menganjurkan. MATERI POKOK A: Put the heavy box on the desk. will you? B: Yup. • Memuji... • meminta jasa. I had a blat tire. • meminta persetujuan. B: Are they? A: You have beautiful hair.. Yaeh. • Mendeskripsikan. B: Good idea. I do. B: Now I see what you mean.

• Recount (orientasi> kejadian> nyata> reorientasi). clean and bright. anekdot. orientasi> krisis> reaksi dan coda). small and white. dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK Contoh teks-teks lisan: b. a.? • I think . Mengidentifikasi makna gagasan (ideasional) dalam teks yang didengar... • Informasi faktual. Bereaksi atau merespon dengan benar terhadap wacana monolog berikut: • Naratif (orientasi > • Naratif: Lihat contoh kelas 1. Melakukan berbagai 2.Kompetensi Dasar.. BERBICARA tindak tutur dalam Mengungkapkan wacana lisan nuansa makna yang transaksional/ terkait dengan wacana interpersonal seperti: transaksionaldan • Meminta pendapat. atau teks tentang alam: pohon. interpersonal dan/ Teks berbentuk naratif.. Indikator. • Deskriptif: • Deskriptif lagu-lagu yang bersifat (Identifikasi > deskriptif: mis. deskripsi). mengarah kepada • Menolak memberi variasi makna pendapat. • Do you think . evaluasi > Dikembangkan dengan komplikasi > mengelaborasi resolusi > komplikasi dan reorientasi). c. kalimat. ikan paus dll. obrolan yang • Memberi pendapat..2.. Lihat contoh di lampiran 4.frasa. Contoh ungkapan interpersonal bahasa lisan. • I can’t say anything.. 35 . resolusi. recount.. • Makna kata.. • Anekdot (abstrak> • Rekaman cerita lucu. • Gagasan utama. Edelweiss .. deskriptif.

.No.. recount dan anekdot.. Memberi instruksi.. Jump down.. She is .. • Menolak memberi ijin. Finally. Memberi informasi kejadian. • Meminta informasi interpersonal. Mendeskripsikan. That’s all. I’m using it.. let me explain ... • Meminta jasa. Mengawali teks lisan. That’s the end of the story • Can you help me. • Memberi informasi. I can’t • Sure.../He is. Memberi selamat. I do .... • • • • • • • • • MATERI POKOK I’d love to I’m sorry. • Memberi informasi.. I haven’t • Excuse me. • Could I speak to . • That’s it. • Memberi informasi interpersonal.Bahasa Inggris KOMPETENSI DASAR atau monolog lisan terutama yang berbentuk naratif. • Nice talking to you.. isn’t it? • Would you like some . please? • I’m calling to . • Melakukan ‘transaksi’ tujuan menelepon: • Menutup percakapan telepon. • Memberi ijin. • Memancing percakapan. • Membuka percakapan telepon. Memuji.? • Can I help you? • Sorry.. • Meminta informasi.. Menutup teks lisan.. Menjelaskan.. will you?. • Menawarkan sesuatu. • • • • • I must go now Do you have to? What are you doing? Nothing Do you like it? Have you done it? • Yes... • Menolak memberi jasa. • Then. Help yourself • Sorry. but . please? why don’t you. • Memberi jasa. I tell you what .. • Merespon pernyataan.? 36 . How lovely! Congratulations! Listen everyone .. deskriptif. Memperpanjang teks lisan. • Nice day. Menolak undangan.. • Menginterupsi.. After that... • • • • • • • • • • • INDIKATOR Menerima undangan.

Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

KOMPETENSI DASAR • • • • •

INDIKATOR Menerima tawaran. Menolak tawaran. Meminta sesuatu. Menganjurkan. Meminta persetujuan. • • • • •

MATERI POKOK Yes, please. No, thank you. Can I have a bit? You’d better ... What if we

b. Melakukan monolog dalam bentuk • Naratif. • Deskriptif. • Anekdot (abstrak> orientasi> krisis> reaksi dan coda). • recount. a. Mengidentifikasi 2.3. MEMBACA makna gagasan Memahami nuansa (Ideasional) dalam makna dan langkahteks. langkah • Gagasan utama. pengembangan • Gagasan pendukung. retorika di dalam teks • Informasi rinci. tertulis terutama yang • Informasi faktual. berbentuk naratif, • Makna kata, frasa deskriptif recount, dan dan kalimat. anekdot, serta pesanpesan pendek. b. Mengidentifikasi langkah-langkah retorika (interpersonal) di dalam wacanawacana berikut ini: • Naratif (orientasi > evaluasi > komplikasi > resolusi > reorientasi) • Deskriptif (identifikasi > deskripsi). • Recount (orientasi kejadian nyata, reorientasi).

Lihat lampiran 4 ditambah dengan ciri-ciri bahasa lisan.

Contoh teks ragam tulis lihat lampiran 4 dengan memperhatikan jenis dan susunan kalimat yang digunakan untuk memiliki fungsi identifikasi dalam teks deskripsi dll.

Naratif: Lihat di atas, dengan elaborasi kejadian. Dekriptif: Identifikasi: An eagle is a bird of prey. Deskripsi: It hunts by flying at hight latitude. It scans the ground for prey. dst

37

Bahasa Inggris

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI POKOK

• Anekdot (abstrak > Ceritera semacam orientasi > krisis > Nasredin, Aladin atau yang nyata. reaksi > coda). c. Membaca nyaring secara bermakna wacana berikut: • Naratif. • Deskriptif (identifikasi dan deskripsi). • Anekdot (abstrak> orientasi> krisis> reaksi dan coda). • Recount (orientasi> kejadian> penting> reorientasi). a. Menulis teks-teks 2.4. MENULIS berbentuk: Mengungkapkan • Naratif (orientasi > nuansa makna dengan evaluasi > langkah-langkah komplikasi > pengembangan resolusi > retorika yang benar di reorientasi). dalam teks tertulis • Deskriptif terutama yang (identifikasi > berbentuk naratif, deskripsi). deskriptif, recount dan • Anekdot (abstrak > anekdot. orientasi > krisis > reaksi > coda). • Recount (orientasi, kejadian penting, reorientasi). b. Menulis surat pribadi yang melibatkan jenis teks tertentu atau Email yang interaktif. Membaca teks ragam tulis dengan nyaring menggunakan intonasi dan tekanan yang menunjang pemahaman, misalnya kegiatan story telling.

Contoh materi: lihat lampiran 4 (“Snake in the bath”). Menulis langkah demi langkah sesuai dengan langkah retorika teks seperti bagian identifikasi, deskripsi dll.

Surat pribadi yang melibatkan jenis recount atau lainnya dan “Email” yang interaktif antar teman.

38

Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Kelas
Tema

: IX
: Nature, Mass Media, Technology, Arts, Sports, Public Services.

Standar Kompetensi : 3. Berkomunikasi secara lisan dan tertulis dengan menggunakan ragam bahasa lisan dan tulis yang sesuai konteks dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan/atau monolog terutama dalam wacana berbentuk naratif, deskriptif, recount prosedur dan laporan.
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK Tindak tutur dapat direspon dengan tindakan atau ungkapan lisan seperti:

A. Kompetensi Tindak a. Merespon dengan Bahasa (actional benar tindak tutur di competence). dalam wacana 3.1. MENDENGARKAN interaksional yang Memahami wacana predominantly yang menekankan interpersonal berupa pertukaran makna obrolan yang interpersonal yang mengandung tindak lebih kompleks tutur: (berdebat, bertikai • Memberi kepastian. dsb.) dalam interaksi/ monolog lisan terutama dalam • Menanggapi wacana berbentuk keraguan. naratif, prosedur dan laporan. • Meminta pengulangan. • Menyatakan persetujuan. • Menyatakan ketidaksetujuan terhadap usul atau pendapat.

A: Are you sure? B: I’m. It is confirmed. A: Well ... B: You doubt it, don’t you? A: (berbicara tidak jelas) B: I beg you pardon A: I do agree B: Thanks for the support. A: I totally disagree B: It’s OK. I understand.

A: Don’t you over do it • Memberi respon again yang kurang disenangi B: If you say so ... mitra wicara.

39

Bahasa Inggris

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR • Memberi berita yang menarik perhatian. • Memberi komentar terhadap berita. b. Mengidentifikasi makna ideasional/ wacana monolog berikut: • Naratif. • Prosedur (Goal > (materials) > Steps 1 -n). • Laporan (General classification > description: parts, qualities, habits/ behaviours).

MATERI POKOK A: Guess what! I’ve got hot news! B: Tell me more about it. A: I got A again, you know B: That’s terrific! Prosedur: Recipe Goal: “Nasi Goreng” Ingredients: steamed rice, onions etc. Method: First, ..., Second, ... Laporan: General classification:Whales are sea-living mammals. Description: Their bodies consist of ... The weight can reach ... They breathe by .... Contoh ungkapan interpersonal bahasa lisan. • I’ve got something to tell you... • Hey, have you heard that ...? • This is about....

a. Mengungkapkan 3.2. BERBICARA berbagai keinginan Mengungkapkan dan perasaan seperti: makna dengan penekanan pada • Memberi berita makna interpersonal (news) yang yang kompleks dalam menarik perhatian. wacana interaksional dan/atau monolog • Memberi latar lisan terutama dalam belakang sebuah wacana berbentuk berita (apa, siapa, di naratif, prosedur, dan mana, dsb.). laporan. • Memberi komentar terhadap berita. • Meminta informasi dan pendapat;

• Well... what can I say? • What do you say?

40

Melakukan monolog Contoh jenis teks dalam teks berbentuk: (dengan struktur seperti • naratif.... • I’m positive • Menyatakan keraguan. We 41 . • Memberi kepastian. • Meminta kepastian misalnya: MATERI POKOK • Will it be okay if. dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR meminta dan memberi komentar..Kompetensi Dasar. tindak tutur disertai • Would you mind. • prosedur.. mitra wicara. dalam konteks wawancara.. • I don’t think it’s a good idea.. • Would it be okay if. ladies and gentlemen . • Menanggapi keraguan. ungkapan penyantun.And of course we need some ingredients. today we are going to learn how to make “Nasi Goreng”.. • Memberi respons • That’s not what I’m yang kurang disenangi saying. di atas di atas) disertai ciri-ciri bahasa lisan. • Menyatakan ketidaksetujuan. Prosedur lisan: Well. • Pardon? Sorry? • Menyatakan persetujuan.. • I’m not sure • It could be that .. Indikator.. • Fine with me. • Don’t worry • Meminta pengulangan. b.. • Melakukan berbagai • Could you please.

because. Do you see this? It’s got thorax. This is for four people. Laporan lisan: Hey..dsb. • laporan Goal: Air Conditioning Indoor Installation Material: The mounting wall is membaca nyaring wacana strong and solid enough to prevent it from vibration.. retorika di dalam teks • Informasi rinci... pengembangan • Gagasan pendukung. 42 . abdomen and tail. second .Bahasa Inggris KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK need . Do you know what it does to get honey? It ... Mengidentifikasi langkah-langkah retorika wacana berbentuk: • naratif. • laporan. Teks jenis popular science (tentang binatang dsb. serta berbagai iklan. Teks-teks dalam bentuk naratif... you know. First.dst. 3.. Mengidentifikasi makna Memahami nuansa gagasan dalam wacana. 3..... prosedur dan laporan yang sesuai dengan tingkat pengetahuan umum siswa. ... pendengarnya.. Contoh teks. langkah • Gagasan pokok. tulis terutama yang • Makna kata.3.. MEMBACA a. Drill the piping hole. b.. dan kalimat prosedur dan laporan. this is a bee... 2.Now let’s see how we make it. makna dan langkah• Informasi faktual... and . dapat digunakan). frasa berbentuk naratif. If you like. you can garnisg it with tomatoes . Prosedur ragam tulis. Line according to the arrows.. This kind of bee produces the best honey. look.. • prosedur.Finally we can serve this Nasi Goreng in a large plater like this. Mount the plate. ragam tulis dengan ucapan dan intonasi yang Steps: menunjang pemahaman 1...

MENULIS Menulis jenis teks: Mengungkapkan • naratif.4. • • • • Postcard.Kompetensi Dasar. MATERI POKOK Story telling news items Prosedur permainan. Surat pribadi. • laporan. 43 . Laporan hasil observasi Teks ragam lisan yang ditulis seperti: • menulis buku harian. • laporan. dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR • naratif. Surat pemberitahuan. • Menulis tentang sebuah pohon yang ada di sekolah: namanya. 3. membuat sesuatu. Indikator. • Menulis pesan/surat sederhana. prosedur dan laporan. • prosedur. misalnya: Resep kesukaan siswa. • Simulasi Email (dalam kelas) antar teman Teks ragam tulis sederhana. bagianbagiannya. manfaatnya. terutama yang berbentuk naratif. Surat minta ijin. nuansa makna dengan langkah-langkah pengembangan retorika yang benar di dalam teks tulis • prosedur.

there... He achieved his fame by hard work. Piranti kohesi • Referensi (‘Do you know Danau Toba?’’‘Yes.) • Spatial (here. John left the room immediately. that.) • Kata-kata yang saling terkait atau yang diulang (Effendi is a very famous artist. 44 . and Toni [. or..) • Struktur sejenis (She likes swimming and playing tennis) Piranti untuk menyatakan konteks situasi • Personal pronoun (orang/benda yang terlibat yang disebutkan dengan nama atau kata gantinya: my friend. . • Penggunaan struktur makna proposisional dan urut-urutannya di dalam teks (temporal. I did so. spatial.. Kompetensi Pembentuk Wacana (Discourse Competence) Kompetensi ini mengacu pada kemampuan menerapkan unsur-unsur berikut untuk menghasilkan teks-teks yang komponen-komponennya tersusun secara terpadu (koheren) antara lain karena adanya piranti kohesi (cohesive devices) sehingga tercapai teks yang koheren.. we.). this. after. • Penempatan tema dan penentuan tahapan-tahapannya (pengembangan tema dan rema).. you.. the example above) Piranti koherensi • Ungkapan dan pemahaman isi dan tujuan teks yang runtut (skemata isi)..) • Elipsis (I have read a lot of novels.. I did the same. • Penyusunan informasi yang ‘sudah diketahui’ (old information) dan informasi ‘baru’ (new information).) • Kata sambung (and.Bahasa Inggris B. that) • Temporal (now. but this is the best [.] some apples. when. kondisi-hasil.].’) • Substitusi (Do you see the motorcycles? The big one is mine. . sebab-akibat. Teks yang koheren adalah teks yang mencapai tujuan komunikatifnya karena komponennya disusun dengan baik dan setiap komponen direalisasikan dalam bahasa yang berterima. him. too. We bought some oranges. because. .‘it is the largest lake in Sumatra.. then. before) • Textual (the following chart.

Questions tags. Struktur Percakapan • Cara membuka percakapan baru atau membuka kembali percakapan yang sudah terhenti. continuous/non-continuous.“It was Mr. kosakata. perintah. dsb. Indikator. • Cara memberi tanda akan mengakhiri percakapan. • Frasa verba: . pidato. dan ejaan di dalam teks dengan benar. • Cara mempertahankan giliran atau memberikan giliran kepada orang lain. . • Cara mengakhiri percakapan. Klausa/Kalimat • Jenis kalimat berita. wawancara. pelayanan di toko.. Genre/Struktur generik (skemata bentuk) • Narasi.) . • Bentuk khusus. laporan penelitian.Kompetensi Dasar. dan sebagainya. simple. dan Materi Pokok • Kesinambungan dan perubahan waktu. • Memberikan tanggapan atau jawaban yang disukai atau tidak disukai lawan bicara. • Cara menetapkan atau mengubah topik pembicaraan. . tanya. • Cara memotong pembicaraan. perfect/ non-perfect .. C. lafal. • Cara bekerja sama dan menunjukkan tetap ingin melanjutkan keterlibatannya di dalam percakapan. Benning who opened the meeting”.Tenses: present/past. . seru.Voices: aktif/pasif 45 .keberadaan (there + BE.“What I mean is you have to meet her soon”. Kompetensi Kebahasaan (Linguistic competence ) Kompetensi ini mengacu pada kemampuan menerapkan dan memahami unsur-unsur tatabahasa.

. not very easily.majemuk: in front of.Modals : should . his. will. second. ought to . subsequent. Adverb: easily. have to . while. no. behind..demonstratives this. two. third.. 46 .tunggal: in. . before.plural/singular nouns . with. Frasa nominal (dan proses modifikasi): . . ... kata sifat.. broken. all. every.. comfortable. beautiful. those. . kondisional dengan kata sambung if. either. so.. may. . Rina’s. : . without.. any .. on. neither. their sister’s.. six.. her. long-longerlongest. Kalimat majemuk: . one’s. which. that.deiktik yang tidak spesifik: each... . because. book-books. but.quantitative: one.Bahasa Inggris • • • • ..pronouns (kata ganti) .. both. .. these : . off. neither X nor Y.ordinatives: first.articles: a. both X and Y. .adjectives: long/longer/longest. . or) dan jamak (not only X but Y. as long as.. few. more easily. a quarter of.g. . dan sebagainya • infleksi: go-went-gone-going..bertingkat: berbagai klausa adverbia dengan kata sambung when. much.possessives my. its. kata keterangan. next.setara: dengan kata sambung tunggal (and. .. provided that. that.. several. the . a couple of. . child-children.. kata kerja. . preceding. fast/faster/fastest. some. for the sake of.. our.. Prepositions: .. .. . in order that. after.) .. .klausa ajektifa dengan kata sambung who.. last. interesting. restrictive dan non-restrictive) o reported speech Morfologi • jenis kata: kata benda. . of.Sisipan (embedding): o noun clause o relative clause (e. .

m. Kompetensi Sosiokultural (Sociocultural Competence ) Kompetensi ini mengacu pada kemampuan menyatakan pesan dengan benar dan berterima menurut konteks sosial budaya yang terkait dengan kegiatan komunikatif yang dilakukan. . See you soon. . • kolokasi (kata pasangan): spend money. • idiom: He kicked the bucket Fonologi (untuk lafal) • Segmental: consonants (p. .) • Suprasegmental: tekanan.. tempat. . ritme. posisi dan status. go. write... . Faktor sosial dan kontekstual • Variabel partisipan: umur. modals. . preposisi. nice weather. Indikator. like-dislike. situasi sosial Faktor gaya (style) dan kepatutan • Adat dan strategi kesopanan • Ragam gaya: . u. dan Materi Pokok • derivasi: nation-national-nationality. • frasa baku: of course... all of a sudden.. sleep. gender.Kompetensi Dasar. b. by the way.. articles. l.. big. boy. lovely.. k.. ..).ragam formal/informal 47 ... vowels (a. intonasi. ketinggian nada.. .. i. Nice to see you. n. interpretmisinterpret. white. hubungan kekuasaan dan hubungan emosional • Variabel situasional: waktu. • ungkapan baku: How do you do?. jeda Eajaan dan tanda baca • huruf • aturan ejaan • tanda baca D. make a fortune.. school. e. jarak sosial. • function words: kata ganti. tall building. Kosakata • content words: book.

guru. 48 . topik-topik yang ditabukan.sinyal-sinyal non verbal untuk ambil bagian bicara . struktur sosial dan institusional. anggota keluarga). strategi berkomunikasi antarbudaya Faktor komunikasi non-verbal • Bahasa tubuh . • menggunakan kamus Inggris-Indonesia dan atau Indonesia-Inggris. • meminta bantuan orang lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik (termasuk teman. standar hidup).Bahasa Inggris - register untuk bidang-bidang tertentu Faktor Budaya • Latar belakang sosial budaya dari komunitas penutur bahasa sasaran: kondisi kehidupan (jalan hidup. aspek-aspek budaya termasuk kesusasteraan dan seni • Pemahaman tentang dialek yang dominan dan berbagai perbedaan wilayah • Pemahaman antarbudaya: perbedaan. latar belakang sejarah. ada beberapa strategi umum yang dapat digunakan. gerakan isyarat. persamaan. kepercayaan. dan aturan umum. adat dan ritual.isyarat yang menunjukkan tetap ingin terlibat di dalam percakapan . yakni antara lain: • bekerja sama dengan teman.tanda-tanda yang menunjukkan unsur afektif (ekspresi wajah). Kompetensi Strategi (Strategic Competence ) Kompetensi ini mengacu pada kemampuan dan keterampilan menerapkan berbagai strategi berkomunikasi 1. kontak mata • Kedekatan fisik • Sentuhan • Paralinguistik: nyaring-lembutnya suara • Kesenyapan E. nilai. Untuk dapat memahami dan menghasilkan teks lisan ataupun tulis.

dan Materi Pokok 2.. karena tidak tahu istilah carp) • Menggunakan kata serba guna (thingy. Untuk memudahkan pemahaman teks lisan yang didengar langsung dari orang lain atau dalam bentuk rekaman elektronik.. Strategi untuk mencapai tujuan dan mengkompensasi kesenjangan • Menguraikan (mis. thingamajig.. • Tidak melanjutkan suatu pesan. • meminta pengulangan.. • Menghindari suatu topik. actually . bronze) Strategi berhenti. vegetarianist) • Menerjemahkan secara literal dari bahasa ibu • Menggunakan cara bahasa sasaran (mis... The bus was very . mengukur. berbagai strategi berikut dapat digunakan: Strategi menghindar atau mengurangi • Mengganti pesan dengan pesan lainnya.?) • Mengulang perkataan sendiri atau orang lain 49 . bro. berikut dapat digunakan: • mendengarkan teks yang sama beberapa kali jika memungkinkan (terutama teks rekaman).Kompetensi Dasar. 3.. sinyal keraguan (misalnya well. wait. menunjuk.. yang berarti ‘anu’ atau ‘apa itu’. bron.. karena tidak tahu nama benda yang dimaksud) • Menggunakan cara non-linguistik (gerakan meniru. Indikator..... there were a lot of people on it) • Menciptakan kata baru (mis... the thing you open bottles with (karena tidak tahu istilah cockscrew) • Menggunakan istilah yang mendekati target (fish. e:r. where was I . menggunakan fonologi bahasa Inggris pada kata bahasa Indonesia) • Alih bahasa ke bahasa ibu atau bahasa lainnya • Berusaha mengingat-ingat (mis. menggambar) • Mengubah ke struktur lain (mis. Untuk mengatasi kesulitan komunikasi sesaat. atau curi waktu • Menggunakan suara hmm.

memperbaiki .?) .. Pardon? atau Could you say that again.. mengurangi.tidak langsung (mis...?.. Sorry.. Can I/you say that?) o apakah lawan bicara mendengarkan/memperhatikan (mis. Did you say . pupils. menambah. What do you mean by ... menunjukkan muka kosong) o memberikan kesimpulan interpretasi (mis. di telepon: Are you still there?) o apakah lawan bicara dapat mendengar (mis.... This is for students...Bahasa Inggris Strategi memonitor diri • Memperbaiki apa yang telah dikatakan (mis. when you’re at school.. Am I making sense?) o apakah yang telah dikatakan benar atau menggunakan tatabahasa yang benar (mis....... I don’t know the word in English... menyanggah..) • Mengatakan dengan cara lain untuk memperjelas (mis... I mean . What do you call. You mean . mengatakan dengan cara lain. Do you hear me?) 50 . minta konfirmasi.Merespon lawan bicara o mengulang.Mengecek pemahaman o apakah lawan bicara dapat memahaminya (mis..... atau menunjukkan ekspresi bingung atau tidak tahu) • Menegosiasi makna .) o ekspresi ketidak pahaman non-verbal (mengangkat alis. please?) o minta klarifikasi (mis....?) o minta konfirmasi (mis..?) o ekspresi ketidak pahaman secara verbal (mis. So what you’re saying is .Indikator adanya kesalah-pahaman atau ketidak-pahaman o minta pengulangan (mis.. I’m not sure I understand.?) .) Strategi interaksional • Minta bantuan .langsung (mis.

• Membuat semantic mapping untuk mengumpulkan gagasangagasan rinci yang akan ditulis. 51 . dapat dilakukan strategi antara lain: • Scanning (mencari informasi secara cepat. • Skimming (membaca secara cepat untuk mendapat gambaran umum tentang isi bacaan). terutama terkait dengan teks-teks khusus). Untuk memudahkan menghasilkan teks tertulis yang kohesif dan koheren yang memiliki tingkat ketepatan linguistik yang baik. dengan saling membacakan atau memperdengarkan berbagai teks. Sikap 1. • Membuat draft tulisan. • Menjawab/menanggapi pernyataan/pertanyaan dalam bahasa Inggris dalam interaksi dengan guru dan teman dan tidak takut membuat kesalahan.Kompetensi Dasar. Memiliki rasa percaya diri dan keinginan untuk meningkatkan kemampuannya memahami berbagai jenis teks-teks lisan yang dipelajari dengan cara: • Berinisiatif untuk berlatih dengan temannya. • Bereksperimen menggunakan kata-kata atau ungkapan yang baru saja ditemui di dalam kegiatan membaca. dan Materi Pokok 4. • membuat Reading Club. • Mendapatkan balikan terhadap hasil tulisannya. Untuk memudahkan dalam memahami bacaan atau membaca nyaring untuk orang lain. • Melakukan teknik cubing (melihat satu hal dari berbagai sudut pandang) untuk mengumpulkan gagasan-gagasan rinci yang akan ditulis. • menebak makna kata-kata baru berdasarkan konteks di dalam bacaan. • Melakukan brainstorming untuk mengumpulkan gagasan. 5. dapat dilakukan strategi antara lain: • Membaca teks-teks contoh untuk tiap jenis teks sebanyakbanyaknya. • Meminta guru atau teman untuk membacakan atau memperdengarkan teks yang akan dipakai tugas membaca. Indikator.

• Mengemukakan pendapat pribadi tentang apa yang dibacanya. Siswa memiliki rasa percaya diri dan antusias mengerjakan tugastugas yang diberikan dan juga berinisiatif menghasilkan jenis-jenis teks tertulis yang sedang dipelajari. 52 . buku. • Sering bercerita dan berdiskusi. • Inisiatif menulis teks dalam berbagai jenis yang sedang dipelajari. • Berinisiatif mencari dan mempelajari teks-teks sejenis. • Tampil berbahasa Inggris di depan publik untuk mengemukakan pendapatnya secara kritis. • Sering memberikan penjelasan tentang fakta yang diketahuinya. • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan membahas setiap teks atau tugas dengan guru dan teman. meskipun tidak ditugaskan. 4.Bahasa Inggris 2. • Partisipasi aktif pada kegiatan membahas setiap tugas di kelas. komik dsb. yang tercermin dalam • Penyelesaian setiap tugas yang diberikan. • Menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan ekstra berbahasa Inggris. Siswa melakukan berbagai hal untuk mengungkapkan gagasan dan cerita serta secara aktif dan mandiri menyiapkan diri untuk dapat mempresentasikannya dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar misalnya dengan: • Melakukan presentasi apa saja yang telah dibacanya termasuk cerita pendek. poster dll. Siswa memiliki rasa percaya diri dan antusias membaca secara nyaring maupun membaca untuk pemahaman berbagai jenis teks yang sedang dipelajari dengan • Melaksanakan tugas membaca yang diberikan guru. • Berusaha melakukan presentasi teks lisan dalam bentuk atau tentang bentuk yang sedang dipelajari. gambar. termasuk yang otentik. • Membuat persiapan menyeluruh untuk presentasi yang melibatkan alat bantu audiovisual. 3.

Terkadang ada orang yang tahu banyak tentang tata bahasa dan kosa kata. terkadang kita tidak mengerti apa yang dibicarakan orang karena kita tidak mengerti wacananya. meskipun kita penutur asli bahasa Indonesia. atau konteks yang melandasi pembicaraan tersebut. Selain itu. pengguna kurikulum disarankan untuk senantiasa mengacu ke glossary ini. Communicative Competence Model Dalam diagram model Communicative Competence (CC) atau kompetensi komunikatif ditunjukkan hal-hal berikut: • Lingkaran di tengah menunjukkan inti CC yaitu Discourse Competence (DC) atau kompetensi wacana.3 Lampiran 1 Glossary LAMPIRAN-LAMPIRAN Untuk memperoleh pemahaman yang menyeluruh dan sekaligus rinci. CC disebut sebagai intinya sebab ketika orang berkomunikasi. Kurikulum ini menggunakan pendekatan terhadap bahasa yang sistemik fungsional yang melihat bahasa sebagai salah satu sistem yang digunakan oleh manusia untuk saling bertukar makna menggunakan simbol-simbol. kurikulum ini juga meletakkan pengajaran bahasa sebagai pendidikan literacy atau pengembangan kemampuan untuk menciptakan wacana lisan dan tulis dalam konteks. Bahasa adalah satu sistem yang diciptakan manusia untuk berkomunikasi. 53 . Jadi pendidikan bahasa yang bertujuan mendidik orang untuk dapat berkomunikasi. Buktinya. dan bukan melihat bahasa sebagai bahan kajian. ia terlibat dalam wacana. bukan sekedar bertukar kata. Informasi ini disediakan dengan tujuan agar terdapat kesefahaman mengenai berbagai istilah yang potensial ditafsirkan berbeda-beda oleh pengguna kurikulum yang memiliki berbagai latar belakang. tetapi ia tidak dapat bercakap-cakap atau surat menyurat dalam bahasa Inggris.

). sehingga kompetensi strategis menjadi lingkaran yang melingkupi semuanya. baik yang tertulis maupun lisan. dalam menciptakan wacana yang tertata dan utuh. Segi tiga yang mengitari DC mewakili tiga kompetensi yang membuat orang mampu berwacana atau memperoleh DC. dalam penciptaan makna. jika orang hanya memiliki pengetahuan linguistik. meminta tolong dll. ragu-ragu apakah ia dapat menyampaikan maksudnya dll. Artinya. Untuk berwacana atau berkomunikasi orang harus memiliki linguistic competence atau kompetensi linguistik (tata bahasa. sosiokultural.). kesantunan dll. misalnya dengan mengulang. Kompetensi wacana atau kompetensi komunikatif adalah kombinasi dari kemampuan. tanda baca dll. memerintah dll) dan dalam bahasa tulis disebut retorika.Bahasa Inggris • • adalah pendidikan bahasa yang mengembangkan kompetensi wacana. strategi dan/atau prosedur untuk mendayagunakan seluruh kompetensi secara sinergis dalam konteks komunikasi. tanpa pernah terlibat latihan berkomunikasi yang membangun dua kompetensi lainnya. Kompetensi Wacana Kompetensi wacana bukan merupakan kumpulan pengetahuan tentang kompetensi-kompetensi dasar yang disebut di atas. misalnya lupa sebuah kata. Kesulitan komunikasi bisa terjadi dalam hal linguistik. Lingkaran besar yang mengitari segitiga mewakili strategic competence atau kompetensi strategis. Kompetensi ini memungkinkan orang senantiasa membangun wacana yang utuh dan tidak berhenti ditengahtengah hanya karena orang lupa akan kata atau istilah tertentu. 54 . ia akan menggunakan berbagai sinyal atau mengambil langkah-langkah produktif untuk tetap berkomunikasi. yakni kompetensi yang digunakan orang untuk mengatasi kesulitan dalam berkomunikasi. ataupun tindak tutur. hampir mustahil ia memperoleh DC. Orang yang memiliki kompetensi ini biasanya tidak menyerah begitu saja. intonasi. dan actional competence atau kompetensi tindak bahasa atau melakukan tindakan dengan bahasa yang dalam bahasa lisan disebut tindak tutur (meminta informasi. mengajak. sociocultural competence atau kompetensi sosiokultural (tata cara berkomunikasi seperti gaya bahasa. kosa kata.

Oleh karenanya. dan guru selayaknya tidak terpaku kepada sebuah buku teks. misalnya. Precedural knowledge Kemampuan menggunakan pengetahuan tentang bahasa dan pengetahuan lain yang relevan secara dinamis sesuai dengan konteks dan tujuan komunikasi. jika kompetensi-kompetensi dasar dan jabarannya disajikan sebagai pengetahuan. Context of situation Secara teoretis konteks memiliki minimal tiga unsur. “siswa harus dapat meminta bantuan dengan sopan di sejumlah konteks secara lisan” maka guru mulai mencari materi yang mendukung pencapaian kompetensi tersebut dari berbagai sumber. Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum bahasa yang berbasis kompetensi adalah sebuah kerangka sistemik dan strategis yang membangun kompetensi komunikatif atau kompetensi wacana. 55 . dan ketiganya mempengaruhi bahasa yang kita gunakan dengan uraian sebagai berikut. sejauh dapat mendukung pemerolehan kompetensi selayaknya digunakan. Materi yang diperlukan untuk menunjang kurikulum ini tidak terbatas pada apa yang disebut “buku teks”. sosiokultural dan strategis serta piranti pembentuk wacana. Ini berarti membangun semua kompetensi pendukungnya seperti kompetensi linguistik. tindak tutur.Lampiran-lampiran Implikasinya. mengajar bahasa tidak berangkat dari pertanyaan “Materi apa yang harus saya ajarkan hari ini?”. Kompetensi wacana hanya dapat diperoleh jika siswa dilibatkan dalam proses dan pengalaman berwacana di dalam maupun di luar kelas. Jika sudah ditetapkan. sumber-sumber berbahasa Inggris apapun. melainkan “kompetensi apa yang harus diperoleh hari ini?”. Declarative knowledge Pengetahuan tentang seluk beluk tentang bahasa seperti yang dijabarkan dalam rincian kompetensi dan pengetahuan lain yang relevan. bukan berarti kompetensi komunikatif sudah diperoleh. Artinya.

Jika orang mendengarkan percakapan yang direkam. atau saling bertukar ungkapan penghormatan sehingga hubungan interpersonal juga membatasi tindak tutur apa yang selayaknya digunakan dsb. dengan mendengarkan rekaman pembicaraan telpon orang dapat menyimpulkan bahwa topik yang dibahas adalah. seperti vocative (Sir. Hubungan ini menentukan pula seberapa sering orang saling mengejek. Context of Cultur e Konteks budaya adalah konteks yang lebih luas yang melingkupi berbagai konteks situasi sebagaimana diuraikan di atas. Field menunjukkan apa yang sedang menjadi gagasan /topik tulisan atau pembicaraan. Dua contoh tersebut memiliki field yang sama meskipun cara pengungkapannya berbeda karena Tenornya berbeda. antara guru dan murid. topik pembicaraan dan jalur komunikasi membentuk konteks situasi yang membuat orang memilih gaya bahasanya. 56 . orang biasanya dapat menebak hubungan interpersonal pihak-pihak yang bercakap. Begitu pula kalau orang membaca tulisan dokter yang membahas mengapa bayi menangis pada malam hari. yeah right dll.). jika jalurnya adalah bahasa lisan. John dll. Orang mampu menebak berdasarkan fitur-fitur (features) bahasa yang digunakan.). Ketepatan tebakan tersebut bukan tanpa dasar. Singkatnya. ia dapat mengidentifikasi topiknya.Bahasa Inggris • • • Tenor menunjukkan hubungan antar pembicara (dalam teks lisan) atau hubungan antara pembaca dan penulis. meskipun topik pembicaraannya sama. misalnya. percakapan antara dua teman akrab. ungkapanungkapan (bloody hell. hubungan interpersonal. misalnya. mengapa bayi mereka suka menangis pada malam hari atau topik lainnya dengan mengidentifikasi kosa kata yang digunakan. misalnya. Misalnya. maka bahasa yang digunakan akan berbeda dengan bahasa dokter yang memberi penjelasan tentang hal itu di majalah ilmiah. Misalnya. yaitu tentang bayi yang menangis malam hari. Mode menunjukkan jalur komunikasi yang digunakan: jalur lisan atau tertulis.

naratif. Maka istilah teks mencakup keduanya. Maka sangatlah penting bagi pelajar bahasa Inggris untuk mempelajari genre yang lahir dari budaya Inggris termasuk bagaimana bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Misalnya. lahir teks yang disebut resep masakan. dengan melihat/mendengar teks orang dapat menebak siapa saja yang terlibat sebagai pelaku. Misalnya. Teks Teks dapat dilihat sebagai sepenggal produk komunikasi. begitu pula jika orang menulis. Teks semacam inilah yang selayaknya digunakan dalam pengajaran bahasa agar siswa terpajankan (exposed) kepada komunikasi nyata yang disusun oleh penutur asli. keluarga yang kacau karena ditinggalkan pembantu rumah tangga mudik tidak menjadi wacana karena hanya keluarga super kaya yang memiliki pembantu. ia lahir dalam konteks. teks adalah satuan makna. Sebuah percakapan menghasilkan teks. dengan tatanan tertentu dan bahasa yang digunakan juga berbeda dengan bahasa jurnal ilmiah. Artinya. berupa fiksi. Genre juga membawa implikasi linguistik yang harus diperhatikan oleh siswa. dsb. deskriptif. Pembantu rumah tangga pada umumnya sangat dihargai dan ini tercermin dalam tutur kata para majikan. Jadi. ketika orang mendengar kata “ceritera pendek” (salah satu bentuk naratif) orang memiliki “harapan” atau ekspektasi tertentu bahwa cerpen bertujuan menghibur. teks adalah sebuah “rekaman” dari konteks sehingga disebut wacana. Dalam masyarakat maju yang mengenal budaya tulis. struktur teks dan ciri-ciri linguistik tertentu. dalam konteks Australia. Sebuah wacana tidak lahir dalam kevakuman. Sekumpulan kata atau bunyi disebut teks hanya jika kumpulan kata/ bunyi tersebut memiliki makna. 57 . yakni jenis-jenis teks yang masing-masingnya biasanya memiliki tujuan komunikatif.Lampiran-lampiran Konteks budaya turut menentukan pilihan-pilihan bahasa yang digunakan orang. Genre Sebuah konteks budaya melahirkan berbagai genre. apa topiknya. apa jalur komunikasinya.

yakni makna hubungan “aku dan kamu”.Bahasa Inggris Makna (Meaning) Setiap klausa atau kalimat memiliki paling tidak tiga nuansa makna. terdapat pula makna logika (logical). Mood mencakup subyek dan kata kerja finite. ketika beberapa klausa berjajar membentuk kalimat majemuk. Oleh karena itu. 58 . Bagian lainnya (going to leave) disebut predicator. berarti maksud pembicara ini. maksud hati atau makna interpersonalnya adalah “aku memberi tahu engkau bahwa …”. c) Leave at 7! menggunakan imperative mood. atau mood-nya. atau mood-nya. Mood mengungkapkan makna interpersonal. yakni …”. makan left adalah finite (did) dan juga predicator (leave). yakni interpersonal (interpersonal). Dalam klausa He is going to leave tomorrow. Jika kata kerjanya hanya satu. atau tidak tuturnya adalah “meminta orang melakukan sesuatu” Dalam a). b) dan c) terlihat bahwa yang potensial membedakan maksud hati seseorang adalah mood. misalnya. maksud hatinya adalah “lakukan yang aku minta. pada b). ideasional (ideational) dan tekstual (textual). finite verb-nya adalah is sebab jika subyeknya diganti menjadi they maka finite verb berubah. b) Did he leave at 7? menggunakan interrogative mood. Ada kalanya. misalnya: a) He leaves at 7 every morning menggunakan declarative mood. atau mood-nya. misalnya klausa yang satu menjadi penyebab dari klausa (dengan kata sambung because) yang lain sehingga terjadi hubungan logis sebab-akibat. atau bagian dari verb phrase yang potensial berubah-ubah karena pengaruh lingkungannya. berarti maksud pembicara ini. misalnya He left yesterday. atau tindak tuturnya adalah “meminta informasi”. pada c). maksud hatinya adalah “aku bertanya kepadamu apakah…”. Makna Interpersonal Makna interpersonal dalam klausa direalisasikan dalam Mood-nya. Pada a). Kata kerja finite adalah kata kerja. adalah “memberi informasi”. Subject + Finite* menunjukkan maksud (Mood) seseorang. berarti maksud pembicara ini. begitu pula kalau tense-nya diubah menjadi past tense. atau tindak tuturnya.

Makna Tekstual Makna tekstual adalah makna yang diciptakan oleh tatanan teks. ke hit me in front of the building. memiliki makna dan sangat bermanfaat dalam mengembangkan teks agar menjadi menarik dan efektif. b) Repeatedly. tata tekstual teks memiliki fungsi. caranya. subyek he berarti orang laki-laki tertentu. meskipun dalam konteks tertentu orang menggunakannya dengan maksud yang berbeda. Akan tetapi. secara tekstual ketiganya berbeda sebab masingmasing berangkat dari titik yang berbeda. baik pelaku. Bandingkan tiga kalimat berikut: a) He hit me repeatedly in front of the building. Dalam teks yang lebih besar biasa dijumpai bahwa urutan tertentu harus dipatuhi agar teks mudah difahami. dua kali melainkan repeatedly. pengalam. Dalam kalimat He leaves at 7 every morning. bukan di tempat lain. ketiganya sama. baik pada tataran klausa maupun dalam tataran teks yang lebih besar. ideasional dan tekstual adalah tiga makna abstrak (nuansa makna) yang dikandung dalam klausa atau teks yang disebut metafungsi atau metafunctions. he hit me repeatedly. Makna ideasional terkandung dalam kata-kata. Dalam kalimat b) pembicara seolah mengatakan bahwa pemukulannya bukan hanya sekali. kata leaves berarti “berangkat”. dan ini barangkali membuatnya malu. Misalnya.Lampiran-lampiran Makna Ideasional Makna ideasional adalah makna apa yang tersurat. Metafunctions Ketiga nuansa makna: interpersonal. seolah pembicara mengatakan mengatakan bahwa yang memukul adalah He. Singkatnya. sebuah resep tidak dimulai dengan “cara memasak” dan dilanjutkan dengan “bahan”. Dalam c) pembicara seolah mengatakan bahwa pemukulan terjadi in front of the building. bukan “pulang” dsb. bukan She. bukan They. bukan perempuan. Secara ideasional. c) In front of the building. 59 . dan tempatnya. Jika kalimat dimulai dengan He maka dampaknya ialah bahwa He dipentingkan atau ditemakan atau menjadi Theme.

yeah right.. Oleh siswa. bekerja bersama teman. pihak yang terlibat dalam komunikasi dan media yang digunakan untuk komunikasi tersebut. bertikai. Semiotik sosial adalah sistem-sistem tanda yang digunakan oleh sekelompok masyarakat untuk berkomunikasi seperti lampu lalu-lintas. dsb. Contohnya. makna kata “bunga” dalam konteks bank memiliki makna yang berbeda dengan “bunga’ dalam konteks tanaman atau toko bunga. 60 . memberi komentar atau lazim disebut scaffolding talk. dll. bahasa ini digunakan untuk bermain. panjangnya kalimat dan pilihan kata seperti “however. Pada umumnya bahasa lisan memiliki fitur-fitur khusus seperti “well. Reader response Pendekatan Reader response merupakan pergeseran paradigma dari analisis yang terfokus pada teks kepada tanggapan siswa terhadap teks.. marka jalan. mengatur siswa. dan kalimat-kalimat yang cenderung pendek. Bahasa inilah yang diharapkan dikembangkan pada tahap awal dikenalkannya bahasa asing. Dengan kata lain. Oleh guru. therefore.Bahasa Inggris Fitur-fitur linguistik Fitur berasal dari kata “feature”.. Register Register adalah bahasa yang digunakan dalam konteks situasi tertentu yang sangat dipengaruhi oleh topik yang dibicarakan. Wacana Wacana dapat diartikan sebagai peristiwa komunikasi dalam sebuah konteks situasi yang berlangsung secara sistematis sesuai dengan norma budaya yang melingkupinya. dsb. konteks situasi melahirkan register yang berpengaruh terhadap makna yang dinegosiasikan. dsb. bahasa. Language accompanying action Ini adalah bahasa yang digunakan oleh guru maupun siswa untuk menyertai tindakannya. Bahasa tulis diwarnai oleh fitur-fitur khusus seperti banyaknya noun phrase. bahasa ini digunakan mengelola kelas seperti memberi instruksi.

Imaginative re-creation Imaginative re-creation mendorong siswa untuk menanggapi suatu karya secara personal dan individual dan siswa diberi pengalaman belajar yang membantunya mempertajam tanggapan-tanggapanya dalam proses mengeksplorasi teks. Contoh imaginative re-creation: • mengubah sebuah episode dalam novel menjadi naskah drama radio • mengubah bagian akhir sebuah novel. menjadi sebuah laporan untuk surat kabar dan sebagainya.Lampiran-lampiran Pendekatan ini bertujuan mendidik siswa menajadi pembaca yang baik untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya untuk melakukan imaginative re-creation terhadap apa yang dibacanya dan bukan memaksakan kemurnian dan nilai-nilai yang khas teks sastra. cerpen atau drama • mengubah sebuah insiden dalam cerpen. 61 . misalnya.

Finally. Then. but… Can I add here that…? I’d like to comment on that.… In any case. Sorry.Bahasa Inggris Lampiran 2 Conversation Gambits Berikut ini daftar ungkapan-ungkapan (gambits) yang lazim digunakan dalam bahasa Inggris yang bersumber dari Keller (1988). ‘ please. Next. but…. Excuse me for interrupting. Ungkapanungkapan tersebut dapat dikembangkan menjadi wacana sebagai bahan untuk keterampilan berbicara.… To get back to what I was saying. Breaking in ‘Excuse me. May I interrupt for a moment? …. but… Excuse me for interrupting. Interrupting Game Sorry. Can I add something? Can I say something here? I’d like to say something if I may. 1. Asking for Information I’d like to know… I’m interested in… Could you tell me…? Do you know…? Could you find out …? Could I ask …? ‘Do you happen to know …? 2. ‘Certainly 3. Can I ask a question? ‘May I ask something? To return to the topic Anyway. Getting Information on the Phone I’m calling to find out… I’d like to ask… Could you tell me…? I’m calling about… I was wondering if you could tell me… I wonder if you could help me… If you go through a switchboard. say first: I’d like to talk to somebody about… 5. Make sure you… Be careful not to… Remember to… Don’t forget to… 62 . After that.… Where was I? 4. Actions in Order First of all.

… At the end.… The main thing is… The most important thing is… 9.… So.Lampiran-lampiran 6. The Main Problem The trouble is… The problem is… The real problem is… The point is… The ‘awful thing is… Don’t forget that… 10.… After that.… ‘Funnily enough.… So then. I doubt if… 63 .… And on top of that. Surprising News Guess what! Surprise! I’ve got news for you! Do you know what! Are you sitting down? You’d better sit down! You won’t believe this.… Then.… ‘Frankly.… 7.… The main reason is… Secondly.… With two: The other reason is… With several: Another reason is… Besides that.… To be honest.… 8. but… 12. The Main Thing First of all.… ‘Oddly enough.… 11.… First of all. but… ‘The surprising thing is… ‘Surprisingly. The Hidden Truth Frankly.… You may not believe it. Listing Excuses First of all.… The only thing is… To tell you the truth. Telling a Story First.… End with: Generally… By and Large… As a rule… Normally… Usually… On the whole.… To begin with.… Finally.… 13. but… It may sound strange.… And finally. An Unpleasant Thought Actually. A surprising Fact Start: Do you realise that… Believe it or not.

Personal Opinions In my ‘opinion. 17. 14.Bahasa Inggris Let’s face it! The catch is… The truth of the matter is… The real question is… ‘Come on now! Let’s be realistic. personally. Sharing a Confidence I’ve heard… ‘They say… Just between you and me. but I’d guess. How Something Affects You In my opinion. but… 21.… Well. Try …ing. 64 .… I’m positive … I’m…absolutely certain that… 18. I heard ‘on the grapevine This shouldn’t be passed around. Guessing I’d say… Could it be… Perhaps it’s… I think it’s… It looks like… It’s difficult to say.. but… To ‘my mind… 19. but… Have you heard… Maybe I shouldn’t say this. A Conviction I honestly feel that… I ‘strongly believe that… I’m convinced that… Without a doubt.… If I had ‘my way. Current Affairs I think … I suppose … I…suspect that … I’m pretty sure that … I’m fairly certain that… It’s my opinion that… I’m…convinced that… I…wonder if… 16.… I personally believe… I personally think… I personally feel… Not everyone will agree me.… From my point of view.… What ‘I’m more concerned with is… In ‘my case… 20.. How to Get the Money Why not… Why don’t you… You could always… One way would be to… Perhaps you could… If I were you. Oh.… 15. Changing the Subject Talking of… That reminds me… ‘By the way. I’d… What about…ing. before I forget.

… 26. Emphasising a Point That’s just the point.… And another thing. but… 29.… ‘In addition. Offering a Suggestion Why don’t you… Why not… Perhaps you could… Have you thought about… I have an idea.… Also. ‘Let’s… 23.… In a situation like this.… Just a small point. I’d… Why not… How about … Try …ing.… Perhaps I should mention… Oh. I almost forgot… 28. Plan and Counterplan Why don’t you… You could always… If I were you.… What’s more. Thinking about a Problem In a case like this.… What’s more. Give a Reason And besides. What about this for an idea… 24. The Great Escape Our plan is to… We’re thinking of… What we have in mind is… What we plan to do is… I’ll tell you what we’ll do. 25.… And another thing. Thinking Ahead If… If ever… When… Whenever… As soon as… By the time… Unless… 65 . Have you got a Good Reason? Starting.Lampiran-lampiran 22.… In this sort of situation. Adding Things To start with. But the question is… But the real question is… This raises the problem of… But can’t you see…? 27.… Not to mention the fact that… Plus the fact that… Not only ‘that. The reason why… Because… Continuing Because of that… That’s why… That’s the reason why… ‘For this reason… 30.

Door-to-door Salespeople I’m not really interested in… But I’m not worried about… I’ve got no use for… I’m perfectly happy with… 37. I didn’t mean to… ‘Let me rephrase what I just said. Saying. Tactfully Saying no I’m not keen on… I don’t particularly like… I can’t stand… It’s not my idea of… I’d really rather not… A preference I’d prefer… I’d really much rather… I’d rather… 36. 32. We Take It for Granted At first glance. Correcting Yourself What I mean is… What I meant was… Let me put it another way.… 33. let’s get this straight. Expressing Your Reservations ‘I’m afraid… I don’t see how… But the problem is… Yes.Bahasa Inggris 31. it looks as if… Many people think that… We take it for granted that… It seems as if… It looks like… But in fact. Goodness. But actually. The truth of the matter is… 34. 35. The fact of the matter is… But actually. In reality. What I’m saying is… What I’m trying to say is… Don’t’ misunderstand me. Putting the Record Straight That’s not what I said at all. The fact of the matter is… ‘Look. ‘no’. Popular Misconceptions Introducing Many people think… Some people say… You’ve probably heard that… It may seem… Linking But in fact. but… 66 . I’ve no idea who told you that. If I said that. Demanding Explanations Can you explain why… Do you mean to say… I don’t understand why… Why is it that… How come… Does this mean… 38. where did you get that idea from? ‘I’m afraid that just isn’t true.

but don’t forget… That would be great. Generalizing Generalising As a rule. Seeing the Good Side On the other hand … But then again. but… Possibly. but… To make up for it. Exceptions Generalising In general.… Generally speaking. but … Yes.… Usually.… As a rule. That’s probably true.… Very true. Arguments and Counter-arguments Reservation Yes. of course. 42. but… 41.… In my experience. … Ok.… Even if that is so.… That may be so.… Exceptions There are exceptions. but… But in the long run.… By and large.… Generally. except… That’s good idea. One exception is… But what about… But don’t forget… 67 ..… In most cases. Taking Things into Consideration Bearing in mind… Considering… If you remember… Allowing for the fact that… When you consider that… Responding to a compliment Oh. Do you really think so? 40. but. That’s very kind of you. thank you very much. but the problem really is… What I’m worried about is… What bothers me is… 39. but… Counter-arguments Even so. ….… Look at it this way. but… Yes.… Frequent Most of the time… Again and again… Time and again… Less frequent Every so often… From time to time… Every now and then… 43.… Even so.… Anyway.Lampiran-lampiran I doubt… Possibly.

So you mean that… 47.… So. I’ll have to think about that. OK. What You Really Mean Hesitation Phrases: Well. Mmm. The Generalisation Game Generalising In general. let’s see. Right or Wrong Correct That’s right. One exception is… But what about… But don’t forget… Let’s not forget… 45. what you’re really saying is… In other words.… Exceptions There are exceptions of course. Re-stating: So.… To put the whole thing in a nutshell.. You’re close.… To sum up. I don’t know. Exactly! Wrong No.… By and large.… So in the end. Yes. 48.… All in all. If I understand you correctly. I’m not sure. Crowd Reactions Agreeing Hear! Hear! You’re absolutely right! ‘You said it! I agree! ‘So do I! ‘Neither can I! Disagreeing That’s just not true! Oh. what you’re saying is… So...… Take the way (he)… Take for example… For one thing… To give you an idea… Look at the way… ‘By way of illustration… 46.… Generally speaking.… So.… As a rule. 49.… For instance. Illustrating your Point For example. I’m afraid not.… In my experience. Right. Finishing Your Story To cut a long story short. Not quite. in short. come on! 68 . um… Well.Bahasa Inggris 44.

Analyse your Handwriting Agreeing I’m not surprised. I’m sorry I don’t know. it’s slipped my mind. I’m really not sure. I think so. Mild disagreement Probably not. 54. Indecision I don’t know. I might consider it. 51. Disagreeing Yes. I don’t think so. that sounds like me. but don’t you think… I agree with you. I’m not sure. I think I’ll leave it. I haven’t a Clue! I’m afraid I don’t know. Yes. It serves you right It serves you right. Can I help you ? I’m afraid I don’t know. I’ve forgotten. but on the other hand… ‘I don’t see it quite like that. I might. I doubt it. Strong disagreement Never in a million years! Not on your life! Not (even) if you paid me ! Not for all the tea in China! 53. I’m afraid I can’t decide. I knew it! 69 . but… Yes. Oh. Yes. What did you expect? Perhaps that’ll teach you 55. That doesn’t surprise me. Getting to Know Someone Agreeing That’s (very) true. I’m afraid I can’t make up my mind. 52. I’ll have to think about it. I’m not sure. It’s your own fault. I haven’t a clue. I know exactly what you mean. It’s no good. I can’t remember. I couldn’t tell you. thank you. The Love Test Strong agreement Of course I would! I certainly would! Mild agreement I think I would.Lampiran-lampiran Rubbish! Don’t give us that! 50. I can’t make up my mind. I agree with you there. I can’t decide.

Yes? And? ‘Really? And then? Auxiliaries: ‘Did you? Have you? Are you? Were you? Was it? 70 . Poor you. Goodness! What? When you agree So do I. definitely not! Come on! I don’t think so. let me see. The best way I can answer that is… Mm. The Interview Well. How shall I put it? Let’s put it this way. that’s a difficult question. Very sad news How awful! How terrible! I’m really sorry to hear that. What a nuisance. 59. Being Sympathetic Less serious news Oh no! What a pity! What a shame. 57. Well. That must’ve been awful! 58. Absolutely! Disagreeing You’re joking! You must be joking! I don’t believe it! No. I don’t think that’s very fair. let me think. I can’t see that. Showing Interest Right. OK.Bahasa Inggris I thought so. Inkblots When you are surprised ‘Really! Are you joking? Oh? Where? Show me. That’s a good question. Let me see. Just what I’ve always thought. Me too! That’s what I thought too! But that’s what I was going to say. Are you pulling my leg? That’s news to me! 56. I’ll have to think about that.

I didn’t catch the last part. Sorry. It’s a very bad line. you’ve lost me. Are you following me? Repetition Gambits Would you mind repeating that? Sorry. Sorry. I needed that. Accepting a Compliment Oh. please? 62. I don’t follow you. You’ve made my day! 71 . It’s very kind of you to say that. What was that again? Checking Gambits Are you with me? Are you still with me? Is that clear? OK so far? Have you got it? Do you understand so far? 61. Communication Problems Sorry. That’s very kind of you. what did you say? ‘Sorry? I didn’t get the bit about… I’m sorry I can’t hear you. Do you really think so? Thanks. please? Could you spell it. Would you mind saying that again? Could you repeat your address. thank you.Lampiran-lampiran 60.

manthe phenomenon under made and social discussion is like in phenomena in terms of (1) parts. GENRE SOCIAL FUNCTION To retell events for the purpose of informing or entertaining GENERIC STRUCTURE • Orientation: provides the setting and introduces participants • Events: tell what happened. .Relational Processes. • Conclusion or cause. (2) our environqualities.Preview • Use of: • Arguments for and . tells what the phenomwith reference enon under discussion is.Bahasa Inggris Lampiran 3 Jenis Teks (GENRE) Berikut ini contoh-contoh jenis-jenis teks (genre) yang digunakan dalam kurikulum ini. . is. • Focus on Generic Participants. Recount Report To describe the • General classification: way things are. if living. to view..Point .g. • Use of simple present tense (unless extinct). has produced. • No temporal sequence.Mental Processes. differing points of have developed. (3) habits or ment. are. to a range of • Description tells what natural. To present (at least) two points of view about an issue.Ellaboration e. e. . feed. • Re-orientation: optional-closure of events SIGNIFICANT LEXICOGRAMMATICAL FEATURES • Focus on specific Participants • Use of material processes • Circumstances of time and place • Use of past tense • Focus on temporal sequence.g. • Use of Relational Processes to state what is and that which it is. against or Statement of e. 72 Discussion . Recommendation.g. • Focus on generic human • Issue: and generic non-human . feel.. behaviors. if non-natural. in what sequence. . could have.Material Processes. uses.Statement Participants.

• Use mainly of Material and Relational Processes. • Arguments Point: restates main arguments outlined in Preview.Lampiran-lampiran GENRE SOCIAL FUNCTION GENERIC STRUCTURE SIGNIFICANT LEXICOGRAMMATICAL FEATURES • Use of Comparative: contrastive and Consequential conjunctions. • Some use of Passive voice to get Theme right. • A sequenced explanation of why or how something occurs. Explanation • A general statement to position the reader. • Focus on generic human and non-human Participants. nonhuman Participants. Preview: case. • Use of Relational Processes. Outlines the main arguments to be presented. • Reasoning expressed as verbs and nouns (abstraction ). • Use of simple present tense. To persuade the • Thesis Position: reader or Introduces topic and listener that indicates writer’s something s the position. • Focus on generic. Exposition (Analytical) 73 . • Use of Internal conjunction to state argument • Reasoning through Causal Conjunction or nominalization. Elaboration: develops and supports each Point/argument • Reiteration: restates writer’s position. • Use mainly of temporal and causal Circumstances and Conjunctions. Discussion To explain the processes involved in the formation or workings of natural or sociocultural phenomena.

leading to speaker or writer should or recommendation. many of the Material Processes are nominalised). listeners or viewers about events of the day which are considered newsworthy or important. is polluting. • Use of projecting Verbal Processes in Sources stage. statement of what . doesn’t seem to have been. except for something concern. in what circumstances. • Focus on Circumstances (e.g.. should not be • Recommendation: • Use of: the case. • Newsworthy Event(s): recounts the event in summary form • Background Events: elaborate what happened.g. thinks or feels about issue. drive. appreciate.Relational Processes: to state what is or should be. realize.Mental Processes to : ought or ought not to state what writer happen. 74 New Item Exposition (Hortatory) . • Sources: comments by participants in. is • Use of simple present tense To inform readers.g. feel. mostly within Qualifiers).g.Bahasa Inggris GENRE SOCIAL FUNCTION GENERIC STRUCTURE SIGNIFICANT LEXICOGRAMMATICAL FEATURES To persuade the • Thesis: announcement • Focus on generic reader or of issue concern. • Use of Material Processes to retell the event (in the text below. e. referring to self. witnesses to and authorities expert on the event. spend. . . travel. e. human and non-human listener that • Arguments: reasons for Participants. to whom. • Short. should be treated. e..Material Processes: to state what happens. telegraphic information about story captured in headline.

up the significance of • Crisis: provides details the events. followed by a series of conjunctions (or steps oriented to numbering to indicate achieving the Goal). tense.Lampiran-lampiran GENRE SOCIAL FUNCTION To share with others an account of an unusual or amusing incident. sequence of • Steps 1-n (i. quite. • Coda: optional • Use of temporal reflection on or conjunctions. • Use of temporal conjunctions and temporal Circumstances. • Use mainly of Material Processes. To describe how • Goal • Focus on generalized something is • Materials (not required human agents. which in turn finds a resolution. accomplished for all Procedural • Use of simple present through a texts). Anecdote Narrative Procedure To amuse. • Complication: a crisis arises. 75 . of the unusual incident • Use of material • Reaction: reaction to Processes to tell what crises happened. for better or for worse. • Orientation: sets the scene and introduces the participants. • Use of Material Processes (and in this text. often Imperative. retelling of an unusual rhetorical questions incident. • Re-orientation: optional.) to point scene. • Use of Relational Processes and Mental Processes.e. evaluation of the incident. entertain and to deal with actual or vicarious experience in different ways.. etc. GENERIC STRUCTURE SIGNIFICANT LEXICOGRAMMATICAL FEATURES • Abstract: signals the • Use of exclamations. • Focus on specific and usually individualized Participants. • Resolution: the crisis is resolved. sequence). • Use of past tense. • Evaluation: a stepping back to evaluate the plight. • Orientation: sets the very. Behavioual and Verbal Processes. Narratives deal with problematic events which lead to a crisis or turning point of some kind. and intensifiers (really. Goal • Use mainly of temporal actions or steps.

with a non-art object books.g. Ephitets and Classifiers in nominal groups. The wit was there. plays. parts. • Evaluative Summation: provides a kind of punchline which sums up the reviewer’s opinion of the art event as a whole. but if present. • Interpretive Recount: recordings. is optional. • Description: describes Identifying Processes. is usually recursive. • Use of metaphorical language (e. often recursive. event work in its general and for a public particular context. operas. summaries the plot exhibitions. audience. • Evaluation: provides an evaluation of the work and/or its performance or production. • Use of simple present tense.. • Use of Attributive and thing. or event.Such often by comparing it works of art with others of its kind include movies. is optional. qualitative Attributes and Affective Mental Processes. place or to be described. • Use of elaborating and extending clause and group complexes to package the information. and/or provides an concerts and account of how the ballets. or through analogue TV shows. reviewed rendition of the work came into being. qualities. • Direct expression of options through use of Attitudinal Ephitets in nominal gr oups . • Frequent use of characteristics. • Focus on Particular Participants.Bahasa Inggris GENRE SOCIAL FUNCTION GENERIC STRUCTURE SIGNIFICANT LEXICOGRAMMATICAL FEATURES To describe a • Identification: • Focus on specific particular Identifies phenomenon Participants person. 76 Review Description . dexterously ping ponged to and fro …). To critique an • Orientation: places the art work.

Lampiran-lampiran Lampiran 4 DAFTAR CONTOH-CONTOH TEKS Berikut ini adalah contoh jenis teks yang disebutkan pada lampiran 3 SPOOF/RECOUNT Penguin In The Park Orientation Once a man was walking in a park when he came across a penguin. ‘Why are you still carrying that penguin about? Didn’t you take it to the zoo? ‘ ‘ I certainly did. The policeman was rather surprised and walked up to the man and asked. Event 1 He took him to a policeman and said. Event 2 The next day the policeman saw the same man in the same park and the man was still carrying the penguin with him. so today I’m taking him to the moviest! Note that the ‘twist’ in this particular text is related to the circumstances of place the penguin is taken to and to the man’s misinterpretation of the policeman’s (unspoken) reason for taking the penguin to the zoo.’ replied the man. Twist ‘ and it was a great idea because he really enjoyed it. RECOUNTS Earthquake 77 . ‘ I have just found this penguin. What should I do?’ The policeman replied. ‘ take him to the zoo’.

This is up to 30 cm in thickness and serves to conserve heat and body fluids. broad head. is the largest animal to have lived on earth. the whale looks rather like a fish. but there are important differences in its external structure: its tail consists of a pair of broad. The skin is smooth and shiny and beneath it lies a layer of fat (blubber). Alternatives can be modelled and used when the teacher and students jointly construct Recounts. 78 . as I said. Note that young writers often indicate temporal sequence with ‘ and then. Superficially. which can exceed 30m in length. and then. parts) They therefore breathe air but cannot survive on land. qualities. horizontal paddles (the tail of a fish is vertical) and it has a single nostril on top of its large. flat. Event 3 When I got back to town. REPORTS Whales General Classification Whales are sea-living mammals Description: (behaviours. Event 1 At first I thought a tyre had gone but then I saw telegraph poles collapsing like matchsticks. and then’. there wasn’t much left.Bahasa Inggris Orientation I was driving along the coast road when the car suddenly lurched to one side. well. Event 2 The rocks came tumbling across the road and I had to abandon the car. Some species are very large indeed and the blue whale.

for the reasons above we can conclude that the three levels of government are necessary 79 . Argument 3 Point Finally. All of these levels of government are necessary. the federal government is necessary for the big things. Elaboration They look after things like collecting rubbish. Argument 1 Point First. Conclusion Thus. local governments look after the small things. otherwise everyone would have diseases. Argument 2 Point Similarly.Lampiran-lampiran ANALYTICAL EXPOSITION Thesis: Position In Australia there are three levels of government. preventing things like vandalism in schools. state governments and local governments. the state governments look after the middle sized things. the federal government. This is so for a number of reasons. Elaboration For example they look after law and order. Elaboration They keep the economy in order and look after things like defence.

ANECDOTE Snake in the Bath Abstract How would you like to find a snake in your bath? A nasty one too! Orientation We had just moved into a new house. And those involved in the clean up operation to remove more than 600 tonnes of contaminated material were sworn to secrecy.Bahasa Inggris NEWS ITEM Town ‘Contaminated’ Newsworthy Event Moscow . but was covered up by officials of the then Soviet Union.A Russian journalist has uncovered evidence of another Soviet nuclear catastrophe.22 near Vladivostock. The accident. spread radioactive fall-out over the base and nearby town. Residents were told the explosion in the reactor of the Victor-class submarine during a refit had been a ‘thermal’ and not a nuclear explosion. Background Events Yelena Vazrshavskya is the first journalist to speak to people who witnessed the explosion of a nuclear submarine at the naval base of shkotovo . which occurred 13 months before the Chernobyl disaster. which had been empty for so long that everything was in a terrible mess. which killed 10 sailors and contaminated an entire town. Anna and I decided we would clean the bath first. and turned on the tap. so we set to . Sources A board of investigators was later to describe it as the worst accident in the history of the Soviet Navy. 80 .

who was only three at the time.Lampiran-lampiran Crisis Suddenly to my horror. The next morning she ran away from home when her Aunt and Uncle were having breakfast. a poisonous kind of snake. Major Complication One day she heard her Uncle and Aunt talking about leaving Snow White in the castle because they both wanted to go to America and they didn’ have t enough money to take Snow White. He twisted and turned on the slippery bottom of the bath. she ran away into the woods. Indeed I had to pull her out of the way or she’d probably have leant over the bath to get a better look! Coda We found out later that it was a black mamba. spitting and hissing at us. Then out slithered the rest of his long thin body. It must have had an awful shock when the cold water came trickling down! But nothing to the shock I got! Ever since then I’ve always put the plug in firmly before running the bath water. It had obviously been fast asleep. curled up at the bottom of the nice warm water-pipe. Resolution Snow White did not want her Uncle and Aunt to do this so she decided it would bebest if she ran away. Anna. was quite interested in the whole business. 81 . Incident For an instant I stood there quite paralysed. a snake’s head appeared in the plug-hole. She lived with her Aunt and Uncle because her parents were dead. Then I yelled for my husband. who luckily came running and killed the snake with the handle of a broom. NARRATIVE Snow White Orientation Once upon a time there lived a little girl named Snow White.

3. The first player carefully throws his or her marble towards the hole. Major Resolution Doc said. what is your name? Snow White said. Then Snow White woke up. There they found Snow White sleeping. Then you must check that the marbles are in good condition and are nearly worth the same value. ‘My name is Snow White’. the seven dwarfs were coming home from work.Thankyou’. 4. you may live here with us”. Resolution Then she saw this little cottage. Complication Meanwhile. The dwarfs said. First you must dub (click marbles together). ‘If you wish.Bahasa Inggris Complication She was very tired and hungry. Snow White said. ‘Oh could(I) ?. They went inside. 82 . She saw the dwarfs. 2. she knocked but no one answered so she went inside and fell asleep. Then Snow White told the dwarfs the whole story and Snow White and the 7 dwarfs lived happily ever after. PROCEDURE The Hole Game Materials needed Two players One marble per person A hole in ground A line (distance) to start from Method (step 1-n) 1. Next you must dig a hole in the ground and draw a line a fair distance away from the hole.

barbecues.Lampiran-lampiran 5. The player whose marble is closest to the hole tries to flick his or her marble into the hole. shelter sheds. Description It is located 110 kilometres south of Brisbane and is reached by following the Pacific Highway to Nerang and then by travelling through the Numinbah Valley. Picnic areas offer toilets. Night-time visitors to the cave will discover the unique feature of the glow worms. this player tries to flick his or her opponent’s marble into the hole. overnight camping is not permitted. The person flicking the last marble into the hole wins and gets to keep both marbles. water and fireplaces. however. 6. The phenomenon of the rock formed into a natural ‘arch’ and the cave through which a waterfall cascades is a short 1 kilometre walk below a dense rainforest canopy from the main picnic area. Then the second player tries to throw his or her marble closer to the hole than his or her opponent. HORTATORY EXPOSITION Country Concern 83 . If successful. This scenic roadway lies in the shadow of the Lamington National Park. DESCRIPTION Natural Bridge National Park Identification Natural Bridge National Park is a luscious tropical rainforest. Swimming is permitted in the rock pools.

I feel that when you travel through the country. The vocal cords cause the air stream to vibrate. When we breathe normally. the problem is not as severe as when traffic is concentrated on city roads. To become audible. The source of energy for speech production is the steady stream of air that comes from the lungs as we exhale. Argument While I realise my leaded petrol car is polluting the air wherever I drive. Recommendation I feel that country people. where you only see another car every five to ten minutes. Explanation Like all sound production. the air stream must vibrate rapidly. Argument Those who want to penalise older.Bahasa Inggris Thesis In all the discussion over the removal of lead from petrol (and the atmosphere) there doesn’t seem to have been any mention of the difference between driving in the city and the country. speech production reguires a source of energy. leaded petrol vehicles and their owners don’t seem to appreciate that. 84 . should be treated differently to the people who live in the city. EXPLANATION A brief Summary of Speech Production General Statement to Position the Reader Speech production is made possible by the specialised movements of our vocal organs that generate speech sounds waves. the air stream is inaudible. there is no public transport to fall back upon and one’s own vehicle is the only way to get about. who often have to travel huge distances to the nearest town and who already spend a great deal of money on petrol. in the country.

But this buzz is still not speech. Point Another beneficial application of gene splicing is in a agriculture. During speech we continually alter the shape of the vocal track by moving the tongue and lips. Scientists are now able to create new forms of life in the laboratory due to the development of gene splicing. the vocal cords open and close rapidly.Lampiran-lampiran Explanation As we talk. These puffs are heard as a buzz. chopping up the steady air stream into a series of puffs. the ability to create life in the laboratory could greatly benefit mankind. which in turn produce the different sounds of speech. DISCUSSION Gene Splicing Issue Genetic research has produced both exciting and frightening possibilities. These movements change the acoustic properties of the vocal tract. Elaboration Scientists foresee the day when new plants will be developed using nitrogen from the air instead of from fertilizer. Arguments for Point On the one hand. the vocal tract must change shape. because it is very expensive to obtain insulin from natural sources. scientists have developed a method to manufacture it inexpensively in the laboratory. Explanation To produce speech sounds. Elaboration For example.etc. Therefore food production could be 85 .

many other people feel that they are still not strict enough. however. Conclusion As a result of this controversy. Elaboration A laboratory accident.Bahasa Inggris increased. Evaluation More than 60 years later. what new could be deduced from so familiar a theme? 86 . Evaluation QUT Academy of the Arts’ production boasted no ‘stars’. the government has made rules to control genetic experiments. might cause an epidemic of an unknown disease that could wipe out humanity. for example. with the theatre’s two leading sophisticates Noel Coward and Gertrude Lawrence in the leads. While some members of the scientific community feel that these rules are too strict. the play has tended to be seen as a vehicle for stars. entirely new plants could be developed to feed the world’s hungry people. REVIEWS Private Lives Sparkle Orientation Since the first production of ‘Private Lives’ in 1930. Some people feel that it could have terrible consequences. Argument against Point Not everyone is excited about gene splicing. but certainly fielded potential stars in a sparkling performance that brought out just how fine a piece of craftsmanship Coward’s play is. In addition.

87 . with standards better adjusted than the volatile and self-indulgent Elyot and Amanda. it became clear that Victor and Sibyl were potentially the more admirable of the couples.Lampiran-lampiran Director Rod Wissler’s highly perceptive approach went beyond the glittery surface of Witty banter to the darker implications beneath. James Maclean’s set captured the Thirties atmosphere with many subtle touches. Interpretative Recount With the shifting of attitudes to social values. Jodie Levesconte was a superb French maid. Evaluative Summation All involved deserve the highest praise. Evaluation The wit was there. and Phillip Cameron-Smith’s more serious playing was just right for Victor. Evaluation Julie Eckersley’s Sibyl was a delightful creation. dexterously ping-ponged to and fro by a vibrant Amanda (Catherine Jones) and a suave Elyot (Daniel Kealy).

C. London: Continuum. J. 1994. dan R. McCarthy. Hasan. Communicative Competence: A Pedagogically Motivated Model with Content Specifications. Matthiessen. Dalam Interchange 18. D. Cambridge: Cambridge University Press. McCarthy. Literacy and Language Teaching.1/2:109-123.. M. 1985b Spoken and Written Language. B. 1992. Language as Discourse: Perspectives for Language Teaching. England: Language Teaching Publications. Teaching Languages to Young Learners. S. M. Cambridge: . L. Sydney: Antepodean Educational Enterprises. M.T.M. Warner. E. Gerot. Halliday. E. 1988. London: Edward Arnold. dan S. R. 1978.Bahasa Inggris DAFTAR PUSTAKA Cameron. M. 2000. Z.A. In Applied Linguistics. London: Edward Arnold Halliday. Language as Social Semiotic. Lexicogrammatical Cartography: English Systems. M.K. Victoria: Deakin University Press. M. 1997. Keller. Tokyo: International Language Sciences Publishers. 1987. 6/2. Halliday.. Sydney: Macquarie University.K. Taylor. Thurrell 1995. New York: Prentice Hall. S. Wells. Halliday. Cambridge: . Geelong: Deakin University Press. no 2: Oxford University Press. Hasan 1985. Carter. The Meaning and Use of the Term ‘Competence’ in Linguistics and Applied Linguistics.A. Thurrell. Cambridge University Press. 1976. Conversation and Dialogues in Action. London: Longman. . Halliday.A. dan S. McCarthy. Genre Analysis. Vol 9. Z. Cohesion in English. 88 . 1990. dan R. Making Sense of Functional Grammar. Redman. and C. Cosntruing Experience Through Meaning: A language based approach to cognition. English Vocabulary in Use: Elementary. 2000. S. 1995. 1994. 1995. Cambridge University Press.M. Matthiessen. Halliday.A. pp 5-35. London:Longman. 2001. Oxford: Oxford University Press. Wignell. Conversation Gambits. English Vocabulary in Use: Pre-intermediate & intermediate. dan F O’Dell. L. 1985a/1994. M. 1988. Olshtain. UK: Cambridge University Press. Apprenticeship in Literacy. Kern Richard. dan P. A. Dorney. Celce-Murcia. dan F O’Dell.148-168. English for Social Purposes: A Handbook for Tecahers of Adult Literacy. NCELTR 1992. 2001. Language Context and Text: Aspects of language in a social -semiotic perspective. Celce-Murcia. 1999. M.A. UK: Cambridge University Press. UK: Cambridge University Press.K. Swales. M. In Issues in Applied Linguistics. English Vocabulary in Use. An Introduction to Functional Grammar.K. Dornyei.K.K. Discourse and Context in Language Teaching: a Guide for Language Teachers. pp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful