SEJARAH K3

Sejak zaman purba pada awal kehidupan manusia, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia bekerja. Pada saat bekerja mereka mengalami kecelakaan dalam bentuk cidera atau luka. Dengan akal pikirannya mereka berusaha mencegah terulangnya kecelakaan serupa dan ia dapat mencegah kecelakaan secara preventif. Kesadaran umat manusia terhadap keselamatan kerja telah mulai ada sejak jaman prasejarah. Ditemukan tulisan tertua tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berasal dari jaman manusia pra-sejarah di jaman batu dan goa (paleolithic dan neolithic), ketika itu manusia telah mulai membuat kapak dan tombak untuk berburu. Kemudian bangsa Babylonia pada dinasti Summeri (Irak) membuat disain pegangan dan sarung kapak, membuat tombak yang mudah untuk digunakan agar tidak membahayakan pemakainya serta pembawanya menjadi aman. Selain itu mereka juga telah mulai membuat saluran air dari batu untuk sanitasi. Kurang lebih 1700 tahun sebelum masehi, Hamurabi, raja Babylonia, telah mengatur dalam Code Hamurabi, apabila suatu bangunan rumah roboh karena tidak dibangun dengan baik dan menimpa orang, maka pemilik bangunan tersebut akan dihukum. Demikian pula pada jaman Mozai, lebih kurang lima abad setelah Hamurabi, telah ada ketentuan bahwa ahli bangunan bertanggungjawab atas keselamatan para pelaksana dan pekerjaanya. Pada waktu itu telah ada kewajiban untuk memasang pagar pengaman pada setiap sisi luar atap rumah. Sekitar 80 tahun sesudah Masehi, Plinius seorang ahli Encyclopedia bangsa Roma, mensyaratkan agar para pekerja tambang memakai tutup hidung. Pada tahun 1450, Dominico Fontana yang diserahi tugas membangun obelisk ditengah lapangan St.Pieter Roma, selalu menyarankan agar para pekerja memakai topi baja. Pemahaman atas kesehatan kerja yang paling tua ditemukan pada bangsa Mesir, ketika Ramses II pada tahun 1500 sebelum Masehi, membangun terusan dari mediterania ke laut merah dan juga ketika membangun Rameuseum. Saat itu Ramses II menyediakan tabib untuk menjaga kesehatan para pekerjanya. Pada tahun 460 sebelum Masehi, Hippocrates menemukan penyakit tetanus di kapal yang sedang mengangkutnya berlayar. Pemahaman mengenai pentingnya kesehatan kerja secara khusus, dimulai pada abad ke 16 oleh Paracelsus dan Agricola. Paracelsus pada jaman renaissance mulai memperkenalkan penyakit yang menimpa para pekerja tambang. Keduanya menguraikan mengenai pekerjaan dalam tambang, cara mengolah biji tambang dan penyakit yang diderita oleh para pekerja. Keduanya telah mulai melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit akibat kerja. Agricola misalnya, telah menganjurkan penggunaan ventilasi dan tutup muka yang longgar. Paracelus lebih banyak menguraikan tentang bahan-bahan kimia, sehingga dia dianggap sebagai bapak toksikologi modern. Bernardine Ramazzini (1633-1714) dari Universitas Modena di Italia, dianggap sebagai bapak kesehatan kerja. Beliau yang pertama menguraikan hubungan berbagai macam penyakit dengan jenis pekerjaannya. Ramazzini menganjurkan agar seorang dokter dalam memeriksa pasien, selain menanyakan riwayat penyakitnya, juga harus menanyakan pekerjaan pasien dimaksud. Ramazzini menulis mengenai kaitan antara penyakit yang diderita seorang pasien dengan pekerjaannya. Mengamati bahwa para dokter pada waktu itu jarang mempunyai perhatian terhadap hubungan antara pekerjaan dan penyakit. Oleh Ramazzini mulai mengembangkan ilmu kedokteran dari sudut pandang ilmu sosial (Socio medicine).Ia juga menemukan bahwa terdapat dua kelompok besar penyebab penyakit akibat kerja, yaitu bahaya yang terkandung di dalam bahan yang digunakan kertika bekerja dan adanya gerakan janggal yang dilakukan oleh pekerja ketika bekerja (ergonomic factor). Dalam perkembangannya kemudian sejak tahun 1925

Hippocrates. Selama pekerjaan masih dikerjakan secara perseorangan atau dalam kelompok maka usaha pencegahan tidaklah terlalu sulit.membantu memeriksa wabah di sekitar Athena. Selama awal Abad Pertengahan berbagai bahaya diidentifikasi. Prinsip-prinsip yang dikemukakan Heinrich merupakan dasar-dasar program keselamatan kerja yang berlaku hingga saat ini. Pada waktu itu para pengusaha beranggapan bahwa kecelakaan yang menimbulkan penderitaan dan kerugian bagi pekerja. sifat demikian segera berubah. Para pekerja biasanya pengrajin independen atau bagian dari toko atau pertanian keluarga dan bertanggung jawab sendiri untuk keselamatan. pada dasarnya adalah perbuatan yang tidak manusiawi. mebuka peluang dan mendorong pekerja untuk menuntut perlindungan. Keadaan yang tidak adil ini telah menimbulkan kesadaran masyarakat bahwa hal itu tidak sesuai dengan asas perikemanusiaan. Sekitar tahun 400 SM dia berusaha menangani tetanus.disebut sebagai bapak pengobatan. penemuan ketel uap untuk keperluakn industri. bagi pekerja yang mengalami kecelakaan dilakukan perawatan. Tenaga uap sangat bermanfaat bagi dunia industri.ahli fisika Yunani yang terkenal. Sejak itu. dengan meminta agar pengusaha melakukan tindakan pencegahan dan menaggulangi kecelakaan yang terjadi. baik akibat kesalahan tenaga kerja atau tidak. Namun demikian. Penerapan ilmu pengetahuan tersebut dimulai pada abad 18 dengan munculnya industri tenun. Pada masa revolusi industri. Bagi pengusaha kehilangan pekerjaan karena kecelakaan akan akan mudah diatasi. yang bersangkutan akan mendapat ganti rugi jika hal itu terjadi dalam pekerjaan.serta kebutuhan alat pelindung perorangan.tidak ada standard atau persyaratan keselamatan yang terorganisasi dan ditetapkan pada saat itu. merupakan bagian dari resiko pekerjaan yang harus ditanggung sendiri oleh para pekerja. pemanfaatan teknik . maka ahli bangunan tersebut dibunuh” . Selanjutnya pada tahun 1931 H. menulis tentang upaya pencegahan kecelakaan di perusahaan. yakni sewaktu umat manusia dapat memanfaatkan hukum alam dan dipelajari sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan dapat diterapkan secara praktis. Raja Hamurabi dari kerajaan Babylonia dalam kitab undang-undangnya menyatakan bahwa: ” Bila seorang ahli banguanan membuat rumah untuk seseorang dan pembuatannya tidak dilaksanakan dengan baik sehingga rumah itu roboh dan menimpa pemilik rumah hingga mati. tulisan itu kemudian dianggap merupakan permulaan sejarah baru bagi semua gerakan keselamatan kerja yang terorganisir secara modern. menggantinya dengan pekerja baru.Heinrich dalam bukunya Industrial Accident Prevention. Hal yang sama kemudian diberlakukan pula di Inggris. di Inggris banyak terjadi kecelakaan kerja yang membawa korban. Pada tahun 1911. Disamping manfaat tersebut. Undang-Undang ini merupakan permulaan usaha pencegahan kecelakaan yang lebih terarah. revolusi tenaga atom dan penemuan-penemuan baru di bidang teknik dan teknologi yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Kurang lebih tahun 1700 sm.kesehatan dan kesejahteraannya.Selanjutnya menyusul revolusi listrik.W. Kesadaran masyarakat yang berkembang ini. karena kecelakaan dan pengorbanan pekerja dalam hubungan kerja yang terus dibiarkan.termasuk efekefek paparan timbal dan mercury. tatkala revolusi industri dimulai.pemeriksaan kesehatan tenaga kerja telah digunakan sebagai titik awal bagi upaya perlindungan keselamatan kerja dari aspek kesehatan tenaga kerja.kebakaran dalam ruang terbatas. di Amerika Serikat diberlakukan Undang-Undang Kerja (Works Compensation Law) yang antara lain mengatur bahwa setiap kecelakaan kerja yang terjadi. namun pemanfaatannya juga mengandung resiko terhadap peledakan karena adanya tekanan.serta memberikan panduan perawatan cidera di kepala yang disebabkan kecelakaan.

Jadi aspek keselamatan telah menjadi persyaratan utama yang mutlak harus dipenuhi sejak zaman dahulu kala meski pendekatannya adalah dengan memaksa. Akhirnya banyak orang berpendapat bahwa membiarkan korban berjatuhan apalagi tanpa gantgi rugi bagi korban dianggap tidak manusiawi. Karena para pekerja berada pada posisi yang lemah. Berlakunya perundangan tersebut dianggap sebagai permulaan dari gerakan keselamatan kerja. HW. prinsip-prinsip yang dikemukakan Heinrich di tahun 1931 adalah merupakan unsur dasar bagi program keselamatan kerja yang berlaku saat ini.  Zaman Mozai lebih kurang 5 abad setelah Hamurabi. Jika terbukti bahwa kecelakaan yang terjadi adalah akibat kesalahan atau kelalaian si korban maka ganti rugi tidak akan diberikan. Para pekerja mendesak pengusaha untuk mngambil langkah-langkah yang positif untuk menanggulangi masalah tersebut. Ia selalu mensyaratkan agar para pekerja memakai topi baja. Pada hakekatnya. Di Inggris pada mulanya aturan perundangan yang hampir sama telah diberlakukan. yang bersejarah bagi semua gerakan keselamatan kerja yang terorganisir secara terarah. maka pembuktian salah tidaknya pekerja yang bersangkutan selalu merugikan korban.dan teknologi dapat merugikan dalam bentuk resiko terhadap kecelakaan apabila tidak diikuti dengan pemikiran tentang upaya K3 ebagai gambaran sejarah K3. Peristiwa-peristiwa sejarah tersebut menggambarkan bahwa masalah K3 manusia pekerja menjadi perhatian para ahli waktu itu. . Tahun 1450 Dominico Fontana diserahi tugas membangun obelisk ditengah lapangan St. Leih kurang 80 tahun sesudah masehi. para pengusaha pada waktu itu berpendapat bahwa hal tersebut adalah bagian dan resiko pekerjaan dan penderitaan para korban. Pieter Roma. dengan menetapkan pemasangan pagar pengaman pada setiap sisi luar atap rumah. yang membawa angin segar dalam usaha pencegahan kecelakaan industri. Yang diusahakan pertama-tama ialah memberikan perawatan kepada para korban dimana motifnya berdasarkan peri kemanusiaan. karena bagi pengusaha sendiri. Plinius seoarang ahli Encyclopedia bangsa Roma mensyaratkan agar para pekerja tambang diharuskan memakai tutup hidung. Akibatnya peraturan perundangan tersebut diubah tanpa memandang apakah si korban salah atau tidak. Heinrich dalam bukunya yang terkenal ”Industri Accident Prevention ”(1931). dinyatakan bahwa ahli bangunan bertanggungjawab atas keselamatan para pelaksana dan pekerjanya. dan banyak membawa korban. hal tersebut dapat dengan mudah ditanggulangi dengan jalan memperkerjakan tenaga baru.Sejak revolusi industri di Inggris dimana banyak terjadi kecelakaan. dianggap sebagai suatu titik awal. namun harus dibuktikan bahwa kecelakaan tersebut bukanlah terjadi karena kesalahan si korban.

telah pula diterbitkan 12 peraturan khusus Direktur Pekerjaan Umum No. Baru pada tahun 1852 untuk melindungi tenaga kerja di perusahaan yang memakai pesawat uap. telah dimulai lebih dari satu abad yang lalu. yang kemudian diperbaharui pada tahun 1910 (Stbl.. alat pesawat baru. Pada mulanya pengaturan mengenai pesawat uap belum ditujukan untuk memberi perlindungan kepada tenaga kerja. sampai kemudian dicabut oleh Undang-Undang No. yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Stbl. dimana dalam ketentuan baru dimaksud. Pada tahun 1926 dilakukan perubahan atas beberapa pasal dari Burgerlijke Wetbook oud (KUH Perdata Lama) ke dalam KUH Perdata Baru. Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan staatsblad no 20 yang mengatur mengenai keselamatan dalam pemakaian pesawat uap yang pengawasannya diserahkan kepada lembaga Dienst Van Het Stoomwezen. lebih dari 60 tahun.406). Isinya mulai mengatur tentang kewajiban pengusaha untuk melindungi pekerjanya. bahan produksi yang diolah dan dipergunakan yang terus berkembang dan berubah. Undang-Undang yang terakhir ini. No. pada tahun 1905 dengan Stbl no 521 pemerinrah Hindia Belanda mengeluarkan perundangan keselamatan kerja yang dikenal dengan Veiligheid Regelement disingkat VR yang kemudian disempurnakan pada tahun 1930 sehingga terkenal dengan stbl 406 tahun 1930 yang menjadi landasan penerapan K3 di Indonesia. sejalan dengan semakin banyaknya dipergunakan mesin. yang mengatur tentang pelaksanaan keselamatan pemakaian pesawat uap dan perlindungan pekerja yang melayani pesawat uap.). Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengadakan berbagai langkah perlindungan tenaga kerja dengan menerbitkan Veilegheids Reglement (Undang-undang Keselamatan) yang ditetapkan pada tahun 1905 Stbl. perlindungan terhadap tenaga kerja dimuat dalam Buku III Titel tujuh A.20 Thn. No. Kewajiban untuk mengatur pekerjaan sedemikian rupa.599 Tahun 1914). No.. sehingga pada hari minggu dan hari-hari yang menurut kebiasaan setempat pekerja . telah berlaku dalam waktu yang sangat lama. untuk mengawasi berbagai hal khusus.406 Tahun 1910.. Tanggal 28 Pebruari 1852. sejalan dengan perkembangan di Eropa. karena hal itu bukan merupakan sesuatu yang penting bagi masyarakat Belanda. Selanjutnya penggunaan mesin semakin meningkat dengan berkembangnya tekonologi dan perkembangan industri. No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Pada awal abad ke 20. Upaya peningkatan perlindungan dimaksud telah dilakukan dan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Di akhir abad ke 19 penggunaan tenaga listrik telah dimulai pada beberapa pabrik. ditetapkan peraturan perundang-undangan tentang pesawat uap. Beberapa ketentuan itu telah mewajibkan kepada pengusaha agar pekerja yang tinggal bersamanya diberi kesempatan menikmati istirahat dari pekerjaannya dengan tidak dipotong upahnya (Pasal 1602u KUH Perdata). Reglement Omtrent Veiligheids Maatregelen bij het Aanvoeden van Stoom Werktuigen in Nederlands Indie (Stbl no. yaitu Bepalingen Omtrent de Aanlog om het Gebruik van Geleidingen voor Electriciteits Verlichting en het Overbrengen van Kracht door Middel van Electriciteits in Nederlands Indie. Sebagai akibat penggunaan tenaga listrik tersebut banyak terjadi kecelakaan oleh karenanya maka pada tahun 1890 ditetapkan peraturan perundangan di bidang kelistrikan.251. Untuk itu. Selain itu.Sejarah K3 Indonesia Usaha K3 di Indonesia dimulai tahun 1847 ketika mulai dipakainya mesin uap oleh Belanda di berbagai industri khususnya industri gula. 119966/Stw Tahun 1910. Usaha penanganan keselamatan kerja di Indonesia dimulai sejalan dengan pemakaian mesin uap untuk keperluan Pemerintah Hindia Belanda yang semula pengawasannya ditujukan untuk mencegah kebakaran. Setelah itu diterbitkan pula ketentuan tentang Pengangkutan dengan Trem Dalam Jumlah yang Besar (Stbl... Perlindungan tenaga kerja dibidang keselamatan kerja di Indonesia juga telah mengarungi perjalanan sejarah yang panjang.

pertambangan. Sejak mulai digunakannya berbagai jenis dan konstruksi ketel uap modern dengan tekanan yang lebih tinggi. Kewajiban pengusaha untuk mengatur dan memelihara ruangan. yang mengatur pengawasan terhadap bahan-bahan yang mengandung racun yang digunakan perusahaan (pabrik cat..424 Thn... serta Peraturan Jalanan Kereta Api Trem....No. kerajinan atau perdagangan selain jalan kereta api.. kecuali karena keadaan memaksa atau kerugian tersebut sebagian besar disebabkan oleh kesalahan dari pekerja sendiri (Pasal 1602w KUH Perdata). no. 509 Thn 1931).dan Stbl...). No.No.. loko dan gerbongnya yang dipergunakan sebagai alat pengangkut untuk kepentingan perusahaan pertanian.... dikeluarkan Hinder Ordonnantie (Undang-undang Gangguan). yang mengatur pengawasan terhadap penggunaan petasan. No...) yaitu pengaturan terhadap jalan kereta api. yang mengatur tentang gangguan perusahaan terhadap masyarakat sekelilingnya.dibebaskan dari pekerjaannya (Pasal 1602v KUH Perdata). percetakan dan lain-lain) dan dikeluarkan pula Vuurwerk Ordonnantie dan Vuurwerk Verodening (Stbl. No.2 Thn 1927 dan No. dan No.20 Thn. Pada tahun 1940 diterbitkan Restributie Ordonnantie dan Restributie Verordening (Stbl. Setelah itu dikeluarkan Loodwit Ordonnantie (Stbl. 29 Thn .415 Thn 1927. Kemudian pada tahun 1938 dan 1939 berturut-turut dikeluarkan Industriebaan Ordonnantie dan Industriebaan Verodening(Stbl. No. . sehingga pekerja terlindungi jiwa.. yang dirobah dengan Undang-Undang Uap (Stoom Ordonnantie) (Stbl.1927 No. No.)..1928).143 Thn. menyuruh pekerja melakukan pekerjaan sedemikian rupa.1932 dan No. agar melakukan pekerjaan dengan baik dan mengadakan aturan serta memberikan petunjuk. No.425 Thn 1940).339 Thn. accu. Pada tahun 1926 itu juga.. pada tahun 1930 pemerintah mengeluarkan Peraturan Uap (Stoom Verordening) (Stbl. kehormatan dan harta bendanya.225 Thn ... pengusaha diwajibkan mengganti kerugian yang menimpa pekerja dalam menjalankan pekerjaannya..10 Thn 1933). piranti atau perkakas. Jika kewajiban itu tidak dipenuhi.dan Stbl. Stbl.. Stbl. kehutanan. disusul kemudian dengan Ketetapan Jalanan Kereta Api dan Trem (ABST Thn 1927...595 Thn .340 Thn.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful