Perkembangan Islam di Indonesia setelah kemerdekaan

A. Perkembangan Islam pada masa kemerdekaan sampai orde baru. Pada masa kemerdekaan, tepatnya pada 3 januari 1946 didirikannya depertemen Agama yang mengurusi keperluan ummat Islam. Meskipun pada dasarnya depertemen Agama ini mengurusi keperluan ummat beragama yang ada di Indonesia, namun melihat latar belakang pendiriannya jelas untuk mengakomodasi kepentingan dan aspirasi ummta Islam sebagai mayoritas penduduk negeri ini. Usaha partai-parti Islam untuk menegakkan Islam sebagai Idiologi negara dalam konstituante mengalami jalan buntu. Partai-partai Islam itu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Soekarno, tetapi secara keseluruhan peranan-peranan partai-partai Islam mengalami kemerosotan. Tidak ada jabatan menteri berposisi penting yang diserahkan kepada Islam sebagaimana yang terjadi pada masa demokrasi parlementer.Satu-satunya kepentingan Islam yang diluluskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yang memberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan Tinggi. B. Perkembangan Islam pada masa orde baru. Meskipun ummat Islam merupakan 87% penduduk Indonesia dalam kehidupan berbangsa ini, ide negara Islam secara terus-menerus ditolak. Bahkan partai-partai Islam mulai dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan selalu mengalami kekalahan, kecuali diawal pergerakan nasional. Bahkan sekarang dengan pembaharuan politik partai-partai berideologi Islam pun lenyap. Kegiatan Islam semakin berkembang pada masa orde baru ini, diantaranya: 1. 2. 3. 4. 5. Bangunan-bangunan baru Islam (Masjid dan Mushallah) Pembangunan Madrasah, Pesantren dan juga Universitas Islam. Adanya kegiatan bulan Ramadhan (Pesantren kilat) Aktivitas Sosial keagamaan. Puisitasi Islam, drama, dan pegelaran seni Islam lainnya.

C. Perkembangan Islam Setelah Reformasi. Tidak diketahui secara persis apa yang dimaksud oleh sementara pihak yang melihat maraknya kehidupan politik Islam dewasa ini sebagai suatu fenomena yang dapat diberi label repolitisasi islam. Meskipun demikian, kalau menilik indikator utama yang digunakan sebagai dasar penialian itu adalah munculnya sejumlah partai politik yang menggunakan simbol dan asas Islam atau yang mempunyai pendukung utama komunitas Islam, maka tidak terlalu salah untuk mengatakan bahwa yang dimaksud adalah fenomena munculnya kembali kekuatan politik Islam. Hal yang demikian itu didalam perjalanannya selalu terbuka kemungkinan untuk "memolitikkan" bagian-bagian yang menjadi dasar idiologi partai-partai tersebut. Sekarang pada era reformasi, gejala demikian mungkin terulang kembali. Peran kelompok Islam, baik tokoh Islam maupun mahasiswa Islam dalam mendorong gerakan reformasi sangat besar. Namun, pada perkembangan selanjutnya, gerakan reformasi tidak selalu berada dalam pengendalian kelompok Islam.

hanya Menteri Pekerjaan umun dan Menteri Negara yang di percayakan kepada tokohIslam. kecuali mungkin diantara partai-partai Islam yang berasal dari rumpun yang sama.kemudian menjadi empat seksi masing-masing untuk kaum Muslimin. Katolik Roma. dan Hindu-Budha. Kementrian Agama resmi berdiri 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama M. Potestan. dalam KNIP dari 137 anggotanya. di BPKNIP yang beranggotakan 15 orang hanya 2 orang tokoh Islam yang dilibatkan. Pemerintahan Soekarno yang berlangsung sejak tahun 1945 nyatanya bisa katagorikan kedalam dua kelompok besar. bisa kita sebut sebagai Rezim Orde lama . Alternative lain yang tersedia adalah koalisi. sehingga hanya ada beberapa partai Islam saja yang ikut dalam pemilu. Perkembangan Islam di Indonesia setelah Kemerdekaan Perkembangan Islam di Indonesia setelah Kemerdekaan Masa seteleh diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia. Kedudukan golongan Islam merosot dan dianggap tidak bisa mewakili jumlah keseluruhan umat Islam yang merupakan mayoritas. Indonesia menghadapi sebuah pertanyaan besar . padahal Umat Islam mencapai 90% di Indonesia. Islam masa Revolusi dan Demokrasi Liberal Pada awal kemerdekannya. Kini strukturnya pun berkembang. Belum lagi dalam kabinet. dimana Soekarno bertindak sebagai kepala negara. Misalnya saja. salah stunya adalah dengan mendirikan Kementrian Agama. apakah pemerintahan akan dijalankan berlandaskan ajaran agama Islam ataukah secara sekuler? Hal ini dipicu oleh tindakan dimentahkannya kembali Piagam Jakarta. tidak lagi bagian tanggung jawab kementrian Pendidikan. Pembentukan Kementrian Agama Pembentukan Kementrian Agama ini tidak lepas dari keputusan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dalam sidangnya pada tanggal 25-26 Agustus 1945 yang membahas agar dalam Indonesia yang merdeka ini soal-soal keagamaan digarap oleh suatu kementrian tersendiri. yakni masa Demokrasi Liberal (1945-1958) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1966).Berbagai problem tersebut harus mampu diatasi oleh partai-partai Islam pada era reformasi dewasa ini. a. umat islam hanya diwakili oleh 20 orang. . Awalnya kementrian ini terdiri dari tiga seksi . Dalam usaha untuk menyelesaikan masalah perdebata ideologi diambilah beberapa keputusan . Rasyidi yang diangkat pada 12 Maret 1946. Adanya penggabungan secara menyeluruh mungkin tidak realistis.

dengan demikian KNIP mendapatkan Hak legislatif untuk mengontrol jalannya pemerintahan. dalam menghadapi pasukan Belanda yang kembali setelah diboncengi NICA. Meskipun Departemen Agama dibentuk. para Kiyai dan Tokoh Islam mengeluarkan fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan merupakan fardhu a’in. Hasil terpenting dari kongres ini adalah terbentuknya suatu wadah perjuangan politik Indonesia. Mengatur.terdiri dari lima Direktorat Jenderal ( Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Bimbingan Haji. serta mengurus dan mengawasi pendidikan agama pada perguruan-perguruan tinggi. Setelah Wakil Presiden mengeluarkan maklumat No. Syahrir yang merupakan pimpinan KNIP mendesak untuk dilakukannya rekonstruksi KNIP melalui petisi 50 negara KNIP. mengurus dan mengawasi penyelenggaraan ibadah haji. Disisi lain. tujuannya agar kkabinet tak didominasi oleh kolaborator (jepang dan Belanda). Ditjen Bimbingan Protestan dan Ditjen Bimbingan Hindu-Budha) juga dibantu oleh Inspektorat Jenderal. Mengurus dan mengatur peradilan agama serta menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hukum agama. Mengurus serta mengatur pendidikan agama di sekolah-sekolah serta membimbing perguruan-perguruan agama. Memberi penerangan dan penyuluhan agama. . 5. Masyumi (majlis Syuro Muslimin Indonesia). 3. Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. umat Islam begitu kompak . Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Agama serta Pusat pendidikan dan Latihan (Pusdiklat ) Pegawai. Pada kurun waktu ini . Pancasila dan Sosial Ekonomi. tiga kekuatan yang sebelumnya bertikai muncul kembali . sehingga munculah barisan Sabilillah dan Hizbullah. Mengikuti dan memperhatikan hal yang bersangkutan dengan Agama dan keagamaan. 6. Mengurus dan mengembangkan IAIN. 4. 2. namun tidak meredakan konflik ideologi pada masa sesudahnya. Setelah pemilu tahun 1955. Sekertariat Jenderal. yaitu : Islam. perguruan tinggi agama swasta dan pesantren luhur.X pada 3 November 1945 tentang diperbolehkannya pendirian partai-partai politik. Selain itu. Selain itu . banyak terjadi dialog ideologi secara terbuka dan memunculkan tiga alternatif dasar negara. Desakan ini kemudian dikabulkan oleh Presiden. buktinya dengan ditandatanganinya Kongres Umat Islam Indonesia pada tanggal 7-8 November di Yogyakarta. Bimbingan masyarakat Katolik. Partai Sosialis (dengan falsafah hidup Marxis ) dan PNI (Partai Nasionalis Indonesia) yang Nasionalis Sekuler. Tujuan dan Fungsi Kementrian Agama (dirumuskan pada 1967) : 1.

NU menjadi Partai Islam terbesar pada waktu itu. Rasyidi yang kemudian bertamabah pada 3 Januari 1946 dengan diangkatnya M. Dengan beberapa Keppres. Selanjutnya dalam kabinet Hatta. Pada 1959. dikeluarkanlah Dekrit Presiden tentang pembubaran konstituante dan sekaligus pemberlakuan kembali Undang-undang Dasar taun 1945 dan usahausaha partai Islam untuk menegakan sIslam sebagai ideologi negara dalam konstituante pun mengalami jalan buntu. dari 14 anggota parlemen. Sejak saat itu. hanya satu orang yang dapat dianggap mewakili tokoh Umat Islam. Masyumi dan NU. b. Pemerintahan pun diambil alih oleh Presiden. selain itu Perti dan Masyumi pun keluar dari kabinet karena kurang setuju dengan kebijakan dalam menangani krisis di beberapa daerah. sejumlah Parpol dikebiri karena dianggap menciptakan pemerintahan yang tidak efektif. Beberapa tindakan seperti kristalisasi NU dan PSII. Islam pada Demokrasi Terpimpin Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden Pada 1959. yaitu gerakan Darul Islam. kabinet bukan bertanggung jawab kepada Presiden. Beberapa bentuk penyesuaiannya seperti pemberian gelar Waly AlAmr al-Dahruri bi al-Syaukah kepada Soekarno oleh NU. Presiden pada waktu itu setuju dengan usulan Syahrir. Partai islam yang tersisa (NU. Setelah pemilu 1955 dimana terpilihnya Kabinet Ali Sostroamidjoyo II yang merupakan koalisi PNI. sedangkan yang terjadi pada Masyumi. Kabinet ini kemudian jatuh pada 1957 karena ingin ikut serta dalam kekuasaan pemerintahan. dengan begitu sistem pemerintahan bukan lagi presidentil. Masyumi menjadi oposisi dan baru pada Kabinet Amir Syarfudin Masyumi masuk sebagai partai koalisi.Syahrir dan kelompoknya juga mendesak untuk dilakukannya perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan Republik.H. bahkan kemudian Syahrir diangkat menjadi Perdana Menteri pada 14 November 1945. ( namun Perti yang dianggap wakil kelompok NASAKOM dibiarkan tetap ada). Dalam kurun waktu 1950-1955 peranan parpol Islam mengalami pasang surut . Saifudin Zuhri (salah satu pimpinan NU). . konsekuensi Perjanjian Renville. namun tampaknya kemudian menjadi awal bergantinya sistem demokrasi Liberal berganti menjadi demokrasi terpimpin. penyerahan kedaulatan melalui KMB dan penanganan pemberontakan PKI pada 1948 di Madiun. tetapi Parlementer. sehingga pasca dibubarkannya Masyumi. dan Doktor Honoris Causa dari IAIN dengan promotor K. berubah menjadi Demokrasi terpimpin Soekarno. Masyumi kurang sejalan dengan usulan Syahrir karena pada kenyatannya Syahrir sangat erat berhubungan dengan Jepang dan ekspensor Belanda. Timbulnya pemusatan kekuasaan mencuatkan konsekuensi yang variatif terhadap pertai-artai islam. NU mendukung beberapa manipol Usdek Soekarno. Hasilnya. ada enpat masalah krusial yang harus dselesaikan . yaitu H. tapi kepada KNIP. Natsir sebagai Menteri Penerangan. Dekrit ini sebenarnya ingin mengambil jalan tengah untuk menyatakan bahwa Piagam Jakarta terkandung dalam UUD 1945. Perti dll) melakukan penyesuaian diri dengan keinginan Soekarno yang didukung oleh ABRI dan PKI. berakhirlah masa Demokrasi liberal. beberapa pemimpinnya yang dianggap pendukung sejati negara Islam dan oposisi yang tak berkesudahan dipenjarakan dan Masyumi di bubarkan pada 1960.

Anggapan ini kemudian dibantah oleh petinggi-petinggi Nu. Kondisi negara berkebalikan dengan sloganslogan Soekarno yang pada waktu itu ia gembar-gemborkan. Pancasila ditafsirkan sesuai dengan caranya sendiri. Dengan ini tercapailah kemerdekaan yang diidam-idamkan oleh rakyat Indonesia. Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriyah atau abad ke tujuh sampai abad ke delapan masehi.dan Komunis). Indonesia harus mengangkat Pancasila sekaligus menjunjung NASAKOMisme. kemakmuran. Pada bulan Oktober 1945 para ulama di Jawa memproklamasikan perang jihad fisabilillah terhadap Belanda / sekutu. Soekarno mencoba mengendalikan tiga unsur politik ini. kesejahteraan. Slogan-slogan. Legislasi Islam sebagai ideologi negara dianggap mepmberi pengaruh negatif terhadap pemerintahan.Beberapa pihak menganggap NU sebagai partai oportunis karena sikap proaktifnya. Terutama di bidang pendidikan sebagai desaigner karakter bangsa dirasa perlu mengubah sistem pendidikan yang sesuai dengan suasana baru. maka era Soekarno pun berakhir. Islam dan Komunis. Meskipun dalam Pancasila sendiri. Gagasan ini adalah upaya untuk meredam gejolak politik antara kelompok-kelompok tersebut. maka penduaan ini tidak terelakkan. Proklamasi mematahkan belenggu penjajahan dan menciptakan hidup baru di berbagai bidang. unsur-unsur NASAKOM ini nampak jelas ada di dalamnya. Namun tetap saja secara keseluruhan peranan partai Islam mengalami Kemerosotan. Akhirnya masa kejatuhan kekuasaannya pun tiba. Keadaan ini menimbulkan ketegangan antara Islam dan kmunisme dan munculnya ketidakpuasan dari pihak Nasionalis Sekuler dan angkatan bersenjata. Tak ada jabatan menteri penting yang dipercayakan kepada tokoh Islam dalam masa Demokrasi Terpimpin ini. nasionalisme yang agamis berusaha diserukannya . A. Hal ini berarti memberikan fakta kepastian hukum terhadap perjuangan umat Islam. Agamis. suatu pemikiran yang ingin menyatukan Nasionalis “sekular”. Di masa Demokrasi terpimpin ini. mungkin untuk mengangkat citranya. Satu-satunya kepentingan Islam yang diluruskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yangmemberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan tinggi. Dengan inflasi keuangan negara sebesar 600 persen. merka beralasan hal ini sebagai bentuk pengimbangan terhadap kekuatan PKI. peranan partai mengalami erosi karena .LATAR BELAKANG MASALAH Revolusi Nasional meletus pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam bentuk proklamasi kemerdekaan. Dengan menampung ketiganya dalam satu payung. Tetapi dengan mengangkatnya dari sebuah substansi yang ada di dalam menjadi sebuah ideologi yang setara. dengan adanya upaya ini maka implikasinya. dengan gagalnya Geakan 30 September PKI tahun 1965. Kemudian muncul semacamanggapan adanya penghianatan Soekarno terhadap Pancasila. Ini mungkin didasarkan kepada penemuan batu nisan seorang wanita muslimah yang bernama Fatimah binti Maimun dileran dekat Surabaya bertahun 475 H atau 1082 M. dimana umat Islam bersama ABRI dan golongan lain bekerjasama menumpasnya. . Namun. Soekarno dianggap berselingkuh. Soekarno kembali menyuarakan ide lamanya NASAKOM (Nasionalis. kecuali PKI yang memainkan peranan penting.

BAB II PEMBAHASAN PERKEMBANGAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN Masa seteleh diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia. tak luput semua itu peran aktif orgaisasi islam. Pemerintahan Soekarno yang berlangsung sejak tahun 1945 nyatanya bisa katagorikan kedalam dua kelompok besar. . 3. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Islam.Sedang menurut laporan seorang musafir Maroko Ibnu Batutah yang mengunjungi Samudera Pasai dalam perjalanannya ke negeri Cina pada tahun 1345 M. Agama islam yang bermahzab Syafi’I telah mantap disana selama se abad. TUJUAN Tujuan di susunnya makalah ini antara lain ialah. A. Islam masa Revolusi dan Demokrasi Liberal Pada awal kemerdekannya. apakah pemerintahan akan dijalankan berlandaskan ajaran agama Islam ataukah secara sekuler? Hal ini dipicu oleh tindakan dimentahkannya kembali Piagam Jakarta. 1. dengan ikhtiyar yang di iringi denagn do’a. Kedudukan golongan Islam A. bisa kita sebut sebagai Rezim Orde lama . dimana Soekarno bertindak sebagai kepala negara. 2. oleh karena itu berdasarkan bukti ini abad ke XIII di anggap sebagai awal masuknya agama islam ke Indonesia B . yakni masa Demokrasi Liberal (1945-1958) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Memotivasi umat islam bahwa kita dapat meraih sesuatu hal yang sulit sekalipun. Mengingatkan kembali dimana islam pada zaman kemerdekaan begitu hebatnya sehingga dapat merebut kejayaan yang direnggut oleh kaum orientalis. Indonesia menghadapi sebuah pertanyaan besar .

Pembentukan Kementrian Agama Pembentukan Kementrian Agama ini tidak lepas dari keputusan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dalam sidangnya pada tanggal 25-26 Agustus 1945 yang membahas agar dalam Indonesia yang merdeka ini soal-soal keagamaan digarap oleh suatu kementrian tersendiri. serta mengurus dan mengawasi pendidikan agama pada perguruan-perguruan tinggi. Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. tidak lagi bagian tanggung jawab kementrian Pendidikan. perguruan tinggi agama swasta dan pesantren luhur. Rasyidi yang diangkat pada 12 Maret 1946.kemudian menjadi empat seksi masingmasing untuk kaum Muslimin. sehingga munculah barisan Sabilillah dan Hizbullah. mengurus dan mengawasi penyelenggaraan ibadah haji. Partai Sosialis (dengan falsafah hidup Marxis ) dan PNI (Partai Nasionalis Indonesia) yang Nasionalis Sekuler. Sekertariat Jenderal. Mengatur. Ditjen Bimbingan Protestan dan Ditjen Bimbingan Hindu-Budha) juga dibantu oleh Inspektorat Jenderal. Pada kurun waktu ini . dalam KNIP dari 137 anggotanya. Mengurus serta mengatur pendidikan agama di sekolah-sekolah serta membimbing perguruanperguruan agama. 4. Selain itu . Memberi penerangan dan penyuluhan agama. Bimbingan masyarakat Katolik. Meskipun Departemen Agama dibentuk. para Kiyai dan Tokoh Islam mengeluarkan fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan merupakan fardhu a’in. Masyumi (majlis Syuro Muslimin Indonesia). Mengurus dan mengembangkan IAIN. salah stunya adalah dengan mendirikan Kementrian Agama. B. tiga kekuatan yang sebelumnya bertikai muncul kembali . padahal Umat Islam mencapai 90% di Indonesia. namun tidak meredakan konflik ideologi pada masa sesudahnya. terdiri dari lima Direktorat Jenderal ( Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Bimbingan Haji. Misalnya saja. umat Islam begitu kompak . Kementrian Agama resmi berdiri 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama M. dan Hindu-Budha. Pancasila dan Sosial Ekonomi. yaitu : Islam. 2. Kini strukturnya pun berkembang. Mengikuti dan memperhatikan hal yang bersangkutan dengan Agama dan keagamaan. Setelah Wakil Presiden mengeluarkan maklumat No. Awalnya kementrian ini terdiri dari tiga seksi . 5. dalam menghadapi pasukan Belanda yang kembali setelah diboncengi NICA. Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Agama serta Pusat pendidikan dan Latihan (Pusdiklat ) Pegawai.merosot dan dianggap tidak bisa mewakili jumlah keseluruhan umat Islam yang merupakan mayoritas. Katolik Roma. di BPKNIP yang beranggotakan 15 orang hanya 2 orang tokoh Islam yang dilibatkan. 6. Tujuan dan Fungsi Kementrian Agama (dirumuskan pada 1967) : 1. Potestan. Mengurus dan mengatur peradilan agama serta menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hukum agama. buktinya dengan ditandatanganinya Kongres Umat Islam Indonesia pada tanggal 7-8 November di Yogyakarta. Belum lagi dalam kabinet. hanya Menteri Pekerjaan umun dan Menteri Negara yang di percayakan kepada tokohIslam. umat islam hanya diwakili oleh 20 orang. 3. .X pada 3 November 1945 tentang diperbolehkannya pendirian partai-partai politik. Setelah pemilu tahun 1955. banyak terjadi dialog ideologi secara terbuka dan memunculkan tiga alternatif dasar negara. Hasil terpenting dari kongres ini adalah terbentuknya suatu wadah perjuangan politik Indonesia. Dalam usaha untuk menyelesaikan masalah perdebata ideologi diambilah beberapa keputusan .

Rasyidi yang kemudian bertamabah pada 3 Januari 1946 dengan diangkatnya M. dengan begitu sistem pemerintahan bukan lagi presidentil. Natsir sebagai Menteri Penerangan. Partai islam yang tersisa (NU. . Selanjutnya dalam kabinet Hatta. yaitu gerakan Darul Islam. dikeluarkanlah Dekrit Presiden tentang pembubaran konstituante dan sekaligus pemberlakuan kembali Undang-undang Dasar taun 1945 dan usahausaha partai Islam untuk menegakan sIslam sebagai ideologi negara dalam konstituante pun mengalami jalan buntu. Presiden pada waktu itu setuju dengan usulan Syahrir. Beberapa tindakan seperti kristalisasi NU dan PSII. Hasilnya. tapi kepada KNIP. Setelah pemilu 1955 dimana terpilihnya Kabinet Ali Sostroamidjoyo II yang merupakan koalisi PNI. Saifudin Zuhri (salah satu pimpinan NU). sejumlah Parpol dikebiri karena dianggap menciptakan pemerintahan yang tidak efektif. ( namun Perti yang dianggap wakil kelompok NASAKOM dibiarkan tetap ada). namun tampaknya kemudian menjadi awal bergantinya sistem demokrasi Liberal berganti menjadi demokrasi terpimpin. konsekuensi Perjanjian Renville. Kabinet ini kemudian jatuh pada 1957 karena ingin ikut serta dalam kekuasaan pemerintahan. Islam Pada Masa Demokrasi Terpimpin Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden Pada 1959. Dengan beberapa Keppres.H. Pada 1959. yaitu H. sehingga pasca dibubarkannya Masyumi. NU menjadi Partai Islam terbesar pada waktu itu. ada enpat masalah krusial yang harus dselesaikan . Dekrit ini sebenarnya ingin mengambil jalan tengah untuk menyatakan bahwa Piagam Jakarta terkandung dalam UUD 1945.Disisi lain. Masyumi menjadi oposisi dan baru pada Kabinet Amir Syarfudin Masyumi masuk sebagai partai koalisi. Dalam kurun waktu 1950-1955 peranan parpol Islam mengalami pasang surut . dan Doktor Honoris Causa dari IAIN dengan promotor K. Masyumi dan NU. sedangkan yang terjadi pada Masyumi. Beberapa bentuk penyesuaiannya seperti pemberian gelar Waly Al-Amr al-Dahruri bi al-Syaukah kepada Soekarno oleh NU. Selain itu. Pemerintahan pun diambil alih oleh Presiden. NU mendukung beberapa manipol Usdek Soekarno. Timbulnya pemusatan kekuasaan mencuatkan konsekuensi yang variatif terhadap pertaiartai islam. dengan demikian KNIP mendapatkan Hak legislatif untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Masyumi kurang sejalan dengan usulan Syahrir karena pada kenyatannya Syahrir sangat erat berhubungan dengan Jepang dan ekspensor Belanda. tetapi Parlementer. beberapa pemimpinnya yang dianggap pendukung sejati negara Islam dan oposisi yang tak berkesudahan dipenjarakan dan Masyumi di bubarkan pada 1960. selain itu Perti dan Masyumi pun keluar dari kabinet karena kurang setuju dengan kebijakan dalam menangani krisis di beberapa daerah. Syahrir yang merupakan pimpinan KNIP mendesak untuk dilakukannya rekonstruksi KNIP melalui petisi 50 negara KNIP. hanya satu orang yang dapat dianggap mewakili tokoh Umat Islam. Syahrir dan kelompoknya juga mendesak untuk dilakukannya perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan Republik. berubah menjadi Demokrasi terpimpin Soekarno. C. Sejak saat itu. bahkan kemudian Syahrir diangkat menjadi Perdana Menteri pada 14 November 1945. Anggapan ini kemudian dibantah oleh petinggi-petinggi Nu. Beberapa pihak menganggap NU sebagai partai oportunis karena sikap proaktifnya. Desakan ini kemudian dikabulkan oleh Presiden. kabinet bukan bertanggung jawab kepada Presiden. berakhirlah masa Demokrasi liberal. dari 14 anggota parlemen. Perti dll) melakukan penyesuaian diri dengan keinginan Soekarno yang didukung oleh ABRI dan PKI. penyerahan kedaulatan melalui KMB dan penanganan pemberontakan PKI pada 1948 di Madiun. tujuannya agar kkabinet tak didominasi oleh kolaborator (jepang dan Belanda).

tetapi secara keseluruhan peranan-peranan partai-partai Islam mengalami kemerosotan. peranan partai mengalami erosi karena . Kemudian muncul semacamanggapan adanya penghianatan Soekarno terhadap Pancasila. Islam dan Komunis. Meskipun dalam Pancasila sendiri. Akhirnya masa kejatuhan kekuasaannya pun tiba. Tidak ada jabatan menteri berposisi penting yang diserahkan kepada Islam sebagaimana yang terjadi pada masa demokrasi parlementer. dengan adanya upaya ini maka implikasinya. Legislasi Islam sebagai ideologi negara dianggap mepmberi pengaruh negatif terhadap pemerintahan. Meskipun pada dasarnya depertemen Agama ini mengurusi keperluan ummat beragama yang ada di Indonesia. maka penduaan ini tidak terelakkan.merka beralasan hal ini sebagai bentuk pengimbangan terhadap kekuatan PKI. Tak ada jabatan menteri penting yang dipercayakan kepada tokoh Islam dalam masa Demokrasi Terpimpin ini. d). namun melihat latar belakang pendiriannya jelas untuk mengakomodasi kepentingan dan aspirasi ummta Islam sebagai mayoritas penduduk negeri ini. Agamis. mungkin untuk mengangkat citranya. Namun tetap saja secara keseluruhan peranan partai Islam mengalami Kemerosotan. Dengan inflasi keuangan negara sebesar 600 persen. Kondisi negara berkebalikan dengan slogan-slogan Soekarno yang pada waktu itu ia gembar-gemborkan. Soekarno kembali menyuarakan ide lamanya NASAKOM (Nasionalis. unsur-unsur NASAKOM ini nampak jelas ada di dalamnya. kesejahteraan. maka era Soekarno pun berakhir. .dan Komunis). kemakmuran. Keadaan ini menimbulkan ketegangan antara Islam dan kmunisme dan munculnya ketidakpuasan dari pihak Nasionalis Sekuler dan angkatan bersenjata. Usaha partai-parti Islam untuk menegakkan Islam sebagai Idiologi negara dalam konstituante mengalami jalan buntu. Slogan-slogan. Namun. Partai-partai Islam itu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Soekarno. Soekarno dianggap berselingkuh. nasionalisme yang agamis berusaha diserukannya . suatu pemikiran yang ingin menyatukan Nasionalis “sekular”. dimana umat Islam bersama ABRI dan golongan lain bekerjasama menumpasnya. Tetapi dengan mengangkatnya dari sebuah substansi yang ada di dalam menjadi sebuah ideologi yang setara. Di masa Demokrasi terpimpin ini. Satusatunya kepentingan Islam yang diluruskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yangmemberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan tinggi. Perkembangan Islam Pada Masa Orde Baru (1966-1998) Pada masa kemerdekaan. Dengan menampung ketiganya dalam satu payung. kecuali PKI yang memainkan peranan penting. Indonesia harus mengangkat Pancasila sekaligus menjunjung NASAKOM-isme. Gagasan ini adalah upaya untuk meredam gejolak politik antara kelompok-kelompok tersebut.Satu-satunya kepentingan Islam yang diluluskan adalah keputusan MPRS tahun 1960 yang memberlakukan pengajaran agama di Universitas dan perguruan Tinggi. dengan gagalnya Geakan 30 September PKI tahun 1965. tepatnya pada 3 januari 1946 didirikannya depertemen Agama yang mengurusi keperluan ummat Islam. Soekarno mencoba mengendalikan tiga unsur politik ini. Pancasila ditafsirkan sesuai dengan caranya sendiri.

Bahkan sekarang dengan pembaharuan politik partai-partai berideologi Islam pun lenyap. Dalam keputusannya bidang pendidikan agama telah mengalami kemajuan. Perubahan Orde Lama menjadi Orde Baru berlangsung melalui kerjasama erat antara pihak ABRI atau tentara dan gerakan-gerakan pemuda yang disebut angkatan 1966. Bangunan-bangunan baru Islam (Masjid dan Mushallah) Pembangunan Madrasah. Periode ini disebut zaman Orde Baru dan zaman munculnya angkatan baru yang disebut angkatan 66. pemerintah Orde Baru bertekad sepenuhnya untuk kembali kepada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konsekuen. drama. ide negara Islam secara terus-menerus ditolak. Sejak ditumpasnya G 30 S/PKI pada tanggal 1 oktober 1965 bangsa Indonesia telah memasuki pase baru yang diberi nama Orde Baru. Dengan demikian sejak tahun 1966 pendidikan agama menjadi hak wajib mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Umum Negeri di seluruh Indonesia. Kegiatan Islam semakin berkembang pada masa orde baru ini. agama maupun politik. 5. 3. Pada waktu itu sedang dilakukan upaya untuk membersihkan sisa-sisa mental G 30 S/ PKI. dan pegelaran seni Islam lainnya. 2. selalu ditegaskan bahwa pendidikan agama menjadi mata pelajaran . kehidupan beragama dan pendidikan agama khususnya. Pemerintah dan rakyat membangun manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. baik menyangkut kehidupan sosial. kecuali diawal pergerakan nasional. diantaranya: 1. Sejak tahun 1966 telah terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia. Pesantren dan juga Universitas Islam. Sebagaimana dikemukakan diatas MPRS pada tahun 1966 telah bersidang. Berdasarkan tekad dan semangat tersebut. makin memperoleh tempat yang kuat dalam struktur organisasi pemerintahan dan dalam masyarakat pada umumnya.Meskipun ummat Islam merupakan 87% penduduk Indonesia dalam kehidupan berbangsa ini. 4. Bahkan partai-partai Islam mulai dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan selalu mengalami kekalahan. Puisitasi Islam. Dalam sidang-sidang MPR yang menyusun GBHN sejak tahun 1973 hingga sekrang. Adanya kegiatan bulan Ramadhan (Pesantren kilat) Aktivitas Sosial keagamaan. Sejak tahun 1966 para pemuda dam mahasiswa melakukan demontrasi dijalan-jalan sebagian secara spontan sebagian lagi atas perencanaan pihak lain mulamula memprotes segala macam penyalahgunaan kekuasaan sampai protes terhadap Soekarno.

kalau menilik indikator utama yang digunakan sebagai dasar penialian itu adalah munculnya sejumlah partai politik yang menggunakan simbol dan asas Islam atau yang mempunyai pendukung utama komunitas Islam. gerakan reformasi tidak selalu berada dalam pengendalian kelompok Islam. Sekarang pada era reformasi. Peran kelompok Islam. baik tokoh Islam maupun mahasiswa Islam dalam mendorong gerakan reformasi sangat besar. bahkan pendidikan agama sudah dikembangkan sejak Taman Kanak-Kanak (Bab V pasal 9 ayat 1 PP Nomor 2 Tahun 1989). maka secara instantional .di sekolah-sekolah negeri dalam semua jenjang pendidikan. Berbagai problem tersebut harus mampu diatasi oleh partai-partai Islam pada era reformasi dewasa ini. Hal yang demikian itu didalam perjalanannya selalu terbuka kemungkinan untuk "memolitikkan" bagian-bagian yang menjadi dasar idiologi partai-partai tersebut. a) Perkembangan Islam Setelah Reformasi. Pembangunan seperti ini menjadi pangkal tonggak pembangunan bidang agama. maka tidak terlalu salah untuk mengatakan bahwa yang dimaksud adalah fenomena munculnya kembali kekuatan politik Islam. gejala demikian mungkin terulang kembali. kecuali mungkin diantara partai-partai Islam yang berasal dari rumpun yang sama. Pembangunan nasional memang dilaksanakan dalam rangka pembangunan warga dan masyarakat Indonesia seutuhnya. sehingga hanya ada beberapa partai Islam saja yang ikut dalam pemilu B. LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM a) Lembaga Pendidikan Islam sesudah Indonesia Merdeka Setelah Indonesia merdeka dan mempunyai Departemen Agama. Tidak diketahui secara persis apa yang dimaksud oleh sementara pihak yang melihat maraknya kehidupan politik Islam dewasa ini sebagai suatu fenomena yang dapat diberi label repolitisasi islam. Alternative lain yang tersedia adalah koalisi. dengan sesama manusia dan dengan lingkungan hidupnya secara seimbang. keseimbangan dan keselarasan antara pembangunan bidang jasmani dan rohani. Namun. pada perkembangan selanjutnya. Hal ini berarti adanya keserasian. Meskipun demikian. Adanya penggabungan secara menyeluruh mungkin tidak realistis.

Semarang. yang kemudian berubah menjadi Persatuan Umat Islam (PUI) pada tanggal 5 April 1952 M/9 Rajab 1371 H. . Abdul Halim lahir di Ciberelang.Abubakar Bin Kyai Sulaiman. KH Abdul Halim (1887 – 1962) KH. Kemudian pindah lagi ke Plangitan. Hasyim asy’ari dilahirkan pada tanggal 14 Februari tahun 1981 M di Jombang Jawa Timur. Kyai Haji Ahmad Dahlan (1869 – 1923) K. Ibunya adalah puteri Haji Ibrahim seorang penghulu.H. dimulai pada tahun 1911. putra dariKH. Ilyas dimasukkan pengetahuan umum ke dalam Madrasah Salafiyah. Majalengka pada tahun 1887 M. yaitu: 1) Membaca dan menulis huruf latin 2) Mempelajari bahasa Indonesia 3) Mempelajari ilmu bumi dan sejarah Indonesia 4) Mempelajari ilmu berhitung. Jawa Barat. Khatib di masjid besar (jami’) Kesulitan Yogyakarta. Kyai Haji Hasyim Asy’ari (1871-1947) K. Lembaga pendidikan agama Islam ada yang berstatus negeri dan ada yang berstatus swasta. Maka di bawah pimpinan KH. Dia adalah pelopor gerakan pembaharuan di daerah Majalenga. Madura.Departemen Agama diserahi kewajiban dan bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan pendidikan agama dalam lembaga-lembaga tersebut. dan lainlain. yang kemudian berkembnag menjadi persyerikatan Ulama. Yang berstatus negeri misalnya seperti : 1) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (Tingkat Dasar) 2) Madrasah Tsawiyah Negeri (Tingkat Menengah Pertama) 3) Madrasah Aliyah Negeri (tingkat Menengah Atas). Dahulunya berupa Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA) dan Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) 4) Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang kemudian berubah menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri)  Tokoh-tokoh pendidikan Islam di Indonesia Adapun beberapa tokoh pendidikan Islam di Indonesia 1. 3. Semuanya itu diajarkan dengan memakai buku-buku huruf latin. 2. mula-mulai ia belajar agama Islam pada ayahnya sendiri Kyai Asy’ari Kemudian ia belajar ke pondok pesantren Purbalinggo.H Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1869 M dengan nama kecilnya Muhammad Darwis.

namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan. Walaupun pendidikan agama mendapat porsi yang bagus sejak proklamasi kemerdekaan sampai Orde Baru berakar. Peran utama agama sebagai landasan spiritual. yaitu :       Kurangnya jumlah pelajaran agama di sekolah Metodologi pendidikan agama kurang tepat. Prof. memang sejak tahun 1966 terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia. Agama sebagai sistem nilai seharusnya dipahami dan diamalkan oleh setiap individu. maka pendidikan agama akan lebih diperhatikan masyarakat. ilmu agama dan umum justru akan menciptakan kebersamaan dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis serasi dan seimbang. moral dan etika dalam pembangunan nasional. agama juga berpengaruh untuk membersihkan jiwa manusia dan kemakmuran rakyat. meterogenitas pengetahuan dan penghayatan peserta didik Perhatian dan kepedulian pemimpin sekolah dan guru terhadap pendidikan agama kurang Kemampuan guru agama untuk menghubungkan dengan kehidupan kurang Kurangnya penanaman nilai-nilai. Kalau dicermati bahwa undang-undang pendidikan nasional masih membeda-bedakan antara pendidikan umum dan agama. Pada Orde Baru tekad yang diemban. Pendidikan Agama dan Sistem Pendidikan Nasional Melalui perjalanan panjang proses penyusunan sejak tahun 1945-1989 UU nomor 2 tahun 1989. sehingga menjadi "lahan subur” tempat persemaian generasi baru. namun itu semua hanya bahasa kiasan belaka. tata krama dalam Pendidikan Agama Islam Seandainya dari enam aspek tersebut bisa ditangani. undang-undang pendidikan dari zaman dahulu sampai sekarang masih terdapat dikotomi pendidikan. Ludjito menyebutkan permasalahan yang terjadi dalam Pendidikan Agama Islam walaupun dari sistem pendidikan nasional cukup kuat. baik itu menyangkut kehidupan sosial agama maupun politik. PhD. Untuk mengembangkan pendidikan Islam haruslah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan. Artinya pendidikan Islam harus mampu : Membedakan akar peserta didik dari semua kekangan dan belenggu Membangkitkan indra dan perasaan anak didik sebagai sarana berfikir Membekali ilmu pengetahuan Di samping hal itu peluang untuk berkembangnya pendidikan Islam secara integrasi dalam Sistem Pendidikan Nasional bisa dilihat dalam beberapa pasal. Hal ini karena dipengaruhi beberapa faktor.    . Kalau dirunut kebelakang. sebagai usaha untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum. Menurut Abdurrahman Mas’ud . sehingga pendidikan agama memperoleh tempat yang kuat dalam struktur pemerintahan. padahal perkawinan. Lebih menitikberatkan pada aspek kognitif daripada aspek afektif Adanya dikotomi pendidikan. warga dan masyarakat hingga akhirnya dapat menjiwai kehidupan bangsa dan negara. yaitu kembali pada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konskuen. 1.b) Pendidikan Pada Masa Orde Baru Pemerintahan memandang bahwa agama mempunyai kedudukan dan peranan sangat penting dan strategis.

kesehatan jasmani dan rohani. moral dan ketrampilan. pribadi yang mantap dan mandiri. mampu menggunakan imannya dalam menjawab tantangan hidup dan mampu memanusiakan sesamanya dengan berbagai kehidupan yang sejahtera yang dikaruniakan Allah pada manusia. keagamaan. Karena sasaran akhir dari pendidikan (agama) adalah untuk meciptakan manusia yang bisa mengintegrasikan diri. Dengan kata lain. ciri khas suatu pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat tetap diindahkan 2. pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama. PENUTUP A. pelajaran agama dan mata pelajaran umum ditentukan guru yang memilki integritas keilmuan yang memadai dalam pendidikan. isi kurikulum setiap jenis dan jalur. Sehingga bisa menemukan cara untuk dapat menghubungkan bagian-bagian dari suatu bidang dari suatu bidang studi. pendidikan dimaksudkan untuk memajukan manusia dalam mengambil bagian secara aktif. KESIMPULAN . agama dan kewarganegaraan. Pasal 4. serta jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila. kreatif dan kritis. Pasal 47. Untuk melaksanakan suatu yang lebih baik dari masa lalu.a) b) c) d) e) f) Pasal 1 ayat 2. Pasal 39 ayat 2. nilai budaya. sedangkan integrasi pendidikan adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam pendidikan dan integritas pendidikan memerlukan integritas kurikulum atau secara khusus memerlukan integritas pelajaran. yaitu manusia yang bertakwa dan ketrampilan. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia seutuhnya. satu pelajaran dengan mata pelajaran yang lain. tentang tujuan pendidikan nasional. Pengintegrasian Pelajaran Agama dan Pelajaran Umum Integrasi merupakan pembauran sesuatu sehingga menjadi kesatuan. kedinasan. Pasal 11 ayat 1. jenis pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum. pasal 10. akademik dan profesional. pendidikan nasional adalah pendidikan yang terakhir pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. pendidikan kejuruan.

3. Dalam perdagangan . karena yang mempunyai peranan dan pemegang dalam estafet Negara tidak lain adalah kita anak cucu bangsa yang beragama. Dalam bidang pendidkan.Pendekar-pendekar Islam di zaman kerdekaan mempunyai beberapa pernan yang besar terhadap Negara. maka kita dapat mawas diri sehingga kita sebagai penerima warisan sejarah dapat menyuburkannya. Setelah kita mengetahui sejarah berkembang islam pada waktu zaman kemerdekaan. Dalam bidang organisasi islam.dengan cara belajar dari sejarah. 2. di antranya: 1. .