P. 1
Remo Tembel

Remo Tembel

4.0

|Views: 379|Likes:
Artikel
Artikel

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Pancarannie Bekti Pertiwi Putri on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $49.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/27/2015

$49.99

USD

pdf

text

original

TARI RÈMO TÈMBÈL DALAM PERTUNJUKAN TAYUB MALANG

Nama Kelompok : Sri Yuwastutik Mibiyatun Cindy Lestari Bella Resti Meryza Ratri Restayanti Ossy Widya Kusumastuti Ira Wahyu W Florentina Savira Kartika Kencana 110252406247 110252417029 110252417007 110252417016 110252417012 110252417023 110252417022

ABSTRAK Seperti halnya seni pertunjukan tayub di daerah lain di pulau Jawa, seni pertunjukan tayub Malang juga mengalami perkembangan, baik dari segi fungsi, bentuk penyajian, maupun maknanya bagi masyarakat pendukungnya. Pertunjukan tayub Malang yang pada awalnya merupakan rangkaian dari upacara ritual kesuburan, saat ini berubah menjadi pertunjukan hiburan, untuk kesenangan pribadi (klangenan) semata. Tari beskalan putri yang pada awalnya menjadi tarian pembuka dalam setiap pagelaran tayub Malang kemudian digantikan oleh tari rèmo yang sedang digandrungi oleh masyarakat Jawa Timur. Semua itu tidak lepas dari upaya kreatif seorang seniman tayub bernama Sri Utami yang memasukkan unsur gerak pencakan (bela diri), tari Banyuwangenan, gaya tari putra gagah Jawa Tengahan, dan jaipongan, serta senam poco-poco ke dalam koreografi Rèmo Surabayan. Unsur-unsur kekinian secara spontan masuk dalam koreogarafi tari rémo yang kemudian dikenal dengan sebutan rèmo tèmbèl. Pada batas-batas tertentu rèmo tèmbèl masih berpijak pada gaya tari Rèmo

dan sosiologi seni. estetika. Beberapa tahun terakhir pendekatan etnokoreologi mulai diperkenalkan dan diterapkan dalam berbagai penelitian atau penulisan di bidang pengkajian seni pertunjukan khususnya seni tari.Sri Utami. pendekatan etnokoreologi sangat memerlukan bantuan dari bidang-bidang lain yang lebih mapan. Sebagai sebuah disiplin baru. Rèmo tèmbèl gaya Sri Utami sebagai sebuah bentuk seni pertunjukan yang berkembang pada tayub Malangan saat ini menjadi salah satu elemen pembaharu tayub Malangan. elemen pembaharu. kreativitas. Oleh karena itu.Unsur pembaharuan .Kreativitas. Keunikan tari rakyat ini dapat dilihat dari koreografinya yang tidak mandheg. Sri Utami. seperti: pendekatan sejarah seni. Kata Kunci : tayub Malang. rémo tèmbèl. akan dipergunakan pendekatan multidisiplin.Surabayan. namun pada bagian lain tari ini berkembang mengikuti kreatifitas senimannya. tapi senantiasa berkembang mengikuti budaya popular yang berkembang di masyarakat. Kata kunci Tayub Malang.Remo Tembel.

Pacitan ). meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi. Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana. Raffles selama menjabat sebagai Letnan Gubernur di wilayah Hindia Belanda pada tahun 1811-1816. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal. Seperti halnya di Jawa Tengah. tari bondan. Seni tari tradisional di Jawa Timur secara umum dapat dikelompokkan dalam gaya Jawa Tengahan. Lamongan. Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam. Para penari wanita ini kerapkali digambarkan sebagai sosok penggoda yang disukai banyak pria penontonnya. dan sebagian Bojonegoro. Daerah tersebut meliputi eks . . Trenggalek ). dan Jombang. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya. Tulungagung. dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Blitar. yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki.S. dan tarian gaya Madura. yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial. antara lain: tari gambyong.dan Gresik. Magetan. pendukungnya. Kebudayaan dan adat istiadat suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan. Mojokerto. eks .PENDAHULUAN Keberadaan suatu bentuk senipertunjukan pada kelompok masya-rakat dipengaruhi oleh proses sosio-historis serta beberapa faktor sepertikultur budaya. konon mereka juga merangkap sebagai pemuas hasrat laki-laki di ranjang. Yang merupakan laporan perjalanan T. sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman yang menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Selain berperan sebagai pasangan menari. tarian Jawa gaya Osing. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini. letak geografis. ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata. Seni tari klasik.Karesidenan Kediri ( Kediri. alam. tari srimpi.etnik. dan kelana. Ngawi. gaya Jawa Timuran. Tari rèmo tèmbèl yang berkembangdalam seni pertun-jukan tayub diMalang juga dipengaruhi oleh hal-halyang telah disebutkan diatas. wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini. waktu dantempat serta strata sosial ekonomidari masya-rakat pendukungnya. Ponorogo.Karesidenan Madiun ( Madiun. digambarkan bahwa terdapat sisi negatif para penari ronggéng sebagai pelaku seni pertun-jukan.

Selain itu terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo gaya perempuan .Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yng digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk.Masyarakat seperti desa di Jawa Timur. sejarah jombang. Asal Usul : Tari Remo berasal dari Jombang. Surabayan. Pendidikan Tags: asal usul jombang. Tari Remo berasal dari Jombang. Busana gaya Surabayan Terdiri atas ikat kepala merah. Jawa Timur.Tari Remo adalah salah satu tarian untuk penyambutan tamu agung. Gerbang Majapahit. Jawa Timur. memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman. memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Namun. Selain itu terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo gaya perempuan. Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. sepasaran ( upacara setelah bayi berusia lima hari). Tarian ini berasal dari Provinsi Jawa Timur. pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan.Posted in Budaya. di antaranya: Gaya Sawunggaling. dan pacangan.Karesidenan Surabaya ( termasuk Sidoarjo. mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta. sunatan. baju tanpa kancing yang berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke-18. sejarah kraton majapahit. kota di jombang. berdirinya jombang. dan Jombangan. ( upacara menjelang Berbagaiupacara adat yang diselenggarakan. Sementara adat istiadat suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu. Asal – usul Tari Remo Tari Remo berasal dari Jombang. antara lain : tingkepanbabaran lahirnya bayi ).Tari Remo. Jawa TimurWikipedia:Mengutip sumber . majapahit. hari ulang tahun jombang.Asal-usul. asal mula kota Jombang. Jombangan. ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan Busana Gaya Jombangan. Busana dari penari Remo ada berbagai macam gaya. Tari Remo berasal dari Jombang. ( upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama ). dipengaruhi oleh budaya Madura. Malangan.Di kawasan eks . Busana gaya Jombangan pada dasarnya sama dengan gaya Sawunggaling. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa. halnya di Jawa Tengah. Mojokerto. Kabar Berita. Tarian ini pada awalnya . dan Jombang ) dan Malang. mengingat besarnya populasi suku Madura di kawasan ini. dan Bali. yang ditampilkan baik oleh satu atau banyak penari. pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan. namun perbedaannya adalah penari tidak menggunakan kaus tetapi menggunakan rompi. Asal-usul. Jawa Timur . Madura. pitonan ( upacara setelah bayi berusia tujuh bulan ). Namun.

Fungsi Tari Remo Tari Remo ini bisa disebut dengan tari pembukaan sebuah acara. Oleh karena itu gerak sengaja dibentuk. Surabaya ini mendapatkan julukan kota Pahlawan.merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu Busana dari penari Remo ada berbagai macam gaya. Malangan. Gerakan ini didukung dengan adanya lonceng-lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. wajar jika Jawa Timur dikenal dengan kebudayaan yang tinggi dan keras. dan kuda-kuda penari membuat tarian ini semakin atraktif. Pada masa perjuangannya. Surabayan. tarian itulah yang dikenali dengan sebujtan Tari Remo. Gerak dalam tari diperlukan untuk kebutuhan ekspresi. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau menghentak di panggung. ibu kota Jawa Timur ini adalah Surabaya. dalam suatu hiburan dan pertunjukan untuk dipertontonkan kepada para pecinta seni tari tersebut. Namun. karakteristika yang lain yakni gerakan selendang atau sampur. Dalam istilah yang lain bahwa gerak dalam tari adalah ekspresi simbolis yang dibentuk berdasarkan . Sedikit banyak hal tersebut berpengaruh pada kebudayaan Surabaya itu sendiri. gerakan anggukan dan gelengan kepala. Jawa Timur terkenal dengan adat kebudayaan yang sangat tinggi. disusun berdasarkan peleburan antara ide rohaniah dan energi kinetik. Selain itu. Di Jawa Timur ada sebuah tarian cukup terkenal yang bercerita tentang seorang pangeran. di antaranya: Gaya Sawunggaling. Sehingga. Ada juga yang menyimpulkan bahwa koreografi yang ada pada Tari Remo adalah sebuah kesimpulan atau pemahaman yang berupa simbolik. Selain itu terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo gaya perempuan. Tata Gerak Karakteristika yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Seperti yang kita tahu. ekspresi wajah. dan Jombangan. ditata. Tari Remo ini berkembang dengan adanya perkembangan ludruk.

gerakan nglandhak. Dengan dukungan berbagai unsur yang melingkupi. krucilan. Dengan adanya harmonisasi antara kekuatan jiwa yang diungkapkan melalui bentuk yang berirama itulah lahir keindahan' (Kussudiardjo. 1992: 1-2) Kekuatan jiwa yang dikehendaki dalam pemyataan Kussudiardjo adalah pengalaman-pengalaman batiniah seniman selama mengarungi hidup di lingkungannya. gerak yang berjiwa tersusun dalam satu struktur koreografi. Tari Remo ini diiringi oleh alat-alat seperti:         Gending Gender Gambang Seruling Kenong Slentem/span Kempul Gong Biasanya tarian ini menggunakan irama Suroboyo teropongan atau juga dengan gedong rancak. Tata Busana Tari Remo Ada beberapa jenis busana dalam Tarian Remo ini di antaranya seperti gaya:     Surabayan Malangan Jombangan Sawunggaling . dan juga walang kekek.maksud-maksud tertentu. Tarian ini diperagakan oleh wanita atau laki-laki yang dimainkan secara bersamaan atau juga bergantian. Alat Musik Tari Remo Tarian ini diiringi oleh alat-alat musik yang unik yang membuat sebuah seni tari menjadi indah untuk dilihat. Tari dihasilkan dari perpaduan antara gerak lahir dan kekuatan batin. Tari Ngremo mengacu pada gerakangerakan alam seperti: gerakan ayam alas.

2. Di sebelah kanan paha terdapat selendang sampai ke bawah mata kaki. menggunakan celana di atas betis dengan gaya khas busana penari remo ini. Menggunakan rapak untuk menutupi pinggulnya sampai di bawah lutut dan memakai selendang di atas bahunya. Dengan memakai kostum surabayan dan sawunggaling yang bagian atasanya memakai hitam dan menggunakan pakaian zaman dulu dengan celana bludru hitam dengan pernak-pernik hiasan emas dan batik. 1. Yang membedakan busana surabayan dan busana malangan ini dilihat dari celana yang dipakainya. Busana Remo Putri Busana putri ini mempunyai gaya remo asli dengan wanita memakai sanggul lalu memakai mekak hitam untuk menutup wilayah bagian dadanya. Busana Surabayan Gaya busana surabayan ini terdiri dari ikat kepala dengan warna merah yang khas dipakai oleh penari. Penggunaan gelang kaki ini membuat gerakan kaki penari menjadi dinamis dan bersuarakan lonceng dipergelangan kakinya.Ada juga pakaian khas dari tarian Jawa Timur yang digunakan penarinya. Busana malangan memakai celana yang panjang sampai menyentuh mata kaki berbeda dengan busana surabayan. Busana Sawunggaling Pada busana sawunggaling ini yang membedakan adalah cara penggunaan kaos putih berlengan panjang. 4. Busana Malangan Busana malangan ini hampir sama dengan busana surabayan. Sedangkan untuk wanita mengenakan sanggul di atas rambutnya. panjang celananya berada di atas mata kaki. lalu dengan baju tanpa kancing berwarna hitam yang terlihat sangat eksotis. Ini dilakukan sebagai ganti baju dari baju hitam kerajaan. Busana surabayan. lalu memakai sabuk dan keris sebagai seorang pangeran. . Penari juga mengenakan gelang kaki. 3.

ge-rakan tatasan ngure rikmo (mengurai ram-but) juga terdapat pada koreografi tariannya. Penggunaan kata rèmong dikarenakan gerakan tari ini memang do-minan memakai per-mainan sampur. rèmo atau ngrèmo berasal dari kata rèmong yang berarti sampur dan rekmo yang artinya rambut. begitu pula halnya rekmo. dan selanjutnya muncul pula karakteristik Sawunggaling.11 Ada pula kelompok masyarakat yang berpenda-pat bahwa rèmo merupakan perkem-bangan dari tari beskalan. ada baiknya terle-bih dahulu diulas mengenai aspek his-toricity rèmo di Jawa Timur. Pada tahun tersebutlah tari rèmo mencapai bentuk kesempurnaan. seorang bupati dari Madura. Subur mulai pula menggagas karakteristik rèmo yang diidentikkan dengan Cakraningrat. ngrèmo dan rèmong dilafalkan oleh masyarakat Jawa Timur untuk menyebut sebuah jenis tari kepahlawanan . lérok. yang berarti menunjukkan aktivitas atau sedang melakukan rèmo. ngrèmo terdiri dari kata (a)ng dan rèmo. seorang tokoh antagonis penyamun atau dikenal dengan istilah brajak laut. besut dan topèng dalang memiliki kaitan yang erat dengan peristiwa kelahiran rèmo. akan tetapi besutan merupakan genre seni pertun-jukan yang diyakini oleh sebagian kelompok masyarakat merupakan cikal bakal kemunculan rèmo. ada pula yang menganggapnya berasal dari Sumogam-bar. namun pada perkembangan selanjutnya dibawakan dengan gaya putra. Istilah tandakan.Rémo Témbél dalam Pertunjukan Tayub Malang Sebelum membahas tentang keberadaan rèmo tèmbèl dalam seni pertun-jukan tayub Malang. desa Jom-bok Kecamatan Ngoro Kabupaten Jom-bang pada tahun 1850-an. Kata rèmo. Konon sekitar tahun menggagas karakteristik tari rèmo 1940-an. Asal-mula tari rèmo di Jawa Timur memang masih perlu ditelusuri lebih jauh lagi. Besutan lahir di daerah padukuhan Ngasem. bandan. Pada tahun 1950-an. tokoh pahlawan dari Surabaya.Sedangkan apabila dilihat dari tata bahasanya. Ditinjau dari asal katanya. dengan karakter Cakra-ningrat dan Sawunggaling yang masih populer di tengah masyarakat hingga saat ini. Henry Supriyanto seorang doktor Linguistik di Universitas Surabaya yang konsisten dengan penelitian tentang ludruk memiliki versi lain tentang asal-usul rèmo/ngrema. seorang seniman rèmo ludruk generasi tahun 1920an berpendapat bahwa tari rèmo diilhami oleh tari beskalan yang menggunakan sampur pada bahu dan ditarikan dengan gaya putri. Munali Fatah. seorang sutradara bernama tokoh legendaris Om Sagi dengan mengangkat bernama Sumogambar.

Kata tèmbèl dalam bahasa Jawa berarti menambal atau menutup suatu lubang. istilah rèmo tèmbèl yang digunakan oleh masyarakat tayub di Malang memunculkan beberapa asumsi. 2. Sunda dan Jawa Tengahan. yang berupa sul-sulan dangdutan. topeng. jaipongan. Koreografi rèmo tèmbèl terdiri dari gabungan berbagai macam unsur gaya tari Jawa Timuran. Lebih jauh lagi. akan tetapi masyarakat pendu-kungnyalah yang memberikan sebutan ini. cakilan (perang-perangan).17 Sri Utami merupakan salah satu waranggana yang sangat populer di kalangan masyarakat tayub baik karena kekhasan gaya mena-ri. antara lain: 1. pencak silat. Rumaningsih. Istilah rèmo tèmbèl sesungguhnya tidak dicetuskan oleh seniman kreator-nya. Malangan. maupun cengkok tembangnya. Koreografi rèmo Surabayan disisipi dan dikreasikan dengan memasukkan beberapa gerak tambahan. dan tari topeng Malang. artinya rèmo tèmbèl merupakan tam-balan.yang pada mulanya merupakan tari pembuka dalam per-tunjukan ludruk. Bukanlah satu hal yang mengherankan jika selanjutnya gaya tari rèmo yang dibawakannya bersama grupnya (Wi-hani. Sri Utami dan rekanrekannya sendiri lebih senang menyebut bahwa tarian yang dibawakannya secara berkelompok tersebut adalah rèmong kreasi. tempelan berbagai macam gerak dari Jaipongan. . gerak pencak silat. adik Sri Utami. Tembelan (bayaran/ pelunasan) kaul. namun ada pula yang mengatakan bahwa tari ngrèma atau rèmo dikatakan merupakan tarian yang menggambarkan orang yang merias diri. maka harus dibayar dengan nembel sejumlah uang pada waranggana tayub/ penari rèmo tembel. dan Yayuk) yang kemudian disebut rèmo tèmbèl ini dengan cepat menyebarluas kemudian ditiru oleh grup waranggana tayub di Malang baik yang seangkatan dengannya maupun yang lebih junior hingga saat ini. Jawa Tengahan dan Banyuwangen (bahkan senam poco-poco) dengan rèmo Surabayan sebagai bentuk dasarnya. ujar atau nadzar dari masyarakat (desa) yang percaya jika keinginannya tersebut telah terkabul.

dada membusung merupakan pengecualian dari sikap dasar tari masing-masing daerah di Jawa. adalah sikap dasar menari yang dimiliki oleh tradisi tari Jawa (JawaTengah-Surakartadan Yogyakarta-) meskipun pada rinciannya dibedakan oleh jenis tarian putra maupun putri. Oleh karena itu tidak mustahil apabila sikap bentuk yang demikian itu benar-benar dapat dirasakan kesan gagah dan berwibawanya.orientasi tema ataupun ceritanya bersifat istana sentris dengan mengambil isi ceritanya dari siklus panji dan Mahabarata sarna halnya dengan tari tradis Jawa Tengah kraton. Sikap badan tegap dada membusung tidak seperti pada taria Jawa Tengah yang menahan udara (nafas) sebagai medium pembentuk sikap gagah. karena tang an bergerak di depan tubuh. dan nampaka kesan berwibawa. gagah. Secara fisik bentunya kelihatan lebih gagah. volume gerak cenderung sempit di depan tubuh. Tetapi sikap tegap. Sikap badan tersebut merupakan dasar adeg tari Jawa yang dilaksanakan secara ketat. tari Ngremo sejajar dengan keadaan tari tradisional Jawa Timur secara umum. sehingga penggunaan sikap dada yang membusung pada sikap dasar tarinya tidak kelihatan atau dada membusung pada sikap dasar tari di Jawa Timur tidak terjadi.Bentuk dan Sikap tubuh (torso) Badan tegak. Sikap dasar tari Ngremo yang heroik terwujud secara verbal pada bentuk tancep. Gerak yang cenderung di depan tubuh. Meskipun badan sudah tegak tetapi tidak terlihat dad a membusung. Di Jawa Timur (di Malang dan di Madura) mempunyai tradisi tari Topeng. . dada membusung. Sikap dasar yang telah terbangun dengan kuat ini selanjutnya mendasari pada pelaksanaan setiap gerak yang ada pada gerak-gerak penting dalam tari Ngremo. Pada dekade awal tahun 1920 sampai 1930-an. Bentuk tancep tersebut secara fisik terdapat kesamaan dengan tancep pad a tari gaya Surakarta dan Yogyakarta utamanya tancep pada karakter putra gagah yang tegak. tegap. Pola dan sikap gerak yang cenderung di depan dada atau perut itu menyulitkan pelaksanaan sikap dada membusung dengan pengisian dan menahan udara atau nafas yang penuh di dada atau di perut. tegap dan dada membusung (ndegeg) kuat. karakter alus maupun gagah. karena dada membusung membawa dampak udara ke dalam dada. kesan gagah yang tampak menjadi sangat berbeda dari tari Jawa (Surakarta dan Yogyakarta) yang dadanya membusung terbuka. Pelaksanaan gerak tersebut lebih efektif dengan pengurangan atau pengosongan nafas. Pada peri ode pergerakan fisik sampai setelah kemerdekaan tari Ngremo menjadi heroik.

lutut kaki kanan dan lutut kaki kiri ditekuk rendah. Maka gerakannya sedikit banyak ada unsur pencak silat 'Satria' atau 'kesatria'sesungguhnya berarti prajurit. Orientasi bentuk mendak maksimal yang terakhir ini adalah utuk mendapatkan kesan gagah dan mantap. seperti: pengolahan ruang. Dasar gerak dari gerakan tayub (Wibisono. Sikap ini membedakan kesan gemt karena pelaksanaan sikap yang tidak sempurna. tegap dan dada membusung. Terdapatdua macam . TariNgremo saat ini memiliki ciri-ciri pada sikap adeg seperti tari gagah gaya Jawa Tengah yang tegak. yakni tungkai tidak terbuka dengan baik dan cenderung meringkus. Sikap kedua tungkai membuka ke samping dan dilanjutkan dengan sikap tajak maka posisi kaki harus mendhak. Tari Ngremo ini seperti satria Gatutkaca tetapi disesuaikan dengan kondisi Jawa Timur. yaitu kaki dibuka lebar ke samping (kangkang). Bentuk sikap kedua tungkai membuka ke samping mendhak dengan tingkat level rendah yang maksimal adalah sejajar dengan dasar sikap tari Jawa tengah. cepat. Bentuk dan Sikap GerakTungkai.Kanwil Dep P&K Jatim: 10) yang tidak memperhatikan kesan gagah sehingga mendak yang obtimal belum menjadi orientasi pada Ngremo masa awal. Sebagaimana 'satria' Gatutkaca yang gagah perkasa. pinggang didorong ke depan (ndegek). Volume bentuk tungkai dengan sikap mendak seperti pada tari gagah gaya Jawa Tengah dengan variasi gerak dengan volume yang luas menyamping. Sikap kedua tungkai membuka dan mendhak untuk pelaksanaan gerak tari putra gagah meghasilkan kesan gagah dan anteb apabila dilaksanakan dengan benar. gerakannya trengginas. kuat tetapi tidak brangasan. Perubahan yang dimaksud adalah keadaan yang berbeda sebelum dan sesudah komponen-komponen tubuh bergerak (selanjutnya membentuk pola-pola ragam gerak) ini mengalami perkembangan menjadi Ngremo yang heroik.Pembahasan berikutnya kita cermati pada komponen-komponen tubuh yang mempunyai kesempatan untuk bergerak dan sisi perubahan-perubahannya. gagah dan kuat (gambar: 1). Perubahan itu terjadi pada perkembangan unsur-unsur gerak. sikapnya tegas tetapi emosinya terkendali. Sikap adeg tanjak ini menghadirkan kesan kokoh. Dapat dibandingkan dengan Ngremo masa awal yang mana sikap kaki masih belum semaksimal Ngremo sekarang ini. dan tekanan-tekanan (penggunaan energi) yang dilakukan pad a ketika penari Ngremo sedang menari di atas pentas. tumpuan tenaga dibagi dan dipusatkan pada kedua paha (tungkai atas) sedikit berat di paha kiri. tempo dan ritme.

karakter satria dalam dunia pewayangan. tampan budi (lemah lembut dalam kata dan tindakan). Arjuna sebagai pahlawan model yang mendapat wejangan atau pesan moral dari Kresna seperti diceritakan dalam Bagawat Gita untuk tetap bersemangat menuju kancah peperangan. satria dengan temperamen a/us dan satria Karakteristik Ragam Gerak dan Tata Rias-Busana (Wahyudiyanto) denBanwatakgagahperkasa . lemah lembut. seperti Gatutkaca. tokoh satria Arjuna ini oleh Munali Pattah kurang dirasakan heroik karena penampilan gerak tidak cukup keras. pahlawan nusa dan bangsa. Meskipun ke dua satria tersebut tidak digolongkan menjadi satria utama (seperti dalam Serat Tripama) tetapi memiliki sifat sebagaimana seorang satria dan kedua tokoh ini lebih akrab di kalanganpecinta pertunjukan wayang. dan agresi. unggul dalam ilmu raga dan ilmu batin. Sifat menonjol Janaka sebagai tokoh senapati perang melawan berbagai bentuk ancaman. cepat dan luas. memiliki derajad kebangsawanan bahkan pemah menjadi Raja di kahyangan. tegas. Seperti Sanusi Pane.Interpretasiatau penafsiran Munali Pattah memilih sikap satria yang gagah perkasa yakni sikap seorang pejuang. Seorang yang tampanrupawan (dikagumi banyak wanita). Sanusi Paneyang terpanggil jiwanya untuk berjuang melawan kolonial Belanda menyalurkan perlawanan melalui puisinya berjudul 'Arjuna'. Karenanya tokoh Arjuna sebagai orientasi awal berkembang menjadi gagah perkasa dengan memandang tokoh Gatutkaca sebagai sarana reinterpretasi nilai kepahlawanan yang lebih sesuai dengan semangat militeristik. Dalam kerangka tari Ngremo Surabayan. gangguan. Seniman Ngremo merasa lebih tepat apabila satria Gatutkaca yang lekat dengan sikap dan pola gerak gagah (dalam tari Jawa Tengah) diadopsi untuk menyalurkan ide . Munali Pattah yang akrab dengan institusi militer lebih memandang perjuangan bersifat militersistik lebih sctara pada penampakan sifat heroik yang gagah dan tegas. Tokoh satria Permadi atau Arjuna yang alus. menginspirasi banyak kaum nasionalis Indonesia mengidolakan tokoh ini. keras dengan volume gerak yang luas. Tapanuli. Lelananging jagad ada simbol manusia (lelaki) ideal dalam konsep 'budaya Jawa'. Sumatra Barat yang dekat dengan buaya Jawa ini menempatkan dan meneladani tokoh Arjuna dalam semangat resistensinya terhadap kolonialis Belanda. Dinamika tari sebagai penggugah emosi pemirsa menghendaki kualitas rasa yang dihadirkan oleh gerak fisik yang cepat. tetapi memiliki sifat tangguh dalam berjuangmenegakkan keadilan menginspirasi Sanusi pane seorang sastrawan. Dan tidak lagi menggunakan tokoh Janaka sebagai lelananging jagad dalam memaknai sikap pahlawan. sastrawan kelahiran Muara Sipongi.

atau sebaliknya dimulai dari arah hadap muka dari samping kiri atau kanan kemudian leher diputar kekanan atau ke kiri sehingga wajah menghadap ke depan. Pada gerak leher pada prinsipnya ada dua macam bentuk. Kedua adalah gerakkepala patah-patah. Gerakan kepala patah-patah ini dilakukan tatkala pada pola bentuk gerak tertentu tidak digerakkan atau dalam posisi diam kecuali gongseng yang terns bergerak bersamaan dengan kepala tersebut. . Yaitu ke arah depan. Sekali-sekali menundukkan pandangan ke arah depan bawah untukmenambah variasi ekspresimuka. Ekspresi pandangan mata tari Ngremo ini berbeda dengan ekspresi pandangan matatari JawaTengahanyang cenderungke dalam. yaitu wajah menghadap ke depan dan kepala direbahkan ke sampingkanan dan samping kiri secara bergantian yang dilakukan dengan cara hentakan sehingga menghasilkan gerak Patah-Patah. diputar ke kiri atau ke kanan satu lingkaran penuh dan berakhir kembali pada arah hadap semula. Gerak leher setengah lingkaran dimulai dari arah hadap ke depan diputar ke kiri atau ke kanan. Pada bagian ini meliputi gerak leher ataupacak gulu dan pandangan mata atau pandengan. Pandengan atau pandangan mata secara umum mengarah ke garis horisontal. berhenti pada pandangan muka ke kiri atau ke kanan.Gerak leher (godheg) satu lingkaran penuh dimulai dari arakhadap mukake depan. Gerakan ini dilakukan untuk melengkapi ragam gerak sebelumnyamenambah penegasan karakter ragam gerak tersebut. tenang tetapi tetap dinamis. Lebihlebih pandangan mata yang tajam dengan ekspresi muka yang mengeras dapatmenghunjam ke dalamjiwa setiap pemirsa mampu membawa imajinasi penonton pada hayatannya. sudut depan kanan atau kiri.semangatperjuangan meskipun masih diperlukan penyesuaian karakter dan dinamika khas Jawa Timur. dan ke arah samping kanan atau samping kiri. Pertama adalah gerak leher yang disebut godheg yaitu gerak melingkar satu putaran penuh atau setengah lingkaran. Variasaiekspresimimik atau muka ini memberikan imbangan kepada gerakan-gerakan anggota tubuh yang lain sehingga secara keseluruhan tari Ngremo tampak ekspresif dan dinamis. Pola gerak ini menghadirkan sikap gagah. Bentuk dan Sikap Gerak Leber dan Kepala.

Kesatria sebagai konsep seeara empiris didapatkan oleh seniman melalui kegiatan pertunjukan di dalam instansi militer. Sebagaimana dikehendaki oleh sifat tegas dalam mengambil keputusan. aksentuasi tenaga yang menghasilkan gerak patah-patah. Atas dasar analisis aspek karakter dan gerakyang diajukan dapat dipahami bahwa kesatria sebagai rujukan karakter oleh seniman tari Ngremo diwujudkan seeara kinetik melalui gerak. Keeepatan gerak merupakan perkembangan penting dari gerak tari Ngremo ini. Kebutuhan itu diperlukan untuk mendapatkan kesan-kesan heroik.Semua harapan dan tujuan untuk meneapai kesan rasa gerak yang selaras. . dan volume yang luas. wibawa dalam penampilan dan eepat dalam bertindak. maka gerak tari ngremo pelaksanaannya berkembang dari lemah gemulai menjadi eepat. Misalnya dengan eara perubahan pelaksanaan tempo gerak. keras dan lebih bersemangat. Keadaankarakter dan gerak pada tari Ngremo Surabayan ini tidak ditemukan pada tari Ngremo Jombang. sedangkan persepsinya lebih banyak terinspirasi oleh karakter gagah pada satria dalam dunia pewayangan. sikap dasar dan pola gerak terinspirasi oleh sikap dasar tari pada tari Jawa Tengah (Surakarta dan Yogyakarta). dan penggambaran karakter yang diinginkan dilakukan dengan berbagai eara dan motifserta tujuannya. luas. Malang atau gaya personal daerah lain.

serta sebagai daya tarik bagi penonton untuk datang ke arenatayuban. . Sama halnya dengan pertun-jukan langen beksan. jaipongan. maka fenomena yang terjadi akhir-akhir ini adalah kebalikannya. penari juga mene-rima uang sawèran dari pengibing. Sebuah koreografi hasil kreativitas Sri Utami akhirnya terbentuk dari perpaduan antara koreografi baku Rèmo Surabayan dengan beberapa gerak pencakan. akhirnya digunakan pula seba-gai arena untuk melakukan tarian bersama. bahkan senam poco-poco. Tarian yang pada awalnya disajikan untuk kepentingan penyambutan. Koreografi rèmo tèmbèl yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan zaman menjadi salah satu hiburan yang menyegarkan suasana tayub. perbedaannya hanya terletak pada bagian tèmbèlan yang ditiadakan. topeng Malang. Apabila pada awalnya tayub mengadopsi rèmo dari seni per-tunjukan ludruk.KESIMPULAN Tari rèmo pada awalnya diper-tunjukkan sebagai tari pembuka pada pertunjukan ludruk. Boleh dikatakan Sri Utami adalah salah satu tokoh pembaharu tayub Malang. Koreografi rèmo yang unik ini ternyata disukai oleh masyarakat tayub. Seiring perkem-bangannya tarian kepahlawanan ini kemudian juga digunakan sebagai tari pembuka untuk mengawali tayub di Malang. Saat ini beberapa pertunjukan ludruk di Malang justru mempergu-nakan rèmo tayub gaya Sri Utami sebagai tarian pembukanya. Tak pelak Sri Utami memiliki andil cukup besar bagi perkembangan seni pertunjukan tayub dan peningkatan penghasilan bagi seniman pelaku tayub di Malang. dan semakin berkem-bang dari hari ke hari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->