P. 1
IPA Kelas 3 Henry-Kuswanto

IPA Kelas 3 Henry-Kuswanto

|Views: 403|Likes:
Published by Matludin Djuplek
Buku IPA SMP/MTs Kelas 3
Buku IPA SMP/MTs Kelas 3

More info:

Published by: Matludin Djuplek on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

Zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan adiksi (kecanduan) bagi orang yang
menggunakannya. Contoh zat adiktif adalah rokok dan alkohol. Zat ini akan bersifat adiksi
jika digunakan dengan dosis yang berlebih. Penggunaan yang demikian dinamakan
penyalahgunaan obat.

Gambar 12.2 Penggunaan pestisida harus
dilakukan dengan hati-hati

Sumber: www.fao.org

Keterkinian

IPA SMP/MTs Kelas VIII

181

1.Alkohol

Di kehidupan sehari-hari alkohol banyak terdapat pada minuman seperti Fanta, Sprit,
Coca-Cola. Pada minuman kemasan ini kadar alkoholnya rendah. Alkohol juga terdapat
pada tape dan minuman keras. Pada minuman keras kadar alkoholnya ada mencapai 90%
sehingga jika diminum, merusak tubuh peminumnya.

Tidak pernah ada orang yang mengatakan bahwa alkohol itu enak, ketika untuk pertama
kali meminumnya. Memang alkohol merupakan racun bagi tubuh kita. Alkohol mempengaruhi
saraf, otot, dan pembuluh darah, bahkan lebih jauh lagi mempengaruhi kesadaran seseorang.
Oleh karena itulah, orang yang sedang mabuk tidak wajar bicaranya dan juga jalannya
sempoyongan. Saraf otaknya di bawah sadar sehingga orang yang mabuk tidak memiliki rasa
malu serta melakukan hal-hal yang oleh orang yang sadar tidak akan melakukannya. Jika ia
tambah lagi minumnya maka ia tidak sadarkan diri. Oleh karena itu, ada hubungan yang signifikan
antara alkohol dan kriminalitas.

Terlalu banyak alkohol akan merusak lambung, hati, dan jantung. Jadi minum alkohol itu
tidak ada gunanya karena di samping merusak kesehatan juga memungkinkan terjadinya tindak
kriminalitas dan juga menghamburkan uang.

2.Tembakau

Penggunaan tembakau lebih banyak daripada penggunaan alkohol; misalnya untuk rokok,
pelengkap menyirih, atau dikunyah.

Tembakau mengandung suatu racun yang disebut nikotin. Hal ini ditunjukkan oleh nama
ilmiahnya, yaitu Nicotiana tabacum. Nikotin dapat mempengaruhi saraf dan jantung. Orang
yang pertama kali merokok, mungkin akan mabuk, merasa pusing wajahnya pucat, dan
berkeringat dingin. Di samping nikotin yang terbawa asap ketika merokok, akan masuk juga
ke dalam paru-paru perokok itu ter dan partikel asap. Partikel asap dan ter inilah yang
mengganggu tenggorokan sehingga perokok dapat menderita batuk kronis. Penyakit lain yang
parah yang dapat ditimbulkan oleh tembakau ialah gangguan pada jantung dan kanker pada
mulut, bibir, lidah, dan paru-paru.

Merokok hanyalah suatu kebiasaan saja. Oleh karena itu, janganlah kesehatan kita
dikorbankan untuk sesuatu yang sia-sia ini.

3.Narkotik

Narkotik ialah zat-zat kimia yang pada tubuh manusia mengganggu atau mematikan saraf
sehingga dapat menginduksikan tidur dan mengurangi rasa sakit. Karena sifat-sifat itulah,
narkotik digunakan dalam bidang kedokteran. Pemakaian dalam jumlah sedikit dan dengan
pengawasan dokter tidak menimbulkan bahaya ketagihan.

Tembakau pun sebenarnya suatu narkotik, bedanya ialah bahwa tembakau menimbulkan
kebiasaan pada pemakainya, sedangkan narkotik lainnya menyebabkan ketagihan. Kebiasaan

182

IPA SMP/MTs Kelas VIII

Kecakapan Kontekstual

itu suatu sikap mental, sedangkan ketagihan timbul karena adanya perubahan-perubahan dalam
sel sebagai akibat dari gangguan yang terus-menerus.

Penyalahgunaan narkotika yaitu mengkonsumsi narkotika di luar petunjuk dokter untuk
memperoleh kenikmatan sementara.

Gangguan narkotik itu lebih berbahaya lagi karena semakin lama menggunakan narkotik,
semakin tinggi dosis yang dibutuhkan dan akhirnya harus menggunakan jenis narkotik yang
lebih keras lagi. Kalau tahap ini dicapai, orang itu telah ketagihan narkotik, dan tergantung
secara psikis dan fisik kepada narkotik. Seseorang yang telah ketagihan narkotik akan
mempertaruhkan apa saja hanya untuk mendapatkan ganja, morfin, atau heroin. Narkotik itu
mahal. Penghasilan yang didapatkan seseorang dari pekerjaan normal tidak akan mungkin
cukup untuk memenuhi kebutuhan narkotiknya. Akibatnya orang yang ketagihan akan
melakukan tindak kriminalitas, seperti atau apapun asal mendapat apa yang diinginkan
pencurian, perampokan, dan penyelundupan.

Penggunaan narkotik baik di luar maupun di dalam negeri, terutama di kota-kota besar,
terus meningkat. Kaum muda pun, banyak yang terjerumus pada penggunaan narkotik. Apakah
yang dapat diharapkan kelak dari generasi muda seperti itu?

Menyembuhkan atau menghilangkan ketagihan narkotik itu tidak mudah. Baik jiwa
maupun tubuhnya harus dikembalikan kepada keadaan semula secara bertahap. Tubuhnya
harus diberi kesempatan menyesuaikan diri pada kehidupan baru tanpa narkotik; demikian
pula jiwanya harus dipelihara. Setelah sembuh dari ketagihannya, lingkungan hidupnya perlu
diawasi agar tidak kambuh lagi ketagihannya akibat pergaulan dengan teman-teman pemakai
narkotik.

Pada awalnya hanya ada satu jenis narkotika yaitu candu, baru kemudian ditemukan
jenis narkotik lainnya, seperti heroin, morfin, cocain, dan ganja.

Masalah narkotik ini telah menjadi masalah dunia, baik ditinjau dari segi kesehatan maupun
dari segi ketahanan nasional dalam kehidupan bangsa dan negara.

Kegunaan obat bius/narkotika yaitu obat bius pada operasi bedah. Pada tubuh manusia
menurunkan gairah makan, menimbulkan ketagihan, sehingga pemakai menjadi kurus.

Usaha-usaha apakah yang dapat kamu lakukan untuk menghindarkan terjadinya
kerusakan generasi muda oleh narkotik?

IPA SMP/MTs Kelas VIII

183

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->