GENERATOR

Konsep
Generator menggerakkan arus listrik, tetapi tidak menciptakan muatan listrik, yang telah ada di dalam kawat konduktif dari lilitannya. Ini kurang lebih analogi dengan pompa air, yang mencipkatan aliran air tetapi tidak mencipkatan air di dalamnya. Beberapa jenis generator listrik telah ada, tergantung pada phenomena listrik seperti piezoelectricity, dan magnet hidrodinamik. Konstruksi dari sebuah dinamo mirip dengan sebuah motor listrik, dan semua tipe dinamo dapat bekerja sebagai motor.

Dinamo
Dinamo merupakan generator pertama yang mampu menghasilkan daya untuk industri. Dinamo menggunakan prinsip-prinsip elektromagnetik untuk mengkonversi putaran mekanis ke dalam sebuah pulsa arus searah melalui penggunaan commutator. Sebuah mesindinamo terdiri dari sebuah struktur stasioner yang menyediakan medan magnet konstan, dan satu set lilitan putar yang berputar di antara medan tersebut. Pada mesin ukuran kecil medan magnet konstan dapat disediakan dengan sebuah atau beberapa magnet permanen. Motor yang berukuran lebih besar memiliki medan magnet konstan yang dihasilkan oleh sebuah atau beberapa magnet listrik, yang biasa disebut koil medan. Hubungan antara putaran mekanis dan arus listrik dalam sebuah dynamo adalah reversible. Prinsip-prinsip dari motor listrik ditemukan ketika diketahui bahwa satu dynamo dapat menyebabkan sebuah dynamo kedua yang terinterkoneksi berputar bila arus diumpankan ke dalamnya. Kemampuan transformative dari sebua dynamo untuk mengubah bentuk energi dari daya listrik ke daya mekanis dan kembali lagi, dapa dieksploitasi sebagai sebuah kompensasi-arus dan alat penyeimbang untuk menyeragamkan daya keluaran yang didistribusikan pada rangkaian yang terinterkoneksi.

Memahami Alternator
Sistem pengisian pada kendaraaan mempunyai tiga komponen penting yakni: aki, alternator dan regulator. Alternator ini (Gambar 1) berfungsi bersama sama dengan aki untuk menghasilkan listrik ketika mesin dihidupkan. Hasil yang dihasilkan oleh alternator adalah tegangan AC yang kemudian dikonversi/diubah menjadi tegangan DC.

1

Gambar 1. “IG” adalah indikator kontak yang ada dialternator. “S” Terminal indikator Voltase aki. “L” adalah kabel yang digunakan oleh regulator untuk indikator lampu (CHG ). Ke empat kabel (soket) dihubungkan dengan alternator di sepanjang rangkaian kelistrikan. “B” adalah kabel output alternator yang mensuplai langsung ke aki. “IG” Terminal indikator strum kontak. Gambar 2. “B” Terminal Output Alternator. Gambar 3. “L” Terminal lampu indikator. “F” Terminal tegangan langsung ( bypass ). Contoh sebuah alternator Rangkaian Sistem Pengisian Perhatikan Gambar 2. Rangkaian sistem pengisian Identitas terminal pada alternator adalah sebagai berikut (lihat Gambar 3). “S” digunakan oleh regulator untuk mengatur strum pengisian ke aki. Identitas terminal pada sebuah alternator Konstruksi Alternator Seperti terlihat pada Gambar 4 alternator terdiri dari : 2 .

5) Dua kipas dalam ( internal Fan) untuk menghasilkan sirkulasi udara. dan tipe yang lama mempunyai regulator diluar. Tipe alternator dengan regulator di dalam Poli alternator (Gambar 6) diikat/dikencangkan ke bagian sumbu rotor.1) Gabungan kutub magnet yang dinamakan Rotor. Gambar 4. Alternator tipe ini tidak mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari polinya. Tidak seperti jenis alternator lama yang menggunakan kipas luar untuk pendinginan. 3) Rangkaian dioda yang dinamakan rectifier. Tidak seperti model yang lama. Tipe poli tunggal atau poli PK dapat digunakan. alternator ini mempunyai dua kipas dalam untuk sirkulasi udara pendingin. 4) Alat pengatur voltase yang dinamakan regulator. Gambar 5. 2) Gulungan kawat magnet yang dinamakan stator. tipe ini (Gambar 5) dapat dengan mudah diperbaiki dengan membuka tutup bagian atasnya. 3 . Konstruksi sebuah alternator Kebanyakan alternator mempunyai regulator yang berada di dalamnya ( IC built In).

4) slip ring (bagian dari rotor) dihubungkan dengan setiap dari field winding. Gambar 7. 3) rangkaian dioda (rectifier) yang mengkonversi (mengubah) voltase AC menjadi voltase DC. Poli alternator Jika bagian atas alternator dibuka maka akan nampak bagian-bagian: 1) regulator yang mengontrol tegangan output alternator. 2) carbon brush yang menempel dengan bagian atas rotor (Slip Ring). 4 . Bagian dalam alternator Dua slip ring yang berada di setiap bagian atas rotor (lihat Gambar 8). Slip ring dihubungkan dengan field winding dimana carbon brush (sikat karbon) dapat bergerak. Rotor yang di antaranya terdiri dari kutub kutub magnet yang berputar mengelilingi di dalam stator. akan ada arus magnet disekitar rotor. Putaran rotor menciptakan arus magnet di sekelilingnya. dan ketika arus mengalir melalui field winding lewat slip ring. Carbon brush disolder atau diikat dengan baut. Perhatikan Gambar 7. Dua buah arang yang diposisikan sejajar yang akan menempel dengan slip ring. Gulungan (stator) mengembangkan tegangan yang dikarenakan magnet yang berputar maka arus akan diinduksi melalui terminal stator.Gambar 6.

Tegangan yang dihasilkan diinduksi di stator. Setengah dari diode tersebut digunakan dalam kutub positif dan setengahnya lagi dalam kutub negatif. Beberapa model/tipe termasuk mensupport bantalan dan satu atau dua kipas di dalamnya. Regulator mengatur tegangan aki.Gambar 8. Diode digunakan sebagai penyearah tegangan. Diode mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC sehingga aki menerima listrik yang benar. regulator akan mengatur kemampuan kumparan rotor untuk menghasilkan output alternator. Ketika sistem pengisisan tegangan di atas yang ditentukan. regulator akan meningkatkan arus listrik tegangan. hasilnya output alternator yang semakin kecil. dan juga mengatur arus yang mengalir ke rangkaian rotor. dan tergantung dari kecepatan putaran mesin. Rangkaian rectifier mengubah tegangan stator AC menjadi tegangan DC yang digerakkan oleh putaran mesin. inti field winding dan slip ring. Ketika sistem pengisian tegangan di bawah dari yang ditentukan. Rangkaian rotor menghasilkan arus magnet. Diode rectifier Rotor (Gambar 11) terdiri dari kutub-kutub magnet. Regulator mengatur keduanya baik itu voltase aki dan voltase stator. Sikat karbon Regulator (Gambar 9) adalah otak dari sistem pengisian. Gambar 9. yang akan berakibat terciptanya arus magnet yang kuat. Regulator akan mengatur tingkat / level sistem pengisian tegangan. regulator akan menurunkan arus listrik tegangan. Dewasa ini rata rata semuanya sudah memakai internal regulator. hasilnya akan meningkatkan output alternator. IC regulator Rangkaian dioda (Gambar 10) bertanggung jawab atas konversinya tegangan AC ke tegangan DC. dan membuat arus magnet menjadi lemah. Regulator dapat diganti baik itu internal regulator atau eksternal. Enam atau delapan diode digunakan untuk mengubah tegangan stator AC ke tegangan DC. Gambar 10. Rotor 5 .

bagian bagian ini padat bersambungan pada sumbu rotor. gulungan tersebut terhubung antara satu dengan yang lainnya. karena meningkatkan berat jenis dan kepadatan lilitan dari 45% menjadi 70%. Magnet tersebut di satu sisi menjadi kutub selatan. Arus magnet alternator yang berasal dari putaran rotor menginduksi tegangan kepada stator. Stator mempunyai 3 fase gulungan yang diisolasi kepada stator. Rangkaian stator Hubungan putaran rotor berputar di dalam stator dapat dijelaskan sebagai berikut. Gulungan yang diisolasi itu menghasilkan medan magnet. field winding dihubungkan kepada slip ring di mana carbon brush dapat bergerak. satu di bagian bawah slip ring. Rotor yang terdiri kutub kutub magnet. dan slip ring. Field winding rotor menciptakan lapangan magnet yang disebabkan oleh arus yang mengalir melewati slip ring. dan satunya berada di bagian atas sumbu rotor. dan di sisi lain menjadi kutub utara. Alternator SC (Gambar 13) menggunakan konduktor persegi panjang untuk gulungannya. Setiap fase ditempatkan di posisi yang berbeda dibandingkan dengan yang lain.digerakkan atau diputar di dalam alternator dengan putaran tali kipas mesin. Gambar 12. jadi membuat alternator SC lebih ringan 20% dan menghasilkan 50% listrik (daya) lebih banyak dari 6 . Gambar 11. Stator Mobil mobil baru sudah menggunakan alternator DENSO SC (segment conductor). Kekuatan dan kecepatan dari putaran arus magnet yang dihasilkan rotor akan berakibat terhadap tegangan induksi kepada stator. Ada dua bantalan yang terdapat di rotor. field winding.

Volume dan bentuk kecil dan regulator yang multi fungsi. berat lebih ringan. 2. Fitur & keunggulan dari alterntor segment conductor ini adalah : 1. Stator untuk SC alternator Gambar 14. 3. efisiensi. Output tinggi. sirkuit ini diciptakan oleh pemisah sehingga menjadi sepasang gulungan dan menghasilkan bentuk tahapan yang berbeda. 130 Amp – 12 Volt 3. Tipe alternator ini ada tiga. 100 Amp – 12 Volt 2. Stator pada alternator konvensional 7 .magnetic pulsation adalah komponen utama yang menghasilkan medan magnet di alternator. Suara strum/daya yang lebih halus. 150 Amp – 12 Volt Gambar 13. dikurangi tingkat bunyi sampai 90% dengan menerapkan pengembangan sirkuit tertutup.alternator konvensional (Gambar 14) . yaitu : 1.

juga memiliki sebuah tanki bahan bakar. Pada tahun 1987 dikembangkan menjadi sebuah percontohan 25 MW. selain memiliki motor dan generator. tanpa menggunakan mesin elektromagnetik berputar. Generator MHD yang dioperasikan sebagai sebuah topping cycle sekarang kurang efisien dibandingkan turbin gas siklus kombinasi.25. Unit genset stanby sering 8 . Generator motor set (Gen-set) Sebuah generator-motor (gen-set) adalah kombinasi dari sebuah generator listrik dan sebuah motor yang dipasangkan bersama membentuk sebuah peralatan (lihat contoh pada Gambar 16). Generator MHD awalnya dikembangkan karena keluaran dari sebuah generator MHD plasma api. Banyak unit yang dilengkapi dengan sebuah batere dan starter elektrik. Gambar 16. dibuat tahun 1965.Gambar 15. Desain pertama adalah AVCO Mk. sebuah reglator kecepatan motor dan regulator tegangan generator. Benerator motor (gen-set) Gen-set pada umumnya. yang mampu memanaskan boiler dari sebuah steam power plant. Kombinasi ini disebut juga generator-motor set atau disingkat gen-set. Sebuah alternator kendaraan yang terpasang pada engine Generator MHD Sebuah generator magnetohydrodynamic (MHD) mengekstrak secara langsung daya listrik dari gerakan gas panas melalui medan magnet.

Beberapa bentuk generator set portable Generator juga dapat digerakkan dengan tangan (misalnya. dan unit yang besar menggunakan motor diesel. Gambar 18. Unit terkecil cenderung menggunakan motor bensin. Gen-set sering digunakan untuk mensuplai daya listrik di tempat-tempat di mana sumber listrik (dari PLN) tidak tersedia dan di dalam situasi di mana daya diperlukan secara temporer. ukuran kecil. Generator listrik yang digerakkan tangan untuk stasion radio (Museum aviasi militer Dubendorf) Tingkat tegangan (volt). Gen-set tersedia dalam range tingkat daya yang cukup lebar. sound amplification systems. pada perlengkapan stasion radio lapangan. hand-cart mounted units yang dapat mensuplai ribuan watt dan unit stasioner atau trailer-mounted yang dapat mensuplai lebih dari jutaan watt. Gen-set kecil kadang-kadang digunakan untuk mensuplai daya pada peralatan-peralatan di area konstruksi. dan daya (watt) dari generator diseleksi sesuai dengan beban yang akan dikoneksikan. Gambar 18). dll. atau motor dengan bahan bakar gas. Gambar 17.dilengkapi sebuah sistem starter otomatis dan sebuah transfer switch untuk memutus hubungan beban dari sumber daya dan menghubungkannya ke generator. Termasuk di dalamnya. silakan diklik ! ☺ Human powered electrical generators ☺ Mid-size stationary engine-generator 9 . Gen-set yang digandengkan (trailer) mensuplai daya untuk instalasi lampu temporer. frekuensi (Hz). unit portable yang dapat mensuplai daya listrik beberapa ratus watt. Bila Anda ingin tahu yang ini.

☺ Vehicle-mounted generators ☺ Other Rotating Electromagnetic Generators ☺ Brushless Alternators 10 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful