P. 1
Modul2 Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi

Modul2 Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi

|Views: 2,130|Likes:
Published by zukrinurmustapa

More info:

Published by: zukrinurmustapa on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2015

pdf

text

original

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

KEMAMPUAN MATEMATIS: KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI

A. Penalaran Penalaran adalah kemampuan utama lain yang ingin dikembangkan melalui pembelajaran matematika. Struktur matematika yang terdiri dari definisi-definisai, aksiomaaksioma, serta teorema-teorema, serta sifat deduktif yang ketat dari matematika, membutuhkan kemampuan penalaran yang baik untuk memahaminya. Mengingat pentingnya peran penalaran dalam pembelajaran matematika, NCTM (lihat www.nctm.org) menganjurkan agar penalaran siswa dikembangkan secara terus menerus, mulai sejak mereka di usia dini. Hal ini terlihat dari pernyataan NCTM bahwa “reasoning mathematically is a habit of mind, and like all habit, it must be developed through consistent use in many contexts and from the earliest grades. Through the use of reasoning, students learn that mathematics makes sense. Kemampuan penalaran dalam matematika adalah suatu kemampuan menggunakan aturan-aturan, sifat-sifat atau logika matematika untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang benar.penalaran tidak terlepas dari realitas, sebab yang difikirkan adalah realitas, yaitu hukum realitas yang sejalan dengan aturan berfikir dan dengan dasar realitas yang jelas serta menggunakan hukum-hukum berfikir.Menurut Shurter dan Pierce (dalam Sumarmo, 1987) memberikan pengertian penalaran adalah sebagai proses pencapaian kesimpulan logis berdasarkan fakta dan sumber yang relevan. Secara garis besar terdapat 2 jenis penalaran

yaitu penalaran deduktif yang disebut pula deduksi dan penalaran induktif yang disebut pula induksi.Daya nalar siswa dalam mata pelajaran matematika perlu ditumbuhkembangkan.Telah dijelaskan pada dokumen Peraturan Dirjen Dikdasmen No. 506/C/PP/2004 (Depdiknas, 2004), penalaran dan komunikasi merupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa dalam melakukan penalaran dan mengkomunikasikan gagasan matematika. Menurut dokumen diatas indikator yang menunjukkan adanya penalaran (TIM PPPG Matematika, 2005) antara lain adalah: a. b. c. Menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis, gambar, dandiagram. Mengajukan dugaan (conjegtures). Melakukan manipulasi matematika.

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

d.

Menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi.

e. f. g.

Menarik kesimpulan dari pernyataan. Memeriksa kesahihan suatu argumen. Menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi.

B. Penalaran Induktif dan Deduktif Secara garis besar penalaran dapat digolongkan dalam dua jenis yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. 1. Penalaran Induktif Penalaran induktif diartikan sebagai penarikan kesimpulan yang bersifat umum atau khusus berdasarkan data yang teramati. Nilai kebenaran dalam penalaran induktif dapat bersifat benar atau antaranya adalah: a) Transduktif: menarik kesimpulan dari satu kasus atau sifat khusus yang satu diterapkan pada yang kasus khusus lainnya. b) Analogi: penarikan kesimpulan berdasarkan keseruapaan data atau proses c) Generalisasi: penarikan kesimpulan umum berdasarkan sejumlah data yang teramati d) Memperkirakan jawaban, solusi atau kecenderungan: interpolasi dan ekstrapolasi e) Memberi penjelasan terhadap model, fakta, sifat, hubungan, atau pola yang ada f) Menggunakan pola hubungan untuk menganalisis situasi, dan menyusunkonjektur Pada umumnya penalaran transduktif tergolong pada kemampuan berfikir matematik tingkat rendah sedang yang lainnya tergolong berfikir matematik tingkat tinggi. salah. Beberapa kegiatan yang tergolong pada penalaran induktif di

2. Penalaran Deduktif Penalaran deduktif adalah penarikan kesimpulan berdasarkan aturan yang disepakati. Nilai kebenaran dalam penalaran deduktif bersifat mutlak benar atau salah dan tidak keduanya bersama-sama.Penalaran deduktif dapat tergolong tingkat rendah atau tingkat tinggi. Beberapa kegiatan yang tergolong pada penalaran deduktif di antaranya adalah:

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

a) Melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentu b) Menarik kesimpulan logis berdasarkan aturan inferensi, memeriksa validitas argumen, membuktikan, dan menyusun argumen yang valid c) Menyusun pembukltian langsung, pembukltian tak langsung dan pembuktiandengan induksi matematika.

Kemampuan pada butir a) pada umumnya tergolong berfikir matematik tingkat rendah, dan kemampuan lainnya tergolong berfikir matematik tingkat tinggi.

Contoh Soal Penalaran Matematis 1. Dari data 100 orang warga yang akan membuat KTP di suatu Kecamatan, dicatat jenis kelamin dan pendidikannya. Hasil yang diperoleh: dari 58 laki-laki, 10 orang berpendidikan SD (Sekolah Dasar), 20 orang berpendidikan SM (Sekolah Menengah), dan sisanya berpendidikan PT (perguruan tinggi). Sedangkan 20 orang wanita berpendidikan SM, 10 orang berpendidikan PT, dan sisanya berpendidikan SD. a. Nyatakan situasi tersebut dalam suatu tabel yang sesuai. b. Dari 100 orang warga, diambil secara acak seorang warga. Hitunglah peluang warga tersebut adalah wanita, bila diketahui pendidikannya PT. 2. Buktikan bahwa 0 adalah bilangan ganjil! Jawab: Jika 0 adalah ganjil, maka 0 dan 1 adalah dua bilangan ganjil yang berurutan. Tapi bilangan genap dan ganjil harus selang seling. Jadi, 0 haruslah genap 3. Diketahui garis l sejajar dengan garis g. Pada garis g terdapat titik A. a). Jika ada garis lain, misalnya garis m yang melalui titik A, bagaimanakah kedudukan garis m terhadap garis l? b). Apakah garis m memotong garis g? Mengapa?

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

C. Mengases Kemampuan Penalaran Contoh 1 Diketahui titik O adalah titik potong diagonal-diagonal persegi panjang ABCD yang berukuran 8 cm x cm 5 cm. Gambarlah diagonal BD dan garis PQ yang memotong sama

panjang AB di P dan CD di Q. Arsirlah Δ OPB dan Δ OQD. Jika luas seluruh daerah yang diarsir sama dengan seperlima luas seluruh daerah persegi panjang, hitunglah luas daerah APOD. Mengapa?

Pekerjaan siswa akan dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1. Memahami masalah 2. Memperkirakan jawaban dan proses solusi 3. Menganalisis situasi matematis 4. Menyusun pembuktian tak langsung 5. Penjelasan hasil yang diperoleh

RUBRIK PENILAIAN TINGKATAN (LEVEL) 4 Superior KRITERIA KHUSUS CATATAN

⦁Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap konsep keliling segiempat ⦁Menggunakan solusi yang sesuai dan lebih terperinci ⦁Dapat menganalisis situasi matematis dengan tepat ⦁Menyusun pembuktian tak langsung secara sempurna dan menyeluruh ⦁Menggunakan strategi yang sesuai ⦁Sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar tepat ⦁Komputasi yang benar ⦁Melebihi permintaan yang diinginkan 3 ⦁Menunjukkan pemahaman terhadap konsep keliling Memuaskan segiempat dengan ⦁Menggunakan solusi yang sesuai sedikit ⦁ Dapat menganalisis sebagian besar situasi kekurangan matematis ⦁ Menyusun pembuktian tak langsung sebagian besar benar
Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

evaluasimatematika.net

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

⦁Menggunakan strategi yang sesuai ⦁Sebagian sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar sebagian besar tepat ⦁Komputasi sebagian besar benar ⦁Memenuhi permintaan yang diinginkan 2 ⦁Menunjukkan pemahaman terhadap sebagian Cukup konsep keliling segiempat memuaskan ⦁Menggunakan solusi yang kurang tepat dengan ⦁ Dapat menganalisis sebagian kecil situasi banyak matematis kekurangan ⦁ Menyusun pembuktian tak langsung sebagian besar salah ⦁Menggunakan strategi yang kurang sesuai ⦁Kurang sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar sebagian tepat ⦁Komputasi kurang benar ⦁Memenuhi sebagian permintaan yang diinginkan 1 ⦁Menunjukkan sedikit atau tidak ada pemahaman Tidak terhadap konsep keliling segiempat memuaskan ⦁Tidak menggunakan solusi yang sesuai ⦁ Tidak dapat menganalisis situasi matematis ⦁ Menyusun pembuktian tak langsung salah ⦁Menggunakan strategi yang tidak sesuai ⦁Tidak sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar tidak tepat ⦁Komputasi tidak benar ⦁Tidak memenuhi permintaan yang diinginkan Perhatikan gambar di bawah ini!

Persegi panjang di atas berukuran 9 cm x 5 cm. Daerah yang diarsir adalah satu – satunya bangun dalam persegi panjang tersebut. Berapakah luas daerah yang diarsir?

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Penyelesaian : D G F 5 cm C

H HHHH J
4 cm

H H H

H M 5 cm

A

4 cm

E

5 cm

B

Karena ukuran bangun di samping 9 cm x 5 cm maka panjang = 9 cm dan lebar = 5 cm Karena daerah yang diarsir adalah satu-satunya persegi panjang maka bangun yang lain merupakan persegi . • Perhatikan perrsegi EBCF Karena BC = EB dan BC = 5 cm maka Sisi EB = BC = CF = FE = 5 cm • Perhatikan persegi AEIJ Karena AB = 9 cm dan EB = 5 cm maka AE = AB – EB = 9 cm - 5 cm = 4 cm Sehingga AE = EI = IJ = JA = 4 cm • Perhatikan persegi GFIH Karena EF = 5 cm dan EI = 4 cm maka FI = EF – EI = 5 cm – 4 cm = 1 cm • Perhatikan persegi panjang DGHJ : Karena JI = AE = 4 cm maka JH = JI – HI = $ cm – 1 cm = 3 cm Karena DJ = FI = 1 cm sehingga diperoleh ukuran persegi panjang DGHJ dengan panjang = JH = 3 cm dan lebar = FI = 1 cm sehingga luas persegi panjang yang diarsir Luas = p x l = JH x FI = 3 cm x 1 cm = 3 cm2

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Jawaban soal di atas dapat dinilai dengan menggunakan rubrik penalaran yaitu level 0 • • • • • • • • • Kategori Bukan jawaban yang sesuai Tidak menggunakan istilah-istilah dalam bahasan pengukuran, data dan peluang, geometrid n bilangan Jawaban salah Beberapa alasan dicoba dikemukakan Jawaban benar Penalaran tidak lengkap atau tidak jelas Jawaban benar Penalaran baik Penjelasan lebih lengkap dari level 2 tetapi mengandalkan pengetahuan konkret atau visual daripada pengetahuan abstrak Jawaban sempurna Menggunakan pengetahuan dari bahasa pengukuran, aljabar, geometri dan bilangan

1 2 3

4

• •

Berdasarkan rubrik penalaran di atas maka dapat diberi level (nilai) jawaban siswa tersebut yaitu LEVEL = 4, karena • Jawaban di atas sempurna, siswa sudah mengetahui bahwa untuk bangun persegi semua sisinya sama panjang dan untuk bangun persegi panjang mempunyai 2 sisi yang sama panjang berupa ukuran panjang dan 2 sisi yang sama panjang lagi berupa ukuran lebar. Dengan menggunakan pengetahuan ini (pengukuran, aljabar dan geometri dan bilangan ) siswa dapat menyelesaikan soal di atas. • Siswa sudah bisa menggunakan penalarannya dengan baik dengan menerapkan konsep persegi dan persegi panjang. Dalam hal ini siswa sudah bisa menggunakan pengetahuan dari bahasa pengukuran, aljabar, geometri dan bilangan

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Contoh 3 Sebuah keluarga mempunyai 5 orang anak. Anak yang bungsu berumur x tahun, dan yang sulung berumur2x tahun. Tiga anak yang lain masing-masing berumur (x+2) tahun, (x+4) tahun dan (2x-1) tahun. Rataan umur dari kelima anak itu sama dengan 11,5 tahun. a. Berapa umur anak yang bungsu dan yang sulung? Jelaskan jawabanmu b. Apakah kumpulan data umur kelima anak itu mempunyai modus? Jika ada, tentukan modus itu.

Tugas: Tulislah jawaban dari soal di atas, kemudian gunakan rubrik penskoran berikut untuk mengases jawaban yang diberikan.

Kriteria Skor Kemampuan Penalaran Skala Kriteria/Sub Kriteria 1. Melaksanakan perhitungan sesuai aturan • Mampu melakukan perhitungan dengan strategi yang benar • Hasil perhitungan benar sesuai aturan 2. Menarik kesimpulan logis berdasarkan inferensi, memeriksa validitas argumen, membuktikan dan menyusun argumen yang valid • Mampu menjelaskan secara logis alasan dari jawaban yang diberikan • Mampu memberikan jawaban yang memiliki bukti yang valid 2. Menggunakan pola hubungan untuk menganalisis situasi dan menyusun dugaan 3. Memberikan penjelasan terhadap model, fakta, sifat , hubungan atau pola yang ada Jumlah Skor Skor Maksimum Nilai 1 2 3 4 Skor

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Rubrik Skala Penilaian Tingkat Kemampuan Penalaran Respon Siswa Skala Jawaban benar, melakukan perhitungan yang benar, menarik kesimpulan 4 logis, menggunakan pola hubungan dan memberikan penjelasan terhadap model dan pola hubungan yang ada Jawaban benar, sesuai dengan kriteria tetapi ada sedikit jawaban yang salah 3 Jawaban benar tetapi tidak sesuai dengan sebagian besar kriteria 2 Jawaban ada tetapi sama sekali tidak sesuai dengan kriteria 1 Jawaban tidak ada 0 Catatan: Diadaptasi dari Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika (P4TK) Yogyakarta, 2004.

D. Komunikasi Pada saat sebuah konsep informasi matematika diberikan oleh seorang guru kepada siswa ataupun siswa mendapatkannya sendiri melalui bacaan, maka saat itu sedang terjadi transformasi informasi matematika dari komunikator kepada komunikan. Respon yang diberikan komunikan merupakan interpretasi komunikan tentang informasi tadi. Dalam matematika, kualitas interpretasi dan respon itu seringkali menjadi masalah istimewa. Hal ini sebagai salah satu akibat dari karakteristik matematika itu sendiri yang sarat dengan istilah dan symbol. Karena itu, kemampuan komunikasi dalam matematika menjadi tuntutan khusus. Kemampuan berkomunikasi dalam matematika merupakan kemampuan yang menyertakan dan memuat berbagai kesempatan untuk berkomunikasi dalam bentuk : merefleksikan bendabenda nyata, gambar, ide, atau grafik; membuat model situasi atau persoalan menggunakan oral, tertulis, konkrit, grafik, dan aljabar; menggunakan keahlian membaca, menulis, dan menelaah untuk menginterpretasikan dan mengevaluasi ide-ide, simbol, istilah, serta informasi matematika; merespon suatu pernyataan/persoalan dalam bentuk argument yang meyakinkan. Secara umum, matematika dalam ruang lingkup komunikasi mencakup

keterampilan/kemampuan menulis, membaca, disussing and assessing, dan wacana (discourse). Tanpa komunikasi dalam matematika kita akan memiliki sedikit keterangan, data, dan fakta tentang pemahaman siswa dalam melakukan proses dan aplikasi matematika.

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Komunikasi matematika adalah kemampuan menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika secara lisan, tertulis, table, atau grafik (Depag,2004). Komunikasi matematika merupakan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan simbol-simbol, grafik ataupun diagram untuk menjelaskan keadaan atau masalah. Pada penilaian komunikasi matematika aspek yang dinilai adalah kemampuan siswa menyatakan dan menafsirkan gagasan matematika secara lisan, tertulis, atau demonstrasi (Suyitno, 2005). Menurut National Center Teaching Mathematics (NCTM, 1996; Broody, 1993; Miriam, dkk, 2000) komunikasi matematika merupakan : 1. Komunikasi dimana ide matematika diekspoitasi dalam berbagai perspektif, membantu mempertajam cara berpikir siswa dan mempertajam kemampuan siswa dalam melihat berbagai keterkaitan materi matematika; 2. Komunikasi merupakan alat bantu “mengukur” pertumbuhan pemahaman; dan merefleksikan pemahaman matematika para siswa; 3. Melalui komunikasi, siswa dapat mengorganisasikan dan mengkonsolidasikan pemikiran matematika mereka; 4. Komunikasi antar siswa dalam pembelajaran matematika sangat penting untuk: pengkonstruksian pengetahuan matematika, pengembangan pemecahan masalah, dan peningkatan penalaran, menumbuhkan rasa percaya diri, serta peningkatan keterampilan social. 5. “ Writing and talking” dapat menjadi alat yang sangat bermakna (powerful) untuk membentuk komunitas matematika yang inklusif. Komunikasi matematika merupakan bagian yang penting dari pendidikan matematika. Menurut Baroody (1993) sedikitnya ada 2 alasan penting yang menjadikan komunikasi dalam pembelajaran matematika perlu menjadi fokus perhatian yaitu : 1. Mathematics as language; matematika tidak hanya sekedar alat bantu berpikir (a tool to aid thinking), alat untuk menemukan pola, atau menyelesaikan masalah namun matematika juga “an invaluable tool for communicating a variety of ideas clearly, precisely, and succinctly, dan

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2.

Mathematics learning as social activity ; sebagai aktivitas social, dalam pembelajaran matematika, interaksi antar siswa seperti juga komuniksi guru-siswa merupakan bagian penting untuk “nurturing children’s mathematical potential” Matematika umumnya identik dengan perhitungan angka-angka dan rumus, sehingga

muncullah anggapan bahwa skill komunikasi matematika tidak dapat dibangun pada pembelajaran matematika. Anggapan ini menurut Greenes dan Schulman tidaklah tepat karena komunikasi matematika memiliki peran : 1. 2. Kekuatan sentral bagi siswa dalam merumuskan konsep dan strategi matematika; Modal keberhasilan bagi siswa terhadap pendekatan dan penyelesaian dalam eksplorasi dan investasi matematika; 3. Wadah bagi siswa dalam berkomunikasi dengan temannya untuk memperoleh informasi, membagi pikiran dan penemuan, curah pendapat, menilai dan mempertajam ide untuk meyakinkan yang lain. Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu syarat yang memegang peranan penting karena membantu dalam proses penyusunan pikiran, menghubungkan gagasan dengan gagasan lain sehingga dapat mengisi hal-hal yang kurang dalam seluruh jaringan gagasan siswa. Sejalan dengan itu, Lindquist menyatakan bahwa kita memerlukan komunikasi dalam matematika jika hendak meraih secara penuh tujuan sosial, seperti melek matematika, belajar seumur hidup, dan matematika untuk semua orang. Membangun komunikasi matematika menurut National Center Teaching Mahtematics (NCTM) memberikan manfaat pada siswa berupa : 1. 2. Memodelkan situasi dengan lisan, tertulis, gambar, grafik, dan secara aljabar. Merefleksi dan mengklarifikasi dalam berpikir mengenai gagasan-gagasan matematik adalam berbagai situasi 3. Mengembangkan pemahaman terhadap gagasan matematika termasuk peranan definisi-definisi dalam matematika 4. Menggunakan keterampilan membaca, mendengar, dan menulis untuk

menginterpretasikan dan mengevaluasi gagasan matematika 5. Mengkaji gagasan matematika melalui konjektur dan alasan yang meyakinkan

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

6.

Memahami nilai dari notasi dan peran matematika dalam pengembangan gagasan matematika Aktivitas guru yang dapat menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi siswa antara

lain : 1. 2. Mendengarkan dan melihat dengan penuh perhatian ide-ide siswa Menyelidiki pertanyaan dan tugas-tugas yang diberikan, menarik hati, dan menantang siswa untuk berpikir 3. 4. 5. Meminta siswa untuk merespon dan menilai ide mereka secara lisan dan tertulis Menilai kedalaman pemahaman atau ide yang dikemukakan siswa dalam berdiskusi Memutuskan kapan dan bagaimana menyajikan notasi matematika dalam bahasa matematika pada siswa 6. Memonitor partisipasi siswa dalam diskusi, memutuskan kapan dan bagaimana untuk memotivasi masing-masing siswa untuk berpartisipasi Salah satu model yang pernah berkembang untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi matematika siswa adalah model Open-Ended Tasks. Di dalam model tersebut terdapat pertanyaan open-ended, yaitu suatu pertanyaan yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk menjawab secara benar dengan kemungkinan alasan atau cara menjawab yang beragam. Caranya, siswa diberi pertanyaan open-ended dan siswa harus menjelaskan jawabannya. Menurut Suherman, penerapan problem open-ended dalam kegiatan

pembelajaran bukan berorientasi pada jawaban (hasil akhir) tetapi lebih menekankan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban. Contoh soal bentuk open-ended: Grafik dan tabel di bawah ini menunjukkan bagaimana perubahan nilai terjadi terhadap suatu fungsi, sedangkan di bagian bawah terdapat bentuk-bentuk aljabar dari beberapa fungsi:

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Y

4

2

X

Dari grafik di atas disajikan tabel berikut : x y -2 … -1 … 0 … 1 2 2 4 3 6 … … … … … … … … … …

y=x+2 y = 1/2 x+2

y = 2x + 1 y = 1/x y = -x

y = x2

Pilih fungsi-fungsi dalam bentuk aljabar manakah yang memiliki sifat-sifat yang sama dengan salah satu atau kedua fungsi yang diilustrasikan di bagian atas. Sifat-sifat apa saja yang dapat kamu kemukakan dalam soal ini?

Contoh respon yang diharapkan dari siswa: Sudut Pandang Perubahan rasio 1. 2. 3. 4. 5. 6. Respon Siswa Bila x naik maka y pun juga naik Kemiringan sama Tingkat perubahannya tetap Grafik naik ke kanan atas Gradiennya positif Terdapat perbandingan tetap antara y dan x 7. Fungsi tersebut berbentuk y = ax

Pernyataan

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Grafik

Range

8. Y merupakan fungsi linier terhadap x 9. Grafik berupa garis lurus 10. Grafik melalui titik asal 11. Grafik simetris terhadap titik pusat 12. Grafik melalui kuadran pertama dan ketiga 13. Grafik melalui titi (2,4) 14. Rangenya tak hingga

E. Mengases Kemampuan Komunikasi Contoh 1 Satu Kelas terdiri dari 42 orang. Dari 42 orang siswa dipilih 10 siswa untuk dijadikan penelitian. Keterangan-keterangan yang diperoleh dari 10 murid tersebut disajikan pada tabel berikut :

No Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Banyak Saudara dalam keluarga 1 2 0 2 3 1 4 0 2 2

Tinggi Badan (dalam cm) 165 147 172 149 156 170 168 158 161 159

Berat Badan (dalam Kg) 54 51 62 52 56 64 60 61 58 54

Warna Kulit Kuning Hitam Sawo Matang Hitam Kuning Langsat Sawo Matang Kuning Sawo Matang Hitam Kuning Langsat

Dari data di atas, jelaskan manakah yang disebut sampel dan populasi? Sebutkan mana yang data kuantitatif dan data kualitatif!

Tugas: Tulislah jawaban dari soal di atas, kemudian gunakan rubrik penskoran berikut untuk mengases jawaban yang diberikan.

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Kriteria Skor Kemampuan Komunikasi Skala Kriteria/Sub Kriteria 1. Menghubungkan benda nyata, gambar, diagram dan tabel ke dalam ide matematika 2. Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika dengan benda nyata, gambar, grafik, tabel dan aljabar 3. Menyatakan peristiwa yang dikemukakan dalam bahasa atau symbol matematika Jumlah Skor Skor Maksimum Nilai Rubrik Skala Penilaian Tingkat Kemampuan Komunikasi Respon Siswa Skala Jawaban benar, mampu menghubungkan benda nyata, gambar, diagram 4 dan tabel ke dalam ide matematika serta mampu menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika, dan menggunakan symbol matematika yang tepat. Jawaban benar, sesuai dengan kriteria tetapi ada sedikit jawaban yang salah 3 Jawaban benar tetapi tidak sesuai dengan sebagian besar kriteria 2 Jawaban ada tetapi sama sekali tidak sesuai dengan kriteria 1 Jawaban tidak ada 0 Catatan: Diadaptasi dari Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika (P4TK) Yogyakarta, 2004. 1 2 3 4 Skor

Contoh 2 Di sebuah taman rumput yang berbentuk lingkaran berjari-jari 20 meter terdapat kolam berbentuk persegi panjang. Panjang kolam 16 m dan lebarnya 12 meter. Harga rumput per m2 Rp32.500,00 dan biaya penanamannya Rp750.000,00. Berapa biaya yang dikeluarkan seluruhnya?

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Penyelesaian: Diketahui : sebuah persegi panjang terletak di dalam sebuah lingkaran Panjang = 16 m, Lebar = 12 m, Jari-jari = 20 m, Harga rumput = Rp. 32.500,00 / m2, Biaya penanaman = Rp. 750.000,00 Ditanya : biaya yang dikeluarkan seluruhnya = ………?

Jawab : luas tanah yang akan ditanami rumput = L. lingkaran – L. persegi panjang L.lingkaran = = 1.256 m2

L. kolam = p x l = 16 x 12 = 192 m2 Jadi, luas rumput = 1.256 – 192 = 1. 064 m2 Harga pembelian rumput = 1.064 x Rp. 32.500,00 = Rp. 34.580.000,00 Dan biaya seluruhnya = Rp. 34.580.000,00 + Rp. 750.000,00 = Rp. 35.630.000,00

12 cm 20 cm 16

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Rubrik Penilaian Skala Kriteria/Sub Kriteria 1. Pemahaman konsep (bobot 1) • Memahami apa yang diketahui • Memahami apa yang ditanya • Memahami konsep luas lingkaran dan luas persegi panjang 2. Komputasi / perhitungan (bobot 2) • Membuat gambar • Menentukan luas taman dan luas kolam • Menentukan luas tanah yang akan ditanami rumput • Menentukan biaya seluruhnya 3. Komunikasi (bobot 1) • Kebenaran jawaban • Kejelasan dalam menjawab soal Jumlah skor Skor maksimum Nilai 1 2 3 4

4 4 4

2 4 4 4

4 2 46 52 88

Contoh 3 Keliling suatu persegi panjang adalah 72 cm dan lebarnya 8 cm kurang dari panjangnya. Hitunglah panjang dan lebarnya.

Pekerjaan siswa akan dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut : 1. Menyatakan soal kedalam kalimat matematika 2. Menyajikan ide-ide dengan menggunakan hubungan-hubungan yang diketahui 3. Menggunakan operasi pada bentuk aljabar untuk menentukan nilai variabel 4. Menyelesaikan perhitungan generalisasi

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

RUBRIK PENILAIAN TINGKATAN KRITERIA KHUSUS (LEVEL) 4 ⦁Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap Superior konsep keliling segiempat ⦁Menyatakan/mengekspresikan soal kedalam kalimat matematika dengan sempurna ⦁Menunjukkan pemahaman lebih terhadap hubungan antar ide yang telah dibuat ⦁Menggunakan strategi yang sesuai ⦁Sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar tepat ⦁Komputasi yang benar ⦁Melebihi permintaan yang diinginkan 3 ⦁Menunjukkan pemahaman terhadap konsep Memuaskan keliling segiempat dengan ⦁Menyatakan/mengekspresikan soal kedalam sedikit kalimat matematika dengan baik kekurangan ⦁Menunjukkan pemahaman terhadap hubungan antar ide yang telah dibuat ⦁Menggunakan strategi yang sesuai ⦁Sebagian sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar sebagian besar tepat ⦁Komputasi sebagian besar benar ⦁Memenuhi permintaan yang diinginkan 2 ⦁Menunjukkan pemahaman terhadap sebagian Cukup konsep keliling segiempat memuaskan ⦁Menyatakan/mengekspresikan soal kedalam dengan kalimat matematika dengan kurang baik banyak ⦁Menunjukkan pemahaman terhadap sebagian kekurangan besar hubungan antar ide yang telah dibuat ⦁Menggunakan strategi yang kurang sesuai ⦁Kurang sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar sebagian tepat ⦁Komputasi kurang benar ⦁Memenuhi sebagian permintaan yang diinginkan 1 ⦁Menunjukkan sedikit atau tidak ada pemahaman Tidak terhadap konsep keliling segiempat memuaskan ⦁Tidak dapat menyatakan/mengekspresikan soal kedalam kalimat matematika ⦁Menunjukkan sedikit atau tidak ada pemahaman terhadap hubungan antar ide yang telah dibuat ⦁Menggunakan strategi yang tidak sesuai CATATAN

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

⦁Tidak sistematis dan terorganisir ⦁Diagram/tabel/grafik/gambar tidak tepat ⦁Komputasi tidak benar ⦁Tidak memenuhi permintaan yang diinginkan ASPEK PENIALAIAN: KRITERIA/SUB KRITERIA 1. 2. Menyatakan/mengekspresikan soal kedalam kalimat matematika Memahami hubungan antar ide ⦁mengkaitkan unsur yang diketahui dengan panjang dan lebar persegi panjang ⦁Identifikasi operasi hitung yang digunakan Memilih strategi untuk penyelesaian ⦁Menggunakan ide-ide dalam perhitungan matematika ⦁Melakukan operasi hitung bentuk aljabar Menyelesaikan masalah ⦁Sistematis dan terorganisir ⦁Komputasi yang benar Memenuhi permintaan BOBOT 2 1 SKOR

1

1

2 2

2 2

Penjelasan tentang penyelesaian 2 Hasil akhir 2 Jumlah skor Skor maksimum Nilai Skala nilai 0 – 100 Nilai = (total skor : skor maksimum) x 100

evaluasimatematika.net

Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->