PELANGGARAN HAM ATAS NAMA AGAMA

Kita memiliki banyak sejarah gelap agamawi, entah itu dari kalangan gereja Protestan maupun gereja Katolik, entah dari aliran lainnya. Bahwa kadang justru dengan simbol agamawi, kita melupakan kasih, yaitu kasih yang menjadi „atribut‟ Tuhan kita Yesus Kristus. Hal-hal ini dicatat dalam buku sejarah dan beberapa kali kisah-kisah tentang kekejaman gereja difilmkan. Salah satu contohnya dalam film The Scarlet Letter, film tentang hyprocricy Gereja Potestan yang „menghakimi‟ seorang pezinah dan kelompok-kelompok yang dianggap bidat, adalagi filmThe Magdalene Sisters, juga film A Song for A Raggy Boy, The Headman, “The Name of the Rose” , dan masih banyak lainnya. Kini, telah hadir film yang lumayan baru, yang diproduksi oleh Saul Zaentz dan disutradarai oleh Milos Forman, dua nama ini cukup memberi jaminan bahwa film yang dibuat mereka selalu bagus yaitu film GOYA‟s GOST. Mungkin saja film GOYA‟s GOST ini akan membuat „marah‟ sebagian kelompok, namun apa yang dikemukakan oleh Zaentz dan Forman, sebagaimana kekejaman “Inkuisisi” telah tercatat dalam sejarah hitam Gereja. Kisah-kisah kekejamannya juga terekam dalam lukisan-lukisan karya Seniman Spanyol Francisco Goya (1746–1828 ), yang menjadi tokoh sentral dari film GOYA‟s GOST ini. Kita telah mengenal banyak sekelompok manusia dengan atribut agama, berlindung dalam lembaga agama, mereka justru melakukan kejahatan kemanusiaan (crimes against humanity) entah itu Kristen, Islam atau agama apapun. Atas nama „agama yang suci‟ mereka melakukan „pelecehan yang tidak suci‟ kepada sesamanya manusia. Akhir abad 20 atau awal abad 21, akhir-akhir ini kita disuguhi sajian-sajian berita akan kebobrokan manusia yang beragama melanggar hak asasi manusia, misalnya kelompok Al-Qaeda dan sejenisnya menteror dengan bom, dan olehnya mungkin sebagian dari kita telah prejudice menempatkan orang-orang Muslim di sekitar kita sama jahatnya dengan kelompok „Al-Qaeda‟. Di sisi lain Amerika Serikat (AS) sebagai „polisi dunia‟ sering memakai „isu terorisme yang dilakukan Al-Qaeda‟ untuk melancarkan macam-macam agendanya. Invasi AS ke Iraq, penyerangan ke Afganistan dan negara-negara lain yang disinyalir „ada terorisnya‟. Namun kehadiran pasukan AS dan sekutunya di Iraq tidak berdampak baik, mungkin pada awalnya terlihat AS dengan sejatanya yang super-canggih menguasai Iraq dalam sekejap, namun pasukan mereka babak-belur dalam „perang-kota‟, ini mengingatkan kembali sejarah buruk, dimana mereka juga kalah dalam perang gerilya di Vietnam. Kegagalan pasukan AS mendapat kecaman dari dalam negeri, bahkan sekutunya, Inggris misalnya. Tekanan-tekanan ini membuat PM Inggris Tony Blair memilih mengakhiri karirnya sebelum waktunya baru-baru ini. Karena ia berada dalam posisi yang sulit : menuruti tuntutan dalam negeri ataukah menuruti tuan Bush. Memang kita akui banyak kebrutalan yang dilakukan oleh para teroris kalangan Islam Fundamentalis, contoh Bom Bali dan sejenisnya di seluruh dunia. Tapi tidak menutup kemungkinan Presiden Amerika Serikat, George Bush adalah juga seorang „Fundamenalis‟ dalam „Agama‟ yang dianutnya, karena gaya Bush yang sering „secara implisit‟ terbaca dimana ia menempakan dirinya sebagai penganut Kristiani yang memerangi terorisme dari para teroris Muslim Fundamentalis. Tentu saja apa-apa yang mengandung “fundamentalis” entah itu Islam/ Kristen/ agama yang lain, bermakna tidak baik. Sebelumnya, ditengah-tengah „isu anti terorisme (Islam)‟, sutradara Inggris, Ridley Scott memproduksi film The Kingdom of Heaven, barangkali bisa juga digunakan untuk menyindir Presiden Bush yang sering menggunakan kata“crusades” dalam pidatonya. Film The Kingdom of Heaven adalah sebuah „otokritik‟ bagi Kekristenan, dan sajian „ironisme‟ dari ajaran Kristus yang penuh kasih. Bahwa perang Salib yang telah terjadi selama 4 abad itu bukanlah suatu kesaksian yang baik, tetapi lebih merupakan sejarah hitam. Dibawah ini review dari sebuah film, tentang kejahatan dibawah payung Agama, bukan berniat

yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1. ataukah membela diri sendiri? 4. Horta mengatakan. yang diadili oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) ad hoc di Jakarta atas dakwaan pelanggaran HAM berat di Timtim dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara. Pertama. vonis hakim terhadap terdakwa Abilio sangat meragukan karena dalam Undang-Undang (UU) No 26/2000 tentang Pengadilan HAM Pasal 37 (untuk dakwaan primer) disebutkan bahwa pelaku pelanggaran berat HAM hukuman minimalnya adalah 10 tahun sedangkan menurut pasal 40 (dakwaan subsider) hukuman minimalnya juga 10 tahun. dapat diartikan bahwa hakim ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusannya. Sebuah keputusan majelis hakim yang bukan saja meragukan tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar apakah vonis hakim tersebut benar-benar berdasarkan rasa keadilan atau hanya sebuah pengadilan untuk mengamankan suatu keputusan politik yang dibuat Pemerintah Indonesia waktu itu dengan mencari kambing hitam atau tumbal politik. PELANGGARAN HAM OLEH MANTAN GUBERNUR TIM-TIM Abilio Jose Osorio Soares.000 tewas. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia” . Sebab alternatifnya adalah apabila terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat hukumannya minimal 10 tahun dan apabila terdakwa tidak terbukti bersalah ia dibebaskan dari segala tuduhan. Beberapa hal yang dapat disimak dari keputusan pengadilan tersebut adalah sebagai berikut ini. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta. publik dapat merasakan suatu perlakuan “diskriminatif” dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Padahal Majelis Hakim yang diketuai Marni Emmy Mustafa menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dengan denda Rp 5. sama dengan tuntutan jaksa.melecehkan suatu Agama/ Aliran tertentu. “Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. melainkan sebagai perenungan apakah perlakuan seseorang melawan/menindas orang lain yang tidak „seagama‟ itu tujuannya membela Allah? membela tradisi? membela doktrin.000 kepada terdakwa Abilio Soares. mantan Gubernur Timtim. Bagi orang yang awam dalam bidang hukum. Kedua.

penahanan dan penyelidikan di mata hukum.Hak menentukan. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right .Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan . Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. penangkapan. dll . memilih dan mendapatkan pendidikan . bepergian dan berpindah-pndah tempat . keturunan.Hak mendapatkan pengajaran .Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat .Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak . Hak azasi hukum / Legal Equality Right .Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak 5. dan lain sebagainya. Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia : 1. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights . Hak asasi pribadi / personal Right . jabatan.Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi 3. Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik.Pengertian dan Definisi HAM : HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun.Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya . hutang-piutang.Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan .Hak kebebasan untuk memilih.Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat . Hak azasi Ekonomi / Property Rigths .Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan .Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan . 6. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status.hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan . Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia. golongan.Hak kebebasan untuk memiliki susuatu .Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum 4. Pembagian Bidang.Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli .Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan. dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing 2. memeluk.Hak kebebasan untuk bergerak.Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns . Hak asasi politik / Political Right .Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa.

5. palcuran secara paksa. penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. hukum. 1. 5. Pemerintah dan setiap orang. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM) Penyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. 39 Tahun 1999 tentang HAM). 7. (Penjelasan Pasal 7. menghalangi. menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya. atau 10. 4.PENGERTIAN-PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA Posted on Februari 22. sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional. baik jasmani maupun rohani. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM). Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. ras. 2008 by kiranawati Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. budaya. pada seseoarang untuk memperoleh . demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Khusus terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. berupa : pembunuhan. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. 6. 2. Kejahatan genosida. 3. Membunuh anggota kelompok. penyiksaan. 2. memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok. dengan cara : 1. Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi. perbudakan seksual. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. etnis. dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 4. pemusnahan. perkosaan. 8. jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. kejahatan apartheid. pemaksaan kehamilan. kelompok etnis. ras kebangsaan. kelompok agama. 3. 2. Kejahatan terhadap kemanusiaan Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang. atau memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. perbudakan. Pelanggaran HAM yang berat diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM meliputi : 1. 8. penghilangan orang secara paksa. agama. 9. 9 UU No.

pengakuan atau keterangan dari seseorang dari orang ketiga. atau untuk suatu alasan yang didasarkan pada setiap bentuk diskriminasi. dengan menghukumnya atau suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. atau sepengetahuan siapapun dan atau pejabat publik (Penjelasan Pasal 1 angka 4 UU No. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut ditimbulkan oleh. 39 Tahun 1999 tentang HAM) . atas hasutan dari. atau mengancam atau memaksa seseorang atau orang ketiga. 39 Tahun 1999 tentang HAM) Penghilangan orang secara paksa adalah tindakan yang dilakukan oleh siapapun yang menyebabkan seseorang tidak diketahui keberadaan dan keadaannya (Penjelasan Pasal 33 ayat 2 UU No. dengan persetujuan.

gronrechten.Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia Oleh : Asri Wijayanti 1 Prinsip pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Hak yang meonjol pada abad ini adalah hak-hak sosial ekonomi (sosial economic rights) dan hak untuk mendapatkan sesuatu (rights to receive). Muhamamdiyah Surabaya Philipus M.2 Pengertian hak asasi manusia berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 UU No. hukum. mensenrechten. Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia (suatu studi tentang Prinsip-prinsipnya. Hal ini dipengaruhi keadaan masa sebelumnya dalam kehidupan bernegara yang absolut. natural rights. 3 Ibid. sebagai berikut 3 : 1 2 Dosen FH Univ. merupakan bagian dari prinsip perlindungan hukum. Pada abad XIX masuk pemikiran sosialisme yang lebih memberikan penekanan pada masyarakat (society). Saat itu lahirlah The Universal Declaration of Human Rights. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia Perkembangan konsep hak asasi manusia ditelusuri secara historis berawal dari dunia Barat dimulai dari abad XVII sampai dengan abad XX. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. di dalam hak (rights). Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah hak untuk berpartisipasi (participation rights) dan hak untuk berbuat (rights to do). universal. rational.hak kodrat. . Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon. h. individual demokratik dan radikal. Peradaban. 2007. 33-34. Pada masa ini lahir fungsi sosial dan hak-hak individu.. rechten van den mens dan fundamental rechten Menurut Philipus M Hadjon. h. Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah kebebasan sipil (civil libertis) dan hak untuk memiliki (rights to have). Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah kebebasan politik (political freedom) dan hak untuk ada (rights to be). hak-hak dasar manusia. fundamental rights. terkandung adanya suatu tuntutan (claim). 41. Pada abad XVIII. Pada abad XVII. Istilah hak asasi manusia di Indonesia. Hadjon. penanganannya oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum dan pembentukan peradilan administrasi).. Pemerintah dan setiap orang. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Pada abad XX ditandai dengan usaha untuk mengkonversikan hak-hak individu yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (form natural human rights into positive legal rights). hak kodrat dirasionalkan melalui konsep kontrak sosial dan mebuat hak tersebut menjadi sekular. hak asasi manusia berasal dari hak kodrat (natural rights) yang mengalir dari hukum kodrat (natural law). human rights. sering disejajarkan dengan istilah hak.

. New Zealan. oleh karenanya tetap berdaulat di bawah setiap pemerintah karena kedaulatan tidak dapat dipindahkan (inalienable) dan adanya pemerintah hanya atas persetujuan dari yang diperintah. Yang dikelompokkan dalam pemikiran barat meliputi Eropa Barat. sosialis dan dunia ketiga. sebagian Amerika Latin yang dipengaruhi pemikiran Barat. kedua pengaruh sosialisme yang lebih mengutamakan masyarakat atau kelompok daripada individu. Antitesis abad XIX : pertama masuknya dukungan etik dan utilitarian. secara umum menurut Philipus M Hadjon. Yugoslavia. Konsep hak asasi manusia pada abad XX merupakan sintesis dari tesis abad XVIII dan antitesis abad XIX. Hak-hak itu sifatnya kodrati (natural) dalam arti : kodratlah yang menciptakan dan mengilhami akal budi dan pendapat manusia. bahwa hak asasi manusia bersumber pada hak-hak kodrat (natural rights/ jus naturalis) yang mengalir dari hukum kodrat dan telah mengalami proses perkembangan yang panjang sejak abad XVII hingga abad XX. dan Jepang (dari segi ekonomi). amerika Serikat. Kelompok sosialis meliputi negara sosialis di Eropa timur. setiap orang dilahirkan dengan hak-hak tersebut. bahwa keselamatan individu hanya dimungkinkan dalam keselamatan kelompok atau masyarakat. Tesis abad XVIII : hak asasi manusia tidaklah ditasbihkan secara ilahi (divinely ordained) juga tidak dipahami secara ilahi (divinely conceived). berdasarkan ide/ gagasan yaitu political and ideological thought yaitu Barat. Kuba. 4 Ibid. Selain itu ada kelompok dunia ketiga yang tidak mempunyai kesatuan ideologi. Aistralia. hak-hak itu adalah pemberian Allah sebagai konsekuensi dari manusia adalah ciptaan Allah. h.. Sebelum adanya pemerintah individu itu otonom dan berdaulat. dibedakan dalam tiga kelompok. Kanada. 43. misalnya India dan Indonesia. hak-hak itu dimiliki manusia dalam keadaan alamiah (state of nture) dan kemudian dibawanya dalam hidup bermasyarakat. 4 Berkaitan dengan konsepsi hak asasi manusia di Barat disebutkan oleh Philipus M Hadjon.Abad XVII Hak-hak asasi manusia bersumber dari hak-hak kodrat yang mengalir dari hukum kodrat Hak-hak politik Abad XVIII Hak-hak kodrat dirasionalkan dalam kontrak sosial Abad XIX Ditambah dukungan etik dan utilitarian dan munculnya paham sosialisme Abad XX Konversi hak-hak asasi manusia yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (positip) Kebebasan sipil Individualisme kuantitatif Hak-hak partisipasi Individualisme kualitatif Hak-hak sosial (sosiale grondrechten) Pemikiran konsep hak asasi manusia.

yang kerangka berpikirnya bersumber dari hukum kodrat. Negaralah yang menetapkan apa yang menjadi hak. h. 48. Hak-hak asasi bukanlah bawaan kodrat manusia. 7 Ibid. abad XVII merupakan titik awal atau peletak dasar dari konsep tentang hak karena sebelumnya (abad XVI) yang mengedepan adalah kewajiban. mendahulukan kesejahteraan daripada kebebasan.5 Selanjutnya pemikiran konsep sosialis mengenai hak asasi manusia. dan abad XIX lebih mengedepankan pada asas persamaan sehingga hak atas persamaan berada di atas hak atas kebebasan. abad XX menjembatani hukum kodrat dan hukum positif yaitu dengan menjadikan hak-hak kodrat sebagai hak-hak hukum posistif ( positive legal rights). mengawinkan pandangan pemerintah sebagai ancaman bagi kebebasan dengan pandangan terhadap pemerintah sebagai alat yang dibutuhkan untuk memejukan kesejahteraan bersama. Ibid.. h. sebagai berikut :7 Uraian Konsep Barat Konsep Sosialis Konsep Dunia III 5 6 Ibid. Sosialisme tidak menekankan hak terhadap masyarakat. 6 Perbandingan konsep hak asasi manusia dalam tiga kelompok yaitu berdasar konsep Barat. tetapi justru menekankan kewajiban pada masyarakat. bersumber pada ajaran Karl Marx dan Engels. tetapi hak setiap warga negara yang bersumber dari negara. Bagi blok Rusia. Bagi blok Amerika. 45-46.. Mengedepannya konsep kewajiban pada abad XVI karena dibutuhkan untuk membatasi kekuasaan hawa nafsu. konsep sosialis dan konsep negara-negara dunia ketiga. 37. Mendahulukan kemajuan ekonomi dari pada hak-hak sipil dan poliotik. h. Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon. Dalam konteks ini. kedua mengawinkan penekanan pada individu (yang sifatnya otonom dan memiliki kebebasan) dengan penekanan (sosialisme) pada kelompok serta penekanan kesejahteraan sosial dan ekonomi untuk semua. maka bad XX menerima kedua hak tersebut (hak atas kebebasan dan persamaan) sebagai hak dasar (basic rights). .. setiap usaha dalam rangka perlindungan hak asasi manusi ayang melanggar batas wilayah negara adalah intervensi. menganggap setiap usaha dalam rangka perlindungan tehadap hak-hak asasi manusia dimanapun adalah tugas suci dan mulia.Sintesis abad XX : pertama . Salah satu aspek dari sintesis ini adalah pandangan atas hak kebebasan dan persamaan : kalau abad XVIII lebih mengedepankan hak atas kebebasan.

h. armitawa dan arogya (freedom from early dead and disease). . satya atau sunrta (freedom of thought and conscience). Yang dipengaruhi oleh konsep Barat 2. 54. avyabhicara (freedom from violation or dishonour). Hak-hak sosial meliputi : ahimsa (freedom from violence). asteya (freedom from wants). generasi II dengan penekanan hak sosial ekonomi dan budaya serta generasi ketiga yang melahirkan hak pembangunan. bhutadaya atau astreha (compassion or fellow feeling). Kekuatan mengikatnya karena ada pengakuan terhadap deklarasi itu oleh sistem hukum bangsa-bangsa beradab atau mendapat kekuatan dari hukum kebiasaan setelah memeuhi dua syarat yaitu keajegan dalam kurun waktu yang lama dan adanya opinion necesitatis. mendasarkan pada surat Mahatma Ghandi tentang hak asasi manusia kepada Direktur Jendral UNESCO di Paris tanggal 25 Mei 1947. Hak-hak tersebut meliputi 10 macam hak yang terbagi atas 5 hak yang termasuk kategori hak-hak sosial da 5 hak yang termasuk kategori hak-hak perseorangan.46-47. 8 9 Ibid. Perumusannya belum diilhami oleh The Universal Declaration of Human Rights karena terbentuknya lebih awal. Yang mempunyai konsep sendiri. yang mengali dari natural law yang telah berkembang sejak dari abad XVII hingga dewasa ini Menekankan hak individu dengan meletakkan kewajiban pada masyarakat dan negara Ajaran Karl Marx Menekankan kewajiban terhadap negara Terbagi atas tiga kelompok : 1.. h. misalnya : India dan Indonesia. h. Yang dipengaruhi oleh konsep sosialis 3.Sumber Isi Natural rights. The Universal Declaration of Human Rights merupakan suatu deklarasi yang tidak memiliki watak hukum. Dengan demikian rumusan HAM dalam UUD’45 merupakan pikiran-pikiran yang didasarkan kepada latar belakang tradisi budaya kehidupan masyarakat Indonesia sendiri10 . Hak-hak perorangan meliputi : akredha ( absence of intolerance).. Ibid. yaitu : Segala hak individu yang patut memperoleh pengakuan dan dimiliki dengan sah serta mendapat perlindungan ialah yang timbul dari kewajiban atau tugas yang dilaksankan dengan baik.. pravtti atau abhaya atau dhrti (freedom from fear and frustation or de spair)8 Indonesia merupakan contoh dari kelompok konsep dunia ketiga yang tidak ikut dalam perumusan The Universal Declaration of Human Rights tanggal 10 Desember 1948. jnana vidya (knowledge). aparigraha (freedom from exploitation). 10 Ibid. 53.9 Konsep hak asasi manusia bagi bangsa Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Dasar 1945. Konsep hak asasi manusia di India. Perkembangan konsep hak asasi manusia di dunia internasional secara umum dibedakan dalam tiga generasi yaitu generasi I dengan penekanan hak sipil dan politik.

Ekonomi dan Budaya (Generasi II) Hak-hak bidang sosial dan ekonomi. Hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang sehat 2. 4. 8.Konsepsi hak asasi manusia Hak-hak Sipil dan Politik (Generasi I) Hak-hak bidang sipil mencakup.id. 3. Jimly Asshiddiqie menyebut Generasi I dan II sebagai generasi II. Hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan 2. 6. 2. Hak untuk memperoleh perlindungan atas hasil karya cipta (hak cipta) Hak Pembangunan (Generasi III) Hak-hak bidang pembangunan. sedangkan generasi I mulai ditandatanganinya Piagam PBB sampai dengan tahun 1966. dimulai dari persitiwa penandatanganan naskah Universal Declaration of Human oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948 setelah 11 http://www. antara lain : 1. 7. antara lain : 1. Hak untuk memperoleh perumahan yang layak 3.komnasham. 4. Hak untuk menentukan nasib sendiri Hak untuk hidup Hak untuk tidak dihukum mati Hak untuk tidak disiksa Hak untuk tidak ditahan sewenang-wenang Hak atas peradilan yang adil Hak-hak bidang politik. 6. Generasi Pertama. Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan 3. 4. 5. antara lain : 1. 3. 2. 2. . Hak untuk bekerja Hak untuk mendapat upah yang sama Hak untuk tidak dipaksa bekerja Hak untuk cuti Hak atas makanan Hak atas perumahan Hak atas kesehatan Hak atas pendidikan Hak-hak bidang budaya. Hak untuk menyampaikan pendapat Hak untuk berkumpul dan berserikat Hak untuk mendapat persamaan perlakuan di depan hukum Hak untuk memilih dan dipilih Hak-hak Sosial. 5. Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai11 Berbeda dengan pendapat Jimly Asshiddiqie yang membedakan perkembangan konsep hak asasi manusia dalam lima generasi. antara lain : 1.go. 3. antara lain : 1.

tahun 1986. dan lainlain sebagainya. Dalam konsepsi generasi pertama ini elemen dasar konsepsi hak asasi manusia itu mencakup soal prinsip integritas manusia. antara rakyat dan pemerintahan dalam suatu negara. dan hak untuk menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. sosial dan kebudayaan. Generasi Kedua. dan prinsip kebebasan sipil dan politik. II. memunculkan fenomena Nations without State. Irak. dikalangan diplomat dan pekerja atau pengusaha asing. kesempatan kerja. dimulai dari persitiwa penandatanganan International Couvenant on Civil and Political Rights dan International Couvenant on Economic. Hubungan kekuasaan yang dipersoalkan dalam hal ini adalah antara produsen dan konsumen. mempunyai sifat hubungan kekuasaan dalam konsepsi yang bersifat horizontal. distribusi pendapatan. bangsa Cina Nasionalis yang tersebar dalam jumlah yang sangat besar di hampir semua negara di dunia. seperti bangsa Kurdi yang tersebar di berbagai negara Turki dan Irak. fenomena berkembangnya suatu lapisan sosial tertentu dalam setiap masyarakat di negara-negara yang terlibat aktif dalam pergaulan internasional. yang secara khusus melayani kebutuhan para diplomat untuk berbelanja. Hak untuk atau atas pembangunan ini antara lain meliputi hak untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. dan III pada pokoknya mempunyai karakteristik dalam konteks hubungan kekuasaan yang bersifat vertikal. seperti di Inggris dengan Magna Charta dan Bill of Rights. Generasi I. Kedua. Hak atas atau untuk pembangunan ini mencakup persamaan hak atau kesempatan untuk maju yang berlaku bagi segala bangsa. Pembagian kelompok English speaking community dan French speaking community di Kanada. yaitu kelompok orang yang dapat disebut sebagai global citizens. fenomena berkembangnya corporate federalism sebagai sistem yang mengatur prinsip representasi politik atas dasar pertimbangan-pertimbangan ras tertentu ataupun pengelompokan kultural penduduk. Ketiga. dan Bosnia. menikmati hasil-hasil dari perkembangan ekonomi.sebelumnya ide-ide perlindungan hak asasi manusia itu tercantum dalam naskah-naskah bersejarah di beberapa negara. Hal ini dipengaruhi adanya fenomena : Pertama. bangsa Persia (Iran). Generasi Keempat. muncul konsepsi baru hak asasi manusia yaitu mencakup pengertian mengenai hak untuk pembangunan atau rights to development. kesehatan. fenomena konglomerasi berbagai perusahaan berskala besar dalam suatu negara yang kemudian berkembang menjadi Multi National Corporations (MNC’s) atau disebut juga Trans-National Corporations (TNC’s) dimana-mana di dunia. dan prinsip representasi politik suku-suku tertentu dalam kamar parlemen di Austria. Setiap pelanggaran selalu melibatkan peran pemerintah yang biasa dikategorikan sebagai crime by government yang termasuk ke dalam pengertian political crime (kejahatan politik) sebagai lawan dari pengertian crime against government (kejahatan terhadap kekuasaan resmi). dan di Perancis dengan Declaration of Rights of Man and of the Citizens. dan termasuk hak setiap orang yang hidup sebagai bagian dari kehidupan bangsa tersebut. dapat disebut sebagai corporate federalism . di setiap negara. kebutuhan dasar manusia. kelompok Dutch speaking community dan German speaking community di Belgia. Keempat. Sosial and Cultural Rights (Ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum 2200 A (III) tertanggal 16 Desember 1966) Generasi Ketiga. Sebagai contoh. Sasaran perjuangan hak asasi manusia adalah kekuasaan represif negara terhadap rakyatnya. di Amerika Serikat dengan Declaration of Independence. pendidikan. terdapat apa yang disebut dengan diplomatic shop yang bebas pajak.

Kelompok-kelompok etnis dan kultural tersebut diperlakukan sebagai suatu entitas hukum tersendiri yang mempunyai hak politik yang bersifat otonom dan karena itu berhak atas representasi yang demokratis dalam institusi parlemen. ekonomi dan budaya Generasi III : Hak pembangunan Ideologi Politik Abad XVII :  HAM bersumber dari hak-hak kodrat yang mengalir dari hukum kodrat  Hak-hak politik Abad XVIII :  Hak-hak kodrat dirasionalkan dalam kontrak sosial Kebebasan sipil  Individualisme kuantitatif Abad XIX :  Ditambah dukungan etik dan utilitarian dan munculnya paham sosialisme  Hak-hak partisipasi Individualisme kualitatif Abad XX :  Konversi hak-hak asasi manusia yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (positip)  Hak-hak sosial (sosiale grondrechten) Konsep Barat :  Sumber: Natural rights.jimly. Generasi kelima dengan ciri pokok yang terletak dalam pemahaman mengenai struktur hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal antara produsen yang memiliki segala potensi dan peluang untuk melakukan tindakan-tindakan sewenang-wenang terhadap pihak konsumen yang mungkin diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil.doc. Hal ini dapat dilihat dalam tabel berikut : Kriteria Ahli Hukum Muatan hak Secara Umum Philipus M Hadjon Jimly Asshiddiqie Generasi I : Hak sipil dan politik Generasi II : Hak Sosial. yang menggali dari natural law yang telah berkembang sejak dari abad XVII hingga dewasa ini  Isi : Menekankan hak individu dengan meletakkan kewajiban pada masyarakat dan negara Konsep Sosialis :  Sumber: Ajaran Karl Marx  Isi : Menekankan kewajiban terhadap negara Konsep Dunia III:  Yang dipengaruhi oleh konsep Barat Generasi I : The Universal Declaration of Human Generasi II : International Couvenant on Civil and Political Rights dan International Couvenant on Economic. Sosial and Cultural Rights Generasi III : Munculnya hak pembangunan Generasi IV : hubungan kekuasaan dalam konsepsi yang bersifat horizontal Generasi V : Hak konsumen atas produsen 12 http://www.12 Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pembagian perkembangan konsepsi HAM berbeda diantara ahli hukum.dalam arti luas.com/makalah/namafile/2/ Demokrasi dan hak asasi manusia. tergantung dari sudut pandangnya masing-masing. .

without distinction of any kind. The Universal Declaration of Human Rights The Universal Declaration of Human Rights (selanjutnya disingkat dengan Piagam PBB) Ditetapkan oleh Majelis Umum dalam Resolusi 217 A (III) tertanggal 10 Desember 1948. . edisi 3. yaitu “all human beings are born free and equal in dignity and rights. such as race.komnasham. Pasal 1 Pigam PBB. 15.h.go. political or other opinion. language.id/ Lembar fakta Ham. merupakan prinsip dasar dari persamaan dan nondiskriminasi. (Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. religion. misalnya : India dan indonesia. dan karenanya berhak untuk mendapatkan hak dan kebebasan tertentu yang tidak dinikmati makhluk lain. 13 http://www. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood”. yaitu : “Everyone is entitled to all the rights and freedoms set forth in this Declaration. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan).13 Pasal 2 Piagam PBB. dan karena manusia merupakan makhluk rasional dan bermoral. Piagam PBB berisi 30 Pasal. colour. ia berbeda dengan makhluk lainnya di bumi. Pasal ini merupakan dasar filosofi mendefinisikan asumsi dasar Deklarasi: bahwa hak untuk kebebasan dan persamaan merupakan hak yang diperoleh manusia sejak lahir dan tidak dapat dicabut darinya. sex. ekonomi dan budaya  Generasi III : Hak pembangunan Generasi HAM II :  Generasi IV Sifat : horisontal antar sesama manusia Munculnya fenomena :  konglomerasi  Nations without State  global citizens  corporate federalism  Generasi V Sifat : horisontal antar sesama manusia Munculnya fenomena : Perlindungan konsumen Ketentuan hukum internasional berkaitan dengan HAM 1. Sifat hubungan kekuasaan Generasi HAM I : Sifat : vertikal antara negara dengan rakyat Macam :  Generasi I : Hak sipil dan politik  Generasi II : Hak Sosial.. Yang dipengaruhi oleh konsep sosialis  Yang mempunyai konsep sendiri.

baik dari negara merdeka.national or sosial origin. property. 16. keyakinan politik atau keyakinan lainnya. Selanjutnya. kebebasan dari penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. hak atas suaka (Pasal 14). 11. whether it be independent. 9. 5. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum di manapun (Pasal 6. Adapun isi dari Pasal 4 – 21 Piagam PBB. birth or other status. pembedaan tidak dapat dilakukan atas dasar status politik. yang selanjutnya dijabarkan dalam International Couvenant on Civil and Political Rights (Kovenan hak sipil dan politik). 15. 14. yaitu “Everyone has the right to life. seperti ras. Furthermore.id/ Lembar fakta Ham. atau wilayah yang berada di bawah batas kedaulatan lainnya). asal usul kebangsaan dan sosial.7). 16. jenis kelamin. wilayah tanpa pemerintahan sendiri. non-self-governing or under any other limitation of sovereignty. 8. 17. tidak manusiawi atau merendahkan martabat(Pasal 5). wilayah perwalian. jurisdictional or international status of the country or territory to which a person belongs. 14 http://komnasham.14 Pasal 4 – 21 Piagam PBB merupakan prinsip dan jaminan atas hak – hak sipil dan politik. (Setiap orang berhak atas kehidupan. trust. Pasal ini merupakan tonggak pertama Deklarasi menyatakan hak untuk hidup. Pasal 3 Piagam PBB. kebebasan berpendapat dan menyatakan pendapat (Pasal 19). 13. 6. kemerdekaan dan keamanan pribadi). 7. hak milik. kebebasan untuk berpikir..h. warna kulit. liberty and security of person”. 4. 3. adalah : 1. kebebasan dari penangkapan. kebebasan dan keamanan seseorang suatu hak yang esensial untuk pemenuhan hak-hak lainnya. penahanan atau pengasingan sewenang-wenang (Pasal 9). 2. edisi 3. . hak atas kewarganegaraan (Pasal 15). hukum atau status internasional negara atau wilayah dari mana seseorang berasal. 12. kebebasan untuk bergerak dan bertempat tinggal (Pasal 13 ).go. hak untuk mendapatkan pemeriksaan yang adil dan peradilan yang terbuka oleh pengadilan yang independen dan tidak berpihak (Pasal 10). rumah atau surat menyurat (Pasal 12 ). agama. keluarga. hak untuk memiliki harta benda (Pasal 17). no distinction shall be made on the basis of the political. hak untuk mendapatkan upaya pemulihan yang efektif melalui peradilan (Pasal 8). hak untuk menikah dan mendirikan keluarga (Pasal 16 ). hak untuk berkumpul dan berserikat secara damai (Pasal 20). kelahiran atau status lainnya. bahasa. kebebasan dari perbudakan dan perhambaan (Pasal 4 ). berkeyakinan dan beragama (Pasal 18). hak untuk dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan kesalahannya (Pasal 11 ). hak untuk ikut serta dalam pemerintahan negaranya dan mendapatkan akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya (Pasal 21). kebebasan dari intervensi yang sewenang-wenang atas kebebasan pribadi. (Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum dalam Deklarasi ini tanpa pembedaan dalam bentuk apapun. 10.

6. yaitu : Nothing in this Declaration may be interpreted as implying for any State. 7. hak untuk mendapatkan pendapatan yang sama untuk pekerjaan yang sama (Pasal 23). hak untuk bekerja (Pasal 23). 5. yaitu : (1) Everyone has duties to the community in which alone the free and full development of his personality is possible. hak atas standar kehidupan yang memadai untuk kesehatan dan kehidupan (Pasal 25 ). di mana hak dan kebebasan yang diatur dalam Deklarasi ini dapat diwujudkan sepenuhnya).27 Piagam PBB merupakan jaminan atas hak – hak sosial ekonomi dan budaya. public order and the general welfare in a democratic society. Economic and Cultural Rights (Kovenan hak sosial. 2. ketertiban umum dan kesejahteraan umum yang adil dalam masyarakat yang demokratis). yang selanjutnya dijabarkan dalam International Couvenant on Sosial. Pasal 29 Pigam PBB. 3. Adapun isi dari Pasal 22 27 Piagam PBB. (Dalam pelaksanaan hak dan kebebasannya. setiap orang hanya tunduk pada batasan-batasan yang ditentukan oleh hukum. (Hak dan kebebasan ini dengan jalan apapun tidak dapat dilaksanakan apabila bertentangan dengan tujuan dan prinsip Perserikatan Bangsa. Selanjutnya Pasal 28 – 30 Piagam PBB merupakan rumusan hak dan kewajiban masyarakat internasional. (Setiap orang mempunyai kewajiban kepada masyarakat tempat satusatunya di mana ia dimungkinkan untuk mengembangkan pribadinya secara bebas dan penuh). group or person any right to engage in any activity or to perform any act aimed at the destruction of any of the rights and freedoms set forth herein. sematamata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak dan kebebasan orang lain. everyone shall be subject only to such limitations as are determined by law solely for the purpose of securing due recognition and respect for the rights and freedoms of others and of meeting the just requirements of morality. yaitu : Everyone is entitled to a sosial and international order in which the rights and freedoms set forth in this Declaration can be fully realized. 4. ekonomi dan budaya). hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya suatu masyarakat (Pasal 27). hak untuk beristirahat dan bertamasya (Pasal 24). (Tidak ada satu ketentuan pun dalam . hak atas jaminan sosial (Pasal 22).Selanjutnya ketentuan Pasal 22 . Pasal 30 Pigam PBB. (Setiap orang berhak atas ketertiban sosial dan internasional. hak atas pendidikan (Pasal 26). (2) In the exercise of his rights and freedoms. dan memenuhi persyaratan-persyaratan moral. yaitu : Pasal 28 Pigam PBB. (3) These rights and freedoms may in no case be exercised contrary to the purposes and principles of the United Nations.Bangsa). adalah : 1.

7. tidak seorangpun dapat diperlakukan sebagai budak. diratifikasi dan disetujui oleh resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) pada 16 Desember 1966. batasan-batasan yang diperbolehkan ketika mendeportasi warga negara asing yang secara sah berada dalam wilayah Negara Pihak (Pasal 13). International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik) ditetapkan dan dinyatakan terbuka untuk ditandatangani. Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik berisi 52 Pasal. Pasal 28 – 30 Piagam PBB merupakan rumusan hak dan kewajiban masyarakat internasional. keluarga. 9. Kovenan itifikasi Ini diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang RI No. Tahun 2005 tentang pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik) LN Tahun 2005 No. tidak seorang pun dapat dijadikan obyek penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. Adapun yang berkaitan dengan rumusan hak sipil dan politik terdapat dalam Pasal 6 – Pasal 27. 12. kebebasan bergerak dan memilih tempat tinggal (Pasal 12) 8. 4. 10. 3. rumah atau korespondensi. LN Tahun 2005 No. 119 TLN No. dan tidak seorangpun dapat diperhambakan atau diminta untuk melakukan kerja paksa (Pasal 8). 11. 2. melarang pemberlakuan hukum pidana yang berlaku surut (Pasal 15). 12.Deklarasi ini yang dapat ditafsirkan sebagai memberikan hak pada suatu Negara. semua orang yang dirampas kebebasannya harus diperlakukan secara manusiawi (Pasal 10). hak untuk hidup (Pasal 6) 2. tidak seorangpun dapat dipenjarakan semata-mata atas dasar ketidakmampuan memenuhi kewajiban suatu kontrak (Pasal 11). menegaskan hak setiap orang untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum (Pasal 16). untuk menjaga ketertiban umum dengan pelaksanaan hak dan kebebasan yang sesuai dengan hukum. tidak seorangpun dapat ditangkap atau ditahan sewenang-wenang (Pasal 9) 5. untuk terlibat dalam aktivitas atau melakukan suatu tindakan yang bertujuan untuk menghancurkan hak dan kebebasan apapun yang diatur di dalam Deklarasi ini). kelompok atau orang. kesetaraan setiap orang di depan pengadilan dan lembaga peradilan dan jaminan dalam proses pengaduan pidana dan perdata (Pasal 14). 4558. . yaitu : 1. larangan terhadap pelanggaran tidak sah dan sewenang-wenang atas kehidupan pribadi. dan serangan tidak sah atas kehormatan dan reputasinya (Pasal 17). bahwa perbudakan dan perdagangan budak dilarang. 6. International Covenant on Civil and Political Rights. tidak manusiawi atau yang merendahkan martabat (Pasal 7).

20. economic and cultural Rights. hak untuk menikmati standar kesehatan fisik dan mental yang tinggi (Pasal 12). yaitu : 1. dan prinsip persamaan hak dan kewajiban pasangan yang terikat dalam perkawinan. 14. 2. hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya (Pasal 15). 10). etnis. perlunya hukum yang melarang propaganda perang dan upaya-upaya menimbulkan kebencian berdasarkan kebangsaan. hak untuk mendapat kehidupan yang layak (Pasal11). Adapun peletakan Pasal dalam masing-masing aturan hukum. dijabarkan dalam Kovenan Hak Sipil dan Politik dan Kovenan sosial. kebebasan berpendapat dan mengeluarkan pikiran (Pasal 19). International Covenant on Sosial. permusuhan atau kekerasan (Pasal 20). 7. ras atau agama. hak atas kebebasan berpikir. International Covenant on Sosial. Tahun 2005 tentang pengesahan International Covenant on Sosial. ekonomi dan budaya) LN Tahun 2005 No. gama dan bahasa minoritas yang berdiam di wilayah Negara Pihak (Pasal 27). 19. diratifikasi dan disetujui oleh resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) pada 16 Desember 1966. untuk memilih dan dipilih. selama perkawinan maupun setelah pembubaran perkawinan (Pasal 23). mengakui hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam melakukan kegiatan publik. yang merupakan hasutan untuk melakukan diskriminasi. economic and cultural Rights (Kovenan internasional tentang hak sosial. anak dan orang muda (Pasal 9. 119 TLN No. mengatur upaya-upaya melindungi hak anak (Pasal 24). 15. 8. ekonomi dan budaya) ditetapkan dan dinyatakan terbuka untuk ditandatangani. hak untuk berserikat (Pasal 22) 18. hak berkumpul secara damai (Pasal 21). hak atas jaminan sosial. 4. dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : . 5.13. ekonomi dan budaya. 11. 6. hak atas pendidikan (Pasal 13 dan 14). dan untuk memiliki akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya (Pasal 25). hak untuk membentuk dan ikut dalam organisasi perburuhan (Pasal 8). 3. hak untuk menikmati kondisi kerja yang adil dan baik (Pasal 7). 3. Adapun yang berkaitan dengan rumusan hak sipil dan politik terdapat dalam Pasal 6 – Pasal 15. hak untuk bekerja (Pasal 6). Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik berisi 31 Pasal. 16. mengatur perlindungan terhadap hak suku bangsa. setiap orang adalah sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan yang sama di depan hukum (Pasal 26). termasuk asuransi sosial khususnya para ibu. Kovenan itifikasi Ini diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang RI No. Pengaturan hak asasi manusia di dalam Piagam PBB. berkeyakinan dan beragama (Pasal 18). 17. 21. 4557. hak bagi laki-laki dan perempuan pada usia kawin untuk menikah dan membentuk keluarga. economic and cultural Rights (Kovenan internasional tentang hak sosial. 22.

7 8 9 10 16. 10 14 9 10 11 12 15 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 13 14 15 16 17 18 19 20 21 12 13 13. ekonomi dan budaya (Pasal) 1 2 3 4 Non diskriminasi hak atas kehidupan. 22 25 8 20 21 22 22 23 23 9. rumah atau surat menyurat kebebasan untuk bergerak dan bertempat tinggal. 24 11 18 19 21. 26 9 9. 24 23. keluarga. hak untuk mendapatkan pendapatan yang sama untuk pekerjaan yang sama. penahanan atau pengasingan sewenang-wenang hak untuk mendapatkan pemeriksaan yang adil dan peradilan yang terbuka oleh pengadilan yang independen dan tidak berpihak hak untuk dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan kesalahannya kebebasan dari intervensi yang sewenang-wenang atas kebebasan pribadi. berkeyakinan dan beragama kebebasan berpendapat dan menyatakan pendapat hak untuk berkumpul dan berserikat secara damai hak untuk ikut serta dalam pemerintahan negaranya dan mendapatkan akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya hak atas jaminan sosial.27 6. 2 3 4 5 20. 10 6 7 . tidak manusiawi atau merendahkan martabat hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum di manapun hak untuk mendapatkan upaya pemulihan yang efektif melalui peradilan kebebasan dari penangkapan. hak atas suaka hak atas kewarganegaraan hak untuk menikah dan mendirikan keluarga hak untuk memiliki harta benda kebebasan untuk berpikir. 9 8 7 5 6 7 8 6.No Macam hak Piagam PBB (Pasal) Kovenan Hak Sipil dan Politik (Pasal) Kovenan Hak Sosial. kemerdekaan dan keamanan pribadi kebebasan dari perbudakan dan perhambaan kebebasan dari penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. hak untuk bekerja.

Hadjon. edisi 3 . Merupakan kewajiban bagi pemerintah Indonesia untuk segera mewujudkannya dalam peraturan perundang-undangan karena akibat hokum ratifikasi suatu perjanjian internasional adalah menjadi bagian dari hokum nasional yang harus ditaati. Peradaban.doc. 12 Tahun 2005 dan telah meratifikasi Kovenan hak sosial.go. ekonomi dan budaya selanjutnya menjadi dasar pengembangan pemikiran rumusan hak asasi manusia. contohnya UU No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh. 2007. hak atas pendidikan.com/makalah/namafile/2/ Demokrasi dan hak asasi manusia. http://www. Kenyataan masih banyak peraturan perundangundangan yang belum sesuai bahkan bertentangan dengan materi Piagam PBB. hak atas standar kehidupan yang memadai untuk kesehatan dan kehidupan. http://www.komnasham. 12 13. Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia (suatu studi tentang Prinsipprinsipnya. hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya suatu masyarakat 24 25 26 27 10 11. penanganannya oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum dan pembentukan peradilan administrasi). 11 Tahun 2005.id/ Lembar fakta Ham. 14 15 Piagam PBB.jimly. Kovenan Hak Sipil dan Politik serta Kovenan hak sosial. Termasuk Indonesia yang telah meratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik dalam UU No. ekonomi dan budaya.23 24 25 26 hak untuk beristirahat dan bertamasya. Kovenan Hak Sipil dan Politik serta Kovenan hak sosial. Rujukan Philipus M. ekonomi dan budaya ke dalam UU No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful