P. 1
Laporan Pendahuluan Tbc

Laporan Pendahuluan Tbc

|Views: 200|Likes:
Published by Ahmad Arif
hanya berbagi
hanya berbagi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Ahmad Arif on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN TBC

LAPORAN PENDAHULUAN TUBERKULOSIS PARU A. Definisi TBC TBC paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkim paru-paru, disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. ( Irman Somantri, S,Kp. M. Kep. 2009. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan pada Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika).Tuberkulosis (TB) adalah suatu infeksi akibat mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru dengan gejala yang sangat bervariasi. (Junaidi, Iskandar. 2010. Penyakit Paru dan Saluran Napas. Jakarta: Buana Ilmu Populer) B. Anatomi Fisiologi Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru meliputi 2 bagian yaitu : Saluran pernafasan bagian atas (upper respiratory Airway). Secara umum fungsi utama dari saluran pernafasan atas adalah: Air conduction kepada saluran nafas bagian bawah untuk pertukaran gas. Protection saluran nafas bagian bawah dari benda asing. Warming filtration dan humadification dari udara yang inspirasi. Terdiri dari : a) Hidung (cavum nasalis), Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah, dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam. rongga hidung b) Sinus paranasalis, Sinus paranasalis merupakan daerah yang terbuka pada tulang kepala.Dinamakan sesuai dengan tulang dimana dia derada terdiri atas sinus frotalis,sinus etmoidalis,sinus spenoidalis,dan sinus maksilaris.Fungsi dari sinus adalah membantu menghangatkan dan humidifikasi,meringankan berat tulang tengkorak,serta mengatur bunyi suara manusia dengan ruang resonansi. c) Faring (tekak), adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Maka „letaknya di belakang larinx (larinx-faringeal). d) Laring (tenggorok) terletak di depan bagian terendah farinx yang mernisahkan dari columna vertebrata, berjalan dari farinx. sampai ketinggian vertebrata servikals dan masuk ke dalarn trachea di bawahnya. Larynx terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat bersama oleh ligarnen dan membrane Saluran pernafasan bagian bawah (lower airway). Ditinjau dari fungsinya umum,saluran pernafasan bagian bawah terbagi menjadi dua komponen,yaitu sebagai berikut : Saluran udara kondusi : Sering disebut sebagai percabangan trakeobronkialis,terdiri atas trakea,bronki,dan bronkioli. Satuan respiratorius terminal ( kadang kala disebut dengan acini) : Yaitu saluran udara konduktif,fungsi utamanya sebagai penyalur (konduksi) gas masuk dan keluar dari satuan respiratorius terminal,yana merupakan tempat pertukaran gas yang sesungguhnya.Alveoli merupakan bagian dari satuan respiratorius terminal. Terdiri dari : a) Trakea Trachea atau batang tenggorok kira-kira 9 cm panjangnya trachea berjalan dari larynx sarnpai kira-kira ketinggian vertebrata torakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). Trachea tersusun atas 16 - 20 lingkaran tak- lengkap yang berupan cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran disebelah

Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm. Di dalam rongga pleura terdapat cairan surfaktan yang berfungsi untuk lubrikn. sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis. sehingga mempunyai permukaan yang cukup luas untuk tempat permukaan/pertukaran gas. C.6mm. Etiologi Tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh basil mycobacterium tuberculosis tipe humanus. Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar daripada yang kiri. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. arteriola.5 s/d 1. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior. yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). . Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. asinus atau. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah.terjadilah primer kompleks yang disebut “Tuberculosis Primer”. mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh. selain itu juga membuat beberapa jaringan otot b) Bronkus dan bronkiolus Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil. Alveolus yang melapisi rongga toraksdipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. bronchial venula.pada usia 1-3 th. Dan juga bersifat aerob. Dilapisi oleh pleura yaitu parietal pleura dan visceral pleura.Kuman ini tahan pada udara kering dan keadaan dingin (lemari es) dan sifatnya dormant yaitu dapat bangkit kembali dan menjadi lebih aktif. Diperkirakan bahwa stiap paru-paru mengandung 150 juta alveoli. Tuberculosis paru merupakan infeksi saluran penting pernafasan.Terdiri atas lipid (lemak) yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam. D.Peradangan terjadi sebelum tubuh mempunyai kekebalan spesifik terhdap basi mycobacterium.belakang trachea. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru.Basil mycobacterium masuk ke dalam jaringan paru melalui saluran nafas (dropplet infection) sampai alveoli an terjadilah infeksi primer (Ghon) kemudian ke kelenjar getah bening.gangguan kimia dan fisik.30. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe.Sedangkan “Tuberculosis Post Primer”(reinfection) adalah peradangan terjadi jaringan paru oleh karena penularan ulang. sakkus alveolar dan alveoli. venula. medius dan inferior sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris.0 cm. Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronchus lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. disebut bronckus lobus bawah. Paru –paru Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. c) Alveoli Alveolus yaitu tempat pertukaran gas sinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. ductus alveolar.sejenis kuman yang berbentuk panjang 1-4mm dan tebal 0.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0.jenis sel yang sama. sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri.Sebagian besar mengalami penyembuhan .

nekrosis jaringan lebih mencolok dan menghasilkan lesi kaseosa (perkijuan) yang luas dan disebut tuborkulema.Sebanyak 90% diantaranya tidak mengalami kekambuhan.Granuloma mengalani nekrosis sentral sebagai akibat timbulnya hipersensitifitas seluler (delayed hipersensitifity) terhadap bakteri TB. Berbeda dengan TB primer pada TB sekunder kelenjar limfe regional dan orga lainnya jarang terkena.dihasilkan bahan kemotaksis yang menarik monosit (makrofag) dari aliran darah embentuk tuberkel.maka bakteri akan ditanggkap dan dihancurkan oleh makrofag yang berada di alveoli.Bila bakteri TB terhirup dari udara melalui saluran pernafasan dan mencapai alveoli atau bagian terminal saluran pernafasan. berat badan menurun.Jadi TB primer merupakan infeksi yang bersifat sistematis.atau di bagian basal dari lobus inferior. Tuberkulosis sekunder Telah terjadi resolusi dari infeksi primer.Sebelum menghancurkan bakteri makrofag harus diaktifkan terlebih dahulu oleh limfokin yang dihasilkan oleh limfosit T. sputum yang mukoid/mukopurulen. alkoholisme.dan merangsang limfosit.sesak nafas.sejumlah kecil bakteri TB masih hidup dalam keadaan dorman di jaringan parut. kaku kuduk.sedangkan fokus inisial bersama-sama dengan limfa denopati bertempat di hilus (kompleks primer ranks)dan disebut juga TB primer. Plotease yang dikeluarkan oleh makrofag aktif akan menybabkan pelunakan bahan kaseosar.E. dan gejala lain yaitu bila ada tanda-tanda penyebaran ke organ lain seperti pleura akan terjadi nyeri pleura. Tidak smua makrofag pada granula TB mempunyai fungsi yang sama.Hipersensitifitas seluler terlihat sebagai akumulasi lokal dari lifosit dan makrofag.Dari proses ini. .Tetapi.kolagenase.Fokus primer paru biasanya bersifat unilateral dengan sub pleura terletak di atas atau di bawah sifura interlobaris.dan aids.maka bakteri akan berkembang biak dalam tubuh makrofag yang lemah itu dan menghancurkan makrofag.Reaksi imunologis terjadi dengan adanya pembentukan granuloma.seperti flu.DM. dll. keringat malam Akut : demam tinggi.lesi lebih terbatas dan terlokalisasi.Bakteri TB mwnyebar melalui saluran perrnafasan melalui getah bening regional (hilus) membentuk epitiolit granuloma.silikosis.serta colony stimulating faktor untuk merangsang produksi monosit dan granulosit pada sumsum tulang.anoreksia. Klasifikasi TBC paru Tuberkulosis pada manusia ditemukan dalam 2 bentuk yaitu : Tuberkulosis primer Adalah infeksi bakteri TB dari penderita yang belum mempunyai reaksi spesifik terhadap bakteri TB.Bakteri ini menyebar lebih lanjut melalui saluran limfe atau aliran darah dan akan tersangkut pada berbagai organ. Bakteri TB yang berada dalam alveoli akan membentuk fokus lokal (fokus ghon).pencerna bakteri.Beberapa makrofag menghasilkan protease elastase. batuk darah.menggigil Milier : demam akut.Reaktifasi penyakit TB (TB paca primer/TB sekunder) terjadi bila daya tahan tubuh menurun.Ada makrofag yang berfungsi pembunuh.Jika pada proses ini.mirip dengan yang terjadi pada TB primer.sianosis Respiratorik : Batuk lama lebih dari 2 minggu.bakteri ditanggkap oleh makrofag yang lemah. sesak nafas ataupun gejala meningeal yaitu nyeri kepala. yeri dada. F.Hal ini terjadi sekitar 2-4 minggu dan akan terlihat pada tes tuberkulin.keganasan. Tanda dan gejala Sistemik : Malaise.

G.Basil juga menyebar melalui getah bening menuju ke getah bening regional.yang dikelilingi oleh fosit. Reaksi ini biasanya membutuhkan waktu 10-20 hr. dapat dikatakan bahawa terbentuknya kafisatas dan manifestasi lainnya dari TB sekunder adalah akibat dari reaksi nekrotik yang dikenal sebagai hipersensitivitas.Setelah berada dalam ruang alveolus yaitu bawah an mengakibatkan peradangan. Kavitas yang kronis diliputi oleh jaringan fibrotik yang tebal.Pneumonia selular ini dapat sembuh dengan sendirinya sehingga tidak ada sisa yang tertinggal atau proses dapat juga berjalan terus dan bakteri akan terus difagosit atau berkembangbiak di dalam sel. Basil tubercle yang mencapai alveolus biasanya diinhalasi terdiri satu sampai tiga gumpalan basil yang lebih besar cenderung bertahan di saluran hidung dan cabang besar bronkus dan tidak menyebabkan penyakit.namun tidak membunuh organisme tersebut. Lesi sekunder berkaitan dengan kerusakan paru .Kebanyakan infeksi terjadi melalui udara (air bone) yaitu melalui inhalasi dropplet yang mengandung kuman-kuman basil tubercle yang terinfeksi. 10-20 mm dari pleura dan segmen apikel lobus interior. TB paru pasca primer dapat disebabkan oleh infeksi lanjutan dari sumber eksogen .2001). Kavitas diliputi oleh jaringan fibrotik yang tebal dan berisi pembuluh darah vulmonal. Komplikasi a) Komplikasidini: pleuritis efusipleura empiema laringitis TB usus b) Komplikasilanjut obstruksijalannapas korpulmonale amiloidosis karsinomaparu sindrom gagal napas I.Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia akut.Secara umum.sering didapatkan adanya suatu lesi sebelum ditemukan adanya gejala subjektif awal dan sebelum pemeriksaan fisik menemukan suatu kelainan pada . Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu sehingga membentuk sel tubercle epiteloit.Hal ini mungkin disebabkan oleh kaadar oksigen yang tinggi didaerah ini sehingga mengungtungkan untuk pertumbuhan penyakit TB. Pemeriksaan diagnosis a) Pemeriksaan Rontgen Thoraks Pada hasil pemeriksaan Rontgen thoraks . Masalah lainnya pada kavitas yang kronis adalah kolonisasi jamur seperti aspergilus yang menumbuhkan micotema(isa. Bisanya hal ini terjadi pada daerah artikel atau segmen postarior lobus superior.saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit. Sesudah hari pertama maka leukosit diganti oleh makrofag. Kerusakan paru disebabkan oleh produksi sitokin yang berlebihan . Patofisiologi Port de‟entri kuman mycobacterium tuberculosis adalah saluran pernafasan.Leukosit polimorfonuklear tampak pada tempat tersebut dan memfagosit bacteria. H. terutama pada usia tua dengan riwayat massa muda pernah terinfeksi bakteri TB.

apakah sama baiknya dengan respon klien.dan perbedaan kepekaan kulit terhadap berbagai jenis antigen Mycobacterium. perbedaan kepekaan terhadap OAT dan percobaan. kalsifikasi nodul dan adenopati. Hasil pemeriksaan Rontgen thoraks bergantung pada ukuran dan jumlah tuberkel milier.pus. perubahan kelengkungan berkas bronkhovaskular.informasi. Pemeriksaan darah yang dapat menunjang diagnosis TB paru walaupun kurang sensitif adalah pemeriksaan laju endap darah (LED). Pemeriksaan CT scan sangat bermanfaat untuk mendeteksi adanya pembentukan kavitas dan lebih dapat diandalkan daripada pemeriksaan Rontgen Thoraks biasa. Bahan untuk pemeriksaan isolasi Mycobacterium TB adalah : Sptum klien Urine Cairan kumbah lambung. b) Pengobatan Tuberkolosis Paru .waktu pertumbuhan.yaitu dengan menggunakan INH 5 mg/kg BB selama 6-12bln dengan tujuan menghancurkan atau mengurangi populasi bakteri yang masih sedikit. Mass chest X-ray. Komunikasi. dan emfisema perisikatrisial. Kemoprokfilaksis.Vaksinasi BCG. Pada beberapa klien TB milier. pita parenkimal.feses. d) Pemeriksaan Laboratorium Diagnosis terbaik dari penyakit TB diperoleh dengan pemeriksaan mikrobiologi melalui isolasi bakteri. Bahan-bahan lin seperti.Penyembuhan yang lengkap seringkali terjadi di beberapa area dan ini adalah observasi yang dapat terjadi pada penyembuhan yang lengkap. c) Radiologis TB Paru Milier TB milier akut diikuti oleh invasi pembuluh darah secara masif/menyeluruh serta mengakibatkan penyakit akut yang berat dan sering disertai akibat yang fatal sebelum penggunaan OAT.dan edukasi (KIE) tentang penyakit tuberkulosis ke pada masyarakat di tingkat puskesmas maupun rumah sakit oleh petugas pemerintah atau petugas LSM.paru. tidak ada lesi yang terlihat pada hasil Rontgen thoraks. sifat biokimia pada berbagai media. tetapi ada beberapa kasus.jaringan tubuh.yaitu pemeriksaan massal terhadap kelompok-kelompok populasi tertentu misalnya: Karyawan rumah sakit/Puskesmas/balai pengobatan Penghuni rumah tahanan Siswa-siswi pesantren. Pemeriksaan Rontgen thoraks sangat berguna untuk mengevaluasi hasil pengobatan dan ini bergantung pada tipe keterlibatan dan kerentanan bakteri tuberkel terhadap OAI.2001) J.yaitu pemeriksaan terhadap individu yang bergaul erat dengan penderita TB paru BTA positif. Penatalaksanaan medis Zain (2001) membagi penatalaksanaan tuberkulosis paru menjadi tiga bagian: a) Pencegahan Tuberkulosis Paru Pemeriksaan kontak. bentuk milier klasik berkembang seiring dengan perjalanan penyakitnya.Untuk membedakan spesies Mycobacterium antara yang satu dengan yang lainya harus dilihat sifat koloni.cairan serebrospinal(sumsum tulang belakang).Adanya peningkatan LED biasanya disebabkan peningkatan imunoglobulin terutama IgG dan IgA(Loman. yaitu reaksi positif jika setelah mendapat vaksinasi BCG langsung terdapat reaksi lokal yang besar dalam waktu kurang dari 7hr setelah penyuntikan.dan swab tenggorok. b) Pemeriksaan CT Scan Pemeriksaan CT Scan dilakukan untuk menemukan hubungan kasus TB inaktif/stabil yang ditunjukan dengan adanya gambaran garis-garis fibrotik ireguler.cairan pleura. bronkhiektasis.

serta memutuskan mata rantai penularan. Kombinasi (NH. Terapi kortikosteroid diberikan bersamaan dengan obat anti TB.rifampicin.dan pyrazinamid) diberikan selama 6bln.pertahanan intake nutrisi yang yang adekuat.Dilakukan dengan mengangkat jaringan paru yang rusak.resistensi terhadap OAT. c) Penatalaksanaan Terapeutik Nutrisi adekuatKemoterapi : Isoniazid (INH) sebagai bakterisidial terhadap basil yang tumbuh aktif diberikan selama 1824bln. Pembedahan dilakukan jika kemoterapi tidak berhasil.juga untuk mencegah kematian.Pemberian imunisasi BCG untuk menigkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi basil TB virulen.dosis 10-20 mg/kg BB /hr melalui oral.untuk mengurangi respon peradangan.Tujuan pengobatan pada penderita TB paru selain mengobati.kekambuhan. Obat tambahan antara lain streptomycin (diberikan intramuskuler) dan ethambutol. .misalnya pada meningitis. Pencegahan : Menghindari kontak dengan orang yang terifeksi basil TB.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->