SPEKTRUM Perbaikan Sistem Kelistrikan

KEJURUAN TEKNIK SEPEDA MOTOR

MODUL

Perbaikan Sistem Kelistrikan
GURU MATA PELAJARAN MUHAMMAD IFWANDI, S.PD N NIP: 19790502 200801 1 015

JANUARI-JUNI

2011

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

SMK YPTN BANGKINANG
Jl. A. Rahman Saleh Bangkinang 1 Muhammad Ifwandi, S. Pd

Perbaikan Sistem Kelistrikan

KEGIATAN BELAJAR 1

Perbaikan Sistem penerangan
A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar siswa dapat : 1. Memeriksa baterai 2. Memeriksa sekering 3. Memeriksa soket-soket 4. Memeriksa kabel-kabel 5. Memeriksa lampu-lampu 6. Perbaikan / penggantian komponen kelistrikan rusak 7. Memeriksa lilitan/spul penerangan

2 Muhammad Ifwandi, S. Pd

dan lapisi dengangrease (gemuk ) 3.290 pada 20 C Muatan kurang : Di bawah 1. TERMINAL BATTERY Bila terjadi endapan putih (karatan). MEMERIKSA BATERAI 1. sehingga air battery naik ke dalam wadah alat ukur 4. Pasanglah kembali konektor. Membuka tutup pengisian air battery 2. Membaca hasil pengukuran berat jenis (Bj) air battery 3 Muhammad Ifwandi. Pd . MATERI PEMBELAJARAN (TEORI) 1. BERAT JENIS : Muatan penuh : 1. bukalah konektor siram dengan air hangat. S.Perbaikan Sistem Kelistrikan B. Masukkan ujung pengisap alat ke dalam battery 3. TINGGI ELECTROLIT Pastikantinggielectrolit beradaantaraUpper Level danLower Level 2.260 pada 20 C Hidrometer Berfungsi untuk melakukan pengukuran berat jenis battery Cara Penggunaan : 1.270– 1. Tekan dan lepaskan balon pengisap air battery pada alat .

Tipe atau jenis sekering ditentukan oleh keistimewaan konstruksinya. mempunyai dua tutup logam yang ditekan dalam pipa penghubung pada konduktor. satu atau beberapa sekering dapat digunakan dalam tiap rangkaian atau sirkuit listrik. TIpe-tipe sekering secara umum. 4 Muhammad Ifwandi. antara lain sebagai berikut. MEMERIKSA SEKERING Sekering adalah konduktor logam khusus yang dirancang untuk meleleh ketika arus listrik dalam sirkuit melebihi angka aman.Perbaikan Sistem Kelistrikan 2. Kaca: Konduktor sekering dibungkus dengan pipa kaca kecil. Pd . Gambar 4. Hal ini berguna untuk melindungi komponen dan kerusakan serius dan mengurangi kemungkinan kebakaran. b. a.1. Keramik: Tutup akhir dan konduktor sekering dibuat dalam satu bagian. dasar yang terbungkus keramik dimasukkan antara tutup akhir untuk menahan koñduktor. Tipe Kaca dan Keramik Kotak Sekering Kotak sekering menyimpan sekering tunggal untuk sirkuit dan sistem kelistrikan kendaraan bermotor. Ujung yang lain tiap sekering dihubungkan pada masing-masing rangkaiannya. Salah satu ujung dan semua sekering dihubungkan pada baterai oleh kabel berdiameter besar dan kabel sekering. S.

Pemeriksaan sekring ini ada dua yaitu : 1. 5. 7. Sebagai penyangga tempat sekering. Setelah sekring berada pada dudukannya. Menjadikan kotak sekering menjadi tertempel pada bodi logam tanpa terjadi hubungan pendek. strip timah dihubungkan pada salah satu ujung sekering. 3. Dashboard/busbar atau papan panel. Hal ini untuk menunjang keamanan dan keselamatan komponen kelistrikan serta pengguna sepeda motor.2. Plastik tebal atau kotak bakelit sebagai dasar/basis: 2. Terminal. yang satu menghubungkan ke dashboard dan yang lain ke terminal. 6. Pemegang sekering logam ada dua untuk tiap sekering. yang dilakukan dengan melihat langsung pada bagian konduktor atau kawat lebur di dalam 5 Muhammad Ifwandi. Periksa dan kencangkan baut atau klep penjepit kabelnya. keduanya bertipe tombol tekan ON. 4. S. Plastik tipis atau cover (tutup) bakelit melindungi sekering dan kerusakan fisik. 1. atau jenis sekering yang diputar. Pemeriksaan Visual. satu atau dalam beberapa rangka untuk tiap sekering. Ambil sekring yang telah dipastikan kondisinya dalam keadaan baik 2. sebagai basis tempat kotak sekering. kemungkinan dihubungkan pada baterai atau sakiar penyalaan. MEMASANG SEKRING Hal yang harus diperhatikan di dalam pemasangan pengaman sistem kelistrikan adalah penggunaan ampere sekring harus lebih kecil atau sama dengan sumber arus (aki). Pd .Perbaikan Sistem Kelistrikan Gambar 4. sambungkan kabel pada ujung-ujung dudukan sekring 4. memungkinkan digunakan dua atau tiga buah. PEMERIKSAAN SEKRING Sekring sebagai pengaman dalam kelistrikan sepeda motor harus benar-benar dipastikan dalam kondisi sempurna. Tempatkan sekring pada kotak atau dudukan sekring 3. Kotak sekring Ciri-ciri kotak Sekring ini adalah sebagai berikut. Adapun tahapan pemasangan sistem pengaman secara umum adalah : 1.

Kabila sepeda motor bergetar. sehingga membakar kabel-kabel dan dapat menyebabkan kebakaran. Janganlah pernah memakai kawat sebagai pengganti sekering. Kemungkinan sebab-sebab dan kerusakan 1) “Switch” yang rusak. Diagnosa kerusakan (1) Sekering putus segera setelah switch dinyalakan. Kawat tersebut dapat mengalirkan arus yang besar. Lepaskanlah kabel masuk dan “switch” dan periksalah kontinuitas “switch” dengan memakai tester tangan. 2. Pd . Periksalah apakah kontaknya longgar dan bila perlu kencangkanlah. Bila bagian dan kabel yang isolasinya terbuka mengenai chassis. lindungilah dengan tape vinyl atau tape isolasi lainnya. 2) Sistim aliran listrik (wiring) mempunyai hubungan pendek (shorted). sekering tersebut mungkin mempunyai kontak yang buruk dengan pemegangnya. Dianjurkan agar senantiasa membawa bersama sekering tambahan. apabila jarum bergerak maka kondisi sekring sudah dapat digunakan.Perbaikan Sistem Kelistrikan sekring. Bila ada kontinuitas. apakah putus atau ada cacat. sehingga membuat sekering putus. Switch tersebut mungkin rusak atau aliran listrik mempunyai hubungan pendek. Adalah suatu praktek yang baik untuk menggosok ujung-ujung metalik dan sekering dan terminal-terminal pemegang sebelum memasang sekering. suatu hubungan pendek terjadi bila “switch” dinyalakan. sehingga menyebabkan hubungan pendek. Periksalah juga konektor-konektor yang longgar dan bila perlu kencangkanlah. Perbel aliran dan “switch” lampu rem ke lampu remnya dianggap mempunyai hubungan pendek. S. Hal ini mengakibatkan arus naik dengan tiba-tiba. Mungkin. terminal-terminal di dalam “switch box” mungkin rusak atau kabel aliran putus. 6 Muhammad Ifwandi. Pemeriksaan dengan menggunakan Ohm meter. (3) Sekering putus segera setelah rem dipakai.Cara ini dilakukan dengan menghubungkan sekring dengan Ohm meter. dan bila ada bagian dan isolasinya putus. (2) Sekering putus bila sepeda motor “bounce” ke atas. ANALISA KERUSAKAN SEKRING Hal yang umumnya terjadi pada sekring adalah seringnya sekring putus. pastikanlah bahwa konektor tidak memperlihatkan tanda akan lepas segera. Akhirnya. beberapa bagian dan kabel-kabel terluka dan menempel pada chasis Periksalah kabel kabel yang kemungkinan besar bergetar atau mempunyai kontak dengan chassis. Bila putus atau ada cacat maka sekring tidak layak untuk digunakan. Bila sekering (fuse) terasa panas.

7 Muhammad Ifwandi. Pd . Connector. 2. Junction block (J/B) adalah suatu kotak (block) dengan connector yang dikelompokkan bersama-sama untuk sirkuit kelistrikan. Pada umumnya terdiri dari bus bars dalam bentuk cetakan papan sirkuit (PCB) dengan sekring. (4)Bila lampu utama (headlight) diubah arahnya. circuit breaker. dan periksalah kontinuitas dan switch CIRCUIT PROTECTING PARTS 3. dan alat lain yang terpasang di dalamnya. yaitu 1. tetapi tidak memiliki bus bars. Connector diklasifikasikan dalam connector "jantan" dan "betina". karena bentuk terminalnya berbeda.Perbaikan Sistem Kelistrikan Tentukan tempat hubungan pendek tersebut dan lindungilah daerah yang tanpa isolasi dengan tape vinyl atau tape isolasi lainnya. S. Semua connector memiliki bentuk yang umumnya berujung terbuka dengan pengunci di bagian atas. Komponen connector digunakan untuk menghubungkan kelistrikan antara dua jaringan kabel dengan jaringan kabel ke komponen. Sedangkan relay block sama dengan junction block. MEMERIKSA SOKET-SOKET Komponen penghubung bisa dikategorikan menjadi tiga model. Lepaskanlah kabel masuk “dimmer switch”. relay. sekering putus. junction block dan relay block.

Dalam pemeriksaan Semua soket/ sambungan diperiksa dengan benar dan teliti 4. Fungsi dari jaringan kabel ini adalah untuk menghubungkan dan melindungi komponen-komponen sirkuit. S. komponen penghubung.Perbaikan Sistem Kelistrikan 3. 8 Muhammad Ifwandi. Permukaan baut massa ditandai dengan crom hijau dan hitam. kawat tegangan rendah. Ada tiga macam kawat dan kabel yang digunakan pada kendaraan. Pd . dan komponen yang melindungi sirkuit. Baut massa atau ground bolt adalah baut khusus untuk menjamin arus massa tetap mengalir dari jaringan kabel dan komponen listrik lainnya. kawat tegangan tinggi. Semuanya disatukan dalam satu unit untuk mempermudah hubungan antara komponen kelistrikan kendaraan. yaitu: 1. Dan baut massa. MEMERIKSA KABEL-KABEL Jaringan kabel (wiring harness) adalah sekelompok kabel-kabel atau kawat yang masing-masing terisolasi. 2. Jaringan kabel terdiri kawat dan kabel.

c. Gambar 4. b. Potonglah sedikit mungkin dan bagian kabel yang rusak 9 Muhammad Ifwandi. dan kabel-kabel yang diisolasi. Memperbaharui Kabel Tegangan Rendah pada Terminal Untuk penggantian kabel tegangan rendah pada terminal. pegang kawat solder pada bagian atas dan inti kabel ke dalam selubung terminal dan solder pada bagian sampingnya. Kupas karet pelapis dan inti dan pasanglah dengan jarak kedalaman yang sama dan terminal ditambah 10 mm. Tutuplah sambungan dan selubung dengan beberapa lapis isolasi.Perbaikan Sistem Kelistrikan 3. sehingga komponen listrik dan elektronik sepeda motor dapat berfungsi. Bersihkan terminal dan kabel dengan kain yang bersih. Potonglah terminal yang lama dan bagian yang rusak dan kabel. 1. untuk lebih memudahkan dalam pemasangan dan perawatan pada kendaraan. Memperbaharui Terminal Kabel Baterai Untuk pemasangan terminal baru pada kabel baterai. langkah langkah yang harus diikuti adalah sebagai berikut : a. S. Pd . Pemasangan terminal Batere baru 2. Dinginkan terminal dan kabel dengan dipegangi di bawah aliran air dingin yang mengalir. e. bukalah terminal dengan menggunakan nyala api brander las asitelin dengan panas sedang. Bagian jaringan kabel dihubungkan ke salah satu bagian oleh komponen penghubung. langkahnya sebagai berikut: a. Sebagian besar kawat dan kabel yang terdapat dalam kendaraan adalah bertegangan rendah (low voltage wire). f. Kutub terminal baterai. Jaringan kabel dibagi dalam beberapa bagian.22. Ketika kabel dalam kondisi yang baik. nyalakan oksi asetelin. Jauhkan nyala api dan peganglah kabel hingga terpasang. d. g. h. biarkan terminal menjadi dingin oleh udara sekitar selama mungkin atau dibalut dengan kain yang telah dibasahi.

Ketika solder sudah panas. Tempelkan ujung dan kawat solder pada bagian atas sejauh separuh dan jarak. Penyolderan Inti Melakukan penyolderan Inti kabel terminal. potonglah ujungnya tepat dibawah daerah yang rusak dan lakukan pengisolasian ulang d. l. Perbaikilah isolasi jika perlu. Tempatkan solder di bawah terminal dekat ujung Inti kawat k. Pd . e. f. i. inti kawat tidak boleh mengalami kerusakan yang disebabkan oleh pengisolasian.Perbaikan Sistem Kelistrikan b. Panaskan inti kabel dengan memegang ujung besi penyolder pada bagian bawah ujung. 10 Muhammad Ifwandi. n. j. langkahnya sebagai berikut. g. Letakkan kawat solder pada ujung bagian tengah. Periksalah inti kawat setelah dilakukan pengisolasian : inti kawat haruslah bersih. c. Gunakan sepasang kiem penjepit. Letakkan kabel di antara sayap sehingga isolasi sejajar dengan posisi bagian luar sayap. tekuklah sayap di sekitar isolasi dan Inti kawat. Dengan melapisi anti karat pada daerah sekeliling dan terminal. h. d. ketika inti kawat mengalami kerusakan. tang pemotong yang bisa diatur dan klem penjpeit c. m. Potonglah ujung inti kawat jika lebih panjang dan bagian sayap. Aturlah solder sebelum menggerakkan ujung penyolder atau terminal. a. Lapisi anti karat pada bagian tengah. Lepaskan penyolder ketika solder mengeluarkan asap.ujungnya dan isolasi. sambungkan terminal dengan inti kabel Gambar 4. Gunakan salah satu dan dua metode.22. Solderlah sambungan antara terminal dan inti kawat. pengisolasian dapat dilakukan dengan menggunakan alat sebagai berikut: pisau. S. Pasanglah tali pada inti kawat dengan menggunakan klem penjepit e. b. Lepaskan isolasi dan bagian tengah sejauh dua kali dan diameter kabel. pindahkan penyolder.

Pengujian pada hasil penekanan. Sebelum rangkaian kabel masuk atau sesudah berada di luar rangkaian. S. b. Masukkan inti ke dalam ujung selubung terminal. terminal tidak boleh bergerak. b. Mempersiapkan kabel tegangan rendah 3.Perbaikan Sistem Kelistrikan Gambar 4. Tekanlah kembali jika terminal bergerak terhadap intinya.23. Tahan dan tekan pada bagian terminal. Potonglah ujung dan inti jika terdapat kelebihan. Jangan gunakan penjepit yang mempuyai sisi potong. Pd . Gunakan alat penekan. e. karena akan merusak terminal. d. Memperbaiki Kabel Tegangan Rendah yang Rusak Rangkaian kabel tegangan rendah akan mengalami kerusakan. tekan dan goyangkan selubung terminal terhadap inti. d. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk rangkalan kabel tegangan rendah yang rusak: memperbaiki 11 Muhammad Ifwandi. Menyolder dan menjepit terminal ke kabel Cara penjepitan terminal pada inti sebagai berikut: a. Gambar 4. g. jika: a. c. Terletak pada bagian luar dan sebuah jaringan.24. c. f. Terdapat pada bagian dalam dan sebuah rangkaian. Terletak di antara titik masuk dan keluar dan sebuah rangkaian kabel.

Pastikan bahwa semua hasil pilihan sudah aman. Potonglah bagian ujung untuk menghilangkan bagian tengah yang rusak. d. i. sebagai berikut: a. Pastikan bahwa terminal sudah aman dan komponen. Potonglah beberapa bagian yang rusak dan kabel untuk mengupas Inti kawat. j. e. l. b. S. e. Berilah isolasi pada daerah sambungan tersebut. buanglah sisa yang tajam dan sambungan tersebut. Peganglah kawat solder di bagian atas dan sambungan yang terbuka. Periksalah Inti kawat setelah membuka isolasi. Memperbaiki rangkaian kabel tegangan rendah yang terletak pada bagian dalam. Putarlah ujungnya mengelilingi Inti kawat lainnya. Silangkan bagian tengahnya pada titik pusatnya. b. Bagian ujung harus dapat menutupi tanpa melakukan penekanan pada kabel. q. n. Carilah bagian sambungannya. c. Bukalah isolasi sambungan dan jaringan. k. g. alat pembuka isoasi yang dapat diatur dan tang. s. Berilah selisih panjang kabel sedikitnya sebesar 5 kali dan diameter bagian luarnya. alat pemotong kabel yang dapat diatur dan tang. t. Inti di pilin secara bersamaan untuk menghasilkan sambungan yang balk. h. Peganglah dua Inti kawat pada satu sisinya dengan menggunakan tang. Gantilah kabel sepanjang 100 mm dengan isolasi kabel 12 Muhammad Ifwandi. hal ini akan melepas beberapa komponen atau melepas pada sebgaian jaringan. Gunakan kikir kecil atau tang. Mulailah pemberian Isolasi dan salah satu sisi dan sambungan hlngga ke sisi lainnya. Ketika kabel ditekan maka perbaikilah bagian yang rusak.Perbaikan Sistem Kelistrikan a. Periksalah bagian tengahnya setelah dilakukan pembukaan isolasi: kondisi harus bersih. tidak boleh terjadi kerusakan yang disebabkan oleh alat pembuka isolasi. c. Ketika solder mulal panas pindahkan penyolder. Bukalah isolasi dan ujung kabel sejauh sekitar 5 kali dan diameter kabel. Perhatikan bahwa kabel masih cukup panjang setelah dilakukan perbaikan. Solder pada bagian bawah dan ujung sambungan yang terbuka. membuka isolasi dapat dilakukan dengan alat sebagai benikut: pisau. Pd . p. o. kondisi harus bersib dan tidak boleh terjadi kerusakan yang disebabkan dan alat pemotong kabel. d. Sambunglah atau solder pada bagian sambungannya. Lepaskan isolasi pada ujung inti kawat dengan jarak sedikitnya 5 kali dan diameter kabel. f. pembukaan isolasi Inti dapat dilakukan dengan alat sebagal beirkut pisau. r. m. buka isolasi dengan jarak sedikitnya 40 mm dan tiap sisi sambungan. Lepaskan isolasi pada ujung untuk menghilangkan bagian tengah yang rusak.

Gunakan kikir kecil atau tang. k. lsolasi kembali jaringan gunakan metode pembungkusan benlapis dan isolasi yang ash. m. lepaskan isolasi dan daerah jaringan. lakukanlah dan Inti kawat. Putarlah salah satu ujung dan inti kawat kabel terhadap salah satu ujung kabel baru. Lilitlah kabel yang baru terhadap janingan. Pd . e. Bukalah isolasi pada ujung kabel yang baru. Isolasi kembali jaringan seperti yang sudah diterangkan m. Buatlah lubang dan kabel tersebut dan lakukan penekanan hingga sejajar dengan kabel lainnya. i. Sambunglah dan solder kabel yang baru ke inti kawat dengan menggunakan metode yang sudah dijelaskan sebelumnya. Gantilah nangkaian atau komponen. c. Lepaskan isolasi dan kabel. lsolasilah pada bagian sambungan dengan menggunakan isolasi baru. S. paling tidak berjarak 80 mm pada sekehiling titik sambungan. Lepaskan isolasi dan Inti kawat. l. Potonglah kabel pada tiap ujungnya. pastikan bahwa lubang tersebut sudah diisolasi dan tidak menimbulkan bagian yang lebih atau menonjol dan jaringan tertsebut. h. Canilah rangkaiannya dalam jaringan. f. gunakan metodu “overlapping” atau pembungkusan yang dimulal dengan pengisolasian pada salah satu sisi sambungan dan ke sisi lainnya. g. gunakan metode pembungkusan berlapis dan memakal isolasi yang baru. maka ikutilah petunjuk di bawah ml: b. isolasi kembali pada semua janingan. i. Ketika akan dilakukan penyambungan antara kabel yang baru dengan kabel yang lama. Bentuklah mellngkar pada isolasi sehingga nantinya dapat digunakan kembali. g. 4. j. Gantilah rangkaian jaringan 13 Muhammad Ifwandi. l. d. Ulangilah prosedur di atas terhadap bagian tengah lainnya k. berhati-hatilah untuk tidak memotong dengan melewati Inti kawat. Identifikasi kabel dan warna dan pisahkan kabel satu dan yang lainnya f.Perbaikan Sistem Kelistrikan yang sama dengan kabel tegangan rendah yang rusak sebelumnya. Menyambung Dua Buah Kabel a. Periksalah kabel pada jaringan. Berilah isolasi pada sambungannya. h. buanglah sisi tajam pada sambungan tersebut. Solder pada bagian sambungan. potonglah kabel berjarak paling sedikit lima kali dan diameternya. j.

25 Menyambung dua kabel Untuk melakukan proses pembuatan rangkaian ikutilah langkah-langkah sebagai berikut : kabel. soket dan plug. n. gunakan hal ini untuk mengukur panjang dan kabel yang baru. d. S. lilitlah dengan menggunakan benang sepanjang jarak antara komponen dengan titik sambungan. h. c. Pasanglah terminal baru. Potongan pembalut atau isolasi sesual panjang yang diinginkan. mulailah dengan ujung kabel yang kecil ke kabel yang ujung besar. Ketika jaringan bekerja. l. Pilihlah bermacam-macam gulungan kawat kabel yang baru. Pakailah grommet pada jaringan untuk penempatan yang benar. Pd . Usahakan agar warna dapat disesuaikan dengan kabel yang terdapat pada jaringan. Pastikan bahwa jaringan terletak pada posisi yang benar pada bodi atau klip. Pastikan bahwa kabel yang baru mempunyai ampere yang sama. a. Gunakan metode isolasi berlapis dengan isolasi yang baru. lsolasilah rangkaian atau jaringan kabel. o. e. m. Pastikan bahwa bagian mi bebas dan bagian yang tajam atau bagian yang bergerak. Dengan menggunakan tali. j. Berilah isolasi ganda pada bagian jaringan yang akan digunakan sebagai tempat bodi atau penjepit. 14 Muhammad Ifwandi. f. Periksalah posisi atau letak jaringan terhadap bodi. sambunglah kabel menjadi beberapa titik pada jaringan. g. b. Kalau pada jaringan sudah terdapat kerusakan.Perbaikan Sistem Kelistrikan Gambar 4. k. i.

YAMAHA Hitam : (-) masa. SUZUKI Hitam-Putih : (-) masa. HONDA Hijau : (-) masa. Pd . berlaku untuk semua negatif Merah : (+) aki Hitam : (+) kunci kontak Putih : (+) alternator pengisian (+) lampu dekat Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu Biru : (+) lampu jauh Abu-abu : (+) flasher Biru Laut : (+) sein/reting kanan Oranye : (+) sein/reting kiri Coklat : (+) lampu kota Hitam-Merah : (+) spul CDI Hitam-Putih : (+) kunci kontsk Hitam-Kuning: (+) koil Biru-Kuning : (+) pulser CDI Hijau-Kuning: (+) lampu rem 2. dll) Putih-Merah : (+) pulser CDI Hijau-Hitam : (+) rem 3. Pada dasarnya warna kabel itu hanya mewakili muatan positif(+) dan negatif (-). S.Perbaikan Sistem Kelistrikan ARTI WARNA KABEL KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Warna kabel tiap merek motor berbeda-beda. Berikut penjelasannya arti warna kabel kelistrikan sepeda motor : 1. berlaku untuk semua negatif 15 Muhammad Ifwandi. berlaku untuk semua negatif Hijau : (+) arus beban penerangan Merah : (+) arus positif dari aki Kuning : (+) lampu jauh Coklat : (+) sein/reting kiri Hijau : (+) arus beban (penerangan.

S. Pd . berlaku untuk semua negatif Putih-Merah : (+) aki Merah-Hitam : (+) lampu jauh Merah-Kuning: (+) lampu dekat Abu-abu : (+) Sein/reting kanan Hijau : (+) sein/reting kiri Biru : (+) lampu rem Merah : (+) lampu belakang Coklat : (+) klakson 16 Muhammad Ifwandi. KAWASAKI Hitam-Kuning: (-) masa.Perbaikan Sistem Kelistrikan Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet Putih-Biru : (+) koil ke CDI Putih-Hitam : (+) lampu rem Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI Merah : (+) aki Oranye : (+) kunci kontak Abu-abu : (+) lampu belakang Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan Hitam : (+) sein/reting kiri 4.

 Lampu Ekor/Belakang/Tail Lamp.  Lampu Pilot/Lampu Senja.  Lampu Sein. Pemakaian arusnya ada yang mempergunakan arus DC dari battery dan ada yang memepergunakan arus AC dari spoel. Berguna untuk menerangi bagian belakang atau motor plat kendaraan. Penggunaan arusnya ada yang menggunakan arus DC dari battery dan ada yang menggunakan arus AC dari dinamo. pengambilan arusnya biasanya dari battery. Biasanya terdapat pada sepeda motor jenis bebek dan digunakan pada siang hari. Pd . Lampu Rem 17 Muhammad Ifwandi. Digunakan untuk memberikan petunjuk mengenai arah pada waktu akan berbelok Periksa kerja lampu-lampu Jika diperlukan lakukan penyetelan : a.Perbaikan Sistem Kelistrikan Rangkaian Sistem kelistrikan Sepeda Motor 5. Arah penyinaran lampu Kepala b. sehingga kendaraan lain yang berada di belakangnya dapat melihat dengan jelas. Mempunvai penyinaran jarak jauh dan dekat yang diatur melalui saklar dan berfungsi untuk memberi penerangan jalan bagian depan pada saat malam hari. Penyinaran lampu indicator arus DC dari battery. Lampu Sain c. MEMERIKSA LAMPU-LAMPU Lampulampu merupakan kelengkapan kendaran yang bersangkutan sesuai dengan peraturan lalu lintas yang telah ditetapkan. dengan tujuan untuk keselamatan pengendara ataupun orang lain. Kelengkapan-kelengkapan pada instalasi penerangan termasuk:  Lampu besar/lampu kepala/lampu duplo/Head Lamp. S. Penyinaran jarak jauh lampu besar diberi tanda dengan lampu kontrol/lampu indicator yang terletak pada sepeda motor dengan warna lampunya biru yang berfungsi sebagai pengontrol tanda-tanda bahwa lampu besar dalam keadaan menyala.

Perbaikan Sistem Kelistrikan Gambar: Periksa lampu-lampu 6. Gambar 4. S. b. c. Bolam lampu 5. Buka tutup kaca bagian depan. Bola lampu halogen sangat panas saat dipakai. Periksa kondisi bola lampu. Baut 2. Pd . e. Tutup kaca depan lampu kepala.1 Melepas bola lampu depan Adapun instrument/kelengkapan yang ada yaitu : 1. i. Unit lastrumen 4. jika kurang 1 diperbaiki dahulu. Ring 3. Bola lampu jenis halogen tidak boleh tersentuh oleh tangan jari tetapi harus dipegang pada socketnya. k. Pasang kembali bola lampu pada dudukannya. g. Periksa dudukan lampu (socket lampu). f. Buka tutup debu. Lepas bola lampu dari kedudukannya. Soket dan kabel 18 Muhammad Ifwandi. Periksa sambungan dudukan bola lampu. PERBAIKAN / PENGGANTIAN KOMPONEN KELISTRIKAN RUSAK Melepas dan Memasang Bola Lampu Depan a. dinginkan dulu bola lampunya sebelum dilepas. d. Coba kondisi lampu setelah terpasang dengan cara menghidup dan mematikan lampu. h. j. kontrol dan pastikan bahwa dudukan lampu kaca dalam keadaan baik dan aman.

