Perkembangan Islam di Indonesia setelah kemerdekaan

A. Perkembangan Islam pada masa kemerdekaan sampai orde baru. Pada masa kemerdekaan, tepatnya pada 3 januari 1946 didirikannya depertemen Agama yang mengurusi keperluan ummat Islam. Meskipun pada dasarnya depertemen Agama ini mengurusi keperluan ummat beragama yang ada di Indonesia, namun melihat latar belakang pendiriannya jelas untuk mengakomodasi kepentingan dan aspirasi ummta Islam sebagai mayoritas penduduk negeri ini. Usaha partai-parti Islam untuk menegakkan Islam sebagai Idiologi negara dalam konstituante mengalami jalan buntu. Partai-partai Islam itu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Soekarno, tetapi secara keseluruhan peranan-peranan partai-partai Islam mengalami kemerosotan. Tidak ada jabatan menteri berposisi penting yang diserahkan kepada Islam sebagaimana yang terjadi pada masa demokrasi parlementer.Satu-satunya kepentingan Islam yang diluluskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yang memberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan Tinggi. B. Perkembangan Islam pada masa orde baru. Meskipun ummat Islam merupakan 87% penduduk Indonesia dalam kehidupan berbangsa ini, ide negara Islam secara terus-menerus ditolak. Bahkan partai-partai Islam mulai dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan selalu mengalami kekalahan, kecuali diawal pergerakan nasional. Bahkan sekarang dengan pembaharuan politik partai-partai berideologi Islam pun lenyap. Kegiatan Islam semakin berkembang pada masa orde baru ini, diantaranya: 1. 2. 3. 4. 5. Bangunan-bangunan baru Islam (Masjid dan Mushallah) Pembangunan Madrasah, Pesantren dan juga Universitas Islam. Adanya kegiatan bulan Ramadhan (Pesantren kilat) Aktivitas Sosial keagamaan. Puisitasi Islam, drama, dan pegelaran seni Islam lainnya.

C. Perkembangan Islam Setelah Reformasi. Tidak diketahui secara persis apa yang dimaksud oleh sementara pihak yang melihat maraknya kehidupan politik Islam dewasa ini sebagai suatu fenomena yang dapat diberi label repolitisasi islam. Meskipun demikian, kalau menilik indikator utama yang digunakan sebagai dasar penialian itu adalah munculnya sejumlah partai politik yang menggunakan simbol dan asas Islam atau yang mempunyai pendukung utama komunitas Islam, maka tidak terlalu salah untuk mengatakan bahwa yang dimaksud adalah fenomena munculnya kembali kekuatan politik Islam. Hal yang demikian itu didalam perjalanannya selalu terbuka kemungkinan untuk "memolitikkan" bagian-bagian yang menjadi dasar idiologi partai-partai tersebut. Sekarang pada era reformasi, gejala demikian mungkin terulang kembali. Peran kelompok Islam, baik tokoh Islam maupun mahasiswa Islam dalam mendorong gerakan reformasi sangat besar. Namun, pada perkembangan selanjutnya, gerakan reformasi tidak selalu berada dalam pengendalian kelompok Islam.

yakni masa Demokrasi Liberal (1945-1958) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1966). dan Hindu-Budha. Kedudukan golongan Islam merosot dan dianggap tidak bisa mewakili jumlah keseluruhan umat Islam yang merupakan mayoritas. Islam masa Revolusi dan Demokrasi Liberal Pada awal kemerdekannya. apakah pemerintahan akan dijalankan berlandaskan ajaran agama Islam ataukah secara sekuler? Hal ini dipicu oleh tindakan dimentahkannya kembali Piagam Jakarta. Rasyidi yang diangkat pada 12 Maret 1946. a. umat islam hanya diwakili oleh 20 orang. . Dalam usaha untuk menyelesaikan masalah perdebata ideologi diambilah beberapa keputusan .Berbagai problem tersebut harus mampu diatasi oleh partai-partai Islam pada era reformasi dewasa ini. sehingga hanya ada beberapa partai Islam saja yang ikut dalam pemilu. dalam KNIP dari 137 anggotanya. Perkembangan Islam di Indonesia setelah Kemerdekaan Perkembangan Islam di Indonesia setelah Kemerdekaan Masa seteleh diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia. Belum lagi dalam kabinet. di BPKNIP yang beranggotakan 15 orang hanya 2 orang tokoh Islam yang dilibatkan.kemudian menjadi empat seksi masing-masing untuk kaum Muslimin. salah stunya adalah dengan mendirikan Kementrian Agama. Misalnya saja. dimana Soekarno bertindak sebagai kepala negara. Adanya penggabungan secara menyeluruh mungkin tidak realistis. Katolik Roma. hanya Menteri Pekerjaan umun dan Menteri Negara yang di percayakan kepada tokohIslam. Pemerintahan Soekarno yang berlangsung sejak tahun 1945 nyatanya bisa katagorikan kedalam dua kelompok besar. Kementrian Agama resmi berdiri 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama M. bisa kita sebut sebagai Rezim Orde lama . Pembentukan Kementrian Agama Pembentukan Kementrian Agama ini tidak lepas dari keputusan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dalam sidangnya pada tanggal 25-26 Agustus 1945 yang membahas agar dalam Indonesia yang merdeka ini soal-soal keagamaan digarap oleh suatu kementrian tersendiri. Potestan. Kini strukturnya pun berkembang. Alternative lain yang tersedia adalah koalisi. padahal Umat Islam mencapai 90% di Indonesia. tidak lagi bagian tanggung jawab kementrian Pendidikan. Indonesia menghadapi sebuah pertanyaan besar . Awalnya kementrian ini terdiri dari tiga seksi . kecuali mungkin diantara partai-partai Islam yang berasal dari rumpun yang sama.

dalam menghadapi pasukan Belanda yang kembali setelah diboncengi NICA.terdiri dari lima Direktorat Jenderal ( Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Bimbingan Haji. Selain itu . Syahrir yang merupakan pimpinan KNIP mendesak untuk dilakukannya rekonstruksi KNIP melalui petisi 50 negara KNIP. namun tidak meredakan konflik ideologi pada masa sesudahnya. perguruan tinggi agama swasta dan pesantren luhur. Mengatur. Masyumi (majlis Syuro Muslimin Indonesia). yaitu : Islam. dengan demikian KNIP mendapatkan Hak legislatif untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Mengikuti dan memperhatikan hal yang bersangkutan dengan Agama dan keagamaan. Pada kurun waktu ini . Mengurus dan mengembangkan IAIN. tiga kekuatan yang sebelumnya bertikai muncul kembali . Tujuan dan Fungsi Kementrian Agama (dirumuskan pada 1967) : 1. Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Agama serta Pusat pendidikan dan Latihan (Pusdiklat ) Pegawai. 4. Meskipun Departemen Agama dibentuk.X pada 3 November 1945 tentang diperbolehkannya pendirian partai-partai politik. 2. Bimbingan masyarakat Katolik. Ditjen Bimbingan Protestan dan Ditjen Bimbingan Hindu-Budha) juga dibantu oleh Inspektorat Jenderal. Pancasila dan Sosial Ekonomi. mengurus dan mengawasi penyelenggaraan ibadah haji. Partai Sosialis (dengan falsafah hidup Marxis ) dan PNI (Partai Nasionalis Indonesia) yang Nasionalis Sekuler. Sekertariat Jenderal. para Kiyai dan Tokoh Islam mengeluarkan fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan merupakan fardhu a’in. banyak terjadi dialog ideologi secara terbuka dan memunculkan tiga alternatif dasar negara. Memberi penerangan dan penyuluhan agama. sehingga munculah barisan Sabilillah dan Hizbullah. tujuannya agar kkabinet tak didominasi oleh kolaborator (jepang dan Belanda). Hasil terpenting dari kongres ini adalah terbentuknya suatu wadah perjuangan politik Indonesia. umat Islam begitu kompak . Mengurus serta mengatur pendidikan agama di sekolah-sekolah serta membimbing perguruan-perguruan agama. . 6. Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. Disisi lain. 3. Selain itu. Desakan ini kemudian dikabulkan oleh Presiden. Setelah pemilu tahun 1955. buktinya dengan ditandatanganinya Kongres Umat Islam Indonesia pada tanggal 7-8 November di Yogyakarta. serta mengurus dan mengawasi pendidikan agama pada perguruan-perguruan tinggi. Mengurus dan mengatur peradilan agama serta menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hukum agama. Setelah Wakil Presiden mengeluarkan maklumat No. 5.

ada enpat masalah krusial yang harus dselesaikan . Presiden pada waktu itu setuju dengan usulan Syahrir. namun tampaknya kemudian menjadi awal bergantinya sistem demokrasi Liberal berganti menjadi demokrasi terpimpin. Sejak saat itu. Masyumi dan NU. sedangkan yang terjadi pada Masyumi. kabinet bukan bertanggung jawab kepada Presiden. hanya satu orang yang dapat dianggap mewakili tokoh Umat Islam. dikeluarkanlah Dekrit Presiden tentang pembubaran konstituante dan sekaligus pemberlakuan kembali Undang-undang Dasar taun 1945 dan usahausaha partai Islam untuk menegakan sIslam sebagai ideologi negara dalam konstituante pun mengalami jalan buntu. Timbulnya pemusatan kekuasaan mencuatkan konsekuensi yang variatif terhadap pertai-artai islam. Rasyidi yang kemudian bertamabah pada 3 Januari 1946 dengan diangkatnya M. Kabinet ini kemudian jatuh pada 1957 karena ingin ikut serta dalam kekuasaan pemerintahan. Hasilnya. konsekuensi Perjanjian Renville. NU mendukung beberapa manipol Usdek Soekarno. Pemerintahan pun diambil alih oleh Presiden. penyerahan kedaulatan melalui KMB dan penanganan pemberontakan PKI pada 1948 di Madiun. Partai islam yang tersisa (NU. tapi kepada KNIP. Saifudin Zuhri (salah satu pimpinan NU). yaitu gerakan Darul Islam. ( namun Perti yang dianggap wakil kelompok NASAKOM dibiarkan tetap ada). berakhirlah masa Demokrasi liberal. Masyumi menjadi oposisi dan baru pada Kabinet Amir Syarfudin Masyumi masuk sebagai partai koalisi.Syahrir dan kelompoknya juga mendesak untuk dilakukannya perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan Republik. tetapi Parlementer. Dekrit ini sebenarnya ingin mengambil jalan tengah untuk menyatakan bahwa Piagam Jakarta terkandung dalam UUD 1945. sejumlah Parpol dikebiri karena dianggap menciptakan pemerintahan yang tidak efektif. Natsir sebagai Menteri Penerangan. yaitu H. dan Doktor Honoris Causa dari IAIN dengan promotor K. Selanjutnya dalam kabinet Hatta. Perti dll) melakukan penyesuaian diri dengan keinginan Soekarno yang didukung oleh ABRI dan PKI. beberapa pemimpinnya yang dianggap pendukung sejati negara Islam dan oposisi yang tak berkesudahan dipenjarakan dan Masyumi di bubarkan pada 1960. Masyumi kurang sejalan dengan usulan Syahrir karena pada kenyatannya Syahrir sangat erat berhubungan dengan Jepang dan ekspensor Belanda. Pada 1959. dengan begitu sistem pemerintahan bukan lagi presidentil. Dalam kurun waktu 1950-1955 peranan parpol Islam mengalami pasang surut . Setelah pemilu 1955 dimana terpilihnya Kabinet Ali Sostroamidjoyo II yang merupakan koalisi PNI. Beberapa bentuk penyesuaiannya seperti pemberian gelar Waly AlAmr al-Dahruri bi al-Syaukah kepada Soekarno oleh NU. Islam pada Demokrasi Terpimpin Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden Pada 1959. bahkan kemudian Syahrir diangkat menjadi Perdana Menteri pada 14 November 1945. .H. sehingga pasca dibubarkannya Masyumi. berubah menjadi Demokrasi terpimpin Soekarno. Dengan beberapa Keppres. b. dari 14 anggota parlemen. selain itu Perti dan Masyumi pun keluar dari kabinet karena kurang setuju dengan kebijakan dalam menangani krisis di beberapa daerah. NU menjadi Partai Islam terbesar pada waktu itu. Beberapa tindakan seperti kristalisasi NU dan PSII.

Soekarno dianggap berselingkuh. Ini mungkin didasarkan kepada penemuan batu nisan seorang wanita muslimah yang bernama Fatimah binti Maimun dileran dekat Surabaya bertahun 475 H atau 1082 M. Hal ini berarti memberikan fakta kepastian hukum terhadap perjuangan umat Islam. dimana umat Islam bersama ABRI dan golongan lain bekerjasama menumpasnya. Soekarno mencoba mengendalikan tiga unsur politik ini. dengan adanya upaya ini maka implikasinya. Islam dan Komunis. Namun. maka penduaan ini tidak terelakkan. Akhirnya masa kejatuhan kekuasaannya pun tiba. Pada bulan Oktober 1945 para ulama di Jawa memproklamasikan perang jihad fisabilillah terhadap Belanda / sekutu. Legislasi Islam sebagai ideologi negara dianggap mepmberi pengaruh negatif terhadap pemerintahan. Pancasila ditafsirkan sesuai dengan caranya sendiri. Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau abad ke tujuh sampai abad ke delapan masehi. kemakmuran. Kondisi negara berkebalikan dengan sloganslogan Soekarno yang pada waktu itu ia gembar-gemborkan. maka era Soekarno pun berakhir. Dengan menampung ketiganya dalam satu payung. Namun tetap saja secara keseluruhan peranan partai Islam mengalami Kemerosotan. . Keadaan ini menimbulkan ketegangan antara Islam dan kmunisme dan munculnya ketidakpuasan dari pihak Nasionalis Sekuler dan angkatan bersenjata. Soekarno kembali menyuarakan ide lamanya NASAKOM (Nasionalis. kesejahteraan.LATAR BELAKANG MASALAH Revolusi Nasional meletus pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam bentuk proklamasi kemerdekaan.Beberapa pihak menganggap NU sebagai partai oportunis karena sikap proaktifnya. Agamis. Anggapan ini kemudian dibantah oleh petinggi-petinggi Nu. dengan gagalnya Geakan 30 September PKI tahun 1965. nasionalisme yang agamis berusaha diserukannya .dan Komunis). Dengan inflasi keuangan negara sebesar 600 persen. Meskipun dalam Pancasila sendiri. Kemudian muncul semacamanggapan adanya penghianatan Soekarno terhadap Pancasila. Satu-satunya kepentingan Islam yang diluruskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yangmemberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan tinggi. merka beralasan hal ini sebagai bentuk pengimbangan terhadap kekuatan PKI. Proklamasi mematahkan belenggu penjajahan dan menciptakan hidup baru di berbagai bidang. A. Slogan-slogan. Di masa Demokrasi terpimpin ini. Tak ada jabatan menteri penting yang dipercayakan kepada tokoh Islam dalam masa Demokrasi Terpimpin ini. Gagasan ini adalah upaya untuk meredam gejolak politik antara kelompok-kelompok tersebut. peranan partai mengalami erosi karena . kecuali PKI yang memainkan peranan penting. suatu pemikiran yang ingin menyatukan Nasionalis “sekular”. Terutama di bidang pendidikan sebagai desaigner karakter bangsa dirasa perlu mengubah sistem pendidikan yang sesuai dengan suasana baru. mungkin untuk mengangkat citranya. unsur-unsur NASAKOM ini nampak jelas ada di dalamnya. Tetapi dengan mengangkatnya dari sebuah substansi yang ada di dalam menjadi sebuah ideologi yang setara. Dengan ini tercapailah kemerdekaan yang diidam-idamkan oleh rakyat Indonesia. Indonesia harus mengangkat Pancasila sekaligus menjunjung NASAKOMisme.

2. 1. Memotivasi umat islam bahwa kita dapat meraih sesuatu hal yang sulit sekalipun. bisa kita sebut sebagai Rezim Orde lama .Sedang menurut laporan seorang musafir Maroko Ibnu Batutah yang mengunjungi Samudera Pasai dalam perjalanannya ke negeri Cina pada tahun 1345 M. dengan ikhtiyar yang di iringi denagn do’a. Indonesia menghadapi sebuah pertanyaan besar . Kedudukan golongan Islam A. yakni masa Demokrasi Liberal (1945-1958) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1966). . BAB II PEMBAHASAN PERKEMBANGAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN Masa seteleh diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia. 3. apakah pemerintahan akan dijalankan berlandaskan ajaran agama Islam ataukah secara sekuler? Hal ini dipicu oleh tindakan dimentahkannya kembali Piagam Jakarta. dimana Soekarno bertindak sebagai kepala negara. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Islam. Pemerintahan Soekarno yang berlangsung sejak tahun 1945 nyatanya bisa katagorikan kedalam dua kelompok besar. Mengingatkan kembali dimana islam pada zaman kemerdekaan begitu hebatnya sehingga dapat merebut kejayaan yang direnggut oleh kaum orientalis. Islam masa Revolusi dan Demokrasi Liberal Pada awal kemerdekannya. tak luput semua itu peran aktif orgaisasi islam. Agama islam yang bermahzab Syafi’I telah mantap disana selama se abad. TUJUAN Tujuan di susunnya makalah ini antara lain ialah. oleh karena itu berdasarkan bukti ini abad ke XIII di anggap sebagai awal masuknya agama islam ke Indonesia B . A.

tiga kekuatan yang sebelumnya bertikai muncul kembali . Rasyidi yang diangkat pada 12 Maret 1946.kemudian menjadi empat seksi masingmasing untuk kaum Muslimin. Kementrian Agama resmi berdiri 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama M. Sekertariat Jenderal. buktinya dengan ditandatanganinya Kongres Umat Islam Indonesia pada tanggal 7-8 November di Yogyakarta. Masyumi (majlis Syuro Muslimin Indonesia). Meskipun Departemen Agama dibentuk. mengurus dan mengawasi penyelenggaraan ibadah haji. Bimbingan masyarakat Katolik. B. Mengurus dan mengatur peradilan agama serta menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hukum agama. Kini strukturnya pun berkembang. 3. . tidak lagi bagian tanggung jawab kementrian Pendidikan. Mengurus serta mengatur pendidikan agama di sekolah-sekolah serta membimbing perguruanperguruan agama. Belum lagi dalam kabinet. Dalam usaha untuk menyelesaikan masalah perdebata ideologi diambilah beberapa keputusan . Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. umat Islam begitu kompak . 2. Tujuan dan Fungsi Kementrian Agama (dirumuskan pada 1967) : 1. Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Agama serta Pusat pendidikan dan Latihan (Pusdiklat ) Pegawai. Hasil terpenting dari kongres ini adalah terbentuknya suatu wadah perjuangan politik Indonesia. dalam menghadapi pasukan Belanda yang kembali setelah diboncengi NICA. di BPKNIP yang beranggotakan 15 orang hanya 2 orang tokoh Islam yang dilibatkan. Mengatur. yaitu : Islam. hanya Menteri Pekerjaan umun dan Menteri Negara yang di percayakan kepada tokohIslam. 6. dalam KNIP dari 137 anggotanya. 4. Mengurus dan mengembangkan IAIN. dan Hindu-Budha. Ditjen Bimbingan Protestan dan Ditjen Bimbingan Hindu-Budha) juga dibantu oleh Inspektorat Jenderal. Pada kurun waktu ini . terdiri dari lima Direktorat Jenderal ( Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Bimbingan Haji. Setelah Wakil Presiden mengeluarkan maklumat No. Setelah pemilu tahun 1955. Awalnya kementrian ini terdiri dari tiga seksi . padahal Umat Islam mencapai 90% di Indonesia. Memberi penerangan dan penyuluhan agama. namun tidak meredakan konflik ideologi pada masa sesudahnya. Pancasila dan Sosial Ekonomi. banyak terjadi dialog ideologi secara terbuka dan memunculkan tiga alternatif dasar negara. 5. serta mengurus dan mengawasi pendidikan agama pada perguruan-perguruan tinggi. Misalnya saja. umat islam hanya diwakili oleh 20 orang. Pembentukan Kementrian Agama Pembentukan Kementrian Agama ini tidak lepas dari keputusan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dalam sidangnya pada tanggal 25-26 Agustus 1945 yang membahas agar dalam Indonesia yang merdeka ini soal-soal keagamaan digarap oleh suatu kementrian tersendiri. Mengikuti dan memperhatikan hal yang bersangkutan dengan Agama dan keagamaan. Selain itu .X pada 3 November 1945 tentang diperbolehkannya pendirian partai-partai politik. salah stunya adalah dengan mendirikan Kementrian Agama. perguruan tinggi agama swasta dan pesantren luhur. Katolik Roma. Potestan. para Kiyai dan Tokoh Islam mengeluarkan fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan merupakan fardhu a’in. Partai Sosialis (dengan falsafah hidup Marxis ) dan PNI (Partai Nasionalis Indonesia) yang Nasionalis Sekuler.merosot dan dianggap tidak bisa mewakili jumlah keseluruhan umat Islam yang merupakan mayoritas. sehingga munculah barisan Sabilillah dan Hizbullah.

bahkan kemudian Syahrir diangkat menjadi Perdana Menteri pada 14 November 1945. NU menjadi Partai Islam terbesar pada waktu itu. berubah menjadi Demokrasi terpimpin Soekarno. hanya satu orang yang dapat dianggap mewakili tokoh Umat Islam. yaitu H. yaitu gerakan Darul Islam. Dalam kurun waktu 1950-1955 peranan parpol Islam mengalami pasang surut . Partai islam yang tersisa (NU. Anggapan ini kemudian dibantah oleh petinggi-petinggi Nu. NU mendukung beberapa manipol Usdek Soekarno. konsekuensi Perjanjian Renville. Beberapa pihak menganggap NU sebagai partai oportunis karena sikap proaktifnya.Disisi lain. Masyumi kurang sejalan dengan usulan Syahrir karena pada kenyatannya Syahrir sangat erat berhubungan dengan Jepang dan ekspensor Belanda. Timbulnya pemusatan kekuasaan mencuatkan konsekuensi yang variatif terhadap pertaiartai islam. Presiden pada waktu itu setuju dengan usulan Syahrir. Rasyidi yang kemudian bertamabah pada 3 Januari 1946 dengan diangkatnya M. . penyerahan kedaulatan melalui KMB dan penanganan pemberontakan PKI pada 1948 di Madiun. dengan demikian KNIP mendapatkan Hak legislatif untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Beberapa bentuk penyesuaiannya seperti pemberian gelar Waly Al-Amr al-Dahruri bi al-Syaukah kepada Soekarno oleh NU. Desakan ini kemudian dikabulkan oleh Presiden. dikeluarkanlah Dekrit Presiden tentang pembubaran konstituante dan sekaligus pemberlakuan kembali Undang-undang Dasar taun 1945 dan usahausaha partai Islam untuk menegakan sIslam sebagai ideologi negara dalam konstituante pun mengalami jalan buntu.H. berakhirlah masa Demokrasi liberal. Selanjutnya dalam kabinet Hatta. sehingga pasca dibubarkannya Masyumi. sedangkan yang terjadi pada Masyumi. Selain itu. Dengan beberapa Keppres. Dekrit ini sebenarnya ingin mengambil jalan tengah untuk menyatakan bahwa Piagam Jakarta terkandung dalam UUD 1945. dari 14 anggota parlemen. tujuannya agar kkabinet tak didominasi oleh kolaborator (jepang dan Belanda). sejumlah Parpol dikebiri karena dianggap menciptakan pemerintahan yang tidak efektif. selain itu Perti dan Masyumi pun keluar dari kabinet karena kurang setuju dengan kebijakan dalam menangani krisis di beberapa daerah. dengan begitu sistem pemerintahan bukan lagi presidentil. dan Doktor Honoris Causa dari IAIN dengan promotor K. Perti dll) melakukan penyesuaian diri dengan keinginan Soekarno yang didukung oleh ABRI dan PKI. Sejak saat itu. Setelah pemilu 1955 dimana terpilihnya Kabinet Ali Sostroamidjoyo II yang merupakan koalisi PNI. C. Natsir sebagai Menteri Penerangan. tetapi Parlementer. Pemerintahan pun diambil alih oleh Presiden. Saifudin Zuhri (salah satu pimpinan NU). kabinet bukan bertanggung jawab kepada Presiden. Hasilnya. tapi kepada KNIP. beberapa pemimpinnya yang dianggap pendukung sejati negara Islam dan oposisi yang tak berkesudahan dipenjarakan dan Masyumi di bubarkan pada 1960. Islam Pada Masa Demokrasi Terpimpin Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden Pada 1959. ada enpat masalah krusial yang harus dselesaikan . Syahrir yang merupakan pimpinan KNIP mendesak untuk dilakukannya rekonstruksi KNIP melalui petisi 50 negara KNIP. Masyumi dan NU. Pada 1959. Masyumi menjadi oposisi dan baru pada Kabinet Amir Syarfudin Masyumi masuk sebagai partai koalisi. Kabinet ini kemudian jatuh pada 1957 karena ingin ikut serta dalam kekuasaan pemerintahan. ( namun Perti yang dianggap wakil kelompok NASAKOM dibiarkan tetap ada). namun tampaknya kemudian menjadi awal bergantinya sistem demokrasi Liberal berganti menjadi demokrasi terpimpin. Syahrir dan kelompoknya juga mendesak untuk dilakukannya perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan Republik. Beberapa tindakan seperti kristalisasi NU dan PSII.

mungkin untuk mengangkat citranya. dimana umat Islam bersama ABRI dan golongan lain bekerjasama menumpasnya. unsur-unsur NASAKOM ini nampak jelas ada di dalamnya. namun melihat latar belakang pendiriannya jelas untuk mengakomodasi kepentingan dan aspirasi ummta Islam sebagai mayoritas penduduk negeri ini. Akhirnya masa kejatuhan kekuasaannya pun tiba. Legislasi Islam sebagai ideologi negara dianggap mepmberi pengaruh negatif terhadap pemerintahan. Soekarno kembali menyuarakan ide lamanya NASAKOM (Nasionalis. kecuali PKI yang memainkan peranan penting. Dengan inflasi keuangan negara sebesar 600 persen.merka beralasan hal ini sebagai bentuk pengimbangan terhadap kekuatan PKI. tetapi secara keseluruhan peranan-peranan partai-partai Islam mengalami kemerosotan. Perkembangan Islam Pada Masa Orde Baru (1966-1998) Pada masa kemerdekaan. Tidak ada jabatan menteri berposisi penting yang diserahkan kepada Islam sebagaimana yang terjadi pada masa demokrasi parlementer. Meskipun dalam Pancasila sendiri. Tetapi dengan mengangkatnya dari sebuah substansi yang ada di dalam menjadi sebuah ideologi yang setara. Dengan menampung ketiganya dalam satu payung. . Slogan-slogan. Indonesia harus mengangkat Pancasila sekaligus menjunjung NASAKOM-isme. Tak ada jabatan menteri penting yang dipercayakan kepada tokoh Islam dalam masa Demokrasi Terpimpin ini. suatu pemikiran yang ingin menyatukan Nasionalis “sekular”. Meskipun pada dasarnya depertemen Agama ini mengurusi keperluan ummat beragama yang ada di Indonesia. Gagasan ini adalah upaya untuk meredam gejolak politik antara kelompok-kelompok tersebut.Satu-satunya kepentingan Islam yang diluluskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yang memberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan Tinggi. tepatnya pada 3 januari 1946 didirikannya depertemen Agama yang mengurusi keperluan ummat Islam. dengan adanya upaya ini maka implikasinya. maka penduaan ini tidak terelakkan. Partai-partai Islam itu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Soekarno. d). maka era Soekarno pun berakhir. kemakmuran. Keadaan ini menimbulkan ketegangan antara Islam dan kmunisme dan munculnya ketidakpuasan dari pihak Nasionalis Sekuler dan angkatan bersenjata. dengan gagalnya Geakan 30 September PKI tahun 1965. Namun tetap saja secara keseluruhan peranan partai Islam mengalami Kemerosotan. Soekarno mencoba mengendalikan tiga unsur politik ini. Pancasila ditafsirkan sesuai dengan caranya sendiri. kesejahteraan. Di masa Demokrasi terpimpin ini. nasionalisme yang agamis berusaha diserukannya . Satusatunya kepentingan Islam yang diluruskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yangmemberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan tinggi. Soekarno dianggap berselingkuh. Kemudian muncul semacamanggapan adanya penghianatan Soekarno terhadap Pancasila.dan Komunis). Islam dan Komunis. Namun. Kondisi negara berkebalikan dengan slogan-slogan Soekarno yang pada waktu itu ia gembar-gemborkan. Usaha partai-parti Islam untuk menegakkan Islam sebagai Idiologi negara dalam konstituante mengalami jalan buntu. peranan partai mengalami erosi karena . Agamis.

Dengan demikian sejak tahun 1966 pendidikan agama menjadi hak wajib mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Umum Negeri di seluruh Indonesia. 3.Meskipun ummat Islam merupakan 87% penduduk Indonesia dalam kehidupan berbangsa ini. Sejak tahun 1966 para pemuda dam mahasiswa melakukan demontrasi dijalan-jalan sebagian secara spontan sebagian lagi atas perencanaan pihak lain mulamula memprotes segala macam penyalahgunaan kekuasaan sampai protes terhadap Soekarno. Sebagaimana dikemukakan diatas MPRS pada tahun 1966 telah bersidang. Berdasarkan tekad dan semangat tersebut. drama. Pada waktu itu sedang dilakukan upaya untuk membersihkan sisa-sisa mental G 30 S/ PKI. selalu ditegaskan bahwa pendidikan agama menjadi mata pelajaran . 4. baik menyangkut kehidupan sosial. 2. Bangunan-bangunan baru Islam (Masjid dan Mushallah) Pembangunan Madrasah. kecuali diawal pergerakan nasional. 5. Pemerintah dan rakyat membangun manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Pesantren dan juga Universitas Islam. ide negara Islam secara terus-menerus ditolak. Dalam sidang-sidang MPR yang menyusun GBHN sejak tahun 1973 hingga sekrang. dan pegelaran seni Islam lainnya. Adanya kegiatan bulan Ramadhan (Pesantren kilat) Aktivitas Sosial keagamaan. Bahkan partai-partai Islam mulai dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan selalu mengalami kekalahan. Sejak ditumpasnya G 30 S/PKI pada tanggal 1 oktober 1965 bangsa Indonesia telah memasuki pase baru yang diberi nama Orde Baru. Sejak tahun 1966 telah terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia. pemerintah Orde Baru bertekad sepenuhnya untuk kembali kepada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konsekuen. Periode ini disebut zaman Orde Baru dan zaman munculnya angkatan baru yang disebut angkatan 66. agama maupun politik. diantaranya: 1. Kegiatan Islam semakin berkembang pada masa orde baru ini. Puisitasi Islam. Bahkan sekarang dengan pembaharuan politik partai-partai berideologi Islam pun lenyap. kehidupan beragama dan pendidikan agama khususnya. Dalam keputusannya bidang pendidikan agama telah mengalami kemajuan. makin memperoleh tempat yang kuat dalam struktur organisasi pemerintahan dan dalam masyarakat pada umumnya. Perubahan Orde Lama menjadi Orde Baru berlangsung melalui kerjasama erat antara pihak ABRI atau tentara dan gerakan-gerakan pemuda yang disebut angkatan 1966.

Hal ini berarti adanya keserasian. Meskipun demikian. sehingga hanya ada beberapa partai Islam saja yang ikut dalam pemilu B. Alternative lain yang tersedia adalah koalisi. LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM a) Lembaga Pendidikan Islam sesudah Indonesia Merdeka Setelah Indonesia merdeka dan mempunyai Departemen Agama. Sekarang pada era reformasi. a) Perkembangan Islam Setelah Reformasi. baik tokoh Islam maupun mahasiswa Islam dalam mendorong gerakan reformasi sangat besar. kalau menilik indikator utama yang digunakan sebagai dasar penialian itu adalah munculnya sejumlah partai politik yang menggunakan simbol dan asas Islam atau yang mempunyai pendukung utama komunitas Islam. Pembangunan nasional memang dilaksanakan dalam rangka pembangunan warga dan masyarakat Indonesia seutuhnya. Berbagai problem tersebut harus mampu diatasi oleh partai-partai Islam pada era reformasi dewasa ini. pada perkembangan selanjutnya. maka tidak terlalu salah untuk mengatakan bahwa yang dimaksud adalah fenomena munculnya kembali kekuatan politik Islam. gerakan reformasi tidak selalu berada dalam pengendalian kelompok Islam. Pembangunan seperti ini menjadi pangkal tonggak pembangunan bidang agama. Hal yang demikian itu didalam perjalanannya selalu terbuka kemungkinan untuk "memolitikkan" bagian-bagian yang menjadi dasar idiologi partai-partai tersebut. keseimbangan dan keselarasan antara pembangunan bidang jasmani dan rohani. dengan sesama manusia dan dengan lingkungan hidupnya secara seimbang. gejala demikian mungkin terulang kembali. kecuali mungkin diantara partai-partai Islam yang berasal dari rumpun yang sama. Peran kelompok Islam. maka secara instantional .di sekolah-sekolah negeri dalam semua jenjang pendidikan. bahkan pendidikan agama sudah dikembangkan sejak Taman Kanak-Kanak (Bab V pasal 9 ayat 1 PP Nomor 2 Tahun 1989). Tidak diketahui secara persis apa yang dimaksud oleh sementara pihak yang melihat maraknya kehidupan politik Islam dewasa ini sebagai suatu fenomena yang dapat diberi label repolitisasi islam. Namun. Adanya penggabungan secara menyeluruh mungkin tidak realistis.

Hasyim asy’ari dilahirkan pada tanggal 14 Februari tahun 1981 M di Jombang Jawa Timur. dan lainlain. 3. Ibunya adalah puteri Haji Ibrahim seorang penghulu.H Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1869 M dengan nama kecilnya Muhammad Darwis. Majalengka pada tahun 1887 M. Semuanya itu diajarkan dengan memakai buku-buku huruf latin. Madura. Khatib di masjid besar (jami’) Kesulitan Yogyakarta. KH Abdul Halim (1887 – 1962) KH. yang kemudian berubah menjadi Persatuan Umat Islam (PUI) pada tanggal 5 April 1952 M/9 Rajab 1371 H. mula-mulai ia belajar agama Islam pada ayahnya sendiri Kyai Asy’ari Kemudian ia belajar ke pondok pesantren Purbalinggo.Departemen Agama diserahi kewajiban dan bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan pendidikan agama dalam lembaga-lembaga tersebut. Maka di bawah pimpinan KH. Semarang. Lembaga pendidikan agama Islam ada yang berstatus negeri dan ada yang berstatus swasta. 2. Kyai Haji Hasyim Asy’ari (1871-1947) K. Ilyas dimasukkan pengetahuan umum ke dalam Madrasah Salafiyah.Abubakar Bin Kyai Sulaiman. dimulai pada tahun 1911. yaitu: 1) Membaca dan menulis huruf latin 2) Mempelajari bahasa Indonesia 3) Mempelajari ilmu bumi dan sejarah Indonesia 4) Mempelajari ilmu berhitung. Dia adalah pelopor gerakan pembaharuan di daerah Majalenga. yang kemudian berkembnag menjadi persyerikatan Ulama. Abdul Halim lahir di Ciberelang. Kemudian pindah lagi ke Plangitan. Yang berstatus negeri misalnya seperti : 1) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (Tingkat Dasar) 2) Madrasah Tsawiyah Negeri (Tingkat Menengah Pertama) 3) Madrasah Aliyah Negeri (tingkat Menengah Atas). Kyai Haji Ahmad Dahlan (1869 – 1923) K. Jawa Barat.H. putra dariKH. . Dahulunya berupa Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA) dan Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) 4) Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang kemudian berubah menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri)  Tokoh-tokoh pendidikan Islam di Indonesia Adapun beberapa tokoh pendidikan Islam di Indonesia 1.

warga dan masyarakat hingga akhirnya dapat menjiwai kehidupan bangsa dan negara.b) Pendidikan Pada Masa Orde Baru Pemerintahan memandang bahwa agama mempunyai kedudukan dan peranan sangat penting dan strategis. Peran utama agama sebagai landasan spiritual. yaitu kembali pada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konskuen. Pada Orde Baru tekad yang diemban. Kalau dicermati bahwa undang-undang pendidikan nasional masih membeda-bedakan antara pendidikan umum dan agama. PhD. sebagai usaha untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum. namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan. sehingga menjadi "lahan subur” tempat persemaian generasi baru. moral dan etika dalam pembangunan nasional. Lebih menitikberatkan pada aspek kognitif daripada aspek afektif Adanya dikotomi pendidikan. Untuk mengembangkan pendidikan Islam haruslah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan. memang sejak tahun 1966 terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia. namun itu semua hanya bahasa kiasan belaka. Ludjito menyebutkan permasalahan yang terjadi dalam Pendidikan Agama Islam walaupun dari sistem pendidikan nasional cukup kuat. Menurut Abdurrahman Mas’ud . maka pendidikan agama akan lebih diperhatikan masyarakat. 1.    . tata krama dalam Pendidikan Agama Islam Seandainya dari enam aspek tersebut bisa ditangani. Artinya pendidikan Islam harus mampu : Membedakan akar peserta didik dari semua kekangan dan belenggu Membangkitkan indra dan perasaan anak didik sebagai sarana berfikir Membekali ilmu pengetahuan Di samping hal itu peluang untuk berkembangnya pendidikan Islam secara integrasi dalam Sistem Pendidikan Nasional bisa dilihat dalam beberapa pasal. yaitu :       Kurangnya jumlah pelajaran agama di sekolah Metodologi pendidikan agama kurang tepat. Pendidikan Agama dan Sistem Pendidikan Nasional Melalui perjalanan panjang proses penyusunan sejak tahun 1945-1989 UU nomor 2 tahun 1989. Agama sebagai sistem nilai seharusnya dipahami dan diamalkan oleh setiap individu. Prof. padahal perkawinan. undang-undang pendidikan dari zaman dahulu sampai sekarang masih terdapat dikotomi pendidikan. meterogenitas pengetahuan dan penghayatan peserta didik Perhatian dan kepedulian pemimpin sekolah dan guru terhadap pendidikan agama kurang Kemampuan guru agama untuk menghubungkan dengan kehidupan kurang Kurangnya penanaman nilai-nilai. baik itu menyangkut kehidupan sosial agama maupun politik. agama juga berpengaruh untuk membersihkan jiwa manusia dan kemakmuran rakyat. ilmu agama dan umum justru akan menciptakan kebersamaan dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis serasi dan seimbang. Kalau dirunut kebelakang. Walaupun pendidikan agama mendapat porsi yang bagus sejak proklamasi kemerdekaan sampai Orde Baru berakar. Hal ini karena dipengaruhi beberapa faktor. sehingga pendidikan agama memperoleh tempat yang kuat dalam struktur pemerintahan.

pasal 10. pendidikan dimaksudkan untuk memajukan manusia dalam mengambil bagian secara aktif. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia seutuhnya. pendidikan kejuruan. serta jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila. agama dan kewarganegaraan. Pasal 39 ayat 2. keagamaan. Pasal 4. satu pelajaran dengan mata pelajaran yang lain. isi kurikulum setiap jenis dan jalur. PENUTUP A. Karena sasaran akhir dari pendidikan (agama) adalah untuk meciptakan manusia yang bisa mengintegrasikan diri. mampu menggunakan imannya dalam menjawab tantangan hidup dan mampu memanusiakan sesamanya dengan berbagai kehidupan yang sejahtera yang dikaruniakan Allah pada manusia. Pengintegrasian Pelajaran Agama dan Pelajaran Umum Integrasi merupakan pembauran sesuatu sehingga menjadi kesatuan. sedangkan integrasi pendidikan adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam pendidikan dan integritas pendidikan memerlukan integritas kurikulum atau secara khusus memerlukan integritas pelajaran. yaitu manusia yang bertakwa dan ketrampilan. pribadi yang mantap dan mandiri. kreatif dan kritis. tentang tujuan pendidikan nasional. kesehatan jasmani dan rohani. ciri khas suatu pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat tetap diindahkan 2. akademik dan profesional.a) b) c) d) e) f) Pasal 1 ayat 2. Sehingga bisa menemukan cara untuk dapat menghubungkan bagian-bagian dari suatu bidang dari suatu bidang studi. pendidikan nasional adalah pendidikan yang terakhir pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama. Dengan kata lain. Untuk melaksanakan suatu yang lebih baik dari masa lalu. moral dan ketrampilan. KESIMPULAN . pelajaran agama dan mata pelajaran umum ditentukan guru yang memilki integritas keilmuan yang memadai dalam pendidikan. jenis pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum. Pasal 47. kedinasan. Pasal 11 ayat 1. nilai budaya.

Setelah kita mengetahui sejarah berkembang islam pada waktu zaman kemerdekaan. 3. 2.dengan cara belajar dari sejarah. Dalam perdagangan . Dalam bidang pendidkan. . karena yang mempunyai peranan dan pemegang dalam estafet Negara tidak lain adalah kita anak cucu bangsa yang beragama. maka kita dapat mawas diri sehingga kita sebagai penerima warisan sejarah dapat menyuburkannya. Dalam bidang organisasi islam. di antranya: 1.Pendekar-pendekar Islam di zaman kerdekaan mempunyai beberapa pernan yang besar terhadap Negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful