Hijauan Makanan Ternak (jenis Leguminosa

)
1.Gamal ( Gliricidia maculate )

Figure 1

Gamal berasal dari Amerika Tengah dan Brazilia yang beriklim kering. Ditemukan mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 1200 meter. Akan tetapi, tumbuhan ini telah lama dibudidayakan dan bernaturalisasi di wilayah tropika Meksiko, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan, sampai pada ketinggian 1.500 m. Jenis ini juga telah diangkut ke wilayah Karibia dan kemudian ke Afrika Barat. Ia di introduksikan ke Filipina oleh orang Spanyol pada awal tahun 1600-an, dan ke Sri Lanka dalam abad ke-18l dari sana tumbuhan ini mencapai

negara Asia lain, termasuk Indonesia (kira-kira tahun 1900), Malaysia, Thailand dan India. Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan .

Gamal berbentuk pohon,semak, daun majemuk bersirip ganjil,bunga berbentuk malai, lukar dari ketiak daun,bunga berwarna merah jambu, buah polongan,akar cukup dalam.

Fungsi tanaman: tanaman pelindung,pagar,makanan ternak,dan penahan erosi.Dapat diperbayak dengan menggunakan stek ataupun biji. Gamal ditanam sebagai penahan angin, bank protein, pakan ternak dan pagar hidup.

Tanaman yang diperbanyak dengan setek sudah dapat dipanen perdana pada usia di bawah 1 tahun. Biasanya 8-10 bulan. Sedangkan pada tanaman biji, hasil biomasa baru dapat diperoleh pada usia sekira 2 tahun.Penanaman setek lebih baik berasal dari batang bawah tanaman yang cukup usia (diatas 2 tahun), diameter batang cukup besar (diatas 4cm) dengan panjang setek bervariasi mulai dari 40cm sampai 1.5m. Jarak tanam juga bervariasi, antara 40 -50cm sampai dengan 1.5 – 5m tergantung kebutuhan.

Gamal mengandung nilai gizi yang tinggi. Protein kasar berada diantara 18-30% dan nilai ketercernaan 50-65% (lihat tabel).

Walaupun sangat bermanfaat bagi ternak, tingkat racun dalam Gamal juga sudah dikenal sejak lama. Sekurang-kurangnya ada beberapa jenis komponen racun dalam Gamal,diantaranya dicoumerol, suatu senyawa yang mengikat vitamin K dan dapat mengganggu serta menggumpalkan darah. Dicoumerol diperkirakan merupakan hasil konversi dari coumarin yang disebabkan oleh bakteri ketika terjadi fermentasi.Zat lain yang perlu diperhatikan adalah Nitrat

(NO3). Sebetulnya nitrat itu sendiri tidak beracun terhadap ternak, tapi pada jumlah yang banyak dapat menyebabkan penyakit yang disebut keracunan nitrat (nitrate poisoning). Nitrate yang secara alamiah terdapat pada tanaman di rubah menjadi nitrit oleh proses pencernaan, pada gilirannya nitrit dikonversi menjadi amonia. Amonia kemudian di konversi lagi menjadi protein oleh bakteri dalam rumen. Apabila ternak sapi mengkonsumsi banyak hijauan yang mengandung nitrat dalam jumlah besar, nitrit akan terakumulasi di dalam rumen. Nitrit sekurangnya 10 kali lebih beracun terhadap ternak sapi dibandingkan nitrat. Nitrit diserap kedalam sel darah merah dan bersaru dengan molekul pengangkut oksigen, hemoglobin sehingga membentuk methemoglobin. Sayangnya, methemoglobin tidak dapat membawa oksigen dengan efisien seperti hemoglobin, akibatnya detak jantung dan pernafasan ternak meningkat, darah dan lapisan kulit berubah warna menjadi biru kecoklat coklatan, otot gemetar, sempoyongan dan bila tidak segera ditangani dapat mati lemas.

Selain itu, dalam Gamal juga terdapat molekul alkaloid yang belum dapat diidentifikasi dan senyawa pengikat protein yang juga tergolong zat anti nutrisi, tannin walaupun dalam konsentrasi yang cukup rendah dibandingkan Kaliandra (Calliandra calothrysus).

2.Kaliandra (Calliandra calothrysus)

Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air. Manfaat kaliandra pada makanan ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.

Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing.

3.Turi ( Sesbania grandiflora )

kadang-kadang juga tumbuh subur pada tanah yang tergenang air.tanah kapur. Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat.putih atau ungu. dengan curah hujan 2.Tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi (1.Di Indonesia banyak ditanam di pematang sawah.000 mm/tahun. Berdaun keci-kecil dan bulat. tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter. dan bunga besar berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda.Termasuk sejenis tanaman semak.200m).buahnya berbentuk polong yng panjang.Berasal dari daerah srilangka. Digunakan sebagai makanan ternak karena : .Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur.

7 7.terutama pro vitamin A.- Merupakan sumber vitamin.5 1.sumber mineral.825 24.Vitamin B.C.4 2.dan P.3 4. . Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas: Hijauan PK (%) EK(kkal/g) SDN (%) Lignin (%) Abu (%) Ca (%) Protein (%) Turi 27.5 0. Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial.E.terutama Ca.4 .

sayuran konsumsi manusia. 4. tapi tidak tahan terhadap api dan gulma/tanaman penganggu. untuk kayu bakar dan batangnya sebagai material konstruksi ringan serta sangat baik untuk meningkat kesuburan lahan. Sayangnya tumbuhan ini walau tahan terhadap kekeringan. Turi merupakan pohon serbaguna sebagai makanan hewan. Turi bisa diandalkan sebagai makanan pokok Sapi.Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala) .Seluruh masyarakat Timor pasti mengenal Turi/kane/gala-gala.

Curah hujan 7001.temperature 20-30oc.serta tanah-tanah yang kurang subur. . Tanaman ini berbentuk pohon yang bisa mencapai ketinggian 10 m dan memiliki akar yang cukup dalam.Jarak tanam:180-240 cm.dengan struktur tanah sedang sampai berat.5). mempertahankan kesuburan tanah dan mencegah erosi.5-7. tanaman pelindung. tahan pangkasan dan cepat kembali bertunas sesudah pemangkasan. Lamtoro lebih sesuai pada tanah yang tidak masam (pH 5. Lamtoro dapat digunakan sebagai tanaman makanan ternak.pemotongan pertama dapat dilakukan pada waktu tanam berumur 6 – 9 bulan kemudian pemotongan dapat diulangi 4 bulan sekali.Tanaman ini toleran terhadap hujan.kekeringan.Berasal dari amerika tengah dan selatan. Kaliandra mempunyai daya adaptasi yang cukup luas tetapi kalah populer dibandingkan dengan gliricidia.5) dan kurang baik tumbuhnya apabila tanah masam (pH 4-5. Gliricidia mempunyai daya toleransi yang lebih tinggi terhadap kemasaman tanah.dan dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur.angin.Tumbuh pada ketinggian 0-1200 m dpl.650 mm/tahun.Daunnya kecil-kecil.bentuknya lonjong.bunganya bertangkai.

berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai. varietas afrika. niscaya ternak yang kita pelihara akan merana. berbatang tebal dan keras. Tingginya bisa mencapai 5 m.2% serat kasar.7% abu. ditandai dengan batang dan daun yang kecil. 11. Hijauan Makanan Ternak (hmt). beberapa macam hijauan makan Rumput ternak yang ada pengadaannya. 19. karena makanan yang diberikan ke ternak tidak dapat tersedia secara tetap. dan dapat berbunga seperti es lilin. Rumput gajah mempunyai beberapa varietas. 34. .3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Oleh karena itu. di Indonesia: Gajah Rumput gajah banyak di jumpai di persawahan. tumbuh tegak.2% protein kasar (PK).6% lemak. Tanpa manajemen pakan yang baik. adalah merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi dunia peternakan. daun panjang. antara lain varietas afrika dan varietas hawai. dan 42. 10. Kandungan rumput gajah terdiri atas.9% bahan kering (BK). diperlukan suatu cara yang tepat untuk mengatur agar supaya hmt yang diperlukan oleh ternak tidak terganggu Ada a. 1. 1.hijauan makanan ternak HIJAUAN MAKNAN TERNAK Sebagaimana kita ketahui.

Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika. produksi cukup tinggi. ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m. Rumput Raja atau King Grass Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun. dan berbunga. c. Sehingga pertumbuhan rumput itu akan semakin bagus dikemudian hari. Panen pertama pada rumput gajah dapat di lakukan pada umur 90 hari setelah tanam. daun lebar agak tegak. dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Panen selanjutnya setiap 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. tsp/kcl) ataupun pupuk alami (kotoran kambing). varietas hawai. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin. ditandai dengan batang dan daun yang lebar. b.2. Rumput Setaria . Alangkah lebih baik kalau sehabis pemanenan rumput gajah diberi pupuk.000 mm. batang tebal dan keras. pupuk dapat berupa pupuk kimia (urea. npk. yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi. dengan curah hujan tahunan lebih dari 1. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar/hektar/tahun. Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah. pertumbuhan rumpun sedikit menyebar. Tinggi potongan dari permukaan tanah antara 10-15 cm.

dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan. Rumput setaria tumbuh tegak. berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan.4%.7%. energi kasar 4. Kaliandra (calliandra calothrysus) .5%. protein ksar (PK) 8. bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas. abu 7. Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. e. tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter. dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas. pangkal batang pipih. d. abu 11. Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl. dan bunga berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih. dapat tumbuh di berbagai jenis tanah.825 kkal/kg.8%. Ca 1. dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih. lignin 2. ekstrak eter (EE) 2. Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur. tinggi dapat mencapai 2 m. dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar. kadang-kadang juga tumuh subur pada tanah yang tergenang air. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas.8%. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap.5% dan P 0. Turi (sesbania grandiflora) Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat.3% dan total digestible nutrients (TDN) 52. protein kasar 27. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu.5%.Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. SDN 24.88%. berumpun lebat.4%.5%. serat kasar (SK) 32.3%. dan tahan terhadap genangan air. Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun.

Fiji.6% dan P 0.0%.0%. Penanaman kaliandra pada tanahtanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. humidicola kultiver Tully. Kaliandra mengandung protein kasar 22. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl. toleran terhadap tanah yang kurang subur. Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. SDN 24. •Dan Asia Tenggara •Nama komersial bagi biji benih rumout ini ialah B.4%.2%. f. Rumput humidicola (Bracharia humidicola) Berasal dari Afrika Selatan dan diperkanalkan di Australia. lemak 4. •Sesuai pada semua jenis tanah terutamanya tanah berpasir •Tahan terhadap pemotongan dan hasil bahan kering tinggi •Tidak menyebabkan fotosensitiviti kepada ruminant •Sesuai ditanam di lading kelapa bertanah bris •Tahan pada musim kemarau dan kawasan air bertakung •Rumput ini tumbuhan saka yang berstolon dengan daun berbentuk lanseolat. Ca 1.Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah. dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.30 kkal/kg. energi kasar 46. kurang berbulu dan rimbun .1%. lignin 1995. Papua New Guinea.

5 m dan mudah dibiakkan dengan biji benih atau keratin batang.•Bolih dibiak denga biji benih atau tampang •Sesuai dipotong setiap 4 – 6 minggu •Hasil bahan kering 11 – 18 tan/ha/tahun •Protein kasar 10. g. Rumput para (Brachiaria mutica) jenis •Daun •Sistem menjalar berbulu dan mudah mengeluarkan kira-kira akarnya akar 30 pada cm setiap ruas panjang cetek berukuran •Bolih tumbuh setinggi 2. asid sulfat dan pendalaman) •Kekacang yang sesuai ialah epil-epil. •Berasal •Hidup dari dengan Afrika subur jika tetapi mendapat amat air sesuai yang pada dengan dan keadaan mengalir setempat seperti parit banyak •Pertumbuhan •Untuk mendapat •Tidak •Kekacang bagitu yang terjejas musim kemarau hasil yang tingi perlu di porong atau diragut hingga paras tanah tahan ragutan sesuai berbanding ialah dengan centro rumput dan signal puero •Hasil bahan kering 15 – 20 tan/ha/tahun (bergantung pada kesuburan tanah & pengurusan) •Protein kasar 8. Rumput parit (Axonopus compressus) (berdaun leber sedikit) .2 % (pada tanah bris.1 % h.

. naungan kawasan dan – pembajaan kering 6 kasar 10 tan/ha/tahun 7. pada pada pada naungan system dengan Amerika Tengah kawasan mengunakan dan tanah kelembapan umbisi Carribean liat tinggi menternak atau yang inputnya kurang tahan rendah subur.% mengeluarkan ditanam ini lebih dengan biji benih mengunakan yang tompokan hiasan banyak berakar halaman dikenali sebagai i.Tahan •Berasal •Membiak •Paling •Rumput •Samada •Tanpa •Hasil •Protein •Berupaya •Biasanya •Rumput ini lasak dari subur sesuai disyorkan dikawasan memerlukan bahan membiak Mexico.5.6 %. Rumput kerbau (Paspalum conjugatum) Rumput •Stolon •Daunya •Berasal •tanah •Hasil dan tirus dari tahunan batang berukuran kawasan 4 yang – 20 dan juga kering yang tegak cm hidup di 6 setinggi panjang segar mempunyai 20 dan pada 5 – – 10 60 cm stolen cm lebar lembab. bernaung tan/ha/tahun Amerika dan kawasan beriklim berasid bahan kawasan – 12 yang •Kandungan Protein kasar dan penghadaman in-vitronya lebih tinggi dibandingkan dengan rumput yang lain •Protein kasar 13. .

. dan makuaene. kerana hasil yang tinggi sepanjang tahun.9 kg N/ha/tahun % Tahan pada musim kemarau yang panjang. coloniao. Bolih menghasilkan bahan kering sebanyak 20 – 26 tan/ha/tahun (dengan jarak pemotongan 6-8 minggu ) dengan Protein kadar pembajaan kasar 200-400 11. sejenis rumput yang bersetolon . memerlukan iklim yang lembab untuk hidup subur. Tumbuh bertompok-tompok dan batang yang tegak seperti serai. k. Di Malaysia jenis yang biasa ditanam ialah guinea biasa dan hamil. Tingginya Rumput Kuda diantara / 1. Batang Hasil Protein dan daunnya bahan kasar lembut kering 9. hamil.j. buku ruas mempunyai sedilit bulu halus Stolon pada mulanya tumbuh tegak tetapi kemudian rebah dan menjalar seperti stolon biasa.5 Guinea – (Panicum 2 maximum) m Terdapat beberapa jenis : Rumput kuda biasa. Rumput Mardi (Dijitaria setivalva) Berasal dari Afrika Selatan. green panic. Sesuai ditanam pada semua jenis tanah terutamanya jenis tanah gambur.0 dan bolih 16 % tumbuh – Sesuai setinggi 23 untuk 30 -50 cm tan/ha/tahun ragutan Sesuai dibiak dengan keratin rumpun walaupun terdapat sedikit biji benih yang subur.

daunnya pendek.Tahan naungan seperti dibawah kawasan tanaman kelapa dan tanaman utama yang masih muda Tidak sesuai dikawasan air bertakung. ia tidak disyorkan pada kambing da biri-biri dan jaundis fotosensitiviti •Hasil susu dari lembu yang merabut rumput campuran dengan petai belalang atau baja N ialah 6-8 kg/ekor/hari Ada baiknya sewaktu pemberian makanan kepada ternak di berikan secara campur. l. Walaupun berbunga tetapi biji benih kurang subur •Cara •Kadar •Bolih yang paling baik dengan keadan yang untuk biji menanam benih ialah ialah tidak ialah dengan antara sesuai 3 keratan – air dan 5 tunggul kg/ha bertakung epil-epil penyakit tan/ha/tahun. tirus dan tajam dihujung •Berwarna hijau dan mempunyai sedikit bulu halus.5 26 serangan bahan kering kasar kadar pembajaan ialah serangga 14 200-400 •Sesuai untuk ternakan ruminant •Kerana mengakibatkan besar. •Tumbuh setinggi 30 – 50 cm. Hal ini bertujuan . sesuai kawasan •Kombinasi •Tahan •Hasil •Protein •dengan desmodium dan – 8. % kg N/ha/tahun penanaman hidup dalam kekacang kemarau. Rumput signal (Brachiaria decumbens) •Rumput signal tumbuh menjalar. cepat membiak dan sesuai dengan iklim lembabseperti Malaysia •Buku ruas pada batang mengeluarkan akar dan cabang membolihkannya membiak dengan cepat.

Pertumbuhannya yang relatif cepat dalam waktu yang pendek serta peranan daun-daun dan perakarannya terhadap erosi. Bagian bawah tanaman (perakaran) dapat memperkuat resistensi tanah dan membantu melancarkan infiltrasi air kedalamtanah. b. Tanaman rumout-rumputan dapat tumbuh dengan cepat sehingga dalam waktu pendek tanah telah dapat tertutupi oleh tanaman tersebut secara rapat dan tebal. Tanaman rumput-rumputan dapat digunakan dalam usaha pengawetan tanah dan atau pencegahan erosi dikarenakan : a. sehingga kambing akan merasa tercukupi kandungan gizi maupun proteinnya. c. Rumput gajah merupakan alternatifnya. maka pembudidayaan rumput gajah dapat menjadi pilihan yang bijaksana dan menguntungkan.agar kandungan yang berada di dalam masing-masing tanaman dapat saling melengkapi. Penanaman rumput gajah dapat dilakukan secara monokultur ataupun interkultur dengan tanaman tahunan sehingga dapat diperoleh manfaat secara maksimal. . Selain itu juga akan meminimalkan kambing merasa bosan makan apabila di sajikan dalam satu jenis tanaman saja secara berulang-ulang BUDIDAYA RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN TERNAK Jenis tanaman rumput-rumputan yang berperan dalam pengawetan tanah dan air adalah yang dapat berfungsi ganda yaitu berkemampuan untuk membantu mencegah berlangsungnya erosi dan dapat pula bermanfaat bagi hijauan makanan ternak. Bagian atas dari tanaman (daun-daunan) mampu melindungi permukaan tanah dari percikan air hujan dan memperlambat aliran permukaan.

Rumput gajah dapat hidup diberbagai tempat (0 – 3000 dpl). Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua. Pembersihan lahan 2. . 3. Pada lahan tumpang sari. dapat mencapai tinggi lebih dari 2 meter sehingga dapat berperan sebagai penangkal angin (wind break) terhadap tanaman utama. Morfologi rumput gajah yang rimbun. serta enghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Rumput gajah dibudidayakan dengan potongan batang (stek) atau sobekan rumpun (pous) sebagai bibit. Sebelum penanaman bagian vegetatif dari sobekan rumpun dipangkas terlebih dahulu untuk menghindari penguapan yang tinggi sebelum sistem perakaran dapat aktif menghisap air. respon terhadap pemupukan. Pembuatan lubang-lubang tanaman dengan jarak tanam 60 x 100 cm.Rumput Gajah ( Pennisctum purpureum) atau disebut juga rumput napier. banyak mengandung akar dan calon anakan baru. Pemotongan pada waktu penanaman ruas mata dapat Untuk bibit yang berasal dari sobekan rumpun/ anakan (pous) sebaiknya berasal dari rumpun yang sehat. tahan lindungan. dan terus enghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur. Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak. Pengolahan tanah (sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau sehingga penanaman dapat dilakukan pada awal musim hujan). rumput gajah dapat ditanam pada guludan-guludan sebagai pencegah longsor akibat erosi. Cara Penanaman : 1. merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak. dengan panjang stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau paling sedikit 2 buku atau mata).

Pemupukan : 1.000 bahan stek untuk kebutuhan lahan seluas 1 hektar. Pupuk N diberikan 200 kg ZA/ha/tahun yang diberikan setiap kali setelah 2 – 4 kali pemotongan. dengan dosis masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektarnya. 2. untuk menjaga kesinambungan stok hijauan ternak. Peremajaan : Dilakukan jika tanaman telah berumur 3 – 4 tahun setelah tanaman sudah tidak responsive lagi terhadap pengelolaan. Setelah pemotongan terakhir. Pada pemotongan batang rumput gajah sebaiknya ditinggalkan ± 10 cm dari permukaan tanah. Buatlah lubang tanam untuk tanaman baru pada perpotongan silang rumput yang lama. selanjutnya dilakukan selang 40 hari pada musim hujan dan selang 60 hari pada musim kemarau. Pemungutan Hasil (pemotongan) : Pemotongan rumput gajah yang pertama dilakukan setelah tanaman berumur 60 hari. Dapat juga digunakan pupuk kandang sebanyak 400 kw/ha/tahun yang diberikan pada waktu pengolahan tanah dan setelah pemotongan. Setelah tanaman baru tumbuh. Komposisi Gizi Rumput Gajah (bahan kering) : Bagian yang dapat dicerna dari rumput gajah yaitu : . Pemotongan batang tanaman yang terlalu pendek menyebabkan semakin lambatnya pertumbuhan kembali.Diperlukan 17. namun jika batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang. 3. Pupuk P dan K diberikan 2 kali dalam setahun yaitu pada waktu pengolahan tanah dan 6 bulan kemudian. sisa tanaman lama dibongkar hingga ke akar-akarnya. tanah diantara barisan dicangkul dan dilakukan pemupukan.

Persiapan bibit rumput .92 Serat Kasar = 22.Bahan kering % Protein kasar = 10.15 Lemak = 1.74 Lemak = 0.29 Bahan kering % Protein kasar = 5.73 BETN = 42.19 Serat Kasar = 34.6 PENANAMAN RUMPUT UNTUK TERNAK Sistem Budidaya Sapi Potong Pada Ekoregional Padang Pengembalaan Persiapan lahan Lahan dibersihkan dari gulma. kemudian digaru dibiarkan selama satu minggu.84 BETN = 25.64 Abu = 11.

Pemeriksaan feses Feses diperiksa di laboratorium . selang beberapa hari kemudian ditambah dengan pemberian pupuk kandang. Dipilahkan dalam 5 rumpun. diberikan obat cacing sesuai dengan anjuran dan diseleksi dengan memilih sapi yang baik untuk digemukan dan perkawinan dengan ratio perbandingan 10 ekor betina dengan 1 ekor jantan. Penanaman rumput rumput yang telah dipisahkan. Sumatera Utara. Penyiraman Disiram setiap hari agar akarnya cepat tumbuh. kemudian ditanam dengan jarak tanam 40 x 60 cm/rumpun. Penimbangan Seluruh sapi ditimbang. kemudian untuk 1 lubang tanaman disiram dalam hal penyiapan akar agar jangan kering. Pemupukan Tanah yang telah diistirahatkan diberikan pupuk urea sebanyak 1100 kg/ha.Bibit rumput didatangkan dari Sub Balitnak Sungai Putih Kecamatan Galang. Persiapan kebun bibit rumput kemudian tanah yang telah diolah dipagari dengan pagar duri dengan tiang dari batang kuda-kuda.

Rumput Gajah (Indonesia. kemudian sapi tersebut disemprot dengan Asumtol guna pencegahan serangan berupa caplak. fausse canne à sucre (Prancis). HIJAUAN PAKAN TERNAK: Rumput Gajah Pennisetum purpureum Schumach. Co’ duôi voi (Vietnam). Ya-nepia (Thailand). Handalawi (Bokil). bila telah menunjukan tanda-tanda kebuntingan dilihat dengan penampilan sapi tersebut. napier grass (Inggris).dengan tujuan agar terhindar dari lido parasit. Herbe d’éléphant. sedang sapi yang dipilih untuk tujuan perkawinan dideteksi dengan jalan pengambilan air seni (urin). urine dicelupkan ke dalam planotest bila menunjukkan tandatanda kehamilan maka akan tergambar didalam planotest tersebut. Malaysia). Nama daerah: Elephant grass. Filipina). Pengamatan Setiap 1 bulan sekali sapi tersebut ditimbang dengan tujuan mengetahui pertumbuhan berat badan. Buntot-pusa (Tagalog. pasto elefante (Spanyol) . Lagoli (Bagobo). Pengembalaan sapi Seluruh sapi ditempatkan pada padang pengembalaan yang telah ditumbuhi rumput Brachiria humicola.

kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia. dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1. Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. terutama di Amerika. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP. Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar. semakin tua CP semakin menurun) Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air. Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan. atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. . Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi. Philippine dan India. tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Di Indonesia sendiri. rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang.

Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. ujungnya runcing. King-Grass 2 minggu setelah panen Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek. berakar dalam. Disamping itu. helai daun bergaris dengan dasar yang lebar. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. .Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak. dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. dan tinggi dengan rimpang yang pendek. kecambahnya lemah dan lambat. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter). Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek. bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan. Bila ditanam pada kondisi yang baik.

karenanya banyak zat diserap dari tanah. Tindakan yang paling baik untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kultivar yang tahan penyakit tersebut. Jarak antar barisan berkisar antara 50 – 200 cm.Rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab. Akan tetapi rumput ini tidak tahan hidup di daerah hujan yang terus menerus. Jarak dalam barisan bervariasi mulai dari 50 – 100 cm. Secara alamiah rumput ini dapat dijumpai terutama di sepanjang pinggiran hutan. Rumput ini juga dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai macam tanah meskipun hasilnya akan berbeda. Pemupukan yang banyak diterapkan biasanya bila rumput sering dipotong / dipanen. Perkembang biakan vegetatif dilakukan baik dengan cara membagi rumpun akar dan bonggol maupun dengan stek batang (minimal 3 ruas. rumput ini ditanam dengan pengairan yang teratur dan pemupukan yang cukup. namun tetap dapat dikombinasikan dengan baik. Ca:3-6 kg. Kandungan nutrien setiap ton bahan kering adalah N:10-30 kg. Mg dan S:2-3 kg. Penyakit yang biasa menyerang yaitu kutu Helminthosporium sacchari. Hal ini dapat dilakukan dengan tangan atau dengan peralatan seperti yang dilakukan pada penanaman tebu. tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi dan dapat tumbuh dalam keadaan yang tidak seberapa dingin. P:2-3 kg. Walaupun rumput gajah jarang ditanam dengan polong-polongan (legume). K:30-50 kg. di daerah yang lebih kering jaraknya lebih lebar. Jika tidak dipupuk hasilnya akan segera menurun drastis dan gulma akan menyerang. 2 ruas terbenam di tanah). Untuk mendapatkan hasil dan ketahanan tinggi. dengan hasil bahan kering tiap tahun 20-40 ton/Ha. penanaman yang dicampur dengan tanaman lain semisal ubi kayu dan pisang sering dilakukan di kebun rumah. .

Prospek rumput gajah cukup baik bila dilakukan pemupukan yang baik pula. Hasil bahan kering setiap tahun diharapkan berkisar 2 – 10 ton/hektar untuk tanaman yang tidak dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit. Keuntungan dari jenis ini adalah kemampuannya berproduksi. ada empat kultivar yang ada di Indonesia. apa saja ? Jenis Kultivar di Indonesia Sekurangnya menurut pengetahuan kami berdasarkan obrolan dengan rekan di BIB Lembang. Rumput gajah dapat dipanen sepanjang tahun. maupun di home base Manglayang Farm pada ketinggian 900 – 1100 m dpl. baik di daerah pesisir pantai selatan pada ketinggian berkisar 0 – 200 m dpl. . Yang menarik. Dengan memanen pada pertumbuhan yang masih muda atau dengan menggunakan kultivar yang baik akan mencapai nilai pakan yang tinggi. Biasanya rumput ini diberikan dalam bentuk segar.Namun demikian secara umum kami tidak menemukan serangan hama pada rumput gajah yang ditanam. Dengan berbagai kondisi tanah / alam dan perlakuan yang berbeda. Hasil yang didapat pun berbeda beda tentunya . dapat ditanam dalam jumlah besar atau kecil. tetapi dapat juga diawetkan sebagai silase. Kami telah mencoba menanam rumput ini di berbagai tempat. tetapi yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6 – 40 ton/hektar. Kebanyakan hanya merupakan serangan belalang dan ulat yang masih bisa di tolerir. Rumput gajah semuanya merupakan introduksi dan bukan jenis rumput lokal. di Indonesia ternyata ada lebih dari 1 jenis rumput gajah. dan dapat diusahakan secara mekanis atau juga untuk Hasil Pengamatan pertanian/peternakan skala kecil.

Taiwan). daunnya berbulu kasar dan akan terasa perih bila memanen rumput ini tanpa menggunakan baju tangan panjang (percayalah. Hawaii (P.Kultivar rumput gajah tersebut adalah King Grass (P. Pada daun muda. penulis sudah merasakannya). Pengamatan kami. agak sulit membedakannya (setidaknya bagi mata awam seperti kami). menurut pengamatan kami dapat mencapai 200 – 250 ton per hektar per tahun. Batangnya keras. Bercak hijau muda di sekitar pangkal daun King Grass. Hawaii) dan Africa (P. Namun demikian ada sedikit panduan yang diberikan oleh rekan di BIB Lembang untuk menentukan berbagai kultivar tersebut. purpureum cv. . purpureum cv. Produktivitas tinggi. purpureum cv. King: Batang dan daunnya paling raksasa (karena itulah dia disebut King Grass). Namun karena memang bentuknya yang satu sama lain sangat mirip. pangkal daunnya memiliki bercak bercak berwarna hijau muda. purpureum cv. King Grass). Africa). produksi per rumpun di Cijayana bisa lebih dari 7 kilogram (basah) per panen. Taiwan (P.

Garut. Caringin. kab. Selain itu.Rumput Gajah King Grass di desa Cimahi. bisa mencapai 300 ton / hektar per tahun dengan kondisi pemupukan dan pemeliharaan optimal. dapat mencapai 4 -5 meter. Pengamatan kami. . Kultivar ini yang disenangi dan dianjurkan oleh BIB Lembang untuk ditanam. Berumur sekitar 8 bulan sejak hari tanam. produksi per rumpun bisa lebih dari 7 kilogram (basah) per panen. daun lebar berbulu lembut. tingkat nutrisi cukup baik. Namun beberapa rekan peternak di Lembang kurang menyukai kultivar ini karena lunaknya batang tersebut sehingga cenderung mudah roboh apabila diterpa angin kencang. Taiwan (juga King Grass) membutuhkan air yang cukup banyak. Ciri ciri lain adalah pada batang muda pangkal batangnya bawah yang dekat ke tanah berwarna kemerah merahan. Produktivitas tinggi. kec. Batangnya lunak. Taiwan: Cukup raksasa.

Kultivar ini yang banyak ditanam di Manglayang Farm. menurut pengamatan kami hanya sekitar 1 -2 kilogram / rumpun (basah) per panen (sekitar 100 ton per hektar per tahun). Africa: Batang kecil dan keras. Keunggulan dari Africa adalah kebutuhan airnya yang tidak terlalu banyak. Tumbuh tunas tunas kecil pada ketiak batang. Sehingga pada musim kering pun masih dapat tumbuh dengan cukup baik. Kenapa ? Hipotesa kami adalah kultivar ini yang pertama kali masuk dan dikembangkan di daerah Manglayang. melihat Africa seperti melihat rumput kerdil . Produktivitas tidak terlalu tinggi. Sehingga apabila terbiasa melihat King Grass atau Taiwan yang sehat.Batang berwarna kemerah merahan merupakan ciri kultivar Taiwan (Cijayana). . Daun kecil.

namun kultivar kultivar yang disebutkan di atas sulit sekali dicari referensinya. kultivar yang ada di dunia banyak sekali. Mott. yaitu Pennisetum purpureum cv. Lebih mirip ke Taiwan hanya lebih kecil. Tahan kekeringan. Hawaii: Nah ini kultivar yang paling sulit membedakannya. kecuali King Grass dan Taiwan. purpureum biasa dengan Pearl Millet (Pennisetum galucum). Disebutkan bahwa kultivar ini memiliki karakteristik perbandingan rasio daun yang tinggi dibandingkan batang. Berkualitas nutrisi tinggi pada berbagai tingkat usia dibandingkan jenis rumput tropis lainnya. Disebutkan disana King Grass merupakan hasil silangan antara P. Kultivar yang cukup menarik adalah tipe Dwarf (kerdil). Hawaii memiliki batang dan daun yang lunak tapi tidak terlalu besar. . karena kultivar ini merupakan induk dari kultivar Taiwan yang merupakan hibrid King Grass dengan Hawaii. Sedangkan menurut literatur yang ada di Internet. Tidak heran.Rumpun rumput gajah Africa yang sudah tua. perhatikan batangnya yang kecil. dan hanya bisa di propagasi melalui metoda vegetatif.

Cara yang umum diterapkan adalah dengan stek batang dan memecah anakan. Cara penanaman yang biasa kami lakukan adalah sebagai berikut: 1. penanaman rumput gajah dilakukan dengan metoda perbanyakan vegetatif. Pupuk Dasar dan Penanaman Setelah melakukan pengolahan lahan. 2 ruas terbenam Pemupukan di dalam tanah. tapi sayangnya penulis belum berhasil menemukan contoh bibit. 2. Cara yang pertama memungkinkan perbanyakan dengan lebih cepat. namun agak sedikit lebih lambat pertumbuhannya dibandingan dengan cara anakan atau pols.Menurut beberapa literatur. Kami mengusahakan 3. jenis ini sudah dibudidayakan di Indonesia. Kemudian dilakukan penanaman dengan metoda stek batang. Ada yang punya ? Metoda Penanaman Seperti telah disinggung diatas. memisahkan bibit yang masih dapat digunakan untuk kemudian dilakukan pembalikan tanah serta pembuatan ulang dan rekondisi galur tanam. Kedua Pemupukan kedua dilakukan 2 minggu setelah tanam dengan menggunakan pupuk NPK . yang masing masing batang terdiri sekurangnya dari 3 ruas. Untuk satu rumpun ditanam minimal 3 batang. dilanjutkan dengan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang (manure sapi) sekira 3 ton (± 1 ton/ha) dan dilanjutkan dengan mengguludkan lahan tanam. Pengolahan Lahan Proses penanaman rumput gajah dimulai pada dengan pengolahan lahan yaitu dengan melakukan pembersihan lahan dari tanaman gulma.

Untuk selanjutnya diharapkan pemupukan cukup dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 2 kali per tahun. Pemupukan kedua ini biasanya dibarengi dengan penyaueran (menimbunkan tanah dan rumput liar untuk meninggikan guludan).O Pola Tanam Pola tanam menggunakan berbagai metoda.2 hektar): Pemupukan Pupuk Kandang 3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 Hari Orang Kerja (HOK) Pupuk Kimia 1 hari x 4 orang x 1 kali per tahun = 4 HOK Penyiangan 3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 HOK Sehingga total pemeliharaan pada tahun pertama adalah 52 HOK Sedangkan pada tahun kedua dan selanjutnya karena diharapkan sudah tidak menggunakan pupuk kimia maka yang dibutuhkan hanya 48 H. 4. ada juga yang menggunakan sistem monokultur / tunggal. dan 1 kali pada musim kemarau. 5. 1 kali pada musim hujan. Ada yang menggunakan metoda lorong polikultur (alley cropping) dengan tanaman sela. . Pemupukan Lanjutan Pemupukan kimia selanjutnya dilakukan pada musim hujan yang akan datang.(16:16:16) dengan dosis 60 kg / hektar. Pemeliharaan Pemeliharaan pada tahun pertama dapat di rinci sebagai kegiatan pemupukan dan penyiangan/pembersihan gulma seperti berikut (pada lahan 3.

adanya embung dan bak serta lahan yang sudah ditanami leguminosa jenis Gamal (Gliricidia sepium) dan tanaman lain. sehingga total dalam lahan tersebut mampu menampung rumpun sebanyak 25. Moench) atau Kacang Tanah (Arachis hypogaea) menggunakan jarak dalam barisan ± 50 cm dan jarak antar barisan ± 250 cm (50 x 250 cm).900 rumpun. Hal ini tentu berkaitan dengan treatment dan perawatan yang . Penanaman rumput gajah dengan pola lorong (Alley Cropping) Diproyeksikan jumlah baris dapat mencapai sekitar 100 baris.100 m2. tanah berbatu.Pada pola lorong. efektif tertanam hanya 9. Kondisi ini disebabkan luasan efektif yang dapat ditanami berkurang selain akibat adanya tanaman sela. Sedangkan pola tanam yang dianjurkan oleh BIB Lembang dilakukan dengan menggunakan pola monokultur dan lebih rapat. seperti adanya genangan/rawa. dimana setiap baris dapat mencapai rata rata 259 rumpun.686 rumpun (37%) sehingga rata rata penyebaran rumpun per hektar nya hanya mencapai 2866 rumpun (total 121 baris x ± 80 rumpun) dengan total luasan efektif tertanam rumput gajah hanya 8. Sorghum (Sorghum bicolor L. rumput gajah ditanam dengan tanaman sela jagung (Zea mays). juga disebabkan berbagai kondisi lapangan yang kurang menguntungkan dan tidak dapat ditanami. Namun kenyataan di lapangan setelah dilakukan penghitungan rumpun.

Jarak tanam dalam barisan berkisar 70-100cm dan jarak antar barisan Pemanenan Pada musim penghujan secara umum rumput gajah sudah dapat dipanen pada usia 40 – 45 hari. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai investasi dan biaya operasional rumput gajah yang tinggi. . surplus produksi rumput gajah juga dapat digunakan sebagai cadangan pakan dalam bentuk kering (hays) ataupun fermentasi dengan metoda silase setelah terlebih dahulu di cacah. pemupukan. penanaman. produktivitas hasil panen maupun nutrisi (terutama kandungan serat) yang terkandung di dalamnya. selain sebagai hijauan segar. menurut pengalaman kami dapat dilakukan setelah rumput berumur minimal 60 hari. tunas yang tumbuh kemudian tidak sebaik yang di panen lebih dari usia 2 bulan. Kesimpulan Sementara Rumput gajah merupakan tanaman yang cukup baik untuk kebutuhan hijauan pakan ternak. Hal ini disebabkan biaya olah lahan. perawatan dan pemanenan rumput gajah yang cukup mahal tanpa dibarengi dengan nilai ekonomis dari rumput gajah.optimal yang perlu diberikan. Lain daripada itu. Sedangkan pada musim kemarau berkisar 50 – 55 hari. Lebih dari waktu tersebut. 70-100cm. Apabila terlalu awal. kandungan nutrisi semakin turun dan batang semakin keras sehingga bahan yang terbuang (tidak dimakan oleh ternak) semakin banyak. Sedangkan mengenai panen pertama setelah tanam. baik dilihat dari tingkat pertumbuhan.

2. Operasional akan semakin tinggi apabila lahan penanaman rumput terletak jauh dari kandang. Caranya bisa dengan mengkombinasikan rumput gajah dengan tanaman leguminosae semak berprotein tinggi seperti Lamtoro (Leucaena leucocephala). sehingga akan menaikkan upah dan ongkos angkut yang harus dibayarkan untuk pemeliharaan dan panen. Selain sebagai sumber fiksasi nitrogen dan penyubur tanah. di beberapa sentra sapi (terutama sapi perah) rumput ini sudah mulai memiliki nilai ekonomis. juga sebagai pakan tambahan yang sangat berguna . Kaliandra (Calliandra calothrysus) dan Gamal (Gliricidia sepium). saat ini rumput gajah belum dianggap sebagai komoditi ekonomi yang biasa di perjual belikan. nutrisi terutama protein rumput gajah tidak terlalu bagus. dan Kacang Ruji (Pueraria phaseoloides). Pada musim kemarau.Seperti diketahui. Seperti diketahui. Terutama pada musim hujan. Penanaman rumput gajah harus dilakukan di areal yang dekat dan sekitar kandang sehingga dapat dengan mudah terjangkau oleh anak kandang/peternak selain itu juga dapat dengan mudah (dan murah) dilakukan pemupukan (dari pupuk kandang). Beberapa solusi (yang tidak semuanya dapat secara praktis dilakukan) adalah: 1. KembangTelang (Clitoria ternatea). Atau dengan legum merambat seperti Kacang Sentro (Centrosema pubescens). Tapi tetap akan berbeda dengan nilai ekonomis yang bisa diperoleh apabila lahan yang ada ditanami dengan berbagai tanaman produktif baik musiman maupun tanaman keras. Meningkatkan produksi protein bagi kebutuhan ternak per luasan areal tanam.

Sorghum (Sorghum bicolor. Gamal. Meningkatkan nilai ekonomi lahan dengan melakukan penanaman rumput gajah dengan metoda lorong pada tanah yang relatif datar dan metoda sengked pada tanah berkontur miring. tanaman kombinasi yang baik.bagi ternak. Sorghum vulgare). Suren (Toona sureni) dan sebagainya yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakter lahan. Dapat juga digabung dengan tanaman keras seperti Sengon (Albizzia falcata). 4. Tanaman sela harus yang memiliki nilai ekonomis tinggi. baik penanaman. Kacang Tanah (Arachis hypogaea). Perlulah kiranya di pikirkan lebih lanjut mengenai metoda produksi rumput gajah. 5. hipotesa awal kami. menggembalakan ternak langsung di lahan rumput gajah dapat mengurangi . 3. misalnya jenis tanaman semusim seperti Jagung (Zea mays). Kami juga sempat mencoba menggembalakan ternak langsung di kebun rumput gajah. pemeliharaan dan pemanenan yang lebih efisien dan berdaya guna.

Hasilnya. rumput gajah tidak tahan injakan dan kondisi over-grazing Minggu. Dan terutama. Pengolahan tanah Pada prinsipnya pengolahan tanah sama seperti pengolahan rumput gajah atau rerumputan unggul lainnya Tanah Tanah dibajak/dicangkul dibersihkan dari 1-2 sisa-sisa kali kemudian tanaman dan yaitu: diratakan gulma Pembuatan parit/lubang tanaman Bibit tanaman Penanaman rumput gajah dapat dilakukan dengan stek maupun sobekan rumput stek terlebih dahulu dipotong-potong sepanjang 25-30 cm atau paling sedikit terdiri dari dua mata. dapat tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi. menyukai tanah subur dan curah hujan yang merata sepanjang tahun. kami tetap saja perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk melakukan pengendalian dan pengawasan ternak. rumput ini mudah ditanam. 02 Mei 2010 KING GRASS (RUMPUT RAJA) Rumput raja adalah jenis rumput baru yang belum banyak dikenal. untuk menjaga agar rumput gajah tidak over-graze (dimakan secara berlebihan) sehingga menganggu pertumbuhan. yang merupakan hasil persilangan antara pennisetum purpereum (rumput gajah) dengan pennisetum tydoides. Sedangkan bila .tenaga pemanenan . Produksi rumput ini jauh lebih tinggi dibandingkan rumput lainnya.

Pada tanah miring tanah tidak perlu diolah. Untuk penanaman dengan sobekan rumpun. 50 kg kcl dan 50 kg sp36/ha. terlebih dahulu dibuat lobang sedalam 20 cm. Kebutuhan bibit per hektar dengan jarak tanam 1 x 1 m adalah sebanyak 10. Pemeliharaan dan waktu potong Tanaman rumput raja memerlukan pemeliharaan yang teratur untuk memperoleh hasil ayng tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Hal ini . Pemotongan pertama dapat dilakukan pada umur tanaman 2-3 bulan sebagai potong paksa. Mata tunas jangan sampai terbalik karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pada waktu penyiangan perlu diadakan penggemburan tanha dan pembumbunan disekitar rumpun tanaman.menggunakan sobekan rumpun anak dipilih rumpun muda yang tingginya 20-25 cm. Untuk itu perlu dilakukan penyiangan terhadap gulma agar tidak terjadi persaingan. Stek dapat langsung ditancapkan setengahnya ke dalam tanah dengan tegak lurus atau miring serta jarak tanam 1 x 1 m. sehingga pada musim kemarau nanti akan tanaman sudah dalam dan cukup kuat. Pemupukan Pemupukan pertama dilakukan pada waktu pengolahan (perataan) tanah yaitu dengan menggunakan 10 ton pupuk kandang/ha. Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah tiga kali pemotongan dengan dosis yang sama. urea jga diberikan pada waktu tanaman berumur 2 minggu dan setiap selesai potong dengan dosis 50 kg/ha. Waktu tanam yang baik adalah pada awal sampai pertengahan musim hujan. Disamping pupuk-pupuk diatas.000 stek atau rumpun. cukup dibuat lubang-lubang menurut kontur tanahnya sedemikian rupa sehingga sekaligus dapat berfungsi ganda sebagai penahan erosi. Jarak tanam dalam baris untuk tanah miring dianjurkan 50 cm dan jarak antar baris adalah 1 meter. Pada penanaman dengan stek harus diperhatikan.

bertujuan untuk menyamakan pertumbuhan dan merangsang pertumbuhan jumlah anakan. hawaii dan cv afrika dengan interval Jenis potong rumput 6 minggu Prosentase terlihat dalam tabel dan daun dibawah Hijauan ini: segar produksi perbandinganbatang (ton/ha/thn) Bahan (ton/ha/thn) Hijauan Rumput r. gajah gajah raja cv-hawaii cv-afrika segar 1076 525 376 110 63 40 Bahan 48:52 59:41 44:56 kering 32:68 64:36 44:56 kering Dari tabel disamping terlihat bahwa produksi rumput raja adalah dua kali lebih tinggi dari rumput gajah cv-hawaii. karena akan mengurangi mata atau tunas muda yang tumbuh. kecuali pada waktu musim kemarah waktu potong sebaiknya diperpanjang. sedangkan dengan rumput gajah cv-afrika (berbunga) adalah tiga kali lebih tinggi. Tinggi pemotongan 10-15 cm dari permukaan tanah. r. Hindari pemotongan yang terlalu tinggi karena akan banyak sisa batang yang mengayu (keras). Pemotongan berikutnya dilakukan sekali setiap 6 minggu. Dari persentase berat daun juga lebih menguntungkan. Dmeikian juga jangan dipotong terlalu pendek. jadi lebih Mutu hijauahn rumput raja dibandingkan dengan gajah cv-hawaii dan gajah cv-afrika dengan interval . Kualitas/mutu hijauan besar. Produksi hijauan Produksi hijauan rumput raja dibandingkan dengan rumput gajah cv.

39 0.2 abu 18.37 cv-hawaii cv-afrika Dari tabel tersebut diatas.4 NDF 59. maka kebutuhan hijauan per hari adalah 60 kg.5 12.5 2. gajah gajah kasar raja 6 tabel zat minggu tertera berikut: makanan (%) rumput lemak 13.4 3. Apabila berat seekor sapi perah 600 kg.9 ton. jadi kebutuhan akan hijauan per tahun 365 x 80 kg = 21. pada umumnya mutu hijauan rumput raja lebih baik dari pada rumput lainnya.8 ca 0.6 10.2 64.37 0.1 15.potong pada Kandungan Jenis Protein Rumput r. Berdasarkan perhitungan tersebut berarti rumput raja dapat menampung 49 ekor sapi perah / ha / tahun secara potong angkut. Yang hampir menyerupai adalah rumput gajah cv afrika.7 64.5 3.35 0. tetapi produksi hijauan tiga kali lebih rendah dari rumput king grass.31 P 0.24 0. (Sumber:serdangbedagaikab) Rumput Gajah Primadona Bagi Ternak Posted on 23 September 2010 .3 13. Daya tampung Kebutuhan ternak sapi akan hujauan segar menurut perkiraan aksar yaitu 10% dari berat badan per hari per ekor. r.

Untuk mendukung ketersediaan hijauan pakan ternak perlu dipersiapkan lahan rumput sebagai sumber hijauan. Lampung. . Taiwan. dapat mencapai 250 ton/ha/thn dengan kadar protein cukup tinggi. Raja/King Grass. Rumput gajah mempunyai kelebihan antara lain produksi tinggi. Waktu pengolahan/persiapan lahan sebaiknya pada akhir musim kemarau menjelang musim penghujan. dan lain sebagainya. Persiapan Lahan Tanaman pakan ternak menghendaki tanah yang gembur dan subur. Rumput yang dipilih tentu saja merupakan jenis rumput yang tinggi produksinya. Dalam budidaya rumput gajah ini. Jenis-jenis rumput yang dapat dibudidayakan ada bermacam-macam. yang perlu dipersiapkan tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut : 1. Capricorn. Tanah yang miskin hara sebaiknya dipupuk terlebih dahulu dengan pupuk kandang. Rumput gajah mempunyai banyak varietas antara lain varietas Afrika. lebih tahan kering dan disukai oleh ternak. Hawai. Saat ini yang paling banyak dipilih adalah jenis rumput gajah (Pennisetum purpurium) dengan berbagai macaam varietasnya.

Pemanenan/pemotongan Rumput gajah dapat dipanen pada umur 40 hari atau sebelum rumput berbunga. Pengairan dapat dilakukan sebelum pemupukan pada saat kondisi lahan terlalu kering. Pengolahan Tanah Pada tahapan ini yang dilakukan adalah melakukan pembersihan. 4. Dosis pupuk urea yang disarankan adalah 500 kg/ha. Pemupukan dapat dilakukan pada saat umur rumput 2 – 3 minggu menggunakan pupuk Urea dan KCl. Untuk pohon dapat disisakan pada lajur tertentu sebagai peneduh dan penahan kelembaban.3 buah. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 30 x 30 cm dengan posisi batang ditancapkan miring 30˚ untuk mempermudah pertumbuhan akar. Apabila batang/stek yang digunakan maka harus dipilih umur batang yang cukup tua (sekitar 2 bulan) dengan jumlah mata ruas 2. 3.2. pembajakan dan penggaruan untuk menggemburkan tanah. hal ini harus dihindari karena dapat menurunkan nilai gizi dari rumput yang aan dikonsumsi ternak. Jarak tanam yang ideal adalah 30 X 50 cm. Pada penggunaan sobekan rumpun dapat diambil 3 – 4 akar rumpun yang ukurannya tidak terlalu kecil. Pemeliharaan Pemeliharaan berkala dapat dilakukan dengan penyulaman dan penyiangan atau merapikan rumpun yang tumbuh subur di luar jalur tanam. rumput akan mulai berbunga dan mengeras batangnya. Penanaman Penanaman bibit rumput gajah dapat melalui biji. Umumnya pada umur lebih dari 50 hari. Pemupukan berikutnya terus diulang pada umur yang sama setiap kali selesai panen. Pembersihan dilakukan terhadap pohon-pohonan semak belukar dan alang-alang. sobekan rumpun (pols) batang atau stek. . 5. Penanaman yang lebih mudah melalui sobekan rumpun dan stek.

* Kebutuhan rumput/hari = 50 kg X 10 ekor = 500 kg. 6. Pemupukan (500 kh urea/Ha/Panen) e. Menghitung Kebutuhan Lahan Rumput Yang perlu dipersiapkan sebelum memulai memelihara ternak adalah ketersediaan rumput yang dapat memenuhi kebutuhan selama dipelihara. Sebagai contoh : * Jika jumlah sapi yang dipelihara 10 ekor.000 kg rumput sekali panen.000 kg. Bibit (1 ton/Ha – 4 pick up) c. * Kebutuhan rumput per ekor = 10% X 500 kg = 50 kg. Pengolahan lahan + tanam d. Transportasi Contoh perhitungan biaya produksi rumput adalah sebagai berikut : . Lahan (sewa. Pemotongan g.33 Ha. beli) b. * 1 Ha lahan dapat menghasilkan minimal 60.000 kg X 20. Komponen Produksi Rumput a. * Umur potong rumput 40 hari.Pemotongan dilakukan pada ruas batang terbawah dengan menyisakan batang sepanjang 5-10 cm. maka bobot badan rata-rata 500 kg.000 kg = 0. Irigasi (1 X saat kemarau) f. kebutuhan selama 40 hari untuk 10 ekor sapi = 40 X 500 kg = 20. 7. * Jadi lahan yang dibutuhkan = 1 Ha / 60.

= Rp.000.000.Biaya produksi rumput : * Sewa lahan 1 Ha/tahun * Bibit 500 kg * Pengolahan tanah tanam = Rp. kambing.- * Pupuk 6 X 500 kg X Rp.- = Rp. 23.. 15.000. 6.- Produksi/Ha/tahun 350 ton Jadi Harga / kg rumput = Rp. 350.000. 2. kerbau dan domba).000. 600. 1.* Irigasi 6 X Rp.000..- = Rp. Suplai air diperlukan bagi daerah yang sering mengalami kemarau panjang atau apabil akan digunakan sistem penyebaran pupuk secara otomatis melalui saluran pem-buangan./ Rp.= Rp.000.100.000.000 Jumlah = Rp. 23.(artinya lebih murah). Semoga dengan penjelasan diatas dapat bermanfaat terutama bagi pemula atau peternak yang tertarik dengan usaha peternakan khususnya sapi potong/sapi perah BUDIDAYA RUMPUT RAJA ( KING GRASS ) Penyediaan pakan hijauan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam usaha peternakan ternak ruminansia (sapi.100. Dintara bangsa rerumputan yang paling tinggi produksinya adalah rumput Raja Pemilihan Lokasi o Sumber air.= Rp. . 500.000.. 66..000. 100.000.000. Adapun macam pakan hijauan unggul yang ada diantaranya ter-diri dari bangsa rerumputan unggul dan kacang-kacangan (legume).

. Rumput ini mudah ditanam dan dapat tumbuh dari dataran rendah sanpai dataran tinggi. Pertumbuhan awal sangat peka terhadap pengaruh luar. Topografi ini penting dalam perencanaan peggunaan alat mekanisasi dan sistem penanaman rumput. Disamping itu semakin tinggi derajat kemiringan tanah semakin rendah efisiensi penggunaan pupuk dan membu-tuhkan upaya keras untuk mempertahankan kelestarian kesuburan tanah. Perlu diketahui keadaan tanah untuk diperhitungkan unsurunsur hara. tenaga dan biaya serta jaminan memperoleh pertum-buhan yang baik. apabila faktor-faktor lain tidak menghambat. apa dan berapa banyak yang perlu ditam-bahkan. Tanah dengan pH diatas 7 sebagai tanah alkalis (basa). sedangkan untuk menurunkna pH tanah dapat digunakan pupuk yang mengandung sulfur (ZA). terutama keadaan air dan suhu. o Topografi. Namun jarak yang terlam-pau lama antara akhir pengolahan dan penanaman dapat menyebabkan tanah tersebut memadat kembali. Pentahapan Kerja o Pemilihan Bibit. o Untuk menaikan pH tanah dapat ditam-bahkan kapur. Stek diperoleh dari potongan batang yang cukup umur dan sehat.o Kesuburan Tanah. Dapat lebih tahan lama disimpan ditempat yang sejuk. o Waktu Pengolahan Tanah dan Penanaman. minimum terdiri dari 2 mata dan atau panjang 30 cm. Pada tanah tanpa irigasi pengolahan tanah dilakukan pada musim hujan. 2. Penggunaan traktor pada kemiringan tanah sampai 18 0 sudah tidak efektif lagi. Penggunaan bibit yang baik berarti efisiensi waktu.

Adapun urutannya sebagai berikut :  Pembersihan lahan. Bertujuan me-mecah lapisan tanah menjadi bongkahan untuk mempermudah peng-gemburan selan-jutnya. diharapkan mineralisasi bahan organik berlang-sung lebih cepat karena aktifitas micro organisme dipergiat. Ber-samaan dengan peng-gemburan perlu dilakukan pemupukan dasar (N. Pada tanah yang miring. pena-namannya dengan cara memasukkan  ¾ bagian dari panjang . Kalau menggunakan stek. Setelah itu dibiar-kan dahulu tanah tersebut  7 hari. Membersihkan lahan terhadap pohon. 60 kg KCl dan 110 kg urea. penanaman dapat dilakukan setelah hujan pertama.  Penggemburan/penggaruan. Tujuan untuk menghancurkan bongkahan besar menjadi struktur yang lemah dan sekaligus membebaskan tanah dari sisa perakaran tumbuh-tumbuhan liar.  Penanaman. Diusahakan kedala-man pencangkulan  40 cm. Dengan mem-balik lapisan tanah tersebut dan mem-biarkan beberapa saat. Pada daerah tanpa irigasi.o Pengolahan Tanah dan Penanaman. hal ini untuk mem-perkecil kemungkinan erosi.  Pencangkulan/pembajakan. tanamkan bibit rumput Raja. semak belukar atau tanaman lainnya. sehingga tanah menjadi masak. Namun apabila masa istirahat selesai dan tanah sudah basah karena air. peng-gemburan dilakukan menurut kontur (contour) tanahnya. P dan K) dengan kebutuhan per hektar 80 kg TSP. Pengo-lahan tanah bertujuan untuk mempersiapkan media tumbuh yang opti-mum bagi suatu tanaman.

Sedangkan jika bibitnya memakai pols (sobekan akar).000 ---------. Perawatan dapat dilakukan dengan pendagiran dan pemupukan  3 .222 kg. maka perkiraan kebutuhan bibit rumput untuk 1 ha = 2. Dianjurkan menggu-nakan jarak tanam 60 x 100 cm.x 2 stek = 33. sehingga perkiraan kebutuhan bibit rum-put dalam hampar tanah seluas 1 hektar sebanyak : 10. yaitu stek dimasukkan kedalam tanah secara terlentang. mena-namnya seperti menanam padi.stek dengan kemiringan  30 0 atau dapat juga ditanam seperti tanaman tebu.332 stek/hektar 0. alirkan air secukupnya ke lahan tanaman tersebut dan lakukan penyulaman apabila terda-pat stek atau pols yang mati.60 Apabila rata-rata 1 kg bibit rumput = 15 stek. dengan kebutuhan setiap lubang 2 stek. o Perawatan Rumput Raja. Tujuh hari setelah penanaman. o Kebutuhan Bibit Rumput.4 kali per tahunnya atau pendagiran dilakukan setiap kali .

Hal ini tergantung situasi dan konsidi daerahnya. o Peremajaan Rumput. maka rumpun lama dibongkar. Dalam pelaksanaan ini harus diperhatikan jangan sampai kedapatan air yang menggenang sebab dapat menye-babkan kerusakan tanaman dan bahkan kematian tanaman. o Pengairan Rumput. Adapun penda-giran rumput ini dapat dilakukan melalui 2 cara. yaitu : dengan cara membersihkan tanamanan liar.5 tahun. . Rotasi pemangkasan rumput Raja dapat dilakukan pada umur 45 – 55 hari. Peremajaan rumput dapat dilakukan setelah tanaman tersebut mencapai umur 3 – 4 tahun atau setinggi-tingginya 4. Pengairan dilakukan  7 hari setelah dilaksanakannya pemupukan. namun disarankan pada umur 55 hari. o Pemotongan (defoliasi) Rumput. yaitu diantara rumpun lama ditanam stek atau pols baru. baru kemudian penggem-buran tanah disekitarnya atau langsung dilaksanakan penggemburan tanah dengan cara pencangkulan disekitar rumpun rumput dengan membalikkan tanah tersebut.pemang-kasan dan atau tergantung dari kondisi daerah masing-masing. setelah tanaman tresebut mulai tumbuh dengan baik. Begitu seterusnya sehingga kebutuhan runput potongan tetap tersedia Pengenalan Jenis Tanaman Pakan PENDAHULUAN Identifikasi genus atau species hijauan pakan menjadi semakin penting untuk dilakukan mengingat semakin pentingnya arti hijauan pakan bagi kebutuhan ternak khususnya ruminansia. Sedangkan pelaksa-naannya dapat dilakukan secar bertahap.

1985). 2. 1985). Rumput (Gramineae) Rumput merupakan hijauan pakan yang memiliki ciri perakaran serabut.1. serta mampu mengenali ciri khas masing-masing jenis hijauan pakan. serta mahasiswa mampu mengenali ciri khas masing-masing jenis hijauan pakan. Hijauan pakan daun-daunan yang gizinya paling baik adalah daun leguminosa. Hijauan pakan rumput-rumputan dapat berupa rumput lapangan atau rumput unggul. . Akar sekunder berbentuk padat di bawah permukaan tanah dekat dengan batang dasar (Reksohadiprodjo. Tujuan diadakannya praktikum pengenalan jenis hijauan pakan diantaranya adalah agar mahasiswa mampu mengenali dan memahami tentang karakteristik jenis-jenis penting rumput dan legum.Identifikasi hijauan pakan khususnya rumput dapat dilakukan berdasarkan tanda-tanda atau karakteristik vegetatif. yakni jenis rumput-rumputan dan jenis daun-daunan. lembar daun terbentuk pada pelepah yang muncul pada buku-buku (nodus) dan melingkari batang (Soedomo. Jenis leguminosa umumnya memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumput-rumputan. perakaraan silindris. Manfaat diadakannya praktikum ilmu tanaman pakan. menyatu dengan batang. Akar utama rumput terbentuk sesudah perkecambahan dan selama pertumbuhan tanaman muda (seedling). Hijauan pakan dapat dikelompokkan menjadi 2 macam. bentuk dan dasar sederhana. khususnya pada materi pengenalan jenis hijauan pakan adalah dapat mengenali dan memahami tentang karakteristik jenis-jenis penting rumput dan legum.

dapat setinggi 7 m. Panjang daun 16 sampai 90 cm dan lebar 8 sampai 35 mm (Sutopo. Brachiaria ruziziensis. dapat tumbuh setinggi 3 sampai 4. 2. sekitar 1000 mm/tahun atau lebih. akar dapat sedalam 4. serta tahan kekeringan. Sudan grass. Berkembang dengan rhizoma yang dapat sepanjang 1 m. tidak tahan genangan.1 Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Rumput gajah berasal dari Afrika daerah tropik. Brachiaria mutica.5 m. contohnya adalah Pennisetum purpureum.Rumput dibedakan menjadi dua golongan yaitu rumput potong dan rumput gembala (Soegiri et. . perennial. tetapi responsif terhadap irigasi. Rumput gajah mempunyai perakaran dalam dan menyebar sehingga mampu menahan erosi serta dapat juga berfungsi untuk menutup permukaan tanah (Soegiri et. 1985). Rumput gajah adalah tanaman tahunan. Contohnya adalah Brachiaria brizantha. Kultur teknis rumput ini adalah bahan tanam berupa pols dan stek.1. Setaria sphacelata. Panicum coloratum. interval pemotongan 40 – 60 hari. 1982). bila dibiarkan tumbuh bebas. Syarat rumput potong adalah produksi per satuan luas cukup tinggi. 1985). mempunyai perakaran dalam dan berkembang dengan rhizoma untuk membentuk rumpun (Soedomo. tumbuh tegak. suka tanah lempung yang subur. Chloris gayana (Susetyo. tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan. Panicum maximum. Paspalum dilatatum. al. Adaptasi rumput ini toleran terhadap berbagai jenis tanah. 1982). responsif terhadap pupuk nitrogen.5 m. tahan renggut dan injak. Syarat rumput gembala adalah pendek atau menjalar (stolon). perakarannya kuat dan dalam. banyak anakan dan responsif terhadap pemupukan. 1988). tahan terhadap lindungan sedang dan berada pada curah hujan cukup. tumbuh tinggi secara vertikal. Digitaria decumbens. campuran dengan legum seperti Centro dan Kudzu. al. Euchlaena mexicana.

2. tanah tidak terlalu lembab dengan drainase yang baik (Widjajanto. Rumput Raja mempunyai ciri-ciri antara lain: tumbuh berumpun – rumpun. Rumput raja tumbuh tegak membentuk rumpun. 1992). Produksi rumput Raja segar dapat mencapai 40 ton /hektar sekali panen atau antara 200 – 250 ton/hektar/tahun (Rukmana. beradaptasi dengan baik di daerah tropis. suka tanah lempung yang subur. 1985). Bahan tanaman rumput raja ada dua macam yaitu dengan stek dan robekan rumpun yang dapat tumbuh pada tempat sampai ketinggian 1500 meter dari permukaan air laut (Sukamto. batang tebal.3. 1985). tidak tahan genangan. Rumput raja termasuk tanaman perennial. 2006). sub famili Poanicoidea dan tribus Paniceae. hidup pada tanah dengan pH sekitar 5. Rumput Setaria (Setaria sphacelata) . 2. 15 ton/ha/th (BK).1.1. tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan. tahan terhadap lingkungan sedang dengan curah hujan cukup. termasuk dalam famili Graminae. Rumput raja berfungsi mencegah kerusakan tanah akibat erosi yang melanda permukaan tanah akibat sapuan air pada musim penghujan (Syarief. Rumput Gajah toleran terhadap berbagai jenis tanah. tidak tahan naungan dan genangan air. 1000 mm/th atau lebih (Susetyo. Tanaman ini tidak dapat diperbanyak dengan menggunakan stek dengan panjang sekitar 25 – 30 cm atau 2 ruas (Reksohadiprodjo. keras. tetapi respon terhadap irigasi. Tanaman rumput raja dapat dikombinasikan dengan tanaman legum agar karakternya lebih meningkat. tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai tinggi dengan curah hujan sekitar 1000 – 1500 mm/th. 1986). Rumput Raja (Pennisetum purpupoides) Rumput raja pertama kali dihasilkan di Afrika Selatan. renovasi 4 – 8 tahun (Reksohadiprodjo.produksinya 100 – 200 ton/ha/th (segar). 1985). 2. helaian daun panjang dan ada bulu serta permukaan daunnya luas. 2005).

protein kasar.2 %. ataupun diolah dalam bentuk hay dan silase (Reksohadiprodjo. dan 2.5%. tinggi dapat mencapai 1 – 1. Setaria memiliki kandungan protein kasar lebih dari 18 % dan serat kasar 25 % (Soedomo. 1985). 1982). lemak kasar. penggembalaan. Rumput jenis ini dapat berfungsi sebagai penutup tanah. 2.Rumput setaria dikenal dengan sebutan rumput Goden Timothy atau Setaria sphacelata. toleran terhadap berbagai jenis tanah tetapi lebih suka pada tanah tekstur sedang. responsif terhadap pupuk nitrogen. jarak tanam 70 x 90 cm. Rumput setaria yang dipotong pada umur 43 – 56 hari mempunyai kandungan bahan kering. hidup pada ketinggian 1000 kaki. daun lebih halus daripada . 45. Setaria sphacelata biasanya dikembangbiakkan dengan pols (Soegiri et. tahan kering dan genangan.5%. 1985). Kultur teknisnya adalah bahan tanam berbentuk pols. Pada kondisi optimum.7%. tahan genangan dan kering apabila lapisan olah dalam.4. 1985). dan pada curah hujan 25 inchi pertahunnya (Reksohadiprodjo. berasal dari Afrika tropik dan memilki siklus hidup parenial. 31. Rumput setaria tumbuh baik pada curah hujan 750 mm/th atau lebih. 1985). 1985). dan abu masing-masing sebesar 20. Ciri tanaman ini adalah tumbuh tegak membentuk rumpun. Rumput Setaria daunnya lebar dan agak berbulu pada permukaan atasnya. Rumput setaria merupakan tanaman yang dapat membentuk rumpun yang lebat.2%. BETN.0%.1. Rumput ini ketika dewasa dapat mencapai ketingian 180 cm. 9. Pangkal batangnya berwarna cokelat keemasan. kuat. biji (2 – 5 kg/ha). serat kasar. al. 2.8 m. Rumput Benggala (Panicum maximum) Panicum maximum atau rumput Benggala atau disebut juga Guinea grass berasal dari Afrika tropik dan sub tropik. dengan atau tanpa stolon dan rhizoma (Reksohadiprodjo. pemotongan 35 – 40 hari (musim hujan) dan 60 hari (musim kemarau) (Reksohadiprodjo.

Legum (Leguminoceae) Legum termasuk dicotyledoneus dimana embrio mengandung dua daun biji cotyledone (Susetyo.1980). Famili legume dibagi menjadi tiga group sub famili yaitu mimosaceae. dan juga tahan penggembalaan sehingga dapat dijadikan rumput potong ataupun pastura (Reksohadiprodjo. banyak membentuk anakan. Panicum maximum dapat ditanam bersama leguminosa Centrosema dengan perbandingan 4 – 6 kg Panicum per ha dan 2 – 3 kg Centro per ha atau dalam baris-baris berseling (Reksohadiprodjo . responsif terhadap pupuk nitrogen. Panicum maximum juga tahan naungan. Pembongkaran kembali dapat dilakukan setelah 5 – 7 tahun (Widjajanto.2. al. 1980). Tanaman kayu dan herba dengan ciri khas bunga . jarak tanam yang sesuai adalah 60 x 60 cm (Soegiri et. untuk perbanyakan tanaman ini dapat menggunakan biji 4 – 12 kg/ha atau dengan menggunakan sobekan rumput. Pengelolaan tanaman ini dapat dilakukan dengan budidaya total. rumput jenis ini tahan kering tetapi tumbuh baik jika cukup air walaupun tidak tahan genangan (Setyati. tanaman kayu dan herba dengan bunga reguler.rumput gajah.1985).1985). Sifat hidup dari Panicum maximum adalah perennial. buku dan lidah daun berbuku. 1982). 2. Panicum maximum mampu menghasilkan produksi biji 75 – 300 kg/ha dan menghasilkan produksi hijauan sebanyak 100 – 150 ton bahan kering per ha per tahun (Reksohadiprodjo. tumbuh baik pada daerah dataran rendah sampai 1959 dari permukaan laut.1992). curah hujan yang sesuai untuk rumput jenis ini adalah 1000 – 2000 mm/thn. Pemotongan dapat dilakukan 40 – 60 hari sekali atau dengan kata lain pemotongan pertama dapat dilakukan 2 – 3 bulan. 1985). 1985). bunga tersusun dalam malai dan berwarna hijau atau kekuningan. serta akar serabut dalam (Setyati.

2. panjangnya 5 – 12 cm dan lebar 3 – 10 cm (Susetyo. berambut. Kalopo (Calopogonium mucunoides) Calopogonium muconoides berasal dari Amerika Selatan Tropik bersifat perennial. tanaman sela. tiap tangkai berdaun tiga lembar. binial atau perennial (Soegiri et. sering berakar pada bukunya. Bunga berbentuk tandan berwarna ungu muda bertipe kacang ercis dan kapri. sempit dengan ujung tajam terdiri dari 20 biji (Widjajanto. Pertumbuhan kalopo menjalar. Batang Centro panjang dan sering berakar pada bukunya. 2. merambat membelit dan hidup di daerah – daerah yang tinggi kelembabannya (Reksohadiprodjo. Batang panjang.2. Polong berwarna coklat gelap. kebanyakan tanaman pakan ekonomi penting termasuk dalam group papilionaceae. 1985). Centrosema pubescens tumbuh dengan membelit pada tanaman lain atau menjalar di pagar dan juga menjalar bersama–sama dengan rumput menutupi permukaan tanah. 2. Kalopo memiliki batang lunak ditumbuhi bulu-bulu panjang berwarna cokelat dan daunnya . Sentro (Centrosema pubescens) Centrosema pubescens berasal dari Amerika selatan tropis dan memiliki fungsi sebagai tanaman penutup tanah. 1985). 1985). tidak tahan naungan yang lebat akan tetapi dapat tumbuh dengan baik didaerah yang lembab (Sukamto. 1982). daun dengan tiga anak daun yang berbentuk telur dengan ujung tajam. panjang 12 cm. 2006). 1992).2. merambat. Legum Centrosema pubescens termasuk sub familia Papiloniceae dari famili Leguminoceae (Soedomo. Legume yang ada mempunyai siklus hidup secara annual. berbentuk elips dengan ujung tajam dan bulu halus pada kedua permukaannya.berbentuk kupu-kupu.1. dan pencegah erosi. al. tidak tahan terhadap penggembalaan.

al . 2005).ditutupi oleh bulu halus berwarna cokelat keemasan. Perkembangan tanaman ini dengan stek. 1985). Komposisi nutrisi daun gamal terdiri atas bahan kering 23%.2%. Amerika selatan dan Kepulauan Pasifik.3.2. 2. Lamtoro (Leucaena leucocephala) Leucaena leucocephala atau lamtoro merupakan leguminosa yang berasal dari Amerika tengah. 1986). lemak 4. 1985).4. Gamal merupakan leguminosa berumur panjang.1982).5 m antar baris. Tanaman ini mampu hidup di daerah kering dengan curah hujan 750 mm/thn dan tahan terhadap genangan. 1985). (Reksohadiprodjo. tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan dengan temperatur suhu antara 20 – 30 oC dengan ketinggian tempat antara 750 – 1200 m. Kalopo biasa dikembangbiakkan dengan dengan biji dan mampu tumbuh baik pada tanah sedang sampai berat pada ketinggian 200 – 1000 m diatas permukan laut dan membutuhkan curah hujan tahunan sebesar 1270 mm (Reksohadiprodjo. protein kasar 25. Kulit batangnya mudah sekali lecet atau terkelupas. Gamal (Gliricidia sepium) Gamal adalah sejenis legum yang mempunyai ciri-ciri tanaman berbentuk pohon. Penanaman gamal yang harus diperhatikan yaitu jarak tanaman dibuat 2 – 2. berupa pohon dan tidak berduri (Sutopo.2. Lamtoro dapat tumbuh pada daerah dataran rendah sampai dengan 500 . perakaran kuat dan dalam (Syarief. warna batang putih kecoklatan. sehingga kurang disukai oleh ternak (Soegiri et.9%. Bunga gamal tersusun dalam rangkaian dengan warna merah muda keputihan.5% (Rukmana. BETN 55. Tanaman ini tumbuh tegak. Tanaman gamal tinggi menjulang dengan batang lurus panjang. 1988). dengan banyak cabang dan responsif terhadap pupuk N (Soedomo. 2.

2. mempunyai ketinggian antara 6. Bahan tanam dari lamtoro adalah berupa biji dan stek. Sifat perakarannya dalam. 1991). 1988). Lamtoro dapat tumbuh baik pada tanah dengan tekstur berat dengan drainase yang baik dan sangat responsif terhadap Ca dan P pada tanah masam (Susetyo.9 m yaitu sekitar umur 4 – 6 bulan. 1985). daun muda tertutup bulu berwarna coklat. . yang berasal dari daerah subtropis. pemotongan pertama dapat dilakukan 6 – 9 bulan sesudah penyebaran bijinya. 1985). Lamtoro dapat dipotong pertama kali setelah mencapai tinggi 0. bisa membentuk hamparan setinggi 60–75 cm (Sutopo.2. membelit dan memanjat. Lamtoro dapat ditanam untuk makanan ternak. daunnya berwarna hijau tua dan bunganya berwarna ungu kebiruan (Soegiri et al. siklus hidupnya perenial. Puero termasuk tanaman jenis legum berumur panjang. al. dengan interval pemotongan 2 – 3 bulan (Soegiri et. Daun – daunnya berkurang. Petai cina atau lamtoro ini dapat ditanam sebagai tanaman annual dan perennial (Reksohadiprodjo. Lamtoro berakar dalam. Tanaman ini tumbuh menjalar dan memanjat (membelit). 1982). Ciri-cirinya tumbuh merambat.. Puero (Pueraria phaseoloides) Puero (Pueraria phaseoloides) memiliki kultur teknis dikembangbiakkan dengan biji (Susilo. 1985).5 sampai 33 ft. Daun muda lamtoro terdapat racun mimosin (Sutopo.5.m di atas permukaan air laut dengan curah hujan lebih dari 760 mm/th (Soedomo. pemotongan dilakukan sampai sisa tanaman adalah 2 sampai 4 inchi dari atas tanah dan kemudian pemotongan berikutnya dapat dilakukan tiap 45 bulan sekali. 1982). Tanaman lamtoro dapat di tanam bersama dengan rumput Guinea. 1985). berbunga dengan bentuk bola berwarna putih kekuning-kuningan atau merah muda. tetapi bisa hidup di daerah tropik dengan kelembaban yang tinggi. Puero berasal dari India Timur.6 – 0.

95cm. 1990).S. tanaman dengan batang merayap pada permukaan. pakan ternak. dari tanah sampai ujung. baik pada helaian atas maupun bawah dan berakhir pada ujung helaian daun (Joenoes. Tinggi batang. mempunyai sifat tumbuh.5 sampai 5 cm dan lebar 0.75 sampai 1. 1978). Orok-orok (Crotalaria juncea) Crotalaria juncea L. berbentuk bulat dan sedikit di atas permukaan tanah melebar. sedangkan daunnya berbentuk taji dengan tepi yang rata dengan ukuran panjang 3. Daun berwarna hijau muda berbulu halus seperti beludru.Pt Rumput merupakan tumbuhan monokotil. yaitu membentuk rumpun.2. Menurut Sistematika taxonominya Rumput termasuk sebagai berikut: Sistematika Taxonomi Phylum Sub phylum Golongan Spermatophyta Angiospermae . dan produksi serat yang mempunyai peranan penting untuk dipakai sebagai bahan untuk industri kertas (Bang. Cabangnya tumbuh memancar dan terdapat sepanjang batang dari pangkal sampai ujung. Ciri-ciri tanaman ini adalah batangnya tumbuh tegak lurus.1987). meruapakan species yang tinggi nilainya.2. berdaun tunggal dan letaknya tersebar. Warna kulit batang hijau muda atau hijau kekuning-kuningan. Rumput (Grass) 19:38 | by Edi Prayitno. karena bermanfaat sebagai pupuk hijau. tanaman horisontal dengan merayap tetapi tetap tumbuh ke atas dan rumpun membelit (Sarwono. Tangkai daun pendek.6.

Setaria Purpureum. Hijauan pakan jenis leguminose (polong-polongan) memiliki sifat yang berbeda dengan rumputrumputan. caesalpinaceae. Mucunoides . Itulah sebabnya penanaman campuran merupakan sumber protein dan mineral yang berkadar tinggi bagi ternak. disamping memeperbaiki kesuburan tanah (AAK. tanaman dengan bunga “irregular” dan papilonaceae. tanaman kayu dan herba dengan bunga “regular”. Maximum Leguminosa 19:41 | by Edi Prayitno. yaitu: mimisaceae.Pt Leguminosa termasuk dicotyledoneus dimana embrio mengandung dua daun biji/cotyledone.Class Ordo Family Sub Family Genus Spesies Monocotyl Glumiflora Graminae Panicoldea Pennisetum. dimana di dalam bintil-bintil akar inilah bakteri bertempat tinggal dan berkembang biak serta melakukan kegiatan fiksasi nitrogen bebas dari udara. Ca dan P. 1980). jenis legume umumnya kaya akan protein.Calopogonium Pubescens. Leguminose memiliki bintilbintil akar yang berfungsi dalam pensuplai nitrogen. Peuroria.S. Famili legume dibagi menjadi 3 group sub famili. Lebih jelasnya berikut sistematika Taxonomi dari legum : Sistematika Taxonomi Phylum Sub phylum Class Ordo Family Sub Family Genus Spesies Golongan Spermatophyta Angiospermae Dicotyl Rosales Leguminoceae Papillionaceae Centrosema. tanaman kayu dan herba ciri khas berbentuk bunga kupu-kupu (Susetyo. 1983). Phaseloides. Panicum.

1992).. curah hujan lebih dari 1270 mm/th. 1985). warna bunga ungu kebiruan (Reksohadiprojo. sebagai legum pioner. Legum ini responsif terhadap pupuk P (Sutopo. tahan genangan (Reksohadiprojo. daun muda tertutup bulu berwarna coklat. kisaran tanah luas. tidak tahan suhu rendah. menjalar atau memanjat. responsif terhadap pupuk P. 1980). tropikal kudzu.000 m. 1985). kacang ruji (Jawa) yang berasal dari India timur dan siklus hidupnya perennial. berambut. Kalopo (Calopogonium muconoides).. Puero (Pueraria phaseoloidse). merupakan tumbuhan perennial. Legume ada yang mempunyai siklus hidup secara annual. Gamal (Gliricida maculata) Lamtoro (Leucaena Leucocephala). Centrosema pubescens merupakan legum herba yang membelit. ketinggian 0-1. Tanaman leguminosa meskipun mempunyai kandungan nutrisi cukup tinggi tetapi hanya dapat digunakan sebagai campuran pakan hijauan paling banyak 50% dari total hijauan yang diberikan (Susetyo. tanah masam miskin Ca dan P. anti tripsin.. panjangnya 5-12 cm dan lebar 3-10 cm (Soegiri et al. Puero (Pueraria phaseoloidse) Legum ini disebut juga puero. Dijelaskan lebih lanjut bahwa leguminosa mempunyai sifat-sifat yang baik sebagai bahan pakan dan mempunyai kandungan protein dan mineral yang tinggi. dan juga mempunyai banyak bulu sehingga palatabilitasnya rendah. Ciri-ciri legum ini adalah tumbuh merambat. Hal ini disebabkan karena dalam leguminosa terdapat zat anti nutrisi seperti mimosin. 1982). 1985). sifat perakarannya (pada buku) dalam. Adaptasi legum ini adalah tumbuh di daerah tropika. Jenis leguminosa antara lain: Sentro (Centrosema pubescens. suhu sedang sampai dengan tinggi. batang agak tumbuh berbulu dan tidak berkayu. tahan musim kering panjang. membelit. Leguminosa memegang peranan penting sebagai hijauan pakan ternak dan rumputrumputan untuk ternak herbivora (Lubis. 1982).Kebanyakan tanaman pakan dan tanaman ekonomi penting termasuk dalam papiloneceae group. Kalopo (Calopogonium muconoides) . memanjat. biennial atau perennial (Soegiri et al. Berikut beberapa contoh karakteristik beberapa jenis legum : Sentro (Centrosema pubescens) Centrosema pubescens merupakan legum yang berasal dari Amerika Selatan. mempunyai tiga daun pada setiap tangkai (trifoliat).

1980. Jakarta. Hijauan Makanan Ternak Potong. Damayanti. 1983. Yayasan Kanisius. PT Pembangunan. Soegiri. 1992. *Review by Edi Prayitno. S. Ilyas. B. 1985.D. Pengantar Budidaya Padang Rumput Tropika. Departemen Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan IPB. Padang Penggembalaan.. JakartaLubis. dan hidup pada daerah yang kelembaban udaranya tinggi (Reksohadiprojo. Yogyakarta. 1990). Kerja dan Perah. Yogyakarta. R. S. tanaman . 1994. Calopogonium mucunoides merupakan tanaman penutup tanah. Bogor. Trubus. H. Pembangunan.Pt DAFTAR PUSTAKA AAK. PT. BFFE. Famili legume dibagi menjadi 3 group sub famili. S. Produksi Tanaman Hijauan Makanan Ternak Tropik. 1982. Sarwono. Mc Ilroy. tanaman sela dan tanaman pemberantas gulma. 1987. Hartadi. (Soegiri et al. Jakarta. Tillman. CV. Macam-Macam Rumput Potong.A. Rajawali. J.. Reksodiprodjo dan A. Jakarta. Tabel Komposisi Bahan Makanan Ternak Untuk Indonesia. Mengenal Beberapa Jenis Hijauan Makanan Ternak Daerah Tropik. Reksohadiprojo. Calopogonium mucunoides tumbuh menjalar dan memanjang. Yogyakarta Lubis. Ilmu Makanan Ternak. S. S. yaitu: mimisaceae. Jakarta. 1980. 1976. H. Susetyo. 0 komentar Reaksi: Link ke posting ini 0 Responses Leguminosa termasuk dicotyledoneus dimana embrio mengandung dua daun biji/cotyledone. Gadjah Mada University Press.Calopogonium mucunoides merupakan tanaman leguminosa yang berasal dari Amerika Selatan tropik yang bersifat perennial. Jakarta. 1985). A. D. Ilmu Makanan Ternak. Direktorat Bina Produksi Peternakan. membentuk hamparan yang dapat mencapai ketinggian 30-50 cm. L. Teknologi Benih. 1992.. Sutopo. D. Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian. Pradnya Paramita.

caesalpinaceae. Tanaman leguminosa meskipun mempunyai kandungan nutrisi cukup tinggi tetapi hanya dapat digunakan sebagai campuran pakan hijauan paling banyak 50% dari total hijauan yang diberikan (Susetyo. 1983). Gamal (Gliricida maculata) Lamtoro (Leucaena Leucocephala). dan juga mempunyai banyak bulu sehingga palatabilitasnya rendah. tanaman kayu dan herba ciri khas berbentuk bunga kupu-kupu (Susetyo. 1980). biennial atau perennial (Soegiri et al. Puero (Pueraria phaseoloidse). Berikut beberapa contoh karakteristik beberapa jenis legum : Sentro (Centrosema pubescens) . Dijelaskan lebih lanjut bahwa leguminosa mempunyai sifat-sifat yang baik sebagai bahan pakan dan mempunyai kandungan protein dan mineral yang tinggi.kayu dan herba dengan bunga “regular”. Leguminosa memegang peranan penting sebagai hijauan pakan ternak dan rumputrumputan untuk ternak herbivora (Lubis. Itulah sebabnya penanaman campuran merupakan sumber protein dan mineral yang berkadar tinggi bagi ternak. Ca dan P.. 1980). Hijauan pakan jenis leguminose (polong-polongan) memiliki sifat yang berbeda dengan rumputrumputan. Jenis leguminosa antara lain: Sentro (Centrosema pubescens. Legume ada yang mempunyai siklus hidup secara annual. 1992). 1982). Phaseloides. tanaman dengan bunga “irregular” dan papilonaceae. Lebih jelasnya berikut sistematika Taxonomi dari legum : Sistematika Taxonomi Phylum Sub phylum Class Ordo Family Sub Family Genus Spesies Golongan Spermatophyta Angiospermae Dicotyl Rosales Leguminoceae Papillionaceae Centrosema. Leguminose memiliki bintilbintil akar yang berfungsi dalam pensuplai nitrogen. disamping memeperbaiki kesuburan tanah (AAK. dimana di dalam bintil-bintil akar inilah bakteri bertempat tinggal dan berkembang biak serta melakukan kegiatan fiksasi nitrogen bebas dari udara. Mucunoides Kebanyakan tanaman pakan dan tanaman ekonomi penting termasuk dalam papiloneceae group. anti tripsin. Kalopo (Calopogonium muconoides).Calopogonium Pubescens. Peuroria. Hal ini disebabkan karena dalam leguminosa terdapat zat anti nutrisi seperti mimosin. jenis legume umumnya kaya akan protein.

23 Maret 2011 PADANG RUMPUT DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK Sejak ribuan tahun yang silam telah terdapat interaksi kuat antara budaya umat manusia. tanah masam miskin Ca dan P. Pada masa sekarang. membentuk hamparan yang dapat mencapai ketinggian 30-50 cm. warna bunga ungu kebiruan (Reksohadiprojo. memanjat. dan hidup pada daerah yang kelembaban udaranya tinggi (Reksohadiprojo. Calopogonium mucunoides tumbuh menjalar dan memanjang. 1990). rumput serta padang rumput. sebagai legum pioner. curah hujan lebih dari 1270 mm/th. ilmu pengetahuan mengidentikasi adanya berbagai jenis padang rumput dan jenis-jenis rumput yang baik untuk produksi ternak ruminansia. Adaptasi legum ini adalah tumbuh di daerah tropika. batang agak tumbuh berbulu dan tidak berkayu. kisaran tanah luas. tidak tahan suhu rendah. Calopogonium mucunoides merupakan tanaman penutup tanah.. kacang ruji (Jawa) yang berasal dari India timur dan siklus hidupnya perennial. sifat perakarannya (pada buku) dalam.. responsif terhadap pupuk P. tahan genangan (Reksohadiprojo. menjalar atau memanjat. 1982).Centrosema pubescens merupakan legum yang berasal dari Amerika Selatan. Puero (Pueraria phaseoloidse) Legum ini disebut juga puero. mempunyai tiga daun pada setiap tangkai (trifoliat). Ciri-ciri legum ini adalah tumbuh merambat. Perkembangan . 1985). 1985). 1985). 1985). Kalopo (Calopogonium muconoides) Calopogonium mucunoides merupakan tanaman leguminosa yang berasal dari Amerika Selatan tropik yang bersifat perennial. Crop Livestock Systems Indonesia Rabu. merupakan tumbuhan perennial. ruminansia. panjangnya 5-12 cm dan lebar 3-10 cm (Soegiri et al. tanaman sela dan tanaman pemberantas gulma. Legum ini responsif terhadap pupuk P (Sutopo. tahan musim kering panjang. tropikal kudzu. ketinggian 0-1.. berambut. Centrosema pubescens merupakan legum herba yang membelit. suhu sedang sampai dengan tinggi. daun muda tertutup bulu berwarna coklat.000 m. membelit. (Soegiri et al.

Disampaikan oleh Rifkin (1993) bahwa rumput-rumputan dan berbagai bentuk padang rumput selain mempunyai peran sebagai sumber pakan/nutrisi untuk mendukung kehidupan ternak ruminansia juga merupakan faktor penyebab perubahan budaya pertanian diberbagai belahan dunia. dengan menunggang kuda. seperti layaknya cowboy Amerika pada abad sembilan belas mempunyai superioritas militer yang bertumpu pada kemampuan mereka berkuda.). Sebelum masehi Istilah padang rumput kiranya bukanlah hal yang asing untuk masyarakat. Pemeliharaan sapi itu bertumpu pada ketersediaan rerumputan pada padang rumput alam yang dapat diaksesnya sebagai sumber pakan yaitu stepa Eroasia. Karena stepa Eroasia secara periodik mengalami kekeringan yang berakibat pada berkurangnya produksi rumput maka suku bangsa Kurga harus melakukan ekspansi untuk mencukupi pakan untuk sapi mereka yang jumlahnya menjadi semakin banyak. Sejak 4. kawasan stepa itu didiami suku bangsa Kurga yang bersifat nomadik. Disampaikan bahwa salah satu pusat perkembangan budaya pemeliharaan sapi pada berbagai wilayah dunia. Menggunakan kekutan militer itu suku bangsa Kurga menguasi teritori padang rumput di daerah arid di kawasan empat musim. dengan adanya intervensi orang-orang Kurga . orangorang Kurga bersama kawanan sapinya melakukan perjalanan mengikuti jalur-jalur padang rumput alam kearah selatan hingga India. Hal-hal tersebut merupakan bagian dari uraian ini dengan tidak mengesampingkan bahwa hijauan juga berperan dalam perkembangan budaya maupun pemeliharaan lingkungan hidup yang menjamin stabilitas kesejahteraan manusia. ke Timur hingga wilayah Cina. 1. Lebih lanjut. Ribuan tahun sebelum masehi. adalah kawasan padang rumput alam yang disebut stepa Eroasia (Eurasia steppes). dilengkapi segerombolan sapi yang sedang merumput. Mendengar istilah itu kiranya akan timbul imajinasi tentang suatu area luas dan datar yang ditumbuhi rumput-rumputan serta. Padang rumput alam ini sangat luas. aktivitas-aktivitas penelitian yang sistematis dan adanya organisasi-organisasi yang secara konsisten memperhatikan keberadaan padang rumput sebagai aset produksi peternakan ruminansia. leguminosa dan limbah pertanian juga disajikan secara cukup ekstensif. mungkin. Pada teritorial itu mereka sekaligus mengintroduksi budaya penggembalaan sapi dalam skala besar. ke Utara hingga kepulauan Balkan dan Skandinavia serta ke Barat hingga wilayah Spanyol dan Inggris.400 – 4.1. terbentang antara Eropa Timur dan Ukraina di Barat serta Mongolia dan Mancuria di Timur (lihat Gambar 2. Suku bangsa Kurga. Setelah mampu menjinakkan kuda sehingga dapat ditunggangi dan mengembangbiakkannya kemudian maka suku bangsa Kurga mulai menjinakkan kawanan sapi. Suku-suku bangsa asli kawasan Eropa yang semula bercocok tanam untuk kehidupannya. Diskripsi tentang jenisjenis hijauan pakan ternak yaitu rumput. Dokumentasi sejarah memang menyebutkan bahwa hewan ruminansia.itu didukung oleh adanya nilai ekonomi dari padang rumput. termasuk Eropa. sebelum dijinakkan dan diternakkan oleh manusia untuk diambil hasil-hasilnya adalah hidup dengan bebas merumput di padang rumput.300 tahun sebelum masehi. jumlah pemilikan sapi menjadi ukuran kesejahteraan anggota masyarakat suku bangsa Kurga.

Apabila kanopi dimaksud luasnya berada diantara dua sampai dua puluh persen maka area tersebut didefinisikan sebagai padang rumput bertanaman kayu-kayuan dan semak (bushed and wooded grasslands). Pratt. Peta daerah bentangan stepa Eroasia dari Hongaria disebelah Barat hingga Manchuria disebelah Timur serta suasana stepa tersebut yang berupa bentangan padang rumput luas 2. Padang rumput Kenyataan menunjukkan bahwa rerumputan adalah komponen vegetasi yang menutupi lebih dari setengah permukaan lahan didaerah tropis dan sub-tropis. 2. Adapun padang rumput (dalam bahasa Inggris disebut grassland) adalah tipikal dataran terbuka atau lahan yang ditumbuhi rumput-rumputan tinggi atau rendah disertai tanaman-tanaman semak dengan tidak ada atau ada sedikit tanaman perdu serta pohon-pohonan. memelihara sapi yang dilepas merumput di padang rumput menjadi budaya bangsa-bangsa di Eropa. Eropa. Hingga saat ini. Amerika Selatan.1. perdu dan/atau pohon-pohonan itu berada disepanjang daerah aliran air hujan atau tempat penampungan air hujan. Asia dan Australia. Amerika Utara. terdapat pula padang rumput buatan yang sengaja dibuat dengan menanam jenis-jenis hijauan pakan ternak hasil seleksi atau pemuliaan tanaman yang bermutu. Usulan itu mendefinisikan padang rumput sebagai area yang didominasi rumput-rumputan namun terdapat pula pohon-pohonan.kemudian berubah menjadi peternak sapi. Definisi ini dapat diterima oleh kalangan ahli padang rumput seperti disampaikan dalam pustaka bidang hijauan pakan ternak yang disusun oleh misalnya . Terminologi Pada tahun 1966. Apabila jenis rumput yang tumbuh pada padang rumput bersifat endemik atau asli setempat maka rumput itu disebut dengan rumput alam.1. Disamping itu. Greenway dan Gwynne mengusulkan penggunaan luas kanopi (canopy cover) dari pohon-pohonan dan tanaman semak serta perdu sebagai kriteria padang rumput. tanaman perdu serta semak secara menyebar atau mengelompok dengan luas kanopi tidak lebih dari dua persen dari total area. Gambar 2. Jenis padang rumput alam ini masih dapat dijumpai di semua benua: Afrika. Biasanya.

Penulis yang disebutkan terakhir itu mendefinisikan padang rumput sebagai suatu ekosistem sumber pakan hijauan untuk ternak ruminansia. Ruang antar pohon cukup luas karena kanopi antar pohon tidak saling menutup. semak dan pepohonan yang beragam hingga memerlukan terminologi tertentu untuk menyebutnya seperti dibawah ini. Perbedaanya adalah bahwa prairie didominasi oleh jenis-jenis rumput yang tumbuh tinggi sedangkan rumput pada kawasan stepa adalah jenis-jenis yang tumbuh pendek. Kata ekosistem dalam pengertian ini mengandung arti bahwa manusia berkepentingan dengan seluruh komponen- . Berakar pada persoalan ini maka Pratt dkk (1966) mendefinisikan padang rumput secara lebih universal seperti telah disampaikan pada alinea pertama uraian ini. Namun kemudian. istilah stepa (dalam bahasa Inggris disebut steppe) digunakan untuk menyebut kawasan di Rusia dan Asia yang ditumbuhi vegetasi yang tidak membutuhkan banyak air untuk hidupnya. . terdapat definisi lain yang disampaikan oleh Mannetje (1978). Dikenal pula sebagai ekosistem tanam-tanaman berkayu. bersifat perennial dan tingginya kurang dari 80 cm.Stepa. Namun. 1982). Memperhatikan jenis-jenis vegetasi pada dua jenis padang rumput diatas. Kawasan yang disebut sabana adalah kawasan dengan vegetasi rumput-rumputan serta tanaman berkayu. Kedua definisi itu sekaligus menunjukkan bahwa sabana berada pada kawasan yang relatif lebih basah (semi-arid) dibandingkan kawasan stepa yang relatif lebih kering (arid). Stepa secara fisik mempunyai persamaan dengan Prairie dibenua Amerika. Selain definisi padang rumput seperti yang disampaikan oleh Pratt dkk (1966) diatas. . Pratt dkk (1966) menyatakan bahwa definisi dari Keay diatas tidak sesuai untuk kondisi Afrika Timur karena berbagai padang rumput yang ada disana dapat digolongkan sebagai stepa maupun sabana. bersifat perennial dan tingginya minimum 80 cm.Sabana. Keay (1959) membuat diskripsi bahwa sabana adalah area yang ditumbuhi rumput-rumputan mesophytic (membutuhkan pasokan air medium). Ruang antar kanopi yang terbuka itu memungkinkan sinar matahari mencapai permukaan lahan untuk menunjang kehidupan rerumputan. Istilah sabana (dalam bahasa Inggris disebut savana) pertama kali digunakan pada tahun 1535 oleh Oviedo dengan mengacu pada suatu kata dari bahasa Spanyol zavana yang dipakai untuk menggambarkan area terbuka dengan lembah-lembah yang ditumbuhi rerumputan sperti llanos yang ada di kawasan Venezuela (Crowder dan Chheda. Namun karena istilah sabana dan stepa sudah lama digunakan dengan maksud untuk membedakan dua ekosistem padang rumput maka kedua terminologi yang mempunyai nilai sejarah itu tidak mungkin dihilangkan dari sistem padang rumput secara global. Seringkali sabana dijumpai sebagai bentuk transisi antara ekosistem hutan dan padang pasir. Sedangkan stepa adalah area yang ditumbuhi rumput-rumputan xerophytic (membutuhkan pasokan air rendah).Mannetje (1978) serta Crowder dan Chheda (1982). Pada awalnya. antar lokasi atau ekologi dijumpai hamparan padang rumput dengan komposisi antara rumput.

2.1. Padang rumput dipandang sebagai tambang emas karena dengan investasi yang dilakukan itu dapat diproduksi daging untuk memasok kebutuhan masyarakat Eropa. 1993). tanaman. bahwa ribuan tahun sebelum masehi stepa Ero-Asia telah dimanfaatkan sebagai basis kegiatan pemeliharaan sapi. . Kemudian. pada tahun 1870-an para imigran Inggris tercatat mulai memanfaatkan padang rumput yang ada di benua Amerika untuk memelihara sapi dan menghasilkan daging. bangsa Irlandia dan Skotlandia melakukan investasi demi mengintensifkan pemanfaatan padang rumput yang mereka miliki sebagai sarana memelihara sapi untuk memproduksi daging (Rifkin. investor dari Edinburg-Scotland dan para spekulator lokal melakukan investasi secara besar-besaran. Dari waktu ke waktu. Konsumen utama daging itu adalah orang-orang Inggris yang dikenal sebagai konsumen paling fanatik di Eropa. terutama Inggris. padang rumput sebagaimana diuraikan diatas hanya akan menjadi bagian kekayaan ekosistem dunia. Sedangkan pada sistem intensif dimana pemberian pakan dilakukan secara cut and carry maka ternak tidak berinteraksi langsung dengan padang rumputnya. Ketergantungan ruminansia terhadap padang rumput terjadi secara langsung pada sistem ekstensip dimana ternak merumput (grazing) pada padang rumput. Sebagai upaya mendukung transportasi sapi dan daging yang dihasilkan padang rumput Amerika untuk dikirim ke konsumennya di Eropa maupun di Amerika sendiri maka dibangunlah sarana jalur-jalur kereta api. Disamping itu. kegiatan itu semakin berkembang sehingga para pengusaha Bank di Amerika. Seperti telah disampaikan pada sub-bab 2. faktor-faktor iklim pendukungnya serta ruminansia yang pakannya bergantung pada padang rumput itu secara langsung atau tidak langsung. Setelah sapi dan budaya pemanfaatan padang rumput meluas hingga ke Eropa maka terjadilah periode intensifikasi pemanfaatan padang rumput.komponen sistem padang rumput seperti tanah. Ternak ini menjadi ukuran kesejahteraan masyarakat suku bangsa Kurga. Tercatat dalam sejarah budaya pemeliharaan sapi bahwa pada tahun 1800-an. 2. kebutuhan akan padang rumput untuk memelihara sapi yang menjadi semakin banyak telah mendorong suku bangsa Kurga untuk melakukan ekspansi guna memperluas penguasaan teritorialnya. Ternyata manusia memanfaatkan kekayaan ekosistem itu untuk peningkatan kesejahteraannya. Pertanian Padang Rumput Jika tidak ada aktivitas ekonomi.

Disampaikan diatas bahwa faktor keuntungan dari kegiatan produksi daging berbasis pada padang rumput telah mendorong berkembangnya pertanian padang rumput (grassland agriculture). setelah manusia berkeinginan memanfaatkannya secara lebih efisien. Usaha itu tidaklah mudah karena ternyata sistem produksi padang rumput adalah cukup kompleks apalagi. Situasi itu telah mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan tentang padang rumput (science of grassland). ilmu ternak dan ilmu ekonomi. . tersedianya pakan bermutu yang murah untuk ternak ruminansia dan juga satwa liar. Bagaimana mendapatkan produksi hijauan yang bermutu dalam jumlah banyak dan bagaimana memanfaatkannya secara optimal merupakan contoh dari persoalan padang rumput yang memerlukan jawaban empiris. Ilmu ini merupakan ramuan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yaitu dari kompleks ilmu tanah. pada tahun 1959. tersedianya habitat yang baik untuk satwa liar (seperti halnya pada taman-taman safari) serta terjaganya kesuburan lahan karena bahan organik lahan mengalami penambahan secara lebih berkelanjutan. pertanian padang rumput tidak hanya membudidayakan rumput namun juga leguminosa. Ramuan ilmu pengetahuan itu diharapkan bukan hanya dapat mendasari mekanisme produksi ternak yang efisien namun juga sekaligus mampu menjaga mutu lahan sehingga tercipta sistem pertanian/peternakan yang berkelanjutan (sustainable animal agriculture systems). Pertanian ini bertumpu pada tata-laksana pemanfaatan lahan untuk budidaya rumput-rumputan dan leguminosa dalam rangka usaha produksi ternak ruminansia.Adanya keuntungan yang diperoleh dari memanfaatkan padang rumput untuk memelihara sapi dan menghasilkan daging seperti disampaikan diatas telah mendorong terbentuknya suatu bentuk pertanian padang rumput (grassland agriculture). ilmu tanaman. The American Forage and Grassland Council. Manfaat itu meliputi hal-hal seperti terlindunginya tanah dari erosi oleh air dan/atau angin. ilmu iklim. hoi atau silase. Integrasi kedua jenis tanaman itu dalam pertanian padang rumput memberikan berbagai manfaat untuk petani serta masyarakat luas. mendefinisikan pertanian padang rumput sebagai pemanfaatan rumput dalam pertanian secara tepat guna (the proper use of grass in agriculture). Berbagai persoalan yang berkembang dalam tatalaksana pemanfaatan padang rumput kemudian membutuhkan penanganan secara ilmiah. Secara formal. Pada masa sekarang. Tujuan kegiatan pertanian itu adalah memanfaatan padang rumput untuk menyediakan pakan murah dalam bentuk rumput-rumputan. Usahatani padang rumput (grassland farming) kemudian berkembang sebagai salah satu bentuk kegiatan manusia.

Riset dan Organisasi Pengembangan Padang Rumput Padang rumput telah lama dirasakan sebagai bagian kehidupan yang memberikan berbagai manfaat untuk pengelolanya serta masyarakat luas. Pengembangan teknik-teknik produksi padang rumput semakin menuntut dukungan riset yang sistematis. Walaupun demikian peningkatan pemanfaatannya dirasa perlu terus-menerus dikembangkan untuk mendapatkan efisiensi sistem produksi ternak ruminansia yang lebih baik. Pastura semakin berkembang dinegara-negara yang maju peternakannya seperti Amerika. Australia dan negara-negara di Eropa. pola ley farming yaitu penggunaan lahan secara bergantian untuk produksi tanaman pangan dan rumput diterapkan. 2. Diperkirakan pada abad enam belas peternak di Inggris mulai memperbaiki padang rumput alam dengan rumput-rumput hasil seleksi. Melalui manajemen pastura yang bertujuan mendapatkan produksi ternak tinggi maka padang rumput alam diperbaiki dengan melakukan introduksi jenis-jenis hijauan yang unggul dari segi mutu maupun kuantitas produksinya disertai tata-laksana pengelolaan lahan dan pengairan. penelitian pemupukan pada pastura di Jerman dilakukan pada abad sembilan belas. Secara formal tercatat bahwa riset terkait dengan bidang padang rumput dan pastura dimulai dengan pendirian Agricultural Research Station di Rothamsted pada tahun 1843. Inggris. Pada tahun 1990-an dimana teknologi manajemen pastura semakin berkembang maka batas pastura antar tiap unit usahatani semakin jelas dengan adanya pagar listrik (electronic fence). Pemupukan padang campuran rumput dan leguminosa mulai dilakukan pada sekitar tahun 1880-an. Hal ini diikuti dengan mulai diterapkannya teknik pembuatan padang rumput campuran antara rumput dan leguminosa pada abad tujuh belas. Seratus tahun kemudian. Riset dalam bidang pemuliaan hijauan pakan ternak tercatat dimulai tahun 1919 oleh Welsh Plant Breeding Station di Aberystwyth. . Adapun yang dimaksud dengan terminologi ini adalah lahan pada suatu unit usahatani atau ranci (ranch) yang ditumbuhi vegetasi untuk dirumput ternak ruminansia.3. Kemudian.Perkembangan manajemen padang rumput (grassland) sebagai basis produksi sapi lebih lanjut melahirkan terminologi lain yaitu pastura (pasture). Tercatat berikutnya bahwa riset dalam bidang nutrisi ternak yang merumput di padang rumput dimulai di Rowett Research Institute di Skotlandia pada tahun 1914.

Organisasi berperan mempromosikan riset dan pendidikan dalam bidang hijauan pakan ternak dan efisiensi pemanfaatan padang rumput.fao. Hingga saat ini organisasi ini selalu aktif melakukan pertemuan-pertemuan international.tropicalforages. CSIRO. including sustained development. Disamping itu. Organisasi ini secara konsisten membiayai riset. Kecuali website yang memuat diskripsi berbagai jenis hijauan pakan ternak tersebut diatas. lembaga riset Australia yaitu Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) mengintroduksikan berbagai jenis hijauan ke Australia pada tahun-tahun antara 1930 sampai 1950.htm) dapat diketahui diskripsi tiap jenis hijauan pakan ternak disertai dengan foto. Adapun di Amerika selatan berkembang lembaga riset dengan nama Centro Internacional de Agriculture Tropical (CIAT).Pada tahun 1920. Melalui website ini (http://www. di Australia berkembang organisasi yang mempromosikan riset dan pendidikan untuk pengembangan padang rumput yang menamakan diri The Tropical Grassland Society. Sama dengan yang terjadi di Eropa dan Amerika. food production and the maintenance of biodiversity”. ILRI (International Livestock Research Institute) dan DFID (Department for International Development). Jiwa untuk mengembangkan padang rumput demi kepentingan umat manusia diungkapkan dalam website milik The International Grassland Congress (2006) sebagai berikut “to promotes interchange of information on all aspects of natural and cultivated grasslands and forage crops for the benefit of mankind. Lembaga ini. . CIAT.org/ag/agp/agpc/doc/gbase/default. Riset untuk seleksi dan pemuliaan yang dilakukan lembaga ini menghasilkan berbagai kultivar atas species-species hijauan pakan ternak yang berasal dari Afrika. bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) menyajikan website berisi profile dari lebih 600 species hijauan pakan ternak jenis rumput maupun leguminosa. Ada pula organisasi yang didirikan sekitar tahun 1970-an dengan nama International Rangeland Congress yang berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi pemanfaatan ekosistem padang rumput alam (rangeland) untuk kepentingan masyarakat luas. di benua Amerika berkembang The American Forage and Grassland Council. Website ini adalah hasil kerjasama berbagai lembaga yang berkecimpung dalam promosi serta riset hijauan pakan ternak dan/atau pertanian padang rumput serta lembaga donor yang menaruh perhatian dalam bidang itu yaitu FAO. penerbitan jurnal hasil-hasil penelitian serta newsletter yang terkait dengan pengembangan hijauan pakan ternak serta padang rumput. Australian Centre for International Agricultural Research serta Department of Primary Industires and Fisheries of the Queensland Government. Organisasi ini secara berkesinambungan berupaya mendorong interaksi antara ilmuwan dan teknisi untuk perbaikan tatalaksana pemanfaatan dan peningkatan produksi padang rumput. Selain organisasi yang berkembang di Eropa seperti disampaikan diatas. pada saat ini upaya pengembangan dan peningkatan hijauan pakan ternak serta pastura tropika juga difasilitasi oleh hadirnya website bernama Tropical Forages (http://www. para ilmuwan yang bekerja di negara-negara Eropa Utara dan Eropa Tengah mendorong berdirinya International Grassland Congress.info). kongres.

Apabila ada diantara petani-ternak membudidayakan hijauan pakan ternak maka hal itu dilakukan pada lahan-lahan marjinal seperti galengan sawah atau tegalan. Hal itu dapat dilihat secara nyata pada peternakan ruminansia berbasis pastura seperti yang ada di Australia. jerami jagung dan pucuk tebu. oleh masyarakat petani-ternak di pedesaan di Jawa disebut dengan satu kata yaitu rumput. Untuk tidak terjebak dengan persoalan semantik. Pastura. Ternak ruminansia diberi pakan secara zero grazing. Bali dan Madura. Sebagai contoh. . padang rumput alam diperbaiki mutunya dengan melakukan introduksi jenis-jenis tanaman unggul sebagai hijauan pakan ternak. tanah miring atau datar yang kondisi fisik atau kesuburan lahannya tidak layak untuk budidaya tanaman pangan dan/atau tanaman industri.3. maka lahan yang dimiliki atau dikuasai oleh petani-ternak umumnya diprioritaskan untuk budidaya tanaman pangan dan/atau tanaman industri. Pola peternakan ekstensif pada negara-negara itu umumnya bersifat monokultur. Lahan yang mereka miliki atau kuasai. pada umumnya dikembangkan dengan membudidayakan jenis-jenis rumput dan leguminosa pakan ternak yang unggul dari segi kualitas dan produksinya. lahan sepenuhnya digunakan untuk budidaya jenis-jenis rumput dan/atau leguminosa pakan ternak hasil seleksi yang mempunyai manfaat secara spesifik untuk ruminansia. Tetapi. Berbeda dengan situasi diatas. tanaman semak maupun pohon-pohonan. leguminosa. Untuk itu. jenis-jenis hijauan yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia atau hijauan pakan ternak pada kawasan yang berbasis pada pastura. padang rumput atau pada kawasan dengan pemberian pakan secara zero grazing dapat dikelompokkan atas rumput. leguminosa. Amerika atau Eropa. Penyebutan beragam jenis vegetasi dengan istilah rumput juga dilakukan ditingkat akademisi dan peternak negara-negara maju. dapat dikatakan bahwa pendapatannya sepenuhnya bergantung pada usaha peternakannya itu. istilah padang rumput yang dalam bahasa inggris disebut grassland sebenarnya tidak menunjukkan suatu area yang hanya ditumbuhi rumput-rumputan saja. Situasi diatas menunjukkan bahwa hijauan pakan ternak pada kawasan pertanian campuran lebih beragam daripada di kawasan pastura. Apabila kepada petani-ternak ditanyakan tentang jenis pakan hijauan yang diberikan kepada ternak ruminansia yang mereka pelihara maka umumnya mereka menyatakan bahwa ternak mereka diberi pakan rumput. dialokasikan secara khusus untuk produksi ternak ruminansia. Kenyataan menunjukkan bahwa padang rumput juga ditumbuhi beragam jenis vegetasi termasuk rumput. Seorang peternak sapi potong atau sapi perah atau kambing. jika komposisi botani dari hijauan yang diberikan kepada ternak diamati secara detil akan teridentifikasi bahwa rumput yang dimaksud meliputi juga daun daunan tanaman semak atau pohon-pohonan serta limbah pertanian seperti jerami padi. Hijauan Pakan Ternak Sejalan dengan kegiatan manusia untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari ternak ruminansia. daun-daunan dan limbah pertanian. Beragam jenis hijauan itu. pada kawasan pertanian campuran (mixed farming) dimana ruminansia umumnya dipelihara secara intensip seperti halnya di Jawa.

. Struktur rumput relatif sederhana. Rumput Rumput tergolong dalam Famili Gramineae yaitu tanaman monokotiledon (bijinya terdiri atas satu kotiledon atau disebut juga berkeping satu).Herbage. helai daunnya keluar dari pelepah daun (sheath) pada buku batang. Biji dari tanaman dimaksud tidak termasuk dalam pengertian herbage. definisi dari rumput dan leguminosa disampaikan secara lebih ekstensif seperti dapat diikuti dari uraian pada sub-bab dibawah ini. Adapun terminologi dimaksud yaitu: . . Terminologi ini menunjukkan jenis-jenis rumput kasar seperti jagung serta sorghum yang dipanen saat daunnya masih hijau (segar) bersama-sama bijinya dan mengalami perlayuan dilapangan sebelum semuanya diberikan kepada ternak. Pengawetan dilakukan pada kondisi an-aerob atau kedap udara.1. . Adapun yang dimaksud dengan hay adalah rumput atau jenis tanaman lain yang dipanen kemudian dikeringkan dan digunakan sebagai pakan ternak. Terminologi tersebut hadir sebagai hasil aktivitas manusia memanfaatkan padang rumput alam hingga menjadi pastura yang difasilitasi oleh riset dan teknologi. . biji dari tanaman dimaksud tidak termasuk dalam pengertian forage. Batangnya berbuku. Adapun yang dimaksud dengan silage adalah forage yang diawetkan dalam keadaan segar.Hay. Adapun yang dimaksud dengan terminologi ini adalah daun dan tangkai daun tanam-tanaman perdu. Adapun yang dimaksud dengan haylage adalah produk dari pembuatan silase dengan kadar air sekitar 45%. kaktus serta vegetasi bukan semak yang dapat dikonsumsi oleh ternak.Silage.Forage. Selanjutnya. . . 3.Browse. Malai rumput terdiri atas beberapa bunga yang . Adapun yang dimaksud dengan residue adalah forage yang tinggal dilahan pertanian sebagai konsekuensi dari panen tanaman.Sebelum membicarakan lebih lanjut tentang masing-masing jenis hijauan pakan ternak. woody vines. Terminologi ini menunjuk pada bagian-bagian tanaman yang dapat dimakan oleh ternak (edible parts of plants) dengan cara dirumput (grazing) atau dipanen sebagai pakan (zero grazing). .Residue.Fodder. terlebih dahulu akan disampaikan berbagai terminologi dalam pustaka-pustaka asing yang seringkali membingungkan pembacanya. Adapun yang dimaksud dengan herbage adalah biomasa tanam-tanaman semak yang berada diatas tanah tempat tumbuhnya serta akar yang dapat dimakan ternak dan umbi. Namun.Haylage. terdiri dari akar yang bagian atasnya silindris dan langsung berhubungan dengan batang. pohon.

nantinya menghasilkan biji. Hampir semua rumput adalah tanaman herba (tidak berkayu) sedangkan ukuran, bentuk dan pola tumbuhnya sangat beragam.

Asal usul rumput sebagai suatu jenis tanaman spesifik belum diketahui dengan pasti. Sejarah mencatat bahwa rumput sudah menjadi vegetasi di dunia sejak 20 juta tahun yang lampau. Penyebaran rumput pada seluruh benua mengalami akselerasi pada jaman es Pleistocene sekitar satu juta tahun yang lalu. Penyebarannya pada beragam lingkungan serta persilangan-persilangan yang terjadi secara alamiah menyebabkan rumput-rumputan semakin beragam. Melalui sistem klasifikasi tanaman yang dimiliki para ilmuwan bidang sistimatika tumbuhan dapat diidentifikasi bahwa pola distribusi rumput-rumputan mempunyai hubungan dengan distribusi iklim dunia. Pengelompokan genus dan species secara regional dapat dilakukan. Kehadiran suatu jenis rumput pada kawasan tertentu dianggap sebagai jenis asli kawasan itu. Hingga saat ini dikenal tiga kawasan sebagai asal dari jenis-jenis rumput budidaya yaitu kawasan Ero-Asia, Afrika Timur dan Amerika Selatan. Kawasan Ero-Asia tengah dan Mediteran dikenal sebagai asal-usul berbagai species rumput temperate (empat musim). Sedangkan rumput-rumput tropika yang dikenal berasal dari Afrika meliputi species-species Adropogon, Brachiaria, Cenchrus, Chloris, Cynodon, Dichantium, Digitaria, Eragrostis, Hyparrhenia, Melinis, Panicum, Pennisetum, Setaria, Sorghum dan Urochloa. Sedangkan species-species yang dikenal berasal dari Amerika Selatan adalah Axonopus, Paspalum, Tripsacum dan Zea.

Terdapat lebih dari 600 genus dan lebih dari 10.000 species rumput didunia ini namun hanya sekitar puluhan sampai ratusan species yang dibudidayakan manusia. Diantara berbagai species itu, yang paling populer di Indonesia adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum). Rumput ini memang paling menonjol dipromosikan untuk dibudidayakan di kawasan pertanian campuran dimana lahan yang dapat dialokasikan untuk menanam rumput relatif sempit. Pada satu unit lahan maka rumput gajah memberikan biomasa yang besar dibandingkan jenis rumput lain. Hal itu dikarenakan rumput itu tumbuh tegak dan tinggi, mencapai 1,5 meter, sehingga jumlah biomasa per unit tanamannya lebih tinggi daripada jenis-jenis rumput yang tumbuh pendek. Pada Gambar 2.2. dapat dilihat bahwa rumput gajah dapat melebihi tinggi manusia jika dibiarkan lama tidak dipotong atau dipanen.

Gambar 2.2. Tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang populer dibudidayakan sebagai pakan hijauan untuk ruminansia di ndonesia

3.1.1 Sebagai Bahan Pangan Kehadiran rumput didunia tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan ruminansia. Interaksi rumput dengan manusia secara langsung telah menjadikan rumput sebagai bagian dari budaya pangan manusia. Dahulu kala, diperkirakan sebelum 13.000 tahun yang silam, manusia masih hidup secara nomadik. Migrasi yang dilakukan manusia dari satu lokasi ke lokasi lain juga disertai dengan proses mengumpulkan biji dari beragam jenis tanaman untuk dibawa sebagai persediaan pangan. Sebagian besar biji tanaman yang dikumpulkan itu berasal dari rumput-rumputan (Crowder dan Chheda, 1992). Beberapa jenis tanaman itu mengalami perkawinan silang pada lingkungan barunya sehingga menambah keragaman jenis tanaman penghasil pangan. Dalam perkembangan budaya manusia, sekitar 11.000 tahun yang silam, seleksi mulai dilakukan terhadap jenis-jenis tanaman yang paling disukai manusia untuk dikembangkan demi mengamankan ketersediaan pangan mereka. Proses ini menghasilkan jenis-jenis tanaman pangan seperti sorgum (Sorghum), bulrush millet (Pennisetum americanum), finger millet (Eleusine coracana), teff (Eragrostis abyssinia) di Afrika; padi (Oryza sativa) di Asia; gandum (Triticum spp), rye (Secale cereale) dan barley (Hordeum spp) di Euro-Asia serta jagung (Zea mays) di Amerika.

Budidaya jenis-jenis rumput sebagai tanaman pangan mulanya dilakukan dengan pola berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain sehingga budidaya dapat selalu dilakukan pada lahan yang subur (slash and burn agriculture). Hal ini, kecuali dapat menjamin produksi butiran untuk pangan juga memfasilitasi penyebaran dan kehadiran jenis-jenis rumput lain. Karena, setelah biji tanaman pangan dipanen untuk pangan kemudian lahan tempat tumbuhnya ditinggalkan untuk berpindah ke lahan lain maka lahan yang ditinggalkan secara alamiah akan ditumbuhi rumput-rumputan semusim, diikuti rumput-rumputan

tahunan dan kemudian tanaman-tanaman berkayu. Rumput-rumputan ini menjadi sumber pakan alamiah untuk ruminansia.

Setelah melewati masa pola kehidupan mengumpulkan dan berburu (hunting and gathering) untuk menjamin keamanan pangan kemudian pada periode antara 11.000 sampai 10.000 tahun yang lalu, pola hidup manusia yang nomadik mulai berubah menjadi semi-menetap (Reed, 1969; Flannery, 1969). Pola hidup semi-menetap atau menetap itu menuntut penangkaran dan budidaya tanaman pangan. Hewan herbivora yang mulanya merumput bebas pada padang rumput alam yang terbentuk akibat perladangan berpindah juga harus ditangkar agar dapat dipelihara ditempat tertentu sehingga tidak mengganggu/ memakan tanaman pangan yang sedang tumbuh pada lahan pertanian sampai bijinya dapat dipanen. Dengan demikian, proses penangkaran hewan diperkirakan juga berlangsung pada kurun waktu dimana orang mulai melakukan budidaya tanaman pangan secara semi-menetap atau menetap. Selama proses penangkaran, hewan herbivora dipelihara dengan diberi pakan rumput-rumputan, daun-daunan tanaman semak atau pohon-pohonan serta daun dan batang limbah tanaman pertanian. Bahan-bahan dengan ligno-selulosa tinggi ini tidak bersaing dengan kebutuhan konsumsi manusia dan justru ternak herbivora dapat mengubahnya menjadi bahan-bahan yang dibutuhkan manusia seperti susu, daging, kulit dan wool.

3.1.2. Sebagai Bahan Pakan Telah disingung pada berbagai sub-bab diatas tentang adanya interaksi antara rumput, padang rumput dan ruminansia sejak masa silam hingga saat ini. Padang rumput alam di Eropa, Asia, Amerika dan Australia secara tradisional telah menjadi sumber pakan ruminansia yang merumput di padang itu. Investor yang berupaya mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan padang rumput alam untuk memproduksi daging atau susu melakukan investasi memperbaiki produktivitas padang rumput alam. Hal ini difasilitasi pula oleh riset yang memungkinkan efisiensi tatalaksana pemanfaatan padang rumput serta seleksi jenis-jenis rumput yang sesuai untuk dibudidayakan dalam rangka peningkatan produktivitas. Sejalan dengan hal ini berbagai jenis rumput telah terseleksi dari kawasan Ero-Asia, Afrika dan Amerika Selatan (lihat alinea 2 sub-bab 2.3.1.) untuk dibudidayakan secara khusus dalam rangka menunjang peningkatan produksi ternak ruminansia.

Tidak banyak dari belasan atau puluhan ribu species rumput yang kemudian terpilih menjadi jenis-jenis rumput budidaya. Untuk tujuan memperbaiki padang rumput alam, membangun pastura ataupun untuk keperluan pemuliaan hijauan pakan ternak terdapat karakteristik yang diharapkan dari jenis-jenis rumput ataupun leguminosa yang akan diseleksi. Karakteristik harapan itu dapat bersifat umum atau spesifik. Adapun karakter harapan yang spesifik itu bergantung pada situasi kondisi tertentu dimana rumput atau leguminosa terseleksi akan dimanfaatkan. Sedangkan karakter yang secara umum diharapkan dari rumput atau leguminosa adalah mampu berproduksi tinggi dengan kualitas baik, persisten, mampu ber-asosiasi dengan jenis-jenis hijauan lain serta mudah untuk dikembangbiakkan.

Karakteristik tersebut pada akhirnya harus dapat memberikan produksi ternak yang tinggi. Adapun diskripsi dari masing-masing karakter itu adalah: 1. Kemampuan Produksi dan Kualitas Tinggi. Artinya, bahwa hijauan mampu menghasilkan bahan kering yang tinggi, toleran terhadap cekaman air, temperatur tinggi ataupun rendah, mempunyai tingkat kecernakan dan palatabilitas tinggi sehingga dapat dikonsumsi ternak dalam jumlah tinggi pula. 2. Persisten. Berbeda dengan tanaman pangan maka hijauan pakan ternak, rumput atau leguminosa, diharapkan untuk lebih permanen pada pastura. Untuk itu maka mereka diharapkan untuk tahan terhadap pemotongan normal ataupun penggembalaan, mampu menghasilkan biji, tahan kekeringan, temperatur ekstrim dan api serta tahan terhadap penyakit dan serangan hama 3. Mampu berasosiasi dengan species lain. Berbagai pastura seringkali dibangun dengan mencampur rumput dan leguminosa dengan tujuan menyediakan hijauan berkualitas tinggi secara kontinyu, menyediakan ransum seimbang dalam hal protein, energi dan mineral serta menekan kebutuhan pupuk nitrogen dengan memanfaatkan transfer nitrogen dari leguminosa pada rerumputan. Terkait dengan hal ini, beberapa faktor yang relevan dengan kemampuan ber-asosiasi yang perlu diperhatikan adalah sifat tumbuh tanaman (membelit, merayap atau vertikal), kemampuan berkompetisi atas unsur hara ataupun sinar matahari, mempunyai palatabilitas baik dan mempunyai respon yang positip terhadap pemotongan 4. Mudah dikembangbiakkan. Meskipun diketahui berbagai jenis rerumputan ataupun leguminosa dapat dikembangbiakkan dengan stek ataupun sobekan rumpun (secara vegetatip) tetapi kemampuannya untuk menghasilkan biji perlu mendapatkan perhatian. Hal tersebut untuk memastikan adanya regenerasi tanaman seandainya terjadi keadaan alamiah yang tidak diharapkan seperti musim kering yang panjang dan memungkinkan pembuatan padang rumput baru melalui cara generatip. Apabila kemampuan hijauan pakan ternak menghasilkan biji adalah buruk maka kemungkinan akan menimbulkan beberapa masalah seperti mahalnya harga biji tanaman itu dan kegiatan seleksi serta pemuliaan dapat terhambat karena biji yang tersedia untuk evaluasi hanya sedikit.

Untuk setiap kawasan selalu dijumpai jenis-jenis rumput yang dapat beradaptasi dengan kondisi setempat. Beberapa jenis rumput budidaya yang sesuai untuk kawasan dengan iklim tropika basah adalah Brachiaria mutica, Cynodon dactylon, Digitaria decumbens, Melinis minutiflora, Pennistem clandestinum, Pennisetum purpureum, Paspalum dilatatum, Paspalum plicatulum dan Setaria anceps. Adapun untuk kawasan tropika kering maka terdapat jenis-jenis rumput budidaya seperti Cenchrus ciliaris, Chloris gayana, Panicum coloratum, Panicum maximum, Panicum antidotale.

3.2. Leguminosa Leguminosa adalah tanaman dikotilledon (bijinya terdiri dari dua kotiledon atau disebut juga berkeping dua). Famili tanaman leguminosa terbagi atas tiga sub-famili yaitu Mimosaceae, Caesalpinaceae dan

misalnya. asal-usul leguminisa tidak diketahui dengan pasti. Umumnya jumlah leguminosa di padang rumput tidak lebih dari 10 persen dari jenisjenis tanaman di padang itu. Untuk pertumbuhannya. Sama seperti rumput. sistem perakaran leguminosa terdiri atas akar primer yang aktif dan mempunyai cabang-cabang sebagai akar sekunder. Mungkin karena ada tenggang waktu yang lama (sekitar 110 juta tahun) sejak hadirnya rumput di dunia (yaitu sekitar 130 juta yang silam) dan baru digunakan oleh ruminansia pada jaman Miocene. Sabana di Afrika saat ini. tidak ada suatu kawasan didunia yang dapat disebut sebagai padang leguminosa (legumelands). Adapun Papilionaceae adalah tanaman semak berkayu dengan bunga papilionate atau berbentuk seperti kupu. Tenggang waktu itu memungkinkan rumput tumbuh baik dan menyebar disemua bagian dunia. Fosil tertua menunjukkan bahwa leguminosa. hadir didunia sejak lebih dari seratus tiga puluh juta tahun yang lalu. Sistem perakaran itu umumnya terinfeksi oleh bakteri dari species Rhizobium sehingga terbentuk bintil-bintil atu nodul-nodul akar. Bentuk dasar leguminosa yang ada saat itu seperti pohon-pohon tropika. Sebelum kurun waktu itu. pada era mesozoic periode cretaceous pada jaman neocomian. Arachis hypogea. Peran penting dari leguminosa tropika sebagai hijauan pakan untuk pastura maupun pakan ternak ruminansia baru mendapatkan perhatian sejak tiga dekade yang lalu. 1956). ditumbuhi rumput secara lebih merata walaupun pada sabana itu terdapat juga pohon dan semak leguminosa. Akar primer (tap root) tumbuh jauh kedalam tanah. Kemudian. bersama rumput. ilmuwan lebih memperhatikan jenis-jenis leguminosa temperate seperti species-species dari genus Medicago. sekitar 20 juta tahun yang lalu (Stewart. tanaman musiman dan akhirnya menjadi tanaman tahunan (Semple. Antara bakteri dan tanaman leguminosa terjadi simbiose mutualistik. 1970). melalui proses seleksi yang dilakukan manusia terhadap biji-bijian sejak budaya hidup masih secara nomadik hingga menetap maka sebagian jenis-jenis leguminosa berkembang menjadi bahan pangan. Mimosaceae adalah tanaman perdu berkayu dengan bunga biasa sedangkan Caesalpinaceae mempunyai bunga irregular. Umumnya. Melalui riset maka dari benua Afrika mulai dikenal manfaat jenis-jenis . Seperti halnya rumput. bakteri menggunakan Nitrogen yang diserap dari udara dan kemudian populasi bakteri yang mati menjadi sumber Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman leguminosa. tanaman pemanjat berkayu. Jenis-jenis leguminosa pangan yang kita kenal saat ini adalah seperti Glycine max. interaksinya dengan dengan mamalia primitif pada era itu (seperti Dinosaurus) yang bersifat browser (meramban daun pepohonan) serta injakan mamalia besar itu membuat pohon leguminosa mengalami penurunan populasi dan evolusi. Tanaman leguminosa ini tersebar diseluruh benua namun tidak pernah menjadi tanaman yang dominan pada suatu kawasan seperti layaknya rumput. Apabila rumput secara alamiah dapat menjadi tanaman dominan pada suatu kawasan sehingga membentuk padang rumput (grassland) tetapi. Antar jenis leguminosa terdapat perbedaan morfologi. Vicia dan Melilotus. Trifolium. Struktur tanaman ini mengalami modifikasi menjadi tanaman semak.Papilionaceae. Vigna sinensis.

khususnya pada musim kemarau yang merupakan periode dimana jenis-jenis hijauan pakan ternak konvensional sulit didapatkan. Leucaena. F. kopi dan cokelat. Jenis-jenis pohon yang daunnya dilaporkan digunakan sebagai pakan ruminansia di kawasan asia meliputi Erythrina variegata. Stylosanthes dan Teramnus. Dolichos dan Alysicarpus. Vigna. Adapun jenis-jenis limbah tersebut beragam antar lokasi. tanaman pohon atau perdu telah dimanfaatkan manusia sebagai pakan ternak dengan cara dipotong dan daunnya diberikan kepada ternak atau ternak dibiarkan meramban. daun ketela rambat. religiosa). sejak jaman kekaisaran romawi. Jenis-jenis limbah dimaksud selaras dengan jenis-jenis tanaman pertanian yang umum dibudidayakan. Indigofera. jerami sorghum. nangka (Artocarpus sp) serta pisang (Musa sp). Khususnya pada kawasan tropis dimana pemeliharaan ruminansia dilakukan oleh mereka yang mengoperasikan sistem pertanian campuran maka petani-ternak pada kawasan itu juga memanfaatkan limbah tanaman pertanian yang dibudidayakannya sebagai pakan untuk ternak ruminansia mereka. 14% serat kasar dengan kecernaan antara 50 sampai 70%. 3. F. Sedangkan dari kawasan Amerika tropis dikenal jenis-jenis leguminosa pakan ternak seperti dari genus Calopogonium. Adapun beberapa jenis daun-daunan yang dimaksud misalnya berasal dari tanaman alpukat (Persea sp).3. manfaat penting tanaman berkayu itu sebagai pakan ternak hanya diketahui kemudian (Baumer. Penggunaan daun-daunan ini umumnya dapat diamati dikawasan pertanian intensif dinegara-negara tropis. 3. Albizia lebbeck. 1990). . bengalnensis. exasperata. 1992).leguminosa tropika seperti dari genus Glycine. Namun manfaat penting kedua jenis leguminosa itu sebagai pakan hanya dikenal sejak beberapa dekade yang lalu setelah diketahui bahwa daunnya mengandung 20-30% protein kasar. Pada kawasan Asia-Pasifik. tebon jagung. daun talas dan pucuk tebu. jerami kacang kedelai. jerami kacang tanah. Limbah tanaman pertanian Limbah tanaman pertanian yang dimaksud dalam sub-bab ini adalah bagian-bagian dari tanaman yang dibudidayakan setelah produk utamanya dipanen untuk kepentingan manusia. Ficus (F. Namun. Desmodium. Centrosema. Mereka dapat tergolong sebagai tanaman buah-buahan ataupun tanam pohon dikawasan hutan. Pada masa silam.4. Tamarindus indica. Phaseolus. Cajanus cajan (Devendra. perdu leguminosa Gliricidia maculata dan Gliricidia sepium telah di-introduksi ke Afrika pada akhir abad kedelapan belas sebagai tanaman naungan untuk perkebunan tanaman teh. tergantung pada jenis tanaman pertanian yang dibudidayakan setempat. Sebagai misal. Daun-daunan Adapun yang dimaksud dengan daun-daunan dalam sub-bab ini adalah daun-daunan dari tanaman yang tidak tergolong sebagai jenis tanaman yang secara konvensional dikenal sebagai hijauan pakan ternak seperti rumput-rumputan ataupun leguminosa. daun ketela pohon. jenis-jenis limbah pertanian itu meliputi jerami padi.

Saat itu ternak tidak dapat merumput di padang rumput yang bersalju dan harus dikandangkan dan diberi pakan silase jagung. keju. Jenis tanaman ini juga dibudidayakan untuk diawetkan dalam bentuk segar yang disebut silase untuk digunakan sebagai pakan pada musim dingin (winter). yoghurt. Wool dan kulit sebagai bagian budaya manusia adalah hasil dari interaksi ruminansia dan rumput.Sejalan dengan penggunaan limbah pertanian seperti dimaksud diatas. Tanaman jagung dipanen sekaligus bersama buahnya untuk diberikan kepada ternak ruminansia sebagai sumber zat makanan dan energi. susu kental manis atau butter juga tidak akan hadir dalam sistem pangan tanpa rumput. jagung atau kacang tanah adalah produk vegetasi kelompok rumput dan leguminosa. susu pasturisasi. Kondisi itu menjadikan pola pertanian campuran pada sebagian besar kawasan tropis bersifat terintegrasi antara tanaman dan ternak dengan tujuan memaksimumkan sumberdaya pada tingkat rumahtanggatani (Schiere dan Kater. kelompok masyarakat ini umumnya tidak mengenal peran vital rumput untuk keberlanjutan sistem produksi ternak ruminansia. tebon jagung dapat langsung diberikan kepada ternak dalam keadaan segar atau terlebih dahulu dikeringkan matahari menjadi hoi (hay) kemudian disimpan dan diberikan kepada ternak pada saat musim paceklik pakan (umumnya terjadi pada musim kemarau). Boleh dikatakan bahwa memperkenankan ruminansia mengkonsumsi hijauan kiranya adalah pilihan terbaik yang telah dilakukan peradaban manusia untuk memanfaatkan jenis-jenis vegetasi yang tidak dapat dimanfaatkan manusia sebagai pangannya. tanaman ini justru dibudidayakan sebagai hijauan pakan ternak. petani ternak juga mengembalikan kotoran ternak yang dihasilkannya ke lahan pertanian sebagai pupuk. 4. sosis daging sapi. Namun. Oleh petani-ternak. Apresiasi pada rumput dan jenis hijauan pakan ternak lainnya kiranya hanya dijumpai di pedesaan dimana masyarakat petani-ternak terkonsterasi. menghasilkan tebon jagung setelah buah jagungnya dipanen untuk konsumsi manusia. Sebagian besar pangan nabati seperti beras. 2001). susu bubuk. susu. Apabila populasi masyarakat ini semakin menurun seperti yang terjadi di Amerika atau Belanda (dimana masyarakat petaninya hanya sekitar dua persen) maka proses bagaimana produkproduk peternakan dihasilkan tidak lagi dikenal oleh masyarakat konsumennya. Masyarakat konsumen modern mengenal daging dan susu serta segala bentuk olahannya sebagai produk dari ternak ruminansia. es krim. Khususnya untuk jenis tanaman jagung. pada kawasan tropika. Bahan pangan seperti daging. Integrasi semacam itu akhir-akhir ini menjadi semakin populer dikawasan empat musim sebagai bagian sistem pertanian yang disebut New Conservation Agriculture. Apresiasi terhadap rumput Masyarakat agraris seharusnya dapat menghargai pentingnya rumput dalam kehidupan sehari-hari. Rumput untuk masyarakat konsumen modern lebih dipersepsi sebagai asesoris keindahan lingkungan dalam bentuk . Pada berbagai negara dikawasan empat musim. kefir. Pilihan itu memungkinkan bahanbahan ligno-selulosik dikonversi menjadi produk-produk yang berguna untuk kesejahteraan umat manusia.

and Chheda. Amerika dan Australia menunjukkan bahwa lahan berupa padang rumput alam yang dianggap tidak produktif untuk pertanian tanaman ternyata adalah aset bernilai ekonomi tinggi untuk produksi ternak ruminansia. Disamping itu. L. Tidak mudah mengukur nilai ekonomi dari jenis-jenis hijauan yang tumbuh secara alamiah dan yang sengaja dibudidayakan pada sebagian besar permukaan lahan di Indonesia. H.V. menghasilkan oksigen yang menjamin kontinyuitas pasokan udara segar didunia.taman dan tempat rekreasi atau justru vital sebagai komponen sarana olahraga seperti golf dan sepak bola. Keberadaan rumput seperti itu memang secara nyata dihadapi dan dinikmati sehari-hari oleh masyarakat konsumen modern. Tropical Grassland Husbandry.R. jika total produksi ternak ruminansia yang hidup dari padang rumput alam atau buatan. 2002). Pendekatan akademik menunjukkan bahwa komunitas jenis-jenis hijauan pakan ternak. Jika kontribusi sektor peternakan pada tahun 2002 bernilai sekitar 8. Lebih lanjut. Jika sumberdaya ini dimanfaatkan secara optimal. komunitas hijauan pakan ternak juga berkemampuan melindungi lahan dari proses erosi akibat siraman air atau hembusan angin. termasuk tenaga kerja dan pupuk yang dihasilkannya dihitung maka boleh diyakini bahwa padang rumput yang saat ini kosong dan idle itu adalah sumberdaya bernilai tinggi dan sekaligus merupakan potensi ekonomi untuk masa depan. Peran vital jenis-jenis hijauan pakan ternak terhadap lingkungan sebenarnya tidak hanya terbatas pada keindahan lingkungan sebagaimana dipersepsi oleh masyarakat konsumen modern. . Pada tahun yang sama. New York. 1982. Jenis-jenis leguminosa pakan perdu seperti Gliricidia sp atau Leucaena sp. sekitar 60% ruminansia di Indonesia berada di pulau Jawa yang luasnya hanya sekitar 7% dari luas wilayah. berpotensi dimanfaatkan sebagai penahan angin (wind breaker) atau naungan yang memberikan kenyamanan tempat tinggal. Daftar Pustaka Crowder. untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan manusia. atau dapat diperankan. Sejarah perkembangan produksi ternak ruminansia di Eropa.3 triliun rupiah maka sebagian tentunya dihasilkan dari sistem produksi ternak ruminansia yang sampai saat ini masih belum optimal dalam hal pemanfaatan sumberdaya pakan hijauan yang tersedia. Secara umum dapat disimpulkan bahwa rumput dan leguminosa bukan saja potensial sebagai pakan ruminansia namun juga berperan. dalam proses respirasinya. data statistik tahun 1999 menunjukkan bahwa luas area padang rumput yang potensial digunakan sebagai basis produksi ternak ruminansia di Kawasan Indonesia Timur diperkirakan tiga kali lipat dari yang tersedia di pulau Jawa (Ifar dan Bambang. Padahal. tentunya nilai ekonomis lahan rumput yang kosong dan idle itu akan meningkat. Longman Inc.

5-6 Juli. M. Keay. 1969. Gerald Duckworth: London. Beyond Beef. Dimbleby (eds). FAO Rome. L. Gerald Duckworth. O. 1959.J. K. Universitas Brawijaya.’t. Grassland 12.J.V. Trop. Dimbleby (eds). 1978. Clarendon Press. Greenway.W. A. 1956. Ecol.J. Mixed Farming Systems. Penguin Books USA Inc. In P. P. D.A. Stewart. A Classification of East African Rangeland. Farming Systems in The Tropics.J. Oxford. 1966. R. Semiloka Strategi Pengembangan KAPET di Kawasan Timur Indonesia dalam Menghadapi Era Global. Pp: 115 -133. 3. Univ. pp: 261-380 Ruthenberg. Chicago Press. 1-9 Pratt. L. and Gwynne. Reed. 1969. The Rise and Fall of The Cattle Culture. Mannetje. Ifar. The Pattern of Animal Domestication in the Prehistoric Near East. Oxford Univ. 1980.C. Press. A Review of Traditional Technologies. Ucko and G. Appl. Potensi dan Prospek Usaha Peternakan Sapi Potong di Kawasan Timur Indonesia (KTI) Dalam Kerangka Pengembangan Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET).J. In H. With An Appendix on Terminology. 369-382 Rifkin.Flannery.W. C. The Domestication and Exploitation of Plants and Animals.D. Man’s Role in Changing the Face of the Earth. . London. Origin and Ecological Effects of Early Domestication in Iran and The Near East. 2002. 1993. H. The Role of Improved Pastures for Beef Production in The Tropics. J. Ucko and G. In P. Mixed Crop-Livestock Farming. H dan Kater.W. Schiere. London.L. 2001. Vegetation Map of Africa South of The Tropic of Cancer. New York.. Fire as The First Great Force Employed by Man. The Domestication and Exploitation of Plants and Animals. pp 12-100. J. Thomas (ed).S dan Bambang. An FAO Report Based on Literature and Field Experiences.N.

. Indonesia Lihat profil lengkapku Pengikut Template Watermark. Jawa Timur.Diposkan oleh Crop Livestock Systems di 03:00 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Lecture-1 Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Arsip Blog  ▼ 2011 (3) o ▼ Maret (3)  TENTANG BLOG INI  PADANG RUMPUT DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK  PEMANFAATAN SUMBERDAYA HIJAUAN Agribisnis Peternakan Saya : Crop Livestock Systems Malang. Diberdayakan oleh Blogger.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful