P. 1
Penyakit Gumboro Pada Unggas

Penyakit Gumboro Pada Unggas

|Views: 1,294|Likes:
Makalah Penyakit Gumboro pada Unggas, makalah yang berisi penjelasan seputar penyakit gumboro pada ayam
Makalah Penyakit Gumboro pada Unggas, makalah yang berisi penjelasan seputar penyakit gumboro pada ayam

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhammad Wira Wijaya on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/03/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

http://kutukuliah.blogspot.

com/

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Ternak yang dipelihara oleh manusia biasanya tidak lepas dari masalah dan kendala-kendala yang dihadapi. Salah satu dari sekian banyak masalah dan kendala yang sering dihadapi peternak dalam beternak adalah serangan penyakit. Serangan penyakit ini harus dikendalikan agar efek yang ditimbulkan dari diminimalisir sekecil-kecilnya agar peternak tidak mendapat kerugian. Dalam pengertian yang sederhana, penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap ternak yang dipengaruhinya. Jadi, penyakit akan memberikan efek samping yang abnormal bagi ternak yang mengalaminya. Hewan atau ternak yang sakit akan memperlihatkan tanda-tanda penyimpangan dari kondisi normalnya. Penyebab penyakit pada ternak bermacam-macam tetapi yang terpenting sebenarnya penyakit akan muncul jika terdapat hubungan antara komponen agen penyakit, lingkungan, dan induk semang (spesies hewan atau ternak). Dalam bidang ternak unggas yang merupakan salah satu hewan yang banyak diternakkan manusia untuk diambil manfaatnya pun tidak lepas dari penyakit. Secara umum, penyakit pada unggas atau ayam disebabkan oleh tiga hal yaitu disebabkan karena virus, bakteri dan disebabkan oleh parasite. Pada makalah ini akan secara khusus membahas mengenai penyakit pada ungags yang disebabkan oleh virus yaitu penyakit Infectious Bursal Disease/IBD/Gumboro.

1

blogspot.com/ Rumusan Masalah Untuk mempermudah dalam penyusunan makalah ini.http://kutukuliah. Pencegahan penyakit Infectious Bursal Disease/IBD/Gumboro? 2 . penulis menyusun rumusan masalah sebagai berikut : 1. Gejala Penyakit Infectious Bursal Disease/IBD/Gumboro? 3. Pengertian penyakit Infectious Bursal Disease/IBD/Gumboro ? 2.

Evaluasi lapangan menunjuldtan bahwa fiekuensi kejadian penyakit ini pada ayam pedaging hampir mencapai 100%. Pengertian IBD/Gumboro : Mengenal lebih dekat IBD/Gumboro Infectious Bursa1 Disease (IBD) atau dinamakan juga Gumboro adalah suatu penyakit viral yang bersifat akut dan sangat mudah menular. USA. serta koksidiosis. timus. snot (infectious coryza). Penyakit ini merusak berbagai organ limfoid. terutama daerah yang mempunyai populasi peternakan ayam tinggi serta skala usaha besar. penyakit ini telah mewabah di berbagai daerah di Indonesia. dan terutama bursa Fabricius sehingga ayam yang terserang lebih peka terhadap berbagai penyakit. menyerang ayam muda terutama umur 4-6 minggu. yaitu limpa. IBD juga akan menyebabkan respon yang suboptimal terhadap berbagai program vaksinasi (Tabbu 2000). Chronic Respiratory Disease (CRD).blogspot. Penyakit ini mempunyai arti ekonomis yang penting dalam industri perunggasan sehubungan dengan adanya mortalitas yang dapat mencapai 20% atau lebih pada ayam muda dan efek imunosupresif yang berkepanjangan jika ayam terinfeksi pada usia muda. Virus penyebab Gumboro me~npunyaki ecenderungan untuk mengalami modifikasi genetik secara cepat sehingga dapat muncul virus yang bersifat antigenic variant ataupun 3 . Sejak pertengahan tahun 1991.http://kutukuliah. Delaware. Colibacillosis. Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh Cosgrove pada tahun 1962 di daerah Gumboro. Disamping itu. caeca toizsil.com/ BAB II PEMBAHASAN 1. Ayam yang terserang Gumboro sering diikuti oleh infeksi sekunder seperti Newcastle Disease.

umur. gejala klinis yang terlihat sangat tergantung dari strain virus yang menginfeksi ayam. Virus bersifat limfosidal. Sejauh ini berbagai kasus Gumboro yang meletup di Indonesia ~nasih dihubungkan dengan virus Gumboro bentuk klasik yang mengalami modifikasi dalam patogenitasnya yang lazim disebut sebagai bentuk pathogenic variant.blogspot. sehingga ayam rentan terhadap infeksi virus IBD. Angka morbiditas dan mortalitas ditentukan oleh beberapa faktor.com/ pathogenic variant. galur ayam. rute inokulasi dan keberadaan antibodi penetralisasi. Pada saat yang sama antibodi asal induk mulai menurun. Afrika dan Asia Tenggara yang digolongkan sebagai very virulent IBD (WIBD) (Tabbu 2000). mortalitas umumnya mencapai 20%. Sel-sel limfosit β dalam bursa fabricius rusak. jumlah virus. seka tonsil dan thymus. lien. Efek dari virus ini sangat mirip dengan virus Gumboro yang ditemukan di Eropa. Virus yang masuk ke dalam tubuh ayam ditangkap makrofag. 2. antara lain : Kondisi tubuh. yang kemudian melepaskan sitokin yang menimbulkan respon inflamasi. 2012).http://kutukuliah. pakan. Bursa mengalami edema dan terjadi infiltrasi sel-sel heterofil Morbiditas mencapai 30%. Penyakit IBD menyerang ayam umur 3 – 6 minggu pada saat perkembangan bursa Fabricius mencapai optimum. strain dan adanya maternal antibodi. IBD menyerang lebih hebat pada strain Leghorn daripada Broiler (Anonim. karena sering menyerang organ-organ penghasil limfosit. Gejala klinis yang parah kemungkinan disebabkan respon proinflamasi yang tinggi pada saat infeksi. antara lain bursa fabricius. 4 . Gejala Ayam Terkena IBD/Gumboro Menurut Wahyuwardani (2011). iklim.

Guna mendapatkan kekebalan dari induk yang tinggi sehingga akan menurun kepada anak keturunannya. karena target sel virus IBD adalah sel limfoid bursa Fabricius yang sudah matang. sehingga ukuran bursa terlihat mengecil. Infeksi virus IBD yang ganas menyebabkan kerusakan yang parah hingga terjadi deplesi sel limfoid pada folikel bursa Fabricius. Infeksi IBDv menyebabkan kerusakan pada bursa Fabricius yang berupa nekrosis dan apoptosis pada sel limosit B. Selain itu pada infeksi IBD banyak sel makrofag dan sel heterofil yang mengalami nekrosis dan apoptosis menyebabkan fungsi fagositosis yang menurun (Wahyuwardani. dkk. penyakit IBD tidak membahayakan bagi ayam yang telah mengalami regresi bursa Fabricius. Bila tidak terjadi penyembuhan pada bursa Fabricius ayam.http://kutukuliah. Pencegahan Penyakit IBD/Gumboro pada Ayam a. 2011) Setelah 16 jam pi terjadi viremia kedua dan replikasi sekunder pada organ lainnya yang dapat menimbulkan kematian. 2011) 3. maka pada peternakan pembibit petelur diperlukan vaksinasi pertama dengan vaksin aktif pada umur 12 minggu. Virus kemudian ditangkap oleh sel makrofag atau limfosit sebagai Antigen Precenting Cell (APC). 5 . Keberadaan IBD dapat dideteksi 13 jam pi pada sebagian besar folikel (Wahyuwardani.com/ Sebaliknya. Infeksi pada umumnya melalui oral bersama pakan yang tercerna virus masuk ke dalam usus. Vaksinasi Upaya pencegahan terhadap penyakit Gumboro sudah tentu melalui program vaksinasi. akan menyebabkan hambatan produksi antibodi yang dibentuk oleh sel B. dkk.blogspot. hingga mencapai 1/4 – 1/5 dari ukuran bursa Fabricius pada ayam kontrol.

program vaksinasi pada ayam petelur dapat dilakukan pada umur 12 sampai 15 hari dengan vaksin IBD aktif. Program vaksinasi yang ditawarkan kepada peternak tidak seragam dan tergantung pada produsen vaksin. Ayam petelur dan ayam broiler perlu divaksin pada saat umur 3 – 4 minggu dengan vaksin aktif. Pada umur 30 – 33 hari dengan vaksin IBD aktif dan pada umur 85 hari 6 . antara lain memiliki kekebalan silang terhadap strain-strain virus Gumboro yang lain. Sebagai contoh. 2012). karena antibodi yang diproduksi induk akan diturunkan melalui telur kepada anak. serta pH 2-11. vaksin bersifat murni. Antibodi maternal dengan titer yang baik akan memproteksi ayam melawan penyakit IBD.com/ Vaksinasi ke dua dilakukan pada umur 20 minggu dengan vaksin inaktif. tidak merusak bursa fabricius pada anak ayam dan tidak menghambat kekebalan terhadap penyakit lain.blogspot. Contoh program vaksinasi pada perusahan pembibitan ayam pedaging adalah vaksinasi pertama umur 1 hari dan/atau 2-3 minggu dengan vaksin aktif yang diatenuasikan yang diikuti dengan vaksinasi booster pada umur 16-18 minggu untuk memberikan perlindungan pada anak ayam yang diproduksi dengan menggunakan vaksin inaktif . Menurut Puspitasari (2011). virus penyakit gumboro tahan terhadap lingkungan: bersifat sangat stabil. Vaksin untuk Gumboro yang berkualitas memiliki beberapa sifat.http://kutukuliah. Cara yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit gumboro adalah melalui vaksinasi. Vaksinasi pada ayam pembibit merupakan langkah terpenting untuk mengendalikan IBD. bebas dari kontaminasi agen infeksi pathogen (Anonim. dan inaktif pada pH 12. tahan terhadap desinfektan.

peralatan atau kendaraan yang melintas antar kandang pada ayam pedaging komersial perlu dikontrol sehingga berjalan efektif untuk menurunkan paparan dari agen infeksi. Fenol dan formaldehid telah terbukti efektif digunakan untuk desinfeksi kandang dan lingkungan yang terkontaminasi.blogspot. suhu ruangan yang hangat dan air minum yang bersih akan mengurangi kematian (Anonim. Pemberian larutan elektrolit atau multivitamin sangat bermanfaat pada kasus penyakit yang berlangsung lama yang disertai penurunan nafsu makan. Antibiotik dengan jumlah seminimal mungkin diberikan pada kasus IBD yang disertai infeksi sekunder oleh bakteri. Titer antibodi protektif dengan tingkat mortalitas rendah dan derajat kerusakan bursa fabrisius yang paling ringan dihasilkan melalui cara ini. Namun hal ini tidak disarankan pada kasus yang disertai dengan kerusakan ginjal yang sangat parah. sedangkan vaksinasi pada ayam broiler umur 14 hari menghasilkan antibody yang protektif. 2011) b. 7 . Pemberian vaksin intermediate secara peroral (melalui air minum) menghasilkan titer antibodi yang paling tinggi dibandingkan dengan cara aplikasi yang lain. Biosekuritas Upaya untuk melaksanakan biosekuritas dengan melakukan desinfeksi terhadap orang. 2012).com/ dengan vaksin inaktif. 2011). serta pada umur 120 hari dengan vaksin inaktif (Kencana.http://kutukuliah. (Puspitasari. dkk. Ventilasi yang baik. Vaksinasi satu kali pada day old chick/DOC ayam pedaging dengan vaksin intermediate dapat merangsang respons imun terhadap penyakit gumboro namun tidak protektif.

seka tonsil dan thymus 2. Infectious Bursa1 Disease (IBD) atau dinamakan juga Gumboro adalah suatu penyakit viral yang bersifat akut dan sangat mudah menular. Vaksinasi b. Gejala klinis yang terlihat sangat tergantung dari strain virus yang menginfeksi ayam.http://kutukuliah. lien. rute inokulasi dan keberadaan antibodi penetralisasi. Upaya pencegahan IBD/Gumboro dapat dilakukan dengan : a. Biosekuriti 8 . karena sering menyerang organ-organ penghasil limfosit. umur. galur ayam. menyerang ayam muda terutama umur 4-6 minggu. antara lain bursa fabricius. jumlah virus. 3.blogspot. Virus yang masuk ke dalam tubuh ayam ditangkap makrofag. yang kemudian melepaskan sitokin yang menimbulkan respon inflamasi. Virus bersifat limfosidal.com/ BAB III PENUTUP Kesimpulan 1.

Puspitasari. ISSN : 1411 8327. IPB. Kanisius. Wahyuwardani. Jurnal Veteriner Desember 2011. GAMBARAN RESPON KEBAL TERHADAP NEWCASTLE DISEASE (ND) PADA AYAM PEDAGING YANG DIVAICSIN IBD-KILLED SETENGAH DOSIS.id/Data%20Elmu/pdf/minggu_9.ac. Yogyakarta. Bogor. Vaksin Gumboro Menyebabkan Imunosupresif pada Respons Primer Vaksin Penyakit Tetelo Ayam Pedaging (GUMBORO VACCINES CAUSE IMUNNOSUPPRESIVE EFFECTS ON PRIMARY IMMUNE RESPONSE OF BROILER CHICKENS VACCINATED AGAINTS NEWCASTLE DISEASE). 12 No. PENYAKIT EPIDEMIOLOGI. 2012.2011.pdf. http://directory. Tabbu.umm. PENGENDALIANNYA. Diakses pada September 2012. Vol. Kencana. PATOLOGI. DIAGNOSIS DAN 9 . Fakultas Kedokteran Hewan. s. GUMBORO: ETIOLOGI. dkk. 4: 275-280.ND_IBD_dan_Mar ek_s_baru.http://kutukuliah. & MAREK’S).Bogor. IBD. 2009. CR. Penyakit Ayam dun Penanggulangannya.blogspot.com/ DAFTAR PUSTAKA Anonim. dkk. 2000. Jurnal Ilmiah : Penyakit Viral (ND.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->