Paking 16. Ragian atas unit 16. e. Bautpengikat 14. Tekan bola lanipu ke dalarn dan putar dalarn tu berlawanan arah jarum jam üntuk melepaskannya. Baut pen gikat 2. Ring 8. Socket 23. Mur dan ring 23. Bout 8. Paking 12. Bola lampu 24. Ring lampu 12. c. Pasang dalam urutan terbalik dan pelepasan. Bout 22. Lensa Melepas dan Memasang Bola Lampu Belakang a. Sekerup dan ring 18. Baut 7. Lensa 11.2 Melepas Bola Lampu Belakang Adapun instrument/kelengkapan yang ada yaitu : 1. L. Unit soket 19. Mur 19. e.Perbaikan Sistem Kelistrikan 6. Pelaipemegang unit lampu 21. Pasang dalam urutan terbalik dan pelepasan. c. Bolam lampu be! akang 15. Pd . Dudukan 11. Lepaskan sekerup pemasangan lensa lampu sein b. Tekan bola lampu ke dalam dan putar berlawanan arah jarum jam untuk melepaskannya. Bola lampu kepala 24. Pegas 25. Gantikan bola lampujika diperlukan. Rumah lampu 13. Unit lampu kepala 10. Mur 20. Ganti bola lampu jika diperlukan. Breketpelatnomer 20. d. Baut dan ring 4. d.andasan 7. Pegas lampu kepala 17. Tempatkan kembali paking karet dengan baik. Murdan ring 22. Ring/cincin 14. Bautpengikat Penggantian bola lampu sein a. b. Mur 18. Baut dan ring 5. Rumah Lampu 15. Tempatkan kembali paking karet dengan baik. Gambar 4. Sekering 9. Lepaskan sekerup-sekerup pema sangan lensa lampu belakang. 19 Muhammad Ifwandi. S. Pengikatpelat nomer 6. Ring 21. Baurpengikat 25. Baut dan ring 3. Kabel 10. Lensa lampu belakang 13. Sekerup dan ring 17. Mur 9.

Perbaikan Sistem Kelistrikan Penyetelan Saklar lampu rem a. Pd . i. Reflektor lampu rem oleh kotoran maupun karatan pada reflektor d. Setel dengan memutar mur penyetel saklar lampu rem. 20 Muhammad Ifwandi. S. maka gantilah dengan yang baru. Periksa fungsi lampu rem saat handel atau pedal rem ditekan b. Jangan memutar badan saklar lampu rem. MEMERIKSA LILITAN/SPUL PENERANGAN ALTERNATOR Fungsi Alternator : Alat pembangkit arus listrik AC Bekerja berdasarkan prinsip elektro magnetik. h. f. 7. Pastikan tidak ada gangguan pada cahayaan memancar c. e. Saklar lampu rem depan tidak dapat disetel jika fungsi saklar tidak bekerja. Lakukan penyetelan lampu rem pada saat pedal rem atau /handle rem mulai ditekan. setelah penyetelan gerak bebas (free play) pedal rem telah dikerjakan. g. Lampu rem harus menyala ketika pedal rem ditekan 20mm dalam posisi posisi bebas. Lakukan penyetelan saklar lampu rem belakang. lampu harus menyala.

maka akan dihasilkan tegangan induksi pada kumparan. 21 Muhammad Ifwandi. Pd .  Saat magnet melintasi kumparan.  Akibat berubah-ubahnya garis gaya medan magnet. maka garis gaya medan magnet di sekitar kumparan hilang. Konstruksi : Generator Pulsa terdiri dari sebuah magnet permanen yang dililiti kumparan.Perbaikan Sistem Kelistrikan Prinsip kerja :  Magnet yang melintasi kumparan.  Signal rotor mendekati kumparan à Tegangan pulsa positif  Signal rotor meninggalkan kumparan àTegangan pulsa negatif PEMERIKSAAN KUMPARAN PEMBANGKIT ALTERNATOR Ukur tahanan kumparan pembangkit alternator antara terminal Hitam/Merah dan Massa. Cara Kerja :  Signal rotor mendekati atau meninggalkan generator pulsa. S. maka akan timbul garis gaya magnet di sekitar kumparan. Besarnya induksi tergantung :  Kecepatan gerakan magnet  Besarnya medan magnet  Jumlah gulungan GENERATOR PEMBANGKIT PULSA Fungsi : Menghasilkan tegangan pulsa untuk mengatur kerja SCR.  Perubahan garis-garis gaya magnet akan menghasilkan tegangan pulsa. akan terjadi perubahan garis-garis gaya magnet.

STANDAR: 0. STANDAR: 50 .400 Ω (NF100) PEMERIKSAAN KUMPARAN PULSA PENGAPIAN Ukur tahanan generator pulsa pengapian antara terminal Biru/Kuning dan Hijau.7 V (NF100) 22 Muhammad Ifwandi.170 Ω (NF100) PEMERIKSAAN TEGANGAN PUNCAK KUMPARAN PENGAPIAN Ukur tegangan puncak dengan Voltmeter AC pada kabel Hitam/Merah dengan Hijau.Perbaikan Sistem Kelistrikan STANDAR: 100 . STANDAR: 100 V (NF100) PEMERIKSAAN TEGANGAN PUNCAK KUMPARAN PEMBANGKIT Ukur tegangan puncak dengan Voltmeter AC pada kabel Biru/Kuning dengan Hijau. Pd . S.

Memeriksa CDI CDI = CAPASITIVE DISCHARGE IGNITION Pengganti platina è Mengontrol arus listrik ke Ignition Coil 23 Muhammad Ifwandi. Memeriksa CDI 2. MATERI PEMBELAJARAN (TEORI) 1. Pd .Perbaikan Sistem Kelistrikan KEGIATAN BELAJAR 2 Pemeriksaan CDI dan Busi A. pada akhir kegiatan belajar siswa dapat : 1. S. Memeriksa BUSI B. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber.

Perbaikan Sistem Kelistrikan Keunggulan CDI >< Platina :  Tidak memerlukan penyetelan. Karisma. Pd . S.  Saat pengapian lebih tepat. sesuai putaran mesin. GL Series. NSR 150R  CDI – DC : GL Neotech. Sonic PEMERIKSAAN CDI UNIT ASTREA GRAND PEMERIKSAAN CDI UNIT GL SERIES 24 Muhammad Ifwandi.  Menghasilkan tegangan listrik lebih besar dan stabil. Berdasarkan sumber arus CDI :  CDI – AC : Astrea Series. NSR 150RR. Kirana. Tiger.

Kecep Tinggi = W 27 ES Pemakaian busi yang salah : Busi tipe dingin è susah start. 5. Pasang busi pada tutup busi 2. cocok untuk kecepatan tinggi.Perbaikan Sistem Kelistrikan 2. Putar kunci kontak pada posisi ”ON” 25 Muhammad Ifwandi. Contoh : BUSI NSR STD = W24 ES. Perapat/Ring Busi Keausan Elektroda busi Jarak kerenggangan elektroda Kotoran/arang yang menempel pada busi PEMERIKSAAN LONCATAN API BUSI 1. electrode meleleh. Pd . Kerusakan dan keretakan isolator busi. LAKUKAN PEMERIKSAAN BUSI TERHADAP: 1. timbul kerak Busi tipe panas è Over heating. pembakaran tidak sempurna. 2. Memeriksa BUSI Fungsi : Menghasilkan percikan bunga api listrik Tingkat panas (Heating Range) = Kemampuan busi melepaskan panas  Busi Panas (Nomor Kecil) Pelepasan panas lambat  Busi Dingin (Nomor Besar) Pelepasan panas cepat. 3. pre ignition. 4. S.

Buat catatan hasil pemeriksaan busi.Putar Poros engkol menggunakan Kick Stater atau menggunakan motor stater.8 s/d 0. Memeriksa soket-soket 4. Memeriksa baterai 2.9 mm LATIHAN Tuliskanlah latihan berikut dibuku catatan ! Tuliskanlah langkah-langkah pemeriksaan komponen berikut ini berdasarkan modul: 1. Memeriksa kabel-kabel 5. Perhatikan letikan api yang keluar 5. Memeriksa sekering 3. 3. Memeriksa lampu-lampu 26 Muhammad Ifwandi. sesuai dengan ketentuan pada tipe sepeda motor yang dikerjakan Celah STD electrode busi 0. 4.Perbaikan Sistem Kelistrikan 3. S. PEMERIKSAAN ELECTRODA BUSI Ukur dan setel renggang busi. Pd .

Perbaikan Sistem Kelistrikan 6. S. Pd . Memeriksa BUSI 27 Muhammad Ifwandi. Perbaikan / penggantian komponen kelistrikan rusak 7. Memeriksa lilitan/spul penerangan 8. Memeriksa CDI 9.