P. 1
BANDUL SEDERHANA

BANDUL SEDERHANA

|Views: 1,238|Likes:

More info:

Published by: Mayang Syafira Lintang on Feb 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2014

pdf

text

original

BANDUL SEDERHANA

Diposkan oleh Dhika

1). PENGERTIAN Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak periodik adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik setimbang dalam interval waktu tetap. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :  Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan sebagainya.  Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya. Beberapa Contoh Gerak Harmonik:  Gerak harmonik pada bandul: Sebuah bandul adalah massa (m) yang digantungkan pada salah satu ujung tali dengan panjang l dan membuat simpangan dengan sudut kecil. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu dan panjang busur adalah Kesetimbangan gayanya. Bila amplitudo getaran tidak kecil namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan pada amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut.  Gerak harmonik pada pegas: Sistem pegas adalah sebuah pegas dengan konstanta pegas (k) dan diberi massa pada ujungnya dan diberi simpangan sehingga membentuk gerak harmonik. Gaya yang berpengaruh pada sistem pegas adalah gaya Hooke.  Gerak Harmonik Teredam Secara umum gerak osilasi sebenarnya teredam. Energi mekanik terdisipasi (berkurang) karena adanya gaya gesek. Maka jika dibiarkan, osilasi akan berhenti, yang artinya GHS-nya teredam. Gaya gesekan biasanya dinyatakan sebagai arah berlawanan dan b adalah konstanta menyatakan besarnya redaman. dimana = amplitudo dan = frekuensi angular pada GHS teredam.

Gerak harmonik pada bandul

Bandul sederhana terdiri atas benda bermassa m yang diikat dengan seutas tali ringan yang panjangnya l (massa tali diabaikan). Jika bandul berayun, tali akan membentuk sudut sebesar α terhadap arah vertical. Jika sudut α terlalu kecil, gerak bandul tersebut akan memenuhi persamaan gerak harmonic sederhana seperti gerak massa pada pegas. Kita tinjau gaya-gaya pada massa m. dalam arah vertical, massa m dipengaruhi oleh gaya beratnya yaitu sebesar w = mg. gaya berat tersebut memiliki komponen sumbu x sebesar mg sin α dan komponen sumbu y sebesar mg cos α.

Gaya dalam arah sumbu x merupakan gaya pemulih, yaitu gaya yang selalu menuju titik keseimbangan. Arah gaya tersebut berlawanan arah dengan simpangan, sehingga dapat ditulis :

Dalam arah sumbu y, komponen gaya berat diimbangi oleh tegangan tali T sehingga gaya dalam arah sumbu y bernilai nol,

=0
Jika sudut α cukup kecil (α < ), maka nilai sinus tersebut mendekati dengan nilai sudutnya, sin α ≈ α. Sehingga hubungan antara panjang busur x dengan sudut teta dinyatakan dengan persamaan :

Pada pegas berlaku F = kx.x = L sin α atau α = x/L (ingat bahwa sudut teta adalah perbandingan antara jarak linear x dengan jari-jari lingkaran (r) jika dinyatakan dalam satuan radian. Periode bandul dapat pula dianalogikan dengan periode gerak massa pada pegas. kita memperoleh periode ayunan bandul sebesar : T=2 Frekuensi Pendulum Sederhana dapat dicari dengan rumus : Ini adalah persamaan frekuensi pendulum sederhana Besarnya percepatan gravitasi dapat ditentukan dengan persamaan : T=2 T2 = 4π 2 . maka massa tersebut akan mengalami gaya pemulih sebesar : F = mg sin α ≈ mg α = x Gaya pemulih tersebut sebanding dengan simpangan. T = 2 . sedangkan pada bandul berlaku F = x. seperti pada gerak harmonic sederhana. Jari-jari lingkaran pada kasus ini adalah panjang tali L) Jika massa m menyimpang sejauh x dari titik seimbang. Sekarang kita akan membandingkan gaya pemulih untuk massa pada pegas dan gaya pemulih untuk system bandul sederhana. Karena lintasan pendulum berupa lingkaran maka kita menggunakan pendekatan ini untuk menentukan besar simpangannya. harga pada bandul adalah tetap sehingga dapat dianalogikan dengan tetapan pegas (k). dengan mengganti k dengan mg/L : T=2=2 Dengan eliminasi m.

yang berbentuk Jika benda berada di atas permukaan bumi maka jari jari yang dimaksud adalah jari-jari bumi ditambah ketinggian benda dengan nilai adalah antara 6. Perhatikan nilai jari-jari bumi yang cenderung amat besar apabila dibandingkan dengan ketinggian benda umumnya dari permukaan bumi. Bandul sederhana yang terdiri dari sebuah tali dan sebuah titik massa memiliki persamaan gerak yang dapat disederhanakan menggunakan pendekatan deret fungsi sinus Untuk nilai kecil suatu pendekatan dapat diterapkan pada persamaan di atas.378. di mana . kita telah melakukan pendekatan dari rumus gravitasi Newton. Dimana bernilai dengan adalah panjang tali dan adalah percepatan gravitasi.750 km dan 6. Dapat dituliskan umumnya yang merupakan berat.135 km. Gaya berat obyek dekat permukaan bumi Secara tidak sadar apabila kita mengitung gaya berat suatu benda yang berada dekat permukaan bumi.g= Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangannya… Apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangan x atau sudut teta maka pendulum melakukan Gerak Harmonik Sederhana. yaitu sehingga persamaan gerak yang dimaksud dapat menjadi sehingga mudah dipecahkan dan memberikan solusi yang telah umum dikenal.356.

Di sini kita menekan kembali bahwa gerak suatu pendulum hanya mendekati harmonik sederhana. akan tetapi berupa busur dari suatu lingkaran dengan jari-jari l yang sama dengan panjang tali. Lintasan dari massa titik kadang-kadang disebut bob pendulum tidak berupa gas lurus. kita menggunakan jarak x sebagai koordinat kita yang di ukur sepanjang busur. .adalah percepatan gravitasi Hal ini dikarenakan nilai jari-jari bumi yang amat besar dibandingkan dengan ketinggian umumnya benda dari permukaan bumi.

dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana. misalnya gerak bandul/ bandul fisis. 2. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan. Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangannya. Apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangan x atau sudut 0 maka pendulum melakukan Gerak Harmonik Sederhana. gerak osilasi air raksa/ air dalam pipa U. maka beban akan bergerak ke B. Telaah terhadap bunyi dan getaran sangat berkait bahkan tidak dapat dipisahkan dengan kajian tentang ayunan atau yang disebut juga dengan istilah osilasi. TUJUAN Menentukan percerpatan garavitasi bumi (g) dengan bandul matematis 1. akan tetapi . C. B. dan sebagainya.AYUNAN SEDERHANA BAB I PENDAHULUAN 1. yaitu (1) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier. gerakan massa yang digantung pada pegas. Gejala ini dalam kehidupan kita sehari-hari contohnya adalah gerakan bandul jam. A. Ketiganya merupakan contoh-contoh dari apa yang disebut sebagai ayunan. Gerak harmonik pada bandulKetika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya. Periode ayunan tidak berhubungan dengan dengan amplitudo. dan bahkan gerakan dawai gitar saat dipetik. osilasi ayunan torsi. Pegas akan mencapai titik kesetimbangan jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang). maka benda akan dian di titik keseimbangan B. Ketika sebuah benda dihubungkan ke ujung sebuah pegas. Beberapa Contoh Gerak Harmonik Sederhana 1. (2) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular. dan sebagainya. misalnya penghisap dalam silinder gas. Gaya pemulih pada sebuah ayunan menyebabkannya selalu bergerak menuju titik setimbangnya. Gerak harmonik pada pegas Semua pegas memiliki panjang alami sebagaimana tampak pada gambar 2. lalu kembali lagi ke A. maka pegas akan meregang (bertambah panjang) sejauh y. gerak horizontal / vertikal dari pegas. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik. PRINSIP TEORI Gerak Harmonik Sederhana Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak – balik benda melalui suatu titik keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan.

00. Periode ayunan Bandul adalah: L = Panjang Tali g = Percepatan Gravitasi Untuk menentukan g kita turunkan dari rumus di atas: T² = 4π² (L/g) g = 4π² (L/T²) g = 4π² tan α . Satu getaran lengkap adalah gerakan dari a-b-c-b-a. GAMBARAN BANDUL BAB II METODOLOGI A. Periode adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu benda untuk melakukan satu getaran lengkap.ditentukan oleh parameter internal yang berkait dengan gaya pemulih pada ayunan tersebut. Rumus frekuensi adalah jumlah getaran dibagi jumlah detik waktu. Frekuensi memiliki satuan hertz / Hz. Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. tan α = Δ L / T² Periode juga dapat dicari dengan 1 dibagi dengan frekuensi. pukul 12.00-14. . Satu getaran frekuensi adalah satu kali gerak bolak-balik penuh. Getaran adalah gerakan bolak-balik yang ada di sekitar titik keseimbangan di mana kuat lemahnya dipengaruhi besar kecilnya energi yang diberikan. WAKTU DAN TEMPAT Praktikum dilaksanakan di laboratorium MIPA Universitas Jambi. pada 28 Maret 2012.

b) Mengukur panjang tali dari pusat bola titik gantung ± 90 cm. Bahan C. ALAT DAN BAHAN 1. d) Catat waktu untuk 12 ayunan dengan menekan stop watch pada saat bandul dilepas dan lakukan 3X e) f) Mengulang prosedur nomor 4 untuk panjang tali 70. PROSEDUR PERCOBAAN a) Menyediakan alat untuk percobaan. dan 55 Membuat tabel dari hasil yang diperoleh BAB III HASIL DAN KESIMPULAN A. DATA HASIL PENGAMATAN Waktu 12 ayunan No (detik) Harga rata-rata .B. Alat  Ø Ayunan matematis yang terdiri dari Benang wol Besi pejat yang berkatrol Tutup botol Ø Penyangga statis Ø Stop watch Ø Mistar 100 cm Ø Busur     1. c) Kemudian mengukur sudut simpangan bola ± 150 sampai 200 kemudian dilepas.60.

63 .89 b) Panjang tali 60 cm = 0.3 T2=18.8 TUGAS 1.67)2=(2*3.14)2 2. Menghitung percepatan gravitasi untuk setiap panjang tali yang berbeda ? 2.7/g 2.79*g =27. Buat kesimpulan ? B.6 T=18.3 T3=19 T3=19 T3=18 T=20 T=19.6 m T= T = 19.Panjang Tali 1 2 3 70 60 55 T1=21 T1=20.79 =4*9.14 (1. PEMBAHASAN SOAL 1. Bandingkan percepatan gravitasi yang diperoleh dengan yang ada pada literature ? 3.6/12 T = 1.608 g = 9.67 1.86*0.Menghitung percepatan gravitasi : a) Panjang tali 70 cm = 0.67=2*3.5 T1=20 T2=20 T2=19.7 m T = t/n T = 20/12 T = 1.

14 (1.Perbandingan percepatan gravitasi yang diperoleh dengan literature yang ada: g seluruh= g seluruh = g seluruh = g seluruh = 9.14 (1.57)2 = (2*3. terjadi perbedaan percepatan gravitasi dipengaruhi oleh panjang tali yang kurang tepat.66 *g = 23. KESIMPULAN Bahwa pada dasarnya gravitasi adalah gaya yang ditimbulkan bumi dan dapat dihitung dengan berbagai cara diantaranya dengan ayunan bandul sederhana.57 1.8/14 T = 1.55 m T= T = 18.14 )2 2.46*g = 21.1. sudut ayunan belum pada sudut yang tepat.14)2 2.89 c) Panjang tali 55 cm = 0.57 = 2*3.82 2. Pada ayunan bandul . C.63)2 =(2*3.2 Jadi perbandingan antara hasil pecobaan kami dengan literature yang kami ketahui .63 = 2*3.692 g = 8.66 g = 8.

karena jika hanya melakukan satu kali percobaan . Kami dapat menyimpulkan pengaruh dari perubahan periode getaran sangat berpengaruh karena apabila panjang tali yang digunakan lebih pendek maka waktu yang di perlukan untuk menghitung waktu ayunan bandul lebih sedikit dan sebaliknya.sederhana massa bandul tidak diperhitungkan. yang diperhitungkan hanya kuadrat periode (T2) dan panjang tali (R). Dalam melakukan percobaan ini harus dilakukan scara berulang-ulang. tingkat ketepatan akan berkurang. Dan disaat inilah meniliti berat dan panjang mata kita harus lebih jeli dan sigap saat menentukan waktu pada stopwatch. Dari percobaan yang telah kami lakukan dengan menggunakan tali dan beban. .

. sebelum saya menyelesaikan laporan ini. laporan ini dibuat sesuai kemampuan dan hasil dari uji coba yang telah saya lakukan. jadi saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam laporan ini. terlebih dahulu saya telah melakukan uji coba terhadap tugas yang telah di berikan mengenai grafitasi dan frekuensi pada Pendulum. .7 -Cara Menggunakan……………………………………………………8 -Percobaan……………………………………………………………………9 -Kesimpulan………………………………………………………………10 -Referensi………………………………………………………………….11 PENDAHULUAN Sehubungan dengan tengah dilaksanakanya ujian praktek. saya sadar bahwa laporan yang sudah saya buat masih jauh dari kata sempurna.-Pendahuluan…………………………………………………………………1 -Tujian & Teori……………………………………………………………2 -Deskripsi………………………………………………………………………3&4 -Alat & Bahan……………………………………………………………. saya selaku siswa telah selesai menyelesaikan tugas fisika yang telah di berikan kepada seluruh murid kelas XII.5 -Cara Membuat…………………………………………………………..6 -Gambaran Bandul…………………………………………………….

Mengamati gerak osilasi bandul matematis 2. . Menentukan nilai tetapan pecepatan gravtasi bumi Teori Jika suatu massa digantungkan secara vertikal dengan seutas tali sepanjang l. Pendulum sederhana terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola pendulum) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali. Menentukan frekuensi bandul matematis 3.penyusun Eril Victory Daely Tujuan 1. prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei. Dalam bidang fisika. Dengan bandulpun kita dapat mengeahui grafitasi di tempat bandul tersebut diuji. T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi. gaya gesekan udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap bola. gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum (bandul). lalu bandul disimpangkan kurang dari 15°. maka bandul akan berosilasi dengan frekuensi: dengan w adalah frekuensi bandul matematis T adalah periode bandul matematis g adalah tetapan percepatan gravitasi bumi l adalah panjang tali DESKRIPSI Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan.

Stopwacth CARA MEMBUAT . BAHAN-BAHAN DAN ALAT Bahan : – Paralon kecil .Jarum 3 buah . atau gerak dari titik a ke A ke B dan kembali ke titik O. biasanya benda berupa bola pejal. massa bandul (m). Ada beberapa parameter (atau variabel) pada bandul. ).Sambungan T .Sambungan L / keni .Bor . dengan periode T yang tetap.Bola Backland 3 buah . getaran. dan kemudian dilepaskan.Benang Nilon .Lem paralon (jika perlu) .Bandul sederhana adalah sebuah benda kecil.Potonglah paralon ukuran 1m menjadi tiga bagian 2x40cm. misalnya titik A dan B. Seperti sudah dipelajari pada percobaan mengenai. dan 20 cm. satu getaran (1 osilasi) didefinisikan sebagai gerak bola dari A ke B dan kembali ke A.Papan Kayu Alat : – Gergaji – Penggaris . yaitu periodenya (T). bandul akan berosilasi (bergetar) di antara dua titik. .dibandingkan dengan jari-jari bola. Ujung lain tali digantungkan pada suatu penggantung yang tetap. jika bandul diberi simpangan kecil. atau dari B ke A dan kembali ke B. digantungkan pada seutas tali yang massanya dapat diabaikan dibandingkan dengan massa bola dan panjang bandul sangat besar . dan simpangan sudut (O) panjangnya ( ).

Setelah tersambung dengan sambunganya masing-masing kemudian gabungkanlah menjadi 1. Hitung periode bandul untuk 10-20 kali osilasi 3. dengan posisi paralon yang berukuran 20cm di tengah dan melintang.. Ulangi langkah di atas dengan memvarisai panjang tali bandul matematis (maksimal 3 variasi panjang tali).Pasanglah ketiga bola tersebut di paralon yang berukuran 20cm dengan ukuran tali yang berbeda. tentukan nilai tetapan percepatan gravitasi bumi dengan metode grafik. lalu lepaskan sehingga bandul berosilasi 2. Simpangkan bandul kurang dari 15°. Gambaran Bandul bandul CARA MENGGUNAKAN 1.Pasang sambungan L disetiap ujung paralon yang berukuran 20cm. Dan cari ketidak pastiannya PERCOBAAN . . Dari data di atas. .Sambungkan paralon yang ukurannya 40cm dengan sambungan T . 4.

Pada ayunan bandul sederhana massa bandul tidak diperhitungkan.com Suka One blogger likes this. REFERENSI .www.wikipedia.Bandul 1. yang diperhitungkan hanya kuadrat periode (T2) dan ).panjang tali ( ).wordpress. 20cm ntTg 1 2 3 KESIMPULAN Bahwa pada dasarnya gravitasi adalah gaya yang ditimbulkan bumi dan dapat dihitung dengan berbagai cara diantaranya dengan ayunan bandul sederhana.com . 10cm ntTg 1 2 3 Bandul 2.Gampangingat. . 15cm ntTg 1 2 3 Bandul 3.www.

 Tinggalkan Balasan Daur Ulang Limbah Industri .

yaitu bagai mana mencari nilai percepatan gravitasi bimi di suatu tempat dengan menggunakan bandul dan apakah nilai tersebut sesuai dengan . salah satu contohnya adalah permainan ditaman kanak-kanak.laporan bandul BAB I PENDAHULUAN 1. timbul suatu masalah. yaitu ayunan. dimana dari ayunan tersebut kita dapat menghitung perioda yaitu selang waktu yang diperlukan beban untuk melakukan suatu getaran lengkap dan juga kita dapat menghitung berapa besar gravitasi bumi di suatu tempat. Getaran dapat bersifat sederhana dan dapat bersifat kompleks. dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periodia melalui titik kesetimbangan. Pada percobaan ini. Sebenarnya ayunan ini juga dibahas dalam ilmu fisika. dimulai dari yang ada dari diri kita sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap saat. ayunan yang dipergunakan adalah ayunan yang dibuat sedemikian rupa dengan bebannya adalah bandul fisis. energi yang kita pergunakansetiap hari sampai pada sesuatu yang berada diluar diri kita. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tadak terlepas dari getaran. 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu fisika. Getaran yang dibahasntentang bandul adalah getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut.2 Permasalahan Dari latar belakang tentang percoban bandul yang telah diuraikan diatas.

3 Tujuan Percobaan Berdasarkan permasalahan yang ada. Perioda yang mengalami gerak selaras sederhana. termasuk bandul. Bandul fisis merupakan sembarang benda tegar yang digantung yang dapat berayun/bergetar/berisolasi dalam bidang vertical terhadap sumbu tertentu. gerak yang terjadi bukan gerakharmonik sederhana.mekanis dan bandul fisis. tidak bergantung pada amplitudo. karena gaya pemulihnya sebanding dengan sin 0 bukan dengan simpangannya. maka tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengamati perioda osilasi bandul dan kemudian menentukan besar percepatan gravitasi bumi di suatu tempat. dengan menggunakan bandul . 1. Penemuan ini mengarah pada bandul jam yang pertama mirip dengan lonceng.nilai konstanta percepatan gravitasi bumi (g = 9. Gaya pemulih yang bekerja pada m: F = -mg sin 0. Bandul juga berguna dalam bidang geologi dan sering kali diperlukan untuk mengukur percepatan gravitasi pada lapis tertentu dengan sangat teliti. Bila bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya kemudian dilepas. sementara ia melihat ayunan lampu dalam katedalan di pissa. Bandul mekanis adalah disebut juga bandul sederhana merupakan sebuah bandul ideal yang terdiri dari sebuah partikel yang digantung pada seutas tali panjang yang ringan. yaitu bandul mekanis dan bandul fisis. Bandul fisis . maka bandul akan berayun karena pengaruh gravitasi atau bandul bergetar dengan ragam getaran selaras. Galileo dikatakan sebagai yang pertama mencatat kenyataan ini.8 m/s2) atau tidak. BAB II DASAR TEORI Bandul yang dipergunakan pada percobaan ini sebenarnya ada dua jenis.

Diatur kedudukan m1 terhadap A sebesar x0 = 10 cm. dan posisi m2 terhadap A sebesar x = 10 cm. diganti sumbu putar ketitik B. 4. Bandul Fisis 1. Bandul matematis diatur dengan panjang tali 50 cm. Dipasang bandul fisis dan diatur sumbu putar pada titik A.1 Alat dan Bahan No Nama Alat dan Bahan Jumlah 1 Bandul matematis dan bahan 1 set 2 Bandul matematis dan perlengkapan 1 set 3 Stop watch 1 buah 4 Mistar 1 buah 5 Statis 1 buah 3. 4. diayun dengan sudut kecil dan dicatat waktu untuk lima getaran serta ulangi lima kali. 6.sebenarnya memiliki bentuk yang lebih kompleks. yaitu sebagai benda tegar. BAB III PROSEDUR PERCOBAAN 3. Diusahakan agar ayunan mempunyai lintasan dalam bidang dan tidak berputar. Ditentukan jarak titik berat G terhadap titik A. Tanpa merubah kedudukan m1 dan m2. Diulang sebanyak lima kali. 2. Ditambahkan jarak x . B. Dikembalikan sumbu ayun ketitik A. diberi simpangan kecil pada bandul kemudian dilepaskan. Diusahakan bandul berada dalam keadaan setimbang. 3. Diayun dengan sudut yang kecil dicatat waktu yang dibutuhkan untuk lima ayunan diulang sebanyak lima kali. 2. 3. 5. Bandul matematis 1. diulang denga panjang kawat yang berbeda. dicatat waktu yang dibutuhkan untuk lima getaran.2 Cara Kerja A.

4 dan 5. 7. Diulang langkah 6 hingga x = 70 cm. .sebesar 5 cm. lalu diulangi sebanyak 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->