Penciptaan Alam

MAKALAH

TEOLOGI ISLAM Penciptaan Alam dalam Pandangan Islam dan Kosmologi Modern Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teologi Islam Dosen Pengampu : Ach.Nasichudin, M.A

Disusun oleh : Nia Auliya Irma Yuni Lestari Kamaliyah Siti Masykhur LS. Zahrotul Mufidah Luluk Nur Azizah (09610087) (09610098) (09610099) (09610100) (09610113) (09610120)

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2010

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim Segala puji syukur kehadirat ilahi robbi yang masih memberikan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Penciptaan Alam Dalam Pandangan Islam dan Kosmologi Modern ” ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap terhaturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW. yang telah memberikan petunjuk dari kegelapan sehinga kita bisa merasakan cahaya kebenaran, yakni agama Islam. Selanjutnya saya ucapkan terima kasih kepada bapak Achmad Nasichuddin, yang telah memberikan bimbingan pembuatan makalah ini sehingga terselesaikan dengan tepat. Dan tak lupa ucapan terimaksih kepada teman-teman serta berbagai pihak yang telah membantu tersusunnya makalah ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Penulis juga menyadari bahwa masih banyak kekukarangan dan kesalahan dalam penyususnan makalah ini. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah yang dibuat oleh penulis ini bisa bermanfaat bagi seluruh warga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Amin.

Malang, 31 Mei 2010

Penulis

Alam. kita akan membahas penciptaan alam semesta dari sudut pandang Al-qur'an. akan tetapi juga dalam ilmu pengetahuan kosmologi.1 Penciptaan alam semesta termasuk salah satu perkara penting tidak hanya dalam bahasan bidang pemikiran Islam. 236. Namun sebelum abad ke-20. Mereka berusaha mencari jawaban dengan menggunakan banyak cara. Manusia sebagai makhluk yang memiliki intelejensi selalu bertanya atas teka-teki munculnya alam semesta dan kehidupan di dalamnya.3 1. masalah ini umumnya dibahas oleh para teolog dan folosof. Manusia: Perspektif Sains dan Agama. entah itu melalui pendapat yang disampaikan oleh agama atau pun melalui pendekatan ilmiah. Setelah itu.2 Dalam makalah ini.BAB I PENDAHULUAN 1. Namun masalah penciptaan alam semesta selamanya telah menjadi salah satu masalah utama kepedulian manusia. Sudah menjadi keyakinan umat Islam. hlm. 1994).2 1 Rumusan Masalah Ted Peters. Sains dan Al-Qur’an. 2 . Allah adalah pencipta atau (khaliq) dan alam semesta (univerce) adalah ciptaan-Nya. (Bandung: Mizan. 2002). hlm. kita akan membahas masalah ini dari sudut pandang kosmologi modern dengan menggambarkan berbagai aliran pemikiran yang ada di dalamnya. Sirajuddin Zar.1. Dalam rekaman sejarah pemikiran Islam dalam persoalan ini telah menjadi bahan polemik yang kadang-kadang amat keras dan tajam. Baru selama perempat pertama abad ke-20 lah kosmologi saintifik dikembangkan dan masalah ciptaannya juga menjadi kepedulian kalangan ilmuan. Tuhan.1 Latar Belakang Alam semesta adalah realitas yang ada namun tidak diketahui secara pasti kapan keberadaannya. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. (Jakarta: PT Grafindo Persada.

Tuhan. hlm.3 Tujuan Adapun tujuan dari makalah tentang penciptaan alam menurut pandangan Islam dan kosmologi modern ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui tentang penciptaan alam dalam pandangan Islam. BAB II PEMBAHASAN 3 Ted Peters. . 2002). Mengetahui hubungan antara penciptaan alam dalam pandangan Islam dan kosmologi modern 4. Alam. Mengetahui hubungan antara penciptaan alam dengan Teologi Islam. Bagaimana hubungan antara penciptaan alam dengan teologi islam? 1. Bagaimana penciptaan alam dalam pandangan kosmologi modern? 3.Adapun rumusan masalah dalam makalah yang berisi tentang penciptaan alam menurut pandangan Islam dan kosmologi modern ini. (Bandung: Mizan. Untuk mengetahui penciptaan alam dalam pandangan kosmologi modern 3. 2. Bagaimana penciptaan alam dalam pandangan Islam? 2. Manusia: Perspektif Sains dan Agama. diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kaitannya penciptaan alam dalam pandangan Islam dan kosmologi modern? 4. 236.

karena dalam Al-Qur’an terdapat hal-hal yang patut difikirkan dan yang dapat digunakan sebagai sumber pengetahuan dan informasi.1 Pengertian Alam Semesta dalam Pandangan Islam Al-Qur’an mendorong manusia untuk berfikir. Arti ini didasarkan pada kata 'alamin yang menunjukkan jamak al-muzakkar yang berakal. alam tumbuhan. Sebagai contoh ayat dalam Al-Qur’an adalah: (101. Sebab iru dikenal alam malaikat.Yunus:101) Istilah alam dalam Al-Qur’an hanya datang dalam bentuk jamak ‘alamin. benda-benda alam seperti bumi. Kaum Teolog mendefinisikan alam ialah segala sesuatu selain Allah.1 Penciptaan Alam dalam Pandangan Islam 2. (Jakarta: PT Grafindo Persada.‫قل انظرواماذافى السموت والرض وماتغنى اليت والنذرعن قوم ليؤمنون )يونس‬ Artinya: Katakanlah “perhatikanlah apa yang ada dilangit dan dibumi” tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rosul-rosul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman. Sirajuddin Zar. Sains dan Al-Qur’an. mendung. alam jin. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. bulan. karena batu dan tanah tidak memenuhi kriteria di atas. Sementara kaum filosof Islam mendefinisikannya ialah kumpulan jauhar yang tersusun dari maddat (materi) dan shurat (bentuk) yang ada di bumi dan di langit. hlm. 47. disebut sebanyak 73 kali yang tergelar dalam 30 surat. (Jakarta: PT Lentera Basritama. 2002).5 4 Murtadha Mutthahhari. alam manusia. 1994). Sedangkan ‘alamin. Manusia dan Alam Semesta. yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an. matahari.1. Kata ‘alamin (jamak) dalam Al-Qur’an tidak sama dengan istilah ‘alam yang dimaksud kaum teolog dan kaum filosof Islam. tetapi tidak dikenal istilah alam batu dan alam tanah. bintang.hlm.2.”(Q.19-20. hujan dan gerakan angin serta segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang dapat ditangkap manusia lewat indra disebut sebagai hal-hal yang layak difikirkan dalam-dalam dan disimpulkan4. sebagai kumpulan yang sejenis dari mahluk Tuhan yang berakal atau memilki sifat-sifat yang mendekati mahluk yang berakal. dan lainnya.S. Dalam ayat-ayat Al-Qur’an. 5 . langit.

7 2.hlm. (Jakarta: PT Lentera Basritama. 7 .57. Konsepsi agama dalam alam semesta akan berbeda dengan dengan konsepsi-konsepsi menurut ilmu pengetahuan. Dalam konsepsi tauhid bahwa alam semesta ini “sumbunya satu” dan “orbitnya satu” artinya bahwa alam semesta ini “dari Allah” dan” akan kembali kepada Allah”. Ada juga yang berpendapat bahwa dunia ini seperti sekolah dimana Allah akan memberikan balasan kepada siapapun bedasarkan niat dan upaya konkretnya. Dunia ini dirangkai dengan sebagian sistem yang pasti dan dikenal dengan” hukum Allah”. 2002). Manusia dan Alam Semesta.2 Proses Penciptaan Alam dalam Pandangan Islam 6 Murtadha Mutthahhari.55. Tujuannya adalah membawa sesuatu yang ada menuju kesempurnaan. yaitu: …‫…ول ملك السموات والرض وما بينهم‬ Artinya:…Dan kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya… Dalam pemikiran Islam konsepsi mengenai alam semesta bersifat rasional dan filosofis. Konsepsi tauhid mengenai alam semesta memberikan arti semangat dan tujuan terhadap arti kehidupan. termaktub dalam surat Al-Maidah ayat 17. Murtadha Mutthahhari.Istilah alam semesta disebut dengan universe. Manusia dan Alam Semesta. 2002).hlm. Contoh ayat yang menyebutkan istilah tersebut. (Jakarta: PT Lentera Basritama. dan bukan tanpa tujuan.1. Setiap partikel di alam semesta ini merupakan tanda yang menunjukkan aksistensi bahwa Allah Maha Arif lagi Maha Mengetahui. Dalam konsepsi agama ada yang disebut konsepsi tauhid tentang alam semesta. sedangkan Al-Qur’an menyebutnya dengan istilah al-samawat wa al-ardh wa ma baynahuma.6 Segala yang diciptakan di dunia ini tidak ada yang sia-sia. yaitu merupakan kesadaran akan fakta bahwa alam semesta ini ditegakkan atas rahmat dan kemurahan sang Khalik.

hlm. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. bad. Proses berikutnya adalah seperti yang dideskripsikan dalam surat AlAnbiya’ ayat 30. adalah sesuatu yang padu. alam semesta ketika itu merupakan satu kumpulan. 10 .”Keduanya hati. Sirajuddin Zar. Ilmu alamiah Dasar. Jadi. Proses penciptaan alam erat kaitannya tiga hal yaitu. sedangkan kabut-kabut atau kumpulan kosmos-kosmos itu tercipta dari gas-gas tersebut yang memadat. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi. Jadi. Thabbarah berpendapat bahwa “alam adalah mu’jizat Al-Qur’an yang dikuatkan oleh ilmu pengetahuan modern bahwa alam adalah suatu kesatuan benda yang berasal dari gas kemudian memisah menjadi kabut-kabut.Pada proses penciptaan alam dalam pandangan Islam menurut Prof. 75. Pustaka Setia:1198). hanya menjelaskan bahwa Allah pencipta alam semesta tanpa menyebutkan dari ada tiadanya. bahwa ruang alam dan materi sebelum dipisahkan oleh Allah.135.9 Teori ini kita dapatkan penguatnya yaitu firman Allah dalam Al-Qur’an: 11:‫)ثم استوى إلى السماءوهي دخان فقال لهاوللرض أتيا طوعا أوكرها قالتا أتينا طائعين )فصلت‬ Artinya: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap. 1994).Fushilat: 11).dan matahari terjadi akibat dari pecahan bagian itu”8 Seorang ahli Astronomi juga mengatakan bahwa alam ini pada mulanya adalah gas yang berserakan secara teratur di angkasa luar. (Jakarta: PT Grafindo Persada. “Datanglah kamu keduanya menurut perintah Ku dengan suka hati atau terpaksa. 9 Ibid. Ketiga hal tersebut.” Kami datang dengan senang 8 Ibnu Mas’ud. belum ada penjelasan yang tegas mengenai awal mula terjadinya penciptaan alam. hlm.10 menjawab. 73. dan fathr. kahlq. (Bandung: CV.”(Qs.. hlm. Sains dan Al-Qur’an.

Rangkaian proses berikutnya. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. Sains dan Al-Qur’an. hlm.139. (Jakarta: PT Grafindo Persada. Salah satunya Ibnu Katsir menafsirkan kata dukhan ini sebagai sejenis uap air. 1994). Sirajuddin Zar. 1994). 11 Sirajuddin Zar. kata ini dipakaikan kepada suatu masa atau periode (juz’min al-zaman) yang kadarnya tidak dapat ditentukan dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatnya secara pasti kecuali Allah. hlm. dapat disimpulkan bahwa air merupakan syarat mutlak untuk terjadinya kehidupan. hlm. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam.11 Kemudian dalam surat An-Anbiya’ ayat 30. alam semesta mengalami proses transisi fase membentuk dukhan. Hal ini ditangkap dari pernyataan surat Al-Fusilat ayat 11.138-139.12 Kemudian dalam Al-Qur’an berturut-turut disebut bahwa alam semesta diciptakan secara global dalam surat Al-Hud ayat 7 yang artinya: “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa…”.13 Demikianlah proses penciptaan alam semesta yang dirangkai dari isyaratisyarat yang disinyalkan Al-Qur’an. yang ketika itu penuh ”embunan”. Sirajuddin Zar.136-137. dan kebanyakan ayat-ayat al-Qur’an. yang berbunyi: (artinya) kemudian Allah menuju penciptaan ruang alam (al-sama’). Proses penciptaan alam selanjutnya sebagaimana yang dideskripsikan dalam surat Az-Zariyat ayat 47 bahwa ruang alam atau al-asma’ bersifat meluas. yang berbunyi: (artinya) “… Dan dari air atau al-ma’. Sains dan Al-Qur’an. Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”. Kata yaum dengan jamaknya ayyam (tahapan atau periode) dalam Al-Qur’an bukanlah dimaksud batasan waktu antara terbenamnya matahari hingga terbenam lagi esoknyaseperti hari di bumi kita ini. 1994). (Jakarta: PT Grafindo Persada. Dari ayat tersebut. Menurut kalam arab. maka para ulama menafsirkan arti dukhan tersebut. (Jakarta: PT Grafindo Persada. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. Sehubungan dengan tidak adanya Al-Qur’an menjelaskan artinya dukhan. 12 13 . melebar dan memuai. Hal ini juga timbul setelah terjadinya pemisahan oleh Allah antara ruang alam (al-asma’) dan materi (al-ardh). Sains dan Al-Qur’an. setelah terjadinya pemisahan oleh Allah.

yaitu The Big Bang Theory dan The Steady State Theory. atau dengan kata lain.2 Penciptaan Alam dalam Pandangan Kosmologi Modern 2. tanpa gaya apapun. 2002). bahwa materi itu bersifat kekal.1 Pengertian Alam Semesta dalam Pandangan Kosmologi Modern Alam semesta merupakan ruang kosong mahaluas tanpa batas. Dalam era fisika klasik (abad XVII-XVIII). Awal Mula Alam Semesta. 15 . 2008). Gagasan tentang alam tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa alam tak berawal dan tak berakhir.15 Pandangan klasik Newton ini didasarka pada pengalaman para fisikawan di laboratorium.2. tidak ada pengertian atas dan abwah.2. (Yogyakarta: Narasi. Agus Purwadi. Kosmologi Haqqiyyah. alam ada tanpa adanya proses penciptaan. maka terdapat 2 teori yang paling banyak disetujui oleh para ahli sains tentang bagaimana alam semesta itu terbentuk. tanpa gravitasi apapun. (Malang: UMM Press. tanpa sinar terang. tidak berubah status totalitasnya dari waktu tak terhingga lamanya yang telah lampau. hlm. juga tidak ada pengertian utara-selatan. Isaac Newton menggagas bahwa alam semesta ini bersifat statis. Pandangan ini kemudian dikukuhkan oleh Lavoisier pada akhir abad XVIII dengan “Hukum Kekekalan 14 Jenal Wisaya. 88.2 Proses Penciptaan Alam dalam Pandangan Kosmologi Modern Jika berbicara tentang bintang dan anak-cucunya di dalam ruang kosong luas tanpa batas. The Big Bang Theory Pandangan mengenai asal-usul alam mulai dapat dikoreksi dari berbagai pemikiran para saintis berabad-abad yang lalu.14 yang di dalamnya berisi 1 miliar galaksi dan tiap-tiap galaksi terdiri dari 100 miliar bintang. 2. sampai waktu tak terhingga lamanya yang akan datang.2. dimana tiap-tipa bintang adalah matahari dengan tata suryanya sendirisendiri. hlm. 3. timur dan barat.

muncullah Albert Einstein. Pertama. 89. ketika Hubble mengamati bintang-bintang diangkasa Melalui teleskop raksasanya. Kosmologi Haqqiyyah. Dari gagasan-gagasan di atas.16 Teori Big Bang didukung oleh beberapa penemuan mutakhir. Gagasan mengenai asal-usul alam ini kemudian dikenal sebagai Teori Big Bang. penemuan Edwin Powell Hubble. dengan proses pembentukan atom yang lebih berat. Friedman menyatakan bahwa 1617 rumusan Einstein itu justru menggambarkan bahwa alam ini dinamis dan hal inilah yang tepat sehingga dikenal sebagai Model Friedman tentang alam. 2002). Dan kini sisa energi ledakan itu mengakibatkan materi alam (galaksigalaksi) saling menjauh. . sehingga di bumi kita ini terdapat 106 unsur atom. Pandangan bahwa alam ini kekal.18 Menurut teori fisika yang sudah diakui. ia mendapati spectrum cahaya merah diujung bintang-bintang tersebut.Materi”. spectrum cahaya berkelap-kelip yang bergerak yang menjauhi tempat observasi cenderung mendekati warna merah. 16 17 18 Agus Purwadi. (Malang: UMM Press. Awal abad XX. Pengamatan tersebut memberi kesimpualan bahwa berbagai galaksi saling menjauh dengan kecepatan sampai beberapa ribu kilometer per detik. yang berusaha melukiskan bahwa alam benar-benar statis dalam bentuk rumus matematika yang rumit. Hal ini berarti bahwa alam sedang berekspansi (meluas/melebar) atau dikatakan bahwa alam bersifat dinamis. Namun. astronom kebangsaan Amerika Serikat di observatorium California Mount Wilson thn 1924. bahwa sekitar 15 miliar tahun yang lampau di dalam ruang kosong luas tanpa batas terdapat sebongkah besar inti atom padat meledak sangat dahsyat melepaskan zat hydrogen ke segala arah menjadi galaksi-galaksi bintang. hlm. kemudian dikenal sebagai Pandangan Klasik Newtonian. maka lahirlah konsepsi.

namun hal itu justru menggambarkan bahwa alam itu dinamis. . lalu mengembangkan formula matematisnyanya dan berusaha melukiskan bahwa alam benar-benar statis. maka seluruh bintik itu akan terlihat saling menjauh. Meskipun pada mulanya terimbas gagasan bahwa alam itu statis. Ahli Fisika George Gamow menganalogikan tentang efek perluasan tersebut sepeti sebuah balon yang menggembung. Menurut Gamow. homogenus dalam arti bahwa alam itu tampak sama dimanapun pengamat berposisi. pada tahun 1948. yaitu isotropik dan homogenus. Keempat.. adanya jumlah unsur hydrogen dan helium di alam semesta yang sesuai dengan perhitungan konsentrasi hydrogen-helium merupakan sisa dari ledakan dahsyat tersebut. hlm. Ketiga. tidak statis artinya alam semesta terus berkembang. Kalau saja alam ini tetap dan abadi maka hydrogen di alam semesta telah habis berubah menjadi helium. kurang lebih seragam di seluruh jagad raya. George Gamov berpendapat bahwa setelah ledakan dahsyat ini akan ada radiasi yang tersebar merata dan melimpah di alam semesta. Untuk membuktikan radiasi kosmos tersebut Nasa mengirim setelit casmic Background Expoler (COBE) tahun 1989. Gagasan teori Big Bang itu didasarkan juga bahwa galaksi-galaksi yang saling menjauh itu. 90. Kalau kita meniup sebuah balon yang diberi bintikbintik. hasil hitungan cermat Albert Einstin yang menyimpulkan bahwa alam semesta dinamis. Hal ini ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1965 keduanya mendapat hadiah nobel dari penemuan tersebut. Penemuan ini semakin menguatkan bahwa alam semesta terbentuk dari sebuah ledakan dahsyat. Isotropik dalam arti pengamat melihat karakteristik yang sama atas alam dari sudut pandang manapun ia mengamati. radiasi tersebut dinamai radiasi kosmos.19 19 Ibid. dan hanya dalam waktu delapan menit setelit itu telah mengirim gambar radiasi tersebut. bahwa proses ekspansi alam semesta menuruti suatu prinsip yang disebut “asas kosmologi”.Kedua.

dengan dibantu oleh Ralph Alpher dan Hans Bethe. dan materi-materi baru yang terbentuk kemidian akan mengisi ruang kosong yang ditinggalkan galaksi. Edwin Powell Hubble. tantu dahulunya saling mendekat bahkan mungki pada mulanya galaksi-galaksi di alam semesta ini bersatu. menyusun teori: pada milanya seluruh isi alam semesta ini berpadu dalam tingkat kepadatan yang tidak terhingga. Awal Mula Alam Semesta. maka dapatlah diperhitungkan bahwa alam semesta ini tercipta dengan proses Big Bang antara 15-20 milyar tahun yang lalu. seorang astronom Amerika. mengamati bahwa garis spektrum cahaya dari galaksi-galaksi di luar Bimasakti ternyata bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih besar yang dikenal seagai Efek Dopler. tetapi sudah menjadi “keyakinan ilmiah” para ilmuan. hlm. Jika gerak tersebut makin lama makin menjauh.20 20 Jenal Wisaya. dan juga selalu terjadi peristiwa meledak dan hancurnya sebuah bintang. Hanya saja skala waktu dan ruangnya tidak bias dibandingkan dengan skala waktu dan ruang bagi umur manusia. 2008). Alam semesta mengembang ke arah tertentu di dalam ruang kosong tanpa batas. dapat diketahui bahwa galaksi-galaksi saling menjauh dengan kecepatan kira-kira 32 kilometer/ detik untuk setiap jarak satu juta tahun cahaya.Fenomena Ladakan Dahsyat (Big Bang) Pada tahun 1929. George Wasington. Oleh karena itu. . Perlu diketahui bahwa di alam semesta ini selalu terjadi peristiwa terbentuknya bintang baru. The Steady State Theory Teori steady state berpendapat bahwa alam semesta itu selalu ada seperti adanya sekarang ini. Maka pada tahun 1946. (Yogyakarta: Narasi. lalu dengan suatu ledaka maha dahsyat (Big Bang) maka tersusunlah alam semesta yang tampak (menggejala) seperti sekarang ini. Kini. 45. peristiwa Big Bang yang ditengarai menandai dimulainya penciptaan alam semesta itu bukan hanya sekedar “teori”.

Teori Al-Qur'an itu sama sekali tidak bertentangan dengan teori-teori ilmu pengetahuan modern. dan galaksi-galaksi itu bergerak menuju arah tertentu.S. dari apa dan bagaimana alam semesta itu lahir. sedang Steady state sama sekali tidak menyinggung masalah kapan.Perbedaan dari kedua teori itu ialah “Big Bang” membicarakan kapan dan terjadi dari apa. ''( Fussilat ayat:53). serta bagaimana alam semesta itu lahir. Surat al-Anbiya’ ayat 30 Q. Penciptaan alam berdasarkan konsep Islam dan kosmologi modern ternyata memiliki hubungan.3 Hubungan Penciptaan Alam dalam Pandangan Islam dan Kosmologi Modern Diantara segi kemukjizatan Al-Qur'an adalah adanya beberapa petunjuk yang detail mengenai ilmu pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebih dahulu dalam Al-Qur’an sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Kesamaan dari kedua teori itu adalah sama-sama membicarakan adanya galaksi-galaksi dengan bintang-bintang di dalamnya. Dari segi kemukjizatan ini Al-Qur'an telah menunjuk salah satu firman Allah: ‫سنر يهم ايتنافى الفاق وفى أنفسهم حتى يتبين لهم أنه الحق أولم يكفبربك أنششه علششى كششل شششىء شششهيد‬ (53:‫)فصلت‬ Artinya: ''Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri. . dan dari beberapa hasil observasi kosmolog ternyata banyak yang sesuai dengan beberapa firman Allah SWT. 2. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu. antara lain sebagai berikut: 1.

Sains dan Al-Qur’an. (Bandung: Pt Mizan Pustaka. Sedangkan yang dimaksud dengan inna lamusi’un. dikatakan bahwa segala kehidupan itu berasal dari air.22 2. yang kemudian menjadi alam semesta yang terhampar.‫اولم ير الذين كفروا أن السموت والرض كانتا رتقا ففتقنهما وجغلنا من الماء كل شىء أفل يو منون‬ 30 :‫))النبياء‬ Artinya:''Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. hlm. 1994). sejak tahun 1400 tahun silam Al-Qur’an telah menyebutkannya jauh sebelum tiga pakar tersebut mengemukakan teorinya. adalah Tuhan yang membuat kosmos berekspansi. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Sedangkan yang dimaksud pemisahan ialah ledakan singularitas dengan sangat dahsyat.21 Selanjutnya. 22 . dan Stephen Hawking menjelaskan bahwa atom-atom yang tebentuk sejak peristiwa Big Bang adalah atom Hidrogen (H) dan Helium (He). Tiga ahli kosmologi dan astronomi. Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur’an. George Gamow.” Menurut Baiquni yang dimaksud Banayna bi’abidin oleh ayat ini adalah ketika ledakan besar terjadi dan inflasi melandanya sehingga beberapa dimensinya menjadi terbentang. (Jakarta: PT Grafindo Persada. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?'' Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa alam semesta sebelum dipisahkan Allah merupakan sesuatu yang padu. Surat Az-Zariyat ayat 47 (Artinya) “Dan langit kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. kemudian kami pisahakan antara keduanya. artinya. Adapun air terdiri dari atom hidrogen dan oksigen (H2O). yaitu Georges Lamaitre. 2008). Agus Haryo Sudarmojo. Pernyataaan ini diperkuat oleh maksud 21 Sirajuddin Zar. 10. hlm. Sesuatu yang padu itulah yang oleh kosmolog disebut dengan titik singularitas. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam.148.

Bucaille memehami kata ini sebagai asap yang terdiri dari stratum (lapisan) gas dengan bagian-bagian yang kecil yang mungkin memasuki tahap keadaan keras atau cair dan dalam suhu rendah atau tinggi. (Bandung: Pt Mizan Pustaka.” Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati. yakni isim al-fa’il. hlm. Model closed universe menjelaskan bahwa suatu saat alam semesta akan mengerut. alam semesta terbentuk sekitar 13. (Jakarta: PT Grafindo Persada. Agus Haryo Sudarmojo. 2008). Sains dan Al-Qur’an. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. flat unirvese (alam semesta datar). yaitu accelerating expansion (pengembangan yang bertambah cepat). active participle yang menunjukkan bersifat tetap dan permanen seperti yang dikemukakan sebelumnya. Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur’an. 1994).23 Kata musi’un dalam bahasa arab sangatlah tepat diterjemahkan sebagai “meluaskan” atau “mengembangkan” yang sesuai dengan penjelasan sains masa kini bahwa alam semesta memang meluas atau mengembang. Ibnu Katsir menafsirkan dengan 23 Sirajuddin Zar. Berdasarkan teori Bing Bang yang telah diterima.24 3. dalam A Brief History of Time (1980). Hal ini berarti ekspansi alam berlangsung sejak ledakan besar sampai seterusnya. lalu Dia berkata kepada ruang alam (al-sama’) dan kepada materi (al-ardh): “Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa. Pakar-pakar Astronomi mengenali empat model grafik alam semesta di masa akan datang. 13-14. Stephen Hawking. open universe (alam semesta terbuka).148. 24 . Surat Al-Fusilat ayat 11 (Artinya) “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan ruang alam (al-sama’) dan ruang alam (al-sama’) ketika penuh embunan (dukhan). karena itu beberapa referensi berusaha menafsirkan kata ini sedemikian rupa. mengatakan bahwa penemuan bukti mengembangkannya alam semesta merupakan salah satu revolusi terbesar dalam ilmu pengetahuan abad ke-20. dan closed universe (alam semesta tertutup). hlm.lafal yang terpakai.” Sehubungan dengan tidak adanya Al-Qur’an menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata dukhan.7 miliar tahun lalu dan terus mengembang sejak saat itu.

Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. 136-137. Teologi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang ketuhanan. Al-Raghib melukiskan kehalusan dan keringanan sifat dukhan. Tentu saja merupakan suatu kesalahan bagi yang mengatakan bahwa ruang alam (al-sama’) berasal dari materi sejenis dukhan. 137. hlm. Adanya proses penciptaan alam telah banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. 1994). temperatur udara lingkungan sekitar akan semakin turun menyebabkan terjadinya proses kondensasi dan kembali ke bentuk cair dan energi berubah menjadi materi. Ia dapat mengalir dan beterbangan di udara seperti mengalir dan beterbangan al-sahab. (Jakarta: PT Grafindo Persada.25 Agar tidak terjadi kekeliruan dalam menangkap maksud kata dukhan yang dihubungkan dengan proses penciptaan alam semesta. Saat pemuaian dan gas naik ke tempat lebih tinggi. Dan dengan 25 Sirajuddin Zar.26 Sebagaimana dukhan. Sirajuddin Zar. hlm. 1994). Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. maka seharusnya kata ini dipahami dengan hasil temuan sains yang telah dihandalkan kebenarannya secara empiris. (Jakarta: PT Grafindo Persada. hlm. ia mengalami bentuk atau sifat semacam zat alir atau sop kosmos. Menurut Hanafy Ahmad. sebelum alam semesta terbentuk seperti sekarang. Sains dan Al-Qur’an.27 2. (Jakarta: PT Grafindo Persada. Sirajuddin Zar.4 Hubungan Penciptaan Alam dengan Teologi Islam Dari segi arti.sejenis uap air. Sains dan Al-Qur’an. Al-Qur’an juga menunjukkan bahwa zat alir atau sop kosmos (al-ma’) telah ada sebagai salah satu kondisi terwujudnya alam semesta. Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Isalam. 1994). Berdasarkan dalam surat Al-Fusilat ayat 11. Hal ini diperkuat dengan hasil temuan ilmuwan bahwa pada suatu ketika dalam penciptaan terjadinya ekspansi yang sangat cepat sehingga timbul “kondensasi” proses dimana pemuaian dan gas kehilangan panas dan akan berubah bentuk menjadi cair. karena sifat sedemikian. akan tetapi ia menjelaskan tentang bentuk alam semesta ketika berlangsungnya fase awal penciptaannya. 137-138 26 27 . dukhan tidak menunjukkan suatu materi asal ruang alam (al-sama’). Sains dan Al-Qur’an. Dengan kata lain. termasuk di dalamnya mempelajari mengenai sifat-sifatNya.

Oleh karena itu. maka sesungguhnya dia sedang melakukan penelitian terhadap cara Tuhan bekerja dalam penciptaan atau dalam bahasa yang lebih popular. maka seharusnya setiap orang yang mengadakan kajian dan penelitian terhadap alam.pengetahuan mengenai proses penciptaan alam inilah maka. alam tak lain adalah medan kreativitas Tuhan. yakni bahwa Allah itu qidam (dahulu) artinya Dia ada sebelum semesta ini ada. Dan dengan meyakini dan membenarkan sifat-sifat Allah tersebut. maka seyogyanya makin bertambah kepercayaannya (imannya) dan bukan malah sebaliknya seperti yang sering terjadi di dunia barat. kita semakin membenarkan adanya sifat-sifat Allah. Menurut Muhammad Iqbal. barang siapa saja yang meneliti dan mengadakan kajian terhadap alam semesta. yang telah menciptakan alam semesta yang begitu luas ini. Dia pun Maha Besar dan Maha Agung. Dengan melihat apa yang dikatakan Muhammad Iqbal tersebut. alam raya (yang akan dijadikan objek penelitian oleh sains) disebut sebagai tanda-tanda Tuhan. maka sesungguhnya sains sedang melakukan penelitian tentang sunnatullah. dimana mereka malah berusaha mengingkari Tuhan sebagai pencipta alam semesta dari arena penelitiannya. . Dalam Islam. maka akan menambah keimanan dan ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT.

1 Kesimpulan 1. lalu menjadi galaksi. 2. setelah itu ruang alam melebar. dan memuai. Alam semesta diciptakan dalam enam periode. kemu dian inti atom padat meledak. kemudian terjadi pemisahan oleh allah dengan mengalami proses transisi membentuk dukhan. meluas. Penciptaan alam dalam pandangan kosmologi modern. . dan menjadi bintangbintang dengan tata suryanya sendiri-sendiri.BAB III PENUTUP 4. secara kronologis alam tercipta bermula dari ruang kosong. Proses penciptaan alam dalam pandangan islam dimulai dari penyatuan antara ruang alam dan materi (sesuatu yang padu).

Hubungan antara penciptaan alam dalam pandangan islam dan kosmologi modern adalah terdapat dalam surat Al-Anbiya’ ayat 31. Tuhan.Maskoeri. 1987. 4. Ted. Alam. 1998. kami sangat menghargai segala saran dan kritik dari para pembaca maupun para pemerhati tentang teologi islam ini. 2002. maka kita semakin membenarkan dan beriman dengan keberadaan Allah SWT. Oleh karena itu. Manusia perspektif Sains dan Agama. Peters. Hubungan penciptaan alam dengan teologi Islam. 2002. Tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para penulis buku-buku tentang islam ini karena sangat membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Bandung: Mizan. . DAFTAR PUSTAKA Jasin. Ilmu Alamiah dasar. Agus. 4. Jakarta: PT Lentera Basritama.Ibnu.3. Bandung: CV Pustaka Setia. 1999. Murtadha.2 Saran Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Ilmu Alamiah Dasar. Mas’ud. Ibnu dan Joko Paryono. Bandung: CV Pustaka Setia. Jakarta: PT RajaGrasindo Persada. Purwadi. surat Az-Zariyat ayat 47. Manusia dan Alam Semesta. dkk. 2002. yakni dengan mengetahui proses penciptaan alam semesta. dan surat Al-Fusilat ayat 11. Mas’ud. Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Semoga makalah ini berguna atau bermanfaat sebagai pendukung buku-buku yang lain. Kosmologi Haqqiyyah. Muthahhari. Malang: UMM Press.

Sains dan Al-Qur’an. . 1994. Zar. Konsep Penciptaan Alam Dalam Pemikiran Islam. Sirajuddin. Agus haryo.Sudarmojo. Bandung: PT Mizan Pustaka. Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur’an. Awal Mula Alam Semesta. 2008. Wisoyo. Yogyakarta: Narasi.2008. Jenal. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful