P. 1
Perkembangan Islam Di Indonesia Setelah Kemerdekaan

Perkembangan Islam Di Indonesia Setelah Kemerdekaan

|Views: 1,003|Likes:
sejarah
sejarah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nabilla Ghina Zavitri on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2015

pdf

text

original

Perkembangan Islam di Indonesia setelah kemerdekaan

A. Perkembangan Islam pada masa kemerdekaan sampai orde baru. Pada masa kemerdekaan, tepatnya pada 3 januari 1946 didirikannya depertemen Agama yang mengurusi keperluan ummat Islam. Meskipun pada dasarnya depertemen Agama ini mengurusi keperluan ummat beragama yang ada di Indonesia, namun melihat latar belakang pendiriannya jelas untuk mengakomodasi kepentingan dan aspirasi ummta Islam sebagai mayoritas penduduk negeri ini. Usaha partai-parti Islam untuk menegakkan Islam sebagai Idiologi negara dalam konstituante mengalami jalan buntu. Partai-partai Islam itu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Soekarno, tetapi secara keseluruhan peranan-peranan partai-partai Islam mengalami kemerosotan. Tidak ada jabatan menteri berposisi penting yang diserahkan kepada Islam sebagaimana yang terjadi pada masa demokrasi parlementer.Satu-satunya kepentingan Islam yang diluluskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yang memberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan Tinggi. B. Perkembangan Islam pada masa orde baru. Meskipun ummat Islam merupakan 87% penduduk Indonesia dalam kehidupan berbangsa ini, ide negara Islam secara terus-menerus ditolak. Bahkan partai-partai Islam mulai dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan selalu mengalami kekalahan, kecuali diawal pergerakan nasional. Bahkan sekarang dengan pembaharuan politik partai-partai berideologi Islam pun lenyap. Kegiatan Islam semakin berkembang pada masa orde baru ini, diantaranya: 1. 2. 3. 4. 5. Bangunan-bangunan baru Islam (Masjid dan Mushallah) Pembangunan Madrasah, Pesantren dan juga Universitas Islam. Adanya kegiatan bulan Ramadhan (Pesantren kilat) Aktivitas Sosial keagamaan. Puisitasi Islam, drama, dan pegelaran seni Islam lainnya.

C. Perkembangan Islam Setelah Reformasi. Tidak diketahui secara persis apa yang dimaksud oleh sementara pihak yang melihat maraknya kehidupan politik Islam dewasa ini sebagai suatu fenomena yang dapat diberi label repolitisasi islam. Meskipun demikian, kalau menilik indikator utama yang digunakan sebagai dasar penialian itu adalah munculnya sejumlah partai politik yang menggunakan simbol dan asas Islam atau yang mempunyai pendukung utama komunitas Islam, maka tidak terlalu salah untuk mengatakan bahwa yang dimaksud adalah fenomena munculnya kembali kekuatan politik Islam. Hal yang demikian itu didalam perjalanannya selalu terbuka kemungkinan untuk "memolitikkan" bagian-bagian yang menjadi dasar idiologi partai-partai tersebut. Sekarang pada era reformasi, gejala demikian mungkin terulang kembali. Peran kelompok Islam, baik tokoh Islam maupun mahasiswa Islam dalam mendorong gerakan reformasi sangat besar. Namun, pada perkembangan selanjutnya, gerakan reformasi tidak selalu berada dalam pengendalian kelompok Islam.

dan Hindu-Budha. Dalam usaha untuk menyelesaikan masalah perdebata ideologi diambilah beberapa keputusan . Kementrian Agama resmi berdiri 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama M. Katolik Roma. apakah pemerintahan akan dijalankan berlandaskan ajaran agama Islam ataukah secara sekuler? Hal ini dipicu oleh tindakan dimentahkannya kembali Piagam Jakarta. Kini strukturnya pun berkembang. dalam KNIP dari 137 anggotanya. salah stunya adalah dengan mendirikan Kementrian Agama. hanya Menteri Pekerjaan umun dan Menteri Negara yang di percayakan kepada tokohIslam. Alternative lain yang tersedia adalah koalisi. Belum lagi dalam kabinet. kecuali mungkin diantara partai-partai Islam yang berasal dari rumpun yang sama. . umat islam hanya diwakili oleh 20 orang. sehingga hanya ada beberapa partai Islam saja yang ikut dalam pemilu. Indonesia menghadapi sebuah pertanyaan besar . Islam masa Revolusi dan Demokrasi Liberal Pada awal kemerdekannya. Pemerintahan Soekarno yang berlangsung sejak tahun 1945 nyatanya bisa katagorikan kedalam dua kelompok besar. bisa kita sebut sebagai Rezim Orde lama . Kedudukan golongan Islam merosot dan dianggap tidak bisa mewakili jumlah keseluruhan umat Islam yang merupakan mayoritas. Misalnya saja. Pembentukan Kementrian Agama Pembentukan Kementrian Agama ini tidak lepas dari keputusan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dalam sidangnya pada tanggal 25-26 Agustus 1945 yang membahas agar dalam Indonesia yang merdeka ini soal-soal keagamaan digarap oleh suatu kementrian tersendiri.Berbagai problem tersebut harus mampu diatasi oleh partai-partai Islam pada era reformasi dewasa ini.kemudian menjadi empat seksi masing-masing untuk kaum Muslimin. Awalnya kementrian ini terdiri dari tiga seksi . a. Rasyidi yang diangkat pada 12 Maret 1946. padahal Umat Islam mencapai 90% di Indonesia. dimana Soekarno bertindak sebagai kepala negara. Potestan. Adanya penggabungan secara menyeluruh mungkin tidak realistis. di BPKNIP yang beranggotakan 15 orang hanya 2 orang tokoh Islam yang dilibatkan. tidak lagi bagian tanggung jawab kementrian Pendidikan. yakni masa Demokrasi Liberal (1945-1958) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Perkembangan Islam di Indonesia setelah Kemerdekaan Perkembangan Islam di Indonesia setelah Kemerdekaan Masa seteleh diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia.

Mengatur. dalam menghadapi pasukan Belanda yang kembali setelah diboncengi NICA. Masyumi (majlis Syuro Muslimin Indonesia). buktinya dengan ditandatanganinya Kongres Umat Islam Indonesia pada tanggal 7-8 November di Yogyakarta. umat Islam begitu kompak . Pancasila dan Sosial Ekonomi. Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Agama serta Pusat pendidikan dan Latihan (Pusdiklat ) Pegawai. 3. Tujuan dan Fungsi Kementrian Agama (dirumuskan pada 1967) : 1.terdiri dari lima Direktorat Jenderal ( Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Bimbingan Haji. Setelah pemilu tahun 1955. para Kiyai dan Tokoh Islam mengeluarkan fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan merupakan fardhu a’in. tujuannya agar kkabinet tak didominasi oleh kolaborator (jepang dan Belanda). Selain itu . Meskipun Departemen Agama dibentuk. Syahrir yang merupakan pimpinan KNIP mendesak untuk dilakukannya rekonstruksi KNIP melalui petisi 50 negara KNIP. mengurus dan mengawasi penyelenggaraan ibadah haji. dengan demikian KNIP mendapatkan Hak legislatif untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Partai Sosialis (dengan falsafah hidup Marxis ) dan PNI (Partai Nasionalis Indonesia) yang Nasionalis Sekuler. banyak terjadi dialog ideologi secara terbuka dan memunculkan tiga alternatif dasar negara. sehingga munculah barisan Sabilillah dan Hizbullah. perguruan tinggi agama swasta dan pesantren luhur. tiga kekuatan yang sebelumnya bertikai muncul kembali . Mengurus dan mengembangkan IAIN. Bimbingan masyarakat Katolik. namun tidak meredakan konflik ideologi pada masa sesudahnya. Ditjen Bimbingan Protestan dan Ditjen Bimbingan Hindu-Budha) juga dibantu oleh Inspektorat Jenderal.X pada 3 November 1945 tentang diperbolehkannya pendirian partai-partai politik. 4. . 6. 2. Sekertariat Jenderal. Hasil terpenting dari kongres ini adalah terbentuknya suatu wadah perjuangan politik Indonesia. Mengurus serta mengatur pendidikan agama di sekolah-sekolah serta membimbing perguruan-perguruan agama. Disisi lain. Desakan ini kemudian dikabulkan oleh Presiden. Memberi penerangan dan penyuluhan agama. Setelah Wakil Presiden mengeluarkan maklumat No. yaitu : Islam. Mengikuti dan memperhatikan hal yang bersangkutan dengan Agama dan keagamaan. serta mengurus dan mengawasi pendidikan agama pada perguruan-perguruan tinggi. Pada kurun waktu ini . Mengurus dan mengatur peradilan agama serta menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hukum agama. Selain itu. 5. Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.

H. bahkan kemudian Syahrir diangkat menjadi Perdana Menteri pada 14 November 1945. . dengan begitu sistem pemerintahan bukan lagi presidentil. namun tampaknya kemudian menjadi awal bergantinya sistem demokrasi Liberal berganti menjadi demokrasi terpimpin. ( namun Perti yang dianggap wakil kelompok NASAKOM dibiarkan tetap ada). berakhirlah masa Demokrasi liberal. penyerahan kedaulatan melalui KMB dan penanganan pemberontakan PKI pada 1948 di Madiun. tapi kepada KNIP. Perti dll) melakukan penyesuaian diri dengan keinginan Soekarno yang didukung oleh ABRI dan PKI. Setelah pemilu 1955 dimana terpilihnya Kabinet Ali Sostroamidjoyo II yang merupakan koalisi PNI. sehingga pasca dibubarkannya Masyumi. Selanjutnya dalam kabinet Hatta. dan Doktor Honoris Causa dari IAIN dengan promotor K. Rasyidi yang kemudian bertamabah pada 3 Januari 1946 dengan diangkatnya M.Syahrir dan kelompoknya juga mendesak untuk dilakukannya perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan Republik. dikeluarkanlah Dekrit Presiden tentang pembubaran konstituante dan sekaligus pemberlakuan kembali Undang-undang Dasar taun 1945 dan usahausaha partai Islam untuk menegakan sIslam sebagai ideologi negara dalam konstituante pun mengalami jalan buntu. berubah menjadi Demokrasi terpimpin Soekarno. Hasilnya. Masyumi kurang sejalan dengan usulan Syahrir karena pada kenyatannya Syahrir sangat erat berhubungan dengan Jepang dan ekspensor Belanda. Masyumi menjadi oposisi dan baru pada Kabinet Amir Syarfudin Masyumi masuk sebagai partai koalisi. Kabinet ini kemudian jatuh pada 1957 karena ingin ikut serta dalam kekuasaan pemerintahan. dari 14 anggota parlemen. Beberapa tindakan seperti kristalisasi NU dan PSII. Partai islam yang tersisa (NU. NU mendukung beberapa manipol Usdek Soekarno. Sejak saat itu. sejumlah Parpol dikebiri karena dianggap menciptakan pemerintahan yang tidak efektif. ada enpat masalah krusial yang harus dselesaikan . Masyumi dan NU. yaitu H. Islam pada Demokrasi Terpimpin Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden Pada 1959. yaitu gerakan Darul Islam. Pemerintahan pun diambil alih oleh Presiden. beberapa pemimpinnya yang dianggap pendukung sejati negara Islam dan oposisi yang tak berkesudahan dipenjarakan dan Masyumi di bubarkan pada 1960. Natsir sebagai Menteri Penerangan. hanya satu orang yang dapat dianggap mewakili tokoh Umat Islam. Dengan beberapa Keppres. tetapi Parlementer. Dalam kurun waktu 1950-1955 peranan parpol Islam mengalami pasang surut . Saifudin Zuhri (salah satu pimpinan NU). Dekrit ini sebenarnya ingin mengambil jalan tengah untuk menyatakan bahwa Piagam Jakarta terkandung dalam UUD 1945. Beberapa bentuk penyesuaiannya seperti pemberian gelar Waly AlAmr al-Dahruri bi al-Syaukah kepada Soekarno oleh NU. b. kabinet bukan bertanggung jawab kepada Presiden. Timbulnya pemusatan kekuasaan mencuatkan konsekuensi yang variatif terhadap pertai-artai islam. NU menjadi Partai Islam terbesar pada waktu itu. Pada 1959. Presiden pada waktu itu setuju dengan usulan Syahrir. selain itu Perti dan Masyumi pun keluar dari kabinet karena kurang setuju dengan kebijakan dalam menangani krisis di beberapa daerah. sedangkan yang terjadi pada Masyumi. konsekuensi Perjanjian Renville.

Hal ini berarti memberikan fakta kepastian hukum terhadap perjuangan umat Islam. kecuali PKI yang memainkan peranan penting. Agamis. Tetapi dengan mengangkatnya dari sebuah substansi yang ada di dalam menjadi sebuah ideologi yang setara. Keadaan ini menimbulkan ketegangan antara Islam dan kmunisme dan munculnya ketidakpuasan dari pihak Nasionalis Sekuler dan angkatan bersenjata. peranan partai mengalami erosi karena .Beberapa pihak menganggap NU sebagai partai oportunis karena sikap proaktifnya. Soekarno mencoba mengendalikan tiga unsur politik ini. Pada bulan Oktober 1945 para ulama di Jawa memproklamasikan perang jihad fisabilillah terhadap Belanda / sekutu. Anggapan ini kemudian dibantah oleh petinggi-petinggi Nu. Dengan ini tercapailah kemerdekaan yang diidam-idamkan oleh rakyat Indonesia. unsur-unsur NASAKOM ini nampak jelas ada di dalamnya. Terutama di bidang pendidikan sebagai desaigner karakter bangsa dirasa perlu mengubah sistem pendidikan yang sesuai dengan suasana baru. Di masa Demokrasi terpimpin ini. Indonesia harus mengangkat Pancasila sekaligus menjunjung NASAKOMisme. Soekarno dianggap berselingkuh. kesejahteraan. . Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau abad ke tujuh sampai abad ke delapan masehi. Dengan inflasi keuangan negara sebesar 600 persen. Soekarno kembali menyuarakan ide lamanya NASAKOM (Nasionalis. Islam dan Komunis. Gagasan ini adalah upaya untuk meredam gejolak politik antara kelompok-kelompok tersebut. Ini mungkin didasarkan kepada penemuan batu nisan seorang wanita muslimah yang bernama Fatimah binti Maimun dileran dekat Surabaya bertahun 475 H atau 1082 M. Kemudian muncul semacamanggapan adanya penghianatan Soekarno terhadap Pancasila.LATAR BELAKANG MASALAH Revolusi Nasional meletus pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam bentuk proklamasi kemerdekaan. kemakmuran. Proklamasi mematahkan belenggu penjajahan dan menciptakan hidup baru di berbagai bidang. suatu pemikiran yang ingin menyatukan Nasionalis “sekular”. Slogan-slogan. Legislasi Islam sebagai ideologi negara dianggap mepmberi pengaruh negatif terhadap pemerintahan. Namun tetap saja secara keseluruhan peranan partai Islam mengalami Kemerosotan. Akhirnya masa kejatuhan kekuasaannya pun tiba. A. Meskipun dalam Pancasila sendiri. nasionalisme yang agamis berusaha diserukannya .dan Komunis). Kondisi negara berkebalikan dengan sloganslogan Soekarno yang pada waktu itu ia gembar-gemborkan. dimana umat Islam bersama ABRI dan golongan lain bekerjasama menumpasnya. Dengan menampung ketiganya dalam satu payung. Tak ada jabatan menteri penting yang dipercayakan kepada tokoh Islam dalam masa Demokrasi Terpimpin ini. Satu-satunya kepentingan Islam yang diluruskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yangmemberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan tinggi. Pancasila ditafsirkan sesuai dengan caranya sendiri. maka penduaan ini tidak terelakkan. dengan gagalnya Geakan 30 September PKI tahun 1965. Namun. dengan adanya upaya ini maka implikasinya. merka beralasan hal ini sebagai bentuk pengimbangan terhadap kekuatan PKI. maka era Soekarno pun berakhir. mungkin untuk mengangkat citranya.

Memotivasi umat islam bahwa kita dapat meraih sesuatu hal yang sulit sekalipun. TUJUAN Tujuan di susunnya makalah ini antara lain ialah. yakni masa Demokrasi Liberal (1945-1958) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Mengingatkan kembali dimana islam pada zaman kemerdekaan begitu hebatnya sehingga dapat merebut kejayaan yang direnggut oleh kaum orientalis. dengan ikhtiyar yang di iringi denagn do’a. tak luput semua itu peran aktif orgaisasi islam. . bisa kita sebut sebagai Rezim Orde lama . Indonesia menghadapi sebuah pertanyaan besar . BAB II PEMBAHASAN PERKEMBANGAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN Masa seteleh diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia. dimana Soekarno bertindak sebagai kepala negara. 1. Islam masa Revolusi dan Demokrasi Liberal Pada awal kemerdekannya.Sedang menurut laporan seorang musafir Maroko Ibnu Batutah yang mengunjungi Samudera Pasai dalam perjalanannya ke negeri Cina pada tahun 1345 M. apakah pemerintahan akan dijalankan berlandaskan ajaran agama Islam ataukah secara sekuler? Hal ini dipicu oleh tindakan dimentahkannya kembali Piagam Jakarta. A. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Islam. oleh karena itu berdasarkan bukti ini abad ke XIII di anggap sebagai awal masuknya agama islam ke Indonesia B . Pemerintahan Soekarno yang berlangsung sejak tahun 1945 nyatanya bisa katagorikan kedalam dua kelompok besar. 3. Kedudukan golongan Islam A. Agama islam yang bermahzab Syafi’I telah mantap disana selama se abad. 2.

Setelah pemilu tahun 1955. para Kiyai dan Tokoh Islam mengeluarkan fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan merupakan fardhu a’in. Mengatur. sehingga munculah barisan Sabilillah dan Hizbullah. Mengikuti dan memperhatikan hal yang bersangkutan dengan Agama dan keagamaan.X pada 3 November 1945 tentang diperbolehkannya pendirian partai-partai politik. Mengurus dan mengatur peradilan agama serta menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hukum agama. Mengurus dan mengembangkan IAIN. namun tidak meredakan konflik ideologi pada masa sesudahnya. yaitu : Islam. 4. Potestan. tidak lagi bagian tanggung jawab kementrian Pendidikan. 5. Dalam usaha untuk menyelesaikan masalah perdebata ideologi diambilah beberapa keputusan . Selain itu . hanya Menteri Pekerjaan umun dan Menteri Negara yang di percayakan kepada tokohIslam. B. Ditjen Bimbingan Protestan dan Ditjen Bimbingan Hindu-Budha) juga dibantu oleh Inspektorat Jenderal. padahal Umat Islam mencapai 90% di Indonesia. 6. Pembentukan Kementrian Agama Pembentukan Kementrian Agama ini tidak lepas dari keputusan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dalam sidangnya pada tanggal 25-26 Agustus 1945 yang membahas agar dalam Indonesia yang merdeka ini soal-soal keagamaan digarap oleh suatu kementrian tersendiri. dan Hindu-Budha. dalam KNIP dari 137 anggotanya. umat Islam begitu kompak . tiga kekuatan yang sebelumnya bertikai muncul kembali . dalam menghadapi pasukan Belanda yang kembali setelah diboncengi NICA. Memberi penerangan dan penyuluhan agama. umat islam hanya diwakili oleh 20 orang. Rasyidi yang diangkat pada 12 Maret 1946. Pada kurun waktu ini . Bimbingan masyarakat Katolik. 3. Pancasila dan Sosial Ekonomi. Awalnya kementrian ini terdiri dari tiga seksi . Setelah Wakil Presiden mengeluarkan maklumat No. Tujuan dan Fungsi Kementrian Agama (dirumuskan pada 1967) : 1. buktinya dengan ditandatanganinya Kongres Umat Islam Indonesia pada tanggal 7-8 November di Yogyakarta. Mengurus serta mengatur pendidikan agama di sekolah-sekolah serta membimbing perguruanperguruan agama.kemudian menjadi empat seksi masingmasing untuk kaum Muslimin. Belum lagi dalam kabinet. . perguruan tinggi agama swasta dan pesantren luhur. Sekertariat Jenderal. Katolik Roma. Kini strukturnya pun berkembang. Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. di BPKNIP yang beranggotakan 15 orang hanya 2 orang tokoh Islam yang dilibatkan. salah stunya adalah dengan mendirikan Kementrian Agama. mengurus dan mengawasi penyelenggaraan ibadah haji. Meskipun Departemen Agama dibentuk. Partai Sosialis (dengan falsafah hidup Marxis ) dan PNI (Partai Nasionalis Indonesia) yang Nasionalis Sekuler. serta mengurus dan mengawasi pendidikan agama pada perguruan-perguruan tinggi. Hasil terpenting dari kongres ini adalah terbentuknya suatu wadah perjuangan politik Indonesia. banyak terjadi dialog ideologi secara terbuka dan memunculkan tiga alternatif dasar negara. Kementrian Agama resmi berdiri 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama M. Masyumi (majlis Syuro Muslimin Indonesia). 2.merosot dan dianggap tidak bisa mewakili jumlah keseluruhan umat Islam yang merupakan mayoritas. terdiri dari lima Direktorat Jenderal ( Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Bimbingan Haji. Misalnya saja. Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Agama serta Pusat pendidikan dan Latihan (Pusdiklat ) Pegawai.

Dalam kurun waktu 1950-1955 peranan parpol Islam mengalami pasang surut . C. konsekuensi Perjanjian Renville. Beberapa tindakan seperti kristalisasi NU dan PSII. Kabinet ini kemudian jatuh pada 1957 karena ingin ikut serta dalam kekuasaan pemerintahan. Partai islam yang tersisa (NU. namun tampaknya kemudian menjadi awal bergantinya sistem demokrasi Liberal berganti menjadi demokrasi terpimpin. Sejak saat itu. sejumlah Parpol dikebiri karena dianggap menciptakan pemerintahan yang tidak efektif. Rasyidi yang kemudian bertamabah pada 3 Januari 1946 dengan diangkatnya M. bahkan kemudian Syahrir diangkat menjadi Perdana Menteri pada 14 November 1945. Beberapa bentuk penyesuaiannya seperti pemberian gelar Waly Al-Amr al-Dahruri bi al-Syaukah kepada Soekarno oleh NU. Dengan beberapa Keppres. Dekrit ini sebenarnya ingin mengambil jalan tengah untuk menyatakan bahwa Piagam Jakarta terkandung dalam UUD 1945. kabinet bukan bertanggung jawab kepada Presiden. Hasilnya. Setelah pemilu 1955 dimana terpilihnya Kabinet Ali Sostroamidjoyo II yang merupakan koalisi PNI. berakhirlah masa Demokrasi liberal. Saifudin Zuhri (salah satu pimpinan NU). yaitu gerakan Darul Islam. beberapa pemimpinnya yang dianggap pendukung sejati negara Islam dan oposisi yang tak berkesudahan dipenjarakan dan Masyumi di bubarkan pada 1960. Masyumi menjadi oposisi dan baru pada Kabinet Amir Syarfudin Masyumi masuk sebagai partai koalisi. Syahrir dan kelompoknya juga mendesak untuk dilakukannya perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan Republik. Anggapan ini kemudian dibantah oleh petinggi-petinggi Nu. sehingga pasca dibubarkannya Masyumi. dikeluarkanlah Dekrit Presiden tentang pembubaran konstituante dan sekaligus pemberlakuan kembali Undang-undang Dasar taun 1945 dan usahausaha partai Islam untuk menegakan sIslam sebagai ideologi negara dalam konstituante pun mengalami jalan buntu. NU menjadi Partai Islam terbesar pada waktu itu. dengan begitu sistem pemerintahan bukan lagi presidentil. Desakan ini kemudian dikabulkan oleh Presiden. Pemerintahan pun diambil alih oleh Presiden. dari 14 anggota parlemen. tapi kepada KNIP. Natsir sebagai Menteri Penerangan. Masyumi kurang sejalan dengan usulan Syahrir karena pada kenyatannya Syahrir sangat erat berhubungan dengan Jepang dan ekspensor Belanda. tetapi Parlementer. sedangkan yang terjadi pada Masyumi. penyerahan kedaulatan melalui KMB dan penanganan pemberontakan PKI pada 1948 di Madiun. Perti dll) melakukan penyesuaian diri dengan keinginan Soekarno yang didukung oleh ABRI dan PKI. Timbulnya pemusatan kekuasaan mencuatkan konsekuensi yang variatif terhadap pertaiartai islam. Selanjutnya dalam kabinet Hatta. Pada 1959.H. tujuannya agar kkabinet tak didominasi oleh kolaborator (jepang dan Belanda). dengan demikian KNIP mendapatkan Hak legislatif untuk mengontrol jalannya pemerintahan. ( namun Perti yang dianggap wakil kelompok NASAKOM dibiarkan tetap ada). Masyumi dan NU. Syahrir yang merupakan pimpinan KNIP mendesak untuk dilakukannya rekonstruksi KNIP melalui petisi 50 negara KNIP.Disisi lain. . Islam Pada Masa Demokrasi Terpimpin Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden Pada 1959. hanya satu orang yang dapat dianggap mewakili tokoh Umat Islam. yaitu H. dan Doktor Honoris Causa dari IAIN dengan promotor K. ada enpat masalah krusial yang harus dselesaikan . NU mendukung beberapa manipol Usdek Soekarno. berubah menjadi Demokrasi terpimpin Soekarno. Beberapa pihak menganggap NU sebagai partai oportunis karena sikap proaktifnya. Presiden pada waktu itu setuju dengan usulan Syahrir. Selain itu. selain itu Perti dan Masyumi pun keluar dari kabinet karena kurang setuju dengan kebijakan dalam menangani krisis di beberapa daerah.

Partai-partai Islam itu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Soekarno. Gagasan ini adalah upaya untuk meredam gejolak politik antara kelompok-kelompok tersebut. Slogan-slogan. tepatnya pada 3 januari 1946 didirikannya depertemen Agama yang mengurusi keperluan ummat Islam. Soekarno dianggap berselingkuh. Soekarno mencoba mengendalikan tiga unsur politik ini. Dengan menampung ketiganya dalam satu payung. Kemudian muncul semacamanggapan adanya penghianatan Soekarno terhadap Pancasila. Akhirnya masa kejatuhan kekuasaannya pun tiba. Di masa Demokrasi terpimpin ini. d).Satu-satunya kepentingan Islam yang diluluskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yang memberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan Tinggi. maka penduaan ini tidak terelakkan. Namun tetap saja secara keseluruhan peranan partai Islam mengalami Kemerosotan. Keadaan ini menimbulkan ketegangan antara Islam dan kmunisme dan munculnya ketidakpuasan dari pihak Nasionalis Sekuler dan angkatan bersenjata. Usaha partai-parti Islam untuk menegakkan Islam sebagai Idiologi negara dalam konstituante mengalami jalan buntu. suatu pemikiran yang ingin menyatukan Nasionalis “sekular”. Tetapi dengan mengangkatnya dari sebuah substansi yang ada di dalam menjadi sebuah ideologi yang setara. Meskipun pada dasarnya depertemen Agama ini mengurusi keperluan ummat beragama yang ada di Indonesia. Pancasila ditafsirkan sesuai dengan caranya sendiri. Legislasi Islam sebagai ideologi negara dianggap mepmberi pengaruh negatif terhadap pemerintahan. dimana umat Islam bersama ABRI dan golongan lain bekerjasama menumpasnya. Namun. kecuali PKI yang memainkan peranan penting. Tidak ada jabatan menteri berposisi penting yang diserahkan kepada Islam sebagaimana yang terjadi pada masa demokrasi parlementer. dengan gagalnya Geakan 30 September PKI tahun 1965. unsur-unsur NASAKOM ini nampak jelas ada di dalamnya. Soekarno kembali menyuarakan ide lamanya NASAKOM (Nasionalis. Kondisi negara berkebalikan dengan slogan-slogan Soekarno yang pada waktu itu ia gembar-gemborkan. namun melihat latar belakang pendiriannya jelas untuk mengakomodasi kepentingan dan aspirasi ummta Islam sebagai mayoritas penduduk negeri ini. Satusatunya kepentingan Islam yang diluruskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yangmemberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan tinggi.dan Komunis). Tak ada jabatan menteri penting yang dipercayakan kepada tokoh Islam dalam masa Demokrasi Terpimpin ini. Indonesia harus mengangkat Pancasila sekaligus menjunjung NASAKOM-isme. peranan partai mengalami erosi karena . kemakmuran. Meskipun dalam Pancasila sendiri. Dengan inflasi keuangan negara sebesar 600 persen. nasionalisme yang agamis berusaha diserukannya . Agamis. kesejahteraan.merka beralasan hal ini sebagai bentuk pengimbangan terhadap kekuatan PKI. tetapi secara keseluruhan peranan-peranan partai-partai Islam mengalami kemerosotan. mungkin untuk mengangkat citranya. Perkembangan Islam Pada Masa Orde Baru (1966-1998) Pada masa kemerdekaan. dengan adanya upaya ini maka implikasinya. maka era Soekarno pun berakhir. Islam dan Komunis. .

Sejak tahun 1966 para pemuda dam mahasiswa melakukan demontrasi dijalan-jalan sebagian secara spontan sebagian lagi atas perencanaan pihak lain mulamula memprotes segala macam penyalahgunaan kekuasaan sampai protes terhadap Soekarno. Kegiatan Islam semakin berkembang pada masa orde baru ini. pemerintah Orde Baru bertekad sepenuhnya untuk kembali kepada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konsekuen. 2. Dalam sidang-sidang MPR yang menyusun GBHN sejak tahun 1973 hingga sekrang. makin memperoleh tempat yang kuat dalam struktur organisasi pemerintahan dan dalam masyarakat pada umumnya. baik menyangkut kehidupan sosial. Dengan demikian sejak tahun 1966 pendidikan agama menjadi hak wajib mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Umum Negeri di seluruh Indonesia. Perubahan Orde Lama menjadi Orde Baru berlangsung melalui kerjasama erat antara pihak ABRI atau tentara dan gerakan-gerakan pemuda yang disebut angkatan 1966. 3. Bahkan partai-partai Islam mulai dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan selalu mengalami kekalahan. Sejak ditumpasnya G 30 S/PKI pada tanggal 1 oktober 1965 bangsa Indonesia telah memasuki pase baru yang diberi nama Orde Baru. ide negara Islam secara terus-menerus ditolak. Dalam keputusannya bidang pendidikan agama telah mengalami kemajuan. 5. Adanya kegiatan bulan Ramadhan (Pesantren kilat) Aktivitas Sosial keagamaan. Berdasarkan tekad dan semangat tersebut. drama. diantaranya: 1. Puisitasi Islam. Periode ini disebut zaman Orde Baru dan zaman munculnya angkatan baru yang disebut angkatan 66.Meskipun ummat Islam merupakan 87% penduduk Indonesia dalam kehidupan berbangsa ini. kehidupan beragama dan pendidikan agama khususnya. Bahkan sekarang dengan pembaharuan politik partai-partai berideologi Islam pun lenyap. agama maupun politik. Pemerintah dan rakyat membangun manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Pesantren dan juga Universitas Islam. selalu ditegaskan bahwa pendidikan agama menjadi mata pelajaran . Pada waktu itu sedang dilakukan upaya untuk membersihkan sisa-sisa mental G 30 S/ PKI. dan pegelaran seni Islam lainnya. kecuali diawal pergerakan nasional. Sejak tahun 1966 telah terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia. Sebagaimana dikemukakan diatas MPRS pada tahun 1966 telah bersidang. Bangunan-bangunan baru Islam (Masjid dan Mushallah) Pembangunan Madrasah. 4.

kalau menilik indikator utama yang digunakan sebagai dasar penialian itu adalah munculnya sejumlah partai politik yang menggunakan simbol dan asas Islam atau yang mempunyai pendukung utama komunitas Islam. gerakan reformasi tidak selalu berada dalam pengendalian kelompok Islam. pada perkembangan selanjutnya. Meskipun demikian. a) Perkembangan Islam Setelah Reformasi. Adanya penggabungan secara menyeluruh mungkin tidak realistis.di sekolah-sekolah negeri dalam semua jenjang pendidikan. Sekarang pada era reformasi. maka secara instantional . sehingga hanya ada beberapa partai Islam saja yang ikut dalam pemilu B. Hal ini berarti adanya keserasian. Namun. Pembangunan nasional memang dilaksanakan dalam rangka pembangunan warga dan masyarakat Indonesia seutuhnya. Alternative lain yang tersedia adalah koalisi. keseimbangan dan keselarasan antara pembangunan bidang jasmani dan rohani. Tidak diketahui secara persis apa yang dimaksud oleh sementara pihak yang melihat maraknya kehidupan politik Islam dewasa ini sebagai suatu fenomena yang dapat diberi label repolitisasi islam. LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM a) Lembaga Pendidikan Islam sesudah Indonesia Merdeka Setelah Indonesia merdeka dan mempunyai Departemen Agama. bahkan pendidikan agama sudah dikembangkan sejak Taman Kanak-Kanak (Bab V pasal 9 ayat 1 PP Nomor 2 Tahun 1989). gejala demikian mungkin terulang kembali. maka tidak terlalu salah untuk mengatakan bahwa yang dimaksud adalah fenomena munculnya kembali kekuatan politik Islam. Peran kelompok Islam. Pembangunan seperti ini menjadi pangkal tonggak pembangunan bidang agama. kecuali mungkin diantara partai-partai Islam yang berasal dari rumpun yang sama. Berbagai problem tersebut harus mampu diatasi oleh partai-partai Islam pada era reformasi dewasa ini. baik tokoh Islam maupun mahasiswa Islam dalam mendorong gerakan reformasi sangat besar. dengan sesama manusia dan dengan lingkungan hidupnya secara seimbang. Hal yang demikian itu didalam perjalanannya selalu terbuka kemungkinan untuk "memolitikkan" bagian-bagian yang menjadi dasar idiologi partai-partai tersebut.

Majalengka pada tahun 1887 M.Abubakar Bin Kyai Sulaiman. 2. yang kemudian berubah menjadi Persatuan Umat Islam (PUI) pada tanggal 5 April 1952 M/9 Rajab 1371 H.Departemen Agama diserahi kewajiban dan bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan pendidikan agama dalam lembaga-lembaga tersebut. . Semuanya itu diajarkan dengan memakai buku-buku huruf latin. Ibunya adalah puteri Haji Ibrahim seorang penghulu. Ilyas dimasukkan pengetahuan umum ke dalam Madrasah Salafiyah. Yang berstatus negeri misalnya seperti : 1) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (Tingkat Dasar) 2) Madrasah Tsawiyah Negeri (Tingkat Menengah Pertama) 3) Madrasah Aliyah Negeri (tingkat Menengah Atas). Khatib di masjid besar (jami’) Kesulitan Yogyakarta.H. Abdul Halim lahir di Ciberelang. KH Abdul Halim (1887 – 1962) KH. mula-mulai ia belajar agama Islam pada ayahnya sendiri Kyai Asy’ari Kemudian ia belajar ke pondok pesantren Purbalinggo. Dahulunya berupa Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA) dan Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) 4) Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang kemudian berubah menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri)  Tokoh-tokoh pendidikan Islam di Indonesia Adapun beberapa tokoh pendidikan Islam di Indonesia 1. yaitu: 1) Membaca dan menulis huruf latin 2) Mempelajari bahasa Indonesia 3) Mempelajari ilmu bumi dan sejarah Indonesia 4) Mempelajari ilmu berhitung. dimulai pada tahun 1911.H Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1869 M dengan nama kecilnya Muhammad Darwis. Kemudian pindah lagi ke Plangitan. dan lainlain. Kyai Haji Ahmad Dahlan (1869 – 1923) K. yang kemudian berkembnag menjadi persyerikatan Ulama. Kyai Haji Hasyim Asy’ari (1871-1947) K. Dia adalah pelopor gerakan pembaharuan di daerah Majalenga. Jawa Barat. Madura. Maka di bawah pimpinan KH. Lembaga pendidikan agama Islam ada yang berstatus negeri dan ada yang berstatus swasta. Semarang. Hasyim asy’ari dilahirkan pada tanggal 14 Februari tahun 1981 M di Jombang Jawa Timur. 3. putra dariKH.

sebagai usaha untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum. Prof. yaitu kembali pada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konskuen. Ludjito menyebutkan permasalahan yang terjadi dalam Pendidikan Agama Islam walaupun dari sistem pendidikan nasional cukup kuat. Peran utama agama sebagai landasan spiritual. namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan. agama juga berpengaruh untuk membersihkan jiwa manusia dan kemakmuran rakyat. memang sejak tahun 1966 terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia. undang-undang pendidikan dari zaman dahulu sampai sekarang masih terdapat dikotomi pendidikan. Menurut Abdurrahman Mas’ud . Pada Orde Baru tekad yang diemban.b) Pendidikan Pada Masa Orde Baru Pemerintahan memandang bahwa agama mempunyai kedudukan dan peranan sangat penting dan strategis. namun itu semua hanya bahasa kiasan belaka. sehingga pendidikan agama memperoleh tempat yang kuat dalam struktur pemerintahan. Artinya pendidikan Islam harus mampu : Membedakan akar peserta didik dari semua kekangan dan belenggu Membangkitkan indra dan perasaan anak didik sebagai sarana berfikir Membekali ilmu pengetahuan Di samping hal itu peluang untuk berkembangnya pendidikan Islam secara integrasi dalam Sistem Pendidikan Nasional bisa dilihat dalam beberapa pasal. warga dan masyarakat hingga akhirnya dapat menjiwai kehidupan bangsa dan negara. PhD.    . maka pendidikan agama akan lebih diperhatikan masyarakat. tata krama dalam Pendidikan Agama Islam Seandainya dari enam aspek tersebut bisa ditangani. Lebih menitikberatkan pada aspek kognitif daripada aspek afektif Adanya dikotomi pendidikan. ilmu agama dan umum justru akan menciptakan kebersamaan dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis serasi dan seimbang. Kalau dicermati bahwa undang-undang pendidikan nasional masih membeda-bedakan antara pendidikan umum dan agama. Untuk mengembangkan pendidikan Islam haruslah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan. padahal perkawinan. meterogenitas pengetahuan dan penghayatan peserta didik Perhatian dan kepedulian pemimpin sekolah dan guru terhadap pendidikan agama kurang Kemampuan guru agama untuk menghubungkan dengan kehidupan kurang Kurangnya penanaman nilai-nilai. Agama sebagai sistem nilai seharusnya dipahami dan diamalkan oleh setiap individu. Walaupun pendidikan agama mendapat porsi yang bagus sejak proklamasi kemerdekaan sampai Orde Baru berakar. baik itu menyangkut kehidupan sosial agama maupun politik. sehingga menjadi "lahan subur” tempat persemaian generasi baru. Hal ini karena dipengaruhi beberapa faktor. Pendidikan Agama dan Sistem Pendidikan Nasional Melalui perjalanan panjang proses penyusunan sejak tahun 1945-1989 UU nomor 2 tahun 1989. yaitu :       Kurangnya jumlah pelajaran agama di sekolah Metodologi pendidikan agama kurang tepat. 1. Kalau dirunut kebelakang. moral dan etika dalam pembangunan nasional.

serta jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila. pendidikan kejuruan. kreatif dan kritis. KESIMPULAN . Pasal 47. akademik dan profesional. pribadi yang mantap dan mandiri. moral dan ketrampilan. ciri khas suatu pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat tetap diindahkan 2. pelajaran agama dan mata pelajaran umum ditentukan guru yang memilki integritas keilmuan yang memadai dalam pendidikan. Karena sasaran akhir dari pendidikan (agama) adalah untuk meciptakan manusia yang bisa mengintegrasikan diri. tentang tujuan pendidikan nasional. kedinasan. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia seutuhnya. pasal 10. Pasal 39 ayat 2. pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama. Untuk melaksanakan suatu yang lebih baik dari masa lalu. agama dan kewarganegaraan. PENUTUP A. Dengan kata lain. Pasal 11 ayat 1. nilai budaya. yaitu manusia yang bertakwa dan ketrampilan. Pengintegrasian Pelajaran Agama dan Pelajaran Umum Integrasi merupakan pembauran sesuatu sehingga menjadi kesatuan. Pasal 4. pendidikan nasional adalah pendidikan yang terakhir pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sehingga bisa menemukan cara untuk dapat menghubungkan bagian-bagian dari suatu bidang dari suatu bidang studi.a) b) c) d) e) f) Pasal 1 ayat 2. sedangkan integrasi pendidikan adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam pendidikan dan integritas pendidikan memerlukan integritas kurikulum atau secara khusus memerlukan integritas pelajaran. mampu menggunakan imannya dalam menjawab tantangan hidup dan mampu memanusiakan sesamanya dengan berbagai kehidupan yang sejahtera yang dikaruniakan Allah pada manusia. kesehatan jasmani dan rohani. satu pelajaran dengan mata pelajaran yang lain. pendidikan dimaksudkan untuk memajukan manusia dalam mengambil bagian secara aktif. jenis pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum. isi kurikulum setiap jenis dan jalur. keagamaan.

Dalam bidang organisasi islam. karena yang mempunyai peranan dan pemegang dalam estafet Negara tidak lain adalah kita anak cucu bangsa yang beragama.Pendekar-pendekar Islam di zaman kerdekaan mempunyai beberapa pernan yang besar terhadap Negara. Dalam perdagangan . 2.dengan cara belajar dari sejarah. . di antranya: 1. Dalam bidang pendidkan. 3. maka kita dapat mawas diri sehingga kita sebagai penerima warisan sejarah dapat menyuburkannya. Setelah kita mengetahui sejarah berkembang islam pada waktu zaman kemerdekaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->