BANDUL SEDERHANA

Diposkan oleh Dhika

1). PENGERTIAN Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak periodik adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik setimbang dalam interval waktu tetap. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :  Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan sebagainya.  Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya. Beberapa Contoh Gerak Harmonik:  Gerak harmonik pada bandul: Sebuah bandul adalah massa (m) yang digantungkan pada salah satu ujung tali dengan panjang l dan membuat simpangan dengan sudut kecil. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu dan panjang busur adalah Kesetimbangan gayanya. Bila amplitudo getaran tidak kecil namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan pada amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut.  Gerak harmonik pada pegas: Sistem pegas adalah sebuah pegas dengan konstanta pegas (k) dan diberi massa pada ujungnya dan diberi simpangan sehingga membentuk gerak harmonik. Gaya yang berpengaruh pada sistem pegas adalah gaya Hooke.  Gerak Harmonik Teredam Secara umum gerak osilasi sebenarnya teredam. Energi mekanik terdisipasi (berkurang) karena adanya gaya gesek. Maka jika dibiarkan, osilasi akan berhenti, yang artinya GHS-nya teredam. Gaya gesekan biasanya dinyatakan sebagai arah berlawanan dan b adalah konstanta menyatakan besarnya redaman. dimana = amplitudo dan = frekuensi angular pada GHS teredam.

Gerak harmonik pada bandul

Bandul sederhana terdiri atas benda bermassa m yang diikat dengan seutas tali ringan yang panjangnya l (massa tali diabaikan). Jika bandul berayun, tali akan membentuk sudut sebesar α terhadap arah vertical. Jika sudut α terlalu kecil, gerak bandul tersebut akan memenuhi persamaan gerak harmonic sederhana seperti gerak massa pada pegas. Kita tinjau gaya-gaya pada massa m. dalam arah vertical, massa m dipengaruhi oleh gaya beratnya yaitu sebesar w = mg. gaya berat tersebut memiliki komponen sumbu x sebesar mg sin α dan komponen sumbu y sebesar mg cos α.

Gaya dalam arah sumbu x merupakan gaya pemulih, yaitu gaya yang selalu menuju titik keseimbangan. Arah gaya tersebut berlawanan arah dengan simpangan, sehingga dapat ditulis :

Dalam arah sumbu y, komponen gaya berat diimbangi oleh tegangan tali T sehingga gaya dalam arah sumbu y bernilai nol,

=0
Jika sudut α cukup kecil (α < ), maka nilai sinus tersebut mendekati dengan nilai sudutnya, sin α ≈ α. Sehingga hubungan antara panjang busur x dengan sudut teta dinyatakan dengan persamaan :

dengan mengganti k dengan mg/L : T=2=2 Dengan eliminasi m.x = L sin α atau α = x/L (ingat bahwa sudut teta adalah perbandingan antara jarak linear x dengan jari-jari lingkaran (r) jika dinyatakan dalam satuan radian. T = 2 . sedangkan pada bandul berlaku F = x. seperti pada gerak harmonic sederhana. Sekarang kita akan membandingkan gaya pemulih untuk massa pada pegas dan gaya pemulih untuk system bandul sederhana. Jari-jari lingkaran pada kasus ini adalah panjang tali L) Jika massa m menyimpang sejauh x dari titik seimbang. Periode bandul dapat pula dianalogikan dengan periode gerak massa pada pegas. Karena lintasan pendulum berupa lingkaran maka kita menggunakan pendekatan ini untuk menentukan besar simpangannya. maka massa tersebut akan mengalami gaya pemulih sebesar : F = mg sin α ≈ mg α = x Gaya pemulih tersebut sebanding dengan simpangan. Pada pegas berlaku F = kx. kita memperoleh periode ayunan bandul sebesar : T=2 Frekuensi Pendulum Sederhana dapat dicari dengan rumus : Ini adalah persamaan frekuensi pendulum sederhana Besarnya percepatan gravitasi dapat ditentukan dengan persamaan : T=2 T2 = 4π 2 . harga pada bandul adalah tetap sehingga dapat dianalogikan dengan tetapan pegas (k).

g= Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangannya… Apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangan x atau sudut teta maka pendulum melakukan Gerak Harmonik Sederhana. kita telah melakukan pendekatan dari rumus gravitasi Newton.356. Dapat dituliskan umumnya yang merupakan berat.750 km dan 6. Gaya berat obyek dekat permukaan bumi Secara tidak sadar apabila kita mengitung gaya berat suatu benda yang berada dekat permukaan bumi. Perhatikan nilai jari-jari bumi yang cenderung amat besar apabila dibandingkan dengan ketinggian benda umumnya dari permukaan bumi. yang berbentuk Jika benda berada di atas permukaan bumi maka jari jari yang dimaksud adalah jari-jari bumi ditambah ketinggian benda dengan nilai adalah antara 6. yaitu sehingga persamaan gerak yang dimaksud dapat menjadi sehingga mudah dipecahkan dan memberikan solusi yang telah umum dikenal.135 km. Bandul sederhana yang terdiri dari sebuah tali dan sebuah titik massa memiliki persamaan gerak yang dapat disederhanakan menggunakan pendekatan deret fungsi sinus Untuk nilai kecil suatu pendekatan dapat diterapkan pada persamaan di atas.378. Dimana bernilai dengan adalah panjang tali dan adalah percepatan gravitasi. di mana .

Di sini kita menekan kembali bahwa gerak suatu pendulum hanya mendekati harmonik sederhana. . kita menggunakan jarak x sebagai koordinat kita yang di ukur sepanjang busur.adalah percepatan gravitasi Hal ini dikarenakan nilai jari-jari bumi yang amat besar dibandingkan dengan ketinggian umumnya benda dari permukaan bumi. Lintasan dari massa titik kadang-kadang disebut bob pendulum tidak berupa gas lurus. akan tetapi berupa busur dari suatu lingkaran dengan jari-jari l yang sama dengan panjang tali.

2. Gaya pemulih pada sebuah ayunan menyebabkannya selalu bergerak menuju titik setimbangnya. yaitu (1) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier. gerakan massa yang digantung pada pegas. maka beban akan bergerak ke B. dan sebagainya. Periode ayunan tidak berhubungan dengan dengan amplitudo. B. dan sebagainya. PRINSIP TEORI Gerak Harmonik Sederhana Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak – balik benda melalui suatu titik keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan. lalu kembali lagi ke A. Gerak harmonik pada pegas Semua pegas memiliki panjang alami sebagaimana tampak pada gambar 2. Telaah terhadap bunyi dan getaran sangat berkait bahkan tidak dapat dipisahkan dengan kajian tentang ayunan atau yang disebut juga dengan istilah osilasi. dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian. C. misalnya gerak bandul/ bandul fisis. Beberapa Contoh Gerak Harmonik Sederhana 1. Gerak harmonik pada bandulKetika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya. maka pegas akan meregang (bertambah panjang) sejauh y. A. (2) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular. misalnya penghisap dalam silinder gas. osilasi ayunan torsi. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik. Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangannya. Ketiganya merupakan contoh-contoh dari apa yang disebut sebagai ayunan. Gejala ini dalam kehidupan kita sehari-hari contohnya adalah gerakan bandul jam. gerak osilasi air raksa/ air dalam pipa U. maka benda akan dian di titik keseimbangan B. akan tetapi . Apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangan x atau sudut 0 maka pendulum melakukan Gerak Harmonik Sederhana. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan. TUJUAN Menentukan percerpatan garavitasi bumi (g) dengan bandul matematis 1. Ketika sebuah benda dihubungkan ke ujung sebuah pegas. gerak horizontal / vertikal dari pegas. dan bahkan gerakan dawai gitar saat dipetik. Pegas akan mencapai titik kesetimbangan jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang).AYUNAN SEDERHANA BAB I PENDAHULUAN 1.

tan α = Δ L / T² Periode juga dapat dicari dengan 1 dibagi dengan frekuensi. Rumus frekuensi adalah jumlah getaran dibagi jumlah detik waktu. Getaran adalah gerakan bolak-balik yang ada di sekitar titik keseimbangan di mana kuat lemahnya dipengaruhi besar kecilnya energi yang diberikan.00. WAKTU DAN TEMPAT Praktikum dilaksanakan di laboratorium MIPA Universitas Jambi. Satu getaran lengkap adalah gerakan dari a-b-c-b-a. pada 28 Maret 2012. Satu getaran frekuensi adalah satu kali gerak bolak-balik penuh. Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Periode ayunan Bandul adalah: L = Panjang Tali g = Percepatan Gravitasi Untuk menentukan g kita turunkan dari rumus di atas: T² = 4π² (L/g) g = 4π² (L/T²) g = 4π² tan α .00-14. Periode adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu benda untuk melakukan satu getaran lengkap. . GAMBARAN BANDUL BAB II METODOLOGI A. Frekuensi memiliki satuan hertz / Hz.ditentukan oleh parameter internal yang berkait dengan gaya pemulih pada ayunan tersebut. pukul 12.

DATA HASIL PENGAMATAN Waktu 12 ayunan No (detik) Harga rata-rata . c) Kemudian mengukur sudut simpangan bola ± 150 sampai 200 kemudian dilepas. Bahan C.B. d) Catat waktu untuk 12 ayunan dengan menekan stop watch pada saat bandul dilepas dan lakukan 3X e) f) Mengulang prosedur nomor 4 untuk panjang tali 70. ALAT DAN BAHAN 1.60. b) Mengukur panjang tali dari pusat bola titik gantung ± 90 cm. Alat  Ø Ayunan matematis yang terdiri dari Benang wol Besi pejat yang berkatrol Tutup botol Ø Penyangga statis Ø Stop watch Ø Mistar 100 cm Ø Busur     1. PROSEDUR PERCOBAAN a) Menyediakan alat untuk percobaan. dan 55 Membuat tabel dari hasil yang diperoleh BAB III HASIL DAN KESIMPULAN A.

Buat kesimpulan ? B.79*g =27.63 .67=2*3.8 TUGAS 1.6 T=18. Menghitung percepatan gravitasi untuk setiap panjang tali yang berbeda ? 2.79 =4*9.6 m T= T = 19.89 b) Panjang tali 60 cm = 0.14)2 2.67 1.7/g 2.5 T1=20 T2=20 T2=19.7 m T = t/n T = 20/12 T = 1.3 T3=19 T3=19 T3=18 T=20 T=19.608 g = 9.3 T2=18.Menghitung percepatan gravitasi : a) Panjang tali 70 cm = 0.14 (1. Bandingkan percepatan gravitasi yang diperoleh dengan yang ada pada literature ? 3.Panjang Tali 1 2 3 70 60 55 T1=21 T1=20. PEMBAHASAN SOAL 1.6/12 T = 1.67)2=(2*3.86*0.

1.14 (1.14)2 2.2 Jadi perbandingan antara hasil pecobaan kami dengan literature yang kami ketahui .82 2. terjadi perbedaan percepatan gravitasi dipengaruhi oleh panjang tali yang kurang tepat.8/14 T = 1.55 m T= T = 18. C.89 c) Panjang tali 55 cm = 0. sudut ayunan belum pada sudut yang tepat.692 g = 8.63 = 2*3.57)2 = (2*3.63)2 =(2*3.14 )2 2.57 = 2*3.66 g = 8.46*g = 21.57 1.66 *g = 23.Perbandingan percepatan gravitasi yang diperoleh dengan literature yang ada: g seluruh= g seluruh = g seluruh = g seluruh = 9. Pada ayunan bandul . KESIMPULAN Bahwa pada dasarnya gravitasi adalah gaya yang ditimbulkan bumi dan dapat dihitung dengan berbagai cara diantaranya dengan ayunan bandul sederhana.14 (1.

.sederhana massa bandul tidak diperhitungkan. Dari percobaan yang telah kami lakukan dengan menggunakan tali dan beban. yang diperhitungkan hanya kuadrat periode (T2) dan panjang tali (R). tingkat ketepatan akan berkurang. Dalam melakukan percobaan ini harus dilakukan scara berulang-ulang. Dan disaat inilah meniliti berat dan panjang mata kita harus lebih jeli dan sigap saat menentukan waktu pada stopwatch. Kami dapat menyimpulkan pengaruh dari perubahan periode getaran sangat berpengaruh karena apabila panjang tali yang digunakan lebih pendek maka waktu yang di perlukan untuk menghitung waktu ayunan bandul lebih sedikit dan sebaliknya. karena jika hanya melakukan satu kali percobaan .

.5 -Cara Membuat…………………………………………………………. laporan ini dibuat sesuai kemampuan dan hasil dari uji coba yang telah saya lakukan.7 -Cara Menggunakan……………………………………………………8 -Percobaan……………………………………………………………………9 -Kesimpulan………………………………………………………………10 -Referensi………………………………………………………………….6 -Gambaran Bandul…………………………………………………….. jadi saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam laporan ini. .-Pendahuluan…………………………………………………………………1 -Tujian & Teori……………………………………………………………2 -Deskripsi………………………………………………………………………3&4 -Alat & Bahan……………………………………………………………. terlebih dahulu saya telah melakukan uji coba terhadap tugas yang telah di berikan mengenai grafitasi dan frekuensi pada Pendulum.11 PENDAHULUAN Sehubungan dengan tengah dilaksanakanya ujian praktek. sebelum saya menyelesaikan laporan ini. saya sadar bahwa laporan yang sudah saya buat masih jauh dari kata sempurna. saya selaku siswa telah selesai menyelesaikan tugas fisika yang telah di berikan kepada seluruh murid kelas XII.

T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi. lalu bandul disimpangkan kurang dari 15°. Mengamati gerak osilasi bandul matematis 2. prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei. gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum (bandul). Dengan bandulpun kita dapat mengeahui grafitasi di tempat bandul tersebut diuji. maka bandul akan berosilasi dengan frekuensi: dengan w adalah frekuensi bandul matematis T adalah periode bandul matematis g adalah tetapan percepatan gravitasi bumi l adalah panjang tali DESKRIPSI Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Pendulum sederhana terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola pendulum) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali. Menentukan nilai tetapan pecepatan gravtasi bumi Teori Jika suatu massa digantungkan secara vertikal dengan seutas tali sepanjang l. .penyusun Eril Victory Daely Tujuan 1. Menentukan frekuensi bandul matematis 3. bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan. gaya gesekan udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap bola. Dalam bidang fisika.

atau dari B ke A dan kembali ke B.Sambungan L / keni . yaitu periodenya (T). Seperti sudah dipelajari pada percobaan mengenai. satu getaran (1 osilasi) didefinisikan sebagai gerak bola dari A ke B dan kembali ke A. dengan periode T yang tetap. misalnya titik A dan B.dibandingkan dengan jari-jari bola. Ada beberapa parameter (atau variabel) pada bandul. biasanya benda berupa bola pejal.Sambungan T .Potonglah paralon ukuran 1m menjadi tiga bagian 2x40cm. BAHAN-BAHAN DAN ALAT Bahan : – Paralon kecil .Benang Nilon .Jarum 3 buah . ). digantungkan pada seutas tali yang massanya dapat diabaikan dibandingkan dengan massa bola dan panjang bandul sangat besar . dan 20 cm. bandul akan berosilasi (bergetar) di antara dua titik. dan kemudian dilepaskan.Bandul sederhana adalah sebuah benda kecil. massa bandul (m). . jika bandul diberi simpangan kecil. dan simpangan sudut (O) panjangnya ( ). atau gerak dari titik a ke A ke B dan kembali ke titik O.Lem paralon (jika perlu) .Papan Kayu Alat : – Gergaji – Penggaris .Bola Backland 3 buah . Ujung lain tali digantungkan pada suatu penggantung yang tetap.Bor .Stopwacth CARA MEMBUAT . getaran.

Dari data di atas. Hitung periode bandul untuk 10-20 kali osilasi 3. lalu lepaskan sehingga bandul berosilasi 2. . . tentukan nilai tetapan percepatan gravitasi bumi dengan metode grafik. 4. dengan posisi paralon yang berukuran 20cm di tengah dan melintang.Setelah tersambung dengan sambunganya masing-masing kemudian gabungkanlah menjadi 1. Ulangi langkah di atas dengan memvarisai panjang tali bandul matematis (maksimal 3 variasi panjang tali).Pasang sambungan L disetiap ujung paralon yang berukuran 20cm. Dan cari ketidak pastiannya PERCOBAAN .Sambungkan paralon yang ukurannya 40cm dengan sambungan T .. Simpangkan bandul kurang dari 15°. Gambaran Bandul bandul CARA MENGGUNAKAN 1.Pasanglah ketiga bola tersebut di paralon yang berukuran 20cm dengan ukuran tali yang berbeda.

15cm ntTg 1 2 3 Bandul 3.com Suka One blogger likes this.wordpress.www.www.Gampangingat.wikipedia.panjang tali ( ). 20cm ntTg 1 2 3 KESIMPULAN Bahwa pada dasarnya gravitasi adalah gaya yang ditimbulkan bumi dan dapat dihitung dengan berbagai cara diantaranya dengan ayunan bandul sederhana. 10cm ntTg 1 2 3 Bandul 2. yang diperhitungkan hanya kuadrat periode (T2) dan ). REFERENSI .Bandul 1.com . Pada ayunan bandul sederhana massa bandul tidak diperhitungkan. .

 Tinggalkan Balasan Daur Ulang Limbah Industri .

dimana dari ayunan tersebut kita dapat menghitung perioda yaitu selang waktu yang diperlukan beban untuk melakukan suatu getaran lengkap dan juga kita dapat menghitung berapa besar gravitasi bumi di suatu tempat. ayunan yang dipergunakan adalah ayunan yang dibuat sedemikian rupa dengan bebannya adalah bandul fisis. timbul suatu masalah. dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periodia melalui titik kesetimbangan.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu fisika. dimulai dari yang ada dari diri kita sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap saat. energi yang kita pergunakansetiap hari sampai pada sesuatu yang berada diluar diri kita. yaitu bagai mana mencari nilai percepatan gravitasi bimi di suatu tempat dengan menggunakan bandul dan apakah nilai tersebut sesuai dengan . Getaran dapat bersifat sederhana dan dapat bersifat kompleks. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tadak terlepas dari getaran. Pada percobaan ini. 1. salah satu contohnya adalah permainan ditaman kanak-kanak. Sebenarnya ayunan ini juga dibahas dalam ilmu fisika. Getaran yang dibahasntentang bandul adalah getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut.laporan bandul BAB I PENDAHULUAN 1. yaitu ayunan.2 Permasalahan Dari latar belakang tentang percoban bandul yang telah diuraikan diatas.

nilai konstanta percepatan gravitasi bumi (g = 9. termasuk bandul.mekanis dan bandul fisis. gerak yang terjadi bukan gerakharmonik sederhana. Bila bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya kemudian dilepas. Bandul juga berguna dalam bidang geologi dan sering kali diperlukan untuk mengukur percepatan gravitasi pada lapis tertentu dengan sangat teliti. tidak bergantung pada amplitudo. 1. BAB II DASAR TEORI Bandul yang dipergunakan pada percobaan ini sebenarnya ada dua jenis. Bandul mekanis adalah disebut juga bandul sederhana merupakan sebuah bandul ideal yang terdiri dari sebuah partikel yang digantung pada seutas tali panjang yang ringan. dengan menggunakan bandul . Galileo dikatakan sebagai yang pertama mencatat kenyataan ini. Bandul fisis . Perioda yang mengalami gerak selaras sederhana. Gaya pemulih yang bekerja pada m: F = -mg sin 0.8 m/s2) atau tidak. maka tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati perioda osilasi bandul dan kemudian menentukan besar percepatan gravitasi bumi di suatu tempat. Penemuan ini mengarah pada bandul jam yang pertama mirip dengan lonceng. Bandul fisis merupakan sembarang benda tegar yang digantung yang dapat berayun/bergetar/berisolasi dalam bidang vertical terhadap sumbu tertentu. sementara ia melihat ayunan lampu dalam katedalan di pissa.3 Tujuan Percobaan Berdasarkan permasalahan yang ada. karena gaya pemulihnya sebanding dengan sin 0 bukan dengan simpangannya. maka bandul akan berayun karena pengaruh gravitasi atau bandul bergetar dengan ragam getaran selaras. yaitu bandul mekanis dan bandul fisis.

B. yaitu sebagai benda tegar. Diusahakan agar ayunan mempunyai lintasan dalam bidang dan tidak berputar. 5. 2. Diayun dengan sudut yang kecil dicatat waktu yang dibutuhkan untuk lima ayunan diulang sebanyak lima kali. 3. dicatat waktu yang dibutuhkan untuk lima getaran.sebenarnya memiliki bentuk yang lebih kompleks. 6. 2. Dikembalikan sumbu ayun ketitik A. Bandul matematis 1. Ditentukan jarak titik berat G terhadap titik A. Ditambahkan jarak x .1 Alat dan Bahan No Nama Alat dan Bahan Jumlah 1 Bandul matematis dan bahan 1 set 2 Bandul matematis dan perlengkapan 1 set 3 Stop watch 1 buah 4 Mistar 1 buah 5 Statis 1 buah 3. 4. 4.2 Cara Kerja A. Bandul Fisis 1. BAB III PROSEDUR PERCOBAAN 3. Diatur kedudukan m1 terhadap A sebesar x0 = 10 cm. diberi simpangan kecil pada bandul kemudian dilepaskan. Diulang sebanyak lima kali. diganti sumbu putar ketitik B. dan posisi m2 terhadap A sebesar x = 10 cm. diulang denga panjang kawat yang berbeda. Diusahakan bandul berada dalam keadaan setimbang. 3. Bandul matematis diatur dengan panjang tali 50 cm. Dipasang bandul fisis dan diatur sumbu putar pada titik A. diayun dengan sudut kecil dan dicatat waktu untuk lima getaran serta ulangi lima kali. Tanpa merubah kedudukan m1 dan m2.

sebesar 5 cm. 7. . lalu diulangi sebanyak 3. Diulang langkah 6 hingga x = 70 cm. 4 dan 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful