PELANGGARAN HAM ATAS NAMA AGAMA

Kita memiliki banyak sejarah gelap agamawi, entah itu dari kalangan gereja Protestan maupun gereja Katolik, entah dari aliran lainnya. Bahwa kadang justru dengan simbol agamawi, kita melupakan kasih, yaitu kasih yang menjadi „atribut‟ Tuhan kita Yesus Kristus. Hal-hal ini dicatat dalam buku sejarah dan beberapa kali kisah-kisah tentang kekejaman gereja difilmkan. Salah satu contohnya dalam film The Scarlet Letter, film tentang hyprocricy Gereja Potestan yang „menghakimi‟ seorang pezinah dan kelompok-kelompok yang dianggap bidat, adalagi filmThe Magdalene Sisters, juga film A Song for A Raggy Boy, The Headman, “The Name of the Rose” , dan masih banyak lainnya. Kini, telah hadir film yang lumayan baru, yang diproduksi oleh Saul Zaentz dan disutradarai oleh Milos Forman, dua nama ini cukup memberi jaminan bahwa film yang dibuat mereka selalu bagus yaitu film GOYA‟s GOST. Mungkin saja film GOYA‟s GOST ini akan membuat „marah‟ sebagian kelompok, namun apa yang dikemukakan oleh Zaentz dan Forman, sebagaimana kekejaman “Inkuisisi” telah tercatat dalam sejarah hitam Gereja. Kisah-kisah kekejamannya juga terekam dalam lukisan-lukisan karya Seniman Spanyol Francisco Goya (1746–1828 ), yang menjadi tokoh sentral dari film GOYA‟s GOST ini. Kita telah mengenal banyak sekelompok manusia dengan atribut agama, berlindung dalam lembaga agama, mereka justru melakukan kejahatan kemanusiaan (crimes against humanity) entah itu Kristen, Islam atau agama apapun. Atas nama „agama yang suci‟ mereka melakukan „pelecehan yang tidak suci‟ kepada sesamanya manusia. Akhir abad 20 atau awal abad 21, akhir-akhir ini kita disuguhi sajian-sajian berita akan kebobrokan manusia yang beragama melanggar hak asasi manusia, misalnya kelompok Al-Qaeda dan sejenisnya menteror dengan bom, dan olehnya mungkin sebagian dari kita telah prejudice menempatkan orang-orang Muslim di sekitar kita sama jahatnya dengan kelompok „Al-Qaeda‟. Di sisi lain Amerika Serikat (AS) sebagai „polisi dunia‟ sering memakai „isu terorisme yang dilakukan Al-Qaeda‟ untuk melancarkan macam-macam agendanya. Invasi AS ke Iraq, penyerangan ke Afganistan dan negara-negara lain yang disinyalir „ada terorisnya‟. Namun kehadiran pasukan AS dan sekutunya di Iraq tidak berdampak baik, mungkin pada awalnya terlihat AS dengan sejatanya yang super-canggih menguasai Iraq dalam sekejap, namun pasukan mereka babak-belur dalam „perang-kota‟, ini mengingatkan kembali sejarah buruk, dimana mereka juga kalah dalam perang gerilya di Vietnam. Kegagalan pasukan AS mendapat kecaman dari dalam negeri, bahkan sekutunya, Inggris misalnya. Tekanan-tekanan ini membuat PM Inggris Tony Blair memilih mengakhiri karirnya sebelum waktunya baru-baru ini. Karena ia berada dalam posisi yang sulit : menuruti tuntutan dalam negeri ataukah menuruti tuan Bush. Memang kita akui banyak kebrutalan yang dilakukan oleh para teroris kalangan Islam Fundamentalis, contoh Bom Bali dan sejenisnya di seluruh dunia. Tapi tidak menutup kemungkinan Presiden Amerika Serikat, George Bush adalah juga seorang „Fundamenalis‟ dalam „Agama‟ yang dianutnya, karena gaya Bush yang sering „secara implisit‟ terbaca dimana ia menempakan dirinya sebagai penganut Kristiani yang memerangi terorisme dari para teroris Muslim Fundamentalis. Tentu saja apa-apa yang mengandung “fundamentalis” entah itu Islam/ Kristen/ agama yang lain, bermakna tidak baik. Sebelumnya, ditengah-tengah „isu anti terorisme (Islam)‟, sutradara Inggris, Ridley Scott memproduksi film The Kingdom of Heaven, barangkali bisa juga digunakan untuk menyindir Presiden Bush yang sering menggunakan kata“crusades” dalam pidatonya. Film The Kingdom of Heaven adalah sebuah „otokritik‟ bagi Kekristenan, dan sajian „ironisme‟ dari ajaran Kristus yang penuh kasih. Bahwa perang Salib yang telah terjadi selama 4 abad itu bukanlah suatu kesaksian yang baik, tetapi lebih merupakan sejarah hitam. Dibawah ini review dari sebuah film, tentang kejahatan dibawah payung Agama, bukan berniat

Horta mengatakan. Pertama. “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. yang diadili oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) ad hoc di Jakarta atas dakwaan pelanggaran HAM berat di Timtim dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia” . Beberapa hal yang dapat disimak dari keputusan pengadilan tersebut adalah sebagai berikut ini. Sebuah keputusan majelis hakim yang bukan saja meragukan tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar apakah vonis hakim tersebut benar-benar berdasarkan rasa keadilan atau hanya sebuah pengadilan untuk mengamankan suatu keputusan politik yang dibuat Pemerintah Indonesia waktu itu dengan mencari kambing hitam atau tumbal politik.melecehkan suatu Agama/ Aliran tertentu. Sebab alternatifnya adalah apabila terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat hukumannya minimal 10 tahun dan apabila terdakwa tidak terbukti bersalah ia dibebaskan dari segala tuduhan. Kedua. Bagi orang yang awam dalam bidang hukum.000 tewas. dapat diartikan bahwa hakim ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusannya. sama dengan tuntutan jaksa. vonis hakim terhadap terdakwa Abilio sangat meragukan karena dalam Undang-Undang (UU) No 26/2000 tentang Pengadilan HAM Pasal 37 (untuk dakwaan primer) disebutkan bahwa pelaku pelanggaran berat HAM hukuman minimalnya adalah 10 tahun sedangkan menurut pasal 40 (dakwaan subsider) hukuman minimalnya juga 10 tahun. melainkan sebagai perenungan apakah perlakuan seseorang melawan/menindas orang lain yang tidak „seagama‟ itu tujuannya membela Allah? membela tradisi? membela doktrin. ataukah membela diri sendiri? 4. yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1. publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Padahal Majelis Hakim yang diketuai Marni Emmy Mustafa menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dengan denda Rp 5. PELANGGARAN HAM OLEH MANTAN GUBERNUR TIM-TIM Abilio Jose Osorio Soares.000 kepada terdakwa Abilio Soares. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta. mantan Gubernur Timtim.

golongan. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Hak asasi politik / Political Right .Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns . Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status.Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum 4.Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan . keturunan. 6.Hak kebebasan untuk memilih. Pembagian Bidang. memilih dan mendapatkan pendidikan . Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. memeluk.Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan . Hak azasi Ekonomi / Property Rigths . penahanan dan penyelidikan di mata hukum.Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya . Hak asasi pribadi / personal Right . Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right .Pengertian dan Definisi HAM : HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun.Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi 3. jabatan.hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan .Hak menentukan. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak 5.Hak kebebasan untuk memiliki susuatu . penangkapan. Hak azasi hukum / Legal Equality Right .Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli .Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan.Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan .Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat . dll . dan lain sebagainya.Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa.Hak mendapatkan pengajaran . dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing 2.Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan .Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat . Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia : 1. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights . bepergian dan berpindah-pndah tempat . hutang-piutang.Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak .Hak kebebasan untuk bergerak.

sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. 3. jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. pemaksaan kehamilan. pemusnahan. penyiksaan. mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok. 3. menghalangi.PENGERTIAN-PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Posted on Februari 22. kelompok etnis. 2. Membunuh anggota kelompok. perbudakan seksual. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. atau memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. 39 Tahun 1999 tentang HAM). (Penjelasan Pasal 7. Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. 1. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Khusus terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM). kejahatan apartheid. membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang. ras. 4. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. atau 10. 7. 5. etnis. dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 9 UU No. pada seseoarang untuk memperoleh . demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional. hukum. 2. baik jasmani maupun rohani. berupa : pembunuhan. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM) Penyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. budaya. 5. 2. 4. penghilangan orang secara paksa. 6. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. Pemerintah dan setiap orang. perbudakan. 9. 8. ras kebangsaan. Pelanggaran HAM yang berat diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM meliputi : 1. agama. 8. Kejahatan genosida. perkosaan. Kejahatan terhadap kemanusiaan Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. palcuran secara paksa. 2008 by kiranawati Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya. kelompok agama. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. dengan cara : 1.

dengan persetujuan. atau sepengetahuan siapapun dan atau pejabat publik (Penjelasan Pasal 1 angka 4 UU No. atas hasutan dari. 39 Tahun 1999 tentang HAM) Penghilangan orang secara paksa adalah tindakan yang dilakukan oleh siapapun yang menyebabkan seseorang tidak diketahui keberadaan dan keadaannya (Penjelasan Pasal 33 ayat 2 UU No. atau untuk suatu alasan yang didasarkan pada setiap bentuk diskriminasi. dengan menghukumnya atau suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut ditimbulkan oleh.pengakuan atau keterangan dari seseorang dari orang ketiga. 39 Tahun 1999 tentang HAM) . atau mengancam atau memaksa seseorang atau orang ketiga.

Pada abad XVII. Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon. . 2007. fundamental rights. di dalam hak (rights). Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah kebebasan politik (political freedom) dan hak untuk ada (rights to be). Muhamamdiyah Surabaya Philipus M. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No.hak kodrat. terkandung adanya suatu tuntutan (claim). sering disejajarkan dengan istilah hak. Pada masa ini lahir fungsi sosial dan hak-hak individu. Pemerintah dan setiap orang. Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah hak untuk berpartisipasi (participation rights) dan hak untuk berbuat (rights to do). hak asasi manusia berasal dari hak kodrat (natural rights) yang mengalir dari hukum kodrat (natural law). h. Saat itu lahirlah The Universal Declaration of Human Rights. 33-34.. Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah kebebasan sipil (civil libertis) dan hak untuk memiliki (rights to have). individual demokratik dan radikal. rational. Hal ini dipengaruhi keadaan masa sebelumnya dalam kehidupan bernegara yang absolut. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. penanganannya oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum dan pembentukan peradilan administrasi). natural rights. human rights. Peradaban. h. 3 Ibid. Pada abad XX ditandai dengan usaha untuk mengkonversikan hak-hak individu yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (form natural human rights into positive legal rights). hukum. hak kodrat dirasionalkan melalui konsep kontrak sosial dan mebuat hak tersebut menjadi sekular. Hak yang meonjol pada abad ini adalah hak-hak sosial ekonomi (sosial economic rights) dan hak untuk mendapatkan sesuatu (rights to receive). Hadjon. mensenrechten. Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia (suatu studi tentang Prinsip-prinsipnya. Pada abad XVIII. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia Perkembangan konsep hak asasi manusia ditelusuri secara historis berawal dari dunia Barat dimulai dari abad XVII sampai dengan abad XX..Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia Oleh : Asri Wijayanti 1 Prinsip pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Pada abad XIX masuk pemikiran sosialisme yang lebih memberikan penekanan pada masyarakat (society). hak-hak dasar manusia. sebagai berikut 3 : 1 2 Dosen FH Univ.2 Pengertian hak asasi manusia berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 UU No. universal. merupakan bagian dari prinsip perlindungan hukum. rechten van den mens dan fundamental rechten Menurut Philipus M Hadjon. gronrechten. 41. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Istilah hak asasi manusia di Indonesia.

hak-hak itu dimiliki manusia dalam keadaan alamiah (state of nture) dan kemudian dibawanya dalam hidup bermasyarakat. kedua pengaruh sosialisme yang lebih mengutamakan masyarakat atau kelompok daripada individu. Konsep hak asasi manusia pada abad XX merupakan sintesis dari tesis abad XVIII dan antitesis abad XIX. Yang dikelompokkan dalam pemikiran barat meliputi Eropa Barat. h. Tesis abad XVIII : hak asasi manusia tidaklah ditasbihkan secara ilahi (divinely ordained) juga tidak dipahami secara ilahi (divinely conceived). . oleh karenanya tetap berdaulat di bawah setiap pemerintah karena kedaulatan tidak dapat dipindahkan (inalienable) dan adanya pemerintah hanya atas persetujuan dari yang diperintah. dibedakan dalam tiga kelompok. Sebelum adanya pemerintah individu itu otonom dan berdaulat. amerika Serikat. sosialis dan dunia ketiga. Aistralia.Abad XVII Hak-hak asasi manusia bersumber dari hak-hak kodrat yang mengalir dari hukum kodrat Hak-hak politik Abad XVIII Hak-hak kodrat dirasionalkan dalam kontrak sosial Abad XIX Ditambah dukungan etik dan utilitarian dan munculnya paham sosialisme Abad XX Konversi hak-hak asasi manusia yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (positip) Kebebasan sipil Individualisme kuantitatif Hak-hak partisipasi Individualisme kualitatif Hak-hak sosial (sosiale grondrechten) Pemikiran konsep hak asasi manusia. secara umum menurut Philipus M Hadjon. Kuba. 43. misalnya India dan Indonesia. sebagian Amerika Latin yang dipengaruhi pemikiran Barat. New Zealan. bahwa hak asasi manusia bersumber pada hak-hak kodrat (natural rights/ jus naturalis) yang mengalir dari hukum kodrat dan telah mengalami proses perkembangan yang panjang sejak abad XVII hingga abad XX. 4 Ibid. 4 Berkaitan dengan konsepsi hak asasi manusia di Barat disebutkan oleh Philipus M Hadjon.. hak-hak itu adalah pemberian Allah sebagai konsekuensi dari manusia adalah ciptaan Allah. dan Jepang (dari segi ekonomi). Antitesis abad XIX : pertama masuknya dukungan etik dan utilitarian. Kelompok sosialis meliputi negara sosialis di Eropa timur. Hak-hak itu sifatnya kodrati (natural) dalam arti : kodratlah yang menciptakan dan mengilhami akal budi dan pendapat manusia. Selain itu ada kelompok dunia ketiga yang tidak mempunyai kesatuan ideologi. bahwa keselamatan individu hanya dimungkinkan dalam keselamatan kelompok atau masyarakat. berdasarkan ide/ gagasan yaitu political and ideological thought yaitu Barat. Yugoslavia. Kanada. setiap orang dilahirkan dengan hak-hak tersebut.

setiap usaha dalam rangka perlindungan hak asasi manusi ayang melanggar batas wilayah negara adalah intervensi.5 Selanjutnya pemikiran konsep sosialis mengenai hak asasi manusia. Negaralah yang menetapkan apa yang menjadi hak. Salah satu aspek dari sintesis ini adalah pandangan atas hak kebebasan dan persamaan : kalau abad XVIII lebih mengedepankan hak atas kebebasan. Sosialisme tidak menekankan hak terhadap masyarakat. Dalam konteks ini.. 6 Perbandingan konsep hak asasi manusia dalam tiga kelompok yaitu berdasar konsep Barat. Ibid. 45-46. Bagi blok Rusia. bersumber pada ajaran Karl Marx dan Engels. Hak-hak asasi bukanlah bawaan kodrat manusia.Sintesis abad XX : pertama . kedua mengawinkan penekanan pada individu (yang sifatnya otonom dan memiliki kebebasan) dengan penekanan (sosialisme) pada kelompok serta penekanan kesejahteraan sosial dan ekonomi untuk semua.. konsep sosialis dan konsep negara-negara dunia ketiga. dan abad XIX lebih mengedepankan pada asas persamaan sehingga hak atas persamaan berada di atas hak atas kebebasan. maka bad XX menerima kedua hak tersebut (hak atas kebebasan dan persamaan) sebagai hak dasar (basic rights). abad XVII merupakan titik awal atau peletak dasar dari konsep tentang hak karena sebelumnya (abad XVI) yang mengedepan adalah kewajiban. h. Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon. tetapi hak setiap warga negara yang bersumber dari negara. tetapi justru menekankan kewajiban pada masyarakat. h. 37. Bagi blok Amerika.. 48. mendahulukan kesejahteraan daripada kebebasan. Mengedepannya konsep kewajiban pada abad XVI karena dibutuhkan untuk membatasi kekuasaan hawa nafsu. abad XX menjembatani hukum kodrat dan hukum positif yaitu dengan menjadikan hak-hak kodrat sebagai hak-hak hukum posistif ( positive legal rights). . menganggap setiap usaha dalam rangka perlindungan tehadap hak-hak asasi manusia dimanapun adalah tugas suci dan mulia. mengawinkan pandangan pemerintah sebagai ancaman bagi kebebasan dengan pandangan terhadap pemerintah sebagai alat yang dibutuhkan untuk memejukan kesejahteraan bersama. sebagai berikut :7 Uraian Konsep Barat Konsep Sosialis Konsep Dunia III 5 6 Ibid. h. Mendahulukan kemajuan ekonomi dari pada hak-hak sipil dan poliotik. 7 Ibid. yang kerangka berpikirnya bersumber dari hukum kodrat.

Dengan demikian rumusan HAM dalam UUD’45 merupakan pikiran-pikiran yang didasarkan kepada latar belakang tradisi budaya kehidupan masyarakat Indonesia sendiri10 .9 Konsep hak asasi manusia bagi bangsa Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Dasar 1945. Hak-hak tersebut meliputi 10 macam hak yang terbagi atas 5 hak yang termasuk kategori hak-hak sosial da 5 hak yang termasuk kategori hak-hak perseorangan. Kekuatan mengikatnya karena ada pengakuan terhadap deklarasi itu oleh sistem hukum bangsa-bangsa beradab atau mendapat kekuatan dari hukum kebiasaan setelah memeuhi dua syarat yaitu keajegan dalam kurun waktu yang lama dan adanya opinion necesitatis. pravtti atau abhaya atau dhrti (freedom from fear and frustation or de spair)8 Indonesia merupakan contoh dari kelompok konsep dunia ketiga yang tidak ikut dalam perumusan The Universal Declaration of Human Rights tanggal 10 Desember 1948. h. Ibid.. . satya atau sunrta (freedom of thought and conscience). Yang mempunyai konsep sendiri. yaitu : Segala hak individu yang patut memperoleh pengakuan dan dimiliki dengan sah serta mendapat perlindungan ialah yang timbul dari kewajiban atau tugas yang dilaksankan dengan baik. Yang dipengaruhi oleh konsep sosialis 3. aparigraha (freedom from exploitation).Sumber Isi Natural rights.. Perkembangan konsep hak asasi manusia di dunia internasional secara umum dibedakan dalam tiga generasi yaitu generasi I dengan penekanan hak sipil dan politik. yang mengali dari natural law yang telah berkembang sejak dari abad XVII hingga dewasa ini Menekankan hak individu dengan meletakkan kewajiban pada masyarakat dan negara Ajaran Karl Marx Menekankan kewajiban terhadap negara Terbagi atas tiga kelompok : 1. asteya (freedom from wants). generasi II dengan penekanan hak sosial ekonomi dan budaya serta generasi ketiga yang melahirkan hak pembangunan. Hak-hak sosial meliputi : ahimsa (freedom from violence). armitawa dan arogya (freedom from early dead and disease).46-47. Perumusannya belum diilhami oleh The Universal Declaration of Human Rights karena terbentuknya lebih awal. Hak-hak perorangan meliputi : akredha ( absence of intolerance). 10 Ibid. 54. 53. The Universal Declaration of Human Rights merupakan suatu deklarasi yang tidak memiliki watak hukum. misalnya : India dan Indonesia. 8 9 Ibid. h. mendasarkan pada surat Mahatma Ghandi tentang hak asasi manusia kepada Direktur Jendral UNESCO di Paris tanggal 25 Mei 1947. jnana vidya (knowledge). Yang dipengaruhi oleh konsep Barat 2. Konsep hak asasi manusia di India. bhutadaya atau astreha (compassion or fellow feeling). avyabhicara (freedom from violation or dishonour).. h.

3. 4. 2. Hak untuk memperoleh perlindungan atas hasil karya cipta (hak cipta) Hak Pembangunan (Generasi III) Hak-hak bidang pembangunan. antara lain : 1. antara lain : 1.go. Hak untuk menentukan nasib sendiri Hak untuk hidup Hak untuk tidak dihukum mati Hak untuk tidak disiksa Hak untuk tidak ditahan sewenang-wenang Hak atas peradilan yang adil Hak-hak bidang politik. 7. Hak untuk bekerja Hak untuk mendapat upah yang sama Hak untuk tidak dipaksa bekerja Hak untuk cuti Hak atas makanan Hak atas perumahan Hak atas kesehatan Hak atas pendidikan Hak-hak bidang budaya. 8. antara lain : 1. 2.Konsepsi hak asasi manusia Hak-hak Sipil dan Politik (Generasi I) Hak-hak bidang sipil mencakup. antara lain : 1. sedangkan generasi I mulai ditandatanganinya Piagam PBB sampai dengan tahun 1966. 3. Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai11 Berbeda dengan pendapat Jimly Asshiddiqie yang membedakan perkembangan konsep hak asasi manusia dalam lima generasi.id. dimulai dari persitiwa penandatanganan naskah Universal Declaration of Human oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948 setelah 11 http://www. 6. 2.komnasham. Hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang sehat 2. Hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan 2. Jimly Asshiddiqie menyebut Generasi I dan II sebagai generasi II. 4. antara lain : 1. 4. 3. 6. Hak untuk memperoleh perumahan yang layak 3. Ekonomi dan Budaya (Generasi II) Hak-hak bidang sosial dan ekonomi. 5. Generasi Pertama. . Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan 3. Hak untuk menyampaikan pendapat Hak untuk berkumpul dan berserikat Hak untuk mendapat persamaan perlakuan di depan hukum Hak untuk memilih dan dipilih Hak-hak Sosial. 5.

kesempatan kerja. dan Bosnia. mempunyai sifat hubungan kekuasaan dalam konsepsi yang bersifat horizontal. antara rakyat dan pemerintahan dalam suatu negara. Generasi Kedua. Sosial and Cultural Rights (Ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum 2200 A (III) tertanggal 16 Desember 1966) Generasi Ketiga. kelompok Dutch speaking community dan German speaking community di Belgia. terdapat apa yang disebut dengan diplomatic shop yang bebas pajak. fenomena konglomerasi berbagai perusahaan berskala besar dalam suatu negara yang kemudian berkembang menjadi Multi National Corporations (MNC’s) atau disebut juga Trans-National Corporations (TNC’s) dimana-mana di dunia. sosial dan kebudayaan. Hak untuk atau atas pembangunan ini antara lain meliputi hak untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. di setiap negara. Sasaran perjuangan hak asasi manusia adalah kekuasaan represif negara terhadap rakyatnya. II. muncul konsepsi baru hak asasi manusia yaitu mencakup pengertian mengenai hak untuk pembangunan atau rights to development. tahun 1986. fenomena berkembangnya suatu lapisan sosial tertentu dalam setiap masyarakat di negara-negara yang terlibat aktif dalam pergaulan internasional. bangsa Cina Nasionalis yang tersebar dalam jumlah yang sangat besar di hampir semua negara di dunia. dan III pada pokoknya mempunyai karakteristik dalam konteks hubungan kekuasaan yang bersifat vertikal. bangsa Persia (Iran). dan lainlain sebagainya. memunculkan fenomena Nations without State. dimulai dari persitiwa penandatanganan International Couvenant on Civil and Political Rights dan International Couvenant on Economic. Ketiga. dapat disebut sebagai corporate federalism . dikalangan diplomat dan pekerja atau pengusaha asing. Hak atas atau untuk pembangunan ini mencakup persamaan hak atau kesempatan untuk maju yang berlaku bagi segala bangsa. Generasi Keempat. dan termasuk hak setiap orang yang hidup sebagai bagian dari kehidupan bangsa tersebut.sebelumnya ide-ide perlindungan hak asasi manusia itu tercantum dalam naskah-naskah bersejarah di beberapa negara. kebutuhan dasar manusia. di Amerika Serikat dengan Declaration of Independence. Hubungan kekuasaan yang dipersoalkan dalam hal ini adalah antara produsen dan konsumen. dan hak untuk menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. dan di Perancis dengan Declaration of Rights of Man and of the Citizens. yang secara khusus melayani kebutuhan para diplomat untuk berbelanja. Sebagai contoh. pendidikan. Irak. dan prinsip kebebasan sipil dan politik. menikmati hasil-hasil dari perkembangan ekonomi. seperti bangsa Kurdi yang tersebar di berbagai negara Turki dan Irak. Dalam konsepsi generasi pertama ini elemen dasar konsepsi hak asasi manusia itu mencakup soal prinsip integritas manusia. Setiap pelanggaran selalu melibatkan peran pemerintah yang biasa dikategorikan sebagai crime by government yang termasuk ke dalam pengertian political crime (kejahatan politik) sebagai lawan dari pengertian crime against government (kejahatan terhadap kekuasaan resmi). Generasi I. seperti di Inggris dengan Magna Charta dan Bill of Rights. Hal ini dipengaruhi adanya fenomena : Pertama. kesehatan. dan prinsip representasi politik suku-suku tertentu dalam kamar parlemen di Austria. Keempat. Pembagian kelompok English speaking community dan French speaking community di Kanada. fenomena berkembangnya corporate federalism sebagai sistem yang mengatur prinsip representasi politik atas dasar pertimbangan-pertimbangan ras tertentu ataupun pengelompokan kultural penduduk. yaitu kelompok orang yang dapat disebut sebagai global citizens. Kedua. distribusi pendapatan.

com/makalah/namafile/2/ Demokrasi dan hak asasi manusia.doc. Sosial and Cultural Rights Generasi III : Munculnya hak pembangunan Generasi IV : hubungan kekuasaan dalam konsepsi yang bersifat horizontal Generasi V : Hak konsumen atas produsen 12 http://www. Kelompok-kelompok etnis dan kultural tersebut diperlakukan sebagai suatu entitas hukum tersendiri yang mempunyai hak politik yang bersifat otonom dan karena itu berhak atas representasi yang demokratis dalam institusi parlemen. . Generasi kelima dengan ciri pokok yang terletak dalam pemahaman mengenai struktur hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal antara produsen yang memiliki segala potensi dan peluang untuk melakukan tindakan-tindakan sewenang-wenang terhadap pihak konsumen yang mungkin diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil. Hal ini dapat dilihat dalam tabel berikut : Kriteria Ahli Hukum Muatan hak Secara Umum Philipus M Hadjon Jimly Asshiddiqie Generasi I : Hak sipil dan politik Generasi II : Hak Sosial.jimly.dalam arti luas. ekonomi dan budaya Generasi III : Hak pembangunan Ideologi Politik Abad XVII :  HAM bersumber dari hak-hak kodrat yang mengalir dari hukum kodrat  Hak-hak politik Abad XVIII :  Hak-hak kodrat dirasionalkan dalam kontrak sosial Kebebasan sipil  Individualisme kuantitatif Abad XIX :  Ditambah dukungan etik dan utilitarian dan munculnya paham sosialisme  Hak-hak partisipasi Individualisme kualitatif Abad XX :  Konversi hak-hak asasi manusia yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (positip)  Hak-hak sosial (sosiale grondrechten) Konsep Barat :  Sumber: Natural rights. tergantung dari sudut pandangnya masing-masing. yang menggali dari natural law yang telah berkembang sejak dari abad XVII hingga dewasa ini  Isi : Menekankan hak individu dengan meletakkan kewajiban pada masyarakat dan negara Konsep Sosialis :  Sumber: Ajaran Karl Marx  Isi : Menekankan kewajiban terhadap negara Konsep Dunia III:  Yang dipengaruhi oleh konsep Barat Generasi I : The Universal Declaration of Human Generasi II : International Couvenant on Civil and Political Rights dan International Couvenant on Economic.12 Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pembagian perkembangan konsepsi HAM berbeda diantara ahli hukum.

Piagam PBB berisi 30 Pasal. (Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. The Universal Declaration of Human Rights The Universal Declaration of Human Rights (selanjutnya disingkat dengan Piagam PBB) Ditetapkan oleh Majelis Umum dalam Resolusi 217 A (III) tertanggal 10 Desember 1948. yaitu “all human beings are born free and equal in dignity and rights. yaitu : “Everyone is entitled to all the rights and freedoms set forth in this Declaration. dan karena manusia merupakan makhluk rasional dan bermoral. dan karenanya berhak untuk mendapatkan hak dan kebebasan tertentu yang tidak dinikmati makhluk lain. merupakan prinsip dasar dari persamaan dan nondiskriminasi.13 Pasal 2 Piagam PBB.go. colour. without distinction of any kind. sex. Yang dipengaruhi oleh konsep sosialis  Yang mempunyai konsep sendiri. ekonomi dan budaya  Generasi III : Hak pembangunan Generasi HAM II :  Generasi IV Sifat : horisontal antar sesama manusia Munculnya fenomena :  konglomerasi  Nations without State  global citizens  corporate federalism  Generasi V Sifat : horisontal antar sesama manusia Munculnya fenomena : Perlindungan konsumen Ketentuan hukum internasional berkaitan dengan HAM 1. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan). Sifat hubungan kekuasaan Generasi HAM I : Sifat : vertikal antara negara dengan rakyat Macam :  Generasi I : Hak sipil dan politik  Generasi II : Hak Sosial. edisi 3. . political or other opinion.h. ia berbeda dengan makhluk lainnya di bumi. 15. religion. Pasal ini merupakan dasar filosofi mendefinisikan asumsi dasar Deklarasi: bahwa hak untuk kebebasan dan persamaan merupakan hak yang diperoleh manusia sejak lahir dan tidak dapat dicabut darinya. such as race. language.id/ Lembar fakta Ham. misalnya : India dan indonesia. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood”..komnasham. Pasal 1 Pigam PBB. 13 http://www.

berkeyakinan dan beragama (Pasal 18).id/ Lembar fakta Ham. 15.14 Pasal 4 – 21 Piagam PBB merupakan prinsip dan jaminan atas hak – hak sipil dan politik. kebebasan dan keamanan seseorang suatu hak yang esensial untuk pemenuhan hak-hak lainnya. 13.go. kebebasan dari perbudakan dan perhambaan (Pasal 4 ). jenis kelamin. kemerdekaan dan keamanan pribadi). (Setiap orang berhak atas kehidupan. non-self-governing or under any other limitation of sovereignty. hak untuk dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan kesalahannya (Pasal 11 ). wilayah tanpa pemerintahan sendiri. 12. birth or other status. yang selanjutnya dijabarkan dalam International Couvenant on Civil and Political Rights (Kovenan hak sipil dan politik). Adapun isi dari Pasal 4 – 21 Piagam PBB. 7. 17. tidak manusiawi atau merendahkan martabat(Pasal 5). wilayah perwalian. edisi 3. kelahiran atau status lainnya. 3. hak milik. 9. penahanan atau pengasingan sewenang-wenang (Pasal 9). Furthermore. hukum atau status internasional negara atau wilayah dari mana seseorang berasal. 8. no distinction shall be made on the basis of the political. hak untuk mendapatkan upaya pemulihan yang efektif melalui peradilan (Pasal 8).national or sosial origin. 6. rumah atau surat menyurat (Pasal 12 ). kebebasan dari penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. seperti ras. hak atas kewarganegaraan (Pasal 15). 16. atau wilayah yang berada di bawah batas kedaulatan lainnya). jurisdictional or international status of the country or territory to which a person belongs. 4. adalah : 1. hak atas suaka (Pasal 14). keyakinan politik atau keyakinan lainnya. Pasal 3 Piagam PBB. kebebasan untuk berpikir. . hak untuk memiliki harta benda (Pasal 17).7). asal usul kebangsaan dan sosial. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum di manapun (Pasal 6. 14. keluarga. property. kebebasan berpendapat dan menyatakan pendapat (Pasal 19). 10. baik dari negara merdeka. 2. Pasal ini merupakan tonggak pertama Deklarasi menyatakan hak untuk hidup. agama. pembedaan tidak dapat dilakukan atas dasar status politik. hak untuk berkumpul dan berserikat secara damai (Pasal 20).. warna kulit. hak untuk mendapatkan pemeriksaan yang adil dan peradilan yang terbuka oleh pengadilan yang independen dan tidak berpihak (Pasal 10). kebebasan dari intervensi yang sewenang-wenang atas kebebasan pribadi. 14 http://komnasham. 11. 16. hak untuk ikut serta dalam pemerintahan negaranya dan mendapatkan akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya (Pasal 21). Selanjutnya. hak untuk menikah dan mendirikan keluarga (Pasal 16 ). trust. (Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum dalam Deklarasi ini tanpa pembedaan dalam bentuk apapun. whether it be independent. bahasa. kebebasan untuk bergerak dan bertempat tinggal (Pasal 13 ).h. yaitu “Everyone has the right to life. kebebasan dari penangkapan. 5. liberty and security of person”.

yang selanjutnya dijabarkan dalam International Couvenant on Sosial. yaitu : Nothing in this Declaration may be interpreted as implying for any State. everyone shall be subject only to such limitations as are determined by law solely for the purpose of securing due recognition and respect for the rights and freedoms of others and of meeting the just requirements of morality. hak untuk mendapatkan pendapatan yang sama untuk pekerjaan yang sama (Pasal 23). 5. hak untuk beristirahat dan bertamasya (Pasal 24). di mana hak dan kebebasan yang diatur dalam Deklarasi ini dapat diwujudkan sepenuhnya). 3. 2. (Dalam pelaksanaan hak dan kebebasannya. (Setiap orang berhak atas ketertiban sosial dan internasional. setiap orang hanya tunduk pada batasan-batasan yang ditentukan oleh hukum.Selanjutnya ketentuan Pasal 22 .27 Piagam PBB merupakan jaminan atas hak – hak sosial ekonomi dan budaya. hak untuk bekerja (Pasal 23). (Setiap orang mempunyai kewajiban kepada masyarakat tempat satusatunya di mana ia dimungkinkan untuk mengembangkan pribadinya secara bebas dan penuh). Selanjutnya Pasal 28 – 30 Piagam PBB merupakan rumusan hak dan kewajiban masyarakat internasional. yaitu : (1) Everyone has duties to the community in which alone the free and full development of his personality is possible. (3) These rights and freedoms may in no case be exercised contrary to the purposes and principles of the United Nations. ekonomi dan budaya). 4. (2) In the exercise of his rights and freedoms.Bangsa). dan memenuhi persyaratan-persyaratan moral. Economic and Cultural Rights (Kovenan hak sosial. (Tidak ada satu ketentuan pun dalam . yaitu : Pasal 28 Pigam PBB. Pasal 30 Pigam PBB. public order and the general welfare in a democratic society. ketertiban umum dan kesejahteraan umum yang adil dalam masyarakat yang demokratis). hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya suatu masyarakat (Pasal 27). 6. yaitu : Everyone is entitled to a sosial and international order in which the rights and freedoms set forth in this Declaration can be fully realized. sematamata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak dan kebebasan orang lain. Adapun isi dari Pasal 22 27 Piagam PBB. hak atas jaminan sosial (Pasal 22). Pasal 29 Pigam PBB. hak atas standar kehidupan yang memadai untuk kesehatan dan kehidupan (Pasal 25 ). group or person any right to engage in any activity or to perform any act aimed at the destruction of any of the rights and freedoms set forth herein. (Hak dan kebebasan ini dengan jalan apapun tidak dapat dilaksanakan apabila bertentangan dengan tujuan dan prinsip Perserikatan Bangsa. adalah : 1. 7. hak atas pendidikan (Pasal 26).

tidak manusiawi atau yang merendahkan martabat (Pasal 7). batasan-batasan yang diperbolehkan ketika mendeportasi warga negara asing yang secara sah berada dalam wilayah Negara Pihak (Pasal 13).Deklarasi ini yang dapat ditafsirkan sebagai memberikan hak pada suatu Negara. International Covenant on Civil and Political Rights. rumah atau korespondensi. tidak seorangpun dapat dipenjarakan semata-mata atas dasar ketidakmampuan memenuhi kewajiban suatu kontrak (Pasal 11). . Adapun yang berkaitan dengan rumusan hak sipil dan politik terdapat dalam Pasal 6 – Pasal 27. 4. 9. kesetaraan setiap orang di depan pengadilan dan lembaga peradilan dan jaminan dalam proses pengaduan pidana dan perdata (Pasal 14). 12. 11. larangan terhadap pelanggaran tidak sah dan sewenang-wenang atas kehidupan pribadi. untuk terlibat dalam aktivitas atau melakukan suatu tindakan yang bertujuan untuk menghancurkan hak dan kebebasan apapun yang diatur di dalam Deklarasi ini). 3. menegaskan hak setiap orang untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum (Pasal 16). diratifikasi dan disetujui oleh resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) pada 16 Desember 1966. tidak seorangpun dapat ditangkap atau ditahan sewenang-wenang (Pasal 9) 5. 2. International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik) ditetapkan dan dinyatakan terbuka untuk ditandatangani. untuk menjaga ketertiban umum dengan pelaksanaan hak dan kebebasan yang sesuai dengan hukum. 12. 119 TLN No. 6. hak untuk hidup (Pasal 6) 2. Pasal 28 – 30 Piagam PBB merupakan rumusan hak dan kewajiban masyarakat internasional. bahwa perbudakan dan perdagangan budak dilarang. yaitu : 1. semua orang yang dirampas kebebasannya harus diperlakukan secara manusiawi (Pasal 10). dan tidak seorangpun dapat diperhambakan atau diminta untuk melakukan kerja paksa (Pasal 8). 10. kelompok atau orang. dan serangan tidak sah atas kehormatan dan reputasinya (Pasal 17). tidak seorangpun dapat diperlakukan sebagai budak. 4558. Kovenan itifikasi Ini diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang RI No. LN Tahun 2005 No. keluarga. kebebasan bergerak dan memilih tempat tinggal (Pasal 12) 8. tidak seorang pun dapat dijadikan obyek penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik berisi 52 Pasal. 7. Tahun 2005 tentang pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik) LN Tahun 2005 No. melarang pemberlakuan hukum pidana yang berlaku surut (Pasal 15).

dijabarkan dalam Kovenan Hak Sipil dan Politik dan Kovenan sosial. ras atau agama. hak untuk berserikat (Pasal 22) 18. hak atas pendidikan (Pasal 13 dan 14). setiap orang adalah sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan yang sama di depan hukum (Pasal 26). International Covenant on Sosial. Tahun 2005 tentang pengesahan International Covenant on Sosial. mengatur upaya-upaya melindungi hak anak (Pasal 24). termasuk asuransi sosial khususnya para ibu. 11. perlunya hukum yang melarang propaganda perang dan upaya-upaya menimbulkan kebencian berdasarkan kebangsaan. yaitu : 1. Kovenan itifikasi Ini diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang RI No. 8. economic and cultural Rights. gama dan bahasa minoritas yang berdiam di wilayah Negara Pihak (Pasal 27). hak untuk bekerja (Pasal 6). 19. kebebasan berpendapat dan mengeluarkan pikiran (Pasal 19). 22. 15. etnis. 6. 3. yang merupakan hasutan untuk melakukan diskriminasi. 17. 7. 10). hak atas jaminan sosial. ekonomi dan budaya) LN Tahun 2005 No. hak bagi laki-laki dan perempuan pada usia kawin untuk menikah dan membentuk keluarga. Pengaturan hak asasi manusia di dalam Piagam PBB. ekonomi dan budaya. 119 TLN No. 20. 16. hak berkumpul secara damai (Pasal 21). economic and cultural Rights (Kovenan internasional tentang hak sosial. hak untuk menikmati kondisi kerja yang adil dan baik (Pasal 7). Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik berisi 31 Pasal. untuk memilih dan dipilih. diratifikasi dan disetujui oleh resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) pada 16 Desember 1966. International Covenant on Sosial. 14. hak untuk mendapat kehidupan yang layak (Pasal11). 2. hak untuk menikmati standar kesehatan fisik dan mental yang tinggi (Pasal 12). berkeyakinan dan beragama (Pasal 18). 3. anak dan orang muda (Pasal 9. 5.13. dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : . Adapun peletakan Pasal dalam masing-masing aturan hukum. ekonomi dan budaya) ditetapkan dan dinyatakan terbuka untuk ditandatangani. mengakui hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam melakukan kegiatan publik. economic and cultural Rights (Kovenan internasional tentang hak sosial. hak untuk membentuk dan ikut dalam organisasi perburuhan (Pasal 8). 21. dan prinsip persamaan hak dan kewajiban pasangan yang terikat dalam perkawinan. mengatur perlindungan terhadap hak suku bangsa. Adapun yang berkaitan dengan rumusan hak sipil dan politik terdapat dalam Pasal 6 – Pasal 15. 4. 4557. hak atas kebebasan berpikir. selama perkawinan maupun setelah pembubaran perkawinan (Pasal 23). hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya (Pasal 15). dan untuk memiliki akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya (Pasal 25). permusuhan atau kekerasan (Pasal 20).

tidak manusiawi atau merendahkan martabat hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum di manapun hak untuk mendapatkan upaya pemulihan yang efektif melalui peradilan kebebasan dari penangkapan. 10 14 9 10 11 12 15 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 13 14 15 16 17 18 19 20 21 12 13 13.No Macam hak Piagam PBB (Pasal) Kovenan Hak Sipil dan Politik (Pasal) Kovenan Hak Sosial. hak untuk mendapatkan pendapatan yang sama untuk pekerjaan yang sama. 26 9 9.7 8 9 10 16. keluarga. hak untuk bekerja. 24 11 18 19 21. kemerdekaan dan keamanan pribadi kebebasan dari perbudakan dan perhambaan kebebasan dari penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. penahanan atau pengasingan sewenang-wenang hak untuk mendapatkan pemeriksaan yang adil dan peradilan yang terbuka oleh pengadilan yang independen dan tidak berpihak hak untuk dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan kesalahannya kebebasan dari intervensi yang sewenang-wenang atas kebebasan pribadi.27 6. 10 6 7 . 9 8 7 5 6 7 8 6. berkeyakinan dan beragama kebebasan berpendapat dan menyatakan pendapat hak untuk berkumpul dan berserikat secara damai hak untuk ikut serta dalam pemerintahan negaranya dan mendapatkan akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya hak atas jaminan sosial. rumah atau surat menyurat kebebasan untuk bergerak dan bertempat tinggal. 24 23. 22 25 8 20 21 22 22 23 23 9. 2 3 4 5 20. ekonomi dan budaya (Pasal) 1 2 3 4 Non diskriminasi hak atas kehidupan. hak atas suaka hak atas kewarganegaraan hak untuk menikah dan mendirikan keluarga hak untuk memiliki harta benda kebebasan untuk berpikir.

go. http://www. 12 13. ekonomi dan budaya ke dalam UU No. contohnya UU No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh. Kovenan Hak Sipil dan Politik serta Kovenan hak sosial.id/ Lembar fakta Ham.com/makalah/namafile/2/ Demokrasi dan hak asasi manusia. http://www. 12 Tahun 2005 dan telah meratifikasi Kovenan hak sosial. edisi 3 . hak atas standar kehidupan yang memadai untuk kesehatan dan kehidupan. penanganannya oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum dan pembentukan peradilan administrasi). 14 15 Piagam PBB. hak atas pendidikan.komnasham.23 24 25 26 hak untuk beristirahat dan bertamasya. Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia (suatu studi tentang Prinsipprinsipnya.jimly. Hadjon. hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya suatu masyarakat 24 25 26 27 10 11. ekonomi dan budaya selanjutnya menjadi dasar pengembangan pemikiran rumusan hak asasi manusia. 2007. Merupakan kewajiban bagi pemerintah Indonesia untuk segera mewujudkannya dalam peraturan perundang-undangan karena akibat hokum ratifikasi suatu perjanjian internasional adalah menjadi bagian dari hokum nasional yang harus ditaati. 11 Tahun 2005. ekonomi dan budaya. Kenyataan masih banyak peraturan perundangundangan yang belum sesuai bahkan bertentangan dengan materi Piagam PBB.doc. Rujukan Philipus M. Termasuk Indonesia yang telah meratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik dalam UU No. Peradaban. Kovenan Hak Sipil dan Politik serta Kovenan hak sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful